Skip to main content

Edisi Kamis 24 Januari 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Karya di Pura Er Jeruk

Melaspas Bagia lan Mendak Bagia Pulakerti

Gianyar (Bali Post) Ribuan krama mengikuti prosesi Melaspas Bagia lan Mendak Bagia Pulakerti, Rabu (23/1) kemarin. Sejak Rabu pagi krama sudah berkumpul di Pura Er Jeruk. Pada pukul 13.00 Wita, krama Desa Sukawati dan Subak Gede Sukawati lantas berjalan dari Pura Er Jeruk menuju Pura Penataran Agung Sukawati. Prosesi ini melewati kawasan Pasar Seni Sukawati. I Nyoman Oka, Manggala 1 menerangkan, ritual kali ini diawali dengan Melaspas Bagia Pulakerti di Pura Penataran Agung Sukawati. Upacara ini di-puput Ida Pedanda Nyoman Putra Yoga, Ida Pedanda Gede Geniten dan Ida Pedanda Putra Wanasari. ‘’Usai melaspas di Pura Penataran Agung Sukawati, Bagia Pulakerti dipendak atau diusung ke Pura Er Jeruk,’’ jelasnya. Dijelaskannya, ada 12 Bagia Pulakerti yang diusung oleh krama, terdiri dari tujuh

Bagia Pulakerti ukuran besar dan lima ukuran kecil. Setiba di Pura Er Jeruk, seluruhnya diupacarai kembali. ‘’Bagia Pulakerti ini merupakan simbol alam semesta,’’ terangnya. Ditambahkan, upacara Rabu kemarin diikuti seluruh krama Desa Sukawati yang terdiri dari 14 desa adat. Sementara Subak Gede Sukawati selaku pangempon Pura Er Jeruk ini terdiri dari 250 KK. ‘’Kalau pangempon dari subak hanya 250 KK, makanya untuk karya ini minta bantuan ke Desa Sukawati,’’ terangnya. Diungkapkan, Karya Padudusan Agung, Segara Kertih Tawur Balik Sumpah Agung lan Milik Padagingan di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk digelar sekitar 30 tahun lalu, tepatnya Oktober 1989. Sementara karya kali ini diharapkan bisa menjadi peneduh jagat, menenangkan alam dari berbagai bencana yang ada. ‘’Kita mendoakan kerahayuan jagat,’’ tandasnya. (kmb35)

Susi Masuk 100 Pemikir Global

Bali Post/nik

BAGIA PULAKERTI - Warga beriringan menuju Pura Penataran Agung Sukawati dalam prosesi ‘’melaspas’’ Bagia Pulakerti serangkaian karya di Pura Er Jeruk, Rabu (23/1) kemarin.

Utang Pemerintah Rp 4.395 Triliun

Peringatan IMF Bukan untuk Indonesia

Jakarta (Bali Post) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berpandangan, pernyataan Dana Moneter Internasional (IMF) agar pemerintahan negaranegara di dunia bisa mengurangi utang demi menghindari risiko penurunan ekonomi global tidak relevan dengan kondisi Indonesia. Dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (22/1), Sri Mulyani mengatakan, pernyataan IMF tersebut ditujukan untuk sejumlah negara yang memiliki rasio utang yang tinggi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan juga defisit fiskal di negaranya yang belum memenuhi kategori aman. MENTERI Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti masuk ke dalam daftar 100 ‘’Global Thinkers’’ atau Pemikir Global versi majalah Foreign Policy yang berbasis di New York, Amerika Serikat. Editor in Chief Foreign Policy, Jonathan Tepperman, dalam keterangan tertulisnya di laman resmi foreignpolicy.com, Rabu (23/1) kemarin, menyebutkan bahwa majalah tersebut meluncurkan daftar tersebut untuk membuat berbagai orang lebih paham akan berbagai gagasan yang membentuk pemahaman tentang dunia. Menurutnya, gagasan meluncurkan daftar ini bukanlah untuk memberikan penghargaan kepada orang-orang yang baik, tetapi untuk menyorot kepada beragam orang yang dinilai paling berpengaruh di dunia, tidak peduli apakah pengaruh itu menjadi lebih baik atau lebih buruk kepada dunia. Hal. 15 Tidak Malu

CUACA

Di Bali, Berpotensi Terjadi Siklon Tropis

Ani, sapaan akrabnya, memaparkan hingga data terakhir di akhir November 2018, rasio utang Indonesia, dalam hal ini utang pemerintah sebesar 29,9 persen terhadap PDB atau Rp 4.395 triliun. Sedangkan standar kehati-hatian di tingkat internasional menyebutkan rasio utang sebuah negara tidak boleh melebihi 60 persen dari PDB. ‘’Dari standar internasional, kita masih rendah sekali. Defisit APBN kita juga 1,76 persen PDB, itu juga termasuk defisit yang kecil. Negara lain rasio utang terhadap PDB di atas 60 persen, defisit APBN-nya 2 persen. Jadi tidak relevan untuk Indonesia pernyataan itu. Kita makin menurun (rasio utang),’’ tambah Ani. Menurut Ani, peringatan IMF soal pengelolaan risiko utang lebih relevan dengan negara yang memiliki rasio utang tinggi terhadap PDB serta defisit anggaran yang membengkak, seperti Italia. Rasio utang Italia terhadap PDB sebesar 100 persen, dengan defisit anggaran di atas 2,4 persen. ‘’Negara itu harus jaga keseimbangan fiskal dengan mengurangi

defisit, dengan mengurangi utangnya tanpa membuat growth melemah. Kalau melemah, utang turun juga tidak akan menurun,’’ tambahnya. Dalam pidato di konferensi pers Prospektus Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menyebutkan ada beberapa cara yang bisa dilakukan negara untuk mengurangi risiko penurunan pertumbuhan ekonomi global. Salah satunya adalah mengurangi utang pemerintah. Lagarde berpendapat, pengurangan utang pemerintah bisa memberikan ruang untuk melawan penurunan ekonomi. Namun hal ini harus dilakukan secara fleksibel dan lebih elastis, agar pengurangannya tak semakin menurunkan perekonomian pada negara tersebut. ‘’Mengurangi utang pemerintah yang tinggi akan membuka ruang yang dibutuhkan untuk melawan penurunan di masa depan. Tetapi ini ha-

rus dilakukan dengan cara yang adil dan ramah pertumbuhan,’’ ujar Lagarde dalam keterangan resmi. Dalam prospektus itu, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,5 persen di 2019 karena adanya risiko ketidakpastian ekonomi global yang juga turut disebabkan volatilitas yang tinggi di pasar keuangan. (ant)

Banjir di Sulsel

Denpasar (Bali Post) Akhir-akhir ini Bali sering dilanda hujan lebat. Bahkan tak jarang disertai angin kecang. Cuaca ekstrem itu diperkirakan akan terus berlanjut. Diperkirakan berlangsung sampai akhir Januari mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat masih akan terjadi hingga akhir bulan Januari 2019 di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Bali. Hal ini disebabkan masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, Kalimantan, Bali, NTB hingga NTT. Bersamaan dengan itu, masih kuatnya monsun dingin Asia beserta hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi. Dari pantauan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagia selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali hingga NTB dan NTT. Hal. 15 Masyarakat Nelayan

Lupa Matikan Kompor, Rumah Terbakar

Sampah Medis di TPS Kekeran

Rumah di Jalan Nangka Utara, Perumahan Permata Arsandi B2 Nomor 17, Dentim, Rabu (23/1) kemarin terbakar. Kebakaran dipicu kompor yang lupa mematikan penghuni rumah. Warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api semakin membesar dan melalap seisi rumah. Halaman 2

Limbah medis yang tergolong bahan berbahaya dan beracun berserakan di TPS Desa Kekeran, Mengwi. Sampah itu pun membuat resah masyarakat sekitar. Perbekel Kekeran Nyoman Suarda mengaku heran TPS yang biasa digunakan untuk menampung sampah rumah tangga itu tiba-tiba dipenuhi sampah medis. Pihaknya masih menyelidiki siapa pembuang sampah medis di TPS milik desa tersebut. Halaman 3 Tabrak Buah Nangka, Siswa SMA Tewas Pelajar SMAN 3 Singaraja, Ketut Sutresna Yasa (17), tewas setelah menabrak buah nangka yang terjatuh di jalan. Pemuda asal Desa Suwug Kecamatan Sawan itu meninggal dunia setelah dirawat pascamengalami lakalantas di jalan raya Desa Suwug Km 11 tepatnya di Banjar Dinas Kelodan, Desa Suwug, Rabu (23/1) kemarin. Halaman 10

9 Meninggal, 10 Hilang

Bali Post/ant

BANJIR - Warga menyeberangi jalan yang tergenang banjir di Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (23/1) kemarin. Akibat diguyur hujan dalam beberapa hari, sejumlah daerah di Makassar terendam banjir.

Makassar (Bali Post) – Angin kencang dan hujan deras yang mengguyur delapan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak 22 - 23 Januari 2019, hingga saat ini tercatat sembilan orang meninggal dunia, 10 orang dinyatakan hilang dan ribuan warga mengungsi. ‘’Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel di Crisis Media Center, kantor Pemprov Sulsel, ada enam orang meninggal di Kabupaten Gowa dan tiga orang meninggal di Kabupaten Maros,’’ kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Deevo Khaddafi, di Makassar, Rabu (23/1) kemarin. Sementara kabupaten/kota di Sulsel yang terkena dampak banjir, terdapat delapan daerah yakni Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Pangkep, Barru dan Kota Makassar. Dalam memudahkan pendistribusian dan informasi satu pintu terkait bencana alam yang terjadi di Sulsel, Crisis Media Center dibuka mulai Rabu (23/1). ‘’Perbaikan data korban maupun kerugian yang ditimbulkan akibat banjir ini dapat diakses melalui Crisis Media Center,’’ katanya. Khusus kerugian berupa kerusakan areal persawahan akibat banjir di Kabupaten Maros mencapai 8.332 hektar dan di Kabupaten Gowa seluas 3.973 hektar. Sementara untuk membantu korban terdampak banjir dalam memenuhi kebutuhan konsumsinya, Deevo mengatakan, sesuai arahan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, maka pihak Perum Bulog Sulsel telah menyalurkan sebanyak 20 ton beras kepada korban bencana. Sementara untuk lokasi pengungsian, masyarakat yang tersebar di delapan kabupaten/kota itu memanfaatkan tempat yang dinilai aman atau cukup tinggi seperti masjid, kampus dan kantor-kantor pemerintah. (ant)


DENPASAR

2

Kamis Wage, 24 Januari 2019

FIGUR

Sinergikan Penegak Hukum

JABATAN Ketua Pengadilan Negeri (PN) Denpasar secara resmi dijabat oleh Bambang Ekaputra. Acara pisah sambut dilangsungkan Rabu (23/1) kemarin. Pendahulunya, Amin Ismanto, dipercaya menjabat KPN Jakarta Utara. ‘’Mempererat kerja sama lintas instansi, khususnya aparat penegak hukum, polisi, jaksa sebagai penuntut umum maupun pengadilan. Kami upayakan sinergitas supaya hambatanhambatan yang ada selama ini bisa diatasi bersama,’’ tegas Bambang Ekaputra memulai wawancaranya. Dalam menjaga peradilan, khususnya bagi pencari keadilan, ia mengaku akan meningkatkan pelayanan. ‘’Itu yang harus kami utamakan,’’ jelas pria yang juga sebagai ketua majelis hakim dalam sidang kasus Ismaya dan kawan-kawan ini. Disinggung soal program yang terdekat, pria yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua PN Denpasar ini mengatakan akan mengutamakan peningkatan fasilitas pelayanan terlebih dahulu termasuk administrasi peradilan. ‘’Sistem kami lebih fokus pada teknologi informasi. Jadi, mungkin akan ada aplikasi-aplikasi baru yang kami tambahkan untuk mendukung kemudahan masyarakat pencari keadilan,’’ tegasnya. Begitu juga saat disinggung soal persidangan perkara pidana hingga sore bahkan malam, ia menegaskan antara sidang perdata dan pidana sudah diatur. Sidang perdata digelar pagi hingga jadwal makan siang, selanjutnya dilakukan sidang pidana. Ia tidak menampik, terkadang sidang berlangsung hingga malam, termasuk sidang yang pernah dipimpinnya. Hal itu disebabkan karena perkara yang masuk di PN Denpasar cukup banyak. ‘’Ya, perkaranya banyak. Pidana sampai 1.300 dan perdata juga 1.300 per tahun. Belum lagi hakim yang sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar. Tak salah jika saat ini jumlah hakim di PN Denpasar masih kurang. Begitu juga ruangan sidangnya,’’ ujarnya. (asa)

Gadaikan Belasan Mobil Sewaan untuk ”Matajen”

Bali Post/kmb36

BARANG BUKTI - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan menunjukkan barang bukti mobil sewaan yang digadaikan oleh pelaku. Denpasar (Bali Post) Polsek Denpasar Selatan (Densel) akhirnya merilis pengungkapan kasus penggelapan belasan mobil sewaan, Rabu (23/1) kemarin. Sejumlah 14 mobil sewaan yang digadaikan tersangka I Wayan Eka Antara (37) berhasil diamankan. Dari aksinya ini, pelaku mengantongi uang ratusan juta rupiah dan dipakai untuk tajen. ‘’Pelaku ini bebotoh tajen (judi sambung ayam) kelas berat. Karena hobinya itu, pelaku melakukan perbuatan melanggar hukum ini,’’ tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya. Menurut Ruddi Setiawan, pelaku menggadaikan belasan mobil sewaan tersebut kepada sejumlah orang dengan harga bervariasi dari Rp 20 juta hingga Rp 25 juta, tergantung jenis mobilnya. Jika satu mobil digadaikan Rp 25 juta, maka pelaku mengantongi uang Rp 350 juta. ‘’Setelah jatuh tempo, ternyata mobil-mobil tersebut belum dikembalikan. Saat itu pemilik mobil baru sadar dan setelah dicek ternyata sudah digadaikan,’’ katanya memaparkan. Setelah menerima laporan kasus ini, Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika langsung mengerahkan anggotanya dan berkoordiansi dengan Polsek-polsek di jajaran Polda Bali. ‘’Pelaku akhirnya ditangkap di wilayah Penebel, Tabanan. Waktu itu pelaku hendak membawa mobil sewaan ke Gilimanuk,’’ kata Ruddi Setiawan. Selanjutnya, polisi mencari barang bukti. Pengakuan pelaku, mobil tersebut digadaikan di Singaraja, Penebel dan Gilimanuk. Berkat kerja keras Tim Opsnal Reskrim Polsek Densel, mobil-mobil tersebut berhasil diamankan. ‘’Pelaku memanfaatkan kepercayaan korban dengan menyewa mobil dalam durasi waktu lama yaitu sebulan hingga dua bulan. Kami mengimbau kepada pemilik rent car supaya selektif memilih pelanggannya,’’ kata mantan Kapolres Badung ini mengingatkan. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penggelapan 14 mobil sewaan diungkap Tim Opsnal Polsek Denpasar Selatan (Densel), Jumat (18/1) lalu. Pelaku I Wayan Eka Antara (37) berprofesi sebagai sopir freelance dan tinggal di Jalan Danau Beratan, Densel. (kmb36)

APK - Tim gabungan saat menertibkan APK di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Rabu (23/1) kemarin.

Dipasang di Tempat Terlarang, APK Ditertibkan

Denpasar (Bali Post) – Tahapan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 sudah berlangsung. Saat ini memasuki masa kampanye. Kendati demikian, pemasangan alat peraga kampanye (APK) tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada aturan yang jelas dalam melakukan pemasangan APK. Kondisi di lapangan, banyak ditemukan pemasangan APK yang melanggar ketentuan serta membahayakan. Oleh karena itu, tim gabungan yang terdiri dari Bawaslu, Satpol PP, petugas PLN, dan kepolisian kembali menertibkan APK yang dipasang di tempat-tempat terlarang, Rabu (23/1) kemarin. Ditemui di sela-sela penertiban, Ketua Bawaslu Kota Denpasar Putu Arnata mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat rekomendasi kepada Satpol PP terkait adanya pemasangan APK yang melanggar tempat pemasangan serta yang berkategori membahayakan. “Kami sudah bersurat ke Satpol PP untuk bisa di-

lakukan penindakan terhadap APK-APK yang melanggar itu,” katanya. Sebelum penertiban APK, kata Arnata, pihaknya telah mengirim surat cegah dini kepada masing-masing parpol. Tujuannya untuk mengajak semua peserta pemilu tertib dalam pemasangan APK. Jika memang ada yang menyalahi

aturan, diharapkan diturunkan sendiri oleh parpol masingmasing. Namun, karena masih ditemukan APK yang melanggar, maka akan ditindaklajuti oleh tim gabungan. APK yang melanggar itu, di antaranya terpasang di tiang telepon, tiang listrik, pohon perindang, kawasan sekolah, kantor pemerintah maupun

Denpasar (Bali Post) Tim Gerakan Disiplin Nasional (GDN) Kota Denpasar yang dikoordinir Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kembali menggelar sidak disiplin di sejumlah OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Rabu (23/1) kemarin. Selain sidak, tim juga melakukan sosialisasi Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Dalam sidak tersebut, tim masih menemukan beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pakaiannya tidak lengkap, seperti tanpa tanda pengenal. Kabid Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDM Kota Denpasar Putu Agus Mahendra Udayana mengatakan, Tim GDN yang dibagikan dua tersebut menemukan banyak pegawai tidak menggunakan tanda pengenal. Padahal, tanda pengenal tersebut sangat penting bagi

pegawai sebagai identitas diri saat memberikan pelayanan. Di samping itu, waktu kehadiran sesuai waktu kerja hendaknya juga menjadi perhatian pegawai mengingat masih banyak yang datang tidak tepat waktu. Agus Mahendra Udayana menambahkan, sidak yang melibatkan instansi terkait itu juga mengawasi etika pegawai. Mulai dari tata pakaian sehingga dapat menggunakan atribut pengenal yang lengkap. Hasil sidak ini akan langsung dilaporkan kepada pimpinan termasuk juga mengirim surat pada pimpinan OPD terkait agar hasil sidak tersebut ditindaklanjuti. “Kalau memenuhi syarat untuk dikenakan tindakan disiplin, maka akan diambil tindakan,” ujarnya. Menurut Agus Mahendra Udayana, sidak tersebut akan terus dilakukan untuk meningkatkan disiplin ASN di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Hal ini sesuai amanat PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang

Disiplin Pegawai Negeri, di mana pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar diharapkan dapat menaati aturan tentang kepegawaian. “Pembinaan akan terus dilakukan melalui kegiatan sidak GDN sehingga kami harapkan pegawai di lingkungan Pemkot Denpasar tetap disiplin,” ujarnya. Ia menegaskan, sidak tersebut bukan untuk mencari kesalahan pegawai, melainkan bagaimana ASN di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar harus menaati aturan yang telah ditetapkan. Inspektur Wilayah I pada Inspektorat Kota Denpasar A.A. Ngurah Oka Wiranata menambahkan, selain melakukan sidak disiplin ASN, pada kesempatan tersebut pihaknya juga melakukan sosialisasi Perwali Nomor 36 Tahun 2018. Seluruh pegawai diharapkan benar-benar paham terhadap kebijakan Wali Kota untuk peduli terhadap lingkungan

Bali Post/ist

Topik :

di taman-taman kota. Hal ini mengacu pada aturan Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, pasal 11 hurup h. Selain itu, juga ada imbauan Satpol PP No. 300/2337/ Satpol PP tertanggal 22 Oktober 2018 tentang Pemasangan APK. Penertiban APK milik para caleg dan calon anggota DPD diawali di simpang tiga Jalan Hayam Wuruk-Jalan Kecubung. Sejumlah APK yang dipasang di kawasan itu diturunkan tim gabungan. Bahkan, beberapa APK yang ada di lahan milik pribadi juga diturunkan karena ada keberatan dari pemilik lahan. “Meski dipasang di lahan pribadi, bila ada

laporan keluhan atas pemasangan itu, kami juga tertibkan,” ujar Arnata. Penertiban kali ini melibatkan sedikitnya 62 personel dari Bawaslu Denpasar (10 orang), Polresta (10), Polsek Dentim (1), dan Satpol PP (41). Rute yang disasar, yakni Jalan Kecubung, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Nusa Indah, dan Jalan WR Supratman. APK yang ditertibkan, meliputi 22 baliho, empat spanduk dan 42 bendera dari sejumlah parpol. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Tim GDN Masih Temukan ASN Tanpa Tanda Pengenal

Lupa Matikan Kompor, Rumah Terbakar

PADAMKAN API - Petugas sedang berupaya memadamkan api yang melalap sebuah rumah di Jalan Nangka Utara, Dentim.

Bali Post/kmb12

Denpasar (Bali Post) Rumah di Jalan Nangka Utara, Perumahan Permata Arsandi B2 Nomor 17, Denpasar Timur (Dentim), Rabu (23/1) kemarin terbakar. Rumah tersebut dikontrak oleh Iis Santi (36). Saat meninggalkan rumah, dia lupa mematikan kompor. Kapolsek Dentim Kompol Nyoman Karang Adiputra menyampaikan, kejadiannya pukul 14.00 Wita dan rumah dalam keadaan kosong. Kronologinya, Iis pukul 10.00 Wita meninggalkan rumah untuk menjemput anaknya sekolah di Bali Kiddy School. Pukul 14.30 Wita, ia menerima kabar kalau tempat tinggalnya terbakar. ‘’Seingat korban, sebelum meninggalkan rumah, korban sempat memasak air dengan menggunakan kompor gas. Kemungkinan korban lupa mematikan kompor,’’ ujarnya. Korban mengontrak rumah itu sejak enam tahun lalu. Ia tinggal di sana bersama suami dan dua anaknya. Sementara seorang pedagang, Iin Sulastri (30), mengatakan sekitar pukul 11.00 Wita melintas di TKP dan mencium bau gosong. Semakin lama, bau gosong itu semakin menyengat. Pukul 14.00 Wita, Sulastri mendengar ada orang teriak kebakaran. Yang tahu pertama kali kebakaran ini adalah I Wayan Sutana Ananta (27), tetangga korban. Sebelumnya, dia mencium bau gosong dan pukul 14.00 Wita mencari sumber bau itu. Saat itulah dilihat kepulan asap dan kobaran api keluar dari sela-sela genteng rumah tersebut. Pukul 14.30 Wita, empat mobil pemadam Kota Denpasar tiba di TKP. Petugas pemadam berupaya menjinakkan api dan berhasil dipadamkan pukul 15.00 Wita. ‘’Kerugian material diperkirakan Rp 50 juta dan korban belum bisa diminta keterangan karena masih shock,’’ ungkap mantan Kapolsek Payangan, Gianyar ini. (kmb36)

Bali Post/kmb12

DISIPLIN - Tim GDN Kota Denpasar saat melakukan sidak disiplin pegawai di salah satu OPD, Rabu (23/1) kemarin. dengan mengurangi penggunaan kantong plastik. “Kita harus memulai dan memberi contoh dari interen pemerintah. Sehingga, masyarakat juga dapat melakukan hal serupa dalam mengurangi penggunaan kantong plastik,” ujarnya. Ia mengatakan, hal ini juga sebagai salah satu bentuk displin yang harus diterapkan ASN

di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Dengan semakin sering dilakukan sosialisasi Perwali Nomor 36 Tahun 2018 ini, ASN dan segenap komponen masyarakat di Denpasar diharapkan semakin menyadari pentingnya mengurangi sampah plastik untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. (kmb12)

Gerakan ’’Kedasin’’ Sampah Plastik di Pura Besakih Denpasar (Bali Post) – Aktivitas masyarakat dalam menjaga kebersihan tempat suci perlu ditingkatkan lagi. Salah satu upayanya dengan menggalakkan kegiatan mengurangi sampah plastik. Beberapa elemen pemuda pun menggagas deklarasi ‘’Gerakan Kedasin Sampah Plastik’’ di Pura Besakih, belum lama ini. Ketua Panitia Gerakan Kedasin Sampah Plastik I Ketut Bagus Arjana Wira Putra mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengingatkan krama untuk membuang sampah setelah sembahyang. ‘’Semua harus ikut tanggung jawab dalam pengelolaan sampah. Kami libatkan pemerintah, kalangan pariwisata, dan masyarakat luas,’’ ujarnya di Warung 63, Denpasar, Rabu (23/1) kemarin. Arjana Wira Putra yang didampingi Komang Agus Widiantara (Ketua Peradah Bali), Putu Gede Yudhy Pratama (Sekretaris Panitia dari KMHDI Bali), dan Gus Norma (Bersih Bersih Bali) berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut. ‘’Kami ingin menanamkan edukasi kepada masyarakat setempat. Untuk tahap awal, kami perlu bak sampah, keranjang, dan kampil. Satu hal lagi yang

Bali Post/kmb

GERAKAN - Ketua Panitia Gerakan Kedasin Sampah Plastik I Ketut Bagus Arjana Wira Putra didampingi Komang Agus Widiantara (Ketua Peradah Bali), Putu Gede Yudhy Pratama (Sekretaris Panitia dari KMHDI Bali), dan Gus Norma (Bersih Bersih Bali) di Warung 63 Denpasar. terus kami gaungkan adalah ke pura jangan bawa plastik,’’ tegasnya. Ia menambahkan, ‘’Gerakan Kedasin Sampah Plastik’’ merupakan upaya dari komponen kaum muda yang peduli sampah plastik. Aktivitas ini sudah menyasar

dua titik, Pura Luhur Lempuyang dan Pura Besakih. Gerakan ini mengajak seluruh masyarakat dan ASN bersama-sama mareresik (bersih-bersih). Di kawasan Pura Besakih ada 19 titik sampah plastik, padahal ini merupakan kawasan

suci. Selain pamedek, para pedagang juga diingatkan untuk tidak membuang sampah plastik sembarangan. ‘’Jelang Karya Panca Wali Krama di Pura Besakih, mari sama-sama jaga kebersihan dan kesucian areal pura,’’ tegasnya. (kmb)


BADUNG Panglima AU Thailand Kunjungi Bali

3

Kamis Wage, 24 Januari 2019

Mangupura (Bali Post) Panglima Angkatan Udara Thailand Commander in Chief Royal Air Force (Cin-C RTAF) Air Chief Marshal Chaiyapruk Didyasarini melakukan kunjungan persahabatan ke Bali, Rabu (23/1) kemarin. Panglima bersama rombongan berangkat dengan menggunakan pesawat Royal Thailand Air Force, Type SSJ 100 dengan No Reg. 60317. Setibanya di Baseops Lanud I Gusti Ngurah Rai pukul

12.35 Wita, Panglima AU Thailand disambut Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi, S.Sos. didampingi Ketua Pia Ardhya Garini Cabang 5 Daerah II Lanud I Gusti Ngurah Rai Ny. Indah Wibowo Cahyono Soekadi. Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb .Wibowo Cahyono Soekadi, S.Sos. menyebutkan, kunjungan persahabatan ini menjadi kunjungan yang

sangat penting mengingat hubungan Indonesia dan Thailand selama ini sangat baik. Ke depan, pihaknya berharap hubungan ini bisa terus ditingkatkan. Sebelum menuju Bali atau sehari sebelumnya, Panglima Angkatan Udara Thailand melaksanakan kunjungan kehormatan ke Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. di Mabesau Cilangkap, Jakarta. Panglima Angkatan Udara Thailand rencananya

akan berada di Bali selama dua hari. Hadir pada penyambutan Panglima Angkatan Udara Thailand, Athan RI di Bangkok Kolonel Pnb Anang Surdwiyono, Paban IV Hublu Spamau Kolonel Pnb Joko Winarto, Kadisops Letkol Lek Iswayudi, Kadispers Letkol Adm Lukman Effendi, Kadislog Letkol Kal Machum Surya, Dansatpomau Mayor Pom Agus Budi serta Perwira Lanud I Gusti Ngurah Rai. (kmb23)

Bali Post/ist

KUNJUNGAN - Panglima Angkatan Udara Thailand Commander in Chief Royal Air Force Air Chief Marshal Chaiyapruk Didyasarini disambut Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi, S.Sos. beserta jajaran saat melakukan kunjungan persahabatan di Bali, Rabu (23/1) kemarin.

Sampah Medis Berserakan di TPS Kekeran Mangupura (Bali Post) -

Limbah medis alat-alat kesehatan yang tergolong bahan berbahaya dan beracun atau B3 berserakan di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) Desa Kekeran, Mengwi, Rabu (23/1) kemarin. Sampah yang belum diketahui pemiliknya itu pun membuat resah masyarakat sekitar. Sebab, warga khawatir tabung vacum yang dibuang itu berisikan virus berbahaya.

SAMPAH MEDIS - Tabung vacum berserakan di TPS Kekeran. Sampah medis ini dikhawatirkan membahayakan warga sekitar.

Putra Kedua I Gusti Ngurah Rai Berpulang

Bali Post/ist

FOTO - Foto A.A. Ngurah Tantra (alm) dan istri. Mangupura (Bali Post) Kabut duka kembali menyelimuti keluarga besar Pahlawan Nasional Brigjen Anumerta I Gusti Ngurah Rai. Pada Selasa (22/1) lalu, I Gusti Ngurah Tantra yang merupakan putra kedua I Gusti Ngurah Rai berpulang. Ia mengembuskan napas terakhir di Puri Ngurah Rai, Desa Carangsari, Petang. Rencananya palebon almarhum akan dilaksanakan April mendatang bersamaan dengan keponakannya, I Gusti Ngurah Agung Danil Yunanda Yudha, yang berpulang pada Rabu (9/1) lalu. Anak kedua mendiang, A.A. Ngurah Putra, saat ditemui Rabu (23/1) kemarin, mengaku tidak menyangka ayahnya meninggalkan keluarga begitu cepat. Namun, Ngurah Putra mengakui ayahnya sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa waktu. ‘’Memang

selama ini beliau sempat sakit dan sempat opname, tapi sudah sembuh. Tak ada firasat apa pun terkait kepergian beliau,’’ ujarnya. Menurutnya, sang ayah di hari-hari terakhirnya terlihat sehat-sehat saja. Bahkan pada Senin (21/1) lalu, Ngurah Putra sempat mengantar ayahnya untuk mengurus e-KTP yang rencananya digunakan untuk mengurus santunan lansia dari Pemkab Badung. Anehnya, dalam perjalanan, almarhum sempat mengutarakan keinginan agar sang istri, I Gusti Ayu Adi (70), dibuatkan foto sendiri. Dengan demikian, mereka memiliki foto masing-masing. ‘’Saya sempat merasa ada yang aneh dengan perkataan Ajik. Namun, saya berusaha berpikiran positif. Mungkin beliau sendiri yang merasakan firasat,’’ tuturnya. Bahkan hari itu, Ngurah

Tantra juga berkunjung ke rumah ibunya, mendiang Desak Putu Kari, di kawasan Jalan Nangka, Denpasar. Baru di hari berikutnya dia kembali ke Carangsari. Seperti biasa, dia membaca koran. Bahkan beberapa menit sebelum meninggal, kakek delapan cucu itu masih sempat memberi makan burung. Usai memberi makan burung, Ngurah Tantra beranjak ke tempat tidur. Pada saat yang sama, sang istri mandi. ‘’Usai mandi, ibu berteriak karena melihat ayah sudah telentang di tempat tidur. Saya pun langsung mendekat,’’ jelasnya. Sembari menitikkan air mata, Ngurah Putra mengenang mantan pentolan Pemuda Panca Marga (PPM) itu sebagai sosok yang sederhana. Namun karena dalam dirinya mengalir darah pahlawan, senantiasa ada keinginan untuk berdedikasi kepada masyarakat. Salah satunya, almarhum sempat mendirikan yayasan dan sekolah di Carangsari sekitar tahun 1980an. Bahkan saat itu, sekolah tersebut digratiskan. ‘’Beliau ingin agar anak-anak di sini bisa mengenyam pendidikan. Karena saat itu sekolah di sini masih jauh,’’ katanya. Ngurah Putra mengatakan, semasa hidupnya, Ngurah Tantra senantiasa mengingatkan agar anak-anaknya tetap rukun dan menjaga persatuan. Selain itu, agar senantiasa berbuat yang terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara. (kmb27)

Bali Post/ist

Perbekel Kekeran Nyoman Suarda mengaku heran TPS yang biasa digunakan untuk membuang dan menampung sampah rumah tangga di Desa Kekeran itu tiba-tiba dipenuhi sampah medis. ‘’Biasanya yang dibuang di situ adalah sisa sampah yang tidak bisa diolah menjadi pupuk organik. Tidak ada sampah medis, semua sampah dari rumah masyarakat. Saya pun kaget kok ada sampah medis di situ,’’ katanya. Pihaknya masih menyelidiki siapa pembuang sampah medis di TPS milik desa tersebut. Sebab sejauh ini, petugas kebersihan desa tidak pernah memungut dan membuang sampah medis. ‘’Saya ngeri, kalau itu (sampah medis - red) sampai terinjak bagaimana? Takutnya ada yang isi virus HIV. Ini sangat bahaya sekali,’’ jelasnya. Guna mengantisipasi halhal yang tak diinginkan pihaknya pun berencana mengubur sampah-sampah dari dunia kesehatan itu. ‘’Biar

tidak membahayakan, nanti saya tindak lanjuti. Saya akan perintahkan ditanam saja,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Badung I Gede Putra Suteja membantah sampah-sampah medis yang dibuang di TPS Kekeran berasal dari puskesmas, pustu dan rumah sakit milik Pemkab Badung. Sejauh ini, katanya, penanganan sampah medis di semua fasilitas kesehatan milik Pemkab Badung telah ditangani pihak ketiga. ‘’Untuk penanganan sampah medis di sarana kesehatan kami kerja samakan dengan pihak ketiga. Jadi pihak ketiga yang ngurus sampahsampah itu,’’ tegasnya. Namun soal lokasi pembuangan sampah medis, Suteja mengaku tidak tahu. Yang jelas, sarana kesehatan di Badung tidak mengurusi sampah. ‘’Sudah pihak ketiga yang membawa sampah medis itu. Kita kerja sama dengan pihak ketiga,’’ tegasnya lagi. (kmb27)

BPBD Kewalahan Tangani Bencana ‘’Bila terjadi longsor, maka PUPR yang bergerak dengan alat berat yang dimilikinya. Bila pohon tumbang maka DLHK yang ikut terlibat. Jadi, kita semua bersinergi,’’ ungkapnya seraya menyebutkan, Dinas PUPR juga menyiagakan alat berat di Kecamatan Petang. Diterangkannya, deretan bencana yang terjadi beberapa hari terakhir memang cukup menyita perhatian. Apalagi kerugian material cukup besar hingga lebih dari Rp 100 juta. ‘’Kami bersyukur tidak ada korban jiwa akibat musibah yang terjadi. Namun, kerugian materi ada tapi sejauh ini belum bisa pastikan jumlahnya,’’ jelasnya. Sementara itu, cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang mengakibatkan pohon tumbang di Kecamatan Kuta. Di Banjar Ketapang Kelurahan Kedonganan, pohon kayu kutuh dengan diameter sekitar 1,5 meter tumbang serta menimpa dapur dan tempat kos milik warga setempat. Menurut Plt. Lurah Kedonganan I Ketut Gede Arta, pohon tersebut tumbang pada Selasa (22/1) lalu. Pohon dengan diameter cukup besar ini menimpa bangunan milik I Made Sukadi (72). Dikatakannya, saat ini batang pohon yang menimpa bangunan dapur ini sudah ditangani secara mandiri oleh pemilik rumah. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Sebab, kamar kos yang tertimpa pohon memang sedang tidak ada penghuninya. ‘’Korban jiwa nihil, sedangkan untuk kerugian masih dihitung,’’ ucapnya. (kmb23)

RUSAK - Bangunan di Kedonganan yang rusak berat tertimpa pohon.

Mangupura (Bali Post) Bencana yang menerjang Kabupaten Badung sepekan terakhir membuat Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung kewalahan. Bencana yang terjadi di seluruh kecamatan tidak mampu ditangani maksimal lantaran terbatasnya jumlah petugas. Plt. Kepala Pelaksana BPPD Badung I Wayan Wirya mengungkapkan, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini mengakibatkan sejumlah musibah di Badung. Mulai dari pohon tumbang, tanah longsor, serta bangunan pura roboh akibat diterjang angin kencang secara beruntun. ‘’Personel BPBD Badung hanya 60 orang, jadi terbatas. Dengan kejadian yang beruntun seperti saat ini, membuat personel kami kewalahan. Tapi kami tetap bekerja maksimal untuk merespons cepat segala bencana yang terjadi,’’ ujar Wirya, Rabu (23/1) kemarin. Menurutnya, dalam penanganan bencana alam, BPBD Badung melibatkan sejumlah instansi terkait terutama dalam penanganan pascabencana. Instansi terkait yang terlibat di antaranya Linmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan forum pengurangan risiko bencana yang telah terbentuk di desa rawan bencana. Selain itu, instansi pemerintah seperti Dinas Pekerjaan Umum dan penataan ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Perhubungan juga terlibat sesuai dengan bencana yang terjadi.

gani sampah kiriman. Tidak hanya itu, jam kerja petugas kebersihan akan diatur. Seluruh petugas kebersihan jalan, akan diarahkan semua ke pantai. Mereka diarahkan bekerja lebih awal di pantai, kemudian siangnya lanjut pembersihan jalan. Akibat banyaknya sampah kiriman, Pantai Kuta ditutup untuk umum sejak Selasa (22/1) hingga kemarin. Ini adalah penutupan terlama dari pengalaman sebelumnya. ‘’Ini memang pertama kali agak lama. Biasanya setengah hari saja, sudah buka kembali. Kalau sekarang, kami tutup dari

PETUGAS - Petugas DLHK Badung membersihkan sampah kiriman.

Bali Post/edi

Dua Hari, DLHK Angkut 650 Ton Sampah Kiriman Mangupura (Bali Post) Hingga Rabu (23/1) kemarin, sampah kiriman di seluruh pantai di Badung terus bertambah. Penanganan sampah kiriman pun terus berlanjut. Seperti yang terlihat di Pantai Kuta, sejak pagi petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) telah berjibaku membersihkan tumpukan sampah kiriman. Kondisi ini diperkirakan berlangsung sampai akhir Januari. Menurut Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan, dalam kurun waktu dua hari, pihaknya sudah menangani 650 ton sampah

kiriman. Jumlah ini tergolong besar. Sampah yang sudah ditangani mulai dari zona 1 di Pantai Pererenan hingga zona 11 yaitu Pantai Jimbaran. Dari 11 zona tersebut, DLHK mempunyai 12 stop over (STO) atau tempat penampungan sampah sementara. ‘’Dari 12 STO ini sudah terkumpul atau tertangani sebanyak 650 ton selama dua hari,’’ ujarnya. Jumlah sampah yang ditangani, kata Eka, diestimasi dari masing-masing sampah yang terangkut loader. Untuk satu kali angkut, loader mampu mengangkut 1 ton sampah. Sebagian

besar sampah kiriman ini berupa batang kayu dan ranting. Sementara untuk pengangkutan ke TPA, pihaknya mengaku belum bisa melakukannya, mengingat TPA sedang krodit akibat cuaca ekstrem yang mengakibatkan sedikit kendala truk pengangkut sampah tidak bisa masuk. Saat ini, petugas kebersihan disiagakan. Bahkan mulai Kamis (24/1) hari ini, pihaknya mengistilahkan upaya penanganan sampah kiriman ini sebagai KLB (kolaborasi luar biasa). Artinya, seluruh komponen diajak berkolaborasi untuk menan-

kemarin sampai saat ini (kemarin-red),’’ kata Koordinator Balawista Kabupaten Badung Ketut Ipel. Dijelaskannya, meski aktivitas di perariran sudah dilarang langsung oleh petugas Balawista maupun dengan pemasangan bendera merahkuning secara berhimpitan, masih saja ada wisatawan yang membandel. ‘’Kami di sini tentu tidak bisa terlalu kaku. Namun demikian, kami tetap awasi mereka,’’ jelasnya sembari meminta wisatawan memaklumi kondisi tersebut demi keselamatan saat berkunjung ke Pantai Kuta. (kmb23)

Bali Post/edi


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Promosi Doktor Unhi Denpasar Ke-58

Pensiunan Polisi Lulus dengan Predikat ’’Cumlaude’’ PROGRAM Doktor Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali melahirkan seorang Doktor Program Studi Ilmu Agama dan Kebudayaan, Rabu (23/1) kemarin. Kali ini adalah Drs. Ida Bagus Agra, M.Si. yang merupakan pensiunan Polisi Daerah (Polda) Bali. Pada saat sidang ujian terbuka promosi doktor, Ida Bagus Agra yang pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Anggaran Polda Bali tahun 2013-2018 ini mengangkat disertasi berjudul ‘’Tekanan Sosial Budaya Perempuan Hindu Pasca-Perceraian di Kota Denpasar’’. Ida Bagus Agra merupakan Doktor ke-58 di Program Pascasarjana Unhi Denpasar dan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude. Sidang ujian terbuka dipimpin Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum. selaku Promotor, dan Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. selaku Ko-Promotor, serta tujuh dewan penguji lainnya. Ida Bagus Agra mengatakan dalam tiga tahun terakhir tingkat perceraian perempuan Hindu di Bali, khususnya di Kota Denpasar, semakin meningkat. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, adanya kekerasan dalam rumah tangga, intervensi pihak ketiga, persoalan ekonomi keluarga, dan kesadaran akan hak-hak perempuan. Akibat dari perceraian ini, perempuan Hindu harus menghadapi beban yang begitu berat pascaperceraian. Sebab, ketika menikah perempuan telah meninggalkan keluarganya, sehingga ketika bercerai belum tentu keluarganya mau menerima kehadirannya kembali. Padahal, dalam teks-teks Weda menempatkan perempuan di posisi yang sangat dihormati dan dimuliakan.

PROMOSI - Dr. Drs. Ida Bagus Agra, M.Si. (tengah) berfoto bersama pimpinan sidang sekaligus Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. bersama dewan penguji lainnya seusai ujian terbuka promosi doktor, Rabu (23/1) kemarin. Namun, di tengah-tengah hegemoni budaya patrilineal yang sangat kental dalam budaya masyarakat Hindu di Bali, dikatakan posisi perempuan pascaperceraian menjadi sangat termarginalkan. ‘’Ini tentu saja menimbulkan beban sosial dan budaya bagi perempuan Hindu pascaperceraian. Kondisi ini bila dibiarkan berlarut-larut sangat memungkinkan terjadinya bencana sosial dalam masyarakat Hindu di Bali dan di Kota Denpasar pada khususnya,’’ kata Ida Bagus Agra yang pernah menjabat Perwira Rohani Polri Mabes Polri tahun 1989-2000 ini. Menurut pria kelahiran Pacung, Bitera, Gianyar pada 12 Oktober 1961 ini, ada beberapa penyebab tekanan sosial budaya yang dihadapi perempuan Hindu pascaperceraian. Yaitu adanya dominasi budaya patriarki yang sampai saat ini masih kuat di Bali, dihadapkan dengan stigma sosial

dan yang lebih bersifat agamis tekstual. Hal ini menyebabkan perceraian dianggap sebagai aib keluarga. Di samping juga minimnya proteksi dan perlindungan yang diberikan lembaga-lembaga adat di Bali, baik dalam bentuk pararem desa ataupun awig-awig terhadap perempuan Hindu. Oleh karena itu, melalui disertasinya ini diharapkan para konseling berupaya untuk mengatasi beban sosial budaya perempuan Hindu di Kota Denpasar pascaperceraian. Peran konseling terhadap keluarga Hindu ini bisa dilakukan melalui lembaga keagamaan, seperti Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan pemerintah. Meskipun dalam kenyataan keluarga Hindu memiliki sikap permisif terhadap persoalan keluarganya. Di mana, mereka menganggap persoalan yang dihadapi tersebut bersifat privat yang tidak layak untuk dibawa ke ranah publik. (ad902)

Fakultas Teknik Industri Unmar Raih Akreditasi ’’Baik’’ dari BAN-PT

Dekan FT Mahendradatta Hadiri Rakernas Dekan Teknik Indonesia di Sumatera Barat MENYIKAPI adanya perubahan teknologi dan lahirnya era disrupsi 4.0, Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Universitas Andalas, Kampus Limau Manis, Padang, Sumatera Barat. Universitas Mahendradatta (Unmar) yang mengemban misi pengembangan pendidikan mandiri, profesional, unggul serta berkarakter dengan mengacu pada SN-Dikti ikut berperan aktif dalam kegiatan FDTI ini. Unmar yang diwakili Ni Putu Suda Nurjani, S.T., M.T. (Dekan Fakultas Teknik) masuk dalam anggota penelitian wilayah timur FDTI. Ketua Umum FDTI Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA. menyebutkan mau tak mau sekarang ini masing-masing fakultas teknik mesti berkolaborasi menghadapi revolusi industri 4.0. Perguruan tinggi (PT) mesti berbagi dengan yang lainnya. Dedi Priadi juga mengungkapkan, mestinya mulai sekarang sudah ada klasterisasi masing-masing PT di wilayah barat, tengah dan timur (misalnya, PT dengan ciri khas maritim ada di Unhas dan sebagainya). Jadi dengan adanya klasterisasi ini, PT di Indonesia bisa saling mendukung, bukan bersaing. Pemerintah pun diharapkan mampu mendukung infrastruktur pendidikan Indonesia, tidak hanya menuntut output yang besar dari PT, namun juga memperhatikan infrastruktur yang diperlukan dalam proses pendidikan. Di sisi lain, Rektor Univer-

RAKERNAS - Ni Putu Suda Nurjani, S.T., M.T. (Dekan Fakultas Teknik Universitas Mahendradatta) di acara rakernas di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. sitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, S.E., MBA. menyebutkan, fakultas teknik mesti menjadi trigger perkembangan cepat teknologi, termasuk melaksanakan program blended learning sesuai saran Kemenristekdikti. Blended learning di sini mengand ung p engert ia n ba hwa mata kuliah yang bagus di suatu universitas bisa diterapkan di universitas lainnya. Sebab, setiap universitas di Indonesia memiliki beragam keunikan (local wisdom). Setiap lulusan fakultas teknik wajib dibekali sertifikasi sesuai dengan bidang keahliannya yang diterbitkan dalam bentuk SKPI. Fakultas Teknik Unmar dalam kegiatan ini juga telah menyampaikan

program sertifikasi MSDM BaliASEAN sebagai salah satu mitra kerja sama dalam meningkatkan kompetensi lulusannya. Rakernas FDTI yang pertama ini diikuti 62 dekan dari fakultas teknik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kehadiran forum ini sebagai respons terhadap perubahan teknologi eksponensial yang sangat luar biasa. Bagaimana fakultas teknik nantinya diharapkan mampu menjadi lokomotif transformasi digital, serta mampu menghasilkan lulusan yang dapat bekerja dalam era disrupsi 4.0. Saat ini Fakultas Teknik Industri Unmar merupakan satu-satunya di Bali dengan peringkat akreditasi ‘’Baik’’ dari BAN-PT. (ad905)

Kamis Wage, 24 Januari 2019

Unmas Terjunkan 1.293 Mahasiswa KKN di Mengwi

Rektor Minta Bantu Desa Tangani Sampah UNIVERSITAS Mahasaraswati (Unmas) Denpasar tahun ini memfokuskan program KKN di Kecamatan Mengwi, Badung. Pada KKN kali ini Unmas Denpasar menerjunkan 1.293 mahasiswa. Para peserta KKN Unmas secara resmi diserahkan Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. kepada Bupati Badung diwakili Kepala Kesbangpol Linmas Drs. I Nyoman Suendi dilanjutkan kepada camat dan perbekel, Rabu (23/1) kemarin. Saat itu juga diberikan pembekalan materi soal kewilayahan dan RPJM, etika KKN, manajemen posko, observasi dan cara penyusunan laporan. Ketua Panitia KKN Ida Bagus Ari Arjaya, S.P., M.Pd. mengungkapkan KKN 2019 angkatan ke-42 periode pertama ini difokuskan menggarap lima kelurahan dan 15 desa di Kecamatan Mengwi. Tiap desa diterjunkan 40-50 mahasiswa. Dari jumlah itu, 691 mahasiswa mengikuti KKN alternatif dan 602 mahasiswa mengikuti KKN reguler. Mereka akan menggarap pembangunan desa selama 1,5 bulan hingga 11 Maret mendatang. Rektor Unmas Sukamerta menegaskan, KKN ini adalah bagian dari model pembelajaran hidup di tengah-tengah masyarakat. Mengidentifikasi masalah dan memberi solusi terhadap pembangunan desa. Kabupaten Badung dipilih karena menjadi program KKN Unmas keliling Bali. Tahun sebelumnya digarap desa di Tabanan dan Denpasar. Selain itu sebagai bentuk CSR Unmas terhadap bina lingkungan. Unmas sendiri menggelar KKN dua kali setahun secara kontinu. Dia mengingatkan empat hal kepada mahasiswa KKN. Pertama, dia minta mahasiswa ikut menggarap masalah kebersihan dan penanganan sampah. Dua hal ini penting

KKN - Rektor Unmas Made Sukamerta ketika menyerahkan mahasiswa KKN kepada Kepala Kesbangpol Linmas Nyoman Suendi dan para perbekel. dilakukan saat Pemprov Bali gencar mengurangi sampah plastik. Mahasiswa KKN Unmas diharapkan ikut mengedukasi mengurangi penggunaan sampah plastik mulai dari keluarga. Mahasiswa harus mampu membantu desa dalam bentuk pengelolaan sampah secara swadaya serta budaya membuang sampah dengam cara sudah dipilah-pilah. Terakhir dia minta mahasiswa KKN Unmas bisa menciptakan teknologi tepat guna mengubah sampah menjadi bentuk lain yang bernilai jual tinggi. Untuk itu di lapangan mahasiswa diminta bekerja sama dengan kades dan lurah serta dosen pembimbing. Bangun komunikasi dengan semua komponen di desa. Selain itu, Rektor Sukamerta menekankan, karena KKN di tahun politik, mahasiswa tetap menjaga integritas dan independesinya. Jangan terlibat politik praktis, apalagi menghasut warga. Beri bentuk pendidikan politik dengan mengampanyekan agar warga desa menggunakan hak pilih dengan

datang ke TPS. Kemudian ikut mengampanyekan generasi muda menekuni interpreneurshif dan selanjutnya mencegah narkoba. ‘’Jadikan KKN ini sebagai pengalaman berharga di masyarakat,’’ ujarnya. Hal itu didukung pernyataan Ketua LPPM Unmas Dr. Ir. Made Tamba, M.P. bahwa KKN kali ini digarap komprehensif sehingga programnya benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat. Semua desa akan digarap dengan multidisiplin ilmu di Unmas. Sementara itu, Bupati Badung yang diwakili Kepala Kesbangpol Linmas Nyoman Suendi memberikan apresiasi kepada Unmas karena banyak memberikan kontribusi pembangunan pendidikan dan kesehatan bagi Badung. Dia setuju mahasiswa membantu pemerintah menangani masalah sampah, termasuk dalam penguatan budaya. Soal sampah, Mengwi setelah menjadi ibu kota juga mengalami penanganan sampah, khususnya bagian utara. Makanya dia setuju mahasiswa ikut menggarap kebersihan dan sampah. (ad901)

Puluhan Dokter Bedah Umum dan Bedah Digestif Berkumpul Dalam ’’1st Bali Bariatric Surgery Forum’’

RSU Bali Royal (BROS) menjadi tuan rumah pelaksanaan ‘’1st Bali Bariatric Surgery Forum’’ yang diisi dengan simposium dan wetlab, Rabu (23/1) kemarin. Forum yang baru pertama kali diadakan ini melibatkan 35 peserta ahli bedah umum dan bedah digestif dari seluruh Indonesia. Total ada 7 pembicara dan 4 special guest yang berkolaborasi dari berbagai ilmu seperti bedah digestif, anastesi, nutrisi, dan manajemen untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para peserta. ‘’Di Indonesia sendiri, bariatrik ini sudah mulai 2012. Itu di Jakarta, kemudian diikuti di Bandung, baru di Bali,’’ ujar salah seorang pembicara dr. Errawan Wiradisuria, Sp.B.-KBD., M.Kes. Menurut Errawan, bedah bariatrik selama ini terkendala harga instrumen yang mahal dan belum ter-cover asuransi. Padahal, operasi untuk masalah kegemukan ini bukanlah untuk kecantikan (kosmetik), tetapi kesehatan. Bedah bariatrik juga berbeda dengan sedot lemak. Sebab, bedah bariatrik adalah mengecilkan volume lambung. Di luar negeri termasuk WHO sudah menyebut kegemukan adalah penyakit. ‘’Karena di dalam kegemukan banyak ditemukan ada tekanan darah tinggi, kebanyakan lemak, batu empedu, kemudian ngorok, varises, kelainan jantung, kelainan paru, sesak dan sebagainya,’’ jelas Ketua Perhimpunan Dokter Ahli EndoLaparoskopi Indonesia ini. Hal senada disampaikan Prof. dr. IGN Riwanto, Sp.B.-KBD. Selain dua hal tersebut, masalah pasien juga turut menjadi kendala dalam mengembangkan bedah bariatrik. Riwanto menambahkan, pasien yang tidak mau mengubah perilaku makan akan berisiko besar untuk

PEMBICARA - Para pembicara dan special guest pada ‘’1st Bali Bariatric Surgery Forum’’, Rabu (23/1) kemarin. stres setelah operasi. Bisa dikatakan, pasien merupakan problem utama, sebelum berbicara tentang alat operasi yakni stapler yang mahal. Satu lambung paling tidak membutuhkan 6 stapler dengan harga Rp 24 juta. Inilah yang belum di-cover oleh asuransi, baik BPJS Kesehatan maupun asuransi swasta. Ketua Perhimpunan Bedah Digestif Indonesia dr. Nurhayat Usman, Sp.B.-KBD. mengatakan memang masih terlalu jauh untuk mendiskusikan hal ini dengan BPJS Kesehatan. Mengingat, BPJS Kesehatan saat ini tengah melakukan perampingan kasus yang bisa ditanggung berikut obatnya. Padahal justru lebih terbuka dengan asuransi swasta agar bisa meng-cover operasi bariatrik. Ketua Bali Bariatric Surgery dr. Gede Eka Rusdi Antara, Sp.B.KBD., MARS. Mengatakan, masalah kegemukan di Bali sesuai hasil riset

memang tidak masuk dalam 10 besar di Indonesia. Namun, operasi bariatrik sudah mulai dilirik oleh masyarakat Pulau Dewata. Dalam forum ini dihasilkan beberapa keputusan yang strategis bagi pengembangan bedah bariatrik di Indonesia. Seperti guide line bariatric atau bisa disebut sebagai panduan agar bedah bariatrik memiliki standar yang sama di seluruh Indonesia. Direktur Pengembangan Bisnis PT Putra Husada Jaya, Ida Ayu Oka Purnamawati, S.S., M.M., menambahkan pasien bedah bariatrik justru lebih banyak datang dari luar negeri. Khususnya lagi di BROS yang mengembangkan medical tourism. Pasien utamanya berasal dari Australia dan New Zealand. ‘’Dari Juni 2018, kita sudah lumayan menerima pasien asing. Salah satunya berbobot 230 kg, sudah menurun 40 kg dalam waktu enam bulan karena dia mengaku pola makannya masih belum bagus,’’ ujarnya. (ad909)

Wedakarna Dukung Syarat Terkait Pembebasan Ba’asyir

Bali Tolak Pembebasan Napi Teroris, Minta Jokowi Waspadai Manuver Aktor Politik TOKOH PNI Bali yang juga sekaligus pimpinan lembaga The Sukarno Center Tampaksiring, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewaspadai manuver dari orang-orang di sekitarnya, khususnya kepada tokoh politik yang dirasa tidak melakukan koordinasi, khususnya terkait dengan rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir (ABB). Hal ini diingatkan Arya Wedakarna mengingat aksi-aksi akrobat politik menjelang pilpres ini justru berpotensi menggerus suara Jokowi, khususnya di kalangan minoritas. ‘’Dari pengamatan saya, sebenarnya ada aktor politik di Jakarta yang coba menjebak Presiden terkait dengan masalah ini. Syukurlah Jokowi bisa menangani dengan sikap tenang. Saya dan lembaga The Sukarno Center mendukung sikap dari Presiden dan juga Menkopolhukam yang tidak ingin melabrak hukum terhadap penanganan narapidana (napi) terorisme. Syarat yang diajukan tentang kesetiaan

pada Pancasila dan NKRI adalah mutlak dan sebenarnya biasa-biasa saja. Jadi mari kita bawa kasus ini murni masalah hukum, bukan ke ranah politik. Selain itu saya minta agar Jokowi waspada dari manuver tokoh-tokoh politik yang tiba-tiba datang memberikan dukungan. Padahal dulunya mereka adalah lawan politik Jokowi. Perlu diperiksa dengan baik apakah dukungan itu tulus atau sebaliknya ada kepentingan tertentu. Intinya jangan grasa-grusu mengekspos seseorang yang punya track record tidak baik dalam kehidupan berbangsa ini, khususnya sejumlah gerakan yang mendukung radikalisme. Dan tibatiba mereka jadi pendukung Presiden, tapi kenyataannnya sekarang blunder. Jokowi harus ingat pesan Bung Karno yakni Jas Merah dan dalam ajaran Marhaenisme tidak ada sikap abu-abu. Yang ada sikap hitam atau putih, sikap dukung atau tidak,’’ kata Gusti Wedakarna yang mantan Ketua PNI Marhaenisme Bali periode 2007-2014 ini. Terkait dengan adanya rencana pembebasan napi teroris di atas,

NEGARAWAN – Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Presiden RI Joko Widodo. Arya Wedakarna menyatakan pemerintah pusat harus menghargai perasaan rakyat Bali yang pernah menjadi korban Bom Bali pada 2002. Janganlah keputusan politik di Jakarta hanya melihat kepentingan mayoritas. ‘’Sebagai anak

ideologis Bung Karno dan wakil rakyat di DPD-RI, saya menolak pembebasan napi terorisme apa pun itu. Ini sudah kejahatan extraordinary crime. Apalagi ada pihak korban dari mancanegara. Tapi kita akui secara UU masih lemah

karena napi teroris belum dikecualikan. Jadi masih dipakai aturan yang umum. Ke depan pemerintah dan DPR-RI harus merumuskan pasal-pasal baru terkait dengan napi teroris. Seharusnya kalau sudah napi teroris ya… pilihannya hanya hukuman mati atau penjara seumur hidup, tanpa embel-embel keringanan hukuman. Ini juga bisa diterapkan bagi pelaku korupsi, misalkan. Terkait masalah ABB ini, saya minta Jokowi dan jajarannya jangan lagi menggunakan frase kata ‘kemanusiaan’ yang jadi alasan pembebasan itu. Hargai perasaan rakyat Bali dan keluarga korban. Saya rasa korban Bom Bali dan pelakunya ‘dimanusiakan’ juga ya. Nama baik Jokowi akan dipertaruhkan di sini,’’ ucap Gusti Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF PBB. Lalu bagaimana sebaiknya sikap rakyat Bali yang kecewa dengan keputusan pemerintah? ‘’Saya minta rakyat Bali jangan memahami berita sepotong-sepotong. Apa pun keputusan pemerintah pusat, kita harus memahami da-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

lam konteks utuh. Ada desain yang lebih besar demi keamanan pemilu misalkan, hingga sampai ada rencana itu. Tapi jika sekarang ditunda oleh pusat, ya… itu artinya suara dari Bali dipertimbangkan. Terkait dengan sikap Australia dan beberapa negara atas rencana pembebasan ABB, saya rasa itu bukan intervensi asing. Itu adalah sikap solidaritas dan etika bergaul di internasional. Saya menolak jika sampai ada rakyat Bali yang akan golput jika itu terealisasi. Justru kalau golput akan berbahaya untuk demokrasi. Lainnya saya prihatin bahwa komunikasi politik organisasi pendukung Jokowi di Bali, khususnya belum maksimal dalam meluruskan isu ini, sehingga diakui suara Jokowi di Bali juga bisa terancam dengan kasus pembebasan ABB ini. Seharusnya mereka yang mengaku pendukung Jokowi membantu meluruskan bersikap resmi dan jadi tameng. Bukan malah menghindar. Semoga semua mulat sarira,’’ imbuh Gusti Wedakarna yang salah satu Penasihat Garda Jokowi di Bali ini. (ad904)


DAERAH

Kamis Wage, 24 Januari 2019

5

Bernyanyi Memotivasi Belajar SEJAK single pertama ‘’Tresna Nak Sekolah’’ diluncurkan pada 8 November 2018 lalu, kini Putu Nadia Devita kembali menghasilkan karya terbarunya. Single kedua yang diberi judul ‘’Kasmaran’’ ini diluncurkan bertepatan pada hari ulang tahun ibunya, 24 Januari 2019. Single ‘’Kasmaran’’ ini diciptakan Tika Pagraky yang diaransemen Dek Artha dan diproduseri penyanyi pop Bali kawakan, Yong Sagita. Lewat single ini, Nadia mengajak para remaja untuk melakukan kegiatan positif dan berbagi kebahagiaan kepada orang lain. ‘’Saya sangat mengidolakan Kak Tika (Tika Pagraky - red). Terima kasih Kak Tika untuk lagunya. Semoga karya saya ini bisa diterima di kalangan masyarakat pecinta lagu pop Bali,’’ ujar Nadia, Rabu (23/1) kemarin. Gadis belia yang duduk di bangku kelas IX SMPN 3 Denpasar ini telah lama berkecimpung dalam berbagai lomba tarik suara. Menyanyi adalah hobi Nadia sejak kecil. Ia sering berlatih sendiri di rumah dengan mendengarkan lagu-lagu kesukaannya. Bahkan, meng-cover beberapa lagu dengan petikan gitar dan piano. Teknik vokalnya pun terus diasah seminggu sekali yang dilatih pembimbing ahli di bidangnya. Bagi putri sulung pasangan I Wayan Budi dan Desak Made Ambarini ini, menyanyi membuat dirinya bahagia. Untuk itu, ia setiap hari meluangkan waktu menyanyi di rumah sembari mempersiapkan diri belajar untuk ujian nasional nanti. ‘’Menyanyi adalah kegiatan positif yang mampu melepas sejenak kejenuhan belajar, sehingga dari jenuh menjadi bahagia. Dengan perasaan bahagia, belajar pun lebih mudah,’’ ungkap gadis kelahiran Denpasar, 8 Nopember 2004 silam ini. (win)

EVAKUASI - Petugas TRC BPBD Tabanan saat melakukan evakuasi pohon tumbang di wilayah Baturiti, Tabanan.

Bali Post/ist

Sehari, Tiga Pohon Tumbang di Baturiti

Tabanan (Bali Post) -

Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan dalam beberapa hari terakhir terus disibukkan dengan kegiatan penanganan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah. Jika sebelumnya menangani bencana longsor, Rabu (23/1) kemarin para petugas dihadapkan dengan kejadian pohon tumbang di wilayah Baturiti. Bahkan, dalam sehari ada empat pohon yang tumbang dan sempat menutup jalan.

Putu Nadia Devita

Bali Post/win

Lakalantas di Bali Didominasi Kaum Milenial Denpasar (Bali Post) Polri menggelar program Millenial Road Safety Festival dan ditindaklanjuti Ditlantas se-Indonesia. Program Polri ini bertujuan mengampanyekan keselamatan berlalu lintas di kalangan milenial. Pasalnya jumlah pelanggaran dan kecelakaan di jalan didominasi kaum milenial (usia 16-30 tahun). Hasil evaluasi kecelakaan tahun 2018 di wilayah Polda Bali sebanyak 2.548 kejadian. Korban meninggal dunia 448 orang, luka berat 250 orang dan luka ringan 3.436 orang. Sedangkan usia 16-30 tahun terlibat lakalantas sebanyak 35 persen dari jumlah kejadian selama 2018. ‘’Makannya (Millenial Road Safety Festival - red) serentak diadakan di 34 provinsi. Puncak pelaksanaan program ini untuk Polresta pada 2 Februari dan Polda 17 Februari di Lapangan Renon,’’ kata Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo, Rabu (23/1) kemarin. AKP Adi Sulistyo mengatakan, sosialisasi dan FGD telah dilakukan sejak seminggu lalu. Pihaknya menyasar mahasiswa, pelajar, PNS hingga satpam. Selain bertujuan menekan jumlah pelanggar dan lakalantas, dilaksanakan program ini untuk memberdayakan kaum milenial guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. ‘’Untuk menciptakan kaum milenial yang cinta dan tertib berlalu lintas,’’ ujarnya. Kata Adi, beberapa waktu lalu pihaknya melaksanakan FGD di Gedung Pesat Gatra Polresta Denpasar, dihadiri Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha. Acara tersebut merupakan bagian dari Program Millenial Road Safety Festival yang diselenggarakan Direktorat Lalu Lintas Polda Bali dengan mengambil tema ‘’Mewujudkan Milenial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang’’. Pesertanya kaum milenial di Denpasar, terdiri dari pelajar SMA, mahasiswa, komunitas klub motor, sekaa teruna-teruni dan kelompok pencinta musik. Program ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah terhadap lalu lintas, di mana cukup besar angka kematian yang disebabkan karena kecelakaan lalu lintas. (kmb36)

Bali Post/ist

SOSIALISASI - Satlantas melaksanakan sosialisasi ’’Millenial Road Safety Festival’’.

Pohon tumbang terjadi di Banjar Bongli, Desa Bongli, Kecamatan Baturiti sekitar pukul 20.00 Wita. Di lokasi ini ada dua pohon yang tumbang yakni jenis lamtoro dan bambu. Pohon ini menutupi jalan sehingga kendaraan sempat tidak bisa lewat. Selain itu, pohon di Banjar Gunung Kangin, Desa Bangli, Baturiti juga tumbang

dan menimpa palinggih Pura Dalem desa setempat. Pohon tumbang juga terjadi di wilayah Banjar Abianlalang, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan sekitar pukul 00.00 Wita. Pohon jenis teep ini mengenai rumah salah seorang warga asal Singaraja, Made Rudita Wijaya. Kasi Logistik dan Kedarutan BPBD Tabanan I Putu

Trisna Widiatmika mengatakan untuk ketiga kejadian pohon tumbang tersebut, usai mendapatkan laporan dari warga, petugas TRC sudah langsung ke lokasi guna melakukan penanganan lebih lanjut. Hanya karena keterbatasan personel dan alat yang dimiliki, proses evakuasi memang dilakukan bertahap.

‘’Keempat lokasi sudah bisa ditangani secara cepat oleh petugas kami yang berjumlah 8 personel,’’ ucapnya. Sedangkan untuk di Kecamatan Baturiti memang masuk dalam daerah yang berpotensi longsor. Meski demikian juga tidak menutup kemungkinan daerah lain juga memliki potensi bencana masing-masing. Dan diharapkan masyarakat bisa lebih meningkatkan kesiapsiagaan jika seandainya terjadi bencana alam, untuk meminimalisir terjadinya korban jiwa. ‘’Bencana alam tentu tidak bisa diprediksi, yang terpenting bagaimana masyarakat

lebih berhati-hati dan meningkatkan kesiapsiagaan. Apalagi saat ini cuaca memang kurang baik,’’ ucapnya. Seperti diketahui BPBD Tabanan telah melakukan pemetaan sejumlah daerah yang rawan bencana alam seperti tanah longsor dan pohon tumbang. Di mana dari 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan, tiga di antaranya memiliki potensi rawan longsor yakni Kecamatan Pupuan, Penebel dan Baturiti. Ketiga wilayah itu kerap dilanda hujan lebat dan angin kencang. Ditambah lagi kondisi tanah yang labil dan banyaknya pohon tua. (kmb28)

Lima Kali Curi Motor

Melawan, Kaki Mansyur Afandi Ditembak Denpasar (Bali Post) Sepeda motor yang dititipkan di Pantai Grand Bali Beach (GBB) dan Matahari Terbit di Jalan Hangtuah, Sanur, rawan dicuri. Motor tersebut biasanya diparkir di sana karena pemiliknya ke Nusa Penida atau Nusa Lembongan. Hal ini terungkap setelah tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Selatan (Densel) menangkap tersangka Mansyur Afandi (20), Selasa (15/1) lalu, saat hendak mencuri motor. ‘’Kami melakukan tindakan tegas terhadap pelaku dengan menembak kedua kakinya. Dia melawan saat dilakukan pengembangan kasus ini,’’ ucap Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Rabu (23/1) kemarin. Kapolresta menyampaikan

sebagian besar sepeda motor yang diparkir ditinggal TKP karena pemiliknya ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Sepulang dari sana, para korban ini mengetahui motornya sudah tidak ada di tempat alias dicuri. Kasus ini pun dilaporkan ke Polsek Densel. Adapun korbannya yakni I Ketut Sudarmawan (35), Meiyin Erlina (48) dan I Wayan Sugiarta (33). ‘’Pengakuan pelaku sudah lima kali mencuri motor di sana,’’ ujarnya. Berdasarkan laporan tersebut, petugas melakukan pemantauan di seputaran TKP. Pada Selasa dini hari, polisi melihat seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan. Pria itu langsung diamankan. Saat diinterogasi pelaku mengaku bernama Mansyur Afandi asal Jember

dan tinggal di Jalan Gunung Karang, Monang-maning, Denpasar Barat. ‘’Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan sebuah kunci leter T di dalam tas pinggangnya,’’ ungkap Ruddi didampingi Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya. Saat diperiksa, pelaku mengakui telah melakukan pencurian di TKP yang sama sebanyak lima kali dengan waktu yang berbeda. Selanjutnya dilakukan pencarian barang bukti dan ternyata sudah dijual di wilayah Badung, Tabanan, Pemogan dan Jember. Selain itu, pelaku mengakui melakukan pencurian seorang diri menggunakan kunci leter T dan kunci pas. Pelaku ke TKP dengan cara menumpang ojek. Begitu berhasil mencuri motor yang diincarnya, pelaku

Banyuwangi (Bali Post) T ra g i s m e ni m p a P ut u Sanjaya (37), warga Jalan Jaya Giri XIII/15 Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar. Pengemudi truk ini tewas setelah terjatuh saat meloncat ke atas kapal di Dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Selasa (22/1) malam. Korban tewas di RSUD Blambangan, Banyuwangi. Peristiwa nahas ini sempat menggegerkan warga di pelabuhan. Kronologinya, sekitar pukul 18.00 WIB, korban baru saja masuk ke KMP SMS Swakarya. Sambil menunggu kapal berangkat, korban turun lagi dari kapal. Lalu, membeli kopi di dekat dermaga LCM. Saking asyiknya, korban tak menyadari kapal yang akan ditumpangi berangkat. Korban bergegas lari ke dermaga, melihat kapal sudah berlayar menjauhi pelabuhan. Dia pun melambaikan tangan, tanda tertinggal kapal. Melihat korban melambaikan tangan, nakhoda kapal memutuskan kembali merapat ke der-

maga. Nahas, belum sempat kapal menyentuh dermaga, korban nekat meloncat ke atas pintu kapal yang masih terbuka. Rupanya, loncatan korb a n t a k a ku r a t . K o nt a n saja, tubuh korban membentur rumdoor kapal. Saking k er as nya, tubuh korban terpental dan jatuh ke laut. Petugas sempat melakukan pert olongan. Korban di evakuasi dan dilarikan ke RSUD Blambangan. Namun, nyawa korban tak tertolong. ‘’Korban diduga meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,’’ kata Kapolsek KP3 Tanjungwangi, Banyuwangi, AKP Idham Kholid, Rabu (23/1) kemarin. Hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka cukup serius di bagian punggung. Diduga, membentur pintu kapal. Sementara itu, Petugas Kesyahbandaran Kalaiklautan Kantor Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Ketapang Widodo menjelaskan, kejadian ini dipicu kelalaian korban. Berdasarkan data manifes penumpang, korban membawa kendaraan fuso

bermuatan semen. ‘’Setelah memarkir kendaraan di dalam kapal, korban keluar kapal, tanpa izin petugas,’’ jelasnya.

Bali Post/rah

MOTOR CURIAN - Sepeda motor yang dicuri tersangka Mansyur Afandi. langsung memasarkannya lewat media sosial (medsos). Selain itu, ada yang dijual langsung ke temannya di Jember. Caranya, pelaku mengganti

pelat nopol disesuaikan dengan STNK motor milik temannya, sehingga lolos saat menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk. (kmb36)

Saat korban meloncat, kata Widodo, jarak dengan pintu kapal lebih dari 1 meter, sehingga tubuh korban tak sampai men-

darat normal. ‘’Peristiwa ini murni human error. Keluarga korban juga menerima kejadian ini,’’ tegasnya. (udi)

Melompat, Penumpang Kapal Asal Bali Tewas di Ketapang


OPINI

6

Kamis Wage, 24 Januari 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Mengelola PSSI dengan Dedikasi HIRUK-PIKUK di tubuh organisasi sepak bola Tanah Air ini sepertinya tidak pernah usai. Dinamikanya seperti serial sinetron. Ada saja berita yang heboh. Sayangnya yang heboh justru di seputar pengurusnya, prestasi yang semakin jeblok, skandal pengaturan pertandingan dan sebagainya. Sosok pejabatnya pun sepertinya mirip artis. Selalu saja menjadi uberan para pewarta. Tidak ditanya soal program, prestasi organisasi yang dipimpinnya dan sebagainya, justru ucapan serta komentarnya yang dianggap nyeleneh serta kontroversial. Lalu prestasinya di mana. Atau kapan mengurus olahraga paling populer sejagat raya ini agar bisa bersaing dengan negara lain di kawasan? PSSI oh PSSI. Tidak pernah kering sensasi tetapi sangat sulit prestasi. Yang teranyar tentu pengunduran diri sang bos Edy Rahmayadi, kemudian memunculkan ketua umum yang baru. Orang bola, seperti biasa, mungkin karena saking cintanya kepada PSSI, selalu memunculkan harapan baru. Doa baru kepada induk organisasi serta pengurusnya agar mampu membawa sepak bola Indonesia bersinar lagi. Tidak usah muluk-muluk menjajal Piala Dunia, Olimpiade atau Asian Games. Yah, cukuplah SEA Games. Kalaupun lingkup Asia Tenggara dianggap berlebihan, yah paling tidak roda kompetisi nasional mesti diputar secara kontinu. Ada komitmen serta dedikasi pengurus serta jajaran untuk membenahi tubuh organisasi. Benahi rodanya agar terus berputar. Semakin kencang dan semakin kencang. Jangan tersendat dan kempes di jalan karena beberapa skandal Liga! Sebagai proyek harapan masyarakat mesti digulirkan terus. Jangan biarkan menggantung akibat pejabatnya yang tidak becus. Animo masyarakat menyambut kompetisi ini begitu luar biasa. Jangan padamkan oleh egoisme individu maupun kelompok. Sifat kerdil oknum pengurus jangan meracuni yang lain. Sikap avonturis segelintir pejabat juga mesti dibabat. Hanya ada satu tujuan, bagaimana memajukan sepak bola Tanah Air. Seperti tadi, jangan berangan-angan terlalu muluk. Targetkan sesuai kemampuan. Potensi ada, tinggal berbenah secara terus-menerus. Jangan pernah goyah karena itu akan mengganggu komitmen. Cari figur yang benar-benar tahu mengurus sepak bola secara profesional. Bisnis kotor serta politik seringkali merusak iklim fair play olahraga. Berbagai kepentingan di luar sepak bola sering kali menjerumuskan. PSSI sebenarnya sangat dicintai masyarakat. Yang dibenci dan dimaki-maki itu adalah oknum pengurusnya yang sama sekali tidak becus. Harapan sederhananya sekarang adalah bagaimana pengurusnya bekerja dengan baik. Tidak perlu heboh sensasi. Untuk sementara, jangan gembar-gembor. Rasanya kalaupun nihil prestasi pun dimaklumi. Asal jangan keterusan. Bekerja dengan dedikasi tinggi. Gulirkan kompetisi secara teratur. Jalankan tim pemandu bakat ke seluruh Tanah Air. Bina generasi muda yang punya potensi. Sekali lagi, dibandingkan dengan organisasi lainnya, PSSI memang penuh sensasi. Dicintai sekaligus dimaki. Untuk ke depan, tentu yang dicari adalah PSSI yang dicintai. Mari benahi bersama. Pengurus, fans, serta pihak terkait. Kalau melihat sejarahnya, PSSI juga punya prestasi. Yang penting sekarang, mari secara bersama-sama mewujudkan itu. Heboh dengan prestasi tentu lebih membanggakan ketimbang heboh dengan sensasi.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Penanganan Sampah Swakelola Pengelolaan sampah jika hanya dibebankan kepada pemerintah memang relatif berat. Tugas ini harus segera dibagi. Apalagi petugas yang dilibatkan dan armada yang ada terbatas. Jika dibandingkan dengan volume sampah yang ada dengan daya dukung penanganan sampah, jelas pemerintah akan kewalahan. Kini syukur ada pemerintahan desa yang juga menaruh perhatian pada pengelolaan sampah. Artinya, konsentrasi pihak Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup untuk menangani sampah warga agak terurai. Saya mengusulkan agar ke depan, pengelolaan sampah dilakukan secara swakelola. Desa agar melakukan langkah lebih efektif menangani sampah warganya. Dengan cara ini akan lebih mudah untuk mengurangi tumpukan sampah di TPA. Dengan pola swakelola, budaya masyarakat membuang sampah ke sungai juga akan bisa ditekan. Kini di banjar-banjar, warga juga sudah mulai terbiasa menunggu mobil angkut sampah pedesaan untuk membuang sampahnya. Mereka tak lagi ke sungai membuang sampah. Saya berharap jika pola swakelola ini berhasil, maka petugas kebersihan di Dinas Kebersihan bisa diarahkan untuk menangani drainase atau melakukan program kebersihan kali atau sungai. Sinergi mungkin tetap diperlukan untuk membuat warga terbiasa mengelola sampahnya secara mandiri. Mudah-mudahan ke depan masalah pengelolaan sampah tak menjadi masalah serius di Bali. Mari kita sadar mengelola sampah kita sendiri. Jangan korbankan sungai dan lingkungan hanya untuk kepentingan kita sendiri. Ni Putu Sudariani Denpasar, Bali

SISI LAIN HASIL KONGRES PSSI Kongres PSSI di Nusa Dua beberapa waktu lalu menghasilkan keputusan mundurnya ketua umum yang sekarang Edy Rahmayadi. Salah satu tuntutan masyarakat penggemar bola adalah mundurnya ketua umum ini karena dipandang gagal dalam mengelola PSSI, terutama dalam hal merebaknya kasus pengaturan skor. Seperti gayung bersambut, Edy akhirnya mundur dengan alasan gagal dalam pengelolaannya itu, terkait juga dengan pengaturan skor. Akan tetapi, dalam kongres ini dipandang juga mengalami kegagalan karena tidak berhasil merancang kongres luar biasa, di mana dalam kongres tersebut nantinya akan dilakukan perombakan besar-besaran terhadap kepengurusan yang sekarang. Perombakan ini diharapkan kelak akan mampu mengubah wajah PSSI menjadi lebih baik.

Oleh Ngurah Adnyana

B

agaimana harus melihat kondisi ini? Yang pertama, mundurnya ketua umum sekarang dapat dipandang sebagai hal positif. Dalam arti, bukan melihat kepemimpinannya jelek atau gagal tetapi lebih pada tuntutan masyarakat dan kondisi sepak bola Indonesia. Barangkali soal mundur ini dapat diidentikkan dengan mundurnya berbagai pelatih klub atau timnas di Eropa, yang kalau tidak dipecat, akan mengundurkan diri jika gagal melatih klubnya. Bukan berarti mereka itu jelek, karena terbukti terpakai lagi dan berhasil di klub lain. Begitu juga dengan Edy Rahmayadi ini. Ada alasan psikologi sosial di dalamnya, sehingga kalau mundur, paling tidak rasa percaya diri sosial akan muncul. Atau tersedianya ruang dan suasana baru sehingga dapat memulai sesuatu dengan cara-cara yang lebih baru. Momen untuk mundur dari ketua umum ini juga bagus. Dalam arti, ia mundur tidak terlalu lama ketika masyarakat bola

menghendakinya. Artinya, ada respons positif terhadap tuntutan masyarakat, dan mundurnya itu dengan damai tanpa ada gerakan macam-macam, dan dilakukan pada kongres PSSI. Langkah ini dapat menjadi pembelajaran luas bagi masyarakat Indonesia: tuntutan mundur dan proses mundurnya sang Ketua Umum PSSI terjadi tanpa gejolak. Ini merupakan sebuah pembelajaran di tengah iklim politik kita yang gaduh. Di sini, PSSI justru memberikan pelajaran yang bagus kepada para politisi. Fenomena yang ada di PSSI adalah adanya tuntutan mundur (tidak dilakukan secara gaduh) dan proses mundurnya juga tidak dihiasi dengan berbagai sikap yang berisik. Bandingkanlah dengan sikap politisi Indonesia dengan antek-anteknya. Mereka berisik sekali, mengokupansi jalan raya sampai dengan meneror lawan politik. Alangkah purbanya sikap-sikap mereka. Tidak gaduh di ruang kelembagaan, gaduh juga di jalan, gaduh di televisi, bikin jengkel di media sosial. Sesungguhnya potensi keg-

aduhan baik internal maupun eksternal PSSI ini besar karena ia boleh dikatakan simbol nasional yang bahkan langsung menyentuh rakyat. Sepak bola Indonesia yang berprestasi akan memperkuat kebanggaan nasional, memperkuat nasionalisme, bahkan dapat memperkuat identitas nasional. Misalnya, Indonesia adalah negara yang sepak bolanya disegani di Asia. Dengan prestasi sepak bola, rasa persaudaraan antarsuku akan bertambah kuat. Akan tetapi, dengan begitu pentingnya posisi sepak bola dalam kancah nasional, tetap para pendukung maupun pengurusnya tidak gaduh hanya untuk menuntut pengunduran diri ketuanya. Sedangkan politik yang skopnya demikian kecil, sebatas partai politik, justru kegaduhannya dapat merusak lembaga. Jelas, dari titik ini kegaduhan politik itu disetir oleh orang atau kelompok tertentu. Sedangkan di sepak bola, kegaduhan pengurus itu dapat dikendalikan. Bagaimana dengan kekerasan yang terjadi antara suporternya? Persolan kekerasan antarsuporter,

lebih banyak tergantung kepada kemampuan pihak keamanan untuk melakukan pengendalian wilayah. Artinya, masing-masing kelompok suporter telah mempunyai komandan, dan di setiap wilayah tersebut juga ada pihak keamanan (petugas kepolisian). Misalnya di daerah Paneleh Surabaya, ada kelompok suporter dan di wilayah itu pun ada petugas kepolisian. Koordinasi antara kepolisian dan komandan suporter akan lebih mampu menekan kekerasan suporter. Sedangkan pendukung politik atau massa politik bergerak terus-menerus tanpa ada batasan wilayah. Suporter Persebaya dapat dikatakan terkonsentrasi paling besar di Surabaya, sedangkan suporter politik konsentrasinya sama di mana-mana. Ini yang membuat sepak bola sesungguhnya lebih mudah diatur dibanding dengan massa politik. Hal kedua yang harus dilihat dari kongres yang digelar di Bali ini adalah bahwa ada keuntungan kalau kongres luar biasa itu tidak dilaksanakan secepat yang diinginkan. Atau katakanlah pergantian kepengurusan secara besar-besaran tidak dilakukan secara mendadak. Ada pendapat yang menyebutkan bahwa pergantian besar-besaran itu akan dilakukan pada tahun 2020 saat periode akhir pengurusan ini selesai. Pilihan ini boleh dikatakan bagus, dan lagi-lagi apabila dikaitkan dengan politik Indonesia. Mungkin benar jika ada pengurus PSSI yang mempunyai agenda politik pada Pemilihan Umum 2019 ini. Apa boleh buat, itulah yang menjadi identitas kepolitikan Indonesia. Justru karena kita ingin melihat perkembangan sepak bola Indonesia yang maju kelak,

Video Blog untuk Pembelajaran Interaktif

KEMAJUAN di bidang teknologi informasi dan komunikasi yang demikian cepat dewasa ini membuat perubahan besar dalam banyak sektor kehidupan kita, termasuk dalam sektor pendidikan. Selain itu, kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi memberi peluang kepada setiap orang menjadi produsen informasi. Dengan memanfaatkan internet, siapa pun kini dapat memproduksi informasi dan menyebarkannya ke seantero jagat dengan cepat dan seketika. Salah satu bentuk aktivitas yang melibatkan pemanfaatan internet yang bisa kita tekuni dewasa ini adalah membuat vlog alias video blog. Ensiklopedia online Wikipedia menyebut vlog pertama dibuat oleh seorang blogger bernama Adam Kontras pada tahun 2000. Di vlognya itu, Kontras memberikan informasi kepada teman-teman dan kerabatnya ikhwal kepindahan dirinya ke Los Angeles. Lantas, di awal tahun 2004, Steve Garfield, seorang videografer asal Boston, membuat pula sebuah vlog dan mendeklarasikan tahun 2004 sebagai ‘’The Year of the Video Blog’’. Sama seperti blog, di awalawal pertumbuhannya, vlog lebih banyak diisi dengan cerita-cerita atau catatan-catatan harian sang pembuat vlog. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tampaknya vlog mulai menjelma lebih daripada sekadar catatan-catatan harian dalam wujud audio-visual. Karenanya, fungsi vlog pun

Oleh Irma Suryani kini bukan sebatas sebagai tayangan audio-visual yang menampung curhat-curhat pribadi atau hal-hal narsistik dari para pemiliknya. Namun, vlog bisa pula berfungsi sebagai media komunikasi massa dan media pendidikan yang mampu memberdayakan khalayak. Dalam kaitan vlog sebagai media pendidikan, kalangan guru maupun dosen -- yang notabene sebagai salah satu agen perubahan -- sesungguhnya dapat memanfaatkannya sebagai wahana untuk meningkatkan proses pembelajaran bagi para anak didiknya. Lewat vlog, seorang guru bisa menyajikan berbagai materi/informasi bidang studi yang diajarkannya dalam bentuk yang lebih menarik serta interaktif, yang bisa diakses oleh para anak didiknya di mana pun. Lewat vlog itu pula, sang guru bisa membuka sesi konsultasi dalam jaringan (online), tanya jawab, diskusi dengan para anak didiknya. Manfaat yang bisa diperoleh lewat vlog pendidikan seperti ini antara lain sebagai berikut. Pertama, vlog membantu proses pembelajaran berlangsung bukan hanya di dalam kelas dan lantas berakhir saat jam pelajaran usai. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih luas, fleksibel, tidak kaku serta lebih menarik. Kedua, vlog memungkinkan siswa menyerap dan mencerna

materi/informasi yang disampaikan oleh guru dengan lebih menyeluruh sehingga pemahaman siswa akan suatu masalah boleh jadi akan lebih baik dan lebih utuh. Ketiga, tidak menutup kemungkinan para orangtua siswa ikut mengakses berbagai materi/informasi yang disajikan guru lewat vlognya, sehingga bisa saja akhirnya tercipta interaksi konstruktif antara guru dan orangtua siswa. Sejumlah penelitian menunjukkan, adanya interaksi konstruktif antara orangtua dan siswa membawa kontribusi berarti bagi peningkatan kinerja siswa di sekolah. Keempat, lewat vlog, komunikasi mungkin akan lebih cair sehingga bisa meningkatkan komunikasi dan hubungan antara guru dan murid ke arah yang lebih baik. Selebihnya, kelima, vlog akan mendorong dan menantang guru untuk lebih kreatif dan inovatif. Ini pada gilirannya akan ikut berpengaruh kepada peningkatan pengembangan diri dan tingkat profesionalitas guru bersangkutan. Keenam, sebagaimana blog, vlog melatih guru untuk mengembangkan tradisi e-teaching, sedangkan bagi siswa melatih untuk mengembangkan tradisi elearning. Mempertimbangkan besarnya manfaat yang dapat dilahirkan dari sebuah vlog,

maka tidak ada salahnya apabila para pengelola sekolah di negara kita mulai mendorong para gurunya untuk membuat vlog, di samping blog. Untuk membuat vlog, pihak sekolah bisa saja memfasilitasi dengan menyediakan portal khusus milik sekolah di mana para guru, baik perorangan atau berkelompok, dapat membuat vlog mereka lewat portal tersebut. Namun, bisa juga guru membuat vlognya sendiri dengan memanfaatkan situs-situs internet yang menyediakan fasilitas untuk vlog yang tidak berbayar alias gratisan. Contohnya adalah situs youtube. Semakin banyak guru kita yang membuat dan memiliki vlog, tentu saja semakin baik lantaran akan semakin meningkatkan proses pembelajaran dan kreativitas yang pada gilirannya akan turut berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di Tanah Air. Cuma kendalanya sekarang ini, dibandingkan dengan negara-negara lainnya, akses internet cepat di Tanah Air kita masih terhitung mahal. Di samping itu, penetrasinya pun masih belum merata. Pemerintah kita perlu berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur digital sehingga akses internet yang cepat dan murah bisa segera menjangkau semakin banyak daerah di Indonesia. Kendala lainnya, tidak sedikit guru kita saat ini yang masih gagap teknologi atau gaptek.

pergantian menjelang pemilihan umum ini tidak baik dilakukan. Potensi ributnya pengurus akan lebih besar lagi dan demikian juga potensi pecahnya organisasi. Para penggemar sepak bola harus sabar dengan hal ini. Waktu sampai tahun 2020 untuk mengganti kepengurusan itu merupakan rentang yang bagus untuk membuat berbagai pertimbangan, melihat perkembangan organisasi yang ada. Dari situlah akan terlihat tokoh-tokoh yang benar-benar mencintai sepak bola, netral dari posisi politik dan tidak membawa organisasi ke dalam kancah politik. Akan tepat waktunya untuk memilih pengurus tahun 2020, apabila kita mampu melihat berbagai perkembangan sejak sekarang. Apabila terlalu bernafsu untuk melakukan pemilihan dan memaksakan kehendak untuk mereformasi, akan membikin kesalahan langkah dan kembali merusak organisasi. Pelajaran Indonesia dalam menempuh reformasi harus dipelajari secara mendalam. Juga reformasi yang terjadi di Mesir dan Suriah. Penggantian pengurus PSSI adalah sebuah reformasi. Indonesia tahun 1998 terlalu mendesak dan grasa-grusu melakukan reformasi. Hasilnya hingga sekarang tidak jelas arahnya: korupsi masih merajalela, politisi mempunyai akar tidak jelas (ada dari preman), pembangunan belum terlalu beranjak maju. Ketika tahun 1998 diberikan jeda melalui pemerintahan B.J. Habibie, kita juga tidak tahu apa arti jeda tersebut. Mesir dan Suriah lebih parah lagi. Untuk itulah, mari tunggu waktu sampai 2020 untuk memilih pengurus terbaik PSSI. Pergunakan waktu sebaik-baiknya untuk berpikir dan melakukan pengamatan.

POJOK Utang pemerintah Rp 4.395 triliun, peringatan IMF bukan untuk Indonesia. - Utang pemerintah, utang rakyat. *** Dua minggu ke depan, Bali terdampak cuaca ekstrem, warga diminta waspada. - Badai pasti berlalu. *** Soal reklamasi, Pelindo tantang Walhi lakukan penelitian dampak lingkungan. - Walhi Bali pasti siap selamatkan alam.

Penulis, peminat masalah pendidikan

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7 TABANAN Kodam Mantapkan Persiapan Pengamanan Pemilu

Kamis Wage, 24 Januari 2019

Bali Post/bit

Tabanan (Bali Post) Ratusan prajurit TNI perwakilan Korem di wilayah tugas Kodam IX/Udayana selama sepekan mulai Rabu (23/1) kemarin mendapatkan pelatihan pengamanan pemilu legislatif dan presiden 2019. Latihan ini bertujuan memperkuat pengamanan pelaksanaan pemilu bersama jajaran Polri dan instansi terkait lainnya, agar pemilu dapat berjalan tertib dan damai. Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, S.IP. saat membuka pelatihan kader pengamanan pemilu di Mako Rindam IX/Udayana menyampaikan, latihan kader ini merupakan bagian dari program TNI atas perintah Panglima TNI. Kemampuan

serta keterampilan satuan jajaran Kodam IX/Udayana harus ditingkatkan dalam kaitannya melaksanakan tugas perbantuan TNI kepada Pemda dan Polri dalam rangka pengamanan pemilu. Saat ini yang dilatih baru perwakilan saja, untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan latihan yang sama di tingkat Korem. Personel TNI yang terlibat untuk pengamanan pemilu di Bali berjumlah 3.000 personel, di NTB sebanyak 2.500 personel dan NTT sebanyak 4.000 personel. ‘’Diharapkan, pada puncak pelaksanaan kegiatan pemilu, TNI mampu memberikan bantuan pengamanan dengan baik,’’ tegasnya. Pangdam juga kembali

menekankan netralitas jajarannya dalam pemilu, sebagai jaminan TNI kepada masyarakat untuk bisa menyampaikan nurani politik dengan damai. Disinggung terkait pemetaan daerah rawan saat pemilu, Pangdam mengatakan, untuk di Bali, dari hasil koordinasi dengan Kapolda Bali, kondisi wilayah relatif aman. Tantangan terbesar justru bencana alam terutama erupsi Gunung Agung. Terkait hal itu, pihaknya telah meminta jajaran KPU dan Bawaslu agar merancang simulasi erupsi saat proses pemungutan suara berlangsung. ‘’Yang saya tahu, KPU Bali sudah merencanakan kegiatan latihan bagaimana

mensimulasikan jika terjadi bencana. Sementara untuk yang lain, relatif aman,’’ tegasnya. Terkait materi yang diberikan selama pelatihan yakni menyangkut tentang tugas pokok TNI dalam memberikan bantuan dan melibatkan Polri dalam latihan pengamanan hingga pengetahuan tentang pemilu khususnya mekanisme pengambilan suara di TPS. ‘’Bukan berarti masuk di situ, tetapi mengerti apa yang dilakukan saat pemilu. Apalagi petugas KPU terbatas, edukasi yang diberikan pada prajurit di lapangan agar para Babinsa bisa memberikan edukasi pada masyarakat,’’ tegasnya. (kmb28)

CEK LOKASI - Tim DPMPPTSP Tabanan, Rabu (23/1) kemarin mengecek rumah yang ambrol.

Cek Rumah Ambrol di Sanggulan

DPMPPTSP Tegaskan Perumahan Blok G Belum Berizin

Tabanan (Bali Post) -

Pascatanah longsor di kompleks Perumahan Griya Multi Sandan Sari Blok G, Sanggulan, Kediri, hingga mengakibatkan satu rumah ambrol, tim dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kabupaten Tabanan melakukan pengecekan ke lokasi kejadian, Rabu (23/1) kemarin. Hasilnya mengejutkan, kompleks blok G yang merupakan lokasi longsor ternyata tidak berizin alias bodong. Pemkab sejauh ini hanya mengeluarkan izin sampai blok F. Kepala DPMPPTSP Tabanan I Made Sumerta Yasa mengatakan, usai mendengar kejadian itu, dia malam itu juga langsung turun ke lokasi. Bahkan kemarin, dia secara khusus menerjunkan tim yang dipimpin Kabid Pengawasan dan Pengendalian Gede Sucana ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Dari hasil pengecekan dan setelah diverifikasi, berdasarkan data perizinan yang dikeluarkan tahun 2008, izin perumahan tersebut hanya sampai blok F. Sedangkan blok G belum berizin sama sekali. Kabid Pengawasan dan Pengendalian DPMPPTSP Tabanan Gede Sucana me-

nambahkan, sebelumnya izin diajukan oleh Komisaris PT Multi Adiptama pada tahun 2008. Namun yang bersangkutan sudah keluar dari perusahaan tersebut dan pengembangan dilanjutkan oleh orang lain. ‘’Izinnya diajukan pihak lain, namun kini dilanjutkan pengembang lain,’’ jelasnya. Sementara terkait ambrolnya rumah di blok G tersebut, Sucana menyebutkan, berdasarkan keterangan warga sekitar, ada keran air di rumah tersebut bocor sejak lama dan dibiarkan. Setelah lama tidak dihuni lagi, rembesan air keran itulah yang diduga menyebabkan tanah di bawahnya terkikis sampai akhirnya

memicu tanah longsor. Di lokasi, pihaknya juga bertemu dengan pengembang. Di kesempatan itu, pengembang berjanji akan membuat senderan lebih kuat dan mengganti rumah yang ambrol tersebut. ‘’Pengembang mau bertanggung jawab membuat senderan baru dan mengganti rumah yang hanyut,’’ sebutnya. Seperti diberitakan sebelumnya, satu unit rumah di perumahan tersebut ambrol akibat tanah longsor. Lantaran kawasan itu dinilai rawan longsor susulan, tujuh kepala keluarga yang bermukim di kawasan tersebut harus diungsikan sementara. (kmb28)

Bali Post/bit

LATIHAN - Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto menyematkan tanda peserta latihan kader pengamanan Pemilu 2019.

Target UHC 95 Persen Telah Terpenuhi

Tabanan (Bali Post) Pemerintah tahun ini melaksanakan program Universal Health Coverage (UHC). Artinya, tahun ini seluruh masyarakat harus sudah menjadi peserta JKN dan bagi kabupaten/kota minimal target UHC tercapai 95 persen dari total penduduk. Untuk Tabanan, target UHC 95 persen ini sudah tercapai per 1 Januari 2019. Sekretaris Dinas Sosial Tabanan Dewa Nyoman Sumerta mengatakan, berdasarkan data kepesertaan JKN/ KIS per 1 Oktober 2018, dari jumlah penduduk Tabanan 445.795 jiwa, 110.170 jiwa di antaranya sudah masuk JKN Peserta Bantuan Iuran (PBI) APBN dan 69.792 jiwa dalam JKN PBI APBD. Se-

mentara peserta JKN pekerja penerima upah 109.641 jiwa, pekerja bukan penerima upah 74.031 jiwa dan bukan pekerja 13.633 jiwa, sehingga total peserta JKN 368.267 jiwa. Dari angka di atas, dapat dihitung persentase kepesertaan JKN per 1 Oktober 2018 di Tabanan adalah 82,6 persen dan masih menyisakan sekitar 77.528 jiwa yang belum menjadi peserta JKN. Sisa inilah yang menjadi tugas Pemkab Tabanan agar semuanya ter-cover JKN dan per 1 Januari 2019 target UHC 95 persen sudah tercapai. Langkah Pemkab dalam memenuhi UHC, lanjut Dewa Sumerta, adalah dengan membayarkan premi JKN bagi warga yang belum men-

jadi peserta JKN. Dana premi yang ditanggung berasal dari dana sharing antara Pemkab Tabanan 49 persen dan Pemprov Bali 51 persen. Setelah kuota terpenuhi dan target UHC tercapai, saat ini Dinas Sosial Tabanan sedang menunggu data by name by address untuk bisa mendistribusikan kartu JKN yang sudah jadi. ‘’Saat ini, kartu JKN sudah ada sebanyak 41 ribu kartu dan sedang menunggu data by name by address dari BPJS. Semoga dalam minggu-minggu ini, datanya sudah datang sehingga nantinya bisa didistribusikan lewat desa masingmasing,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas

Kesehatan Tabanan Wayan Triana, Rabu (23/1) kemarin, mengungkapkan alokasi dana untuk menanggung premi JKN dilebihkan 3 persen dari kuota. ‘’Dana yang disediakan untuk UHC 95 persen dilebihkan 3 persen. Hal ini untuk persiapan jika ada yang 5 persen sisanya mau menjadi JKN PBI APBD,’’ ujarnya. Dari 77.528 jiwa yang belum ter-cover JKN, tidak semua ditanggung pemerintah. ‘’Target UHC 95 persen artinya, ada 5 persen warga yang dianggap mampu dan didorong menjadi peserta JKN mandiri,’’ ujarnya. Namun, jika warga yang masuk dalam 5 persen ini ingin ditanggung, bisa saja dengan catatan tidak boleh naik kelas dan mau dirawat di kelas III. (kmb24)

Kunjungan Wisatawan ke Jatiluwih Diprediksi Stagnan Tabanan (Bali Post) Tahun ini, pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih tidak memasang target angka kunjungan yang terlalu tinggi. Target kunjungan disamakan dengan pencapaian tahun 2018. Hal ini lantaran masih terjadinya erupsi Gunung Agung serta tahun politik. Kedua faktor ini diprediksi berdampak besar pada angka kunjungan wisatawan 2019.

Manajer DTW Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa beberapa waktu lalu mengatakan, selain kedua faktor tersebut, penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok ikut memengaruhi angka kunjungan di DTW Jatiluwih. ‘’Semua memberi andil pada penurunan angka kunjungan nantinya,’’ ujarnya. Meski demikian, pihaknya akan tetap berupaya agar

angka kunjungan tahun 2019 bisa melebihi tahun 2018. Berdasarkan data, angka kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih tahun 2018 mencapai 270 ribu orang. Angka ini melebihi target yang ditetapkan 250 ribu orang. Jika dilihat dari asal wisatawan, sebagian besar atau sekitar 80 persen merupakan wisatawan mancanegara (wisman) yang terdiri dari turis Eropa, India,

dan Amerika Serikat. Guna menaikkan angka kunjungan wisatawan, pihaknya akan mengembangkan sejumlah paket wisata dan mengandalkan Festival Jatiluwih. Salah satu paket wisata yang hendak dikembangkan adalah buggy car. Paket ini menawarkan wisatawan menikmati pemandangan Jatiluwih hingga jauh ke dalam sawah yang rutenya

mencapai 5 km. ‘’Paket ini masih dalam penjajakan kerja sama. Targetnya adalah wisatawan lanjut usia yang tidak bisa minikmati berwisata dengan berjalan kaki. Nantinya, paket tersebut juga akan dilengkapi dengan pemandu wisata yang menejelaskan terkait subak hingga tatanan sawah atau terasering di seputaran DTW Jatiluwih,’’ jelasnya. (kmb24)

Bali Post/san

JATILUWIH - Erupsi Gunung Agung dan tahun politik menyebabkan manajemen DTW Jatiluwih tak berani mematok target kunjungan terlalu tinggi tahun ini.


BULELENG

8

Kamis Wage, 24 Januari 2019

Gelombang Pasang Landa Buleleng, Aktivitas Nelayan Lumpuh Bencana gelombang pasang melanda hampir seluruh kawasan pesisir di Buleleng. Akibat terjangan gelombang laut lebih dari empat meter itu, membuat aktivitas wisata dan nelayan di daerah ini lumpuh. Selain itu kawasan wisata Pantai Penimbangan yang masuk Desa Baktiseraga dan Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng juga porak-poranda. Puluhan kios milik pedagang dan sarana wisata lainnya yang disewakan warga diempaskan gelombang tinggi. Bagaimanakah amukan gelombang pasang itu berdampak pada kios-kios dan juga perahu nelayan di kawasan pantai Buleleng? SEBELUM gelombang pasang menerjang, Buleleng dilanda hujan deras diikuti angin kencang, Selasa (22/1) malam. Semakin larut malam, intensitas hujan semakin meningkat. Puncaknya sekitar pukul 22.00 Wita gelombang tinggi mulai menerjang. Diperkirakan ketinggian gelombang antara empat sampai enam meter. Tak pelak, gempuran gelombang itu mengempaskan kios milik pedagang mulai dari sebelah barat Pura Se-

gara Penimbangan sampai di kampung nelayan Segara Gunung, Desa Pemaron. Puluhan kios semipermanen ini roboh dan perlengkapan pedagang porakporanda. Tidak itu saja, perlengkapan wisata bahari yang dikelola Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sari Segara Desa Baktiseraga juga luluh-lantak setelah gelombang tinggi menerjang. Bahkan, nelayan yang tinggal sementara di kawasan itu sempat mengungsi ke

tempat yang lebih aman. Salah seorang pedagang Kadek Ani (54) asal Desa Pemaron menuturkan, warungnya diketahui luluhlantak setelah dia menutup warungnya. Ani tidak berani mengecek ke lokasi karena hujan deras dan gelombang tinggi. Rabu (23/1) kemarin baru diketahui warungnya malah sudah rata dengan tanah. Atas kenyataan itu, perempuan dua anak ini hanya bisa pasrah. Karena semua dagangannya hancur, dia sendiri tidak tahu ke mana harus mencari modal agar bisa berjualan kembali. Padahal berjualan di pantai itu satu-satunya pekerjaan yang dia geluti. ‘’Saya juga harus menanggung biaya hidup dua anak yang sekolah SD dan SMK,’’ ujarnya pilu. Koordinator pedagang Ketut Sudarma mengatakan, di Desa Pemaron ada 24 kios pedagang. Sebagian besar lokasinya di utara dan dekat pantai. Dari jumlah itu

hanya satu kios yang masih utuh. Sedangkan sisanya mengalami kerusakan dari ringan hingga berat. Upaya penanganan lanjutan, kata Sudarma, saat ini masih didata. Pihaknya segara akan berkoordinasi dengan pemerintah desa. Pascakejadian ini, aktivitas pedagang ditutup sementara. Menunggu cuaca kembali normal. ‘’Dari jembatan ke barat hanya satu warung yang selamat. Sebagian besar rusak. Kami sudah laporkan ke desa untuk dapat penanganan lebih lanjut,’’ jelasnya. Hal senada diungkapkan nelayan KUB Sari Segara Desa Baktiseraga Gede Widnyana. Menurutnya, ketika hujan semakin deras dan gelombang bertambah tinggi, hal itu membuat dirinya berusaha penyelamatan peralatan, tetapi gagal dilakukan. Dia dan nelayan lain akhirnya memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Tidak berselang lama, gelombang tinggi mengempas sam-

pai bangunan kios-kios yang ada roboh. Perahu terseret ombak hingga mengalami kerusakan parah. Dari puluhan perahu yang sebelumnya ditambatkan di daratan pantai, lima buah perahu rusak parah. Bahkan satu perahu hilang karena terserat gelombang laut. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, bencana gelombang pasang itu merupakan kejadian paling parah dari tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan sementara para nelayan tradisional terdampak, mulai kawasan pantai Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar hingga di pantai Desa Kubutambahan. Terkait kerugian tahap awal, Suadnyana memprediksikan Rp 728 juta. Data ini dipastikan bertambah. Alasannya, pasti ada dampak bencana gelombang pasang yang belum masuk ke Posko Siaga Bencana BPBD.(mud)

Bali Post/ mud

PULUHAN KIOS HANCUR – Puluhan kios yang ditempati pedagang di kawasan Pantai Penimbangan, Singaraja roboh setelah diempaskan gelombang pasang, Selasa (22/1) malam.

Pasutri Saling Lapor

Suami Terluka Ditusuk Istri dengan Pisau Dapur

Singaraja (Bali Post) – Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di Dusun Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Rabu (23/1) kemarin. Pasangan suami-istri (pasutri) Ida Bagus NS (43) dan istrinya Dayu KMS (39) terlibat saling lapor polisi. Tragisnya, pada kejadian itu sang suami mengalami luka gores panjang sekitar lima sentimeter. Diduga setelah istrinya nekat menusuk menggunakan pisau dapur. Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Samarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, kasus ini berawal sekitar pukul 08.00 Wita, sang suami berpamitan bekerja sebagai penjaga pasar. Entah karena apa, dia baru pulang ke rumahnya malam hari sekitar pukul 20.00 Wita. Namun setelah sang suami sampai di rumah, bukannya merasa bersalah, melainkan langsung emosi dan nekat menganiaya istrinya. Sang istri pun pergi ke dapur. Tetapi, bukannya hendak berdamai dengan menyiapkan hidangan. Justru sang istri mengambil pisau dapur. Walau membawa pisau dapur, sang suami kembali emosi mendekati istrinya. Tanpa berpikir panjang, sang istri

mengacungkan pisau dapurnya kemudian mengenai lengan suaminya. Akibatnya, lengan suaminya luka tergores cukup panjang sekitar lima sentimeter. Luka yang menganga itu mengeluarkan darah segar. Sang suami yang tidak terima lengannya ditusuk pisau itu serta merta melaporkan kejadian itu sekaligus ulah istrinya ke Mapolsek Banjar. Tidak berselang lama, anggota Unit Reskrim Polsek Banjar datang ke rumah dan bermaksud melakukan pemeriksaan atas laporan sang suami. Saat polisi meminta keterangan, justru sang istri balik melaporkan suaminya sendiri. Istrinya menegaskan sebelum penusukan dengan pisau dapur, dia sendiri sempat ditendang, dilempar menggunakan toples. Selain

itu, rambutnya juga dijambak suaminya. Akibat penganiayaan itu, sang istri mengeluh sakit. Pada bagian mukanya juga masih terdapat bekas ditendang suaminya. Tidak terima perlakuan kasar dari suaminya itu, kemudian istrinya berusaha membela diri dengan menusuk lengan suaminya hingga terluka. ‘’Laporan Unit Reskrim Polsek Banjar benar terjadi kasus KDRT disertai penusukan menggunakan pisau dapur. Kasusnya saling lapor. Memang sang suami melapor ditusuk. Tetapi, setelah anggota menanyakan kepada sang istri, yang bersangkutan juga melaporkan suaminya dengan tuduhan telah menganiaya, sehingga berujung saling lapor,’’ katanya. Dari pemeriksaan kedua

belah pihak di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Buleleng, kata Iptu Sumarjaya, kasus KDRT ini tergolong delik aduan. Masing-masing memang saling lapor. Dari pemeriksaan sementara, peristiwa ini dipicu selisih paham sepele antarkeduanya. Polisi mempersilakan kepada pasutri itu apakah mencabut laporannya atau sebaliknya. Namun dari pemeriksaan awal, kedua belah pihak tidak mempermasalahkan kejadian itu. Mereka sepakat laporannya akan dicabut. Tetapi, polisi masih menunggu kelengkapan administrasi sebelum nantinya laporan polisi itu dicabut. ‘’Sesuai pasal 44 ayat (4) ini merupakan delik aduan. Jadi apakah kasus itu dilanjutkan tergantung keduanya. Tadi kasus itu sudah tidak dipermasalahkan. Kemungkinan laporan dari kedua belah pihak akan dicabut. Kami tunggu sampai pencabutannya dilengkapi administrasi yang diatur sesuai mekanisme yang berlaku,’’ jelasnya. (kmb38)

Tabrak Buah Nangka, Siswa SMA Tewas Singaraja (Bali Post) – Kembali terjadi korban jiwa sia-sia akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Seorang pelajar SMAN 3 Singaraja, Ketut Sutresna Yasa (17), tewas setelah menabrak buah nangka yang terjatuh di jalan. Pemuda asal Desa Suwug Kecamatan Sawan itu meninggal dunia setelah dirawat pascamengalami lakalantas di jalan raya Desa Suwug Km 11 tepatnya di Banjar Dinas Kelodan, Desa Suwug, Rabu (23/1) kemarin. Sedangkan dua pelajar lainnya yang ditabrak korban setelah tidak bisa mengendalikan kemudinya, hanya mengalami luka-luka ringan, kendati tanpa mengenakan helm. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP

Suratno, S.IK. mengatakan, lakalantas itu berawal ketika pengendara sepeda motor DK 2670 VX, Sutresna Yasa, melintas dari arah Desa Suwug menuju Singaraja. Sebelum memasuki lokasi kejadian, sepeda motornya menabrak buah nangka yang terjatuh di tengah jalan. Sepeda motornya itu oleng ke kanan sampai keluar jalur. Kendaraan yang melaju liar itu kemudian menabrak sepeda motor DK 4979 VN yang dikendarai Ketut Yudi Pramarta (15) membonceng temannya, Gede Restiawan (13). Saat berkendara dari Singaraja menuju Desa Sinabun, kedua pelajar SMP itu tanpa SIM dan tidak memakai helm pengaman. Tabrakan cukup keras itu membuat Sutresna Yasa terjatuh dari atas sepeda

motornya. Akibat benturan keras itu, korban mengalami luka serius dan tidak sadarkan diri. Warga yang melihat kejadian itu mengantar pengendara untuk berobat di Rumah Sakit Kertha Usada Singaraja. Setelah sempat dirawat, pengendara Sutresna Yasa dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan Yudi Pramarta dan Gede Restiawan yang tidak memakai helm itu hanya mengalami luka ringan. ‘’Korban sempat menabrak buah nangka yang jatuh. Kendaraannya kemudian keluar jalur dan bertabrakan dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Sepertinya karena pengendara kurang hati-hati tidak memerhatikan suasana di jalanan,’’ katanya. (kmb38)


Kamis Wage, 24 Januari 2019

GIANYAR

9

Awal 2019, Terdata 50 Titik Bencana

Bali Post/kmb35

MEMBERSIHKAN - Petugas BPBD Gianyar membersihkan material longsoran yang menutup akses jalan di Desa Kerta, Kecamatan Payangan.

Ancam Membunuh, Dua Pemuda Asal NTT Ditahan Gianyar (Bali Post) Esi Yesua Lapuimakuni (20) dan Regu Yunus Maitang (18) ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Sukawati, Selasa (22/1). Kedua pemuda asal Alor, NTT ini telah melakukan pengancaman pembunuhan terhadap seorang pemuda asal Jombang, Hendro Siswanto (36), di sebuah rumah kos di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati. Kini, kedua tersangka ini ditahan di Mapolsek Sukawati. Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Jaya Winangun mengatakan, ketegangan antara kelompok pendatang yang kos di Desa Ketewel ini dilatarbelakangi mabuk minuman beralkohol. “Kedua tersangka ini mabuk, lantas mendatangi korban dan sempat mau menganiaya korban dengan kursi,” kata Jaya Winangun, Rabu (23/1) kemarin. Siswanto yang tidak terima dengan ancaman ini memilih melapor ke Mapolsek Sukawati. Atas laporan itu, polisi lantas nendatangi TKP, mencari keterangan saksi dan melaksanakan olah TKP. “Salama penyelidikan terkait peristiwa pengancaman tersebut, berdasarkan keterangan korban dan saksi-saksi, kami

mendapatkan bukti permulaan yang cukup,” kata Jaya Winangun. Kedua tersangka lantas ditangkap Unit Opsnal di tempat kosnya jalan Prof. Ida Bagus Mantra, Desa Ketewel, sekitar pukul 19.00 Wita, Selasa (22/1). Kedua tersangka kemudian diperiksa secara intensif. “Kedua pelaku sebelumnya sudah pernah berulah melakukan aksi yang sama. Mereka main ancam. Mungkin saja masih ada dendam lama,” terangnya. Jaya Winangun mengakui, kedua tersangka memang kerap berulah, dengan mengancam bila ada sejumlah penghuni kos yang baru. Namun, ancaman itu belum sampai pada aksi premanisme. “Tidak sampai premanisme. Cuma, setiap ada penghuni kos baru, dipaksa harus melapor sama dia. Padahal, tersangka ini bukan siapa-siapa di sana,” katanya. Jaya Winangun menegaskan, pihaknya akan memproses kedua pelaku. Mereka dijerat dengan pasal 335 ayat 1 KUHP karena melakukan pengancaman di rumah kos korban. “Sekarang, kedua pelaku sudah ditahan di Mapolsek Sukawati,” tegasnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Memasuki awal 2019 ini, sudah terjadi puluhan bencana alam di Kabupaten Gianyar. Bencana yang meliputi tanah longsor, pohon tumbang, dan banjir ini terjadi hampir di seluruh kecamatan di Gianyar. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gianyar bersiap 24 jam dalam menanggulangi bencana. Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Gianyar, hingga 22 Januari, sudah terjadi 50 titik bencana alam. Seperti tanah longsor terjadi di 5 titik, terdiri dari 3 titik di Kecamatan Payangan, 1 titik di Kecamatan Tampaksiring, dan 1 di Kecamatan Gianyar. Bencana banjir tercatat ada 10 titik, terdiri dari 1 titik pohon tumbang di Kecamatan Ubud, 4 titik di Kecamatan Sukawati dan 5 titik di Kecamatan Blahbatuh. Bencana yang paling banyak adalah pohon tumbang, yang totalnya terjadi 34 titik. Meliputi 1 titik di Kecamatan Tegallalang, 2 titik di Kecamatan Ubud, 2 titik di kecamatan Sukawati, 13 titik di

Kecamatan Gianyar, dan 16 titik di Kecamatan Blahbatuh. Dari semua bencana itu ditambah satu bencana lain-lain yakni korban tersetrum listrik. “Bencana ini paling banyak terjadi saat Gianyar diguyur hujan disertai angin kencang, beberapa waktu lalu,” kata Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya, Rabu (23/1) kemarin. Oka Digjaya mengatakan, kerawanan bencana di Gianyar masuk kategori sedang. Namun dengan jumlah ratusan bencana dalam setahun itu, masyarakat diminta lebih waspada. “Saya kira, kalau kita semua tanggap, menghadapi bencana itu tidak terlalu sulit. Tapi untuk skala besar, tentu tidak bisa diprediksi. Minimal ada antisipasi,” ujarnya. Antisipasi yang dimaksud yakni menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemangkasan pohon. Apalagi tahun 2019 ini, pihaknya kembali memperoleh anggaran pemangkasan pohon rawan tumbang Rp 80 juta lebih. “Penanganan pohon rawan tumbang ini lebih efektif mencegah

bencana,” katanya. Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi data kejadian bencana alam yang diterima BPBD Gianyar sepanjang 2018, tercatat 246 bencana. Dari jumlah itu, paling banyak laporan pohon tumbang yakni 113 kali kejadian, sementara bencana tanah longsor 70 kejadian, diikuti bencana banjir 48 titik, termasuk bencana lainlain tercatat 13 bencana seperti evakuasi korban, keracunan dan kecelakaan. Menurut Oka Digjaya, ratusan kali bencana ini terjadi hampir di seluruh kecamatan. Seperti untuk bencana tanah longsor paling banyak terjadi di kawasan utara, yakni Kecamatan Payangan tercatat 12 kali kejadian, Tegallalang 17 kali kejadian, dan Tampaksiring 15 kali kejadian tanah longsor. Sementara kejadian pohon tumbang paling tinggi terjadi di Kota Gianyar mencapai 23 kejadian. Sedangkan luapan banjir, dominan terjadi di Kecamatan Sukawati 17 titik dan Blahbatuh 15 titik. (kmb35)

Minim Data Diri, Korban Keracunan Tetap Dapat Bantuan

Gianyar (Bali Post) Keluarga I Wayan Budiasa, warga Karangasem yang tinggal di kawasan Perumahan Bumi Rahayu, Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati dipastikan keracunan ikan pindang. Melihat kondisi ini, Pemkab Gianyar turun ke lokasi tersebut, Rabu (23/1) kemarin. Keluarga I Wayan Budiasa yang terdiri dari tujuh orang ini diketahui sudah tinggal di lokasi tersebut selama setahun terakhir, setelah sebelumnya kos di kawasan Penatih, Denpasar. I Wayan Budiasa selama ini berjualan bunga pacah, namun karena belum musim sehingga beralih berjualan ikan pindang. Berdasarkan penelusuran, ternyata sakit yang dialami keluarga tersebut karena keracunan ikan pindang, bukan karena tidak makan. Hal ini sesuai pengakuan Budiasa. Sebelum kasus keracunan, Budiasa seperti biasa menjajakan dagangannya berupa ikan pindang di kawasan Batubulan, Kamis (17/1). “Saya sisakan beberapa ekor untuk dimakan keluarga keesokan harinya,” terang Budiasa. Hal inilah yang diduga sebagai penyebab keracunan, karena ikan pindang tersebut sudah tidak sehat lagi dan tidak disimpan dalam es sebagai pengawetnya. Budiasa mengatakan, dari tujuh anggota keluarganya, hanya tiga orang yang mengonsumsi ikan pindang yang sudah dimasak tersebut. Mereka yang mengonsumsi ikan ini mengalami gejala mual-

mual serta dadanya sesak. Hal ini terjadi beberapa saat setelah mengonsumsi ikan tersebut. Hal sama juga dirasakan ayahnya, Wayan Ririg, serta anak pertama Budiasa yakni I Gede Deni Putrajaya. Setelah mengonsumsi ikan tersebut, bocah berusia sembilan tahun ini mengalami gejala mual-mual. Beruntung, kondisi Budiasa beserta ayahnya cepat membaik. Namun, Deni Putrajaya kondisinya bertambah buruk. Baru setelah mendapat penanganan medis di RS Premagama, Batubulan, kondisi Deni dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang. Hal ini dibenarkan Kepala UPT Kesmas Sukawati II dr. Ida Bagus Ketut Sugamia. Terkait dengan pelayanan kesehatan, pihaknya sudah beberapa kali mendatangi rumah I Wayan Budiasa untuk melakukan pengecekan kesehatan keluarga tersebut. Meski identitas I Wayan Budiasa beserta keluarga tercatat di Denpasar, namun karena tinggal di wilayah pelayanan UPT Kesmas Sukawati II, pihaknya tetap memberikan pelayanan kesehatan dengan mendatangi langsung rumah Wayan Budiasa. Terlebih kondisi, keluarga

Bali Post/kmb35

DIDATA – Wayan Budiasa saat didata petugas kesehatan, Rabu (23/1) kemarin. tersebut yang tergolong warga kurang mampu. “November lalu, kami sudah sempat ke rumahnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada semua anggota keluarga. Meski bukan warga di sini, tapi jika sudah dilaporkan berada di wilayah pelayanan kami, kami tetap berikan pelayanan kesehatan,” ujarnya. Hasil penelusuran lainnya, I Wayan Budiasa ternyata tidak memiliki kelengkapan administrasi kependudukan seperti kartu keluarga dan e-KTP. Hal ini tentu menyulitkan dalam pengurusan administrasi, baik segi pelayanan kesehatan mau-

pun bantuan sosial lainnya. Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra langsung membawa bantuan sembako serta sejumlah bantuan dana untuk memfasilitasi terkait pemenuhan kelengkapan administrasi I Wayan Budiasa beserta keluarga. “Kami turut prihatin dengan keadaan keluarga tersebut. Kami akan memfasilitasi terkait dengan identitas yang harus dimiliki yang saat ini tercatat di Denpasar, tapi tinggal di Gianyar,” katanya. Istri Bupati Gianyar ini mengatakan, dilihat dari kon-

disi tempat tinggal keluarga tersebut memang sangat memprihatinkan. Tinggal bersama seluruh keluarga dalam satu rumah semipemanen berukuran 5 x 4 meter dan berlantaikan tanah, memang tergolong rumah tidak layak huni. “Data yang bersangkutan bukan asli Gianyar. Keberadaannya sangat darurat, kita kemanusiaan saja. Kita membantu apa yang menjadi kebutuhan keluarga tersebut. Apalagi, anggota keluarga yang tinggal di rumah ini cukup banyak. Dengan kondisi rumah seperti ini, memang tidak layak ditinggali,” katanya. (kmb35)

Desa Adat Lebih Bangkitkan Perjuangan Tolak Reklamasi

Bali Post/kmb35

REKA ADEGAN - Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Jaya Winangun saat memimpin reka adegan aksi pengancaman yang dilakukan oleh dua tersangka asal Alor, NTT, Rabu (23/1) kemarin.

SEJAK masyarakat mengetahui telah terbitnya izin lokasi baru reklamasi oleh Menteri Susi Pudjiastuti kepada PT TWBI pada 29 November 2018, perlawanan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa kembali bangkit. Setelah masyarakat dari desa adat maupun komunitas yang berada di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar melakukan aksi tolak reklamasi Teluk Benoa, kini menyusul aksi tolak reklamasi Teluk Be-

noa dari wilayah Gianyar. Desa Adat Lebih pada Rabu (23/1) kemarin, kembali mendirikan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa. Baliho berukuran 3 x 4 m tersebut didirikan di simpang empat Jl. By-pass I.B. Mantra - Pantai Lebih. I Wayan Agus Muliana, koordinator pemasangan baliho, menjelaskan baliho tolak reklamasi Desa Adat Lebih telah dirakit sehari sebelumnya. Perakitan baliho tersebut melibatkan para pemuda

anggota Sekaa Teruna Teruni (STT) Desa Adat Lebih. Hal ini merupakan protes dari terbitnya Izin Lokasi reklamasi Teluk Benoa yang baru diterbitkan Menteri Susi Pudjiastuti untuk PT TWBI. “Dengan diterbitkannya Izin Lokasi reklamsi Teluk Benoa oleh Menteri Susi Pudjiastuti pada tanggal 29 November 2018, maka kami pemuda Desa Adat Lebih bersepakat tetap berjuang menolak reklamasi Teluk Benoa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agus menekankan agar Presiden Joko Widodo segera membatalkan Perpres Nomor 51 Tahun 2014 dan mengembalikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi. Apabila hal tersebut tidak digubris oleh Presiden Jokowi, maka Desa Adat Lebih sudah siap untuk turun ke jalan. “Aksi kami ini untuk mendesak agar Perpres Nomor 51 Tahun 2014 dibatalkan, dan mengembalikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi.

Bila Presiden tidak memberi respons, kami siap untuk aksi turun ke jalan lagi,” tegas Agus Muliana. Sementara itu, Jro Bendesa Adat Lebih I Wayan Wisma menyampaikan dukungan penuh pada aksi para pemudanya itu. “Kami memberi restu dan mendukung penuh aksi-aksi para pemuda Desa Adat Lebih untuk terus berjuang menolak reklamasi Teluk Benoa sesuai hasil paruman desa kami,” ujarnya. (r)


10

JEMBRANA

Kamis Wage, 24 Januari 2019

Pembangunan Duplikasi Jembatan Tukadaya Direalisasikan Tahun Ini Negara (Bali Post) – Menunggu realisasi usulan Bupati Jembrana Putu Artha soal pembangunan dua shortcut di Kecamatan Pekutatan tentunya perlu waktu yang panjang untuk terwujud. Namun, sepertinya lalu lintas Denpasar-Gilimanuk akan sedikit terbantu kelancarannya dengan realisasi pembangunan jalur kedua (duplikasi) jembatan Tukadaya Kecamatan Melaya. Tahun 2019 ini, duplikasi jembatan sudah dianggarkan dari pemerintah pusat.

DIDUPLIKASI - Jembatan Tukadaya tahun ini akan dibuatkan lajur kedua (diduplikasi). Tujuannya selain untuk kelancaran arus lalu lintas juga untuk antisipasi jembatan ambrol saat banjir bandang menerjang seperti yang terjadi di jembatan Dangin Tukadaya tahun 2016 lalu.

SOSOK Mulai Diterapkan

Terbitnya peraturan gubernur (pergub) pembatasan sampah plastik mulai diterapkan di Jembrana. Beberapa toko modern dan swalayan mulai melakukan pembatasan kantong plastik, bahkan tidak memberikan sama sekali ke konsumen. “Untuk di toko-toko modern dan rumah makan modern sudah dilakukan. Ada yang mengganti kantong plastik dengan bahan lain seperti kardus,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana Made Gede Budhiarta. Diakui mantan Kabag Humas dan Protokol ini, penerapan pergub yang mendapatkan apresiasi pemerintah pusat ini memerlukan waktu sosialisasi yang mendalam. Terutama bila diterapkan di pasar-pasar tradisional maupun pedagang kecil. Hal ini akibat dari telah demikian membudayanya penggunaan kantong plastik. “Agar masyarakat tidak kaget, kita perkuat sosialisasi. Sekarang ini kalau di pasar masih tahap sosialisasi,” imbuh Budhiarta. Masyarakat yang berbelanja ke pasar tradisional diminta untuk membawa kantong belanjaan sendiri dari rumah. Lebih ditekankan lagi, kantong belanja itu tidak berbahan plastik. Sebenarnya kebiasaan membawa kantong belanjaan ke pasar tradisional di masa belum maraknya penggunaan kantong plastik sudah sangat lazim. Pada masanya, ibu-ibu yang pergi ke pasar dipastikan membawa tas belanjaannya sendiri. Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Plastik Sekali Pakai dimaksudkan untuk mengurangi sampah plastik, meminimalisir pencemaran dan kerusakan lingkungan. Jenis plastik sekali pakai yang dilarang di antaranya kantong plastik, polysterina (styrofoam) dan sedotan plastik. (olo)

Jembatan di jalur jalan nasional itu rencananya akan dibuat kembar, sehingga selain beban tonase jembatan lebih ringan juga memperlancar arus kendaraan. PPK-03 CekikBatas Kota Negara-Tabanan I Gede Agus Punarta, Selasa (22/1) mengungkapkan, duplikasi jembatan Tukadaya sudah memasuki tahap tender. “Yang paling dekat pelaksanaan duplikasi jembatan itu,” tandas Punarta. Pembangunan duplikasi jembatan Tukadaya juga didasarkan pada pengalaman kejadian jembatan Dangintukadaya yang ambrol tahun 2016 lalu. Mengingat hampir sebagian jembatan sudah berumur. Salah satunya adalah jembatan Tukadaya.

Dengan adanya duplikasi, ketika salah satunya ambrol, masih ada jembatan yang bisa dipergunakan. Kondisi jalur jembatan Tukadaya diakui sempit untuk ukuran kendaraan terlebih lagi kondisi jalannya menikung. Jembatan tersebut diusulkan untuk dibuat kembar (duplikasi) sehingga nantinya akan ada dua jembatan, masingmasing untuk perlintasan kendaraan dari Gilimanuk dan Denpasar. Beban kendaraan yang melintas juga menjadi lebih ringan karena jalur sudah terbagi. “Jalurnya juga sempit dan sering payal rusak karena ditabrak. Ini juga untuk mempercepat arus kendaraan,” terang Punarta.

Sebelumnya, Bupati Jembrana I Putu Artha saat bertemu dengan Panitia Khusus (Pansus) Ranperda RTRW Provinsi Bali mengusulkan dua shortcut di Kecamatan Pekutatan yang sering menjadi pemicu kemacetan. Dengan adanya shortcut itu diharapkan bisa memperlancar arus lalu lintas Denpasar-Gilimanuk. Menurut Bupati Artha, di jalan Denpasar-Gilimanuk penghubung Jembrana-Denpasar seringkali terjadi penumpukan arus, yang diakibatkan kendaraan bertonase besar yang kesulitan melewati tanjakan. Termasuk di dua lokasi yang diusulkan dibuat shortcut itu, Pangyangan dan Pekutatan. (kmb26)

Dituntut Enam Bulan Penjara

Komplotan Pelaku Gendam Minta Keringanan Hukuman

Negara (Bali Post) – Sidang dengan terdakwa tujuh orang komplotan penipuan bermodus gendam, dengan korban pemilik Rumah Makan Sari Asih Rambut Siwi, Rabu (23/1) kemarin masuk tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Tujuh terdakwa yang tiga di antaranya warga negara asing (WNA) asal Tiongkok itu dituntut pidana yang sama, yakni enam bulan penjara. Semua terdakwa meminta keringanan hukuman dengan berbagai alasan. Dari bukti-bukti dan saksi yang terungkap di Pengadilan Negeri (PN) Negara, JPU menyebut tujuh orang ini terbukti melanggar Pasal 378 KUHP, junto Pasal 55 ayat 1, junto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Meskipun sidang digelar terpisah menjadi dua sidang, semuanya dituntut enam bulan penjara. Pada sidang pertama dengan JPU Gedion Wardana Reswari, tiga terdakwa WNI yakni Maratus Solikah, Mulyani dan Dewi Ilmi Hidayati, dituntut pidana penjara enam bulan. Mendengar tuntutan tersebut, ketiganya meminta keringanan hukuman di hadapan majelis hakim yang diketuai Fakhrudin Said Ngaji. Terdakwa mengaku menyesali

perbuatannya dan tak akan mengulangi lagi. Sementara itu, di sidang kedua dengan empat terdakwa yakni Huang Ping Shui, Tjai Fen Kiat, Chen Cheng Chong, dan Chen Ali sedikit berbeda. Lantaran sebagian besar merupakan WN Tiongkok, JPU sengaja menghadirkan penerjemah. JPU membacakan tuntutannya dan diterjemahkan ke para terdakwa yang intinya mereka dituntut pidana penjara selama enam bulan. Mendengar tuntutan tersebut, satu per satu WNA juga meminta keringanan dengan berbagai alasan. Salah satu terdakwa mengaku masih memiliki dua anak yang masih kecil dan orangtua. Terdakwa selama ini merupakan tulang punggung keluarga. Begitu halnya dengan terdakwa lainnya, juga meminta keringanan. Meskipun begitu, JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana tetap bertahan pada tuntutannya tersebut. Majelis hakim selanjutnya meminta waktu untuk mempelajari untuk selanjutnya agenda pembacaan putusan pada Kamis (24/1) ini. Sebelumnya, pada sidang dengan agenda keterangan

saksi, dihadirkan juga saksi korban yakni Sulastri, pemilik Rumah Makan (RM) Sari Asih, Rambut Siwi, Yehembang Kangin, Mendoyo. Korban mengaku masih bisa memaafkan para terdakwa, meskipun dari uang Rp 600 juta dan perhiasan emas yang sempat diambil komplotan ini sudah digunakan atau hilang Rp 20

juta. Saat itu ketujuh terdakwa menghampiri korban sembari menangis dan memeluk korban meminta maaf. Modus para pelaku penipuan ini dengan menawari obat mujarab kepada korban yang berfungsi untuk menyembuhkan. Begitu korban tertarik dan tak sadarkan diri, dengan sendirinya mengikuti perintah

komplotan gendam itu. Bahkan sampai menarik seluruh tabungan dan perhiasan emas ditaruh dalam tas plastik hitam. Uang dan perhiasan itu sebagai syarat untuk ritual kesembuhan. Setelah menguras harta, korban diberikan kembali tas plastik yang ternyata isinya sudah diganti dengan gula dan mi. (kmb26)

SIDANG – Komplotan penipuan dengan modus gendam yang melibatkan WNA asal Tiongkok kembali disidangkan di PN Negara.


KARANGASEM

Kamis Wage, 24 Januari 2019

11

Tingkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan India

Karangasem Jalin Kerja Sama ’’Sister City’’ dengan Cuttack

KABUPATEN Karangasem terus melakukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Gumi Lahar. Dalam upaya mendongkrak jumlah kunjungan khusus wisatawan India, Karangasem menjalin kerja sama Sister City dengan Cuttack. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi Kadis Kebudayaan I Putu Arnawa dan Staf Ahli Pemerintahan I Wayan Sutapa serta Kabag Adpem I Made Suartana mengungkapkan hal itu, Rabu (23/1) kemarin, pada kesempatan menerima audiensi dari Pasraman Kalinga Sanggam dengan pembicara Indra Udayana, yang sekaligus Founder and Chairman Ashram Gandhi Puri. Indra Udayana mengatakan audiensi yang dilakukan ini lebih spesifiknya membahas tentang pembangunan Sister City antara Kabupaten Karangasem dengan Cuttack. Kota kembar -- sister city, twin cities, sister cities -- atau kota bersaudara itu merupakan konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik. Tujuannya agar ada ikatan dan jalinan hubungan budaya dan kontak sosial antarpenduduk. Desain Kota Kembar itu umumnya memiliki persamaan keadaan demografi dan masalah-masalah yang dihadapi. Konsep kota kembar itu bisa diumpamakan sebagai sahabat pena antara dua kota. Hubungan kota kembar sangat bermanfaat bagi program pertukaran pelajar termasuk kerja sama di bidang budaya dan perdagangan. Indra Udayana menambahkan, kalau kota-kota di Indonesia yang sudah menjalin hubungan kota kembar salah satunya Jakarta. DKI itu menjalin hubungan dengan Los Angeles, Beijing, Hanoi, Berlin, Paris (sebagai kota rekan), Pyongyang, Rotterdam, Seoul, Tokyo, Athena, Bangkok, Casablanca,

Jeddah, Istanbul, Islamabad, dan ada beberapa kota lagi di Indonesia. Untuk di Eropa, kota kembar dikenal sebagai twin towns atau friendship towns. Sedangkan di Jerman dikenal dengan istilah partner towns (partnerstädte). Istilah sister cities lebih dikenal di Asia, Australia, dan Amerika Utara. Di negaranegara CIS dikenal dengan sebutan ‘’kota bersaudara’’ (brother cities). ‘’Sister city di sini sangat bermanfaat bagi Kabupaten Karangasem, khususnya dalam meningkatkan jumlah wisatawan India yang akan datang ke Kabupaten Karangasem. Caranya promosi potensi daerah harus ditingkatkan. Dalam pembangunan sister city itu, pemerintah Kabupaten Karangasem membantu mempersiapkan lahan strategis, dan segala sesuatu yang bisa menjadikan Kabupaten Karangasem itu menarik untuk dikunjungi,’’ imbuhnya. Indra Udayana manambahkan, jika program ini berjalan lancar, maka Ia akan mengajak Bupati Karangasem ke negara India untuk menindaklanjuti kembali penandatanganan MoU. Dengan adanya MoU itu, otomatis memiliki sifat hukum pasti dan kuat. Direncanakan penandatanganan

MoU itu akan dilaksanakan tanggal 5 sampai 13 Maret bertempat di negara India. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, pihaknya sangat senang dan mengapresiasi program ini. Karena program sister city ini sangat bermanfaat bagi Kabupaten Karangasem. ‘’Dengan program sister city ini, Kabupaten Karangasem bisa meningkatkan wisatawan khususnya wisatawan India datang ke Kabupaten Karangasem, dan juga sebagai ajang promosi wisata dan potensi daerah di Kabupaten Karangasem,’’ ucapnya. Mas Sumatri menambahkan, pemerintah daerah akan menyiapkan segalanya secara maksimal. Dalam penandatanganan MoU terkait sister city itu rencananya akan dilaksanakan tanggal 5 Maret di negara India. Ia juga akan mempresentasikan potensi dan budaya yang dimiliki Kabupaten Karangasem agar bisa lebih dikenal di mata dunia. ‘’Kebetulan Dubes Indonesia untuk India masih berada di Bali. Saya akan membawakan materi-materi yang berkaitan dengan potensi dan budaya di Karangasem. Jadi, kami mohon Bapak Indra Udayana supaya bisa memfasilitasi semuanya,’’ pinta Mas Sumatri. (ad903)

AUDIENSI - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat menerima audiensi Pasraman Kalinga Sanggam dengan pembicara Indra Udayana yang merupakan Founder and Chairman Ashram Gandhi Puri, Rabu (23/1) kemarin.

TERTUTUP KABUT – Pasca-erupsi lagi, Gunung Agung tertutup kabut.

Bali Post/kmb41

Lagi, Gunung Agung Erupsi

Desa Datah Terpapar Hujan Abu dan Pasir Amlapura (Bali Post) Gunung Agung belakangan ini terus saja erupsi. Namun kali ini muntahan lahar itu terjadi pada Rabu (23/1) dini hari kemarin. Dampak erupsi itu membuat Desa Datah, Abang, Karangasem dilanda hujan abu dan pasir dengan intensitas cukup tebal. Petugas Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang Wahyu Ardi Setiawan mengatakan, erupsi Rabu (23/1) dini hari pukul 03.18 Wita. Hanya, pada erupsi ini kolom abu tidak teramati dengan jelas. Pasalnya, Gunung Agung tertutup kabut. ‘’Amplitudo letusan maksimal 23 mm dengan durasi 1 menit 56 detik. Dengan paparan abu vulkanik mengarah ke timur,’’ katanya. Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Berapi Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana menjelaskan, seringnya Gunung Agung mengalami erupsi belakangan ini, karena di dalam perut Gunung Agung itu terjadi overpressure atau kelebihan tekanan. Asal-usul tekanan itu bisa bersumber dari material magma yang naik secara masif, maupun

berupa gas-gas magmatik yang naik sedikit-sedikit, untuk kemudian terakumulasi di kedalaman tertentu. ‘’Bila lapisan penahan di dasar kawah itu tidak mampu menahan tekanan, maka erupsi itu bisa terjadi,’’ kata Devy Syahbana. Salah seorang warga di Desa Datah, Abang, Ni Luh Minis, mengungkapkan, akibat Gunung Agung erupsi, membuat desanya terpapar hujan abu dan pasir dengan intensitas tebal. Hampir semua lahan pertaniannya seperti jagung dan rumput

yang akan diberikan ternak kotor karena terpapar hujan abu dan pasir. ‘’Hujan abu mulai turun sekitar pukul 04.00 Wita,’’ ujarnya. Luh Minis menambahkan, akibat hujan abu dan pasir itu, air hujan yang bisa dibawa ke cubang terpaksa tidak bisa dibawa ke cubang. Alasannya, karena pada talang air itu ada abu bercampur pasir sangat tebal menempel di sana. ‘’Saya takut kalau terus dipapar abu nanti tanaman jagung mati. Termasuk rumput yang baru tumbuh tidak bisa

lagi sebagai pakan ternak,’’ ujarnya. Agar pakan itu aman diberikan ke ternak, rumput itu harus lebih dulu dicuci agar abu dan pasir itu tidak menempel di rumput. ‘’Saya terpaksa menurunkan talang air untuk membersihkan paparan abu dan pasir yang menumpuk tebal di sana. Termasuk lantai dan meja juga dipenuhi abu dan pasir,’’ katanya. Dia berharap hujan yang turun semakin sering, sehingga abu dan pasir yang menempel di atap rumah, rumput dan lahan pertanian bisa segera hilang. Jika tidak maka tanaman jagung bisa mati karena daunnya kering akibat paparan abu dan pasir itu. ‘’Jika hujan semakin sering turun kan abu yang menempel bisa hilang. Kalau tidak maka tanaman terancam mati,’’ jelasnya. (kmb41)

Gelombang Pasang di Pantai Amed

Seorang Patah Tulang, Puluhan Perahu Rusak Berat Gelombang pasang menerjang perairan Pantai Amed, Rabu (23/1) dini hari kemarin. Tingginya gelombang yang mengempas itu mengakibatkan puluhan jukung milik nelayan yang ditempatkan di bibir pantai itu rusak berat. Malah seorang warga mengalami patah tulang, selain punggungnya lebam akibat mereka berupaya menyelamatkan perahu dari terjangan gelombang besar itu. Lalu, bagaimanakah reaksi dari warga terhadap peristiwa alam yang datangnya tanpa diprediksi sebelumnya itu? BERDASARKAN pantauan kemarin, pagi-pagi para nelayan terlihat sibuk memindahkan sejumlah perahu dari bibir pantai yang masih selamat dari kerusakan, setelah diterjang gelombang besar. Perahu itu dipindahkan dengan harapan jika ada gelombang pasang susulan, perahu itu tidak rusak. Sedangkan perahu nelayan yang rusak berat akibat terjangan gelombang itu sudah diangkut menjauh dari bibir pantai. Puluhan nelayan juga terlihat mencari jaring

milik salah seorang nelayan yang tertimbun pasir. Para pemilik warung dan penginapan yang berada di bibir pantai juga terlihat membersihkan warung-warungnya dari sampah maupun pasir yang ikut naik dibawa air laut. Petugas BPBD bersama Perbekel Desa Purwakerti terlihat melakukan pendataan akibat kerusakan yang ditimbulkan. Warga setempat, I Wayan Sudarma, menjelaskan gelompang pasang itu baru diketahui sekitar pukul 23.00 Wita.

Tingginya gelombang pasang itu membuat puluhan perahu milik nelayan mengalami kerusakan. Bayangkan, air laut itu hingga memasuki tempat penginapan yang berada di bibir-bibir pantai. Kondisi itu sempat membuat para tamu yang menginap dan warga panik. “Airnya sampai masuk ke dalam penginapan. Tamu sempat terganggu. Pot-pot bunga rusak dan pecah akibat hantaman gelombang besar itu,” ujarnya. Gelombang pasang yang mendadak itu kata Sudarma, membuat para nelayan tidak bisa menyelamatkan perahu mereka yang sebelumnya ditaruh di bibir pantai. Kondisi itulah yang membuat banyak perahu milik nelayan rusak berat. Sebab, belum sempat memindahkan perahu-perahu mereka itu. “Gelombang besar itu mendadak muncul saat malam. Hal itu membuat nelayan tak bisa memindahkan perahu-perahu

mereka,” katanya. Gelombang pasang yang menerjang saat ini merupakan yang terbesar terjadi selama ini. Pasalnya, gelombang pasang itu mencapai 4-5 meter. “Sebelumnya, ada gelombang pasang, tetapi tidak sebesar ini. Gelombang pasang kali ini paling besar,” tambahnya. Warga lain, Ni Nyoman Masna, mengungkapkan akibat terjangan gelombang pasang ini membuat perahu miliknya rusak berat. Kondisi itu membuat perahu tidak bisa digunakan melaut. Jaring seret yang dipergunakan untuk menangkap ikan mengalami kerusakan akibat ditimbun pasir. Akibat kerusakan itu, dirinya mengalami kerugian sekitar Rp 40 juta. “Dulu, jaring itu saya beli Rp 100 juta. Biaya perbaikan untuk kerusakan ini bisa mencapai Rp 30 - 40 juta,” katanya. Saat gelombang pasang terjadi, warga yang berada di pesisir Pantai Amed sempat panik. Hampir semua warga

yang rumahnya di pesisir mengungsi ke balai banjar. “Hampir semua warga mengungsi ke balai banjar karena panik dan takut,” jelasnya. Balawista BPBD Tulamben, Ketut Suparta, mengatakan, gelombang pasang diketahui warga sekitar pukul 23.00 wita. Kondisi itu membuat para nelayan yang menaruh jukung di pesisir pantai kelabakan menyelamatkan jukung mereka dari terjangan gelombang. “Ada puluhan jukung milik nelayan rusak. Jukungjukung yang rusak itu sudah dievakuasi ke tempat tinggi dan aman, secara bergotong royong. Kita minta warga supaya tidak panik atas kejadian ini. Namun, warga harus tetap waspada guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Suparta. Perbekel Desa Purwakerti, I Nengah Karyawan, mengatakan gelombang pasang ini terjadi di Dusun Amed, Dusun Lebah, Pantai Melasti, dan Batu Dawe Kelod Tulamben.

Bali Post/kmb41

PINDAHKAN JUKUNG - Para nelayan di Pantai Amed saat memindahkan jukung yang rusak akibat diterjang gelombang pasang, Rabu (23/1) kemarin. Untuk menginvetarisasi kerusakan yang terjadi pihaknya bersama BPBD masih melakukan pendataan kerusakan akibat terjangan gelombang pasang itu. Saat gelombang pasang menerjang, pihaknya belum sempat melakukan pendataan, berapa jukung yang rusak. Sebab, kita fokus dan prioritas mengamankan warga. “Gelombang pasang ini juga

mengakibatkan satu warga mengalami patah tulang pada bagian kaki ketika hendak menyelamatkan jukung dari terjangan gelombang. Ada juga warga lebam pada bagian pinggangnya ketika hendak mengamankan jukungnya. Kita berjuang semoga kerusakan jukung nelayan itu bisa dapat bantuan pemerintah daerah nantinya,” harapnya. (nan)


KLUNGKUNG

12

Kamis Wage, 24 Januari 2019

Polres Ringkus Pengedar Narkoba Jaringan Lapas

DISEGEL - Bupati Suwirta saat mengecek dokumen izin dari Minimarket Indomart. Toko modern yang tidak berizin akan ditindak tegas dengan cara menyegel secara permanen.

Tak Berizin, Toko Modern Berjaringan di Sampalan Disegel

Semarapura (Bali Post) Setelah bertahun-tahun beroperasi tanpa izin, Pemkab Klungkung kini mulai bertindak tegas, dengan menyegel salah satu toko modern berjaringan, Selasa (22/1) malam. Ini sebagai langkah awal untuk membuat pengusaha dari luar maupun lokal taat mengurus izin dan tertib administrasi. Upaya serupa akan dilakukan bila kenyataannya sama, yakni tidak mengantongi izin. Proses penutupan dipimpin langsung Bupati Klungkung Nyoman Suwirta bersama jajaran Satpol PP. Tanpa kompromi lagi, Bupati Suwirta langsung mengeksekusi, menutup toko modern berjejaring yang tidak dapat menunjukkan surat izin SIUP, TDP dan IMB, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Indomart di Desa Sampalan, Kecamatan Dawan. Rupanya, Pemkab Klungkung baru tahu, minimarket ini beroperasi tanpa izin, setelah buka selama dua tahun. ‘’Sekarang langsung kami tutup. Lengkapi dulu izinnya, baru boleh buka lagi,’’ kata Bupati Suwirta. Saat didesak masalah izin, tiga karyawan setempat hanya mampu menunjukkan izin induk yang diperoleh dari pusat. Sementara menurut kebijakan Pemkab Klungkung, izinnya

harus dilengkapi dengan SIUP, TDP dan IMB. Padahal, sebelum menyegel, Pemkab Klungkung sudah memperingatkan agar segera mengurus izin. Tetapi, kenyataannya arahan itu tidak diindahkan. Selain mendatangi toko modern di Desa Sampalan, toko lainnya juga sempat didatangi Bupati Suwirta bersama sejumlah Satpol PP dan petugas dari Kantor Perizinan. Toko tersebut di antaranya Swalayan Inti yang berada di pusat kota Semarapura, Alfamart di Jalan Flamboyan, Alfamart dan Indomart di Banjarangkan serta Indomart di Desa Lepang. Dalam sidak yang dilakukan dari pukul 21.00 Wita hingga pukul 22.30 Wita tersebut, beberapa toko ini sudah mengikuti arahan pemerintah daerah. Bahkan, sudah menutupi iklan

rokok dan produk rokoknya, sebagai tindak lanjut dari kebijakan dalam Perda tentang KTR (Kawasan Tanpa Rokok). Sementara beberapa yang kedapatan belum menutup produk dan iklan rokok pun langsung diperintahkan untuk menutupnya. ‘’Penempatan produk kondom, juga tidak tepat di depan kasir. Harusnya agak tersembunyi, agar tidak dilihat anak-anak,’’ sorot Bupati Suwirta, seraya menyampaikan seluruh toko modern berjaringan yang berizin sudah menaati jam tutup beroperasi sesuai perda. Melanjutkan hasil sidak, salah satu minimarket serupa di dekat Pasar Galiran, juga ikut disegel, Rabu (23/1) kemarin. Sebab, setelah ditelusuri rupanya dokumen izinnya sudah kedaluwarsa sejak beberapa tahun silam. Pe-

nutupan paksa Minimarket Indomart ini, membuat manajemen Indomart sempat melobi Bupati Suwirta, Rabu kemarin. Tetapi, Bupati Suwirta kukuh dengan sikapnya, untuk meminta pihak manajemen mengurus dokumen izin yang legal di Klungkung. Setelah izinnya terbit, baru minimarket itu boleh buka lagi dan harus mengikuti aturan jam buka yang sudah diatur dalam perda. Pemantauan terhadap toko berjejaring akan terus dilakukan untuk memastikan kelengkapan dokumen izinnya. Sama dengan toko modern di Sampalan, jika sampai tidak dapat menunjukan izin maka akan ditutup secara permanen. Bupati Suwirta berharap kepada seluruh masyarakat yang melakukan kerja sama franchise dengan toko-toko besar, supaya mengikuti aturan dengan mengurus izin yang diperlukan. ‘’Kami tidak akan tebang pilih, termasuk pengusaha lokal juga supaya mengurus izin dan menaati aturan,’’ tegasnya. (kmb31)

Tinggi, Tingkat Kerawanan Pemilu Serentak Polisi Gelar Operasi Mantap Brata Agung

Semarapura (Bali Post) Pelaksanaan pemilihan presiden dan legislatif kian dekat. Jajaran kepolisian pun mulai merapatkan barisan untuk mempersiapkan pengamanan melalui Operasi Mantap Brata Agung. Tim Asistensi Polda Bali, datang langsung ke Polres Klungkung, Rabu (23/1) kemarin. Sebagaimana instruksi Kapolda Bali, tim ingin memantapkan persiapan operasi, termasuk mengantisipasi celah kelemahan dan menerima masukan dari Polres Klungkung. Tim Asistensi Polda Bali dipimpin langsung AKBP Ida Ayu Wikarniti diterima langsung Kabag Ops. Polres Klungkung Kompol I Nyoman Suarsika. Pertemuan yang dipusatkan di Ruang

Rupatama Polres Klungkung itu, dihadiri lengkap seluruh Kasatgas, Ka Posko, Ka Anev dan Ka Data. AKBP Ida Ayu Wikarniti menyampaikan bahwa pemilu tahun ini tetap memiliki tingkat kerawanan yang tinggi. Jika tidak diantisipasi dengan baik, tentu akan menimbulkan permasalahan lain. Tim Asistensi Polda Bali ingin mendorong pelaksanaan Operasi Mantap Brata Agung dapat berjalan sukses dan lancar selama pelaksanaan pilpres maupun pileg April nanti. Sejalan dengan tujuan itu, Tim Asistensi Polda Bali mengharapkan Polres Klungkung mampu memberikan masukan terkait permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan tahapan pilpres dan Pileg 2019, khususnya da-

lam proses pengamanan. ‘’Kami datang bukan untuk mencari kelemahan atau kesalahan di daerah. Tetapi, berusaha mengisi kelemahan itu, untuk mensukseskan tugas Polri dalam pemilu,’’ tegasnya. Menurutnya persiapan pengamanan pilpres dan pileg memang perlu dibahas sejak awal. Ini untuk mengurangi kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan Operasi Mantap Brata Agung ini. Kabag Ops Polres Klungkung Kompol I Nyoman Suarsika, sepakat proses pengamanan pileg dan pilpres ini dibahas lebih awal. Seluruh masukan dari Tim Asistensi Polda Bali, akan dilaksanakan semaksimal mungkin untuk menyempurnakan pelaksanaan Operasi Mantap Brata Agung nanti.

Belum dapat dipastikan, berapa personel yang dilibatkan, dimana titik rawan dan seperti apa proses pengamanannya di lapangan. Di tempat lain, Komisioner KPU Klungkung juga mendatangi Polres Klungkung, Rabu kemarin. Komisioner KPU dipimpin Ketua I Gusti Lanang Mega Saskara, diterima langsung Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana. Sebagai komisioner yang baru, mereka berharap bisa bekerja sama dengan baik bersama Polres Klungkung, agar melaksanakan pilpres dan pileg berjalan lancar. Kapolres menyatakan, pihaknya siap mendukung penuh agar Pemilu 2019 nantinya bisa berjalan aman dan kondusif. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Jajaran kepolisian Polres Klungkung berhasil mengungkap benang kusut kasus peredaran narkoba di Kecamatan Nusa Penida dengan menangkap pemuda berinisial RR. Penangkapan dilakukan saat pelaku turun dari kapal di Kepulauan Nusa Penida, sebelum mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu. Pelaku ternyata berperan sebagai perantara atau kurir narkoba berjaringan yang dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Karangasem. Polres Klungkung baru merilis proses penangkapannya, Rabu (23/1) kemarin. Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana menyampaikan, pelaku berinisial RR yang identik dengan pengedar Roby Rahman, pemuda 19 tahun asal Lingkungan Dangin Sema, Kelurahan Karangasem. Dia ditangkap 13 Januari lalu, tepat di sebuah gang SDN 1 Kutampi, Nusa Penida, sesaat setelah tersangka turun dari kapal dan langsung ditetapkan sebagai tersangka. Saat digeledah, dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 21,05 gram yang terbagi ke dalam 15 paket kecil. Satu paket kecil lainnya juga ditemukan di jok sepeda motor tersangka. ‘’Kami

sudah lakukan uji lab forensik, dan hasilnya positif sabu-sabu,’’ ujar Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana didampingi Kasat Narkoba AKP I Gusti Ngurah Yudistira di Lobi Mapolres Klungkung. Barang buktinya dikemas dalam plastik warna bening dimasukan ke dalam pipet plastik yang ditempel dengan plastik hitam. Seluruh perlengkapan tersangka, dari HP sampai sepeda motornya juga diamankan untuk kepentingan pengembangan penyelidikan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh polisi, tersangka mengaku sebagai pengedar narkoba yang dikendalikan oleh bosnya berinisial T. Setelah ditelusuri, rupanya pengendalinya diduga salah satu penghuni Rutan Kelas II B Karangasem, yang dikenal dengan nama Taplek. Narapidana ini, mengendalikan tersangka untuk mengambil barang di Kota Denpasar dan mengedarkannya di Kepulauan Nusa Penida. Hasil penjualannya, dikatakan dikirim ke rekening anak Taplek, yang diketahui bernama Yoko. Kemudian baru menarik tunai dananya melalui M-Banking. ‘’Kami masih mengembangkan kasusnya, agar para pelaku lainnya juga segera tertangkap,’’ tegasnya. Para pelaku lain harus segera

tertangkap dan diadili untuk memutus rantai peredaran narkoba yang justru dikendalikan narapidana dari rutan. Sebagai upaya pengembangan, pihak Polres Klungkung sudah melakukan pemeriksaan terhadap Taplek di Mapolres Karangasem. Tetapi, hasilnya sementara Taplek dikatakan masih berkelit. Demikian juga anaknya, Yoko. Polisi nampak kesulitan mengaitkan hubungan Taplek dengan pengakuan tersangka Roby Rahman. Tetapi, guna mendalami kasusnya, polisi akan menelusurinya melalui aliran dana hasil peredaran barang terlarang itu, baik dari rekening tersangka maupun rekening Taplek. Sejauh ini, kedua orang baik Taplek maupun Yoko belum ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan analisa fakta dan analisa yuridis yang didukung dengan barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka, diduga tersangka melakukan tindak pidana narkotika sebagai perantara atau kurir. Sehingga, sebagaimana diatur dalam Pasal 114, Pasal 112, Pasal 111 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, tersangka terancam hukuman 5 sampai 20 tahun penjara serta denda maksimal Rp 1 miliar. (kmb31) JARINGAN NARKOBA - Kapolres bersama jajaran saat merilis penangkapan kurir narkoba jaringan lapas di Mapolres Klungkung.

Minimarket dan Toko Dibobol Maling Semarapura (Bali Post) Maling semakin banyak beraksi di Klungkung. Kali ini satu minimarket dan dua toko menjadi sasaran. Polisi belum memiliki petunjuk apapun terkait pencurian tersebut. Minimarket yang menjadi korban aksi maling berlokasi di Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan. Sementara toko yang disatroni maling berlokasi di Jalan Kecubung, tepatnya di sebelah barat Toko Nyame Bali. Satu lagi Toko Bintang Bali Variasi Mobil di Jalan Puputan. Kejadian di minimarket, Rabu (23/1) kemarin. Minimarket berjaringan ini dibobol dengan membuka paksa pintu depan dan membawa kabur sejumlah uang serta barang yang didominasi rokok berbagai merek. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh salah satu karyawannya, Kadek Yogiana Samudra. Setelah sampai di minimarket di Banjar Pagutan itu, pemuda asal Desa Aan ini kaget melihat pintu depan toko ternyata sudah dalam keadaan terbuka. Padahal, dia sebagai pemegang kunci. Setelah masuk ke dalam, dia mengaku semakin kaget, karena banyak barang-barang di dalam minimarket dibawa kabur. Maling nampaknya menyasar rokok, karena ratusan bungkus rokok berbagai jenis

merek di minimarket ini sudah tidak ada di raknya. “Laci kasir tempat uang juga sudah berada di atas meja kasir,” terang Yogiana saat melaporkan kasusnya ke Mapolsek Banjarangkan. Total, pihak Minimarket Alfamart mengalami kerugian sebanyak Rp 15,8 juta. Kapolsek Banjarangkan AKP Luh Wirati mengaku sudah menerima laporan korban dan sudah melakukan penyelidikan. Namun, hasil penyelidikan belum memberikan banyak petunjuk untuk mengendus pelakunya. Selain minimnya barang bukti, saksi-saksi yang dimintai keterangan juga minim petunjuk. Diduga aksi maling membobol minimarket ini dilakukan saat dinihari. “Di lapangan, kami hanya menemukan petunjuk gembok yang rusak. Kami masih berupaya melakukan pengembangan,” katanya. Tidak hanya minimarket Alfamart, maling juga menyasar sebuah toko di Jalan Kecubung, tepatnya di sebelah barat Toko Nyame Bali. Awalnya, Mangku Nyoman Kerta, pemilik toko yang disewakan kepada Nengah Wijaya, ketika datang ke toko tersebut sudah melihat tokonya dalam keadaan terbuka. Gemboknya seperti dibuka paksa. Ternyata maling memaksa masuk ke dalam toko dengan cara mencongkelnya. Setelah dicek ke dalam toko,

ternyata memang benar maling telah membawa kabur sejumlah uang dan barang, seperti celana bayi, gendongan dan berbagai barang lainnya. Sehingga, korban menderita kerugian jutaan rupiah. Kasusnya lantas dilaporkan ke pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan mengatakan, sudah menerima laporan tersebut dan sedang melakukan upaya penyelidikan. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” kata Mirza, seraya menegaskan belum ada petunjuk yang mengarah kepada siapa pelakunya. Sementara itu, pencurian juga terjadi di Toko Bintang Bali Variasi Mobil milik Wayan Sulatra di Jalan Puputan. Modus operandinya sama yakni mencongkel gembok. Akibatnya korban kehilangan sejumlah barang seperti 1 unit televisi mobil, dua unit power dan uang tunai Rp 3 juta. Total kerugian korban sekitar Rp 7,15 juta. Dengan rangkaian kejadian ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Bagi yang memiliki minimarket atau toko-toko besar, pastikan dilengkapi dengan kamera CCTV. Sehingga ketika ada kejadian pencurian, polisi lebih mudah mengetahui jejak pelakunya. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Wage, 24 Januari 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Guru SD/PGSD bisa Kerja Team.082145707300,085237089296

B.BP.001.01.19.0000827

Dcr 3PRT, 3Tk Kbn, 2Spr, 2 Satpam Hub.Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II / 21X Krbkn Ph.4731979 B.BP.154.01.19.0000854

*Dcr Receptionist,Therapist,OB REBOR N spa, Jl.Sunset A1 P:766744

Dcr Acc+Pjk S1 Acc, Writer D3, Web-Designhrd@melali-mice.com

Apoteker Lam.Apotek doc_ignga Tk.Batanghari 84B.085103110041

Dcr Acct+Sopir u/Travel Min1Th D3,S1 English+Comp T.287555 Emil:ptworldsurfaris@gmail.com

B.BP.001.01.19.0000897

B.BP.001.01.19.0000885

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA 081375409869 & 087754689692 B.BP.004.01.19.0000798

Canggu. Dibth. Therapis Spa, pnglmn/kursus.Hub.08113804020 B.BP.004.01.19.0000891

Cr:Pembantu Masak u RM di Legian,adaGaji+Tip081236109808 B.BP.004.01.19.0000864

Di cari Pembantu Rumah Tangga Hub:085100883990

B.BP.004.01.19.0000750

B.BP.001.01.19.0000518

Dcr Admin Wanita, Jl.Pendidikan No.64 Sidakarya Denpasar B.BP.001.01.19.0000820

Dcr Dokter Umum Pria/Wanita, Lulusan S1 mampu bhs.Inggris, memiliki STR usia maks 35thn, memiliki sertifikat ATLS/ACLS KirimCVke:info@pbmcgroup.com B.BP.001.01.19.0000886

Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com

B.BP.004.01.19.0000749

Dibutuhkan Staf Admin,Laki/ PerempuanPendS1,Berpengalaman, Menguasai Komputer(Ms.Word/ Exel/Offc).Gaji 3,8-6Jt,Penempatan Jimbaran 0361-4465228

B.BP.001.01.19.0000702

Dicari Segera Kasir U/Thai Spice Restaurant Jl.Bumbak 41 Kerobokan Hub:08113887303 B.BP.001.01.19.0000881

Juru masak/ Koki/ Cooker (Tabanan), lulusan Tataboga, Hub:Dewi, HP:0812-3622-2509 B.BP.031.01.19.0000889

Sekuriti (Pabrik Tabanan), Sertifikat,Pengalaman. Hub: Dewi, HP:0812-3622-2509 B.BP.031.01.19.0000888

Yamaha Bisma Dicr:1.Mekanik 2.Supir SIM B1,3.Kasir Hub.T.Umar 142 DPS B.BP.001.01.19.0000779

G.01

B.BP.004.01.19.0000892

SERVICE

Dcr Supir, Min SMA, Pglm 2Thn Dcr PRT,Tidur dlm,085829145389

BIRO JASA

Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.02

Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp.0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.03

Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.04

Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept. Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.05

Satpam Waker. Lamaran datang langsung ke Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818 G.07

DIJUAL MOBIL

DIJUAL ALUMINIUM BENGKEL LAS Free

n

Desig

Money Back Guarantee

SERVICE

BIRO JASA

�

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp.0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.06

DIJUAL MOBIL SUZUKI

APV type X th 2006 manual gold harga 72jt Hub.081338123121 B.BP.001.01.19.0000880

BUC APV GX Putih 2013 Jln.Gn.Talang 28,Buana Indah Hp.081236506577 B.BP.001.01.19.0000879

SplasMnualTh2013Hitamistimewa pribadi,trwt HP081238169620 B.BP.001.01.19.0000899 TOYOTA

Avanza G AT Th’10 Silver Tgn 1 Terawat Audio TV, 087862270180 B.BP.001.01.19.0000878

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

TOYOTA

Yaris’2012 Silver 120Jt BU Tk.Badung V/8 Renon 081936055547 B.BP.004.01.19.0000910

Kjg LGX18Efi Th2004Silver As Bali kon istmewa HP:081238169620 B.BP.001.01.19.0000898

Toyota Avanza 2015 warna Hitam 147,5Jt Hub.08123924827 B.BP.001.01.19.0000887

DIJUAL RUMAH !!!081558041018 djl murah rmh Mnmlis s.huni diTohpati Siulan B.BP.004.01.19.0000895

DIJUAL TANAH Djl Tanah 2 are Jl Induk+5are di Buduk Hub:082147454248 B.BP.001.01.19.0000894

DIJUAL RUKO BUC pasti mrh lgs DO Sewa/Jual Ruko 2Lt SHM 104/170M2 tepi Jl.Cokroaminoto Hub.087856227779 B.BP.033.01.19.0000890

DISEWAKAN TANAH

Dkont.Tanah10A+Gdg Jl.Keboiwa 80Jt/Th Nego Hub:081338708444 B.BP.001.01.19.0000884

KOST Dijual Kost 465m2 Singaraja DP 10% Bunga Krd 1% Hub.081338183031/081805374433 B.BP.004.01.19.0000830

Terima Kost Jl.Letda Reta 45 Hub.(0361)227696/085737087188 B.BP.001.01.19.0000876

KEHILANGAN Hlg BPKB No K 02731577-O an. I Gst Kmg Suderesta Karangasem B.BP.012.01.19.0000893

HlgBPKBNo.M01563758-ODK8516 QY An.Syaiful Rini,Denpasar Hub:081945516647 B.BP.001.01.19.0000877

BIRO JASA Perawatan Ibu Hamil & Pasca Melahirkan Hub.081338547778 B.BP.001.01.19.0000788


BANGLI

14

Kamis Wage, 24 Januari 2019

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Pengotan Secara Partisipatif

Yayasan MBM Gelar ”Workshop” Desa

YAYASAN Maha Bhoga Marga (MBM) menggelar acara Workshop Desa di aula Kantor Desa Pengotan, Bangli, Rabu (23/1) kemarin. Workshop yang mengangkat tema ‘’Integrasi Desa, Kabupaten dan MBM untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat secara Partisipatif’’ dilaksanakan dalam rangka menghargai kerja sama yang telah terjalin, sekaligus merumuskan bersama langkah ke depan dalam meningkatkan pembangunan kesejahteraan masyarakat Desa Pengotan. Acara ini dihadiri Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangli Dewa Bagus Riana Putra, Kepala Dinas Bappedalitbang Kabupaten Bangli Nyoman Widiana, Perbekel Desa Pengotan Wayan Suardana, dan Tenaga Ahli (P3MD) Kabupaten Bangli.

Kegiatan workshop diikuti puluhan pengurus anggota kelompok dampingan dan tokoh masyarakat di Desa Pengotan. Workshop diisi dengan launching website dan diskusi panel antara Pemerintah Desa Pengotan dengan instansi terkait di Kabupaten Bangli serta sosialisasi soal HIV dan AIDS. Direktur Yayasan MBM Pendeta Ketut Sudiana menjelaskan, sudah lima tahun terakhir Desa Pengotan menjadi salah satu desa dampingan Yayasan MBM. Bentuk pendampingannya berupa program pemberdayaan di bidang peningkatan ekonomi warga, bidang kesehatan serta advokasi masyarakat dan pemerintah desa. Dalam bidang ekonomi warga, Yayasan MBM yang merupakan sebuah yayasan bernaung di bawah Gereja

Kristen Protestan di Bali sudah mulai mendampingi kelompok ternak sejak tahun 2013, dengan total 16 kelompok yang tersebar di beberapa banjar. Selain ternak, Yayasan MBM juga mendampingi kelompok simpan-pinjam dan pelatihan penguatan kapasitas kelompok. Total sudah ada enam kelompok simpan pinjam terbentuk di Desa Pengotan sejak 2016. Di bidang kesehatan Yayasan MBM memberikan pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan (Papsmear) yang bekerja sama dengan Puskesmas Pengotan. MBM juga memberikan subsidi pembangunan WC untuk anggota kelompok yang tidak mampu, dan penyuluhan kepada anggota kelompok dan masyarakat sekitar. Di bidang advokasi

masyarakat dan pemerintah desa, Yayasan MBM sudah memberikan pendampingan sejak tahun 2012 berupa pendampingan penyusunan RKPDesa dan RPJMDesa, memberikan peningkatan kapasitas kepada pemerintah desa dan anggota masyarakat dalam proses pembangunan desa dan mendorong munculnya website Desa Pengotan bersama dengan Dinas PMD Kabupaten Bangli. Menurut Pendeta Ketut Sudiana, sejak diberikan pendampingan, sudah ada peningkatan kesejahteraan, ilmu dan mental masyarakat. Pendeta Ketut Sudiana menyebutkan, ada beberapa tujuan dari kegiatan workshop ini, di antaranya mempublikasikan Desa Pengotan melalui optimalisasi website desa, penguatan kapasitas masyarakat desa untuk

dapat mengakses website desa, sekaligus mengapresiasi kepada Pemerintah Desa Pengotan atas kinerja dalam program pembangunan desa yang peduli kepada masyarakat miskin dan penanggulangan kemiskinan serta kelompok yang berprestasi. Melalui kegiatan ini diharapkan potensi Desa Pengotan dapat dikenal secara luas, perempuan dan warga miskin mendapat akses ke layanan publik dasar serta menguatkan jejaring kerja pemerintah desa dan lembaga-lembaga terkait. Sementara itu, Perbekel Desa Pengotan Wayan Surdana menyampaikan terima kasih kepada Yayasan MBM yang selama ini telah ikut berkontribusi membangun Desa Pengotan melalui program pendampingan yang diberikan kepada masyarakat.

WORKSHOP - Acara Workshop Desa yang digelar Yayasan MBM di Desa Pengotan, Rabu (23/1) kemarin. Melalui program pendampingan, diharapkan dapat menekan angka kemiskinan di Desa Pengotan sekaligus mengubah serta menumbuhkan pola pikir masyarakat menjadi semakin mandiri. Kepala Dinas PMD Kabupaten Bangli Dewa Bagus Riana Putra meminta ma-

syarakat Pengotan untuk terus menggali potensi desa yang ada guna meningkatkan pendapatan asli desa. Di samping itu, pemerintah Desa Pengotan juga diminta aktif memanfaatkan website desa dalam memberikan informasi kepada masyarakat. (ad910)


15

Kamis Wage, 24 Januari 2019

Soal Reklamasi, Pelindo Tantang Walhi Lakukan Penelitian Dampak Lingkungan Denpasar (Bali Post) Pascagagal dilakukan mediasi, sidang ajudikasi nonlitigasi sengketa informasi dengan pemohon Walhi Bali dan termohon Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Benoa, Rabu (23/1) kemarin sedianya memasuki pemeriksaan materi. Namun setelah sidang dibuka Majelis Komisioner KIP Bali Agus Astapa didampingi anggota Gusti Ngurah Wirajasa dan Ketut Suharya, pemeriksaan materi urung dilakukan. Pasalnya, saat ketua majelis membacakan hasil mediasi yang akhirnya gagal dilakukan, ada beberapa poin yang tidak ada kesepahaman antara Pelindo dan Walhi Bali. Ada tiga hal yang menjadi kegagalan dalam mediasi itu. Pertama tujuan pemohon meminta informasi. Kedua, pemohon diminta mengisi formulir dan ketiga melampirkan identitas yang jelas. Atas dasar itulah pihak Pelindo menantang Walhi Bali melakukan penelitian dampak lingkungan atas reklamasi yang dilakukan Pelindo dengan melibatkan tim independen. Hal itu saat majelis komisioner KIP menanyakan tujuan Walhi Bali meminta informasi (enam item) ke Pelindo III Cabang Benoa dan mengapa tidak mau mengisi formulir? Hadir dari pihak Walhi Bali I Wayan Adi Sumiarta dan I Made Juli Untung

Pratama. Mereka menjawab dengan lugas, bahwa dalam surat yang dikirimkan ke Pelindo III Cabang Benoa jelas tujuan Walhi Bali adalah untuk mengetahui dampak lingkungan dari reklamasi pengembangan Pelabuhan Benoa. ‘’Menurut kami, kegiatan tersebut akan membawa dampak buruk bagi lingkungan hidup,’’ jelas pihak pemohon. Ditambahkan, bahwa sengketa informasi ini sudah berjalan di persidangan. Walhi sudah mengirim surat ke Pelindo III. ‘’Jika kami kembali mengisi formulir, itu artinya kembali mengulang,’’ tegasnya. Atas jawaban itu, Pelindo yang kemarin diwakili Suryo

Khasabu dan Astrid Fitria Kasih justru menegaskan bahwa pihaknya berpendapat tidak ada tujuan dari Walhi Bali meminta informasi enam item tersebut. ‘’Misalnya Walhi menyebut untuk melihat legalitas dokumen, itu bisa dipertimbangkan. Tapi kalau Walhi hanya menyebut untuk mengetahui dampak lingkungan, saya tawarkan saja ke pemohon, ayo kita melakukan penelitian saja. Bagaimana dampak lingkungan di lokasi proyek kami,’’ kata Suryo Khasabu. Menurut pihak Pelindo, kalau hanya ingin mengetahui dampak lingkungan, lebih baik lakukan penelitian di lokasi proyek. ‘’Namun, kalau informasi hanya akan dipakai

sendiri dan ada jaminan tidak akan disebar akan kami pertimbangkan,’’ tegasnya. Dia menambahkan, jika hanya khawatir dampak lingkungan, penelitian adalah solusi tanpa harus menunjukkan dokumen yang diminta pemohon. ‘’Karena untuk melihat dampak lingkungan, kita lihat secara real. Di lokasi seperti apa dampaknya, lakukan penelitian dengan tim independen, yang hasilnya bisa dipertangungjawabkan secara objektif. Sekali lagi kami belum melihat tujuan permintaan dokumen,’’ jelas Suryo Khasabu. Atas jawaban itu, Ketua Majelis Komisioner Agus Astapa menanyakan mengapa tidak menanggapi permohonan Walhi Bali secara tertulis? ‘’Kami akui, kami memang terlambat menerima informasi surat dari Walhi. Karena memang kemarin suratnya ada di Pelindo III Benoa. Setelah mengetahui ada surat, kami sejatinya akan menanggapi. Namun pihak Walhi sudah melaku-

kan pendaftaran sengketa informasi, dan lebih baik diselesaikan saja di sengketa informasi,’’ jawab pihak Pelindo. Mendengar jawaban itu, dan ada sinyal bahwa Pelindo akan memberikan jawaban lewat surat, majelis kemudian memberikan kesempatan kepada Pelindo untuk memberikan jawaban atau tanggapan secara tertulis atas permintaan Walhi Bali. Namun termohon tetap pada pendiriannya, yakni bahwa harus ada tujuan dalam meminta informasi dokumen itu. Semisal izin reklamasi sejauh mana untuk mengetahui koordinat tertentu. ‘’Jadi agar tidak tumpang tindih. Sehingga tujuan itu penting dicantumkan untuk menguji konsekuensi. Karena apa yang kami lakukan sebagai Badan Usaha Milik Negara harus ada legal standingnya. Karenanya, kami butuh syarat-syarat seperi tujuan permohonan, mengisi formulir dan ada pencantuman identitas yang jelas. Ini sudah

Bangli (Bali Post) Rencana mutasi dan pengisian jabatan lowong di lingkungan Pemkab Bangli tak kunjung terealisasi. Belakangan beredar isu, mutasi akan digelar setelah hajatan pemilu, April mendatang. Anggota DPRD Bangli Nengah Darsana mencurigai rencana mutasi usai pemilu sarat muatan politis. Untuk menepis kesan itu dia mendesak mutasi dipercepat. Darsana mengatakan, pelaksanaan mutasi sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati. Meski demikian, pihaknya selaku dewan sangat berharap rencana mutasi yang sudah diwacanakan Bupati sejak lebih dari dua

tahun terakhir dapat segera direalisasikan. Pasalnya molornya pelaksanaan mutasi mengakibatkan terganggunya kinerja di hampir semua OPD. Dia mencontohkan di Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sebanyak sepuluh jabatan di dinas tersebut kini lowong lantaran ditinggal pensiun. ‘’Kasihan jalannya roda pemerintahan di dinas itu jadi terhambat, karena tidak adanya mutasi,’’ kata Darsana, Rabu (23/1) kemarin. Selain mengganggu kinerja di OPD, molornya mutasi juga berdampak pada terhambatnya karier pegawai di Bangli. Politisi Golkar ini

mengaku prihatin dengan banyaknya pegawai yang kariernya menjadi mentok lantaran tak kunjung dilakukannya penyegaran jabatan. ‘’Kasian ASN yang jelang pensiun, kariernya jadi mentok di situ-situ saja,’’ ujarnya. Untuk itu pihaknya mendesak Bupati agar segera menggelar mutasi sekaligus pengisian jabatan lowong. Dia bahkan meminta mutasi dilaksanakan sebelum hajatan pemilu. Darsana mengaku khawatir, jika mutasi dan pengisian jabatan lowong dilaksanakan setelah pemilu, akan dijadikan pihak tertentu sebagai alat dagangan politik. Bagi siapa yang bisa mengamankan dan me-

menangkan suara sesuai target, imbalannya naik jabatan. ppSaya dengar-dengar mutasi akan dilaksanakan setelah pemilu, termasuk juga (kabar) adanya pendekatan terhadap pejabat-pejabat ASN untuk dipolitisasi,pp ujarnya. Untuk mengetahui kebenaran isu tersebut, Darsana berupaya menelusurinya. Berkaitan dengan pelaksanaan pemilu, Darsana juga meminta seluruh ASN termasuk aparat keamanan dan penegak hukum di Kabupaten Bangli tidak ikut terbawa arus politik. Seluruh ASN diminta untuk tetap bersikap profesional dengan mengikuti aturan yang berlaku. (kmb40)

WARUNG GLOBAL

Pelayanan Kesehatan Peserta JKN Harus Bermutu PMK No.51 Tahun 2018 mengatur bahwa peserta JKN tak boleh naik kelas lebih dari satu tingkat. Jika naik lebih dari satu tingkat maka pasien tersebut berstatus pasien umum. Peraturan ini mendapat apresiasi dari Kawan Global karena dinilai memudahkan pengurusan administrasi JKN. Program ini diharapkan dapat terlaksana dengan baik tanpa merugikan masyarakat. Demikian antara lain terungkap dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Rabu (23/1) kemarin. Berikut rangkumannya. Bu Ayu di Petang setuju dengan kebijakan bahwa peserta JKN tak boleh naik kelas lebih dari satu tingkat untuk memudahkan pengurusan dalam administrasi. Yang penting program ini dapat terlaksana dengan baik tanpa merugikan masyarakat. Pemerintah

harus selalu berbenah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jangan sampai mengorbankan mutu pelayanan dan membahayakan keselamatan pasien. Suardana di Tabanan menyerahkan kebijakan ini ke rumah sakit, bagaimana baiknya.

Pelayanan kesehatan kepada peserta JKN harus memperhatikan mutu serta berorientasi pada aspek keamanan pasien. Beratayasa di Sangeh mengatakan, kebijakan pemerintah tentang sistem JKN perlu diketahui dan dipahami oleh seluruh masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan penyebarluasan informasi melalui sosialisasi agar masyarakat mengetahui prosedur dan aturan yang berlaku, sehingga masyarakat bisa mempergunakan fasilitas JKN dan masyarakat yang sakit tak tambah sakit. Buda di Tabanan mengatakan, kebijakan dan permasalahan yang ada di BPJS Kesehatan sebaiknya dicarikan

solusi dengan berdialog, sehingga kendala yang dihadapi bisa terselesaikan dengan baik dan tidak sampai merugikan masyarakat dalam mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas. Listya di Tabanan meminta di setiap daerah dapat diperbaiki pelayanan BPJS pada fasilitas kesehatan, baik tingkat pertama maupun rumah sakit. Banyak masyarakat yang mengeluhkan pelayanan BPJS yang belum maksimal. Keberadaan BPJS Kesehatan diharapkan memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat. Apabila tugasnya sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka akan mengecewakan masyarakat. (dika)

pendapat, pimpinan sidang kemudian meminta Pelindo memberikan tanggapan secara tertulis permohonan Walhi dimaksud. Tanggapan itu nantinya juga akan ditanggapi pihak Walhi Bali. Saat ditanya soal tantangan melakukan penelitian dampak lingkungan dari reklamasi rencana perluasan Pelabuhann Benoa, pihak Walhi juga kekeh bahwa pihaknya harus mengetahui dulu dokumen yang dikantongi pihak penggarap proyek, dalam hal ini Pelindo III. Ada enam hal yang dimintakan Walhi Bali ke Pelindo. Enam poin dimaksud adalah Walhi Bali meminta data izin lokasi kegiatan reklamasi pengembangan Pelindo III Cabang Benoa, izin pelaksanaan, kerangka acuan amdal, Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), Ringkasan Eksekutif Kegiatan Reklamasi dan Izin Lingkungan Pelaksanaan Kegiatan Reklamasi Pengembangan Pelindo III Cabang Benoa. (kmb37)

Tidak Malu

Beredar Isu Mutasi Pejabat Setelah Pemilu

Anggota Dewan Bangli Curigai Bermuatan Politis

disampaikan dalam proses mediasi,’’ sambung pihak Pelindo lewat Astrid Fitria. Khasabu menambahkan, enam informasi yang dimintakan Walhi Bali, bukan merupakan bagian informasi yang wajib diumumkan, atau bisa diakses setiap saat. Namun harus ada permintaan khusus, sehingga pada pelaksanaannya perlu mempertimbangkan. ‘’Itu permintaan khusus? Apakah ada dokumen atau legal formalnya pertimbangan hukum khusus itu,’’ tanya majelis Agus Astapa. ‘’Kami nyatakan, informasi yang dimintakan Walhi bukan bagian atau tidak wajib disediakan. Namun jika ada permintaan, wajib kita pertimbangkan. Pihak Pelindo sudah mengajukan uji konsekuensi atas enam permintaan yang disampaikan Walhi,’’ jawab Pelindo. Pihak Pelindo mengaku sudah melakukan uji konsekuensi terhadap enam poin permintaan Walhi Bali. Atas kondisi sidang yang sama-sama mempunyai

Dalam ulasan Foreign Policy mengenai Susi Pudjiastuti, disebutkan bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan RI berkomitmen untuk memberdayakan kembali stok ikan di negaranya. Menteri Susi dinilai tidak malu menggunakan taktik menakut-nakuti, seperti meledakkan kapal pencuri ikan yang tertangkap di

kawasan perairan Indonesia. Pendekatan yang tegas itu juga membuat penurunan dalam tingkat penangkapan ikan secara ilegal, termasuk meningkatnya sejumlah ketegangan diplomatik dengan sejumlah negara. Di dalam daftar Pemikir Global bidang pertahanan dan keamanan itu, selain nama Susi Pudjiastuti, juga terdapat namanama seperti Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed dan

Perdana Menteri Bangladesh Shaikh Hasina. Nama-nama besar lainnya yang termasuk ke dalam daftar 100 Pemikir Global antara lain Kanselir Jerman Angela Merkel, mantan Presiden AS Barack Obama, pendiri Alibaba Jack Ma, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Pemimpin Korut Kim Jong-Un, dan Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman. (ant)

Masyarakat Nelayan Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor (94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam tiga hari ke depan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin

kencang yang dapat mencapai di atas 25 knot terjadi di wilayah Indonesia seperti Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. Tidak hanya hujan lebat, masyarakat nelayan dan pesisir juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter. Oleh karena itu, BMKG mengimbau ke-

pada masyarakat agar tetap waspada dan siaga dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019. ‘’Masyarakat kami imbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi dan angin kencang yang akan terjadi pada akhir Januari 2019,’’ tandas Deputi Bidang Meteorologi Drs. R. Mulyono R. Prabowo, M.Sc. dalam siaran persnya, Rabu (23/1) kemarin. (win)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

Kamis Wage, 24 Januari 2019

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Boateng, Pembelian Terakhir Barca

Piala Asia 2019 Babak 16 Besar Rabu (22/1) Malam Korea Selatan vs Bahrain Qatar vs Irak

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

2-1 1-0

Babak 8 Besar Kamis (24/1) Malam Vietnam vs Jepang Cina vs Iran Jumat (25/1) Malam Uni Emirat Arab vs Australia Qatar vs Korea Selatan

PSSI Bali Tunggu Jadwal Pra-PON Denpasar (Bali Post) Sejauh ini jadwal pertandingan Pra-PON cabang olahraga sepak bola belum turun. Akibatnya, ofisial tim sepak bola Bali belum berani menggelar seleksi pemain sambil menunggu agenda Pra-PON. Manajer Tim Pra-PON Bali IGAN Anom Jaksa Saputra di Denpasar, Rabu (23/1) kemarin, menyatakan dalam Kongres Tahunan PSSI Pusat di Nusa Dua, Badung, Minggu (30/1) lalu hanya terungkap bahwa jadwal Kompetisi Liga 1 dimulai 1 Mei, disusul Kompetisi Liga 2 dua pekan berikunya dan dua pekan lagi digulirkan Kompetisi Liga 3. ‘’Yang jelas seluruh kegiatan persepakbolaan di Tanah Air dilakukan pasca-pilpres,’’ ujarnya. Di sisi lain, Asprov PSSI Bali juga belum mengeluarkan SK ofisial tim Pra-PON. Kendati demikian, pihaknya telah menyiapkan 60 pemain hasil pemantauan selama pelaksanaan Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. ‘’Asalkan sudah turun jadwal dan SK dari Asprov PSSI, kami siap melakukan seleksi pemain,’’ tutur Anom Jaksa. Sementara itu, pelatih kesebelasan Pra-PON Bali dipercayakan kepada Kadek Swartama didampingi Ida Bagus Mahayasa dan pelatih kiper Made Wardana. Sambil menunggu jadwal dan SK, pihaknya akan berkonsultasi ke KONI Bali guna menanyakan seputar pembatasan kuota atlet yang kemungkinan hanya mengirim 150 orang ke PON XX/2020 di Papua. (022)

Barcelona – Barcelona tidak akan mengontrak pemain lagi bulan ini setelah Kevin-Prince Boateng secara resmi diperkenalkan di Camp Nou, Rabu (23/1) kemarin. Boateng pindah dari Sassuolo (Italia) dengan kontrak pinjaman enam bulan senilai awal 1 juta euro (1,137 juta dolar AS) dengan opsi dibeli seharga 8 juta euro pada musim panas. Pemain asal Ghana itu adalah pemain kedua yang dikontrak Barcelona pada Januari ini setelah bek Jeison Murillo bergabung dengan status pinjaman dari Valencia. ‘’Saya tidak percaya akan ada lagi pemain yang datang meskipun tidak pernah bisa 100 persen yakin,’’ kata pelatih Ernesto Valverde pada konferensi pers. Ia mengakui Denis Suarez bisa diizinkan pergi dan juga tidak yakin

tentang masa depan Malcom. ‘’Itu benar, mungkin saja Denis akan pergi tetapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Sampai tanggal 31 Januari kami tidak bisa mengatakan apa-apa, tapi kami tidak akan kekurangan pemain,’’ tambahnya. Boateng yang berusia 32 tahun pada Maret nanti telah bermain 10 klub termasuk AC Milan, Borussia Dortmund, Tottenham dan Portsmouth. Dia juga memiliki pengalaman La Liga setelah menghabiskan satu musim di La Palmas pada 2016-17. Bermain sebagai gelandang serang di awal kariernya, dia yakin sekarang paling cocok untuk peran striker sebagai pelapis Luis Suarez. ‘’Di usiaku, peran nomor 9 sangat cocok untukku. Saya pikir ini merupakan nilai tambah yang bisa saya mainkan di posisi yang berbeda tetapi saya merasa sangat nyaman sebagai

Bali United Vs Blitar United

Ujian Pertama di Bawah Pelatih Baru

Denpasar (Bali Post) – Bali United melakoni laga resmi pertama tahun ini. Tim Serdadu Tridatu langsung menjalani laga berat karena harus bermain di kandang Blitar United pada babak 32 besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Supriyadi, Blitar, Jawa Timur, Kamis (24/1) malam ini. Pertandingan ini merupakan ujian perdana bagi pelatih baru Bali United, Stefano Cugurra alias Teco. Taktik dan strategi arsitek asal Brazil yang membawa Persija menjadi juara Liga 1 tahun 2108 ini akan berhadapan dengan pemain Blitar yang sudah pasti ngotot karena tampil di kandangnya sendiri. Kendati menjadi tamu dan kali pertama memimpin Bali United, Teco tetap menargetkan asuhannya meraih poin penuh dari Blitar. ‘’Kalau bisa menang agar saat partai kandang nanti perjalanan kami menjadi lebih mudah,’’ ujar Teco, Rabu (23/1) kemarin. Ia tidak lupa mengingatkan Fadil Sausu dan kawan-kawan agar tidak meremehkan lawan sedikit pun kendati Blitar United merupakan klub Liga 2. Tim tuan rumah

berpeluang menyulitkan Bali United karena biasanya lawan dari divisi lebih rendah mempunyai motivasi berlipat untuk mempermalukan tim yang levelnya di atas. ‘’Kompetisi ini sangat bagus karena mempertemukan tim-tim di semua kasta. Jadi, ada sensasi dan atmosfer baru yang didapat oleh seluruh pemain, termasuk para pemain kami,’’ tambah Teco. Made Andhika Wijaya mewakili para pemain Bali United menyatakan dirinya dan rekan-rekannya sudah tak sabar lagi bermain melawan Blitar United. Ia mengaku sudah padu dengan materi yang diberikan Teco dalam beberapa kali latihan. ‘’Kami sudah sepekan mendapat latihan dari Teco. Apa yang diberikan sangat bagus dan kami cepat adaptasi,’’ ungkap bek sayap kanan yang rajin membantu

Westbrook Cetak ’’Triple Double’’ Ke-14 Oklahoma – Russell Westbrook mengantongi triple double ke-14 musim ini ketika Oklahoma City Thunder mengalahkan Portland Trail Blazers dengan skor 123-114 dalam lanjutan kompetisi NBA di Chesapeake Energy Arena, Rabu (23/1) kemarin. Westbrook mencetak total 29 poin, 10 rebound dan 14 assist, sedangkan rekan setimnya Paul George memimpin dengan 36 poin. Hasil ini membuat rekor menang–kalah Thunder meningkat menjadi 29-18. Mereka berada di tempat ketiga klasemen Wilayah Barat di atas Blazers yang mengisi urutan keempat dengan rekor 29-20. Steven Adams dan Terrance Ferguson masingmasing mengumpulkan 14 poin, Jerami Grant membuat 11 poin dan Dennis Schroder menambahkan 13 poin. Di kubu Blazers, Damian Lillard menghasilkan 34 poin. C.J. McCollum membuat 31 poin dan Jusuf Nurkic menambah 22 poin. ‘’Sangat penting melibatkan semua orang ke dalam permainan. Kami memiliki begitu banyak orang di tim ini yang berbakat,’’ ujar Westbrook. Di Wilayah Timur, Toronto Raptors mengantongi kemenangan ke-36 musim ini dengan mengatasi Sacramento Kings 120-105 di Arena Scotiabank Toronto meskipun bermain tanpa bintangnya Kawhi Leon-

ard. Kyle Lowry dan Fred VanVleet masing-masing menyumbang 19 poin, Pascal Siakam membuat 18 poin dan center Serge Ibaka yang menyambar 10 rebound mencetak 15 poin. Raptors kini berada di posisi kedua dengan rekor 36-13 diikuti Indiana Pacers di urutan ketiga. Dalam pertandingan lainnya, Dennis Smith Jr. kembali dari absen selama seminggu untuk membantu Dallas Mavericks mengk l a i m kemenangan 10698 atas Los Angeles Clippers. Smith Jr. mencetak 17 poin. Di tempat lain, Karl Anthony-Towns membuat 25 poin dan 18 rebound bagi Minnesota Timberwolves untuk menggulung Phoenix Suns 118-91. (afp/kmb)

serangan ini. Putra mantan pemain timnas Made Pasek Wijaya itu tidak memandang sebelah mata Blitar United walau berbeda level liga. ‘’Mereka pasti mendapat suntikan semangat dari pendukungnya. Kami harus waspada karena bisa jadi mereka memberi kejutan untuk kami,’’ tambahnya. Andhika mengharapkan semua pemain Bali United bisa memberikan penampilan terbaiknya di lapangan sehingga mendapatkan hasil positif. Dengan demikian, tim mampu merealisasikan target yang dipancang pelatih Teco. (kmb)

nomor 9. Saya di sini untuk bermain dengan baik dan mencoba bertahan selama bertahun-tahun,’’ jelas Boateng. (afp/kmb)

Empat Ganda Indonesia Melaju Jakarta (Bali Post) – Empat ganda tuan rumah melaju ke babak kedua turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2019. Di bagian putri, pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu lolos ke putaran kedua setelah menang atas pasangan Stefani Stoeva/Gabriela Stoeva dari Bulgaria dalam pertandingan pertama di Stadion Istora Senayan, Jakarta, Rabu (23/1) kemarin. Greysia/Apriyani menang 22-20, 21-15 selama 42 menit. ‘’Kami bersyukur dapat melaju ke putaran kedua setelah mempersiapkan diri dan selalu memfokuskan pikiran. Lawan juga pasangan kuat karena kami sempat tertinggal pada gim pertama,’’ kata Greysia selepas pertandingan. Pada pertandingan putaran kedua yang akan berlangsung Kamis (24/1) ini, Greysia/Apriyani akan berhadapan dengan pemenang pertandingan antara Hsu Ya Ching/Hu Ling Fang (Taiwan) dan pasangan Indonesia lainnya Yulfira Barkah/Jauza

Fadhila Sugiarto. Di bagian putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan menantang seniornya di Pelatnas PBSI Berry Angriawan/Muhammad Rian Ardianto dalam laga kedua. Fajar/Rian menang atas Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan (Taiwan) 21-10, 21-13, sedangkan Berry/Hardianto mengalahkan Inkarat Apisuk/Tanupat Viriyangkura (Thailand) 21-9, 21-12. Pasangan putra Indonesia lainnya Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan melangkah ke putaran kedua setelah menaklukkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) 21-13, 21-13. ‘’Kami semula berpikir pertandingan akan berlangsung lebih ketat. Tapi permainan lawan tidak begitu berkembang dan itu justru menguntungkan bagi kami,’’ ujar Ahsan. Pada putaran kedua, Hendra/Ahsan menghadapi pemenang pertandingan antara sesama pasangan putra Cina, Huang Kaixiang/Wang Zekang dan Ou Xuanyi/Ren Xiangyu. (ant)

Melbourne – Serena Williams gagal dalam perjalanan meraih gelar grand slam ke24. Petenis AS ini dihentikan Karolina Pliskova dari Ceko di babak keempat turnamen Australia Terbuka dengan skor 6-4, 4-6, 7-5 di Melbourne, Rabu (23/1) kemarin. Pliskova akan melawan Naomi Osaka (Jepang) di semifinal untuk mendapat tempat di babak final. Osaka yang menjadi unggulan keempat menundukkan Elina Svitolina 6-4, 6-1. Osaka ingin memenangkan gelar grand slam berturutturut setelah menjuarai AS Terbuka. ‘’Tidak ada yang salah saya lakukan pada poin pertandingan itu. Saya tetap agresif. Dia benar-benar memukul saya,’’ kata Serena (37) yang tercengang

yang menggulung pergelangan kaki tetapi menolak menyalahkan itu atas kekalahannya. ‘’Saya hampir berada di ruang ganti, tetapi sekarang saya berdiri di sini sebagai pemenang. Perasaan ini sangat bagus,’’ ujar Pliskova. Di tunggal putra, Novak Djokovic melaju ke semifinal. Petenis nomor satu dunia asal Serbia ini mengatasi Kei Nishikori (Jepang) 6-1, 4-1. Novak akan bertemu unggulan ke-28 Lucas Pouille (Prancis) yang mengalahkan Milos Raonic (Kanada) 7-6 (7/4), 6-3, 6-7 (2)/7), 6-4. Lucas Pouille memuji pelatih baru Amelie Mauresmo karena memberinya ‘’kepercayaan diri’’ setelah menjadi orang Prancis pertama yang mencapai semifinal Australia Terbuka sejak JoWilfried Tsonga pada 2010. (afp/kmb)

Naomi Osaka ke Semifinal

Rico dan Lili Berlatih ke Kuwait

Denpasar (Bali Post) Dua petembak Bali yakni Kadek Rico Vergian Dinatha dan Lili Sulistya Dewi Tirtajaya merupakan dua atlet terbaik Indonesia di nomor air pistol pada kategori youth (U-17). Oleh karena itu, mereka berkesempatan berlatih ke Kuwait pada 1-7 Februari mendatang. Menurut pelatih tembak Bali Isro Firdaus, selama mengikuti berbagai ajang kejurnas tahun lalu, Rico dan Lili selalu mendapatkan skor tertinggi. ‘’Pengiriman atlet muda berbakat ke Kuwait merupakan program Asian Shooting Confederation (ASC). Sebelumnya saya pernah mendampingi dua atlet Indonesia berlatih ke negara itu,’’ ucapnya di Denpasar, Rabu (23/1) kemarin.

Rico dan Lili bersama lima petembak Bali lainnya saat ini mengikuti seleknas SEA Games di lapangan tembak Senayan, Jakarta. Kelima petembak itu adalah Cok Istri Amrita Purnama, Talita Yudit Almira, Luh Gede Rismayanti (air pistol), Kadek Dwi Putri Pertiwi dan Savitri Mirzaeila (air rifle). Untuk bisa masuk tim nasional Indonesia pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina, mereka minimal harus menembus peringkat empat besar. Sekarang ini Lili dan Talita sementara berada di empat besar. ‘’Persaingan memang ketat, namun kami berharap ada petembak Bali yang memperkuat timnas SEA Games di nomor air pistol dan air rifle,’’ ujar Isro. (022)

Lili Sulistya Dewi Tirtajaya (kiri) dan Kadek Rico Vergian Dinatha.

Bali Post/ist


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 24 Januari 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu