Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Jawaban Gubernur Koster di DPRD Bali
Cakupan Labda Pacingkreman Desa Adat Lebih Luas daripada LPD Gubernur Bali Wayan Koster, Selasa (22/1) kemarin, langsung hadir pada sidang paripurna DPRD Bali. Ada dua hal yang menjadi perhatian utamanya. Pertama, soal perubahan nama desa pakraman menjadi desa adat. Kedua, soal perubahan nama LPD menjadi Labda Pacingkreman Desa Adat. Menurutnya, perubahan kedua nama tersebut sudah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk aspek filosofis. Rupanya Gubernur Koster masih tetap mempertahankan nama desa adat sebagai pengganti desa pakraman. Alasannya, nama desa adat memiliki landasan yuridis yakni Bab XIII Pasal 96 s.d. Pasal 111 Undang-undang No-
’’…orientasi usaha Labda Pacingkreman Desa Adat lebih mengutamakan labda atau kemanfaatan sosial, ekonomi, budaya dan agama (benefit) daripada semata-mata keuntungan finansial (profit), sebagaimana halnya orientasi usaha Lembaga Perkreditan Desa.’’ ’’ Saya sama sekali tidak ada maksud sedikit pun untuk menghilangkan jejak sejarah yang telah dirintis oleh Gubernur Bali terdahulu Prof. IB Mantra, sebaliknya justru untuk lebih memperkuat serta menumbuhkembangkan peran dan fungsi LPD secara holistik dalam penguatan dan pembangunan perekonomian desa adat serta pelestarian adat, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal Bali.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
mor 6 Tahun 2014 tentang Desa , y ang secara jela s dan tegas menggunakan nomenklatur Desa Adat. Jadi, penggunaan nama desa adat mempunyai landasan konstitusional yang kuat sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945. Gubernur menegaskan hal itu pada rapat paripurna DPRD Bali, Selasa kemarin. Salah satu agenda rapat adalah mendengarkan jawaban Gubernur terhadap pandangan umum fraksi atas Ranperda tentang Desa Adat dan Ranperda tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelestarian Lingkungan Alam dan Budaya Bali. Mengenai usulan untuk menghilangkan istilah ‘’bandesa madya’’ dan ‘’bandesa agung’’, Koster mengaku kurang sependapat. Pasalnya, Majelis Madya Desa Adat (MMDA) dan Majelis Utama Desa Adat (MUDA) bukan semata-mata bersifat forum bandesa adat. Melainkan lembaga adat yang memiliki kewenangan di bidang pengamalan adat istiadat yang bersumber dari agama Hindu serta kearifan lokal dan berfungsi memberikan nasihat, pertimbangan, pembinaan, penafsiran, dan keputusan tentang adat istiadat dan hukum adat Bali.
‘’Istilah ‘bandesa madya’ dan ‘bandesa agung’ merupakan nama jabatan ketua dalam susunan organisasi MMDA dan MUDA,’’ jelasnya. Koster juga menjelaskan soal rencana perubahan nama Lembaga Perkreditan Desa (LPD) menjadi Labda Pacingkreman Desa yang disebut telah didasari pertimbangan objektif. Koster yang juga Ketua DPD PDI-P Bali ini beralasan, cakupan kegiatan usaha Labda Pacingkreman Desa Adat jauh lebih luas daripada cakupan kegiatan usaha LPD yang hanya terbatas pada kegiatan usaha simpanpinjam (perkreditan). ‘’Labda Pacingkreman Desa Adat mencangkup tiga bidang usaha, yaitu bidang usaha pengelolaan padruwen desa adat, pengelolaan dana punia krama, dan kegiatan sosial ekonomi krama desa adat,’’ imbuhnya. Di samping itu, lanjut Koster, orientasi usaha Labda Pacingkreman Desa Adat lebih mengutamakan labda atau kemanfaatan sosial, ekonomi, budaya dan agama (benefit) daripada sematamata keuntungan finansial (profit), sebagaimana halnya orientasi usaha Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Hal. 15 IB Mantra
Bali Post/ist
ASPIRASI - Forum Krama Bali yang terdiri dari akademisi dan elemen Hindu menyampaikan aspirasi ke DPRD Bali.
Nama Desa Adat Juga Ditolak
BELUM reda persoalan nama LPD yang akan diubah menjadi Labda Pacingkreman Desa, kini muncul aspirasi menolak perubahan nama desa pakraman menjadi desa adat. Aspirasi ini disampaikan Forum
Krama Bali yang diterima Pansus Ranperda tentang Desa Adat di DPRD Bali, Selasa (22/1) kemarin. Sebelumnya dalam pandangan umum fraksi, tercatat ada tiga fraksi yakni Fraksi Partai Golkar, Demokrat,
dan Gerindra yang juga mempertanyakan rencana penggantian nama desa pakraman kembali menjadi desa adat dalam Ranperda tentang Desa Adat. Hal. 15 Unsur Budayawan
Pertumbuhan Ekonomi Vs Kemiskinan
Pohon Beringin di Jaya Sabha Tumbang
Disbud Larang ST Beli Ogoh-ogoh
Hujan disertai angin kencang, Selasa (22/1) siang kemarin, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Salah satunya pohon beringin yang tumbuh di halaman belakang Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha. Pohon berusia ratusan tahun ini sebagian batangnya tumbang ke arah timur dan mengenai atap Wantilan Kertha Sabha. Halaman 2
Isu adanya pembelian ogoh-ogoh oleh sejumlah sekaa teruna (ST) di Kabupaten Badung ditanggapi serius. Disbud Badung me-warning ST untuk membuat sendiri ogoh-ogoh, bukan membeli. Sebab, pemkab telah memberikan bantuan Rp 24 juta. Bantuan tersebut sejatinya bertujuan mendukung kreativitas ST. Halaman 3 Proyek Senderan di Samuan Tiga Jebol Proyek senderan sepanjang 100 meter di areal Pura Samuan Tiga, Senin (21/1) malam jebol. Padahal proyek menggunakan dana hibah Pemprov Bali senilai itu Rp 350 juta itu sudah dikerjakan hampir 80 persen. Belum diketahui pasti apa penyebab jebolnya senderan yang dikerjakan dengan sistem swakelola ini. Halaman 9
Pemprov Bali Dinilai Kontradiktif Denpasar (Bali Post) Perubahan sejumlah target indikator makro pembangunan Bali dalam Ranperda tentang RPJPD Semesta Berencana Provinsi Bali 2005-2025 mendapat sorotan fraksifraksi di DPRD Bali. Utamanya target pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan yang samasama dirancang menurun. Hal ini dinilai kontradiktif, karena target pertumbuhan ekonomi yang dirancang turun justru dikhawatirkan menghambat upaya pengentasan kemiskinan. ‘’Hal ini terkesan kontradiktif, karena untuk menurunkan tingkat kemiskinan dibutuhkan naiknya tingkat pertumbuhan ekonomi,’’ ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali I Made Dauh Wijana usai rapat paripurna di gedung dewan, Selasa (22/1) kemarin.
Syarat Bebas Ba’asyir
intah tidak akan longgar dalam memberlakukan mekanisme hukum untuk pembebasan pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid tersebut. Sehingga pernyataan setia kepada ideologi Pancasila itu menjadi syarat mutlak untuk pembebasan Ba’asyir. ‘’Tentu tidak mungkin satu orang ini kemudian dibikinkan peraturan, untuk satu orang, tidak bisalah. Harus bersifat umum peraturan itu,’’ ujarnya. Sementara itu, Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Merdeka Jakarta, Selasa kemarin, mengatakan mekanisme hukum yang akan diberikan pemerintah kepada gembong terorisme tersebut adalah pembebasan bersyarat. ‘’Ada mekanisme hukum yang harus kita lalui. Ini namanya pembebasan bersyarat, bukan pembebasan murni. Pembebasan bersyarat. Nah, syaratnya harus dipenuhi, kalau tidak (dipenuhi), kan saya tidak mungkin menabrak (norma),’’ kata Presiden. (ant)
Termasuk strategi mendasar untuk mewujudkan keseimbangan sektor primer, sekunder, dan tersier. Bicara masalah kesenjangan, ia melihat salah satu faktor mendasar yang menyebabkan adalah kesenjangan kemampuan APBD masing-masing kabupaten/kota. ‘’Salah satu faktornya adalah ketimpangan pendapatan dari pajak, hotel, dan restoran yang bersumber dari pariwisata. Kami mengusulkan agar PHR dibawa kembali ke provinsi sehingga bisa berkeadilan dan merata,’’ terangnya. Mengenai Ranperda tentang RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023, Dauh menyebut berkaitan erat dengan Perda tentang RTRWP Bali. Pihaknya meminta Gubernur bersikap mengenai salah satu isu yang muncul berkaitan dengan
’’Karena itu syarat, begitu juga seperti orang (lain) diberi grasi. Ini sekarang harus dikaji aspek hukumnya dan kesediaan beliau untuk memenuhi syaratsyarat yang ditentukan, seperti taat kepada NKRI. Itu syarat-syarat yang biasa-biasa saja sebenarnya.’’
Harus Teken Surat Setia pada Pancasila Jakarta (Bali Post) – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan syarat yang harus dipenuhi terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir untuk bebas adalah dengan menandatangani surat pernyataan setia kepada Pancasila sebagai ideologi NKRI. ‘’Karena itu syarat, begitu juga seperti orang (lain) diberi grasi. Ini sekarang harus dikaji aspek hukumnya dan kesediaan beliau untuk memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, seperti taat kepada NKRI. Itu syarat-syarat yang biasa-biasa saja sebenarnya,’’ kata Wapres, Selasa (22/1) kemarin. Apabila Ba’asyir enggan menyatakan kepatuhannya kepada Pancasila, JK melanjutkan, maka keputusan hukum pembebasannya dapat berisiko di kemudian hari. ‘’Kalau tidak memenuhi aspek-aspek hukum, tentu yang minimal itu, agak sulit juga. Nanti di kemudian hari orang (bisa) gugat,’’ tambah JK. JK pun menegaskan pemer-
Terlebih lagi, target penurunan tingkat kemiskinan dipasang pada angka yang cukup spektakuler yakni hingga 1 persen. Sebab, dalam RPJPD sebelumnya, angka kemiskinan ditarget 4,2 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi kini dirancang turun menjadi 7,08,0 persen dari target awal 8,2-9,4 persen. Pihaknya mendukung kebijakan pengentasan kemiskinan, namun eksekutif perlu menjelaskan soal kerak kemiskinan. ‘’Kerak kemiskinan saja ada 1 persen, mungkin lebih. Jadi kerak kemiskinan yang memang paten tidak bisa dientaskan,’’ imbuh anggota Komisi IV DPRD Bali ini. Di sisi lain, Dauh juga meminta eksekutif memberi penjelasan lebih komprehensif terkait faktor pembeda antara RPJPD Bali terdahulu dengan yang diusulkan saat ini.
Jusuf Kalla Wakil Presiden
’’Kalau tidak akui Pancasila, namanya numpang. Kalau numpang itu sebentar aja. Jangan lama-lama. Rugi negara kalau terlalu lama.’’ Ryamizard Ryacudu Menteri Pertahanan
ketinggian bangunan. ‘’Selama ini masalah ketinggian bangunan kan selalu ke arah tinggi, tidak ada wacana turun. Padahal dalam menambah ruang, kan bisa naik bisa turun,’’ jelasnya. Sementara itu, fraksi-fraksi lainnya seperti PDI-P menekankan adanya pemerataan, persebaran atau distribusi selain soal pertumbuhan ekonomi dalam penyusunan RPJPD dan RPJMD. Sebagai contoh dalam menurunkan angka kemiskinan dengan membuat pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. ‘’Pastikan persebaran pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru itu benarbenar berada di kantong-kantong kemiskinan, sehingga pembangunan Bali tidak lagi mengalami kesenjangan dan ketimpangan yang terlalu mencolok,’’ ujar anggota Fraksi PDIP I Nyoman Adnyana. (kmb32)
’’Kalau Lama Bisa Diusir’’ MENTERI Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan, terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir harus mengakui ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yakni Pancasila jika ingin bebas. ‘’Iya dong (harus mengakui Pancasila). Kalau tidak numpang aja. Kalau lama bisa diusir,’’ kata Menhan usai acara Coffee Morning dengan para atase pertahanan (athan) sejumlah negara sahabat di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (22/1) kemarin. Menurut Ryamizard, setiap negara memiliki pandangan hidup dan dasar negara atau ideologi. Ideologi negara Indonesia adalah Pancasila. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) ini berharap Ba’asyir bisa menerima ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Menurut Ryamizard, tidak mungkin seorang warga negara Indonesia (WNI) seperti Ba’asyir bisa hidup di negara ini jika tidak mengakui Pancasila. Jika masih ada orang yang tidak mengakui Pancasila berarti orang itu hanya numpang sementara. Kalau sudah tinggal lama, selayaknya dikeluarkan dari negara ini. ‘’Kalau tidak akui Pancasila, namanya numpang. Kalau num-
pang itu sebentar aja. Jangan lama-lama. Rugi negara kalau terlalu lama,’’ tuturnya. Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada pejabat terkait untuk segera melakukan kajian secara lebih dalam terkait pembebasan Ustad Abu Bakar Ba’asyir. Menurut Wiranto dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan di Jakarta, Senin (21/1) petang, pihak keluarga telah meminta pembebasan sejak 2017 karena usia lanjut dan kesehatan yang terus menurun. Atas dasar itu dan alasan kemanusiaan, Presiden Jokowi memahami permintaan keluarga Ustad Abu Bakar Ba’asyir. Meski demikian, menurut Wiranto, pembebasan Ustad Abu Bakar Ba’asyir juga mempertimbangkan aspek-aspek lainnya, seperti kesetiaan kepada Pancasila, hukum dan lain sebagainya. ‘’Presiden tidak grusa-grusu, serta merta, tapi perlu mempertimbangkan aspek lainnya. Karena itu Presiden memerintahkan pejabat terkait melakukan kajian mendalam dan komprehensif merespons permintaan itu,’’ katanya. (ant)
DENPASAR
2
Rabu Pon, 23 Januari 2019
Pohon Beringin di Jaya Sabha Tumbang Denpasar (Bali Post) – Hujan disertai angin kencang di seputaran Denpasar, Selasa (22/1) siang kemarin, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Salah satunya pohon beringin yang tumbuh di halaman belakang Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha di Jalan Surapati. Pohon berusia ratusan tahun ini sebagian batangnya tumbang ke arah timur dan mengenai atap Wantilan Kertha Sabha hingga rusak. Plt. Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Setda Bali Wayan Budiasa mengatakan, kejadian tumbangnya sebagian pohon beringin tersebut sekitar pukul 14.15 Wita. ‘’Saat itu hujan disertai angin kencang. Staf kami mendengar ada suara gemuruh. Setelah dilihat keluar, ternyata pohon beringin ini tumbang,’’ katanya. Menurut Budiasa, kejadian tumbangnya pohon beringin itu bukan kali ini saja. Pada 2017 pohon ini
juga sempat tumbang, namun tidak sebesar kali ini. ‘’Saat itu arah tumbangnya ke barat, sehingga kerugiannya tidak besar,’’ jelasnya. Untuk penanganan pohon tumbang ini, Tim BPBD Provinsi Bali langsung melakukan pembersihan di lokasi. Puluhan petugas terlihat membersihkan ranting dan dahan pohon yang tumbang. ‘’Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Bali dan juga Dinas PUPR untuk penanganan pohon yang tumbang ini,’’ ujar Budiasa. Ditanya jumlah kerugian akibat pohon tumbang ini, Budiasa mengaku belum bisa memastikan, karena belum bisa melihat seberapa besar kerusakan wantilan yang tertimpa. ‘’Kami belum bisa estimasi jumlah kerugiannya, karena sebagian masih tertutup dahan pohon beringin. Nanti setelah bersih, kami baru akan bisa melakukan estimasi kerugiannya,’’ katanya. (kmb12)
FIGUR Jangan Campuri Proses PPDB OMBUDSMAN RI Perwakilan Provinsi Bali menyentil para pengambil kebijakan di daerah agar tak lagi mencampuri proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Mulai dari gubernur hingga kepala lingkungan, dan juga para politisi di DPRD agar tidak menggunakan pengaruhnya untuk mengatur dan mengintervensi proses PPDB di sekolah. ‘’Dengan tidak adanya intervensi dari pihak mana pun, maka proses PPDB akan berjalan dengan baik, dan kekisruhan akibat adanya titipan yang menyebabkan kelebihan kuota dapat dihindarkan,’’ ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab di Denpasar, Senin (21/1). Menurut Umar, PPDB tahun 2019 akan lebih menekankan pada jarak sekolah dengan tempat tinggal siswa, ketimbang nilai UN dan rapor. Penerapan aturan baru ini perlu diantisipasi dengan melakukan pendataan siswa. ‘’Kami mengimbau agar Dinas Pendidikan, baik kabupaten/kota maupun provinsi sudah mulai mendata jumlah siswa yang akan masuk di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA),’’ jelasnya. Umar menambahkan, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 51 Tahun 2018 tentang PPDB menetapkan penerimaan lewat jalur zonasi sebesar 90 persen. Pihaknya berharap dengan tingginya persentase jalur zonasi, siswa baru dapat diterima pada sekolah terdekat. ‘’Apalagi dalam Permendikbud tersebut tidak lagi mensyaratkan adanya nilai UN,’’ imbuhnya. Jalur miskin pun, lanjut Umar, sudah ditiadakan karena akan ditampung dalam jalur zonasi tersebut. Mengingat, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sangat mudah dipalsukan. (rin)
Tangani Tebing Longsor di Dekat SDN 6 Ubung
Dinas PUPR Koordinasi dengan BWS Bali-Penida Denpasar (Bali Post) –
Longsor yang terjadi di tebing hulu Tukad Badung yang mengancam gedung SDN 6 Ubung, kembali ditindaklanjuti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Denpasar. Bahkan Dinas PUPR bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) sudah diundang pihak Dinas PUPR Provinsi Bali serta Balai Wilayah Sungai (BWS) BaliPenida untuk membahas tindak lanjut yang akan dilakukan, Selasa (22/1) kemarin.
Peserta JKN Tak Boleh Naik Kelas Lebih dari Satu Tingkat
Denpasar (Bali Post) Ada peraturan baru dari Menteri Kesehatan, yaitu PMK 51 Tahun 2018. Dalam peraturan tersebut diatur, pasien JKN tidak boleh naik kelas lebih dari satu tingkat. Jika naik lebih dari satu tingkat, maka pasien tersebut berstatus pasien umum. Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Bali dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. mengatakan, jika sebelumnya peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibayar preminya oleh pemerintah tidak boleh naik kelas, kini ada peraturan baru lagi. Yaitu peserta non-PBI baik PNS, tentara, polisi, dan sebagainya termasuk peserta mandiri tidak boleh naik kelas lebih dari satu tingkat dari premi yang dibayar. Misalnya, peserta JKN yang biasa membayar premi kelas 2, hanya bisa naik kelas sampai kelas 1, dengan iur biaya (cost sharing) selisih antara tarif kelas 1 dengan tarif kelas 2. “Tapi kalau mau naik ke kelas VIP, lebih dari satu tingkat, maka status BPJS-nya gugur atau masuk dalam pasien umum,” jelasnya. Wiryana Patra Jaya mengatakan, peraturan ini telah berlaku. Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah SK Menkes tersebut terbit 18 Desember 2018. Sedangkan rumah sakit baru menerima SK rata-rata antara minggu I dan minggu II Januari 2019. Selain itu, sistem online-nya juga baru diganti pada tanggal 15 Januari 2019. “Sehingga kami mengusulkan karena Desember sudah terbit, tapi memang klaim Desember belum dibayar oleh BPJS Kesehatan, maka kalau bisa pemberlakuannya mulai dari tanggal 15 Januari 2019, sejak sistem online-nye diganti,” katanya. Apabila peraturan tersebut dimulai pada 18 Desember 2018, sementara sistemnya mulai diganti tanggal 15 Januari 2019, maka rumah sakit akan berpotensi mengalami kerugian. Yang menjadi masalah adalah pasien yang dirawat dengan naik kelas lebih dari satu tingkat pada Desember 2018, yang berarti kepesertaannya gugur atau masuk pasien umum, menjadi tugas berat rumah sakit untuk meminta kekurangan pembayaran dari pasien tersebut. “Pasien belum tentu mau bayar. Jadi, kalau tidak mau bayar, siapa yang mau bayar? Ini masih kita perjuangkan. Kalau bisa mulai berlakunya 15 Januari 2019,” kata Wiryana Patra Jaya. Sementara untuk kasus rumah sakit yang kamarnya penuh, sehingga terpaksa menitipkan pasiennya di kamar dengan kelas lebih tinggi (bukan permintaan pasien), maka pasien tidak kena iur biaya atau tambahan biaya. Selain aturan tidak boleh naik kelas lebih dari satu tingkat, Kementerian Kesehatan juga sedang mengkaji tentang iur biaya untuk setiap peserta JKN saat berobat. “Iur biaya ini sedang dibahas juknisnya, sampai sekarang belum diberlakukan. Tapi akan ada rencana ke sana. Mungkin ada tambahan 10 persen. Sedangkan RS yang memiliki poliklinik eksekutif sudah ditetapkan maksimal iur biayanya Rp 400.000 setiap kali datang,” papar Wiryana Patra Jaya. (kmb42)
Bali Post/eka
MEMBERSIHKAN - Petugas sedang membersihkan ranting dan dahan pohon beringin yang tumbang.
Bali Post/eka
MENGKHAWATIRKAN - Senderan aliran Tukad Badung yang longsor beberapa tahun lalu. Akibatnya, kondisi gedung SDN 6 Ubung makin mengkhawatirkan.
Pemkot Pastikan Bangun SMPN 13 Denpasar (Bali Post) Rencana pembangunan sekolah di Denpasar sudah lama diwacanakan. Pasalnya, sejumlah sekolah mengalami overload. Karena itu, sejak lama Pemkot Denpasar berencana menambah sekolah baru, di antaranya pembangunan SMPN 13 di Denpasar Barat. Setelah menunggu proses yang cukup lama, tahun ini dipastikan rencana tersebut bisa terealisasi. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar I Wayan Gunawan mengakui pembangunan gedung SMPN 13 sudah terealisasi tahun ini. Lokasinya di Umadui, Padangsambian Kelod. ‘’Ya, pembangunan SMP
negeri ke-13 di Denpasar sudah siap. Tahun ini pasti bisa terealisasi,’’ ujar Gunawan, Selasa (22/1) kemarin. Gunawan menambahkan, pembangunan sekolah baru ini berada di lahan milik provinsi yang sudah diberikan kepada Pemkot untuk menggunakannya. Luasnya sekitar 60 are. ‘’Saat ini memang belum dikerjakan, tetapi dipastikan dibangun dalam waktu dekat ini,’’ katanya. Menurut Gunawan, gedung sekolah ini akan memiliki 27 ruangan yang akan difungsikan untuk ruang belajar, ruang guru, dan untuk aktivitas lainnya. Bahkan tahun pelajaran baru mendatang pihaknya sudah menerima siswa baru.
Bali Post/eka
PEMBANGUNAN - Kepala Disdikpora Kota Denpasar Wayan Gunawan saat menyampaikan rencana pembangunan SMPN 13 Denpasar, Selasa (22/1) kemarin.
Apabila gedungnya belum bisa dimanfaatkan pada pertengahan tahun ini, siswa akan ditampung di gedung SD terdekat. ‘’Untuk sementara kami akan meminjam di salah satu gedung SD terdekat, yakni SDN 17 Padangsambian Kelod,’’ ujarnya. Sebelumnya, anggota DPRD Denpasar I Nyoman Tananjaya sempat mempertanyakan realisasi pembangunan SMPN 13 tersebut. Pasalnya, warga Denpasar khususnya warga Padangsambian Kelod sangat membutuhkan keberadaan sekolah tersebut. ‘’Masyarakat di Padangsambian sangat mengharapkan pembangunan gedung SMPN 13 Denpasar, yang rencananya dibangun di seputaran Padangsambian,’’ ujar Tananjaya. Menurut Tananjaya, masyarakat sangat mengharapkan agar pembangunan gedung sekolah tersebut segera direalisasikan. Ditegaskan, kehadiran SMPN 13 Denpasar sangat dinanti-nantikan oleh warga Padangsambian karena banyak siswa di Padangsambian terpaksa harus melanjutkan pendidikan ke daerah lain dengan pindah rayon. Akibat tidak ada SMP di Padangsambian, warga terpaksa menyekolahkan anaknya ke Badung. ‘’Oleh karena itu, kami berharap pembangunan gedung sekolah ini segera terwujud,’’ ujarnya. (kmb12)
Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Denpasar Ida Ayu Tri Suci Arnawati mengatakan, pihaknya telah membahas terkait upaya yang akan dilakukan untuk penanganan longsor yang terjadi di tebing hulu Tukad Badung tersebut. Terlebih, di tepi tukad itu ada bangunan SDN 6 Ubung yang terancam tergerus bila longsor kembali terjadi. Menurut Tri Suci Arnawati, BWS Bali-Penida akan segera melakukan koordinasi ke pusat agar kasus longsor di Ubung tersebut bisa tertangani secepatnya. Mengingat kewenangan penanganan longsor di tepi sungai berada di BWS Bali-Penida. ‘’Rencananya besok (hari ini - red) tim BWS Bali-Penida akan ke pusat untuk berkoordinasi dengan Kementerian agar penanganan longsor di SD tersebut menjadi prioritas,’’ ujarnya. Penanganan tebing longsor tersebut diperkirakan memerlukan biaya Rp 4,2 miliar sampai Rp 4,5 miliar. Ini sudah berdasarkan DED yang dimiliki BWS Bali-Penida. Mengingat kondisi tebing sangat terjal dan
medan yang sulit, sehingga diperlukan konstruksi yang kuat. Sementara itu, Kepala Disdikpora Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan, untuk langkah antisipasi pihaknya sudah mengosongkan tiga ruang kelas yang ada di SDN 6 Ubung. Pihak sekolah sudah memindahkan anak-anak ke ruang lainnya, sehingga tiga ruang kelas dan satu toilet tidak digunakan lagi. Bahkan akses ke toilet juga sudah ditutup. Gunawan mengatakan, pihaknya tidak ada rencana untuk melakukan relokasi secara total karena di sekolah itu terdapat tiga unit gedung yang bisa difungsikan. ‘’Meski ada ruangan yang tidak digunakan, namun semua proses belajar mengajar masih bisa berjalan dengan baik. Ruang kelas masih mencukupi,’’ katanya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Korupsi Bantuan Sapi
Ketua Kelompok Ternak Diadili
Denpasar (Bali Post) Ketua kelompok ternak sapi Sari Amerta, I Made Suweca asal Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, Selasa (22/1) kemarin diadili lantaran tersangkut kasus korupsi bantuan sapi. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, JPU Cakra Yudha di hadapan majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day menjelaskan, awalnya terdakwa selaku Ketua Kelompok Tani di Banjar Bedauh, Desa Carangsari mengajukan proposal ke Bupati Badung. Proposal itu dengan tujuan pembelian bibit sapi untuk selanjutnya dikembangkan serta perbaikan kandang. Proposal yang diajukan Rp 226.860.000. Namun dalam berita acara rapat Januari 2017 yang dilampirkan dalam proposal diduga anggotanya fiktif. Karena 10 orang namanya yang dimasukkan ke dalam anggota sama sekali tidak tahu bahwa namanya masuk dalam anggota kelompok ternak sapi. Namun oleh Pemkab Badung yang melakukan verifikasi, termasuk wawancara ke Desa Carangsari, malah menyebut bahwa kelompok ternak ini layak mendapatkan bantuan hibah Kabupaten Badung dan cairlah dana sebesar Rp 200 juta. Memang ada beberapa yang dibelikan bibit sapi dan digunakan perbaikan kandang. Namun dana hibah itu banyak yang tidak bisa dipertanggungjawabkan terdakwa. Sehingga JPU menyatakan bahwa negara dirugikan Rp 127.350.000 akibat kesalahan mengelola dana hibah yang diduga fiktif. (kmb37)
(0361) 819446, 081337032965
Topik : Peserta JKN Tak Boleh Naik Kelas Lebih dari Satu Tingkat
BADUNG
Rabu Pon, 23 Januari 2019
3
Paket Narkoba Disembunyikan di Potongan Bambu Mangupura (Bali Post) Tim Opsnal BNNK Badung mengungkap kasus narkoba, Minggu (20/1) lalu. Pelakunya Yohanes I Ketut Sudirman alias Anes (38) yang beralamat di Banjar Uma Tegal Desa Buduk Kecamatan Mengwi. Selain mengamankan barang bukti sabusabu (SS) dan ekstasi, petugas mengamankan sebilah pedang dari kamar Anes. ‘’Saat kami geledah kamar pelaku, tidak ada barang bukti narkoba, hanya menemukan pedang. Setelah dicek ke mobilnya, ternyata narkoba disembunyikan di dashboard,’’ kata Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, Selasa (22/1) kemarin. Diungkapkannya, petugas mengamankan barang bukti 50 paket SS seberat 33,03 gram bruto atau 20,43 gram neto, 24 butir ekstasi, satu hp, satu unit mobil Nissan Evalia warna putih DK 1433 FG, satu unit mobil Toyota Yaris warna hitam DK 899 AD, satu bendel pipet kertas berwarna hitam, satu bendel pipet kertas warna-warni, satu bendel plester bening dan satu satu plastik berisikan potongan bambu. ‘’Total barang bukti narkotika yang kami amankan 50 paket kristal bening yang diduga sabu-sabu seberat 33,03 gram bruto atau 20,43 gram neto dan 24 butir ekstasi seberat 7,84 gram neto,’’ ujarnya. Dijelaskan Masmini, Anes yang ditetapkan sebagai tersangka menggunakan limbah potongan bambu untuk tempat paket SS dan ekstasi. ‘’Jadi, paket sabu-sabu dibungkus plastik klip lalu dimasukkan ke lubang potongan dahan bambu tersebut dan ditaruh di lokasi transaksi. Jadi masyarakat tidak mengira kalau dalam dahan bambu itu ada narkoba. Ini modus baru pelaku kasus narkoba,’’ ungkapnya. Dengan modus ini pelaku tidak mengeluarkan uang untuk membelinya. Dengan demikian menghemat pengeluaran. ‘’Ini inovasi pengedar narkoba. Kami mengimbau kalau masyarakat melihat potongan dahan bambu tergeletak di dekat tiang listrik atau di mana saja, tolong dicek isinya. Kalau isi narkoba, segera laporkan kepada aparat penegak hukum,’’ pintanya. Di samping itu, pelaku mengedarkan paket SS menggunakan pipet warna-warni. Tujuannya agar pelanggannya tidak bingung mencari paket narkoba karena ciri-cirinya beda dari yang biasanya. ‘’Pelaku ini kesehariannya punya toko jual makanan anjing. Statusnya duda dan mengaku sakit asma,’’ imbuh mantan Kabag SDM Polres Badung ini. Dari pengakuan tersangka, narkoba tersebut diperoleh dari salah satu napi di Lapas Kerobokan. Meski demikian, BNNK Badung tetap akan menelusuri informasi tersebut. ‘’Sekarang kan banyak pelaku narkoba mendapat atau dikirimi barang dari napi. Benar atau tidak, perlu dicek lebih dalam,’’ tegasnya. (kmb36)
SAMPAH - Sejumlah wisatawan membawa papan selancar melintas di antara sampah di Pantai Kuta, Selasa (22/1) kemarin.
Sampah Kiriman Penuhi Pantai, DLHK Kewalahan
Mangupura (Bali Post) -
Hujan yang mengguyur Bali dan sekitarnya dua hari terakhir membuat pantai di Kabupaten Badung dipenuhi sampah kiriman. Tumpukan sampah yang didominasi plastik ini terlihat di Pantai Kuta, Kedonganan, Legian, Seminyak, Canggu dan lainnya.
Bali Post/rah
UNGKAP KASUS - Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini merilis pengungkapan kasus 33,03 gram bruto SS dan 24 butir ekstasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung Putu Eka Merthawan membenarkan tumpukan sampah bisa ditemui di sepanjang pantai di Badung. Kondisi ini akibat cuaca buruk. ‘’Sampah kiriman banyak. Hampir sepanjang 12 kilometer dari selatan hingga utara. Kami sudah menurunkan seribu tenaga kebersihan untuk mengatasi sampah kiriman. Terus terang kami kelabakan
AWCF Bahas Jaminan Sosial bagi ”Non-Standard Workers” Mangupura (Bali Post) Revolusi industri 4.0 akan mengubah semua tatanan kehidupan, termasuk lanskap jaminan sosial ketenagakerjaan. Bahkan ekspektasi dari peserta jaminan sosial pun berubah. Tidak hanya itu, selain menciptakan sebuah tatanan ekonomi baru, revolusi industri 4.0 juga memunculkan kategori tenaga kerja baru di bidang jaminan sosial yakni non-standard workers atau para pekerja yang tidak terikat oleh tempat dan waktu. Perubahan ini menjadi tantangan bagi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam memberikan layanan kecelakaan kerja kepada para pelaku revolusi industri 4.0 tersebut. Guna membahas prosedur dan sistem layanan jaminan sosial terhadap pekerja yang memanfaatkan revolusi industri 4.0, lembaga-lembaga jaminan sosial
di Asia berkumpul pada Asian Workers Compensation Forum (AWCF), Selasa (22/1) kemarin di Nusa Dua. Mereka mendiskusikan kebutuhan jaminan sosial bagi masyarakat di Asia. Ketua AWCF yang juga Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, non-standard workers biasanya bekerja berpindah-pindah tempat bahkan lintas negara (cross border). Tentunya hal ini yang membuat penyelenggara jaminan sosial memikirkan solusi dalam memberikan layanan jaminan sosial bagi para pekerja tersebut. ‘’Bagaimana kita memberikan layanan kecelakaan kerja, ini yang kita bahas. Tentunya kita ingin membangun dan memperkuat jaminan sosial di masing-masing negara dengan melakukan kolaborasi melalui AWCF ini,’’ ucapnya. Dikatakannya, AWCF adalah sebuah organisasi internasional yang concern terhadap penyelenggaraan
Bali Post/edi
program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan khususnya terkait kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. AWCF berdiri tahun 2012. Anggotanya terdiri dari 13 institusi penyelenggara jaminan sosial dari 10 negara di Asia. Saat ini, kata Agus, fokus utama yang dibahas berkaitan dengan tren pengembangan perlindungan kecelakaan kerja di tengah revolusi industri 4.0. Hadirnya para pakar dan praktisi kesehatan kerja dalam pertemuan ini akan memberikan pencerahan kepada para peserta yang hadir dalam menghadapi revolusi industri. ‘’Tentunya kami akan terus berupaya mendorong segala sesuatu yang terkait dengan pemberian manfaat seperti dari sisi regulasi. Hadirnya lembaga-lembaga jaminan sosial Asia ini menjadi tonggak penting lahirnya inovasiinovasi yang tentunya akan menguntungkan masyarakat, khususnya pekerja,’’ ujarnya. (kmb23)
Bali Post/edi
AWCF - Ketua AWCF yang juga Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto memberikan penjelasan mengenai penyelenggaraan AWCF, Selasa (22/1) kemarin di Nusa Dua.
menghadapi serbuan sampah,’’ kata Eka Merthawan, Selasa (22/1) kemarin. Menurutnya, serbuan sampah kiriman di awal tahun ini menjadi sejarah terburuk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Gundukan sampah yang rata-rata 50 ton per hari, kini mencapai 250 ton per hari atau setara 12 truk. Parahnya, sampah yang menggunung tidak serta-merta dapat dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) Suwung.
‘’Bayangkan, truk kami sampai tujuh jam antre di TPA Suwung untuk buang sampah. Jadi terpaksa kami tampung dulu di penampungan sementara yang telah kami siapkan di sepanjang pantai,’’ ungkapnya. Birokrat asal Sempidi, Mengwi itu meminta maaf kepada masyarakat dan wisatawan bila serbuan sampah mengganggu aktivitas mereka di pantai. ‘’Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan
ini. Kami akan terus berusaha membersihkan sampah yang terbawa arus semampu kami,’ tegasnya. Menurutnya, fenomena sampah kiriman akan terjadi hingga Maret mendatang. Karena itu, pihaknya akan menyiagakan tim di sepanjang pantai di Badung. ‘’Sebentar lagi Imlek, tentunya sampah akan semakin banyak. Kalau bulan lalu, 90 persen sampah organik dan 10 persen plastik. Sekarang terbalik, 80 persen sampah plastik, 20 persennya organik,’’ paparnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra meminta ma-
syarakat dan wisatawan agar mematuhi petunjuk dari lifeguard atau Balawista. ‘’Mungkin saja ada larangan berenang karena cuaca buruk. Ini untuk menghindari hal-hal tak diinginkan,’’ ucapnya. Pihaknya untuk sementara tidak melakukan penutupan destinasi wisata khususnya pantai. Pantai tetap dibuka, hanya wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas di perairan. Selain itu, serbuan sampah juga menurutnya patut diwaspadai. ‘’Agar berhati-hati, karena kan tidak menutup kemungkinan ada benda-benda yang bisa saja menusuk kaki dan sebagainya,’’ katanya. (kmb27)
Disbud Larang ST Beli Ogoh-ogoh Mangupura (Bali Post) Isu adanya pembelian ogoh-ogoh oleh sejumlah sekaa teruna (ST) di Kabupaten Badung ditanggapi serius Pemerintah Kabupaten Badung. Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung me-warning ST untuk membuat sendiri ogoh-ogoh, bukan membeli, sebab pemkab telah memberikan bantuan Rp 24 juta. Bantuan tersebut sejatinya bertujuan mendukung kreativitas ST. Kasi Adat Disbud Badung Ida Bagus Arimbawa mengatakan, bantuan dana yang diberikan pemerintah selayaknya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh ST dalam menyalurkan kreativitas. ‘’Dana ini kami berikan untuk mendukung kegiatan kreativitas, jadi kami harap agar dibuat sendiri jangan
membeli,’’ tegas Arimbawa, Selasa (22/1) kemarin. Dia juga meminta ST membuat ogoh-ogoh sesuai kriteria yang ditentukan, bukan sebaliknya justru melanggar imbauan Disbud. Terlebih, tahun ini merupakan tahun politik. ‘’Kalau ada (melanggar) akan didiskualifikasi. Kami juga mengimbau agar ST tertib. Jangan sampai terkontaminasi dengan perilaku-perilaku yang kurang baik,’’ tegasnya. Menurutnya, penilaian ogoh-ogoh akan dilakukan mulai 18 Februari hingga 28 Februari 2019. Tim juri akan mendatangi masingmasing kecamatan untuk menentukan tiga terbaik untuk dinilai tim kabu paten. ‘’Sebelum tanggal 18 Februari kami minta ogohogoh masing-masing sekaa
teruna harus sudah siap untuk dinilai,’’ tegasnya lagi. Terkait kriteria, Arimbawa menyebutkan serupa dengan tahun lalu. Seperti, berwujud bhuta kala, tinggi maksimal lima meter, tidak bermuatan politik, tidak mengandung SARA, porno dan menggunakan bahan ramah lingkungan. Di sisi lain, Ketua ST Girindra Putra Banjar Tegalnarungan, Desa Sobangan, Mengwi, I Putu Edy Saputra, mengaku pihaknya merasa sangat terbantu dengan dana motivasi yang diberikan Pemkab Badung. ‘’Tentu sangat terbantu. Kami merasa sebagai generasi muda sangat diperhatikan oleh pemerintah dengan pemberian bantuan tersebut,’’ ujarnya. Dikatakan, dengan diberi-
kannya dana kreativitas, ST tidak perlu susah-susah lagi mencari sumbangan pembuatan ogoh-ogoh dari masyarakat. ‘’Pada intinya kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Badung. Mudah-mudahan bantuan ini juga dapat menghindarkan generasi muda Badung dari hal-hal yang negatif,’’ katanya. Seperti diketahui, jumlah total bantuan dana ogohogoh yang diberikan Pemkab Badung mencapai Rp 12,8 miliar lebih. Setiap ST akan mendapat dana Rp 24 juta dipotong pajak 15 persen. Pemenang akan diberikan hadiah berupa piala, piagam dan uang. Juara I sebesar Rp 25 juta, juara II Rp 20 juta, juara III Rp 15 juta serta harapan I, II, III masingmasing Rp 10 juta. (kmb27)
Cuaca Buruk Picu Pohon Tumbang
Mangupura (Bali Post) – Cuaca buruk memicu bencana di sejumlah titik di Kabupaten Badung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung, Selasa (22/1) kemarin mencatat bencana hampir merata terjadi di setiap kecamatan. Bencana berupa pohon tumbang, banjir hingga longsor. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung pun disiagakan untuk menghadapi potensi bencana yang terjadi saat cuaca ekstrem. Setidaknya terdapat delapan titik bencana yang terjadi dari Senin (21/1) hingga Selasa kemarin. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung dr. Ni Nyoman Ermy Setiari, Selasa kemarin mengungkapkan, di Kecamatan Kuta pohon kayu santen tumbang menimpa Warung bakso dan nasi goreng di Jalan Nyanyang Sari No. 1, Lingkungan Anyar Kuta pada Senin sekitar pukul 19.30 Wita. TRC telah dikerahkan untuk melakukan pembersihan. ‘’Selain pohon tumbang, juga terjadi banjir di sejumlah titik di Kuta,’’ katanya. Lurah Kuta Wayan Daryana mengatakan, pohon berdiameter satu meter dan setinggi sekitar 20 meter itu tumbang diduga akibat akar pohon yang sudah cukup
rapuh. ‘’Bangunan warung itu semi permanen, atapnya dari seng. Sementara umur pohon itu sudah puluhan tahun. Diduga karena kondisi akar pohon yang lemah dan faktor hujan disertai angin kencang membuat pohon roboh,’’ ujarnya. Di hari yang sama, kejadian serupa terjadi di Kecamatan Mengwi. Pohon tumbang menimpa atap kanopi bengkel las milik Wayan Suwirka di Banjar Taman Sari Desa Mengwitani. Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Raya Blumbungan. Sedangkan kemarin, pohon tumbang menutup badan jalan di Banjar Badung Desa Gulingan. Ada pula tanah longsor di TPA Desa Kekeran, tepatnya di perbatasan Desa Kekeran dan Kelurahan Kapal. Di Kecamatan Abiansemal, pohon kelapa tumbang dan menimpa gudang milik I Nyoman Sukadana di Banjar Badung Tengah Desa Ayunan. Di Banjar Delod Pasar Desa Blahkiuh, pohon tumbang menutupi badan jalan. Di sisi lain tembok panyengker rumah Made Darmawan di Banjar Keraman Desa Abiansemal, roboh. ‘’Begitu juga di Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, tiang listrik roboh dan menutup badan jalan. Semua kejadian ini telah kami atensi,’’ ujarnya. (kmb27/kmb23)
Bali Post/ist
TUMBANG - Pohon tumbang di salah satu kecamatan di Badung.
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Made Urip Maraton Tatap Muka dengan Petani ’’Muda Keren’’ Kucurkan Bantuan 3 Ribu Bibit Kopi Robusta
KETUA DPP PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. tak kenal lelah dan terus turun ke bawah atau turba secara maraton bertatap muka dengan para petani dan krama subak sampai ke tengah pelosok desa. Kali ini, anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengucurkan bantuan 3 ribu bibit kopi robusta produktif yang dibagikan untuk ribuan petani ‘’muda keren’’ di Kabupaten Bangli yang didampingi Caleg DPRD Kabupaten Bangli Dapil Bangli 1 I Dewa Gede Ranto Suparso Mesi, S.T. Simakrama Made Urip diawali di Balai Banjar Selati, Bangli yang juga sempat dihadiri Caleg DPD-RI Dapil Bali I Nengah Wiratha, S.E. Usai menyerap usulan dan aspirasi, tatap muka dilanjutkan di Balai Banjar Kawan, Desa Kawan, Bangli. Pada kesempatan itu, Klian Subak Aya I Nyoman Sura mengakui baru pertama kali bertatap muka dengan Made Urip. Namun ribuan petani di Desa Kawan sudah lama mengenal, karena sering muncul di media. Bahkan, sekarang langsung didatangi Made Urip untuk membantu persoalan petani dan krama subak. ‘’Karena itu kita akan kembali mendukung penuh Pak Made Urip maju ke DPR-RI di nomor urut 1,’’ tegasnya. Selain itu, persoalan petani dan krama subak selama ini selalu dibantu, sehingga mereka terus memberikan dukungan penuh maju ke DPR-RI untuk kelima kalinya. ‘’Seperti sebelumnya sempat diberikan bantuan traktor dan alsitan (alat mesin pertanian - red) kepada petani dan krama subak di sini,’’ tambahnya seraya ditanggapi Made Urip dengan nada rendah hati. ‘’Saya sudah empat periode mengurus sektor pertanian, baik ketahanan pangan, hortikultura, termasuk penanganan pascapanen dan perkebunan,’’ bebernya. Anggota Badan Anggaran (Bangar) MPR-RI itu juga menegaskan masih banyak bantuan yang bisa diakses di tingkat pusat, seperti traktor, jalan usaha tani dan produksi termasuk program perternakan, seperti UPPO, bantuan bibit babi dan sapi termasuk
TATAP MUKA - Ketua DPP PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. selaku anggota Komisi IV DPR-RI usai bertatap muka dengan ratusan petani ‘’Muda Keren’’ di Desa Pengotan, Bangli. bibit tananam produktif bisa terus diperjuangkan di DPR-RI. Apalagi sebagian besar masyarakat di Bali, khususnya Bangli bergelut di sektor pertanian, meskipun 70 persen perekonomian di sektor pariwisata. Untuk itu potensi sektor pertanian ini harus diperhatikan dan tidak ditinggalkan. ‘’Maka itu, kita beri apresiasi kepada Pak Gubernur sudah memperkuat sektor pertanian,’’ jelasnya. Karena itulah politisi asal Marga, Tabanan ini berharap saat Pemilu 2019 agar suara petani dan krama subak tidak sia-sia, harus bersinergi dengan calon wakil rakyat yang berhubungan dengan sektor pertanian. ‘’Seperti di luar negeri asosiasi pertanian kuat, karena di sana memilih calon anggota dewan yang mengurus sektor pertanian. Karena itu ke depan mari kembali memperkuat sektor pertanian ini. Bersama Pak Dewa yang juga Caleg DPRD Kabupaten Bangli Dapil Kota Bangli di nomor urut 1 dari PDI Perjuangan. Saya juga bermitra satu jalur dengan Pak Dewa, sehingga meminta support agar bisa bekerja sama lima tahun ke depan,’’ tandas Caleg DPR RI-Dapil Bali di nomor urut 1 dari PDI Perjuangan ini. Saat simakrama yang dilanjutkan di Wantilan Desa Pengotan, Bangli, Made Urip bertatap muka dengan ratusan generasi milenial yang melanjutkan cita-cita di
sektor pertanian. Seperti diungkapkan I Wayan Selamat selaku Koordinator 19 Kelompok Tani ‘’Muda Keren’’ di Desa Pengotan sudah siap satu jalur dan mendukung Made Urip maju ke DPR-RI dan Presiden Jokowi di Pemilu, 17 April 2019. Apalagi petani dan krama subak usia muda ini sangat butuh dukungan untuk membuat sistem pertanian yang terencana, sehingga melalui Made Urip bisa membantu akses pemerintah pusat dan daerah. ‘’Seluruh kelompok tani siap satu jalur untuk pasti mendukung nomor 1, Pak Made Urip,’’ tambahnya. Sementara itu, Made Urip mengaku baru bertemu dengan ratusan petani muda, karena tatap muka sebelumnya hampir seluruhnya petani yang sudah usia senja. ‘’Saya memberi apresiasi atas dukungan pemuda tani di sektor pertanian,’’ tegasnya. Di sisi lain, selaku kader lumutan di PDI Perjuangan, Dewa Gede Ranto Suparso Mesi mengungkapkan ikut turun bersama Made Urip karena sama-sama caleg nomor 1 dari PDI Perjuangan untuk bertatap muka secara maraton dengan petani di Bangli. Selama ini, mengenal Made Urip yang selalu konsisten datang langsung menyerap aspirasi petani di Kecamatan Bangli, karena sudah banyak menggelontorkan bantuan di daerah itu. (ad868)
Konjen Cina dan Fakultas Pariwisata Unud Gelar ’’Cross-culture Forum’’
KONSULAT Jenderal (Konjen) Cina di Denpasar bekerja sama dengan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana (Unud) melalui Chinese Tourism Training Center (CTTC) dan Center for International Program (CIP) menggelar acara The First China Indonesia Crosscultural Forum (CICF) pada Selasa (22/1) kemarin di Gedung Agro Komplek Lantai 4 Unud. Dalam forum itu menghadirkan pembicara Profesor Zhao Baisheng, Direktur Institut Sastra Dunia, Sekolah Bahasa Asing, Universitas Peking, Cina. Tujuan forum ini adalah untuk mempromosikan pertukaran budaya dan kerja sama penelitian ilmiah antara universitas di Cina dan di Indonesia. Konjen Cina juga telah menandatangani MoU dengan Rektor Unud pada 29 September 2018. Sebagai realisasi pertama, dilakukan forum pertukaran budaya. Nantinya akan berlanjut dengan The Second Forum dan seterusnya. Kerja sama ini penting dilakukan karena Bali merupakan daerah pariwisata. Dalam industri pariwisata penting mencari tahu sudut pandang budaya suatu bangsa. Maka dari itu dalam dunia pariwisata sangat penting adanya cross-culture. ‘’Rencananya The Second Forum akan dilakukan di Peking University,’’ ujarnya. Rektor Unud Prof. Dr. dr. Raka Sudewi, Sp.S(K). mengatakan CICF merupakan implementasi dari MoU yang telah ditandatangani antara Unud dan Kojen RRC yang bertugas di Denpasar. Banyak benda budaya yang
CICF - Rektor Unud Prof Dr. dr. A.A. Raka Sudewi Sp.S(K). membuka The First China-Indonesia Cross-cultural Forum (CICF) di Kampus Unud, Denpasar, Selasa (22/1) kemarin. bersejarah yang menunjukkan ada hubungan budaya antara Cina dan Bali, baik dalam bentuk tarian maupun uang kepeng. Ia berharap hubungan cross-culture ini bisa berlanjut. Karena Unud juga menjalin kerja sama dengan dibukanya lembaga Institute Confucius Indonesia di Unud yang sudah mendapat persetujuan dari Kemenristek Dikti. Di samping itu juga Unud berkolaborasi di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam bidang pendidikan, melalui exchange student yang sudah dilaksanakan. ‘’Jadi ada mahasiswa dari Cina belajar ke Unud dan begitu juga sebaliknya,’’ ungkapnya. Di bidang penelitian dilakukan penelitian terkait budaya dan di bidang pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan
antara Unud dan Cina. Konjen RRC Gou Haodong mengatakan pertukaran budaya adalah cara terbaik untuk mempromosikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Dengan jumlah penduduk Cina sebanyak 1,4 miliar dan Indonesia 260 juta memiliki budaya yang beragam. Sehingga pertukaran budaya dinilai dapat memberikan pemahaman dari orang ke orang dan dari hati ke hati. Ia pun mempromosikan dan memberikan pemahaman dengan kerja sama yang solid dan saling menguntungkan. Maka dari itu, pada hari itu dilaksanakan forum cross-culture dalam kerangka MoU antara Konjen RRC di Denpasar dan Unud. Ini merupakan forum yang pertama dan akan berlanjut dengan event seperti ini. (ad867)
Rabu Pon, 23 Januari 2019
Jalan Sehat HUT SMK PGRI 3 Denpasar
’’Perangi’’ Sampah Plastik, Terkumpul Tiga Truk BANYAK cara dilakukan untuk membudayakan pola hidup sehat dan mengurangi sampah plastik. SMK PGRI 3 Denpasar mengedukasi warga sekolah soal hidup bersih. Semua kegiatan sekolah diselipkan edukasi menjaga kebersihan. Serangkain HUT ke-19, keluarga besar SMK PGRI 3 Denpasar, Selasa (22/1) kemarin menggelar jalan sehat. Uniknya, jalan sehat yang diikuti 2.200 lebih siswa dan guru itu diisi dengan lomba memungut sampah plastik. Jalan sehat dilepas Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. Acara juga dihadiri Kades Sumerta Klod I Gusti Ketut Anom Suardana, Ketua PGRI Kota Denpasar Nyoman Winata dan kasek di lingkungan YPLP PGRI Denpasar. Aksi memungut sampah plastik langsung dipimpin Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M. Dia mengatakan SMK PGRI 3 Denpasar memiliki program rutin setiap tahun mengadakan kebersihan lingkungan sekitar Desa Sumertha Klod. Mereka bersinergi dengan desa memberi proses pembelajaran kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Aksi itu kembali dilakukan warga SMK PGRI 3 Denpasar dengan mengerahkan semua siswanya menyerbu semua sudut wilayah desa untuk memungut sampah plastik. Hasilnya, tiga truk sampah berhasil dikumpulkan. Hal ini membuat Madiadnyana puas karena warga sekolah begitu semangat menyukseskan program ‘’Denpasar Bersih, Bersih, Bersih’’. Makanya makin sedikit sampah dikumpulkan, makin sadar masyarakat soal sampah. Madiad-
SAMPAH - Kades Sumerta Klod I Gusti Anom Suardana dan Kasek Nengah Madiadnyana menimbang sampah serangkaian HUT ke-19 SMK PGRI 3 Denpasar. nyana yang juga Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar ini membuka rahasia sekolahnya menjadi kawasan bersih dan disiplin. Dua kunci ini modal dasar untuk menjadi sekolah berprestasi. Pas dengan motto sekolah ini ‘’Bersih, Berprestasi, Peduli Lingkungan dan Budaya’’. Di sekolah ini juga rutin digelar lomba kebersihan kelas. Kelas terbersih dipancangkan bendera putih dan kelas terkotor dipancangkan bendera hitam. Bahkan kini semua kemasan makanan di kantin sekolah tidak lagi menggunakan bahan plastik, melainkan dengan daun. Hal ini diperkuat oleh SP Ketua YPLP agar semua sekolah PGRI menghindari pemakaian kemasan makanan dari bahan plastik. Bila perlu siswa disiapkan minum mineral galon, bukan dengan gelas plastik. Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada mengaku salut dengan kepemimpinan Madiadnyana memimpin SMK PGRI 3 Denpasar dalam mengelola
secara berkualitas. Dia juga menyarankan semua sekolah PGRI di Bali membantu pemerintah mengurangi pemakaian sampah plastik. Selain menggelar aksi kebersihan, SMK PGRI 3 Denpasar di Jalan Drupadi Denpasar juga diserbu anak-anak SMP se-Bali. Ketua Panitia I Made Sugiartana, SST.Par. mengatakan siswa SMP mengikuti lomba cooking dan lomba pidato bahasa Inggris. Lomba ini sekaligus untuk memperkenalkan kampus SMK PGRI 3 Denpasar kepada calon siswa barunya. Termasuk memperkenalkan kegiatan siswa, lab kitchen dan restoran sekelas hotel bintang lima, lab bahasa, dan akomodasi perhotelan lainnya. Bagi Madiadnyana, lomba ini sebagai bentuk evaluasi pembinaan ekstra bahasa Inggris di sekolah dan bakat cooking siswa. Termasuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Para juara langsung diterima di sekolah ini bebas uang gedung. (ad870)
Lulus dengan Predikat ’’Cumlaude’’
Pensiunan TNI-AD Ujian Promosi Doktor di Unhi Denpasar BELAJAR adalah kunci sukses. Belajar juga menuju keberhasilan. Belajar tidak mengenal batas usia. Itulah yang tercermin dari sosok I Dewa Made Suara, S.Sos., M.M., M.Si. Pensiunan TNI-AD yang dalam riwayat pekerjaan pernah menjabat Ketum Puskop Kartika Wira Usaha itu, Selasa (22/1) kemarin menjalani ujian Promosi Doktor di Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar. Pria yang juga menjadi dosen di STAH DN Jakarta itu dalam promosi doktor membawakan disertasi ‘’Pelaksanaan Pitra Yadnya bagi Pahlawan Beragama Hindu di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata’’. Sebagai ketua penguji disertasi atau ketua sidang dalam Program Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Pascasarjana Unhi itu adalah Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum. yang sekaligus sebagai promotor dengan Ko-Promotor Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si. Hadir sebagai penguji eksternal adalah Prof. Dr. Dra. Relin DE, M.S. Hadir pula sebagai penguji Prof. Dr. IBG Yudhi Triguna, M.S. dan penguji lainnya yang juga berstatus guru besar. Dalam penelitian itu diharapkan mampu menjawab permasalahan, antara lain upacara pitra yadnya bagi pahlawan beragama Hindu di TMPNU Kalibata. Yaitu secara teologi mempercepat pengembalian unsur Panca Maha Bhuta. Sedangkan secara sosiologi melibatkan keluarga, masyarakat, hingga terjadi interaksi sosial dan secara psikologi keluarga merasa bahagia karena telah bisa melaksanakan pitra yadnya bagi almarhum. Dijelaskan, pitra yadnya di TMPNU Kalibata dilaksanakan dua tahap, yakni secara militer dan ritual pitra yadnya. Hanya, pelaksanaan pitra yadnya bagi pahlawan beragama Hindu yang dimakamkan di TMPNU Kalibata tidak dilakukan dengan membongkar kuburan, dan atau mengambil jenazah dari dalam makam. Tetapi dilakukan dengan
DOKTOR - I Dewa Made Suara, S.Sos., M.M., M.Si. bersama istri saat foto bersama dengan dewan penguji promosi doktor di Unhi Denpasar. kusa pranawa melalui adegan atau simbolis. Namun tetap dilakukan sesuai dengan norma-norma hukum agama Hindu, tanpa mengabaikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga dalam pitra yadnya bagi pahlawan beragama Hindu, dapat berimplikasi pada keajegan religius eskatologis. Yakni lestarinya keyakinan tentang keberadaan roh dan alam niskala pascakematian. Sehingga dengan dilakukan ngaben diyakini terjadi hubungan keluarga dengan roh leluhur yang harmonis. ‘’Jika tidak terjadi ngaben, bisa mengganggu keluarga, masyarakat dan sebagainya,’’ kata I Dewa Made Suara saat menjawab salah satu penguji. Disebutkan pula, tanpa proses pitra yadnya, roh mendiang mengalami siksa neraka yang berkepanjangan dalam wujud bhuta cuil. Sehingga amat sangat penting dilakukan ngaben, di samping melunasi utang budi bagi sanak keluarga. Karena melalui ngaben, sang roh diyakini menjadi suci hingga mendapat predikat dewa hyang (dewa pitara). Lantas, apa yang di-acep di sana (TMPNU) Kalibata, sementara roh mendiang sudah diaben dan di-linggih-kan di Rong Tiga atau pamerajan keluarga? Menjawab pertanyaan salah satu penguji, I Dewa Made Suara mengatakan memang secara ni-
skala sudah di-linggih-kan sebagai dewa hyang. ‘’Namun kita mempunyai keyakinan bahwa para leluhur itu juga ada di mana-mana. Kita bisa mendoakan, seperti dewa hyang kita lakukan tabur bunga di sini (makam pahlawan),’’ jelas sang promosi doktor kelahiran Tabanan, 20 Juni 1959 itu. Suami dari R. Yosephin Br. Tobing itu mengatakan disertasi ini dilakukan karena ada beberapa umat Hindu yang menyandang predikat sebagai pahlawan tidak dimanfaatkan haknya di sana, sehingga dikhawatirkan di kemudian hari tidak ada pahlawan Hindu di TMPNU Kalibata. ‘’Padahal banyak umat Hindu yang mempunyai prestasi, atau berkompeten sehingga beliau layak bergelar pahlawan, yang berhak dimakamkan di TMPNU. Namun karena jenazahnya diambil dan diaben, maka tidak terdaftar di sana (TMPNU),’’ jelasnya. Oleh karena itu, penting diberikan pemahaman tentang tata cara ngaben (pitra yadnya) yang pada hakikatnya mengantarkan leluhur menuju sang pitara atau dewa hyang. Dan hasil rapat penguji, dinyatakan bahwa I Dewa Made Sura disertasinya diterima dan berhasil menyelesaikan progran Studi Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan dengan predikat cumlaude. (ad869)
Peresmian Posko GPM di Kabupaten Bangli
Wedakarna Saksikan Penyerahan Kitab Weda kepada Peserta Nikah Massal di Kintamani SOSOK pemimpin muda Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya W e d a ka r n a M a h e n d r a d a t t a Wedasteraputra Suyasa III benarbenar menjadi idola kaum muda milenial. Hal ini terekam dalam kegiatan di Kabupaten Bangli saat acara peresmian Posko Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) yang dihadiri anak muda Bangli. Momen ini dimanfaatkan Arya Wedakarna untuk terus memengaruhi anak muda Bali untuk semakin paham dan mengerti tentang ideologi Pancasila, khususnya ajaran-ajaran Tri Sakti Marhaenisme. ‘’Indonesia ini terancam sebagai negara gagal akibat pengaruh ideologi sontoloyo yang semakin agresif merongrong Pancasila. Agar kalian tahu tujuan utama sebelum menghancurkan Indonesia, para radikalis itu harus menghancurkan Bali dulu. Karena Bali adalah penghalang berdirinya negara agama. Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, dianggap berbahaya bagi cita-cita mereka, apalagi selama ini Bali dikenal sebagai pendukung garda terdepan Pancasila dan aspek historis Bung Karno
yang beribukan seorang wanita Hindu Bali yakni Ida Ayu Nyoman Rai Srimben, seorang keturunan Brahmana Pasek Bale Agung. Ini yang menyebabkan orang Bali khususnya kaum muda harus bahu-membahu membela Bali dan mulailah dari kaderisasi diorganisasi. GPM adalah organisasi yang baik,’’ kata Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center ini. Terkait dengan Pemilu 2019, Arya Wedakarna yang juga merupakan sosok incumbent menyatakan bahwa generasi muda Bali diharapkakn tidak golput dalam pemilu mendatang. Mengingat jika anak muda Bali golput maka yang akan menguasai parlemen adalah orang-orang yang tidak mengerti tentang Bali. ‘’Coba anda tanyakan dengan para calon legislatif itu. Apakah mereka paham dengan pangider-ider bhuwana Bali, apakah mereka paham akan dresta adat Bali dan juga nilai-nilai budaya berbasis Hindu? Jika mereka tidak paham, ya… tidak usah ditanggapi kan? Karena demokrasi memang membuka peluang agar siapa
pun anak bangsa bisa menjadi pemimpin, dan di sana tantangannya. Bagaimana kita bisa memilih pemimpin bukan hanya atas dasar pasemetonan, atas dasar kesamaan ciri atau kepentingan pragmatis berupa uang, tapi pilihlah wakil rakyat yang memang siap bekerja 24 jam. Siap bekerja itu ya… harus muda, jejak rekamnya bagus, kalau ada mantan pejabat yang nyalon coba periksa apakah saat menjabat pekerjaan baik atau tidak, dan yang paling penting adalah apakah mereka siap merespons setiap keluhan masyarakat. Di sini saya memerlukan pemimpinpemimpin muda dari Bali untuk bisa berjuang bersama baik di Bali dan Pusat. Ngiring semeton Bali bersatu mangkin dan GPM harus menjadi penggeraknya,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun berpandangan rakyat Bangli tidak usah berkecil hati jika dianggap tertinggal dalam hal pembangunan. Mengingat bisa jadi itu adalah bagian dari proteksi leluhur terhadap Bangli. ‘’Semeton Bangli jangan pernah punya cita-cita ingin mengubah
Bangli seperti Gianyar, Denpasar atau Badung misalkan. Tidak semua pembangunan yang dianggap glamor dengan pariwisata itu baik. Banyak di daerah tourism justru konflik sosial dan masalahnya tinggi. Bangli adalah benteng terakhir agama Hindu di Bali. Di kabupaten ini banyak pura khayangan jagat yang perlu dipelihara. Tapi pembangunan Bangli di luar sektor wisata tentu harus dikembangkan, dan wajar pemerintah kerja keras wujudkan itu. Jadi Bangli harus punya jati diri,’’ imbuh Gusti Wedakarna. Dalam kunjungan ke Bangli, selain meresmikan Posko AWK42 di Banjar Sembung, Bebalang, Bangli dan temu rasa di Desa Penijoan, Tembuku, Arya Wedakarna (AWK) juga menyaksikan peresmian Posko 42 di Banjar Paselatan, Suter, Kintamani yang sekaligus bertemu dengan sejumlah pasangan tua-muda peserta nikah massal secara Hindu dan menyaksikan penyerahan Kitab Suci Weda Bhagawad-Gita oleh The Hindu Center Of Indonesia. (ad873)
MARHAENIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat acara GPM Bangli.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Rabu Pon, 23 Januari 2019
5
Temui Pangdam, OJK Siap Lindungi Konsumen Denpasar (Bali Post) Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Elyanus Pongsoda bersama rombongan, Selasa (22/1) kemarin bertemu dengan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto di Makodam, Denpasar. Dalam pertemuan tersebut, OJK mengaku siap melindungi kepentingan konsumen dan mewujudkan perekonomian nasional berdaya saing global. Kapendam Kolonel Kav. Jonny Harianto G. menyampaikan, secara garis besar tentang latar belakang pembentukan OJK yang didasari Undang-undang (UU) No. 21 Tahun 2011. Sesuai UU tersebut OJK berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap seluruh kegiatan di dalam sektor jasa keuangan, baik di sektor perbankan, pasar modal dan jasa keuangan nonbank seperti asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya. ‘’Pimpinan rombongan juga menyampaikan terkait dengan visi OJK, yakni menjadi lembaga pengawas industri jasa keuangan yang terpercaya, melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. Selan itu mampu mewujudkan industri jasa keuangan menjadi pilar perekonomian nasional yang berdaya saing global serta dapat memajukan kesejahteraan umum,’’ ujarnya. Menurut Kapendam, dalam pertemuan tersebut Pangdam Mayjen Benny Susianto berharap sesuai visi OJK sebagai lembaga independen yang bebas dari campur tangan pihak lain. Di samping itu punya kewenangan untuk mengatur, mengawasi dan memeriksa kegiatan jasa keuangan sesuai dengan UU. (kmb36)
LONGSOR - Kondisi senderan Pura Prajapati yang longsor akibat hujan deras, Senin (21/1) malam.
Bali Post/bit
Baru Tiga Pekan Rampung, Senderan Pura Prajapati Longsor
AUDIENSI - Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Elyanus Pongsoda saat audiensi dengan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto.
RUPS BPD Bali Tentukan Lima Calon Dewan Komisaris
Denpasar (Bali Post) Bank BPD Bali melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terkait pemilihan Dewan Komisaris pada Selasa (22/1) kemarin. Ada lima nama calon yang diusulkan dalam RUPS. Calon tersebut adalah satu dari anggota Dewan Komisaris yang lama yaitu Wisnu Bawa Temaja, dan empat calon Dewan Komisaris baru yaitu I.B. Anom Redy sebagai Komisaris Utama, I.B. Wibawa, I Made Sukada, dan I Gusti Ayu Suryani. Komisaris Utama Drs. I Ketut Nurcahya mengatakan kelima calon tersebut akan dihubungi untuk melengkapi dokumen dan surat-surat. Kemudian berkas dikirim ke OJK Pusat dengan tembusan OJK Regional 8 Bali Nusra. Kelima calon tersebut dipastikan tidak memiliki hubungan semenda (menantu dan ipar). Setelah berkas dikirim, OJK memiliki waktu satu bulan memberikan keputusan untuk melakukan fit and proper test. Lalu memberi keputusan lulus atau tidak lulus. ‘’Kalau kelimanya lulus, lengkap kita punya Dewan Komisaris. Kalau ada yang tidak lulus, kita mengulang lagi prosesnya,’’ ungkapnya. Tugasnya sebagai Dewan Komisaris hanya berlaku hingga 5 Mei, sehingga diharapkan pada 3 Mei sudah dilakukan serah terima jabatan. Sementara itu, proses tahapan calon direksi saat ini hanya tinggal menunggu keputusan dari OJK. ‘’Kemarin sudah mengikuti wawancara,’’ ungkapnya. Ia berharap dalam waktu yang tidak lama, bahkan dalam waktu seminggu jika semua calon direksi lulus, maka kelima posisi Direksi BPD Bali akan terisi. ‘’Kalau ada yang tidak lulus, tentu proses lagi. Kalau tidak lulus satu, milih lagi satu. Kalau dua tidak lulus, milih lagi dua,’’ tukasnya. Calon direksi yang sudah pada tahap wawancara yaitu I Nyoman Sudharma, sebagai calon Direktur Utama. Calon kedua adalah Sumanaya dan Lestara. ‘’Kalau dua calon itu lulus, salah satunya bisa di-switch. Kalau dulu Pak Sudharma, Direktur BNK merangkap Plt. Dirut. Kalau lulus, Sudharma menjadi Dirut, dan Direktur BNK bisa diisi oleh salah satu dari dua itu,’’ jelasnya. (kmb42)
Usai Konsumsi Ikan, Bapak dan Anak Keracunan
Gianyar (Bali Post) I Wayan Budiasa (40), warga yang tinggal di Perumahan Bumi Rahayu, Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar diduga mengalami keracunan. Selain dia, anaknya I Gede Deni Pranajaya (9) juga mengalami hal serupa. Beruntung nyawa mereka selamat dan tidak sampai dirawat inap di rumah sakit. Kondisi Budiasa kini sudah membaik. Sedangkan anaknya sempat diperiksakan ke puskesmas dan kini dirawat di rumahnya. Saat dihubungi Selasa (22/1) kemarin, Budiasa mengatakan kejadian ini berawal ketika dirinya membeli ikan dari seorang nelayan di Nusa Penida, Klungkung sekitar lima hari lalu. Ia mengaku saat itu sudah curiga akan kondisi ikan yang sedikit lembek. Meski demikian, ia membawanya pulang untuk dimasak. Sesampai di rumah, ikan tersebut dimasak. Hasil masakan itu pun langsung dikonsumsi. Nah, beberapa saat kemudian Pranajaya dan Budiasa mengalami muntahmuntah. Bahkan, ada beberapa potong ikan itu diberikan kepada anjing peliharaannya. Ternyata anjing itu juga muntahmuntah. ‘’Sisa ikan itu saya kasi makan anjing. Anjingnya juga mutah-muntah,’’ jelas Budiasa yang menyebutkan bapaknya juga keracunan karena ikut mengonsumsi ikan tersebut. Dari keterangannya, Budiasa kini merawat anaknya di rumah. Sebelumnya, anaknya sempat diperiksakan ke puskesmas, namun disarankan ke rumah sakit. ‘’Saya tidak mengajak anak saya ke rumah sakit, karena saya tidak punya uang sepeser pun,’’ aku Budiasa. (kmb35)
Tabanan (Bali Post) Bencana longsor di wilayah Kabupaten Tabanan terjadi di Kecamatan Marga. Senderan Pura Prajapati, Desa Pakraman Kukuh yang baru tiga pekan rampung dibangun, Senin (21/1) malam mengalami longsor. Bahkan material longsoran itu juga menyebabkan kerusakan terhadap saluran irigasi ke Subak Senapahan dan jalan menuju objek wisata Alas Kedaton.
Dari pantauan di lapangan, senderan pura itu longsor sepanjang 15 meter dengan ketinggian 7 meter dan lebar dari pinggir sampai ke panyengker sepanjang 5 meter. Tampak pula sejumlah warga melakukan evakuasi material longsor yang berukuran kecil sembari menunggu alat berat dari PU. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 144 juta. Perbekel Desa Kukuh I Made Sugianto, Selasa (22/1)
kemarin, menyampaikan peristiwa longsor ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Tabanan pada Senin malam. Kejadian tersebut baru diketahui warga saat melintas di lokasi pada Selasa pagi. ‘’Padahal senderan ini baru selesai dibangun tiga pekan lalu,’’ terangnya. Menurutnya, jembolnya senderan tersebut juga akibat besi konstruksi bangunan yang kurang kuat. Apalagi senderannya menjulang ting-
gi. ‘’Semestinya dibuat terasering. Secara kasat mata saya lihat besi tidak saling mengait sehingga kurang kuat. Rencananya akan kita bongkar total dan dibangun kembali menggunakan dana desa adat,’’ terangnya. Begitu pula untuk pengatur aliran irigasi yang rusak tertimbun material longsor juga akan segera dilakukan perbaikan. Karena dalam waktu dekat petani di Subak Senapahan ada yang akan
proses tanam. ‘’Beruntung ada juga yang sudah panen. Segera akan kami perbaiki karena petani ada juga yang aka segera melakukan musim tanam mulai bulan ini,’’ pungkasnya. Selain bencana longsor, kata Sugianto, juga terjadi pohon tumbang jenis gintungan dengan diameter 50 cm menutup jalan Kukuh-Senapahan atau masuk wilayah desa Banjar Anyar Kediri. (kmb28)
Dikunjungi Polisi Australia
Kapolda Beberkan CTOC dan Geng Motor Denpasar (Bali Post) -
Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Petrus Reinhard Golose menerima kunjungan rombongan Australian Federal Police (AFP), Selasa (22/1) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Kapolda membeberkan kiprah dan tugas Satgas Counter Transnational Organized Crime (CTOC) serta kerja sama menangani geng motor.
Bali Post/ist
AFP - Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Petrus Reinhard Golose menerima kunjungan perwakilan Australian Federal Police (AFP).
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja menyampaikan, rombongan AFP tersebut terdiri dari David Dalton (AFP Senior Liaison Officer Jakarta), Peter Brindal (AFP Liaison Officer Bali Lama) dan Gerard Feltham (AFP Liaison Officer Bali Baru). Dalam pertemuan tersebut, kata Kabid Humas, juga membahas kerja sama yang kuat antara Polri dan AFP yang telah dibangun belasan tahun. Kerja sama ini akan terus dilanjutkan. ‘’Begitu juga kerja sama antara Polda Bali dan AFP yang telah terjalin dalam berbagai bidang,’’ tegasnya. Pada kesempatan tersebut, Golose menjelaskan pihaknya membentuk CTOC dalam rangka memberantas kejahatan lintas negara di-back up Direktorat Reserse Kriminal Polda Bali. Sejak dibentuk CTOC dan Ditreskrim telah mengungkap berbagai kasus kejahatan, seperti kejahatan cyber crime yang dilakukan oleh warga negara
asing dan kejahatan narkotika. ‘’Polda Bali juga bekerja sama dengan AFP dalam pemberantasan Outlaw Motorcycle Gangs Squad. Bapak Kapolda sangat concern terhadap masalah ini. Jangan sampai geng motor asing masuk Bali sehingga perlu sinergitas dengan kepolisian negara lain, di antaranya AFP,’’ imbuhnya. Menurut Hengky, dalam pertemuan itu Peter Brindal menyampaikan selama dirinya menjabat AFP Liaison Officer Bali, dia selalu memonitor informasi terkini melalui akun media sosial milik Polda Bali. Dia menyampaikan merasa sangat dekat dengan masyarakat dan mendukung mencegah berita hoax. ‘’Akhir pertemuan, Bapak Kapolda berharap agar kerja sama dalam menjaga keamanan dan penanganan terorisme ditingkatkan. Selain itu, kerja sama Polda Bali dan Australian Federal Police semakin kuat,’’ imbuhnya. (kmb36)
Protes Harga Anjlok, Petani Buang Buah Naga ke Sungai
Banyuwangi (Bali Post) Petani buah naga di Banyuwangi, Jawa Timur meradang. Pemicunya, beberapa hari terakhir harga komoditi ini anjlok tajam. Banyak petani kelimpungan. Memprotes merosotnya harga, sejumlah petani terpaksa membuang hasil panen ke sungai. Sebab, jika dijual harganya ‘’menyakitkan’’. Selain dibuang, petani juga memberikan cumacuma buah naga ke warga. Harga buah naga di tingkat petani hanya berkisar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram. Harga ini jauh dari sebelumnya yang mencapai Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per kilogram. ‘’Harga ini sangat menyakitkan. Daripada tidak laku, buah naga saya buang ke sungai. Kalaupun dijual, hasilnya tak mampu mengembalikan modal,’’ keluh Hari Candra Setyawan (29), salah satu petani buah naga di Dusun Silirbaru, Desa Sumbera-
gung, Kecamatan Pesanggaran, Senin (21/1). Pemuda ini menambahkan, aksi membuang buah naga ini yang kedua kalinya dilakukan. Sebab, saat panen perdana beberapa hari lalu, harga buah naga sudah anjlok. ‘’Sekarang kita buang 1 kuintal, kemarin 2 kuintal kita buang. Harganya benar-benar murah,’’ keluhnya lagi. Pihaknya tak mengetahui pemicu anjloknya buah naga tersebut, padahal biaya tanam cukup mahal. Menurutnya, anjloknya harga ini selalu terjadi ketika musim panen raya. Kebetulan, bulan ini memasuki musim panen raya. Ketika petani di Pesanggaran membuang hasil panen, lain halnya petani buah naga di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Petani setempat justru enggan memanen buah naga.
Sebaliknya, mereka membiarkan buah naga, mempersilakan warga memanen secara gratis. ‘’Biaya panen juga mahal. Kami persilakan warga yang mau ambil buah naga,’’ kata Ukri, petani buah naga. Pria ini mengaku, akibat anjloknya harga, tidak ada pengepul buah yang datang. Sehingga jika dipanen, pihaknya kebingungan menjual. Apalagi, ongkos petik juga lumayan mahal. Jika terpaksa dipetik, pihaknya pasti mengalami kerugian. Menurut Ukri, anjloknya harga ini sudah terjadi hampir dua minggu. Padahal, saat ini sedang musim panen raya. Hasil panen juga melimpah. Kualitasnya bagus. Pihaknya berharap harga buah naga bisa kembali normal. Harga bisa dirasakan petani jika minimal Rp 6.500 per kilogram. ‘’Kalau sudah di bawah Rp 6.500, petani pasti merugi,’’ pungkasnya. (udi)
Bali Post/udi
BUAH NAGA - Petani buah naga di Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran membuang hasil panen akibat anjloknya harga, Senin (21/1).
OPINI
6
Rabu Pon, 23 Januari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Prajuru Adat Perlu Diperhatikan SAAT ini, hangat dibicarakan soal Ranperda Desa Adat untuk mneggantikan Perda Desa Pakraman. Kelihatannya perubahan nama ini sederhana namun banyak hal jelimet yang perlu dikoordinasikan dan diharmonisasi. Namun, langkah Gubernur Bali Wayan Koster untuk memperkuat desa adat patut diacungkan jempol. Makanya nama Ranperda Desa Adat juga diselaraskan dengan masyarakat hukum adat sebagai bentuk payung hukum keberadaan desa adat di Indonesia. Kita ketahui desa adat/pakraman di Bali sudah teruji menjadi otonomi pemerintahan desa yang serbalengkap. Di sini, ada pendukung adat Bali, dengan ketentuan dan aturan serta sanksi yang lengkap juga. Uniknya di Bali, semua program pemerintah letak kunci suksesnya ada di desa/banjar adat. Justru prajuru adat yang lebih tuyuh dibandingkan prajuru dinas. Makanya dalam Ranperda Desa Adat, kita berharap prajuru adat mulai dari banjar adat dan desa adat harus mendapatkan perhatian lebih. Baik dari segi kesejahteraan maupun tunjangan lainnya. Bayangkan untuk menertibkan penduduk pendatang saja, klian dinas atau kadus tergantung pada prajuru adat. Bahkan, sampai biaya konsumsi ditanggung banjar adat. Sementara itu, prajuru adat saat ini masih menerapkan konsep ngayah demi krama. Makanya dalam pemilihan prajuru adat, banyak warga yang menghindar karena dipastikan padat kegiatan tak dapat apa-apanya. Baru Pemkot Denpasar yang memberikan tunjangan kepada prajuru adat banjar, itu pun nilainya masih kecil. Alangkah bijaksananya jika fee pajak yang dulu diterima oleh kadus kini diserahkan ke prajuru adat. Sebab, jika diberikan ke kadus hanya dinikmati seorang, sedangkan jika diberikan ke prajuru adat dinikmati 4-6 orang prajuru. Kedua, para prajuru adat ini perlu diposkan gajinya di APBD, bisa juga termasuk dalam Dana Desa atau bantuan untuk desa adat. Jika demikian, makin bergairah krama Bali mau menjadi prajuru adat. Ada hal yang perlu dikritisi dalam pembahasan Ranperda Desa Adat yakni menggunakan Trilogi Soekarno dan pendirian lembaga pendidikan Hindu. Soal Trilogi Bung Karno yang selama ini tak lekang oleh zaman sebaiknya digantikan dengan konsep Hindu yang sudah diakui dunia internasional yakni Tri Hita Karana (THK). THK ini di dalamnya sudah mengandung Trilogi Soekarno. Jadi, agar tak terkesan politik dan politik itu berubah-ubah sebaiknya menggunakan THK yang diterima secara universal. Di Ranperda Desa Adat yang esensinya untuk mensinergiskan desa adat dan desa dinas sebagian sudah berjalan. Namun dalam pembangunan lembaga pendidikan Hindu, perlu dicermati bersama. Sebab, selama ini sudah banyak lembaga pendidikan nasional namun berbasis Hindu. Yang belum ada adalah lembaga pendidikan murni Hindu yang anggarannya dari Departemen Agama. Makanya jangan heran anggaran Depag banyak jatuh ke sekolah berbasis agama non-Hindu. Kita di Bali belum memiliki lembaga semacam Madrasah, dengan tingkatan pendidikan dasar dan menengah dengan nama Hindu. Jika ranperda ini memberikan kebebasan untuk mendirikan sekolah Hindu (bukan di bawah Depag), ya… sama saja kita mendirikan sekolah biasa hanya modelnya berbeda. Justru peran ini sudah dilakoni pemerintah. Untuk menjadikan perda ini holistik dan tepat guna, kita tak boleh alergi dengan kritikan dan menerima segala jenis masukan. Semakin banyak pihak terlibat memikirkan ranperda ini akan semakin baik. Kunci utamanya yakni pemerintah harus membangkitkan semangat kemandirian desa adat. Program pembangunan harus berpihak kepada masyarakat adat merupakan salah satu faktor kebangkitan gerakan masyarakat adat di Indonesia.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mengawal Visi Gubernur Bali Beberapa waktu lalu, Gubernur Bali Wayan Koster kembali mewacanakan salah satu visi yakni mendirikan toko ritel yang dimiliki desa adat/ pakraman di Bali. Hal ini merupakan salah satu visi yang benar-benar harus segera diwujudkan. Secara kasatmata, kita melihat bagaimana penetrasi dan gempuran toko berjaringan nasional hingga masuk ke pelosok-pelosok desa di Bali. Ini adalah lonceng peringatan yang harus terus disuarakan dan dicarikan solusi terbaik. Kemandirian distribusi barang konsumsi, memang masih menjadi barang langka. Toko berjaringan nasional dengan kekuatan finansial dan kapital yang besar, terus tambah membesar jika tidak dilawan dengan sebuah terobosan yang terstruktur dan yang paling penting terorganisir untuk memastikan keberlanjutannya. Namun, tentu saja wacana yang disampaikan oleh Gubernur Bali ini bisa berakibat resistensi para pelaku ritel berjaringan nasional yang dengan segala upaya ‘’mengusik’’ visi yang disampaikan oleh Bapak Gubernur Bali, bahkan bisa akan ‘’menggagalkan’’. Ini harus betul-betul diwaspadai oleh semua pihak termasuk Bapak Gubernur sendiri. Selain menggunakan modal dan kapitalisme lain untuk terus berusaha menguasai sumbersumber ekonomi dan distribusi di Bali, maka cara yang paling memungkinkan adalah dengan melakukan advokasi melalui asosiasi atau memanfaatkan oknum-oknum pejabat nakal. Masyarakat harus ikut serta mengawasi dan memastikan visi Bapak Gubernur Bali terwujud. Ni Kadek Ayu Yuliantini Mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Hindu Indonesia
Urgensi Merawat Kearifan Lokal Dalam beberapa waktu terakhir ini krama Bali sedang berkutat dengan berbagai permasalahan adat tradisi dan lingkungan Bali, dari arak Bali, Ranperda Desa Adat, Pergub Produk Pertanian Lokal, ancaman terputusnya generasi Nyoman/Komang dan Ketut, hingga ormas sebagai lapangan kerja dan life style. Semua ini adalah wujud upaya Bali dalam menjaga adat, tradisi dan warisan leluhur krama Bali.
Oleh Agung Kresna
B
ali yang dikenal identik dengan adat-budaya tradisi, saat ini bak sedang dilanda arus globalisasi yang serba berubah dengan cepat. Sebagai sebuah entitas kehidupan yang penuh aura budaya tradisi, kekayaan budaya Bali membutuhkan upaya perawatan agar tetap lestari sebagai wujud identitas krama Bali. Banyak hal baru yang tidak sejalan dengan dengan adat, kultur, dan budaya Bali. Terbitnya beberapa Peraturan Gubernur Bali yang mengatur tentang busana adat Bali, bahasa, aksara, dan sastra Bali, hingga Ranperda Desa Adat guna mengembalikan desa adat sebagai pusat kebudayaan Bali, merupakan suatu jalan kebudayaan sebagai upaya merawat adat-budaya krama Bali. Semua itu bagai menjadi tambahan baru bahan bakar kebudayaan, bagi tungku adat-budaya Bali. Paling tidak, kehadirannya dapat mengingatkan kembali segenap krama Bali akan sebagian jati dirinya. Busana adat Bali merupakan tangible culture adat-budaya Bali. Sementara secara intangible culture muncul
dalam bentuk bahasa Bali yang berwujud aksara dan sastra Bali maupun struktur sosial-budaya keluarga krama Bali yang terdiri atas empat anak. Sebagaimana produk minuman sake di Jepang maupun wine di Benua Eropa, maka arak Bali merupakan produk budaya krama Bali yang telah berlangsung secara turun-temurun. Pada era 80an, wisatawan yang berkunjung ke Bali selalu menjadikan arak Bali sebagai suvenir oleh-oleh dari Bali. Melestarikan kebudayaan berarti menjaga peradaban manusia yang telah berlangsung secara turun-temurun dalam wujud tradisi kehidupan keseharian masyarakat. Kearifan Lokal Derasnya arus modernisasi yang terbawa bersamaan dengan kedatangan wisatawan mancanegara di Bali, sedikit banyak telah melahirkan ‘’budaya’’ baru di tengah kehidupan krama Bali. Kronologi sejarah adat-budaya yang mengikuti lahirnya adat tradisi krama Bali sebagai local genius (kearifan lokal) Bali, harus selalu dituturkan lisan maupun tulisan secara terus-menerus dan berkesinambungan kepada setiap
generasi baru Bali. Sehingga tidak terjadi disorientasi kearifan lokal Bali sebagai hakikat peradaban Bali. Hal ini guna mencegah terjadinya kesalahan pemahaman akan jati diri dan integritas krama Bali. Marwah peradaban Bali tidak boleh dicemari oleh adat-budaya asing, yang masif mewarnai generasi masa kini; sebagai dampak interaksi dengan wisatawan mancanegara melalui industri pariwisata yang saat ini menjadi mesin ekonomi Bali. Merawat kearifan lokal Bali adalah upaya melestarikan anatomi tradisi adat sosial-budaya krama Bali dalam tatanan dan mindset baru sesuai konteks masa kini. Namun semua ini harus tetap dalam bingkai filosofi keseimbangan Tri Hita Karana sebagai mindset dan panduan hidup keseharian krama Bali. Jangan sampai terjadi pemahaman yang keliru atas kearifan lokal Bali. Acapkali terjadi bahwa apa yang saat ini populer dan masif eksis di masyarakat, justru sering dianggap sebagai adat-budaya Bali. Padahal sebenarnya hal itu merupakan hasil infiltrasi budaya mancanegara. Diperlukan langkah komprehen-
sif dalam merawat kearifan lokal Bali guna mendudukkan marwah peradaban Bali agar generasi Bali di masa yang akan datang tetap dapat memahami jati diri Bali secara tepat. Pertama, adanya pemahaman atas sejarah adat-budaya Bali. Untuk mencegah keterputusan peradaban Bali di tengah terpaan arus modernisasi global utamanya melalui industri pariwisata, diperlukan adanya penuturan dan aktualisasi terus-menerus atas kearifan lokal Bali. Melalui aktualisasi busana adat dan bahasa Bali sebagaimana diamanatkan melalui peraturan gubernur, serta aktualisasi keluarga Bali yang terdiri atas empat anak, maka krama Bali seakan diajak untuk memahami kembali kearifan lokal sesuai adat-budaya dirinya. Kedua, melakukan heritage investment & heritage management atas kearifan lokal krama Bali sebagai cermin peradaban Bali. Manajemen dan tata kelola kebudayaan Bali yang komprehensif, berkelanjutan, serta berkesinambungan harus dilakukan sebagai upaya merawat kearifan lokal dan tradisi Bali sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. Merawat kebudayaan Bali juga berarti menjaga jati diri krama Bali. Kita harus menyadari bahwa peradaban Bali termanifestasi dalam adat-budaya tradisi leluhur yang telah berlangsung secara turunmenurun. Ketiga, dilakukannya standardisasi kualifikasi atas produk industri tradisi hasil kearifan lokal krama Bali yang sudah berlangsung secara turun-temurun.
Tantangan Berat PSSI ke Depan KEPUTUSAN mengejutkan diambil Edy Rahmayadi. Ketua Umum PSSI ini menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya saat membuka Kongres Tahunan PSSI di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1). Jabatan Ketum PSSI sementara ini diserahkan kepada Joko Driyono yang sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua umum. Pengunduran diri ini menurutnya sebagai pembuktian bahwa dirinya tidak haus kekuasaan. Sebagaimana diketahui tuntutan agar mantan Pangkostrad itu mundur dari Ketum PSSI sudah lama bergaung. Salah satunya tidak terlepas dari dirinya yang kini juga sudah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara. Sedangkan klimaksnya ketika mencuat kasus besar mafia sepak bola berupa pengaturan skor. Kasus ini diungkap Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola yang dibentuk Polri. Satgas telah menangkap dan menetapkan empat orang tersangka. Yaitu Johar Lin Eng, Dwi Irianto, Priyanto, dan Anik Yuni Artikasari. Pemberantasan mafia menjadi salah satu tantangan terberat PSSI pasca-Edy di bawah Joko Driyono. Pengaturan skor sebenarnya bukanlah isu baru dalam dunia sepak bola, termasuk di Indonesia. Suryo (2018) memaparkan bahwa sepak bola Indonesia rentan terhadap pengaturan skor. Dikarenakan industri sepak bola Indonesia yang tidak
Oleh Ribut Lupiyanto sehat secara finansial. Kondisi ini menjadi sasaran empuk para bandar judi. Kasus pengaturan skor sudah hadir sejak tahun 1950-an. Judi sepak bola kala itu dilegalkan bahkan dikelola negara. Adalah Ramang, pemain Timnas dan PSM Makassar yang legendaris pernah terlibat. Pada tahun 1961, tepatnya dalam Kejurnas PSSI 1961 (Perserikatan), Ramang mendapatkan sanksi larangan bertanding seumur hidup. Dia terlibat dalam pengaturan skor. Selanjutnya, jelang Asian Games 1962, badai pengaturan skor menerjang Timnas. Tidak tanggung-tanggung, ada 18 pemain Timnas yang terlibat. Empat pertandingan Timnas diduga diatur oleh para penjudi. Antara lain saat Timnas bertanding melawan Malmoe, Yugoslavia Selection, Thailand, dan Petrorul Tjeko Combined. Era berikutnya dalam kurun waktu 1979-1994, judi bola dan pengaturan skor mendapatkan surganya di kompetisi Galatama. Galatama menjadi lahan basah bagi para penjudi. PSSI kala itu sebenarnya telah bertindak. Pada tahun 1984, dibentuk Tim Antisuap yang dipimpin langsung Acub Zainal, penggagas Galatama. Namun karena tugas yang
sangat terbatas, tim ini tidak mampu bekerja secara maksimal. Baru-baru ini, isu pengaturan skor kembali menghebohkan publik saat acara Mata Najwa. Salah satu narasumber, Bambang Suryo, membocorkan kasus pengaturan skor di Liga Indonesia. Suryo memperlihatkan buku catatan yang berisikan daftar runner dan sub-runner yang aktif berkegiatan pada 2011-2015. Dia bahkan termasuk tercatat dalam buku tersebut, karena memang dia adalah mantan runner pengaturan skor di Liga Indonesia. Empat pelatih klub dituding ikut terlibat sebagai pelaku. PSSI menolak dianggap membiarkan mafia pertandingan. Beragam upaya yang disarankan FIFA diklaim telah dilakukan untuk mencegah dan mengawasi kecurangan. Misalnya bekerja sama dengan lembaga penyedia data olahraga asal Inggris, Genius Sports. Genius Sports mengumpulkan setiap data pertandingan, dari jumlah pelanggaran, kartu yang dikeluarkan wasit, hingga penalti. Data itu lantas dianalisis untuk mengendus pengaturan skor. PSSI juga mengklaim telah menggelar pendidikan kilat antisuap bagi para wasit dan hakim garis.
Pengurus PSSI dan pemilik klub pun wajib meneken pakta integritas terkait kewajiban menjunjung prinsip fair play. Permasalahan sepak bola termasuk pengaturan skor tidak mungkin terselesaikan dengan pendekatan parsial dan reaktif. Peta jalan dan solusi komprehensif mesti ditempuh secara total. Tidak boleh ada kata toleransi bagi mafia. Kepemimpinan dan manajerial di tubuh PSSI mesti memberikan keteladanan. PSSI harus membuktikan bersih, tegas, dan profesional terlebih dahulu. Langkah-langkah nyata dan ekstrem penting ditunjukkan dan ditempuh sebagai jawaban atas kondisi darurat ini. Hukum adalah panglima. Kehadiran peran kepolisian menjadi niscaya karena masuk dalam ranah pidana. Namun, hal ini jangan membuka celah untuk masuknya intervensi ke dalam manajemen persepakbolaan. Kehadiran kepolisian mesti sebatas penanganan tindak pidana, tidak boleh terlalu dalam. Polri penting berkonsentrasi membidik keterlibatan penjudi hingga mengungkap jaringan internasionalnya. Hal ini mengingat tidak mungkin dijangkau oleh PSSI.
Hal ini dibutuhkan agar produk industri kuliner, sandang, pertanian maupun kerajinan tradisi lokal Bali menjadi legal sesuai standar produk yang ada, sehingga akan memiliki nilai jual yang meningkat. Selama ini produk industri tradisional hasil kearifan lokal nenek moyang krama Bali cenderung tidak memiliki kejelasan secara legal maupun kualifikasi sebagai suatu produk industri. Krama Bali selama ini cenderung tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya memiliki peradaban bercita rasa tinggi yang adiluhung. Hal ini lebih dikarenakan bahwa sejak mereka lahir semua tradisi hasil kearifan lokal tersebut telah berlangsung dalam keseharian kehidupan krama Bali. Semua serba diterima begitu saja apa adanya (take it for granted). Merajut kembali berbagai stakeholder adat dan budaya Bali menjadi langkah yang harus dilakukan secara simultan. Bali memiliki kekayaan cultural heritage yang elok dan memesona. Kearifan lokal (local genius) krama Bali merupakan intangible heritage yang dapat menjadi culture capital (modal sosial-budaya) cukup besar dalam menjaga peradaban Bali. Sikap komunal penuh kemitraan yang dimiliki krama Bali dalam aura semangat manyamabraya, mencerminkan modal sosialbudaya tersebut. Semua itu tentu harus tetap berada dalam balutan tatanan anatomi tradisi adatbudaya krama Bali dengan berlandaskan filosofi keseimbangan Tri Hita Karana di keseharian kehidupan masyarakat Bali.
POJOK Forum Krama Bali tolak nama desa pakraman diubah jadi desa adat. - Jangan bingung. *** Syarat pembebasan, Ba’asyir harus teken surat akui Pancasila dan NKRI. - Kecuali ada pertimbangan lain. *** Belum rampung dikerjakan, proyek senderan di Samuan Tiga ambrol. - Sudah diuji coba alam.
Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration); Penikmat sepak bola Indonesia
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Rabu Pon, 23 Januari 2019
Badan Hukum 38 Koperasi akan Dicabut Tabanan (Bali Post) – Sebanyak 38 koperasi di Tabanan akan dicabut status badan hukumnya. Diskop dan UKM Tabanan saat ini tengah menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai hal tersebut. Kepala Diskop dan UKM Kabupaten Tabanan A.A. Gede Dalem Tresna Ngurah, Selasa (22/1) kemarin mengatakan, pihaknya telah mengusulkan pencabutan badan hukum puluhan koperasi tersebut ke Kementerian Koperasi dan UKM. Koperasikoperasi itu tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan. Usulan pencabutan badan hukum 38 koperasi, kata Dalem Tresna sudah diajukan pada 2018. Hal itu merupakan hasil evaluasi dari total 129 koperasi di Kabupaten Tabanan yang berada dalam kondisi tidak aktif. Sambil menunggu proses di pusat, tahun ini pihaknya melakukan evaluasi terhadap keberadaan koperasi tidak aktif yang masih tersisa. ‘’Baik yang sudah diusulkan untuk dicabut izinnya dan yang belum tetapi
AMBROL - Rumah di Perumahan Sandan Sari, Sanggulan yang ambrol.
statusnya tidak aktif, tetap dievaluasi. Dalam prosesnya bisa ada koperasi yang mau bangkit kembali atau ingin bubar,’’ ujarnya. Karena itu, menurut Dalem Tresna bisa saja tahun ini akan ada tambahan koperasi yang dicabut badan hukumnya atau bisa juga mengalami penurunan karena adanya keinginan untuk bangkit kembali dari koperasi bersangkutan. Kepastian untuk hal tersebut, baru bisa diketahui pada pertengahan tahun nanti. Mengenai penyebab koperasi tidak aktif, lanjut Dalem Tresna, sebagian besar akibat salah pengelolaan. Untuk memecahkan masalah salah kelola tersebut, tahun ini pihaknya akan menggenjot pembinaan koperasi. ‘’Selain berupa peningkatan kapasitas SDM koperasi dengan kegiatan diklat, kami juga memiliki klinik koperasi yang bertugas memberikan dan mengarahkan koperasi, baik tentang bagaimana cara mengelola koperasi dengan baik maupun memecahkan masalah koperasi secara bersama-sama,’’ jelasnya. (kmb24)
Bali Post/bit
Satu Rumah Ambrol, Tujuh KK Diungsikan Tabanan (Bali Post) Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tabanan, Senin (21/1) lalu, mengakibatkan tanah longsor di Sanggulan, Kecamatan Kediri, tepatnya di Perumahan Sandan Sari Blok G bawah. Satu unit rumah tipe G-42 ambrol akibat tergerus derasnya aliran Tukad Yeh Panan. Beruntung rumah dalam keadaan kosong, sehingga tidak sampai memakan korban jiwa. Lantaran rawan longsor susulan, tujuh kepala keluarga (KK) yang bermukim di dekat lokasi kejadian, untuk sementara diungsikan. Ada 10 unit rumah yang berpotensi ambrol. Dari jumlah tersebut, tiga rumah dalam kondisi kosong dan tujuh rumah berisi penghuni.
Dari pantauan di lapangan Selasa (22/1) kemarin, rumah yang ambrol tersebut awalnya dihuni oleh Rahmat. Hanya karena bermasalah dengan pihak bank, rumah itu ditinggalkan sejak tiga tahun lalu dan diambil alih oleh pihak bank. G u n a mencegah long sor susulan, BPBD telah mengimbau warga yang tinggal di radius 2 hingga 5 meter dari lokasi kejadian untuk sementara pindah ke lokasi yang aman. Apalagi warga sekitar mengaku waswas akan longsor susulan, mengingat kejadian tersebut pernah terjadi dua bulan sebelumnya, hanya saja skalanya kecil. ‘’Saat ini paling besar. Bahkan sebelum kejadian sempat terdengar suara ge-
muruh keras,’’ kata Ratna, salah satu warga setempat yang ditemui saat mengepak barang-barang dan bersiap mengungsi. Harianto, warga perumahan lainnya, juga mengaku malam usai kejadian ia bersama istrinya tidak berani tidur di rumah kontrakannya. Apalagi lokasi longsor sangat dekat dengan rumah yang ditempatinya sejak dua tahun terakhir. ‘’Di belakang justru tanah pondasinya sudah tergerus. Kalau hujan deras lagi, khawatirnya ambrol,’’ ucapnya. Pria yang kesehariannya berjualan roti dan kerupuk keliling inipun mengaku bingung hendak mengungsi ke mana, lantaran jauh dari kerabat. ‘’Masih bingung, mungkin mau cari tempat kos
untuk sementara, biar keluarga aman dulu,’’ terangnya. Bagas Alit, warga yang tinggal tepat di depan rumah yang ambrol mengaku mendengar suara gemuruh yang cukup keras saat kejadian. Saat itulah ia ke luar rumah mengecek apa yang sebenarnya terjadi. ‘’Tiba-tiba saja rumah depan saya ambrol, disusul tanah lainnya ikut tergerus,’’ terangnya. Terkait kejadian ini, sejumlah warga yang terdampak pun menginginkan agar pengembang bisa bertanggung jawab, minimal dengan membenahi dan memperkuat senderan sehingga warga bisa tinggal dengan aman dan nyaman. Kasi Logistik dan Kedarutan BPBD Tabanan Putu Trisna Widiatmika men-
gatakan, longsor diperkirakan terjadi Senin malam sekitar pukul 23.00 Wita. ‘’Beruntung rumah yang amblas itu dalam kondisi tidak ditempati. Untuk kerugian, sementara belum bisa diprediksi,’’ ucapnya. Semenatra itu, pengembang Perumahan Sandan Sari, Putu Suharto, mengatakan kejadian ini merupakan musibah. Namun pihaknya siap bertanggung jawab dan dalam waktu dekat akan bertemu dengan konsumennya. ‘’Kami janji akan perbaiki senderan perumahan yang pinggir sungai yang longsor. Sudah saya siapkan pekerja proyek. Segera kami kerjakan, karena kami takut longsor akan meluas ke rumah lainnya,’’ ungkapnya. (kmb28)
Hujan Sehari, Tabanan ”Dikepung” Longsor dan Pohon Tumbang
Tabanan (Bali Post) -
Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi Senin (21/1) lalu, menyebabkan sejumlah bencana pohon tumbang dan tanah longsor di Kabupaten Tabanan. Bencana terjadi hampir di semua kecamatan. BPBD Tabanan telah menurunkan tim untuk melakukan pemantauan dan penanganan bencana. Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita mengungkapkan, ada sekitar tujuh titik tanah longsor. Selain itu, terjadi pohon tumbang di beberapa tempat seperti di Grokgak dan Mandung. ‘’Kami langsung turun ke lapangan setelah mendapat informasi dan laporan dari masyarakat,’’ kata Sucita, Selasa (22/1) kemarin. Dari laporan yang diterimanya, longsor terjadi di Banjar Anggasari, Munduktemu, Pupuan. Senderan rumah milik I Made Nofianta (38) jebol dan nyaris menimpa rumah warga lainnya yang berada di bawahnya. Bahkan rumah Nofianta terancam ambrol karena berada di sisi tanah yang longsor. Warga setempat
membantu penanganan sementara dengan membuat senderan dari karung berisi tanah dan pasir. Kerugian akibat kejadian itu ditaksir Rp 10 juta. Tanah longsor juga terjadi di Sai, Pupuan. Akibatnya, tembok lapangan voli desa setempat yang sepanjang 30 meter dan tinggi 3 meter, ambrol. Kerugiannya sekitar Rp 30 juta. Tanah longsor juga terjadi di Banjar Pasekan Belodan Desa Dajan Peken. Begitu pula di Jalan Paku Data Gang 1 Banjar Pangkung Desa Delod Peken, Tabanan. Lahan milik desa pakraman Tabanan longsor dan menutupi badan jalan. Tanah longsor juga terjadi di Banjar Dinas Darma Kaja Desa Riang Gede, Penebel.
Palinggih milik I Kadek Sutariyana terbawa longsor hingga menimpa rumah yang ada di bawahnya. Kerugian diperkirakan Rp 10 juta. Di Jalan Anggrek Gang XII Desa Dauh Peken, senderan dapur dan kamar mandi milik I Wayan Tamba dan Agus Putra Arimbawa tergerus longsor. Di Dauh Peken pula, tanah longsor mengakibatkan kerusakan bangunan milik Wayan Sudiarsa. Selain longsor juga terjadi pohon tumbang di beberapa titik. Sebuah pohon perindang di sebelah timur jembatan Sudimara, tumbang hingga menutupi seluruh badan jalan. Di Grokgak Gede pohon tumbang dan menimpa rumah milik Yohanes. Kemudian pohon
tumbang menutup beji areal kantor DPRD Tabanan. Di Banjar Mandung Kauh pohon kelapa tumbang dan menutup badan jalan. Sucita yang didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan Putu Trisna Widiatmika menjelaskan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan pembersihan di sejumlah titik bencana. ‘’Kami harap masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan kalau terjadi bencana,’’ imbuhnya. Pihaknya belum mengetahui total jumlah kerugian akibat berbagai bencana tersebut. ‘’Kami masih melakukan pendataan,’’ katanya. (kmb28)
A.A. Gede Dalem Tresna Ngurah
Bali Post/san
Disdik Segera Sosialisasikan Perubahan Aturan PPDB Tabanan (Bali Post) Mendikbud mengeluarkan peraturan menteri terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019. Ada perbedaan mendasar antara aturan tersebut dengan yang lama. Dalam aturan baru tersebut, penerimaan siswa dari jalur miskin tidak lagi dikhususkan melainkan dilebur ke dalam jalur zonasi. Terkait hal ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan akan segera melakukan sosialisasi ke tingkat sekolah. Kadisdik Tabanan I Gede Susila, Selasa (22/1) kemarin mengungkapkan, rencananya dalam pekan ini Disdik Tabanan mengumpulkan tim untuk selanjutnya me-
nyosialisasikan Permendikbud ke tingkat sekolah. ‘’Agar dari awal diketahui, sehingga nantinya sekolah tidak kelabakan. Apalagi Permen-nya baru saya terima,’’ terangnya. Dia menjelaskan, Permendikbud No. 51 Tahun 2018 tentang PPDB 2019 berlaku untuk jenjang pendidikan dari TK sampai dengan SMA. Pada Permendikbut, jalur miskin dilebur jadi satu atau masuk ke jalur zonasi yang persentasenya sebanyak 90 persen. Santer tersiar kabar pemerintah pusat mengambil kebijakan ini untuk menghindari munculnya polemik di beberapa daerah lantaran surat miskin disalahgunakan. ‘’Sekarang ini kuota jalur zonasi paling sedikit 90 persen. Di jalur zonasi itu sudah termasuk kuota tidak mampu di sana. Jadi tidak dikhususkan seperti tahun lalu,’’ terangnya. Selain itu diatur pula kuota lima persen dari perpindahan orangtua yang memiliki pekerjaan seperti pejabat, Kapolres dan lima persen jalur prestasi. Terkait alasan penghapusan jalur miskin, pihaknya enggan berkomentar banyak, sebab itu ranah pemerintah pusat. ‘’Kita ikuti saja aturannya. Tetapi tidak dihapus sebenarnya, hanya tergabung kuotanya dalam jumlah untuk zonasi,’’ tegasnya. (kmb28)
Pencetakan KIA Diujicobakan di Kecamatan Tabanan
Bali Post/san
UJI COBA - Proses uji coba pencetakan kartu KIA di Kecamatan Tabanan, Senin (21/1) lalu.
Tabanan (Bali Post) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan terus melakukan inovasi untuk memudahkan pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil bagi masyarakat. Jika sebelumnya pencetakan e-KTP sudah bisa dilakukan di kecamatan, kini pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) juga secara bertahap dialihkan ke kecamatan. Uji coba layanan ini telah dilakukan di Kecamatan Tabanan pada Senin (21/1) lalu. Sekretaris Disdukcapil Tabanan I Gede Kristiadi mengatakan, dipilihnya Ke-
camatan Tabanan untuk uji coba, karena telah memiliki alat pencetak termasuk scanner-nya. ‘’Sudah dilakukan uji coba dan proses pencetakan berhasil dilakukan dengan mengambil contoh dari salah satu data anak yang sudah terdata,’’ ujarnya. Pihaknya bersyukur kecamatan nantinya bisa mengambil alih sebagian tugas dari Disducapil Tabanan. Untuk tahap pertama Disdukcapil akan memberikan 50 keping blangko KIA ke Kecamatan Tabanan. ‘’Kita lihat dulu perkembangannya. Kalau bagus, mungkin akan ditingkatkan,’’ katanya.
Kristiadi menambahkan, dengan adanya kesiapan kecamatan khususnya Kecamatan Tabanan, akan membantu Disdukcapil. Minimal warga yang berhak atas KIA di Kecamatan Tabanan tidak harus ke Disdukcapil. Dengan penyerahan sebagian kewenangan pencetakan, akan lebih memudahkan masyarakat dan pihaknya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, Camat Tabanan I Putu Arya Suta, Selasa (22/1) kemarin, menyatakan kesiapan melaksanakan tugas yang diberikan Disdukcapil. ‘’Kami siap. Tetapi mengenai kapan bisa
dijalankan, sedang menunggu dari Disdukcapil. Sebab alat dan scanner serta kartu, semua dari Disdukcapil. Terakhir mesin baru diinstal dan kemarin uji coba. Jadi, jika semuanya baik alat dan kartu maupun SDM sudah siap, tentu bisa langsung dijalankan,’’ ujarnya. Nantinya Pemerintah Kecamatan Tabanan akan bertugas mencetak KIA untuk warga Tabanan di bawah 17 tahun yang belum memiliki KIA. ‘’Tetapi jika anak baru lahir dan ada kaitan mengurus akta kelahiran, maka kartu KIA-nya langsung dicetak di Disdukcapil,’’ jelasnya. (kmb24)
BULELENG
8
Rabu Pon, 23 Januari 2019
Didorong Buat ”Pararem’’ Antinarkotika
Klian Desa Pakraman Se-Buleleng Dikumpulkan
Singaraja (Bali Post) – Desa pakraman di Bali diharapkan menyusun pararem alias awig-awig antinarkotika. Sepertinya ekspektasi itu bukan sekadar wacana kosong. Pasalnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali sekarang ini sangat gencar mendorong desa pakraman di Bali segera menyusun pararem tersebut. Untuk membahas dan menyosialisasikan hal itu para klian desa pakraman se-Buleleng dikumpulkan, Selasa (22/1) kemarin.
Bali Post/kmb38
TATA PEKARANGAN – Ketua TP-PPK Bali Ny. Putri Suastini Koster meninjau pelaksanaan Rumah Contoh Hatinya PKK di Desa Jineng Dalem, Kecamatan Buleleng, Selasa (22/1) kemarin.
Gulirkan Program “Hatinya PKK”
Warga Diminta Manfaatkan Pekarangan Rumah Singaraja (Bali Post) – Pemanfaatan lahan pekarangan rumah belakangan ini menjadi salah satu program yang digulirkan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali. Untuk memotivasi semangat itu, TP PKK Bali menggelar lomba Contoh Rumah Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Hatinya -red). Di Buleleng, salah satu Contoh Rumah Hatinya itu ada di Desa Jineng Dalem, Kecamatan Buleleng. Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Suastini Koster melihat dari dekat pelaksanaan program itu Selasa (22/1) kemarin. Adalah rumah milik I Wayan Mangku Laksana mendapat kesempatan ditinjau pertama. Hadir Ketua TP PKK Buleleng Ny. Aries Suradnyana, Wakil Ketua TP PKK Ny. Ayu Wardhany Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Buleleng. Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan, Hatinya PKK itu merupakan suatu gerakan masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah. Selain media tanam langsung di lahan pekarangan, penanaman juga bisa dilakukan menggunakan media tanam polibag. Beberapa varietas tanaman bisa dibudidayakan. Seperti sayur-sayuran, cabai, serai, dan tanaman obat keluarga (toga). Satu misi program ini, setiap keluarga bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarganya. Jika ada lebih, nantinya bisa dijual untuk menambah penghasilan keluarga. Selain pemanfaatan pekarangan, program Hatinya PKK, merupakan edukasi untuk membangkitkan kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan. Kesadaran terhadap kebersihan itu sangat perlu dimulai dari lingkungan rumah tangga hingga ke ruang publik. Ini bisa dilakukan dengan membiasakan diri memilah sampah yang dihasilkan rumah tangga. Pemilahan sampah ini selain bisa menjaga kebersihan lingkungan, juga memberi dampak ekonomi. Sebab, sampah itu bisa dijual ke pengepul barang rongsokan. Dengan cara itu, otomatis akan memberikan tambahan penghasilan pada keluarga itu sendiri. Selain pemilahan sampah, menjaga kebersihan kamar mandi (toilet, red) penting digalakkan. Ini karena masih terjadi perilaku kurang baik dalam menjaga kebersihan kamar mandi, sehingga menimbulkan gangguan lingkungan, termasuk kesehatan anggota keluarga itu sendiri. “Program Hatinya PKK sejalan visi Gubernur Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Lewat lomba seperti ini, kami lakukan harmonisasi dan sinkronisasi, sehingga terbentuk Rumah Contoh Hatinya PKK di desa lain di Buleleng,” katanya. Sementara pemilik rumah, I Wayan Mangku Laksana, mengatakan, setelah mengikuti program Rumah Hatinya PKK, dirinya semakin termotivasi menata dan memanfaatkan pekarangan rumahnya. Dia telah mendapatkan hasilnya. Seperti kebutuhan sayur atau bumbu sudah tinggal petik saja di pekarangan. Kalau sebelumnya harus membeli di pasar. Tetapi sekarang bisa dipenuhi dari hasil tanaman di pekarangan rumah. Hasil positif ini diharapkan bisa diikuti warga lainnya, sehingga program pemerintah itu bisa berjalan baik. Dan, masyarakat bisa sepenuhnya menerima manfaatnya. “Saya bangga dan sudah mendapatkan hasil dari program ini. Mudah-mudahan hasil ini bisa menggugah kesadaran warga lainnya, sehingga pekarangan itu bukan saja memberikan suasana nyaman dan asri, juga bisa menjadi ladang kebutuhan pangan rumah tangga itu sendiri,” katanya. (kmb38)
Pertemuan para klian desa pakraman se-Buleleng itu dihadiri Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa ikut mendampingi selain Ketua Majelis Madya Desa Pakraman Buleleng Dewa Putu Budarsa. Brigjen Pol. Gede Suastawa mengatakan, partisipasi stakeholder salah satunya masyaraat adat sangat diperlukan mendukung Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Dengan pararem alias awig-awig itu, dinilai sangat efektif dapat mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika di masyarakat. Ini karena pararem alias awig-awig ini menyentuh masyarakat. Kekuatan awing-awig jauh lebih kuat mengikat setiap individu di masyarakat. ‘’Hasil survei prevalensi di Bali kasus penyalahgunaan narkotika mengalami penurunan. Ini dicapai berkat peran serta desa pakraman sudah berinisiatif menyusun pararem alias awig-awig itu termasuk melibatkan anggota relawan,’’ katanya.
Empat peran para klian desa pakraman pada P4GN, kata Brigjen Pol. Suastawa, adalah sebagai pelapor menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait pemberantasan narkoba. Pihaknya senantiasa mendorong dengan menggerakkan semua elemen masyarakat mendeklarasikan gerakan antinarkoba. Kalau ada indikasi warga melakukan penyalahgunaan narkotika, warga itu disarankan proaktif mengoordinasikan ke BNNK dan aparat terkait lainnya. Para klian desa pakraman itu dikenal menjadi panutan masyarakat di desa. Kehadiran klian desa pakraman itu di masyarakat desa sebagai tokoh pengayom. Karena itu diyakini mereka itu mampu menjadi teladan yang memberikan contoh nyata di masyarakat. ‘’Klian adat merupakan ujung tombak atau mata-telinga BNN. Untuk itu peran klian desa pakraman itu aktif melakukan kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungannya masingmasing, termasuk menggalakkan lagi penyusunan pararem antinarkotika,’’ pinta Brigjen Gede Suastawa. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PARAREM ANTINARKOBA – Klian desa pakraman se-Buleleng dianjurkan serius menyusun pararem antinarkotika.
Pemuda Nekat Curi Kompresor Milik Keluarganya
Bali Post/ist
PELAKU PENCURIAN - Polisi mengamankan pelaku pencurian kompresor di Desa Pangkung Paruk Kecamatan Seririt.
Singaraja (Bali Post) Putu Agus MA (18), warga Desa Pangkung Paruk Kecamatan Seririt, diamankan polisi. Pasalnya, dia nekat mencuri kompresor (peralatan bengkel - red) milik korban Putu Jayantara (31), yang merupakan warga sekampungnya. Diduga dia nekat mencuri peralatan bengkel milik kaluarganya sendiri untuk dijual. Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Selasa (22/1) kemarin, mengatakan kasus ini berawal dari laporan korban yang menyebut telah kehilangan kompresor miliknya, Rabu (16/1) lalu sekitar pukul 11.00 Wita. Menindaklanjuti laporan itu, anggota Unit Reskrim Polsek Seririt melakukan penyelidikan. Polisi kemudian mendapat informasi kalau ada seseorang menawarkan kompresor di bengkel Las Kawi di Desa Bubunan. Dari keterangan itu, polisi memperoleh identitas pelaku Putu Agus MA. Pelaku akhirnya ditangkap di rumahn-
ya tanpa perlawanan Kamis (17/1) lalu. ‘’Ini hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Seririt setelah dapat laporan pencurian dari korban. Identitas pelaku itu kami diketahui setelah ada informasi dari pemilik bengkel yang ditawari mesin kompresor. Setelah itu, kami lakukan penangkapan,’ katanya. Dari interogasi penyidik kata Iptu Sumarjaya, pelaku mengakui memang telah mencuri kompresor itu. Rencananya, kompresor itu dijual dan uang hasil penjualannya akan digunakan untuk keperluan biaya hidup sehari-hari. ‘’Pelaku mengakui telah mencuri. Rencananya dijual untuk biaya sehari-hari,’’ jelasnya. Pelaku Putu Agus MA mengakui mencuri kompresor itu. Dia juga mengatakan kalau kompresor itu milik keluarganya sendiri itu rencananya akan dijual. Akibat perbuatan itu, pelaku yang masih remaja itu melanggar pasal 362 KUHP. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. (kmb38)
Kasus Ganti Rugi Kantor Perbekel Celukan Bawang
Tersangka MA Jalani Pemeriksaan Empat Jam Setelah MA ditetapkan sebagai tersangka kasus pembayaran ganti rugi pembangunan kantor Perbekel Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng memanggil tersangka MA. Panggilan ini melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dari pemeriksaan itu, lewat kuasa hukumnya tersangka mengklaim kalau program pembangunan di Desa Celukan Bawang sesuai UU No. 6 Tahun 2016 tentang Desa. Bagaimana proses pemeriksaan tersangka MA itu? DARI pantauan di gedung Kejari Buleleng, Singaraja, Selasa (22/1) kemarin, tersangka MA tiba di Kejari Buleleng sekitar pukul 09.00 Wita. Tersangka menggunakan kendaraan pribadi. Dia didampingi kuasa hukumnya Putu Artha dari IP Artha Acociate di Gilimanuk. Setelah sempat mengisi buku tamu di petugas penjagaan, MA langsung menjalani pemeriksaan di ruang Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buleleng I Wayan Genip. Tersangka MA menjalani pemeriksaan tertutup umum dari pukul 11.00 Wita kemudian baru berakhir pukul 15.00 Wita. Kuasa hukum tersangka MA, I Putu Artha, mengatakan selama mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan, penyidik dinilai sudah melakukan pemeriksaan sesuai mekanisme hukum yang ada. Dari pemeriksaan itu, kliennya dicecar pertanyaan seputar proses pem-
bayaran ganti rugi sampai proses pembangunan kantor Perbekel Desa Celukan Bawang oleh PT General Energi Bali (GEB). Dari keterangan di hadapan penyidik, Artha menyebut kebijakan yang dijalankan kliennya sesuai amanat UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Terkait hasil perhitungan saksi ahli yang menerangkan ada kelebihan dana pembangunan kantor perbekel, Putu Artha menyatakan kelebihan anggaran itu memang ada. Hanya, dia menyebut kelebihannya tidak seperti keterangan saksi ahli yang telah dikumpulkan tim penyidik. Terkait pembayaran dana ganti rugi yang dibayar melalui rekening pribadi, Putu Artha belum bisa memberi penjelasan. Dia menyebutkan belum sempat mempelajari secara detail kronologi kasus yang menyerat kliennya itu. Terkait kelebihan dana itu setelah dipelajari, memang ada
tetapi limitnya sedikit. Mohon maaf kronologi detail kasus ini belum dipelajari dan selanjutnya akan dirembukkan dulu dengan klien dan perangkat desa. Putu Artha menambahkan, pemeriksaan ini baru dilakukan pertama kali setelah kliennya ditetapkan sebagai tersangka kasus ini. Itu artinya, pemeriksaan lanjutan pasti dilakukan. Pihaknya mengingatkan kliennya agar kooperatif mengikuti proses hukum lanjutan itu. ‘’Kami menjembatani klien kami agar kooperatif mengikuti proses pemeriksaan lanjutan,’’ tegasnya. Kasi Pidsus Kejari Buleleng I Wayan Ganip belum bersedia memberikan keterangan terkait hasil pemeriksaan tersangka MA. Keterangan materi pemeriksaan tersangka MA dijanjikan disampaikan setelah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buleleng Wahyudi datang dari tugas dinas ke luar kota. ‘’Pemeriksaan ini setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka. Seperti apa materi pemeriksaan tadi, nanti kami sampaikan setelah pimpinan datang dari tugas dinas di luar kota,’’ katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, terhitung tanggal 3 Januari 2019 lalu, penyidik Kejari Buleleng menetapkan MA sebagai tersangka kasus pembayaran dana ganti rugi kantor Perbekel Desa Celukan Bawang. Penetapan tersangka MA setelah penyidik mendapatkan keterangan
Bali Post/kmb38
JALANI PEMERIKSAAN - Tersangka MA (pegang map) setelah menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Kejari Buleleng, Selasa (22/1) kemarin. dari saksi ahli yang menyebut terdapat kelebihan pembayaran dana pembangunan kantor perbekel lebih dari Rp 295 juta dari dana pembangunan gedung kantor perbekel yang baru sekitar Rp 1 miliar. Kelebihan
dana itu berpotensi menjadi kerugian negara. Selain itu, penyidik menemukan kejanggalan kalau pembangunan gedung kantor itu tanpa melalui tender seperti proyek pemerintah umumnya, melainkan
penunjukan langsung (PL). Bahkan, dana ganti rugi dari PT GEB itu dibayarkan pada rekening pribadi, sehingga dicurigai kalau pembayarannya terindikasi melanggar ketentuan. (mud)
Rabu Pon, 23 Januari 2019
GIANYAR
9
JEBOL – Dua orang warga yang mengendarai sepeda motor sedang melintas di depan senderan yang jebol.
Proyek Senderan di Pura Samuan Tiga Jebol Gianyar (Bali Post) Warga dikejutkan dengan jebolnya proyek senderan sepanjang 100 meter di areal Pura Samuan Tiga, Senin (21/1) malam. Padahal proyek menggunakan dana hibah Pemprov Bali senilai itu Rp 350 juta itu sudah dikerjakan hampir 80 persen. Belum diketahui pasti apa penyebab senderan yang dikerjakan dengan sistem swakelola ini jebol. Pengerjaan senderan itu ada di jaba pura, yang bagian atasnya difungsikan untuk parkir. Pantauan Bali Post, Selasa (22/1) kemarin, terlihat material bekas senderan masih berserakan di areal Jaba Pura Samuan Tiga. Material senderan itu berupa tiang penyangga beton dan senderan yang menggunakan batako. Hampir seluruh senderan yang memiliki panjang
hingga 100 meter dengan tinggi empat meter itu jebol ke jaba pura. Dikonfirmasi Selasa kemarin, Perbekel Desa Bedulu I Ketut Rinata mengatakan, insiden ini terjadi pada Senin malam sekitar pukul 22.00 Wita. Pengerjaan ini dilakukan berdasarkan hasil paruman. Dikatakan, proyek tersebut menggunakan dana hibah dari Pemprov Bali. “Se-
tahu saya, dana hibahnya itu ditransfer langsung ke rekening panitia di pura,” katanya. Selanjutnya, pengerjaan senderan ini dimulai sejak dua bulan lalu. Beberapa hari sebelum jebol, pengerjaan proyek senderan di lokasi tersebut masih berlangsung. Namun pihaknya tidak tahu siapa yang mengerjakan proyek tersebut, apalagi tidak ada papan proyek. “Setahu
saya, oleh panitia di pura, anggaran itu digunakan secara swakelola. Tapi lebih detailnya bisa konfirmasi ke panitia di pura,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Panitia Pura I Wayan Patera menerangkan, untuk pembangunan di Pura Samuan Tiga pihaknya memperoleh anggaran hibah bansos dari Pemprov Bali sebesar Rp 850 juta. Dana itu dibagi dalam dua pengerjaan, yakni Rp 500 juta untuk pembangunan balai panjang di areal Jaba Tengah Pura Samuan Tiga. “Selanjutnya Rp 350 juta digunakan untuk membangun senderan di jaba pura,” jelasnya.
Selanjutnya, pengerjaan proyek senderan senilai Rp 350 juta itu memang dikerjakan secara swakelola oleh tukang bangunan yang sudah dipercaya. Pengerjaan ini sudah dilakukan sejak November lalu dan ditargetkan rampung akhir Januari ini. “Dana itu kami kelola, kami carikan tukang. Secara kualitas sebenarnya sudah memadai, karena saya sendiri yang mengawasi,” kata Patera. Sebelum longsor pada Senin malam, kata Patera, sebagian senderan itu memang mulai terlihat miring ke arah utara sejak beberapa hari lalu. Senderan yang miring
Wakapolres Gianyar dan Kapolsek Ubud Dimutasi Gianyar (Bali Post) Polres Gianyar menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakapoles Gianyar dan Kapolsek Ubud, Selasa (22/1) kemarin. Sertijab yang berlangsung di halaman Mapolres Gianyar ini dipimpin langsung oleh Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo. Dalam sertijab tersebut, Wakapolres Gianyar yang semula dijabat Kompol Nengah Sadiarta kini diganti Kompol Adnan Pandibu. Sementara Kompol Nengah Sadiarta selanjutnya bertugas sebagai PS. Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda Bali. Pejabat baru Kompol Adnan Pandibu sebelumnya menjabat sebagai Wakapolres Klungkung. Sementara di tingkat Kapolsek, yakni Kapolsek Ubud yang sebelumnya dijabat Kompol I Made Raka Sugita diserahterimakan kepada Kompol I Nyoman Nuryana yang jabatan lamanya Sespripim Polda Bali. Sedangkan Kompol I Made Raka Sugita kini mendapat jabatan baru sebagai Kapolsek Kintamani Polres Bangli. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, mutasi merupakan bagian dari pola pembinaan karier personel Polri. Selain
itu, mutasi ini merupakan penyegaran di dalam tubuh organisasi Polri agar roda organisasi terus berjalan. “Diharapkan dengan promosi jabatan yang baru ini dapat meningkatkan profesionalisme dalam bidang tugasnya masing-masing dan membawa suasana baru yang lebih kompetitif di lingkungan kerjanya,” katanya. Kepada pejabat lama, Priyanto Priyo Hutomo menyampaikan terima kasih atas pengabdiannya selama ini. Sementara kepada pejabat yang baru agar segera beradaptasi dengan situasi kondisi dan pola kerja yang berjalan di Polres Gianyar. Selanjutnya, fokus kepada program tugas yang berkaitan dengan SDM maupun kegiatan operasional dalam menghadapi tantangan tugas ke depan di tahun 2019 yang diwarnai dengan kegiatan Politik pengamanan Pileg dan Pilpres 2019, yang saat ini sedang berlangsung kegiatan kampanye. Usai upacara sertijab, kegiatan dilanjutkan dengan acara pisah kenal yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna Polres Gianyar yang diikuti para pejabat utama, perwira, personel Polres Gianyar serta pengurus Bhayangkari Polres Gianyar. (kmb35)
Bali Post/kmb35
SERTIJAB - Suasana Sertijab Wakapoles Gianyar dan Kapolsek Ubud yang dipimpin langsung Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo, Selasa (22/1) kemarin.
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati
- 943056
PMI Gianyar
DPRD
- 943144
KONI Gianyar
- 947261
BPBD - 7844717/7844718
BNN Kab. Gyr.
- 946122
PMK
PLN
- 947166
- 943113
- 8958414
Kantor Satpol PP - 944436
Kodim 1616 Gyr - 943069
RSUD Sanjiwani - 943020
Koramil Gianyar - 942289
PDAM
Koramil Blahbatuh - 941167
- 944225/943233
KPA Gianyar
- 942184
Koramil Tegallalang - 974792
itu lantas didorong dengan alat berat, kemudian ditopang dengan bambu. “Tapi miringnya waktu itu sedikit, lalu terus diguyur hujan sejak empat hari lalu hingga akhirnya jebol seperti sekarang,” katanya. Menurut Patera, kondisi senderan yang jebol ini sudah disampaikan ke Pemprov Bali selaku pemberi anggaran sebesar Rp 350 juta. Selasa siang kemarin petugas Dinas PU Provinsi Bali sudah turun mengecek kejadian tersebut. “Kami koordinasikan ke petugas, bahwa ada bencana seperti ini agar ditinjau. Sekarang kami masih tunggu
surat balasan. Kami harapkan ini tidak jadi temuan, apalagi pemerintah yang memberi bantuan agar tidak kena masalah,” harapnya. Patera menambahkan, senderan sepanjang 100 meter itu dirancang dengan desain isi lubang. Selanjutnya di setiap lubang itu rencananya diisi patung yang menggambarkan perjalanan terbentuknya Pura Samuan Tiga. “Sementara di bagian tengah ini rencananya dibuatkan tangga sebagai mobilitas ke areal parkir yang ada di atas. Tentunya tangga ini dirancang khusus agar bisa menjadi tempat selfie,” katanya. (kmb35)
Serangkaian Karya di Pura Er Jeruk
Hari Ini ’’Mendak Bagia Pulakerti’’ termasuk juga melengkapi Bagia Pulakerti,’’ katanya. Aedan karya sudah dimulai sejak Jumat (4/1) lalu dengan prosesi Nyukat Genah, dilanjutkan dengan prosesi Nyambut Karya, Nanceb, Nangiang Pangrajeg pada Sabtu (5/1), upacara Negtegang Beras Kamis (10/1), dan Nyangling Jumat (11/1). Upacara Ngadegang Bagia Pulakerti dilangsungkan pada Senin (14/1). Upacara Mendak Pakuluh ring kahyangan jagat dan kahyangan desa dilangsungkan Minggu (20/1). Upacara Melaspas Bagia Pulakerti dan Mendak Bagia Rabu (23/1), Ida Batara medal pada Jumat (25/1), upacara Melasti ring Segara Purnama pada Sabtu (26/1). Upacara Mapepada Alit dilangsungkan Minggu (27/1), upacara Tawur Agung Pedanan Senin (28/1) dan upacara Mapepada Agung Selasa (29/1). Sedangkan puncak karya akan dilaksanakan Rabu (30/1) mendatang. Sementara itu, Dinas Perhubungan Gianyar akan melakukan pengalihan arus lalu lintas untuk menyambut upacara MenDIUSUNG - Panitia Bidang III Karya dak Bagia Pulakerti sepanjang jalur dari Pura Er Jeruk Made Sarwa menunjuk- Pura Er Jeruk Segara Kertih menunjuk kan Bagia Pulakerti yang akan diPura Penataran Agung Sukawati. Penusung menuju Pura Penataran Agung galihan arus ini akan dimulai Rabu siang Sukawati, Rabu (23/1) hari ini. sekitar pukul 13.00 Wita. (kmb35) Gianyar (Bali Post) Serangkaian karya di Kahyangan Jagat Pura Er Jeruk Segara Kertih, Rabu (23/1) hari ini krama menggelar prosesi Melaspas Bagia Pulakerti dan Mendak Bagia. Ritual menuju Pura Agung Sukawati ini akan diikuti ratusan krama. Panitia Bidang III Karya Pura Er Jeruk Made Sarwa mengatakan, Bagia Pulakerti sebagai pelengkap karya di Pura Er Jeruk Segara Kertih. ‘’Pelaksanaan upakara dari Pura Er Jeruk menuju Pura Penataran Agung di Sukawati, krama akan mapeed ke sana,’’ kata Sarwa, Selasa (22/1) kemarin. Setiba di Pura Penataran Agung Sukawati, Bagia Pulakerti ini akan diupacarai, selanjutnya akan diusung kembali menuju Pura Er Jeruk. Selasa kemarin, pihaknya melengkapi berbagai persiapan upacara yang akan digunakan Rabu hari ini. ‘’Persiapan seperti menyiapkan perangkat upakara untuk besok yang melibatkan sekitar 200 pangayah,
Polisi Didesak Tindak Tegas Tajen Gianyar (Bali Post) Maraknya judi sabung ayam atau tajen di wilayah Kabupaten Gianyar mendapat sorotan Ketua Gerakan Pejuang Aspirasi Rakyat (Gappar) Kabupaten Gianyar, Ngakan Made Rai. Bahkan ada kelompok judi tajen besar di kawasan ini yang berkeliling membuka arena tajen setiap dua hari sekali. Ditemui Selasa (22/1) kemarin, Ngakan Made Rai menunjukkan bukti foto dan video suasana di salah satu arena tajen di Kabupaten Gianyar. “Anak buah saya baru datang dari tajen. Ini fotonya. Tajen di
sana berlangsung selama dua hari sampai besok (Rabu hari ini - red),” ujarnya. Ie mengatakan, kelompok judi tajen ini biasanya berpindah-pindah tempat dari satu arena ke arena lain. Setiap dua hari mereka pindah tempat membuka arena tajen dari satu desa ke desa yang lain. “Bahkan ada tajen sampai malam hari pakai lampu segala,” jelasnya. Rai menambahkan, di luar arena tajen juga terdapat beragam judi yang mengikuti tajen ini. Yakni judi cap jeki dan bola adil. “Pada tajen Se-
lasa siang ini, bola adil tidak ada. Hanya ada cap jeki saja,” terangnya sambil kembali menunjukkan foto tersebut. Menurut Rai, pengunjung yang ingin masuk arena tajen harus membayar kepada petugas jaga sebesar Rp 30 ribu per orang. Sementara jumlah pengunjung bisa seribuan orang bahkan lebih. Dari jumlah itu, diperkirakan sudah puluhan juta rupiah yang diraup dari tiket masuk dalam sehari. Tidak hanya itu, kelompok penjudi cap jeki juga membayar kontrakan kepada kelompok judi tajen sebesar Rp 5 juta per
Berjualan di Atas Trotoar, Pedagang Ditertibkan
Gianyar (Bali Post) Satpol PP Gianyar melakukan penertiban terhadap sejumlah pedagang yang berjualan di atas trotoar. Pedagang yang tepergok berdagang di atas trotoar langsung diberikan pembinaan. Selain itu, petugas Satpol PP Gianyar juga menertiban reklame yang melanggar. Kepala Satpol PP Polres Gianyar Cokorda Gde Agusnawa mengatakan, pihaknya menerjunkan satu regu untuk melakukan penertiban. Penertiban diawali dengan menyisir kawasan Jalan Dharma Giri, Gianyar dan berhasil mengamankan reklame yang terpasang di pohon perindang. Selanjutnya petugas bergerak ke arah barat menemukan
toko bangunan di Jalan Raya Sakah, Blahbatuh menaruh barang dagangan di atas trotoar. “Karena melanggar, petugas Satpol PP memberikan peringatan kepada pedagang tersebut. Pemilik toko bangunan menyanggupi memindahkan barang dagangan sendiri,” kata Agusnawa, Selasa (22/1) kemarin. Selain itu, petugas Satpol PP Gianyar juga menertikan reklame yang terpasang di pohon perindang. Reklame ini diamankan petugas Satpol PP Gianyar karena melanggar. Selain menertibakan reklame yang dipasang tidak pada tempatnya, pihaknya juga menertibkan reklame yang tidak berizin, sudah kedaluwarsa dan kondisi reklame yang robek. (kmb35)
hari. “Dalam arena bisa ada lima cap jeki, berarti sudah Rp 25 juta. Kalau dikalikan sebulan itu perputaran uang bisa tembus miliaran rupiah,” ujarnya. Melihat maraknya aktivitas judi yang berlangsung hampir setiap hari itu, Rai mendesak aparat kepolisian mengambil tindakan tegas. “Kalau berkaitan upacara, kami dukung. Tapi, masak setiap hari ada upacara. Kalau judi harus ditindak,” tegasnya. Rai menambahkan, pihaknya juga menyambut baik ketegasan Kapolda Bali atas
beberapa kasus yang sudah ditangani. “Saya mohon kepada Bapak Kapolda yang tegas, mohon diberantas ini. Karena ini penyakit masyarakat yang luar biasa, ini murni judi,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengaku tidak akan masuk ke ranah adat bila ada pelaksanaan tabuh rah. Terkait adanya kegiatan tajen di luar upacara, Kapolres menegaskan itu perbuatan melanggar hukum. “Ya, melanggar hukum. Pokoknya melanggar hukum, namanya judi,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MEMPERINGATKAN - Petugas Satpol PP Gianyar memperingatkan seorang pemilik toko yang menaruh barang dagangannya di atas trotoar.
JEMBRANA
10
Rabu Pon, 23 Januari 2019
Jadi Pembuangan Sampah Plastik Abrasi di pesisir Pebuahan Desa Banyubiru, Kecamatan Negara kini semakin parah. Puluhan rumah dan warung lesehan hancur. Dari pengamatan Selasa (22/1), air tampak pasang dan makin menggerus jalan yang hanya sejengkal di depan rumah warga. Namun sayang, pesisir Pebuahan yang sudah abrasi
tersebut kini makin kumuh karena jadi tempat pembuangan sampah plastik. Sampah plastik tampak dibuang dan menumpuk di lokasi jalan yang berlubang dan terkikis abrasi. Kondisi ini sangat disayangkan oleh sejumlah pengunjung warung lesehan yang menjual menu ikan bakar di pesisir Pebuahan. (kmb)
Bali Post/kmb
Kasus Oknum PNS Hadiri Kampanye, Bawaslu Terbitkan Rekomendasi ke Bupati
SOSOK Pembinaan ke Sekolah Memupuk budaya disiplin sebaiknya sudah dilakukan sejak dini termasuk saat di jenjang sekolah. Diharapkan ke depannya nanti, budaya disiplin itu bisa terus diterapkan selama hidup. Termasuk disiplin dalam berlalu lintas di jalan umum. Pembinaan kepada siswa yang masuk kategori usia produktif gencar dilakukan. “Ini penting karena generasi milenial atau usia produktif seperti para siswa yang menjadi domain di lapangan menjadi contoh suri tauladan pelopor keselamatan. Data laka (kecelakaan di jalan) menunjukkan yang mendominasi korban laka adalah anak sekolah,” ujar Kapolsek Kota Negara Kompol I Ketut Maret. Perwira asal Buleleng ini mengungkapkan pada sesi pembinaan di sekolahsekolah wilayah Polsek Negara, materi tentang disiplin lalu lintas selalu disisipkan. Misalnya tentang kelengkapan apa saja yang harus dibawa pada saat mengendarai sepeda bermotor. Serta arahan bagaimana mekanisme dan proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). Dengan harapan para siswa ini menjadi mengetahui dan mengikuti aturan dalam berkendara di jalan umum. “Ke depannya kita akan rutin melaksanakan kegiatan ini guna memupuk kedisplinan sejak dini para siswa, di samping mencegah perilaku yang menyimpang di sekolah,” tambah Maret. Upaya ini merupakan metode kampanye program “Millennial Road Safety Festival”. Melalui para siswa, road safety ini digelorakan secara masif. Kapolsek juga mengungkapkan dalam pembinaan ini, para siswa juga diberikan ruang untuk bertanya berbagai persoalan terkait berkendara di jalan. Sehingga tercipta komunikasi dua arah. (olo)
Derita Zainal Abidin
Hidup dalam Kemiskinan dan Kena Kanker Getah Bening Negara, (Bali Post) Kondisi Zainal Abidin (34) benar-benar memprihatinkan. Ayah dua orang anak dari pernikahannya dengan Nur Haika ini tinggal di rumah berdinding bedek dan kerap bocor milik orang tuanya di Banjar Munduk Parangan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana. Kini tubuhnya makin kurus dan bahkan harus makan dan minum dari selang. Zainal makin lemah akibat kanker getah bening yang dideritanya sejak tiga tahun lalu. Karena sakit dan bahkan harus rutin kemoterafi sejak dua tahun lalu sehingga Zainal sebagai kepala keluarga tidak bisa lagi menafkahi istri dan anaknya. Mereka mengandalkan belas kasihan orang tua yang hanya bekerja serabutan dan buka warung kecil-kecilan. Zainal dan keluarga juga kerap minta bantuan pada adik dan kerabatnya. Karena harus ngekos di Denpasar selama dua tahun agar bisa rutin kemo di RS Sanglah, mereka meminjam uang baik untuk berobat dan makan. Zainal berobat dengan BPJS mandiri dengan iuran Rp 25 ribu/bulan karena tidak mendapat KIS meski mereka dari keluarga tidak mampu. “Bersyukur istri saya setia merawat saya dan anak-anak tidak telantar karena perhatian orang tua juga. Saya khawatir dengan keluarga saya,” kata Zainal dengan suara parau karena makin lemah. Haufa, ibu kandung Zainal Abidin, mengatakan mereka tidak masuk daftar KK miskin dan tidak pernah mendapat bantuan apapun meski anaknya sakit parah dan lumpuh secara ekonomi. “Entah apa pertimbangannya. Kami sudah pernah mengajukan tapi tidak ada tanggapan,” jelasnya. Bahkan untuk berobat karena tidak semua obat ditanggung BPJS mandiri sehingga harus berutang untuk membeli obat dan susu anaknya. “Kami ingin Zainal sembuh,” katanya. Mereka berharap mendapat bantuan dari pemerintah dan juga kepedulian karena cucunya masih kecil-kecil. “Selain bantuan keluarga memang kadang ada teman-teman dan donatur/ relawan yang bantu. Karena memang kami sudah tidak punya apa-apa,” jelasnya. Perbekel Banyubiru Kecamatan Negara Masturi dikonfirmasi lewat ponselnya mengatakan sedang ada di kota Negara. Dia mengatakan pihaknya akan mencoba mengusulkan Zainal Abidin agar mendapat bantuan KIS dan lainnya. (kmb)
Bali Post/olo
BANYAK PEMINAT - Kantor Dinas Sosial Jembrana yang kursi kepalanya saat ini masih kosong dan paling banyak diincar pelamar dalam lelang jabatan.
Jabatan Kadis Sosial Paling Banyak Diincar Negara (Bali Post) –
Tiga dari tujuh jabatan eselon II di Pemkab Jembrana yang dilelang ramai diincar pelamar. Dari informasi yang dihimpun dalam proses lelang jabatan, tiga jabatan dengan banyak pelamar itu di antaranya Kepala Dinas (Kadis) Sosial, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH), dan jabatan Staf Ahli Bupati Jembrana Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan (Hukpolpem). Data yang dihimpun di Bidang Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jembrana, kursi Kadis Sosial diincar tujuh orang. Menyusul kemudian masing-masing enam pelamar Kadis LH dan Staf Ahli Bupati Hukpolpem. Total untuk keseluruhan tujuh jabatan eselon II itu ada 28 orang pelamar dari eselon III. Namun, ada 11 orang yang melamar di dua jabatan sekaligus. Sehingga total keseluruhan ada 38 pelamar. Selanjutnya, untuk kursi yang pas-pasan jumlah pelamar adalah jabatan Kadis Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) yang hanya terisi 4 orang
pelamar. Jumlah tersebut merupakan jumlah minimal sesuai dalam persyaratan lelang. Sementara tiga jabatan eselon II lainnya, yakni Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), jabatan Kadis Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK), dan jabatan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan (Ekbangkeu) masing-masing terisi lima pelamar. Kepala BKPSDM Jembrana I Made Budiasa mengungkapkan, hingga Senin (21/1) lalu jumlah pelamar tujuh jabatan eselon II itu belum bertambah. Artinya masih sebanyak 38 orang dengan
masing-masing jabatan jumlahnya variatif. Setelah tahap pendaftaran usai hingga 24 Januari ini, lanjut seleksi administrasi, kompetensi hingga wawancara. Sejatinya ada tiga kursi jabatan Kepala Dinas yang kosong pada tahun lalu, yakni Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora), Kadis Kominfo dan Kadis Sosial. Namun, hanya satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masuk lelang jabatan yakni Kadis Sosial. Sedangkan dua lainnya tidak masuk dalam lelang jabatan lantaran informasinya sudah diplot diisi oleh pejabat eselon II lainnya. Begitu halnya untuk jabatan dua asisten Setda Jembrana. (kmb26)
SAMBANGI KORBAN– Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa bersama Bupati Jembrana I Putu Artha kemarin menyambangi rumah korban yang tersapu angin kencang di Sumbersari.
NASIB nahas menimpa Sumiati (46), warga Banjar Dinas Sumber Sari, Desa/Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Rumah semipermanen yang ditempatinya terkena angin kencang pada Senin sore (21/1) lalu hingga menyebabkan atap rumahnya rontok. Hal tersebut mengundang keprihatinan pemerintah termasuk Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa. Bersama Bupati Jembrana I Putu Artha, Selasa (22/1) kemarin, Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa menyambangi rumah korban guna memberikan dukungan moril dan materiil. Saat disambangi, Sumiati bercerita, angin kencang menerjang rumahnya terjadi pada Senin
Negara (Bali Post) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jembrana, Selasa (22/1) kemarin mengeluarkan surat rekomendasi ditujukan untuk Bupati Jembrana, terkait dugaan pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang hadir dalam kegiatan salah satu peserta pemilu, Sabtu (12/1) di Desa Perancak. Bawaslu memutuskan acara yang dihadiri oknum pengawas sekolah adalah kegiatan kampanye, karena terdapat penyebaran stiker caleg. Namun, pelanggaran bukan lagi ranah UU Pemilu melainkan UU yang mengatur Aparatur Sipil Negara (ASN). Rekomendasi ini ditelurkan saat Rapat Pleno tertutup. Ketua Bawaslu Jembrana, Pande Made Ady Muliawan, sesuai rapat pleno mengungkapkan dari hasil klarifikasi ke pihak terlapor dan pengawas pemilu di tingkat desa, dipastikan bahwa kegiatan yang dihadiri salah satu caleg DPR RI dari Partai Golkar itu masuk kategori kampanye kepada umum. Sebab, saat acara, ada unsur penyeberan stiker caleg dari Partai Golkar itu. Dalam kasus ini, kehadiran PNS dalam kampanye menurutnya bukan ranah pelanggaran kampanye. Tetapi bisa mengarah ke UU lainnya seperti UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang lebih
jauh diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. “Itu masuk kampanye. Ada pembagian stiker, metode penyebaran kampanye kepada umum. Meskipun tidak ada ajakan maupun penyampaian visi dan misi dalam acara itu,” ujar Pande. Saat rapat pleno yang melibatkan seluruh anggota Bawaslu kemarin, sepakat untuk merekomendasikan kasus ini ke Bupati Jembrana selaku pembina PNS di Pemkab Jembrana. Ada dugaan pelanggaran terhadap UU ASN. “Selanjutnya kami serahkan ke Bupati, apakah termasuk pelanggaran atau bukan serta sanksinya,” imbuhnya. Disebutkan bahwa ASN tidak boleh menjadi pengurus parpol, termasuk menghadiri acara kampanye. Dari hasil klarifikasi, oknum pengawas sekolah ini menghadiri saat jam kerja dan masih mengenakan pakaian dinas. Sebelumnya, Bawaslu juga telah memintai keterangan baik pihak terlapor (PNS) dan pengawas pemilu tingkat desa dengan jadwal berbeda. Dari pengakuan pihak terlapor, ia datang karena sepengetahuannya di sana merupakan kegiatan rapat keluarga besar dan tidak sempat mengganti pakaian dinas PGRI. Pertemuan Sabtu (12/1) siang itu digelar di salah satu warung lesehan di Desa Perancak. (kmb26)
Bali Post/olo
RAPAT PLENO– Rapat pleno Bawaslu Kabupaten Jembrana menyikapi dugaan kehadiran pengawas sekolah (PNS) dalam kampanye salah satu peserta pemilu.
Ketua DPRD Sambangi Korban Angin Kencang di Sumbersari (21/1) sore sekitar pukul 16.00 Wita. Saat itu cuaca cerah, tidak ada hujan. Tapi, tiba– tiba datang angin kencang yang menerbangkan sebagian atapnya. “Ada sekitar 15 asbes yang beterbangan Pak akibat angin kencang,” ujar Sumiati di hadapan Bupati Artha dan Ketua DPRD. Sumiati mengaku dirinya sempat panik dan menyelamatkan diri. Kerugian akibat musibah ini ditafsir mencapai Rp 3 juta. Sugiasa mengungkapkan pemerintah Jembrana selalu berada di tengah-tengah masyarakat dalam suka dan duka. “Mudah-mudahan korban musibah ini bisa tabah dan waspada. Memang posisi rumah cukup berbahaya berada di pinggir pantai, karena
itu kita harus selalu waspada,” ujar Sugiasa. Pihaknya juga berharap agar warga yang berada di pinggir pantai bisa naik ke tempat yang lebih tinggi. Antisipasi bila terjadi bencana. Melihat kondisi rumah korban yang rusak atapnya itu, yang paling diperlukan adalah atap sementara. Karena itu akan segera dipasok asbes untuk atap sementara rumah korban. Masyarakat diminta waspada akan perubahan cuaca akhir–akhir ini. Sebab musibah terjadi karena datangnya puting beliung serta curah hujan yang sangat tinggi. Warga yang tinggal di dekat pohon besar dan daerah pantai agar sekiranya waspada (ad872)
Rabu Pon, 23 Januari 2019
Karangasem
11
Rapat Karya Panca Wali Krama di Besakih
Provinsi Alokasikan Dana Pelaksanaan Rp 3,9 Miliar
Menjelang pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama dan Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem, Maret mendatang, panitia karya melaksanakan rapat persiapan di Wantilan Besakih, Selasa (22/1) kemarin. Pertemuan itu bukan saja dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, juga bupati se-Bali, PHDI se-Bali, dan undangan lainnya. Lalu, bagaimanakah harapan dari pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama dan Batara Turun Kabeh yang menelan dana Rp 3,9 miliar itu? BENDESA Adat Besakih Jro Mangku Widiartha mengatakan, rapat yang dilakukan ini merupakan pertemuan awal sebagai persiapan Karya Panca Wali Krama dan Batara Turun Kabeh yang akan dilaksanakan Maret mendatang. Sebelumnya, pihak panitia sudah melakukan persiapan-persiapan terkait karya yang bergulir setiap 10 tahun sekali itu. Pada rapat ini, pihaknya mengundang semua komponen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan karya agung itu. “Dalam rapat tadi, semua kabupaten/kota se-Bali menyatakan siap menyambut karya agung itu. Sekarang ini akan dilaksanakan upacara majaya-jaya, sebagai upacara awal 6 Februari dilaksanakan
upacara nunas tirta pangelukatan dan pamarisuda, selain juga nunas tirta pengadeg,” ujar Mangku Widiartha. Mangku Widiartha menambahkan, upacara Panca Wali Krama ini didanai APBD Provinsi Bali Rp 3,9 miliar. Sedangkan kabupaten/kota juga ikut menghaturkan bhakti pangayar termasuk bhakti keliling sesuai bagian yang didapatkan. “Jadi, kita merancang perencanaan secara baik pada rapat pelaksanaan karya ini. Dengan harapan, apa yang disusun melalui perencanaan matang itu bisa berjalan sesuai harapan bersama yakni lancar, damai, sejahtera, penuh cinta kasih,” katanya. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana
Sukawati mengatakan, upacara Karya Agung Panca Wali Krama dan Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih ini memang rutin dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Pura Besakih ini sejatinya merupakan pura khahyangan jagat. Untuk biaya pelaksanaan memang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bali. Pada karya kali ini, pemerintah provinsi menggelontorkan dana Rp 3,9 miliar. Tetapi, tidak hanya provinsi, namun setiap kabupaten/kota se-Bali juga wajib ikut menyukseskan pelaksanaan karya ini. “Dalam rapat tadi (Selasa - red), semua kabupaten sudah menyatakan siap menyukseskan karya nanti,” katanya. Disinggung adanya erupsi jelang pelaksanaan karya, pejabat Bali 2, yang biasa disapa Cok Ace itu meminta kepada seluruh umat Hindu dan warga lainnya supaya tetap waspada. Cok Ace juga meminta supaya tidak ada lagi warga melakukan pendakian yang dipercaya dapat mengotori kesucian Giri Tohlangkir. Pasalnya, sekarang ini sudah dimulai awal karya. (nan)
Bali Post/kmb41
PANITIA KARYA RAPAT - Panitia Karya Panca Wali Krama saat melaksanakan rapat persiapan di wantilan Besakih, Selasa (22/1) kemarin.
Lagi, Gunung Agung Erupsi
Terbesar 2019, Kolom Abu Capai 2 Km Amlapura (Bali Post) Pasca-erupsi secara berturut-turut sebanyak dua kali Senin (21/1) sore, Gunung Agung pada Selasa (22/1) dini hari kembali erupsi. Namun, erupsi kali ini bisa dibilang paling besar selama beberapa kali erupsi yang terjadi tahun 2019 ini. Alasannya, kolom ketinggian abu yang dikeluarkan mencapai dua kilometer di atas puncak.
Bali Post/kmb41
PERBEKEL DILAPORKAN - Diduga kampanye, Bawaslu Karangasem melaporkan Perbekel Sinduwati Kecamatan Sidemen I Nengah Rumana ke Polres Karangasem, Selasa (22/1) kemarin.
Petugas Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Karangasem, Anwar Sidiq, Selasa (22/1) kemarin, mengungkapkan pasca-erupsi dua kali kemarin (Senin - red) memang Gunung Agung hari ini (Selasa - red) kembali erupsi yang terjadi pukul 03.42 Wita. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi ± 2 menit 25 detik. ‘’Ketinggian kolom abu erupsi tadi mencapai dua kilometer di atas puncak. Abu teramati berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal. Abu vulkanik itu mengarah ke timur dan tenggara. Erupsi yang terjadi tidak menerus,’’
ujarnya. Anwar menambahkan, sampai saat ini, aktivitas vulkanik Gunung tertinggi di Bali itu masih fluktuatif. Erupsierupsi susulan masih berpotensi terjadi. Hanya, radius bahayanya masih di areal kawasan empat kilometer. ‘’Bila ada letusan lagi, memang lontaran lava pijarnya masih berpotensi terjadi. Termasuk paparan abu vulkaniknya menyesuaikan dengan arah angin. Hanya, masih radius empat kilometer. Status Gunung Agung sampai saat ini masih level III (Siaga),’’ katanya. Sebelumnya, Kepala Sub-Bidang
Mitigasi Pengamatan Gunung Berapi Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana menjelaskan, kalau pihaknya tidak berani memastikan sampai kapan erupsi akan terjadi. Karena terjadinya erupsi itu tergantung aktivitas gunungnya. ‘’Kita tidak bisa memprediksi persis kelakuan suatu gunung api ke depannya. Kita hanya bisa mengikuti aktivitasnya, melakukan respons yang sesuai data-data yang ditunjukkan yakni erupsi masih berpotensi terjadi, dengan eksplosivitas masih rendah. Kalau data mengindikasikan potensi ancaman bahayanya meluas melebihi empat kilometer, maka rekomendasinya akan diperluas. Namun sampai saat ini, belum ada indikasi ke arah sana,’’ tegas Devy Syahbana. Salah seorang warga, Wawan, mengungkapkan jika dirinya merasa waswas dengan ancaman lahar dingin. Pasalnya, rumahnya berada di pinggir
Rumah dan ”Palinggih’’ Tertimpa Pohon
Kampanye Caleg di Masjid
Perbekel Sinduwati Dilaporkan ke Polres Amlapura (Bali Post) Perbekel Sinduwati Kecamatan Sidemen, I Nengah Rumana, dilaporkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem ke Polres Karangasem, Selasa (22/1) kemarin. Pelaporan itu dilakukan, karena perbekel asal Sidemen itu diduga melakukan kampanye dua caleg DPR-RI dan caleg DPRD Provinsi di salah satu masjid di Karangasem. Suastrawan melaporkan Perbekel Sinduwati itu ke Polres Karangasem didampingi Tim Sentra Gakkumdu yakni I Kadek Puspa Jingga dan Mertadana. Tiba di Mapolres pukul 10.30 Wita, rombongan Bawaslu Karangasem langsung masuk ke ruang Samapta untuk melaporkan kasus pelanggaran pemilu tersebut. Ketua Bawaslu Karangasem Putu Gede Suastrawan mengatakan, pihaknya menerima informasi dugaan pelanggaran pemilu di Banjar Sindu, Desa Sinduwati, Sidemen. Setelah mendapat informasi adanya video kampanye yang dilakukan Rumana pada Jumat, 28 Desember 2018 lalu, ia langsung melakukan investigasi. Kemudian ditemukan Perbekel Desa Sinduwati I Nengah Rumana berkampanye di Masjid Jami’ Al-Abror usai salat Jumat. ‘’Informasi rekaman video yang kita dapatkan langsung dikembangkan dengan melakukan investigasi ke lapangan. Dari video dan keterangan saksi-saksi, kuat dugaan yang bersangkutan tidak netral. Dia menganjurkan mencoblos calon tertentu pada pemilu nanti,’’ jelas Ketua Bawaslu Karangasem I Putu Gede Suastrawan usai melaporkan pelanggaran pemilu itu di Mapolres Karangasem. Divisi Hukum, Data dan Informasi I Kadek Puspa Jingga menambahkan, Bawaslu melaporkan kasus itu ke polisi, setelah sebelumnya melakukan klarifikasi terhadap tujuh orang saksi yang melihat langsung kejadian itu di Sekretariat Bawaslu, beberapa waktu lalu. ‘’Selain warga dan klian dusun, kita juga melakukan klarifikasi terhadap saksi ahli atas pelanggaran itu,’’ ujar Kadek Puspa Jingga. Lebih lanjut dikatakannya, atas pelanggaran itu, Bawaslu menjerat Rumana dengan Pasal 490 Undang-undang No. 7 tentang Pemilu. Ancaman hukumannya paling lama satu tahun penjara. Sedangkan dendanya maksimal Rp 12 juta. Terlapor Rumana juga direkomendasikan ke Bupati Karangasem melanggar Pasal 29 UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, khususnya huruf j yang secara tegas melarang seorang kepala desa melakukan kampanye pemilu maupun kampanye pemilihan kepala daerah. ‘’Sekarang kasusnya sudah masuk tahapan penyidikan di kepolisian,’’ tegas Jingga. (kmb41)
Telepon Penting kARANGASEM Besakih (SWIB)
0363 21791
0363 21220
PMI
0363 21789
Polsektif Karangasem 0363 23222
PDAM
0363 21363
Polsek Kota
0363 21167
PLN
0363 21711
Polsek Manggis
0363 41768
BPBD/ESR
0363 22173
Polsek Rendang
0363 23082
Badan SAR
0363 21135
Polsek Selat
0363 24187
Pemadam Kebakaran 0363 21113
Polsek Abang
0363 23330
URD RSUD
0363 21011
Polsek Kubu
0363 22988
11 RSUD
0363 21470
Polsek Sidemen
0363 21709
12 SMAN 1 Amlapura 0363 21152
Polsek Bebandem
0363 22110
13 SMAN 2 Amlapura 0363 21254
Polsek Candidasa
0363 41677
Polres Karangasem Penjagaan Polres
14 SMAN 1 Manggis
0363 41668
Polsek KP3 Padangbai 0363 41388
15 SMPN 1 Amlapura 0363 21288
Radio Suara Widya
16 SMPN 2 Amlapura 0363 21483
sungai. Apalagi, katanya, senderansenderan di pinggir sungai itu sudah mulai mengalami kerusakan. Karena itu, dirinya berharap supaya senderan yang rusak itu bisa segera diperbaiki pemerintah. ‘’Sekarang sudah mulai musim hujan. Ditambah Gunung Agung belakangan ini sering erupsi, sehingga takut jadinya hal hal buruk. Bahkan malamnya, kadang-kadang tidak bisa tidur akibat memikirkan terjangan lahar dingin,’’ ujar Wawan. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa menegaskan, akibat erupsi yang terjadi, sejumlah wilayah terpapar abu vulkanik. Di antaranya di Desa Baturinggit, Desa Sukadana, dan Desa Ban, Kecamatan Kubu. ‘’Itu baru berdasarkan laporan yang kita terima dari lapangan. Mungkin ada lagi wilayah lain yang terpapar abu vulkanik,’’ jelas Arimbawa. (kmb41)
TIMPA POHON - Pohon tumbang menimpa rumah dan palinggih warga.
Bali Post/kmb41
Amlapura (Bali Post) Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan pohon kelapa tumbang. Pohon kelapa yang tumbang itu menimpa rumah dan palinggih warga di Lingkungan Jasri Kaler, Desa Jasri, Kelurahan Subagan. Atas bencana tersebut rumah milik warga I Wayan Rambut (80) mengalami kerusakan cukup parah. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa menjelaskan, pohon kelapa yang tumbang itu menimpa rumah warga atas nama I Wayan Rambut (80). ‘’Bukan saja menimpa rumah, pohon kelapa itu juga menimpa palinggih Panunggun Karang di areal rumah itu hingga hancur. Akibat peristiwa itu, pemilik rumah mengalami kerugian belasan juta rupiah,’’ ujar I.B. Arimbawa. Selain itu, pohon jenis jambu air juga tumbang menimpa tembok panyengker milik I Putu Grantang (40) dan I Komang Gede Warsa (55).
Selain itu, robohan pohon itu juga menimpa bale kulkul dan palinggih di Pura Panti. Pohon kelapa lainnya menimpa panyengker dan garasi rumah I Made Karya (52). Selain itu juga menimpa kabel listrik PLN. ‘’Untuk perbaikan listrik itu, kami sudah berkoordinasi dengan pihak PLN,’’ ujarnya. Peristiwa itu membuat petugas BPBD itu langsung turun ke lokasi untuk membersihkan sisa-sisa pohon tumbang itu. Untuk pemotongan pohon itu diterjunkan sejumlah petugas berikutnya gergaji mesin, alat pemotong kayu. Sekarang ini petugas sudah berhasil mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang itu. ‘’Sehingga arus lalu lintas sudah normal kembali,’’ tambahnya. Untungnya, petugas dalam upaya penanganan sisa-sisa pohon tumbang yang menimpa rumah warga itu dibantu sepenuhnya pemilik rumah. (kmb41)
Salurkan Bansos
Dinsos Bersinergi dengan Polres
Amlapura (Bali Post) Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada orang-orang yang kurang mampu di Karangasem akan dilakukan dengan sistem kerja sama. Kerja sama itu merupakan sinergi antara Dinas Sosial (Dinsos) dengan Polres. Strategi sinergi itu menjadi pilihan untuk mengawal penyaluran bansos itu agar tepat sasaran. Karena itu, perlu adanya langkah-langkah pengawasan utamanya terkait penyaluran bansos itu. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karangasem, Ni Ketut Puspa Kumari, mengatakan, kerja sama dengan Polres dilakukan merupakan langkah konstruktif dalam rangka pengawasan saluran bansos tahun 2019 agar golnya tepat. Dengan adanya kesepakatan bersinergi dengan Polres Karangasem, penyaluran bansos itu dipercaya lebih baik. “Kesepakatan bersama ini dilakukan mengingat jumlah dana bansos yang akan disalurkan itu tidak sedikit. Jumlahnya mencapai Rp 54,3 triliun. Jumlah ini jauh meningkat dari tahun sebelumnya,” ungkapnya. Puspa Kumari mengatakan, dana bansos ini memiliki peranan sangat penting khususnya akan menjadi sangat berguna untuk masyarakat yang
kurang mampu. Dana itu nantinya bisa digunakan untuk berbagai jenis, bentuk program kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu. Dengan cara itu, dipercaya dana bansos itu jadi tepat sasaran. “Petugas kepolisian kami harapkan ikut mengawasi. Pengawasan itu sangat penting, untuk meminimalisir terjadi penyimpangan dana bansos itu. Sebab, ada keterbatasan SDM Kemensos, untuk meng-cover sampai di tingkat pelosok-pelosok desa,’’ ujar Puspa Kumari. Jadi, kita bersama-sama berharap penyaluran bansos itu bisa tepat sasaran dan lancar dengan melibatkan aparat kepolisian. Kapolres Karangasem, AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom, menyatakan, kerja sama itu sebagai wujud pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Karangasem. Dalam kerja sama itu, pihak kepolisian akan bertindak sebagai pemberi bantuan keamanan dalam penyaluran bantuan sosial itu. Selain itu, akan ada kerja sama pertukaran data dan informasi, pengamanan bantuan sosial, termasuk penegakan hukum. (kmb41)
Bali Post/kmb41
KERJA SAMA - Dinas Sosial bersinergi dengan Polres dalam penyaluran bansos kepada warga kurang mampu agar tepat sasaran.
12
KLUNGKUNG
Rabu Pon, 23 Januari 2019
Pelanggaran Zona Pemasangan APK
Bawaslu Nilai Banyak Caleg Membandel Semarapura (Bali Post) Bawaslu Klungkung kembali melakukan penertiban APK (Alat Peraga Kampanye), Selasa (22/1) kemarin. Proses penertiban dilakukan bersama lembaga terkait, seperti Satpol PP, jajaran kepolisian dan TNI Kodim 1610/Klungkung. Dari proses penertiban itu, ternyata banyak upaya penertiban dilakukan di lokasi yang sama. Caleg yang sebelumnya memasang APK yang sudah ditertibkan, nampaknya membandel dengan memasang kembali APK di tempat yang sama. Ketua Bawaslu Klungkung Komang Artawan mengatakan, proses penertiban dilakukan dari Desa Selat ke selatan hingga di simpang empat Watu Klotok. Dari penertiban sepanjang jalur ini, sedikitnya ada sebanyak 30 baliho dan lima bendera yang dibongkar paksa, karena tidak mengindahkan peringatan Bawaslu Klungkung agar diturunkan sendiri. “Sudah empat kali kami layangkan surat peringatan, tetapi tidak juga diturunkan,” kata Artawan. Proses penertiban dilakukan tanpa perlawanan. Ada beberapa caleg yang datang, memastikan APK-nya apakah ditertibkan atau tidak. Tetapi, meski banyak APK yang ditertibkan, tidak ada caleg yang protes. Salah satunya, Dewa Nida yang sempat datang saat penertiban. Caleg Golkar dapil Kecamatan Klungkung ini, melihat langsung baliho atau spanduk miliknya yang diberangus petugas penertiban. Hanya ada benderanya yang terpaksa ditertibkan karena melanggar zona. Artawan menegaskan, dari semua APK yang ditertibkan bentuk pelanggaran didominasi pelanggaran zona pemasangan. Ini paling banyak dilanggar oleh sejumlah caleg provinsi. Mereka sesungguhnya sesuai aturan, dikatakan sudah memiliki zona sendiri untuk pemasangan APK, tetapi, justru banyak APK dipasang pada zona caleg kabupaten. Sehingga menjadi catatan pelanggaran dari PPD (Pengawas Pemilu Desa/Kelurahan). Laporan PPD ini disampaikan kepada Panwascam di setiap kecamatan, baru direkomendasikan kepada Bawaslu Klungkung, untuk bersama-sama dilakukan penertiban bersama lembaga terkait. Menanggapi banyaknya caleg yang membandel seperti itu, Artawan menegaskan, tetap akan menggunakan alur penanganan sesuai ketentuan Bawaslu Klungkung. Apabila setelah ditertibkan, APK-nya diangkut kemudian diambil lagi dan dipasang lagi, mekanisme awal mesti tetap dijalankan. Artinya, kembali Panwascam melakukan pengawasan di lapangan. Apabila masuk kategori melanggar, maka Panwascam memberikan peringatan sebelum dilakukan penertiban. “Jelas kami tetap memberi peringatan lagi terhadap objek pemasangan APK yang diduga melanggar. Sepanjang itu melanggar, maka siap ditertibkan,” tegasnya. Dia meminta para caleg mematuhi, peraturan zona pemasangan. Sebab, aturan zona sejatinya sudah ditetapkan dalam surat keputusan KPU Kabupaten. (kmb31)
PENERTIBAN - Petugas saat melakukan upaya penertiban APK.
Pohon Tumbang Hantam Pengendara Motor, Rumah hingga Kos-kosan
Semarapura (Bali Post) Hujan disertai angin kencang kembali merepotkan petugas BPBD Klungkung, Selasa (22/1) kemarin. Pohon tumbang terjadi sejak pagi hingga sore, bahkan dampaknya membuat pengendara sepeda motor jatuh tertimpa pohon hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Di tempat lain, ada juga rumah warga hancur. Kepala BPBD Klungkung Putu Widiada mengatakan, penanganan pohon tumbang pertama dilakukan di Jalan Raya Kusamba, Kecamatan Dawan. Namun, pohon tumbang ini dapat ditangani dengan mudah, sehingga akses jalan setempat menjadi kembali lancar. Penanganan menerjunkan puluhan personel, lengkap dengan peralatan seperti senso dan lainnya. Selesai penanganan di tempat tersebut, laporan pohon tumbang kembali masuk dari warga Banjar Pegatepan, Desa Gelgel, sekitar pukul 12.30 Wita. Pohon jenis jati itu, menimpa rumah kos-kosan di sekitarnya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara total kerugian belum dapat dipastikan. Penanganan pohon tumbang kembali dilanjutkan di Jalan Ngurah Rai, Semarapura. Personel harus bergerak cepat, sebab pohon tumbang jenis kelapa itu menghantam pengendara sepeda motor Wayan Mudiarta asal Perum Bumi Sasih, Batu Bulan, Gianyar. Mudiarta yang bekerja sebagai staf Dinas Sosial Klungkung ini pun langsung dilarikan ke RSUD Klungkung, guna mendapat perawatan. Dia diantar masih dalam keadaan sadar dan mengeluh sakit pada bagian dada. Ditemui di rumah sakit, anak korban Wayan Eka Dharma Putra, menyampaikan ayahnya keluar untuk membeli makan. Dari hasil pemeriksaan tim medis, disampaikan kondisinya baik-baik saja. Korban hanya mengalami shock. “Sekarang sudah sadar, hanya luka lecet pada paha kanan,” katanya. Penanganan pohon tumbang juga dilakukan di Banjar Tengah Desa Timuhun dan Desa Nyalian Kecamatan Banjarangkan. Seluruhnya dapat tertangani dengan baik. Tidak ada korban jiwa dalam rangkaian peristiwa pohon tumbang selama sehari kemarin. Namun, ada pula laporan senderan jebol dari warga. Seperti panyengker Pura Subak Abian Watu Giri dan beberapa tiang listrik tumbang ke tengah jalan di sejumlah tempat. Sebelumnya, cuaca buruk hujan lebat disertai angin kencang, sempat memakan korban jiwa, Kamis (17/1) lalu. Korban yang tertimpa pohon santan Putu Gede Saptawan (44), warga asal Banjar Lebah, Kelurahan Semarapura Kangin, di Jalan Raya Banjar Losan-Banjar Lepang, Desa Takmung, Klungkung, meninggal dunia, setelah mendapat perawatan di RSUD Klungkung. Warga diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat belakangan semakin sering turun hujan disertai angin kencang. (kmb31)
ANGIN KENCANG - Petugas saat melakukan penanganan pohon tumbang akibat angin kencang yang melanda Klungkung, Selasa (22/1) kemarin.
KUNJUNGI PASIEN - Bupati Suwirta saat mengunjungi salah satu pasien demam berdarah yang masih anak-anak di RSUD Klungkung. Sejak beberapa hari lalu hingga Selasa (22/1) kemarin, berdasarkan data di RSUD Klungkung sudah ada sebanyak 24 pasien menderita DB.
Demam Berdarah Mewabah, Pasien Terus Bertambah
Semarapura (Bali Post) Penderita demam berdarah (DB) kini terus bertambah. Sejak beberapa hari lalu hingga Selasa (22/1) kemarin, berdasarkan data di RSUD Klungkung sudah ada sebanyak 24 pasien menderita DB, sehingga harus mendapat perawatan intensif dari pihak rumah sakit. Dinas Kesehatan pun terus mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan. Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma mengatakan, dari 24 pasien DB, 16 pasien di antaranya dengan pendarahan dan sisanya delapan pasien tanpa pendarahan atau bercak darah, tetapi sudah tergolong DB karena gejalanya menunjukkan terus terjadi penurunam trombosit, meski belum bisa dipastikan apakah virusnya sudah masuk ke dalam sel darahnya. “Sebagai langkah antisipasi, kami sudah menyiapkan satu ruangan lagi untuk pasien anak-anak. Sementara pasien dewasa sudah cukup dengan tiga sal. Ini belum termasuk siklus lima tahunan,” kata dr. Nyoman Kesuma. Fenomena DB saat ini, juga dikatakan belum termasuk KLB (Kejadian Luar Biasa). Sebab, sebaran pasien penderita DB masih merata di tiga kecamatan, yakni Kecamatan
Klungkung, Dawan dan Banjarangkan. Jika penderita DB ngumpul dalam satu wilayah dan terus meluas, ini bisa mendekati KLB. Sehingga agar dampaknya tidak kian meluas, upaya-upaya pencegahan harus semakin intensif dilakukan di sekitar wilayah rumah pasien DB. Kepala Dinas Kesehatan dr. Ni Made Suapatni mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak RSUD Klungkung untuk memperoleh detail data para pasien. Sebab, data dari data Dinas Kesehatan, orang yang positif DB itu rupanya baru satu orang. Sebagai tindak lanjut dari mewabahnya DB ini, Dinas Kesehatan sudah bergerak cepat melakukan fogging, khususnya di sekitar rumah pasien DB. Merebaknya demam berdarah ini, sudah terjadi secara nasional.
Dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ini, diminta seluruh kepala dinas kesehatan provinsi maupun kabupaten, untuk siaga menghadapi kasus DB. Setiap daerah diimbau untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN). PSN dapat dilakukan melalui kegiatan menguras, menutup dan memanfaatkan kembali barang bekas, plus mencegah gigitan nyamuk dengan cara mengimplementasikan gerakan 1 rumah 1 juru pemantau jentik (Jumantik). Selain itu, juga meningkatkan surveilans kasus dan surveilans faktor risiko terhadap kejadian DB, di antaranya melalui kegiatan pemantauan jentik berkala, menyediakan bahan insektisida dan larvasida untuk pemberantasan nyamuk dan jentik. Kunjungi Pasien Di sisi lain, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta juga menunjukkan simpati dengan datang langsung ke ruang perawatan pasien di RSUD
Klungkung, Selasa kemarin. Bupati meninjau pasien yang terserang DB di Ruang Durian dan bertemu pasien Dewa Ayu Trihana Windhu Suhita (1) dari Banjar Tusan Kawan, Kecamatan Banjarangkan. Selain itu, juga di Ruang Jambu, dengan pasien Luh Kadek Sri Indah Yani (20) tinggal di Banjar Kaleran, Desa Manduang. Bupati Suwirta mengimbau masyarakat terkait situasi musim hujan ini, bahwa siklus demam berdarah selalu ada, walaupun mengalami puncak pada lima tahun sekali. Sesuai program pemerintah yakni 100-0-100, salah satunya 100 persen sanitasi harus dibereskan segera dan 0 persen kawasan kumuh harus dituntaskan, sehingga nantinya tidak ada ruang bagi nyamuk penyebab DB berkembang biak. “Saya segera merapatkan ini dengan dinas terkait, agar segera melakukan identifikasi terhadap tempat-tempat yang sanitasinya kurang bagus, kawasan kumuh dan yang penting lagi sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus sering diberitahukan ke kepada masyarakat,” katanya. (kmb31)
Hanya di Suana dan Batununggul
Petani Rumput Laut yang Masih Bertahan Semarapura (Bali Post) komoditi lainnya untuk menunjang pariwisata Rumput laut dulu sempat menjadi ikon kepu- setempat, seperti budi daya kepiting, kerapu lauan Nusa Penida. Tetapi, kini perlahan budi dan lainnya. Tujuannya adalah bagaimana daya rumput laut mulai ditinggalkan. Budi daya mewujudkan petani rumput laut sebagai rumput laut kini hanya bertahan di Desa Suana daya tarik wisata, bukan petaninya ramaidan Batununggul. Pemerintah daerah kini beru- ramai beralih profesi meninggalkan budi daya paya untuk mengembangkan kembali budi daya rumput laut. rumput laut agar tidak punah. Padahal, selain Durma menambahkan, untuk menggarap berdua desa di atas, dulu sempat berkembang pesat sama-sama budi daya rumput laut ini, pihaknya di beberapa desa, seperti Lembongan, Jungut juga berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Batu, Ped hingga Kutampi Kaler. Kelautan Provinsi Bali. Karena membangun Penurunan drastis hasil produksi mulai paling kembali budi daya rumput laut ini menjadi tangterasa pada akhir tahun 2016. Kini, pemerintah gung jawab bersama. daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Produksi rumput laut sempat berjaya pada Perikanan Klungkung proaktif mencarikan pas- beberapa tahun silam. Tahun 2013 tercatat ar, agar hasil produksi dapat terserap maksimal jumlah produksinya mencapai 100.859,5 ton, untuk merangsang kembali budi daya rumput tahun 2014 jumlah produksinya menurun laut. menjadi 83.780,8 ton, tahun 2015 sempat naik Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peri- lagi menjadi 106.295,5 ton, tahun 2016 juga di kanan I Wayan Durma, Selasa (22/1) kemarin, angka yang sama 106.295,5 ton dan tahun 2017, mengatakan sempat menghadirkan calon pem- mulai mengalami penurunan produksi sebanyak beli yang sudah punya pabrik. Salah satunya 597,7 ton. Sementara data tahun 2018, masih dari Patas, Singaraja. Pengusaha ini dikatakan belum diinput. Hasil kasiap membeli rumput laut yang kering atau jian menunjukkan penubasah untuk diolah menjadi produk kosmetik. runan produksi rumput “Mereka siap membeli hasil produksi sebanyak- laut disebabkan faktor banyaknya. Ini salah satu masalah dasar kita. cuaca, perkembanKalau berproduksi, tentu harus ada pembeli gan pariwisata, dan dengan harga sesuai perkembangan pasar,” kata sulitnya regenerasi Durma, saat ditemui di ruangannya. petani. (kmb31) Menurutnya, hasil survei menggunakan kuisioner di Kecamatan Nusa Penida, masyarakat sebagian besar, kata dia, ingin terjun kembali dalam budi daya rumput laut. Melihat hasil itu, demikian juga potensi alam dan komitmen Bupati Nyoman Suwirta untuk merevitalisasinya, budi daya rumput laut ini harus dilanjutkan. Setelah di Lembongan, ada dua tempat lagi yang menjadi sasaran sosialisasi hasil kajian, yakni di Desa Suana dan Batununggul. Hasil kajian demplot tentang rumput laut ini, harus diketahui masyarakat. Menurutnya, harus ada sinergis antara budi daya rumput laut dengan pariwisata. Bentuk sinergi ada banyak cara. Misalnya, dengan rumput laut yang diolah menjadi produk tertentu yang menarik wisatawan, membagi zona-zona budi daya sebagai daya tarik BERTAHAN - Salah satu petani rumput laut di Desa wisata, hingga menawarkan Batununggul saat memperlihatkan hasil budi dayanya. petani rumput laut untuk Hanya petani rumput laut di Suana dan Batununggul sekaligus mengembangkan Kepulauan Nusa Penida yang masih bertahan.
TANDA TANGAN - Bupati Suwirta saat melakukan penandatanganan MoU Pemkab Klungkung dengan STP Bali, Selasa (22/1) kemarin. MoU ini berisi Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Program Pembangunan Daerah Kabupaten Klungkung.
Tingkatkan Pembangunan Kepariwisataan, Pemkab Klungkung MoU dengan STP Bali BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali Dewa Gede Ngurah Byomantra melakukan penandatanganan MoU Pemkab Klungkung dengan STP Bali, Selasa (22/1) kemarin. MoU ini berisi Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Program Pembangunan Daerah Kabupaten Klungkung, bertempat di Gedung Widyatula, Kampus STP Nusa Dua Bali. Ini dalam rangka pelaksanaan Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta meningkatkan pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Klungkung. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam arahannya berharap, lewat Tri Dharma Perguruan Tinggi ini ada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata, peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan, dan pengembangan informasi pariwisata sesuai dengan pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Klungkung. “Apa yang ada di perguruan tinggi bisa diimplementasikan nanti ke lapangan, baik itu menciptakan potensi baru maupun memanfaatkan potensi yang sudah ada,” ujar Bupati Suwirta. Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bali (STP) Bali Dewa Gede Ngurah Byomantra mengatakan, Kabupaten Klungkung yang memiliki potensi besar dalam dunia kepariwisataan, melalui penandatanganan MoU ini, STP Bali bisa memperluas area pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian ke masyarakat di bidang pariwisata yang juga bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa. “Mudah-mudahan kami selaku lembaga pendidikan, mampu berkontribusi besar terhadap pembangunan kepariwisataan khususnya di Kabupaten Klungkung,” ujar Byomantra. Tidak hanya penandatanganan, Bupati Suwirta sekaligus menjadi motivator atau narasumber, memberikan kuliah umum tentang Kewirausahaan dengan mahasiswa STP Bali. Turut hadir dalam acara tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ida Bagus Sudarsana, semua Staf Ahli Bupati, Mahasiswa STP Bali, dan undangan lainnya. (ad871)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Pon, 23 Januari 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dcr Admin/ Sopir/ Asisten WA 089605581996
B.BP.004.01.19.0000831
Dcr Guru SD/PGSD bisa Kerja Team.082145707300,085237089296 B.BP.001.01.19.0000827
Karyawati Packing,Sopir L300 Sales,Admin,Max25Th,Single,sdg TdkKuliah.HnySMS:081999251555
B.BP.001.01.19.0000825
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
B.BP.004.01.19.0000798
Cr:Pembantu Masak u.RM di Legian,adaGaji+Tip081236109808
Dcr 3PRT,3Tk Kbn,2Spr, 2 Satpam Hub.Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II / 21X Krbkn Ph.4731979
B.BP.154.01.19.0000854
Dicari Karyawan Laundry di Kerobokan Hub: 082147086628
B.BP.166.01.19.0000874
Dcr Admin Wanita, Jl.Pendidikan No.64 Sidakarya Denpasar
B.BP.001.01.19.0000820
Dcr Akunting Pengalaman/Admin, Kasir, Pramuniaga,Supir Pribadi 081939084292 CV dayusini
B.BP.001.01.19.0000824
Dibutuhkan Staf Admin,Laki/Perempuan Pend S1,Berpengalaman, Menguasai Komputer (Ms.Word/ Exel/Offc).Gaji 3,8-6Jt, Penempatan Jimbaran 0361-4465228
B.BP.001.01.19.0000702
Dicari Administrasi Dan Pembukuan Wanita.Kirim Email CV ke Razankarya@yahoo.com Telp:085738481065
B.BP.001.01.19.0000818
Dcr Manager Restoran yg brpeng bs Bhs.Inggris/081237894646
B.BP.154.01.19.0000849
Dicari Pembantu RT Jujur, Rajin Hubungi:085738481065 B.BP.001.01.19.0000819
Garmen Bth Sgr Tng Srbutn Pria Hub.08179728394/087860964775
B.BP.001.01.19.0000826
Leading Cargo Company Looking for CS.Able to Work as a Team, able in English Speaking & Writing. Work Experience in Cargo Company is Priority.Send CV to:info@bayusbalicargo.com
PT.Bali Surya Utama Membthkan Sales Mrkting.Hub:085100807916
B.BP.001.01.19.0000812
Pelaksana Sipil Untuk Proyek Villa STM/S1 bisa CAD. Hub:484670 Jl.Pulau Galang 28
B.BP.001.01.19.0000817
Sopir Pariwisata,Dom Dps,Jujur & basic English WA:08123841130
B.BP.004.01.19.0000828
Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.04
Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
Dcr Penjahit berpglman(Chiffon Rayon,Katun),Tk.Ukur,Tk.Potong & Pengepul Jahit di Jln.Pulau Ambon No.25 S Dps.081298337776
BIRO JASA
SERVICE
DIJUAL RUMAH
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
RUPA-RUPA
B.BP.001.01.19.0000799
B.BP.004.01.19.0000663
Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.02
B.BP.001.01.19.0000822
B.BP.001.01.19.0000779
Satpam Waker. Lamaran datang langsung ke Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818
G.06
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL BMW
Djl BMW X5 XDrive 301AT Abu2 Metalik KM41200 Th’2009 Istmwa Jarang Pakai Hub.08123812222
G.07
Dijual Rmh Jl.Palma Jimbaran DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub:08174792678/081805374433
G.03
B.BP.004.01.19.0000829
Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.05
DIJUAL MOBIL
DISEWAKAN GEDUNG Dikontrakan Gedung+Gudang Lok.Mertanadi No.101 Kerobokan LT/LB 3500/3900m2,08123812222 B.BP.153.01.19.0000860
B.BP.153.01.19.0000861
Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp.081238553358 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.01
Dcr karyawan/ti Pss:Marketing Remedial,Teller,Sopir.Lam lsng ke PT.BPR Mitra Bali Mandiri Jl.Raya Kapal Mengwi Badung Interview lsg Hub.081238170333
B.BP.004.01.19.0000864
Yamaha Bisma Dicr:1.Mekanik 2.Supir SIM B1, 3.Kasir Hub.T.Umar 142 DPS
Informasi pasang iklan Telepon
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH 1 Ha di Kristal Bay View NusaPenida,SHM,H.081236296636 B.BP.001.01.19.0000865
Tnh Kav.1&1,5 Are Lok.Jimbaran TP,Hrg Damai,Hub.087877666655 B.BP.001.01.19.0000823
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.01.19.0000764
KEHILANGAN Buku Keur Daihatsu Pickup’2016 DK-9739-BR An.Ni Nyoman Aryani B.BP.001.01.19.0000814
Hlg BPKB Avanza Htm DK 800 LE Nosin:DH24132 Noka: MHFM1BA3JBK304054 An.Henny Sudarmaeni Raharjo B.BP.004.01.19.0000821
Innova Reborn G’2016 Matic BUC Jl.Sudirman Fs.3 (dpn Unud)
Jual: Tanah 8,3are, Merdeka Raya dkt Siloam Hospital, Sunset Road harga Dbwh NJOP Hub.0811902229
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
B.BP.001.01.19.0000866
B.BP.001.01.19.0000875
B.BP.001.12.18.0000879
TOYOTA
BIRO JASA
BANGLI
14
Rabu Pon, 23 Januari 2019
Keluarga Bersyukur, Susrama Dapat Perubahan Masa Hukuman Dari Seumur Hidup Jadi 20 Tahun
Bangli (Bali Post) -
Nyoman Susrama, terpidana seumur hidup atas kasus pembunuhan berencana terhadap seorang wartawan, mendapatkan pengurangan masa hukuman. Berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) 29 Tahun 2018 tentang pemberian remisi perubahan masa hukuman dari pidana penjara seumur hidup menjadi pidana sementara, Susrama yang telah dijatuhi hukuman seumur hidup kini menerima perubahan hukuman menjadi pidana sementara selama 20 tahun. Adanya pemberian perubahan masa hukuman tersebut disambut baik pihak keluarga Susrama. Pihak keluarga mengaku sangat bersyukur atas adanya keringanan masa pidana yang diberikan Presiden. Kepala Rutan Kelas IIB Bangli Made Suwendra, Selasa (22/1) kemarin mengatakan, Keputusan Nomor 29 Tahun 2018 tentang pemberian remisi perubahan hukuman dari pidana penjara seumur hidup menjadi pidana sementara ditetapkan Presiden tertanggal 7 Desember 2018. Berdasarkan keputusan presiden tersebut, Susrama
mendapat perubahan masa hukuman, dari pidana penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara selama 20 tahun. Meski demikian hingga saat ini Suwendra mengaku belum bisa memastikan kapan tanggal pasti Susrama bisa menghirup udara bebas. Sebab ada perbedaan tanggal penahanan di kepolisian dengan tanggal penahanan
yang tercantum dalam surat Salinan Dirjen tentang pelaksanaan Kepres itu. “Belum bisa dipastikan, saya masih harus koordinasikan dengan pimpinan di kantor wilayah dan pusat,” terangnya. Dikatakan Suwendra, Susrama yang ditahan sejak 26 Mei 2009 bisa mendapatkan perubahan masa hukuman, karena beberapa pertimbangan. Di
antaranya karena selama menjalani masa pidana, adik kandung mantan Bupati Bangli Nengah Arnawa itu berkelakuan baik dan produktif. Di samping itu yang bersangkutan juga disiplin mengikuti program pembinaan, serta tidak pernah melakukan pelanggaran tata tertib di rutan. Suwendra mengatakan perubahan hukuman pidana seperti yang didapatkan oleh Susrama bisa diajukan oleh seluruh napi yang memiliki masa pidana lama dan merasa pidananya tidak adil. Namun keputusan pemberian perubahan hukuman pidana, ada di tangan Presiden. Mengenai adanya keputusan presiden tentang pemberian remisi perubahan hu-
Keluarga Bersyukur Sementara itu, perubahan masa hukuman yang diterima Susrama disambut baik oleh pihak keluarga. Kakak kandung Susrama, Nengah Arnawa mengaku sudah mengetahui informasi itu beberapa waktu lalu. Walau demikian, dia mengaku sengaja diam karena tidak ingin membuat polemik. Menurutnya, sudah sewajarnya Susrama mendapat penguran-
gan masa hukuman, lantaran selama menjalani pidana Susrama berkelakuan baik. Kepada Bali Post, Arnawa juga mengatakan bahwa sampai saat ini dirinya dan keluarganya meyakini Susrama tidak bersalah dalam kasus kematian wartawan Radar Bali A.A. Prabangsa. Dia bahkan berani bersumpah, adiknya bukanlah otak pembunuhan. “Saya berani sumpah tujuh keturunan Nyoman tidak membunuh,” jelasnya. Mantan Bupati Bangli itu menganggap hukuman yang telah dijalani Susrama selama hampir 10 tahun adalah musibah. Baginya musibah dapat terjadi di mana saja, kapan saja dan menimpa siapa saja. Meski demikian, dirinya
tetap bersyukur pemerintah saat ini bisa bersikap objektif. Arnawa mengungkapkan, untuk bisa mendapat pengurangan masa hukuman terhadap adiknya, pihak keluarga telah mengusulkan ke pemerintah sejak lima tahun lalu. Usulan pengurangan masa hukuman, diajukan keluarga setiap tahun. Salah satu dasar pengusulan karena Susrama berkelakuan baik dan rajin selama menjalani pidana penjara. Bahkan Susrama juga mampu menjadi contoh narapidana lain di rutan. Ke depan, Arnawa mengharapkan suatu saat nanti aparat penegak hukum dapat menemukan pelaku sebenarnya dari kasus kematian Prabangsa. (kmb40)
KEPALA Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Depkum HAM Bali Slamet Prihantara membenarkan, bahwa nama Nyoman Susrama masuk dalam daftar grasi dari Presiden RI Joko Widodo. Terpidana seumur hidup dalam kasus pembunuhan wartawan, AA Prabangsa itu, mendapatkan pengampunan dari Presiden. Susrama beralih menjadi tahanan sementara atau menjadi 20 tahun penjara. Namun demikian, pihaknya akan meneliti kembali grasi tersebut, agar tidak salah
dalam mengambil keputusan. Pasalnya grasi itu wewenang Presiden dan secara administrasi juga kewenangan pusat. Kewenangan Presiden itu diatur dalam UU No. 22 Tahun 2002 dan Perubahannya UU No. 5 Tahun 2010 tentang grasi. Yang dapat mengajukan grasi adalah terpidana yang telah memperoleh putusan pengadilan dan berkekuatan hukum tetap. Sementara dalam siaran persnya, AJI Denpasar menyesalkan pemberian grasi terhadap otak pembunuhan
jurnalis AA Prabangsa. Pasalnya itu dinilai suatu langkah kemunduran terhadap penegakan kemerdekaan pers. Apalagi, publik paham betul bahwa aksi pembunuhan terhadap wartawan itu begitu sulitnya diungkap oleh Reskirmum Polda Bali. Sehingga pemberian grasi itu dinilai bisa melemahkan penegakan kemerdekaan pers, karena setelah 20 tahun akan menerima remisi dan bukan tidak mungkin nantinya akan menerima pembebasan bersyarat. (kmb37)
kuman dari pidana penjara seumur hidup menjadi pidana sementara itu, Suwendra mengatakan, Susrama sudah mengetahuinya. Meski demikian, respons yang bersangkutan dikatakan tetap biasa-biasa saja. “Ya dia bersyukur saja,” pungkasnya.
Kadivpas Benarkan Susrama Dapat Grasi
Revitalisasi Pasar Singamandawa Dimulai Tahun Ini
Ratusan Pedagang akan Direlokasi Bali Post/kmb40
LONGSOR - Petugas kepolisian bersama warga membersihkan material pohon bambu yang tumbang terseret longsor di jalan jurusan Desa Demulih-Banjar Lebah.
Diguyur Hujan, Pohon Tumbang di Sejumlah Titik
Bangli (Bali Post)Hujan deras yang mengguyur wilayah Bangli sejak Senin (21/1) hingga malam telah memicu terjadinya bencana longsor dan pohon tumbang di sejumlah titik. Di Kecamatan Susut, tanah longsor mengakibatkan jalan penghubung Dusun Demulih menuju Banjar Lebah tak bisa dilalui kendaraan. Arus lalu lintas di Jalan jurusan Desa Undisan-Desa Peninjoan di Kecamatan Tembuku juga sempat terganggu akibat adanya pohon tumbang. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Selasa (22/1) kemarin mengatakan,
longsor di jalan jurusan Desa Demulih-Banjar Lebah diketahui warga terjadi sekitar pukul 23.00 Wita. Longsor dipicu akibat tanah milik I Nyoman Tolih, warga Dusun Demulih yang ada di pinggir jalan cukup labil, setelah terus menerus diguyur hujan. Tak hanya tertimbun material tanah, badan jalan yang ada di lokasi juga tertimbun rumpun bambu yang ikut terseret saat longsor terjadi. Dikatakan Sulhadi, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material yang diderita pemilik lahan yang mengalami longsor diperki-
rakan mencapai Rp 5 juta. Untuk menanggulangi bencana itu, warga bersama petugas Bhabinkamtibmas dan petugas terkait lainnya telah melakukan pembersihan secara gotong royong. “Pengerjaan masih berlangsung,” kata Sulhadi siang kemarin. Selain di jalur DemulihLebah, pohon tumbang terjadi di jalan raya jurusan Kayuambua-Kintamani, tepatnya di depan Puskesmas Susut 1 Kayuambua. Arus lalin agar tak terganggu, petugas kepolisian dari Polsek Susut langsung melakukan pemotongan dan pembersihan material pohon
Kendal yang tumbang dan melintang di jalan. Sulhadi mengatakan, terhadap banyaknya bencana yang terjadi akibat dampak hujan deras akhir-akhir ini, Kapolsek Susut AKP Ida Bagus Ketut Karyawan telah memerintahkan para Bhabinkamtibmasnya untuk selalu monitor situasi di desa binaannya masing-masing. Para Bhabinkamtibmas diharapkan segera turun ke lapangan apabila terjadi bencana alam. “Bhabinkamtimbas diharapkan segera dapat membantu dengan cepat warga yang kena dampak dari bencana alam,” kata Sulhadi. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli telah melakukan klarifikasi terhadap Perbekel Dausa I Ketut Samiarta dan tiga bendesa di wilayah Desa Dausa, Kintamani, terkait surat undangan simakrama yang ditandatangani Perbekel Dausa untuk salah seorang calon anggota DPRRI. Sesuai hasil klarifikasi dan koordinasi dengan Sentra Gakumdu, diputuskan bahwa tindakan Perbekel Dausa belum memenuhi unsur pidana pemilu. Meski demikian, Bawaslu tetap merekomendasikan sanksi administrasi terhadap perbekel dan tiga bendesa di Desa Dausa itu. Ketua Bawaslu Bangli Nengah Purna didampingi Komisioner Bawaslu Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran Nengah Mudana Atmaja, Selasa (22/1) kemarin mengatakan, Perbekel Dausa dan tiga bendesa yakni Bendesa Adat Dausa I Gede Lanus, Bendesa Desa Pakraman Lateng I Putu Santika, Bendesa Adat Cenigan I Putu Arioka telah dimintai klarifikasi pada Jumat lalu. Hasil klarifikasi itu kemudian dikoordinasikan oleh Bawaslu dengan Sentra Gakumdu. Berdasarkan koordinasi itu, diputuskan bahwa tindakan Perbekel Dausa belum memenuhi unsur tindak pidana pemilu, karena tidak cukup
bukti. Surat undangan simakrama yang ditandatangani Perbekel Dausa untuk salah satu caleg belum sempat tersebar dan kegiatan simakrama batal digelar. “Kegiatan simakrama itu batal digelar karena adanya upaya pencegahan dari PPDK (Pengawas Pemilu Desa Kelurahan) bersama Panwascam. Kalau sampai simakrama jadi dilaksanakan, ya... Perbekel Dausa bisa kena unsur pidana,” terangnya. Dijelaskan Purna, jika kegiatan simakrama saat itu tetap jadi digelar, Perbekel Dausa terancam melanggar UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Sesuai aturan, seorang perbekel/kepala desa dilarang ikut kampanye dan berpolitik praktis. Jika terbukti melakukan tindakan demikian, perbekel bisa terancam dikenai sanksi pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp 12 juta. Meski tindakan Perbekel Dausa dinyatakan tidak memenuhi unsur pidana pemilu, Bawaslu tetap merekomendasikan sanksi administratif. Untuk penjatuhan sanksi terhadap Perbekel Dausa, Bawaslu akan melayangkan rekomendasi ke Bupati. Bentuk sanksinya berupa teguran agar yang bersangkutan tidak mengulanginya lagi. Sementara untuk sanksi terhadap Bendesa, Bawaslu akan melayangkan rekomendasi ke
Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP). Bentuk sanksinya diserahkan sepenuhnya kepada lembaga tersebut. “Sanksinya terserah. Yang jelas peringatan. Bendesa tidak boleh mengarahkan warga masyarakat berpihak ke salah satu paslon,” jelasnya. Rencananya surat rekomendasi tersebut akan dilayangkan ke Bupati dan MMDP, Rabu (23/1) hari ini. Ditambahkan Purna untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa, pihaknya kembali mengimbau kepada seluruh perbekel dan aparat desa di Kabupaten Bangli untuk bersikap netral, tidak berkampanye dan tidak ikut berpolitik praktis. Untuk mencegah terjadinya pelanggaran, selain melakukan sosialisasi, Bawaslu Bangli selama ini telah mengingatkan para perbekel dengan cara bersurat. Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Perbekel Dausa dan tiga Bendesa tersebut diundang untuk dimintai klarifikasi menyusul adanya informasi dari Pengawas Pemilu Desa Kelurahan (PPDK) soal rencana kegiatan simakrama salah satu Caleg PDI Perjuangan Nyoman Parta di Desa Dausa. Sesuai surat undangan yang ditandatangani Perbekel Dausa dan ditunjukan untuk krama di ketiga desa adat tersebut, kegiatan simakrama itu rencananya
dilaksanakan pada Minggu (13/1) lalu. Namun pada akhirnya, simakrama batal dilaksanakan, setelah PPDK dan Panwascam melakukan upaya cegah diri. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Rencana Pemkab Bangli merevitalisasi Pasar Singamandawa dengan konsep berintegrasi dengan pariwisata dan pertanian, akan dimulai pada tahun ini. Sesuai perencanaan, pasar yang dirancang bertingkat tiga lantai itu akan dikerjakan selama dua tahun dengan pola pekerjaan tahun jamak. Terkait rencana itu, Pemkab sudah memikirkan mengenai rencana relokasi pedagang. Selama proses pengerjaan pasar berlangsung, ratusan pedagang yang menempati los rencananya akan dipindah sementara ke areal pasar bagian atas. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli Nengah Sudibya, Selasa (22/1) kemarin mengatakan, untuk membangun dan merevitalisasi Pasar Singamandawa, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 70 miliar. Pembangunannya akan dilakukan dengan pola multiyears yakni selama dua tahun.
Sejauh ini, Sudibya belum bisa memastikan pada bulan apa proses pembangunan mulai dikerjakan. Pihaknya beralasan masih dalam proses perencanaan. “Masih susun kerangka acuan kerja, setelah itu baru masuk proses pelelangan. Masih banyak prosesnya,” terangnya. Lanjut dikatakan Sudibya, selama proses pengerjaan nantinya berlangsung, sekitar 600 orang pedagang yang selama ini berjualan di lokasi akan dipindahkan sementara. Rencananya ratusan pedagang itu akan disediakan tempat di areal pasar bagian atas. Mengingat proses pembangunan pasar akan berlangsung cukup lama, Disperindag akan membuatkan tempat berjualan sementara. Untuk hal itu pihaknya sudah menyiapkan anggaran kurang lebih Rp 200 juta. “Nanti akan kami tata dan diupayakan seminimal mungkin kekroditannya,” jelasnya. Kadis asal Penglipuran ini menambahkan sejauh ini
rencana relokasi itu sudah mulai disosialisasikan ke para pedagang oleh pengelola pasar. Jelang dilaksanakan pembangunan, sosialisasi akan kembali digencarkan. Sebagaimana diketahui, revitalisasi Pasar Singamandawa yang berlokasi di selatan Kantor Camat Kintamani sudah direncanakan Pemkab Bangli sejak beberapa tahun lalu. Sesuai rancangan, pasar tersebut akan dibangun bertingkat tiga lantai, dengan konsep pasar modern yang berintegrasi dengan pariwisata dan pertanian. Pada lantai satu dirancang untuk menampung dagangan basah, dan lantai dua untuk dagangan yang kering-kering. Sedangkan pada lantai bagian atas, gedung dirancang tidak beratap. Fungsinya sebagai tempat khusus bagi pedagang kuliner dan pengunjung untuk meninjau pemandangan alam Gunung dan Danau Batur serta kawasan agro atau pertanian. (kmb40)
Bawaslu Rekomendasikan Sanksi bagi Perbekel Dausa dan Tiga Bendesa
Pasar Singamandawa, Kintamani.
Bali Post/kmb40
15
Rabu Pon, 23 Januari 2019
Tekanan Ekonomi Global Tak Seberat 2018 Jakarta (Bali Post) Kebijakan Dana Moneter Internasional yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini dan 2020, karena masih adanya bayang-bayang ketidakpastian ekonomi. Namun tekanan yang timbul tidak akan seberat seperti 2018. Demikian dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani dalam diskusi ‘’Indonesia Bukan Negara Miskin’’ di Jakarta, Selasa (22/1) kemarin mengatakan, Indonesia tetap akan menjaga stabilitas ekonomi domestik dari tekanan ekonomi global, sembari men-
dorong potensi-potensi pendorong pertumbuhan ekonomi, seperti investasi dan konsumsi rumah tangga. ‘’Kita fokus menjaga faktor-faktor pertumbuhan dan stabilitas ekonomi dalam lingkungan yang bergerak
cepat,’’ ujarnya. Pada pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, Senin (22/1), IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 0,2 persen menjadi 3,5 persen pada 2019. Sementara untuk 2020, IMF memperkirakan ekonomi dunia hanya akan tumbuh 3,6 persen atau turun 0,1 persen dibandingkan proyeksi IMF sebelumnya yang diumumkan pada Oktober 2018 lalu. Meskipun tekanan ekonomi global masih membayangi, Sri Mulyani mengatakan perbaikan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2019 masih memiliki momentum untuk terus berlanjut. Namun pertumbuhan ekonomi dunia memang tidak sekencang yang diperkirakan sebelumnya.
Selain itu, saat ini, kata Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi global juga dipengaruhi dari ketidakpastian dinamika politik di Amerika Serikat karena masih berlangsungnya penutupan (shutdown) pemerintahan. Negara raksasa ekonomi selain AS, yakni Cina juga melakukan penyesuaian kebijakan untuk merespons ketidakpastian dari AS tersebut. ‘’Shutdown AS akan memperlemah pertumbuhan ekonomi di AS, di negara-negara maju juga akan alami pelemahan dan Cina lakukan penyesuaian dengan ekonomi yang slowdown,’’ ujar Sri. Untuk Indonesia, Sri Mulyani masih optimsitis pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 5,3-5,4 persen (yoy). (ant)
’’Kita fokus menjaga faktor-faktor pertumbuhan dan stabilitas ekonomi dalam lingkungan yang bergerak cepat.’’ Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Penguatan Rupiah Dibayangi Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Global Jakarta (Bali Post) Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (2/1) sore menguat sebesar tujuh poin ke posisi 14.220 dibandingkan sebelumnya 14.227 per dolar AS. Analis pasar uang PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Selasa kemarin mengatakan, kendati menguat, nilai tukar rupiah masih dibayangi kekhawatiran akan perlambatan ekonomi
global pada tahun ini. ‘’Overall, market masih dibayangi kekhawatiran akan weakening global outlook,’’ ujarnya. Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/ IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2019 menjadi 3,5 persen atau turun 0,2 persen dari proyeksi pada Oktober 2018 lalu sebesar 3,7 persen. Sedangkan pada 2020, lembaga internasional itu
memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 3,6 persen atau lebih rendah 0,1 persen dibandingkan proyeksi sebelumnya 3,7 persen. Menurut Rully, penguatan nilai tukar rupiah juga didukung kepercayaan terhadap proyeksi ekonomi Indonesia. ‘’Terlihat dari terus masuknya arus modal asing di saham dan SBN. Indikator-indikator ekonomi cukup baik,’’ katanya. Nilai tukar (kurs) ru-
piah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi dibuka menguat 14.209 per dolar AS. Rupiah kemudian sempat bergerak menembus level 14.200 per dolar AS, namun kemudian kembali melemah hingga 14.220 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa ini tercatat mata uang rupiah melemah menjadi 14.212 dibanding sebelumnya (21/1) di posisi 14.182 per dolar AS. (ant)
Bangli (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli akan melakukan proses perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pemilu 2019. Jelang dimulainya proses perekrutan, KPU akan melaksanakan rapat koordinasi dengan beberapa instansi terkait di Pemkab Bangli. Hal itu dilakukan lantaran dalam beberapa kali proses perekrutan selama ini, KPU sering menghadapi kendala minimnya animo masyarakat yang bersedia melamar sebagai anggota KPPS. Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan, Selasa (22/1) kemarin, mengatakan mulai 6 Maret mendatang pihaknya akan melakukan perekrutan KPPS dengan menyebarkan pengumuman ke masyarakat melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan PPS. Pihaknya juga meminta PPK dan PPS juga melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat guna memperlancar proses perekru-
tan KPPS. Diakui Pujawan, berdasarkan pengalaman pilkada sebelumnya, KPU Bangli cukup kesulitan melakukan perekrutan anggota KPPS. Penyebabnya karena minimnya animo masyarakat untuk mau ditugaskan menjadi KPPS. Sebagaimana arahan dari KPU Bali, pihaknya berencana akan melaksanakan rapat koordinasi dengan Sekda Bangli, Ketua PGRI dan pimpinan OPD seperti Satpol PP, Dinas Pendidikan serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil pada Rabu (23/1) hari ini. Kegiatan rapat koordinasi ini merupakan rangkaian kegiatan sosialisasi tentang tata cara perekrutan KPPS di Kabupaten Bangli. Dalam proses perekrutan nanti, tak menutup kemungkinan KPU akan melakukan perpanjangan proses perekrutan, jika pada tahap pertama pembukaan masih sepi peminat. Pihaknya sangat berharap dalam proses perekrutan nanti
banyak masyarakat yang mau melamar menjadi KPPS. Selain tenaga KPPS, dalam pemilu nanti juga akan disiapkan tenaga pengamanan TPS. Pujawan mengatakan sesuai dengan peraturan, tenaga pengaman dalam pemilu nanti berasal dari unsur Linmas. Agar tak terjadi kekurangan, KPU akan meminta pemkab melakukan langkah-langkah antisipasi. Sebagaimana yang diketahui total jumlah TPS yang
disediakan pada Pemilu 2019 yakni 843 TPS. Jumlah ini bertambah dua kali lipat dari jumlah TPS pemilihan sebelumnya yang hanya 467 TPS. Adanya penambahan jumlah TPS berpengaruh terhadap jumlah KPPS yang dibutuhkan. Untuk pemilu nanti adapun total tenaga KPPS yang akan direkrut sebanyak 5.901. Sementara untuk tenaga pemangaman jumlah yang dibutuhkan sebanyak 1.686 orang. (kmb40)
Rendah, Animo Masyarakat Jadi KPPS di Bangli
PUNIA PURA LEMPUYANG LUHUR Karya Wana Kertih, Melaspas Pura Pasar Agung, Segara Kertih, Panca Wali Krama lan Matingkeb digelar di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur sejak 12 Juli 2018. Upacara akan berakhir pada 3 Maret 2019. Serangkaian upacara tersebut Bali Post membuka dompet punia pura. Punia bisa langsung dibawa ke Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer melalui Dompet Punia Bali Post BCA CABANG DPS NO:040-3966000 (Bukti transfer mohon di Wa ke no 081-658-1142) Mitra Abadi Motor, Denpasar Krisna Jaya, Denpasar Mangku LC,Negara A.A Wijaya
Rp Rp Rp Rp
Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp Rp Rp
500.000 200.000 100.000 100.000 900.000 1.050.000 1.950.000
IB Mantra Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menegaskan melalui media massa bahwa perubahan nama dari Lembaga Perkreditan Desa (LPD) menjadi Labda Pacingkreman Desa (LPD) tidak mengakibatkan LPD berubah menjadi lembaga keuangan yang diawasi oleh OJK. Dengan demikian Labda Pacingkreman Desa (LPD) tetap termasuk dikecualikan dari pengaturan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro. ‘’Saya sama sekali tidak ada maksud sedikit pun untuk menghilangkan jejak sejarah yang telah dirintis oleh Gubernur Bali terdahulu Prof. IB Mantra, sebaliknya justru untuk lebih memperkuat serta menumbuhkembangkan peran dan fungsi LPD secara holistik dalam penguatan dan pembangunan perekonomian desa adat serta pelestarian adat, tradisi, seni dan budaya serta kearifan lokal Bali,’’ jelasnya. Koster menambahkan, otori-
Rabu, 23 Januari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pelatihan Serati Banten (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:050 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Khrisna Garuda (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:05 Wita Inovator 09:05 Wita Ista Dewata 10:05 Wita Lejel Homeshopping
11:05 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita
Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Dharma Wacana Berita Siang Klip Bali Bali Channel Tourist TV Klip Bali Healthy Life Agrobisnis Bali Channel Tourist TV Dialog Interaktif Ambarasram 17:00 Wita DW TV 17:30 Wita Kartun Bagus and Friend
18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Wirasa Peduli Sesama Mahadewi Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Caloarang Desa adat Kuta (3) Berita dan Bincang Terkini Folk Song Bali Channel
tas dalam mengatur dan mengawasi industri sektor keuangan adat Bali memang sudah ada, yaitu Lembaga Pemberdayaan LPD (LP-LPD). Namun belum memenuhi kualifikasi sebagai otoritas pengatur dan pengawas serta tugasnya pun tidak mencakup pengaturan dan pengawasan sektor riil adat Bali. Oleh karena itu, Ranperda tentang Desa Adat mencantumkan soal MUDA membentuk Lembaga Otoritas Perekonomian Adat (LOKA). Terkait ketegasan agar prajuru desa adat tidak boleh menjabat sebagai anggota partai politik, Koster menyebut perlu dikaji secara komprehensif agar tidak meniadakan hak asasi warga negara dalam berpolitik. Termasuk agar tidak memberi ruang terjadinya konflik kepentingan yang dapat mengganggu keharmonisan tata kehidupan krama desa adat yang demokratis. (kmb32)
Eni Akui Terima 10.000 Dolar Singapura
Bali Post/ant
PEMERIKSAAN - Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (22/1) kemarin. Jakarta (Bali Post) Anggota Komisi VII DPR-RI nonaktif Eni Maulani Saragih mengaku menerima 10.000 dolar Singapura dari staf Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasious Jonan. ‘’Saya sedang rapat, sedang memimpin rapat di DPR. Begitu selesai rapat, stafnya Pak Jonan mengatakan, ‘Ini dari Pak Jonan, ini untuk kegiatan dapil (daerah pemilihan)’’, ya, sudah saya terima saja, saya simpan,’’ kata Eni Maulani Saragih dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (22/1) kemarin. Eni Maulani Saragih dalam perkara ini didakwa menerima suap senilai Rp 4,75 miliar dari pemegang saham Blakgold Natural Resources (BNR) Ltd. Johanes Budisutrisno Kotjo serta gratifikasi sejum-
lah Rp 5,6 miliar dan 40.000 dolar Singapura (sekitar Rp 410 juta) dari pengusaha yang bergerak di bidang energi dan tambang. ‘’Saya terima amplopnya masih utuh sebesar 10.000 dolar Singapura, setelah saya di-OTT, penyidik tanya apa ada lagi penerimaan lain, lalu saya sampaikan saja soal amplop itu. Saya sebenarnya mau mengembalikan utuh dengan amplopnya. Akan tetapi, penyidik mengatakan trasnfer saja, saya pun minta rekening dolar KPK,’’ jelas Eni. Eni juga mengaku tidak tahu mengapa staf Jonan tersebut memberikan uang tersebut. ‘’Saya tidak tahu terkait dengan apa, saya tidak pernah minta. Akan tetapi, karena saat itu sedang ‘riweh’ jadi saya terima saja saat itu,’’ ungkap Eni. ‘’Siapa nama staf yang memberikan?’’ tanya jaksa penuntut umum (JPU) KPK Ronal Woro-
tikan. ‘’Pak Hadi,’’ jawab Eni. Eni pun mengaku menyesal dengan perbuatannya. Akan tetapi, dia tidak tahu bahwa dirinya berbuat salah. ‘’Saya menyesal. Akan tetapi, saya tidak tahu apa yang saya lakukan salah. Saat itu situasinya terang benderang, penerimaan dengan kuitansi, di kantor, semua tidak ditutupi, makanya saya kaget saat saya di-OTT KPK. Saya lupa sebagai anggota DPR yang dibatasi jabatan saya sebagai pejabat negara tidak boleh (menerima), saya baru tahu,’’ ungkap Eni. Komisi VII DPR-RI sendiri bermitra dengan Kementerian ESDM yang mengurusi bidang energi sumber daya mineral, riset dan teknologi, dan lingkungan hidup. Hadi yang dimaksud adalah Staf Ahli Bidang Keterbukaan Informasi Kementerian ESDM Hadi Mustofa Djuraid. (ant)
WARUNG GLOBAL
Program Bansos Lansia Harus Tetap Dilanjutkan PROGRAM bansos lansia dan santunan kematian merupakan salah satu kebijakan politik anggaran yang diberikan Pemerintah Kabupaten Badung untuk masyarakat Badung. Program bansos lanjut usia berdasarkan Perbup No. 38 Tahun 2018 tentang bantuan perlindungan sosial lanjut usia, mulai diterapkan September 2018 lalu di Badung. Masyarakat tentu berharap setiap program pemerintah dievaluasi secara berkala, apakah sudah berjalan sesuai perencanaan dan tujuan serta tepat sasaran dan tepat guna. Namun program ini tetap harus dilanjutkan. Demikian harapan yang disampaikan warga dari berbagai wilayah Bali dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global FM 96,5, Selasa (22/1) kemarin. Berikut rangkuman selengkapnya. Ketut Mursi di Denpasar berharap agar program ini tetap dilanjutkan. Karena pemerintah wajib memperhatikan para lansia, dengan cara memberikan santunan kepada mereka. Sebagai warga Badung, Wayan Bratayasa di Sangeh merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Badung atas kepedulian terhadap para lansia. Ia juga memberikan saran agar penerima santunan ini adalah warga asli Badung. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan misalnya membeludaknya warga penerima santunan ini karena berdomisili di wilayah Badung. Ia berharap program ini dievaluasi, namun jangan dihilangkan.
Warga Badung lainnya, Ayu di Petang, juga menyarankan agar setiap penyaluran bansos disertai dengan pengawasan penggunaan yang tepat sasaran. Santuan yang diberikan kepada lansia benar-benar digunakan untuk warga lansia bersangkutan untuk menjamin kesehatan dan hari tua mereka. Bermukim wilayah Badung, Febri justru kurang mengetahui soal santunan lansia ini. Ia hanya tahu beberapa program yang menggratiskan pajak bagi warga Badung. Ia sepakat program ini tetap dijalankan. Fera, salah seorang waga Tabanan, merasa iri dengan warga Badung. Jika saja Bupati Tabanan melakukan hal yang sama, alangkah senang-
nya warga Tabanan, demikian ungkapnya. Werdha di Gianyar menyampaikan, program pemerintah memang sudah seharusnya dilakukan evaluasi secara berkala, apakah sudah berjalan sesuai rencana, apakah sudah tepat sasaran dan tepat guna. Ia cenderung setuju dilakukan evaluasi untuk perbaikan. Lilis di Tabanan juga setuju dengan pendapat ini. Sementara itu warga Gianyar lainnya, Nang Locong, menyarankan agar Badung sebagai kabupaten terkaya di Bali ini sebaiknya membantu kabupaten lain yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan seperti air. (sikha p)
Unsur Budayawan ‘’Nama itu sesuatu yang penting juga, yang bahkan prinsip bagaimana kemudian dari penamaan itu memberikan isi di dalamnya. Tadi sudah dijelaskan para ahli dari unsur budayawan dan arkeolog, pakraman merupakan lembaga memayungi adat tradisi yang ada di bawahnya,’’ ujar Ketua Forum Krama Bali dr. Wayan Sayoga. Hasil diskusi Forum Krama Bali, katanya, istilah desa adat idealnya dikembalikan ke bentuk aslinya seperti yang termuat dalam prasasti
Bali Kuno yang menyebutkan nama pakraman. Merujuk pada nama desa pakraman, desa adalah mandala atau wilayah dan karaman adalah warga yang menempatinya. Dengan demikian, agamalah yang menjadi panglima, bukan adat. Ketua Pansus Ranperda tentang Desa Adat I Nyoman Parta mengatakan, eksekutif berpikiran mengganti nama pakraman menjadi desa adat untuk mengakomodasi arah nomenklatur peraturan nasional. Sebab, sebagian besar peraturan nasional memang berbunyi adat. ‘’Untuk mempermudah, kita mengakomo-
dasi arah nomenklatur itu. Namun di sisi lain, pandangan tadi adalah agar tetap memperhatikan kearifan lokal. Tetap memakai istilah desa pakraman. Khas Bali dan lebih dalam artinya daripada desa adat,’’ ujarnya. Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengatakan, antara dewan dan Gubernur pun sebetulnya masih ada perbedaan pandangan mengenai nama desa adat. ‘’Dari pandangan umum fraksi terhadap ranperda ini, hampir semua mempertanyakan alasan Gubernur mengganti nama desa pakraman menjadi desa adat,’’ ujarnya. (kmb32)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Rabu pon, 23 Januari 2019
Juventus Pentingkan Kemenangan
Piala Asia 2019 Babak 16 Besar Senin (21/1) Malam Uni Emirat Arab vs Kirgistan 3-2 Jepang vs Arab Saudi 1-0 Australia vs Uzbekistan 4-2
Warriors Menang Beruntun Los Angeles – Klay Thompson membawa Golden State Warriors meraih kemenangan 130-111 atas tuan rumah Los Angeles Lakers dalam lanjutan kompetisi NBA, Selasa (22/1) kemarin. Thompson membuat 44 poin sebelum duduk di luar pada kuarter keempat. Lakers bermain tanpa superstar LeBron James yang cedera, Rajon Rondo dan Lonzo Ball. ‘’Apa pun itu, ini adalah kemenangan yang bagus,’’ kata Thompson setelah Warriors meraih kemenangan kedelapan beruntun. Kevin Durant menambahkan 20 poin, sedangkan Stephen Curry menyuplai 11 poin dan 12 assist untuk Warriors. Hasil lengkap: Philadelphia 76ers vs Houston Rockets 121-93, LA Lakers vs Golden State Warriors 111-130, Utah Jazz vs Portland Trail Blazer 104-109, Boston Celtics vs Miami Heat 107-99, Memphis Nuggets vs New Orleans Pelicans 85105, Brooklyn Nets vs Sacramento Kings 12394, Atlanta Hawks vs Orlando Magic 103-122, Washington Wizards vs Detroit Pistons 101-87, Milwaukee Bucks vs Dallas Mavericks 116-106, Cleveland Cavaliers vs Chicago Bulls 88-104, New York Knicks vs Oklahoma City Thunder 109-127. (afp/kmb)
Roma Cristiano Ronaldo gagal mengeksekusi penalti saat Juventus membekuk klub papan bawah Chievo Verona 3-0 dalam lanjutan pertandingan Seri A Liga Italia, Selasa (22/1) dini hari kemarin. Kemenangan ini membuat Juve makin kokoh di puncak klasemen sementara unggul sembilan poin atas peringkat kedua Napoli.
Sony Tembus Babak Utama
Jakarta (Bali Post) – Atlet senior bulu tangkis Indonesia Sony Dwi Kuncoro menang atas pemain Pelatnas PBSI Chico Aura Dwi Wardoyo Chico dengan skor 10-21, 21-6, 21-14 pada laga penentuan babak kualifikasi turnamen Indonesia Masters 2019 di Stadion Istora Senayan, Jakarta, Selasa (22/1) kemarin. Sony menilai permainan Chico masih lemah dalam strategi meskipun unggul dalam kecepatan dan kekuatan pukulan. ‘’Chico pemain muda. Dia punya kecepatan, kekuatan dan permainannya juga bagus, hanya soal strategi saya lebih unggul. Ini adalah pertemuan ketiga kami setelah pertandingan di Surabaya tahun lalu,’’ kata pemain berusia 34 tahun ini. Pada pertandingan pertama babak utama Indonesia Masters 2019, Sony akan menghadapi pemain lain Pelatnas PBSI Shesar Hiren Rhustavito. Shesar melaju ke babak utama setelah mengalahkan Iskandar Zulkarnain (Malaysia) 21-17, 21-15. Sony sementara unggul 2-1 dalam pertemuannya dengan Shesar. (ant)
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
KECEWA – Cristiano Ronaldo kecewa setelah gagal mencetak gol dari titik penalti ke gawang Chievo Verona di Liga Italia.
Juventus mengumpulkan poin 56 hasil 20 kali bertanding dan belum terkalahkan, sehingga berada di jalur untuk menjadi juara kedelapan kalinya berturut-turut. Selanjutnya Napoli (47), Inter Milan (40), AC Milan (34) dan AS Roma (33). Milan mendapat tambahan tiga poin setelah menundukkan tuan rumah Genoa 2-0 dalam laga lainnya. Ronaldo yang telah memastikan gelar pertama Juventus musim ini berupa trofi Piala Super Italia kedelapan, tampil buruk dalam pertandingan liga pertama setelah istirahat musim dingin selama tiga minggu dan menjelang kepulangannya ke Madrid untuk mengikuti sidang di pengadilan karena tuduhan penggelapan pajak bersama Real Madrid. Dengan demikian, pemenang lima kali Ballon d’Or itu tetap mengoleki 14 gol di liga musim ini. Pelatih Massimiliano Allegri membela pemain bintangnya dengan menyatakan Ronaldo telah berusaha keras mencari gol di babak pertama dan melakukan lebih baik di babak kedua. ‘’Saya tidak berpikir ini pertama kali terjadi dalam kariernya. Itu pertandingan yang menyenangkan. Tim bermain bagus, keberhasilan
Kvitova Hentikan Harapan Tuan Rumah Melbourne – Unggulan kedelapan tunggal putri Petra Kvitova menghentikan harapan tuan rumah Ashleigh Barty untuk maju ke semifinal Australia Terbuka. Petenis Ceko itu mengalahkan Barty dengan skor 6-1, 6-4 untuk menyiapkan pertandingan melawan Danielle Collins (AS) yang mengalahkan Anastasia Pavlyuchenkova (Rusia) 2-6, 7-5, 6-1 pada perempatfinal lainnya. Juara dua kali Wimbledon tersebut itu menangis setelah menyingkirkan Barty. ‘’Terima kasih temanteman, saya tidak benarbenar membayangkan kembali ke stadion hebat ini untuk bermain dengan baik, sangat bagus,’’ kata pemain
kidal berusia 28 tahun yang mencetak 10 kemenangan beruntun tahun ini. Di bagian putra, Stefanos Tsitsipas (Yunani) melenggang ke semifinal setelah menyingkirkan unggulan ke-22 Roberto Bautista Agut (Spanyol) 7-5, 4-6, 6-4, 7-6 (7/2) dalam waktu 3 jam 15 menit. Petenis berusia 20 tahun itu melanjutkan kemenangannya yang menakjubkan atas Roger Federer dan Andy Murray. Tsitsipas akan menghadapi petenis nomor dua dunia Rafael Nadal atau Frances Tiafoe yang tidak diunggulkan untuk mendapat tempat di final. ‘’Aku sedikit mengejutkan diriku dengan penampilanku. Itu hampir terasa seperti dongeng,’’ ujarnya. (afp/kmb)
Cabang olahraga gateball.
mendasar lainnya dalam perburuan gelar juara. Yang penting tim menang,’’ ujarnya. Tiga gol kemenangan Juve dihasilkan Douglas Costa dan Emre Can di babak pertama serta Daniele Rugani setelah turun minum. Sidang Beberapa jam setelah pertandingan, Ronaldo kembali ke Madrid untuk menghadiri persidangan dengan ancaman denda 18,8 juta euro (21,4 juta dolar AS) atas penipuan pajak dalam kesepakatan yang dicapai dengan otoritas pajak Spanyol. Seorang juru bicara pengadilan mengatakan tidak jelas apakah denda akan ditambahkan ke 18,8 juta euro bahwa Ronaldo telah setuju untuk membayar petugas pajak Spanyol berdasarkan kesepakatan yang dicapai Juni tahun lalu. Sebagai bagian dari kesepakatan yang dicapai dengan pengacara mantan pemain Real Madrid itu, jaksa juga meminta agar CR7 dijatuhi hukuman penjara 23 bulan. Akan tetapi Ronaldo tidak akan menghabiskan satu hari di penjara karena hukuman hingga dua tahun umumnya tidak ditegakkan di Spanyol untuk pelanggar pertama kali dalam kejahatan tanpa kekerasan. Ia diperintahkan membayar 3,57 juta euro (4,1 juta dolar AS) karena melakukan penipuan pajak ketika bermain di Real Madrid. Ronaldo tersenyum lebar ketika tiba di pengadilan mengenakan celana panjang hitam, turtleneck hitam dan kacamata hitam gelap sambil berpegangan tangan dengan pacarnya Georgina Rodriguez. “Saya sangat sehat,” ungkapnya kepada kerumunan wartawan setelah audiensi singkat. Sidang berlangsung sekitar 40 menit karena kesepakatan secara resmi disampaikan kepada hakim. Pengadilan menolak permintaan Ronaldo untuk tampil melalui video atau memasuki gedung dengan mobil untuk menghindari sorotan. (afp/kmb)
Tim Kabaddi Tabanan dan Badung Latihan Bersama
Bali Post/ist
BERSAMA - Atlet kabaddi Badung dan Tabanan latihan bersama di GOR Mengwi.
Atlet Bali Terancam Absen di Pra-PON
Bali Post/ist
Denpasar (Bali Post) Atlet Bali terancam absen berlaga di ajang Pra-PON karena keterbatasan dana. KONI Bali hanya memiliki anggaran Rp 4,5 miliar ditambah pembatasan kuota atlet dari 16.000 pada PON XIX/2016 di Jabar menjadi 7.000 atlet pada PON XX/2020 di Papua. Menurut Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, pihaknya terpaksa mengambil keputusan tidak memberangkatkan cabang olahraga (cabor) berikut atletnya ke Pra-PON jika tidak berpeluang mendulang medali. ‘’Logikanya memang seperti itu, sebab dana cekak,’’ tuturnya di Denpasar, Selasa (22/1) kemarin. Untuk itu, pihaknya bakal bertatap muka dengan pengprov cabor guna membahas soal pemberangkatan atlet ke Pra-PON dan PON. Hal itu akan dibicarakan pada Rapat Anggota KONI Bali di Denpasar pertengahan Februari mendatang. Apalagi ajang PraPON harus dituntaskan 10 bulan sebelum PON 2020 digulirkan.
Artinya, seluruh cabor harus menyelesaikan pertandingan PraPON paling lambat November. Dijelaskannya, 7.000 atlet yang tampil di PON 2020 dibagi 34 provinsi, sehingga jatah Bali hanya sekitar 150 orang. Padahal pada PON di Jabar, Bali meloloskan 361 atlet dari 31 cabor. PON Papua juga menambah cabor yang dipertandingkan seperti muay thai, basket 3 on 3, petanque dan gateball. KONI Bali harus ekstra selektf dalam memberangkatkan atlet ke Pra-PON dan PON demi efisiensi dana dan penciutan kuota atlet. ‘’Kami tetap memberikan apresiasi terhadap pembinan oleh pengurus cabor, namun pengiriman atlet orientasinya medali,’’ tegas Suwandi. Pada bagian lain, Ketua Umum Pengprov Pergatsi Bali Ngurah Adnyana mengungkapkan, cabor gateball hanya meloloskan lima provinsi ditambah tuan rumah Papua, sehingga yang berlaga di PON 2020 hanya enam kontingen. (022)
Mangupura (Bali Post) Tim kabaddi Tabanan yang berkekuatan 28 atlet senior dan junior putraputri melakukan latihan bersama dengan tim Badung di GOR Mengwi, Senin (21/1) petang lalu. Latihan gabungan ini untuk menambah variasi dan teknik bermain sebagai persiapan berlaga pada Porprov Bali 2019 di Tabanan, September mendatang. Sesi latihan pemanasan yang dipimpin pelatih Tabanan Gus Ari, lebih banyak memperagakan lari-lari kecil. Sementara trio pelatih Badung, Halus Suhandana, Rega Padmawan dan Gek Martini dominan memberikan lari ringan diselingi melompat. ‘’Saya kira lati-
han bersama ini sangat perlu guna menambah wawasan dan variasi menu latihan. Tujuannya untuk penggenjotan fisik, daya tahan tubuh, kecepatan dan kelenturan,’’ ucap Ketua Harian Pengkab FOKSI Badung I Kadek Sudharma Hariawan di Mangupura, Selasa (22/1) kemarin. Ia bersyukur tim kabaddi Porprov Badung bisa berlatih bersama tim Tabanan. Pihaknya berharap atletnya dapat melakukan latihan bareng dan latih tanding meladeni tim-tim lainnya. ‘’Kami berprinsip Badung untuk Bali. Jadi, Badung siap saling tukar teknik dan saling memberikan masukan demi kemajuan dan perbaikan tim,’’ ungkapnya. (022)