terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 185 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Minggu Wage, 23 Februari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Babi Mati
Melestarikan Bahasa Bali
Pesona Tetesan Air
Jumlah babi mati mendadak di Bali kembali bertambah. Masyarakat diberi ruang untuk berpartisipasi terhadap kejadian wabah dengan cara melaporkan kepada petugas terdekat.
Pada Bulan Bahasa ini perlu diketahui bagaimana pelaksanaannya serta apa yang dilakukan untuk melestarikan bahasa, aksara dan sastra Bali.
Kreativitas seorang fotografer memang tidak mengenal istilah stagnan. Selalu saja ada teknik dan ide-ide bernas untuk “menyulap” objek yang sejatinya sangat sederhana menjadi karya fotografi yang memesona dan sangat layak untuk diapresiasi.
Bali Orti | HAL. 6
Daerah | HAL. 2
Fotografi | HAL. 8
Evakuasi WNI dari Yokohama Dikoordinir Dua Menko Jakarta (Bali Post) Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman, menyatakan pemerintah akan segera melakukan evakuasi kemanusiaan tahap dua dari Yokohama, Jepang, dalam waktu dekat. Evakuasi WNI dilakukan setelah pemerintah menggelar rapat teknis dengan Kementerian/lembaga terkait di dalam negeri, dan dengan Pemerintah Jepang khususnya di luar negeri, kata Fadjroel melalui pernyataan resmi di Jakarta, Sabtu (22/2) kemarin. Sesuai Instruksi Presiden (Inpers) No.4/2019, evakuasi kemanusiaan dan gotong r o y o n g kemanusiaan akan
dikoordinasikan oleh dua Menteri Koordinator (Menko), yakni Menko Politik Hukum dan Keamanan, serta Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Presiden Jokowi, ucap Fadjroel, terus menerima laporan terakhir tentang keadaan WNI di Yokohama Jepang dan memerintahkan semua pihak di dalam negeri untuk mempersiapkan evakuasi kemanusiaan tahap dua dari Yokohama (Jepang) ini sebaik mungkin. Hal. 11 Memantau
KRI - Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso akan menjadi salah satu opsi yang disiapkan untuk menjemput 74 WNI yang menjadi kru Kapal Pesiar Diamond Princess di Jepang.
OPINI
Waspada Demam Babi Afrika Oleh GN Mahardika
rupiah. Di samping nilai ekonomi, peternakan babi bernilai sosial tinggi. Banyak peternak sebenarnya lebih sering merugi tetapi tetap beternak babi karena sudah menjadi kegiatan warisan. Kaul atau ‘sesangi’ babi guling jika lulus ujian, selamat, atau sembuh dari sakit tak bisa diganti kambing guling. Ternak babi juga jejaring pengaman sosial, social safety net, yang jika paceklik atau ada kebutuhan mendadak atau kerja adat bisa dijual sebagai sumber dana segar. BALI harus waspada Penyakit Demam Babi Afrika (DBA), istilah Inggris Africa Swine Fever (ASF). Penyakit itu sudah ada di depan pintu Indonesia, termasuk Bali. Penyakit ini meletup besar di banyak negara Asia seperti Tiongkok, Vietnam, Korea, Kamboja, Laos, Myanmar, Philipina, dan Timor Timur. Lima jutaan ekor babi sudah mati karena sakit atau dimatikan untuk mencegah penularan lebih luas. Bali harus waspada. Daerah lain demikian halnya. Jika masuk Bali, maka seluruh populasi berisiko. Di provinsi ini, populasi babi diperkirakan 800 ribu setiap tahun. Jika harganya rata-rata 2 juta saja, kerugian mencapai bisa 1.600.000.000.000
Bukan Zoonosis Walau tak bisa menginfeksi orang, atau bukan zoonosis, DBA mematikan peternak karena kerugian besar. Penyakit ini disebabkan oleh virus DBA. Virus ini dulunya hanya ada pada babi domestik dan babi liar di Afrika. Pada babi liar, virus bersembunyi pada caplak babi jenis Ornithodoros. Apakah caplak ini ada di Bali atau Indonesia, kita tak tahu. Tahun 2007 virus mendarat di Eropa. Puluhan negara Eropa tertular. Sebelas tahun kemudian, tepatnya 2018, virus DBA sampai di Tiongkok. Dari Tiongkok, delapan negara Asia sudah tertular dalam waktu hanya satu tahun. Hal. 11 Pernyataan Resmi
BPM/ant
Pura Taman Pacampuhan Sala
Punya Sembilan Pancoran dari Sumber Mata Air Berbeda
BANGLI memiliki banyak tempat wisata spiritual. Salah satunya Pura Taman Pacampuhan Sala. Pura yang berlokasi di Banjar Sala, Desa Abuan, Susut itu punya beberapa sumber mata air yang dialirkan melalui pancoran-pancoran. Oleh masyarakat keberadaan sumber mata air itu diyakini sangat baik dipakai untuk membersihkan diri atau malukat.
MALUKAT - Pamedek sedang malukat di Pura Pacampuhan Sala.
BPM/kmb40
Tidak Wajib ”Malukat” pada Umanis Galungan
Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Darmita
SEHARI setelah hari raya Galungan, yaitu Umanis Galungan umat Hindu di Bali biasanya melakukan berbagai aktivitas. Tidak hanya berkunjung ke rumah sanak saudara (simakrama) dan berwisata ke tempat-tempat wisata, namun juga melakukan ritual malukat. Umat Hindu biasanya berbondongbondong bersama keluarga ke tempat-tempat yang ada sumber air suci. Bahkan, ada juga yang malukat ke pantai.
Menurut Sulinggih Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Darmita dari Griya Agung Sukawati, malukat di hari Umanis Galungan kemungkinan hanya kebiasaan saja. Sebab, belum ada sastra yang menyatakan secara jelas bahwa pada Umanis Galungan umat Hindu wajib malukat. Bahkan, dikatakan fenomena tersebut agak terbalik atau nungkalik. Hal. 11 Bukan Sembarangan
Pura Taman Pacampuhan Sala merupakan pura kuno. Pura tersebut mulai dikenal dan ramai didatangi pamedek, sejak selesai ditata 2017 lalu. Pamedek yang datang untuk malukat dan bersembahyang tidak hanya berasal dari seputaran Bangli, banyak juga berasal dari luar Bali seperti Lombok, Semarang hingga ada yang dari mancanegara. Saat rahinan atau hari suci seperti Banyupinaruh, pamedek yang datang bisa mencapai ribuan orang. Bahkan sampai malam hari. Menurut Bendesa Adat Sala, Ketut Kayana, ada beberapa hal yang menjadi daya tarik Pura Taman Pacampuhan Sala. Dari sisi arsitektur, pura tersebut terbilang unik. Terdapat banyak tempat indah dan alami di sana yang juga punya nilai mistis. Yang istimewa, dari Pura Taman Pacampuhan Sala, masing-masing pancoran berasal dari sumber mata air yang berbeda. “Ada sembilan pancoran di sana, di utara ada 4, di timur ada 5, jumlahnya sesuai urip pangider bhuana,” terangnya. Kayana mengatakan, saat ini keberadaan tempat patirtan/panglukatan di Bangli terus bermunculan dan berkembang. Ada yang baru, ada juga yang hasil direnovasi. Menurutnya banyaknya kehadiran wisata spiritual malukat saat ini, kemungkinan karena secara niskala, di Zaman Kali ini sudah banyak kekotoran pada diri manusia maupun jagat. Karena itu secara alami, Ida Sang Hyang Widhi Wasa mendorong dan mengarahkan pikiran umat untuk membangkitkan kembali patirtaan yang ada. “Sehingga banyak krama sekarang membangkitkan yang sudah ada,” terangnya. Selain untuk fungsi spiritual, keberadaan tempat patirtaan/ palukatan juga punya fungsi rekreatif. (kmb40)
”Panglukatan Pancoran Solas” Jadi Daya Tarik Wisata SELAMA kurun waktu setahun ini, banyak objek wisata spiritual baru yang bermunculan di Kabupaten Badung. Salah satunya Taman Beji Paluh yang terletak di Desa Penarungan. Panglukatan pancoran solas di kawasan Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Badung ini menyajikan keindahan alam serta dekat dengan atraksi wisata tubing di desa tersebut. Adapun Pancoran Lima terdiri dari Pancoran Brahma, Wisnu, Siwa, Rudra dan
Sambu. Sedangkan Pancoran Solas di antaranya terdiri dari Toya Ning, Tirta Gangga, Toya Panglukatan, Toya Pembersihan, Toya Pamrastita, Toya Pangleburan, Toya Pangening-ening, Toya Panyejer, Toya Sudamala, dan Toya Pangentas. Banyak masyarakat yang ingin melakukan pembersihan secara spiritual dengan cara malukat di Pura Taman Beji tersebut. Sesuai cerita turun-temurun, konon pada zaman dahulu, air yang mengucur di Taman Beji Paluh adalah sungai yang
mengaliri Tukad Yeh Penet dan Bebengan. Kepala Dusun Dauh Peken, I Gede Made Artanegara, mengatakan subak Desa Kapal memerlukan aliran air untuk mengairi persawahan warga. Masyarakat pun mencoba mengarahkan aliran mata air dari Desa Penarungan ini ke Desa Kapal. Dimulai dari Banjar Abing yang saat ini dikenal sebagai Banjar Dauh Peken. “Caranya, dibuatkan urukan sebagai pembatas untuk mengarahkan aliran air,” terangnya.
Upaya masyarakat tak mudah. Berkali-kali urukan tanah tersebut jebol. “Nah, konon akibat hal tersebut, ada salah satu anggota masyarakat secara tidak sengaja berikhtiar. Ia memohon kepada penguasa alam. Barang siapa yang datang paling akhir, akan dipakai pakelem atau tumbal agar usaha yang dilakukan berhasil,” ujarnya. Ternyata hal itu benarbenar terjadi. Suatu ketika, ada seseorang yang datang paling akhir. Ia adalah seorang pangliman yang
bertugas mengatur air. Tibatiba ia jatuh dan meninggal saat berjalan di pinggir urukan sungai. “Sejak itu, akhirnya urukan yang dibuat tidak pernah lagi mengalami masalah hingga saat ini,” katanya. Bekas jebolan urukan sungai tersebut membuat tanah tidak rata atau disebut dengan istilah ‘mapaluh-paluh’. “Hingga kemudian tempat bekas urukan tersebut dikenal sebagai Taman Beji Paluh hingga kini,” ujarnya. Hal. 11 Memiliki Khasiat
BPM/ist
BEJI PALUH - Taman Beji Paluh banyak dikunjungi masyarakat yang menyukai wisata spiritual.
2
Minggu Wage, 23 Februari 2020
Tindak Tegas Parkir Liar KEMACETAN dan kekroditan lalu lintas selalu mewarnai wajah kawasan pariwisata Ubud. Persoalan ini sudah berlangsung sejak lama. Berbagai faktor menjadi penyebabnya, salah satunya kendaraan parkir sembarangan. Guna mengurai kekroditan lalu lintas, jajaran Polsek Ubud fokus mengatasi parkir liar. Kapolsek Ubud, Kompol Nyoman Nuryana, Sabtu (22/2) kemarin mengatakan, pihaknya akan terus menindak tegas pelanggaran parkir. Tidak hanya tilang langsung ke pengendara yang tertangkap tangan melakukan pelanggaran, namun juga akan mengangkut dan menderek kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya. ‘’Kalau mobil yang melanggar, kita derek. Sedangkan kalau sepeda motor kita angkut bawa ke Polsek,’’ ujarnya. Para pemilik kendaraan yang melanggar dan diangkut ke Polsek tersebut, selanjutnya dikenakan tilang. Pihaknya berharap tindakan tegas tersebut dapat memberikan efek jera sehingga pelanggaran serupa tidak terulang. Kompol Nuriana pun mengimbau pengendara selalu patuh terhadap aturan berlalu lintas. ‘’Aturan itu ada, bukan untuk apa, tetapi untuk keselamatan dan kenyamanan bersama,’’ katanya. Dia menambahkan, selain menyangkut keselamatan dan kenyamanan pengendara, ketertiban lalu lintas akan berimbas positif bagi citra pariwisata Ubud khususnya dan Bali pada umumnya. Tentunya ini akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat. (ded)
Jaya Negara Resmikan Gedung Sekolah Vidya Karuna WAKIL Wali Kota (Wawali) Denpasar, I.G.N. Jaya Negara didampingi Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, menghadiri peresmian sekaligus meresmikan gedung sekolah Vidya Karuna Denpasar, Sabtu (22/2) kemarin. Hadir juga Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, I Wayan Gunawan dan instansi terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Wawali Jaya Negara berkesempatan melakukan pengguntingan pita dan dilanjutkan penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian gedung sekolah Vidya Karuna. Pada kesempatan tersebut Wawali Jaya Negara sangat mengapresiasi kepada jajaran
Yayasan Vidya Karuna yang sudah ikut berperan dalam memberikan akses layanan PAUD yang berkualitas di Kota Denpasar melalui pembangunan prasarana gedung sekolah. “Dalam membangun pendidikan berkualitas di era milenial 4.0, pendidikan dasar sejak dini diharapkan dapat membangun generasi muda untuk memiliki karakter tulus iklas dan budi pekerti yang ke depannya memiliki SDM unggul sehingga mampu bersaing dalam dunia global,” katanya. Ditambahkan pendidikan usia dini sangat penting bagi tumbuh kembang anak dan masa depan anak kelak. Oleh karena itu, memberikan pendidikan yang berkualitas sejak usia dini menjadi hal yang sangat penting bagi
perkembangan karakter dan budi pekerti anak. Sementara Pembina Yayasan Vidya Karuna Erlina Kang Adiguna, pada kesempatan tersebut mengatakan pembangunan gedung ini tidak lepas dari dukungan guru dan orangtua murid serta Pemerintah Kota Denpasar yang telah mengapresiasi pembangunan gedung tersebut. “Harapan kami, dengan gedung baru ini dapat memberikan sumbangsih pendidikan yang layak di Kota Denpasar, sehingga dapat mengajarkan anakanak untuk belajar menerima kehidupan dan ilmu pengetahuan agar menjadi anak bangsa yang teguh dan berguna bagi negara dan masyarakat,” ucapnya. (ad635)
PERESMIAN - Wakil Wali Kota I.G.N. Jaya Negara dan Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara saat menghadiri peresmian sekaligus meresmikan gedung sekolah Vidya Karuna, Sabtu (22/2) kemarin.
Sistem Terganggu
Pemeriksaan Keimigrasian di Bandara Dilakukan Manual Denpasar (Bali Post) Sistem pelayanan Imigrasi Bandara Ngurah Rai sempat mengalami gangguan, Sabtu (22/2) kemarin. Akibatnya, terjadi keterlambatan pelayanan di tempat pemeriksaan Imigrasi Bandara Ngurah Rai. Sebab, pemeriksaan penumpang yang baru tiba di Bandara Ngurah Rai, terutama kedatangan Internasional dilakukan secara manual Kakanwil Depkumham Bali, Sutrisno, saat dikonfirmasi tidak membantah adanya gangguan tersebut. Dijelaskan, pada Jumat (21/2) sekitar pukul 10.30 Wita telah terjadi gangguan sistem yang ada di tempat pemeriksaan Imigrasi Bandara Ngurah Rai. Karena gangguan itu, pelayanan menjadi lambat. Bahkan sempat terjadi penumpukan penumpang di tempat pemeriksaan. Guna mengatasi penumpukan itu, pihak Imigrasi mengambil keputusan untuk memberikan pelayanan secara manual bagi seluruh penumpang yang memerlukan pelayanan dan pemeriksaan keimigrasian di TPI Bandara Ngurah Rai Bali. Kata dia, sekitar pukul 17.00 Wita akhirnya perbaikan sistem selesai dilakukan, sehingga para penumpang tidak lagi dilakukan pelayanan dan pemeriksaan keimigrasian secara manual. “Setelah perbaikan sistem sudah selesai 100 persen, pelayanan dan pemeriksaan keimigrasian di TPI Bandara Ngurah Rai kembali berjalan normal,” imbuh Sutrisno. (kmb37)
Jelang Nyepi, Pesanan Ogoh-ogoh Mini Meningkat 100 Persen Denpasar (Bali Post) Jelang Hari Raya Nyepi, perajin ogoh-ogoh mini di Denpasar mulai banjir orderan. Bahkan jumlah orderan bisa naik sampai 100 persen. Salah satu perajin ogoh-ogoh mini di Denpasar, Wayan Gede Jati Widarma, Sabtu (22/2) kemarin mengaku sejak awal bulan sudah banyak pemesan ogoh-ogoh mini sampai ukuran sedang. Bahkan pesanannya sudah mencapai 200 unit. Jumlah ini meningkat 100 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 100 unit. Diakuinya, peminat ogoh-ogoh mini masih cukup banyak, terutama anak-anak. “Dibandingkan tahun sebelumnya, pemesan ogoh-ogoh mini terus mengalami peningkatan,” ujarnya. Widarma ini terbilang sebagai pelopor pembuatan ogoh-ogoh mini. Ia membuat ogoh-ogoh mini sejak 2005. Namun kini perajin ogoh-ogoh mini sudah mulai banyak. “Pemesan ogoh-ogoh mini ini kebanyakan dari perkumpulan-perkumpulan. Untuk bahan, sebagian besar menggunakan styrofoam karena lebih mudah dibentuk. Untuk harga, ogoh-ogoh dengan ukuran kecil mulai Rp 100 ribu. Kemudian yang ukuran sedang hingga Rp 4 juta,” ucapnya. Di tengah orderan yang banyak, beberapa kendala dihadapi perajin. Salah satunya masalah cuaca. Saat ini sudah memasuki musim penghujan, sehingga pengerjaan menjadi terlambat. Artinya, ketika hendak finishing pengecatan, namun karena hujan jadinya tertunda. “Ogoh-ogoh mini ini bisa dikerjakan dalam waktu tiga hari dan yang sedang memakan waktu pengerjaan selama seminggu,” imbuhnya. (kmb23)
Bali Post/dok
PAKAN - Salah seorang peternak babi memberikan pakan.
Babi Mati Mendadak Bertambah
Di Bangli 16, Karangasem 18 Ekor
Denpasar (Bali Post) -
Jumlah babi mati mendadak di Bali kembali bertambah. Data terakhir pada Jumat (21/2), tercatat ada tambahan kematian babi yang diduga ASF sebanyak 16 ekor di Bangli dan 18 ekor di Karangasem. Jumlah ini sesuai hasil validasi ke lapangan yang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. “Data perkembangan situasi penyakit wabah babi, angkanya sangat dinamis dan terus di-update setiap saat, “ ujar Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, IKG. Nata Kesuma, Sabtu (22/2) kemarin. Berdasarkan informasi
dari peternak, pihaknya juga menemukan indikasi adanya pemasukan babi murah oleh saudagar dari daerah tertular ke wilayah lokasi kasus sehingga kematian babi bertambah. Secara keseluruhan, kematian babi diduga ASF terbanyak ada di Badung, yakni sebanyak 598 ekor, Tabanan 219 ekor, Denpasar 47 ekor, Gianyar 35 ekor,
serta tambahan baru di Bangli 16 ekor, dan Karangasem 18 ekor. Update data tersebut, lanjut Nata Kesuma, sesuai dengan yang masuk melalui sistem informasi respons cepat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali dan dinas yang menangani fungsi kesehatan hewan kabupaten/kota sampai ke
tingkat lapangan. “Jika data dihasilkan suatu sistem informasi yang sudah terkoordinir oleh yang memiliki kewenangan, itulah data yang bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya. Nata menambahkan, masyarakat diberi ruang untuk berpartisipasi terhadap kejadian wabah dengan cara melaporkan kepada petugas terdekat. Hal ini diatur dalam Undang-undang No.18 Tahun 2009 pasal 45, bahwa setiap orang, peternak atau perusahaan di bidang peternakan yang mengetahui kejadian
penyakit hewan menular, wajib melaporkan kepada dokter hewan berwenang di wilayah setempat. Pernyataan ini sekaligus menanggapi adanya keraguan terhadap data kematian babi yang dikeluarkan pemerintah. “Hindari berpendapat dengan asumsi sendiri tanpa data dan sistem informasi yang jelas serta kapasitas sehingga menghasilkan statemen atau pendapat yang ngambang data diragukan. Data yang dianggap benar pada sistem informasi yang mana,” katanya. (kmb32)
Tanah Longsor Timbun Rumah Warga Singaraja (Bali Post) Hujan deras melanda Buleleng, Sabtu (22/2) kemarin. Guyuran hujan ini mengakibatkan bencana tanah longsor. Rumah milik Wayan Sukramas (60) di Dusun Tangkid, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan tertimbun tanah longsor. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 10 juta. Sukramas menceritakan, rumah miliknya yang berukuran 8 x 3 meter itu tertimbun longsor dari tanah terjal yang disender sejak setahun lalu.
Beberapa menit sebelum kejadian, Sukramas sedang beristirahat. Sedangkan sang istri, Nyoman Sari berada di luar rumah. “Saat saya keluar rumah, terjadi longsor. Kalau saya tidak keluar, sudah pasti ikut tertimbun,” katanya. Akibatnya, rumah semi permanen beratapkan seng tersebut ambruk pada sisi timur setelah diterjang longsor. Material longsoran juga menimbun sejumlah peralatan elektronik, seperti TV, kulkas dan perabotan rumah tangga. “Padahal tebingnya sudah disender setinggi 4 meter sejak setahun lalu. Selain tembok ruang tamu jebol, kamar
tidur saya juga retak temboknya,” tegasnya. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, IB Suadnyana, mengatakan begitu mendapat laporan pihaknya menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC). Dari assessment yang dilakukan, struktur tanah yang mengalami longsor sudah dalam kondisi labil. Terkait bantuan, pihaknya meminta kepala desa untuk mengusulkan ke kecamatan dan diteruskan ke BPBD Buleleng, selanjutnya dari BPBD akan mengusulkan Dinas Perkimta Buleleng untuk dibantu bedah rumah. (kmb38)
LONGSOR - Rumah semipermanen di Dusun Tangkid, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan rusak berat setelah tertimbun tanah longsor, Sabtu (22/2) kemarin.
Tabanan (Bali Post) Sikap dan perilaku seorang prajurit yang telah disumpah dituntut harus mengerti dan memahami tugas pokok TNI Angkatan Darat (AD) yang senantiasa memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI. Demikian disampaikan Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., saat upacara penutupan Pendidikan Pertama Bintara TNI-AD TA 2019 di lapangan Wira Yudha Bhakti Rindam IX/Udayana, Tabanan,
Sabtu (22/2) kemarin. Mayjen Benny Susianto menyampaikan satu tahapan pendidikan telah dilewati dengan baik, sekalipun masih harus mengikuti pendidikan kecabangan. Sebagai seorang Bintara harus siap mengemban tugas-tugas negara serta sigap dalam menghadapi berbagai tantangan penugasan seberat apapun. “Selanjutnya, kalian akan segera mengikuti pendidikan sesuai kecabangan masing-masing. Oleh karena itu, tetap siapkan fisik dan
mental,” jelasnya. Sementara Kapendam IX/ Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G, S.I.P., mengatakan para prajurit yang ikut dalam upacara Pendidikan Pertama Bintara TNI AD ini telah mengikuti proses pendidikan selama lima bulan yaitu pada tiga bulan pertama melaksanakan pendidikan tahap dasar prajurit dan dua bulan selanjutnya melaksanakan pendidikan tahap dasar golongan Bintara. Hasil akhir dari proses be-
lajar mengajar tersebut diperoleh nilai tertinggi pada aspek Tri Pola Dasar (Sikap dan Perilaku, Pengetahuan dan Ketrampilan, dan Jasmani Militer), di antaranya Serda I Kadek Rinda Arika (meraih nilai tertinggi pada aspek sikap dan perilaku), Serda I Gede Junawan Haris S. (mendapatkan nilai tertinggi pada aspek pengetahuan dan keterampilan, serta aspek jasmani). Hadir pada upacara tersebut, di antaranya Kasdam IX/ Udayana, Irdam IX/Udayana
Bali Post/ist
Prajurit Mesti Paham Tugas Pokok TNI-AD
Bali Post/edi
OGOH-OGOH - Sejumlah perajin sedang menyelesaikan pembuatan ogoh-ogoh mini, Sabtu (22/2) kemarin.
Kapok Sahli dan para Sahli Pangdam IX/Udayana, Danrindam IX/Udayana, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam IX/Udayana, para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, LO AL, LO AU, Ketua Pengadilan Negeri Tabanan, Sekda Tabanan, Ketua Persit KCK PD IX/Udayana beserta pengurus, Ketua Persit KCK Cabang X Rindam PD IX/ Udayana beserta pengurus dan undangan lainnya, serta Ketua MK RI Dr. Anwar Usman, S.H., M.H. (kmb)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: ParwataSekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Wage, 23 Februari 2020
Wisuda Ke-135 Unud, 462 Wisudawan Raih Predikat ”Cumlaude” UNIVERSITAS Udayana (Unud) menggelar acara wisuda ke-135, Sabtu (22/2) kemarin di Aula Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran. Sebanyak 1.422 wisudawan dilepas pada acara tersebut, dimana 462 di antaranya meraih predikat Cumlaude. Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K)., berharap wisudawan yang dilepas ini saat terjun ke masyarakat senantiasa bijak dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh. Selalu berinovasi sehingga bisa menyejahterakan masyarakat dan menjaga kesatuan NKRI yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi negara. ‘’Mari bersama-sama saling bahu-membahu dengan niat tulus dan jiwa pengabdian yang tinggi untuk memajukan bangsa ini,’’ ujarnya. Raka Sudewi mengatakan beberapa waktu yang lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan telah melaksanakan sosialisasi Program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka. Adapun makna merdeka dalam belajar adalah perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela (dapat diambil atau tidak) mengambil SKS di luar perguruan tinggi sebanyak dua semester, ditambah mengambil SKS di prodi yang berbeda di perguruan tinggi yang sama sebanyak satu semester (tidak berlaku untuk Prodi Kesehatan). Setiap SKS diartikan jam kegiatan bukan jam belajar. Kegiatan yang dimaksud adalah belajar di kelas, praktek kerja (magang), pertukaran pelajar, proyek di desa,
JANJI - Pengucapan janji wisudawan Unud dalam acara wisuda ke-135, Sabtu (22/2) kemarin di Aula Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran. wirausaha, riset, studi independen dan kegiatan mengajar di daerah terpencil. Semua jenis kegiatan terpilih harus dibimbing seorang dosen. Daftar kegiatan yang dapat diambil mahasiswa dipilih dari program yang ditentukan pemerintah atau program yang disetujui rektor. Sejalan dengan program kementerian, beberapa waktu yang lalu Unud telah melaunching sebuah mata kuliah inovatif yang berbasis online, yakni Digital Society dan telah berjalan pada awal Februari. ‘’Melalui mata kuliah online ini, kami berusaha memberikan pengalaman belajar baru kepada mahasiswa Unud, yaitu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bahagia,’’ ujar Raka Sudewi. Dalam mata kuliah tersebut, mahasiswa akan dibekali dengan skill-skill masa depan seperti kemampuan menganalisa secara kritis, kemampuan ber-
pikir komputasi, kemampuan berkolaborasi dengan berbagai bidang ilmu, dan berkreativitas serta berinovasi. Digital Society ini merupakan suatu mata kuliah yang bisa diambil seluruh mahasiswa, tetapi pada semester awal akan dipakai sebagai salah satu penunjang SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijasah). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dari lulusan Unud, disamping beberapa upaya yang dilakukan melalui program mahasiswa wirausaha dan inkubator bisnis. Pada wisuda kali ini, Rektor Unud melepas 1.422 wisudawan yang terdiri dari satu orang Diploma, 917 orang Sarjana, 210 orang Profesi, 55 orang Dokter Spesialis, 204 orang Magister dan 35 orang Doktor. Dengan demikian keseluruhan wisudawan Unud sampai saat ini telah berjumlah 96.322 orang. (ad634)
Kantor Baru Sucofindo Denpasar
Memudahkan Jangkauan dan Lebih Dekat dengan Pelanggan PT Sucofindo (Persero) meresmikan gedung baru Kantor Sucofindo Cabang Denpasar di Jalan Tukad Badung, Kelurahan Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Sabtu (22/2) kemarin. Direktur Utama PT Sucofindo (Persero), Bachder Djohan Buddin, mengatakan gedung yang berada di lokasi baru ini terbilang strategis, sehingga memberikan kemudahan jangkauan pelanggan dan mendukung bisnis pelanggan. “Lokasi ini berada di lokasi strategis yang berdekatan dengan pusat pemerintahan. Jaraknya sekitar 3 km dengan Kantor Gubernur dan pusat bisnis, sehingga dapat mendukung kegiatan pelanggan yang membutuhkan mobilitas tinggi,” kata Bachder saat peresmian Kantor Baru Sucofindo Cabang Denpasar. Pembangunan gedung baru ini, menurut Bachder juga berlandaskan potensi pasar Sucofindo Cabang Denpasar yang cukup luas, sehingga mampu menggaet pasar baru. “Cakupan wilayah operasional di Sucofindo Cabang Denpasar meliputi 41 kabupaten/ kota di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Oleh karena itu, diharapkan dapat digali secara maksimal,” imbuh Bachder. Gedung baru ini, lanjut Bachder, merupakan implementasi atas komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan. “Melalui pelay-
anan prima yang diberikan mampu menunjang bisnis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Bachder. Selain lebih dekat dengan pelanggan, dengan total luas bangunan 702 m2 dan luas tanah 1.120 m2 memiliki fasilitas lengkap dengan harapan gedung ini dapat meningkatkan motivasi pegawai Kantor Sucofindo Cabang Denpasar dalam menunjang pencapaian kinerja. “Dengan fasilitas lengkap juga mampu memberikan kenyamanan dalam bekerja serta memberikan kenyamanan bagi pelanggan dan meningkatkan citra positif perusahaan di mata pelanggan,” ujar Bachder. Senada dengan Bachder, menurut Kepala Sucofindo Cabang Denpasar, Revi Agustian, dengan adanya citra positif perusahaan akan berbanding lurus dengan adanya peningkatan realibilitas pelayanan dan peningkatan kepercayaan dari pelanggan. Untuk saat ini, Kantor Sucofindo Cabang Denpasar tengah fokus dengan jasa-jasa berbasis hotel, bangunan dan kerja sama dengan pemerintahan provinsi/daerah. ”Jasa terbaru di Cabang Denpasar saat ini adalah Building Assessment untuk bangunan hotel dan kantor, dan kami berharap dapat terimplementasi keseluruhan di wilayah Bali,” kata Revi. Namun, menurut Revi tak menutup kemungkinan Kantor Sucofindo Cabang
PRASASTI - Direktur Utama Sucofindo menandatangani prasasti gedung baru Sucofindo Cabang Denpasar didampingi Komisaris. Denpasar akan mengembangkan cakupan bisnis lainnya, seperti saat ini sedang meningkatkan kapasitasnya dalam pengerjaan beragam portofolio, khususnya jasa manajemen pengendalian hama, food safety, sistem manajemen lingkungan, dan sistem manajemen lainnya, serta jasa-jasa survei/studi/ kajian. “Selanjutnya, kami akan terus berkomitmen mendukung potensi wilayah sekitar, serta pemenuhan bisnis para pelanggan,” kata Revi. Turut hadir dalam peresmian ini Kepala Bea Cukai
TMPA Denpasar, Kusuma Santi Wahyuningsih, Kepala Dinas ESDM dan Tenaga Kerja Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Ardh, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Teja, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Wayan Jarta, Direktur Persatuan Hotel RI Wilayah Bali, Ida Bagus Purwasida, serta tokoh masyarakat setempat Camat Renon, I Wayan Budha, Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Nyoman Wirajaya, serta seluruh jajaran Komisaris dan Direksi PT Sucofindo (Persero). (ad631)
Peringati HUT Ke-63 Astra International
Suzuki XL7 The New Extraordinary SUV Honda Bali Berikan Bantuan Diluncurkan di Bali Peralatan Tabuh ke SLB PUNCAK perayaan HUT ke-63 Astra International yang digelar Astra Motor Bali sebagai main dealer sepeda motor Honda wilayah Bali yang merupakan bagian dari Astra International Tbk., diperingati dengan hikmat dan sederhana. Berlokasi di halaman Gudang One Gate Cokroaminoto pada Sabtu (22/2) kemarin, diikuti seluruh karyawan Astra Motor. Perayaan diawali dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri, Mars Astra, dan Jinggle Astra Motor. Pada perayaan tahun ini, Astra Motor Bali juga mengundang anakanak dari SLB Negeri 3 Denpasar dan berpartisipasi menampilkan performance magamel dengan gong yang telah disiapkan. Alunan gamelan dari anak-anak SLB memeriahkan suasana perayaan HUT ke-63 tahun ini. Puncak perayaan HUT Astra ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Region Head Astra Motor Bali yang selanjutnya diserahkan kepada kepala sekolah SLB Negeri 3 Denpasar. Pada kesempatan itu pula Management Astra Motor secara simbolis menyerahkan bantuan peralatan tabuh untuk anak-anak SLB sebagai sarana memperlancar proses belajar mengajar kesenian di sekolah. Kepala Sekolah SLB Negeri 3 Denpasar, I Wayan Sumartawan mengatakan, sangat berterima kasih atas bantuan dari Astra Motor untuk anak didik yang notabene prioritas di bidang kesenian khususnya magamel. “Semoga bantuan ini menjadi penyemangat anak didik kami untuk terus belajar dan bisa menampilkan performance terbaiknya. Apabila ada kesempatan lagi untuk tampil pada kegiatan Astra maupun kegiatan sekolah lainnya,” ungkap Wayan Sumartawan.
Selain penyerahan bantuan peralatan magamel, kegiatan sosial lainnya yakni donor darah yang digelar di showroom Astra Cokroaminoto bekerja sama dengan PMI. Sebanyak 30 kantong darah terkumpul dalam kegiatan ini yang merupakan partisipasi dari karyawan internal, komunitas dan konsumen untuk melakukan donor darah. Presiden Direktur PT Astra International Tbk., dalam sambutannya yang dibacakan Region Head Astra Motor Bali, Wahyudi Saputra, menyampaikan konsen peringatan HUT ke-63 ini adalah gerakan sosial Semangat Kurangi Sampah. “Kami mengajak seluruh karyawan Astra dan masyarakat luas untuk semakin peduli tentang bahaya sampah plastik sekali pakai. Melalui partisipasi manajemen, karyawan, dan masyarakat, kami berharap dapat menghadirkan solusi,” jelasnya Berbagai aktivasi Semangat Kurangi Sampah akan dilakukan.
Salah satunya aktivasi offline berupa pengumpulan dan pemilahan sampah plastik di Kotak Semangat Astra, sebuah kotak yang disediakan untuk menampung sampah plastik. Kotak ini akan tersebar di berbagai instalasi perusahaan-perusahaan Grup Astra di seluruh Indonesia. Aktivasi offline berikutnya adalah aksi sosial dan kampanye yang akan dilaksanakan di enam zona (laut, lingkungan bisnis Astra, Kampung Berseri Astra, sungai, pantai dan gunung) serta tiga aksi (bersih-bersih, koleksi dan pemilahan & penyaluran ke bank sampah). Terdapat juga berbagai komunikasi dan aktivasi digital di akun media sosial Astra, yakni Instagram (@SATU_Indonesia), Youtube (SATU Indonesia), Facebook (Semangat Astra Terpadu), dan Twitter (@SATU_Indonesia). Semangat Astra dalam mengurangi sampah plastik ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa. (bns2)
SUZUKI XL7 yang tangguh dengan cita rasa baru dan dilengkapi sejumlah fitur-fitur canggih, resmi diluncurkan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bekerja sama dengan PT Sejahtera Indobali Trada (SIT). Peluncuran ini dilakukan dalam event Suzuki Day 2020 di Lapangan Barat Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandi, Renon, Denpasar, Sabtu (22/2) kemarin. Produk baru dengan tagline The New Extraordinary SUV ini diklaim mampu memberikan pengalaman berkendara yang luar biasa bagi pengemudi dan penumpang. Menurut Managing Director 4W PT SIS, Hideaki Tokuda, di usia ke-50 tahun Suzuki di Indonesia pihaknya ingin memberikan sesuatu yang istimewa bagi konsumen dengan meluncurkan Suzuki XL7. Produk baru ini merupakan Sport Utility Vehicle (SUV) yang akan menjadi pilihan baru pecinta Suzuki di Indonesia, dan ini juga ditargetkan menjadi salah satu andalan ekspor Suzuki ke-30 negara. “Modelnya juga cukup sesuai dengan pemakai orang-orang Indonesia maupun orang Bali. Jadi, kalau bisa tolong dicoba dulu, test drive mobil ini yang ada banyak tambahan spesifikasi daripada Suzuki Ertiga,” terangnya. Suzuki XL7 didesain bold dan gagah, memiliki konfigurasi 7 tempat duduk yang luas untuk kenyamanan penumpang. Untuk mesinnya sendiri menggunakan tipe K15B atau mesin yang sama digunakan pada Suzuki Ertiga. Dengan kapasitas 1.462 cc yang dapat menghasilkan daya sebesar 104,7 PS pada putaran 6.000 rpm. Sehingga lebih bertenaga dan
Bali Post/eka
PELUNCURAN - Prosesi peluncuran Suzuki XL7 dalam event Suzuki Day 2020, di Lapangan Barat Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (22/2) kemarin. cocok untuk medan yang berat namun tetap irit. Body XL7 memiliki ground clearance setinggi 200 mm. “Tipe baru ini memiliki eksterior yang sangat macho, tampilan yang tangguh dengan bahan disain bumpernya baru, kemudian velg, roof rail, LED head lamp dan two tone colour. Ini menciptakan karakter mobil yang sangat tangguh dikelas SUV medium,” papar General Manager PT SIT, Isbowo Priyo Haryono. Untuk interiornya, Isbowo mejelaskan produk baru ini dilengkapi dengan beberapa fitur yang cukup canggih, seperti smart e-mirror, multi information display (MID), audio system touch screen 8 inch, dan sistem keamanan yang cukup bagus. Smart e-mirror yang merupakan spion tengah dapat difungsikan untuk merekam kejadian pada sisi depan maupun belakang mobil secara langsung. SUV ini berbasis platform HEARTECT
yang membuat kendaraan jauh lebih ringan, namun tetap kokoh dan meningkatkan performa berkendara serta efisiensi bahan bakar. Untuk di Bali, harga Suzuki XL7 dibandrol mulai dari Rp 245.000.000 sampai dengan Rp 282.000.000. Harga ini sesuai dari transmisi manual atau otomatis (M/T, A/T) dan varian (Alpha, Beta, Zeta) yang dipilih. “Saya harap produk yang terbaru ini dapat mendongkrak market penjualan Suzuki di Bali,” harap Isbowo. Dalam peluncuran ini, ratusan komunitas pecinta otomotif khususnya produk Suzuki hadir untuk melihat XL7. Di mana sebelumnya komonitas tersebut melakukan touring penyerahan Corporate Social and Responsibility (CSR) Suzuki di Pantai Melasti, Kutuh, Badung. Di sana mereka menyerahkan sejumlah perlengkapan kebersihan pada pengelola objek wisata tersebut. (bns)
Gebyar Penarikan Undian Bank Nusamba
”Grand Prize” Mobil Direbut Nasabah BPR Nusamba Manggis dan Kubutambahan BANK Nusamba (BPR Nusamba Group Wilayah Bali) semakin menunjukkan eksistensinya dalam dunia perbankan, dengan menggelar gebyar penarikan undian, Sabtu (22/2) pagi. Proses pengundian untuk produk Tabungan Harmoni Plus Periode XII Tahun 2020 dan Kredit Harmoni Plus Periode I Tahun 2020 ini, dipusatkan di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Klungkung. Grand prize untuk kedua produk ini, yakni satu unit mobil Kijang Inova dan mobil Daihatsu Ayla, masing-masing dimenangkan nasabah Ni Wayan Suriati dari Kantor Kas Bebandem Kantor Pusat BPR Nusamba Manggis dan Putu Restiasa dari Kantor Pusat BPR Nusamba Kubutambahan. Gebyar penarikan undian ini berlangsung semarak. Balai budaya nampak penuh dengan kehadiran para na-
sabah dan karyawan dari empat kantor pusat di Bali, yakni Kantor Pusat Kubutambahan, Manggis, Tegallalang, dan Mengwi. Ratusan karyawan ini kompak hadir serangkaian dengan ulang tahun Bank Nusamba ke-30. Sekaligus launching logo baru Bank Nusamba, yang dihadirkan sebagai wujud semangat baru dan siap memberikan service terbaik untuk nasabah. Selain grand prize mobil, nasabah juga memperebutkan hadiah lainnya. Pada produk Tabungan Harmonis Plus memperebutkan hadiah utama berupa 12 unit LED TV, 8 unit kulkas, 4 unit Honda Vario, dan 12 sepeda gunung. Sedangkan untuk produk Kredit Harmoni hadiah utama lainnya berupa 8 unit LED TV, 8 unit kulkas LG, dan 4 sepeda motor. Ketua Panitia, Ketut Wirama, mengatakan sejak diluncurkan sampai pada De-
sember 2019 secara regional Bali, dari 29 jaringan kantor BPR Nusamba di seluruh Bali, terakumulasi dengan jumlah nasabah Tabungan Harmoni Plus sebanyak 9.468 nasabah. Total terhimpun saldo mengendap mencapai Rp 86,739 miliar. Ini cukup menggembirakan karena mampu tumbuh dari tahun lalu mencapai 22,33 persen, atau 38,11 persen dari total tabungan per Desember 2019 sebesar Rp 227,599 miliar. “Ini memberi gambaran bahwa kepercayaan masyarakat terhadap produk Tabungan Harmoni Plus cukup tinggi,” tegasnya. Kepercayaan itu juga terlihat dari produk Kredit Harmoni yang baru diluncurkan setahun lalu, sudah mampu tumbuh dengan debet per Desember 2019 sebesar Rp 188,376 miliar atau 61,11 persen dari total kredit per Desember sebesar Rp 308,282 miliar, dengan jumlah na-
sabah 4.872 debitur. Ketua Pokja Tabungan Harmoni Plus Ketut Komplit, sekaligus sebagai pemegang saham menyampaikan, pesatnya perkembangan Bank Nusamba tidak terlepas dari kepercayaan nasabah. Oleh karena itu, dia meminta seluruh karyawan mampu menjaga kepercayaan itu. “Aset kita saat ini secara keseluruhan sudah mencapai Rp 1,9 triliun. Jadi, kepercayaan masyarakat terhadap Bank Nusamba cukup tinggi. Dana yang kita serap juga mampu disalurkan kembali kepada masyarakat dengan maksimal. Ini karena proses peminjamannya mudah, cepat, dapat hadiah lagi. Itu plusnya,” tegasnya. Deputi Direktur Pengawasan Kantor OJK Regional 8 Bali-Nusra, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, menyampaikan progres positif di atas tentu sejalan dengan pengelolaannya. “Kepada ma-
syarakat, sebaiknya simpan dana di lembaga resmi seperti Bank Nusamba. Jangan mudah terbujuk lembaga tidak resmi dengan suku bunga yang tinggi. Pada akhirnya dananya malah hilang,” katanya. Sementara itu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengapresiasi pesatnya perkembangan Bank Nusamba. Konsistensi lembaga perbankan ini telah memberikan warna baru dalam persaingan lembaga perbankan di Bali. Dia mendorong Bank Nusamba dan lembaga perbankan lainnya untuk berinovasi, ikut menjawab tantangan global di era Revolusi Industri 4.0. Salah satunya masuk ke dalam inovasi start up. “Kunci persaingan saat ini adalah melek teknologi dan kualitas service kepada masyarakat,” tegasnya. Hadir dalam kesempatan itu Dewan Komisaris BPR Nusamba, Direksi, Pinca Bank
CENDERAMATA - Ketut Komplit saat menyerahkan cenderamata kepada Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. Umum Mitra BPR Nusamba, Ketua DPD Perbarindo Bali, DPK Perbarindo Bali Timur, dan undangan terkait lainnya, mulai dari Kepala Dinas Sos-
ial Provinsi dan Klungkung, Wakapolres, Dandim 1610/ Klungkung, notaris, kapolsek hingga Lurah dan Kepala Lingkungan. (ad629)
4
Minggu Wage, 23 Februari 2020
Gaya ”Haute Couture”
Sebuah Cerita untuk Perempuan Berani
MALANG melintang di industri fashion di Bali membuat lelaki kelahiran Jakarta, 3 Desember 1971 dengan nama Jonoh Widjojo ini makin matang. Dengan mengusung brand — label Yonstudio, Yon’s, B’Yon, lelaki lajang yang biasa dipanggil Yon ini mencoba menampilkan busana yang memiliki cerita tentang perempuan-perempuan yang berani melakukan beragam perubahan besar dalam hidupnya. “Untuk show Bali Fashion Tren 2020 kali ini saya sengaja menampilkan busana haute couture — lebih dikenal dengan adibusana, merupakan teknik pembuatan busana tingkat tinggi yang dibuat khusus untuk pemesannya, menggunakan bahan-bahan berkualitas terbaik, dihiasi detail, dikerjakan dengan tangan, dan pembuatannya memakan waktu cukup lama. Karena saya ingin menampilkan sesuatu yang berbeda,” papar Yon serius. Memang tidak mudah menggarap rancangan-rancangan yang mengandung unsur-unsur bercerita yang detail dan menggungah.
Memiliki cerita khusus tentang perjalanan dan keberanian perempuan memilih busana juga menunjukkan eksistensi dirinya. Yon pun dengan serius menggarap imaji-imaji perempuan yang dituangkan dalam karya-karya terbarunya tahun ini. Elegan Untuk show kali ini Yon Studio, menampilkan delapan rancangan pakaian dengan menggunakan kain sutra, organza, katun, agar terlihat lebih elegan Yon memberi penambahan sangat detail dengan aksesoris yang terbuat dari SafetyPin, Nylon Ties
menjadi satu kesatuan tema rancangan. Dalam proses pembuatan pakaian rancangan ini, dibuat dengan menggunakan teknik couture. Perpaduan warna hitam, sebagai dasar dengan sentuhan warna gold dan silver. Koleksi kali ini terlihat agak serius dan penuh eksprimen. Hal ini memang sengaja dibuat oleh Yon yang terinspirasi dari diva pop Madonna. “Saya ingin menampilkan beragam eksperimen yang membuat perempuan lebih berani memilih busanabusana sesuai imajinasiimajinasi liar di dalam kepalanya,” tutupnya sambil tertawa. (osi)
”Gumi Lascarya” dari Manik Bumi
Mari Mulai Mencintai Bumi
BELAKANGAN ini kesadaran masyarakat di Bali terhadap lingkungan mulai kembali menyeruak. Kesadaran mereka dengan menghindari plastik adalah salah satu prestasi yang dilakukan masyarakat terkecil untuk mulai sadar dan memikirkan bumi. Bumi yang makin lelah, bumi yang makin penyakitan. Untuk memupuk kesadaran itulah Yayasan Manik Bumi tidak pernah kehabisan energi untuk memberikan ruang b a g i seniman untuk mengekspresikan gagasan-
nya berkarya dan selaras dengan penyelamatan lingkungan hidup. Kali ini Manik Bumi menggelar acara yang bertajuk “Gumi Lascarya” (satu cinta merawat Bumi) di areal kantornya di jalan Pantai Indah Singaraja. Acara digelar selama 4 hari, mulai dari tanggal 10 Februari 2020 hingga p u n cak acara digelar 14 Februari
2020 lalu bertepatan dengan hari kasih sayang. Menurut Pembina Yayasan Manik Bumi, Luh Gede Juli Wirahmini, yang akrab dipanggil Juli, pemilihan puncak acara disengaja untuk membuat hari kasih sayang tidak hanya tentang cinta sepasang manusia tapi juga bisa dimaknai cinta bumi. “Valentine tidak hanya tentang mawar dan cokelat tapi bisa tentang merawat bumi dengan mengurangi bebannya walaupun sedikit,” ujar Juli. Menurut Juli, latar belakang ide itu dituangkan dalam konsep kegiatan dengan memadukan pameran seni dari sampah yang bertajuk “Trash to Art”, mengolah menjadi seni berkualitas tinggi sehingga yang selama ini dipandang sebelah mata, ternyata bisa diolah menjadi sebuah karya seni. “Sampah kalau diolah, bisa jadi media baru dalam berkesenian. Kami harap ini bisa jadi media alternatif bagi senimanseniman dalam berkarya,” kata dia. Puluhan karya yang menggunakan media sampah, kami pamerkan di Sekretariat Yayasan Manik Bumi. Tercatat ada 23 karya seni yang dihadirkan. Puluhan karya itu diciptakan oleh 16 orang seniman. Dari 16 orang seniman itu, 15 orang di antaranya berasal dari Buleleng. Pameran Mereka yang terlibat dalam pameran, yakni Made Bayak, I Putu Wilasa, Kadek Dwi Jayanta, Kadek Surya Dwipa, Angga
Kisara “Kok aku jelek sih? “Kok dia kurus, tapi aku gemuk?” “Kok dia cantik, aku tetep aja jelek?” “Aduh mukaku banyak jerawat. Kurang ini, kurang itu!” Sahabat Kisara pasti akrab dengan kalimat-kalimat di atas. Biasanya nih bakal muncul ketika kita melihat orang lain atau saat kita bercermin. Pernah gak kalian merasa tidak sempurna saat bercermin? Itu perasaan yang umum terjadi kok. Tapi, jangan salah, kalau kamu terus berpikiran seperti itu, bisa aja nanti malah bikin kamu down dan mempengaruhi mentalmu loh. Ada
cara nih untuk mengatasinya! Apa itu? Kamu bisa mengubah kekuranganmu menjadi kelebihan dengan menerapkan body positivity. Apa sih body positivity itu? Body positivity diartikan dengan semua orang berhak untuk memiliki citra yang positif terhadap tubuhnya. Bahkan, sekalipun masyarakat memiliki standar yang jauh berbeda mengenai tubuh dan penampilan. Artinya, semua orang boleh-boleh saja memiliki penerimaan terhadap tubuhnya, meski gak semua orang memandang orang itu sempurna. Ketika kamu mampu memahami dan menanamkan konsep body positivity dalam dirimu,
Heri, Juning, I Wayan Trisnayana, I Made Santika Putra, Ngakan Nyoman Ardi, I Komang Wikrama, I Ketut Andi Palwika, Gede Sukradana, Yohanes Soubirius de Santo, I Gede Pasek, Made Wijana, dan Mizan Torek. Para perupa berusaha mengolah sampah menjadi media baru untuk berkarya, ada yang menggunakan sampah plastik, ban dalam, kardus, kaleng, maupun kertas. Hampir seluruh karya dihadirkan dalam bentuk tiga dimensi. Patung “I am Ayam” karya I Made Santika Putra misalnya. Patung yang menghadirkan kisah pertarungan dua ekor ayam jantan itu, dibuat dari ban dalam bekas. Sementara patung “Bangkai Ikan” karya Putu Wilasa, menggunakan media sampah plastik kemasan. Sampah-sampah itu dilelehkan dan dirangkai sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk ikan. Di salah satu sisi, Wilasa menghadirkan perut ikan yang berisi sampah-sampah plastik. “Ini terinspirasi dari berita soal ikan yang terdampar dan ditemukan dalam kondisi mati. Kemudian setelah dibedah di perutnya ada banyak sampah plastik. Ini menjadi persoalan serius bagi ekosistem kita,” kata Wilasa yang juga seorang musisi itu. Selain menggelar pameran dari sampah, dalam rangkaian kegiatan ini juga digelar parade mural. Para seniman mural dari beberapa kota di Indonesia, melangsungkan aksi live mural. Mereka menu-
angkan kritik dan kegelisahan terkait pengelolaan lingkungan yang terjadi di Indonesia. Total ada 27 orang seniman dari 12 kelompok mural yang terlibat dalam aksi tersebut. Para seniman itu datang dari sejumlah kota di Indonesia. Seperti Bogor, Magelang, Bandung, Padang, serta tuan rumah Bali. Mereka menuangkan ide dan kreativitasnya pada sebidang tembok berukuran 3x4 meter. “Sebelum mereka melakukan live mural, sebenarnya mereka sudah mengirimkan konsep ide dan karya sejak Oktober 2019 lalu. Kemudian kami pilih 12 karya terbaik dan kami undang untuk melakukan live mural,” kata Ketua Yayasan Manik Bumi, Juli Wirahmini. Karya-karya yang ditampilkan dalam mural, lebih banyak mengangkat tema tentang kesetiakawanan dalam merawat bumi. Tema itu sengaja dipilih, sebab merawat bumi tidak bisa dilakukan orang per orang. Melainkan harus melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada. “Kami ingin lewat mural ini ada pesan yang tersampaikan. Bahwa merawat bumi itu harus dikerjakan bersama dan dilakukan secara ikhlas. Kami berharap ini bisa membuka wawasan, minimal bagi relawan kami sendiri,” ungkap Juli. Selain melibatkan komunitas mural dari beberapa kota di Indonesia, aksi live mural itu juga melibatkan Komunitas Mural Taring Babi sebagai peserta kehormatan. (osi)
”Body Positivity”
Mengubah Kekurangan Menjadi Kelebihan
itu tandanya kamu juga akan menerima tubuhmu walau terjadi perubahan bentuk, ukuran, hingga kemampuanmu secara fisik dalam melakukan sesuatu. Hal ini berarti kamu tidak akan menilai dirimu hanya berdasarkan fisik dan penampilan saja. Kamu akan mulai berpikir bahwa kamu memiliki kemampuan dan hak yang sama dengan orang lain. Dengan begitu, tiap individu bisa jadi lebih percaya diri saat berada di lingkungan masyarakat. Di sisi lain, adanya body positivity diharapkan dapat membuat masyarakat berhenti membuat standar yang tidak masuk akal mengenai bentuk fisik, baik perempuan maupun laki-laki.
Sayangnya, meskipun kamu mungkin telah memahami dengan baik apa itu yang dimaksud dengan body positivity, pola pikir ini belum tentu bisa dilakukan dan diterima dengan baik oleh semua orang. Itu karena mengubah persepsi tentang diri sendiri bukan perkara mudah. Apalagi, di luar sana masih banyak sekali orang yang merasa bahwa badan ideal, kulit putih, rambut panjang, dan sebagainya adalah standar dari seorang perempuan yang cantik. Begitu pula pada lakilaki yang juga memiliki standar tertentu terhadap fisik dan penampilan. Bahkan kadang
standar itu tanpa sadar membuat kita tertekan dan sesak. Tentu aja kamu juga akan merasa sulit mengabaikan standar tersebut, bukan? Jika kamu gak yakin dan secara ‘terpaksa’ menerima tubuhmu sebagaimana adanya, kamu mungkin akan merasa lebih stres dan tertekan. Bayangkan aja nih, masyarakat secara umum melihat tubuhmu tidak sempurna. Namun, kamu diminta untuk bersikap positif terhadap tubuhmu sendiri. Memahami apa itu body positivity gak sama dengan memer-
cayainya. Menutupi pikiran negatif tentang tubuh kita dengan pikiran positif hanya memiliki dampak yang bersifat sementara. Lebih baik, kamu mengganti pikiran negatif tersebut dengan pikiran yang lebih realistis mengenai citra tubuh yang kamu miliki saat ini. Alih-alih berusaha mengubah tubuh dan penampilanmu menjadi sempurna berdasarkan standar masyarakat, sebaiknya lakukan hal yang membuat kamu lebih positif memandang tubuh dan penampilanmu. Itulah yang disebut dengan konsep body positivity.
5
Minggu Wage, 23 Februari 2020
Capricorn Peruntungan: Jangan menyepelekan kritikan-kritikan yang semakin gencar didengar, mulailah perhatikan dan segera dipikirkan. Jadikan itu suatu koreksi yang akan sangat menolong Anda dari jurang kehancuran di masa mendatang. Kesehatan: Sedikit kacau karena banyaknya aktivitas baru yang cukup menguras tenaga. Asmara: Kalau sudah maunya begitu, selama tidak menyalahi norma-norma ketimuran, tidak ada salahnya Anda turuti dulu. Aquarius Peruntungan: Keterbatasan yang Anda alami minggu ini sebaiknya bisa disikapi dengan lapang dada. Jadikan itu spirit untuk bangkit dari keterpurukan dan kesulitan. Tataplah masa depan dengan optimisme, yakinlah bahwa semua ini merupakan ujian untuk bisa naik ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Kesehatan: Badan di bagian dada terasa sering nyeri. Untuk itu, hindari makanan berlemak. Asmara: Bersabar dan mau mengalah adalah kunci kebahagiaan hari ini. Pisces Peruntungan: Hindari sikap takabur dan ingin menang sendiri karena sangatlah tidak berguna. Kewaspadaan yang telah dipupuk selama ini bisa menjadi kendor atau bahkan hilang sehingga banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk menjatuhkan Anda. Kesehatan: Penyakit maag Anda mulai timbul kembali. Asmara: Jangan cepat marah-marah dulu, bila ada masalah sebaiknya dibicarakan bersama. Aries Peruntungan: Anda harus lebih konsisten dengan apa yang telah disepakati bersama. Jangan sampai Anda melanggarnya karena kredibilitas Anda menjadi pertaruhannya. Bertindaklah seperti biasanya, tak perlu terlalu menggebu-gebu. Kesehatan: Kepala masih sering pusing dan cukup mengganggu terutama di kala pikiran lagi tegang dan banyak kerjaan. Asmara: Walaupun ada perasaan curiga, sebaiknya jangan cepat mengambil kesimpulan. Taurus Peruntungan: Jangan cemas, karena segalanya berjalan sesuai dengan apa yang telah Anda rencanakan selama ini. Teman-teman yang dulunya tidak setuju dan menentang sekarang berbalik menjadi mendukung dan malahan ikut membantu untuk menyukseskaan semua urusan ini. Kesehatan: Selera makan menjadi berkurang dan tidur menjadi tidak nyenyak. Asmara: Tidak perlu kecewa. Bukankah tidak hanya dia, masih banyak yang lainnya. Gemini Peruntungan: Usahakan tidak berpikiran jelek dulu. Bila ada peluang segera tindak lanjuti, jangan dibiarkan mengambang tanpa kepastian. Suasana tampak tenang karena terbawa oleh nasib bintang Anda yang lagi hoki dan penuh dengan kemujuran. Kesehatan: Cukup baik dan menjanjikan. Bila ada masalah hanya di seputar pencernaan yang sebenarnya bisa dicegah jika Anda mampu meredam selera makan. Asmara: Tergantung diri Anda pribadi. Jika mampu menyerap segala keinginannya, tentu saja ketulusan cintanya dapat dijaga terus. Cancer Peruntungan: Percaya saja pada suara hati walaupun ditentang orang lain kalau itu memang merupakan pilihan terbaik bagi Anda. Yakinlah dengan kemampuan sendiri apalagi perbintangan Anda tampak pada posisi yang bagus minggu ini. Kesehatan: Walau sekilas tampak sehat, akan tetapi sebenarnya Anda masih rentan dengan penyakit. Asmara: Jangan mengecewakan hatinya dengan melakukan sesuatu hal yang jelas-jelas tidak disukai dirinya. Leo Peruntungan: Minggu ini penuh dengan jebakan yang cukup rapi sekali. Jika lengah sedikit, sesuatu yang besar yang telah Anda susun dengan susah payah bisa hilang hanya dalam hitungan detik. Kesehatan: Kurangilah olahraga atau beraktivitas terlalu berat, karena kondisi badan Anda masih belum 100 persen fit. Asmara: Buat apa Anda marah-marah terus, karena itu hanya akan bikin jengkel hatinya. Virgo Peruntungan: Apa yang tidak Anda duga ternyata terjadi dan tentunya itu cukup membuat kelabakan. Walau begitu, masih ada harapan untuk menanggulangi semua itu dengan sikap yang tenang. Kesehatan: Kondisi badan tampak cukup segar dan bertenaga, sehingga dalam beraktivitas tidak sampai mengalami gangguan. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah di hati yang Anda ucapkan terus-menerus, cobalah diam dulu. Libra Peruntungan: Jangan takut mengambil langkah-langkah penting minggu ini agar hasilnya bisa cepat kelihatan yang tentu saja akan menaikkan motivasi Anda dalam menghadapi berbagai permasalahan yang semakin rumit. Kesehatan: Selama Anda tenang dan sabar, serumit apa pun masalah dapat diselesaikan tanpa harus mengorbankan kesehatan Anda. Asmara: Tetaplah waspada terhadap orang yang baru Anda kenal, walaupun cukup menarik hati. Scorpio Peruntungan: Tetaplah tangani pekerjaan yang sedang dihadapi sekarang dengan sebaik mungkin. Sebab, ini akan berdampak baik bagi kelangsungan bisnis Anda di waktu yang akan datang, walaupun hasilnya belum bisa dirasakan saat ini. Kesehatan: Kondisi badan masih terus menurun, sedangkan aktivitas yang Anda rasakan begitu tinggi intensitasnya. Asmara: Pilihan Anda sudah tepat, buat apa menyangsikannya lagi. Sagitarius Peruntungan: Sukses tidaknya hari ini akan ditentukan oleh ketenangan Anda. Jika hati lagi bingung dan sering ragu dalam membuat keputusan, mustahil Anda dapat meraih peluang yang sudah di depan mata tersebut. Kesehatan: Jangan resah walaupun kondisi badan terasa lebih baik karena berangsur-angsur menunjukkan grafik positif. Asmara: Adakan introspeksi diri apa-apa yang salah segera diperbaiki. Lihatlah dari sisi baiknya agar tidak menjadi tekanan batin.
Diasuh Oleh : Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 23 - 29 Februari 2020
Memasuki ”Sepi” Melalui Catur Brata Panyepian Om pūrn amadah pūrn amidam pūrn āt pūrn amudacyate Pūrn asya pūrn amādāya pūrn amevāvaśisyate (Śānti-mantra, Īśopanisad) “Itu sempurna, ini sempurna. Dari yang sempurna muncul yang sempurna. Dari yang sempurna dikurangi sempurna, maka sisanya tetap sempurna.” “Om pūrn amadah pūrn amidam pūrn āt pūrn amudacyate”, itu sempurna, ini sempurna, menunjukkan kesempurnaan yang paripurna, sempurna komplit. Mantra “Śānti Mantra” yang mengawali “raja” dari upanisad atau ajaran-ajaran rahasia spiritual menjawab kerahasiaan melalui kerahasiaan maha rahasia. Hanya mereka yang berhasil merasuk menyelam ke kedalaman rahasianya rahasia, hanya mereka yang dapat menyicipi setetes rasa rahasia dari “Samudra Rasa Amerta” yang tiada batas dan tanpa akhir. Sempurna hanya dapat disentuh oleh Sempurna. Itulah kesempurnaan sempurna. Itu yang sempurna paripurna tidak memerlukan sentuhan dan/atau tambahan lain karena segala yang lain ada di dalam sempurnanya sempurna. Sempurna yang maha sempurna diterapkan oleh para leluhur bangsa kita ke dalam lingkungan masyarakat yang sangat biasa dalam sentuhan praktik sederhana berupa tradisi keagamaan spiritual “mahāśunya” yang dinamakan Nyepi, atau hari baik memasuki “kosong penuh isi”. Tidak ada dunia lain merayakan pesta kosong penuh isi sebagaimana umat Hindu di tanah air khususnya di Bali merayakannya. Ia menjadi “the only one” di dunia. Ia harus menjadi kebanggaan bangsa Indonesia dan bukan hanya Bali. Betapa tidak? Dalam segala hal ia merupakan praktik
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa keagamaan spiritual yang tiada duanya dan memberikan kemuliaan lahir batin. Perayaan Nyepi memasuki “kosong penuh isi” secara spiritual “bekerja” menjaga kekuatan, persatuan, kedamaian dan kesejahteraan bangsa. Ia bukan hanya praktik yang hanya “amati (a)gni” melainkan “amati” (mematikan) kāma (hawa nafsu keinginan menjatuhkan), kroddha (kemarahan yang menghancurkan), dan lobha (kelobaan yang menghancurkan segala, menghancurkan diri dan juga yang lain. Bangsa dan tanah air mendapat manfaat luar biasa dari praktik “puyung maisi” (kosong tapi penuh isi) ini. Oleh karena itu, tradisi ini patut dipertahankan, dijaga, diamalkan, dan dijauhkan dari usaha-usaha “penghapusan tradisi mulia” baik sari diri sendiri maupun dari luar diri. Biarkan hari raya Nyepi yang walaupun hanya sehari memadamkan api tetapi memberikan terang sekala dan niskala (lahir batin) kepada dunia. Orang Bali patut berbangga mewarisi tradisi indah maha mulia ini. Paling tidak, secara pribadi orang harus mempertahankan tradisi Catur Brata Panyepian pada hari Nyepi. Melalui hari suci Nyepi umat Hindu mengolah kosong (zero) melalui kosong (śunya) menuju kosong. Kosong adalah sempurna. Kosong adalah kosong karena ia sempurna. Dari kosong keluar angka 1 sampai 9 (baca: kelengkapan dunia). Masing-masing angka itu sempurna karena datang dari śunya (kosong penuh isi). Hidup pun hanyalah kosong, berasal dari kosong dan kembali ke kosong. Datang ke dunia hanya berhasil “magemelan puyung” alias mengepal “kosong” dengan erat-erat.
MIMBAR AGAMA
I Gusti Ketut Widana SIKLUS kehidupan makhluk terus hidup, bergerak, berputarputar melalui poros evolusi ketergantungan. Tuhan mencipta, makhluk menikmati. Alam memberi, makhluk menerima. Alam telah secara arif melanggengkan proses kekuatan memberi, memberi hidup, memberi kehidupan dan menambatkan sebuah pelajaran alam tentang keabadian kekuatan memberi. Bagaikan matahari, begitu menyingsing di ufuk timur, terus memancarkan cahaya hingga tenggelam di horizon barat. Begitu terus berulangulang, semata-mata hanya untuk memberi sinar kehidupan bagi segenap makhluk. “Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia,” begitu sebait den-
ARIDUS "AJA adigang, adigung, adiguna!" Demikian kearifan Jawa bila ditampilkan secara tertulis. Saat lisan “ojo adigang, adigung, adiguno“, baik tertulis maupun lisan, maknanya sama, yakni nasihat para orangtua pada anakanaknya atau yang lebih muda dari mereka. Janganlah merasa paling besar, paling hebat dan paling berguna serta menganggap orang lain remeh, bodoh dan tiada berguna. “Meski di Bali rangkaian kalimat bijak tersebut tidak ada, sejak kecil para orangtua mengajarkan anak-anaknya berlaku sopan, ramah dan mawas diri. Berbuat dan berperilaku sesuai kemampuan dan menganggap orang lain tidak
berdoa, “tamasah mā”, wahai Tuhan..., jangan biarkan hamba melihat kegelapan. Sebaliknya “jyotih gamaya” - bimbinglah dan tuntunlah hamba menuju sinar penerang spiritual, agar hamba diizinkan dapat melihat kesejatian hidup, sejatinya hidup, sejatinya sang diri sejati. Jyotir gamaya, bawalah hamba pada sinar terang sejati demi melihat kebenaran sejati. Selama setahun penuh hamba sudah melihat terang yang gelap, sekarang izinkanlah hamba melihat terang dalam gelap, terang yang sejatinya terang. Hamba sudah masuk sangat dalam dan terbutakan dalam kegelapan maha pekat (andham tamah pravisanti), maka pada hari ini, pada Hari Suci “nyunia” Nyepi, izinkanlah hamba melihat terang dalam terang melalui terangnya gelap. Melalui pelaksanaan bebrataan pada Hari Suci Nyepi, orang mematikan api dunia dan menerapkan brata “amati (A)Gni” demi menyalakan “adhyātma jyotih” (api penerang spiritual). Mereka mematikan api dapur, seharian tidak memasak, artinya berpuasa selama sehari. Orang mematikan api “listrik” agar tidak melihat terang dunia melalui televisi atau internet. Di malam hari orang mematikan lampu demi memberikan kemulusan energienergi spiritual menyentuh dirinya. Tentu saja, Dharma Sanātana selalu mengutamakan “kepentingan yang penting”, misalnya jika ada yang sakit, ada bayi, dan lain-lain keadaan yang mengharuskan orang memakai api penerang. Praktik “nyepi” tidak menerapkam hukum “harus” bagi umat-Nya karena segala sesuatu di dunia ini bersifat relatif. Brata kedua adalah Amati Lelanguan. Apa pun yang menyebabkan orang menjadi “lango” atau mabuk lelap dalam kesenangan dan kenikmatan duniawi. Segala bentuk “mabuk duniawi”, pada hari Nyepi harus diabaikan oleh para pencari kesejatian Sang Diri, demi terjadinya koneksi Sang Diri dengan Sumber Sang Diri. Tidak jarang, para orang tua pun masih menyukai permainan
game, internet, WA, BBM, Line, Ft, FB, Instagram dan lain-lain, -- semua ini termasuk daftar lelanguan yang menyertai daftar bersenang-senang atau berfoyafoya lainnya seperti kafe, tarian, dan hiburan-hiburan lainnya. Hanya ketika mematuhi brata amati lelanguan inilah orang akan mendapatkan koneksi spiritual. Terjadinya koneksi spiritual memungkinkan orang mendapatkan rasa “lango” sejati, rasa riang sejati di dalam diri. Keriangan di dalam diri yang didapatkan melalui hiburan internet, tarian dan lain-lain semua akan didapatkan dalam bentuk “rasa lango” yang jauh lebih nikmat serta riang membahagiakan melalui brata amati lelanguan. Dengan meninggalkan lelanguan orang dapat memasuki alam “lango” sejati, karena memungkinkan ātmā (roh, Sang Diri Sejati) dapat bertemu dengan Paramātmā, Sumber dan Asal Muasal dari Sang Diri Sejati. Brata ketiga adalah Amati Lelungan. Pada hari Nyepi orang hendaknya mematuhi larangan tidak keluar rumah atau jalan-jalan pelesiran, melakukan kunjungan, karena umat akan mengadakan “kunjungan pada Hyang Widhi”. Demi mendapatkan sentuhan pengalaman spiritual di dalam sang diri. Selanjutnya Brata keempat yang harus dipatuhi adalah Amati Karya. Jika dahulu orang bekerja berarti harus pergi ke kantor, ke sawah dan lainlain, maka sekarang orang bisa bekerja di rumah. Pada hari Nyepi, bekerja “diam di rumah” pun harus dimasukkan ke dalam daftar amati karya. Semestinya, sepenting apa pun pekerjaan pada Nyepi harus di-sepi-kan demi pencapaian keriangan bersama Hyang Parama Kawi. Sebagaimana ayam mengeram telur sampai menetas (lwir sawung anggeram an da, yan tan panes awaknya tan lumekas ikang an da), seperti itulah pelaksanaan Catur Brata Panyepian akan mengantarkan orang pada pencapaian Ātmasāksātkāra, melihat Sang Diri Sejati. Dan, “iki ngaran penyepian”, itulah kesejatian Hari Suci Nyepi.
Kekuatan Memberi
dang lagu masa kecil menggambarkan. Tetapi kini, sepertinya banyak orang sudah lupa melantunkan, apalagi menjelmakan maknanya ke dalam kehidupan. Tampaknya teladan member belum sepenuhnya menjadi bagian dari sikap dan perilaku hidup keseharian. Boleh jadi, masih dirasakan sebagai tindakan yang sulit dilakukan. Tidak sedikit orang lebih suka menempatkan dirinya pada posisi “diberi” daripada “memberi”. Sebab, ketika “diberi” ada penerimaan, pendapatan atau pemasukan, dan ini dianggap lebih menguntungkan. Sementara ketika “memberi”, yang ada hanya pengeluaraan, yang sama artinya dengan pengurangan dan dianggap merugikan. Pandangan begini telah menggejala, dan sudah pasti hanya berpijak pada kalkulasi dan spekulasi material: untung-rugi. Filosof Svami Vivekananda mengingatkan: “Jangan meminta sesuatu, jangan menghendaki suatu balasan. Berikanlah apa yang saudara punya untuk diberikan. Barang itu akan datang kembali kepada saudara, tetapi jangan dipikirkannya
itu sekarang. Dia akan datang kembali dengan ribuan kali banyaknya, tetapi perhatian saudara harus tidak dicurahkan kepada buahnya. Yang penting milikilah kekuatan untuk memberi, berikan dan habislah sampai di sini saja. Belajarlah untuk mengetahui bahwa seluruh penghidupan ini adalah untuk memberi”. Jika diselami, dalam memberi pun sejatinya ada pahala, bahkan akan datang kembali ribuan kali banyaknya. Setidaknya kepuasan batin dapat memberikan sesuatu yang membuat orang lain bahagia. Ketika menerima pun, sebenarnya terselip juga beban, setidaknya beban perasaan berutang. Kalau utang materi mungkin bisa dibayar, tetapi bila itu utang budi, hanya dapat dibawa mati, dan ini jelas menderitakan. Meski begitu, tetap saja banyak orang lebih suka berada pada posisi sebagai penerima, selalu berharap dapat menerima sesuatu dari orang lain. Rupanya gejala selalu ingin mendapat/menerima sesuatu dari orang lain sebagai cerminan
sikap hidup materialistis yang tampaknya kini kian tumbuh subur. Pamrih dipandang sebagai sesuatu yang harus dikedepankan. Akibatnya, sikap dan perilaku memberi bukan lagi dianggap sebagai tindakan yang mengenakkan atau menguntungkan, malah dianggap merugikan. Lagi pula, tidak jarang terjadi, jangankan untuk memberi, hanya untuk melihat orang bahagia saja sulit ditunjukkan. Bahkan, justru acap kali menimbulkan perasaan iri melihat orang suka cita atau sedang bahagia. Apalagi hendak membagi kebahagiaan agar turut dinikmati orang lain, melihat orang lain meraih kesuksesan pun sering kali memunculkan praduga bukan-bukan, yang dipicu oleh rasa iri sebagai tanda yang bersangkutan tidak mampu meraih kebahagiaan. Tampaknya, kendati alam telah mengabadikan contoh kekuatan memberi, tidak cukup mampu membuat manusia bergerak dan lalu berbuat serupa, memberi dan selalu berkeinginan memberi. Disadari bahwa hidup dan kehidupan manusia sebenarnya bertaut satu sama lain dalam ketergantungan alami dan
abadi. Melalui proses kehidupan, kebiasaan memberi dan atau menolong sesama seyogyanya terus ditumbuhkembangkan agar menjadi bagian kuat bagi pembentukan kepribadian manusia berbudi luhur. Penanaman sikap peduli pada sesama tampaknya penting diinternalisasi guna membangkitkan kesadaran akan kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Bahwa hidup dan kehidupan manusia yang saling tergantung tak boleh hanya sekadar memposisikan diri sebagai penerima, tetapi akan lebih terhormat dan mulia lagi berada sebagai pihak pemberi. Sadar akan hal itu, penting sekali setiap orang memiliki kekuatan memberi. Berikan dan teruslah memberi, maka apa yang dimiliki tak akan pernah habishabisnya. Semakin memberi, kian berisi. Banyak memberi, banyak pula isinya, dan itu akan menjadi bekal ke alam abadi. “Hendaknya tanpa jemu-jemunya melakukan persembahan dan bersedekah dengan penuh keimanan, karena dapat mengantarkan mencapai tujuan tertinggi–keabadian,” demikian Manu Smrti IV, 226 mengisyaratkan.
Megalomaniak
brolan BALE BANJAR
Perayaan Nyepi dilaksanakan dengan patuh oleh umat melalui empat jenis brata atau pengekangan diri yang dinamakan Catur Brata Panyepian. Melalui pelaksanaan Catur Brata Panyepian, orang “mengalami” sastra suci Veda. Dapat diumpamakan bahwa pemujaan Saraswati adalah ibaratnya memasak makanan, sedangkan Nyepi melalui Catur Vrata Panyepian adalah ibaratnya memakan makanan. Hari Saraswati adalah membaca sastra melalui tulisan, sedangkan Nyepi adalah “membaca sastra” tanpa tulisan alias “sastra tanpa tulis” yang sangat diagung-agungkan oleh para bijak leluhur bangsa kita. Para leluhur sangat ahli “membaca” pustaka-pustaka suci yang tidak tertulis dalam bentuk buku. Pustaka-pustaka “gaib” nan suci seperti itu “dibaca” oleh para leluhur melalui teknik semedi yang disangga melalui tapa, brata, yoga, dan sāmadhi. Brata pertama, orang harus mengikuti brata yang dinamakan Amati (A)Gni. Pelaksanaannya, selama seharian penuh orang hendaknya dengan patuh mengabaikan atau menghindari penggunaan api. Pada Hari Suci Nyepi, api sebagai lampu penerang, juga harus dipadamkan. Selama seharian, umat Hindu tidak mempergunakan api untuk segala tujuan. Umat “menyalakan” api di dalam diri untuk “memasak” dan mematangkan dirinya. Ketika dunia tidak diterangi maka kita tidak akan melihat dunia melainkan melihat “śunya”, gelap, suwung, alias sepi. Melihat śunya artinya melihat segala, melihat yang nyata ada dalam kebenaran Satyam. Pada Hari Suci Nyepi orang melihat “gelap” melalui pemadaman alat penerang dunia. Melihat gelap artinya melihat sinar penerang sejati yang memberikan penerangan spiritual untuk melihat Sang Diri Sejati (amulat śarīra). Sebagai bagian dari praktik sembahyang dan meditasi, para abdi Hyang Parama Kawi mempersembahkan doa prāthanā melalui puja mantram Veda. Para abdi Tuhan senantiasa
terlalu berbeda kemampuannya. Ajaran yang dilakukan dengan contoh ini membuat masyarakat Bali bisa hidup tenteram, damai dan penuh toleransi menyikapi perbedaan. Memang bukan tidak ada orang Bali yang tinggi hati, arogan dan menganggap diri paling pintar, namun jumlahnya sangat sedikit. Rasa malu, tahu diri, enggan membuat orang-orang yang tinggi hati mengerem kesombongannya. Sebab, masyarakat Bali hidup sangat dekat satu sama lain. Apalagi dulu tidak ada gadget bermuatan android yang menjauhkan mereka saat berkumpul, karena perhatian lebih difokuskan ke HP, headset dan tablet. Setelah hiburan menjadi industri dan budaya hiburan meruyak masyarakat lewat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, terjadi perubahan perilaku dan gaya hidup di masyarakat. Kini, siapa pun bisa menjadi selebriti dan politisi, meski kemampuannya pas-pasan. Yang penting punya uang, mencopot rasa malu dan tidak terlalu hirau pada orang lain. Budaya
industri boleh jadi merupakan salah satu faktor yang memunculkan hedonisme, narsisme dan individualisme. Celakanya, sikap adigang-adigung, adiguno, yang sama dengan megalomania, lambat laun muncul di mana-mana. Fenomena kemunculan raja-raja baru di Tanah Air, menurutku, adalah tanda-tanda megalomania syndrome!“ ulas Rubag. “Berawal dari cinta daging, terjemahan dari hedonisme, orang bisa menjadi narsis. Mencintai tubuh dan penampilan, lalu bersolek berlebihan dan menganggap diri paling ganteng atau cantik daripada orang lain. Apalagi seiring hedonisme, konsumerisme pun digalakkan akibat revolusi industri mengalami produk berlimpah. Lalu narsisme ekstrem yang mewujud dalam segala bentuk kehidupan, yang kemudian makin brutal berubah menjadi megalomania. Tidak lagi orientasinya ke hal ganteng dan berpenampilan paling wah, namun meloncat ke ranah kekuasaan. Pengidap narsisme ekstrem menganggap diri
mereka paling mampu membantu, memberdayakan dan mengangkat taraf hidup masyarakat. Ini akan menjadi eksploitasi terhadap masyarakat, disadari atau tidak! Megalomaniak itu muncul di tempat-tempat masyarakat memerlukan bantuan kemanusiaan. Ironisnya, bukan berkat upayanya masyarakat terbebas dari musibah dan bencana, namun karena lembaga-lembaga resmi yang memiliki kekuasaanlah membebaskan mereka dari masalah. Lucunya, tanpa rasa malu, Si Megalomaniak mengaku jasa pihak lain sebagai hasil kerjanya. Faktanya, dia baru datang setelah persoalan selesai dan orang Bali menyebut tindakannya sebagai nyongkokin tain kebo. Maklum saja, rasa malu, mawas diri dan integritasnya sudah enyah dari kepribadiannya,“ komentar Nyoman Sudiantara. “Megalomania dianggap sebagai penyakit kepribadian narsistik membuat pengidapnya self oriented dan egosentris. Mereka tidak mau mendengar nasihat
orang lain karena menganggap diri sudah paling pintar, hebat dan berguna. Makanya orang-orang terdekat dan para pendukungnya harus lebih bodoh dan berpenampilan lebih inferior daripada Sang Megalomaniak. Satu ciri yang sering bisa diamati, megalomaniak sulit diajak berdiskusi. Kalaupun mau, wacananya agak ngalor ngidul karena egosentris dan self oriented, bahkan sering meninggalkan ruang pertemuan seperti orang ngambek. Karena di pertemuan itu, dia sulit mendapat pengakuan tentang kehebatan dirinya, padahal pengakuan adalah hal paling dibutuhkan pengidap megalomania. Mungkin karena demensia, yang kerap dialami megalomaniak, pendapatnya tentang sesuatu sering tidak konsisten atau berubah-ubah. Para pengidap megalomania dunia adalah Adolf Hitler, Joseph Stalin, Rasputin, Kim Il Sung, yang perempuan Cleopatra dan seorang Ratu Inggris yang diberi julukan Bloody Mary,“ tegas Made Surjanegara.
Bali
6
Redité Wagé, 23 Februari 2020
BPM/ist
BALI – Basa lan budaya Bali wantah parindikan sané mabuat sajeroning pakraman, punika mawinan kawéntenanipun patut kalestariang. Sinalih tunggilnyané antuk makatah parikrama ring acara Bulan Bahasa Bali sané kamargiang ring sajebag wewidangan ring Bali.
Pidabdab Bulan Bahasa Bali
Utsaha Ngajegang Basa, Aksara lan Sastra Bali BASA utawi bahasa wantah sinalih tunggil parindikan sané mabuat sajeroning kawéntenan wangsa pamekas ring pakraman, duaning pinaka sarana utawi jalaran ngamedalang daging-daging pikayunan malarapan antuk mabebaosan. Punika mawinan, kawéntenan basa mabuat pisan rumasuk ngawit masan purbakala kantos mangkin antuk kawéntenanipun sané sayan nglimbak. Ring Bali, basa sané ketah kawigunayang wantah basa Bali pinaka sinalih tunggil wangun budaya sané patut kalestariang. Yadiastun asapunika, kawéntenan ipun durung prasida kaucap becik tur patut setata kalestariang malih mangda setata ajeg, sinalih tunggil malarapan antuk pidabab Bulan Bahasa Bali. Bulan Bahasa Bali sané sampun kamargiang ngawit warsa 2019 lintang wantah sinalih tunggil utsaha ngajegang malih Basa Bali tios saking makatah pidabdab sané taler sampun kamargiang olih para panglingsir. Manut I Wayan Suarmaja, S.Pd.B., Koordinator Provinsi Penyuluh Bahasa Bali, pidabdab inucap kadasarin antuk kawéntenan Perda no. 1 tahun
2018 sané raris kamedalang antuk Peraturan Gubernur no. 80 Tahun 2018 ngeninin indik “Perlindungan Bahasa Aksara dan Sastra Bali” taler indik Bulan Bahasa Bali. Punika kamargiang antuk makudangkudang parikrama ngeninin indik Bahasa, Aksara lan Sastra Bali sané kamargiang abulan ngawit tanggal 1 Februari kantos panguntat bulan Feb-
ruari. Pamarginyané nénten ring Art Center kémanten, sajabaning taler kamargiang ring makatah wewidangan désa miwah genah antuk galah sané sampun kajantenang olih prawartakanyané soangsoang. Duaning tetujon utama parikrama Bulan Bahasa Bali punika wantah nyinahang malih Bahasa, Aksara lan Sastra Bali ring pakraman mangda
Boya Nabengin Padéwékan BASA Bali wantah basa sané sampun kawigunayang ring Bali ngawit saking kramané éling mabebaosan kantos mangkin antuk panglimbak sané setata nganutin kahanan masa. Kawéntenan ipun kantun becik kawigunayang ring makudang-kudang wewidangan utamanipun ring padésan pinaka sarana mabebaosan sarahina. Nanging kahanané mangkin ketah krama mapikayunan yéning mabasa Bali lan nglestariang sakancan dagingnyané wantah kuna satmaka nabengin déwék saking panglimbak masa sané sayan-sayan modérn sakadi mangkin. I Wayan Suarmaja, S.Pd.B. maosang, pikayunan inucap nénten patut, santukan sujatiné nglestariang basa Bali antuk makatah pidabdab ipun nénten pinaka jalaran nabengin padéwékan lan pikayunan saking pangrauh modérnisasi. Punika satmaka jalaran nelebang lan ngukuhang sekancan tetamian panglingsir sané nénten arang jagi kajantenang ring para krama saking dura désa wiadin dura negara. Mangda kahanan punika prasida mamargi becik sinah patut kadasarin lan kadulurin antuk kawagedan krama indik Bahasa, Aksara lan Sastra Bali inucap sadurung prasida becik nyantenang lan nartayang ring krama sané meled uning. Yéning sampun uning ring indiké punika, wawu budaya inucap prasida becik kamedalang tur kadartayang tan pawénten antuk iwang tur ngawag. Majanten punika jagi kadartayang antuk basa tios minakadi basa Indonesia, basa Inggris, Jepang, Jerman miwah siosan manut wangsa krama dura désa utawi dura negara sané meled uning budaya Bali. Dadosné tios saking nelebang basa Bali antuk sekancan budaya ipun, makasami kramané patut taler nelebang basa dura negara miwah daging-daging panglimbak masa sané tiosan. “Nyarengin panglimbak masa wantah becik, nanging sampunang kantos lali tur nénten kayun malih nelebin napi sané sampun kadruénang lan katamiang saking nguni. Duaning ketah daging-daging budaya ring pakraman sané prasida kauningang antuk basa Bali kémanten minakadi conto daging-daging ring daksina sané akéh kaaranin antuk basa Bali. Yéning nénten uning mabasa Bali sampun majanten kramané nénten prasida becik nartayang indik sarana daksina saha daging-daging tetandinganipun,” baos Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan Angkatan 25 puniki makenyem. (was)
Basa Bali
AKSARA BALI
adat, désa dinas, kecamatan, kabupaten kantos provinsi patut nabdabang pakaryan inucap pamekasnyané indik lomba-lomba sané kamargiang. Wénten taler pidabdab sané kamargiang olih pihak swasta malarapan antuk ngamargiang pacentokan utawi lomba ring Bulan Bahasa Bali. Ngeninin indik ring sekolah-sekolah taler ring pakraman, majanten kadasarin antuk séwalapatra utawi surat édaran sané medal saking pemerintah Provinsi Bali ngeninin indik Bulan Bahasa Bali miwah instansi ring wewidagan inucap saha nénten lémpas saking pidabdab sané kamargiang olih para angga Penyuluh Bahasa Bali sané taler nyobyahang saha ngamar-
giang pidabdab penyuluhan indik basa Bali ring désa adat genahnyané ngamargiang ayah-ayah. Dadosné krama wiadin yowana sampun prasida nyayagayang angga nyarengin makatah parikrama sané kamargiang. Ngeninin indik wangun utawi soroh parikrama sané kamargiang wénten akéh pisan manut sané prasida kamargiang olih soang-soang prawartaka, inggian ngamargiang pacentokan, féstival, pabligbagan, panataran miwah sané tiosan. Suarmaja malih maosang, ngeninin indik pacentokan sujatiné wénten kalih pah-pahannyané inggih punika pacentokan “tradisional” minakadi masatua, dharma
wacana, dharma gita miwah sané siosan sané sujatinné sampun ketah kamargiang oleh krama saking i nguni. Pahan malih siki, pacentokan “modern” minakadi pacentokan ngetik Aksara Bali ring komputer, nyurat artikel mabasa Bali, puisi Bali modérn, cerpén mabasa Bali, komik strip mabasa Bali, poster online miwah sané tiosan. “Malarapan makatah parikrama ring Bulan Bahasa Bali kaaptiang kramané prasida uning tur éling malih indik bahasa, aksara lan sastra Bali sané sujatiné prasida kalestariang tur kawigunayang ring makudang-kudang parindikan utawi kahuripan sarahina,” baos dané nguntatin. (was)
Kawéntenan Basa Bali
Bencingah
Kruna
nénten katilarin utawi kaengsapang olih kramané, duaning punika wantah tetamian sujati druén krama Baliné. “Pidabdab Bulan Bahasa Bali kamargiang ring Bulan Februari duaning kadasarin antuk kawéntenan Hari Peringatan Bahasa Ibu Internasional sané rauh nyabran tanggal 21 Februari,” baosnyané. Ngeninin indik pamilet pidabdab Bulan Bahasa Bali, dané maosang prasida kamargiang olih sapasira kémanten utamanipun samian krama Bali duaning makudang-kudang pidabdab sané kamargiang matetujon ngalestariang basa miwah aksara taler sastra Bali ring pakraman. Mawinan krama, inggian instansi ring désa
BASA Bali inggih punika sinalih tunggil daging budaya Bali sané mabuat majeng krama Bali. Duaning tios pinaka tetamian budaya, basa Bali taler manados cihna saking krama Bali. Kawéntenan basa Bali rumasuk taler indik aksara miwah makatah wangun lan daging sastra mabuat kalestariang kahananipun. Nanging, parindikan punika mawali malih ring sapunapi pikayunan saha pidabdab sané kamargiang olih kramané. Kawéntenan basa Bali miwah makatah budaya sujatiné durung prasida kaucap trepti. I Wayan Suarmaja, S.Pd.B. maosang, ketah kapanggihin pitakén napi mawinan ketah kapanggihin pidabdab lan utsaha nglestariang basa Bali duaning ring masané nguni sampun ketah kamargiang. Indiké punika wantah sangkaning wénten pikayunan yéning kahanan basa Bali kasuén-suén jagi sayan nguredang tur ical
Nganutin Pidabdab Krama
ring pakraman sangkaning antuk makatah parindikan. Napi malih pinaka wangun budaya, yéning nénten setata kamargiang utawi kalaksanayang ring kahuripan sarahina sinah budaya inucap majanten sayan-sayan ical. Sampun wénten daging-daging sajeroning basa Bali sané kahanané mangkin sayan ical ring pakraman. Minakadi wénten makudang-kudang kruna ring basa Bali sané sujatiné ring masané nguni ketah kauningayang nanging mangkin nénten wénten sané uning malih saha sayan kaengsapang olih krama pamekas para yowana. Umpami kruna-kruna pawilangan luiré salikur, dua likur, telu likur, sangalikur, satiman, nem bangsit, alaksa miwah sané siosan sampun akéh sané nénten éling malih utamanipun para yowana. Wénten taler kruna bungsil sané nénten tios wantah pucilan nyuh, punika wantah kruna sané kaucap lumrah ring
Dura désa
pakraman nanging alit-alité mangkin taler minab para rerama “milénial” akéhan sané nénten uning ring krunakruna asapunika. “Sujatinné patut kajantenang, kruna-kruna basa Bali doh akéhan yéning saihang ring akéh kruna Bahasa Indonesia. Nanging sané mangkin akéh pisan para yowana sané nénten uning ring kruna-kruna basa Bali punika, minab sangkaning nénten wénten sané ngicénin utawi nganikain, sios punika para yowanané nénten kayun malajah indik basa Bali wiadin wénten pikayunan kimud malajah lan mabebaosan antuk basa Bali,” baosnyané. Basa Bali taler pinaka “bahasa Ibu”, basa kapertama sané kajantenang olih i rerama miwah kulawarga ring i pianak utawi krama Bali sané wawu embas. Sangkaning punika basa Bali sané majanten kauningayang kapertama olih i anak alit sadurung ipun uning ring Ba-
hasa Indonesia miwah basa sané tiosan. Sakéwanten ring panglimbak masa utawi “zaman” sakadi mangkin, para rerama ring Bali akéh sané nénten nganggén basa Bali pinaka bahasa Ibu sajabaning mabasa tiosan. Ketah kapanggihin rerama utawi krama sané mapikayunan modérn jagi mabasa Indonesia pinaka bahasa Ibu ring pianak, nanging nénten akidik taler krama sané kimud mabasa Bali tur meled kasinahang pinaka jadma modérn utawi maju jagi nganggén bahasa Inggris pinaka bahasa Ibu ring pianaknyané. Sané patut taler kaicalang wantah pikayunan yéning basa Bali wantah parindikan sané nyejehin, sangkaning tatkala mabebaosan patut setata masor-singgih basa. Punika pikayunan sané patut kaicalang duaning sujatiné ring pakraman nénten setata mabebaosan antuk sor-singgih. Wénten kahananipun mabasa biasa utawi lumrah.
Sios punika wénten taler pikayunan yéning mamaca aksara Bali wantah parikrama sané tenget tur nyejehin, sujatiné nénten makasami tenget duaning aksara Bali wantah aksara sané kanggén masesuratan utawi ngamedalang daging-daging pikayunan sadurung rauhnyané aksara latin sakadi mangkin. Pamuputné kawéntenan basa Bali nénten jagi punah yéning krama Bali sané naminin kantun kayun mabebaosan lan nglestariang kawéntenan basa Bali miwah sekancan dagingnyané. “Tiang lan para sameton angga Penyuluh Bahasa Bali ngaptiang pisan malarapan Bulan Bahasa Bali puniki prasida ngamentikang tur nincapang pikayunan kramané tresna ring tetamian druénnyané saha sareng ngamecikang malih kawéntenan Basa, Aksara lan Sastra Bali mangda setata ajeg nglintangin gegulik masa,” Suarmaja ngaptiang. (was)
BAhAsa INDONESIA
1. guna
1.
gun,
manfaat
2. gundul
2.
gunѡl/,
botak
3. gupuh
3.
gupu;,
rajin
4. gurit
4.
gurit/,
gubah
5. gusta
5.
gusÓ,
ibu jari
6. gusti
6.
gusÓi,
majikan
7. gutgut
7.
gutá¡t/,
gigit
8. gutuk
8.
gutuk/,
sesuai
9. guun
9.
guhun/,
benang
10. guyu
10. guyu,
gurau
BPM/ist
RAMPAK GENDANG – Pementasan Rampak Gendang pinaka sinalih tunggil kasenian suku Sunda.
Rampak Gendang, Kasenian Sunda sané Patut Kalestariang RAMPAK Gendang utawi Rampak Kendang wantah sinalih tunggil kasenian marupa gamelan tradisional gendang utawi kendang Sunda antuk wilangan sané akéh, sané kasuarayang sinarengan utawi “serempak”. Rampak mawit saking basa Sunda sané mateges “serempak” utawi sinarengan, gendang utawi kendang wantah piranti gamelan sané maguna pinaka pengatur irama lagu. Mawinan Rampak Gendang
prasida kabaosang pinaka peméntasan gendang sané kasuarayang “serempak”. Gendang wantah piranti utama sajeroning peméntasan Rampak Gendang. Wénten tetiga soroh gendang Sunda manut wentuk taler ukurannyané, luiré sané kapertama wénten Gendang Gedé utawi Gendang Landung sané ketah kawigunayang ring pencak silat, kaping kalih Gendang Gending utawi Gendang Sedeng kawigunayang saje-
roning kliningan utawi klenengan wayangan miwah kacapian, sané kaping tiga Gendang Klanter utawi Kulanter sané maukuran alit, ring Jawi kasub kasengguh Ketipung utawi Tipung. Klanter utawi Kulanter mawiguna pinaka paweweh variasi tabuhan Gendang Sedeng. Piranti tiosan sajeroning peméntasan Rampak Gendang minakadi rebab, gitar, miwah piranti gamelan tiosan. Pungkuran puniki, pe-
méntasan Rampak Gendang kadadosang pinaka pangiring kasenian tiosan, minakadi Tari Jaipong utawi pinaka pangiring lagu pop, miwah gamelan Jawa mawinan ngwetuang peméntasan sané makanten becik. Panglimbak kasenian Rampak Gendang taler kantos ka dura negara. Wénten universitas ring Amerika sané mungkah mata kuliah kasenian Indonesia, sinalih tunggilnyané mlajahin indik
kasenian Rampak Gendang. Kasenian Rampak Gendang nyinahang pisan kawéntenan krama Sunda. Ring kasenian inucap madaging makudang-kudang nilai filosofis, nyinahang kahanan krama Sunda sané guyub, sagilik saguluk, mayama braya saling t u l u n g i n . P u n i k a m a w inan, kasenian inucap patut kajagra, kalimbakang tur kalestariang kawéntenannyané. (pusdat/berbagai sumber)
Nyastra
Redité Wagé, 23 Februari 2020 SEMENGAN ri kala matan ainé mara kedat uli kangin, Wayan Guna suba bangun. Kliad-kliud ia sambilanga ngucek-ngucek paningalané ané nu kasat cara misi bias. Kondén melah ia kedat laut kauk-kauk ngelurin méménné ané uli nu ngremeng suba madabdaban di paon. “Mé…. Mémé! Gaénang icang kopi, Mé.” Wayan Guna nyeritin méménné sambilanga menain kamenné ané das kelés uli bangkiangné. “Ndén malu, Yan. Yéhé kondés panes.” saut méménné sambilanga nulukang saang di bungut paoné. “Ěnggalin Mé. Seneb basang icangé kondén maan kopi.” “Ndén Yan. Antosang bin kejep gén!” “Adi makelo san Mé. Énggalin bedik!” Ia mageluran sambilanga ngampakang jelanan. Méménné nengil tusing buin masaut. Ia nglanturang ngaé dagangan. Sumping, timus, bantal lan laklak ané adepa sabilang semengan sajaba dina Soma. Sasubané yéhé panes, Mén Guna ngaénang panakné kopi. Ia lantas ngabaang panakné kopi ke balé dauh. “Yan, Wayan…. Né kopiné!” Krana Wayan Guna tusing ada masaut, méménné ngampakang jelanan di tongos panakné masaré. “Béh, Wayan buin masaré. Jeg cara lengis.” Méménné laut ngejang kopiné di ambén baléné. Ia lantas nyayagaang dagangané a penarak lakar abana ka peken. Sawiréh baat dagangané, ia lantas ngelurin panakné apang nguwotin. “Yan, tulungin wotin jep Mémé!” Ada ping telu ping pat ia mageluran kéwala pianakné tuara pesu uli pasaréané. Ia lantas mautsaha padidi apanga ngidaang nyuun dagangané. Sasubané ia ngidaang nyuun dagangané, ia laut majalan ka peken. “Yan, Mémé luas ka peken malu madagang. Kopiné suba di ambén jang Mémé. Darang nasiné masé suba lebeng, di lenggatané jang Mémé apang tusing uyaka tekén miongé.” Méh suba teked méménné di peken, Wayan Guna mara bangun. Uli di pasaréan ia nyeritin méménné buin nagih kopi. Sawiréh makelo ia tusing ningeh pasaut méménné, ngénggalang ia bangun makecos uli pasaréané laut ngampakang jelanan. Saking gegésonan, ia tusing ngajinang ada gelas di ambén meténé. Tanjunga gelasé nganti belah. Kopiné maura, jajané mabrarakan. “Mééééééé!”, nyerit ia ngelurin méménné. “Jeg dini Mémé ngejang kopi.” Gedeg basangné Wayan Guna, ia nyemak montor laut pesu .Goba ocem kondén masugi ia macuet negakin montor. Montor baru kewala ragasné dogén. Makejang busbusina. Sayap kelés, kampid kelés, lan tutup karburator masi sing misi. Plat nomor masé sing misi, knalpot bolong los ngranaang munyiné ngebrong. Tusing makelo ia suba neked di penggaké tuara joh uli jumahné. Dagangné jegég nyelolét. Kulitné putih gading tur moglong cara kemplong. Ditu tongos truna-trunané negak ngorta sambilanga nginum inuman. Ada ané nginum kopi, téh, kopi misi susu muwah ada masé ané nginum tuak. Ada tuak nyuh, tuak jaka muah tuak ental. Penggaké ento tusing taén sepi. Uli semengan nganti sanja pasti ramé truna-trunané nganggur sambilanga mablanja. “Luh, adi tumbén suung.” Wayan Guna matakon sambilanga ngedeng kursi tiingé abana kori apang paek ia negak ajak dagangé. “Dité jani Beli.” “Apa hubungané Dité ajak suung, Luh? “Suud malam mingguan dibi sanja, mirib nu kiap timpal-timpal Beliné. Beli sing malam mingguan dibi sanja?” “Beh! Luh ngwalék. Suba tawanga sing
Telat Ujian Nasional Ida Bagus Pawanasuta ngelah tunangan.” “Nyén nawang. Muani-muani cara jani yén ketemu ajak nak luh ngorahang sing ngelah tunangan. Liunan kéto, Beli!” “Beli sing ja kéto, Luh. Da aduk seranga. Sing makejang buka kéto. Beli sajaan tusing ngelah tunangan. Jeg sing laku-laku. Kanti suba lakar teka buin Galungané kondén masi maan tunangan.” “Beli bogbog né. Yén magoba cara Beli, asananga negen nyuun maan tunangan.” “Nyansan ngwalék Luh né. Kalingké negen nyuun, abesik kondén maan.” “Seken né Beli?” “Seken Luh. Ajanian Beli tusing taén bogbog. Sujatiné Beli dong uli makelo dot nyambatang tekén Iluh.” “Nyambat apa to Beli? Ngaé tiang penasaran dogén.” “Ah, lek Beli ngorahang tekén Iluh.” “Orahang gén Beli.” “Seken Luh nyak ningehang?” “Nyak Beli, nguda sing.” “Beli sujatiné ada keneh tekén Luh.” Kondén maan Luh Sekar nyautin, ulung gelas kopiné ané ada diarepané Wayan Guna. Kopiné nyiam celanané ané suba makelo tondén taén maumbah. Saru selem yéh kopiné ajak selem dakin celanané. “Ampura Luh. Kopin Beliné ulung.” “Sing kénkén Beli. Né lap anggon ngedasin méjané! Gaénang kopi buin, Béli?” “Dadi masé Luh. Nak sedeng jaena Beli nginem kopi jeg yén uli dija kadén tumlilingané teké nyander muan Beliné. Bakat entungang gelasé.” “Kopi cara tunian apa isinin susu, Beli?” “Dadi masé isinin, Luh. Kéwala abedik dogén, pang kwala misi.” “Adi abedik, Beli? Né mumpung susun tiangé mara bukak tiang. Liunang jangin nah Beli? Apang marasa susuné.” Mara Wayan Guna lakar nyautin patakoné Luh Sekar, saget ada anak teka. Nu di duur montoré ia suba mageluran nagih kopi susu. Nu nganggo helm, ia lantas tuun uli montorné. Montor modél Jep. Stangné sada tegeh, ban belakangné gedé. Ia lantas negak di sampingné Wayan Guna sambilanga mukak helm ngembus baju jakétné. Awakné gedé ganggas, lengené matato, bokné lantang cara penyanyi métal. “Luh, adi tumbén semengan suba ada nak nganggur?” Ia matakon munyiné garo. “Mablanja, Beli. Sing ja nganggur,” saut dagang kopiné. “Mablanja? Yén mablanja ngudiang dini di samping ia negak? Yén mablanja patutné ditu di arep ia negak!”ia nyesed. “Nu kebus mara di arep Beli, sénter matan ai.” “Alasan doen to Luh. Iluh masé kéto, ngudiang baang ia negak dini?”
Luh Sekar tusing buin nyautin patakon anaké muani ento. Ia lantas ngaénang Wayan Guna buin kopi. “Né Beli kopiné.” Wayan Guna marasa tekén déwékné ngentukin ditu, ia makeneh lakar mulih apang tusing dadi slantudan anaké ané mara teka ngwarung. Apang tusing ia ané ngranaang anaké ané mara teka ento gedeg. Sawiréh ia marasa anaké ento cemburu nepukin ia ngwarung ditu. “Ada plastik Luh? Bungkus nah kopin Beliné. Lakar aba mulih.” Mara Wayan Guna nyambat buka keto, anaké ané mara teka ka warungné Luh Sekar prajani gedeg laut ngebug méja. “Tersinggung cang né! Mara cang teka ci jeg nagih mulih!” “Ampunang tersinggung Jero. Tiang nak sampun uli tuni driki.” Wayan Guna masaut blamban. “Kénkénang cang sing tersinggung. Besik, ci maluan dini, nak cang biasané si malu dini. Dadua, mara abanga kopi ci nagih mulih! Telu, cang uli duur montoré suba nagih kopi, ci ané maluan baanga kopi. Coba pikir to jep. Sing pelih cang tersinggung?” Wayan Guna marasa ada cihna tusing luung. Ia tusing masaut laut ia bangun ka montorné. Mara ukana nyetater montor, ia paling ngalih kunci montorné. Seluka di kantong bajuné, tusing ada. Seluka kantong celanané, masé tusing ada. Toliha duur méjané, masé tusing ada. Mara inget-ingetanga, ia pedas inget yening kunci montorné ada di samping gelas kopiné. Ngénggalang ia ka tongosné negak ngalihin kunci montorné. Sakéwala kunciné tusing ada ditu. Negarang ia matakon tekén anaké ané mara teka ngwarung sakéwala ia tusing masaut. Paling ia ngalih-ngalihin kunciné nganti telah pesu peluhné kéwala kunciné tusing tepukina. “Jero, wénten nyingakin kunci montor nggih?” “Kunci? Cang mara neked dini suba takonin ci kunci! Né gembelan ada anggon ngunci bibih ciné!” Sambilanga ngédéngang gembelan, ia bangun uli tongosné negak nyagjagin Wayan Guna. Kéwala mara ia bangun, batisné enduk tusing ngidaang majujuk. “Ih…, da ci éwér misi néngklung! Cang nak bisa masésilat. Né tolih silat cangé! Yén sing silat, karaté cang masé bisa. Cén tagih ci? Mara cang srayang-sruyung kadén ci punyah. Cang sing punyah,” munyin anaké ento ngacuh. Anaké muani ento terus mamunyi kangin kauh sambilanga néngklung. Ngédéngang gebug jurus punyah glebag-glebug cara siap grubug sambilanga ngénjérang kunciné manes-manesin Wayan Guna. Wayan Guna nengil tuara masaut sam-
bilanga nolih solah anaké ané nantangin déwékné. Ia nawang pocol nglawan anak punyah. Tusing ada gunané miyegan ajak anak punyah. Sakéwala anaké ento terus ngénjérang kuncin montorné Wayan Guna. “Né kuncin montor ciné! Yén ngidaang ci nyemak uli liman cangé mara ci dadi mulih. Yén sing ngidaang kanggoang dini malu ayahin cang minum! Yén ci bisa minum, mai lawan cang minum. Pang taén san minum nglawan jlema berig gidig cara cai. Lakar baang cang ci pur limang botol.” Wayan Guna nu masé nengil tuara nyautin munyin anaké ento. Sayan tusing sautina sayan nyangetang gedegné. Ia lantas nyabat Wayan Guna baan gelas ané ada di arepané. Aget gelasé tusing ngenain ia, kéwala lacur toples dagangan Luh Sekaré ane misi jaja miwah manisan belah kena samparan gelas. Dagangan Luh Sekaré maura. Belahan toplesé mabrarakan. Sawiréh Wayan Guna takut kena belahan toples, ia makisid pesu uli warungé. Sayan gedeg anaké ento nolih Wayan Guna pesu uli warungé, ia lantas nyagjagin tur nyabat ia baan kunci montoré ané uli tuni gisina. “Ih, ci jlema muani apa luh? Tantangin majaguran, ci nengil. Tantangin minum, ci mendep. Ci bega apa bongol? Jemak to kunci montor ciné di goté ulung. Méh suba anyud!” Aget Wayan Guna makelid, yén sing kéto pasti sirahné kena kunci. Ia lantas tuun ka goté ngalih-alihin kunciné. Sakéwala mara ia nyongkok, anaké ento jeg sahasa nglempag sirahné baan sampat. Sirahné matatu pesu getih. Ia pingsan di goté. Sesubané anaké ento nawang ia pingsan, laut ia magedi. Luh Sekar nyerit ngidih tulung sakéwala tusing ada anak ningeh jeritané. Ia lantas nulungin Wayan Guna. Ia ningting Wayan Guna abana menek. Luh sekar ngusap-ngusapin sirahné Wayan Guna ané matatu. Saget inget lantas Wayan Guna buin. “Adi dini déwéké pules! Wayan Guna ngrenggeng sambilanga ngisi sirahné ané nu kebet-kebet. “Mé, dadi ramé pesan dini? Dija icang pules?” “Yan, aget Wayan suba inget. Suba limang dina Wayan pingsan.” Méménné masaut sambilanga ngurut-ngurut liman panakné. “Mé, dija icang né?” Buin ia nyesedang sambilanga ngijap-ngijapang paningalané ané nu kunang-kunangan. “Wayan di rumah sakit né. Limang dina ané liwat, Wayan nabrak tiang telpon di simpang lima. Ento ngawinang wayan pingsan.” pasaut méménné blamban. Mara suud méménné nyambatang buka kéto, Wayan Guna buin pingsan. Méménné nyerit ngaukin perawaté. “Ibu perawat, tulungin panak tiangé pingsan malih!” Perawaté gegésonan teka ke kamar 1001. Ada ané ngukur tensi, ada ané menain infus, ada masé ané nyénterin paningalané Wayan Guna. Ada perawat majujuk di arep pintuné nelpon dokter jagané. Buin kejepné, teka lantas dokter jagané mriksa Wayan Guna. Makejang perawaté kitak-kituk. Dokteré masé kitak-kituk. Wayan Guna tusing sida katulungin. Méménné lantas ngeling nyerit ngosok awakné Wayan Guna. “Mé, ngudiang Mémé ngosok icang sada misi ngedeng batis. Sedeng luwunga icang pules sada misi ngipi.” ia mamunyi sada banggras sambilanga ngusap-ngusap paningalané. “Yan, uli tuni Mémé suba nundun Wayan kéwala Wayan tusing bangun-bangun. Koné ujian jani.” pasaut méménné. “Aduh Mé, icang ujian nasional jani. Mih…, telat icang jani Mé.” Wayan Guna masaut laut makecos uli baléné. -0-
I Made Suka
Satua
Galuh Payuk (13) Polisi ”Penghobi” Bonsai Kaketus saking Satua-satua Bali (V) SIRAMADEWI ngandika, “Ih Cening, saja koné mabo sera, tusing taén kayeh kéto Nyai?” “Ten wénten,” kéto atur Luh Gadingé, sambilanga nguntul wiréh kimud. “Yéh, ento padidian Nyai ngelah pagaéné nebuk? Yé, ih, mai ja tingalin ajak makejang, da té kedékina anaké, pelan pagaéné nebuk, lamun pagaén anaké ajak tetelu. Nah selegang ja Cening magarapan, da runguanga
anaké melang-melangan. “Yé matelek gati goban anaké cerik, né nyén adan nyainé Ning?” Matur Luh Gading, sambilanga kunuk mulang luunné, “Titiang Luh Gading nika.” Ngandika Siramadewi, “Yéh, ih luung ja adanné, Luh Gading?” Kacarita suba pada suud nebuk, Luh Gading paling maluna mapamit. Satekedné Luh Gading jumah, tuturanga unduk dadi kakedékan, dadi jejailan. Buin pidané buin Luh Gading ngayah ka puri sawiréh di puri anaké lakar nyait. Tan mari masih ia maboréh sera. Anaké pada nyait tamas, yadin sampian aji semat, nanging Ni Luh Gading nyait aji medang tiing ané abana uli jumah. Pagaéné ngonanga pesan tekén anaké makejang wiréh alus magenja, buina ngenah jejaitané wiréh aji medang nanging tekek. Kayang preratuné masih makejang pada ngon tekén paundukané Luh Gading. Raden Mantri Koripan, tan mari ngirik-irikan ia, nganti tusing magedi-gedi uli di anaké nyait. Raden Mantri lantas ngantika, “Ih Luh, nyai madan Luh Gading? Lan dini ngoyong nyak!” Matur Luh Gading, “Titiang pamit.” Raden Mantri lantas ngandika teken Siwamadewi, “Ih Bibi, aéng tawahné Luh Gading nyait sampian, aji medang anggona, baan tekek buin melahan pesan pegaéné padaang tekén anak lénan.” (Masambung)
I Madé Suka wantah sinalih tunggil Polisi Air sané polih amongan ring Polres Bangli. Satios ngamargiang swadharma pinaka polisi, ipun taler “penghobi” bonsai. Anak lanang mimitan Carangsari, Petang, Kabupaten Badung puniki sampun seneng ring bonsai saking alit kantos prasida sakadi mangkin. Pinaka petani bonsai, ipun akéh madué bonsai sané becik tur mapangarga panyatusan yuta. Nyabran nyarengin lomba, lanang sané madué putra adiri puniki ketah molihang juara. “Dumun, tanaman bonsai wantah pinaka kasenengan kémanten, nanging mangkin bonsai pinaka bisnis sané becik pisan. Bonsai madué “nilai jual” sané becik, santukan sayan akéh krama sané seneng ring bonsai. Parindikan punika, minab sangkaning rasa wadih ring kasenengan sané sampun kamargiang, mawinan mangkin seneng ring bonsai,” baos Suka. Sajeroning mreténin tanaman bonsai, akéh pabuat sané karasayang. Kasumekenan, kadegdegan pikayunan, disiplin, taler ca-
cep sajeroning mreténin kauji santukan tanaman bonsai muatang “perawatan ekstra”. Santukan ngwentuk bonsai saking tetanduran ageng dados “kerdil” muatang galah sané sué. Bonsai wantah tetanduran “kerdil”, nanging wetuknyané sakadi tetanduran ageng miwah makanten kukuh tur tua. Wénten makudang-kudang soroh tetanduran sané prasida kawentuk dados bonsai. Minakadi Santigi, basa latinnyané kasengguh pemphis avidula. Santigi puniki becik pisan kawentuk dados bonsai santukan madué karakter sané unggul, daunnyané alit tur gadang, taler kayu miwah carangnyané kukuh tur madaging kerak. “Nyabran bonsai wénten arannyané, minakadi Rukmini miwah Gandari,” baosnyané. Satios Santigi, wénten tetanduran sané mawasta hokianti miwah ulmus sané taler becik kawentuk pinaka bonsai. Yéning tetanduran lokal sané becik kadadosang bonsai wénten taru bingin, sancang, jetul
kingkit, anting putri, sisir, pungut miwah sané tiosan. “Tiang muatang galang nem kantos dasa warsa sajeroning ngwentuk tetanduran dados bonsai. Tiang biasa ngarya bonsai saking nol, kantos kajudi pinaka juara taler mapangarga mael,” weweh Suka. Lanang sané embas ring Badung, 12 Juli 1976 puniki ketah nyarengin pameran bonsai, minakadi ring acara Sanur Village Festival, ring Denpasar, Badung, Tabanan, Singaraja, miwah Gianyar. Ring dura Bali taler naen nyarengin pameran ring Situbondo, Sidoarjo, Surabaya. Ring pameran inucap ketah molihang juara. Minakadi, pinaka Juara II Regional Gianyar (2015), Best in Class ring Badung (2017), miwah Tingkat Madya ring Gianyar (2017). “Satios krama Bali, krama saking Jakarta miwah wisatawan wénten sané numbas bonsai. Wénten taler sané numbas piranti mreténin bonsai, santukan tiang meled ngwantu sawitran tiang sané seneng ring bonsai molihang piranti sané mudah,” Suka nguntatin. (kmb)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;mijil/. Pupuh Mijil 17.pid$]sÓËlimsk&k\in/,
Pider sastra lima saking Kangin,
limsenk)elod/, lima sané Kelod,
senkhu;2limhek;zen,
sané Kauh lelima akéhné,
senkel(t2(lim*siki,
smisiamhurip/, sami sida murip,
shedwenm\)mæu.
sané Kalér taler limang siki,
saha Déwané mangempu.
18.mr&pU(whê*÷sÙryukÓi,
Maring Purwa Hyang Iswara yukti,
\m)l*huriep,
r&dk×inhê*bÉhßgumew,
r&p]ÇimmhedwskÓi,
r&útÓrmli;,
ring Uttara malih,
mli\ávtrwis±.
ngamelang uripé,
ring Daksina Hyang Brahma gumawé, ring Pascima Mahadéwa sakti,
malingga Bhatara Wisnu.
Saking Langit Bali Dewek Pedidi Kemu mai madabdab melah Aksi sakadi sané paling ngelah Sekancan tutur sida ngawi jengah Sayan nyinahang padéwékan bungah Sujatiné tuah rasa pongah Kanggén dasar sekancan tingkah Tuah nyumbungang raga adiri Nekep mata lan kuping apang juari Nah tegarang sekancan munyi Sikutang ring déwék padidi Apang tusing kadi nyuun bébék muani Liunan munyi nanging tuah mesuang tai Agus Suryawan
8
Minggu Wage, 23 Februari 2020
Mitos Kesedihan Yang Terlahir Sebagai Sunyi kau yang terlahir sebagai sunyi ku haturkan nyaring kekosongan di mataku untuk dibawa pulang bersama ruhku kuikat perlahan dahaga yang memunguti jejakmu di jalanan basah itu menikam nyeri yang berpantulan dari cahaya ke cahaya menghaturkan mataku sebagai sajian lepas rindu sedang yang berjalan di relung doaku adalah nama-Mu bersenggama dengan degup jantung menyusun kembali abad-abad yang jatuh dari tempat tidurku kau yang terlahir sebagai sunyi aku mencintai-Mu dengan puisi Ahmad Zubaidi al-Attas 2020
Menafsir Cinta Bekerja aku sedang mencintaimu dan kau tak tahu apa-apa. kau tak tahu cinta. tak tahu dicintai. pura-pura tidak merasakan apa-apa. dan selalu begitu. isi kepalamu, sering dan terlampau sering membicarakan omong kosong. “kecup telapak kakiku, dan aku akan berusaha menerima perkataanmu.” kau ingin dicintai orang yang kau cintai tapi kau lupa bahwa ada seseorang patah hati yang lebih dan selalu lebih mencintaimu. Eko Setyawan Karanganyar, 2019
Dalam tubuh perempuan Kesedihan ditemukan Padanya kemudian tercipta Puisi pertama manusia Pada rambutnya tergerai Menderas aliran sungai Di sanalah air mata lelaki Jatuh sia-sia mencintai Dalam tubuh perempuan Hitam pun disempurnakan Kata-kata mengurai diri Bait-bait luka pada lelaki Putu Gede Pradipta 2018
Jalan Lain Padalorong-lorong yang panjang seluruh kalimat dari busa anggur membasuh pakaianku. Karena ini februari, dan jangan ganggu, aku sedang melapaskan sedih yang sederhana. Kini cangkir ku setengah penuh dan lagu yang dimainkan menerobos hutan. Ketika matahari menimpa wajah penulis yang pernah singgah, seingatku, ia tak pernah kelihatan, sejak aku dilahirkan. Diandra Tsaqib 2020
Hanya Ada Dua Tempat Kembali Seberapa lama pun engkau menghilang Ragamu akan tetap pulang Jika tak ke rumah usang Pasti engkau masuk ke liang Seberapa jauh pun engkau pergi Jasadmu akan tetap kembali Jika tak ke pangkuan istri Pasti engkau telah mati Safitri Wulandari Bekasi, Februari 2020
KREATIVITAS seorang fotografer memang tidak mengenal istilah stagnan. Selalu saja ada teknik dan ide-ide bernas untuk “menyulap” objek yang sejatinya sangat sederhana menjadi karya fotografi yang memesona dan sangat layak untuk diapresiasi. Kesan itu bisa dinikmati dari karyakarya Andreas Karyadi yang mengeksplorasi tetesan air atau di ranah fotografi lebih dikenal sebagai water drop photography. Dengan sentuhan kreativitas, tetesan air itu menjelma menjadi karya fotografi still life yang indah dari segi bentuk, penuh warna dan menggiring imajinasi penikmatnya seolah-olah objek dalam foto itu hidup dan bernyawa. Menurut Andreas Karyadi, menciptakan foto tetesan air yang menarik memang membutuhkan kesabaran ekstra dan harus tekun berlatih. Uniknya, dalam setiap pemotretan, bentuk tetesan air yang tercipta sangat sulit diprediksi. Artinya, foto-foto yang dihasilkan tidak mungkin sama persis meskipun menggunakan settingan kamera yang sama. Tertarik untuk memotret tetesan air,
Pesona Keindahan Tetesan Air berikut tips praktis dari fotografer yang bermukim di Kota Palembang ini yang bisa dijadikan sebagai panduan. Untuk menghasilkan foto-foto tetesan air yang menarik, Andreas Karyadi biasanya menggunakan kamera DSLR dengan lensa makro agar mendapatkan foto-foto yang tajam dengan detail yang maksimal. Peralatan fotografi lainnya yang wajib adalah satu unit flash yang ditempatkan di belakang background dan tripod yang kokoh untuk menyangga kamera. Sedangkan untuk background, fotografer yang menyukai genre macro photography ini menggunakan akrilik berwarna putih. Untuk menciptakan tetesan air yang berwarna menarik atau eye catching, air yang menjadi objek utama dalam pemotretan diwarnai terlebih dahulu dengan pewarna makanan. Jangan lupa siapkan juga sebuah wadah untuk menampung tetesan air tersebut. Mengatur Jumlah Tetesan Lantas, peralatan apa yang digunakan untuk menciptakan bentuk tetesan air yang unik
Merah dan Biru karya Andreas Karyadi
dan menarik? Menurut Andreas Karyadi, ia menggunakan mesin HSP khusus buatan Salahudin Damar Jaya. Dengan mesin HSP, kita bisa mengatur jumlah tetesan, flash delay, dan jarak antara tetesan pertama dan kedua, sehingga memudahkan kita untuk mendapatkan pecahan tetesan air yang memiliki bentuk yang unik. Bentuk dari pecahan tetesan air atau water drop ini berbeda-beda, tergantung dari pengaturan di awal. Jika tidak memiliki mesin HSP, alat untuk menjatuhkan tetesan air bisa digantikan dengan pipet atau jarum suntik. Untuk settingan kamera, fotografer yang sudah meraih berbagai penghargaan di kompetisi fotografi bergengsi ini biasanya menggunakan mode manual untuk memudahkan mendapatkan fokus yang akurat. Sedangkan kecepatan atau speed 1 detik, dengan bukaan lensa/diafragma F/16-F/18 dan ISO 100 – 200. Tentunya pengaturan kamera ini bisa bergeser sesuai mood yang ingin diciptakan oleh sang fotografer. Selamat menangkap pesona keindahan tetesan air! (ian)
Yellow Mushroom karya Andreas Karyadi
Water Reflection karya Andreas Karyadi
Power Ranger karya Andreas Karyadi
9
Minggu Wage, 23 Februari 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali Desa Adat Gelgel Lestarikan Tari Wali, Berdayakan Sektor UKM NAMA Desa Adat Gelgel amat dikenal di Bali. Ini tidak terlepas dari keberadaan Pura Dasar Buana Gelgel, sebagai pura besar pemersatu seluruh umat Hindu di Bali. Namun, bila berbicara desa adatnya, Gelgel memiliki potensi yang lengkap. Dari potensi seni hingga UKM, semua ada di desa yang mewilayahi tiga desa dinas ini. Sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Pemprov Bali, menyangkut alam Bali, manusia Bali maupun kebudayaan Bali, Gelgel bergerak cukup dinamis untuk mewujudkannya. Bendesa Gelgel, Putu Gde Arimbawa, Sabtu (22/2) kemarin, mengatakan bahwa program Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini sudah berjalan cukup baik. Namun, dalam implementasinya, harus diperkuat di setiap desa adat. Seperti di Desa Adat Gelgel yang mewilayahi tiga desa dinas, yakni Gelgel, Kamasan dan Tojan, sebagai salah satu desa tua, sesungguhnya banyak potensi yang
LANTIK - Bendesa Gelgel saat dilantik untuk masa ayahan 20202025, Sabtu (8/2) lalu. bisa digali dan dikembangkan untuk memperkuat keberadaan desa adat. Tetapi, dengan luas wilayah yang cukup besar, mewilayahi 20 banjar, maka proses penggalian dan pengembangan ini membutuh-
kan waktu dan dukungan pemerintah agar segera dapat terealisasi. Ada sejumlah program yang sudah dijalankan. Seperti pelaksanaan Bulan Bahasa Bali, sebagai upaya pelestarian bahasa dan aksara Bali. Sedangkan, sisanya dia
mengaku belum bisa fokus karena masih mempersiapkan mupuk karya agung di Pura Dasar Buana, yang puncaknya akan berlangsung pada 24 Februari besok. Setelah ini selesai, nanti dia mengaku akan fokus lagi pada kegiatan desa adat yang sudah terprogram. Seperti upaya pelestarian seni tradisi budaya di Desa Gelgel. Desa dengan sejarah panjang masa keemasan era kerajaan ini, sedang berupaya untuk merekonstruksi kembali seni tari wali yang nyaris punah, yakni Tari Gambuh. Seni tari ini cukup urgen dibangkitkan kembali, mengingat fungsi dan manfaatnya yang cukup penting pada masanya. “Tari wali ini menceritakan bagaimana kebesaran Kerajaan Gelgel dulu, era Raja Dalem Waturenggong,” kata Arimbawa. Menurutnya, tari ini sudah puluhan tahun tidak pernah dipentaskan lagi, karena minimnya literatur yang menjelaskan keberadaan tari itu saat ini. Sehingga inilah yang sedang digali lebih lanjut oleh desa adat. Bahkan, pihaknya mengaku sudah bersurat ke ISI, untuk membantu proses penelitian dan penggarapannya di lapangan, sekaligus menginventaris potensi seni lainnya, agar semuanya dapat terdokumentasi dengan baik dan diaplikasikan kembali. Disinggung mengenai pengembangan sektor UKM, Arimbawa mengatakan pengembangan sektor UKM, Desa Adat
Gelgel sudah mempercayakan itu kepada LPD, karena di sana ada dana pembinaan dan masuk secara langsung dalam program pembinaan LPD. Peran LPD ini akan disinkronisasi lagi, mengingat peran LPD sekarang sudah semakin kompleks, agar tetap mampu mengembangkan keberadaan mereka dan memberikan dampak positif bagi warga sekitarnya. Kekuatan UKM Desa Gelgel cukup variatif. Mulai dari lukisan klasik khas wayang Kamasan, kerajinan perak, kerajinan pis bolong, sarana upakara umat Hindu, tenun kain endek hingga songket, sampai sekarang ini masih bertahan melakukan produksi. Keberadaan sektor UKM ini di Desa Adat Gelgel, sangat diapresiasi banyak kalangan. Termasuk wisatawan dan utusan dari daerah luar Bali yang ingin melihat aktivitas mereka dari dekat. Konsistensi Desa Adat Gelgel dalam membangunan sektor UKM-nya, juga membuat desa ini dikenal sebagai gudangnya produk kerajinan khas Klungkung yang sudah dikenal hingga ke luar negeri. (gik) BARIS-Tari Baris Oncer Ganda, salah satu tari wali Desa Adat Gelgel yang baru ditarikan saat Karya Tawur Panca Wali Krama tahun lalu. Saat itu, tari wali belum ditarikan lebih dari 500 tahun terakhir.
Membuat ”Jaja Cacalan”, Warga Grisda Ikut Lestarikan Warisan Leluhur AKTIVITAS anak-anak SMP PGRI 2 Denpasar alias Grisda sarat dengan muatan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi Gubernur Wayan Koster sudah dijalankan sejak tahun 1998 lalu. Warga Grisda secara berkelanjutan menggelar tiga agenda penting, yakni gebyar budaya, Grisda Art Competition dan Grisda IT Competition. Semuanya dalam upaya tranformasi dan revitalisasi budaya Bali. Yang menarik semua aktivitas budaya ini dikoordinasikan oleh anak-anak OSIS SMP PGRI 2 Denpasar. Gebyar budaya 2020 dirangkaikan dengan Bulan Bahasa Bali diisi dengan berbgai lomba, di antaranya lomba ngelawar, membuat pejati, canang sari, jaja cacalan, ngulat klakat, menulis di daun lontar, membuat sengkui dan tata boga, dan juga ada lomba busana ke pura. Ketua OSIS SMP PGRI 2 Denpas-
ar, Cokorda Gede Dananjaya Susila, mengungkapkan lewat agenda ini dia mengingatkan warga sekolah eling dengan kewajiban, sebagai generasi muda Hindu harus memiliki kompetensi ngelawar bagi anak laki dan membuat pejati bagi kaum wanita. Kedua kompetensi ini diperlukan setiap kegiatan adat dan agama di Bali. Selain itu guna menanamkan nilai-nilai melestarikan warisan leluhur. Mendengar pengakuan Ketua OSIS yang demikian, Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Dr. Drs. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., merasa terharu. Ini berarti anak muda Bali khususnya di SMP PGRI 2 Denpasar sudah memiliki kesadaran akan pentingnya mengajegkan budaya Bali. Sekaligus mendukung dan mengimplentasikan Pergub Bahasa dan Sastra Bali dan Pergub soal Busana Bali.
DIJUAL MOBIL MITSUBISHI
Cr kary.u/jual nasi.Lok.Dpn RS Sanjiwani Gnr, kerja dr jam 06 s/d 10 Pagi. Gaji 50 ribu yg berminat Hub:085737436503 B.BP.014.02.20.0000630
Dcr pembantu rmh tangga tinggal di dalam Hub.081236760188
Expander 2018Tp.Exeed,Pth,Ful var,Plat DK Asli,081337453333
B.BP.001.02.20.0000636
TOYOTA
Avanza G AT Th 2014 Tgn 1 Putih BUC 085333124554
B.BP.001.02.20.0000623
PROPERTY
B.BP.004.02.20.0000627
Dicari Wanita Pembantu RT tinggal dalam umur 30 keatas. Rumah. 2,5Jt 0816571027 B.BP.004.02.20.0000628
DIJUAL RUMAH
Dijl/kont rumah2KT/1KMPadang Griya Perum Sastraloka B-8 T.081295109515
B.BP.004.02.20.0000619
Professional Contractor Bali. Bangun&Desain:+6285244383863 B.BP.004.02.20.0000574
DITON Spray Cari Sales 2 org max 27th hub.085104969988 B.BP.004.02.20.0000637
PROPERTY DIJUAL TANAH
BUC Jl.Tnh area pantai+Hotel Lepang Klk Luas 606M2 harga 150Jt /Are Nego Hub.081239332525
LOKER
B.BP.001.02.20.0000632
Ia menegaskan agenda ini menjadi program unggulan sekolah untuk melestarikan budaya leluhur. Sebab di Bali, budaya ngelawar, membuat pejati dan jaja cacalan serta sengkui tak bisa dihilangkan dalam kehidupan sehari-hari atau adat istiadat. Makanya sejak dini anak-anak perlu dibekali keterampilan untuk ngayah di masyarakat. Yang menarik, selalu ada yang baru di gebyar budaya. Kali ini dilombakan membuat jaja cacalan. Kompetensi ini wajib ditularkan kepada generasi milenial karena jarang ada pengkaderan di tingkat banjar dan desa adat. Selain melestarikan warisan leluhur juga bekal membuka usaha membuat banten di kemudian hari. Di tengah bulan bahasa Bali, Aryasuda tak lupa menyelipkan penguatan sosial dan emosional question ini dilakukan secara gembira. Sehabis
Dijl cepat tanah 1are SHM, Jl.Bedugul Sidakarya,Harga 1,7M nego.hub.Giri 082122682011
lomba ngelawar, anak-anak SMP PGRI 2 Denpasar menggelar pesta magibung. Ditambahkannya, gebyar budaya ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang sarat dengan filosofi melatih konsentrasi, disiplin, serta belajar memanajemen sebuah event. Hal ini pas dengan visi dan misi SMP PGRI 2 Denpasar, yakni sebagai sekolah unggul dalam akademis berbasiskan agama dan budaya. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., bangga anak-anak Grisda sangat gembira dan antusias mengikuti bulan bahasa dan gebyar budaya. Agenda ini tak hanya membangun karakter namun lebih dari itu, yakni memperkuat karakter siswa. Kedua, melestarikan warisan leluhur sebab dengan ngelawar anak-anak terlatih konsentrasi, disiplin, serta belajar memanajemen event. (sue)
BPM/sue
JAJA CACALAN - Siswa SMP PGRI 2 Denpasar dengan antusias mengikuti lomba membuat jaja cacalan.
BIRO JASA
B.BP.004.02.20.0000626
Djl Tnh Kav aspek perum.Dentim dkt dr Jl.Induk 081337141817
B.BP.001.02.20.0000535
RUPA-RUPA
CV.Bitumi Mitra Teknik Jual Waterproofing(Anti Bocor) 1.Membran Import 2.Shell Flintkote 3&5 Hub:0361-4492651 (Bali) Email:cs@bitumi.net
B.BP.001.02.20.0000598
RUMAH MAKAN
KEHILANGAN
Hlg BPKB No.I08054558-O, DK 6231 FAH,An.Mathani Badung
B.BP.001.02.20.0000603
BIRO JASA
Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 087887729409 & 081.338.344.155
B.BP.001.01.20.0000814
RUPA-RUPA
BALI POst.cOm - RADIO GLOBAL 96,5 fm Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
Jenis Paket Harian BaLi Post radio GLoBaL
}
Paket
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVIcE
10
Minggu Wage, 23 Februari 2020
Kafe Modern Dilengkapi Berbagai Fasilitas
I Gusti Ayu Putri Trisnayanti
BPM/win
GAYA hidup modern telah membuat kebutuhan manusia menjadi kompleks. Keperluan akan informasi, hiburan, konsumsi, dan bermedia sosial menjadi sebuah keharusan yang diprioritaskan. Oleh karenanya, tempat-tempat yang menawarkan kebutuhan tersebut banyak dicari. Salah satunya kafe modern. Kecenderungan orang, utamanya anak muda suka mengunjungi dan nongkrong lama di kafe tidak terlepas dari konsep kafe modern yang berhasil mengintegrasikan berbagai kebutuhan manusia dalam satu tempat.
Kebutuhan ini antara lain wifi, makanan, minuman, sport foto, dan colokan listrik. Kelengkapan itu membuat para pengunjung tidak segan menghabiskan 2-6 jam waktunya untuk nongkrong di kafe. Hal ini diakui oleh I Wayan
Agus Pebriana. Remaja kelahiran Denpasar, 16 Februari 1998 ini mengatakan, cafe modern selain dilengkapi berbagai fasilitas, juga menyediakan makanan dan minuman enak dan sesuai dengan selera anak remaja. Terlebih menu makanan yang disajikan menarik untuk dipotret guna menunjang kebutuhan bermedia sosial para pengunjunga. “Kopi, kue, jus, dan steak adalah makanan favorit jika mengunjungi kafe,�
ujarnya. Hal senada juga diungkapkan I Gusti Ayu Putri Trisnayanti. Menurut gadis kelahiran Denpasar, 31 Mei 1997 ini, nongkrong berlamalama di kafe karena beberapa faktor. Pertama, menghilangkan kejenuhan. Sebab, saat ini cafe adalah salah satu tempat pelampiasan remaja untuk menghilangkan rasa bosan atau jenuh dengan hiruk-pikuk lingkungan di sekitar. Kedua, karena sua-
Fenomena Remaja Nongkrong di Kafe ROMANTISME nongkrong di kafe merupakan salah satu budaya di Eropa yang dibawa ke Indonesia sejak abad ke-16. Kafe menjadi tempat untuk bersantai dan bertukar pikiran bagi masyarakat kelas elit/bangsawan di Eropa. Sementara di Indonesia sebelum menjamurnya kafe, masyarakat lokal terbiasa bersantai meminum kopi sambil bertukar pikiran dan gagasan di warung-warung sederhana. Generasi muda di Bali terutama kaum lelaki, sejak dahulu menjadikan warungwarung sederhana sebagai tempat bersantai. Biasanya mereka meminum kopi atau tuak/arak di bawah pohon dekat warung tersebut. Semakin populernya kebiasaan ini pada generasi muda, mulai memunculkan istilah Dakocan yang artinya Dagang Kopi Cantik. Tempat meminum kopi tersebut menyediakan wanita-wanita cantik yang dapat menemani kaum lelaki sambil bersantai dan bersosial. Seiring perkembangan zaman, kebiasaan nongkrong ini semakin meluas tidak hanya
Ida Bagus Anggapurana Pidada di kalangan laki-laki, namun juga kaum perempuan. Istilah nongkrong di warung kopi juga mulai berubah menjadi nongkrong di kafe. Kafe pun memiliki berbagai macam jenis dan fasilitas yang ditawarkan. Ada yang sebatas menyediakan kopi, ada pula dilengkapi karaoke, minumminuman keras hingga wanita penghibur yang menemani
pengunjung. Aktivitas pengunjung kafe juga berbeda berdasarkan jenis kafe tongkrongannya. Kafe yang tidak menyediakan minuman beralkohol biasanya menjadi fasilitas pendukung generasi muda dalam berbisnis, belajar, dan berkreativitas. Sambil nongkrong di kafe mereka mengadakan rapat baik formal maupun nonformal membicarakan rencana kerja atau bisnis yang dijalankan oleh kelompok atau hanya bertemu empat mata dengan rekannya. Begitu pula pelajar/mahasiswa menjadikan kafe sebagai tempat yang nyaman untuk mengerjakan tugas-tugas atau belajar mempersiapkan ujian. Tidak jarang pelajar hanya seorang diri datang ke kafe hanya untuk bersantai, mendengarkan musik atau mengerjakan tugas. Dalam situasi perkotaan, dimana rumah atau kos yang sempit sangat tidak nyaman sebagai tempat menggali ide dan gagasan, tentu saja kafe menjadi penyelamat karya-karya generasi muda di perkotaan karena tempat duduknya nyaman, AC sejuk,
Ada Tingkatannya KAFE yang menyediakan minuman beralkohol memiliki aktivitas yang jauh berbeda. Aktivitas di kafe ini lebih banyak untuk kegiatan sosial bersama kawan. Jenis kafe ini ada tingkatannya, seperti kelas elit yang biasanya menjadi tempat bersantai bersama kolega-kolega bisnis. Kafe elit menghadirkan musik-musik yang tidak terlalu keras sehingga tidak mengganggu pembicaraan. Kafe ini juga dianggap sebagai tempat yang romantis bagi pasangan muda untuk bertemu dan makan malam. Kafe elit sering mengundang artis-artis nasional dan internasioal untuk memberikan hiburan. Kafe beralkohol kelas menengah memiliki aktivitas lebih aktif dengan bunyi-bunyi musik yang agak keras. Biasanya di kafe ini banyak terdapat wisatawan asing dan beberapa masyarakat lokal. Kafe ini digunakan untuk bersantai dan berpesta. Pengunjung jarang minum kopi karena yang tersedia lebih banyak minuman beralkohol, minuman impor berharga cukup mahal. Makanan yang tersedia biasanya berupa camilan. Kafe beralkohol kelas rendah selain dihibur oleh suara musik, pengunjungnya kerap ribut hingga mengganggu tamu lain. Meskipun tidak menyediakan wanita penghibur, kafe ini sering mengundang sexy
dancer, DJ atau grup band lokal. Terdapat karaoke yang dapat dinyanyikan oleh pengunjung. Rawan terjadi konflik fisik dibandingkan kafe jenis lain, sehingga generasi muda harus lebih berhati-hati ketika berkunjung. Kelompokkelompok sosialita menganggap aktivitas nongkrong di kafe ini sudah menjadi gaya hidupnya sehari-hari. Jenis kafe terakhir adalah kafe remang-remang atau lebih dikenal dengan istilah kafe mesum. Fokus aktivitas di kafe ini lebih mengarah kepada aktivitas seksual, seperti peluk-pelukan, ciuman, hingga berhubungan badan. Kafe ini menyediakan wanita-wanita muda yang dapat dipesan untuk menemani tamu. Peredaran narkoba lebih gencar, meskipun kafe ini juga dibagi atas bermacam kelas. Pada kafe mesum elit, wanita muda penghibur sebatas menemani minum. Tidak semua melakukan praktik prostitusi secara langsung. Hanya pengunjung tertentu yang tidak mencurigakan diberikan fasilitas prostitusi tersebut. Germo di kafe ini memberikan kode-kode tertentu pada wanita penghibur dan identitas pengunjung dipastikan terlebih dahulu oleh petugas kafe. Untuk mendapatkan layanan ini, pengunjung harus melakukan negosiasi pribadi baik langsung
kepada wanita maupun melalui penghubung. Istilah ini dikenal generasi muda dengan sebutan SSI (Sepik-sepik Iblis). Sepik merupakan plesetan dari kata speak dalam bahasa Inggris yang artinya berbicara. Berbeda dengan generasi muda, para bos yang sudah dikenal tidak perlu lagi melakukan SSI karena sudah difasilitasi istimewa oleh manajer kafe. Pada kafe mesum kelas menengah lebih mudah mengetahui adanya aktivitas prostitusi, karena sudah ada layananlayanan tertentu yang langsung ditawarkan kepada pengunjung. Kafe jenis ini biasanya dilengkapi fasilitas karaoke, spa sensasi, sauna, kolam renang, dan tempat fitnes untuk berolahraga. Pesta bernuansa mesum sering terjadi pada hari spesial, sehingga rawan terjadi penularan penyakit seksual seperti sefilis dan HIV/AIDS kepada generasi muda. Kafe mesum kelas rendah kini telah banyak menjamur di Bali. Kafe jenis ini tidak hanya fokus aktivitas mesum, namun banyak pula didahului mabuk-mabukan dan karaoke. Tidak semua kafe mesum kelas rendah menyediakan fasilitas hubungan badan secara langsung, karena jumlah wanita penghibur sering lebih sedikit dibandingkan pengunjung yang biasanya datang berkelompok.
dapat pelayanan makan dan minum hingga tersedia wifi dan listrik gratis bagi pengunjung. Kenyamanan ini membuat fenomena nongkrong di kafe semakin menjamur karena didukung kebutuhan generasi muda yang semakin meningkat. Kenyamanan di kafe yang memberikan berbagai fasilitas gratis kepada generasi muda semakin berkembang. Kondisi ini menyebabkan anak-anak muda betah berlama-lama nongkrong di kafe. Tidak hanya untuk membuat tugas atau rapat kegiatan, namun juga bermain-main dan bercanda bersama kawan sambil bertukar pikiran. Kafe juga menjadi tempat beraktivitas positif bagi keluarga ketika berkumpul melepas kebosanan rutinitas di rumah dan tempat kerja. Berkembangnya media
sana kafe menyenangkan. Saat ini banyak kafe yang dibuat dengan berbagai konsep untuk menarik perhatian. Ada yang berkonsep modern, klasik hingga tradisional. Pemilihan kafe disesuaikan dengan kesukaan yang membuat mereka nyaman berlamalama di sana. Faktor ketiga, karena kafe identik dengan nongkrong atau tempat berkumpul dengan para sahabat atau teman. Apabila susosial ternyata tidak sepenuhnya membunuh aktivitas nongkrong di kafe. Generasi muda baik laki-laki maupun perempuan kini justru nongkrong sambil bersosial media bersama kawan pergaulannya. Aktivitas yang mereka lakukan seperti membicarakan status-status artis selebgram di medsos, bermain game bahkan tidak jarang bermain tiktok bersama kawan-kawannya. Rapat penting sekalipun hanya efektif berjalan beberapa menit, selebihnya dihabiskan untuk saling bersosial media masing-masing. Aktivitas lain yang biasa dikerjakan di kafe yakni membicarakan kejelekan kawan-kawannya yang tidak ada di situ. Hal ini dilakukan pada mulanya agar suasana lebih meriah dan tidak kaku, namun lama-kelamaan berkembang menjadi menyebarkan kebencian. Kebiasaan buruk ini berdasarkan pengamatan ternyata biasa dilakukan baik oleh laki-laki maupun perempuan.
dah bertemu teman-teman terkadang lupa dengan waktu. “Menu kesukaan aku kalau lagi di kafe biasanya ice greentea latte atau es kopi susu. Makanannya kentang goreng atau roti bakar,� tutur gadis yang hobi trevelling ini. (win)
Ibarat Pisau Bermata Dua FENOMENA remaja nongkrong di kafe ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan manfaat sebagai sarana bertukar pikiran dan meningkatkan aktivitas social. Di sisi lain banyak pula dampak negatifnya. Maka dari itu, remaja yang baik harus pandai memilah dan memilih kafe. Waktu yang dihabiskan untuk nongkrong di kafe agar tidak berlebihan, sehingga melupakan nilai-nilai budaya kita yang mendidik generasi muda gemar nongkrong di banjar atau wantilan desa adatnya masing-masing. Bali yang didukung oleh aktivitas pariwisata tentu membuat semakin bertumbuh suburnya bisnis kafekafe yang ada. Meskipun demikian, kafe yang bernapaskan adat dan budaya sangat minim. Pemerintah harus dapat mengambil peran dalam memberikan inovasi baru dalam penataan bisnis pariwisata, terutama terkait kafe yang bernapaskan budaya. Sementara generasi muda hendaknya memanfaatkan kafe untuk sarana pembelajaran positif, bukan arena menghabiskan waktu yang berharga. Menghadapi persaingan global, setiap elemen masyarakat Indonesia harus bersiap diri menghadapi berbagai tantangan zaman dengan kolaborasi inovatif yang saling menguntungkan masing-masing pihak. Penulis Ida Bagus Anggapurana Pidada, S.H., M.H. Dosen Fakultas Hukum Universitas Mahendraddata
INspirasi
Minggu Wage, 23 Februari 2020
Akibat Virus Corona Dikhawatirkan Sanur akan Terdampak
Denpasar (Bali Post)Wabah virus Corona meluas ke seluruh dunia. Bali pun sedang mewaspadai virus ini, yang notabene pintu masuk Warga Negara Asing (WNA) utamanya Tiongkok. Meski saat ini Sanur yang merupakan destinasi wisata pertama di Bali ini belum terpengaruh signifikan, namun jika wabah ini terjadi dalam jangka waktu lama, maka akan berdampak pada pariwisata Sanur khususnya.
BPM/ara
Sanur - Salah satu destinasi wisata di Denpasar, yakni Sanur dikhawatirkan akan terdampak kasus virus Corona bila terjadi dalam waktu yang lama.
Potensi Kredit Macet Kecil
BPM/may
Yan Jimmy Hendrik Simarmata
Denpasar (Bali Post)Berdasarkan data Desember 2019, penyaluran kredit ke peternakan di Bali mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Dari Rp 1 triliun tersebut, sebesar Rp 838 miliar disalurkan untuk peternakan babi atau sekitar 49,15 persen. Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Perizinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, belum lama ini mengatakan, penyaluran kredit ke sektor
peternakan babi selalu tumbuh 4 tahun terakhir sejak 2016, yaitu Rp 344 miliar pada 2016, Rp 442 miliar pada 2017, Rp 583 miliar pada 2018. Pembiayaan ini mencakup menghasilkan bibit babi, penggemukan atau budi daya babi, dan pemotongan babi. Diakui, penyaluran kredit ke sektor peternakan ini telah didorong oleh OJK semenjak 2017 melalui Aksi (Akselerasi Sinergi dan Inklusi Keuangan) pangan OJK, termasuk sektor peternakan ini. “Kita bersinergi dengan Kementan, Kemenkop, Kementerian Agraria dan Tata Ruang,” ungkapnya ditemui di ruangannya. Pertumbuhan ini tidak terlepas dari konsumsi babi di Bali yang cukup tinggi, baik untuk upakara, upacara dan kebutuhan konsumsi sendiri. Meski pertumbuhan kredit sektor peternakan babi terus tumbuh, namun presentasenya kecil terhadap keseluruhan kredit yang ada di Bali. Dari Rp 171 triliun penyaluran kredit di wilayah kerjanya, pembiayaan untuk peternakan babi hanya 0,48 persen. Sehingga presentase yang kecil ini dinilai akan berdampak kecil jika terjadi kredit bermasalah di kemudian hari, dengan adanya kasus babi
mati mendadak di Bali. NPL perbankan di Bali tahun 2019 3,52 persen. Jika semua peternak babi berdampak terhadap kasus kematian babi, maka sumbangan NPLnya maksimal 0,48 persen. “Itu kalau asumsinya semua bermasalah. Tapi saya rasa kalau ini dari dinas terkait pasti sudah melakukan upaya–upaya agar virus ini tidak menyebar,” tandasnya. Restrukturisasi kredit bisa saja dilakukan perbankan berdasarkan analisa kreditnya. Namun, jika pemerintah menyatakan kasus ini sebagai force majeru, restrukturisasi bisa dilakukan, dengan catatan ada SK dari Dewan Komisaris OJK. Restrukturisasi tersebut seperti penurunan suku bunga, tapi perpanjangan masa jangka waktu kredit, sehingga angsurannya lebih rendah. “Dan dia baru bisa kembali mengangsur 3 bulan kemudian, sehingga diberikan grace period 3 bulan. Tapi belum mengarah ke sana, datanya juga belum ada. Tapi kalau ada pengaduan dari perbankan bahwa ini berdampak terhadap usahanya mereka, ya itu pasti akan jadi pertimbangan,” jelasnya. (kmb42)
Bukan Sembarangan
Dari Hal. 1
Sebab, seharusnya umat Denpasar, I Kadek Satria, Hindu melakukan pembersi- S.Ag.,M.Pd.H., mengatakan, han diri yang baik pada saat malukat pada saat Umanis Panampahan Galungan (sehari Galungan hanyalah tren untuk sebelum hari raya Galungan). memenuhi kebutuhan keluarga Bahkan, pada saat Panampa- agar bisa berkumpul sembari han Galungan umat Hindu melakukan ritual palukatan. wajib melakukan panglukatan Sebab, malukat yang tepat bisa sekaligus mabyakala. dilakukan “Bukan sembarangan (mapada saat lukat), bahkan menurut kitab hari raya Sundarigama umat Hindu wajib malukat pada saat otonan atau mabayuh oton sebelum natab ayaban otonan dengan mantra khusus menurut kitab Wrhaspati Kalpa. Ada panglukatan saat Banyupinaruh, sebelum mawinten, madiksa, mimpi buruk dan sebagainya. Singkatnya malukat ada dalam Veda dan sastra Hindu lainnya. Yang jelas yang berkaitan dengan hari suci Galungan, saat yang tepat untuk malukat adalah hari Panampahan, sehabis malukat baru mabyakala. Kecuali pada saat hari Umanis Galungan ada yang maotonan wajib malukat terlebih dahulu sebelum natab otonan di pamrajan kamulan,” ujarnya. A ka d em isi Unhi I Kadek Satria, S.Ag.,M.Pd.H.
Sugihan Bali (5 hari sebelum Galungan). Sebab, pada hari tersebut ada penyucian bhuana alit atau badan kasar. Kendati demikian, dosen filsafat Unhi Denpasar ini tidak melarang umat Hindu untuk melakukan palukatan pada saat Umanis Galungan. Karena dari segi euporia hal tersebut sah-sah saja. Meskipun tidak termuat dalam sastra. “Supaya tidak terus salah kaprah, sebaiknya malukat-lah pada saat Sugihan Bali, karena jelas termuat dalam sastra. Sehingga memiliki manfaat yang jelas,” tandasnya. Selain itu, dikatakan bahwa tren umat Hindu malukat saat ini biasa mencari tempattempat yang bisa diabadikan untuk diunggah di media sosial (medsos), tanpa mengetahui filosofi tempat malukat tersebut. Padahal, jika ingin benar-benar mendapatkan manfaat dari malukat, harusnya umat mencari tempat palukatan yang benar-benar memberikan manfaat secara niskala. “Janganlah malukat milu-milu tuung, sehingga malukat tidak hanya menjadi euporia, namun memiliki manfaat untuk memohon penyucian diri,” pungkasnya. (win)
Minggu, 23 Februari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Tata Tingkahin Sembahyang (1) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Yoga Hip Opener Dan Twisting Seger Oger Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar
10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita
Menggambar Mobil Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali
17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Samatra Artis Bali Ayu Saraswati Dan Agung Wiradana Bali TV Shop Kalung Omkara Indi Band Generation Alep Santosa Bali TV Shop Kalung Omkara Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Kris - Kriminal Sepekan Solusi Alternatif Marion Sam
Corporate Marketing Santrian Resorts & Villa, I.B. Surya Samskara Putra, mengatakan, Sanur terkenal dengan segmen market Australia, Eropa dan Amerika, sehingga wabah Corona ini tidak begitu berdampak pada pariwisata Sanur. “Tapi kalau ini lama terjadi, dalam setahun misalnya, tentu akan berdampak. Karena berdampak pada pembelian barang–barang kita,” ujarnya belum lama ini. Ketika Bali Post mengunjungi Puri Santrian Resort, nampak tamu yang banyak menginap adalah tamu Barat. Pihaknya memang sejak awal memasang segmen market Australia dan Eropa sehingga tamu yang datang lebih banyak tamu repeater. Sebelum virus Corona merebak, ia berencana menggaet pasar Asia khususnya Tiongkok. Bah-
kan telah mengundang consulat Tiongkok untuk membahas hal tersebut. Setelah itu virus Corona merebak, sehingga pemasaran ke tamu Tiongkok pun ditunda. Menurutnya, Sanur sudah terkenal daerah destinasi wisata dengan tamu yang dominan adalah Australia dan Eropa. Maka jika akan mengambil pasar Tiongkok, tentu akan mengubah image Sanur yang sudah terbangun selama ini. Sementara properti dari Group Santrian lain yang dimiliki berlokasi di Nusa Dua, yaitu The Royal Santrian memang difokuskan pada segmen market wedding termasuk Tiongkok. “Karena kebanyakan orang Tiongkok itu dominan mencari tempat untuk wedding di daerah Nusa Dua. Jadi segmen market-nya kita bedakan berdasarkan lokasi properti kita,” ungkapnya. (kmb42)
Perda Kepariwisataan Budaya Bali Dicabut Denpasar (Bali Post) Ranca ngan Pera turan Daerah Tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali ternyata mengarah kepada Omnibus law sejumlah peraturan daerah di Provinsi Bali yang berkaitan dengan Kepariwisataan. Salah satunya, mencabut keberadaan Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan Budaya Bali yang selama ini menjadi roh pariwisata di Bali. Demikian terungkap dalam rapat pembahasan awal draf Ranperda tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali, Jumat (21/2) lalu di DPRD Bali. Selain kepariwisataan Bali, ada lagi sejumlah peraturan
Dari Hal. 1 Secara niskala, kata Artanegara, kucuran mata air di Taman Beji Paluh sejak lama dipercaya memiliki khasiat. Khususnya, menyembuhkan berbagai penyakit non-medis. Misalnya, penyakit mata dan kulit. Awalnya, kucuran mata air di Taman Beji Paluh ada lima. Itu sebabnya disebut Pancoran Lima. “Penduduk lokal biasanya menggunakannya untuk panglukatan atau pember-
daerah yang berkaitan dengan kepariwisataan dicabut. Di antaranya, Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 7 Tahun 2007 tentang Usaha Penyediaan Sarana Wisata Tirta, Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2010 tentang Usaha Jasa Perjalanan Wisata, Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pramuwisata, dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 41 Tahun 2010 tantang Standarisasi Pengelolaan Daya Tarik Wisata. Terhadap pencabutan lima produk hukum ini, mengundang kekhawatiran wakil rakyat dari Komisi I dan Komisi III DPRD Bali, yang bertugas melakukan
Dari Hal. 1 Pada Agustus-September 2019, ribuan babi mati di Sumatra Utara. Pernyataan resmi apakah penyakit itu dari pemerintah belum ada. Kita berasumsi untuk ke siapsiagaan, penyakit itu adalah DBA. Virus ini pintar sekali. Jika masuk ke tubuh babi, ia menyerang sistem kekebalan tubuh hewan. Semakin aktif tubuh babi melawan, penyakit semakin ganas. Virus DBA juga membuat para ahli jadi bodoh. Proteinnya banyak sekali, sampai lebih dari 150 buah. Para ahli pusing, protein mana yang dijadikan vaksin. Karenanya, vaksin belum ada. Jika masuk ke Bali, penyakit akan menyebar seperti tsunami. Penyakit DBA akan menyapu hampir seluruh populasi tua-muda, besar-kecil. Babi tak bisa dibawa sembunyi. Jika disembunyikan, wabah akan semakin runyam. Gejala babi yang kena DBA bisa mirip penyakit lain. Diagnosis lab perlu. Masa inkubasi, saat mulai dapat virus sampai sakit bisa antara 5 – 15 hari. Gejalanya demam, babi bergerombol, kehilangan nafsu makan dan minum, kulit di berbagai bagian tubuh kemerahan, bisa di tel-
lanjut akan diharmonisasikan sehingga dalam pembahasan berikutnya bisa lebih jelas, katanya. Ranperda yang terdiri dari 15 bab dan 41 pasal, pengaturannya bertujuan memperkokoh pariwisata berbasis budaya dan peningkatan kualitas pariwisata Bali. Di antaranya, kualitas destinasi wisata, kualitas industri wisata, kualitas pemasaran pariwisata dan kualitas kelembagaan pariwisata. Raperda yang dirancang ini untuk menciptakan pariwisata berkualitas yang tetap mengacu pada pariwisata budaya dengan filosofi Tri Hita Karana dengan nilai-nilai Sat Kerthi-nya. (kmb16)
Memiliki Khasiat
sihan diri dari segala unsur dasamala. Khususnya untuk kesehatan, kucuran air di Pura Taman Beji Paluh dipercaya secara turuntemurun berkhasiat untuk memberikan kesembuhan penyakit mata dan kulit,” jelasnya. Nah, saat penataan yang didanai Pemerintah Kabupaten Badung pada 2018 lalu, dibangunlah Pancoran Sebelas atau Solas dari sumber mata air yang sama. “Itu
untuk memberikan kesempatan dan kemudahan pada masyarakat yang lebih luas untuk melakukan panglukatan,” terangnya. Mengenai pengelolaan, destinasi yang juga menawarkan jogging track serta river tubing tersebut, di bawah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Penarungan. “Pengelolanya Pokdarwis berdasar SK Perbekel,” katanya. Tokoh masyarakat Desa
Penarungan, Wayan Suyasa, mengatakan adanya penataan beji atas kesepakatan masyarakat Desa Penarungan dengan komitmen untuk membangun desanya sebagai desa wisata. “Saya selaku wakil rakyat berupaya menjembatani kebutuhan masyarakat untuk membangun potensi desa di Desa Penarungan dan syukur renovasi pura ini sudah rampung oleh pemerintah,” ujarnya. (kmb27)
Memantau
Dari Hal. 1 “Presiden juga memerintahkan Kemenlu dan KBRI untuk terus memantau dan berkomunikasi dengan 78 WNI serta menyelesaikan semua prosedur evakuasi kemanusiaan tahap dua dari Yokohama (Jepang) ke Indonesia kepada pihak Pemerintah dan otoritas lainnya di Jepang,” ujar dia. Sesuai informasi dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Tokyo, Jepang dan Kemenlu, WNI yang berada
pembahasan. Pariwisata Budaya merupakan plafon pariwisata di Bali. Dengan peleburan, jangan sampai menghilangkan pariwisata budaya yang ada selama ini, kata A.A. Ngurah Adhi Ardhana, S.T., Ketua Tim Pembahasan Ranperda tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali. Sementara Kadis Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, mengatakan bahwa kelima produk daerah yang rencananya akan dilebur itu telah masuk dalam pengaturan ranperda tentang standar penyelenggaraan kepariwisataan Bali. Sebagai pembahasan awal, beberapa masukan dari anggota dewan lebih
di kapal pesiar Diamond Princess, Yokohama, berjumlah 78 orang. Dari total WNI itu, sebanyak 74 orang dinyatakan sehat, namun empat WNI yang dinyatakan positif terjangkit virus Covid-19 telah dirawat di rumah sakit di Jepang dengan standar protokol Badan PBB untuk kesehatan dunia (WHO). “Evakuasi Kemanusiaan dan Gotong Royong Kemanusiaan ini membuktikan
bahwa Pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo berhasil menumbuhkan perasaan saling percaya (trust) saling bahu membahu bergotong royong dalam menyelesaikan masalah kebangsaan, sosial, dan kemanusiaan bersamasama,” ujar Fadjroel. Sebelumnya, pemerintah telah melakukan evakuasi kemanusiaan tahap pertama atas 238 WNI dari Provinsi Hubei, Tiongkok,
menuju lokasi transit untuk observasi di Natuna, Riau. “Kemudian sukses juga menjalankan Gotong Royong Kemanusiaan tahap pertama, yaitu mengembalikan 238 WNI dari Hubei ditambah 42 penjemput dan sejumlah kru pesawat ke 30 provinsi di Indonesia yang diterima dengan tulus ikhlas di daerahnya masingmasing dan semuanya sehat walafiat,” ujar Fadjroel. (ant)
Pernyataan Resmi
inga, perut, kaki, serta babi mati dalam 6-13 hari. Jadi, matinya bisa agak lama setelah sakit. Dari sakit sampai mati bisa sampai 30 hari. Selama itu babi bisa menularkan virus. Ini justru lebih menakutkan. Obat dan vaksin belum ada.
Menekan Risiko di Bali Risiko virus DBA tiba di Bali sangat besar. Virus bisa tiba mencemari pakan babi dari daging babi yang dibawa pelancong dalam negeri dan luar negeri. Puluhan maskapai penerbangan langsung dari luar negeri mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali. Di samping jalur internasional, jalur domestik bisa juga membawa virus DBA. Timor Timur sudah tertular. Virus bisa saja datang bersama penumpang dari pesawat asal negara baru itu, atau dari Timor Timur bisa menyeberang ke Timor Barat, lalu dari sana ke Bali. Mesti diingat, puluhan gerai makanan daging asap asal Nusa Tenggara Timur sudah beroperasi di Bali. Begitulah, risiko Bali tertular DBA besar. Yang bisa dilakukan banyak. Karantina kita harapkan menyampaikan red notice untuk penumpang dalam pesawat dan di pintu kedatangan,
semua sisa dan bawaan daging mesti dilaporkan dan dibuang. Tempat penampungan disediakan. Bawaan kabin dan bagasi dilewatkan sinar-X. Jika memungkinkan anjing terlatih mengendus makanan digunakan. Di kandang, tindakan biosekuriti diterapkan ketat. Untuk sementara, turunkan populasi babi dengan tidak mengawinkan induk atau tidak membeli bibit baru, akan menekan kerugian dan penyebaran penyakit. Orang dan alat-alat dari luar dibatasi masuk kandang. Bak desinfektan disediakan di depan pintu. Alat yang masuk disemprot desinfektan. Babi dan kandang juga disemprot desinfektan setidaknya dua kali sehari. Bahan desinfektan banyak dan mudah dibeli. Tawas dan kaporit juga baik digunakan. Risiko paling besar adalah penggunakan sisa hotel, restoran, atau sisa makanan dalam penerbangan sebagai sumber pakan babi. Istilahnya swill feeding. Ini mesti dihentikan atau bahan sisa itu dimasak matang sebelum diberikan pada babi. Ini mesti diawasi. Di Bali, jumlah peternak yang menggunakan sisa makanan hotel-restoran sebagai pakan dapat mencapai
5.000 orang. Jika masingmasing memelihara 50 ekor saja, jumlah babinya mencapai 250.000 ekor. Itu sepertiga jumlah babi di Bali. Keberhasilan kita menekan kerugian tergantung pelaporan dini, deteksi dini, dan respons dini. Tugas masyarakat adalah segera laporkan babi yang diberi pakan swill feeding ada yang sakit ke Dinas Peternakan setempat. Dinas dan Balai Besar Veteriner akan segera menguji spesimen. Jika benar virus DBA, dan jumlah kematian masih sedikit, ternak sekandang dan dalam radius tertentu mesti direlakan untuk dietanasi dan dikubur. Dinas harus cepat mengubur bangkainya. Mari berharap, dampak wabah DBA dapat ditekan jika berhasil masuk Bali. Walau sulit, dokter hewan peneliti-peneliti terbaik Indonesia, termasuk dari Universitas Udayana, sedang bekerja keras menemukan vaksin yang baik. Mohon doakan mereka. Penulis adalah dokter hewan dan profesor dalam ilmu virus dari Universitas Udayana, Bali. Penulis dapat dihubungi melalui surel gnmahardika@unud.ac.id.
MINGGU WAGE, 23 Februari 2020
Rooney Tampil Ke-500, Lewandowski Cetak Dua Gol London –
Wayne Rooney merayakan penampilannya yang ke-500 di sepak bola Liga Inggris dengan sebuah gol untuk Derby County saat bermain imbang 1-1 dengan Fulham pada lanjutan kompetisi The Championship, Sabtu (22/2) kemarin. Aleksandar Mitrovic menyamakan kedudukan bagi Fulham.
BPM/ist
Kadek ”Loco” Ediana
Nikmati Tugas di Desa FOKUS melatih SSB Putra Angkasa Kapal. Ini dilakukan Kadek ‘Loco’ Ediana sejak awal 2020. Itu terkait tugas pelatih tim sepak bola Bali pada PON XIX/2016 di Jabar ini mendampingi tim U-15 dan U-17 SSB Putra Angkasa mengikuti turnamen seJatim yang dihelat Askab PSSI Banyuwangi pada Januari lalu. Yang membanggakan, tim SSB Putra Angkasa U-15 dan U-17 berhasil melaju sampai ke babak delapan besar. Padahal tiap kategori melibatkan 36 tim. “Saya menikmati tugas membagikan ilmu sepak bola kepada bibit-bibit berbakat di desa,” ujar pria kelahiran Banjar Peken Baleran, Kapal, 31 Juli 1982 ini. Di bawah polesan Loco, SSB Putra Angkasa makin eksis dan aktif di Badung Utara. Siswanya berdatangan dari desa tetangga, seperti Mengwi, Sibang, dan Baha. “Saya ingin mem-
berikan ilmu bermain sepak bola yang benar, sehingga bisa mengantarkan anakanak menjadi pemain yang berkualitas,’’ sebutnya Berlisensi C AFC, Loco mengarsiteki tim PON Bali bersama A.A.K. Bramastra. Begitu pula saat menangani PS Badung berlaga di Liga 3, ia tetap bersama A.A.K. Bramastra. “Saya memang cocok dan padu jika berduet bersama Bramastra. Saya merasa sehati baik dalam seleksi perekrutan pemain maupun menggulirkan program latihan,’’ jelasnya. Loco memulai karier bola membela klub di desanya, Putra Angkasa Kapal, berposisi sebagai penyerang. Ia sempat bermain di klub Pespa Padangsambian bersama Bramastra dan memperkuat Perseden Denpasar. Loco juga pernah berkostum Persekaba Badung dan membawa tim PS Badung U-17 merebut juara III Rayon Bali pada musim kompetisi 2019. (nel)
Mantan bintang Manchester United dan pencetak gol terbanyak tim nasional Inggris sepanjang massa itu mencetak gol dari titik penalti. Rooney dengan cerdik memotong bola melewati kiper Fulham, Marek Rodak. Tetapi Mitrovic melakukan tendangan voli umpan silang Aboubakar Kamara untuk golnya yang ke-22 musim ini pada 17 menit sebelum pertandingan berakhir. Hasil imbang menempatkan Fulham di posisi ketiga klasemen sementara dengan nilai 57 hasil 34 bertanding, di bawah West Brom (63) dan Leeds (59). Sementara Ronney hanya mampu membawa Derby berkutat di posisi ke12 dengan mengemas poin 45. Hanya dua tim teratas yang berhak promosi otomatis ke Liga Utama Inggris. Di bagian lain, Manajer Chelsea Frank Lampard membantah laporan keretakannya dengan dewan klub atas keputusannya untuk mencadangkan kiper Spanyol Kepa Arrizabalaga. Pemain berusia 25 tahun ini tidak disukai oleh Lampard setelah membuat kesalahan pada beberapa penampilannya. Penjaga gawang veteran Willy Caballero telah tampil dalam tiga pertandingan terakhir Chelsea. Lampard mengaku benar-benar bersama semua klub dan dewan, karena menginginkan yang terbaik. ‘’Saya dibayar untuk mengambil keputusan. Jadi, dengan formulir saya harus mempertimbangkan posisi penjaga gawang. Baru-baru ini saja berubah, tapi itu belum final. Yang perlu dilakukan Kepa adalah melatih dan menunjukkan sikap yang baik, seperti yang saya minta dari semua pemain,’’ kilahnya.
Lemkari akan Gelar Gashuku dan Selekda Denpasar (Bali Post) Ida Bagus Lilik Sudirga Raka terpilih sebagai sebagai Ketua Umum Pengprov Lemkari Bali masa bakti 2020-2024 pada Musorprovlub Lemkari Bali di Sekretariat PHDI Bali, Minggu (16/2) lalu. Ia terpilih secara aklamasi dalam musorprovlub yang dihadiri tujuh Pengkot dan Pengkab Lemkari se-Bali, minus Klungkung dan Karangasem. Menurut Ketua Pengurus Sementara, Gede Putu Kertiyasa, ketua terpilih diberi kesempatan sepekan guna menyusun kepengurusan. “Selanjutnya nama-nama jajaran pengurus Lemkari Bali akan kami setor ke PB Lem-
kari,” ucap Kertiyasa. Tugas pertama pengurus baru Lemkari Bali di bawah pimpinan Lilik Sudirga adalah menggelar latihan bersama (gashuku) daerah. Setelah itu menyelenggarakan selekda guna menjaring atlet yang akan diterjunkan pada Kejurnas Lemkari di Kalsel, akhir Maret mendatang. Kejurnas mempertandingkan kategori usia dini sampai senior. Atlet yang berlaga hanya dikenakan biaya transportasi dari daerah asal pergipulang. Sementara biaya transportasi lokal, akomodasi dan konsumsi, ditanggung panitia di Kalsel. (022)
Ida Bagus Lilik Sudirga Raka
BPM/ist
BPM/022
Dewa Made Teges Wirawan
Lewandowski Sementara itu, pemimpin Bundesliga, Bayern Munich, memukul tim papan bawah Paderborn 3-2 dalam lanjutan kompetisi Liga Jerman. Robert Lewandowski mencetak dua gol dan Serge Gnabry menyumbang satu gol untuk Bayern dalam pertandingan terakhir mereka sebelum menghadapi Chelsea di Liga Champions. Lewandowski sekarang memiliki 25 gol yang menggambarkan pentingnya dirinya menjelang bertolak ke London. Kemenangan ini membuat Bayern unggul empat poin di puncak klasemen. Bayern menjadi penguasa dengan poin 49 hasil 23 kali bertanding. Posisi kedua ditempati RB Leipzig (45), disusul Borussia Dortmund (42) di peringkat ketiga, sama-sama baru memainkan 22 laga. Dennis Srbeny dan Sven Michel mencetak gol untuk Paderborn yang tetap menjadi juru kunci klasemen berbekal 16 poin dari 23 kali berlaga. ‘’Paderborn benar-benar menantang kami hingga saat terakhir,” ungkap pelatih Bayern, Hansi Flick. (afp/ kmb)
Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Perseden Denpasar berhasil melaju ke babak 16 besar kompetisi Liga 3 musim 2019. Atas hasil itu, seyogianya Tim Laskar Catur Muka otomatis langsung mengikuti putaran nasional pada musim kompetisi 2020 ini. Kenyataannya, PSSI Pusat mengeluarkan regulasi tim yang degradasi dari Liga 2 dan kontestan Liga 3 yang tembus babak 16 besar putaran nasional, tetap harus mengikuti kompetisi Liga 3 Rayon Bali lebih dulu. Regulasi baru itu menyebutkan, seluruh kontestan Liga 3 harus melewati seri provinsi. ‘’Tim yang lolos melaju ke seri regional, selanjutnya ke seri nasional,’’ papar Sekum Asprov PSSI Bali Dewa, Made Teges Wirawan, usai Kongres Tahunan PSSI Bali di Denpasar, beberapa hari lalu. Kontestan kompetisi Liga 3 Rayon Bali 2019 tercatat 10 klub. Tahun ini diharapkan melibatkan minimal 12 tim. Kompetisi Liga 3 Rayon Bali akan digulirkan mulai 7 Juni, kemudian seri regional September-Oktober dan seri nasional November-Desember. Asprov PSSI juga menggelar kompetisi kelompok umur mulai U-12, U-13, U-14, U-15, U-17, hingga kompetisi sepak bola putri. Pelatih Perseden 2019, Wayan Sukadana, mengaku belum tahu regulasi tahun 2020 mengingat kepengurusan PSSI Pusat juga baru. Yang jelas ketika dirinya mengarsiteki Perseden, tim yang melaju ke 16 besar otomatis langsung ke putaran nasional tanpa merangkak lagi dari kompetisi Rayon Bali. (022)
Atlet Balap Motor dan Kempo akan Dirampingkan Denpasar (Bali Post) Atlet cabang olahraga (cabor) balap motor dan kempo yang merebut tiket ke PON 2020 di Papua melebihi kuota. Atlet balap motor yang dijatah 61 orang membengkak menjadi 146 pembalap. Sementara atlet kempo yang mestinya 120 kenshi membeludak menjadi 161 orang. Hal itu terungkap dalam rapat Chief de Mission (CdM) di Jayapura, Papua, 13-15 Februari lalu. ‘’Untuk itu, atlet PON kedua cabor tersebut akan dirampingkan. Namun hal itu wewenang induk organisasi masing-masing cabor di tingkat pusat,’’ jelas Kabid Binpres KONI Bali, Nyoman Yamadhiputra di Denpasar baru-baru ini. Ia menambahkan, pendaftaran entry by number atlet PON berlangsung 20 Februari hingga 19 April. Sementara pendaftaran entry by name dibuka 20 April sampai 19 Juli. Pendaftaran atlet PON wajib menggunakan E-KTP, karena berhubungan langsung dengan Disdukcapil. Atlet PON juga harus ikut program BPJS. PON Papua mempertandingkan 37 cabor. Lokasi pertandingan tersebar di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke. Upacara pembukaan dan penutupan dilaksanakan di Stadion Papua Bangkit, Jayapura. (022)
Ribuan Peserta Ikuti GFNY Bali 2020 Gianyar (Bali Post) Grand Fondo New York (GFNY) Bali 2020 yang merupakan agenda GFNY World yang berpusat di New York, digelar Minggu (23/2) ini. Balap sepeda yang mengusung tema “Be a Pro for a Day” ini merupakan seri kualifikasi untuk GFNY World Championship yang masuk kalender dunia, The Global Cycling Marathon Series. Organizer GFNY Indonesia, Axel Moeller, Sabtu (22/2) kemarin mengatakan maraton sepeda ini akan melewati empat kabupaten. Ada dua kategori lomba, yaitu Gran Fondo yang menempuh jarak 134 km dan Medio Fondo yang menempuh jarak 100 km. Hingga Sabtu sore jumlah peserta yang melakukan registrasi ulang sebanyak 1.431 orang dari 1.800 yang mendaftar. “Jumlah ini kemungkinan bertambah karena sejumlah pesepeda dari negara lain ada yang datang pada malam hari. Kepastian jumlah peserta bisa dilihat sebelum lomba digelar
pada Minggu pagi,” ungkapnya. Akibat mewabahnya Corona, dipastikan 34 peserta dari Tiongkok tidak berpartisipasi dalam event tahunan yang sudah ketiga kalinya digelar ini. Selain di Bali, GFNY juga dilaksanakan di 19 negara dengan 22 event. GFNY World Championship New York City digelar 17 Mei 2020 sebagai puncak acara kejuaraan dunia yang bakal diikuti 8.000 peserta dari 107 negara. Salah satu komunitas yang berpartisipasi dalam GFNY Bali 2020 adalah Bike To Work. Ketua Bike to Work (B2W) Indonesia, Poetoet Soedarjanto, mengapresiasi kegiatan ini. Sebab, selain sebagai sarana memasyarakatkan bersepeda, ajang ini juga menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pariwisata. “Kami berharap peserta dari luar negeri yang ikut dalam GFNY Bali bisa membawa cerita ke negaranya, bahwa Indonesia sangat layak dikunjungi sehingga pariwisata bisa tumbuh terus,” ujarnya. (kmb18)
BPM/kmb
PERSIAPAN - Alex Moeller (kanan) didampingi Poetoet Soedarjanto memaparkan persiapan GFNY Bali 2020 yang digelar Minggu (23/2) ini.