Skip to main content

Edisi Minggu 22 September 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 37 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Minggu Kliwon, 22 September 2019 Sehari, Dua Peristiwa Kebakaran

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

Baleganjur Minggu ini, Bali Orti membahas gegambelan baleganjur, salah satu bentuk warisan kesenian budaya leluhur. Bali orti | HAL. 6

Dalam sehari, terjadi dua kali peristiwa kebakaran di Buleleng. Daerah | HAL. 2

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Memotret Anak - anak Memotret anak-anak memerlukan teknik khusus. Ada strategi agar mereka tak sampai mogok difoto.

Fotografi | HAL. 8

Gelar Rakernas

Ikatan Alumni ITB Bedah Pemikiran Visioner Gubernur Koster

Denpasar (Bali Post) Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IA ITB, Sabtu (21/9) kemarin di Rama Sita Room, Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar. Dalam kegiatan ini digelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pembangunan Bali bertajuk ‘’Membangun Sistem Energi Bersih dengan Prinsip Kemandirian, Berkeadilan dan Berkelanjutan di Provinsi Bali’’ dengan membedah berbagai konsep pemikiran dan kebijakan dari kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster yang sekaligus merupakan alumni ITB yang dinilai visioner. Nantinya dari berbagai poin penting yang dihasilkan akan disampaikan kepada pemerintah pusat, sebab Bali dijadikan prototipe atau role model pembangunan di Indonesia melalui berbagai program dan kebijakan yang telah dilaksanakan oleh Pem-

”Saya berharap ikatan alumni dapat memberikan masukan, pikiran, ide-ide, konsep untuk pembangunan Bali. Bali merupakan bagian dari dunia, 40 persen wisata Indonesia itu pintu masuknya dari Bali,” Gubernur Bali Wayan Koster prov Bali. Saat pembukaan Rakernas IA ITB, Gubernur Koster berkesempatan menjabarkan berbagai arah kebijakan dan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang ditertuang dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Sebuah visi besar dari Gubernur Koster

tentang pembangunan Bali yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekalaniskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung

Karno, yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Semua diterapkan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilainilai Pancasila. Visi tersebut dimaksudkan untuk menuju Bali Era Baru dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama. Yakni alam, krama dan kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi yang meliputi Atma Kerthi, Wana Kerthi, Danu Kerthi, Segara Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi. Hal. 11 Visi Pembangunan Bali

BPM/ist

RAKERNAS - Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama pengurus Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) saat membuka Rakernas IA ITB, Sabtu (21/9) kemarin.

’’Word Cleanup Day’’ Persembahan untuk Suksma Bali Tembus 59.207 Peserta Denpasar (Bali Post) Jumlah sampah non-organik di Bali dari tahun ke tahun semakin banyak, namun tidak sepadan dengan pengolahan yang memadai. Belum

tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah turut memperburuk keadaan Bali saat ini yang dihiasi pemandangan tak sedap dengan sampah-sampah nonorganik berserakan di

sekitar kita. Indonesia saat ini sudah dinobatkan sebagai penyumbang sampah terbesar ke laut nomor dua setelah China, dan 80% sampah di laut datangnya dari daratan. ‘’Atas dasar tersebut, kita

komit dalam mengelola sampah lebih baik dan konsisten dan mengurangi penggunaan plastic single use to the zero level,” ungkap Ketua Panitia Suksma Bali, I Gusti Agung Ngurah Darma Suyasa,

BPM/ist

SAMPAH - Wagub Bali Cok Ace dan Komandan Resor Militer 163/Wirasatya, Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi, memimpin aksi bersih sampah di Kuta dan Mertasari.

CHA. Acara ini adalah wujud “Suksma Bali” yaitu sebuah refleksi kejiwaan dan ungkapan terima kasih dan penghargaan kita terhadap Ibu Pertiwi Bali, tempat bersama dianugerahi kehidupan. Berterima kasih berarti kita menyadari segala hal yang dimiliki sehingga kita selalu akan menghargai dan menjaganya. Acara World Cleanup Day for Suksma Bali, Sabtu (21/9) kemarin, dipusatkan di Pantai Kuta dan Pantai Mertasari dari total 79 titik di seluruh Bali. Wakil Gubernur Bali, Cok. Ace, dalam sambutannya di Pantai Kuta menyampaikan bahwa kita semua sudah saatnya berterima kasih kepada Bali yang telah memberikan kita anugerah, penghidupan dan kehidupan. Seluruh masyarakat Bali harus bersatu padu menjaga agar Bali tetap bersih dari hulu ke hilir,

Barong Ngunying Kerap Dipentaskan pada HUT Kota Bangli B ARONG N g u n y i n g adalah salah satu jenis tarian yang disakralkan masyarakat di beberapa desa adat di Bangli. Seperti tarian sakral pada umumnya, Barong Ngunying biasanya ditarikan sebagai bagian dari upacara di pura. Namun beberapa tahun terakhir, tarian ini juga kerap dipentaskan saat perayaan HUT Kota Bangli. Pementasan Barong Ngunying serangkaian HUT Kota Bangli biasanya digelar di catus pata Kota Bangli, depan Kantor Bupati Bangli. Pementasan Barong Ngunying menjadi salah satu agenda HUT Kota Bangli yang selalu ramai penonton. Para penonton selalu dibuat terpukau dengan sesolahan seni tradisi sakral itu. Adapun yang menjadi daya tarik dalam sesolahan Barong Ngunying adalah saat ditampilkannya atraksi ngunying. Sejumlah penari yang mengalami kesurupan

membawa keris kemudian memakan ayam hidup-hidup. Desa Adat Selat, Susut pernah menampilkan Barong Ngunying saat HUT Kota Bangli beberapa tahun lalu. Diungkapkan Bendesa Adat Selat Ketut Pradnya, Barong Ngunying merupakan tari sakral yang sudah diwarisi krama Desa Adat Selat sejak dahulu kala. Dirinya tak bisa memastikan sejak kapan tari ini ada. “Susah memetakannya. Berdasarkan foto yang ada dengan latar jaba puri di Bangli, sesolahan Barong Ngunying sudah ada sejak zaman kerajaan,” ungkapnya. Di Desa Adat Selat, Barong Ngunying biasanya rutin setahun sekali di Pura Puseh Bale Agung, tepatnya saat Hari Raya Kuningan. Dalam sesolahan Barong Ngunying ada dua figur besar yang ditampilkan yakni barong dan rangda. Hal. 11 ”Sesuhunan” Desa

salah satunya melalui program ‘’World Cleanup Day for Suksma Bali’’. Diharapkan acara ini bisa menjadi spirit perubahan dan gerakan bersama elemen masyarakat Bali. Cok Ace menambahkan bahwa Suksma Bali juga merupakan bentuk pengimplementasian “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang pempunyai arti menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia. Pangdam Udayana yang diwakilkan oleh Komandan Resor Militer 163 Wirasatya, Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi, S.I.P., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa TNI mendukung penuh kegiatan Suksma Bali yang dirangkaikan dengan Karya Bakti HUT ke-74 TNI. Bali adalah

ikon dunia yang selalu harus dijaga kebersihannya. Oleh sebab itu, TNI bersama seluruh jajaran dan masyarakat melalui gerakan bersama Suksma Bali melakukan kegiatan World Cleanup Day di Pantai Mertasari, dan disertai dengan pelepasan bibit ikan kerapu. Sementara Yoga Iswara, BBA., BBM., M.M., CHA. selaku Steering Committee Suksma Bali, menambahkan bahwa Suksma Bali diharapkan menjadi gerakan bersama atau movement rakyat Bali untuk ibu pertiwi. Berterima kasih adalah salah satu bentuk bakti kita terhadap Bali. Bali adalah pulau kecil namun tidak bermakna kecil bagi masyarakat Bali dan Indonesia. Eksistensi Bali mampu memberikan kehidupan kepada masyarakatnya bahkan negara. Hal. 11 Bumi Pertiwi

Tari Rejang Sandat Ratu Segara

Setelah Masuk Muri, Tak Pernah Dipentaskan

Tari Sakral Jangan Diobral

BPM/wan

Belakangan ini, banyak ditemukan tari sakral Bali yang dipertunjukkan di luar tujuan upacara/upakara tradisi, adat, dan keagamaan. Fenomena ini tentu sangat merisaukan, mencemaskan, bahkan memprihatinkan para seniman, budayawan, pemuka adat, pemuka agama, pemangku kepentingan, dan krama Bali pada umumnya. Mereka mengatakan tari sakral jangan diobral. TARI sakral Bali mestinya disucikan. ‘’Bukan diobral untuk kepentingan tertentu seperti memecahkan rekor Muri,’’ tegas seniman I Wayan

Turun. Jika ini dibiarkan dapat mengakibatkan merosotnya nilai-nilai kesakralan, memudarnya keutuhan seni, aura magis, muatan taksu,

serta dapat menghilangkan sumber kreativitas atau penciptaan seni. Hal. 11 Seni Sakral

LARANGAN tari sakral agar tidak dikomersialkan atau ajang untuk memecahkan rekor Muri dilontarkan Gubernur Bali Wayan Koster belum lama ini. Munculnya larangan ini bagi sejumlah pihak mengingatkan kembali akan salah satu garapan tari yang pernah mendapat rekor Muri di Tabanan yakni pergelaran tari kolosal Rejang Sandat Ratu Segara. Tari rejang ini melibatkan 1.800 penari, yang dipentaskan di Tanah Lot tahun 2018. Menariknya, usai memecahkan rekor Muri, para penarinya banyak kerauhan atau mengalami trance. Bahkan kerauhan dalam waktu cukup lama. Usai pementasan, sampai saat ini tarian yang sempat ramai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat luas tersebut belum pernah ditarikan kembali. Apa kira-kira yang menjadi alasannya? Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Tabanan, I Wayan Muder, yang juga salah satu

koreografer Tari Rejang Sandat Ratu Segara pun angkat bicara. Ia mengakui jika tari garapan seniman Tabanan ini belum pernah dipentaskan kembali melihat situasi/kondisi masyarakat yang masih merasa khawatir akan kejadian yang sama (trance) terulang kembali. Namun, di satu sisi banyak pula permintaan dari masyarakat yang ingin mementaskan tarian tersebut. Muder mengatakan sebenarnya sah-sah saja jika masyarakat ingin mementaskan Tari Rejang Sandat Ratu Segara asalkan masih berkaitan dengan upacara atau dilakukan di tempat suci, tempat yang layak untuk pementasan tari rejang. Muder mengatakan sebenarnya Tari Rejang Sandat Ratu Segara sejak awal memang belum disakralkan karena merupakan garapan tari kreasi baru. Hanya, dalam pementasan pertama kali unsur magis muncul dengan sendirinya. Hal. 11 Tari Persembahan

Karangasem Tari Sanghyang, Jembrana Miliki Wayang Wong HAMPIR semua desa di Kabupaten Karangasem mempunyai ritual atau tarian sakral. Tarian tersebut sudah ada sejak zaman dulu yang sampai sekarang tetap dilestarikan dan dijaga dengan baik oleh warga setempat.

Khusus di Bumi Lahar, sampai detik ini masih banyak memiliki tarian sakral yang dipentaskan saat upacara tertentu. Kadis Kebudayaan Karangasem, I Putu Arnawa, mengungkapkan, Kabupaten

Karangasem memiliki cukup banyak tarian sakral yang hidup di masing-masing desa. Maklum daerah ini banyak memiliki desa tua. Dari 190 desa adat, ada sekitar 30 merupakan desa tua yang memiliki tarian sakral. “Dalam kesenian

yang tersimpan itu, terdapat kesenian penunjang upacara yang bersifat sakral,” ujarnya. Arnawa mengatakan, di Karangasem memiliki sejumlah tari sakral seperti tari rejang, tari baris, dan tari sanghyang. Tari sanghyang

ini sedang direvitalisasi. Kata dia, di Karangasem terdapat cukup banyak tari sanghyang seperti Kecamatan Selat, Karangasem, Manggis dan kecamatan lainnya. Hal. 11 Tari Rejang

WAYANG WONG Seni sakral wayang wong yang berkembang di Gria Penida, Banjar Anyar. BPM/olo


2

Minggu Kliwon, 22 September 2019

Rumah dan Tempat Penyulingan Daun Cengkeh Terbakar Singaraja (Bali Post) –

Dalam sehari terjadi dua kali peristiwa kebakaran di Buleleng, Sabtu (21/9) kemarin. Kebakaran pertama terjadi di Jalan Sahadewa, Kelurahan Banjar Tegal, Singaraja. Kejadian serupa terjadi di Desa Pelapuan, Kecamatan Busungbiu. Kejadian pertama mengejutkan warga Jalan Sahadewa, Singaraja. Api dengan cepat menghanguskan rumah milik Dewa Made Partana (65). Api kemudian merembet ke bangunan lain yang dijadikan usaha salon kecantikan serta boutique yang dikelola Made Intan Kusuma Dwi (23). Selain bangunan, dua unit sepeda motor ikut terbakar setelah gagal diselamatkan. Tidak heran, akibat kebakaran ini, diperkirakan kerugian materiil mencapai Rp 500 juta. Informasi dikumpulkan di lokasi kejadian, kebakaran ini diketahui pertama kali oleh saksi yang juga karyawan salon, Ketut Meli Peronika

Serliani (17) asal Kelurahan Kaliuntu. Sekitar pukul 10.30 wita, saksi bersama saudara pemilik salon Nyoman Tia Resita Dewi (21) tiba-tiba mendengar ada suara ledakan di salah satu ruang kamar di rumah bagian belakang. Bersamaan dengan suara itu, saksi mencium aroma seperti benda terbakar. Curiga dengan kejadian itu, keduanya kemudian memastikan kondisi rumah berukuran 10 x 20 meter tersebut. Saat itu, api sudah membesar dan merembat ke seluruh bangunan. Kejadian ini kemudian diketahui warga di sekitar dan berusaha untuk membantu mengevakuasi barang-barang milik korban.

Karena kobaran api dengan cepat membesar, tidak banyak barang dan peralatan salon yang bisa diselamatkan. Bahkan, dua unit sepeda motor yang parkir di halaman rumah ikut terbakar. Api semakin membesar, sehingga warga meminta bantuan pemadaman ke Dinas Damkar. Tiga unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi kejadian. Api baru berhasil dipadamkan pukul 13.10 wita. Kapolsek Kota Singaraja Kompol IGN Yudistira seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, kasus kebakaran ini masih diselidiki dengan mengumpukan keterangan saksi-saksi dan barang

bukti. Dari pemeriksaan awal, saksi menyebutkan kalau rumah di bagian belekang saat kejadian dalam keadaan sepi. Saat itu, saksi yang mengelola salon kecantikan tiba-tiba mendengar suara ledakan dan diikuti bau yang mirip ada benda terbakar. Dari keterangan itu, diperkirakan sumber pertama berada di salah satu ruang kamar rumah di bagian belakang dan api merembet ke bagian depan rumah yang digunakan usaha salon kecantikan. “Keterangan saksi melihat api awalnya muncul di rumah bagian belakang dan merembet ke tempat usaha salon dan ada dua unit motor juga ikut terbakar dan gagal diselamatkan,” katanya. Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Desa Pelapuan, Kecamatan Busungbiu. Bangunan tempat penyul-

ingan daun cengkeh dan sekaligus tempat menyimpan daun cengkeh kering di desa tersebut ditemukan terbakar dini hari kemarin sekitar pukul 03.00 wita. Terbakarnya, bangunan milik Dewa Made Partajasa (48) warga Banjar Dinas Bonagung, Desa Pelapuan itu karena daun cengkeh yang telah disuling bercampur bara api, sehingga api membakar tumpukan daun cengkeh tidak jauh dari lokasi kejadian. Kapolsek Busungbiu AKP Made Agus Dwi Wirawan seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., mengatakan, pertama kali kebakaran itu diketahi oleh saksi Dewa Selamat. Saat bangun tidur untuk buang air kecil, dia melihat kobaran api persis di lokasi bangunan gudang. Dia kemudian member tahu kepada rekannya dan memas-

BPM/ist

TERBAKAR - Rumah milik Dewa Made Partana (65), di Jalan Sahadewa, Kelurahan Banjar Tegal terbakar Sabtu (21/9) kemarin sekitar pukul 10.30 wita. tikan kebakaran itu. Di lokasi kejadian, saksi melihat api sudah membakar bangunan dan tumpukan daun cengkeh kering yang dipekrirakan satu ton. Selain itu, sebuah mesin pompa air dan jeriken berisi bensin ikut terbakar, sehingga api semakin membesar.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Seririt. Saat itu, satu unit mobil pemadam diterjunkan. Api baru bisa dipadamkan sekitar satu setengah jam kemudian, sehingga tidak meluas ke lokasi lain. (kmb38)

PRG Choir Polda Bali Raih Golden Diploma di Italia Jaga Komunikasi KOMUNIKASI menjadi salah satu kunci untuk menyukseskan berbagai program yang direncanakan termasuk juga dalam melaksanakan administrasi. Hal tersebut menjadi pegangan I Gusti Ketut Sudiatmika, S.Sos., MAP., yang saat ini sebagai Kasubag Administrasi, Dokumentasi dan Publikasi pada Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Denpasar. Pria yang sebelumnya sebagai staf fotografer ini mengaku banyak hal yang harus dipelajari terutama terkait administrasi. Namun, ia merasa sangat bersyukur punya teman-teman yang selalu membantu untuk menyelesaikan setiap pekerjaan yang ada di administrasi. “Keberhasilan kegiatan di Subag Administrasi, Dokumentasi dan Penerbitan sangat dibantu oleh teman-teman,” ujarnya. Yang terpenting bagaimana menjaga komunikasi dengan teman-teman yang telah paham terhadap administrasi. Dengan rendah hati, pria ini mengaku tidak malu-malu untuk bertanya pada teman-teman yang memahami tentang adminitrasi termasuk juga dengan pimpinan. “Saya punya prinsip tidak pernah malu untuk bertanya bila tidak mengerti. Karena itu sangat membantu dalam menyukseskan program Bagian Humas dan Protokol terutama Subag Administrasi, Dokumentasi dan Publikasi,” jelasnya. (ara)

Denpasar (Bali Post) Praise the Righteous God (PRG) Choir Polda Bali asuhan Kapolda Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose sukses meraih predikat Golden Diploma Level 1 dalam Rimini International Choral Competition 2019 di Italia, Jumat (20/9) lalu. Dalam kompetisi yang diikuti negara-negara dominan dari Eropa dan juri dari UK, Australia, Italia, Estonia, Singapura ini, PRG Choir meraih Golden Medal dengan

poin 86,60. Tampilnya PRG Choir di kancah internasional Rimini International Choir Festival 2019 di Rimini Italia, mendapat support dari Ketua Umum Bhayangkari Ny. Tri Tito Karnavian yang turut hadir dan menyaksikan event tersebut. Ny. Tri juga memberikan ucapan selamat kepada paduan suara Polda Bali yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia, khususnya Kepolisian Negara Republik

BPM/ist

ITALIA - PRG Choir Polda Bali asuhan Kapolda Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose sukses meraih Predikat Golden Diploma Level 1 dalam Rimini International Choral Competition 2019 di Italia.

Indonesia karena berhasil meraih Gold Medal dalam kompetisi tersebut. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, didampingi Kabid Humas Kombes Pol. Hengky Widjaja, Sabtu (21/9) kemarin, mengatakan, PRG Choir merupakan paduan suara yang anggotanya merupakan personel Polda Bali aktif berpangkat brigadir hingga perwira pertama. Tim ini merupakan gabungan dari berbagai fungsi Polda Bali dan sekaligus Choir Polri yang pertama di ajang kompetisi choir bertaraf dunia internasional. “Saat pencapaian prestasi puncak kompetisi choir internasional tersebut disaksikan langsung Ketua Umum Bhayangkari Ibu Tri Tito Karnavian, didampingi Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Bali Nyonya Barbara Golose,” ujarnya. Choir Polda Bali tampil pukul 16.15 waktu setempat di Teatro Degli Atti, Italia, sebelum penampilan penutup Ozomo Koloso dari Rusia. Dalam festival yang diikuti negara-negara Eropa, PRG Choir Polda Bali mengikuti kategori D yakni folksong & gospel traditional.

Festival tersebut diawali penampilan Chorus Ostrava dari Czech Republic, menyusul kemudian Usmev dari Slovekia, Karameles dari Latvia, Nova Alianca dari Angola dan Krasnoyarsk City Childern’s Choir dari Russia. Walau hanya tampil 15 menit dari pukul 16.15 sampai pukul 16.30 waktu setempat, PRG Choir mendapat aplaus luar biasa dari penonton serta peserta dari negara lain. Rimini International Choral Competition 2019 ini merupakan yang ke-13 kali diadakan dengan peserta dan kualitas seni suara yang meningkat dari tahun ke tahun. “Andrea Angelini, Direktur Artistik Kompetisi dalam situs resminya menyebutkan, tujuan kompetisi Choral Rimini tidak semata bersaing antara satu kelompok dengan kelompok yang lain, tetapi juga untuk menyajikan karakteristik dan keragaman dari masing-masing paduan suara dan repertoar kepada penonton,” ujar Kombes Andi. Kompetisi ini berlangsung dalam suasana indah Kota Romawi Kuno yang terkenal dengan keindahan pantainya dan kaya monumen dari masa lalu yang indah.

Pascakompetisi, PRG Choir berkesempatan tampil di depan masyarakat umum di Rimini Piazza Cavour dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa. Choir ini terpilih untuk mengisi acara bersama-sama dengan lima negara Eropa lainnya pada malam friendship concert tanggal 21 September pukul 21.00 waktu setempat. Pada kesempatan ini diserukan pula salam perdamaian keseluruh dunia “from Bali we share love and harmony” PRG Choir beranggotakan 40 personel Polda Bali ini mengikuti kategori D Folk, Spiritual, Gospel dengan membawakan empat lagu daerah Nusantara, yaitu Janger, Paris Barantai, Batu Timbule, dan Sik Sik Sibatumanikam. “Kompetisi ini diikuti tim paduan suara terbaik dari seluruh belahan dunia seperti negara Rusia, Republik Ceko, Slovakia, Lativia dan Angola,” ujarnya. Andi menambahkan, ini merupakan pertama kalinya paduan suara polisi yang mengikuti kompetisi setingkat internasional dan mendapatkan gold medal, sungguh membagakan. (kmb36)

Peringati Puputan Badung Ke-113, Pemkot Gelar Mahabandana Prasada Pantai Mertasari Rai Mantra Ingatkan Semangat Heroik Perjuangan Diteruskan Generasi Muda Mesti Bersih Sampah Denpasar (Bali Post) Ribuan anggota Kodam IX/ Udayana bersinergi dengan Polri dan seluruh komponen masyarakat membersihkan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan, Sabtu (21/9) kemarin. Pantai Mertasari hingga saat ini menjadi tujuan favorit wisatawan mancanegara sehingga harus bersih dari sampah, khususnya sampah plastik. Karya bakti ini, menurut Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh Albertus Magnus Suharyadi, saat membacakan sambutan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menyampaikan, bertujuan untuk membantu pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat sekitar dalam memelihara kebersihan pantai. Hal ini sebagai upaya mewujudkan lingkungan bersih, sehat, nyaman, dan tenteram khususnya bagi masyarakat pesisir pantai dalam rangka mendukung

World Cleanup Day Tahun 2019. “Dilaksanakannya kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT ke-74 TNI tahun 2019,” ujarnya. Pangdam mengucapkan terima kasih kepada segenap komponen masyarakat yang telah hadir dengan tulus ikhlas untuk mengikuti kegiatan tersebut. Membersihkan pantai merupakan salah satu wujud kiprah TNI dalam membantu dan menjadi contoh serta memelopori usahausaha dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar pantai. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G. menyampaikan, World Cleanup Day merupakan aksi sosial global dengan tujuan memerangi masalah sampah. Kegiatan menyasar sepanjang pantai ini dinilai tepat karena luas wilayah negara Indonesia sebagian besar merupakan lautan dan juga masyarakatnya sebagai nelayan. (kmb36)

BPM/ist

BERSIHKAN PANTAI - Personel Kodam IX/Udayana bersama jajarannya dan komponen masyarakat membersihkan Pantai Mertasari, Sanur.

HARI Puputan Badung yang diperingati setiap tanggal 20 September ini merupakan tonggak sejarah penting perjuangan rakyat Denpasar melawan penjajah di Kota Denpasar. Serangkaian peringatan hari bersejarah tersebut, Pemkot Denpasar menggelar peringatan yang dikemas dengan sajian pementasan seni dan budaya. Berawal ketika sang fajar mulai bergerak ke ufuk barat, Keris Puputan Badung yang diiringi panji-panji perjuangan Puri Denpasar (Satria) bergerak menuju Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung. Pembukaan rangkaian kegiatan ditandai dengan peletakan Keris Puputan Badung oleh Wali Kota Denpasar didampingi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara serta panglingsir Puri Agung Satria, A.A. Ngurah Wira Bima Wikrama di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Jumat (20/9). Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Kerti Rai Iswara, para panglingsir puri dan griya seKota Denpasar serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Seusai pembukaan Mahabandana Prasada, kegiatan dilanjutkan dengan

penampilan gong kebyar di panggung sisi selatan, Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung. Pembukaan dikemas dengan sajian beragam kesenian. mulai dari Tari Rejang Dewa, Tari Baris Gede, Tari Baris Bandana Manggala Yuda, Tari Barong Ket, Tari Rangda dan Tradisi Ngunying. Selain itu, atribut sakral berupa pasepan, gentapinara pitu serta sunggu juga menjadi bagian dari pawai kirab pusaka Puputan Badung. Kadis Kebudayaan Kota Denpasar selaku Ketua Panitia, IGN Bagus Mataram mengatakan bahwa Mahabandana Prasada serangkaian Hari Puputan Badung ke-113 digelar mulai tanggal 20 September hingga 23 September 2019 dengan balutan tema besar ‘’Puputan Badung Diva Prabha Tandava’’ dengan menekankan semangat Puputan Badung dalam memuliakan taksu. Adapun selama tiga hari pelaksanaan kegiatan tersebut turut disajikan beragam kesenian mulai dari kesenian ngelawang sebelum pembukaan pada Jumat (20/9). Pada Sabtu (21/9) digelar pementasan kesenian Joged Bumbung, dilanjutkan pada Minggu (22/9) dengan pelatihan kendang bersama maestro dan pementasan kesenian disabilitas oleh Sanggar Sandi Muni Kumara. Sedangkan Senin (23/9), dilaksanakan cipta karya bersama komika dan diakhiri dengan pemen-

tasan Bondres. Mataram mengatakan, selain Mahabandana Prasada ini juga dilaksanakan parade gong kebyar dan kesenian klasik Kota Denpasar yang berlangsung mulai tanggal 20 September hingga 28 September 2019. Adapun peserta dari parade ini merupakan perwakilan dari empat kecamatan dengan jumlah peserta/sekaa sebanyak 44 sekaa. Yakni sekaa gong kebyar Taman Kanak-kanak sebanyak 4 sekaa, sekaa gong kebyar anak-anak sebanyak 12 sekaa, sekaa gong kebyar wanita sebanyak 8 sekaa dan sekaa kesenian klasik sebanyak 24 sekaa. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra

didampingi IGN Jaya Negara dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa Mahabandana Prasada merupakan kegiatan yang dilaksanakan sebagai sebuah peringatan peristiwa heroik Puputan Badung yang terjadi pada 20 September 1906 silam. Momentum sejarah ini merupakan tonggak penting bagi Kota Denpasar guna meneladani semangat perjuangan Raja I Gusti Ngurah Made Agung dalam mempertahkankan ibu pertiwi. Semangat heroik inilah yang menjadi teladan dalam menjalani kehidupan saat ini. “Semangat, semangat produktivitas, kalau dulu kita kan perang pakai senjata, saat ini kita berperang

menggunakan otak dengan pemikiran sehingga mampu memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan, dan spirit ini harus bisa diteladani dan diteruskan oleh generasi muda,” ujar Rai Mantra. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini seyogianya harus terus disosialisasikan bersama. Kota Denpasar memiliki spirit yang luar biasa tentang Puputan Badung. “Spiritnya yang kita tiru, sehingga masyarakat Kota Denpasar dapat menjadi generasi yang unggul yang senantiasa kompeten, produktif sehingga mampu memenangi segala kompetisi menuju masyarakat unggul dan sejahtera,” ujarnya. (ad0717)

PERINGATAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede, Sekda AAN Rai Iswara serta panglingsir Puri Agung Denpasar saat pembukaan Mahabandana Prasada serangkaian Peringatan Hari Puputan Badung yang ke-113 di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Jumat (20/9).

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Kliwon, 22 September 2019

Rakernas IA ITB 2019 di Bali Usung Tema ”Nangun Sat Kerthi Loka Nusantara” IKATAN Alumni (IA) Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar rapat kerja nasional (rakernas) di Bali. Acara yang dihadiri ratusan alumni ITB dari berbagai daerah ini dipusatkan di Rama Shinta Room, Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar. Gubernur Bali Wayan Koster yang juga merupakan alumni ITB didaulat membuka rakernas alumni ITB tahun 2019 dengan mengusung tema Nangun Sat Kerthi Loka Nusantara.

Ketua Panitia Rakernas IA ITB 2019, Endang Nasution, mengatakan rakernas IA ITB 2019 berlangsung dari tanggal 2 -22 September 2019. Ada enam kegiatan Sat Kerthi yang dilakukan IA ITB sebagai kegiatan yang terintegrasi. Mulai dari penanaman 500 bibit pohon, pemberian santunan, pelepasan 10 ribu ikan, kegiatan Bali resik sampah plastik, diskusi soal bagaimana membangun energi bersih, dan kegiatan tracking di kawasan Ubud.

Puncaknya Sabtu (21/9) kemarin, diselenggarakan rakernas yang dihadiri oleh pengurus daerah se-Indonesia. Ketua Ikatan Alumni ITB Ridwan Djamaludin mengatakan, rakernas IA ITB ini adalah kegiatan setiap tahun sebagai kewajiban organisasi, juga sebagai evaluasi kegiatan IA ITB. Pelaksanaan di Bali sebagaimana keputusan rakernas sebelumnya di Makassar. Rakernas ini sifatnya tidak saja rapat, namun kegiatan yang bermanfaat

RAKERNAS - Gubernur Bali Wayan Koster berfoto bersama peserta Rakernas Ikatan Alumni ITB 2019 yang diselenggarakan di Bali dengan mengusung tema Nangun Sat Kerthi Loka Nusantara.

bagi masyarakat dan mendukung program daerah. Soal tema yang diusung hampir sama dengan visi dan misi Gubernur Bali Wayan Koster, Ridwan menyebutnya, bahwa tema Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini kita perbesar menjadi loka Nusantara, karena ini sejalan dengan semangat dan slogan ITB, yakni In Harmonia Progressio (kemajuan yang selaras). “Jadi, slogan itu diangkat sejalan dengan semangat ITB dan semangat kita membantu pembangunan di daerah,” katanya. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dengan senang hati menyambut para alumni ITB yang merupakan tempatnya menempuh perkuliahan di tahun 1981. Bahkan dihadapan para alumni ITB Koster sempat berbagi kenangannya sewaktu pertama kali masuk ITB. “Rakernas IA ITB di Bali ini merupakan yang baru pertama kali. Adalah suatu kehormatan buat saya, karena saya alumni ITB. Betapa bangganya kita ini lulusan ITB dengan photo Gajah,” katanya. Dihadapan para pengurus daerah IA ITB seluruh Indonesia, Gubernur Bali Wayan Koster juga berharap agar diberikan masukan berupa ide dan gagasan yang bagus dan berkualitas untuk membangun Bali dan Indonesia pada umumnya. (ad718)

Meningkatkan Pelayanan Publik

BBPOM Denpasar Gelar ”Capacity Building” BALAI Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar terus berupaya merubah pola pikir sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya. Ini semuanya dilakukan dalam usaha peningkatan pelayanan ke masyarakat. Salah satu upaya tersebut yakni dengan dilakukan capacity building. Kegiatan yang mengambil tema “The Spirit of Inner Motivation” tersebut diselenggarakan di Plagoo Holiday Hotel, Badung dari 20 hingga 21 September 2019. Menurut Kepala BBPOM Denpasar Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt., kementerian dan lembaga di Indonesia terus melakukan reformasi birokrasi, termasuk juga BBPOM yang ada di Denpasar. Reformasi ini dilakukan untuk peningkatan pelayanan pada masyarakat. Dengan adanya reformasi birokrasi tersebut, diharapkan segala pelayanan publik lebih cepat, mudah, bersih, dan tentunya dapat meningkatkan kepuasan masyarakat. “Pelayanan publik harus prima. Bagaimana bisa cepat, bagaimana konsumen atau masyarakat itu puas, kecepatan, kemudahan dan lain-lain,” terang Aryapatni saat ditemui disela-sela keg-

iatan capacity building Sabtu (21/9) kemarin. Ada beberapa hal dalam reformasi birokrasi yang dimaksud, di antaranya penyederhanaan organisasi, tatalaksana, peraturan perundangundangan, pola pikir sumber daya manusianya, pelayanan publik, pengawasan, dan akuntabilitasnya. Di antara beberapa hal tersebut, salah satu yang ditekankan adalah perubahan pola pikir SDM. Untuk itu kegiatan capacity building rutin dilakukan tiap tahunnya. Dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi diri agar bekerja keras, iklas, cerdas, cepat, dan lainnya. “Bagaimana diri kita yang memotivasi kita bekerja keras, bekerja iklas, bekerja cerdas, bekerja cepat. Jadi didalam dirinya sendiri lah yang memotivasi untuk bekerja. Jadi ilmuilmu itulah yang disampaikan,” jelasnya. Untuk meningkatkan motivasi diri tersebut pihaknya mengundang Motivator Bali Learning Centre (MBLC), Ketut Wiratama. Dalam pembahasan, sang motivator memberikan pemahaman terkait integrity, discipline, accountabilty, ethics, dan credibility. Dimana hal-hal tersebut san-

gat diperlukan dalam merubah mainset dan meningkatkan motivasi diri. Dengan mengenal diri sendiri maka akan mengetahui potensi diri yang dimiliki, dan berupaya untuk mengembangkan potensi tersebut. Selain untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi diri, capacity building ini juga bertujuan untuk meningkatkan soliditas antarpegawai BBPOM di Denpasar. Hal tersebut dikarenakan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dilakukan bersama-sama. Kepala BBPOM Denpasar menambahkan, bahwa BBPOM di Denpasar merupakan salah satu unit dari sepuluh unit BBPOM dari seluruh Indonesia, yang dipersiapkan untuk dievaluasi Kemenpan RB. Ditetapkan mendapat predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). “Prinsipnya kita tidak ada suap, gratifikasi. Saya mengingatkan kembali, walaupun terus menerus kita lakukan. Kita sudah monitoring terus tiap tiga bulan, ada pengendalian internal. Bagaimana mencegah, mengendalikan agar anak-anak tidak bisa menerima suap, gratifikasi, korupsi,” tutupnya. (ad721)

Astra Motor Bali Gelar ”Fun Touring”, Uji Kelincahan dan Kenyamanan Honda Genio UNTUK menguji kelincahan dan kenyamanan New Product Honda Genio Astra Motor Bali gelar touring Sabtu (21/9). Dalam tema “Fun Touring For Explore City”, kegiatan yang melibatkan 17 awak media, blogger dan vlogger ini dibalut dengan aktivitas fun games. Mengambil rute dimulai dati titik kumpul Astra Cokro, rombongan bergerak menuju Ubud, Gianyar. Selanjutnya dari Ubud peserta bergabung dalam event Honda DBL di GOR Purnakrida dan melakukan games seru yang kemudian dilanjutkan menuju Seminyak untuk acara kebersamaan. Marketing Manager Astra Motor Bali, Thomas Pradu mengatakan perkembangan tren skutik semakin beragam. Salah satunya peningkatan kebutuhan akan skutik yang mendukung gaya hidup penggunanya sebagai teman berkendara terbaik dengan performa dan kenyamanan berkendara yang sesuai. Honda Genio, kata dia dikembangkan sebagai produk skutik fashionable yang memiliki best value secara menyeluruh dari sisi desain, performa, fitur, maupun konsumsi bahan bakar yang irit, cocok untuk pemakaian harian. Skutik ini mengusung teknologi enhanced Smart Architecture Frame (eSAF). Teknologi eSAF Honda yang diimplementasi-

kan pertama di Indonesia ini membuat Honda Genio lebih ringan, lincah, dan nyaman dikendarai. “Kegiatan ini sebagai bentuk menyatukan hobi dari media, blogger dan vlogger yang menyukai touring dengan roda dua. Selain ini para peserta touring juga dapat merasakan kelincahan bermanuver di jalan dan performa mesin didukung dengan teknologi rangka baru eSAF dari Honda yang pertama kali digunakan untuk kendaraan roda dua di Indonesia,” katanya. Honda Genio sendiri meru-

pakan produk skutik teranyar Honda berdesain casual fashionable sebagai identitas dan tren baru bagi generasi muda Indonesia dalam berekspresi. Rangka eSAF ini bahkan mampu memberi pemanfaatan ruang yang semakin efisien terbukti dengan kapasitas luas bagasi yang mencapai 14 L dan kapasitas tangki bahan bakar 4,2 L dari Honda Genio. Identitas Honda Genio ditandai tiga konsep yang membuat Honda Genio berbeda. Desainnya casual dan fashionable sesuai tren generasi muda saat ini.

Ukuran bodi yang compact, cocok untuk pria maupun wanita serta kondisi jalan yang padat. Performa serta ragam fiturnya lengkap sesuai yang diharapkan konsumen ,serta konsumsi bahan bakar yang efisien. ACG starter melengkapi kemampuannya agar tetap halus saat mesin dinyalakan. Fitur ini bergandengan dengan ISS (Idling Stop System) khas Honda yang membuat mesin mati otomatis saat berhenti, dan menyala kembali hanya dengan memutar tuas gas. (bns1)

Tabanan Kembangkan Tiga Varietas Pisang Tabanan (Bali Post) Komoditas pisang menjadi andalan petani Kabupaten Tabanan untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah. Apalagi di Bali kebutuhan akan pisang cukup tinggi seiring banyaknya hari raya keagamaan bagi umat Hindu. Dari data Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, tingginya permintaan akan komoditi pisang saat hari raya kerap membuat pasokan pisang dari luar Bali, seperti Jawa maupun Sulawesi banyak berdatangan. Di satu sisi, produksi pisang dari petani Bali juga pernah berlebih, karena itu tergantung masa tanam dan waktu panen yang memang tidak bersamaan. “Pasokan pisang, kita masih mendatangkan dari Jawa sampai Sulawesi dan membanjiri di Bali, karena memang pasokan kurang saat hari raya tertentu. Tapi disisi lain produksi petani Bali terkadang kelebihan,” ucap Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, I Wayan Suandra seizin Kepala Dinas Pertanian I Nyoman Budana, belum lama ini. Terkait hal itu,

lanjut kata Suandra, tahun ini Pemkab Tabanan melalui dinas Pertaniannya mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Pertanian (APBN) untuk pengadaan bibit/benih pisang. “Besaran anggaran saya lupa, tetapi memang tahun ini dapat bantuan dari APBN untuk pengembangan komoditi pisang di Kabupaten Tabanan,” terangnya. Dari anggaran yang didapat tersebut digunakan untuk pengembangan tiga varietas pisang, yakni pisang Ambon kuning, pisang

raja bulu, dan pisang mas kirana, di tiga kecamatan seperti Selemadeg Barat, Penebel dan Kecamatan Tabanan. Meski untuk pengembangan pisang sebenarnya bisa dilakukan di seluruh kecamatan, namun karena anggaran yang diberikan terbatas, dinas pun menerapkan skala prioritas. Salah satu syarat yang dipakai acuan atau pedoman dalam penyerahan bantuan tersebut yakni kelompok tani penerima bantuan harus sudah terdaftar di sistem informasi ketenagaan penyuluhan pertanian (Simluh). “Tidak

I Wayan Suandra

hanya bibit/benih pisang bantuan untuk tiga kelompok tani di tiga kecamatan tersebut, mereka juga akan mendapatkan bantuan sarana produksi pupuk organik,” ucapnya. Dipilihnya tiga varietas pisang tersebut, lanjut kata Suandra, selain karena adanya permintaan dari petani melihat potensi pasar yang ada, mengingat banyaknya permintaan dari masyarakat akan tiga varietas pisang tersebut untuk memenuhi kebutuhan saat hari raya umat Hindu. Dan tidak menutup kemungkinan pula, ke depan jika hasil komoditi pisang di Kabupaten Tabanan telah berlimpah, bisa mengarah ke ekspor, seperti komoditi jahe yang sudah sampai ekspor di sejumlah negara. Dan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan bantuan bibit/benih pisang itu dikembangkan oleh kelompok tani penerima bantuan, dinas pertanian dengan menggandeng petugas PPL pertanian di tingkat desa akan terus melakukan evaluasi, dan meminta laporan perkembangan. “Jadi akan terus kami lihat perkembangannya, normalnya delapan bulan sampai satu tahun setidaknya sudah ada yang berbuah,” BPM/bit terangnya. (kmb28)

”World Cleanup Day 2019”

TCEC Serangan Gelar Pelepasliaran Tukik dan Pengolahan Sampah Plastik BERTEPATAN dengan World Cleanup Day 2019 Sabtu (21/9) kemarin, Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu atau Turtle Conservation and Education Center (TCEC) menggelar pelepasliaran Tukik dan pengolahan sampah plastik di Pantai Serangan, Denpasar. Pada kesempatan ini, Pertamina TBBM Sanggaran menyerahkan bantuan CSR kepada TCEC sebagai bagian dari program konservasi. Kegiatan melibatkan tokoh adat, masyarakat setempat, siswa, Pertamina TBBM Sanggaran, KSDA Provinsi Bali, dan stakeholders terkait. Kepala Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu I Made Sukanta, mengatakan World Cleanup Day 2019 merupakan moment yang tepat untuk mengedukasi masyarakat agar tetap menjadi kebersihan lingkungan, terutama pesisir pantai bebas dari sampah plastik. Sebab sampah plastik sangat berbahaya terhadap kelangsungan biota laut. Apalagi pihaknya telah menyiapkan tempat pengolahan sampah plastik menjadi minyak tanah. “Pada moment inilah kita mengajak semua lembaga, pemerintah dan masyarakat tidak hanya masalah bersih-bersih sampah plastik, tetapi juga untuk mendukung kegiatan konservasi Penyu yang ada di Serangan ini,”

ujar I Made Sukanta, kemarin. Dikatakan bahwa, sejauh ini TCEC telah menjadi daya tarik wisatawan untuk melihat langsung konservasi Penyu di Serangan. Tentu hal ini menjadi pendatapan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, TCEC telah dijadikan tempat PKL (Praktek Kuliah Lapangan) dan penelitian oleh 7 Universitas yang ada di Indonesia. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Bali Budi Kurniawan, mengatakan konservasi Penyu di Bali sangat penting dilakukan, karena populasi Penyu sangat dominan dan habitat Penyu tersebar hampir di seluruh pantai-pantai di Bali. Oleh karena itu, tata ruang, regulasi dan sosialisasi kepada semua elemen masyarakat sangat penting dilakukan agar semua sadar bahwa Penyu sangat penting untuk dilindungi. Selain untuk kepentingan konservasi juga bermanfaat untuk keberlangsungan pariwisata Bali. Pihaknya mengapresiasi Pertamina TBBM Sanggaran yang telah ikut berpartisipasi dalam konservasi Penyu di Serangan. Sebab, dengan dukungan dari berbagai pihak maka TCEC akan dapat meningkatkan perannya dan kapasitasnya. Sehingga TCEC bisa menjadi model pembelajaran dan edukasi bagi generasi

mendatang. Di samping juga sebagai model penyelamatan biota laut. Operation Head Pertamina TBBM Sangaran Dedy Subandi, mengatakan bahwa CSR ke-4 (dari tahun 2016) yang diberikan kepada TCEC merupakan salah satu upaya Pertamina untuk menjaga kelestarian dan kelangsungan lingkungan hidup. Pertamina mempunyai komitmen untuk menjaga lingkungan hidup, terutama lingkungan yang terdekat dari perusahaan. Desa Serangan menjadi salah satu komitmen Pertamina TBBM Sanggaran untuk dijaga biota yang ada, termasuk konservasi Penyu. “Selain karena kedekatan, program yang dijalankan TCEC sesuai dengan harapan Pertamina yaitu menjaga keberlangsungan hidup dari hewan,” ungkapnya. Bendesa Adat Serangan, I Made Sudana mendukung segala kegiatan yang berkaitan dengan penyelamatan Penyu di Desa Serangan. Menurutnya, Penyu adalah hewan yang dilindungi, sehingga habitatnya harus dijaga secara bersamasama. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada sponsor yang telah ikut mendukung kegiatan konservasi Penyu di Serangan, sehingga TCEC bisa menjadi pusat pengembangan Penyu ke depannya. (ad625)

PENYU - Pusat Pendidikan dan Konservasi Penyu bersama KSDA Provinsi Bali, Pertamina TBBM Sanggaran dan Tokoh serta Masyarakat Desa Serangan Melepas Tukik serangkaian Peringatan World Cleanup Day 2019 di Pantai Serangan, Sabtu (21/9) kemarin.


4

Minggu Kliwon, 22 September 2019

Marc Jacobs

Gaya Musim Semi yang Riang DESAINER satu ini selalu memiliki geliat khusus di dalam mengelola desain-desain menyambut 2020. Rancangannya pun terlihat glamor dengan pilihan bahan yang beragam. Terlihat rileks dipakai dan terkesan ringan. Marc Jacobs memandang desainnya sendiri sebagai referensi untuk musim semi 2020. Desain yang ia tunjukkan 18 tahun yang lalu pada malam sebelum 9/11 di Pier 54 di NYC. Pertunjukannya pada tahun 2019 berlangsung di Park Avenue Armory. “Pertunjukan ini, seperti pertunjukan saat itu (2001) adalah perayaan kehidupan, kegembiraan, kesetaraan, individualitas, optimisme, kebahagiaan, kesenangan, mimpi...” Di dalam rancangan busana kali ini, Marc Jacobs ingin mengajak kita kembali ke masa kegembiraan pasca-90-an. Ada bulu dan

payet, jas tebal, topi, mantel bunga timbul, jaket tweedy. Dengan kata lain, campur aduk mode dari tahun ke tahun, rancangan kali ini terlihat sangat “tidak serius” terlihat rileks, santai, dan sembrono. Mungkin dengan gegas waktu yang cepat, pilihan busana Marc Jacobs terlihat lebih bisa diterima publik. Sekali pun ada rumbairumbai “nyeleneh” yang kadang membuat rancangannya selalu terlihat sangat khas ala Marc Jacobs. Sekarang tinggal Anda memilih, yang mana cocok untuk Anda? (osi, pelbagai sumber)

Cara Mudah Kendurkan Ketegangan (2) Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

Semua wanita pasti tidak ingin memiliki ketegangan yang disebabkan oleh kesibukan sehari-hari mengurus rumah tangga. Oleh sebab itu lakukan gerakan ringan yang berfungsi mengendurkan

2

ketegangan. Dengan gerakan yang mudah dilakukan di rumah, maka pikiran lebih tenang, jernih dan sehat. Ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Komang Budi Rasmi dari Lala Studio.

Gb. IV : Untuk lengan, ambillah posisi berdiri tegak dengan kedua kaki tutup rapat dan kedua siku lengan ditekuk ke atas, seperti yang nampak pada gambar. tahan 1x8 hitungan, rileks, lalu ulangi beberapa kali.

1

Gb. I : Berdiri tegak dengan kedua lengan lurus ke atas. Condongkan badan kekanan dan tahan 1x8 hitungan, maka akan terasa peregangan pinggang kiri. Setelah itu lakukan juga pada arah berlawanan.

Hari-hari ceria tanpa ketegangan. Dan salam bugar dari Lala Studio.

3

Gb. III : Kelelahan dapat juga membuat betis terasa kaku. Ambillah posisi kedua kaki tutup rapat dan kedua lengan lurus depan dada. Jinjit dan tahan 1x8 hitungan Gb. II : Untuk mengendurkan ketegangan otot paha, ambillah posisi seperti yang nampak pada gambar, tahan 1x8 hitungan. Setelah itu lakukan juga pada kaki satunya.

Kupon

4

Kisara

Mencegah Kehamilan

Kak, apakah loncat-loncat setelah berhubungan seksual tanpa kontrasepsi bisa mencegah kehamilan? Menurutku, sperma bisa saja keluar kalau kita loncat-loncat kan ya, Kak? Bantu jawab ya Kak, aku penasaran. Terima kasih Kak. Hai, terima kasih yang sudah bertanya. Pertanyaan kamu bagus banget! Banyak loh temanteman remaja yang bertanya ke Kakak seperti pertanyaan kamu. Yuk kita bahas barengbareng, bisa gak sih loncatloncat setelah berhubungan seks bisa mencegah kehamilan? Okay, berhubungan seksual berarti ada penis yang masuk ke vagina dan mengeluarkan sperma. Sperma tersebut kemudian akan bergerak untuk bertemu dengan sel telur. Nah, kalau satu saja sperma terbaik itu bisa mencapai sel telur dan membuahi sel telur, maka proses kehamilan akan terjadi. Lalu jika tidak? Tentu saja tidak ada proses kehamilan. Begitulah kira-kira secara sederhana terjadinya proses kehamilan. Saat hubungan seksual itu terjadi, sperma yang keluar dari ejakulasi pria tentu akan terdorong dan kemudian bergerak sampai ia mampu bertemu sel telur. Lalu, kalau lompat-lompat, mau gak sih spermanya jatuh dan gak mencapai sel telur? Tentu saja tidak bisa ya Sahabat Kisara. Kenapa? Sel sperma bukanlah air yang dapat jatuh saat kita berlompat-lompat. Sel sperma mampu bergerak di dalam rahim perempuan untuk mencari sel telur sehingga walaupun kamu berlompat-lompat hingga kelelahan, sel sperma tidak akan mengalir turun, ya Sahabat Kisara. Cara terbaik untuk mencegah kehamilan tentu saja dengan

menggunakan alat kontrasepsi, misalnya kondom untuk mencegah sperma masuk ke dalam saluran reproduksi perempuan. Apabila sperma sudah masuk ke saluran reproduksi perempuan, walaupun hanya sedikit saja, jikalau memang sperma tersebut kuat dan berkualitas tentu proses pembuahan bisa terjadi. Kalau sudah ada proses pembuahan berarti juga sudah ada proses kehamilan ya Sahabat Kisara! Nah begitulah kira-kira mitos mengenai lompat-lompat setelah berhubungan seks untuk mencegah kehamilan. Kalau nanti kamu ditanya oleh teman kamu, kamu harus bisa menjelaskan kepada mereka ya kalau itu semua hanya mitos belaka! Hehehe. Yap, jadi itu saja yang mimin bisa sampaikan ke kamu hari ini yah! Semoga bermanfaat! Kami tunggu lagi cerita dan pertanyaan Sahabat Kisara yang lainnya!


5

Minggu Kliwon, 22 September 2019

Capricorn Peruntungan: Jangan abaikan saran yang datang sekalipun Anda kurang bisa menerima saran tersebut. Walaupun penuh liku-liku tajam dan menantang ternyata ada hasil yang bisa dibanggakan. Teruslah berjuang dan jangan mudah puas dengan apa yang sudah dicapai. Kesehatan: Pulang larut malam sebaiknya dihindari, ingatlah bahwa esok hari Anda sudah harus berkerja lagi. Cinta: Jangan biarkan emosi merasuki hati Anda berdua. Aquarius Peruntungan: Optimislah, tak perlu punya pikiran pendek apalagi pasrah dengan keadaan yang ada. Hilangkan segala kepedihan hati yang menghiasi perjalanan hidup Anda selama ini, jadikan ini semua pengalaman yang mahal harganya. Kesehatan: Posisi tidur harap diperhatikan, jangan sampai bangun tidur badan malah sakit semua. Cinta: Masih ada harapan, maju terus. Pisces Peruntungan: Urusan yang masih bisa diselesaikan sebaiknya segera saja diselesaikan ditunda lagi. Tak perlu banyak bicara jika tidak diimbangi dengan kerja yang cukup. Kesehatan: Jangan terlambat makan agar perut tidak terasa melilit, jangan biarkan maag Anda kambuh kembali. Cinta: Usahakan untuk tidak berdebat dengannya, mengalah sajalah. Aries Peruntungan: Nikmatilah kebahagiaan ini dengan selalu menjaga kesabaran dan ketenangan. Saat ini Anda benar-benar merasakan indahnya hidup, apalagi ditunjang dengan segala urusan pekerjaan yang sudah lumayan lancar. Kesehatan: Biar pekerjaan setumpuk jika sudah waktunya istirahat lebih baik istirahat saja. Cinta: Cukup mesra dan bahagia, jagalah suasana ini dengan mencari topik pembicaraan yang menyenangkan. Taurus Peruntungan: Masih banyak kesempatan untuk mendapatkan posisi yang lebih baik lagi maka dari itu jangan enak-enakan saja. Cobalah untuk bisa lebih teliti, agar segala urusan yang sudah hampir jadi tidak sampai mentah lagi. Kesehatan: Cuaca malam tak bersahabat dengan diri Anda, untuk itu usahakan hindari angin malam dikala tidur. Cinta: Apa sulitnya berbicara yang halus, tak perlu dengan kata-kata kasar, karena itu akan menyulitkan Anda saja. Gemini Peruntungan: Tetaplah concern dengan berbagai rencana yang sudah berjalan, jangan sampai berhenti hanya karena ada rintangan. Walaupun Anda sudah merasa berada di atas angin, sebaiknya kewaspadaan tetap dipertahankan. Kesehatan: Jangan hanya menuruti selera makan saja tanpa memikirkan dampak pada tubuh Anda. Cinta: Jangan terlalu dimasukkan hati tingkahnya yang kadang menjengkelkan hati, karena itu hanya sementara saja. Cancer Peruntungan: Cobalah untuk lebih independen dalam membuat keputusan sehingga tak diombang-ambingkan oleh berbagai kepentingan. Jangan mudah percaya dengan tutur kata orang lain, apalagi terhadap orang baru yang belum lama dikenal. Kesehatan: Tak perlu dimasukkan hati segala rongrongan dari saudara Anda sendiri sekalipun cukup membuat sakit hati Anda, karena hanya akan bikin penyakit saja. Cinta: Bersikaplah bijaksana terutama dalam menyikapi segala keinginannya, jangan sampai menyinggung hatinya. Leo Peruntungan: Bila ada masalah sebaiknya diselesaikan dengan penuh ketenangan, tidak perlu panik ataupun berkecil hati. Berhati-hatilah karena tidak sedikit masalah timbul secara mendadak yang bikin kacau segalanya. Kesehatan: Jangan tinggal diam jika dirasa badan ada kejanggalan. Cinta: Segala ucapan perlu dijaga, jangan sampai menyakiti hatinya. Virgo Peruntungan: Omongan sumbang yang Anda dengar sebaiknya didiamkan saja, percuma jika ditanggapi. Cobalah untuk mau mengerti dan menyadari akan posisi bintang Anda saat ini, yang lagi kurang baik sehingga jika akan melangkah sebaiknya telah dipikir sematang mungkin. Kesehatan: Hindari makan cepat saji jika kebugaran tubuh Anda sulit untuk dikendalikan. Cinta: Segalanya masih bisa diatasi dengan penuh kesabaran. Libra Peruntungan: Segala rencana masih bisa berjalan dengan cukup lancar hanya saja Anda harus lebih sedikit cuek terhadap lingkungan di sekitar, tak perlu diperdulikan omongan yang memerahkan telinga tersebut. Kesehatan: Jika ada waktu senggang sebaiknya manfaatkan untuk beristirahat saja. Cinta: Jangan cemas, si dia lagi menguji kesetiaan dan rasa cinta Anda padanya. Scorpio Peruntungan: Inti permasalahan saat ini dapat diselesaikan dengan sikap Anda yang tegas dan penuh keyakinan diri. Bangkit dan tegar dari segala tekanantekanan berat ini dan hindari keragu-raguan yang hanya akan memperburuk suasana saja. Kesehatan: Jangan terlalu mendengarkan omongan orang apalagi sampai mengabaikan nasihat dokter karena itu sangatlah berisiko tinggi. Cinta: Tetaplah berpikir positif selama Anda masih belum mampu menemukan jalan keluarnya. Sagitarius Peruntungan: Ikuti aturan yang ada tak perlu Anda mencoba melanggarnya sekalipun Anda merasa aman untuk melakukan hal tersebut. Sekalipun hari ini situasinya masih belum mujur sebaiknya jangan ambil sikap negatif yang bisa merugikan diri sendiri. Kesehatan: Omongan yang menyakitkan hati anggap angin lalu saja. Cinta: Hambatan masih ada walau begitu janganlah luntur cintanya karena hal itu.

Diasuh Oleh :

Astrologer Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 22 - 28 September 2019

Mengungkap Rahasia Keramat Angka 108 Vidhi-yajnaj japa-yajno visisto dasabhir gunaih upamsuh syat sata-gunah sahasro manasah smrtah (Manava Dharma Sastra 2.85)

“Japa-yajna, yaitu persembahan suci yadnya berupa pengucapan mantra berulang-ulang memberikan pahala 10 (sepuluh) kali lebih banyak dari pada Viddhi-yajna (persembahan upacara yadnya). Upamsu-japa, yaitu pengucapan japa-mantra secara berbisik halus memberikan keuntungan seratus kali lipat, dan Manasa-japa (berjapa-mantra dalam hati) memberikan keuntungan ribuan kali.” Teringat, pada tahuntahun 80-an, ketika awal-awalnya penulis memperkenalkan pemakaian Japamala. Pada waktu itu, umat kebanyakan mengenal sebutan Genitri dan bahkan banyak pula yang mengenalnya dengan sebutan Tasbih. Masa-masa tersebut merupakan tantangan sangat berat memperkenalkan cara ber-”japa” dengan mempergunakan “Japamala” (Genitri, Tasbih) kepada masyarakat. Setiap tempat, setiap orang, dan setiap sudut akan mengerenyitkan alis, kening, maupun dahi jika mendengar atau melihat orang memakai Japamala. Sangat umum orang mendengar kata-kata yang keluar dari bibir orang, “Kel dadi Mangku?” (Ingin jadi Pemangku ya?) Para Pandita pun pada waktu-waktu itu sehari-harinya jarang memakai Genitri (Kalung Mala, Japamala, Tasbih) selain pada waktu melakukan Puja Sandhya. Pinandita/pemangku sepenuhnya hampir tidak ada yang memakainya, termasuk sangat jarang pinandita yang memakai genta sewaktu mengantar upacara puja. Lalu, ketika selain pandita kelihatan memakai kalung Japamala (dipakai di tangan untuk mengucapkan mantra) atau dikalungkan di leher, ia

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

menjadi pemandangan aneh. Terlebih lagi jika orang yang memakainya adalah walaka biasa, atau pun anak-anak muda seperti yang sekarang bisa dilihat sangat marak dan umum memakai kalung rudraksa di lehernya. Sangat langka pada masamasa itu orang melihat Pandita dan Pinandita ber-japamantra memakai Japamala. Melihat para walaka, umat biasa, apalagi anak-anak muda berjapa-mantra memakai Japamala, sungguh merupakan sesuatu amat yang langka jika tidak dikatakan “impossible”. Masih teringat sangat jelas, bagaimana penulis “berjuang” mensosialisasikan di lingkungan terdekat dan di mana pun penulis memberikan dharma wacana perihal pemakaian kata ber-”japa” untuk mengucapkan mantra berulangulang, dan pemakaian sebutan “Japamala” untuk istilah Genitri, Tasbih, atau Chanting (istilah ber-japa yang diambil dari Bahasa Inggris), dan lain-lain. Kata atau istilah japa merupakan tradisi leluhur dan banyak tertuliskan pada lontar-lontar. Wrhaspati Tattwa menyebutkan “sauca ngaranya nitya majapa maradina sarira”, yang berarti kebersihan/kesucian dicapai dengan cara selalu “majapa” atau mengucapkan mantra berulang-ulang (dengan atau tanpa memakai Japamala) membersihkan badan (selain sehari-hari dengan cara mandi). Lontar Slokantara juga menyebutkan hal yang sama bahwa salah satu kegiatan yang harus dilakukan untuk menyucikan diri (suddha) adalah dengan cara berjapamantra, selain teratur mandi (madyus), masurya sewana, mamuja (sembahyang), dan mahoma (melaksanakan Agnihotra). Jadi, merupakan alasan sangat kuat bagi penu-

lis untuk memastikan demi memasyarakatkan istilah ber”japa” untuk menyebutkan aktivitas mengucapkan mantra berulang-ulang. Sedangkan istilah untuk alat ber-japamantra, Genitri, kalung suci, atau tasbih yang dipergunakan untuk itu adalah Japamala. Astungkara, sekarang pemakaian Kalung Mala atau Japamala sudah tidak menjadi sesuatu yang asing dan “menakutkan” di masyarakat. Umat sudah mempunyai pemahaman sangat terbuka akan hal tersebut. Pemakaian Japamala sudah memasyarakat dengan baik di lingkungan umat Hindu Dharma di tanah air, bahkan banyak yang sudah memakai berbagai jenis Japamala dari berbagai jenis bahan, dari yang sederhana sampai yang sangat mahal serta sulit didapat. Pemakaian serta bisnis Japamala yang berbahan Rudraksa (yang dahulu lebih dikenal dengan sebutan Genitri) pun sudah sangat umum dan terkenal. Terutama yang sekarang banyak diburu orang adalah Eka Mukhi Rudraksa, yaitu Rudraksa yang bermuka satu. Selain Rudraksa bermuka lima atau Panca Mukhi (yang paling lumrah), orang cendrung sekarang mencari dan memakai Rudraksa yang bermuka banyak atau terkecil. Jumlah mukhi atau juring pada biji Genitri diyakini memiliki pengaruh khusus bagi pemakainya. Untaian Kalung Mala atau Japamala berjumlah 108 buah. Biji-biji Japamala yang dipergunakan berbahan batu mulia, kayu-kayu suci/tertentu, lumpur sungai suci atau danau suci, atau biji-bijian dari pohon-pohon langka dan suci. Bila ada yang hendak memakai dalam ukuran lebih kecil, maka mereka akan memakai Japamala dengan jumlah 54, 36, 27 atau 18 biji mala. Kesemuanya itu menunjukkan angka 9, angka yang sangat keramat, purna, sempurna, paripurna, dan “powerful”. Hindu Dharma mengenal jumlah 108 Upanisad, 108 kitab-kitab Tantra, 108 bab dari Rg Veda, 108 Maharesi agung, 108 para Gopi (para gadis gembala sapi yang sangat

suci), 108 para abdi terkemuka Dewa Siva bernama Sivagana. Kelompok Sri Vaisnava mempunyai 108 Divya Desam (Pura atau tempat sembahyang utama untuk kelompok Sri Vaisnava), dalam Ayur Veda, pada bagian Marma Vidya, terdapat 108 pusat tekanan untuk pengobatan pijit/totok. Menurut Wikipedia, dalam seni bela diri, angka 108 juga mendapat perhatian penting. Seni bela diri Wing Chun memiliki 108 jenis gerakan khusus, Kungfu juga mempunyai 108 “locking hand techniques”. Demikian pula jarak bumi dengan matahari adalah 108 kali diameter matahari, jarak bumi dengan rembulan adalah 108 kali diameter rembulan, dan diameter matahari 108 kali diameter bumi. Sebutan-sebutan kesucian khususnya di India juga memakai angka 108, seperti Shri Shri 108 Pendeta ini dan itu, 108 Nama Suci Dewa ini dan itu, dan lain-lain. Bahkan ambulance di India pun (emergency calls) mempergunakan angka 108. Kemuliaan mengucapkan mantra-mantra sering dihubung-hubungkan dengan keutamaan dan kehebatan angka 108, tentu saja sesuai dengan tradisi masing-masing perguruan. Dalam Bahasa Sanskerta terdapat 54 jenis huruf Maskulin (simbolis Dewa Siva), dan 54 jenis huruf Feminin (simbolis Sakti). Gabungan 54 huruf Maskulin (Siva) dan 54 jenis huruf Feminin (Sakti) adalah 54+54=108. Dalam tradisi Veda, pengucapan mantra dilakukan dengan mempergunakan Japamala yang biji-bijinya berjumlah 108 buah. Berbeda kekuatan atau Dewa Dewi yang dituju oleh praktik Japamantra, berbeda pula mantra dan pemakaian jenis bahan Japamala. Mala (yang dipergunakan untuk menyebut singkat Japamala), yaitu kalung melingkar yang terdiri dari isi (biji, butir, bunga) yang sambung menyambung, biasanya dalam hitungan berjumlah 108. Di tengah-tengah ada biji pembatas yang namanya Merudanda, atau Gurubija, berfungsi sebagai pengawal dan pengakhir hitungan man-

tram yang diucapkan/dirapalkan. Japamala menyimbulkan lingkaran tanpa henti dalam bentuk srsti (awal ciptaan oleh Brahma), sthiti (pertengahan/ pemeliharaan oleh Visnu) dan pralina (akhir ciptaan oleh Siva). Proses tanpa putus awal, pertengahan, dan akhir disentuhkan dengan meditasi melalui angka 108 menyebabkan harmonisasi bhuwana agung (makrokosmos) dengan bhuwana alit (mikrokosmos) menjadi sangat baik. Ia menciptakan kehidupan yang sejahtera lahir dan batin; sejahtera dalam kehidupan material dan berbahagia dalam kehidupan spiritual. Tentu saja, semakin baik dan tepat teknik yang dipergunakan melalui Japamala yang berjumlah 108, disertai tekad, disiplin serta ketulusan yang baik, maka akan dapat menciptakan keberhasilan yang semakin baik. Para Resi dan Yogi sangat bersungguh-sungguh dalam mempraktikkan Japamantra karena merupakan bagian dari pelaksanaan Yoga Samadhi. Orang-orang suci dengan ketat dan penuh disiplin mempertimbangkan bahan-bahan yang dipergunakan untuk membuat Japamala, cara membuat, siapa yang membuat, termasuk hari baik membuatnya, dan akhirnya teknik men-siddhikan Japamala. Selain itu, tidak kalah pentingnya adalah mantram yang diucapkan; bagaimana menerima mantram, dari siapa menerima mantram, apa arti, makna serta tujuan mantram, bagaimana mengucapkan mantram yang baik dan benar tanpa kesalahan dalam segala hal, bagaimana mempraktikkan mantram secara sempurna melalui penggunaan Japamala yang baik dan tepat, dan lain-lain aturan serta peraturan yang sudah ditentukan untuk itu oleh kitab-kitab suci. Rahasia, kemuliaan, dan keistimewaan angka 108 diakui bukan hanya oleh kitab-kitab suci dan orangorang suci melainkan juga oleh ilmu pengobatan, ilmu bela diri, psikologi, bahkan juga oleh sains. (bersambung).

dianggap lebih menguntungkan, demikian pula dengan kelicikan memperdaya orang lain agar dapat memperoleh sesuatu, pura-pura lupa dan lalai dalam memenuhi tugas dan kewajiban. Nabi bersabda: Seorang Rendah Budi tidak mempunyai rasa malu, tidak Berperi Cinta Kasih dan tidak takut tidak berdasar kebenaran. Tanpa melihat keuntungan tidak mau peduli, ia tidak akan memperbaiki diri kalau tidak diperingatkan, Dengan peringatan-peringatan kecil ia akan hati-hati terhadap larangan-larangan yang besar itu menjadi rejeki orang yang Rendah Budi (Kitab Perubahan Babaran Agung V Ayat 37). Seorang Rendah Budi bukan saja inkar dari Jalan Suci, tetapi sangat hina dan menjatuhkan harkat dan

martabat manusia sebagai makhluk Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang seharusnya hidup mengemban Firman Tuhan dan mengembangkan benih-benih kebajikan mencerminkan Watak Sejati. Yang mana berarti telah menyia-nyiakan Karunia Pemberian Tuhan. Hanya segitulah Rejeki Seorang Rendah Budi, yang sepintas nampak mudah diperoleh dan selalu lancar tetapi hanya terbatas sekedar mempertahankan hidup. Kong Du Zi bertanya: Semua ialah manusia mengapa ada yang menjadi orang besar dan ada yang menjadi orang kecil? Meng Zi menjawab: Orang yang menurutkan bagian dirinya yang besar akan menjadi orang besar, yang hanya menurutkan bagian dirinya yang kecil akan menjadi orang kecil. Ada kemuliaan Karunia Tuhan dan ada kemuliaan pemberian manusia, cinta kasih, kebenaran, satya,

d a p at d ip ercaya d an ge mar akan kebaikan dengan tidak merasa jemu itulah kemuliaan Karunia Tuhan, Kedudukan Raja Muda , Menteri, Pembesar itulah pemberian manusia. Orang Zaman Dahulu Membina Kemuliaan Karunia Tuhan dan Kemudian Memperoleh Kemuliaan Pemberian Manusia. Orang Zaman Sekarang Membina Kemuliaan Karunia Tuhan untuk Mendapat Kemuliaan Pemberian Manusia, Lalu Dibuanglah Karunia Pemberian Tuhan. Sungguh Tersesatlah Jalan Pikirannya Karena Akhirnya Ia akan Kehilangan Semua (Kitab Mengzi Vi Ayat 16 ). Oleh karena itu selaku insan manusia janganlah lupa akan Karunia Tuhan yang mana: Hidup sebagai insan berbudi luhur, atau ingkar dari Jalan Suci hidup dengan Rejeki Seorang Rendah Budi. Shanzai

ja kerasnya, tahun 1905 bisa menghancurkan kekuatan militer Rusia di Manchuria. Lalu setelah hancur-lebur kena bom atom di Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945, bangsa dan Negara Matahari Terbit ini bangkit lagi tahun 1950,” tutur Rubag. “Ironis, Jepang di Era Tokugawa berhasil mengkonsolidasi dan mengintegrasi diri selama dua setengah abad, kita di era yang sama justru mulai dikuasai Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang berdiri 20 Maret 1602. Lucunya perusahan dagang yang menjadi alat keruk kekayaan bumi Indonesia ini ditutup 31 Desember 1799 akibat bangkrut digerogoti korupsi. Sejak tahun 1800, Indonesia resmi dijajah Belanda yang pemerintahaannya disebut Hindia Belanda. Anggap saja ini pertanyaan guyon, tidakkah tindak atau budaya korupsi di Indonesia diwariskan VOC dan hukum yang tumpul ke atas dan runcing ke bawah diwariskan Hindia Belanda? Per-

nah kubaca, bahwa hukum Belanda berkiblat ke mazab Kontinental, sedangkan negara-negara Barat lain kebanyakan berorientasi pada mazab Anglo Saxon. Aku tidak tahu betul, Indonesia menganut mazab yang mana, sebab politik kita agaknya bersandar ke Barat, terutama bila kita bicara soal demokrasi. Bahkan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ada yang mengaku sebagai senator, berarti DPD adalah senat atau wakil negara bagian seperti di Amrik. Aku juga tidak tahu, apakah DPD punya hak veto buat keputusan DPR yang mereka tidak sepahami, seperti di Amrik? Agaknya belum, sebab paternalisme dan primordialisme masih kencang di negeri ini. Anak-anak tidak boleh kurang ajar terhadap orang tua, kuping sing dadi ngeliwatin tanduk, begitu sesonggannya,” komentar Nyoman Sudiantara. “Ya, berdasar amandemen UUD 1945, banyak lembaga baru lahir, termasuk KPK,

BPK, KPU dan lain-lain, yang diproses di dapur DPR dan Pemerintah. Jadi ada rasa ewuh pakewuh dari anakanak terhadap ortu, apalagi aturan memang tidak mengijinkan kuping melewati tanduk, sesuai sesongganmu. Sekarang pun ada ribut-ribut soal revisi UU KPK, yang membatasi penyadapan dan pembentukan lembaga baru bernama Dewan Pengawas KPK. Sebagai rakyat awam kita cuma bisa melongo, karena tidak paham latar belakang masalah. Namun aku ingin mengoreksi sedikit tentang korupsi di Jepang seperti dituturkan Rubag. Kawanku Shinobu mengatakan, di Jepang pegawai negeri punya reputasi yang hebat untuk tidak korupsi dan antisuap, sedangkan politisi tidak sebagus itu. Nihon no komuin wa hyoban ga yoku, metta ni wairo o uketori nado suru oshoku jiken ni makikomarenai ga, seijika ni tsuite wa so wa iienai, katanya. Wah, politisi rupanya 11/12 di mana-mana!“ tambah Made Surjanegara.

MIMBAR AGAMA

Rezeki Seorang Rendah Budi Js. Ang Cuan Yen Wei De Dong Tian (Hanya Kebajikan Tuhan Berkenan ) Manusia sebagai makhluk sosial yang hidup bermasyarakat, hidup adalah mengemban Firman Suci Tuhan, mengembangkan benih-benih kebajikan menjadikan hidup ini bermakna berperilaku sebagai insan berbudi luhur, bukan menjadi seorang Rendah Budi. Seorang insan berbudi luhur menuntut diri sendiri, seorang Rendah Budi hanya menuntut orang lain (Kitab Sabda Suci Jilid XV Ayat 21). Dalam tiap kesempatan seorang Rendah Budi akan

“Ewuh Pakewuh” Corruptissima republica plurimae leges! Cetusan pakar sejarah Romawi Tacitus tersebut diamini bangsa Jepang dan menerjemahkannya dengan “Kokka ga daraku sureba, suru hodo sono hooritsu ga ooku naru“. Kedua kalimat itu berarti, semakin korup sebuah negara kian banyak produk hukum dan peraturannya. “Jepang sejak Era Tokugawa (1600 - 1868) menyatakan perang terhadap segala bentuk kecurangan, termasuk korupsi. Dalam dua setengah abad mereka memacu disiplin, etika kerja, kepatuhan terhadap aturan dan para pemimpin dan membudayakan rasa malu serta menjaga harga diri sebagai kehidupan bermasyarakat. Harakiri dan Kubikiri atau menoreh perut sampai usus terburai dan penggal kepala adalah jalan untuk menebus rasa malu dan menjaga harga diri. Ritual mengerikan ini dilakukan para pejabat atau pimpinan

selalu berusaha mencari keuntungan dengan berbagai alasan, kadang-kadang terhindar dari tanggung jawab memperoleh sesuatu yang bukan menjadi hak nya. Saat menerima pembayaran uang pengembalian bisa saja kurang alasan tidak ada uang receh, dalam tugas pelayanan sering kali ogahogahan, malas harus ada imbalan ekstra dengan alasan sibuk dan sebagainya. Minta imbalan sering kali merasa kurang, gaji tidak cukup lalu dengan berbagai cara berbuat curang, berlaku licik termasuk memperdaya orang, termasuk mengharapkan belas kasihan orang lain, lalu menjadi pengemis dengan meninggalkan pekerjaan yang ada. Mengapa? Karena penghasilan menjadi pengemis lebih besar. Inilah jalan pintas yang

brolan BALE BANJAR ARIDUS organisasi sampai berlakunya UUD Jepang tahun 1950. Kemudian mundur dari jabatan merupakan cara terbaru buat mengganti kebiasaan yang terkesan brutal dari Harakiri dan Kubikiri. Kejujuran dan disiplin serta etika kerja itulah yang menjadi modal dasar Jepang mengejar ketinggalan dari negara-negara Barat sepanjang Restorasi Meiji (1868-1912). Jadi, Jepang tidak memerlukan peraturan dan perundang-undangan segudang buat maju dalam banyak hal, namun moralitas dan integritas. Hasil dari ker-


Bali

6

Redité Kliwon, 22 September 2019

Gamelan Baleganjur

Kapucukin Kendang Lanang-Wadon YÉNING maosang indik budaya sané kadruénang krama Bali, sinah makatah sorohanipun. Minakadi dresta, tetamian budaya, taler makatah sarana-sarana kekunan miwah sané tiosan. Sangkaning punika tatkala nyingakin parindikané punika, majanten sané kapikayunang wantah Bali antuk sekancan parikrama kauripannyané sarahina sané mapaiketan ring sakatah dresta wiadin parikrama tetamian budaya saking para panglingsirnyané. Yadiastun mangkin sampun kaucap “zaman globalisasi” nanging kawéntenan budaya kuna nénten ical duaning akéh sané kantun becik kajagra mangda setata lestari taler. Sinalih tunggil wangun budaya Bali sané macihna punika wantah gamelan tradisional. Gamelan tradisional Bali wantah sinalih tunggil wangun budaya sané kawéntenanipun sampun kapanggihin saking nguni tur kantun becik kalestariang kantos mangkin man. Makatah sorohanipun taler kamedalang ring pacentokan utawi lomba saha féstival seni, sinalih tunggilnyané marupa baleganjur sané sayan kasenengin pamekas olih para yowanané. Manut I Made Super Tamayasa, S.Pd.H., pangu-

ruk tabuh saking Désa Selanbawak, Marga Tabanan, baleganjur rumasuk soroh gamelan bebarungan sané akidikan sareng bebarungan tabuh tegak. Sarana gegamelané luiré; céngcéng kopyak akutus, ponggang kakalih, gong aakit (lanang lan wadon) kasarengin antuk tukang tegennyané petang diri, kempur asiki antuk tukang tegennyané kekalih, bendé asiki miwah tukang tegennyané taler k a l i h d i r i . Wént er t al er kendang lanang lan wadon, réong patpat duaning ja g i ng a m edal ang suara ndong, ndéng, ndung lan ndang, wénten taler sarana mawasta kajar utawi tawatawa asiki, kempli asiki lan tebah asiki. Sekancan sarana ring bebarungan baleganjur mabuat pisan jagi ngamedalang tembang sané katabuhang, sakéwanten sané pinaka pamucuk ring baleganjur inucap wantah kendang lanang-wadon duaning wénten kakilitan gegebugan sané nyinahang paileh lan tembang saking tabuh gegamelan inucap. Punika mawinan juru kendang patut uning tur éling ring tembang sané jagi katabuhang ring tetabuhan baleganjur. “Antuk akéh sarana sané kaanggén sinah prasida kabaosang yéning baleganjur

Sayan Nglimbak SAKADI sané kauningayang, tetamian budaya saking para panglingsir wantah cihna kalewihan pikayunan lan kalewihan Baliné. Becik lan kaon kahanan inucap nganutin saking pikayunan saha pidabdab kramané pamekas para krama sané name tetamian inucap. Beciknyané, ring masané mangkin makéh pisan parikrama lan pidabdab sané kamargiang antuk tetujon nglestariang makatah dresta lan budaya para panglingsir mangda setata ajeg lan lestari kahananipun. Minakadi conto tetamian budaya marupa tetabuhan utawi gegamelan baleganjur. Manut I Made Super Tamayasa, S.Pd.H.. ring masané mangkin sampun nglimbak pisan kahananipun. Duaning para pangawi tembang utawi para seniman makarya tembang tetabuhan wiadin baleganjur kapadonang antuk kahanan “modern” minakadi pidabdab gegebugan sané taler nganutin “musik” saking dura désa wiadin dura negara. Akéhan gegarapanipun kasinahang beat utawi ngentak-ngentak saha pailehnyané kontémporér. Indiké punika akéhan kasenengin olih para yowana risajeroning nelebang kasenian baleganjur duaning paileh nabuh gegamelan punika becatan. Sané ketah kapanggihin ring makatah warsa sané lintang wantah gegamelan utawi tetabuhan baleganjur sané kocap sada banban tur kantun mélodis tembangipun. Sios punika kantun becik kasinahang pangawit, pangawak, pangadéng taler pasiat, panguntat kantos puput. Yadiastun arang kapanggihin sané asapunika utamanipun ring sajeroning pacentokan utawi lomba, nanging ri kala ngiringang pidabdab utawi parikrama upacara yadnya kantun kamargiang baleganjur sakadi dumun. Ngeninin indik kahanan baleganjur kabénjangpungkuran, Made Super maosang baleganjur melodis jagi ngamecikang tur kasinahang malih ring pakraman sakadi nguni malarapan antuk tembang-tembang wiadin gegarapan sané kamedalang olih para panguruk utawi panabuhnyané. “Baleganjur sané nguni taler dados sarana niwakang tatatiti gegamelan baleganjur saha sapunapi pakemipun manut sané katamiang saking panglingsiré. Mangda alit-alit utawi para yowana sané ngawit malajah magamel nénten wantah uning ring baleganjur “kréasi” utawi kontémporér kémanten tan pauningayang antuk baleganjur “tradisi” pinaka dasaripun,” dané nartayang. (was)

Kruna AKSARA BALI

1.

BAhAsa INDONESIA

ÁsÕ,

tangan

ÁsÓw,

memuja

ÁsÓ¡,

semoga

hwinn/,

sebab

5.

bsß,

abu

basta

6.

bsÓ,

ikat

7.

caruk

7.

cruk/,

rata-rata

8.

catri

8.

ctÉø,

pilih

9.

cawang 9.

cw*¾,

prakiraan

1.

asta

2.

astawa 2.

3.

astu

4.

awinan 4.

5.

basma

6.

10. craki

3.

10. cÉkø,

wantah gong tabuh tegak sané kaambil akidik saranaipun utamanyané réong lan ponggang miwah kendang lan gong lanang-wadon miwah sané siosan sajabananing gangsa lan ugal,” baos dané. Yadiastun akéh kapanggihin ring pidabdab lomba utawi balih-balihan seni, nanging nénten maartos

yéning baleganjur wantah katabuhang irika kémanten. Duaning pinaka sinalih tunggil tetamian budaya, majanten taler katabuhang ring pamargin upacara yadnya wiadin dresta agama Hindu utamanipun ring Bali. Baleganjur kabaosang ketah ngiringang pidabdab upacara déwa yadnya minakadi melasti miwah upac-

ara pitra yadnya minakadi ngiringang layon nuju ka setra mangda prasida nincapang pikayun taler “semangat” kramané tatkala ngiringang layon ka setra utamanipun tatkala negen wadah. Ngeninin indik sué tembang baleganjur inucap, Super Tamayasa maosang kaadungang sareng parikra-

ma napi sané kairingang. Manawita punika upacara déwa yadnya, sinah baleganjur inucap tetep nabuh antuk tembang asiki sané nerus katabuhang kantos upacarané puput. Yéning ring pacentokan utawi lomba, sinah sué tembang sané katabuhang nganutin tata-titi sané kaicénin olih prawartaka, nanging nénten naenin lintang saking

solas menit. “Tembang sané kaanggén ring baleganjur kawastanin antuk “gending gegilak baleganjur” inggih punika tembang baleganjur tetamian saking nguni ring pakraman. Sakéwanten ring masanné mangkin akéhan sané makarya tembang anyar sané majanten jagi kamedalang ring pacentokan,” baos dané. (was)

Tembang Tabuh Baleganjur

Bencingah

Basa Bali

BALEGANJUR – Satios katabuhang ring pacentokan, gamelan baleganjur taler jagi kapanggihin katabuhang pinaka pangiring ring pidabdab upacara yadnya, minakadi ngiringang layon ka setra, melasti miwah sané tiosan.

kotak kayu

Matiti Suara Pélog Sajabaning Semarandhana BALEGANJUR wantah sinalih tunggil wangun tetabuhan tradisional sané kantun kalestariang kahanannyané kantos mangkin. Tetabuhan punika majanten kawigunayang ring upacara yadnya sané raris ngawinang kawéntenan baleganjur nénten punah ring masané mangkin. Kawéntenanipun taler sayan nglimbak duaning ketah taler kamargiang utawi katabuhang ring makatah event kasenian utawi féstival. Napi malih antuk paimbuh minakadi saranasarana kontémporér taler pidabdab sané anyar minakadi indik gegarapan, soroh tembang wiadin sarana pepayasan taler panganggé sané bungah ring pidabdab macentokan ngawinang baleganjur sayan ngangobin kapanggihin tur para yowanané sayan seneng nelebin tetabuhan inucap.

Yadiastun panglimbakipun sayan nincap tur bungah antuk parikramannyané sané ketah kamargiang ring event kasenian, nanging nénten ngicalang cihna saking gegamelan inucap. Punika mawinan ngawigunayang baleganjur ring pidabdab tradisional nénten ical, sakéwanten tatkala irika para panabuh nénten ngawigunayang pepayasan wiadin paimbuh “seni kontemporer” sakadi ri kala kamargiang pacentokan seni. I Made Super Tamayasa, S.Pd.H. maosang, sajeroning pidabdab nabuh ring pura utawi parikrama upacara yadnya, baleganjur jagi kaanggén ngiringang makatah pidabdab. Sakéwanten baleganjur prasida taler dados tabuh tegak tatkala kaimbuhin antuk sarana tabuh tegak mangda dados abarung jangkep. Minakadi

Dura désa

kaimbuhang antuk ugal, gangsa miwah sané siosan. Malih dané maosang, tembang sané katabuhang antuk tabuh tegak prasida kémanten katabuhang ring baleganjur, sakéwanten nénten kasinahang becik. Sangkaning punika yéning nénten nganggén gegilak baleganjur, sinah akéhan panguruk utawi seniman tabuh jagi makarya tembang preragan sané kasinahang adungan katimbang tembang-tembang tabuh tegak. “Sané kabaosang antuk gegamelan baleganjur nénten wénten sané nganggén gagendéran, manawita bebarungan baleganjur nganggén sarana gagenderan minakadi jublag sinah kawastanin antuk bebonangan sané sampun ngranjing ring tabuh kréasi. Sarananyané minakadi jublag, jégog, réong, trompong, gong,

kendang lan gendér inucap jagi kategen,” baos dané. Baleganjur ring parindikan tradisional sujatinné matiti suara utawi malaras pélog, sajabaning baleganjur semarandhana majanten sampun malaras sléndro. Tatkala punika wénten sarana gegamelan paimbuh malih utawi sané kawastanin antuk sarana semarandhana sané dados paméro utawi ngawinang suaranipun dados béro utawi andap. Yéning ring laras pélog unteng suaranipun wantah ndong, ndéng, ndung, ndang, utawi kadasarin antuk petang suara kémanten sakéwanten ring baleganjur semarandhana sinah suaranipun minakadi ndong, ndéng, ndéung, ndung, ndang, ndaing lan nding utawi pepitu sané kautamayang. Sangkaning punika réong ring baleganjur sané kawigu-

nanipun ngamedalang mélodi majanten jagi katincapang tur kautamayang tatkala makarya tembang tabuh kréasi sané jagi kasolahang ring pacentokan. Dané malih maosang ring masanné mangkin akéhan panguruk sané makarya tembang baleganjur antuk laras sléndro duaning akéh patet paileh tembang sané prasida kaanggén. Minakadi patet sunarén, patet temung, patet slisir lan sané tiosan. “Yadiastun panglimbak baleganjur ring masanné mangkin akéhan nganutin sapunapi paileh saking sané ngawi tembang, nanging sampun majanten baleganjur antuk laras pélog wantah ngutamayang suara dasar saking réong patpat. Yéning sampun kaimbuhang malih sinah ngranjing ring laras sléndro,” dané nartayang. (was)

Dresta ”Begalan”

Runtutan Pawiwahan ring Banyumas RING Indonesia, pawiwahan adat wantah sinalih tunggil dresta sané setata kajantosang. Pamarginé matiostiosan, unik¸ taler madaging makatah tetuek. Sinalih tunggilnyané Dresta Begalan sané kamargiang pinaka runtutan upacara pawiwahan ring Banyumas, Jawa Tengah. Begalan mawit saking kruna “begal” sajeroning basa Banyumas martos “maling” utawi “duratmaka”. Antuk punika, begalan kartosang pinaka kamalingan utawi perampasan ring margi. Dresta sané kamargiang pinaka runtutan upacara pawiwahan puniki kamargiang yéning sané mawiwaha wantah pianak kapertama matemu utawi mawiwaha sareng pianak kapertama, pianak pinih alit matemu sareng pianak pinih alit, miwah sareng pianak kapertama sané istri. Krama ring Banyumas precaya, aturan ring Dresta Begalan puniki pacang ngwetuang kabecikan majeng sang sané mawiwaha sajeroning ngamargiang kahuripannyané sarahina. Satios punika, krama precaya yéning nénten dados maleluasan nyabran raina Saniscara Pahing santukan prasida keni baya. Kocap, Dresta Begalan mawit saking carita Adipati Wirasaba. Daweg punika, Adi-

pati pacang marabian sareng putri saking Adipati Banyumas ring rahina Saniscara Pahing. Sakadi anak lanang tiosan sané pacang ngambil rabi, Adipati Wirasaba sareng rombongan dané makta sarana miwah piranti sané kabuatang ring acara pawiwahan. Ring tengahing pamargi, rombongan Adipati

Wirasaba matemu sareng begal wiadin duratmaka. Irika sami marebat, nanging pamuput Adipati Wirasaba sané menang. Mawit carita inucap metu dresta sané mawasta Dresta Begalan sané kantun kamargiang kantos mangkin. Sajeroning Dresta Begalan sané kasolahang sareng kalih, asiki dados krama sané makta sarana wiadin perabotan sané kawastanin Gunareka, sané malih siki dados maling wiadin begal. Piranti wiadin prabotan sané kamaling ring peméntasan inucap minakadi ceting (genah nasi), centong

(sinduk nasi), irus, siwur, kukusan, ilir, tampah, sorokan, kendhil, wangkring, miwah ian. Wusan peméntasan dresta inucap, sarana wiadin piranti-piranti sané kawigunayang dados kambil olih krama sané nonton. Santukan pinaka runtutan acara pawiwahan, Dresta Begalan puniki kamargiang nganutin galah sané cen-

det. Dumogi Dresta Begalan kalestariang kantos kawekas. (pusat/berbagai sumber)


Nyastra

Redité Kliwon, 22 September 2019 KAKI lingsir mapangenan di sisin tegalan ané jimbar. Nylélég ipun di betén punyan asemé tegeh ngrembun. Keranjangné ebek misi padang dampinga disampingné. Mirib ada ané sanget kenehanga, paliatné joh sawat. Ngenah pesan ada gulem di paningalanné. Mirib buut nglingkubin papinehné. Maorta liu ané ngedegin i kaki. Ortané iur dini ditu nuturang i kaki. Ada ané nglaporang i kaki ka kantor perbekel. Tangkejut i kaki nepukin jro perbekel majalan maekin déwékné ané masayuban di betén punyan asemé tegeh. Nadak i kaki ngelah rasa nyeh. Jejeh jro perbekel milu melihang déwékné, nalih déwékné ané tusing beneh. Apabuin jro perbekel wimuda, katarka pastika lakar maélonan tekéning krama ngelah, boya ngilonin déwékné ané suba lingsir. Sayan gancang jro perbekelé majalan sambilanga ngelurin i kaki. Jro perbekel ngancan paek, i kaki ngancan jejeh, bayuné nrugtag. Teked di tongosné i kaki masayuban, Jro perbekel lantas negak di sampingné i kaki. Tan pajejeh jalérné daki. Alus dané jro perbekel nakonin i kaki. “Napiké jro melihang titiang?” ngwanénang déwék i kaki ngraos. Ngenah sajan i kaki cara anak jejeh. Makenyem jro perbekel ningehang patakoné i kaki. Sujatiné jro perbekel madalem i kaki. Suba lingsir, idup padidian. Ngelah pianak muani adiri, nanging lagas ngalahin nyentana. Somahné suba ngalahin ka tanah wayah. Jani buin misi kadalih kéné kéto, ané kondén karuan kapeliahan i kaki. Sadina-dina gegaéné i kaki tuah ngarit padang lan ngangon sampi. Yadiastun lingsir, enu ada sisan bayuné maubuhubuhan. Enu ceteng bayun anaké lingsir magarapan ka tegalé. Olas masih Dinas Sosial ngicén i kaki sampi aakit, ada angona nyabran rahina. Dané jro perbekel nyambatang ada anak masadu ka kantor désa. Sampi ané ubuha tekén i kaki kadalih ngusakang tetanduran ané ada di cariké. Mapan ada krama masadu, jro perbekel patut tetesang apang tawang kasujatian ané kasaduang. Dot mlalinin i kaki apang tawang masih pangangkené, pesaja apa tusing pasadun kramané lénan. “Nénten Ki. Yadiastun liu kramané nyambatang sampin Kakiné ngusakang tetanduran, nalih Kaki kéné kéto, tiang tusing ngugu. Ento mawinan tiang netesang kasujatiané tekén Kaki. Men, liu Kaki ngubuh sampi?” Liang kenehné i kaki ningehang raos perbekelé. Pelih narka, ngadén yusa wimuda tusing wicaksana. Tan pakimud i kaki nuturang ngubuh sampi paican saking guru wisésa. Kapica sampi aakit. Sampiné suba mamanakan, ada godél aukud. Buin aukud sampiné enu beling. Mirib buin asasih suba manakan. Yén rahayu lakar ngelah sampi duang akit. Makedadua inan sampiné mategul. Sajaba godél enu malébang ulian tondén macucuk cunguhné. Ulian tuturané i kaki buka kéto, jro perbekel nagih ngelokin tongos sampiné mategul. Pasaja mategul

I Kadék Dadi Hakim I Madé Sugianto apa kénkén. Ditu lantas jro perbekel nulungin ningtingang padangé i kaki ané damping busan. Siteng bayuné i kaki negen padang. Ngawinang marasa kimud jro perbekel tusing ngidaang nulungin negenang keranjang padangé. Tuwuh nguda nanging gemba. Jro perbekel mapangapti i kaki setata seger oger, lantang tuwuh, tur bagia nyalanang idup yadiastun kutang sentana. Neked di tegalan anaké agung tongos sampiné, i kaki nuunang keranjang padangné. Saja sampiné i kaki mategul. Makadadua sampiné i kaki mategul, tusing malébang. Taliné kategulang di bongkol punyan nyuhé tegeh. Ento ulian i kaki tusing ngelah bada. Padang mamahan sampiné masih dugduganga di bongkol punyan nyuhé. Jro perbekel nyaksiang sampiné mategul. Mabukti sampi ané itunian

Anggara Wagé Pahang

-0-

I Wayan Sumahardika

Satua

Kadasarin antuk Sumeken Malajah

I Belog Mantu (12) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) BAPAN Luh Sari lantas kauk-kauk, “Belog, Belog, tulungin bapa énggal-énggal, bapa sarapa baan macané!” Masaut I Belog, “Pang ba amaha ba pangsan.” Buin mageluran bapan Luh Sari kabelog-belog. Suba kéto lantas I Belog tuun nutugang nuduk dukné, laut pesela gulunga dadianga acepok laut briguna talinina, gretanga sangetanga pesan. Sabilang ngretang tali I Belog, bapan Luh Sari maaduhan di tengah duké, “Aduh.” I Belog lantas masaut, “Nah, aduh-aduh ja ditu, sing buung iba pesel kai. Iba duk suba matektek buin mamunyi aduh-aduh, ajum takehé.” Pragat ia mesel duk ento lantas paida bragedega, ka labak-labaké ambahanga, glalang-gliling, glebag-glebug, nyumingkinang sakit awakné bapan Luh Sari di tengah duké maantep-antepan. Lantas ia gelar-gelur ka “aduh-aduh”, ka “belog-belog”, ka “kapok-kapok”, masi sing runguanga teken I Belog, sumingkin bregedega. Napi teked di kebengan yéhé pulanga duké ka yéhé, ingenan nyusup teked ka tengah yéhé, bekbekan bapan Luh Sari di tengah duké. gelur-gelur ia, “Belog, Belog, bapa kapok, suudang bapa ngénénang, sakit awak bapané, mati bapa jani, bekbekan bapa.” Masaut I Belog, “Biin uyut peta dogén, duk apa tenénan.” Lantas angkida, buin paida teked ka umahné. Suba teked jumahné, saupa duké. Uli nu diwang baana nikul teked di natahé glebugana sakerengné. Buin mapangsegan teras bapan Luh Sari mliat tuun. Buin ia maaduhan. I Belog marengin mamunyi kéné, “Luh Sari, né duk bapan Luhé tampi, suba tekek talinin icang.”

tepukina ngusak-asik di cariké boya gelahné i kaki. Dané lantas netesang nyén dogén ané ngangon tur ngejang sampi di tegalané ento. Manut panuturan i kaki, ané ngubuh sampi ajak telung diri. Pangangoné ané dadua maubuhubuhan ngelah bada. Sajaba i kaki ané nyilih tongos tur mlabuhang ngejang sampi di tegalan anaké agung di betén punyan nyuhé. Nang Régén ngubuh sampi duang akit, kéwala makadua mategul di badané. Pak Ngurah paling liu ngubuh sampi. I kaki narka sampiné Pak Ngurah ané ngeléb tur ngrusak tegalan kramané. Lumbara apang ngalih mamahan padidi. Mapan Pak Ngurah dadi pegawai negeri, tusing liu ngelah galah ngaritang padang. “Titiang boya ja ngadanin sampiné Pak Ngurah. Deriki wantah tigang diri krama sané maubuh-ubuhan. Jro sampun muktiang, sampin tiangé mat-

egul iriki. Punika taler sampiné Nang Régen makepapat mategul ring bada. Druwén Pak Ngurah, wantah aakit sané di bada. Manawi dané sané nuénang sampiné nglumbar. Indayang jro ngayun-ngayunin malih!” Makesiab jro perbekel ningeh tututan anaké lingsir. Tuah saja, lemahé jani mabukti boya sampiné i kaki ané ngeléb tur ngusak-asik di cariké. Kéto masih boya sampiné Nang Régen, wiréh makejang pada mategul. Makrebetan kenehné, kénkén carané mragatang suluré ené. Pak Ngurah pejabat tinggi. Dané masih ané nulungin déwékné ngalihang suara dugas pemilihan perbekelé. Pak Ngurah pejabat ngelah pengaruh, ento mawinan kramané cumpu milih déwékné apang sida negakin korsi perbekelé. Jani manggihin pikobet buka kéné, kéweh lakar makeneh. “Napi ngawinang Jero meneng? Ampura, titiang nénten wénten ngadanin, wantah sampi druwén Pak Ngurah ngusakang tetandurané. Majanten sampun kramané nénten ngugu santukan titiang jatma tiwas, buina sampun lingsir. Matiosan tekén Pak Ngurah sané madué tegak. Minab kantos Jero taler nénten ngega sampiné punika druén Pak Ngurah. Ampurayang yéning baos titiang iwang!” Jro perbekel ngunjalang angkihan. Makrebetan papineh danéné. Dané precaya tekén aturné i kaki. Nanging marasa baat batisné matindakan, baat bibihné pacang makemélan apabuin lakar nuturin Pak Ngurah ané suba liu mapitulung tekéning déwékné. Malengok jro perbekel ngenehang unduké ténénan. Tengilang lakar kedékin gumi, kasengguh baatan sibak. Melanin kramané ngelah. Pastika i kaki terus kadalih ngusakang tanduran di cariké. Ngancan liu ané ngedegin i kaki. Padalem i kaki, idup padidi nandang sakit ati. Lanturang, kentuk tekéning Pak Ngurah. “Punapi Jero?” I kaki malih matakén. Tangkejut jro perbekel ningehang patakoné i kaki. Dané kamemegan. Tusing ngidaang masaut. Sajaba bengong ningalin sampiné mategul di bongkol punyan nyuhé. Cunguh sampiné macucuk, aluh baan ngangonang. Apa binan cunguh sampiné macucuk saihang tekéning déwékné mategul tan patali. Satmaka Pak Ngurah ngangonang idupné, Pak Ngurah ané negul déwéké. Ngelah kuasa dadi perbekel, nanging Pak Ngurah ngisi pangisih, aluh élah baana nedehang. “Yéning jro nénten purun utawi salit jagi matur ring Pak Ngurah, sampunang lanturanga wicarané puniki. Titiang las mapitulung ring jro perbekel. Banggiang sampun kramané ngadanin padéwékan titiangé ngusakang tetandurané. Yadiastun boya sapunika kasujatiané. Idup tiangé sampun ngeséng kauh, tan paguna napi malih sampun tan madué sentana. Titiang las mapitulung ring jro perbekel. Selametang jabatan duéné, banggiang i tua niki ngandong jeleké!”

(Masambung)

I Wayan Sumahardika pungkuran kadadosang unteng bebaosan ring widang teater. Pinaka yowana sané ngwangun Komunitas Teater Kalangan, ipun prasida ngamedalang pementasan teater sané becik tur madaging makatah piteket. Suma—sapunika yowanané puniki ketah kasambat boya dados pragina sajeroning peméntasan, sakéwanten ipun pinaka sutradara miwah makarya naskah carita sané pacang kawedar. Kocap, main teater wantah mamodal kasumekenan malajahang raga. “Dumun tiang lek-lekan. Ngranjing kelas III SMP tiang wawu sareng ring ekstra teater. Mangda prasida main teater sujatiné nénten wénten prasarat. Wantah mamodal kasumekenan malajah kémanten,” baos Suma makenyem. Kocap dumun daweg ngranjing ring SMP Negeri 1 Denpasar, Suma nénten uning tatacarané ngranjing ring ekstra teater. Ring pikayunané, siswa sané main teater wantah siswa pilihan kémanten. Ngranjing ring kelas III, ipun wawu aktif nyarengin ekstra teater. Ring SMA saha daweg kuliah taler setata aktif main teater kantos ngwentuk komunitas teater antuk aran ‘Teater Kalangan’. Sadurung ngwentuk komunitas teater, lanang sané embas ring

Denpasar, 11 Mei 1992 puniki naen ngranjing ring Sanggar Cipta Budaya SMP Negeri 1 Denpasar, Teater Angin SMA N 1 Denpasar, Teater Kampus Seribu Jendela Undiksha, Komunitas Mahima, Teater Kampung Seni Banyuning. Mawit kominutas punika anggané malajah, sapunapi carané ngwentuk sekaa, nglimbakang saha ngutsahayang sekaa inucap sayan kreatif. Kabaosang, sajeroning ngwentuk sekaa, patut madaging angganing sekaa sané madué visi wiadin misi sané pateh. “Yadiastun angga sekaa wantah akidik, boya dados pikobet. Ring Komunitas Teater Kalangan, wantah sareng roras diri kémanten, nanging samian misi,” baosnyané sumeken. Yadiastun sakadi punika, Komunitas Teater Kalangan samun ketah péntas. Minakadi garapan sané kapertama kapéntasang ring Taman Budaya Solo, Jawa Tengah. Naen taler péntas ring Art Centre, Taman Baca Kesiman, CushCush Galery, Bentara Budaya Bali, Rumah Belajar Komunitas Mahima, Undiksha, Uma Seminyak, Canasta Creative Space, miwah ring genah tiosan. “Pengalaman sané nénten prasida kalaliang ri kala péntas ‘Joged Adar, Kekasihmu dan Kesibukan Melupakannya’ daweg Pesta Kesenian Bali ring Wantilan, Art Centre 2018 lintang. Peméntasan punika saking panyeleh indik kawéntenan jogéd porno ring Bali. Pinaka sutradara miwah sané nulis naskah, tiang akeh malajah sareng sekaa miwah pragina jogéd,” Suma ngwewehin. (kmb)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 18.p)mk×ent2(mgibu\nuæmi,

Pemaksané taler magibungan sami, spisnn/,

sapisanan, ewnÓ)nßlgrn/,

wénten malagaran, nunsuæj%dt)\en,

nunas sajeng datengané, mtimælÞw(lnãlu*,

matimpal lawar lan balung, hrekmtimæluæet, araké matimpal saté, hurutnßiw;s)rp;,

urutan miwah serapah, t)timã¡\nãbig)bu;,

tetimbungan babi gebuh, he\ánÓ2dßegozékn/,

anggén taled magonjakan, kp;-kp;, kapah-kapah, giliren\n)mÖ]i;,

gilirané nganem sasih, dedosuæymdt)\n/.

dados saya madatengan.

Saking Langit Bali Éyang

(Kaatur ring Éyang Habibie) éyang sané kusumayang tiang wulung dasa tiban méh lintang ngérti negari tan alang-pialang liang maliah wibuh ba dauh kakutang érang maguyang ring dasar jurang negara kambang sigra kembang krama gamang dados gampang tan padem jroning kandang éyang tambis kalepotang kala jagat ganjing-gonjang daweg mawekas-wekas jroning sidang olih jatma nganjuh-ngandang mapi-mapi nawang sujatiné nglanggang durusang margiang éyang ring swarga maripurnayang kapal terbang sang hyang

I Madé Suarsa (130919)


8

Minggu Kliwon, 22 September 2019

Empat Sajak I Wayan Esa Bhaskara Fragmen 30 Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Bunga Kopi

kuceritakan lakonku padamu matahari-matahari di merah senja kau taburkan bara di bongkahan batu gunung anak-anak peri ditangkar dalam mantra gaib agar tak terjamah kulit legam perjaka peladang garam di hulu para punakawan melarung sampan mencari pesisir sunyi “ke mana saja pergimu selama ini, anak lanang?” begitu kau bertanya sambil menghitung waktu jarak yang panjang

Hari baik, meski musim tiba terlambat setelah debat tanah hilang pelan rindu mengendap, tinggalkan sebait doa pada embun di leher daun hari baik, aku ingin tersesat bersama pada ranum putikmu meski kata-kata kita terlalu tabah, sedang usia diaduk panik di sekujur tubuh degup dadaku, kau sambut sebuah lagu tak selesai bawaku ke samudra mimpi milikmu (2017-2018)

dengan nyala api kunang-kunang aku menyeruak tepian kabut bersembunyi dari jejak bayangmu tapi gerimis perlahan menguaknya di manakah matahariku? di manakah rembulanku? gerhana semakin pekat meningkap wajahmu

Aroma Kopi jatuh cinta aromanya seperti secangkir kopi menjalar ruas-ruas hati membuka petanda-petanda dan begitulah waktu bicara pada naluri seketika tanpa tanda setelah kita bermetamorfosa lewat gambar-gambar di benak berkerak

di bawah gerimis serombongan anak-anak pedalaman menyanyikan tembang-tembang smarandhana rambutnya basah hatinya penuh riang sementara dengan kuku jemari yang luka kugali liang terdalam dalam perih luka tubuh sendiri untuk kupendam mimpi perjakaku kau tak tahu itu!

(2018)

Musim Kopi

pohon-pohon purba akarnya bergelantungan merambat jauh ke urat belulangku limbung dalam kedipan matamu para tetua membacakan lontar-lontar di bale gede agar terbaca semua silsisah anak cucu agar tak sangsi dalam menjalani hidup

pulanglah! ucapmu pohon kita telah berbunga impian berkehendak pada satu titik di depanku di rumahmu bulir ceri warna-warni jadilah rahasia jadilah doa jadilah jalan panjang menuju kembali

duh meme! duh bapa! karena kelahiran adalah karma aku tak bisa memilih lahir dari rahim siapa maka meminang itu anak matahari sepertinya menaburkan percikan bara ke dalam tubuh sendiri maka tak kutambatkan pinangan pada anak-anak peri dalam penangkaran saat senja matahari di mataku kau datang membawa rindu sambil bertanya-tanya ke mana saja selama ini perantauanku jauh ke jantung hening menggaru ladang kata jadi puisi yang kutembang buat membasuh dukaku!

pada musim kopi yang sunyi rajah nasib nan gaib jemput cakra matahari (2013)

Catatan Kopi tak sengaja para peladang bawa seikat letih raga turuni bukit cahaya lalu, hening lebih baik saat sepotong doa isinya tak perlu kau tahu

musim berganti kabut meleleh jadi butir embun diam-diam aku menyeberangi mimpimu mengayuh sampan abadi yang kurakit dari benang bianglala untuk kemudian lepas dari mimpi perjakaku kau tahukah itu?

sisakan waktu tuk catat aroma tanah di tubuh daun (2017)

lGM Sukawidana Serangan, 2019

Fotografi

Kakek dan Dua Cucunya karya I Wayan Sumatika

Bermain Bersama karya I Wayan Sumatika

Tips Memotret Anak-anak

Biarkan Beraksi Secara Spontan MENGABADIKAN aktivitas anak-anak dengan segala kelucuan dan keceriaan yang menyertainya memang senantiasa menjadi objek yang menarik bagi para fotografer. Namun, sejatinya bukan perkara mudah untuk mengarahkan anakanak supaya mau berpose pada gaya tertentu sesuai yang diharapkan fotografer. Mereka juga tidak bisa dipaksa-paksa, karena hal itu justru bisa membuat mereka kehilangan spontanitas dan kepercayaan diri. Bukannya mendapatkan foto yang menarik, mereka justru akan menjadi bad mood dan akhirnya mogok untuk difoto. Untuk mendapatkan foto-foto anak-anak yang menarik dengan ekspresi yang terkesan natural, maka tidak ada pilihan lain, kita harus membiarkan mereka beraksi, bergaya dan berekspresi secara spontan. Tentunya, diperlukan kesabaran ekstra dan keterampilan untuk berkomunikasi dengan “bahasa anak-anak” sehingga mereka merasa nyaman sehingga mau beraksi dan berekspresi secara spontan. Harus diingat, tidak semua anak-anak bisa bergaya dan berpose dengan luwes. Apalagi jika sadar sedang menjadi sasaran bidikan kamera, mereka cenderung merasa canggung, malumalu dan tampak kaku. Tapi, jangan buru-buru menyerah dulu. Untuk membangkitkan mood mereka, kita bisa memanfaatkan alat bantu. Mainan merupakan alat yang paling ampuh un-

Dunia Ceria karya I Wayan Sumatika

tuk membangkitkan mood tersebut. Jika mereka suka bermain mobil-mobilan, pancinglah dengan mobil-mobilan. Jangan buru-buru memotret, biarkan mereka larut atau merasa asyik dengan permainan tersebut beberapa saat. Dengan begitu, mereka tidak sadar lagi sedang menjadi objek foto dan mulai berekspresi secara spontan. Selanjutnya, Anda tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menekan shutter kamera untuk mendapatkan momen-momen terbaik. Menyertakan “Figuran” Selain memanfaatkan permainan, juga sangat disarankan menyertakan orang lain yang memiliki ikatan emosi yang kuat dengan anak-anak itu sebagai “figuran”. Misalnya, melibatkan atau menyertakan teman bermain dari anak-anak itu sendiri, kakek dan orangtuanya maupun hewan kesayangannya dalam pemotretan. Kehadiran mereka bisa membuat anak-anak itu merasa lebih rileks sehingga tidak canggung lagi untuk berekspreksi. Keuntungan lainnya, kehadiran “figuran” ini bisa menambah daya tarik pada foto, baik dari segi komposisi maupun membangun unsur cerita dalam foto tersebut. Misalnya, cerita tentang jalinan persahabatan antara anak-anak yang menjadi point of interest dengan temanteman sepermainannya, jalinan kasih sayang kakek dengan cucunya maupun anak dengan

orangtua dan hewan kesayangannya. Pemilihan background atau latar belakang merupakan hal yang penting dalam pemotretan anak-anak. Biasanya, anak-anak cenderung mengenakan pakaian yang berwarna-warni dengan pola atau karakter yang meriah. Oleh karena itu, hindarilah pemotretan dengan latar belakang yang berantakan atau terkesan ramai. Pilihlah latar belakang yang polos atau warna-warna netral dengan pola yang sederhana sehingga anak-anak sebagai objek utama tampil outstanding atau menonjol. Selain itu, pemilihan latar belakang yang polos juga akan sangat membantu dalam menetapkan posisi yang ideal. Selanjutnya, aturlah posisi kamera sejajar dengan mata anak-anak yang menjadi objek foto. Secara alami, tubuh anak-anak jauh lebih pendek dari kita sehingga kita harus rela memotret dalam posisi jongkok bahkan berbaring. Pemilihan posisi ini sangat penting jika kita menginginkan tubuh mereka tampak proporsional. Penggunaan mode continue/burst juga sangat disarankan. Pasalnya, anak-anak memiliki kecenderungan banyak bergerak atau aktif. Tentunya, Anda sangat kewalahan jika memaksakan kamera mencari fokus di mode single untuk mengikuti setiap gerakan anak-anak tersebut. Apabila Anda menggunakan settingan otomatis, aturlah kamera di posisi scene sports/children. (ian)

Mendengar Cerita Kakek karya I Wayan Sumatika


Minggu Kliwon, 22 September 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Cr Tkg Patri Perak,bs krj dgn Kuningan Peng 1th,081805376522 B.BP.004.09.19.0000685

Dcr pelaksana lapangn u/Proyek Hotel&AdminProyekMinSTM&SMA PnglmnMin1th.WA081238131405 B.BP.004.09.19.0000713

Dcri Sopir,Admin 082113195951/ 8463609 nuansabali1@yahoo.com B.BP.001.09.19.0000576

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Dibthkn scptnya krywan u/k ditmptkn di Vndara sbb:Driver 15 org(laki2 max 50thn)Airport Rep 3 org(laki2 Max 35thn) Sales Counter 1 org (Max 35 thn) WA:081933053296 B.BP.004.09.19.0000706

Dibutuhkan Tenaga Pengiriman Hub.08123879601 B.BP.001.09.19.0000703

Dicari PRT utk Jaga Anak di Denpasar.Hubungi:081916255457 B.BP.001.09.19.0000704

Urgent Marcom teamwork good English min exp.2yrs CV hrdbali2019@gmail.com B.BP.001.09.19.0000559

Dicr Sopir Pribadi Bisa Matic Tdr Dlm,Bujangan :081999660972 B.BP.001.09.19.0000612

Urgent DW Housekeeping jujur, teamwork,usia 25th 1 s/d 19Okt CV hrdbali2019@gmail.com B.BP.001.09.19.0000558

Hiring Indonesian teachers for KG,Jr.High & IGCSE Biology Must have Strong English skills,both orally and Written & Part time teacher for local Please send your C.V to childrenoftheworldschool@ gmail.com or call 085904285180 B.BP.001.09.19.0000632

Dicari Driver utk Travel bs Bhs.English Hb.081337211188 B.BP.001.09.19.0000725

SERVICE

SERVICE

DIJUAL RUMAH

SERVICE

SERVICE

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

PROPERTY

PROPERTY

SUZUKI

RumahLT530M2,LB400M2,SHM,Lok Tanjung Bungkak.0817357734 TP

DIJUAL TANAH

DIJUAL GUDANG

Swift Manual 2010,Tgn 1,Top, Maroon, Asli Bali H:08113920666 B.BP.001.09.19.0000661 TOYOTA

Innova G th 2006 Tgn1 Silver, Asli Bali,Manual H.08123605780 B.BP.001.09.19.0000720

B.BP.001.09.19.0000478

PROPERTY DIJUAL TANAH

L.106m2 Jl Mataram 12 Sdh isi BngunnKost2an WA/087888378445

B.BP.154.09.19.0000715

Tnh 1A, 3A, Bdk, 2A Dalung, 082147454248

B.BP.004.09.19.0000724

PROPERTY

Tnh 87A lok 250M utr Rest area Rambut Siwi Hp.08174792710 TP

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.09.19.0000492

Jual MrhRmhGreenMahendradta Residenc 1LT 1,5A 081296081290 B.BP.001.09.19.0000714

Tnh Abianbase LT 2.35are Blkg RS Kapal Hub.Putu 08174746968 B.BP.001.09.19.0000665

Ocean View Land for sale by owner No more land like this 300 meters air distance to GWK statue.34 are come with 2 certificates 17 are and 16 are Quick selling at 1.2 billion per are.Please contact Agus : 085237435842 B.BP.004.09.19.0000707 SINGARAJA

Tnh 1 dan 1,5 Are Jl.Lingga, Sgrj,jl.aspal 5m HP.0811398154 B.BP.001.09.19.0000681

Gudang murah,Jl.Kerta Dalam 1 No.25 Sidakarya H:082147083777 B.BP.001.09.19.0000654

PROPERTY DIJUAL RUKO

Ruko Gn.Rinjani 41B 4,5x16,LT 1are,2KT,2KM 3500w08174746968 B.BP.001.09.19.0000664

KEHILANGAN

HlgBPKBNo.H05335068-ODK54 99 IT A/N Ni Ketut Yuliastini B.BP.001.09.19.0000667

Hlg BPKB No.I09590200-O DK 8644 OL A/N Hairil Anwar B.BP.001.09.19.0000668


10

Minggu Kliwon, 22 September 2019

Mendatar: 1. Obat untuk mengatasi jamur pada kulit 8. Klub sepakbola professional dari Malang 9. Bilah kaca yang disusun pada jendela yang bisa dibuka tutup bersamaan 11. Lempar ; Lontar 13. Bertubuh besar namun geraknya lemah dan lambat 14. Sesuatu yang ada sebelum semuanya ada (Cina) 15. Sebuah Negara di AS yang diberi nama suku Indian 17. Salah satu kata ganti kepemilikan 18. Kutu rambut 20. Tanpa nama 21. Jaringan 23. Istri Bima 25. Ibu Kota Inggris 27. Sembilu 29. Gelar bangsawan bugis 30. Warung tegal 32. Betina 33. Pandangan hidup yang khas dari satu golongan sosial 35. Tubuh yang padat berisi 37. Mata uang Iran 38. Rudal 39. Pertikel terkecil yang dapat dilihat ultramikroskop Menurun:

Menguak Fakta Manfaat Meditasi Mulai dari Atasi Stres hingga Cegah Penuaan MENS Sana in Corpore Sano a healthy mind in a healthy body. Pepatah latin di atas merupakan sebuah mahakarya Decimus lunius Juvenalis, seorang pujangga Romawi sekitar abad kedua Masehi. Ungkapan ini sering dipergunakan sebagai kalimat motivasi dalam kegiatan olahraga dan kesehatan di seluruh dunia, bahwa “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat”. Untuk menjadi individu yang tangguh, seseorang harus memiliki fisik serta mental yang sehat dan kuat. Dengan tubuh yang sehat, tentunya segala aktivitas dapat dijalani dengan baik. Namun faktanya setiap orang memiliki peluang untuk mengalami stres. Stres adalah kondisi tertekan secara psikis yang disebabkan oleh pengalaman fisik maupun psikis yang tidak menyenangkan. Stres berkepanjangan dapat berdampak buruk bagi kondisi fisik, psikologis, intelektual, sosial, spiritual dan dapat mengancam keseimbangan fisiologis tubuh. Pada kondisi stres kronik terjadi peningkatan produksi hormon stres yang tidak seimbang, seperti kortisol, testosteron, epinefrin dan norepinefrin yang nantinya akan berakibat buruk bagi kesehatan. Riset yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2017, menyebutkan bahwa lebih dari 300 juta orang di dunia mengidap depresi dan 260 juta orang mengalami gangguan cemas akibat stress karena pekerjaan. Stress dan depresi yang terlampau sering dapat berakibat pada kondisi kesehatan yang serius. Situasi paling buruk, kondisi depresi dapat menyebabkan seseorang berkeinginan untuk bunuh diri. Hampir 800.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya serta sebagai penyebab utama kematian kedua pada usia 15-29 tahun. Lalu, apa upaya yang harus dilakukan agar mempunyai tubuh dan jiwa yang sehat di tengah padatnya aktivitas serta pekerjaan yang menyita waktu dan pikiran? Mindfulness-based stress reduction (MBSR) merupakan teknik yang digunakan untuk mengelola kondisi stres, depresi, dan kecemasan. Beragam teknik menajemen stress mulai banyak dikembangkan di antaranya, teknik relaksasi dan pernapasan, meditasi yoga, hingga pendampingan oleh profesional (pakar meditasi, psikolog dan psiki-

ater). Teknik manajemen stres tidak perlu rumit atau memerlukan biaya mahal. Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah bahwa teknik yang dilakukan telah tepat sasaran untuk mengatasi stress yang dialami. Meditasi kini banyak digunakan sebagai salah satu cara untuk menangani kondisi stres, depresi dan kecemasan. Terdapat berbagai manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan meditasi teratur setiap harinya. Meditasi mampu mengurangi tingkat stres dan kecemasan seseorang. Hal ini dikarenakan saat bermeditasi tubuh seseorang melepaskan ketegangan dan menjadi lebih rileks. Meditasi memproduksi kondisi relaksasi dalam dan pikiran tenang. Selama meditasi, perhatian terfokus dan pemikiran menyebabkan stressdieliminasi, proses ini akan meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional. Meditasi dapat memberikan perasaan tenang, damai, dan seimbang yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental, manfaat ini tidak berhenti saat sesi meditasi selesai, meditasi dapat membantu menjalani hari lebih tenang dan bahagia. Tetap fokus saat menyelesaikan pekerjaan sangat penting untuk memperoleh hasil yang optimal. Hal ini akan sangat sulit didapatkan oleh individu yang cemas. Sulit bagi mereka untuk fokus pada tugas-tugas yang dibebankan pada mereka. Penelitian yang dilakukan di University of Waterloo, Ontario Kanada membuktikan bahwa dengan melakukan meditasi selama 10 menit, orang-orang dapat mengatur pikiran mereka dengan baik dan meningkatkan performa kerja. Manfaat berikutnya dari meditasi adalah meningkatkan kualitas tidur. Seringkali tekanan pekerjaan, keluarga dan lingkungan sekitar menyebabkan kondisi stres, depresi, dan kecemasan meningkat sehingga seseorang sulit tidur. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah dengan mengkonsumsi obat tidur, namun penggunaan obat ini secara terus menerus dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan. Meditasi menjadi cara aman untuk mengatasi susah tidur. Hal

ini dikarenakan meditasi dapat menenangkan pikiran seseorang, membantu tubuh melepaskan ketegangan, dan menjadi lebih rileks. Pada kondisi ini tubuh melepaskan hormon endorphin yang berperan sebagai penghilang rasa sakit alami, dan membuat tidur lebih nyenyak. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah salah satu manfaat meditasi. Hubungan stres terhadap sistem imun tubuh tentunya diperantarai oleh mediator kimiawi seperti glukokortikoid, zat golongan amin dan berbagai polipeptida melalui aksis limbik hipotalamus-hipofisis-adrenal yang dapat menurunkan respons imun seperti aktivitas sel natural killer (NK), interleukin (IL-2R mRNA), TNF-dan produksi interferon gama (IFN). Jika hal ini terjadi, maka dapat mengarah pada penyakit autoimun, yaitu suatu kondisi sistem imun tidak dapat mengenali dan melawan patogen atau selsel jahat. Penurunan stress pada saat bermeditasi dapat mencegah proses tersebut sehingga kekebalan tubuh seseorang tetap terjaga. Manfaat lain dari meditasi adalah menurunkan kadar gula darah. Hasil penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti FKIK Unwar di Bali Royal Hospital (BROS) dengan melibatkan 20 volunteer dengat riwayat diabetes mellitus menunjukkan rata-rata penurunan kadar gula darah sebesar 48.62 mg/dl (p < 0.05) setelah melakukan meditasi selama dua bulan. Hal terjadi dikarenakan, penekanan kadar hormone kortisol saat meditasi. Hormon kortisol berperan dalam proses metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Hormon ini dapat meningkatkan kadar glukosa darah sehingga merangsang pelepasan insulin dan menghambat masuknya glukosa ke dalam sel otot. Hormon ini juga menginisiasi pembentukan glukosa pada jaringan perifer dan hati. Kondisi ini menyebabkan peningkatan kadar glukosa seseorang. Fakta menarik lainnya seputar meditasi adalah bahwa dengan latihan meditasi seseorang dapat terlihat lebih bugar dan awet muda. Hal ini tentu menjadi impian semua orang. Para peneliti dari Maharishi University of Management (MUM), Iowa membuat studi mengenai efek meditasi transcendental terhadap penuaan. Temuannya menjelaskan bahwa meditasi ini dapat meningkatkan ekpresi gen

1. Kain penutup kemaluan ; Celana dalam 2. Poci 3. Bidang kedokteran gigi yang mempelajari estetika posisi gigi, rahang dan wajah 4. Suara harimau 5. Pengeluaran susu dari kelenjar susu 6. Salut ; Selubung ; Sarung 7. Upacara atau ritual dalam agama Kristen 10. Bawang 12. Reaksi yang positif atau setuju pada suatu hal 16. Keadaan genting, berbahaya, kritis 19. Penggelapan ; Penyelewengan 21. Masuk terbenam ke dalam air 22. Liga sepakbola utama 24. Badan pengawas pemilihan umum 26. Suluh 28. Ibu Kota Irlandia 31. Daun enau 34. Beritahu kepada umum melalui radio, koran dan sebagainya. 36. Racun rokok temolerase. Telomerase berfungsi melindungi telomer dan mengurangi kerusakan DNA akibat paparan senyawa radikal bebas atau mekanisme biologis lainnya. Stress adalah faktor nomor satu yang dapat merusak telomere. Namun seiring dengan bertambahnya usia, produksi telomera pada selsel tubuh semakin menurun, telomer memendek dan terjadilah kerusakan serta kematian sel yang berperan dalam proses penuaan. Melihat pentingnya kesehatan mental dalam menunjang kesehatan fisik mendorong Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa menggelar seminar bertajuk “Warmadewa Global Health Conference 2019”. Seminar akan dilaksanakan pada 13– 14 September 2019, bertempat di Ruang Widya Sabha Utama, Kampus Warmadewa, Jalan Terompong, No. 24 Denpasar. Dalam semi-

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 414 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 28 September 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 6 Oktober 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 412 Mendatar: 1. KONTE 6. KABUR 9. PANGKUR 10. PUTRI 11. OTR 12. MIANG 13. TRAFO 15. DRASTIS 17. LONTE 20. PIANIS 23. SIKAS 25. KABANG 28. KELIR 31. EMPIEMA 33. BUUNG 34. ORBIT

35. RIO (Rio De Janiero) 36. RILES (SELIR) 38. ATHLETE 39. TEGEL 40. TANUR Menurun: 1. KAPITAL 2. NOT 3. EPISODE 4. INTONASI 5. AKURAT 6. KREMASI 7. BUNAKEN 8. RINGKAS

14. ASN 16. IPS 18. OKA 19. TOA 21. ALE (ALE-ALE) 22. IDI 23. SGM 24. AMENOREA 25. KELOBOT 26. BAMBUNG 27. NEUTRAL 28. KABARET 29. LUU 30. REGISUR 32. PERAHU 37. LIN

Pemenang TTS No. 412 1. Ni Komang Suwastini Jl.Raya Seririt No.204, Desa Petemon, Kec.Seririt, Kab.Buleleng (HP:087-861-833-XXX) 2. I Wayan Dena Jl.Prof.Dr.Ida Bagus Mantra No.125, Desa Takmung, Kec.Banjarangkan, Kab.Klungkung (HP:087-861-525-XXX) 3. I Wayan Suwena Jl.Tukad Campuan, Kab.Gianyar (HP:085-738-283-XXX) 4. I Made Sudarma Yadnya Jl.Raya Tuban No.102X, Kec.Kuta, Kab.Badung (HP:082-144-845-XXX) 5. I Made Wiranata Br.Dinas Dukuh, Desa Bebandem, Kec.Bebandem, Kab.Karangasem (HP:081-337-378-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I KETUT SUDIARSANA Alamat : Br.Jayakerta, Sukawati, Kab.Gianyar (HP:081-337-330-XXX)

nar tersebut akan dibahas mengenai upaya dan teknik manajemen stress serta kaitannya dengan kodisi fisiologis tubuh yang dirangkum dalam topik “Mental Health” dengan narasumber Adam Delfiner, PhD (MUM, Iowa, USA); Aristotle Motii Nandy, Med (SPIRITON Renaissance International, Singapore); Prof. dr. A. Jayalengkara Tanra, Ph.D., Sp.KJ(K) (Universitas Hasanuddin, Indonesia); Mark Bunn (David Lynch Foundation, Australia). Info lebih lanjut terkait seminar dapat diakses melalui http: wghc2019. confcircle.org atau email: ghcwarmadewa@gmail.com.

Kartika Sari, S.Si., M. Biomed. Dosen Departemen Fisiologi & Biokimia FKIK Universitas Warmadewa

Pemprov Sumbar Dukung Konservasi Harimau Sumatera GUBERNUR Sumatera Barat Irwan Prayitno mendukung penuh upaya untuk menyelamatkan harimau Sumatera dari kepunahan akibat perburuan liar maupun konflik. “Harimau merupakan hewan yang dihargai di Sumbar,” paparnya saat membuka Konsultasi Publik II Strategi Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Harimau Sumatera 2019-2029 di Padang, Rabu (18/9). Masyarakat pada beberapa daerah di Sumbar juga memiliki nama sebutan sebagai bentuk penghormatan terhadap hewan itu, salah satunya Inyiak. Namun ledakan jumlah penduduk yang menuntut pembukaan lahan untuk pemukiman dan perkebunan seringkali memicu konflik antara harimau dan manusia. Sebagian harimau yang menjadi korban bisa diselamatkan, namun sebagian lagi tidak, ujarnya. Irwan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga habitat dan menolak segala bentuk kejahatan dan perdagangan Harimau

Sumatera. Sementara itu, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Indra Exploitasia, mengatakan manusia sebenarnya bisa berbagi ruang hidup dengan harimau yaitu dengan memperlakukan satwa di habitatnya dengan arif. Ia menyebut sejak adanya rumusan Strategi Rencana Aksi Konservasi Harimau Sumatera (SRAK HARIMAU), populasi harimau sumatera mulai bertambah. “Untuk itu, melalui forum konsultasi ini kita bisa menghasilkan rencana aksi yang lebih mendalam dengan melibatkan berbagai komponen baik oleh pemerintah pusat hingga daerah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), perguruan tinggi, swasta dan masyarakat,” ujarnya. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) katanya menetapkan target peningkatan populasi Harimau Sumatera hingga 10 persen pada 2019 di empat taman nasional,

BPM/ant

DILINDUNGI - Pelajar mengamati opset Harimau Sumatera saat sosialisasi tumbuhan dan satwa liar dilindungi di SMA Negeri Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Sabtu (7/9). Sosialisasi yang digelar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk pelajar dan tenaga pengajar guna memberikan pemahaman tentang tumbuhan serta satwa liar yang dilindungi sesuai dengan UU nomor 5/1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam dan ekosistim. yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Kerinci Seblat, Berbak Sembilang dan Bukit Barisan Selatan. Target itu menjadi dua kali lipat pada 2022. Berbagai upaya konservasi harimau sumatera dan habi-

tatnya telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia beserta para mitra kerjanya, di antaranya adalah dengan membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Konflik Satwa dan Manusia melalui keputusan Gubernur. (ant)


Minggu Kliwon, 22 September 2019

Visi Pembangunan Bali Demi terwujudnya visi pembangunan Bali tersebut, diperlukan peran dan dukungan semua pihak agar Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia terus dipandang baik dan berkualitas. “Saya berharap ikatan alumni dapat memberikan masukan, pikiran, ide-ide, konsep untuk pembangunan Bali. Karena Bali merupakan bagian dari dunia. Karena 40 persen wisata Indonesia itu pintu masuknya dari Bali,” ujarnya. Kemudian Gubernur Koster yang juga alumni Fakultas Matematika dan IPA Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) Angkatan 1981 ini pun menguraikan berbagai program yang telah dilaksanakan Pemprov Bali. Di antaranya dikeluarkannya Peraturan Gubernur nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Menurut Koster, sejak dicanangkan Pergub yang pertama ada

di Indonesia ini mendapatkan banyak apresiasi dan respons positif dari berbagai daerah, bahkan dunia internasional. “Saat ini sudah tidak ada lagi menggunakan kresek, sedotan, styrofoam. Dekorasi yang digunakan pada acara ini juga sudah menggunakan bahan dari alam. Kebijakan ini berdampak pada berkembangnya seni kerajinan rakyat,” terangnya. Selain itu, juga diterbitkan Peraturan Gubernur nomor 79 tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Peraturan Gubernur nomor 80 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. “Setiap Kamis, Purnama, Tilem, Hari Jadi Pemerintah Provinsi Bali, hari jadi kabupaten dan kota. Kebijakan ini sangat bagus, tidak hanya berdampak pada peningkatan kecintaan seni budaya, kearifan lokal dengan busananya, tapi berdampak terhadap ekonomi. Ternyata industri busana dan pedagang, toko busana meningkat

Bumi Pertiwi

omzetnya setelah diberlakukannya peraturan gubernur ini,” ungkap Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini. Ditambahkan Gubernur Koster, bahkan pemberlakuan kebijakan penggunaan busana adat Bali diperluas juga untuk tiap kegiatan nasional maupun internasional yang digelar di Bali dengan keharusan menggunakan busana adat. Pada kesempatan ini, Gubernur Koster mengapresiasi tema yang diusung pada Rakernas IA ITB 2019, yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Nusantara”. Sementara itu, Ketua Umum IA ITB, Ridwan Djamaludin, mengatakan Ikatan Alumni merupakan posisi sentral dalam pembangunan bangsa. Keberadaan IA ITB diharapkan mampu memberikan sumbangsih pikiran untuk pembangunan bangsa ke depan. “Sebagai alumni ITB sesungguhnya kita harus menjadi tulang punggung pembangunan negara ini. Kita harus memberikam nilai tambah dari nilai yang ada, kita harus

mengembangkan sumber daya manusia yang baik, kita juga harus membuka lapangan kerja,” katanya. Adapun rangkaian kegiatan Rakernas, yakni Resik Sampah Plastik pada Sabtu (21/9) pagi di Pantai Sanur sebagai implementasi “Segara Kerthi”, Penanaman 500 bibit pohon pada 11 Agustus 2019 di Dukuh Penaban Karangasem sebagai implementasi “Wana Kerthi”, pelepasan 10 ribu ekor ikan di Danau Buyan, Buleleng pada 15 September 2019 sebagai implementasi “Danu Kerthi”, dan Focus Group Discussion (FGD) Pembangunan Bali yang mengambil tema ‘’Membangun Sistem Energi Bersih dengan Prinsip Kemandirian, Berkeadilan dan Berkelanjutan di Provinsi Bali’’. Selain itu, Gubernur Bali juga akan menerima penghargaan Ganesha Yasa Kerthi Utama, sebuah penghargaan yang diberikan kepada alumni ITB yang menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah. (kmb)

Tari Rejang Tahun ini, tari sangyang yang mendapatkan prioritas untuk revitalisasi yakni Tari Sanghyang Dedari yang ada di Desa Giriana Kauh. Termasuk tarian sakral yang baru seperti Rejang Renteng, Rejang Giri Kusuma juga dikebalikan ke pakem sakral, sehingga tarian ini tidak diperbolehkan untuk ditarikan sembarangan di luar upacara. “Tarian sanghyang ini sudah mendapatkan konservasi. Artinya dari dulu tarian ini tidak boleh ditampilkan di luar pakem yang ada. Sehingga setiap tarian sakral yang ada di Karangasem dipentaskan sesuai pakemnya,” katanya. Arnawa sangat setuju Pemprov Bali melarang tari sakral dipakai untuk ajang mem-

ecahkan rekor Muri. Bahkan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan berbagai komponen seni sepakat tarian yang bersifat sakral baik tari wali, wewalian jangan ditampilkan untuk mencari ajang Muri. Khusus di Karangasem, selama ini tidak pernah melakukan hal itu. “Kita di Karangasem sudah lebih dulu tidak mementaskan tarian sakral sembarangan,” tegas Arnawa. Wayang Wong Kesenian wayang wong di Jembrana yang berkembang di Gria Penida, Banjar Anyar, Desa Batuagung, Jembrana merupakan salah satu kesenian sakral leluhur turun-temurun hingga ratusan tahun. Sekaa wayang wong ini tetap eksis dengan nuansa religius dan sakral masih mempertahankan pakem lama berikut perangkat

tapel (topeng) yang berusia ratusan tahun. Pertunjukan kesenian ini melibatkan hingga puluhan seniman ini sebagai seni sakral ditampilkan pada waktu tertentu saja. Wayang wong dipentaskan saat upacara seperti upacara ngenteg lingih, ngaben dan sebagai pelengkap prosesi sebuah yadnya. Karena cerita yang cukup menguras waktu dan pemain kolosal, pementasan hanya diambil yang sifatnya medeeng/mengikuti prosesi ngebeji. Sementara pementasan dengan cerita secara utuh, jarang dilakukan. Sejak awal, pementasan wayang wong ini pun tidak untuk dikomersialkan. Panglingsir Griya Penida, Desa Batuagung, Ida Bagus Putra, mengatakan, kesenian ini diperkirakan sudah berkembang sejak leluhur datang ke Batuagung tahun

1800. Selain 50 tapel berbentuk unik, sekaa juga masih mempertahankan seperangkat gamelan di antaranya gender, kendang gong, dan ceng-ceng. Dari pendataan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, selain sekaa di Griya Penida di Banjar Anyar, Desa Batuagung, juga ada satu sekaa yang masih bertahan di Desa Perancak. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Budaya Jembrana, Putu Sutardi, memaparkan bahwa kesenian wayang wong di Jembrana saat ini baru terdata dua sekaa. Satu di Batuagung dan satu lagi di Perancak. Selain itu juga ada sejumlah kesenian yang tergolong seni sakral seperti Tari Sanghyang Jaran di Desa Pekutatan, Tari Baris Pati di desa Nusasari, serta kesenian Leko di Kelurahan Pendem. (nan/olo)

Belum lagi berbicara secara hakikat keberadaan Bali secara spiritual di kosmik ini yang dipercaya merupakan tempat kunci bagi bumi pertiwi. Acara World Cleanup Day 2019 juga dihadiri oleh Bendesa Agung Majelis Desa Adat seBali, kepala daerah kabupaten/ kota, anggota dewan dan tokoh masyarakat adat dan Dinas setempat. Agus Suananda, CHA selaku Koordinator Acara World Cleanup Day for Suksma Bali mengungkapkan bahwa “World Cleanup Day” for “Suksma

Bali” diinisiasi oleh Paiketan Krama Bali, yang diketuai oleh Ir. Anak Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc., Ph.D., bersama-sama dengan stakeholder pariwisata Bali, GIPI, IHGMA, PHRI, BHA, BVA, UHA, UHSA, AMPB, FSP PAR – SPSI serta instansi pendidikan, relawan lingkungan ,dll serta didukung oleh pemerintahan provinsi, kabupaten/kota di Bali. Acara ini merupakan gerakan bersama dan sekaligus langkah berkelanjutan dalam mensosialisasikan kembali bahaya sampah plastik. Jumlah total peserta yang berpartisipasi 59.207 peserta di seluruh Bali dari target awal adalah

28.000 orang. Perwakilan Trash Hero Indonesia, Wayan Aksara, menyampaikan bahwa Indonesia kedua kalinya menjadi bagian dari gerakan dunia yang melibatkan 159 negara, dan mengharapkan agar acara ini akan menjadi momentum yang positif dan berkelanjutan. Hasil sampah yang dikumpulkan mencapai 19.631 kg, yaitu 2.060 kg sampah organik dan 17.571 kg sampah non-organik di seluruh Bali. Mari selamatkan Bali dari sampah plastik secara berkelanjutan, mulai dari langkah yang kecil, dari diri sendiri, dan mulai sekarang. (kmb)

Khusus untuk seni sakral, kata dia, biarkan berkembang sesuai dengan kondisi masyarakatnya, yang penting terus hidup, berkembang, dan ada pendukung budayanya yakni masyarakat setempat sehingga tak perlu dimassalkan. Para seniman menilai sangat tepat pemerintah Provinsi Bali membuat keputusan bersama untuk menetapkan penguatan dan perlindungan tari sakral Bali. Di luar tujuan sakral, seperti upacara dan upakara Agama Hindu, semua pihak dilarang mempertunjukkan, mempertontonkan, mempergelarkan, ataupun mementaskan segala jenis dan bentuk tari sakral di Bali. Menurut Guru Besar IHDN Denpasar, Prof. Dr. I Made Surada, M.A., tari sakral adalah sebuah tarian yang dipentaskan di utama mandala pura, juga sering disebut tari wali yaitu ditarikan pada saat ada pujawali atau upacara yadnya. Tari sakral diawali dengan prosesi upacara tertentu, dan diyakini sebagai tarian suci, serta sebagai penyambutan para Dewa saat berlangsung

upacara keagamaan Hindu di Bali. “Tidaklah benar apabila tarian ini (tarian sacral -red) ditarikan untuk hal-hal selain upacara keagamaan Hindu, apalagi hanya untuk mendapatkan penghargaan atau sebuah rekor dengan mengabaikan kesakralannya. Justru kita akan merusak dan menodai nilai-nilai kesuciannya hanya untuk prestise dan uang,” tandas Prof. Surada. Wakil Rektor I IHDN Denpasar ini sangat mendukung langkah Gubernur Bali bersama stakeholder terkait yang benar-benar menjaga kesucian tarian sakral sebagai tetamian leluhur yang adiluhung sampai saat ini. “Jangan sampai kita sebagai orang Bali dan umat Hindu di Bali tulah ulian belog ajum, belog magandong,” tegasnya. Hal senada juga dikatakan praktisi budaya, I Kadek Satria, S.Ag., M.Fil.H. Dikatakan, keputusan bersama yang diambil Gubernur Bali, Wayan Koster, atas nama Pemerintah Provinsi Bali adalah upaya nyata yang diambil seorang pemimpin untuk melindungi, menjaga, dan melestarikan budaya adiluhung Bali. Dikatakan, selama ini terdapat hal yang “kebablasan” dalam

pementasan tari sakral, semua seolah menjadi benar ketika dihadapkan pada peraihan penghargaan, termasuk di dalamnya Muri. Hal ini akan berpengaruh pada cara pandang manusia Bali untuk membedakan antara sakral dan profan. Menurut dosen filsafat Unhi Denpasar ini, pergeseran tari sakral ke profan akan berdampak pada pemahaman manusia Bali tentang dari ritual ke festival. “Jika yang sakral diprofankan, maka ada hal mendasar (keyakinan umat) akan bergeser. Ini dampaknya sangat besar bagi pemahaman keagamaan masyarakat Bali. Siapa lagi yang melindungi ini selain kita,” tegasnya. Meskipun, dikatakan kebijakan ini akan berdampak pada beberapa atraksi budaya yang berkaitan dengan tarian-tarian sakral, seperti tari barong, tari sang hyang jaran dan sebagainya, tetapi komitmen untuk menjaga kesenian sakral mesti ditempatkan pada posisi teratas. “Bukankah kegiatan sakral mesti dalam rangka ritual? Maka dari itu, mutlak tarian sakral untuk acara sakral. Demi menjaga taksu-nya Bali,” ujarnya. (win/sue)

ra. Begitu konsep kita, jadi bukan sekadar hiburan,” jelasnya. Karena tujuannya untuk nyomnya jagat Bangli, tempat pementasan yang dipilih pun tidak sembarangan.

Bukan di lapangan umum. Melainkan di catus pata. Sebagaimana kepercayaan masyarakat Hindu di Bali, catus pata merupakan tempat suci umat untuk melasanakan upacara. (ina)

Seni Sakral

”Sesuhunan” Desa Barong dan rangda yang ditarikan, jelas Pradnya, merupakan duwe sesuhunan yang selama ini di-sungsung krama di Pura Puseh Bale Agung Desa Adat Selat. Karenanya sebelum ditari-

kan, terdapat rangkaian ritual yang dilaksanakan krama seperti masegehan agung. “Mengenai tema yang diangkat biasanya terkait pencalonarang-an. Kurang lebih menggambarkan pertempuran Barong yang mencerminkan gerakan positif dan Rangda yang mencerminkan

sebaliknya,” terangnya. Saat pertempuran terjadi, salah satu pihak kemudian ngelekas menjadi ngunyingngunyingan. Ada sekitar 5-7 orang warga yang dikehendaki niskala, akan tidak sadarkan diri. Dalam kondisi kesurupan mereka yang disebut pedaratan itu, akan

BPM/ina

BARONG NGUNYING - Tari sakral Barong Ngunying di Catus Pata Bangli saat HUT Kota Bangli belum lama ini.

Tari Persembahan “Jadi, kalaupun nantinya dipentaskan di pura atau tempat suci lainnya tidak masalah, karena sifatnya bisa menjadi tari balih-balihan karena memang dari awal belum disakralkan,” terangnya Sabtu (21/9) kemarin. Garapan tari rejang ini, kata Muder, sifatnya adalah tari persembahan pada Ida Sang Hyang Widi atau Batara penguasa laut dengan hati tulus ikhlas. “Meski belum disakralkan, saya tetap mengimbau agar dipentaskan di tempat layak dan suci karena mempergunakan nama rejang.

Terkait kesakralan itu dengan sendirinya akan muncul saat pementasan di tempat suci,” ucapnya. Terkait kebijakan Gubernur Koster, secara pribadi Muder sangat setuju akan hal itu. Hanya, ia berharap tidak sekadar menjadi wacana. Alasannya, dari dulu banyak tari rejang yang dikatakannya tidak sesuai fungsi. Salah satunya Tari Rejang Renteng yang dipentaskan di objek wisata yang seharusnya difungsikan untuk upacara. “Jadi, perlu ada penerapan sanksi bagi yang melanggar,” ucapnya. Ia pun mendesak pemerintah agar mengembalikan fungsi tari sesuai dengan kat-

egorinya. Ada tiga kategori jenis tari yang ada seperti tari wali dipentaskan di halaman bagian dalam pura dan tari bebali di halaman tengah (jaba tengah, red) jadi dapat dikategorikan sebagai tarian sakral. Sebaliknya tari balih-balihan ditarikan di halaman luar pura (jaba sisi, red) dalam acara yang bersifat hiburan lebih ditekankan kepada sisi artistiknya dan bisa dipentaskan di tempat lain, untuk pariwisata dan lainnya. “Kalau kami di Tabanan terkait dengan tari wali tetap kami pertahankan, rejang itu sudah sakral fungsinya tidak boleh sembarangan dipentaskan harus sesuai dengan fungsinya,” ujarnya. (bit)

Minggu, 22 September 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Agung Ngenteg Linggih Padudusan Agung (3) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Line Dance Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Kartun Adi Parwa (1) Belajar Menggambar

10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita

Menggambar Kupu - Kupu Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Dunia Otomotif Mitsubishi Hadirkan 3 Produk Terbaru Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Agung Ngenteg Linggih Padudusan Agung (4) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV

16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Seputar Bali Terkini Harmoni Bali Dental Health Education Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali Yan Pery Dan Gek Atu Indi Band Generation Gek Serly Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Nyi Rimbit (5) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song

lari ke sana ke mari sambil membawa keris. “Setelah itu, mereka diberi labaan berupa pitik (anak ayam). Yang menarik bagi mereka adalah pitik yang warnanya hitam atau putih. Itu akan dimakan sampai belasan ekor diselingi arak atau tuak,” terangnya. Sebagaimana kepercayaan krama Desa Adat Selat, sesolahan Barong Ngunying diyakini dapat memberikan berkah dan ketenteraman bagi masyarakat. Barong Ngunying juga diyakini mampu mengobati warga yang sakit. Saat terjadi wabah misalnya, sesuhunan ini biasanya akan kairing melancaran mengelilingi desa. “Zaman kerajaan, Regen atau raja di Bangli rutin mendak Batara Sesuhunan untuk pentas di Puri. Setelah zaman pemerintahan, bupatinya rata-rata dalam waktu dua sampai tiga tahun juga rutin mendak Batara Sesuhunan di Selat untuk masolah dalam rangkaian karya

besar. Karena disakralkan, tentu kami tidak semenamena menarikan sesuhunan di tempat bebas atau kumuh. Kami minta harus dekat dengan Pura Padmasana Kantor Bupati” terangnya. Kabid Kesenian Disparbud Bangli Nyoman Wiradana membenarkan Barong Ngunying merupakan jenis tari yang disakralkan masyarakat Bangli. Tari ini masih dilestarikan di beberapa desa adat seperti Serokadan, Selat dan lainnya. Pementasan Barong Ngunying yang selama ini dilaksanakan saat HUT Kota Bangli, menurutnya bukan semata-mata untuk hiburan. Kesakralan dan rangkaian ritual tari ini tetap dijaga dan dijalankan. “Tujuan pementasan ngunying adalah untuk nyomya jagat Bangli. Saat hari jadi Kota Bangli, secara sekala kita peringati dalam apel dan lomba. Secara niskala kita somya dengan nedungang Ida Bata-


Minggu Kliwon, 22 September 2019

Chelsea Vs Liverpool

Klopp Siap Hadapi Ujian Pasukan Muda Chelsea London -

Jurgen Klopp mengingatkan Liverpool untuk bersiap menghadapi pertarungan sengit dengan para pemain muda Chelsea yang mengingatkannya pada tim Borussia Dortmund, tim yang sering menggetarkan Jerman dan Eropa.

Klopp dengan tim asuhannya yang memimpin klasemen sementara Liga Premier akan menghadapi Chelsea di Stamford Bridge, Minggu malam. Pelatih ini pernah membangun tim yang dinamis selama tujuh tahun di Dortmund ditopang oleh para pemain berbakat Mario Goetze, Nuri Sahin, Shinji Kagawa dan Robert Lewandowski. Ia melihat lebih dari sedikit kesamaan antara tim Dortmund yang memenangi Bundesliga secara beruntun dan mencapai final Liga Champions pada 2013, dan cara bos Chelsea Frank Lampard menempat-

kan keyakinannya pada anak-anak The Blues. “Ini tim yang sangat menarik, ini mengingatkan saya sedikit mengenai tim saya di Dortmund bertahun-tahun lalu ketika mereka masih sangat muda, bahkan lebih muda dari tim Chelsea ini,” papar Klopp Sabtu (21/9). “Orang selalu membicarakan betapa mudanya mereka, namun bisa memberikan penampilan yang sangat bagus. Mereka memasukkan Christian Pulisic pada musim panas dan semua pemain di sekelilingnya punya nilai yang sama, Tammy Abraham, Mason Mount, (Callum) Hudson-Odoi. Tim yang bagus, hormat saya pada semuanya.” Lulusan akademi Abraham, Mount dan Fikayo Tomori semuanya

Kadek Rico Borong 4 Emas Denpasar (Bali Post) Petembak Kota Denpasar Kadek Rico Vergian Dinatha memborong empat keping emas pada ajang Porprov Bali XIV di Desa Sembung, Badung. Keempat medali emas dipersembahkan Kadek Rico di nomor air pistol perorangan dan beregu bersama Ketut Sudiana dan Kadek Diana. Selain itu, dua emas lagi diraih Kadek Rico di nomor free pistol perorangan dan air pistol campuran bersama pasangannya, Talita. Pelatih tembak Kota Den-

pasar Made Sugiantara, di Denpasar Sabtu (21/9) kemarin menyatakan tim tembak Kota Denpasar merebut total lima emas dari 20 emas yang diperebutkan. Sebelumnya, menurut Sugiantara, Kadek Rico berhasil memecahkan rekor di nomor air pistol 10 meter junior dengan meraih poin 577 pada kejuaraan tembak se-Asia Tenggara SEASA di Lapangan Tembak Senayan Jakarta, 21–28 Agustus Lalu. Rekor sebelumnya di nomor air pistol 10 meter dipegang Denny Pratama yang

meraih skor 573. Pada kejuaraan Asia Tenggara tersebut, Rico juga ikut andil menyumbang emas di nomor beregu 50 meter free pistol. Selain itu, Rico juga merebut medali perak perorangan 10 meter dan perak beregu 10 meter. Sementara sang adik, Ni Komang Nadine Vergian Dinatha meraih medali perak beregu di nomor 10 meter putri junior. Dua petembak kakak beradik Kadek Rico dan Komang Nadine sama–sama menyumbang medali untuk Timnas Merah Putih. (022)

BPM/ist

Kadek Rico Vergian Dinatha (kanan) bersama adiknya Ni Komang Nadine Vergian Dinatha.

Kaget dengan Rasisme di Italia

MANAJER Inter Milan Antonio Conte mengaku kaget dengan tingkat perilaku rasial yang kian tinggi di Italia setelah ia merantau tiga tahun lebih. “Setiap cemoohan jelas sebuah masalah. Setelah tiga tahun tak di sini, saya menemukan kondisinya semakin buruk di Italia,” jelas Conte dilansir laman resmi Inter, Sabtu

I Gede Wirawan

Semifinal yang Menegangkan SOSOK Manajer Tim sepak bola Porprov Badung I Gede Wirawan menghadapi persoalan yang cukup menegangkan. Persisnya ketika dirinya mendampingi tim Porprov Badung saat meladeni tuan rumah Tabanan pada babak semifinal di Lapangan Debes. Maklum, selama ini Badung senantiasa apes ketika melawan tuan rumah. Misalnya, meskipun mendominasi sepanjang pertandingan, Badung kalah 0-1 saat bertemu Gianyar pada Porprov Bali XIII di Gianyar dua tahun lalu. Bahkan, ketika jumpa tuan rumah Denpasar pada Porprov Bali XI/2013 Badung juga menelan kekalahan. “Saya kira meladeni tim tuan rumah inilah yang paling berat pada babak empat besar,” tutur suami Ni Sayu Ketut Arsani. Apalagi sang istri berasal dari Kerambitan, Tabanan, membuat Gede Wirawan agak terbebani. “Namun bersyukur tim Badung bisa melewati tim tuan rumah Tabanan,” ungkap pria kelahiran Badung, 5 Februari 1978 ini. Usai memenangkan laga atas tuan rumah Tabanan, Badung harus meladeni tim tetangganya, Kota Denpasar pada babak final. “Kami berhasil menang tipis 1-0 atas Denpasar, sekaligus merebut medali emas,” ujar ayah dari Ni Putu Nita Cahyani (6) ini. Gede Wirawan mengakui sukses menyabit medali emas ini berkat anugrah Ida Sang Hyang Widhi. Selain itu, keberhasilan ini juga atas kerja keras pemain, pelatih, ofisial, berikut dukungan dari KONI Badung, Askab PSSI Badung, serta klub-klub anggota. Pasca-Porprov ini, sebagian besar skuad Porprov bakal mengibarkan bendera PS Badung di ajang Kompetisi Liga 3 Rayon Bali. Wirawan yang juga Ketua Umum PS Purnama Putra bermarkas di Basangkasa, Seminyak ini tercatat pernah menjabat manajer tim U-17 pada laga pamungkas piala Soeratin PS Badung 2017. Prestasinya kala itu juara Rayon Bali, hingga tembus pada babak 8 besar putaran nasional di Magelang. (nel)

(21/9) “Saya melihat banyak kebencian dan kemarahan dimana-mana,” imbuhnya. Salah satu pemain di Inter, Romelu Lukaku baru-baru ini menjadi korban dari ujaran rasial dalam laga melawan Cagliari. Namun demikian, pihak Liga Italia tak menghukum Cagliari atas ujaran kebencian rasial tersebut dan hanya menjatuhkan sanksi atas tindakan pelemparan botol terhadap Lukaku. Conte yang akan melakoni debutnya dalam pertandingan Derby della Madonnina melawan AC Milan pada akhir pekan ini berharap pertandingan itu bisa menjadi contoh bagaimana menghidupi rivalitas tanpa dikotori unsur rasial. “Kita harus bisa mengirimkan pesan positif di tengah rivalitas yang ada,” ujarnya. Inter akan bertindak sebagai tamu dalam laga tersebut meski digelar di stadion yang juga markas mereka San Siro. Melawan Milan, Conte memiliki bekal catatan sapu bersih kemenangan dalam tiga laga sebelumnya dan harapan untuk mempertahankan posisi puncak klasemen. (ant)

telah menikmati awal yang kuat pada musim pertama Lampard bertugas, adanya larangan transfer bagi Chelsea memaksa manajer baru mereka memberi para pemain muda kesempatan yang sulit didapat pada tahun-tahun sebelumnya dengan pengeluaran besar The Blues. Abraham sudah mencetak tujuh gol musim ini, sementara Mount berharap tampil akhir pekan ini setelah pemulihan dari cedera engkel yang diderita dalam pertandingan Liga Champions pada Selasa lalu, saat timnya kalah melawan Valencia. Awal Luar Biasa Liverpool bertandang ke Chelsea setelah memenangi lima pertandingan pertama liga. Kendati memuji

para pemain muda Chelsea, Klopp pasti menyukai peluangnya untuk mengakhiri frustrasi beruntun melawan tim yang masih mencari kemenangan kandang pertama mereka di bawah Lampard. Liverpool mengalami kekalahan pada pertengahan pekan dalam laga Liga Champions dengan kekalahan 0-2 di Napoli membawa tim pemegang gelar itu kembali menjejak bumi setelah mengawali musim domestik dengan luar biasa. Namun tim asuhan Klopp unggul lima poin dari juara liga Manchester City berkat awal yang sempurna. The Reds sudah mengalahkan Chelsea dalam adu penalti untuk memenangi Super Cup Eropa setelah bermain imbang 2-2 di Istanbul pada Agustus lalu. (afp/ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 22 September 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu