Skip to main content

Edisi Selasa 24 September 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 39 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

selasa paing, 24 September 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Tata Parkir di Ubud

‘’Pangempon’’ Desak Kembalikan Tanah ‘’Pelaba’’

Pelaku Curanmor Diamankan

Kemacetan arus lalu lintas masih menjadi persoalan kronis di kawasan wisata Ubud. Salah satu penyebabnya adalah parkir liar kendaraan. Desa Adat Padangtegal, Ubud berusaha melakukan penataan.

Pangempon Pura Sad Khayangan Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida kian resah dengan aktivitas investor di tanah pelaba pura mereka. Mereka pun minta tanah pelaba pura ini dikembalikan.

Jajaran Polsek Bangli berhasil mengungkap pelaku pencurian motor di depan sebuah apotek di Bangli beberapa waktu lalu. Pelaku berinisial HJ (29) diringkus petugas di Bima, NTB.

KLUNGKUNG | HAL. 12

GIANYAR | HAL. 9

BANGLI | HAL. 14

KANTOR TERBAKAR - Nampak pegawai salah satu kantor pemerintahan di Wamena berusaha mengatasi gedung yang terbakar akibat tindakan anarkis ratusan siswa setempat. Pemicunya, berita bohong (hoaks) tentang guru yang melontarkan kata-kata rasis.

Rusuh di Wamena

17 Orang Tewas Ribuan Mengungsi

Wamena (Bali Post) – Papua ibarat daun kering yang mudah terbakar akibat isu rasial. Sedikit saja pemicu, amarah mudah tersulut dan berujung petaka. Gara-gara berita bohong (hoaks) tentang guru yang berkata rasis, ratusan orang berseragam sekolah di Kabupaten Jayawijaya, Papua, bertindak anarkis. Setidaknya ada 17 orang tewas dan sejumlah kantor, ruko serta rumah warga dibakar. Komandan Kodim (Dandim) 1702/Wamena Letkol Inf. Chandra Diyanto menjawab pertanyaan kepada media, di Jayapura, Senin (23/9) malam, mengakui ada 17 warga sipil yang meninggal akibat luka benda tajam dan warga yang menjadi korban kebakaran. Selain 17 orang meninggal, tercatat 65 warga yang mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di RSUD Wamena. Ketika ditanya tentang situasi keamanan, Dandim Wamena mengaku relatif sudah kondusif namun anggota TNI-Polri masih berjaga-jaga di sejumlah kawasan. “Secara keseluruhan situasi sudah relatif aman, namun anggota masih terus berjaga-jaga,” kata Letkol Chandra yang dihubungi melalui telepon selulernya dari Jayapura. Hal. 15 Aksi Anarkis

Harian Bisnis Bali Jangan Asal Murah Salah satu faktor utama penentuan pilihan dalam pembelian properti seperti rumah, tidak hanya harga murah. Aksesibilitas, atribut fisik, dan kesehatan lingkungan dan fasilitas publik juga harus diperhitungkan. Kenapa?

www.bisnisbali.com

Bali Post/ant

MAHASISWA - Ribuan mahasiswa mengikuti aksi #GejayanMemanggil di Simpang Tiga Colombo, Gejayan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (23/9) kemarin. Dalam aksi demonstrasi yang diikuti oleh ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta itu, mereka menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi serta mendesak pemerintah dan DPR mencabut UU KPK yang sudah disahkan.

Rakyat Mulai Bergerak

Sleman (Bali Post) – Sikap pemerintah yang tidak lagi mendengar, membuat komponen rakyat mulai bergerak. Elemen mahasiswa melakukan aksi di sejumlah kota, salah satunya di Yogyakarta. Ada dua UU yang menggerakkan yakni RUU KUHP dan UU KPK. Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Darerah Istimewa Yogyakarta memadati simpang tiga Jalan Colombo, Gejayan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (23/9) siang. Pantauan media, pada pukul 14.00 WIB, sekitar 100 meter jalan menuju arah titik pusat aksi yakni Jalan Colombo dan Jalan Affandi telah dipenuhi peserta aksi yang datang dengan berjalan kaki. Para peserta yang telah tiba

di titik pertigaan Colombo langsung duduk lesehan mengikuti instruksi salah seorang koordinator aksi yang menyampaikan aba-aba melalui pengeras suara. Mereka sebagian membawa spanduk yang di antaranya bertuliskan ‘’RKUHP mengancam privasi dan demokrasi, tolak UU KPK, tolak pelemahan KPK’’. Setelah meneriakkan yel-yel, lagu nasional seperti ‘’Indonesia Pusaka’’ dan ‘’Tanah Airku’’ mereka nyanyikan men-

gawali aksi. ‘’Kita ingin menujukkan kepada masyarakat Yogyakarta bahwa aksi yang kita lakukan ini adalah aksi damai,’’ kata salah seorang orator melalui pengeras suara. Sebuah keranda berbahan bambu dan kertas bertuliskan ‘’Save KPK’’ tampak dipanggul oleh sejumlah peserta yang berada di titik pusat kasi tersebut. ‘’DPR kartu kuning, pemerintah kembalikan hak-hak rakyat,’’

teriak seorang orator yang diikuti peserta aksi. Sebelumnya, beredar ajakan bagi mahasiswa dari berbagai kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk demonstrasi menentang berbagai revisi undang-undang yang akan segera disahkan Dewan Perwakilan Rakyat. Aksi itu bertajuk #GejayanMemanggil. Aksi itu diselenggarakan sebagai bentuk protes beberapa revisi undang-undang kontroversial. Seperti Revisi Rancangan Undang-undang Hukum Pidana, Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan RUU

Penghapusan Kekerasan Seksual. Ditunda Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mengatakan rapat paripurna lembaganya yang akan berlangsung besok kemungkinan tidak akan mengesahkan Rancangan Undang-undang tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). ‘‘Ya, tidak besok,’’ katanya usai menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/9) kemarin. (ant)

Kesimpangsiuran RUU KUHP

Bali Terancam ’’Kosong’’ Wisman I Nyoman Adnyana

Adhi Ardhana

Butuh Manajemen Krisis Kepariwisataan DPRD Bali membuka ruang untuk mengkaji pasal-pasal kontroversial dalam RUU KUHP yang berdampak bagi Pulau Dewata, khususnya sektor pariwisata. Mengingat, pemberitaan tentang RUU KUHP telah menimbulkan keresahan di kalangan wisatawan dan pelaku pariwisata. Pemprov Bali bahkan sampai mengeluarkan surat pernyataan yang ditandatangani langsung Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati untuk menghindari terjadinya kesimpangsiuran. ‘’DPRD Bali membuka kesempatan untuk mengkaji pasal-pasal KUHP yang dianggap krusial bagi Bali. Kita akan kaji bareng menjadi usulan Pemprov Bali, bukan DPRD saja,’’ ujar anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali I Nyoman Adnyana dikonfirmasi, Senin (23/9) kemarin. Pada prinsipnya, Adnyana mengaku setuju UU KUHP diubah lantaran sudah berumur ratusan tahun. Hanya, substansinya jangan sampai menjadi suatu jeratan bagi masyarakat. Seperti soal fakir miskin atau gelandangan yang bisa dipenjara atau didenda. Padahal dalam UUD 1945, fakir miskin dan anak telantar dipelihara oleh negara. Pun untuk beberapa pasal dalam RUU KUHP yang berpotensi mengganggu keberlangsungan pariwisata, mestinya ada penjelasan yang lebih rinci atau pengecualian untuk Bali. Seperti pasal soal perzinaan dan pasangan belum menikah yang hidup bersama. Meskipun hal itu tidak serta merta berarti Bali mendukung perzinaan. ‘’Tidak otomatis begitu. Ini bicara teori kita. Kalau bicara persoalan, kasus, ya… beda lagi. Kasuistis itu namanya,’’ tegas politisi yang diplot menjadi Ketua Komisi I DPRD Bali ini. Sementara itu, anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, wisatawan mancanegara yang datang ke Bali memiliki norma-norma yang dibawa dari negara asalnya. Hal ini tentu akan berbenturan dengan aturan hukum pidana pada RUU KUHP. Hal. 15 Rugikan Pariwisata

Denpasar (Bali Post) Pemberitaan tentang RUU KUHP (RKUHP) di berbagai media asing seperti di China, Eropa, dan Australia telah menimbulkan keresahan di kalangan wisatawan. Utamanya wisatawan Australia yang saat ini masih berada di deretan teratas kunjungan wisatawan ke Bali. Mereka utamanya resah dengan isi pasal 417 tentang perzinaan dan pasal 419 tentang pasangan belum menikah yang hidup bersama dapat dipenjara atau didenda. ‘’Kita harus sadari, market Australia ini lagi diperebutkan. Dengan berita begini, yang sangat diuntungkan adalah kompetitor kita,’’ ujar Ketua

GIPI Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana dalam keterangan pers bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Wakil Ketua Bidang Hukum PHRI Bali Putu Subada Kusuma, di Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Senin (23/9) kemarin. Dalam industri pariwisata, lanjut pria yang akrab disapa Gus Agung ini, Bali sebetulnya tengah bertarung head to head dengan negara kompetitor seperti Thailand, Malaysia, dan lainnya. Bahkan destinasi ‘’baru’’ seperti Vietnam, Birma dan Laos yang juga berbasis budaya, sama seperti Bali. Walau belum mengantongi data pasti, namun pihaknya telah

mendapatkan informasi bahwa sudah terjadi peralihan paket wisata dari awalnya ke Bali menjadi ke Thailand. Pihaknya khawatir, Bali akan mengalami ‘’kekosongan’’ kunjungan wisatawan pada Oktober hingga Desember mendatang. ‘’Kebetulan orang Australia ini banyak couple, masih muda, itu akan sedikit takut mereka. Tapi orang Australia itu kan kebal biasanya. Dia tahu Bali sangat beda dengan daerah lain. Itulah yang kita harus lebih tonjolkan,’’ jelasnya. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengaku akan menjelaskan secara lebih detail mengenai pasal-pasal yang

berdampak bagi Bali dalam RUU KUHP. Apalagi setelah diteliti, rupanya ada ayatayat ikutan yang tidak detail dibaca atupun diungkap secara gamblang oleh media massa. Seperti pasal 417 tentang perzinaan, sebetulnya memiliki ayat yang menjelaskan bahwa tindak pidana tersebut merupakan delik aduan. Artinya, harus ada pengaduan dari suami, istri, orangtua, ataupun anak yang dirugikan terkait perzinaan tersebut. ‘’Ini yang tidak pernah muncul, sehingga pihak asing hanya merujuk pada pasal induknya saja yang dipidanakan. Ini sosialisasi masih kurang. Sebenarnya pasal ini

tidak ada hal yang patut kita risaukan kalau dibaca secara utuh,’’ jelasnya. Menurut Cok Ace, Pemprov Bali sudah mengeluarkan pernyataan resmi yang ditandatangani langsung olehnya. Menyikapi pemberitaan tentang RUU KUHP, Pemprov Bali menyatakan bahwa KUHP dimaksud baru sebatas rancangan sehingga belum bisa diberlakukan. Berdasarkan masukan berbagai pihak, maka Presiden dan DPR-RI sepakat menunda pengesahan RUU KUHP tersebut sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Hal. 15 Ranah Privat

Ekonomi Bali Diprediksi Stagnan Denpasar (Bali Post) Prediksi ekonomi Bali dalam tiga bulan terakhir pada umumnya masih menunjukkan tren yang stagnan dan bahkan cenderung menurun. Ini akibat

dari telah terjadinya resesi yang diakibatkan geopolitik dan masih berlangsungnya ketegangan ekonomi global serta meningkatnya harga minyak pascapenyerangan ladang minyak di Timur Tengah. Demikian diungkapkan pengamat ekonomi Viraguna Bagoes Oka, Senin (23/9) kemarin. Akibatnya kelesuan dan turunnya kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) dan wisdom (wisatawan domestik), ditambah dengan harga tiket pesawat yang masih tinggi, berdampak pada kelesuan pariwisata Bali. Hal ini mengoreksi pertumbuhan ekonomi menjadi di bawah 5 persen di akhir Agustus 2019. Untuk menggerakkan

pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah dalam kurun dua minggu terakhir telah mengambil kebijakan yang cukup berani dengan menurunkan suku bunga dua kali berturut-turut. Termasuk memberi kelonggaran dalam Loan To Value (LTV) sebesar 5 persen untuk menggeliatkan iklim usaha bidang properti, terutama Bali, agar ekonominya bisa menggeliat kembali. Kebijakan makroprudensial yang diambil oleh Bank Indonesia ini diharapkan bisa direspons positif oleh dunia usaha atau pelaku usaha dan lembaga keuangan (perbankan) untuk menurunkan suku bunga kredit. Hal. 15 Persoalan Baru


Selasa Paing, 24 September 2019

FIGUR Waspadai Peningkatan DBD MENJELANG musim hujan, salah satu penyakit yang mengancam adalah Demam Berdarah Denque (DBD). Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti ini cenderung mulai mengalami peningkatan di musim peralihan antara kemarau dan hujan, dan kemudian meningkat saat musim hujan berlangsung. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan selalu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin. Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, berdasarkan data, kasus DBD saat ini mengalami penurunan yaitu Januari (347), Februari (713), Maret (639), April (714), Mei (975), Juni (589), Juli (338), dan Agustus (191). “Saat ini kasus DBD mengalami penurunan. Namun mulai musim hujan, masyarakat harus waspada dengan peningkatan kasus,” ujarnya Senin (23/9) kemarin. Dari sembilan kabupaten/kota di Bali, kata dia angka kejadian incident rate (IR) DBD atau kasus DBD dalam masyarakat di suatu wilayah dibandingkan dengan jumlah paling tinggi terjadi di Kabupaten Buleleng dengan IR 187,77 per 100.000 penduduk, Klungkung dengan IR 154,26, Kota Denpasar dengan IR 117,13, Kabupaten Badung dengan IR 119,8, Kabupaten Gianyar dengan IR 104,9, Kabupaten Bangli dengan IR 75,168, Kabupaten Jembrana dengan IR 47,363, Kabupaten Tabanan dengan IR 35.174 dan Kabupaten Karangasem dengan IR 31,34. Sementara angka IR untuk Bali adalah 104,98 per 100.000 penduduk. Ia menegaskan, pengendalian DBD sangat tergantung pada peran serta masyarakat. Karenanya, pihaknya mendorong program gerakan satu rumah satu Jumantik. Program ini mengajarkan setiap keluarga untuk memantau keberadaan jentik di lingkungan rumahnya dan kemudian mengaj a k keluarga untuk melakukan PSN secara rutin. ‘’Peningkatan kasus DBD biasanya mengikuti siklus lima tahunan. Namun, jika seluruh masyarakat ikut serta dalam kegiatan PSN rutin, maka peningkatan kasus DBD bisa dicegah,’’ tegasnya. (san)

Bali Post/eka

AKSI - Elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Bhineka Sakti menggelar aksi dukung revisi Undang-undang KPK di Denpasar, Senin (23/9) kemarin. Aksi tersebut merupakan dukungan terhadap pemerintah dan DPR dalam merevisi UU KPK.

Penyalahgunaan Tenaga Listrik Meningkat Denpasar (Bali Post) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali mendata penyalahgunaan tenaga listrik semakin meningkat. Penyalahgunaan tenaga listrik yang sering dilakukan yaitu tapping, yakni tindakan pencurian listrik dengan mencantol listrik di jaringan listrik lain yang menyebabkan penggunaan listrik tidak masuk dalam pengukuran. “Penyalahgunaan listrik selalu terjadi dari tahun ke tahun, dan persentase pelanggarannya meningkat. Penyalahgunaan ini berarti ia memakai secara tidak legal, sehingga banyak yang bilang pencurian listrik,” kata Manager Komunikasi PLN UID Bali, Made Arya, belum lama ini. Menurut Arya, penyalahgunaan pemakaian tenaga listrik yang paling sering adalah tapping. Semua penggunaan dan penyalahgunaan

tenaga listrik diatur dalam Kepdir Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). “Ketika dia P2TL, berarti dia menyalahgunakan tenaga listrik,” jelasnya. Arya menambahkan, penyalahgunaan tenaga listrik yang juga kerap terjadi yaitu meterannya itu di los tanpa pengukurannya. “Ada juga yang meterannya jalan, tapi MCB-nya diganti yang lebih besar. Jadi, dia bisa memakai pemakaian yang lebih besar yang biasanya

Pelaku ”Skimming” Asal Bulgaria Diadili Denpasar (Bali Post) Satu persatu pelaku skimming yang melibatkan orang asing yang beraksi di Bali diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Senin (23/9) kemarin warga asing asal Bulgaria yang didudukkan di kursi pesakitan. Ia adalah terdakwa Krsimir Stoykov Stoykov (42). JPU Siti Sawiyah di hadapan majelis hakim pimpinan Heriyanti menjelaskan, aksi skimming itu bermula saat terdakwa mengaku perlu dana untuk pulang kampung ke negaranya. Dijelaskan jaksa dalam surat dakwaannya, pada Senin 8 Juli 2019 sekitar pukul 12.00 Wita terdakwa bertemu Mihael di sebuah restoran di Canggu. Saat itu terdakwa menyampaikan pada Mihael bahwa dia hendak meminjan uang untuk keperluan transport pulang ke Bulgaria. Atas permintaan itu, Mihael kemudian menyampaikan sekaligus menyarankan tidak usah meminjam uang. Nanti akan diberikan uang pada terdakwa dengan syarat terdakwa mau bekerja sama dengan Mihael. Terdakwa bertanya kerja sama apa yang dimaksud. Mihael kemudian menyampaikan, apabila terdakwa mau mengambil sesuatu di mesin ATM Bank Mandiri yang ternyata barang tersebut merupakan kamera tersembunyi. Jika mau, maka terdakwa akan diberikan uang Rp 11 juta. Terdakwa pun sanggup, dan sepakat mengambil kamera itu. Selanjutnya, kata jaksa, terdakwa dibekali alat berupa alat dempul yang sudah dibengkokkan ujungnya. Alat tersebut berfungsi untuk mencongkel perangkat kamera yang terpasang di kanopi keypad ATM Bank Mandiri. Selanjutnya, upah Rp 11 juta diterima terdakwa dari Mihael. Uang tersebut terdakwa belikan tiket pesawat elektronik ke Bulgaria sebesar Rp 6,065 juta dan sisanya habis dipakai makan dan beli bensin sepeda motor yang disewa terdakwa. Sehingga untuk menjalankan aksinya, pada 9 Juli 2019 sekitar pukul 06.00 Wita terdakwa menuju mesin ATM Bank Madiri di Jalan Kunti, Seminyak. Terdakwa kemudian mengambil perangkat kamera tersembunyi yang dipasang menggunakan lem perekat di atas kanopi. Setelah kamera lepas, terdakwa masukkan ke saku celana, sedangkan alat congkel dimasukkan ke tas slempang. Namun setelah keluar dari ATM, terdakwa ditangkap petugas kepolisian dari Dit. Reskrimsus Polda Bali. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan di tempat menginap terdakwa, yakni di kamar A3 Home Stay, Kuta Haritage, persisnya di Jalan Setiabudi, Kuta. Di sana petugas menemukan barang-barang berupa 26 buah kartu putih yang disimpan di bawah tempat tidur. Selain itu perangkat kamera tersembunyi dan perangkat lainnya. Kata jaksa, berdasarkan pengecekan data CCTV, terdakwa telah memasang perangkat router dan kamera tersembunyi pada 3 Juli pukul 03.00 Wita. Hasil pemeriksaan, kartu putih yang disita dari terdakwa dapat digunakan dan difungsikan untuk melakukan transaksi perbankan di dalam mesin ATM. Sedangkan terdakwa bukan merupakan nasabah Bank Mandiri, sehingga ia dijerat pelanggaran Pasal 46 ayat 1, jo Pasal 30 ayat 1, UU ITE. Dalam kasus ini, pihak bank menderita kerugian hingga Rp 4 juta. (kmb37)

Topik : PEMBUANG LIMBAH KE SUNGAI DIDENDA RP 2,5 JUTA

dayanya 1.300 VA, dia bisa melebihi sebebasnya,” bebernya. Menurut Arya, penyalahgunaan terjadi karena ketidaktahuan masyarakat bahwa hal itu salah. Contohnya, kerusakan MCB pada meteran di rumah diganti sendiri, padahal MCB tersebut sudah disegel. Selain itu, karena ketidaktahuan masyarakat, mereka terkadang bertanya ke tetangga atau orang lain perihal permasalahan listrik yang dialami. Moment inilah yang digunakan oleh oknum untuk mengambil keuntungan. Sehingga dalam Kepdir P2TL yang akan disalahkan adalah pemilik rumah atau yang memiliki meteran. Padahal penggantian MCB dilakukan oleh orang lain. Arya banyak menerima kasus

penggunaan listrik yang besar namun tidak sesuai daya yang dimiliki. Misalnya daya yang dimiliki 1.300 VA, namun adanya kebutuhan yang besar sehingga oknum tertentu memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat untuk mencari daya yang lebih besar. “Itu karena masyarakat masih berpikir jika ngamprah ke PLN prosesnya lama dan biayanya mahal. Sehingga ada oknum yang memanfaatkan yang menawarkan tidak perlu ke PLN,” katanya. Dari penyalahgunaan tersebut, kata Arya secara riil berpotensi terjadi kebakaran, misalnya penggantian MCB yang dilakukan sendiri. “Jika terjadi short sircuit (arus pendek-red) itu belum jegleg, bisa mengakibatkan kebakaran. Karena

MCB itu pengaman ketika terjadi kelebihan, dia akan jegleg. Memang padam tapi dia mengamankan, tapi ketika dia dibuat gede, melewati batas tidak ada yang mengamankan,” katanya mengingatkan. Risiko yang paling terasa di masyarakat ketika terjadi penyalahgunaan yaitu dendanya jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Padahal masyarakat membayar listrik itu hanya puluhan ribu atau ratusan ribu. “Saya secara pribadi menangani kasus seperti itu. Kasihan dengan pelanggan-pelanggan kita, dia tidak tahu. Memang ada beberapa modus ingin berniat jahat mencuri, tapi sebagian besar kasus yang terjadi mereka tidak tahu,” kata Arya. Maka dari itu, kata Arya pi-

haknya ingin merangkul dan mengedukasi masyarakat. Pihaknya juga akan menggandeng majelis desa adat untuk bersamasama menjaga sistem jaringan listrik. “Kita ingin mencegah terjadi penyalahgunaan. Kalau menyalahi aturan, kita tidak bisa bantu. Kalau ada denda, kita paling bisa bantu denda itu dicicil,” katanya dan menambahkan, dendanya bervariasi tergantung kriteria pelanggan. (kmb42)

Denpasar (Bali Post) – Keberadaan arsip yang sudah tidak berfungsi lagi mengakibatkan penuhnya ruang penyimpanan. Karena itu, secara berkala arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna harus dimusnahkan. Namun, sebelum melakukan pemusnahan arsip diperlukan pemeriksaan secara bertahap oleh tenaga arsiparis. Seperti yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Denpasar, Senin (23/9) kemarin. Dinas ini kemarin memusnahkan ribuan arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna. Pemusnahan ribuan arsip menggunakan alat mesin pencacah kertas dipimpin Asisten Administrasi dan Kesra Setda Kota Denpasar I Made Toya di Studio Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar. Toya mengatakan, penyusutan arsip

yang tidak mempunyai nilai guna lagi akan menghemat tempat atau ruang penyimpanan, biaya, tenaga, serta waktu. “Pegawai di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar saya harapkan agar terus mengisi diri, meningkatkan wawasan tentang pengetahuan kearsipan, sehingga arsip yang merupakan alat bukti nyata dan benar untuk bahan pertanggungjawaban kepada generasi yang akan datang dapat diselamatkan dan disimpan dengan baik,” harapnya. Tidak hanya itu, Toya juga berharap agar semua unit OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar mengelola arsip dengan baik sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Demikian pula untuk melakukan penyusutan sesuai mekanisme yang benar. Me-

nyerahkan arsip statisnya kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar sesuai aturan yang berlaku, sehingga ke depan dinas ini betul-betul dapat berperan sebagai pusat dan sumber informasi untuk masa sekarang yang sedang berjalan maupun masa yang akan datang. Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar I Putu Budiasa mengatakan, arsip yang dimusnahkan dalam kesempatan ini adalah arsip Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar dan Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar yang terdiri dari 140 boks yang berisi 1.578 berkas, dan 123 box berisi 1.250 buku. Semua arsip sebelum dimusnahkan telah diteliti dan diperiksa melalui

dua tahapan. Tahap pertama, pra penilaian yang dilakukan selama tiga bulan dari 13 Maret sampai dengan 13 Mei 2019 oleh Arsiparis Provinsi Bali, dibantu staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar. Tahap kedua, penilaian selama dua bulan terhadap arsip yang diusulkan musnah oleh Arsiparis Provinsi Bali dan beserta unit kerja pemilik arsip dan Lembaga Pengawas serta Lembaga Hukum Pemerintah Kota Denpasar. Dalam menangani arsip, kata Budiasa, sejatinya diperlukan tenaga arsiparis sebanyak 15 orang di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Sedangkan di masing-masing perangkat daerah dibutuhkan empat orang, sehingga keseluruhan 55 orang arsiparis dibutuhkan di Kota Denpasar. (kmb12)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Ribuan Arsip Dimusnahkan

Konsumsi Narkoba

Karyawan Karaoke Direhabilitasi Denpasar (Bali Post) Tim Satresnarkoba Polresta Denpasar melakukan razia di Platinum Karaoke di Jalan Suwung Batan Kendal, Denpasar Selatan, Jumat (20/9) lalu. Hasilnya, dua karyawan koraoke tersebut berinisial BG dan MD positif mengonsumsi narkoba. Selanjutnya mereka direhabilitas di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali. Selain itu ditemukan satu butir ekstasi tak bertuan di kolong meja room 821. “Razia seperti ini rutin dilakukan selama Operasi Antik (Antinarkotika-red) 2019. Bedakan antara razia dan penggerebekkan,” kata petugas Polresta Denpasar, Senin (23/9) kemarin. Petugas yang enggan disebut identitasnya ini mengatakan, razia tersebut dilakukan sekitar pukul 23.00 Wita. Satu per satu room dicek dan pengunjung serta pemandu lagu digeledah. Saat petugas melakukan pemeriksaan di room 821, di sana ada lima orang, dua pria dan tiga pemandu lagu. Hasil pemeriksaan badan dan barang tidak ditemukan barang terlarang. “Pemeriksaan dilanjutkan ke titik-titik yang dicurigai dan di bawah kolong meja ditemukan satu butir ineks. Tidak ada yang mau mengaku,” ujarnya. Selanjutnya dilakukan tes urine dan hasilnya BG (pemandu lagu) positif mengonsumsi narkoba. Terkait ditemukan ineks tersebut, pintu room tersebut dipasang garis polisi. “Kalau satpam (MD) memang benar positif pakai narkoba, tapi tugasnya kan di pintu masuk depan, bukan di dalam. Kalau di room 821 hanya satu orang positif narkoba (BG),” tandasnya. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin saat dikonfirmasi mengatakan belum ada yang ditetapkan sebagai

tersangka. “Itu razia bukan penggerebekkan. Memang benar dua karyawan tersebut direhabilitasi,” tegasnya. Sampai saat ini, kata Yaqin belum ada yang mengakui sebagai pemilik esktasi tersebut. “Masih didalami kasus ini,” kata mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan ini. Menjelang akhir tahun ini, hasil razia kepolisian dan BNNP Bali serta BNNK Badung menjaring pengguna narkoba di tempat hiburan malam. Dari data dihimpun di lapangan, Tim Satgas Penindakan Operasi Khusus Antik Agung 2019 menggerebek EC Karaoke di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat, Sabtu (14/9) lalu. Di room 503 polisi memergoki warga Inggris sedang pesta ganja. Bahkan tersangka Sally Clarke R. (64) membuang barang bukti ganja seberat 5 gram ke kloset, tapi berhasil diamankan petugas. Sementara BNNK Badung bersama instansi terkait menjaring sembilan pengguna narkoba, Jumat (6/9) lalu. Tim menyasar Karaoke Kuta Timur di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, Wirama Karaoke di Jalan By-pass Ngurah Rai, Nusa Dua, Delta Karaoke & Spa di Jalan Dewi Sri, Kuta dan Legong Bali Cafe di Jalan LBC Sunset Road, Kuta. Dari 50 orang yang diambil sample urinenya, ternyata sembilan orang positif mengonsumsi sabu-sabu. Lima tempat hiburan malam di wilayah Denpasar dan Kuta, Minggu (23/6) lalu disweeping tim gabungan BNNP Bali, BNNK, Polda Bali, dan Denpom IX/3 Denpasar. Hasil razia tersebut, petugas mengamankan satu orang terindikasi positif mengonsumsi sabusabu (SS), Muhammad Ikbal Dimas Saputra (34). Muhammad Ikbal Dimas Saputra bekerja sebagai manajer di Royal Palace Spa & Karaoke, Denpasar. Dia berasal dari Surabaya, Jawa Timur. (kmb36)

Bali Post/ist

GARIS POLISI - Pintu room 821 Platinum Karaoke, Denpasar Selatan dipasangi garis polisi terkait ditemukannya satu butir ekstasi.


Selasa Paing, 24 September 2019

Hadiri Karya di Desa Adat Kelan

Giri Prasta Dorong Krama Adat Jadi Tuan di Rumah Sendiri BUPATI Badung Nyoman Giri Prasta, Senin (23/9) kemarin menghadiri Karya Pamelaspasan, Macaru lan Mupuk Padagingan Pura Dalem Kahyangan lan Penataran Desa Adat Kelan. Pembangunan pura tersebut menggunakan dana hibah fisik pembangunan senilai Rp 6 miliar. Turut hadir mendampingi Bupati, anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta, anggota DPRD Badung Nyoman Graha Wicaksana, dan I G.N. Sudiarsa, Camat Kuta Nyoman Rudiarta bersama Tripika Kuta, Lurah Tuban, Bendesa se-Kecamatan Kuta, serta undangan lainnya. Dalam kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menyerahkan punia sebesar Rp 25 juta. Dalam sambutannya, Giri Prasta mengatakan, sebagai masyarakat Hindu Bali yang memiliki tanggung jawab dalam pelestarian agama, tradisi dan adat budaya,

krama Desa Adat Kelan tentu banyak tersita waktu dan biaya untuk aktivitas yadnya yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan tersebut. Apalagi yadnya tersebut bukan hanya di desa, tetapi juga di banjar, pura dan aktivitas adat lainnya yang jumlahnya cukup banyak dan padat. Pemkab Badung terus berupaya untuk meringankan beban masyarakat tersebut dengan melahirkan program yang pro kepada masyarakat. Dengan begitu, krama adat tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk itu dan biaya pelaksanaan yadnya diharapkan bisa dikelola dengan baik untuk kebutuhan rumah tangga. ‘’Jika uang untuk itu dikelola dengan baik, maka ekonomi masyarakat akan meningkat. Hal itu tentunya akan berimbas kepada tingkat kemiskinan di Badung yang akan turun menjadi 0 persen,’’ terang Giri Prasta. Dalam melahirkan pro-

gram yang berpihak kepada rakyat, dia mengaku mengimplementasikan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Pihaknya mensinergikan dan mengimplementasikan ajaran Tri Kona, yaitu menanggung masyarakat Badung dari lahir, hidup dan mati. Selain itu, kebutuhan pribadi maupun kebutuhan komunal dibantu oleh Pemkab Badung. Salah satu wujudnya adalah membantu pelaksanaan pembangunan pura tersebut. Di tahun 2020 pihaknya siap membantu krama Desa Adat Kelan untuk membangun balai wantilan banjar dan piodalan. Terkait dengan itu, masyarakat diharapkan bisa bersatu, sagilik saguluk sabanyantaka, paras paros sarpanaya. Dia juga menyinggung penataan kawasan pesisir di Kelan yang diakuinya akan diserahkan pengelolaannya kepada Desa Adat Kelan. Tujuannya, krama Kelan bisa menjadi tuan

di rumahnya sendiri. Krama Desa Adat Kelan juga diimbau untuk bisa menentukan sikap dalam mengimbangi perkembangan era saat ini. Sebab, saat ini yang cepatlah yang mengalahkan yang lambat, sehingga krama diharapkan bisa cepat dalam menyikapi situasi yang berkembang saat ini. Di sisi lain, sampai tahun 2020, pembangunan fisik di Badung diakuinya mencapai 95 persen. Setelah itu tercapai maka pihaknya akan beranjak kepada pembangunan SDM dan ekonomi. Sebab pada dasarnya siapa yang menguasai ekonomi, dialah yang akan menjadi leader. Pemberdayaan pemuda juga terus digalakkan. Maka dia mendorong sekaa teruna agar mampu berwirausaha. Bahkan untuk yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, pihaknya memberikan beasiswa gratis. Tujuannya adalah agar ke depan SDM muda tersebut

SERAHKAN HIBAH - Bupati Badung Giri Prasta menyerahkan dana hibah sebesar Rp 6 miliar kepada masyarakat Desa Kelan, Senin (23/9) kemarin, serangkaian upacara Pamelaspasan, Macaru lan Mupuk Padagingan Pura Dalem Kahyangan lan Penataran Desa Adat Kelan. mampu membangun Badung secara andal. Begitu juga dengan kaum perempuan yang diberdayakan membentuk kelompok usaha, diharapkan nantinya mereka mampu mendukung perekonomian keluarganya. Sementara itu, Bendesa

Adat Kelan Wayan Sukerena menyampaikan terima kasih kepada Bupati Badung yang telah membantu krama Desa Adat Kelan melalui dana hibah dalam rangka merealisasikan pembangunan Pura Dalem Penataran dan Pura Dalem Kahyangan. Bi-

aya pembangunan tersebut totalnya Rp 8.428.856.000. Dana tersebut bersumber dari dana hibah Pemkab Badung senilai Rp 6 miliar, dana swadaya masyarakat senilai Rp 2.282.000.000 dan punia sebesar Rp 145 juta. (ad777)

Dewan Minta Kejelasan Jadwal Pilkel Serentak Mangupura (Bali Post) -

Komisi I DPRD Badung mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Badung, Senin (23/9) kemarin. Kehadiran legislator ini guna mempertanyakan kejelasan pelaksanaan pemilihan perbekel (pilkel) serentak yang direncanakan digelar tahun 2020.

Bali Post/par

DATANGI DPMD - Komisi I DPRD Badung mendatangi kantor DPMD Badung, Senin (23/9) kemarin. Kehadiran legislator ini guna mempertanyakan kejelasan pelaksanaan pilkel.

Rombongan dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Badung I Wayan Regep. Hadir anggota Komisi I Yayuk Agustin Lessy, I Wayan Edy Sanjaya, I Wayan Sugita Putra, dan I Wayan Loka Astika. Kehadiran jajaran komisi yang membidangi pemerintahan ini diterima oleh Kepala DPMD Badung I Putu Gede Sridana. Ketua Komisi I DPRD Badung I Wayan Regep mengatakan, tujuan kunjungan kali ini dalam rangka mempertanyakan pelaksanaan pilkel serentak. Pihaknya tak mau muncul keragu-raguan di masyarakat, terutama soal anggaran dan partisipasi masyarakat. ‘’Kita mendesak Pemkab Badung agar memberikan

kejelasan masalah waktu, sehingga dari segi perencanaan dan penganggarannya ada kejelasannya. Mengenai masalah mekanisme nanti kan ada di Dinas PMD dan Bapak Bupati yang memutuskan,’’ ujarnya. Politisi PDI-P asal Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi ini menyebutkan, selain masalah pilkel serentak, terkait dana desa, pengawasan pelaksanaan kegiatan di desa, peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan stakeholder terkait di desa juga tak luput dipertanyakan pihaknya. ‘’Sudah lama permohonan perubahan kelurahan jadi desa, namun sampai sekarang belum juga ada kabarnya,’’ katanya. Kepala DPMD Badung I Putu Gede Sridana men-

egaskan, pelaksanaan pilkel serentak sampai sekarang belum bisa diputuskan. Semula katanya sesuai kajian awal akan dilaksanakan pada Maret 2020. ‘’Bapak Bupati menginginkan dilaksanakan pada Oktober 2020. Namun kami juga belum berani menyampaikan hal ini kepada desa. Sebab, menunggu keputusan lebih lanjut dari pimpinan, yang jelas pimpinan menginginkan pilkel serentak pada 2020,’’ terangnya. Sementara terkait perubahan status kelurahan menjadi desa, Sridana menegaskan, prosesnya sudah ada di pusat. Pemkab Badung sifatnya kini hanya menunggu keputusan dari pemerintah pusat. (kmb27)

Mangupura (Bali Post) Pemkab Badung melalui Dinas Pariwisata terus berupa meningkatkan kunjungan wisatawan di tengah rasionalisasi anggaran. Salah satunya dengan mengembangkan sport tourism sebagai wisata alternatif. Berwisata sambil berolah raga tersebut diharapkan mampu mempromosikan Badung dengan alamnya yang indah. Apalagi Badung memiliki tempat sport yang bisa dipergunakan untuk kegiatan olahraga bertaraf nasional, bahkan internasional. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra mengatakan, penyelenggaraan wisata olahraga tentu memberikan aura yang positif bagi kunjungan wisatawan ke Badung. ‘’Kami berharap kegiatan ini tidak hanya untuk berolahraga semata, tapi dengan konsep sport tourism yang kita lakukan tentu berdampak positif

bagi geliat pariwisata,’’ ujar Badra belum lama ini. Birokrat asal Kuta ini menerangkan, Pemkab Badung akan selalu memberikan ruang bagi para atlet untuk dapat melakukan hajatan di Badung. Diharapkan, ke depannya kegiatan olahraga dan kegiatan lainnya yang bisa menggeliatkan pariwisata di Kabupaten Badung. ‘’Dengan sport tourism, pariwisata Badung bisa lebih berkembang. Kami juga ingin mengenalkan Bali dan Badung khususnya dengan objek-objek wisata serta atraksi-atraksi baru, seperti kegiatan ini yang punya daya tarik sendiri,’’ sebutnya. Di samping melakukan pertandingan, kata Badra para atlet nantinya bisa melakukan kunjungan ke daerah-daerah dan objekobjek wisata baru yang ada di Bali, khususnya Badung. (kmb27)

Pemkab Serius Garap Penyelidikan Kasus Pembunuhan Pacar akan Dihentikan ”Sport Tourism” Pelaku Tewas Bunuh Diri

Mangupura (Bali Post) Polisi akan menghentikan penyelidikan kasus pembunuhan yang berujung pada bunuh diri, yang dilakukan I Wayan Sutarsa. Hal ini mengingat sang pelaku telah tewas bunuh diri. Polisi telah mendalami kasus ini. Belakangan terungkap perselisihan antara Sutarsa dengan pacarnya, Gusti Ayu Suarningsih memanas beberapa pekan terakhir. Bahkan Sutarsa melampiaskan kemarahannya dengan menusuk keempat ban mobil milik pacarnya tersebut pada Selasa (10/9) lalu. Terkait kasus tersebut, Sutarsa ditetapkan sebagai tersangka, beberapa hari sebelum yang bersangkutan tewas bunuh diri. Kasus ini terjadi saat mobil milik Suarningsih diparkir di garasi milik Mangku Melanting Mambal di Banjar Gumusih, Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal. Alasan Sutarsa melakukan perusakan tersebut, supaya Suarningsih tidak bisa bepergian. Diduga Sutarsa kala itu dibakar cemburu. ‘’Setelah kejadian, korban

(Suarningsih) langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Badung. Tersangka tidak bisa ditahan karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun,’’ kata Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens R. Heselo didampingi KBO Reskrim Iptu Ketut Wiwin Wirahadi, Senin (23/9) kemarin. Kata Iptu Wiwin, dari keterangan saksi I Gusti Made Sukarda, pada Selasa pukul 06.10 Wita Sutarsa menusuk keempat ban mobil Daihatsu Terios DK 1863 QX. Setelah kasus ini dilaporkan ke Polres Badung, penyidik memanggil dan memeriksa Sutarsa. ‘’Saat diperiksa, Sutarsa mengakui telah merusak empat buah ban mobil korban. Alasannya, agar korban tidak bisa bepergian. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 6 juta. Mengingat pelaku dan korban meninggal dunia, proses kasus ini akan dihentikan,’’ tegasnya. Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa mengungkapkan, pem-

bunuhan diduga dilakukan di mobil Xenia yang dilaporkan dicuri di Gianyar. ‘’Terkait pencurian mobil, silakan tanya ke Polres Gianyar. Kami masih melengkapi keterangan saksi, setelah itu kasusnya di-SP3,’’ ujarnya. Sebelumnya, warga di Jalan Segara Madu Gang Ratna III, Kuta dihebohkan dengan kejadian bunuh diri oleh I Wayan Sutarsa dengan cara minum racun dan kondisi mulut mengeluarkan darah pada Sabtu (21/9). Setelah polisi melakukan penyelidikan, ditemukan mayat yang terkubur di kebun di Jalan Segara Madu Gang Ratna II, Tuban, Kuta. Setelah digali ternyata itu adalah mayat Gusti Nyoman Suarningsih (37). Hasil penyelidikan sebelum bunuh diri, Sutarsa membunuh dan mengubur Suarningsih yang dipacarinya sejak 5 tahun lalu. Hasil pemeriksaan, jasad Suarningsih dalam kondisi luka jari tengah kanan, belakang telinga kiri robek, dahi kanan robek, telunjuk kiri robek dan kepala pecah. (kmb36)

Bali Post/rah

DIAMANKAN - Ban mobil milik Suarningsih yang diamankan di Polres Badung.

Jelang Pilkada, Polres Siapkan Pengamanan Mangupura (Bali Post) P i l k a d a s e r e n t a k t e rmasuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung kian dekat. Polres Badung gencar melakukan persiapan terkait pengamanan pelaksanaan pilkada tersebut. Apalagi tiga pejabat utama polres dimutasi yaitu Kabagops, Kasatsabhara

Bali Post/rah

SERTIJAB - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta memimpin sertijab Kabagops, Kasatsabhara dan Kapolsek Petang.

dan Polsek Petang. Sertijab dilaksanakan pada Senin (23/9) kemarin dipimpin Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta. Kabagops Polres Badung yang lama Kompol I Ketut Sukarta digantikan oleh Kompol I Wayan Suana. Kasatsabhara dari AKP I Gusti Putu Sudara kepada Ps. Kasatsabhara Iptu I Ketut Suandi dan Kapolsek Petang dari AKP I Made Derawi kepada AKP I Dewa Made Suryatmaja. ‘’Jadi pesan kami kepada pejabat baru agar melaksanakan tugas dengan baik. Segera menyesuaikan diri

karena akan menghadapi pilkada Badung,’’ ujar AKBP Yudith. Pihaknya juga menyampaikan kepada pejabat baru agar terus melakukan inovasi, perbaikan internal dan melakukan pendekatan dengan masyarakat dan pejabat Pemkab Badung. Tujuannya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. ‘’Tunjukkan bahwa kita ini berkerja secara baik dan harmonis,’’ ungkapnya. Khusus untuk Kapolsek Petang AKP I Dewa Made Suryatmaja, Kapolres Yudith berpesan, potensi keamanan Petang dalam

gangguan kamtibmas relatif aman. Sedangkan dalam dinamika politik, wilayah Petang berada di level menangah, terutama terkait persaingan tokoh politik secara personal. ‘’Menghadapi musim hujan, wilayah Petang rawan tanah longsor, pohon tumbang dan banjir. Karena di sana kultur tanah labil dan lingkungan pegunungan serta ada galian C. Untuk Tukad Ngongkong sudah koordinasi ke Camat dan Pemda, kami usulkan pasang jaring di bawah jembatan agar tidak ada lagi percobaan bunuh diri di

sana,’’ imbuhnya. Sementara saat mem berikan sambutan, Yudith menekankan kepada pejabat baru supaya mengedepankan pendekatan personal ke anggota, karena masing-masing punya karakter sediri dan mungkin punya masalah berbeda. ‘’Dalam berkomunikasi supaya menggunakan bahasa yang pantas kepada mereka, karena ada usianya lebih tua dari saudara. Hal itu saya sampaikan untuk menghindari miskomunikasi yang tersumbat dan berpotensi mengganggu pelaksanaan tugas,’’ tegas Kapolres. (kmb36)


Selasa Paing, 24 September 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Senator RI Sampaikan Pidato Penutupan 4th Asia Yoga Therapy Conference 2019

Jadi Speaker di World Hindu Wisdom Meet 2019, Wedakarna Minta Pemuda Hindu Bali Jangan Jadi Generasi ’’Kuper’’ SALAH satu cita-cita Satyagraha Bali adalah menjadikan Bali sebagai pusat dari kegiatan Hindu dunia, baik dalam hal ritual maupun bersifat akademis. Cara ini pernah dilakukan leluhur Sriwijaya dan Majapahit yang kala itu intens mengundang tokoh-tokoh peradaban besar pada zamannya. Kini jika ingin Bali bertahan dari gempuran kaum radikalis yang ingin mengubah Bali dalam genggaman, maka salah satu caranya hanya menjadikan Bali mendapat pengakuan dunia akan eksistensi Hindu Dharma. Demikian diungkapkan Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat hadir dalam dua sesi internasional yang diadakan di Bali yakni 4th Asia Yoga Therapy Conference 2019 di Sanur dan World Hindu Wisdom Meet 2019 di Buleleng. Ia menambahkan, ke depan Bali membutuhkan banyak anak muda yang memiliki kemampuan dalam diplomasi internasional yang bertujuan bahwa nilai-nilai ajaran leluhur orang Bali agar semakin banyak diketahui dunia, khususnya kalangan akademisi dan juga praktisi. ‘’Hindu milenial tidak usah takut bahwa kita hidup di ASEAN dikelilingi enam negara berbasis Siwa Buddha seperti Laos, Thailand, Kamboja, Vietnam, Sin-

gapura dan Burma. Di Malaysia komunitas Hindu Buddha lebih dari 30 persen, begitu juga di Indonesia ada 10 juta umat Hindu, di Bali kita mayoritas. Di dunia ada 1,2 miliar Hindu dunia. Jadi intinya kita berjuang tidak seorang diri. Untuk mempertahankan Bali, diperlukan banyak anak muda dengan tekad baja yang mampu membawa Hindu ke the next level dan caranya hanya lewat Jnana Yadnya, lewat pengetahuan dan lewat kecerdasan. Maka dari itu, bangkitlah anak muda Hindu Indonesia. Momentumnya sudah tepat, tidak hanya skup lokal, tapi di dunia sudah terjadi kebangkitan Hindu di mana-mana. Mari jadikan diri kita menjadi bagian dari hal itu,’’ kata Senator AWK yang juga President The Hindu Center of Indonesia. Maka dari itu, salah satu perjuangan terpenting dari eksistensi Hindu di dunia adalah dengan melawan segala bentuk terorisme dan radikalisme. ‘’Saya rasa, seluruh negara berbasis Hindu sedang gencar melawan radikalisme. Indonesia memiliki Bali yang pernah jadi korban Bom Bali I dan Bom Bali II. Bali harus terdepan menghancurkan radikalisme. Lewat desa adat, pecalang, jagabaya dan juga sekala ilmu niskala, Bali harus terus membentengi diri. Ini kan pernah

dilakukan para leluhur kita yang berhasil mengamankan Bali selama 500 tahun pasca-Sandyakalaning Majapahit. Apa Anda kira para leluhur orang Bali, para raja dan ratu Bali di masa lalu tidak memakai grand strategy? Bali satu-satunya pulau Hindu tentu memiliki cobaan dari kaum radikaslime sejak zaman kerajaan hingga republik. Saya mengingatkan itu karena Bali di dunia ini hanya ada satu. Jika Bali musnah maka habislah peninggalan leluhur kita. Kita harus berjuang sampai puputan,’’ tegas AWK yang juga pendiri dari Forum Intelektual Muda Hindu Dharma (FIMHD). Begitu juga dengan India sebagai basis Hindu di dunia masih harus berjuang dengan masalah di kawasan. Seperti hubungan India dengan Sri Lanka, Pakistan, dan Bangladesh. Kita dukung kedaulatan India, khususnya masalah Khasmir. Begitu juga Nepal yang saat ini sedang berbenah walau negara komunis, tetapi nilai Hindunya tetap lestari. Perkembangan Hindu Dharma di Eropa dan Amerika juga kita amati, dan kita harus banyak peduli dengan internasionalisme. Yakinlah bahwa Bali akan berdaulat selama kita terus bergaul dengan negara-negara Siwa Buddha. Saya akan bawa mereka ke level ini,’’ jelas Gusti Wedakarna yang menyampai-

Sisir Persoalan Pendidikan

Komisi IV DPRD Badung Gelar Kunker ke Disdikpora KOMISI IV DPRD Badung di bawah komando Made Sumerta, Senin (23/9) kemarin melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung. Tujuannya untuk menyisir persoalan-persoalan pendidikan. Saat kunker Sumerta didampingi dua anggotanya yakni Gede Aryantha dan Made Suardana. Di Disdikpora, rombongan Komisi IV diterima Kadisdikpora Ketut Widia Astika, Sekretaris Made Mandi, Kabid Gedung dan Sarana Putu Roby Widya Harsana dan Kabid Olahraga Nyoman Punia. Pada sambutan selamat datangnya, Kadis Widia Astika memberi apresiasi atas kedatangan Komisi IV DPRD Badung. Pada kesempatan itu, Kadis mengawali dari kelembagaan yakni Kadis didampingi sekretaris dan empat kabid. ‘’Lembaga kami mengelola 232 TK, 284 SD, dan 66 SMP,’’ katanya. Pada 2020, katanya, Disdikpora Badung mengajukan 140 kegiatan dari 11 program dengan anggaran di atas 20 persen dari APBD Badung. Yang perlu perhatian adalah menyangkut pembangunan dan rehab gedung sekolah yang tahun ini belum bisa dikerjakan padahal DED-nya sudah ada. Pendidikan di Badung sesuai kebijakan Bupati, gratis. Setiap siswa baru SD dan SMP pun memperoleh pakaian secara gratis. Selain pakaian, setiap siswa kelas V dan VI SD juga menerima laptop. Soal jumlah guru, katanya, sudah sangat ideal sesuai kebutuhan karena didukung oleh adanya guru kontrak yang

KUNKER - Komisi IV DPRD Badung saat kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung, Senin (23/9) kemarin. dibiayai APBD. ‘’Yang kurang adalah guru yang berstatus PNS,’’ katanya. Pada kesempatan itu, Kadis juga memaparkan sejumlah prestasi yang diraih lembaga yang dipimpinnya seperti pemuda pelopor, pramuka wakili Bali, Porjar juara umum dan siswa SMPN 2 Kutsel raih penghargaan internasional yang akan diserahkan November mendatang. Made Sumerta menyatakan akan memperjuangkan program Disdikpora yang memang benar-benar urgen seperti pembangunan maupun renovasi gedunggedung sekolah. ‘’Ini kami lakukan bersama jangan sampai siswa dititip di sekolah lainnya,’’ katanya. Selain itu, politisi PDI Perjuangan asal Pecatu tersebut juga meminta sistem zonasi pada PPDB perlu dikaji ulang. Dengan begitu, persoalan PPDB tidak berulang setiap tahunnya. Sumerta juga

mempertanyakan benefit laptop yang diberikan kepada siswa. Dia pun mempertanyakan maintenance laptop tersebut mengingat fasilitas tersebut rawan rusak dan jangan sampai disalahgunakan. Sementara itu, anggota Komisi IV Gede Aryantha mempertanyakan soal kesejahteraan guru-guru PAUD maupun TK yang masih banyak dikeluhkan. Dia pun senada terkait PPDB agar dicari sistem yang pas sehingga tidak terus bermasalah. Anggota Komisi IV lainnya, Made Suardana, pun membedah soal PPDB khusunya untuk SMA. Wilayah Kapal yang merupakan dapilnya merupakan wilayah blank spot karena secara zonasi tak bisa masuk ke SMA yang ada. ‘’Untuk itu, kami berharap bisa dibangun SMA baru di wilayah Kapal yakni SMA Negeri 3 Mengwi,’’ katanya. (ad776)

Promosi Doktor Ke-68 Unhi Denpasar

Made Arini Lulus Sangat Memuaskan UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali melahirkan seorang Doktor (S-3) Pendidikan Agama Hindu pada ujian terbuka promosi Doktor, Senin (23/9) kemarin. Kali ini adalah Dosen PG PAUD di STAHN Gde Pudja Mataram Ni Made Arini, S.Ag., M.Pd. Mengangkat disertasi berjudul ‘’Swadharma Grhastha Asrama Dalam Mendidik Anak pada Keluarga Hindu di Dusun Rendang Bajur Desa Taman Sari Kabupaten Lombok Barat’’, Kaprodi Pendidikan Guru di STAHN Gde Puja Mataram ini lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Ujian ini dipimpin Wakil Rektor I Unhi Denpasar Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum. dan Prof. Dr. Ida Ayu Gde Yadnyawati, M.Pd. selaku Promotor, Dr. Wayan Paramartha, S.H., M.Pd. selaku Kopromotor, serta diuji tujuh dewan penyanggah lainnya. Wanita kelahiran Darmasaba, 25 April 1981 ini merupakan Doktor ke-68 yang promosinya di Program Pascasarjana Unhi Denpasar. Dalam disertasinya, Made Arini menjelaskan keluarga menjadi agen utama yang memiliki tugas dan fungsi meneruskan kebiasaan, sikap, dan perilaku dan nilai-nilai dengan menciptakan sebuah kondisi yang kondusif. Hal ini agar tercipta interaksi dan sosialisasi yang positif antara individu anak dengan lingkungannya. Ayah dan ibu sebagai tokoh utama dalam keluarga memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar demi terbentuknya anak yang suputra. Namun pada kenyataannya, tidak semua orangtua dapat memberikan pendidikan dan pemenuhan kewajiban secara baik dan be-

FOTO BERSAMA - Dr. Ni Made Arini, S.Ag., M.Pd. didampingi suami berfoto bersama dewan penguji pada ujian terbuka promosi Doktor Unhi Denpasar, Senin (23/9) kemarin. nar karena beberapa faktor. Hal ini menyebabkan karakter anak tidak percaya diri, tidak disiplin, dan tidak memiliki pemahaman yang baik akan nilai-nilai agama. Faktor utamanya adalah kurangnya pendidikan agama dan hilangnya keteladanan yang baik dari orangtua. Berbagai fenomena ini muncul dalam kehidupan keluarga Hindu yang ada di Kabupaten Lombok Barat, khususnya komunitas Hindu di Dusun Rendang Bajur Kecamatan Gunung Sari. Dikatakannya, berbagai dinamika mengenai pendidikan informal dan model-model pengasuhan anak dalam keluarga, tradisi dan kebiasaan yang ada menjadi daya tarik tersendiri untuk diteliti. Ditemukan bahwa sebagian besar swadharma grhastha asrama warga Dusun Rendang Bajur Desa Taman Sari belum dapat dipenuhi dengan baik, yang disebabkan karena faktor ekonomi dan cara

berpikir orangtua, serta masih rendahnya pemahaman orangtua tentang pengasuhan yang ideal. ‘’Orangtua di sana masih menerapkan pola asuh otoriter dan permisif, sehingga menghasilkan karakter anak yang negatif,’’ ujar Made Arini saat memaparkan disertasinya. Melalui hasil penelitiannya ini, istri dari I Made Agus Yudhiarsana, M.Ag. ini berharap kepada pemerintah melalui Dinas BKKBN dan Pemerintah Daerah agar memberikan penyuluhan dan pendampingan tentang Program Keluarga Harapan (PKH). Selain juga menyediakan fasilitas peningkatan keterampilan dan latihan bagi masyarakat. Sementara itu, perguruan tinggi swasta maupun negeri juga harus ikut memberikan pengetahuan dan pemikiran, serta memberikan solusi yang konkret, melalui pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. (ad775)

kan pidato dalam bahasa Inggris yang fasih di hadapan delegasi dari seluruh dunia. Lalu bagaimana dengan tanggapan semakin banyak acara Hindu dunia di Bali, khususnya oleh umat Hindu India akan membawa Bali menjadi ke-India-India-an? ‘’Saya kira pendapat itu hanya dikemukakan orang-orang yang masih berpikir status quo. Dulu almarhum ayah saya Ratu Aji Shri Wedastera Suyasa dan Ida Pedanda Gede Punia Atmaja (alm) adalah pendiri World Hindu Federation di India. Begitu juga Prof. IB Mantra (alm) adalah Doktor Hindu yang sekolah di India, bahkan beliau ikut menulis tentang Bhagawad-Gita dan apakah beliau-beliau para leluhur membawa ajaran Hindu menjadi ke-India-India-an? Tidak kan? Kita perlu bergaul dengan India karena di sana ada 1 miliar umat, pengaruh mereka kuat dan lihat saat ini ekonomi India menjadi sangat hebat di dunia barat. Kita di Bali ini kecil, minoritas, dan banyak mendapatkan tekanan dan diskriminasi. Maka dalam frame politik luar negeri bebas aktif, maka Bali dan Indonesia harus bergaul dengan siapa pun dalam kerangka Pancasila. Jadi janganlah anak muda Bali menjadi suku bangsa yang kurang pergaulan alias ‘’kuper’’. Bergaulah lewat konferensi dan jadikan diri sebagai firs

SATYAGRAHA – Senator RI Dr. Arya Wedakarna ketika memberikan penghargaan kepada sejumlah tamu internasional Dr. H. R. Nagendra, Dr. R. Nagarathna, Dr. David Frawley, Mr. John Kepner di acara Yoga Conference (bawah) dan saat berbicara mewakili Indonesia di World Hindu Wisdom Meet 2019. class citizen di republik ini. Ciptakan anak muda Bali yang dueg, bagus, jegeg, jengah, pandai berdebat dan punya keberanian nindihin jagat Bali dan militan dalam adat serta

agama Hindu demi menjaga NKRI. Maka sempurnalah Satyagraha Bali,’’ imbuh Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. (ad779)

Seminar Nasional Prodi Seni S-2 ISI Denpasar

Paradigma Penciptaan dan Pengkajian Seni dalam Era Revolusi Industri 4.0 PROGRAM Studi Seni Program Magister (S-2) Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (PPs ISI) Denpasar menggelar seminar nasional di Ruang Vicon Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar, Senin (23/9) kemarin. Mengangkat tema ‘’Paradigma Penciptaan dan Pengkajian Seni dalam Era Revolusi Industri 4.0 di Perguruan Tinggi Seni’’, seminar nasional yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. selaku keynote speaker, dan Prof. Dr. I Nyoman Artayasa, M.Kes. (ISI Denpasar), Slamet Rahardjo Djarot (Institut Kesenian Jakarta), serta Dr. Drs. Yan Yan Sunarya, S.Sn., M.Sn. (Institut Teknologi Bandung) selaku pembicara utama. Kaprodi Seni S-2 PPs ISI Denpasar Dr. I Ketut Sariada, S.ST., M.Si. mengatakan seminar nasional ini bertujuan untuk memaparkan dan membahas berbagai peluang dan tantangan seputar paradigma penciptaan dan pengkajian seni dalam era revolusi industri 4.0 di perguruan tinggi seni. Dengan harapan dapat memberikan kontribusi bagi mahasiswa dan dosen tentang peran penting penciptaan dan pengkajian seni yang kemudian dapat dikembangkan sebagai industri kreatif. Menurutnya, era revolusi industri 4.0 merupakan tantangan bagi perguruan tinggi. SDM yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi harus memiliki kemampuan untuk menghadapi dan beradaptasi dalam perkembangan zaman. Oleh karena itu, ke depan dunia pendidikan seni harus dapat

SEMINAR - Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. didampingi Kaprodi Seni S-2 PPs ISI Denpasar Dr. I Ketut Sariada, S.ST., M.Si. berfoto bersama para narasumber dan seluruh peserta seminar nasional. meningkatkan kolaborasi dalam orientasi pendidikan dan mampu mengubah kinerja sistem pendidikan. Sehingga pengembangan kualitas pola pikir mahasiswa dan penguatan dalam pengembangan ilmu seni yang ditunjang sistem digital dan aplikasi dapat diubah ke arah yang lebih baik. Rektor ISI Denpasar Prof. Sugiartha mengungkapkan era revolusi industri 4.0 ini berlandaskan kreativitas, leadership dan entrepreneur. Sehingga saat melakukan penciptaan dan pengkajian seni sangat baik jika mengikuti pola tersebut. Namun, dalam proses penciptaan dan pengkajian seni mahasiswa tidak boleh terjebak terhadap apa yang ditawarkan era revolusi industri 4.0 tersebut. ‘’Selaku seniman harusnya dalam penciptaan dan pengkajian seni lebih banyak menggunakan ekspresi rasa, dan produk-produk revolusi industri 4.0 kita jadikan alat untuk memudahkan kita dalam berkarya, menjadikan karya

itu lebih cepat selesai, kemudian karya itu murah tetapi bukan murahan, dan kualitas serta keoriginalan tetap terjaga,’’ ujar Prof. Sugiartha seusai membuka seminar nasional. Menurutnya, pengembangan bidang seni di era revolusi industri 4.0 sudah memasuki ranah kolaborasi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi tersebut telah meng hasilkan sebuah produk baru varian modern. Namun, dalam penciptaan dan pengkajian seni harus tetap memegang teguh akar dari seni tersebut. Sehingga seni yang dihasilkan sesuai dengan kearifan lokal budaya Bali yang dikembangkan secara universal sesuai tren dan perkembangan zaman. ‘’Paradigma itu kita ciptakan bukan kita yang diatur oleh paradigma. Satu pihak kehebatannya (produk revolusi industri 4.0 - red) kita gunakan, tetapi pintar-pintar kita gunakan untuk menghasilkan karya yang tetap mengakar pada kearifan lokal Bali,’’ pungkasnya. (ad774)

Belasan Pembuang Limbah ke Sungai Didenda Rp 2,5 Juta

KASUS pembuang limbah kembali diajukan ke sidang tindak pidana ringan (tipiring) oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bersama Satpol PP Denpasar. Langkah ini dilakukan agar pelanggar bisa jera melakukan tindakan melanggar perda. Pada sidang tipiring yang digelar di Kantor Camat Denpasar Selatan, Senin (23/9) kemarin, sedikitnya 17 pelanggar dikenai denda hingga Rp 2,5 juta. Seperti yang dialami salah satu pelanggar, Made Suandaka. Ia didenda hakim akibat membuang limbah babi ke sungai. Pada sidang kemarin, pelanggar yang datang yakni 17 pembuang limbah meliputi 3 orang pembuang limbah tahu tempe, 3 orang pembuang limbah sablon, 10 orang pembuang limbah ayam potong, dan 1 orang pembuang limbah babi. Hakim I Gde Ginarsa mengatakan pelanggar ini melanggar perda tentang ketertiban umum. ‘’Bapak dan ibu semua harus ikut menjaga lingkungan, apalagi bapak dan ibu mencari rezeki di sini,’’ katanya. Kepala Bidang Penataan dan peningkatan kapasitas Lingkungan (DLHK) Ida Ayu Indi Kosala Dewi yang ditemui di sela-sela sidang tipiring mengatakan, sejak dilakukan sanksi berupa tipiring, jumlah pelanggaran yang berhasil dijerat mengalami penurunan. Ini menunjukkan adanya kesadaran masyarakat untuk tertib dalam membuang sampah juga tepat waktu dan juga kepada para pengusaha

TIPIRING - Suasana sidang tipiring bagi pelanggar perda kebersihan di Kantor Camat Denpasar Selatan, kemarin. yang terjerat membuang limbah ke sungai. Kepala DLHK Denpasar Ketut Wisada mengatakan, adapun dasar yang menjadi acuan untuk menjatuhkan denda kepada pelanggar, yakni Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2000 tentang Kebersihan dan Ketertiban, serta melanggar Peraturan Wali Kota terkait dengan jadwal pembuangan sampah di Kota Denpasar. Dikatakan, DKP secara rutin menggelar sidang tipiring di masing-masing kecamatan. ‘’Ini juga merupakan sosialisasi sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya kebersihan,’’ kata Wisada.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Dikatakannya, pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap pelanggar perda. Karena selama ini sudah sering melakukan sosialisasi. ‘’Kita berharap mereka bisa jera sekaligus untuk mengurangi kasus serupa terulang,’’ jelasnya. Di sisi lain, Kabid Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Denpasar Made Poniman menyebutkan, sebenarnya pelanggar yang terjaring di Denpasar Selatan ini mencapai 19 orang. Namun, dua orang tidak datang, sehingga hanya 17 orang yang berhasil disidangkan. ‘’Yang tidak datang kali ini akan langsung disidang di PN,’’ ujarnya. (ad773)


Selasa Paing, 24 September 2019

Korban Investasi Bodong Datangi DPRD Bali Denpasar (Bali Post) -

Sejumlah korban investasi bodong mendatangi DPRD Bali, Senin (23/9) kemarin. Mereka adalah nasabah sebuah perusahaan pialang yang berkantor pusat di Jakarta, namun disebutkan memiliki cabang di Bali. Perusahaan ini menyediakan sistem perdagangan online dengan menjanjikan hasil bunga dan likuiditas tinggi. Namun pada akhirnya, nasabah yang menjadi korban justru kehilangan uang mereka hingga ratusan juta, bahkan miliaran rupiah.

SERAHKAN REWARD - Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono menyerahkan reward kepada polantas berprestasi.

Tangkap Pelaku Penggandaan Uang

Anggota Satlantas Polresta Dapat ’’Reward’’ Denpasar (Bali Post) Empat anggota polantas dari Satlantas Polresta Denpasar menerima reward d a r i Wa k a p o l r e s t a D e n pasar AKBP Benny Pramono, Senin (23/9) kemarin. Salah satunya adalah Ipda I Wayan Warda, Kasubnit I Unit Turjawali, karena berhasil menangkap pelaku tindak pidana penipuan dengan modus menggandakan uang. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin mengatakan, Ipda Warda menangkap pelaku Ardianto di Jalan Teuku Umar Denpasar, Selasa (10/9) pukul 09.30 Wita. ‘’Penyerahan reward dilaksanakan saat apel peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-64,’’ ujarnya. Personel lain yang dapat penghargaan yakni Bripka I Wayan Polos, anggota Turjawali, yang karena dalam tugas rajin melaksanakan tindakan hukum di jalan. Bripka Dewa Ketut

Adi Pramadi, anggota Unit Regident, karena meraih juara III tingkat Nasional sebagai personel pelayanan SIM terbaik dan Bripka I Dewa Kade Purnama Putra, peserta terbaik pelatihan Ba Sidik Lantas di SPN Polda Bali tahun 2019. ‘’Pemberian penghargaan ini sebagai motivasi kepada personel untuk terus melaksanakan tugas dengan baik ke depannya. Selain itu agar terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,’’ kata Wakapolresta AKBP Benny. Peringatan Hari Lalu Lintas tersebut juga diisi penyerahan kursi roda kepada korban lakalantas, Titik Suhermin, pemotongan tumpeng oleh Wakapolresta lalu diserahkan kepada purnawirawan Lantas Iptu (Purn) Dewa Nyoman Madra, Ipda (Purn) Wayan Getana, Ipda (Purn) Putu Weda, Ipda (Purn) Ketut Wija dan Aiptu (Purn) Wayan Budiarsa. Selain itu juga dilakukan pemberian helm kepada masyarakat. (kmb36)

Selundupkan Sabu-sabu Hampir Sekilo

Warga Thailand Dituntut 18 Tahun Penjara

Denpasar (Bali Post) Dua warga asing terdakwa kasus narkoba yakni Mr. Prakob Seetasang (30) dan Mr. Adison Phonlamat (20), Senin (23/9) kemarin menjalani sidang tuntutan. Kedua terdakwa ini dituntut pidana penjara selama 18 tahun. Oleh JPU Ni Made Suasti Ariani, terdakwa asal Thailand yang didakwa menyelundupkan sabu-sabu seberat hampir 1 kilogram ini dituding melanggar Pasal 113 ayat 2 UU Narkotika. Selain pidana badan, JPU juga menuntut pidana denda sebesar Rp 2 miliar subsider satu tahun penjara. Atas tuntutan itu, terdakwa akan mengajukan pembelaan dalam sidang berikutnya. Hakim memberikan kesempatan sepekan bagi penasihat hukum terdakwa menyusun pledoi. Jaksa dalam surat tuntutannya menyatakan terdakwa dibekuk saat tiba

di Bali dengan menumpang pesawat AirAsia rute Bangkok-Denpasar pada 13 Mei 2019 pukul 02.00. Sesampainya di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai, terdakwa menjalani pengecekan. Petugas Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan dengan mesin X-ray. Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terdakwa menunjukkan gelagat mencurigakan. Saksi akhirnya membawa terdakwa ke RS BIMC Kuta untuk dilakukan rontgen. Dari hasil rontgen ditemukan sabu-sabu di dalam saluran pencernaan terdakwa. Sabu-sabu itu dimasukkan ke dalam kapsul. Terdakwa Prakob membawa 482 gram, dimasukkan ke dalam 49 kapsul. Sementara itu terdakwa Porlamad membawa seberat 507 gram netto sabu-sabu yang dimasukkan ke dalam 51 kapsul. (kmb37)

‘’Janji awal, kita akan diberikan keuntungan dengan ikut investasi. Tidak ada risiko apa-apa, dapat keuntungan per bulan antara 5-10 persen dari modal yang kita tanamkan,’’ ujar salah seorang korban, Jero Mangku Nyoman Ladra. Mangku Ladra bergabung karena keponakannya bekerja pada kantor cabang perusahaan tersebut sebagai marketing. Kantor cabang ini beralamat di kompleks Pertokoan Merdeka, Jalan Merdeka, Renon, Denpasar. Secara keseluruhan, ia sudah menyetor modal hingga Rp 240 juta secara bertahap, masing-masing Rp 100 juta, lalu Rp 75 juta, Rp 15 juta, dan Rp 50 juta. Namun, seluruh modal itu kini lenyap dan keuntungan pun tidak didapat sepeser pun. Sebaliknya,

Mangku Ladra kini justru terlilit utang yang besar karena uang yang dipakai investasi merupakan uang pinjaman. Mangku Ladra bersama korban lainnya datang ke DPRD Bali didampingi mantan Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta dan Kasi Pengaduan DPMPTSP Provinsi Bali Wayan Widyana Putra. Pengaduan diterima anggota DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana, I Ketut Suryadi, dan I Nyoman Purwa Arsana. Anggota Fraksi PDI-P I Nyoman Purwa Arsana mengatakan, investasi seperti ini seringkali terjadi dan sudah banyak menelan korban. Masyarakat umumnya tergiur bunga tinggi dari dana yang diinvestasikan. Padahal di dalam dunia perbankan, tidak mungkin ada bunga tinggi

INVESTASI BODONG - DPRD Bali saat menerima korban investasi bodong. sampai 5 persen atau bahkan 10 persen dari dana yang disimpannya. ‘’Di Karangasem sudah banyak masyarakat yang tertipu dan tergiur bunga tinggi. Masyarakat ada menjual tanah dan rumahnya untuk mendapatkan bunga tinggi,’’ katanya. Anggota Fraksi PDI-P A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengaku akan menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Termasuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum

agar korban tidak bertambah banyak. Masyarakat juga diingatkan agar lebih berhati-hati menginvestasikan dananya pada perusahaan jasa keuangan yang tidak jelas. Paling tidak, perusahaan tersebut harus sudah terdaftar pada Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ‘’Kalau tidak ada terdaftar di OJK, maka sudah jelas ini penipuan,’’ ujarnya. Sementara itu, Kasi Pengaduan DPMPTSP Provinsi

Bali Post/rin

Bali Wayan Widyana Putra mengatakan perusahaan yang dimaksud para korban setelah ditelusuri rupanya baru mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB ini tidak cukup dipakai untuk beroperasi atau mencari nasabah karena perusahaan juga diketahui belum memiliki izin komersial atau izin operasional. ‘’NIB ini bukan jaminan untuk bisa melakukan aktivitas kalau izin komersial itu belum ada,’’ jelasnya. (kmb32)

New Calya, Andalan Toyota Rebut Pasar Entry-MPV

TOYOTA - Manajemen TAM dan Auto2000 memperkenalkan Toyota New Calya di Bali, Senin (23/9) kemarin.

TOYOTA Astra Motor (TAM) menghadirkan New Calya di Bali, Senin (23/9) kemarin, setelah seminggu sebelumnya diluncurkan di Jakarta. Kehadiran mobil berjenis Entry-MPV ini diharapkan bisa mendongkrak penjualan kendaraan roda empat yang sedang lesu. Demikian dikemukakan Dicky Zulkarnaen, GM Area III TAM, saat peluncuran Toyota New Calya di Sanur, didampingi Area Head Kalimantan Bali Nusra TAM Philardi Ogi. Menurutnya, dengan desain terbaru, produk ini menjadi andalan Toyota merebut pasar Entry-MPV 7-seater. Ia menjelaskan TAM memperkenalkan Calya pada Juli 2016. Enam bulan setelahnya, Calya berhasil memberikan kontribusi dalam meroketkan

pasar Entry-MPV. Pasar segmen ini naik empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Rinciannya, dari 20.731 unit pada 2015 menjadi 96.172 unit di 2016. ‘’Hingga Agustus 2019 atau tiga tahun setelah diluncurkan ke pasar, penjualan Calya mencapai 214.977 unit,’’ ungkapnya. Dijelaskan Royen, GM Area Kalimantan Bali Auto2000, New Calya hadir dengan varian lengkap yang menggunakan transmisi manual maupun automatic. ‘’Customer umumnya ingin pergi ramairamai sekeluarga. Untuk di Entry-MPV ini, kami mencoba melakukannya lewat Calya yang ditujukan bagi konsumen yang ingin memiliki MPV dengan harga lebih

terjangkau,’’ jelasnya. Soal target, dengan keberadaan New Calya ini penjualan yang biasanya mencapai 50 unit ditingkatkan menjadi 70 unit. ‘’Inden di cabang-cabang ada 20 unit. Untuk suplai di awal, pusat akan mendukung sehingga customer tidak perlu menunggu lama,’’ sebutnya didampingi Koordinator Wilayah Auto2000 Bali Haris Prasetya. New Calya perbedaan harganya dengan yang lama hanya sejutaan rupiah. Di Bali, New Calya dijual Rp 168.028.000 untuk tipe Calya 1.2 E MT STD, Rp 171.028.000 untuk tipe Calya 1.2 E MT, Rp 176.278.000 untuk tipe Calya 1.2 G MT, dan terakhir Rp 188.878.000 untuk tipe Calya 1.2 G AT. (bns1)

Pura Suci Wanagiri Dalem Tarukan Gelar ’’Karya Mamungkah’’ Denpasar (Bali Post) – Setelah beberapa bangunan palinggih yang ada di Pura Suci Wanagiri Dalem Tarukan di Banjar Eka Adnyana, Tianyar, Kubu selesai dipugar, kini digelar karya agung. Karya kali ini meliputi mamungkah, tawur balik sumpah, dilanjutkan dengan padudusan agung serta ngenteg linggih. Puncak karya ini akan berlangsung pada Buda (Rabu) Kliwon Matal, 2 Oktober mendatang. Hal ini diungkapkan Ketua III Panitia Karya I Gede Yoga Artisma didampingi sejumlah panitia lainnya, Senin (23/9) kemarin. Dikatakan, karya agung ini pertama kali dilakukan setelah upacara mendak nuntun pada 46 tahun lalu. Di pura ini berstana Ida Batara Ni Gusti Ayu Wanagiri. Rangkaian kegiatan upacara karya agung ini telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Untuk matur piuning telah dilakukan pada Jumat (30/8) lalu yang di-puput Jro Mangku Pura Suci Wanagiri Dalem Tarukan. Saat itu pula dilangsungkan dengan membangun sarana upacara yang dilakukan krama pangempon pura. Setelah itu, kegiatan terus

berlangsung secara bertahap. Di antaranya ngulap ngambe, nuur tirta. Kemudian pada Rabu (25/9) besok akan dilakukan negtegan karya, melaspas wewalungan, nyakapang karang suci, serta upacara lainnya. Pada saat ini upacara akan di-puput Ida Pedanda Istri Oka Tamu dari Geria Gede Nyanglan Kaja, Bangli. Sebelum puncak karya akan dilakukan mapepada serta memben karya. Mapepada akan di-puput Ida Pedanda Budha Gede W. Sugata dari Geria Gede Tianyar. Untuk memben karya di-puput Ida Pedanda Istri Oka Tamu. Sehari setelah itu akan dilangsungkan puncak karya yang akan jatuh pada Rabu (2/10) mendatang. Pada saat ini juga digelar ngenteg linggih, paselang, pedanan, serta pujawali. Gede Yoga Artisma mengatakan pada saat puncak karya juga dipersembahkan tari wali di antaranya Rejang, Pendet, Topeng, Wayang, Gambang serta yang lainnya. Dikatakan, setelah karya agung mamungkah ini selanjutnya pujawali akan selalu dilakukan pada Buda Kliwon Matal. Artinya, pujawali di pura ini akan digelar setiap enam bulan sekali. (kmb12)

Bali Post/ist

KARYA - Suasana Pura Suci Wanagiri Dalem Tarukan yang akan menggelar karya mamungkah, tawur balik sumpah, padudusan agung serta ngenteg linggih.


Selasa Paing, 24 September 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Memanfaatkan ”Gadget’’ untuk Literasi

BUDAYA literasi terus didengungkan utamanya di dunia pendidikan. Ironisnya, di antara mencuatnya wacana ini justru belum semua memahami apa yang dimaksud dengan litarsi itu sendiri. Ada yang secara harfiah mengaitkannya dengan bacaan, yakni literatur yang memang sangat dekat dengan literasi. Tak salah memang, karena literasi juga menyangkut kemampuan membaca dan menulis. Namun, dalam budaya literasi, yang dimaksud tidaklah sebatas kemampuan membaca, menulis dan menghitung (calistung). Budaya literasi lebih menekankan pada kemampuan memahami dan menelaah apa yang telah dibaca. Selanjutnya, mampu menganalisis dan mengambil kesimpulan berbagai informasi yang telah diperoleh dari berbagai perspektif. Berbagai informasi kini tersebar tidak terbatas pada literatur-literatur yang ada di perpusatakaanperpustakaan, buku bacaan di sekolah, media cetak konvensional dan sejenisnya. Kini, berbagai informasi dapat diakses dari dunia maya, dengan sediaan yang beraneka ragam dan dalam jumlah tak terhingga. Hanya, informasi di dunia maya kadang hanya sepotong, juga tidak terstruktur rapi seperti halnya di diktat-diktat. Tentu memerlukan konsentrasi dan kemampuan lebih untuk membaca, memilah, memahami, menganalisis secara kritis sebelum menarik sebuah kesimpulan. Saat ini, ada paradigma anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) bahkan Sekolah Dasar (SD) sederajat diarahkan melakukan literasi lewat internet. Sementara secara psikologis, anak-anak seusia mereka ini dominan masih senang bermainmain. Kondisi ini jika tidak diimbangi penyediaan bahan literasi seperti tuntutan psikologis mereka, bisa jadi malah menimbulkan kebosanan dan kejenuhan. Ujungnya, gagalnya budaya literasi seperti diwacanakan dan didengung-dengungkan. Yang paling parah, bahan informasi yang diperoleh salah. Saat ini, tidak semua informasi terutama di dunia maya, bisa dipercaya dan dapat diyakini kebenarannya. Sebelum terjerumus dan menjerumuskan anak pada literasi salah, sebaiknya para orangtua lebih dini mengawal anak-anaknya dengan tidak sembarangan memberikan membuka konten/informasi di gadget. Para orangtua harus selalu berusaha memberikan pendampigan dan arahan jika anak-anak ingin mencari informasi di dunia maya. Jangan semua tugas dan PR (pekerjaan rumah) anak jawabannya diserahkan untuk dicari di internet. Kalangan pendidik, juga harus secara dini mengarahkan anak didiknya dengan memberikan rujukan yang jelas informasi yang harus dicari. Dengan memberikan rujukan yang jelas dan terarah, paling tidak sudah mengurangi peluang anak untuk membuka konten atau informasi yang tidak diperlukan. Sementara pemerintah, selain tetap ketat melakukan kontrol terhadap konten di internet (meski itu sangatlah susah pada era maya ini), harus berpacu menyediakan berbagai bahan bacaan dan sediaan informasi yang diperlukan untuk membangkitkan budaya literasi ini. Tidaklah cukup mewacanakan membangkitkan budaya literasi, sementara pasokan yang diperlukan untuk literasi jumlahnya sangat terbatas. Jika semua dapat disiapkan, maka gadget pun sangat bermanfaat untuk meningkatkan budaya literasi ini. Mangingat, konten dan informasi yang dapat diakses perangkat ini sangat tidak terbatas jumlah dan ragamnya. Tinggal bagaimana para stakeholder memanfaatkan gadget ini menjadi perangkat penyedia bahan literasi yang tidak hanya bermanfaat bagi dunia pendidikan, masyarakat, tetapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jangan sampai, maksud hati meningkatkan budaya literasi malah jadi menjerumuskan anak ke lembah dunia maya yang penuh misteri.

Bimbel ”Online’’ Alternatif Media Literasi Tidak semua hal yang ada di dunia maya adalah benar dan mendidik. Perlu kemampuan berpikir logis dan kemampuan untuk menyaring berita maupun informasi ketika berurusan dengan dunia maya. Kalangan remaja dan dewasa mungkin sudah cukup arif untuk memanfaatkan gadget guna mendulang informasi yang mereka perlukan. Lalu, bagaimana dengan anak-anak yang masih di bawah umur? Kewajiban anak-anak sebagai pelajar sering kali terabaikan akibat keberadaan gadget. Jangankan mengerjakan pekerjaan rumah (PR), membaca dan menulis saja mereka sudah mulai malas. Mereka lebih senang membaca dan menulis “postingan” di media sosial.

Oleh

A.A. Raka Pradnyamita, S.ST. nak-anak khususnya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), masih memiliki kegemaran untuk bermain dibandingkan belajar, apalagi membaca dan menulis. Membaca dan menulis adalah hal yang penting sebab semua itu adalah modal dasar bagi mereka untuk mengasah kemampuan analisis dan numerik. Mengapa demikian? Kemampuan membaca dan menulis yang dimaksud tidak sekadar bisa mengeja dan membaca serta menghitung, melainkan memahami, dan menyebutkan informasi yang mereka dapat dari membaca. Lebih jauh lagi, mereka mampu menganalisis dan mengambil kesimpulan dari berbagai sudut pandang yang mereka baca. Kemampuan membaca dan menulis inilah yang kini sedang marak dibicarakan dengan sebutan literasi. Literasi adalah kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Beberapa solusi yang sering dimunculkan untuk menumbuhkembangkan kemampuan lit-

SURAT PEMBACA Penundaan Pengesahan RKUHP

erasi anak, salah satunya adalah peranan keluarga atau orangtua yang bisa menjadi teladan dalam hal membaca. Namun, sering kali orangtua memiliki waktu terbatas untuk mengajari anak-anak mereka karena alasan pekerjaan atau kesibukan lain. Solusi lain yang sering ditawarkan, yakni dengan menyediakan buku-buku bacaan di rumah dan di sekolah. Namun, lagi-lagi hal ini terkendala dengan waktu. Jadi, anak hanya bisa membaca di sekolah ataupun di rumah, itu pun jika ada niat anak untuk mengambil buku pada waktu senggang. Mengapa? Sebab, anak-anak zaman sekarang lebih memilih untuk bermain gadget ketika ada waktu luang. Anak lebih tertarik bermain gadget karena bisa berinteraksi dengan orang lain di media sosial, bermain game atau sekadar untuk melihat gambar dan foto-foto di media sosial. Ketertarikan anak dengan media yang lebih interaktif dan bergambar menjadikan mereka malas untuk melirik buku yang cenderung monoton hanya berisi tulisan. Lalu, alternatif apa lagi yg bisa menarik minat anak untuk membaca? Dalam dunia literasi khu-

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

DPR-RI Asal Bali Jangan Diam

Saya membaca banyak hal tentang penolakan pengesahan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Katanya, adanya pasal yang bermasalah dan mungkin juga banyak pasal yang berpotensi menimbulkan pemahaman ganda. Terlebih dalam RKUHP ini katanya, juga ada hal-hal ayang mengancam pariwisata Bali. Saya jadi berpikir agak aneh, kenapa rancangan yang katanya sudah disusun bertahun-tahun ini tetap saja tak mengakomodasi kepentingan profesi dan destinasi pariwisata. Rujukan hukum mungkin saja boleh tegas, tapi implementasi dari penerapan rujukan hukum ini hendaknya diperhatikan. Saya pribadi mendukung jika Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali Cok Ace yang juga Wakil Gubernur Bali mengajukan keberatan dan menyiapkan usulan revisi. Jika memang pariwisata Bali merasa dirugikan oleh RKUHP ini baiknya dilakukan langkah-langkah yang jelas. Siapkan tim hukum dan pakar pariwisata dan pihak terkait untuk mengusulkan pasal revisinya. Ini penting agar ketika diajukan usulan revisinya juga tak jelas. Mari kita sikapi peluang melakukan revisi dengan baik dengan diplomasi yang baik juga. Jangan melakukan langkah-langkah destruktif untuk menjamin stabilitas Bali terjaga.

Membangun Bali membutuhkan partisipasi dan perjuangan semua pihak. Ketika Gubernur Bali Wayan Koster melakukan langkahlangkah terukur untuk membangun Bali dan mendapat apresiasi banyak pihak, saya juga berharap semua komponen mendukungnya. Bahkan, saya baca di Bali Post, saat ini Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) juga menaruh dukungan terhadap terobosan Gubernur Bali. Namun, saya justru jarang membaca komentar dan dukungan dari wakil rakyat asal Bali yang duduk di DPR-RI di Senayan. Bahkan, jika perlu para senator Bali juga bicara dan memperjuangkannya di pusat. Sebagai krama Bali, saya berharap para wakil rakyat Bali di Jakarta memperjuangkan hak-hak Bali. Di antaranya soal dana desa adat dan dana-dana pelestarian lingkungan dan peradaban Bali. Kini, jika benar pariwisata Bali terusik oleh sejumlah redaksi pasal-pasal dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), para wakil rakyat Bali di Senayan ikut membantunya. Setidaknya bantu Pemerintah Daerah Bali mengawal berbagai terobosannya dalam menjaga Bali.

I Putu Sudana Denpasar, Bali

I Wayan Arsana Gianyar, Bali

susnya tentang budaya membaca dan menulis, perkembangan teknologi yang semakin pesat sesungguhnya adalah batu loncatan dalam menyajikan bahan-bahan bacaan melalui media elektronik/digital seperti gadget. Tujuan utamanya sudah tentu guna mempermudah dan mempercepat akses segala jenis bahan bacaan oleh masyarakat. Bahkan, eksistensi media digital yang baru eksis belakangan ini hampir menggeser eksistensi media cetak yang telah lebih dahulu ada. Kaum milenial juga cenderung mengakses bahan bacaan dan membacanya menggunakan gadget daripada harus membaca dari buku cetak. Bahkan, mungkin hanya sebagian kecil yang lebih senang dengan buku. Hal ini berbeda dengan sebagian besar orang dari generasi sebelumnya yang lebih senang dan lebih terbiasa dengan bahan bacaan dari media cetak. Bahkan, ada yang masih mengoleksi bukubuku dan jenis bacaan lainnya dalam perpustakaan pribadinya dari dulu hingga kini. Bagi kaum milenial khususnya anak-anak sekolah bahkan yang masih duduk di Sekolah Dasar, mengoperasikan internet

di gadget bukanlah hal yang sulit. Mereka sudah terbiasa mengakses informasi, bacaan anak, termasuk materi pelajaran melalui browsing di internet. Sehingga tidak jarang jika anakanak zaman sekarang lebih suka mencari jawaban dari PR atau sekadar ingin tahu sesuatu melalui internet. Namun, materi yang muncul dari haril browsing di internet berdasarkan kata kunci tertentu bisa dikatakan sangat banyak dan beragam. Kemudian, materi yang disajikan sering kali tidak terstruktur dan penyajiannya tidak selengkap buku teks. Akibatnya, pemahaman anak menjadi kurang mendalam dan materi yang dibaca dengan penjelasan minim akan cenderung mudah dilupakan. Untuk itu, media literasi anak sekaligus media pembelajaran berbasis online perlu difokuskan lagi. Ada yang belum pernah mendengar tentang bimbingan belajar (bimbel) online? Mahalnya biaya bimbel konvensional dan keterbatasan waktu orangtua siswa untuk mengantar jemput, menjadi salah satu pemicu bagi para pelaku startup untuk memunculkan aplikasi bimbel online. Sejak tahun 2018, bimbel online dengan memanfaatkan gadget ini, marak dibicarakan di media cetak maupun elektronik, bahkan sudah diluncurkan pula bimbel online milik pemerintah oleh Kemendikbud. Seperti yang telah dijelaskan pada awal, selama ini, anak-anak sering cepat jenuh dan terbebani ketika ditugaskan untuk membaca buku. Permasalahan terkait minat membaca dan belajar anak diprediksi mampu diatasi oleh

WARUNG GLOBAL

Jangan Sengsarakan Rakyat DI sisa jabatan DPR di Senayan, sepertinya berlari kencang mengeluarkan produk UU. Sebut saja Rancangan Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang di dalamnya pasal-pasalnya dinilai sangat kontroversial. Ada beberapa pasal yang bertentangan dengan UU tentang kesetaraan gender dan pasal kontroversial lainnya. Lalu bagaimana tanggapan pendengar setia Radio Global 96,5 FM atas hal ini? Sebaiknya sebelum mengesahkan sebuah UU atau peraturan, memang harus diteliti lebih mendalam lagi, apalagi masih menuai kontroversi, demikian menurut Ayu di Petang. Mengenai perempuan yang bekerja pulang malam hari dianggap sebagai gelandangan, ini sangat aneh. Fera di Tabanan juga demikian, buat peraturan yang mampu membuat rakyat sejahtera, buat perempuan yang bekerja malam hari pandai-pandailah membawa dan menjaga diri. Meskipun ini masih rancangan, Ketut Dawi di Abiansemal mengatakan, tujuan dari UU itu sudah bisa ditebak arahnya ke mana. Jika UU mengatur kehidupan pribadi tentu ini akan menimbulkan ketidaknyamanan. Ia juga berharap berpikirlah sebelum menyusun UU, bahkan menurutnya UU ini bisa saja sampai menimbulkan masalah baru, bukan malah menyelesaikan

masalah yang ada. “Seperti lomba lari, sudah mau dekat garis finis larinya kenceng,“ demikian pendapat Werdha di Gianyar. Ketika mau lengser, kok mau merevisi UU lagi, ke mana saja selama ini? Ia bersyukur akhirnya pengesahan RUU KUHP ini ditunda. “Saya kok baru lihat RUU KUHP seperti ini. Ini agak memberatkan dunia bisnis dan sebagainya. Kesannya hanya egosentris,” demikian opini Yuli di Tababan. Wanita pulang kerja malam hari dianggap gelandangan yang jelas gelandangan/pengemis kan negara yang harus memelihara? Apa yang terjadi jika RUU ini disahkan jadi UU? Pasti penjara akan penuh karena UU ini mengurusi hal-hal yang bersipat pribadi sekalipun. ”Saya setuju bahwa RUU ini harus didalami kembali,” demikian usulannya. (sikha)

media pembelajaran bimbel online. Aplikasi bimbel online ini dibuat menarik, penuh dengan infografis dan interaktif, sehingga memancing rasa penasaran anak agar terus tertarik untuk mempelajari konten pelajaran sesuai jenjang pendidikan mereka. Tidak hanya itu, anak juga bisa memilih pelajaran yang mereka sukai, sekalipun pelajaran tersebut di luar jenjang kelas mereka sekarang. Melalui media ini, tidak hanya pemahaman terhadap materi pelajaran yang tercapai, tetapi sasaran peningkatan literasi anak juga akan tercapai. Kebiasaan membaca buku nonpelajaran sebagai implementasi Gerakan Literasi Anak, bisa diganti atau dilengkapi dengan “bermain” gadget dalam hal membaca di aplikasi bimbel online. Selain itu, konten terstruktur seperti buku teks, dapat diperoleh siswa melalui membaca di aplikasi bimbel online, dibandingkan browsing langsung di internet. Tampilan dan penyajian yang menarik dalam bentuk aplikasi, interaktif, dan sesuai dengan jenjang pendidikan anak, bisa menjadikan alasan bagi anak untuk mengambil gadget-nya kemudian membuka aplikasi bimbel online yang mengajaknya untuk membaca dan memaknai isi bacaan dibantu dengan gambar-gambar dan soalsoal interaktif. Ditambah lagi, anak menjadi mudah jika ingin membaca atau mencari materi yang ingin dipelajari kapan pun di mana pun tanpa perlu beratberat membawa buku pelajaran. Penulis, ASN Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar

POJOK Kunjungan wisatawan menurun, ekonomi Bali diprediksi stagnan. - Siap-siap kencangkan ikat pinggang. *** Gara-gara kontroversi RUU KUHP, Bali terancam kosong wisman. - Jangan rugikan Bali terus. *** APBD Perubahan Pemkab Tabanan defisit Rp 218 miliar. - Ayo berhemat.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Paing, 24 September 2019

Menuju Tabanan Tertib Izin

Bupati Eka ”Launching” OSS Goes to Public JUMLAH usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tabanan mencapai 41.459 usaha. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.493 usaha atau 18,3 persennya telah mengantongi izin usaha. Sementara sisanya sebanyak 33.966 usaha atau 81,7 persen belum berizin. Hal ini sangat disayangkan mengingat izin usaha bagi para pelaku UMKM bisa mempermudah proses peminjaman KUR. Guna memberikan kemudahan para pelaku UMKM dalam hal kepengurusan izin usaha sekaligus meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Tabanan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Tabanan meluncurkan program Online Single Submission (OSS). Layanan OSS di-launching Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Senin (23/9) kemarin, di kantor DPMPPTSP Tabanan. Di antaranya hadir pada kegiatan terse-

but, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali Umar Ibnu Al Khatab, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Forkompinda Tabanan, pejabat OPD dan Camat seKabupaten Tabanan. Kepala DPMPPTSP Tabanan I Made Sumerta Yasa mengatakan, keunggulan OSS Goes to Public ini yakni memberikan kemudahan dalam kepengurusan izin, lantaran selama ini masih banyak masyarakat enggan mengurus izin meski DPMPPTSP sudah menerapkan sistem online sejak tahun 2018. Layanan ini merupakan wujud komitmen dan keberpihakan pimpinan daerah dan jajaran untuk mendekatkan pelayanan terutama pada sektor UMKM. Layanan ini juga akan meminimalisir calo pengurusan izin. Cara mengakses layanan ini cukup mudah. Pemohon langsung bisa mengakses dan mengerjakan sendiri lewat HP secara langsung. ‘’Bahkan

tim DPMPPTSP juga menerapkan jemput bola langsung turun ke pelosok-pelosok desa dengan proses izin di tempat cukup dengan KTP. Lima menit izin sudah jadi di tempat,’’ jelasnya. Jika para pelaku UMKM telah mengantongi izin, kata Sumerta Yasa, akan memudahkan pemerintah dalam hal pengawasan dan pengendalian. Sebaliknya, UMKM yang telah memiliki izin akan mendapat kemudahan dalam mendapatkan kredit di bank. ‘’Dengan begitu, ke depan kami akan mendorong semua UMKM taat pajak dengan segera mengurus NPWP sehingga akan berdampak pada pendapatan asli daerah,’’ terangnya. Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, pada program OSS ini semua jajaran pemerintahan daerah dapat bersinergi satu sama lain, dan bersatu padu dalam upaya meningkatkan kinerja

pemerintah sesuai dengan beban tugas dan kewenangan masing-masing. ‘’Saya yakin dengan komunikasi dan koordinasi yang baik serta semangat kerja yang tinggi, mudahmudahan dapat mencapai hasil yang memuaskan,’’ jelas Bupati Eka. Dia mengatakan, dukungan Pemerintah Pusat untuk pelaku usaha diatur khusus melalui PP No. 24 Tahun 2018 tentang pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik dikenal dengan OSS. Semua proses pembuatan izin usaha dilakukan secara elektronik tanpa berkas dan hanya memerlukan KTP, email dan NPWP. Program ini telah diterapkan Kabupaten Tabanan sejak Agustus 2018. ‘’Program ini semoga mampu memberikan rasa nyaman dan kepuasan bagi masyarakat yang mengurus izin, khususnya izin usaha mikro kecil menengah tanpa harus ke mana-mana. Karena kami yang akan menjemput

TINJAU OSS - Bupati Tabanan dan para undangan meninjau layanan OSS di kantor DPMPPTSP Tabanan. bola dan kami akan semakin dekat dengan masyarakat,’’ jelasnya. Kepala Ombudsman Perwakilan Bali menambahkan, PTSP merupakan ujung tombak dalam pelayanan dan merupakan satu model satu

contoh yang bisa dipakai untuk mendorong pemerintahan dapat berjalan dengan baik menuju good governance dan clean government. Dia juga mengapresiasi program ini mengingat mekanisme OSS sangat mudah, mu-

rah, cepat, efisien dan dapat dilakukan di mana saja. ‘’Sistem ini agar dirawat betul-betul dan diperhatikan supaya tidak lelet sehingga dapat memberikan pelayanan baik dan berjalan dengan lancar,’’ jelasnya. (ad778)

APBD-P 2019, Tabanan Defisit Rp 218 Miliar Tabanan (Bali Post) -

Setelah melalui pembahasan selama sepekan, akhirnya legislatif dan eksekutif menyepakati Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) 2019 untuk menjadi APBD-P dalam rapat paripurna DPRD Tabanan, Senin (23/9) kemarin. Rapat dipimpin Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga.

RAPAT PARIPURNA - Suasana rapat paripurna DPRD Tabanan yang digelar Senin (23/9) kemarin.

Program Wifi Gratis Baru Jangkau 85 Titik Tabanan (Bali Post) Program pemasangan Wifi gratis dari bantuan keuangan khusus (BKK) Provinsi Bali untuk seluruh desa Pakraman, Puskesmas dan objek wisata, terus berproses. Di Kabupaten Tabanan, sampai dengan minggu ketiga September 2019 wifi baru terpasang di 85 titik. Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tabanan, wifi gratis ini akan dipasang di 393 titik strategis. Rinciannya, 349 titik untuk desa adat, 20 titik di Puskesmas dan 24 titik di objek wisata. ‘’Kalau penarikan jaringan sudah semua jalan dan sudah selesai setting atau on sebanyak 85 titik data sampai dengan minggu lalu per tanggal 20 September,’’ terang Kabid Teknik Informasi dan Komunikasi Dinas Kominfo Tabanan Dewa Gede Suwangsa, didampingi Kasi Infrastruktur I Made Adi Wibawa, Senin (23/9) kemarin.

Dari 85 titik wifi yang telah terpasang, sebagian besar di kecamatan Baturiti dan Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat. Demikian juga di objek wisata, seperti Ulun Danu Beratan dan Kebun Raya. Sementara untuk kecamatan yang sama sekali belum ter-cover program ini yakni Kecamatan Pupuan, Kecamatan Tabanan, dan Kecamatan Marga. ‘’Mudahmudahan akhir bulan September ini sudah on semua,’’ ucapnya. Dikatakannya, kendala yang dihadapi untuk proses pemasangan Wifi ini seperti penarikan kabel yang terlalu panjang hingga keterlambatan suplay alat dari pihak ketiga. Untuk diketahui, Pemkab Tabanan dalam pemasangan wifi gratis tersebut mendapatkan anggaran BKK provinsi sebanyak Rp 2.161.500.000. Dengan adanya wifi gratis ini, diharapkan di Tabanan tidak ada lagi wilayah yang blank spot. Di samping itu, masyarakat Tabanan bisa mencari informasi apapun seputar pemerintahan dan hal lainnya. (kmb28)

Dewa Gede Suwangsa

Bali Post/bit

Bali Post/ist

TIANG LISTRIK - Tiang listrik yang dibiarkan tergeletak dan dikhawatirkan mengancam keselamatan siswa SD.

Bali Post/bit

Sekretaris Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tabanan yang juga Sekretaris DPRD I Made Sugiarta membacakan hasil kerja Banggar dalam pembahasan RAPBD Perubahan 2019, menyampaikan sebelumnya sudah dilakukan rapat kerja Banggar dengan eksekutif dan telah disepakati untuk menetapkan RAPBD Perubahan menjadi APBD Perubahan tahun 2019. Menurutnya, pendapatan daerah pada anggaran perubahan tahun 2019 dipasang Rp 1,984 triliun lebih. Jumlah ini meningkat dari APBD Induk 2019 sebesar Rp 35,379 miliar lebih. Sementara di sisi belanja, dirancang sebesar Rp 2,203 triliun lebih, meningkat sebesar Rp 18,959 miliar lebih. Dengan demikian ada defisit sebesar Rp 218,687 miliar lebih. ‘’Defisit ditutupi dengan pembiayaan neto yang bersumber dari Silpa tahun 2018 dikurangi pembiayaan daerah,’’ jelas Sugiarta. Pada kesempatan itu pula Sugiarta menjelaskan jumlah pendapatan asli daerah (PAD) Tabanan pada APBD Perubahan 2019 sebesar Rp 398,220 miliar lebih. Jumlah ini meningkat sekitar Rp 8 miliar dari

APBD Induk yang ditetapkan sebesar Rp 390 miliar. Selain itu, dana perimbangan yang diterima dari pusat Rp 1,091 triliun lebih dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 8,469 miliar lebih. Belanja yang ditetapkan sebesar Rp 2,203 triliun lebih, terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 1,168 triliun lebih atau 53,01 persen, dan belanja langsung sebesar Rp 1,034 triliun lebih atau 46,99 persen. Ditambahkannya, dalam pembahasan RAPBD Perubahan juga terungkap realisasi belanja daerah sampai akhir Agustus 2019 sebesar 45,83 persen, dan realisasi pendapatan baru mencapai 64,64 persen. Masih ada waktu sekitar tiga bulan lebih untuk merealisasikan belaja daerah sekaligus mengejar target pendapatan. Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpian dan anggota DPRD Tabanan karena telah menyelesaikan pembahasan RAPBD Perubahan sesuai dengan jadwal sehingga dapat segera direalisasikan. (kmb28)

Warga Nyitdah Keluhkan Proyek PLN Tabanan (Bali Post) Warga Desa Nyitdah Kecamatan Kediri mengeluhkan proyek milik PLN di desa setempat. Pasalnya, sejumlah tiang listrik yang sudah diganti, justru dibiarkan lama tergeletak di pinggir jalan. Warga merasa terganggu dengan kondisi ini. Informasi dihimpun, proses penggantian tiang listrik di desa setempat sudah berlangsung beberapa bulan lalu. Namun usai penggantian, tiang yang lama tidak langsung diangkut oleh para pekerja proyek. Tiang bekas tersebut dibiarkan terbengkalai di pinggir jalan di desa setempat. Paling mencolok, tiang listrik di depan SDN 1 Nyitdah. Ada sekitar empat tiang listrik lama yang dibiarkan terbengkalai seputaran lokasi tersebut. Tidak hanya itu, bagian dasar tiang beton lama juga dibiarkan rusak dengan bagian rangka besi yang masih menganga. Kondisi ini menuai keluhan warga setempat, terlebih banyak siswa yang beraktivitas di sekitar lokasi tersebut. Keluhan warga ini dibenarkan Klian Dinas Banjar Kebon, Desa Nyitdah, I Nyoman Sudarma. Dikatakannya, tiang listrik yang dibiarkan terbengkalai telah mengganggu aktivitas warga setempat. Selain itu, masalah tersebut merusak estetika lingkungan setempat. ‘’Dibiarkan begitu saja. Sangat mengganggu, tidak enak dipandang,’’ katanya, Senin (23/9) kemarin.

Dia menyebutkan, tiang listrik terbengkalai di depan SDN 1 Nyitdah mendapat banyak keluhan, karena dinilai membahayakan. Sebagai Klian Dinas banjar setempat, pihaknya sudah pernah menyampaikan keluhan ini ke instansi terkait. Namun hingga kini belum direspons. Warga pun khawatir bila kondisi ini dibiarkan bisa memicu korban. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada siswa, potongan besi bekas pemotongan tiang terpaksa mereka ratakan. Selain itu, kata dia warga setempat juga mengeluhkan tidak dipasangnya kembali lampu penerangan jalan (LPJ) pada tiang yang baru. Pemutusan ini dilakukan tanpa ada pemberitahuan. Padahal pengadaan LPJ tersebut dulu dilakukan secara swadaya. ‘’Penerangan jalan yang biayanya swadaya dari banjar itu diputus begitu saja, tidak disambung lagi,’’ ucapnya. Sementara itu, perwakilan PLN Tabanan Heriawan saat dikonfirmasi mengatakan, atas dasar keluhan warga pihaknya sudah melaporkan pada petugas yang membidangi hal tersebut. Petugas teknik sudah langsung mengecek ke lokasi untuk memverifikasi dan melakukan tindakan selanjutnya. ‘’Seharusnya, jika pekerjaan sudah rampung sudah dibersihkan tiangtiangnya. Atau, kemungkinan biasanya masih ada kegiatan lanjutan. Petugas sudah turun cek ke lokasi untuk memverifikasi,’’ terangnya. (kmb28)

Realisasi Pendapatan Rendah, Dewan Soroti Kinerja Bakeuda Tabanan (Bali Post) Kinerja Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) mendapat sorotan dari kalangan dewan Tabanan. Pasalnya, realisasi pendapatan maupun belanja daerah tahun 2019 dinilai masih rendah. Realisasi pendapatan daerah baru di angka 45,83 persen dan realisasi belanja baru 64,64 persen. Kalangan dewan pun berencana memanggil Bakeuda dalam waktu dekat

untuk mengonfirmasi perihal permasalahan yang mengakibatkan rendahnya capaian tersebut, selain juga mempertanyakan lemahnya kinerja OPD tersebut selama ini. Informasi yang dihimpun, dalam rapat DPRD Tabanan yang digelar belum lama ini, dewan menyoroti kinerja Bakeuda sebagai OPD yang paling bertanggung jawab dalam realisasi pendapatan dan belanja daerah. Bahkan

sejumlah sumber di dewan menyebutkan jika kinerja Bakeuda dikatakan sangat lemah sehingga perlu digenjot. Inovasi untuk meningkatkan pendapatan juga belum terlihat maksimal. Menurut informasi pula, tidak hanya Bakeuda, jajaran OPD penghasil lainnya juga diminta untuk terus mencari terobosan dan inovasi dalam upaya peningkatan kinerja untuk peningkatan

pendapatan daerah. Bahkan kalangan dewan sebenarnya juga mengapresiasi langkah Bakeuda untuk meningkatkan pendapatan daerah, namun dinilai masih belum optimal. Dengan waktu yang singkat, jajaran eksekutif diminta untuk bekerja keras merealisasikan pendapatan dan belanja daerah. Terkait persoalan tersebut, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga mengatakan, pihaknya

akan segera memanggil Kepala Bakeuda dan jajaran untuk mendapatkan penjelasan terkait masih rendahnya realisasi pendapatan maupun belanja daerah. Pihaknya berharap pendapatan daerah tercapai mengingat tahun ini hanya tersisa sekitar tiga bulan. ‘’Dari pertemuan itu akan diketahui mengapa realisasi masih rendah. Kalau bisa, segera mungkin akan kami panggil,’’ katanya. (kmb28)


Selasa Paing, 24 September 2019

Bengkel Las Terbakar

Satu Orang Meninggal Dunia Singaraja (Bali Post) – Sebuah kebakaran mengejutkan warga Jalan Hasanudin No. 5 Kelurahan Banjar Bali, Singaraja, Minggu (22/9) tengah malam. Sebuah rumah yang sekaligus dipakai usaha bengkel las terbakar sekitar pukul 23.00 Wita. Tragisnya, satu orang yang tinggal di dalam rumah gagal menyelamatkan diri sehingga meninggal dunia. Informasi yang dikumpulkan di lapangan, rumah itu milik Nyoman Sri Jaya (49). Sebelum kejadian, rumah dan bengkel dalam keadaan tutup. Sedangkan, di dalam rumah ditempati oleh korban Ketut Watiningsih alias Asen (60) bersama enam kerabatnya. Sementara pemilik rumah sedang keluar rumah. Saat tengah malam, rumah berukuran 7 x 12 meter itu tiba-tiba terbakar. Korban yang diduga terlelap tidur itu gagal menyelematkan diri. Sementara, api dengan cepat membesar hingga seluruh bangunan bersama perlengkapan bengkel terbakar. Api baru bisa dipadamkan setelah Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng menerjunkan empat unit mobil pemadam. Kepala Dinas Damkar Buleleng Agus Jaya Sumpene mengatakan, saat datang ke TKP, api sudah membakar seluruh bangunan. Upaya pemadaman kemudian dilakukan lebih dari dua jam, sehingga tidak merembet ke bangunan lain. “Api sudah besar ketika anggota di TKP. Lokasi permukiman padat jadi kita

berusaha melokalisir api dan tidak sampai merembet ke bangunan lain,” katanya. Kapolsek Kota Singaraja Kompol IGN Yudistira seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan terjadi kebakaran dengan satu korban meninggal dunia. Dia mengatakan, pertama kali peristiwa ini diketahui oleh saksi Komang Suarmini (45), istri dari pemilik rumah. Saat terbangun tidur, saksi mendengar ada suara mirip terjadi korsleting dan diikuti aliran listrik tiba-tiba padam. Saksi terkejut setelah mengetahui asap muncul di rumah korban. Tidak berselang lama, api tiba-tiba berkobar hingga saksi member tahu kerabatnya. Kejadian ini membuat warga panik dan berusaha untuk memadamkan api sembari meminta bantuan pemadam kebakaran. Karena peralatan bengkel yang mudah terbakar membuat api semakin cepat membesar. Nahas, korban Watiningsih alias Asen gagal menyelamatkan diri. Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar. Jenazah korban kemudian dievakuasi

oleh personel PMI untuk diperiksa di RSUD Buleleng. “Saksi itu menemukan ada asap dan sebelumnya listrik padam, lalu seteleh ditengok api sudah membakar rumah itu. Ada satu penghuni rumah itu kemungkinan gagal menyelamatkan diri sehingga meninggal dunia karena luka bakar,” katanya. Menurut Yudistira, penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Namun, dari pemeriksaan di lokasi kejadian dan keterangan saksi, diduga adanya percikan api dari arus pendek listrik di rumah korban. Meski demikian, Yudistira menyebut kasus ini masih dikembangkan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Lokasi kejadian saat ini sudah diamankan dengan memasang garis polisi. Rencananya, pemeriksaan lebih lanjut dilakukan oleh Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali. “Dari informasi yang kita kumpulkan, dugaan sementara kebakaran karena arus pendek. Kasus ini masih diselidiki dan kami akan meminta bantuan Labfor untuk menyelidiki penyebab kebakaran,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/ist

TERBAKAR – Rumah sekaligus untuk usaha bengkel las di Jalan Hasanudin, Kelurahan Banjar Bali terbakar Minggu (22/9) tengah malam. Dari kejadian ini, satu korban meninggal dunia diduga karena gagal menyelamatkan diri saat kejadian.

Bayi Kembar Siam Asal Pangkung Paruk

SOSOK ”Sing Dadi Ngidih Medali” LAGA Pekan Olahraga Provinsi (Porporv) Bali XIV 2019 di Tabanan telah berakhir. Pascapenutupan dan pengumuman juara, ternyata meninggalkan kesan kurang baik. Ini terjadi setelah terungkapnya pemain yang tidak sah (abal-abal - red) justru diturunkan tim Futsal Badung. Kejadian ini seperti “mencoreng” semua pihak. Jiwa sportivitas yang digembar-gemborkan hanya manis di bibir, demi tujuan pragmatis medali dan gengsi. Meski terkesan dirugikan, bagi Kontingen Buleleng, tidak menuntut. Prinsip Kontingan Gumi Panji Sakti itu yakni “Sing Dadi Ngidih Medali”. Wakil Ketua II KONI Buleleng Ketut Wiratmaja mengatakan, putusan majelis hakim yang menyidangkan kasus itu tidak mencerminkan keadilan. Pasalnya, salah seorang pemain futsal yang memperkuat tim Badung Jeremy Fandi Erick Yeimo itu, didiskualifikasi karena tidak memenuhi syarat keabsahan. Dari keputusan ini, Buleleng, tim yang paling dirugikan. Betapa tidak, ketika tim Buleleng melawan tim Badung di babak semifinal, gawang Buleleng dibobol oleh Jeremy itu sendiri. Karena pemain bersangkutan mengantongi KONI Card, sehingga tim Buleleng tidak melakukan protes. Berbeda, dengan babak final yang mempertemukan Badung versus Denpasar yang kemudian diprotes. Putusan majelis hakim itu akhirnya membalikkan jatah medali emas yang sebelumnya diraih Badung kepada Kota Denpasar. Kejadian itu bagi alumni Fakultas Hukum Universitas Panji Sakti (Unipas) itu betul-betul tidak adil. Apalagi, dalam amar putusan itu tercantum kalimat “angker”: “Putusan ini tidak bisa diganggu gugat”. Masuk akal, karena tidak ada jalur hukum lain seperti peradilan umum PTUN. Meski dirugikan, kata Wiratmaja, suka tidak suka Buleleng dan timtim lainnya harus menerima putusan majelis hakim itu. (mud)

Bagian Tubuh Bayi Dempet di Dada dan Perut Singaraja (Bali Post) – Nasib malang dihadapi seorang ibu asal Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt. Betapa tidak, perempuan itu melahirkan bayi ketiganya dengan kondisi tidak normal. Bayi perempuan itu mengalami kembar siam (dempet - red) yang tidak sempurna. Satu tubuh bayi terlahir dengan organ tubuh lengkap. Hanya, di dada ada bagian pinggul, kaki, dan tangan. Tragisnya, bagian perut dan dada dempet, serta tanpa organ kepala. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyatakan, pasangan suami istri (pasutri) Made Sujana (36) dan Kadek Gorsi (35) melahirkan bayi perempuan dengan kembar siam tidak sempurna. Proses persalinan diawali di tempat praktik bidan swasta di Seririt, Senin (23/9) dini hari kemarin, sekitar pukul 03.00 Wita. Bayi ini diketahui memiliki berat badan 2,9 kilogram. Karena kondisi bayi kembar siam dan ada organ dalam berada di luar tubuh, pasien kemudian dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng. Di dada sang bayi, terdapat bagian tubuh kembarannya yakni pinggul, kaki dan lengan. Bagian organ tubuh itu belum terbentuk sempurna, tanpa organ kepala. Pascapersalinan itu, tim dokter IGD kemudian merawat bayi malang itu di ruang NICU dan ibunya menjalani perawatan di ruang Melati. Salah satu anak pasutri itu, Luh Juni Astini (19), yang ditemui di rumah sakit kemarin, mengaku terkejut setelah diberi tahu oleh ayahnya kalau saudaranya lahir dengan kelainan. Astini menceritakan, saat mengandung ibunya rutin memeriksakan kehamilannya ke tempat praktik bidan swasta di Seririt. Sebelum jadwal lahir, ibunya pernah melakukan USG. Hanya, saat itu, tidak diketahui adanya tanda-tanda kandungan ibunya mengalami

kelainan. Bahkan, jenis kelaminya pun sengaja tidak ditanyakan baik oleh ibu maupun bapaknya. “Tadi dikasi tahu oleh bapak, katanya adik lahir dengan kondisi seperti itu (mengalami kelainan -red). Saya tidak menyangka dan tidak tahu bagaimana nasib adik,” katanya. Hal senada diungkapkan saudara kandung Kadek Gorsi, Wayan Sutini (40). Dia juga menyebut kalau selama kehamilan, saudaranya itu memang rutin periksa di bidan. Tidak ada tanda-tanda bayi yang dikandungnya itu mengalami kelainan. Saat mengandung, Gorsi bersama suaminya pun tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Terkadang dia membantu mencari rumput untuk ternak sapi dan bersamaan musim panen cengkeh, saudaranya itu sering

pergi “ngorek” (mencari bunga cengkeh yang rontok -saat panen-red). “Anak pertama dan kedua normal, dan tidak disangka kalau yang ketiga ini bayinya ada kelainan. Waktu periksa dibilang normal dan sempat mengeluh kalau saat bersalin dia sulit duduk, dan dikira karena pengaruh bayi yang sudah mendekati kelahiran,” jelasnya. Sementara itu, Direktur RSUD dr. Gede Wiartana, M.Kes. didampingi Humas RSUD Ketut Budiantara mengatakan, pasien dirujuk ke rumah sakit pukul 05.41 wita dengan kondisi tubuh lemah. Saat itu, tim dokter di IGD melakukan perawatan di ruang NICU dan mendapat asupan oksigen. Sambil memulihkan kondisi tubuhnya, tim dokter juga masih melakukan observasi sebelum nantinya sang bayi siap untuk dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah. “Ini

persalinan di bidan praktik swasta dan saat dirujuk kondisi bayi lemah, dan kita tangani di NICU dengan memasang oksigen. Kondisi bayi memang mengalami kembar siam tidak sempurna,” katanya. Menurut Wiartana, dari observasi awal, kelahiran bayi kembar siam merupakan kasus langka. Posisi bagian tubuh yang menyatu itu persis di dada. Tubuh yang menempel itu baru terbentuk pada bagian pinggul, kaki, dan tangan. Sementara sampai kelahirannya bagian kepala belum terbentuk. Selain itu, tim dokter menemukan adanya organ dalam hati dan usus di luar tubuh sang bayi. Kedua organ vital tersebut hingga kini masih diamati apakah merupakan organ bayi atau milik saudara kembaran yang lahir tidak sempurna itu. “Kasus kembar siam tidak sempurna ini terjadi karena banyak fak-

Bali Post/kmb38

KEMBAR SIAM – Bayi mengalami kembar siam tidak sempurna lahir dari pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Senin (23/9) kemarin.

tor mulai dari kondisi asupan gizi dan proses pembuahan yang tidak sempurna. Rencananya, pasien harus dirujuk ke Sanglah, namun saat ini masih dalam proses observasi dan memulihkan kondisi tubuh keduanya,” jelasnya. Menyusul kelahiran bayi kembar siam tidak sempurna itu, Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. secara langsung menjenguk ke IGD RSUD. Wakil Bupati didampingi Direktur RSUD dr. Gede Wiartana, M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) IGN Mahapramana, dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Ketut Suwarmawan. Wakil Bupati mengatakan, kelahiran kembar siam tidak sempurna ini tergolong kasus langka dan sifatnya berisiko. Apalagi, setelah melihat langsung dan meminta penjelasan dokter, beberapa organ tubuh kedua bayi ini menyatu dengan kompleks. Dengan kondisi ini, pihaknya menyebut kalau kasus ini penuh risiko. Namun, Wakil Bupati telah memerintahkan tim dokter RSUD untuk memberikan pelayanan dengan optimal dan memfasilitasi untuk proses rujukan ke Sanglah. Terkait penyebab kelainan bawaan, Wakil Bupati menyebut, dari jenjang jarak kelahiran anak pertama dengan kelahiran kedua, dan ketiga itu terlalu lama, sehingga ini memicu persalinan yang berisiko baik bagi ibu dan bayinya. Selain itu, karena kurangnya pemahaman bahwa usia 35 tahun tergolong kehamilan berisiko. Untuk itu, kejadian ini agar menjadi pengalaman sehingga pasutri untuk memahami terkait batas kehamilan yng normal secara medis. “Kita prihatin dan memang penanganan kasusnya berisiko. Namun, kami tetap perintahkan dokter melakukan penanganan optimal termasuk untuk memfasilitasi saat dirujuk untuk penanganan lanjutan di Sanglah,” jelasnya. (kmb38)

Dewan Bahas Verifikasi APBD Perubahan 2019 Singaraja (Bali Post) – Badan Anggaran (Banggar) DPRD mulai membahas hasil verifikasi APBD Perubahan Tahun 2019. Rapat ini juga dihadiri Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dipimpin Sekkab Buleleng Dewa Ketut Puspaka, M.P. Dalam pembahasan ini, Banggar di bawah kendali ketuanya Gede Supriatna serius membedah terkait tambahan anggaran yang dialokasikan untuk membiayai program dan kegiatan selama empat bulan ke depan ini. Pada dokumen APBD Perubahan tahun 2019 yang telah diverifikasi oleh tim anggaran Pemprov Bali, terdapat tambahan pendapatan senilai Rp 4,7 miliar. Ketua TAPD yang juga Sekkab Buleleng Dewa Ketut Puspaka mengatakan, tambahan itu bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau sebesar Rp 35 juta lebih dan

pendapatan hibah dari pemerintah sebesar Rp 2,7 miliar. Jatah Dana Bagi Hasil (DBH) pajak provinsi yang meliputi bagi hasil Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Nomor Kendaraan Bermotor (BBNKB), pajak bahan bakar, pajak air permukaan dan bagi hasil pajak rokok. Selain peningkatan di sektor pendapatan, ada bantuan keuangan dari Kabupaten Badung Rp 8 miliar tidak terealisasi. Sedangkan, bantuan dari pemerintah pusat telah diserap untuk perbaikan pengelolaan air minum oleh PDAM Buleleng. “Sektor pendapatan ini sesuai hasil verifikasi dalam perubahan ini bertambah Rp 4,7 miliar dan sebenarnya ada sektor pendapatan kita seperti dana bantuan keuangan dari Pemkab Badung yang tidak terealisasi,” katanya. Menurut Dewa Ketut Pus-

paka, memasuki pertengahan tahun anggaran ini, pemerintah dan dewan sudah menyepakati pengalokasian anggaran untuk melaksanakan beberapa kegiatan skala prioritas. Anggaran kegiatan ini sebelumnya sudah dirancang pada APBD Induk 2019. Namun, karena ada kebijakan rasionalisasi, sehingga anggaran itu dialihkan untuk kegiatan yang lebih prioritas dalam awal tahun. Dia mencontohkan, anggaran yang sebelum dirasionalisasi adalah bonus untuk atlet berprestasi pada laga Pekan Olahraga Seni Pelajar (Porsenijar). Dalam perubahan untuk bonus atlet Porsenijar dialokasikan Rp 450 juta. Selain itu, biaya untuk gelaran Lovina Festival (Lovfest), Buleleng Bali Dive Festival (BBDF), dan beberapa kegiatan skala prioritas lain. “Di perubahan, kami alokasikan dana program pri-

oritas yang sebenarnya sudah dipasang di induk, namun dulu dirasionalisasi. Sehingga kebijakan pimpinan, anggaran yang disiapkan dalam perubahan ini dialokasikan Rp 2 miliar,” jelasnya. Ketua Dewan Gede Supriatna mengatakan, tambahan pendapatan tahun ini dimanfaatkan dengan baik. Pihaknya juga mengingatkan karena sudah memasuki perubahan di mana waktu efektif melaksanakan program atau kegiatan pendek, sehingga diperlukan perhatian serius, sehingga tidak memunculkan program yang tidak berjalan. “Setelah pembahasan ini perubahan sudah bisa berjalan dan kami berharap ini disikapi serius karena waktu pendek, agar pelaksanaan kegiatan sesuai perencanaan, tidak ada kegiatan yang tidak terealisasi,” tegasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

APBD PERUBAHAN – Banggar dan TAPD membahas verifikasi APBD Perubahan 2019, Senin (23/9) kemarin, di gedung dewan.


Selasa Paing, 24 September 2019

Tata Parkir di Ubud

Desa Adat Padangtegal Panggil Ratusan Sopir Travel Gianyar (Bali Post) -

Kemacetan arus lalu lintas masih menjadi persoalan kronis di kawasan wisata Ubud. Salah satu penyebabnya adalah parkir liar kendaraan. Menyikapi kondisi ini, Desa Adat Padangtegal, Ubud memanggil ratusan sopir travel yang beroperasi di kawasan Ubud, Senin (23/9) kemarin. Mereka diminta untuk ikut menjaga ketertiban lalu lintas di Ubud, serta diarahkan untuk memanfaatkan sentral parkir di Monkey Forest Ubud yang menampung seribu lebih kendaraan.

Bali Post/kmb35

SOSIALISASI - Sekitar 200 lebih sopir travel menghadiri sosialisasi di sentral parkir Monkey Forest Ubud, Senin (23/9) kemarin.

Bendesa Adat Padangtegal I Made Gandra mengungkapkan, ada sekitar 200 lebih sopir travel yang menghadiri sosialisasi di sentral parkir Monkey Forest Ubud, Senin kemarin. Ratusan sopir travel ini setiap hari beroperasi di kawasan Ubud. ‘’Mereka diminta menaati program desa adat yang berhubungan dengan penataan kawasan palemahan di desa adat,’’ katanya. Menurut Gandra, sentral parkir Monkey Forest Ubud saat ini mampu menampung hampir 1.500 unit mobil. Dengan kapasitas itu, dipastikan bisa menampung kendaraan yang selama ini parkir secara liar di kawasan wisata Ubud, khususnya di Desa Adat Padangtegal.

‘’Dengan kapasitas ini seharusnya bisa dipastikan Ubud bersih dari parkir liar. Sebab, kendaraan sudah tertampung di sentral parkir, termasuk ruas parkir lainnya,’’ ujarnya. Terkait tarif parkir, kata Gandra, untuk kendaraan roda empat dikenakan tarif Rp 5.000 pada jam pertama, setelahnya dikenakan biaya Rp 2.000 per jam. Sedangkan untuk kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp 2.000 pada jam pertama, selanjutnya dikenakan tarif Rp 1000 per jam. Dikatakan, saat ini selain di Monkey Forest, pihak Desa Adat Padangtegal juga memiliki sentral parkir di Jalan Gotama, Jalan Hanoman, dan Jalan Jembawan. Gandra memaparkan, tu-

juan dari penataan palemahan termasuk kawasan parkir ini adalah agar tercipta kawasan tempat tinggal yang bersih, sehat dan nyaman. Di samping juga menata tempat usaha milik desa, pengusaha lokal dan pendatang agar tertata rapi. ‘’Selain kami memiliki pelayanan shuttle bus, dalam sentral parkir akan dibangun kantin untuk para sopir. Ini penting untuk kenyamanan bersama,’’ jelasnya. Pada acara sosialisasi tersebut, Gandra juga menjelaskan beberapa pararem desa adat yang harus dipatuhi oleh para pelaku pariwisata di Desa Adat Padangtegal, Ubud. Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan

Gianyar I Made Rai Ridharta menjelaskan, beragam upaya telah dicoba oleh instansi terkait untuk menanggulangi kemacetan di kawasan wisata Ubud. Namun dari semuanya itu, benang merahnya adalah keterbatasan parkir. Bahkan tahun lalu kawasan Ubud telah dijadikan zona bebas parkir. ‘’Keberadaan sentral parkir Monkey Forest ini seharusnya dapat menjadi salah satu solusi,’’ katanya. Rai Ridharta juga menyampaikan rasa salutnya kepada Desa Adat Padangtegal untuk turut berpartisipasi membantu pemerintah secara mandiri menata kawasan parkir. Ia mengajak seluruh sopir travel mengikuti aturan yang sudah ditetapkan desa adat setempat. ‘’Penataan parkir ini pada intinya ingin menciptakan kawasan Ubud yang tertib, nyaman dan aman, tidak hanya untuk wisatawan tapi juga bagi warga lokal di sana,’’ tegasnya. (kmb35)

SOSOK Genjot Festival Layang-layang SEJUMLAH festival layang-layang di Kabupaten Gianyar sudah masuk dalam kalender event pariwisata. Penyelenggaraan festival ini terus digenjot melalui upaya promosi. Seperti festival layang-layang yang digelar Pelangi Gianyar di Pantai Masceti Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, belum lama ini. Kepala Dinas Pariwisata Gianyar A.A. Gde Putrawan mengatakan, festival layang-layang sudah masuk calendar event pariwisata di Gianyar. Kegiatan ini diharapkan menjadi suatu daya tarik wisatawan di Gianyar. ‘’Dengan agenda waktu yang pasti, kita akan promosikan,’’ katanya, Senin (23/9) kemarin. Dikatakan, tujuan utama perhelatan lomba layang-layang ini untuk memberikan wadah penyaluran minat dan bakat di bidang seni dan budaya, khususnya bagi seniman/undagi muda serta melestarikan dan mempertahankan budaya bangsa. ‘’Tentunya pelaksanaan kegiatan ini akan memberikan kontribusi positif bagi promosi kepariwisataan di Kabupaten Gianyar. Selain itu, kegiatan ini juga mampu memberikan media pendidikan budaya tradisional untuk generasi muda,’’ ujarnya. Pihaknya juga mengapresiasi festival layanglayang ini sebagai wadah bertemunya para pecinta layang-layang, sekaa demen yang menjadi peserta dan masyarakat umum yang terlibat dalam acara ini. ‘’Kegiatan ini harus terus didasari rasa penuh tanggung jawab dan kesadaran yang tinggi, agar nantinya terbentuk persatuan dan kesatuan di lingkungan peserta lomba dan panitia penyelenggara,’’ tegasnya. (nik)

Bali Post/nik

STUDI KOMPARATIF - Rombongan Diskominfo Kabupaten Gianyar melakukan studi komparatif ke Dinas Kominfo Kota Surabaya, Senin (23/9) kemarin.

Diskominfo Pelajari ”Electronic Government” Kota Surabaya

DINAS Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Gianyar melakukan studi komparatif ke Dinas Kominfo Kota Surabaya, Senin (23/9) kemarin. Dalam pertemuan di Ruang Rapat Diskominfo Kota Surabaya itu terungkap pola electronic government yang selama ini dijalankan Pemkot Surabaya. Bahkan sistem ini bisa dijalankan hingga di tingkat RT/RW. Rombongan Dinas Kominfo Kabupaten Gianyar diteri-

Selundupkan Pil Koplo ke Rutan

Buruh Proyek Dibekuk Gianyar (Bali Post) Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Gianyar mengamankan seorang pengunjung, Alip Hermansyah, Senin (23/9) kemarin. Pria

Bali Post/kmb35

PIL KOPLO - Pelaku Alip Hermansyah menunjukkan pil koplo yang hendak diselundupkan ke Rutan Gianyar, Senin (23/9) kemarin.

berusia 27 tahun asal Jember ini diamankan karena saat berkunjung membawa pil koplo. Pil itu, rencananya diselundupkan untuk salah seorang narapidana di dalam rutan yang beralamat di Jalan Ngurah Rai, Gianyar itu. Kepala Rutan Gianyar Made Mudana mengatakan, Alip yang sehari-hari bekerja sebagai buruh proyek di Nusa Dua itu datang ke Rutan Gianyar bersama seorang temannya bernama Yayan, Senin siang sekitar pukul 13.00 Wita. Dua pemuda ini bermaksud mengunjungi salah seorang narapidana di Rutan Gianyar. “Mereka berkunjung ke rutan untuk menemui salah satu napi di sini,” ujarnya. Saat memasuki pintu Rutan Gianyar, sipir rutan langsung melakukan pemeriksaan. Saat itu petugas melakukan pengecekan secara teliti. Awalnya petugas memeriksa Yayan, namun tidak ditemukan benda mencurigakan. Giliran Alip hendak diperiksa, malah menunjukkan gelagat mencurigakan. “Giliran pelaku ditanyai, ia hanya diam saja,” kata Mudana. Melihat gerak-gerik men-

curigakan itu, kata Mudana, petugas langsung melakukan pemeriksaan, namun tidak ditemukan benda mencurigakan pada tubuh Alip. Petugas masih curiga dengan sikap pelaku yang diam, terlebih ada yang nampak aneh di bagian mulutnya. “Pipinya kelihatan kembung. Setelah itu, petugas menyuruh buka mulut,” terangnya. Setelah buka mulut, kata Mudana, baru ketahuan jika pelaku menyembunyikan sebungkus plastik klip bening. Di dalam plastik tersebut tersimpan pil koplo. Saat petugas hendak mengamankan benda yang disembunyikan di mulutnya itu, pelaku berusaha berkelit. “Benda itu mau disembunyikan di sakunya, tapi kami langsung amankan,” katanya. Setelah benda itu diamankan, pelaku Alip juga sempat berusaha kabur. Namun aksi itu berhasil dicegat petugas. Pelaku bertubuh cungkring ini langsung diamankan petugas. Selanjutnya petugas yang melakukan penghitungan mendapati 15 butir pil koplo. Berdasarkan hasil interogasi, Alip mengakui

ma Sekretaris Dinas Kominfo Kota Surabaya Cahyo Utomo, S.T., M.TP. Rombongan dari Kabupaten Gianyar ini dipimpin Sekretaris DPRD Gianyar I Wayan Arthana didampingi Kabid Pelayanan Infokom A.A. Gde Gria. Pada kesempatan itu, Wayan Arthana mengatakan, pada acara studi komperatif ini, Dinas Kominfo Gianyar mengambil tema “Peran dan Fungsi Persandian untuk Menjaga

Keamanan Informasi dalam Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik” (SPBE). “Kami tahu, dalam beberapa tahun ini Pemkot Surabaya sudah maju dalam menjalankan electronic government,” katanya. Sekretaris Dinas Kominfo Kota Surabaya Cahyo Utomo mengatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya masih bersumber dari jasa dan perdagangan. “Dominan penggali PAD

pil koplo itu rencananya diberikan kepada salah satu napi, Edy Suprayitno. Edy merupakan napi kasus perampokan yang baru dihukum 1,8 tahun penjara. Terkait temuan itu, pihak Rutan Gianyar menyerahkan kasus itu ke Polres Gianyar. “Kami serahkan ke polisi untuk ditangani polisi,” jelas Mudana. Menurut Mudana, pi-

haknya berkomitmen untuk serius dalam memberantas narkoba maupun obat terlarang di lingkungan Rutan Kelas II B Gianyar. Beberapa waktu lalu Rutan Gianyar juga telah melakukan kerja sama integritas bersama kepolisian. “Mewujudkan kerja sama ini, kami pastikan rutan bersih dari narkotika,” tegasnya. (kmb35)

itu menggunakan electronic government,” katanya. Cahyo Utomo menambahkan, penerapan electronic government ini tidak hanya di lingkungan pemerintah daerah, namun sampai ke tingkat RT/RW. Salah satu penerapan itu menggunakan aplikasi Sistem Aplikasi Pendataan Penduduk (Sipandu). “Sipandu ini adalah aplikasi pendataan penduduk Surabaya maupun luar Surabaya yang digunak-

an oleh RT/RW dan pengurus tempat ibadah,” katanya. Berkat aplikasi ini, kata Cahyo Utomo, pengurus RT/ RW dan pengurus tempat ibadah dimudahkan untuk melakukan tindakan, pelaporan hingga deteksi dini terhadap terorisme dan kriminal. “Melalui aplikasi ini bisa dilihat penduduk yang keluar dan masuk. Hal yang tidak diinginkan bisa cepat diantisipasi,” tegasnya. (nik)


Selasa Paing, 24 September 2019

Pilkel di 35 Desa, Delapan Petahana Kalah Negara (Bali Post) – Pemilihan perbekel (pilkel) serentak di 35 desa di Kabupaten Jembrana, Senin (23/9) kemarin secara umum berlangsung aman. Dari seluruh calon yang ada, delapan petahana (incumbent) kalah. Di Kecamatan Pekutatan, dari empat calon petahana yang maju, satu di antaranya kalah, yakni di Desa Pangyangan. Sedangkan di Kecamatan Mendoyo, juga terdapat satu calon petahana yang kalah, yakni di Desa Mendoyo Dangin Tukad. Sementara di tiga kecamatan lain, masing-masing ada dua calon petahana yang harus mengakui kemenangan lawannya. Di antaranya Kecamatan Jembrana, di Desa Batuagung dan Desa Air Kuning. Kecamatan Negara, di Desa Banyubiru dan di Desa Pengambengan. Terakhir di Melaya, dua incumbent juga tumbang, yakni di Desa Candikusuma dan Desa Manistutu. Sementara itu, dari pengamatan pilkel serentak ini mendapat sambutan antusias dari warga di masing-masing desa. Hampir di seluruh

desa yang menyelenggarakan pilkel, jumlah pemilih rata-rata lebih dari 60 persen memberikan haknya. Termasuk dari pimpinan daerah juga memberikan hak suara di masing-masing desa tempat tinggalnya. Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi istri Ari Sugianti mencoblos di TPS 1 Banjar Pangkung Dedari, Melaya. Sedangkan Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan yang didampingi istri mencoblos di TPS 1 Banjar Cempaka, Pangyangan. Usai memberikan hak pilih, Bupati Artha yang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Gede Sujana, Ketua DPRD Ni Made Sri Sutarmi mengatakan, secara umum pelaksanaan pilkel serentak di 35 desa di Jembrana berjalan lancar. Bupati Artha berharap ke-

pada seluruh calon perbekel untuk tetap tenang dan bisa menghormati apa pun hasilnya. “Ini penting dipedomani, apapun hasilnya harus kita hormati, percayakan kepada mekanisme serta pelaksana yang sudah diberikan tugas dan tanggung jawab. Mari jaga kondusivitas Jembrana bersama-sama,“ tegasnya. Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan juga berpesan kepada semua calon agar berdemokrasi dengan gembira. Kepada calon yang menang agar tidak bereuforia terlalu berlebihan, dan yang kalah tetap berkontribusi membangun desa. Pilkel yang diselenggarakan serentak di 35 desa ini diikuti 124 calon perbekel dengan jumlah maksimal dalam satu desa lima calon. (kmb26) Pantau Pilkel – Bupati Artha memantau pelaksanaan pilkel serentak. Bupati berharap kepada seluruh calon perbekel untuk menghormati apapun hasilnya.

Bali Post/olo

Nelayan Hilang Belum Ditemukan

SOSOK Insentif untuk Riset dan Inovasi Teknologi otomotif merupakan salah satu industri yang memiliki potensi yang besar. Teknologi ini bisa diterapkan untuk menjadi hal yang inovatif dan memunculkan banyak calon entrepreneur. Dengan jumlah unit kendaraan motor di Indonesia yang mencapai 140 juta unit (teregistrasi), membuka peluang dan kesempatan kerja yang sangat terbuka. Perusahaan industri termasuk otomotif, saat ini didorong pemerintah untuk melakukan kegiatan riset dan inovasi. Bahkan untuk mendorong itu, pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah (PP) terkait super tax deduction bagi perusahaan yang melakukan pengembangan riset. “Perusahaan diberikan intensif apabila melakukan kegiatan riset dan inovasi. 300 persen dari biaya yang dikeluarkan (untuk riset) melalui insentif pajak. Seumpamanya dia mengeluarkan Rp 100 miliar untuk pengembangan riset, pemerintah menghitung Rp 300 miliar yang digunakan untuk mengurangi pajak pendapatan,” ujar Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, Kementerian Perindustrian RI, Ir. Putu Juli Ardika, belum lama ini. Pejabat Kementerian asal Buleleng ini mengatakan, timbale-balik yang diberikan pada perusahaan itu melalui insentif pajak. Harapannya, Indonesia memiliki perusahaan-perusahaan industri yang berbasis riset and development serta inovasi. Hal itu akan membuat Indonesia berdaya saing di tingkat ekonomi dunia. Begitu juga perusahaan-perusahaan yang melakukan vokasi ke sekolahsekolah kejuruan, pemerintah memberikan 200 persen dari biaya yang dikeluarkan melalui pajak. Sehingga ke depan, perusahaan-perusahaan akan banyak ke SMK guna meningkatkan SDM siswa kejuruan. (olo)

Bali Post/olo

Orangtua – Orangtua korban nelayan yang hilang di perairan Pengambengan berharap anaknya bisa ditemukan. Sehari pascahilangnya Mulyadi, pencarian masih dilakukan tim dari BPBD, SAR dan Polair Jembrana.

Negara (Bali Post) Sehari pascahilangnya nelayan yang diduga tenggelam di perairan Pengambengan, tim gabungan dari BPBD Jembrana, SAR dan Polair melanjutkan pencarian. Pencarian dilakukan menyusuri perairan Pengambengan hingga Pebuahan, Senin (23/9) kemarin. Hingga sore kemarin, Mulyadi (22) asal Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru belum juga ditemukan. Kondisi tersebut membuat keluarga was-was. Nur Hadi (42), orangtua Mulyadi, yang masih menunggu hasil pencarian mengaku tidak ada firasat anaknya akan hilang. Tetapi sebelumnya, kepada neneknya, Zainah (60), korban sempat menyampaikan pesan bahwa ketika mendapat arisan akan pergi jauh. Sejatinya, dalam urusan pergi ke laut, anaknya itu sudah biasa. Apalagi pada saat anaknya itu diketahui hilang, cuaca di perairan yang dilintasi cukup bagus. Anaknya bersama dengan pamannya yang ketika itu juga melaut, biasanya akan berkumpul di satu spot tangkap ikan. Ketika mendengar informasi bahwa anaknya hilang di tengah laut, ia bersama istrinya sempat kaget. Sebab, selama ini Mulyadi sudah sering melaut bersama pamannya. Bahkan pekerjaan ini sudah dilakoni Mulyadi

sejak SMP. “Kalau riwayat penyakit, secara fisik sehat dan tidak ada penyakit keturunan. Dia juga sudah punya jukung sendiri,” ujar Nur Hadi. Ia mengaku masih was-was menunggu informasi dari tim yang melakukan pencarian keberadaan anaknya. Adanya kejadian ini, Nur Hadi dan keluarga sudah mengikhlaskan apapun keadaan korban. Tetapi yang terpenting saat ini pihaknya berharap anaknya itu bisa ditemukan. Karena itu, dirinya menunggu dari petugas tim gabungan yang melakukan pencarian dari pagi hingga sore. Menurutnya ciri fisik anaknya tinggi sekitar 165 cm. Dan saat terakhir diketahui hilang, korban mengenakan pakaian lengan panjang abu-abu, celana pendek kuning. “Kami berharap anak kami ditemukan,” ujarnya. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Permana mengatakan, upaya pencarian ini dilakukan seharian menyusuri perairan yang dilalui korban. Pihaknya juga bekerja sama dengan tim SAR POS Jembrana, Satpolairud serta nelayan-nelayan sekitar. Tetapi dari hasil pencarian kemarin masih nihil. Rute yang disusuri mulai dari Pengambengan hingga Candikusuma. (kmb26)

Deklarasikan ”Jago’’ Negara (Bali Post) – Berangkat dari keprihatinan tingginya angka golput, sejumlah anak muda, Senin (23/9) kemarin mendeklarasikan menjadi relawan ‘‘Jangan Golput’’ (Jago). Mereka sengaja mengambil momen setahun sebelum pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 mendatang. Para anak muda yang merupakan relawan ini nantinya akan mengkampanyekan kepada masyarakat terutama generasi muda untuk jangan golput (Jago). Para relawan ini tersebar di sejumlah desa dan kelurahan yang nantinya akan mengajak pemilih untuk menggunakan hak pilih mereka. “Selain terjun langsung ke masyarakat, kita juga aktifkan sosial media un-

tuk mengkampanyekan jangan golput ini,” ujar Koordinator Jago Jembrana Putu Ary Widiantara. Gerakan ini murni gerakan independen atas dasar menekan golput dalam pemilihan. Nantinya mereka bukan hanya bergerak dalam momen Pilkada, juga pemilihan-pemilihan lain. “Periode sebelumnya pilkada 2015, jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya masih cukup banyak. Sekitar 84 ribu dari 200 ribu lebih pemilih,” ujarnya. Menurutnya, dengan semakin tinggi partisipasi, akan mempengaruhi legitimasi kepemimpinan. Sehingga pemilu berjalan lebih baik dan pemimpin memiliki legitimasi karena keterlibatan masyarakat. (kmb26)

Bali Post/olo

Jago – Sejumlah anak muda relawan jangan golput (jago) Jembrana mendeklarasikan gerakan untuk mensosialisasikan menggunakan hak pilih.

Desa Perancak Didorong Kembangkan Ekowisata

I Made Kembang Hartawan

Negara (Bali Post) Selain kekayaan alam, adanya pusat penangkaran Penyu yang dikelola Kelompok Kurma Asih di Desa Perancak Kecamatan Jembrana diharapkan dapat menunjang ekowisata di desa pesisir ini. I Wayan Anom Astika Jaya, Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih menerangkan, sejak kelompok ini berdiri tahun 1997, sudah lebih dari 500 ribu tukik berhasil dilepasliarkan ke habitat aslinya. Dari enam jenis penyu yang hidup di Indonesia, empat jenis dilestarikan di sini. Di antaranya penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing dan penyu lekang yang terbanyak. “Populasi penyu lekang memang paling banyak karena habitat aslinya memang hidup di Bali,“ kata Anom. Ia mengatakan pada bulan panas, (Januari – September), pihaknya rutin menggelar patroli tiap malam. Patroli itu melibatkan masyarakat di pesisir yang disebutnya relawan karena

telah mendapatkan pelatihan sebelumnya. Telur–telur yang sudah dikeluarkan dari induk lalu dibawa ke Kurma Asih untuk ditetaskan. Maksimal enam jam sejak telur penyu diambil dari induknya, sudah harus dibawa ke Penangkaran Kurma Asih. Telur-telur yang dipindahsarangkan itu pada kondisi normal dalam waktu 50 hari sudah akan menetas. “Setelah menetas kita lepas ke habitatnya (di laut),” ujar Anom. Sebagian memang ada yang ditahan di dalam bak, tapi maksimal hanya tujuh hari. Setelah itu kembali dilepaskan. “Jadi seluruhnya kita lepaskan tukik-tukik itu secara bebas ke alam liarnya,” papar Anom. Atas perannya itu, pemerintah menganugerahkan penghargaan Kalpataru pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2017. Adanya dorongan pengembangan ekowisata di Perancak, pihaknya menyambutnya positif. “Tentunya tidak bisa berjalan sendiri, perlu dukungan

semua pihak, utamanya dari pemerintah serta keterlibatan masyarakat. Karena sejatinya Desa Perancak ini potensinya banyak sekali,” pungkas Anom. Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menilai apa yang dilakukan Kurma Asih dalam membantu pelestarian satwa dilindungi patut diapresiasi. Dengan keberadaan Kurma Asih yang sudah eksis puluhan tahun ini, Kembang Hartawan juga mendorong Desa Perancak bisa fokus mengembangkan ekowisata. Caranya dengan memanfaatkan sumberdaya alam desa dan meningkatkan nilai warisan sosial budaya desa itu sendiri. “Kita ketahui potensi Desa Perancak itu luar biasa. Selain Pusat Penangkaran Penyu Kurma Asih, Perancak juga punya hamparan mangrove beserta pantainya yang indah, ada Pura Dang Kahyangan Gede Perancak serta memiliki akulturasi budaya yang unik, karena bersebelahan dengan

Desa Pengambengan yang mayoritas umat muslim,” papar Kembang. Dengan dikembangkannya desa ekowisata diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga sekitar dan menjadikan desa lebih mandiri dalam membangun kesejahteraan warga desanya. Pengembangan potensi desa itu juga sudah beberapa kali disampaikannya saat pertemuan dengan jajaran perbekel seJembrana. Dalam berbagai kesempatan ia pun meminta para perbekel agar fokus membangun desa berdasarkan kekhasan atau potensi yang dimiliki. “Dari potensi desa itu, kita bisa fokus sektor apa yang hendak dikembangkan. Jenisnya bisa bermacam-macam. Tidak hanya wisata, tapi bisa juga perkebunan, pertanian, kerajinan ataupun jasa lainnya. Nah, untuk desa Perancak ini saya melihat ekowisata sangat cocok,” pungkas Kembang. (kmb26)


Selasa Paing, 24 September 2019

Ratusan Warga Terdeteksi Mengidap TBC Banyak dalam Usia Produktif Amlapura (Bali Post) Di Kabupaten Karangasem, cukup banyak warga yang terdeteksi mengidap penyakit TBC. Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan Karangasem, tercatat ratusan warga di Bumi Lahar yang terdekasi mengidap penyakit TBC pada usia produktif. Kadis Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama, Senin (23/9) kemarin mengungkapkan, pada tahun 2018 dari riset kesehatan daerah (rikesda), ditemukan 778 orang pengidap TBC. Sementara itu, mereka berobat ke fasilitas kesehatan (faskes) pada 2019 hanya 35 persennya atau sekitar 273 orang. “Ada kecenderungan peningkatan jumlah penderita, sehingga kami harus gencar lagi melakukan pencegahan dan sosialisasi pemberantasannya,” ujarnya. Per-

tama Menambahkan, warga yang terdeteksi mengidap TBC justru banyak ditemukan pada usia produktif. Kata dia, mereka terkena TBC diduga karena mobilitasnya tinggi, sehingga banyak terinfeksi sebagai akibat banyaknya bakteri penyebab TBC. “Penderita ditemukan pada wilayah miskin dengan permukiman padat penduduk. Dalam beberapa tahun ini, penderita paling banyak ditemukan di Kecamatan Bebandem dan Karangasem,” katanya. Dia menjelaskan, untuk menghindari terkena TBC, harus membiasakan pola hidup sehat baik dari diri sendiri maupun lingkungan. Kondisi rumah atau ruangannya cukup lebar dan selalu bersih, sirkulasi udara bebas dan sebaiknya sinar matahari bisa masuk, misalnya dengan membuka jendela pada siang hari. (kmb41)

I Gusti Bagus Putra Pertama

Pengusaha Galian C Berizin Minta Keadilan Petugas Diminta Lakukan Penertiban

Amlapura (Bali Post) Para pengusaha galian C di Desa Sebudi Selat yang sudah memiliki izin penambangan mengeluh. Penyebabnya, petugas terkait masih membiarkan keleluasan bagi pengusaha galian C yang belum mengantongi izin tetap beroperasi. Selain itu, DPRD Karangasem juga meminta pihak eksekutif supaya meninjau langsung ke lapangan untuk mencegah kebocoran dari sektor pajak. Salah seorang pemilik galian berizin mengatakan, pihaknya menyayangkan sikap pemerintah Karangasem yang masih memberikan keleluasaan kepada para pengusaha galian C yang belum mengantongi izin tetap beroperasi. Untuk itu, pihaknya meminta petugas terkait melakukan pengecekan langsung turun ke bawah untuk menertibkan pengusaha itu. “Saya meminta keadilan karena beb a n pa-

jak yang saya bayar bertambah. Sementara, bagi pengusaha galian yang belum mengantongi izin operasi masih dibebaskan beroperasi. Kalau tahu begini, saya dulu tidak mengurus izin. Toh sama, berizin atau tidak masih bisa beroperasi. Saya hanya meminta keadilan,” ujar sumber yang enggan diekspos namanya di media. Pemilik usaha berizin yang lain, Parka, mengungkapkan, dulu pihaknya memiliki dua izin galian C. Hanya, kala itu dirinya malah kewalahan untuk menjual hasil usahanya. Pasalnya, harganya kalah murah dengan harga galian yang tidak memiliki izin. “Dari dua izin yang saya miliki, saat ini tinggal satu. Saya dilema, makanya saya ikut membocorkan supaya dapat berjualan. Kalau tidak begitu, saya tidak dapat berjualan. Ini diakibatkan ada persaingan yang tidak

sehat antara pengusaha galian berizin dan tidak berizin,” tegasnya. Sementara itu, Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana sebelumnya menegaskan, selama ini PAD dari sektor galian C terangterangan bocor sampai Rp 50 miliar. Akibatnya, PAD dari sektor galian C anjok tajam. Untuk itu, pihaknya meminta kepada eksekutif yang membidangi supaya lebih gencar turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan. “Kita minta eksekutif lebih gencar turun ke lapangan melakukan pemantauan. Agar sektor galian C ini tidak bocor. Kalau bocor terus, maka PAD dari sektor pajak kembali jeblok,” ujar Gede Dana. Kepala BPKAD Karangasem, Made Sujana Erawan, menjelaskan, untuk mencapai target PAD dari pajak galian C, pihaknya telah melakukan koordinasi dan

fasilitasi untuk dua izin yang keluar di wilayah Selat yakni berkoordinasi dengan perizinan dan Satpol PP Karangasem. “Selanjutnya, Satpol PP Karangasem berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali,” katanya. Kepala Satpol PP Karangasem I Wayan Sutapa menjelaskan, pelanggran ini adalah pelanggaran Perda Provinsi Bali. Atas kondisi ini, pihaknya sudah sampaikan kepada pejabat yang berwenang di Provinsi Bali melalui Satpol PP Provinsi Bali. “Satpol PP Provinsi merencanakan bakal menegakkan Perda Provinsi Bali tentang Penambangan Mineral Bukan Logam,” jelas Sutapa. (kmb41)

Bali Post/kmb41

Bungkusan Misterius Gegerkan Warga Abang Dikira Orok, Ternyata Bangkai Anak Anjing Amlapura (Bali Post) Warga Desa Abang sempat digegerakan dengan penemuan bungkusan misterius, Minggu (22/9). Sempat dilakukan pemeriksaan oleh petugas kepolisian serta petugas dari Puskesmas Abang karena dikira berisi mayat bayi. Namun, setelah dicek ternyata di dalam bungkusan berisi bangkai anak anjing. Perbekel Desa Kertha Mandala Abang I Made Oka Antara, Senin (23/9) kemarin mengungkapkan, awalnya ada warga yang melapor menemukan bungkusan mencurigakan di jalur Amlapura-Singaraja tepatnya di tikungan sebelum SMA Swastiastu. Atas laporan itu, maka dilakukan pengecekan oleh petugas kepolisian dan

petugas Puskesmas Abang II. Namun, setelah dibuka ternyata dalam bungkusan ada bangkai anak anjing. “Dikira dalam bungkusan terdapat mayat bayi. Ternyata setelah dicek bangkai anak anjing,” ujarnya. Hal senanda juga disampaikan petugas Puskesmas II Abang I Nengah Budiartana. Dia menjelaskan, adanya laporan tersebut, petugas Puskesmas II langsung menuju TKP. Bahkan, warga juga banyak yang datang ke lokasi untuk memastikan hal tersebut. “Kami langsang lakukan pengecekan untuk memastikan kebenaran apa isi dari bungkusan itu. Setelah kami buka, ternyata di dalamnya hanya terdapat bangkai anak anjing,” katanya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

GALIAN - Aktivitas penggalian di Sebudi Selat. Pengusaha galian C berizin meminta keadilan supaya pemerintah Karangasem bisa menindak pengusaha galian yang belum berizin namun tetap beroperasi.

Cegah Rabies, Masyarakat Diminta Hilangkan Suasana Angker Tertib Hewan dan Binatang Peliharaan Setra Desa Adat Kesimpar Ditata

Amlapura (Bali Post) Mengantisipasi penyebaran hewan penular rabies (HPR), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali melakukan penyisiran anjing kelahiran baru untuk dilakukan vaksinasi antirabies dan eliminasi bagi HPR liar. Penyisiran dilakukan

di sejumlah desa yang masuk zona merah rabies di Bali. Seperti Senin (23/9) kemarin, penyisiran dan eliminasi HPR liar dilakukan di Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali juga menggandeng Satpol

Bali Post/ dar

VAKSINASI - Petugas sedang melakukan vaksinasi terhadap anjing kelahiran baru.

PP Provinsi Bali, serta instansi terkait di Karangasem untuk melakukan penyisiran HPR. Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Wayan Mardiana, penyisiran HPR dilakukan terhadap anjing kelahiran baru. Sedangkan eliminasi dilakukan terhadap HPR liar tanpa pemilik. Anjing kelahiran baru ini diberikan vaksin antirabies, mengingat sebelumnya sewaktu kegiatan yang sama, hewan tersebut masih dalam kandungan. “Vaksinasi ini merupakan kelanjutan program sebelumnya,” katanya. Mardiana menjelaskan, Desa Nawakerti merupakan salah satu desa dari 14 desa yang ada di Kecamatan Abang, Karangasem. Dari 14 desa tersebut, 7 desa masuk zona merah rabies. Selain memberikan vaksinasi terhadap HPR (anjing) yang baru lahir, juga diberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bahaya rabies. “Meski sudah berulang kali diadakan kegiatan yang sama, masih banyak masyarakat yang tidak tahu,” katanya. Selain melakukan penyisiran HPR terhadap anjing kelahiran baru, petugas juga mengeliminasi anjing liar. Sementara itu, Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengimbau kepada masyarakat Bali untuk senantiasa menjaga dengan tertib HPR (anjing) peliharaannya. Hal ini sebagaimana diatur dalam pasal 5 Perda Provinsi Bali Nomor 15 Tahun 2009 tentang Penanggulangan Rabies. Setiap pemilik HPR agar mengandangkan atau mengikat peliharaannya supaya tidak berkeliaran di jalan-jalan umum dan di tempat-tempat umum. Bahkan, apabila ketentuan ini dilanggar, maka dapat dikenakan pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 50 ribu, sebagaimana diatur dalam pasal 20 ayat 1 perda nomor 15 tahun 2009. (dar)

Amlapura (Bali Post) Setra Desa Adat Kesimpar, Abang, Karangasem ditata. Penataan tersebut dilakukan untuk menghilangkan suasana angker serta agar setra terlihat lebih rapi, indah, dan bersih. Pengurus Desa Adat Kesimpar Bidang Palemahan Nyoman Karta Sugiantara, Senin (23/9) kemarin mengungkapkan, setra Desa Adat Kesimpar ini ditata karena semakin hari lahan setra semakin menyempit. Selain itu juga, penataan setra ini karena ingin membuat perubahan. Sebab, melirik setra-setra warga yang lainnya sangat bagus. Sementara setra tersebut terlihat kotor. Berbekal dari sanalah, akhirnya setra tersebut ditata agar lebih bagus lagi. “Kuburan merupakan rumah kita yang terakhir ketika nanti kita sudah mati. Jadi, wajib kuburan harus ditata agar

kelihatan lebih indah. Karena, kuburan diidentikkan dengan kesan angker dan seram akibat kurang ditata. Jadi, kita harap dengan penataan ini, kuburan Desa Adat Kesimpar terlihat lebih bagus lagi dan tidak menyeramkan,” ujar pria yang akrab disapa Rieg itu. Sugiantara menambahkan, dengan penataan yang dilakukan ini, ketika nantinya ada warga yang meninggal, bisa lebih nyaman datang ke kuburan. Dalam penataan ini akan dibangun senderan agar kuburan terlihat enak dipandang. Kuburan yang bagus dan indah tidak hanya untuk dipandang warga setempat tapi warga dari luar desa yang lewat. “Untuk penataan ini tidak hanya dana dari desa. Kita sudah sampaikan ke Gubernur Bali Wayan Koster. Beliau siap membantu. Untuk ke depan-

nya, akan dilakukan pembersihan terus-menerus. Untuk pembersihan setra, akan ada orang yang khusus bekerja untuk membersihkan setra bila

nanti ada sampah upacara sisasisa bekas orang mengubur. Nanti, mereka akan digaji oleh Desa Adat Kesimpar,” katanya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

DITATA - Setra Desa Adat Kesimpar, Abang ditata agar kelihatan lebih indah.

Produksi Ikan di Karangasem diperkirakan Meningkat Amlapura (Bali Post) Produksi ikan hasil budi daya dan tangkapan diperkirakan mengalami peningkatan. Data yang diterima dari Dinas Perikanan

Karangasem pada triwulan I dan II hasil produksi ikan baru 5.367 ton. Kepala Dinas Perikanan Karangasem I Ketut Artama, Senin (23/9) kemarin menyatakan, data tahun lalu adalah

Bali Post/kmb41

tangkapan - Produksi ikan hasil budi daya dan tangkapan diperkirakan mengalami peningkatan.

26.724 ton sedangkan tahun 2017 sebanyak 24.918 ton. Artama menambahkan, data 2019 sampai saat ini masih tarik-ulur antara data di Dinas Perikanan Karangasem dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta. Untuk itu, pihaknya sampai saat ini masih menunggu data dari pusat. “Kita sudah turun ke lapangan untuk mendata pusat budi daya maupun nelayan, akan dikumpulkan kemudian dikirim ke KKP. Untuk triwulan I dan II baru 5.367 ton. Namun, merujuk dari data tahun-tahun sebelumnya, selalu terjadi peningkatan produksi tiap tahunnya,” ujarnya. Dia menjelaskan, peningkatan produksi ikan di Karangasem akibat mulai tumbuhnya minat masyarakat terhadap budi daya ikan. Kata dia, langkah itu patut diapresiasi supaya

ke depannya lebih banyak lagi masyarakat yang mau membudidayakan ikan. “Budi daya ikan hampir merata di seluruh kecamatan yang ada. Produksi paling banyak adalah nila dan gurami. Ada pula budi daya karper dan udang. Sementara itu di sektor perikanan kelautan, ikan tongkol masih menjadi hasil tangkapan yang mendominasi,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, pemerintah daerah sampai saat ini terus berupaya untuk mengembangkan sistem perikanan terintegrasi dengan mengandalkan pola organik berupa bioflok. Pengembangan bioflok baru ada di Kecamatan Manggis dan Karangasem. Bioflok saat ini dipakai untuk budi daya lele. “Saat ini, ada dua paket kolam bioflok yakni di Manggis dan Karangasem,” tegas Artama. (kmb41)


Selasa Paing, 24 September 2019

BBPOM Gelar Bimtek Kader Keamanan Pangan Desa

Bali Post/gik

BINTEK - Pendamping desa dari dua kabupaten saat mengikuti bimtek Kader Keamanan Pangan Desa di Ruang Praja Mandala Pemkab Klungkung.

SOSOK Pencegahan ”Stunting” Dalam beberapa pekan terakhir, ibu-ibu mulai diramaikan dengan istilah stunting. Istilah ini awalnya terdengar asing, tetapi mendadak populer karena mulai banyak menyerang anak-anak. Kondisi demikian kini disikapi serius pemerintah daerah. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung Wayan Suteja saat menjadi pembicara dalam bintek di hadapan puluhan pendamping desa, Senin (23/9) kemarin. Stunting adalah suatu kondisi, ketika panjang atau tinggi badan anak tidak ideal dengan umur anak. Atau kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Menyikapi persoalan ini, pejabat asal Karangasem ini mengatakan, sudah berbicara dengan seluruh perbekel, agar desa menganggarkan penanganan stunting ini dalam APBDes 2020. “Saya sudah bicara dengan semua perbekel, meminta agar pencegahan stunting ini menjadi prioritas,” kata Suteja. Dia menambahkan, stunting sebagai hasil dari berbagai faktor yang terjadi di masa lalu. Misalnya, asupan gizi yang buruk, berkali-kali terserang penyakit infeksi, serta berat badan lahir rendah (BBLR). Kondisi tidak tercukupinya asupan gizi anak ini, biasanya tidak hanya terjadi setelah ia lahir saja. Melainkan bisa dimulai sejak ia masih di dalam kandungan. Hal ini disebabkan oleh asupan ibu selama hamil kurang gizi dan berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin cenderung sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran. “Saya juga sudah sampaikan agar maksimalkan peran sejumlah kader di desa, misalnya kader posyandu,” tegas Suteja, seraya menyampaikan setiap kader apapun yang dibentuk di desa, agar dibuatkan SK. Ini sebagai dasar untuk memberikan upah. (gik)

Maraknya peredaran bahan berbahaya sebagai pewarna makanan, membuat BBPOM (Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan) harus melibatkan banyak pihak untuk melakukan pengawasan. BBPOM kini terus bergerak ke desa, untuk meningkatkan pemahaman terhadap bahaya pewarna makanan. BBPOM langsung menyasar pendamping desa bidang pemberdayaan, pendamping lokal desa bidang pemberdayaan dan PKK dari dua kabupaten, yakni Klungkung dan Karangasem, dengan memberikan bimbingan teknis (bimtek), sebagai kader keamanan pangan desa di Ruang Praja Mandala Pemkab Klungkung, Senin (23/9) kemarin. Bimtek ini untuk meningkatkan pemahaman mereka terkait keamanan pangan di setiap desa. Sehingga nantinya mampu membina keamanan pangan, kemudian juga memberikan bimbingan

kepada setiap komunitas yang ada di desa. Kepala BBPOM di Denpasar Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt. mengatakan, BBPOM telah membentuk Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD) sejak tahun 2014. Mereka diharapkan mampu menyosialisasikan materi keamanan pangan kepada setiap komunitas, seperti ibu rumah tangga, sekolah, kelompok UMKM atau Karang Taruna. Bahkan, bisa juga menyasar kegiatan lain, seperti pertemuan PKK, RT, Posyandu, atau kegiatan lain yang sudah ada di desa. “Tahun 2019, kami sudah menyelenggarakan program Gerakan Keamanan Pangan Desa bekerja sama dengan Dinas PMD dengan target sebanyak 248 desa,” katanya. Saat ini, masalah utama keamanan pangan, menurutnya, adalah penggunaan bahan berbahaya pada pangan, seperti boraks, formalin dan pewarna rhodamin B serta

methanil yellow. Ada juga penggunaan pemanis dan pengawet melebihi takaran. Ini mengakibatkan terjadi keracunan. Ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap dampak dari penggunaan bahan berbahaya tersebut. “Berdasarkan hasil pengawasan BBPOM pada pasar tradisional, Bali masuk ke dalam 4 besar nasional dalam penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan mencapai 9 persen. Bahkan berada di atas rata-rata nasional yang hanya 6 persen. Ini didominasi penggunaan pewarna rhodamin B atau kesumba merah, yang merupakan pewarna tekstil,” tegasnya. Ini terjadi disebabkan karena bahan berbahaya ini dijual bebas dan harganya murah. Sehingga kerap dipakai dalam jumlah besar. Sehingga lewat Gerakan Keamanan Pangan Desa ini, diharapkan dapat meningkatkan kemandirian desa dalam menjamin kebutuhan

pangan yang aman. Ini juga sekaligus memperkuat ekonomi desa yang mengembangkan produk pangan olahan yang aman untuk dikonsumsi. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung Wayan Suteja berharap pendamping desa yang telah dibekali sebagai kader keamanan pangan desa, bisa mengaplikasikan penjelasan yang didapat dalam binteks ini dengan baik. Lakukan sosialisasi, pembinaan dan dekati masyarakat, khususnya yang memiliki usaha membuat olahan jajan berwarna, agar tidak menggunaan bahan berbahaya, sehingga tidak merugikan konsumen. Upaya seperti ini diakui cukup sulit. Tetapi, masyarakat yang dicurigai menggunakan bahan pewarna berbahaya, harus disadarkan, sebelum memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. (ad721)

Dewan Soroti Rencana Pemda Pinjam Rp 13,5 M Semarapura (Bali Post) -

Rencana pemerintah daerah untuk melakukan pinjaman jangka pendek ke bank, untuk menutupi arus kas RSUD Klungkung, disorot kalangan dewan. Sejumlah fraksi mempertanyakan pinjaman sebesar Rp 13,5 miliar tersebut, sebagai akibat dari keterlambatan pembayaran klaim RSUD Klungkung oleh BPJS Cabang Klungkung. Sebab, ini dikhawatirkan bisa melanggar PP Nomor 56 Tahun 2017 tentang Pinjaman Daerah. Demikian sorotan Fraksi PDI-P sebagaimana tertuang dalam pemandangan umum fraksi, yang disampaikan saat rapat paripurna, terhadap Ranperda tentang APBD Perubahan tahun anggaran 2019, Senin (23/9) kemarin. Legislator PDI-P Wayan Misna mengatakan, pinjaman ini menggunakan metode Supply Chain Financing (SCF), yang merupakan pembiayaan melalui perbankan yang menjadi mitra BPJS. Model ini disepakati pemerintah pusat, untuk menanggulangi defisit anggaran BPJS. Agar, BPJS secara nasional mampu membayar klaim rumah sakit negeri maupun swasta yang bermitra dengan BPJS. Namun, menurut Fraksi PDIP, seharusnya BPJS sendiri yang melakukan pinjaman dengan mitranya, bukan pemerintah daerah. Sebab, metode ini dirasakan aneh, karena seolah-olah pemerintah daerah melakukan pinjaman untuk menutupi kekurangan kasnya sendiri. “Apa pertimbangan bupati melakukan pinjaman jangka pendek ini? Padahal

seharusnya justru dilakukan oleh BPJS,” kata politisi PDI-P asal Nusa Penida ini. Tidak hanya Fraksi PDI-P, Fraksi Gerindra juga menyorot persoalan ini. Gerindra melalui legislator I Wayan Widiana mempertanyakan, apa yang melatarbelakangi pemerintah daerah melakukan skema seperti ini. Melakukan pinjaman untuk lembaga lain. Demikian juga Fraksi Hanura melalui Luh Andriani juga ingin Bupati Klungkung Nyoman Suwirta untuk menjelaskan lebih jauh, bagaimana teknis pinjaman dana talangan tersebut. Sekda Klungkung Putu Winastra sebelumnya mengatakan, skema rencana mengajukan peminjaman jangka pendek ini ditempuh pemerintah pusat, karena sudah diatur dari BPJS pusat untuk mengatasi tunggakan klaim rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Winastra menegaskan, pemerintah daerah menggunakan dasar rekomendasi yang dikeluarkan BPJS Klungkung, untuk mengajukan pinjaman tersebut. Menurutnya, SCF

Bali Post/gik

RAPAT - DPRD Klungkung saat menggelar rapat paripurna, Senin kemarin. ini sudah menjadi bahan pertimbangan dari Kemenkes, khususnya bagi pihak rumah sakit yang ingin mengajukan pinjaman, karena belum adanya jaminan kepastian pembayaran klaim. “BPJS Kesehatan tidak dapat melakukan pinjaman ke lembaga lain, karena BPJS adalah lembaga pemerintah bersifat nirlaba dan tidak berorientasi profit. Secara UU tidak dibenarkan untuk meminjam dana dari lembaga lain,” tegas Sekda Winastra.

Ini sebagai upaya untuk menekan risiko bunga utang, sehingga BPJS Kesehatan menempuh skema ini, untuk mengatasi piutang bagi rumah sakit yang memberikan jasa kepada penerima layanan. Sebab, jika BPJS telat membayar kewajiban tersebut kepada rumah sakit terkait, akan didenda 1 persen. Sedangkan dengan skema anjak piutang ini, bunganya lebih rendah dari denda tersebut. Hal itu ditempuh sebagai jalan keluar agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan baik. (kmb31)

Dikepung Investor, ”Pangempon” Desak Pemprov Bali Kembalikan Tanah ’’Pelaba’’ Pura Penida

Semarapura (Bali Post) Pangempon Pura Sad Khayangan Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida kian resah dengan aktivitas investor di tanah pelaba pura mereka. Sebab, di areal sekitar 13 hektar itu, kini sudah mulai direncanakan pendirian akomodasi pariwisata oleh investor. Masyarakat setempat semakin kaget, setelah diketahui tanah pelaba pura ini sudah disertifikatkan oleh Pemprov Bali sejak tahun 2004. Bahkan tanah ini sudah disewakan kepada investor. Demikian disampaikan Ketua Panitia Pura Sad Khayangan Penida, Wayan Tiasa, Senin (23/9) kemarin, usai menemui sejumlah tokoh masyarakat Nusa Penida, salah satunya Ketut Wijaya, untuk menyikapi persoalan ini ke Pemprov Bali. Tiasa menegaskan, berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengurus tanah pelaba pura ini sejak tahun 2012 ke Pemprov Bali. Saat itu, masih dijabat Gubernur Made Mangku Pas-

tika. Tetapi, bertahun-tahun tetap tidak ada kejelasan. Sehingga, pihaknya saat ini sangat berharap kepada Gubernur Bali Wayan Koster, agar mau menyikapi problem ini. Sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat pangempon pura tertua di Nusa Penida ini. “Berbagai upaya sudah kami lakukan guna menjaga kesucian Pura Penida. Satusatunya harapan kami, agar tanah pelaba pura ini dikembalikan kepada pangempon. Kami sangat berharap agar Bapak Gubernur segera bersikap untuk mengakhiri keresahan warga kami,” tegasnya. Pangempon pura ini terdiri dari empat desa adat, yakni Desa Adat Sakti, Desa Adat Sompang, Desa Adat Bunga Mekar, dan Desa Adat Pundukkaha Kaja. Di mana di dalamnya terdapat delapan banjar adat sebagai pangempon, yaitu Banjar Pundukaha Kelod, Banjar Pundukaha Kaja, Banjar Behu, Banjar Penaga, Banjar Sompang,

Banjar Pikat, Banjar Gelagah dan Banjar Bucang. Tokoh masyarakat Nusa Penida Wayan Muka Udiana, mendukung langkah pangempon pura ini untuk menjaga kesucian pura, agar tidak diobok-obok oleh investor. Menurutnya, masalah ini juga tidak boleh diabaikan Pemprov Bali. Menurutnya, kalau lahan pelaba pura ini digunakan untuk hotel, resort atau lainnya oleh investor, ini jelas menodai kesucian pura. Ini juga tidak sesuai visi Gubernur Koster Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Sehingga, pihaknya berharap Gubernur Koster bisa memenuhi permohonan pangempon pura agar laba pura ini dikembalikan, demi jaga kesucian pura. Selain itu, saat ini yang juga membuat masyarakat pangempon resah, adalah akses untuk melasti mulai terganggu oleh aktivitas investor. Aktivitas pengembangan ini akan sangat mengganggu kesucian kawasan pura. Bahkan, ketika pangempon hen-

Bali Post/gik

TEMUI TOKOH - Pangempon Pura Sad Khayangan Penida saat menemui sejumlah tokoh masyarakat Nusa Penida guna meminta Gubernur Koster untuk segera mengembalikan tanah pelaba pura tertua di Nusa Penida itu.

dak membangun toilet di sekitar pura, untuk pamedek yang bersembahyang di Pura Sad Kahyangan Penida, sekaligus dapat dimanfaatkan bagi wisatawan yang berwisata ke Pantai Crystal Bay, tiba-tiba saja ada surat dari pengembang (investor) yang isinya akan membongkar toilet tersebut.

Menyikapi persoalan ini, pangempon pura telah berkali-kali menggelar paruman. Hasilnya memutuskan sejumlah sikap. Pertama, tetap menjaga kelestarian dan kesucian pura dan juga wewidangan-nya. Kedua, mematuhi pararem dan awigawig yang sudah ada, yaitu menjaga kesucian pura dari

batas panyengker pura apeneleng agung, tidak boleh ada bangunan apa pun. Ketiga, menolak segala bentuk bangunan yang ada di dalam apeneleng agung wilayah pura. Keempat, para pangempon pura mendukung penuh konsep Gubernur Bali I Wayan Koster ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ demi terjaganya

taksu Bali. “Hasil paruman ini, ditandatangani empat bendesa adat pangempon pura ini. Selain itu. Kami juga sepakat menanam pohon gaharu, cendana, pohon cempaka, sandat, dan kamboja di wewidangan 500 meter areal pura, agar lingkungan pura tetap asri,” tegas Tiasa. (kmb31)


Selasa Paing, 24 September 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr Driver SIM A Pnglmn Travel min 1 thn, pny SIM A Hub .Ketut 0361-4723386&WA082145214277

B.BP.004.09.19.0000635

Bakry Bth SPG Wnt Min SMA Max. 28Th & Prod Wnt Max 30Th Utk Dps & Ubud. Hub:085101979497

Dcr 3 karyawati U/Rumah Makan Gandi Singaraja H.08784467844

Bar in Legian need Bartender min 2 years experience open 24 hours Email CV / WA 082266034910

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

B.BP.001.09.19.0000757

B.BP.001.09.19.0000752

G.01

B.BP.154.09.19.0000771

Cr Pembantu rumah tangga premp Gj.1,7jt, tidur dlm, 085222555444

B.BP.001.09.19.0000758

Dicr ART Makan tidur Dalam Hubungi: 085103738929

B.BP.001.09.19.0000763

DIJUAL MOBIL

SERVICE BIRO JASA

BIRO JASA

SMK Akreditasi A di Dps Butuh Menejer Koperasi,Staf LSP/LDP Staf IT. Lulusan SMK Terkait Hubungi: tugasbali@yahoo.com B.BP.001.09.19.0000712

Dcr Staff Produksi & Serabutan u/ Kopi Luwak Ph.085100619419 B.BP.001.09.19.0000767

DAIHATSU

Taruna CX’00,Silver,Kmplit,Ban Velg18Baru.Hp:08123970431(TP) B.BP.001.09.19.0000750

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL RUKO

DIJUAL TANAH

DIJUAL RUMAH

***Ruko di Gatsu Timur, LT2,1A Lantai 2.Hp:085319188988 ***

Dijual Tanah 1,25 Are Pekutat Lestari Sanur & Sedap Malam 1,16 Are Hp:081363260577

Murah BU Rmh 2Lt 1are Jl.AYani 575jt Jl4M Hub.081237028259 TP

B.BP.001.09.19.0000756

PROPERTY DIJUAL TANAH

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.09.19.0000761

PROPERTY

BUC.Tnh 3,5A U/Kos2an Elit dlm Kota 30m dr Jl Ry, 081802040777

DISEWAKAN TANAH

Tnh 1,20A Jl.MukuhMertasari dpn Citraland Cargo, 085102714858

Dikont Tnh Ls 32A Lok Pggr Pantai Ns Penida Hub 087859283741

B.BP.001.09.19.0000755

B.BP.001.09.19.0000765

B.BP.001.09.19.0000770

B.BP.001.09.19.0000769

PROPERTY

Sewa murah bln ini Ruko 2Lt di CokroaminotoUbung087856227779

B.BP.033.09.19.0000768

KEHILANGAN Hlg Bku KIR BPKB:I02946145-O-O DK8509I An.I Wayan Hermanto

B.BP.001.09.19.0000754

ELEKTRONIK Obral TV Samsung 24"1,35Jt 32" 2Jt 43"3,4Jt Coca 39"2,3Jt, Akari 24"1,2Jt, 32"1,6Jt Horizon Sejati Elektronik 0361-263958 B.BP.001.09.19.0000764

KURSUS Dibuka Les SDMI Mapel Umum+Bhs Arab&Bhs Inggris, Jl.G.Welirang IV/15 Dps, Hub.081246969792 B.BP.001.09.19.0000753


Selasa Paing, 24 September 2019

Tingkatkan Minat Baca

Dinas Perpustakaan Libatkan Kabupaten Lain

Bali Post/kmb40

PERPUSTAKAAN - Pelajar SD di Bangli menyerbu mobil perpustakaan keliling di depan Monumen Perjuangan Kapten Mudita, Senin (23/9) kemarin.

Bangli (Bali Post) – Sejumlah kabupaten/kota lainnya di Bali dilibatkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Bentuk kegiatan yang dilakukan, yakni dengan mengerahkan mobil perpustakaan keliling, seperti yang dilaksanakan di depan monument Perjuangan Kapten Anom Mudita, Senin (23/9) kemarin. Kegiatan itu mendapat respons dari para pelajar di Bangli. Ratusan siswa SD tampak menyerbu dan bergantian meminjam koleksi buku yang tersedia di masing-masing mobil perpustakaan keliling. Plt. Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangli Nyoman Sumantra mengatakan, dari sembilan kabupaten/kota di Bali, hanya Kabupaten Tabanan yang tidak bisa hadir dalam kegiatan kemarin. Dijelaskannya, pengerahan mobil perpustakaan keliling ini dilaksanakan dalam rangka peringatan hari kunjungan perpustakaan dan bulan gemar membaca tahun 2019. “Prinsipnya kami ingin meningkatkan minat baca masyarakat. Sekaligus juga untuk menunjukan bahwa kami selalu siap bersama-sama melayani

masyarakat membaca tidak saja indoor tapi juga outdoor,” terangnya. Kegiatan semacam ini, kata Sumantra bukan yang pertamakali dilakukan. Hampir setiap tahun kegiatan tersebut rutin dilakukan secara bergilir oleh masing-masing kabupaten/kota. “Kalau besok Klungkung yang melaksanakan, kami juga akan ikut mendukung dengan mengerahkan mobil perpustakaan keliling kami ke sana,” jelasnya. Selain mengerahkan mobil perpustakaan keliling, dalam rangka meningkatkan minat dan budaya baca, pihaknya juga melaksanakan sejumlah lomba. Di antaranya lomba mapidarta Bahasa Bali tingkat SMP, lomba bercerita rakyat tingkat SD dan lomba pengelolaa perpustakaan desa dan sekolah. Pihaknya berharap dengan sejumlah kegiatan itu, dapat menumbuhkembangkan budaya membaca pada semua kalangan masyarakat. “Inovasi ke depan, kami juga akan melayani krama adat yang kebetulan ada upacara di pura. Kan banyak masyarakat berkerumun di sana. Habis ngayah misalnya, waktu istirahat kami ajak sambil baca-baca buku. Tidak harus habis satu buku,” imbuh mantan Kadisdikpora Bangli itu. (kmb40)

Pengelola Pasar Kidul Diminta Peka terhadap Keluhan Pedagang Bangli (Bali Post) -

Komisi II DPRD Bangli, Senin (23/9) kemarin menggelar rapat kerja dengan Disperindag untuk menyikapi banyaknya keluhan dan persoalan terkait proses pemindahan pedagang kain ke Pasar Loka Çrana. Dalam rapat kerja yang juga dihadiri Kepala Pasar Kidul itu, Komisi II DPRD Bangli meminta pihak pengelola Pasar Kidul Bangli untuk lebih peka menangkap keluhan dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi para pedagang. Rapat kerja kemarin dipimpin Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles didampingi Ketua Komisi II Ketut Mastrem. Rapat dihadiri Kepala Disperindag Bangli Nengah Sudibya dan Kepala Pasar Kidul Jro Sabda. Sejumlah hal berkaitan dengan pasar dibahas dalam rapat itu, terutama masalah pemindahan pedagang kain Pasar Kidul ke Pasar Loka Çrana yang selama ini berlarut-larut. Anggota Komisi II Nengah Madyayani mengatakan, Pasar Kidul merupakan salah satu objek retribusi Pemkab Bangli. Karenanya, kenyamanan pasar harus diperhatikan. Sesuai informasi yang diterimanya, para pedagang kain di lantai dua Pasar Kidul yang sekarang sudah bersedia pindah ke Pasar Loka Çrana kabarnya akan diberikan tempat berjualan di ruang pameran kerajinan. Ia pun mempertanyakan kenapa harus menempati ruang pameran dan bagaimana jaminan keamanannya. Menurutnya,

rencana pemanfaatan ruang pameran sebagai tempat jualan itu mencerminkan perencanaan Disperindag terkait pemindahan pedagang kain tidak matang. Dalam rapat itu, politisi PDI-P ini juga menyoroti pengelola Pasar Kidul. Dia meminta ke depannya petugas pengelola pasar untuk lebih peka terhadap keluhan pedagang. Sehingga, ketika ada sedikit keluhan atau masalah, pedagang tidak harus beramairamai mendatangi dewan atau ke Disperindag. Putu Arya Astawa, anggota Komisi II lainnya meminta Disperindag untuk mensosialisasikan dan mempromosikan keberadaan Pasar Loka Çrana sehingga ramai pengunjung. Salah satu caranya dengan mengadakan event-event yang dapat mengundang keramaian. Menanggapi hal itu, Kadisperindag Nengah Sudibya pada intinya menyampaikan semua pedagang kain yang selama ini masih bertahan di Pasar Kidul sudah bersedia dan akan

segera pindah ke Pasar Loka Çrana. Untuk memindahakan pedagang, pihaknya selama ini sudah berupaya semaksimal mungkin memberikan yang terbaik bagi pedagang. Ditargetkan pemindahan selesai tanggal 26 bulan ini. Untuk saat ini, seluruh pedagang yang sekarang sudah menempati Pasar Loka Çrana adalah pedagang kain lama pindahan dari Pasar Kidul dan pasar eks LP. Mengenai pemanfaatan ruang pameran untuk tempat jualan pedagang kain, Sudibya mengatakan, ruangan itu cukup untuk menampung sekitar sepuluh pedagang. Ruang tersebut menurutnya sangat aman karena tembok kacanya tebal. Pihaknya juga akan menyiapkan petugas pengamanan. Sementara itu, Kepala Pasar Kidul Jero Sabda mengaku pihaknya selama ini sudah berupaya memfasilitasi keluhan dan menyikapi setiap persoalan pedagang. Diungkapkannya, sebelum

Polsek Amankan Pelaku Curanmor di NTB

Bangli (Bali Post) – Jajaran Polsek Bangli berhasil mengungkap pelaku pencurian motor di depan sebuah apotek di Bangli beberapa waktu lalu. Pelaku berinisial HJ (29) diringkus petugas di Bima, NTB. Sementara sepeda motor curian milik korban Nyoman Suarsana diamankan di Pelabuhan Padangbai, Karangasem. Korban Suarsana alias Mang De kehilangan motor, Kamis (12/9) lalu. Kejadian berawal saat korban berangkat dari rumahnya menuju tempatnya bekerja membuat kue di depan RSU Bangli. Sesampainya di lokasi, korban langsung memarkirkan sepeda motornya di atas trotoar dengan kunci masih nyantol. Saat itu korban langsung

masuk dan sibuk membuat kue. Setengah jam kemudian sekira pukul 05.30 Wita, saat hendak mengantar kue, korban mendapati motornya raib. Sebelum melapor korban sempat memberitahu sejumlah saksi dan mencari keberadaan sepeda motornya itu. Namun upayanya sia-sia. Motornya tak berhasil ditemukan. Pihak kepolisian yang mendapat informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi ciri pelaku. Pada Minggu (22/9), tim gabungan Polsek Bangli dan Polsek Narmada kemudian menyeberang ke Pulau Sumbawa lewat Labuan Kayangan untuk selanjutnya menuju Labuan Sape, di NTB. Sekitar pukul 16.00 Wita,

tim gabungan berhasil menangkap HJ, pria asal NTB, pada saat turun dari kapal feri. Bersama pelaku diamankan juga barang bukti berupa satu kunci sepeda motor Supra DK 7977 PH dan satu buah KTP atas nama pelaku. Selanjutnya tim gabungan bergerak kembali ke Lombok Barat membawa pelaku untuk selanjutnya dibawa ke Polsek Bangli untuk diproses lebih lanjut. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi dikonfirmasi, Senin (23/9) kemarin, membenarkan adanya penangkapan pelaku curanmor tersebut. Dia mengatakan saat ini pelaku sudah diamankan dan sedang dalam perjalanan dibawa ke Polsek Bangli. (kmb40)

Dana GGS Tak Kunjung Cair Bangli (Bali Post) Dana program Gerbang Gita Santi (GGS) yang telah dianggarkan Pemkab Bangli dalam APBD 2019 tak kunjung cair. Defisit anggaran yang dialami Bangli menjadi penyebab terhambatnya pencairan dana tersebut. Anggota DPRD Bangli I Nengah Darsana ditemui, Senin (23/9) kemarin mengatakan, hingga bulan September ini dana GGS belum cair. Lambatnya pencairan dana GGS tahun ini disebabkan kondisi keuangan daerah yang defisit. Saat ini Pemkab Bangli masih sedang menghitung keuangan daerah pada APBD Perubahan ini. “Hari ini akan ada rapat. Lewat rapat nanti baru diketahui posisi pasti keuangan daerah,”

ungkapnya. Tak kunjung cairnya dana GGS ini, kata Darsana akhirakhir ini banyak dipertanyakan masyarakat. Sebab dana tersebut sudah dirancang masyarakat untuk membiayai kegiatan. Karenanya pihaknya berharap ada kepastian mengenai pencairan dana tersebut dari pemerintah. Darsana mengatakan, pihaknya di dewan punya tanggung jawab memfasilitasi dana tersebut untuk masyarakat. “Kalau ini sampai tidak cair, kami akan malu. Karena itu kami berharap, terlepas dari kemampuan daerah berapapun, walaupun tidak 100 persen cair, minimal bisa mengobati kegalauan kami di dewan,” ungkapnya didampingi anggota DPRD

Bangli Nengah Reken. Sementara itu, Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli Gede Suryawan dikonfirmasi terpisah membenarkan bahwa dana program GGS tahun ini belum ada yang cair. Dari total Rp 78 miliar dana GGS yang dianggarkan, baru satu kegiatan yang dana GGSnya sudah cair yakni untuk kegiatan TMMD di Peninjoan. Dika ta ka n Suryawan, belum cairnya dana GGS disebabkan Pemkab Bangli mengalami defisit anggaran Rp 119 miliar. Dirinya belum bisa memastikan apakah seluruh program GGS nantinya bisa dicairkan atau tidak. Menurutnya hal itu masih perlu dibicarakan. (kmb40)

pedagang buah mendatangi gedung dewan beberapa waktu lalu, pihaknya sudah sempat menanyakan maksud dan tujuan mereka ke dewan. Pihaknya sudah berupaya menyelesaikannya di Pasar. Mengenai pemindahan pedagang ke Pasar Loka Çrana, Jero Sabda menjamin akan tuntas sebelum tanggal 26 September ini. Sementara itu, pascamenggelar rapat, Carles bersama Komisi II dan Disperindag turun langsung ke Pasar Loka Çrana dan Pasar Kidul. Dalam kunjungannya, rombongan dewan sempat menanyai beberapa pedagang yang berjualan. Setelah meninjau kondisi bangunan pasar dan pedagang, Carles dan Mastrem meminta Disperindag untuk gencar mempromosikan keberadaan Pasar Kidul sehingga ramai pengunjung. (kmb40)

Bali Post/kmb40

PEDAGANG - Komisi II DPRD Bangli bersama Disperindag meninjau pedagang di Pasar Loka Crana, Senin (23/9) kemarin.


Selasa Paing, 24 September 2019

Kodam Persiapkan ’’Run For Bali’’ Berjarak 374 Km

Bali Post/ist

BERI SUPPORT - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto memberi support kepada Serka Dewa Gede Astawa yang akan ikut Run For Bali yang menempuh jarak 374 kilometer.

Denpasar (Bali Post) Kegiatan spetakuler kembali digelar Kodam IX/ Udayana yaitu Tari Sajojo dan Run For Bali yang menempuh jarak 374 kilometer. Dilaksanakannya dua acara ini dalam rangka memperingati HUT ke-74 TNI tahun 2019. Salah satu perwakilan Kodam dalam Run For Bali adalah Serka Dewa Gede Astawa. Terkait kegiatan ini, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. memberikan pengarahan terkait kegiatan Tari Sajojo dan Run For Bali di Lapangan Praja Raksaka Kepaon, Denpasar

Selatan, Senin (23/9) kemarin. Pangdam menyampaikan terkait peringatan HUT ke-74 TNI beberapa kegiatan sudah dilaksanakan di antaranya bakti sosial. Mayjen Benny Susianto

mengapresiasi dan memotivasi berupa dana pembinaan serta kacamata khusus untuk lari kepada Serka Dewa Gede Astawa yang telah banyak meraih prestasi di berbagai event lomba lari jarak menengah maupun jarak jauh. Serka Astawa akan membuktikan kemampuannya saat ajang Run For Bali sejauh 374 kilometer keliling Bali. Rencananya lomba ini akan ditempuh selama empat hari, dimulai Selasa (1/10) mendatang. ‘’Yang dilakukan Serka Dewa adalah hal istimewa dan

tidak semua orang mampu melaksanakan olahraga lari ini. Mudah-mudahan kegiatan ini akan dapat diketahui masyarakat luas, baik nasional maupun internasional sehingga dapat lebih meningkatkan pariwisata khususnya Bali,’’ harap Pangdam. Ia berharap olahraga lari dijadikan sebagai gaya hidup, karena manfaat yang didapat yaitu akan menjadi sehat. Semua orang bisa melaksanakan dan tidak mengeluarkan biaya yang mahal, serta dengan sehat akan dapat bekerja lebih maksimal. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. menyampaikan, Serka Dewa Gede Astawa berdinas sebagai Babinsa Koramil 1626-04/Kintamani, Kodim 1626/Bangli. Di tengah kesibukannya sebagai seorang Babinsa, Serka Astawa dikaruniai dua anak ini selalu menyempatkan diri untuk latihan lari, baik di wilayah binaannya atau selepas dari dinas, dengan volume latihan antara 15 - 20 kilometer setiap latihan dengan medan bervariasi. ‘’Prestasi yang telah diraihnya, juara II Tontangkas AD tahun 2001, juara III Lomba Lari HUT Divif 2 Kostrad tahun 2004, juara II Lomba Lari Banyuwangi Ijen Green Run 15 kilometer tahun 2017, juara I Banyuwangi Ijen Green Run tahun 2018 dan juara I Riau Ultra Merdeka Run 74 kilometer tahun 2019,’’ ujar Kapendam. (kmb36)

Aksi Anarkis Selain itu, ribuan masyarakat Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua mengungsi ke Mapolres dan Kodim 1702/Jayawijaya, Senin pagi kemarin. Warga yang mengungsi bukan saja pendatang tetapi juga masyarakat asli Papua. Orang-orang yang berseragam sekolah berjumlah sekitar 200 orang lebih melakukan aksi anarkis dan membakar Kantor

Bupati Jayawijaya, Kantor Bappeda, Kantor Diskominfo, Kantor BPKAD dan kantor pemerintah lainnya, Senin kemarin. Berdasarkan pantauan, aksi anarkis yang lebih didominasi oleh orang berseragam SMA itu terjadi pada pukul 09.30 WIT dan berlanjut di beberapa tempat. Mereka juga membakar sejumlah kendaraan, merusaki sejumlah bangunan milik warga yang berada di sepanjang jalan, misalnya di

sekitaran hom-hom. Gumpalan asap terlihat di lebih dari 9 titik. Seluruh aktivitas pertokoan di Kota Wamena lumpuh. Kapolda Papua Irjen Pol. Rudolf A Rodja menyebutkan bahwa aksi demonstrasi di Wamena pada Senin pagi karena isu hoaks atau berita yang tidak benar. ‘’Wamena pada minggu lalu ada isu bahwa ada seorang guru mengeluarkan kata-kata rasis, sehingga sebagai bentuk solidaritas melakukan aksi demonstrasi

atau unjuk rasa pagi tadi,’’ kata Kapolda di Abepura, Kota Jayapura, Papua. Ia menegaskan bahwa soal perkataan rasial itu merupakan isu yang tidak benar, aparat kepolisian telah mengecek keabsahan informasi tersebut. ‘’Itu hanya isu, guru tersebut sudah kami tanyakan dan dia katakan tidak pernah keluarkan kata-kata atau kalimat rasis, itu sudah kami pastikan,’’ ujarnya. (ant/kmb14)

Persoalan Baru Sehingga cost of fund, beban usaha menjadi menarik bagi konsumen. Namun prediksi ke depan dunia usaha dan pariwisata Bali akan masih dihadapkan oleh berbagai persoalan baru yang sedang melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Yaitu dengan munculnya bencana asap yang mengancam kenyamanan pariwisata Indonesia, sehingga banyak penerbangan yang dibatalkan akibat asap. Belum lagi kemelut atas kontroversi revisi UU KPK juga berdampak kepada kenyamanan pariwisata wisdom. Di samping itu, RUU KUHP juga berpengaruh mengancam dunia pariwisata mancanegara. ‘’Karena kekhawatiran berlebihan atas ancaman sanksi dalam RUU KUHP yang viral mendunia, walaupun sudah ada pernyataan resmi Presiden yang menjamin penundaan RUU

tersebut,’’ ungkapnya. Namun di tengah persoalan yang menghadang, menurutnya, keadaan ini tetap masih bisa diatasi. Asalkan pemangku kebijakan bisa benar-benar komitmen untuk terus bisa mengawal dan memastikan agar kebijakan penururan suku bunga dan relaksasi LTV benar-benar bisa berjalan efektif, sehingga dunia usaha bisa tetap menggeliat. Dunia usaha diharapkan mampu menyiasati potensi hambatan yang ada menjadi

peluang bagus bagi ekonomi Bali. Mengingat Bali masih terbebas dari bencana asap dan Bali masih tetap sebagai idola tujuan wisata dunia. ‘’Asal SDM Bali siap untuk bersatu padu dalam komitmen, konsisten dengan tekad kepemimpinan pemerintah Bali dalam menghadapi potensi ancaman yang ada berbasis ‘Sat Kerthi Loka Bali’ menuju Bali yang harmoni,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho men-

gatakan tetap optimis ekonomi Bali akan tumbuh diangka 5,5-6 persen pada triwulan III.begitu juga overall 2019 ekonomi Bali tumbuh 5,8 – 6,1 persen. Hal ini karena adanya peningkatan kunjungan pada Juli dan Agustus lalu. Tentang RUKHP, disebutkan Trisno, tidak perlu dikhawatirkan karena telah ditunda pengesahannya oleh presiden. Oleh karena itu pelaku pariwisata diminta tetap tenag dan menjawalankan aktivitas speerti biasa. (kmb42)

Timnas Kabaddi Putri Juara II di Thailand Denpasar (Bali Post) Timnas kabaddi putri yang diperkuat pemain Bali berhasil keluar sebagai runner-up (juara II) dalam kejuaraan internasional Beach Kabaddi Thailand Terbuka pada Agustus lalu. Sementara timnas kabaddi putra keluar sebagai juara III dalam kejuaraan dunia di Korea, yang berakhir awal September lalu. Wakil Ketua Pengprov Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Maryoto Subekti, di Denpasar, Senin (23/9) kemarin menjelaskan, prestasi timnas kabaddi baik putra maupun putri cukup membanggakan ketika berlaga

pada event berskala internasional. Dikemukakan, pada Thailand Terbuka juaranya direbut tuan rumah Thailand, sedangkan juara III diraih Malaysia. Sementara pada kejuaraan dunia di Negeri Ginseng, tim putra tuan rumah Korea keluar sebagai juara, disusul Taiwan, Indonesia dan Jepang. ‘’Untuk skuad timnas putra, pemain kabaddi Bali tetap mendominasi, dan hanya diperkuat seorang pemain asal Jatim,’’ terang Maryoto. Ia mengakui prestasi kabaddi pemain Bali harus ditingkatkan. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa pembinaan kabaddi di selu-

ruh kabupaten dan kota di Bali cukup menggeliat. Bahkan, Maryoto mengamati skill pemain yang turun di ajang Porprov sangat berkualitas dan tak kalah di level internasional. Oleh sebab itu, pihaknya telah menjaring 19 pemain hasil Porprov, yang diproyeksikan pada Kejuaraan Dunia Junior putra U-20 di Iran, November mendatang. ‘’Kami yakin anak-anak mampu bersaing di level internasional. Persoalannya, dana pengiriman atlet yang besarnya terbatas. Namun, kami tetap berusaha memberangkatkan mereka, walaupun dengan jumlah pemain pas-pasan,’’ ungkapnya. (022)

Rugikan Pariwisata Itu sebabnya, RUU KUHP disebut berpotensi merugikan pariwisata Bali karena beberapa pasalnya kontraproduktif dalam menghargai hak-hak privasi bagi wisatawan. ‘’Sebagaimana kita ketahui, pariwisata adalah industri hospitality. Di mana kenyamanan menjadi hal yang utama dan kenyamanan kehidupan wisatawan salah satunya tentu tidak ekstrem berbeda dari kon-

disi asal wisatawan tersebut,’’ ujar politisi asal Denpasar ini. Menurut Adhi Ardhana, pernyataan resmi dari Pemprov Bali merupakan bagian dari manajemen krisis kepariwisataan khususnya terkait strategi kehumasan. Dalam Peraturan Menteri Pariwisata No.10 Tahun 2019 tentang Manajemen Krisis Kepariwisataan, ada dua fokus yang dilakukan yakni 40 persen upaya mitigasi bencana dan 60 persen strategi kehumasan. Dalam hal ini, strategi kehumasan yang dimaksud yakni

kemampuan menyampaikan informasi kepada calon wisatawan sebagai upaya utama mencegah terjadinya perpindahan minat berkunjung. ‘’Sejak lama saya sudah perjuangkan peraturan ini, dan kebetulan sekali baru terbit. Pola-pola pemberitaan tentunya ada para ahli marketing branding yang memiliki kapasitas dalam menjaga kondisi ini. Kita harus duduk bersama intinya, terkait konten yang akan kita sampaikan,’’ jelasnya. (kmb32)

Ranah Privat Oleh sebab itu, wisatawan dan pelaku pariwisata diharapkan untuk tetap tenang dan tetap menjalankan aktivitas kepariwisataan sebagaimana biasanya. ‘’Tentu pemerintah pusat dengan Pemerintah Provinsi Bali tidak boleh bertentangan.

Jadi, langkah-langkah kami adalah menjelaskan sejelasjelasnya pasal-pasal ini,’’ jelasnya. Wakil Ketua Bidang Hukum PHRI Bali Putu Subada Kusuma berharap pariwisata sebagai tulang punggung utama perekonomian Bali tidak terganggu oleh hal-hal yang belum jelas. Apalagi RUU KUHP masih berupa rancangan. Se-

belum disahkan, sebaiknya RUU tersebut disosialisasikan terlebih dulu. Apalagi, ada beberapa pasal kontroversial yang masuk ke ranah privat. Padahal secara hukum, KUHP mestinya mengatur ranah publik. ‘’Ranah privat mestinya ke sanksi moral yang selama ini sudah berjalan baik dengan agama di masyarakat,’’ ujarnya. (kmb32)

Selasa, 24 September 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Agung Ngenteg Linggih Padudusan Agung (5) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus And Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Gatra Praja 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali TV Shop

11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Implementasi Karya Ngenteg Linggih Dalam Kehidupan (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Nangun Yadnya Karya Ngenteg Linggih Mapedudusan Agung Menawa Ratna, Mapeselang, Mapedanan Madasar Tawur

Balik Sumpah Utama di Pura Dalem Babakan Ulun Uma Desa Gulingan Mengwi 17:30 Wita Kartun Adi Parwa (3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Pucak Candi Mas, Candi Kuning 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 22:30 Wita DW TV 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel


BALI

BUDAYA PENDIDIKAN

SELASA PAING, 24 September 2019

250 Tokoh Spiritual Memperingati ’’International Peace Day’’ KOMUNITAS Gema Perdamaian (GP) memperingati Hari Perdamaian Dunia yang jatuh pada Sabtu (21/9), dengan doa bersama dan sarasehan damai lintas suku, ras dan agama. Sekitar 250 tokoh spiritual lintas agama, suku dan ras hadir pada acara tersebut. Koordinator acara Ir. Ketut Darmika menyampaikan acara ini sengaja didesain sederhana namun tetap berkualitas karena dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat berbagai agama. Undangan jumlahnya hanya 200 orang, namun karena antusias para tokoh cukup tinggi, maka dipersilakan hadir bersamasama menggaungkan doa

perdamaian. ‘’Ibarat sebuah taman akan semakin indah jika terdiri atas berbagai macam jenis dan warna,’’ katanya. Koordinator acara yang akrab dipanggil Guru Dar ini menambahkan, selain doa bersama sebagai inti dari acara ini, ada juga sarasehan damai yang dipandu Ida Rsi Wisesanatha bersama MC kondang Jro Ratni. Selain itu acara dimeriahkan pertunjukan calonarang cilik ‘’Jro Baba’’, senam sehat bahagia dari Pasraman Bali Eling Spirit Ubud, musik kerohanian dari Pasraman

Vrata Wijaya dan pengumuman 8 finalis putra-putri ambassador GP 2019. Selain itu dr. Laksmi Duarsa juga membaca puisi damai bersama putra-putri ambassador GP 2019 yang tampil cukup memukau penonton. Guru Dar menambahkan, yang tampak menarik dari sarasehan damai kali ini adalah para tokoh diminta untuk menyampaikan makna damai dengan menggunakan bahasa daerah masingmasing. Ada yang memakai bahasa Bali, b a -

hasa Jawa, bahasa Palembang, bahasa Madura, bahasa Cina, bahkan ada yang memakai bahasa Prancis. Sebagai perwakilan para tokoh, hadir Guru Sri Hasta Dala dari Pasraman Vrata Wijaya Denpasar memberi sambutan mewakili para tokoh masyarakat. Guru Sri Hasta Dala mengajak semua hadirin dapat memunculkan kemurnian yang tertuju pada kemurnian semesta. ‘’Melaui karma puja yang digelar diharapkan mampu mengisi kosmik dengan bulir-bulir energi positif sehingga mampu membangkitkan jiwa-jiwa damai. Selanjutnya jiwa-jiwa damai tersebut bervibrasi kepada manusia dan makhluk hidup lainnya sampai pada alam semesta raya,’’ jelasnya. (kmb)

Serapan KUR 60 Persen ke Sektor Produksi MEMBANTU usaha mikro kecil menengah (UMKM) tumbuh dan berkembang, pemerintah pusat mengeluarkan program kredit berbunga rendah atau Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tahun 2019 ini serapan KUR lebih diarahkan ke sektor produksi seperti pertanian maupun peternakan. Data BRI Cabang Tabanan menyebutkan, hingga Agustus 2019 ini serapan KUR sudah mencapai Rp 415 miliar lebih atau sebesar 90 persen dari kuota. Pemimpin Cabang BRI Kantor Cabang Tabanan Anditya Mahendra Krishna mengatakan, dari serapan ini sekitar 60 persennya terserap di sektor produksi, sesuai arahan pemerintah. ‘’Kuota yang diberikan akan terserap 100 persen pada Oktober ini. Saat ini sudah 90 persen dan kebanyakan ke sektor produksi,’’ ujar Krishna, belum lama ini. Dalam penyaluran KUR ini, pihaknya menerapkan prosedur seleksi dan verifikasi ketat, sehingga alokasi KUR benar-benar untuk usaha UMKM dan bukan untuk kebutuhan komsumtif. ‘’Alokasi yang tepat ini bisa dilihat dari angka NPL atau kredit macet yang masih berada di angka nol koma,’’ ujarnya. Karena lebih menyasar ke sektor produksi seperi pertanian dan peternakan, lanjut Krishna, skema pembayarannya juga mengikuti keuntungan usaha. Sebab, tidak seperti perdagangan, usaha di bidang pertanian atau peternakan umumnya mendatangkan keuntungan setiap triwulan, enam bulan bahkan setahun sekali. ‘’Jadi kita atur skema pembayarannya. Apakah setiap bulan, setiap tiga bulan atau enam bulan,’’ ujarnya. (san)

SENIMAN

Nadia Nevita Meng-’’cover’’ Lagu Legendaris MEMBAWAKAN ulang lagu lawas yang pernah booming sekitar 30 tahun silam merupakan pengalaman tersendiri bagi penyanyi Putu Nadia Nevita. Remaja kelahiran Denpasar, 8 November 2004 ini meng-cover lagu legendaris ‘’Kisah Kasih di Sekolah’’ ciptaan Obbie Mesakh. ‘’Bisa dikatakan agak sulit, karena Nadia harus mengubah lagu lawas ini menjadi lagu zaman sekarang, sehingga dapat disukai banyak orang. Nadia juga harus mengubah menjadi versi Nadia,’’ ujarnya, Senin (23/9) kemarin. Ide awal meng-cover lagu ini adalah Desak Made Ambarini yang merupakan ibu sekaligus manager Nadia. Walaupun lagunya sudah lama, namun kisahnya masih menarik dan sesuai dengan zaman sekarang. ‘’Lagu ini kata mama sangat hits pada zamannya, karena lirik lagunya sesuai dengan zaman Nadia sekarang,’’ kata siswi kelas X SMAN 7 Denpasar ini. Selain lagu ‘’Kisah Kasih di Sekolah’’, Nadia juga meng-cover lagu nasional lainnya, seperti ‘’I Love 3.000’’ yang dipopulerkan Stepani Putri dan ‘’Hanya Rindu’’ yang dinyanyikan Andmesh K. Dipilihnya lagu-lagu tersebut berdasarkan request terbanyak dari penggemarnya yang kemudian di-uplod di media sosialnya, sepeti di IG dan Youtube. ‘’Meng-cover lagu yang sudah hits lebih mudah mendapat penggemar. Apalagi, penggemar Nadia anak-anak ABG, jadi setelah Nadia nyanyikan mereka akan mengenal lagu itu dan mereka suka,’’ ungkapnya. Beberapa bulan lalu, Nadia Nevita telah merilis mini album ‘’Mahluk Tak Peka’’. Bakat dan hobi menyanyi sudah ditekuninya sejak masih duduk di bangku SD. Berbagai prestasi di bidang menyanyi telah diraihnya. Di antaranya juara III lomba FLS2N tingkat Kota Denpasar (2012), juara II lomba PSR tingkat Kota Denpasar (2015), juara III lomba lagu Pop Bali Cilik di TVRI Bali (2017), juara I lomba FLS2N tingkat Kota Denpasar dan grandfinal lomba/15 besar lomba FLS2N tingkat nasional dari 34 provinsi (2018). Meskipun sebagai penyanyi pendatang baru di belantika musik Bali, Nadia melihat perkembangan lagu Bali semakin menggeliat. Banyak penyanyi pendatang baru hadir dengan karakter masing-masing yang semakin menambah warna musik di Bali. Begitu juga dengan penggemar lagu Bali semakin menggeliat. (win)

Pertanian Organik Hasilkan Produk Pangan Menyehatkan PETANI di Bali didorong menerapkan pertanian organik, sehingga yang dihasilkan betul-betul produk pangan yang menyehatkan. Untuk menghasilkan produk yang menyehatkan, berkualitas dan alami, diperlukan pupuk yang organik pula. Be-

lakangan, pupuk yang menggunakan bahan alami ini makin dilirik oleh petani dan ke depan memiliki potensi yang strategis. Salah satu pupuk organik yang mulai dikembangkan adalah Bio Unikulum Plus. Pupuk organik cair ini dikembangkan pada kelompok Sistem Pertanian Terpadu (Sipadu). Kepala UPT Sipadu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Pemprov Bali I Wayan Sunada yang juga penemu awal Bio Unikulum Plus ini mengatakan, pupuk ini bahan dasarnya adalah kombinasi 15 tanaman dan bakteri baik. ‘’Pada pengembangan awal, saya lakukan sendiri. Selanjutnya dibantu oleh teman-teman di kelompok Sipadu,’’ ujar Sunada, Senin (23/9) kemarin. Meracik pupuk cair organik hingga menjadi Bio Unikulum Plus ini membutuhkan waktu selama tiga tahun. Saat ini pemakaian pupuk Bio Unikulum Plus di petani sudah mencapai 1.000 botol sejak pupuk ini sudah teruji kualitasnya dan lulus uji laboratorium. ‘’Dulu masih belum ada izin edar, jadi tidak bisa diproduksi banyak. Kalau ada permintaan baru diproduksi. Buatnya pun saat ini masih manual,’’ ujar Sunada. Saat ini tepatnya bulan Septem-

ber 2019, Bio Unikulum Plus sudah mendapatkan izin edar dan sedang diuruskan hak patennya. Dalam waktu dekat Bio Unikulum Plus akan dilepas ke pasaran untuk bisa memenuhi kebutuhan pupuk organik di Bali. Sunada melanjutkan kelebihan dari Bio Unikulum Plus ini adalah bisa menekan kebutuhan akan pupuk organik dan pupuk kimia setidaknya lima puluh persen, memaksimalkan penyerapan unsur hara oleh tanaman, mempercepat pertumbuhan tanaman, pembungaan dan pertumbuhan tanaman secara vegetatif hingga sebagai pengendali organisme pengganggu tanaman. (san)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 24 September 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu