Skip to main content

Edisi Minggu 23 Desember 2018 | balipost.com

Page 1

12 HALAMAN

NOMOR 125 TAHUN KE 71

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha

Bali Post

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Tolak Keinginan Menteri Susi

Perda RTRWP Bali Tak Perlu Direvisi

Denpasar (Bali Post) Pascaketahuan menerbitkan lagi izin lokasi amdal reklamasi Teluk Benoa, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti kini malah mempersilakan Gubernur Bali untuk mengubah tata ruang peruntukan Teluk Benoa. Padahal, dalam Perda No.16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali, Teluk Benoa justru sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Sekalipun saat ini tengah ada pembahasan mengenai revisi Perda RTRWP, Pansus di DPRD Bali memastikan status konservasi tidak akan diubah pada Teluk Benoa. ‘’Di dalam tata ruang, Teluk Benoa itu sudah jelas kawasan konservasi. Itu tidak kita utak-atik, malah kita perkuat lagi dalam perubahan tata ruang,’’ ujar Ketua Pansus Revisi Perda RTRWP Bali I Ketut Kariyasa Adnyana, Sabtu (22/12) kemarin. Dengan kata lain, lanjut Kariyasa, Pansus akan mengabaikan Perpres No.51 Tahun 2014 yang mengubah peruntukan Teluk Benoa dari kawasan konservasi dalam Perpres No.45 Tahun 2011 menjadi kawasan budi daya. Terlebih, DPRD Bali juga sudah mengeluarkan rekomendasi dan keputusan dewan terkait penolakan reklamasi Teluk Benoa. Ditambah lagi, Teluk Benoa memang ditetapkan menjadi kawasan konservasi dalam regulasi yang dibuat dewan seperti Perda RTRWP Bali dan turunannya. ‘’Kalau Perpres 51 tidak bisa dicabut, apakah ada sesuatu atau deal-deal sebelumnya, pemerintah pusat dituntut karena mungkin sudah dapat sesuatu ataupun apa pun, investor sudah bayar pajak dan sebagainya, sehingga perpres itu bisa diabaikan. Walaupun ini menjadi perdebatan,’’ jelas Sekretaris Komisi III DPRD Bali ini. Kariyasa sendiri menyayangkan izin lokasi yang kembali diterbitkan

Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tanpa meminta rekomendasi dari Gubernur. Sementara masyarakat Bali, termasuk eksekutif dan legislatif, sudah menyatakan tidak setuju. Pihaknya juga mendukung Gubernur untuk bersurat kepada Presiden atau bahkan bertemu langsung guna menyampaikan sikap Bali terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. ‘’Sekarang kalau memang diperlukan itu, apa sih susahnya. Gubernur tinggal buat (surat pernyataan - red) atau datang langsung ke Presiden,’’ jelasnya. Hal.11 Berbau Politik

Jerinx Tuding Menteri Susi Kaburkan Masalah Jakarta (Bali Post) Ternyata perjuangan rakyat Bali membatalkan reklamasi Teluk Benoa belum akan berakhir. Masih ada modus-modus baru untuk kembali menggolkan proyek tersebut. Namun, keuntungan masyarakat Bali kini memiliki Gubernur

Wayan Koster yang secara tegas menolak reklamasi. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti beradu pendapat dengan musisi asal Bali Gede Ari Astina alias Jerinx di Twitter saat membahas masalah reklamasi. Awal-

nya Jerinx memposting tentang akunnya yang diblok oleh Susi pada 20 Desember 2018. Dia merasa Susi tidak suka dengan dirinya yang lantang menyuarakan tolak reklamasi Teluk Benoa, Bali. ‘’Sejak diblok saya sudah curiga sama @susipudjiastuti. Beliau seperti selalu tidak mau ada band saya di tiap acara bertema lingkungan yang beliau ikuti di Bali. Ya… samalah polanya seperti kampanye kelola sampah kaum ningrat. Suka main aman, jadi fokusnya ke hal yang tak fatal. Its all make up,’’ kata Jerinx. Di cuitan lainnya, Jerinx mengomentari sebuah berita tentang penjelasan Susi yang telah menerbitkan izin baru reklamasi di Teluk Benoa, Bali. Jerinx mengajak Susi untuk berdebat di Twitter secara terbuka tentang reklamasi Teluk Benoa. Susi pun sudah tak lagi mem-block akun Jerinx, dan Jerinx ajak debat setelah makan siang. Hal. 11 Tak Bawa Politik

Upacara Tak Perlu Mewah

Usahakan Buat Sendiri

Setiap aktivitas keagamaan selalu diikuti dengan berbagai keperluan bahan upakara, masyarakat Bali menyebutnya banten. Bahan keperluan upakara ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran agama Hindu di Bali. Dalam dua pekan ini umat Hindu disibukkan dengan hari raya mulai Sugihan Jawa, Sugihan Bali, lanjut Purnama, Panyekaban, Panampahan Galungan, Galungan dan aed Kuningan. Dipastikan pengeluaran akan meningkat. BANTEN dalam fungsinya sebagai sarana upacara hampir selalu menggunakan buahbuahan yang dilengkapi juga dengan jajanan dari yang tradisional sampai yang modern, umbi-umbian, bunga, daging dan bahan lainnya. Kebutuhan akan adanya bahanbahan keperluan upakara tersebut dalam setiap upacara keagamaan lama-lama menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat Bali. Jika dahulu kebutuhan tersebut masih mampu dipenuhi oleh para petani Bali, maka sekarang kebutuhan tersebut sudah tidak mampu lagi dipenuhi. Bahkan, setiap mendekati hari raya Hindu di Bali, seperti Galungan dan Kuningan harga-harga keperluan upakara meroket naik karena jumlah bahan yang lebih sedikit dari permintaan. Hal inilah yang menyebab-

kan banyak bahan keperluan upakara yang di impor dari luar Bali. Mulai dari janur, slepan (daun kelapa tua), ron (daun enau tua), ambu (daun enau muda), kelapa, pisang, apel, jeruk, dan buah-buahan lainnya. ‘’Bahan-bahan upakara yang seharusnya kita mampu menyediakan untuk memenuhi beperluan sehari-hari ternyata harus kita datangkan dari luar Bali. Bahkan kalau hari raya kita harus menunggu datangnya buah dari Jawa. Hal ini sudah tidak dapat dimungkiri lagi,’’ tandas Ketua PSN Korda Denpasar Pinandita Putu Gede Suranata pada Talkshow Merah Putih ‘’Bali Masih Impor Keperluan Upakara’’ di Wantilan Gedung Pers Ketut Nadha (Bali TV), Selasa (18/12). Pinandita Putu Gede Suranata mengatakan, tren umat Hindu saat ini sedang marak

Belum Impor Daging Babi KEBUTUHAN bahanbahan upakara tidak hanya berupa janur, bunga, buahbuahan, tetapi hewan seperti babi juga merupakan sarana upakara yang sangat vital dalam upacara di Bali. Bahkan, rentetan hari raya Galungan dan Kuningan ada namanya penampahan Galungan dan penampahan Kuningan yang jatuh sehari sebelum hari raya tersebut. Pada hari itu umat Hindu biasanya melakukan pemotongan babi untuk dipersembahkan, sekaligus untuk dimakan dengan berbagai olahan, seperti lawar, sate, dan lain sebagainya. ‘’Sampai saat ini syukur Bali belum mengimpor daging babi untuk keperluan upakara, namun kita mengekspornya

ke luar daerah, seperti Pulau Jawa,’’ tandas Ketua GUPBI I Ketut Hari Suyasa. Hal. 11 Lebih Murah

di mana segala kegiatan upacara yang digelar harus tampil mewah dan meriah. Padahal, upakara yang kaitannya dengan banten pada dasarnya cukup terbuat dari bahan-bahan yang ada di pohon kelapa. Namun, seiring perkembangannya variasi bebantenan semakin beragam. Hal inilah yang menyebabkan keperluan akan bahan-bahan upa-

kara semakin banyak. ‘’Kalau kita tahu tattwa, sebenarnya upacara tidaklah harus mewah, sehingga memunculkan bahwa upacara itu mahal. Kembali pada prinsip yadnya, di mana prinsip yadnya adalah tidak memberatkan, namun disesuaikan dengan kemampuan,’’ tukasnya. Hal. 11 Lahan Sempit

BEGITU besarnya potensi yang diakibatkan oleh adanya kegiatan upacara keagamaan, memerlukan suatu manajemen tersendiri untuk mengaktualisasikannya. Sehingga hal ini menjadi kekuatan ekonomi yang dapat menguntungkan masyarakat lokal dan memperkuat sendisendi kehidupan yang berbasis pada aktivitas masyarakat itu sendiri. Bahkan, bukan mustahil kegiatan ekonomi kerakyatan ini akan sangat kuat dan dapat bertahan lama. Dinas Koperasi & UKM Provinsi Bali Nyoman Widiarti mengatakan umat Hindu di Bali tidak hanya meng-

gelar upacara pada hari raya tertentu saja, namun hampir setiap hari sebagian besar umat Hindu menggelar upacara keagamaan. Tentu konsekuensinya umat Hindu memerlukan bahan-bahan upakara. Tentu hal ini oleh sebagian umat Hindu di Bali dimanfaatkan untuk mengais rezeki dengan menjual bahanbahan upakara tersebut. Dinas Koperasi Provinsi Bali mendorong umat Hindu, khususnya UMKM agar berusaha untuk mendukung pemenuhan keperluan umat Hindu akan bahan dasar upakara. Hal. 11 Pelatihan Entrepreneur

Berdayakan Umat Hindu untuk Mandiri

BPM/dok

MEMBUAT - Membuat sarana upakara jauh lebih hemat daripada membeli.

Dari Talkshow Merah Putih ’’Bali Masih Impor Keperluan Upakara’’

Rugikan Petani, Bali Harus Produksi Sendiri Ketergantungan Bali akan bahan upakara impor harus segera dihentikan. Sebab, yang akan paling banyak dirugikan adalah petani Bali. Situasi saat ini seperti masyarakat Bali sedang memperkaya para petani luar Bali. JUTAAN bahkan miliaran uang terus mengalir ke masyarakat luar Bali, padahal dengan adanya pariwisata Bali yang berbasis budaya seharusnya yang diuntungkan adalah para petani Bali itu sendiri. Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan Made Arya Putra men-

gatakan harus ada upaya untuk memproduksi sendiri bahan-bahan upakara di Bali. Di Kabupaten Tabanan, tahun 2018 ini telah memproduksi sebanyak 920.543 kuintal keperluan upakara. Bahkan, hasil produksi tersebut telah dijamin kesegaran dan kesehatannya oleh Dinas Ketahanan Pangan. Namun karena banyaknya permintaan, hasil produksi tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Bali, sehingga harus impor dari luar daerah Bali. Untuk meminimalisir impor, pihaknya meningkatkan peran kelompok tani wanita di Kabupaten Tabanan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan mengoptimalisasi lahan-lahan

pekarangan untuk ditanami bahan-bahan pokok upakara, seperti pisang dan bunga. Selain itu, pihaknya juga telah memberikan sertifikasi buah lokal kepada petani, dengan tujuan agar buah lokal bisa bersaing di pasaran dan memiliki nilai jual. Seperti sertifikasi buah salak gula pasir dan nanas madu, sehingga petani giat dalam memproduksi buah lokal. Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKPP) Kabupaten Bangli Wayan Sukartana mengakui menjelang hari raya hampir semua keperluan pokok bahan-bahan upakara mengalami kenaikan harga. Hal. 11 Kenaikan Harga

Made Arya Putra

Wayan Sukartana


2

Minggu Paing, 23 Desember 2018

Dua Sulinggih ”Puput Pamelaspasan” Pasar Badung

Peningkatan Infrastruktur Pasar Dukung Daya Saing UMKM dan Pedagang PROYEK pembangunan Pasar Badung tahap II yang telah dimulai sejak 25 Mei 2018 dengan 33 skup pekerjaan, secara umum telah rampung dikerjakan. Pamelaspasan pun digelar pada Saniscara (Sabtu, 22/12), Wuku Sungsang, yang bertepatan dengan Purnama Kapitu. Pamelaspasan yang dirangkaikan dengan upakara Guru Madurga serta Pamarisuda pasar guna menetralisir aura negatif, di-puput oleh dua sulinggih yakni Ida Pedanda Gede Singarsa, Geria Babakan, Cau Blayu, Tabanan dan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa dari Geria Giri Murti Alangkajeng. Hadir dalam upacara ini Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang melaksanakan persembahyangan bersama dengan para peda-

gang Pasar Badung. Di samping itu, juga Rai Mantra menandatangani prasasti pamelaspasan Pasar Badung yang juga tampak dihadiri Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua Komisi III DPRD Denpasar Eko Supriadi serta instansi terkait lainnya. Wali Kota Rai Mantra saat diwawancarai usai penandatanganan menjelaskan, pembangunan Pasar Badung baik tahap I dan II dirasa telah maksimal dan sesuai dengan harapan bersama. Di mana keinginan para pedagang Pasar Badung telah dapat direalisasikan. Kendati demikian, Rai Mantra mengatakan masih ada kekurangan yang harus terus dimaksimalkan. “Secara umum pengerjaan Pasar Badung sudah baik, hal-hal yang perlu

menjadi perhatian tentunya semua pihak wajib menyesuaikan dengan aturan yang ada,” jelas Rai Mantra. Lebih lanjut dikatakan, saat ini para pedagang sudah bisa melihat secara langsung kondisi pasar saat ini. Bahkan, kata Rai Mantra, Pasar Badung saat ini sudah memiliki fasilitas yang mumpuni. Seperti halnya ramah disabilitas, ramah anak, serta dilengkapi fasilitas penunjang lainnya. “Kami memang dari dulu bersama Pak Wakil Wali Kota bersama DPRD senantiasa terus berinovasi dan bersinergi bagaimana para UKM dan pedagang ini mampu bersaing. Dan peningkatan infrastruktur pasar ini tentu dapat mendukung ekonomi kerakyatan yang akan berimplikasi dengan meningkatnya daya saing

UMKM dan pedagang pasar. Hal ini didukung juga dengan berbagai usaha yang turut dimaksimalkan, seperti sekolah pasar dan yang terbaru adalah kampanye sampah plastik yang tentunya mampu menarik kunjungan wisatawan ke depannya,” ujar Rai Mantra sembari mengajak semua elemen untuk turut menjaga fasilitas yang ada di Pasar Badung ini, guna mendukung maksimalnya pergerakan ekonomi kerakyatan dan mendukung peningkatan UMKM serta pedagang. Plt. Kadis PUPR Kota Denpasar I Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan, sesuai dengan kontrak sebanyak 33 skup pekerjaan dalam proyek pembangunan Pasar Badung tahap II ini telah rampung. Namun di dalamnya masih harus dilakukan maksimalisasi

terhadap 33 skup pekerjaan tersebut. “Maksimalisasi akan terus dilakukan dalam masa pemeliharaan proyek selama satu tahun setalah kontrak selesai,” jelasnya. Hal senada juga disampaikan Ketua TP4D Kota Denpasar Agus Sastrawan. Ia mengatakan bahwa pihaknya dalam upaya memaksimalkan pembangunan Pasar Badung tahap II ini telah diikuti sejak mulai pelelangan, pelaksanaan pekerjaan fisik, sampai batas akhir kontrak memang masih ada hal-hal yang harus terus dimaksimalkan. Hal ini meliputi pembersihan, dan maksimalisasi. “Seluruh skup pekerjaan mayor sudah selesai, namun harus terus dimaksimalkan terkait pembersihan dan maksimalisasi terhadap sekup pekerjaan tersebut,” paparnya. (ad770)

SEMBAHYANG - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua DPRD Kota Denpasar dan instansi terkait lainnya saat mengikuti persembahyangan bersama serangkaian pamelaspasan Pasar Badung, Sabtu (22/12) kemarin.

JBT Lakukan Pengundian Tahap I Program ”Masuk Tol Berhadiah” Mangupura (Bali Post) PT Jasamarga Bali Tol (JBT), Jumat (21/12) melakukan pengundian tahap I program “Masuk Tol Berhadiah”. Yang mana untuk tahap I ini hadiah yang diberikan berupa uang elektronik. Selain memantapkan operasionalnya selama libur Natal dan Tahun Baru, PT JBT juga menyelenggarakan undian berhadiah bagi pengguna Jalan Tol Bali Mandara. Undian ini dilaksanakan atas dukungan

dari mitra kerja, yakni Bank Kreditur JBT (Mandiri, BNI, BRI, dan BCA). General Manager Operation and Maintenance PT Jasamarga Bali Tol (JBT) Ahmad Izzi didampingi Corporate Secretary PT JBT Drajad Hari Suseno mengatakan dukungan yang diberikan itu berupa pengadaan hadiah-hadiah undian berupa sepeda motor, TV LED, kulkas, uang elektronik, serta suvenir. “Cara mengikuti undian itu, pertama ambil struk atau bukti

BPM/edi

UNDI - Suasana pengundian tahap pertama struk tol yang telah terkumpul, Jumat (21/12).

pembayaran tol. Kedua, tulis nama dan nomor handphone di bagian belakang struk. Ketiga, masukkan struk pada kotak undian yang sudah disiapkan di drive thru,” katanya disela pengundian tahap I. Struk sah yang dapat dimasukkan dalam kotak tersebut, lanjut Drajad, adalah struk tertanggal 14 hingga 30 Desember 2018. Itu kemudian akan diundi dalam tiga tahap, yakni pada tanggal 21, 28, dan 31 Desember 2018. Di mana untuk tanggal 21 dan 28 Desember hadiahnya adalah berupa uang elektronik. Sedangkan untuk tanggal 31 Desember, hadiahnya berupa sepeda motor, TV LED, dan kulkas. “Perlu juga saya tegaskan, undian berhadiah ini tidak berlaku bagi karyawan PT Jasamarga Bali Tol,” tegasnya. Adapun nama-nama pemenang untuk periode pertama ini di antaranya, 1. Wayan Sutama, 2. Gusti Raka, 3. I Ketut Kerta, 4. Putu Agus Suantasa, 5. Surya Darma S, 6. Nanang, 7. Surya Damar S , 8. Made Gawe, 9. Made Gawe, 10. Made Gawe. (kmb23)

ASN Diminta Bekerja Penuh Dedikasi Amlapura (Bali Post) Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala Badan Kesatuan, Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama serta 52 pejabat fungsional di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Sabtu (22/12) kemarin. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karangasem I Gusti Made Rinceg mengatakan, kegiatan ini telah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, serta Peraturan Kepala BKN Nomor 7 Tahun 2017 tentang

Tata Cara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, Jabatan Fungsional, dan Jabatan Pimpinan Tinggi. Pasalnya, bahwa setiap PNS yang diangkat menjadi pejabat fungsional wajib dilantik dan mengangkat sumpah/janji jabatan menurut agama atau kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Pejabat fungsional yang dilantik antara lain menduduki jabatan fungsional bidan, instruktur Disnaker, guru, pranata komputer, medik veteriner dan satu pejabat pimpinan tinggi pratama Kepala Kesbangpolinmas atas nama I Ketut Kanginan Subandi,” katanya. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menga-

takan, dengan pelantikan dan pengambilan sumpah ini, bisa dijadikan sebagai momentum untuk meneguhkan niat dan tekad yang lebih baik dalam menjalankan tugas. “Dalam bekerja senantiasa perhatikan etika dan kode etik profesi, standar pelayanan dan standar operasional prosedur, serta saya harap agar saudara cepat dapat menyesuaikan diri di lingkungan tempat tugas yang baru, serta mampu melakukan inovasi-inovasi penuh rasa tanggung jawab. Kami juga meminta kepada seluruh ASN bekerja dengan penuh dedikasi tinggi, disiplin, loyal dan profesional, sehingga bisa memberikan kontribusi terbaik bagi pemerintah,” pinta Sumatri. (kmb41)

BPM/kmb41

LANTIK - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri melantik dan mengambil sumpah jabatan Kepala Kesbangpolinmas di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Sabtu (22/12) kemarin.

Sisrute Berjenjang Diterapkan di RS Se-Bali Denpasar (Bali Post) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dengan RS seBali, BPJS Kesehatan, Persi, Arsada dan stakeholder kesehatan di Bali menandatangani kesepakatan bersama penggunaan Sisrute (Sistem Rujukan Terintegrasi) Jaminan Krama Bali Sehat Provinsi Bali. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Ketut Suarjaya, MPPM. mengatakan

sistem rujukan terintegrasi meng-cover seluruh pelayanan kesehatan yang ada di Bali. Kesepakatan ini ditujukan untuk memudahkan dan meningkatkan alur rujukan pasien menjadi lebih baik. Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana mengatakan, sebagai RS pusat rujukan milik Kemenkes telah melakukan pendampingan dan sosialisasi pada RS dan

Dinas Kesehatan seluruh Bali terkait rujukan terintegrasi ini. “RSUP Sanglah telah melakukan pendampingan dan sosialisasi Sisrute ke seluruh Bali. Dan setelah semua terpapar, hari ini kita bersama seluruh RS di Bali sepakat untuk implementasi Sisrute di Bali. Mudah-mudahan dengan ini pelayanan kesehatan khususnya di Bali menjadi lebih baik,” ujar Sudana. (kmb42)

ASITA BALI - Jajaran pengurus Asita Bali memberikan keterangan pers terkait Pasar Tiongkok.

BPM/rin

Penataan Pasar Tiongkok

Pemerintah Diminta Lakukan ”Law Enforcement”

Denpasar (Bali Post) -

Asita Bali mendukung penuh upaya pemerintah untuk menertibkan toko-toko jaringan mafia Tiongkok yang melakukan praktik usaha tidak sehat. Organisasi ini bahkan telah mengeluarkan surat keputusan bersama dengan HPI Bali dan Pawiba, yang isinya sepakat untuk berbenah sesuai ketentuan yang berlaku. Utamanya setelah praktik-praktik bisnis tidak sehat terbongkar pada market atau pasar Tiongkok. “Surat yang kita turunkan sampai sekarang masih berlaku. Jadi, kami sangat taat dengan apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah. Gubernur kan sudah menurunkan surat tutup toko,” ujar Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Bali Ketut Ardana di Denpasar, Jumat (21/12). Ardana menegaskan, pihaknya tidak alergi dengan adanya toko-toko tersebut. Kalau nanti pemerintah mengizinkan toko-toko itu kembali dibuka dengan berbagai pertimbangan, diharapkan memang sudah ada regulasi yang mengatur dengan jelas. Yakni menyangkut yang

boleh dan tidak boleh. Saat ini yang ramai dipermasalahkan adalah soal memakai pekerja asing dari Tiongkok sebagai penjaga toko, barang-barang yang dijual berasal dari Tiongkok, dan pembayaran yang langsung disetor ke Tiongkok menggunakan WeChat atau Alipay. “Masalah etika bisnisnya, ini semua harus diperbaiki kalau memang pada akhirnya pemerintah memutuskan untuk kembali dibuka. Tentu harus ada komunikasi antara pemerintah dengan toko-toko yang ingin berbisnis. Contohnya, masak sih turis Tiongkok yang datang ke sini itu masuk ke toko membeli barang Tiongkok lagi, kan tidak masuk akal

itu,” paparnya. Menurut Ardana, wisatawan dari negara mana pun yang datang ke Bali harus melihat Bali secara keseluruhan. Mulai dari alam Bali, bertemu masyarakat Bali yang sangat ramah, hingga budaya Bali yang menjadi ujung tombak pariwisata. Pihaknya bersama-sama dengan pemerintah memiliki tujuan yang sama untuk memperbaiki masalah di pasar Tiongkok ini ke depannya. “Kalau memang bisa diregulasi pemerintah, katakanlah barang, 80-90 persen agar diatur harus barang lokal (Bali dan nusantara - red), 10 persennya boleh barang dari luar. Kalau pemerintah tidak

bisa mengatur sistem komisi, paling tidak ada imbauan agar jangan melebihi sekian. Law enforcement dari pemerintah itu harus terhadap market ini,” tandasnya. Ketua Divisi Bali Liang (Pangsa Pasar Tiongkok) Asita Bali Elsye Deliana mengaku ikut terlibat dalam sales mission ke Beijing dan Shanghai bersama BTB dan Garuda Indonesia awal Desember lalu. Sales mission dengan biaya sendiri ini dilakukan untuk membangkitkan pariwisata Bali. Mengingat Kementerian Pariwisata RI menargetkan 2 juta kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali pada 2019. Diwawancara terpisah, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan toko-toko yang melakukan praktik usaha tidak sehat tidak bisa langsung dibuka begitu saja. “Boleh dibuka dengan syarat yang ketat, harus ada MoU dulu. Kalau enggak, enggak bisa,” ujarnya. (kmb32)

Dilengkapi Beragam Fasilitas Penunjang

PD Pasar Pastikan Seluruh Pedagang Tertampung PEMBANGUNAN Pasar Badung yang di-pelaspas Sabtu (22/12) kemarin, memberikan angin segar terhadap geliat ekonomi di pusat Kota Denpasar. Sebagai pasar terbesar dan termegah di Bali, keberadaan Pasar Badung tentunya menjadi parameter kemajuan ekonomi kerakyatan di Kota Denpasar. Karena itu, peningkatan infrastruktur pasar terus digalakkan. Hal ini tentu menjadi harapan bersama seluruh elemen tak terkecuali para pedagang Pasar Badung. Pasar tertua di Kota Denpasar ini memiliki enam lantai, yang terdiri atas dua lantai basement serta empat lantai untuk los dan kios. Adapun total seluruh kios dan los yang tersedia mencapai 1.740 unit dengan daya tampung parkir 128 mobil dan 23 mobil boks. Selain itu, Pasar Badung yang baru juga turut dilengkapi 10 eskalator, kipas angin, AC, empat lift serta fasilitas pemadaman api ringan, serta penunjuk arah evakuasi dan titik aman untuk memudahkan pedagang dalam mobilisasi barang dan pengunjung. Salah seorang pedagang,

Ni Nyoman Darmi saat diwawancarai usai pamelaspasan mengaku senang atas di-pelaspas-nya Pasar Badung. Hal ini merupakan angin segar bagi seluruh pedagang yang sudah tidak sabar ingin menempati pasar yang baru. “Kami berterima kasih kepada semua pihak, terutama Pemkot Denpasar yang sudah menyediakan kami fasilitas pasar yang sangat bagus,” ujarnya sumringah. Hal yang sama juga disampaikan Ni Nyoman Sore, pedagang sarana upakara ini turut bahagia dengan selesainya membangunan Pasar Badung ini. “Iya semoga dengan adanya pasar baru ini pembeli semakin ramai,” harapnya. Dirut PD Pasar Kota Denpasar I.B. Kompyang Wiranata mengatakan, kendati masih ada finishing terhadap proyek, upacara pamelaspasan, guru madurga, serta pamarisuda pasar tetap dilaksanakan, lantaran menimbang hari baik pelaksanaan upakara. Sedangkan terkait relokasi pihaknya telah mengatur undian dan jadwal pemindahan yang direncanakan setelah Hari Suci Kuningan. “Kami rencanakan relokasi pedagang yang jumlahnya 1.698 secara keseluruhan telah

TINJAU - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama instansi terkait lainnya saat meninjau fasilitas Pasar Badung usai upacara pamelaspasan, Sabtu (22/12) kemarin. tertampung akan dilaksanakan setelah hari Kuningan, Januari mendatang, namun saat ini pedagang telah diizinkan untuk melihat posisi kios dan los, ” ungkapnya. Lebih lanjut dikatakan, saat ini pengembangan Pasar Badung tetap menjadi pasar tradisional yang ramah, bersih, sehat dan terpercaya dengan kemajuan fasilitas, infrastruktur dan tata kelola manajemen yang modern dengan tetap mempertahankan prinsip ekonomi kerakyatan dan pasar

rakyat. “Yang terus kami kembangkan dalam meningkatkan daya saing pasar tradisional adalah manajemen, fasilitas dan infrastruktur penunjang yang harus dimodernisasi, sedangkan prinsip dasar tetap berpedoman pada sistem pasar tradisional, bahkan saat ini pasar tradisional di Kota Denpasar telah menjadi bagian dari smart heritage market yang merupakan salah satu terobosan smart city Kota Denpasar,” tandasnya. (ad767)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda , Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Paing, 23 Desember 2018

PROFIL

Seminar Spiritual

’’Mapunia’’ Buku LPD DANGHYANG Dwijendra mengajarkan kepada umat untuk eling madana punia. Dana punia tak harus berupa uang dan harta, melainkan bisa berbentuk lain seperti buku dan ajaran. Hal itulah dilakukan Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Dia akan mem-punia-kan 1.000 eksemplar buku karyanya ‘’Himpunan Perda Provinsi Bali tentang LPD di Bali’’. Buku ini dinilia sangat penting bagi pengurus LPD di Bali agar tak salah arah dan jalan. Perda LPD sendiri memiliki perjalanan panjang sejak disahkan Gubernur I.B. Mantra (alm) hingga sekarang banyak mengalami revisi. Hal ini perlu diketahui masyarakat dan pengurus LPD karena hingga kini banyak Perda LPD beredar. Makanya mantan Kepala Sekretariat DPRD Bali ini memaparkan selengkaplengkapnya perda demi perda untuk kemajuan LPD di Bali. ‘’Ini murni sumbangsih karena tradisi di Dwijendra sebagian besar buku ciptaan dosen di-punia-kan untuk masyarakat Bali. Sebelumnya juga disumbangkan buku tentang tanaman upakara,’’ tegas Chandra Jaya, Sabtu (22/12) kemarin. Bagi masyarakat dan pengurus LPD yang berminat dipersilakan mendatangi Yayasan Dwijendra. Dia pun berencana memberikan buku gratis kepada pengurus LPD dan bendesa saat pertemuan di Gedung Pers K. Nadha, Senin (24/12) nanti, untuk itu pihaknya masih berkoordinasi dengan panitia. (sue)

Meraih Sehat, Sukses, Bahagia dan Sejahtera di Tahun 2019

Kadek Siwa Ambara

SETIAP orang ingin meraih kehidupan yang lebih baik dari tahun ke tahun. Namun banyak orang tidak tahu rahasianya. Penelitian membuktikan bahwa 50 persen kesehatan, kesuksesan, kebahagiaan dan kesejahteraan manusia ditentukan oleh faktor spiritual. Untuk itu, Ambara Ashram akan mengelar seminar spiritual akhir tahun. Dengan harapan agar peserta mampu meraih hidup sehat, sukses, bahagia dan sejahtera di tahun 2019. Acara ini langsung dipimpin oleh pelaku

Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo didampingi Kasat Resnarkoba AKP Putu Sunarcaya dan Kasubag Humas AKP Sulhadi, Sabtu (22/12) kemarin, mengatakan dari total barang bukti lima paket SS yang diamankan beratnya mencapai 2,84 gram. Berdasarkan hasil interogasi, tersangka yang sudah cukup lama menjadi sopir pengangkut buah itu mengaku mendapatkan SS dengan membelinya di wilayah Jawa. Tersangka berdalih selama ini mengonsumsi SS agar kuat bekerja. ‘’Pengakuan tersangka masih kita dalami dan kembangkan,’’ terangnya. AKP Sunarcaya menambahkan, tersangka mengaku membeli lima paket SS tersebut di wilayah Malang, Jawa Timur dengan sistem tempelan. SS tersebut dibeli tersangka dengan harga Rp 1,3 juta per gram. ‘’Pengakuannya, tersangka hanya memakai untuk dirinya sendiri,’’ imbuhnya. Atas perbuatannya, tersangka kini ditahan di Polres Bangli. Tersangka disangkakan dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan Pasal 127 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 tahun. (kmb40)

BPM/kmb41

KASUS - Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo didampingi Kasat Resnarkoba AKP Putu Sunarcaya dan Kasubag Humas AKP Sulhadi saat merilis kasus penangkapan pengguna SS, Sabtu (22/12) kemarin.

masa lalu. Manfaat yang akan didapat oleh setiap peserta, meraih kesehatan tubuh, ketenangan pikiran dan kebahagiaan jiwa. Meraih hubungan harmonis dalam keluarga, lingkungan di mana tinggal dan di tempat kerja. Merasa dekat dengan Tuhan yang dipuja. Selalu mendapat kemudahan dalam menjalani kehidupan. Hidup menjadi lebih berguna bagi keluarga dan lingkungan. Segala kebutuhan akan terpenuhi dengan mudah. Acara ini hanya diada-

kan setiap akhir tahun. Ribuan masyarakat Bali sudah mengikuti dan mendapatkan manfaat dari acara ini. Maka jangan lewatkan kesempatan emas ini. Seminar spiritual kali ini diadakan pada hari Minggu, 30 Desember 2018, jam 10 pagi sudah mulai. Tempat Ambara Ashram Banjar Nyuh Kuning, Mas, Ubud. Di sesi akhir peserta juga dapat merasakan pengalaman makan api tanpa terbakar. Segera daftar dengan ketik nama seminar spiritual lalu SMS ke 081239677179. (ad765)

Hujan Lebat, Tembok Rumah Warga Longsor Negara (Bali Post) Hujan lebat yang terjadi Jumat (21/12) malam mengakibatkan tembok rumah milik warga Dusun Pasar Desa Pekutatan, Jembrana longsor. Musibah tersebut dilaporkan ke BPBD Jembrana, Sabtu (22/12) kemarin. Dari informasi, tembok pagar milik Wayan Budi yang longsor tersebut menimpa tembok pagar Ngurah Komang Arimbawa. Tembok

Bawa 5 Paket SS, Sopir Truk Diamankan Polisi Bangli (Bali Post) Seorang sopir truk pengangkut buah asal Kota Batu, Jawa Timur diamankan aparat Satresnarkoba Polres Bangli saat melintas di wilayah Kintamani. Dia diamankan lantaran kedapatan membawa lima paket narkotika jenis sabu-sabu. Saat diinterogasi petugas, tersangka LH (40) mengaku menggunakan SS agar kuat bekerja. Penangkapan LH berawal dari informasi yang diperoleh tim Opsnal Satresnarkoba mengenai adanya sopir truk asal luar Bali yang datang ke Kintamani dengan membawa SS. Berbekal informasi itu, tim kemudian melakukan penyelidikan. Pada Kamis (20/12) tim melihat target melintas di Kintamani. Tim kemudian membuntuti target hingga berhenti di lapangan umum Kintamani. Tanpa menunggu lama, tim langsung melakukan penggeledahan terhadap yang bersangkutan. Saat digeledah, tim menemukan dua paket SS yang disimpan di dekat ikat pinggangnya. Tim kemudian melakukan penggeledahan di dalam kendaraan truk dan menemukan tiga paket SS lainnya yang disimpan dalam bungkus rokok dan beberapa alat isap SS. Oleh petugas, tersangka bersama barang bukti langsung digiring ke Polres Bangli guna penyelidikan lebih lanjut.

spiritual Bali Modern yaitu Kadek Siwa Ambara. Peserta akan diajak mengenali dan bertemu dengan diri sejatinya. Setelah mengetahui jati diri peserta akan diberi tahu di mana lokasi dan cara membuka pintu rezeki. Kemudian peserta diajarkan cara menarik rezeki alam semesta dari sembilan arah mata angin. Mengingat salah satu penyebab seretnya rezeki seseorang adalah karma dan dosa, maka peserta akan dikasi tahu cara mudah mengikis karma dan menebus dosa

pagar rumah warga yang longsor setinggi 5 meter dan luas longsor 10 x 5 meter. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana Ketut Eko Susila Pramana mengatakan longsor disebabkan hujan lebat dan membuat air tergenang dan mengakibatkan tanah tergerus oleh air. Sehingga tembok pagar rumah Wayan Budi tergerus dan menimpa tembok pagar rumah Ngurah Komang Arimbawa. Akibat musibah itu korban

mengalami kerugian Rp 15 juta. Anggota BPBD langsung melakukan pembersihan material longsor di lokasi kejadian dan memasang terpal (tenda gulung) untuk menutupi objek yang longsor. Eko Susila mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihaknya berharap warga tetap waspada di m u s i m h uj a n d a n a ng i n kencang ini. (kmb)

BPM/may

KELOR - Loloh kelor yang disajikan untuk wisatawan.

Pendamping ”Bubuh”

’’Loloh’’ Kelor untuk Wisatawan

SIAPA sangka daun kelor yang biasanya dijadikan sayur, ternyata bisa dibuat jus. Bahkan minuman tradisional masyarakat Bali ini disuguhkan untuk wisatawan mancanegara. Di Restoran Lembah Ayung, Gianyar, loloh kelor adalah sebagai pendamping bubuh (bubur) Bali. Chef Lembah Ayung Restaurant I Wayan Jayantika mengatakan, loloh kelor ini terbuat dari daun kelor. Cara pembuatannya dengan meremas daunnya hingga didapatkan airnya. Selanjutnya disaring untuk dijadikan minuman menyegarkan dan menyehatkan. ‘’Sebenarnya juga bisa diblender, namun hasilnya kurang maksimal. Kita lebih memilih meremasnya hingga hancur yang selanjutnya disaring agar tidak ada ampas yang ikut dalam penyajian,’’ ungkapnya, Kamis (20/12). Untuk menghasilkan rasa yang nikmat, ada beberapa bahan yang ditambahkan, seperti asam jawa, garam dan bawang merah. Bawah merah paling penting dan penambahan bawang merah bersamaan pada saat meremas daun kelor. ‘’Beberapa tambahan rasa ini memberikan rasa pahit, asam dan asin di lidah serta menyegarkan,’’

ujarnya. Jayantika menjelaskan, fungsi dari tambahan bawang merah ini adalah untuk menetralisir suhu dalam tumbuh, sehingga tumbuh menjadi lebih segar. Di samping itu, campuran bawang dan daun kelor ini juga bermanfaat untuk memperlancar metabolisme tubuh. ‘’Loloh bagi orang Bali itu kan memang memberi manfaat untuk kesehatan, yang biasanya diminum pagi hari,’’ jelasnya. Demikian juga loloh kelor yang disajikan di Restoran Lembah Ayung. Yaitu disajikan di pagi hari dan pendamping bubur (bubuh Bali). Menu ini menjadi pilihan breakfast bagi wisatawan. Terkadang dalam sajian minuman ini juga ditambahkan es batu, sesuai permintaan. ‘’Pembuatan minuman ini fresh, begitu ada permintaan kami buatkan. Tanpa distok terlebih dahulu,’’ imbuhnya. Co Founder Pramana Experience I Nyoman Sudirga Yusa, CHA. mengatakan loloh adalah minuman tradisional masyarakat Bali. Biasanya juga dipakai untuk pengobatan tradisional. Ini sesuai dengan program Gubernur Bali, membangkitkan makanan dan minuman tradisional serta tanaman obat keluarga. (kmb42)

BPM/kmb

LONGSOR - BPBD Jembrana ketika terjun ke lokasi tembok longsor di Pekutatan dan membantu membersihkan material longsoran.


4

Minggu Paing, 23 Desember 2018

Belajar Mandiri dari Seorang Ekalawya bersedih. Ilmu itu tidak bisa dipotong. Fisik bisa hilang. Akan tetapi, ilmu pengetahuan akan tetap melekat dalam hidup. Ekalawya menyadari akan hal itu. Ia tidak ragu-ragu lagi meskipun Mahaguru Drona meminta ibu jarinya. Inilah tantangan yang dihadapinya dengan ketulusan. Ilmu pengetahuan itu sejatinya menghadirkan jiwa-jiwa yang tulus. Persembahan tulus diberikan oleh Ekalawya dan ilmu pengetahuan pun akan tulus murni merasuki relung hatinya.

Karakter mandiri perlu terus ditanamkan dalam diri peserta didik. Karakter ini akan membuat percaya dirinya tumbuh dan merasa yakin akan kompetensi yang dimilikinya. Integritas atau kejujurannya akan terbangun beriringan. Guru-guru perlu menanamkan karakter mandiri ini. Di negara-negara yang sudah maju, karakter mandiri tumbuh secara alami karena sedari kecil sudah ditanamkan kemandirian. Rasa percaya dirinya telah tercipta melalui proses pembiasaan yang terus-menerus. Guru bisa menyajikan karakter mandiri ini dalam sebuah karya sastra klasik, misalnya cerita Bambang Ekalawya. Beragam kehidupan yang berkaitan dengan semangat belajar dapat dipetik dari kisah ini. Ekalawya berupaya agar bisa menjadi murid Mahaguru Drona, tetapi perjalanan mencari ilmu pengetahuan tidak sertamerta diperolehnya. Banyak tantangan dan rintangan yang ia hadapi. Ekalawya muda memohon agar bisa belajar pada Mahaguru Drona. Harapannya pupus. Ia tidak bisa diterima karena beragam pertimbangan. Ekalawya tidak bersedih. Ia pulang. Akan tetapi, semangat belajarnya terus tumbuh seiring perjalanan hidupnya. Ia pun membuat wujud dari Mahaguru Drona berupa patung secara fisik maupun patung dalam hatinya. Ia belajar mandiri. Guru

dihadirkan dalam hatinya. Teknik, metode, model, maupun pendekatan pembelajaran Mahaguru Drona dihadirkan dalam setiap langkah hidupnya. Bagi Bambang Ekalawya, tidak ada kata berhenti untuk belajar dan terus belajar semasih ada denyut di jantungnya. Jadilah ia pembelajar yang mandiri. Pembelajar yang selalu haus akan ilmu pengetahuan. Kompetensinya mengalir dan terasah. Ia pun mampu menyamai kemampuan Arjuna. Meskipun dalam perjalanan hidupnya, ia harus mengorbankan ibu jarinya sebagai persembahan kepada Mahaguru Drona. Ia tidak

Karakter Karakter Ekalawya yang pantang menyerah dan mandiri dalam mencari ilmu pengetahuan patut direnungi. Perkembangan Ipteks yang terus maju dan teramat cepat perlu disikapi dengan bijak. Peserta didik bisa menggali beragam ilmu pengetahuan melalui internet dengan memanfaatkan gawai maupun perpustakaan digital (elibrary). Pemanfaatan Ipteks ini diupayakan sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan budi pekerti peserta didik. Anak-anak milenial hendaknya memiliki sikap mandiri dan lebih bersemangat dalam belajarnya. Tidak mudah memang membangun kemandirian ini, perlu proses dan lingkungan belajar yang kondusif . Guru-guru sebaiknya memberikan kepercayaan kepada anak didiknya untuk mengambil sebuah keputusan dan menjalankan keputusan itu ataupun dalam mengerjakan sebuah tugas. Peran guru dalam hal ini sebagai pembimbing dan fasilitator jika peserta didik mengalami rintangan dan belum mendapatkan jalan pemecahannya. Proses belajar-mengajar diupayakan sebagai ajang untuk mengaktualisasikan proses pembudayaan yang berkarakter (Japa, 2018). Proses Menumbuhkan kesadaran peserta didik bahwa dirinya sedang mengalami proses pembelajaran dan pendidikan bukan

perkara mudah. Membangkitkan peserta didik agar belajar dan belajar serta terus menggali pengetahuan merupakan tantangan tersendiri bagi guru. Guru tidak akan pernah berhenti berusaha agar peserta didik menyadari hakikat dirinya sebagai peserta didik. Peserta didik diharapkan bisa membangun dirinya serta berguna bagi hidup dan kehidupan dirinya serta masyarakatnya (Keniten, 2017). Penumbuhkan karakter mandiri ini perlu kerja keras guru yang dilandasi dengan semangat pengabdian. Semangat

Apabila hemoglobin berkurang maka akan menyebabkan pengangkutan dan penyaluran oksigen ke seluruh tubuh pun berkurang. Pada akhirnya, tubuh yang memerlukan oksigen untuk berkembang akan terhambat perkembanganya.. Kejadian anemia kekurangan zat besi di Indonesia masih sangat tinggi, terutama pada wanita hamil, anak balita, dan usia sekolah. Pada anak-anak Indonesia angka kejadiannya berkisar 40-50%. Hasil survei melaporkan kejadian anemia defisiensi besi sebanyak 48,1% pada kelompok usia balita dan 47,3% pada kelompok usia anak sekolah. Kekurangan zat besi pada anak akan memberikan dampak yang negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Selain itu berkurangnya kandungan besi dalam tubuh juga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan organ tubuh akibat penyaluran oksigen ke jaringan berkurang. Masalah yang paling penting yang ditimbulkan oleh kekurangan zat besi yang berlangsung lama adalah menurunkan daya konsentrasi dan prestasi belajar pada anak. Bayi Bayi yang baru lahir menyimpan cadangan zat besi dalam tubuhnya, namun mereka memerlukan zat besi tambahan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Sesuai dengan ketentuan yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan, kebutuhan zat besi untuk anak balita yaitu bayi usia 7-11 bulan membutuhkan 6 mg dalam sehari, usia 1-3 tahun membutuhkan 11 mg zat besi per hari, usia 4-6 tahun, membutuhkan 15 mg zat besi per hari Kekurangan zat besi dalam tubuh dapat membuat kemampuan serta fungsi tubuh anak secara keseluruhan terganggu. Dalam kasus, hampir semua kekurangan zat besi tidak menimbulk a n ge-

jala dan tanda hingga anemia akibat kekurangan zat besi terjadi. Beberapa gejala dan tanda yang sering dialami oleh anak yaitu kulit pucat, kelelahan atau lemas, penurunan kemampuan kognitif dan perkembangan sosial, terdapat luka pada lidah, suhu tubuh naik turun, dan mudah mengalami infeksi. Gangguan mental, motorik, serta perilaku akan muncul ketika anak sangat kekurangan zat besi dalam tubuh dan menyebabkan anemia. Pencegahan Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari makanan atau susu yang terlalu banyak pada anak berusia kurang dari 1 tahun, karena dapat menggantikan porsi makanan sumber zat besi dan susu juga dapat mencegah penyerapan zat besi secara optimal bila diberikan bersama dengan makanan. Pencegahan yang paling penting adalah memberikan makanan yang tinggi akan zat besi pada anak, seperti daging sapi, hati sapi, telur, bayam, kacang kedelai, kacang tanah, dan berbagai jenis sayur berdaun hijau tua lainnya. Memberikan ASI eksklusif pada bayi karena ASI mengandung berbagai jenis zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi, termasuk zat besi, memberikan makanan sumber vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi pada anak, dan mulai memberikan makanan tambahan lunak ketika bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan dan kemudian makanan padat ketika anak sudah berumur 1 tahun juga dapat mencegah kekurangan zat besi. Sebaiknya ibu memberikan makanan yang beragam jenisnya, serta kaya zat gizi pada anak agar kebutuhan gizi anak terpenuhi.

Tetap Fit di Hari Raya Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

1

3

Gb. IV : Duduk dengan posisi tegak, kedua siku lengan ditekuk ke samping dan kedua kaki yang lurus ke depan. Letakkan tongkat pendek pada pergelangan kaki lalu tekuk kedua lutut dan luruskan, maka latihan ini bermanfaat untuk menguatkan otot perut. Lakukan beberapa kali sesuai kemampuan

4

Gb. II : Tetaplah duduk namun kaki kiri ditekuk dan letak-kan pergelangan kaki kiri pada lutut kanan. Kedua lengan lurus depan dada, lalu dorong badan ke depan sejauh mungkin, lalu tegakkan kembali. Ulangi hingga 2x8 hitungan, setelah itu ganti kaki kanan ditekuk dan lakukan gerakan yang sama dengan hitun­gan yang sama pula.

Kupon Menyambut tahun baru 2019 dengan latihan yang ringan namun bermanfaat untuk pembentukan tubuh dan salam bugar dari Lala Studio.

Penularan HIV

Halo KISARA! Perkenalkan nama saya Yuni umur saya saat ini 20 tahun. Nah, akhir-akhir ini di media sosial sedang banyak dibicarakan tentang facial dan sisiran yang dapat menularkan HIV. Saya sangat khawatir karena saya juga sering facial dan sering berbagi sisir dengan orang lain. Lalu, apakah berita tersebut benar? Mohon dijawab ya Kak, terima kasih. Halo Yuni, terima kasih atas pertanyaannya, jadi sebenarnya ini adalah stigma negatif atau pandangan buruk yang sedang berkembang di masyarakat kita saat. Kita bahas dulu ya, HIV itu apa sih? Nah, HIV atau Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan sekumpulan gejala/ penyakit yang timbul akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh virus HIV, tetapi tidak semua orang dengan HIV terkena AIDS. Jadi HIV dan AIDS itu berbeda ya! Penularan HIV tidaklah terjadi dengan mudah,

Gb. III : Untuk mengencangkan paha, duduklah tegak dengan kedua kaki tutup rapat dan kedua lengan lurus ke atas. Angkat tekuk kaki kanan dan kiri bergantian sambil mengarahkan tongkat depan dada. Ulangi gerakan hingga 3x8 hitungan.

Gb. I : Posisi duduk tegak dengan kedua kaki tutup rapat dan kedua lengan lurus ke atas. Condongkan badan ke kanan lalu tegakkan dan condongkan ke kiri, maka latihan ini bermanfaat untuk mengikis lemak di pinggang. Lakukan beberapa kali hitungan, dan pastikan kedua lengan di samping telinga saat mencondongkan badan.

2

Kisara

Suasana tetap ceria menyambut hari raya Galungan dan Natal akan semakin oke dengan penampilan tubuh yang oke pula. Luangkan waktu 30 menit untuk melatih merampingkan pinggang, mengencangkan paha dan perut dengan posisi duduk. Ikuti peragaan berikut ini bersama Maria Yeni dari Lala Studio.

ldr. A. A. Made Berastia Anis Savitri

ANAK - Kekurangan zat besi pada anak akan memberikan dampak yang negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi, dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan organ tubuh, dan dapat menurunkan daya konsentrasi dan prestasi belajar pada anak.

lIBW Widiasa Keniten

KARAKTER - Penumbuhkan karakter mandiri ini perlu kerja keras guru yang dilandasi dengan semangat pengabdian. Semangat membangun kemandirian pada peserta didik tidak akan pernah luntur di hati seorang guru. Teladan-teladan yang ada dalam cerita klasik bisa dijadikan rujukan hingga peserta didik bisa merenung bahwa dalam kisah klasik saja sudah ada karakter mandiri apalagi dalam kehidupan milineal sekarang ini. Dengan kemandirian, rasa percaya diri peserta didik tumbuh, lebih-lebih dalam menghadapi tantangan dan persaingan global yang semakin ketat.

Bahaya Kekurangan Zat Besi pada Anak Pada anak-anak, kekurangan zat besi merupakan penyebab anemia terbanyak. Anemia kekurangan zat besi ialah anemia yang disebabkan oleh berkurangnya cadangan zat besi tubuh. Zat besi ini sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama untuk pembentukan sel darah merah (hemoglobin).

membangun kemandirian pada peserta didik tidak akan pernah luntur di hati seorang guru. Teladan-teladan yang ada dalam cerita klasik bisa dijadikan rujukan hingga peserta didik bisa merenung bahwa dalam kisah klasik saja sudah ada karakter mandiri apalagi dalam kehidupan milineal sekarang ini. Dengan kemandirian, rasa percaya diri peserta didik tumbuh lebihlebih dalam menghadapi tantangan dan persaingan global yang semakin ketat.

ada 3 perantara penyebaran virus HIV yaitu darah, cairan kelamin yang terdiri dari cairan sperma dan cairan vagina, dan ASI. HIV dapat menular melalui hubungan seksual yang berisiko dimana pada hubungan seksual yang berisiko apalagi pada seseorang yang sering bergonta-ganti pasangan, pemakaian jarum suntik secara bergantian misalnya pada pecandu narkoba dengan jarum suntik, dan virus HIV juga dapat menular dari ibu ke anaknya dari dalam kandungan hingga saat proses melahirkan. Nah, selanjutnya ada yang disebut prinsip penularan virus HIV yang disingkat ESSEX, yaitu Exit

atau adanya jalan virus HIV itu keluar, Survive yang artinya virus mampu bertahap hidup di luar tubuh manusia, kemudian ada Sufficient di mana kadar virus harus cukup untuk menularkan ke orang lain, dan terakhir ada Enter artinya harus ada jalan masuk virus tersebut ke dalam tubuh manusia. Nah, sahabat Kisara keempat prinsip di atas sifatnya saling keterkaitan, jadi kalau 1 saja tidak ada dari ke-4 komponen prinsip penularan HIV tersebut maka seseorang tidak akan bisa menularkan ataupun ditularkan virus HIV. HIV susah ditular tidaklah semudah yang kita bayangkan tadi ya. Jadi, kita dapat simpulkan bersama bahwa facial dan sisiran tidak dapat menularkan HIV. Nah, karena penularan HIV itu tidaklah mudah dan kita juga sudah mengetahui seperti apa HIV itu bisa menular sehingga kita sebagai masyarakat

seharusnya tidak menjauhi orang yang menderita HIV atau kita sebut dengan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Mereka tidaklah menginginkan diberikan cobaan dengan penyakit yang mereka derita saat ini seharusnya kita sebagai masyarakat yang berada di sekitar mereka memberikan dukungan agar mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi penyakit yang mereka derita bukan malah menjauhi mereka karena takut tertular virus yang mereka derita. Berdekatan, bermain, bersalam bahkan menggunakan barang yang sama tidak akan membuatmu menderita HIV karena tidak ada penukaran cairan darah/cairan kelamin, ataupun ASI. Pun facial atau sisiran tidak akan menyebabkan tertular HIV. Jadi, mulai sekarang sahabat Kisara mari kita ajak keluarga, teman-teman dan orang-orang di sekitar kita untuk bersama-sama memberikan mereka dukungan untuk agar semangat menjalani kehidupan ini.


5

Minggu Paing, 23 Desember 2018

Capricorn Usaha yang telah Anda rintis dengan susah payah, kini mulai menampakkan bunganya, dan itu pertanda bahwa usaha Anda terus berkembang dengan menyenangkan, cobalah dipertahankan dengan selalu memanagenya terutama di sektor keuangan agar lebih terkontrol lagi. Asmara: Yakinlah akan kesetiaannya. Aquarius Kecerobohan yang sering Anda lakukan akhir-akhir ini sesegera mungkin diambil tindakan untuk mencegahnya. Apalagi masalah dan urusan berat lagi Anda hadapi di minggu ini, sehingga mau tidak mau harus lebih teliti dan sembrono. Asmara: Bicarakan dengan sidia dulu, jangan ambil keputusan sepihak. Pisces Beginilah hidup ini yang tidak selamanya lewat di jalan yang mulus, terkadang harus melewati jalan yang terjal dan berbatu. Akan tetapi jika semua itu dihadapi dengan ketenangan dan kesabaran, maka akan lebih mudah untuk cepat sampai didaerah tujuan. Asmara: Bersabarlah, bahwa semua ini pasti ada jalan temunya. Aries Hati bimbang terkadang memang menggelisahkan dan tak jarang bisa membikin segala urusan menjadi berantakan. Maka dari itu Anda perlu menenangkan diri dengan selalu rajin berdoa dan kurangi ketegangan pikiran. Asmara: Jagalah hatinya dengan perkataan yang lemah lembut. Taurus Jangan meremehkan persoalan yang ada, cobalah berkaca pada pengalaman pahit di masa lalu akibat kecerobohan dan sikap sembrono Anda. Terhadap tawaran yang menguntungkan, cobalah bisa disikapi dengan sabar dan tidak terburu-buru. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah bila bertemu dengannya. Gemini Ketenangan nampak menaungi hidup Anda di minggu ini, segala urusan yang cukup pelik kini berangsur-angsur terselesaikan. Nikmati suasana ini dengan hati gembira dan jangan lupa untuk selalu rajin berdoa. Asmara: Cukup menyenangkan dan mendatangkan kenangan indah. Cancer Bagaimana sulitnya situasi di minggu ini sebaiknya Anda tak perlu terburu-buru dalam bertindak, cobalah dipikir sematang mungkin agar tak sampai timbul penyesalan di kemudian hari. Bila ada yang sengaja ingin memancing konfrontasi dengan Anda, sebaiknya tidak perlu ditanggapi dengan serius, anggaplah itu angin lalu. Asmara: Hargailah keberadaannya walau si dia akhirakhir ini cukup menjengkelkan juga. L e o Dalam menghadapi orang yang cukup beragam baik pola pikiran dan kemauan, Anda harus pandaipandai mencari celah agar bisa diterima dengan baik oleh mereka. Tak perlu cemas dengan kekurangan yang ada, cobalah ditutupi dengan bukti-bukti prestasi yang mengagumkan, dan di minggu inilah merupakan kesempatan untuk unjuk gigi. Asmara: Kalau sudah maunya begitu, terima saja daripada dihalangi timbul pertengkaran lagi. Virgo Di minggu ini cobalah lebih bisa disiplin dalam melaksanakan segala rencana yang telah Anda buat sendiri, agar segalanya bisa berjalan menurut schedule yang ada, tidak sampai meleset jauh. Cobalah untuk berhati-hati dari segala kemungkinan buruk yagn bisa terjadi karena ada sentimen dari orang terdekat Anda. Asmara: Tahu dirilah dengan tidak menuntutnya secara berlebihan. Libra Di minggu ini pandai-pandailah mengarahkan ambisi yang menggelora di dalam hati jangan sampai bergerak membabi buta sehingga lepas kontrol yang tentu saja akan berdampak yang sangat buruk bagi perkembangan perekonomian Anda. Terutama yang menyangkut keinginan hati. Asmara: Sikap yang Anda anggap benar, belum tentu benar menurut si dia, untuk itu jangan suka memaksakan kehendak walaupun itu dengan tujuan untuk membahagiakannya. Scorpio Di minggu ini berkerjalah seenjoy mungkin. Jika ingin melakukan ekspansi jangan ragu untuk melakukan apa yang terbaik menurut Anda, yang penting keyakinan harus tetap dipegang teguh, jangan sampai rasa ragu yang muncul. Asmara: Keluarga harus tetap diberi porsi lebih, karena jika tenang maka akan berdampak juga bagi karier Anda. Sagitarius Minggu ini saat yang tepat bagi Anda untuk melaksanakan segala rencana yang telah dipersiapkan, mumpung peruntungan lagi mujur. Tak perlu takut dengan rintangan yang ada di hadapan mata, karena itu tidak akan berpengaruh terlalu banyak, terjang saja, dengan kemantapan dan ketegasan serta keyakinan, maka kesuksesan akan makin mudah didapat. Asmara: Tidak ada yang perlu dipersoalkan, sebab segala sesuatunya berjalan dengan baik.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 23 - 29 Desember 2018

”Satyam Sivam Sundaram” Asti bhati priyam rupam namacetyamSa-pancakam Adyatraya brahma-rupam jagadrupam tato davyam (Drg DrSya Viveka 20)

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

“Asti (ada), Bhati (bersinar), Priyam (menarik), Rupam (bentuk), dan Nama (nama), kelima ini merupakan satu kesatuan. Tiga serangkai dari yang pertama adalah sifat-sifat Brahman, sedangkan dua yang belakangan adalah sifat-sifat dunia.” Sloka kutipan di atas merupakan penunjang “terdekat” yang berhasil kami jumpai sampai detik ini, di samping satu Sloka lagi yang akan kami bahas belakangan. Sedangkan secara tertulis kami belum berhasil menemukan keberadaan kalimat suci Satyam Sivam Sundaram dalam teks-teks Sanskerta, baik dalam pustaka-pustaka Catur Veda, Upanisad, Purana, maupun Itihasa. Asti Bhati Priyam dalam Drg DrSya Viveka di atas sangat dekat dengan kalimat suci Satyam Sivam Sundaram. Asti berarti ada, eksis. Bahwa kebenaran Satyam merupakan satu-satunya kenyataan yang sejatinya ada, sedangkan selainnya hanyalah “ada dalam tidak ada” dan “tidak ada dalam ada”. Sankara Acharya menyebutnya sebagai “Brahma Satyam Jagan Mithya”, satu-satunya Brahman yang Ada, sedangkan alam semesta (jagat) hanyalah Bayangan Ada. Ia hanya seolah-olah eksis, “hana tan hana”, ada tetapi tidak ada. Bhati berarti bersinar. Sivam, yaitu sifat Tuhan yang penuh berkah karunia, penganugerah kesejahteraan, kedamaian dan cinta kasih itu selalu bersinar terang benderang memberikan sinar cahaya cemerlang pada seluruh alam ciptaan, menghalau kegelapan dari dalam batin ciptaan-Nya. Selanjutnya Priyam berarti menarik, indah memukau. Ia merupakan padanan dari sifat

keindahan Sundaram dari Tuhan yang indah menarik dalam segala hal. Ketiga sifat maha mulia Tuhan ini bersifat spiritual dan dikelompokkan ke dalam wujud spiritual Tuhan (adyatraya brahma-rupam). Satyam Sivam Sundaram tidak dikenal dalam tradisi Veda pada zaman Catur Veda, demikian pula pada zaman upanisad, bahkan pada zaman puranaitihasa. Hal ini tidak berarti ajaran Satyam Sivam Sundaram tidak ada pada zaman-zaman Veda tersebut melainkan istilah Satyam Sivam Sundaram yang (belum) tidak ditemukan. Istilah atau kalimat suci Satyam Sivam Sundaram tersebut orang-orang suci menyamakannya dengan “Maha Vakya” atau Ucapan Agung yang terdapat dalam Catur Veda, seperti Tat Tvam Asi, Aham Brahmasmi, Prajnanam Brahma, Ayam Atma Brahma”. Seluruh Maha Vakya menjelaskan tentang kedalaman rahasia serta keagungan Tuhan Yang Maha Tidak Terbatas. Satyam Sivam Sundaram termasuk kalimat suci yang disetarakan dan disejajarkan dengan Ucapan Agung Maha Vakya tersebut. Maha Vakya Satyam Sivam Sundaram selain mengajarkan tentang rahasia mendalam dari Kebenaran Satyam, kemuliaan dan cinta kasih Sivam, ia juga mengajarkan tentang aspek keindahan Sundaram dari Tuhan Yang Maha Esa. Kalimat suci Satyam Sivam Sundaram dikenal setelah kejadian ajaib dan gaib di Varanasi sehubungan dengan Swami Tulasidas dan karya agungnya “Ram Charit Manas” (Rama Carita Manasa). Swami Tulasi Das meninggalkan tempat suci gunung Chitrakuta pada tahun 1572 menuju kota suci Ayodhya.

Di sana beliau tinggal untuk beberapa lama karena mengikuti festival mandi suci Magha Mela. Festival Mandi Suci ini diselenggarakan di tempat-tempat suci khususnya sungai suci di seluruh India, diselenggarakan pada bulan Magha yang biasanya jatuhnya pada bulan Januari. Swami Tulasi das meninggal di permandian suci Assi Ghat di tepi sungai Gangga di Varanasi pada bulan suci Sravana (sekitar Juli-Agustus) tahun 1623. Kalimat suci nan indah Satyam Sivam Sundaram mulai terkenal melalui lagu dalam film Bollywood Satyam Sivam Sundaram yang dinyanyikan oleh penyanyi super terkenal India, Lata Mangeshkar. Di Indonesia sendiri istilah Satyam Sivam Sundaram dikenal melalui motto majalah Warta Hindu Dharma (sekarang bernama Wartam). Sedangkan dalam tradisi Hindu Dharma, Satyam Sivam Sundaram dikenal melalui sejarahnya Swami Tulasi Das ketika menulis pustaka Sri Ram Charitmanas (Sri Rama Carita Manasa). Sebelum itu, Satyam Sivam Sundaram tidak begitu dikenal, bahkan sampai sekarang belum ditemukan secara tertulis pada literatur Veda. Barangkali nanti akan ada para peneliti yang akan menemukannya. Swami Tulasi Das lahir dalam keluarga miskin pada tahun 1532 di Rajapur di dekat tempat suci Chitrakuta. Ayah dan Ibunya tidak mampu membesarkannya. Seorang Brahmana berbaik hati mengajak dan memberikan pendidikan hingga ia menjadi seorang terpelajar, ahli Sanskerta dan Veda. Setelah menyelesaikan pendidikan Tulasi Das kembali ke desanya, berumah tangga menempuh hidup grhastha seperti orang kebanyakan. Disebutkan bahwa Tulasi Das sangat terikat dengan istrinya alias “cinta buta”. Ia tidak bisa hidup sekejap pun tanpa istrinya, Ratnavali. Pada suatu hari, ketika istrinya pulang ke rumah asal menemui orang tuanya, Tulasi Das merasa tidak tahan berpisah dengan istrinya. Malam hari itu juga ia menyusul pergi menemui istrinya. Malam gelap gulita,

dalam keadaan hujan lebat ia berenang menyeberangi sungai, badai, halilintar semua dilewatinya. Sampai di depan rumah istrinya, hari sudah tengah malam. Semua orang sudah pada tidur. Pintu pagar telah dikunci. Semua keadaan tersebut tidak mengurungkan niat Tulasi Das untuk bertemu dengan istrinya. Ia lalu memanjat pohon yang ada di dekat jendela kamar istrinya. Masuk melalui jendela, tibalah ia di dalam kamar istrinya. Melihat sang suami pujaan hati memasuki kamarnya dalam keadaan basah kuyup, istrinya, Ratnavali menjadi kaget luar biasa. Mengetahui bagaimana “gilanya” suami mencintai dirinya, Ratnavali berusaha memberikan nasihat untuk menyadarkan suaminya. Pada akhirnya ia berkata, “Suami, jika cinta yang sama seperti ini Anda arahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka Anda pasti akan mencapai moksa.” Kata-kata terakhir dari istrinya itu membuat Tulasi Das menjadi kaget tersadarkan. Ia menerima kata-kata istrinya tersebut sebagai “mantra” suci. Tulasi Das menganggap istrinya sebagai Guru Diksa. Ia mencakupkan tangan menghormat pada istri, tanpa berkata sepatah kata pun Tulasi Das langsung membalikkan badan, meninggalkan hidup duniawi dan mengalihkan cinta kasihnya kepada Tuhan pujaannya, Sri Rama. Tulasi Das pergi ke tempat suci Ayodhya, tinggal di pinggir sungai suci Sarayu. Sebulan di sana, ia kemudian pergi ke Benares/Varanasi. Di Benares Tulasi Das menulis cerita Sri Rama dalam Bahasa Awadhi, Bahasa Hindi kuna. Ramayana karya Tulasi Das tersebut diberi nama Sri Ram Charitmanas, diselesaikan penulisannya dalam jangka waktu 2 tahun, 7 bulan, 26 hari. Pada zaman itu, terdapat kesepakatan tradisi para ahli Veda di Varanasi yang menolak keras sarjana Sanskerta melakukan karya tulis selain dalam Bahasa Sanskerta. Hampir seluruh sarjana Sanskerta dan Veda di Varanasi menentang habis-habisan kehadiran Sri Ram Charitma-

nas. Terjadi perdebatan keras di antara para sarjana Sanskerta. Akhirnya dicapai kesepakatan untuk menyelesaikan perdebatan tersebut dengan cara menguji keabsahan Sri Ram Charitmanas di “hadapan” Dewa Siva di tempat sembahyang pemujaan Siva di Varanasi yang dipandang sangat suci dan keramat, yaitu pura Kashi Vishwanath. Sri Ram Charitmanas ditempatkan paling bawah lalu di atasnya ditumpukkan pustakapustaka suci Veda yang banyak termasuk upanisad-upanisad, purana-purana, bahkan juga Ramayana Valmiki. Pura digembok dan dijaga ketat. Pagipagi gembok Pura dibuka, begitu masuk ke dalam ruangan, semua pendeta menjadi tercengang melihat pustaka Sri Ram Charitmanas itu tempatnya menjadi paling atas dan di atasnya tertera kalimat suci Satyam Sivam Sundaram. Semua meyakini hal itu sebagai “tanda tangan” dari Dewa Siva yang mengesyahkan Sri Ram Charitmanas sebagai pustaka suci. Sejak itulah Satyam Sivam Sundaram menjadi terkenal dan sekarang seluruh dunia mempergunakannya, baik perorangan maupun lembaga-lembaga masyarakat untuk berbagai tujuan dan kepentingan. Sedangkan bahasa Ram Charitmanas diakui sebagai Mahadeva Bhasa. Sivam dalam Satyam Sivam Sundaram menunjukkan sifat Tuhan sebagai sumber kesejahteraan, ketenangan dan kedamaian, penuh kasih sayang di jalan Tuhan. Sedangkan Sundaram berarti indah, cantik, menarik, memukau, membahagiakan. Pemujaan Tuhan pada aspek Satyam adalah “purna”, pemujaan pada aspek Satyam dan Sivam adalah “sampurna”, dan pemujaan pada aspek Tuhan dalam Satyam Sivam Sundaram adalah “paripurna”. Hindu Dharma mengajarkan kelengkapan sempurna pemujaan pada Tuhan dalam kesadaran Satyam Sivam Sundaram, menjadikan ciri ajaran Hindu Dharma yang indah dan tidak kaku, jauh dari kekerasan, penuh damai dan kasih.

MIMBAR AGAMA

Pengakuan Iman yang Pokok Js. Ang Cuan Yen Mimbar Khonghucu Wei De Dong Tian (Hanya Kebajikan Tuhan Berkenan ) Selaku umat Agama Konghucu wajib memahami, menghayati dan mengimani dasar keimanan yang pokok. Selanjutnya mewujudkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam segala tingkah laku dan perbuatan agar perpedoman pada penghayatan dan Pengakuan Iman yang pokok. Tersurat dalam BAB utama Kitab Tengah Sempurna Firman Tian / Tuhan itulah dinamai Watak Sejati, hidup mengikuti Watak Sejati itulah dinamai menempuh Jalan Suci, bimbingan untuk menempuh Jalab Suci itulah dinamai Agama. Dasar keimanan yang pokok dijabarkan dalam Delapan Keimanan / Ba Cheng Zhen Gui : 1. Sepenuh Iman Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa: Seorang umat Khonghucu wajib beriman, percaya, satya

Mpu Gandring Abad ke-21 yang diberi sebutan Abad Millenial agaknya dipenuhi gaung kematian dicirikan terjadinya paradoks di segala lini kehidupan. Kebohongan menjadi semacam majas, dipakai alat komunikasi buat berebut pengaruh dan kekuasaan. Orang-orang berkedudukan sosial tinggi yang tidak jarang juga berpendidikan tinggi, melakukan pembunuhan epistemologi dan logika. Mereka hancurkan tembok pembatas antara kejujuran dan kebohongan, kebaikan dan kelancungan serta etika dan kemurtadan. “Kematian yang paling parah terjadi di ranah akhlak dan moralitas. Rasa malu, empati, dan toleransi diusir dari hati, diganti kepongahan, kekejaman dan egoisme sempit. Libido kekuasaan yang melahirkan paradoks membuat masyarakat awam jadi bingung, tidak tahu mana benar dan salah, mana jujur dan bohong serta mana pemimpin dan pemimpi? Relasi kuasa yang mendasari hubungan masyarakat

dan bertaqwa, hormat atau sujut terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Karena Tuhan Yang Maha Esa adalah Khalik alam semesta dengan segala makhluk benda dan isinya. Jangan mendua hati jangan bimbang, Tuhan Yang Maha Esa menyertai kehidupan ini. 2. Sepenuh Iman Menjunjung Tinggi Kebajikan: Seorang umat Khonghucu senantiasa menggemilangkan kebajikan karunia Tuhan , yang di dalamnya mencakup benihbenih cinta kasih, menjunjung tinggi kebenaran, berlaku susila, berpola pikir bijaksana yang mana benih-benih kebajikan hidup, tumbuh dan berkembang dalam hidup Rohani manusia yang mengemban firman tugas hidup suci sebagai makhluk ciptaan Tuhan. 3. Sepenuh Iman Menegakan Firman Gemilang, Hidup manusia adalah oleh Firman Tuhan, maka manusia mengemban tugas suci dan wajib mempertanggungjawabkan segala perbuatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jagalah hati, rawatlah watak sejati demikianlah mengabdi kepada Tuhan.

brolan BALE BANJAR ARIDUS menjadi penuh keganjilan karena dijejali manipulasi. Sulit mencari tokoh teladani yang ucapannya bisa dipercaya. Karena kematian, tanda, penanda, dan petanda yang sekaligus juga membunuh makna membuat realitas juga mati. Fiksi dan dongeng dituturkan lewat relasi kuasa yang ditopang paternalisme dianggap kebenaran, padahal sebenarnya kebenaran palsu atau post-realitas. Primordialisme yang didukung kesamaan iman, tradisi, kultur, dan ideologi palsu membuat persatuan dan kesatuan mudah retak dan terbelah. Kondisi

4. Sepenuh Iman Menyadari Adanya Nyawa dan Roh: Seorang umat Khonghucu selain bersujud hormat kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga menghormati Arwah Leluhur dan arwah Para Suci agar memperoleh tuntunan terutama suci tauladan dari Arwah Suci .Qi (Semangat) itulah berkembangnya Roh. Jasad itulah wujud berkembangnya Nyawa, Berpadu harmonisnya Nyawa dan Roh itulah tujuan tertinggi Agama.Semua yang dilahirkan pasti mengalami kematian, yang mati pasti pulang ke tanah, inilah yang berkaitan dengan Nyawa (Jasad). Tulang dan daging bersifat Yin (Negatif) itu raib menjadi tanah di padang belantara. Tetapi Qi (Semangat) bersifat yang (Positif) berkembang memancar keatas cerah gemilang, inilah sari daripada berates zat perwujudan daripada Roh. 5.Sepenuh Iman Memupuk Cita Berbakti : Tegakan diri menempuh Jalan Suci, demikian memuliakan ayah bund. Perilaku berbakti menyangkut hubungan yang paling dasar dan paling dekat

dalam kehidupan tiap manusia. Mengzi berkata” Mencintai orang tua itulah cinta kasih, hormat kepada yang lebih tua itulah kebenaran, tidak dapat di pungkiri itulah kenyataan yang ada di dunia (Kitab Mengzi Jilid VII A Ayat 15). Berbakti adalah sikap awal yang paling mendasar guna menjalin hubungan luhur yang lebih jauh. Cinta kasih itulah kemanusiaan dan mengasihi orang tua itulah yang terbesar. Kebenaran itulah kewajiban hidup dan memuliakan para bijaksana itulah yang terbesar (Kitab Tengah Sempurna XIX Ayat 5). 6. Sepenuh Iman Mengikuti Genta Rohani Nabi Kongcu: Umat Khonghucu beriman bahwa Nabi Khongcu adalah Genta Rohani, utusan Tuhan, pemberita Firman sebagai Nabi Sempurna Agama, melalui segala ajaran dan Sabda-sabda Suci. 7. Sepenuh Iman Memuliakan Kitab Sishu dan Kitab Wujing: Yang menjadi dasar Kitab Suci Agama Khonghucu adalah Kitab Sishu (Red. Sesu ) / Kitab Suci yang Empat . Yang terdiri atas kitab : Ajaran Besar,

Tengah Sempurna, Sabda Suci, dan Kitab Mengzi yang mana merupakan kumpulan Kitab Suci berdasarkan Sabda-sabda Nabi Khongcu dan himpunan tulisan para murid Nabi Khongcu sampai pada Razul Mengzi.Sedangkan Wujing (Red. Ucing) / Kitab Suci yang Lima. 8. Sepenuh Iman Menempuh Jalan Suci: Manusia dengan watak sejati karunia Tuhan Yang Maha Esa, agar manusia menggemilangkan kebajikan mengasihi sesame, menyayangi lingkungan sehingga mencapai Puncak Kebaikan itulah Jalan Suci yang wajib di tempuh umat manusia.Karena Jalan Suci itulah selaras dengan watak sejati. Dari pengakuan iman yang pokok, selanjutnya melalui bimbingan Sabda-sabda Nabi Khongcu terutama Kitab Ajaran Besar (Kitab yang ditulis oleh murid nabi Khongcu yang bernama Zeng Zi) Bab Utama Ayat I: Adapun Jalan Suci yang di bawakan Ajaran Besar ini adalah menggemilangkan kebajikan yang bercahaya, mengasihi Rakyat dan berhenti pada Puncak Kebaikan. Shanzai

seperti inilah, menurutku, yang mewarnai Tahun Politik 2018, yang juga akan berlanjut di tahun 2019,” ujar Rubag memulai obrolan. “Paradoks yang paling besar bagiku adalah perilaku masyarakat. Kita dengan bangga mengaku hidup di Zaman Ultra Modern dengan teknologi canggih serta peradaban tinggi, namun sebagian masyarakat masih berperilaku primitif. Seakan hidup tanpa nalar dan mudah diadu domba oleh segelintir elite yang mabuk kekuasaan. Kita juga sangat bangga telah memiliki jumlah perguruan tinggi hingga ke pelosok terpencil, namun seakan tidak memiliki cendekiawan yang mampu memotivasi masyarakat untuk berperilaku beradab. Paradoks, gadget yang nyaris dimiliki seluruh lapisan masyarakat justru dipenuhi gambar hidup atau video yang jauh dari katagori beradab. Pidato yang menghujat disertai tingkah laku yang konyol, tawuran massal, penyiksaan oleh manusia atas manusia dan banyak lagi tragedi berdarah yang tertayang secara telanjang, tanpa sen-

sor. Celakanya, tidak semua orang menggunakan nalar untuk menyimak gambar itu. Padahal tidak semua adegan sesuai fakta namun lewat editing, terciptalah berita atau warta hoax alias bohong. Inilah akibat diusirnya budaya membaca dan menulis oleh budaya lisan, sehingga orang hanya memahami hal-hal di permukaan atau virtual. Lalu para cendekiawan atau kaum intelektual di mana?” tanya Nyoman Sudiantara mengakhiri argumennya. “Rupanya sedikit mereka yang mengaku dirinya intelektual mau membaca sindiran Julien Benda, bertajuk ‘La Trahison des Clercs‘, tentang pengkhianatan kaum cendekiawan atas intelektualitasnya, yang berkewajiban mencerdaskan masyarakat. Nah, menurutku, makna ikut mati menyusul tanda, petanda dan penanda, karena kaum cendekiawan bunuh diri sebelum sempat memberi pertolongan. Mereka tanggalkan kecerdasan dan kepintarannya untuk ikut dalam kontestasi kekuasaan. Padahal WS Rendra pernah mengimbau, cendekiawan tak ubahnya

seorang Mpu, yang cocoknya berumah di angin, tidak seharusnya ramai-ramai ingin berumah di keraton. Salah satu butir dari Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat tidak melulu berlaku saat menjadi mahasiswa, justru harus tetap dipraktekkan saat menjadi sarjana. Ternyata Mpu Gandring memiliki integritas dan disiplin tinggi untuk mengemban keempuannya. Dia tidak ikut rebutan berumah di keraton, justru memilih tetap tinggal di padukuhan untuk menekuni profesi dan intelektualitasnya sebagai pembuat keris. Dia tidak mau menjadi tim sukses Ken Arok buat merebut kekuasaan Akuwu Tumapel dengan muslihat keji. Bahkan dia ikhlas mati untuk tidak mengkhianati etika profesi dan harga dirinya. Kendati dia terbunuh keris buatannya sendiri demi integritasnya sebagai Mpu, agaknya Gandring puas menyaksikan dari alam baka, kutukannya berhasil merenggut tujuh nyawa. Lebih bangga lagi dia tidak mengkhianati kecendekiannya!” komentar Made Surjanegara.


Bali

6

Redité Paing, 23 Desember 2018

GALUNGAN – Nyabran Galungan, Krama ngaturang pamuspaan ring pamerajan wiadin pura ageng tiosan.

Rainan Galungan

Patinget Swadharma Ngukuhang Dharma ring Mercapada

KAWÉNTENAN makudang-kudang pidabdab upacara sampun pinaka tetamian dresta saking panglingsir majeng krama Hindu utamanipun sané meneng ring Bali. Nénten wantah upacara kémanten, taler sané katami wantah makudang-kudang rerainan sané rauhipun nganutin pailehan masa. Wénten makudang-kudang soroh rerainan antuk tata cara wiadin pidabdab sané tetujonnyané pinaka jalaran ngaturang suksmaning manah majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané sampun lédang mapaica wara nugraha. Soang-soang rerainan madué tetuek taler tetujonnyané soang-soang,

sinalih tunggilnyané rerainan Galungan sané pacang kapakelingin ring raina Buda Kliwon Dungulan, 26 Desember 2018. Galungan wantah rerainan sané rauhnyané nyabran 210 raina apisan ring raina Buda Kliwon wuku Dungulan. Ngeninin indik kruna “Galungan” sujatiné mawit saking kruna Jawi Kuna sané artosipun wantah “jayanti” utawi “menang”. Ngeninin indik galah kapertama Galungan inucap kamargiang ring Nusantara utamanipun ring Bali, prasida kaselehin ring lontar Purana Bali Dwipa. Irika kabaosang yéning Galungan pertama kamargiang ring raina Purnama Kapat, Buda Kliwon Dungu-

Bencingah

Ngicénin Tata-titi NGÉLINGANG pidabdab ri kala ngamargiang rainan Galungan kabaosang patut pisan. Duaning antuk kahanan kauripan krama ring masané mangkin sané sayan akéh ngamanggihin pikobet, sinah pamargi upacara r i n g r e rainan punika jagi kamargiang antuk pidabdab “pang kuala” kémanten tan padagingin antuk pangéling krama ring tetuek miwah tattwa saking rerainan taler upacara inucap. Punika patut kauratiang mangda kahanan i wawu nénten sayan ngagengang tur nilai-nilai becik saking rerainan sané kamargiang prasida karesepang malih olih krama utamanipun para yowana. Dr. Putu Sabda Jayendra, S.Pd.H.,M.Pd.H. ngamanggihin ring masané mangkin krama utamanipun para yowanané akéhan sané nénten resep ring daging tetuek Dharma ngasorang Adharma pinaka cihna utama saking rainan Galungan. Parindikan punika boya sangkaning para yowana nénten meled uning, nanging pidabdab ngicénin tata-titi, tattwa wiadin peplajahan indik parisolah sané kamargiang olih krama ring soangsoang yowananipun sané kirang becik pamarginnyané. Sapatutné samian pendidikan utamanipun ngeninin indik paripolah lan parisolah punika patut kakawitin tur kamargiang ring kulawarga, wusan punika wawu ring sekolah taler kalanturang ring pakraman sané makatiga punika patut masikian utawi ketah kabaos antuk Tri Pusat Pendidikan. Punika patut kadabdabang olih krama utawi kulawarga napi malih pendidikan sané mamargi sinarengan wantah pidabdab transformasi budaya sané jagi kasinahang saking parisolah miwah kawagedan alit-alité. Parisolah religius wiadin bermoral sapatutné akéh kaicénin ring wewidangan kulawarga, wus punika kawagedan saha éling ring daging-daging sastra taler tetueknyané wantah kamargiang ring sekolah, miwah pinaka genah para yowanané ngawigunayang kawagedan sané kadruenang wantah ring pakraman. Utamanipun tatkala nyinahang saha nincapang indik “religiusitas” pinaka krama Bali sané magama Hindu ring rainan Galungan. “Cutetnyané, samian krama patut setata nyarengin miwah ngicénin paplajahan taler tata-titi sané becik manados jadma Hindu. Minakadi ngeninin indik Galungan, sinah kramané prasida ngamargiang makéh parindikan minakadi ngaryanin awig-awig mangda pidabdab parikrama rerainan gumi punika prasida mamargi becik. Nénten indik upacaranyané kémanten nanging taler nabdabang sekancan jejangkepan mangda becik kahanannyané riwekasan,” lanang sané embas ring Singaraja, 14 Agustus 1987 puniki negesang. (was)

lan warsa Caka 804 utawi 882 Masehi antuk pidabdab taler parikrama sané bungah. Sakéwanten tatkala ngranjing ring warsa Caka 1103, Galungan nénten kamargiang. Tatkala punika kocap makéh pisan kapanggihin kabrebehan saha tuuh para ratu sané madeg agung ring Bali ajebos pisan. Risampuné Ida Sang Prabu Sri Jayakasunu madeg agung mawit warsa Caka 1126 sakadi sané munggah ring lontar Sri Jayakasunu, Ida marasa kagaok duaning para ratu sadurung Ida nénten wénten sané sué tuuhnyané tur akéh pisan kapanggih kabrebehan ring jagaté. Punika mawinan Ida ngelarang dewa sraya utawi

ngelarang tapa brata miwah semadhi ring Pura Dalem Puri sané nampek sareng Besakih. Sangkaning sumeken pidabdab Ida, medal pawuwus utawi pawisik saking Ida Bhatari Durga pinaka sakti Ida Bhatara Siwa. Ida mapangandika yéning kabrebehan miwah tuuh para ratu sané nénten sué punika wantah sangkaning Galungan sané nénten kamargiang malih. Pamuputné mawit saking punika, Ida Sang Prabu nganikain mangda rerainan Galungan sané nénten kamargiang kirang langkung 23 warsa punika prasida kamargiang malih saha dados kapatutan kantos mangkin. Sangkaning punika Galungan

manados sinalih tunggil rerainan sané patut kamargiang utawi kalaksanayang pidabdabnyané manut tata-titi wiadin dresta sané katamiang para panglingsiré. Minakadi conto antuk ngaturang upakara utawi banten ring palinggih wiadin ring kamulan wiadin nangkil saha ngaturang sembah pangubhakti ring pura sané wénten ring wewidangan pakramannyané. Manut Dr. Putu Sabda Jayendra, S.Pd.H.,M.Pd.H., akademisi Hindu saking Munduk, Singaraja, ketah kauningayang ring pakraman yéning Galungan wantah raina patingetan Dharma jayanti ngasorang Adharma.

Sakemaon akéhan sané ngélingang indiké punika kémanten tan paéling ring daging tetuek sané sujati. Inggih punika pinaka cihna sesana lan swadharma jadmané mangda setata ngukuhang tur ngrajegang Dharma ring mercapada. Punika nénten ja swadharma sané dangan kamargiang napi malih ring kahanané sakadi mangkin. Sinah kaaptiang pisan mangda kramané becik-becik ngamargiang kauripanipun. Yéning kantos maparilaksana kaon minakadi masiat saha maparilaksana sané nénten patut, sinah macihna pisan yéning adharmané kantun mamurti ring angga sarira

sané sapatutné katedunang ring rerainan suciné punika. “Makasami punika jagi nganutin pidabdab wiadin parisolah iraga soang-soang tatkala ngamargiang rainan Galungan. Yéning makasami pikobet inucap nénten kayun katepasin mangda magentos dados becik, sinah kramané lali tur nénten resep ring tattwa taler tetuek Galungan inucap. Sakéwanten yéning makasami kramané sampun mapikayunan jagi ngamecikang kawéntenan inucap, tiang nyantenang pisan yéning kasuén-suén pidabdab pamargi Galungan punika sayan becik kahananipun,” dané nyumekenang. (was)

Galungan Biasa, Nadi, miwah Nara Mangsa GALUNGAN wantah rerainan agama Hindu sané pangrauhipun kadasarin antuk pawukon nyabran 210 raina apisan. Punika mawinan tatkala rainan punika rauh, majanten sampun kramané mataki-taki nyayagayang sekancan piranti saha upakara sané jagi kawigunayang tatkala punika. Krama ring wewidangan padésan taler ketah maosang Galungan pinaka “rerainan gumi” duaning rerainan Galungan inucap wantah rerainan sané kamargiang olih samian krama Hindu ring Bali wiadin ring makudang-kudang genah ring Nusantara. Yadiastun asapunika, wénten pabinayan saking pidabdab Galungan sané kadasarin antuk parindikan astronomi

utawi indik aab jagat ring palemahan. Asapunika taler indik soroh Galungan sané wénten sorohipun nganutin kahanan masa, inggih punika Galungan biasa, Galungan Nadi, miwah Galungan Nara Mangsa. Galungan utawi Galungan biasa wantah raina patingetan Dharma jayanti ngasorang Adharma sané ring lontar Sundarigama kabaosang pinaka rerainan sané rauhipun sangkaning patemon Saptawara Buda, Pancawara Kliwon, miwah wuku Dungulan tanpa wénten antuk rerainan sané tiosan. Yéning sané kabaos antuk Galungan Nadi wantah Galungan sané rauhipun sinarengan sareng rerainan Purnama. Manut lontar Purana Bali Dwipa, Galungan sané kapertama

ring Bali wantah Galungan Nadi duaning kamargiang ring raina Purnama sasih Kapat utawi Kartika sané kirang langkung ring bulan Oktober, tanggal 15 warsa 804 Caka utawi 882 Masehi. Kabaosang taler ring sastra inucap yéning Galungan sané kamargiang tatkala punika wantah bungah pisan kahananipun sané majanten mabinayan sareng rainan sané kamargiang ring Galungan biasa. Manut sané ketah kamargiang olih krama Hindu ri kala ngamargiang Galungan matemu Purnama, sinah pidabdab upacarannyané agengan kasinahang. Minakadi piodalan, otonan miwah sané siosan. Tios punika taler sangkaning kajantenang yéning ring raina Purnama wantah raina sané kapaicayang wara

Dura désa

ngawigunayang ambengan sané sampun tuh. Balé Lumbung wantah wangunan sané macihna pisan. Wénteknyané kabaosang tawah. Wéntuknyané sakadi rumah panggungan sané ring muncuk raabnyané lanying. Wangunan puniki magenah ring tengahing pakarangan saha kapanggihin lewih tegeh

kawastanin antuk Kala Rau, nénten becik ngamargiang upakara sané madaging tumpeng. Punika kaucap nénten becik tur kajantenang ngamedalang sungkan. Tios punika taler kabaosang yéning ring Galungan Nara Mangsa wantah Déwa mauneb bhuta turun utawi Déwatané makasami mauneban sakéwanten sané rauh wantah Bhutakala. Dadosné prasida kabaosang yéning Galungan Nara Mangsa wantah Galungan para raksasa, sangkaning punika nénten kamargiang upacara Galungan sakadi sapatutné rumasuk nénten ngaturang upakara madaging antuk tumpeng Galungan sajabaning kaaptiang mangda ngaturang caru marupa nasi cacahan madaging kladi. (was)

Kruna

Balé Lumbung, ”Lambang Khas” Pulo Lombok

NYABRAN wewidangan ring Indonesia majanten madué “rumah adat” sané manados sinalih tunggil cihna ring wewidangan inucap. Sapunika taler ring Lombok, Nusa Tenggara Barat. Balé Lumbung wantah sinalih tunggil “rumah adat” ring Lombok, pamekas ring suku Sasak, Lombok tengah. Satios pinaka genah nyimpen padi wiadin asil pamupu tiosan, Balé Lumbung taler manados “lambang khas” Pulo Lombok. Suku Sasak madué pakem sajeroning makarya wangunan utawi rumah adat, minakadi galah miwah genah ngwangun patut kajantenang sadurungnyané. Kocap, yéning nénten nguratiang pakem, kapercaya prasida ngwetuang bencana saha baya tiosan ri kala meneng ring wangunan sané kakaryanin. Rumah adat suku Sasak taler akéh sorohnyané. Samian raabnyané

nugraha saking Ida Sanghyang Ketu pinaka Déwaning sekancan sané masunaran duaning Ketu martos masunar galang. Galungan Nadi punika rauhnyané arang pisan, nyabran dasa warsa apisan. Sané kaping tiga wantah Galungan Nara Mangsa utawi tungkalikan saking Galungan Nadi i wawu. Manut lontar Sundarigama, Galungan inucap tedunnyané ring raina Buda Kliwon Wuku Dungulan matemu raina Tilem Sasih Kapitu wiadin Sasih Kasanga rah 9 miwah tenggek 9. Ring lontar Sanghyang Aji Swamandala taler kabaosang, tatkala Wuku Dungulan rauh sinarengan sareng Sasih Kapitu miwah Tilem, sinah nénten kadadosang ngamargiang upacara Galungan. Duaning punika

saking wangunan utawi balé sané tiosan. Satios pinaka genah nyimpen beras wiadin asil pamupu lianan, balé puniki taler niyasa kasukertan krama suku Sasak. Asiki Balé Lumbung prasida kawigunayang oling 5-6 kulawarga. Wangunan puniki taler manados “lambang khas” Pulo Lombok. Satios punika, rumah adat suku Sasak taler madaging filosofi miwah nilai budaya, sakadi Balé Lumbung. Balé Lumbung ngajahin krama mangda nénten koos santukan simpenan baas wiadin asil pamupu tiosan sané wénten ring lumbung nénten dados kaambil acepokan kantos telas, patut kasisihang kanggén pabuat tiosan, minakadi kawigunayang ri kala gagal panen miwah ri kala ngamargiang selamatan yéning krama madué karya wiadin kalayusekaran. (pusdat/berbagai sumber)

Basa Bali

AKSARA BALI

1.

badoh

1.

bedo;,

2.

badong

2.

bed*o,

3.

bagal

3.

bgl/,

4.

baged

4.

bg)d/,

5.

bagia

5.

bgê,

6.

bah

6.

b;,

7.

bakal

7.

bkl/,

8.

bakuh

8.

bku;,

9.

baleman

9.

b2mn/,

10.

balih

10. bli;,


Redité Paing, 23 Desember 2018 KETUT Santiani mapangidih tekén bapanné, apang orahina kénkén kapatutan anaké satondén dadi politikus. Apang orahina masi, kénkén kapatutané di subané dadi politikus. Sing pasaut ané pesuanga tekén bapanné. Nanging patakon. “Lakar ngudiang mapangidih kéto. Nyai lakar dadi politikus?” Ketut Santiani maanggutan. Ditu bapanné ané kasub kasengguh politikus wanén nlatarang. “Satondén dadi politikus Ketut musti nawang, politiké isinné tuah kepentingan. Di sajeroning politiké, sing ada timpal sing ada musuh. Ané ada kepentingan. Ento awanan sing ada timpal miwah satru. Artinné kéné, kapin pangawit matimpal, yén pada ngalih ané sanget pentingang sing buungan mamusuh. Kéto masi, kapin ladné mamusuh kapitui, yén ané sanget pentingang lakar alih bareng, sing buungan mawali buin dadi timpal. Suud kéto, sing buungan buin mamusuh.” Suud madekes, bapané buin nlatarang. “Dadi politikus musti pongah juari. Muané musti tebel. Da nyeh, utawi lek majanji. Da lek masi, apa buin nyeh, piwal tekén ané janjiang.” “Yén suba dadi politikus?” Ketut Santiani nyelag. “Musti wanén. Musti lagas. Apang bakat ané dotang, sekancan daya rincikang. Da ngelah keneh madalem. Johang éwuh pakéwuh uli kenehé. Da lek tangkil apang ané dotang bakat. Da lek sing rungu tekén ané tangkilin di subané ané dotang bakat. Di katujuné mapapasan da lek nyaru-nyaru. Da lek enteg sebeng tekén anaké ané taén tangkilin.” “Perlu apa sing maca buku yén dadi politikus?” “Maca buku?” bapanné nimbalin sarwi ngadésem. “Dadi kéto?” “Buku isinné tuah téori. Isin bukuné pepesan matinjakan ajak apa ané ada di paambiaran.” “Matinjakan kénkén?” “Kéné. Buka raos bapané busan, buku isinné téori. Di paambiaran sing ada téori. Dipaambiaran ané ada prakték. Téori ajak praktéké di sajeroning politik sing ngecun.” “Manut tetampén bapané, politikus ané demen maca, politikus ané kénkén?” “Politikus téori-téori dogén. Yén sing kéto, politikus peta-peta lonto. Yén sing kéto, politikus liunan daya.” “Tiang sing ngerti.” “Politikus ané kéto, mapeta dueg. Ngrincikang soroh daya ané tawah-tawah dueg.” Marasa pasaut bapané nyaplir, Ketut Santiani meled nyelag. Nyelag aji raos nlatarang, liu politikusé ané demen maca melah parilaksanané wiréh téori ajak praktékné ngecun. Luiré: Mohamad Yamin, Soekarno, Hatta, SK Trimurti, Haji Agus Salim, Ki Hajar Dewantoro, Syahrir, Tan Malaka. Sakéwala ia ngeh. Nyeh yén bapanné gedeg. Ketut Santiani nawang, bapanné sing dadi ungkulin. Ketut Santiani nawang, bapané dadi politikus ulian ngadokang wanén mabéla pati tekén parté ané taén pungsang-pangsinga tekén kroninné Soeharto. Ketut Santiani nawang, bapanné dadi politikus tur dadi anggota DPR ulian krama désané lek tekén pekakné ané taén dadi perbekel. Ketut Santiani nawang, bapanné tamat SMA, ulian ngamiluin ujian persamaan pakét C. Ketut Santiani nawang, kapin bapanné sing nombang ia meli buku, sing taén tepukina bapanné maca buku. Ento makada Ketut Santiani di keneh mutusang lakar nekain Gedé Kertia. Politikus kasub, dueg tur wanén. Politikus ané

Nyastra

Politikus IDK Raka Kusuma nyabran Saniscara peteng dingeha magonjakan ajak bapanné di kamar tamu. Sig umahné Gedé Kertia, Ketut Santiani ngorahang lakar dadi politikus. Sing makelid-kelidan ia matakon,n“Manut Pak Gedé, yén dadi politikus, satondéné apa patut laksanaang.” “Da nyapa kadi aku, da regeh. Musti dueg masuaka lan manyama braya.” “Di subané dadi politikus, perlu apa sing maca buku?” “Perlu. Dadi politikus, musti malajah. Malajah téori politik. Téori politik ané palajahin anggon dasar malaksana di paambiaran.” “Yén ada politikus ngorahang, politikus ané demen maca, politikus téori-téori dogén, politikus peta-peta dogén, utawi politikus ané dueg ngrincikang daya tawah-tawah, kénkén bapa nampénin?” “Politikus ané ngorahang kéto sinah politikus sing demen maca. Politikus buka kéto, sing demen ajak magendu wirasa unduk politik. Demen pesan yén ajak nutur kangin kauh maimbuh magonjakan.” Mendep akesep. “Politikus buka kéto yén dadi anggota DPR, di nujuné magendu wirasa napkala rapat, pasautné miwah raos ané pesuanga sing mamuncuk mabongkol. Yén ada nungkasin di katujuné rapat, jag salah tampi.” Buin mendep. “Politikus ané sing taén maca, sing pesan nawang kahanan ilehan guminé. Yén guminé trepti, sing nawang apa makada. Yén guminé genting, sing masi nawang apa ngranaang. Apa makrana trepti lan genting guminé sing masi nawang.” “Saja politikusé ané demen maca, dueg ngrincikang daya ané tawah-tawah?” Ketut Santiani nyelag. “Politik ento patuh tekén daya. Nyén ja

mapolitikan musti dueg ngrincikang daya. Daya melah utawi daya tawah-tawah, kapatutang di sajeroning politik. Sing makejang politikus ané maca dueg ngrincikang daya tawah-tawah. Yén petékin, liunan politikus ané sing taén maca ngrincikang daya tawah-tawah.” Ketut Santiani makesiab, wiréh tan maa, di subané mendep, Gedé Kertia mesuang patakon. “Endén té malu. Sangkal Ketut ngorahin Pak Gedé kéto, Ketut makeneh dadi politikus?” Baan makesiabné, abuku raos sing pesu uli bibihné. “Dadi mendep takonin?” “Aa, aa, Pak Gedé.” Pasautné pesu sing rasaina. “Dadi politikus sing demen maca, apa dadi politikus demen maca?” Nadaksara Ketut Santiani inget tekén ané meledanga dugasé mara ngawitin dot dadi politikus. Ané dotanga ento sambata. “Dadi politikus demen malajah. Malajahang déwék.” Ningeh pasautné Ketut Santiani kéto, Gedé Kertia makenyem. Sebengné égar. Semitané bingar. Laut bangun tur nindakang batis ngojog kamar ané liu misi buku. Negak pedidina di kamar tamu, Ketut Santiani nlektekang sekancan ané magantung di témboké. Sing ada sulaman utawi gambaran magantung. Ané magantung tuah potrékan. Luiré: potrékan Soekarno, Mohamad Hatta, Gandhi, Megawati Soekarno Putri miwah Gusdur. Makejang potrékané ento sebehné gedé-gedé. Ané pinih gedé sebehné potrékané Soekarno. Lakar orahin Pak Gedé… Lengkara ané maruntutan pesu uli

Putu Gde Ary Wicahyana

Satua

kenehné ento punggel. Ané munggel, Gedé Kertia teka. Ngaba buku. Bukuné ento serahanga. Ketut Santiani nyemak. Sing ngantiang tempo buin bacana murdan bukuné ané matulis di kulitné ané pinih arep: Nicollo Machiavelli The Prince. Kala ento, di kenehné Ketut Santiani nadak rasaanga ada sesuratan kruna mamunyi Machiavellis. Kruna ento orahanga tekén Gedé Kertia. Lantas ngidih apang Gedé Kertia nlatarang artinné ané sujati. “Liu anaké ngorahang, apang dadi anak kuasa lan ngisiang gumi, sekancan daya lan laksana corah dadi jalanang. Teked jumah baca bukuné ento sekenang. Ada ya lengkarané ané mamunyi kéto.” Di pasaréané bukuné ento bacana baan Ketut Santiani. Di subané maca atenga ia nawang, The Prince marupa buku ané misi surat ané tulisa baan Niccolo Machiavelli. Suraté katiba tekén Lorenzo. Ia nawang masi, isin bukuné magbagang unduk anak angawarat, tongos anaké ané angawarat nongos, kénkén carané apang rajeg angawarat, apa makada angawarat ané taén kakasorang nyiatin ané ngasorang. Makukih ia ngalihin di bukuné ento, apang tepukina ja lengkara buka ané sambata tekén Gedé Kertia ngeninin arti Mechiavellis. Pang kuda ia makuhkih ngalihin, pang monto sing tepukina. Béh yén kéto, ané kasambat Mechiavellis ulian maan ngoping. Yén kéto, lénan tekén politikus sing taén maca, ada masi politikus ngoping. Krunané busan mlesbes di kenehné, sing sida ia nambakin. Ketut Santiani nglanturang maca. Sing masi tepukina artinné Mechiavellis sujati. Ané bacana: ada anak ngisiang gumi ulian utsaha pedidi. Ada anak ngisiang gumi ulian aget. Ada anak kuasa ulian nyacarang arta brana tekén kaulané. Ada anak kuasa ulian demenin kaula. Dugas ngulihang buku kakawian Niccolo Mechiavelli ento, Ketut Santiani ngorahang sing nepukin ané orahanga tekén Gedé Kertia: unduk artin Mechiavellisé ané sujati. Gedé Kertia makenyem. Suud ngejang buku ané ulihanga tekén Ketut Santiani di duur mejané Gedé Kertia ngraos. “Nyén nawang Ketut buin pidan dadi politikus ané angawarat gumi. Ada kapatutan ané sing dadi sing laksanaang.” “Apa kapatutané ento Pak Gedé?” “Jemak bukuné ené,” sarwi nujuang Gedé Kertia nimbalin, “Baca kaca satus sia ané pinih betén.” Dugasé maca, Ketut Santiani makrisikan nang abedik tusing. Munyin lengkara ané bacana: anaké sane dados sang angawarat musti maosin sejarah tur malajahin kaon lan becikné sang angawarat riinan. Satondén ngorahang mapamit, Gedé Kertia maang nyilih buku Filsafat Politik Kant tumuli ngraos. “Telebang maca bukuné ené. Apang tawang kénkén carané mapolitik madasar baan moral melah. Yén dadi politikus sing ngelah moral, politikus barbar adané. Politikus ané demen marbar harta, tahta miwah wanita. Harta, tahta dan wanita jani suba ngasorang moralé.” Duang minggu ujan bales. Duang minggu Ketut Santiani sing ka umahné Gedé Kertia. Uli limang dina ané liwat ia inguh. Inguh, ulian buku ané siliha suud ia maca. Tur makita buin ngalih buku ané lénan. Dugas ujané suba endang, Ketut Santiani, suud mandus mapayas di kamarné. Dingeha bapanné ngorahin memenné. “Dibi, Gedé Kertia ngorahang suud dadi anggota DPR. Ketua DPR ané dadi ketua DPC parté gelahné jaguar. Gedegné suba sing nyidaang nales. Sabilang sidang, usulné orahanga usul bas ngluer tur sing masuk akal.” -0-

Makarya ”Komik Digital”

I Raré Angon (4) Kaketus saking Satua-satua Bali (I) JANI suba paek pesan koné I rangsasa. I Raré Angon suba ngrasa mati, inget lantas ia tekén manikné enu abesik. Manik atmané ento lantas entungina I rangsasa, mati lantas ia makadadua. Kacarita I Raré Angon ajaka I Lubang Kuri neked jumah Jero Dukuhé suba peteng. Ngandika Jero Dukuh tekén I Raré Angon, “Cening Raré Angon, buin mani semengan kema suba Cening mulih aturang I Lubang Kuri tekén Ida Anaké Agung. Ené adin Ceningé I Luh, Cening suba nyuang ajak ia bareng mulih!” I Raré Angon sairing. Kacarita mani semengané disubané I Raré Angon, okan Jero Dukuhé, miwah I Lubang Kuri mapamit, lantas ia majalan. Tan carita di jalan, mara nyaluk peteng, teked lantas I Raré Angon jumahné. Kendel pesan koné méménné. “Duh rauh Cening pianak mémé, pitahen mémé Cening lakar tuara sida malipetan.” Épot méménné ngebatang tikeh muah ngalihang pabuan. Disubané pada mategtegan, ditu lantas I Raré Angon nyatua, nuturang pajalané luas ngalih I Lubang Kuri tur maan kurenan okan Jero Dukuh Sakti. Buin maniné pasemengan I Raré Angon ka puri ngaturang I Lubang Kuri. Angob maduluran sengit kayun Ida Anaké Agung tekén I Raré Angon, baana nyidayang ngalih I Lubang Kuri. Makayun-kayun Ida Anaké Agung. “Yan tusing jlema sakti, tuara nyidayang apa ngalih I Lubang Kuri. Yén jlemané ené idupang, pedas kagungan i déwéké lakar uwug. Nah lakar upayén kapatianné I Raré Angon.” “Cai Raré Angon, kema cai buin luas. Alihang gelahé macan, dot pesan gelah apang nawang macan. Kema cai majalan jani!” (Masambung)

YÉNING marasa wadih ngwacén novel, cerpen utawi buku tiosan, indayang wacén “komik digital” asil karya Putu Gde Ary Wicahyana. Lanang sané embas ring Gianyar, 9 Januari 1978 puniki wantah penggagas “komik digital” sané akéh kawacén olih krama dura negara. Karyanipuné sané pinih kasub wantah “Komik Baladeva” pinaka komik fantasi antuk media digital. Ipun sumeken pisan nelebin komik, mawinan nilarin pakaryané pinaka arsitek. Lanang sané nuénang Studio Tantraz Comics sané magenah ring wewidangan Ruko Merdeka Arcande, Denpasar puniki nyaritayang, kahanan kahuripan daweg alit akéh pisan ngicén paplajahan saha menginspirasi aggané manados komikus. Pinaka pianak bidan sané meneng ring Kota Gianyar, kahuripanipuné jangkep antuk sarana sané becik. Sakéwanten samian mauwah ri kala ipun kaajak meneng ring Karangasem, pamekas ring désa sané nénten madaging listrik saha doh saking kahuripan ring kota. Kahanané punika sané ngawinang ipun manados komikus sané kasub. “Kahanan saha plalianan alitalit ring désa sareng ring kota matiosan pisan. Alit-alité ring désa pastika ka carik wiadin ka tegalé yéning sampun mangaso wiadin budal saking sekolahan. Wantah tiang sareng kalih timpal tiangé sané meneng ring sekolah,” tuturnyané sinambi makenyem. Naen ipun sareng ka cariké santukan nénten wénten timpal ring sekolahan. Gde Ary—sakadi punika ipun ketah kasambat maosang marasa sengsara sangkaning samian anggané marasa genit. Mawit punika, yéning timpaltimpalné ka carik, ipun mamilih meneng ring perpustakaan “Tiang ngantosang ring perpustakaan sinambi maca buku. Sangkaning nyabran raina sakadi punika, tiang sayan seneng maca buku carita nusantara, satua, komik miwah sejarah,” baosnyané.

Satios ngwacén carita, Gde Ary taler seneng ring komik karya RA Kosasih. Tamat ring SMA, Gde Ary mamilih jurusan arsitek. Profesi punika kabaosang menjanjikan, mawinan akéh polih proyek sakadi ngwangun villa, hotel, miwah wangunan tiosan. “Naen tiang katakénin olih wisatawan Prancis indik pakaryan tiangé. Antuk rasa bangga tiang nyawis pinaka arsitek. Wisatawan punika maosang yéning Indonesia miwah Gumi Bali madué kasugihan sané maliah sané nénten kaduénang negara tiosan, luiré budaya, filosofi, taler sejarahnyané. Wisatawan punika maosang, ka Bali boya ngrereh genah meneng sané becik, sakéwanten ngrereh budaya taler sejarahnyané.” Parindikan sané pateh taler naen kabaosang bapannyané. Bapannyané nénten meled pianaknyané wantah sugih, sakéwanten mangda sugih taler prasida ngamargiang parindikan sané maguna majeng anak tiosan. Mawit punika Gde Ary nelebin widang budaya miwah sejarah. Naskahnaskah sané kawacén kapupulang saha kalimbakang manados komik antuk latar sejarah an-

tuk cihna sané modern. Mawinan medal komik digital Baladeva. Kabaosang, sejarah sané ngembasang budaya, budaya ngembasang karakter, miwah karakter sané ngembasang jati diri bangsa. Yéning uning sejarah, majanten taler uning ring bisnis. Santukan sejarah punika sakadi kasinahang malih. “Nah, nagingin galah embang, tiang makarya komik Sangut Delem sané unggah tiang ring medsos. Tiang taler ngajahin yowana sané kreatif makarya animasi. Satios punika tiang taler kajudi pinaka Dewan Smart City Kota Denpasar,” baos dané n g u n tatin. (kmb)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 36.ewnÓ)nuæomæunÓig*]]i;,

Wénten sampun tigang sasih,

rbienmkÓeboebotn/,

gÉbêg/-gɱbê±gæÊmnen,

tnÐyuenÀnkåj)\*,

sens)ttmrwt/,

epo;b*kÙ*b)limã&s)nÓ¡l/,

rabiné makta bobotan,

grabyag-grubyug premanané,

tan kayun énak ngajengang,

sané setata marawat,

poh bangkuang belimbing sentul,

mnså¡ddedosɱjk/.

manas nguda dados rujak.

Saking Langit Bali Galungan Sujati macihna Bungan cahya Raina suci Nukub Jagat Bali Banten lan dupa Nglikub hredaya Nyumpangang dharma Ngasorang buk adharma Galungan Galang makalangan Kuningan Semengan ginting Ias srining-srining Bungah nasi kuning Tamiang bingar ngrancing Sami pada ngunggah kenying Kapayasin manah ning Ring leluhur setata éling Kauripané mamargi nringding I Ketut Aryawan Kenceng

Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


8

Minggu Paing, 23 Desember 2018

SKumpulan ARO N... Puisi

WAJAH KOTA KARANG

Peluncuran Buku Minggu Paing, 23 Desember 2018 pukul 19.30 Wita di Jatijagat Kampung Puisi -109

lNi Luh Putu Mahaputri

Karang karang yang telanjang Menantang matahari Tanah tanah merah Menipu hati Mengering Di pucuk dahan dahan Menggantung Embun menyelinap Hanya menyelinap

CINTA TULUS MURNI 90 TAHUN Sabtu Umanis, Kemarin 22 Desember 2018

bagi luhur usia lanjutmu restu doa perempuan perkasa memahat haru putra putri bangsa mengukur rata seluruh nusantara terima kasih para bunda bunda sembah sujud putra putrimu bagi luhur usia lanjutmu...

Kupang, 11218

Balidwipa 23 Desember 2018

Tetes (DK) Tetes...

Tapi Aku Mencintaimu Kalau bagimu itu agama Teguhlah memeluknya Kalau ini bagimu Negara Makan sekenyangnya

Kalau kau yakin begini ini demokrasi Silahkan ambil dan nikmati Kau merdeka dariku untuk kenduri Takkan aku mengambil barang sebiji Kalau bagimu itu ilmu dan kecanggihan Serakahilah daratan dan reguklah lautan Kalau maksudmu ini kemajuan dan inovasi Takkan kutuntut presidennya ganti

lEmha Ainun Nadjib

Dacinsera… Kebahagiaan Sejati

PANDUAN manusia di bumi salah satunya adalah bahagia. Sesuatu yang membahagiakan membuat seseorang akan mengulangi sesuatu itu. Jika kebahagiaan berasal dari luar, teruskan mengikuti kebahagiaan itu sampai ketemu apa itu bahagia. Tetapi kalau mau bicara kebahagiaan sejati, dia berasal dari dalam.

runalong deepSMSoliloquy ... in the longrun longsilent..., run, sail

KEBAHAGIAAN bukan tujuan. Bukan kita melihat adanya sesuatu kita terus bahagia, tetapi bahagia mebuat kita melihat sesuatu itu.

Coming on Age in Balidwipamandala...

16 Agustus 2018

lSabrang Mowo Damar Panuluh

l CUKUP 3 Baris Puisi Besar SP-1928 untuk 90 tahun membelai dan dibelai Nafas Kita... l Spirit

16 Agustus 2020

Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an

Desember-Rememberance 27 in 73…, 73 in 27

l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 dr. Ketut Ngurah

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Mengabadikan ”Heritage” di Denpasar dengan Teknik ”Redscale” Fotografi

Umi Lestari

Zaman Sekarang di Titik Nol Kota Denpasar karya I Made Satriya Dwi Baskhara

Bagong Soebardjo

Achmad Cholid

KREATIVITAS dalam fotografi adalah sebuah petualangan pencapaian visi dari sang fotografer. Setiap orang melihat dan mengartikan dunia secara berbeda- beda. Fotografer bagaikan sebuah anak panah yang berusaha keras menghasilkan imaji yang merupakan refleksi dari jiwanya. Foto merupakan suatu hal yang dapat mewakili seribu bahasa. Sebuah karya fotografi walaupun tidak diberikan penjelasan lisan maupun tulisan tetap mampu memberikan informasi kepada pengamat atau penikmatnya. Dalam memotret heritage di Denpasar, misalnya, I Made Satriya Dwi Baskhara, S.Sn. memanfaatkan teknik redscale. Teknik ini mampu menambah efek foto

terlihat seperti tempo dahulu dengan efek warna sesuai dengan nama teknik tersebut yaitu merah memperkuat efek foto bersejarah dan unik. Teknik ini memiliki ciri khas tersendiri dan hanya bisa di lakukan dengan kamera analog karena teknik ini menggunakan rol film. Menurut sarjana fotografi jebolan ISI Denpasar ini, redscale adalah teknik fotografi film di mana dengan menggunakan film dipasang pada sisi yang terbalik, yaitu dengan membalik film yang akan terekspose oleh cahaya. Jadi, cahaya yang masuk tidak langsung terekspose di bagian yang ada emulsi filmnya, tapi justru lewat bagian bawah lapisan gelatinnya. Proses pencucian film dilakukan di laboratorium khusus yang masih memiliki mesin cuci film warna hingga dilakukan proses scan agar mengasilkan file digital. Dalam penciptaan karya fotografi yang juga merupakan karya tugas akhirnya di Jurusan Fotografi FSRD ISI Denpasar ini, Satriya Dwi Baskhara mempertimbangkan estetika dalam karya fotografi yaitu dari tataran ideasional dan teknikal. Dari tataran ideasional, ia memilih objek heritage yang menarik dan unik yang ada di Kota Denpasar. Sedangkan dari tataran teknikalnya, ia memanfaatkan teknik redscale dengan mempertimbangkan unsurunsur visual dalam karya fotografi yaitu cahaya, bentuk, garis, warna, tekstur dan ruang. Sedangkan pengorganisasian unsurunsur visual tersebut dengan menerapkan pusat perhatian, keseimbangan, keserasian serta kesatuan, sehingga dapat tercipta

Inna Bali Hotel karya I Made Satriya Dwi Baskhara

Pura Maospahit karya I Made Satriya Dwi Baskhara

Pura Pedarman Agung Ksatria karya I Made Satriya Dwi Baskhara karya yang menarik serta kreatif. Adapun konsep dalam karya fotografi ekspresi ini yaitu menciptakan sebuah karya fotografi sebagai sesuatu yang memiliki keindahan tetapi memiliki kerumitan di dalamnya. Unsur keindahan tersebut digambarkan melalui heritage yang dipotret menggunakan teknik redscale memberikan kesan masa lampau atau vintage. Sedangkan unsur kerumitan pada teknik ini yaitu pada sifat film yang hasilnya tidak bisa ditebak dan dilihat langsung hasilnya. Jadi, harus memiliki kesabaran yang tinggi dan menikmati prosesnya. (ian)

Sepanjang Jalan Gajah Mada karya I Made Satriya Dwi Baskhara


Minggu Paing, 23 Desember 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

LOWONGAN

G.02

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818 G.03

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.04

!!Admin SMA/K-S1, CV: personalia.an@gmail.com B.BP.001.12.18.0000748

!!Admin SMA/K-S1, CV: personalia.akt@gmail.com B.BP.001.12.18.0000749

Cr FO, Engineering ME u/Hotel di Kuta 0811395490 B.BP.154.12.18.0000771

Dcr Sgr Therapis,Repleksi Pria di Dps Pglmn diutamakan Gaji & Bonus Menarik.Hub.081239621123 (Massaji Spa) B.BP.001.12.18.0000532

Dicr Waiter/ess,Kitchen, Grill Krm:Wr.Subak Pgyn.0361-410940 B.BP.001.12.18.0000730

SegeraPembantu/ARTPengalaman Tidur Dalam Hub.082147068989 B.BP.001.12.18.0000755

Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar. G.05

Dcr Sgr Kasir dan Kolektor penempatan Gianyar dan Klungkung, penddkn: SMK/SMU, umur maks.25thn. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps email: kkb_pusat@yahoo.com G.06

DIJUAL TANAH 20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud - Bali Cp+6281318685007,No Brokerage B.BP.004.12.18.0000740

KEHILANGAN

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

Tlh Hilang BPKB Dump Truck A/N Harwoto 1.DK-8603-FD 2.DK-8595 FD3.DK-8594-FDH:082340804444

G.01

B.BP.101.12.18.0000772

SERVICE

SERVICE

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id


10

Minggu Paing, 23 Desember 2018

Mendatar: 1. Titian peraga (Inggris) 5. Lambang pembawa keberuntungan dan keselamatan 8. Camilan dari tanah liat bakar 10. Alat potret menggunakan sinar X 11. Zambrut (Inggris) 12. Simpanan di bank yang penarikannya menggunakan cek atau pemindah bukuan 13. Gembira 15. Salah satu sistem pembelian padi, hasil kebun, dan sebagainya. 17. Talang air di atap rumah 20. Lugu ; Apa adanya 21. Tarian drama, yang dikoreografi menggunakan teknik tertentu 22. Hotel prodeo 23. Sepatu luncur (Inggris) 25. Diulang, berarti manis, mungil, dan menggemaskan. 26. Dibalik ; Anak brandal 30. Timbun 31. Cela ; Noda 32. Anyir 33. Pulau di daerah Maluku Utara 34. Kerang mata tujuh 35. Dibalik ; Sebutan bagi anak perempuan 36. Sungguh-sungguh 37. Dibalik ; Burung berparuh besar Menurun: 1. Nama objek wisata pantai di Banten 2. Daerah beku dan tandus di kutub utara 3. Dibalik ; Sungai di India 4. Ingin sekali bertemu 5. Rakus (Bali) 6. Penyertifikatan 7. Turun (Bali) 9. Perkakas ; Alat 14. Kecerdasan 16. Penuntut umum dalam pengadilan militer 18. Baju luar berbentuk jas 19. Akang ; Kakak laki-laki 22. Aspal dari minyak tanah 24. Kode internasional negara Somalia 26. Alat pernafasan ikan 27. Pisang 28. Sejenis baju kaos 29. Dalam keadaan tidak mendapatkan atau menemukan apa yang diharapkan 30. Dibalik ; Musuh (Bali) 32. Bagian atau tempat yang lebih tinggi

BPM/ant

DILEPAS - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melepas liar elang brontok (Nisaetus cirrhatus) di kawasan hutan Aceh Besar, Aceh, beberapa waktu lalu. PKEK Jawa Barat melepasliarkan empat ekor elang yang sudah direhabilitasi dan menambah populasi elang di kawasan Hutan Sancang.

PKEK Tambah Populasi Elang di Hutan Sancang PUSAT Konservasi Elang Kamojang (PKEK) sudah melepasliarkan empat ekor elang yang sudah direhabilitasi dan menambah populasi elang di kawasan Hutan Sancang, Kabupaten

Garut, Jawa Barat, yang selama ini keberadaan elang di hutan tersebut sudah jarang terlihat. “Kami melepasliarkan elang di hutan Sancang karena hutannya masih relatif baik, muara

dan pantainya bagus, banyak tersedia ikan,” jelas Manajer PKEK, Zaini Rahman kepada wartawan di Garut, pekan ini. Ia menuturkan, PKEK sudah beberapa kali me-

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat.Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.

(Redaksi)

PERNIKAHAN I Ketut Bali Putra Ariawan dengan Ni Kadek Sulaningsih melangsungkan upacara pernikahan pada Kamis (20/12) lalu. Upacara dilangsungkan di Desa Mayasari, Kec. Pamona Selatan, Kab. Poso, Sulawesi Tengah. Semoga dengan mengucap janji suci dalam sebuah perkawinan kedua mempelai ini akan dikaruniai suputra yang akan menjadi penerusnya. Selamat menempuh hidup baru, semoga berbahagia.

lepasliarkan elang di beberapa tempat di Jawa Barat, termasuk di kawasan selatan Kabupaten Garut di Hutan Sancang yang dinilai sebagai habitat elang. Ia menyampaikan, terakhir melepasliarkan dua elang bondol (Haliastur indus) berjenis kelamin jantan dan betina di perairan Cijeruk kawasan Hutan Sancang, Kecamatan Cibalong, Garut, Selasa (18/12) dan sebelumnya melepasliarkan dua elang perut putih (Haliaeetus leucogaster) di Hutan Sancang, Rabu (21/11). Zaini menjelaskan, elang tersebut merupakan jenis elang yang biasa memakan ikan, untuk itu kawasan Pantai Cijeruk dan Hutan Sancang cocok dengan karakter habitatnya. “Sengaja mengambil pelepasan di muara Sungai Cijeruk karena habitat aslinya memang seperti kawasan Sancang ini,” katanya. Ia menyampaikan, elang

Ketentuan Menjawab

Pemenang TTS No. 376

Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 378 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 29 Desember 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 6 Januari 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 376 Mendatar: 1. EDUKATOR 5. PADANG 8. NONGOL 10. TONGSENG 11. KAKI 13. SKEMA 15. APACHE 17. ISI 19. EYD 20. OKTAGON 23. SIANIDA 26. INN 27. BBI 29. ESTEEM 30. SINOM

31. KLOP 33. ANTOLOGI 36. PANTEG 37. KORLAP 38. GANGGANG Menurun: 1. ERAT 2. UPIN 3. ANASTASIA 4. RINGSEK 5. PANDEGA 6. AULA 7. GOBI 9. OKA 12. KES

yang dilepasliarkan itu sebelumnya dipelihara warga kemudian diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam untuk selanjutnya direhabilitasi di PKEK. Setelah direhabilitasi dengan mengembalikan sifat memburunya, kata Zaini, elang tersebut lalu dilepasliarkan ke alam bebas dengan mendapatkan pengawasan khusus dari tim monitoring PKEK. “Kita tidak hanya melepaskan begitu saja, harus dipastikan elang itu bisa bertahan hidup dan memiliki rumah di Hutan Sancang,” paparnya. Ia berharap, elang yang dilepasliarkan itu dapat bertahan hidup dan bisa menambah populasi elang sehingga dapat terjaga ekosistem perairan di kawasan Hutan Sancang. “Mudahmudahan bisa berkembang biak sehingga menambah populasi elang,” katanya. (ant)

14. REBAB 15. ADISI 16. HOBI 17. INTIM 18. ISENG 21. TUAS 22.GINEKOLOG 24. NONSTOP 25. DEMAGOG 28. BAL 30. SPA 31. KLIK 32. OPOR 34. ODHA 35. IBAG

1. Ni Ketut Yuliani Jl.Raya Jimbaran No.99X, Kuta, Kab.Badung (HP:085-237-619-XXX) 2. Ni Wayan Suryani Jl.Tunjung Tangi No.37, Sukawati, Kab.Gianyar (HP:085-792-442-XXX) 3. I Komang Adiarsana Br.Sembung, Desa Tembok, Kec.Tejakula, Kab.Buleleng (HP:085-237-619-XXX) 4. Rahmadani Jl.Kenyeri,Br./Lingk. Sima, Sumerta Kaja, Denpasar Timur (HP:081-999-686-XXX) 5. Nengah Vico Br.Beluhu Kauh, Desa Tulamben, Kec.Kubu, Kab. Karangasem (HP:081-999-744-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: Ngurah Putu Bayu Mahendra Alamat : Br.Beng Kelod, Desa Tunjuk, Kec.Tabanan, Kab.Tabanan (HP:085-738-332-XXX)


Minggu Paing, 23 Desember 2018

Rela Begadang untuk Persiapan Hari Raya Galungan

KEBERSIHAN – Seorang perempuan petugas kebersihan sedang melakukan pekerjaannya di sekitar pasar kota Tabanan.

Tabanan (Bali Post) Terik matahari yang cukup menyengat, Sabtu (22/12) siang kemarin tidak menyurutkan niat Putu Edi Kartini, ibu berusia 40 tahun, saat melakukan tugasnya menyapu di pinggir ruas jalan pasar kota Tabanan. Perempuan yang menjadi petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan ini sesekali menyeka keringatnya, dan sesegera mungkin menyelesaikan tugasnya agar bisa berkumpul bersama rekannya di Gedung Ketut Maria untuk istirahat santap siang. Bagi perempuan asal Belayu Kecamatan Marga ini, pekerjaan menjadi tukang sapu yang telah dilakoninya sejak dua tahun terakhir tidak ada pilihan lain untuk bisa memenuhi kebutuhan

sehari-hari. Apalagi suaminya hanyalah seorang petani biasa. Sebagai umat Hindu, Kartini tentu saja juga harus mempersiapkan segala sarana-prasarana upacara

menjelang hari raya Galungan layaknya perempuan Hindu pada umumnya. Bahkan, Kartini mengaku kerap begadang mempersiapkan sarana upakara yang nantinya digunakan untuk hari raya Galungan. ‘’Malam hari baru bisa nyait, soalnya paginya kerja dulu biar ngepul dapurnya,’’ ucapnya. Sebelum bergabung menjadi petugas kebersihan, Kartini mengaku sebelumnya bekerja di restoran di wilayah Sanur. Namun pascamelahirkan anak kedua, dia rela berhenti dari pekerjaannya karena tidak ada yang mengasuh anakanaknya. ‘’Dari bujangan saya kerja di restoran, teta-

pi karena tidak ada yang mengasuh anak-anak saya putuskan berhenti kerja,’’ ucapnya. Untuk menambah penghasilan yang didapat, Kartini juga mengisi waktu luang membuat sarana upakara untuk dijual seperti sampian gantung sesuai pesanan. Bekerja menjadi petugas kebersihan bagi sejumlah orang mungkin pilihan yang berat, pasalnya harus berkutat dengan beragam kemungkinan penyakit. Namun, tidak bagi Kartini, meski dia mengakui kerap dihadapkan dengan beragam sampah yang tidak layak seperti pembalut ataupun kotoran binatang biasa ia atasi. Ia pun pernah memiliki pengalaman mendapat teguran dari mandor lantaran lokasi atau titik yang menjadi tanggung jawabnya ditemukan masih ada sampah. ‘’Padahal sudah selesai dibersihkan, mungkin ada warga saat melintas membuang sampah, dan dilihat sama mandor. Syukur tidak sampai dimarahi, hanya teguran biasa saja,’’ terangnya. Lain halnya dengan Made Eka (38), pegawai swasta yang setiap harinya disibukkan dengan urusan pekerjaan kantor. Tak jarang pula ia harus lembur karena tuntutan tugas yang belum rampung. Untuk persiapan hari raya biasanya ia membeli sarana upakara yang sudah jadi. ‘’Susah cari waktu luang, tetapi sekarang banyak yang sudah jual praktis, seperti sarana untuk banten kecil-kecil, dan sarana lainnya,’’ ucapnya. (kmb28)

Tak Bawa Politik ‘’Only selama you objective, tidak membawa politik, agama, suku, pribadi, hatred,’’ jawab Susi. Sebelumnya, Susi juga mem-posting sebuah video dari Youtube yang berisi tentang tanggapan KKP terkait

reklamasi Teluk Benoa. Dirinya pun meminta Jerinx dan pengguna Twitter lainnya yang mendebatinya untuk melihat video tersebut. ‘’Sebaiknya anda dengarkan langsung saya yang omong di youtube. Link sudah saya tweet. Saya menjelaskan semua di situ,’’ katanya. Keduanya sibuk adu argu-

mentasi hingga nyerempetnyerempet emosional. Jerinx pun menuding Susi mengaburkan duduk permasalahan. Dia menegaskan izin lokasi merupakan bagian dari izin reklamasi. ‘’Perizinan reklamasi itu ada dua, yakni izin lokasi dan izin pelaksanaan. Saya juga baca Perpres No. 122 Tahun 2012, bu. Bab

III kan? Maksud saya agar ibu tidak mengaburkan persoalan dengan menyatakan izin lokasi bukan izin reklamasi, padahal izin lokasi adalah bagian perizinan reklamasi,’’ tegas Jerinx. Akhirnya Menteri Susi kesal juga. ‘’You tidak pantas saya ajak bicara,’’ jawab Susi. (kmb)

Lahan Sempit Hal senada juga dikatakan Biro Kesra Setda Provinsi Bali Anak Agung Gede Geriya. Dikatakannya, sampai saat ini kebutuhan bahanbahan upakara di Bali masih impor dari luar daerah Bali. Hal ini disebabkan lahan di Bali sempit dibandingkan daerah lainnya. Sementara yang memerlukan bahanbahan upakara, seperti janur sangat banyak. Dia mengimbau kepada

Putu Gede Suranata

umat Hindu yang memiliki lahan lebih agar bisa ditanami pohon-pohon bahan upakara, sehingga ke depan kebutuhan akan bahan-bahan upakara bisa diproduksi sendiri tanpa harus membeli. Di samping itu, pihaknya juga mengimbau agar umat Hindu tidak lagi terlena akan hidup serba praktis. Sebab, dikatakan, saat ini umat Hindu di Bali tidak mau repot untuk membuat sarana upakara, namun lebih cenderung hidup serba membeli. Tentu fenomena ini sangat buruk bagi kelang-

Anak Agung Gede Geriya

sungan generasi selanjutnya dalam upaya melestarikan seni, budaya dan tradisi yang ada. 38 Ton ‘’Busung’’ Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa (FE Unwar) Wayan Gede Merta menilai seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk Bali yang terus meningkat, kebutuhan akan sarana upakara terus meningkat. Bahkan, setiap tahunnya kebutuhan sarana upakara umat Hindu untuk

Wayan Gede Merta

sehari-harinya mencapai Rp 1,8 triliun. Jumlah ini belum termasuk keperluan sarana upakara saat karyakarya tertentu. Bahkan, umat Hindu di Bali menghabiskan busung sebanyak 38.000 ton dan 21.000 ton bunga setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan Bali harus impor, karena Bali belum bisa menyediakannya. ‘’Masalah impor akan kebutuhan dalam dunia ekonomi itu hal yang wajar, selama suatu daerah tertentu memerlukan barang yang diinginkan dan daerah lainnya bisa memenuhi kebutuhan barang tersebut,’’ tandasnya. Dikatakannya, saat produkproduk upakara didatangkan dari luar Bali, akan berdampak pada nilai perekonomian masyarakat Bali yang terlibat di dalamnya, terutama para pedagang. Sebab, bahan baku yang didatangkan dari luar Bali akan dijual lebih mahal di Bali. Namun, bahan baku upakara yang didatangkan dari luar Bali akan berdampak kepada para pembeli. Selain harganya mahal, kemungkinan rekayasa produk-produk upakara, seperti diberi pengawet akan dirasakan oleh konsumen. (win)

Produk Pertanian Harus Dibeli Secara Tunai Denpasar (Bali Post) Sinergi antara pertanian dan pariwisata akan segera diwujudkan di Bali. Pemprov Bali sudah mengajukan peraturan gubernur (pergub) ke Kementerian Dalam Negeri yang mengatur tentang hal itu. Yakni, Pergub tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. ‘’Di dalamnya berisi, pertama, mewajibkan hotel, restoran, vila, kemudian pasar swalayan, semuanya itu menggunakan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali. Wajib memanfaatkan dan memasarkan,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Jumat (21/12). Kedua, lanjut Koster, pembelian produk pertanian langsung dari petani

Bahkan, khusus kepada generasi muda diberikan pelatihan entrepreneur agar setelah kembali ke masingmasing kampung halaman mau bertani dan menjadi wirausaha, sehingga bisa memenuhi kebutuhan ba-

upakara dengan membeli produk lokal,’’ tandas Nyoman Widiarti. Kepala Dinas Koperasi & UKM Kabupaten Badung I Ketut Karpiana mengatakan produk-produk bahan baku upakara yang dihasilkan di Kabupaten Badung, seperti janur cukup bagus. Bahkan, janur yang diproduksi tidak

Nyoman Widiarti

I Ketut Karpiana

Ida Bagus Oka Dirga

hanya diperlukan oleh umat Hindu untuk bahan upakara, namun juga banyak diminta dari pihak hotel, sehingga tidak bisa memenuhi permintaan. Oleh karena itu, pembinaan dan sinergisitas harus tetap dilakukan agar produk apa yang dihasilkan petani bisa difasilitasi oleh pihak-pihak terkait. Hal ini bertujuan agar apa yang mendesak diperlukan bisa disediakan oleh petani, sehingga produk tersebut memiliki nilai jual yang sesuai dengan harapan para petani. ‘’Kalau sudah ada kepastian (diperlukan dan memiliki nilai jual - red), saya yakin dari pihak petani akan kembali bertani,’’ tegasnya. Selain itu, pihaknya juga mengatakan agar koperasi tidak hanya mendirikan dan membentuk koperasi simpanpinjam, tetapi juga membentuk koperasi yang dapat memberdayakan srati (tukang

gun keterkaitan pariwi sata dan pertanian dengan sistem dan regulasi. Ini sekaligus bentuk kehadiran negara untuk mempertemukan pelaku pariwisata dan petani. ‘’Selama ini pariwisata berjalan sendiri, bergerak sendiri, maju sendiri. Pertaniannya, petani kita tidak dapat menikmati pariwisata itu secara optimal. Buktinya kan pada musim salak, musim jeruk, musim manggis, itu di musim panen harganya anjlok. Artinya di sini belum ketemu antara pelaku pariwisata dengan petani,’’ paparnya. Menurut Koster, kon tribusi pertanian saat ini baru 14,7 persen terhadap pertumbuhan ekonomi atau PDRB. Sedangkan pariwisata sudah menyumbang hampir 70 persen. (kmb32)

Berbau Politik Tidak sedikit yang mengaitkan kembali mencuatnya isu reklamasi Teluk Benoa dengan politik. Terutama jelang pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilu legislatif 2019 mendatang. Sebagai anggota tim pemenangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Kariyasa meminta agar reklamasi tidak dibawa-bawa ke pilpres. ‘’Bagaimanapun kami yakin kalau sudah daerahnya melakukan penolakan, kemudian sudah tegas dari Gubernur dan DPRD, reklamasi tidak akan bisa dilaksanakan. Jangan sampai ini berpengaruh terhadap pilihan Jokowi,’’ kata politisi PDI-P ini. Dia menegaskan, PDI-P pun memiliki sikap yang

sama dengan eksekutif dan legislatif terkait penolakan reklamasi Teluk Benoa. Begitu juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang sangat mencintai Bali. Pihaknya menyesalkan ada pihak-pihak yang memainkan isu reklamasi dengan politik, seolah-olah Gubernur sekaligus Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster terlibat di dalamnya. ‘’Padahal beliau kan sudah beberapa kali (menyatakan reklamasi tidak bisa dilaksanakan - red). Kemarin di Universitas Udayana langsung tegas mengatakan ‘Reklamasi, No’. Beliau konsisten tetap menolak. Perpres itu bukan kewenangan Gubernur. Kalau Gubernur punya kewenangan mencabut perpres, pasti sudah dicabut,’’ tandasnya. (kmb32)

I Ketut Kariyasa

Kenaikan Harga Kendati demikian, pihaknya tetap meminimalisir kenaikan harga tersebut agar tidak membebani masyarakat. Apalagi, seperti buah jeruk Kintamani merupakan hasil produksi asli daerah Kintamani, Bangli. Begitu juga dengan harga bawang, sehingga harganya bisa dikendalikan. Selain itu, pihaknya juga telah menyosialisasikan kepada masyarakat Bangli agar pangan lokal untuk kebutuhan upakara dilestarikan

dengan menanamnya di pekarangan rumah. Bahkan, dua bulan terakhir pihaknya menggelar bimbingin teknis kepada kelompok-kelompok tani tentang bagaimana cara bertani dalam arti luas. Hal ini dilakukannya agar masyarakat Bali mampu memproduksi sendiri bahanbahan upakara. ‘’Minimal kita tidak menjadi penonton di rumah sendiri dengan menghasilkan sendiri bahanbahan upakara,’’ tandasnya. Sementara itu, Kadis Pertanian Kota Denpasar I GAN Sunartha mengatakan, meskipun Kota Denpasar

minim lahan pertanian, namun Pemerintanh Kota Denpasar memiliki upaya untuk menekan kenaikan harga bahan-bahan pokok upakara dengan menggelar pasar murah menjelang hari raya besar. Bahan upakara, seperti buah yang disediakan mengutamakan produk lokal dari kabupaten lain di Bali. Selain itu, untuk mengantisipasi produk impor, pihaknya telah menyarankan agar masyarakatnya memanfaatkan lahan pekarangannya untuk ditanami tanaman bahan-bahan pokok upakara. (win)

Lebih Murah

Dikatakan, meskipun daging babi di Jawa lebih murah dibandingkan daging babi di Bali, namun umat Hindu di Bali lebih memilih daging babi lokal. Sebab, kualitas daging babi lokal lebih bagus. Bahkan, ada permintaan hingga 500 ekor setiap minggu untuk dikirim ke Pulau Jawa. ‘’Sampai saat ini kita hanya bisa mengekspor 200 ekor babi ke Pulau Jawa setiap minggunya, karena di Bali kebutuhan babi sangat signifikan,’’ ujarnya. Meningkatnya permintaan daging babi ke luar daerah, dikatakan, menjadi peluang be-

Pelatihan Entrepreneur han upakara. ‘’Kami juga memberikan peluang bagi pengusaha kecil-kecil untuk memasarkan bahan-bahan baku upakara yang diproduksi sendiri yang bertempat di Bajra Sandhi dan di halaman Kantor Gubernur. Hal ini kami lakukan agar masyarakat juga tidak terlalu mahal membeli bahan-bahan

harus dengan harga minimal 20 persen di atas biaya produksi. Selain itu, pelaku pariwisata maupun pasar swalayan harus membayar secara tunai atau cash. Mereka juga dapat membeli secara tidak langsung lewat Perusda dan diberi rentang waktu pembayaran paling lama satu bulan. ‘’Tapi, Perusda akan membayar langsung ke petani cash. Jadi, ke petani itu tidak boleh ditunda-tunda pembayarannya. Harus langsung,’’ jelasnya. Koster berharap pergub tersebut dapat disetujui Kemendagri sebelum tutup tahun 2018. Dengan begitu, pergub bisa mulai efektif berlaku Januari 2019. Saat pergub diberlakukan, dampaknya akan sangat luas bagi petani. Utamanya dalam memban-

banten) yang memiliki peranan penting dalam membuat sarana upakara yang besar. Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung Ida Bagus Oka Dirga menambahkan, semakin banyak permintaan akan keperluan bahan-bahan upakara, sejatinya menjadi peluang besar untuk menggerakkan perindustrian rumah tangga untuk menjual bahan-bahan pokok upakara. Sehingga industri kecil dan menengah ini dapat menyerap banyak tenaga kerja. Bahkan, Kabupaten Badung akan mencoba membuka kelompok-kelompok UKM untuk menjual bahan upakara. ‘’Kami juga telah memberikan pelatihan kepada kelompok-kelompok untuk bisa menjadi pengusaha kecil dan mampu merebut peluang usaha di Bali. Sehingga desa mandiri dan berdikari di Kabupaten Badung bisa terwujud,’’ tukasnya. (win)

sar bagi masyarakat Hindu di Bali untuk mengembangkan usaha ternak babi. Di samping juga untuk memenuhi kebutuhan babi di Bali, baik untuk upakara maupun untuk dikonsumsi. ‘’Babi sangat erat kai-

tannya dengan budaya Bali, babi merupakan salah satu yang menjaga budaya Bali (sarana upakara di Bali - red). Oleh karena itu babi harus dilindungi dan dilestarikan di Bali,’’ pungkasnya. (win)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu Paing, 23 Desember 2018

Menang Lagi, Liverpool Kokoh di Puncak

LeBron James Menangkan Lakers Los Angeles– LeBron James tampil cemerlang saat Los Angeles Lakers menghadapi New Orleans Pelicans. LeBron bikin triple-double untuk membantu Lakers menang 112-104. Pada game NBA 2019 yang dihelat di Staples Center, Sabtu (22/12) kemarin, Lakers dan Pelicas bermain sama kuat 34-34 di kuarter pertama. Masuk di kuarter kedua, Lakers mulai meninggalkan Pelicans dengan mencetak 35 poin berbanding 31 untuk menutup paruh pertama gim dengan keunggulan 69-65. Di kuarter ketiga, Lakers masih mendominasi menciptakan 25 poin berbanding 23 poin. Lakers akhirnya mampu mempertahankan kemenangan di akhir game dengan skor 112-104. Ini adalah kemenangan pertama Lakers setelah menelan dua kekalahan beruntun. Lakers di posisi keempat Wilayah Barat dengan 19-13. Bintang kemenangan Lakers adalah LeBron yang sebenarnya dalam kondisi tidak prima tetapi bisa membuat triple-double, 22 poin, 12 rebound, dan 14 assist. Ini adalah triple-double ketiga James selama di Lakers. Kyle Kuzma menopang LeBron dengan torehan 23 poin. Di kubu Pelicans ada Anthony Davis yang menorehkan double-double, 30 poin, 20 rebound, dan lima assist. Pelicans di posisi ketiga dari bawah dengan 15-17. (kmb33/afp)

London –

Menang atas Wolverhampton Wanderers, Liverpool dipastikan memuncaki klasemen Liga Inggris saat Natal. Tetapi bagi Liverpool itu tak selalu berakhir juara. Liverpool mengalahkan Wolves 2-0 di Molineux Stadium pada pertandingan pekan ke-18 Liga Inggris, Sabtu (22/12) dini hari kemarin. Gol-gol The Reds diciptakan oleh Mohamed Salah dan Virgil van Dijk. Hasil ini membuat Liverpool semakin nyaman memimpin klasemen sementara Premier League dengan 48 poin. Tim asuhan Juergen Klopp itu dipastikan tak akan tergeser dari puncak hingga Natal nanti, karena Manchester City yang ada di urutan kedua tertinggal empat poin. Memimpin klasemen saat Natal seringnya menjadi sinyal positif terkait peluang sebuah tim jadi juara. Dalam catatan statistik, delapan dari sembilan tim terakhir yang memuncaki klasemen Liga Inggris saat Natal akhirnya jadi juara. Tetapi Liverpool adalah sebuah keanehan. Satu tim yang gagal juara dari statistik yang disebut sebelumnya adalah Liverpool pada 2013/2014. Kala itu mereka harus puas jadi runner-up di belakang Manchester City. Bukan satu kali itu saja Liverpool gagal juara Liga Inggris setelah memuncaki klasemen saat Natal. Mereka sudah tiga kali mengalami nasib yang sama. Yang sebelumnya terjadi pada 1996/1997 dan 2008/2009. Tidak ada tim lain yang sesering itu gagal juara Liga Inggris setelah memimpin klasemen saat Natal selain Liverpool. Bisakah Liverpool mengakhiri penyimpangannya itu pada musim ini? Jurgen Klopp menilai perebutan gelar Liga Inggris musim ini akan berjalan ketat. Saking ketatnya, Liverpool mungkin butuh lebih dari 100 poin untuk juara.

‘’Sejauh ini terlihat seperti musim yang benar-benar spesial, 48 poin sebelum Natal itu gila,’’ ucap Klopp. ‘’Tapi ada tim-tim lain. Chelsea, Manchester City, Totten- h a m , Arsenal, mungkin akan menang,

jadi ketika mereka punya 40-an poin, tidak ada yang kehilangan poin turun ke posisi kelima atau keenam,’’ imbuh- nya. ‘’Anda mungkin akan butuh 105 poin untuk jadi juara di akhir musim, Anda tidak tahu. Kami tahu kami bagus dan sedang dalam momen bagus, tapi kami harus menghormati yang lain, mereka bagus jadi kami tidak boleh mulai pesta atau merencanakan pesta di musim panas,’’ ujar mantan Arsitek Dortmund tersebut. Usai menang atas Wolves, Liverpool akan menjamu Newcastle United pada Rabu (26/12) malam. (kmb33/afp)

Kongres PSSI Pusat di Bali Denpasar (Bali Post) Agenda kongres tahunan PSSI Pusat digelar di Bali pada 20 Januari 2019. Keputusan tersebut berdasarkan hasil rakor antara PSSI Pusat dan Asprov PSSI se-Indonesia di Jakarta pada akhir November lalu. Ketua Departemen Sepak Bola Asprov PSSI Bali Nasser Atthamimy di Denpasar, Sabtu (22/12 kemarin mengemukakan, meskipun Bali ditunjuk menjadi tuan rumah kongres tahunan induk organisasi sepak bola di Tanah Air, namun sejauh ini dirinya belum tahu lokasi kongres. ‘’Bali memang disepakati menjadi tuan rumah kongres tahunan PSSI, tetapi SK resmi belum dikeluarkan,’’ tutur Nasser. Bahkan, lanjutnya, konon utusan PSSI Pusat melaku-

kan survei guna menentukan tempat kongres. ‘’Apakah PSSI Pusat sudah memastikan tempat kongres atau belum, kami juga tidak tahu karena tidak dilibatkan,’’ ujarya. Yang jelas, katanya, kongres tahunan membahas penyusunan program PSSI pada 2019, serta mengevaluasi program 2018. ‘’Kami pastikan kongres tahunan PSSI Pusat bukan menentukan pemilihan ketua umum PSSI baru. Saat ini PSSI Pusat memiliki anggota 34 Asprov PSSI,’’ tegasnya. Sementara kongres tahunan Asprov PSSI Bali, menurutnya, dijadwalkan pada 17 Februari 2019, agendanya sama yakni menyusun program 2019 dan mengevaluasi pelaksanaan program 2018. (022)

ISSI Jamin Tanpa Atlet Bodong di Porprov Denpasar (Bali Post) Pelaksanaan Porprov Bali XIII di Gianyar 2017, sempat diwarnai tampilnya atlet balap sepeda yang diduga bodong, hingga mengundang protes. Akan tetapi, pada hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali yang XIV di Tabanan 2018 dijamin bebas atlet bodong. Ketua Umum Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Bali Wayan Mariyana Wandhira di Sanur, Sabtu (22/12) kemarin, mengemukakan pihaknya

telah mengecek dan tidak ditemukan atlet asal luar Bali yang melakukan proses mutasi. Selain itu, pembatasan usia di ajang Porpov U-20, mengingat di PON Papua syaratnya U-21, membuat pengkot dan pengkab ISSI dituntut harus getol melakukan regenerasi atlet. Wandhira menyambut bangga cabor balap sepeda dipertandingkan di Porjar, bahkan di sekolah balap sepeda masuk pelajaran esktrakurikuler. Untuk itu, pihaknya juga menyiapkan

Tunjuk Simon McMenemy

PSSI Dinilai Ambil Keputusan Tepat Solo (Bali Post) – PSSI secara resmi menunjuk Simon McMenemy sebagai pelatih kepala di Timnas Indonesia. Posisi pelatih Tim Merah-Putih sempat kosong setelah kontrak Bima Sakti tak lagi diperpanjang usai Piala AFF 2018. Pascaditinggal Luis Milla, Timnas Indonesia krisis sosok pelatih yang dianggap berkualitas. Penunjukan Simon sebagai pelatih baru Timnas Indonesia dinilai sebagai langkah yang tepat. Berbekal pengalaman melatih, meski usianya masih relatif muda, 41 tahun, Simon disebut memang layak membesut Timnas Indonesia. Mantan pemain sekaligus kapten Timnas Indonesia, Agung Setyabudi, memiliki pendapat terkait Simon McMenemy yang terpilih mengisi jabatan pelatih Timnas Indonesia. Menurut Agung, kali ini PSSI lebih jeli dalam menentukan pelatih yang pantas menangani Timnas Indonesia dengan bekal pengalaman. ‘’Simon McMenemy saya lihat cukup mumpuni untuk pegang Timnas Indonesia senior. Pengalamannya menukangi Timnas Filipina pada Piala AFF 2010 cukup menjadi bukti. Artinya, Simon sudah cukup mengenal persepakbolaan antarnegara di Asia Tenggara,’’ jelas

Agung Setyabudi, Sabtu (22/12) kemarin. Modal lain yang dimiliki Simon adalah juga sangat mengenal persepakbolaan Indonesia dengan menukangi Bhayangkara FC dalam dua musim terakhir. Bahkan, Simon berhasil membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 pada musim 2017. Sebelumnya, Simon menukangi Mitra Kukar (2011-2012) dan Pelita Bandung Raya (2012-2013), namun tak tuntas karena kontraknya diputus di tengah jalan. ‘’Prestasi lain dengan membawa Bhayangkara FC juara tahun lalu, berarti juga jadi nilai plus. Dengan pengalaman seperti itu, Simon cukup mengetahui atau memilih karakter pemain-pemain Indonesia yang bisa dipanggil ke Timnas,’’ imbuh pria yang membawa PSIS Semarang juara Liga Indonesia 1999 ini. Agung Setyabudi berharap Simon McMenemy dapat langsung bekerja dengan mengumpulkan pemain. Hal itu bisa dijadikan sebagai adaptasi dengan pemain

Timnas. Laga ekshibisi atau uji coba dinilai sangat tepat untuk debut bagi Simon. ‘’Program Timnas Indonesia setelah menunjuk Simon, ya… menggelar uji coba dengan negara-negara tetangga juga tidak masalah. Meski, pemain sedang libur kompetisi, tidak ada salahnya berlatih dan bertanding untuk Timnas Indonesia. Sambil menunggu agenda resmi dari PSSI untuk musim 2019,’’ ucap Agung. (ant)

tenaga pelatih balap sepeda. ‘’Kami memberikan pelatih kepada 200 pelatih dari kalangan guru olahraga, mantan atlet, dan masyarakat umum. Kami harapkan mereka bisa menularkan ilmunya kepada atlet binaannya di daerahnya masingmasing,’’ ucapnya. Dua pelatih kawakan nasional yakni Paulus Livinus Pesunay dan Maryatno yang memberikan materi pelatihan. ‘’Para pelatih ini diberikan materi pelatihan dasar, seperti nomor kriterium, road-race atau BMX,’’ jelasnya. (022)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 23 Desember 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu