Skip to main content

Edisi Rabu 24 April 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

PRESIDEN JOKOWI APRESIASI PROGRAM PRIORITAS GUBERNUR KOSTER

’’Program prioritas pembangunan Bali antara lain penguatan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya melalui skema dana perimbangan dalam bentuk dana alokasi umum, dana dekonsentrasi, tugas pembantuan, atau skema lain kepada Pemerintah Provinsi Bali yang akan dialokasikan kepada desa adat dan komunitas budaya.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

PRESIDEN JOKOWI - Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/4). Ikut mendampingi Bupati Gianyar, Bupati Tabanan, Bupati Klungkung, dan Bupati Karangasem.

Ribuan Brimob Jaga Jakarta Antisipasi Pengerahan Massa 22 Mei Jakarta (Bali Post) Klaim kemenangan salah satu calon dan adanya sassus people power, agaknya menjadi perhatian Polri. Atas berbagai pertimbangan, Polri memobilisasi personel Brimob dari berbagai daerah untuk menjaga keamanan ibu kota Jakarta. ‘’Dalam rangka mengamankan seluruh rangkaian tahapan pemilu. Berakhirnya kegiatan pemilu kan 22 Mei 2019. Kenapa ditarik ke pusat, karena semua proses pemilu bermuara di pusat, di KPU Pusat,’’ kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo, di Jakarta, Selasa (23/4) kemarin.

Dedi membantah anggapan penebalan pengamanan dikarenakan status keamanan di ibu kota Siaga 1. Menurutnya, situasi saat ini kondusif, namun pasukan Brimob Nusantara didatangkan untuk mengantisipasi semua potensi gangguan keamanan dan ketertiban. ‘’Sudah enggak Siaga 1 kok. Tapi kami tetap tidak boleh underestimate karena seluruh potensi gangguan kamtibmas yang kemungkinan terjadi di Jakarta juga harus diantisipasi,’’ terang Dedi. Seperti diketahui, Mabes Polri mengerahkan ribuan personel Brimob dari daerah ke Ibu Kota dalam rangka mengamankan seluruh

rangkaian kegiatan tahapan pemilu hingga 22 Mei mendatang. Salah satunya adalah kompleks Parlemen Gedung MPR/DPR/DPD-RI yang menjadi Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit). Mulai awal pekan ini, personel Brimob dilengkapi tenda barak, bus serta panser dikerahkan menjaga keamanan gedung wakil rakyat tersebut. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menilai wajar kebijakan yang diambil Polri untuk menjamin keamanan selama proses rekapitulasi penghitungan suara yang dianggap krusial dari sejumlah tahapan pemilu. ‘’Saya kira kepolisian pun-

ya hak untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kekacauan,’’ ucap Ace di Gedung DPR-RI, Selasa kemarin. Saat ditanya apakah kebijakan Polri itu sebagai sikap reaktif pemerintah dan Polri atas pernyataan people power yang kerap digaungkan sejumlah pihak, Ace mengatakan bisa saja itu menjadi pertimbangan Polri. Untuk itu, sebaiknya pihak yang merasa tidak puas dengan kinerja KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara pemilu menggunakan mekanisme keberatannya dengan mekanisme dan prosedur hukum sesuai denga peraturan perundangan yang berlaku. (har)

Bali Post/son

BERDERET - Puluhan bus polisi berderet di sekitar gedung wakil rakyat di Jakarta, Selasa (23/4) kemarin.

Dirut PLN Jadi Tersangka Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kronologi terkait penetapan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir (SFB) sebagai tersangka suap terkait kesepakatan kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. ‘’Pada Oktober 2015, Direktur PT Samantaka Batubara mengirimkan surat kepada PT PLN yang pada pokoknya memohon pada PT PLN (Persero) agar memasukkan proyek (PLTU Riau-1) dimaksud ke dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero), namun tidak ada tanggapan positif,’’ kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/4) kemarin. Sofyan diduga menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo. ‘’Hingga akhirnya, Johannes Kotjo mencari ban-

tuan agar diberikan jalan untuk berkoordinasi dangan PT PLN untuk mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1 (PLTU MT Riau-1),’’ ucap Saut. Diduga, lanjut Saut, telah terjadi beberapa kali pertemuan yang dihadiri sebagian atau seluruh pihak, yaitu Sofyan Basir, Eni Maulani Saragih, dan Johannes Kotjo membahas proyek PLTU. ‘’Tahun 2016, meskipun belum terbit Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang menugaskan PT PLN menyelenggarakan Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan (PIK), dalam pertemuan tersebut diduga SFB telah menunjuk Johannes Kotjo untuk mengerjakan proyek di Riau (PLTU Riau-1) karena untuk PLTU di Jawa sudah penuh dan sudah ada

kandidat,’’ tuturnya. Kemudian, kata Saut, PLTU Riau-1 dengan kapasitas 2x300 MW masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN. ‘’Johannes Kotjo meminta anak buahnya untuk siapsiap karena sudah dipastikan Riau-1 milik PT Samantaka,’’ kata Saut. Setelah itu, kata Saut, diduga Sofyan Basir menyuruh salah satu Direktur PT PLN agar Power Purchase Agreement (PPA) antara PLN dengan Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Co (CHEC) segera direalisasikan. ‘’Sampai dengan Juni 2018, diduga terjadi sejumlah pertemuan yang dihadiri sebagian atau seluruh pihak, yaitu SFB, Eni Maulani Saragih, dan Johannes Kotjo serta pihak lain di sejumlah tempat seperti hotel, restoran, kantor PLN, dan rumah SFB,’’ ujar Saut. (ant)

PROGRAM mengawal dan menjaga peradaban Bali mendapat apresiasi Presiden Jokowi. Bentuk dukungan dan apresiasi Presiden Jokowi akan dijabarkan dalam bentuk dukungan anggaran terhadap proyek-proyek strategis di Bali. Program strategis ini pun diharapkan bermuara pada terjaganya peradaban Bali yang berimbas pada peningkatan infrastruktur dan ekonomi yang berkeadilan bagi masyarakat Bali. Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster setelah diterima Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/4). Dijelaskan, dalam pertemuan tersebut Presiden didampingi sejumlah anggota Kabinet Kerja, Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Menteri Keuangan, Menteri PUPR, Menteri Agraria dan Tata Ruang, dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana. Sedangkan Gubernur Bali hadir bersama Bupati Gianyar, Bupati Tabanan, Bupati Klungkung, dan Bupati Karangasem. Bupati yang lain tidak hadir

karena undangan yang sangat mendadak, sehingga kesulitan mendapatkan tiket. Presiden juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Bali, Bupati se-Bali, Polda Bali, dan Pangdam IX/Udayana, serta masyarakat Bali yang telah mampu mewujudkan pemilu serentak 17 April 2019 dengan lancar, nyaman, aman, damai, dan sukses. Jokowi juga mengucapkan terima kasih karena Bali telah mampu memberi kontribusi suara dengan persentase tertinggi pada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Selanjutnya Presiden meminta kepada Gubernur untuk menyampaikan program-program pembangunan Bali yang memerlukan pendanaan dari APBN. ‘’Saya mengawali dengan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah mengundang Gubernur dan wali kota/bupati se-Bali, namun tidak semua bupati bisa hadir karena undangannya sangat mendadak,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster. Koster yang juga Ketua

DPD PDI-P Bali ini lalu melaporkan hasil penghitungan riil berdasarkan C-1 yang datanya sudah masuk sebanyak 90 persern. Adapun perolehan suara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mencapai 92 persen. Terkait program prioritas pembangunan Bali, antara lain penguatan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya melalui skema dana perimbangan dalam bentuk dana alokasi umum, dana dekonsentrasi, tugas pembantuan, atau skema lain kepada Pemerintah Provinsi Bali yang akan dialokasikan kepada desa adat dan komunitas budaya. Kemudian, rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di kawasan Gunaksa, Kabupaten Klungkung yang terdiri dari fasilitas panggung terbuka berkapasitas 25.000 orang, gedung seni multifungsi berteknologi modern (Auditorium Bung Karno) berkapasitas 2.500 orang, dan museum tematik (tekstil Bali, musik, tari, arsitektur, seni rupa, pengobatan tradisional, raja-raja Bali). Hal. 15 Jalur Logistik

KPU Rekomendasikan Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah

Jakarta (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan evaluasi pelaksanaan pemilu serentak 2019. Dari evaluasi tersebut, lembaga penyelenggara pemilu tersebut merekomendasikan dilakukannya pemilu serentak dibagi dua jenis. ‘’Salah satu rekomendasinya adalah pemilu serentak dua jenis, yaitu pemilu serentak nasional dan pemilu serentak daerah,’’ kata anggota KPU-RI Hasyim Asy’ari dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa (23/4) kemarin. Pemilu serentak nasional digelar untuk memilih pejabat tingkat nasional melalui pemilihan presiden (pilpres) dan pemilu legislatif (pileg) DPR-RI dan DPD-RI. Sedangkan pemilu serentak daerah dilakukan untuk memilih pejabat tingkat daerah provinsi/kabupaten/kota, melalui pilkada gubernur dan bupati/wali kota, serta pemilu legislatif (pileg) DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Keduanya diselenggarakan dalam kerangka waktu lima tahunan. ‘’Misalnya pemilu nasional 2019, dalam 2,5 tahun berikutnya atau 2022 pemilu daerah,’’ terang Hasyim. Menurut Hasyim, riset evaluasi dilakukan berdasarkan pelaksanaan pemilu serentak 2019 dan Pemilu 2014. Rekomendasi muncul dengan sejumlah argumentasi. Dari aspek politik, pelaksanaan pemilu nasional dan pemilu daerah akan melahirkan konsolidasi politik yang semakin stabil. Sebab, koalisi parpol dibangun di bagian awal atau saat pencalonan. Dari aspek manajemen penyelenggaraan pemilu, sistem pemilu serentak dua jenis ini mengakibatkan beban penyelenggara pemilu yang lebih propor-

sional dan tidak terjadi penumpukan beban yang berlebih. Sementara dari aspek pemilih, pemilih akan lebih mudah dalam menentukan pilihan, karena pemilih lebih fokus dihadapkan kepada pilihan pejabat nasional dan pejabat daerah dalam dua pemilu yang berbeda. ‘’Dari aspek kampanye, isu-isu kampanye semakin fokus dengan isu nasional dan isu daerah yang dikampanyekan dalam pemilu yang terpisah,’’ tegasnya. (kmb4)

Idrus Marham Divonis Tiga Tahun

Bali Post/ade

Idrus Marham saat sidang, Selasa (23/4) kemarin.

Jakarta (Bali Post) – Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham divonis tiga tahun penjara ditambah denda Rp 150 juta subsider dua bulan kurungan. Vonis itu lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang menuntut Idrus divonis selama lima tahun dan pidana denda selama Rp 300 juta subsider empat bulan kurungan. Usai mendengar vonis, ia menyatakan tidak tahu mengenai pemberian uang kepada rekannya politikus Golkar Eni Maulani Saragih sebesar Rp 2,25 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. ‘’Tentu sebagai seorang muslim, saya bersumpah bahwa demi Allah saya tidak tahu penerimaan itu, sehingga cukuplah Allah yang tahu bahwa saya tidak tahu sama sekali,’’ kata Idrus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (23/4) kemarin. Idrus mengaku hanya 20

hari menjadi Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar, sedangkan proses pembangunan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU-1) yang dikerjakan Eni sudah 2,5 tahun. ‘’Bagaimana mungkin waktu 21 hari itu saya komunikasi dengan Eni, dan Eni mengakui bahwa saya sibuk. Jadi faktafakta inilah yang terus terang saya katakan bahwa saya sebagai mantan Ketum Pemuda Masjid, demi Allah kalau saya tahu Eni menerima uang dari banyak orang, tidak mungkin saya meminjamkan uang juga karena Eni meminjam uang kepada saya,’’ jelas Idrus. Namun, Idrus mengaku masih akan pikir-pikir selama tujuh hari apakah menerima vonis atau mengajukan upaya banding. Sedangkan JPU KPK juga masih akan berpikir selama tujuh hari sebelum menentukan sikap. (ant)


DENPASAR

2

Rabu Wage, 24 April 2019

Kualitas Udara Bali Perlu Dijaga KUALITAS udara di Bali sejatinya terhitung masih baik. Terlebih Bali bukanlah kawasan industri dengan banyak pabrik yang menghasilkan polusi udara. Namun demikian, kualitas udara yang sudah baik ini tetap harus dijaga. Salah satunya, dengan membatasi penggunaan kendaraan pribadi. “Paling penting kan peran masyarakat dalam melakukan uji coba untuk kendaraannya. Uji asap itu salah satunya,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja saat dikonfir-

“Upaya lainnya, masyarakat diharapkan tidak membakar sampah untuk mencegah zat-zat berbahaya yang timbul dari proses pembakaran. Termasuk mengurangi asap rokok yang juga berbahaya bagi kesehatan.” I Made Teja

masi, Selasa (23/4) kemarin. Selain itu, lanjut Teja, masyarakat agar menaati peraturan mengenai batasan usia kendaraan. Kendaraan yang sudah berumur tidak diperkenankan beroperasi lantaran menyumbang emisi. Tentu ini tidak baik bagi kualitas udara. Di sisi lain, pihaknya juga melakukan gerakan penghijauan secara masif. Kemudian Gubernur juga sudah memiliki kebijakan untuk mengganti bahan bakar pembangkit listrik ke gas yang lebih ramah lingkungan. “Visi Gubernur Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali salah satunya itu. Bagaimana pembangkit listrik yang ada di Bali, yang dulu menggunakan batubara kita akan konversikan ke gas. Nanti pelan-pelan pasti akan kita lakukan sambil menjaga ketahanan listrik di Bali,” jelas mantan Kepala Bidang Penataan dan Penataan Perlindungan Pengelolaan Lingkungan

Hidup (PPLH) Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Menurut Teja, Hari Raya Nyepi juga berkontribusi dalam upaya menjaga udara Bali tetap bersih. Sekalipun hanya berlangsung satu hari dalam setahun, namun Nyepi telah terbukti mengurangi gas rumah kaca. “Upaya lainnya, masyarakat diharapkan tidak membakar sampah untuk mencegah zat-zat berbahaya yang timbul dari proses pembakaran. Termasuk mengurangi asap rokok yang juga berbahaya bagi kesehatan,” katanya. Sementara itu, Kepala BMKG Wilayah III Denpasar Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl.,SEIS. mengatakan, penyumbang terbesar polusi udara di Bali adalah emisi gas buang kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin meningkat setiap tahun. Selain itu, aktivitas industri juga memberikan kontribusi terhadap pencemaran udara. “Kalau di

Bali, kemungkinan penyumbang polutan yang cukup besar adalah kendaraan bermotor dan industri. Yang lainnya tidak cukup signifikan, seperti aktivitas rumah tangga, asap rokok, dan sebagainya,” ujarnya. Berdasarkan penelitian kualitas udara yang dilakukan BMKG di Bali tahun 2015-2017, kata Taufik Gunawan, pada saat Hari Raya Nyepi telah memberikan kontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca (CO2, CH4, NO2 dan SF6) sebesar rara-rata 30 persen. Berdasarkan data yang diperbaharui hingga Februari 2019, konsentrasi CO2 di Indonesia mencapai kurang lebih 400,0 ppm, sedangkan konsentrasi CO2 global mencapai kurang lebih 405,0 ppm. “Hingga saat ini, konsentrasi CO2 di Indonesia termasuk Bali masih di bawah rata-rata global yang diukur di Mauna Loa,” tegasnya. (rin/win)

“Kalau di Bali, kemungkinan penyumbang polutan yang cukup besar adalah kendaraan bermotor dan industri. Yang lainnya tidak cukup signifikan, seperti aktivitas rumah tangga, asap rokok, dan sebagainya.” Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl., SEIS.

Dewan Minta Pedagang Bermobil Segera Ditata Denpasar (Bali Post) –

Pascapenataan lahan eks Tiara Grosir untuk pasar bermobil, diharapkan akan mampu mengurai persoalan pedagang yang berjualan di sejumlah ruas jalan di wilayah Denpasar. Selama ini masih ada beberapa ruas jalan yang digunakan oleh beberapa pedagang untuk berjualan. Untuk itu, OPD terkait diminta segera melakukan penataan agar wajah Kota Denpasar lebih asri dan nyaman. Ketua Komisi III DPRD Denpasar Ir. Eko Supriadi menegaskan hal itu di sela-sela pemantauan UNBK di SMPN 2 Denpasar, Selasa (23/4) kemarin. Eko Supriadi mengatakan, masih ada beberapa ruas jalan yang ada pedagang bermobilnya. Semestinya pedagang bermobil seperti itu sudah bisa dilakukan penataan, karena Pemkot Denpasar melalui PD Pasar sudah menyiapkan lahan untuk pedagang bermobil. Ia berharap tidak ada lagi jalan yang dimanfaatkan

untuk pedagang bermobil. “Apabila tidak ada lagi pedagang berjualan di jalan, arus lalin akan semakin lancar. Kita ingin jalan di Denpasar semakin lancar dan kondisi kenyamanan juga akan meningkat,” jelasnya. Sementara itu, Direktur Umum PD Pasar Denpasar A.A. Ngurah Yuliarta men-

PEDAGANG - Beberapa warga sambil membawa barang belanjaan berjalan di sela-sela lapak pedagang di eks Tiara Grosir, Denpasar, Selasa (23/4) kemarin. Pascapemindahan pedagang ke Pasar Badung, para pedagang pelataran memanfaatkan areal ini untuk berjualan.

gatakan, penataan pedagang di eks Tiara Grosir sudah final. Pedagang lapak sudah semua masuk ke dalam. Jadi, lahan parkir tidak lagi dimanfaatkan untuk pedagang. “Sekarang semua sudah nyaman,” katanya. Terkait dengan pedagang bermobil, kata dia pihaknya sudah menyiapkan lahan. Sekarang tergantung dengan pedagang itu sendiri. Demikian pula dengan pedagang bermobil di jalan-jalan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menangani hal itu. “Tugas kami hanya menyiapkan lahan. Siapa yang mau, silah-

kan memanfaatkan,” katanya. Yuliarta menegaskan, pedagang bermobil di jalan-jalan bukan menjadi kewenangan PD Pasar. “Seandainya itu melanggar, menjadi tugas penegak perda melakukan penertiban. Apalagi lahan untuk pedagang bermobil sudah ada,” ujarnya. Terkait jam buka pedagang, kata Yuliarta, PD Pasar masih memberlakukan buka sore hari. Belum ada rencana untuk membuka secara penuh. Memang diakui, beberapa pedagang sudah mengusulkan untuk buka sehari penuh. Artinya, buka mulai pagi. Namun PD Pasar belum berani memberikan izin. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

FIGUR Kehilangan Mediator DINAS Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Denpasar kehilangan mediator hubungan industrial. Sehingga beberapa kasus ketenagakerjaan yang terjadi di Kota Denpasar saat ini terpaksa diarahkan ke Disnaker Provinsi Bali. Kepala Disnaker Kota Denpasar IGA Rai Anom Suradi mengatakan, hilangnya mediator ini karena pegawainya pensiun. Jadi, ketika ada perselisihan hubungan industrial tidak bisa didamaikan oleh Kasi Perselisihan Disnaker Kota Denpasar, maka kasus tersebut diarahkan kepada Disnaker Provinsi Bali, karena untuk mediator hubungan industrial ada di provinsi. Mediator hubungan industrial adalah pegawai instansi pemerintah yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan, bertugas melakukan mediasi dan mempunyai kewajiban memberikan anjuran tertulis kepada para pihak yang berselisih untuk menyelesaikan perselisihan hak, perselisihan kepentingan, perselisihan pemutusan hubungan kerja, dan perselisihan antarserikat pekerja/ serikat buruh hanya dalam satu perusahaan. Untuk kasus ketenagakerjaan atau perselisihan hubungan industrial antara pekerja dengan perusahaan di Kota Denpasar, angkanya per tahun rata-rata di atas dua puluh kasus. Berdasarkan data dua tahun terakhir, kasus perselisihan hubungan industrial yang ditangani oleh Disnaker Kota Denpasar sebanyak 22 kasus. Jumlah itu hampir sama dua tahun terakhir. Untuk tahun 2018 dengan jumlah 22 kasus, semuanya bisa diselesaikan. Sedangkan di tahun 2017 dari 22 kasus, ada empat yang masuk PHI. Terkait tidak adanya mediator, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada BKD, yang dalam hal ini mempunyai kewenangan untuk itu. “Kami sudah sampaikan ke BKD. Tinggal menunggu siapa yang akan ditunjuk,” katanya. (dar)

Topik : Dewan Minta Pedagang Bermobil Segera Ditata

Bali Post/eka

KETERANGAN - Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Sutrisno memberikan keterangan terkait kasus narkoba yang menjerat oknum sipir Lapas Kerobokan, Selasa (23/4) kemarin.

Jadi Kurir 590 Butir Ekstasi, Oknum Sipir Dipecat Denpasar (Bali Post) Kasus oknum sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Made Teguh yang ditangkap petugas BNNP Bali dengan barang bukti 590 butir ekstasi dan sempat viral di media sosial, tak pelak membuat telinga pimpinan Kanwil Kemenkumham Bali memerah. Pascadibeber barang buktinya oleh petugas BNNP Bali, Selasa (23/4) kemarin, giliran Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Sutrisno dan beberapa pejabat Divpas Bali

memberikan keterangan pers. Pada intinya, Sutrisno sepaham dan sependapat bahwa narkoba harus diperangi. Selaku pimpinan Kanwil Kemenkumham Bali, Sutriano mendukung langkah BNNP menangkap siapapun yang terlibat narkoba. Di internal Kanwi Kemenkumham Bali sendiri dia akan bertindak tegas. Sutrisno mengaku berkomitmen mulai dari pimpinan tertinggi sampai di bawah bilamana ada petugasnya yang tersangkut kasus narkoba

akan diberhentikan. Sanksi itu juga diberlakukan terhadap Teguh. “Kami akan berhentikan sementara dengan aturan yang ada kalau memang dia sudah ditangkap dan dijadikan tersangka. Kita wajib memberhentikan sementara sampai ada keputusan yang lebih lanjut. Intinya, berhenti nggak ada ampun,” kata Sutrisno. Sutrisno mengatakan, pada prinsipnya dia sependapat dengan BNN akan menindak tegas siapapun yang melanggar

aturan hukum di Indonesia ini, termasuk peredaran narkoba atau barang terlarang untuk masuk ke lapas atau rutan. Kalapas Kerobokan Tonny Nainggolan mengatakan, Teguh mempunyai catatan indisipliner pada 2015 dan 2017. Tonny menyebut sengaja menugaskan Teguh di pintu depan untuk mengurangi intensitas berinteraksi dengan para napi. Tujuannya juga supaya Teguh tidak intens berbaur dengan warga binaan. (kmb37)

Pembangunan Balai Budaya dan SMPN 13 Masuki Masa Lelang Denpasar (Bali Post)– Pembangunan sentral parkir dan balai budaya di Lumintang, belum sepenuhnya kelar. Masih ada beberapa pekerjaan yang belum bisa dilakukan tahun lalu. Karena itu, pembangunannya masih akan berlanjut pada 2019. Kini, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa sudah melakukan lelang terhadap kelanjutan pembangunan balai budaya tersebut. Selain balai budaya, pembangunan SMPN 13 Denpasar juga masuk masa lelang. Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Denpasar A.A. Gede Risnawan mengatakan hal itu, Selasa (23/4) kemarin. Menurut Risnawan, pagu untuk proyek lanjutan balai budaya sebesar Rp 51 miliar

lebih. Sedangkan untuk pembangunan SMPN 13 Denpasar, pihaknya tidak hapal nilainya. “Detailnya saya lupa, datanya ada di kantor,” ujarnya saat ditemui di Kantor Wali Kota Denpasar. Sementara di dalam web e-proc.denpasarkota.g.id. menyebutkan, nilai pagu untuk pembangunan SMPN 13 ini sebesar Rp 14.839.772.350 dan nilai HPS mencapai Rp 14.839.522.393. Peserta yang masuk sudah 70 rekanan. Pembangunan gedung sekolah ini dananya bersumber dari APBD 2019. Sebelumnya, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta mengatakan, tahun ini akan digarap kembali proyek balai budaya. Karena pemban-

gunannya belum rampung, seperti pengadaan mebeler dan juga fasilitas pendukung lainnya. “Saat ini baru fisiknya saja, ornamen dan fasilitas pendukung lainnya balum ada, sehingga masih akan berlanjut lagi proyeknya,” ujarnya. Proyek pembangunan lanjutan balai budaya yang berada di atas sentral parkir Lumintang ini dikerjakan secara bertahap. Balai budaya ini akan digunakan untuk menampung kegiatan seni dan budaya yang dilakukan oleh masyarakat, komunitas, serta sekaa-sekaa seni yang ada di Denpasar. Balai budaya ini berada di lantai II sentral parkir Lumintang. Sentral parkir tersebut mampu menampung 154 unit kendaraan roda empat dan

328 unit roda dua. Pembangunan balai budaya pada 2017 lalu dianggarkan dana pagu sebesar Rp 46,9 miliar. Namun, setelah lelang nilai kontraknya hanya Rp 41,4 miliar yang dimenangkan oleh PT Bianglala Bali dengan nomor kontrak 640/2525/DPUPR/2017 tertanggal 10 Mei 2017. Proyek ini ditangani konsultan perencana PT Kencana Adi Karma dan konsultan pengawas PT Narada Karya. Sedangkan sentral parkir telah digarap secara bertahap sejak 2014. Pada tahap pertama telah menelan dana sebesar Rp 13,4 miliar yang digarap PT Tunas Jaya Sanur. Sedangkan pada tahap II yang digarap PT Undagi Jaya Mandiri menelan dana Rp 9 miliar. (kmb12)


BADUNG

Rabu Wage, 24 April 2019

3

FIGUR Keamanan Terpadu SEBAGAI daerah pariwisata, keamanan menjadi sangat vital di Bali. Keamanan juga dapat menentukan baikburuknya citra pariwisata Bali di mata dunia. Sekali saja terganggu, pariwisata bisa goyah dan dampaknya juga akan terasa pada pendapatan asli daerah atau PAD. ‘’Dampaknya sangat besar, semua program pemerintah bisa tidak terlaksana di Bali,’’ ujar Ketua Komisi I DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya, Selasa (23/4) kemarin. Tama mengaku telah mengusulkan rancangan perda inisiatif dewan tentang keamanan Bali terpadu. Terlebih pascadisahkannya Perda tentang Desa Adat, yang salah satu poinnya mengoptimalkan peran pecalang. Keberadaan pecalang nantinya bisa dikolaborasikan dengan TNI, Polri dan unsur lainnya menjadi satu sistem keamanan terpadu di Bali. ‘’Hanya saja naskah akademiknya belum digarap lebih lanjut karena keburu masuk revisi Perda RTRWP dan ranperda lain. Mudahmudahan ke depan bisa menjadi prioritas dan harus tembus,’’ jelas politisi PDI-P ini. Menurut Tama, usulan mengenai ranperda inisiatif tentang sistem keamanan terpadu dilatarbelakangi oleh Bali sebagai daerah pariwisata, budaya, dan multietnis. Hampir semua etnis ada di Bali, dan ini menjadi satu tantangan tersendiri untuk keamanan. Peran serta pemerintah pusat juga diharapkannya dalam hal membantu dari segi anggaran dan alat-alat berteknologi canggih. ‘’Dulu kan pernah dirancang bahwa Bali itu dipantau dengan satu satelit, karena yang kita khawatirkan kan teroris. Untuk mengantisipasi teroris, perlu peran semua pihak. Jangan sampai ada kejadian ledakan bom seperti pada 3 hotel besar di Sri Lanka. Langsung lumpuh, ngeri orang berpariwisata ke sana,’’ tegasnya. (rin)

Kejar Target, Dinas PUPR Kebut Proyek Balai Budaya Mangupura (Bali Post) -

Proyek gedung balai budaya di kawasan Puspem Badung ditargetkan rampung Juli mendatang. Guna mencapai target tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat terus mengenjot proyek gedung Graha Mangu Mandala tersebut.

Warga Minta Operasional Taksi di Jalan Legian Dievaluasi

Mangupura (Bali Post) Kekroditan lalu lintas di Jalan Legian terus menjadi perbincangan masyarakat. Kekroditan tersebut salah satunya dipicu oleh banyaknya taksi yang beroperasi di kawasan tersebut. Oleh karena itu, warga meminta dilakukannya evaluasi terhadap operasional taksi. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali Gde Wayan Samsi Gunarta mengatakan, mengenai operasional taksi di wilayah Kuta khususnya Jalan Legian, hal itu berkaitan dengan kebutuhan wisatawan terhadap taksi. ‘’Kalau yang namanya taksi itu kan begitu dihubungi maka dia datang. Kalau terlalu lama antre, ya harusnya diatur,’’ katanya, belum lama ini. Menurutnya, ketika kendaraan roda empat boleh masuk ke ruas jalan tertentu, maka mau tidak mau taksi juga pasti bisa masuk. Operasional taksi sesungguhnya sudah ada SOP-nya. Tapi itu kembali lagi pada sejauh mana perusahaan taksi bersangkutan bisa paham dan taat pada standar tersebut. ‘’Mereka harus benar-benar paham terhadap kunci layanan. Perbaiki pelayanan, sementara kami dari pemerintah mengupayakan agar bagaimana mereka mengikuti standar yang ada,’’ tegasnya. Kajian terhadap operasional taksi, menurut dia sudah banyak dilakukan. Namun persoalannya sekarang adalah mau atau tidak semuanya melakukan perbaikan, baik itu oleh perusahaan taksi ataupun pihak-pihak yang berwenang dalam pengaturan lalu lintas. Semnentara tokoh masyarakat Kuta Nyoman Graha Wicaksana, menyarankan agar ada semacam evaluasi terhadap operasional taksi di Jalan Legian. Misalnya melalui pemeriksaan atau semacam sidak. ‘’Tolong cek taksi-taksi. Karena banyak juga yang saya tahu izin mereka sudah kedaluwarsa,’ ucapnya, Selasa (23/4) kemarin. Namun demikian, permasalahan kekroditan di Jalan Legian tidak bisa serta merta mengkambinghitamkan operasional taksi saja. Karena menurut dia, itu juga dipengaruhi operasional salah satu tempat hiburan malam di Jalan Legian yang melebihi batas ketentuan. (kmb23)

Bali Post/par

BALAI BUDAYA - Proyek gedung balai budaya di kawasan Puspem Badung.

Pantauan Bali Post Selasa (23/4) kemarin, gedung balai budaya yang menelan anggaran Rp 317 miliar lebih ini telah dalam tahap pemasangan ornamen luar dan genteng. Bagian lobi terlihat masih dipasangi bata dan beberapa tembok dilakukan finishing. Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Badung IGA Ngu-

rah Arinda Trisnawati menyampaikan, progres proyek mencapai 51,32 persen. Pengerjaan dikebut agar gedung tersebut rampung tepat waktu. Menurutnya, bentuk bangunan yang merupakan proyek prestisius Badung itu telah terlihat, baik dari sisi lobi dan bentuk gedung secara keseluruhan. Gedung

yang dikerjakan dari tahun 2018 ini merupakan proyek multiyears hingga tahun 2019. ‘’Pembangunan gedung balai budaya terus berjalan karena ini merupakan proyek tahun jamak, jadi tidak menghabiskan dana sekali saja,’’ ungkapnya. Disinggung mengenai target, pihaknya pun optimis akan rampung pada

September mendatang. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk pagelaran kesenian yang ada di Kabupaten Badung. ‘’Rekanan harus mengejar progresnya karena untuk mencapai target. Yang jelas target kami September 2019 sudah selesai,’’ ucapnya. Ia menambahkan, pembangunan yang masuk skala prioritas ini tetap mendapat atensi khusus pimpinan daerah, dalam hal ini Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Seperti diketahui, gedung balai budaya ini dibangun

di kawasan Puspem Badung dengan luas 18.000 meter persegi. Gedung ini dirancang menampung 2.600 penonton. Selain itu, juga dilengkapi piranti pendukung antara lain sound system dan lighting. ‘’Gedung ini untuk mendukung kreativitas seni. Kalau di bidang kesehatan ada pembangunan gedung D, F dan G RSD Mangusada. Begitu juga pendidikan pembangunan gedung SMA 2 Abiansemal dan SMA 2 Kuta Selatan dan lainnya,’’ tegas Arinda. (kmb27)

Lewati Jalan Rusak, Truk Muat Beras Terperosok

Mangupura (Bali Post)Sebuah truk bermuatan beras terperosok di Jalan Raya Terminal Mengwi wilayah Desa Mengwitani, Selasa (23/4) pagi. Kondisi ini dipicu akibat struktur jalan yang amblas, sehingga membuat truk yang tengah melintas di atasnya terperosok. Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan membenarkan perihal tersebut. Kejadian tersebut tepat di depan Taman Rama Sinta. ‘’Terperosok persis di sebelah Taman Patung Rama Sinta di Jalan Terminal Mengwi sebelum lampu pengatur lalu lintas,” ungkapnya. Menurutnya, kondisi tersebut lantaran jalan beton tersebut jebol saat dilalui truk. Dari hasil pemantauannya di lapangan ada semacam saluran air di bawah jalan yang ambruk.

Selain merusak jalan, kejadian ini menyebabkan beton kastin pembatas jalan mengalami kerusakan parah. ‘’Indikasinya jalan tersebut sempat retak kemudian ditambal aspal. Karena kejadian ini tanaman dan rumput juga mengalami kerusakan lantaran tertimpa badan truk. Dan yang paling mengkhawatirkan ditemukan retakan yang mengarah ke arah kolam,’’ jelasnya. Kendati demikian, pihaknya akan melakukan pengecekan, karena ada retakan yang sangat berbahaya, apakah hal itu mempengaruhi struktur patung dan kolam. Mengingat di bawah jalan ada sungai. ‘’Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum mengenai langkahlangkah perbaikan jalan yang mengalami kerusakan itu,’’ tegasnya. (kmb27)

TERPEROSOK - Truk bermuatan beras yang terperosok di Mengwi.

Musibah Pemilu di Bali

Lima KPPS dan PPK Sakit, Satu Pegawai Kontrak Kecelakaan

Bali Post/eka

KPPS - Petugas KPPS dengan cekatan melayani warga yang menggunakan hak pilihnya pada 17 April lalu. Proses pemungutan dan penghitungan suara yang cukup panjang, menyebabkan banyak KPPS yang mengalami kelelahan dan sakit.

BALI rupanya tak luput menyumbang korban anggota PPK dan KPPS yang mengalami musibah saat melaksanakan tugas kepemiluan. Hingga Selasa (23/4) kemarin, tercatat empat anggota KPPS dan 1 satu anggota PPK yang jatuh sakit. Kemudian ada satu pegawai kontrak di KPU yang mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dan mengharuskan dilakukan operasi. Komisioner KPU Provinsi Bali I Gede John Darmawan di Denpasar menyampaikan, empat orang KPPS yang sakit yakni I Nengah Widiartha (Ketua KPPS TPS 29, Karangasem), Ida Bagus Ketut Padang (Ketua KPPS TPS 17, Karangasem), I Made Agus Suta Wijaya (anggota KPPS TPS 48, Karangasem) dan Ni Komang Sri Apriani (anggota KPPS TPS 27 Jimbaran, Badung). Kemarin pihaknya berkesempatan menjenguk I Nengah Widiartha yang terserang stroke pada saat penghitungan suara di TPS. Widiartha kini dirawat in-

tensif di RSUP Sanglah, Denpasar. ‘’Tanggal 17 malam sekitar pukul 23.00 Wita lemas di TPS, terus dilarikan ke RSU Karangasem. Lantas dirujuk ke RSUP Sanglah,’’ ujar mantan Ketua KPU Denpasar ini. Menurut Jhon, pihaknya kini tengah mengupayakan dana santunan dari KPU RI. Selain KPPS, ada satu anggota PPK Kecamatan Manggis yakni Desak Made Alit Armini yang kemarin didiagnosa darah rendah. Alit Armini sudah mendapatkan tindakan medis dari Puskesmas Manggis. ‘’Ketua KPU Bali sudah berkoordinasi dengan Gubernur Bali dan sudah diperintahkan kepada jajaran Dinas Kesehatan khususnya puskesmas melakukan pengecekan kesehatan rutin kepada rekan-rekan PPK yang melakukan proses rekapitulasi,’’ jelasnya. Ditambahkannya, ada satu lagi yakni staf kontrak pusat atas nama A.A. Gede

Juliarta yang mengalami kecelakaan pada 29 Maret lalu sekitar pukul 17.00 Wita di depan Pasar Terminal Loka Crana, Bangli. Juliarta saat itu mengendarai sepeda motor pribadi karena ditugaskan untuk mengambil konsumsi staf dan Komisioner KPU yang sedang melakukan setting logistik di Pasar Terminal Loka Crana. ‘’Akibat kejadian itu, staf kita mengalami patah tulang bahu. Sudah dilakukan tindakan operasi di RSU BMC Bangli dengan biaya sendiri,’’ jelasnya. Sementara itu, Komisioner KPU Badung Ni Luh Nesia Padma Gandi membenarkan adanya petugas KPPS di Jimbaran yang sakit. ‘’Ada satu petugas atas nama Sri Apriani yang sakit, kabarnya sampai dirawat. Kami sudah laporkan ke KPU Bali untuk pendataan,’’ ujarnya. Kendati diketahui telah menghuni RS, namun KPU Badung belum berani memutuskan untuk memberikan

santunan. ‘’Dari segi aturan memang tidak ada, tetapi kami juga masih membicarakan di internal Komisioner KPU,’’ katanya. Sejauh ini pihaknya belum mendapatkan kesempatan menjenguk yang bersangkutan. ‘’Kami belum sempat karena masih fokus proses rekapitulasi. Namun teman kami di KPU yang dari Kuta Selatan secara pribadi sudah berkomunikasi,’’ katanya. Di sisi lain, petugas KPU Badung saat ini masih proses rekapitulasi tingkat desa di kecamatan. Input data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) juga masih berlangsung. Sebab, ada beberapa proses tahapan yang dilakukan. Mulai input data, verifikasi data dan disetor ke KPU-RI. Kemudian KPU-RI mem-publish data tersebut melalui website resminya. Hanya saja sampai sekarang Situng untuk di Badung sama sekali belum terlihat di laman website resmi KPU-RI. (kmb32/kmb27)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

SMP PGRI 3 Denpasar Miliki SPMI Guna Menjamin Mutu Lulusan Terima 400 Siswa Baru untuk ’’Full Day School’’ SEJAK hari pertama hingga Selasa (23/4) kemarin, 317 siswa kelas IX SMP PGRI 3 Denpasar mengikuti Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) secara tertib dan berintegritas. Masyarakat sekitar di Jalan Gunung Agung Gang V, tempat sekolah ini berada, ikut mendukung UNKP dengan menjaga lingkungan yang nyaman. Wakasek Kurikukum I Nyoman Budastra, S.Pd. didampingi Wakasek Kesiswaan I Made Wendi Karnata, S.E., Sarpras Ni Wayan Sudiasih, S.Pd. dan Humas Cok. Istri Putri, S.Pd. mengatakan, sejak kelas VII siswa SMP PGRI 3 Denpasar sudah diberikan les tambahan. Setelah kelas IX kembali diintensifkan lagi dengan empat kali seminggu. Saat itulah masalah belajar siswa sudah dianilisis dan ditangani guru mata pelajaran. Guna menjamin pelayanan dan menjamin lulusan bermutu, sekolah swasta favorit ini memiliki Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). SPMI ini meliputi enam standar yakni standar isi, SKL, proses, pengelolaan, pembiayaan dan evaluasi. Makanya masyarakat yang anak lulusan SMP PGRI 3 Denpasar merasa bersyukur karena banyak diterima di SMA dan SMK negeri. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. membenarkan dia sengaja melibatkan gurunya untuk memberikan les tambahan guna menanamkan konsep bahwa guru bertanggung jawab mengantarkan anak didiknya belajar maksimal. ‘’Kalau di sekolah, kami guru yang bertanggung jawab. Kalau diberikan pada orang lain, sulit dituntut tanggung jawabnya,’’

DOA RESTU - Siswa peserta UNKP SMP PGRI 3 Denpasar mohon doa restu kepada Kasek Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. tegasnya. Tiap hari siswanya juga diberikan bimbingan spiritual, nasihat yang menyejukkan hati mereka. Tiap Jumat siswa diajak meditasi guna mengontrol diri belajar dari konsep ‘’diam dan tenang’’. Pengalaman ini ditransfer Made Suada yang dikenal sebagai pelopor Pramuka di sekolahnya untuk menuju menjadi manusia seutuhnya. Yang unik lagi, semua peserta UNKP, para pengawas termasuk Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Dr. I Made Suada menandatangani surat integritas akan menjalankan tugas dengan jujur dan siswanya mengerjakan soal dengan jujur. Pada PPDB 2019-2020, kata Nyoman Budastra, SMP PGRI 3 Denpasar akan menerima maksimal 400 siswa baru. Jumlah ini dibatasi karena sekolah ini akan menjalankan full day school. Sekalipun akan direkrut siswa untuk SMPN 13 Denpasar, namun SMP PGRI 3 Denpasar (SPIGA) diyakini tetap eksis karena sudah

berpengalaman 34 tahun mengelola pendidikan. Program dan biaya pendidikan sangat terjangkau serta di lokasi strategis. Budastra menambahkan, PPDB sudah dibuka sejak 20 Maret lalu. Sistem seleksinya memprioritaskan calon siswa yang pertama menentukan pilihan di sekolah itu, jika kuota terpenuhi pendaftaran langsung ditutup. Sekolah ini didukung 26 ruang belajar, lab komputer, IPA dan perpustakaan, UKS, balai gong, mushola, OSIS, BK dan radio komunitas Komega (Komunitas Media Spiga). Semua ruangan dilengkapi AC dan LCD. Bagi warga sekitar Jalan Gunung Agung Gang V diberi berbagai kemudahan membayar SPP. Prestasi siswanya go international. Wakasek Kesiswaan I Made Wendi Karnata, S.E. mengatakan belum lama ini dua tim LKTI SPIGA meraih dua perak di Thailand. SMP PGRI 3 Denpasar juga Sekolah the Best Favorite School of the Year dan the Best Leading Education School of the Year. (ad894)

256 Siswa SMP Saraswati 1 Denpasar Jalani UNBK Mandiri 2 Mei Buka PPDB untuk 8 Kelas Siswa Baru

SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar salah satu SMP swasta yang sukses menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri. Selasa (23/4) kemarin 256 siswa kelas IX SMP Saraswati 1 Denpasar menjalani UNBK secara mandiri. Yang menarik, para peserta UNBK di sekolah ini dikenal sangat disiplin. Mereka sudah tiba di sekolah pukul 07.00 Wita dengan melakukan persembahyangan di parahyangan sekolah. Sementara UNBK baru dimulai 07.30 Wita. Guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, SLUB Saraswati 1 Denpasar menyiapkan genset senilai Rp 10 juta. Wakasek Kurikulum SMP Saraswati 1 Denpasar Drs. I Dewa Ketut Suwamba mengungkapkan, peserta UNBK mengikuti UNBK secara tertib dan berintegritas. Semua peserta hadir 100 persen, memanfaatkan dua ruang lab dengan 90 unit komputer dibagi dalam tiga sesi. Untuk mengarahkan siswa meraih nilai UN tinggi, sekolah memberikan try-out tiga kali jenis UNBK dan sekali UNKP. Sekolah ini memiliki Klinik UN setiap guru pelajaran. Jika ada siswa mengalami permasalahan bisa menghubungi guru bersangkutan dan akan mendapat program pengayaan. Menurut Dewa Ketut Suwamba, sejak kelas VIII materi kelas IX sudah dituntaskan, sedangkan di kelas IX dipakai untuk mengulang materi kelas VII, VIII dan IX untuk empat bidang studi yang di-UN-kan yakni Bahasa Indonesia, Matematia, IPA dan Bahasa Inggris. Kepala SMP Saraswati 1 Denpasar Dra. A.A. Adnyani, M.M. didampingi Waka Kesiswaan Drs. I Nyoman Sumerta, Waka Humas Ida Bagus Gede Adnyana, S.Pd. dan Waka Sarpras Gede Ngurah Yudiatmika, S.PT., M.M. mengatakan kemajuan internet dan HP dimanfaatkan untuk menambah wawasan

Rabu Wage, 24 April 2019

FH Unwar Gelar Kuliah Umum

Hukum Jaminan Berperan dalam Penguatan Bisnis Perbankan FAKULTAS Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) kembali menggelar Kuliah Umum di Ruang Jaya Singha Mandapa Unwar, Selasa (23/4) kemarin. Kali ini, kuliah umum mengangkat tema ‘’Peranan Hukum Jaminan dalam Bisnis Perbankan’’ dengan menghadirkan Guru Besar FH Universitas Erlangga, Surabaya Prof. Dr. Moch. Isnaeni, S.H., M.S. selaku narasumber tunggal. Kuliah Umum dibuka langsung oleh Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. yang dihadiri Wakil Dekan I FH Unwar Ida Ayu Putu Widiati, S.H., M.Hum., Wakil Dekan II A.A. Sagung Laksmi Dewi, S.H., M.H., Wakil Dekan III I Ketut Sukadana, S.H., M.H., para dosen di lingkungan FH Unwar serta mahasiswa FH Unwar. Prof. Isnaeni dalam pemaparannya mengatakan saat ini masyarakat tidak lepas dari perbankan. Mulai dari bayar listrik, air, dan transaksi lainnya melalui transfer lewat bank. Sebab, hal ini lebih efisien, murah, dan aman. Oleh karena itu, dalam kegiatan bisnisnya, perbankan perlu didukung dengan hukum jaminan. Sehingga perbankan yang seringkali mengucurkan dana pinjaman akan mempunyai posisi yang lebih nyaman, yakni sebagai kreditor difference yang mempunyai agunan. ‘’Andaikata debitur yang sudah menerima dana pinjaman itu ingkar janji tidak mengembalikan utangnya, maka bank tidak perlu menggugat ke pengadilan, karena kita tahu kalau lewat proses peradilan maka waktu lama dan biaya banyak. Nah ini bisa dipangkas dengan mendayagunakan hukum jaminan. Sebab, agunan itu yang biasa dimiliki oleh pihak bank selaku kreditor hanya bisa diperoleh lewat perjanjian jaminan kebendaan. Dengan agunan itulah manakala debitur wanprestasi dia ingkar janji,

KULIAH UMUM - Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. didampingi Wakil Dekan I FH Unwar Ida Ayu Putu Widiati, S.H., M.Hum., Wakil Dekan II A.A. Sagung Laksmi Dewi, S.H., M.H., Wakil Dekan III I Ketut Sukadana, S.H., M.H. berfoto bersama narasumber Prof. Dr. Moch. Isnaeni, S.H., M.S. pada kegiatan kuliah umum, Selasa (23/4) kemarin. tidak membayar utangnya langsung agunan itu bisa dijual lelang,’’ kata Prof. Isnaeni. Meskipun demikian, dikatakan bahwa penjualan lelang sering kali menghadapi kendala. Oleh karena itu, hukum jaminan harus terus diserukan kepada para stakeholder di dunia perbankan, kejaksaan, kepolisian maupun pengadilan. Sehingga bank yang notabene merupakan urat nadi ekonomi negara tidak terbelenggu dan menderita banyak kerugian. ‘’Kalau dana masyarakat yang dikelola oleh bank itu banyak ditipu oleh debitur-debitur nakal dan itu tidak difasilitasi dengan hukum jaminan, pasti bank tersebut akan kolaps,’’ tukasnya. Dekan FH Unwar Budiartha mengatakan tujuan kuliah umum dengan tema ‘’Peranan Hukum Jaminan dalam Bisnis Perbankan’’ untuk memberikan pencerahan kepada civitas akademika FH Unwar tentang Hukum Jaminan terhadap bisnis perbankan. Tidak hanya dalam teori, namun juga dalam praktiknya. Sebab, bank

sebagai salah satu badan pengelolaan dana masyarakat harus selalu memberikan kepastian bagi nasabahnya, baik dalam bentuk tabungan ataupun pinjaman. Oleh karenanya, harus ada perjanjian yang berlandaskan hukum kedua belah pihak. ‘’Pada tahun 1998 banyak bank di Indonesia kolaps akibat dari sistem perbankan yang lemah. Sehingga untuk mengurangi hal tersebut perbankan harus memiliki badan yang khusus memantau dan menjamin pelaksanaan proses perbankan. Dalam pelaksanaannya bank harus memiliki kekuatan hukum yang mampu menjamin hak dan kewajiban para pihak,’’ tandas Dr. Budiartha. Pihaknya berharap melalih kuliah umum ini, seluruh civitas FH Unwar, khususnya para mahasiswa, memiliki pengetahuan tentang hukum jaminan dalam bisnis perbankan. Sehingga mahasiswa setelah lulus nanti ikut berkontribusi dalam penguatan perbankan sebagai salah satu lembaga keuangan negara. (ad887)

Tingkatkan Kualitas Penelitian

PNB Gelar ’’Sharing Knowledge’’ dengan Politeknik Melaka dan Politeknik Tun Syed Nasir Malaysia UNBK - Kepala SMP Saraswati 1 Denpasar A.A. Adnyani saat memantau kesiapan siswanya sebelum mengerjakan soal UNBK. siswa dan guru soal materi UNBK. Mereka wajib mengakses ‘’Ruang Guru dan Kuis Ki Hajar’’ dalam membahas UN. Sekalipun nilai UN tak lagi dipakai untuk mencari studi lanjut, Adnyani terus memotivasi siswanya meraih nilai UN terbaik. Menjalin kerja sama dengan orangtua siswa, setiap wali kelas memiliki grup WA dengan orangtua siswa. Ini yang mereka sebut dengan mengajar dengan seni. PPDB 2019 Sementara itu, SMP Saraswati 1 Denpasar yang dikenal sebagai sekolah swasta favorit di Denpasar akan membuka pendaftaran PPDB mulai 2 Mei 2019 hingga kuota terpenuhi. Banyak calon siswa dan orangtuanya sudah menitipkan nama untuk diterima di sekolah ini. Tahun ini SLUB Saraswati 1 akan menerima enam kelas siswa baru sesuai dengan Permendikbud No. 17/2017. Dengan demikian siswa diterima sama dengan siswa yang tamat. A.A. Adnyani yang juga Bendahara MKKS SMP Denpasar ini

mengatakan, yang diprioritaskan adalah lulusan SD Saraswati dan yang menentukan pilihan pertama di sekolah ini. Bahkan, calon siswa baru diutamakan yang memiliki KK di luar zonasi sekolah negeri karena mereka dipastikan menentukan pilihan di SLUB Saraswati secara permanen. Soal pendirian SMPN 13 Denpasar, Adnyani mengatakan tak masalah karena dia sudah siap dengan senjata melawan dengan kualitas. Setelah menjadi siswa baru mereka wajib mengikuti seleksi untuk kelas unggulan dan bilingual berdasarkan nilai rapor, USBN, tes tulis dan wawancara. Khusus bagi lulusan SD Saraswati diberikan keringanan 25 persen dari uang gedung. Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji percaya SMP Saraswati 1 Denpasar mampu merekrut siswa baru sesuai harapan karena sudah memiliki budaya mutu. Sekolah ini memiliki SDM guru terbaik dan fasilitas terbaik. ‘’Saraswati tetap taat asas,’’ tegasnya. (ad895)

POLITEKNIK Negeri Bali (PNB) bersama dengan Politeknik Melaka dan Politeknik Tun Syed Nasir Malaysia menggelar kegiatan Sharing Knowledge atau berbagi pengetahuan terkait hasil penelitian tentang Green Technology, Selasa (23/4) kemarin. Bertempat di Gedung Widya Guna kampus PNB, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penelitian, baik dosen maupun mahasiswa. Menurut Pembantu Direktur IV PNB Ir. I Wayan Arya, M.T., dengan sharing pengetahuan hasil penelitian ini, selain bisa meningkatkan mutu dan kualitas penelitian dari dosen juga diharapkan bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas. Dikatakannya, PNB dengan visi berwawasan internasional, maka semua program yang dijalankan memang untuk mencapai visi internasionalisasi. ‘’PNB selama ini terus menjalin kerja sama dengan sejumlah kampus di luar negeri, seperti di Prancis, Taiwan, Thailand, dan Malaysia. Tidak hanya itu, kita juga merancang pertukaran mahasiswa se-ASEAN,’’ katanya. Ditambahkannya, topik yang dibahas pada kegiatan ini yaitu tentang green technology yaitu green building dan green energy. Dalam hal ini, masing-masing politeknik saling bertukar informasi terkait hal itu. Ke depan, kita bisa saling sharing tidak hanya terkait green technology saja, namun juga bidang lain seperti green tourism.

FOTO BERSAMA - Pembantu Direktur IV PNB Ir. I Wayan Arya, M.T. (tengah atas) bersama jajaran berfoto bersama dengan perwakilan dosen dari Politeknik Melaka dan Politeknik Tun Syed Nasir Malaysia, Selasa (23/4) kemarin di Kampus PNB. ‘’Di PNB ada penelitian tentang green building, green energy, kemudian di Malaysia seperti apa hasil penelitiannya. Dengan demikian nantinya akan bisa saling mengisi,’’ pungkasnya. Ketua Unit Hubungan International Nyoman Indah Kusuma Dewi, S.E., MBA., Ph.D. menambahkan, kegiatan sharing pengetahuan ini merupakan kali kedua dilaksanakan bersama Politeknik Malaysia. Saat ini diakuinya memang antara Malaysia dan Indonesia sedang fokus pada green technology. Dalam rangka internasionalisasi, joint research atau kolaborasi penelitian bersama dengan politeknik di Malaysia akan terus ditingkatkan. ‘’Kita sangat mendorong dosendosen di PNB untuk melakukan kolaborasi penelitian,’’ harapnya.

Kadek Dwi Cahaya Putra, S.Pd., M.Sc. selaku Ketua Panitia menjelaskan, kegiatan ini diikuti sebanyak 10 orang dosen yang hadir, di antaranya enam orang dari Politeknik Melaka dan empat orang dari Politeknik Tun Syed Nasir Malaysia. Sementara untuk total peserta yang hadir dari PNB yaitu sebanyak 100 orang mahasiswa dan dosen dari Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Sipil. Pada sharing knowledge ini, dua peneliti dari Jurusan Teknik Elektro PNB yakni IGN Dwijaya Saputra dan dari Teknik Sipil PNB Wayan Sri Kristinayanti mempresentasikan terkait green technology. Yakni dari Teknik Sipil terkait green building dan dari Teknik Elektro membawakan materi green energy. (ad889)

Perwakilan Petugas Dinas Kebersihan Kota Mengadu ke Senator

Pemkot Denpasar Harus Buat Keputusan Politik agar Bisa Sejajarkan Upah MENANGGAPI pengaduan sejumlah perwakilan staf dan petugas kebersihan, termasuk sopir truk di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Arya Wedakarna Mahendradatatta Wedasteraputra Suyasa III menggelar rapat terbatas bersama jajaran Pemkot. Difasilitasi I Ketut Wisada, S.E., M.Si. (Kepala DLHK Kota Denpasar), pertemuan digelar di Ruang Sewaka Dharma kawasan Lumintang. Tampak hadir I.B. Putra (Sekrketaris DLHK Kota Denpasar), AAN Oka Wiranata (Inspektorat Kota Denpasar), BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan serta jajaran terkait. Dalam kesempatan itu, Senator Arya Wedakarna (AWK) menyampaikan sejumlah wakil dari petugas kebersihan dan sopir truk sampah sempat hadir di Kantor DPD-RI Provinsi Bali untuk mengadukan nasib mereka, khususnya mengenai hak-hak dari tenaga kebersihan yang belum didapatkan secara maksimal. Termasuk masalah pemotongan kupon uang bensin secara sepihak, pengaturan jadwal

libur yang tidak adil, khususnya bagi penganut Hindu. Begitu juga minimnya upah tenaga kebersihan dibandingkan beban kerja yang didapat. Terkait hal ini, Senator AWK mengaku kaget, bahwa Kota Denpasar yang selama ini dianggap sebagai kota teladan serta memiliki visi good governance yang baik, tetapi masih memiliki tenaga di bawah dinas dengan upah kecil. Ini tentu memantik kekecewaan DPD-RI. ‘’Dari kasus ini, dari pandangan saya sebagai wakil rakyat di Senayan, konsep Sewaka Dharma ini perlu dipertanyakan. Jangan sampai konsep yang bagus ini ternyata tidak berpihak pada kaum Marhaen. Ini harus diperbaiki dan saya minta kepada Pemkot Denpasar untuk evaluasi aparat di bawahnya. Coba diperiksa apakah ada oknum yang korupsi dan cari tahu ke petugas kebersihan apa yang kurang dari hak mereka dan sesekali undang dialog dari hati ke hati. Kalau sudah seperti ini, mereka langsung mengadu ke Kantor DPD-RI kan malu ya? Artinya ada saluran yang tersumbat di tingkat

birokrasi. Apalagi tadi saat rapat saya tanya, ada info pejabat yang menduduki posisi strategis sampai 12 tahun. Ini tidak sehat dan lamanya kekuasaan bisa membuat kepekaan seperti ini tidak berjalan. Jadi segera selesaikan, sebelum nanti terkena masalah hukum,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia meminta Wali Kota Denpasar untuk mencontoh kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, atau saat Wali Kota Solo dipegang Jokowi dan saat Wali Kota Bandung dipimpin Ridwan Kamil. Menurutnya, mereka ini bisa mengubah tata kota menjadi baik dan bersih. ‘’Boleh ya saya bandingkan dengan kota-kota hebat di Indonesia yang punya inovasi, tapi humanis. Kesejahteraan petugas kebersihan di sana terjamin dan semangat kerjanya muncul karena pemimpinnya bersih, sehingga ada rasa memiliki. Denpasar dan kabupaten di Bali harus meniru yang baik, dan kesejahteraan tenaga kebersihan adalah mutlak,’’ kata Gusti Wedakarna. Sejumlah rekomendasi disampaikan Senator AWK untuk kasus ini

yakni sebelum rapat terjadi, Senator menduga adanya pengkondisian terhadap tenaga kebersihan yang kritis. Jika itu terjadi menandakan adanya kepemimpinan yang kurang sehat di tingkatan bawah dan menjadi catatan buruk. Termasuk informasi detail terhadap kondisi internal diduga dilakukan orang dalam yang tidak loyal pada atasan. Selain itu, meminta Pemkot Denpasar bersama DPRD Kota untuk segera mengeluarkan aturan yang menjadi payung hukum agar seluruh tenaga dan SDM untuk dapat disetarakan UMR Kota Tahun 2019 yakni Rp 2.553.000, baik untuk tenaga teknis atau administrasi. Tak hanya itu, mengevaluasi kinerja dari jajaran DLHK agar tidak menjadi bom waktu. Kemudian DPD-RI memonitor kasus ditahannya seorang sopir truk sampah karena masalah kecelakaan yang saat ini sedang diproses hukum di Kejaksaan Denpasar. Terakhir, Senator akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Pusat, BPK serta Kemendagri terkait hal ini. ‘’Prinsipnya, saya ingin ribuan tenaga kebersihan

SATYAGRAHA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat menerima perwakilan petugas kebersihan di Kantor DPD dan pada saat RDP di Lumintang. di Kota Denpasar mendapatkan UMR yang layak, apa pun sistemnya. Kalau kota kurang uang, ya… harus berani minta ke Gubernur dan Presiden. Saya akan kasi rekomendasi resmi. Itu gunanya pemimpin, harus melobi agar

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

rakyat sejahtera. Saya monitor kasus ini sebagai fungsi DPD-RI, menurut UU MD3 Tahun 2018,’’ terang Senator AWK yang bagian dari Komite I Bidang Hukum dan Hubungan Pusat Daerah di DPDRI. (ad891)


DAERAH

Rabu Wage, 24 April 2019

Peringatan ’’May Day’’ 2019

5

Pascakebijakan Gubernur Bali tentang Penertiban Usaha Pariwisata

Disnaker Denpasar Gelar HardysHotels Tetap Tunjukkan Eksistensinya Senam Massal dan Bagi Hadiah di Tengah Penurunan Kunjungan Turis Tiongkok DINAS Ketenagakerjaan (Disnaker) Pemkot Denpasar bersama ribuan pekerja di Kota Denpasar akan menggelar peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) bersama. Perayaan Hari Buruh pada 1 Mei 2019 mendatang dipusatkan di Lapangan Lumintang, dengan acara kegembiraan, berupa senam massal, bagi hadiah doorprize, dan bakti sosial donor darah. Bersamaan acara tersebut juga akan diberikan penghargaan kepada perusahaan yang hubungan industrial di masing-masing perusahaannya bagus. Adapun kriteria penilaian dilakukan panitia. Di antaranya perusahaan tersebut memiliki peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama (PKB), ada lembaga Bipatrit dan pembiayaan BPJS. ‘’Ada lima perusahaan yang akan mendapatkan piagam dan uang pembinaan dari pak wali,’’ kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Pemkot Denpasar IGA Rai Anom Suradi, Selasa (23/4) kemarin, dalam rapat teknis Hari Buruh Internasional, di lantai tiga Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang. Rai Anom menjelaskan, peringatan May Day akan diikuti sekitar 1.250 orang pekerja, dari 55 perusahaan yang ada di Kota Denpasar. Karena melibatkan massa yang banyak, pihak Disnaker

RAPAT TEKNIS - Rapat teknis Hari Buruh Internasional di Kota Denpasar. dan panitia mengadakan rapat teknis persiapan Hari Buruh Internasional dengan berbagai pihak, seperti kepolisian, Satpol PP, Dishub, DLHK, Kominfo, dan lainnya. Menurur Anom Suradi, perayaan May Day bersama ini merupakan sinergisitas antara dinas dengan perusahaan yang ada di Kota Denpasar. Ini merupakan keempat kalinya. Disnaker dalam hal ini hanya mengakomodir keinginan pekerja, sebagaimana hasil rapat perwakilan pekerja, di mana acara May Day kali ini betulbetul diselenggarakan dengan gembira, tidak sibuk dengan

pekerjaan. ‘’Kita akan tunjukkan ke masyarakat umum bahwa May Day di Kota Denpasar digelar dengan happy fun, tidak ada teriak-teriak seperti di sejumlah daerah,’’ katanya. Tidak adanya aksi demo yang dilakukan oleh pekerja di Denpasar, juga ditegaskan oleh Serikat Pekerja (SPSI) Kota Denpasar. Menyambut May Day tahun ini, hanya diadakan acara donor darah, dialog antara SPSI dengan pihak terkait, Dinas Ketenagakerjaan dan Apindo, membahas tentang masalah-masalah ketenagakerjaan. (ad893)

Hari Kartini, ’’Ayo ke AHASS Wanita Indonesia’’

Dapatkan Diskon 21 Persen Khusus Konsumen Wanita

TURUT merayakan Hari Kartini pada 21 April 2019, seluruh jaringan AHASS Bali memberikan apresiasi bagi konsumen wanita melalui program ‘’Ayo ke AHASS Wanita Indonesia’’. Bentuk apresiasi yang diberikan berupa diskon jasa servis lengkap sebesar 21 persen, berlaku periode 21-30 April 2019. Seluruh konsumen wanita dapat memanfaatkan promo khusus ini untuk melakukan perawatan servis lengkap dan ganti oli di AHASS terdekat. Cukup dengan menunjukkan SMS program atau iklan di sosial media. Promo ini berlaku untuk semua tipe kendaraan motor Honda, dengan jam berkunjung servis mulai dari pukul 13.00 Wita hingga selesai. Selain itu, bagi pelanggan wanita motor Honda yang telah melakukan program servis khusus ini juga berhak mendapatkan voucher diskon jasa servis turunan 50% di kunjungan berikutnya. Adapun voucher tersebut berlaku untuk paket pembersihan CVT, paket pembersihan injector, paket kuras tangka dan paket perawatan motor lainnya. Konsumen wanita motor Honda juga dapat menikmati tebus murah produk pyramid tire sealant den-

gan potongan harga Rp 5.000/botol dan untuk konsumen wanita beruntung yang mendapatkan SMS blast dari Astra Motor juga berkesempatan mendapatkan sembako murah senilai Rp 10.000. ‘’Program ini merupakan salah satu bentuk terima kasih kami. Melalui promo ini kami ingin mengajak konsumen wanita untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi motor dan melakukan servis di AHASS, sehingga sepeda motor Honda yang digunakan sehari-hari selalu dalam kondisi prima,’’ un-

gkap Agung Surya Adicipta selaku Tehnical Service Manager Astra Motor Bali. Bentuk apresiasi lainnya lagi adalah mengajak seluruh konsumen wanita Honda untuk mengabadikan momen spesial ini dengan meng-upload keseruan konsumen ke sosial media (facebook, twitter, instagram) saat servis di AHASS dengan menyertakan #AYOKEAHASS dan #HARIKARTINIHONDA2019 dan akan dipilih 20 foto terbaik yang akan mendapatkan tumbler Exclusive Astra Motor. (bns1)

Eka Widanta Resmi Jabat Kasipidum Kejari Denpasar

Bali Post/asa

SALAM KOMANDO - Salam komando pejabat Kasipidum Kejari Denpasar yang lama dan yang baru.

Denpasar (Bali Post) Pascakeluarnya surat mutasi beberapa bulan yang lalu, kursi jabatan strategis yakni Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Denpasar, Selasa (23/4) kemarin secara resmi diserahkan kepada pejabat baru I Wayan Eka Widanta. Dia menggantikan posisi Arief Wirawan yang bakal menduduki jabatan baru sebagai Kasi Eksekusi dan Eksaminasi Pidana Khusus pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Eka Widanta tidak asing di kalangan kejaksaan. Dia beberapa kali memegang perkara besar yang disidangkan di PN Denpasar. Sebelum menjabat Kasipidum, dia pernah menempati posisi sebagai Kasubagbin di Jembrana. Selain itu, Kasubag Keuangan. Bahkan di Kupang, dia pernah menjabat Kasi Datun Kupang. Eka Widanta juga lama bertugas di bagian Intel. Tercatat dari tahun 2017 hingga 2019 bertugas di Intel. ‘’Serah terima secara resmi sudah dilakukan. Tadi juga diisi dengan ramah tamah,’’ ucap Kasiintel Kejari Denpasar Agus Sastrawan. (kmb37)

SEBAGAI salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, HardysHotels memberikan apresiasi positif terhadap kebijakan Gubernur Bali tentang penertiban usaha pariwisata yang tertuang dalam surat resmi Nomor 556/4227/IV/ Dispar Tahun 2018. HardysHotels mendukung berbagai upaya yang sudah dilakukan pemerintah, seperti penertiban toko berjaring mafia Tiongkok yang beroperasi tanpa izin (ilegal) maupun yang berizin (legal) dan sidak ke agen perjalanan wisata yang sering melakukan praktik jual murah. Kebijakan ini diharapkan wisatawan yang datang ke Bali nantinya akan mendapatkan pariwisata berkualitas yang secara otomatis memperbaiki kembali citra pariwisata Bali sebagai ‘’surga terakhir’’. HardysHotels sendiri merupakan salah perusahaan di bawah HardysCorp yang didirikan Ir. I Gede Agus Hardiawan dan Ni Ketut Rukmini, S.P. yang selalu menerapkan konsep go green dalam setiap pembangunan

dan pengelolaan propertinya. Hadir di lokasi premium di Bali di antaranya Hardys Hotel Negara di Jalan Ngurah Rai No. 107, Hardys Hotel Singaraja di Jalan Surapati No. 12-14, Hardys Rofa Hotel Kuta di Jalan Nakula No. 9 (hanya 500 meter dari Trans Studio Bali) dan Hardys Villa Nusa Dua di Jalan Dharmawangsa Kampial. (info : www.hardyshotels.com) HardysHotels melalui salah satu cabangnya yaitu Hardys Hotel Singaraja, pada 15 Februari 2019 menginisiasi kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) yaitu beach clean-up di pantai kawasan wisata eks Pelabuhan Buleleng (berlokasi tepat di depan Hardys Hotel Singaraja). Kegiatan ini diikuti Batalyon Raider 900 Singaraja, DLH Singaraja, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kampung Baru dan masyarakat lingkungan Tambak Sari serta generasi muda dan penerus Hardys Group (Hillary Angelina Gardenia Hardy, Lilly Harmony Hardy, dan Jasmine Lovely Hardy).

KEGIATAN CSR - Pelaksanaan kegiatan CSR karyawan Hardys Hotel Singaraja yaitu beach clean-up di pantai eks Pelabuhan Buleleng dengan menggandeng Batalyon Raider 900 Singaraja, DLH Singaraja, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kampung Baru dan masyarakat lingkungan Tambak Sari. Kegiatan peduli lingkungan ini dilakukan dengan harapan pantai yang keberadaannya sering dikunjungi wisatawan selalu bersih dan indah. Aspek lingkungan menjadi ujung tombak dalam membangun pariwisata Bali, diharapkan pemerintah dan pelaku usaha pariwisata lain ke depannya

lebih giat melakukan edukasi kepada seluruh elemen masyarakat tentang lingkungan dan sampah. Mari menjadi masyarakat yang beradab dengan menyelamatkan bumi dari sampah agar alam ini tetap lestari dan berkesinambungan untuk generasi berikutnya. (ad890)

Electrified Vehicle Comprehensive Research and Study

Bahas Ketersediaan Energi Fosil dan Emisi Gas Buang UNIVERSITAS Udayana (Unud) mendapat kehormatan sebagai tuan rumah dalam rangka presentasi studi komprehensif berkaitan dengan kendaraan listrik, Selasa (23/4) kemarin. Bertempat di Ruang Bangsa Gedung Rektorat, Electrified Vehicle Comprehensive Research and Study ini diselenggarakan Kementerian Perindustrian RI yang difasilitasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) & Toyota Astra Motor (TAM). Adapun universitas yang dilibatkan pada fase ke-2 ini yaitu UNS, ITS dan Unud. Menurut Wakil Rektor Unud Bidang Akademik Prof. Dr. Nyoman Gde Antara, yang dibahas pada kegiatan ini yaitu terkait ketersediaan energi fosil yang semakin menipis serta isu lingkungan yang menjadi salah satunya kontribusi dari emisi gas buang kendaraan. Untuk itu, salah satu jalan keluar dari dua permasalahan tersebut adalah dengan teknologi kendaraan bermesin hybrid dan bermesin listrik yang ramah lingkungan. Dikatakannya, Bali menjadi salah satu sampling dari Toyota Motor Indonesia berkaitan dengan karakteristik mobil listrik yang dirasa cocok untuk Bali dengan ciri khas jalan yang sempit, jalan macet, daerah pantai maupun kawasan pegu-

nungn. ‘’Ini akan menjadi pertimbangan dalam studi motor listrik. Kami menyampaikan terima kasih dengan kegiatan ini, sekaligus juga mendukung program clean tourism industry berkaitan dengan penurunan gas buang transportasi di Bali,’’ pungkasnya. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang hadir membuka kegiatan tersebut mengatakan, di Indonesia, khususnya Bali, pertumbuhan otomotif terus meningkat. Dari data yang ada sebanyak 13 persen dari berbagai merek dan jenis terus meningkat setiap tahun. Bahkan peningkatan signifikan pernah terjadi di tahun 20102011 yaitu mencapai sebesar 45 persen. Menurutnya, dengan pertumbuhan otomotif ini, jika dilihat dari kesejahteraan masyarakat Bali, memang cukup baik. Meski demikian, Bali sebagai destinasi wisata, tetap harus dipertimbangkan isu lingkungan serta semakin terbatasnya sumber energi fosil. ‘’Dengan Bali yang beberapa kali terpilih sebagai destinasi terbaik dunia, tentu masalah lingkungan menjadi perhatian penting,’’ pungkasnya. Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad

Denpasar (Bali Post) Sekalipun pemerintah mewajibkan semua SMP negeri menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), namun empat dari 12 SMP negeri di Denpasar belum bisa UNBK. Keeempat SMP negeri itu meliputi SMPN 5, SMPN 8, SMPN 9 dan SMPN 12 Denpasar. Bagi sekolah yang belum UNBK, bisa meniru gaya orangtua siswa SMPN 2 Denpasar. Caranya orangtua siswa di tiap kelas keroyokan membeli komputer agar anaknya bisa UNBK. Makanya jangan heran peserta UNBK di sekolah ini ada yang menggunakan laptop ada yang menggunakan komputer. Cara ini diapre-

siasi positif oleh Wali Kota, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra saat meninjau sekolah itu, Senin ( 22/4). Kepala SMPN 2 Denpasar, Mercy Victoria Gigir, S.Pd., M.M., Selasa (23/4) kemarin menuturkan, untuk menyiapkan 438 komputer kepada 438 peserta UNBK tahun ini sangat berat. Bantuan pemerintah pun sangat minim. Namun masalah ini dia lemparkan ke rapat orangtua siswa. Pasalnya sekolah hanya memiliki 20 unit komputer dan laptop. Sisanya orangtua disarankan meminjam atau menyewa laptop untuk anaknya. Merasa sangat penting dan diperlukan, akhirnya

MEMBUKA - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (kiri) saat membuka Electrified Vehicle Comprehensive Research and Study, Selasa (23/4) kemarin di Unud. Dimyati menyebutkan, dunia otomotif begitu dinamis. Namun saat ini, diakuinya, untuk komponen otomotif, sebagian besar masih dihasilkan dari luar. ‘’Kita masih terlalu banyak menari di atas genderang orang lain. Padahal di Indonesia banyak tokoh yang dari sisi ilmunya pasti bisa,’’ katanya. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia di usia 100 tahun nanti akan disepakati rencana jangka panjang di tahun 2045, ingin mendorong agar di Indonesia ada inovasi yang bisa dipersembahkan. Pertemuan hari ini, katanya, merupakan bagian dari proyek besar itu untuk mendorong inovasi. ‘’Kita

perlu berhenti menjadi user, Kita harus mulai menjadi produsen,’’ ajaknya. Hal senada disampaikan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto. Berbicara industri otomotof, katanya, Indonesia cukup besar. Untuk ekspor otomotif hampir mencapai 5 miliar dolar AS. Otomotif menjadi industri terbesar di Indonesia setelah food and beverage. ‘’Terkait industri otomotif, kami berharap bisa melakukan lokalisasi komponen-komponen utama untuk bisa menekan impor,’’ ujarnya. (ad892)

para orangtua siswa sepakat keroyokan membeli 10 Central Processing Unit (CPU) setiap kelas, perangkat lainnya dibantu sekolah. Akhirnya, sekolah ini kini memiliki 120 unit komputer dan laptop yang bisa dipakai UNBK. Sekalipun nilai UNBK tak lagi menentukan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, dia tetap memotivasi siswanya berjuang meraih nilai tertinggi. Dia ingin pemerintah juga memperhatikan calon siswa berprestasi sesuai dengan keperluan sekolah. Apalagi sekolah yang dipimpinnya dua kali memboyong piala tetap juara umum I di Denpasar. Mendengar perjuangan be-

rat yang dilakukan guru-guru SMPN 2 Denpasar agar bisa UNBK, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra berjanji akan menggelontorkan bantuan ke sekolah ini. Termasuk bantuan komputer secara bertahap, serta bantuan rehab gedung karena hampir sebagian besar gedung sekolah ini sudah dimakan usia. Wali Kota menerangkan PPDB yang tak menyertakan nilai UN, dipastikan akan menimbulkan permasalahan. Biasanya aturan baru dipastikan ada pihak yang dikorbankan, namun Pemkot Denpasar berusaha meminimalisasi permasalahan. (025)

Orangtua Siswa SMPN 2 Denpasar Keroyokan Beli Komputer untuk Bisa UNBK

Warung Global

Pelaksanaan Pemilu Serentak Perlu Dievaluasi PELAKSANAAN pemilu bersamaan antara pemilu presiden (pilpres) dan pemilu legislatif (pileg) menimbulkan sejumlah persoalan. Selain tenggelamnya pileg karena kalah riuh oleh pilpres, beban berat penyelenggara telah memakan korban jiwa. Puluhan petugas KPPS meninggal dunia baik karena kelelahan maupun kecelakaan. Ini belum termasuk petugas kepolisian yang juga meninggal karena kelelahan. Berikut rangkuman acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Bu Vera di Tabanan mengatakan petugas KPPS mempunyai tugas dan tanggung jawab yang cukup berat dalam pelaksanaan pileg dan pilpres yang berlangsung serentak. Yang menjadi KPPS harus cek kesehatannya. Ia berharap pemerintah agar memberikan bantuan kepada KPPS yang meninggal dan sakit. Peteran di Bangli mengaku turut berdukacita bagi petugas KPU dan KPPS yang meninggal saat menjalankan tugas dalam pemilu beberapa waktu lalu. Anggota KPPS pasti sudah siap mental dan fisik. Namun karena nasib dan kelelahan,

mereka akhirnya meninggal. Mereka pahlawan pemilu. Pemilu jangan dilaksanakan serentak, dipisahkan saja pilpres dan pilegnya. Meskipun biaya keluar lebih banyak, tetapi petugas penyelenggara pemilu tidak sampai sakit, bahkan meninggal dunia. Pelaksanaan pemilu harus dievaluasi ke depannya agar menjadi lebih baik dan tidak sampai ada korban. Sementara Febri di Denpasar menyatakan hidup dan mati itu ada di tangan Tuhan. Ini terjadi akibat pemilu yang buruk, menguras tenaga, waktu dan biaya. Ke depan-

nya DPR agar merevisi UU Pemilu. Sebaiknya yang menjadi KPPS orang yang muda, energik dan pintar. Winaja di Ubung juga mengucapkan turut berdukacita atas meninggalnya sejumlah petugas KPPS di beberapa tempat. Ia juga mendoakan petugas yang sakit karena kelelahan selama bertugas di TPS segera sembuh dan pulih seperti sediakala. Namun, ia berpendapat beda bahwa biarkan saja pilpres dan pilegnya berlangsung serentak. Kemudian Werda di Tegallalang mengaku umur di tangan Tuhan, tetapi di luar itu kita harus berusaha. Setuju pemilu serentak karena banyak yang bisa dihemat. Karena baru pertama kali dilaksanakan dengan jumlah partai yang banyak, penduduk dan wilayah yang luas, maka wajar masih gagap. Dari sinilah bisa dievaluasi sejumlah permasalahan yang terjadi agar bisa diminimalisir. Rekrutmen KPPS harus dibenahi.

Selama ini orangnya itu-itu saja. Orang yang menjadi KPPS harus sehat lahir batin. Perlu semacam asuransi untuk KPPS dari pemerintah. Mastra di Gianyar menerangkan, menjadi KPPS itu tidak mudah. Tanggung jawabnya besar pula. Untuk itu, jangan sampai mereka kelelahan. Waktu untuk istirahat dan dana bertugas diatur dengan baik, sehingga tidak sampai sakit. Orang yang menjadi KPPS harus pernah mengikuti bimtek dan mempunyai stamina yang prima. Sementara itu, Beratayasa di Sangeh mengaku prihatin dengan anggota penyelenggara pemilu yang sakit dan meninggal. Anggota KPPS jangan orang baru semua. Persentase orang lama, berpengalaman dan harus diporsikan. Soal honor, saya rasa tak sebanding dengan pekerjaannya. Semoga ke depan lebih baik, perlu disesuaikan dengan wilayah masing-masing. (dika)


OPINI

6 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Wanita Bali Tak Hanya ’’Majejahitan’’ KAUM perempuan Bali patut bersyukur berkat perjuangan R.A. Kartini, kini mereka banyak menduduki jabatan penting. Yang lebih penting lagi, hasil survei BPS menunjukkan hampir 50 persen wanita Bali kini sudah bekerja. Mereka bekerja di sektor formal dan sebagian lagi di sektor informal. Karena budaya masyarakat Bali memang mengharuskan mereka untuk bekerja, bukan hanya menjadi ibu pengasuh anak-anak di rumah. Mereka bukan hanya majejahitan untuk keperluan upacara, namun juga berjualan sarana upacara. Kaum wanita Bali sudah pintar memulai bisnis dan menangkap peluang. Ini semua karena ada rasa jengah melihat kemajuan wanita penduduk pendatang yang mulai mengancam eksistensi bisnis wanita Bali. Sejumlah pengamat agama pun mengakui perempuan Bali dikenal memiliki etos kerja yang tinggi. Ketika perempuan lain hanya bertugas menjaga dan mengurus anak-anaknya, perempuan Bali sejak pagi sampai malam sibuk membantu ekonomi keluarga. Entah dia sebagai petani, buruh bangunan, penggali pasir, hingga menjadi profesi terhormat seperti guru dan pegawai serta kini politikus. Kita bersyukur hasil sementara penghitungan Pemilu 2019 menunjukkan sejumlah perempuan Bali dinyatakan lolos ke lembaga legislatif. Mereka datang bukan saja dari kalangan puri, jero, namun sebagian dari masyarakat biasa. Ini namanya kemajuan luar biasa bagi wanita Bali. Bahkan dalam sejarah, perempuan Bali juga maju sebagai pemimpin perjuangan rakyat Bali seperti Istri Kanya di Klungkung. Namun, dari segi psikis dan sosiologis, kesan perempuan masih termarginalisasi oleh mainstream pemikiran bahwa segala urusan keluarga adalah urusan laki-laki sudah mulai bergeser. Perempuan yang dulu terkesan tidak mempunyai otoritas urusan di luar rumah, apalagi urusan kepemimpinan, kini sudah mulai dilakoni kaum wanita Bali. Perempuan seakan terdesak di wilayah yang hanya mengurus rumah tangga. Dalam konteks demokrasi dan pemerintahan, mestinya tidak ada perbedaan hak antara perempuan dan laki-laki. Kita ketahui di Indonesia tidak ada undang-undang yang mengatur bila perempuan tidak diperkenankan memegang kekuasaan dalam pemerintahan. Banyak sekali contoh kaum perempuan yang telah berhasil memimpin sebuah wilayah, baik menjadi kepala desa, camat, bupati, wali kota, bahkan presiden. Menurut catatan sejarah, kepemimpinan di negara-negara lain pun banyak memberikan bukti keberhasilan seorang perempuan. Di Pakistan ada Benazir Buto, di Inggris ada Margaret Teacher, dan masih banyak lagi pemimpin perempuan yang mampu dan berhasil membawa negara/masyarakatnya pada kesejahteraan. Gerakan ini sudah menampakkan hasilnya di Bali. Di tengah era serbadigital dan modernisasi, perempuan Bali kian terangkat kiprahnya termasuk dalam politik. Suatu saat, kita akan pernah menyaksikan perempuan di Bali menjadi Gubernur Bali. Faktanya, budaya wanita Bali selalu diam, padahal jika dikasi kesempatan mereka mampu. Banyak perempuan Bali yang doktor bahkan profesor. Kini, citra positif perempuan Bali tak lagi identik dengan majejahitan. Banyak perempuan Bali yang mampu mengatur hidupnya antara keluarga dan profesi. Yang perlu didorong adalah keberanian mereka bahwa mereka mampu. Budaya de ngaden awak bisa harus diganti dengan titiang bisa.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Acara Internasional Gunakan Pakaian Adat

Belakangan ini, saya rasakan ada banyak gerakan untuk menjaga Bali. Saya sebagai krama Bali merasa tertarik menanyakan dukungan, kemudian bersama-sama bisa berpartisipasi menjaga Bali. Terlebih Gubernur Bali Wayan Koster telah memulainya dengan menyiapkan berbagai terobosan regulasi. Terkait dengan berbagai terobosan tersebut, Gubernur juga berharap agar peserta acaraacara internasional di Bali menggunakan pakaian tradisional Bali. Harapan ini saya rasa dan nilai sangatlah relevan di tengah upaya merawat kembali persatuan bangsa lewat budaya daerah. Harapan ini tentu harus diposisikan sebagai ajakan kepada kita untuk mencintai budaya kita dengan melestarikan busana dan bahasa secara lebih konkret. Sebagai orang Bali, saya melihat dan merasakan gerakan Gubernur Koster pada Bali Era Baru ini layak kita dukung. Bahkan bila perlu, kita bisa menjadi relawan gerakan ini untuk membudayakan kembali kepedulian kita terhadap Bali. Merawat Bali memerlukan kesadaran dan tanggung jawab moral. Mudahmudahan dalam Bali Era Baru ini, sinergi kita makin kuat. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Rabu Wage, 24 April 2019

’’Triple Roles’’ Perempuan Bali pada Era Modernisasi Bulan April selalu identik dengan peringatan Hari Kartini. Tepatnya tanggal 21 April, seluruh perempuan setanah air memperingati hari kelahirannya. Tokoh perempuan dari Jepara ini memang terkenal dengan perjuangannya dalam mengubah nasib kaum perempuan Indonesia. Kartini memandang banyak sekali ketimpangan antara perempuan pribumi dengan perempuan Eropa pada masa itu. Gadis-gadis Eropa dengan leluasa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, sementara gadis pribumi tidak demikian adanya. Tidak boleh berpendidikan tinggi, hanya diizinkan berbekal ilmu agama, mengenyam keterampilan mengurus rumah dan suami, serta dibatasi ruang gerak dalam pergaulannya.

H

Oleh Dian Lestari Rahayuningsih

ubungan dengan saudara apalagi dengan kedua orangtua juga sangat dibatasi. Bukan karena tak ingin dekat satu dengan lainnya, melainkan karena adat yang mengaturnya, harus ada jarak antara orangtua dan anak. Mereka tidak boleh dekat layaknya teman, seperti hubungan keluarga ala orang Belanda. Belum lagi perbedaan status antara pria dan perempuan semakin menguatkan tekad Kartini untuk memajukan kaumnya. Menurut Kartini, langkah untuk memajukan kaumnya hanya bisa dicapai melalui pendidikan. Untuk mewujudkan citacitanya, Kartini dengan susah payah mendirikan sekolah keputrian untuk gadis-gadis di lingkungan tempat tinggalnya. Kartini berpendapat bahwa hanya dengan pendidikan, kaumnya akan terlepas dari ketertinggalan perubahan zaman. Bali merupakan salah satu daerah yang sangat menjunjung tinggi budaya. Sampai saat ini, budaya Bali masih berakar kuat di setiap gerak langkah kehidupan masyarakatnya. Industri pariwisata Bali melekat erat dengan budaya Bali itu sendiri. Bertahannya industri pariwisata sebagai sektor andalan Bali dapat bertahan berkat kokoh pelestarian budayanya. Kokohnya budaya Bali tidak lepas dari peran perempuan Bali. Sejak zaman dahulu, perempuan Bali dikenal tangguh dan pekerja keras. Akhir abad ke-9 di Bali, para lelaki/suami hanya bekerja di sawah. Mereka memiliki banyak waktu luang yang digunakan untuk merawat ayam dan sabung ayam. Sabung ayam ini merupakan kegiatan perjudian yang sangat tidak memiliki nilai tambah. Berbeda dengan peran perempuan/istri, mereka dapat dikatakan melakukan

aktivitas bernilai tambah selama 24 jam. Mereka bangun dini hari untuk memasak, mencuci, membersihkan rumah, melaksanakan kegiatan keagamaan di rumah, di banjar maupun di desa. Pelaksanaan kegiatan adat keagamaan ini dilakukan secara turun-temurun, sehingga menjadi budaya yang berlanjut sampai saat ini. Banyak juga dari mereka tidak hanya menjadi ibu rumah tangga namun juga ikut membantu ekonomi keluarga dengan berdagang di pasarpasar tradisional. Dapat dikatakan bahwa sesungguhnya perempuan Bali yang tangguh dan pekerja keras terbentuk dari pahatan masa lalu. Perempuan Bali mempunyai peran ganda di dalam kehidupan kesehariannya yaitu peran keluarga, peran ekonomi, dan peran adat keagamaan dengan mengokohkan penerapan budaya melalui kegiatan kesehariannya. Peran keluarga merupakan peran perempuan sebagai ibu rumah tangga yang melayani suami, anak, orangtua maupun mertua. Peran keluarga merupakan kodrat dari seorang perempuan yang akan menjadi istri dan ibu bagi anakanaknya. Masa depan generasi penerus bangsa bergantung pada bagaimana seorang ibu mendidik anak-anaknya, menanamkan budaya melalui nilai-nilai hidup budi pekerti, moral dan spiritual. Saat menjadi seorang istri sekaligus partner dalam menjalankan rumah tangga, perempuan Bali juga menanamkan budaya melayani, menghormati, dan mendukung suami dalam segala hal, begitu pula ketika menjadi anak, perempuan Bali menunjukkan sikap melayani dan berbakti kepada orangtua maupun mertua. Peran ini merupakan peran yang sangat berat sekaligus mulia. Dapat dikatakan bahwa peran keluarga yang dijalankan oleh perempuan Bali sangat

vital. Mereka mampu memberi pahatan yang menjadikan generasi penerus memiliki sikap integritas, tangguh, penuh tanggung jawab, serta peka lingkungan, sehingga diharapkan akan mampu menjadi sumber daya (resources) yang tanggap dan cepat beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Peran ekonomi merupakan peran perempuan Bali sebagai penunjang kesejahteraan ekonomi keluarga. Tuntutan ekonomi membuat setiap keluarga khususnya di Bali, harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan bekerja. Saat ini, tidak hanya suami yang harus bekerja untuk memenuhi hidup keluarganya, tetapi istri juga banyak yang bekerja. Perempuan yang pada zaman dulu hanya berperan sebagai seorang ibu yang mengurus rumah tangga dan anak-anak saja, kini menjalani peran sebagai perempuan bekerja, hal ini juga berlaku pada kehidupan perempuan karier di Bali. Melalui peran ekonomi perempuan Bali sebagai perempuan karier juga mampu melestarikan budaya. Perempuan Bali memandang kariernya secara subjektif atau berdasarkan cara pandang mereka sendiri. Seringkali uang, jabatan atau kedudukan, maupun fasilitas bukan satu-satunya tujuan bekerja, namun rasa penghargaan atas kemampuan diri mampu memotivasi mereka untuk bekerja keras pantang menyerah serta berkinerja tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik hasil Survei Angkatan Kerja Nasional Tahunan yang dilaksanakan setiap tahun, terlihat terjadi peningkatan TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja) perempuan di Bali. Angka TPAK perempuan tahun 2015 sebesar 67,24 persen. Tahun 2016 angka TPAK perem-

puan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015, yang tercatat sebesar 70,56 persen. Sedangkan tahun 2017, angka TPAK perempuan mengalami penurunan, yang tercatat 67,70 persen. Terlihat bahwa dari tahun ke tahun TPAK mengalami peningkatan walaupun tidak besar. Hal ini menunjukkan bahwa semakin aktifnya perempuan Bali berpartisipasi di dalam kegiatan ekonomi untuk mencari tambahan penghasilan. Berdasarkan data BPS hasil Survei Angkatan Kerja Nasional tahun 2017 sebanyak 1.082.600 perempuan di Bali melakukan kegiatan bekerja, 42,77 persen di antaranya bekerja di sektor formal dan sisanya 57,23 persen bekerja di sektor informal. Banyaknya perempuan Bali yang bekerja di sektor informal menunjukkan bahwa perempuan Bali berusaha mendapatkan tambahan penghasilan dengan berbagai keterampilan yang dimilikinya, seperti membuat sarana upacara, menjahit kebaya dan lain sebagainya. Peran perempuan Bali dalam pelestarian budaya tidaklah diragukan lagi. Usaha perempuan Bali dalam melestarikan budaya adalah dalam bentuk pelaksanaan aktivitas adat keagamaan yang berkesinambungan. Peran penting tersebut antara lain, mempersiapkan banten (sarana upacara) sampai menyelesaikan rangkaian kegiatan upacara adat keagamaan tersebut. Bagi perempuan Bali pelaksanaan adat keagamaan merupakan pekerjaan yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan sehari-harinya. Hal ini disebabkan oleh frekuensi kegiatan upacara adat, baik besar maupun kecil yang dilakukan hampir setiap hari. Peran ini begitu melekat pada budaya Bali, tiada hari tanpa kegiatan keagamaan. Perempuan Bali memang dituntut menguasai banyak hal yang berkaitan dengan prosesi ritual, persembahyangan, adat dan budaya serta prosesi upacara adat sesuai tata cara agama Hindu. Bagi perempuan Bali, proses pembuatan banten tersebut merupakan perwujudan sembah dan bakti kepada Sang Pencipta. Perempuan Bali memiliki rasa tulus, ikhlas, dan kesadaran yang mulia dalam melestarikan hal tersebut. Perempuan Bali terkenal dengan keterampilannya dan

Menanti Pemimpin Berbasis CINTA PESTA demokrasi (pemilu) telah usai. Kini saatnya menanti hasil keputusan siapa pemimpin terbaik. Namun, di luar semua itu, yang paling penting adalah kualitas pemimpin terpilih yang akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Pemimpin terpilih hendaknya memiliki karakter cerdas, integritas, norma, transformatif, dan arif (CINTA). Tidak seperti melempar sebuah dadu, atau tidak seperti melempar sebuah koin dengan beberapa sisi. Itulah pemilu. Proses pemilu itu merupakan sebuah hal yang bila dikatakan rumit maka sangatlah rumit, jika dikatakan mudah maka ini merupakan hal yang sangat mudah. Seperti dalam ilmu statistik, bila ada dua pilihan, maka keduanya memiliki peluang yang sama untuk terpilih. Dengan peluang yang sama ini, maka paslon A bisa terpilih untuk periode ini, begitu pula paslon B juga dapat terpilih. Namun, apa yang sanggup mematahkan nilai peluang 0,5 tersebut? Tiada lain dan tiada bukan adalah prospek kepemimpinan masingmasing. George Orwell, seorang sastrawan Inggris yang terkenal dengan karyanya yaitu ‘’Nineteen Eighty Four’’ dan ‘’Animal Farm’’ mengemukakan bahwa para pemimpin yang menawarkan darah, kerja keras, keringat, dan air mata selalu mendapatkan lebih banyak dukungan dari pengikut mereka daripada mereka yang menawarkan keamanan dan waktu yang baik. Hal ini tidak terlepas dari gaya

Oleh Dwi Yustiani, S.ST. kepemimpinan. Saya tertarik menggunakan akronim CINTA dalam menganalogikan sebuah gaya kepemimpinan. Karena cinta akan mampu menyatukah semua hal termasuk antara pemimpin dan yang dipimpin. Apa itu gaya kepemimpinan CINTA? Cerdas, Integritas, Norma, Transformatif, dan Arif. Cerdas. Seorang pemimpin yang cerdas harus mampu memaksimalkan potensi, melakukan skala prioritas, dan mampu menyederhanakan sesuatu yang rumit, bagi kemaslahatan bersama. Sigap dalam mengambil keputusan, serta logis dalam setiap langkah yang diputuskan merupakan ciri-ciri dari seorang pemimpin yang cerdas. Tentu saja sikap optimis juga harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang cerdas. Betapa kurang eloknya ketika seorang pemimpin berkata bahwa apa yang akan dipimpinnya akan binasa sekian tahun ke depan. Sikap pesimis ini menunjukkan sebuah ketidakcerdasan seorang pemimpin. Integritas. Atribut terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah integritas. Secara harfiah pun, integritas berarti memiliki prinsip yang teguh. Dalam pengaplikasian sebuah pemimpin, integritas menunjukkan perilaku seorang pemimpin yang teguh akan keputusan yang diambil. Perilaku antikorupsi juga menunjukkan seorang pemimpin yang

memiliki integritas. Namun, yang harus ditekankan adalah, integritas tidak hanya harus dimiliki oleh seorang pemimpin namun juga yang dipimpin juga harus memiliki integritas yang serupa. Norma. Seorang pakar Isworo Hadi Wiyono menyatakan bahwa norma adalah sebuah petunjuk atau peraturan dalam hidup yang mampu memberikan ancar-ancar tentang perbuatan mana saja yang harus dilakukan atau dihindari. Di negara yang terkenal sebagai negara yang memiliki sopan santun dan keramahtamahan seperti ini, tentu norma sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup sebagai makhluk sosial. Begitu pula seorang pemimpin yang seharusnya menjadi contoh bagi yang dipimpin tentu juga harus taat terhadap norma. Transformasional. Menurut Bass (Yukl, 2010:313) kepemimpinan transformasional adalah suatu keadaan di mana para pengikut dari seorang pemimpin merasa adanya kepercayaan, kekaguman, kesetiaan, dan hormat terhadap pemimpin tersebut, dan mereka termotivasi untuk melakukan lebih dari pada yang awalnya diharapkan mereka. Seorang pemimpin transformasional memiliki kemampuan mengatasi kompleksitas, ambiguitas, dan ketidakpastian. Arif. Stephen Covey (2012) menyatakan sembilan puluh

persen dari semua kegagalan kepemimpinan adalah kegagalan pada karakter. Seiring dengan perkembangan zaman, karakter pemimpin dapat dibangun dari penggiringan opini yang beredar di media sosial. Namun sejatinya, karakter pemimpin yang hakiki adalah kearifan yang dimiliki. Kepopularitasan dalam dunia maya masih kalah jauh dengan kepopularitasan yang disandingkan dengan akhlak yang mulia. Arif di sini merujuk pada karakter seorang pemimpin yang luhur dan mulia. Pemilu memang penting. Namun proses penting selanjutnya adalah bagaimana bangsa ini dapat melangkah ke depan menyongsong masa depan yang cerah. Masih banyak tugas yang harus dilaksanakan bagi pemimpin yang terpilih. Memeratakan kesejahteraan, mengurangi pengangguran, meningkatkan rasa aman, menjunjung tinggi nilai toleransi, menjaga stabilitas harga, dan memberi perhatian lebih terhadap hak asasi manusia, merupakan sebagian kecil dari tugas-tugas pemimpin bangsa ini selanjutnya. Tidak hanya itu, bagi pemimpin yang tidak terpilih pun tetap memiliki tugas-tugas sebagai seorang pemimpin, menjadi pemimpin bagi diri sendiri maupun orang lain adalah sama beratnya. Yang membedakan adalah skalanya saja. Karena semua manusia terlahir sebagai pemimpin.

pengetahuan mengenai jenisjenis banten dan bagaimana prosesi adat keagamaan tersebut dilakukan, sehingga dapat dikatakan tanpa sentuhan perempuan, kegiatan adat keagamaan tidak akan berjalan dengan baik. Demikian pentingnya posisi perempuan dalam pelaksanaan adat keagamaan, sebagai perwujudan betapa menentukannya mereka dalam usaha pelestarian budaya. Perempuan Bali merupakan perempuan yang tangguh, mereka mampu menjalankan triple roles (tiga peran) sekaligus yakni peran keluarga, peran ekonomi, dan peran adat keagamaan. Mereka mampu menyeimbangkan ketiga peran tersebut yang menuntut waktu, tekanan, dan perilaku yang sering kali tuntutannya datang secara bersamaan. Mereka mampu menghadapi pemaknaan peran tersebut sebagai sebuah kewajiban dengan rasa tulus ikhlas dan menjadi bagian dari kehidupan mereka secara turun-temurun. Disadari maupun tidak pelaksanaan ketiga peran tersebut membuat kedudukan perempuan sangat diperlukan, dan menjadi roda utama penggerak dan pelestari budaya. Hal ini yang membuat budaya Bali lestari dan terjaga di tengah gempuran dahsyat teknologi dan modernisasi. Lestarinya budaya Bali secara turun-temurun membawa dampak yang positif bagi keberlanjutan sektor pariwisata di Bali. Budaya Bali merupakan magnet yang mampu menarik wisatawan berkunjung ke Bali, sehingga membawa angin segar bagi industri yang bergerak di sektor pariwisata dan sektor-sektor lain pendukung sektor pariwisata. Kita harus siap menghadapi segala perubahan yang akan datang, baik dari internal maupun eksternal. Perubahan tidak selamanya buruk, perubahan harus dapat kita kelola dengan baik sehingga membawa kemajuan dan manfaat bagi kita sendiri, bukan sebaliknya. Perempuan Bali merupakan garda terdepan dalam menghadapi perubahan tersebut, dengan tetap menjalankan peran sebagai sosok pelestari budaya. Budaya Bali harus tetap ajeg, namun kemasannya dapat berubah mengikuti perkembangan zaman. Penulis bekerja di Badan Pusat Statistik Kabupaten Klungkung

POJOK Pemilu di Bali kemenangan Pancasila dan kaum milenial. - Dari Bali kejayaan Nusantara. *** Presiden janji bantuan untuk penguatan adat dan budaya Bali. - Penguatan budaya bangsa. *** Takut terlambat USBN, sejumlah siswa SD menginap di sekolah. - Hebat semangat raih cita-cita.

Penulis, Statistisi pada Badan Pusat Statistik Provinsi Bali

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Rabu Wage, 24 April 2019

Gunakan Mesin Sederhana

PDDS Kerap Kewalahan Kemas Produk UMKM Tabanan (Bali Post) -

Kemasan produk merupakan salah satu unsur penting yang mempengaruhi minat konsumen. Di Tabanan sejatinya sudah ada Rumah Kemasan milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang berfungsi membantu UMKM dalam mengemas produknya sesuai standar. Namun fasilitas tersebut tidak berfungsi maksimal. UMKM cenderung bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Dharma Shantika (PDDS).

Bali Post/bit

PRODUK BUMDES - Direktur PDDS I Putu Sugi Darmawan memperlihatkan produk BUMDes yang telah dikemas apik dan siap dipasarkan.

PDDS memfasilitasi pengemasan produk sejumlah UMKM. Memang mesin yang digunakan belum sepenuhnya otomatis dan masih mengandalkan tenaga manusia. Namun sejauh ini, PDDS masih mampu memenuhi kebutuhan pasar. ‘’Kami masih menggunakan mesin yang sederhana seperti vakum dan pres untuk pengemasan. Mesin ini masih memerlukan tenaga manusia, jadi tidak digital semacam industri besar,’’ kata Direktur PDDS I Putu Sugi Darmawan, Selasa (23/4) kemarin. Mesin tersebut dioperasikan 10 petugas. Pihaknya hanya melayani pengemasan produk UMKM yang menjadi domainnya. Sedangkan di luar itu, pihaknya mengarahkan untuk menggunakan layanan Rumah Kemasan Disperindag. Dikatakannya, PDDS sampai saat ini sudah membantu pemasaran 36 BUMDes. ‘’Jadi kita beli curah dari BUMDes, terus kita kemas sampai pemasaran. Jadi BUMDes hanya berpikir membuat produk yang bagus, lainnya jadi tanggung jawab kami di perusahaan daerah,’’ terangnya. Namun pihaknya kerap kelabakan

mengemas produk ketika permintaan sedang tinggi. Dengan 10 orang petugas, rata-rata dalam sehari PDDS dapat mengemas 1.000 pcs. Rinciannya, 6 petugas mengemas beras dengan satuan 1 kg dan 4 lainnya meng-handle komoditas lain, seperti kopi dan VCO. ‘’Retail pasar tradisional permintaan tiap hari sampai 200 toko untuk komoditi beras, kopi, VCO, dan abon. Sekitar 500 toko modern itu yang kerap mendadak mengorder. Jadi, petugas pengemasan juga sampai lembur, bahkan Sabtu dan Minggu juga kerja,’’ jelasnya. Disinggung kemungkinan rencana kerja sama dengan Rumah Kemasan Disperindag Tabanan, Sugi mengatakan, jika itu dilakukan tentunya harus mengeluarkan biaya sewa. Selain itu, sejumlah peralatan di Rumah Kemasan juga dalam kondisi kurang bagus karena lama tidak digunakan. ‘’Sementara kami masih bisa menggunakan alat pengemasan sendiri, dan ini bertahap akan kami lengkapi terus seiring mulai banyaknya permintaan untuk bisa memenuhi retail pasar tradisional dan toko modern,’’ ucapnya. (kmb28)

SOSOK Membumikan Pancasila BANYAKNYA ujian terhadap Pancasila dan keutuhan NKRI akhir-akhir ini menimbulkan keprihatinan berbagai kalangan. Berbagai upaya pun dilakukan agar keutuhan bangsa tetap terjaga, terlebih selama perhelatan pemilu. Seperti di Tabanan, Pemkab Tabanan akan melaksanakan Tabanan Harmony Festival pada 26 dan 27 April ini. ‘’Festival ini diadakan untuk membumikan Pancasila. Agar seluruh masyarakat dari berbagai suku dan agama menyadari meski berbeda kita bersaudara,’’ ujar Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wirsyastuti, Selasa (23/4) kemarin. Menurutnya, akan ada beragam jenis kesenian dan UKM dari berbagai suku dan agama yang dihadirkan dalam festival ini. Dia berharap ajang ini mampu menunjukkan dan mengajak daerah lain untuk menerapkan kerukunan antarumat beragama dan antargolongan. Diharapkan pula bisa meredakan tensi yang sedang panas di masyarakat yang saat ini sedang menunggu hasil penghitungan suara pilpres. ‘’Festival ini diharapkan akan menambah roh persaudaraan serta menyatukan umat kembali yang sempat terpecah akibat pemilu,’’ tegasnya. (san)

Bawaslu Terus Dalami Kasus TPS 29 Tabanan (Bali Post) Bawaslu Tabanan terus mendalami kasus kecurangan yang dilakukan Ketua KPPS TPS 29 Banjar Pangkung Desa Delod Peken berinisial IWS. Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan IWS pada Selasa (23/4) kemarin. Selama hampir dua jam Bawaslu melontarkan 10 pertanyaan terkait kasus tersebut. ‘’Yang bersangkutan mengakui telah melakukan kecurangan,’’ terangnya. Dari pengakuan IWS, setidaknya tujuh surat suara dirusak saat proses penghitungan suara berlangsung. ‘’Pelaku mengaku melakukan kecurangan itu karena spon-

tanitas saja,’’ imbuhnya. Meski sudah ada pengakuan dari oknum bersangkutan, Rumada menegaskan pihaknya akan terus mendalami kasus ini. Bahkan pihaknya akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Untuk diketahui, IWS merusak surat suara dari sah menjadi tidak sah. Peristiwa tersebut terjadi saat penghitungan suara DPRD kabupaten pada Rabu (17/4), sekitar pukul 22.00 Wita. Jika dari hasil penyelidikan yang bersangkutan terbukti melanggar UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, ia diancam sanksi pidana paling lama 4 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 48 juta. (kmb28)

Bali Post/bit

I Made Rumada

RS Nyitdah

Kelanjutan Pembangunan RS Nyitdah

Pemkab Harapkan Bantuan Pusat

Tabanan (Bali Post) Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berkesempatan bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara, belum lama ini. Saat itu Bupati Eka menemani Gubernur Bali Wayan Koster. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi membeberkan bantuan pembangunan yang akan didapatkan Bali. ‘’Pada kesempatan itu tidak lupa saya sampaikan, untuk Tabanan tolong jangan lupa dengan rumah sakit kami pak. Jawaban Pak Jokowi saat itu akan dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan,’’ ujar Bupati Eka, Selasa (23/4) kemarin. Dijelaskannya, pembangunan RS Nyitdah mengalami sedikit hambatan karena permasalahan dana. Adanya

Kejati Intensifkan Program Jaga Desa Tabanan (Bali Post) Para perbekel diimbau tidak takut mengelola Dana Desa, asalkan tidak menyimpang dari aturan. Perbekel juga diminta tidak raguragu menjalankan program mengingat kejaksaan siap memberikan pendampingan agar tidak sampai terjadi penyimpangan. Imbauan itu disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Bali Dr. Amir Yanto, S.H., M.M., M.H. saat bertatap muka dengan jajaran pimpinan OPD, perbekel dan bendesa se-Kabupaten Tabanan,

Selasa (23/4) kemarin. M e nurut Amir Yanto, kejaksaan berkomitmen mendampingi setiap desa dalam menggunakan Dana Desa melalui program Jaga Desa. Sejak dua pekan lalu program ini disosialisasikan ke seluruh perbekel di Bali. Selain program Jaga Desa, Kajati Bali juga menyampaikan program pendampingan selama ini juga telah dilakukan lewat tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Program ini mendapat respons luar biasa dari apara-

tur pemerintah desa, yang dibuktikan dengan mulai banyaknya desa melakukan permohonan pendampingan. Bahkan ada pula pemerintah daerah membuat MoU untuk pendampingan seluruh desa di wilayahnya. Diakui Amir Yanto, besarnya Dana Desa yang digelontorkan pemerintah pusat sampai saat ini masih menghantui para kepala desa. Apalagi aturan terkait penggunaan Dana Desa sering berubah. ‘’Rata-rata pengetahuan perangkat desa tentang masalah hu-

Bali Post/san

kum masih kurang, sehingga perlu didampingi. Bukan berarti kita harus masuk dalam struktur melainkan hanya mengawal bagaimana pembangunan berjalan sesuai sasaran,’’ terangnya. (kmb28) KAJATI - Kajati Bali Amir Yanto di sela-sela tatap muka dengan jajaran pimpinan OPD, perbekel, dan bendesa se-Kabupaten Tabanan, Selasa (23/4) kemarin.

‘lampu hijau’ dari Presiden Jokowi tentu tidak disiasiakannya. Ia mengaku akan secepatnya mempersiapkan proposal permohonan dana pembangunan RS Nyitdah ke Kementerian Kesehatan. ‘’Proposal akan segera disiapkan dalam waktu dekat,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika mengungkapkan pihaknya telah membuat proposal pengajuan dana ke pusat untuk pembangunan RS Nyitdah. Ia memaparkan, saat ini Tabanan sudah memiliki RS tipe B dalam hal ini BRSU Tabanan yang sudah berjalan optimal meski mengalami kendala lahan yang terbatas. ‘’BRSU Tabanan

memiliki kendala lahannya yang sempit. Karena itu dibangunlah RS Nyitdah sebagai RS tipe C yang akan menunjang pelayanan BRSU ke depan,’’ papar Suratmika. Namun, pembangunan RS Nyitdah saat ini terhambat karena permasalahan dana. Dulu Pemkab Tabanan sempat mengajukan pinjaman namun kemudian batal karena berbagai pertimbangan, salah satunya ketidakmampuan membayar cicilan. Untuk bisa menuntaskan pembangunan RS Nyitdah, menurut Suratmika tahun ini pihaknya telah membuat proposal untuk dana BKK senilai Rp 71 miliar. ‘’Mudah-mudahan dibantu secara bertahap. Kita akan cicil membangun

RS Nyitdah sesuai dengan DED,’’ ujarnya. Mengenai pengajuan proposal ke Kementerian Kesehatan, lanjut Suratmika, biasanya jika mengajukan dana ke Kemenkes ada dana DAK. ‘’Pasti dibantu. Cuma karena Tabanan saat ini punya dua rumah sakit, tidak bisa sekaligus banyak. Untuk tahun ini pun kita mengajukan dana DAK ke Kemenkes untuk pemenuhan alat kesehatan,’’ jelas Suratmika. Pembangunan RS Nyitdah baru mencakup dua blok gedung. Jika sesuai DED, seharusnya ada lima blok yang terhubung menjadi satu. Diharapkan dengan adanya bantuan pusat, pembangunan RS Nyitdah bisa terselesaikan. (kmb24)


BULELENG

8 Terlambat Distribusikan Logistik Pemilu

Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan Pantai Penimbangan

Bawaslu Panggil Komisioner KPU Buleleng

Singaraja (Bali Post) – Distribusi logistik pemilu serentak yang terlambat sampai hari H pencoblosan Rabu (17/4) lalu, mulai ditindaklanjuti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng. Buktinya, Bawaslu melakukan klarifikasi terhadap Devisi Logistik yang juga Ketua KPU Komang Dudhi Udiyana dan Divisi Teknis Penyelenggaraan Gede Sutrawan. Kedua komisioner itu diklarifikasi, Senin (22/4) sore. Ketua Bawaslu Buleleng Putu Sugi Ardana mengatakan hal itu di kantornya, Selasa (23/4) kemarin. Pihaknya membenarkan telah mengklarifikasi dua komisioner KPU Buleleng itu. Akademisi Universitas Panji Sakti (Unipas) itu menambahkan, undangan klarifikasi ini sifatnya pengumpulan data. Dari klarifikasi ini, pihaknya meminta penjelasan terkait tahapan distribusi logistik pemilu. “Benar, kami mengundang Devisi Logistik dan Devisi Teknis Penyelenggaraan KPU diklarifikasi. Kawan-kawan sudah tahu kalau distribusi logistik pemilu itu ada keterlambatan. Bahkan, ada yang kurang. Kami klarifikasi ini untuk mengumpulkan data guna menentukan apakah masalah itu menjadi temuan yang melanggar UU atau tidak?” katanya. Dosen Hukum Unipas ini menambahkan, poin pertanyaan yang disampaikan apa alasan pendistribusian logistik itu dilakukan sampai hari H pencoblosan Rabu 17 April 2019 lalu. Padahal, regulasi mengamanatkan bahwa KPU wajib menyebarkan logistik dan kelengkapannya satu hari sebelum pencoblosan. Namun faktanya, penyebaran logistik pemilu serentak itu ke seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) sampai hari H pencoblosan. Selain ada keterlambatan penyebaran, Sugi Ardana menyebut ada juga di beberapa TPS terutama di Daerah Pemilihan (Dapil) Buleleng 1 meliputi Kecamatan Buleleng dan Dapil lain kekurangan logistik seperti lembar C-1. Selain itu, ada kotak suara tertukar, dan kekurangan bilik suara. “Sekitar 45 menit saya tanyakan terkait penyebaran logistik dan kelengkapannya hingga dilakukan hari H nyoblos. Termasuk ada yang kurang dan logistik ada yang tertukar. Penjelasan yang diberikan kepada kami untuk sementara belum kami sampaikan. Nanti dalam penanganan lanjutan itu pasti kami buka kepada kawan-kawan jurnalis,” tegasnya. Sugi Ardana menambahkan, setelah klarifikasi awal, pihaknya beberapa hari ke depan ini akan terus melengkapi data-data terkait pengawasan distribusi logistik pemilu yang telah berlalu itu. Data yang sudah dikumpulkan itu akan dikaji bersama Komisioner Bawaslu lain. Nantinya, jika data yang dihimpun itu layak dijadikan temuan lantaran bertentangan dengan amanat undang-undang, maka Bawaslu memastikan akan menindaklanjuti temuannya itu sesuai kewenangan yang ada. “Untuk sekarang, kami masih kumpulkan data saja. Jika hal itu nanti layak menjadi temuan dan ada pelanggaran sesuai regulasi, mengacu kewenangan Bawaslu, maka akan ditindaklanjuti dalam 14 hari kerja,” katanya. Dihubungi terpisah, Komisioner KPU Buleleng Devisi Teknis Penyelenggraan Gede Sutrawan mengatakan, undangan klarifikasi ke Bawaslu itu sebatas koordinasi dengan rekan sesama komponen penyelenggara pemilu serentak. Dia mengatakan, wajar saja sesama unsur penyelenggara melakukan koordinasi terkait adanya permasalahan dalam tahapan pemilu serentak yang telah lewat itu. “Kita hanya koordinasi untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan tahapan pemilu serentak itu,” ujar Sutrawan dalam pesan melalui nomor WhatsApp-nya. (kmb38)

Rabu Wage, 24 April 2019

Ribuan Bibit Kerang Abalon Ditebar

Singaraja (Bali Post) – Dukungan menjaga kelestarian biota laut di Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng dilakukan Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2K) Karangasem. Lembaga itu bersama nelayan setempat menebar 15.000 bibit kerang abalon Selasa (23/4) kemarin. Ribuan bibit kerang abalon itu untuk perbaikan kondisi biota laut Penimbangan dan meningatkan kesejahteraan nelayan karena bibit abalon memiliki nilai ekonomis tinggi.

Bali Post/kmb38

BIBIT KERANG ABALON – Sebanyak 15.000 bibit kerang abalon ditebar di Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Selasa (23/4) kemarin.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Penimbangan Lestari Gede Wiadnyana mengatakan, keberadaan kerang abalon di Pantai Penimbangan ini memang sangat diperlukan. Sebab, kerang abalon itu juga berpengaruh terhadap perkembangan karang. Selain itu, abalon juga mendukung jalannya rantai makanan di laut. Penebaran bibit abalon itu bukan pertama kalinya. Sebelumnya, Balai Besar Riset Budi Daya Laut dan Penyuluhan Perikan (BBRBLPP) Gondol juga melakukan hal yang sama di Pantai Penimbangan. Hanya, karena diterjang badai dan serangan predator, upaya penebaran abalon itu belum membuahkan hasil optimal. Penebaran ini menggunakan metode berbeda. Abalon ditebar sekitar 100 meter dari bibir pantai, pada kedalaman sekitar 5 meter. Abalon itu ditebar liar pada radius 20 meter persegi. “Sudah dua kali kami melakukan penebaran bibit abalon ini. Pertama belum berhasil optimal karena serangan predator laut jenis ikan buntal dan tigerfish yang menyerang

Tersangka Tunggal

Penyidik Segera Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi Singaraja (Bali Post) – Penyidik Reskrim Polsek Kota Singaraja hampir menuntaskan penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di kamar kos Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Banyuasri, Singaraja. Keterangan yang dihimpun lebih dari lima saksi, penyidik memastikan kasus ini dilakukan tersangka tunggal yakni KIJ alias Kodok (20) yang tidak lain adalah pacar korban ASM (20) asal Tabanan. Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan hal itu di Mapolres

Buleleng, Selasa (23/4) kemarin. Menurutnya, sejauh ini, penyidik telah memeriksa lebih dari lima orang saksi terkait peristiwa pembunuhan itu. Dari keterangan saksi termasuk tersangka KIJ menyebut kalau kasus pembunuhan ini dilakukan tersangka tunggal. Terkait motif, tersangka KIJ mengaku nekat membunuh pacarnya sendiri karena cemburu. “Penyidikan mendekati rampung dan dari keterangan saksi tersangka sendiri membunuh korban karena cemburu,” katanya. Terkait penyebab korban tewas di kamar kos, Kasubag Sumarjaya mengatakan korban mengembuskan napas terakhir karena mengalami

gagal napas. Ini sesuai hasil autopsi jenazah korban di Rumah Sakit Sanglah Denpasar. Hal itu juga dikuatkan pengakuan KIJ yang saat kejadian, kepala korban dibekap menggunakan bantal. Karena bekapan dalam waktu lama, korban akhirnya lemas dan mengalami gagal napas dan tewas di tangan pacarnya sendiri. Luka lebam pada muka itu, kata penyidik, dipastikan tidak menjadi penyebab korban tewas. “Sesuai hasil autopsi yang kami terima, korban mengalami gagal napas saat dibekap menggunakan bantal. Kalau luka lebam itu disebabkan pukulan saat korban dan tersangka bertengkar,” jelasnya. Setelah keterangan saksi

dan barang bukti (BB) lengkap, penyidik tinggal melakukan reka ulang (rekonstruksi). Kalau tidak ada kesibukan karena pengamanan pemilu serentak, penyidik memastikan sudah menggelar reka ulang itu. Akan tetapi, karena kesibukan itu, sehingga reka ulang baru digelar akhir April 2019 ini. Sesuai petunjuk pimpinan, reka ulang akan dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP). Tujuannya untuk mencocokkan antara keterangan di BAP dengan kesaksian di lokasi kejadian. Dokumen reka ulang itu kemudian melengkapi BAP dan dilakukan penyerahan BAP, tersangka dan BB untuk menjalani persidangan. Seperti diberitakan sebel-

Terkait Proyek RTH Taman Bung Karno

Proses Tender Diperbaiki Mencegah Proyek Mandek Sejatinya muncul permasalahan yang dihadapi proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno hingga proyek itu ‘’gagal’’. Hal itu semata-mata karena ketidakmampuan pelaksana proyek itu menuntaskan beban pekerjaannya tidak bisa tepat waktu. Dengan realitas itu, proses tender proyek pada tahun 2019 ini selektif dan diperketat kepada rekanan. Proyek itu akan diberikan kepada yang benar-benar memiliki kemampuan dan mau bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak yang ada. Sebab, kebijakan ini sesuai regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah terbaru. Lalu, bagaimanakah solusi pemkab terkait kriteria yang harus ditegaskan kepada pemenang tender, agar proyek itu selesai tepat waktu? BUPATI Buleleng Putu Agus Suradnyana menegaskan hal itu saat menghadiri sidang paripurna agenda Pembacaan Rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban APBD Buleleng tahun 2018, Selasa (23/4) kemarin. Sidang paripurna itu dipimpin Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna didampingi Wakil Ketua Ketut Susila Umbara, Made Adi Purna Wijaya, dan Ketut Wirsana. Pelaksanaan proyek RTH Taman Bung Karno yang tidak tuntas itu kata Bupati, menjadi catatan dalam rekomendasi LKPJ 2018. Hal itu wajar, kare-

dengan masif, sehingga sarangnya rusak. Pernah kami gunakan buoy, karena kena badai Januari kemarin, akhirnya semua habis dan ini kami lakukan penebaran kedua,” katanya. Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana BPIU2K Karangasem Djoko Purwanto mengatakan, bibit kerang abalon itu ditebar di Penimbangan, karena perairan ini dulunya dikenal sebagai lokasi perkembangbiakan abalon. Seiring waktu, populasinya semakin berkurang karena berbagai faktor. Dengan penebaran abalon itu, diharapkan perkembangan biota laut di Penimbangan jadi lebih baik. Pada penebaran kali ini, BPIU2K Karangasem menyerahkan bibit ukuran tiga centimeter. Bibit dengan ukuran ini dinilai sudah cukup aman menghindari terjadinya gangguan lingkungan dan cuaca ekstrem. “Penebaran ini kita harapkan bisa memberikan pengaruh signifikan terhadap lingkungan bawah laut. Selain itu, bisa berdampak konstruktif terhadap ekonomi nelayan di sini,” ujarnya. (kmb38)

na DPRD merupakan lembaga kontrol pelaksanaan kebijakan pemerintah itu. Sebelum pelaksanaan, tender pekerjaan dilakukan mengikuti mekanisme yang ada dan terbuka untuk rekanan dalam dan luar daerah. Meski demikian, Bupati mengakui kalau pemenang tender proyek RTH Taman Bung Karno itu memang tidak bisa menggarap tuntas 100 persen. Terkait fakta ini, pihaknya menegaskan, permasalahan itu mengemuka karena rekanan pemenang tender itu tidak mampu menuntaskan pekerjaan sesuai kontraknya. “Kalau proses tendernya sudah

Bali Post/kmb38

LKPJ DENGAN CATATAN – DPRD merekomendasikan LKPJ APBD Buleleng 2018 dengan catatan. Rekomendasi ini disampaikan pada sidang paripurna DPRD, Selasa (23/4) kemarin.

mengikuti mekanisme yang ada. Hal itu dilakukan bebas untuk rekanan di mana pun. Tetapi, setelah ada pemenang, rekanan justru tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, sehingga kami akhirnya melakukan pemutusan kontrak pekerjaan,” katanya. Setelah gagal menuntaskan pekerjaan 2018 lalu, Bupati berjanji menuntaskan pembangunan RTH Taman Bung Karno tahun ini. Tidak ingin proyek itu kembali gagal, maka tendernya nanti yang akan dilakukan di Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa itu, diperketat. Ini bersamaan dengan terbitnya kebijakan tender barang dan jasa pemerintah terbaru yakni Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Permen PUPR) No. 7 Tahun 2019 tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang Jasa Pemerintah. Dengan regulasi terbaru ini, rekanan dituntut mengajukan penawaran dengan persentase di atas 80 persen dari nilai pagu pekerjaan yang dilelang. Merujuk regulasi ini, dalam tahapan tender nantinya, kelompok kerja (pokja) di BLP dapat menggugurkan rekanan setelah melakukan verifikasi di lapangan. Selain adanya regulasi terbaru itu, Bupati menginstruksikan agar BLP dalam melelang proyek RTH tahun ini menerapkan sistem Bank Garansi memakai perbankan yang kuat. “Saya yakin dengan aturan terbaru ini, kita akan mendapat rekanan yang bertanggung jawab dan mampu mengerjakan pekerjaan yang kita lelang itu. Dengan demikian dapat memberikan kualitas yang sesuai perencanaan. Saya juga minta BLP menggunakan Garansi Bank yang kuat, sehingga tidak terjadi permasalahan seperti pada tahun lalu,” harapnya. Juru bicara DPRD Buleleng

Putu Mangku Budiasa saat membacakan poin rekomendasi LKPJ APBD Buleleng 2018 mengatakan, sesuai hasil pembahasan DPRD merekomendasikan LKPJ dengan beberapa catatan penting. Selain menyangkut proyek infrastruktur di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ada

juga poin rekomendasi terkait pelaksanaan hibah bantuan sosial (bansos). Di poin rekomendasi ini, dewan meminta agar dilakukan verifikasi dan validasi secara cermat terkait calon penerima bansos dan pengawasan dalam pelaksanaannya juga perlu diperketat. (mud)

umnya, mahasiswi Program Studi Fisika Undiksha ditemukan tewas membusuk di kamar kos pada 11 April 2019 lalu. Setelah diselidiki terungkap penemuan mayat itu akibat kasus pembunuhan yang dilakukan tersangka KIJ alias Kodok (20). Tersangka menghabisi nyawa pacarnya sendiri karena api cemburu. Sebelum kejadian, korban dan tersangka bertengkar di dalam kamar kos. Emosi tersangka kemudian memuncak, sehingga leher korban dicekik dan dibekap menggunakan bantal. Tersangka sempat memukul muka korban, sehingga akhirnya korban meregang nyawa di dalam kamar kos. (kmb38)


GIANYAR

Rabu Wage, 24 April 2019

9

Serangkaian HUT Ke-248 Kota Gianyar

Sekda Wisnu Wijaya Buka Pameran Produk Unggulan UMKM Gianyar

SALAH satu stand yang cukup menarik perhatian pengunjung dalam pameran produk unggulan UMKM pertanian dan bonsai, dalam rangka HUT ke-248 Kota Gianyar di Lapangan Astina Gianyar adalah pameran ikan koi. Pameran yang dibuka oleh Sekda Kabupaten Gianyar I Made Wisnu Wijaya, Selasa (23/4) kemarin, banyak menampilkan berbagai jenis ikan koi dengan kualifikasi unggulan di kelasnya masing-masing. Meski baru pertama kali diikutsertakan dalam pameran HUT Kota Gianyar, pameran ikan koi diikuti oleh para penggemar koi seluruh Bali dengan kualifikasi kelas A seperti kohaku, shanke, showa, kelas B seperti shiro utsoru, koromo ghosiki dan kelas C Hi KL utsori mono. Ketua Panitia Pameran yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar Ir. Wayan Suamba, M.T. mengatakan, sama seperti pameran tahun-tahun sebelumnya, pameran kali ini

juga bertujuan untuk mempromosikan aneka produk unggulan daerah kepada masyarakat konsumen potensial, guna meningkatkan volume dan nilai pemasaran serta memperluas jaringan pemasaran untuk meningkatkan perdagangan. Namun, selalu ada penambahan-penambahan potensi baru di setiap pameran sesuai dengan tren di masyarakat, seperti penggemar ikan koi salah satunya. Untuk pameran kali ini, kata Suamba selain pameran ikan koi juga ada kontes sapi sehat dengan peserta dari tujuh kecamatan, di mana masing-masing mengirim dua ekor sapi. “Bagi para penggemar ikan koi, untuk kontesnya nanti akan diadakan pada tanggal 28 April,” jelasnya. Selain kedua jenis pameran tadi, kali ini juga menampilkan peserta pameran UMKM yang terdiri dari 51 perajin dengan produk unggulan kerajinan Gianyar binaan Dekranasda Kabupaten Gianyar, dan 13 dari lembaga pemerintah, BUMN maupun

swasta dengan jenis pameran, seperti perhiasan perak, tenun, busana, lukisan, alat upakara, produk spa dan berbagai jenis handycraft lainnya. Sedangkan untuk pertanian, jelas Suamba, diikuti oleh BPP se-Kabupaten Gianyar, anggota Aspartan dan para pedagang tanaman. Untuk pameran bonsai diikuti sekitar 470 peserta dengan kualifikasi kelas bintang 13 peserta, kelas utama 20 peserta, kelas madya 38 peserta, kelas regional 172 peserta, dan kelas prospek 225 peserta. Peserta pameran bonsai berasal dari kabupaten/kota se-Bali, Bima, Mataram, Banyuwangi, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, pamekasan, Sumenep, Kediri, Jepara dan Bandung. Selain pameran kerajinan dan produk lokal, OPD pelayanan publik dan pihak swasta juga ikut berpartisipasi, seperti Inspektorat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Pendidikan, Dinas PMD/PKK, Dinas Ke-

Rapat Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Antinarkoba di Lingkungan Masyarakat Kabupaten Gianyar

PEMBICARA - Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. didampingi Kepala BNN Kabupaten Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa saat menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Antinarkoba di Lingkungan Masyarakat Kabupaten Gianyar, Selasa (23/4) kemarin. PERAN aktif, khususnya instansi pemerintah dalam mendukung program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sangat diperlukan. Pemberdayaan masyarakat anti narkoba dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti sosialisasi, advokasi dan diseminasi informasi kepada seluruh lapisan masyarakat yang disesuaikan dengan program dari masing-masing instansi pemerintah pada khususnya. Peran serta instansi pemerintah dalam P4GN termasuk dalam UU Nomor 35 Tahun 2009, Perpres Nomor 40 Tahun 2013, Peraturan Menteri Dalam

Negeri Nomor 21 Tahun 2013, Perda Provinsi Bali Nomor 7 Tahun 2017, dan Surat edaran Kemenpan RB Nomor 50 Tahun 2017. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. didampingi Kepala BNN Kabupaten Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa menjadi pembicara dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Antinarkoba di Lingkungan Masyarakat Kabupaten Gianyar di Hotel Evitel, Ubud, Selasa (23/4) kemarin. Kegiatan ini diikuti 30 orang peserta yang merupakan perwakilan

pegawai OPD di Kabupaten Gianyar. “Apabila terkena narkoba, 10 persen otaknya rusak. Tidak akan bisa sembuh,” ujar Brigjen Suastawa. Menurut Brigjen Suastawa, saat ini di Indonesia telah ditemukan 71 jenis narkotika baru. Yang telah diatur dalam Permenkes Nomor 7 Tahun 2018 tanggal 6 Maret 2018 sebanyak 68 buah, sementara tiga jenis lagi belum masuk. “Muara rapat kerja ini adalah penguatan, di mana peserta ini bisa menjadi agent action dari BNN untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat, lingkungan keluarga dan lingkungan kerja,” katanya. Brigjen Suastawa menambahkan, peran penggiat khususnya dari instansi pemerintah diharapkan memberikan kontribusi terhadap upaya mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menyatakan perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Hal ini juga sebagai upaya pengembangan penggiat sebagai perpanjangan tangan untuk menyampaikan bahaya narkoba terutama di lingkungan teman sejawatnya. Sehingga lingkungan kerja akan menjadi imun, dan pegawai memiliki pola pikir, sikap dan terampil menolak penyalahgunaan narkoba, sehingga terwujud lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. “Peserta pelatihan ini diharapkan dapat menyusun kebijakan anti narkoba di lingkungannya sesuai fungsinya, melaksanakan kegiatan P4GN di lingkungannya secara mandiri serta membentuk relawan dan penggiat anti narkoba sebagai perpanjangan tangan BNN minimal di lingkungannya dan tempat kerjanya,” tegasnya. (bns2)

sehatan/PMI, Disnakertrans, Penggadaian dan Telkomsel. Sekda Kabupaten Gianyar Made Wisnu Wijaya saat membuka pameran produk unggulan UMKM Gianyar ini mengatakan, pameran ini merupakan salah satu upaya Pemkab Gianyar memfasilitasi para perajin untuk promosi dan sarana transaksi perdagangan. Di samping juga menciptakan wahana interaksi bisnis bagi perajin, pembeli dan penyedia. Selain itu, terdapat hal yang menarik pada stand–stand pameran, di mana nama stand pada HUT ke-248 Kabupaten Gianyar ditulis dengan aksara Bali. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melestarikan seni sastra dan aksara Bali di samping seni budaya lainnya. “Pameran ini merupakan salah satu upaya dari Pemkab Gianyar untuk membantu perajin untuk mempromosikan produk-produk unggulan mereka. Sementara itu, masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini selain untuk berbelanja juga

PAMERAN - Sekda Kabupaten Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya saat membuka pameran produk unggulan UMKM Gianyar dalam rangka HUT ke-248 Kota Gianyar. dapat memanfaatkan berbagai jenis layanan pemerintah, karena beberapa OPD pelayanan publik juga ikut membuka stand di pameran ini,” ujarnya. Wisnu Wijaya menambahkan, selama satu minggu (23 April-1 Mei) masyarakat dapat mengunjungi pameran

di Lapangan Astina. Di samping juga dapat menikmati berbagai macam pentas seni dan budaya seperti baleganjur, gong kebyar dan lain-lain yang dipentaskan untuk memeriahkan peringatan HUT ke-248 Kota Gianyar. Seusai membuka pameran yang ditandai dengan penggunt-

ingan untaian bunga, Sekda Made Wisnu Wijaya didampingi sejumlah OPD terkait berkesempatan berkeliling mengunjungi sejumlah stand yang ikut pameran. Setelah itu lanjut membuka lomba baleganjur yang akan memperebutkan piala bergilir Bupati Gianyar. (ad896)

Gianyar (Bali Post) Dua kasus tabrak lari yang terjadi di kawasan Kecamatan Sukawati hingga kini belum terungkap. Kedua kasus itu meliputi kasus I Nyoman Meja yang sesuai rekaman CCTV ditabrak truk hingga tewas di By-pass I.B. Mantra di wilayah Desa Ketewel dan kasus Ni Made Puspa yang diduga menjadi korban tabrak lari saat mengendarai sepeda di Jalan Raya Batuyang, Banjar Tegehe, Desa Batubulan, Senin (22/4) lalu.

Belum Terungkap, Dua Kasus Tabrak Lari di Sukawati

Dikonfirmasi, Selasa (23/4) kemarin, Kasat Lantas Polres Gianyar AKP I Gusti Udayani Addi mengatakan, kasus lakalantas yang dialami Ni Made Puspa masih didalami polisi. Ditegaskan, jajaranya harus bekerja ekstra untuk mengungkap kasus lakalantas dengan korban nenek berusia 70 tahun yang tinggal sementara di Banjar Tegehe, Desa Batubulan tersebut. “Masih penyelidikan, bahkan anggota sampai lembur menangani kasus ini,” ujarnya. Selama proses penyelidikan, kata Udayani Addi jajaranya sudah melakukan pengecekan terhadap sejumlah CCTV yang menghadap ke jalan di sepan-

jang jalur TKP. “Indikasi sementara, ada kendaraan truk yang kemungkinan melintas saat itu, terlihat di CCTV tapi itu masih belum (pasti yang menabrak-red). Kita masih cek,” tegasnya. Udayani Addi menambahkan, CCTV tersebut berada di sejumlah warung milik warga yang jaraknya sekitar sepuluh meter dari TKP korban Ni Made Puspa ditemukan tewas. Sementara CCTV yang mengarah ke lokasi penemuan korban tidak ada sama sekali. “Ada beberapa truk yang melintas, makanya kita masih cross check. CCTV ini kan melihat banyak sudut. Kita juga cek

CCTV toko lain,” katanya. Selain minim CCTV yang mengarah ke korban, kejadian ini juga minim saksi yang melihat. Pasalnya, saat kejadian masih gelap karena dini hari. Namun, pihaknya masih berupaya mencari saksi yang diduga bisa memberi titik terang kasus ini. “Kami menunggu saksi lain. Sampai sekarang saksi yang melihat langsung kejadian itu tidak ada,” katanya. Kesulitan lain dalam kasus ini, kata Udayani Addi tidak adanya kerusakan pada sepeda ataupun bagian tubuh korban yang lain, kecuali separuh bagian kepala hancur diduga akibat terlindas. Dengan kon-

disi ini, mencuat dugaan korban yang notabene sudah lansia ini lebih dulu terjatuh sendiri dan pingsan, hingga akhirnya dilindas kendaraan yang melintas. “Di sepeda tidak ada bekas sama sekali akibat gesekan, sementara itu kalau dugaan bisa saja. Tapi kami masih mencari bukti mendukung setiap dugaan,” katanya. Sementara itu, untuk kasus korban tabrak lari dengan korban tewas I Nyoman Meja di By-pass I.B. Mantra di wilayah Desa Ketewel beberapa waktu lalu, juga masih dalam penyelidikan polisi. Kejadian ini memang terekam langsung CCTV yang berada di sekitar lokasi. Namun hingga kini sopir truk yang diduga menabrak korban belum menyerahkan diri. “Kasus ini juga masih kami selidiki. Nanti saya konfirmasi Kanit Laka terkait perkembangannya,” tegas Udayani Addi. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Pengusaha rumah makan, Indriati, harus menjalani pemeriksaan di Mapolres Gianyar, Selasa (23/4) kemarin. Ia diperiksa sebagai pelapor, terkait kasus penculikan yang menimpa dirinya beberapa waktu lalu. Uniknya, para terlapor atau pelaku penculikan dalam kasus ini disebut mengaku sebagai polisi, bahkan berulang kali menunjukkan lencana polisi. Selain dibentakbentak, Indriati juga dipaksa menandatangani surat pernyataan bahwa dirinya menipu. Indriati akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polda Bali pada 23 Maret lalu. Namun karena lokasi kejadian ada di

Gianyar, Selasa (23/4) kemarin dia diperiksa penyidik Polres Gianyar. Indriati mengaku saat kasus penculikan itu ia dicari oleh empat pria ke rumah makan yang dikelolanya di Jalan Dewi Madri, Renon, Denpasar Timur. Kala itu ia disuruh bertemu dengan Ibu Sinta, salah seorang patner bisnisnya. Kalau tidak mau, para pria ini mengancam akan mengacak rumah makan miliknya. Akhirnya ia pun bersedia masuk ke mobil Avanza yang dibawa para pelaku. Selama di dalam mobil, Indriati terus dibentak-bentak. “Ada satu orang saya tahu dia bukan polisi, tapi terus mengancam dengan menunjukkan lencana

polisi. Waktu itu saya dibawa ke kantor Ibu Sinta di Perum Puri Candra Asri (Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati-red),” jelasnya. Ternyata di kantor itu Indriati tidak dipertemukan dengan Ibu Sinta. Di lokasi itu ia malah dipaksa menandatangani surat pernyataan. “Pernyataan itu isinya bahwa saya menipu, saya menyalahgunakan surat kuasa, saya harus membatalkan jualbeli bangunan,” jelasnya. Indriati menambahkan, sebelumnya ia sempat diberikan kuasa mengelola restoran di tepi Pantai Lembeng, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati pada 2017. Lokasi tersebut memang merupakan lahan

milik negara. “Saya tahu tanah itu milik negara, tapi banjar menyewakan ke kami. Karena tahu bermasalah, akhirnya ada vila yang mau beli bangunan kami. Akhirnya saya lepas Rp 200 juta,” jelasnya. Ternyata Ibu Sinta yang merupakan partner Indriati menginginkan harga Rp 1 miliar atau Rp 1,5 miliar. Dari sanalah muncul masalah, hingga Indriati melaporkan kasus penculikan dirinya oleh empat pria. Masing-masing berinisial K, I, S dan SN. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan belum bisa memberikan keterangan terkait kasus tersebut. (kmb35)

Mengaku Diculik, Indriati Lapor Polisi

Kasus Kesepakatan Pilih Caleg Tertentu

Bawaslu Minta Keterangan Perbekel dan KPPS Gianyar (Bali Post) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gianyar mulai melakukan proses pemanggilan terkait kasus surat kesepakatan paruman memilih caleg tertentu di Desa Pakraman Badung, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan. Perbekel Desa Melinggih Nyoman Surata dan Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Melinggih Anak Agung Gde Agung Muliawan dimintai keterangannya di Kantor Bawaslu Gianyar, Selasa (23/4) kemarin. Ketua Bawaslu Gianyar Wayan Hartawan menjelaskan, komisioner Bawaslu Gede Sutirta telah memeriksa kedua saksi tersebut secara bergiliran. Hasil pemeriksaan itu, perbekel menerangkan bahwa benar Made Suyantara yang namanya tercantum dalam surat keputusan paruman mendukung caleg tertentu itu adalah klian dinas desa setempat. “Benar beliau adalah klian dinas dan ikut tanda tangan di surat itu,” ujar Hartawan, usai pemeriksaan saksi kemarin. Hartawan menambahkan, sesuai keterangan perbekel mengaku sudah pernah memberikan surat cegah dini melalui surat kepada semua perangkat desa yang dibawahi. “Perbekel sudah pernah memberikan surat

berkaitan netralitas pilkada dan pemilu. Dari pengawas juga berikan surat cegah dini kepada kades (kepala desa/ perbekel-red) untuk membina dan menginformasikan larangan berpolitik. Itu sekitar 2018,” jelasnya. Bahkan, pada setiap kesempatan perbekel sudah memberikan penekanan dan mengingatkan kembali, bahwa perangkat desa harus netral. Namun perbekel lupa pada tanggal berapa memberikan keterangan dalam bentuk verbal itu. “ Yang jelas, setiap pertemuan di desa terus mengingatkan,” jelasnya. Mengenai surat satu jalur, Perbekel Melinggih mengaku baru mengetahuinya setelah 17 April. “Saat di kantor desa, itu dipergunjingkan dan viral, dari sana perbekel baru tahu,” jelasnya. Sementara itu, dari pemeriksaan Ketua PPS Desa Melinggih Anak Agung Gde Agung Muliawan menerangkan, ada anggota KPPS yang melaksanakan tugas di Banjar Badung, Desa Melinggih, bernama Made Suyantara (klian dinas) di TPS 13, A.A. Putra Suela di TPS 11, Murkiyasa selaku klian adat di TPS 11 dan Wayan Darmika selaku bendesa di TPS 12. “Ketua PPS Melinggih turut menandatangani adalah anggota KPPS. Lalu kami minta foto-

kopi SK pelantikan,” jelasnya. Mengenai surat tersebut, Ketua PPS Melinggih mengaku baru tahu setelah kabar surat itu viral di media. Mengenai pemeriksaan kemarin, Hartawan menyatakan pihaknya baru sebatas memastikan itu. “Tadi mereka minta penjadwalan ulang, karena ada upacara adat di desa. Beliau siap diklarifikasi Kamis (25/4) mendatang. Nanti kami perdalam berkaitan suratsurat itu,” jelasnya. Menurut Hartawan, proses klarifikasi baru berjalan. Ditegaskan, pihaknya kini masih menggali. “Kami belum mengklarifikasi mendalam, apakah itu memang benar atau tidak,” jelasnya. Hartawan juga mengaku pihaknya belum bisa menyimpulkan permasalahan tersebut. Sebab, setelah proses klarifikasi akan ada kajian terlebih dahulu. “Akan ada kajian. Apakah ini pidana pemilu atau bukan, ini baru klarifikasi,” terangnya. Selain itu, hingga kini Bawaslu juga belum memegang bukti fisik surat tersebut. Pihaknya hanya memegang bukti berupa screenshot dari media sosial saja. Sementara itu, mengenai kebulatan tekad, kata Hartawan itu masih masuk ranah politik. “Sepanjang tidak melanggar aturan perundangan, kami

tidak bisa. Manakala ada intimidasi, baru kami masuk. Kebulatan tekad belum kami bisa sentuh. Kebulatan apakah melanggar asas luber jurdil tidak?” tandasnya. Sementara itu, kuasa hukum pihak Desa Pakraman Badung Made Narayana menyatakan memohon

penundaan waktu pemeriksaan. Permohonan ini didasarkan ada kesibukan di Desa Melinggih. “Kami mohon klarifikasi nanti tanggal 25 (hari Kamis-red). Kalau sekarang waktunya mepet. Kebetulan yang dipanggil ada kesibukan adat di Desa Payangan,” jelasnya.(kmb35)


JEMBRANA

10

Rabu Wage, 24 April 2019

Terkait Dugaan Pidana Pemilu di Yeh Sumbul

Bawaslu Tunggu Bukti dari Pelapor

Negara (Bali Post) – Kelanjutan laporan terkait dugaan pidana berupa satu pemilih coblos dua kali dalam pemilihan umum 17 April lalu di Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo belum ditindaklanjuti Bawaslu Jembrana. Bawaslu masih menunggu syarat materiil yang belum dipenuhi oleh pihak pelapor. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan, Selasa (23/4) kemarin mengatakan, pihak pelapor memiliki waktu hingga tiga hari untuk melengkapi syarat materiil untuk melengkapi pelaporan. Syarat tersebut menurutnya terkait bukti-bukti yang menguatkan adanya dugaan tindak pidana dalam hal ini satu pemilih mencoblos dua kali. Sedangkan untuk syarat formil untuk laporan, menurutnya memang sudah terpenuhi. Dimana pelapor mengajukan pihak terlapor dan sejumlah saksi. “Selain syarat formil, syarat materiil juga harus terpenuhi. Kami masih menunggu sampai besok (tiga hari),” terang Pande. Saat ini Bawaslu baru sebatas menerima laporan saja dan belum memasukkan ke register pelaporan yang akan ditindaklanjuti. Bila syarat materiil berupa bukti-bukti itu tidak terpenuhi, maka bisa jadi laporan itu dianggap gugur. Sama halnya dengan laporan dugaan terkait money politics oleh salah satu calon legislatif kepada warga di Lelateng beberapa waktu lalu. Faktor yang mengganjal sama, yakni pihak pelapor belum menyertakan bukti laporan dan saksi. “Kalau yang dugaan money politics tidak ditindaklanjuti karena pelapor tidak melengkapi syarat formil dan materiil,” ujar Pande. Namun laporan dari seseorang berinsial Y dari Lelateng tersebut menurutnya menjadi informasi awal guna dilakukan investigasi Bawaslu. Dalam laporan itu disebutkan adanya pemberian uang (money politics) oleh tim salah satu caleg untuk DPRD Jembrana daerah pemilihan Kecamatan Negara. Sama halnya dengan kasus dugaan pidana pemilu di TPS 19 Banjar Pangkung Languan Mekar, Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo yang dilaporkan, Minggu (14/4) lalu. Bawaslu sudah menerima syarat formil berupa saksi dan nama terlapor. Diberitakan sebelumnya laporan dari Wayan M, warga Desa Yehsumbul itu terkait dugaan pelanggaran pemilih dari Banjar Languan Mekar Ni Komang W mencoblos dua kali. Terlapor diduga menggunakan undangan memilih orang lain yang diantarkannya ke TPS. Sejatinya terlapor ini posisinya sebagai pendamping pemilih, tetapi justru ikut mencoblos surat suara, bukan pemilih sendiri. (kmb26) Pande Made Ady Muliawan

Bali Post/olo

Bali Post/olo

MEDIASI – Rapat mediasi di Kantor Desa Yehembang Kangin terkait ulah oknum klian yang memungut uang untuk pengurusan prona kepada warga.

Oknum Klian Pungut Uang Pembuatan Sertifikat ke Warga

Negara (Bali Post) –

Sejumlah warga di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo belakangan mengeluhkan ulah oknum klian setempat. Warga beberapa kali mempertanyakan pengurusan sertifikat melalui program dari pemerintah (prona) sejak tahun 2016 lalu, tetapi hingga kini (tiga tahun) belum tuntas. Padahal mereka telah menyetorkan uang ke oknum klian tersebut guna pengurusan sejak awal. Di sisi lain, Desa Yehembang Kangin selama ini memiliki kebijakan tidak ada pungutan apa pun untuk program pensertifikatan tanah bagi masyarakat tersebut. Dari keterangan warga yang mengadukan permasalahan tersebut, mereka sudah tidak bisa menahan lagi permasalahan dan melaporkan ke Desa setempat. Setiap ditanyakan ke oknum klian, selalu menghindar dan diulur-ulur. Belakangan ternyata bukan hanya satu orang saja, tetapi beberapa orang mengalami permasalahan yang sama. Mereka kemudian membuat surat

pengaduan ke desa terkait ulah oknum klian tersebut. Menyikapi permasalahan tersebut, Selasa (23/4) kemarin, desa melakukan rapat mediasi. Selain warga yang berkeberatan, rapat juga menghadirkan Badan Permusyarakatan Desa (BPD), Badan Musyawarah Banjar (BMB) Sumbul, Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta tokoh masyarakat setempat. Rapat mediasi yang dipimpin

Rekapitulasi Tingkat PPK Dipastikan Molor Negara (Bali Post) – Rekapitulasi di tingkat kecamatan di Jembrana yang dijadwalkan selama lima hari diperkirakan akan molor. Beberapa Daerah Pemilihan (dapil) yang lebih luas wilayah dan jumlah desa/kelurahan dipastikan akan ditambah waktunya. Dari pengamatan pada hari keempat rekapitulasi tingkat PPK, Selasa (23/4) kemarin baru di Dapil Pekutatan yang sudah hampir rampung. Sehingga di Pekutatan pada Rabu (24/4) hari ini, sudah semua desa dilakukan rekapitulasi. Sedangkan empat Dapil lain-

nya hingga kemarin masih proses beberapa desa. Komisioner KPU Jembrana I Nengah Suardana ditemui saat rekapitulasi tingkat PPK di Pekutatan kemarin mengatakan, dari sembilan desa di Pekutatan, sudah semuanya terhitung. Hanya tinggal terakhir Desa Gumbrih yang masih proses dan dipastikan hari ini sudah selesai. “Besok tinggal tanda tangan, tadi sudah semua desa,” tandas Suardana. Sehingga untuk Dapil Pekutatan waktu lima hari yang diberikan bisa terpenuhi. Namun diakuinya untuk be-

berapa dapil lainnya yang terdiri banyak desa, seperti di Mendoyo dan Negara kemungkinan akan ditambahkan waktu. “Ada penambahan menjadi tujuh hari, masih ada waktu. Di sini kita terapkan dua pararel untuk mempercepat,” tambahnya. Dari pengamatan kemarin di Kantor Camat Pekutatan selain dipenuhi para saksi-saksi peserta pemilu, juga pengamanan dari aparat kepolisian. Pengamanan yang dipimpin langsung Kapolsek Pekutatan Kompol I Putu Suprama itu berjalan lancar. Meskipun sempat diwarnai

permintaan untuk membuka plano, namun rekapitulasi rampung di tiap TPS. “Memang ada beberapa kali saksi meminta mengecek plano, karena ada penjumlahan yang salah. Tapi setelah dibuka plano, sudah clear. Tidak sampai penghitungan surat suara lagi,” ujar salah satu PPK Pekutatan. Selain di Pekutatan, dua dapil lainnya yang berpotensi lebih cepat selesai adalah Dapil Jembrana dan Melaya. Di dua dapil tersebut jumlah desa dan TPS lebih sedikit dibandingkan dua dapil lainnya, yakni Mendoyo dan Negara. (kmb26)

Bali Post/olo

TERCEPAT – Rekapitulasi di Kantor Camat Pekutatan. Diperkirakan proses rekapitulasi di kecamatan paling timur Jembrana ini tercepat dibandingkan empat dapil lainnya.

Perbekel Yehembang Kangin I Gede Suardika itu terungkap ada tiga surat pengaduan resmi ke desa mengenai pengurusan sertifikat, di antaranya melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Satu di antaranya, mengurus pembuatan sertifikat baru lantaran hilang. Semua warga yang mengadu mengaku telah memberikan uang ke oknum klian tersebut dengan nilai berva-

riasi, antara Rp 4 juta hingga Rp 1,2 juta. Namun hingga memasuki tahun 2019 ini dan program dari pemerintah itu sudah hampir 100 persen rampung, penyelesaian dari klian belum tuntas. Selain itu, diketahui selama ini, desa juga tidak pernah ada mengenakan biaya untuk PTSL. “Kami tekankan bahwa selama ini Desa tidak pernah memungut apapun. Desa hanya memfasilitasi. Dan dari catatan kami sebenarnya sudah 100 persen tuntas,” tandas Perbekel. Warga meminta agar sertifikat mereka bisa selesai. Klian Banjar Sumbul Made Alit mengakui terkait permasalahan tersebut. Namun ditekankannya bahwa tidak

semua pengurusan sertifikat dari warga itu melalui PTSL. Satu di antaranya pihaknya membantu warga mengurus sertifikat yang hilang. Sedangkan beberapa warga lain yang mengurus sertifikat melalui PTSL menurutnya dikarenakan kurangnya persyaratan. Made Alit juga mengakui telah menerima uang pengurusan dari sejumlah warga tersebut dan pihaknya hendak mengembalikan. Dalam rapat kemarin, desa menengahi permasalahan antara klian dan warga dengan membuat surat kesepakatan. Namun warga tetap meminta kepastian agar sertifikat mereka bisa diselesaikan tuntas. (kmb26)

Gerombolan Anak Jalanan Dipulangkan Satpol PP Negara (Bali Post) – Gerombolan anak jalanan berasal dari luar Bali yang berjalan di Jalan Sudirman, Senin (22/4) malam, ditertibkan Satpol PP Jembrana. Sembilan orang yang sebagian besar tanpa identitas ini mengaku hendak ke Denpasar. Namun, perjalanan mereka tertahan di wilayah Jembrana lantaran kendaraan yang mereka tumpangi menurunkan mereka. Akhirnya gerombolan anak muda asal Kudus, Jawa Tengah ini berjalan kaki sambil mencari tumpangan kendaraan lainnya. Ketika gerombolan anak muda itu sampai di perempatan pos polisi Batuagung, mereka langsung diciduk Satpol PP. Oleh petugas mereka dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan diberikan pembinaan. Ternyata dari pemeriksaan, mereka masuk Bali tanpa membawa identitas diri berupa KTP. Selain itu, mereka tidak membawa cukup bekal. Sehingga untuk transportasi ke tujuan, mereka menunggu tumpangan kendaraan yang lewat. Kepala Bidang Trantib Satpol PP Jembrana I Kadek Arianta dikonfirmasi, Selasa (23/4) kemarin, mengatakan sembilan anak muda yang berasal dari Jawa Tengah itu kemarin ditindak dengan dipulangkan ke daerah asalnya. “Mereka tidak membawa identitas diri. Kami sebelumnya menerima laporan dari warga terkait aktivitas mereka di jalanan,” tandas Arianta. Setelah diberikan pembinaan oleh petugas kemarin, mereka selanjutnya dipulangkan dengan dikawal petugas Satpol PP naik ke kapal di Pelabuhan Gilimanuk. Belum diketahui pasti sejatinya apa tujuan gerombolan anak muda tanpa identitas ini masuk ke Bali. (kmb26)

Bali Post/olo

DIPULANGKAN – Gerombolan anak muda asal Jawa Tengah dipulangkan Satpol PP dengan naik kapal di Gilimanuk.

Keluarga Kariada di Kaleran Yehembang

Terbelit Kemiskinan, Enam Orang Tidur di Satu Kamar Pengap Kehidupan yang dijalani Nyoman Kariada (48) yang tinggal di Banjar Kaleran, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo cukup memprihatinkan. Keluarga ini tinggal di sebuah gubuk reyot milik orang lain di banjar setempat sejak empat tahun lalu. Mirisnya, keluarga ini semuanya tidur dalam satu ruangan sempit dan juga jadi satu dengan dapur tradisional. Sehingga ruangan tidur mereka menjadi pengap dan sangat tidak layak. Yang menyedihkan, Nyoman Kariada demi istrinya, Ni Wayan Sritami (41), dan empat anaknya rela tidur di lantai beralaskan tanah bahkan spanduk bekas yang sudah compang-camping. Satu ranjang tempat tidur istri dan empat anaknya tidur berdesakan. Itu pun menurut Kariada kasur pemberian dari warga yang peduli pada keluarganya. Kini ranjang itu ditiduri istri dan tiga anaknya karena anak pertamanya, Pande Putu Ayu Puspa Widyantari, sudah bekerja sebagai theraphys di Denpasar. “Ya beginilah keadaan

kami. Selama ini kami nomaden. Kami selalu bersyukur anak-anak masih bisa makan dan melanjutkan sekolah,” kata Kariada, Selasa (23/4). Kariada rela tidur beralaskan spanduk bekas demi istri dan anak-anaknya bisa makan dan sekolah. “Tidur bisa di mana saja. Syukur saya selalu sehat sehingga bisa kerja untuk makan dan biaya anak-anak sampai tamat SMK/SMA. Anak bisa kuliah adalah tujuan saya. Saya bahkan menawarkan anak pertama kuliah di akademi pariwisata Jembrana, namun dia tidak

mau dan ingin melanjutkan kerja. Ya itu keinginan dia. Sehingga adiknya yang kedua kini sudah kelas tiga juga tidak mau kuliah,” jelasnya. Kariada mengaku bekerja serabutan. Pekerjaan apapun dilakukannya asal keluarganya bisa makan dan berpendidikan. Tidak seperti dirinya yang hanya tamat SD. Penghasilannya juga tidak menentu. “Bidang saya sebenarnya membuat pisau dan itupun pasaran sepi. Apalagi untuk pengerajin pande harus punya prapen (tempat untuk membuat kerajinan/pande besi) dan harus punya tanah sendiri. Tapi saya belum punya tanah,” jelasnya. Untuk membantu bisa membeli beras dan keperluan sehari-hari, Sritami, istri Kariada, membuat jejahitan untuk dijual. Itu pun dengan penghasilan cuma Rp 10 ribu sehari dan sewaktuwaktu. Sritami mengaku kini sakit-sakitan dan sering drop.

“Sebelumnya saya pernah pendarahan dan sekarang sudah tidak pernah. Namun saya sering drop. Tiba-tiba tensi naik dan tiba-tiba turun dan drop,” jelasnya. Nyoman Kariada berharap bisa memiliki lahan meski hanya satu atau dua are sehingga bisa mendapatkan bedah rumah dan membuat prapen. “Selama ini kami sering di-survei petugas namun hingga kini belum dapat bedah rumah karena memang belum punya lahan sendiri. Semoga saja kami bisa hidup lebih layak,” harapnya. Bahkan karena hidup menumpang keluarga ini sampai tidak punya kamar mandi dan WC sehingga menumpang di rumah tetangga. Karena terus memacu anak-anaknya untuk maju meski dalam keterbatasan, Pande Komang Ayu Putri Widyaningsih yang duduk di bangku kelas 2 SD merupakan anak yang berprestasi

dan sering mendapatkan rangking di kelas. Kariada mengaku kini kendala hidupnya hanya belum memiliki rumah yang layak untuk keluarganya dan tempat usaha/prapen untuk membuat kerajinan besi karena prapen harus ada di rumah atau ketika sudah ada rumah. “Kalau bantuan PKH kami sudah dapat. Untuk berobat kami sudah punya KIS. Hanya anak yang belum punya KIS,” jelasnya. Sementara Perbekel Yehembang, Kecamatan Mendoyo Made Semadi dikonfirmasi membenarkan kalau keluarga Nyoman Kariada merupakan KK miskin. Untuk bantuan bedah rumah katanya memang harus ada beberapa persyaratan salah satunya harus memiliki tanah sendiri. “Dua tahun lalu kami sudah pernah usulkan bedah rumah namun kendalanya belum punya tanah sendiri,” tandasnya. (kmb)

Bali Post/kmb

GUBUK REYOT - Nyoman Kariada dan istri serta tiga dari empat anaknya yang tinggal di gubuk reyot di Banjar Kaleran, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.


Rabu Wage, 24 April 2019

Karangasem

11

Volume Kawah Gunung Agung 25 Juta Meter Kubik Amlapura (Bali Post) Belakangan ini, Gunung Agung semakin sering erupsi. Terakhir, gunung tertinggi di Bali itu erupsi cukup besar sebanyak dua kali sehari, Minggu (21/4) lalu. Kendati demikian, sampai saat ini, belum ada penambahan kuba lava secara signifikan di dalam kawah Gunung Agung itu. Karena sampai sekarang volume kuba lava itu masih sekitar 25 juta meter kubik. Kepala PVMBG Kasbani mengungkapkan sampai sekarang ini belum ada penambahan kuba lava secara signifikan di dalam kawah Gunung Agung. Jumlah magma yang bergerak ke permukaan masih kecil. Bisa jadi kisarannya

berada di 25 juta meter kubik. Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan 2017 yang mencapai 40 juta meter kubik. “Gunung Agung memang masih sering erupsi. Namun, sampai saat ini belum ada penambahan kuba lava secara signifikan di kawah Gunung Agung itu. Sekarang ini kuba lava masih pada kisaran 25 juta meter kubik. Masih belum penuh karena baru berisi setengahnya saja. Dinding kawah masih kosong sekitar 70-90 meter,” katanya. Kasbani menambahkan, di tengah situasi Gunung Agung yang masih level III (Siaga red ), maka masih berpotensi terjadi erupsi secara eksplosif (strombolian - red) dengan

skala kecil termasuk secara efusif (aliran lava ke dalam kawah). Kendati demikian, sampai saat ini belum ada indikasi yang mengarah pada erupsi skala lebih besar. “Memang masih terus ada potensi erupsi. Hanya, skalanya kecil,’’ tambahnya. Erupsi yang akan terjadi itu tidak dapat diprediksi kapan terjadi. Semua tergantung gunungnya. Terpenting, masyarakat tidak melakukan aktivitas di radius yang direkomendasikan PVMBG yakni empat kilometer. ‘’Namun di luar radius 4 km itu, masyarakat masih aman melakukan aktivitas normal seperti biasa,” tegas Kasbani. (kmb41)

Tanaman Warga Terpapar Abu Vulkanik

Bali Post/IST

KUBA LAVA - Kondisi kuba lava di kawah Gunung Agung sampai saat ini belum ada penambahan volume secara signifikan. Sejauh ini kuba lava itu masih pada kisaran 25 juta meter kubik.

Buka Kotak Suara Petugas PPK Tumbang

Amlapura (Bali Post) Petugas PPK Manggis, Desak Made Alit Armini (45), harus dilarikan ke Puskesmas Manggis, Selasa (23/4) kemarin. Penyebabnya, kondisi kesehatan Armini drop. Karena itu, Armini pun tumbang saat ia hendak membuka kotak suara pleno di Kecamatan Manggis. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengungkapkan, sebelum kondisi kesehatannya drop, yang bersangkutan hendak membuka kotak suara. Tetapi, setelah membuka kotak suara itu, tiba-tiba yang bersangkutan kondisinya langsung drop. Melihat pemandangan itu, petugas langsung membawa yang bersangkutan ke Puskesmas Manggis untuk

mendapatkan perawatan lebih lanjut dari tim medis. “Sekarang yang bersangkutan sudah dapat penanganan dokter di Puskesmas Manggis. Hasil pemeriksaan dokter, yang bersangkutan di diagnosis kondisinya drop akibat tekanan darahnya rendah. Sekarang, Alit Armini sudah diberikan tambahan oksigen. Semoga kesehatannya cepat kembali normal,”

harap Krisna. Krisna menambahkan, sebelumnya juga ada anggota KPPS atas nama I Nengah Widiarta, harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Sanglah Denpasar setelah terjatuh saat proses penghitungan suara di TPS. Sedangkan, Ida Bagus Ketut Padang yang bertugas sebagai Ketua KPPS di TPS lingkungan Pendem dan I Made

Agus Suta Wijaya anggota KPPS di TPS Tampuagan juga sakit. “Sakit yang mereka derita itu disebabkan faktor kelelahan. Kita ketahui, petugas KPPS itu bekerja lumayan keras saat penghitungan suara,” katanya. Atas Kondisi itu, Krisna menambahkan, pihaknya telah mendata para petugas yang sakit saat menjalankan tugas. Pendataan itu penting agar petugas yang sakit itu mendapat atensi khusus, paling tidak menerima santunan dari pemerintah. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Dua kali erupsi Gunung Agung yang terjadi Minggu (21/4) lalu, mengakibatkan tanaman pertanian milik warga terpapar abu vulkanik. Atas kondisi itu, petani terpaksa menyemprot tanaman pertanian mereka seperti cabai, kacang, dan bunga, menggunakan obat agar tidak mati. Salah seorang petani di Selat, Wayan Sudana, mengungkapkan akibat erupsi Gunung Agung yang kembali terjadi, membuat puluhan are tanaman cabai dan kacang

terpapar abu vulkanik. Paparan abu vukanik itu dapat merusak tanamannya. Guna mengantisipasi kerusakan dan gagal panen, dirinya langsung menyemprot tanaman memakai obat. “Cabai dan kacang sangat rentan dengan abu vulkanik. Tanaman itu rusak apabila terkena abu vulkanik. Jadi, agar tanaman itu tidak mati, saya terpaksa semprot dengan air yang dicampur obat. Bila tidak, maka tanaman terancam gagal panen. Pastinya besar kerugian yang kami harus

tanggung,” ujar Sudana. Sudana mengatakan, penyemprotan dilakukan sebanyak dua kali sehari. Dengan penyemprotan itu, daun cabai dan kacang manjadi lebih dingin. Karena paparan abu vulkanik yang panas itu dapat membuat daun menguning bahkan kering. “Saya semprot tanaman cabai dan kacang itu. Malah sehari bisa dua kali. Kalau sebelum terpapar abu vulkanik itu, tanaman cukup saya semprot sekali saja,” katanya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

SEMPROT TANAMAN - Petani saat sedang menyemprot tanaman cabai akibat terpapar abu vulkanik erupsi Gunung Agung.

SMK PGRI Amlapura Miliki Gedung Praktik Baru

Gelar UKK Pertama di Sekolah secara Mandiri Pembenahan sarana dan prasarana penunjang secara intensif dilakukan SMK PGRI Amlapura. Pastinya, pembenahan itu dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan para siswanya. SMK PGRI Amlapura saat ini telah mampu memiliki gedung praktik baru untuk program Akomodasi Perhotelan (AP). Termasuk telah memiliki satu mesin laundry sendiri bantuan dari DAK pemerintah pusat. Setelah punya gedung baru itu, lalu bagaimanakah praktik para siswa SMK PGRI itu selanjutnya?

Bali Post/kmb41

DIRAWAT DI PUSKESMAS - Desak Made Alit Armini (45) saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Manggis, Selasa (23/4) kemarin.

Takut Telat Ikuti Ujian

Sejumlah Siswa SD Menginap di Sekolah Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan ujian tingkat Sekolah Dasar (SD) sudah mulai berlangsung Senin (22/4) lalu. Guna menghindari keterlambatan mengikuti ujian, maka tujuh siswa SDN 6 Bunutan dari Desa Gulinten, Bunutan, Abang terpaksa menginap kembali di sekolah dan di rumah warga. Kepala SDN 6 Bunutan Wayan Dauh Suyasa mengata-

kan, memang ada tujuh siswa dari Gulinten bagian bawah menginap di rumah warga dan juga di sekolah. Mereka memutuskan harus menginap karena takut terlambat saat mengikuti ujian. “Siswa itu sudah menginap sejak Minggu (21/4) sampai Sabtu (27/4) mendatang,’’ jelasnya. Biaya makan siswa selama menginap di sekolah dan di rumah warga, kata Suyasa

ditanggung pihak sekolah. Per siswa diberikan uang Rp 10 ribu. “Uang itu cukup untuk biaya makan tiga kali. Sebab, harga nasi di Gulinten masih Rp 3 ribu per bungkusnya,” katanya. Kepala Disdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika mengungkapkan, untuk mengatasi persoalan itu, dalam jangga pendek pemerintah

daerah memprogramkan menyediaan tempat tinggal sementara selama berlangsungnya UN dan juga ujian sekolah itu. Makanan serta minuman semuanya akan ditanggung pemerintah. “Jika sudah begitu, siswa akan lebih tenang mengikuti ujian. Mereka pasti akan fokus ujian. Sebab, siswa tidak lagi memikirkan hal-hal elementer lainnya,” terangnya. (kmb41)

KETUA Program Akomodasi Perhotelan SMK PGRI Amlapura I Wayan Yudiana, S.Pd. mengungkapkan, pengoperasian gedung praktik baru itu untuk program Akomodasi Perhotelan (AP). Pembaruan itu malah sudah dilakukan sekitar enam bulanan. Pembangunan gedung itu menyerupai hotel dengan fasilitas bintang lima. Selain mampu memiliki gedung praktik sendiri, sekolah SMK PGRI Amlapura juga punya satu mesin laundry sendiri. Mesin itu merupakan bantuan DAK dari pemerintah pusat. Yudiana menambahkan, sebelum gedung praktik baru itu dibangun, siswa menjalani praktik dengan menggunakan gedung lain. Konsekuensi lainnya, para siswa hanya bisa melakukan praktik kering saja. Namun sekarang ini, dengan dibangunnya gedung baru ini, maka siswa bisa melakukan praktik basah. Seperti mengepel ruangan serta dapat membersihkan areal praktik. “Selama ini, anak-anak terpaksa praktik di gedung lain. Itu pun saat praktik, siswa hanya bisa praktik kering,’’ tambahnya. Dengan adanya gedung baru ini, anak-anak sudah bisa praktik basah sekarang ini. Begitu juga adanya bantuan mesin laundry itu membuat anak-anak lebih maksimal saat praktik. Termasuk bisa melaksanakan UKK secara mandiri. Anak-anak yang sekolah di sini tidak perlu lagi numpang praktik di tempat lain. Pascamenerima bantuan

satu mesin laundry itu, pihak sekolah langsung mengikuti proses pelatihan di SMK PGRI 4 Denpasar tentang bagaimana cara pengoperasikan mesin laundry itu. “Ilmu yang saya dapat saat pelatihan langsung itu, saya praktikkan kepada anakanak. Sekarang ini, anakanak sudah piawai mengoperasikan mesin laundry itu,’’ ujar Wayan Yudiana. Jadi, dengan tambahan fasilitas praktik baru ini, siswa dapat lebih antusias mengikuti praktik yang diberikan. Karena fasilitas praktik sama dengan yang ada di dunia usaha sesungguhnya seperti di perhotelan. Jika memang ada siswa SMP yang hendak melanjutkan bersekolah di SMK PGRI Amlapura, kata Wayan Yudiana, tidak usah ragu lagi. Pasalnya, alat praktik yang kita miliki tidak kalah dengan SMK-SMK yang lainnya.

Ketua UKK SMK PGRI Amlapura Putu Doantara Yasa menambahkan, kalau pelaksanana Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) akan dilaksanakan 26-27 April mendatang. Dengan telah memiliki gedung praktik AP secara mandiri ini, pihak sekolah juga dapat melaksanakan UKK secara mandiri. Tidak perlu lagi menyewa tempat UKK tahun ini. Termasuk praktik laundry juga tidak lagi berkerja sama dengan hotel-hotel. “Pelaksanaan UKK tahun ini sedikit istimewa. Memang baru pertama kali sekolah melaksanakan UKK secara mandiri. Tempat praktik ini sudah diverifikasi tim UKK Provinsi dan dinyatakan layak melaksanakan UKK,’’ ujarnya. Sarana prasarana dan ruangan yang dimiliki kata Doantara Yasa, sudah sesuai standar nasional untuk menggelar UKK ini. (nan/K100)

Bali Post/kmb41

PRAKTIK - Siswa SMK PGRI Amlapura saat melakukan praktik di gedung baru, Selasa (23/4) kemarin.


KLUNGKUNG

12 Separuh ”Incumbent” Diprediksi Gagal

Dinilai Kurang Maksimal Fasilitasi Masyarakat

BANYAK incumbent yang diprediksi gagal dalam pemilu serentak tahun ini, cukup mengejutkan banyak pihak. Para incumbent justru kurang mampu memenangkan persaingan dengan para penantangnya. Bahkan, jumlahnya hampir separuh dari total 30 kursi DPRD Klungkung. Komite Demokrasi (KoDe) Bali menilai para incumbent yang gagal itu tak maksimal dalam memfasilitasi masyarakat, ketika menjabat anggota dewan. Sekretaris KoDe Bali Made Kariada dihubungi, Selasa (23/4) kemarin, mengatakan menjadi caleg dari incumbent, belum tentu memiliki peluang besar untuk terpilih lagi. Sebab, sesungguhnya dalam psikologi pemilih, yang rajin bermasyarakatlah yang lebih diterima oleh pemilih. Apalagi, yang rajin memfasilitasi masyarakat, sesuai kepentingannya. “Jadi incumbent, tetapi tidak pernah memfasilitasi masyarakat, pasti jarang orang tahu. Ini membuat yang pendatang baru, juga memiliki peluang besar,” kata Kariada. Mantan Ketua KPU Klungkung ini menilai situasi demikian membuat pendekatan kepada masyarakat sebagai pemilih, banyak menggunakan pendekatan ekonomi, ketimbang pendekatan politik dengan adu ide dan gagasan, dalam pembangunan daerah. Kalau pendekatannya dengan ekonomi, maka menurutnya nanti tuntutan masyarakat akan seperti itu juga. “Ketika politik memberikan peluang ke masyarakat untuk memilih, maka mekanisme politik akan mengikuti keinginan masyarakat. Jika persoalannya adalah ekonomi dan finansial, maka proses politik akan digiring ke proses politik ekonomi

dan finansial juga. Kalau sudah begini, yang ada hanya transaksi,” ujarnya. Menurutnya, ini merupakan bentuk kegagalan dalam pendidikan politik. Pemerintah dengan kebijakan hibah bansos juga memberi andil besar atas bergesernya paradigma politik saat ini. Tugas-tugas substansi dari lembaga-lembaga pemerintah secara umum tidak tertransformasi ke masyarakat. Jika dialkulturasikan dengan politik, maka akan menjadi politik ekonomi masyarakat. Ini menimbulkan terjadinya transaksional yang semakin menjadi-jadi dalam proses politik. “Jika politik hukum yang dikedepankan, maka akan mengubah cara pandang masyarakat, menjadi politik kebijakan,” katanya. Kalau ingin berpolitik, dia menekankan tentu harus menguasai sosial kemasyarakatan. Namun, belakangan situasi sosial kemasyarakatan juga kian bergeser menjadi politik transaksional, hingga yang paling parah, menjadi politik paksa dengan adanya perjanjian-perjanjian tertulis. Ini semakin menunjukkan kegagalan politik. Disinggung mengenai dominasi PDI-P dalam setiap capaian pemilu di kabupaten/kota di Bali, khususnya di Klungkung, menurutnya ini efek dari pemilu serentak yang berbarengan dengan pilpres. Kebijakan PDI-P dalam melihat kompetensi para kadernya dinilai sangat baik. Manajemen partai juga terlihat cukup solid. Secara psikologis, PDI-P sangat diuntungkan dengan kondisi politik nasional, terutama PDI-P Bali. Selain itu, ambang batas parlemen 4 persen juga berpengaruh besar terhadap kesuksesan PDI-P secara nasional. (gik)

UNBK Hanya Diikuti Sembilan SMP Semarapura (Bali Post) Dinas Pendidikan Klungkung belum bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini di seluruh SMP se-Kabupaten Klungkung. UNBK hanya diikuti sembilan SMP. Dua di antaranya ada di Kecamatan Nusa Penida. Dinas Pendidikan beralasan, masih terbatasnya dukungan sarana peralatan, seperti komputer dan lainnya. Kepala Dinas Pendidikan Klungkung Dewa Darmawan, Selasa (23/4) kemarin, mengatakan pelaksanaan UNBK sudah memasuki hari kedua, dengan materi ujian Matematika. Pada hari kedua pelaksanaan UNBK, ada empat siswa yang absen. Alasannya karena sedang sakit. Hari pertama dengan materi ujian Bahasa Indonesia, juga ada empat orang siswa yang absen. Total, peserta ujian untuk SMP ada sebanyak 3.125 siswa. Dari jumlah siswa sebanyak itu, hanya 62 persen yang mengikuti UNBK, atau sebanyak 1.903 siswa. Sisanya sebanyak 1.222 masih menggunakan sistem UNKP (Ujian Nasional Kertas dan Pensil). “UNKP digelar di 14 sekolah, sedangkan UNBK di sembilan sekolah, dua di antaranya di Nusa Penida,”

kata Dewa Darmawan. Ketersediaan alat masih menjadi kendala serius. Sebab, jumlah alat saat ini, jelas tidak sebanding dengan jumlah siswa. Kalaupun dipaksakan menggunakan tiga shift, dikatakan tetap tidak bisa. Dia menambahkan, sesungguhnya, UNBK bisa dimaksimalkan lagi pada sekolah lainnya. Tetapi, sejumlah sekolah ini, lambat melakukan kerja sama dengan SMA terdekat, agar peralatannya bisa dimanfaatkan. Melihat realita ini, Dewa Darmawan berharap bisa menerapkan UNBK untuk semua sekolah tahun depan. Petunjuk teknisnya akan disampaikan kepada pihak sekolah lebih awal. Sehingga pihak sekolah dapat mempersiapkan segala sesuatunya lebih awal. Selain itu, bagi siswa yang memiliki laptop bisa diupayakan agar dapat digunakan saat pelaksanaan ujian. Sementara bagi siswa yang tidak bisa mengikuti pelaksanaan UNBK tahun ini, pihaknya sudah menjadwalkan ulang untuk pelaksanaan ujian susulan pada 29 April nanti. Sementara untuk hari ketiga, materi ujiannya adalah Bahasa Indonesia dan hari keempat IPA. (kmb31)

Rabu Wage, 24 April 2019

Gerindra Diprediksi Bisa Pertahankan Delapan Kursi PDI-P Berpeluang Rebut Kursi Ketua DPRD

Semarapura (Bali Post) Partai Gerindra Klungkung bersyukur karena diprediksi bisa mempertahankan delapan kursi DPRD Klungkung. Dibandingkan dengan kader partai lain yang rontok, Gerindra cukup konsisten mempertahankan perolehan kursi dan suaranya. Melihat realitas politik tahun ini, Gerindra khususnya, akan melakukan evaluasi ke dalam, agar mampu kompetitif bersaing dengan partai besar lainnya seperti PDI-P. Partai Gerindra diprediksi kehilangan kursi ketua DPRD tahun ini, setelah hanya mampu mempertahankan jumlah kursi sebanyak delapan kursi.

Kursi Ketua Dewan dipastikan direbut PDI-P, dengan perolehan sementara mencapai 10 kursi. Ketua DPC PDI-P Klungkung, A.A Gede Anom, berpeluang kembali menjadi ketua dewan. “Kami bisa bertahan saja, sesungguhnya sudah cukup baik. Tetapi, tentu sebagai salah satu partai besar, kami tentu akan melakukan evaluasi secara menyeluruh,” tegas Ketua DPC Partai Gerindra Klungkung, Wayan Baru, Selasa (23/4) kemarin. Dia yang juga Ketua Dewan Klungkung ini, menyatakan legowo kursi ketua dewan bakal direbut PDI-P. Selain sebagai upaya memperbaiki

Wayan Baru

kekurangan ini, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh. Dari tingkat ranting hingga ke pengurus kecamatan dan kabupaten. Secara capaian, sesungguhnya sudah cukup baik. Namun, ke depan ada cukup banyak pula yang harus diperkuat. Dia berharap, capaian ini bisa menjadi gambaran, bahwa ke depan persaingan dalam membangun partai politik agar tetap kompetitif, kian berat. Dibandingkan partai yang lain, memang Gerindra tidak terlalu merosot. Sebab, faktanya dibandingkan dengan partai lain, seperti Hanura, dari lima kursi sebelumnya, melihat dominasi PDI-P tahun ini yang diprediksi naik dari tujuh kursi menjadi 10 kursi, Hanura harus rela kehilangan dua kursi. Dari lima kursi sebelumnya diprediksi menjadi tiga kursi, antara lain bertahan di dapil Banjarangkan satu kursi, dapil Nusa Penida satu kursi dan dapil Kecamatan Klungkung satu kursi. “Hanura kehilan-

gan dua kursi pada Dapil Banjarangkan dan Dapil Dawan. Tetapi kami tetap menunggu hasil resmi KPU,” kata Sekretaris Hanura Klungkung Wayan Buda Parwata. Golkar juga diprediksi kehilangan satu kursi, dari sebelumnya empat kursi, merata di seluruh dapil, menjadi tiga kursi. Partai lainnya, seperti PKPI yang sebelumnya punya dua wakil di DPRD Klungkung, juga terancam kandas. Sebab, dalam beberapa sumber penghitungan suara, kedua incumbent ini, nyaris tak masuk dalam peta persaingan ketat saat ini. Partai Demokrat juga diprediksi berkurang satu kursi. Dari perolehan tiga kursi menjadi dua kursi, bertahan pada Dapil Kecamatan Banjarangkan dan Nusa Penida. Demokrat diprediksi kehilangan satu kursi pada Dapil Kecamatan Klungkung. “Kami sepertinya hanya mempertahankan dua kursi, Banjarangkan dan Nusa Penida,” kata salah satu caleg incumbent Partai

Demokrat, Dapil Banjarangkan Gede Artison Andarawata yang dipastikan lolos lagi. Tetapi, selain PDI-P, partai lainnya seperti Nasdem berhasil mengikuti jejak PDI-P, dengan menambah perolehan dua kursi lagi, dari sebelumnya hanya satu kursi di Dapil Kecamatan Klungkung. Nasdem menambah dua kursi dari Dapil Dawan dan Dapil Banjarangkan. (kmb31)

A.A Gde Anom

Puskesmas Dawan I Dinilai Tim Provinsi

Pemkab Komitmen Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ketua TP-PKK Ny. Ayu Suwirta menghadiri proses penilaian Lomba Puskesmas Berprestasi Tingkat Provinsi Bali yang diwakili UPT Puskesmas Dawan I, Selasa (23/4) kemarin. Puskesmas yang terletak di Desa Pikat Kecamatan Dawan ini dinilai oleh tim penilai provinsi yang dipimpin oleh Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Kadek Iwan Darmawan. Bupati Suwirta mengingatkan supaya tidak meragukan komitmen Pemkab Klungkung dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Lewat berbagai program inovatif yang diciptakan, Pemkab terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat, baik di puskesmas maupun rumah sakit. Untuk anggaran di bidang kesehatan, Klungkung bahkan mampu dan berani menjadi kabupaten/kota kedua di Bali setelah Badung yang melakukan Universal Health Coverage (UHC). “Apapun hasil dalam perlombaan nanti, tetaplah memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Namun dalam lomba kali ini harus berjuang supaya menjadi yang terbaik, sehingga bisa maju ke tingkat Nasional mewakili Bali,” ujar Bupati Suwirta. Ditambahkan pula, bahwa lomba bukanlah akhir dari semuanya, namun melalui lomba akan diuji seberapa besar capaian yang sudah dilakukan selama ini. Dalam proses penilaian nanti Bupati Suwirta juga berharap selain dinilai, seluruh perangkat puskesmas untuk dibina. Ketua rombongan tim penilai yang juga Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Kadek Iwan Darmawan menyatakan, kekagumannya atas capaian pembangunan 5 tahun belakangan di Kabupaten Klungkung. Tidak hanya pembangunan infrastruktur namun juga pembangunan fasilitas kesehatan dan SDM di dalamnya. Menurutnya hal ini sangat luar biasa. “Lomba memang untuk mencari yang terbaik dari semua yang baik ini. Jika Puskemas Dawan I mampu keluar sebagai juara nantinya otomatis akan menjadi puskemas yang terakreditasi paripurna yang sekaligus sebagai pelopor puskesmas Paripurna di Klungkung,” ujar

dr. Kadek Iwan Darmawan. Dirinya menambahkan, tujuan digelarnya lomba ini adalah untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Kriteria penilaian yaitu Administrasi, Unit Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP). Sementara itu,Kepala UPT dr. Ida Ayu Ketut Sri Han-

dayani dalam laporannya mengatakan, untuk menghadapi lomba, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan seperti melengkapi dokumen serta melanjutkan kegiatan yang menjadi indikator peningkatan mutu pelayanan puskesmas. Unit kesehatan masyarakat di antaranya pelayanan kesehatan lansia, kesehatan jiwa, kesehatan

gigi masyarakat dan kesehatan kerja. Sedangkan untuk upaya kesehatan perseorangan meliputi pelayanan rawat jalan, pelayanan kefarmasian dan pelayanan laboratorium. “Dengan berbagai persiapan yang telah kami lakukan, kami sangat berharap akan bisa lolos sebagai juara,” ujar dr. Ida Ayu Ketut Sri Handayani. (ad 888)

PENILAIAN - Bupati Suwirta saat hadir dalam penilaian Puskesmas Dawan I oleh Tim Provinsi Bali.

106 Anak KK Miskin Bersaing Kerja ke Luar Negeri

SELEKSI - Anak dari KK miskin yang siap mengikuti seleksi, sebelum berangkat ke luar negeri.

Bali Post/kmb31

Semarapura (Bali Post) Sebanyak 106 anak KK miskin akan mengikuti serangkaian tes sebelum diberangkatkan menjadi tenaga kerja ke luar negeri. Mereka akan mengikuti tes pada Rabu (24/4) hari ini. Rencana tersebut terungkap, saat anak-anak yang sudah berkompeten ini, mengikuti pengarahan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klungkung di Ruang Rapat Praja Mandala Pemkab Klungkung, Selasa (23/4) kemarin. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klungkung I Gede Kusumajaya mengatakan, mereka itu berasal dari Kecamatan Banjarangkan 12 orang, Kecamatan Klungkung 36 orang dan Kecamatan Dawan 58 orang. Kebijakan ini merupakan hasil kerja sama antara Perbekel, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan hasil dari kebijakan Bedah Desa. Untuk tahun ini, dipusatkan pada wilayah Klungkung Daratan. Pada tahun 2020 selanjutnya baru akan melibatkan Kecamatan Nusa Penida. Sebelum mengikuti tes,

anak-anak dari KK miskin ini mendapat diklat dari Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali. Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali Dewa Gde Ngurah Byomantara menyampaikan, mereka harus bersyukur karena berkesempatan mengikuti tes ini, karena berpeluang bisa langsung kerja di luar negeri. “Jika ingin derajat hidup naik, maka harus memiliki pekerjaan yang mapan, nafkah yang cukup,” tegasnya. Dia mengingatkan jangan hanya tergiur dengan penghasilan ketika bekerja di luar negeri. Tetapi cari tahu mengenai proses dan cara kerja dan kehidupan seseorang ketika bekerja di luar negeri. Sebab, untuk bisa bekerja di luar negeri perlu usaha yang sangat tinggi dan mempunyai kedisiplinan dalam bekerja. Sehingga harus memiliki kemauan dan keinginan yang besar. Dalam tes ini, mereka akan diwajibkan menjawab 100 pertanyaan dengan metode menyilang. Kemudian setelah lulus, maka akan ada tes interviu atau wawancara yang nantinya akan memfokuskan kepada penggunaan bahasa Ing-

gris, sebagai media komunikasi selama bekerja di luar negeri nanti. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat hadir pada kesempatan itu mengatakan, program ini dirancang setelah turun ke lapangan. Kemudian Bupati Suwirta beserta OPD terkait memikirkan sebuah cara, yakni dengan mengambil anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk dipekerjakan. Apa yang dilakukan pemkab melalui program memberangkatkan anak KK miskin ke kapal pesiar merupakan suatu jalan saja. Karena menurutnya, untuk mengubah nasib, mengangkat derajat, dan untuk meningkatkan taraf hidup, itu semua berada pada diri sendiri. Bupati Suwirta mengingatkan, dari proses seleksi, memperoleh pendidikan sampai peserta nanti berangkat ke kapal pesiar akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Seleksinya ketat, tidak akan ada unsur titipan. Bupati Suwirta mengharapkan peserta dapat memanfaaatkan kesempatan yang sudah diberikan oleh pemkab mengikuti tes seleksi. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Wage, 24 April 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA !!!Butuh 5 org karyawati min SMA dpt u.makan, gaji tinggi Hub.Toko Besi Murah Jln.Teuku Umar Barat No.17 (sebelah Warung Buleleng)

B.BP.004.04.19.0000837

*Funding Manager Koperasi P/W S1 Gaji >5Jt/Bln 081239011111

B.BP.001.04.19.0000886

Administrasi Penjualan (Pabrik Tabanan), bisa Komputer & Bahasa Inggris, pengalaman. Hub.Dewi Hp:081236222509

B.BP.031.04.19.0000880

Dcr Adm,Sopir B1,Teknisi. Gj+Bns+Kms+BPJS Lam PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7, Dps. B.BP.821.04.19.0000772

Dcr FO cowok, House Keeping & Cook CV krm ke Simpang Inn Jl.Legian 133 Kuta 0361-761306 B.BP.154.04.19.0000833

Dibthkn Waiter/ss brpengalaman Llsn SMK Par & pnmpilan mnrik. CV ke:hrd@seasafaricruises.com

B.BP.001.04.19.0000884

Dibutuhkan tenaga Cleaning Service pria utk area Ubud Tlpn: 081238010461(WA)

B.BP.004.04.19.0000871

Dicari Marketing Interior Designer,Pengalaman DiBidang House Furnishing. Lamaran di kirim ke Email: designer.serbaantik@ gmail.com / WA : 0818911000

B.BP.031.04.19.0000877

Dicari Sopir Berpengalaman Khusus Area Bali. Lamaran Dikirim ke Email : designer.serbaantik@gmail.com / WA : 0818911000

B.BP.031.04.19.0000876

Dicari Stock Quality Control Bisa Kompt Exel Office wanita MinSMA-Transp sendiri,Gaji bgs Krobokan-Br.Anyar 08174716179*

B.BP.004.04.19.0000875

Dicari Tukang Pasang Gordyn Berpengalaman Pasang Gordyn, Roller Blind,Roman Blind.Lamar an Dikirim:designer.serbaantik @gmail.com / WA : 0818911000

B.BP.031.04.19.0000878

Dicari karyawan/ti Admin,Sopir Surat lamaran & Foto terbaru Email:charlinabali@gmail.com

B.BP.004.04.19.0000872

Dicr Karyawan/ti u/Perusahaan Perak. Hubungi:0361-8446108

B.BP.001.04.19.0000824

Dicr Tng Serabutan Sbanyak2nya L/P u/Garment.Hub:082236296170 B.BP.001.04.19.0000866

Sekuriti (Pabrik Tabanan), Sertifikat, Pengalaman, Hub: Dewi, Hp:081236222509 B.BP.031.04.19.0000879

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL ISUZU

Truk Isuzu Elf Bak Besi Th’97 An PT.Pajak/STNK/KIR Msh baru Harga 65Jt. Hub:082110998333

B.BP.001.04.19.0000858

DIJUAL RUMAH

Dijual Kost 465m2 Singaraja DP 10% Bunga Krd 0.83% /bln Hub:081338183031/081805374433

B.BP.004.04.19.0000561

PROPERTY

TOYOTA

DISEWAKAN TANAH

Landcruiser Cygnus’2000 terawat pribadi T.081999528582

Sewa Tanah 10A Jl.Cokroaminoto Dps 4Jt/A Nego,Hub.08123919688

B.BP.001.04.19.0000883

B.BP.001.04.19.0000830

Dijual Inova 2009, warna Hitam DoubleBlawerHub:085100975091

PROPERTY

PROPERTY

Pradnyashwari Arsitek&Pemborong:Js.Urus IMB/I.Bgn,Hrg Wajar H:081999020719.WA:085792309935

B.BP.001.04.19.0000863

DIJUAL RUMAH

Dijual Murah Rumah / Villa Terrace Pavillion No.22 Jimbaran.Ada Pool Nesar,Parkir 3 Mobil.Rp.2,3M.HP.08128888867

JASA KONTRUKSI

B.BP.001.04.19.0000865

PROPERTY DIJUAL RUKO

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

KEHILANGAN

DIJUAL TANAH

Hlg BPKB No.L 09842173 O an: Ni Nengah Minten,Selat,Kr.asem

Tnh 30A,ngantong,cck u/Perush Lok.jantung Kt Br.Kertawangsa Lodtunduh Ubud 550jt/Are nego & Tnh 18A cck u/Villa/rumah 425jt/A,nego,08123834020,pmlik B.BP.001.04.19.0000642

KEHILANGAN Hilang BPKB NO.J06063597-O DK 8603 FD AN.Harwoto B.BP.001.04.19.0000864

Hlg BPKB NO.L 09860773-O DK 31 97 IQ AN.I Wyn Devy Suwardika B.BP.001.04.19.0000859

Hlg BPKB No.A6067688-J an I Gusti Made Tusan Karangasem B.BP.012.04.19.0000874

B.BP.012.04.19.0000870

Hlg Srtfkt Hak Guna Pakai No.58 luas 210m2 a/n I Putu Gunawan B.BP.154.04.19.0000881

RUPA-RUPA *Simpanan 14%/Th bisa ditarik kpn saja aman Hub.081239011111 B.BP.001.04.19.0000885

Dijl Cable Fiber Optic-Belden NKPU53(655 Meter)Kondisi Baru Hubungi:081337775758 B.BP.001.04.19.0000862

Dijual Alat Gym Cybex Cable Cross Over Kondisi Sangat Baik Hubungi:081337775758 B.BP.001.04.19.0000861

BIRO JASA

Rumah Type 36/84 Jl.IB. Mantra Ketewel 700Jt Nego T.0817563286

Jual/Sewa cepat Ruko 2Lt SHM 104/B.160 tepi jalan besar Cokroaminoto Nego Hub087856227779

Kehilangan SK.2912/AJ.202/DJPD /515001 Th2015 An.PT Wisata Nusa Damai Transport

B.BP.033.04.19.0000873

B.BP.001.04.19.0000853

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

BIRO JASA

RUPA-RUPA

B.BP.031.04.19.0000834

B.BP.001.04.19.0000882

Kerja Parttime nyusun Lap. Pajak,250K/Bln,085931263189 B.BP.004.04.19.0000869


BANGLI

14

Rabu Wage, 24 April 2019

Tak Tuntaskan Proyek Jembatan Dua Kontraktor Di-’’blacklist’’

Bangli (Bali Post) –

Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PUTRPerkim) Kabupaten Bangli akan segera mem-blacklist dua kontraktor yang gagal menuntaskan proyek pembangunan jembatan Metra-Kedui dan jembatan Belancan-Bukih. Dua kontraktor yang diberi sanksi tegas tersebut yakni PT Tunas Teknik Sejati dan PT Mukti Global Kostrindo. “Kita akan blacklist. Sekarang masih kita tunggu suratnya, nanti kita ajukan ke dia,” kata Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUTRPerkim Kabupaten Bangli Ida Bagus Suandi seizin Kadis I Wayan Lawe, Selasa (23/4) kemarin. Ida Bagus Suandi mengatakan, pascagagal menuntaskan pengerjaan proyek pembangunan jembatan di masa perpanjangan 90 hari yang diberikan, pihaknya telah melakukan pemutusan kontrak dengan dua rekanan tersebut. Dia menyebutkan untuk proyek jembatan Metra-Kedui, hingga berakhirnya masa perpan-

jangan 26 Maret lalu, pihak rekanan hanya mampu mengerjakan hingga 56,45 persen. Sementara proyek jembatan Belancan-Bukih persentase pengerjaan yang diselesaikan rekanan baru 85,783 persen. Suandi mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi kendala pihak rekanan tak mampu menuntaskan

dua proyek tersebut. Di antaranya karena medan yang sulit, cuaca hingga persoalan kekurangan material di lapangan. Pascaputus kontrak, Suandi belum bisa memastikan kapan proyek jembatan yang kini mangkrak itu akan bisa dilanjutkan kembali. Terkait kelanjutan pembangunan dua jembatan

itu, pihaknya mengaku akan mengusulkannya ke Bupati dan Sekda. “Kita akan lapor ke pimpinan dulu. Seperti apa arahan beliau nanti, apakah bisa dilanjutkan di perubahan mendahului atau bagaimana,” terangnya. Sementara itu, terpisah Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bangli Marhaniyanto mengatakan, pascagagal menuntaskan pekerjaannya di masa perpanjangan waktu selama 90 hari, pihak rekanan pelaksana dua proyek jembatan itu tidak bisa lagi diberikan kesempatan mengerjakan proyek itu untuk yang kedua kalinya. Meskipun mereka bersedia untuk melanjutkan kembali dan bersedia membayar den-

da. Dia menjelaskan sesuai Permenkeu, pihak rekanan hanya boleh diberikan perpanjangan sekali selama 90 hari setelah masa kontraknya berakhir. “Kita dari TP4D sudah pernah bahas itu. Apakah bisa diberikan perpanjangan waktu lagi. Ternyata dari sisi ketentuan, memang tidak ada dan tidak bisa untuk diberikan perpanjangan kembali. Dalam aturan Permenkeu, kalau tidak bisa selesai 90 hari ya harus putus kontrak,” jelasnya. Marhan mengatakan bahwa pihaknya di TP4D (Tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah) selama ini memang memberikan pendampingan

terhadap kedua proyek jembatan yang gagal tuntas itu. Namun sebatas pendampingan hukum, berupa pendapat-pendapat hukum agar pelaksanaan proyek itu sesuai ketentuan dan PPK (pejabat pembuat komitmen) tidak ragu untuk mengambil langkah dalam pelaksanaan kegiatan proyek. Sebagaimana diberitakan sebelumnya proyek pembangunan jembatan penghubung antara Banjar Metra, Desa Yangapi dan Banjar Kedui, Desa Tembuku di Kecamatan Tembuku yang pengerjaannya sempat molor, kini mangkrak. Hal itu cukup memprihatinkan mengingat proyek Pemkab

Terkendala Server ”Down”, Unggah Data C1 di Website Lambat

Gde P Roy Suparman

Bangli (Bali Post) Hampir sepekan Pemilu serentak berlangsung, masyarakat Bangli belum bisa mendapat informasi terkait hasil perolehan suara baik pemilihan presiden maupun pemilihan legislatif. Data perolehan suara yang ditampilkan KPU Bangli pada website resmi KPU pun relatif masih minim. Hingga Selasa (23/4) siang kemarin, data perolehan suara yang ditampilkan baru 29 persen untuk perolehan suara pemilihan presiden. Komisioner KPU Bangli Gde P Roy Suparman saat dikonfirmasi mengakui bahwa data perolehan suara pemilu di Bangli yang ditampilkan di

Bangli (Bali Post) – Proyek pembangunan jembatan penghubung antara Banjar Metra, Desa Yangapi dengan Banjar Kedui Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku yang mangkrak, dikomentari anggota Komisi III DPRD Bangli Made Sudiasa. Dia menilai tak tuntasnya proyek tersebut karena ketidakprofesionalan pihak kontraktor dalam bekerja. Mengingat keberadaan jembatan Metra-Kedui selama ini sangat diharapkan masyarakat, politisi asal Desa Undisan itu pun meminta pemerintah nantinya bisa merampungkan proyek jembatan tersebut. Sudiasa mengatakan sebagaimana informasi yang didapatnya, diketahui bahwa salah satu penyebab gagal tuntasnya proyek itu karena tenaga yang dilibatkan pihak pemborong dalam pelaksanaan proyek di lapangan tidak optimal. Karena itu dia pun menilai pihak kontraktor tidak profesional untuk menyelesaikan pekerjaannya. Menurut Sudiasa semestin-

ya Dinas PUTRPerkim bisa belajar dari pengalaman sebelumnya. Dimana pada tahun-tahun sebelumnya, kasus proyek yang gagal tuntas seperti ini sudah terjadi beberapa kali. “Proyek pembangunan jembatan itu kan berat. Semestinya Dinas PU memilih kontraktor yang profesional. Saat tender, syarat kontraktor harus bener-bener diperhatikan, agak ditinggikanlah. Harus berkualitas dan bisa mengerjakan di daerah sulit,” terangnya. Karena gagal menuntaskan pekerjaannya, Sudiasa pun meminta Dinas PUTRPerkim memberikan penilaian khusus dan sanksi tegas terhadap kontraktor tersebut sesuai aturan main yang berlaku. Pihaknya tidak ingin gara-gara ini, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah luntur. “Harus cepat ambil sikap. Jangan dibiarkan begitu saja. Sehingga menjadi tontonan masyarakat. Jangan sampai masyarakat jadi tidak percaya dengan pemkab karena melihat kondisi itu,” jelasnya.

SURAT edaran Bupati Bangli tentang imbauan gerakan one day no rice (sehari tanpa beras) menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian menanggapi positif, namun tak sedikit juga yang kurang setuju dan menganggap edaran itu terkesan berlebihan. Lalu apa yang sebenarnya menjadi tujuan Bupati mengeluarkan surat edaran tersebut? Ditemui di sela-sela kegiatan memantau pelaksanaan UNBK di SMPN 3 Bangli, Senin lalu, Bupati Bangli I Made Gianyar mengungkapkan, bahwa saat ini sudah banyak masyarakat yang menderita penyakit akibat mengonsumsi makanan yang bersumber dari beras terlalu berlebih. Salah satunya penyakit diabetes. Karena prihatin dengan hal itu dirinya pun ingin masyarakat di Kabupaten Bangli mulai melakukan pengaturan pola makan dengan mengurangi konsumsi makanan berbahan beras. “Sekarang problem kita bukan soal kekurangan makanan. Tapi banyak orang sakit karena

banyak makan. Sehingga perlu pengaturan,” terangnya. Sebagai ganti beras, menurut Made Gianyar, kini masyarakat diharapkan bisa beralih mengonsumsi bahan pangan lainnya seperti jagung, ketela dan umbi-umbian lainnya. Sebab, seperti yang diketahui beberapa jenis bahan pangan itu juga mengandung karbohidrat tinggi. Dengan mengurangi konsumsi beras, selain baik untuk kesehatan, juga berdampak baik untuk menjaga stabilitas harga beras. “Kalau permintaan beras banyak, beras sedikit, harga naik. Maka itu ayo mulai sekarang kurangi konsumsi beras,” kata Made Gianyar. Sesuai edaran yang dikeluarkannya, Bupati asal D e s a Bunutin, Kintamani ini

Bali Post/kmb40

Bangli tahun 2018 lalu itu menyedot anggaran yang cukup besar dengan nilai mencapai Rp 5 miliar lebih. Selain Metra-Kedui, ada tiga jembatan lainnya yang juga dibangun Pemkab Bangli di tahun 2018, yakni jembatan Batur-Gunung Kunyit dengan anggaran Rp 6,1 miliar, jembatan Gunung Bau-Binyan dengan anggaran Rp 6,5 miliar dan jembatan Belancan-Bukih dengan anggaran Rp 5,1 miliar lebih. Tak hanya jembatan Metra-Kedui yang pembangunannya gagal tuntas 100 persen di tahun 2018, ketiga jembatan lainnya juga nasibnya tak jauh beda. (kmb40)

website masih minim. Penyebab lambatnya pengunggahan data perolehan suara di website karena server KPU RI down. “Kita sudah sampaikan kendala yang dihadapi. Jawaban dari KPU RI, karena servernya ngedown,” terangnya. Untuk mengunggah data perolehan suara, KPU Bangli melibatkan sekitar 23 tenaga operator. Mereka bertugas untuk men-scan, memindai dan meng-entri data C1. “Kalau dari segi tenaga sih tidak ada masalah,” terangnya. Roy mengatakan saat ini seluruh data C1 dari 843 TPS sudah selesai ter-scan dan terentri. Tinggal proses pengunggahan. (kmb40)

Pembangunan Jembatan Metra-Kedui Diharapkan Tuntas

Bali Post/kmb40

PEDAGANG - Sejumlah pedagang menawarkan buah dan aksesoris kepada wisatawan asing yang sedang berkunjung ke objek wisata Penelokan, Kintamani, baru-baru ini.

Penyaluran BPNT Direncanakan Mulai Juli

Bali Post/kmb40

Made Sudiasa

Ke depan, Sudiasa berharap Pemkab Bangli bisa melanjutkan kembali pembangunan proyek jembatan itu agar masyarakat tidak kecewa. Apalagi selama ini, keberadaan jembatan penghubung itu sangat diidam-idamkan masyarakat dari dua desa tersebut. “Apapun alasannya pemkab harus menyelesaikan itu,” imbuh Sudiasa. (kmb40)

Gerakan ’’One Day No Rice’’ Demi Kesehatan

”Sekarang problem kita bukan soal kekurangan makanan. Tapi banyak orang sakit karena banyak makan. Sehingga perlu pengaturan.” Bupati Made Gianyar

berharap gerakan untuk mengurangi konsumsi beras bisa diterapkan masyarakat minimal sehari dalam seminggu. Made Gianyar mengatakan, saat ini dirinya sendiri sudah menerapkan gerakan one day no rice, bahkan hingga dua kali dalam seminggu. Sebagai pengganti beras, dirinya juga mengaku setiap hari merebus ketela. Diakui Made Gianyar, untuk membiasakan masyarakat mengurangi konsumsi beras memang tidak mudah. Perlu edukasi secara perlahan dan terus menerus. “Seperti penggunaan plastik sekali pakai. Kemarin saya belanja harus pegang sendiri. Jadi memang untuk kebaikan harus ada pengorbanan. Mana ada kebaikan tanpa pengorbanan,” pungkasnya. Seperti yang diketahui, surat edaran tentang gerakan one day no rice, yaitu gerakan untuk tidak mengonsumsi beras setiap hari Kamis, dikeluarkan Bupati Bangli I Made Gianyar per 8 April 2019. (ina)

Bangli (Bali Post)Program bantuan pangan non-tunai (BPNT) di Kabupaten Bangli yang pelaksanaannya tertunda karena hajatan pemilu, direncanakan mulai bisa berjalan pada Juli mendatang. Untuk memantapkan penyaluran bantuan tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangli selama ini telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya pelatihan terhadap operator di masing-masing desa. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta, Selasa (23/4) kemarin, mengatakan, pihaknya telah melakukan pelatihan TOT (Training of Trainer) untuk operator di masingmasing desa agar bisa menggunakan aplikasi SIKSNG. Operator tersebut bertugas meng-input data penerima bantuan di desa. “Sekarang tinggal penginputan data baru. Karena data tersebut terus berubah setiap bulan,” kata Sukarta. Untuk saat ini jumlah penerima BPNT

terdata sebanyak 7.506 KK. Selanjutnya, pihakya akan melakukan pelatihan kepada kelompok e-warong yang dilakukan bersama pihak bank. Tak hanya itu, pihaknya juga akan melatih keluarga penerima manfaat (KPM) soal penggunaan alat gesek, sekaligus mensosialisasikan terkait kerahasiaan PIN kartu. Sukarta mengatakan, bahwa pelaksanaan BPNT sedianya berjalan bulan April setelah pemilu. Namun, karena belum dilakukan pelatihan dari Kementerian kepada e-warong sebagai pihak yang melayani BPNT, maka diundur. Dia menyebutkan satu ewarong maksimal melayani 250 KPM. Sementara jumlah e-warong yang tersedia di Kabupaten Bangli saat ini baru 9 e-warong. Dengan jumlah KPM mencapai 7506 penerima, setidaknya jumlah e-warong yang dibutuhkan 30 lebih. Sukarta mengakui bahwa warga yang berminat menjadi e-warong

saat ini tergolong minim. Meski demikian pihaknya saat ini masih terus berupaya menambah e-warong. Di samping menentukan agen penyalur sebagai pihak yang melayani kebutuhan di masing-masing e-warong. Sementara itu, disinggung mengenai kendala lain seperti jaringan internet, Sukarta mengatakan hal itu tak terlalu menjadi masalah. Menurutnya hampir semua desa sekarang sudah terjangkau internet. “Yang lebih menjadi kendala saat ini adalah orang yang bisa melayani, serta alat gesek,” imbuhnya. Sebagaimana yang diketahui, Pemerintah Kabupaten Bangli sebelumnya berencana menerakan program pemberian BPNT mulai awal Januari 2019. Penyaluran BPNT akan dilakukan melalui e-warong. Hanya saja hingga pertengahan Januari lalu program itu belum bisa dilaksanakan. Pihak Dinas Sosial kala itu beralasan belum bisa melaksanakan

program BPNT dikarenakan beberapa e-warong yang dirancang untuk pelayanan penyaluran BNPT masih belum siap beroperasi. Kendalanya karena belum memiliki alat gesek. Selanjutnya pelaksanaannya kembali tertunda hingga menunggu usai pemilu. Alasannya untuk menghindari adanya anggapan BPNT bermuatan politis. Dalam program BPNT, masing-masing KPM direncanakan diberikan bantuan non tunai dengan nilai Rp 110 ribu per bulan. Untuk mencairkannya, penerima manfaat akan diberikan semacam kartu yang bisa digesek di e-warong. Saat mencairkan bantuan di ewarong, penerima manfaat tidak mesti melakukan pencairan sekaligus. Melainkan bisa dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan. Bantuan tidak bisa dicairkan dalam bentuk uang atau barang lainnya. Wajib hanya dalam bentuk beras dan telur. (kmb40)


OLAHRAGA

Rabu Wage, 24 April 2019

15

’’Derby’’ Manchester

MU dan City Usung Misi Berbeda

Bali Post/ist

TEMBAKKAN BOLA – Pemain Merpati Bali menembakkan bola ke jaring saat melawan Flying Wheel.

Merpati Bali Menang Yogyakarta (Bali Post) – Tim bola basket Merpati Bali selangkah lagi menuju babak semifinal Piala Srikandi musim 2018-2019 setelah di babak playoff Pul A mengalahkan Flying Wheel Makassar 80-47 di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Senin (22/4). Merpati Bali yang dilatih oleh Bambang Asdianto Pribadi turun dengan komposisi para pemain starternya yakni Agustin Gradita Retong yang bertindak sebagai kapten tim, Tania Rasidi, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma, Dora Lovita, dan Kadek Pratita Citta Dewi. Dua kuarter awal menjadi milik Merpati Bali, 16-12, 3426. Merpati begitu dominan dalam hal bola rebound yaitu 27 kali, sedangkan Flying Wheel hanya mampu membuat 20. Namun, hingga babak pertama, kemenangan sementara Merpati Bali diraih dari usahanya mencetak poin lewat kesalahan lawan (9 poin) dan koleksi angka pemain cadangannya (20 poin). Putu Tiana Widiastari

menjadi topskor pada 20 menit pertama. Bermain selama 11 menit, ia berhasil membuat 8 angka dan 2 steal, dibayangi Fitria Ramadhani Madjid dengan 6 poin. Intensitas permainan Merpati Bali semakin meningkat di kuarter ketiga dan kembali unggul 58-42. Puncaknya mereka menyudahi perlawanan Flying Wheel dengan selisih 33 angka. Tiana Widiastari dan Husna Aulia Latifah samasama membuat 14 angka. Jum HL menjadi topskor Flying Wheel dengan raihan 21 poin. “Kunci kemenangan kami mungkin karena bermain enjoy dan saling percaya satu sama lain. Sebenarnya tidak ada instruksi khusus dari pelatih kepada saya untuk mencetak angka sebanyak-banyaknya. Semua itu dukungan dari teman-teman, sehingga saya bisa lebih leluasa dan nyaman bermain,” kata Tiana Widiastari. Merpati Bali selanjutnya bertemu Sahabat Semarang di laga terakhir penyisihan Pul B pada Rabu (24/4) ini. (kmb)

Denpasar (Bali Post) – PRSI Bali tidak memasang target terlalu tinggi kepada atletnya dalam Kejurnas Renang Kelompok Umur (KU) di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, 25–28 April nanti. Para perenang diminta berjuang untuk mempertahankan peringkat kedua seperti yang dicapai pada kejurnas tahun lalu. Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengprov PRSI Bali Agus Aryadi usai pamitan dan pelepasan atlet di KONI Bali, Denpasar, Selasa (23/4) kemarin. ‘’Kami fokus mempertahankan posisi runner-up seperti tahun lalu di bawah Jawa Timur. Kami tidak muluk-muluk karena persaingan sangat ketat. Soal jumlah emas mengikuti saja,” ujarnya. Tim renang Bali beranggotakan 33 perenang yang terdiri atas 21 atlet grade I serta 12 perenang grade II dan III. Khusus bagi per-

enang yang turun di kejurnas yang juga merupakan ajang Pra-PON, diharapkan lolos ke PON 2020 di Papua sebanyak-banyaknya. Salah satunya Eva Lilian Van Leenen yang menyabet emas pada PON XIX/2016 di Jabar. Di bagian lain, Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi meminta sepuluh perenang Bali yang turun di kejurnas sekaligus Pra-PON bisa berprestasi dan merebut tiket ke PON 2020, sehingga satu emas yang didapat di PON Jabar bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Perenang dinyatakan lolos ke PON Papua jika masuk peringkat tiga besar di masing-masing nomor yang diikuti. ‘’Saya minta atlet renang bersemangat dan punya daya juang yang tinggi saat bertanding serta memiliki tanggung jawab untuk berprestasi buat Bali,” kata Suwandi. (kmb)

Perenang Bali Ditarget Pertahankan Prestasi

London – Derby Manchester tersaji dalam lanjutan kompetisi Liga Utama Inggris di Old Trafford pada Kamis (25/4) dini hari. Manchester United (MU) menjamu Manchester City dalam laga yang mengusung misi berbeda. United berjuang untuk masuk empat besar klasemen, sedangkan City mempertaruhkan gelar juara. United harus mengembalikan rasa bangganya setelah dipermalukan 0-4 oleh tuan rumah Everton pada Senin (22/4). Kekalahan di Goodison Park ini adalah yang keenam dialami United dalam delapan pertandingan termasuk Liga Champions dan Piala FA sehingga kembali turun ke urutan keenam Liga Primer. Sementara City perlu memenangkan empat laga tersisa untuk menjadi tim pertama setelah United yang mempertahankan gelar Liga Inggris. Momentum kebangkitan MU yang dibangun oleh pelatih Ole Gunnar Solskjaer telah hilang dalam beberapa bulan terakhir. Pria Norwegia ini harus menunjukkan kemampuan untuk menahan kemerosotan Paul Pogba dan kawan-kawan. “Melawan City di Old Trafford adalah insentif terbesar yang bisa kami miliki. Di rumah, di depan para penggemar kami yang fantastis, mereka mendukung dan saya yakin akan hadir,’’ kata Solskjaer usai laga kontra Everton. Jika City gagal menang di Old Trafford, Liverpool berpeluang besar menjadi juara liga lagi dalam 29 tahun. Si Merah Liverpool saat ini memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin atas City. Namun, pasukan Pep Guardiola memi-

10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung Ngusaba Desa Ngusaba Nini Ds. Semate Mengwi (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shooping 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shooping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Buah Naga Kuning Sangat Fantastis 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini

liki satu pertandingan di tangan dan seandainya menang atas United, mereka hanya perlu menundukkan Burnley, Leicester dan Brighton untuk merebut gelar. Upaya City untuk merebut empat trofi gagal setelah dikalahkan gol tandang oleh Tottenham di perempatfinal Liga Champions. Sergio Aguero dan kawan-kawan masih bisa mengklaim gelar domestik yaitu Liga Inggris, Piala FA, dan Piala Liga yang disabet Februari lalu. ‘’Saya suka tim ini. Saya tidak akan mengkritik mereka karena kami keluar (dari Liga Champions). Saya melihat setiap hari apa yang telah kami lakukan selama dua musim terakhir. Mereka menunjukkan karakter saya,’’ ujar Guardiola. Napoli Di bagian lain, pemain sayap Chelsea Callum Hudson-Odoi akan absen sepanjang sisa musim ini setelah menderita cedera achilles pada hasil imbang 2-2 melawan Burnley, Selasa (23/4)

Jalur Logistik ‘’Kemudian ada program prioritas terkait peningkatan infrastruktur,’’ imbuhnya. Infrastruktur yang dimaksud, lanjut Koster, lanjutan pembangunan shortcut ruas jalan Singaraja-Denpasar, lanjutan pembangunan shortcut ruas jalan Denpasar-Gilimanuk, pengembangan jalan untuk jalur logistik Trans Jawa-BaliNTB melalui jalur Bali Utara (Gilimanuk – Buleleng - Karangasem), pembangunan jalan by-pass lingkar Bali, lanjutan Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, pembangunan jalan lingkar Nusa Penida di Kabupaten Klungkung, pembangunan jalur kereta api lingkar Bali, lanjutan pembangunan infrastruktur Pelabuhan Cruise Tanah Ampo di Karangasem, pembangunan dermaga penyeberangan segitiga Sanur (Denpasar) menuju

Rabu, 24 April 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung Ngusaba Desa Ngusaba Nini Ds. Semate Mengwi (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Ball Hanoman (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:05 Wita Seputar Bali Terkini

kemarin. Hudson-Odoi tertatih-tatih dibantu oleh dua anggota staf medis Chelsea setelah mengalami cedera pada paruh pertama per-

16:05 Wita Lila Cita Sanggar Cilinaya (1) 17:00 Wita Dialog Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Ki Bajra Sakti Samprangan Kediri Tabanan (3) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel

Nusa Lembongan dan Nusa Penida Kabupaten Klungkung, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan penyeberangan di Amed, Karangasem menuju Lombok (NTB). ‘’Prioritas lainnya adalah pembangunan Pasar Sukawati Gianyar dan pembangunan RSUD Kabupaten Tabanan,’’ tambahnya. Terkait program-program yang disampaikan Koster tersebut, Jokowi langsung merespons dan menyetujuinya. Yakni langsung memerintahkan Menteri Keuangan untuk merumuskan kebijakan anggaran bagi penguatan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya untuk desa adat. Selain itu, langsung memerintahkan Menteri PUPR untuk memprogramkan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di kawasan Gunaksa Kabupaten Klungkung mulai tahun 2020. Menteri PUPR juga diminta untuk memprogramkan lan-

jutan pembangunan shortcut ruas jalan Singaraja-Denpasar, lanjutan pembangunan shortcut ruas jalan Denpasar-Gilimanuk, pengembangan jalan untuk jalur logistik Trans JawaBali-NTB melalui jalur Bali Utara (Gilimanuk – Buleleng - Karangasem), pembangunan jalan lingkar Nusa Penida di Kabupaten Klungkung, serta pembangunan Pasar Sukawati Gianyar. Sementara untuk pengembangan infrastruktur Pelabuhan Cruise Tanah Ampo di Karangasem serta pembangunan dermaga penyeberangan segitiga Sanur (Denpasar) menuju Nusa Lembongan dan Nusa Penida Kabupaten Klungkung, diperintahkan kepada Menteri Perhubungan untuk segera diprogramkan. Presiden juga memenuhi permohonan Gubernur Bali untuk membuka Pesta Kesenian Bali pada 15 Juni mendatang. (ad897)

tandingan di Stamford Bridge. Cedera pemain berusia 18 tahun itu merupakan pukulan besar bagi Chelsea yang tengah berjuang untuk lolos ke Liga Champions musim depan baik dengan finis di empat besar Liga Primer maupun memenangkan Liga Eropa. The Blues yang berada di urutan keempat Liga Inggris menghadapi Eintracht Frankfurt di semifinal Liga Eropa. Dalam lanjutan Serie A Liga Italia, Atalanta menang 2-1 atas tuan rumah Napoli. Tambahan tiga poin mengangkat Atalanta sejajar dengan AC Milan yang menempati tempat keempat atau terakhir Liga Champions. Sebaliknya bagi Napoli, kekalahan di Stadion San Paolo adalah yang kedua berturutturut setelah ditundukkan Arsenal di perempatfinal Liga Eropa. Perjuangan Napoli musim ini secara efektif berakhir Minggu lalu, ketika Juventus meraih gelar Liga Italia kedelapan berturut-turut. Itu berarti yang ter-

baik yang bisa diharapkan Napoli adalah finis kedua untuk keempat kalinya dalam tujuh musim. Mereka tertinggal 20 poin dari Juve meskipun masih di atas Inter Milan yang bercokol di tempat ketiga. (afp/kmb)


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Rabu Wage, 24 April 2019

Menimbang Kembali Pelaksanaan Pilpres dan Pileg secara Serentak Pelaksanaan pemilu bersamaan antara pemilu presiden (pilpres) dan pemilu legislatif (pileg) menimbulkan sejumlah persoalan. Selain tenggelamnya pileg karena kalah riuh oleh pilpres, beban berat penyelenggara telah memakan korban jiwa. Puluhan petugas KPPS meninggal dunia, baik karena kelelahan maupun kecelakaan. Ini belum termasuk petugas kepolisian yang juga meninggal karena kelelahan. Apakah sebaiknya pilpres dan pileg dipisahkan lagi?

Hingga kini tercatat ada 91 petugas KPPS tersebar di 19 provinsi meninggal dunia dan 374 petugas yang jatuh sakit. Selain itu, ada juga yang sampai keguguran kandungan, depresi berat, bunuh diri ataupun mencoba bunuh diri. Memang dengan jumlah pemilih mencapai lebih dari 180 juta, lebih dari 811.00 TPS dan sistem pemilihan yang terumit di dunia, menjadikan beban berat bagi pihak penyelenggara. Cendekiawan muslim Prof. Dr. Komarudin Hidayat mengatakan, pemilu presiden dan pemilu legislatif hendaknya diselenggarakan secara terpisah karena beban penyelenggaraan yang berat dan persaingan yang ketat, yang dapat memengaruhi suasana pemilihan

calon pemimpin. ‘’Ke depan agar dipertimbangkan dipisah antara pilpres dan pileg,’’ kata Komarudin, di Jakarta, Selasa (23/4) kemarin. Komarudin mengatakan, fenomena 91 petugas KPPS yang meninggal dunia dan ratusan yang jatuh sakit itu hal yang kurang diprediksi penyelenggara pemilu. ‘’Pemilu ini memang berat sekali bebannya, dalam satu hari lima coblosan se-Indonesia kemudian persaingannya juga ketat sehingga beban dari pelaksana itu berat. Belum lagi nanti dibatasi waktu kemudian mengangkut barang logistiknya juga jauh. Jadi secara fisik dan mental berat sekali, oleh karena itu wajar kalau mereka itu pada stres, karena beban KPU yang memang berat,’’ katanya.

Hal serupa juga disampaikan Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) yang merekomendasikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan evaluasi penyelenggaraan pemilu yang memiliki banyak sekali masalah. Direktur DEEP Yusfitriadi menilai animo masyarakat yang tinggi terhadap pemilu harus diiringi dengan hal teknis yang cukup matang. Pihaknya mencatat banyak sekali temuan permasalahan pelaksanaan pemilu, baik logistik dan sumber daya manusianya. ‘’Tidak sekadar internal penyelenggara karena penyelenggara merupakan korban kebijakan, apakah akan dipertahankan pemilu serentak model ini tapi memperbaiki

unsur teknis atau akan diubah menjadi pemilu serentak tapi dibedakan antara eksekutif dan legislatif,’’ katanya. Sementara itu, Titi Anggraini, Direktur Eksekutif Direktur Eksekutif, menilai usulan agar pemilu dipisahkan antara pilpres dan pileg bukan jalan keluar untuk perbaikan demokrasi di Tanah Air. Menurutnya, pemisahan pileg dan pilpres justru mengembalikan rancangan pemilu seperti pada 2004, 2009 dan 2014. ‘’Desain tiga pemilu tersebut pada dasarnya cenderung sulit dikelola. Kerumitannya juga menjadi sebab meninggalnya petugas di pemilu-pemilu legislatif sebelumnya, meski tidak sebanyak tahun ini,’’ tambahnya.

Sebagai solusi, menurut Titi Anggraini, adalah pemisahan pemilihan umum menjadi serentak secara nasional dan lokal. Artinya, pelaksanaan pemilu serentak nasional meliputi pilpres, pemilihan anggota DPR-RI dan pemilihan anggota DPD-RI, baru dua atau 2,5 tahun kemudian diselenggarakan pemilu serentak lokal meliputi pemilihan kepala daerah, pemilihan anggota DPRD provinsi dan pemilihan anggota DPRD kabupaten/kota. ‘’Putusan MK (Mahkamah Konstitusi) saat itu adalah menerima pemilu serentak. Namun sayangnya pemilu serentak didesain oleh pembentuk undang-undang dengan lima jenis pemilu sekaligus seperti sekarang,’’ jelas Titi. (ant)

Pemilu di Bali

Kemenangan Pancasila dan Kaum Milenial Kepesertaan krama Bali dalam pemilu serentak, 17 April lalu sangat tinggi. Ini bukti bahwa hajatan demokrasi lima tahunan ini mendapat sambutan hangat. Terlebih bagi kaum milenial. Mereka tergerak melaksanakan hak pilihnya demi tegaknya Pancasila. Hal tersebut menjadi perhatian Gus Marhaen, Pimpinan Museum Agung Bung Karno. I Made Anom Wiranata

Bansos Merusak Kompetisi Demokrasi Denpasar (Bali Post) Kompetisi perebutan suara dalam pemilu legislatif di Bali menunjukkan kemenangan bagi caleg yang mengguyur konstituen dengan dana dalam bentuk bantuan sosial (bansos). Kompetisi dalam demokrasi pun dinilai menjadi rusak, karena tidak lagi mengutamakan kualitas caleg. Untuk itu, diusulkan agar pemberian bansos melalui perantara legislatif segera dihentikan. Demikian disampaikan pengamat politik yang juga dosen FISIP Unud I Made Anom Wiranata, Selasa (23/4) kemarin. Menurut Anom, secara substantif bansos tersebut merusak kompetisi dan menghadirkan kontestasi yang tidak fair. Distribusi materi langsung pada konstituen merusak tatanan Trias Politika. ‘’Legislatif bukan mengeksekusi kebijakan, namun membuat kebijakan. Bansos harus dieksekusi oleh eksekutif melalui jaringan birokasi pemerintah daerah,’’ tegasnya. Selama ini, masyarakat juga tidak pernah diberitahukan secara terbuka bahwa bansos tersebut merupakan dana milik rakyat yang peruntukannya memang harus kepada rakyat. ‘’Masyarakat harus mendapat pemberitahuan bahwa bansos berasal dari anggaran pemerintah, bukan dari kantong pribadi anggota dewan,’’ katanya. Anom kemudian menegaskan bahwa bansos melalui lembaga legislatif harus segera dihapuskan. Jika tidak risikonya terlalu besar bagi demokrasi. Caleg yang terpilih sangat mungkin tidak memenuhi standar kualitas, sehingga tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik dan benar. ‘’Pemberian bantuan meterial langsung kepada masyarakat oleh anggota dewan petahana melalui skema bansos harus dihapus,’’ katanya. Meski demikian, Anom merasa penghapusan bansos melalui legislatif akan sangat sulit dilakukan, karena aturan dibuat oleh anggota dewan. ‘’Bagaimana mungkin anggota dewan menghapus UU yang menjadi ladang bancakan bagi mereka? Yang menjadi senjata utama dalam melawan calegcaleg nonpetahana,’’ katanya. Selain memutus pemberian bansos melalui legislatif untuk mengembalikan iklim kompetisi demokrasi yang sehat, Anom juga mengusulkan agar ada pembatasan masa jabatan anggota dewan pada jenjang tertentu. ‘’Jika jabatan presiden dibatasi sebanyak dua periode, mengapa jabatan anggota dewan menjadi tidak terbatas? Jabatan anggota dewan yang tidak dibatasi akan menghambat kaderisasi dalam tubuh partai,’’ kata Anom. (kmb14 )

Katanya, pelaksanaan pemilu di Bali yang damai dan cenderung meningkatnya suara partai-partai pelopor, merupakan kemenangan Pancasila dan kaum milenial. Sebab, mereka (kaum milenial) ingin Pancasila tetap tegak di bumi Nusantara. Ini juga menandakan mereka menolak khilafah yang sempat dikumandangkan sejumlah pihak. Penolakan tentang khilafah, bukan kali ini saja didengungkan. Jauh sebelum pemilu hal tersebut telah disuarakan senator Arya Wedakarna. Rupanya penolakan tersebut juga menjadi prinsip dasar bagi kaum milenial Bali untuk melawan hal-hal yang tak sesuai dengan kodrat bangsa Indonesia yang menghargai keberagaman.

Untuk itu, kata Gus Marhaen, Selasa (23/4) kemarin, adalah tugas para calon legislatif yang nanti terpilih baik di DPRD II, DPRD I maupun DPR-RI untuk menjaga aspirasi tersebut. Sebab, mereka sudah membuktikan diri bahwa mereka pembela Pancasila. Demikian pula eksekutif juga harus memperhatikan aspirasi ini. ‘’Artinya, kalau bicara Pancasila, intinya adalah kesejahteraan. Maka siapa pun berkuasa baik di legislatif maupun eksekutif harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat, termasuk kaum milenial,’’ tegas Gus Marhaen dengan suara yang meninggi. Kebangkitan kaum milenial di Bali ini, juga bentuk perlawanan terhadap hoax dan fitnah yang

bertebaran di media sosial. Mereka juga ingin membantah anggapan, bahwa kaum milenial tak peduli akan keselamatan bangsa. ‘’Ini bukti bahwa milenial Bali berpikir sangat cerdas,’’ katanya berulang-ulang. Untuk itu, tambahnya, adalah kewajiban KPU untuk mengawal suara-suara milenial ini. Jangan sampai jatuh kepada mereka yang sebenarnya tidak berhak mendapatkan suara. Demikian pula, partai-partai pelopor yang menunjukkan kejayaan pada pemilu ini juga berkewajiban memperhatikan kaum milenial. Jangan sampai militansi mereka memudar, karena elite partai tak bisa menjaga kepercayaan itu. (019)

Gus Marhaen

Posisi Ekadana di DPRD Tabanan ”Diteruskan” sang Istri

Tabanan (Bali Post) Ada yang menarik dari perhelatan Pemilu 2019 tahun ini khususnya untuk calon legislatif DPRD tingkat II Kabupaten Tabanan. Dari raihan suara sementara yang didominasi oleh caleg PDI-P, salah satunya srikandi asal Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, yang masuk Dapil II (Selemadeg Raya-Pupuan) Ni Nyoman Ayu Wahyuni yang merupakan istri dari salah satu anggota Dewan Tabanan I Made Ekadana yang tahun ini memang tidak ikut dalam bursa caleg, lantaran sudah dua kali duduk di kursi legislatif. Tak sia-sia, perolehan suara sang istri mencapai angka 4.300 suara. ‘’Memang tahun ini saya tidak ikut nyaleg lagi, saya pilih istirahat, biarkan istri yang meneruskan perjuangan bersama teman-teman Ni Nyoman Wahyuni bersama Made Ekadana.

lainnya,’’ terang Ekadana, Selasa (23/4) kemarin. Sementara itu sang istri, Ni Nyoman Ayu Wahyuni, menceritakan dirinya tidak menyangka bisa lolos untuk bisa menuju gedung DPRD Tabanan, meskipun belum ada proses pleno. Wahyuni menceritakan keterlibatannya sebagai caleg awalnya dari petunjuk Ketua DPC I Komang Gede Sanjaya. Di mana saat itu ada dua caleg dari PDI-P yang ditunjuk menjadi penerus caleg dari Selemadeg Barat. Namun saat proses pendaftaran ada syarat yang tidak bisa dipenuhi oleh kandidat sebelumnya, sehingga Ayu Wahyuni yang selanjutnya ditunjuk. ‘’Saya maju atas penunjukan mewakili keterlibatan caleg perempuan,’’ bebernya. Perempuan yang telah dikaruniai dua orang anak ini mengatakan sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya. Begitupun,

Wahyuni mengaku sudah banyak masyarakat yang kenal baik dengannya lantaran selama 10 tahun terakhir selalu mendampingi suami saat masih duduk di legislatif khususnya dalam melakukan simakrama kepada masyarakat. Dan dirinya pun berencana akan memperjuangkan aspirasi masyarakat secara umum terutama kaum perempuan. ‘’Saya akan berusaha mengemban tugas, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya,’’ ucapnya. Harapan itu pun didukung oleh Ekadana selaku suami, yang berharap sang istri yang sudah dipercayai rakyat bisa mewakili Kecamatan Selemadeg Barat dapat mengemban tugas dengan baik. Memaksimalkan perjuangan rakyat karena saat dirinya menjabat dua kali periode di gedung dewan, tentu aspirasi rakyat belum terserap secara maksimal. ‘’Intinya ibu (istri) harus bisa lebih baik lagi khususnya menyerap aspirasi di Selbar,’’ pesannya. (kmb28)

Chef Indonesia

’’Membumbui’’ Dunia dengan Masakan Indonesia Bali

Wonderful Indonesia

Hotel, Villa dan Restoran

Chef di Indonesia ingin mengangkat menu nusantara ke kancah internasional. Mereka berupaya agar masakan Indonesia dapat masuk ke daftar menu restoran– restoran yang ada di dunia. Upaya ini telah dilakukan chef asal Indonesia Maxie Millian yang bekerja sebagai head cheff di dua restoran di Bali yaitu Merah Putih dan Sangsaka.

Bersama lima kawannya, Maxie memulai tur ke lima negara dan melakukan demo memasak. Mulanya ia pergi ke Spanyol kemudian ke Slovakia dengan melakukan demo memasak di sebuah restoran Asia, lalu ke Praha, Brussel, Belgia dan Rotterdam. Di Rotterdam ia memasak di atas trem. Perjalanan ke lima negara itu membawa kesan tersendiri karena tantangannya adalah membawa bumbu–bumbu dan rempah–rempah asal Indonesia untuk dibawa berkeliling negara tersebut. Ditemui Senin (22/4) saat Press Call Ubud Food Festival (UFF) ke-5, ia menuturkan keinginannya untuk lebih memperkenalkan masakan Indonesia. ‘’Dari tur itu, ternyata dunia internasional belum mengenal secara dalam masakan Indonesia,’’ ungkapnya. Setelah melakukan demo memasak di lima negara itu, feedback-nya positif. Mereka terpukau dengan bahan yang ia bawa seperti kecombrang, kecicang, dll. ‘’Ketika diimplemen-

tasikan ke dalam makanan, mereka terpukau. Makanya saya semakin semangat membawa makanan Indonesia ke dunia agar bisa sejajar dengan makanan lainnya,’’ tuturnya. Meski ia sendiri ‘’terlahir’’ sebagai seorang cheff dengan basic French Cuisine (masakan Eropa), namun pada akhirnya ia kembali ke masakan Indonesia yang sejak kecil dibuatkan oleh ibunya. Tamat dari STP Bandung tahun 2014, ia bekerja di Dubai sebagai seorang chef makanan Eropa. Maxie memutuskan kembali dan bekerja di Indonesia sebagai chef di Merah Putih Restaurant dan Sangsaka Restaurant. Dua restoran itu menyajikan menu full Indonesia. Meski menyajikan menu Indonesia, diakui 80 persen pengunjungnya adalah ekspatriat. Menurutnya, ini membuktikan bahwa masakan Indonesia diminati di dunia internasional. Awalnya ia berpikir untuk mengambil spesialis studi French Cuisine karena kerumitan bahan serta cara

memasak yang menjadi tantangan. Namun setelah bergelut dengan masakan Indonesia, ia menyadari satu hal bahwa masakan Indonesia lebih rumit dari masakan Eropa. ‘’Masakan Eropa itu rumit, tapi masakan Indonesia lebih rumit dan challenging lagi,’’ kata chef yang mendalami masakan Indonesia sejak tiga tahun lalu itu. Ini menyebabkan tren berubah. Jika dulunya anak muda lebih memilih belajar masakan Eropa, ini dikatakan anak muda lebih tertarik belajar masakan Indonesia. ‘’Membumbui’’ dunia dengan masakan Indonesia ini pula yang akan ia lakukan di Ubud Food Festival (UFF) ke-5 akhir April nanti. Tidak hanya memperkenalkan masakan Indonesia, ia juga memperkenalkan bahan baku lokal yang ia gunakan. Ini salah satu upaya agar local farmer dapat diangkat ke kancah dunia, sehingga petani semakin bergairah untuk melakukan aktivitas bertaninya. (may)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook