terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
12 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 127 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Minggu Umanis, 22 Desember 2019
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
‘’Menangkap’’ Ekspresi Perempuan Tua
Wagub Cok Ace Raih Profesor Semangat Wagub Bali Cok Ace patut diteladani. Dia meraih gelar pofesor atau guru besar di ISI Denpasar. Gubernur Bali Wayan Koster ikut memberikan selamat. Daerah | HAL. 2
Pada Hari Ibu kali ini rubrik fotografi edisi ini mengupas tips dan trik memotret sosok sang ibu khususnya perempuan tua. Bagaimana caranya? Fotografi | HAL. 8
Kepercayaan terhadap KPK Makin Menguat
Jakarta (Bali Post) Sejumlah pengamat dan partai politik (parpol) tak meragukan komposisi anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang telah dilantik Presiden Joko Widodo. Mereka dinilai memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap KPK. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga anggota Komisi III DPR-RI Arsul Sani menilai, selain berintegritas, kelima anggota Dewan Pengawas itu juga tak terafiliasi dengan kekuatan politik tertentu. ‘’Tidak satu pun dari anggota Dewas KPK yang terafiliasi dengan kekuatan politik tertentu. Selain itu, mereka juga orang-orang yang selama ini dikenal bagus rekam jejaknya dengan pengalaman panjang,’’ kata Arsul, Sabtu (21/12) kemarin. Lima anggota Dewas KPK yang dilantik Presiden Jokowi yakni Tumpak Hatorangan Panggabean sebagai ketua. Sedangkan di posisi sebagai anggota, Albertina Ho, Artidjo Alkostar, mantan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Har-
TUKANG SUUN – Seorang tukang suun menunjukkan kaum ibu di Bali sangat tangguh membantu ekonomi keluarga.
Sosok yang Tak Pernah Diam DALAM sebuah keluarga, ibu merupakan sosok yang memegang peranan penting dalam mengurus dan mengatur rumah tangga. Dewasa ini, kaum ibu di Bali tidak saja mengisi waktunya melakukan pekerjaan rumah seperti memasak, mengurus suami atau mengasuh anak. Waktunya juga dibagi untuk kegiatan sosial bermasyarakat. Lebih dari itu, ibu-ibu di Bali tak sedikit juga yang turut mengambil peran untuk membantu perekonomian keluarga. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli Sang Ayu Nyoman Sariasih mengatakan, ibu-ibu di Bali adalah sosok yang hebat dan sangat luar biasa. Sebab, bisa mengambil pekerjaan apa saja. Selain mengurus rumah tangga, mereka juga mengisi waktunya untuk bersosial di masyarakat, dan bekerja. Dia juga menyebut ibu-ibu di Bali sebagai sosok yang tidak pernah diam. Sebab, meskipun tidak bekerja di luar rumah untuk menghasilkan uang, selalu ada saja yang dikerjakan. Seperti membuat keperluan yadnya, menyama braya dan lainnya. Khususnya di Kabupaten Bangli, Sariasih menilai peran ibu-ibu sudah cukup berkembang baik di tengah kemajuan teknologi seperti sekarang. Meski demikian, mereka tetap harus terus diperhatikan dan diarahkan. Istri Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta ini mengatakan, dalam melaksanakan kegiatan PKK, ia yang kerap turun ke desa-desa selalu berupaya menggali potensi yang dimiliki masing-masing desa. Untuk diarahkan dan dikembangkan oleh ibu-ibu di desa. Pihaknya juga berupaya memfasilitasi mereka untuk mengembangkan potensi yang ada melalui OPD terkait seperti Dinas Koperasi. Desa-desa yang mendapat kucuran dana cukup besar juga telah diarahkan untuk menggerakkan dan memberdayakan kaum ibu-ibu di desa. Sehingga tujuan dan harapan seperti tema Hari Ibu ke-91 tahun 2019 bisa tercapai yakni ‘’Perempuan Berdaya Indonesia Jaya’’. Hal. 11 Maju Bersama
jono, dan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sjamsuddin Haris. Arsul menyebut komposisi Dewas KPK itu akan menjadi penyeimbang yang cukup kuat bagi Pimpinan KPK sekarang. Pimpinan dan Dewas pun ia yakini akan segera bersinergi untuk melakukan kerja-kerja pemberantasan korupsi. ‘’Dengan begitu, kepercayaan publik pun akan menguat kembali,’’ katanya. Dia tak mempermasalahkan kritik yang masih dilancarkan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menolak Dewas KPK. Dia menilai hal itu sesuatu yang wajar belaka sebagai bentuk kontrol masyarakat. ‘’Nanti kan penolakan itu akan menghilang dengan sendirinya,’’ kata Arsul. Sementara itu, politisi Partai Gerindra Hendarsam Marantoko meminta publik memberikan kesempatan terhadap lima anggota Dewas KPK. Masyarakat diminta melihat Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK dengan beberapa instrumen baru yang dimasukkan bisa efektif dan menguatkan sesuai tujuan pembentukannya atau tidak. ‘’Nanti golnya ada perppu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) apabila ini dalam penerapannya nanti ternyata tidak sesuai tujuan awalnya. Kita harus bersikap bijak juga untuk melihatnya seperti apa,’’ ujar Hendarsam saat diskusi ‘’Babak Baru KPK’’ di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu kemarin. Hal. 11 Sempat Diragukan
Firli Bahuri
Janji Bangun KPK yang Lebih Baik SEMPAT menuai penolakan dari sejumlah komponen masyarakat, akhirnya Komjen Pol. Drs. Firli Bahuri, M.Si. dilantik sebagai Ketua KPK 2019-2023. Meski UU KPK direvisi, menurut mantan Kapolda NTB ini, tidak ada perubahan atas tugas-tugas pokok lembaga antirasuah tersebut. Firli Bahuri menegaskan bahwa tugas lembaga penegak hukum tersebut tetaplah sama meski UU No. 19 Tahun 2019 tentang Perubahan UU KPK sudah berlaku. ‘’Tidak ada fokusfokus kerja begitu. Anda baca Pasal 6 UU 19 Tahun 2019, tugas pokoknya ada 6, semua kita laksanakan,’’ kata Firli usai dilantik. Firli telah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jumat (20/12). Selain Firli, empat orang
BPM/ant
komisioner KPK 2019-2023 yang lain yakni Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron dan Nawawi Pomolango juga mengucapkan sumpah jabatan yang sama. Hal. 11 Kita Perbaiki
Menjadi Ibu yang Hebat dan Kuat
Minggu (22/12) ini adalah Hari Ibu atau Mother Day’s. Diperingatinya Hari Ibu bukan tanpa alasan. Sebab, segala kehidupan yang ada di dunia ini tidak pernah lepas dari sosok perempuan. Segala sumber kehidupan yang tengah kita jalani ini merupakan berkat dari campur tangan seorang perempuan. Perempuan yang dimaksud adalah seorang ibu yang sangat berjasa pada keluarga yang selanjutnya memberikan pengaruh yang positif pada kehidupan sehari-hari. PEREMPUAN Bali sudah mampu menunjukkan eksistensinya di berbagai bidang, seperti pendidikan, pemerintahan dan yang pasti dalam rumah tangga. Terlepas dari peran utamanya sebagai seora ng p erem p ua n, saat ini ibu juga ber-
peran dalam membantu kehidupan ekonomi keluarga. Bahkan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Men-PPA) Bintang Puspayoga mengharapkan perempuan Bali bisa lebih mandiri, sehingga tidak tergantung sepenuhnya kepada suami, terutama masalah pemenuhan ekonomi keluarga. Hal. 11 Sama dan Seimbang
Putri Suastini Koster
Salut dengan Etos Kerja Perempuan Bali SA L A H s a t u k a r a k t e r perempuan Bali yang cukup menonjol adalah memiliki etos kerja tinggi. Jauh sebelum bicara pemberdayaan perempuan, bisa dikatakan perempuan Bali telah berdaya lantaran karakternya yang menonjol itu. ‘’Karakter perempuan Bali itu seperti perempuan pada umumnya yang penuh kasih, ngemong, kemudian punya etos kerja yang tinggi,’’ sebut Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, di Denpasar, belum lama ini. Dari zaman ke zaman, Putri Suastini salut dengan etos kerja kaum perempuan Bali yang mampu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang bahkan diambil oleh kaum laki-laki. Saat masih kecil, istri Gubernur Bali Wayan Koster ini seringkali menyaksikan perempuan melakukan finishing dalam sebuah pembangunan rumah. Pun saat ada pekerjaan di sawah, perempuan turut terlibat di dalamnya. ‘’Ketika ada acara adat, bahkan laki-laki itu urusannya memasak. Bikin lawar, bikin guling, gitu misalnya kan. Kaum perempuannya mengerjakan dari persiapan hingga pelaksanaan yadnya tersebut. Di situ peranan penting kaum perempuan dengan etos kerjanya yang sangat tinggi,’’ paparnya. Hal. 11 Keunggulan Bali
Tantangan Baru Kaum Ibu di Bali
Membuka Akses Ekonomi, Menjaga Tradisi dan Budaya Peran perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga cukup strategis. Kondisi ini sering tidak bisa diambil oleh perempuan, karena terkungkung masalah rutinitas di keluarga. Kini tantangan kaum ibu di Bali makin berat menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Selain ikut membantu ekonomi keluarga, mereka wajib menjaga tradisi.
BPM/dok
Juli Anandasari
BPM/dok
Laksmi Dharmayanti
KITA harus akui belum semua perempuan dan kaum ibu di Bali yang bekerja, apalagi bekerja mandiri. Karena itu, Dinas Pemberdayaan Perem-
puan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Denpasar mengajak para perempuan untuk bisa
bangkit dan mengambil peran serta akses dalam bidang ekonomi. Kepala Dinas P3AP2KB, Ir. I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti, M.Si. mengungkapkan sejumlah program yang diluncurkan pada intinya untuk bisa membantu para kaum perempuan mendapatkan akses ekonomi bagi keluarganya. Hal. 11 Kualitas SDM
2
Minggu Umanis, 22 Desember 2019
Gubernur Koster Ucapkan Selamat
Asas Kesamaan Hukum GRATIFIKASI, suap, pungutan liar (pungli) memang gaungnya lagi menurun. Pasalnya, beberapa waktu lalu polisi begitu gencar memberantas yang namanya pungli. Yang menarik, soal kesamaan hukum, dan status pelakunya masih banyak yang tumpang tindih. Ya, kadang kasus pungli itu dibawa ke ranah pidana umum dan ada juga dibawa ke tipiring. Namun yang nasibnya apes, pelakunya bisa dibawa ke Pengadilan Tipikor. Satu contoh kasus di Denpasar. Hanya gara-gara terima dua amplop berisi uang senilai total Rp 3 juta, I Wayan Kariana, S.KM., M.PH. yang menjabat sebagai Kasi Kajian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar diadili di Pengadilan Tipikor Denpasar. Ada praktisi hukum mengatakan kasus ini tidak layak dibawa ke tipikor, namun ada pihak yang mengatakan bahwa kasus gratifikasi tidak memandang nominal untuk dibawa ke tipikor. Sehingga kasus kecil ini masih menjadi perdebatan di muka publik, dan juga ada memandang bahwa semua pelanggar harus mendapatkan kesamaan di depan hukum (equality before the law). Praktisi hukum sekaligus pengurus KAI, I Wayan Sumardika, S.H., CLA., berpendapat bahwa dalam uraian pasal gratifikasi tidak disebutkan kisaran nominal seseorang menerima gratifikasi untuk diadili. Sehingga, menurutnya, jumlah dana yang diterima oleh pelaku, baik banyak maupun sedikit, sepanjang unsur pidananya terpenuhi memang harus dibawa ke pengadilan. ‘’Sepanjang unsur pasal dipenuhi, memang proses hukum harus tetap dijalankan,’’ tandas Sumardika. Lantas, apakah hanya layak si penerima saja yang kena, sedangkan si pemberi bebas. Apakah itu dapat mengabaikan asas equality before the law? Pria asal Klungkung ini menambahkan, penggiat hukun harus mampu memandang secara cerdas peristiwa hukum yang terjadi. ‘’Apakah suap itu terjadi karena sama-sama kehendak para pihak, ataukah kehendak yang menerima suap saja. Sebaliknya jika yang memberi suap dalam posisi tak berdaya karena situasi. Jadi, itu sangat tergantung situasi. Jika memang si pemberi suap juga aktif, dan sama-sama menginginkan, ya… keduanya mesti kena. Jika si pemberi dalam keadaan tertekan dan terpaksa, bisa tidak,’’ ucap Sumardika. Intinya, sambungnya, semua tergantung dari peristiwa hukum itu sendiri. (asa)
Lebih Cepat Lebih Baik
Ada Rumah Singgah untuk Penderita Kanker Denpasar (Bali Post) Kebutuhan rumah singgah menjadi penting ada di suatu daerah yang dekat dengan fasilitas kesehatan (faskes). Lantaran banyaknya penderita penyakit, khususnya penderita kanker yang harus menjalani perawatan, namun tidak bisa dirawat inap di rumah sakit. Maka pilihan tempat tinggal yang bisa digunakan adalah di rumah singgah. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Sanglah yang juga Dokter Spesialis Radiologi RSUP Sanglah dr. Pande Putu Juli Anandasari, Sp.Rad(K). mengatakan, penderita-penderita kanker seperti leukemia secara periodik membutuhkan perawatan kemoterapi. ‘’Kadang kan mereka mengalami anemia, sehingga secara periodik butuh transfusi dan sebagainya. Jadi waktu perawatannya panjang tapi tidak di rumah sakit karena mungkin secara periodik sekian minggu sekali, baru dilakukan perawatan-perawatan,’’ bebernya saat kunjungan ibu-ibu DWP RSUP Sanglah ke rumah sakit di Jalan Flores, Kamis (19/12). Rumah singgah di Jalan Flores saat ini dihuni 17 anak penderita kanker, terbanyak leukemia. Rumah singgah diperlukan bagi penderita kanker mengingat mereka harus menjalani perawatan secara periodic, sementara rumah mereka jauh dari pusat rujukan, mengingat RSUP Sanglah adalah rumah sakit
rujukan Indonesia Timur. Dokter Juli Anandasari menegaskan, semua pelayanan radioterapi dan kemoterapi adalah pelayanan yang tidak mungkin pasien tinggal di dalam rumah sakit atau opname di rumah sakit. Tetapi mereka harus setiap hari menjalani terapi. Seperti radiasi, penderita setiap hari harus datang. Walaupun pelayanan radiasinya hanya sebentar sekitar setengah jam, tetapi tidak boleh bolong atau tidak boleh tidak datang. Untuk pasien yang rumahnya dekat, di lingkungan RSUP Sanglah mungkin tidak menjadi soal. ‘’Tapi pasien kita sebagian besar berasal dari wilayah Bali lainnya, dari kabupaten lain dan juga dari luar Bali seperti Nusa Tenggara, bahkan Timor Timur, pusat rujukannya adalah RSUP Sanglah,’’ ungkapnya. Karena itu, keberadaan rumah singgah ini sangat diperlukan. Keberadaan rumah singgah ini akan lebih cepat disediakan akan lebih baik. Sebagai bayangan, siklus pelayanan kemoterapi dan radioterapi ada yang dua mingguan, tiga mingguan, sehingga membutuhkan rumah singgah untuk tempat tinggal sementara selama menjalani terapi. Maka dari itu, pembangunan rumah singgah menjadi program DWP RSUP Sanglah setelah pembentukan PAUD. ‘’Itu cita-cita DWP, untuk bekerja sama membangun rumah singgah,’’ ungkapnya. (kmb42)
BPM/may
RUMAH SINGGAH - Kondisi di rumah singgah di Jalan Pulau Flores, Denpasar saat ibu-ibu DWP RSUP Sanglah berkunjung dan memberi tali kasih.
Wagub Cok Ace Raih Gelar Profesor Denpasar (Bali Post) Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang kini menjabat Wakil Gubernur Bali telah mampu mencapai jabatan strata tertinggi dalam dunia pendidikan, yakni sebagai guru besar atau seorang profesor dosen tidak tetap di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. ‘’Pengukuhan sebagai guru besar tersebut tentunya bukan hanya menjadi kebanggaan dari keluarga besar ISI Denpasar, tetapi juga Pemerintah Provinsi Bali, bahkan seluruh masyarakat Pulau Dewata,’’ kata Gubernur Bali Wayan Koster yang juga selaku Dewan Penyantun ISI Denpasar saat menghadiri pengukuhan gelar profesor bagi Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. di Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar, Sabtu (21/12) kemarin. Gubernur menyebutkan, dengan menyandang gelar yang baru, Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini diharapkan dapat lebih berkontribusi terhadap institusi, bahkan kepada bangsa dan negara. Lebih lanjut, Gubernur Koster manyampaikan bahwa gelar profesor atau guru besar menjadi idaman bukan saja bagi kalangan akademisi, tetapi juga bagi setiap orang, karena merupakan jabatan strata tertinggi di dunia pendidikan. Tentunya tidak mudah untuk mendapat gelar tersebut. Berbagai persyaratan pastinya
harus dipenuhi untuk dapat menyandang gelar itu. ‘’Bentuk pengabdian yang tersurat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, menjadi poin penting untuk dapat memperoleh gelar tertinggi tersebut,’’ ujar Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Menyandang gelar guru besar adalah amanah sebagai putra terbaik bangsa di bidangnya, di mana setiap penerima gelar guru besar memiliki tanggung jawab moral, setidaknya harus lebih peka dalam mengamati sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan bangsanya. ‘’Menurut saya, guru besar juga harus bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat, karena kemampuan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki harus teraplikasi secara tepat sasaran di beragam bidang yang ada,’’ ujar orang nomor satu di Provinsi Bali, yang juga berprofesi sebagai dosen tersebut. Gubernur Koster mengatakan bahwa dengan telah dikukuhkannya Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, tentunya akan banyak pemikiran yang nantinya lebih memberikan manfaat dalam upaya mempercepat pencapaian Visi Pembangunan Bali menuju Bali Era Baru. ‘’Semua upaya gigih beliau hendaknya da-
pat dijadikan teladan oleh masyarakat Bali, sehingga ke depannya akan terlahir lebih banyak lagi guru besar di Bali,’’ katanya mengharapkan. ‘’Mengakhiri sambutan ini, saya atas nama pribadi, pemerintah dan masyarakat Bali mengucapkan selamat atas pengukuhan Prof. Dr. Ir. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. sebagai Guru Besar ISI Denpasar, semoga ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat disumbangkan untuk kemajuan Bali, bangsa dan negara,’’ ujar Gubernur Koster menekankan. Sementara itu, Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. melaporkan bahwa pengajuan Cok Ace sebagai guru besar pada program arsitektur telah melalui proses tes yang sangat ketat. Di mana telah dilakukan penilaian oleh pihak-pihak terkait, baik dari Kemenristekdikti, para penguji guru besar dan para pakar lainnya. Prof. Arya menyampaikan, dengan dikukuhkannya Cok Ace sebagai profesor, maka ISI Denpasar kini tercatat memiliki sembilan guru besar. Untuk itu, ia berharap sebagai keluarga baru dari ISI Denpasar, Cok Ace dapat memberikan sumbangan pemikiran dan pembelajaran terbaik bagi mahasiswa ISI Denpasar, sehingga pada gilirannya
BPM/ist
GURU BESAR - Gubernur Koster mengucapkan selamat kepada Wagub Cok Ace karena sudah berhasil meraih gelar guru besar, kemarin. dapat melahirkan SDM yang berkualitas. Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul ‘’Padma Bhuwana: Sebuah
Pendekatan Pembangunan Bali Berbasis Budaya’’ yang merupakan buah pemikiran dan pandangan akademis terhadap pembangunan Bali dalam interelasinya dengan pariwisata, aristektur serta nilai kearifan lokal. (kmb)
Bali Peringkat Kelima Kasus HIV/AIDS Tiap Bulan Ada 150 Penderita Baru
Denpasar (Bali Post) -
Bali menduduki peringkat kelima besar di Indonesia dari sisi jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan. Dalam tiga bulan terakhir ini secara rata-rata peningkatan temuan kasus HIV/AIDS di Bali antara 150-200 setiap bulannya. Dan jika diakumulasi sejak tahun 1987, total jumlah kasus HIV/AIDS di Bali mencapai 22.034 orang.
Made Suprapta
BPM/san
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, faktor risiko penularan lewat hubungan seksual paling mendominasi, di antaranya heteroseksual sebanyak 76,3 persen (16.808 jiwa), homoseksual 14,7 persen (3.247 jiwa), dan biseksual 0,5 persen (110 jiwa). Sedangkan faktor jarum suntik narkoba sebanyak 3,9 persen (859 jiwa). Sisanya, perinatal sebanyak 2,8 persen (614 jiwa), sebab tidak diketahui sebanyak 1,8 persen (386 jiwa), serta faktor risiko tattoo sebanyak 10 orang. Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali Made Suprapta
mengatakan, penularan HIV saat ini memang sudah beralih dari narkoba menjadi hubungan seksual. Bergesernya faktor risiko ke hubungan seksual menjadikan pergeseran pada kelompok usia penderita di mana bergeser ke usia produktif. Hal ini dikarenakan pelaku hubungan seksual tinggi dilakukan oleh usia produktif. ‘’Saat ini HIV/AIDS dominan menyerang usia produktif, dalam hal ini usia 15 tahun hingga 60 tahun,’’ ujarnya. Untuk itu, ia menyarankan bagi pelaku faktor risiko seksual, seperti sering berganti-ganti pasangan untuk segera melakukan tes HIV. Saat ini tes HIV bisa dilakukan di setiap puskesmas yang ada di Bali. Menurut Suprapta, semakin dini seseorang tahu dirinya terinfeksi HIV, maka akan semakin cepat mendapatkan
pengobatan dan tidak sampai ke tahap AIDS. ‘’Tahap AIDS itu artinya penderita HIV sudah menderita gejala sakit. Kalau sudah masuk tahap ini lebih sulit virusnya ditekan dan penderita akan lebih mudah menderita sakit,’’ ujarnya. Saat ini obat untuk HIV adalah ARV. Ketersediaan ARV di Bali hingga kini masih aman. Bagi penderita HIV harus meminum ARV seumur hidup secara rutin dan tepat waktu. Ini dikarenakan jika tidak rutin dan tepat waktu, maka virus HIV menjadi kebal dengan ARV dan bisa kembali memperbanyak diri dan menyebabkan penderita rentan mengalami sakit atau masuk ke tahap AIDS. ‘’ARV adalah obat untuk HIV. Obat ini harus diminum seumur hidup, rutin dan tepat waktu,’’ ujar Suprapta. (san)
Jembatan Bailey Permudah Akses Jalan Sementara Denpasar (Bali Post) Banjir bandang mengakibatkan jembatan putus sering terjadi di Bali, terutama daerah yang curah hujannya tinggi. Untuk itu, Kodam IX/Udayana dengan pasukan Yonzipur 18/ Yudha Karya Raksaka (YKR) rutin melaksanakan Latihan Dalam Satuan (LDS) memasang Jembatan Bailey untuk membantu mempermudah akses jalan sementara bagi masyarakat. Menjelang akhir tahun 2019, LDS memasang Jembatan Bailey di Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan sejak Selasa (17/12) lalu dan digelar selama 10 hari. Pada Kamis (19/12) lalu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. melaksanakan peninjauan LDS tersebut. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G, S.IP., Jumat (20/12) lalu mengatakan, latihan tersebut melibatkan satu peleton prajurit dipimpin Letda Czi. Alba Deska. Selain dalam rangka pembinaan satuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit, latihan ini juga untuk membantu mempermudah akses jalan sementara bagi
masyarakat setempat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan dalam waktu dekat. ‘’Saat Bapak Pangdam berada di lokasi latihan yang bertepatan dengan proses pelaksanaan pendorongan jembatan dari tepi dekat ke tepi jauh. Pada proses ini diperlukan tenaga ekstra karena selain berat, cuaca
yang panas dan dihadapkan dengan kondisi medan latihan juga menjadi rintangan tersendiri bagi para prajurit,’’ ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Pangdam Mayjen Benny Susianto memberikan pengarahan dan motivasi semangat kepada para prajurit Yonzipur 18/YKR. Latihan
ini untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Zeni. Bagaimana mereka memanfaatkan program latihan ini yang sekaligus hasilnya secara tidak langsung juga bermanfaat untuk membantu kegiatan masyarakat melalui fasilitas jembatan sebagai akses jalan. Hal inilah yang menjadikan latihan ini lebih
luar biasa. Pangdam berpesan supaya seluruh peserta memanfaatkan betul-betul momen latihan ini untuk mengasah kemampuan. Kapendam mengungkapkan, Jembatan Bailey adalah jembatan rangka baja ringan berkualitas tinggi yang mudah dipindah-pindah. (kmb36)
JEMBATAN - LDS memasang Jembatan Bailey di Kelurahan Serangan Kecamatan Denpasar Selatan.
BPM/ist
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya,Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Umanis, 22 Desember 2019
Antisipasi Rabies Tabanan Miliki Enam Rabies Center
Tabanan (Bali Post) -
Sebagai langkah antisipasi dan preventif terhadap penyebaran penyakit rabies, Pemerintah Kabupaten Tabanan telah menyiapkan enam pelayanan kesehatan, yakni lima puskesmas dan BRSUD Tabanan sebagai Rabies Center. Lima Puskesmas tersebut, yakni Puskesmas Pupuan I, Puskemas Selemadeg, Puskesmas Penebel I, Puskesmas Baturiti I, dan Puskesmas Kediri I.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tabanan, dr. Ketut Nariana, menerangkan rabies center ini untuk penanganan kebutuhan VAR bagi warga yang digigit anjing. Dimana kasus gigitan anjing di Kabupaten Tabanan memang cukup tinggi. Dalam setahun mencapai angka ribuan kasus gigitan anjing dengan rata-rata 3-4 kasus gigitan dalam sehari. Terkait hal ini, pihaknya mengimbau masyarakat yang memiliki hewan peliharaan penular rabies (HPR) seperti anjing dan kucing agar rutin melakukan vaksinasi antirabies. Bagi yang digigit anjing, dim-
inta tetap waspada. Sebab, gigitan anjing yang terjangkit virus rabies sangat membahayakan dan harus cepat mendapatkan penanganan. “Jelang akhir tahun ini, kami sudah siapkan 100 vial VAR di masing-masing rabies center, jadi tidak usah khawatir karena kebutuhan VAR masih tersedia dengan baik,” terangnya, Jumat (20/12). Namun, untuk warga yang terkena gigitan anjing, lanjut kata Nariana tidak semata-mata harus mendapatkan VAR, tetapi terlebih dahulu harus mengetahui apakah anjing tersebut memang liar atau sudah mendapatkan vaksin. Jika
sudah pernah mendapatkan vaksin dan pemiliknya jelas, masyarakat yang terkena gigitan anjing cukup dengan cuci luka dan dibarengi dengan observasi anjing selama dua pekan. “Yang penting ditekankan adalah setiap gigitan anjing harus cuci luka pakai sabun selama 10-15 menit. Dan jika diketahui anjing sudah di VAR atau ada pemiliknya yang jelas, cuci luka dan observasi anjing selama 2 minggu, jadi tidak perlu di VAR,” jelasnya. Sebaliknya, jika anjing tersebut diketahui liar tanpa pemilik yang jelas, apalagi belum mendapatkan
VAR, warga yang digigit anjing bisa langsung menuju rabies center di enam pelayanan kesehatan tersebut. “Jadi untuk yang digigit anjing liar apalagi belum mendapatkan
VAR agar langsung ke pelayanan kesehatan rabies center untuk mendapatkan VAR,” tegasnya. (kmb28)
Pemprov Bali Matangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
BPM/may
TEH DAUN KOPI - Luh Mening bersama temannya menunjukkan Kinari Tea, teh dari daun kopi.
Memanfaatkan Daun Kopi Jadi Teh Denpasar (Bali Post) Di usia 20 tahun, Luh Gede Mening Lestari, salah satu mahasiswa yang menjadi binaan Entrepreneurship Development Center (EDC) Universitas Udayana (Unud), telah mampu memanfaatkan bahan-bahan yang selama ini dipandang sebelah mata menjadi bernilai ekonomis. Luh Mening menggunakan daun kopi untuk dimanfaatkan menjadi teh daun kopi. Daun kopi memiliki banyak manfaat termasuk memiliki antioksidan tinggi dibandingkan daun teh hijau. ‘’Tapi enggak ada yang mau memanfaatkan,’’ ujarnya saat ditemui pada Festival dan Gebyar Kewirausahaan EDC Unud, Sabtu (21/12) kemarin di Plaza Renon. Bekerja sama dengan kelompok tani wanita (KWT) di Desa Tista, setiap pemangkasan, ibuibu KWT memberikan daunnya ke Luh Mening, dan ia pun memberikan nilai jasa pada ibu–ibu itu. Daun kopi memang biasa dipangkas sebelum pembuahan. Fungsinya untuk mendorong pertumbuhan buah kopi. ‘’Jadi pertumbuhan vegetatifnya dipotong untuk meningkatkan pertumbuhaan buah kopinya,’’
jelasnya. Selain memanfaatkan bahan yang selama ini dibuang, ia sekaligus membantu meningkatkan taraf hidup ibu–ibu KWT. Ibu– ibu KWT Desa Tista yang terdiri dari 20-an orang tersebut tinggal mengumpulkan daun kopi hasil pangkasan, kemudian memisahkan pucuk dengan daun mudanya dan disetor ke Luh Mening. Selain daun kopi, banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan. Apalagi Indonesia kaya akan rempah dan tanamannya, namun banyak yang tidak dipakai dan dianggap tanaman liar. ‘’Kenapa sih ada sesuatu yang bermanfaat tapi kita malah enggak pakai, kita malah enggak mau mengusahakannya. Dari situ sih awalnya motivasi saya membuat produk ini dan menjualnya sejak 2018 lalu,’’ tuturnya. Setahun perjalanan usahanya, ia fokus untuk mengenalkan teh daun kopi melalui cerita di balik daun kopi tersebut. Story telling tentang teh daun kopi menjadi teknik pemasaran yang ia lakukan saat ini. Upaya ini telah banyak dilakukan dan cukup berhasil memperkenalkan beberapa produk termasuk produknya, Kinari Tea. (kmb42)
Denpasar (Bali Post) Pemerintah Provinsi Bali mematangkan rencana Program Bali Smart Island, khususnya dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Bahkan di tahun 2020, Pemprov telah menganggarkan dana sebesar Rp30 miliar untuk infrastrukturnya. Targetnya, dua tahun program SPBE sudah berjalan. Demikian ditegaskan Sekda Bali, Dewa Made Indra, dalam sosialisasi roadmap SPBE menuju Bali Smart Island di ruang Adhyasta Utama Inspektorat Provinsi Bali, Kamis (19/12). Untuk mendukung program SPBE ini juga telah disiapkan per-
angkat hukumnya berupa Peraturan Gubernur. Menurut Sekda Dewa Indra, sistem pemerintahan berbasis elektronik ini sebenarnya sudah sangat diidamkan dari dahulu. Selama ini di Pemprov baru hanya absen sidik jari. Melalui program SPBE nantinya akan lebih memudahkan birokrasi pelayanan administrasi. Para guru tidak lagi meninggalkan kelas atau siswanya, jauh-jauh datang ke Dinas Pendidikan Pemprov Bali untuk membawa surat kenaikan pangkat. “Sistem birokrasi kita masih konvensional, sehingga ke depan di era digital/online ini dilakukan perubahan
sistem pelayanan,” katanya. Sementara itu, Staf Ahli Prof. Dr. I Ketut Gede Dharma Putra, S.Kom., M.T. mengatakan pijakan pengembangan rencana Induk SPBE menuju Bali Smart Island ini adalah visi dan misi pemerintah Provinsi Bali. Kemudian kebijakan nasional dan hasil evaluasi SPBE Provinsi Bali 2018, kebijakan pemerintah satu data Indonesia, one island one management dan buku Bali Smart Island, kondisi eksisting Provinsi Bali dan Industry 4.0 dan society 5.0 ISSUES. SPBE dengan konsep Sad Maha Kertih, dengan cakupan layanan
digital, di antaranya layanan SPBE, Tata Kelola SPBE dan Kebijakan SPBE, layanan digital desa adat modern, layanan digital krama Bali unggul, layanan digital Bali Kerta, Layanan Digital Bali Mandiri, Layanan Digital Ekonomi Bali, dan Layanan Digital Pusat Peradaban dunia. Sementara untuk menyiapkan program ini, Kepala Dinas Infokom Provinsi Bali, I Nyoman Sujaya, mengatakan telah menyiapkan tim koordinasi yang jumlahnya sebanyak 19 orang, yang ahli di bidangnya, sehingga target waktu dua tahun untuk program Bali Smart Island ini sudah bisa rampung. (kmb16)
Ambil Anakan Mangrove di Tahura Dua Pekerja Ditegur Mangupura (Bali Post) Aktivitas pembibitan tanaman mangrove, terus dilakukan belakangan ini. Meski demikian, upaya pengambilan calon bibit dari lokasi hutan mangrove perlu juga diperhatikan. Jangan sampai mengambil anakan mangrove yang sudah tumbuh daun. Karena, anakan mangrove yang sudah tumbuh daun ini, memang akarnya akan tumbuh lebih alami dan kuat. Belum lama ini, Ketua Kelom-
pok Nelayan, I Nyoman Sukra, mengamankan dua orang pekerja yang diduga sedang mengambil bibit berupa anakan mangrove di kawasan Tahura. Padahal, untuk membuat bibit tanaman mangrove, yang diperlukan adalah buah yang sudah jatuh, atau buah yang belum tumbuh akar dan daun. Untuk menghindari kejadian serupa kembali terjadi, Jumat (20/12), pihaknya mengajak pihak pembibitan bersama pe-
kerja yang diamankan, untuk memberikan klarifikasi. Supaya ke depan, mereka lebih memperhatikan lagi terkait pengambilan buah mangrove yang boleh diambil. “Untuk menghindari terjadinya unsur pidana, pihak pengelola rumah mangrove, kami harap untuk mengurus legalitas sebagai pegangan,” katanya didampingi Polisi Kehutanan UPT Tahura Ngurah Rai, Agus Santoso.
Menurut Fajar Lukman Hakim, perwakilan tempat pembibitan rumah mangrove, kedua pekerja tersebut belum dua bulan bekerja di tempatnya. Bahkan mereka juga belum terlalu mengetahui, mana bibit yang boleh diambil dan mana yang tidak boleh diambil. Untuk itu, ke depan pihaknya akan memberikan pemahaman kepada pekerja yang turun ke lapangan agar paham terkait yang dimaksud. (kmb23)
Pengobatan Tradisional Jnana Marga
Saat Ranjang Gagal Digoyang Siapkah pria dipermalukan, saat ranjang siap digoyang, mendadak ‘voltage’ ereksi turun tiba–tiba? Sadar tidak sadar kondisi ini melukai harga diri para pria sejati. Perlahan tapi pasti akan merenggangkan hubungan suami istri. Karena cinta saja tidaklah cukup, butuh lem alami yang bernama seks. Ahli seksual, Grand Master Metafisika Kejantanan, owner yang sekaligus terapist Pengobatan Tradisional Jnana Marga, I Nengah Edy Warsita, mengatakan hubungan intim yang maksimal dapat meningkatkan kesehatan fisik maupun psikis pasangan suami istri. Sayangnya saat usia makin bertambah, berbagi masalah seksual bermunculan. Sehingga para pria kerap mengalami berbagai kesulitan dalam memuaskan pasangan di atas ranjang. Bukan tanpa usaha, berbagi cara ditempuh pria
agar ranjang kembali memanas. Dari tradisional hingga modern. Banyak yang berhasil, banyak pula yang gagal karena salah jalan. Pengobatan Tradisional Jnana Marga, di Jalan Gatot Subroto I Gang Jnana (1 Km arah utara Apotek Anugrah) Denpasar, Telp. 085102111600, sejak 2008 menjadi solusi para pria yang bermasalah dengan seksualnya. Dengan terapi Energi Janur Sakti, terbukti menyembuhkan berbagai macam penyakit seksual seperti ejakulasi dini, impotensi, libido rendah/ kehilangan libido, lama tidak memiliki keturunan dan lain–lain. Tersedia pula Minyak TU Janur Sakti, untuk memaksimalkan ukuran Mr. P. Terdaftar di Dinkes, tergabung di IPATRI dan AP3I. Buka dari Senin sampai Sabtu pukul 10.00 sampai 17.00 wita. (ad557)
Nataru, BPTD Operasikan 32 Kapal Menuju Lombok Amlapura (Bali Post) Balai Pengelola Transfortasi Darat (BPTD) Pelabuhan Padangbai bakal mengoperasikan sebanyak 32 unit kapal untuk melayani penyeberangan dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar Nusa Tenggara Barat (NTB) saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Koordinator Satuan Pelayanan BPTD Wilayah XII Bali, I Nyoman Agus Sugiarta, Jumat (20/12) mengungkapkan, kapal Ferry yang ada di Pelabuhan Padangbai, Manggis jumlahnya mencapai 38 unit. Namun, dari jumlah itu, hanya 32 kapal yang dioperasikan melayani penyeberangan saat Nataru. “Ada empat unit kapal dalam docking di Surabaya serta Semarang, sedangkan dua kapal dalam masa perawatan. Untuk kapasitas penumpang kapal yang dioperasikan bervariasi. Ada yang mampu
BPM/kmb41
KAPAL - Pihak BPTD menyiapkan 32 unit kapal ferry untuk melayani penyeberangan dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar, Lombok saat Nataru.
mengangkut 500 penumpang ada juga kapasitas 150 penumpang,” ujarnya. Sugiarta menambahkan, saat ini kapal yang dioperasikan sebanyak 16 unit. Jumlah itu, dinilai cukup untuk melayani penumpang ke Lombok saat Nataru. Pasalnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, tidak ada lonjakan penumpang yang cukup signifikan saat Nataru. “Saat ini, kendaraan membawa muatan yang hendak menyeberang sepi. Karena sesuai dengan aturan dari Menteri Perhubungan RI Nomor 72 tahun 2019 terkait pengaturan lalu lintas operasional kendaraan barang selama masa angkutan Nataru, dari tanggal 21 sampai 25 Desember kendaraan besar tidak diperbolehkan nyeberang kecuali kendaraan sembako dan penumpang,” jelasnya. Dia berharap, arus penyeberangan selama Nataru dapat jalan dengan lancar seperti yang diharapkan. Mulai dari dermaga dapat beroperasi semua, arus penyeberangan dan bongkar muat berjalan dengan lancar. “Kami harap semuanya baik-baik saja,” harap Sugiarta. (kmb41)
4
Minggu Umanis, 22 Desember 2019
MINGGU ini, tepat 22 Desember, seluruh perempuan di Indonesia merayakan hari Ibu. Bagi seorang perempuan menjadi ibu adalah pilihan yang tidak ringan, karena perempuan modern dituntut ikut berperan juga menopang ekonomi keluarga. Perempuan tidak hanya mengurus halhal privat tetapi ikut berperan membantu ekonomi keluarga. Menjelang akhir tahun ini Bali Post menurunkan artikel tentang kesadaran perempuan untuk menghormati kesehatan tubuhnya. Perempuan harus siap ketika memilih peran menjadi ibu, perempuan juga harus sadar merawat kesehatannya. Berikut tip untuk mempersiapkan perempuan siap memasuki peran menjadi ibu. Impian dari seorang perempuan adalah menjadi ibu. Untuk menjadi ibu harus diawali dengan mempersiapkan diri untuk melanjutkan keturunan. Persiapan menikah, seharusnya diawali dengan konseling sebelum menikah supaya memiliki kesiapan mental dan fisik menjadi ibu hamil. Namun jauh sebelum memutuskan menikah, seorang wanita harus menjaga hygiene sanitasi vaginanya agar terhindar dari penyakit yang menyebabkan infertilitas. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSIA Puri Bunda, dr. Ni Nyoman Ariani, Sp.OG. mengatakan, hygiene sanitasi vagina sangat penting dijaga sejak masih remaja. Pasalnya kebersihan diri, salah satu faktor yang menentukan terjadinya kehamilan. “Kadang kita ada masalah di situ seperti keputihan, ada cairan berlebihan yang abnormal, bau, gatal tapi
dibiarkan begitu lama sehingga menyebabkan infeksi,” ungkapnya belum lama ini. Infeksi yang dibiarkan akan naik ke tubafalopi, menyerang tubafallopi. Infeksi tersebut bisa menyebabkan perlengketan sehingga tubafalopi menutup. Lalu terjadilah radang panggul, dan menyulitkan untuk terjadi kehamilan. “Jadi hygiene sanitasi penting. Kalau terjadi keputihan atau perdarahan di luar mens cepat konsultasikan. Antisipasi dengan pemberian obat di awal, membersihkan vagina bisa membantu menghilangkan keputihan,” bebernya. Selain itu berganti–ganti pasangan juga menyebabkan infeksi kelamin sehingga dapat mengganggu organ reproduksi. “Kalau sudah kena penyakit hubungan seksual, sudah agak susah karena dia akan mengarah ke gangguan di infertilitasnya, itu akan menyebabkan
Menjaga Kesehatan Reproduksi Harus Dimulai Sejak Dini susah hamil,” bebernya. Nutrisi Asupan nutrisi saat remaja sangat penting untuk mencegah kekurangan energi kronis (KEK) dan cukup asupan zat besi. Karena KEK pada remaja akan mempengaruhi pertumbuhannya dan organ reproduksinya. Kondisi fisik dan status gizi pada saat remaja dikatakan tidak mempengaruhi kehamilan. Namun, jika kurangnya nutrisi remaja hingga menyebabkan tinggi badannya di bawah 145 dan perkembangan tubuhnya tidak sesuai dengan anak seusianya, Ariani menyebut dapat mempengaruhi persalinannya. “Jadi kalau persalinan normal, akan susah,” imbuhnya. Masa remaja biasanya sudah mengalami menstruasi. Maka dari itu remaja perempuan harus menjaga asupan zat besinya atau minum tablet penambah darah. Saat terjadi kehamilan, sejak trimester pertama, calon ibu juga harus menjaga asupan zat besinya agar tidak sampai kekurangan. Pada saat hamil, tubuh wanita berbeda dengan kondisi tidak hamil. Sehingga membutuhkan
zat besi yang lebih banyak. dari mengandung, per“Cuma kadang–kadang salinan, masa nifas, pemberian zat besi hingga merawat memberikan efek anak membumual, jadi atasi tuhkan ketahdulu mualnya, anan psikis. baru kemudian Ariani kita berikan numenjelaskan trisi tambahan ketika suzat besi,” tandah terjadi dasnya. kehamiSelain zat lan, yang besi, asam foharus dilat juga sangat lakukan penting untuk ibu adalah pertumbuhan mempertulang janin. siapkan Sumber bahan psikispangan mennya untuk gandung asam komitmen folat, kacang–kamenjaga cangan. “Jika sujaninnya agar dah terjadi hamil dapat berkemharus minum asam bang dengan folat untuk mencegah baik, yaitu dengan terjadinya kelainan dan makan–makanan zat besi juga,” y a ng b e rg izi dr. Ni Nyoman Ariani, Sp.OG. imbuhnya. dan mampu mengelola stres Kesiapan Mental dengan baik. Ia juga harus memperSelain kesiapan fisik dan men- siapkan tubuh dan mentalnya kejaga hygiene sanitasi, calon ibu tika akan menghadapi persalinan. harus mempersiapkan mentalnya Selama kehamilan, calon ibu untuk memiliki seorang anak. Mulai juga harus rutin memeriksa ke-
hamilannya. Pemeriksaan kehamilan minimal dilakukan 4 kali selama kehamilan atau disebut Antenatal Care (ANC) dan memperhatikan gizinya. “Karena kecenderungan pada trimester pertama pasien mual, muntah atau kerap disebut morning sickness. Rasa tidak enak, ingin selalu tidur. Jadi kita tidak hanya memberi obat saja tapi juga memberi tahu pola makan yang baik,” ungkapnya sembari mengatakan, ibu hamil harus mendapatkan imunisasi TT. Rutin menimbang berat badan dan melakukan pemeriksaan tensi darah, nadi. Pemeriksaan ini penting sekali karena jika seorang ibu mempunyai riwayat hipertensi, pada trimester 2 bisa naik dan dikhawatirkan terjadi pre eklampsia atau keracunan kehamilan. Trimester 3, fase akan terjadi persalinan, ibu harus mempersiapkan mental dan fisiknya secara optimal. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi keluhan yang timbul. Setelah bersalin juga ada risiko masa nifas seperti perdarahan. Masa nifas selama 42 hari setelah melahirkan masih dalam pengawasan dokter. ASI eksklusif harus diinisiasi sejak dini pada calon ibu. Selamat hari Ibu. (may)
Tetap Fit di Hari Raya Natal Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
1
SUASANA tetap ceria menyambut hari raya Natal akan semakin oke dengan penampilan tubuh yang oke pula. Luangkan waktu 30 menit untuk melatih
Gb. III: Untuk
3
merampingkan pinggang, mengencangkan paha dan perut dengan posisi duduk. Ikuti peragaan berikut ini bersama Agung Rai Monalisa dari Lala Studio.
mengencangkan paha, duduklah tegak dengan kedua kaki tutup rapat dan kedua lengan lurus ke atas. Angkat tekuk kaki kanan dan kiri bergantian sambil
Gb. I : Posisi duduk tegak dengan
mengarahkan handuk
kedua kaki tutup rapat dan kedua
depan dada. Ulangi
lengan lurus ke atas. Condongkan
gerakan hingga 3x8
badan ke kanan lalu tegakkan dan
hitungan.
condongkan ke kiri, maka latihan ini bermanfaat untuk mengikis lemak di pinggang. Lakukan beberapa kali hitungan, dan pastikan kedua lengan di samping telinga saat mencondongkan badan.
Gb. IV : Duduk dengan posisi tegak, kedua siku lengan ditekuk ke samping dan kedua kaki yang lurus ke depan. Letakkan handuk pada pergelangan kaki lalu tekuk kedua lutut dan luruskan, maka latihan ini bermanfaat untuk menguatkan otot perut. Lakukan beberapa kali sesuai kemampuan.
4
Gb. II: Tetaplah duduk, kaki kiri ditekuk dan letakkan pergelangan kaki kiri pada lutut kanan. Kedua lengan lurus depan dada, lalu dorong badan ke depan sejauh mungkin, lalu tegakkan kembali. Ulangi hingga 2x8 hitungan, setelah itu ganti kaki kanan ditekuk dan lakukan gerakan yang sama dengan hitungan yang sama pula.
2
Kupon
Kisara SADAR dan sayang terhadap diri sendiri adalah kunci utama dalam menjalani kehidupan. Menyayangi diri sendiri sudahlah sangat popular, namun masih banyak orang yang menganggap bahwa menyayangi diri sendiri berarti sikap narsis apalagi egois. Ada pula yang berpikir bahwa mencintai diri sendiri haruslah dalam bentuk kemewahan yang melimpah. Hal ini banyak terjadi di kaum perempuan. Banyak dari mereka yang menganggap bahwa menyayangi diri sendiri berarti mempercantik dirinya, dan tidak sedikit yang mempercantik dirinya dengan cara diet ekstrem atau olahraga ekstrem untuk mencapai tubuh yang sempurna sebagai bentuk self love. Kata orang, perempuan memiliki perasaan yang sangat sensitif dan mudah tersentuh. Maka tidak jarang, pendapat orang lain mudah mengubah persepsinya
Selamat Menyambut Natal dengan latihan yang ringan, namun bermanfaat untuk pembentukan tubuh dan salam bugar dari Lala Studio.
terhadap dirinya sendiri, bahkan tak jarang membuat perempuan menyerah akan haknya terhadap tubuhnya sendiri. Sering kali perempuan tidak menyadari bahwa mencintai dirinya sendiri adalah hal yang lebih penting daripada memberi cinta pada orang lain. Seberapa sering sih kamu mengeluh tentang warna kulitmu? Atau seberapa sering kamu mengeluh tentang berat badanmu dan bentuk tubuhmu? Memilih untuk mencintai diri sendiri itu adalah hal yang sama sekali berbeda dengan narsisme apalagi egois. Mencintai dan sadar akan dirimu akan menjadi cerminan apakah
Karena Aku Perempuan
Aku Berharga! kamu mampu memberi perhatian dan cinta pada orang lain. Tubuh Tidak sedikit perempuan yang tidak sadar betapa pentingnya tubuh mereka. Banyak perempuan yang tidak sadar bahwa mereka juga berhak untuk menentukan keputusan terhadap tubuhnya sendiri tanpa ikut campur dari orang lain. Misalnya, ketika seorang perempuan ingin menggunakan kontrasepsi atau tidak, itu adalah pilihan mereka untuk menggunakan atau tidak, terlepas dari pendapat suami atau keluarganya. Karena pada dasarnya, perempuan juga memiliki hak untuk menentukan keputusan terhadap tubuhnya sendiri tanpa interupsi dari orang lain. Sedikit yang tahu, bahwa sesung-
guhnya kata perempuan berasal dari kata ‘empu’ yang berarti pemilik atau yang punya. Hal ini menunjukan bahwa perempuan berhak atas tubuhnya dan berhak menentukan pilihannya sendiri. Selain itu, ketidaksadaran perempuan terhadap tubuhnya tidak berhenti di sana. Ketika mendengar pendapat orang lain tentang tubuhnya, seperti, ‘kamu kok gemukan?’ atau ‘coba deh kamu diet biar cantik’, banyak wanita yang memilih untuk memaksa dirinya untuk mengikuti standar orang lain, terlepas dari apakah dirinya ingin atau sanggup untuk melakukan perubahan pada dirinya. Bahkan tanpa sadar menyiksa dirinya sendiri.
Pilihan Kalau kamu adalah seorang perempuan, mulailah untuk mencoba mencintai dirimu sendiri. Langkah awalnya adalah dengan menyadari dirimu sendiri. Sadar bahwa kamu berhak menentukan pilihan terhadap dirimu dan kamu berhak bahagia sebagai dirimu sendiri terlepas dari standar yang ditentukan oleh orang lain. Ketika kamu sudah sadar dengan dirimu sendiri, maka rasa cintamu terhadap dirimu sendiri akan tumbuh dengan sendirinya. Ingatlah bahwa, siapapun kamu, kamu berharga dan berhak dicintai. Setidaknya oleh dirimu sendiri! Selamat hari Ibu.
5
Minggu Umanis, 22 Desember 2019
Capricorn Peruntungan: Jangan persoalkan hal-hal yang tak urgen apalagi hanya berlandaskan gengsi, karena itu akan sangat berdampak buruk bagi kelangsungan bisnis dan karier Anda. Kesehatan: Stamina mulai kedodoran akhir-akhir ini sehingga perlu recovery cepat untuk bisa menghadapi aktivitas yang padat minggu ini. Cinta: Aral dan rintangan seakan datang silih berganti, anggap saja ini semua ujian untuk Anda berdua bisa sampai di posisi yang diidamidamkan. Aquarius Peruntungan: Kesempatan untuk bisa meraih hasil terbaik minggu ini selalu terbuka apalagi kesempatan yang ada diimbangi dengan sikap dan cara kerja yang ulet. Kesehatan: Saran dari dokter sebaiknya benar-benar dipatuhi jika tidak ingin kondisi badan Anda ada masalah di kemudian hari. Cinta: Berhati-hatilah dalam menentukan sikap, jangan terkesan plin-plan yang membuatnya jengkel dan menjadi tidak respek terhadap diri Anda. Pisces Peruntungan: Jangan biasakan bertindak tanpa perencanaan yang matang karena hal itu akan berbeda untuk masalah hasil nantinya. Rencana yang sudah ada sebaiknya segera direalisasikan mumpung situasi dan kondisi cukup membantu. Kesehatan: Bagian pencernaan Anda masih merupakan masalah serius dan terus menghantui kesehatan Anda. Cinta: Cobalah hargai pendapatnya agar suasana tetap tenang dan mesra. Aries Peruntungan: Dorongan positif dari rekanrekan Anda jangan sampai disalahgunakan apalagi disepelekan karena hal itu akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan bisnis dan karier yang lagi Anda bangun dengan susah payah selama ini. Kesehatan: Perlu dana khusus untuk mem-back up jaminan kesehatan Anda. Tak perlu banyak pertimbangan jika sudah menyangkut kepentingan masa depan. Cinta: Kondisi emosinya saat ini lagi labil karena tekanan dalam urusan pekerjaannya, maka jangan Anda tambah beban pikirannya. Taurus Peruntungan: Hambatan dan rintangan yang datang segera pikirkan jalan solusinya. Jangan dibiarkan begitu saja mumpung kemujuran masih berpihak pada nasib Anda minggu ini. Kesehatan: Bila ada keinginan untuk membeli makanan di luaran sebaiknya dipikirkan faktor higienisnya jangan sampai menimbulkan masalah di kemudian hari. Cinta: Jadilah orang yang selalu bersyukur agar terus bisa bertambah nikmat hidup bersama dirinya. Gemini Peruntungan: Pertahankan bisnis yang telah Anda bangun dengan susah payah, jangan hanya pasrah begitu saja dengan masalah yang seharusnya masih bisa diselesaikan. Optimislah! Kesehatan: Harap bersabar karena semua perlu waktu untuk bisa kembali fit dan benar-benar sehat kembali. Cinta: Jika memang ada yang kurang berkenan di hati, sebaiknya disimpan dulu. Pandai-pandailah membaca situasi agar kemesraan dan keharmonisan bisa selalu tercipta. Cancer Peruntungan: Tingkatkan kesabaran dan jauhkan emosi dengan tidak memperdulikan isu-isu yang memojokkan diri Anda karena bagaimanapun apa yang Anda dengar bukanlah mencerminkan realita yang ada. Kesehatan: Kondisi badan relatif sehat, hanya jangan terlampau banyak mengkonsumsi buah-buahan yang banyak getahnya jika tak ingin batuk nantinya. Cinta: Haruslah bisa mengerti dan memahami setiap perubahan yang ada dalam dirinya sehingga bisa terhindar dari pertikaian. Leo Peruntungan: Minggu ini cukup menyenangkan hati, tinggal tergantung bagaimana motivasi Anda untuk bisa lebih meningkat lagi. Kesampingkan dulu keinginan yang macammacam itu. Cobalah lebih fokus pada urusan pekerjaan yang ada saat ini. Kesehatan: Olahraga ringan di pagi hari jika dibiasakan secara kontinu akan membawa dampak yang besar bagi kesehatan Anda. Cinta: Jangan sampai pengalaman buruk di masa lalu di mana Anda terkesan arogan kembali muncul saat ini bersamanya. Virgo Peruntungan: Tetaplah konsisten dan konsekuen dengan apa yang telah diucapkan dan jangan sekali-kali mengingkarinya sekalipun tidak sedikit tekanan yang Anda rasakan minggu ini. Kesehatan: Manfaatkan waktu istirahat yang ada dengan seoptimal mungkin, jangan sampai Anda terkesan loyo dan kurang bergairah. Cinta: Cinta tidak hanya berlandaskan harta. Kepedulian dan kesetiaan terhadap pasangannya adalah kunci untuk bisa meraih kebahagiaan yang hakiki. Libra Peruntungan: Tetaplah tenang dan hati tak perlu bingung menghadapi berbagai macam problema saat ini yang datang silih berganti tiada habis-habisnya. Jalani segala sesuatunya sesuai proporsi yang ada sehingga Anda tak sampai pusing sendiri. Kesehatan: Hindari mengambil risiko dengan minum obat-obatan yang tak dianjurkan dokter. Berhatihatilah terhadap efek yang terjadi di kemudian hari. Cinta: Minggu ini Anda bisa lebih tenang menapak segala rencana besar dengannya tanpa harus merasa terganggu dengan bayang-bayang buruk yang ada dalam pikiran Anda berdua. Scorpio Peruntungan: Berjiwa besarlah bila dikritik dan jangan cepat besar kepala bila dipuji. Lebih baik bersikap seproporsional mungkin sehingga bisa terhindar dari permasalahan yang timbul akibat kesalahan diri sendiri yang seharusnya bisa dihindari. Kesehatan: Untuk menjaga badan biar segar tiap hari tidak harus dengan olahraga yang berat. Berjalan santai di pagi hari itu sudah lebih dari cukup. Cinta: Jangan biarkan orang ketiga masuk ke dalam hubungan percintaan Anda dengannya meskipun di awal terlihat baik dan menyenangkan. Sagitarius Peruntungan: Laksanakan rutinitas aktivitas dengan penuh semangat meskipun harihari yang dilalui selama seminggu ini relatif santai. Jangan hiraukan omongan orang yang memerahkan telinga itu, hadapi saja dengan senyum maka akan hilang dengan sendirinya. Kesehatan: Bila ada keinginan yang macam-macam yang bertentangan dengan anjuran dokter sebaiknya Anda redam dulu. Sadarlah akan posisi kesehatan Anda saat ini yang belum terlalu sehat. Cinta: Selalu mempermasalahkan kekurangan yang ada dalam dirinya hanya akan membuat dirinya pusing dan serba salah.
Diasuh Oleh : Astrologer Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 22 - 28 Desember 2019
Mengikuti Jalan Dharma (1) aphalākānksibhir yajño vidhi-drsto ya ijyate yastavyam eveti manah samādhāya sa sāttvikah
Redaktur Khusus
(Bhagavad-gītā 17. 11)
WAKYA
Persembahan korban suci yang dilakukan oleh mereka yang sudah tidak menginginkan hasil dari persembahan korban suci yang dilakukan, persembahan korban suci yang dilakukan sesuai dengan aturan kitab suci, yang dilakukan setelah memantapkan dalam hati bahwa persembahan korban suci yang dilakukan adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan, persembahan korban suci seperti itu adalah korban suci dalam sifat kebaikan. Kitab suci menyebutkan 8 jenis jalan Dharma, antara lain: yajna (persembahan suci), adhyayana (belajar kitab suci sendiri), dana (berderma), tapa (pertapaan/pengendalian diri), satyam (berkata-kata jujur), ksama (mengampuni, memaafkan), aghrna (kasih sayang), alobha (keninggalkan kelobaan). Empat yang pertama dilakukan oleh orang-orang durjana sebagai pertunjukan saja. Sedangkan yang empat belakangan sama sekali tidak pernah bisa tinggal pada orangorang durjana. Dalam tulisan kali ini saya akan membahas empat bagian yang pertama yang sangat mungkin dipraktikkan secara menyimpang oleh orang-orang durjana yang melakukan yajna, dana, adhyayana, dan tapa semata-mata didasari oleh kama, kroda, dan loba. Bhagavad gita telah mengajarkan bahwasannya kama, kroda, dan loba adalah tiga gerbang utama menuju neraka. Melalui pembahasan ini, saya berharap kita sama-sama memahami tujuan sesungguhnya dari empat jenis jalan Dharma ini. Yang empat terakhir tidak saya bahas
weda
Darmayasa
karena keempatnya sudah pasti hanya dijalankan oleh orangorang berhati mulia dan tidak akan mungkin menyimpang. Yajna, adalah persembahan suci dan tulus ikhlas kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berasal dari akar kata Sanskserta yaj, yang berarti persembahan suci, korban suci, puja bhakti, hormat, dan lain-lain semacam itu. Jenis-jenis yajna seperti yang terdapat di dalam kitab suci Veda tidak terhitung jumlahnya. Yajna-yajna penting saja jumlahnya hampir 500 an jenis. Hanya saja, sangat banyak jenis yajna yang sudah tidak bisa dilakukan lagi oleh orang-orang seperti kita-kita di zaman Kali (yuga) ini. Seiring dengan merosotnya perkembangan zaman, dari Satyayuga ke Kaliyuga, maka kemampuan orang untuk melakukan yajna pun menjadi semakin merosot pula. Bahkan pada zaman Kaliyuga ini, yajna paling sederhana pun kita tidak mampu lagi melakukannya dengan baik sesuai dengan aturan-peraturan pelaksanaan yajna. Bhagavad Gita III, 14, menjelaskan tentang yajna: annad bhavanti bhutani parjanyad anna-sambhavah, yajnad bhavati parjanyoyajnah karmasamudbhavah (Semua makhluk hidup dilahirkan dari makanan. Makanan dilahirkan dari hujan. Dan hujan turun karena pelaksanaan persembahan-persembahan suci yajna. Selanjutnya, persembahan suci yajna terlahir dari perbuatan). Ada yajna pribadi, ada yajna keluarga, dan ada pula yajna publik yang harus dilakukan bersama-sama dengan orang banyak dan/atau masyarakat lingkungan setempat kita. Yaj-
na keluarga misalnya, bagi seorang grihastha (orang yang berumah tangga) dianjurkan untuk melakukan yajna nitya yajna (persembahan suci yang dilakukan setiap hari) dan naimittika yajna (persembahan suci yang dilakukan sewaktuwaktu pada hari-hari raya atau hari-hari suci tertentu). Semua itu sudah banyak ditinggalkan oleh para grihastha zaman ini atau dilakukan dengan sangat terbatas dalam segala kekurangannya. Barangkali itulah sebabnya disebutkan dalam shloka di atas bahwa orang-orang durjana (orang jahat) tidak akan bisa melakukan yajna dengan baik dan sempurna. Kalau tokh mereka bisa melakukannya maka mereka akan melakukan semua itu dengan tujuan-tujuan pencitraan saja atau pertunjukan saja (agar dilihat orang sudah melakukan yajna) serta dilakukan dengan pengembangan rasa kebanggaan serta keakuaan berlebihan, demi mengangkat rasa harga diri, atau menjaga kedudukan di masyarakat. Dengan demikian mereka tidak bisa melakukan yajna sebagaimana mestinya Adhyayana, berarti belajar dan dalam hal ini adalah belajar kitab-kitab suci Veda. Lebih jauh dalam hal ini berarti svadhyayana, yaitu belajar sendiri kitab-kitab suci Veda. Ini juga tidak begitu banyak bisa dilakukan oleh orang-orang zaman Kaliyuga ini. Walaupun kelihatannya sederhana, yaitu belajar atau membaca kitab suci sendiri, akan tetapi ternyata hal itu tidak bisa dilakukan dengan mudah. Belajar Veda sangat penting diikuti oleh semua orang yang menginginkan kemuliaan hidupnya, baik secara lahir (duniawi/material) maupun batin (rohani/spiritual). Ada banyak jenis dan level kitab-kitab suci Veda dan ada pula berbagai cara untuk mempelajarinya. Cara yang paling sulit adalah belajar tanpa guru, dan cara yang paling mudah adalah belajar melalui guru. Mengapa cara belajar tanpa guru adalah cara yang paling
sulit? Pelajaran Veda bukanlah pelajaran seperti kitab-kitab atau pengetahuan-pengetahuan biasa. Pertama sekali, ia ditulis dalam bahasa Sanskerta dan huruf Devanagari. Tentulah orang harus belajar huruf Devanagari terlebih dahulu, yang boleh dikatakan tidaklah sulit. Akan tetapi, untuk belajar bahasa Sanskerta, ia memerlukan waktu tidak sedikit. Menurut Panca Tantra, untuk belajar bahasa Sanskerta saja memerlukan waktu 12 tahun. Bila kita berbicara mengenai ajaran Veda dalam bentuk lontar/naskah kuno yang ada di Indonesia, khususnya di Bali, kita juga perlu berlajar huruf Bali dan bahasa Kawi/Jawa Kuno. Hingga kini huruf Bali masih diajarkan di SD hingga SMP. Itupun banyak siswa yang langsung lupa begitu tamat sekolah. Di sisi lain, penulisan huruf Bali dalam lontar memiliki “gaya” tersendiri. Ada huruf-huruf yang disusun secara “kaligrafi” yang tidak mudah dipahami oleh orang awam. Bahasa Kawi/ Jawa Kuno juga hanya dipelajari oleh para peminat sastra kuno dan di perguruan tinggi. Sampai di sini kita bisa dengan gamblang mengakui bahwa bagi masyarakat pada umumnya, untuk belajar Veda mereka memang memerlukan tuntunan seorang guru yang memang belajar Veda. Lebih lanjut, jika melihat berbagai jenis dan berbagai level ajaran-ajaran veda maka akan dapat dipastikan ketidakmungkinan bagi umat secara umum untuk belajar Veda sendiri. Oleh karena itu, mengingat kitab suci Veda tidak hanya mengajarkan ajaranajaran keduniaan melainkan (terlebih lagi) juga mengajarkan masalah rohani yang tidak dapat dipahami oleh alat-alat pencapaian keduniaan, tuntunan sangat diperlukan, tentu saja kita harus mencari tuntunan dari mereka yang memang mempelajarinya dengan benar. Kesimpulannya, adhyayana yang dimaksudkan di sini adalah belajar sendiri kitabkitab suci veda di rumah, melalui tuntunan dari seseorang yang memang mempelajari dan memahami Veda dengan benar. Dalam kitab Canakya Niti
Shastra XVII, 1, Rsi Canakya, guru dari Ashoka (raja besar India), mengajarkan: pustaka pratyayadhitam nadhitam gurusannidhau, sabha-madhye na sobhante jara-garbha iva striyah (Dia yang hanya belajar dari buku-buku tetapi tidak berguru, orang ini tidak bersinar di masyarakat. Bagaikan benih dari orang jahat di dalam kandungan wanita). Dana, berarti berderma, memberikan sedekah, atau sumbangan kepada yang memerlukan. Terdapat kesalahpahaman agak umum di kalangan umat perihal dana dan dhana. Dana berbeda dengan dhana. Dhana artinya uang, harta benda. Ada berbagai jenis dana (derma) serta kemuliaan masing-masing. Melakukan dana dalam bentuk dana-punia sesuai dengan ajaran Veda tidaklah mudah. Kesulitan bukan pada uang atau harta melainkan pada rasa kepemilikan, sebab dana-punia memang diberikan dengan hati yang sangat tulus ikhlas. Itulah yang menyebabkan ber-danapunia itu sangat sulit dilakukan oleh orang kebanyakan. Sarasamuscaya shloka 172 mengajarkan: apan ring tribhwana, tan hana meweh kagawayanya, lena sangkeng dana, agong wi kang trsna ring artha, apan ulihning kasakitanikang artha katemu (karena di tiga alam ini (bumi, langit, dan surga) tidak ada pekerjaan yang lebih sulit dibandingkan dengan ber-dana [berderma] sebab sangat kuat rasa keterikatan pada harta benda sebab harta benda itu diperoleh dengan susah payah). Orang akan merasa sangat mudah melakukan pemberian (yang bukan dana-punia) ketika dalam memberi ada kesempatan untuk mengembangkan ahamkara atau keakuannya. Ia tidak akan memikirkan lagi apa dan berapa yang diberikan, karena yang penting adalah orang lain melihat dia memberi dan lemudian menjadi terkenal dan disanjung. Hal yang sama juga dilakukan oleh mereka yang tulus ikhlas, ber-dana-punia (bukan sekadar melakukan pemberian), mereka akan mendana-punia-kan apa saja dan berapa saja dengan hati yang tulus ikhlas. (bersambung)
MIMBAR AGAMA rasa eling, guna meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya pelestarian sumber daya hayati yang selama ini telah mendukung keberlangsungan kehidupan segenap makhluk. Cukup sederhana makna ngecas “bhatre” ini. Hanya, disadari atau tidak kewajiban meningkatkan atau menguatkan daya energi rohani ini nyaris diabaikan. Artinya, masih menjadi titik lemahnya umat Hindu yang selama ini masih berkutat dengan urusan ngecas energi jasmani (fisikal/material) dengan fokus memenuhi hasrat kepentingan, keperluan dan atau kebutuhannya. Hingga membuat sebagian umat mengabaikan atau bahkan melupakan kewajiban secara berimbang dengan menguatkan energi rohani (spirituality). Kalaupun telah dilakukan, realitanya masih berjalan dengan tidak seimbang, yaitu dengan lebih menitikberatkan pelaksanaan kewajiban pada ranah bhakti vertikal (niskala/ke atas), itu pun sebatas cakupan urusan “puri” (pura dan ritual). Kalau untuk urusan kepentingan pura dengan segala aktivitas ritual yadnyanya boleh di-
katakan umat Hindu (Bali) tak pernah surut, karena landasan teologi, filosofi dan mitologinya membuat umat menjadi tunduk, taat dan takut untuk mengabaikan kewajiban bhakti niskala ini. Lihat saja dalam contoh pembangunan dan atau perbaikan pura, berapa pun dana/biaya yang dibutuhkan selalu diusahakan terpenuhi, meski dengan berbagai cara termasuk “minta-minta” punia. Bahkan, celakanya lagi ada juga dengan cara penggalian dana lewat gelaran “tradisi judi”, misalnya tajen. Belum lagi ketika pura sudah selesai dibangun atau diperbaiki yang mesti di-pelaspas atau dilakukan upacara ngenteg linggih, sering kali menghabiskan biaya dalam hitungan rausan juta bahkan hingga miliaran rupiah. Punya atau tidak, karena sudah ditargetkan mau tidak mau harus ada dana sejumlah yang sudah diproyeksikan. Dalam situasi demikian, tak dapat dipungkiri terutama di kalangan umat, ada sebagian dari mereka yang meskipun menyerahkan dana punia, tetapi tidak semua melakukannya dengan rasa tulus ikhlas, seperti terdesak
dalam situasi “paksa rela”. Ditambah kemudian dengan kebutuhan bahan baku material untuk kepentingan upacara/ upakara yadnya berbasis ritual material, tak dapat ditutupi kenyataannya makin sulit didapatkan. Bahkan, belakangan ini keberadaan sumber daya alam pendukung karya yadnya, khususnya busung/janur, slepan, daun pisang dan lain-lain tidak mudah ditemukan di pasar, sehingga ada umat yang menggantinya dengan ibung atau daun lontar. Sebuah realita ritual yadnya yang bermakna “nungkalik”, filosofinya bertujuan mengharmoniskan alam pendukung kehidupan manusia, kenyataannya kondisi lingkungan beserta sumber daya hayatinya kian krisis, lama-kelamaan bisa kritis lalu habis, dan umat pun kemudian hanya bisa menangis. Sungguh tragis, ironis dan membuat hati miris akibat kebanyakan umat mengesampingkan ngecas “bhatre” ranah eling dan tresna terhadap alam lingkungan, serta lebih memusatkan energi materi pada aktivitas bhakti niskala. Sudah saatnya kini umat ngecas “bhatre” seutuhnya, agar daya energi jasmani (sekala) dan rohani (niskala) memiliki kekuatan berimbang dalam rangka mencapai jagadhita dan moksa.
atman atau roh, sedangkan pradana bermakna jasad atau fisik, tempat roh bersemayam. Tanpa sinergitas purusa dan pradana, kehidupan mustahil bisa berlanjut. Bahkan, dalam Catur Guru, ada elemennya bernama Guru Rupaka merupakan kesatuan purusa dan pradana yang berarti orangtua, yakni ibu dan ayah,“ papar Rubag. “Ya, dalam agama Hindu Bali, kesatuannya disimbolkan dalam palinggih bernama Kemulan, yang wajib ada di sanggah atau pamrajan. Palinggih yang di atasnya memiliki tiga ruang, yakni di kanan adalah purusa, di kiri pradana dan di tengah kesatuan dari keduanya. Bila ditinjau dari konsep Tri Purusa, di kanan adalah Parama Siwa, di kiri Sada Siwa dan di tengah Siwatma atau Atmika. Kalau menuntun roh dari Pura Dalem Puri, Besakih, untuk distanakan di kemulan sanggah atau pamrajan, yang dimohon adalah lanang lan istri atau pria dan wanita, kita tidak menyebut nama. Ini pemahamanku secara awam tentang agama, karena aku
bukan agamawan yang paham betul ikhwal agama dan upacara. Namun demikian, pemahaman secara garis besar ini membuatku berasumsi, agama Hindu Bali memegang teguh konsep keseimbangan berdasar paham rwa bhineda. Perempuan Bali, ku tahu dari dulu diberikan kebebasan beraktivitas di luar rumah oleh suami mereka. Kebebasan berkreativitas dan berusaha membuat banyak perempuan Bali yang hebat dalam bisnis atau berdagang, meski memulai usaha dari modal sangat kecil. Aku tidak mau menyebut nama, namun banyak dari mereka yang hanya menjual minyak kelapa, tembakau, buah-buahan dan rempah-rempah berhasil membeli tanah sawah dan ladang. Bahkan, ada yang sukses berjualan barang-barang kesenian sehingga memiliki artshop yang terkenal sehingga punya rekan bisnis di luar pulau dan luar negeri. Jadi, kalau postfeminisme baru lahir istilahnya di abad ke-21, diiringi lagu Wonder Woman, di Bali perempuan perkasa sudah berkiblat sejak sebelum
kemerdekaan,“ komentar Nyoman Sudiantara. “Meskipun sukses, sikap mereka terhadap suami, anak-anak dan mertua tetap sopan dan tidak sombong. Tidak seperti perempuan yang berstatus istri muda dari pria lansia yang kulihat di medsos dan TV baru-baru ini. Suami yang sudah menderita stroke dan alzeimer dipukul berkali-kali dengan tongkat besi, malah divideokan sendiri oleh perempuan itu. Memang ini bagian dari rwa bhineda, namun jumlah perempuan seperti ini tidak banyak! Wanita baik masih lebih banyak dan kita bersyukur Indonesia merayakan Hari Ibu yang sebenarnya Hari Perempuan setiap 22 Desember. Meski terlambat, kita harus bersyukur karena sejak tahun 2016, kita juga merayakan Hari Ayah setiap 12 November. Mudah-mudahan konsep keseimbangan yang mulai tumbuh ini berbanding lurus dengan keseimbangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,“ harap Made Surjanegara di akhir argumennya.
Ngecas ”Bhatre”: Bhakti-Tresna-Eling I Gusti Ketut Widana SELAMA ini bayangan orang tentang ngecas (charge) itu berhubungan dengan perangkat elektronik yang sedang kekurangan/kehabisan daya listrik. Seperti ngecas baterai senter atau yang kini sering dilakukan, yaitu ngecas handphone (HP). Hampir setiap hari baterai HP dicas agar tetap bisa menerima sinyal sehingga dapat digunakan untuk berkomunikasi. Inilah yang disebut ngecas baterai elektrik yang sangat tergantung pada energi listrik. Serupa dengan itu, sejatinya ada juga yang patut dicas, namun selama ini nyaris dilupakan, meski maknanya sejalan, yaitu ngecas “bhatre” rohani. Istilah bhatre ini sebenarnya akronim dari kata “bhaktitresna-eling” yang berhubungan dengan (1) hubungan religis umat Hindu dengan Hyang Widhi beserta manifestasinya dalam ranah bhakti yang bersifat niskala (vertikal/ke atas), (2) hubungan sinergis antarsesama umat dalam ranah tresna
(cinta kasih) yang bersifat sekala (horizontal/ke samping), dan (3) hubungan harmonis antarumat manusia dan alam dalam ranah eling (sadar lingkungan) yang bersifat sekala (vertikal/ ke bawah). Ngecas “bhatre” dalam konteks ini dimaksudkan sebagai usaha umat Hindu untuk tetap disiplin, rajin dan rutin menguatkan daya rohaninya agar selalu berada dalam orbit Hyang Widhi dengan melaksanakan kewajiban bhakti, tresna dan eling. Rinciannya (a) disiplin melaksanakan kewajiban ke hadapan Hyang Widhi yang sama artinya dengan ngecas bhakti guna menguatkan sradha (keimanan), misalnya berdoa/sembahyang dan atau mayadnya (ritual), (b) rajin melaksanakan kewajiban kemanusiaaan yang sama artinya dengan ngecas tresna, guna meningkatkan rasa kasih sayang terhadap sesama manusia, misalnya membantu orang yang sedang kesusahan, tertimpa bencana, kesakitan dengan cara berderma atau berdana punia, (c) rutin melaksanakan kewajiban terhadap alam lingkungan yang sama, artinya dengan ngecas
Hari Ibu dan Hari Ayah YANG lebih tinggi daripada langit adalah ayahanda kami, sedangkan yang lebih berat daripada bumi atau pertiwi adalah ibunda kami! (Percakapan Yudhistira dengan Yaksha). “Jawaban Si Sulung dari Panca Pandawa atas pertanyaan ‘Apa yang lebih berat daripada bumi dan lebih tinggi daripada langit‘ dari Yaksha atau Penguasa Danau tanpa wujud, membuat dirinya boleh minta salah seorang saudaranya yang tewas, hidup kembali. Bukannya dia memilih Arjuna atau Bima dari satu ibu, namun anak dari Dewi Madri, Nakula. Yaksha bertanya, mengapa putra ibu tirinya yang dipilih untuk dihidupkan kembali, sedangkan saudara kandungnya dibiarkan mati? Tanpa berpikir panjang, Putra Pandu tersebut berkata, dari Ibu Kunti sudah ada saya yang hidup, karena Ibu Madri juga saya anggap sebagai ibu yang baik, saya harap dari darah beliau ada yang melanjutkan kehidupan di dunia, untuk itu saya mohon
brolan BALE BANJAR ARIDUS adik Nakula yang dihidupkan. Jawaban Yudhistira cukup mencengangkan sehingga mendapat bonus, yakni keempat saudaranya hidup kembali. Tidak rugi Yudhistira punya nama alias Dharmawangsa, yang berarti sabar, bijak dan cerdas. Hal yang menarik dari porsi kecil epos Mahabharata ini adalah pandangan tentang dinamika purusa dan pradana, yakni penghormatan terhadap ayah dan ibu secara seimbang. Memang purusa tidak selalu berarti ayah, juga bermakna
Bali
6
Redité Umanis, 22 Desember 2019
Kruna
Sajeroning Kahuripan Krama Hindu
Genta Matiosan sareng Bajra SAJERONING dresta kahuripan krama Hindu utamanipun ring Bali, ngamargiang upacara yadnya wantah sinalih tunggil parindikan sané mabuat kamargiang. Malarapan antuk makudangkudang wilangan rahina miwah pangrauh rerainan, sinah upacara yadnya pinaka sinalih tunggil soroh budaya tradisional tetamian panglingsir krama Hindu inucap kalaksanayang antuk tatatiti sané sampun kataminin saking nguni. Ageng wiadin alit upacara yadnya sané kamargiang, majanten kapuput olih manggalaning yadnya minakadi Ida Sang Sulinggih utawi dané Jero Mangku sané ring pidabdabnyané punika jagi ngawigunayang sarana sané mawasta genta. Ngawigunayang sarana genta ri kala nganteb, ngastawa kantos muput ring upacara yadnya sampun kawedar tur kasinahang sajeroning sastra agama. Sakadi sané kabaosang I Gede Agus Budi Adnyana, S.Pd.B., M.Pd., penulis makatah buku Agama Hindu sané taler pinaka dosén ring IHDN Denpasar, genta wantah sarana sané prasida
ngamedalang suara saha kajantenang pinaka pangénter mantra. Manut sakadi drestadresta kuna ring Purana, suara genta inucap kajantenang prasida ngratepang saha nyikiang kawéntenan ring jagat Imanén utawi sekala sareng jagat Transdén utawi niskala. Ngeninin indik tatatiti ngawigunayang utawi nyuarayang genta inucap, kapanggih wénten makatah wangun suara sané prasida kamedalang. Minakadi wangun suara genta sané kawastanin antuk “Bramara Ngisep Sari” utawi “Lembu Mangan Dukut” sané makekalihnyané punika wantah suara genta ngiringang utawi ngastawayang upacara sané katur majeng ring Para Déwata. Wénten taler suara genta sané kawastanin antuk “Batel” miwah “Bima Krodha” pinaka suara ngiringang upacara sané katur ring para Bhuta Kala minakadi tatkala ngamargiang upacara pacaruan. “Yadiastun mabina-binayan kawigunan miwah wangun suara sané kamedalang manut saking upacara sané kairingang, nanging
Bencingah
Boya Wantah Sarana Seni SAKADI sané sampun kawedar, genta wantah sarana sané kapanggihin tur kawigunayang sajeroning pidabdab upacara yadnya, pinaka sarana pangenter puja mantra sane kauncarang olih dané Jero Mangku wiadin Ida Sang Sulinggih tatkala muput upacara yadnya. I Gede Agus Budi Adnyana, S.Pd.B., M.Pd. maosang, ketah kramané ngayunang lan maosang yéning genta wantah sarana seni biasa tan padagingin antuk kasidhian indik spiritual. Punika raris kabaosang dané yéning sujatiné sarana genta wantah mabuat pisan napi malih sajeroning pidabdab utawi tata-titi indik pamuspan. Wénten mantra panyucian sané majanten kauncarang tatkala dané Jero Mangku wiadin Ida Sang Sulinggih ngawitin ngawigunayang genta sajeroning ngastawa utawi muput parikrama upacara yadnya taler nguncarang mantra tatkala genta inucap puput kawigunayang. Kahanané punika pinaka cihna yéning genta wantah sarana suci sané madué kasidhian lan kawigunan sané mabuat sajeroning pidabdab upacara, boya wantah sarana seni kémanten. Yadiasatun sakadi punika kahanannyané, nénten majanten yéning genta sané kantun kaadol ring pasar prasida katumbas raris kanggén tatkala dané Jero Mangku jagi nganteb yadnya. Punika iwang pisan duaning sampun sapatutnyané genta inucap kadulurin antuk upacara prayascita lan pasupati sadurung kawigunayang sajeroning upacara yadnya. Yéning nénten asapunika sinah genta inucap kantun marupa sarana seni biasa sané nenten dados kanggén sajeroning upacara yadnya sajabaning wantah kanggén ring sesolahan seni kémanten. “Napi malih sarana inucap nénten kakaryanin ngawag sajabaning nganutin déwasa utawi rahina lan galah sané melah, minakadi galah sané kawastanin antuk “Déwa Ngelayang”. Nanging wénten taler sané ngambil ring wewaran “tulus” utawi “dadi” kanggén ngawitin ngaryanin genta,” asapunika Penerima Penghargaan HBRC Award pinaka Penulis Hindu Terbaik lan Penulis Kebudayaan Terbaik warsa 2013 puniki nartayang. (was)
wangun genta sané kawigunayang pateh,” baos dané. Dané malih maosang, ketah kramané nyambatang aran genta antuk kruna bajra, sané sujatiné makekalih sarana punika mabinayan. Indiké punika wawu prasida kaélingang manawita kramané manggihin sapunapi pidabdab Ida Pedanda Siwa lan Ida Pedanda Budha muput yadnya ring upacara ageng minakadi sané kamargiang ring Bali. Tatkala Ida Pedanda Siwa mapuja sinah tangan kiwa ngambel genta tur tangan tengen Ida ngambel bunga sané wusan nguncarang Weda Mantra jagi kasinturang menék pinaka niyasa saking Bapa Akasa. Sakéwanten, yéning Ida Pedanda Budha mapuja, tangan kiwa ngambel genta, tangan tengen ngambel sarana sané kawastanin antuk bajra sané raris kagenahang ring wangkong antuk muncuknyané marep tedun niyasa saking Ibu Pertiwi. Kawewehin, bajra mateges antuk kilap pinaka sanjata saking Ida Bhatara Indra sané ring satuannyané wantah sanjata sané kanggén
ngasorang raksasa Writra, putra saking Déwi Diti lan Maharsi Kasyapa. Ngawit kahanan asapunika raris kakaryanang sarana sané wangun ipun sakadi sanjata kilap sané kasengguh bajra ring budaya Bali. Wangunipun kapanggihin masaih sareng genta, nanging ring sornyané mabinayan. Tios niyasa Ibu Pertiwi, muncuk bajra kaarepang tedun utawi tuun duaning kadasarin antuk pidabdab yéning kilap nyanderin jagat majanten jagi “nétral”, nénten mikobetin tatkala prasida nyander tanah. “Sangkaning punika, sajeroning upacara yadnya ageng, Ida Pedanda Siwa lan Ida Pedanda Budha jagi muput yadnyané sinarengan duaning tetueknyané wantah
Basa Bali
tatkala Bapa Akasa lan Ibu Pertiwi matemu sinah jagi ngamedalang kahuripan. Sios punika makekalih kahanan inucap wantah pateh nuju kalepasan, Siwa nuju Nirguna lan Budha nuju Nirwana,” dané nartayang. (was)
AKSARA BALI
BAhAsa INDONESIA
1. geleng
1.
g)2*,
tekun
2. geles
2.
g)2s/,
kecil
3. gelim
3.
g)lim/,
malu
4. gelis
4.
g)lis/,
cepat
5. gelu
5.
g)lu,
terperanjat
g)lu\n/,
mahkota
6. gelungan 6. 7. gelut
7.
g)lut/,
rangkul
8. gemba
8.
g)mã,
rapuh
9. gembid
9.
g)mãid/,
longsor
10. gembur
10. g)mã¡(,
gembur
MABINAYAN – Sajeroning kahuripan krama Hindu pamekas ring Bali, ketah sarana genta kabaosang antuk aran bajra. Sujatiné kalih sarana punika mabinayan kawigunan miwah tata-titi ngawigunayang.
Ngawigunayang Genta
Pidabdab Ida Sang Sulinggih lan Jero Mangku Mabinayan PIDABAB upacara yadnya sajeroning kahuripan magama Hindu utamanipun ring Bali makéh pisan duaning nganutin wangun upacara lan dresta sané kamargiang ring wewidangan irika. Sakéwanten tatkala upacara sané kamargiang wantah upacara yadnya sané kamargiang wantah manut ring pangrauh rerainan utawi minakadi piodalan miwah sané siosan, sinah jagi kaanteb antuk Jero Mangku. Yéning upacara sané kamargiang wantah upacara ageng sampun majanten kapuput antuk Ida Sang Sulinggih. Sang kalih tatkala maparikrama majanten nganggén sarana sané kawastanin antuk genta sané prasida ngamedalang suara sané jangih tur macihna pisan pinaka pangenter saa wiadin sekancan Wéda Mantra. Nanging pidabdab ngawigunayang genta pantara Jero Mangku lan Ida Sang Sulinggih sujatiné mabinayan. Yéning nguni, Dané Jero Mangku nénten ngawigunayang genta sajabaning wantah masarana antuk bunga lan dupa kémanten
tatkala nganteb upacara yadnya. Sané mangkin, dané sampun ngawigunayang genta. Indiké punika kabaosang I Gede Agus Budi Adnyana, S.Pd.B., M.Pd., nénten iwang duaning sampun kapatutannyané asapunika. Napi malih upacara yadnya ageng prasida kabaosang jangkep yéning sampun madaging antuk suaran puja mantra Wéda, suara genta, suara kekidungan, suara kulkul miwah gegambelan. Punika satmaka cihna yéning sujatiné genta wantah sarana sané nénten kanggén olih Ida Sang Sulinggih kémanten nanging taler kanggén olih Jero Mangku nganutin saking sapunapi tata-titi lan pidabdab aguron-guronnyané. Wénten pabinayan saking Ida Sang Sulinggih miwah Dané Jero Mangku ngeninin indik pidabdab ngawigunayang genta inucap. Ring genta inucap majanten wénten lingga inggih punika ring muncuk pati sané jagi kagambel tatkala sarana inucap kawigunayang. Yéning sané ngawigunayang genta wantah Jero Mangku utawi
Pinandita, sinah nénten kadadosang inan liman dané nakep muncuk lingga duaning dané kantun ngranjing sajeroning Ekajati kémanten. Sakéwanten yéning sané nganggén genta inucap wantah Ida Sang Sulinggih, sinah dados nakep muncuk lingga duaning Ida wantah paragayan saking Siwa Sekala. “Wénten taler pidabdab aguron-guron utawi guru parampara ring Bali sané maosang yéning wangun suara Bramara Ngisep Sari wantah dados kamedalang olih Ida Sang Sulinggih kémanten. Wénten taler pabaos yéning Dané Jero Mangku wantah dados nyuarayang genta inucap atenga kémanten, napi nika ring arep utawi ring ungkur. Nanging wénten taler sané nadosang Jero Mangku nyuarayang genta
abungkulan utawi ring a r e p lan u n g kur genta,” baos dané. Malih kabaosang dané, tata-titi ngambel genta nénten kagambel biasa. Duaning Ida Sulinggih utawi Pedanda Siwa miwah Jero Mangku jagi ngambel bunga tangan kenawan tur Ida Pedanda Budha jagi ngam-
bel bajra, sinah tangan kiwa inucap ngambel genta punika antuk jrijinyané kebat tetiga. Jriji sané kebat inggih punika kacing, tujuh lan inan lima sané madué tetueknyané s o a n g s o a n g . Tetuek saking makatiga jriji inucap wantah niyasa saking Sanghyang Tri Purusa inggih punika Siwa sané kantun marupa utawi Imanén, Sadasiwa inggih punika sané magenah ring tengah-tengah utawi ring kahanan masa Transisi miwah Paramasiwa magenah pinih luhur, sampun maraga Acintya utawi kasengguh antuk Trasndén. Jriji kacing inucap niyasa saking Siwa, jriji tujuh niyasa saking Sadasiwa tur inan lima niyasa saking Paramasiwa sané nyujur menék. (was)
Dura désa
Nunas ”Berkah” ring Upacara Ruwatan ”Anak Gimbal”
DURA DESA - Ruwatan Anak Gimbal
BPM/ist
RUWATAN wantah sinalih tunggil acara budaya mautama sané kamargiang olih krama ring wewidangan Dataran Tinggi Dieng. Alit-alit sané madué rambut gimbal sané sampun kayun motong rambut gimbalnyané pacang kapupulang tur nyarengin dresta ruwatan potong rambut. Ruwatan “Rambut Gimbal” manados acara sané mautama. Ring acara inucap, boya wantah rambut gimbalnyané kémanten sané kapotong. Sinarengan acara inucap, krama taler nunas kasukertan taler karahayuan. Daweg dumun, ruwatan rambut gimbal kamargiang preragan ring soang-soang kulawarga. Nanging, mawit warsa 2002 lintang, ruwatan inucap kamargiang masal risampuné wénten anak alit
antuk rambut gimbal kayun motong rambutnyané. Ketah, upacara puniki kamargiang ring bulan Juni, Juli kantos Agustus. Sadurung ruwatan kamargiang, para panglingsir irika pacang ngamargiang “ziarah” ka genah-genah sané kasuciang tur ngambil toya klebutan sané akéhnyané 21 genah toya sané wénten ring Dataran Dieng. “Ziarah” inucap matetujon nguningayang saha nunas mangda ruwatan sané kalaksanayang mamargi antar. Satios taler nunas waranugraha mangda ruwatan sané kamargiang mapikolih becik majeng anaké alit, majeng kulawarga saha makasamian krama ring Dataran Dieng. Ring rahina puncak pamargin ruwatan, alit-alit sané marambut gimbal kapupu-
lang ring genah panglingsir adat sané pacang muput upacara ruwatan. Satios alit-alit sané marambut gimbal, wénten pangiring sané makta aturan utawi sané kasengguh domas, sekaa kasenian, taler para panglingsir adat tiosan. Samian pacang ngiterin désa. Wusan punika, samian krama pacang nuju Candi Arjuna. Genah kapertama sané karauhin wantah Sedang Sedayu. Ring genah klebutan toyané puniki, alit-alit sané marambut gimbal ngamargiang panyucian utawi ketah kasengguh penjamasan. Wus punika nuju Dharmasala mecikang busana sané kawigunayang alit-alité. Wus punika wawu nuju candi tiosan pinaka genah motong rambut gimbal. Kamargiangnyané ruwatan masal, satios dados tetujon wisata taler ng-
wantu kulawarga saking alit-alit inucap. Sadurung kapotong, alit-alit inucap pacang nunas napi sané kaapting tur patut kadagingin. Pinunasnyané wénten sané marupa jinah, utawi sarana tiosan. Kangken, sané nunas boya anaké alit, nanging sang sané ngemit anaké alit punika. Rambut gimbal sané sampun kapotong pacang kalarung ka genah klebutan toya sané wénten ring Dieng. Genah sané ketah kawigunayang wantah ring Telaga Warna, Telaga Balaikambang, miwah ring Tlabah Serayu. Yéning sampun ngamargiang ruwatan sakadi punika, rambut anak alit sané gimbal nénten pacang tumbuh malih, utawi rambut gimbalnyané pacang ical. (pusdat/berbagai sumber)
Redité Umanis, 22 Desember 2019 PURNAMA Sadhané nyinarin gumi. Degdeg rasan guminé. Téjan Hyang Déwi Ratih sléag-sléog kakaput baan amubu. Ngenah masawang gading uli kangin nyujur lakar tajeg. Bapa Satia mawasang bulané ané sedek ngédéngang kajegégané. Tusing taén med Bapa Satia nyatuang pajalan i bulan. Ada dogén sambatanga. Ia marasa kendel krana enu kicén galah mabalih bulan. Sabilang Purnama, Bapa Satia tetep ngaturang pajati di sanggahné. Anaké lingsir-lingsir taén nuturin ia, di nuju Purnama para Déwata-Déwati tedun ka marcepada ngrahayuang jagat. Ia makeneh-keneh babelogan dogén. “Yén Ida Bhathara tedun pinih tusing ada aturan katur ring Ida. Lek atiné bisané tuah nunas amertha ngaturang tusing taén.” Kanti peteng, Bapa Satia di sanggahné. Ia meték-metékin bintang. Ada bintang ngencorot ngenah kelik-kelik tegeh gati. “Sinah ditu ada ané nongosin. Baan iraga tuna, tusing tawang nyén ané nongosin. Marep kaja masi ada bintang makacakan, marep kelod masi ada, marep kauh masih ada, marep kangin apabuin. Ia majujuk. “Ba duur i déwéké masi ada bintang.” Saget ia nujuhang ulun atiné. “Dini ada ya bintang? Ah, ngujang bintang bakat sangetang. Isin langit adana ada bintang, ada bulan di petengé, ada matan ai di lemahé. Makejang mesuang téja ngalangin gumi. Men, i déwék nyén kagalangin. Tusing ada? Pragat peteng dieng kenehé.” Ia mabanten uli Sanggar Agung, lantas ka Gedong Sari, ka Kamulan, nglaut ka Ngrurah Agung, lantas ka pertiwi. Kenehné pepolosan dogén, tuah apang maan ngaturang sarin limané majeng ring Bhathara-Bhathari. Ada rasa bagia rasaanga tekén Bapa Satia. Bagia kicén urip kayang jani. “Sinah kaswécan makelo maan ngayah di guminé. Apang pepesan maan galah ngaturang canang asebit sari,” kéto apti-aptian iané. Suud mabanten, ia enu masi nlektekang bulan lan bintang. Tusing marasa leleh mabalih bulan lan bintang di sanggahné apabuin nuju Purnama. Magenepan adan bintang taén dingeha. “Ané ngadanin sinah nawang suksman bintangé. Yén tusing, ngujang ngadanin?” Ia ngrieng padidiana. Baan kalangenané ngranayang, misi angin ngasirsir alah nungkulang kenehné. Bapa Satia maan nyrepjep ajebos. Kenehné majalan ngaja kanginang. Sarwa miiké tepukina. Bungabungané makejang kembang. Jepun, sandat, nagasari, lan cempaka ngesyuhang miik bungané. Ia ngrasaang déwékné ada di Taman Saraswati. Liu anaké malali kema. Ada anak cerik, ada anak truna, ada masi suba ruyud nganggon tungked apang maan ja ka Taman Saraswati. Taman Saraswatiné kakiterin baan sarwa kembang kakawin, kembang kidung, kembang geguritan, kembang Wédha, kembang sarwa indik, sarwa tatwa, sarwa
Nyastra
Taman Saraswati Katur ring: Naranatha Kania IBW Widiasa Keniten susila lan sarwa upakara. Manca tongosné ada kangin, ada kelod, ada kauh, ada kaja, ada di tengah. Ada masi linggan Déwi Saraswati di tengah tamané. Béné di telagané sesai maan ningehang suaran sastra. I katak lan i dongkang alah sayutin kenehné maan ngongkék buka ngamaanang isin sastrané. Punyan pudak arumé sayan ngarumang kalaning peteng. Soyoran don pudaké buka nujuhang, “Ditu ada tongos melah ngalih rasa.” Bapa Satia negak di bongkol punyan bodhiné. Carangné ngrampiak. Bongkolné gedé baan suba makeloné ngayah di Taman Saraswatiné. Ia ngepil ngrasa tekén déwékné kiul malajah buina kapah nepukin rasan sastra. Ia makesiab mara Ida I Dewa Agung Istri Kania nundikin tunduné. “Satia mai menékan. Tumbén teka.” Ia lek tusing taén tangkil ka puri. Tuah kenehné dogén ada di puri. Uli kawitan iané suba ngayah di puri. Sesukat puputané, Bapa Satia kapah maan tangkil ka puri kayang tua. “Am-
pura Ratu, titiang tambet. Kanggéang titiang iriki ring wit bodhiné.” Dewagung Istri Kania munggah. Makejang ané tangkil kalaning nika pada ngaturang. kakawiané. Ida ica. “Ené mara lengut abedik.” “Akidik Ratu?” “Beneh. Yén liu, tuah kalengutan Sanghyang Kalangwan. Kanggoang abedik dogén.” Anaké ané tangkil pada kenyem. Kakawiané sida mapikolih. Bapa Satia inget taén mamaca kakawian Déwagung Istri Kania ané mamurdha Pralambang Bhasa Wewatekan. Kakawin ané ngulangunin keneh iané. Ping kuda-kuda ia budangbading mamaca. Liu pesan ané bakat kenehanga liu masi ané tusing kena baana ngenehang. Ané sanget demenina tekén Bapa Satia, raja istri ané nyalanang gumi mabantang baan sastra. Uli sastra ngwetuang jagaté degdeg lan trepti. Sinah langah ada raja buka kéto. Raja ané demen malajah masastra. Ia makeneh-keneh, yén sabilang
anak ngisiang gumi demen masastra sinah kapahan tepuk manggala mabui utawi nongos di hotél prodéo. “Satia, mai malu!” Déwagung Istri Kania ngandika. “Lugra Ratu, wénten punapi?” “Indayangin tembangang jebos kakawian méméné.” “Ampura Ratu, titiang tambet. Wantah ngelung utawi nénten manut swéca Ratu ngampurayang.” “Nah, bareng-bareng malajah. Mémé masi malajah.” Bapa Satia mukak lontar kakawian Déwagung Istri Kania. Kenehné runtag. Panangkilané ngliunang makejang mabantang sastra buina sang nateng ratu ngandikain gigis jejehné. Raja ané waged masastra. Ia ngrasaang awakné buka nyujuh tuntung langit. Dija lantas lakar bakat? “Puniki Wirat Ratu?” “Beneh! Ada duang dasa telu aksarané. Kerasang bedik apang tepuk guru-laguné. Dija mirib singsal mémé ngejang?” “Titiang mautsaha Ratu.” Bapa Satia, ngawitin ngawirat. Sājnyā Cri nara nātha sang lumaha ring rasa sabha dadi sūksma dewatha, tinghal teki larangku den ta kawekas kumlelaken i panas nikang ati, gong ning duhka sabhur bhuwah swah angabek ri hati puhara tibra mmohita, gustur kungkawahan larāmbek atemah lelehapuhara murcita ng lare. “Nyak ya mupuh. Mula dueg I Satia.” “Ampura Ratu. Titiang kalangkung tambet. Ampura Ratu, dados singgih Ratu kadi kadaut ring pamargin ajin I Ratuné?” Déwagung Istri kenyem. “Béh, bakat baan Satia isin tembangé tunian.” “Nénten Ratu. Titiang kadi enggung puniki. Suara manten ageng, déwékné alit.” “Satia, yén iraga subakti tekén kawitan, sinah bagia tepukin. Buina uli i rerama, iraga ada di guminé. Rerama pinaka purusha-pradhana. Ento jalan iraga numitis. Yén melah baan ngrunguang i rerama sinah kawekasan lakar melah tepuk. Tusing di matiné dogén gerong-gerong ngeling. Anggon gena lantas yén suba mati mara inget tekén rerama. Di enuné seger, patut turéksa tekén kawitan.” “Suksma Ratu. Titiang I Satia durung polih mapanauran raris reraman titiangé sampun ngruruh genah.” “Tusing kenapa. Mirip amonto maan galah di mracepada. Ané jani, iraga bisaang malaksana apang sayan tis tongos reramané. “ “Suksma Ratu. Sampun ngicénin pakéling.” Bapa Satia sayan peteng mabalih bulan lan bintang. Sayan metengang sayan ngamelahang bulané sayan ngraméang di Taman Saraswati makejang mabekel kakawian. Bapa Satia jejeh. Makejang matéja ane tangkil. Ia sudap-sudap mara tundikina tekén somahné orahanga nglindur uli tuni.
Gusti Ayu Madé Arwati
Satua
-0-
Ngwentuk Karakter Anak Alit ”Sejak Dini”
Galuh Payuk (4) Kaketus saking Satua-satua Bali (V) “BAH saja ento nu engsapin nira micaang. Nah jani nira asung, kéwala Sang Prabu apang pageh, yadin rabiné pada. Nyanan apa ja tepuk di kalan, da pesan papak sambata. Né lekesan, daar pada mabesik, kéwala da kecuhanga peesné, led abeté ento makejang!” Suud Ida Bhatara ngandika kéto, lantas Ida musna. Kacarita sesubané Ida Sang Prabu suud nunas waranugrahan Ida Bhatara lantas Ida mamargi ngamantukang sareng rabinidané, tan mari lédang kayun sang kalih. Kasuén-suén Ida mamargi lantas manggihin sétra. Di semané ento cingakina ada payuk cenik tur kedas, kagét macempléng Anaké Agung Istri ngandika sarwi matujuhang payuké ento. “Hé, cenik mungil kedas.” Mara kéto pangandikan rabiné, tengkejut Ida tur ngandika, “Yéh Adi tusing ja kasadiané dadi alih. Engsap Adi tekén pangandikan Ida Bhatara? Ah gantin déwéké lacur.” Suud kéto nglantas Ida mamargi, kairing antuk rabiné kayuné tan mari engsek. Gelising satua, rauh suba di tepi siring negaranidané. Lantas kapendak baan panjakidané makejang, sarwi ngaba gong, cendekan. Baris gedé pada mendakin Ida, kulkul madendan, nyiriang Sang Prabu suba rauh. Makejang girang kaulanida, ada tusing mabaju malaib ka rurungé, ada gambah-gambah, ada nyangkil panak nu pusuh, ada néngténg sémprong, wiréh sedek ngupinin api, ningeh uyut di rurungé ia sépanan malaib pesu. Ada ngragas tembok kanti telah gempih tembokné. Ah liu yén tuturang tingkah anaké mabalih. (Masambung)
MANADOS guru sujatiné boya pakaryan sané kaaptiang anak istri antuk aran jangkep Dra. Gusti Ayu Made Arwati. Minab sangkaning sampun titah, pamuput dané dados guru TK mawit warsa 1990 kantos mangkin. Akéh suka-duka sané karasayang salami ngajahin alit-alit ring TK wiadin PAUD. Rumasa bagia santukan dané prasida ngajahin pendidikan karakter “sejak dini” majeng alit-alité, santukan sapatutnyané saking alit sampun kaicén pendidikan karakter sané becik. “Yukti, pangawit tiang nénten meled dados guru sangkaning dumun tiang ketah manggihin guru galak tur keras. Nanging kasuénsuén, napi malih risampuné tiang dados guru TK, tiang sayan kadaut. Minab sampun jodoh tiangé dados guru. Mangkin, tiang sayan seneng dados guru,” baosnyané makenyem. Pinaka guru TK, akéh tantangan sané patut kalintangin. Alit-alit sané kantun murni taler jujur kaimbangang sakadi kertas putih, patut molihang paplajahan sané becik. Yéning ajah-ajahan sané kaicén becik, sinah becik taler parisolah anaké alit. Sapunika sawaliknyané, yéning saking alit sampun “salah asuhan” sinah parisolahnyané kirang becik. Kabaosang, alit-alité patut polih pendidikan karakter sané becik “sejak dini”. Anak istri sané embas ring Tabanan, 26 September 1963 puniki sajeroning ngajahin ketah nyisipang nilai-nilai pendidikan karakter. Inggian majalaran satua-satua, parindikan sané nyinahang nilai pendidikan karakter, taler bebaosan sané becik. Kategesang dané, pamekas ring TK wiadin PAUD, pinaka guru boya ngajahin alit-alité kémanten, nanging lewih ngwentuk karakter, sapunapi antuk “menanamkan” nilai-nilai karakter majeng alit-alité. “Pinaka guru patut ngicén conto sané becik. Yéning tiang, nyabran pacang ngranjing ke kelas, wénten salaman sareng alit-alité, ngajahin alit-alité sopan santun. Satios ngwentuk karakter alit-alit majalaran satua sané madaging nilai-nilai pendidikan karakter. Saking satua sané kawedar alit-alité prasida uning sapunapi asilné yéning malaksana kaon, utawi sawaliknyané.” Salami dados guru ring TK, akéh suka-duka sané sampun kalintangin. Lulusan IKIP PGRI Surabaya puniki baosang akéhan suka bandingang duka sané karasayang. Duka ri kala wénten alit-alit sané nénten midep utawi nénten prasida ngamargiang napi sané kauduhang, ketah nglawan guru taler sané tiosan. Suka ri kala prasida maplalianan sareng alit-alit, satinut ring pituduh guru, taler ri kala manggihin alit-alité “berhasil” sajeroning nguningin angka wiadin huruf sané kaplajahin. “Marasa bangga tur bagia ri kala manggihin alitalité berhasil, madué sopan santun, taler madué karakter sané becik,”baos dané nguntatin. (uma)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 31.eyn&nsÓËt2(enm\witin/,
Yéning nastra taler né mangawitin, sk&ds(,
saking dasar, hncrken,
a na ca ra ka – né, pt);r&khuripen,
pateh ring kahuripané, bÉhßcri\witÑ¡mun/,
Brahmacari ngawit dumun, wwugÊh[Õen\Ézé&,
wau Grehasta né ngranjing, \lnÓ¡(\wnpÉ[Õ,
ngalantur ngawana prastha, mljhinÐr*suwu*,
malajahin karang suung, rrisuænêshsÉm,
raris Sanyasa asrama, n^hsÉy,
nir asraya, ppin)ehlinÓ*luwi;,
papinehé lintang luwih, mijilßndimnus.
Mijil manadi manusa.
Saking Langit Bali Ibu Pertiwi Sungsut Sameton Nénténké kapiragi suara sungsut Ibu Pertiwi Saking panyingakannyané medal waspa rah Tangis ida ngiris pepusuh sang kala Sameton Ibu Pertiwi sungkawa duaning iraga Sampun dados jadma buta bongol Sampun dados manusa tan renga Sameton Ibu Pertiwi sungsut duaning iraga Sampun satinut ring kamerkakan solah Sampun satinut ring jadma droaka Tan wéntén malih sané kaduénang Iraga sampun malalung tan paklambi kadarman Ngédéngang sekancan berung ring angga Makardi Ibu Pertiwi kémad
Ketut Sugiartha
8
Minggu Umanis, 22 Desember 2019
Suatu Siang di Borobudur
Memasuki Hutan dan dari belantara ini, kelelawar mengoyak malam merintihkan cemas berkali kali suaranya berpusing di kepala mengalahkan auman serigala
Kududuk di kursi kayu tanpa sandaran Mendengar keluh kelapa muda yang tersuguh Kalah wibawa dengan minuman kemasan Pecel bayam berbaur tahu ketupat pun mengumpat : Aku kalah populer dengan penganan negeri luar
di dalam, malam bersarang bersolek sepanjang siang menawarkan temaram dari sepi ke sepi lainnya
Dalam balutan topi lebar Penjaja kaos kais rejeki dari para pelancong Di antara lorong warung nan lengang Membelokkan ingatan ke Kintamani suatu siang
memasuki lorong setengah berkabut ini kesunyian benar-benar riuh ranting patah luruh hening sekali petang dan pengap bersetubuh
Seorang ibu bertudung kepala memijati punggungku “Ini dari tanduk kerbau, Mas” Mengantarkan memori pada sapi-sapi di sawah kami dulu Yang sudah lama menganggur tergantikan deru traktor
di sini, apa yang kau buru? jika pohon pohon tertinggal akar jika burung burung menyisakan kicau
“Yang ada hanya ini, Mas” Tak ada kopi bubuk Yang ditumbuk di lesung-lesung leluhur Luntur semua terganti aroma instan zaman
justru suara suara gaduh seperti terlahir dari lubang kupingku terus gaduh, sebenar benarnya gaduh
lI Made Kridalaksana Bongkasa, 12/10/2019
l Rofqil Junior Gapura, 2019
Pada Subuh Ketapang-Gilimanuk Tubuh subuh belum rapuh Di bawah jembatan penyeberangan Berdengking sosok-sosok penangkap koin : Gopek, Pak Dhe! Di geladak dasar kapal Bus-truk sibuk mengatur posisi Biar tak senggol kanan-kiri Agar tak mabuk jika gelombang meninggi Daun demi daun tangga besi kudaki Kurebah diri di deretan kursi di depan kedai Sebungkus kerupuk beras berteriak melawan riak ombak Di bawah kilap sinar lampu berkilap segelas susu kepulkan asap Terbang ke mana-mana melepas penat jauh perjalanan
Sebuah Sungai di Negeri Pasaman Sungai yang kejatuhan cerita Melipat banyak waktu terus bersua Derap perjuangan terlukis di kanvas waktu Sebagai lecutan para pemimpi Menyimpan banyak kenangan di hati Rekam jejak masa lalu Tertulis dalam kenangan anak negeri Angin meniup sejarah Cerita tumpah di negeri tuan Menyimpan sejuta kisah para pahlawan, Tuanku Imam Bonjol Di persada negerimu Engkau menjadi Lembar-lembar mimpi Dan bulan mencatatnya’, sebagai sejarah para pejuang Yang tak kunjung habis terus terbayang lRahem Sumenep, 2019
Di layar televisi entah berapa inchi Armada Band menembang Asal Kau Bahagia Berharap membahagiakan wajah-wajah lelah Yang berdiri berjalan perlahan Menuju pintu pendaratan saat jangkar ditambatkan lI Made Kridalaksana Bongkasa, 10/9/2019
fi a gr
to o F
”Menangkap” Ekspresi Perempuan Tua
TANGGAL 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Momentum di mana kita mengenang kembali sosok pejuang tangguh bernama “ibu” yang sangat berjasa dalam sejarah kehidupan putra-putrinya. Makanya, tidak berlebihan jika pada rubrik fotografi edisi ini kita mengupas tips dan trik memotret sosok sang ibu tersebut, khususnya perempuan tua atau berusia lanjut. Sama dengan memotret anak-anak, sosok perempuan tua memang senantiasa menarik untuk diabadikan lewat bidikan lensa kamera. Tingkah polah perempuan berusia lanjut ini seringkali menghadirkan momen-momen “tak terduga” yang sangat fotogenik. Namun, untuk bisa menghadirkan segala daya tarik tersebut ke dalam foto adalah tantangan tersendiri alias bukan perkara mudah. Berikut kiat-kiat sederhana yang bisa dicoba untuk “menangkap” ekspresi perempuan tua agar tetap terlihat wajar dan natural. Salah satu tantangan terberat saat memotret perempuan tua adalah membangun mood mereka agar mau rileks ketika difoto. Jadi, kita tidak serta merta bisa melakukan pemotretan. Salah satu cara untuk membangun mood tersebut, ajaklah mereka mengenang kembali masa mudanya. Aktivitas dan kegemarannya saat muda dan tentunya dibumbui cerita-cerita paling tak terlupakan semasa muda. Umumnya, mereka akan sangat bergairah untuk menceritakan hal itu dan Anda cukup menjadi pendengar yang baik. Setelah objek foto terlihat santai, segera
Nenek Perajin Kain Endek karya I Wayan Sumatika
Niang Agung karya I Wayan Sumatika
Menata Gebogan karya I Wayan Sumatika
Nenek dan Rejang Cilik karya I Wayan Sumatika
siapkan peralatan fotografi. Pemilihan background atau latar belakang merupakan salah satu hal penting dalam pemotretan perempuan tua. Apalagi, jika kita ingin memotret secara close up untuk menampilkan kerutkerut ketuaan pada wajahnya. Pilihlah latar belakang yang polos atau warna-warna netral dengan pola yang sederhana sehingga objek utama tampil outstanding atau menonjol. Selain itu, pemilihan latar belakang yang polos juga akan sangat membantu dalam menetapkan posisi yang ideal. Harus diingat, mengarahkan anak-anak supaya mau berpose dengan gaya tertentu sesuai keinginan kita merupakan hal yang sulit. Bahkan, “pemaksaan” itu justru bisa membuat mereka kehilangan spontanitas dan kepercayaan diri. Bukannya mendapatkan foto yang menarik, mereka justru akan menjadi bad mood dan akhirnya mogok untuk difoto. Jadi, biarkan mereka beraksi, bergaya dan berekspresi secara spontan. Di sini memang diperlukan kesabaran ekstra dan keterampilan untuk berkomunikasi sehingga perempuan tua yang kita jadikan point of interest merasa nyaman sehingga mau beraksi dan berekspresi secara spontan. Membangkitkan ”Mood” Satu hal lagi yang perlu diingat, tidak semua perempuan bisa bergaya dan berpose dengan luwes. Apalagi jika sadar sedang menjadi sasaran bidikan kamera, mereka cenderung merasa canggung, malu-malu dan tampak kaku. Tapi, jangan buru-buru menyerah dulu. Untuk membangkitkan mood mereka, Anda bisa meminta mereka untuk mengerjakan pekerjaan ringan yang biasa dilakukannya. Misalnya, peralatan dan sarana untuk membuat sesajen atau pekerjaan lain yang disenanginya. Jangan buru-buru memotret, biarkan mereka larut atau merasa asyik dengan pekerjaan tersebut beberapa saat. Dengan begitu, mereka tidak sadar lagi sedang menjadi objek foto dan mulai berekspresi secara spontan. Selanjutnya, Anda tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menekan shutter kamera. Anda juga bisa membangkitkan mood perempuan tua tersebut dengan menyertakan orang lain yang memiliki ikatan emosi yang kuat dengannya sebagai “figuran”. Misalnya, cucu-cucu kesayangannya. Kehadiran “figuran” itu akan bisa membuatnya merasa lebih rileks sehingga tidak canggung lagi untuk berekspreksi. Keuntungan lainnya, kehadiran “figuran” ini bisa menambah daya tarik pada foto, baik dari segi komposisi maupun membangun unsur cerita dalam foto tersebut. Misalnya, cerita tentang kedekatan dan kasih sayang antara nenek dengan cucunya. Dengan mencoba langkah-langkah sederhana itu, Anda memiliki peluang yang sangat besar untuk mendapatkan foto-foto yang ekspresif. Sekali lagi, Anda harus bersabar untuk mendapatkan momen yang pas dan selalu dalam kondisi yang siap untuk melakukan hal-hal secara spontanitas. Sebab, momen berharga yang biasanya hanya terjadi sesaat bisa terlewatkan begitu saja tanpa sempat Anda abadikan. Selamat mencoba! (ian)
9
Minggu Umanis, 22 Desember 2019
Polri Amankan Sejumlah Gereja di Jakarta dan Bali
Masa Depan Anak-anak Tergantung Cara Ibu Mengambil Keputusan
Jakarta (Bali Post) -
Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. Salah satunya, memprioritaskan pengamanan di 57 gereja di wilayah DKI Jakarta. Demikian juga dengan jajaran Polri di Bali. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, gereja yang menjadi prioritas mengamanan adalah gereja yang berdampingan dengan tempat ibadah agama lain. ‘’Ada beberapa gereja yang kami skala prioritas, ada 57 gereja yang memang gereja itu berdekatan dengan tempat ibadah lain,’’ kata Yusri dalam keterangan persnya, belum lama ini. Selain itu, pihak kepolisian turut dibantu pihak lain dalam melakukan pengamanan. Salah satunya Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nadhatul Ulama. ‘’Kami juga berkoordinasi dengan teman-teman ormas salah satunya banser kita sepakat mengamankan malam Natal,’’ sambungnya. Yusri mengimbau kepada masyarakat yang hendak merayakan Natal di gereja tidak membawa tas berukuran besar. Hal tersebut dilakukan guna memperlancar proses pemeriksaan pada saat masuk ke dalam gereja. ‘’Kita sterilisasi dari tim Gegana. Kita sampaikan panitia gereja untuk menyampaikan kepada jemaat sebaiknya tidak membawa tas besar. Pada saat pemeriksaan nanti bisa memperlancar, kalau membawa tas kan memakan waktu,’’ papar Yusri. Pihak kepolisian bakal mengerahkan 10.000 personel untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. Seluruh personel tersebut akan disebar di 95 pos pengamanan dan 27 pos pelayanan yang berfungsi untuk memantau keamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, Polda Metro Jaya juga akan menggelar apel pengamanan sebagai persiapan untuk mengamankan jalannya Natal dan Tahun Baru. Apel tersebut akan berlangsung pada tanggal 23 Desember 2019. (ant/kmb) POHON NATAL - Pohon Natal setinggi 38 meter di Central Park Mall, Jakarta Barat, Sabtu (21/12) kemarin. Pohon Natal setinggi 38 meter tersebut dibuat dari alumunium yang terdiri dari 31 ribu lebih lempengan untuk menyambut Natal dan Tahun Baru 2020.
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Urgently, Looking Prvt Teacher for Kindergaten, preferably Love Childrn,Passion &Trustwort hy.CV to:hrdbali2019@gmail.com
B.BP.001.12.19.0000556
Butuh Tukang Las skill di Tabanan - Bali, lmrn WA ke 081236222509 / 08129096538
B.BP.004.12.19.0000558
Dcr Pramuniaga,Ksir, Arys Mikro Jln.Nangka Utara No.248X Dps Tlp.085738837304/0361-8469340
Dcr Chef 3-5jt+Uang Besin+1x makan siang, berpengalaman, memiliki kendaraan sendiri.Dan Dapur (Serabutan) 1,8-2Jt+uang bensin+1x makan siang,memiliki kendaraan sendiri, penempatan Uluwatu,Hub.Putri 082144355655
B.BP.001.12.19.0000513
Dcr PRT u/ di Ubung Hub.082119433961 B.BP.001.12.19.0000555
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
B.BP.001.12.19.0000438
LOKER
SERVICE
RUPA-RUPA
BIRO JASA
Dcr Tkng Jarit utk Vermak, Jl. Kebo Iwa Utr Hub.085738466248 B.BP.001.12.19.0000512
Dcr Tk. Jahit Kaos & Tk. Pola. Krj di Pecatu,ada tmpt tinggal Krm lam via WA:082146424980
B.BP.001.12.19.0000528
Dicari Sales, Bisa Mandarin Gaji 7,5-8,5 Juta. 9 jam kerja fasilitas Kos. Hub/WA: Putri 082144355655
B.BP.001.12.19.0000514
Dcr Engeneering Staff min peng 1th Krm E: hr@villakresna.com Jl.Sarinande 19 Seminyak B.BP.001.12.19.0000492
BPM/ade
PEREMPUAN Bali memang memiliki kualitas berbeda pada umumnya. Terlebih ketika sudah menjadi seorang ibu. Ia bisa menjadi apa saja. Mengurus keluarga, berkarier profesional, bahkan menjadi seorang pejabat. Seorang ibu sesungguhnya adalah pengemban amanah. Keharmonisan keluarga maupun masa depan anak-anak di dalamnya sangat ditentukan oleh cara ibu mengambil keputusan. ‘’Kelebihan seorang ibu adalah anugerah dari Tuhan. Ibu itu seperti bumi yang selalu memberi kehidupan, khususnya dalam keluarga,’’ kata Ida Ayu Made Gayatri, salah satu tokoh perempuan Klungkung, yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Klungkung, Sabtu (21/12) kemarin. Sebagai seorang legislator, dia mengaku tidak kesulitan dalam membagi waktu sebagai ibu rumah tangga. Menurutnya, bakti kepada keluarga tentu menjadi prioritas, sebelum menjalankan bakti terhadap tugas mengurus masyarakat. ‘’Sebelum menjadi ibu bagi masyarakat, tentu bakti sebagai ibu rumah tangga menjadi prioritas. Harus bisa membagi waktu, antara tugas, kewajiban dan tanggung jawab,’’ tegasnya. Membangun keutuhan rumah tangga, bagi perempuan Bali, tentu harus memiliki pola dasar, pengembangan dan kontrol yang harus selalu dipegang seorang ibu rumah tangga. Kemampuan ini sudah secara alamiah dimiliki seorang ibu di Bali, tinggal bagaimana menerapkannya sesuai situasi di dalam keluarga. Sehingga setiap ibu akan selalu siap menghadapi setiap persoalan rumah tangganya. ‘’Seorang ibu itu mengerti bagaimana membangun desain dasar rumah tangganya, tahu cara mengembangkan setiap individu dan mengontrol setiap persoalan di dalamnya. Jadi, kompleks sekali. Tetapi, bila mampu melakukan itu dengan baik, itulah perempuan Bali sejati,’’ tegasnya. Dalam kehidupan rumah tangga, Srikandi Banjarangkan ini mengakui perempuan Bali menghadapi ragam persoalan. Selain terkait persoalan ekonomi, perempuan Bali juga masih menghadapi dogma, bahwa posisinya lebih rendah dari laki-laki. Demikian pula ibu rumah tangga, yang hanya harus terbatas pada kehidupan di rumah saja. Kesan penilaian seperti itu harus ditinggalkan. Sebab, banyak hal yang bisa diberdayakan dari potensi perempuan Bali, untuk memberikan perannya bagi masyarakat. Dia mendorong agar para ibu rumah tangga membuka wawasan seluas-luasnya. Seorang ibu jangan diartikan sempit, bahwa harus mengurus rumah tangga saja. Itu bukanlah perempuan Bali, yang memiliki sifat dasar sebagai sumber kehidupan keluarga. Tetapi harus mampu saling mengerti dan mengisi satu sama lain, sehingga di dalamnya terjadi harmonisasi. ‘’Ibarat perahu, kita perlu mendayungnya bersama untuk sampai pada tujuan,’’ tutup Gayatri. (gik)
Dicari sopir u/kantor PT Korea Travel Bali. 081338060220
DIJUAL MOBIL
**Foreign Company looking for: 1 Stockist,1 SPG Speak English & DW Please email your cv to manager@pimentrougelighting.co m or call 8476118
TOYOTA
DIJUAL TANAH
Avanza G manual hitam 2007 asBali Hub.081337787664
Tanah 3 Are Lokasi Jln.Raya Mengwitani.Hub.081339998170/WA
KEHILANGAN
KEHILANGAN
Hlg BPKB No.N10805318-O. A/N: Ida Ayu Ratih Purnama Dewi
Hlg IMB No 858 thn 1997,AN: Siska Wijayanto,H.081353260165
B.BP.154.12.19.0000539
B.BP.001.12.19.0000540
Dcr Therapist Reflexi Berpglmn Sertifikat. Hub:0895334962441
PROPERTY
PENGUMUMAN
ISUZU
DIJUAL TANAH
Dgn ini PT Studio Akar Desain
Dijual Isuzu Elf Thn.2004 17 Seat. Surat-surat lengkap Hub:0857-3865-1700
Dijual Tnh Kav Dauh Peken Tbn DP 10% Bunga Krd 0.83% /bln Hub:081338183031/081805374433
B.BP.004.12.19.0000500
B.BP.004.12.19.0000559
B.BP.004.11.19.0000735
B.BP.001.12.19.0000432
B.BP.001.12.19.0000490
Dicari PRT tinggal dalam,umur 25-35, pengalaman,gaji 2Jt. Hub.081999371348 B.BP.004.12.19.0000418
B.BP.001.12.19.0000511
B.BP.001.12.19.0000515
Jl.Uluwatu 275 Villa Nirwana Bukit Jimbaran Kel.Jimbaran Kec. Kuta Selatan Badung Bali akan membubarkan perseroannya dgn Notaris Yan Armin akta Tgl 11-12-2019 No.110 Yg keberatan harap kirim surat tertulis kpd Direksi Perseroan maksimal 7 hari dari pengumuman ini. B.BP.004.12.19.0000412
10
Minggu Umanis, 22 Desember 2019
Mendatar : 1. Pendeta 4. Periuk besar 9. Perih (Bali) 10. Sebelum 11. sebuah akhiran 12. Nama sayur yang digoreng 13. Nomor Induk dosen 14. dibalik; Nama permainan kartu 16. Penyakit yang desebabkan oleh Virus HIV 18. Nama ikan laut 20. Tidak terikat; bercerai berai 22. Hiruk pikuk 24. Normalisasi kehidupan kampus 25. Guci kecil 27. Salah satu jenis masakan 28. Bagian kecil; pecahan 29. Lapisan terluar gigi 31. Alur sekrup 32. Alat pengusung orang sakit 35. dibalik; bertamasya atau pelesir 37. Lombok 39. Perawan 40. Gelar bagi kaisar Rusia tempo dulu 41. Parit 42. Lari berantai
Sehat Spiritual Inti dari Sehat Paripurna PEMBANGUNAN kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis (Pasal 3 UU Kesehatan No.36/2009) yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa. Menurut UU Kesehatan Pasal 1, kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pembangunan kesehatan dipengaruhi oleh faktorfaktor tingkat derajat kesehatan 10% faktor genetik/ keturunan, 20% faktor pelayanan kesehatan, 30% faktor perilaku dan 40% faktor lingkungan (fisik, kimia, biologi, sosial, budaya). Derajat kesehatan dominan ditentukan oleh faktor lingkungan dan perilaku (70%). Perubahan
cara pandang akan kesehatan yang tidak hanya bertumpu pada faktor luar/eksternal, juga internal/dalam diri, yaitu kesadaran akan kesehatan yang bersumber dari dalam diri. Kesehatan spiritual sebagai inti (core) dari kesehatan tubuh fisik, psikis dan sosial. Selama ini banyak yang memahami sehat atau kesehatan hanya dari sisi kondisi tubuh fisik semata, dan menyatakan itu sehat sempurna. Padahal sesungguhnya sehat tidak hanya menyangkut kesehatan tubuh fisik, juga sehat secara psikis/rohani, sehat sosial, bahkan spiritual (tidak hanya menyangkut nilai-nilai agama semata, juga kesadaran luhur). Makna sehat paripurna adalah kondisi sejahtera tubuh secara fisik, psikis, sosial dan spiritual sehingga mampu produktif secara sosial dan ekonomi. Jika hanya salah satu makna yang sehat, belumlah utuh (holistik). Keterhubungan manusia dan alam semesta, manusia sebagai bhuana alit, dan alam semesta sebagai bhuana agung dalam konsep budaya Bali mengesankan bahwa ada interaksi antara tubuh manusia dan alam semesta, bahkan manusia sebagai alam semesta kecil. Keterhubungan ini bermakna manusia tidak berdiri sendiri (makh-
luk sosial) yang satu dengan lainnya dapat terhubung. Keterhubungan ini melalui energi (spirit). Spiritualitas berasal dari kata spiritus yang bermakna napas kehidupan. Spirit adalah kekuatan yang tidak terlihat yang memberi napas bagi kehidupan, menghidupkan dan energi. Spirit sebagai kebenaran, keunikan dalam diri dan menegaskan individualitas, sedangkan agama (bahasa latinnya religio) bermakna kepercayaan atau koneksi. Agama umumnya merepresentasikan jalan spiritual seseorang, suatu sistem tua untuk kekuatan yang tidak terlihat. Spiritualitas dan agama memiliki konteks yang berbeda, namun selalu beriringan. Spiritualitas lebih melihat ke dalam batin menuju kesadaran akan nilai-nilai universal, sedangkan agama melihat keluar diri seseorang menggunakan ritus (tata cara keagamaan) formal dan kitab suci. Agama lebih kepada orientasi eksternal, sedangkan spiritualitas memandang ke dalam batinnya. Jadi, spiritualitas dapat dijangkau oleh semua orang baik yang religius maupun tidak. Spiritualitas merupakan proses transformasi melalui berb-
Menurun : 1. Salah satu benda langit 2. Ranah; wilayah 3. Penghancuran ; pemusnahan 5. Salah satu unsur Panca Maha Buta 6. Perhatian; minat 7. Sedih; gelisah 8. Bendungan 15. Boneka 17. Salah satu pemain film Mahabharata 19. Suruh pergi; halau 21. Intensive Care Unit 23. Dibalik ; Orang yang sangat ahli membuat keris 26. Infeksi saluran kencing 28. Beserat; berserabut (Inggris) 30. Dibalik ; Nama kerajaan yang diperintah oleh Tunggul ametung 31. Doktoranda 33. Saham; sero 34. Agenda 36. Jaringan penyalur rangsangan di tubuh 38. Bola agai aspek kehidupan yang terintegrasi (fisik, emosional, pekerjaan, intelektual dan rasional). Sangat berkaitan dengan kreativitas, cinta, pengampunan, kasih sayang, kepercayaan, penghormatan, kebijaksanaan, keyakinan dan rasa akan kesatuan. Manusia dibentuk dari tubuh, pikiran, emosi dan jiwa (spirit) memberi ekspresi dalam diri yang berkaitan dengan perasaan, kekuatan mengetahui diri terdalam. Spiritualitas dapat merefleksikan nilai, seperti kontribusi kepada umat manusia dan alam semesta. Peran spiritualitas sangat penting bagi kehidupan baik, berkeluarga, beragama bahkan dunia kerja. Spiritualitas memiliki komponen vertikal dan horizontal. Komponen vertikal adalah hasrat melampaui ego atau self-esteem diri, berkaitan dengan Tuhan, jiwa, alam semesta, kekuatan tertinggi atau sesuatu lainnya, lebih kepada perwujudan yang tidak terlihat. Sementara komponen horizontal adalah hasrat untuk melayani orang lain dan bumi, lebih pada perwujudan sesuatu yang dapat dilihat.
FWD Unstoppable Music
Gigi Sukses Hibur Penggemarnya
BPM/win
GIGI - Penampilan Band Gigi pada FWD Unstoppable Musik di Hard Rock Cafe Bali. GRUP band kawakan yang Maret 1994 ini tampil sebagai telah malang-melintang selama bintang tamu pada FWD Un25 tahun di industri musik In- stoppable Music persembahan donesia, Gigi, berkesempatan PT FWD Life Indonesia (FWD menghibur penggemarnya di Life). Bali. Band yang terdiri atas Kegiatan yang bertujuan Armand Maulana (vokal), Dewa untuk mendukung nasabah Budjana (gitar), Thomas Ram- mengejar passion dan celebrate dhan (basis) dan Gusti Hendy living melalui acara Unstop(drum) ini sukses menghipnotis pable Music dan Unstoppable pencintanya di Hard Rock Cafe Cities ini dilaksanakan di Bali, Jumat malam lalu. Grup dua kota di Indonesia selama band yang dibentuk pada 22 tiga bulan. Selama itu, musisi
kawakan Indonesia bergantian menghibur nasabah dan penikmat musik dalam acara FWD Unstoppable Music. Seperti yang dilaksanakan di Jakarta bersama Glenn Fredly dan Padi Reborn, di Medan bersama KLa Project, kali ini giliran Gigi yang menghibur para pencinta musik pada FWD Unstoppable Music di Hard Rock Café Bali. Chief Marketing Officer FWD Life, Maika Randini, mengatakan FWD Life menggunakan pendekatan lifestyle (gaya hidup) untuk membantu nasabah menikmati hidup tanpa batas. Dengan harapan bisa membantu nasabah memaksimalkan gairah mereka melalui FWD Unstoppable Passion. ‘’Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi, dan itu berarti lebih dari sekadar memberikan perlindungan asuransi. Kami ingin menjadi teman yang mendukung passion para nasabah,’’ ujarnya. FWD Life akan mengirimkan undangan untuk para
nasabah terpilih, yang dapat mengonfirmasi kehadiran mereka melalui FWD MAX, sebuah aplikasi dengan fitur lengkap pertama di Indonesia yang menawarkan akses layanan asuransi yang cepat dan mudah kepada nasabah. Saat ini, FWD memiliki jaringan usaha di Hongkong dan Makau, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, Jepang serta Malaysia yang menawarkan asuransi jiwa dan kesehatan, asuransi umum, employee benefits, produk syariah dan takaful di beberapa negara. FWD fokus dalam mengembangkan pengalaman nasabah yang baru menghadirkan produkproduk yang mudah dipahami, didukung oleh teknologi digital terdepan. Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, FWD berkomitmen menjadi perusahaan asuransi terkemuka di wilayah Asia Pasifik yang dapat mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi. (win)
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 427 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 28 Desember 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 5 Januari 2020. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 425 Mendatar : 1. PENTAS 4. BARUSAN 7. ISPA 9. LAKNAT 10. LUGU 12. ERA 13. UTERUS 15. SANKEN 17. G E O S E N TRIS 23. PUTRA 26. SADISME 27. NATUR 30. S E L O N G SONG 36. UKURAN 38. SPRAIN
40. ZEN 41. SAFE 43. DIALOG 44. ITNI 45. AGRESIF 46. KRISIS Menurun : 1. POLOS 2. TANGKAR 3. SITENG 4. BAU 5. RAUT 6. AMPUNI 8. PLATO 11. GULE 14. EAT 16. ANU
Spiritualitas membantu individu dalam menemukan makna dan tujuan dalam hidup, bernilai personal merefleksikan hasrat untuk membuat perbedaan dan dunia lebih bermakna. Spiritualitas sangat penting menjadikan manusia sebagai individu yang utuh dan bermakna. Sehat adalah kewajiban manajerial setiap manusia untuk mengelola hidupnya dengan menggunakan kekayaan atau kearifan alami untuk meningkatkan kualitas hidupnya melalui kualitas kesehatan. Dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG-K, M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Pendiri BBM_BincangBincang Medis (TalkshowBBM®, BBM in Harmony, Rubrik BBM, BBM Medindo)
18. ENDUS 19. SUSUN 20. NOEN 21. REOT 22. SKOR 23. PERS 24. TOOL 25. ASIN 28. AKURASI 29. USA 31. EMPING 32. OMA 33. GANA 34. OMZET 35. GUNDIK 37. NAGES 39. ISIS 42. FIF
Pemenang TTS No. 425 1. Desi Megawati Jl.Pulau Samosir No.253, Singaraja, Kab.Buleleng (HP:085-238-598-XXX) 2. Nyoman Apriyadi Jl.Kusuma Yudha No.184, Kec.Susut, Kab.Bangli (HP:081-237-471-XXX) 3. I Ketut Sedana Lingk.Jerokuta, Jimbaran, Kuta Selatan, Kab.Badung (HP:081-999-404-XXX) 4. Made Kuta Jl.A.Yani Gang Mawar No.7, Kel.Subagan, Kab.Karangasem (HP:081-337-447-XXX) 5. Rabita Jannata Rahmadani SD Negeri 5 Sumerta, Kel.Sumerta, Kec. Denpasar Timur, Denpasar (HP:081-999-686-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : NI WAYAN SARNI Alamat : Jl.Nusa Indah No.8, Sukawati, Kab.Gianyar (HP:085-238-316-XXX)
INspirasi
Minggu Umanis, 22 Desember 2019
Puan Ajak Perempuan Jalankan Ideologi Pancasila Denpasar (Bali Post) Rakyat Indonesia memiliki kewajiban untuk menjalankan ideologi Pancasila. Tidak terkecuali perempuan. Implementasi dari kewajiban itu pada perempuan bisa dalam bentuk mendidik anak agar terlahir generasi yang ikut terlibat membangun bangsa. ‘’Urusan menjalankan ideologi Pancasila tidak bisa dibedakan antara perempuan dan laki, tapi rakyat Indonesia. Karena bagaimana mengimplementasikan Pancasila itu sudah menjadi suatu kewajiban bagi
seluruh rakyat Indonesia,’’ ujar Ketua DPR-RI Puan Maharani saat melakukan kunjungan kerja ke Bali, belum lama ini. Menurut Puan, ada banyak hal yang bisa dilakukan perempuan-perempuan Indonesia
Keunggulan Bali
Dari Hal. 1
Dari Hal. 1 Bisa dikatakan, lanjut Putri Suastini, etos kerja telah menjadi keunggulan perempuan Bali. Hanya sekarang, etos kerja itu jangan dibatasi oleh ruang dan waktu. Perempuan mestinya diberikan keleluasaan, tetapi tetap jangan sampai melupakan kodratnya. Di sisi lain, pemberdayaan perempuan juga jangan disalahartikan untuk mengeksploitasi perempuan. (rin)
Dari Hal. 1 Yang utama dilakukan yakni meningkatkan kualitas SDM perempun itu sendiri. Karena persoalan yang sering muncul di keluarga, yakni masih rendahnya pendidikan kaum perempuan. Hal ini berakibat dengan tidak terbukanya akses ekonomi bagi kaum perempuan. Salah satu yang telah diberikan, yakni memberikan pelatihan bagi kaum perempuan. Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi perempuan serta peningkatan produktivitas dan daya saing perempuan/kaum ibu. Di antaranya potensi usaha bagi kaum perempuan, manajemen usaha serta pelatihan digital marketing. Diharapkan dengan memiliki kemampuan dalam membuka usaha, perempuan akan dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Tetap Tangguh Puluhan tahun tinggal di luar Bali membuat Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Sanglah dr. Pande Putu Juli Anandasari, Sp.Rad(K). tersadar kelebihan menjadi wanita Bali. Diakuinya, wanita Bali tangguh dan istimewa di antara
Dari Hal. 1 Akademisi Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M. mengatakan, di hadapan hukum, kedudukan perempuan dan pria adalah sama dan seimbang. Artinya tidak ada yang dominan di antara wanita dan pria. Sebab, keduanya memiliki hak dan kedudukan yang sama. Apabila pria mempunyai hak untuk bekerja di mana saja, begitu juga dengan wanita, mereka berhak untuk bekerja untuk memenuhi kehidupan dan membantu perekonomian di dalam keluarganya. Di Bali pun sama, wanita Bali memiliki hak dan kedudukan yang sama dengan pria Bali. Kini perempuan Bali tidak ada lagi berada di belakang layar. Perempuan Bali memiliki hak untuk eksis khususnya dalam hal pekerjaan. Bahkan, tidak ada lagi wanita Bali tidak boleh jadi pemimpin. ‘’Di era globalisasi ini, perempuan Bali dapat bersaing dengan pria untuk menjadi pemimpin, baik di perusahaan maupun di pemerintahan,’’ ujar dosen hukum Undiksha ini. Dikatakannya, perempuan Bali merupakan wanita tangguh. Sebab, di samping bekerja untuk membantu perekonomian keluarga, wanita Bali diwajibkan untuk tetap eksis di dalam kegiatan adat. Perempuan Bali baik yang di
Dia meminta masyarakat tak berburuk sangka terhadap adanya Dewas di tubuh KPK. Hendarsam pun memang sebelumnya tak menampik sempat meragukan independensi Dewas di KPK. Sebab, anggota Dewas dipilih langsung oleh Presiden Jokowi, sehingga menimbulkan keraguan terhadap posisi Dewas di KPK. Menurutnya, kekhawatiran terhadap konflik kepentingan tak bisa dipisahkan dari Dewas tersebut. Menurut Hendarsam, kelima anggota Dewan Pengawas itu memiliki rekam jejak yang kredibel dan berintegritas di
dalam mengimplementasikan Pancasila. Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini tidak memberikan contoh yang terlalu luas. Namun bagaimana mereka, perem-
Sempat Diragukan
sektor penegakan hukum. Apalagi dia mendengar kelima anggota Dewas sudah menyatakan tidak akan mencampuri urusan teknis penyidikan. Sementara itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra mengkritisi keberadaan Dewas di KPK. Dia memang tak meragukan integritas kelima figur yang dipilih menempati posisi Dewas, tetapi Dewas itu sendiri secara kelembagaan tidak relevan berada di KPK. Salah satu yang dia soroti adalah mengenai permintaan izin tim penindakan KPK ke Dewas untuk melakukan pe-
nyadapan. Menurutnya, proses izin itu KPK bisa kehilangan momen untuk mendapatkan kejadian tindak pidana korupsi kepada orang yang diduga melakukan korupsi. Sejumlah LSM yang masih mengkritik keberadaan Dewas KPK di antaranya adalah Indonesia Coruption Watch (ICW) dan Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM. Kehadiran Dewan Pengawas dikhawatirkan sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap proses hukum yang berjalan di KPK. Sebab, Dewan Pengawas dipilih oleh presiden. (kmb/ant)
‘’Kita evaluasi saja yang mana yang kurang kita perbaiki, yang mana yang lemah kita perkuat begitu saja, biasa saja, kita bangun KPK yang lebih baik,’’ tambah Firli. Pasal 6 UU No. 19 Tahun 2019 tentang Perubahan UU KPK menyatakan tugas KPK adalah (1) tindakantindakan pencegahan sehingga tidak terjadi tindak pidana korupsi; (2) koordinasi dengan instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi dan instansi yang bertugas melaksanakan pelayanan publik; (3) monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara; (4) supervisi terhadap instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tipikor; (5) penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tipikor, dan (6) tindakan untuk melaksanakan pene-
tapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Namun, UU 19/2019 menghilangkan kewenangan pimpinan KPK. Pimpinan KPK bukan lagi penyidik dan penuntut umum, sehingga akan berisiko pada tindakan-tindakan projusticia dalam pelaksanaan tugas penindakan. Terhadap hal tersebut, Firli mengatakan pimpinan KPK tetap bertanggung jawab terhadap semua aktivitas di KPK. ‘’Seluruh tugas pokok KPK itu pimpinan KPK yang bertanggung jawab,’’ ungkap Firli saat ditanya wartawan mengenai peniadaan kewenangan pimpinan KPK sebagai penyelidik, penyidik, penuntut umum. Seusai bicara dengan Presiden Jokowi dan Dewan Pengawas KPK, Firli mengaku bahwa tidak ada pesan khusus dari Presiden.
wanita–wanita di daerah lain. Sebab, di Bali tanggung jawab wanita tidak hanya menjadi ‘’teman belakang’’, wanita Bali juga memiliki tanggung jawab mengasuh anak, menjalankan tradisi dan budaya, sehingga dia memosisikan wanita Bali itu istimewa. ‘’Wanita juga menjadi tulang punggung sebuah upacara, menyediakan sarana upakara. Kalau tidak ada wanita di Bali mungkin upacara tidak berjalan dengan baik,’’ ujarnya. Tidak hanya berperan dalam menjaga budaya dan tradisi, wanita Bali kini juga berperan aktif menopang ekonomi keluarga, baik di dalam maupun di luar rumah. Meski berperan aktif dalam menopang ekonomi keluarga, namun wanita Bali tidak melupakan perannya dalam keseharian sebagai istri maupun ibu serta menjalankan tugas–tugas agama. ‘’Mereka mulai berperan aktif sebelum matahari terbit sampai matahari terbenam, menjelang ayam berkokok baru mereka selesai menjalankan aktivitasnya,’’ ungkapnya. Dengan tuntutan zaman saat ini, menjadi dilematis bagi kaum ibu di Bali menjalankan berbagai peran. Namun, menu-
rutnya, jika dilakukan dengan ikhlas, peran tersebut akan berjalan dengan lancar dan kehidupan keluarga dapat berjalan baik. Hanya dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, berbagai peran tersebut dapat dimudahkan. Terutama dalam membantu perekonomian keluarga, kaum ibu-ibu Bali terbantu dengan bantuan online bahkan media sosial. Sampai ke desa–desa pun semua wanita berperan aktif memanfaatkan media sosial untuk membantu ekonomi keluarga. Penawaran jasa menyediakan sarana upakara serta jasa–jasa yang membantu tanggung jawab wanita Bali, juga sudah tersedia. Wanita Bali dengan berbagai peran ini, menurutnya, tidak akan luntur. Karena berbagai peran itu telah merasuk ke jiwa wanita Bali dan telah menjadi tradisi. Ia optimis, generasi wanita Bali mendatang mampu meneruskan tradisi tersebut. Kuncinya, anak laki–laki dan perempuan dalam keluarga harus diberikan kesempatan yang sama, termasuk dalam pendidikan dengan tanggung jawab yang berbeda–beda. (ara/may)
Sama dan Seimbang
BPM/win
BPM/win
Ida Ayu Ketut Sarwini
Sudika Mangku
perkotaan maupun di pedesaan diwajibkan untuk mampu bersaing di dunia kerja demi tercapainnya kesejahteraan keluarga. ‘’Hal ini sejalan dengan pemikiran Men-PPA, mereka harus menjadi perempuan tangguh membantu ekonomi keluarga. Artinya, perempuan Bali kini wajib bekerja termasuk perempuan di pedesaan,’’ tandasnya.
Makanya dia mengatakan ibu atau perempuan Bali itu hebat dan kuat. Bisa berkarier dan bisa menunjang keperluan ekonomi keluarga, tanpa harus melangkahi kodratnya sebagai perempuan Bali. ‘’Perempuan dalam rumah tangga saja bisa mengurus anak, suami, dan pekerjaan rumah lainnya yang belum tentu bisa dikerjakan oleh suami. Tentu wanita harus diberikan kesempatan untuk bekerja secara mandiri, meskipun tidak harus melampaui peran laki-laki. Setidaknya bisa memberikan kontribusi keuangan dalam rumah tangga,’’ tandas Ketua WHDI Kelurahan Ubud, Gianyar yang juga Ketua Harian PKK Banjar Samban, Ubud ini. (win)
Kewajiban Utama Tokoh wanita Bali, Ida Ayu Ketut Sarwini, mengatakan wanita Bali harus bekerja dan mandiri, tanpa melupakan kewajiban utama mereka sebagai seorang ibu rumah tangga yang tetap menjalankan kewajiban di dalam adat budaya Bali.
10:05 Bali Channel Tourist TV 10:30 Ocydia Home Shopping 11:00 Seputar Bali Terkini 11:05 Bali Channel Tourist TV 11:30 DW TV 12:00 Puja Trisandya 12:05 Dharma Wacana Aktualisasi Kerangka Agama Hindu Dalam Beryadnya(1) 12:30 Ocydia Home Shopping 13:00 Bali Channel Tourist TV 13:30 Lejel Homeshopping 14:30 Tembang Bali 15:00 Seputar Bali Terkini 15:05 Tembang Bali 15:30 Bali Channel Tourist TV 16:00 Harmoni Bali Penanganan Trauma Pada
Rongga Mulut dan Wajah 17:00 Inovator 17:30 Ocydia Home Shopping 18:00 Puja Trisandya 18:05 Seputar Bali Malam 19:00 Banjar Bali Quiz (BBQ) BBPOM Eps 3 19:30 Kris 20:00 Samatra Artis Bali Nadia Nevita dan Diah Alexa 21:00 Indi Band Generation Antonia Band & Galang Kangin Band 22:00 Seputar Bali Terkini 22:05 Lila Cita Calonarang Cetik Durga Maya (1) 23:00 Seputar Bali Terkini 23:05 Ocydia Home Shopping 23:30 Folk Song
‘’Beliau menyampaikan peta besar program nasional dalam rangka mencapai tujuan nasional, itu yang harus disampaikan, hanya itu. Program kita tetap fokus pemberantasan korupsi,’’ tambah Firli. Presiden Jokowi, katanya, hanya menyampaikan bagaimana membangun bangsa ini supaya mencapai tujuan nasional yaitu seluruh rakyat Indonesia itu terlindungi, terayomi, Indonesia sejahtera, Indonesia sehat, ekonomi tumbuh, iklim usaha meningkat, investor memberikan kita kemudahan-kemudahan. Andil KPK adalah dalam rangka mewujudkan tujuan negara,’’ ungkap Firli. Ia pun mengaku sudah bertemu dengan anggota Dewas KPK dan tidak ada masalah di antara mereka. ‘’Sudah ngobrol, sudah ketemu, tidak ada masalah,’’ ungkap Firli. (ant)
Maju Bersama Dari Hal. 1
Kualitas SDM
Minggu, 22 Desember 2019 05:00 Gayatri Mantra 05:52 Mars Indonesia Raya 05:54 Mars Bali Jagadhita 05:56 Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Puja Trisandya 06:05 Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa Ngusaba Nini (5) 06:35 Bali Channel Tourist TV 07:00 Klip Anak 07:35 Sehat & Bugar Senam Poco-Poco GWR 08:00 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 09:00 Seputar Bali Terkini 09:05 Solusi Alternatif Marion Sam 09:30 Belajar Menggambar Menggambar Lebah 10:00 Seputar Bali Terkini
puan-perempuan Indonesia itu nanti memberikan pendidikan kepada anaknya, dan mengurus rumah tangganya. ‘’Itu sudah salah satu implementasi Pancasila, sehingga mempunyai generasi pemudapemudi, kader-kader bangsa yang memang nantinya bisa membantu dalam bergotong royong untuk membangun bangsa Indonesia,’’ paparnya. (kmb32)
Kita Perbaiki
Dari Hal. 1
BPM/ina
Sang Ayu Nyoman Sariasih
Dalam momen Hari Ibu kali ini, Sariasih pun kembali mengajak ibu-ibu di Bali untuk maju bersama-sama dengan kaum laki-laki, sesuai profesi masing-masing. Namun jangan pernah melupakan keluarga. ‘’Kadang perempuan ada sifat egonya. Terkadang saat sudah maju melampaui kemampuan atau penghasilannya melebihi suami, egonya kadang keluar. Nah, itu yang selalu saya tekankan ketika turun ke desa. Jadi seberapa pun penghasilan kita, begitu masuk rumah, kepala keluarga kita adalah suami. Dengan menyadari itu, maka akan ada toleransi, saling menghormati, saling menghargai, sehingga keluarga bisa sejahtera, rukun dan bahagia,’’ terangnya. (ina)
Minggu Umanis, 22 Desember 2019
Bali United Bertekad Menangi Laga Pamungkas
A.A. Alit Wiartha
Mestinya Delapan Besar D I T UN J U K m e n j a d i manajer tim Perseden Denpasar yang berlaga pada Kompetisi Liga 3 Rayon Bali awalnya membuat A.A. Alit Wiartha merasa pusing. Masalahnya, pria yang akrab disapa Agung Guntur ini sudah melirik beberapa pemain di ajang Porprov Bali. Kenyataannya, mereka yang diincar justru telah membela klub lain pada ajang Liga 3. Kendati demikian, Agung Guntur tak putus asa dan mulai membenahi Tim Laskar Catur Muka. Alhasil Perseden dibawanya keluar sebagai juara Liga 3 Rayon Bali. Selanjutnya Perseden mampu mengalahkan dua wakil NTB, Perslobar Lombok Barat dan Persebi Bima, sehingga melaju ke putaran nasional babak 32 besar. ‘’Kami bersyukur bisa melenggang hingga babak 16 besar,’’ tuturnya. Perseden harus melakoni putaran nasional 32 besar di kandang Persijap Jepara dan Sinar Giri Putra Gresik. Saat menghadapi Sinar Giri, Perseden sudah unggul 2-1. Akan tetapi, semenit menjelang bubaran diganjar hukuman penalti oleh wasit. Hal itulah yang membuat Tim Laskar Catur Muka terhenti di babak 16 besar. Menurut pria kelahiran Denpasar, 9 Januari 1964 ini, Perseden semestinya bisa melaju ke babak 8
Gianyar (Bali Post) -
Bali United sudah merebut gelar juara kompetisi Liga 1 musim 2019 beberapa pekan lalu. Meski begitu, Tim Serdadu Tridatu merasa tak lengkap jika tak memetik kemenangan pada laga pamungkas. Oleh karena itu, Bali United bertekad menaklukkan Madura United pada partai penutup di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (22/12) malam ini pukul 20.00 Wita. Pemain belakang Gunawan Dwi Cahyo dalam jumpa pers di Stadion Dipta, Sabtu (21/12) kemarin, menyatakan dirinya bersama rekan setim siap memberikan kado kemenangan bagi pendukung setia Bali United yang bergabung dalam Semeton Dewata. Untuk itu, pihaknya harus fokus di lapangan agar bisa menaklukkan Madura United. Apalagi usai laga ini bakal dilakukan perayaan juara atau selebrasi oleh Bali United dan pendukungnya. Bagi Gunawan dan pelatih Stefano ‘’Teco’’ Cugurra, gelar juara musim ini adalah yang kedua beruntun setelah musim 2018 lalu merasakan-
nya bersama Persija Jakarta. ‘’Saya kira ini rezeki bagi saya dan Teco. Semuanya atas karunia Tuhan,’’ jelas punggawa timnas U-23 di SEA Games 2011 ini. Teco sependapat dengan Gunawan bahwa Bali United harus memetik kemenangan atas Madura United di laga terakhir. Laga ini sangat penting karena dimainkan di kandang sendiri, sehingga bisa merayakan gelar juara bersama seluruh suporter Bali United. ‘’Yang positif untuk kami adalah bisa bermain di kandang sendiri dan dekat dengan fans. Setelah itu kami bisa selebrasi bersama mereka karena tahun ini menjadi tahun yang luar
APG Diundur, NPC Jaga Semangat Atlet Solo (Bali Post) – National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menjaga semangat 300 atlet untuk persiapan ASEAN Para Games (APG) 2020 di Filipina, meski jadwalnya diundur. Pemerintah Filipina telah menghubungi NPC Indonesia untuk meminta maaf atas pengunduran jadwal APG 2020 yang sebelumnya direncanakan 17-25 Januari menjadi 20-25 Meret. Presiden NPC Indonesia Senny Marbun menyatakan tidak ada masalah dengan mundurnya jadwal APG Filipina dan semuanya berjalan sesuai rencana. NPC Indonesia sasarannya berangkat ke Filipina pada Maret 2020 dengan semangat ingin menjadi juara umum. ‘’Semangat juara umum APG Filipina 2020 ini yang paling penting, karena kontingan Indonesia semuanya sudah siap,’’ katanya di Solo, Sabtu (21/12) kemarin. Menurutnya, pemusatan latihan (TC) para atlet ma-
sih berjalan, karena setelah APG Filipina bisa langsung persiapan event lainnya yakni Paralympic 2020 pada Agustus hingga awal September mendatang. Hanya, pihaknya harus menambah anggaran untuk para atlet. ‘’Terpenting hasil akhirnya. Kami tetap menjaga semangat para atlet agar tetap terbakar hingga Maret, agar Indonesia bisa mempertahankan gelar juara umum seperti di Malaysia 2017,’’ ujarnya. Sebanyak 300 atlet NPC Indonesia sudah masuk masa kompetisi dan sesuai rencana puncaknya diharapkan terjadi Januari 2020. Menyusul mundurnya jadwal APG, NPC mengumpulkan pelatih agar tetap menjaga kondisi atlet tetap fit sebelum diberangkatkan ke Filipina. Oleh karena itu, para atlet NPC Indonesia yang telah siap diberangkatkan ke Filipina tidak boleh pulang kampung selama liburan Natal dan Tahun Baru 2020. Mereka tetap melakukan TC yang dipusatkan di Solo. (ant)
194 Atlet Bali Tembus PON Denpasar (Bali Post) Tercatat 194 atlet Bali dari berbagai cabang olahraga (cabor) sudah merebut tiket ke PON 2020 di Papua. Atlet Pulau Dewata yang akan tampil di Papua bisa bertambah jika tim futsal Bali bisa melewati babak Pra-PON yang tengah berlangsung di GOR ITB A Jatinangor, Jabar. Binpres KONI Bali Nyoman Yamadhiputra menegaskan, ke-194 atlet yang lolos PON belum tentu berlaga pada hajatan multi-event empat tahunan antarprovinsi se-Indonesia. ‘’Kami sudah membeberkan kriteria atlet yang layak berlaga di PON kepada seluruh pengprov cabor pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Bali,’’ ungkapnya di Denpasar, beberapa hari lalu. Sebagai persiapan tampil di PON, KONI Bali akan menggelar TC desentralisasi sejak Januari 2020. Selanjutnya para atlet menjalani TC sentralisasi hingga menjelang keberangkatan ke Bumi Cendrawasih. Stamina dan prestasi atlet dipantau selama mengikuti TC, apakah mengalami peningkatan atau menurun. Prestasi mereka juga dimonitor saat melakoni uji coba. ‘’Siapa pesaingnya dan apakah berpeluang mendulang medali. Catatan ini menjadi tolok ukur kami,’’ tuturnya. Menurutnya, membaca peta kekuatan lawan sangat diperlukan. Tujuannya, untuk mengukur potensi atlet Bali dan peluang memboyong medali. Untuk cabor terukur seperti atletik, atlet yang diterjunkan ke Papua minimal catatan prestasinya bisa bersaing dengan peraih perak pada PON 2016 di Jabar. ‘’Saya kira parameter untuk pemberangkatan atlet, seluruh pengprov cabor sudah memahaminya,’’ tegas Yama. (022)
biasa untuk kita semua di Bali,’’ ujarnya. Mengenai pemain yang akan diturunkan, Teco menyebut dirinya tetap akan memaksimalkan pemain yang secara fisik cukup siap menjalani laga 90 menit. ‘’Memang ada beberapa yang sudah libur dan kami tidak akan menurunkan mereka. Kami akan manfaatkan pemain yang paling siap secara fisik dan ada dalam latihan,’’ tambah Teco sembari memberikan apresiasi terhadap penampilan anak asuhannya selama dirinya tidak mendampingi tim. Asisten Pelatih Madura United Rasiman memuji penampilan Bali United yang konsisten sepanjang kompetisi, baik di kandang maupun partai tandang. Berbeda dengan kontestan lainnya. ‘’Kami harap kedua tim tampil ofensif. Kami juga ingin memberikan suguhan menarik kepada suporter Madura United,’’ terang Rasiman. (022)
KADO – Fadil Sausu siap memberikan kado kemenangan buat Bali United saat menjamu Madura United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (22/12) malam ini pukul 20.00 Wita.
BPM/ist
BALI-NTT - Laga tim futsal Bali melawan NTT pada Pra-PON di Sumedang, Jabar, Sabtu (21/12) kemarin.
Tim Futsal Bali Ditundukkan NTT Denpasar (Bali Post) Tim futsal Bali ditundukkan NTT dengan skor 0-2 pada lanjutan pertandingan Pra-PON/Kualifikasi PON Grup F di Arena Futsal Jatinangor, Sumedang, Jabar, Sabtu (21/12) kemarin. Ini merupakan kekalahan kedua setelah sebelumnya Bali dika-
lahkan tim tetangga NTB 2-5. Gol pembuka kemenangan NTT dilesakkan Kenny William Suriatan. Raimundus Aryanto Naimena menggandakan keunggulan timnya usai menggetarkan jala Bali yang dikawal I Made Dwi Arinata. Pertandingan dipimpin wasit Ryan Nuryaman,
Bondan Prayitno dan Evi Supriatna. Dua kekalahan itu menyulitkan langkah tim futsal Bali guna merebut tiket ke PON 2020 di Papua. Namun, peluang Bali bisa terbuka kembali jika mampu mengatasi Sulbar pada Minggu (22/12) ini. (022)
besar. Meski gagal, Perseden mendapat apresiasi dari PSSI. ‘’Kami kini punya hak suara pada Kongres PSSI Pusat,’’ jelas Komite Eksekutif Askot PSSI Kota Denpasar dan alumnus FH Unud ini. Yang membanggakan, pemain Perseden laris manis sepulang dari Jawa. Klubklub elite mengincar pemain asuhan kuartet Wayan Sukadana, Komang Mariawan, Edi Supriono dan Agus Salim ini. ‘’Kami berniat mempertahankan skuad ini, tetapi apakah mereka masih tetap bergabung tahun depan?’’ kilah suami A.A. Mirah yang mempunyai tiga anak ini. (nel)