terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 7 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
sabtu umanis, 24 Agustus 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
Laporan Dugaan Korupsi
balipost http://facebook.com/balipost
Bedeng Tertimbun Longsor Dua Buruh Proyek Tewas
KPK menerima 45 laporan dugaan korupsi di Kabupaten Tabanan. Namun dari jumlah tersebut, 34 di antaranya diarsipkan karena pelaporannya tidak memenuhi kriteria tipikor. Sementara 11 lainnya sedang ditelaah.
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Teco Khawatirkan Kebugaran Pemain Bali United akan bertemu lawan berat dalam laga lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2019 minggu ini. Serdadu Tridatu akan menjamu Arema FC, Sabtu (24/8) malam ini. Laga bisa dibilang berat bagi Bali United lantaran Singo Edan juga tengah tampil apik dan kini mereka sedang menghuni peringkat ketiga di klasemen sementara. Bagaimana kesiapan Bali United menurut Coach Teco?
Dua buruh proyek asal Pasuruan, Jawa Timur, Fendi Akhmad (23) dan Gatot Wahyudi (45), bernasib naas. Kedua pria yang bekerja di proyek penginapan milik Ketut Mulia di Banjar Pulu, Desa Songan, Kintamani itu tewas tertimbun longsor saat beristirahat di bedengnya.
BANGLI | HAL. 14
TABANAN | HAL. 7
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
OLAHRAGA | HAL. 15
Genjot Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Koster Ingin Lebih Dinikmati Masyarakat Kecil
PENGUKUHAN - Gubernur Wayan Koster dalam acara pengukuhan Trisno Nugroho sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali di Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Jumat (23/8) kemarin. Hadir pula Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo.
Dikukuhkan Jadi Kepala BI Bali
Trisno Nugroho Komitmen Bangun Perekonomian Bali
Denpasar (Bali Post) Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengukuhkan Trisno Nugroho sebagai Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Bali pada Jumat (23/8) kemarin di Ruang Tirta Gangga, Gedung Bank Indonesia KPw Bali. Dalam pengukuhan itu hadir pula Gubernur Bali Wayan Koster. Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho mengatakan, dalam mengemban tugas sebagai kepala BI KPw Bali, ia berkomitmen membangun ekonomi Bali. Di antaranya pengembangan UMKM, menjaga stabilitas harga agar konsumsi masyarakat terjaga serta meningkatkan pariwisata Bali yang merupakan tulang punggung perekonomian Bali. Dalam hal pengembangan UMKM, BI memiliki UMKM binaan. Beberapa UMKM binaan BI Bali memiliki produk berkualitas bahkan go export dan go digital. Beberapa UMKM Bali juga diajak pameran ke KKI (Karya Kreatif Indonesia) yang merupakan UMKM pilihan binaan BI. Dikatakan produk UMKM Bali kelasnya sudah lebih baik. Ada yang berkualitas premium, ada yang sudah ekspor, ada sudah go digital dan berprestasi. ‘’Kami akan teruskan dan Gubernur berharap agar diperluas dan kami akan lihat dan review, apa-apa yang diperlukan untuk menjaga perekonomian, misalnya inflasi,’’ ujarnya. Bali juga terdampak kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit yang melambung, sehingga ini menjadi salah satu potensi melakukan perluasan produksi cabai di Bali. Selain itu dalam rangka menjaga inflasi, ia juga akan menjaga kestabilan harga melalui formula 4 K. Yaitu ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi yang baik dan efektif. Ketersediaan pasokan harus dipantau untuk memastikan tidak ada spekulasi. Banyak sekali mart di Bali yang membantu kelancara distribusi. Jika akses dari Jawa Timur ke Bali baik, harga-harga menjadi tidak terlalu mahal. Kelancaran distribusi juga menjadi pantauan dan ia pun melihat kelancaran distribusi dari dan ke Bali juga cukup baik. Hal. 15 Memperkuat Pariwisata
GUBERNUR Bali Wayan Koster mengatakan pihaknya akan terus menggenjot pertumbuhan ekonomi Bali semakin lebih baik dari sebelumnya. Bahkan pada masa-masa mendatang mampu tumbuh di kisaran angka 7 persen. Pertumbuhan ekonomi itu diharapkan dampaknya justru akan lebih dinikmati manfaatnya oleh kelompok masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Demikian terungkap saat Gubernur Koster memberi sambutan dalam acara Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali di Kantor perwakilan BI Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Jumat (23/8) kemarin. Menurut Gubernur Koster, pertumbuhan ekonomi Bali selama ini sudah cukup baik, namun sebetulnya secara potensi dan peluang masih dapat lebih ditingkatkan lagi. ‘’Masih ada potensi besar yang bisa diakselerasi, dipercepat. Pola ekonomi di Bali selama ini sebenarnya masih lebih banyak disebabkan faktor alamiah, belum sepenuhnya didukung dengan intervensi kebijakan dari pemerintah daerah,’’ ungkap pria kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini.
Supaya mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi Bali semakin lebih baik, dengan mengoptimalkan segala potensi dan peluang yang dimiliki, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pemetaan yang dilanjutkan dengan pembuat desain. ‘’Sekarang saya sedang desain agar pertumbuhan ekonomi di Bali bisa lebih meningkat. Akselerasi (pertumbuhan ekonomi) ke depannya menjadi lebih cepat lagi, lebih fundamental. Melalui kebijakan dan regulasi, lalu dikelola maksimal dengan sistem yang tepat, sinergis, sinkron. Maka menurut perhitungan saya pertumbuhannya bisa mencapai tujuh persen,’’ kata Gubernur Koster. Selanjutnya, ia berharap dari pertumbuhan ekonomi tersebut akan berdampak secara merata, terutama untuk kelompok ekonomi menengah ke bawah akan paling bisa menikmatinya secara langsung. ‘’Saya petakan semua potensi dan turunan kebijakan untuk memacu itu. Diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung agar nantinya pertumbuhan ekonomi yang berjalan benar-benar menukik pada masyarakat bawah. Kita
galakkan lagi industri kecil, UMKM, koperasi dan lainnya,’’ imbuhnya. Kembali Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini menegaskan bahwa Bali sebetulnya secara potensi ekonomi sangat luar biasa. Meski wilayahnya terbilang tidak cukup luas dengan pertambahan penduduk relatif konstan yang berada di kisaran angka 4 juta, tetapi Bali mempunyai kelebihan akan daya pikat sebagai destinasi wisata dunia. ‘’35-40 persen wisatawan internasional, pintu masuknya adalah Bali. Minimum jumlahnya sampai 7 juta per tahun. Belum lagi wisatawan domestik, 9 juta lebih jumlahnya. Kalau ini bisa dikelola dengan baik, ini adalah potensi ekonomi yang bisa didorong untuk menggerakkan ekonomi Bali, hingga ke tingkat UMKM. Sementara selama ini kondisinya masih belum padu, sinkron. Jalan sendiri-sendiri. Sekarang saya akan kumpulkan semua agar sinergis semua pelakunya, betul-betul jadi penopang ekonomi Bali,’’ ulas mantan anggota DPR-RI ini. Hal. 15 Sangat Mengapresiasi
Capim KPK Didominasi Unsur Polri
Jakarta (Bali Post) – Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK mengumumkan 20 calon pimpinan KPK masa jabatan 2019-2023 lulus profil assessment, sehingga dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Ketua Pansel KPK Yenti Garnasih di Kantor Kemensetneg Jakarta, Jumat (23/8) kemarin, menyebutkan 20 nama itu berdasarkan Keputusan Pansel KPK Nomor 77PANSEL-KPK/VIII/2019 tanggal 23 Agustus 2019. Sebanyak empat dari 20 orang calon pimpinan (capim) KPK berasal dari anggota Polri. Keempat anggota Polri tersebut adalah Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Antam Novambar, Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri Bambang Sri Herwanto, Kapolda Sumatera Selatan Firli Bahuri dan Wakapolda Kalimantan Barat Sri Handayani. Nama Firli dan Antam Novambar sebelumnya masuk dalam radar Koalisi Kawal Capim KPK yang diduga sempat tersandung dugaan pelanggaran etik dan diduga melakukan intimidasi pada pegawai KPK. Mantan Deputi Penindakan KPK Irjen Firli diduga melakukan pertemuan dengan salah seorang kepala daerah, padahal kepala daerah tersebut sedang diperiksa oleh KPK dalam sebuah kasus. Hal tersebut melanggar poin Integritas angka 2 Peraturan KPK No. 7 Tahun 2013 yang menyebut pelarangan bagi pegawai KPK untuk mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan
tersangka/terdakwa/terpidana atau pihak lain yang diketahui oleh penasihat/pegawai yang bersangkutan perkaranya sedang ditangani oleh KPK, kecuali dalam melaksanakan tugas. Brigjen Antam Novambar sempat diberitakan diduga melakukan intimidasi terhadap mantan Direktur Penyidikan KPK Endang Tarsa. Saat itu diduga Antam meminta Direktur Penyidikan KPK bersaksi agar meringankan Budi Gunawan. Terkait track record capim KPK dari Polri yang tersandung dugaan pelanggaran etik dan intimidasi tersebut, Yenti mengatakan Pansel telah melakukan seleksi secara ketat dan mendalam. ‘’Kita harapkan mereka di situ bekerja atas nama sebagai komisioner KPK, itu saja dan kita harus memberikan kepercayaan itu karena kita sudah melakukan tahapantahapan yang sedemikian ketat dan panjang,’’ tambah Yenti. Hal. 15 Sudah Mencermati
Teluk Benoa Tetap Kawasan Konservasi di RTRWP
ForBALI Tuding DPRD Bali Hanya Pencitraan Meski Perda RTRWP terbaru tetap menjadikan Teluk Benoa kawasan konservasi, sama sekali tidak menjamin teluk tersebut bebas dari megaproyek reklamasi. Belum dicabutnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 51 Tahun 2014 menjadi penyebab. Dalam perpres tersebut, Teluk Benoa tetaplah kawasan budi daya, bukan konservasi. Menyatakan Teluk Benoa kawasan konservasi di RTRWP dituding hanya upaya pencitraan DPRD Bali.
Suku Bunga Acuan Turun, Stimulus Genjot Ekspor Bali AKHIRNYA Bank Indonesia (BI) memutuskan kembali menurunkan suku bunga acuan (BI 7 DRR) jadi 5,50 persen dari posisi 5,75 persen pada Juli lalu. Penurunan BI7DRR hingga 25 bps ini, menurut pengamat ekonomi Prof. I.B. Raka Suardana, menjadi stimulus sekaligus peluang untuk mendongkrak nilai ekspor di tengah memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok hingga saat ini.
www.bisnisbali.com
Bahwa semangat DPRD Bali untuk memperjuangkan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi pantas mendapat apresiasi. Namun itu saja tidak cukup, bahkan terkesan untuk pencitraan DPRD Bali saja agar terlihat serius memperjuangkan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi. Padahal secara hukum tidak berguna. ‘’Penetapan yang dilakukan oleh DPRD Bali hanyalah pencitraan agar terlihat serius memperjuangkan Teluk Benoa. Padahal secara hukum tidak guna,’’ tegas Wayan ‘’Gendo’’ Suardana, Koordinator ForBALI, ketika dikonfirmasi perihal penetapan RTRWP yang dilakukan DPRD Bali beberapa waktu lalu. Tidak ada ikatan hukum
apa pun dari Perda Revisi RTRWP yang telah ditetapkan terkait Teluk Benoa. Perda, kata Gendo, mengingatkan berada di bawah perpres. Sejak ditetapkannya Perpres No. 45 Tahun 2011 jo Perpres 51 Tahun 2014 tentang RTRW Sarbagita, kawasan Teluk Benoa telah menjadi bagian dari RTRW Nasional dan kewenangannya ada di pemerintah pusat. Oleh karenanya segala peraturan tata ruang di bawahnya, baik RTRWP Bali dan RTRWP Kota/Kabupaten Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan) wajib menyesuaikan dengan peraturan di atasnya. Hal. 15 Wajib Menyesuaikan
HANYA PENCITRAAN — Tetap dijadikannya Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi di Perda RTRWP Bali oleh DPRD Bali dinilai hanya pencitraan dan kerja tidak berguna. Hal ini karena DPRD Bali tidak pernah bersikap tegas untuk mendesak Presiden mencabut Perpres 51 Tahun 2014 yang menjadikan Teluk Benoa kawasan budi daya.
Sabtu Umanis, 24 Agustus 2019
Menkop Puspayoga Buka Rakernas ICSB Indonesia Rai Mantra Sebut Pertumbuhan UMKM di Denpasar Capai 31 Ribu
BUKA RAKERNAS - Menkop Puspayoga Buka Rakernas ICSB Indonesia ditandai dengan pemukulan gong, jumat (23/8) di Bali Beach Hotel, Sanur.
RAPAT Kerja Nasional Khusus Internasional Council For Small Business (ICSB) Indonesia, Indonesian SMEs: Reaching the Stars dihadiri pelaku UMKM serta koperasi dari seluruh Indonesia, Jumat (23/8) kemarin. Kegiatan ini dibuka secara resmi Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Bali Beach Hotel, Sanur yang ditandai dengan pemukulan gong. Kegiatan ini juga dihadiri Presiden International Council for Small Business (ICSB) Ahmed Osman, Chairman International Council Small Business (ICSB) Indonesia dan President ICSB Asia Hermawan Kartajaya, Jatim Emil Dardak, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani, dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara. Menteri Koperasi dan UKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, Bali sebagai daerah destinasi wisata dunia mempunyai posisi yang sangat strategis dalam pengembangan UKM.
Tentu pariwisata yang berjalan secara baik memberikan secara langsung dampak pada Usaha Kecil Menengah (UKM) diberikan dukungan lewat kreativitas yang ada. “Kalau pariwisatanya terangkat, tentunya UKM itu terangkat, sudah pasti. Trading di Bali pasti tinggi. Walaupun produksi dari Jawa misalnya, juga masuk Bali,” ujarnya. ICSB dengan keberadaan di Indonesia melalui Presiden International Council for Small Business (ICSB) Ahmed Osman dan Chairman International Council Small Business (ICSB) Indonesia dan President ICSB Asia Hermawan Kartajaya. Tentu ini tidak berjalan gampang, namun harus serius dengan tanggung jawab membangun kemudahan impor. ICSB difokuskan pada ekspor yang telah memiliki jaringan internasional serta didukung dengan program dari pemerintah pusat. “Mari kita manfaatkan program ini dan berfokus pada ekspor yang bisa menumbuhkan peningkatan investasi dan ekspor, sehingga ICSB hadir di Indonesia sangat strategis,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Rai Mantra
mengatakan keberadaan ICSB di Indonesia sangat strategis sekali serta hal ini menjadi moment penting dalam membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Denpasar. Rai Mantra menyampaikan, UMKM di Kota Denpasar dengan akses legalitas cukup dilakukan melalui kecamatan dengan akses connecting langsung ke Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan LPD. Tercatat sampai saat ini di Kota Denpasar terdapat 31.800 lebih UMKM dengan pertumbuhan per tahun mencapai 1.500. “Bagi kami, UMKM di Denpasar tidak lagi berbicara legalitas dan permodalan, namun pembenahan pada mindset, karena UMKM menjadi tugas kita dalam mendorong dan menciptakannya,” ujarnya. Rai Mantra menambahkan, dalam menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Denpasar tercatat 4,6 persen jumlah entrepreneurship small industry. “Ini menjadi studi kasus kita dan bagaimana caranya mengembangkan dan membangkitkan UMKM dengan mapping di tataran pendidikan SMA/SMK dalam memberikan pelajaran small bisnis,” ujarnya. (ad765)
BPD Bali Siap Terapkan QRIS
Denpasar (Bali Post) Bank BPD Bali siap menerapkan QR Code Indonesian Standard (QRIS). Dengan menerapakan QRIS juga merupakan peluang untuk meningkatkan fitur layanan kepada nasabah. Direktur Operasional Bank BPD Bali IBG Setia Yasa, S.Kom., M.M. mengatakan, merchant nantinya akan digantikan QR-nya oleh masing-masing bank. “Dengan adanya QRIS, rencananya kami akan mengajukan izin sebagai acquier ke BI sehingga kita diperkenankan merilis QR pada merchant,” tegasnya. Setia Yasa menambahkan, QRIS Unggul (Universal Gampang Untung Langsung) merupakan standar pembayaran melalui Apps uang elektronik server base dan mobile banking (MB), sehingga bagi Bank BPD Bali merupakan peluang untuk meningkatkan fitur layanan kepada nasabah. Tahap pertama yang sudah dilakukan saat ini adalah kerja sama pengembangan QRIS untuk MB dengan switching (Artajasa dan Rintis) sehingga nanti nasabah MB dapat bertransaksi di merchant bank lain atau merchant sendiri dengan sarana QR berbasis QRIS. “Dengan telah diterbitkan QRIS, kami segera akan mengajukan dan mengembangkan E-Money Server base yang nanti akan kami integrasikan degan fitur pembayaran retribusi di seluruh Bali,” jelasnya. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Trisno Nugroho mengatakan, telah meresmikan QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking. BI memastikan dengan adanya QRIS akan mendorong efisiensi perekonomian, mempercepat keuangan inklusif dan memajukan UMKM di daerah ini. Menurut Trisno Nugroho, saat ini merupakan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang selanjutnya implementasi secara nasional baru efektif berlaku mulai 1 Januari 2020. “Kami harapkan UMKM di Bali segera menggunakan QR code untuk memudahkan transaksi dan bisa meningkatkan penghasilan karena sangat mudah dan cepat,” ujarnya. (kmb42)
Anggaran Disiapkan
Pembangunan Sekolah Negeri Baru Terkendala Lahan
Denpasar (Bali Post) – Sampai saat ini jumlah sekolah negeri di Denpasar belum memadai. Terutama untuk jenjang pendidikan SMP. Karena itu, banyak muncul usulan untuk membangun sekolah, terutama di wilayah yang belum ada sekolahnya. Sayangnya pembangunan sekolah baru tersebut terkendala lahan. Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar I Wayan Gunawan, mengatakan hal itu Jumat (23/8) kemarin. Menurut Gunawan, keinginan untuk membangun sekolah baru memang sangat kuat. Hanya saja kendala yang dihadapi saat ini adalah ketersediaan lahan. Lahan yang menjadi kewenangan Pemkot Denpasar sudah tidak memungkinkan lagi. Dikatakan, lahan yang banyak diusulkan adalah milik Pemprov Bali, seperti yang ada di Kesiman. Lahan eks Balitek tersebut juga menjadi kewenangan Pemprov. Pemkot, kata dia bisa membangun sekolah di wilayah Padangsambian, karena di wilayah ini masih ada satu SD yang menempati dua bidang tanah. Bila ini dilakukan penggabungan, lahan yang satunya lagi bisa dibangun sekolah baru. Anggota DPRD Denpasar A.A. Ngurah Putra mengatakan, Pemkot Denpasar bersama DPRD telah menyepakati untuk menyediakan anggaran untuk pembangunan SMPN 14. Sekolah ini dirancang sebanyak 27 kelas. Selain itu juga disepakati untuk penambahan alokasi anggaran untuk kelanjutan pembangunan gedung SMPN 13 yang tahun ini sudah menerima siswa baru untuk pertama kalinya. Bukan hanya itu, pada tahun 2020 juga disepakati untuk mengalokasi anggaran pembuatan DED pembangunan SMPN 15 Denpasar. “Kami berterima kasih karena sudah ada kesepakatan soal anggaran pembangunan sekolah baru ini,” ujarnya. Sebelumnya, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengakui ada beberapa desa dan kelurahan yang memiliki persoalan yang sama, yakni belum ada sekolah negeri. Berkenaan dengan pembangunan SMP negeri, Jaya Negara mengatakan sangat setuju untuk melakukan pembangunan tersebut. Namun hingga saat ini kendala yang dihadapi yakni persoalan lahan. “Pembangunan sekolah baru tentu kami sangat setuju, sekarang kan ada masalah keterbatasan lahan. Namun ada kabar gembira bahwa Bapak Gubernur akan memberikan satu lahan yang besar luasnya 2,4 hektar di Kertalangu. Itu akan dibangun 1 SMA negeri dan 1 SMK negeri oleh Gubernur. Satunya lagi akan dibangun satu SMP negeri yang akan dibangun oleh Pemkot Denpasar,” ujarnya. (kmb12)
Pemuda Asal Jakarta Dibui 11 Tahun
Denpasar (Bali Post) Pemuda asal Tambora, Jakarta Barat, Erwin (23), dibui selama 11 tahun oleh majelis hakim pimpinan Kony Hartanto. Hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana atas kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 9,89 gram. Dalam perkara ini, terdakwa dijerat Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Di samping hukuman badan, terdakwa Erwin juga diganjar dengan pidana denda sebesar Rp 1 miliar. Apabila tidak membayar pidana denda, maka diganti dengan pidana penjara selama empat bulan kurungan. Kendati mengaku baru dua kali melakukan tempelan narkoba, terdakwa menerima putusan yang diajukan hakim. Apalagi JPU Desak Putu Megawati sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 13 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara. Terdakwa yang tinggal sementara di seputaran Jalan Pendidikan, Denpasar Selatan itu ditangkap polisi saat sedang bersama Hisyam Achmad Andre Anto di Jalan Pulau Alor Permai, Pendungan, Denpasar Selatan, Kamis (14/3) lalu. Setelah dilakukan penggeledahan terhadap terdakwa, polisi menemukan barang yang digenggam tangan kiri terdakwa berupa satu pembungkus plattos snack kentang di dalamnya berisi satu plastik klip berisi kristal bening yang diduga mengandung sediaan sabu-sabu seberat 9,62 gram neto. Rencananya paket sabu-sabu itu akan dibagi lagi dalam kemasan plastik klip lalu ditempel lagi sesuai perintah orang yang disebutnya Bos. (kmb37)
Topik : PEMBANGUNAN SEKOLAH NEGERI BARU TERKENDALA LAHAN
TRUK - Kondisi jalan yang dilintasi truk menuju lokasi bongkar-muat di Jalan Pondok Indah, Ubung, Denpasar.
Bali Post/ist
Warga Pondok Indah Keluhkan Truk Bongkar-Muat
Denpasar (Bali Post) Warga Kota Denpasar yang bermukim di Jalan Pondok Indah, Ubung mengeluhkan adanya bongkar-muat barang yang ada di wilayah mereka. Aktivitas tersebut membuat kenyamanan warga terganggu, terlebih aktivitas bongkar-muat berlangsung 24 jam. Salah seorang warga, Nyoman Suwanta, mengaku telah melaporkan kondisi itu ke Dinas Perhubungan Kota Denpasar. Sebelumnya pihaknya juga telah melaporkan kondisi itu ke lurah setempat, namun tidak mendapatkan jawaban. ‘’Saya datang bersama perwakilan warga lainnya sudah melapor ke sana ke mari, tapi belum ada tindak lanjutnya. Sebelum ke Dishub kami sudah bertemu dengan Lurah Ubung,’’ keluh Nyoman Suwanta, Jumat (23/8) kemarin. Menurut Suwanta, protes warga terhadap usaha bongkar-muat itu disampaikan dengan menandatangani keberatan akibat dibukanya lahan parkir truk dan bongkarmuat barang. Mereka beralasan
jalan setempat dibuat swadaya dari warga perumahan. Tidak hanya kerusakan jalan, truk-truk tersebut juga lalu-lalang hingga 24 jam. ‘’Setiap lewat pasti menimbulkan getaran. Jalan kami hancur dan
terjadi polusi udara. Ada warga di sana anaknya balita harus dibawa ke kampung karena polusi udara akibat aktivitas truk. Saya berharap dalam evaluasi ini aktivitas truk ini distop agar warga tidak terganggu lagi kenyamanannya,’’ ungkapnya. Terlebih, katanya, ketika truk melintas menimbulkan getaran bak gempa bumi. Bahkan salah seorang warga harus mengungsikan dua anaknya yang masih balita lantaran kondisi rumahnya yang berada tepat di jalan yang dilintasi truk. ‘’Kami merasakan langsung dampaknya, debu masuk melalui ventilasi, sehingga mengotori rumah. Debu yang beterbangan tebal, jadi setiap hari kami harus
membersihkan rumah akibat debu yang dihasilkan kendaraan tersebut,’’ katanya. Warga lainnya, Gede Utama Putra, menuturkan jalan yang dibuat dengan gotong royong itu baru berumur lima tahun. Namun kini rusak akibat dilintasi truk tiga bulan terakhir. ‘’Kami takutkan tidak hanya jalan, kami waswas rumah akan ikut hancur jika truktruk besar terus melewati jalan perumahan,’’ tegasnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
SMAN 2 Denpasar Beri Warna Taksu ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ KELUARGA besar SMAN 2 Denpasar yang akrab disebut Resman merayakan HUT ke-54 secara sederhana, Jumat (23/8) kemarin. Di acara itu, warga SMAN 2 Denpasar memberi warna taksu visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui berbagai atraksi keseniannya. Salah satu yang mengundang decak kagum penonton adalah penampilan tari Barong oleh anakanak ekstrakurikuler seni ‘’Taksu’’. Kepala SMAN 2 Denpasar Drs. Ida Bagus Sueta Manuaba, M.Pd. mengungkapkan rasa bangganya karena panari rangda, barong dan penabuh semua dilakoni anak-anak Resman. Ini pas dengan tema HUT yakni ‘’Menjadikan Resman dan Nusantara Lebih Berwarna’’. Tema ini disinergikan dengan visi sekolah ‘’Terwujudnya Insan Berbudi Luhur, Cerdas, Kompetitif Berlandaskan Tri Hita Karana’’. Sueta Manuaba bersama dewan guru berkomitmen menanamkan sikap, karakter, dan mengoptimalkan prestasi siswa guna menghasilkan generasi berwawasan luas, berintegritas dan berempati kepada sesama. Ini memperkuat taksu visi
Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ serta memberi kontribusi bagi Nusantara. Yang istimewa sebagai kado HUT kali ini, anak-anak Resman mempersembahkan prestasi internasional. Di antaranya meraih medali perak di LKTI di Malaysia, perak di Korsel, dan perak di Jepang. Juara I nasional EMI, juara I silat nasional di O2SN dan juara silat tingkat internasional. Prestasi go international ini diapresiasi oleh Wakil Ketua Komite SMAN 2 Denpasar Drs. I Nyoman Suparta. Didampingi pengurus komite Putu Sudana, M.Far. (Sekum), Drs. I Nyoman Cendekiawan, S.H., M.Si. (Bendahara), A.A. Alit Sumantri, S.E., M.M. (Pendidikan), drg. Tri Dewi Kumara dan Lusia Elyabeth (anggota). Suparta mengatakan komite Resman mendukung semua program sekolah guna mempersiapkan SDM Bali yang unggul, berkarakter dan berdaya saing internasional. Sebab, menurut Suparta, saat ini berdaya saing nasional belum cukup, harus mampu berdaya saing global. Hal ini sudah dibuktikan dari prestasi
Bali Post/025
BARONG – Kepala SMAN 2 Denpasar I.B. Sueta Manuaba bersama komite dan penari Barong. internasional anak-anak yang menjadikan Resman dan Nusantara lebih berwana. Kepala SMAN 2 Denpasar Ida Bagus Sueta Manuaba didampingi Wakil Kepala Sekolah I Nengah Mardana, Ni Wayan Rustini, Tri
Sulistyaningsih dan Kadek Oka Satria Wibawa menambahkan, serangkaian HUT diadakan aksi bersih pantai, ekspo pendidikan, donor darah dan lomba intern dan ekstern. Acara juga dihadiri Kabid SMA Disdik Bali. (025)
Sabtu Umanis, 24 Agustus 2019
Bupati Giri Prasta Buka Taman Ayun Barong Festival Superstar 2019
FESTIVAL - Suasana pembukaan Taman Ayun Barong Festival Superstar 2019.
PELETAKAN punggelan barong menandai dibukanya Taman Ayun Barong Festival Superstar 2019, Jumat (23/8) kemarin. Kegiatan yang dilaksanakan di jaba tengah Pura Taman Ayun ini dibuka langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa dan Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung. Turut hadir sejumlah pimpinan OPD, Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Ketua PHRI I G.N. Suryawijaya dan undangan lainnya. Bupati Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan, Pura Taman Ayun adalah salah satu role model berkaitan dengan sejarah di Bali, khususnya Kabupaten Badung. Dalam sejarah, katanya, ada lima hal yang saling berkaitan, yakni puri, pura, purana, purohita, dan para. Nah, event Festival Barong ini, menurutnya, merupakan salah satu komitmen menjaga dan melestarikan hal
tersebut. ‘’Yang kita nikmati hari ini merupakan warisan leluhur kita. Sehingga kita bisa mengisi kemerdekaan ini dengan melestarikan budaya. Salah satunya adalah barong dan makendang. Apalagi Taman Ayun merupakan warisan budaya dunia yang diakui UNESCO,’’ ungkapnya. Pihaknya dalam kesempatan itu juga menegaskan komitmen mendukung event yang digelar Puri Ageng Mengwi melalui Sanggar Mangu Samcaya ini. ‘’Sebab kunjungan wisatawan di Pura Taman Ayun ini juga berkaitan dengan pendapatan Kabupaten Badung. Kami berkomitmen event ini tetap dilakukan tiap tahun. Harus dilakukan, tidak boleh tidak dilakukan,’’ tegasnya. Taman Ayun Barong Festival kategori Superstar merupakan bagian dari Taman Ayun Barong Festival Regeneration and Superstar 2019. Total ada 15 peserta, masing-masing bapang barong dan makendang tunggal. Khusus kategori superstar
melibatkan para juara I dari berbagai kompetisi bapang barong dan makendang tunggal. ‘’Jadi di sini top of the top-lah,’’ ujar Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung. Menariknya, bapang barong dan makendang tunggal bukan satu tim, sehingga terjadi tarung bebas. Dengan demikian, kemampuan peserta betulbetul diuji. ‘’Mereka tampil melalui sistem undi. Sehingga antara bapang dan tukang kendangnya asalnya bisa saja berbeda,’’ jelasnya. Perlombaan kategori superstar dibagi dalam dua sesi. Hari pertama menampilkan tujuh peserta. Sementara pada hari kedua menampilkan delapan peserta. Di samping kategori superstar, siang harinya telah dibuka Taman Ayun Festival Regeneration pada pukul 13.00 Wita. Pada hari pertama pesertanya adalah siswa SD dengan jumlah 15 orang, masing-masing untuk bapang barong buntut dan makendang tunggal. Sementara pada hari kedua pesertanya adalah siswa
SMP. Para juara akan mendapatkan penghargaan berupa sertifikat yang ditandatangani Panglingsir Puri Ageng Mengwi dan Bupati Badung serta dana pembinaan. Untuk bapang dan makendang SD, juara I mendapat dana pembinaan Rp 2 juta, juara II Rp 1,5 juta, dan juara III Rp 1 juta. Kemudian bapang dan makendang SMP, juara I mendapat dana pembinaan Rp 3 juta, juara II Rp 2 juta, dan juara III Rp 1,5 juta. Nah, untuk kategori superstar, bapang barong juara I akan mendapat dana pembinaan Rp 10 juta, juara II Rp 7 juta, dan juara III Rp 6 juta. Sedangkan makendang tunggal, juara I Rp 7 juta, juara II Rp 6 juta, dan juara III Rp 5 juta. Sementara untuk harapan, seluruhnya akan mendapat sertifikat. ‘’Kami berterima kasih atas dukungan dari Pemkab Badung, khususnya Bapak Bupati yang telah bersedia membuka langsung kegiatan ini,’’ tegas Gde Agung. (ad770)
Kembangkan Pariwisata Bali Harus Dapat Perhatian Khusus Mangupura (Bali Post) -
Pariwisata menjadi salah satu sektor andalan ekonomi Indonesia. Bila sektor pariwisata betul-betul menjadi fokus pemerintah, maka Bali harus mendapatkan perhatian khusus. Hal ini mengingat Bali memiliki kelebihan dan keunikan dibandingkan daerah lainnya. Demikian disampaikan Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha pada urun rembug tokoh pers dengan tema ‘’Cepat Majulah Bangsaku!’’ yang digelar Jumat (23/8) kemarin di Seminyak. Menurutnya, apa yang akan dilakukan pemerintah dengan fokus meningkatkan pendapatan dari pariwisata harus mengacu pada Bali Brand yang sebetulnya adalah brand pariwisata Indonesia. Walaupun Menteri Pariwisata menggunakan brand untuk promosi pariwisata yaitu Wonderful Indonesia. ‘’Kalau bicara pariwisata di Indonesia, pasti brand-nya Bali,’’ ujarnya. Pemerintah diharapkan memberikan perhatian khusus untuk Bali, contohnya di bidang infrastruktur. Tujuannya menumbuhkan kualitas tourism. ‘’Selama ini yang menjadi target pemerintahan Jokowi lima tahun lalu adalah jumlah kunjungan turis ke Indonesia. Di satu sisi, kuantitas kita tingkatkan, namun kualitas juga perlu ditingkatkan,’’ tegasnya. Bali perlu dijadikan brand pariwisata Indonesia. Pemerintah tidak boleh hanya membentuk 10 objek wisata baru, tetapi bagaimana mendorong sinergi daerah-daerah terse-
but dengan Bali yang harus menjadi leader. ‘’Bali adalah Wonderful Indonesia, itu tidak bisa dibantahkan. Kekuatan pariwisata itu ada pada kebinekaan. Apa pun yang dikembangkan, harus berada dalam kerangka kebinekaan,’’ ungkapnya. tegasnya. Redaktur Senior Tempo Bambang Harymurti yang membawakan materi persatuan dan kerukunan bangsa menyampaikan, Pemilu 2019 telah menimbulkan polarisasi sosial. Sebagian persoalan pada dasarnya sudah dialami jauh sebelum memasuki periode pemilu. Pascaputusan MK terkait sengketa pilpres, sejumlah pemberitaan media menyuarakan perlunya bangsa Indonesia kembali merajut persatuan dan meninggalkan perbedaanperbedaan pandangan selama pemilu berlangsung. Tentu saja polarisasi dan gesekan politik yang terbangun selama pemilu tidak mudah hilang. Untuk itu, pemerintah, masyarakat dan pers perlu
kembali merajut tali persatuan Indonesia dan mewujudkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Mantan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dengan membawa materi percepatan dan pemerataan pembangunan berkesejahteraan sosial menyampaikan, ada dua kebutuhan besar pembangunan Indonesia ke depan. Pertama, melakukan percepatan pembangunan di berbagai sektor untuk memastikan Indonesia segera mewujudkan kesejahteraan rakyat dan pada saat yang sama bersaing secara kompetitif dengan bangsa lain. Kedua, hasil pembangunan tersebut tidak hanya menjadi milik sekelompok orang atau hanya terkonsentrasi di satu atau dua daerah. Sementara itu, Direktur Komunikasi Piala Presiden Kompetisi Nasional Media Usman Kansong dengan materi pengembangan industri berbasis pemanfaatan teknologi digital mengatakan, teknologi digital telah menjadi semacam
Bali Post/edi
URUN REMBUG - Suasana urun rembug tokoh pers dengan tema ‘’Cepat Majulah Bangsaku!’’ yang digelar Jumat (23/8) kemarin di Seminyak. keharusan untuk memberi nilai tambah pada kegiatan teknologi dan industri. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian, terus mendorong penerapan teknologi digi-
tal di berbagai sektor. Terkait pendidikan dan pengembangan SDM di era 4.0, Wakil Pemimpin Kompas Rikard Bangun menyampaikan, Presiden Joko Widodo akan
menjadikan pembangunan SDM sebagai prioritas lima tahun ke depan. Arah kebijakan ini berangkat dari pandangan bahwa Indonesia yang maju dan kompetitif tentu tidak akan
tercapai tanpa dukungan SDM andal. Urgensi pengembangan terhadap SDM ini semakin terasa di tengah Indonesia akan menghadapi bonus demografi. (kmb23)
Kodim Gelar Penghijauan di Subak Sarwapala Dewan Pertanyakan Progres Rencana Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Mangupura (Bali Post) Walau disibukkan dengan berbagai tugas pokok, Kodim 1611/Badung juga peduli kelestarian lingkungan. Seperti pada Jumat (23/8) kemarin Kodim menggelar penghijauan dengan menanam 1.400 bibit pohon di Subak Sarwapala dan seputaran Lapangan Umum Banjar Gria, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal. Kegiatan cinta alam tersebut di antaranya melibatkan anggota Polri, aparat desa, mahasiswa, pelajar dan warga setempat. Sedangkan bibit pohon yang ditanam yaitu cendana, cempaka, mahoni, majegau dan sawo kecik. Kasdim 1611/Badung Mayor Inf. Arianto didampingi Pasiter Kapten Inf. Wayan Suara mengatakan, kegiatan penghijauan tersebut melibatkan 300 orang. ‘’Tema kegiatan ini adalah bersama hijaukan kembali bumi Indonesia sebagai wujud kepedulian demi masa depan generasi penerus bangsa,’’ ungkapnya. Kasdim saat membacakan sambutan Dandim menyampaikan, tujuan dilaksanakan kegiatan penghijauan
ini merupakan program Kodim 1611/ Badung. Selain itu, dalam rangka mewujudkan kepedulian dan kesungguhan untuk ikut bersama-sama pemerintah daerah berperan dalam mewujudkan kehidupan yang adil dan makmur bagi rakyat tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan. Kegiatan ini juga sesuai dengan program pembangunan berkelanjutan dengan konsep pembangunan berwawasan lingkungan. ‘’Di samping itu pula, pohon yang ditanam pada dasarnya dapat menyerap air hujan,’’ ujarnya. Dengan banyaknya pohon, akan menjadikan Desa Ayunan sebagai daerah persediaan air tanah yang dapat memenuhi kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya. Termasuk mendukung program daerah wisata ke depannya. ‘’Semoga apa yang kami lakukan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat dan Bali. Terutama mewujudkan lingkungan yang hijau dan ketersediaan air tanah,’’ ucap Kapten Suara. (kmb36)
Bali Post/ist
TANAM POHON - Kasdim 1611/Badung Mayor Inf. Arianto menanam bibit pohon di seputaran Lapangan Umum Banjar Gria, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal.
Mangupura (Bali Post) Perkembangan rencana pembangunan jalan lingkar selatan dari Nusa Dua menuju Pecatu hingga Jimbaran, masih belum Jelas. Anggota DPRD Badung dapil Kuta Selatan Made Sumerta mengungkapkan, pihaknya secara kelembagaan di dewan belum menerima laporan progress rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, salah satu kendala yang mungkin dihadapi adalah menyangkut pembebasan lahan. Dia mengatakan, masalah pembebasan lahan bisa diselesaikan apabila dilakukan pendekatan secara bertahap. Oleh karena itu, dia berharap ada semacam laporan terkait langkah yang dilakukan dan kendala yang dihadapi pemerintah. ‘’Yang jelas, kami kurang tahu progesnya. Mungkin laporan ke Pak Bupati sudah disampaikan,’’ ujarnya belum lama ini.
Sumerta berharap hal ini perlu menjadi perhatian dan didukung semua pihak. Sebab, masalah kemacetan lalu lintas di Kuta Selatan sudah tergolong klasik. Padahal kawasan Kuta selatan atau Badung selatan merupakan penghasil PAD yang sangat dominan. Terkait penataan lingkungan, Sumerta mengapresiasi langkah Gertak Badung Bersih. Sebab langkah ini cukup positif dalam memerangi sampah apalagi di wilayah pariwisata. Namun salah satu masukannya adalah, selain sampah yang juga mungkin menjadi perhatian adalah penghijauan. ‘’Perlu ada semacam kajian kultur wilayah dengan tanaman yang cocok. Misalnya kawasan bukit yang tandus, cocoknya tanaman apa? Biar dikaji agar benar-benar bermanfaat,’’ tegasnya. (kmb23)
Pertama di Indonesia
BNN Buka Layanan di Mal Pelayanan Publik Badung
KUNJUNGAN BNN - Kepala DPMPTSP Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan saat menerima kunjungan Sekretaris Utama BNN RI Irjen Pol. Adhi Prawoto beserta rombongan.
KESERIUSAN Pemerintah Kabupaten Badung dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya dalam penanggulangan bahaya narkoba, mendapat apresiasi luar biasa dari Badan Narkotika Nasional RI. Hal ini lantaran BNN telah diberikan kesempatan membuka layanan kepada masyarakat di Mal Pelayanan Publik Badung. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI Irjen Pol. Adhi Prawoto, S.H. didampingi Kepala BNNP Bali Brigjen
Pol. I Putu Suastawa, Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, dan rombongan sebanyak 15 orang saat mengunjungi ruang Layanan BNN Badung di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Badung. Rombongan BNN diterima langsung Kepala DPMPTSP Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan, S.T., M.T., Rabu (22/8). Sestama BNN RI Adhi Prawoto menyampaikan, Mal Pelayanan Publik Badung sangat lengkap dan yang pertama kali di Indo-
nesia menghadirkan layanan BNN. ‘’Ini akan kami jadikan model bagi MPP lainnya di Indonesia supaya mengikuti terobosan strategis Kabupaten Badung,’’ katanya. Kepala BNNK Badung Mastini lebih lanjut menjelaskan, terdapat tiga jenis layanan BNN pada Mal Pelayanan Publik Badung. Layanan dimaksud yaitu Layanan Surat Keterangan Pemeriksaan Narkoba (SKPN), layanan konsultasi rehabilitasi, serta layanan pengaduan tentang adanya penyalahgunaan dan pere-
daran gelap narkoba. Sementara itu, Kepala DPMPTSP Badung Agus Aryawan menyambut baik dan menyampaikan terima kasih atas kunjungan Tim BNN RI ke Mal Pelayanan Publik Badung. Kunjungan ini akan memberikan dorongan agar masyarakat mudah mengakses layanan BNN pada Mal Pelayanan Publik Badung, sehingga tidak takut berkonsultasi dengan petugas serta terhindar dari penyalahgunaan dan bahaya Narkoba. (ad764)
Sabtu Umanis, 24 Agustus 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L
Komisi III Kunjungi Perumda Air Minum Tirta Mangutama
Minta Kantor Segera Dipindah ke Badung Weekdays Treat & Gentleman’s
DPRD Badung menggelar kunjungan kerja ke Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Jumat (23/8) kemarin. Kunjungan dipimpin Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta bersama Ketua Komisi III I Putu Alit Yandinata, didampingi Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) I Nyoman Satria, sejumlah anggota Komisi III yakni Wayan Sandra, I Made Suryananda Pramana, Nyoman Graha Wicaksana, Ni Komang Tri Ani, Gusti Ngurah Saskara dan I Made Retha. Rombongan diterima Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama I Ketut Golak didampingi Dirtek I Wayan Suyasa, Dirum Ida Ayu Eka Dewi Wijaya dan sejumlah staf di Kantor Perumda Air Minum Tirta Mangutama Jalan Bedahulu, Dauh Puri Kaja, Denpasar. Ketua Komisi III DPRD Badung Alit Yandinata menerangkan beberapa permasalahan yang terjadi di Perumda Air Minum Tirta Mangutama harus segera diatensi. Pertama terkait lokasi kantor yang masih berada di Denpasar. Pihak Komisi III meminta kantor Perumda Air Minum Tirta Mangutama bisa segera dipindah di wilayah Kabupaten Badung. ‘’Kami harap agar segera bisa dipindahkan, kalau bisa menjadi satu di Puspem Badung. PDAM Badung semestinya di Badung kantornya sesuai dengan peraturan daerah, tetapi kok
Day Out Program
KUNKER - Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta bersama Ketua Komisi III I Putu Alit Yandinata didampingi Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) I Nyoman Satria, sejumlah anggota Komisi III melakukan kunjungan kerja ke Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Jumat (23/8) kemarin. PDAM Badung kantornya di kodya,’’ tegasnya usai kunjungan. Lanjut politisi asal Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani itu, terkait pelayanan kepada masyarakat harus lebih bagus. Pihaknya pun memberi masukan kepada Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama agar mengutamakan dari sisi cakupan layanan. Baik buruk pelayanan, lanjut Alit Yandinata, berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan. Maka dari itu yang terpenting adalah pelayanan. ‘’Misal calon pelanggan, apabila membuat BTN baru wajib memiliki penampungan air (reservoir) sejenis masuk
S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
dalam fasilitas umum lah. Setelah itu baru disalurkan dari PDAM,’’ terangnya. Kemudian jumlah setoran kas daerah ke Badung yang meleset jauh target. Yakni, setoran di tahun 2018 sebesar Rp 19,7 miliar lebih dari target Rp 30 miliar. Menurutnya, pihak Perumda beralasan pengusaha pariwisata saat ini lebih banyak menggunakan air bawah tanah (ABT) tidak lagi berlangganan Perumda. ‘’Itu yang menyebabkan anjloknya pendapatan. Ini yang harus segera diproteksi,’’ kata politis PDI Perjuangan itu. (ad762)
FASHION Starts Here! Beachwalk Shopping Center kembali dengan tema ‘’I Am Fashion’’ yang menghadirkan kembali fashion sebagai tema utama pada Agustus 2019. Beachwalk selalu memberikan atmosfer dan semangat baru lewat berbagai kejutan promo menarik untuk pengunjung selama Agustus 2019. Di Agustus ini, Beachwalk memberikan program yang penuh dengan berbagai macam instant rewards dan special treats untuk member Corner’s Card. Setiap Rabu, sepanjang Agustus ini pengunjung akan mendapat voucher Sour Sally dengan berbelanja minimum IDR 1.000.000 (maksimal 2 struk, *S&K berlaku dan selama persediaan masih ada). Khusus pengunjung lakilaki, dari Senin-Kamis untuk pembelanjaan minimum IDR 250.000 di dalam satu struk dari tenant mana saja di Beachwalk Shopping Center, pengunjung laki-laki mendapatkan voucher Grab senilai IDR 100.000 untuk melengkapi Gentleman’s Day Out yang sering dilakukan. (*S&K berlaku). (ad767)
Tingkat Konsumsi Ikan Masih Rendah
P R O F I L E C E R I T A
Beachwalk Shopping Center
Mangupura (Bali Post) -
Tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Badung masih rendah dibandingkan nasional. Konsumsi ikan di Badung baru mencapai 33,61 kg/kapita/tahun pada tahun 2018. Tingkat konsumsi ikan ini lebih rendah dibandingkan tingkat konsumsi ikan nasional sebesar 54,9 kg/kapita/tahun.
Bali Post/may
KEPALA BI - Dari kanan: Kepala BI KPw Bali, Dekom BI, Kepala BI KPw Tokyo usai pengukuhan Kepala BI KPw Bali.
Perkuat Perdagangan Indonesia-Jepang Denpasar (Bali Post) Berkaitan dengan fungsi Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) di luar negeri yaitu melakukan kajian dan kerja sama berhubungan dengan perekonomian di Indonesia, maka Chief Representative BI Tokyo, Jepang Causa Iman Karana akan melakukan langkah-langkah untuk memasarkan produk-produk Indonesia. ‘’Kalau Bali sudah siap kita akan mendorong ke sana, kita akan mencari showcashing untuk produk-produk Bali di Tokyo, Jepang,’’ ungkapnya saat pengukuhan Kepala BI KPw Bali yang baru, Jumat (23/8) kemarin. Ia juga akan berkoordinasi dengan KBRI. Namun leading sector bukan BI tetapi KBRI. KBRI meiliki fungsi ekonomi dan keuangan. Dengan mereka, ia akan membahas cara pemasaran produk-produk Indonesia ke Jepang. ‘’Bali dan Jawa saya lihat siap untuk itu. Saya beruntung dapat pengalaman di Bali tiga tahun, sehingga tahu siapa yang bisa didorong ekspornya ke Jepang,’’ jelasnya. Produk ikan tuna segar, dikatakan, dapat didorong ke sana karena pasar ikan sangat besar. ‘’Saya tiap hari makan ikan terus,’’ ujarnya. Selain itu potensi komoditi lainnya adalah brown sugar atau gula semut yang sedang dibuat klasternya di Jembrana. Komoditi baru yang cukup menjanjikan ekspor ke Jepang adalah ikan sidat. Harganya cukup mahal di Jepang. ‘’Nanti saya akan kerja
sama dengan teman-teman di Pemprov, Bappeda, perdagangan untuk itu,’’ terangnya. Untuk membantu memperkenalkan dan memasarkan produkproduk Indonesia, ia akan membuka tempat di Tokyo. Sementara yang mengisi adalah pelaku usaha dari Bali, Jawa Timur dan daerah Indonesia lainnya. Hal yang perlu dipersiapkan pelaku usaha di Bali adalah bersiap menghadapi beberapa persyaratan masuk dan uji kualitas serta mutu. ‘’Ciri khas orang di sana adalah detail, teliti, jadi mungkin agak lama di awal, pertanyaan banyak sekali dan panjang lebar. Begitu sudah selesai, untuk selanjutnya akan cepat dan kontinu. Begitu dia sudah percaya sama kita, akan lancar,’’ bebernya. Dari sisi pariwisata, Bali dengan Jepang sudah memiliki hubungan emosional. Penduduk Jepang saat ini didominasi oleh penduduk senior. Sehingga Bali hendaknya menyiapkan pariwisata yang sesuai kebutuhan dengan senior untuk meng-grab wisatawan Jepang. Disiapkan fasilitas-fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan orang senior seperti kursi roda yang bisa mengakses ke mana-mana. ‘’Kalau pasar senior di Jepang bisa tembus, bagus itu,’’ ujarnya. Kerajinan Bali seperti kain dari Andika Tarum asal Bali dapat dijadikan kimono untuk dipasarkan di Jepang. Kain dari Andika Tarum Bali itu juga bisa untuk sprey, gorden, dll. Hanya kapasitas produksinya yang perlu ditingkatkan. (kmb42)
Sekretaris Dinas Perikanan Badung I Wayan Sujana mengatakan, produksi ikan, baik budi daya maupun penangkapan sebesar 8.763,4 ton di 2018. Karena itu, Pemkab Badung menggalakkan gerakan gemar makan ikan, karena manfaat ikan sangat penting untuk kesehatan dan kecerdasan otak. ‘’Ke depan diharapkan tingkat konsumsi ikan semakin meningkat melalui program-program pemerintah yang telah dilaksanakan. Seperti pemberian bibit
ikan, pengadaan sarana dan prasarana bagi kelompok nelayan, serta pembudi daya agar hasil produksi ikan juga meningkat,’’ ungkap Sujana, Jumat (23/8) kemarin. Menurutnya, kegiatan peningkatan konsumsi ikan bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat untuk memperhatikan gizi. Mengingat ikan memiliki kandungan omega-3 yang sangat berguna meningkatkan kecerdasan otak terutama pada masa pertumbuhan.
‘’Melalui gerakan gemar makan ikan akan mempersiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, kuat dan cerdas, sehingga meningkatkan animo masyarakat terhadap ikan, mengembangkan promosi produk perikanan dan meningkatkan peran aktif stakeholder perikanan untuk mewujudkan peningkatan konsumsi ikan bagi masyarakat Badung,’’ jelasnya. Ketua Tim Penggerak PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta mengungkapkan, gerakan gemar
makan ikan merupakan program pemerintah yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan kecerdasan dan derajat kesehatan masyarakat. Mengingat manfaat makan ikan sangat baik bagi kesehatan tubuh, Seniasih Giri Prasta mengajak seluruh masyarakat Badung mulai dari anak-anak hingga dewasa membiasakan makan ikan. Apalagi mengingat ikan sangat mudah didapatkan dan harganya terjangkau. ‘’Khusus kepada anak-anak SD saya anjurkan agar lebih banyak makan ikan. Ini agar kalian menjadi semakin pintar, kuat dan sehat, sehingga dapat berprestasi dalam mengejar pendidikan,’’ pungkasnya. (kmb27)
Siswa Papua Serukan Perdamaian dan Persatuan Mangupura (Bali Post) – Siswa asal Papua yang mengikuti Program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) di SMAN 1 Kuta Utara menyerukan persatuan. Seruan ini menyusul adanya peristiwa yang menimpa masyarakat Papua beberapa hari lalu. Seruan persatuan yang dibalut dalam pernyataan sikap diungkapkan siswa Papua di hadapan guru dan Kepala Sekolah setempat, Jumat (23/8) kemarin. Dalam seruan tersebut, mereka menyatakan, ‘’Kami putra dan putri Indonesia bersumpah untuk memajukan tanah air kita Indonesia. Kami generasi muda penerus bangsa, bertekad dan berjanji untuk ikut serta membangun dan membuat bangga ibu pertiwi kita Indonesia’’. Kepala SMAN 1 Kuta Utara I Made Murdia membenarkan jika siswa Papua yang tengah mengikuti program Adem menyampaikan seruan untuk tetap menjaga persatuan. ‘’Mereka merupakan siswa kami yang sedang mengikuti program Adem. Apa yang dikatakan mengenai seruan persatuan murni dari mereka, kami tidak ada mengarahkan,’’ ungkapnya. Menurutnya, pihaknya mendukung sikap siswa Papua yang tetap berpegang teguh pada Indonesia. Pihaknya juga berharap insiden yang menimpa masyarakat Papua di Surabaya dan Malang tidak membuat bangsa ini larut dalam kepedihan, sehingga mengabaikan pendidikan para siswa. ‘’Komunikasi anak-anak Adem sangat akur. Bahkan dalam kesehariannya tidak terpengaruh dengan isu tersebut,’’
katanya. Diterangkan, pihaknya menampung sembilan siswa Adem sejak 2017. ADEM merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). ‘’Mereka dibiayai dari pusat. Adem ini ada di seluruh Bali, termasuk Jawa pun ada. Mereka sekarang ada di kelas 10 sebanyak tiga orang, kelas 11 ada tiga orang dan kelas 12 tiga
orang,’’ terangnya. Murdia juga menegaskan, kepada para guru dan siswa untuk memperlakukan siswa Papua dengan baik. ‘’Saya sudah sampaikan kepada guru-guru dan yang lainnya, mereka (siswa Papua – red) adalah saudara kita, keluarga kita, teman kita. Kebetulan tinggalnya di Papua,’’ tegasnya seraya menambahkan, dalam proses pembelaja-
ran siswa Papua juga mendapatkan perhatian khusus. Menurutnya, siswa asal Papua tidak boleh diperlakukan sama, karena mereka memerlukan proses adaptasi. ‘’Siswa Adem ini adalah siswa yang harus kita pertanggungjawabkan. Selama kurun waktu tiga tahun mereka harus dapat menyelesaikan jenjang pendidikan di sini,’’ tegasnya. (kmb27)
Bali Post/par
SERUKAN PERSATUAN - Sikapi insiden yang menimpa mahasiswa Papua, siswa program Adem di SMAN 1 Kuta Utara menyerukan perdamaian dan persatuan.
Mengenal Computer Vision Syndrome COMPUTER Vision Syndrome diartikan sebagai kumpulan gejala terkait penglihatan diakibatkan oleh interaksi mata dengan layar komputer. Penyebabnya tidak terbatas pada layar komputer saja, namun juga handphone, tablet, dan alat elektronik serupa lainnya. Gejala ditimbulkan tergantung pada durasi aktivitas dengan alat tersebut, jarak dan kesejajaran mata dengan layar, postur duduk, dan riwayat kelainan/penyakit mata sebelumnya.
Gejala Computer Vision Syndrome (CVS) ini dapat dibagi dalam empat kategori yaitu gejala astenopia yang meliputi mata lelah, tegang, terasa nyeri, gejala berkaitan dengan permukaan mata yang meliputi mata berair, terasa kering, perih, gejala yang langsung berakibat pada fungsi penglihatan yang meliputi melihat ganda/berbayang dan kabur dan gejala di luar organ mata yang meliputi nyeri area leher, punggung dan bahu.
Mekanisme terjadinya kelelahan mata terkait penggunaan komputer disebabkan karena objek/karakter pada layar komputer ternyata memiliki pencahayaan yang tidak merata. Karakter atau objek pada komputer terdiri atas kumpulan titik-titik kecil (piksel) yang tidak sama terang sehingga menimbulkan perbedaan kontras. Hal ini memaksa otot mata lebih sering bergerak dan terus-menerus berubah, berusaha mempertahankan fokusnya agar
bisa melihat dengan baik. Proses ini bila berlangsung lama akan mengakibatkan mata lelah hingga nyeri. Selain itu, saat terlalu fokus di depan komputer cenderung mata menjadi jarang berkedip. Padahal berkedip menghasilkan air mata yang melembabkan permukaan mata. Penurunan refleks berkedip turut menyebabkan gejala mata terasa kering, perih, dan mengganjal. Upaya perubahan lingkungan untuk mencegah gejala-gejala
tersebut, contohnya menyesuaikan pencahayaan ruangan dan layar komputer sebaiknya sama sebab cahaya terlalu terang dari lampu atau jendela akan menambah beban kerja otot mata, menggunakan screen filter atau anti glare untuk mengurangi pantulan cahaya layar, memosisikan komputer 15–20 derajat di bawah mata dan sebaiknya layar berjarak 50–70 cm dari mata. Kemudian, setiap 20 menit bekerja, luangkan 20 detik untuk
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
mata beristirahat dan mengalihkan pandangan melihat jauh. Selama melihat ke layar dan saat istirahat usahakan untuk tetap berkedip, bahkan bisa lebih sering. Bila diperlukan, tetes air mata buatan yang dijual bebas di toko dapat digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan pada mata. Segera periksakan diri ke ahli mata apabila keluhan memberat dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. l dr. Putu Ayu Wulansari
Sabtu Umanis, 24 Agustus 2019
Dewan Denpasar Mulai Rancang AKD Denpasar (Bali Post) – Anggota DPRD Denpasar periode 2019-2024 telah dilantik awal pekan lalu. Sebanyak 45 anggota dewan hasil pemilu legislatif lalu telah diambil sumpahnya oleh Ketua PN Denpasar Dr. Bambang Eka Putra, S.H., M.H. atas nama Ketua MA dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Gusti Ngurah Gede. Kini jajaran dewan mulai merancang alat kelengkapan dewan (AKD), seperti unsur pimpinan, komisi, badang anggaran, badan musyawarah, badan pembentukan peraturan daerah (bapemperda), serta badan kehormatan. Bahkan, untuk fraksi, meski tidak termasuk alat kelengkapan dewan, sudah ada beberapa yang telah rampung. Salah seorang anggota dewan A.A. Ngurah Gede Widiada, Jumat (23/8) kemarin, mengakui saat ini sedang mempersiapkan pembentukan AKD. Karena Sekretariat Dewan sudah mengirimkan surat ke masing-masing induk partai untuk meminta nama yang akan ditempatkan pada AKD. Terkait dengan fraksi, Widiada mengaku pihaknya sudah final. Kesepakatan yang dilakukan dengan partnernya yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sudah membentuk susunan pengurus fraksi. Fraksi Restorasi Solidaritas (FRS) ini menyepakati sebagai ketua yakni A.A. Ngurah Gede Widiada. ‘’Ruangannya akan menempati bekas Fraksi Hanura pada periode sebelumnya,’’ ujar Widiada. Di sisi lain, anggota dewan dari PDI-P Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan dalam pembentukan AKD nanti, pihaknya tidak akan memonopoli. PDI-P dengan perolehan kursi terbanyak yakni 22 dari 45 kursi. Tetap akan berbagi dengan yang lain. ‘’Konsepnya, kami akan berbagi dengan partai lainnya,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede ditanya soal pembentukan AKD mengakui proses itu masih jauh. ‘’Ah, jangan tanya soal itu dulu. Masih jauh itu,’’ ujarnya singkat. (kmb12)
Alat Timbang RS Tabanan Ditera Ulang Tabanan (Bali Post) Tim Unit Metrologi Legal Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan menera alat timbangan badan milik BRSU Tabanan, Jumat (23/8) kemarin. Hasilnya, sekitar empat puluh alat timbangan yang diuji dari masingmasing poliklinik, dua di antaranya tidak lagi layak pakai dan disarankan untuk diganti. Sementara alat timbangan lainnya masih dalam kondisi baik. Kabid Meteorologi Wayan Roby Megananta didampingi Kasi Pelayanan Tera dan Tera Ulang Disperindag Kabupaten Tabanan Ni Putu Erna Susanti menyampaikan permintaan tera ulang alat timbangan ini merupakan dari pihak pengguna, dalam hal ini RS Tabanan. Di mana selain untuk memberikan akurasi timbangan yang benar, juga melengkapi audit ISO rumah sakit. Namun yang ditera ulang, lanjut Roby, hanya timbangan bada n saja. Sem en tara untuk alat-alat lainnya yang sifatnya medis, pihak rumah sakit sudah memiliki kalibrasi sendiri. ‘’Baru rumah sakit Tabanan saja, untuk permohonan tera ulang di rumah sakit lainnya belum ada,’’ ucapnya. Ditambahkanya, metrologi atau kegiatan tera ulang sebenarnya sangat dibutuhkan secara luas dan tidak
hanya sebatas UTTP pasar maupun SPBU. Hal senada juga disampaikan Kasi Pelayanan Tera dan Tera Ulang Erna Susanti. Layanan tera sebenarnya sangat penting dilakukan. Hanya sejumlah kendala yang dihadapi saat ini menyebabkan pelayanan tera dan tera ulang belum mampu menyasar seluruh UTTP di Kabupaten Tabanan. Hambatan itu seperti terbatasnya SDM yang berhak atau memiliki kualifikasi yang saat ini di Kabupaten Tabanan baru ada dua orang. Tidak kalah pentingnya belum tersedianya tempat reparasi UTTP bilamana UTTP yang saat ditera ulang perlu perbaikan. Saat ini hanya mengandalkan jasa reparasi di luar kabupaten. ‘’Potret pelayanan tera, tera ulang masih jauh dari harapan. Tentu saja perlu komitmen daerah sehingga ke depan kendala-kendala ini diharapkan bisa diatasi dan pelayanan tera ulang dapat lebih optimal demi mempercepat terwujudnya tertib ukur dalam upaya perlindungan konsumen,’’ terangnya. Di sisi lain, kegiatan pelayanan di Unit Metrologi Legal dalam waktu tertentu dilakukan survelen atau penilaian kembali dari Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan RI. (kmb28)
Bali Post/eka
TAMAN KOTA - Sejumlah warga kota memanfaatkan sarana olahraga yang ada di Taman Kota Denpasar. Dengan dilengkapi berbagai fasilitas olahraga, taman kota hampir tiap hari ramai dikunjungi warga, baik untuk berolahraga maupun berekreasi.
Pelaku Penganiayaan di Sky Garden Ditahan Mangupura (Bali Post) -
Sempat ditangguhkan karena sakit, pelaku penganiayaan di Diskotek Sky Garden berinisial Mr kembali ditahan di Mapolsek Kuta, Jumat (23/8) kemarin. Setelah ditangkap Jumat (9/8) lalu, tersangka Mr mengajukan penangguhan penahanan karena sakit dan diizinkan penyidik. ‘’Hari ini (kemarin - red) yang bersangkutan (Mr - red) ditahan lagi di Polsek Kuta. Mungkin dia sudah sehat,’’ tegas Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan. Tersangka Mr ditangkap berdasarkan laporan I Putu Gede Ambara Sadewa (56) berstatus manager di Sky Garden. Ambara melapor bahwa dirinya mengaku dianiaya tersangka Mr hingga giginya goyang. Selain
itu, korban juga diancam dibunuh. ‘’Kasus tersebut ditangani Polsek Kuta,’’ ujarnya. Sementara kasus yang ditangani Polresta Denpasar yaitu pelecehan seksual, pencurian uang, penga-
niayaan, ancaman atau fitnah, menurut mantan Kapolsek Kuta Utara ini, masih tahap penyelidikan. ‘’Tadi (kemarin - red) kami melakukan gelar perkara kasus tersebut di Polda Bali. Kami masih dalami laporan-
laporan yang masuk ke Polresta Denpasar,’’ tandas mantan Kasatreskrim Polres Badung ini. Seperti diberitakan, kericuhan terjadi Diskotek Sky Garden di Jalan Legian, Kuta, Kamis (8/8) lalu. Ambara Sadewa yang berstatus manager dianiaya hingga giginya goyang. Selain itu, korban juga diancam mau dibunuh. Pensiunan polisi berpangkat Brigjen Suwarno, selalu Direktur Sky Garden, melaporkan kasus
pencurian dengan kekerasan yang terjadi di lantai dua diskotek tersebut ke Polsek Kuta, Jumat (9/8) lalu. Kasus tersebut terjadi pada Kamis (8/8) lalu. Sementara Titian Wilaras, salah satu owner diskotek tersebut, melaporkan tiga kasus, yakni pelecehan seksual, pencemaran nama baik, dan penggelapan dalam jabatan. Ketiga kasus tersebut dilaporkan ke Polresta Denpasar. (kmb36)
Warga Australia Diimbau Patuhi Aturan Denpasar (Bali Post) Department of Foreign Affairs and Trade Australia berkunjung ke Polda Bali, Jumat (23/8) kemarin. Rombongan diterima Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha. Wakapolda Sunartha mengimbau kepada warga Australia yang liburan di Bali agar mematuhi aturan dan adat istiadat di Pulau Dewata ini. ‘’Kami berharap Department of Foreign Affairs and Trade Australia menyampaikan kepada warganya yang akan berkunjung ke Bali agar selalu mematuhi peraturan dan adat istiadat yang berlaku,’’ tegas Brigjen Sunartha. Selain itu, mantan Kapolresta Denpasar mengajak warga Australia saat berada di Pulau Dewata untuk bersama-sama melawan peredaran gelap narkoba. Selain itu tidak kalah penting selalu tertib dalam berlalu lintas. Mantan Direktur Lalu Lintas Polda Bali menanggapi mengenai keamanan wisatawan yang ada di Bali. Polda Bali sudah menempatkan Polisi Pariwisata di objek-objek wisata yang ada di Bali. ‘’Jika ada permasalahan, anggota kami cepat melakukan pengamanan. Personel tersebut juga sudah cakap berbahasa Inggris, sehingga jika ada pengaduan dari wisatawan, cepat dapat ditangani,’’ tu-
tupnya. Penny Williams PSM selaku Deputy Secretary didampingi beberapa staf-
nya menyampaikan pihak Konsul Jenderal Australia sudah menyampaikan dan menyarankan kepada warg-
anya yang akan berkunjung ke luar negeri, untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku. Pihak DFAT
menyampaikan agar Polda Bali tetap menjalankan penindakan sesuai prosedur. (kmb36)
Bali Post/ist
BERKUNJUNG - Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha menerima kunjungan rombongan Department of Foreign Affairs and Trade Australia.
Mengaku Pesan Sabu dari Acong
Terdakwa Dewi Andriyani Dituntut Lima Tahun
Bali Post/bit
TERA ULANG - Puluhan alat timbangan badan BRSUD Tabanan saat dilakukan tera ulang oleh Unit Metrologi Legal Tabanan.
Denpasar (Bali Post) Dewi Andriyani, wanita berusia 35 tahun kelahiran Bandung, ini harus menelan pil pahit. Pasalnya, terdakwa terlibat dalam kasus narkoba jenis sabu-sabu (SS). Dalam sidang, wanita berambut pendek ini dituntut lima tahun penjara oleh JPU Yuli Peladiyanti. Di hadapan majelis hakim pimpinan Dewa Budiwatsara, perbuatan terdakwa dinyatakan terbukti ber-
salah dalam dakwaan kesatu, yakni melanggar Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain menuntut wanita yang mengaku tinggal di kos eksklusif di Jalan Raya Pemogan, Perum Dukuh Raya, Denpasar dengan pidana penjara lima tahun, jaksa juga menuntut terdakwa dengan pidana denda Rp 800 juta, subsider dua bulan. Jaksa menjelaskan, awalnya ter-
dakwa memesan sabu-sabu lewat seseorang yang diketahuinya bernama Acong. Dia membeli sabu seharga Rp 900 ribu. Setelah uang ditransfer, si penjual meminta terdakwa mengambil tempelan di bawah gapura. Barang haram tersebut dibungkus dalam bungkusan rokok, lanjut dibawa ke kos terdakwa. Namun pada 19 Mei 2019 sekitar pukul 19.40 Wita ketika terdakwa mau mengambil
sisa sabunya itu pintu kamarnya, digedor polisi. Terdakwa panik, lalu memasukkan sabunya di kantong celana. Total berat bersih sabu yang disita seberat 0,24 gram. Kini, atas perbuatannya, terdakwa terancam hukuman berat. Didampingi penasihat hukum dari Posbakum Denpasar Fitra Octora, terdakwa bakal mengajukan pembelaan dalam sidang pekan depan. (kmb37)
Sabtu Umanis, 24 Agustus 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Pembangunan Sistematis Berkelanjutan KITA terperanjat dengan adanya unjuk rasa massal di Papua beberapa waktu lalu. Pemicunya adalah adanya usikan komunitas mahasiswa Papua yang ada di Surabaya dan Malang. Kita katakan usikan karena hingga sekarang masih simpang-siur beritanya. Tetapi unjuk rasa tersebut diawali oleh peristiwa yang ada di Surabaya dan Malang. Kita terkejut karena jalaran peristiwa demikian cepat. Maksudnya hanya dalam hitungan jam telah sampai di Papua. Tentu saja kemudian kita khawatir karena masalahnya terpicu di Papua, salah satu wilayah Indonesia yang boleh dikatakan sering ada gejolak. Yang kita maksudkan gejolak adalah adanya penembakan, pembunuhan, konflik dan sebagainya. Konflik itulah yang bisa memperdalam peristiwa unjuk rasa yang terjadi kemarin dulu. Sedikit saja ada masalah yang terjadi di Papua, dunia yang memperhatikan. Di situ juga ada faktor ekonomi internasional, yang terfokus pada Freeport McMoran. Ada yang mengatakan bahwa wilayah Papua masih belum mendapatkan perhatian. Akan tetapi, jika kita melihat ke belakang sesungguhnya bukan tidak ada perhatian. Memang ada persoalan pelik di wilayah tersebut. Ada faktor sumber daya manusia, geografis, budaya, ekonomi bahkan politik. Faktor politiknya tidak sekadar internal tetapi juga di fora internasional. Di masa pemerintahan Gus Dur, yang paling jelas adalah dengan mengubah nama Irian dengan Papua. Juga ada pembagian wilayah, tidak ada lagi satu wilayah Papua yang demikian besarnya. Pada zaman Joko Widodo saat ini, pembangunan sarana juga telah dilakukan di Papua. Kiranya perhatian itu sudah cukup dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Bahwa kemudian masih ada persoalan seperti yang kita saksikan beberapa waktu lalu, ada sesuatu yang harus dikerjakan. Ini barangkali yang harus kita perhatikan. Kita garis bawahi faktor mikro yang juga sangat menentukan. Mikro itu adalah faktor individual dan mungkin juga kelompok. Di tengah demikian majunya teknologi komunikasi berbasis teknologi 4G, sangat mudah menggelontorkan informasi. Informasi ini langsung menusuk dari individu ke individu dan dari kelompok ke kelompok. Itulah yang mungkin terjadi dalam kasus di Surabaya, Malang, dan langsung ke Papua. Kita harus mampu mengontrol diri agar tidak menyebarkan isu-isu yang tidak benar. Kasus unjuk rasa yang terjadi di Papua itu dikompori oleh adanya mahasiswa Papua yang meninggal. Ada juga kata-kata penyerbuan di asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Padahal sesungguhnya itu telah dibantah oleh kepolisian Indonesia. Jadi, dalam peristiwa seperti ini, faktor individu sangatlah penting diperhatikan. Harus bisa memahami bahwa Papua merupakan bagian dari Indonesia dan memang begitulah keadaannya sejak semula. Tidak ada lain. Ujaran rasis, pelecehan dan sejenisnya sangat tidak layak dipraktikkan di Indonesia. Apalagi menyinggung masalah-masalah kesukuan. Dari sudut politik kenegaraan, memang kiranya ada persoalan di tanah Papua. Salah satunya adalah pembangunan di wilayah tersebut. Di seluruh wilayah Papua. Pembangunan yang dimaksud tentu saja yang terkait dengan kebutuhan masyarakat di sana. Yang paling utama dan mendasar adalah transportasi. Inilah yang paling dulu harus dilakukan. Presiden Joko Widodo telah melaksanakan dan mengunjungi pembangunan tersebut. Dari perspektif kebijakan, itu telah dilakukan. Akan tetapi, saking demikian besarnya dan luasnya wilayah Papua, tentu ini tidak dapat dilakukan secepat yang diinginkan pikiran manusia. Jadi, untuk ukuran Papua dan daerah lainnya di Indonesia yang memerlukan penanganan, harus ada pola pembangunan sistematis yang berkelanjutan. Memerlukan pemikiran mendalam untuk Papua. Berkelanjutan yang dimaksudkan di sini adalah pola dan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah sekarang harus dilanjutkan oleh pemerintah berikutnya tanpa mengubah platform dasar yang sudah dicanangkan. Paling tidak diperlukan empat pemerintahan untuk membangun sarana jalan di Papua. Setelah pembangunan sarana perhubungan tersebut, barulah ditetapkan pola pembangunan yang lain. Harus juga dipikirkan bahwa dalam proses pembangunan tersebut faktor politik diminimalkan.
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Parpol Memberi Kontribusi pada Bali Bali selama ini sering dijadikan tempat kongres atau pertemuan-pertemuan partai politik. Saat ini kita tahu PDI Perjuangan tergolong paling sering melakukan penyamaan persepsi politik kadernya di Bali. Ini jelas membuktikan Bali memiliki kekuatan khusus untuk membangun kekuatan partai politik (parpol). Makanya tidak berlebihan kiranya jika rakyat Bali berharap agar elite partai yang menduduki jabatan politik di pemerintahan lebih peduli terhadap Bali. Sebagai krama Bali, saya berharap kebijakan untuk mendukung Bali bebas dari kemacetan dengan membangun infrastruktur yang memadai bisa diprioritaskan. Setidaknya Bali tidak krodit sepanjang hari jika ada kegiatan-kegiatan politik atau kegiatan internasional di Bali. Peduli terhadap Bali hendaknya menjadi bagian kebijakan pemerintah ke depannya. Saya saat ini termasuk bersyukur sudah punya pemimpin yang peduli dan peka masalah dan tantangan Bali. Hal ini tentu akan membantu krama Bali menjadi pulau toleransi ini. Mari kita jaga Bali bersama-sama sebagai ruang yang nyaman dan aman untuk merajut kebangsaan. Ngakan Sudarma Gianyar, Bali
Diplomasi Sosial dengan Masyarakat Papua Unjuk rasa yang terjadi di Papua dan Papua Barat beberapa waktu lalu menandakan bahwa persoalan keindonesiaan itu belum beres. Di beberapa tempat di daerah itu meletus kerusuhan yang sebelumnya dimulai dari unjuk rasa. Dan peristiwa ini terjadi sebagai akibat ketersinggungan adanya bentuk pelecehan atau ujaran rasial di Malang dan Surabaya. Peristiwa di Surabaya terjadi dikarenakan ada isu perobekan bendera Merah Putih di Asrama Papua di Surabaya. Rincian peristiwa itu saja sudah menandakan bagaimana rapuhnya keindonesiaan tersebut. Sebagian menyatakan kalau berita-berita itu kabar bohong, tetapi kekerasan yang terjadi telah memperlihatkan masih diperlukannya perjuangan untuk mengatasi persoalan negara ini.
Oleh
GPB Suka Arjawa ita katakan terlebih dahulu bahwa media sosial menjadi perantara yang mampu membuat berbagai isu tersebut dengan cepat. Namun demikian, meskipun tidak ada media sosial yang menjadi pengantar percepatan tersebut, adanya (isu) perobekan bendera dan ujaran rasial merupakan dasar dari konflik. Artinya, meskipun media sosial tidak mengantarkannya lebih cepat ke permukaan, di masa depan justru konflik terpendam ini akan menjadi letusan besar. Di sini, apa boleh buat percepatan peristiwa karena media itu justru mempercepat kesadaran kita bangsa Indonesia, bahwa masih ada masalah dalam kasus Papua ini. Dengan demikian, diharapkan penanganan kasusnya juga akan menjadi lebih cepat. Dalam khazanah konflik, deprivasi relatif merupakan salah satu teori yang menggambarkan bagaimana konflik itu muncul. Di sini disebutkan kurang lebih bahwa ketidakpuasan muncul karena janji-janji yang diberikan oleh pemerintah terlalu jauh dari harapan masyarakat. Jauhnya harapan inilah yang dapat menimbulkan kekecewaan. Jika dielaborasi dan dikembangkan, teori ini dapat saja mengacu kepada kebutuhan ekonomi, sarana sosial sampai dengan tingkat asimilasi masyarakat. Maksudnya, bagaimana masyarakat setempat tidak merasa direndahkan, dilecehkan atau bentuk apa pun lainnya yang dapat menyinggung perasaan. Itulah sebabnya, faktor psikologis juga harus dipertimbangkan.
Papua merupakan wilayah yang sangat luas, termasuk pulau terbesar di Indonesia. Dalam hal kekayaan alam, sudah tidak diragukan lagi apabila kekayaan alam Papua mempunyai tingkat kemanfaatan yang tinggi. Ini tercermin dalam perusahaan Freeport McMoran. Dari kacamata ini saja dapat memunculkan kecemburuan. Misalnya sejauh mana kekayaan tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat Papua. Dari persentase itu, seberapa jauh benar sesuai dengan janji-janji yang telah diberikan oleh pemerintah. Persentase yang dijanjikan kepada masyarakat setempat dengan ketepatan persentase itu sampai di masyarakat akan dapat menimbulkan permasalahan apabila tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Misalnya, dapat saja masyarakat Papua tidak setuju mendapatkan enam persen sehingga menimbulkan protes. Atau mungkin setuju enam persen, tetapi fakta yang sampai di arus bawah ternyata jauh lebih rendah dari enam persen. Inilah yang membuat masyarakat tidak puas berlipat. Dari sisi sarana pembangunan juga seperti itu. Dalam konteks geografis Papua yang bergunung-gunung bahkan berhutan, maka yang paling utama sarana pembangunan yang menjadi prioritas adalah sarana perhubungan, yaitu jalan dan angkutan udara. Di sini janjijanji terhadap pembangunan sarana dan prasarana ini haruslah hati-hati diucapkan. Sebab, kesalahan dalam memberikan janji akan mendapatkan tafsiran
yang berbeda di masyarakat. Membangun sarana perhubungan di wilayah seperti Papua, kiranya tidak dapat dilakukan secara eksak. Artinya, janji-janji yang diucapkan kemungkinan keliru. Molornya pembangunan (misalnya dari setahun menjadi satu setengah tahun) akan menjadi masalah bagi masyarakat, dan akan menjadi ketidak puasan laten. Pemerintah Indonesia sudah berbuat maksimal apabila dilihat dari psikologi politik. Ini terlihat pada pengubahan nama Irian dengan Papua pada masa pemerintahan Gus Dur. Perubahan ini sangat psikologis dan menyentuh karena Irian mempunyai kepanjangan “Ikut Republik Indonesia Anti Netherland”. Sedangkan Papua adalah sebutan bagi masyarakat di sana yang sudah menjadi identitas batin mereka. Juga ada kebijakan membantu warga Papua dan pemuda di daerah Papua untuk sekolah dengan keistimewaan tertentu. Kalau boleh jujur, di perguruan tinggi ada prioritas untuk masyarakat dari wilayah ini untuk menyelesaikan pendidikan. Secara konkret, kalaupun ada nilai yang sedikit kurang, akan dapat disesuaikan agar menjadi terpenuhi. Sebab, dari kacamata pendidikan manusia akan dapat mengedukasi dirinya dalam perkembangan kehidupan sosial selanjutnya. Presiden Jokowi juga sering melakukan kunjungan ke daerah Papua. Tentu tujuannya untuk menyatakan bahwa tidak ada beda antara Indonesia bagian timur dengan bagian tengah dan barat.
Ini merupakan bagian dari kebijakan psikopolitis yang bertujuan untuk menekan “jarak” antara Papua dengan daerah lainnya di Indonesia. Akan tetapi pendekatan psikologis seperti ini memang memerlukan jangka waktu untuk mendapatkan hasilnya. Untuk proses inilah memerlukan kecerdasan dan kesabaran. Dalam proses deprivasi relatif ada semacam kekaburan terhadap kesenjangan. Artinya, bagaimana masyarakat merespons janji pemerintah dengan kenyataan yang ada. Seperti yang telah disebutkan, bahwa konflik akan muncul apabila masyarakat tidak melihat kesesuaian antara janji elite dengan apa yang ada pada realitas masyarakat. Pada titik inilah kesenjangan itu dapat terjadi. Pada masyarakat setempat (semisal Papua), mungkin ada kekurangsabaran untuk menunggu janji pemerintah untuk menjadi realitas. Sebab, dalam hal pembangunan fisik, membangun Papua memang memerlukan tantangan dan kesabaran. Atau bisa jadi memang pemerintah lambat atau bahkan tidak memberikan bantuan secara maksimal. Di sinilah yang harus diperhatikan. Kalau memang konteksnya kurang sabar, haruslah diberikan penjelasan dan juga pendidikan diperluas di daerah tersebut. Manakala pemerintah lambat, tidak lain solusinya dipercepat saja. Barangkali yang paling bagus adalah dengan cara diam-diam melaksanakan pembangunan tersebut secara konsisten sehingga janji-janji ini tidak dapat ditafsikan macam-macam. Pembangunan harus dilakukan secara konsekuen. Ada cara lain untuk memperbaiki rasa percaya diri dan lebih mendekatkan diri dengan masyarakat papua, yaitu dengan mendekatkan diri secara politis dalam bentuk “pameran”. Diperlukan diplomasi sosial untuk mendekatkan diri dengan masyarakat Papua. Diselenggarakannya PON (Pekan Olahraga Nasional) di Papua nanti
WARUNG GLOBAL
Pengembangan Sanur agar Memacu Desa Lainnya SECARA konseptual prinsip dasar kepariwisataan berbasis masyarakat adalah menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama melalui pemberdayaan masyarakat dalam berbagai kegiatan kepariwisataan. Harapannya, kemanfaatan kepariwisataan sebesar-besarnya bagi masyarakat. Sebab, sasaran utama pengembangan kepariwisataan haruslah meningkatkan kesejahteraan masyarakat (setempat). Seperti halnya Desa Sanur saat ini sangat pantas dijadikan role model pariwisata berbasis masyarakat tentu dengan beberapa aspek yang sudah dipenuhi. Lalu
bagaimana tanggapan pendengar setia Radio Global 96,5 FM? Berikut rangkuman opini yang terungkap dalam dialog interaktif Warung Global. Budiada di Tabanan menyampaikan kesalutannya terhadap Menpar membuka event Sanur Village Festival dan menyampaikan bahwa Sanur dijadikan panutan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Ia berharap, maraknya pelaksanaan festival di berbagai daerah/ desa menonjolkan ciri khas agar tidak monoton. Bimasena di Gianyar yang berencana akan berkunjung ke
Sanfest mengusulkan agar Sanur sebagai pintu masuk dari wilayah lain perlu dilengkapi dermaga yang memadai untuk tambatan kapal. Ia berharap bisa teralisasi segera. Sebagai warga Karangasem, Ari menilai Desa Sanur dijadikan role model pariwisata berbasis masyarakat tidaklah salah. Diharapkan bisa lebih memacu desa lain untuk memajukan desanya. Begitu pula desa lainnya lebih banyak diekspos ke masyarakat, agar diketahui publik serta wisatawan tertarik untuk datang. Kali ini Sanur Village Festival mengusung tema “Dhar-
maning Gesing”, Nyoman Mastra di Gianyar menyampaikan bahwa bambu lekat dengan kehidupan masyarakat Bali, bambu juga sebagai saka atau tiang-tiang kehidupan. “Apa itu pariwisata berbasis masyarakat,“ demikian Werdha di Tegallalang menanyakan. Agar semua masyarakat mengetahui, lalu apa saja kriterianya dan Sanur dijadikan role model tingkat Bali saja atau Indonesia? Meskipun dijadikan role model masih banyak yang perlu dibenahi, termasuk desa Sanur dari kesan negatif masyarakat selama ini. (sikha)
merupakan salah satu dari cara tersebut. Untuk event olahraga berskala nasional, semisal kejuaraan bulu tangkis dunia, tidak salah juga diselenggarakan di Papua. Karena itu venue PON nanti harus dipelihara dengan baik. Soal penonton dapat dimobilisasi. Kontak antarapenonton Papua dengan atlet yang berasal dari luar Papua akan memberikan sentuhan keindonesiaan. Tidak salah juga, kepala negara atau presiden menerima tamutamu yang berasal dari kawasan Pasifik dilakukan di Papua saja. Ini akan lebih mendekatkan masyarakat Papua dengan Indoensia. Presiden adalah simbol Indonesia juga dan tamu-tamu itu adalah tamu Indonesia. Memberikan pengumuman menteri baru pada kabinet nanti, tidak keliru jika dilakukan di Papua. Penulis, Staf Pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
POJOK Musim kemarau, dua desa di Jembrana krisis air bersih. - Ayo atasi segera. *** Pembangunan sekolah negeri baru di Denpasar terkendala lahan. - Ayo pasti ada lahan untuk pendidikan. *** Langgar sempadan, bangunan di Buleleng dibongkar. - Ayo tertib lingkungan.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Umanis, 24 Agustus 2019
KPK Kaji 11 Laporan Dugaan Korupsi Tabanan (Bali Post) -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima 45 laporan dugaan korupsi di Kabupaten Tabanan. Namun dari jumlah tersebut, 34 di antaranya diarsipkan karena pelaporannya tidak memenuhi kriteria tipikor. Sementara 11 lainnya sedang ditelaah.
Bali Post/bit
ROADSHOW - Suasana Roadshow Bus KPK tahun 2019 di Kabupaten Tabanan. Roadshow memberikan edukasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan korupsi.
Hal itu diungkapkan Penasihat KPK Moh. Tsani Annafari Jumat (23/8) kemarin. KPK hadir di Tabanan dalam rangka roadshow Bus KPK. Roadshow yang dipusatkan di kawasan Gedung I Ketut Maria ini akan berlangsung hingga Minggu (25/8) besok. Lebih lanjut Tsani Annafari menjelaskan, semua laporan pada dasarnya akan ditindaklanjuti. Namun dia menegaskan, semuanya baru sebatas laporan, termasuk 11 laporan yang sedang ditelaah tersebut. Pihaknya belum bisa mengungkapkan akan sejauh mana penanganan atau tindak lanjut KPK terhadap 11 laporan dugaan korupsi tersebut. ‘’Pasti macammacam endingnya. Kita lihat alat buktinya ada atau tidak,’’ tegasnya. Dia berharap ke depannya laporan dugaan korupsi tidak ada lagi. Laporan yang sudah ada, diharapkannya menjadi bahan introspeksi. Terkait penyelenggaraan roadshow Bus KPK, Tsani Annafari menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Tabanan yang telah mendukung
penuh kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, kata dia, KPK ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya penindakan, tetapi juga pencegahan, salah satunya melalui pendidikan antikorupsi. ‘’Tujuan kita memberikan edukasi kepada masyarakat secara langsung, juga monitoring apa saja yang telah dilakukan pemerintah daerah termasuk di Tabanan,’’ katanya. Selama berada di Bali khususnya Tabanan, pihaknya telah mendapatkan ilmu baru yaitu nilai-nilai luhur Bali yang sangat relevan yang dapat dikaitkan dalam tugas KPK dalam roadshow kali ini. Hal ini dikarenakan Bali memiliki kearifan lokal yaitu desa adat, awig-awig dan pararem yang harus berdampingan dengan aturan yang ada serta konsep Tri Hita Karana. Jika semua pihak konsisten melaksanakannya, dia yakin tidak akan ada kasus korupsi. Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat membuka kegiatan
roadshow Bus KPK tahun 2019 mengungkapkan, kegiatan ini dapat membumikan isu-isu pemberantasan korupsi, mensosiasilisasikan program-program antikorupsi KPK, serta menghadirkan KPK secara riil di tengahtengah masyarakat. Diharapkan hal ini dapat mengajak masyarakat dalam gerakan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Dia pun menyadari masih banyak hal yang harus dikerjakan dan dibenahi di Kabupaten Tabanan khususnya dalam pemberantasan korupsi. ‘’Saya mengajak seluruh pihak agar selalu berkolaborasi dan bersinergi dalam memerangi korupsi untuk membangun Tabanan, menjadikan Tabanan sebagai daerah bebas korupsi,’’ jelasnya. Hal paling penting, lanjut dia adalah keseriusan dan komitmen bersama dari segenap unsur terkait di Kabupaten Tabanan. Keseriusan dan komitmen mencegah dan memberantas korupsi harus dipelihara dengan baik. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Serangkaian Roadshow Jelajah Negeri Bangun Anti-Korupsi yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Kabupaten Tabanan, KPK menyelenggarakan sosialisasi gratifikasi sebagai upaya peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang gratifikasi sekaligus sebagai upaya preventif terhadap kemungkinan tindak pidana korupsi. Sosialisasi diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), para Camat, Kepala Desa seKabupaten Tabanan, serta unsur terkait. Kegiatan yang dilaksanakan di kantor Bupati Tabanan ini dihadiri Sekda Tabanan I Gede Susila, Inspektur Kabupaten Tabanan I Gede Urip Gunawan, Penasihat KPK Tsani Annafari dan narasumber dari Tim Gratifikasi KPK. Menurut Penasihat KPK Tsani Annafari, sosialisasi bertujuan mewujudkan pe-
nyelenggaraan pemerintahan yang baik, bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. ‘’Terdapat dua kategori gratifikasi yakni gratifikasi yang tidak wajib dilaporkan dan wajib dilaporkan. Yang tidak wajib lapor itu seperti kompensasi atau honor yang tidak melebihi standar yang sumber anggaran berasal dari internal. Untuk yang wajib lapor itu seperti penerimaan hadiah yang terkait kedinasan atau kompensasi atau honor yang melebihi standar instansi penerima,’’ katanya. Menurutnya, diperbolehkannya batasan pemberian hadiah kepada rekan kerja PNS dan penyelenggara negara seperti, melakukan pemberian untuk rekan kerja dengan batasan maksimal Rp 200 ribu. Sementara pemberian cinderamata pada acara pisah Sambut pejabat diperbolehkan dengan catatan, maksimal per orang batasan pemberiannya Rp 300 ribu.
Dia meminta pihak-pihak yang menerima hadiah atau gratifikasi segera melaporkan kepada Unit Pengendalian Gratifikasi atau KPK. Waktu maksimal lapor diri adalah 30 hari sejak menerima gratifikasi. Kalau lebih dari 30 hari, si penerima diduga memiliki niat menerima gratifikasi. ‘’Ini akan dikenakan ancaman pidana maksimal 20 tahun dan minimal empat tahun sesuai Pasal 12 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,’’ tegasnya. Sementara itu, Sekda Tabanan I Gede Susila menegaskan, sosialisasi gratifikasi ini sangat penting diikuti. Menurutnya, peserta harus mengetahui apa saja yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan dalam menerima gratifikasi. Pemahaman tentang gratifikasi harus satu persepsi agar tidak ada penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. (kmb28)
Calon Perbekel ’’Serbu’’ ASN Diberikan Pemahaman tentang Gratifikasi Kantor DPMD
Tabanan (Bali Post) Tahapan pemilihan perbekel (pilkel) serentak di Kabupaten Tabanan sudah pada proses penjaringan calon. Calon incumbent maupun wajah baru harus mengurus berbagai persyaratan, termasuk surat keterangan belum pernah menjabat Perbekel selama tiga kali berturut-turut maupun tidak pernah menjabat dari Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan. Tak ayal, sejak lima hari terakhir mereka yang berniat ikut dalam bursa calon Perbekel beramai-ramai mencari surat keterangan tersebut. ‘’Lumayan ramai mulai Senin kemarin. Tiap hari ratarata 40 orang. Bahkan pernah membeludak sampai 60 orang,’’ ucap Kabid Pemerintahan Desa I Wayan Carma DPMD Tabanan, Jumat (23/8) kemarin. Dikatakannya, surat keterangan ini merupakan syarat wajib untuk pencalonan diri sebagai Perbekel di desa bersangkutan. Untuk mendapatkan surat keterangan belum pernah menjabat Perbekel selama tiga kali baik berturut-turut maupun tidak, para pemohon harus
melengkapi diri dengan surat pernyataan, surat pengantar dari desa dan panitia Pilkel di desa. Bagi yang sudah pernah menjabat, dilengkapi dengan SK Perbekel. Syarat pilkel minimal diikuti dua calon dan maksimal lima calon. Jika nantinya hanya ada satu calon saat penetapan, maka masa pendaftaran akan diperpanjang 20 hari, khusus untuk desa bersangkutan. Namun jika lebih dari lima calon, akan dilakukan seleksi dengan sistem gugur. Seleksi dilakukan oleh panitia desa sesuai klasifikasi yang ditentukan, seperti usia, pengalaman bekerja calon, dan tingkat pendidikan. ‘’Jika dari seleksi itu hasilnya sama, panitia kabupaten akan melakukan seleksi kembali melalui tes tulis. Materinya menyangkut pemerintahan desa, pemberdayaan desa dan kewilayahan,’’ terangnya. Apakah dari 98 desa yang akan menggelar Pilkel serentak 2019 di Tabanan sudah ada kemungkinan yang sampai lima calon? Carma mengatakan ada di dua desa di Kecamatan Baturiti yakni Desa Luwus dan Desa Antapan. (kmb28)
Bali Post/bit
PEMOHON - Sejumlah pemohon bergiliran mencari surat keterangan belum pernah menjabat Perbekel selama tiga kali berturut-turut maupun tidak pernah menjabat, di kantor DPMD Tabanan, Jumat (23/8) kemarin.
Bali Post/bit
SOSIALISASI - Suasana sosialisasi terkait gratifikasi.
TPA Mandung Terbakar
Tabanan (Bali Post) Kebakaran melanda TPA Mandung Jumat (23/8) kemarin. Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 Wita. Dari pantauan di lapangan, tiga unit armada pemadam kebakaran dari Pemkab Tabanan dibantu anggota TRC BPBD Tabanan diterjunkan untuk menjinakkan api. Selain itu, ada bantuan Damkar dari Pemkab Badung sebanyak tiga unit. Informasi yang dihimpun, sumber api pertama kali diketahui oleh pemulung. Titik api awal diketahui di bagian barat laut timbunan sampah atau di sebelah timur gudang pengolahan sampah di areal TPA Mandung. Petugas pun sempat kewalahan karena lokasi titik api yang sulit dijangkau, ditambah faktor angin yang cukup kencang. Api cepat merembet ke bagian lain. Apalagi ketinggian timbunan
sampah mencapai sekitar 15 meter. Sekda Tabanan I Gede Susila yang turun langsung meninjau lokasi kebakaran didampingi sejumlah pejabat mengatakan, proses penanganan akan terus dilakukan sampai tuntas. Dari data yang diterimanya, diperkirakan luas sampah yang terbakar sekitar lima are di bagian barat laut TPA. Sementara penyebab kebakaran kemungkinan akibat sampah berupa korek gas yang meledak. ‘’Kalau kelalaian, kemungkinan kecil. Karena orang-orang di sini penuh kehati-hatian menjaga kawasan ini,’’ ucapnya sembari menambahkan, kemarau panjang dapat memicu kebakaran di TPA. Di sisi lain, kebakaran tersebut menyedot perhatian warga sekitar. Petugas PMI Tabanan pun membagikan masker kepada masyarakat untuk mencegah menghirup asap akibat kebakaran. (kmb28)
Bali Post/bit
PEMADAMAN - Petugas berupaya memadamkan api di TPA Mandung.
55 Personel Polres Ikuti Program Penurunan Berat Badan Tabanan (Bali Post) Sebanyak 55 personel Polres Tabanan yang berperawakan gemuk dan tak sesuai dengan Indeks Masa Tubuh (IMT), sejak Selasa (20/8) lalu mengikuti wajib olahraga dalam program pengurangan berat badan yang digelar institusi setempat. Mereka mendapat pembinaan fisik lebih, mulai dari push up, sit up, dan lari keliling kota. Paurlat Bag Sumda Polres Tabanan Ipda I Ketut Regiasa bersama Paurkes Bag Sumda Aiptu I Gst Made Suastika seizin Kasubag Humas Polres Tabanan menerangkan, program pengurangan berat badan dilakukan tiga kali dalam sepekan yakni Selasa, Kamis dan Sabtu. Pada Selasa dan Kamis kegiatan dilaksanakan pukul 13.00 Wita, sementara pada Sabtu dimulai pukul 07.00 Wita dengan pelatih dari Kasubnit 1 Unit Dalmas dan Kasubnit 2 Unit Dalmas Polres Tabanan. Latihan lain terkait psikologi dan pengendalian gizi makanan. ‘’Kegiatan ini
berdasarkan surat dari Polda Bali tentang pelaksanaan program pengendalian berat badan,’’ terangnya, Jumat (23/8) kemarin. Jumlah personel yang menjadi peserta kegiatan sebanyak 55 anggota. Sebanyak 25 orang di antaranya diambil berdasarkan data rikes pemeriksaan kesehatan Polda Bali dan 30 personel dari data urusan kesehatan Polres Tabanan. ‘’Sebelum mereka menjalankan program penurunan berat badan, diawali dengan pemeriksaan kesehatan seperti tensi,’’ jelasnya. Program IMT ini juga dikatakan bertujuan agar personel Polri memiliki postur yang proporsional antara tinggi dan berat badannya, sehingga dapat mendukung tugas yang memerlukan kegesitan dan kelincahan dalam beraktivitas. ‘’Rata-rata mereka yang ikut program ini bobot tubuhnya di atas 80 kg. Bahkan ada yang 100 kg,’’ ungkapnya. Program ini rencananya digelar sampai akhir September mendatang. (kmb28)
OLAH RAGA - Olahraga siang sebagai bagian dari program penurunan berat badan bagi anggota Polres Tabanan.
Bali Post/ist
Sabtu Umanis, 24 Agustus 2019
Langgar Sempadan, Bangunan di Desa Baktiseraga Dibongkar
Singaraja (Bali Post) – Bangunan yang melanggar sempadan hingga menutup permukaan irigasi di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, ditertibkan, Jumat (23/8) kemarin. Bangunan tersebut dibongkar oleh staf teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melibatkan puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Buleleng dan aparat Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng.
Bali Post/kmb38
BONGKAR - Dinas PUPR dibantu Satpol PP dan aparat Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng membongkar bangunan di Jalan Laksamana, Singaraja, karena melanggar sempadan dan menutup irigasi.
Puluhan Pramuka Ikuti Diklat Jurnalistik
Singaraja (Bali Post) – Sebanyak 40 Gerakan Pramuka di Buleleng mengikuti diklat jurnalistik, kehumasan, dan media sosial, Jumat (23/8) kemarin. Diklat yang digagas Gerakan Pramuka Kwartir Cabang bersama Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI) Buleleng ini untuk menyiapkan kader-kader Pramuka yang dapat menyebarluaskan perannya melalui karya jurnalistik dan sajian dokumentasi yang berkualitas. Diklat dibuka Wakil Ketua
(Waka) III Kwarcab Buleleng Made Arya Sukerta bersama pengurus Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Buleleng. Diklat menghadirkan narasumber Ketua PWI Buleleng Ngurah Aswibawan dan Ketut Wiratmaja.
Bali Post/kmb38
DIKLAT – Gerakan Pramuka di Buleleng mengikuti diklat jurnalistik, kehumasan, dan media sosial.
Arya Sukerta mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan sumber daya manusia di Gerakan Pramuka untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter serta memiliki jiwa mandiri, objektif dan independen mengisi pembangunan bangsa. Diklat juga dimaksudkan untuk menguatkan jaringan informasi dan komunikasi kehumasan Kwarcab Buleleng serta menyiapkan redaksi tim media Kwarcab Buleleng dengan penguatan jaringan Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, Gugus Depan, dan Satuan Karya Pramuka. Selain itu, menyusun program peningkatan informasi kepramukaan melalui pemberitaan di media massa dan informasi di media sosial. Ditambahkannya, diklat sebagai upaya mendidik dan menyiapkan kader Pramuka agar mampu melakukan karya jurnalistik media massa dan media sosial dan melakukan kampanye antiberita hoax. (kmb38)
Paus Pilot Terdampar di Pantai Penimbangan Penyebab Kematian Diteliti dengan Pemeriksaan DNA Seekor paus pilot (Globicaphela-sp) ditemukan terdampar di tepi Pantai Penimbangan Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Jumat (23/8) kemarin. Sayangnya, mamalia laut itu sudah dalam kondisi mati dengan delapan luka pada tubuhnya. Diperkirakan, ikan tersebut mati sekitar dua hari lalu. Kemudian dihempaskan gelombang sehingga terdampar di tepi pantai. Bagaimanakah keberadaan mamalia itu, apakah ikan laut jenis terbesar itu dikategorikan langka? ANGGOTA Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Penimbangan Lestari Gede Widnyana menuturkan, bangkai ikan paus pilot itu diketahui secara tidak sengaja ketika anggotanya akan memulai aktivitas di pagi hari. Sekitar pukul 07.00 Wita, tiba-tiba dirinya terkejut melihat bangkai ikan paus pilot itu terdampar di tepi pantai. Setelah diamati dari dekat, awalnya diperkirakan bangkai ikan paus pilot itu jenis Dolphin, sehingga temuannya itu dilaporkan kepada Personel Polisi Air (Polair) dan juga menghubungi Dosen Jurusan Perikanan dan Kelautan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja untuk meminta bantuan penelitian bangkai ikan tersebut. “Ikan paus pilot itu ditemukan anggota Pokmaswas. Tadinya diperkirakan Dolphin, sehingga kami lapor ke Polair dan pihak Undiksha. Ternyata ikan jenis Paus Pilot,” katanya. Memang saat ditemukan ikan paus pilot itu, kata Wiadnyana, sudah dalam kondisi mati. Sebagian tubuhnya sudah tertanam di pasir. Selain itu, pada bagian tubuhnya ada luka berbentuk lubang-lubang hingga tampak bagian daging merah di tubuhnya. Selain itu, ada luka yang masih dikerubuti binatang laut. “Waktu ditemukan sudah mati. Malah banyak lukanya. Walau begitu bangkai ikan ini tidak berbau amis atau membusuk,” jelasnya.
Setelah beberapa jam menjadi tontonan warga yang berkunjung ke Pantai Penimbangan itu, bangkai ikan paus pilot itu kemudian diamankan ke Sekretariat Pokmaswas Penimbangan Lestari. Lantaran bobot jenis ikan laut terbesar itu diperkirakan lebih dari 100 kilogram, sehingga bangkai ikan ini dievakuasi menggunakan perahu milik
nelayan. Dosen Perikanan dan Kelautan Gede Iwan Setia Budi mengatakan, dari pemeriksaan awal menunjukkan bangkai ikan paus pilot ini berukuran panjang 2,39 meter. Sedangkan lingkar tubuhnya 116 centimeter dengan bobot lebih dari 100 kilogram. Terkait luka pada tubuh ikan itu, Iwan memperkirakan menjadi mangsa predator laut lainnya. Kemudian saat mati bangkainya dihempaskan ombak ke pantai. Paus pilot merupakan mamalia laut yang sangat langka. Khusus di Pantai Bali Utara merupakan populasi ikan spesies paus pilot atau mamalia langka. “Dari pemeriksaan awal paus pilot ini masih berusia sekitar 40 tahun berjenis kelamin jantan. Dari referensi kami, pada usia segitu masih tergolong masa produktif ikan laut berkem-
bang biak,” katanya. Terkait pemeriksaan penyebab kematian, cara menentukan kematiannya kata Iwan hanya bisa diketahui dengan cara pemeriksaan DNA. Ini akan dilakukan melalui metode Netropsi bersama peneliti Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Univeritas Udayana (Unud). Setelah pengambilan sempel organ tubuhnya, bangkai ikan itu direkomendasikan untuk ditenggelamkan ke laut atau ditanam atau dibakar. “Kematian paus pilot itu diperirakan sekitar dua hari. Untuk memastikan akan dilakukan Netovsi hari ini. Kami tadi sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. Disarankan bangkai ikan itu lebih baiknya ditenggelamkan, karena daging dalam karkas ini akan menjadi sumber makanan biota laut lainnya di sini,” jelasnya. (mud)
Bali Post/ mud
PAUS TERDAMPAR – Paus Pilot (Globicaphela-sp) ditemukan terdampar di Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Jumat (23/8) kemarin.
Pantauan di lokasi pembongkaran, bangunan yang melanggar itu berada di Jalan Laksamana, tepatnya di Dusun Galiran. Bangunan ini milik warga yang disewakan kepada pihak ketiga untuk jasa usaha percetakan dan studio foto. Sejak disewakan, sebagian bangunan menutup irigasi yang masih aktif sampai sekarang. Atas pelanggaran itu, pemerintah desa kemudian melakukan pendekatan dengan pemilik bangunan. Hasilnya, disepakati bangunan itu dibongkar. Pembongkaran ini bersamaan dengan pelaksanaan proyek Dinas PUPR Provinsi Bali dengan paket pekerjaan normalsiasi irigasi di Jalan Laksamana. Pembongaran dilakukan secara manual oleh sejumlah staf
teknis Dinas PUPR dibantu Satpol PP Pemkab dan aparat desa. Kepala Dinas PUPR Buleleng Ketut Suparta Wijaya membenarkan pembongkaran bangunan di atas irigasi tersebut. Dikatakannya, pemilik bangunan sudah menyadari posisi bangunanya melanggar aturan. Dengan dasar itulah maka pembongkaran dilakukan. Langkah ini sekaligus untuk mengembalikan irigasi pada kondisi asal atau terbuka, kecuali untuk kepentingan akses jalan menuju permukiman atau tempat umum lain diberikan menutup dengan dak beton. “Itu melanggar sempadan dan menutup saluran. Kami bersama pemerintah desa sudah melakukan pendekatan
dan telah ada kesepakatan bahwa bangunan itu dibongkar. Selain mengembalikan posisi irigasi terbuka, juga berkaitan dengan pelaksanaan paket proyek normalisasi irigasi oleh Dinas PU Bali,” katanya. Di tempat terpisah, Kepala Satpol PP Putu Dana mengatakan, dalam pembongkaran itu pihaknya menerjunkan sekitar 20 personel untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, anggotanya membantu membersihkan bongkahan beton bekas bongkaran, rangka kayu, dan material lain. “Kami hanya membantu pengamanan. Karena situasi kondusif, anggota juga membantu pembersihan material bongkaran bangunan,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
SERTIJAB – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. (tengah) usai Sertijab Komandan Yonif Raider 900/SBW di Makoyonif Raider 900/SBW.
Mayor Inf. Martky Jaya Perangin Angin Danyon Yonif Raider 900/SBW
Singaraja (Bali Post) – Jabatan Komandan Kendali Batalyon (Danyon) Yonif Raider 900/Satya Bhakti Wirottama (SBW) disegarkan. Pejabat lama Letkol Inf. Danang Prasetyo Wibowo diganti Mayor Inf. Martky Jaya Perangin Angin, Jumat (23/8) kemarin. Upacara serah terima jabatan (sertijab) ini dipusatkan di Lapangan Makoyonif Raider 900/SBW, dihadiri langsung Panglima Komandan (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. Pangdam mengatakan, pergantian jabatan merupakan bagian dari kaderisasi dan penyegaran serta kebutuhan organisasi. Alih jabatan dan kesatuan juga memberikan kesempatan kepada prajurit TNI dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan wawasan manajerial ser-
ta profesionalitas prajurit. Menurut Benny Susianto, Yonif Raider 900/SBW adalah batalyon yang berkedudukan langsung di bawah Pangdam IX/Udayana. Sejak dibentuk, batalyon yang bermarkas di Jalan Sudirman, Singaraja, ini mengemban tugas pokok melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Selain itu, melaksanakan tugas-tugas kewilayahan dan tugas khusus sesuai petunjuk Pangdam IX/Udayana. “Yonif Rider 900/SBW mempunyai peran penting dalam rangka menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Bali dan Nusa Tenggara,” tegasnya. Untuk itu, kemampuan personel Yonif Raider 900/SBW harus terus ditingkatkan agar memiliki kewaspadaan dan kepekaan yang tinggi supaya
keamanan di wilayah Kodam IX/Udayana tetap terjaga dan terpelihara dengan baik. “Saya perintahkan kepada Danyonif Raider 900/SBW, pimpin dan bawa Yonif Raider 900/SBW menjadi batalyon kebanggaan dan teladan. Tingkatkan profesionalisme prajurit secara perorangan dan satuan,” ujar Pangdam. Sertijab diisi demonstrasi prajurit Yonif Raider 900/ SBW yang menampilkan yongmodo, permainan double stick, toya, pedang, teknik kata, barikade dan body bullding. Tidak ketinggalan Ibuibu Persit bersama para prajurit Yonif Raider 900/SBW menyajikan demonstrasi kolaborasi tari Robot, Ganam style, Sijali-jali, Kecak, dan Gemu Famire. Acara diakhiri dengan tari Sajojo bersama seluruh undangan dan prajurit. (kmb38)
Sabtu Umanis, 24 Agustus 2019
Ibu Meninggal Usai Melahirkan di RSUD Sanjiwani Gianyar (Bali Post) -
Kasus ibu yang meninggal usai proses persalinan di RSUD Sanjiwani kembali terjadi, Kamis (22/8). Ni Made Dani harus meregang nyawa akibat pendarahan hebat usai proses persalinan putra keduanya di rumah sakit yang beralamat di Jalan Ciung Wanara, Gianyar tersebut. Suami korban, I Nyoman Kobik (34), menuturkan ia rutin mendampingi almarhumah istrinya melakukan pemeriksaan kehamilan. Selama proses pemeriksaan itu tidak pernah ada keluhan terkait kehamilan ibu berusia 30 tahun itu. Diungkapkan, hasil empat kali USG, bayi yang dikandung istrinya dipastikan normal. ‘’Terakhir Selasa lalu, saya mengajak istri melakukan pemeriksaan kehamilan di Klinik Angga di Desa Kerta, Payangan. Lanjut dirujuk ke RS Sanjiwani,’’ terangnya. Selama di RSU Sanjiwani, kata Kobik, istrinya langsung mendapat pemeriksaan dokter. Namun, ia mulai merasa waswas lantaran lama tidak ada bukaan, tanda-tanda proses kelahiran bayi. Lantaran lama
tidak ada bukaan, tim medis yang menangani merangsang agar terjadi bukaan. Akhirnya, proses persalinan sang istri pun berlangsung secara normal, Rabu (21/8), dengan proses menarik bayi dan mengurut perut ibunya. Usai persalinan itu, kata Kobik, tanpa diduga istrinya mengalami pendarahan hebat. Padahal, bayi yang dilahirkan dengan berat 4,5 kilogram normal dan sehat. Namun, sang ibu lemas akibat pendarahan yang tak berhenti dan akhirnya meninggal, Kamis (22/8) pagi. ‘’Dalam proses persalinan itu saya khawatir, kenapa tidak dioperasi saja,’’ sesalnya. Jenazah Ni Made Dani sudah dibawa ke rumah duka di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Jumat (23/8) kemarin. Di te-
ngah suasana duka itu, pihak keluarga menyiapkan prosesi kremasi untuk ibu dua anak itu. Anak pertamanya, Gede Wirasa Putra (10), tak henti-henti menangis sejak pulang dari rumah sakit sembari memangku adik balitanya. Dikonfirmasi Jumat (23/8) kemarin, Dirut RSUD Sanjiwani dr. Ida Komang Upeksa membenarkan adanya ibu meninggal dunia usai proses persalinan. Dokter asal Buleleng ini mengatakan, proses yang dilakukan untuk Ni Made Dani sudah sesuai prosedur. ‘’Terkait ibu asal Majangan, Kecamatan Payangan yang meninggal usai melahirkan di RSUD Sanjiwani, dapat kami sampaikan bahwa tindakan yang dilakukan kepada pasien sudah sesuai secara prosedur penanga-
nan medis. Sabtu besok (hari ini - red) rencananya dilakukan audit medis untuk mencari penyebab kematiannya,’’ katanya. Upeksa mengakui, sebelumnya juga ada kasus ibu meninggal saat proses persalinan. Hal itu terjadi karena sang ibu memang mengalami kelainan jantung. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gianyar dr. Ida Ayu Cahyani Widyawati mengaku sudah menerima laporan terkait kasus ibu yang meninggal usai persalinan di RSUD Sanjiwani. Dikatakan, pihaknya kini turut menginvestigasi penyebab kematian ibu berusia 30 tahun tersebut. ‘’Sedang diinvestigasi penyebab kematiannya,’’ ujarnya. Kondisi ini tentu sangat disayangkan, mengingat RSUD Sanjiwani yang menyandang segudang prestasi dalam Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B), tetapi justru ti-
Bali Post/kmb35
PERSIAPAN - Persiapan upacara kremasi ibu yang meninggal usai melahirkan di rumah duka di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Jumat (23/8) kemarin. dak pernah absen dari kasus kematian ibu melahirkan. Melihat kondisi itu, Ayu Cahyani mengaku sudah mengaudit penyebab setiap kasus ibu yang meninggal
usai melahirkan. ‘’Selalu mengaudit apa yang menjadi penyebab kematiannya. Setelah audit, kami berikan rekomendasi terkait faktor yang menyebabkan kema-
tiannya. Termasuk pengawasan serta pembinaan pada rumah sakit tersebut jika ditemukan faktor-faktor yang harus diperbaiki,’’ tegasnya. (kmb35)
SMAN 1 Sukawati Tujuh Tahun Didik Pelajar Papua Gianyar (Bali Post) Kasus rasisme yang berujung pada aksi kerusuhan di Manokwari, Provinsi Papua Barat perlu disikapi dengan serius agar tidak terulang kembali. Seluruh komponen masyarakat wajib turut serta merajut keharmonisan, meski berbeda agama dan suku. Seperti harmonisasi yang terus dijalin SMAN 1 Sukawati. Saat ini sekolah dengan julukan Suksma itu memiliki sejumlah pelajar asal Papua dan Papua Barat. Kepala SMAN 1 Sukawati Drs. I Gusti Made Puja Armaya mengatakan, sejak 2012 lalu sekolah yang dipimpinnya menjalankan program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem). Melalui program ini, pihaknya sudah menerima puluhan pelajar dari Papua dan Papua Barat. “Ini merupakan program pemerintah pusat. Setiap tahun ada 500 pelajar Papua yang diberikan pendidikan di enam provinsi. Untuk di Bali khususnya Kabupaten
Gianyar, dipilihlah SMAN 1 Sukawati,” katanya. Menurut Puja Armaya, setiap tahun ada tiga hingga empat pelajar asal Papua dan Papua Barat yang menempuh pendidikan di SMAN 1 Sukawati. Selama tujuh tahun menjalankan program ini, pihaknya sudah mendidik 21 pelajar asal Papua dan Papua Barat. “Tahun ini ada tujuh pelajar asal Papua yang masih belajar di sini. Rinciannya, kelas X sebanyak tiga orang, kelas XI tiga orang dan kelas XII satu orang,” ujarnya. Puja Armaya mengakui, rata-rata anak didik asal Papua dan Papua Barat ini memiliki semangat belajar yang tinggi. Bahkan untuk angkatan pertama sudah ada yang lulus IPDN dan Fakultas Kedokteran. “Saya selalu sampaikan kepada anak-anak ini, mereka ke SMAN 1 Sukawati untuk belajar. Jadi, harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya,” tegasnya. Puja Armaya menambah-
kan, pihaknya juga memberikan perhatian khusus terhadap para pelajar tersebut. Bahkan, tiga orang pelajar angkatan kedua program ini dibiarkan tinggal di rumahnya di Kecamatan Blahbatuh. “Saya juga sampaikan, bahwa mereka tamat nanti harus bisa berbahasa Bali dan bisa menari Bali. Ini tujuanya agar ada pertukaran budaya,” jelasnya. Berkat perhatian itu, kata Puja Armaya, sampai saat ini belum pernah ada permasalahan signifikan yang dialami para siswa asal Papua dan Papua Barat selama bersekolah di SMAN 1 Sukawati. Para siswa ini juga aktif menampilkan budaya Papua dan Papua Barat setiap ada kegiatan di sekolah. “Saat HUT yang berlangsung Selasa kemarin, pelajar asal Papua dan Papua Barat menampilkan tarian lokal mereka. Tarian itu mendapat apresiasi dari para pelajar asal Bali,” tegasnya. (kmb35)
KEMACETAN - Suasana kemacetan lalu lintas yang rutin terjadi di kawasan Ubud.
Bali Post/kmb35
Kemacetan Makin Parah
Polisi Pertebal Personel di Ubud
Gianyar (Bali Post) Kemacaten parah masih menjadi fenomena rutin di kawasan Ubud. Salah satu penyebabnya adalah parkir liar yang kembali marak di kampung turis tersebut. Kini, pihak kepolisian kembali menggalakkan penertiban lalu lintas di Ubud. Selain itu juga dilakukan penebalan personel. Kasatlantas Polres Gianyar AKP Laksmi Trisna Dewi Wieryawan mengatakan hal itu, Jumat (23/8) kemarin. Mengawali tugas di Gianyar, kata Laksmi Trisna, ia langsung mengenda-
rai kendaraan roda empat masuk kawasan Ubud. Selama melintasi areal di seputaran Catus Pata Ubud, ia mengaku membutuhkan waktu 1,5 jam. “Sempat saya bawa kendaraan, ternyata memerlukan waktu 1,5 jam dari Bank BPD sampai di depan Puri Ubud,” ujarnya. Perwira asal Tabanan ini menambahkan, salah satu penyebab kemacetan parah di Ubud karena dampak musim ramai kunjungan wisatawan. Sehingga kendaraan yang lalu-lalang di kawasan Ubud
semakin padat, ditambah dengan kondisi jalan yang sempit. Kondisi ini diperparah lagi dengan parkir liar yang masih marak. “Tidak jarang ramburambu yang bertuliskan huruf P dicoret, justru di bawahnya ada kendaraan yang parkir,” katanya menyesalkan. Laksmi Trisna menegaskan, pihaknya mengaktifkan kembali pos harian, yakni petugas yang usai menjalankan tugas di Kantor Samsat dan SIM akan diarahkan ke Ubud. Mereka akan ditugaskan saat puncak kemacetan, yakni pukul 15.00 hingga
18.00 Wita. “Pukul 15.00 Wita itu kan mereka sudah menuntaskan tugas di pelayanan samsat dan SIM. Jadi, akan diarahkan ke Ubud,” katanya. Laksmi Trisna memaparkan, pelaksanaan pos harian sore tersebut akan melibatkan tiga regu. Satu regu terdiri atas sembilan anggota. Ketiga regu itu akan secara bergilir ditugaskan mengatur lalu lintas di jalur yang rawan macet. Mulai dari pertigaan Teges-Yangloni, Catus Pata Ubud, Pertigaan Pengosekan, dan titik-titik lainnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post)Warga Kedewatan, Ubud dikejutkan dengan penemuan jenazah I Ketut Mongoh di Sungai Pacekan, Jumat (23/8) sore kemarin sekitar pukul 17.30 Wita. Pria 70 tahun itu dinyatakan hilang sejak Kamis (22/8) lalu. Bahkan, selama proses pencarian warga sempat membunyikan gong. Warga Desa Kedewatan I Wayan Kantra menerangkan, korban menghilang setelah pergi ke belakang rumahnya pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Pascahilangnya almarhum, warga sempat melakukan pencarian menggunakan gong. Namun, korban tidak kunjung ditemukan, sehingga beberapa orang pintar sempat didatangkan untuk mengetahui keberadaan korban. “Kemarin sempat dicari menggunakan gong dan dibantu balian, tapi baru tadi ditemukan jasad korban nyangkut di Telabah Pacekan yang lokasinya di belakang rumah korban,” ujarnya. Sepengetahuan Kantra yang merupakan mantan Perbekel Kedewatan ini, korban tidak memiliki riwayat sakit. Bahkan, korban sering mengajaknya mengurus sawah.
“Setahu saya tidak sempat mengeluh sakit. Saya sering diajak kerja di sawah. Tapi, tadi menantunya bilang kalau sejak empat hari yang lalu almarhum puasa dan tidak makan-makan,” paparnya. Lantaran almarhum dinilai meninggal secara ulah pati,
krama setempat langsung melakukan prosesi penguburan. Begitu juga dengan banten seadanya berupa pejati untuk mengantarkan almarhum dimakamkan ke kuburan. Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana membena-
rkan kejadian tersebut. Dikatakan, saat korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara terkait penyebab kematian korban, polisi masih melakukan penyelidikan. “Polisi masih penyelidikan di lapangan,” katanya. (kmb35)
Mongoh Ditemukan Tewas di Sungai Bali Post/kmb35
PELAJAR - Para pelajar asal Papua dan Papua Barat yang menuntut ilmu di SMAN 1 Sukawati. Para siswa ini juga aktif menampilkan budaya mereka seperti tarian lokal setiap ada kegiatan di sekolah.
FAD Gelorakan Stop Diskriminasi Anak
Gianyar (Bali Post) Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Gianyar menggelorakan kesetaraan terhadap anak berkebu tuhan khusus, anak berhadapan dengan hukum, dan anak yatim piatu agar mereka mendapatkan pemenuhan hak yang sama dengan anak-anak lainnya di Kabupaten Gianyar. Hal itu ditegaskan Ketua FAD Kabupaten Gianyar Diki Zumara saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Gianyar 2019 di Balai Budaya Gianyar, Jumat (23/8) kemarin. Diki Zumara berharap tidak ada lagi diskriminasi
yang menyebabkan ketiga latar belakang anak itu merasa kurang dari anak umumnya. Mereka harus dirangkul, dan dilibatkan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Tidak hanya dipandang sebelah mata, mereka ingin dipandang setara dan memiliki hak dan kemampuan yang sama. ‘’Saya apresiasi Pemkab Gianyar yang sangat hangat mewadahi setiap kegiatan FAD, dan semoga ke depan selalu seperti ini. Juga, mohon untuk akses pendidikan, kesehatan, transportasi, fasilitas umum, dan lainnya selain ramah anak, juga ramah terhadap anak dan masyarakat berkebutuhan
khusus,’’ ujarnya. Asisten I Setda Kabupaten Gianyar Wayan Suardana mengingatkan anak-anak yang hadir pada kesempatan tersebut untuk menjaga diri dengan baik. Jauhi seks bebas, narkoba, pernikahan dini, tawuran, dan kata-kata rasis terhadap sesama anak bangsa. ‘’Prinsip Bhinneka Tunggal Ika harus selalu dipakai pedoman dalam bergaul,’’ katanya. Suardana juga mengajak seluruh anak, khususnya FAD, untuk selalu maju dan aktif, hingga berprestasi dalam bidang pendidikan dan lainnya. ‘’Maju terus anakanak Gianyar,’’ tegasnya. (kmb35)
cmyk
Bali Post/kmb35
KORBAN - Jenazah korban disemayamkan di rumah duka, Jumat (23/8) kemarin.
Sabtu Umanis, 24 Agustus 2019
Partai Gerindra Belum Tunjuk Nama Bentuk Kelengkapan Dewan Terhambat Negara (Bali Post) – Hampir dua pekan pascapelantikan anggota DPRD Jembrana, struktur kelengkapan belum terbentuk. Baik Pimpinan DPRD permanen yang merupakan kelengkapan awal, hingga fraksi-fraksi. Meskipun sudah dilakukan rapat paripurna internal membahas kelengkapan DPRD ini, nampaknya masih alot. Terkait Pimpinan DPRD, saat ini masih berlaku pimpinan sementara, yang dijabat Ni Made Sri Sutharmi (PDI Perjuangan) dan I Wayan Suardika (Golkar). Molornya penetapan pimpinan DPRD ini dikarenakan salah satu parpol masih belum turun penunjukkan nama kader anggota DPRD yang menjabat. Tiga parpol dipastikan mendapatkan kursi Pimpinan DPRD ini, yakni PDI Perjuangan, Golkar dan Gerindra. Ketiga merupakan tiga partai yang dalam Pileg lalu berada di urutan tiga teratas. Tetapi baru dua parpol yang telah merekomendasikan nama pimpinan DPRD, yakni
PDI Perjuangan dan Golkar. Begitu halnya untuk pembentukan fraksi, ada beberapa induk parpol yang belum mengeluarkan nama atau bergabung dengan fraksi mana. Sehingga meskipun sejumlah fraksi telah sepakat dibentuk, penetapan masih alot. “Kalau (pembentukan) fraksi masih ada fraksi yang alot (untuk) bergabung,” tandas sumber di internal anggota DPRD Jembrana. Anggota tersebut memilih bergabung dengan parpol lain, akan tetapi tanpa sepengetahuan dari induk partai cabang. Sehingga sempat terjadi kesalahpahaman di internal. Karena semua kelengkapan belum terbentuk, maka anggota DPRD saat ini fokus untuk berkonsultasi terkait tata tertib DPRD ke luar daerah. Terkait hal tersebut, Sekretaris DPRD Jembrana I Made Sudantra kepada wartawan mengakui belum ada penetapan pimpinan DPRD dan pembentukan fraksi. Menurutnya pembentukan struk-
”Mural Jamming”
Negara (Bali Post) – Sejumlah seniman lukis di Jembrana berkreasi dengan melukis mural di pinggir Jalan Udayana, Jembrana. Kreasi lukisan itu bukan di tembok, tapi di papan triplek yang dipasang memanjang di depan Rompyok Kopi. Sejumlah pelukis yang didominasi pelukis muda, mencurahkan kreasi lukisan mereka di papan tersebut Jumat (23/8) kemarin. Koordinator Komunitas Kertas Budaya Nanoq Da Kansas mengungkapkan aksi ini salah satu upaya membangkitkan seniman lukis di Jembrana. Mural dipilih mencerminkan kebebasan berekspresi. Sedikitnya ada belasan pelukis yang dilibatkan mengisi media lukis yang disediakan di depan Rompyok Kopi. Selain mural jamming, juga diselenggarakan berbagai aktivitas berkaitan seni lainnya. Seperti photo showcase dan diskusi kreatif. (kmb26)
tur kelengkapan DPRD ini masih proses di internal DPRD. Sementara Wakil Ketua sementara DPRD Jembrana dari Partai Golkar, Wayan Suardika mengungkapkan penetapan pimpinan dewan dan fraksi belum dilakukan sebab masih menunggu keputusan rekomendasi dari Gerindra. Dari intern Gerindra sendiri, ada dua nama yang diajukan ke pusat, yakni I Ketut Sadwi Darmawan dan I Made aPutu Yudha Baskara. (kmb26) LANTIK - Sejumlah anggota DPRD Jembrana yang dilantik beberapa waktu lalu. Meski telah dilakukan rapat-rapat internal dan pembahasan, penetapan kelengkapan DPRD belum bisa dilakukan karena Gerindra belum menunjuk kader yang duduk di pimpinan dewan.
Bali Post/olo
Dua Wilayah Krisis Air Bersih Negara (Bali Post) Akibat krisis air bersih, sedikitnya dua desa/ kelurahan di Jembrana selama dua pekan terakhir dibantu pasokan air. Dua lokasi permukiman warga itu di antaranya di Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana dan Banjar Wali, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo. Sejatinya dua lokasi itu berada di ketinggian dan dengan sumber air seperti sungai. Namun lantaran debit air mengecil, baik dari sumber air (sumur) maupun sungai, warga kekurangan air bersih.
Pasokan Air – Petugas dari BPBD Jembrana mendistribusikan bantuan air ke permukiman warga di Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem yang mengalami krisis air bersih.
Selama bulan Agustus ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana menerima permintaan bantuan dari dua desa/kelurahan tersebut. Sudah 9 tangki air yang didistribusikan ke wilayah-wilayah warga yang membutuhkan air. “Sumber air seperti sumur kering atau tidak ada air. Kita tindak lanjuti ketika ada permintaan dari desa/kelurahan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Pramana, Jumat (23/8) kemarin. BPBD menurutnya menyediakan tanki dan personel untuk membantu warga. Sementara air dimohonkan dari PDAM Tirta Amertha Jati Jembrana sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Untuk lebih efektif dipergunakan warga, BPBD menyalurkan
pada bak penampungan warga. Menurutnya BPBD menyalurkan air bersih hanya berdasarkan permohonan dari desa/kelurahan sehingga ada pastian bahwa air memang dibutuhkan. “Warga yang membutuhkan air, kami sarankan melapor ke desa. Sehingga kami berkoordinasi dengan desa,” ujarnya. Selama Agustus ini baru dua titik yang mengalami krisis air bersih dan ditindaklanjuti BPBD. Pihaknya menyiapkan lima tanki penampungan air yang sewaktu-waktu bisa dipergunakan warga. Dua wilayah itu menurutnya masuk dalam pemetaan wilayah yang rawan terjadi krisis air bersih. Tahun lalu, hal serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Melaya, seperti di Desa Warnasari dan Manistutu. (kmb26)
Kasus Penusukan
Tersangka Ditahan Korban Membaik
Bali Post/olo
Negara (Bali Post) – Korban penusukan di Banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Putu Ega Diana Putra (19), asal Banjar Bale Agung, Desa Yehembang, Jumat (23/8) kemarin, mulai pulih setelah dirawat di RSUP Sanglah. Ega yang menjadi korban penusukan saat acara ulang tahun temannya, Rabu (21/8) tengah malam lalu itu, masih dirawat di RSUP Sanglah. Ega mengalami tusukan di bagian perut kiri bawah dengan kedalaman luka 5 cm dan lebar 2 cm. Kapolsek Mendoyo, Kompol Made Karsa, Jumat (23/8) kemarin mengatakan, korban sudah mulai membaik. Namun, lantaran masih dalam perawatan intensif, korban belum bisa dimintai keterangan. Setelah pulih, petugas akan memintai keterangan lebih lanjut terhadap korban. Sementara untuk tersangka penusukan, Gusti Ngurah Komang Juli Pramana (18),
asal Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hingga Jumat siang, pelaku ditahan polisi. Polisi menerapkan pasal 351 KUHP yakni tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan korban luka dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. “Berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan pelaku kami tahan,” ujar Kompol Karsa. Pelaku ditahan di Polsek Mendoyo untuk memudahkan proses penyidikan. Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian penusukan ini terjadi, Rabu (21/8), sekitar pukul 23.30 Wita. Pelaku yang baru lulus SMA ini menusuk korban menggunakan pisau krambit yang sengaja dibawa pelaku. Berawal dari cekcok antarpemuda setelah acara ulang tahun. Terjadi perkelahian hingga korban ditusuk oleh tersangka. Sebelumnya para pemuda ini sempat minum minuman keras jenis arak. (kmb26)
Kapolsek Mendoyo AKP Made Karsa
Trans Jawa 9 Kandas di Gilimanuk SAR Evakuasi Belasan Penumpang Negara (Bali Post) – Diduga tak kuat menahan arus kuat di perairan Pelabuhan Gilimanuk, KMP Trans Jawa 9 yang hendak bersandar di dermaga LCM Gilimanuk, Jumat (23/8) siang terseret arus. Akibatnya kapal yang bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur itu, kandas dan terpaksa mengevakuasi belasan penumpang kapal. Petugas dari SAR Jembrana yang siaga di sekitar Pelabuhan Gilimanuk membantu evakuasi para penumpang kapal menggunakan perahu karet. Dari informasi kapal yang mengangkut 18 penumpang dan belasan unit kendaraan ini kandas di perairan Gilimanuk sekitar pukul 13.00 Wita. Sebelum dilakukan evakuasi, kapal sudah berupaya untuk keluar dari perairan dangkal itu, tetapi upaya selama satu jam tak membuahkan hasil. Akhirnya untuk antisipasi keamanan penumpang dan menunggu hingga air laut pasang, sekitar
pukul 14.00 Wita dilakukan evakuasi. Kapal juga sempat ditarik menggunakan kapal lainnya, tetapi juga tidak berhasil. Kepala UPP Kelas II Gilimanuk I Ketut Aryadana membenarkan kejadian kapal kandas di Gilimanuk tersebut. Syahbandar menerima laporan dari nakhoda kapal dan selanjutnya berkoordinasi dengan tim SAR dan instansi terkait lainnya. Penanganan pertama yakni dengan mengevakuasi para penumpang. Kepala Pos SAR Jembrana Komang Sudiarsa membenarkan telah mengevakuasi penumpang KMP Trans Jawa 9 yang kandas di perairan Gilimanuk. Kapal berbobot 975 GT itu kandas di sebelah timur pelabuhan sekitar 1,1 kilometer atau tepatnya di titik koordinat 8°9.211’S - 114°26.18’E. Tim SAR Pos Jembrana mengerahkan Rib Boat 01 Gilimanuk berikut alat keselamatan. Seluruh penumpang yang dievakuasi dari kapal selamat dan dalam
kondisi sehat. Para penumpang selanjutnya ditampung sementara di kantor ASDP sembari menunggu kendaraan yang masih berada di atas kapal. Sementara itu dari informasi, kapal kandas setelah terseret arus saat menunggu antrean sandar. KMP Trans Jawa 9 ini mengangkut 1 truk besar, 2 truk tronton, 1 truk sedang, dua mobil pick-up serta 4 sepeda motor. Selain belasan penumpang di dalam kapal milik perusahaan pelayaran PT Pelayaran Makmur Bersama ini juga mengangkut 14 ABK. Kejadian kapal kandas ini merupakan yang kedua kalinya dalam sepekan terakhir. Pada Sabtu (17/8) akhir pekan lalu hal serupa juga dialami KMP tersebut. Lokasinya juga berdekatan dengan lokasi kandas saat ini. KMP Trans Jawa 9 saat itu mengalami trouble engine dan kandas diperairan Gilimanuk tepatnya di titik koordindat 8° 9’44.63”S - 114°26’0.02”E. (kmb26)
Bali Post/olo
EVAKUASI - Sejumlah petugas SAR Pos Jembrana melakukan evakuasi para penumpang KMP Trans Jawa 9 yang kandas di perairan Gilimanuk Jumat siang. Dalam sepekan ini, KMP ini sudah dua kali mengalami kandas.
Sabtu Umanis, 24 Agustus 2019
Gudang Kayu Milik Warga di Seraya Terbakar Amlapura (Bali Post) Unit gudang kayu milik warga di Banjar Dinas Dauh Pangkung, Desa Seraya Barat, Karangasem, Kamis (23/8) lalu terbakar. Untung saja petugas Pemadam Kebakaran sigap mengatasi korbaran api, sehingga gudang kayu milik I Komang Wiranata tidak ludes terbakar. Kadis Damkar Karangasem I Nyoman Tari mengungkapkan, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 21.01 Wita. Setelah pihaknya menerima laporan kebakaran, langsung menerjunkan mobil Damkar ke lokasi. ‘’Untuk mengatasi kebakaran, kami menerjunkan 18 personel dengan armada unit. Sampai di lokasi petugas
langsung melakukan pemadaman, sehingga api bisa kami kendalikan,’’ tambahnya. Penyebab kebaran itu, dikatakan, akibat kelalaian ketika membakar serutan kayu. Lahan Hutan Selain kebakaran gudang kayu di Seraya, kebakaran juga melanda lahan hutan yang berlokasi di Banjar Dinas Amed, Desa Purwakerti, Abang. Kebakaran lahan hutan itu terjadi sekitar pukul 19.02 Wita. ‘’Setelah laporan diterima dari masyarakat. Kami juga langsung terjunkan personel dan empat mobil Damkar. Apa yang menyebabkan kebakaran itu, kami belum tahu,’’ kata Tari. (kmb41)
Tabrak Truk Parkir M. Salam Tewas
Bali Post/kmb41
PEMADAMAN - Petugas saat memadamkan api.
SDN 6 Bunutan Kekurangan Guru
Diatasi Satu Guru Mengajar Rangkap Amlapura (Bali Post) Di Kabupaten Karangasem masih cukup banyak sekolah yang kekurangan tenaga pengajar alias guru. Seperti di SDN 6 Bunutan, Abang. Keberadaan guru di sekolah itu hanya enam guru ditambah satu pengabdi. Solusi menyiasati masalah kekurangan itu, terpaksa satu guru mengajar rangkap mata pelajaran. Kepala SDN 6 Bunutan I Wayan Dayuh Suyasa mengatakan, saat ini di SDN 6 Bunutan hanya ada enam guru. Di mana lima guru bertatus sebagai PNS dan satu guru pengabdi. Guru kelasnya sebanyak tiga orang, satu guru agama, satu kasek dan pengabdi. ‘’Untuk guru penjaskes malah masih kosong. Tetapi kekurangan itu tidak ada masalah. Masih bisa diatasi. Menyiasati kekurangan itu satu guru terpaksa merangkap mengajar
I Wayan Dayuh Suyasa
Bali Post/kmb41
mata pelajaran lainnya. Termasuk saya sebagai kasek juga ikut mengajar jadi guru kelas,’’ ujarnya serius. Bila ada satu guru tidak hadir, kata Suyasa, maka guru lain yang kebetulan tidak ada jam mengajar dipersilahkan mengisi mata pelajaran tersebut. Sehingga siswa tidak ada berkeliaran tidak dapat belajaran. ‘’Kendati kita kekurangan guru, namun dari segi prestasi sekolah kita tidak kalah jauh dengan sekolah-sekolah yang gurunya memadai. Kita masih bisa bersaing den-
gan sekolah lainnya,’’ ujar penuh semangat. Dalam hal itu, Suyasa sangat berharap guru pengabdi itu agar diangkat menjadi guru kontrak oleh Pemkab Karangasem. Pasalnya, mereka mau mengabdi di sekolah yang ada di desanya. Karena yang mengabdi ini adalah putra lokal Bunutan. ‘’Untung dia mau mengabdi di sini. Semoga guru pengabdi ini mendapat ‘ perhatian memadai. Paling tidak, bisa diangkat menjadi guru kontrak ke depannya,’’ harapnya . Terkait kekurangan ini,
pihaknya telah mengusulkan ke Didsikpora. Berdasarkan informasi yang diterima, Disdikpora telah menugaskan dua guru berstatus PNS yakni guru penjaskes dan guru kelas. Hanya sampai saat ini guru tersebut belum bertugas. ‘’Semoga secepatnya dua guru itu bisa bertugas, sehingga bisa mengatasi masalah kekurangan guru selama ini,’’ harapnya. Disinggung kondisi sarana dan prasarana yang ada di sekolah SDN 6 Bunutan, Suyasa menegaskan kalau saat ini hanya gedung perpustakaan yang mengalami kerusakan. Kerusakan gedung itu akibat diguncang gempa beberapa waktu lalu. ‘’Sekarang ruang perpustakaan sudah dipindah ke ruangan lain karena plafonnya jebol. Rencananya kita buat proposal untuk perbaikan gedung itu,’’ tegas Suyasa. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas memakan korban jiwa kembali terjadi di Karangasem. Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan umum Selat, tepatnya di depan Kantor Camat Selat Banjar Bambang Biaung, Desa Duda, Kamis (22/8) lalu. Pengendara sepeda motor Mohamad Salam dari Banjar Dinas Pande, Desa Nongan, Rendang tewas setelah menambrak truk parkir di pinggir jalan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian lakalantas itu terjadi sekitar pukul 18.30 Wita. Berawal sebuah sepeda motor warna cokelat metalik DK 2527 MU yang dikendarai Mohamad Salam melaju dari arah timur (Amlapura) menuju arah barat (Selat). Setibanya di TKP, pengendara kurang hati-hati, kemudian menambak sebuah truk DK 9552 MC milik I Gusti Ngurah Antara asal Banjar Dinas Santi, Desa Selat yang sedang parkir di pinggir kiri as jalan. Kasatlantas Polres Karangasem AKP Ni Luh
Putu Anne Parwisti saat dikonfirmasi Jumat (23/8) kemarin mengungkapkan, akibat kecelakaan tersebut pengendara mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Bukan saja luka robek pada pelipis, juga hidungnya terus mengeluarkan darah. Sementara sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan cukup berat akibat kerasnya benturan yang dialami. ‘’Korban sempat menjalani perawatan medis di Puskesmas Selat. Karena luka serius yang dideritanya, bahkan korban sempat dilarikan menuju ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan perawatan. Namun nasib berkehendak lain,’’ ujarnya. Sayang, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Karangasem. Kecelakaan itu diduga dipicu lalainya pengendara. Korban tidak melihat kendaraan truk yang parkir di pinggir jalan raya itu. Pemilik truk saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan dari pihak kepolisian. (kmb41)
Bali Post/ist
MENINGGAL - Korban saat berada di Puskesmas Selat untuk mendapatkan perawatan dari tim medis. Korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Karangasem.
Penjualan Daging Anjing Diatensi Pemprov dan Polda
Sejak Empat Bulan Distop, Sehari Reme Untung Rp 200 Ribu Memperdagangkan daging anjing di Kabupaten Karangasem ternyata diawasi. Hal itu bukan saja mendapat atensi Pemprov juga Polda Bali. Petugas berwenang turun melakukan pengecekan untuk menindaklanjuti instruksi Gubernur Bali Nomor 524/5913/ Disnakkeswan/2019 tentang Pelarangan Peredaran dan Perdagangan Daging Anjing. Apakah alasannya sehingga daging anjing itu tidak boleh diperdagangkan? KEPALA Bidang Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner Pengolahan dan Pemasaran Dinas PKH Provinsi Bali Ni Made Sukerni, Jumat (23/8) kemarin mengungkapkan, pengecekan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat dari penularan penyakit zoonosis. Penyakit itu disebutkan bersumber dari hewan anjing. Karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah preventif. Salah satu caranya diupayakan pelarangan dan pengawasan peredaran daging anjing di masyarakat. Kegiatan itu, kata Sukerni, menyasar sejumlah titik yakni di Banjar Werdi Guna Jasri di rumah milik Wayan Tusan, di Banjar Subagan Desa di warung Ni Wayan Mustiari dan di rumah I Nyoman Reme di Banjar Jasi Kelod, Desa Sampiang. ‘’Kita di sini memberi arahan supaya mereka tidak menjual daging anjing. Sudah kesekian kalinya kami melakukan pengecekan ke Karangasem. Pengecekan ini kembali dilakukan karena
ada informasi perdagangan daging ajing itu belum tutup. Makanya kami kembali turun melakukan monitoring,’’ ujarnya. Lalu apa solusi untuk pemasukan pendapatan I Nyoman Reme yang saat ini sudah tidak lagi menjual daging anjing itu. Sukerni mengatakan pihaknya tidak ingin lepas tangan begitu saja. Sejatinya sudah mencarikan solusi. Namun antara omongan dan kenyataannya tidak konsisten. ‘’Solusi yang kami tawarkan adalah memelihara babi. Namun menolak memelihara tiga ekor babi. Jumlah itu terlalu sendikit. Idealnya minimal 15 ekor babi,’’ katanya. I Nyoman Reme mengakui kalau sebelumnya dirinya memang sering memotong daging anjing kemudian dijual dengan pendapatan lebih dari cukup. Dalam semiggu dirinya bisa dua kali memotong anjing dan dagingnya dijual. ‘’Motongnya tidak menentu. Kadangkadang anjing itu malah dikasi Cuma-cuma. Namun sering juga membeli,’’ ka-
tanya. Jika membeli, Reme mengakui harus membeli anjing yang akan dipotong itu di beberapa tempat. Harga satu anjing bisa Rp 100 ribu. Dengan membeli Rp 100 ribu, kemudian daging anjing yang diolah itu kemudian dijual. Pendapatannya bisa mencapai Rp 300 ribu. Jadi ada selisih keuntungan Rp 200 ribu. ‘’Tetapi sejak diberikan imbauan tidak lagi boleh menjual daging anjing, saya tidak lagi pernah motong anjing. Terhitung sudah sekitar empat bulan,’’ jelasnya. Sebelumnya dirinya hanya bisa mengadalkan pendapatan dari menjual daging anjing. Sekarang tidak ada mendapatan lagi. Karena itu untuk memenuhi keperluan hidupnya sehari-hari, pihaknya berharap kepada pemerintah agar memberikan solusi. Baginya hal itu sangat krusial, sehingga keluarganya bisa makan setiap hari. ‘’Kalu sekarang saya bingung mencari uang untuk makan. Saya ingin solusi supaya saya bisa makan saja. Karena tidak ada lagi kegiatan yang saya lakukan untuk bisa menghasilkan uang,’’ tandasnya. Sejatinya, dirinya sempat menjual olahan daging ayam, babi bahkan ikan laut. Hanya dirinya selalu merugi. ‘’Sempat jualan tapi rugi. Entahlah hanya jualan daging anjing yang menguntungkan,’’ kelunya. Kasi Korwas Polsus Ditbi-
mas Polda Bali Kompol I Nyoman Weca didampingi Kasi Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Bali Kompol I Ketut
Arianta mengungkapkan, pihaknya sudah dua kali datang ke Karangasem untuk melakukan pengece-
kan seperti ini. Pihaknya memberikan sosialisasi dan pembinaan agar warga tidak menjual daging anjing. ‘’Kita
berikan peringatan kepada mereka, supaya berhenti berjualan daging anjing,’’ ujarnya. (nan)
Bali Post/kmb41
JUAL DAGING AJING - Petugas dari Pemerintah Provinsi Bali dan Polda Bali saat melakukan pengecekan terhadap warga yang menjual daging anjing di Karangasem.
Sabtu Umanis, 24 Agustus 2019
Bupati Suwirta Segera Keluarkan Keputusan Atasi Permasalahan Batas Desa Pemkab Klungkung bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klungkung segera turun ke Nusa Penida guna memetakan tanah negara di pinggir pantai yang telah diklaim oleh masyarakat setempat. BPK dan KPK yang sempat hadir ke Nusa Penida telah memberikan kekuatan kepada pemkab untuk mendata dan menata kembali tanah milik negara untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat. Demikian disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menghadiri pemaparan progres Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh BPN Klungkung, di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Jumat (23/8) kemarin.
Bali Post/gik
PENDAFTARAN TANAH - Bupati Suwirta saat hadir dalam pemaparan progres Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh BPN Klungkung, di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Jumat (23/8) kemarin.
Selain itu, sejumlah persoalan batas desa juga masih menjadi kendala dalam program PTSL, seperti yang terjadi di Desa Sampalan Klod, Gunaksa dan Kusamba, Kecamatan Dawan. Ada juga di Desa Ped, Desa Toya Pakeh dan Desa Sakti Kecamatan Nusa Penida. Menurut Bupati Suwirta, sesuai keputusan menteri, seorang bupati diperkenankan mengambil keputusan dalam penentuan batas desa. Atas dasar keputusan menteri tersebut, dirinya sudah menugaskan OPD untuk secepatnya membuat Keputusan Bupati. Dirinya meyakinkan bahwa tidak ada kepentingan sedikit pun dalam pengambilan keputusan ini. Pihaknya hanya ingin semua permasalahan akan cepat selesai sesuai perintah
presiden. “Saya mohon kepada semua pihak (BPN, Kepolisian, Kejaksaan dan OPD) bantu kami ekspose Keputusan Bupati ini, sehingga permasalahan batas desa bisa cepat selesai. Kepada para perbekel dan tokoh masyarakat untuk ikut meredakan gejolak masyarakat, sehingga permasalahan tapal batas desa bisa segera diselesaikan. Saya yakin tidak semua pihak akan puas dengan keputusan ini. Namun semua demi kepentingan masyarakat luas. Saya akan siap jika nanti ada warga yang melawan dengan memPTUN-kan saya, akibat keputusan yang saya keluarkan ini,” ujar Bupati Suwirta. Terkait rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali yang akan dibangun di Eks
Polisi Temui Siswa Asal Papua Semarapura (Bali Post) Isu rasis yang menghangat dalam sepekan terakhir, membuat jajaran kepolisian di daerah juga melakukan sejumlah upaya antisipasi. Pihak kepolisian khawatir isu ini mengganggu kehidupan masyarakat Papua lainnya yang sedang belajar di daerah lain. Agar tidak terpancing isu rasis itu, polisi menemui siswa asal Papua yang sedang belajar di sejumlah SMA/SMK di Klungkung, Jumat (23/8) kemarin. Kasat Binmas Polres Klungkung AKP Nyoman Suastana menyampaikan isu rasisme ini begitu sensitif. Jadi, sedapat mungkin pihaknya lebih dulu berupaya untuk mencegah agar mereka tidak terpengaruh dengan situasi panas yang terjadi di daerah asal mereka. Suastana menambahkan, pihaknya bersama sejumlah personel datang langsung ke SMAN 2 Semarapura dan SMK 1 Klungkung. Polisi mengumpulkan pelajar dari Papua dan meminta mereka tetap serius belajar. Jangan mudah terganggu atau reaktif terhadap isu-isu mengenai ras dan suku yang beredar di media sosial. Karena isu tersebut dominan hoaks.
Suastana menambahkan, kepada para siswa asal Papua untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), agar tidak mudah percaya dan cerdas menggunakan media sosial. Sehingga tidak mudah terprovokasi dengan berita bohong atau hoaks yang sedang marak di media sosial. Selain itu, juga selalu mematuhi aturan sekolah. Sehingga menjadi siswa yang teladan, baik di lingkungan sekolah dan di daerah tempat tinggalnya kelak. “Kami ingin menjaga asa mereka. Tetap fokus belajar dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Sehingga kelak menjadi generasi penerus bangsa yang unggul. Tidak mudah terpancing isu yang merusak keutuhan kita,” tegasnya. Pihak sekolah, kata Suastana, antusias dengan kedatangan aparat kepolisian. Sebab, isu rasis ini juga membuat pihak sekolah khawatir konsentrasi belajar mereka terganggu. Suastana menegaskan juga akan menyambangi sekolah lain yang ada pelajar asal Papua. Ini juga sekaligus menekankan arti penting saling menghargai dalam bingkai NKRI. (kmb31)
Bali Post/gik
PAPUA - Polisi saat bertemu dengan siswa asal Papua yang sedang belajar di Klungkung.
Galian C dan sudah mendapat persetujuan pemerintah pusat dan Provinsi Bali ini, dirinya sangat berharap segera bisa terwujud. Untuk itu pihaknya berharap pendataan kawasan Eks Galian C itu bisa secepatnya selesai. “Daripada menjadi semak-semak seperti sekarang bukankah lebih baik menjadi Pusat Kebudayaan Bali yang akan bisa dinikmati oleh para penerus kita,” pungkasnya. Pemaparan progres PTSL dilakukan oleh Kepala BPN Klungkung Cok Gede Agung Astawa Putra. Hal itu dilakukan untuk memberikan gambaran kepada pemangku kebijakan dan pihak-pihak pengambil keputusan, sejauh mana perkembangan pendataan lahan di areal Eks galian C sudah dilakukan untuk menentukan kebijakan
dan perencanaan yang akan dilakukan ke depannya. Dalam paparannya, jumlah total lahan Eks Galian C dikatakan seluas 210,08 Ha. Penanganan penyelesaian masalah Eks Galian C telah dilakukan secara musyawarah dan mufakat oleh masyarakat yang dituangkan dalam berita acara dan surat pernyataan para pemilik tanah dengan kesepakatan luasan dalam persil (tekstual). Untuk Desa Gunaksa berkurang 7% sehingga luasan yang diterima 93%. Untuk Desa Tangkas berkurang 18 % sehingga luasan yang terima 82%. Hambatan fisik dalam pendataan ini di antaranya terdapat permasalahan batas desa, sejumlah bidang tanah yang tergenang air serta musyawarah dan mufakat tentang letak batas dan luas pada saat staking out memerlukan waktu yang lama. Sedangkan hambatan yuridisnya, terdapat satu bidang tanah yang diklaim beberapa pihak, pemohon yang tidak dapat menjelaskan secara utuh riwayat kepemilikannya, serta persyaratan permohonan yang belum lengkap. (ad763)
Tertimpa Dahan Beringin Siswa SMP Pingsan
Bali Post/gik
DESA TOJAN-Sestama BNN Irjen Adi Prawato saat tiba di Desa Tojan, Klungkung.
BNN Siap Bangun Posko Interdiksi di Bali
Semarapura (Bali Post) Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI Irjen Adi Prawoto bersama Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa turun langsung ke BNNK Klungkung, Jumat (23/8) kemarin. BNN mengupayakan penanganan kegiatan P4GN secara optimal dengan bersinergi dengan seluruh instansi terkait, agar sesuai dengan visi misi Nawacita yang digadangkan Presiden Joko Widodo. Salah satunya meningkatkan kompetensi SDM. Pada kesempatan itu, Prawoto sempat menyinggung bakal menyiapkan Posko Interdiksi di Bali. Bidang interdiksi ini, sebagai kegiatan operasi terpadu guna memutus jaringan sindikat narkoba nasional maupun internasional. Alat di dalam Posko Interdiksi ini dapat melihat adanya narkotika di pesawat udara, bahkan mendeteksi wajah untuk melihat data sindikat, pengguna dan hal terkait lainnya. Ini sebagai jawaban atas penanganan kegiatan pencegahan Pemberantasan penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkoba (P4GN) di Bali, yang tantangannya semakin besar. Terlebih, dengan kondisi SDM
dan sarana prasarana yang masih terbatas. Ia mengapresiasi perangkat pemerintah, khususnya di Klungkung atas kesiapannya dalam bersinergi dengan BNN. Sebab, Bali secara umum menjadi jalur masuk narkotika lewat banyak jalur, seperti laut, dimana banyak terdapat pelabuhan-pelabuhan ilegal. Sementara kebutuhan personel BNN sangat jauh dari ideal. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba telah menjadi ancaman yang serius di Indonesia. Adhi Prawoto mengajak BNN Provinsi, BNN kabupaten/kota terus aktif dalam mensosialisasikan bahaya pemakaian dan peredaran narkoba. Selain itu, Adhi Prawoto juga menginstruksikan kepada seluruh petugas BNN untuk terus fokus bekerja memberantas narkotika. Menurutnya jaringan narkotika saat ini sangat luas. “Kita (BNN) juga selalu koordinasi dengan perguruan tinggi dalam menyusun strategi. BNN harus tangguh dalam menjalankan P4GN,” tegasnya. Usai menerima Sestama di Desa Tojan, Bupati Nyoman Suwirta, menyampaikan bahwa Klungkung telah melakukan sejumlah langkah strategis.
Seperti menutup beberapa kafe yang disinyalir merupakan tempat lokalisasi pada jam malam, untuk menghindari penyakit masyarakat. Ia juga mendukung pembentukan pararem sampai di desa, juga konsep desa bersinar, khususnya daerah yang rawan narkoba, seperti di Nusa Penida. “Kami rencananya juga membuat sistem terintegrasi di Segitiga Emas Klungkung, dan siap mengadakan alat deteksi di pelabuhan. Termasuk program enterpreneur masuk desa, juga akan terintegrasi dengan semua instansi terkait, seperti pencegahan narkoba,” katanya. Pesatnya perkembangan pariwisata di Nusa Penida saat ini menjadi tantangan pemerintah daerah untuk mengantisipasi masuknya peredaran narkoba. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya dan berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti BNN untuk mencegah masuknya narkoba ke Nusa Penida. “Pintu masuk Nusa Penida selama ini memang belum terkontrol. Dengan kehadiran BNN pusat ini, mudah-mudahan memberikan support untuk memberantas narkoba di daerah kami,” tegasnya. (kmb31)
Semarapura (Bali Post) Komang Diatmika (14) nyaris meregang nyawa saat berangkat sekolah. Pelajar SMPN 2 Banjarangkan ini tiba-tiba tertimpa dahan pohon beringin saat mengendarai sepeda motor menuju sekolah, Jumat (23/8) pagi kemarin. Ia langsung tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUD Klungkung guna mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kapolsek Banjarangkan AKP Ketut Suaka Purnawasa membenarkan kejadian itu. Peristiwa itu persis terjadi di jalan raya Getakan, tepat di Pura Melanting Sari. Saat itu, pelajar kelas IX asal Banjar Palak, Desa Getakan ini, langsung dilarikan ke RSUD Klungkung oleh gurunya, I Dewa Parwata. Setelah dirawat beberapa jam, kondisi korban membaik dan sadarkan diri, sekitar pukul 11.00 Wita. Namun, kondisinya masih lemas dan memerlukan perawatan tim medis. Batang pohon beringin kering yang menimpa korban, berukuran cukup besar. Korban langsung tak sadarkan diri karena dahan kering itu, tepat mengenai kepala korban. Selain bengkak di kepala kanan, korban juga mengalami luka lecet di pelipis kanan dan bengkak di dahi. Orangtua korban, Komang Putra, bersyukur anaknya masih bisa selamat dari maut. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi warga sekitar agar lebih berhati-hati saat melintas di sekitar jalur tersebut. (kmb31)
Bali Post/gik
DIRAWAT - Korban saat mendapat perawatan di RSUD Klungkung.
Kerajinan Batok Kelapa Masuk 10 Besar Inovasi Teknologi Tepat Guna
Bali Post/gik
BATOK KELAPA - Kasubdit TTG Ditjen PPMD Kemendes PDTT Anastutik Wiryaningsih saat turun ke tempat usaha perajin batok kelapa di Desa Negari.
Kerajinan khas Klungkung, berbahan dasar batok kelapa menjadi perhatian nasional. Kerajinan batok kelapa mampu mendobrak dominasi daerah lain, dan merangsek masuk dalam 10 besar Inovasi Teknologi Tepat Guna tahun 2019, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Ragam produk inovatif yang dihasilkan, membuat pihak kementerian penasaran dan langsung turun ke Klungkung, Jumat (23/8) kemarin, untuk melihat proses pengerjaannya. Tim Verifikasi Lapangan dipimpin Kepala Sub Direktorat Teknologi Tepat Guna (Kasubdit TTG) Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PPMD) Kemendes PDTT Anastutik Wiryaningsih. Tim langsung turun ke tempat usaha perajin batok kelapa yang masih eksis, Yande Batok di Desa Negari, Banjarangkan. Di sana, pemilik usaha I Gede Suryawan bercerita bagaimana awal merintis usaha ini, kenapa menggunakan bahan dasar buah kelapa, alat dan inovasi teknologi tepat guna yang digunakan dalam mengolah batok kelapa menjadi
berbagai suvenir. Suryawan menambahkan, ketika sebelum menggunakan teknologi, satu pekerja hanya mampu menghasilkan lima produk dalam sehari. Namun, ketika menerapkan teknologi inovasi tepat guna, produksinya meningkat menjadi rata-rata 100 produk per hari oleh satu pekerja. Tingkat kegagalan sebelum menggunakan teknologi tepat guna mencapai 50 persen, dengan varian produk hanya satu jenis. Sedangkan ketika menggunakan teknologi tepat guna, tingkat kegagalan menjadi 5 persen dengan varian produk 50 jenis. Produknya, misalnya dalam bentuk mangkok, gayung, hiasan meja, boneka, tempat lilin, dan berbagai bentuk benda seni lainnya, sesuai permintaan pasar art shop kepada tempat ini sebagai lokasi produksi. “Di sini kita harus peka, melihat minat pasar. Sehingga bentuk kerajinan kita pun menyesuaikan,” kata Suryawan. Mendengar pemaparan itu, Anastutik Wiryaningsih menyampaikan teknologi tepat guna tidak harus mahal. Tetapi lebih kepada teknologi yang dapat bermanfaat dan dapat memecahkan permasalahan
yang ada di sekitar masyarakat. Layaknya batok kelapa, yang seharusnya menjadi limbah, justru mampu diolah menjadi berbagai produk yang menarik. Hakikat teknologi tepat guna, dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat dan ilmu yang diperoleh dapat dijadikan motivasi kepada masyarakat agar menjadi mandiri, dengan terbukanya lapangan pekerjaan. Kedatangan Tim Verifikator bertujuan untuk memotret dan mencari informasi secara riil di lapangan, terkait profil dari peserta yang mengikuti inovasi teknologi tepat guna ini. Selanjutnya, Tim Verifikator akan mempresentasikan hasil yang diperoleh kepada para juri akhir Agustus nanti. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta bersama Ketua Dekranasda Klungkung Ayu Suwirta terus mendorong Suryawan dengan kerajinan batok kelapanya, karena bisa menciptakan kekhasan bagi Klungkung dan menciptakan lapangan pekerjaan. “Mencapai 10 besar tingkat nasional, tidak mudah. Ini membuktikan Klungkung memiliki generasi yang mampu berbicara banyak dalam teknologi tepat guna,” katanya. (gik)
Sabtu Umanis, 24 Agustus 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dcr Pembantu Rmh Tangga niat kerja,jujur Hub.081236760188
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
B.BP.004.08.19.0000668
Dicari Sopir Pariwisata Bujang (Jepang) Hub/HP:081 24606 355 B.BP.001.08.19.0000735
Dcr sopir Prbd Pglmn,SMS:nama Umur,Alamat Hub.085954096100 B.BP.001.08.19.0000740
Dcr Admin, Supir, Teknisi Mbl Tk Bangunan, Hub:08123676218 B.BP.004.08.19.0000475
Butuh : Sopir / Driver, Pengalaman, utk Pabrik Tabanan lamaran WA ke 087885523767 B.BP.031.08.19.0000751
Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah Dps. Gaji 2 juta SMS WA 0816571027 B.BP.004.08.19.0000704
Dicari Pembantu rumah tangga (PRT) tinggal dalam,jujur, niat kerja Hub: 0821-24-458-758 B.BP.004.08.19.0000539
Bth Cepat SPG Food Suplement Fas: GP,Bonus,THR,Pulsa Menjanjikan & Memuaskan Hub:085739759535 (Ayu Ani) B.BP.001.08.19.0000624
Dcr Staf Gudang Pria Bisa Komp Hub:PT.Karya Safari, Jl.Buluh Indah No.74 Hp.087866749985 B.BP.001.08.19.0000712
Dibthkn Sgra Waiter utk Resto Hub.0361-4755854 / email: bluefinwhaleresto@gmail.com B.BP.001.08.19.0000657
SERVICE
BIRO JASA SERVICE
SERVICE
Dcri Staff Admin,SPV, Marketing SPG,SPB,Min D3,Bisa Komputer, Teliti,Jujur&Bertanggung Jawab dapat bekerja individu & team memiliki SIM C,Krm Lamaran ke HRD Diantara Jl.Sunset Road No.168 Tlf:0361-4754643 E:stareast.kitchen@gmail.com B.BP.001.08.19.0000619
Dealer Resmi Honda Mencari Marketing,Sales Counter dan Administrasi, Penampilan Menarik Hub.Kecak Motor, Jl.Ry.Padang Luwih Dalung Telp.087862557487 B.BP.001.08.19.0000714
Dicari Karyawan/ti,Sarjana,Bs Komputer.Hub:Jl.A.Yani 197 Dps B.BP.001.08.19.0000736
Dicari Senior Accountant,Bisa Myob,bhs.Inggris,Pajak.Lamaran ke: corry@globaloneservice.com B.BP.001.08.19.0000662
Dicari Sopir rent Car hub.081999145999 B.BP.001.08.19.0000699
Dicr Tenaga Serabutan,Pria,Hub Jl.Laksmana I/6, 085333892339 B.BP.001.08.19.0000660
Dist Prodk Nestle/KAO/Fumakila Cr:Sales TO/Spv/TF,Sopir SIM A /B,Admin MD,Tng Srbt/Gdg,u/Dps Tbn,Ngr,Klk,Singaraja,Krgsem Krm Jl.Ry Sempidi 2 Dps B.BP.001.08.19.0000497
IT/Computer Teacher.Min.S1 experience, English fluent, skill in H/W,S/W,N/W&Design. CV to jobapplybali@gmail.com B.BP.004.08.19.0000754
PT.Smart bth kary S1 SMA posisi Marketing Pinjaman Online Sekretaris Adm Keuangan 21 sd 50thn bs computer/WA 087850886 518/Hp081336919910M.R.Anthony B.BP.154.08.19.0000753
Dcr Tng Gudang & Sopir SIM B utk Rim Cargo Hub.0811392013
B.BP.004.08.19.0000769
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
The Griya Villas di Bunutan Amed,Dcr:Supervisor Restaurant FO.Kirim CV:info@thegriya.com B.BP.012.08.19.0000716
Villa Seminyak Security Malam Pengalaman SMS 081999882123 B.BP.004.08.19.0000756
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijual Tanah SHM 1.400m2 di Ungasan,Kuta Selatan, Bali. Lokasi strategis,5mnt dr GWK, 5 mnt dr pantai Melasti, Balangan & Dreamland,10 mnt dr Pura Uluwatu.Dekat dgn area perhotelan.Cocok utk kos2an eksekutif/home stay/cluster. Rp.3jt/m, Hub.Patrick 081337346381 (WA)/0818669779
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL TANAH
Jual Tanah Lokasi Strategis di Baturiti 25 are SHM + 7 are masih jual beli 2,5M, berminat silahkan hubungi:08113865859 (Agung Arinata) B.BP.031.08.19.0000758
Tnh 3,5A Tk.Badung Renon ±35A Ubud-Tegallalang.HP:0811394712 B.BP.001.08.19.0000496
Tnh 5A,10A,26A Demayu Ldtunduh Tebongkang,Ubud.H:085937089333 B.BP.001.08.19.0000739
Tnh Kav di Saba 2,28Are harga global 600jt Ng,H.085100432929 B.BP.001.08.19.0000628
Hrg ramah, Tnh+Rmh, Gatsu, 1A lok. Strtgs, cek lgs, WA 08113986788 B.BP.004.08.19.0000760 SINGARAJA
Tnh 1 dan 1,5Are Jl.Lingga, Banyuasri Sgr, HP.0811398154 B.BP.001.08.19.0000755
PROPERTY DIJUAL RUMAH SINGARAJA
Rmh Br Mrh 8x14 Ds.Celuk Buluh Buleleng, 300jt Ng, 087852921987 B.BP.004.08.19.0000768
RUPA-RUPA Dijual Genzet Body Silent Caterpilar 80Kva Kondisi Prima & Bersih Minat HP.081338528811 B.BP.001.08.19.0000659
PT.Smart pinjaman online 10 sd 500Jt proses cepat tanpa biaya admin membantu kebutuhan untuk anda / WA 087850886518 / HP 081336919910 M.R.Anthony B.BP.154.08.19.0000752
PENGUMUMAN
Jual Kav SHM 480M2 3,6M(Nego) Jimbaran Tmn.Griya-08119707272
Dijual Ruko Daerah Strategis Dps,Harga Murah.H:085398989827
Sy a.n:Yulia Asari mohon maaf kpd Prush.Arta Sedana Amlapura krn mlakukn tndkan pengambilan brg.& tdk akan mengulangi lagi
B.BP.004.08.19.0000041
B.BP.001.08.19.0000742
B.BP.001.08.19.0000665
B.BP.004.08.19.0000594
PROPERTY DIJUAL RUKO
Sabtu Umanis, 24 Agustus 2019
Bedeng Tertimbun Longsor Dua Buruh Proyek Tewas Bangli (Bali Post) –
Nasib nahas dialami dua orang buruh proyek asal Pasuruan, Jawa Timur, Fendi Akhmad (23) dan Gatot Wahyudi (45). Kedua pria yang bekerja di proyek penginapan milik Ketut Mula di Banjar Pulu, Desa Songan, Kintamani itu tewas tertimbun longsor saat beristirahat di bedengnya. Kedua mayat korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSU Bangli. Informasi yang dihimpun menyebutkan, musibah longsor yang menimbun dua buruh proyek tersebut diketahui, Jumat (23/8) pagi kemarin, oleh saksi Nyoman Murah dan Nyoman Daging, yang juga buruh proyek tempat korban bekerja. Saat itu kedua saksi mendatangi lokasi proyek untuk bekerja. Namun, mereka mendapati bedeng tempat istirahat kedua korban tertimbun longsor. Mendapati hal itu, Murah dan Daging kemudian meminta pertolongan ke warga dan menghubungi petugas Bhabinkamtibmas desa setempat. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kintamani. Setelah dilakukan proses pencarian, kedua buruh nahas itu berhasil ditemukan, tetapi sudah dalam kondisi tak bernyawa. Korban ditemukan di dalam timbunan longsor. Kedua korban ke-
Bali Post/kmb40
SOSOK
Antisipasi Kecelakaan di Jalur Culali
Suka Hitung Angka BAGI kebanyakan orang, berhubungan dengan urusan hitungmenghitung angka adalah hal yang rumit dan membingungkan. Tetapi tak sedikit juga orang yang justru menyukainya, bahkan menjadi salah satu hobi yang mengasyikkan. Seperti halnya hobi yang dimiliki I Made Astawa, Direktur Utama PD BPR Bank Pasar Bangli. Sejak kecil, pria kelahiran Desa Peninjoan ini mengaku sangat gemar menghitung angka. Karenanya, mata pelajaran yang paling disukainya semasa sekolah adalah Matematika. “Asyiknya menghitung kalau sudah ketemu hasilnya. Itu kepuasannya,” ungkapnya. Gemar menghitung angka membuat ayah tiga anak ini semasa kecil sempat bercita-cita menjadi guru Matematika. Namun, oleh orangtuanya, ia malah diarahkan melanjutkan pendidikan di jurusan Pertanian. Alasannya, saat itu Sarjana Pertanian cukup dibutuhkan pemerintah. “Di awal-awal kurang tertarik kuliah di Pertanian, tapi lama-kelamaan menikmati karena ada materi yang juga menghitung angka,” ujarnya. Berkarier di perbankan sejak 1991 tentu menjadi pilihan tepat baginya. Sebab, pekerjaan yang digelutinya sampai saat ini tak jauh dari urusan hitung-menghitung. Saking menyukai hitungan, ia pun masih hapal beberapa rumus umum Matematika. “Tapi kalau disuruh menghapal hal lain seperti nama orang, susah. Padahal sebagai penjual jasa harus menghapal nama,” pungkas pria yang punya tanda tangan ada unsur angkanya ini. (ina)
Sopir Diimbau Selalu Cek Kendaraan
Bangli (Bali Post) – Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli mengklaim telah berupaya meminimalisir kecelakaan di Jalur Culali, Kintamani. Salah satunya dengan melakukan pembinaan kepada para pengemudi angkutan barang yang sering melewati jalur itu. “Kami sudah sering lakukan pembinaan, pengawasan hingga penindakan bekerja sama dengan pihak kepolisian. Yang dibina bukan saja sopir truk pengangkut galian C, tapi juga sopir pengangkut hasil pertanian,” kata Kadishub Bangli Gede Arta, Jumat (23/8) kemarin, saat diwawancarai terkait kasus kecelakaan truk yang sering terjadi di Jalur Culali. Pembinaan yang selama ini dilakukannya dengan cara door to door. Kepada para sopir, pihaknya mengimbau untuk memperhatikan dan mengecek kondisi kendaraan sebelum dikemudikan. Sebab, penyebab utama kecelakaan yang sering terjadi di Culali kebanyakan karena kelalaian pengemudi yang tidak memperhatikan kondisi dan kekuatan kendaraannya. “Sopir sebelum berangkat harus betul-betul cek kesiapan dan kekuatan kendaraan dan angkutannya
Minimalisir Pencemaran Danau
Dinas PKP Buat KJA Berlapis Bangli (Bali Post) – Keberadaan keramba jaring apung (KJA) selama ini disebut-sebut menjadi salah satu penyumbang pencemaran di Danau Batur, Kintamani. Pencemaran terjadi akibat banyaknya sisa pakan ikan yang jatuh dan menumpuk di dasar danau. Guna menekan pencemaran, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli merancang pembuatan demplot KJA ramah lingkungan menggunakan jaring berlapis. Sekretaris Dinas PKP Kabupaten Bangli Wayan Sarma diminta konfirmasinya, Jumat (23/8) kemarin, tak menampik bahwa keberadaan KJA selama ini ditengarai menjadi penyumbang pencemaran Danau Batur. Namun, jika dibandingkan dengan limbah domestik dari rumah tangga, pencemaran yang disumbang KJA cukup kecil. Untuk menekan pencemaran semakin parah, tahun ini pihaknya telah merancang pembuatan demplot KJA ramah lingkungan dengan anggaran Rp 150 juta. Tujuan pembuatan demplot ini sebagai
Bali Post/kmb40
KJA – Keramba jaring apung (KJA) di Danau Batur, Kintamani. KJA percontohan agar nantinya bisa ditiru dan diterapkan oleh seluruh pembudi daya ikan di Danau Batur. Sesuai rancangan, KJA ramah lingkungan dibuat dengan jaring berlapis. Pemasangan jaring berlapis bertujuan meminimalisir pakan yang jatuh ke dasar danau. Selain itu, KJA ramah lingkungan akan dilengkapi dengan tanaman akuatik. ‘’KJA yang ada sekarang kan belum ada tanamannya,’’ ujarnya. Sarma mengatakan, sesuai hasil kajian yang dilakukan bersama Fakultas Perikanan
Unud, dari total luas danau keseluruhan yang mencapai 1.065 hektar, daya tampung KJA di Danau Batur hanya 1 persen. Daya tampung bisa ditambah 1 persen lagi jika nantinya semua pembudi daya ikan di Danau Batur bisa menerapkan KJA ramah lingkungan. ‘’Saat ini jumlah KJA yang ada keseluruhannya masih di bawah 1 persen,’’ kata Sarma. Sementara itu, berdasarkan data Dinas PKP Bangli, jumlah KJA di Danau Batur per tahun 2018 sebanyak 9.327 plong. (kmb40)
tidak melebihi tonase. Saya yakin kalau mau mengikuti imbauan, kendaraan pasti bisa naik meski kondisi jalur seperti itu,” ujarnya. Menurutnya, bahaya dalam berkendara ada di mana saja. Tidak hanya di jalanan dengan medan curam seperti di Culali. Di jalan datar pun ada potensi bahaya. Karena itu, mengecek kesiapan kendaraan sebelum berangkat menjadi hal penting dan wajib dilakukan. Yang paling tahu tentang kondisi dan kekuatan kendaraan adalah sopir itu sendiri. Dalam upaya menekan kasus kecelakaan, Dishub Bangli juga sudah memasang rambu larangan bagi kendaraan pengangkut barang untuk turun ke jalur Culali. Itu dimaksudkan untuk memberi peluang bagi kendaraan pengangkut barang dari bawah naik ke atas. “Pemkab kemampuannya menyiapkan jalan. Kalau di seputaran kaldera, seperti itulah medannya. Karena itu, marilah sama-sama patuhi imbauan untuk menekan kecelakaan,” terang Gede Arta. (kmb40)
KORBAN LONGSOR - Korban longsor di Desa Songan, Kintamani, diperiksa petugas dan dimasukkan kantong jenazah setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, Jumat (23/8) kemarin.
mudian dievakuasi oleh petugas kepolisian bersama TNI dibantu warga setempat. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, kejadian longsor yang menimbun dua buruh tersebut kini ditangani Polsek Kintamani. Polisi telah minta keterangan dari saksi dan pemilik proyek serta menghubungi kepala proyek selaku penanggung jawab pekerja. “Kedua korban sudah dibawa ke RSU Bangli sambil menunggu kedatangan keluarganya,” terangnya. Berdasarkan keterangan saksi, sebelumnya Kamis (22/8), kedua korban bersama Nyoman Murah dan Nyoman Daging selesai bekerja sekitar pukul 17.00 Wita. Mereka kemudian beristirahat. Murah dan Daging pulang ke rumah masing-masing, sedangkan kedua korban beristirahat dan tidur di bedeng. Lokasi bedeng berada di bawah tebing tanah setinggi 6 meter. “Lokasinya jauh dari permukiman penduduk,” ujarnya. Musibah longsor diperkirakan terjadi pada malam hari saat keduanya tengah tertidur. “Tidak ada hujan. Longsor disebabkan kondisi tanah yang labil,” imbuh Sulhadi. (kmb40)
’’ Stunting’’ Dapat Hambat Pertumbuhan Ekonomi Bangli (Bali Post) Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga tubuhnya lebih pendek untuk seusianya (stunting) sangat berdampak terhadap tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, dan menurunkan produktivitas. Jika tidak diatasi, hal itu ke depannya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kemiskinan. Oleh karena itu, Bupati Bangli I Made G i a n y a r telah meminta OPD terkait mengambil peran dalam upaya penanggulangan stunting melalui
pemahaman terhadap orangtua balita tentang pentingnya pemberian asupan gizi berimbang. Menurut Bupati Made Gianyar, tidak hanya orang miskin yang balitanya terancam stunting karena kurang gizi akibat kemampuan ekonomi yang terbatas. “Keluarga dengan ekonomi yang mapan pun balitanya juga bisa stunting karena kurang paham tentang asupan gizi yang sehat untuk balitanya,” katanya dalam acara pencegahan stunting di Desa Pengotan belum lama ini. Berdasarkan data Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas di Kabupaten Bangli,
angka stunting sebanyak 143 orang di 13 desa. Saat ini upaya pencegahan stunting difokuskan pada 1.000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK), yaitu sejak masa kehamilan sampai balita berusia 2 tahun. Upaya ini tidak mengesampingkan faktor lain seperti inisiasi menyusu dini (IMD), pemberian ASI eksklusif, keberadaan jamban-jamban keluarga dan air bersih, pemberian imunisasi dasar lengkap, ventilasi rumah yang baik serta pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bangli, Made Gianyar berharap Bangli bebas dari masalah stunting. ”Mari kita bersama–sama seluruh warga Bangli memerangi masalah stunting sesuai tupoksi masing–masing. Kenali dan pahami lingkungan sekitar, pahami dari hamil dan asupan untuk anak balita, sehingga tercipta generasi penerus yang berkualitas dan bisa bersaing di era globalisasi,” tandasnya. (kmb40)
I Made Gianyar
Sabtu Umanis, 24 Agustus 2019
OLAHRAGA
15
Liverpool Vs Arsenal
The Reds di Atas Angin London – Liverpool kontra Arsenal akan mempertemukan dua tim yang sama-sama meraih dua kemenangan dari dua pekan pertama. Kali ini, dalam bentrokan langsung mereka, adakah yang akan terjungkal? Liverpool dan Arsenal sama-sama menang di dua pekan pembuka. Liverpool mengalahkan Norwich 4-1 (kandang) dan Southampton 2-1 (tandang), sedangkan anak-anak asuh Unai Emery mengalahkan Newcastle 1-0 (tandang) dan Burnley 2-1 (kandang). Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane, Divock Origi, dan Virgil van Dijk masing-masing telah mencetak satu gol untuk Liverpool di Premier League musim ini. Sementara itu, tiga gol Arsenal dicetak oleh Pierre-Emerick Aubameyang (2) dan Alexandre Lacazette. Dalam laga kandangnya melawan Arsenal di Premier League musim lalu, Liverpool menang telak 5-1.
Kali ini, mampukah mereka kembali meraup poin penuh? Melihat beberapa catatan statistik yang ada, Liverpool cukup berpeluang melakukannya. Dalam delapan pertemuan terakhir kontra Arsenal, Liverpool tak sekali pun tersentuh kekalahan. Sang manajer Jurgen Klopp juga punya rekor bagus, telah menghadapi The Gunners tujuh kali tanpa kalah di liga (M4 S3 K0). Meski rekor buruk membayangi Arsenal ketika mereka bertamu ke Anfield, Unai Emery kini merasa tak gentar dan menjadikan kekalahan melawan Liverpool sebagai pelajaran. ‘’Setiap pertandingan, setiap momen dan setiap musim berbeda. Kita bia meng-
gunakan musim lalu, dua musim lalu, dan tiga musim lalu sebagai pembelajaran,’’ ucap Emery, Jumat (23/8) kemarin. ‘’Anfield adalah stadion yang memiliki atmosfer luar biasa. Di Anfield, mereka memiliki satu level lebih tinggi dan merasa kuat,’’ tambah Emery. Arsenal perlu mewaspadai Roberto Firmino, yang sudah mencetak delapan gol dalam delapan penampilan melawan mereka di kompetisi ini. Liverpool tak terkalahkan dalam 39 laga kandang terakhirnya di Premier League. Arsenal tentu ingin coba mematahkan catatan bagus The Reds tersebut, tetapi itu sepertinya bakal sangat sulit. (kmb33/afp)
Jelang Lawan Arema FC
Teco Khawatirkan Kebugaran Pemain
Wajib Menyesuaikan
Sangat Mengapresiasi Sementara itu, terkait pergantian Pimpinan Kanwil BI Provinsi Bali, Gubernur Koster mengucapkan selamat dan sangat mengapresiasi terlebih selama ini BI telah menunjukkan kinerja luar biasa. ‘’Selama di bawah Pak Causa (Causa Iman Karana - red) pengelolaan ekonomi Bali secara makro selalu di atas rata-rata nasional. Inflasi selalu di bawah. Impact-nya pengangguran dan kemiskinan sangat rendah di Bali. Ketimpangan terus menurun, angka kemiskinan dan pengangguran juga menurun. Dari sisi lain, kontribusi BI terhadap pertumbuhan ekonomi sektor riil juga terasa. Perkembangan UMKM dan koperasi terutama terkait pariwisata. Binaan UMKM-nya banyak, dan hasilnya sangat baik. Kopi, kakao, bawang merah. Kain songket setelah dibina oleh BI berkualitas semua. Saya perhatikan betul. Luar biasa kinerjanya,’’ puji Gubernur Koster. ‘’Kami berharap Bapak Kepala BI yang baru bisa berperan maksimal bagi Bali,’’ imbuhnya. Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menyebut acara ini merupakan gambaran bahwa BI akan terus melakukan sinergi dengan stakeholder, mitra, pemda, dinas dan lembaga terkait serta pelaku usaha. Harapannya ialah untuk memberikan kontribusi yang lebih baik bagi perekonomian Bali. ‘’Tugas pemerintah yang semakin berat, ekonomi global yang kondisinya semakin melambat. Perang dagang China dengan Amerika Serikat meluas. Dampaknya, koreksi pertumbuhan ekonomi di banyak negara. Pertanyaannya, seberapa lama kebijakan makro ekonomi
bisa menahan itu?’’ urainya. Ditambahkannya, isu resesi ini masih santer terdengar, dan beruntung perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh di kisaran angka 5 persen dalam situasi tersebut. ‘’Apa bisa lebih tinggi? Kita harus realistis. Dengan berbagai usaha yang dilakukan, kita masih bisa berkisar di angka 5,2 persen. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Pendapatan masyarakat menurun, menahan tingkat konsumsi. Berdampak di sektor manufaktur dan lainnya. Kita bersyukur Indonesia bisa bertahan dan di jajaran negara-negara G-20 termasuk pada pertumbuhan tinggi,’’ papar Dody. Meski demikian, Dody menyebut Bali masih bisa menjadi yang terdepan dalam pertumbuhan ekonomi yang disebabkan bertumpu pada sektor pariwisata. ‘’Masih ada banyak tantangan ke depan. Pelaku ekonomi perlu koordinasi untuk menahan perlambatan lebih dalam. Menjaga Bali sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan baik. Harapan kami bisa dipertahankan secara inklusif. Terus menjaga kemitraan dengan seluruh stakeholder di Provinsi Bali, melihat peluang sumbersumber ekonomi baru. Kami di BI akan mengawasi dan mengawal dengan seksama,’’ tutup Dody. Sementara itu, dalam prosesi pengukuhan, Trisno Nugroho dilantik sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. Trisno sendiri sebelumnya adalah Kepala Grup Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan pejabat sebelumnya, Causa Iman Karana, selanjutnya menempati posisi baru sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tokyo, Jepang. (kmb)
‘’Artinya kalau Perpres 51/2014 menyatakan Teluk Benoa sebagai kawasan budi daya maka peraturan di bawahnya wajib menyesuaikan dalam waktu lima tahun. Penyesuaian ini diatur dalam Bab Ketentuan Peralihan Perpres 51 Tahun 2014,’’ kata Gendo. Ia mengakui pascapenetapan Perda Revisi RTRWP Bali oleh DPRD Bali, banyak datang pertanyaan ke dirinya tentang apakah berarti Teluk Benoa benar-benar aman dari jamahan investor. ‘’Dengan berat hati saya katakan tidak ada ikatan hukum apa pun, karena sepanjang Perpres 51/2014 berlaku maka perencanaan yang bertentangan dengan perpres tida berlaku. Kalau ada pengajuan izin pemanfaatan, yang dirujuk tetap Perpres No. 51/2014, bukan Perda Perubahan RTRWP Bali,’’ tegas pria asal Ubud ini. Gendo menilai selama ini DPRD Bali tidak menunjukkan sikap yang benar-benar serius terkait soal rencana reklamasi Teluk Benoa. Padahal ada beberapa hal yang bisa dilakukan, jika pihak DPRD Bali serius menyelamatkan Teluk Benoa. Salah satunya adalah dengan menyatakan
Sudah Mencermati Pansel juga sudah mencermati rekam jejak para capim tersebut. ‘’Kemudian kita tracking kan, sudah masuk catatancatatan yang sangat signifikan kan harus kita gunakan untuk menentukan 20 orang itu pada hari ini, juga masukan sudah kita gunakan,’’ ungkap Yenti. Kedua puluh orang yang lulus wajib mengikuti seleksi tahap berikutnya, yaitu tes kesehatan dan wawancara plus uji publik. Tes kesehatan akan digelar Senin (26/8) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Sementara wawancara dan uji publik dilakukan pada 27-29 Agustus 2019 di Gedung III Kemensetneg Jakarta. ‘’Peserta yang tidak hadir mengikuti tes kesehatan dan wawancara dinyatakan gugur,’’ kata Yenti. (ant)
Sabtu, 24 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Atiwa-tiwa, Matatah, Mamukur (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Senam Bersama Serangkaian HUT Ke-71 Bali Post 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Kartun Aranya Kanda (1) 09:30 Wita Belajar Menggambar
Menggambar Anak Anjing 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali TV Shop 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Atiwa-tiwa, Matatah, Mamukur (2) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Komunitas Sastra Lentera, SMAN 2 Semarapura 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini
16:05 Wita Taman Sari TK Kuncup Subagan Karangasem 16:30 Wita Dunia Kita 17:00 Wita Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Trio Kaku Dkk. 21:00 Wita Classic Bali TV 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Tanjung Benoa (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song
secara resmi menolak reklamasi dan meminta Presiden mencabut Perpres No. 51 Tahun 2014. Terkait dengan pernyataan Ketua Pansus RTRWP I Ketut Kariyasa mengatakan semestinya tidak ada istilah demodemo lagi, menurut ForBALI, seharusnya DPRD Bali malu karena selama enam tahun DPRD Bali tidak ada melakukan tindakan apa-apa. Sekali telah melakukan tindakan, malah melakukan tindakan yang tidak ada gunanya dan hanya untuk pencitraan DPRD Bali. Seharusnya DPRD Bali melakukan tindakan yang tepat dan berguna untuk menunjukkan keseriusan DPRD Bali dalam memperjuangkan Teluk Benoa sebagai kawsan konservasi. ‘’Tindakan yang berguna dan efektif yakni DPRD Bali gelar sidang paripurna yang hasilnya menolak reklamasi dan batalkan Perpres 51/2014. Hasil sidang ini dikirim ke Presiden,’’ kata Gendo. Selain itu, DPRD Bali juga wajib mengawal dan menjamin Teluk Benoa ditetapkan sebagai kawasan konservasi maritim hingga dokumen Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Bali ditetapkan sebagai perda. (ata/r)
Gianyar (Bali Post) – Bali United akan bertemu lawan berat dalam usaha untuk memertahankan posisi puncak klasemen. Dalam laga lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2019 minggu ini, Serdadu Tridatu akan menjamu Arema FC, Sabtu (24/8) malam nanti. Laga ini bisa dibilang berat bagi Bali United lantaran Singo Edan juga tengah tampil apik dan kini mereka sedang menghuni peringkat ketiga di klasemen sementara. Pelatih kepala Bali United Stefano Cugurra mengatakan bila skuad asuhannya tidak memiliki waktu banyak untuk melakukan persiapan, sehingga kebugaran pemain agak bermasalah. Memang, Bali United hanya memiliki waktu tiga hari pascalaga kontra tuan rumah Madura United. Namun, ia tetap meminta anak asuhannya untuk kerja keras di laga nanti. ‘’Kami punya waktu persiapan yang cukup singkat untuk pertandingan nanti. Setelah kembali dari Madura, kami hanya memiliki dua kali sesi latihan. Fokus kami sekarang adalah bagaimana mengembalikan kebugaran
pemain agar fit di pertandingan besok,’’ ujar Coach Teco, Jumat (23/8) kemarin. Meski secara stamina energi mereka cukup terkuras, Teco yakin anak buahnya tetap akan tampil dengan determinasi tinggi, apalagi bermain di kandang sendiri. ‘’Pastinya kami memiliki semangat tinggi untuk bisa mendapatkan hasil positif di kandang sendiri. Semoga saja kami bisa main bagus di depan suporter dan bisa menang besok,’’ imbuhnya. Teco juga menyoroti lini depan Arema FC yang terbukti cukup ampuh sejauh ini. Tercatat, Singo Edan sudah mencetak 31 gol dalam 14 laga atau 9 gol lebih subur dari Bali United. Melihat catatan apik Arema tersebut, Coach Teco mengatakan bila anak asuhannya harus secepat mungkin memberikan marking ketat kepada para pemain lawan saat kehilangan bola. ‘’Arema FC punya pemain depan bagus di antaranya Sylvano Comvalius dan juga ada Makan Konate. Yang pasti ketika kami kehilangan bola, semua pemain harus fokus untuk memberikan marking kepada
para pemain Arema. Tapi saya rasa Arema FC bukan hanya Comvalius dan Konate saja. Pemain-pemain lainnya dari Arema FC juga punya kualitas,’’ kata Coach Teco. Sebaliknya, Comvalius yang sempat membela panji Bali United mengaku siap berhadapan kembali dengan mantan rekan-rekannya. Penyerang Arema FC ini menegaskan tekadnya untuk membawa tim berlogo singa mengepal ini meraih poin di kandang klub yang membesarkan namanya di Indonesia tersebut. ‘’Kami memiliki target untuk tetap berada di papan atas klasemen Liga 1,’’ kata Comvalius. ‘’Ini artinya, kami harus meraih poin di Bali. Kami senang jika bisa dapat satu poin. Namun, tentu kami akan lebih senang bisa dapat tiga poin di sana,’’ sambungnya. Secara rekor pertemuan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, tim Serdadu Tridatu memang bisa dibilang unggul dari Arema FC. Dalam tiga pertemuan terakhir di Dipta, Bali United sukses menang dua kali dan satu laga lainnya berakhir imbang. (kmb33)
Memperkuat Pariwisata
Komunikasi yang baik dan efektif dari BI pada masyarakat, bahwa ketersediaan pangan di Bali cukup aman. Jika aman maka akan dilakukan perdagangan antardaerah. ‘’4 K itu yang menjadi pedoman kami agar inflasi, kualitas pangan dan ketersediaan cukup baik,’’ imbuhnya.
BI Bali juga didorong untuk memperkuat pariwisata. Memang pada periode Januari – Juni 2019, jumlah wisman yang ke Bali 2,85 juta. Memang lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. ‘’Kami menyadari tahun ini ada perhelatan pemilu, gejolak di Jakarta dan tiket pesawat yang tinggi, sehingga memang ada penurunan kunjungan wisatawan, tapi
tidak terlalu besar turunnya,’’ ujarnya. Selain itu, turunnya jumlah wisman juga disebabkan oleh kompetitor destinasi wisata di Kuala Lumpur, Malaysia semakin bagus. Bali, Indonesia juga diharapkan berbenah. Bali perlu konsisten melakukan promosi. Ia berharap tahun ini target kunjungan wisman 7 juta. (kmb42)
SABTU UMANIS, 24 Agustus 2019
’’Bali Beats of Paradise’’ Upaya Memperkenalkan Bali ke Dunia Internasional
Bali Post/ist
HIU - Patung ikan hiu berjdul ‘’Ocean Treasure’’ dari sampah sandal karet oleh Made Bayak. Salah satu karya yang ditampilkan dalam Garden Sculpture di Sanur Village Festival ke-14.
Garden Sculpture Project Darmaning Gesing
Memaknai Kekuatan Media dan Kelenturan Budaya SANUR Village Festival (SVF) ke-14 tahun 2019 dilaksanakan mulai tanggal 21 sampai 25 Agustus 2019, di lokasi areal Pantai Matahari Terbit Sanur, terlihat tampil berbeda. Menggusung tema ‘’Darmaning Gesing’’ yang mengangkat potensi bambu, pada gelaran tahun ini Gurat Art Project menghadirkan ‘’Garden Sculpture’’ selama acara festival dengan menggunakan areal yang sangat luas mendekati 2 hektar. Project ini bertujuan menghadirkan karya-karya seni tiga dimensi di ruang publik. Penempatan karya seni tiga dimensi ruang publik dapat juga sebagai bagian dari citra estetik untuk kebutuhan promosi, dengan isi pesan simbolik dan brand image juga berfungsi sebagai ikonisitas. Karya ini dapat menjadi spot selfie bagi pengunjung. Project ini melibatkan perupa dari berbagai disiplin, antara lain I.B. Kompiang Astawa, master anyaman bambu asal Sanur, terutama dalam membuat ogoh-ogoh, membuat patung anyaman bambu bertemakan ‘’Nelayan’’. Pematung I Ketut Putrayasa menghadirkan kembali karya lamanya berjudul ‘’Motility’’ memakai bahan stainless dan tembaga. Karya ini berupa penggabungan ben-
tuk granat dan spermatozoa yang dibuat ke dalam dimensi gigantik. Menyoroti perihal kekerasan yang menjadi konflik abadi dalam peradaban manusia, karya ini hadir mencolok di areal festival. Karya yang lain berupa patung ikan hiu berjdul ‘’Ocean Treasure’’ dari sampah sandal karet oleh perupa instalasi dan aktivis lingkungan Made Bayak. Menurut Bayak, jenis itu dinamai hiu malaikat (angle shark), salah satu yang paling cantik secara tampilan fisiknya, hidup di area terumbu karang dan mencari makan dengan memangsa ikan-ikan kecil lainnya. Keberadaan hiu ini sangat terancam habitatnya karena terumbu karang banyak yang mati. Penyebabnya adalah timbunan sampah, sampah plastik dan sejenisnya yang mengotori laut dan pesisir pantai. Bayak yang selama ini concern dengan persoalan sampah plastik melalui ‘’project plasticology’’, menjadikannya sebuah karya patung guna memperlihatkan nilai estetik dan ekonominya. Gerakan plastikologi, banyak mengginspirasi perupa lainnya seperti gerakan seni instalasi media sampah oleh kelompok Gamasera mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Undiksha. Mereka membuat karya yang mengambil ben-
tuk seperti batang pohon terbuat dari rangka besi dilapisi dengan sampah kertas yang diolah menjadi bubur, dikombinasikan dengan guntingan plastik bekas dan juga aksen daun dari sampah bekas minuman kaleng. Karya ini berjudul ‘’Diantara Riuh’’ berjumlah 9 buah didisplay dalam sebuah diorama komposisi dalam areal Sanur Festival. Karya tersebut, menurut Made Susanta, dimulai dengan mengumpulkan sampah melalui aksi bersih-bersih di seputaran kota Singaraja. Menurut Wayan Seriyoga Parta, kurator program, secara tematik karya-karya yang dihadirkan oleh Garden Sculpture Project dalam SVF merepresentasikan tentang persoalan ekosistem baik sosial maupun alam dan lingkungan. Ruang hidup berbagai entitas di dalamnya terutama manusia, sebagai pemegang peran utama rantai kehidupan zaman modern. Karya yang hadir memang tidak secara langsung menghadirkan bambu sebagai media, sesuai dengan tema utama SVF. Tetapi, menurut penjelasan sang kurator, menawarkan sebentuk interpretasi terhadap tema yang dijabarkan dalam karya melalui eksplorasi media dan bahasa visual. (kmb33)
BERAWAL dari cobacoba mengolah daun kelor dijadikan minuman herbal, sirup kelor yang diproduksi CV Timan Agung, Desa Kelating, Kerambitan, Tabanan, semakin banyak dilirik oleh masyarakat, utamanya yang peduli akan kesehatan. Bahkan, dalam sehari permintaan bisa mencapai 1.000 botol. Akan tetapi karena produksi terbatas, CV Timan Agung hanya bisa memenuhi 40 persen dari permintaan. Direktur CV Timan Agung, Anak Agung Nyoman Wijana, mengatakan kelor memiliki banyak man-
faat. Berdasarkan penelitian, daun kelor mengandung vitamin A dua kali lebih banyak daripada bayam. Kandungan kalsiumnya tinggi, begitu juga magnesium, kalium, zink, vitamin E serta memiliki efek hypolipidaemic atau menurunkan kadar kolesterol. ‘’Banyaknya senyawa bermanfaat dalam kelor memerlukan pengolahan yang tepat, sehingga zat-zat berguna saja yang didapatkan. K a r e n a nya, kam i m eng gunakan sistem Rumino Hydrolystis,’’ jelasnya. Teknik Rumino Hydrolystis adalah teknologi yang
diciptakan oleh CV Timan Agung dan satu-satunya di Bali. Teknik ini diadopsi dari pengelolaan pupuk organik sapi. Lewat pengalaman mengelola pupuk sapi, ia belajar bahwa lambung sapi memiliki proses metabolisme yang mengagumkan dalam mengolah tanaman sebagai bahan makanannya menjadi zat atau senyawa berguna. ‘’Dari makanan yang berupa tanaman, sapi bisa menghasilkan susu dan daging. Dari proses ini kami berusaha menerapkannya tentu dengan teknologi. Karenanya dinamakan Rumino Hydrolistik,’’ ujar Wijana. Bahan baku berupa daun kelor, jahe, kunyit, kencur, daun herbal lainnya, madu, gula tebu, air kelapa muda, dan air mineral dijus, kemudian diletakkan dalam gentong fermentasi. Proses fermentasi memakan waktu sebulan. Satu gentong bisa menghasilkan 1.200 botol sirup kelor ukuran 250 ml dan dijual Rp 75 ribu per botol. Mengingat semakin tingginya permintaan, sirup kelor ini hendak dikembangkan dengan produksi lebih besar. Penjualannya direncanakan bersinergi dengan BUMDes Kelating yang dalam waktu dekat akan dibentuk. ‘’Di Desa Kelating rencananya juga dibuat agrowisaya. Di lahan agro akan ditanam semua tanaman yang menjadi bahan baku sirup kelor. Sampai itu terwujud, kami mendapat bahan baku dari lingkungan sekitar,’’ paparnya. (san)
Mangupura (Bali Post) Pemutaran film ‘’Bali Beats of Paradise’’ karya sineas muda kenamaan Livi Zheng mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Film dokumenter ini merekam perjalanan I Nyoman Wenten, maestro seni Bali, yang memperkenalkan gamelan Bali di Amerika Serikat selama 40 tahun. Wenten mengajar etnomusikologi di University of California Los Angeles dan California Institute of the Arts. Bersama istrinya, Nanik, Wenten pun mempromosikan seni lewat berbagai kolaborasi dengan sejumlah musisi di AS. Film ini juga menyorot kolaborasi Wenten den-
Bali Post/san
bisa go international dalam bentuk aslinya, namun gamelan ini juga bisa berkolaborasi dengan musik modern,’’ katanya, Kamis (22/8), di sela nonton bareng di Trans Studio Mall. Dalam film ini, dilanjutkan Cok Ace, terdapat unsur nasionalisme dan edukasi. Karena pemeran utamanya yakni Nyoman Wenten adalah seorang maestro seni gamelan Bali yang mengajar di beberapa universitas di Amerika. Sementara itu, Livi Zheng mengatakan bahwa film dibuat agar generasi muda untuk lebih mencintai budaya Indonesia. ‘’Melalui film ini saya berharap generasi muda untuk lebih mencintai budaya Indonesia dan melalui film ini juga seni budaya Indonesia bisa mendunia,’’ jelasnya. (kmb23)
NONTON BARENG - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (tiga dari kiri) bersama tokoh pariwisata di sela nonton bareng film ‘’Bali Beats of Paradise’’, Kamis (22/8).
Sirup Kelor, Permintaan Seribu Botol Per Hari
PENGEMASAN - Proses pengemasan sirup kelor.
gan Judith Hill, penyanyi AS pemenang Grammy. Judith sedang mencari unsur baru untuk musiknya dan tertarik pada gamelan Bali. Mereka pun berkolaborasi membuat lagu ‘’Queen of the Hill’’ dan video klipnya. Ketika dimintai komentar terkait film ini, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan film ini mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat Indonesia dalam bidang seni dan budaya khususnya seni gamelan. Dalam bidang promosi, tentunya hal ini diakui Cok Ace bisa menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan nama Bali ke dunia internasional. ‘’Gamelan Bali tidak saja
cmyk