Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 182 TAHUN KE 71
Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Bali Post/eka
TOKOH - Para penerima Anugerah Pers K.Nadha Nugraha foto bersama dengan Sekda Provinsi Bali Dewa Indra dan Satria Naradha. Ada 11 tokoh adat dan seniman yang menerima anugerah tersebut. Mereka adalah: A.A. Ngurah Rai Sudarma (Bendesa Adat Denpasar), Wayan Wasista (Bendesa Adat Kuta), I Made Budiarta (Bendesa Adat Jimbaran), Wayan Mertha (Bendesa Adat Kedonganan), I Gusti Ngurah Windia (Seniman Topeng Tugek Carangsari), Ni Putu Putri Suastini (Seniman Sastra), Nyoman Subrata/Petruk (Seniman Drama Gong), I Made Suarta (Seniman Arja), I Made Gandra (Bendesa Adat Padangtegal), I Nengah Suarya (Bendesa Adat Dukuh Penaban) dan Jro Mangku Widiartha (Bendesa Adat Besakih).
Anugerah Pers K.Nadha Nugraha 2019
Perlu Langkah Cepat Perkokoh Kekuatan Bali Bali telah memasuki era baru dan sejak tahun lalu Bali juga memiliki gubernur baru. Karenanya, perlu ada langkah cepat untuk melakukan perbaikan dalam segala bidang untuk memperkokoh kekuatan Bali. Demikian penegasan Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha pada penganugerahan Anugerah Pers K. Nadha Nugraha, Jumat (22/2) kemarin, di Gedung Pers Bali Ketut Nadha. Anugerah Pers K. Nadha Nugraha diberikan kepada 11 tokoh Bali yang mengabdi di bidang adat dan seni. Satria Naradha mengatakan, penganugerahan yang berlangsung pada 22 Februari juga masih dalam suasana Hari Pers Nasional. Ini menjadi momentum bagi Bali Post untuk menunjuk-
kan komitmen berbangsa dan bernegara sebagai bagian dari NKRI di tengah tantangan. Pada 16 Agustus 1948, Bali Post diterbitkan oleh Ketut Nadha dengan misinya menjaga dan mempertahankan Neg-
Kembali pada Jati Diri
Putri Suastini Koster
Pengepruk Kaca Mobil Ditembak Hanya dalam waktu tiga jam, Tim Resmob Polresta Denpasar meringkus komplotan pengepruk kaca mobil nasabah bank. Komplotan asal Palembang ini yaitu Hendra Majid (50) dan M. Amin (29). Mereka ditangkap di tempat kosnya di Jalan Pulau Galang, Denpasar Selatan, Kamis (21/2) lalu. Karena melakukan perlawanan saat pengembangan kasus, kedua kaki pelaku terpaksa ditembak petugas. Halaman 2 Gagal, Pembentukan BPR
PUTRI Suastini Koster didapuk menjadi keynote speaker pada diskusi ‘’Mengawal Budaya Bali’’ di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Jumat (22/2) kemarin. Dalam pemaparannya tanpa teks, Putri Suastini Koster lebih banyak menyoroti penggunaan bahasa Bali di lingkungan keluarga. Ia mengatakan, visi Gubernur yakni ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ mengandung banyak hal tentang kembali pada jati diri sebagai orang Bali. Yakni dengan cara menjaga apa yang menjadi warisan dari leluhur. Hal. 15 Terkena Abrasi
KUR Dominan Sektor Produksi KUR di Tabanan tahun 2018 plafond-nya mencapai Rp 1,1 triliun lebih. Kebanyakan dana KUR dengan bunga 7 persen ini dialokasikan ke sektor perdagangan. Rencananya tahun ini, KUR dominan dialokasikan ke sektor produksi seperti pertanian, perkebunan dan perikanan. Diharapkan dengan dominannya penyerapan ke sektor produksi ini akan lebih meningkatkan perekonomian desa, sehingga terjadi kestabilan harga barang di tingkat perdesaan. Halaman 7 Puting Beliung
Gedung bertingkat yang rencananya untuk BPR Jembrana belum maksimal dimanfaatkan. Gedung berlantai dua itu baru dipergunakan untuk Kantor Perusda saja. Kini rencananya di gedung itu juga akan digunakan untuk PDAM Jembrana. Halaman 10
Halaman 15
ara Kesatuan RI, menjalankan swadharma perjuangan pena. ‘’Inilah bentuk perjuangan seorang jurnalis. Bali Post berkomitmen sebagai pengemban dan pengamal Pancasila,’’ ujarnya.
Bali telah memasuki era baru dan sejak tahun lalu Bali juga memiliki Gubernur baru Wayan Koster. Wayan Koster sejak beberapa bulan ini sudah melakukan langkah yang sinergis. ‘’Pers khususnya Bali
Post menilai apa yang telah dilakukan dan apa yang menjadi komitmen Pak Gubernur juga menjadi komitmen semua masyarakat Bali,’’ ujarnya. Hal. 15 Langkah Cepat
Diskusi ’’Mengawal Budaya Bali’’
Bahasa Bali Belum Bisa Menjadi Bahasa Ibu Penganugerahan Aungerah Pers K. Nadha Nugraha 2019 juga diisi dengan diskusi ‘’Mengawal Budaya Bali’’ di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Denpasar, Jumat (22/2) kemarin. Diskusi menghadirkan lima narasumber yakni Kadek Wahyudita (Klian Penggak Men Mersi), I Gde Nala Antara (Akademisi Universitas Udayana/ Kelompok Ahli Pemprov Bali), I Made Suarta (Rektor IKIP PGRI Bali), I Made Buda Astika (Kepala SMKN 5 Denpasar), dan I Gede Arya Sugiartha (Rektor ISI Denpasar).
I Gede Arya Sugiartha
Akademisi I Gde Nala Antara mengatakan, budaya Bali yang selama ini lebih banyak dikenal adalah seni. Padahal sesungguhnya akar dari semua objek pemajuan kebudayaan termasuk seni adalah bahasa. Bisa dikatakan, bahasa adalah inti dari sebuah kebudayaan. Kebudayaan Bali akan hilang jika bahasa Bali tidak ada lagi. ‘’Baru saja Bapak Gubernur tanggal 1 Februari membuka Bulan Bahasa Bali, yang sesungguhnya bahasa ibu internasional itu jatuh pada tanggal 21 kemarin. Jadi seperti itulah dunia menghargai bahasa,’’ ujarnya. Hal. 15 Mulai Tergerus
I Gde Nala Antara
I Made Suarta
I Made Buda Astika
Kadek Wahyudita
Antisipasi ’’Chaos’’, Dahulukan Hitung Pileg daripada Pilpres Jakarta (Bali Post) Tahapan penghitungan suara dinilai menjadi tahapan paling krusial dari seluruh tahapan Pemilu 2019 yang diselenggarakan secara serentak untuk pertama kalinya. Untuk mencegah keruwetan pada tahapan ini, KPU diminta mendahulukan penghitungan suara untuk pemilu legislatif dibanding pilpres. Pertimbangannya, tensi dan euforia pilpres lebih besar dan lebih panas dibanding pileg. ‘’Apakah KPU sudah mengantisipasi kalau peng-
hitungan suara pilpres dulu, dan pihak yang kalah akan membuat kerusuhan atau chaos? Apalagi ada yang menyebut pilpres ini jihad, apa tidak menakutkan itu?’’ sebut politisi dari PDI Perjuangan Effendi Simbolon, Jumat (22/2) kemarin. Wakil rakyat dari daerah pemilihan DKI Jakarta III itu meminta KPU mengantisipasi suasana pascapenghitungan suara pilpres tersebut. Sebab, kalau sudah ada yang menang dan chaos, petugas di TPS bisa meninggalkan TPS, se-
hingga suara caleg tak lagi dihitung. ‘’Kalau demikian, maka akan terjadi kekosongan konstitusional di mana seluruh kursi DPR, DPD, DPRD I dan DPRD II itu akan kosong. Karenanya, saya mengusulkan penghitungan suara pileg dulu dibanding pilpres,’’ ujarnya. Pengamat politik Adi Prayitno sepakat perlunya penghitungan suara pileg dulu dibanding pilpres. ‘’Dengan menghitung pileg, maka euforia capres bisa dilakukan pasca-pileg. Sehingga tak ada kekhawati-
ran suara pileg diabaikan petugas di TPS,’’ ujarnya. Sementara itu, Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan, menekankan pentingnya pemilu berlangsung secara fair, adil, dan demokratis, agar menghasilkan pemilu yang berkualitas, tidak menghalalkan segala cara, dan tidak mencederai demokrasi. ‘’Karena pemilu itu simbol peradaban bangsa dan akan berdampak pada kehidupan negara ke depan, maka pemilu harus jujur, fair dan adil itu di-
jaga bersama. Jangan sampai ada kecurangan. Kalau curang bisa menurunkan citra Indonesia di mata dunia,’’ kata mantan Menteri Tata Ruang dan Agraria/ Kepala Bapenas ini. Ferry mengakui jika pemilu kali ini sebagai konsekuensi dari pemilu serentak yang disepakati DPR sendiri. ‘’Yang terpenting semua harus mengawal proses penghitungan. Soal chaos atau tidak, kadang orang yang kuat di dapil tapi kalah di pemilu juga bisa ngamuk,’’ ungkapnya. (kmb4)
DENPASAR
2
Sabtu Wage, 23 Februari 2019
Semarak BKFK Unud
Dari Pentas Seni hingga ’’Medical Buffet’’
Bali Post/kmb42
BUKU - Peluncuran tiga buku dalam rangkaian HUT BKFK Unud. Denpasar (Bali Post) Dalam rangka HUT ke-57 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud), Badan Kekeluargaan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (BKFK Unud) menyelenggarakan Semarak Badan Kekeluargaan Fakultas Kedokteran, Jumat (22/2) kemarin. Acara ini diisi dengan beragam acara. Dekan FK Unud Dr. dr. Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT. (K) mengatakan, serangkaian HUT ke-57 ini digelar berbagai kegiatan. Tujuannya untuk menjaga silaturahmi civitas akademika FK Unud. Rangkaian acara diawali dengan pengabdian kepada masyarakat di Ubud. Selanjutnya ada kuliah kebangsaan. Kuliah kebangsaan ini bertujuan menumbuhkan semangat kebangsaan dan wawasan kebangsaan pada seluruh komponen yang ada.
Kuliah kebangsaan ini mendatangkan narasumber dari Kapolda Bali. Kegiatan Semarak BKFK Unud ini meliputi launching tari kebesaran FK Unud yaitu tari Amerta Sanjiwani, dilanjutkan peresmian Lab Faal. ‘’Ini merupakan salah satu bentuk penghormatan kami kepada guru kami yang telah berjasa dalam membangun FK Unud khususnya di bidang ilmu faal,’’ ujarnya. Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga meluncurkan tiga buku yaitu buku ‘’Filsafat Hindu’’ dari Prof. Dr. dr. Made Bakta. Buku kedua adalah ‘’Travel Medicine’’ dan buku ‘’Nuartha’s Stroke Score’’. Buku tersebut sangat membantu saat tim medis menangani pasien dalam faskes yang berfasilitas minim. Pada saat itu, Dekan FK Unud juga melepas staf pengajar dan pegawai yang
purnatugas. Satu hal yang menarik, BKFK Unud selalu mengunjungi sesepuh. ‘’Pada BKFK kali ini, kami mengadakan kegiatan yang namanya pangeling-eling untuk mengingatkan kita pada sesepuh yang sudah malinggih menjadi sulinggih supaya bisa menjadi contoh buat yang lainnya,’’ ujar Suyasa. BKFK Unud juga melaksanakan acara besar yaitu Medical Buffet. Pada kegiatan ini dipamerkan karya tulis para dosen, baik yang diterbitkan atau dipublikasikan pada jurnal ilmiah berskala internasional maupun nasional. Juga dipamerkan buku-buku karya para dosen di lingkungan FK Unud. Pada 2018 lalu, FK Unud telah mempublikasikan 188 jurnal dalam setahun. Ini akan terus ditingkatkan dari sisi jumlah maupun kualitas. Untuk menjadi seorang dokter, kata Suyasa, juga diperlukan softskill yang baik karena dokter itu bukan robot. Ia juga harus memiliki kemampuan untuk bisa menangani pasien dengan baik. ‘’Sehingga, kami juga mengembangkan multitalenta yang ada dimiliki para dokter. Kami juga memberi kesempatan dengan mengadakan art medical festival. Di sana kami memamerkan lukisan karya para dokter. Jadi, kami juga memberikan wadah, memberikan tempat bagi teman-teman yang memiliki jiwa seni untuk tampil menampilkan hasil karyanya,’’ ujarnya. (kmb42)
Bali Post/eka
PENTAS – Istri Gubernur Bali Nyonya Putu Putri Suastini Koster berfoto bersama usai pementasan tari Tian Ying San Tai Chi di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Jumat (22/2) kemarin.
Penari Taiwan Perkenalkan ”Tian Ying San Tai Chi” ke Bali
Denpasar (Bali Post) Rombongan dari Sinying Taizih Temple, Taiwan memperkenalkan tarian Tian Ying San Tai Chi ke Bali. Pertunjukan tarian digelar di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Jumat (22/2) kemarin. Acara yang mendatangkan 27 orang anggota rombongan dari Tai-
wan tersebut, juga dihadiri istri Gubernur Bali Nyonya Putu Putri Suastini Koster. Pelatih dari rombongan penari Tian Ying San Tai Chi, Shu Wen Chen, mengatakan pertujukan yang dilakukan rutin setiap tahunnya di Indonesia tersebut bertujuan untuk memperkenalkan salah satu ke-
budayaan Taiwan sebagai ajang pertukaran kesenian antara Taiwan dengan Indonesia. Menurut Shu Wen Chen, pergelaran tarian ini sudah yang kedua kalinya dilakukan di Bali, dan kali kelima digelar di Indonesia. “Pertunjukan rutin kami lakukan setiap tahunnya. Di Indonesia
sendiri sudah mengunjungi beberapa daerah seperti Bandung, Bogor, Cianjur dan Jakarta,” terangnya. Pertunjukan tarian Tian Ying San Tai Chi, kata Shu Wen Chen, juga mengunjungi negara-negara lain, seperti Amerika, Singapura, Cina, dan Jepang. (kmb)
Pelaku Kepruk Kaca Mobil Nasabah Bank Ditembak Denpasar (Bali Post) -
Hanya dalam waktu tiga jam, Tim Resmob Polresta Denpasar meringkus komplotan pengepruk kaca mobil nasabah bank. Komplotan asal Palembang ini yaitu Hendra Majid (50) dan M. Amin (29). Mereka ditangkap di tempat kosnya di Jalan Pulau Galang, Denpasar Selatan, Kamis (21/2) lalu. Karena melakukan perlawanan saat pengembangan kasus, kedua kaki pelaku terpaksa ditembak petugas. Bali Post/kmb
LUKISAN - Dokter Bagus Darmayasa menyerahkan lukisan kepada Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha bersamaan dengan penganugerahan K. Nadha Nugraha 2019 di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Jumat (22/2) kemarin. Lukisan itu penuh nuansa warna hitam putih yang di Bali dikenal dengan poleng.
”Soft Opening” Pasar Badung Diwarnai Pembagian Tas ”Go Green” Denpasar (Bali Post)– Rencana Pemkot Denpasar melakukan soft opening Pasar Badung, Minggu (24/2) besok, semakin matang. Bahkan sejumlah OPD yang terlibat dalam pelaksanaan soft opening sudah menyusun roundown acara. Dipastikan saat soft opening nanti akan diisi dengan pembagian tas go green oleh Wali Kota Denpasar. Ketua Panitia Soft Opening Pasar Badung IGA Laxmi Saraswati didampingi Dirut PD Pasar I.B. Kompyang Wiranata dan Direktur Umum PD Pasar AAN Yuliarta mengatakan, Jumat (22/2) kemarin. Laxmi Saraswati yang kini menjabat Kabag Kerja Sama Setda Kota Denpasar ini mengungkapkan, proses soft opening nanti tidak akan lama, karena dilakukan dengan sederhana. Hal senada diungkapkan AAN Yuliarta. Menurut Yuliarta, semua persiapan untuk soft opening sudah matang. Kegiatan tidak terlalu banyak, karena dilakukan dengan singkat. Pada awalnya, Wali Kota Denpasar sebelum melakukan soft opening akan melepas ikan di Tukad Badung yang pada saat bersamaan dilakukan lomba mancing. Setelah itu, naik ke Pasar Badung untuk melakukan penandatanganan kesepakatan dengan PT Dompet Anak Indonesia dan PT
Aplikasi Karya Anak Bangsa terkait layanan Go-Pay. Setelah itu dilakukan penyerahan mesin timbangan pos ukur ulang kepada PD Pasar. Setelah penandatangan MoU, kata Yuliarta, dilanjutkan dengan peninjauan lapangan, karena pedagang sudah mulai berjualan. Saat itu pula dilakukan pembagian tas belanja ramah lingkungan alias go green. “Acaranya simpel, tidak akan berlangsung lama,” jelasnya. Sementara itu, pemantauan di Pasar Badung kemarin terlihat beberapa pedagang sudah mulai mempersiapkan los-los mereka untuk digunakan berjualan. Beberapa pemilik los terlihat sudah membuat rak untuk memajang barang dagangannya. Ada pula yang telah membawa beberapa barang dagangannya, terutama yang ada di kios. Salah serorang pemilik los, Murjaya mengaku sejak diberikan izin untuk masuk pasar, pihaknya telah melakukan persiapan untuk buka. Ia juga menambahkan rak pajangan yang terbuat dari besi. “Ini akan saya gunakan untuk memajang barang dagangan, seperti bawang yang sudah dibungkus. Hari ini (kemarin,red) kami memasang rak ini dan barangnya akan dibawa besok (hari ini red),” ujar pedagang bumbu dan rempah-rempah ini. (kmb12)
Bali Post/kmb12
BUKA - Sejumlah pemilik los mulai mempersiapkan diri untuk buka secara penuh di Pasar Badung.
Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, terungkapnya kasus ini berdasarkan laporan nasabah bank I Made Sudaris (52) asal Tabanan. Pada Kamis (21/2) pukul 12.30 Wita korban mengambil uang di BCA Kuta. Setelah itu dia mampir untuk melihat proyeknya di Jalan Drupadi, Seminyak, Kuta, Badung. Sedangkan mobil Honda Mobilio DK 1047
GZ diparkir di Jalan Drupadi, depan Ruko Drupadi. Pukul 13.05 Wita korban kembali ke mobil dan melihat kaca mobil bagian kiri belakang pecah. Selanjutnya korban melihat ke dalam mobil dan ternyata tas laptop berisikan uang tunai Rp 27 juta, buku tabungan, alat tulis dan dokumen proyek yang ditaruh di jok belakang sudah tidak ada. “Kejadian ini lalu dilaporkan
Bali Post/eka
TERSANGKA - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan menggelar barang bukti dan tersangka keprok kaca mobil di Mapolresta Denpasar, Jumat (22/2) kemarin.
ke Polresta Denpasar, dan langsung ditindaklanjuti Tim Resmob Polresta Denpasar,” tegas Ruddi Setiawan didampingi Kasatreskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan, Jumat (22/2) kemarin. Tim dipimpin Kanit I Iptu Made Yudistira melakukan pengejaran ke beberapa lokasi. Pasalnya, petugas telah memetakan lokasi kos pelaku kepruk kaca. Salah satunya di Jalan Pulau Galang, Denpasar Selatan. Pada Kamis pukul 16.00 Wita, polisi menggerebek kamar nomor 10 rumah kos di Jalan Pulau Galang. Kedua pelaku berhasil ditangkap sedang menghitung uang hasil kejahatan. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolresta Denpasar. “Komplotan jaringan Palembang ini juga beraksi di Jawa Timur,” ujar Ruddi Setiawan. Saat diperiksa, pelaku mengaku datang ke Bali khusus mengincar nasabah bank. Modusnya, mereka mengamati nasabah bank yang sedang mengantre di teller. Setelah mendapatkan sasaran, pelaku mengawasi nasabah tersebut hingga
meninggalkan parkir bank, lalu dibuntuti mengendarai sepeda motor. Setelah korban memarkir dan meninggalkan mobilnya, selanjutnya pelaku mendekati mobil tersebut lalu mengecek tas yang dibawa korban. Mereka lalu membagi tugas, Amin menunggu di sepeda motor sambil mengawasi situasi, sedangkan Hendra memecahkan kaca mobil menggunakan pecahan busi yang sudah dipersiapkan. Selanjutnya, pelaku mendorong kaca pecah itu dan mengambil tas yang ada di jok belakang. Setelah itu pelaku kabur menuju kosnya. Komplotan maling ini melancarkan aksinya tiga bulan terakhir ini. Pada 13 November 2018 mereka beraksi di Jalan Kebo Iwa Selatan, depan Brother Servis Center Denpasar. Pelakunya empat orang, yaitu Hendra, Amin dan dua orang asal Medan
yang masih diburu. Dalam aksinya itu mereka mengambil tas berisi uang Rp 75 juta. Dua hari kemudian mereka pulang kampung. Tersangka Amin dan Hendra balik ke Bali tanggal 18 Januari lalu. Mereka sempat beraksi di Jalan Tukad Batanghari, Denpasar Selatan, tapi gagal. Setelah itu mereka melakukan aksinya di Topik :Dalung, Kuta Utara wilayah dan mendapatkan uang Rp 23 juta. “Kasus ini masih kami kembangkan dan memburu dua pelaku lainnya. Kami mengimbau kepada masyarakat jangan menaruh barang berharga atau uang di dalam mobil,” kata Ruddi Setiawan mengingatkan. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Topik : lima tahun, batas penghapusan pegawai honorer dan kontrak
Jaya Negara Buka Pasar Murah di Kelurahan Serangan SERANGKAIAN menyambut HUT ke-231 Kota Denpasar, kegiatan di berbagai bidang turut dilaksanakan. Kali ini, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan kembali digelar pasar murah untuk keempat kalinya yang dilaksanakan di Kelurahan Serangan, Jumat (22/2) kemarin. Kegiatan yang disambut antusiasme warga ini dibuka oleh Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara. Hadir pula dalam kesempatan tersebut tokoh masyarakat serta OPD terkait lainnya. Antusiasme masyarakat dalam menyambut pasar murah ini telah dirasakan sejak pagi hari. Di mana silih berganti masyarakat datang untuk membeli beragam kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari harga di pasaran. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Jaya Negara turut membagikan tas ramah lingkungan serta mensosialisasikan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Sampah Plastik. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menegaskan, pasar murah ini hendaknya dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,
khususnya dalam penyediaan bahan kebutuhan pokok. Dengan demikian, upaya pemerintah dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat dapat dimaksimalkan. “Pasar murah ini tentunya harus memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memberikan kemudahan pangan,” ujarnya. Jaya Negara menambahkan, penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Sampah Plastik ini harus terus dimaksimalkan. Bantuan tas ramah lingkungan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja di manapun untuk mengurangi sampah plastik. “Kepada pengunjung dan pedagang di pasar murah, tentunya harus bersama-sama mengurangi penggunaan plastik demi kelestarian bumi kita,” katanya. Sementara itu, Kabid Metrologi dan Tertib Niaga Putu Gede Sukadana menjelaskan, pelaksanaan pasar murah ini merupakan rangkaian menyambut HUT ke231 Kota Denpasar, sehingga mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat secara langsung. Karenanya,
HUT Kota Denpasar ini dapat dirasakan bersama dengan masyarakat. “Dengan adanya pasar murah ini, tentunya masyarakat memiliki keterlibatan langsung dalam menyambut HUT Kota Denpasar, selain juga dirasa kemanfaatan-
nya dalam hal pembelian ini bisa dikomentari sembako,”Berita jelasnya. padamenambahkan, acara Citra Bali Sukadana Radio Global pada kegiatan pasarFMmurah Pukul 08.00 - 09.30 wita. kali ini terdapat beberapa stakeholder yang turut bekerja sama. Yakni PT Halus Ciptanadi, Bank BPD Bali, Gieb Indonesia, Perusahaan
Perdagangan Indonesia, Niswana Migas, Bulog, dan Ayu Nadi. Gelaran pasar murah ini turut menghadirkan beragam jenis bahan pokok, seperti beras, gula, kopi, minyak goreng, buah, sabun, serta beragam jenis sembako lainnya. (ad772)
PASAR MURAH - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat menghadiri dan membuka pasar murah serangkaian HUT ke-231 Kota Denpasar di Kantor Lurah Serangan, Jumat (22/2) kemarin.
BADUNG
Sabtu Wage, 23 Februari 2019
3
PURA ULUWATU - Sejumlah wisatawan berfoto dengan latar panorama tebing kapur kawasan Pura Luhur Uluwatu.
Bali Post/edi
Objek Wisata Pura Uluwatu akan Dilengkapi Parkir Bertingkat Mangupura (Bali Post) -
Masterplan penataan kawasan objek wisata luar Pura Uluwatu sudah disiapkan. Bahkan konsep atau masterplan tersebut sudah pernah dipresentasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung. Masterplan mencakup penataan gate, taman, tembok keliling, perekatan tebing yang retak serta penataan areal parkir. Konsep tersebut disambut baik pengelola dan desa adat. Mereka pun berharap bisa segera direalisasikan. Menurut Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu Wayan Wijana, salah satu hal yang
paling penting dilaksanakan yaitu penataan parkir. Mengingat saat ini lahan parkir belum maksimal dalam menampung kendaraan pengunjung. Dengan semakin tingginya kunjungan ke Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, areal parkir saat ini bisa dibilang tidak mencukupi. Belum lagi pada hari-hari tertentu, pamedek yang tangkil ke Pura Dang Kahyangan ini akan
membeludak. Dijelaskannya, untuk penataan parkir akan ada dua opsi yakni perluasan lahan dan pembangunan parkir bertingkat. Untuk perluasan ke bagian depan, menurut Wijana rencananya menggunakan lahan warga. Selain parkir, di sana akan dibangun gate masuk ke kawasan wisata. ‘’Sementara untuk pintu
masuk yang ada saat ini akan digunakan untuk pintu keluar saja,’’ katanya saat dikonfirmasi Jumat (22/2) kemarin. Sedangkan untuk opsi kedua akan disiapkan parkir bertingkat di sebelah Utara. Wijana menegaskan, tempat parkir ini tidak terlalu tinggi sehingga bangunan tersebut tidak mengganggu estetika kawasan. ‘’Untuk perluasan ke depan yaitu di lahan warga, prajuru akan mengurus lahan itu dan akses masuk ke kawasan Uluwatu akan dibuatkan satu
pintu dari sana. Kemudian yang parkir bertingkat itu tentunya tidak mengurangi estetika yang ada. Penerapan di lapangan tergantung dari Dinas PUPR sendiri,’’ jelasnya. Selain penataan parkir, yang penting dilakukan adalah gate dengan sistem e-tiket. Terkait e-tiket, pengelola akan melakukan perubahan di pintu masuk. Ke depan pihaknya akan menerapkan satu akses masuk dengan empat pintu untuk mobil dan satu untuk sepeda motor. ‘’Memang dalam master-
plan untuk masuk kawasan ada satu akses saja. Sedangkan pintu yang selama ini digunakan untuk masuk diubah menjadi pintu keluar dan akses bagi pamedek. Tentu kita berharap masterplan itu cepat direalisasikan,’’ katanya. Selain penataan gate dan parkir, kios-kios para pedagang yang ada saat ini juga masuk dalam kajian untuk ditata. Selain itu, dalam rancangan, di sebelah utara juga akan dilakukan penataan venue untuk dijadikan tempat foto pra-wedding. Sementara itu, Kepala Di-
nas PUPR Badung I.B. Surya Suamba mengungkapkan, pihaknya sudah memiliki DED penataan kawasan Pura Uluwatu, salah satunya terkait pembangunan parkir dan gate masuk. ‘’Ini sudah masuk dalam perencanaan kok. DED sudah ada. Salah satunya yaitu pembangunan patung Dang Hyang Nirartha, penataan landscape, pengembangan parkir dan gate masuk, termasuk penataan tembok. Itu akan secara bertahap ditata tergantung anggaran yang ada,’’ pungkasnya. (kmb23)
Hadirkan Narasumber Menkes RI Nila Moeloek
Pemkab Gelar Diseminasi Kelitbangan ’’Badung Sayang Lansia’’
Bali Post/edi
KOORDINASI - Suasana rapat koordinasi yang digelar di Kuta Selatan. Selain pelaksanaan hari raya Nyepi, juga dibahas terkait penyelenggaraan pemilu.
Di Kutsel, Sosialisasi Pemilu Sasar Hotel
Mangupura (Bali Post) Angka golput di Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel) setiap pelaksanaan pemilu selalu paling tinggi di Kabupaten Badung. Kondisi ini disebabkan sebagian besar penduduk Kutsel bekerja di sektor pariwisata. Untuk mengurangi angka golput dan meningkatkan partisipasi pemilih, Camat Kuta Selatan terus melakukan sosialisasi bersama dengan KPU Badung. Setelah sebelumnya menyasar tempat keagamaan di Kutsel, sosialisasi akan dilakukan menyasar hotel-hotel di Kutsel. Dikonfirmasi Jumat (22/2) kemarin, Camat Kutsel I Made Widiana mengatakan, sosialisasi terkait Pemilu 2019 dengan menggandeng KPU Badung, juga sekaligus ajang silaturahmi dan koordinasi keamanan dan kenyamanan wilayah. Terkait sosialisasi
rutin dengan mengunjungi sejumlah tempat ibadah di Kutsel, diakuinya bukan pertama kali dilakukan pihaknya. ‘’Saat safari keagamaan juga kita turun. Tapi saat itu kita bersama unsur TNI dan Polri,’’ kata Widiana. Sosialisasi tersebut menurut Widiana, disambut baik oleh masyarakat. Karena melalui sosialisasi tersebut mereka bisa langsung bertanya dan berinteraksi aktif dengan petugas KPU. Dengan sosialisasi itu, pihaknya berharap masyarakat akan semakin lebih memahami pentingnya pemilu dan mengetahui tata cara untuk bisa ikut menyalurkan aspirasinya. ‘’Diharapkan antusiasme warga untuk datang dan menyalurkan aspirasinya dalam pemilu bisa meningkat. Bahkan jangan sampai ada golput dalam Pemilu serentak 2019,” harapnya.
Diakuinya, potensi golput di Kutsel cukup tinggi, karena ada sekitar 4 ribu penduduk luar yang ada di Kutsel. Jika itu tidak tersosialisasikan dengan baik, tentunya mereka akan kebingungan dan bisa saja memutuskan golput. Selain menyasar tempat ibadah, pihaknya bersama KPU juga akan melakukan koordinasi dengan ITDC. Karena disinyalir banyak karyawan hotel di kawasan ITDC yang tidak menyalurkan hak suaranya. Widiana berharap, nantinya ITDC mengundang pihak manajemen hotel di kawasan Nusa Dua. Pihak hotel diharapkan bisa memberikan keleluasaan waktu bagi karyawannya untuk menggunakan hak suaranya di TPS terdekat. ‘’Saya harap jangan sampai mereka cuek terhadap pemilu, karena itu sangat tidak baik,’’ pungkasnya. (kmb23)
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Badung melalui Badan Kelitbangan menggelar diseminasi kelitbangan. Kegiatan dengan tema ‘’Badung Sayang Lansia’’ ini menghadirkan narasumber Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K). di Puspem Badung, Jumat (22/2) kemarin. Kehadiran Menkes disambut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta beserta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Badung. Sebelum ke Puspem, Menkes Nila Farid Moeloek melakukan kunjungan ke RSUD Mangusada Badung. Menkes Nila Farid Moeloek mengapresiasi Pemkab Badung yang telah menyelenggarakan diseminasi kelitbangan, khususnya mengenai sayang lansia. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan guna mewujudkan lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif dan Produktif (Smart). Berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia 2010-2035 Badan Pusat Statistik, terjadi peningkatan Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir dari 69,8 tahun pada tahun 2010 menjadi 70,9 tahun pada tahun 2017 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 72,4 pada tahun 2035. Di sisi lain, berdasarkan data WHO, UHH Sehat/Health Age Live Expectancy (HALE) baru mencapai 62,65 tahun. Sehingga terdapat gap sebesar 8,89 tahun dibanding UHH/LE. ‘’Di sinilah peran kita bersama untuk memperkecil kes-
enjangan antara UHH dengan UHH Sehat. Perlu gerakan yang masif dengan melibatkan semua unsur dan komponen bangsa untuk memperpanjang UHH Sehat ini,’’ katanya. Bupati Giri Prasta mengatakan, sektor kesehatan merupakan salah satu dari lima prioritas pembangunan daerah. Kelima program prioritas tertuang dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) terdiri atas pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan tenaga kerja, agama, adat, seni dan budaya serta pariwisata. Tujuan akhir dari PPNSB adalah terwujudnya kebahagiaan masyarakat. Dijelaskan, di sektor kesehatan Pemkab Badung telah menetapkan kebijakan strategis melalui sistem Jaminan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) yang mengintegrasikan KBS dengan program JKN. Penanganan sektor kesehatan saat ini bahkan telah diperluas melalui program perlindungan sosial, salah satunya program jaminan sosial penunggu pasien. Hal ini untuk meringankan beban masyarakat, sehingga berdampak pada peningkatan rata-rata angka harapan hidup masyarakat sebesar 74,53 tahun. Ada pula program Tri Kona (lahir, hidup, mati) ditanggung pemerintah. Program ini juga berdampak pada meningkatnya jumlah lansia. Ber-
CENDERAMATA - Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek menerima cenderamata dari Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat berkunjung dan menjadi narasumber di acara diseminasi kelitbangan di Puspem Badung, Jumat (22/2) kemarin. dasarkan proyeksi BPS, penduduk yang berusia 60 tahun ke atas tahun 2019 mencapai 57 ribu jiwa, dan pada tahun 2020 meningkat mencapai 63 ribu jiwa lebih. Sebagai bentuk penghormatan kepada lansia, diberikan santunan sebesar Rp 1 juta per orang per bulan. Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Badung I Wayan Suambara menjelaskan, Bupati Giri prasta memberikan penugasan kepada pihaknya untuk mendesain scenario planning untuk masa depan, mendesain peta jalan mewujudkan kebahagiaan bagi warga lansia. Landasan filosofinya ajaran Catur Guru dalam agama Hindu. Berangkat dari filosofi
tersebut kebijakan yang telah ditempuh Bupati Badung adalah pemberian bantuan perlindungan bagi lansia sebesar Rp 1 juta per orang per bulan sebagaimana diatur dalam Perbup No. 38 Tahun 2018 tentang Bantuan Perlindungan Sosial Lansia. Dijelaskan, dalam diseminasi kelitbangan tersebut, pihaknya berharap Menkes memberikan arahan dan bimbingan. Sehingga pemikiran yang berkembang pada pertemuan ini akan dikaji dengan para pemangku kepentingan terkait dalam mewujudkan peta jalan yang tepat dan implementatif untuk mewujudkan ‘’Badung sayang lansia, Badung my second home bagi lansia’’. (ad776)
Masyarakat Diimbau Waspadai Potensi Penularan HIV Mangupura (Bali Post) Pariwisata Badung yang terus berkembang menimbulkan efek lain yang cukup mengkhawatirkan. Efek itu berupa ancaman HIV/AIDS yang diprediksi meningkat seiring dengan perkembangan pariwisata Badung. Ancaman tersebut memang menjadi risiko yang harus dihadapi, dikarenakan Badung menjadi daerah yang dikunjungi ban-
yak wisatawan dari berbagai negara. Hal ini diungkapkan Sekretaris KPA Badung dr. Elly, Jumat (22/2) kemarin. Dia mengakui, perkembangan pariwisata yang demikian pesat di Kabupaten Badung telah menggerakkan berbagai sektor, terutama perekonomian. Namun pariwisata sekaligus menyebabkan masuknya budaya asing. ‘’Mengingat kabupaten Badung merupakan
kabupaten tujuan wisata nasional dan mancanegara, tentu ini membawa dampak kepada masyarakat sekitar, baik secara ekonomi dan pergaulan. Hal ini harus diwaspadai baik secara kebiasaan dan pergaulannya,’’ katanya. Menurutnya, dengan inovasi Getting Zero, diharapkan Kabupaten Badung dapat menanggulangi penyebaran
HIV/AIDS. ‘’Bagaimana kita meminimalisasi kasus baru di Kabupaten Badung dengan meningkatkan penyuluhan dan pemahaman kepada masyarakat, bagaimana penderita ditingkatkan kualitas kehidupannya, sehingga kalau dia meninggal bukan karena HIV dan pemahaman kepada masyarakat jangan mendiskriminasi penderita,’’ jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, masuknya budaya asing yang negatif dan berisiko menularkan HIV, perlu menjadi perhatian bersama. Guna menekan penyebaran penyakit yang belum ada obatnya ini, perlu ada upaya intensif dan terus menerus dengan melibatkan seluruh masyarakat. Salah satunya melalui sosialisa-
si ke masyarakat tentang pencegahan dan bahaya HIV/ AIDS. ‘’Semoga apa yang kita lakukan untuk masyarakat menjadi momentum untuk meningkatkan komitmen dan kesadaran kita bersama dalam upaya mengatasi berbagai persoalan serius, sehingga kabupaten Badung terbebas dari ancaman HIV/ AIDS,’’ sebutnya.
Berdasarkan data, jumlah kasus HIV/AIDS di Badung per Desember 2017 sebanyak 2.902 kasus. Terdiri dari HIV sebanyak 1.738 kasus dan AIDS sebanyak 1.164 kasus. Pada Oktober 2018, kasus meningkat menjadi 3.152 kasus. Kelompok umur yang paling banyak menderita penyakit ini adalah 20-49 tahun, dengan total 2.843 orang atau 90,5 persen. (kmb27)
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Mukerda Pengurus PDDI Seluruh Bali
Sumbangkan Darah, Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat MUSYAWARAH Kerja Daerah (Mukerda) Pengurus Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Seluruh Bali, Jumat (22/2) kemarin dibuka Gubernur Bali diwakili dr. I Wayan Sukrata, MPH. yang menjabat Kepala UPTD Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Sukrata menyampaikan mukerda ini dilaksanakan PDDI Provinsi Bali dengan melibatkan PDDI Seluruh Bali. ‘’Tujuannya mengevaluasi kegiatan tahun lalu, dan sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan PDDI tahun 2019,’’ tandas Sukrata. Ditambahkan, pemerintah berharap ke depannya ada program kerja yang lebih baik, serta dihidupkannya kembali pendonor darah di kota/kabupaten seluruh Bali yang menyangkut kaum milenial, kampus-kampus, sehingga stok darah mencukupi, baik dari jumlah maupun kualitas. Untuk itu, dapat menunjang derajat kesehatan masyarakat di Bali. Wakil Ketua II Bidang Kesehatan PMI Provinsi Bali dr. Gede Wiryana Patra Jaya mengatakan peran PDDI menyiapkan pendonor sangat luar biasa. Untuk kebutuhan rata-rata 200 kantong darah per hari bisa terpenuhi. ‘’Tapi Bali bukan hanya untuk kebutuhan masyarakat lokal. Namun karena Bali sebagai tujuan wisata, dan meningkatnya kunjungan setiap tahun, maka PMI juga mempersiapkan diri apabila ada wisatawan yang membutuhkan darah,’’ jelas Patra. Lebih lanjut dijelaskan, PMI Provinsi Bali sedang meningkatkan kualitas layanan, karena pihaknya menyediakan darah yang berkualitas dan nyaman. ‘’Sehingga partner kami di PDDI bisa semakin erat, karena PDDI meru-
pakan perhimpunan pendonor dan kami yang memproses darah dari pendonor,’’ jelas dr. Wiryana Patra. Ketua PD PDDI Provinsi Bali Ketut Pringgantara menambahkan, salah satu cara hidup sehat adalah dengan cara melakukan donor darah. Pola hidup sehat untuk darah sehat adalah melalui pola makan, gerak dan pola pikir. Pola ini juga akan dibahas dalam Mukerda PDDI Provinsi Bali tahun ini. Selain itu, PDDI juga ingin menghidupkan kembali lentera donor darah, dengan masuk ke lingkungan kampus, banjar dan komunitas lainnya, untuk menyasar anak muda atau kaum milenial. ‘’Kita juga akan memberi pemahaman bahwa donor darah merupakan salah satu sumbangsih pada pertiwi ini, untuk menangkal gerakan radikalisme, seks bebas dan narkoba. Kami lewat pemerintah sebagai likuidator, di promosi kesehatan ada germas. Lewat inilah kami mengajak masyarakat untuk ikut berdonor darah,’’ tandas pria yang sudah
seratus kali lebih mendonorkan darahnya itu. Pringgantara menerangkan, Mukerda PDDI di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali diharapkan melahirkan pemikiran yang konstruktif, pemikiran yang suci, untuk membantu pemerintah lewat PMI. Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dian Ardiani menambahkan, dengan hadirnya PDDI dikaitkan dengan promosi kesehatan sangat bagus. ‘’Saya berharap anak muda milenial di Bali digerakkan juga. Dengan menggerakkan PDDI, bisa menggerakkan banyak orang untuk kesehatan,’’ tegasnya. Oleh karena itu, anak muda harus berbuat positif dan ke arah yang lebih baik. ‘’Rangkaian mendapat darah yang sehat adalah makanan sehat, tidur cukup, tanpa merokok. Ini penting. Jika mau berdonor, mesti jaga dulu kesehatan diri sendiri,’’ ajak Dian Ardiani. (ad778)
MUKERDA - Peserta bersama perwakilan Gubernur Bali dan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali saat sesi foto bersama sebelum Mukerda dilakukan.
Sabtu Wage, 23 Februari 2019
’’Piodalan’’ di The ONE Legian
Tarik Antusiasme Staf Milenial, Undang Ida Mas Dalem Segara Berdharma Wacana THE ONE Legian mengadakan upacara piodalan yang jatuh pada Purnama Kasanga pada Selasa (19/2) lalu, sebagai wujud rasa terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas nikmat dan karunia-Nya dan menjalankan adat sekala serta niskala. Beberapa rangkaian acara dilakukan pada hari tersebut seperti mebat sedari pagi hari, lomba gebogan dan lomba peragaan busana adat ke pura yang diikuti enam departemen dari The ONE Legian. Dilanjutkan dengan pertunjukan tari Rejang persembahan staf The ONE Legian sebagai simbol tarian selamat datang kepada Tuhan dan manifestasi Dewa-Dewi, makan siang bersama rekan-rekan media yang turut hadir sebagai undangan serta dharma wacana kepada para karyawan The ONE Legian oleh Ida Mas Dalem Segara yang sekaligus sebagai pamuput upacara. Kehadiran Ida Mas Dalem Segara menjadi daya tarik tersendiri bagi karyawan The ONE Legian. Beliau menjadi sosok inspiratif karena berhasil membuktikan usia muda bukan jadi masalah baginya menjadi orang yang disucikan. Terbukti dengan ketetapan hati dan rasa ikhlas, Ida Mas Dalem Segara dapat membuktikan dirinya mampu menjadi sulinggih yang sujati di usia 23 tahun. Sejalan dengan pengalaman hidupnya, pada dharma wacana ini, Ida Mas Dalem Segara membawakan tema ‘’Bekerja Ikhlas Dari Hati’’. Pria yang mengaku begitu mencintai Bali ini me-
maparkan bagaimana beratnya harus menjalankan takdir menjadi seorang sulinggih. Baginya menjadi sulinggih bukan perkara yang mudah. Butuh komitmen, tanggung jawab serta rasa tulus dalam beryadnya. Prinsip ngayah, baginya sangat vital dalam menjalankan perannya sebagai seorang sulinggih. Sulinggih itu, lanjutnya, secara logika artinya seorang pangayah. Ngayah kepada Sang Pencipta, dan mengabdi serta melayani masyarakat. Hal ini yang beliau coba relasikan dengan pekerjaan bahwa di mana pun dan apa pun pekerjaan kita mesti dilakukan secara tulus ikhlas dan bertanggung jawab. Rasa berat dalam melakukan pekerjaan pasti ada. Seringkali datang tanpa kita sadari, namun harus ada target atau satu keinginan besar dalam diri yang dapat memacu kita menjadi pribadi yang mampu menepis
segala perasaan negatif. Bahkan anggapan orang lain sekalipun yang mengecilkan kita. General Manager The ONE Legian Eka Pertama menyampaikan selain upacara ini sebagai ungkapan rasa syukur atas kesuksesan masa lalu, masa kini dan untuk masa depan, dharma wacana ini juga diharapkan dapat menginspirasi para karyawan The ONE Legian yang didominasi kaum milenial agar terus giat serta mencintai apa yang saat ini mereka lakukan. Bukan hanya dalam pekerjaan di area hotel, namun juga dalam kehidupan sehari-hari. ‘’Atas nama The ONE Legian, kami juga sangat mengapresiasi kedatangan Ida Mas Dalem Segara yang sangat low profile telah berkenan memberikan arahan serta bimbingan mengenai upacara piodalan kali ini,’’ pungkas Eka Pertama. Stay Young & have a ONEderful day! (ad774)
Wagub Cok Ace Terima Audiensi Dubes Prancis
Bahas Masalah Pariwisata, Ekonomi, Budaya dan Lingkungan Sebelum Tamat, Siswanya Sudah Jadi ’’Job Creator’’ 653 Siswa SMK PGRI 5 Denpasar Ikuti UKK
SEBANYAK 653 siswa kelas XII SMK PGRI 5 Denpasar mengikuti UKK sejak 14 Februari lalu. Dari jumlah itu, 311 orang dari Program Keahlian Tata Boga, sisanya 342 orang dari Akomodasi Perhotelan (AP). UKK berlangsung selama dua minggu karena sekolah ini tercatat terbanyak di Bali yang mengikutkan siswanya UKK. Yang menarik siswa Tata Boga mengikuti UKK praktik service dan produksi di lab kitchen dan restoran berstandar internasional yang disebut Golden Suite Restaurant. Sedangkan akomodasi perhotelan mengikuti praktik front office, house keeping, public area, room, telepon operator, resertion dan receptionis. Hasil UKK siswa langsung dinikmati pejabat dan pengawas di lingkungan Disdikbud dan dunia industri, Jumat (22/2) kemarin. Para siswa diuji asesor SP Parwisata Perindo. Pelaksanaan UKK langsung dipantau Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka didampingi Ketua Komite SMK PGRI 5 Denpasar Drs. Wayan Darya Kusuma, M.Pd., Waka Dra. Tati Rahmawati, Drs. I.B. Anom,
A.A. Gde Agung Udiana Putra, Kaprodi Ni Kt. Sri Padmawati, S.Pd. dan KTU Drs. I Gst. Ngr. Wiranata. UKK ini, kata Ni Ketut Nuka, sebagai syarat penting kelulusan. Bahkan, menurut asesor Made Sunata, nilai minimal UKK SMK PGRI 5 mencapai 80. Dengan demikian lulusan SMK PGRI 5 Denpasar selain mendapat ijazah juga sertifikat kompetensi. Nuka juga menjelaskan, UKK ini untuk mengukur kemampuan siswa dalam program keahliannya setelah tiga tahun dilatih di sekolah ini. Mereka juga dilepas enam bulan magang ke dunia usaha dan industri (dudi). Selama dibina di sekolah siswanya dididik oleh SDM guru berpengalaman didukung sarana-prasrana berkualitas demi lulusan berdaya saing tinggi untuk memenangkan persaingan di dunia kerja. Dia mengakui lulusannya 20 persen sudah berwirausaha mandiri, 25 persen melanjutkan dan 65 persen mencari pekerjaan. Bahkan sebelum tamat, siswanya membentuk usaha bersama dalam paket wedding sekalipun di luar kompetensinya seperti melayani tata rias, busana, catering,
UKK - Kasek Ni Ketut Nuka bersama asesor dan siswa saat memantau UKK di SMK PGRI 5 Denpasar.
dekorasi dan fotografi. Makanya, Nuka mengatakan SMK PGRI 5 Denpasar sukses membentuk SDM Bali yang job creator yakni menciptakan lapangan pekerjaan. ‘’Kami bangga mereka bersatu membentuk usaha bersama,’’ tegasnya. Selain itu selama sekolah siswanya juga membuka usaha warung, membuka laundry dan florist, catering bersinergis dan marketing online dengan program AP. Nuka tampak gembira karena sukses menanamkan hidup disiplin, mandiri dan penuh kejujuran sekaligus kewirausahaan. Kebanggaan lain, usai UKK siswa kelas XII SMK PGRI 5 Denpasar menjalani UNBK mandiri, sedangkan ujian sekolah akan digelar mulai 6 Maret nanti. Karena sekolah ini fasilitasnya sangat lengkap dan PBM berlangsung berkualitas, eksistensi SMK PGRI 5 direspons positif oleh masyarakat Denpasar. Untuk itu, dia meminta warga Denpasar yang ingin memiliki anak berkarakter, cerdas, terampil dan cepat bekerja bergabung dengan SMK PGRI 5 Denpasar. Pada PPDB ini SMK PGRI 5 akan menerima 650 siswa baru sesuai dengan siswa yang tamat. Ketua Komite I Wayan Darya Kusuma, M.Pd. bangga membutikan lulusan SMK siap kerja dan memiliki sarpras lengkap, sehingga sukses menghasilkan output dan outcome berkualitas. SMK PGRI 5 Denpasar di Jalan Kenyeri yang dulu hanya memiliki 24 ruang kelas kini menjadi 32 kelas. Fasilitas lainnya yang tersedia yakni empat lab hotel, dua kitchen, dua lab hotel, lab laundry dan dua lab komputer. Bahkan sekolah ini sudah menerapkan e-learning. (k250)
DUTA Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Y.M. JeanCharles Berthonnet berharap hubungan baik yang sudah terjalin antara Prancis dan Bali, baik itu di bidang pariwisata, ekonomi, budaya dan lingkungan dapat terus ditingkatkan di masa depan. Hal ini disampaikannya saat diterima Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati di Ruang Tamu Wakil Gubernur, Kantor Gubernur Bali, Jumat (22/2) kemarin. Dubes Berthonnet mengaku senang mendengar data wisatawan Prancis yang terus meningkat dan hubungan dagang yang cukup besar antara Prancis dan Bali. ‘’Data (ekspor) ini menjadi bukti investor yang ada di Bali merasa nyaman dengan iklim perdagangan di Bali,’’ kata Ber-
thonnet. Sebelumnya Wagub Cok Ace memaparkan kunjungan wisatawan Prancis ke Bali sejak tahun 2014 yang terus meningkat rata-rata 11 persen setiap tahunnya. Sementara di bidang perdagangan ekspor dari Bali ke Prancis mencapai 42,5 juta USD. ‘’Meskipun sempat terjadi bencana di beberapa daerah di Indonesia, itu tidak memengaruhi minat wisatawan Prancis ke Bali,’’ kata Wagub yang juga Ketua PHRI Bali ini. Ia memaparkan data bulan Januari 2019 wisatawan Prancis yang datang ke Bali sebanyak 7819 orang, meningkat dari tahun sebelumnya Januari 2018 yang berjumlah 6731 orang. Kesempatan ini sekaligus dimanfaatkan Wagub
Cok Ace untuk menyampaikan kondisi Gunung Agung dan bagaimana pelaku pariwisata bersama pemerintah sudah bekerja sama untuk mengendalikan situasi dengan baik. Terkait isu lingkungan yang menjadi ketertarikan pemerintah Prancis, Wagub Cok Ace menyampaikan Gubernur Bali telah mengeluarkan pergub tentang pembatasan plastik sekali pakai. ‘’Kami juga dalam tahap beralih ke energi terbarukan yang lebih hijau. Salah satunya pembangkit listrik Celukan Bawang yang secara bertahap beralih dari batu bara ke gas,’’ kata tokoh Puri Ubud ini. Pertemuan ini dihadiri pula Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra dan Yayasan Alliance Franchaise. (ad777)
TERIMA - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat menerima Dubes Prancis untuk Indonesia Y.M. Jean-Charles Berthonnet di Ruang Tamu Wakil Gubernur, Kantor Gubernur Bali, Jumat (22/2) kemarin.
Peringati Hari Baden Powell Ke-162
Dewa Indra Harap Pramuka Jadi Generasi Tangguh Membangun Bali GERAKAN Pramuka sebagai lembaga pendidikan nonformal di luar sekolah dan di luar keluarga memiliki sistem pendidikan yang sangat holistik dengan Dasa Darma dan Tri Satyanya. Selain itu Pramuka juga turut melaksanakan pembinaan karakter bagi generasi muda dengan harapan dapat mewujudkan generasi muda yang lebih tangguh dan maju sebagai calon-calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Dengan demikian, gerakan Pramuka diharapkan dapat ikut berperan dalam mewujudkan program pembangunan di daerah Bali. Harapan ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra yang juga sebagai Kakak Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali pada peringatan Hari Baden Powell ke-162 yang berlangsung di SMK Negeri Bali Mandara, Kubutambahan, Buleleng, Jumat (22/2) sore kemarin. ‘’Seperti kita ketahui bersama Baden Powell merupakan
tokoh pramuka dunia, berasal dari Inggris dan tokoh yang memberikan inspirasi kepada beberapa negara dalam pembinaan kepada generasi muda dan terbentuknya gerakan pramuka di Indonesia. Pemerintah telah mempercayakan pendidikan karakter generasi muda kita kepada gerakan pramuka dengan ditetapkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 dan PP Nomor 63 Tahun 2013. Di mana pendidikan kepramukaan merupakan kurikulum ekstra wajib di semua jenjang pendidikan dari Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA/SMK,’’ jelasnya. Menurut Dewa Indra, hal ini disebabkan karena organisasi gerakan pramuka merupakan organisasi yang solid dari tingkat desa (gugus depan), tingkat kecamatan (kwartir ranting), kabupaten (kwartir cabang), provinsi (kwartir daerah) sampai ke tingkat pusat (kwartir nasional). Presiden RI sebagai Ketua Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas) Gerakan Pramuka. ‘’Saya
memberikan apresiasi kepada gugus depan yang berpangkalan di SMK Negeri Bali Mandara. Hal ini akan menambah jumlah relawan pramuka peduli yang telah kita bentuk sebanyak 900 orang se-Bali,’’ terangnya. Ia juga bersyukur terhadap organisasi dan lembaga masyarakat yang sangat peduli dan
membantu gerakan pramuka selama ini, baik terhadap kebencanaan (relawan pramuka peduli), sampah (kerja sama dengan PT Bali Wastu Lestari), kepedulian terhadap Pengawasan Obat dan Pangan Aman dengan membentuk Pramuka POPA (Balai Besar POM Denpasar), bahaya narkoba (kerja sama dengan BNN Provinsi
BADEN POWELL - Peringatan Hari Baden Powell ke-162 yang berlangsung di SMK Negeri Bali Mandara, Kubutambahan, Buleleng, Jumat (22/2) sore kemarin.
Bali) serta bantuan dari GM Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali serta bantuan dari PT Yamaha Denpasar. ‘’Khusus kepada kakak Kepala SMK Negeri Bali Mandara, saya sampaikan terima kasih, karena telah memfasilitasi penyelenggaraan peringatan Hari Baden Powell 2019 ini. Serta melaksanakan kegiatan lomba Abimanyu-Utari Scout Competition untuk memperebutkan piala bergilir Kwarda Bali. Mudah-mudahan peringatan yang dirangkai dengan lomba ini dapat mendorong gerakan pramuka melaksanakan pembinaan karakter bagi generasi muda kita dengan harapan dapat mewujudkan generasi muda yang lebih tangguh dan maju,’’ imbuhnya. Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara I Wayan Agustiana dalam laporannya menyampaikan peringatan Hari Baden Powell tingkat daerah Bali yang pelaksanaannya dikaitkan juga dengan kegiatan Abhimanyu– Uttari Scout Competition ini
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
memperebutkan piala bergilir kwarda gerakan pramuka daerah Bali. Ditambahkan, kegiatan Abimanyu–Uttari Scout Competition bagi pramuka penggalang dan penegak se-kwartir daerah Bali untuk memperebutkan piala bergilir diikuti 248 peserta pramuka penggalang dari 15 SMP se-Provinsi Bali yang mengikuti empat kriteria lomba, meliputi LKKB tongkat, kreasi semaphore, miniatur pionering dan lomba senam pramuka jilid 2. ‘’Sedangkan untuk pramuka penegak diikuti 128 peserta yang berasal dari SMA/SMK se-Bali pada babak penyisihan lomba video pendek dan media pembelajaran pendidikan kepramukaan. Selanjutnya kami mengundang 6 finalis untuk mempresentasikan karyanya,’’ ungkapnya. Usai acara, dilanjutkan dengan kegiatan Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (GAUL) berupa penghijauan di lingkungan sekolah dengan menanaman buahbuahan dan beberapa jenis tanaman penghijauan. (ad779)
DAERAH
Sabtu Wage, 23 Februari 2019
5
Ribuan Warga Badung Belum Lakukan Perekaman E-KTP
Mangupura (Bali Post) Program Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP belum tuntas. Ribuan warga hingga kini belum melakukan perekaman. Padahal pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung telah melakukan berbagai upaya hingga jemput bola agar program pemerintah terselesaikan dengan baik. Sesuai data yang ada jumlah penduduk di Kabupaten Badung sebanyak 476.675 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk yang wajib memiliki e-KTP atau umunya di atas 17 tahun sebanyak 362.269 jiwa. Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Badung Putu Suryawati, Jumat (22/2) kemarin, membenarkan jika banyak masyarakat di Kabupaten Badung yang belum melakukan perekaman e-KTP. ‘’Banyaknya masyarakat yang belum melakukan perekaman karena setiap harinya akan ada yang bertambah usia. Seperti sekarang usianya 16 tahun, bulan depan atau besoknya lagi sudah 17 tahun, sehingga di usia 17 tahun mereka sudah wajib mempunyai e-KTP dengan melakukan perekaman,’’ ujarnya. Diterangkan, tercatat ma-
syarakat Badung yang sudah melakukan perekaman e-KTP sebanyak 360.252 jiwa, dengan rincian laki-laki 177.473 dan perempuan 182.779 jiwa. Total penduduk Badung yang belum melakukan perekaman sebanyak 2.017 jiwa, dengan rincian laki-laki 1.081 jiwa dan perempuan 936 jiwa. ‘’Kami kini melakukan perekaman ke sekolah-sekolah. Selain melakukan perekaman di lingkungan sekolah, Disdukcapil kini rutin menyasar ke rumah-rumah,’’ katanya. Disinggung mengenai pencetakan e-KTP untuk warga yang sudah melakukan perekaman, pihaknya mengaku belum sepenuhnya tercetak. Pasalnya saat melakukan perekaman ke lapangan, pencetakan e-KTP tetap dilakukan di kantor. ‘’Dari totalnya 360.252 yang sudah melakukan perekaman, e-KTP yang sudah dicetak sebanyak 360.123 dan sisanya yang belum kami cetak sebanyak 129,’’ paparnya. Disebutkan pencetakan e-KTP di Kabupaten Badung akan terus dilaksanakan. Apalagi blanko e-KTP hingga saat ini sudah cukup tersedia. Bahkan, ia menjelaskan untuk pengadaan blanko e-KTP itu langsung diadakan pusat yakni Ditjen Dukcapil. (kmb27)
Bali Post/udi
MENIKAH - Pasangan napi menikah di Lembaga Pemasyarakatan Banyuwangi, Jumat (22/2) kemarin.
Cinlok, Pasangan Napi Menikah di Lapas Banyuwangi (Bali Post) Hidup di balik jeruji besi tak membuat sepasang kekasih di Banyuwangi patah semangat. Keduanya memilih menikah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi, Jumat (22/2) sore kemarin. Yang unik, pesta pernikahan dibuat meriah, layaknya di rumah. Pasangan itu yakni Hadi Purnomo (37), warga Desa Bubuk Kecamatan Rogojampi, d an Febrina Eka Kristanti (27), warga Desa Ringinsari Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Layaknya pengantin umum, keduanya dihias rapi. Hiburan dangdut digelar. Puluhan perwakilan kedua keluarga ikut hadir. Lapas Banyuwangi layaknya punya gawe pengantin. Isak tangis keluarga pecah ketika penghulu mengesahkan pasangan pengantin tersebut. ‘’Karena kami sudah sama-sama cocok, setelah kenal enam bulan di lapas, akhirnya memutuskan menikah, meski saya belum bebas,’’ kata Hadi Purnomo usai akad nikah. Pria yang divonis lima tahun penjara dalam kasus pencurian dengan kekerasan ini kenal dengan istrinya ketika sering mengikuti pengajian di lapas. Kebetulan, Febrina Eka Kristanti juga menjadi napi dalam kasus narkoba. Divonis penjara 4,2 tahun. Namun, wanita
ini lebih dulu bebas bersyarat, Oktober 2018. ‘’Sebelum bebas, kami memang sudah sepakat menikah. Akhirnya kita langsung di lapas,’’ tutur Febrina. Bagaimana dengan bulan madu? Pasangan muda ini sepakat menunggu bebas sepenuhnya untuk menjalani sebagai keluarga. ‘’Saya tak sampai dua tahun bebas. Biarkan istri saya yang mengurus keluarga dulu di rumah,’’ kata Hadi Purnomo. Dia mengakui hubungan asmara ini muncul lantaran cinta lokasi (cinlok) selama bertemu di lapas. Kepala Lapas kelas II B Banyuwangi Ketut Akbat Herry Achyar mengatakan pihaknya sudah enam kali menikahkan pasangan napi di lapas. Namun, baru kali ini yang diisi dengan resepsi keluarga. ‘’Ini menjadi momen bertemunya warga binaan sambil memberikan ucapan selamat pernikahan,’’ jelasnya. Selama resepsi, pengamanan dibuat lebih ketat. Ditambahkan, seluruh acara resepsi ditangani warga binaan. Mulai acara, pentas musik hingga riasan pengantin. ‘’Ini juga hasil kreativitas warga binaan yang mampu membuat inisiatif acara. Termasuk musik yang dimainkan warga binaan,’’ tegasnya. Kegiatan ini, katanya, menjadi bagian memberikan kreativitas ke warga binaan. (udi)
PENIPUAN - Kapolresta Denpasar menunjukkan tersangka kasus penipuan di Mapolresta Denpasar, Jumat (22/2) kemarin.
Bali Post/eka
Tipu Pemilik Spa Rp 120 Juta
Giliran Polisi Gadungan Diringkus Denpasar (Bali Post) -
Setelah anggota Bhayangkari palsu, giliran polisi gadungan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) M. Zikri Rifannsyah (51) ditangkap Tim Resmob Polresta Denpasar, Selasa (19/2) lalu. Rentenir yang juga pedagang nasi campur asal Jakarta Barat ini ditangkap di wilayah Desa Guwang, Gianyar karena terlibat penipuan Rp 120 juta. ‘’Korbannya pemilik spa bernama Suyanti usia 57 tahun. Adapun modusnya yaitu pelaku mengaku kepada korban sebagai anggota Polri untuk menanamkan saham di Koperasi Polda Bali,’’ kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kasatreskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan, Jumat (22/2) kemarin. Ruddi menjelaskan, kejadian ini berawal dari perkenalan korban dengan pelaku di Jalan Danau Tempe, Denpasar Selatan. Kebetulan korban kerja di Jalan Danau Tempe dan pelaku mengaku sebagai anggota Polda Bali berpangkat AKP. ‘’Pelaku ini
kesehariannya dagang nasi campur di Jalan Cokroaminoto, Denpasar. Dia sering main ke spa korban,’’ ujarnya. Pada 2 Februari lalu, pelaku mengajak korban untuk menanamkan modal di Koperasi Polda Bali. Dengan ajakan tersebut, korban tertarik dan percaya kalau pelaku sebagai anggota Polda Bali. Selanjutnya korban menyerahkan uang sebesar Rp 30 juta dan akan mendapatkan bunga sebesar 10% setelah tiga bulan. Setelah tiga bulan berlalu, korban diberikan uang Rp 6 juta dan Rp 3 juta. ‘’Korban ditawari pelaku untuk mengikuti lelang barang di Polda
Bali berupa barang-barang elektronik,’’ ungkap mantan Kapolres Badung ini. Korban juga tertarik dengan tawaran itu lalu menyerahkan uang sebesar Rp 45 juta. Setelah sekian lama menunggu, barang-barang yang dijanjikan pelaku tidak kunjung datang. Saat ditanya korban, pelaku berdalih masih antre. Ternyata pelaku belum puas, dia kembali menawarkan barang lelang milik atasannya seharga Rp 45 juta. Anehnya korban kembali percaya. Awalnya dia menyerahkan uang kepada pelaku Rp 25 juta. Setelah itu dia mentrans-
fer uang ke rekening pelaku sebanyak dua kali masingmasing Rp 10 juta. Setelah itu, pelaku tidak pernah lagi datang ke tempat kerja korban. Begitu juta barang yang dijanjikan pelaku tidak kunjung datang. Saat itulah korban curiga dan melakukan pengecekan ke Polda Bali. Ternyata tidak ada anggota bernama AKP Aris Rifansyah di Polda Bali. Korban berusaha menghubungi pelaku, tetapi HPnya tidak aktif. ‘’Dengan kejadian tersebut korban baru mengetahui bawa dirinya ditipu dan melaporkan kasus ini ke Polresta Denpasar,’’ tegasnya. Setelah menerima laporan kasus ini, Tim Resmob Polresta Denpasar dipimpin Kanit I Iptu Made Yudistira melakukan penyelidikan. Polisi memperoleh ciri-ciri pelaku dari korban. Pada
Selasa (19/2) pukul 18.00 Wita, pelaku berhasil ditangkap di wilayah Desa Guwang, Gianyar. Pelaku mengakui perbuatan tersebut dan uangnya digunakan foya-foya. Selain itu dipinjamkan kepada temantemannya karena pelaku rentenir. Terkait kasus ini, petugas mengamankan barang bukti satu lembar kuitansi penyerahan uang dari korban kepada pelaku Rp 30 juta. ‘’Pelaku tidak pakai atribut polisi. Saat ketemu korban, pelaku pakai pakaian biasa. Tapi karena bujuk rayu pelaku, korban percaya. Di Polda Bali tidak ada menanam modal seperti itu. Kalau ada orang yang mengaku polisi dan mengiming-imingi sesuatu lebih baik cek dulu kebenarannya,’’ tegas perwira melati tiga asal Madura, Jawa Timur ini. (kmb36)
Mahasiswa Penjambret Ditangkap, Beraksi di Empat TKP Denpasar (Bali Post) Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Denpasar berinisial RA JB (21) asal NTT ditangkap Tim Resmob Polresta Denpasar, Rabu (20/2) lalu. Pelaku yang mengambil jurusan guru bahasa Inggris ini terlibat kasus jambret di empat TKP di wilayah Denpasar. Untuk memuluskan aksinya, pelaku yang rambutnya disemir hijau ini memodifikasi sepeda motor metiknya agar bisa lari kencang. Korban terakhir yaitu Febrianti (20) berstatus mahasiswi. Korban ini dijambret di Jalan Ida Bagus Oka, Gang Rencong, Panjer, Denpasar Selatan. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan mengatakan kejadiannya pada Kamis (24/1) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu korban datang dari membeli makanan. Dia berjalan kaki sendirian di TKP sambil memegang HP. Pada saat bersamaan pelaku melintas dan melihat korban memegang HP. ‘’Posisi pelaku di belakang korban. Pelaku memepet korban dan langsung merampas HP tersebut, lalu kabur,’’ ujarnya. Atas kejadian tersebut, korban melapor ke Polsek Denpasar Selatan. Tim Resmob Polresta dipimpin Iptu Made Yudistira langsung bergerak memburu pelaku. Petugas
telah mengantongi ciri-ciri pelaku, termasuk sepeda motornya. Hasil penyelidikan, polisi berhasil mengendus tempat kos pelaku yaitu di Jalan Bedugul, Denpasar dan dilakukan penggerebekan pada Rabu (20/2) pukul 19.45 Wita. ‘’Kami menangkap pelaku di kamar kosnya. Termasuk barang bukti uang, HP, helm, pakaian dan sepeda motor pelaku,’’ ujar mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini. Selain di Jalan Ida Bagus Oka, Gang Rencong, pelaku juga mengaku beraksi akhir Desember 2017 pukul 20.00 Wita di dekat Pasar Kereneng, Denpasar dan berhasil mengambil HP. HP hasil jambret itu lalu dijual lewat online seharga Rp 450 ribu. Akhir Desember 2018 pukul 20.00 Wita, pelaku beraksi di Jalan Ida Bagus Oka, Panjer dan menyasar HP. HP tersebut lalu dijual lewat online seharga Rp 500 ribu. Sementara pada Januari lalu pukul 19.00 Wita, dia beraksi di Jalan Jempiring, Kereneng, Denpasar dan berhasil mengambil HP. Barang curian itu lalu dijual Rp 900 ribu lewat online. ‘’Dalam aksinya pelaku berbuat nekat dengan menarik korbannya sampai jatuh. Kami masih mengembangkan kasus ini,’’ tegas mantan Kasatreskrim Polres Badung ini. (kmb36)
Bali Post/eka
JAMBRET - Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka penjambretan di Mapolresta Denpasar, Jumat (22/2) kemarin.
Rawan Erupsi, Alat Pantau Gunung Raung dan Ijen Dipercanggih
Bali Post/udi
CEK - Menteri ESDM Ignatius Jonan mengecek peralatan di Pos Pantau Gunung Api Ijen, Desa Tamansari, Licin, Banyuwangi, Jumat (22/2) kemarin.
Banyuwangi (Bali Post) Rawan terjadi erupsi, Gunung Raung dan Gunung Ijen, Banyuwangi mendapat perhatian khusus dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Dua gunung aktif ini mendapat tambahan peralatan canggih. Pos pantaunya juga dipermak, mirip vila. Salah satu alasannya, Gunung Raung dan Ijen menjadi kawasan wisata dan berdekatan dengan Bali. Menteri ESDM RI Ignatius Jonan mengatakan bencana eruspi gunung menjadi momok bagi Indonesia. Sebab, berada di dalam lingkaran cincin api dunia. Karena itu, gunung api aktif banyak tersebar di Nusantara. ‘’Tahun 2016, kita perbaiki pos pantau dan tambah alatnya hingga 66 titik. Tahun 2019, kita bangun 12 pos pantau
dan tambah peralatannya. Salah satunya pos pantau Gunung Api Ijen dan Raung,’’ kata Jonan usai meresmikan Pos Pantau Gunung Api Ijen di Desa Tamansari Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jumat (22/2) kemarin. Menurut Jonan, pembaruan peralatan dan pos pantau gunung api menjadi keharusan. Sebab, saat ini para pengamat gunung api dari kalangan muda. Hidupnya, harus ada televisi, listrik hingga gadget. Harapannya, dengan penambahan peralatan dan fasilitas di pos pantau gunung api, banyak anak muda yang tertarik menjadi pengamat gunung api. ‘’Di mana-mana pos pantau gunung api selalu jauh dari keramaian dan jalan raya. Kalau fasilitasnya tak lengkap, makin banyak pemuda yang enggan menjadi
pengamat gunung api. Ini tren perkembangan zaman,’’ tegasnya. Karena itu, pos pantau gunung api dibuat nyaman, meski jauh dari perkampungan, sehingga pengamat bisa betah bertugas. Lalu secara cepat memberikan informasi terkait perkembangan aktivitas gunung api. Jonan mencontohkan Gunung Ijen yang dikenal sebagai kawasan wisata dengan api biru. ‘’Blue fire (api biru) itu adalah gas dari bawah alam. Itu terkadang bahaya. Karena itu, alat pengamatan juga harus canggih, mendeteksi dengan cepat,’’ tegasnya. Lalu pos pantau dibuat dua lantai, sehingga pengamat bisa melihat langsung kondisi puncak gunung dari ketinggian. ‘’Selama ini petugas harus keluar ruangan,
mencari tempat tinggi dulu,’’ jelasnya. Pos pantau Ijen ini dibangun hanya radius 10 kilometer dari puncak, sehingga cukup dekat. Pos ini sudah berpindah tiga kali, sejak sebelum kemerdekaan. Awalnya, berada di bibir kawah Ijen hingga tahun 1951. Lalu pindah di kaki gunung mulai 1971 hingga 1986 dan pos permanen di Desa Tamansari hingga sekarang. Pihaknya secara berkala terus memperbaiki peralatan pemantau gunung api, khususnya yang erupsinya bisa sepanjang tahun. Seperti Gunung Sinabung (Sumatera), Gunung Merapi (Jateng) dan Gunung Agung (Bali). Terbaru, Gunung Raung dilengkapi dengan GPS dan tambangan seismograf. Gunung ini kerap mengalami erupsi. (udi)
OPINI
6
Sabtu Wage, 23 Februari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Prestasi Olahraga untuk Menekan Sikap Arogan Politisi PEMILIHAN umum serentak 2019 tinggal kurang dari dua bulan lagi. Seperti yang kita lihat dan dengar di televisi, berbagai ujaran sinis dan riuh rendahnya sudah kelihatan. Hujatan juga ada, bahkan di media sosial hujatannya sangat tidak etis. Masyarakat yang masih berpikiran rasional, yang tentu saja jumlahnya lebih banyak dibanding dengan mereka yang fanatis, memilih untuk diam dan menetapkan pilihannya melalui berbagai informasi yang didapatkan. Inilah yang lebih mampu meredam emosi menjalar ke wilayah yang lebih luas. Jadi, masyarakat yang rasional tersebut sangat berguna untuk menahan berbagai hoax yang mucul di media sosial, bahkan juga di media cetak. Dalam konteks kebijakan yang lebih besar, secara tersembunyi ada sebuah usulan optimis yang muncul dari masyarakat Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, Indonesia secara resmi telah mencalonkan diri untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Pencalonan ini tidak boleh dibilang remeh. Olimpiade merupakan pesta olahraga internasional yang memerlukan penanganan sangat profesional. Keberanian untuk mencalonkan diri ini seharusnya mampu meredam berbagai ujaran politik merugikan yang menghiasi ruang publik Indonesia ini. Untuk sementara, mungkin tidak banyak yang mengetahui keberanian Indonesia mencalonkan diri tersebut. Lebih banyak yang larut dengan berbagai kegaduhan dan keributan politik yang sesungguhnya sama-sama tidak kita inginkan. Tetapi tidak apa-apa, karena pada saatnya keberanian ini justru akan mampu mengejutkan para politisi itu kelak. Penyelenggaraan Olimpiade ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Sukses menyelenggarakan Asian Games tahun lalu di Jakarta, kiranya dapat menjadi modal optimis. Paling tidak keterlibatan pihak swasta sebagai penyelenggara akan mendapat ujian besar. Meski demikian, arena ini akan dapat dipakai sebagai sebuah tonggak untuk menunjukkan kemampuan negara kelak untuk terlibat dalam bisnis dalam penyelenggaraan pesta olahraga. Olimpiade sejak tahun 1984 di Los Angeles, membolehkan ikut campurnya pihak swasta dalam pengelolaan penyelenggara. Dan tentu saja juga dibolehkan mendapatkan untung dari pengelolaan ini. Kesempatan Indonesia akan muncul di sini untuk memperlihatkan jati diri. Tantangan lain adalah mempersiapkan diri. Menjadi penyelenggara memerlukan kesiapan mental juga kesiapan intelektual untuk melakukan lobi-lobi kepada anggota komite. Indonesia harus konsisten dalam hal ini. Untuk Olimpiade tahun 2032 ini, keputusan siapa yang akan menjadi tuan rumah, sudah akan diputuskan tahun 2024. Jadi, sejak sekarang Indonesia mempunyai waktu lima tahun untuk mempersiapkan diri berdiplomasi agar mampu memenangkan persaingan dengan negara-negara lain di dunia. Penyelenggaraan pesta olahraga dunia ini tidak sedikit yang memperebutkan. Tidak hanya negara-negara maju, tetapi juga negara-negara berkembang. Sebab, di samping akan memberikan prestise kepada negara atas penyelenggaraan tersebut, juga akan mampu memberikan keuntungan apabila berhasil menjalankannya dengan sukses. Lima tahun menjelang keputusan untuk menjadi tuan rumah ini menjadi waktu yang cukup bagi Indonesia. Lobi-lobi kepada negara lain, perbaikan sarana, menjaga keamanan negara menjadi modal untuk keberhasilan. Dengan cara seperti itulah nanti kita akan mampu memperbaiki dan menambah kepecayaan diri bangsa dan negara. Sekaligus juga kita ingin memperbaiki perilaku para politisi kita agar tidak memanfaatkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Melek Budaya di Era Digital Kini gerakan kembali menjadikan spirit dan landasan kehidupan bergulir di Bali. Ini ditandai dengan lahirnya sejumlah pergub yang mengarah pada penguatan budaya. Salah satunya adalah tentang bahasa dan busana adat Bali. Saya mendukung gerakan ini karena ini akan menguatkan sistem pewarisan budaya Bali. Yang saya tanyakan sejauh mana pergub ini telah disosialisasikan. Jangan sampai pergub yang bagus ini hanya menjadi produk regulasi tanpa efek yang signifikan. Mestinya ada kontrol dan evaluasi atas dukungn publik dalam hal ini krama Bali terhadap pergub ini. Hal lainnya adalah sampai sejauh mana generasi telah paham dengan pergub ini. Hal ini juga penting diketahui karena mereka akan menjadi pewaris budaya ke depan. Mari kita dukung gerakan ini dengan mengajak generasi muda kita melek budaya bukan hanya melek teknologi. Ni Kadek Agustini Gianyar, Bali
Dari Asian Games Menuju Ajang Olimpiade Setelah sukses menggelar Asian Games ke-18 tahun 2018 yang lalu, Indonesia mengajukan diri menjadi penyelenggara Olimpiade tahun 2032. Surat resmi untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah ini telah disampaikan melalui Keduataan Besar Indonesia di Swiss, surat pengajuan dari Presiden Indonesia telah disampaikan kepada Presiden Komite Olimpiade Internasional yang bermarkas di Swiss. Paling lambat, kepastian tentang siapa yang menjadi tuan rumah tahun 2032 tersebut akan diketahui tahun 2024. Setelah Jepang tahun 2020, kemudian Paris tahun 2024, Los Angeles akan menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2028. Jika berhasil, Indonesia akan menjadi tuan rumah setelah itu.
Oleh
GPB Suka Arjawa pa urgensi Olimpiade bagi Indonesia? Keberanian untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah ini telah menjadi sebuah kemajuan tersendiri bagi Indonesia. Paling tidak kepercayaan diri sudah mulai tumbuh. Keberanian ini tidak lepas dari keberanian dan keberhasilan Indonesia menyelenggarakan Asian Games dan Asian Para Games di Jakarta tahun 2018 yang lalu. Keberhasilan ini memberikan pesan besar kepada Indonesia dan mampu mengungkap sisi lain dari masyarakat dan kemampuan bangsa Indonesia. Seperti kita rasakan dan ketahui bersama, hajatan politik dan berbagai komentar politik (dan politisi) di Indonesia, paling tidak sejak tahun 2014, menenggelamkan sisi sumber daya masyarakat yang sesungguhnya mempunyai potensi luar biasa yang mengagumkan. Politik baru muruk yang diperlihatkan oleh para politisi Indonesia, secara tega-tegaan menyita perhatian dan mendominasi ruang publik sehingga menutupi potensi sumber daya besar yang dimiliki bangsa Indonesia. Membandingkan sumber daya tersebut dengan politik, terasa politik (dan politisi) Indonesia itu secuil.
Sumber daya terpendam yang kemudian terlihat saat Asian Games (dan Asian Para Games), sunguh beragam yang apabila dikategorisasikan komposisinya sedemikian. Dari sisi kehidupan sosial Indonesia, ternyata Asian Games memunculkan sikap gotong royong Indonesia. Bahkan, sifat gotong royongnya yang asli. Gotong royong asli itu berakar dari desa dan terkubur oleh lelaku politik lelakut dari politisi sejak zaman reformasi ini. Sebagian dari “pekerja” Asian Games adalah sukarelawan dan mereka-mereka itu adalah anak-anak muda. Anakanak muda itu adalah anak yang sadar dengan kepentingan negara dan bangsa, bukan pemuda cengeng yang tiap saat tangannya memegang HP atau ngomong cuk.. cak..cuk... di sembarang tempat tanpa prestasi apa-apa. Sukarela itu adalah dasar dari gotong royong dan itu muncul dari sebuah kesadaran. Pada masyarakat tradisional pada masa lalu, kesadaran itu bersumber dari keterbatasan diri dan pentingnya kerja sama untuk mencapai tujuan. Pada masa modern, dan terlihat pada Asian Games itu adalah kesadaran akan pentingnya kerja sama untuk mencapai tujuan negara secara
bersama-sama. Sekaligus juga melalui sukarelawan itu memperlihatkan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Inilah sumber daya anak bangsa yang tertutup oleh perilaku lelakut para politisi kita yang tega-teganya menyita ruang publik. Ada lagi sukarelawan yang lebih dahsyat, yaitu memungut sampah (termasuk putung rokok) di areal lomba saat itu. Yang kedua, dari sisi seni dan pengelolaan seni itu sendiri. Para pemirsa televisi sudah melihat bagaimana tari Saman saat pembukaan Asian Games demikian memukau penonton di seluruh Asia, bahkan mungkin dunia. Pengelolaan tarian tersebut memerlukan kecekatan, disiplin, dan sikap profesional. Dapat dilihat, bagaimana ribuan penari (yang masih muda-muda itu) mampu bergerak cepat sambil menyalin warna baju hanya sepersekian detik untuk ditampilkan menjadi tarian yang indah. Tanpa profesionalisme penari dan korografernya, tidak akan mungkin mampu menghasilkan tarian yang memukau dunia. Tari itu adalah asli Indonesia, tepatnya di Aceh. Dan tari itu hanya satu dari ribuan tari tradisional yang dimiliki oleh Indonesia di
berbagai pelosok Tanah Air. Bisa dibayangkan, jika ribuan tari tradisional itu dapat digali dan dikoreografikan dengan indah, berapa dunia yang akan kagum dengan Indonesia. Dari tarian ini saja sudah dapat dilihat bahwa ada dua sumber daya yang dimiliki Indonesia yang kurang diketahui sebelumnya, yaitu tarian dan kemampuan untuk mengelola tarian tersebut (baik oleh penari maupun koreografer). Ketiga, dilihat dari sisi kemampuan meningkatkan prestasi. Banyak yang menyebutkan bahwa prestasi gemilang Indonesia di Asian Games disebabkan oleh keberhasilan pencak silat meraih medali. Cabang olahraga ini merupakan cabang asli tuan rumah sehingga negara-negara lain tidak akan mampu bersaing dengan Indonesia. Pernyataan ini memang benar. Akan tetapi, setiap tuan rumah mendapatkan hak untuk menggelar cabang olahraga yang menjadi favoritnya. Bahwa Indonesia berhasil melobi dan memasukkan pencak silat sebagai salah satu cabang di Asian Games 2018 yang lalu, itu merupakan keberhasilan diplomasi. Di sinilah kelihatan lagi satu poin bagi Indonesia, di mana kemampuan diplomasi tersebut dapat meluluskan apa yang menjadi tujuan Indonesia. Masuknya pencak silat pada pesta olahraga ini, bukan saja keberhasilan diplomasi tetapi sekaligus tindakan pengenalan diri yang lebih luas di dunia dengan tujuan agar kelak dapat diterima di Olimpiade. Keempat adalah soal fasilitas. Indonesia menggelar perhelatan Asian Games ini tanpa membangun fasilitas olahraga yang baru. Indonesia menggunakan fasilitas yang sudah ada, “sisa-sisa’’ dari
Meluluhkan Hati ”Undecided Voter’’
DEBAT Pilpres putaran kedua sudah kita saksikan bersama, Minggu (17/2) malam lalu. Masing-masing capres telah memaparkan pandangan maupun sikap terkait isu energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Diharapkan para pemilih dapat memperoleh referensi yang semakin jelas, sehingga tidak memiliki keraguan apa pun dalam memastikan ke mana suara mereka akan diberikan. Masih ada sisa tiga debat berikutnya, yang akan membahas sejumlah masalah lainnya, yaitu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan (debat ketiga); ideologi, hubungan internasional, kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi (debat keempat) serta pemerintahan dan industri (debat kelima). Debat yang asal-usulnya dari kata Prancis kuno debatre, secara harfiah berarti bertempur. Dalam pengertian sekarang ini, debat lebih dimaknai sebagai perbantahan atas sebuah atau sejumlah masalah yang mengundang pro dan kontra dari mereka yang terlibat dalam perbantahan. Dalam konteks akademik, debat bertujuan untuk mengasah nalar para akademisi. Selain itu, debat diperlukan untuk mencari kebenaran atas suatu masalah. Debat menjelang pemilu lebih banyak bertujuan untuk mengatrol citra dan -- syukur-syukur -- mengerek elektabilitas kandidat yang ikut kontestasi pemilu ketimbang untuk melatih nalar kandidat dan atau untuk mencari kebenaran atas suatu masalah. Meskipun tidak ada gagasan-gagasan baru dari para capres, debat kedua lebih atraktif dan lebih impresif dibadning debat pertama. Sebagai sebuah politiktainment, debat kedua cukup berhasil menghibur para pemirsa. Seperti samasama kita ketahui, banyak pihak dibuat kecewa dengan debat pilpres putaran pertama, yang membahas soal hukum, HAM, terorisme, dan korupsi. Banyak yang menilai debat pertama
Oleh
Djoko Subinarto kurang menarik dan kurang gereget. Selain itu, pasangan capres-cawapres dinilai tampil kaku dan kurang mampu mengelaborasi jawabanjawaban mereka. Isu energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup, yang menjadi pokok bahasan pada debat kedua, merupakan hal-hal krusial dalam ikut menopang ketahanan dan kedaulatan kita sebagai bangsa dan negara. Aspek-aspek tersebut tentu perlu ditangani dengan sebaik-baiknya oleh siapa pun yang terpilih menjadi RI-1 dan RI-2 untuk periode lima tahun mendatang. Langkah-langkah strategis harus dilakukan untuk memastikan pengelolaan energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam serta lingkungan hidup berjalan di rel yang semestinya. Di debat kedua akhir pekan lalu itu, boleh jadi masing-masing capres mulai mampu melelehkan hati kalangan pemilih yang hingga saat ini sama sekali belum mendapatkan referensi dan belum memiliki preferensi kepada siapa suara mereka akan diberikan (undecided voter), yang jumlahnya diperkirakan sekitar sepuluh persen dari total pemilih nasional. Namun, bisa jadi pula para undecided voter itu belum memperoleh referensi dan belum memiliki preferensi apa pun untuk Pilpres 2019. Debat menjelang pemilu memang tak membawa pengaruh terlalu besar terhadap calon pemilih secara umum. Carah Ong Whaley (2016), Direktur Center for Civic Engagement di Universitas James Madison dan juga pernah menjadi pengajar di Jurusan Ilmu Politik Universitas Virginia, Amerika Serikat, menyebut bahwa berbagai kajian maupun survei menunjukkan bahwa debat menjelang pemilu memengaruhi secara kecil saja pada sikap dan keputusan
para pemilih. Menurut Ong Whaley, yang pernah menulis kajian khusus bertajuk ‘‘Political Parties, Campaigns, Elections, Voting and the Media’’ ini, sebagian besar pemilih (nyaris 90%) umumnya telah memiliki pilihan yang mantap kepada siapa suara mereka akan diberikan jauh sebelum debat-debat pemilu dilangsungkan. Ong Whaley menyimpulkan debat menjelang pemilu hanya berpengaruh kepada sebagian kecil pemilih, yakni yang sebelumnya belum memiliki pilihan kemudian memutuskan untuk memilih calon tertentu dan sebagian kecil lain yang sebelum memiliki pilihan kemudian memutuskan untuk memilih calon tertentu dan sebagian kecil lain yang sebelumnya telah memiliki pilihan kemudian berpindah menjatuhkan pilihan ke kandidat lain setelah debat dilangsungkan. Ibarat dagang, ajang kontestasi pemilu pada hakikatnya adalah ajang bagaimana menarik simpati dan hati konsumen, sehingga apa yang ditawarkan akhirnya dapat menjadi pilihan utama konsumen. Jika dalam dunia perdagangan barang dan jasa yang dijual adalah produk barang dan atau jasa, maka dalam pemilu yang menjadi produk adalah kandidat beserta program-programnya. Kelompok undecided voter mungkin saja masih terus menanti paparan program-program seperti apa yang akan ditawarkan para kontestan Pilpres 2019 di tiga debat tersisa berikutnya. Mampukah kedua pasangan capres-cawapres kita membetot minat undecided voter sehingga mereka akhirnya berketetapan hati menjatuhkan pilihan kepada salah satu dari kedua pasangan capres-cawapres kita itu? Atau malah para undecided voter sama sekali tidak memperoleh referensi dan tak memiliki preferensi apa pun hingga masa kampanye pilpres berakhir.
Asian Games tahun 1962. Stadion Utama Gelora Bung Karno, termasuk gedung tua yang ada di Jalan Asia Afrika, Jakarta dipoles lagi, dan ternyata berhasil memuaskan peserta dan juga penonton. Ini menandakan bahwa kita sesunggunya mempunyai pikiran dan strategi minimalis tetapi mendapatkan hasil maksimal. Inilah yang seharusnya mampu menjadi inspirasi dan contoh bagi pengembang rakus yang suka menghancurkan gedung-gedung tua untuk membangun kompleks pertokoan baru. Banyak lagi yang harus dilihat, seperti misalnya kemampuan menjaga keamanan selama kegiatan Asian Games berlangung. Itulah sumber daya dan modal sosial yang harus dipakai oleh Indonesia berdiplomasi lagi untuk bisa menggelar Olipmiade pada tahun 2032. Tidak banyak negara mempunyai kemampuan seperti itu, dan ternyata Indonesia mampu menggali potensi sumber daya tidak kelihatan yang tertutup oleh gaduhnya politisi pemula di panggung politik. Indonesia sangat perlu menjadi tuan rumah Olimpiade untuk menggali sumber daya tidak kelihatan tersebut demi memberikan kepercayaan diri kepada masyarakat kepada bangsa dan negaranya. Keberhasilan menghelat kegiatan yang bertaraf internasional menjadi modal besar untuk mengeratkan persatuan bangsa, memelihara dan memperbesar sikap nasionalisme dan membungkam serta membikin malu para politisi gadungan yang lebih banyak mengumbar keguncangan kepada masyarakat. Penulis adalah staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
POJOK Perlu langkah cepat memperkokoh kekuatan Bali. - Era baru kita songsong. *** Lestarikan budaya, orang Bali harus kembali ke jati diri. - Kembalikan Bali kepada Bali. *** KUR di Tabanan dominan dialokasikan di sektor pertanian. - Tabanan sentra pertanian.
Penulis, kolumnis dan bloger
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Sabtu Wage, 23 Februari 2019
7
Sampah Perkotaan Capai 6,6 Ton Per Hari Perlu Penanganan dari Hulu ke Hilir
Bali Post/ist
KEBERSIHAN - Gerakan kebersihan oleh jajaran OPD Kabupaten Tabanan bersama masyarakat, Jumat (22/2) kemarin, sebagai rangkaian peringatan HPSN.
Eksekutif dan Legislatif Tetapkan Tiga Ranperda Tabanan (Bali Post) Setelah melalui proses pembahasan yang cukup panjang, akhirnya tiga ranperda ditetapkan menjadi perda dalam sidang paripurna DPRD Tabanan yang digelar Jumat (22/2) kemarin. Ketiga perda tersebut, yakni Ranperda Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran, Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 28 tahun 2011 tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah, serta Ranperda Penyelenggaraan Sistem Drainase. Sidang paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi. Pansus IX dalam laporannya yang dibacakan Ketuanya I Gusti Nyoman Omardani, menyatakan Ranperda Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran telah memenuhi kriteria pembentukan perda sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Untuk diketahui, dalam perda diatur
terkait potensi kebakaran dan pencegahan kebakaran serta mengatur penggunaan alat yang harus sesuai dengan standar agar tidak menimbulkan bahaya bagi anggota pemadam kebakaran dan masyarakat. Dalam perda juga diatur mengenai armada dan anggaran untuk pemadam kebakaran. Terdapat pasal terkait penambahan dua unit pos kebakaran di Tabanan. Hal ini mengingat penanganan kebakaran, terutama wilayah Kecamatan Pupuan dan Baturiti belum maksimal. ‘’Untuk itu kami sepakat untuk mengusulkan penetapan ranperda tersebut, karena telah memenuhi kriteria pembentukan perda,’’ jelasnya. Ketua Pansus X Made Suarta yang menangani Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 28 Tahun 2011 tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah, dan Ranperda Penyelenggaraan Drainase, menyatakan pihaknya menyepakati kedua
ranperda ini menjadi perda. Menurutnya, pembentukan dua ranperda tersebut dimaksudkan untuk memberikan pedoman agar kegiatan yang dilaksanakan Pemkab Tabanan dapat dipertanggung jawabkan secara yuridis. Pansus X sepakat untuk mengusulkan ranperda ini menjadi perda, karena telah memenuhi pertimbangan filosofis, sosiologis dan yuridis. Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam penyampaian pendapat akhirnya mengatakan tiga perda yang baru ditetapkan itu bisa menjadi payung hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Tabanan. “Dengan adanya payung hukum ini, diharapkan beragam persoalan yang dihadapi bisa diselesaikan dengan baik sesuai dengan aturan yang ada, sehingga bisa mewujudkan Tabanan yang Serasi, Sejahtera, Aman dan Berprestasi,” ucap Bupati Eka. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Volume sampah di Kabupaten Tabanan cukup besar dan belum sepenuhnya bisa ditangani. Berdasarkan data, sampah yang diangkut ke TPA Mandung mencapai 6,6 ton per hari. Sedangkan sampah yang tidak diangkut, jumlahnya juga cukup besar. Guna mengatasi persoalan sampah, seluruh komponen masyarakat harus bersinergi. Sinergi ini penting agar penanganan bisa dilaksanakan dari hulu ke hilir. Hal itu diungkapkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabanan A.A. Gede Dalem Trisna Ngurah, S.Sos. Menurutnya, jika sampah tidak dikelola dengan baik, Tabanan akan tertimbun sampah. ‘’Maka dari itu, pemerintah dan masyarakat harus bersinergi menangani masalah ini,’’ tegasnya saat menghadiri gerakan keber-
sihan secara serentak yang diadakan di Pasar Dauh Pala dan Sungai Dauh Pala Tabanan, Jumat (22/2) kemarin, sebagai rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan I Made Subagia mengungkapkan, dalam peringatan HPSN, kegiatan bersih-bersih menyasar tiga pasar di Tabanan yaitu Pasar Dauh Pala, Pasar Pesiapan, dan Pasar Tabanan. ‘’Kenapa menyasar pasar, karena kami ingin menyelesaikan permasalahan sampah dari hulu ke hilir. Jika hilir, lokus penghasil sampahnya adalah pantai, maka untuk hulu salah satu lokus penghasil sampahnya adalah pasar,’’ ujarnya. Dikarenakan kegiatan bersih-bersih sampah di hilir dalam hal ini pantai sudah dilaksanakan Polres Tabanan, maka OPD Tabanan
menyasar bagian hulunya. Untuk kegiatan ini pihaknya menyiapkan satu truk dan satu pick-up untuk masingmasing pasar. Ia berharap penanganan sampah dari hulu ke hilir tidak hanya dilakukan saat peringatan HPSN saja, tetapi dilakukan setiap hari oleh seluruh lapisan masyarakat. Pihaknya juga akan mengajak generasi muda untuk mengatasi permasalahan sampah. ‘’Di sini juga kami ajarkan konsep Tri Hita Karana ke generasi muda. Jadi tidak hanya mengabdi pada Tuhan, tetapi juga menjaga alam dan lingkungannya,’’ jelas Subagia. Sosialisasi terus menerus mengenai konsep penanganan sampah dari hulu ke hilir serta melakukan pemilahan dan pengolahan sampah diharapkan Subagia secara perlahan bisa mengatasi permasalahan sampah di Tabanan. (kmb24)
KUR Dominan Dialokasikan ke Sektor Produksi
Tabanan (Bali Post) -
Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Tabanan tahun 2018 plafond-nya mencapai Rp 1,1 triliun lebih. Kebanyakan dana KUR dengan bunga tujuh persen ini dialokasikan ke sektor perdagangan. Rencananya tahun ini KUR dominan dialokasikan ke sektor produksi seperti pertanian, perkebunan dan perikanan. Diharapkan dengan dominannya penyerapan ke sektor produksi ini, akan lebih meningkatkan perekonomian desa sehingga terjadi kestabilan harga barang di tingkat perdesaan.
I Gusti Putu Ekayana
Berdasarkan data tahun 2018, plafond KUR baik mikro dan kecil mencapai Rp 1.148.177.508.507. Rincinnya, plafond mikro mencapai Rp 589.487.825.000 dan plafond kecil sebesar Rp 558.689.683.507. Dari plafond total, dominan diarahkan ke sektor perdagangan besar dan eceran dengan plafond sebesar Rp 624.816.997.557, menyusul sektor pertanian sebesar 295.907.175.000, sektor industri pengolahan sebesar Rp 88.262.900.000, sektor jasa masyarakat, sosial budaya dan hiburan sebesar Rp 83.944.635.950, dan sektor akomodasi makan dan minum sebesar Rp 33. 632.500.000. Sementara alokasi atau penyerapan terendah untuk usaha sektor listrik, gas dan air dengan plafond sebesar Rp 20.000.000 dan jasa per-
PENETAPAN RANPERDA - Penandatanganan penetapan tiga ranperda menjadi perda pada sidang paripurna DPRD Tabanan, Jumat (22/2) kemarin.
Tabanan (Bali Post) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan memastikan tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) digelar Sabtu (23/2) hari ini. Tes digelar dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), bertempat di laboratorium komputer SMKN 1 Tabanan. Dari data BKPSDM, tenaga honorer yang berhasil lolos verifikasi dan mengikuti tes seleksi awal berjumlah 127 peserta, dari sebelumnya yang terdata untuk Tabanan hanya 121 peserta. Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra, Jumat (22/2) kemarin menerangkan, jumlah pelamar bertambah sebanyak enam orang karena sebelumnya masuk daftar pegawai provinsi. ‘’Setelah datanya dikirimkan ke pusat, enam orang ini dipindah ke Tabanan. Sebelumnya mereka ini mengajar di SMA, kemudian pindah ke SD dan SMP. Setelah divalidasi oleh Pemprov, data mereka
sudah berubah pindah tugas ke Tabanan, sehingga ada enam orang tambahan saat proses verifikasi,’’ jelasnya. Kata Sugatra, sesuai jadwal pusat, tes berlangsung selama ddua hari, yakni 23-24 Februari. Namun di Tabanan hanya digelar sehari, lantaran jumlah peserta yang tidak terlalu banyak. Seleksi dibagi dalam dua sesi dengan dua ruangan. Masing-masing ruangan disiapkan 40 unit komputer. Kartu peserta dibagikan satu jam sebelum pelaksanaan tes. ‘’Sesi I tidak ada, langsung sesi II dan III. Itu sudah diatur oleh sistem. Masing-masing sesi 2 jam, tes seleksi kompetensi dan wawancara,’’ terangnya. Dihubungi terpisah, Kepala SMKN 1 Tabanan I Wayan Sudarsana mengatakan, pihaknya mendapatkan perintah dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk menyiapkan tempat pelaksanaan tes CAT pelamar PPPK tahap I tahun 2019. ‘’Ada perintah dari Disdik Provinsi diminta agar menyiapkan
dalam PP tersebut. Pejabat Pembina Kepegawaian (Bupati) dilarang mengangkat pegawai non-PNS dan atau non-PPPK untuk mengisi jabatan ASN. Ketentuan ini juga berlaku bagi pejabat lain di instansi pemerintah yang melakukan pengangkatan pegawai non-PNS atau non PPPK. ‘’Bila dilanggar, siapsiap akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,’’ jelasnya. Begitupun di pasal 99 juga diatur tentang saat pemberlakuan PP tersebut pegawai non PNS yang bertugas pada instansi pemerintah termasuk pegawai yang bertugas pada lembaga nonstruktural, instansi pemerintah yang
ucapnya. Lebih lanjut dia mengaku telah diberikan instruksi oleh Bupati untuk terus menyosialisasikan PP No. 49 Tahun 2018 ke OPD di Pemkab Tabanan. PP ini juga harus dipertimbangkan oleh BUMD dan DTW. Untuk diketahui, peraturan baru dari pemerintah pusat ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup para pegawai honorer yang bekerja di badan pemerintahan. Aturan ini diharapkan membuka peluang seleksi dan pengangkatan bagi berbagai kalangan profesional, termasuk tenaga honorer yang telah melampaui batas usia pelamar PNS, untuk menjadi ASN dengan status PPPK. (kmb28)
Bali Post/san
orangan untuk rumah tangga sebesar Rp 107.000.000. Kepala Bagian Ekonomi Setda Tabanan I Gusti Putu Ekayana, Jumat (22/2) kemarin mengatakan, dari hasil evaluasi KUR tahun 2018, Tabanan mendapatkan predikat terbaik dari provinsi, terutama dalam hal pemasukan data UMKM ke Sistem Informasi Kegiatan (SIK) sebagai calon debitur. Jumlah UMKM yang terdaftar 1.148 unit. ‘’Selain itu, serapan KUR mencapai 100 persen dan nilai NPL atau kredit macet KUR juga rendah yaitu 0,33 persen. Artinya, penyalurannya sudah sesuai dengan aturan dan tujuan KUR itu sendiri, yaitu memberikan bantuan modal untuk UMKM,’’ jelas Ekayana. Untuk kegiatan KUR tahun 2019, pihaknya akan
mensinkronasikan KUR dengan program pengendalian inflasi daerah. Telebih sasaran KUR lebih didorong ke sektor produksi, seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan yang menyasar perorangan, kelompok tani maupun UMKM yang terjun ke sektor produksi. Dengan mendorong sektor produksi, artinya akan meningkatkan produksi lokal, begitu juga penyerapan produk lokal dan menambah lapangan pekerjaan di tingkat perdesaan. ‘’Jika perekonomian di perdesaan berputar dan tumbuh baik, otomatis harga pun akan terjaga dan akan berpengaruh pada kestabilan inflasi di desa. Multiplier-nya banyak dan akan memberikan pengaruh pada Tabanan secara keseluruhan,’’ ujarnya. (kmb24)
Hari Ini, 127 Honorer Ikuti Tes PPPK
Bali Post/bit
Lima Tahun, Batas Penghapusan Pegawai Honorer dan Kontrak
Tabanan (Bali Post) Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tenaga nonPNS atau non-PPPK atau dulu disebut tenaga honorer dan pegawai kontrak, di beberapa instansi pemerintah hanya bisa bertahan lima tahun ke depan. Dalam batas waktu tersebut, pegawai honorer dan kontrak diminta mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi CPNS atau PPPK. Jika tidak, mereka harus mundur. Hal itu ditegaskan Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra, Jumat (22/2) kemarin. Dikatakannya, larangan pengangkatan pegawai non -NS diatur dalam pasal 96
menerapkan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum/badan layanan umum daerah, lembaga penyiaran publik, dan perguruan tinggi negeri baru berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang dosen dan tenaga kependidikan tetap bekerja paling lama lima tahun ke depan. ‘’Artinya, pegawai honorer dan kontrak ini hanya akan diperbolehkan tetap bekerja di pemerintahan maksimal lima tahun ke depan,’’ terangnya. Terkait jumlah tenaga kontrak di lingkungan Pemkab Tabanan, Sugatra mengaku tidak tahu pasti, lantaran tersebar di masing-masing OPD. ‘’Ribuan jumlahnya, pastinya saya tidak tahu,’’
Bali Post/dok
HONORER - Sejumlah tenaga honorer mendaftar seleksi PPPK, belum lama ini. Mereka akan mengikuti tes yang akan berlangsung hari ini. tempat, alat, proktor dan teknisi, dan itu ada suratnya,’’ ucapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, hingga batas akhir pendaftaran, jumlah pendaftar seleksi PPPK tahap I sebanyak 127 peserta, padahal kuota
atau formasi yang diberikan oleh pusat untuk tenaga K-2 sebanyak 236 orang. Rincian kuota, tenaga pendidik/guru sebanyak 213 orang, tenaga kesehatan tujuh orang, dan tenaga penyuluh pertanian 16 orang. (kmb28)
BULELENG
8
Sabtu Wage, 23 Februari 2019
Dokumen Perlu Disempurnakan
Lelang Proyek Pasar Darurat Minggu Depan Singaraja (Bali Post) – Pengumuman lelang pembangunan pasar darurat di Terminal Banyuasri dan Jalan Samudra, Singaraja terus dikebut. Dokumen tender telah diajukan ke Badan Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa Sekkab Buleleng. Sayang, dokumen itu perlu disempurnakan, sehingga berkasnya terpaksa dikembalikan ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Buleleng. BLP menargetkan pekan depan lelang proyek pasar darurat menampung lebih dari 500 pedagang Pasar Banyuasri tersebut. Lelang itu akan dimumumkan secara terbuka. Kepala BLP Barang dan Jasa Sekkab Buleleng Putu Adiptha Ekaputra di ruang kerjanya, Jumat (22/2) kemarin, mengatakan setelah timnya mengkaji dokumen lelang pasar darurat, mungkin perlu ada beberapa aspek teknis disempurnakan. Aspek itu adalah masa pelaksanaan. Sesuai berkas, masa pekerjaan itu selama 45 hari. Dengan batas waktu singkat itu maka rekanan dikhawatirkan tidak mampu menyelesaikan semua volume pekerjaan yang harus dikerjakan. BLP kemudian menginstruksikan agar PPK dokumen lelang itu ditambahkan item untuk memerintahkan rekanan melaksanakan kerja lembur. Selain itu, Adiptha menemukan dukungan peralatan yang harus dimil iki oleh rekanan itu perlu disempurnakan. Ini penting untuk mengantisipasi, setelah proyek dikerjakan agar tidak terlambat teralisasi. Misalnya akibat dukungan peralatan kurang. Pihaknya juga menyarankan agar PPK melengkapi lebih detail terkait dukungan peralatan yang maksimal, sehingga proyek pasar darurat itu bisa digarap tuntas sesuai tanggal kontrak berakhir. “Dua hari lalu, kami terima berkasnya dari PPK. Setelah itu, kita kaji. Tim kami menyarankan menambah jam lembur. Selain itu, kesiapan peralatan agar
lebih optimal. Khawatirnya kalau ini tidak dicantumkan detail, bisa saja proyeknya molor, sehingga kita kembalikan ke PPK untuk disempurnakan,’’ katanya. Diumumkan Pekan Depan Meski berkas lelang dikembalikan ke PPK, tetapi pihaknya tetap menargetkan berkas lelang itu diumumkan pekan depan. Dengan demikian, rekanan yang memiliki spesifikasi yang dicari sudah bisa mengajukan penawaran atas paket proyek pasar darurat tersebut, kalau dalam pengumuman ini lancar. Penawaran diperkirakan akan ada yang masuk awal Maret 2019. ‘’Setelah diketahui pemenang tender, dilanjutkan penandatanganan kontrak,’’ ujarnya seraya menambahkan, demikian tahapan pelaksanaan di lapangan. Tahapan tender proyek itu harus dikebut. Karena pelaksanaan fisik revitalisasi Pasar Banyuasri itu sudah masuk tahap pengumuman lelang, sehingga kalau pasar darurat sudah dibangun, maka jadwal relokasi pedagang yang akan menempati pasar darurat ini sesuai jadwalnya dilakukan awal April 2019. Seperti diberitakan sebelumnya, menyusul dimulainya proyek revitalisasi Pasar Banyuasri tahap pertama, Disdagprin Buleleng akan merelokasi lebih dari 500 pedagang Pasar Banyuasri. Untuk pedagang yang selama ini menempati kios dan los di Pasar Banyuasri, akan menempati pasar darurat di areal Terminal Banyuasri. Sedangkan 92 pemilik rumah toko (ruko) akan menempati ruko darurat yang dibangun di pinggir Jalan Samudra, Kelurahan Banyuasri. Disdagprin mengalokasikan anggaran Rp 1,4 miliar untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan proyek fisik pasar darurat. Sesuai perencanaan, Disdagprin dan Perusahaan Daerah Pasar (PD) Relokasi pedagang ke pasar darurat itu awal April 2019 mendatang. (kmb38)
DIGIRING – Dua pemakai sabu-sabu digiring anggota Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng, Jumat (22/2) kemarin.
Bali Post/kmb38
Gunakan Sabu-sabu, Petani Ditangkap
Singaraja (Bali Post) – Dua pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu berhasil ditangkap Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng. Penangkapan pelaku itu dilakukan di lokasi kejadian berbeda. Namun, keduanya mengaku hanya sebagai pemakai. Satu orang dari kedua pemakai sabu itu kesehariannya sebagai petani penggarap. Menariknya, motivasi petani itu menggunakan sabu-sabu agar bisa meningkatkan tenaga dan semangat bekerja di sawah. Kasat Narkoba AKP Ketut Suparta, S.H. didampingi Kepala SubBagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Jumat (22/2) kemarin, mengatakan penangkapan kedua pelaku penyalahgunaan narkotika itu murni hasil penyelidikan anggotanya. Setelah berhasil mendapatkan bukti-bukti kuat, polisi pertama kali membekuk pelaku Komang Gede Seneng Alias Komang Jebit (33). Pelaku itu berasal dari Desa Petandakan Kecamatan Buleleng. Dia ditangkap Sabtu (9/2) lalu dekat saluran irigasi di Kampung Jarat Kelurahan Penarukan, sekitar pukul 15.00 Wita. Pelaku ditangkap setelah selesai bertransaksi sabu-sabu dari seseorang yang tidak dikenal. Dari pemeriksaan
yang dilakukan, ditemukan satu bungkus plastik berisi sabu-sabu seberat 0,31 gram bruto atau 0,13 gram neto. Paket sabu itu disimpan dalam kotak kecil yang dimasukkan dalam kantong celana pendek yang dikenakan pelaku. Barang bukti berikut pelakunya kemudian diamankan ke Mapolres Buleleng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Saat kita buntuti, yang bersangkutan habis mengambil pesanan sabu-sabu. Kita periksa ada satu paket sabu, sehingga dia kita amankan untuk diproses lebih lanjut,” katanya. Pelaku penyalahgunaan sabusabu itu berhasil ditangkap jajaran Satnarkoba Polres Buleleng, Minggu (17/2) lalu pukul 15.15 Wita.
Pelaku itu Ketut Adam Alias Adan (54) asal Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt. Sebelum ditangkap, polisi telah menyelidiki secara saksama. Diduga yang bersangkutan kerap kali memesan sabusabu. Polisi kemudian melakukan pengumpulan bukti dan keterangan yang cukup. Dari analisis aparat, ditarik kesimpulan bahwa pelaku menggunakan sabu-sabu. Setelah memperoleh data itu, polisi kemudian menangkap pelaku tanpa perlawanan berarti di rumahnya. Tujuh Paket Sabu-sabu Dari penggledahan di rumahnya, polisi menemukan tujuh paket sabu yang dikemas menggunakan plastik pipet. Setiap pipet berisi sabu dengan berat masing-masing 0,15 gram bruto atau 0,09 gram neto. Selain itu, juga ditemukan bong lengkap dengan pipet kaca, korek api, dan perlengkapan lainnya. ‘’Semua barang bukti itu langsung diamankan bersama pelaku guna menjalani pemeriksaan lanjutan,” katanya. Semetara pelaku Adam Alias Adan setelah ditangkap mengaku menyesali perbuatannya telah
melawan hukum. Pria yang seharihari menjadi petani penggarap itu memakai sabu sejak dua minggu terakhir ini. Barang “haram” itu digunakannya untuk meningkatkan tenaga dan semangat bekerja sehari-hari. Adan yang sudah bercucu enam orang itu mengakui membeli sabu-sabu itu seharga Rp 200.000 dari seseorang yang tidak dikenalnya melalui sambungan telepon. Barang “haram” itu kemudian dibagi menjadi tujuh paket kecil-kecil. Rencananya sabu-sabu itu digunakan sendiri. “Saat pulang dari arena sabung ayam, saya pesan lewat HP. Maunya sabu itu saya digunakan sendiri. Biar lebih semangat bekerja,” katanya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku penyalahgunaan narkotika itu dijerat Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling singkat 4 tahun atau paling lama 12 tahun penjara. Sedangkan dendanya paling sedikit Rp 800 juta atau paling banyak Rp 8 miliar. (kmb38)
BKD Sewakan Aset Bekas SGO Singaraja (Bali Post) – Sejumlah aset bekas Sekolah Guru Olahraga (SGO - red) di Jalan Sahadewa, Singaraja belakangan ini tidak terkelola dengan baik. Aset itu sekarang masih ditempati sekitar sepuluh orang. Untuk memperjelas status dan pola pengelolaan SGO itu, Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng akan menyewakan aset tersebut.
Dengan cara ini, aset tersebut dipercaya dapat memberikan kontribusi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Rencana penyewaan aset itu telah disosialisasikan kepada masing-masing warga yang menempati aset itu. Dari sosialisasi itu, pada dasarnya warga yang menempati aset itu mendukung. Mereka bersedia mengikuti ke-
tentuan pengelolaan aset yang dilakukan pemerintah. Dari identifikasi yang dilakukan, ditemukan tiga bangunan terletak di Jalan Sahadewa dan satu bangunan di kompleks GOR Bhuana Patra, Jalan Udayana, Singaraja. Kepala Bidang (Kabid) Aset BKD Buleleng Made Pasda Gunawan, Jumat (22/2) kemarin, mengatakan tawaran sewa aset
SGO itu dipastikan dapat memberikan kontribusi positif kepada daerah terutama menaikkan pundi-pundi PAD. Sewa itu ditawarkan, karena selama beberapa tahun terakhir ini, pengelolaan aset itu tidak jelas. Karena itu, jika tidak segera ditangani, bisa saja aset itu dikawatirkan dikuasi perorangan. Pengelolaan sewa ini selama
pemerintah tidak memanfaatkan, maka aset ini menguntungkan dikelola. Terkait dukungan penghuni, Pasda Gunawan, mengatakan para penghuni itu tidak mempersoalkan tawaran sewa aset itu. BKD mempersilakan warga yang menempati aset itu mengajukan permohonan sewa. “Dari hasil inventarisasi yang telah dilakukan terdapat sepuluh
orang penghuni yang tersebar di empat lokasi. Posisinya ada tiga lokasi di Jalan Sahadewa dan satu lokasi di areal GOR. Kami sudah sosialisasikan dan mendapat sambutan positif, sehingga selanjutnya kami tunggu permohonan sewa itu. Permohonan itu segera diproses untuk menghasilkan pundi-pundi PAD,” katanya. (kmb38)
Peringati HPSN 2019 di TPA
Momentum Sadarkan Warga Peduli Sampah Aksi bersih-bersih dilakukan warga bersama ASN, dan pelajar serangkaian Hari
Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2019, Jumat (22/2) kemarin. Aksi ini sengaja dipusatkan di areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Pemkab di Desa Bengkala, Kubutambahan. Lalu, wujud kepedulian apakah yang diharapkan kepada warga terkait pengelolaan sampah demi kebersihan lingkungan itu?
SEKRETARIS Dinas Lingkungan Hidup Buleleng Ariston Adhi Pamungkas mengatakan, peringatan HPSN ini dijadikan momentum menyadarkan masyarakat sekaligus mengedukasi pelajar terkait kepedulian menjaga kebersihan lingkungan. Bentuk dari penyadaran itu, bagaimana sesungguhnya melakukan pengelolaan sampah di rumah tangga dengan efektif. Dicontohkan kepedulian dalam hal memilah sampah organik dan nonorganik. Dengan ada pemilahan itu, maka sampah organik itu bisa dijadikan kompos. Dengan sendirinya akan memberikan manfaat untuk memupuk tanaman di pekarangan atau tanaman perkebunan lainnya. Sedangkan sampah plastik bisa didaur ulang, bisa juga dijual kepada pengepul. Sampah yang tidak bisa didaur ulang baru dibuang ke TPA untuk diurai. “Ini bagian kerja sama pemerintah, masyarakat, dunia usaha, pelajar dan komponen lainnya, sehingga warga semakin peduli dan sadar mengelola sampah itu. Tidak sekadar membuang sampah ke TPA atau ke TPS-3R (reduce, reuse, dan recycle), namun sudah dilakukan pemilahan dari rumah tangga sendiri,’’ katanya.
Ariston menambahkan, HPSN 2019 diisi dengan melaksanakan norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) yang diwujudkan dengan penyusunan kebijakan pengelolaan sampah. Kebijakan menyusun Peraturan Bupati (Perbup) tentang pengelolaan sampah. Dari kebijakan itu pemerintah menargetkan pengurangan timbunan sampah 30 persen dan penanganan sampah 70 persen pada tahun 2025 mendatang. Asisten Administrasi Pemerintahan Sekkab Buleleng Putu Karuna mengajak semua komponen masyarakat membiasakan diri melakukan pemilahan sampah di rumah tangga. Pemilahan sampah itu untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Sebab, tidak semua sampah rumah tangga itu dibuang ke TPA atau TPS-3R. Namun, untuk sampah organik agar dijadikan kompos. Sedangkan, sampah plastik itu dijual ke pengepul, sehingga sisanya yang tidak dimanfaatkan dibuang ke TPA. “Kita harus mulai lakukan dari lingkungan terkecil. Dengan membiasakan memilah sampah organik dan an-organik, sehingga sampah itu kemudian tidak jadi menumpuk di TPA,” tegasnya. (mud)
Bali Post/mud
AKSI BERSIH-BERSIH – Warga bersama ASN dan pelajar melakukan aksi bersih-bersih di areal TPA Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Jumat (22/2) kemarin.
GIANYAR
Sabtu Wage, 23 Februari 2019
9
Bali Post/nik
SIYAT SAMPIAN - Tradisi Siyat Sampian serangkaian Karya Padudusan di Pura Penataran Sasih, Pejeng, Jumat (22/2) kemarin.
Tradisi ”Siyat Sampian” di Pura Penataran Sasih MASYARAKAT tumpah ruah mengikuti tradisi Siyat Sampian serangkaian Karya Padudusan di Pura Penataran Sasih, Pejeng, Jumat (22/2) kemarin. Tradisi dan ritual yang dilangsungkan saat Ngamudalan Ida Batara Manca-manca di Pura Penataran Sasih, Pejeng, meliputi Nampyog hingga Siyat Sampian. Rangkaian prosesi itu diikuti para pangayah jero sutri serta para juru sirat. Bendesa Jro Kuta Pejeng Cok Gde Putra Pemayun yang ditemui di sela-sela prosesi ini mengungkapkan, ritual
Nampyog, Mabente-bentean, Maombak-ombakan hingga Siyat Sampian merupakan ritual rutin yang dilakukan tatkala pujawali dilangsungkan di Pura Penataran Sasih. Dikatakan, selama ini rangkaian ritual tersebut selalu digelar. “Ritual ini merupakan tradisi yang wajib dilaksanakan setiap setahun sekali saat pujawali di pura. Tradisi ini juga tidak pernah tidak dilangsungkan, dan hanya digelar ketika prosesi Ngamudalan Ida Batara Manca-manca di Pura Penataran Sasih,” ujarnya. Menurut Putra Pemayun,
SOSOK Penanganan Kawasan Kumuh BUPATI Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, Pemkab Gianyar sudah melakukan penanganan kawasan kumuh pada lokasi yang telah ditentukan. Hal ini tertuang dalam Keputusan Bupati Gianyar Nomor 936/04-A/HK/2014 tentang Penetapan Kawasan Permukiman Kumuh di Kabupaten Gianyar. Bupati asal Payangan ini menerangkan, keputusan tersebut mencakup areal kawasan kumuh di Kabupaten Gianyar seluas 30,84 hektar tersebar di tiga kecamatan. Meliputi Kecamatan Sukawati, Blahbatuh dan Kecamatan Ubud. “Begitu juga upaya penanggulangan terjadinya permukiman kumuh, tercemarnya aliran irigasi akibat pembuangan limbah usaha dan rumah tangga telah dilakukan penanganan melalui sosialisasi dan penertiban bangunan kumuh serta penduduk pendatang,” katanya, Jumat (22/2) kemarin. Ditambahkan, arah kebijakan dan penanganan permukiman kumuh tersebut juga telah dituangkan dalam Dokumen Rencana Kawasan Permukiman (RKP) dan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKPKP), sehingga penanganannya menjadi lebih fokus dan terarah. “Penanganan permukiman kumuh tidak saja terfokus pada pembagunan infrastruktur, namun ke depan perlu menyentuh aspek sosial dan ekonomi,” tegasnya. (nik)
rangakaian ritual dan tradisi itu diawali dengan prosesi Nampyog oleh para sutri dan juru sirat. Sutri dan juru sirat ini merupakan para pangayah yang selama Ida Batara Pura Penataran Sasih nyejer tak pernah lepas dari kesibukan ngayah. Nampyog tersebut dilakukan dengan cara mengelilingi areal Pura Penataran Sasih. “Artinya, tidak hanya berkeliling biasa, para sutri dan juru sirat ini melakukannya sambil menari,” katanya. Usai prosesi Nampyog, ritual dilanjutkan dengan
prosesi Mabente-bentean atau saling tarik. Ritual ini dilakukan para sutri dan juru sirat dengan saling berpegangan tangan, selanjutnya saling tarik-menarik satu sama lain. Tak hanya itu, sambil berpegang tangan mereka juga secara serentak bergerak ke depan dan ke belakang, layaknya sebuah gerakan ombak. Inilah yang membuat ritual ini juga disebut dengan Maombak-ombakan. Pantauan Bali Post Jumat siang kemarin, meski cuaca cukup panas, namun tidak menyurutkan semangat para
Gianyar (Bali Post) -
Ketua Saba Desa Pakraman Beng Gusti Nyoman Tiku ikut angkat bicara terkait rencana relokasi pedagang di Pasar Umum Gianyar ke Setra Beng Gianyar. Menurutnya, Setra Beng itu dimiliki oleh dua desa pakraman, yakni Desa Pakraman Gianyar dan Desa Pakraman Beng. Namun, pihak Desa Pakraman Beng sendiri hingga saat ini belum memperoleh kepastian seperti apa bentuk pasar tersebut. “Di Beng dan Gianyar ada Sekretariat Bersama (Sekber) Beng-Gianyar. Sekber ini sudah melakukan rapat, Bendesa Gianyar juga ikut rapat bersama pihak Desa Beng dihadiri oleh perwakilan Pemkab Gianyar, Bapak
Sudamia,” kata Tiku, Jumat (22/2) kemarin. Tiku mengatakan, dalam rapat Sekber itu memberikan ruang bagi masing-masing saba desa baik Beng maupun Gianyar untuk memberikan masukan. Namun yang menjadi pertanyaan, kata Tiku, rencana relokasi ke Setra Beng bagian barat itu belum jelas. “Karena bagaimana bentuk bangunan, berapa
esi Siyat Sampian langsung dilakukan, setelah para sutri dan juru sirat ini mengambil tumpukan sampian, yang sebelumnya telah disediakan di halaman pura. Sampian inilah yang digunakan para pangayah sebagai senjata untuk saling serang. Ada yang memukul pada bagian punggung, perut dan beberapa bagian badan lainnya. “Ritual ini berlangsung sekitar 15 menit, sebelum para prajuru memberikan komando untuk menyelesaikan ritual Siyat Sampian tersebut,” papar Putra Pemayun. (nik)
dana, ini harus ada kajian dari pemerintah. Jangan sampai Beng ini menyetujui hal yang tidak pasti, apalagi ada biaya yang tidak sedikit untuk relokasi tersebut,” jelasnya. Di samping itu, kata Tiku, pihaknya juga belum mengetahui berapa luas setra yang akan dijadikan lokasi relokasi. “Apakah 50 are? Apakah 60 are? Di
samping itu kan dekat traffic light karena perempatan. Itu belum jelas bagaimana nanti,” katanya. Karena belum memperoleh kepastian, maka pihak Desa Pakraman Beng belum bisa memberikan persetujuan, apakah lahan di barat Setra Beng itu bisa dijadikan pasar sementara atau tidak. “Saya kira sama dengan di Desa Pakraman Gianyar juga masih menunggu kepastian,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar
Wayan Suamba mengatakan, untuk relokasi ke Setra Beng memang belum ada pembahasan lebih lanjut. Sementara yang dirancang untuk proses sosialisasi baru lokasi di Samplangan. “Setra Beng belum ada pembahasan, karena rencana nanti pedagang Pasar Umum Gianyar ke Samplangan,” katanya. Suamba menambahkan, untuk pasar senggol yang biasa menggelar dagangan di pinggir pasar bukan menjadi kewenangan Disperindag. “Senggol itu dikelola oleh desa adat,” jelasnya. (kmb35)
UPT Disdik Provinsi Bali Dihapus Gianyar (Bali Post) Kebijakan penghapusan Unit Pelayanan Teknis (UPT) sudah berlaku di Kabupaten Gianyar. Seperti UPT Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali yang membawahi SMA/ SMK negeri di Kabupaten Gianyar sudah dibubarkan atau dihapuskan sejak 6 Februari 2019. Penghapusan UPT Disdik Provinsi Bali didasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor
12 Tahun 2017 mengatur secara rinci mengenai pembentukan dan pengklasifikasian cabang dinas dan UPTD yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Di Gianyar ada satu UPT Disdik Provinsi Bali yang menjadi perpanjangan tangan sekolah tingkat SMA/ SMK dalam mengurus segala proses administrasi menyangkut guru maupun sekolah, sehingga tidak perlu jauh ke pemerintah provinsi. Ketua Musyawarah Kerja
Tes Urine, Masyarakat Pinjam Toilet Kantor Perbekel tersebut. Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa dikonfirmasi terkait tidak mengalirnya air pada toilet mengatakan, pihaknya memohon permakluman kepada masyarakat karena gedung baru masih dalam proses penataan. “Ya, betul tadi pagi ada kendala di mesin pompa air, sehingga air tidak bisa mengalir,” katanya. Sukawiyasa mengakui, kondisi ini sempat mengganggu para pencari SKB pada saat hendak melakukan tes urine di toilet kantor. “Sehingga klien melakukan pengambilan sampel urine di
gota DPRD Gianyar ini. Begitu rangkaian itu selesai, para sutri dan juru sirat sempat beristirahat beberapa menit, sebelum prosesi Siyat Sampian dilangsungkan. Dimulai dengan sebuah teriakan histeris, para sutri dan juru sirat yang sepertinya mengalami trance (kerasukan,red) secara berbarengan langsung berlari menuju depan palinggih Pangaruman dan palinggih Ratu Sanghyang sambil mencakupkan tangan melakukan persembahyangan. Usai diperciki tirta, pros-
Relokasi Pedagang ke ”Setra” Beng Tunggu Kepastian
Pompa Air di Gedung Baru BNNK Mati
Gianyar (Bali Post) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar sudah menempati gedung baru yang merupakan eks rumah dinas Camat Blahbatuh di Jalan Kebo Iwa. Usai proses renovasi, pelayanan kepada masyarakat sudah mulai dibuka di gedung baru, Jumat (22/2) kemarin. Namun pompa air pada bagian toilet gedung tersebut dalam kondisi mati. Sehingga masyarakat yang melakukan tes urine harus meminjam toilet di Kantor Perbekel Blahbatuh yang lokasinya di sebelah barat gedung baru BNNK Gianyar
sutri dan juru sirat. Semangat mereka makin bertambah dengan iringan tetabuhan baleganjur. Tak ayal sepanjang ritual ini berlangsung tak hanya para pamedek yang tangkil, namun wisatawan yang menunggu ritual ini juga turut antusias menyaksikan dan mengabadikan momen tersebut. “Rangkaian prosesi Nampyog, Mabente-bentean, hingga Maombak-ombakan dilakukan sebanyak tiga kali mengelilingi areal pura dengan mengikuti arah mapurwa daksina,” kata Bendesa Jro Kuta Pejeng yang juga ang-
Kantor Perbekel Blahbatuh dengan permakluman sebelumnya,” terangnya melalui Humas BNNK Gianyar. Mengetahui kondisi seperti itu, pihaknya juga tidak mempermasalahkan supaya menjadi perbaikan ke depannya. Selain itu, pihaknya sudah melakukan pemanggilan kepada pemborong, dan sudah bisa ditangani dengan baik. Ia menerangkan, saat ini gedung baru masih dalam proses persiapan. Sukawiyasa mengatakan, proses pelayanan kepada masyarakat akan optimal mulai Senin ini. “Saat ini petugas kami masih melakukan persiapan dan
penataan,” jelasnya. Sukawiyasa berharap, dengan selesainya proses renovasi gedung tersebut, pihaknya dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. “Saat ini baru lantai I sudah hampir selesai. Di anggaran induk nanti kami sudah usulkan untuk lanjutan lantai II. Sudah saya sampaikan kepada Bupati,” ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, proyek gedung BNNK Gianyar ini dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Gianyar dengan anggaran Rp 1,95 miliar. (kmb35)
Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Gianyar I Wayan Gabra mengakui adanya pembubaran itu sejak 6 Februari lalu. Namun, ia mengaku belum menerima informasi secara detail terkait pembubaran itu. “Yang kita tahu hanya dari kepala UPT sampai tingkat kasi itu sudah tidak ada di Gianyar,” ujarnya. Gabra mengatakan, sepengetahuannya yang masih ada di Kantor UPT saat ini hanya sejumlah staf. Diperkirakan,
staf tersebut mengurus sisa administrasi yang belum selesai. “Mungkin karena masih ada beberapa yang perlu diselesaikan,” ujar pria yang juga Kepala SMAN 1 Ubud ini. Gabra menambahkan, fungsi UPT Disdik Provinsi Bali di kabupaten/kota dominan bertugas untuk koordinasi. Seperti koordinasi terkait dokumen, misalnya keperluan verifikasi. “Misalnya ada dokumen yang perlu diverifikasi, ya ke UPT dulu,”
katanya. Lantas bagaimana koordinasi saat ini pascapenghapusan UPT tersebut? Gabra menegaskan, pihaknya masih menunggu instruksi selanjutnya dari pemerintah provinsi, mengingat saat ini SMA/SMK berada di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Bali. “Terkait koordinasi ke depan, sampai saat ini kami belum tahu. Kami juga masih menunggu info lebih lanjut,” tegasnya. (kmb35)
10
JEMBRANA
Sabtu Wage, 23 Februari 2019
Pembentukan BPR Gagal, Gedung akan Digunakan PDAM Negara (Bali Post) -
Meskipun sudah dapat digunakan, gedung baru bertingkat yang rencananya untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jembrana di Jalan Udayana masih belum maksimal dimanfaatkan. Gedung berlantai dua itu baru dipergunakan untuk Kantor Perusda saja. Di sisi lain, PDAM Jembrana yang berada di dalam satu areal dengan bangunan itu belum memiliki gedung yang representatif, khususnya untuk layanan pelanggan.
Bali Post/olo
DIGUNAKAN PDAM - Gedung yang rencananya untuk BPR Jembrana akhirnya digunakan untuk pelayanan pelanggan PDAM Jembrana dan Perusda.
Untuk memanfaatkan gedung yang masih kosong di lantai satu, PDAM Jembrana yang berada di bawah naungan badan perusahaan PDAM Amertha Jati akan menempati gedung tersebut. Hal tersebut terungkap saat sidak Bupati Jembrana I Putu Artha ke Gedung Perusda, Jumat (22/2) kemarin, bersama Wabup Made Kembang Hartawan di Pemkab Jembrana. Bupati Artha mengatakan, beberapa waktu lalu ada permintaan pembangunan gedung untuk pelayanan konsumen PDAM. ‘’Hal tersebut mengingat gedung yang dipakai dalam pelayanan konsumen dianggap kurang layak,’’ ujar Bupati Artha. Untuk solusi jangka pendek, Bupati menyarankan agar memakai gedung BPR Jembrana, sambil menunggu terealisasinya BPR Jembrana dan gedung baru tersebut tidak kosong dan lebih terawat. ‘’Kalau kosong tentunya akan kurang baik. Jika BPR nantinya sudah terbentuk, barulah kita akan buatkan gedung baru untuk PDAM
Jembrana,’’ ungkap Artha. Sementara itu, Direktur Perusda Jembrana I Gusti Kade Kusuma Wijaya mengatakan, gedung berlantai dua tersebut baru dimanfaatkan pada lantai dua yang digunakan untuk Kantor Perusda Jembrana antara lain ruang direktur, ruang staf dan server. ‘’Sementara itu, di lantai satunya masih kosong dan tidak terawat baik,’’ tuturnya. Seperti diketahui, hingga kini BPR Jembrana belum bisa terbentuk meskipun sudah dipayungi peraturan daerah (perda). Perda pendirian BPR yang merupakan inisiatif DPRD ini bertujuan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun pendirian BPR masih terganjal dengan sejumlah persyaratan. Salah satu yang menghambat pendirian adalah perekrutan Direksi dan Dewan Komisaris BPR. Tim Pansel perekrutan hingga beberapa kali membuka pendaftaran namun belum ada hasil. Sementara syarat pendirian harus ada Direksi dan Dewan Komisaris dulu. (kmb26)
SOSOK Usulkan ke Pusat PENGGANTIAN surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang rusak telah diusulkan ke KPU Pusat melalui KPU Provinsi. Selain itu, dari penyortiran untuk surat suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) di Jembrana masih ada kekurangan 1.019 lembar. ‘’Kita usulkan lagi ke KPU Pusat melalui KPU Provinsi, kita harap secepatnya agar dapat dikirim kekurangannya,’’ tandas Ketua KPU Jembrana I Ketut Gede Tangkas Sudiantara. Pria asal Yehembang ini mengungkapkan kemungkinan akan adanya pelipatan lagi bila surat suara pengganti itu datang. Namun, KPU tetap berharap agar kekurangan surat suara segera dikirim di masa waktu penyortiran dan pelipatan yang dijadwalkan sepekan ini. ‘’Ya… kalau lebih cepat (pengganti) lebih bagus. Sekalian di waktu pelipatan ini kita lakukan lagi,’’ tambah Tangkas. Sebab, menurutnya, setelah proses pelipatan surat suara ini akan dilanjutkan dengan seting logistik lainnya. Sehingga menjelang pemilihan yang tersisa kurang dari tiga bulan ini bisa terpenuhi. Proses pelipatan yang melibatkan 110 orang tenaga dari warga ini dilakukan dengan pengawasan ketat di dalam areal Gedung Olahraga (GOR). Selain dari KPU sendiri, pengawasan juga dilakukan oleh Bawaslu Jembrana dan aparat keamanan. Alumni perguruan tinggi di Yogyakarta ini yakin dengan waktu yang tersisa proses pelipatan bisa rampung selama sepekan. Pada hari kedua pelipatan, seluruh surat suara pilpres yang diterima telah disortir dan dilipat. Dari 120 boks, terdapat 240.000 lembar surat suara pilpres terdapat 238.981 lembar yang dalam kondisi baik. Sedangkan yang rusak 225 lembar dan kekurangan 794 lembar, sehingga total keseluruhan kekurangan baik yang rusak maupun kurang mencapai 1.019 lembar surat suara Pilpres. (olo)
Bali Post/olo
DANA DESA - Salah satu kegiatan infrastruktur yang dikerjakan di desa dengan sistem swakelola. Dana desa untuk 41 desa di Jembrana tahun ini mengalami kenaikan.
Dana Desa Tahap I Segera Digelontorkan Alokasi Naik Dibanding 2018
Negara (Bali Post) – Alokasi Dana Desa untuk 41 desa di Kabupaten Jembrana tahun ini naik dibanding tahun sebelumnya. Alokasi dasar dengan nilai sama masing-masing desa tahun ini Rp 672.421.000, naik berkisar Rp 50 juta dari tahun 2018 yakni 616.345.000 masing-masing desa. Dinas PMD menargetkan pada Februari atau awal Maret ini pencairan tahap pertama Dana Desa sudah dilakukan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Jembrana I Gede Sujana, belum lama ini mengungkapkan, target pencairan dana desa diharapkan bisa dilakukan Februari ini. Tetapi saat ini masih dilakukan input data terkait pelaporan serapan dana desa tahap akhir tahun 2018. “Kita harapkan Februari ini, tapi paling lambat Maret ini sudah dialokasikan,” terang Sujana, Jumat (22/2) kemarin. Sujana menambahkan, penga-
lokasian Dana Desa selain alokasi dasar, juga ditambah dengan alokasi formula dan alokasi afirmasi. Untuk alokasi formula yang merupakan tambahan dari alokasi dasar ditentukan berdasarkan rasio jumlah penduduk, luas wilayah serta geografis masing-masing desa dan penduduk miskin. Sementara untuk alokasi afirmasi diberikan untuk kategori desa tertinggal. Sementara di Jembrana, dari 41 desa tidak ada desa yang
masuk desa tertinggal. Berbeda dengan tahun lalu, di mana ada dua desa yang masuk kategori desa tertinggal yakni Desa Warnasari dan Desa Manisitutu, keduanya di Kecamatan Melaya. “Tahun ini tidak ada (desa tertinggal), sehingga kita tidak menerima alokasi afirmasi,” tandas mantan Camat Mendoyo ini. Total dana desa yang dialokasikan untuk Jembrana dari pemerintah pusat senilai Rp 49.043.178.000. Naik sekitar Rp 9.651.454.000
dibanding tahun 2018. Untuk di Jembrana, menurutnya alokasi dana desa tertinggi ada di Desa Melaya, yakni Rp 1.152.636.368. Sedangkan yang nilainya terkecil di desa Mendoyo Dangin Tukad sebanyak Rp 237.367.556. Sesuai aturan pencairan untuk Dana Desa ini dibagi menjadi tiga tahap. 20 persen di tahap I, selanjutnya disusul tahap II dan III sebesar 40 persen dari anggaran. (kmb26)
Jelang Nyepi, Pembuatan Ogoh-ogoh Mulai Marak Negara (Bali Post) Menjelang perayaan Nyepi, sejumlah STT di Jembrana mulai membuat ogoh-ogoh. Beberapa di antara karya ogoh-ogoh ini nantinya akan diikutkan lomba ogoh-ogoh seperti tahun-tahun sebelumnya. Lomba yang rencananya akan digelar saat pangerupukan dilakukan seleksi terhadap ogoh-ogoh di masing-masing desa pakraman. Hasil seleksi nantinya akan diajukan untuk tampil dalam lomba yang digelar di catus pata depan kantor Bupati Jembrana.
Ketua Tim Penilai Lomba Ogoh-ogoh Arya Tangkas mengatakan beberapa hal yang menjadi dasar penilaian adalah komposisi, kretivitas dan ekspresi ogoh-ogoh. “Dalam penilaian panitia menyiapkan sejumlah syarat teknis antara lain, ogoh-ogoh berbentuk bhutakala, terbuat dari bahan ramah lingkungan (styrofoam dilarang keras), tinggi maksimal 3 meter (dari atas sanan), lebar sanan maksimal 6 meter, pengusung 20 orang, dan ogoh-ogoh yang dinilai saat pemantauan minimal sudah 95 persen,” sebut Ketua
Sabha Yowana Jembrana ini. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Budaya Nengah Alit mengatakan seleksi yang dilakukan di masing-masing banjar seKabupaten Jembrana nantinya akan diwakili oleh tiga ogoh-ogoh terbaik di tiap-tiap kecamatan seKabupaten Jembrana. (kmb26) OGOH-OGOH - Salah satu kreasi ogoh-ogoh STT di Kecamatan Melaya. Tahun ini kembali digelar lomba ogoh-ogoh di Jembrana.
Musrenbang Kecamatan Hasilkan 1.063 Usulan Senilai Rp 80 Miliar Dipastikan Tak Seluruhnya Diterima
Seluruh kecamatan di Kabupaten Jembrana telah menyelenggarakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk rencana tahun 2020. Dari musyawarah yang mencakup rencana pembangunan desa/ kelurahan se-Kabupaten Jembrana ini, total terdapat 1.063 usulan. Dengan nilai usulan mencapai Rp 80 miliar lebih. Namun jumlah tersebut dipastikan akan menyusut sesuai kesepakatan dalam Musrenbang Kecamatan dan dalam Musrenbang Kabupaten. Apalagi tahun 2020 anggaran juga akan disesuaikan untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda) Kabupaten Jembrana I Ketut Swijana mengatakan, seluruh usulan hasil Musrenbang di lima kecamatan itu akan dibahas dalam Musrenbang Kabupaten yang dijadwalkan Maret ini. Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan merekap usulan dan menyandingkan dengan pokok-pokok pikiran dewan untuk nantinya ditentukan prioritas. ‘’Selain 20 persen di pedidikan, tahun 2020 nanti akan ada penganggaran untuk pilkada dan kita sudah masukkan,’’ tandas mantan Kadis PU ini. Menurut Swijana, usulan secara umum kecamatan yang berasal dari desa/ kelurahan mencapai Rp 80 miliar. Dengan jumlah itu, pasti akan ada yang ditunda menyesuaikan
anggaran. ‘’Kita lakukan perankingan melibatkan lintas OPD serta Dewan, disinkronkan mana yang lebih dahulu,’’ terangnya. Dari data Musrenbang di masing-masing kecamatan paling banyak usulan di Kecamatan Jembrana yakni 380 usulan awal, terdiri dari bidang infrastruktur dan lingkungan hidup (LH) Rp 127.084.956.290, 173 usulan bidang sosial budaya senilai Rp 10.486.373.200, 82 usulan bidang aparatur pemerintah, hukum dan HAM serta keamanan dan ketertiban. Sementara itu, usulan awal dari Kecamatan Melaya terdapat 234 usulan dengan pagu anggaran Rp 71.750.558.000. Dengan rincian, anggaran yang bersumber dari APBN sebesar Rp 2.025.000.000 untuk 5 usulan, APBD Provinsi sebesar Rp 9.472.500.000 untuk 12 usulan, serta APBD
Kabupaten sebanyak 207 usulan dengan anggaran sebesar Rp 60.253.058.000. Selanjutnya di Kecamatan Pekutatan, dari mulanya 178 usulan dengan total anggaran Rp 76.495.718.000, jumlah yang disepakati dalam Musrenbang menjadi 33 usulan dengan total Rp 39.003.020.500. Dengan rincian bidang sosial 3 usulan total 1.650.000.000, bidang ekonomi 12 usulan dengan pagu Rp 3.575.000.000, bidang aparatur pemerintahan hukum dan HAM satu usulan Rp 70.000.000 dan bidang infrastruktur dan LH senilai Rp 35.193.020.500. Kecamatan Mendoyo terdapat jumlah usulan 121 kegiatan dengan total pagu Rp 96.516.628.730. Rinciannya bersumber dari APBN 3 usulan Rp 2.250.000.000, APBD Provinsi 2 usulan Rp 1.100.000.000 dan APBD Kabupaten 116 usulan seni-
lai Rp 93.166.628.730. Sementara di Kecamatan Negara ada total 150 usulan senilai Rp 51.509.528.000 dengan rincian di bidang ekonomi 29 usulan dengan total Rp 8.430.450.000,
bidang infrastruktur dan LH total 68 usulan total Rp 40.638.328.000, bidang sosial budaya senilai Rp 1.105.500.000 sebanyak 31 usulan. Serta bidang aparatur pemerintahan
hukum dan HAM serta keamanan dan ketertiban Rp 1.335.250.000 dengan 22 usulan kegiatan. Dari total seribu lebih usulan itu didominasi bidang infrastruktur dan LH. (kmb26)
Bali Post/olo
MUSRENBANG - Salah satu kegiatan Musrenbang yang diselenggarakan di kecamatan di Jembrana. Tahun 2020 nanti penganggaran akan mempertimbangkan pilkada, sehingga akan banyak penyesuaian berdasarkan skala prioritas.
Karangasem
Sabtu Wage, 23 Februari 2019
11
Gunung Agung Erupsi Lagi
Kolom Abu Capai Ketinggian 700 Meter Amlapura (Bali Post) Gunung Agung kembali erupsi pukul 16.31 Wita Jumat (22/2) kemarin. Kepulan kolom abu erupsi itu mencapai ketinggian 700 meter di puncak kawah. Kendati demikian, status gunung tertinggi di Bali itu masih berada di level III (Siaga red). Sebelumnya, Gunung Agung sudah beberapa kali mengeluarkan embusan yang relatif besar. Kepala Pos Pantau Gunung Agung di Desa Rendang, I Dewa Made Mertayasa, mengatakan Gunung Agung kembali mengalami erupsi pukul 16:31 Wita. Ketinggian kolom abu yang disemburkan mencapai ketinggian 700 meter di puncak kawah. “Kolom abu teramati berwarna kelabu, dengan intensitas sedang. Erupsi itu condong mengarah ke timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 11 mm dan
durasi ± 6 menit 20 detik,” ujarnya. Jika dilihat arah abu tambah Mertayasa, maka sejumlah wilayah di bagian timur itu dipastikan terpapar hujan abu. Hanya, sampai saat ini, pihaknya belum mendapat informasi dari warga, daerah mana yang terpapar abu vulkanik itu. Di fase ini, potensi erupsi masih besar. “Erupsi masih terus berpotensi terjadi. Aktivitasnya masih cukup tinggi,” katanya. Masyarakat di sekitar
Gunung Agung diimbau tidak melakukan aktivitas di radius bahaya empat kilometer. Aktivitas pendakian ke puncak Gunung Agung juga tidak diizinkan. Masyarakat yang bermukim di sekitar aliranaliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar waspada dengan potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang bisa terjadi pada musim hujan. Pasalnya, musim hujan masih berlangusng sampai saat ini. (kmb41)
KPU RI Memantau di Karangasem
2.453 Surat Suara Rusak Amlapura (Bali Post) Tenaga Ahli Logistik KPU RI Laksmono Ardinto melakukan kunjungan ke GOR Gunung Agung, Jumat (22/2) kemarin. Kunjungan itu bertujuan me-
mantau secara langsung logistik surat suara pemilu yang rusak di KPU Karangasem. Laksmono Ardinto mengatakan, surat suara yang mengalami kerusakan akan
Bali Post/kmb41
PANTAU LOGISTIK SUARA - Tenaga ahli logistik KPU RI Laksmono Ardinto melakukan kunjungan ke GOR Gunung Agung, Jumat (22/2) kemarin, untuk melakukan pemantauan logistik surat suara yang rusak di KPU Karangasem.
dilakukan pendataan terlebih dahulu. Bila nantinya ada kerusakan ataupun kekurangan surat suara, maka akan segera diganti dengan surat suara yang masih baru. “Karena proses pengadaan surat suara pengganti yang rusak masih menjadi tanggung jawab penyedia. Bila ada kerusakan dan kekurangan masih ada waktu untuk melakukan pengadaan pengganti,” ujarnya. Ketua KPU Karangasem,I Gede Krisna Adi Widana mengatakan, kalau surat suara yang sudah dipastikan rusak itu ada di semua pemilihan. Cukup banyak yang rusak. Jadi, total surat suara rusak untuk Pilpres itu sebanyak 83 lembar. Sedangkan pemilihan DPR-RI 1.263 lembar, DPD sebanyak 446 lembar, dan DPRD Provinsi sebanyak 661 lembar. “Jadi, total surat suara yang sudah dipastikan rusak ada 2.453 lembar surat suara,” jelas Krisna. (kmb41)
MO Naikkan Harga Tiket Masuk Objek Wisata Besakih
Amlapura (Bali Post) Manajemen Operasional Pura Besakih berencana menaikkan harga tiket masuk bagi pengunjung domestik maupun mancanegara ke objek wisata Pura Agung Besakih. Kepala Manajer Operasional (MO) Pura Besakih Jro Mangku Wayan Ngawit mengatakan hal itu, Jumat (22/2) kemarin. Menurutnya, pihak MO saat ini memang telah merancang kenaikan harga tiket tersebut. Namun, sebelum tiket itu dinaikkan, pihak Manajemen Operasional akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata serta desa adat terkait rencana tersebut. “Kita memang sudah ancang-ancang menaikkan tiket itu. Kenaikan itu sudah disetujui. Maka kita akan lakukan sosialisasi ke agen,” ungkapnya. Hanya, Ngawit belum bisa memastikan berapa kenaikan harga tiket itu. Sejauh ini, pihak MO bersama Dinas Pariwisata (Dispar) tengah fokus membenahi dan menambah fasilitas umum di sekitar Besakih. Seperti toilet, serta menata taman untuk menunjang keindahan Besakih.
Kawasan Besakih akan ditata lebih asri, sehingga diharapkan ada kesan yang luar biasa dapat diperoleh para tamu itu ketika berkunjung ke Besakih. Saat ini, harga tiket masuk ke objek wisata Besakih Rp 30 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp 60 ribu untuk mancanegara. Harga itu sudah disesuaikan dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 6 tahun 2018 tentang besaran retribusi itu. “Harga tiket ini sudah include dengan jasa ojek, pemandu, serta jasa sarung.
Karena sebelumnya tiket, jasa ojek, pemandu, dan jasa sarung berbeda. Sekarang, sudah menyatu alias terintegrasi dengan tiket sesuai Perda,” katanya. Disinggung jumlah kunjungan setiap harinya, Ngawit menerangkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara setiap harinya bisa mencapai 400500 pengunjung. Jumlah ini sedikit penurun pasca-erupsi Gunung Agung. Sebelum Gunung Agung erupsi kunjungan bisa mencapai 600 pengunjung per harinya.(kmb41)
Bali Post/kmb41
BERKUNJUNG - Wisatawan saat berkunjung ke objek wisata Besakih.
Bali Post/kmb41
ERUPSI - Gunung Agung kembali erupsi Jumat (22/2) kemarin. Kepulan asap yang dikeluarkan mencapai 700 meter di puncak kawah.
HUT Ke-73 Persit
Kodim 1623 Gelar Anjangsana ke Lapas Amlapura (Bali Post) Kodim 1623/Karangasem melaksanakan anjangsana di Lapas Kelas II B Karangasem, Jumat (22/2) kemarin. Kegiatan itu dikaitkan peringatan HUT ke-73 Persatuan Persit Kartika Chandra Kirana. Dandim 1623/Karangasem Letkol Inf. Bima Santosa mengatakan, anjangsana itu bertujuan memberikan motivasi sekaligus dukungan moral kepada warga binaan Lapas Wanita Karangasem. Kegiatan konstruktif itu disambut gembira Kalapas Rochkidam. ‘’Warga wanita binaan Lapas Karangasem semua bahagia atas kunjungan Persit Kodim 1623 itu,” ujarnya. Ketua Pengurus Persit Kartika Candra Kirana Cabang XXXVIII Kodim 1623/Karangasem Nyonya
Bima Santosa menjelaskan, pihaknya mengajak warga binaan lapas wanita Karangasem itu melaksanakan olahraga senam bersama. “Warga binaan wanita itu terlihat gembira saat berbaur bersama ibu-ibu Persit mengikuti gerakan senam,” katanya. Kepala Lapas Kelas II B Karangasem Rochkidam sangat mengapresiasi kegiatan olahraga khususnya dilaksanakan senam itu. Ke depan, pihaknya berharap agar ibu-ibu Persit itu bisa kembali memberikan kegiatan atau keterampilan baik di bidang kuliner termasuk keterampilan tangan. “Keterampilan itu diberikan agar mereka punya bekal skill yang memadai saat warga binaan itu keluar lapas,” jelas Rockhidam. (kmb41)
Bali Post/kmb41
KODIM KE LAPAS - Kodim 1623/Karangasem melaksanakan anjangsana ke Lapas Kelas II B Karangasem, Jumat (22/2) kemarin.
Beraksi di Hutan Lindung Pempatan
Dua Pencuri Kayu Dibekuk
Amlapura (Bali Post) Petugas Polsek Rendang berhasil membekuk dua orang warga yang melakukan aksi illegal logging Kamis (21/2) lalu. Kedua belaku itu masing masing berasal dari Desa Besakih dan Desa Pempatan. Mereka terlibat kasus penebangan liar (illegal logging) kayu pinus di kawasan hutan Lindung Gunung Abang Dusun Geliang, Desa Pempatan, Rendang, Karangasem. Kasus itu ditangani Polsek Rendang. Berdasarkan informasi di lapangan, kedua pelaku yang melakukan aksi illegal logging itu adalah I Wayan Kerta asal Dusun Pemuteran, Desa Pempatan, dan I Ketut Suardana dari Dusun Bias, Desa Besakih, Rendang. Penangkapan itu diawali Kamis (21/2) sekitar pukul 16.30 Wita, Dinas Kehutanan Gabungan Provinsi Bali melaksanakan operasi bersama UPTD KPH Bali Timur di wilayah LPH Rendang yang berjumlah 12 orang, yakni petugas dari Dinas Kehutanan 4 orang, serta KPH Bali Timur 8 orang. Mereka melaksanakan pengawasan rutin di Kawasan Hutan Munduk Gintungan Dusun Keladian Desa Pempatan, Rendang, Karangasem.
Saat pelaksanaan patroli di areal Hutan Lindung Munduk Geliang Dusun Geliang Desa Pempatan, petugas mendengar suara chain saw dari arah hutan. Mendengar mesin pemotong kayu itu, petugas langsung mendatangi sumber suara tersebut. Kemudian petugas melihat seseorang sedang memotong pohon hutan jenis pinus. Tanpa berpikir panjang, petugas kemudian langsung menangkap I Wayan Kerta. Pelaku sempat melakukan perlawanan, bahkan mencoba melarikan diri. Namun
usahanya gagal. Setelah itu, pelaku I Wayan Kerta sempat memanggil rekannya Ketut Suardana. Namun, setelah rekannya ditangkap Suardana, justru menyerahkan diri kepada Petugas Patroli Gabungan. Kapolsek Rendang, Kompol I Nengah Merta, membenarkan ada kasus illegal logging. Pascamenerima laporan tersebut, pihaknya langsung mendatangi lokasi itu untuk melakukan olah TKP. “Dari olah TKP yang dilakukan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah mesin chain
Bali Post/kmb41
AMANKAN KAYU - Petugas Polsek Rendang saat mengamankan barang bukti kayu hasil illegal logging.
saw, 1 sabit, dan sejumlah kayu pinus,” ujarnya. Kasus illegal logging itu kata Merta, terjadi karena masyarakat kurang paham pentingnya hutan. Di samping itu, juga masih minimnya pengawasan petugas kehutanan. “Kejadian ini mengakibatkan kerugian negara, selain kerusakan pada hutan,” kata Kompol Merta. Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mencari informasi lainnya. Siapa tahu ada pelaku lainnya yang ikut melakukan aksi illegal logging ini. Kasatgas Polhut Provinsi Bali, I Ketut Liang, mengatakan, saat itu tim gabungan antara satgas provinsi dan Satgas KPH Bali Timur yang kebetulan ada giat pengamanan hutan fungsional di kawasan hutan Munduk Geliang. Setelah melakukan pengamanan itu, pihaknya mendengar suara chain saw. Sehingga dilakukan pengejaran sampai ke Munduk Geliang. “Setelah dilakukan pengintaian, satu pelaku berhasil kita amankan. Satu sempat melarikan diri. Namun akhirnya berhasil kita amankan,’’ ujar Ketut Liang. (kmb41)
Diguyur Hujan, Buah Cabai Rusak
Petani Alami Kerugian Jutaan Rupiah Hujan lebat yang mulai mengguyur wilayah Karangasem membuat petani cabai gigit jari. Pasalnya, akibat terus diguyur hujan, buah cabai mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat petani gagal panen dan merugi. Pasalnya, buah cabai itu tidak dapat dijual karena membusuk. Lalu, bagaimanakah solusi petani untuk mengatasi dampak cabai yang membusuk, rontok, bahkan mati itu?
Bali Post/kmb41
PETIK CABAI - Petani saat memetik buah cabai lebih awal lantaran cabai rusak akibat terus diguyur hujan.
LUAS lahan petani yang ditanami cabai di Muncan, Kecamatan Selat hingga mencapai belasan hektar. Petani cabai asal Muncan, Mangku Sandia, mengatakan kondisi cuaca belakangan ini memang tidak bagus. Sejak beberapa bulan terakhir, hujan mengguyur tanaman cabainya. Derasnya hujan itu memang tidak baik
bagi tanaman cabai yang sedang tumbuh itu. Hal itu membuat buah cabai menjadi membusuk dan rontok. Bahkan, daun cabai kini menjadi menguning. Tidak sedikit malah cabai itu mati. “Kondisi ini mengakibatkan kerugian belasan juta rupiah yang harus diderita petani cabai di Muncan. Kerugian seperti ini bukan pertama kali harus di-
tanggung petani. Sebelumnya, juga sering merugi seperti ini,” ujarnya. Sandia menambahkan, untuk mencegah kerugian semakin besar akibat buah cabai itu terus rusak dan rontok, maka dirinya terpaksa harus melakukan panen cabai lebih awal. Memang cabai yang dipanen warnanya masih hijau. Di samping itu juga, jumlah cabai yang dipanen jauh berkurang. “Kalau dalam kondisi normal, bisa mencapai 25 kilogram saat panen dengan luas lahan sekitar tiga are. Tetapi sekarang hanya dapat panen 10 kilogram saja,” ujarnya. Dia menjelaskan, harga cabai hijau yang dijual di pasaran jauh lebih murah dibandingkan cabai warna merah. Jelas dia, untuk
cabai hijau harganya hanya Rp 5 ribu per kilogram. Sedangkan cabai merah harganya lebih mahal mencapai Rp 15 ribu per kilogram. Salah seorang pedagang cabai di Pasar Amlapura Timur, Ni Wayan Budani, menjelaskan, sejak sepekan terakhir ini, harga cabai mengalami peningkatan. Sebelumnya, harga cabai Rp 20 ribu per kilogram dan sekarang ini harga cabai naik menjadi Rp 27 ribu per kilogram. “Harga cabai naik akibat banyak petani cabai mengalami gagal panen. Sehingga hasil panen menjadi jauh berkurang. Karena produksi kurang dan permintaan meningkat, mengacu hukum ekonomi harga cabai otomatis menjadi naik,” jelas Budani. (nan)
KLUNGKUNG
12
Sabtu Wage, 23 Februari 2019
SOSOK Aksi Serentak HPSN
MEMPERINGATI Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diisi secara serentak melalui aksi bersih-bersih sampah, Jumat (22/2) kemarin. Aksi dipusatkan di lima titik pantai di Klungkung daratan. Sesuai temanya, Pemkab Klungkung ingin menanamkan pola hidup sehat, dengan mengelola sampah untuk hidup bersih dan bernilai. Demikian disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung A.A. Ngurah Kirana di sela-sela kegiatan HPSN di Kampung Kusamba, Kecamatan Dawan, Jumat (22/2) kemarin. Kegiatan kali ini melibatkan seluruh OPD di Kabupaten Klungkung dan para siswa SMA/SMK se-Kabupaten Klungkung, yang tersebar di lima titik pantai di wilayah Klungkung daratan yakni Pantai Tribuana, Banjar Bias, Segara, Kampung Lebah, dan Pantai Jumpai. Ngurah Kirana menambahkan, Pemkab Klungkung sebelumnya juga sudah melaksanakan hal serupa yakni pada tanggal 16 Februari 2019 di dua lokasi di Nusa Penida, yakni di Crystal Bay dan Pelabuhan Banjar Nyuh serta di alur Sungai Unda wilayah Tangkas, dengan melibatkan komponen masyarakat setempat. Aksinya juga dilanjutkan pada Kamis (21/2) lalu yang dipusatkan di Pantai Klotok bersama dengan personel Polres Klungkung. ‘’Sampah yang sudah selesai dikumpulkan, kemudian dipilah melalui teknologi TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat). Sebagaimana instruksi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Pemkab Klungkung melakukan gerakan ini untuk mengingatkan masyarakat mengenai bahaya sampah, apalagi sampai sampah masuk ke laut,’’ kata mantan Sekwan Klungkung asal Desa Paksebali ini. Pemkab Klungkung selama ini sudah terlebih dahulu menyatakan perang terhadap sampah dalam bentuk inovasi TOSS. Bahkan, inovasi ini sudah mendapatkan pengakuan secara nasional, karena inovatif, sederhana dan mudah diterapkan di daerah lain. (gik)
BERTUGAS - Petugas Sat Polair Polres Klungkung saat bertugas mengawasi dan mengimbau wisatawan agar berhati-hati di sekitar Pantai Dream Beach Lembongan.
Jaga Keselamatan Wisatawan, Sat Polair Tingkatkan Patroli
Petugas Pengumpul Data Kemiskinan Diminta Berhati-hati Semarapura (Bali Post) Langkah menangangi berbagai permasalahan ekonomi sosial seperti kemiskinan dan pengangguran dilakukan Pemerintah Kabupaten Klungkung dengan menetapkan data yang riil dan akurat. Data yang akurat dapat menjadi dasar dalam penentuan program kerja yang menjadi prioritas. Untuk itu, petugas yang mengumpulkan data diminta bekerja dengan berhati-hati dan sungguh-sungguh, sehingga datanya dapat dipertanggungjawabkan. Warning tersebut disampaikan Bupati Suwirta saat memberikan pengarahan kepada Yowana Gema Santi yang diberi tugas meng-input data ke aplikasi ‘’Solusi Klungkung’’ di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, Jumat (22/2) kemarin. Aplikasi ini menjadi salah satu terobosan terbaru untuk melakukan proses pendataan warga yang benar. Mulai dari jumlah anggota keluarga, pekerjaan, penghasilan per bulan per KK dalam satu desa, dan menetapkan jumlah KK miskin serta banyak aspek penting lainnya. Aplikasi yang akan digunakan oleh para Yowana Gema Santi ini adalah aplikasi dengan menggunakan model sensus, sehingga ketika meng-input data ke dalam aplikasi, para Yowana Gema Santi benarbenar harus teliti dan tidak boleh terburu-buru. Supaya data yang ter-input dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hasil input data ini akan menjadi acuan pemerintah daerah dalam melihat capaian kinerja, khususnya dalam penanganan warga miskin dan data lainnya. Selain mendata masyarakat yang berada di masing-masing desa tempat bertugas, Bupati Suwirta juga meminta Yowana Gema Santi untuk mencegah masyarakat di tempatnya bertugas meminjam dana
melebihi penghasilan yang didapatkannya. Caranya, dengan mengajarkan cara mengelola keuangan, bahkan membuatkan rencana bisnis dengan benar. Sementara kepada para perbekel dan klian banjar dinas, diminta agar membantu Yowana Gema Santi dalam proses meng-input data masyarakat ke dalam aplikasi. Sinergi ini harus dilakukan, agar warga terinput semua dan sesuai data dan fakta di lapangan. Bupati Suwirta berharap melalui aplikasi ini, nantinya dapat membantu Pemkab Klungkung dalam menyusun rencana kerja dan program yang tepat sasaran dan tepat guna, dimana tujuan utamanya adalah menyejahterakan masyarakatnya. Kepala Dinas Kominfo Klungkung Wayan Parna sebelumnya menyampaikan bahwa sistem aplikasi ini dirancang untuk menjawab problem setiap OPD. Terutama yang menyangkut data riil angka kemiskinan, bedah rumah, pengangguran, tingkat pendidikan, kependudukan dan lainnya. ‘’Misalnya soal penanganan kemiskinan, berapa yang sudah tertangani, berapa yang tersisa, sisa waktunya berapa tahun. Sehingga, jelas progress kerjanya,’’ kata Parna menerjemahkan instruksi Bupati Suwirta. Demikian juga soal bedah rumah, hingga tingkat pendidikan yang erat kaitannya dengan angka pengangguran, sehingga semua aspek informasi yang dibutuhkan menjadi rill. Dalam hal penentuan prioritas program, warga sendiri yang menyampaikan usulannya di setiap desa karena memang diinginkan mayoritas masyarakat di sekitarnya. Tidak hanya itu, setiap petunjuk tersebut juga langsung diarahkan ke OPD terkait. ‘’Pada intinya, sistem ini dirancang agar perencanaan menjadi lebih tepat,’’ tegas Parna. (kmb31)
Bali Post/kmb31
PENGARAHAN - Para Yowana Gema Santi saat mendapat pengarahan di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung.
Semarapura (Bali Post) Petugas Sat Polair meningkatkan patroli di sekitar pantai di Desa Lembongan dan Jungut Batu. Ini sebagai langkah antisipasi menyikapi meningkatnya kunjungan wisatawan ke sejumlah pantai, seperti Pantai Dream Beach Lembongan. Petugas ingin memantau sekaligus memperingatkan wisatawan, agar tidak melakukan hal-hal yang membahayakan. Seperti Jumat (22/2) kemarin, Sat Polair dipimpin KBO Iptu Gede Yasa proaktif melakukan pengawasan di sejumlah garis pantai di Desa Lembongan. ‘’Kami ingin memberikan rasa aman kepada setiap wisatawan yang berkunjung. Sekaligus
meminta mereka untuk berhati-hati, karena ada banyak tebing,’’ katanya. Dia menegaskan, peningkatan patroli dan pengawasan, juga sebagaimana perintah dari Kasat Polair Klungkung AKP I Nyoman Arnawa untuk meningkatkan kepekaan ang-
gota kepada situasi wilayah tugas. Selain meningkatkan kewaspadaan saat bertugas, juga melakukan pengamanan dan imbauan, supaya tidak terjadi tindakan wisatawan yang membahayakan keselamatannya. Sektor pariwisata kini
menjadi andalan Kabupaten Klungkung. Ini sejalan dengan upaya terus menggali potensi pariwisata, khususnya kepulauan Nusa Penida yang semakin diminati. Apalagi, pemerintah daerah terus memasang target tinggi dalam PAD (Pendapatan Asli Daerah) tahun 2019. Dinas Pariwisata Klungkung menargetkan pendapatan naik lebih dari 100 persen. Tahun ini target PAD khusus untuk Dinas Pariwisata mencapai Rp 7.081.825.000. Jumlah ini
naik signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 3.052.259.000. Target ini sudah dihitung dengan matang, dengan memperhatikan seluruh potensi yang ada. Dengan target pendapatan sebesar itu maka Dinas Pariwisata juga menaikkan target kunjungan wisatawan. Tahun ini jumlah wisatawan ditarget mencapai 543.979 orang wisatawan. Jumlah ini naik dari target tahun sebelumnya mencapai Rp 3.052.259.000. (kmb31)
Penerapan E-Tukin
Bupati Suwirta Tegaskan Jangan Ada Manipulasi Data
PENERAPAN Tunjangan Kinerja Elektronik (E-Tukin) sudah berjalan hampir dua bulan. Pascauji coba dan penerapannya, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menilai hasilnya cukup memberikan kesan positif. Sebab, ini dapat menggairahkan para pegawai atau ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk lebih giat bekerja. Tetapi di sisi lain, dia menilai ada saja pegawai yang tidak serius menerapkan sistem ini dengan baik. Bahkan, cenderung hanya dipakai main-main. Bupati Suwirta memaparkan temuannya tentang ETukin dipergunakan mainmain di mana sudah akhir bulan rupanya poin pegawai masih sedikit. Tetapi untuk memenuhi poin, tibatiba membuat kegiatan yang tidak penting sampai kegiatan yang tidak masuk akal. ‘’E-Tukin jangan dipakai main-main. Apalagi sampai memanipulasi data,’’ kata Bupati Klungkung Nyoman Suwirta kepada seluruh pegawai di Pemkab Klungkung, Jumat (22/2) kemarin. Pihaknya memperingatkan agar tidak melakukan manipulasi data hanya untuk tujuan meningkatkan poin. Begitu juga sebaliknya, pejabat yang sudah mendapatkan poin penuh justru malah santai-santai tidak jelas. Ini ditegaskan tidak boleh terjadi lagi. Bupati Suwirta mengaku sudah memikirkan situasi tersebut dan menyiapkan jalan tengahnya. Pihaknya akan mengontrol penuh satu per satu pegawainya siapa yang penuh poinnya di awal bulan sudah 100, siapa pula yang di akhir bulan poinnya hanya 30. Apabila ditemukan hal-hal seperti di atas, dirinya tidak segan-segan akan memberi sanksi tegas, mulai dari pengembalian tunjangan yang sudah diterima, SP (Surat Peringatan) 1 sampai SP 3, bahkan bila yang bersangkutan memegang jabatan, akan diberi sanksi turun jabatan. ‘’Saya tidak main-main dengan
sanksi ini. Maka dari itu saya harap semuanya serius bekerja,’’ tegas Suwirta. Pihaknya menegaskan, Kabupaten Klungkung akan terus konsisten melaksanakan E-Tukin dengan tegas dan berjalan penuh. Dirinya tidak mau ke depannya E-Tukin ini hanya dimanfaatkan untuk tambahan penghasilan. Tetapi, harus disertai dengan kinerja yang juga maksimal. Inti dari E-Tukin adalah pendapatan secara proporsional. Semakin banyak kegiatan/ tugas yang dilakukan maka akan semakin banyak poin yang diperoleh.
Dia menambahkan, dengan E-Tukin diharapkan memberikan kemajuan dalam peningkatan kinerja ASN dan pelayanan kepada masyarakat. Penerapan E-Tukin diharapkan tidak menjadi ukuran para ASN untuk menghadiri atau mengikuti suatu kegiatan. Tetapi pengabdian yang dilandasi kejujuran diharapkan selalu tertanam pada diri masing-masing pegawai. ‘’Jangan karena E-Tukin atau hanya mengukur kegiatan dengan uang, tetapi harus dibarengi pengabdian dan kejujuran,’’ ujar Suwirta. (ad773)
E-TUKIN - Bupati Suwirta saat memberikan pengarahan perihal E-Tukin kepada ASN.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Wage, 23 Februari 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA AKUNTANSI
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818
G.06
WAITER
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818
G.07
DRIVER
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur G.08
*Dicari Pembantu utk Villa Jl. Kesambi Gg.Kesambi Indah No.22 Hub.081337542061/081381302935 B.BP.001.02.19.0000771
Cr PRT bisa masak pribadi, tdr dlm Gj2Juta H.081236366226 Dps B.BP.001.02.19.0000756
Admin Wnt,SMA/K,bs.Word/Excel &Internet. Jl.Intan LC II/II.5 Gatsu Timur.Dps.H:081353788640 dpdasttatindobali@yahoo.co.id
Dcri Waiter Min Exp 1 Th, bisa Bahasa,Singgle,Pls Sent CV to anthonie@monsieurspoon.com or +62 819-9907-7316
Butuh Kurir Pria Min SMA, Max.30th CV:Jl.Tukad Unda III No.8A, Renon Ph.085100067500
Dibutuhkan Staff Acc,Syarat S1 Akuntansi,Penglmn Kerja Min2Th Bawa Lmrn langsung ke BIT Gatsu Barat 376 atau email ke bit.hrd.ga@gmail.com
B.BP.001.02.19.0000744
B.BP.001.02.19.0000751
Cr: Kepala Accounting/Financial Control(FC)S1,Akuntansi, ngerti pajak,Brevet A/B.penglm min3th max 47th.L/P,krm CV ke hrd@bal inusawindumas.com,081999660972 B.BP.001.02.19.0000695
Dcr Accounting Kirim CV ke Jl. Imam Bonjol 533A/081246081567 B.BP.001.02.19.0000733
Dcr Kryawan Lam bw lsg ke Roti Boy Tiara Dewata T.0361-254265 B.BP.001.02.19.0000747
Dcr Security&Operator Produksi Min SMP,Jujur Lmrn:PT.InduComp Dewata.Jln.Setiabudi NO.52 Dps B.BP.001.02.19.0000752
Dcr Tng wnt utk Wr.Makan Nasi Lawar,Gj+Bns Hub.081337767764 B.BP.001.02.19.0000688
B.BP.004.02.19.0000480
B.BP.004.02.19.0000764
Dicari Teller & Staf Operation Money Changer,umur max 28th, min SMA/D3 Hub.08123804025
B.BP.001.02.19.0000745
Dicari Waiter/ess,Gril. Kirim CV ke Warung Subak Peguyangan 0361410940, 085100436702 B.BP.001.02.19.0000696
Experience store Manager needed for fashion boutique in Nusa Dua area,Min 3yrs experiences,Female,Age Min 30yrs. CV:Pinkelevenbali@gmail.com B.BP.001.02.19.0000510
Dibthkan Supervisor u.Per Fast Boat.08123918373/087760279795 B.BP.004.02.19.0000759
DIJUAL MOBIL
DIJUAL RUMAH BIRO JASA
DIJUAL RUKO
SERVICE
Dibthkan Quantity Surveyor u/ Kontraktor,Berpenglaman.Email: kadekon@gmail.com/0361-8476839 B.BP.001.02.19.0000533
Owner 7 Luxurius Villas in Seminyak is looking for English Speaking Experienced Butler.CP:081238321945
B.BP.001.02.19.0000638
Need Urgently Experienced Butler Required With Light cooking Experience. Please Contact 081238321945
B.BP.001.02.19.0000639
Lwngan Posisi: Waiter/ss,Bar, Ktchn Staff & DW. Jl.Pantai Berawa-Canggu.Tlp081999474828 E: agung@soulfoodmob.com
B.BP.004.02.19.0000713
Perush Spa Membutuhkan Terapis Pria & Wanita,bisa Bhs. Inggris Siap untuk di Training,Max 35 Tahun,Pngalaman tdk diutamakan Krm CV ke : Jari Menari, Jl.Pratama No.88 X Nusa Dua, Ph.081338991999 or Email ke ja rimenarinusadua@jarimenari.com
B.BP.004.02.19.0000483
Female Office Staff Needed for Office in Kuta.Good English, and Computer Literate. Fresh Graduate is Welcome.Send Your Application,Photo,CV to GM balipromotion1995@gmail.com
B.BP.004.02.19.0000762
SMK Akrditsi A Bth Guru Fisika Honor,Menarik,GratisLN,THT,THR Taperum E: tugasbali@yahoo.com B.BP.001.02.19.0000708
Sekolah di Jimbaran Cari: Guru Matematika,Bhs.Ing.,IPA, Komputer,Sejarah,Olah Raga (W) Guru PAUD,Guru PGSD,Helper, Administrasi,Maintenance. Sent:schoolhrdbali@hotmail.com B.BP.004.01.19.0000271
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Avanza Veloz 1.5’2014 putih As Bali Hub.0812 389 6909 B.BP.001.02.19.0000677
Innova Diesel V AT’15 DK Putih Panther LS’02 H.087862547783 B.BP.001.02.19.0000769
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
DAIHATSU
DISEWAKAN KANTOR
Taruna CX’04 full ors, Jl.Gn. Le Gg IV B22 Hp. 08123957050
Disewakan Ruang u/Kantor,Jln Ry Puputan 35 Dps.08123681251
B.BP.004.02.19.0000758 NISSAN
Nisan March’14 MT 114jt Nego daribaru di Bali B, 081236021417 B.BP.154.02.19.0000765 SUZUKI
Grand Vitara’2008 JLX Begundi 110Jt Hub.082147454248 B.BP.164.02.19.0000766
B.BP.001.02.19.0000637
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944 G.04
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijual Tanah 2are Kav Telkom Jl.Patih Nambi HP.081237009852 B.BP.001.02.19.0000755
Dijual Tanah 7,3 are di Teras Ayung,Harga Istimewa, Hub. Pemilik Lgsg di 081916227770 B.BP.001.02.19.0000327
KURSUS PT.Garda Wira Karya Membuka Pendidikan & Pelatihan Satpam Gada Pratama. Hub: 087860640973 (Pupu) B.BP.004.02.19.0000763
BIRO JASA
Tanah 150M2 10Mnt ByPass 5Mnt Simpang6Neg800JtH08111072500
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
B.BP.001.02.19.0000636
B.BP.001.02.19.0000579
BANGLI
14
Sabtu Wage, 23 Februari 2019
Terbengkalai, Kolam Renang Segening Ditumbuhi Semak Bangli (Bali Post) –
Aset milik Pemkab Bangli banyak yang terbengkalai. Salah satunya Kolam Renang Segening yang berlokasi di Lingkungan/Kelurahan Kawan, Bangli. Sudah dua puluh tahun kolam renang yang dibangun lengkap dengan fasilitas toilet dan wantilan itu telantar hingga rusak parah.
Bali Post/kmb40
SEMAK - Kondisi Kolam Renang Segening di Lingkungan/Kelurahan Kawan, Bangli yang dipenuhi semak.
Pria Pengangguran Diamankan Polisi ban saat itu langsung diantar ke rumahnya. Setelah sampai di rumah, pelapor sempat bertanya kepada korban tentang kepergiannya selama seharian. Kepada ayahnya, korban mengaku sempat pergi ke Kintamani ke rumah temannya. Curiga dengan pengakuan anaknya, pelapor selanjutnya mengajak korban ke Polsek Blahbatuh. Dari hasil interogasi yang dilakukan, korban mengaku sempat pergi ke Kintamani dan sempat disetubuhi temannya. Tak terima dengan pengakuan anaknya itu, ayah korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bangli. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dikonfirmasi Jumat (22/2) kemarin, membenarkan adanya laporan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, Kasat Reskrim AKP Akbar Samosir
melalui Kanit I Ipda Nengah Sarjana memerintahkan personel opsnal Polres Bangli untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap pelaku. Dari hasil penyelidikan dan hasil interogasi terhadap pelapor, korban serta saksi-saksi, tim opsnal mendapatkan informasi dan identitas pelaku yang merupakan teman korban berinisial WA. ‘’Selanjutnya, tim opsnal melakukan penyelidikan tentang keberadaan terduga pelaku. Tim kemudian berhasil menemukan terduga pelaku di rumah kakaknya di Desa Ulian,’’ kata Sulhadi. Selanjutnya, terduga pelaku langsung diamankan di Polres Bangli guna dimintai keterangan. ‘’Saat ini terduga pelaku telah diamankan di Sat. Reskrim Polres Bangli dan masih dimintai keterangan. Sementara korban sudah dimintakan visum,’’ terangnya. (kmb40)
dibiarkan terbengkalai. ‘’Saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Bangunannya sudah banyak yang mengalami kerusakan. Akses jalannya juga sudah rusak parah dan sulit dilalui kendaraan,’’ terangnya. Menurut Sujena, keberadaan kolam renang tersebut sejatinya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata baru jika dilakukan penataan dengan baik. Pihaknya pun memiliki keinginan untuk menata dan mengelola areal kolam renang itu. ‘’Sekarang kan lagi tren. Di mana-mana ada tempat wisata yang menarik untuk selfie. Kami ada keinginan menata dan mengelolanya. Kami ingin buat tempat ngopi nyantai di sekitar areal itu, karena pemandangannya menarik, berada di pinggir sungai. Ada air terjun dan pancoran juga di dekatnya yang bisa dikembangkan jadi tempat wisata spiritual,’’ jelasnya. Hanya, untuk mengembangkan itu, pihaknya terkendala akses jalan. Dikatakan Sujena, jalan aspal menuju lokasi kolam renang Segening saat ini kondisinya sudah hancur dan dipenuhi semak hingga sulit dilalui kendaraan. Rusaknya kondisi jalan, juga menjadi
solar cell (bertenaga matahari). Untuk pengadaan 150 titik lampu itu, rancangan anggarannya mencapai kurang lebih Rp 5 miliar. Diakui, anggaran yang dibutuhkan cukup besar karena per satu unitnya harga lampu PJU solar cell lumayan mahal mencapai Rp 40 jutaan. Lampu PJU solar cell dipilih karena dianggap lebih hemat dari lampu konvensional yang selama ini terpasang. ‘’Tapi karena keterbatasan anggaran daerah, baik pengadaan lampu PJU solar cell atau yang konvensional, belum bisa kami realisasikan. Pada tahun ini, kami hanya bisa lakukan pemeliharaan,’’ jelasnya. Selain menggantinya dengan lampu PJU solar cell, untuk mengefisiensi pengeluaran, pejabat asal Desa Songan, Kintamani ini juga mengaku telah merencanakan penggantian sistem pembayaran dari kontrak ke
sistem kWh. Rencananya, pengalihan sistem itu akan dilakukan pada tahun ini. ‘’Kita rencanakan alihkan beberapa titik tahun ini. Kita akan lakukan koordinasi dengan PLN,’’ kata Arta. Ditambahkannya, di tengah keterbatasan anggaran pemkab dalam melakukan peremajaan lampu PJU, pada tahun ini pemerintah pusat memberikan tambahan bantuan 64 titik lampu PJU untuk dipasang di jalan nasional tepatnya dari jalur Penelokan-Desa Songan. Rencananya, pemasangan akan dilakukan sekitar bulan April/Mei. Dikatakan Gede Arta, sebelumnya pada tahun 2018 lalu, pemerintah pusat sudah sempat memberikan bantuan lampu PJU untuk dipasang di jalur itu. Jumlahnya hanya 20 titik. ‘’Sekarang ditambah lagi 64 titik sehingga jalur itu bisa lebih terang saat malam hari,’’ imbuhnya. (kmb40)
penyebab pihaknya tak mengambil tawaran bantuan dari pemerintah pusat untuk mengelola dan mengembangkan wisata spiritual di lingkungan Kawan. ‘’Dulu pernah ditawari bantuan untuk mengembangkan wisata religi di lingkungan kawan. Kami tertarik untuk mengelola lokasi itu. Tapi karena akses jalan yang sudah rusak dan bantuan dananya terbatas, kami tunda,’’ ungkapnya. Untuk menata dan mengelola areal Kolam Renang Segening serta areal sungai dan lahan yang ada di sekitar lokasi, pihaknya mengaku sudah sempat berkoordinasi dengan pihak puri di Bangli. ‘’Kalau ke Pemkab belum,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli Gede Suryawan saat dikonfirmasi terpisah mengatakan bahwa Kolam Renang Segening itu asetnya tercatat di Setda Bangli. Dia tak bisa menjelaskan mengenai keberadaan kolam renang itu, baik soal kapan dibangun dan sejak kapan mulai terbengkalai. ‘’Maaf, saya tidak tahu detailnya, coba ditanyakan di pengguna barang,’’ tandasnya. (kmb40)
Anggaran Terbatas, Pemkab Belum Mampu Remajakan PJU
Cabuli Anak di Bawah Umur
Bangli (Bali Post) – Seorang pria pengangguran berinisial WA (27) asal Desa Ulian, Kintamani dilaporkan ke polisi, lantaran diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur berinisial YJJ (15), warga Desa Blahbatuh, Gianyar. WA diadukan ke pihak yang berwajib oleh ayah korban. Kronologi kasus pencabulan tersebut berawal saat korban meninggalkan rumah tanpa pesan kepada keluarganya, Selasa (19/2) pagi. Lantaran tak kunjung pulang hingga malam hari, pelapor sempat mencari keberadaan korban melalui temantemannya. Namun, pelapor tidak mendapat informasi tentang keberadaan korban. Keesokan harinya, pada Rabu (20/2), pelapor mendapat telepon melalui messenger dari seseorang dan menyampaikan bahwa korban sudah ditemukan. Oleh orang tersebut, kor-
Berdasarkan pantauan di lokasi Jumat (22/2) kemarin, Kolam Renang Segening terdiri atas dua unit kolam. Satunya untuk kolam dewasa dan satu kolam lainnya untuk anakanak. Karena sudah lama tak difungsikan dan dibiarkan terbengkalai, kedua unit kolam yang sudah mengering itu kini ditumbuhi semak. Keramik di pinggiran kolam juga sudah banyak yang copot dan rusak. Tak hanya pada bangunan kolam renang, kerusakan parah juga terlihat pada bangunan yang ada di sebelah barat kolam renang dewasa. Bangunan yang di dalamnya berisi beberapa ruangan itu, dipenuhi semak. Atapnya terlihat sudah keropos dan nyaris ambruk. Kondisi yang sama tampak pada bangunan wantilan yang ada di sebelahnya. Kepala Lingkungan Kawan Nengah Sujena saat dikonfirmasi siang kemarin mengatakan, Kolam Renang Segening itu dibangun saat pemerintahan Bupati Bangli Winaya. Dulunya, keberadaan kolam renang tersebut banyak dikunjungi dan dimanfaatkan warga untuk belajar berenang. Namun sejak sekitar dua puluhan tahun terakhir, kolam renang itu tak lagi beroperasi dan
Bangli (Bali Post) Rencana Pemkab Bangli melakukan peremajaan lampu penerangan jalan umum (PJU) terutama di wilayah perkotaan hingga saat ini belum bisa terwujud. Terbatasanya anggaran menjadi alasan pemkab belum mampu mengganti lampu PJU yang usianya kini sudah mencapai puluhan tahun. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangli Gede Arta saat dihubungi, Jumat (22/2) kemarin, mengakui bahwa pada tahun 2019 ini pihaknya hanya bisa melakukan pemeliharaan terhadap lampu PJU yang ada. Sementara untuk pengadaan atau penggantian lampu PJU yang rusak, belum bisa direalisasikan. Arta menyebutkan, sesuai usulan, ada sekitar 150 titik lampu yang rencananya diganti dengan lampu PJU
Bali Post/kmb40
’’Tapi karena keterbatasan anggaran daerah, baik pengadaan lampu PJU solar cell atau yang konvensional, belum bisa kami realisasikan. Pada tahun ini, kami hanya bisa lakukan pemeliharaan.’’ Kepala Dishub Bangli Gede Arta
Permintaan Telur Asin Tinggi Bangli (Bali Post) Permintaan konsumen terhadap telur asin cukup tinggi. Terlebih saat musim hari raya keagamaan di Bali. Selain untuk dikonsumsi langsung sebagai lauk, telur asin biasanya juga dipakai untuk sarana banten. Jero Ketut Kenten, pengusaha telur asin di Banjar Geria, Kelurahan Kawan, Bangli mengungkapkan, jelang hari raya keagamaan dirinya biasanya akan memproduksi telur asin dengan jumlah lebih banyak dari hari biasa. Saat hari biasa, hanya memproduksi telur asin 600 butir per tiga hari sekali, sementara saat jelang hari raya seperti Galungan, Kuningan atau rahinan besar lainnya, dirinya bisa memproduksi telur asin hingga 2 ribuan butir. “Jelang Nyepi ini saya juga buat sekitar seribu sampai seribu limaratus butir,” ujarnya saat ditemui di rumahnya belum lama ini. Dikatakannya, telur asin buatannya selama ini kebanyakan dibeli konsumen yang ada di wilayah Bangli. Telur asinnya juga banyak dibeli oleh pedagang-pedagang untuk dijual kembali di pasar. Pemasaran telur asin dilakukannya dari mulut ke mulut. “Pembelinya yang langsung datang ke sini untuk mengambil telur asin buatan saya,” ungkapnya. Wanita 67 tahun ini mengaku sudah menggeluti usaha pembuatan telur asin sejak 25 tahun lalu. Dirinya belajar membuat telur asin dari coba-coba, setelah usaha
sembako yang sempat dijalaninya tak berkembang. Membuat telur asin, tak begitu sulit. Bahan baku yang dibutuhkan hanya berupa telur bebek, garam dan air. Awalnya telur bebek yang sudah dicuci bersih, direndam dengan air garam dan sedikit abu. Perendaman dilakukan selama sekitar 3 minggu. Setelah itu telur yang sudah direndam diangkat kemudian dikukus. Telur asin buatannya bisa bertahan hingga 2 hari lagi, dan lebih lama jika dikukus. Jero Tut Kenten mengatakan, untuk menghasilkan telur asin yang gurih dan berkualitas baik, pemilihan bahan baku telur itik harus diperhatikan. Telur yang baik digunakan adalah yang masih segar. Maksimal baru dimetas dua hari. Jika lebih lama dari itu, hasilnya akan jelak. Untuk mendapatkan telur segar, selama ini dirinya membeli langsung dari peternak itik. Diakui Jero Tut Kenten, untuk memproduksi telur asin dalam jumlah banyak, hal yang menjadi kendala adalah terbatasnya bahan baku telur itik. Apalagi saat musim hujan, dirinya kerap sulit mendapatkan bahan baku. “Mengenai harga jual, saya biasanya sesuaikan dengan harga telur yang naik turun. Tapi selama ini biasanya saya jual 3 butir telur asin Rp 10 ribu,” ujarnya. (kmb40) Jero Ketut Kenten
Bali Post/kmb40
LARANGAN - Spanduk larangan buang sampah sembarangan yang dipasang pihak Pemerintah Desa Tamanbali di depan Lapangan Kilobar, desa setempat.
Desa Tamanbali Kenakan Sanksi bagi Pembuang Sampah Sembarangan
Bangli (Bali Post) Sanksi tegas berupa denda Rp 500 ribu kini diberlakukan Pemerintah Desa Tamanbali terhadap warga yang terbukti membuang sampah sembarangan. Penerapan sanksi itu dimaksudkan untuk memberikan efek jera terhadap mereka yang suka buang sampah sembarangan. Sementara bagi warga yang bisa menunjukkan bukti foto pelaku pembuang sampah sembarangan, pemerintah desa setempat akan memberikan imbalan berupa uang tunai Rp 100 ribu. Adanya pengenaan sanksi bagi pembuang sampah sembarangan dan reward bagi warga yang bisa menunjukan bukti pelaku pembuang sampah tersebut, diumumkan pihak pemerintah desa setempat dalam sebuah spanduk yang terpasang di depan Lapangan Kilobar, Desa Tamanbali. Dalam spanduk berlatar hijau itu tertulis juga kalimat yang
mengandung sindiran, dengan tujuan agar tak ada lagi warga yang buang sampah di dekat lokasi. Pj. Perbekel Desa Tamanbali Putu Windu Eka Suryantini saat dikonfirmasi Jumat (22/2) kemarin mengatakan bahwa spanduk itu mulai dipasang pagi kemarin. Dia menjelaskan, pemasangan spanduk itu dilakukan lantaran masih banyak yang membuang sampah di sekitar lokasi. Meski pihaknya dibantu Dinas Lingkungan Hidup sebelumnya sudah membersihkan lokasi tersebut agar bersih dari sampah dan telah mengimbau warga tak lagi buang sampah di sana. “Sebelum kami pasang spanduk, tetap saja ada yang buang sampah di sana,” terangnya. Karena masih banyaknya sampah yang dibuang sembarangan di sekitar lokasi, pihaknya pun berusaha mencari informasi mengenai siapa oknum warga yang kerap
buang sampah di sana. Dari informasi yang didapatnya, diketahui bahwa oknum warga yang sering membuang sampah di lokasi ternyata bukanlah warga sekitar. Melainkan warga luar Desa Tamanbali yang datang membuang sampah dengan bawa motor dan mobil. “Karena itu kami inisiatif pasang spanduk seperti itu. Kalau kami hanya pasang spanduk larangan biasa yang bahasanya sudah lumrah, sepertinya tidak akan dihiraukan,” jelasnya. Windu mengatakan, pengenaan sanksi denda terhadap oknum warga yang terbukti buang sampah sembarangan sudah diatur dalam Perdes No. 2 Tahun 2009. Rencananya spanduk serupa juga akan dipasang di beberapa titik lainnya. Harapannya, agar warga semakin sadar untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. (kmb40)
15
Sabtu Wage, 23 Februari 2019
Tiga Model Gerakan Kacaukan Pemilu Banyuwangi (Bali Post) – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengungkapkan ada tiga model gerakan yang bertujuan mengacaukan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, salah satunya ledakan bom di Jakarta saat debat kedua calon presiden.
Bali Post/ant
PUTING BELIUNG - Petugas melihat kondisi SPBU yang rusak akibat angin puting beliung di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (22/2) kemarin. Hujan deras disertai angin puting beliung yang melanda Kecamatan Lembursitu dan Kecamatan Cicantayan di Kabupaten Sukabumi tersebut menyebabkan sebuah SPBU dan puluhan rumah warga rusak.
Selain ledakan bom saat debat capres, juga ada pembakaran mobil dan motor di Jawa Tengah, dengan pola yang sama dan jam kejadian juga sama, dan ketika ada yang tertangkap mengaku iseng, akan tetapi keesokan harinya kembali terjadi. ‘’Dua minggu lalu saya bertemu Kapolri katanya sudah ada 27 kasus. Dengan pola yang sama itu merupakan gerakan mengacau pe-
milu,’’ kata Mahfud MD usai menghadiri kegiatan Jelajah Kebangsaan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (22/2) kemarin. Selain itu, lanjutnya, saat ini banyak beredar berita bohong atau hoax, yang jelas tidak benar hingga masyarakat resah. Salah satu contohnya berita hoax dicoblosnya surat suara tujuh kontainer dan adanya berita hoax bahwa KH
Ma’ruf Amin akan diganti di tengah jalan jika pasangan Jokowi-Ma’ruf menang pemilu. Padahal, katanya, semua informasi itu tidak mendasar. Mahfud mengatakan, gerakan mengacau pemilu yang lainnya adalah munculnya isu yang bertentangan dengan akal sehat, seperti KPU dinilai sebagai antek dan didekte oleh pemerintah. ‘’Percayalah tuduhan itu tidak benar, karena selama saya menjadi Ketua MK, mengadili kasus-kasus seperti itu KPU independen, dan KPU itu dibentuk oleh partai politik, tapi kenapa dituduhkan kepada pet ahana. Mohon maaf Anda boleh pilih siapa saja, tetapi
Generasi Milenial Disarankan Terapkan Gaya Hidup Sehat Jakarta (Bali Post) Ahli kesehatan dr. Paskariatne Probo Dewi Yamin, Sp.JP. menyarankan agar generasi milenial menerapkan gaya hidup sehat sejak sekarang agar terhindar penyakit hipertensi di saat usia masih produktif. ‘’Faktor risiko hipertensi berawal dari gaya hidup tidak sehat yang banyak dilakukan generasi milenial yakni mereka yang berusia 15 tahun ke atas,’’ katanya di Jakarta, Jumat
(22/2) kemarin. Gaya hidup yang dimaksud tersebut adalah gaya hidup yang instan akibat kemajuan teknologi yang mengakibatkan berkurangnya aktivitas fisik bahkan olahraga, juga merokok dan juga mengonsumsi makanan cepat saji, jelasnya. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, proporsi aktivitas fisik yang berkurang juga melonjak dari 26,1 persen hingga
33,5 persen serta prevalensi merokok pada remaja usia 10 tahun hingga 18 tahun meningkat dari 7,2 persen hingga mencapai 9,1 persen. Selain gaya hidup, faktor psikososial juga meningkatkan risiko hipertensi, seperti stres berlebih, sikap tidak sabar atau masalah dengan rekan juga meningkatkan risiko hipertensi. Selain faktor-faktor tersebut, obat-obatan juga dapat menimbulkan peningkatan
tekanan darah, yaitu seperti obat penghilang rasa nyeri, seperti ibuprofen, obat hormon, seperti pil kontrasepsi, obat penurun badan yang biasa dikonsumsi oleh kaum milenial, hingga agen stimulan seperti nikotin. Hipertensi disebut sebagai pembunuh yang tibatiba dikarenakan penyakit tersebut tidak menimbulkan tanda-tanda khusus. Oleh karena itu dia mengimbau masyarakat untuk lebih sadar
akan penyakit tersebut. ‘’Jika tidak sadar akan faktor risiko yang ada, maka dapat menimbulkan penyakit berat lain, seperti gagal ginjal, stroke dan jantung,’’ tambahnya. Oleh karena itu, dia mengimbau para kaum muda untuk lebih sadar akan hipertensi dan mencegahnya, seperti mengurangi konsumsi garam dan makanan cepat saji, memperbanyak aktivitas fisik dan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. (ant)
Jakarta (Bali Post) Bank Indonesia (BI) memperkirakan indeks pergerakan harga akan berbalik menjadi deflasi pada Februari 2019 yakni sebesar 0,07 persen secara bulanan (month to month/mtm) karena terutama dipicu penurunan beberapa harga komoditas pangan dan bahan bakar minyak nonsubsidi. Gubernur BI Perry Warjiyo
di Jakarta, Jumat (22/2) kemarin, mengungkapkan hal tersebut berdasarkan survei pemantauan harga (SPH) yang dilakukan 46 kantor perwakilan BI hingga pekan ketiga Februari 2019. ‘’Sebagaimana kita ketahui, bulan Januari inflasi 0,32 persen. Bulan ini kita bakalan deflasi 0,07 persen,’’ ujar Perry. Jika perkiraaan Bank Sen-
tral tepat maka pada bulan kedua tahun ini, inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) akan berkisar di 2,58 persen atau mendekati batas bawah sasaran target inflasi 2,5-4,5 persen (yoy). Beberapa komoditas pangan penyumbang deflasi, ujar Perry, adalah cabai merah yang deflasi 0,07 persen, bawang merah 0,06 persen, telur ayam ras 0,05 persen,
dan cabai rawit 0,02 persen. Penurunan harga komoditas pangan tersebut ditambah penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti jenis Pertamax pada 10 Februari 2019 dengan variasi penurunan hingga Rp 800 per liter. ‘’Dengan demikian, ini mengonfirmasi bahwa inflasi akhir tahun ini kita perkirakan akan lebih rendah dari 3,5 persen,’’ katanya.
Pada Januari 2019, menurut perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi ratarata kenaikan harga dengan inflasi 0,32 persen (mtm). Beberapa komoditas yang dominan memberi sumbangan inflasi di bulan pertama 2019 adalah ikan segar dengan inflasi 0,06 persen, beras 0,04 persen, tomat 0,03 persen, dan bawang merah 0,02 persen. (ant)
menjadi daya tarik tetapi juga budaya. ‘’Inilah yang menjadi inti pariwisata Bali,’’ ujarnya. Era globalisasi dan teknologi juga memberi dampak signifikan pada budaya Bali. Maka dari itu pelestarian budaya menjadi tantangan berat bagi Bali. Upaya mengawal budaya harus dilakukan bersama–sama. Pemda Bali telah meletakkan landasan baru dalam menjaga dan mengawal budaya agar tidak tergerus kemajuan zaman. Upaya
nyata telah dilakukan, tidak hanya melalui regulasi tetapi juga melalui langkah konkret dalam rangka merealisasikan visi-misi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Pengesahan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Budaya merupakan momentum yang harus dimanfaatkan untuk membangun semangat baru dalam upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan nasional. (kmb42)
BI Perkirakan Februari Deflasi 0,07 Persen
Langkah Cepat Bali Post juga ingin mendorong agar dilakukan langkah cepat dalam perbaikan dalam segala bidang untuk memperkokoh kekuatan Bali, khususnya dalam peran sertanya berbangsa dan bernegara. Bali Post melihat kekuatan Bali adalah budaya. ‘’Oleh karena itu kita menginginkan komitmen ini bisa kita lakukan secara sinergis,’’ ujarnya. Kata Satria Naradha, Pres-
iden Jokowi pada saat HPN menyebutkan kredibilitas pers arus utama (mainstream) masih dipercaya dan masih tetap bersama menjaga bangsa dan negara RI. Karena di tengah teknologi yang berkembang banyak informasi dan diskusi yang berkembang justru menjadi ancaman bagi kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, kata Satria Naradha, pers khususnya Bali Post dan kelompoknya akan tetap memberikan ru-
ang untuk diskusi yang luas kepada masyarakat dan tokoh masyarakat. Tujuannya untuk mencari kesamaan persepsi dalam memperkuat SDM Bali, ekonomi Bali dan budaya Bali. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Provinsi Bali Dewa Indra mengatakan, Bali sebagai destinasi wisata dunia mengalami dinamika yang tidak bisa dihindari. Pariwisata Bali dalam perkembangannya tidak hanya keindahan alam yang
Mulai Tergerus Kata Nala, ada penelitian di daerah perkotaan bahwa bahasa Bali mulai tergerus dalam proses komunikasi di keluarga. Ingat, sesungguhnya perang terhadap kebudayaan terutama bahasa itu sedang berlangsung. Ketika bahasa Bali tidak lagi dipakai sebagai bahasa pengantar dalam keluarga, itu artinya kekalahan sudah terjadi. Rektor IKIP PGRI Bali I Made Suarta juga mengaku khawatir dengan bahasa Bali. Kendati ada optimisme lewat pergub yang memihak bahasa, aksara, dan sastra Bali, namun tetap ada keprihatinan dengan perkembangan bahasa Bali saat ini. Sebagai contoh saat ia pentas sebagai pemain Arja, anak-anak atau generasi muda justru tidak merespons saat dirinya memakai bahasa Bali alus madya. ‘’Bahasa Bali sampai saat ini belum bisa menjadi bahasa ibu menurut pengamatan saya,’’ ujarnya. Dibandingkan bahasa, Suarta mengaku tidak terlalu khawatir dengan seni karena seni erat kaitannya dengan agama. Ada seni yang bersifat profan, ada seni yang sakral,
Terkena Abrasi
sehingga diyakini tidak akan punah. Klian Penggak Men Mersi, Kadek Wahyudita, mengatakan minat generasi muda memang cukup tinggi pada seni. Kalau dulu cukup sulit mencari penabuh gender anak-anak dalam jumlah banyak, kini sudah ada ratusan lebih. Pun saat mencari tukang kendang atau bapang barong anak-anak, saat ini kesenian tersebut sudah dikuasai oleh siswa-siswa SD. Kepala SMKN 5 Denpasar I Made Buda Astika mengatakan, tidak semua masyarakat memandang seni dapat menjamin kehidupan. Oleh karena itu, pihaknya bertugas untuk meyakinkan anak didik, orangtua, dan masyarakat bahwa seni bisa dilakoni untuk menjamin hidup. Seluruh guru dan siswa di sekolah sudah diajarkan untuk selalu berpikir profesional. Sebab, di Bali kalau sudah berhubungan dengan seni maka konsepnya adalah ngayah. ‘’Betul, ngayah tidak boleh hilang. Tapi kita harus bisa menempatkan, di mana ngayah, di mana profesional. Kalau mau ngayah, di pura atau banjar. Konsep ngayah
jangan dibawa ke hotel juga,’’ jelasnya. Rektor ISI Denpasar I Gede Arya Sugiartha mengatakan, stigma lama menjadi seniman adalah memiliki masa depan gelap. Tetapi sekarang stigma itu sudah dijawab dengan inovasi bidang-bidang ilmu, memberikan pembelajaran entrepreneur, hingga mengembangkan pola pikir. Sebagai contoh, jurusan seni tari tidak hanya bisa menari, tetapi juga tahu ilmu tata rias, ilmu tata busana, hingga bisa menjadi penulis dan menjadi event organizer. Itu sebabnya, lulusan ISI Denpasar tidak ada yang menganggur. ‘’Kita optimis sekali, stigma negatif seni bahwa masa depannya itu gelap kini sudah tidak ada lagi. Semua orang tidak usah khawatir tentang seni,’’ ujarnya. Terlebih orang Bali, semuanya adalah seniman. Walaupun tidak bisa melakukan seni, tetapi minimal orang Bali itu mencintai seni dan keindahan. Itu sebabnya, optimisme harus dibangun bahwa Bali sudah memiliki keunggulan di mana-mana dengan memiliki talenta dan kehebatan di bidang seni. (kmb32)
Sabtu, 23 Februari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Sesana Kepemangkuan lan Serati Banten (1) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Senam BL Bali Channel Tourist TV Kartun Uttara Kanda (1) Belajar Menggambar Ad Paper Beruang Galeri Musik
11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:05 Wita Dharma Wacana Sesana Kepemangkuan lan Serati Banten (2) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Solusi Alternatif Jamu Tetes Hage 13:30 Wita DW TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Magz Tim Paskibraka SMAN 1 Petang 15:00 Wita Parameter 16:00 Wita Githa Shanti Sekaa Shanti SD 5 Denpasar (2) 16:30 Wita Tamansari TK Widya Yowana (2)
17:00 Wita Folk Song 17:30 Wita Kartun Uttara Kanda (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:30 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Lipsus Pernikahan Berlin dan Annie 20:30 Wita Lipsus DPRD Gianyar 21:00 Wita Classic Bali TV 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Sanggar Waringin Manik Sari (1) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:30 Wita Folk Song
Ibarat laut, budaya Bali dikatakan terkena abrasi. Itu sebabnya, segala hal yang mempedomani orang Bali harus dipertahankan bersama. ‘’Caranya mulai dari diri kita sendiri. Saya sebagai ibu melihat satu hal saja, yang merupakan komponen dari budaya kita yaitu basa Bali. Kita sibuk bicara ajeg Bali, tetapi kemudian langkah dan gerak kita semakin jauh dari yang namanya ajeg Bali,’’ ujarnya. Meski demikian, lanjut Putri Suastini Koster, tidak ada kata terlambat untuk memulai langkah mengajegkan Bali, terutama bahasa Bali. Terlebih, kesenian-kesenian tradisi tetap mempertahankan bahasa Bali, di samping bahasa Sansekerta, bahasa Jawa Kuno, dan bahasa Kawi di dalam geguritannya. Ketua TP PKK Provinsi Bali ini menyoroti kini mulai ada
pergeseran di dalam rumah tangga. Pasalnya, orangtua zaman milenial cenderung sangat bangga jika anak dan cucunya menggunakan bahasa ‘’Ratu Elizabeth’’ alias bahasa Inggris. ‘’Bangga kita kalau anak kita memanggil daddy, bukan nanang atau bapa. Padahal, itu pelan-pelan akan menggeser kedudukan bahasa ibu kita yakni bahasa Bali,’’ jelasnya. Putri Suastini Koster menambahkan, orangtua juga bangga memperkenalkan anakanak mereka yang bisa menguasai sejumlah bahasa asing. Sementara bahasa Indonesia dan bahasa Bali tidak termasuk dalam bahasa yang dikuasai itu. Hal ini membuatnya miris karena masyarakat Bali lupa untuk menjaga bahasa ibunya sendiri. ‘’Suatu saat nanti justru orang dari Belgia, orang dari Kanada yang berbahasa Bali halus lalu kita belajar pada mereka. Jangan sampai begitu,’’ jelasnya. (kmb32)
Anda melakukan sesuatu yang bertentangan dengan akal sehat itu sama saja merongrong pemilu dan kredibilitas pemilu,’’ ujar pria kelahiran Madura itu. Mahfud MD berpesan dari kubu mana pun agar tidak memproduksi dan menyebar berita-berita hoax dalam pemilu. ‘’Janganlah menyebar berita hoax, kita akan terhormat apabila fair dalam kontestasi, karena hoax hasilnya tidak akan baik dan menimbulkan sakit hati antara satu dengan yang lain. Tetapi apabila kalah secara terhormat dan menang secara terhormat, maka negara ini dapat berjalan dengan baik,’’ tuturnya. (ant)
’’Janganlah menyebar berita hoax, kita akan terhormat apabila fair dalam kontestasi, karena hoax hasilnya tidak akan baik dan menimbulkan sakit hati antara satu dengan yang lain. Tetapi apabila kalah secara terhormat dan menang secara terhormat, maka negara ini dapat berjalan dengan baik.’’ Mahfud MD
WARUNG GLOBAL
Pengurusan Izin yang Ribet Menghambat Investasi SIDAK yang dilakukan terhadap homestay di kawasan Pecatu dan Ungasan serta restoran di sepanjang by-pass Jimbaran sampai ke Nusa Dua serta di Jalan Pratama, masih ada restoran yang tidak bisa menunjukkan izin usaha. Sementara pelanggar izin usaha di kawasan Kuta Selatan dikenakan denda Rp 200 ribu. Spontan saja berita ini membuat Kawan Global urun rembuk menyampaikan opini dalam acara dialog interaktif di Radio Global FM Bali dalam acara Warung Global, Jumat (22/2) kemarin. Ada beberapa hal yang disampaikan di antaranya agar pemerintah melalui pihak yang berwenang berupaya seminimal mungkin menekan pelanggaran, baik pelanggaran yang masuk tindak pidana ringan atau tipiring. Juga bukan soal denda Rp 200 ribu, melainkan bagaimana agar prosedur pengurusan izin usaha ini bisa dilalui dengan baik oleh para pengusaha, tidak ribet, dan efisien. Berikut opini selengkapnya. Ketut Mursi, salah seorang warga Kota Denpasar, berharap agar pihak berwenang rutin memberikan sosialisasi dan arahan kepada masyarakat yang ingin membuka usaha dan mengurus izin usaha. Jika sudah ada aturan, semua harus konsisten mematuhi peraturan tersebut. Bukan denda seratus atau dua ratus ribu itu yang diper-
soalkan oleh Budiada di Tabanan. Mestinya dicari tahu kenapa pemilik usaha enggan mengurus izin, apakah karena waktunya terlalu lama, ribet, dan sebagainya. Padahal sudah sering ditekankan bahwa pengurusan izin yang terlalu lama dan ribet akan menghambat investasi. Intinya jika bisa dipermudah kenapa harus dipersulit. Febri di Denpasar juga sepakat, pengurusan izin usaha harus efektif dan efisien. Denda yang dikenakan kepada pelanggar ini semacam peringatan saja. Sementara Werdha di Gianyar menanyakan mana saja yang termasuk tindak pidana ringan atau tipiring. Setahun ada beberapa kali sidak, dikenakan denda bagi pelanggar, setelah itu apa? Ia menekankan lebih baik mencegah sebelum terjadi pelanggaran. (sikha p)
balipost http://facebook.com/balipost
SAbtu Wage, 23 Februari 2019
profil
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Liga Utama Inggris
Kesempatan Spurs Dekati City dan Liverpool London – Tottenham Hotspur dijamu Burnley dalam lanjutan kompetisi Liga Utama Inggris di Turf Moor pada Sabtu (23/2) malam ini. Empat kemenangan beruntun di liga telah membuat Spurs dalam perburuan gelar pertama di Inggris sejak 1961.
Beban di PON PETEMBAK I Ketut Sudiana telah memasuki masa pensiun dari jajaran Polri dengan pangkat terakhir Kompol pada tahun 2018 lalu. Kendati begitu, ia tetap aktif mengikuti berbagai ajang nasional. Terakhir, dia terjun pada Kejurnas Piala Pangdam Jaya di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, 15-20 Februari lalu, dengan merebut medali perunggu di nomor air pistol beregu bersama Dwi Wahyono dan I Kadek Rico Vergian Dinatha. Pada kejurnas tersebut, tim tembak Bali mendulang 3 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Satu perunggu lainnya disumbangkan sang anak Kadek Putra Diana yang turun di nomor free pistol beregu. Menurut Sudiana, petembak Bali senantiasa mendulang emas pada berbagai kejurnas, namun di ajang PON sulit sekali menyabet gelar juara. Ia memperkirakan itu terjadi karena adanya tekanan ditambah beban berat atlet yang ditarget meraih medali emas. “Target harus mendapat emas inilah yang menjadi beban atlet saat tampil di PON,” ujar suami Ni Made Suminten Ningsih yang memiliki empat anak ini. Setelah mengantongi sertifikat C nasional, ia ingin membenahi mental bertanding petembak Bali di ajang PON. “Saya ingin anak-anak tampil di PON seperti di kejurnas. Tanpa merasa ada tekanan atau target yang membebani di pundak mereka. Saya ingin petembak Bali fokus dan konsentrasi membidikkan peluru pada sasarannya dan tampil plong,” kata Sudiana yang ingin mengikuti kursus sertifikat B nasional. Sudiana menyabet medali emas pada PON/XV 2000 Jatim di nomor standar pistol dan pada PON/XVIII 2012 Riau di nomor air pistol. Ia masuk skuad Indonesia pada SEA Games 2011 di Palembang. Berkat prestasinya pada PON 2000, Sudiana diberikan hadiah oleh Kapolda Bali untuk melanjutkan sekolah Perwira. Pria kelahiran Denpasar, 31 Desember 1960 ini berasal dari keluarga petembak. Sang anak Kadek Putra Diana juga atlet tembak. Adik Sudiana, Made Sugiantara, menjadi pelatih tembak Bali, berikut putranya Kadek Rico adalah seorang atlet tembak. Sudiana mulai belajar menembak saat menjadi siswa polisi di SPN Singaraja pada 1983. Ia kini menjadi pelatih di lapangan tembak kawasan Sanur. (nel)
Totteham kini berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan mengumpulkan poin 60 hasil 26 kali berlaga. Manchester City di puncak mengoleksi poin 65, disusul Liverpool di posisi kedua dengan poin sama. Di bawan Spurs bercokol Manchester United (51), Arsenal (50), dan Chelsea (50). Jika Hotspur mampu mengalahkan Burnley yang berarti meraih poin penuh kelima secara berturut-turut akan membuat poinnya tinggal berselisih dua dengan City dan Liverpool. Si Merah baru turun pada Minggu (24/2) malam dijamu Manchester United, sedangkan City berlaga melawan Chelsea di final Piala Liga Inggris, Senin (25/2) lusa. Striker Spurs, Harry Kane, telah kembali berlatih dari cedera pergelangan kaki yang membuatnya absen selama tujuh pertandingan. Ia akan berjuang untuk membuktikan kebugarannya di kandang Burnley. “Dia sangat bagus dan saya pikir kami perlu menilai dia dalam satu sesi latihan lagi dan kemudian memutuskan. Harry siap sesegera mungkin. Dalam sepuluh hari terakhir dia luar biasa dan membuatnya kembali,’’ kata manajer Mauricio Pochettino pada konferensi pers Jumat (22/2) kemarin. Akan tetapi, Pochettino tidak akan membiarkan penilaiannya diombang-ambingkan oleh pendapat pemainnya. “Saya tidak peduli apakah dia ingin bermain atau tidak. Saya akan memutuskan dengan staf pelatih, staf dokter, dan ilmu olahraga. Kata terakhir selalu saya sendiri. Saya mengambil risiko dan keputusan untuk tim,” tegasnya. Liga Spanyol Barcelona melakukan perjalanan ke Sevilla pada Sabtu malam ini dalam lanjutan kompetisi La Liga Spanyol. Barca sekarang unggul 9 poin atas Real Madrid dan 7 poin atas Atletico Madrid. Sevilla hanya sekali menang dalam delapan pertandingan liga terakhir. Mereka bisa keluar dari empat besar jika dikalahkan oleh Barcelona. Ditambah hasil kontra Lyon (0-0) di Liga Champions, Barca kini hanya mencetak dua gol dalam empat pertandingan. Luis Suarez telah kehilangan bentuk dan Lionel Messi tampaknya belum pulih sepenuhnya. “Saya akan khawatir jika kami tidak menciptakan peluang. Sepak
bola adalah tentang hasil,’’ ujar pelatih Ernesto Valverde di Prancis. Liga Eropa Dua klub asal London, Arsenal dan Chelsea, lolos ke babak 16 besar Liga Eropa usai memetik kemenangan pada laga kedua babak 32 besar. Di Stadion Emirates, Arsenal membalas kekalahan 0-1 dari BATE Borisov di laga pertama dengan kemenangan 3-0. Gol Arsenal dicetak melalui gol bunuh diri Zakhar Volkov pada menit ke-4, Shkodran Mustafi (39) dan Sokratis Papastathopoulos (60). Arsenal lolos dengan keunggulan agregat 3-1. Chelsea juga meraih kemenangan 3-0 atas Malmo (Swedia) di Stadion Stamford Bridge. Gol kemenangan Chelsea dibuat Olivier Giroud pada menit ke-55, Ross Barkley (74) dan Hudson-Odoi (84). Atas hasil ini, The Blues lolos dengan keunggulan agregat 5-1 karena pada laga sebelumnya menang 2-1. (afp/kmb)
Ricky, Lilipaly, dan Spaso Dipanggil ke Pelatnas
Jaya Raya Lawan Mutiara Cardinal di Final Bandung (Bali Post) – Tim Jaya Raya Jakarta menyudahi perlawanan Saishunkan Nihon-Unisys dengan skor 3-0 setelah Sri Fatmawati unggul 21-8, 21-11 atas Yukino Nakai di semifinal tim putri Djarum Superliga Badminton 2019 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/2) kemarin. Sri menjinakkan Nakai hanya dalam waktu 32 menit. “Saya dari awal mainnya enjoy, tidak ada rasa tertekan dari awal,” ujarnya usai ertandingan. Sementara pelatih tim putri Jaya Raya Jakarta Taufiq Hidayat mensyukuri kemenangan yang diraih secara cepat. Dengan hasil ini maka Jaya Raya Jakarta maju ke babak final menghadapi Mutiara Cardinal Bandung, sedangkan Saishunkan NihonUnisys memperebutkan juara ketiga pada Sabtu (23/2) ini. Manajer Tim Mutiara Cardinal Bandung Umar Djaidi menyatakan asuhannya sudah siap menghadapi Jaya Raya dalam perebutan juara. “Saya juga lihat sepertinya Jaya Raya siap sekali ingin bertemu kami di final. Tadi waktu melawan Jepang mereka mainnya mudah sekali,” tuturnya. Untuk menghadapi Jaya Raya, Umar tidak akan memberikan tekanan berlebihan kepada para anak asuhnya. Meski Mutiara Cardinal tidak diperkuat Georgi “Jorji” Mariska, ia yakin para juniornya bisa berjuang dengan baik untuk mewujudkan tuan rumah sebagai juara. Umar mengaku bangga bisa menjadi wakil klub tuan rumah yang bisa maju ke final, serta berharap bisa mendapat dukungan dari masyarakat Bandung dan sekitarnya. (ant)
Harden Ungguli Chamberlain Los Angeles – James Harden mengungguli Wilt Chamberlain untuk rekor terpanjang 30 poin dalam sejarah NBA. Akan tetapi bintang Houston Rockets itu gagal menghindarkan timnya dari kekalahan dengan skor 106-111 atas Los Angeles Lakers, Jumat (22/2) kemarin. Harden memimpin Houston dengan mencetak 30 poin, 10 rebound dan 9 assist. Ia kini telah mencetak 30 poin atau lebih dalam 32 pertandingan berturut-turut. Chamberlain sebelumnya memiliki rekor terpanjang 31 pertandingan. LeBron James mencetak 29 poin, Brandon Ingram menambahkan 27 ketika Los Angeles bangkit dari defisit 19 poin di pertengahan kuarter ketiga di depan kerumunan 18.900 di Staples Center. Ini adalah kemenangan keenam Lakers musim ini. ‘’Kami melakukan heck of job rebounding dan itu memungkinkan kami memenangkan pertandingan
SON – Son Heung-min menjadi tumpuan harapan Tottenham Hotspur di kandang Burnley dalam kompetisiLiga Inggris, Sabtu (23/2) malam ini.
bahkan dengan turnover yang kami miliki,’’ kata pelatih Luke Walton. Khris Middleton mencetak tiga angka pada detik-detik terakhir dan Giannis Antetokounmpo selesai dengan 30 poin ketika Milwaukee Bucks yang memimpin klasemen NBA menyisihkan Boston Celtics 98-97. Antetokounmpo yang membuat rata-rata 27,2 poin dalam satu pertandingan musim ini, mencetak 12 poin di kuarter keempat untuk Bucks. Antetokounmpo menambahkan 13 rebound, Middleton menghasilkan 15 poin dan 13 rebound dan Malcolm Brogdon memiliki 15 poin untuk Bucks yang memenangkan 15 dari 17 pertandingan terakhir. Rekor menang-kalah Bucks kini meningkat menjadi 44-14 musim ini. Al Horford selesai dengan 21 poin dan 17 rebound, Jayson Tatum menambahkan 17 poin dan 10 rebound serta Kyrie Irving mengumpulkan 22 poin untuk Celtics. (afp/kmb)
Mangupura (Bali Post) – Menjelang laga kedua babak 16 besar Piala Indonesia 2018 menghadapi Persela Lamongan, Jumat (22/2) malam kemarin, kabar menggembirakan hadir di kubu Bali United. Tiga pemainnya dipanggil mengikuti pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia Senior, yaitu Ricky Fajrin, Stefano Lilipaly, dan Ilija Spasojevic. Dikutif dari situs Bali United, ketiganya dipanggil oleh pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy bersama 24 pemain lainnya. TC kali ini merupakan persiapan menjelang laga uji coba internasional (FIFA Match Day) melawan Myanmar pada 25 Maret 2019 mendatang. Uji coba ini akan berlangsung di Stadion Mandala Thiri, Myanmar. TC akan dilakukan di Australia dan Bali pada 6-21 Maret. Ricky, Lilipaly, dan Spaso akan berkumpul bersama pemain lainnya pada 6 Maret di Bali. Selanjutnya, pada malam harinya langsung bertolak ke Perth, Australia. TC di Australia akan digelar hingga 17 Maret. Timnas Indonesia akan melakoni dua kali uji coba selama di Australia, salah satunya melawan klub Perth Glory FC. Usai TC di Australia, skuad Garuda kembali ke Indonesia pada 17 Maret dan langsung melanjutkan TC di Bali hingga 21 Maret. Setelah itu skuad Timnas Indonesia dijadwalkan bertolak ke Myanmar pada 21 Maret. Laga FIFA Match Day Indonesia kontra Myanmar merupakan debut perdana pelatih Simon McMenemy yang baru saja dikontrak PSSI pada Januari lalu dengan durasi dua tahun ke depan. Selain itu, laga ini sangat penting bagi Indonesia, karena bila menang akan mendongkrak posisi di peringkat FIFA. (kmb)
Stefano Lilipaly
Bali Post/wan
KONI Bali Sepakat Kirim Lima Besar Pra-PON ke PON Denpasar (Bali Post) KONI Bali memutuskan mengirim atlet dan cabor nomor beregu yang berhasil menduduki peringkat lima besar di ajang Pra-PON. KONI Bali mempertimbangkan minimnya dana dan hanya menerjunkan atlet yang berpeluang mendulang medali pada PON XX/2020 DILARANG TAMPIL Pesilat Denpasar Komang Harik Adi Putra (kiri) dilarang tampil di Porprov Bali karena sudah berpestasi di Asian Games.
di Papua. Itu dilontarkan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi usai Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Bali di Denpasar, Jumat (22/2) kemarin. ‘’Kami sepakat hanya mengirim atlet peringkat lima besar. Peserta RAT baik pengprov cabor maupun KONI se-Bali menerima hal itu,’’ tuturnya. Meski demikian, kebijakan ini tidak kaku sebab kemungkinan bisa berubah jika kucuran dana dari pemerintah ke KONI dinaikkan. Sebagaimana biasanya, RAT membahas evaluasi program kerja selama 2018
dan menyusun program kerja 2019. Agenda tahun ini adalah Porprov Bali di Tabanan dan Pra-PON. Pada Porprov Bali XIV di Tabanan, September mendatang, atlet peraih medali di SEA Games, Asian Games dan Olimpiade dilarang tampil. Sementara itu, berdasarkan pemaparan KONI Tabanan, pertandingan cabor tembak diputuskan digelar di Lapangan Tohpati, Denpasar dan renang di Kolam Renang Blahkiuh, Badung. Panjat tebing juga dilaksanakan di luar Tabanan, sedangkan atletik masih menunggu rampungnya Stadion Debes.
Pada bagian lain, Ketua Umum KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan menyatakan optimis lintasan atletik di Stadion Debes akan tuntas pada Juli mendatang. Terkait panjat tebing, pihaknya akan bekerja sama dengan Pengprov FPTI Bali guna menentukan arena lomba yang akan dipakai. ‘’Kami senantiasa terbuka kepada para technical delegate (TD) demi kesempurnaan venue Porprov. Semua venue dipastikan rampung tepat waktu karena kini tinggal melengkapi fasilitas umum seperti toilet,’’ paparnya. (022)