terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
12 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 186 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Senin kliwon, 24 Februari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Tewas di Kamar Kos
Nasib Peternak Tak Jelas
Jembatan Darurat Ditutup
Penghuni kos di Jalan Gunung Salak Gang Agung-1, Padangsambian Klod, Denpasar Barat, Minggu (23/2) kemarin geger. Seorang penghuni kamar kos bersimbah darah di kamar mandi. Korbannya adalah Budi Trisna Triadi (42).
Nasib ratusan peternak babi di Kabupaten Gianyar makin tidak jelas. Pemerintah mengimbau mereka untuk mengosongkan kandang selama wabah masih ditemukan. Sementara itu, kematian babi di wilayah Gianyar masih terus terjadi hingga Minggu (23/2) kemarin. GIANYAR | HAL. 6
Hujan lebat di Karangasem mengakibatkan senderan jembatan Subagan kembali jebol. Kondisi itu membuat penutupan akses menuju ke jembatan darurat yang menghubungkan Subagan menuju Asak.
DENPASAR | HAL. 2
KARANGASEM | HAL. 8
Gubernur Koster Tegaskan Bali Tetap Nyaman dan Menarik Dikunjungi Wisatawan SEJAK muncul wabah virus Corona di Wuhan, Tiongkok, Bali malah diterpa isu miring. Dalam pemberitaan sebuah media asing, Pulau Dewata disebut sebagai kota hantu. Terlebih setelah pemerintah Indonesia menutup sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok. Hal ini pun langsung ditepis
Gubernur Bali Wayan Koster usai menghadiri peluncuran Calendar of Event Tahun 2020 Kota Banjarmasin, di Pantai Double Six, Kuta, Badung, Sabtu (22/2) malam. ‘’Jangan percaya pada pemberitaan di beberapa media yang mengatakan Bali sebagai kota hantu. Berita tentang Bali
jadi kota hantu saya tegaskan itu tidak benar. Karena apa yang kita lihat sekarang, Bali masih hidup pariwisatanya,’’ ujarnya. Koster menambahkan, pariwisata Bali masih tetap ramai. Terlihat dari puluhan ribu wisatawan, baik domestik maupun mancanegara masih berkun-
jung ke Bali. Ini menunjukkan bahwa Bali masih sebagai destinasi pariwisata terbaik di dunia. Bali masih nyaman, dan menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. ‘’Saya mengundang masyarakat dunia untuk tidak takut datang ke Bali, karena hingga saat ini Bali tetap aman dan nyaman untuk dikunjungi.
’’Saya mengundang masyarakat dunia untuk tidak takut datang ke Bali, karena hingga saat ini Bali tetap aman dan nyaman untuk dikunjungi. Jadi Bali sangat hidup pariwisata. Jadi datanglah ke Bali, karena ini adalah bagian dari kehidupan masyarakat kami.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
BANJARMASIN - Gubernur Bali Wayan Koster saat peluncuran Calendar of Event Tahun 2020 Kota Banjarmasin, di Pantai Double Six, Kuta, Badung, Sabtu (22/2) malam.
OPINI
Memalukan, Masker ’’Hilang’’ dari Pasaran Oleh: GPB Suka Arjawa
MEREBAKNYA wabah Covid-19 hingga saat ini masih menimbulkan kekhawatiran di dunia. Sudah lebih dari 75.000 orang yang terjangkit dan lebih dari 1.500 orang yang meninggal dunia. Kendati demikian, ada harapan baik bahwa meskipun belum ada obatnya, tubuh manusia tetap mampu sembuh dari penyakit ini. Lebih dari 2.000 orang telah sembuh. Mayoritas dari mereka yang terjangkit ada di Tiongkok, meskipun tetap juga ada korban di negara-negara lain. Indonesia sampai saat ini masih belum terjangkit. Kita bersyukur tidak kena penyakit ini. Di Singapura warga Indonesia yang terjangkit telah dinyatakan sembuh. Masih ada empat orang warga Indonesia yang terjangkit di Jepang dan masih dalam perawatan intensif. Kita berharap mereka sembuh. Meski demikian, harus diingatkan bahwa tidak ada jaminan kalau orang Indonesia atau ras Melayu itu kebal terhadap virus Corona. Di sinilah hal yang harus diperhatikan oleh Indonesia. Dibawa pada konteks ini, nampaknya ada fenomena sosial aneh di Indonesia. Di saat masyarakat memerlukan bantuan yang paling minim, justru itulah yang tidak didapatkannya. Ketika masyarakat memerlukan masker pernapasan untuk melindungi diri dari ancaman penyebaran virus Corona itu, masker menghilang dari pasaran. Sebagian besar apotik atau toko tidak ada menjual masker. Kalaupun ada, harganya sangat mahal, berlipat empat bahkan lima. Masker yang kualitasnya lebih rendah (minimal menurut pandangan sosial) memang tersedia, tetapi jarang dan juga mahal. Ini adalah masalah sosial di Indonesia. Tidak masuk akal tetapi terjadi. Ada kemungkinan menghilangnya masker itu dari pasaran, dilakukan oleh orang-orang yang kemaruk ingin mencari untung sendiri tanpa memerhatikan orang lain. Hal. 11 Sedang Menderita
Harian Bisnis Bali Penurunan Suku Bunga Acuan BI BI menurunkan suku bunga acuan BI atau 7 day reverse repo rate (BI 7DRR) karena sangat menyadari pentingnya suku bunga rendah bagi dunia usaha. Benarkah penurunan BI 7DRR masih relatif kecil? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Daun Keliki Menu Khas Taman Sari Daun keliki kini menjadi urab menu khas Banjar Taman Sari, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem.
www.denpost.id
Jadi Bali sangat hidup pariwisata. Jadi datanglah ke Bali, karena ini adalah bagian dari kehidupan masyarakat kami,’’ tegas Koster. Sementara terkait peluncuran calendar of event pariwisata Banjarmasin, Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini menyampaikan bahwa sektor pariwisata memang semestinya terus dibangun karena semakin ke belakang sektor pariwisata menjadi sektor unggulan yang paling cepat dirasakan dampaknya oleh masyarakat dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Saat ini sektor pariwisata terus melonjak dan bahkan sekarang menempati peringkat kedua setelah minyak dan gas sebagai penghasil
devisa negara. ‘’Pariwisata yang dikelola dan dipelihara dengan baik, tidak akan pernah habis. Tidak seperti sumber daya alam yang lain. Untuk membangun pariwisata semua daerah di Indonesia harus bersinergi satu sama lain. Suatu hari Banjarmasin juga diharapkan bisa maju pariwisatanya seperti Bali,’’ jelasnya. Menurut Koster, pembangunan infrastruktur perlu terus didorong sebagai pendukung pariwisata. Kemudian membangun keramahtamahan masyarakat serta meningkatkan sinergitas, baik dengan pemerintah pusat maupun antarprovinsi dan kabupaten/kota. Pihaknya pun siap mendukung dan berkolaborasi dengan Banjarmasin untuk membangun dan
mengembangkan pariwisata. Ketua DPD PDI-P Bali ini bahkan siap memasukkan Banjarmasin sebagai salah satu destinasi wisata Bali and beyond. Ke depan kolaborasi dan kerja sama akan terus dibangun untuk memajukan pariwisata kedua wilayah pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan pariwisata Bali. Meski banyak isu menerpa, tetapi pariwisatanya tetap eksis. Sementara Banjarmasin memiliki seribu sungai dan menjadi kota dengan sungai terindah di Indonesia. Hal. 11 Sektor Penggerak
Serangkaian HUT Ke-47 PDI-P
Digelar Festival Beragam Resep Kuliner Khas Buleleng
PERAYAAN HUT ke-47 PDI-P tahun 2020 dikemas berbeda dari perayaan tahun sebelumnya. Kali ini digelar Festival Kuliner Bali serentak di seluruh kabupaten/kota di Bali. Momentum ini dimanfaatkan oleh Kabupaten Buleleng yang menampilkan beragam resep kuliner asli Den Bukit. Pameran ini dipusatkan di Taman Kota Singaraja, Minggu (23/2) kemarin. Tak sekadar pameran, namun acara ini juga sebagai media memperkenalkan resep makanan dan minuman tradisional khas Buleleng secara lebih luas. Pameran resep kuliner ini diikuti Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Buleleng. Hal. 11 Beragam Menu
KULINER - Ketua DPC PDI-P Buleleng Putu Agus Suradnyana foto bersama dengan para juara saat festival kuliner khas Buleleng untuk memeriahkan HUT ke-47 PDI-P tahun 2020, Minggu (23/2) kemarin.
Menjaga Bangli, Menjaga Mata Air Bali
Prasasti yang tersimpan di Pura Kehen Bangli diakui memiliki aksara Bali autentik tertua dan terindah. Ini menunjukkan bahwa Bangli adalah salah satu asal mula peradaban aksara tanah Bali. Sementara Prasasti Sukawana Kintamani berangka tahun 882 Masehi menunjukkan tentang peradaban air yang menjadi hulu peradaban keberaksaran Bali. Peran sentral Bangli sebagai awal mula peradaban Bali sekaligus mata air dengan Danau Batur-nya wajib dijaga seluruh manusia Bali. Menjaga Bangli berarti menjaga mata air tanah Bali.
B
upati Bangli Made Gianyar makin sering berbicara keras tentang pentingya kebersamaan menjaga sumber-sumber air yang ada di Bangli. Dalam sebuah kesempatan sosialisasi visi ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’ di Batur, Selasa (18/2) lalu, Bupati dari PDI-P ini mengingatkan jangan sampai mata air berubah menjadi air mata karena ketidakpedulian ikut menjaga kelestarian Danau Batur. Hal. 11 Luapan Kekecewaan
Jadikan Sungai Halaman Depan KEBUTUHAN air di Bali hampir 60 persen untuk mengairi sawah atau irigasi. Sementara untuk domestik sekitar 3 persen dan pariwisata hanya sekitar 0,3 persen dari total kebutuhan air di Bali. Namun kebutuhan air untuk irigasi seluruhnya menggunakan air permukaan yakni air sungai. Sementara kebutuhan domestik dan pariwisata banyak menggunakan air bawah tanah. Melihat data tersebut, maka bagi petani sungai adalah vital sehingga wajib dijaga. Sungai yang debit airnya mengecil pertanda bencana bagi petani. Hal. 11 Air Minum
Senin Kliwon, 24 Februari 2020
Peringati HKG PKK Ke-48 dan HUT Ke-232 Kota Denpasar
PKK Denpasar Gelar Berbagai Lomba Pelestarian Adat dan Budaya
MEMPERINGATI HKG PKK Ke-48 dan HUT ke 232 Kota Denpasar, PKK Kota Denpasar menggelar berbagai lomba pelestarian adat dan budaya, Minggu (23/2) kemarin di halaman parkir Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang. Berbagai lomba dilaksanakan mulai dari pelestarian adat dan budaya melalui lomba membuat Kisa, Eteh-eteh Kuningan, membuat Cili, Gebogan Kreasi, dan Canang Sari. Selain itu ada juga lomba merias wajah dengan mata tertutup, lomba berkebutuhan khusus dan lomba penyuluh PKK. Lomba yang berlangsung meriah ini dihadiri dan ditinjau langsung Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya
Negara, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly D. Mantra, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, dan Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. “Melalui lomba ini saya mengajak masyarakat untuk tetap melestarikan adat dan budaya. Mengingat hampir setiap saat kita di Bali melaksanakan berbagai upacara yang salah satu kelengkapannya dilombakan saat ini,” ujar Ny. I.A. Selly Mantra. Terlebih lagi dalam lomba ini melibatkan anakanak sekolah yang merupakan generasi penerus.
Percepat Implementasi Pergub
Pemprov Keluarkan Dua Surat Edaran
Denpasar (Bali Post) Mempercepat implementasi Peraturan Gubernur (Pergub), Pemprov Bali mengeluarkan dua surat edaran kepada Bupati dan Wali Kota se-Bali. Pergub dimaksud yakni Pergub Bali No. 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali dan Pergub No.97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Kedua surat edaran tersebut ditandatangani Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra tertanggal 21 Februari 2020. Isi kedua surat edaran tersebut pada intinya meminta Bupati dan Wali Kota untuk memberikan instruksi dan pengawasan terhadap materi dalam Pergub. Dalam hal penggunaan aksara atau huruf Bali pada papan nama dan fasilitas publik lainnya sesuai panduan teknis yang telah ada, agar memberikan instruksi dan pengawasan kepada lembaga pemerintah dan lembaga swasta di wilayahnya masing-masing yang belum melaksanakan ketentuan tersebut. Surat edaran kedua berkenaan dengan Pergub Bali tentang timbunan sampah plastik sekali pakai, sedotan plastik dan styrofoam. Bupati dan Wali Kota agar menginstruksikan kepada perangkat daerah, instansi vertikal, unit pelaksana teknis daerah, badan usaha milik daerah, badan layanan umum daerah, lembaga swasta, lembaga
keagamaan, lembaga sosial, sekolah, pengelola pasar, desa adat, dan masyarakat untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai (PSP) yang meliputi, kantong plastik, sedotan plastik, dan styrofoam dalam kegiatan sehari-hari atau kegiatan sosial. Pemerintah kabupaten agar melakukan pengawasan dan penerapan sanksi administratif terhadap distributor, pemasok, pelaku usaha dan penyedia PSP. Selain itu, agar menyampaikan laporan capaian pembatasan sampah plastik sekali pakai tahun 2019 di setiap daerahnya. Sementara itu, terkait adanya surat imbauan tersebut, dalam kegiatan pengawasan Pergub Bali No. 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara Bali, Satpol PP Bali pada Sabtu (22/2), menyasar 10 tempat usaha wisata di wilayah Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem. Tempat itu sama sekali belum mematuhi ketentuan Pergub No. 80 dengan berbagai alasan, seperti belum ada sosialisasi atau belum pernah ada pemberitahuan berupa edaran dari instansi setempat. Hal ini disayangkan oleh Kepala Satpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi. Padahal sering kali sudah dilakukan sosialisasi dari berbagai media sebelumnya. Menurutnya, masih banyak pengusaha belum menyadari pentingnya melestarikan budaya Bali agar tetap ajeg. Padahal itu pula yang membuat pariwisata Bali dikenal di mancanegara. (dar)
Sehingga dengan demikian secara dini dapat dilestarikan adat dan budaya di Bali. Selain lomba adat dan budaya, PKK Kota Denpasar juga menggelar lomba bagi anak-anak berkebutuhan khusus, yang diharapkan melalui lomba ini dapat memberikan ruang khusus untuk berkreasi bagi anakanak berkebutuhan khusus. HUT ke-232 Kota Denpasar memberikan kesempatan semua masyarakat Kota Denpasar untuk berkreasi dan berinovasi. Demikian juga anak-anak berkebutuhan khusus diberikan kesempatan yang luas melakukan aktivitas dan kreasinya melalui lomba-lomba HUT yang dilaksanakan TP PKK Kota Denpasar dan OPD lainnya.
Lebih lanjut, Ny. Selly Mantra menambahkan, kegiatan ini untuk anak-anak berkebutuhan khusus selain memberikan kesempatan untuk berkreasi juga untuk melatih kemandirian. “Kita harapkan dengan kegiatan yang kreatif dan inovatif ini anak-anak perlahan-lahan bisa lebih mandiri,” harap Ny. Selly. Lomba-lomba yang dilakukan ini sangat bervariasi sehingga diharapkan anak-anak berkebutuhan khusus dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar lebih mandiri. Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa I.B .Alit Wiradana mengaku kegiatan yang dilaksanakan Tim Penggerak PKK Kota Denpasar dengan melibat-
LOMBA - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly D. Mantra bersama Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara saat meninjau gebogan hasil karya peserta dalam kegiatan lomba pelestarian adat dan budaya dalam rangka peringatan HKG PKK ke-48 dan HUT ke-232 Kota Denpasar, Minggu (23/2) kemarin.
Mayat di Kamar Mandi Kagetkan Penghuni Kos Denpasar (Bali Post) -
Penghuni kos di Jalan Gunung Salak Gang Agung-1, Padangsambian Klod, Denpasar Barat, Minggu (32/2) kemarin dikagetkan penemuan mayat Budi Trisna Triadi (42). Budi ditemukan dengan tubuh berlumuran darah. Dia meninggal diduga karena sakit. Anggota Polresta Denpasar mengatakan, sejumlah saksi dimintai keterangan terkait kejadian ini. Dari keterangan pemilik kos Anak Agung Gangga (60) dan anaknya, Anak Agung Janu Antara (32), pukul 06.30 Wita korban asal Palembang ini ditemukan dalam kamar mandi. Saat itu posisi korban jongkok tengkurap seperti kodok. Kepala menghadap ke timur, kaki di barat dan kedua tangannya tengkurap. Korban tidak mengenakan baju dan pada bagian kepala depan ditemukan bercak darah. Diduga kepalanya terbentur di lantai kamar mandi. “Korban meninggal diduga karena sakit. Sebelum meninggal, korban pernah bicara dengan pemilik kos bahwa dirinya punya riwayat sakit asam lambung tinggi. Hasil
pemeriksaan anggota Identifikasi Polresta Denpasar, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik akibat benda tumpul atau tajam,” ujarnya. Pukul 09.00 Wita Tim BPBD Kota Denpasar tiba di lokasi kejadian dan langsung mengevakuasi mayat korban menggunakan mobil ambulan ke RSUP Sanglah Denpasar. Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin saat dikonfirmasi belum menerima laporan kejadian tersebut. “Sebentar saya cek dulu,” ujarnya. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Topik : menjaga sumber air bali
DIEVAKUASI - Mayat Budi Trisna Triadi dievakuasi dari kamar kosnya.
Seminar Nasional HUT Ke-232 Kota Denpasar
Hadirkan Pembicara Lokal, Nasional hingga Internasional
SEBAGAI upaya berkelanjutan untuk mendukung penguatan untuk menghasilkan terobosan dalam rangka pemajuan kebudayaan, penguatan inovasi, serta mendukung kreativitas masyarakat, Pemkot Denpasar serangkaian HUT ke-232 Kota Denpasar kembali menggelar seminar yang dikemas dalam tiga bidang pokok. Yakni Pemajuan Kebudayaan, Penguatan Inovasi Daerah dan Kreativitas. Kegiatan yang mengangkat tema utama ‘‘Penguatan Identitas Meningkatkan Kemakmuran Melalui Inovasi Menuju Denpasar Bahagia Berkelanjutan’’ ini akan digelar di Dharmanegara Alaya, Selasa (25/2) besok. Sajian berbeda akan mewarnai pelaksanaan seminar kali ini. Hal ini lantaran pelaksanaannya turut menghadirkan beragam narasumber. Baik pembicara lokal, nasional, bahkan hingga internasional. Adapun yang menjadi narasumber yakni Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas RI Subandi Sardjoko, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Restu Gunawan. Selain itu terdapat pula tiga pembicara lainnya, yakni South Afrika Ambassador to Indonesia Hilton Fsiher, Ambassador of the Socialist Republic of Vietnam Pham Vinh Quang, Consul General Australia Anthea Griffin, dan Project Coordinator Culture Unit, UNESCO Jakarta,
kan semua komponen sangat tepat sekali. Mengingat perayaan HUT Kota Denpasar menjadi milik semua masyarakat tidak ada terkecuali. Sehingga dapat dilihat dari lomba yang digelar PKK semua telah dilibatkan, mulai dari anak-ana sampai dewasa. Bahkan juga anakanak berkebutuhan khusus juga diberikan ruang untuk berkreativitas. Pada kesempatan ini Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. I.A Selly D. Mantra, bersama Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara juga berkesempatan memberikan piala kepada para pemenang lomba. (ad665)
Diana Setiawati. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Denpasar Putu Naning Djayaningsih saat dikonfirmasi Minggu (23/2) kemarin menjelaskan bahwa pelaksanaan seminar ini sebagai upaya untuk mendiskusikan secara holistik tentang potensi, peluang tantangan dan solusi untuk pemajuan Denpasar Kota Budaya dan SDM Inovatif skala lokal, nasional dan internasional. Sehingga nantinya mampu dirumuskan Recilien Identity Denpasar Kota Budaya yang kokoh berbasis kearifan lokal yang terbuka secara multikultural. “Dari seluruh pembahasan dalam seminar ini, tentu diharapkan mampu menciptakan ekosistem kebudayaan yang terbingkai dalam aplikasi Cultural Industri yang bermanfaat bagi masyarakat dan komunitas lokal, serta guna memunculkan gagasan model diplomasi kebudayaan yang bertujuan untuk kemajuan bersama, baik kebudayaan, pariwisata dan bangsa,” ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini direncanakan menghadirkan sedikitnya 500 peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari praktisi, budayawan, guru, tokoh masyarakat adat, akademisi, mahasiswa, komunitas kreatfi Denpasar, OPD, serta masyarakat umum. “Nantinya dari seminar ini dapat menghimpun masalah strategis yang dapat dilanjutkan dengan penelitian baik disipliner maupun multidisipliner sehingga mampu mendukung secara berkelanjutan informasi budaya, literasi budaya dan pemajuan kebudayaan itu sendiri,” pungkasnya. (ad644)
Bali Post/ist
PDI-P Denpasar Bertekad Menangkan Jaya Negara pada Pilkada 2020
TEKAD bulat sudah dipegang para kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Denpasar untuk meraih kemenangan dalam pilkada, September 2020. Tekad ini disampaikan ratusan kader dan pengurus DPC PDI-P Kota Denpasar pada Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI-P se-Kota Denpasar, Sabtu (22/2), di Sekretariat DPC PDI-P Denpasar. Selain itu, PDI-P bertekad akan memenangkan kadernya, IGN Jaya Negara, yang akan diusung sebagai calon Wali Kota Denpasar pada perhelatan tersebut. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, S.H. menegaskan, Musancab adalah ajang konsolidasi. Juga ajang untuk menjadi kuat dan besar dengan kebersamaan dan persatuan demi kepentingan partai. Karena itu segala perbedaan dan kepentingan tertentu dalam proses demokrasi harus dimaknai sebagai bentuk dinamika demokrasi yang dinamis, yang berujung pada satu tujuan, yakni memperkuat dan membesarkan PDI Perjuangan sebagai partai milik rakyat. Dikatakan, jika pada saat Dharma–Negara jilid II lalu, PDI Per-
juangan meraih kemenangan 82 persen, maka pada pilkada nanti bisa menang di atas 82 persen. ‘’Kami harapkan Pilkada 2020 dilalui dengan baik dan lancar, serta meraih kemenangan lebih tinggi dari pilkada sebelumnya,’’ katanya. Tekad serupa juga terungkap saat masing-masing Ketua PAC periode 2015-2020 menyampaikan laporan pertanggungjawabannya. Laporan pertanggungjawaban diawali oleh Ketua PAC Denpasar Utara 20152020, I Made Suweta. Menurutnya, perolehan suara PDI-P di Denut terus naik. Misalnya, pada pileg lalu dari 4 kursi menjadi 6 kursi atau naik 50 persen. Laporan berikutnya disampaikan Ketua PAC Dentim, I Ketut Budha. Menurutnya, perolehan suara PDI-P di Dentim juga terus meningkat. Ini tak terlepas meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap PDI Perjuangan. Begitu juga pengurus ranting dan anak ranting periode 2020-2025 juga sudah terbentuk. Laporan selanjutnya disampaikan Ketua PAC PDI-P Densel, Wayan Suadi Putra. Dikatakan, selama kepemimpinannya lima tahun lalu, PAC PDI-P Densel telah melaksanakan
lima mantap partai. Densel selalu memberikan kontribusi suara yang positif. Termasuk dalam hajatan pilpres dan pileg lalu. Laporan terakhir disampaikan Ketua PAC PDI-P Denpasar Barat, Nyoman Tananjaya Asmara Putra. Seperti halnya pengurus lainnya, Tananjaya optimis mampu memenangkan kadernya, Jaya Negara pada Pilwali Kota Denpasar 2020. Dari hasil Musancab itu, terpilih empat ketua PAC. Di mana tiga dari empat ketua PAC merupakan anggota DPRD Kota Denpasar yakni I Ketut Budha (PAC Denpasar Timur), I Made Setiadi (PAC Denpasar Selatan) dan I Nyoman Tananjaya Asmara Putra (PAC Denpasar Barat). Satu-satu ketua PAC yang bukan anggota DPRD yakni Ketua PAC PDI-P Denpasar Utara, I Made Suweta. Musancab PDI-P Denpasar dibuka pengurus DPD PDI-P Bali, I Made Supartha, S.H. Hadir dalam Musancab itu anggota DPR-RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, anggota Fraksi PDI-P DPRD Provinsi Bali Dapil Denpasar, anggota Fraksi PDI-P Kota Denpasar. (ad656)
Dari seluruh pembahasan dalam seminar ini, tentu diharapkan mampu menciptakan ekosistem kebudayaan yang terbingkai dalam aplikasi Cultural Industri yang bermanfaat bagi masyarakat dan komunitas lokal, serta guna memunculkan gagasan model diplomasi kebudayaan yang bertujuan untuk kemajuan bersama, baik kebudayaan, pariwisata dan bangsa. Putu Naning Djayaningsih
MUSANCAB - Suasana Musancab PDI-P se-Kota Denpasar, Sabtu lalu.
Senin Kliwon, 24 Februari 2020
Sukses Implementasikan PPNSB di Badung
Bupati Giri Prasta Jadi ’’Keynote Speaker’’ Dalam Rakerda PDI-P Kepulauan Riau BERBAGAI kebijakan pro-rakyat yang dicanangkan I Nyoman Giri Prasta dan I Ketut Suiasa dalam memimpin Badung serta keberhasilannya mengimplementasikan program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari berbagai pihak, baik itu skala daerah maupun skala nasional. Seperti saat digelarnya Rakerda PDI-P Kepulauan Riau Tahun 2020, Bupati Badung Giri Prasta diundang sebagai keynote speaker dengan membawakan materi ‘’Politik Partai Dalam Kebijakan Pembangunan Industri dan Pembangunan Kesejahteraan Rakyat’’ di Ballroom New York Hotel Harmoni, Batam, Sabtu (22/2). Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menggelorakan PPNSB dengan mengangkat tema praktik ajaran Bung Karno sebagai haluan pembangunan daerah. Di mana Pancasila sebagai bintang penuntun, PPNSB sebagai jembatan dan Tri Sakti sebagai tujuan yaitu
berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan. Dalam paparannya, Bupati Giri Prasta menyebutkan peluncuran program PPNSB di Kabupaten Badung merupakan wujud akuntabilitas, implementasi visi dan misi, serta pemenuhan janji politik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Badung. Dengan memantapkan arah pembangunan Badung berlandaskan Tri Hita Karana (hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia serta hubungan manusia dengan alam) menuju masyarakat Badung yang maju damai dan sejahtera. ‘’Sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, seluruh kebijakan dan rencana program pembangunan daerah yang merupakan implementasi dari visi dan misi kami, telah dijabarkan dalam Perda Nomor 13 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Beren-
cana Kabupaten Badung Tahun 2016-2021 dengan mengangkat tagline merakyat, tangguh dan berbudaya,’’ tegasnya. Menurut Bupati Giri Prasta, berkat dukungan berbagai pihak, dalam kurun waktu empat tahun kepemimpinan Giri Prasta dan Suiasa selaku Bupati dan Wakil Bupati Badung, sejumlah program pro-rakyat telah berhasil dilaksanakan. Seluruh program tersebut berorientasi pada kemajuan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat dalam upaya mewujudkan Kabupaten Badung yang Shanti dan Jagadhita. ‘’Untuk mendukung berbagai program/ kegiatan pembangunan daerah tersebut, kami juga mencanangkan Kabupaten Badung Berbenah di berbagai bidang agar Kabupaten Badung dapat menjadi daerah yang terdepan dan selalu memimpin perubahan,’’ tambahnya. Bupati Giri Prasta menambahkan, Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana merupakan konsep pemikiran pembangunan
yang pernah diimplementasikan Presiden pertama RI Ir. Soekarno. Menurutnya, konsep tersebut masih bisa diaktualisasikan kembali masa kini, karena landasan ideologis, filosofis dan sosiologisnya masih sangat relevan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa kini dan masa depan. ‘’Atas dasar tersebut, kami perkenalkan kepada masyarakat Kabupaten Badung implementasi PPNSB Kabupaten Badung yang mencakup bidang pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, adat, agama dan budaya, jaminan sosial dan ketenagakerjaan serta pariwisata, dalam upaya mewujudkan ajaran Tri Sakti Bung Karno,’’ tandasnya. Bupati Giri Prasta menegaskan, di dalam ide dasar pola pembangunan berdikari terkandung tekad untuk meneguhkan kembali jalan ideologi berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila dan Trisakti. Prinsip dasar Trisakti menjadi basis sekaligus arah perubahan berdasarkan mandat konstitusi dan menjadi
DIUNDANG - Bupati Giri Prasta diundang sebagai keynote speaker pada Rakerda PDI-P di Kepulauan Riau Tahun 2020, Sabtu (22/2). pilihan sadar dalam pengembangan daya hidup kebangsaan. Berdasarkan ideologi dan prinsip dasar tersebut sebagai subsistem pembangunan nasional, maka pemerintah kabupaten/kota wajib menyusun dokumen perencanaan pembangunan daerah dengan mengimplementasikan ideologi Pancasila dan Trisakti. ‘’Perjalanan politik yang menempa saya mengajarkan bahwa perjuangan ideologis tidak mungkin dititipkan pada orang lain. Perjuangan ideologis harus kita perjuangkan
sendiri, karena kekuasaan konstitusional harus ada di genggaman kita sendiri, agar cita-cita ideologis bisa dipastikan dijalankan sesuai dengan rel konstitusi,’’ tegasnya. Rakerda tersebut turut dihadiri Ketua DPP PDI-P I Made Urip, Wakil Bendahara DPP PDI-P Rudianto Chen, anggota DPR-RI Fraksi PDI-P Rieke Dyah Pitaloka, Mayor Jenderal (Purn) Sturman Panjaitan, M. Ikhsan beserta seluruh Ketua DPC dari enam kabupaten/kota di Kepulauan Riau. (ad670)
Setubuhi Siswi
Oknum Kasek Ditahan
Mangupura (Bali Post) Kasus persetubuhan yang melibatkan siswi dan oknum pendidik kembali terjadi di wilayah Badung. Kali ini penyidik Satreskrim Polres Badung menahan oknum kepala sekolah (kepsek) salah satu SD negeri di Kuta Utara berinisial WS (43). Korbannya, OCD (16) dan kasus ini terjadi sejak korban kelas IV SD hingga 11 Januari 2020. Saat ini korban sudah duduk di kelas X SMA. Akibat perbuatannya tersebut, pelaku ditahan di Mapolres Badung.
Bali Post/kmb23
TANJAKAN - Kondisi jalan tanjakan di depan Pura Goa Gong, Jimbaran yang tak kunjung ditata.
Penataan Jalan Tanjakan Goa Gong Dianggarkan Rp 4,3 Miliar Mangupura (Bali Post) Jalan tanjakan di depan Pura Goa Gong, Jimbaran kembali dikeluhkan. Akibat ceceran solar di satu sisi jalan, Minggu (23/2) kemarin, sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh bahkan ada mobil yang sempat slip. Rencana penataan jalan tersebut sebenarnya sudah diusulkan sejak tahun 2018 lalu. Terkait penataan jalan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, I.B. Surya Suamba, mengatakan saat ini sudah memasuki proses tender, dengan pagu anggaran senilai Rp 4,3 miliar. ‘’Pada dasarnya, yang akan
kami lakukan itu adalah perbaikan terhadap alignment jalannya agar tidak curam tanjakannya. Itu desainnya sudah ada,’’ ujarnya. Sementara itu, pasca-adanya tumpahan solar, warga sekitar bersama panglinsir Pura Goa Gong melakukan pembersihan secara swadaya. Untuk mengamankan, terpaksa di pinggir bekas solar diletakkan rantingranting pohon. Bahkan arus lalu lintas diatur buka-tutup. Menurut Panglingsir Pura Goa Gong Gusti Agung Sweka, tumpahan solar itu terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Pihaknya mengaku kurang tahu siapa yang menjatuhkan, karena saat itu di
lokasi pura masih sepi. Saat dirinya baru tiba di pura, tumpahan solar sudah ada. ‘’Kurang tahu juga siapa yang menjatuhkan. Saya datang ke pura, sudah ada,’’ katanya saat ditemui di lokasi. Menurut Agung Sweka, banyak pengendara sepeda motor yang jatuh terpeleset. Bahkan ada sebuah mobil yang slip dan memutar, tapi tidak sampai terguling. ‘’Orang yang menjatuhkan solar ini tidak bertangggung jawab sekali,’’ keluhnya. Dikonfirmasi terpisah, Camat Kuta Selatan, I Ketur Gede Arta, mengatakan pasca-adanya beberapa kejadian seperti di tanjakan
Dalung, serta di beberapa penginapan di wilayah Kuta Utara. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Unit PPA Satreskrim Polres Badung melakukan penyelidikan. Kanit IV Satreskrim Ipda Komang Juniawan menangkap pelaku di rumahnya dan dibawa ke Polres Badung. Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Saking seringnya, pelaku mengaku lupa jumlah dan tempat dia menyetubuhi korban. ‘’Kami sudah membawa korban untuk menjalani visum et repertum di RSD Mangusada, mengamankan barang bukti, memeriksa saksi, korban dan pelaku, berkoordinasi dengan Peksos dari Dinas Sosial Badung dan P2TP2A Kabupaten Badung untuk pemulihan psikis korban,’’ tegas AKP Laorens. (kmb36)
Bali Post/ist
SIDAK - Tim yang merupakan gabungan antara aparat Satpol PP Bali dan Satpol PP Karangasem menggelar sidak, Sabu (22/2) lalu.
Satpol PP Bali Sidak Galian C
itu, bangkai babi tersebut langsung dikubur. ‘’Kami masih menyelidiki pem buang bangkai-bangkai babi itu ke sungai,’’ ujar Anom Danujaya, Minggu (23/2) kemarin. Anom Danujaya menegaskan, dampak buruknya bisa menyebarkan penyakit. Ia mengimbau dan mengajak warga agar tidak sembarangan membuang babinya yang mati. ‘’Mencemari lingkungan sama dengan meracuni diri sendiri. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih dan asri,’’ katanya mengingatkan. (kmb36) DIBUANG - Bangkai babi yang dibuang sembarangan ke sungai.
dan memberi tahu bahwa korban sempat bercerita telah disetubuhi oleh pelaku. Kemudian ayah korban menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada korban. Korban lalu menceritakan saat dia masih Kelas VI SD (sekitar Juli 2016), waktu itu hari libur, pelaku memanggilnya untuk datang ke sekolah karena akan diberi sesuatu. Salanjutnya korban datang ke sekolah, oleh pelaku lalu diajak ke ruang kepala sekolah. Pelaku langsung mengunci pintu dan menggerayangi tubuh korban. Pelaku sempat memfoto tubuh korban, lalu korban disetubuhi. Diduga pelaku ketagihan dan terus mengajak korban berhubungan badan. Korban diajak berhubungan badan di ruangan tempat les pelaku dan kamar di rumah pelaku di wilayah
jalan Uluwatu dan Pura Goa Gong, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Dinas PUPR Badung. Ke depan pihaknya akan mengusulkan pemasangan CCTV di lokasi-lokasi yang rawan untuk bisa memantau kondisi di sana. Terkait rencana penataan jalan tanjakan Goa Gong, Arta mengakui dulu pernah diusulkan. Pada saat Musrenbang di kecamatan juga sudah disampaikan. Senin (24/2) hari ini, pihaknya kembali mengkoordinasikan usulan tersebut. ‘’Kami akan mengusulan untuk titik-titik seperti itu akan dipasang CCTV agar lebih mudah memantau,’’ ujarnya. (kmb23)
Polisi Selidiki Pembuang Bangkai Babi Mangupura (Bali Post) Tiga bangkai babi ditemukan tersangkut di irigasi Subak Umalas, Banjar Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Sabtu (22/2) lalu. Setelah mendapat laporan adanya bangkai babi tersebut, anggota Polsek Kuta Utara bersama warga langsung menguburnya. Saat ini polisi masih menyelidiki pembuang bangkai babi tersebut. Kapolsek Kuta Utara Kompol Dewa Putu Gede Anom Danujaya didampingi Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa mengatakan, bangkai babi tersebut tidak saja mencemari lingkungan, tetapi bau busuknya yang menyengat membuat warga sekitar resah. Oleh karena
Dikonfirmasi Minggu (23/2) kemarin, Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens R. Heselo didampingi Kasubbag Humas Iptu Ketut Gede Oka Bawa mengatakan, tempat kejadian perkara (TKP) ada di sejumlah tempat, yaitu ruang kepala sekolah salah satu SD negeri di wilayah Kuta Utara, ruangan tempat les pelaku di wilayah Dalung, kamar di rumah pelaku di wilayah Dalung, dan beberapa penginapan di wilayah Kuta Utara. ‘’Kasus ini baru dilaporkan ke Polres Badung pada Sabtu tanggal 22 Februari 2020. Pelapornya ayah korban berinisial NM yang berusia 42 tahun,’’ ujar AKP Laorens. Kronologinya, kata Kasatreskrim asal Papua ini, awalnya ayah korban didatangi salah satu guru pembina Pramuka di sekolah korban
Bali Post/ist
ADANYA informasi jalan putus yang disebabkan oleh banjir bandang sebagai dampak dari aktivitas usaha galian C di Kabupaten Karangasem, mendorong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali melakukan sidak ke lapangan, Sabtu (23/2) lalu. Dikonfirmasi Minggu (24/2) kemarin, Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan, kegiatan operasi pengawasan gabungan Satpol PP Provinsi Bali dengan Satpol PP Kabupaten Karangasem langsung di bawah kendalinya. Dikatakan, operasi gabungan dilakukan dalam rangka pengawasan Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bu kan Logam dan Batuan menyasar usaha galian C yang berlokasi di Desa Butus, Bebandem, Karangasem. Pihaknya juga berkesempatan meninjau jalan pelintasan yang sebelumnya diberita-
kan tergerus banjir bandang yang diduga karena ada aktivitas galian C di hulunya. “Ini mejadi perhatian khusus oleh Kasatpol PP Provinsi Bali bersama tim untuk mengetahui langsung kondisi di lapangan,” jelasnya. Tim Gabungan Satpol PP juga mendatangi salah satu perusahaan yang sedang melakukan aktivitas galian. Kedatangan petugas guna memeriksa dan memastikan izin operasional perusahaan tersebut. Hasil pemeriksaan, perizinannya sedang berproses. “Kami bahkan sempat menghubungi via seluler bagian yang menangani perizinan di Provinsi dan sudah dinyatakan terbit izinnya awal Februari ini,” kata Rai Dharmadi. Dari beberapa informasi dan temuan di lapangan, kata Rai Dharmadi, masih ada beberapa aktivitas galian C di wilayah Butus, Bebandem yang belum mengantongi izin. Ia berjanji dalam waktu
dekat akan mengadakan operasi penegakan serentak di wilayah Karangasem, baik di Kecamatan Bebandem, Kecamatan Selat, dan Kecamatan Kubu. Sementara catatan sejak dua tahun lalu khususnya di Selat dan Bebandem hanya sebagian kecil pengusaha yang mengantongi izin oprasional. Namun sampai tahun 2020, hampir sebagian besar izinnya sudah terbit dari PTSP Provinsi Bali. Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah kabupaten dan Satpol PP provinsi terus melakukan pengawasan dan penertiban. Bahkan sempat menutup paksa kegiatan penggalian ilegal sebelumnya. “Dalam operasi berikutnya, kami akan tugaskan tim Penegakan Perda Provinsi Bali untuk memproses secara hukum apabila masih ada yang beroperasi tanpa izin karena tidak ada alasan lagi para pengusaha melakukan aktivitasnya secara ilegal,” tegasnya. (dar)
Senin Kliwon, 24 Februari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Keluarga dan Ranah Privat
DALAM perjalanan politik Indonesia saat ini, kiranya ada perkembangan baru yang cukup mendapat perhatian masyarakat. Rancangan undang-undang tentang ketahanan keluarga, yang sudah masuk program legislasi nasional, mendapat perhatian cukup banyak. Kata ‘’ketahanan’’ dalam undang-undang tersebut mengandung tafsiran bahwa masyarakat Indonesia masih belum mampu membentuk keluarga yang utuh. Karena itu ketahanannya harus diperbaiki. ‘’Obatnya’’ adalah undang-undang. Secara jujur memang harus diakui bahwa kesadaran untuk membentuk keluarga di Indonesia itu masih kurang. Dalam arti dalam struktur sosial di Indonesia, pemahaman atas eksistensi sebuah keluarga itu masih tidak dipahami secara benar. Dari sisi orangtua, misalnya, masih tetap dijumpai orangtua yang cepat-cepat menginginkan anaknya berkeluarga, semata-mata karena ingin mengemong cucu. Atau malah yang lebih ngawur lagi, karena anak tetangganya sudah menikah. Ada yang ketakutan apabila anaknya menjadi telat menikah. Di kalangan generasi muda, ada kecenderungan untuk segera menikah sematamata karena dorongan seksual, tanpa melihat kesiapan mental untuk menikah. Padahal, keluarga itu merupakan lembaga yang mempunyai aturan tersendiri, secara moral sifatnya tetap kontinu dan memiliki banyak tantangan untuk mempertahankan. Inilah yang tidak dipahami oleh orang Indonesia. Di zaman sekarang, di mana akses gambar senonoh untuk internet itu demikian terbuka, dikhawatirkan menimpa anak-anak remaja terpapar dan kemudian terdorong untuk segera menikah. Inilah yang mendorong muncul berbagai problem pernikahan. Munculnya masalah keluarga, seperti kekerasan di rumah tangga, istri yang dieksploitasi untuk bekerja, istri yang hanya diam saja di rumah berhias diri, sampai mertua yang demikian ikut campur, merupakan akibat dari pernikahan yang dipaksakan. Padahal dalam keluarga itu ada ikatan batin dan kesukarelaan untuk berbagai peran. Dan ini akan didapatkan kalau masing-masing pihak telah matang untuk melakukan pernikahan, dan yang juga penting adalah apabila orangtua sudah siap untuk mempunyai menantu. Dalam konteks itu, seharusnya tidak perlulah dibentuk rancangan undang-undang untuk keluarga tersebut. Apalagi ada kata-kata ‘’ketahanan’ di dalamnya. Yang harus diperbanyak adalah penyebaran nasihat untuk pembentukan keluarga itu. Jika sampai membentuk undang-undang, barangkali terlalu berlebihan. Negara mencampuri terlalu banyak masyarakat, bahkan sampai ke ranah pribadi. Ya, dalam urusan keluarga itu, banyak ranah pribadi yang terpampang di dalamnya. Tentu kita harus menghargai hal yang sifatnya pribadi ini. Katanya Indonesia itu negara demokrasi, jadi mengapa harus mengurusi masalah pribadi? Jauh sekali dari demokrasi. Paham demokrasi berhenti sampai urusan sosial politik. Keluarga adalah keluarga, di dalam ranah etika privat yang dimiliki manusia sebagai makhluk Tuhan. Ada kebebasan dan seni untuk membentuknya. Hanya imbauan yang dapat dilakukan oleh negara. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan imbauan seperti melalui PKK, Dharma Wanita, sekolah, kelas keluarga, dan sebagainya.
POJOK Menjaga Bangli berarti menjaga mata air Bali. - Jangan sampai jadi air mata.
Sadar Pilah Sampah VOLUME sampah di Kota Denpasar pada Umanis Galungan, 20 Februari lalu, mencapai 1.200 ton atau meningkat 50 persen dari biasanya. Sampah didominasi bekas banten rumah tangga. Sejatinya sudah tidak mengherankan pascahari raya akan terjadi lonjakan volume sampah. Hal ini pula yang diungkapkan netizen di akun Facebook @ balipost. Sebagian besar netizen juga paham, pengelolaan sampah di Bali dari hulu ke hilir masih belum tergolong baik. Di hilir atau tempat pembuangan akhir (TPA), pengolahan sampah tak maksimal. Banyak faktor yang menentukan di antaranya teknologi, SDM dan tentu saja anggaran. Sampah kebanyakan hanya ditumpuk sehingga TPA cepat overload. Sejauh ini masih ada kesan metodenya hanya memindahkan sampah. Masyarakat pun sadar mengenai hal ini, makanya pemerintah terus didorong mencari mekanisme pengolahan sampah yang efektif. Di balik itu semua, faktanya sebagian dari masyarakat belum menyadari bahwa pengelolaan sampah di hulu terutama di tingkat rumah tangga sangatlah menentukan. Masih banyak masyarakat di perkotaan enggan memilah sampah. Kelihatannya sepele, padahal jika ini dilakukan niscaya pengelolaan sampah di tingkat desa hingga TPA akan lebih mudah. Apalagi kita tahu di banyak desa sudah ada gerakan pengolahan sampah terpadu. Gerakan tersebut bukan saja soal lingkungan tetapi juga mampu meningkatkan ekonomi desa. Ke depan, keengganan memilah atau mengolah sampah dan limbah tidak boleh lagi dipelihara. Rumah tangga dan dunia usaha harus aktif berkontribusi menyelamatkan alam Bali. Mari menata ulang pengelolaan sampah di hulu sembari terus mendorong pengolahan di hilir lebih modern, berwawasan lingkungan serta menghasilkan produk bermanfaat secara luas. Berikut komentar sejumlah netizen. Agung Skip Sebaiknya sampah organik dari bebantenan ditanam dalam tanah saja. Itu membuat tanah subur sekaligus indah. Kalau sudah sadar dalam memilah sampah, dirasa juga tidak perlu khawatir lagi dengan sampah plastik karena akan lebih mudah untuk proses daur ulang. Mari kita mulai dari diri sendiri dan sekitar. Mank-d Peon Cahaya Baskara Sumber daya kita (masyarakat) belum siap mental dalam memilah sampah organik dan nonorganik. Dek Shinobi Maaf, bukan dari masyarakat saja, tetapi yang memberikan contohnya ogahan. Kalau
pmerintah berikan contoh tapi tanpa amplop ya okelah. Contoh dari kita bisa, tapi contoh menjaga Tri Hita Karana untuk Bali ini sendiri enggak bakalan bisa. Dulu waktu mau mencalonkan ada programnya. Sudah jalan, masih saja jalur hijau jadi jalur abu-abu (beton). Jadi, menjadi tradisi dari kepala sampai ekor. Masalahnya yang paling ujung ekor enggak mengerti efek dan ke selanjutnya bagaimana. Yang paling ujung itu 60% enggak ada yang berpendidikan, 10% jawabnya nak mula keto, 10% berpendidikan jawabnya SDM (selamatkan diri masing-masing), 10% berpendidikan prihatin tapi enggak ada action-nya, 10% omdo (omong doang), 10% baru tersadar. Nunggu Bali hancur. Padahal ada solusi, tapi malah dibuat ribet. Itu adalah suatu ke-
Gde Wijaya Tidak punya pengolah sampah, ke manakah akan dibawa?
Sang They Singapura, Surabaya, memang mereka sudah bisa ya mengolah sampah? Kok saya belum pernah dengar. Yang saya dengar itu Amerika yang negara superpower yang bisa nyetak uang semaunya dan diakui dunia belum bisa mengatasi sampahnya. Baru sejumlah kecil saja yang bisa didaur ulang dan sisanya yang lebih dari 60% masih ditumpuk saja di TPA dan sisanya di ekspor ke negara-negara berkembang. Masalah sampah sampai saat ini belum bisa tersolusikan 100%. Saya bukan bicara skala sempit ya, tapi umat manusia yang berada di bumi ini sampai saat ini belum begitu cerdas untuk memecahkan masalah tersebut. Termasuk negara superpower ke-2 yaitu China, mereka juga kewalahan mengatasi sampah. Namanya juga sampah yang notabenenya bukan komoditas politik laku buat jualan suara, jadi mau bagaimanapun koar-koar di media, ini masalah di balik masalah enggak akan benar.
Berata Wayan Pemerintah RI, Bali memang pulau kecil terpadat di 34 provinsi. Dan sampah dari surudan, lungsuran seperti canang, sampian, dll. sejenis dari upacara adalah bunga. Seharusnya Bali mampu beli mesin sampah seperti di Jatim. Dan bila ada yang bilang bahwa bila memiliki mesin dimaksud, kemudian kasihan mesinnya karena kekurangan sampah, jawabannya adalah pengaturannya yang profesional saja. Bila mau pemerintah di Bali, ahli itu dan orang Bali yang lama di Jerman.
Putu Adiana Mohon maaf sebelumnya, mungkin sudah tradisi ada banyolan dari keluarga saya yang di Bali Barat tepatnya Jember rane sesuai nama dug dug girr, Lulu medugdug busung ligir. Maknanya bagaimana mengatasi sampah, sebaiknya bukan buat diposting.
IDewa Nym Kartika Sampah organik dan nonorganik seharusnya dipisah dari rumah tangga, jadinya sampahnya tidak tercampur. Semoga yang berwenang bisa mengatasinya #lakukanuntukdirisendiridulu.
Gede Somantara Jangan terlalu banyak berkomentar ini-itu.
Ida Bagus Putra Adnyana Nyebut kata ‘’Galungan’’, bagaimana kalau tidak ada Galungan? Apa dagang kebutuhan hari raya Galungan bisa hidup di Bali? Apa ada yang jamin kalau tidak ada Galungan bakalan tidak ada sampah? Jangan hari raya Galungan anda pakai alasan sampah menumpuk, bro.
Agung Ardana IDewa Nym Kartika setuju, perlu juga dibikin jadwal buang sampah organik dan sampah nonorganik #sistemsampahterpadu.
127 Peserta Ikuti Tes PMKA di FKG Unmas Denpasar
RSGM Ditingkatkan Jadi Status Paripurna
INDONESIA berbangga memiliki Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar sebagai FKG berkualitas dengan akreditasi A. Peminat masuk ke FKG Unmas juga dari beberapa daerah di Indonesia. Untuk tes jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan Akademik (PMKA) yang diadakan Minggu (23/2) kemarin, diikuti 127 peserta. Jumlah itu masing-masing 82 di Bali, 45 di Palangkaraya, Makassar dan Lombok. Tahun ini FKG Unmas akan merekrut 80 calon mahasiswa baru, 35 orang diambil dari PMKA sisanya di jalur reguler gelombang I dan II. Usai menjalani tes tulis, dilanjutkan dengan psikotes, kesehatan dan
tes wawancara. Menurut Dekan FKG Unmas Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG., PMKA., meliputi hasil tes tulis akademik dan prestasi akademik dan non-akademik dengan bobot 40 persen, sisanya 20 persen plus bebas narkoba. Menurutnya, model tes ini guna menjaring input yang berkualitas sebagai pertimbangan utama baru pertimbangan proporsional daerah serta beasiswa daerah, namun tetap standar nilai minimal harus dipenuhi. Sebab, FKG Unmas yang sukses meraih areditasi A untuk Prodi S-1 Kedokteran Gigi dan akreditasi A untuk bidang profesi sebenarnya berhak menerima 125 calon mahasiswa baru. Namun hal ini belum bisa dilakukan masih
menunggu realisasi relokasi kampus Unmas serta pertimbangan rasio dosen serta kelengkapan lab. Dari segi kualitas, kata Dewa Made Wedagama, lulusan FKG Unmas pada UKMP2DG 2019 lulus 100 persen dan 70 persen di OC. Untuk meraih sarjana dokter gigi rata-rata tamat tepat waktu 3,5-4 tahun, 2 tahun profesi. Hingga kini FKG Unmas sudah menamatkan 1.182 dokter gigi dan 1.448 sarjana kedokteran gigi. WR I Unmas Dr. Wayan Gde Wiryawan, S.H., M.H. bersama Ketua Badan SPMI Unmas Drs. I Made Legawa, M.Si. ikut memantau jalannya tes PMKA kemarin. Dia menegaskan bahwa Unmas selalu mensuport FKG Unmas guna terus
menjadi fakultas unggulan dan favorit di Indonesia. Apalagi pemerintah memberi pengakuan FKG Unmas dengan predikat sangat baik alias A. Makanya dia setuju kualitas input tetap dijaga melalui tahapan tes. Dengan demikian standar akreditasi, standar kualitas berbanding lurus dengan tingginya minat dan animo masyarakat menjadi dokter gigi. Sementara itu, Kepala Badan SPMI Unmas Made Legawa mengaku SPMI Unmas tetap menuntut pemenuhan standar mutu yang telah melampaui standar nasional. Untuk itu diperlukan audit dan monev secara kontinu. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Bagus Ketut Lodji berkomitmen
TES PMKA - WR I Unmas Wayan Gde Wiryawan didampingi Dekan FKG Dewa Made Wedagama dan Made Legawa saat memantau tes PMKA FKG Unmas. menambah fasilitas yang diperlukan FKG Unmas guna menambah daya tampung mahasiswanya. Strategi ini bermanfaat bagi krama Bali dibandingkan dia kuliah ke
Jawa dengan biaya tinggi. Kampus Unmas segera direlokasi guna secepatnya mengembangkan FKG dan RGM Unmas makin maju. (ad657)
Anniversary Ke-10 Asosiasi Profesional IT Bali
’’IT Is My World, Bali Is My Life’’
Resep kuliner warisan Bung Karno mulai diperkenalkan. - Jadikan perekat bangsa. ***
- Bali tetap diburu.
Rudi Ana Masalah di Kota Denpasar mau ditanam di mana sampahnya? Karena lahannya sudah rumah dan beton semua. Kalau di desadesa memang sampah-sampah hasil upacara banyak ditanam sama petani untuk kompos di tegalan-tegalan.
Mari urus dulu sampah di rumah sendiri supaya ibaratnya tidak cuma pintar melihat kotoran di punggung orang lain tapi kotoran punggung sendiri tidak tampak. Intinya dimulai dari kesadaran diri sendiri.
Pendidikan
***
Gubernur Wayan Koster membantah Bali seperti kota hantu.
nyataan.
IT BALI - Para pengurus Asosiasi Profesional IT Bali foto bersama pada Perayaan Anniversary 10 Tahun Asosiasi Profesional IT Bali, di Harris Hotel, Sunset Road, Sabtu (22/2). ASOSIASI Profesional IT Bali menggelar Anniversary ke-10 di Harris Hotel, Sunset Road, Sabtu (22/2). Mengusung tema ‘’IT Is My World, Bali Is My Life’’, seluruh insan yang bergerak di bidang teknologi informasi profesional di Bali, mulai dari EDP/IT/IS Hotelier,
Corporate, Perusahaan IT, Vendor/Penyedia jasa layanan yang berhubungan dengan IT, dan civitas akademik yang bergerak di bidang teknologi informasi hadir dalam perayaan tersebut. CEO Asosiasi Profesional IT Bali Arya Sumerastha
menjelaskan, Asosiasi IT Bali merupakan sebuah asosiasi sosial (nonprofit) bagi insan yang bergerak di bidang informasi teknologi (IT) di Bali yang mewadahi para profesional IT. Asosiasi ini didirikan pada tahun 2003, namun dikukuhkan secara resmi pada 20 Februari 2010. Di mana keanggotaannya merupakan gabungan dua komunitas IT, yakni ProfIT-Bali yang sebelumnya sudah berdiri tahun 2003 dan EDP-Bali pada tahun 2009. Sampai saat ini, asosiasi ini telah memiliki anggota lebih dari 800 orang dari berbagai bidang usaha swasta, perhotelan, pemerintah, rumah sakit maupun institusi pendidikan. Dikatakan, sebagai
sebuah organisasi sosial yang bergerak di bidang informasi dan teknologi, sudah menjadi kewajiban bagi setiap anggota yang bergabung di dalamnya untuk memajukan dan menyosialisasikan informasi teknologi kepada masyarakat di sekitarnya. Apalagi, asosiasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota di bidang pemberdayaan informasi dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis. Selain itu, asosiasi ini juga sebagai tempat bertukar pikiran untuk memperluas wawasan, menjalin hubungan dan kerja sama yang harmonis antara principal, vendor dan konsumen, serta melaksanakan kegiatan sosial sesuai situasi dan
kondisi. ‘’Tahun ini kita berfokus pada pembenahan, karena tiga tahun belakangan ini Bali sudah tiga kali terkena musibah, yaitu erupsi Gunung Agung, isu China dan virus Corona yang terjadi pada awal tahun dan berdampak pada pariwisata Bali. Apa yang belum kita upgrade tahun sebelumnya, tahun ini kita akan upgrade. Dan kami juga akan terus memberikan sertifikasi kepda anggota kami, sehingga mereka lebih profesional,’’ ujar pria asal Buleleng ini. Terkait dengan tema ‘’IT Is My World, Bali Is My Life’’, dikatakan bahwa profesi IT akan selalu dibutuhkan dalam berbagai bidang, apalagi di era revolusi industri 4.0. Sedangkan
Bali adalah tempat paling strategis untuk dikembangkannya IT, karena Bali merupakan tujuan wisata dunia yang memiliki keunikan pariwisata budayanya. Advisor Asosiasi Profesional IT Bali, Armika Jaya, menambahkan anggota Asosiasi Profesional IT Bali setiap bulan selalu di-upgrade pengetahuannya melalui program edukasi, seperti workshop dan trainning untuk meningkatkan skill mereka. ‘’Kita berharap ke depan semua anggota memiliki skill dan pengetahuan IT yang sama, sehingga mereka bisa meningkatkan taraf hidup mereka, tanpa meninggalkan budaya yang menjadi keunggulan Bali,’’ pungkasnya. (ad655)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Kliwon, 24 Februari 2020
Pembentukan Pengurus PDI-P
Angkat Potensi Lokal
DPC PDI-P Tabanan Gelar Festival Kuliner
SEBAGAI partai politik PDI-P tidak hanya membicarakan atau melakukan hal-hal yang bersifat politik murni saja. Mereka juga bergerak di bidang sosial budaya. Salah satunya menggelar Festival Kuliner Bali yang dirangkaikan dengan HUT ke-47 PDI-P, Minggu (23/2) kemarin. Kegiatan serupa serentak digelar DPC PDI-P kabupaten/kota se-Bali. Di Kabupaten Tabanan, Festival Kuliner Bali digelar di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan. Kegiatan yang bertema “Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional” itu targetnya adalah pelestarian kuliner tradisional Bali, khususnya pengolahan pangan sesuai kearifan lokal. Ketua DPC PDI-P Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya mengatakan, kegiatan ini merupakan instruksi partai serangkaian HUT ke-47 PDI-P, di mana berbagai kegiatan digelar. Bahkan sampai sekitar enam bulan pascapuncak HUT PDI-P sejak Januari kemarin. Untuk Festival Kuliner Bali di Tabanan, kata Sanjaya, lebih pada upaya mengangkat potensi kearifan lokal. Dan khusus di Tabanan festival kuliner diikuti 15 tim peserta.
Budaya
Masing-masing diberikan waktu memasak selama tiga jam. “Kita siapkan hadiah, piala, sertifikat dan uang tunai bagi pemenang festival. Tim juri dari ICA yang merupakan organisasi para chef di Bali,” tegas Sanjaya. Dikatakannya, kegiatan semacam ini juga merupakan salah satu penjabaran instruksi Ketua Umum PDIP agar seluruh kader partai bisa selalu berada di tengah masyarakat serta ikut membantu program pemerintah terkait mengatasi berbagai isu atau persoalan yang kemungkinan tengah dihadapi masyarakat. Di Tabanan sendiri, hemat Sanjaya, berbagai kegiatan juga sudah dilakukan partainya dalam kegiatan sosial budaya. Seperti mengangkat dan mempertahankan kearifan lokal melalui kegiatan festival kuliner yang digelar kali ini. Selain itu, membantu memberantas HIV dan penyalahgunaan narkoba. “Saat ini kami libatkan ibu ibu PKK. Ke depan generasi muda baik itu sekaa teruna dan muda-mudinya kita berikan wadah kegiatan untuk generasi milenial,” terangnya. Di usia ke-47 PDI-P ini, bagi Sanjaya, merupakan momentum untuk lebih menyolidkan keberadaan partai di tengah masyarakat. Apalagi Kabupaten
Cabang dan Ranting Ditarget Tuntas Akhir Februari
Tabanan (Bali Post) -
BERBAUR - Ketua DPC PDI-P Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyempatkan diri berbaur di tengah peserta Festival Kuliner Bali di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Minggu (23/2) kemarin. Tabanan menjadi salah satu kabupaten di Bali yang menggelar pilkada September 2020. “PDI-P menjadi partai yang paling tua. Perjalanan PDI-P telah melewati berbagai pasang-surut perjalanan. Saat ini PDI-P berada di puncak kejayaan kembali. PDI-P di Tabanan sudah berhasil menguasai 70 persen kursi legislatif. Ke depan di usianya yang ke-47 diharapkan bisa lebih solid sesuai tema kali ini, ‘Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional’,” ucapnya. Salah seorang juri, Gede Putu Adi Putra Negara,
mengatakan dalam Festival Kuliner Bali kali ini ditujukan lebih pada upaya mengangkat potensi kearifan lokal. Karena itu, mulai dari bahan-bahan masakan dipersiapkan serta pengolahan harus sesuai kearifan lokal. “Peserta wajib mengangkat meterial dan jenis masakan yang merupakan kearifan lokal Bali. Dimulai dari bahan, teknik masak, dan menu legend Tabanan. Semua bahan dipersiapkan peserta. Waktunya selama tiga jam. Kriteria penilaian, kebersihan, persiapan, penampilan, rasa, dan ketepatan waktu menyelesaikan seluruh masakannya,” terangnya. (ad660)
Kepengurusan PDI-P mulai tingkat anak cabang (kecamatan) sampai anak ranting (banjar) sudah memasuki masa akhir. Terkait hal itu, sudah dilakukan pemilihan pengurus untuk anak cabang. Sementara pengurus ranting dan anak ranting ditarget harus sudah tuntas membentuk kepengurusannya di akhir bulan Februari 2020 ini. Anak cabang PDI-P di seluruh Tabanan sudah melakukan Musancab dengan agenda penjaringan calon ketua. Berbeda dengan proses sebelumnya, dalam Musancab tidak langsung menunjuk ketua berdasarkan suara terbanyak. Tetapi hanya menjaring sesuai aspirasi dari ranting dan anak ranting. Dari hasil penjaringan, maka sudah diketahui namanama yang masuk. Kemudian hasilnya disetorkan ke DPD PDI-P Bali untuk ditetapkan siapa ketua, sekretaris, dan bendaharanya. Penetapan berdasarkan hasil Musancab. “Berbeda dengan sebelumnya, Musancab hanya melakukan proses penjaringan. Hasilnya dibawa ke DPD,” ungkap salah satu kader PDI-P asal
Penebel, I Nyoman Wiarsa, yang berpeluang menjadi Ketua PAC PDI-P Penebel, Minggu (23/2) kemarin. Di kecamatan lainnya juga dilakukan penjaringan. Di Kecamatan Tabanan, I Wayan Adnyana alias Regen kembali mendapatkan suara terbanyak. Itu merupakan hasil aspirasi ranting yang ada di Kecamatan Tabanan. Begitupun di kecamatan lainnya. Mereka menjaring nama-nama yang dianggap layak dan pantas menjadi ketua. Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Tabanan I Komang Gede Sanjaya ketika dikonfirmasi mengatakan proses pembetukan kepengurusan PAC, ranting, dan anak ranting di seluruh Tabanan harus sudah tuntas sampai akhir bulan Februari
ini. Hal ini, katanya, karena sudah menjadi instruksi DPP agar seluruh kepengurusan sampai tingkat terbawah sudah terbentuk akhir Februari 2020. Dikatakan, Tabanan sendiri disokong keberadaan desa sangat banyak, termasuk banjar. Disadari pembentukan kepengurusan sampai ke tingkat anak ranting memang memerlukan waktu. Namun semua proses pembentukan itu harus cepat dituntaskan. “Karena bulan Maret mendatang akan ada rapat kerja daerah. Rapat kerja daerah melibatkan seluruh kepengurusan sampai terbawah. Karena itu dipastikan semua harus tuntas pada akhir Februari ini,” pinta Komang Gede Sanjaya mengingatkan. (kmb28)
Hari Ini Piodalan Ring Pura Kawitan Dalem Benculuk Tegeh Kori
Sesuai Amanat Mahasabha, Wedakarna Terus Bersemangat Tegakkan Sejarah Raja Badung Pertama SENIN hari ini, 24 Februari 2020 Pemacekan Agung, akan berlangsung piodalan di Pura Dalem Benculuk Tegeh Kori ring Tonja. Diperkirakan ratusan ribu umat Hindu khususnya warih Dalem Tegeh Kori akan memadati pura, sebagai wujud penghormatan pada leluhur Raja Badung pertama. Ditekankan agar pratisentana taat pada bhisama leluhur termasuk sejumlah hasil keputusan Mahasabha/Lokasabha Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori (PANDBTK) dan selalu disampaikan oleh para pengurus pasemetonan, termasuk sejumlah sosialisasi program organisasi. Demikian diungkapkan oleh salah seorang Panglingsir Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendra-
datta Wedasteraputra Suyasa III, menanggapi karya yang akan berlangsung. ‘’PANDBTK di bawah kepemimpinan Aji Ketua Umum Brigjen Pol (Purn) Nyoman Gde Suweta sudah menjadi organisasi warih yang sangat rapi. Kami selaku sekjen terus mendukung penataan tata titi dan dresta, baik secara niskala maupun sekala. Astungkara sudah 10 tahun dilewati dengan baik. Seperti piodalan saat ini, semua berlangsung dengan guyub, gotong royong dan juga tertata serta transparan. Kami selaku ksatria juga manut pada nasihat dari Brahmana Surya kami yakni Sri Bhagawan Dalem kami yang selalu memberikan petunjuk. Kami yakin, jika keluarga besar rukun maka akan muncul rezeki dan pamargi,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang
sudah menjadi Sekjen sejak tahun 2009 hingga saat ini. Maka dari itu, ia pun meminta kepada generasi muda Hindu Tegeh Kori agar patuh pada ajaran leluhur sekeras apa pun tantangannya. ‘’Tiang ingatkan pada generasi muda Tegeh Kori, bahwa leluhur I Gusti Tegeh Kori yang aslinya bernama Ida Dewa Anom Pemayun adalah sosok yang tahan banting. Beliau Dewa Anom Pemayun adalah putra Mahkota dari Raja Bali, Ida Batara Sri Aji Kresna Kepakisan. Beliau berpindah dan kadarmaputra di Keraton Tabanan sebagai putra angkat Ida Batara Arya Kenceng. Dan akhirnya mendapat penganugerahan Ida Batari Danu dan memperoleh petunjuk untuk menjadi raja di bumi Badung (Badeng). Adapun yang
mengangkat I Gusti Tegeh Kori menjadi raja adalah masyarakat dan rakyat di Badung, sehingga ada jejak sejarah Pura Dalem Benculuk di Tonja ini. Dan dalam sejarahnya I Gusti Tegeh Kori disebut sebagai ‘’Gusti Gading’’, karena tampan, berkulit putih bersih dan bersinar dengan taksu. Saat ini babad pun mengakui bahwa pendiri Kerajaan Badung itu adalah I Gusti Tegeh Kori, sosok muda yang akhirnya bisa mengubah sejarah Bali. Oleh karena itu, tugas anak muda harus meniru keteladanan beliau,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun meminta kepada anak muda Hindu secara umum agar bangga dengan sejarah leluhur Majapahit. Karena Bali ini tidak akan menjadi Bali seperti saat ini tanpa peran dari leluhur
Majapahit termasuk para Ksatria Arya. ‘’Ada perbedaan antara Ksatria Arya dan Ksatria Dalem, bahwa leluhur I Gusti Tegeh Kori adalah Raja Badung dan juga keturunan Raja Bali Sri Aji Kresna Kepakisan. Adapun Sri Aji Kresna Kepakisan adalah Bhagawanta Majapahit yang diperintahkan oleh Ratu Majapahit Tribhuwana Tungga Dewi untuk memimpin Bali. Maka sejak 2009 kita beri kehormatan kepada Puri Agung Klungkung sebagai Tedung Semeton PANDBTK lewat Mahasabha di Kertagosa. Jadi anak muda Hindu Bali jangan pernah malu berjuang untuk Majapahit. Kalau bukan umat Hindu yang bangga dengan Majapahit lalu siapa. Percaya saja dengan Sabdo Palon Nayogenggong,’’ pungkas Gusti Wedakarna. (ad662)
PRASASTI – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Sekjen) bersama Brigjen Pol. (Purn) NG Suweta (Ketua Umum) didampingi Brahmana Surya Bhagawan Dalem saat menyerahkan Prasasti Persaudaraan kepada Penglingsir Arya Kanuruhan.
Senin Kliwon, 24 Februari 2020
Tonjolkan Rempah Nusantara
Libatkan Pelajar SMK, Bupati Mahayastra Apresiasi Lomba Kuliner Tradisional
KULINER - Bupati Mahayastra saat meninjau lomba kuliner dengan peserta pelajar SMK yang menonjolkan rempah-rempah tradisional di areal CFD Gianyar, Minggu (23/2) kemarin.
SOSOK Kedepankan Koordinasi KOORDINASI dan musyawarah menjadi hal penting yang harus dikedepankan dalam menjalankan setiap program untuk memajukan suatu wilayah. Hal ini diungkapkan Lurah Bitera, Gianyar, Gede Bagiada, S.Sos., M.AP., belum lama ini. Pria yang menjabat sebagai Lurah Bitera sejak 12 November 2019 ini mengaku akan selalu menekankan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh stakeholder. Sehingga apa yang menjadi tujuan untuk memajukan Kelurahan Bitera dapat tercapai. “Saya selalu mengedepakan koordinasi dan musyawarah, bersama seluruh komponen di Bitera seperti tokoh-tokoh masyarakat, manggala adat, dinas dan seluruh masyarakat Bitera lainnya,” katanya. Suami dari Dra. Made Kusumawati ini menegaskan, sinergitas program kelurahan yang telah dilaksanakannya, yakni membangun Bitera agar bebas dari sampah plastik hingga menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Khusus program PSN, Kelurahan Bitera menjadi satu-satunya di Kabupaten Gianyar yang melaksanakakn gerakan PSN dengan kupon berhadiah. “Kalo enam kali berturut-turut tidak ada jentik masingmasing KK, kami berikan satu kupon. Kegitan ini dilakukan oleh kader jumantik, diundi setiap akhir tahun,” ujarnya. (nik)
ADA nuansa berbeda saat penyelenggaraan car free day (CFD) di areal Taman Kota Gianyar, Minggu (23/2) kemarin. Di areal itu tampak sejumlah tenda yang memajang kuliner para pelajar dari belasan SMK. Kegiatan ini merupakan lomba kuliner yang diselenggarakan serangkaian HUT ke-47 PDI-P di Kabupaten Gianyar yang digelar oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI-P Gianyar. Menariknya, lomba kuliner tradisional ini menonjolkan penggunaan rempah-rempah Nusantara. Tenda-tenda itu dipenuhi pelajar SMK yang ada di Kabupaten Gianyar untuk berlomba membuat masakan kuliner. Ada sekitar 14 SMK yang berpartisipasi baik negeri maupun swasta, ikut beradu kemampuan mengolah daging dengan berbagai rempah. Uniknya lagi, setiap tenda tidak dituliskan dari SMK mana peserta berasal, namun diisi nama-nama ikan yang ada di perairan Indonesia, mulai dari ikan teri, salmon, dan lainnya. Bupati Gianyar yang juga Ketua DPC PDI-P Gianyar Made Mahayastra mendukung penuh
festival kuliner kali ini. Festival kuliner tersebut juga sesuai dengan visi misinya untuk merancang atau menghidupkan kembali UMKM dan rakyat kecil. Bupati Mahayastra juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh SMK yang ada di Gianyar yang telah mengikuti lomba kuliner. Ia juga berpesan agar selepas dari dunia pendidikan agar muncul wirausaha-wirausaha muda di Gianyar, baik di bidang kuliner atau lainnya. “Lomba ini sudah beberapa kali kita lombakan, babi guling sudah pernah, ikan sudah pernah, murid ini yang belum, sehingga ini kita sasar dan kedepankan higienis mengolah kuliner Bali dan menumbuhkan kewirausahaan baru,” ujarnya. Berbicara kuliner Bali, katanya, daerah dan pemerintah yang memberikan kesempatan untuk kuliner tetap eksis dan berkembang adalah Gianyar. Ditegaskan, cukup dengan mengunjungi Pasar Senggol Gianyar, semua kuliner tersedia di sana. Mulai dari kue lukis, klepon, laklak, dan lainnya, bahkan babi guling, ayam betutu lengkap tersedia
dalam satu kawasan di pusat kota Gianyar. “Kegemaran masyarakat menikmati kuliner Bali harus dijaga, termasuk konsumsi ikan khas olahan Bali. Itu yang saya inginkan dan sekarang kita lombakan. Kebetulan ini anak-anak yang tampil, menampilkan kuliner yang higienis, menjadi sesuatu yang luar biasa,” jelasnya. Bupati Mahayastra menambahkan, ke depan setelah selasai membangun Pasar Gianyar, akan menjadi wisata puri. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Puri Gianyar. “Kita tata seluruh telajakan sehingga nanti orang datang ke Gianyar bisa berjalan kaki menikmati suasana, dari Lapangan Astina menuju Pasar Gianyar berbelanja kuliner. Kita rancang rute wisata, namun itu masih membutuhkan waktu,” katanya. Ketua Panitia Lomba Kuliner Luh Suciningsih mengatakan, lomba ini diikuti 15 pelajar SMK se-Gianyar. Para peserta ditekankan mengolah delapan jenis kuliner khas tradisional Bali. Namun dalam hal ini juga ditonjolkan minuman tradisional
seperti loloh, karena tujuan penting partai adalah mengembangkan rempah-rempah Indonesia. “Pesertanya menyiapkan delapan jenis makanan dalam 12 porsi, 2 porsi untuk juri dan 10 porsi untuk undangan,” katanya. Menurut Suciningsih, para peserta diberikan durasi memasak selama tiga jam. Selama itu, mereka dinilai dari baru mulai sampai akhir dengan penilaian rasa. Harapannya mengajak pelajar SMK ini untuk mengembangkan skill, agar mereka siap setelah tamat menjadi wirausahawan. “Harapan kita anak-anak ini ke depan bisa menjadi wirausahawan yang mengembangkan kuliner dengan rempah-rempah tradisional,” jelasnya. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gianyar, I Ketut Sudarsana, mengatakan festival kuliner ini sebagai gema bahwa rempah Nusantara masih ada dan dipakai oleh seluruh lapisan masyarakat. Apalagi sekarang masyarakat sangat memburu kuliner khas suatu daerah. “Kuliner lokal kita ini harus terus dijaga,” katanya. (ad661)
Diimbau Kosongkan Kandang
Nasib Peternak Babi Tak Jelas
Gianyar (Bali Post) Nasib ratusan peternak babi di Kabupaten Gianyar kini tidak jelas. Pasalnya, pemerintah mengimbau mereka untuk mengosongkan kandang selama wabah masih ditemukan. Ironisnya, imbauan ini diberlakukan dalam batas waktu yang tidak ditentukan. Sementara itu, kematian babi di wilayah Gianyar masih terus terjadi hingga Minggu (23/2) kemarin.
Bali Post/kmb35
KANDANG – Para peternak babi diimbau mengosongkan kandang selama wabah masih merebak.
Kepala Dinas Pertanian Gianyar Made Raka mengatakan, sebelum kasus kematian babi reda, kandang yang sudah kosong diimbau untuk tidak diisi ternak. “Kami imbau jangan coba-coba memasukkan babi (ke kandang -.red), biar virusnya hilang dulu,” katanya. Ironsinya, batas pengosongan kandang ini tidak bisa dipastikan sampai kapan. Raka mengaku tidak tahu sampai kapan wabah penyebab kematian babi ini merebak. Pihaknya hanya bisa berupaya menghentikan penyebaran virus dengan tidak memelihara babi dalam batas waktu yang tidak bisa ditentukan. “Siapa yang berani memberikan kepastian? Ini hanya sebagai antisipasi, jangan dulu mengisi kandang biar tidak ada kerugian besar, jangan dikawinkan, atau jangan pelihara,” terangnya. Beberapa waktu lalu, kata Raka, ada warga yang mau membuat kandang. Petugas yang mengetahui hal ini langsung menyarankan agar kandang tidak diisi babi terlebih dahulu. “Saya sarankan jangan masukkan babi agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Sementara tunggu dulu, kalau
sudah aman silakan kembali memelihara babi,” ujarnya. Sementara itu, peternak yang belum terdampak kasus kematian babi diminta menerapkan biosecurity yang ketat. Raka juga mengingatkan agar kandang babi diisolasi, sehingga babi tidak mudah interaksi dengan hewan atau orang luar. Meskipun belum bisa menjelaskan apa penyebab pasti wabah babi itu, Raka hanya bisa menyarankan masyarakat menunggu. Lalu bagaimana nasib peternak? Terutama penghidupan mereka? Raka berkeyakinan jika beternak babi oleh masyarakat Gianyar hanya dijadikan sampingan. Sehingga ada pemasukan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Peternak di Bali pada umumnya sambilan, tidak mungkin full kerja di sana. Misalnya, pagi dan sore saja mengasi makan ternak,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra berencana kembali memborong babi peternak pada Penampahan Kuningan atau Jumat (28/2) mendatang. Terutama babi yang sehat, namun berada di areal wabah. (kmb35)
Senin Kliwon, 24 Februari 2020
Festival Kuliner PDI-P Dipadati Pengunjung Tepis Isu ASF, Kampanyekan Aman Makan Daging Babi
KULINER BABI - Warga nampak memadati stan kuliner babi guling, termasuk Ketua DPC PDI-P Klungkung dan Sekretarisnya.
Sosok ’’Kapuput’’ Sepuluh Sulinggih PUNCAK Mupuk Karya Agung di Pura Dasar Buana, Desa Gelgel, Klungkung berlangsung Senin (24/2) hari ini. Seluruh persiapan panitia sudah rampung, termasuk para sulinggih yang akan muput karya tersebut. Total rencananya ada sepuluh sulinggih yang muput Mupuk Karya Agung ini secara bersamaan, tepat mulai pukul 10.00 Wita. Demikian disampaikan Dewa Ketut Soma, Pangenter Acara Mupuk Karya Agung, yang dilaksanakan setelah setahun pelaksanaan Karya Agung Tawur Panca Wali Krama, Panyejeg Gumi lan Padanan, Pangebek, Panegteg Jagat, Piodalan dan Mapeselang di Pura Dasar Buana. Sepuluh sulinggih ini masing-masing muput di Pura Dasar tiga sulinggih, mereka antara lain Ida Pedanda Gde Jumpung Putra Keniten dari Geria Jumpung Kamasan, Ida Pedanda Istri Anom dari Geria Dawan Klod dan Ida Pedanda Gde Wayan Darma dari Geria Wanasari Karangasem. Sisanya dua sulinggih muput di Pura Bale Agung, antara lain Ida Pedanda Gde Rai Pidada dari Geria Sengguan dan Ida Pedanda Gde Wana Yoga dari Geria Wanasari. Sementara di Pura Melanting di-puput Ida Pedanda Gde Karang Putra Keniten dari Geria Satria Kangin. ‘’Sejumlah undangan dipastikan hadir. Termasuk Gubernur Bali,’’ kata Dewa Soma. Selain Gubernur Bali, sudah mengonfirmasi hadir mantan Gubernur Bali Dewa Made Beratha, 17 Paiketan Puri se-Bali, termasuk Ida Dalem Semaraputra. Seluruh undangan diterima di Wantilan Pura Dasar Buana lebih dulu, sambil menunggu ida sulinggih muput selanjutnya dilakukan persembahyangan bersama. Dengan ritual Mupuk Karya Agung ini, diharapkan apa pun kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan karya agung itu, dapat disempurnakan secara sekala dan niskala. (gik)
Semarapura (Bali Post) Serangkaian HUT ke-47 PDI-P, DPC PDI-P Klungkung menggelar Festival Kuliner yang dipusatkan di Lapangan Puputan Klungkung, Minggu (23/2) kemarin. Festival ini disambut antusias. Hal itu terlihat dari situasi di lokasi yang dipadati pengunjung. Masakan dengan menu daging babi, nampak paling diminati pengunjung. Ini juga sekaligus menepis isu ASF (African Swine Fever) yang banyak merugikan peternak babi, sekaligus mengampanyekan aman makan daging babi. Dari sekitar 1.800 pengunjung, kebanyakan mereka menyerbu stan kuliner
babi guling dan lawar celeng yang disiapkan panitia. Tidak terkecuali, Ketua DPC PDI-P Klungkung A.A. Gde Anom bersama sekretarisnya, Sang Nyoman Putrayasa, dan Ketua Panitia Komang Sutama ikut berburu babi guling. Sekretaris DPC PDI-P Sang Nyoman Putrayasa mengungkapkan, serangkaian HUT PDI-P ini, selain acara festival kuliner juga ada kegiatan sosialisasi HIV/AIDS. Pesertanya siswa SMA dan SMP di Kabupaten Klungkung sekitar 1.000 orang. Ada juga kegiatan penghijauan/aksi bersih sampah plastik serta lomba meme. ‘’Dalam keg-
BUPATI Klungkung Nyoman Suwirta mengaku cukup resah dengan perkembangan teknologi saat ini. Bonus demografi yang menjadi kelebihan secara nasional maupun daerah dalam era Revolusi Industri 4.0, justru bisa berbalik menjadi ancaman, jika masyarakat tidak segera melek teknologi. Pada era pemanfaatan teknologi ini, justru semakin sedikit lembaga memanfaatkan tenaga manusia. Maka, SDM saat ini harus berani menggarap lebih jauh teknologi itu, dan memanfaatkannya untuk segera menangkap peluang di sekitarnya. ‘’Revolusi Industri 4.0 akan membuat tenaga manusia semakin jarang digunakan. Ini akan mengorbankan bonus demografi itu. Usia produktif kita tinggi sekali. Kalau usia produktif ini tidak segera diarahkan, maka hal itu akan membawa kita menjadi pecundang atau pemenang,’’ kata Bupati Suwirta saat berbicara dalam acara Bank Nusamba di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Sabtu (22/2). Dia mengakui ini menjadi kegelisahan secara nasional maupun di setiap daerah. Terlebih, daerah dengan tingkat jumlah penduduk tinggi. Situasi ini diakui cukup membuat gusar, karena respons warga untuk masuk ke sana sedikit lambat. Ini perlu dorongan semua pihak agar proses peralihan itu bisa berlangsung lebih cepat. ‘’Beberapa bupati/wali kota dipanggil Bapak Presiden. Kami diingatkan agar semakin serius menggarap start-up itu. Ini persoalan serius. Sekarang, lembaga perbankan sendiri mau mengambil peran di mana?’’ tegasnya. Bupati Suwirta mendorong agar lembaga perbankan bisa terlibat langsung
untuk menggarap start-up. Ada inovasi yang mampu menggerakkan masyarakat agar semakin terlibat langsung dalam penerapan teknologi. Sebab, dalam lima tahun ke depan, angka warga produktif cukup tinggi ini. Karena itu, harus mampu dimanfaatkan dengan baik. Dia meminta agar inovasi itu mampu melibatkan generasi muda atau milenial. ‘’Siapa yang bisa memanfaatkan start-up, dia akan jadi pemenang,’’ tegasnya. Menggarap start-up ini juga diharapkan mampu ikut membuka iklim investasi lebih cepat, sehingga pertumbuh a n e k o nomi bergerak lebih cepat. Start-up menjadi sebuah usaha baru yang berjalan dengan menerapkan inovasi teknologi untuk menjalankan core business-nya. Ini untuk memecahkan ragam masalah di masyarakat, sehingga menciptakan
WARGA Desa Lembongan Kecamatan Nusa Penida kian optimis dengan perkembangan rumput laut. Warga yang menekuninya sudah semakin bertambah, sejalan hasilnya yang semakin menjanjikan. Bahkan, menurut penuturan Perbekel Lembongan I Ketut Gede Arjaya, Minggu (23/2) kemarin, saat ini sudah ada sekitar 200 KK warga Desa Lembongan yang terjun langsung melakukan budi daya. Apakah dari produksi budi daya rumput laut itu petani mendapatkan hasil memadai? situasi ini tidak mengganggu aktivitas petani rumput laut. Menurut Arjaya, itu menjadi situasi biasa yang tidak mengganggu proses budi daya. Terkait sepinya kunjungan wisatawan dari Tiongkok, ini tidak banyak memengaruhi rutinitas para petani rumput laut. Kunjungan wisatawan mancanegara dari negara lain juga masih ramai. ‘’Petani rumput laut kadang masih terkendala hama dan masa rontok yang memang sulit dihindari. Sebelumnya, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sempat melakukan monitoring aktivitas para petani rumput laut di Desa Lembongan. Dia mengaku sangat senang melihat sejumlah petani telah kembali membudidayakan
kategori rasa terbaik, kategori penyajian terbaik dan kategori pelayanan terbaik. Para pemenang di masing-masing kategori akan mendapatkan sertifikat. Selain itu, juga memperoleh piala dan uang pembinaan. Salah seorang pengunjung, Komang Urip, mengaku sangat menikmati penyelenggaraan festival ini. Terlebih, ada masakan khas olahan babi guling, yang belakangan ini terserang isu virus ASF yang amat meresahkan. Acara ini bisa meluruskan isu yang beredar terkait bahaya makan daging babi. Padahal itu tidak sepenuhnya benar. Ketua DPC PDI-P Klungkung A.A. Gde Anom men-
gatakan pihaknya menggunakan momentum ini untuk ikut menyosialisasikan kalau makan daging babi itu aman, meski ada isu virus babi merebak. Selain itu, politisi senior asal Lingkungan Mergan, Semarapura ini menyatakan festival kuliner ini juga bertujuan mengangkat potensi lokal khususnya di bidang kuliner. Seperti kuliner yang sudah amat dikenal yakni serombotan. Dia mengapresiasi partisipasi masyarakat Klungkung yang sudah ikut meramaikan kegiatan PDI-P. Sekaligus berharap agenda ini memberi manfaat positif bagi masyarakat Bumi Serombotan. (kmb31)
Bupati Ajak Perbankan Garap ’’Start-up’’
Budi Daya Rumput Laut Berkembang 200 KK di Lembongan Bergelut Aktif
PERBEKEL Lembongan I Ketut Gede Arjaya mengatakan pihaknya mendorong warga tidak produktif di bidang pariwisata saja. Mereka sudah bagus kembali terjun melakukan budi daya rumput laut. Ini juga sesuai komitmen pemerintah daerah, yang ingin membangkitkan kembali budi daya rumput laut di Lembongan. Budi daya rumput laut itu sempat tenggelam oleh geliat perkembangan pariwisata. Dari warga yang sudah terjun langsung ke pertanian rumput laut itu, dikatakan, sudah mulai berproduksi. Hasil produksinya bervariasi. Ada yang menghasilkan rata-rata 300 kg sampai 500 kg per bulan saat musim panen terakhir. Bahkan, kalau musimnya bagus bisa menghasilan 700 kg per bulan. ‘’Proses penanamannya tidak dilakukan spontan. Penanaman langsung dalam semua petak areal budi daya, sehingga saat memetiknya pun tidak secara bersamaan. Proses menjualnya juga tergantung. Jadi kalau petaninya butuh uang bisa langsung dijual. Kalau belum, maka hasil panennya bisa distok lebih dulu,’’ katanya. Arjaya menambahkan, mereka juga sudah membentuk dua kelompok tani rumput laut. Ini untuk memudahkan komunikasi langsung dari pihak desa kepada para petani rumput laut. Namun, ada juga yang bergerak sendiri melakukan budi daya. Total sudah ada sekitar 200 kepala keluarga kembali melestarikan rumput laut. Hasil panen rumput laut di tingkat petani dijual seharga Rp 18 per kg. Meski terjadi cuaca buruk, di mana air laut mengalami pasang-surut di pesisir,
iatan itu semua potensi yang ada sudah diakomodir,’’ kata politisi asal Desa Nyalian Kecamatan Banjarangkan ini. Panitia menyiapkan 15 stan kuliner yang semuanya menyajikan produk lokal. Seperti serombotan khas Klungkung, lawar celeng, masakan ikan laut, lawar kuwir ada juga jajan Bali. Selain disajikan secara gratis kepada pengunjung, semua stan itu juga dinilai pihak Asosiasi Chef Indonesia (ICA) yang digandeng pihak panitia. Ketua Panitia Komang Sutama mengatakan stan kuliner itu dinilai menjadi empat kategori. Ada kategori best of the best (kategori terbaik),
PANEN RUMPUT LAUT - Petani memanen hasil budi daya rumput laut dan kemudian memilahnya. rumput laut. Menurutnya, budi daya rumput laut adalah mata pencaharian yang sangat bagus. Sangat menjanjikan karena modalnya tidak begitu besar. ‘’Saat pariwisata sepi rumput laut ini kita bisa jadikan unggulan. Tidak hanya mengandalkan pariwisata saja. Jangan sampai ketika
sektor pariwisata ada penurunan, serasa seperti terjadi kiamat,’’ ujar Bupati Suwirta. Dia menambahkan, pihaknya akan terus menyosialisasikan budi daya rumput laut. Dia berjanji mencarikan pengepul yang bisa menjaga harga rumput laut tetap stabil. (gik)
sebuah industri baru. Dalam perkembangan dunia start-up, kini sudah semakin bergairah dan semakin tumbuh seiring berkembangnya teknologi. Setidaknya telah ada empat start-up unicorn yang berasal dari Indonesia. Seperti Traveloka, Tokopedia, Bukalapak dan Gojek. Menurut Bupati
Suwirta, start-up yang mendominasi saat ini berasal dari industri e-commerce dan fintech. (gik)
Senin Kliwon, 24 Februari 2020
Belasan Peserta Ramaikan Lomba Festival Kuliner Bali Gali Potensi Makanan Khas Karangasem
BELASAN tim peserta yang merupakan perwakilan dari Partai Anak Cabang (PAC) dari masing-masing kecamatan ikut berpartisipasi memeriahkan lomba Festival Kuliner Bali serangkain memperingati HUT ke-47 PDI Perjuangan yang dilaksanakan di Taman Budaya Candra Bhuana, Karangasem, Minggu (23/2) kemarin. Penyelenggaraan festival ini diharapkan mampu menggali makan-makanan khas Karangasem untuk lebih dikenal oleh masyarakat. Ketua Festival Kuliner Bali, I Nengah Supartha, mengatakan sebanyak 15 tim peserta mengikuti lomba Festival Kuliner Bali ini. Dikatakan, para peserta harus menyiapkan kuliner tradis-
ional Bali yang menjadi ciri khas masing-masing. “Masing-masing tim peserta wajib menyediakan sembilan jenis makanan olahan yang berbahan dasar ikan laut atau tawar, unggas, daging babi, tempe, dan tahu, telur, sayuran, makanan kreasi Bali. Peserta juga menyiapkan minuman tradisional jenis arak,” ujarnya. Dalam penilaian lomba, kata Supartha pihaknya melibatkan juri dari organisasi Indonesian Chef Association (ICA). Dipilihnya juri profesional supaya peserta yang nantinya menjadi pemenang benar-benar mencirikan kuliner khas Karangasem. “Ini merupakan salah satu pelestarian dan pengembangan makanan tradisional Bali untuk
menjabarkan inovasi pengolahan pangan sesuai dengan kearifan lokal,” katanya. Ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem, I Gede Dana, mengatakan acara festival kuliner dilaksanakan secara serentak di seluruh Bali. “Fesvital kuliner sebagai upaya untuk menggali makanan-makanan khas yang ada di Karangasem, karena cukup banyak kuliner yang belum muncul kepermukaan. Jadi, lewat lomba ini diharapkan mampu memunculkan kuliner-kuliner baru,” ujarnya. Salah seorang dewan juri, I Wayan Eka Saputra, mengatakan untuk melakukan penilaian lomba, ada sejumlah chef dari beberapa hotel di Karangas-
em yang dilibatkan. Ditegaskan, penilaian meliputi persiapan yang dilakukan peserta, kebersihan, rasa, dan penampilan olahan yang dibuat. “Kami juga akan menggali resep yang belum kelihatan. Di Kabupaten Karangasem masih cukup banyak resep yang belum terekspos,” katanya. (kmb41) KULINER BALI - Para peserta lomba tampak sibuk mempersiapkan olahan makanan khas Bali, serangkaian peringatan HUT ke-47 PDI Perjuangan di Taman Budaya Candra Bhuana, Karangasem, Minggu (23/2) kemarin.
Bali Post/kmb41
Senderan Jebol
Jembatan Darurat Penghubung Subagan-Asak Ditutup Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang melanda wilayah Karangasem mengakibatkan senderan jembatan Subagan kembali jebol. Kondisi itu membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem terpaksa menutup akses menuju ke jembatan darurat yang menghubungkan Subagan menuju Asak karena dinilai membahayakan para pengguna jalan.
Bali Post/kmb41
JEBOL - Jembatan darurat ditutup oleh Dinas PUPR Karangasem akibat senderannya jebol.
Permintaan Kain Geringsing Tenganan Meningkat Amlapura (Bali Post) Permintaan kain geringsing yang dihasilkan oleh perajin di Tenganan Pegeringsingan mengalami peningkatan. Namun di tengah peningkatan permintaan itu, perajin justru mengalami hambatan yakni proses produksi yang dihasilkan. Perajin kain geringsing, Sudarsi, mengatakan permintaan kain geringsing khas Tenganan Pegering singan, Kecamatan Manggis memang mengalami peningkatan setiap tahun. Hanya perajin tidak bisa memenuhi permintaan para pelanggan karena jumlah perajin di sekitar Tenganan terbatas. “Permintaan selain datang dari Karangasem, juga dari luar, sepe rt i De np a sa r, Gia ny a r, Badung, hingga beberapa daerah di sekitar Pulau Jawa,” kata Sudarsi, Minggu (23/2) kemarin. Menurut Sudarsi, proses pembuatan kain geringsing cukup lama. Satu lembar
kain baru dapat diselesaikan selama dua sampai tiga hari. Apalagi untuk mengerjakan satu lembar kain dilakukan sendirian. “Saya kerjakan sendiri, makanya lama,” ujarnya. Harga satu lembar kain, katanya, sangat variatif. Untuk kain geringsing dengan ukuran 2 meter harganya Rp 900 ribu per lembar. “Harga kain mahal karena proses pembuatannya masih alami. Proses memberi warna juga cukup lama. Pembuatannya butuh waktu dua hingga tiga hari,” katanya. Klian Tenganan Pegeringsingan, Wayan Sudarsana, mengatakan permintaan kain geringsing memang meningkat. Tingginya permintaan membuat para perajin cukup kewalahan memenuhi orderan. “Kini perajin kain geringsing hanya 29 orang. Dengan adanya permintaan yang terus meningkat, tentu saja para perajin kewalahan memenuhi orderan,” ujarnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
PERAJIN – Salah seorang perajin di Desa Tenganan membuat kain geringsing pesanan pelanggannya.
Berdasarkan pantauan di lapangan Minggu (23/2) kemarin, senderan jembatan yang tergerus ada di sebelah kiri timur. Senderan yang jebol sekitar dua meter. Agar pengendara tidak melintasi jembatan darurat yang dibangun Dinas PUPR Karangasem tahun 2018 lalu, di sebelah barat dan timur menuju jembatan telah dipasangi spanduk larangan yang bertuliskan “Dilarang melintas, jalan jebol”. Di lokasi itu juga telah dipasangi pilice line. Minggu kemarin terlihat cukup banyak pengendara yang datang dari arah barat maupun timur. Akhirnya mereka berbalik arah mencari jalan alternatif karena tidak mengetahui adanya larangan melintasi jembatan darurat. Salah seorang warga, Ni Nengah Merta, mengatakan senderan jembatan itu jebol
beberapa hari lalu saat hujan lebat. Dikatakan, senderan yang jebol panjangnya sekitar dua meter. “Senderan jembatan yang tergerus di pojok sebelah kiri kalau dari arah timur,” ujarnya. Pascajebolnya senderan jembatan, kata Merta, Dinas PUPR Karangasem telah memasang spanduk larangan melintas karena khawatir jembatan akan jebol. Namun masih cukup banyak pengendara yang ingin melewati jalur tersebut. “Mungkin mereka tidak tahu kalau jembatan ini sudah ditutup. Makanya, banyak pengendara harus balik lagi mencari jalan lain,” katanya. Meskipun jembatan ditutup untuk kendaraan, namun pejalan kaki masih berani melintasi jembatan darurat tersebut. “Saya masih berani melewati jembatan dengan jalan kaki.
Kalau sepeda motor memang berisiko karena menimbulkan getaran. Makanya jalan ditutup, takutnya saat melintas senderan kembali jebol dan jembatan ikut ambrol,” katanya. Warga lainnya, I Made Sutarna, menambahkan senderan jembatan itu jebol saat Umanis Galungan sekitar pukul 20.00 Wita. “Jalan jebol saat hujan lebat,” ujarnya. Sebelum dipasangi spanduk dan police line di jembatan ini, kata Sutarna, pengendara sepeda motor masih biasa melintasi jalur ini. Mungkin pengendara belum tahu jika senderan jembatan itu jebol. “Setelah dipasangi spanduk dan pilice line dua hari lalu, tidak ada lagi pengendara lewat jembatan karena sangat berisiko sekali. Kalau dilewati sepeda motor akan menimbulkan getaran. Itu yang akan memicu
jembatan roboh,” tegasnya. Kepala Dinas PUPR Karangasem I Nyoman Sutirtayasa mengatakan senderan yang jebol ada di sebelah timur bagian selatan, tepatnya di bagian tumpuan jembatan selebar dua meter. Menyikapi kondisi ini, pihaknya melakukan penutupan agar pengendara tidak melintasi jembatan. “Kami sudah pasangi spanduk larangan melintas dan police line. Kami lakukan penutupan karena takut jika dilintasi kendaraan akan membuat getaran dan tekanan yang mengakibatkan longsor lebih luas dan akan membuat tumpuan jembatan jatuh,” ujarnya. Sementara itu, Kabid Bina Marga Wayan Surata Jaya mengatakan, pembangunan jembatan telah dianggarkan sebesar Rp 1,3 miliar. “Kami berharap awal Maret dilakukan proses tender. Setelah nanti ada pemenang, jembatan akan segara digarap dan akses jalan tersebut juga akan ditutup selama pelaksanaan pembangunan jembatan,” katanya. (kmb41)
Wabah Virus Corona Merebak
Kunjungan Direktur Perpustakaan Se-Asia ke Museum Lontar Ditunda Amlapura (Bali Post) Merebaknya wabah virus Corona di Tiongkok tidak hanya mengakibatkan angka kunjungan wisatawan menurun ke sejumlah objek wisata di Bali khususnya Karangasem, namun juga membuat kunjungan rombongan koferensi Direktur Perpustakaan seAsia ke Museum Lontar Dukuh Penaban ditunda hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan. Hal itu diungkapkan K e t u a Pengelola Objek Wisata Musuem Lontar
Dukuh Penaban I Nengah Suarya, Minggu (23/2) kemarin. Menurut Suarya, awalnya kunjungan rombongan Direktur Perpustakaan se-Asia Oceania ke Museum Lontar Dukuh Penaban dijadwalkan pada tanggal 17 Februari hingga 20 Februari. Namun merebaknya wabah virus Corona di Tiongkok membuat kegiatan tersebut ditunda sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. “Karena virus Corona ini, banyak delegasi yang menunda atau menarik diri untuk berkunjung ke Museum Lontar Dukuh Penaban. Sebelum
I Nengah Suarya
Bali Post/kmb41
penundaan ini dilakukan, Perpusnas telah melakukan rapat terkait hal itu. Hasil rapat memutuskan kunjungan atau study tour ditunda sementara waktu. Kami tidak tahu sampai kapan penundaan ini. Informasi yang kami terima, penundaan ini sampai batas waktu tidak bisa ditentukan,” katanya. Dengan penundaan kunjungan ini, katanya, sejatinya ada hal positif yang diperolah pengelola. Di mana pengelola memiliki peluang untuk lebih matang di dalam mempersiapkan segala sarana pendukung
agar lebih maksimal. Pasalnya, saat ini sedang dilakukan penataan jalan untuk dibuatkan paving. Di samping itu, warga juga bisa fokus melaksanakan hari raya Galungan. “Sekarang ini kami bisa membuat perencanaan yang lebih matang lagi dalam melengkapi fasilitas yang ada di museum ini. Nanti, ketika rombongan datang kami benar-benar mampu menampilkan tempat yang bagus untuk pengunjung, sehingga mereka mampu menikmati fasilitas yang ada dengan baik,” jelasnya. Suarya menambahkan, kun-
jungan tersebut sebenarnya merupakan suatu kehormatan bagi dirinya dan Kabupaten Karangasem. Sebab, Karangasem merupakan satu-satunya kabupaten/kota di Bali yang mendapatkan kehormatan menjadi salah satu lokasi kunjungan dari rombongan. “Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami. Sehingga tidak perlu lagi promosi ke laur negeri, namun museum sudah dikenal dan mendunia. Kunjungan tersebut juga diharapkan mampu menjadi motivasi untuk lebih meingkatkan kunjungan ke museum,” jelasnya. (kmb41)
Senin Kliwon, 24 Februari 2020
Hadiri ”Soft Opening” Bangli Dogen
Wabup Sedana Arta Apresiasi Semangat Masyarakat Gali Potensi Wisata WAKIL Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, mengapresiasi semangat masyarakat Bangli yang secara perlahan terus menggali dan mengembangkan potensi wisata yang ada. Hebatnya, potensi wisata yang dikembangkan tanpa harus merusak alam. Apresiasi itu disampaikan Sedana Arta saat meresmikan “Bangli Dogen” di Kelurahan Sidembunut, Bangli, Jumat (21/2). Hadir pada acara itu Ketua DPRD Bangli I Wayan Diar, Perwakilan Disparbud Bangli, Bendesa Adat Sidembutut, Kepala Lingkungan, Pokdarwis se-Kecamaan Bangli dan krama desa adat Sidembunut. Pemilik Bangli Dogen, Komang Alit, mengungkap-
kan ‘‘Dogen’’ adalah singkatan dari Domestic Geniune. Artinya, asli buatan lokal dan benar-benar lokal. Kata ‘‘Dogen’’ itu sudah dirumuskan sejak enam tahun silam. Dari hasil survei di daerah itu, akhirnya ditetapkan tempat ini. Bangli Dogen mengusung konsep I Love Bangli. Keberadaan Bangli Dogen ini diharapkan ada sinergi yang kuat antara semua pihak baik pelaku pariwisata kepala lingkungan, pemerintah dan UKM-UKM yang ada di Kabupaten Bangli. Selain konsep vila dengan nuansa alam yang benarbenar masih asli, Bangli Dogen juga menyediakan produk kerajinan asli Bangli. Produk itu akan di-branding seb-
agai kerajinan khas Bangli. Sehingga hal itu dapat membantu penjualan para perajin yang ada di sekitarnya. Untuk bisa mensinergikan antara perajin dan Bangli Dogen, pihaknya perlu dukungan pemerintah. Utamanya dinas terkait dari segi pembinaan ke depan termasuk membantu promosi. Bendesa Desa Adat Sidembunut, Ngakan Aji Suartawan, mengatakan keberadaan Bangli Dogen diharapkan mampu menjadi kebanggaan Desa Adat Sidembunut. Hal itu juga memberi dampak yang positif untuk kemajuan krama desa ke depannya menjadi maskot Desa Sidembunut. Wabup Sedana Arta sangat
mengapresiasi keberanian pemilik Bangli Dogen. Menurutnya, untuk bisa menjadi sukses hal yang sangat penting adalah keberanian mengambil keputusan. Dia juga mengapresiasi semakin banyaknya bermunculan sport baru baik itu berupa wisata selfie dan spiritual di antaranya Bukit Cemeng, Waterfall Gua Raja, terakhir wisata hutan pinus. Itu, menurutnya, telah menunjukkan masyarakat Bangli telah terbuka kesadarannya akan potensi yang dimiliki. Mereka berani melakukan terobosan. Berani mendeklarasikan pengembangan kawasan pariwisata dengan memanfaatkan alam yang ada tanpa harus merusaknya.
Ke depan Pemkab Bangli akan semakin serius dengan rencana-rencana pengembangan pariwisata di Kabupaten Bangli. Blue Print-nya akan dibentuk, sehingga jelas seperti apa Roadmap ke depan pariwisata Bangli ini. Diharapkan ke depan sinergi harus terus ditingkatkan. “Sekali lagi saya sampaikan selamat kepada ‘Bangli Dogen’ agar bisa mengembangkan potensi yang ada untuk melengkapi fasilitas pendukung’ sehingga bisa ditularkan kepada daerah lain agar sukses juga. Tidak harus kaya dulu. Semua harus melalui proses. Nikmati proses dan dari proses itulah muncul keberhasilan,” kata Sedana Arta. (ad666)
RESMIKAN - Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat meresmikan ”Bangli Dogen” di Kelurahan Sidembunut, Bangli, Jumat (21/2).
Senin Kliwon, 24 Februari 2020
Kasus Corona
Wisatawan Eropa Batalkan Kunjungan Singaraja (Bali Post) Merebaknya virus Corona berdampak serius terhadap kunjungan wisatawan man-
canegara ke Buleleng. Buktinya, dalam bulan ini saja ada 600 kamar hotel yang sebelumnya telah dipesan
Bali Post/kmb38
lumba-lumba - Atraksi lumba-lumba di Pantai Lovina.
terpaksa dibatalkan oleh para wisatawan. Pembatalan ini karena mereka takut tertular virus membahayakan tersebut. Ketua BPC Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng Dewa Ketut Suardipa, Minggu (23/2) kemarin mengatakan, setiap tahun rata-rata kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Buleleng tercatat sekitar 20 persen. Sisanya, 80 persen didominasi kunjungan dari wisatawan Eropa dan Australia. Kini pembatalan pesanan kamar hotel kebanyakan dilakukan oleh wisatawan Eropa. Ini karena para wisatawan Eropa juga takut kalau terjangkit wabah virus ini. ‘’Wisatawan asal Tiongkok memang potensial kita garap di Buleleng, tetapi dampak virus Corona ini sangat dirasakan kawan-kawan pengusaha. Karena wisatawan dari negara lain juga merasa khawatir, takut untuk berwisata,’’ katanya. Selain hotel, Dewa Suardipa menyebut dampak virus Corona juga dirasakan oleh nelayan pemandu wisata bahari yang biasa mengantar para wisatawan menyaksikan atraksi dolphin atau menjajal spot diving di Pantai Lovina,
Kecamatan Buleleng. Apalagi wisata bahari seperti atraksi dolphin ini paling diminati wisatawan Tiongkok. ‘’Wisatawan China yang datang dan menginap di Buleleng maksimal hanya dua hari. Mereka hanya mencari atraksi dan destinasi. Ini perlu adanya tambahan atraksi di Buleleng, sehingga waktu mereka untuk menginap di Buleleng bisa lebih lama,’’ jelasnya. Untuk mengatasi terjadinya penurunan jumlah kunjungan wisatawan, PHRI sedang berupaya merangsang kunjungan minat wisatawan domestik (wisdom). Ini dilakukan dengan menyuguhkan diskon paket wisata sebesar 30 sampai 50 persen, dan promo tiket pesawat untuk penerbangan domestik. ‘’Pengurus PHRI pusat sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat lewat Menteri Pariwisata agar kita saling mengunjugi. Memanfaatkan wisatawan domestik. Saya kira setiap daerah harus mengemas wisatanya masingmasing. Kami juga berharap di Bali ada program yang bisa dibantu oleh pusat, seperti meeting besar agar dihelat di Bali,’’ tegas Mantan Ketua BPD Pemaron, Kecamatan Buleleng ini. (kmb38)
Belasan Tahun Irigasi Tersumbat Singaraja (Bali Post) -
Irigasi di Kecamatan Seririt dan Gerokgak tersumbat sejak belasan tahun. Itu terjadi karena adanya pendangkalan sedimentasi. Irigasi ini dibangun 1980 silam dengan panjang sekitar 4 kilometer untuk mengairi sawah di empat subak di Desa Banjar Asem meliputi Subak Pangkung Kunyit, Subak Tegallenga, Subak Buluh dan Subak Lebah. Selain itu, sawah di Kecamatan Gerokgak meliputi subak Tinga-Tinga, dan subak di Desa Patas juga ditopang oleh irigasi yang dikenal dengan nama BSA-5 ini. Sejak dibangun, saluran irigasi ini dangkal, sehingga aliran airnya tidak maksimal. Lama tersumbat, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana bersama Plt. Kepala Dinas PUPR I Putu Adipta Ekaputra meninjau kondisi irigasi tersebut, belum lama ini. Bupati mengatakan, BWS Bali-Penida sudah sempat memberikan bantuan untuk pengerukan sedimentasi. Dana sebesar Rp 40 juta itu dikelola swadaya oleh warga setempat, namun tak mampu menyelesaikan persoalan. Endapan lumpur
mengeras hingga sepanjang hampir empat kilometer. Bupati Putu Agus Suradnyana mengakui jika endapan itu pernah dikeruk oleh BWS. Melihat endapan masih cukup tebal mengingat pengerukan dilakukan secara manual. Tahun ini secara pribadi Bupati memberikan bantuan alat berat untuk dimanfaatkan mengeruk saluran air tersebut. Dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk menuntaskan persoalan sumbatan air tersebut. Permukaan irigasi yang dangkal paling parah terjadi pada terowongan. Sedimennya sekitar 1 meter lebih sepanjang 4 kilometer, kalau kita kerjakan dengan alat berat kita butuh waktu 3 bulan, itu yang belum disentuh, sehingga tero-
wongan ini mubazir. ‘’Warga sudah menggali terowongan ini secara manual. Padahal ada 400 hektar tanah yang bergantung dengan air ini. Kebetulan sekarang saya ada bantu dengan alat berat pribadi saya jadi untuk OP nya saja yang di bantu oleh PUPR,’’ katanya. Di sisi lain, Bupati menyebut ide untuk secara bertahap memanfaatkan saluran irigasi melalui pipa paralon, sehingga perlahan bisa dimanfaatkan untuk memelihara ikan berkelanjutan. Sementara itu, Klian Subak Pangkung Kunyit Desa Banjar Asem Made Darmawan mengatakan, segala upaya telah dilakukan agar irigasi bisa dimanfaatkan. (kmb38)
Bupati Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Penduduk
Singaraja (Bali Post) Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengajak masyarakat agar melengkapi data kependudukan. Ini untuk menyukseskan Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020 secara online. Ajakan ini disampaikan Bupati usai melakukan pengisian data kependudukan akhir pekan lalu. Dalam kesempatan itu, Bupati mengatakan, sebagai kepala daerah sudah merupakan kewajiban dalam mengurus administrasi kependudukan. Kelengkapan data kependudukan penting untuk menyukseskan program yang berhubungan dengan kepemerintahan dan pribadi. Maka dari itu, diharapkan seluruh masyarakat Buleleng segera
melengkapi data kependudukan. ‘’Mari sukseskan SP online tahun 2020, lengkapi administrasi kependudukan secepatnya,’’ katanya. Senada diungkapkan Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Setelah melaksanakan SP online tahun 2020 di ruang kerjanya, dia juga mengajak seluruh pejabat, staf agar turut berpartisipasi dalam menyukseskan SP online 2020. Jika data kependudukan telah tercatat secara benar sesuai dengan identitas diri masing-masing, nantinya masyarakat dapat menikmati program-program yang diluncurkan oleh pemerintah pusat. ‘’Ini sangat penting, bagaimana kita di Buleleng ini dapat menuju
satu data kependudukan Indonesia,’’ ungkapnya. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) I Gede Suarta mengatakan, pelaksanaan SP 2020 secara online ini dimulai pada tanggal 15 Februari 2020 hingga 31 Maret 2020. Selama enam hari pelaksanaannya, data yang masuk secara online baru mencapai 0,89 persen. Hal itu dapat dimaklumi, mengingat SP 2020 online ini baru berjalan enam hari. Tetapi dilihat dari batas waktu penuntasan yang masih terhitung satu bulan lebih tersebut, pihak BPS mengupayakan penyelesaiannya sesegera mungkin. Selain SP secara online, BPS juga akan melakukan SP dengan wawancara pada Juli 2020. (kmb38)
Bali Post/kmb38
SENSUS PENDUDUK - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengisi data kependudukan akhir pekan lalu.
PROPERTY DIJUAL TANAH
Bth Sopir SIM A P.L 1 Mg Lam Wearnes Sudirman Agung C1-3 B.BP.001.02.20.0000622
Dcr Kryawan/ti rajin&Serius u/ kerja serabutan H.081338085868 B.BP.001.02.20.0000607
Dcr Satpam,Kasir,Acct.Lmr Bawa Rest Renon Jl.Cok Agung Tresna 85 Dps Telp.(0361) 264498
Dijl cepat tanah 1are SHM, Jl.Bedugul Sidakarya,Harga 1,7M nego.hub.Giri 082122682011
B.BP.004.02.20.0000626
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
Dikont Toko 2lt Jl.Nakula No.8 di jantung Kota Semarapura Hub:081381879393,081237260545
B.BP.001.02.20.0000606
B.BP.001.02.20.0000654
Dicari Sopir u/ toko Bangunan Jl.Sedap Malam 085100098936 B.BP.001.02.20.0000633
Dicari Pendamping Guru TK/ PAUD wanita belum berkeluarga min. SMA/SMK Lamaran ke TK Alit Kirana Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar Hu.081237042260 G.00024
LOKER
RUPA-RUPA
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
B.BP.001.02.20.0000207
BIRO JASA
Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak Blann SPT Thunan NPWP SIUP TDP HP/WA081239026955&081338344155
B.BP.001.02.20.0000023
BENGKEL LAS Free
n
Desig
SERVICE Money Back Guarantee
DIJUAL MOBIL BIRO JASA
SERVICE
Print & On Line Radio
HARIAN deNPOst - RAdIO GeNtA 96,1 fm web: www.denpost.id
denpost.id dan denpost.post
denpost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
GENTA BALI gentabalifm
genta bali
Jenis Paket
Harian DenPost
raDio Genta
Paket
1 kolom x 45 mm Bronze 12 x siar / bulan 300.000,- / bulan 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan 400.000,- / bulan 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 800.000,- / bulan BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN
Senin Kliwon, 24 Februari 2020
Festival Kuliner Jembrana
Kembang Hartawan Kenalkan Buku ’’Mustika Rasa’’ FESTIVAL Kuliner Jembrana menghadirkan beragam kuliner khas Jembrana. Acara digelar DPC PDI-P Jembrana serangkaian HUT ke-47 PDI Perjuangan, di Gedung Mendopo Kesari, Minggu (23/2) kemarin, menampilkan 15 stan kuliner sebagai peserta. Tidak hanya internal PDI-P, masyarakat umum juga diberikan kesempatan mencicipi aneka hidangan secara gratis yang disiapkan panitia.
Pada kesempatan itu, Ketua DPC PDI-P Jembrana Kembang Hartawan mengenalkan buku ‘’Mustika Rasa’’ atau lebih dikenal dengan ‘’kitab kuliner nusantara’’. Buku itu berisikan resep masakan nusantara warisan Presiden pertama Indonesia Bung Karno . Proses pengumpulan data penyusunan buku dimulai sejak tahun 1961 dan diterbitkan pertamakali tahun 1967. Tujuannya, Bung Karno ingin mengampanyekan kebinekaan melalui kekayaan kuliner nusantara. ‘’Bung Karno mewar-
iskan buku ‘’Mustika Rasa’’. Dalam buku itu ada ribuan resep makanan khas penjuru nusantara. Beliau tidak ingin bangsa kita terjajah makanan luar, sehingga buku ini disusun mulai dari jenis masakan, tata dapur yang baik, jajanan hingga kemasannya pun ditulis. Jadi sangat lengkap,’’ papar Kembang. Ditambahkannya, sejak dahulu kelezatan kuliner nusantara sudah diakui. Bahkan saat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika di Bandung, pihak istana tidak hanya menyajikan
makanan Eropa juga makanan nusantara. Di antaranya soto, gudeg hingga sate Madrawi. Terbukti masakan itu digemari delegasi negara lain, salah satunya PM India kala itu Jawaharlal Nehru. ‘’Bung Karno menyadari bahwa diplomasi dibangun tidak hanya di panggung saja, juga efektif melalui diplomasi di meja makan,’’ sambung Kembang. Terkait Festival Kuliner Jembrana, ia menjelaskan, Gumi Makepung banyak memiliki kuliner yang khas. Untuk itulah festival kuliner ini
Beragam Menu
buangit, kelor, pepes ikan laut, sate lilit, palem, sudang lepet, undis, ayam bakar, dan beragam jenis sambal. Setelah selesai disajikan, mulailah dilakukan penilaian oleh tim juri dari Indonesian Chef Association (ICA) Bali. Untuk memotivasi peserta berlomba, panitia menyiapkan hadiah kepada pemenang dengan hadiah uang Rp 13,5 juta. Ketua DPC PDI-P Bueleleng Putu Agus Suradnyana didampingi Ketua Panitia Ketut Ngurah Arya mengatakan, Festival Kuliner Bali ini sebagai bentuk implementasi dari ajaran Tri Sakti Bung Karno, khususnya berdaulat dalam bidang ekonomi yakni ketahanan pangan. Hal ini penting karena selama ini anak-anak milenial telah meninggalkan makanan tradisional. Untuk itu, sesuai instruksi induk partai, perlu membangkitkan kembali kuliner tradisional khas Buleleng agar tetap lestari. Harapannya, generasi milenial mencintai makanan lokal, dan hasil pertanian lokal bisa terserap. ‘’Masakan tradisional diangap kampungan, makanya ditinggalkan anak-anak milenial. Padahal, kandungan gizi dan rempah-rempahnya baik untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Saya kira dengan event ini partai ambil bagian dalam melestarikan resep masakan tradisional agar tidak punah,’’ katanya. Putu Agus Suradnyana menambahkan, festival kuliner bisa dilakukan secara kontinu. Misalnya bisa dilaksanakan di setiap desa maupun kecamatan
dengan melibatkan tim penggerak PKK. Di sisi lain, seiring terbitnya Pergub No. 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali, pihaknya berencana akan memanggil seluruh perajin arak dan brem di Buleleng. Sebab, selama ini dihasilkan dari beragam bahan baku, seperti beras, ketan, dan bahan lainnya. ‘’Nanti harus dicarikan standar baku mutunya. Lebelnya juga harus ada. Kalau beli arak atau brem tentu harus konsisten rasanya,’’ tegasnya. Sementara itu, Koordinator Juri Lomba Festival Kuliner Ketut Tangkas Adnyana menyebut ada sejumlah kriteria dalam penilaian, yaitu faktor kebersihan, kerja sama dalam memasak, rasa, tekstur masakan, dan teknik penyajian. Selain memberikan penilaian, ICA akan mengangkat resepresep masakan khas Buleleng untuk menjadi masakan nusantara. ‘’Juaranya sesuai bidang masing-masing, ada yang ahli di bidang penyajian, dan rasa. Penilaian secara independen dan tidak boleh dipengaruhi, karena kita menggali produk lokal Buleleng,’’ jelasnya. Dari hasil penilaian tim juri, kategori The Best diraih oleh peserta nomor undi 5 dari Kecamatan Banjar 1. Sedangkan kategori Rasa Terbaik diraih oleh peserta nomor undi 6 dari Kecamatan Banjar 2. Kategori teknik penyajian terbaik diraih oleh peserta nomor undi 7 dari Kecamatan Buleleng 1. Kemudian kategori pelayanan terbaik diraih oleh Kecamatan Buleleng 2. (ad672)
dar of Event 2020 di Bali ini, Ibnu Sina berharap akan menjadi titik awal yang baik bagi upaya membangun branding Banjarmasin dan merupakan momentum untuk belajar pariwisata langsung dari pusat pariwisata dunia yaitu Bali. Acara peluncuran Calendar of Event 2020 Kota Banjarmasin juga diisi dengan pameran kerajinan Banjarmasin, pen-
tas seni dan budaya. Turut hadir pada kesempatan itu perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali dan Kalimantan Selatan, jajaran Forkopimda Banjarmasin, para pelaku pariwisata Bali dan Banjarmasin serta undangan lainnya. (kmb)
dengan luas wilayah 540 kilometer persegi tersebut sangat kecil. Sementara perhatian dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menyelamatkan Danau Batur sangat minim, bahkan nyaris tidak ada. Karena Bali adalah pulau yang kecil dan alamnya merupakan satu-kesatuan, maka menjaga mata air berarti ikut menjaga wilayah-wilayah di mana mata air itu berada. Kontribusi seluruh kabupaten/kota di Bali adalah kemutlakan. Hal ini ditegaskan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Airlangga Mardjono, S.T., M.T. ‘’Artinya, ikut berkontribusilah pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, dalam rangka pengelolaan sumber daya air secara terpadu dan berkelanjutan,’’ ujar Airlangga, beberapa waktu lalu. Kontribusi menjaga air juga dilakukan dengan menjaga sungai yang airnya menjadi sumber penghidupan bagi manusia Bali. Ada banyak sungai yang diperkirakan bersumber dari Danau Batur yang
memiliki 11 sumber mata air. Sesuai hasil pendataan, semua sumber air yang dimiliki Kabupaten Bangli tersebut dimanfaatkan oleh empat kabupaten tetangga untuk berbagai kepentingan. Sebagian besar dipakai untuk mengairi subak. Sebagian lainnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga, tempat rekreasi, air kemasan dan ada juga yang dimanfaatkan untuk dikomersialkan oleh PDAM. Dari data itu, tidak semuanya memberikan kontribusi untuk Bangli. Menurut Airlangga, Pemprov Bali perlu memperhatikan masalah tata ruang secara keseluruhan. Paling tidak, harus ada wilayah atau ruang yang memang disiapkan untuk konservasi sumber daya air. Termasuk mempertimbangkan daya dukung lingkungan. Semua sektor yang ada di Bali, baik pariwisata, industri maupun pertanian harus mendapatkan porsi memadai, sehingga dapat saling mendukung. Mengingat, seluruhnya membutuhkan sumber daya air yang kontinu. (ata/rin)
Jadikanlah sungai sebagai halaman depan yang harus kita pelihara, yang harus kita lestarikan,’’ ujar Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) BaliPenida Airlangga Mardjono, S.T., M.T. dikonfirmasi, beberapa waktu lalu. Saat sungai menjadi ‘’halaman depan’’, lanjut Airlangga, maka setiap hari akan terlihat kalau ada sesuatu yang mengganggu pemandangan. Masyarakat juga akan tergerak untuk membuat sungai menjadi lebih bersih dan indah. Partisipasi pemerintah daerah dalam upaya penataan sungai akan terus didorong ke depannya. ‘’Jadi tidak usah khawatir
masalah kewenangan karena kewenangan BWS itu adalah dalam hal perizinan. Jadi silakan mengonservasi sungai atau memelihara sungai, membuat sesuatu di sungai yang penting ada izin atau rekomendasi teknis dari BWS,’’ jelasnya. Airlangga juga mengimbau masyarakat agar menaati aturan terkait keberadaan sempadan sungai untuk kepentingan bersama. Bali tercatat memiliki 391 sungai, namun hanya sekitar 200 sungai yang rutin dialiri air setiap saat. Sisanya adalah sungai intermittent yang mengalirkan air saat musim hujan. (kmb32)
Setiap kecamatan diwakili oleh dua desa dan masing-masing mengutus 7 orang peserta, sehingga ada 18 tim dari 18 desa yang ikut bertarung di ajang lomba Festival Kuliner mewakili sembilan kecamatan. Setiap tim diperbolehkan menampilkan beragam menu masakan khas Buleleng sesuai potensi daerah masing-masing. Peserta pun dilarang menggunakan penyedap masakan yang mengandung MSG. Peserta juga diwajibkan memakai peralatan tradisional seperti piring, gelas bahan ramah lingkungan alias nonplastik. Acara memasak dimulai pada pukul 09.30 Wita. Seluruh peserta terlihat sibuk mengolah bahan makanan menjadi beragam menu. Ada yang memasak olahan daging babi, ayam, kuwir, ikan, cumi, udang, kerang, telur hingga tahu dan tempe. Sementara sayuran lokal yang diolah pun beragam jenis. Seperti daun kelor, pakis, terong, bayam, kangkung, taoge, buangit, belimbing wuluh, kacang tanah, undis, hingga kacang panjang. Peserta juga menyajikan beragam jenis loloh (jamu), bubur, jajanan tradisonal dan buah lokal. Tepat pukul 12.00 Wita, seluruh peserta telah selesai memasak. Mereka menyajikan lengkap dengan hiasan. Terlihat ada puluhan jenis makanan yang disajikan, seperti lawar, serapah, plecing, sayur ares,
Sektor Penggerak Untuk itu pihaknya optimis dengan potensi alam serta budaya yang dimiliki sektor pariwisata bisa menjadi sektor penggerak pertumbuhan perekonomian daerahnya. Dengan peluncuran Calen-
Luapan Kekecewaan Sekitar Oktober tahun lalu, Made Gianyar pernah bicara bernada mengancam. Sungai-sungai di Bangli akan diuruk sampah. Suara keras ini disampaikan karena adanya pengurangan dana PHR dari kabupaten/kota penghasil PAD besar dari pariwisata ke Bangli. Tentu ancaman ini hanya luapan kekecewaan, karena PAD Bangli yang kecil, sementara kabupaten lain yang pariwisatanya ikut menikmati air dari Bangli bergelimang dolar. Teriakan Made Gianyar bisa jadi merepresentasikan keinginan sebagian besar warga Bangli. Selama ini Bangli dibiarkan sendiri melakukan upaya menjaga sumber-sumber yang menjadi hulunya air dan sungai-sungai di Bali. Danau Batur sebagai tower airnya Bali, misalnya, kini semakin rusak. Tak banyak dana yang dimiliki Pemkab Bangli melakukan upaya penyelamatan. PAD kabupaten
Air Minum Ironisnya selain menghadapi kerusakan alam yang mengurangi debit air, air sungai terutama di hulu juga menjadi rebutan perusahaan penyedia air minum. Menjaga sungai dapat dilakukan dengan kembali menempatkannya sebagai hulu dalam konsep berpikir masyarakat. Ini berarti dalam perspektif ruang, sungai harus ditempatkan sebagai halaman depan. ‘’Jangan jadikan sungai itu sebagai halaman belakang.
digelar, mengangkat kulinerkuliner asli Jembrana. ‘’Melalui festival ini, kami juga ingin agar generasi milenial kembali mencintai kuliner Jembrana. Tidak beralih pada makanan luar yang saat ini banyak bermunculan,’’ terang Kembang didampingi Sekretaris DPC PDI-P Ni Made Sri Sutarmi. Selain festival, juga diadakan lomba masak. Hasil masakan peserta dinilai langsung oleh ICA (Indonesian Chef Asosiation) Jembrana. Ketua Panitia Festival Ni Komang Sri Kendel menjelaskan, setiap tim
FESTIVAL KULINER – PDI-P Jembrana menyelenggarakan Festival Kuliner Jembrana. Ketua DPC PDI-P Made Kembang Hartawan bersama Sekretaris Ni Made Sri Sutharmi di sela-sela meninjau lomba menunjukkan buku ‘’Mustika Rasa’’. dari 15 stan diberikan waktu tiga jam untuk proses memasak makanan sampai dengan siap dihidangkan kepada dewan juri. Untuk bahan makanan yang digunakan juga ditentukan. Di antaranya harus menggunakan bahan lokal, serta hasil tanaman
dan peternakan di Bali. Bahan makanan itu di antaranya ikan laut atau tawar unggas, daging babi, tempe dan tahu, telur, sayuran, hingga makanan kreasi Bebali. Sedangkan minumannya menyajikan minuman tradisional (loloh Bali) yang mencirikan daerah/kabupaten
masing-masing. ‘’Panitia menyiapkan hadiah jutaan rupiah bagi pemenang. Kategorinya untuk juara terbaik (best of the best), juara rasa terbaik (best taste), juara penyajian terbaik (best presentation) serta juara pelayanan terbaik (best service),’’ papar Sri Kendel. (ad663)
Sedang Menderita Inilah masalah sosial di Indonesia. Benar apabila bisnis itu mencari keuntungan. Tetapi apabila mencari keuntungan di tengah-tengah ancaman kesakitan, ini merupakan kesalahan nilai, kesalahan moral, kesalahan etik, kesalahan berpikir dan seterusnya. Nilai yang tertanam pada orang Indonesia, pada ras atau suku apa saja, adalah membantu meringankan penderitaan sesama. Nilai ini sudah tertanam dari leluhur orang Indonesia yang bersumber dari ajaran agama maupun kondisi lingkungan. Dengan kebersamaan penderitaan itu dapat lebih diringankan. Masyarakat Indonesia sekarang boleh dikatakan sedang menderita. Bayangkan, seluruh negara yang ada di sekitar Indonesia sudah terkena wabah Covid-19. Itu artinya potensi tertular di Indonesia besar. Bahwa negara kita masih belum tertular, itu harus disyukuri. Tetapi banyak orang dan negara lain yang curiga, Indonesia sesungguhnya sudah kena tetapi belum bisa dilacak. Secara psikologi sosial, kon-
disi ini adalah penderitaan, sebuah ancaman. Ketika ancaman itu semakin sulit diprediksi maka penderitaan itu kualitasnya semakin besar. Dari konteks nilai ini, tidak ada alasan menghilangnya masker dari pasaran, siapa pun yang menghilangkannya. Sangat tidak paham mereka itu tentang nilai-nilai keindonesiaan. Moral orang Indonesia itu bersandar pada Pancasila. Moral itu lebih menyangkut pada kesadaran untuk bertindak. Seluruh komponen Pancasila mengusung ajaran untuk membantu sesama. Jadi harus mempunyai kesadaran untuk membantu, tanpa disuruh, tanpa diminta. Saat ancaman terhadap wabah Covid-19 ini, masyarakat Indonesia sangat perlu dibantu, bukan malah ditambah penderitaannya. Dengan begitu, seharusnya masker kesehatan harus tersedia banyak di pasaran dan murah agar masyarakat Indonesia mudah mendapatkan. Dan dengan begitu membantu meringankan rasa khawatir dan penderitaan mereka dari ancaman virus Corona. Kehidupan sosial akan dapat berjalan dengan baik apabila
anggota masyarakat memiliki etika yang baik. Etika sosial itu mungkin berbeda antara satu budaya dengan budaya lainnya. Tetapi mempunyai tujuan yang sama, yaitu menghormati dan menghargai pihak yang lain. Penghormatan dan penghargaan itu bermacam-macam. Masyarakat Indonesia saat ini jelas sangat memerlukan bantuan untuk mendapatkan barang kebutuhan untuk meringankan kekhawatirannya atas penyebaran virus Corona. Maka salah satu cara untuk menghargai itu bagi para pengusaha dan penyedia barang yang diperlukan adalah dengan memberikan harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat, meningkatkan produksi dan menyediakan barangnya di pasaran. Inilah etika sosialnya. Berwirausaha jelas sangat dibolehkan dan didukung. Tetapi berwirausaha itu juga mempunyai etika sosial. Ada banyak komponen sosial di Indonesia yang menerapkan berpikir terbalik. Bahwa telah ada ungkapan ‘’mengapa harus dipermudah jika bisa dipersulit’’, merupakan bukti bahwa banyak di antara kita yang keliru berpikir. Ungkapan di atas adalah endapan dari perilaku sosial
yang ada. Bisa dibayangkan, bagaimana orang yang kebelet ke belakang harus membayar sekian ribu untuk menghilangkan penderitaannya. Itu telah berlangsung bertahun-tahun. Juga jika ingin cepat operasi penyakit, harus berani bayar mahal. Tidak ada bedanya dengan masker menghilang ketika masyarakat membutuhkannya. Jika dicermati, ada banyak hal yang begitu nungkalik saat kita melihat fenomena sosial di Indonesia. Anda tahu jika ada rancangan undang-undang yang mengatur keluarga. Kita juga khawatir kelak jika ada undang-undang yang mengatur perjodohan. Alangkah terbelakangnya masyarakat Indonesia jika itu sampai terjadi. Orde Baru memang pernah mengatur kelahiran melalui program Keluarga Berencana. Tetapi ini dapat dirasakan manfaatnya sekarang. Tetapi tanpa KB, konon jumlah penduduk Indonesia sekarang mencapai 400 juta. Tetapi rancangan undangundang ketahanan keluarga ini mengatur peran istri dan suami. Ini memang mengkhawatirkan dan memalukan. Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
Senin Kliwon, 24 Februari 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Padangtegal Jaga Alam ’’Sekala-Niskala’’
MENJAGA keharmonisan alam Bali sesuai program Pemerintah Provinsi Bali ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’, sebuah keniscayaan. Karena itu menjaga alam Bali secara sekala dan niskala terus digelorakan. Itulah yang dilakukan Desa Pakraman Padangtegal, Ubud, Gianyar. Seperti apa desa adat ini menjaga keharmonisan alam? Bendesa Pakraman Padangtegal, I Made Gandra, mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Bali menjaga keharmonisan alam Bali melalui program ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’. Program ini dinilai memberi perhatian lebih terhadap kearifan lokal Bali. ‘’Ini program yang memberikan perhatian lebih pada kearifan lokal, terhadap kemampuan dan energi
Bali yang memang harus diselaraskan,’’ ucapnya. Dikatakan, Desa Adat Padangtegal sudah berupaya menjaga keharmonisan alam Bali secara sekala dan niskala. Secara niskala, sejak 2017 pihak desa adat sudah mulai menjalankan Sad Kertih. ‘’Diawali pada 2017 kami memulai dengan Atma Kertih dengan upacara Maligia Lajur. Kami juga melakukan upacara Wana
Kertih di Monkey Forest, selanjutnya Danu Kertih. Kebetulan kami mempunyai sumber air berupa beji di Monkey Forest. Kami lakukan upacara itu di sana,’’ ujarnya. Ritual Segara Kertih sudah dilakukan dengan upacara pakelem di Pantai Masceti. Manusa Kertih dilakukan dengan upacara Nyurud Ayu di Pura Dalem Desa Pakraman Padangte-
gal, yang diikuti semua krama. Terakhir Jagat Kertih, yakni dengan melakukan pacaruan agung di perempatan agung Desa Pakraman Padangtegal. ‘’Semua sudah kami lakukan dalam dua tahun, karena ini sudah terprogram dari 2017 dan 2018 serta 2020 kami akan lakukan Karya Agung Ngusaba Desa Ngusaba Nini,’’ katanya. Sementara secara sekala, Desa Pakraman Padangtegal sudah melakukan berbagai upaya dalam menjaga lingkungan, khususnya dalam menanggulangi sampah. ‘’Di Padangtagal
PDI-P Gelar Festival Kuliner Bali
Pemuda Adu Memasak di Lapangan Kilobar Bangli (Bali Post) – Sebanyak 15 kelompok pemuda Bangli adu kebolehan memasak makanan khas Bali dalam Festival Kuliner Bali yang digelar DPC PDI Perjuangan Bangli di Lapangan Kilobar, Minggu (23/2) kemarin. Kegiatan Festival Kuliner Bali itu diadakan serentak oleh DPC PDI-P seluruh Bali, serangkaian HUT ke-47 PDI-P. Dalam adu kebolehan memasak Festival Kuliner Bali di Bangli, para peserta diberikan waktu memasak selama kurang lebih tiga jam. Mereka berkreasi mengolah aneka produk lokal menjadi aneka kuliner nan lezat. Di antaranya mujair nyat-nyat, sate mujair, lawar, kue, hingga minuman tradisional, seperti loloh kunyit dan cemcem. Sebanyak lima orang chef profesional dilibatkan untuk menilai masakan para peserta. Ketua DPC PDI-P Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan Festival Kuliner
Bali Post/kmb40
FESTIVAL - DPC PDI-P Bangli menggelar Festival Kuliner Bali di Lapangan Kilobar, Minggu (23/2) kemarin. Bali ini berbeda dengan festival yang pernah ada sebelumnya. Jika biasanya para peserta adu kebolehan menyajikan makanan. Dalam festival ini peserta diadu memasak dari bahan mentah hingga menyajikannya. ‘’Ini merupakan festival kuliner terbesar di Bangli,’’ ujar pria yang juga
Wakil Bupati Bangli itu. Aneka kuliner yang dibuat para peserta dalam festival kemarin, resepnya didetailkan dan divideokan. Nantinya resep-resep itu akan dikirim ke Jakarta untuk menambah keberagaman resep Nusantara. Sedana Arta berharap, melalui kegiatan festival ini ku-
liner Bali bisa kian terangkat dan makin digemari banyak kalangan. Di samping itu, diharapkan juga generasi muda di Bangli bisa semakin mengenal dan mencintai lebih jauh kekayaan kuliner Bali di tengah menjamurnya kuliner luar negeri. Menurutnya, kuliner Bali tidak kalah dengan kuliner luar, baik dari kandungan gizi dan higienitasnya. ‘’Kita harapkan dari ajang Festival Kuliner Bali ini semakin tumbuh kecintaan terhadap produk lokal. Kuliner Bali bisa jadi daya tarik bagi wisatawan. Sekarang kan lagi ngetren wisata kuliner, ke mana-mana orang cari makanan. Saya harapkan tamu-tamu yang datang ke Bangli mencari masakan Bali,’’ terangnya. Melihat antusiasme para peserta kemarin, DPC PDI-P Bangli pun berencana mengadakan kegiatan Festival Kuliner Bali secara kontinu dengan melibatkan lebih banyak peserta. (kmb40)
Bali Post/nik
SAMPAH - Petugas kebersihan Desa Pakraman Padangtegal tengah mengangkut sampah di sungai.
kami pasang alat screening di sungai untuk menaikkan sampah,’’ ungkapnya. Dikatakan, melalui upaya ini sampah dari hulu tidak bisa mengalir ke wilayah Padangtegal. Diungkapkan, melalui alat berupa jaring besi ini, petugas kebersihan di Desa Pakraman Padangtegal mengangkut satu truk sampah setiap harinya. Dikatakan, seluruh sampah itu kemudian diolah di rumah kompos yang dikelola di sebelah selatan Central Parkir Padangtegal. Di lahan seluas 30 are itu desa adat juga mengolah sampah rumah tangga. ‘’Semua sam-
pah kita proses. Sampah organik dijadikan kompos. Tidak ada sampah yang dibawa ke luar. Di sini sekaligus sebagai ruang edukasi bagi siswa sekolah terkait pengelolaan sampah,’’ katanya. Selain itu, pihaknya juga menggalakkan pengelolaan limbah rumah tangga. Terutama pemilik akomodasi, sudah diwajibkan memiliki pengelolaan sampah sendiri. (nik)
HUT Ke-32 WHDI Pusat
Wanita Hindu Harus Mampu Mandiri
WANITA Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Pusat memperingati HUT ke-32 di Gedung Chandrasa Kopassus, Cijantung-Jakarta, Minggu (23/2) kemarin. HUT WHDI kali ini dirangkai dengan HUT ke-61 PHDI Pusat. Momen ini sebagai wujud kekompakan antara ibu-ibu di WHDI dengan bapak-bapak di PHDI. Tema HUT yang diusung kali ini adalah ‘’Wanita Hindu Mandiri, Berdaya Mewujudkan Generasi Unggul’’. HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dharma Adhyaksa PHDI yang diserahkan kepada Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan pemotongan tumpeng oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Per-
lindungan Anak RI, Bintang Puspayoga yang diserahkan kepada Ketum WHDI Pusat Rataya Kentjanawati. Dalam HUT tersebut, Menteri Bintang Puspayoga juga menjadi keynote speaker. Pada HUT kali ini, Ketum WHDI Pusat Rataya Kentjanawati berharap wanita Hindu harus menjadi wanita yang mandiri dengan mengikuti perubahan zaman. Sehingga wanita Hindu mampu dan dapat mendampingi anakanaknya yang tumbuh dalam alam modern yang canggih. Dengan harapan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dapat tumbuh menjadi anak-anak yang hebat. Sebab, baik-buruknya bangsa tidak terlepas dari peran seorang
ibu untuk anak-anak yang akan menjadi SDM yang hebat untuk menjaga pilar-pilar kebangsaan. Oleh karena itu, tema ‘’Wanita Hindu Mandiri, Berdaya Mewujudkan Generasi Unggul’’ diangkat dalam HUT ke-32 WHDI kali ini. Sebab, tema ini sangat relevan dengan era revolusi industri 4.0 yang berbasis digital. ‘’Kita sebagai perempuan dituntut mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih terutama dalam bidang IT, sehingga kita dapat menyesuaikan perkembangan zaman terutama dalam keluarga, khususnya dengan anak-anak, sehingga nyambung kalau kita berhadapan dengan siapa saja,’’ pungaksnya. (win)
’’Wimbakara’’ Ketik Aksara Bali di Komputer MENGEMBANGKAN aksara Bali di era teknologi seperti saat ini tak hanya lewat daun lontar. Tidak juga hanya dengan menulis di buku. Namun, aksara Bali juga bisa digitalisasi ke dalam komputer. Upaya mengenalkan aksara
Bali Post/ist
AKSARA BALI - Salah satu siswi sedang belajar ngetik aksara Bali di komputer.
Bali di komputer ini pun dilaksanakan serangkaian Bulan Bahasa Bali Tahun 2020 lewat Wimbakara (lomba) mengetik aksara Bali di komputer yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (22/2). Salah satu juri, I Made Sudiana, mengatakan lomba mengetik aksara Bali di komputer ini secara tidak langsung mengajak siswa SMP mengenal aksara Bali. Diharapkan, melalui komputer ini bisa menumbuhkan inovasi dalam mengembangkan atau memanfaatkan aksara Bali menjadi sesuatu yang lebih kreatif. ‘’Kami berharap mereka bisa terpancing lebih jauh mendalami bahasa, aksara, dan sastra Bali,’’ ujarnya. Dari pengamatannya, dikatakan, masih ada peserta yang belum memahami teknik mengetik aksara Bali, meskipun dalam komputer tersebut sebenarnya sudah ada penjelasan. Selain itu, peserta juga harus paham tentang uger-uger (tata cara) peletakan aksara dalam sebuah kalimat. ‘’Beberapa bagian perlu
diedit. Peserta harus tahu juga tentang uger-uger penulisan aksara Bali. Harus dikuasai,’’ ungkap pria yang kesehariannya bekerja di Balai Bahasa Bali ini. Program Bali Simbar, yakni digitalisasi aksara Bali ke dalam komputer sudah dikenalkan sejak tahun 1996 oleh penemunya, I Made Suatjana. Program ini terus mengalami perkembangan. Seiring waktu, ada juga yang mengembangkan program serupa. ‘’Saya rasa perkembangan ini memberi ruang kepada anak-anak untuk kreatif. Karena font aksara Bali sekarang tidak hanya Bali Simbar, tetapi juga font-font yang lain yang dibuat oleh anak muda kreatif di Bali,’’ tambahnya. ‘’Font-nya berkembang, kegunaannya pun berkembang. Misalnya dari hal-hal tradisional bisa menjadi produk-produk kreatif. Seperti baju bertuliskan huruf Bali, pernak-pernik juga banyak, atau desain grafis yang menarik. Dengan demikian kebudayaan Bali dikembangkan lebih luas,’’ pungkasnya. (win)
Tunjukkan Bali Aman Lewat Balap Sepeda Gianyar (Bali Post) Balap sepeda internasional Gran Fondo New York (GFNY) Bali 2020 digelar Minggu (23/2) kemarin. Salah satu tujuannya menunjukkan Bali aman dikunjungi wisatawan. Adapun rutenya, start di Jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra tepatnya di Desa Lebih, Gianyar, menuju Klungkung, Karangasem, Bangli dan kembali finis di Gianyar. Menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan kemacetan parah, Polda Bali dan jajarannya melakukan rekayasa lalu lintas di sepanjang rute yang dilalui. Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati melepas peserta balap sepeda GFNY Bali 2020 ditandai dengan pengibaran bendera start
di Jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra tepatnya sebelah timur simpang empat Pantai Lebih. Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati berharap GFNY mampu menarik kunjungan wisatawan
yang ingin berlibur ke Bali. Selain itu juga untuk menegaskan kepada dunia bahwa Bali masih aman dari virus Corona. Sedangkan Wakapolda Brigjen Sunartha menyampaikan tujuan kegiatan ini untuk mempromosikan pariwisata
Bali Post/ist
REKAYASA LALIN - Polisi melakukan rekayasa lalin untuk mencegah kemacetan.
Bali. Sampai saat ini Pulau Bali masih aman dan nyaman dikunjungi wisatawan mancanegara. GFNY ini diikuti 1.680 pesepeda, termasuk Kapolda Jawa Barat, Kapolda Sulawesi Utara, Wakapolda Papua Barat dan Tim Gowes Korlantas Polri. Terkait teknis race, ada dua kategori, yaitu Gran Fondo yang menempuh jarak 135 km dan Medio Fondo yang menempuh jarak 105 km. Wadir Samapta Polda Bali AKBP Yudith Satriya Hananta mengatakan, Polda Bali mengerahkan 656 personel untuk mengamankan event ini. ‘’Pengamanan secara maksimal harus kami lakukan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar dan sukses,’’ tegas mantan Kapolres Badung ini. (kmb36)
Bali Post/ist
HUT WHDI - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspayoga memotong tumpeng HUT ke-32 WHDI Pusat, Minggu (23/2) kemarin. Potongan tumpeng tersebut diserahkan kepada Ketum WHDI Pusat Rataya Kentjanawati.