Skip to main content

Edisi Jumat 23 Agustus 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 7 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Jumat kliwon, 23 Agustus 2019 Sanur dan Pariwisata Berbasis Masyarakat Sanur sebagai destinasi pariwisata sudah terkenal ke seantero dunia. Meski demikian, peran serta masyarakat dalam mewujudkan destinasi wisata yang populer sangat signifikan. Karena itu, Sanur dijadikan role model pengembangan community based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat oleh Kementerian Pariwisata.

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Hiu Karang di Nusa Dua

Bus KPK di Tabanan

Kemunculan hiu karang sirip hitam atau black tip reef shark di Pantai Nusa Dua sejak beberapa hari terakhir, menjadi tontonan wisatawan. Bahkan tidak sedikit wisatawan yang berusaha mengabadikan gambar dengan berenang bersama hiu. Dipastikan, jenis hiu ini tidak membahayakan.

Bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019 untuk Roadshow ‘’Jelajah Negeri Bangun AntiKorupsi’’, Jumat (23/8) hari ini tiba di Kabupaten Tabanan. Bus akan berada di Tabanan sampai Minggu (25/8). Kegiatan dipusatkan di Gedung Kesenian I Ketut Maria dan seluruh layanan publik di Tabanan diboyong ke gedung tersebut.

BADUNG | HAL. 3

DENPASAR | HAL. 2

TABANAN | HAL. 7

Pindah Ibu Kota Wajib Atas Persetujuan DPR

Bali Post/dok. Kementerian PUPR

Desain rancangan ibu kota baru di Kalimantan.

BI Turunkan Lagi Suku Bunga Jakarta (Bali Post) — Melambatnya pertumbuhan ekonomi mendorong Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menurunkan suku bunga acuannya atau BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps, dari 5,75% menjadi 5,50%. Bulan lalu, BI juga telah menurunkan suku bunganya sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Keputusan ini dihasilkan dalam rapat Dewan Gubernur BI, di Jakarta. Rabu (21/8) hingga Kamis (22/8) kemarin. Gubernur BI Perry Warjiyo di kantor BI, Jakarta, memberikan sejumlah alasan keputusan tersebut. Salah satunya, menurut Perry, untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal II 2019 lalu, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,05 persen atau lebih rendah jika dibandingkan dengan kuartal I 2019 yang sebesar 5,07 persen. ‘’Sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah permintaan domestik, di samping konsumsi dan juga investasi. Kalau dilihat kuartal II 2019 untuk investasi tumbuh 5 persen dengan masing-masing investasi bangunan dan nonbangunan tumbuh 5,46 persen dan 3,7 persen,’’ ujar Perry. Selain itu, tiga hal lainnya penjelasan terkait penurunan suku bunga acuan menjadi 5,5 persen, pertama karena rendahnya inflasi. ‘’Rendahnya perkiraan inflasi hingga tahun 2020, menjadi salah satu alasan turunnya suku bunga acuan,’’ kata Perry Warjiyo. Dalam penjelasannya, Perry Warjiyo mengatakan rendahnya prakiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah dengan sasaran 3,5 persen plus minus 1 persen akan tetap berada dalam sasaran 3 persen pada 2020. Hal tersebut menjadi faktor penyebab. Kedua adalah adanya unsur kepercayaan bahwa imbal dari hasil investasi masih akan menarik meskipun suku bunga acuan BI turun. Hal tersebut bisa diukur dari perbedaan suku bunga baik dalam riil policy rate 2,5 persen diferensialnya kemudian nominal interest rate diferensial, sedangkan terkait cover 4,16 persen, jika uncover tanpa premi risiko menjadi 5,74 persen, papar Perry. Penjelasan terakhir atau ketiga adalah untuk meningkatkan penyaluran kredit oleh pihak perbankan, di mana diharapkan bisa mendorong percepatan perekonomian nasional. ‘’Permintaan investasi yang meningkat akan mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi investasi dan pembiayaan, baik dari perbankan maupun nonperbankan seperti pasar modal dalam negeri. Menurunkan suku bunga dua kali itu untuk mendorong permintaan,’’ jelas Perry.(ant)

Jakarta (Bali Post) Anggota Komisi II DPR-RI Yandri Susanto mengatakan DPR menunggu draf rancangan undang-undang tentang pemindahan ibu kota dari pemerintah. Dia menegaskan pemindahan ibu kota tidak akan pernah terwujud apabila belum melalui proses pembahasan dan persetujuan dari DPR-RI. ‘’Setahu saya sampai detik ini DPR belum mendapatkan usulan resmi dari pemerintah untuk memindahkan ibu kota, termasuk draf rancangan undang-undangnya, belum ada sama sekali,’’ ungkap Yandri Susanto di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/8) kemarin. Ia menegaskan, untuk membuat pekerjaan besar dan kebijakan yang akan berdampak bagi rakyat Indonesia secara luas maka pemerintah harus

membahas dan mendapat persetujuan DPR. ‘’Sebab, memekarkan kabupaten saja yang penduduknya hanya 100.000200.000 orang, itu harus pakai undang-undang,’’ ujarnya. Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengirim draf UU pemindahan ibu kota yang rencananya akan dipindahkan di Kalimantan agar wacana yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini tidak melebar dan bisa segera dituntaskan. ‘’Segera pemerintah kirim draf UU pemindahan ibu kota,’’ ucapnya. Menurut Yandri, pemindahan ibu kota merupakan persoalan serius, karena terkait ibu kota negara yang memiliki berbagai konsekuensinya. Misalnya, pemindahan gedung-gedung lembaga tinggi negara, aparatur sipil negara, dan lain-lain yang

bisa menghabiskan anggaran negara sangat besar. Sekitar Rp 500 triliun. Kajiannya pun harus benar-benar terukur dan komprehenaif sebelum benarbenar diputuskan. Sehingga pidato Presiden Jokowi pada sidang tahunan MPR-RI, Jumat (16/8) yang menyinggung rencana pemerintah memindahkan ibu kota harus ditindaklanjuti dengan keseriusan. Termasuk adanya keputusan yang isinya mencabut penetapan Jakarta sebagai ibu kota. Lebih jauh, Sekretaris Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR ini mengatakan, dari sisi kebutuhan, pemindahan ibu kota bukanlah suatu yang mendesak. Menurut estimasi dari Bapenas, kata Yandri, anggarannya mencapai Rp 500 triliun. ‘’Anggaran itu bukan ang-

gran kecil. Nah, coba dana sebesar Rp 500 triliun itu kita gunakan untuk hal-hal yang lebih mendasar menyasar ke rakyat misalnya bagaimana supaya enggak impor gula lagi, enggak impor garam lagi, juga beras. Artinya petaninya kita buat industrialisasinya. Enggak ada rumus di dunia ini, memindahkan ibu kota untuk pemerataan, belum pernah saya dengar,’’ tegasnya. Senada, anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo mengingatkan residen jangan sampai mengabaikan DPR-RI. Sebab, prosesnya harus melalui UU, melalui kajian akademik, tidak mengorbankan kawasan yang menjadi jantung negara, dan syarat-syarat lain. ‘’Presiden jangan melangkahi DPR,’’ tegasnya. (kmb4)

Tindak Tegas Pelaku Rasisme

Denpasar (Bali Post) – Setelah seruan Damai Papua, kini ajakan untuk menghentikan segala bentuk rasisme sesama anak bangsa digemakan. Organisasi masyarakat dan mahasiswa mengajak seluruh warga bangsa Indonesia untuk menolak rasisme, terutama terhadap orang asli Papua. Hal ini juga untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu desakan agar pelaku rasisme direspons dengan akan dilakukannya penindakan tegas secara hukum.

Bali Post/eka

PAPUA - Ikatan Mahasiswa, Pelajar dan Masyarakat Papua (Immapa) Bali melakukan aksi damai di bundaran Renon, Denpasar, Kamis (22/8) kemarin. Aksi ini menuntut penghentian rasisme terhadap masyarakat Papua.

”Saya juga telah memerintahkan Kapolri untuk menindak secara hukum tindakan diskriminasi, ras dan etnis yang rasis secara tegas.” Joko Widodo Presiden RI

Tindakan tegas secara hukum terhadap pelaku rasisme sesama anak bangsa disampaikan Presiden Joko Widodo kepada awak media saat konferensi pers di Istana Bogor, Kamis (22/8) petang. Menurutnya, permintaan maaf atas rentetan kejadian itu sudah disampaikan sebagai wujud kebesaran hati pemerintah dan masyarakat Papua untuk saling memaafkan. Terlebih, ia mengaku sudah menugaskan Kapolri dan Panglima TNI untuk menindak para oknum yang terlibat. “Saya juga telah memerintahkan Kapolri untuk menindak secara hukum tindakan diskriminasi, ras dan etnis yang rasis secara tegas,” ucapnya, menegaskan. Jokowi mengaku akan mengundang para tokoh Papua pekan depan ke Istana Kepresidenan sebagai tindak lanjut dari kasus pengepungan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya, Jawa Timur pada 16 Agustus 2019 yang berbuntut kerusuhan di Papua. “Saya juga akan mengundang para tokoh dari Papua dan Papua Barat baik tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama ke Istana, bicara masalah percepatan kesejahteraan di tanah Papua,” ujarnya kepada awak media saat konferensi pers di Istana Bogor, Kamis kemarin. Hal. 15 Berjalan Normal

Berkunjung ke Tabanan

Menteri Eko Takjub dengan Energi Bupati Eka

Perry Warjiyo

Bali Post/ant

Harga Emas Berpeluang Tembus Rp 800 Ribu/Ggram TREN lonjakan harga emas atau logam mulia terus berlanjut. Terakhir emas 24 karat sudah bercokol di kisaran Rp 781 ribu per gram. Besar kemungkinan harga akan terus naik, bahkan berpeluang menembus kisaran Rp 800 ribu per gram pada akhir tahun nanti.

www.bisnisbali.com

KUNJUNGAN Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di Banjar Dinas Singin, Selemadeg, dalam rangka Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Shiny di 5 kecamatan di Kabupaten Tabanan disambut hangat Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Kamis (22/8) kemarin. Kedatangan Menteri Eko di Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional Shiny tersebut juga sekaligus dalam rangka penyerahan sembilan item bantuan di Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat dan Pupuan. Tiba sekitar pukul 14.00, Menteri Eko beserta rombongan disambut hangat Bupati Eka yang terlebih dahulu tiba di lokasi. Didampingi Forkompinda Tabanan, salah satunya Dandim 1619 Tabanan Toni Sri Hartanto, salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga beserta OPD di ling-

kungan Pemkab Tabanan. Saat itu Bupati Eka mengucapkan selamat datang kepada Menteri Eko dan mengucapkan terima kasih karena telah mengunjungi Tabanan. Bupati Eka menjelaskan bahwa Tabanan merupakan lumbung pangannya Bali, sehingga Tabanan sangat getol membangun sektor pertanian. Disertai dengan alam yang mendukung, memungkinkan Tabanan dalam membangun sektor pertanian berbasis pariwisata. ‘’Kami bersyukur mempunyai alam yang kaya,’’ ucap Bupati Eka. Bupati Eka meyakini dengan mengembangkan pembangunan dari pinggiran melalui tools kawasan perdesaan, maka akan mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat dan meningkatkan kualitas pembangunan serta pemberdayaan untuk peningkatan kapasitas masyarakat. Hal. 15 Tabanan Maju

BERKUNJUNG - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo saat berkunjung di Banjar Dinas Singin, Selemadeg dalam rangka Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Shiny di lima kecamatan di Kabupaten Tabanan. Kedatangan Menteri Eko disambut hangat Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Kamis (22/8) kemarin.


Jumat Kliwon, 23 Agustus 2019

FIGUR Kekuatan Baru Indonesia PEMERINTAH Indonesia di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin berencana membentuk Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif. Rencana ini menuai banyak dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya dari akademisi Universitas Warmadewa (Unwar) yang juga merupakan Ketua Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BP-PTSI) Wilayah Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Menurutnya, kementerian baru tersebut sangat penting dan strategis, khususnya menghadapi era Revolusi Industri 4.0 yang menuntut kehidupan serba cepat berbasis teknologi. Sedangkan ekonomi kreatif adalah roh ekonomi Bangsa Indonesia berdasarkan amanat Pasal 33 UUD 1945. Apalagi masing-masing komunitas masyarakat dan daerah memiliki kekuatan ekonomi lokal yang jika dibina secara intensif akan menjadi kekuatan industri kreatif berbasis kearifan lokal seantero Nusantara. ‘’Ini bisa menjadi kekuatan baru ekonomi Indonesia,’’ ujarnya. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali ini menambahkan, langkah pemerintah menambah kementerian baru sesuai kebutuhan zaman adalah langkah cerdas, efektif dan efesien. Pasalnya, jika pemimpin Indonesia menggarap sektor industri yang telah berkembang di negara lain, tentu berpotensi kalah dalam persaingan dan tidak efektif karena memerlukan waktu, sumber daya manusia, serta dukungan dana yang besar. ‘’Kehidupan berbasis digital dan ekonomi kreatif ini kan sudah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat kita. Jadi, kehadiran pemerintah sangat penting untuk memfasilitasi apa yang sudah tumbuh tersebut,’’ katanya. Ia memuji kualitas generasi muda Tanah Air yang makin genius dan kreatif. Oleh karena itu, pemerintah diminta memberikan porsi bagi ruang gerak mereka. Salah satunya mengisi Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif ini. ‘’Kami harap menterinya kaum muda. Sudah saatnya ada regenerasi. Waktunya anak-anak muda berperan memimpin negeri ini,’’ tegasnya. (win)

Turis Prancis Dituntut Enam Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Samuel Pierre Danguy Lapisardi (44) dituntut pidana penjara selama enam tahun. Lelaki asal Prancis itu dinyatakan terbukti bersalah melanggar ketentuan Pasal 111 dan 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana dakwaan pertama. JPU Luh Oka Ariani Adikarini di hadapan majelis hakim pimpinan Heriyanti, juga menuntut supaya terdakwa kelahiran Avigon, Prancis ini membayar denda Rp 800 juta, subsider tiga bulan kurungan. Dalam perkara ini, jaksa dari Kejari Denpasar itu menyatakan terdakwa tanpa hak menguasai narkotika golongan satu dalam bentuk tanaman dan menguasai narkotika dalam bentuk bukan tanaman. Sebelumnya saat pemeriksaan saksi polisi, disebutkan saat dilakukan penggeledahan di kamar terdakwa ditemukan sabu-sabu, kotak kaca yang di dalamnya berisi ganja, linting ganja dalam rokok diduga ganja, dan barang bukti lainnya. Rincian dari akumulasi barang bukti, yakni ganja 32,89 gram, hasis 15,83 gram dan sabu-sabu 0,52 gram neto. Terdakwa digerebek Jumat (15/3), atau tiga hari setelah menerima barang dari Lombok. Terdakwa ditangkap petugas Polresta Denpasar. Samuel ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Banjar Dangin Peken, Sanur Kauh, Denpasar Selatan. (kmb37)

SVF - Salah satu sudut di areal Sanur Village Festival (SVF) 2019 yang mengusung tema “Dharmaning Gesing”.

Bali Post/kmb12

Sanur Dijadikan ”Role Model” Pariwisata Berbasis Masyarakat Denpasar (Bali Post) – Sanur sebagai destinasi pariwisata sudah terkenal ke seantero dunia. Kehadiran wisatawan ke Pantai Sanur telah terjadi sejak zaman penjajahan. Meski demikian, peran serta masyarakat dalam mewujudkan destinasi wisata yang populer sangat signifikan. Karena itu, tidak salah bila desa pesisir yang ada di Denpasar Selatan selalu dijadikan role model pengembangan community based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat oleh Kementerian Pariwisata.

Hal ini diakui oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya saat membuka Sanur Village Festival di Pantai Matahari Terbit, Rabu (21/8) malam. Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Koperasi dan UKM AAN Puspayoga, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, serta undangan lainnya. Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, Sanur juga menjadi Sustainable Tourism Development Observatory. Pembangunan pariwisata berkelanjutan ini kini menjadi trend dalam pengembangan pariwisata. Pada model ini ada tiga aspek yang sangat penting diperhatikan. Tiga hal itu, yakni dikenal sebagai

3P (People, Planet, dan Prosperity) sebagai dasar pengembangannya. Aspek people atau masyarakat menjadi dasar utama di mana penyedia jasa harus memperhatikan keinginan dan kebutuhan wisatawan. Aspek planet atau bumi berarti bagaimana cara/ upaya dalam merawat dan menjaga objek dan destinasi wisata, dan aspek prosperity terkait dengan nilai ekonomis objek dan destinasi wisata dan dampaknya bagi masyarakat sekitar di masa mendatang. Menurut Arief Yahya, pariwisata menjadi andalan devisa yang secara nasional pada 2018 memberikan kontribusi 19 miliar dolar AS, mengungguli migas dan batubara. “Pariwisata

Bali sendiri menyumbang 40 persen dari devisa pariwisata nasional sebesar 7,6 miliar dolar AS yang setara sekitar Rp 100 triliun,” katanya. Sementara itu, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Gede Sidharta Putra yang akrab disapa Gusde mengatakan, Sanur memiliki potensi pengembangan pariwisata yang sangat potensial seiring dengan kebutuhan pasar saat ini. Pantai Matahari Terbit merupakan salah satu bagian dari rancangan pembagian ruang dan pengembangan destinasi kawasan Sanur Gusde yang juga Ketua Umum Sanur Village Festival ini berterima kasih kepada Pemprov Bali yang telah mendorong pemerintah yang akan membangun dermaga untuk tambat kapal-kapal penyeberangan. Ketua PHRI Denpasar ini menegaskan, Sanur memiliki posisi yang sangat strategis dan penting bagi Kota Denpasar, di mana 40 persen PAD atau 80 persen total PHR Kota Denpasar berasal dari Sanur. Selain itu, 11 persen pangsa pasar pari-

wisata Kota Denpasar bagi Bali, delapan persen di antaranya berasal dari Sanur. Gusde menambahkan, untuk itulah keberadaan Sanur layak diperhatikan dan masyarakat sendiri terus menjaga alam di antaranya melalui tema festival Dharmaning Gesing menjadi pengingat untuk berempati memuliakan bambu dan lingkungan, selaras dengan filosofi Tri Hita Karana. Ditegaskan, Sanur juga masuk dalam Global Sustainable Tourism Council yang mendorong warga serius melaksanakan kegiatan pariwisata berkelanjutan dengan dukungan bidang sosial budaya, ekonomi dan lingkungan. Sanur juga menjadi anggota Suistainable Tourism Observatory dari PBB. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

BI Kenalkan QRIS

Satu QR Code untuk Semua Pembayaran

Bali Post/kmb37

SIDANG - Terdakwa Samuel Pierre Danguy Lapisardi saat menjalani sidang dengan agenda tuntutan di PN Denpasar.

Ismaya Mulai Diadili Denpasar (Bali Post) Mantan Sekjen Laskar Bali I Ketut Putra Ismaya Jaya (40) mulai diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (22/8) kemarin. JPU Gusti Lanang Suyadnyana membacakan dakwaan di hadapan majelis hakim PN Denpasar pimpinan IGN Partha Bhargawa. Jaksa dalam surat dakwaannya menyatakan mantan calon DPD-RI itu dijerat beberapa pasal. Pertama, JPU memasang Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yakni terdakwa tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu seberat 0,73 gram. Dakwaan kedua, JPU mendakwa Ismaya telah tanpa hak atau melawan hukum membawa, mengirim, mengangkut atau mentransit sebagaimana diatur dan diancam Pasal 115 ayat (1) UU yang sama. Ketiga, Ismaya dijerat dengan Pasal 127 ayat (1) huruf a masih UU yang sama. Yakni, terdakwa telah menyalahgunakan narkotika golongan I bukan tanaman jenis metamfetamina (sabu - red) dengan berat bersih 0,73 gram. Atas dakwaan itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Bimantara dan kawan-kawan, tidak akan mengajukan eksepsi. Dalam sidang kemarin Ismaya tampak di-support sejumlah kerabatnya. Termasuk ibu dan istri, serta teman-temannya yang masih setia. Sementara dalam dakwaan disebutkan, Ismaya Putra yang akrab disapa Keris itu ditangkap di pinggir Jalan Seroja, tepatnya di depan Kantor Pos, Banjar Tegeh Kuri, Desa/Kelurahan Tonja, Denpasar Utara. Saat ditangkap, terdakwa disebut menyimpan, menguasai, memiliki, membawa atau menyalahgunakan narkoba untuk dirinya sendiri, yakni narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman. Yakni, satu plastik klip berisikan kristal bening yang diduga mengandung sediaan narkotika berupa metamfetamina atau sabu-sabu seberat 0,73 gram. (kmb37)

Topik : Sanur Dijadikan ”Role Model” Pariwisata Berbasis Masyarakat

Bali Post/ist

QRIS - Kepala KPw BI Provinsi Bali Trisno Nugroho menunjukkan QRIS.

Denpasar (Bali Post) Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali telah melaksanakan grand launching QRIS sebagai suatu standar QR Code sistem pembayaran Indonesia bertepatan dengan upacara peringatan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan, Sabtu (17/8) lalu. Kegiatan ini disaksikan oleh seluruh perwakilan perbankan di wilayah Bali dan ditandai dengan transaksi oleh seluruh pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali untuk pemberian donasi sosial. Kepala KPw BI Provinsi Bali Trisno Nugroho menerangkan, QRIS merupakan kepanjangan dari Quick Response Code Indonesia Standard yang merupakan salah satu implementasi dari visi sistem pembayaran Indonesia (SPI) 2025. SPI memerlukan dukungan inovasi teknologi bagi pengembangan ekonomi dan keuangan digital. Menurut Trisno Nugroho, pengembangan QRIS dapat digu-

nakan untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking. Pengembangan QRIS ini mengusung semangat unggul yaitu, universal yang berarti penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri. Gampang yang berarti masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel. Untung yang berarti transaksi dengan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel. Langsung yang berarti transaksi dengan QRIS langsung terjadi, karena prosesnya cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran. Trisno Nugroho menambahkan, QRIS disusun dan dikembangkan

oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan menggunakan standar internasional EMV Co.1 untuk mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara sehingga memudahkan interoperabilitas antarpenyelenggara, antarinstrumen, termasuk antarnegara. Untuk tahap awal, kata Trisno Nugroho QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM) di mana penjual (merchant) yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran. Sebelum siap diluncurkan, spesifikasi teknis standar QR Code dan interkoneksinya telah melewati uji coba (piloting) pada tahap pertama pada September hingga November 2018 dan tahap kedua pada April hingga Mei 2019. (kmb42)

Pembobol Puluhan Vila Ditembak Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali memburu pembobol 21 vila ke Jember, Jawa Timur. Setelah melakukan penyelidikan di Jember, polisi meringkus pelakunya yaitu Agus Gede Swastika alias Agus Bali (26) di Lapangan Ambulu, Jember, Rabu (21/8) lalu. Karena melakukan perlawanan, polisi terpaksa menembak kedua kaki pelaku. Dikonfirmasi Kamis (22/8) kemarin, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan, menidaklanjuti laporan masyarakat terkait kasus pencurian di Villa Ambara, Kuta Utara, Badung, Tim Resmob Polda Bali dipimpin Kanit Kompol Made Adhiguna melakukan penyelidikan di seputaran TKP. Di sana diperoleh informasi pelakunya dua orang mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax tanpa nomor polisi. Informasi itu didalami dan diperoleh ciri-ciri pelaku merupakan residivis yang biasa dipanggil Agus Bali dan Yande. ‘’Dicari alamat tinggalnya, ternyata mereka kos di Jalan Gunung Soputan, Denpasar. Saat digerebek, Tim Resmob berhasil menangkap I Gede Raka alias Yande. Sedangkan

kakaknya (Agus Bali) tidak ada di sana,’’ ujar Hengky Widjaja. Saat diinterogasi, kata Hengky Widjaja, Yande mengaku melakukan pencurian di sebuah vila di daerah Canggu bersama kakaknya, Agus Bali. Saat itu Agus Bali kabur ke wilayah Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur. Mendapat informasi tersebut, polisi memburu Agus Bali ke Jember. Rabu (21/8) pukul 19.00 WIB, tersangka Agus Bali berhasil diringkus. Selanjutnya pelaku dibawa ke Bali. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku beraksi di 21 TKP. Pelaku beraksi bersama tiga anggota komplotannya yang duluan ditangkap, yaitu I Gede Raka alias Yande, Aditya Ramadan dan Danu Saputra. ‘’Selain di Kuta Utara, komplotan pencuri ini juga beraksi di wilayah lain dan paling banyak di Denpasar Selatan,’’ kata Hengky Widjaja. Untuk TKP wilayah Denpasar Selatan, yaitu vila di Jalan Mertasari, Jalan Danau Tempe, Jalan Tugak Bingin, di wilayah Banjar Taman, Jalan Penyaringan, Jalan Pantai Karang, Jalan Hangtuah, Jalan Tukad Balian, Jalan Danau Tam-

Bali Post/ist

DITEMBAK - Kaki pembobol puluhan vila Agus Gede Swastika diperban setelah ditembak karena melawan saat ditangkap. blingan, Jalan Sindu, Jalan Taman Pancing dan di Jalan Raya Sesetan. Sedangkan di wilayah Kuta Utara, di antaranya di Vila Ambara di Jalan Semer, Jalan Raya Dalung dan Jalan Bedugul. ‘’Barang bukti kamera, tas,

sepeda motor, cincin, kalung dan jam tangan diamankan di Direktorat Reskrimum Polda Bali. Pemeriksaan pelaku masih didalami,’’ tegas mantan Kabag Binkar Biro SDM Polda Bali ini. (kmb36)


Jumat Kliwon, 23 Agustus 2019

Pengambilan Sumpah dan Janji Pimpinan DPRD Badung

Bupati Giri Prasta Ajak Dewan Bekerja Sesuai Aturan BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta mengajak pimpinan dan anggota DPRD Badung untuk bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. ‘’Saya mengajak DPRD untuk melaksanakan tugas sesuai UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang memuat tugas pokok dan fungsi. Ada RAPAT PARIPURNA Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri rapat paripurna pengambilan sumpah dan janji Ketua dan Wakil Ketua DPRD Badung periode 2019-2024, di ruang Utama Gosana, Kantor DPRD, Puspem Badung, Kamis (22/8) kemarin.

legislasi, budgeting dan fungsi kontrol. Sekaligus memegang teguh sumpah janji jabatan ini,’’ tegas Bupati Giri Prasta saat menghadiri rapat paripurna pengambilan sumpah janji Ketua dan Wakil Ketua DPRD Badung periode 2019-2024, di Ruang Utama Gosana, Kantor DPRD, Puspem Badung, Kamis (22/8) kemarin. Bupati Giri Prasta juga mengucapkan selamat atas terlaksananya acara pengambilan sumpah dan janji pimpinan DPRD Badung. Melalui pengukuhan ini Bupati mengharapkan pimpinan dan anggota DPRD Badung dapat berbuat untuk Kabupaten Badung serta mewujudkan Badung yang sagilik, saguluk, salunglung lan sabayantaka nyujur krama Badung gemah ripah loh jinawi.

Selain itu, Badan Kehormatan DPRD juga dimintanya menjalankan kode etik, agar ada evaluasi dari DPRD. ‘’Sekarang tidak ada yang kecil dikalahkan oleh yang besar. Yang ada adalah yang lambat dikalahkan oleh yang cepat,’’ tambah Bupati. Pengukuhan dan pengambilan sumpah janji pimpinan DPRD Badung dituntun Ketua Pengadilan Negeri Denpasar dan disaksikan Bupati, Wabup, Sekda, pimpinan perangkat daerah, anggota DPRD, dan tokoh masyarakat. Sebagai Ketua DPRD Badung, kembali dipercayakan kepada I Putu Parwata. Sementara Wakil Ketua dijabat masing-masing oleh I Wayan Suyasa dan I Made Sunarta. Ketua DPRD Badung Putu

Parwata mengatakan, dengan ditetapkannya pimpinan dewan definitif, ke depan akan dituntut tugas dan tanggung jawab yang cukup berat untuk memajukan Kabupaten Badung. ‘’Bukanlah sematamata hanya jabatan yang kita inginkan, tapi adalah kerja keras tegak lurus untuk membangun Badung yang kita cintai,’’ kata Parwata. Lebih lanjut dia menegaskan, dewan memiliki tanggung jawab yang besar yakni berpikir sehat serta melakukan sesuatu dengan penuh tanggung jawab kepada masyarakat Badung. ‘’Mari kita bangun Badung dengan integritas yang kuat penuh loyalitas dan tanggung jawab kepada masyarakat,’’ jelasnya. (ad725)

Di Pantai Nusa Dua

Kemunculan Hiu Karang Jadi Daya Tarik Wisata Mangupura (Bali Post) -

Kemunculan hiu karang sirip hitam atau black tip reef shark di Pantai Nusa Dua sejak beberapa hari terakhir, menjadi tontonan wisatawan. Bahkan tidak sedikit wisatawan yang berusaha mengabadikan gambar dengan berenang bersama hiu. Dipastikan, jenis hiu ini tidak membahayakan.

Dari pantauan di lokasi, Kamis (22/8) kemarin, hampir ratusan hiu karang bergerombol di sekitar Pantai Nusa Dua. Bahkan, kelompok hiu ini sempat berpindah-pindah mengikuti pasang-surut air. Hiu-hiu ini berenang sampai di pinggir pantai. Menurut pemandu wisata setempat, Ngurah Tony, hiu muncul sejak sepekan lalu. Fenomena ini biasa dilihatnya setiap Juni, Juli dan Agustus. Biasanya hiu mulai muncul sekitar

pukul 11.00 Wita, saat air laut mulai pasang. ‘’Pas airnya naik sekitar jam 11, ikannya mulai datang. Ada sekitar 50 sampai 100 ekor ikan,’’ jelasnya. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Ir. I Made Sudarsana, M.Si. mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir akan keberadaan hiu karang tersebut. Sebab, hiu karang tidak membahayakan dan tidak agresif. Dikatakannya, menurut masyara-

kat, ini merupakan fenomena alam yang sering terjadi di daerah tersebut. Dari pantauan langsung yang dilakukannya, masyarakat turun langsung berenang dan mendekati hiu. Bahkan, ternyata hiu-hiu itu menjauh ketika didekati. ‘’Banyak wisatawan yang sedang menikmati pantai, tidak merasa terganggu dan khawatir,’’ katanya sembari menambahkan, kemunculan hiu karang menjadi suguhan menarik bagi wisatawan.

Sementara itu, Kepala Divisi Operasional ITDC Nusa Dua Made Pariwijaya menyampaikan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, ITDC selaku pengelola kawasan, rutin melakukan pengawasan. Pihaknya juga bekerja sama dengan Balawista maupun tim security untuk memonitor perkembangan hiu karang. Diungkapkannya, kemunculan gerombolan hiu terjadi sewaktuwaktu. Beberapa tahun lalu, mereka pernah muncul. Namun kala itu kelompoknya kecil. ‘’Tahun ini kelompoknya sangat banyak. Meski demikian, ini tidak membahayakan,’’ tegasnya. (kmb23)

Bali Post/edi

HIU - Gerombolan hiu karang kerap terlihat di kawasan Pantai Nusa Dua.

Ucapkan Sumpah dan Janji

Parwata, Suyasa, dan Sunarta Resmi Jadi Pimpinan DPRD Badung Bali Post/ist

PENGHARGAAN - Sestama BNN-RI Irjen Pol. Adhi Prawoto, S.H. menyerahkan penghargaan Kota Tanggap Ancaman Narkoba kepada Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa.

BNN Berikan Penghargaan pada Kota Tanggap Ancaman Narkoba

Mangupura (Bali Post) Sekretaris Utama (Sestama) BNN-RI Irjen Pol. Adhi Prawoto, S.H. didampingi Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Kota Tanggap Ancaman Narkoba dengan tema ‘’Membangun Kabupaten/ Kota yang Tanggap ter hadap Ancaman Narkoba’’, Kamis (22/8) kemarin, di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung. Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, dihadiri oleh narasumber lain yaitu Dr. Made Mangku Pastika serta peneliti dari Universitas Padjajaran. Kegiatan ini dihadiri 100 orang undangan. Pada hari itu juga diserahkan penghargaan kepada Kabupaten Badung dan BNNK Badung sebagai Kota Tanggap Ancaman Narkoba. Wabup Badung Ketut Suiasa menyampaikan komitmen Pemkab Badung terhadap bahaya narkotika. ‘’Mudah-mudahan dalam seminar ini akan memberikan nilai strategis, salah satunya Kabupaten Badung akan makin progresif meningkatkan secara signifikan upaya menekan narkoba,’’ ungkapnya. Sestama BNN RI Irjen Pol. Adhi Prawoto, S.H. memberikan pemaparan dengan tema ‘’Memperkuat Relasi BNN dan Pemerintah Daerah dalam Penanganan Narkoba Berbasis Kewilayahan’’. Ia menyampaikan, BNN adalah vocal point atau leading sector penanganan permasalahan narkoba di Indonesia. Untuk itu BNN menggagas Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Ikotan) untuk melihat perkembangan ketanggapan

suatu daerah dalam merespons ancaman narkoba. Dengan gagasan Ikotan ini, BNN berkolaborasi dengan berbagai pihak dan sektor pembangunan dengan lima indikator, yaitu ketahanan masyarakat, kewilayahan, kelembagaan, hukum serta ketahanan keluarga. Sementara itu, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa mengatakan, peredaran narkoba di Bali sudah meliputi seluruh penjuru wilayah Bali. Tempat transaksi narkoba pada umumnya di tempat hiburan malam, kampus, hotel, apartemen, mall, pusat perbelanjaan dan lain-lain. Maka dari itu setiap daerah harus tanggap terhadap ancaman narkoba. (kmb42)

KETUA dan dua Wakil Ketua DPRD Badung, Kamis (22/8) kemarin, resmi dilantik setelah mengucapkan sumpah dan janji. Ketua kembali dijabat oleh Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. dari Fraksi PDI Perjuangan, sedangkan dua Wakil Ketua diisi Wayan Suyasa, S.H. dari Fraksi Partai Golkar dan Drs. Made Sunarta, M.M., M.Si. dari Fraksi Demokrat. Pengambilan sumpah dan janji dilakukan dalam rapat paripurna istimewa DPRD Badung dan dipandu Ketua Pengadilan Negeri Denpasar Dr. Bambang Ekaputra, S.H., M.H. didampingi sejumlah rohaniwan. Rapat paripurna istimewa ini dihadiri Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Wabup Ketut Suiasa, Sekda Wayan Adi Arnawa dan pimpinan OPD di Pemkab Badung. Hadir juga pimpinan parpol di Badung serta undangan lainnya. Rapat paripurna didahului dengan menyanyikan ‘’Indonesia Raya’’, dilanjutkan pembukaan rapat oleh Ketua Sementara DPRD Badung Putu Parwata. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pembacaan SK Gubernur No.1863/HK/Tahun 2019 soal peresmian pengangkatan pimpinan DPRD Badung periode 2019-2024. SK ini dibacakan Sekretaris DPRD Badung Nyoman Predangga.

Dalam SK tercantum Ketua DPRD Badung dijabat Putu Parwata, Wakil Ketua I Wayan Suyasa dan Wakil Ketua II Made Sunarta. ‘’Keputusan ini mulai berlaku sejak pengucapan sumpah atau janji yakni per 22 Agustus 2019,’’ kata Predangga membacakan SK tersebut. Setelah pembacaan itu, palu pimpinan sidang diserahkan oleh Putu Parwata kepada Sekwan Nyoman Predangga. Setelah penyerahan ini, pengucapan sumpah dan janji pun dilakukan dan dipandu Ketua PN Denpasar. Setelah mengucapkan sumpah dan janji, pimpinan Dewan pun definitif. Dalam sambutannya, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menegaskan, pimpinan dan anggota DPRD Badung dituntut bertanggung jawab dalam melaksanakan tugastugas baik legislasi, budgeting dan pengawasan. Tanggung jawab tersebut harus dilakukan dengan komitmen yang tinggi. ‘’Ini harus dilakukan bukan untuk kepentingan diri sendiri tetapi lebih luas untuk kepentingan masyarakat Badung,’’ tegasnya. Parwata menyatakan sudah membuat target-target. Selaku wakil rakyat, pihaknya akan membuat matriks yang jelas sehingga pencapaian selama lima tahun jelas, terukur, dan

PIMPINAN DEWAN - Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M., Wayan Suyasa, S.H. dan Drs. Made Sunarta, M.M., M.Si. resmi menjabat sebagai pimpinan DPRD Badung 2019-2014 setelah mengucapkan sumpah dan janji sebagai pimpinan dewan. terarah. ‘’Dengan demikian kami di Dewan ini memiliki matriks, tugas, dan tanggung jawab yang jelas serta memiliki integritas yang kuat untuk membangun Badung ini,’’ terangnya. Politisi PDI Perjuangan asal Dalung ini menyatakan akan mendorong kepala daerah untuk bersama-sama membangun, terutama untuk mengejar pendapatan Badung. Pihaknya yakin dengan kerja bersama, pada 2020 mendatang pendapatan

Badung akan meningkat. ‘’Jadi, tidak ada istilah duduk, dengar, dan lain sebagainya. Tetapi kami duduk, berpikir, melakukan. Do, do, and do. Kami akan melakukan hal yang lebih baik. Kerja, kerja, dan kerja, sehingga harapan masyarakat Badung bisa kami kawal, sesuai fungsi Dewan yang telah diamanatkan undang-undang,’’ tegasnya. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengucapkan selamat atas diresmikannya pimpinan Dewan. Pihaknya

menginginkan agar komunikasi dan koordinasi tetap terjalin baik. ‘’Regulasi adalah panglima kita untuk melaksanakan kegiatan. APBD ini adalah milik masyarakat dan untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat. Oleh karena itu, tugas pokok DPRD Badung ini adalah legislasi, budgeting, dan controlling. Bagaimana membentuk perda, menganggarkan program, dan juga melaksanakan kontrol,’’ katanya. (ad726)


Jumat Kliwon, 23 Agustus 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Menjadi Kampus Bebas Narkoba

Unwar Siap Cetak SDM Berkualitas dan Berdaya Saing Global UNIVERSITAS Warmadewa (Unwar) melalui Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) menggelar kuliah umum ‘’Kampus Bebas Narkoba’’ di Ruang Sidang Sri Ksari Warmadewa Mandapa, Kamis (22/8) kemarin. Kuliah umum dalam rangka mempersiapkan Unwar sebagai kampus bebas narkoba ini mendatangkan Kabid Dokpol Pusdokkes Polri Kombes Pol. Dr. Pramujoko, Sp.F., DFM. sebagai narasumber. Kuliah umum ini juga dihadiri Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. bersama Wakil Rektor III Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM., para dekan di lingkungan Unwar, beserta wakil dekan III, Kepala BAPPSIK Unwar, beserta mahasiswa. Rektor Unwar Prof. Widjana mengatakan narkoba menjadi salah satu ancaman serius bangsa Indonesia. Sebab, sasarannya adalah para generasi muda bangsa. Oleh karena itu, selaku pimpinan pendidikan tinggi di Unwar, pihaknya berkomitmen memerangi pengedaran narkoba masuk ke perguruan tinggi. Bahkan, berkomitmen menjadikan kampus Unwar bebas dari bahaya narkoba. ‘’Sebagai institusi pendidikan, kami berkomitmen menjadikan kampus Warmadewa menjadikan kampus bebas narkoba,’’ tegasnya. Untuk bisa merealisasikan komitmen tersebut, pihaknya telah bekerja sama dengan Polda Bali untuk sama-sama memerangi masuknya narkoba ke kampuskampus, khususnya kampus Unwar. ‘’Saya harapkan angan-angan kita dapat terwujud, khususnya menjadikan Unwar sebagai kampus bebas narkoba, dan saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda

KULIAH UMUM - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. (tengah) beserta jajaran berfoto bersama narasumber Kabid Dokpol Pusdokkes Polri Kombes Pol. Dr. Pramujoko, Sp.F., DFM. pada kuliah umum ‘’Kampus Bebas Narkoba’’. Bali bahwa dari pihak Polda Bali telah bersedia membantu dalam proses untuk mempersiapkan Unwar sebagai kampus bebas narkoba,’’ ujarnya. Wakil Rektor III Uwnar Dr. Parwata menambahkan, dengan menjadi kampus yang bebas dari narkoba, maka apa yang dicitacitakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM pasti akan terwujud. Sebab, perguruan tinggi merupakan lembaga pencetak SDM yang andal, berkualitas, dan memiliki daya saing yang tinggi. ‘’Sudah seharusnya kita meningkatkan kualitas SDM kita ke depan dengan menjaga kondisi mereka, salah satunya bebas narkoba. Bagaimanapun pintar dan tekunnya mahasiswa apabila

sudah kena narkoba, maka masa depan mereka akan mengkhawatirkan,’’ imbuhnya. Kabid Dokpol Pusdokkes Polri Kombes Pramujoko mengatakan faktor lingkungan menjadi salah satu penentu terjadinya penyebaran narkoba. Oleh karena itu, kampus Unwar diharapkan mampu menciptakan suasana kampus yang positif. Sebab, yang menjadi kunci untuk menjadikan kampus bebas narkoba adalah deteksi narkoba sejak dini. Dan apabila ditemukan salah satu mahasiswa terdeteksi, pihak kampus tidak boleh memberikan sanksi apa pun. Tetapi dilakukan rehabilitasi secara khusus dan rahasia agar tidak menjadi dampak buruk bagi mahasiswa bersangkutan. (ad723)

Siswa SMAN 5 Denpasar Raih Tujuh Juara LKTI Tingkat Nasional

SMAN 5 Denpasar sejak dipimpin Drs. I Made Sudha, M.Pd.H. terus mengukir prestasi nasional. Di Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), SMAN 5 Denpasar alias Smanela selama tujuh bulan ini meraih tujuh gelar juara I LKTI tingkat Nasional. Juara nasional teranyar dipersembakan Tim Srikandi Smanela. Tim ini diperkuat Hastha Septha (XI-MIPA-3), Ni Ketut Restiti Pradnyasari (XI-MIPA-X), dan Ni Made Putri Setiari Dewi (XIMIPA-10) dengan meraih juara I LKTI Nasional di Universitas Negeri Malang pada 15 Agustus lalu. Saat itu tim yang dibina Drs. A.A. Rai Gede Dalem Mahendra, M.Pd. mengalahkan 123 tim lainnya yang dipanggil ke babak final 20 terbaik. Tim ini memaparkan penelitian soal ‘’Uji Potensi dan Efektivitas Pengaruh Penambahan Kkulit Buah Nanas terhadap Peningkatan Kadar Alkhohol Bakarti Bioetanol dari Limbah Kulit Singkong’’. Hasilnya, campuran ini lebih cepat 12 menit dibandingkan dengan minyak tanah. Yang menarik, baru dua kali diterjunkan di ajang nasional, tim ini langsung meraih juara. Tim ini akan dipersiapkan lagi ke Universitas Sebelas Maret Surakarta. Mereka dibina di ekstra KIR Smanela Denpasar. Sementara itu, siswa Smanela lainnya I Wayan Rama Swara (XIIMIPA-3) bersama Ni Putu Retno Wulandari ( XII-MIPA-3) sukse meraih juara I di ITB, April 2019. Duet ini mampu mengalahan 10 finalis lainnya. Seleksi pertama berupa nominasi karya tulis, berada di ranking II dan masuk 10 besar. Saat persentasi semua tim berargumentasi dan bertanya alias menyerang tim lain, akhirnya Smanela meraih juara I. Saat itu duet ini memaparkan hasil penelitian ’’Biodisel Berbahan Minyak Jelantah Keripik Ikan Salmon’’. Ikan salmon dipakai

Rektor Wisuda 185 The Golden Generation of Itekes Bali

Siapkan 12 Kursi Beasiswa untuk Prodi Teknologi Pangan

REKTOR Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali I Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D., Kamis (22/8) kemarin mewisuda 185 sarjana keperawatan. Yang membanggakan 28 persen lulus dengan predikat pujian dan 72 persen lulus dengan predikat sangat memuaskan. Saat itu juga diserahkan penghargaan bagi lulusan terbaik yang masing-masing diraih Ni Luh Putu Darmayanti (IPK 3,90), Ni Putu Wisma Ekawati (IPK 3,85) dan Nadiyah Rachman (IPK 3,84). Rektor Darma Suyasa menegaskan lulusan yang diwisuda sudah siap untuk menjadi perawat profesional, tinggal mengikuti pendidikan Profesi Ners hingga mengikuti uji kompetensi pada 2020. Dia menegaskan 185 orang mahasiswa ini adalah the golden generation of Itekes Bali karena prestasi mereka yang luar biasa. Di antaranya 100 persen menyelesaikan skripsi dan wisuda tepat waktu. Ikut dalam Oral dan Poster Presentasi pada Konferensi Internasional the First Bali BICHS. Mereka meraih The Best Oral Presenter yakni Putu Julyani Puspita Candra, Ni Nyoman Pebrina Andretyani dan Komang Arik Juliana Putra. Sementara Best Poster diraih Ni Luh Nyoman Depilistiani, Ni Kadek Ena Dwipayani, Ni Putu Indah Sari, Ni Putu Dewi Savitri, I Gusti Ayu Agung Mas Apsari dan Ni Luh Putu Anggei Rosalia Andreana. Selain itu, juara II dosen berprestasi tingkat LLDikti oleh Ni Wayan Manik Parwati, juara I Duta Bahasa Provinsi Bali. Juara II Mawapres LLDikti Wilayah VIII (Windy Astuti), juara II Nursing Debate Competition 2019 Universitas Airlangga, terbaik IV Duta Bahasa tingkat Nasional tahun 2019, juara favorit Duta Bahasa

TERBAIK - Rektor Itekes Bali Gede Putu Darma Suyasa bersama lulusan terbaik S-1 Keperawatan. Provinsi Bali Best Evening Gown Ning Ayu 2019, juara favorit Duta Gendre 2019 Kota Denpasar, terbaik III lomba Volunteer Skill Competition PMI. Itekes Bali masih menyiapkan 12 kursi untuk beasiswa pada Prodi Teknologi Pangan. Beasiswa ini diperuntukkan bagi tamatan SMA/SMK jurusan tertentu seperti tata boga, teknik mesin. Mereka diberikan beasiswa gratis SPP selama empat tahun dan gratis uang pembangunan dan uang pangkal. Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa mengungkapkan Itekes Bali sebagai kampus berkualitas di Bali banyak berperan meningkatkan kualitas SDM Bali. Jangan menunggu melamar pekerjaan, namun membuka lapangan kerja baru. Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka mengajak lulusan S-1 Itekes Bali yang disebut golden generation of Itekes Bali 2019 menjadi contoh mengedepankan bekerja ke luar negeri. Sebab, lulusan Itekes Bali bukan melamar, namun dilamar oleh Be-

landa. Kampus Itekes Bali dan yayasan sudah membukakan pintu gerbang dengan menjalin kerja sama penyaluran lulusan. Tahun 2019 ini, Itekes Bali juga menandatangani MoU dengan King Mongkut University of Technology of North Bangkok, dengan Yomena untuk penempatan lulusan di Belanda dan dengan PT Milenium Muda Mandiri untuk penempatan lulusan di Timur Tengah. Juga dengan St. Louis University di Filipina. Dengan demikian, lulusan Itekes Bali yang disiapkan sejak awal dengan penguatan bahasa asing agar memenangkan persaingan di dunia kerja di luar negeri. Yayasan fokus meningkatkan SDM dosen. Jika tak mendapatkan beasiswa pemerintah, yayasan mendukung pembiayaan. Kini lima dosen belajar di Shanghai belajar S-2 dan kerja sama dengan King Mongkut, Thailand. Untuk itu, beasiswa Prodi Teknologi Pangan ini diharapkan dimanfaatkan oleh masyarakat. Prodi Teknologi Pangan ini diarahkan ke bisnis penunjang pariwisata. (ad724)

PKKMB Stikes Bina Usada Bali

Tingkatkan Generasi Berkualitas Melalui Kedisiplinan

PRESTASI - Kepala SMAN 5 Denpasar I Made Sudha didampingi Waka A.A. Dalem Mahendra bersama anak-anak KIR yang berprestasi di tingkat nasional. objek karena di Denpasar banyak pedagang keripik ikan salmon. Minyak jelantah limbah hasil penggorengan ikan salmon bisa dipakai sebagai biodisel. Minyak jelantah ini banyak mengandung alkil asam lemak. Hasil ini bisa dipakai untuk pengganti solar untuk ukuran mesin kecil. Pembina LKTI Smanela Drs. A.A. Rai Gede Dalem Mahendra, M.Pd. menjelaskan hingga pertengahan Agustus ini prestasi anakanak Smanela sangat luar biasa. Di mana tujuh piala juara nasional LKTI bersemayam di Smanela. Ini artinya hingga Agustus ini, tujuh tim Smanela sukses meraih juara nasional LKTI. Peluang menambah predikat masih terbuka karena timnya masuk final di Universitas Sebelas Maret, UGM dan Airlangga. Bahkan 28 Agustus akan berjuang di ITS. Kepala SMAN 5 Denpasar Drs. I Made Sudha, M.Pd.H. berbangga karena anak-anak Smanela tak pernah berhenti mengukir prestasi. Tahun 2019 prestasi

yang menonjol diraih di LKTI. Makanya dalam program sekolah pihaknya menambah anggaran khusus dalam LKTI, sehingga bisa bersaing di tingkat internasional. Sementara animo siswa mengikuti ekstra KIR kian membeludak dan tertarik ikut berkompetisi di berbagai ajang lomba nasional. Karena keterbatasan dana, sekolah bersinergi dengan komite dan orangtua siswa sehingga bisa mengirim tim lebih banyak lagi. Kasek Sudha didampingi Waka Kesiswaan Smanela I Wayan Sumadita, S.Pd. bersama Waka Kurikulum Drs. I Gusti Raka Harimbawa, Waka Humas Drs. A.A. Gede Rai Dalem Mahendra, M.Pd., Waka Sarana I Wayan Sura, S.Pd., M.Pd. dan Waka SDM Wayan Kariasa, S.Pd., M.Pd. juga menambahkan, Smanela kini menjadi sekolah model sejak dua tahun lalu. Pada Kamis (22/8) kemarin dilakukan bintek dengan melibatan lima sekolah imbas guna mencapai delapan standar mutu pendidikan nasional. (ad733)

SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bina Usada Bali pada tahun akademik 2019/2020 menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) bagi mahasiswa baru, Kamis (22/8) kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus Stikes Bina Usada Bali, Kompleks Kampus Mapindo, Jalan Padang Luwih, Tegal Jaya, Dalung, Badung. Ketua Stikes Bina Usada Bali Dr. Ir. I Putu Santika, M.M. mengatakan PKKMB diikuti 385 mahasiswa dari berbagai program studi seperti S-1 Keperawatan, Profesi Ners, D-3 Kebidanan, S-1 Keperawatan dan Profesi Bidan. Tema PKKMB untuk mahasiswa angkatan ke-13 ini adalah ‘’Tingkatkan Generasi Berkualitas Melalui Semangat Kedisiplinan Bersama Stikes Bina Usada Bali’’. Pelaksanaan PKKMB berlangsung pada 22-24 Agustus 2019 dengan diisi berbagai materi. Di hari pertama, selain pembukaan mahasiswa diberikan materi sistem penguatan perguruan tinggi dari Kepala Lembaga Layanan Dikti. Kesadaran lingkungan hidup dari BPBD Provinsi Bali. Sedangkan pengenalan unit kegiatan mahasiswa dari BEM Stikes. Selanjutnya di hari kedua, perguruan tinggi di era revolusi 4.0 dari LLDikti. Pengenalan Organisasi BEM dan HIMA Keperawatan dan Kebidanan dan penampilan bakat masingmasing kelompok peserta. Di hari ketiga, diberikan sosial-

TANDA PESERTA - Pembina Yayasan bersama Ketua Stikes Bina Usada Bali memasang tanda peserta PKKMB 2019. isasi praktik mahasiswa ke Jepang. Pendidikan antikorupsi dan pembinaan gerakan nasional revolusi mental dari Polda Bali. Pembinaan kesadaran bela negara dari Kodim Badung. Pembina Yayasan Dr. Ketut Putra Suarthana yang membuka pelaksanaan PKKMB Stikes Bina Usada Bali menyampaikan kegiatan pengenalan kampus ini dalam rangka memberikan pengarahan kepada calon mahasiswa, terutama dalam memberikan pelatihan sikap sebelum

mulai proses belajar mengajar. Saat ini pemerintah mengimbau untuk menghilangkan perpeloncoan. Untuk itu, PPKMB diarahkan untuk membina mahasiswa agar nantinya mereka punya sikap dan kemampuan serta keterampilan yang baik, karena tamatan Stikes Bina Usada Bali nantinya melayani manusia. ‘’Belajar senyumlah dengan baik, agar nanti bisa memberikan pelayanan terbaik ketika masuk dunia kerja,’’ katanya. (ad727)

naikan berat badan pada anak. Pengobatan epilepsi pada anak tentu bukanlah hal yang mudah. Pemantauan pada anak yang mengonsumsi obat anti-epilepsi dilakukan untuk mengetahui kepatuhan minum obat dan respons terhadap obat. Apabila obat harus diminum dua kali sehari berarti jarak minum obat adalah 12 jam. Demikian juga apabila dosis obat tiga kali sehari maka interval pemberian obat adalah 8 jam. Efek samping obat anti-epilepsi dipantau dengan pemeriksaan darah dan fungsi hati secara berkala. Penting bagi orangtua untuk mengetahui dan mengenali pemicu kejang pada anak sehingga serangan kejang dapat dihindari. Pemicu kejang pada anak yang sering dialami ada-

lah lupa minum obat, demam, dan dosis obat anti-epilepsi yang rendah. Beberapa hal yang harus dilakukan apabila anak mengalami serangan kejang adalah tetap tenang, baringkan di atas tempat yang datar, hindari anak dari trauma, longgarkan pakaian yang ketat, jangan meletakkan apa pun di mulut anak, perlahan miringkan saat serangan kejang berhenti untuk menjaga jalan napas. Apabila kejang masih berlangsung lebih dari 5 menit, kejang berulang, kesadaran tidak membaik maka segera panggil bantuan tenaga kesehatan atau menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Epilepsi pada Anak EPILEPSI merupakan masalah neurologi kronis yang cukup banyak dialami anak-anak. Epilepsi adalah terjadinya kejang berulang kali atau lebih tanpa penyebab yang jelas. Kejang pada anak yang mengalami epilepsi tidak harus kejang kelojotan dan mengeluarkan busa. Epilepsi tidak menular dan jenis yang paling umum yaitu 6 dari 10 orang disebut dengan epilepsi idiopatik yaitu tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Anak yang mengalami gangguan perkembangan otak, mengalami perdarahan di kepala, riwayat radang otak, radang selaput otak dapat terjadi kerusakan sel-sel saraf di otak. Selsel saraf yang rusak tersebut suatu saat dapat menjadi fokus timbulnya kejang pada epilepsi.

Serangan kejang pada anak dapat berupa kaku di seluruh tubuh, kejang kaku/kelojotan sebagian lengan atau tungkai bawah, hilangnya kesadaran sesaat, sehingga anak tampak bengong atau seperti melamun. Gejala klinis kejang sangat tergantung dari area otak yang menjadi fokus kejang. Anak yang mengalami kejang pertama kali tanpa penyebab (first unprovoked seizure) belum dapat dikatakan mengalami epilepsi. Pemberian obat anti-epilepsi dapat dipertimbangkan apabila risiko berulangnya kejang cukup besar. Faktor genetik atau keturunan berperan dalam terjadinya epilepsy, namun tidak semua jenis epilepsi menunjukkan keturunan sebagai penyebab. Anak dengan epilepsi dari hasil

pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) masih bisa didapatkan hasil yang normal. Anak yang mengalami kejang berulang dua kali atau lebih pada episode yang berbeda dan tidak ada penyebab lain, anak tersebut sudah dikatakan epilepsi. Pemeriksaan EEG dilakukan untuk melihat bagian otak mana yang menjadi asal fokus kejang, penyebaran kejang ke daerah lain di otak, serta melihat jenis epilepsi. Semuanya bermanfaat untuk menentukan obat anti-epilepsi yang akan diberikan, jenis epilepsi, dan menentukan perjalanan epilepsi itu sendiri. Sebagian besar jenis epilepsi pada anak memerlukan pengobatan sampai 2-3 tahun bebas kejang tergantung jenis epilepsinya. Setelah 2-3 tahun bebas kejang obat anti-

epilepsi tidak boleh langsung dihentikan, penghentian obat harus dilakukan secara bertahap dalam waktu 2-3 bulan. Penghentian dan penyesuaian dosis obat antiepilepsi hanya dokter yang berhak menentukan. Orangtua tidak boleh menghentikan sendiri, menambah atau mengurangi dosis tanpa konsultasi dengan dokter. Setiap anak akan merespons obat anti-epilepsi dengan cara yang berbeda. Dokter akan memberikan satu jenis obat anti-epilepsi terlebih dahulu dengan dosis minimal. Apabila anak masih kejang maka dokter akan menaikkan dosis secara bertahap sampai dosis optimal dan dipertahankan sampai 2-3 tahun bebas kejang. Dosis obat anti-epilepsi akan disesuaikan jika terdapat ke-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

l dr. Made Mulya Cintyadewi Satriawan, S.Ked.


Jumat Kliwon, 23 Agustus 2019

Tari Sakral Bedoyo Segoro Kidul Tedun di Acara ’’Raja Yadnya’’

Peringatan Sugeng Wiyosan Shri Arya Wedakarna Ke-39 di Istana Mancawarna PURI Ageng Tegeh Kori sedang berbahagia. Pasalnya, Panglingsir Puri Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III pada 23 Agustus 2019, Wuku Menail, Tahun Isaka Warsa 1940 memperingati hari lahir (Sugeng Wiyosan) Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX. Sejumlah rangkaian upacara dan ritual pun disiapkan untuk menyongsong hari berbahagia ini. Demikian disampaikan Jevon Sarmav (Humas Istana Mancawarna Tampaksiring) di sela-sela persiapan ritual dan upacara Sugeng Wiyosan. Ia menyatakan acara Sugeng Wiyosan (Hari Ulang Tahun) Kaping 39 Shri Gusti Wedakarna akan menampilkan tari Bedoyo Segara Kidul di Istana Mancawar-

na Tampaksiring. ‘’Tari Bedoyo Segara Kidul adalah ciptaan dari Ratu Shri Gusti Arya Wedakarna sendiri pada tahun 2016. Tari ini hanya boleh dipentaskan di hadapan beliau Abhiseka Raja yakni pada 23 Agustus (Sugeng Wiyosan), 11 November (Hari Lahir Leluhur Hindu Majapahit) dan 31 Desember (Hari Jumenangan Ngadeg Ratu). Tari ini sebagai wujud keterikatan seorang putra dengan ibundanya, khususnya pada leluhur Padjajaran dan Mataram yakni Gusti Kanjeng Ratu Dewi Pantai Selatan. Nanti para undangan dapat langsung menyaksikan tarian ini di istana. Ini kesempatan langka,’’ ungkap Jevon Sarmav. Lebih jauh dikatakan, secara umum terkait dengan upacara Sugeng Wiyosan ini akan melibat-

kan banyak pihak di seluruh Bali, termasuk pada upacara-upacara mohon restu di Pura-pura besar di Bali. ‘’Dalam Kitab Niti Sastra, setiap raja adalah ayah dari seluruh semesta. Selama ini, Ratu Gusti Wedakarna sudah dikenal sebagai pemimpin muda Indonesia yang memiliki nama baik tidak saja di Bali, tetapi hingga di dunia. Beliau sudah dikenal sangat merakyat dengan banyak hasil karya momumental di usia yang sangat muda. Ini tentu bukan karya sekala semata, tentu ada leluhur yang menggerakkan langkah beliau. Kita berharap di hari jadi beliau yang ke-39 ini, langkah beliau sebagai panglingsir dan ksatria Bali semakin nyata dalam memperjuangkan agama Hindu dan eksisnya budaya Bali. Kami mohon doa restunya,’’ harap

Jevon Sarmav. Pada acara hari ini, di Istana Mancawarna Tampaksiring akan diisi sejumlah rangkaian kegiatan yakni upacara Raja Yadnya yang akan dipimpin Ida Bhagawan Dalem Nabe Wira Kerthi (Geria Lebah Siung Singaraja). Ritual ini akan diisi Agnihotra, pembacaan kitab suci Weda, pelepasan burung merpati serta upacara pelukatan agung. Pada tahun 2019 ini akan di-pendak 39 tirta suci yang berasal dari 39 pura besar di Bali (Sad Khayangan) yang nantinya akan digunakan untuk sarana pelukatan Abhiseka Ratu. Selain upacara ritual, akan dirangkai juga dengan acara jamuan makan malam (royal dinner) dan penyerahan sejumlah penghargaan istana kepada sejumlah tokoh Bali. (ad730)

SUGENG WIYOSAN - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Prameswari Ida Ayu Juni Supari saat prosesi pembacaan Kitab Suci Bhagawadgita.

Dinas Pariwisata Denpasar Apresiasi SVF 2019 PPLP Dhyana Pura Antar Mahasiswa Meraih UPAYA mendongkrak kunjungan wisatawan ke Denpasar dilakukan dengan berbagai kegiatan. Selain promosi ke luar daerah, kegiatan festival yang dilakukan secara berkesinambungan juga memberi dampak positif terhadap promosi kepariwisataan Kota Denpasar. Seperti yang dilakukan jajaran Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) dengan menggelar Sanur Village Festival (SVF) secara rutin setiap tahun yang kali ini sudah memasuki periode ke-14 kali. Kepala Dinas Pariwisata Denpasar MA Dezire Mulyani yang ditemui di sela-sela pembukaan SVF, Rabu (21/8) malam, mengatakan festival seperti ini sangat positif bagi perkembangan pariwisata Denpasar. Terlebih, event SVF ini sudah masuk calendar event nasional. Artinya, secara nasional kegiatan festival ini sudah diakui dan mampu menjadi media promosi pariwisata Kota Denpasar. Di sisi lain, Ketua SVF I.B. Gede Sidartha Putra mengungkapkan penyelenggaraan festival ini berawal dari keinginan untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata pascaperistiwa bom Bali. ‘’Sanur Village Festival ke-14 di tahun 2019 ini, kalau kita kilas balik perjalanannya itu dimulai dari tahun 2006. Waktu itu kami ingin meyakinkan dunia bahwa khususnya Sanur sangat aman dikunjungi pascaterganggunya

Mimpi Melalui Kegiatan MOK Tahun 2019

BUKA SVF - Suasana pembukaan SVF 2019 yang ditandai dengan pemukulan Jegog oleh Menteri Pariwisata. keamanan kita pascabom Bali yang meruntuhkan seluruh sendi pariwisata yang ada di Bali, termasuk Sanur,’’ katanya. Gede Sidharta Putra atau akrab disapa Gusde menambahkan, branding yang telah terbangun hingga memasuki kegiatan tahun keempat belas ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang dinilai masih lesu. ‘’Kami terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas kemasan festival agar tetap menjadi daya tarik dan menjadi kenangan mengesankan bagi para pengunjung termasuk wisatawan,’’ katanya. Pembukaan SVF 2019 ini di-

lakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya dengan membunyikan instrumen Jegog yang terbuat dari bahan bambu. Arief Yahya didampingi Menteri Koperasi A.A. Ngurah Puspayoga, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Kapolda Bali Petrus Reinhard Golose, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, serta undangan lainnya. Menpar memuji konsistensi pelaksanaan festival yang telah 14 tahun digelar dan mengangkat kearifan lokal serta lingkungan hidup dalam setiap penyelenggaraannya untuk menarik kunjungan wisatawan. (ad728)

This is Not a Drill: Koleksi Marvel Miniso Hadir di Indonesia!

MINISO, perusahaan ritel fast fashion pertama di Indonesia akhirnya meluncurkan produk kolaborasi yang sangat dinanti-nantikan dengan Marvel. Kerja sama global ini telah ditunggu banyak penggemar Miniso dan Marvel di Indonesia dan bisa didapatkan secara eksklusif di Miniso Beachwalk Shopping Center level 3. Ye Guofu, pendiri dan CEO global Miniso, mengatakan Marvel adalah franchise top dunia yang memiliki pengaruh dan daya tarik besar. ‘’Saya percaya bahwa produk yang baik harus melayani market yang lebih besar alih-alih melayani sebagian kecil orang. Ini adalah alasan mengapa Miniso bekerja sama dengan Marvel. Miniso akan terus mengikuti prinsip kualitas tinggi dan harga terjangkau, dan membawa produk perangkat autentik dengan kualitas kelas satu dan harga terjangkau untuk semua penggemar Miniso dan Marvel,’’ katanya. Sementara itu, Jason Lee, General Manager Miniso Indonesia, mengatakan ada tiga faktor utama bagi Marvel untuk bekerja sama dengan Miniso. ‘’Area ritel yang mencakup seluruh wilayah Indonesia, prinsip kualitas tinggi dan

MEMASUKI tahun ajaran 2019/2020, PPLP Dhyana Pura mengawali kegiatan perkuliahan dengan kegiatan Masa Orientasi Kampus (MOK) bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini bertujuan pembinaan sikap, memperkenalkan program dan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru agar mahasiswa baru mengenal dan mampu beradaptasi dalam mengikuti program dan pelatihan di PPLP Dhyana Pura. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai 21 Agustus 2019 dan akan berakhir pada 23 Agustus 2019. Selama kegiatan MOK, mahasiswa dibekali dengan ceramah-ceramah dan wawasan yang akan membantu dan mendorong mereka untuk lebih siap memasuki perkuliahan. Begitu juga dibekali dengan wawasan dan informasi yang dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Ceramah disampaikan pihakpihak yang berkompeten di bidangnya. Antara lain tentang Peraturan Ketenagakerjaan dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Pengembangan Diri dan Sumber Daya Manusia yang Unggul dari praktisi hotel, ceramah kependudukan dari Kepala Desa Dalung. Tema kegiatan MOK tahun 2019 adalah ‘’Dare to Dream, Think Big and Grow Big’’. Melalui tema ini diharapkan mahasiswa berani untuk bermimpi dan mengambil keputusan besar dalam mewujudkan cita-cita mereka. Dalam sambutan pada acara pembukaan MOK, Direktur PPLP Dhyana Pura Gilbert Nainggolan, S.S., M.M. menyampaikan mahasiswa harus mempunyai mimpi untuk masa depan mereka dan PPLP Dhyana Pura adalah tempat

di mana mereka akan mempersiapkan diri meraih mimpi-mimpi itu. Hal ini sejalan dengan motto PPLP Dhyana Pura yakni ‘’Bridging a Better Future’’. Pembukaan MOK ditandai dengan penanaman pohon di sekitar areal halaman kampus sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan untuk tetap mempertahankan predikat sebagai Kampus Hijau (Green Campus). Penanam pohon dilakukan pihak manajemen, pengurus yayasan dan perwakilan dari mahasiswa baru. Dalam salah satu materi yang disampaikan Yogi Puspadi, Training Manager Indigo Hotel tentang menjadi insan pariwisata yang berkualitas. Dikatakan, sebagai SDM yang berkualitas harus memiliki 20% knowledge (pengetahuan) dan 80% attitude (perilaku). Perilaku ini dibentuk pada saat kuliah dan diperoleh dari pergaulan yang baik. Oleh karena itu, diharapkan mahasiswa harus bisa memilih lingkungan yang te-

pat dalam pembentukan perilaku ini yang dapat mendorong untuk berani mengambil kesempatan dan peluang yang ada. Pada tahun ini, sebanyak 592 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan MOK dari 640 mahasiswa yang diterima tahun ini. Terdiri dari 265 orang program 1 tahun, 272 orang program 2 tahun dan 54 orang program 3 tahun. Mereka terbagi dalam beberapa program pelatihan, antara lain Tata Boga, Tata Hidangan, Tata Graha, Kantor Depan, Sekretraris dan Public Relation, Kapal Pesiar, Buttler, Food and Beverage, Akomodasi Perhotelan, Manajemen Akomodasi Perhotelan dan Manajemen Makanan dan Minuman. Melalui kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini diharapkan mahasiswa siap dan lebih percaya diri untuk siap bersaing di dunia kerja dan meraih mimpi untuk masa depan yang lebih baik. (ad722)

RATUAJI Ida Bagus D. Argawana selaku Pembina Yayasan Mahattama Giri Kusuma dan Grand Master Meditasi Love and Light kembali mengadakan interaktif penyembuhan jarak jauh dengan Cahaya Suci dan Cinta Kasih Tuhan, Jumat (23/8) ini pukul 22.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita di Bali TV. Selain interaktif penyembuhan di Bali TV, beliau juga mengundang kehadiran masyarakat Bali yang memiliki keluhan sakit medis/nonmedis, rezeki buntu, masalah keluarga, dan konsultasi pekarangan serta usaha. Diharapkan untuk hadir pada Minggu (25/8) pukul 10.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita di Asrhama Mahattama Giri Kusuma, Jalan By-

pass Ngurah Rai No. 18 KertalanguTohpati (utara Hotel Cakra). Bagi masyarakat Bali khususnya yang ingin mencapai kesehatan maksimal dan ingin belajar memprogram energi rezeki, perlindungan diri dan pembersihan usaha maupun rumah dari energi berpenyakit dan black magic dapat mengikuti Lokakarya ‘’Meditasi Love and Light’’ dengan biaya Rp 400.000. Biaya itu sudah termasuk makan siang, praktik dan bimbingan meditasi, buku panduan meditasi, sertifikat, dan bimbingan gratis selama dua bulan. Untuk informasi dan pendaftaran, silakan hubungi 081353128887 atau hadir langsung ke Asrham Mahattama Giri Kusuma dengan pakaian bebas dan rapi. (ad731)

Ida Bagus D. Argawana

Interaktif Penyembuhan dengan Cinta Kasih dan Cahaya Suci Tuhan

harga terjangkau, serta desain dan kontrol kualitas berstandar tinggi. Marvel telah membentuk hubungan yang saling melengkapi dengan Miniso. Melalui kerja sama ini, Marvel dapat menjangkau konsumen wanita dan Miniso dapat menarik lebih banyak konsumen pria melalui serangkaian produk pada saat yang sama,’’ jelasnya. Miniso secara konstan bekerja sama dengan franchise terkenal dunia. Di mana sebelumnya Miniso telah bekerja sama dengan We Bare Bears, Pink Panther, Pantone dan masih banyak lagi. Miniso memanfaatkan daya tarik franchise tersebut untuk mempromosikan

penjualan produk, dan di sisi lain juga memanfaatkan pengaruh franchise untuk meningkatkan kesadaran serta reputasi merek, dan menghadirkan perabot rumah dengan gaya ala Miniso. Peluncuran eksklusif koleksi Marvel di Beachwalk Shopping Center karena lokasi yang strategis berada di pusat kota Bali. Miniso berharap mendapat antusiasme yang tinggi dari semua penggemar. Melalui kolaborasi ini, Miniso juga berharap dapat memperkuat citra merek Miniso dan tetap menjunjung tinggi filosofi Miniso: hidup sederhana, alami, dan berkualitas tinggi. (ad729)

Infeksi Telinga Menahun: Berawal dari Sakit Flu OTITIS media atau lebih umum dikenal dengan sebutan ‘’congek’’ merupakan infeksi telinga di bagian tengah. Penyakit ini umumnya diderita bayi dan anak-anak yang biasanya dipicu dengan infeksi saluran pernapasan atas seperti batuk dan pilek yang tidak kunjung sembuh dalam waktu yang tidak dapat ditentukan. Batuk dan pilek sering dianggap remeh oleh masyarakat karena tidak mengancam nyawa. Tetapi, jika penyakit batuk dan pilek dibiarkan atau tidak diobati dengan baik dan tepat, akan menimbulkan gangguan kesehatan yang lain yang bisa menghambat aktivitas penderitanya. Penyakit ini umumnya diderita bayi dan anak-anak karena anatomi tuba eustachius pada anak lebih mendatar dibandingkan orang dewasa, sehingga infeksi lebih mudah menjalar ke telinga tengah terlebih daya tahan tubuh anak belum sempurna. Dengan demikian penyebaran infeksi lebih mudah terjadi. Tuba esutachius merupakan saluran yang menghubungkan telinga dengan saluran napas atas yang untuk mempertahankan tekanan udara di dalam telinga agar tetap normal. Selain itu, saluran ini berguna untuk mengeringkan mukosa dan

kotoran dari telinga tengah, serta memastikan udara dalam telinga selalu bersih. Faktor genetik juga memiliki peranannya dengan kejadian otitis media, misalkan, kelainan anatomi langit-langit rongga mulut yang tidak menutup sempurna (cleft palate) dan down syndrome. Jika tidak diobati penyakitnya akan terus memburuk dan menyebabkan komplikasi gangguan pendengaran. Infeksi ini akan menyebabkan penumpukan cairan di dalam telinga tengah, cairan ini terus menumpuk dan mendesak gendang telinga. Akibatnya, bisa menyebabkan kebocoran pada gendang telinga. Pada tahap yang ringan (otitis media akut), penyakit ini menyebabkan nyeri dan demam. Komplikasi yang mungkin timbul adalah ketulian yang dialami hanya bersifat sementara, tetapi jika tidak diobati perlahan-lahan akan menjadi permanen. Infeksi telinga tengah yang ringan dan sedang pada bayi dan anak-anak bisa mengganggu perkembangan bahasa dan komunikasi verbalnya. Ini karena mereka tidak bisa mendengar kata-kata dengan jelas akibat berkurangnya pendengaran. Maka dari itu, orangtua dituntut lebih

peka melihat gejala-gejala yang ditunjukkan anak yang belum bisa bicara. Selain demam, anak-anak juga biasanya terlihat gelisah dan sering memegang telinga. Anakanak juga akan menangis karena rasa nyeri pada telinganya. Banyak orang yang menderita infeksi telinga tengah namun tidak diobati secara tuntas. Akhirnya

penyakit infeksinya menahun dan bertambah berat hingga kerusakannya juga permanen. Pada tahap yang berat, komplikasinya juga bisa menyebabkan meningitis atau abses otak yang dapat menimbulkan kematian. Tetapi sejak kemajuan obat-obatan antibiotik, komplikasi seperti itu sudah jarang. Khususnya di daerah yang

layanan kesehatannya sudah baik. Komplikasi lainnya bisa terjadi akibat otitis media adalah infeksi telinga dalam. Komplikasinya berupa mastoiditis atau infeksi tulang mastoid tengkorak yang terletak tepat di belakang telinga. Infeksi juga dapat menyebar ke tulang pendengaran di belakang gendang telinga. Jika otitis media ini tidak ditangani dengan baik lebih dari dua bulan, infeksinya dapat berkembang ke tahap kronik. Infeksi yang menahun disebut juga dengan otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyebabkan tuli permanen di Indonesia. Infeksi ini ditandai dengan pecahnya gendang pendengaran dan keluarnya cairan berulang berupa nanah dan lendir. Gendang telinga yang bocor dapat menutup dengan sendirinya atau secara spontan. Biasanya, waktu yang dibutuhkan gendang telinga untuk menutup kembali ialah dua sampai tiga bulan. Jika gendang telinga tidak menutup sendiri dalam kurun waktu tersebut, kecil kemungkinan gendang telinga bisa menutup. Tindakan operasi diperlukan untuk mengatasinya. Operasi di-

lakukan tujuannya menghentikan infeksi dan mencegah komplikasi tuli permanen. Terkadang gangguan pendengaran akibat infeksi telinga diatasi dengan menggunakan alat bantu dengar. Padahal, penyebabnya belum diatasi dengan tuntas. Alat bantu dengar hanya membantu penderita untuk mendengar tapi proses perjalanan penyakitnya masih terus berlanjut. Bentuk pencegahan otitis media pada anak adalah dengan mencegah terjadi infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pada anak seperti batuk dan pilek. Jika Anda sudah terdapat tanda-tanda ISPA, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak berlanjut menjadi otitis media. Selain itu jauhkan mereka dari lingkungan berasap atau lingkungan perokok. Pencegahan lainnya adalah menghindarkan anak dari kontak langsung dengan penderita infeksi atau influenza. Pemberian vaksin influenza dan juga ASI eksklusif sampai usia 12 bulan juga sebagai tindakan pencegahan otitis media yang efektif bagi anak. l dr. Fanny Octavia


Jumat Kliwon, 23 Agustus 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Beretika Menggunakan Media Sosial MEDIA sosail kini memang menjadi pilihan populer banyak kalangan. Media sosial juga telah menyita sebagian waktu kita, khususnya generasi milenial. Dunia maya ini juga telah membuat banyak pihak harus beradaptasi baik itu kalangan dunia usaha, komunikator dan pelaku jasa lainnya. Namun tak jarang juga karena terlalu luasnya ruang di dunia, penggunaan medsos juga telah melebar dari fungsinya sebagai media komunikasi. Makin banyaknya konten hoaks dan pornografi di dunia maya juga membuat gerakan menjaga perilaku dan etika makin kabur. Tak jarang medsos dijadikan ruang caci maki dan penistaan. Tak hanya itu, kesalahan dalam mengelola media komunikasi juga berpotensi menimbulkan disharmonisasi hubungan kekerabatan dan hubungan sosial. Disintegrasi bangsa juga berpotensi tersulut dari kegagalan kita menjadi pengguna medsos yang beretika. Untuk itu, marilah kita menjadi pengguna yang santun dan cerdas memilih kata-kata yang akan kita tayangkan. Jangan sampai unggahan menimbulkan cela dan menyulut polemik. Untuk itu marilah kita membangun budaya literasi yang elegan. Bangunlah kecakapan berkomunikasi dengan tetap mengedepankan etika. Perbanyaklah membaca, karena dengan banyak membaca kita akan mendapatkan pemahaman baru untuk membentuk karakter kita. Mungkin saat ini membaca buku dan berbagai informasi di medsos layak kita cermati dengan baik. Jika dulu buku itu adalah salah satu gudang ilmu yang bisa membawa kita menuju masa depan yang lebih cemerlang, kini medsos juga bisa kita rujuk sebagai salah satu pilihan untuk maju. Sayangnya dalam era kekinian hal semacam ini mesti tetap diingatkan, dilakukan, dan bahkan ditingkatkan. Sayangnya juga beberapa penelitian mengungkapkan, minat baca di kalangan siswa kita masih kalah jauh dibandingkan dengan masyarakat negara lain. Tidak mengapa. Tidak masalah, sepanjang hal ini dimaklumi dan kemudian diupayakan cara, jalan keluar, solusi yang lebih solutif bagaimana keluar dari masalah ini. Membaca adalah sesuatu kebiasaan yang tidak serta merta tumbuh begitu saja. Kita harus mengupayakannya, menyuburkannya dan membinanya secara kontinu menumbuhkembangkan hal ini memang tidak mudah. Semangat untuk membangun iklim literasi di kalangan generasi muda mesti dilakukan secara sinergis. Tidak hanya oleh kalangan akademis, sekolah, kampus dan sebagainya. Tetapi juga oleh kalangan orangtua yang memang lebih banyak mendapatkan sesi waktu bersama mereka. Di tengah gempuran gadget serta informasi dunia maya yang tidak semuanya edukatif, maka tugas menjadi tentu lebih sulit. Kemungkinan mereka menjadi generasi yang ‘’ileterasi’’ menjadi semakin terbuka. Dalam konteks literasi media sosial maka penguatan literasi medsos harus dipahami seluruh lapisan masyarakat, terlebih bagi generasi milenial. Etiket bersosmed juga patut ditanamkan sejak dini. Hal ini penting dilakukan agar mereka bijak dalam bermedsos. Pasalnya, tidak kita mungkiri bahwa pengguna medsos didominasi oleh kalangan generasi milenial. Apabila medsos tidak didesain ramah milenial, maka akan sangat berbahaya. Kontrol juga perlu dilakukan guna menjaga stabilitas kenyamanan dan keamanan pengguna, terutama bagi generasi milenial. Literasi medsos perlu dilakukan tak hanya sebatas pengenalan fitur dan penggunaan suatu device atau aplikasi medsos semata. Tetapi juga bagaimana mengantisipasi menjalarnya paham radikal. Generasi milenial harus mampu memilah dan memilih konten yang positif.

S URAT PEMBACA

Status Teluk Benoa Pasca-Perda Perubahan RTRWP Bali Sidang Paripurna DPRD Provinsi Bali, Selasa (20/8), telah mengesahkan Ranperda tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali Tahun 2009-2019. Hal yang paling mengemuka dalam isu pengesahan perubahan RTRWP Bali ini adalah mengenai ditetapkannya Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi. Di dalam media massa, Ketua Pansus I Ketut Kariyasa mengatakan posisi Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi tidak diutak-atik lagi dalam revisi RTRW sekaligus meneguhkan apa yang menjadi komitmen dan rekomendasi Gubernur Bali terpilih I Wayan Koster. Kariyasa menyatakan pula, ‘‘Semestinya tidak ada istilah demo-demo lagi. Kita sudah sangat aspiratif dalam pansus tata ruang”. (Bali Post, Selasa 20/8)

Oleh I Wayan Gendo Suardana enulis berpijak dari pendapat tersebut, karena dapat tersirat hendak menyampaikan kepada publik bahwa urusan penetapan kawasan konservasi Teluk Benoa sudah selesai. Namun tidak demikian bagi penulis. Pengesahan Ranperda tersebut (yang di dalamnya berisi penetapan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi) adalah fakta, tetapi secara hukum, khususnya hukum tata ruang, penting didalami, apakah penetapan tersebut menjamin secara hukum Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi, sehingga tidak dapat direklamasi? Hal ini mengingat pengaturan ruang Teluk Benoa sudah diatur melalui Pepres No. 51 Tahun 2014. Untuk mejawab hal tersebut, tentu saja yang harus diperiksa adalah mengenai pengaturan ruang dalam UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (selanjutnya disebut UUPR), yang pada pokoknya menyatakan bahwa penataan ruang dilakukan secara berjenjang dan komplementer. Yang dimaksud dengan “komplementer” adalah penataan ruang wilayah nasional, penataan ruang wilayah provinsi, dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota saling melengkapi satu sama lain, bersinergi, dan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dalam penyelenggaraannya. Mengingat pengaturan ruang Teluk Benoa telah diatur dalam Perpres No. 51 Tahun 2014 yang pada pokoknya mengubah Teluk Benoa dari kawasan konservasi menjadi kawasan budi daya zona penyangga (vide; Pasal I ; Pasal 56 jo. Pasal 63A jo Pasal 101A), sebaliknya DPRD Provinsi Bali menetapkannya sebagai kawasan konservasi. Keadaan ini adalah keadaan yang saling tumpang tindih, tidak saling melengkapi dan tidak sinergis atau saling bertentangan. Oleh karena memuat norma yang saling bertentangan tentu saja patut diuji dalam konteks penataan ruang yang diatur dalam UUPR, manakah peraturan hukum yang lebih berwenang untuk mengatur ruang Teluk

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Membiasakan Diri Menanam Pohon Ketika banyak mata air dilaporkan menyusut, saya mengajak masyarakat Bali mulai membiasakan diri menanam dan mari kita jaga kawasan hulu. Belakangan ini gerakan penghijauan mulai jarang saya dengar. Padahal gerakan ini sangat positif menjaga kualitas udara dan menjaga kawasan resapan air. Tak hanya itu, saya rasa dengan maraknya alih fungsi lahan belakangan ini mestinya budaya menanam pohon dibangkitkan lagi. Saya berharap Dinas Pendidikan dan Lingkungan Hidup bersinergi dalam hal ini. Kepedulian terhadap lingkungan harus dibangun sejak dini. Saya rasa kesadaran menjaga lingkungan kini tinggal mewadahi saja. Pemerintah mestinya merancang sejumlah kegiatan yang sifatnya mengajak warga kembali menyatu dengan alamnya. Untuk membudayakan gerakan menanam ini mungkin bisa diimbau agar warga menanam satu pohon di sekitar rumahnya. Gerakan menanam satu pohon untuk setiap warga ini diharapkan bisa membuat sumber resapan air terjaga sehingga potensi krisis air bersih juga bisa ditekan. Ni Wayan Purnamiani Tabanan, Bali

Benoa, Perpres No. 51 Tahun 2014 ataukah Perda perubahan RTRWP Bali? Perencanaan tata ruang dilakukan untuk menghasilkan dua hal, yakni: a. rencana umum tata ruang, b. rencana rinci tata ruang. (vide pasal 14 UUPR). Kedua hal tersebut berkaitan erat ka r e n a r e n c a na r i n ci t a t a ruang disusun sebagai perangkat operasional rencana umum tata ruang. Rencana rinci tata ruang merupakan penjabaran rencana umum tata ruang yang dapat berupa rencana tata ruang kawasan strategis yang penetapan kawasannya tercakup di dalam rencana tata ruang wilayah dan rencana rinci tata ruang merupakan operasionalisasi rencana umum tata ruang. Dalam perencanaan tata ruang ini khususnya dalam rencana umum tata ruang, terdapat penjenjangan yang jelas. Hierarki ini dibedakan menurut wilayah administrasi pemerintahan karena kewenangan mengatur pemanfaatan ruang dibagi sesuai dengan pembagian administrasi pemerintahan. Sedangkan mengenai rencana rinci tata ruang terdiri atas: a) rencana tata ruang pulau/ kepulauan dan rencana tata ruang kawasan strategis nasional (huruf tebal oleh penulis), b) rencana tata ruang kawasan strategis provinsi; dan c) rencana detail tata ruang kabupaten/kota dan rencana tata ruang kawasan strategis kabupaten/kota. Lebih lanjut mengenai rencana tata ruang wilayah nasional, di dalam UUPR, diatur dalam peraturan pemerintah sedangkan mengenai rencana rinci tata ruang termasuk pula rencana tata ruang kawasan strategis nasional diatur dengan peraturan presiden. Salah satu rencana tata ruang kawasan strategis nasional yang dibentuk oleh Pemerintah adalah Perpres No. 45 Tahun 2011. Perpres tersebut adalah mencakup 4 (empat) kota/kabupaten, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Tabanan sebagai rencana tata ruang kawasan perkotaan

Sarbagita. Peran dari rencana tata ruang kawasan Perkotaan Sarbagita adalah sebagai alat operasional rencana tata ruang wilayah nasional dan sebagai pelaksanaan pembangunan di kawasan perkotaan Sarbagita. Hal tersebut diatur dalam Pasal 3 Perpres No. 45 Tahun 2011 yang menyatakan: “Rencana tata ruang Kawasan Perkotaan Sarbagita berperan sebagai alat operasionalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan alat koordinasi pelaksanaan pembangunan di Kawasan Perkotaan Sarbagita.” Jangka waktu dari Perpres ini yang mengikuti ketentuan berlakunya jangka waktu RTRWN sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (vide; Pasal 123 Ayat (1) Perpres No. 45 Tahun 2011). Dengan demikian, senyatanya Perpres No. 45 Tahun 2011 adalah bagian dari RTRW Nasional, hal mana kewenangannya berada di tangan pemerintah pusat. Artinya, kewenangan pengaturan rencana tata ruang di Teluk Benoa secara hukum telah beraih sejak diterbitkannya perpres dimaksud. Konsekuensi hukum dari terbitnya Perpres No. 45 Tahun 2011, dihubungkan dengan prinsip penataan ruang yang dilakukan secara berjenjang dan komplementer, adalah rencana tata ruang di kawasan Sarbagita yang diatur dan ditentukan dalam Perpres ini berlaku mutlak dan dapat membatalkan ketentuan penataan ruang yang berada dibawahnya. Artinya, seluruh peraturan hukum mengenai penataan ruang yang ada di bawah Perpres 45 Tahun 2011, baik Perda RTRWP Bali maupun Perda RTRW 4 (empat) kabupaten/ kota yakni: Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan yang bertentangan dengan Perpres No. 45 Tahun 2011 dinyatakan tidak berlaku. Ketentuan tersebut diatur dalam Bab IX tentang Ketentuan Peralihan dan Bab X tentang Ketentuan Penutup Perpres No. 45/2011. Pada

Pasal 121 huruf a dan huruf b pada pokoknya, mengatur bahwa sejak berlakunya Perpres ini, maka ketentuan dalam Perda RTRWP, Perda RTRW Kabupaten/Kota, dan Perda tentang rencana rinci tata ruang beserta peraturan zonasi yang telah ada dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini. Bagi peraturan yang bertentangan harus disesuaikan paling lambat dalam waktu lima tahun terhitung sejak Perpres ini ditetapkan. Ketentuan tersebut menyiratkan secara tegas bahwa tidak ada celah bagi peraturan hukum penataan ruang di bawahnya untuk memuat ketentuan ruang bertentangan dengan Perpres ini. Hal yang lebih rinci juga diatur dalam pasal 122 ayat (1) dan ayat (2) yang menegaskan bahwa terkait izin pemanfaatan ruang pada masing-masing daerah wajib sesuai dengan perpres dimaksud, atau wajib menjadikan Perpres ini sebagai acuan pemberian izin pemanfaatan ruang. D e n g a n a d a n y a p e r u b ahan terbatas atas Perpres No. 45 Tahun 2011 melalui Perpres No. 51 Tahun. 2014, dalam hal ini perubahan kawasan konservasi Teluk Benoa menjadi kawasan Budi Daya zona Penyangga (vide: pasal 56 jo pasal 63A), dan mengalokasikan ruang untuk melakukan reklamasi paling luas 700 hektar (vide pasal 101A Perpres No. 51 Tahun 2014), maka secara mutatis mutandis yang berlaku dalam pengaturan ruang di Teluk Benoa adalah Perpres No. 51 Tahun 2014. Keadaan ini, selanjutnya dikaitkan dengan perencanaan ruang yang berjenjang dan komplementer, mengandung kosekuensi logis bahwa peraturan tata ruang dibawahnya baik RTRWP Bali mapun RTRWK Denpasar, Badung, wajib tunduk dan menyesuaikan pengaturannya yang terkait dengan Teluk Benoa sebagaimana yang ditetukan dalam Perpres 51/2014. Artinya, sejak 3 Juni 2014 hingga kini Teluk Benoa tetap berstatus sebagai kawasan budi daya zona penyangga, bukan kawasan konservasi. Berdasarkan semua paparan penulis di atas, maka senyatanya tindakan DPRD Bali yang mentapkan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi adalah tindakan yang tidak mempunyai akibat hukum bagi status kawasan Teluk Benoa. Secara hukum, pengaturan ruang di Teluk Benoa adalah kewenangan dari pemerintah pusat yang telah nyata diatur dalam Perpres No. 51 Tahun 2014 dan RTRWP Bali wajib tunduk dan menyesuaikan dengan isi Perpres No. 51 Tahun 2014.

Warung Global

Agar Tak Ngutang, Pelantikan Dewan Dibuat Sederhana SUDAH sepekan pelantikan anggota dewan baru di Kabupaten Bangli, rupanya masih menyisakan sedikit masalah. Pemkab Bangli masih berutang terkait biaya kegiatan pelantikan anggota DPRD Bangli beberapa waktu lalu. Total biaya kegiatan pelantikan anggota dewan yang belum dibayar sekitar Rp 600 juta. Direncanakan biaya ini bisa terbayarkan pada bulan Oktober mendatang. Spontan saja pendengar Radio Global 96,5 FM menanggapi hal ini dengan sedikit keprihatinan. Prihatin soal pembayaran biaya kegiatan akan dicairkan setelah APBD Perubahan 2019 diketok palu. Beberapa kawan dalam acara dialog interaktif Warung Global ini mengungkapkan, bahwa sejumlah alur birokrasi ini

ternyata masih belum dipangkas sesuai arahan Presiden Jokowi. Di samping itu, ada juga yang menyarankan agar kegiatan dewan sebaiknya dilaksanakan sesederahana mungkin, jangan sampai menyisakan utang. “Jika tak punya uang yang cukup, sebaiknya jangan buat acara mewah, biar tak ngutang di akhir

kegiatan,’’ demikian masukan Fera di Tabanan. Sebaiknya pelantikan dewan digelar sederhana saja. Yang terpenting adalah kinerja anggota dewan, bukan pelantikan yang hanya seremonial. “Kasihan saja dengan yang diutangi,’’ demikian Lilis, warga Tabanan lainnya menambahkan. Tapi kita tidak boleh berpikir negatif dulu. Mungkin ada sesuatu hal sehingga anggaran belum bisa dicairkan untuk membayar biaya kegiatan tersebut. Ia berharap sebaiknya dibayar lebih awal semua biaya yang dikeluarkan. Menurut Werdha di Tegallalang, Presiden Jokowi sering menyampaikan agar alur birokrasi apalagi soal pencairan anggaran pemerintah jangan

dipersulit (lama). Birokrasi semestinya dipangkas. Mestinya sebelum kegiatan semua biaya dibayarkan. Kasihan jika sampai ada pengusaha kecil yang terlibat. Sementara Ketut Suastika dan Febri di Denpasar merasa tidak enak mendengar pemberitaan ini. Selain itu, ia menyarankan agar pelantikan dewan dilakukan dengan sederhana, sehingga tak banyak menghabiskan biaya agar tak sampai ngutang. Lain halnya Arya di Denpasar. Ia berharap agar anggota dewan, wakil rakyat betul-betul mengabdi untuk rakyat, ngayah, alias tidak digaji. “Waduh, bisa kapok nih, rekanan yang mau join sama pemerintah,’’ demikian Yuli di Tabanan. (sikha)

Sekalipun ditetapkan demikian oleh DPRD Bali, maka pengaturan demikian dalam perspektif hukum tata ruang tidak berakibat hukum karena setiap izin pemafaatan ruang akan kembali merujuk pada Perpres 51/2014. Sepanjang Perpres 51/2014 berlaku, maka peraturan tata ruang di bawahnya (yang merupakan turunan dari UUPR) akan diabaikan dan rujukan utamanya adalah Perpres 51/2014. Pertanyaan terakhir yang paling menarik, apakah tindakan DPRD Bali sama sekali tidak punya arti? Tentu saja tidak sepenuhnya demikian. Secara normatif hukum, dengan berat hati penulis sampaikan tindakan DPRD Bali tersebut memang tidak ada arti. Meski demikian, secara politis (jikapun tindakan tersebut diapresiasi), maka tindakan tersebut menunjukkan dua hal yakni; (1) Simbol semangat politik DPRD Bali untuk mempertahankan Teluk Benoa sebagai Kawasan Konservasi, (2) Simbol sikap protes DPRD Bali atas pemberlakuan Perpres No. 51 Tahun 2014. Namun tentu tindakan dirasa kurang karena yang diharapkan adalah DPRD Bali melakukan terobo san politik dengan membuat keputusan sidang paripurna untuk menolak reklamasi Teluk Benoa dan sikap pembatalan Perpres No. 51 Tahun 2014. Selanjutnya didesakan kepada pemerintah pusat sebagai pihak yang berwenang dalam tata ruang Sarbagita. Bila ini tidak dilakukan, jangan salahkan bila muncul persepsi publik bahwa tindakan tersebut hanya bertujuan melakukan pencitraan politik lembaga DPRD Bali jelang berakhirnya masa jabatan periode ini. Penulis, Dewan Nasional Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) dan sekaligus Koordinator ForBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa)

POJOK Sanur dijadikan role model pariwisata berbasis masyarakat. - Model pariwisata budaya. ***

Cegah kecanduan gadget, anak-anak di Kamasan dilatih melukis wayang. - Selamatkan budaya Bali. ***

Hidupkan kesenian tradisional, Jembrana gelar Festival Jegog. - Lestarikan budaya Bali.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Kliwon, 23 Agustus 2019

Pemkab Tenderkan Pembelian Layanan Angkutan Siswa

Bali Post/dok

ANGKUTAN SISWA - Moda angkutan siswa Trans Serasi yang semakin banyak peminatnya. Sistem transportasi ini memanfaatkan angkutan perdesaan seperti di Baturiti.

Tabanan (Bali Post) Angkutan siswa atau Trans Serasi terus berkembang sejak digulirkan tahun 2004. Sasaran layanan terus ditambah. Khusus tahun ini, pembelian layanan angkutan siswa untuk September hingga Desember atau 3,5 bulan, sudah dalam proses lelang. Nilai pagu yang dipasang Rp 1,094 miliar untuk pembelian layanan angkutan siswa perdesaan baru (bus kecil) dan Rp 388 juta untuk pembelian layanan Trans Serasi baru. ‘’Masih proses lelang. Semoga pertengahan September sudah bisa eksekusi, karena itu untuk pembelian layanan pertengahan bulan September sampai Desember 2019 atau 3,5 bulan,’’ terang Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Trans Serasi Dinas Perhubungan Tabanan I Gusti Bagus Satriyadi, Kamis (22/8) kemarin. Disampaikannya, untuk layanan angkutan siswa mulai September mendatang akan ada penambahan 20 angkot dan 52 angdes (bus kecil) dengan total keduanya menjangkau 40 trayek baru serta akan melayani 10 sekolah yang belum terlayani. ‘’Dari 10 sekolah itu, dua di antaranya termasuk SMP yang baru yakni SMPN 6 Tabanan dan SMPN 5 Kediri,’’ terangnya. Untuk menjangkau para siswa yang bersekolah di SMPN 5 Tabanan yang berlokasi di Desa Sudimara Kecamatan Tabanan, SMPN 6 Tabanan di Desa Dajan Peken Kecamatan Tabanan dan SMPN 5 Kediri

di Kecamatan Kediri akan ada 20 armada dengan 12 trayek. Selain itu, perluasan layanan juga menjangkau sekolah lainnya seperti SMPN 5 Baturiti, SMPN 1 Selemadeg, SMPN 1 Selemadeg Timur, SMPN 2 Selemadeg Timur, SMPN 2 Marga, SMPN 1 Penebel dan SMPN 3 Penebel. ‘’Total 52 armada bus kecil angkutan desa dengan 28 trayek,’’ katanya. Dari informasi yang dihimpun di Dinas Perhubungan Tabanan, hingga tahun 2019 angkutan siswa sudah menjangkau 23 sekolah dengan 72 trayek tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Tabanan, kecuali Selemadeg Barat. Dengan jumlah armada 100 unit angkot atau mobil penumpang umum, 155 bus kecil, dan tiga bus sedang. Di sisi lain, untuk GPS tracking, kata Bagus, telah terpasang di 164 unit armada angkutan siswa. Terobosan GPS sistem ini muncul selain karena keterbatasan personel untuk melakukan pencatatan realcost data pengamprahan, juga dikarenakan jarak trayek cukup jauh. Proses pencatatan ini merupakan bentuk monitoring dari titik perjalanan menuju tempat tujuan, yang nantinya akan dijadikan dasar pengamprahan pembayaran layanan yang diberikan. Sistem ini akan terkoneksi dengan petugas di kantor Dinas Perhubungan. ‘’Kalau tidak ada tanda tangan petugas pengawasan, maka dianggap tidak sah untuk pengamprahan anggaran,’’ jelasnya. (kmb28)

Hari Ini, Bus KPK Tiba di Tabanan

Pelayanan Publik Diboyong ke Gedung Maria Tabanan (Bali Post) -

Bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019 untuk Roadshow ‘‘Jelajah Negeri Bangun Anti-Korupsi’’, Jumat (23/8) hari ini tiba di Kabupaten Tabanan. Bus akan berada di Tabanan sampai Minggu (25/8). Kegiatan dipusatkan di Gedung Kesenian I Ketut Maria dan seluruh layanan publik di Tabanan diboyong ke gedung tersebut. Sekda Tabanan I Gede Susila mengatakan, sesuai arahan, tim KPK ingin mengetahui pelayanan publik di Tabanan yang dilakukan satu pintu dan terintegrasi. Dengan demikian, semua pelayanan publik di Tabanan yang tergabung dalam pelayanan terpadu satu pintu akan diboyong ke Gedung Maria atau biasa disebut Gedung Mario. Begitu pula dengan layanan kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencataan Sipil (Disdukcapil). ‘’Semua pelayanan publik termasuk layanan administrasi kependudukan dibawa ke Gedung Mario agar KPK bisa melihat pelayanan perizinan satu pintu secara terintegrasi serta transparan,’’ kata Sekda Susila, Kamis (22/8) kemarin.

Selain itu, kehadiran KPK di Tabanan juga sebagai upaya sosialisasi pencegahan korupsi. Salah satunya melakukan pendidikan sejak dini cegah korupsi pada siswa SD dan SMP termasuk untuk seluruh pejabat di Tabanan. ‘’Ini bagian upaya pencegahan korupsi sejak dini dan transparansi dalam pelayanan publik,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kepala Disdukcapil Tabanan I Gusti Agung Rai Dwipayana mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan untuk pemindahan pelayanan administrasi kependudukan. ‘’Jaringan internet tengah kami persiapkan dan kami masih melakukan koordinasi dengan operator,’’ katanya. Pihaknya juga sudah bersurat

Diparkir di Areal Rumah, Motor Raib

Tabanan (Bali Post) Tak berselang lama usai petugas polisi berhasil membekuk dua orang pelaku curanmor di kawasan Kecamatan Tabanan, lagi-lagi kasus pencurian kembali terjadi. Kini giliran di setwilkum Polsek Selemadeg Timur. Sepeda motor milik Dewa Made Duarsa (58), warga Banjar Megati Kelod Desa Megati Kecamatan Selemadeg Timur, raib saat diparkir di areal rumahnya, Kamis (22/8) kemarin. Diduga kuat pelaku menggunakan kunci palsu untuk melancarkan aksinya. Dari informasi yang dihimpun, sebelum diketahui hilang, korban memarkir sepeda motornya di samping warung dalam keadaan tidak terkunci setang. Ia pun masuk ke dalam rumah sekitar pukul 24.00 Wita usai bepergian sebelumnya. Terakhir ia melihat sepeda motornya sekitar pukul 24.30 Wita. Sepeda motor diketahui telah hilang oleh salah satu kerabat korban, Desak Putu Eva Yuandari sekitar pukul 04.00 Wita, yang saat itu hendak melakukan aktivitas rumah

tangga seperti biasanya, memasak. Ketika saksi melihat ke arah lokasi parkir semula, ternyata sepeda motor milik Dewa Duarsa sudah tak ada. Ia pun membangunkan korban dan satu kerabat lainnya. Setelah dipastikan hilang, korban bersama saksi kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Selemadeg Timur. ‘’Awalnya memang diparkir di sebelah warung di areal rumah korban. Tapi beberapa jam setelahnya hilang,’’ ucap Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Putu Oka Suyasa. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut. Diduga kuat pelaku melancarkan aksinya dengan menggunakan kunci palsu. Sebab, kunci kontak serta identitas sepeda motornya masih ada pada pemiliknya. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian sekitar Rp 30 Juta karena kehilangan sebuah sepeda motor NMax warna putih dengan nomor polisi DK 5433 GAO. ‘’Pelaku masih dalam penyelidikan,’’ ucapnya. (kmb28)

ke camat, bahwa seluruh pelayanan kependudukan dipindahkan ke Gedung Maria selama roadshow Bus KPK, selain diumumkan melalui media sosial. ‘’Agar masyarakat tahu jika pelayanan administrasi kepedududkan sementara di Gedung Mario,’’ ucapnya. Hal senada disampaikan Kabid Pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) I Wayan Adi Astrawan. Ada tiga pelayanan yang akan dipindahkan ke Gedung Maria, yakni layanan online single submission (OSS) atau pelayanan terpadu secara online. Layanan informasi dan konsultasi yang berupa promosi investasi serta konsultasi perizinan dan layanan pengaduan. (kmb28)

PERSIAPAN - Sejumlah persiapan yang dilakukan jelang kedatangan bus KPK.

Bali Post/ist

Panitia Porprov Atensi Penataan Pedagang dan Penggunaan Kantong Plastik Tabanan (Bali Post) Pada Porprov 2019 September mendatang dipastikan akan banyak pedagang yang berjualan di sekitar venues, terutama di areal Stadion Debes di Banjar Gerogak Gede Desa Delod

Peken, Tabanan. Mencegah kesemerawutan, semua pedagang yang ingin berjualan di sekitar venues akan ditata dan disiapkan tempat khusus. Pedagang harus mendaftar untuk mendapatkan kartu identitas resmi dari panitia. Satu hal lagi yang wajib diperhatikan, pedagang diminta mengurangi penggunaan kantong plastik. Sekretaris Umum KONI Tabanan I Made Nurbawa mengatakan, penataan pedagang kaki lima ini mempertimbangkan aspek teknis dan kebutuhan pokok penyelenggaraan. Dari pengalaman sebelumnya, saat pertandingan yang tidak bisa diantisipasi adalah jumlah supporter. Ada tiga target yang diharapkan dalam penataan pedagang

I Made Nurbawa

seperti tertibnya lingkungan serta mengurangi tingginya traffic lalu lintas karena penonton dan warga ke luar mencari makanan. Menurut Nurbawa, setidaknya sudah ada 12 pedagang yang terdaftar dan mereka memang biasa berjualan di areal GOR Debes. ‘’Mereka nanti disiapkan tempat khusus di sisi selatan GOR, tidak di trotoar ataupun badan jalan. Serta yang terpenting tetap diberikan ramburambu untuk kebersihan dan meminimalisir penggunaan kantong plastik,’’ ucapnya, Kamis (22/8) kemarin. Sementara untuk stan pedagang yang terdaftar di pihak EO akan ditempatkan di titik-titik GOR yang belum jadi, sehingga suasana GOR lebih hidup. Bagi para pedagang yang tidak terdaftar dan mendapatkan identitas resmi dari panitia, jika

tetap nekat berjualan akan ditertibkan oleh petugas Satpol PP Tabanan. ‘’Kalau tidak ditekan, bisa-bisa GOR nantinya jadi seperti pasar malam,’’ ucapnya. Begitupun untuk program mendukung pengurangan timbunan sampah plastik melalui aktivitas olahraga, Nurbawa menyatakan, tidak hanya para pedagang yang diminta meminimalisir penggunaan kantong plastik, seluruh kontingen tidak hanya di Tabanan saja melainkan untuk seluruh kabupaten/kota se-Bali diharapkan bisa mendukung program tersebut. ‘’Kami sudah terus tekankan pada seluruh kontingen agar bisa mendukung program tersebut dengan cara meminimalisir adanya timbunan sampah plastik selama kegiatan olahraga,’’ katanya. (kmb28)

Porprov Diharapkan Tonjolkan Keramahtamahan

Bali Post/bit

RAPAT KOORDINASI - Suasana rapat koordinasi Panitia Induk dan Panitia Pelaksana Porprov Bali XVI 2019, Rabu (21/8) kemarin.

Tabanan (Bali Post) Pelaksanaan Porprov Bali XVI 2019 hanya tinggal hitungan minggu. Kabupaten Tabanan sebagai tuan rumah ajang olahraga ini terus memantapkan persiapan untuk menyambut para kontingen dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Ketua Panitia Induk Porprov Bali XIV 2019 Komang Gede Sanjaya menegaskan pada seluruh OPD terkait dan panitia, untuk memberikan sesuatu yang bersejarah dan berkesan khususnya dari segi peny-

elenggaraan. ‘’Paradigma perlu diubah. Porprov tidak mesti hanya soal perolehan medali, tetapi juga soal keramahtamahan dan suksesnya penyelenggaraan. Mari bersama tonjolkan keramahtamahan masyarakat Tabanan yang dikenal dengan budaya agaris,’’ ucapnya saat rapat koordinasi Panitia Induk dan Panitia Pelaksana jelang pelaksanaan Porprov Bali XVI 2019, Rabu (21/8). Dalam rapat tersebut disampaikan, Porprov rencananya dibuka Gubernur

Bali pada 9 September di areal Taman Kota dan Panggung Terbuka Garuda Wisnu Serasi (GWS) Tabanan. Panitia merencanakan pembukaan Porprov dibarengi dengan defile yang diikuti oleh seluruh kontingen dari masing-masing kabupaten/ kota di Bali dengan jumlah peserta sekitar 3.000 orang. Menyangkut pengaturan lalu lintas, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Tabanan I Made Agus Harta Wiguna menjelaskan, saat seremonial pembukaan Porprov

akan dilakukan penutupan dan pengalihan sejumlah arus lalu lintas serta penutupan Pasar Senggol selama dua hari. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Porprov I Dewa Gede Ary Wirawan mengatakan, selama Porprov akan ada empat acara seremonial mulai dari pengambilan api Porprov, gala dinner, pembukaan dan penutupan. ‘’Astungkara semoga nantinya semua acara tersebut bisa berjalan dengan baik,’’ ujarnya. (kmb28)


g

Jumat Kliwon, 23 Agustus 2019

Tujuh Unit IPad Belum Dikembalikan, 20 Unit Dilelang Singaraja (Bali Post) – Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng menarik 38 unit iPad yang sebelumnya diberikan kepada anggota DPRD Buleleng. Puluhan unit ponsel pintar merek Apel itu baru 20 unit yang telah dihapuskan dengan cara lelang terbuka yang dilakukan Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng. Pelaksanaan lelang terbuka itu bekerja sama dengan Kantor Pelayananan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singaraja. Data dikumpulkan di gedung dewan, Kamis (22/8) kemarin, sebelumnya 45 unit iPad dibagikan kepada masing-masing anggota dewan. Pengadaan alat komunikasi itu dilakukan dengan anggaran APBD Buleleng. Setelah beberapa tahun digunakan, BKD kemudian berkoordinasi dengan Sekwan DPRD untuk mendata perangat komunikasi tersebut. Dari pendataan itu, sebagian besar perangkat tidak efektif digunakan. Permasalahnnya, ada yang kondisinya sudah rusak, sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Atas hasil pendataan itu, kesekretariatan dewan kemudian memutuskan menarik perangkat iPad tersebut. Akan tetapi, walaupun penarikan dilakukan dengan surat resmi, namun tidak seluruh anggota dewan mengembalikan iPad yang keluaran generasi pertama itu. Bahkan, staf rumah tangga Sekwan DPRD meminta perangkat itu secara langsung mendatangi rumah anggota dewan. Namun, dengan cara itu pun ternyata belum berhasil maksimal dan tahun 2018 lalu terkumpul 38 unit iPad. Sisanya, 7 unit lagi hingga hingga tahun 2019 ini belum berhasil ditarik dari tangan anggota dewan yang sudah purna tugas atau yang masih menjabat kembali di periode 2019-2024 ini. Sekretaris Dewan (Sekwan) Dewa Ketut Manuaba didampingi Kepala Sub Bagian (Kasubag) Rumah Tangga Sekretariat DPRD Nyoman Ari Juru membenarkan penarikan iPad tersebut. Menurutnya beberapa tahun lalu perangkat komunikasi itu dibagikan kepada 45 anggota dewan. Namun, sampai sekarang peruntukannya belum optimal. Bersamaan dengan itu, BKD kemudian melakukan pendataan aset. Sehingga ponsel pintar itu diputuskan ditarik. “Kalau proses pengadaannya kami kurang tahu pasti tahun berapa. Namun karena ada pendataan aset oleh BKD, maka kami kemudian menindaklanjuti. Baru 38 unit berhasil dikumpulkan. Sisanya masih kami upayakan menarik Ipad itu yang dari spesifikasinya, perangat itu sudah ketinggalan dengan perangkat yang lebih canggih dewasa ini,” katanya. Menurut Manuaba, dari 38 iPad yang sudah ditarik, 20 unit sudah diserahan ke BKD. Setelah diserahkan kemudian dilakukan penghapusan dengan cara lelang terbuka bekerja sama dengan KPKNL Singaraja. Sedangkan 18 unit perangkatnya masih disimpan di Sekretariat DPRD. Jadi masih menunggu proses penghapusan tahap kedua. Dalam penghapusan kedua ini, pihaknya masih berupaya menarik 7 unit iPad yang belum dikembalikan oleh mantan atau anggota dewan yang kembali menjabat. “Tahun ini akan ada penghapusan kembali sambil menunggu 7 unit lagi yang dikembalikan. Sehingga semua aset itu sesuai jumlah yang diberikan sebelumnya untuk dihapus kembali,” jelas Dewa Ketut Manuaba disetujui Kasubag Rumah Tangga Nyoman Ari Juru. Di tempat terpisah Kepala Bidang (Kabid) Aset BKD Buleleng Made Pasda Gunawan membenarkan penarikan iPad tersebut. Langkah ini ditempuh karena aset itu tidak lagi efektif digunakan dan teknologinya sudah ketinggalan dengan generasi iPad terbaru sekarang ini. Hasil pengecekan sementara, 20 unit sudah dalam kondisi rusak dan tidak memungkinkan diperbaiki. “Kondisinya sudah rusak berat, tidak bisa diperbaiki, sehingga kami hapus dengan mekanisme lelang,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

KLARIFIKASI – Sebanyak 15 orang yang terdiri dari pengurus LPD Pakraman Gerokgak, nasabah dan warga yang identitasnya dipinjam oleh oknum pengurus untuk mencari kredit yang diduga fiktif, memberikan keterangan saat klarifikasi lapangan oleh tim penyidik Kejati Bali dan Tim Auditor BPKP.

BPKP Hitung Kerugian Dugaan Korupsi Dana LPD Gerokgak

Singaraja (Bali Post) –

Setelah bergulir cukup lama, tanda-tanda kasus dugaan korupsi dana di LPD Pakraman Gerokgak akan segera bergulir di persidangan. Itu terbukti karena sudah tuntasnya tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali melakukan penyidikan terhadap 20 orang saksi yang diduga mengetahui kasus itu. Untuk menguatkan barang bukti yang diuji pada persidangan nanti, penyidik bekerja sama dengan Tim Auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan klarifikasi di lapangan, Kamis (22/8) kemarin. Klarifikasi itu dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Penuntutan Kejati Bali Wayan Suardi. Klarifikasi itu melibatkan sejumlah tim auditor BPKP. Auditor ditugaskan mengklarifikasi kerugian yang timbul akibat dugaan penyalahgunaan dana nasabah di LPD Pakraman Gerokgak. Klarifikasi ini dilakukan kepada 15 orang yang terdiri dari pengurus LPD Pakraman Gerokgak, nasabah dan beberapa warga yang disebut-sebut namanya digunakan oknum pengurus LPD Pakraman Gerokgak untuk mencari kredit fiktif di LPD setempat. Sebelum belasan orang tersebut memberikan klarifikasinya, mereka mendapat pengarahan terkait tujuan klarifikasi lapangan itu. Pada intinya, warga dan pengurus itu bersedia memberikan keterangannya kepada tim auditor BPKP. Warga dan pengurus ini didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gema Nusantara (Genus) pimpinan Antonius Sanjaya Kiyabeni. Kasi Penuntutan Kejati Bali Wayan Suardi di sela-sela klari-

fikasi kemarin menjelaskan, sejak tahun 2018 lalu pihaknya telah menerima secara resmi pengaduan dugaan korupsi di LPD Pakraman Gerokgak. Kasus ini mencuat setelah nasabah kehilangan dana mereka yang disimpan di LPD. Setelah ditelusuri, dana nasabah yang berjumlah sekitar Rp 2,5 miliar, diduga disalahgunakan oknum pengurus LPD setempat. Setelah dilaporkan, kasus ini sempat ditangani dengan mediasi secara kekeluargaan.

Hanya saja mediasi dengan tokoh masyarakat mentok, karena pihak nasabah terus menuntut pertangungjawaban dana mereka. Dan selanjutnya para nasabah itu melaporkan kasus ini ke Polres Buleleng dan berlanjut ke Kejati Bali. Bukti-bukti di Lapangan Sejak itu, tim penyidik yang sudah dibentuk telah mengkaji laporan dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Kemudian status laporan ini di-

naikkan menjadi penyidikan, sehingga penyidik telah memeriksa sebanyak 20 orang saksi yang diduga mengetahui kasus penyalahgunaan dana LPD itu. ‘’Sebelumnya memang bergulir di sini (Buleleng - red), dan saya sendiri tahun 2018 menerima laporannya. Sekarang pemberkasan sudah hampir rampung. Ada 20 saksi yang sudah memberikan keterangan dalam kasus korupsi ini,’’ katanya. Walaupun keterangan saksi sudah seluruhnya terkumpul, namun timnya memerlukan alat bukti. Keberadaan alat bukti itu untuk menguatkan oknum yang terlibat pada kasus itu ditetapkan jadi tersangka dan penuntutan di persidangan nanti. Alat bukti itu adalah penghitungan kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus ini. Untuk memastikan kerugian negara itu pihaknya bersama tim auditor BPKP melakukan klarifikasi lapangan. ‘’Alat bukti kerugian negara ini sangat kami perlukan untuk memerkuat barang bukti yang akan diuji dalam persidangan

nanti. Karena itu hari ini kami panggil 15 orang ini untuk memberikan keterangan, sehingga kita bisa ketahui berapa kerugian dalam dugaan kasus ini,’’ katanya. Mantan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng ini menambahkan, sambil menunggu pengumpulan barang bukti dari kerugian negara itu, tim penyidik sudah ‘’mengantongi’’ calon tersangka pada kasus ini. Hanya saja, siapa tersangka itu, Suardi masih merahasiakan identitas calon tersangka tersebut. Alasannya, sebelum penyidik menetapkan tersangka masih ada proses gelar perkara untuk menguatkan kasus ini sudah lengkap dan layak menetapkan tersangka sekaligus diajukan penuntutan. ‘’Sebenarnya sudah ada, tetapi itu masih akan dilakukan gelar perkara yang menunjukkan kalau penyidikan lengkap kemudian tersangka sudah ditetapkan dan layak diajukan ke penuntutan,’’ jelasnya. (kmb38)

Dishub Dibantu DAK dari Pusat Rp 3 Miliar

Dewa Ketut Manuaba

Bali Post/kmb38

Suara Buleleng

Pemerintah Luruskan Kericuhan Papua

BISA jadi mahasiswa Papua itu kecewa dengan DPR, karena itu kedatangannya ke Asrama Papua sempat ditolak. Mestinya, ketika ada utusan pemerintah datang, mahasiswa itu harus menerima tamu yang berkunjung baik baik. Nah, itu tadi mereka masih marah. Dalam kaitan itu pemerintah harus secepatnya meluruskan permasalahan ini. Jika hal itu dilakukan maka semua akan jadi cair. Sebab orang-orang Papua itu sebenarnya pintar-pintar. Salah satu indikatornya, orang Papua itu menuntut ilmu di kampus-kampus unggulan. Kebijakan, Presiden Jokowi membangun Papua itu sangat bagus. Intinya, pemerintah melalui presiden ingin masyarakat Papua dan juga daerahnya itu maju. Terkait hubungan dengan Pemkab Buleleng, malah sudah dilakukan kerja sama setelah didahului MoU dengan pihak terkait. Bupati Buleleng sudah mengambil sikap bijaksana dengan mahasiswa Papua. Karena itu tidak ada tumpang-tindih dalam melaksanakan kerja. Gung Surya Lovina

Kepedulian Undiksha dan Penertiban Pedagang Keberadaan Fakultas Kedokteran di bawah lembaga pendidikan Undiksha mendapat sambutan hangat dari masyarakat Buleleng atas kepedulian mahasiswanya. Sebab, tamatan dokter dari Undiksha itu berpeluang diterima di kampusnya bekerja. Warga pastinya memberikan support konstruktif. Malah semua universitas harus membuka pendidikan, termasuk lapangan kerja untuk ikut bagian membuka lapangan kerja tamatannya yang relatif sulit dapat kerja setelah mengantongi ijazah sarjana. Selepas mahasiswa mereka pastinya berlomba-lomba mencari kerja. Kami menggarisbawahi Undiksha saat ini sebagai universitas yang sedang naik daun. Bahkan sudah terkenal di level internasional. Semoga prestasi Undiksha semakin maju dan terus maju. Sementara, persoalan penindakan yang dilakukan Satpol PP terhadap pedagang itu haruslah mengacu pada rasa keadilan. Selain itu wajib diupayakan secara profesional. Gung De Ngurah Rai

Singaraja (Bali Post) – Dinas Pehubungan (Dishub) Buleleng tahun 2020 menerima kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub-RI) senilai Rp 874 juta. Dana itu untuk pemasangan gadril (pembatas jalan - red) dan puluhan buah rambu lalu lintas. Selain itu, pusat juga mengalokasikan bantuan sarana prasarana (sarpras) pelayanan Uji KIR di Dishub Buleleng. Dengan demikian total DAK yang digelontorkan pemerintah pusat sekitar Rp 3 miliar. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gede Gunawan Adnyana Putra, Kamis (22/8)

kemarin, mengatakan kucuran DAK ini diperoleh setelah pihaknya gencar melaporkan hasil survei kondisi keselamatan pengendara di jalan raya. Tidak hanya itu, setiap terjadi kecelakaan lalu lintas (Lakalantas), data dan foto-foto dokumentasi kejadian dilaporkan secara berjenjang sampai ke kementerian. Hasilnya, pemerintah pusat mengalokasikan DAK tahun 2020 untuk Dishub Buleleng. “Baik internal kami bersama rekan di Lalulintas (Lantas) Polres Buleleng hampir setiap kejadian kecelakaan atau pantauan kondisi jalan kami laporkan, dan dari informasi itu rupanya pemerintah pu-

sat membantu kita dengan mengaloaksikan DAK dengan total Rp 3 miliar untuk Buleleng,” katanya. Setelah mendapatkan kucuran DAK sebesar itu, mantan Kabag Humas dan Prtokol Sekkab Buleleng ini mengatakan, dana tersebut digunakan untuk pemasangan gadril (pengaman jalan - red). Sesuai usulan yang sudah disetujui ruas jalan kabupaten sepanjang 270 meter dilengkapi gadril. Jalan sepanjang itu terbagi di ruas Jalan di Desa Kedis, (Kecamatan Busungbu), jalan di Desa Asah Gobleg, Tigawasa, dan Desa Kaliasem, (Kecamatan Banjar). Selain

dipasang gadril ruas jalan ini juga dilengkapi dengan rambu lalulintas, termasuk di ruas Jalan Dewi Sartika dan Jalan Udayana di Kota Singaraja. Selain ruas jalan akan dipasangi gadril tambah Gunawan masih banyak ruas jalan baik jalan nasional, provinsi, dan jalan kabupaten yang perlu dipasangi pengaman jalan. Sebetulnya sudah ada, namun karena peningkatan badan jalan atau karena usia, sehingga pengaman itu sudah rusak karena itu perlu diganti. Keseriusan Pemkab Buleleng melengkapi sarana prasarana (sarpras) uji KIR

kendaraan juga mendapat perhatian serius KemenhubRI. Setelah dengan dana APBD pemerintah membeli alat brake tester, pemerintah pusat melengkapi peralatan itu dengan dana DAK. Rinciannya, bantuan alat ukur emisi gas buang dengan harga mencapai Rp 450 juta. Alat ukur ketebalan gas buang dengan harga Rp 450 juta dan alat ukur tembus kaca kendaraan dengan kisaran harga Rp 70 juta. Perangkat itu merupakan pelengkap alat brake tester yang sekarang sudah dibeli pemerintah. Perangkat itu nantinya dioperasikan dengan sistem komputerisasi (kmb38)

Pilkel Serentak di 79 Desa

DPT Ditetapkan 330.000 Orang TAHAPAN Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak tahun 2019 terus bergulir. Setelah panitia desa dan kabupaten menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT), sekarang panitia kabupaten mulai melengkapi logistik pilkel serentak. Salah satu logistik yang mulai disiapkan adalah mencetak kartu pemilih, stiker panitia, dan lembar segel kotak suara. Sejauh ini bagaimanakah terkait percetakan surat suara apa sudah dikerjakan ? Namun sejauh ini pencetakan surat suara tidak bisa cepat dilakukan. Masalahnya, masih menunggu proses tender di Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang Jasa Pemkab Buleleng. Dari data yang dikumpulkan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng, Kamis (22/8) kemarin, DPT yang sudah ditetapkan sebanyak 313.688 pemilih. Di mana jumlah ini belum termasuk pemilih tambahan hasil pemutakhiran atas data dasar, yakni DPT pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 17 April 2019 lalu. Setelah ditambah hasil pemutakhiran, total DPT dalam pilkel serentak di 79 desa tersebut sebanyak 330.000 pemilih. Nantinya, p a d a hari pencoblosan, 30 Oktober 2019 mendatang, ribuan pemilih itu akan menyalurkan hak suara mereka di 580 TemMade Subur

pat Pemungutan Suara (TPS). Sebaran DPT dan TPS dalam pilkel serentak ini terdiri dari Kecamatan Gerokgak total DPT 57.540 dengan 100 TPS. Kecamatan Busungbiu dengan DPT 34.499 menyebar di 62 TPS, Seririt ada 23.544 DPT dengan TPS 42, Banjar 9.012 DPT dengan TPS 17, Sukasada 38.719 DPT tersebar di TPS 74, Buleleng 31.293 DPT dengan 55 TPS, Sawan dengan DPT 50.133 tersebar 92 TPS, Kubutambahan 43.001 DPT menyebar di 90 TPS, dan Kecamatan Tajakula ada 25.947 DPT dengan 48 TPS. Kepala PMD Made Subur mengatakan, panitia kabupaten menyebar kartu pemilih kepada masing-masing panitia desa sejak minggu ini. Nantinya, panitia desa yang ditugaskan mendistribusikan kepada masingmasing pemilih. Dalam proses ini, pihaknya mengingatkan panitia desa bekerja profesional dan tidak membuang-buang waktu. Panitia desa yang sudah mendapatkan kartu pemilih itu agar langsung menyebarkan kepada para pemilih di wilayahnya, sehingga pada saat hari H pencoblosan tidak ditemukan masalah pemilih yang tidak mendapat kartu pemilih. Apalagi, kartu pemilih ini merupakan syarat kepada setiap pemilih yang sudah terdaftar untuk menyalurkan hak pilihnya. Mereka yang mengantongi kartu pemilih itulah yang berhak menentukan pemimpin lima tahun ke depan di desa mereka. “Karena sudah tercetak mulai minggu ini kartu pemilih sudah kami sebar untuk diteruskan ke masyarakat oleh panitia desa masing-masing. Sedangkan stiker dan lembar segel kota suara nanti kami sebar bersamaan dengan pengiriman surat suara dan kotak suara ke masing-masing panitia di desa,” jelasnya. (mud)


Jumat Kliwon, 23 Agustus 2019

Perwakilan Siswa SMP Dapat Pencerahan Antinarkoba KEPALA Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. diundang menjadi narasumber dalam rangka kegiatan Taman Nusantara Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2019, Rabu (21/8). Kegiatan yang diikuti 80 orang siswa-siswi SMP se-Kabupaten Gianyar ini merupakan bentuk sinergitas antara Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar dengan BNNK Gianyar dalam rangka melaksanakan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui kegiatan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh Disdik Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun toleransi antarumat beragama dan penguatan jiwa nasionalisme sejak dini. Bahwa Nasionalisme harus dibangun dari generasi muda yang sehat, bisa berpikir jernih, tentunya tanpa dipengaruhi oleh hal-hal yg bersifat negatif, seperti pengaruh penyalahgunaan narkoba. Narkoba mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam melemahkan kesadaran generasi muda, sehingga mudah untuk diberikan pengaruhpengaruh buruk lainnya dalam rangka merongrong toleransi

dan semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting bagi BNNK Gianyar untuk ikut melibatkan diri pada kegiatan seperti ini guna membentengi generasi muda Indonesia dari pengaruh buruk tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNK Gianyar Sang Gede Sukawiyasa menyampaikan tentang profil singkat BNNK Gianyar. Selain itu, juga disampaikan pengetahuan tentang jenis-jenis narkotika. Dikatakan, jenis narkotika sudah semakin bertambah. Ada puluhan jenis narkoba baru

yang sudah beredar di Indonesia yang mesti diwaspadai bersama. ‘’Modus operandi dan cara-cara mengedarkan narkoba, para pengedar narkoba terus mencari cara terbaru mengedarkan narkoba untuk mengelabui para aparat. Tapi, kita tidak boleh menyerah dan terus meningkatkan kemampuan dalam menjaga generasi kita dari ancaman narkoba,’’ tegasnya. Sukawiyasa mengingatkan para siswa SMP harus waspada terhadap perilaku anggota keluarga dan teman-temannya, karena narkoba sudah masuk ke dalam seluruh sendi kehidupan

khususnya di lingkungan sekolah. Siswa-siswi harus saling menjaga antarteman, melakukan aktivitas bermanfaat. ‘’Jika ada sesuatu yang mencurigakan bisa berkoordinasi dengan BNNK Gianyar dalam upaya penanganannya,’’ katanya. Menurut Sukawiyasa, penyuluhan ini adalah bentuk kerja sama dan sinergitas antara lembaga pemerintah dan merupakan wujud pelaksanaan Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Strategis P4GN. ‘’Kita akan bahu-membahu bekerja sama dengan sesama lembaga pemerintah sekaligus dengan unsur masyarakat dalam upaya P4GN,’’ katanya seraya menambhakan, hal-hal yang sudah dicapai oleh BNNK Gianyar, di antaranya Desa Bersinar, persiapan SAKA BNN, Duracil dan lain-lain. Pada kesempatan tersebut, Sukawiyasa juga menyampai-

kan program rehabilitasi yang diselenggarakan oleh BNNK Gianyar. Dikatakan, penyalah guna narkoba adalah korban dan pihaknya siap untuk memulihkan kesadaran para pecandu tersebut lewat program rehabilitasi. ‘’Jika menemukan keluarga atau rekan yang terpapar zat narkotika, bisa langsung menghubungi dan berkoordinasi dengan BNNK Gianyar,’’ ujarnya. Sukawiyasa mengharapkan, siswa-siswi yang mengikuti kegiatan tersebut bisa menjadi perpanjangan tangan BNNK Gianyar dalam upaya ketok tular, dan menjaga masing-masing keluarga dan lingkungan dalam program P4GN. Ia juga mengapresiasi Disdik Kabupaten Gianyar karena sudah ikut berpartisipasi dalam program P4GN yang mana sudah melibatkan BNNK Gianyar dalam setiap kegiatannya. (bns1)

NARASUMBER - Kepala BNNK Gianyar Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. saat menjadi narasumber dalam kegiatan Taman Nusantara Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2019, Rabu (21/8).

Polres Jamu Pelajar Papua Santap Malam

Bali Post/kmb35

MABARUNG - Pentas mabarung dua sekaa gong anak-anak di Wantilan Pura Dalem Beng dan Gianyar, Rabu (21/8) malam.

”Ayah-ayahan” di Pura Dalem Beng dan Gianyar

Dua Sekaa Gong Anak-anak ”Mabarung”

Gianyar (Bali Post) Serangkaian Karya Dirgayusa Bumi di Pura Dalem dan Prajapati yang di-empon krama Desa Adat Beng dan Desa Adat Gianyar, dimeriahkan penampilan pentas mabarung dua sekaa gong anak-anak, Rabu (21/8) malam. Pentas mabarung dibawakan Sekaa Gong Anakanak Ciung Wenara Banjar Bedil, Desa Sukawati yang bersanding dengan Sekaa Gong Anak-anak Werdhi Yowana Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh. Ketua Tim Kreatif Seniman Muda (TKSM) Gianyar I Made Kerta Suwirya mengatakan, pentas mabarung masih menjadi ajang saling unjuk kemampuan dalam

hal berkesenian. Anak-anak setelah magambel dan menari sekaligus dapat menyaksikan sekaa gong rivalnya saat pentas. “Ini juga bertujuan untuk menggerakkan semangat pelestarian seni budaya sejak usia dini,” ujarnya. Kerta Suwirya menambahkan, ajang pentas mabarung cukup sering diagendakan sebagai pengisi acara piodalan di sejumlah pura di Gianyar. Dalam pentas mabarung ini, Sanggar Ciung Wenara (SCW) menampilkan tabuh pepanggulan Kori Agung, tari Teruna Jaya, tari Kreasi Crekeh serta tari Kanyaka Sura. Sementara Sekaa Gong Werdhi Yowana juga tampil memukau lewat tabuh pepanggulan Cakra Arnawa,

tari Kelinci, dan tabuh kreasi Dharma Putra. Namanya anak-anak, sekaa gong ini terdiri dari penabuh usia di bawah 15 tahun. Bergabung dalam sekaa gong secara otomatis pula membentengi anak-anak dari gempuran perkembangan teknologi informasi. Menurut Kerta Suwirya, selain mengoordinir pentas mabarung, TKSM ini juga bertugas mendata seni tradisi yang ada di Kabupaten Gianyar serta menjadi pelaksana lapangan untuk acara Pesta Kesenian Bali untuk duta-duta Gianyar. “Kami juga keliling memberikan pembinaan ke semua bidang terkait dengan duta-duta PKB,” tandasnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Pascakerusuhan di Manokwari, Provinsi Papua Barat, jajaran Polres Gianyar turut serta berupaya menjaga harmonisasi warga Papua yang tinggal di Kabupaten Gianyar. Ada sektiar 15 warga Papua yang berstatus pelajar dan pekerja di Gianyar yang dijamu santap malam di Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Rabu (21/8). Kegiatan yang berlangsung dari Rabu sore hingga malam itu dikomando Kasatbinmas AKP Gede Endrawan didampingi Kasat Intelkam AKP Ida Bagus Dana Ginawa, dan Kapolsek Blahbatuh Kompol Ketut Dwikora. Dalam pertemuan itu, terungkap sejumlah warga Papua sudah bertahun-tahun tinggal di Kabupaten Gianyar. Selama itu, mereka mengaku tidak pernah mengalami masalah. Seperti pengakuan Thawe Odillia Fietha Way. Remaja berusia 16 tahun asal Kabupaten Mappi, Papua ini mengikuti program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) di SMAN 1 Sukawati. Selama tinggal dan menuntut

ilmu di Gianyar, anak kedua dari empat bersaudara ini mengaku masyarakat Bali sangat welcome. ‘’Di sekolah tidak ada bullying. Syukur dapat sekolah di Sukawati. Ajik kos sering menasihati agar tidak keluar malam, bahwa kita sekolah di sini untuk membahagiakan orangtua,’’ jelas Odillia. Sementara itu, Oktavianus Otcew mengaku sudah di Bali selama 13 tahun. Selama itu, ia tidak pernah mengalami perselisihan. ‘’Selama itu tidak pernah ada kendala apa pun ataupun berselisih dengan saudara. Semuanya aman dan damai,’’ jelasnya. Pekerja berusia 33 tahun asal Distrik Atsy Kabupaten Asmat, Papua Barat ini mengaku pertama kali bekerja sebagai pemandu wisata di Objek Wisata Taman Nusa di Desa Sidan, Gianyar. Ia berperan sebagai kepala suku di rumah khas Papua yang dijaganya hingga tahun 2016. Guna menambah pengalaman, ia kemudian bekerja di sebuah vila di kawasan Ubud. Mendengar aksi pilu di daerah asalnya, Oktavianus

Dari Tukang Cuci Piring

Kini Wayan Blair Jadi ’’Owner’’ Rafting

KERJA keras menjadi bekal hidup yang terus dipegang oleh I Wayan Sudadi Antara. Saat masih muda, pria yang akrab disapa Wayan Blair ini ternyata pernah menjadi tukang cuci piring. Namun, kondisi itu tidak membuatnya menyerah. Berkat upaya kerasnya, kini ia bisa menjadi owner Surya Bintang Rafting and Swing di Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan. Wayan Blair menuturkan, saat masih SMK ia sudah ditinggal mati kedua orangtuannya. Diakuinya, hal ini sempat membuatnya terpuruk. Ia pun harus bekerja sebagai tukang cuci piring demi mendapat biaya untuk menyelesaikan pendidikan. ‘’Sampai kuliah, saya masih menjadi tukang cuci piring di salah satu hotel,’’ katanya. Saat kuliah di sekolah pariwisata itu, ia akhirnya berkesempatan training di Singapura. Hingga menyelesaikan kuliah, ia akhirnya memutuskan bekerja di luar negeri. ‘’Saya tamat kuliah tahun 2003, selanjutnya saya berangkat ke Amerika. Di sana bekerja selama 16 tahun di sejumlah restoran,’’ ujarnya. Kini, ia sudah kembali ke kampung halaman di Desa Melinggih Kelod. Bapak dua anak ini lantas berinisiatif membuat usaha pariwisata. Salah satu usaha yang ditekuninya adalah wisata rafting yang berlokasi di kawasan Desa Melinggih Kelod. ‘’Saya ada usaha rafting di Banjar Begawan, Melinggih Kelod,’’ katanya. Menurut Wayan Blair, re-

spons wisatawan lokal maupun mancanegara terhadap wisata rafting itu sangat bagus. Di Surya Bintang Rafting and Swing ini, ia mengaku paling memprioritaskan keamanan wisatawan. ‘’Keamanan itu menjadi prioritas kami. Oleh karena itu, berbagai kelengkapan safety itu selau kami lengkapi,’’ tegasnya. Tidak hanya itu, sejumlah guide yang dipekerjakan juga dipastikan sudah memiliki sertifikasi sebagai guide rafting. Kini, ia berupaya mencarikan sertifikasi tambahan

untuk sejumlah karyawan yang akan dipekerjakan sebagai guide rafting. ‘’Saya yang mencarikan mereka sertifikasi. Jadi, mereka diberi pelatihan secara penuh untuk menjaga keselamatan peserta rafting,’’ katanya. Wayan Blair menambahkan, pihaknya juga menawarkan wisata swing. Pihaknya menyiapkan lima ayunan yang bisa dinikmati wisatawan. ‘’Saat ini swing dan sarang burung untuk selfie itu cukup diminati wisatawan. Jadi, saya garap peluang itu,’’ tegasnya. (nik)

Bali Post/kmb35

MENJAMU - Kasatbinmas Polres Gianyar AKP Gede Endrawan saat menjamu pelajar dan warga Papua santap malam, Rabu (21/8).

hanya bisa menasihati diri sendiri dan warga Papua yang merantau di Gianyar agar tidak terpancing emosi. ‘’Saya sebelum Bom Bali sudah di sini, baru kemarin dengar isu dan kondisi seperti itu (rusuh di Papua - red). Kepada adik-adik yang saat ini ada di sini, saya bilang semuanya tergantung pada kita. Kalau saya lebih sering mengalah, supaya masalah selesai dengan damai. Terima dengan hati dingin, karena kalau kita balas pasti tidak akan selesai,’’ ungkapnya. Kasatbinmas Polres Gianyar AKP Gede Endrawan mengatakan, pihaknya sengaja mengundang pelajar asal Papua ini untuk menjaga kondusivitas menyikapi situasi kerusuhan di Papua. Pihaknya mengajak masyarakat, khususnya warga Papua yang tinggal di Gianyar agar tidak mudah terpancing informasi atau berita yang belum pasti kebenarannya, karena bisa menjadi alat

adu domba oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. ‘’Adik-adik sudah kami anggap sebagai saudara, karena kita adalah satu keluarga besar Indonesia. Siapa pun yang ada di wilayah ini, kami lindungi. Tidak ada diskriminasi,’’ jelasnya. Endrawan mengajak semua komponen masyarakat untuk menahan diri dan tidak ikut memperkeruh suasana, khususnya untuk tidak ikut membagikan berita yang belum tentu kebenarannya. ‘’Kita harus bijak dalam bermedia sosial, saring informasi yang belum kita tahu pasti kebenarannya,’’ katanya mengingatkan. Endrawan meminta kepada warga Papua di Gianyar jika mengalami permasalahan agar berkoordinasi dengan kepolisian. ‘’Sampaikan pada kami kalau ada masalah. Kita punya banyak cara untuk menyelesaikan, tidak harus dengan kekerasan,’’ tegasnya. (kmb35)


Jumat Kliwon, 23 Agustus 2019

Narkoba Miliaran Rupiah Dimusnahkan

Bali Post/olo

PEMUSNAHAN - Pemusnahan barang bukti narkoba dan perkara tindak pidana umum lainnya oleh Kejari Jembrana kemarin.

Negara (Bali Post) Belasan kilogram ganja kering dan barang bukti narkoba jenis lainnya dimusnahkan di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Kamis (22/8) kemarin. Bila dinilai uang, barang bukti yang merupakan perkara pidana umum tahun 2018 dan 2019 ini, bernilai miliaran rupiah. Selain barang bukti narkoba, Kejari Jembrana juga memusnahkan sejumlah barang bukti perkara pidum lainnya yang sudah berkekuatan hukum tetap. Termasuk dua senapan api (senpi) laras panjang dan pistol ilegal. Kajari Jembrana Nur Elina Sari, seusai pemusnahan mengungkapkan secara keseluruhan barang bukti yang dimusnahkan ini dari 39 perkara tindak pidana umum yang sudah berkekuatan hukum tetap. Sebagian besar di antaranya merupakan barang bukti kasus narkoba, di antaranya ganja kering, sabu sabu, ekstasi dan pil koplo. Paling banyak adalah ganja kering sebanyak 12.630 gram yang diamankan di Gilimanuk beberapa waktu lalu. Selain itu, SS sejumlah 217,06 gram, Ekstasi 5 butir seberat 1,47 gram dan Pil Logo Y sebanyak

4.094 butir serta obat-obatan berbagai merek 395 kapsul dan 130 kaplet. Petugas memusnahkan seluruh barang bukti narkoba berikut lainnya dengan cara dibakar di cerobong tertutup yang disiapkan Kejari Jembrana. “Eksekusi pemusnahan barang bukti ini wajib kita lakukan. Semua barang bukti yang kami musnahkan ini sudah berkekuatan hukum tetap. Memang untuk Narkoba masih sangat tinggi,” terang Nur Elina Sari. Hal ini memungkinkan terjadi, karena di wilayah Jembrana merupakan wilayah perlintasan dan pintu gerbang Bali dari Jawa. Sebagian besar narkoba yang diamankan merupakan selundupan dari Pulau Jawa. Nur Elina Sari, mengajak seluruh elemen untuk dapat bekerja sama dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkoba. Sebab menurutnya hanya dengan semangat persatuanlah bisa menyelamatkan generasi dari belenggu kejahatan narkoba. Sedangkan untuk dua unit senpi dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan gerinda besi hingga beberapa bagian. Semua barang bukti ini dipastikan tidak bisa digunakan kembali dan musnah.

Pemusnahan juga disaksikan Bupati Jembrana I Putu Artha, Dandim 1617/ Jembrana Letkol (kav) Djefry M. Hanok, Wakapolres Jembrana Kompol Supriyadi Rahman, Panitera PN Negara R. Tri Indiar Putranta, BNK Jembrana dan unsur terkait lainnya. Bupati Jembrana I Putu Artha mengungkapkan apresiasi semua pihak yang terus gencar melakukan pemberantasan peredaran obat–obatan, kosmetika ilegal, serta narkotika yang bisa mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara serta berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan lainnya baik kesehatan, sosial, ekonomi, politik, budaya maupun keamanan. “Pemusnahan barang bukti hari ini merupakan komitmen bersama Pemkab, TNI, Polri, BNK serta elemen masyarakat dalam upaya menjadikan Jembrana terbebas dari peredaran narkoba. Tugas kita adalah menghentikan semua kejahatan ini,” terang Bupati. Sehingga masa depan masyarakat khususnya Jembrana dan Bali selamat dan terbebas dari peredaran obat-obatan ilegal, kosmetika ilegal, dan narkoba. (kmb26)

SOSOK Festival Jegog Festival Jegog tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Festival bukan hanya pementasan, tetapi juga kegiatan yang bertujuan menggali lebih dalam kesenian musik gamelan khas Jembrana ini. “Pelaksanaan dua hari, melibatkan puluhan sekaa Jegog yang akan tampil bersama-sama di hari kedua,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, I Nengah Alit. Dari rapat terakhir, ada sekitar 50 sekaa Jegog yang sudah mendaftarkan diri untuk tampil kolosal. Ketika banyak sekaa Jegog yang tampil, maka areal Gedung Kesenian Bung Karno juga akan dipenuhi dengan gamelan b e r b a h a n bambu ini. Selain pementasan massal sekaa Jegog, juga akan digelar pementasan yang menampilkan Jegog dengan berbagai gending. Mulai Jegog tradisi yang membawakan gending-gending asli Jegog, serta Jegog untuk gong kebyar dengan tema kekinian atau kontemporer. Ke depan, Festival bukan hanya menampilkan pementasan, melainkan juga akan mengulas lebih dalam tentang kesenian ini. Mulai dari pementasan kolaborasi Jegog, seminar hingga teknis pembuatan alat musik Jegog. Gamelan berbahan bambu asal Jembrana ini telah mendunia dan menjadi ciri khas masyarakat Jembrana. Hampir di setiap banjar maupun desa di Jembrana memiliki sekaa Jegog. (olo)

Pesta Ulang Tahun di Banjar Bangli

Pengaruh Miras Pengunjung Ditusuk

Negara (Bali Post) – Perayaan ulang tahun di Banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Rabu (21/8) malam, berujung tragis. Diduga dipicu minuman keras (miras), akhirnya terjadi perkelahian antarpemuda hingga berujung penikaman menggunakan senjata tajam (sajam). Korbannya Putu Ega Diana Putra (19) asal Banjar Bale Agung, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo. Ia terkapar di lokasi dan perutnya mengalami luka ditikam pisau krambit. Polisi dari Polsek Mendoyo mengamankan pelaku berikut barang bukti sebilah pisau krambit yang sempat dibuang pelaku. Kasus penusukan ini dilakukan tersangka Gusti Ngurah Komang Juli Pramana (19), pemuda asal Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung, Jembrana. Tersangka bersama sejumlah pemuda lainnya awalnya mendatangi perayaan ulang tahun itu lantaran diundang. Seusai acara yang disertai dengan joget musik itu, gerombolan pemuda yang hadir sempat pesta miras jenis arak. Tersangka mengaku minum arak dicampur orson bersama rekan-rekannya. Saat berjoget terjadi perkelahian antarapemuda yang hadir. Tiba-tiba, pelaku yang sudah membawa sajam dari rumah itu menusuk korban di bagian perut hingga bersimbah darah. Dari laporan itu, polisi dari Polsek Mendoyo melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di rumah tersangka. Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi dan pelaku. Sementara Ega, korban penikaman masih dirawat di RSUP Sanglah setelah sebelumnya dirawat di RSU Negara. Luka tusukan pada bagian perut kiri korban cukup parah sehingga harus dirujuk ke RS Sanglah. Kapolsek Mendoyo Kompol Made Karsa, Kamis (22/9) siang, mengungkapkan dari pemeriksaan awal, penusukan ini berawal perkelahian yang dipicu miras. Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Ipda Gusti Ngurah Artha Kumara juga telah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi. Sebilah pisau kecil yang digunakan tersangka untuk menusuk juga telah diamankan polisi. Korban sejatinya sedang melerai pemuda yang saat itu cekcok mulut dengan cara menjambak rambut teman korban dan rambut lawannya. Namun, tiba-tiba korban sempat ditendang pada bagian paha dan jatuh. Saat hendak bangun, korban merasakan nyeri pada bagian perut dan mendapati berdarah. Dari hasil pemeriksaan dokter RSUD korban mengalami luka tusuk dengan kedalaman 5 cm dan lebar selebar 2 cm. “Cekcok ini dipicu miras yang ditenggak para pemuda itu,” terang Kapolsek. Pihaknya juga mengimbau kepada warga terutama kelompok anak-anak muda untuk tidak menenggak minuman keras saat menggelar suatu kegiatan atau acara atau kapanpun itu. Sebab minuman keras di samping membahayakan kesehatan juga bisa memicu perbuatan kriminal seperti yang terjadi kemarin. Sementara itu, pelaku mengaku membawa pisau kecil itu ke mana-mana setiap pergi keluar. Pisau itu sengaja dibawa untuk jaga diri lantaran beberapa waktu lalu sering dipalak orang. Atas perbuatannya pelaku diamankan di Polsek Mendoyo dan dijerat pasal penganiayaan. (kmb26)

Bali Post/olo

Diamankan – Kapolsek Mendoyo menunjukkan pelaku kasus penganiayaan menggunakan sajam dan barang bukti pisau.

Bali Post/olo

LONGSOR KALIAKAH-Lokasi jalan yang longsor di Kaliakah akibat banjir Mei lalu dipasangi pembatas sederhana dari masyarakat. Perbaikan senderan jalan ini diprioritaskan tahun 2020.

Perbaikan Dampak Banjir di Kaliakah Belum Tuntas

Negara (Bali Post) Dampak bencana banjir Mei lalu, belum semuanya diperbaiki. Salah satunya senderan jalan yang longsor di Banjar Pangkung Liplip, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara. Saat ini, bagian pinggir aspal jalan sudah mulai rapuh lantaran longsoran belum disender. Sejumlah warga yang ditemui akhir pekan lalu berharap jalan poros penghubung antardesa itu bisa segera diperbaiki. Karena dikhawatirkan akan semakin parah lantaran jalan sudah hampir lepas terutama di bagian pinggir jalan yang senderannya longsor. Longsoran ini bersamaan dengan jalan putus di Kelurahan Baler Bale Agung yang sudah ditangani lebih dulu. Dari informasi, anggaran

untuk memperbaiki senderan jalan tersebut nilainya cukup besar. Sehingga diprioritaskan akan diperbaiki pada APBD 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Pemukiman Jembrana I Wayan Darwin, Kamis (22/8) kemarin mengatakan, perbaikan jalan akibat bencana banjir Mei lalu tetap menjadi prioritas. Dan sudah harus menjadi fokus penanganan, apalagi jalan tersebut merupakan jalan poros dan sering dilintasi kendaraan. Tetapi lantaran anggaran perbaikan cukup besar dan tidak tersedia di APBD Perubahan 2019, maka akan dipasang untuk awal tahun depan. Dari hasil kajian teknis

yang dilakukan PU, nilai anggaran untuk membutuhkan Rp 400 juta lebih. Perbaikan dengan pola dinding penahan tanah (DPT) untuk menguatkan jalan di atasnya. Menurutnya ada dua titik longsor yang berdekatan dan cukup panjang. Sehingga untuk antisipasi, harus dilakukan dengan DPT. Kedua titik yang longsor itu bisa tersambung dengan panjang sekitar 50 meter. “Sudah masuk program prioritas penanganan tahun 2020 mendatang,” ujar Darwin. Titik longsor jalan ini

merupakan salah satu dampak banjir Mei lalu di wilayah Jembrana. Sedikitnya ada empat titik kerusakan jalan maupun bendung baik di BB Agung maupun di Desa Kaliakah dan desa lain yang terdampak banjir. Banjir bandang yang terjadi pada Mei lalu dari dua hulu sungai yang bermuara di Sungai Ijogading. Ratusan rumah di delapan desa terdampak. Selain itu juga beberapa titik infrastruktur juga mengalami dampak yang terparah putusnya jalan di Pangkung Manggis, BB Agung. (kmb26)

Berikan Jaminan Keamanan Polisi Bertemu Pelajar Papua

Negara (Bali Post) Guna memberikan rasa aman dan terciptanya kondusivitas, aparat kepolisian Polres Jembrana menyambangi para pelajar SMA asal Papua yang belajar di Jembrana. Sejumlah pelajar Papua yang bersekolah di SMA Negeri 2 Mendoyo, Kecamatan Mendoyo, Jembrana diimbau untuk tidak mudah terprovokasi dengan beritaberita maupun isu-isu yang berkembang di media sosial pascaterjadinya kerusuhan yang terjadi di Papua. Di Jembrana, beberapa SMA Negeri menerima pelajar asal Papua yang dikirim untuk belajar di luar daerah. Selain di SMA Negeri 2 Mendoyo, di SMAN 2 Negara juga terdapat siswa dari Papua. Di Mendoyo, petugas dari Polsek Mendoyo bersama Bhabinkamtibmas Desa Penyaringan bertemu mereka. “Kita harapkan agar mereka tidak mudah terprovokasi berita-berita maupun isu-isu yang berkembang di medsos. Kami harapkan para siswa yang menjadi generasi penerus bangsa ini menyikapi dengan bijak,” ujar Kanit In-

telkam Polsek Mendoyo, Iptu. I Ketut Siardana, Kamis (22/8) kemarin. Di samping memberikan imbauan, petugas juga mengajak para pelajar asal Papua ini untuk selalu cinta terhadap NKRI dan Pancasila serta fokus menuntut ilmu. Selama menimba ilmu di Bali, mereka mengaku merasa nyaman dan berbaur dengan siswa lainnya. Petugas juga mengimbau pihak sekolah agar berperan aktif memberikan pembinaan. Para pelajar asal Papua ini menyambut baik dan sempat mengucapkan deklarasi menyatakan setia dengan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI. Terpisah, Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih, mengungkapkan kunjungan Polres Jembrana ke sejumlah pelajar ini guna memberikan jaminan keamanan selama menempuh pendidikan di Kabupaten Jembrana. Kapolres Jembrana juga mengimbau agar para pelajar menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan serta tidak mudah terpengaruh ataupun terprovokasi berita hoax. (kmb26)

Bali Post/olo

BERTEMU PELAJAR - Petugas dari Polsek Mendoyo bertemu para siswa SMA asal Papua yang menimba ilmu di Bali.


Jumat Kliwon, 23 Agustus 2019

Pasar Culik Dibongkar, Ratusan Pedagang Pindah Jualan di Pinggir Jalan Raya Amlapura (Bali Post) -

Pasar Culik yang ada di Abang dibongkar Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Pasalnya, pasar lama itu akan direnovasi dengan menelan anggara mencapai Rp 1,7 miliar. Karena pasar diperbaiki, maka kondisi itu membuat ratusan pedagang yang berjualan di pasar itu sementara waktu dipindah ke pinggir jalan raya. Plt. Kepala Disperindag Karangasem Ni Made Santikawati mengatakan, dipilihnya relokasi pedagang sementara di pinggir jalan raya,

karena tidak ada lokasi lahan lainnya untuk menampung mereka. Alasannya, pihaknya tidak ingin perekonomian warga tidak jalan.

“Dengan direlokasi di sana, otomatis perekonomian warga tidak stag alias tetap jalan. Kendati mereka harus berjualan di pinggir jalan.

Mereka tak masalah jualan sementara di pinggir jalan. Jumlah pedagang yang direlokasi sekitar 100 pedagang,” ujarnya. Santikawati menambahkan, pedagang sudah direlokasi ke pinggir jalan sejak akhir Juli 2019, memanfaatkan trotoar jalan di kanan dan kiri. ‘’Tidak pelak kondisi itu membuat arus lalu

lintas sedikit macet,’’ tambahnya Kemacetan relatif parah hanya terjadi sekitar tiga jam sejak pukul 05.00 sampai 08.00 Wita. Sebab, pedagang dan pembeli ramai melintas, hal itulah membuat suasana sedikit krodit. “Memang tidak ada alternatif lain di Culik, membangun pasar baru. Karena itu terpaksa

pedagang direlokasi ke pinggir jalan demi perekonomian warga berputar,’’ tambahnya. Namun, para pedagang tidak mempermasalahkan direlokasi sementara di sana. Renovasi pasar sebetulnya usulan warga. Sebab, kondisi pasar lama sudah memprihatinkan. Proses pembangunan pasar, kata Santikawati, telah

dilakukan sejak 18 Juli lalu. Pengerjaan pasar diperkirakan berlangsung selama 120 hari. Alokasi anggaran pembangunan pasar mencapai Rp 1,7 miliar. “Sesuai DED (Detail Engineering Desing), Pasar Culik akan dibangun satu lantai dengan skema kondisi terbuka,” tegas Santikawati. (kmb41)

Apkasi Tingkatkan Mutu Pendidikan Amlapura (Bali Post) Audiensi dan sosialisasi program unggulan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bidang peningkatan kapasitas mutu pendidikan, iman dan takwa serta literasi dilangsungkan di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Kamis (22/8) kemarin. Program itu dibuka Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa. Staf Ahli Apkasi Bidang Pendidikan Hj. Himmatul Hasanah mengungkapkan, peserta yang mengikuti sosialisasi Apkasi itu dari pemerintah kabupaten. Namun Bupati diwakili Wakil Bupati Karangasem, selain itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kabid GTK, Kepala BKD dan Sekretaris, Kepala Bagian Hu-

mas dan Protokol, serta Sekretaris. Program unggulan Apkasi itu membahas Matematika dan Smart Teaching Indonesia. Ada sebanyak 416 Apkasi di kabupaten. “Sekitar lima tahun ini kita tidak pernah berhenti meningkatkan bidang pendidikan. Fokus kita di bidang pendidikan Matematika dan Bahasa Inggris. Sebab, mata pelajaran (mapel) itu merupakan mapel yang sangat menakutkan,” ujarnya. Apaksi mempunyai visi dan misi pembangunan berkelanjutan. Namun saat ini pekerjaan rumah pemerintah adalah bidang pendidikan. Jika pendidikan tidak pernah diberikan perhatian maka generasi muda akan sulit bersaing. Hj. Himat-

Bali Post/kmb41

SOSIALISASI - Digelar sosialisasi program unggulan Apkasi bidang peningkatan kapasitas mutu pendidikan, imam dan takwa serta literasi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Kamis (22/8) kemarin.

tul mencontohkan di bidang matematika, Indonesia sangat jauh ketinggalan dibandingkan negara lain. Sedangkan di dalam bahasa Inggris kesempatan bersosialisasi dengan warga asing relatif kecil. Faktanya, kemampuan bahasa Inggris warga Indonesia masih di bawah Malaysia, Vietnam dan India. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa mengatakan, untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Karangasem, Pemkab telah menganggarkan hampir 30 persen APBD untuk gaji, kesejahteraan guru, pembangunan serta beasiswa kepada siswa kurang mampu mulai tingkat SD, SMP. Juga digelar program kejar paket A, paket B dan kejar paket C. Padahal undang-undang mengamanatkan 20 persen, namun kita telah mengangarkan hampir 30 persen dari APBD. Tentu hal itu menunjukkan keseriusan dan kesungguhan Pemkab Karangasem dalam hal memberi perhatian kepada generasi muda ambil bagian agar dapat berproses pada dunia pendidikan di Karangasem. “Saya harap sosialisasi Program Unggulan Apkasi Bidang Peningkatan Mutu Pendidikan, Imtaq dan Training Tata Kelola Pendidikan di luar negeri, serta literasi dapat menambah wawasan dan ilmu kepada segenap insan pendidikan di Karangasem,” harapnya. (kmb41)

Eksekutif Sudah Setor KUPA dan PPAS-P

Ketua Dewan Sementara Tak Ada Kewenangan Menerima Amlapura (Bali Post) Pihak eksekutif mengklaim sudah menyetorkan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUPA) dan Prioritas Plapon Anggaran Sementara Perubahan APBD (PPAS-P) tahun anggaran 2019. Namun, Ketua DPRD Karangasem sementara I Gede Dana mengaku belum memiliki kewenangan untuk menerima rancangan tersebut. Pelaksana Tugas Harian (Plh) Sekda Karangasem I Made Sujana Erawan mengungkapkan, Kamis (22/8) kemarin, sejatinya pihak eksekutif sudah menyetor Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUPA)

dan Prioritas Plapon Anggaran Sementara Perubahan APBD (PPAS-P) Tahun Anggaran 2019. “Rancangan sudah kita setorkan ke dewan per 6 Agustus,” ujarnya. Ketika dikonformasi kepada Ketua DPRD sementara I Gede Dana mengatakan, sesuai informasi yang diterimanya pihak sekretariat dewan yang baru masuk KUPA-nya. Tatapi belum ada diterima dewan dengan prosedur resmi. Memang kata Gede Dana, Pimpinan DPRD sementara tidak memiliki kewenangan menerima itu. Termasuk dalam pembahasannya masih belum ada kewenangannya. Alasannya, sejauh ini Alat Kelengkapan Dewan (AKD) belum resmi terbentuk. Di samping itu,

pihaknya juga belum menjadi pimpinan DPRD definitif. “Intinya sepajang AKD belum ada. Maka rancangan itu belum bisa diterima,’’ tegasnya. Setelah AKD itu resmi terbentuk lengkap, maka saat itu lah rancangan itu baru diterima. ‘’Nah setelah itu baru bisa dilakukan pembahasan,’’ tambahnya. Sebab, pembahasan itu harus dilakukan oleh pimpinan yang sudah definitif. ‘’Karena itu, untuk membahas KUPA-PPAS-P itu belum bisa lantaran banggarnya belum definitif. Jadi apa yang kami maksudnya belum ada, lantaran semua AKD belum siap maka KUPA-PPAS-P belum bisa dibahas. Sesungguhnya semua sudah tahu itu,” tegas Gede Dana. (kmb41)

Bali Post/IST

MENGATUR - Petugas kepolisian saat mengatur arus lalu lintas.

Rem Blong, Truk Tabrak Pagar Rumah Warga Sempat Timbulkan Kemacetan Panjang

Amlapura (Bali Post) Kecelakaan tunggal atau out control (OC) kembali terjadi di Karangasem. Sebuah truk Fuso DK 9356 UF mengalami kecelakan di Jalan Raya Amlapura menuju Klungkung, tepatnya di simpang tiga Padangbai, Antiga, Manggis. Truk yang tanpa kendali akibat rem blong itu kemudian menambrak panyengker rumah warga. Akibatnya, panyengker itu rusak parah. Beruntung tidak ada korban jiwa pada

kejadian itu. Hanya peristiwa itu menimbulkan kemacetan relatif panjang karena truk melintang di jalan raya. Dari informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 Wita. Truk Fuso warna cokelat yang dikemudikan Ridwan datang dari arah Klungkung menuju Amlapura. Setibanyak di lokasi, truk yang membawa muatan penuh remnya blong, sehingga truk itu mundur. Selanjutnya truk menambrak pagar

rumah milik warga atas nama I Nyoman Komang. Atas kejadian itu, pagar rumah milik warga mengalami kerusakan cukup berat. Kanit Lakalantas Polres Karangasem Ipda I Nyoman Sucipta mengungkapkan, pascakejadian itu pihaknya langsung melakukan olah TKP. Tidak dimungkiri, kejadian itu sempat membuat arus lalu lintas sedikit terganggu. Pasalnya, bodi truk melintang di badan jalan raya. Karena itu, petugas

harus melakukan pengaturan lalu lintas agar kendaraan yang datang dari arah Amlapura menuju Klungkung begitu juga sebaliknya bisa berjalan lancar. ‘’Pengaturan lalu lintas menerapkan sistem buka tutup. Saat ini masih sedang proses evakuasi bodi truk Fuso agar akses lalu lintas tidak terganggu lagi. Semoga evakuasi cepat selesai, sehingga harus lalu lintas kembali normal,’’ harap Sucipta. (kmb41)

Belum Setor Nama dan Kandidat Ketua

Pimpinan Dewan Surati Tiga Parpol Amlapura (Bali Post) Beberapa parpol hingga saat ini belum mengirimkan surat keputusan (SK) nama-nama susunan fraksi dan wakil pimpinan dewan yang ditunjuk di DPRD Karangasem. Karena itu, Ketua DPRD Karangasem sementara I Gede Dana berencana melayangkan surat ke partai politik (parpol) yang meraih kursi DPRD Karangasem periode 20192024. Ketua DPRD Karangasem sementara I Gede Dana, Kamis (22/8) kemarin mengungkapkan, pihaknya sudah menyurati parpol, Ju-

mat (16/8) lalu. Jika sampai tujuh hari kerja belum juga ada kabar, maka akan ada surat susulan. Upaya itu terus dilakukan, dengan harapan agar secepatnya ketiga parpol itu mengirimkan nama-nama susunan fraksi maupun kandidat wakil pimpinan dewan. Semakin cepat nama-nama susunan fraksi dan wakil pimpinan dewan itu disetorkan maka otomatis akan lebih bagus, karena dengan begitu maka tugas pimpinan sementara cepat selesai. ‘’Surat yang dilayangkan substansinya mengingatkan beberapa parpol. Sebab,

sejauh ini sejumlah parpol belum mengirimkan surat keputusan (SK) fraksi ke dewan, termasuk SK wakil pimpinan dewan bagi parpol yang meraih kursi pimpinan,’’ ujarnya Suratnya nanti akan dilayangkan kepada Partai Golkar, NasDem dan Gerindra. Sebab, ketiga parpol itu berhak menduduki kursi wakil ketua dewan. Sementara jatah posisi Ketua DPRD Karangasem itu memang milik PDI Perjuangan karena mengungguli parpol lainnya,’’ ujar Gede Dana. Dana menambahkan, dari sekian parpol, saat ini baru

PDI Perjuangan yang mengirim nama kader yang akan menjadi ketua dewan termasuk susunan fraksinya. Untuk posisi ketua dewan dari PDI-P memutuskan dirinya sendiri. Sedangkan ketua Fraksi PDI Perjuangan dipercayakan kepada I Made Wirta, politikus asal Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem. Jabatan Wirta di dewan pada periode sebelumnya juga wakil ketua dewan. ‘’Pengiriman nama-nama dari PDI-P sudah lengkap. Sedangkan parpol lainnya belum ada yang menyetorkan nama,’’ jelas politisi asal Datah itu. (kmb41)

Krisis Air Bersih

75 Ribu Liter Air Bersih Didistribusikan untuk Masyarakat Air bersih terus saja didistribusikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem setelah ada permintaan dari warga. Air itu dibagikan ke desadesa yang masyarakatnya mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau relatif panjang. Seperti Kamis (22/8) kemarin, BPBD bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyalurkan air bersih 75 ribu liter, padahal sebelumnya sudah 90 ribu liter kepada masyarakat di enam titik di Bumi Lahar itu. Lalu bagaimanakah metode penyaluran air bersih itu? KALAK BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengungkapkan sudah sejak sebelumnya air bersih didistribusikan kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih lantaran musim kemarau relatif panjang. Pihaknya telah menyalurkan air bersih sebanyak 90 ribu liter di sejumlah Desa di Dukuh, Bhuana Giri dan Datah. ‘’Sekarang ini kami bekerja sama dengan ACT kembali mendistribusikan air bersih di enam titik. Air bersih yang kita salurkan ini sebanyak 15 tangki. Satu tangki berisi 5.000 liter air atau setara 75 ribu liter,’’ ujarnya. Penyaluran air bersih kepada warga yang memerlukan, kata Arimbawa, sejat-

inya bukan menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Akan tetapi juga tanggung jawab para relawan yang peduli dengan kondisi masyarakat yang mengalami krisis air. Atas simpatisan relawan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada ACT yang sudah sangat peduli terhadap masyarakat Karangasem. Hingga saat ini warga yang mengalami kesulitan air bersih adalah yang pemukimannya berada di bagian atas. Seperti di Kubu bagian atas, Abang bagian atas, Bhuana Giri dan warga Karangasem lainnya. ‘’Warga dari Desa Seraya juga berpotensi mengalami krisis air. Tetapi sampai saat ini belum ada permintan bantuan air

bersih dari aparat desa. Jika nantinya ada maka kami akan memfasilitasinya. Namun terlebih dahulu tim akan turun melakukan evaluasi sekaligus verifikasi ke lapangan untuk memastikan apakah warga benar-benar kesulitan air bersih atau tidak,’’ katanya. Pendistribusian air bersih dilakukan di cubang-cubang umum yang ada di desa setempat. Sama sekali tidak ada air itu ditampung di cubang pribadi warga. Alasannya, bantuan air yang diberikan itu supaya bisa dinikmati masyarakat umum. Hal itu dilakukan agar ada rasa keadilan guna mencegah timbulnya permasalahan di masyarakat. ‘’Bagi wilayah yang warganya mulai kesulitan air bersih supaya bisa didata aparat desa. Dan dibuatkan surat untuk mengajukan permohonan bantuan air bersih ke Dinas Sosial, BPBD dan PMI Karangasem,’’ pinta Arimbawa. Kepala ACT Adi Nyoman Arief Marsudi menjelaskan, berdasarkan data dari BMKG, tahun ini merupak-

an kemarau paling panjang dibandingkan kondisi tahuntahun sebelumnya. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat. Warga benar-benar kesulitan air bersih. Hal itu bukan saja berdampak pada masyarakat, juga tanah pertanian ikut terganggu. Atas dasar dan alasan itu pihaknya memberikan bantuan air kepada masyarakat, khususnya Karangasem yang mengalami krisis air bersih ini. ‘’Warga yang mengalami krisis air bersih adalah masyarakat yang rumahnya berada di dataran tinggi. Selama ini mereka hanya mengandalkan air hujan yang ditampung di cubangnya masing-masing. Air yang disimpan di cubang itulah dipergunakan sebagai MCK,’’ ujarnya. Ketika stok air di cubang habis, pastinya masyarakat mengalami kesulitan mencari air bersih di saat musim kemarau seperti sekarang ini. Pihaknya berharap bantuan air yang didistribusikan itu dapat dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan sehari-hari. (nan) CMYK

Bali Post/kmb41

AIR BERSIH - BPBD Karangasem bekerja sama dengan ACT saat menyalurkan air bersih kepada masyarakat.


Jumat Kliwon, 23 Agustus 2019

PDAM Keliling ”Dropping” Air Bersih Semarapura (Bali Post) -

Masalah serius pada sumber mata air PDAM Tirta Mahottama Klungkung di Payungan, Rendang, membuat para pelanggan kesulitan memperoleh air bersih. Atas kondisi itu, petugas PDAM harus berkeliling melakukan dropping air bersih ke sejumlah tempat pelanggan. Setelah dropping air bersih memasuki hari kedua, PDAM harus bekerja sampai malam hari untuk menuntaskan perbaikan pompa di sumber mata air itu.

Bali Post/

SENI LUKIS - Pande Sumerta saat mengajarkan anak-anak di Banjar Pande teknik dasar seni lukis wayang khas Kamasan.

Cegah Kecanduan ”Gadget” Anak-anak Kamasan Dilatih Melukis Semarapura (Bali Post)Perkembangan teknologi seperti gadget banyak memberi manfaat bagi masyarakat. Tetapi, bermain gadget secara berlebihan juga kerap menimbulkan efek negatif, terlebih pada anak-anak. Mereka kerap lupa waktu, sehingga berdampak buruk terhadap perkembangan mentalnya. Mencegah hal itu semakin berdampak buruk, anakanak terus diperkenalkan dengan seni tradisi. Seperti di Banjar Pande, Desa Kamasan. Anak-anak setempat dilatih untuk melukis, seni lukis Wayang Kamasan. Upaya demikian dilakukan pelukis senior dari Banjar Pande, Desa Kamasan, yakni Pande Sumerta bersama istrinya, Sinarwati, yang juga seorang pelukis. Saat ditemui di rumahnya, Kamis (22/8) kemarin, mereka mengaku khawatir melihat perkembangan pergaulan anak-anak zaman sekarang. Sebab, p engaruh gadget yang digunakan secara berlebihan, sangat merusak perkembangan mental anak. Akhirnya kedua pelukis ini berinisiatif untuk membuat pelatihan bagi anak-anak, khusus di Banjar Pande untuk belajar melukis bersama-sama di rumahnya. “Anak-anak kalau sendiri biasanya tidak mau. Tetapi, kalau bersama-sama, mereka antusias,” kata Pande.

Sinarwati menambahkan, keluarganya mulai mengambil insiatif seperti itu, sudah sejak enam bulan lalu. Saat itu, gadget begitu akrab di tangan anak-anak, sampai lupa belajar. Ia lantas menggagas pelatihan itu selama dua hari dalam seminggu, yakni pada hari libur anak-anak setempat pada Sabtu dan Minggu. Bagi anak-anak yang masih SD, Pande dan Sinarwati mengajarkan kepada mereka teknik pewarnaan. Sebab, mewarnai menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Sementara, kalau anak SMP sudah mulai diajarkan membuat sketsa gambar. Seluruh bahan sudah disiapkan di kediaman Pande Sumerta dan Sinarwati. Anak-anak itu tinggal datang dan mengikuti arahannya, bagaimana mewarnai dan menggambar sketsa yang menarik. Selain menjadi kegiatan yang menyenangkan, anak-anak juga secara langsung mengenal lebih jauh seperti apa seni tradisi di Kamasan yang sudah menjadi akar budaya masyarakat setempat, sebagai penghasil karya besar seni lukis Wayang Kamasan. “Di sini, anak-anak kami biarkan berekspresi seperti yang dia inginkan. Tetapi pakem-pakem seni lukis Wayang Kamasan itu perlahan mulai masuk dan

dimengerti,” tegas Sinarwati. Tidak hanya anak-anak di Banjar Pande, kediaman Pande Sumerta juga kerap didatangi wisatawan asing. Selain melihat langsung dan kagum dengan sejumlah karya seni, wisatawan yang dominan dari Eropa itu juga sangat berminat belajar langsung melukis di atas kain kanvas khas di Desa Kamasan. Pande mengatakan, wisatawan sangat mengagumi karya seni lukis ini, karena terlihat begitu klasik. “Kalau turis datang ke sini, seperti turis dari Belgia, biasanya tak cukup sehari. Kadang sampai menginap di rumah. Bahkan kerap datang bersama rombongan 10 orang sampai 25 orang,” katanya. Baik Pande maupun Sinarwati, mengaku selalu terbuka dengan siapapun yang datang, baik untuk belajar maupun sekadar melihat karyanya. Sebab, seni lukis Wayang Kamasan, tidak bisa dipelajari hanya dengan meniru. Tetapi, juga mengerti filsafat maupun tekniknya. Terakhir, adalah ketekunan dalam mengerjakannya. “Saya sendiri sudah melakoni ini, sejak kelas IV SD sampai sekarang. Jadi, kuncinya adalah tekun, agar sketsa dan teknik pewarnaannya semakin matang,” tutup Pande. (gik)

SPBU - Bupati Suwirta melayani pembeli di SPBU Ceningan.

Direktur PDAM Nyoman Renin Suyasa, Kamis (22/8) kemarin, mengatakan hari kedua distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ini, menyasar para pelanggan di sekitar Penasan, Pagending, Banjar Mengguna, pelanggan di Jalan Hasannudin, Kenyeri, Seruni hingga Lingkungan Besang. Distribusi air bersih dilakukan dengan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter. “Sebelumnya, kami menerima informasi wilayah terdampak dari distribusi air yang bersumber dari mata air di Rendang. Setelah itu, baru kami distribusikan air bersih ke wilayah tersebut satu per satu,” kata Renin. Upaya ini akan terus dilakukan, bila pemasangan pompa di sumber mata air Rendang tak bisa dituntaskan. Air bersih yang digunakan untuk dropping, diambil dari sumber air sumur bor di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya. Setelah melakukan perbaikan dalam tiga hari terakhir, Renin mengatakan seluruh petugasnya, khususnya pada bagian produksi dan perawatan dikerahkan untuk melakukan penanganan, Kamis kemarin, hingga malam hari. “Pema-

ada di Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Pengeluaran masyarakat setempat tentu akan lebih rendah, sehingga nanti efesiensi itu bisa dipergunakan untuk kepentingan lainnya. “Mari manfaatkan SPBU ini dengan sebaik-baiknya. Manfaatnya tentu sangat terasa bagi masyarakat. Sekaligus mari sama-sama awasi pengoperasian SPBU ini sehingga tidak disalahgunakan,” ujar Bupati Suwirta, usai meresmikannya, Kamis kemarin, didampingi Kepala BPSDM Kementrian SDM I Gusti Nyoman Wiratmaja dan undangan lainnya. SPBU Kompak 56.80711 BBM Satu Harga ini, sebagai jawaban pemerintah daerah terhadap kesulitan bahan bakar yang diperoleh warga setempat sebagai daerah kepulauan. Kepala BPSDM Kementrian SDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja menjelaskan, dengan adanya SPBU Kompak ini, maka

Bali Post/gik

PELANGGAN - Mobil tangki PDAM saat melakukan dropping air kepada pelanggan yang terdampak terganggunya pasokan air PDAM.

Soal PHR, Pemkab Didorong Tuntaskan Perintah KPK Semarapura (Bali Post)Upaya untuk meningkatkan PHR (Pajak Hotel dan Restoran) mulai menemukan titik terang. Pemkab Klungkung tak lagi terpaku pada objek yang berizin namun juga terhadap objek yang tidak berizin, sesuai instruksi KPK. Langkah demikian mendapat dukungan penuh dari legislatif. Salah satu legislator dari dapil Nusa Penida, Made Jana, sependapat persoalan izin dan pajak, sesungguhnya adalah dua aspek yang berbeda. Menurut politisi Partai Demokrat ini, Kamis (22/8) kemarin, pemikiran KPK dan kemudian disambut baik oleh Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, menjadi sebuah solusi yang tepat untuk menyikapi banyaknya hotel dan restoran serta bentuk akomodasi lainnya yang terus menjamur di Kepulauan Nusa Penida. Ini menimbulkan kecemburuan antara akomodasi pariwisata yang berizin dengan yang tidak berizin. Karena selama ini, yang membayar PHR hanya yang berizin. Padahal, Pemkab Klungkung sudah membuka diri untuk proses perizinan. “Pajak memang harus keluar

Bali Post

SPBU Kompak Satu Harga Berdiri di Ceningan Semarapura (Bali Post) Seiring dengan pesatnya perkembangan pariwisata di Kepulauan Nusa Penida, kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan semakin tinggi. Melalui Kementerian ESDM Lembaga Penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) 1 harga yang dicanangkan pemerintah untuk memudahkan masyarakat mendapatkan BBM, mendirikan SPBU di Nusa Ceningan. Masyarakat setempat tidak perlu lagi membeli bahan bakar minyak hingga ke Klungkung Daratan maupun di Nusa Penida, sehingga sangat membantu untuk efisiensi biaya. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Kamis (22/8) kemarin, mengatakan adanya SPBU di Ceningan ini bisa memperlancar perekonomian masyarakat. Menurutnya, ini akan memberikan multiplier effect yang luar bisa terhadap pertumbuhan ekonomi yang

sangan pompa 75 KW di mata air Rendang, diupayakan bisa selesai malam ini,” kata direktur asal Desa Sakti, Nusa Penida ini. Salah satu pelanggan, Ketut Budiarta, Kamis (22/8) kemarin, usai menerima distribusi air bersih dengan mobil tangki mengatakan, distribusi air dengan mobil tangki ini, setidaknya bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Pelanggan di Jalan Kenyeri ini, memaklumi situasi yang sedang dihadapi PDAM. Namun demikian, sebagai pelanggan, tentu dirinya berharap kualitas pelayanan yang terbaik, karena air sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Dia mengaku wajar para pelanggan meminta pelayanan kembali normal, karena merasa sudah melakukan kewajiban dengan membayar iuran bulanan. Ia juga berharap layanan air bersih dari PDAM Klungkung, bisa segera normal kembali. Selain itu, dia juga berharap agar PDAM Klungkung memikirkan cara lain, misalnya memikirkan sumber mata air lain yang mungkin bisa dimanfaatkan sebagai back up dari sumber mata air yang ada saat ini. (kmb31)

masyarakat Nusa Penida khususnya di Nusa Ceningan akan mendapatkan tambahan pasokan BBM dengan jarak yang lebih dekat. “Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat kecil, dalam menciptakan pemerataan dan keadilan harga BBM kepada warga terdepan, terluar dan tertinggal,” tegasnya. Pihaknya juga menjelaskan harga BBM jenis premium di Nusa Ceningan ini sama dengan SPBU yang ada di seluruh Indonesia. Inilah yang dimaksud dengan konsep satu harga itu. “Untuk di Nusa Ceningan kapasitasnya tidak hanya diperuntukan oleh kendaraan darat, kendaraan laut juga boleh, kalau ada yang menaikkan harga, segera laporkan. Itu tidak diperbolehkan,” tegasnya merespons Ceningan sebagai daerah pariwisata, dengan berbagai aktivitas fast boatnya. (kmb31) CMYK

dari proses perizinan. Izin itu sebagai syarat mutlak berinvestasi atau melakukan usaha secara legal. Sementara pajak adalah kewajiban masyarakat sebagai warga negara yang baik. Jadi, kalau suatu objek sudah melakukan kegiatan usaha, tentu wajib membayar pajak,” kata Jana. Dia pun sependapat dengan KPK, bahwa akomodasi pariwisata berizin atau tidak berizin, tetap harus bayar pajak, kalau sudah beroperasi. Jika situasi sekarang tetap dibiarkan, maka masyarakat tentu memilih tidak mengurus izin, karena jadinya tidak dipungut pajak. Menurutnya, fokusnya sekarang bukan hanya bayar dan tidak bayar pajak, tetapi bagaimana pemerintah daerah bersikap terhadap akomodasi pariwisata sebagai objek pajak, tetapi tidak mengurus izin. Sebab, akomodasi pariwisata baik hotel dan restoran yang tidak berizin, seharusnya ditertibkan. Karena tanpa ada kelengkapan berbagai aspek izin, maka seharusnya tidak bisa berinvestasi. Sementara pemerintah daerah tentu akan mengeluarkan ragam izin yang dibutuhkan, seperti IMB, UKL-UPL, jika

Made Jana

Komang Suantara

tidak melanggar sempadan, baik sempadan pantai, tebing maupun sempadan jalan. “Jadi, sekali lagi jangan dikotomi izin dengan pajak, bahwa bayar pajak harus berizin dulu. Saya dukung langkah pemerintah sebagaimana instruksi KPK,” tegasnya. Dukungan untuk melakukan pungutan terhadap yang berizin maupun tidak berizin tetapi sudah beroperasi, juga disampaikan anggota DPRD Klungkung lainnya, Komang Suantara. Menurutnya, semuanya harus dipunguti, untuk mendongkrak PAD. Tetapi, dia memberi catatan, bahwa

PHR yang dipungut dari Nusa Penida, juga harus sejalan dengan perbaikan infrakstruktur, seperti akses jalan dan fasilitas umum lainnya. Sehingga, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat tentu harus dinikmati kembali oleh masyarakat setempat. Selain itu, dia juga meminta pemerintah daerah mampu mensinergikan pesatnya perkembangan pariwisata dengan pembangunan sektor lain yang tidak kalah penting, seperti pertanian, peternakan dan perikanan. Sehingga semua aspek kecipratan dampak positif dari pariwisata. (kmb31)


Jumat Kliwon, 23 Agustus 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Sardine Restaurant Looking for Hostess and Gardener, Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com

B.BP.141.08.19.0000666

Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah Dps. Gaji 2 juta SMS WA 0816571027

B.BP.004.08.19.0000704

Ajak teman nabung Emas Dpt income Jt-an Rupiah 081999682387

B.BP.001.08.19.0000697

Bth Sopir Serabutan Min.SIM A, Biasa Bw Muatan H.081908070892 B.BP.004.08.19.0000713

Dicari Pembantu rumah tangga (PRT) tinggal dalam, jujur, niat kerja Hub: 0821-24-458-758

B.BP.004.08.19.0000539

Cari Satpam berijazah, max. 30thn,diutamakan pengalaman, sblm 25 Agustus 2019.Lam kirim ke PT.Prathama Line Logistics Jl.Teuku Umar Barat 128, 0361-8476456

B.BP.001.08.19.0000654

Cari sgr 1 kenek, u/kanvas,Hub. 081337776003 WA 081237902022 B.BP.004.08.19.0000706

Dcr Mrktng/Sales bidang cat + admin 25-35th,wil Jawa/Bali/Lombok Jl.Arjuna 12 Dharmasaba Dps

B.BP.033.08.19.0000707

Dcr Pembantu Rmh Tangga niat kerja, jujur Hub.081236760188

Dicari Sopir, Gudang, Sales Admin untuk Perusahaan Handuk Hotel.Syarat Lulus SLTA+Surat Kelakuan Baik Kepolisian. Email: lenutabali@gmail.com

Dcr:FO,B.Boy,HK,Driver,Laundry Engineering,Scurity,Garden:new arenahotelkutabali@gmail.com

B.BP.004.08.19.0000711

B.BP.164.08.19.0000543

RUPA-RUPA

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

SERVICE

SERVICE

B.BP.004.08.19.0000668

Dcr Sopir Toko(prbadi) Lmr.Rest Renon Jl.Cok A Tresna 85 Dps

Dicari:FO,HK,Waker, Hotel Puri Asih Jl.Pantai Kuta No.40 Kuta

Dcr segera penjaga Kantin dan Catering tgl dlm H.081237002020 Dibthkn Sgra Waiter utk Resto Hub.0361-4755854 / email: bluefinwhaleresto@gmail.com

PT Smart Bth kary S1 SMA posisi Marketing pinjaman online Sekretaris Adm Keuangan 21 sd 50thn bs computer/WA 087850886 518/Hp081336919910M.R.Anthony

Dicari Marketing laki2 max.35th, bisa Bhs .Inggris Hub:0361-9342437

The Griya Villas di Bunutan Amed,Dcr:Supervisor Restaurant FO.Kirim CV:info@thegriya.com

B.BP.001.08.19.0000690

B.BP.001.08.19.0000717

B.BP.001.08.19.0000657

B.BP.004.08.19.0000703

Dicari SPG wanita max 28 thn, bisa Bhs. Inggris, Hub:0361-9342437 B.BP.004.08.19.0000702

Dicari Sopir Pribadi, Jln Raya Mas Ubud bs Metic.081239319997 B.BP.001.08.19.0000687

Dicari Tenaga Pria Yg Bsa Instalasi Kabel Umur Max. 30Thn Tlp:081237866656 B.BP.004.08.19.0000709

B.BP.001.08.19.0000695

B.BP.154.08.19.0000715

B.BP.012.08.19.0000716

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Avanza Veloz AT th 2014 Tgn 1 Hitam Hub.081 236 05780 BUC B.BP.001.08.19.0000718

TOYOTA

Rush SM/T TRD’14 AsDK 170JtLow Km,Silver,Mls,Bgs,08123969166

B.BP.001.08.19.0000719

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara,087860846839/081805531078

B.BP.164.08.19.0000544

Rumah Luas Tanah 5Are,Jl .Sekar TunjungNo.20.Hub:082339206080

B.BP.001.08.19.0000688

Rumah/Tanah Cash/kredit Penarungan-Badung081338681038

B.BP.004.08.19.0000593

PROPERTY DIJUAL TANAH

Jual Tanah di Buahan Payangan, 63 Are,Dilewati Anak Sungai Ayung,View Hutan Tropis Abadi DktHangingGarden,45mnt dr Ubud Tlp/WA:08123846366/08123988353

B.BP.001.08.19.0000579

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

RUPA-RUPA

DIJUAL TANAH

Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

Dijual Tanah SHM 1.400m2 di Ungasan,Kuta Selatan, Bali. Lokasi strategis,5mnt dr GWK, 5 mnt dr pantai Melasti, Balangan & Dreamland,10 mnt dr Pura Uluwatu.Dekat dgn area perhotelan.Cocok utk kos2an eksekutif/home stay/cluster. Rp.3jt/m, Hub.Patrick 081337346381 (WA)/0818669779

B.BP.004.08.19.0000594

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

Dswkan Rmh Lt 1, Jl.Pidada VII PrumPidada6ADps,081238134188

B.BP.001.08.19.0000625

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.001.08.19.0000162

B.BP.001.08.19.0000633

PT.Smart pinjaman online 10 sd 500Jt proses cepat tanpa biaya admin membantu kebutuhan untuk anda / WA 087850886518 / HP 081336919910 M.R.Anthony

B.BP.154.08.19.0000720

KEHILANGAN HlgBPKBNo.H00288718-ODK6335 HT An.Ni Made Elysuwandewi B.BP.004.08.19.0000705

Tlh Hilang SHM No.02068 an: Kt Lodra.L Denpasar H:081246300200 B.BP.166.08.19.0000721

PENGUMUMAN Sy a.n:Yulia Asari mohon maaf kpd Prush.Arta Sedana Amlapura krn mlakukn tndkan pengambilan brg.& tdk akan mengulangi lagi B.BP.001.08.19.0000665


Jumat Kliwon, 23 Agustus 2019

Dapat Kucuran DAK Rp 3,3 Miliar, Pemkab Bangun Dua Pasar Desa Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli tahun ini mendapat kucuran dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan dan renovasi dua pasar desa. Besaran dana DAK yang diberikan pemerintah pusat untuk membiayai pembangunan dua pasar desa tersebut mencapai Rp 3,3 miliar lebih. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli Nengah Sudibya mengatakan, dua pasar desa yang tahun ini dibangun dengan DAK yakni Pasar Desa Manikliyu di Kecamatan Kintamani dan Pasar Desa Pengotan di Kecamatan Bangli. Saat ini pembangunan dua pasar desa tersebut masih sedang berjalan. ‘’Target selesainya tanggal 22 November,’’ kata Sudibya ditemui di kantornya baru-baru ini. Dijelaskannya, dua pasar desa tersebut dibangun tahun ini lantaran kondisinya memang butuh perbaikan. Dalam proses pembangunan dan perenovasian saat ini, kedua pasar tersebut akan dibuat lebih representatif dari sebelumnya. ‘’Kalau kesan selama ini pasar kan becek. Dengan pembangunan ini, akan dibuat lebih baik,’’ ujarnya. Pembangunan kedua pasar tersebut, berdasarkan usulan masyarakat. Usulan masyarakat akan ditindaklanjuti jika memang kondisi pasar benar-benar butuh direhab/ dibangun, jumlah pedagang banyak dan aktif, serta status kepemilikan lahan pasar jelas dan tidak dalam sengketa. Pejabat asal Penglipuran itu mengatakan pada tahun ini pihaknya telah mengusulkan bantuan anggaran ke pusat untuk pembangunan dan renovasi beberapa pasar desa lainnya. Di antaranya Pasar Desa Belancan, Pasar Desa Abang Batudinding, Pasar Desa Lumbuan dan Pasar Desa Bayung Gede. Usulannya sudah diajukan, hanya belum bisa dipastikan apakah akan di-ACC atau tidak. (kmb40)

TERGULING - Truk bermuatan pasir yang terguling di jalur Culali, Kintamani, Kamis (22/8) kemarin.

Bali Post/kmb40

Dalam Tiga Bulan, Tiga Truk Terguling di Culali Bangli (Bali Post) –

Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalur Culali, Kintamani, Kamis (22/8) kemarin. Sebuah truk bermuatan pasir terguling saat hendak menanjak di jalur tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kemarin. Berdasarkan data Satlantas Polres Bangli, dalam tiga bulan terakhir terhitung sudah ada tiga truk yang mengalami kecelakaan di jalur tersebut. Kronologi kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 08.00 Wita kemarin, berawal saat truk bermuatan pasir yang dikemudikan Jro Mangku Red, sopir asal Desa Songan, Kintamani, melaju di tanjakan pertama Culali. Sesampainya di belokan pertama,

tiba-tiba as pendek truk bernopol DK 9503 PK tersebut patah. Hal itu mengakibatkan truk tak bisa menanjak dan langsung meluncur mundur dan terguling ke arah pinggir utara jalan. Kecelakaan itu mengakibatkan ban truk rusak dan muatan pasir tumpah

di jalan raya. Kasatlantas Polres Bangli AKP Nengah Sona mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Sopir berhasil selamat. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan truk. Hingga siang kemarin, truk berwarna pu-

tih-merah itu belum bisa dievakuasi. Meski demikian situasi lalu lintas di tempat kejadian masih bisa dilalui. Kecelakaan tunggal di jalur Culali, diakui AKP Sona, selama ini cukup sering terjadi. Dalam tiga bulan terakhir, disebutkan sudah tiga kali ada peristiwa kecelakaan truk di jalur itu dan merenggut satu korban jiwa. Berdasarkan analisisnya, penyebab kecelakaan karena kondisi tanjakan dan tikungan di jalur Culali yang curam

dan tidak standar. Untuk menekan kecelakaan di jalur itu, Sona mengaku sudah pernah mengumpulkan sopir pengangkut pasir yang sering melintas di Culali. ‘’Kami arahkan untuk lebih hati-hati dan tidak muat berlebihan. Kami juga sudah pasang spanduk imbauan di Culali bawah maupun di atas,’’ jelasnya. Di samping memberi imbauan, setiap waktu jalur tersebut juga dipantau oleh anggotanya yang bertugas di Kintamani. (kmb40)

Anggota Kodim Bangli Juara Lari di Riau

Bali Post/kmb40

PASAR - Pemkab membangun pasar menggunakan dana DAK.

Bawa SS, ’’Debt Collector’’ Dibekuk di Depan RSJ Bangli (Bali Post) – Seorang pria asal Jember, Jawa Timur berinisial AB (43) dibekuk polisi di depan pintu masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali, Bangli. Pria yang mengaku kesehariannya bekerja sebagai debt collector itu diamankan lantaran kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu (SS) di saku jaketnya. Kasat Resnarkoba Polres Bangli Iptu I Gede Sudiarna Putra didampingi Kasubag Humas AKP Sulhadi mengungkapkan pelaku diamankan petugas, Senin (19/8) lalu. Penangkapan pelaku berdasarkan adanya informasi masyarakat tentang adanya seseorang yang terindikasi sebagai penyalah guna narkoba. Dari informasi itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan. ‘’Kami lakukan penyanggongan di depan pintu masuk RSJ pada Senin 19 Agustus, sekitar pukul 17.30 Wita. Kami berhasil menangkapnya,’’ terangnya. Dalam penangkapan tersebut, polisi menggeledah pelaku disaksikan klian desa setempat. Hasilnya, petugas menemukan narkoba jenis sabu-sabu di dalam kantong jaket sebelah kanan dengan berat 0,32 gram bruto atau 0,11 gram netto. Selain mengamankan barang terlarang tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti lainnya berupa handphone dan jaket milik pelaku sebagai barang bukti. Dikatakan Iptu Sudiarna, dari hasil interogasi, pelaku yang pernah menjadi pemulung itu mengaku mendapat sabu-sabu dari temannya berinisial JHN di Jember. Pelaku membeli sabu-sabu tersebut seharga Rp 500 ribu pada 11 Agustus lalu. ‘’Separuhnya dia sudah gunakan di Jember, dan separuhnya dibawa ke Bali,’’ ungkapnya. Kepada petugas, pelaku mengaku ke Bali untuk keperluan menagih motor sewaan yang tidak kunjung dikembalikan seseorang. Mengenai sabu-sabu yang dibawanya, menurut pengakuan pelaku hanya untuk dikonsumsi, tidak untuk dijual. ‘’Tapi itu baru pengakuannya. Pengakuan itu saat ini masih kami kembangkan,’’ kata Sudiarna. (kmb40)

Bali Post/ist

SABU-SABU - Kasat Resnarkoba Polres Bangli Iptu I Gede Sudiarna Putra didampingi Kasubag Humas AKP Sulhadi merilis kasus penangkapan AB.

Bangli (Bali Post) Seorang anggota Kodim 1626/Bangli berhasil menjuarai lomba lari di Riau. Dia adalah Serka Dewa Gede Astawa, Babinsa Desa Buahan, Kintamani. Serka Astawa dinobatkan sebagai pelari tercepat dalam Riau Ultra Run Merdeka 74 Km yang dilaksakan tanggal 17 Agustus lalu. Prestasi yang berhasil diraih Serka Astawa tentunya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Kodim Bangli. Kamis (22/8) pagi kemarin, Kodim Bangli bersama jajaran KONNI dan PASI Bangli menggelar acara penyambutan kepulangan Serka Astawa di Lapangan Makodim Bangli.

Penyambutan ini sebagai bentuk penghargaan dan rasa syukur atas prestasi yang telah diukirnya. Dandim 1626 Bangli Letkol Inf. Himawan Teddy Laksono menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas prestasi yang telah diukir oleh salah satu putra terbaik Kodim 1626/Bangli dan putra terbaik Bangli dalam dunia atletik. Diungkapkan Letkol Teddy, selama ini Serka Dewa Gede Astawa sudah lama malang-melintang di berbagai event lari seperti lari lintas alam Green Run Ijen Banyuwangi, Lari Maraton 42 Km Surabaya dan kompetisi lainnya. ‘’Kami bangga dengan

apa yang telah diberikan oleh Serka Dewa Gede Astawa untuk Kodim 1626/Bangli dan Kabupaten Bangli,’’ ungkapnya. Diharapkan prestasi yang berhasil diraih Serka Astawa bisa dijadikan contoh dan semangat bagi para atlet lainnya di Bangli. Ketua KONI Bangli Sang Kompyang Suarjaksa yang hadir dalam acara kemarin juga menyampaikan rasa bangga dan rasa syukur atas prestasi yang diraih oleh Serka Astawa. ‘’Ternyata Kabuten Bangli tidak kalah dengan daerah lain. Kita juga punya atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional,’’ ujarnya. (kmb40)

Bali Post/ist

JUARA - Serka Dewa Gede Astawa diberikan ucapan selamat dan penghargaan atas keberhasilannya menjuarai lomba lari.

Dapat Jatah Kursi Wakil Ketua

Golkar dan Demokrat Belum Setor Nama Bangli (Bali Post) Partai Golkar dan Demokrat belum menyetorkan nama kadernya masing-masing untuk menduduki kursi jabatan wakil ketua DPRD Bangli periode 2019-2024. Sementara untuk kursi jabatan Ketua Dewan, PDIP Bangli sebagai partai pemenang pertama telah mengirimkan nama I Wayan Diar ke Sekretariat DPRD Bangli. Ketua DPRD Bangli Sementara I Wayan Diar dikonfirmasi, Kamis (22/8) kemarin, membenarkan hal itu. Ia mengatakan berdasarkan laporan dari Sekwan, hingga siang kemarin baru PDIP yang mengirim nama kadernya untuk menduduki kursi Ketua DPRD. Kader tersebut adalah dirinya. Sementara partai Golkar dan Demokrat belum bisa mengirimkan

nama kadernya karena masih menunggu rekomendasi dari DPP partai masing-masing. Sebagai pimpinan sementara, Diar berharap Golkar dan Demokrat bisa secepatnya mengirimkan kadernya. Sehingga pembentukan pimpinan DPRD yang definitif bisa segera tuntas. “Target awal Agustus ini sudah ada pimpinan definitif,” ujarnya. Dikatakannya, sejauh ini memang tidak ada aturan yang mengatur tentang deadline pembentukan pimpinan dewan. Pembentukannya tergantung rekomendasi DPP partai masing-masing. “Kita sebetulnya sudah bersurat kepada dua partai, Golkar dan Demokrat agar bisa segera mengirimkan nama kadernya. Tapi setelah kita konfirmasi tadi, memang

belum datang katanya rekomendasi dari DPP partai masing-masing,” ungkapnya. Menurut Diar, dengan belum adanya kepastian dari Golkar dan Demokrat terkait siapa kadernya yang akan ditugaskan duduk di kursi pimpinan, tentu sangat mengganggu kinerja dewan ke de-

pannya. Karena secara kapasitas dan kewenangan pimpinan dewan sementara hanya memfasilitasi memimpin sidang DPRD, memfasilitasi pembentukan fraksi sampai pembentukan pimpinan. Disinggung mengenai fraksi, politisi asal Desa Belantih, Kintamani itu mengatakan, saat ini

sudah terbentuk. Jumlah fraksi yang terbentuk ada empat, yakni PDI-P, Golkar, Demokrat dan fraksi Gabungan. Fraksi Gabungan terdiri dari Partai NasDem dan Hanura. Sementara partai Gerindra dan PKPI yang masing-masing memiliki satu kursi, bergabung dengan fraksi PDIP. (kmb40)


OLAHRAGA

Jumat Kliwon, 23 Agustus 2019

Tim Sepak Bola Putri Australia Kunjungi SD 11 Jimbaran Mangupura (Bali Post) Tim sepak bola putri Gold Fields U-21 Australia mengunjungi SDN 11 Jimbaran, Kamis (22/8) kemarin. Kehadiran tim sepak bola putri Negeri Kanguru ini dalam rangka mengikuti turnamen Badung International Football Championship 2019. Mereka sempat bermain sepak bola di halaman SDN 11 Jimbaran, yang disaksikan para siswa dan guru. Konsul Diplomasi Publik dari Konsulat Jenderal Australia di Bali Eleanor Daly menjelaskan pihaknya berharap tim sepak bola putri Australia keluar sebagai juara dalam turnamen di Badung. Menurutnya, Australia telah menjalin kerja sama dengan beberapa sekolah, termasuk SDN 11 Jimbaran. ‘’Kami biasa menggelar program pertukaran guru,’’ ungkapnya. Eleanor menerangkan, selama ini Australia menjalin kerja sama dengan sekitar 20 sekolah dan tercatat empat sekolah yang aktif. ‘’Setahun lalu, guru dari Bali mengajar di sekolah Australia. Sebaliknya, guru Australia juga pernah mengajar di Bali,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala SDN 11 Jimbaran Ni Made Nuratih mengakui guru di sekolahnya pernah mengikuti seleksi di kementerian yang

berpusat di Jakarta. Selanjutnya, jika guru bersangkutan dinyatakan lolos maka berhak mengajar di Australia. ‘’Kami juga pernah kedatangan guru Australia yang mengajar di SDN 11 Jimbaran. Guru Australia mengajar dalam bahasa Inggris dan siswa-siswi kami memahaminya, sebab mereka diajarkan bahasa Inggris sejak duduk di bangku kelas I,’’ papar Nuratih. Ia menilai para guru Australia menerapkan model pembelajaran ala negaranya. ‘’Jika model pembelajaran dari Australia bagus, tentunya kami terapkan di sekolah,’’ tuturnya. Selain itu, motivasi dari guru–guru asing juga bagus untuk siswa-siswi di SDN 11 Jimbaran. Nuratih mengakui sekolahnya sering dipakai percontohan dari daerah lain, termasuk wilayah Kalimantan sering berkunjung ke sekolahnya. (022)

‘’Kami punya petani, nelayan juga ada peternak, maka dari itu kami bentuk BUMDes di Kabupaten Tabanan. Dengan tujuan bisa menampung, dan memasarkan prroduk-produk lokal yang merupakan produksi dari masyarakat Tabanan,’’ ungkapnya. Bupati Eka menjelaskan, sampai saat ini dari 133 desa di Kabupaten Tabanan, saat ini telah ada 93 BUMDes yang telah melakukakan produksi. BUMDes tersebut yang mengolah hasil dari petani. Salah satu contoh beras merah sehingga ada beberapa varian beras merah. Ada untuk teh, ada untuk spa. Dan kalau diolah harganya bisa jauh lebih mahal dari beras merah biasa. Begitupun dengan olahan-olahan lainnya. ‘’Kalau desa sudah makmur, tentunya kecamatan dan kabupaten kecipratan majunya,’’ imbuh Bupati Eka. Mendengar penjelasan dari Bupati Eka, Menteri Eko mengatakan sangat takjub pada pandangan pertama kepada Bupati Eka. Dikatakannya, Bupati Eka memiliki energi yang luar biasa sekali. ‘’Mungkin itu

Jumat, 23 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Gentuh (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Ayodya Kanda 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Talk Show Merah Putih Daya Saing Sumber Daya Manusia Bali 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Atiwa-tiwa, Matatah, Mamukur (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali

13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita Sanggar Tari Sekar Dewata Gianyar (1) 17:00 Wita Dunia Kita 17:30 Wita Kartun Aranya Kanda (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Luh Muani Akademi 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Tokoh Al Purwa, Harus Punya Lompatan 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Yayasan Mahatama Giri Kusuma (PO 2966/VIII) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel

Ratusan Petembak Dunia Berlaga di Bali Denpasar (Bali Post) Kejuaraan menembak internasional ‘’Commissioner of Bali Police Tournament & Handgun 2019’’ digelar di Lapangan Tembak Pecatu Bhayangkara Shooting Range, Kuta Selatan, Badung. Lomba tersebut diikuti 203 peserta dari 12 negara, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, Macau, Jepang, Filipina, Australia, Rusia, Italia, Amerika Serikat dan Indonesia. ‘’Kejuaraan ini terselenggara kerja sama Polda Bali dengan Perbakin Bali. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 20 sampai 24 Agustus 2019 dalam rangka memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia,’’

kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja selaku Ketua Panitia, Kamis (22/8) kemarin. Sementara tujuan digelarnya lomba tersebut, kata Hengky, sebagai ajang kompetisi atlet-atlet menembak baik nasional, kawasan maupun internasional. Selain itu untuk menjalin silaturahmi antaratlet menembak dan sebagai sarana promosi pariwisata Bali. ‘’Ada enam divisi yang dilombakan, yaitu Divisi Open, Divisi Standard, Divisi Production, Divisi Production Opstics, Divisi Classic dan Divisi Revolver,’’ terang Kombes Hengky. (kmb36)

Berjalan Normal

Bali Post/kmb33

Tabanan Maju yang membuat Tabanan maju dengan cepat. Saya haturkan puji dan syukur, saya bisa berkenalan dengan Bupati dan seluruh jajaran Pemkab Tabanan,’’ pungkasnya. Menteri Eko juga mengucapkan terima kasih karena selama lima tahun ini telah membantu dan mendukung program dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. ‘’Saya ucapkan terima kasih karena dalam lima tahun ini telah mengelola dana desanya dengan baik. Saya yakin Tabanan dengan alamnya yang sangat bagus, di bawah kepemimpinan Bupati Eka akan mengembangkan pertanian dan desa wisata di Tabanan,’’ jelas Menteri Eko. Menteri Eko juga berpesan di dalam membangun kawasan pertanian berbasis pariwisata harus memiliki sebuah inovasi dan terobosan-terobosan baru. Seperti yang dilakukan oleh desa-desa yang telah sukses memadukan sektor pertanian dengan pariwisata. ‘’Saya yakin Tabanan bisa lebih maju, sehingga ada desa maju baru di Tabanan. Pariwisata memang paling cepat mendapatkan pendapatan bagi desa,’’ ung-

15

kapnya. Disinggungnya lagi, dalam mempercepat pertumbuhan pertanian berbasis pariwisata, maka hal terpenting adalah kawasan yang dibangun bebas dari sampah plastik. ‘’Kalau bisa Ibu buat perda melarang sampah plastik. Tanpa komitmen dari kita maka akan sulit pariwisata kita berkembang. Jangan sampai karena sampah plastik, kita diboikot oleh Negara-negara lain,’’ imbuh Menteri Eko. Bantuan yang diberikan saat itu, Kecamatan Selemadeg berupa sarana-prasarana pascapanen pertanian, bantuan pengembangan inkubator produk unggulan kawasan perdesaan, dan bantuan gudang pascapanen dan peralatan. Kecamatan Selemadeg Barat bantuan jalan, embung dan pasar kawasan perdesaan. Dan Kecamatan Pupuan mendapat bantuan pembangunan sarana

dan prasarana air bersih, bantuan usaha ekonomi produktif, dan bantuan pengembangan produk unggulan. (ad734)

BOLA - Tim sepak bola putri Gold Fields U-21 Australia bermain bola dengan siswa-siswi SDN 11 Jimbaran, Kamis (22/8) kemarin.

Menurutnya, undangan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, serta Menko Polhukam Wiranto kepada para tokoh di Papua. Di samping itu, kondisi di tanah Papua kini menurutnya sudah berangsur normal. Pasalnya, ia mengaku terus mengikuti perkembangan kondisi di tanah Papua. “Saya terus mengikuti perkembangan yang ada di tanah Papua, dan alhamdulillah situasi sudah berjalan normal kembali,” tutur Jokowi. Gelar Aksi Di Denpasar, Bali, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa, Pelajar dan Masyarakat Papua (Immapa) Bali melakukan

demonstrasi damai di sepanjang jalan Renon, Denpasar, Kamis (22/8) kemarin. ‘’Kami suarakan pada hari ini, antara lain menghentikan diskriminasi rasial dan represivitas oleh oknum militer dan ormas reaksioner terhadap mahasiswa dan rakyat Papua secara umum,’’ kata Juru Bicara Demonstrasi dari Immapa Jeeno Dogomo. Selain itu, kata Jeeno, pihaknya meminta untuk mengusut tuntas dan adili pelaku yang mengeluarkan perkataan rasis dan tindakan represivitas militer yang berlebihan di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Di Biak, Papua, Organisasi Paguyuban Masyarakat Nusantara di Kabupaten Biak Numfor, Papua menggelar deklarasi bersama menolak aksi rasisme terhadap orang asli Papua serta intoleransi untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(ant)


TOP IN VASI WONDERFUL BALI Pikat Pengunjung Taman Ayun Festivalkan Barong

JUMAT KLIWON, 23 Agustus 2019

BUDAYA PURI Ageng Mengwi kembali menyelenggarakan festival barong guna memikat pengunjung ke Objek Wisata Taman Ayun. Selain sebagai daya tarik pariwisata, festival barong yang bertajuk ‘’Taman Ayun Barong Festival Regeneration and Superstar 2019’’ ini juga sebagai upaya melestarikan seni bapang barong dan makendang tunggal. Pangelingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung mengatakan event yang digarap oleh Sanggar Mangu Samcaya ini akan dibuka Jumat (23/8) ini. Taman Ayun Festival Regeneration dibuka pada pukul 13.00 Wita. Pesertanya adalah siswa SD dengan jumlah 15 orang, masing-masing untuk bapang barong buntut dan makendang tunggal. Dilanjutkan dengan Taman Ayun Barong Festival Superstar pukul 18.00. Sementara pada hari kedua, digelar Taman Ayun Festival Regeneration dengan peserta siswa SMP. Jumlahnya juga 15 orang, masing-masing

untuk bapang barong buntut dan makendang tunggal. ‘’Jadi untuk superstar, pada hari pertama tampil tujuh peserta untuk masing-masing bapang barong dan makendang tunggal. Sedangkan pada hari kedua ada delapan, sehingga totalnya juga 15 peserta,’’ ungkap Gde Agung, Kamis (22/8) kemarin. Dijelaskan, peserta kategori superstar merupakan juara-juara dari festival lainnya di Bali. ‘’Ini yang superstar, yang sudah pernah juara di tempat atau festival lain. Dia mendaftar ke sini dengan menunjukkan sertifikat juaranya,’’ ujarnya. Saat kompetisi untuk kategori superstar, kata Gde Agung, akan dilakukan ‘’tarung bebas’’. Artinya, antara bapang barong dan makendang tunggal berbeda tim. ‘’Untuk yang superstar, makendang-nya itu bukan partner dari bapang-nya. Jadi dia diundi. Bisa saja bapang-nya dari Sanur, makendang-nya bisa dari Gianyar misalnya,’’ jelasnya. Sementara untuk penilaian, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih ini mengatakan dari kalangan profesional. Dilibatkan pakar seni dari luar Puri Ageng Mengwi. ‘’Jurinya sebagian besar dari dosen ISI. Misalnya Prof. Dibia dan yang lainnya,’’ katanya. (par)

KULINER PENDIDIKAN KESEHATAN

SENIMAN

TOP IN VASI

WONDERFUL BALI

BUDAYA Bali Post/par

FESTIVAL - Taman Ayun Barong Festival Regeneration and Superstar 2019 sebagai upaya melestarikan seni bapang barong dan makendang tunggal kembali diselenggarakan Puri Ageng Mengwi.

PENDIDIKAN

Bayu KW Tetap ’’Nyentrik’’ SENIMAN BAGI penggemar lagu pop Bali, mendengar nama Bayu KW mungkin tidak asing lagi. Memulai karier sejak akhir tahun 80-an, penyanyi Bali ini sempat menjadi ‘’raja panggung’’ di belantika musik Bali. Dengan gaya dan penampilannya yang ‘’nyentrik’’, Bayu KW mampu membius penonton pada setiap aksi panggungnya. Bahkan, sampai saat ini penyanyi veteran ini masih memiliki fans fanatik. Hal ini terbukti pada setiap penampilannya dalam mengisi berbagai event hiburan, lagu-lagunya mampu membius para penonton. Bahkan para penonton ikut menyanyi dan berjoged bersama. Tidak hanya penggemar lawas, anak muda antusias, bahkan hafal setiap lagu yang dibawakannya. Hal ini terlihat saat Bayu KW pentas menjadi salah satu guest star pada acara showcase serangkaian program Belantika Bianglala yang digelar di Rumah Sanur, Minggu (18/8) lalu. Meskipun di awal merasa kikuk dan canggung tampil di tempat asing dengan audiens berbeda dari biasanya, namun rasa percaya dirinya bangkit setelah membawakan lagu andalannya ‘’Kanggoang Malu’’ dan ‘’Sopir Kapal’’. Bahkan nyaris sepanjang penampilannya, penonton dari berbagai generasi yang hadir larut, ikut berjoged dan menyanyi bersama. Tidak hanya membawakan lagu-lagu lawas, pada kesempatan itu Bayu KW juga mempersembahkan lagu ‘’Kangen Ken Bayu KW’’ yang spesial dipersembahkan untuk para penggemar yang merindukannya. Saat ditanya kenapa penampilannya tidak berubah dari panggung ke panggung, Bayu KW mengatakan bahwa

penampilannya yang nyentrik merupakan ciri khasnya yang secara konsisten akan tetap dipertahankan. Ia mengatakan bahwa penampilannya tidak dibuat secara berlebihan, namun lebih menonjolkan kesederhanaan dan apa adanya. ‘’Saya tidak mau misalnya penggemar melihat Bayu KW ganteng karena dipoles dengan make-up, tapi kenyataannya tidak seperti itu, mereka akan kecewa. Justru biarkan saja dan saya tampil apa adanya. Dan ini adalah ciri khas saya,’’ ujarnya s e m b a r i tertawa. (win)

Bali Post/may

URUN MODAL - Pengusaha muda ditawarkan platform urun modal.

Pengusaha Muda Ditawarkan ’’Platform’’ Urun Modal

AKSES permodalan, problem utama mahasiswa yang ingin berbisnis saat ini. Mahasiswa punya banyak ide bisnis, namun susah mendapatkan modal untuk mewujudkannya. Belum lagi mereka tidak punya agunan untuk mendapatkan pinjaman modal. Demikian disampaikan CEO ModalSaham Muhammad Reza Alkhawarismi pada acara penandatangan MoU kerja sama Program Bisnis Waralaba dan Akses Permodalan untuk Hipmi Perguruan Tinggi (PT) Unud, Rabu (21/8). Karena itu pengusaha muda yang tergabung dalam Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) ini menggandeng ModalSaham sebagai platform urun modal berbasis kepemilikan bisnis bersama (equity crowdfunding). Platform ini menyediakan akses permodalan. Selain ModalSaham, Hipmi juga menggandeng Baba Rafi Enterprise, sebagai franchise master Kebab Turki terbesar di dunia yang menyediakan sistem teruji dan proven. Chief Investment Officer ModalSaham

Ezar Alkafia Darmawan mengatakan, ModalSaham memutuskan untuk bekerja sama dengan Baba Rafi karena bisnis makanan sangat dekat dengan masyarakat dan merupakan kebutuhan primer di kampus setelah kegiatan belajar-mengajar. ‘’Kita tidak hanya melahirkan pengusaha muda baru yang secara langsung akan menciptakan lapangan pekerjaan, namun juga menawarkan suatu model kepemilikan bisnis yang berakar pada investor dalam negeri. Dari Indonesia untuk Indonesia,’’ terangnya. Ketua Umum Hipmi PT Unud Gus Adi Widyatmika menilai platform urun modal ini merupakan terobosan yang sangat kreatif dan inovatif dalam bidang keuangan yang dapat menjadi alternatif dalam memberikan solusi atas masalah permodalan di kalangan mahasiswa untuk berbisnis. Melalui inovasi berbasis teknologi dan keuangan, bisnis franchise milik pengusaha muda di bawah asuhan Hipmi Perguruan Tinggi tersebut sahamnya akan ditawarkan ke publik melalui

mekanisme equity crowdfunding pada platform www.ModalSaham.co.id. Ketua BPD Hipmi Bali I Gusti Nyoman Dharmaputra mengapresiasi langkah MoU stakeholders tersebut. Ia mengaku sangat senang Hipmi PT Universitas Udayana dapat menjadi pilot project dari program ini. ‘’Saya mendukung program ini karena kita dapat membuat jalinan kemitraan strategis dengan stakeholders dalam pembinaan dan pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa Bali,’’ katanya. Ketua Hipmi Tax Center Ajib Hamdani mengaku optimis dengan pilot project ini, sehingga akan sukses dan dapat diduplikasi pada skala nasional untuk Hipmi PT lainnya di 34 provinsi di seluruh Indonesia dalam waktu dekat. Ajib yang juga kandidat Ketua Umum BPP Hipmi 2019-2022 menambahkan, program ini sesuai dengan misi Hipmi untuk menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan milenial. (may)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 23 Agustus 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu