16 HALAMAN
NOMOR 320 TAHUN KE 71
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha
Bali Post
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Senin Pon, 22 Juli 2019
Pemprov Bali ’’Ngaturang Bhakti Panganyar’’ di Pura Mandara Giri Semeru Agung
Sudah Terjadi Akulturasi Budaya Hindu Bali dan Jawa Terkait Upakara
BHAKTI PANGANYAR - Rombongan Pemprov Bali saat ‘’ngaturang bhakti panganyar di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (20/7) malam.
HARI mulai gelap saat tiga bus yang mengangkut rombongan Pemprov Bali tiba di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (20/7). Rombongan yang terdiri dari Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, seluruh kepala OPD dan sejumlah pegawai di lingkungan Pemprov Bali, serta Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana langsung bergegas masuk ke pura. Di sana rombongan disambut Manggala Karya yang juga Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Pria yang akrab disapa Cok Ace ini sudah 7 hari stand by di pura yang terletak di Dusun Sumber Agung, Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Lumajang. Karya tahun ini merupakan karya ke-27 sejak tahun 1992. Menurut Purana yang ada, setiap tahunnya
Rekonsiliasi
Gerindra Minta Kursi Ketua MPR
Jakarta (Bali Post) -
Pascapertemuan Jokowi dan Prabowo yang sering disebut sebagai bagian dari rekonsiliasi masih menyisakan pertanyaan, apakah pertarungan sengit di Pemilu 2019 akan berakhir dengan munculnya oposisi atau bagi-bagi kursi. Selain posisi menteri, pimpinan lembaga DPR dan MPR juga disebut-sebut akan dibagi-bagikan. Bahkan, kursi MPR diincar oposisi sebagai bargaining demi rekonsiliasi. Wakil Ketua Fraksi Garindra MPR-RI yang juga Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan semangat rekonsiliasi untuk kebersamaan serta kesatuan dan persatuan bangsa, pertama-tama harus diwu-
judkan para wakil rakyat anggota MPR terutama oleh para pemimpin partai dalam menetapkan ketua MPR. Karena itu, dia mengusulkan agar ketua MPR berasal dari Gerindra dan ketua DPR dari PDI Perjuangan.
Menurut Sodik, komposisi ketua MPR dan DPR tanpa harus terkait dan menunggu komposisi terakhir koalisi oposisi dan koalisi di pemerintahan. Hal itu, menurutnya, karena rakyat dan bangsa Indonesia sudah memahami
memang dilaksanakan piodalan. Kemudian, setiap lima tahun sekali digelar Karya Ida Batara Turun Kabeh, Tawur Agung dan Labuh Gentuh. ‘’Sekarang adalah putaran yang lima5 tahun sekali, yang putaran 10 tahun sekali adalah Karya Panca Wali Krama. Itu biasanya memakai 13 kerbau,’’ ujarnya. Menurut Cok Ace, puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh, Tawur Agung dan Labuh Gentuh telah berlangsung pada 16 Juli lalu bertepatan Purnama Sasih Kasa dan akan masineb 26 Juli mendatang. Teknis pelaksanaan karya dari tahun ke tahun sudah terus berkembang. Jika dulu hampir 100 persen pekerjaan ditangani di Bali, sekarang sekitar 40 persen sudah bisa ditransfer dan dikerjakan oleh umat Hindu setempat. ‘’Tentang bhakti pangan-
’’Jadi sudah ada akulturasi budaya antara Hindu di Bali dengan Hindu di Jawa Timur. Mudah-mudahan dengan cara seperti ini, lambat laun nanti Pura Semeru mempunyai pola tersendiri yang sesuai dengan kearifan lokal di sini,’’ harapnya.
Perolehan Kursi di DPR RI Pendukung Jokowi-Ma'ruf PDI-P
128
PARTAI KEBANGKITAN BANGSA
Nasdem 59 GOLONGAN KARYA
keberadaan dan posisi PDI-P serta Gerindra khususnya dalam Pileg dan Pilpres 2019. Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan tidak tertutup kemungkinan posisi ketua MPR periode 2019-2024 bukan berasal dari partai politik Koalisi Indonesia Kerja (KIK) atau pendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Hal. 15 Pendukung Koalisi
Golkar
85
PKB
58
PPP
19
Total 349
Pendukung Prabowo-Sandi Gerindra 78 Demokrat 54
PARTAI KEADILAN
SEJAHTERA
PKS 50 PAN 44 Total 226
Menasional, Kampanye Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Sulit Dipenuhi KEINGINAN Gerindra untuk mendapatkan kursi ketua MPR demi rekonsiliasi dinilai sulit dipenuhi. Jumlah kursi yang dimiliki Gerindra berserta partai koalisinya tidak cukup kuat yakni hanya di kisaran 39 persen. Kalah jauh dibandingkan koalisi Jokowi-Ma’ruf yang mencapai 60 persen lebih. Gerindra diperkirakan harus bersaing dengan Partai Golkar. Gerindra diminta realistis. Demikian disampaikan pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, Minggu (21/7) kemarin di Jakarta. Menurut Adi, usulan rekonsiliasi dengan Gerinda menempati posisi ketua MPR akan sulit karena harus menyaingi Golkar. ‘’Gerindra mengatasnamakan rekonsiliasi, agak berat karena Golkar akan ngotot untuk mendapatkan kursi itu, bahkan Golkar mematok harga mati sebenarnya,’’ ujar Adi Prayitno. Ketua MPR, lanjutnya, sah-sah saja bagi parpol yang mengklaim, namun harus ada ukuran realistisnya, karena Golkar serta PKB sebagai parpol pendukung Presiden terpilih Joko Widodo sama-sama menginginkan posisi tersebut. ‘’Golkar merasa pantas mendapatkan kursi itu, karena selain perolehan suara pada pileg dan all out mendukung presiden. Jadi susah kemungkinan bagi Gerindra untuk mendapatkan peluangnya,’’ katanya lagi. Keinginan untuk merebut kursi ketua MPR disampaikan Wakil Ketua Fraksi Gerindra yang juga Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid. Ini demi semangat rekonsiliasi untuk kebersamaan. Namun, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pertainya belum membahas terkait kursi pimpinan di legislatif. ‘’Sampai saat ini Gerindra belum membahas kursi pimpinan di legislatif, yaitu DPR-RI dan MPR-RI karena waktunya masih lama,’’ kata Dasco. (ant)
yar, memang sudah merupakan kesepakatan sejak awal pura ini didirikan. Pada waktu itu antara Gubernur Bali, PHDI Pusat, dan PHDI Bali melihat pangemong di sini tidak sebanyak kita di Bali,’’ imbuhnya. Itu sebabnya, lanjut Cok Ace, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Bali setiap tahunnya tetap mempertahankan tradisi menghaturkan bhakti panganyar. Kendati, pihaknya juga berupaya melibatkan kabupaten/kota di Jawa Timur. Di antaranya Batu, Jember, Situbondo, Sidoarjo, Surabaya, Malang, Jombang, Blitar, Kediri, Probolinggo, Tulungagung, Trenggalek, Banyuwangi, Mojokerto, Gresik, Madiun, Pasuruan, dan Lumajang sendiri. Hal. 15 Akulturasi Budaya
Bali Post/ant
MONSTER PLASTIK - Peserta pawai bebas plastic, Minggu (21/7) kemarin, dalam aksi di Car Free Day (CFD) di Jakarta mengarak monster plastik. Menteri Kelautan da Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak semua instansi ikut mengampanyekan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai.
Jakarta (Bali Post) Larangan penggunaan plastik sekali pakai terus digemakan secara nasional. Langkah yang sudah secara nyata dikuatkan melalui perda di Bali ini kini didengungkan di Jakarta. Bahkan semua instansi diajak untuk mengampanyekan larangan penggunan plastik sekali pakai. Ajakan tersebut disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memimpin aksi menolak penggunaan plastik sekali pakai, Minggu (21/7) kemarin, dalam aksi di Car Free Day (CFD). Pawai yang diikuti sekitar 1.000 orang dan 49 lembaga sebagai pesertanya. Dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) berjalan kaki menuju Taman Aspirasi Monumen Nasional (Monas), Minggu (21/7) kemarin. Dalam aksi tersebut, selain Menteri Susi juga ada pentolan grup Band Slank, Kaka dan Ridho Slank, serta musisi Navicula dari Bali serta sejumlah tokoh lainnya. Susi mengimbau kampa-
nye larangan penggunaan plastik bisa diterapkan di seluruh institusi pemerintah dan institusi lainnya. Seperti yang ia terapkan di lingkungan kementerian yang ia pimpin. ‘’Di Kementerian Kelautan tidak boleh menggunakan plastik sekali pakai ke kantor, kita harap semua begitu. Plastik sekali pakai tidak, buang sampah sembarangan tenggelamkan,’’ ucap Susi lagi. Pawai bebas plastik tersebut diklaim sebagai aksi penolakan terbesar di Indonesia untuk aksi penolakan penggunaan plastik sekali pakai. Beragam acara digelar pada momen itu antara lain pawai, orasi, flash mob, ‘’monster plastik’’ dan pertunjukan musik. Pawai tolak plastik sekali pakai ini merupakan rangkaian dari kegiatan kampanye yang dilakukan oleh koalisi masyarakat sipil yang terdiri atas 49 elemen. Monster plastik berupa ikan raksasa terbentuk dari hasil dari beach clean up yang dilakukan para relawan aksi. (kmb4)
Wujudkan Komitmen Bupati ’’One Agency One Innovation’’
Badung Raih Dua Top 99 Sinovik Nasional 2019
KOMITMEN Pemkab Badung dalam memerangi sampah plastik dan upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui Inovasi Badung Anti Kantong Plastik (BATIK) Berbasis Kearifan Lokal dan Fish Go mendapat apresiasi dan penghargaan dari pemerintah pusat. Penghargaan Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Nasional tahun 2019 diserahkan langsung oleh Menteri PAN dan RB Drs. Syafruddin, M.Si. di Hotel Gumaya Tower Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/7), diterima oleh Kepala Badan Litbang I Wayan Suambara, S.H., M.H. dan Kepala Dinas LHK Kabupaten Badung Drs. I Putu Eka Merthawan, M.Si.
didampingi Kepala Bagian Organisasi I Wayan Wijana, S.Sos., M.Si. Menteri PAN dan RB Drs. Syafruddin, M.Si. dalam sambutannya mengatakan negara hadir untuk menjamin seluruh masyarakat mendapatkan hak-haknya secara cepat dan mudah, sedangkan inovasi lahir karena dinamika kebutuhan masyarakat bergerak sangat dinamis serta ekspektasi terhadap pelayanan pemerintah semakin tinggi. Karena itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada seluruh kementerian, lembaga dan pemerintah daerah karena telah melayani rakyat dengan berbagai inovasi dalam pelayanan publik. Untuk mendorong tumbuh-
nya berbagai inovasi, Kementerian PAN dan RB sejak tahun 2013 telah meluncurkan program One Agency One Inovation melalui gerakan ini telah mampu melahirkan 21 ribu lebih inovasi beberapa di antaranya bahkan telah diakui oleh dunia sebagai terobosan yang sangat baik dalam ajang United Nation Public Service Award (UNPSA). ‘’Seluruh negara di dunia saat ini sedang fokus berupaya meningkatkan inovasi dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publiknya karena inovasi adalah kata kunci untuk dapat meningkatkan kepuasan masyarakat. Oleh karena itu, mau tidak mau, suka atau tidak suka seluruh
instansi pemerintah harus terus mereform diri,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Badan Litbang I Wayan Suambara dan Kadis LHK Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan usai penyerahan penghargaan mengaku sangat bersyukur karena dari 3.156 proposal inovasi yang mengikuti kompetisi, Batik dan Fish Go bisa lolos menjadi Top 99 Inovasi Nasional, hal ini tidak terlepas dari komitmen pimpinan serta sinergitas antarperangkat daerah seraya mengharapkan dukungan agar Batik dan Fish Go bisa lolos Top 45 serta yang paling penting inovasi ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (ad775)
PENGHARGAAN - Kepala Balitbang I Wayan Suambara dan Kepala DLHK Putu Eka Merthawan bersama Menteri PAN RB Syafruddin di Semarang, Kamis (18/7). Inovasi Badung Anti Kantong Plastik (BATIK) Berbasis Kearifan Lokal dan Fish Go mendapat apresiasi dan penghargaan Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Nasional tahun 2019.
2
Senin Pon, 22 Juli 2019
FIGUR
Optimalkan Agen BRILink DALAM rangka mengantisipasi libur hari raya Galungan dan Kuningan, BRI mengoptimalkan agen BRILink sebagai perpanjangan tangan BRI hingga ke pelosok daerah. Terdapat 10.068 agen BRILink di Bali. Di agen BRILink, transaksi yang bisa dilakukan di antaranya setor simpanan ke rekening BRI non BSA, bayar cicilan, bayar listrik, telepon pascabayar, beli pulsa paket data, BPJS, setor pinjaman, setor dan tarik tunai, Top Up Gopay, bayar tiket pesawat, tiket kereta, top up kartu BRIZZI, dan lain-lain. Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ida Bagus K. Subagia mengatakan, pada saat Hari Raya Galungan dan Kuningan, BRI hanya tutup satu hari yaitu pada 24 Juli. Sedangkan pada tanggal 23 dan 25 Juli serta 2 Agustus, operasional berlangsung seperti biasa. Namun masyarakat tetap dapat melakukan transaksi perbankan layaknya di bank melalui 10.068 agen BRILink yang tersebar sampai ke pelosok Bali dan sangat mudah dijumpai. Di samping Agen BRILink, masyarakat juga bisa melakukan transaksi perbankan e-channel BRI, seperti mesin ATM, CRM, EDC, Mobile Banking BRI, BRImo, dan lain-lain. “Bank BRI memiliki 570 mesin ATM dan 91 mesin CRM di Bali yang buka selama 24 jam. BRI juga menyiapkan ke-
butuhan masyarakat akan uang kartal sebesar Rp 352 miliar uang kartal dalam berbagai denominasi menjelang dan selama libur Galungan dan Kuningan,” ujarnya, belum lama ini. Untuk ATM, katanya, BRI menyiapkan kas sebesar Rp 102 miliar. Yaitu pecahan Rp 100 ribu sebanyak Rp 85 miliar dan pecahan Rp 50 ribu sebanyak Rp 17 miliar. Untuk layanan konvensional, pihaknya menyiapkan kas sebesar Rp 250 miliar. “Persiapan kas ini juga mempertimbangkan keluar masuknya uang dari transaksi nasabah H-2 sebelum Galungan dan H+1 setelah Galungan,” katanya. Ia menegaskan, kenyamanan dan kemudahan transaksi yang diberikan oleh BRI tersebut diharapkan dapat diimbangi dengan kehati-hatian nasabah. “Jagalah selalu kerahasiaan nomor PIN Anda, pastikan selalu memeriksa dan menghitung uang sebelum meninggalkan teller. Apabila memerlukan informasi lainnya dapat menghubungi call centre BRI 14017 atau 1500017,” ujarnya. (may)
Ada Kelemahan Struktural pada Sektor Pertanian Denpasar (Bali Post) Pertanian di Bali belum memberikan kontribusi tinggi pada produsennya yaitu petani. Harga komoditi pertanian juga rawan terjadi fluktuasi sehingga merugikan konsumen. Namun, pelaksanaan Pergub Bali Nomor 99 Tahun 2018 dinilai akan meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP). Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP dan NTUP cenderung turun. Kalaupun naik, hanya naik tipis. NTP dan NTUP pada Juni 2019 yaitu 103,58 (naik 0,20 persen mtm) dan 111,72 (turun 0,11 persen mtm), NTP dan NTUP pada Mei 2019 yaitu 103,37 (turun 0,07 persen mtm) dan NTUP 111,83 (turun 0,42 persen mtm), NTP dan NTUP April 2019 yaitu 103,45 (turun 0,66 persen mtm) dan 112,30 (turun 0,08 persen mtm). Dari gambaran NTP dan NTUP itu, nilainya masih di atas 100 yang menunjukkan petani belum mengalami kerugian dalam usaha bertaninya. Namun jika dibedah lebih dalam per subsektornya, akan tampak subsektor-subsektor yang nilainya di bawah 100 yang menandakan petani mengalami kerugian. Seperti subsektor tanaman pangan, perkebunan dan holtikultura, beberapa periode NTP-nya di bawah 100. Menurut pengamat ekonomi Universitas Udayana Prof. Wayan Ramantha, seharusnya dengan rangsangan Pergub Momor 99 Tahun 2018, NTP dan NTUP akan meningkat karena permintaan atas produk pertanian lokal akan meningkat. “Kalau permintaan meningkat, berarti penjualan meningkat, pendapatan meningkat dibandingkan cost-nya yang lebih kecil, akhirnya NTP akan menjadi lebih tinggi,” ujar Ramantha, Sabtu (20/7) lalu. Menurut Ramantha, jika biaya produksi ingin ditekan agar biaya yang dikeluarkan petani untuk berproduksi lebih kecil, maka petani harus membeli dalam jumlah yang banyak, misalnya bibit atau pakan. Dengan pembelian dalam jumlah yang banyak, harganya akan lebih murah. Diharapkan dengan demikian produktivitas pertanian juga lebih tinggi. Demikian juga teknologi. Teknologi sangat penting diterapkan dalam pertanian untuk menghasilkan pertanian yang berkualitas, kontinyuitas dan produktif. Jika bantuan teknologi dilakukan secara massal, pada akhirnya akses teknologi dan biayanya juga menjadi lebih murah.
Jika produktivitas massal mampu meningkatkan kesejahteraan petani, lalu kenapa tidak dilakukan di Bali? Menurutnya, karena ada kelemahan struktural pertanian di Bali. Produktivitas pertanian di Bali rendah karena rata-rata kepemilikan lahan oleh satu orang petani di bawah setengah hektar per orang. Pada akhirnya mereka bekerja di lahan yang sangat sempit tanpa ada dukungan teknologi sehingga produktivitasnya rendah dan ongkosnya menjadi mahal. Akhirnya tidak kompetitif dibandingkan dengan rata-rata kepemilikan lahan di atas lima hektar per petani. Tidak hanya mensejahterakan petani, produktivitas massal juga dapat menekan harga yang berpengaruh terhadap inflasi dan harga di tingkat konsumen karena Break Event Point (BEP) bisa ditekan atau biayanya bisa lebih rendah. Ramantha menilai pertanian dengan produktivitas massal ini bisa diterapkan di Bali, misalnya diwadahi oleh BUMDes atau dengan green house. Green house saat ini sudah mulai ada di Bali. Namun hanya ditanam oleh petani-petani tertentu saja, misalnya petani dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi. “Mereka bisa berinvestasi, tapi kalau investasi mereka lakukan secara sendiri-sendiri, ongkosnya menjadi mahal. Tapi kalau green house itu dilakukan secara massal misalnya dikoordinir oleh pemerintah dalam bentuk bantuan green house, maka bisa memfasilitasi sehingga akhirnya membeli secara bersama-sama dalam jumlah yang banyak. Akhirnya mendapat harga murah dan lebih efisien,” tegasnya. (kmb42)
Bali Post/kmb42
Prof. Wayan Ramantha
Topik : PASAR TANI DI KLUNGKUNG DISERBU PEMBELI
SIDAK - Satpol PP Bali dan Satpol PP Karangasem saat sidak ke lokasi penambangan galian C, beberapa waktu lalu.
Bali Post/kmb16
Pengusaha Legal Diimbau Patuhi Titik Koordinat Galian
Denpasar (Bali Post) Pemerintah Provinsi Bali memiliki kewenangan untuk mengatur persoalan perizinan pertambangan sebagaimana diatur dalam Perda Bali Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan. Berkaitan dengan kewenangan tersebut, aparat penegak perda dalam hal ini Satuan Polisi Pamomg Praja (Satpol PP) Provinsi Bali mengimbau para pengusaha yang telah mengantongi perizinan agar mematuhi titik koordinat galian sesuai izin yang telah diberikan pemerintah. Ketua Satpol PP Provinsi Bali Dewa Gede Dharmadi menegaskan hal itu, Minggu (21/7) kemarin. Menurut Dharmadi, mengingat tidak menutup kemungkinan yang legal sekalipun bisa saja
melanggar melakukan aktivitas eksploitasinya atau tidak sesuai titik koordinat galian seperti izin yang diperolehnya. “Kami akan menggandeng instansi terkait melakukan pengecekan titik koordinat itu di lapangan,” ujarnya. Dari sidak beberapa waktu lalu, kata Dharmadi, pada sejumlah kawasan Galian C ditemukan masih ada penambangan liar tanpa izin yang dilakukan oleh warga. Pihaknya telah memberikan teguran dan surat peringatan kepada yang bersangkutan. “Operasi tidak saja dilakukan bagi pengusaha yang belum berizin. Pengusaha galian C yang legal pun akan disasar,” katanya. Dharmadi mengakui, dalam penertiban galian C ilegal, pihaknya senantiasa menggandeng
Satpol PP kabupaten/kota. Walaupun sidak terindikasi bocor, namun sempat didapati dua pengusaha yang belum mengantongi izin sedang beroperasi. “Kami sudah lanjutkan dengan melayangkan surat panggilan untuk selanjutnya didalami dan dimintai keterangan untuk proses hukumnya,” jelasnya. Menurut Dharmadi, pihaknya tidak lagi melakukan pembinaan terhadap para pelanggaran penambangan ini. Namun, lebih kepada penegakan hukum untuk memberikan efek jera kepada pengusaha yang membandel dan mencoba kucing-kucingan dengan petugas. Guna mengurangi celah aktivitas penggali ilegal, petugas akan memantau terus aktivitas pengusaha ilegal tersebut. (kmb16)
Urgen, Riset di Bidang Pertanian dan UMKM
Denpasar (Bali Post) Berbagai harapan muncul dalam rencana pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah sebagai organisasi perangkat daerah baru di lingkungan Pemprov Bali. Wacana yang digulirkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster ini dinilai sangat sejalan dengan wacana yang berkembang di masyarakat. Utamanya untuk menunjang pengembangan sektor pertanian dan UMKM di Bali. “Hal ini juga sejalan dengan wacana yang sejak dulu didorong oleh Fraksi Partai Golkar agar pemerintah daerah segera mendorong terbentuknya lembaga research and development di tingkat provinsi,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry, Minggu (21/7) kemarin. Menurut Sugawa Korry, lembaga semacam ini sudah sejak lama ada di negara-negara maju seperti Jepang, bahkan Taiwan. Terutama di pemerintah setingkat provinsi dengan didukung oleh lembaga penelitian atau laboratorium yang modern. Khusus di Bali, laboratori-
um untuk penelitian di bidang pertanian dan pengembangan UMKM, termasuk koperasi, LPD dan BUMDes harus lebih diprioritaskan. Di bidang pertanian misalnya, sangat urgen dilakukan penelitian untuk mengatasi penyakit tanaman, seperti CVPD pada jeruk, busuk batang vanili, penyakit pisang, dan lainnya. Inovasi dibutuhkan pula dalam industri pengolahan hasil pertanian. “Begitu juga pengembangan bibit unggul tanaman yang berbasis plasma nuftah Bali yang sesuai dengan kontur dan iklim Bali,” imbuh politisi Golkar asal Buleleng ini.
Penelitian dan pengembangan di bidang UMKM, lanjut Sugawa Korry, sangat penting untuk menunjang inovasi dan kreativitas pengembangan produk-produk khas Bali. Mengingat UMKM belum mampu untuk mengadakan research and development sendiri. Selain itu, riset-riset di bidang sosial, ekonomi dan politik juga penting dilakukan. Seperti riset kepuasan masyarakat terhadap kebijakan publik, orientasi kewirausahaan generasi muda Bali, pengaruh akulturasi budaya terkait dampak pengembangan pariwisata, kebijakan pemerintah, dan lainnya. “Kalau kita punya lembaga research and development yang baik dan modern, ke depan juga bisa berfungsi sebagai daya tarik wisatawan, di mana wisatawan bisa berwisata sekaligus melakukan riset,” paparnya. Sementara terkait implementasi terbentuknya Badan Riset
dan Inovasi Daerah ini, Sugawa Korry menyarankan agar diawali dengan penyusunan tupoksi yang jelas. Kemudian OPD tersebut hendaknya dipimpin oleh figur yang mumpuni di bidang riset dan memiliki kemampuan leadership yang baik. Nantinya Badan Riset dan Inovasi Daerah agar bersifat mengoordinasikan tenaga-tenaga dari perguruan tinggi di Bali yang bisa juga bekerja sama dengan perguruan tinggi nasional maupun internasional. “Badan Riset dan Inovasi tidak perlu punya tenaga peneliti sendiri, cukup mengoordinasi dan mendukung anggaran,” tegasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota Jaya Negara Ucapkan ”Rahajeng Rahina Suci Galungan dan Kuningan” HARI Suci Galungan dirayakan umat Hindu di Bali pada Buda Kliwon Wuku Dungulan, Rabu (24/7) mendatang. Sementara itu Sabtu (3/8) Wuku Kuningan juga merayakan Hari Suci Kuningan. Mulat sarira menjadi pesan dalam catatan perjalanan ke belakang mengevaluasi langkah kita dalam mengamalkan ajaran dharma baik dharmaning agama maupun dharmaning negara. Merencanakan kehidupan dalam memberikan manfaat di masa depan yang lebih baik, sejahtera dan damai. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Wali Kota Denpasar I GN Jaya Negara di Denpasar, Minggu (21/7) kemarin. Rai Mantra mengatakan, kemenangan dharma melawan adharma pada masa kini haruslah diterjemahkan sebagai upaya dan tekad untuk terus berkarya meningkatkan kualitas kehidupan yang seimbang antara material dan spiritual mampu mencapai kebahagiaan dengan selalu berpijak kepada ajaran dharma (agama Hindu) seperti dharma, artha, kama, dan moksa. Toleransi dikaitkan dengan salah satu bunyi sloka dalam agama Hindu, yakni Moksartam jagadita ya ca iti dharma yang berarti tujuan beragama untuk mencapai kesejahteraan jasmani dan ketenteraman batin. Bagaimana menyeimbangkan
MENGUCAPKAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota Denpasar I GN Jaya Negara mengucapkan “Rahajeng Rahina Suci Galungan dan Kuningan”. lahiriah dan batiniah sebagai filosofi hidup dalam agama Hindu. Sementara Tri Hita Karana memberikan suatu titik konsentrasi pada pawongan atau manusianya sebagai pelaku tingkat kesejahteraan batiniah dan lahiriah yang akan dituju. Sehingga tercantum bagaimana pawongan terhadap prahyangan memiliki sifat spiritualitas yang di dalamnya terdapat batiniah. Pawongan dengan pawongan berkaitan dengan manusia dengan manusianya sendiri. Manusia melakukan komunikasi dalam memperkuat tingkat batiniah dan lahiriah manusia yang erat
hubungan dengan Catur Asrama yang meliputi brahmacari, grehasta, wanaprasta, dan biksuka. Pawongan terhadap palemahan bagaimana peran karakteristik manusia sebagai aktor terhadap lingkungannya. Saat sekarang bisa dikatakan dalam hal yang lebih luas meliputi ekosistem lingkungan. Ini menjadi satu pijakan pola pikir manusia secara faktual. Manusia dapat menciptakan suatu pikiran dalam Tri Hita Karana termasuk perkataan dan pada akhirnya bagaimana manusia harus berbuat. Sehingga menimbulkan karakter Tri Hita Karana yang memang bisa di-
adaptasikan dalam kehidupan manusia. Pada zaman kini, perkembangan teknologi informasi akan membawa dampak semakin intensnya interaksi sosial, budaya, ekonomi, politik seantero dunia (globalisasi). Menghadapi perkembangan ini, kita harus membekali diri melalui peningkatan sradha dan mengimplementasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita tidak akan larut atau tergerus serta kehilangan jati diri. Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota I GN Jaya Negara menegaskan, momentum perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan ini hendaknya dijadikan satu titik tolak untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, lebih berkualitas dan mampu mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bersama. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota Jaya Negara menyampaikan ucapan “Selamat Hari Suci Galungan dan Kuningan. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa asung kertha wara nugraha kepada kita sekalian dalam pengabdian kita sesuai dengan swadharma kita masing-masing.” Kedua petinggi Pemkot Denpasar ini juga mengajak seluruh masyarakat Kota Denpasar merayakan Hari Suci Galungan dan Kuningan dengan penuh rasa bhakti dan menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan masingmasing. (ad765)
Senin Pon, 22 Juli 2019
3
Bapenda Kantongi 1.057 Wajib Pajak Baru Mangupura (Bali Post) -
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung terus berupaya meningkatkan pendapatan daerah. Bapenda telah berhasil mengantongi 1.057 wajib pajak yang baru terdata guna mendongkrak pendapatan Gumi Keris. Kepala Bapenda Badung I Made Sutama, Minggu (21/7) kemarin mengakui terus melakukan pendataan wajib pajak. ‘’Kami terus melakukan pendataan dan pendaftaran wajib pajak baru. Setidaknya ada 1.057 wajib pajak baru sampai bulan Juli 2019 ini. Jumlah ini naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya 578 wajib pajak di bulan yang sama pada tahun 2018,’’ ungkapnya. Menurutnya, dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah Bapenda Badung telah melakukan upayaupaya strategis. Seperti melakukan pendataan dan pendaftaran wajib pajak baru, melakukan penagihan piutang pajak daerah dengan melakukan pemasangan spanduk, melakukan koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi maupun Kabupaten untuk mengetahui izin yang sudah dikeluarkan terkait usaha hotel dan restoran) maupun air tanah. ‘’Kami juga melakukan pemantauan secara langsung ke wajib pajak untuk mengetahui transaksi yang ada dari wajib pajak tersebut,” ujarnya. Birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini mengatakan pihaknya telah menyasar transaksi online yang marak digunakan oleh dunia pariwisata sejak 2018. Alhasil, terdapat 98 usaha ditemukan melakukan promosi lewat travel
agent secara online. Dari 98 usaha tersebut, 23 usaha sudah memiliki NPWPD dan sisanya belum mengantongi NPWPD. ‘’Promosi dan bertransaksi secara online juga sudah kami pantau. Beberapa memang sudah punya NPWPD, dan bagi yang belum sudah kita tindak lanjuti dengan melakukan pemanggilan. Waktu ini saja ada sebanyak 75 wajib pajak sudah kita lakukan pemanggilan,’’ terangnya. Tak hanya itu, Bapenda Badung juga gencar melakukan koordinasi dengan travel agent di wilayah Badung. Dari beberapa kali rapat k o o r d i n a s i , Sut a m a m enyatakan pihak OTA seperti Traveloka, Pegi Pegi, Agoda.com, Booking.com dan lain-lain, intinya siap memberikan data partner (usaha hotel dan restoran) yang diajak bekerja sama di wilayah Badung untuk dijadikan sumber data Bapenda. ‘’OTA hanya menjual jasa penjualan kepada partner, tidak mengurusi pengenaan
pajak hotel dan restoran. Namun kami sudah bersurat terkait permohonan data ini, namun sampai saat ini tidak ada yang mengirimkan,’’ ujarnya. Kendati demikian, Sutama mengakui pengawasan biro perjalanan wisata bukan merupakan kewenangan Pemerintah Daerah. ‘’Upaya Bapenda melakukan pemantauan transaksi WP agar bisa diakses secara online juga mendapat apresiasi dari KPK-RI,’’ katanya. Disebutkan, KPK berpandangan bahwa pemantauan transaksi secara online ini mampu mengoptimalkan pendapatan Badung. Karena itu, pihaknya ke depan akan merancang integrasi data dengan DPMPTSP, Disdukcapil, BPN, dan Kantor Pelayanan Pajak untuk mengintensifkan potensi pajak. ‘’Cuma Pemkab Badung harus tetap menjaga konsistensi jumlah kunjungan wisman ke Badung terutama dari sisi kualitas wisman yang berkunjung,’’ tegasnya. (kmb27)
RS Internasional Dinilai Layak Dibangun di Kutsel Mangupura (Bali Post) Rumah sakit (RS) internasional di kawasan Kuta Selatan (Kutsel) dinilai sangat layak dibangun. Mengingat saat ini kawasan Bali Selatan terus berkembang sebagai daerah pariwisata internasional. Untuk itu pemerintah diharapkan untuk mulai merancang pembangunan RS tersebut. Menurut tokoh masyarakat Kutsel, I Wayan Sugita Putra, Bali Selatan atau Badung Selatan saat ini terkenal sebagai daerah pariwisata internasional. Tentu harus pula didukung dengan fasilitas berkelas internasional pula. Oleh karena itu, Ketua
DPC PDI-P Kuta Selatan ini mendorong Pemkab Badung untuk berinvestasi di sektor ini. Apalagi saat ini di kawasan selatan sedang dikembangkan sport tourism. ‘’Pengembangan sport tourism jika dibarengi dengan healthy tourism, tentu sangat pas,’’ katanya, Minggu (21/7) kemarin. Hal ini juga akan berdampak positif untuk sektor pariwisata. Meski demikian, pihaknya menyarankan, dalam pengelolaan RS tersebut, diperlukan konsorsium dan kerja sama yang tepat. ‘’Saya mendorong investasi pemerintah membuat RS internasional. Khusus bertaraf internasional. Kalau
orang berobat bisa di Indonesia atau Bali, kenapa harus ke Singapura atau ke Malaysia? Kita tarik itu, tentunya dengan fasilitas dan layanan berkelas internasional,’’ kata mantan Perbekel Desa Ungasan tersebut. Dengan hadirnya RS bertaraf internasional, tentu juga akan menambah jumlah kunjungan wisatawan ke Bali. Sebab, saat orang datang berobat, tentu akan diikuti anggota keluarga. ‘’Walau tidak tahun ini, tapi hal ini perlu dipertimbangkan untuk investasi di sektor ini. Karena hal ini sangat prospektif ke depannya,’’ ujarnya. (kmb23)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Bagi Info Beasiswa Terlengkap ke Jepang
Pandan College Hadirkan Top Shodoka Sensei INFORMASI terlengkap untuk dapat beasiswa ke Jepang akan disampaikan dalam acara seminar Top Shodoka Jepang Suika Terayama dan Konsultasi Study ke Jepang, Sabtu (27/7), di Hotel Prime Plaza Sanur Hotel di samping Grand Bali Beach Sanur Hotel. ‘’Informasi beasiswa kami terlengkap akan disampaikan pada acara seminar tersebut, sekaligus sensei terbaik untuk Shodo di Jepang saat ini. Sensei Suika Terayama akan hadir melakukan performance pada kanvas besarnya penulisan Shodo terbaik bagi masyarakat Indoensia nanti,’’ kata Kadek Yuliasih, Direktur Pandan College. Penampilan Shodoka terbaik Jepang itu juga akan disertai dengan informasi bagaimana cara terbaik sekolah dan bekerja ke Jepang. Apalagi dengan adanya sistem baru Tokutei Ginou (TG). ‘’Banyak yang bertanya bagaimana sih cara belajar atau studi ke Jepang ke Pandan College. Kita akan sampaikan sedetail mungkin kepada semua peserta supaya bisa tahu prosesnya dan dijauhi dari segala kesulitan atau penipuan pihak lain yang berusaha memanfaatkan kesempatan itu bagi orang yang tidak tahu cara-cara pergi ke Jepang,’’ tambahnya. Demikian pula sistem kerja Jepang yang baru bagi orang asing, TG, akan dijelaskan Chairman Pandan College yang memang spesialis mengenai segala sesuatu terkait Jepang, baik soal pendidikan, pekerjaan maupun segala sesuatu terkait Jepang, domisili sedikitnya 30 tahun di Tokyo selama ini. Selain acara seminar yang pertama kali itu mengenai Shodo, sangat positif bagi pendidikan dan pembentukan karakter seseorang. Pandan College
juga akan menyampaikan beasiswa khusus bagi para pelajar Sekolah Dasar di Indonesia yang kini telah dilakukannya selama 12 kali setiap tahunnya dan 48 pelajar SD di Indonesia telah menerima beasiswa tersebut saat ini. Pandan College yang didirikan 12 tahun lalu dalam perjalanannya juga memberikan paket-paket khusus, termasuk belajar gratis bagi para pelajar yang belum pernah belajar bahasa Jepang. ‘’Benar, itu semua untuk semakin memasyarakatkan bahasa Jepang dan budayanya di Indonesia agar semakin meluas wawasan kita semua mengenai negeri Sakura tersebut dengan segala sopan santun dan keindahan alamnya,’’ ucapnya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya pelajar Indonesia belajar ke negeri Sakura dengan mengambil pengalaman dan semua manfaat positif yang bisa diperolehnya dan membawa pulang ke Indonesia untuk membangun bangsa dan
tanah air lebih maju lagi di masa mendatang. Bagi yang ingin hadir dalam seminar gratis tersebut silakan datang langsung, tak perlu mendaftar terlebih dulu. Atau bisa hubungi nomor telpon 0361-255225, 0361-8424261 maupun email info@sekolah.biz. ‘’Kemungkinan kita akan berikan hadiah yang diundi bagi beberapa pengunjung yang beruntung. Siapa tahu bisa mendapatkan barang Made in Japan itu di acara seminar Shodo tersebut,’’ ungkap Yuli. Apakah hadiah itu tiket pesawat ke Jepang atau benda lain, Yuli belum mau memberitahukannya. ‘’Silakan datang ke seminar itu, pokoknya menarik deh acaranya,’’ tekannya lagi. Pandan College yang didirikan 12 tahun lalu juga spesialis di bidang pengajaran bahasa Jepang bagi para perawat atau penopang lansia yang ingin bekerja ke Jepang, dalam kerangka kerja sama ekonomi IndonesiaJepang. (ad771)
Semarak HUT Ke-73 BNI
Dimeriahkan Senam Bersama dan Berbagai Lomba Anak-anak PUNCAK perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-73 BNI diselenggarakan dengan sangat meriah di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Minggu (21/7) kemarin. Acara yang dikemas dalam bentuk olahraga dan hiburan tersebut tidak hanya melibatkan keluarga besar BNI Group, tetapi juga diikuti masyarakat umum dari Kota Denpasar dan sekitarnya. Acara yang diawali dengan senam bersama tersebut dimeriahkan berbagai lomba anak-anak, food truck & food bazaar, hiburan musik dan puluhan doorprize menarik. Ketua Panitia Agung Setyanto menjelaskan, kegiatan family gathering tersebut dilaksanakan untuk memeriahkan HUT BNI yang jatuh pada 5 Juli 2019 lalu. ‘’Sebelumnya juga telah dilaksanakan berbagai pertandingan olahraga dan seni antarunit, sepeda santai dengan melibatkan 46 cyclist serta donor darah,’’ lanjutnya. Seluruh transaksi di food truck & food bazaar yang digunakan dalam acara tersebut juga menggunakan aplikasi Link Aja. Sementara itu, I Made Sukajaya selaku Pemimpin BNI Kantor Wilayah Denpasar mengungkapkan sejak didirikan pertama kali pada 5 Juli 1946, BNI terus tumbuh dan berkembang untuk mengawal pembangunan di berbagai sektor, sesuai dengan tagline BNI ‘’Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa’’. Tema yang disematkan pada HUT ke-73 BNI sendiri adalah ‘’Bersama Menjadi Luar Biasa’’, sebuah semangat yang menjadi kekuatan bagi seluruh insan BNI untuk bertahan selama tujuh dekade lebih. Didirikan pada 5 Juli 1946, PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Senin Pon, 22 Juli 2019
Magical Nine BROS
Tambah Dua Layanan Unggulan SEMBILAN tahun sudah Bali Royal Hospital (BROS) melayani masyarakat Bali. Sebagai salah satu rumah sakit swasta di Bali, BROS tidak hanya mendukung program pemerintah dengan melayani pasien JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), tetapi juga terus mengembangkan layanan unggulannya. Pada tahun 2019, di usianya yang menginjak sembilan tahun, BROS menambah dua layanan unggulan yaitu layanan Bariatik Surgery dan layanan Sport Therapy. Direktur BROS dr. Dwi Ariawan, MARS. yang ditemui pada perayaan Acara Puncak HUT BROS, Sabtu (20/7), mengatakan untuk perayaan HUT ke-9 BROS yang jatuh pada tanggal 17 Juli 2019, BROS mengambil tema ‘’Magical Nine’’. Tema ini diambil karena BROS ingin menjadi fasilitas kesehatan di Bali yang bisa memberikan harapan bagi masyarakat khususnya yang menderita sakit menahun untuk mendapatkan kesembuhan maupun kondisi yang lebih baik setelah berobat ke BROS. Dalam perayaan HUT yang ke-9 ini selain acara-acara seperti seminar ilmiah, bakti sosial sampai kegiatan tirtayatra, BROS mengenalkan kembali layanan unggulannya yaitu layanan Bayi Tabung yang sudah dilengkapi dengan teknologi terbaru seperti Lazer untuk pemeriksaan PGD. Selain layanan bayi tabung di tahun ini juga diluncurkan dua layanan unggulan baru yaitu Bariatik Surgery dan Sport Therapy. Layanan Bariatik, lanjut Dwi Ariawan, diperuntukkan bagi pasien yang mengalami obesitas dan kesulitan menurunkan berat badan meski sudah melakukan berbagai macam cara. ‘’Inilah maksud magical-nya. Pada saat segala cara sudah dilakukan tidak berhasil, BROS menawarkan layanan yang bisa memecahkan permasalahan pasien,’’ ujarnya. Dalam mendukung layanan Bariatrik ini, pihak BROS telah
HUT BROS - Jajaran Direksi dan Dewan komisaris PT Putra Husada Jaya (BROS) dalam acara perayaan puncak memperingat HUT ke-9 BROS, Sabtu (20/7). memiliki SDM serta saranaprasarana yang mendukung. Layanan unggulan lain yang juga di-soft launching adalah layanan sport therapy. Untuk layanan ini difokuskan pada pasien yang mengalami cedera pada saat olahraga ataupun ingin meningkatkan kemampuan fisiknya dalam berolahraga. Direktur PT Putra Husada Jaya Ir. Ida Bagus Indrajaya menambahkan, layanan-layanan unggulan yang diluncurkan BROS selalu melalui studi kasus terlebih dahulu. ‘’Setelah melihat dari studi kasus dan keinginan masyarakat, maka tahun ini akan diadakan layanan unggulan Bariatrik dan Sport Therapy,’’ ujarnya. Untuk mendukung layanan unggulan ini, katanya, pihak PT sudah menyiapkan hal yang dibutuhkan, baik SDM, sarana dan prasarana. Sementara itu, Direktur Operasional PT Putra Husada Jaya dr. Gede Harsa Wardana, M.M., MARS. Mengatakan, layanan unggulan BROS membuatnya berbeda dari rumah sakit lainnya. Dalam hal pelayanan di era JKN,
layanan unggulan ini menjadi salah satu langkah BROS untuk bisa meningkatkan pendapatan. ‘’Rumah sakit swasta selain mendukung program pemerintah tentu memerlukan pendapatan, sehingga membutuhkan layanan unggulan yang berbeda dari rumah sakit lain. Inilah yang akan terus dikembangkan oleh BROS,’’ paparnya. Tidak hanya mengembangkan layanan unggulan, BROS juga melebarkan jaringannya dengan klinik satelitnya yaitu Klinik SMC yang ada di Sanur dan dengan RS KDH Singaraja yang sudah berjalan tahun ke-3. Dalam rangkaian perayaan HUT-nya yang ke-9, adapun acara yang telah digelar adalah persembahyangan bersama dan malukat ke Pura Taman Campuhan Sala Bangli dan Pura Candi Narmada. Menggelar acara donor darah serta kunjungan dan CSR ke Panti Wreda Wana Sraya. Selain itu untuk mendukung layanan unggulan digelar seminar ilmiah dengan tema ‘’Bariatric, Sport Injury Management’’ dan mengenai seminar bayi tabung. (ad769)
Menanamkan 9 Pilar HardysCorp kepada Seluruh Personel Melalui HardysCorp Gathering
HUT BNI - Tema yang disematkan pada HUT ke-73 BNI adalah ‘’Bersama Menjadi Luar Biasa’’, sebuah semangat yang menjadi kekuatan bagi seluruh insan BNI untuk bertahan selama tujuh dekade lebih. Tbk. atau BNI menjadi bank pertama milik negara yang lahir setelah kemerdekaan Indonesia. Lahir pada masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, BNI sempat berfungsi sebagai bank sentral dan bank umum sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 2/1946, sebelum akhirnya beroperasi sebagai bank komersial sejak tahun 1955. Oeang Republik Indonesia atau ORI sebagai alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan pemerintah Indonesia pada 30 Oktober 1946, dicetak dan diedarkan oleh BNI. BNI sendiri baru saja mendapat penghargaan sebagai The Best Government Bank in Service Excellence 2019 yang diberikan Majalah
Infobank dan Marketing Research Indonesia (MRI) dalam ajang 16th Banking Service Excellence Awards 2019. BNI sebagai bank BUMN berhasil meraih penghargaan bergensi ini karena dinilai paling berhasil dalam melakukan transformasi layanan digitalnya. Sementara itu, untuk memberikan kemudahan dan mengakomodasi berbagai kepentingan nasabahnya, BNI memberikan layanan keuangan terpadu (BNI Financial Service Group), di mana dalam layanan ini BNI didukung beberapa anak perusahaan, yaitu BNI Syariah (perbankan syariah), BNI Life (asuransi), BNI Securities dan BNI Asset Management (pasar modal), serta BNI Multifinance (pembiayaan). (bns1)
HARDYSCORP sejak didirikan Gede Hardy dan Ketut Rukmini Hardy pada 11 Juli 1997 selalu menekankan akan keseimbangan antara tiga hubungan yang sering disebut Tri Hita Karana. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan HardysCorp untuk menjaga keseimbangan antara manusia, salah satunya menjaga hubungan antarseluruh personel adalah HardysCorp Gathering yang dilakukan sebagai rangkaian perayaan Anniversary HardysCorp setiap tahunnya. HardysCorp pada Anniversary ke-22, pada 11 Juli 2019 kali ini mengadakan kegiatan HardysCorp Gathering yang dilaksanakan pada Minggu (14/7) di Hardys Residence By Pass Garden yang merupakan ajang untuk menjalin tali silaturahmi antarseluruh personel HardysCorp. Tentunya hal tersebut akan meningkatkan semangat dan kinerja dari setiap personel HardysCorp. Selain sebagai ajang silaturahmi antarseluruh personel, HardysCorp Gathering juga menjadi ajang untuk mensyukuri dan berdoa bersama di usia 22 tahun kiprah HardysCorp. Semoga dengan spirit sesuai tema Anniversary ke-22 HardysCorp yaitu ‘’HardysKerjaTuntas’’ HardysCorp dapat menuntaskan agenda-agenda utama di
BERSAMA HardysCorp - Foto bersama seluruh insan HardysCorp beserta keluarga. tahun 2019. Kegiatan HardysCorp Gathering kali ini tidak hanya mengajak seluruh personel di lingkungan HardysCorp, tetapi juga mengajak keluarga dan generasi penerus HardysCorp yaitu Hillary Angelina Gardenia Hardy, Lilly Harmony Hardy, Jasmine Lovely Hardy dengan mengajarkan untuk terus menjaga dan menjalin tali silaturahmi antarsesama. Rangkaian acara HardysCorp Gathering diharapkan akan meningkatkan semangat dari seluruh personel melalui implementasi 9 Pilar HardysCorp. Gede Hardy selaku Founder dari HardysCorp
sangat meyakini bahwa berdiri kokoh suatu usaha tergantung dari seberapa kuatnya pilar-pilar yang membangun fondasi usaha tersebut. Diyakini HardysCorp akan tetap berdiri kokoh jika pilar-pilar yang membangun HardysCorp sampai dengan 22 tahun berkiprah, bahkan untuk seterusnya jika seluruh personel dari HardysCorp dapat mengimplementasikan 9 Pilar HardysCorp dengan tahu, hafal, faham, dapat melaksanakan, mampu mengubah diri sendiri dan orang lain dan mampu memberikan testimoni dari 9 Pilar HardysCorp tersebut. (ad774)
’’Grand Opening’’ Hideaway Residence
Mengedepankan Pelayanan, Tawarkan Hunian Eksklusif dengan Desain Elegan MENJADI salah satu dari ratusan pengembang properti terpercaya di Bali, Hideaway Development dengan jargon ‘’Building with Heart’’ saat ini dengan bangga mengumumkan peresmian salah satu properti barunya. Properti teranyarnya ini merupakan hunian yang eksklusif dengan desain elegan yang diberi nama ‘’Hideaway Residence’’ Ungasan Bali dengan jargon tersendiri yaitu ‘’Your Home Away From Home’’. Peresmian sekaligus grand opening yang ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng ini dilakukan di Hideaway Residence Ungasan, Bali, Sabtu (20/7). Pada kesempatan tersebut juga diserahkan secara simbolis kunci kamar oleh Owner Hideaway Residence Ungasan Gunawan Satya Dharma kepada GM Hideaway Development Wayan Muka. Grand opening dihadiri para tamu undangan dari travel agent, manajemen pengelola Hideaway Development, serta investor Hideaway Residence. Gunawan Satya Dharma mengatakan Hideaway Residence adalah hunian istimewa yang terletak di Ungasan, Kuta Selatan, Bali. Mengusung konsep natural,
Hideaway Residence dilengkapi dengan fasilitas yang sudah menjadi idaman setiap masyarakat yang ingin berinvestasi, mulai dari kelas menengah ke atas. Terlebih, Hideaway Residence tidak mengutamakan profit (profit oriented), namun lebih mengedepankan pelayanan (service oriented). ‘’Saya yakin, adanya Hideaway Residence di Ungasan ini, selain bermanfaat bagi penguni rumahnya, juga akan memberi bermanfaat bagi masyarakat lokal. Apalagi, kami lebih mengedepankan pelayanan dibandingkan profit,’’ ujar Gunawan di sela-sela peresmian dan grand opening. Sementara itu, Wayan Muka menjelaskan Hideaway Residence memiliki 26 unit dengan desain yang elegan dan mewah, serta pemandangan landscape yang mengagumkan dari laut selatan Bali. Situasi yang tenang dan nyaman serta jauh dari tengah kota, menjadi suasana yang paling dinantikan setiap orang yang ingin tinggal atau berlibur di seputaran area Kuta Selatan ini. Hideaway Residence memiliki 2 bedroom dan 3 bedroom villa yang terdiri dari 6 unit untuk vila tipe 2 bedroom
dan 3 unit untuk vila dengan tipe 3 bedroom villa. Setiap unitnya memiliki fasilitas kamar tidur, kamar mandi di setiap kamar, kolam renang, ruang tamu, garase dan dapur beserta peralatan dapurnya. Vila ini juga menyediakan sarapan pagi berdasarkan permintaan tamu. ‘’Untuk rate kami dipatok mulai dari Rp 1,5 juta untuk two bedroom dan Rp 2,5 juta untuk three bedroom. Pemesanan atau booking bisa dilakukan langsung melalui website kami di www. hideawayresidencebali.com maupun melalui Online Travel Agent (OTA),’’ tandas Wayan Muka. Saat ini, Hideaway Residence telah bekerja sama dengan delapan OTA, sehingga dapat memudahkan wisatawan untuk memesannya. Apalagi, selama masa opening disediakan banyak promo menarik. ‘’Di 8 plugin market place OTA bisa memesan vila kami dengan banyak promo. Baik itu basic deal, early bird, two night stay dan banyak promo lainnya,’’ ungkapnya. Lebih lanjut Wayan Muka menuturkan, Hideaway Residence Ungasan lokasinya sangat
strategis. Yaitu hanya berjarak 30 menit berkendara dari Bandara International Ngurah Rai, 11 menit menuju GWK dan 14 menit menuju Pantai Pandawa. ‘’Selain dekat dengan Pantai Pandawa, hanya dengan jarak berkendara beberapa menit saja, para penghuni juga dapat menjelajahi berbagai pantai, seperti Pantai Melasti, Pantai Dreamland, Pantai Nyang-Nyang, Pantai Labuan Salt, juga Pantai Nusa Dua dengan Waterblow-nya yang terkenal,’’ ujarnya. Bagi Anda yang sangat senang berwisata untuk menikmati pemandangan pura cantik sembari mengagumi terbenamnya matahari yang indah dari atas tebing, Anda hanya akan menghabiskan waktu 19 menit berkendara dari Hideaway Residence menuju Pura Uluwatu yang melegenda. Semua ini merupakan alasan yang tepat bagi setiap investor untuk semakin yakin dalam menginvestasikan Hideaway Residence. Apalagi, Hideaway Residence dilengkapi dengan Lounge & Spa South Gravity Lounge. Bahkan, bagi penghuni yang ingin merelaksasikan tubuh
GRAND OPENING - Owner Hideaway Residence Ungasan Gunawan Satya Dharma (kanan) menyerahkan secara simbolis kunci kamar Hideaway Residence kepada GM Hideaway Development Wayan Muka pada acara Grand Opening Hideaway Residence Ungasan, Sabtu (20/7) petang. dengan pijatan khas Bali, tentu Hidden Spa (H Spa) menjadi tempat yang tepat untuk melepas lelah sehari penuh berlibur di Bali Selatan. ‘’Fasilitas yang mewah, pijatan yang memanjakan dari terapis
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
yang profesional dan suasana yang nyaman dengan suara air mancur juga suguhan pemandangan luas dari perbukitan dapat anda nikmati saat memilih H Spa untuk merawat tubuh anda,’’ pungkasnya. (ad620)
DAERAH
Senin Pon, 22 Juli 2019
5
Keberadaan Ketua KSU Dana Asih Belum Terlacak
Gianyar (Bali Post) -
Bali Post/ist
DITAHAN - Sindikat pengedar narkoba saat ditahan di Kantor BNNK Badung.
Bandar Narkoba Ditangkap
Mangupura (Bali Post) Tim Berantas BNNK Badung mengungkap sindikat pengedar narkoba di wilayah Buduk, Mengwi, Sabtu (20/7) lalu. Bandarnya adalah mantan napi I Nyoman Widiantara alias Pak Man. Terungkapnya kasus ini berawal dari dibekuknya anggota jaringan Widiantara, yaitu I Nyoman Aryadi Saputra alias Mang Embe (28), Zakaria (25) dan Heri Hariyono (20). ‘’Bandar narkoba tersebut (Widiantara - red) pada Januari 2019 baru saja keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan karena terlibat kasus narkoba. Penangkapan pertama terhadap pelaku, kami lakukan di areal pelang papan nama GKII di pinggir Jalan Raya Tuka, Desa Dalung, Kuta Utara, Badung,’’ ujar Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H., Minggu (21/7) kemarin. Terungkapnya kasus ini, lanjut Masmini, Tim Pemberantasan BNNK Badung menerima informasi terkait peredaran narkoba yg diduga dilakukan seorang laki-laki berasal dari Buduk, biasa dipanggil Mang Embe. Berdasarkan informasi tersebut petugas melakukan penyelidikan dan memburu pengedar narkoba tersebut. ‘’Kami mendapat informasi juga kalau Mang Embe ini, selain sebagai pengedar, dia juga bersama teman-temannya kerap pesta nerkoba di rumahnya,’’ ungkapnya. Selanjutnya pada Sabtu pukul 21.45 Wita, tim yang dipimpin Kepala BNNK Masmini bergerak menggerebek rumah Mang Embe. Setibanya di TKP, depan papan nama GKII di pinggir Jalan Raya Tuka, Desa Dalung, Kuta Utara, Badung, dilihat Mang Embe di depan gang rumahnya dengan gelagat mencurigakan yang dibonceng tersangka Zakaria. Selanjutnya Tim Brantas melaksanakan surveilance dengan menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba pelaku berhenti di TKP karena merasa dibuntuti petugas. Tersangka Mang Embe langsung membuang tisu warna putih yang di dalamnya berisi 1 paket sabu-sabu (SS). Saat itulah petugas langsung meringkusnya. ‘’Kedua pelaku sempat berontak saat ditangkap. Setelah diberi penjelasan akhirnya mereka menyerah,’’ tegasnya. Kedua pelaku terus terang
mengakui telah mengambil paket SS yang dibungkus tisu warna putih itu. Rencannya mereka akan pesta SS bersama Heri. Selanjutnya petugas mencari Heri sedang menunggu SS di tempat kosnya Zakaria di Banjar Kaja, Desa Dalung. Tersangka berhasil diciduk dan dia mengakui ikut patungan membeli SS seharga Rp 400.000. Rencananya SS tersebut akan digunakan bersama-sama di rumahnya Mang Embe. Untuk mengecek kebenaran pengakuan pelaku tersebut, tim langsung menuju rumah Mang Emba dan di kamarnya diamankan seperangkat alat penghisap SS (bong). Air di dalam bong masih hangat dan diakui ketiga orang tersebut bahwa mereka baru saja selesai menyalahgunakan sabusabu. Karena kekurangan sehingga mereka membeli lagi. Hasil pemerikaan ketiga pelaku tersebut, mengarah kepada Widiantara. Pada Sabtu pukul 22.00 Wita, petugas meringkus tersangka Widiantara di rumahnya di Banjar Tengah, Desa Buduk, Mengwi, Kabupaten Badung. Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan diamankan 1 paket SS setelah dilakukan penimbangan beratnya 10,8 gram. Penggeledahan dilanjutkan di kamar tersangka Widiantara, di lantai kamarnya ditemukan satu bendel plastik klip, 1 buah alat penakar SS berupa pipet yang ujungnya lancip berwarna ungu, 1 roll selotip warna bening, 1 buah gunting kecil, 1 buah Iphone. Waktu diinterogasi, Widiantara mengakui SS tersebut adalah miliknya sendiri yang didapatkan dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Denpasar dengan cara membeli seharga Rp 12 juta. Rencananya akan dijual kembali kepada para pemesannya dengan harga per paket berkisar antara Rp 400.000 hingga Rp 500.000. Terkait kasus ini, petugas mengamankan barang bukti satu paket SS seberat 0,39 gram bruto atau 0,2 gram netto, satu paket SS seberat 10, 8 gram bruto atau 10,41 gram netto, satu bendel plastik klip, satu buah pipet plastik warna ungu ujungnya lancip untuk menakar SS, satu buah timbangan digital warna silver, satu roll isolasi bening, gunting dan HP. (kmb36)
Bali Post/lun
KAMPUH - Umat sedang memperbaiki kampuh Ida Batara Natar Sari menjelang prosesi malancaran selama 42 hari.
Mulai Galungan, Ida Batara Natar Sari ’’Malancaran’’ 42 Hari
Tabanan (Bali Post) Ida Batara Sakti Nawa Sanga Kahyangan Jagat Luhur Natar Sari Apuan, Tabanan kembali kairing malancaran ke jaba kuta, mulai Galungan Rabu (24/7) ini. Prosesi yang berlangsung selama 42 hari ini serangkaian pujawali di pura tersebut pada 7 September mendatang. Manggala Karya Ketut Cakra didampingi Penyarikan Karya Made Cendoarsa dan Penyarikan Kahyangan Jagat Luhur Natar Sari Wayan Subandi, Minggu (21/7) kemarin menyampaikan, prosesi panangiang Ida Batara sudah dilangsungkan Selasa (16/7) lalu bertepatan dengan Purnama Kasa. Pada penampahan Galungan Selasa (23/7) dilanjutkan dengan prosesi ngeratep. Pada hari raya Galungan, Ida Batara kairing malancaran dimulai dari wewidangan Desa Adat Apuan dan Desa Adat Jelantik kemudian menuju jogan Ida Batara di Pura Pucak Padangdawa untuk mengikuti prosesi ngyasa kerthi malam hari. Dari pura ini, Ida Batara kairing malancaran ke jaba kuta sisi kangin, selama 42 hari. Ida Batara akan masucian ke Segara Batu Bolong tiga hari menjelang pujawali, Rabu (4/9).
Puncak pujawali dilangsungkan pada Tumpek Krulut 7 September mendatang. Pada pujawali kali ini juga ngarawuhin tapakan barong dari lima kabupaten di Bali. Seperti diketahui, prosesi ngunya atau malancaran ini merupakan tradisi unik yang dilangsungkan secara rutin setiap tiga tahun sekali menjelang pujawali agung (karya gede) di pura ini. Selama berlangsungnya prosesi malancaran ke jaba kuta sisi kangin kali ini, Ida Batara Sakti Nawa Sanga kairing nyinarin umat di wilayah Kabupaten Tabanan, Badung dan Gianyar. Selama prosesi itu umat ngiring Ida Batara dengan berjalan kaki. Ada sekitar 108 pura yang dituju dalam prosesi itu. Selama prosesi itu Ida Batara kairing masucian di Beji Natar Sari Pucak Padangdawa, Beji Pura Pucak Tinggah Angseri, Beji Pura Campuan Ubud dan Pura Sada Kapal. Di Pura Sada, Ida Batara masucian sekaligus napak pertiwi. Terakhir melasti di Segara Batubolong. Di samping itu Ida tedun napak pertiwi ngyasa kerthi karya di jogan Ida di Pura Luhur Pucak Padangdawa dan di Pura Luhur Pucak Bukit Gede Poyan. (08)
Pascademo yang berlangsung Jumat (19/7) lalu, pemilik Koperasi Serba Usaha (KSU) Dana Asih belum terlacak atau belum menunjukkan batang hidungnya hingga Minggu (21/7) kemarin. Sementara Dinas Koperasi Kabupaten Gianyar nampak tak bisa berbuat banyak dengan kondisi ini, padahal para nasabah koperasi kehilangan uang miliaran rupiah. Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Gianyar Dewa Mahayasa mengaku sudah ikut melakukan pemantauan terhadap KSU Dana Asih yang berlokasi di Banjar Negari, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati. Ia mengaku sudah mengetahui masalah yang membelit koperasi tersebut sejak beberapa bulan lalu, atas informasi aparat desa setempat. Sebagai tindak lanjut, kala itu pihaknya langsung melakukan pertemuan dengan pengurus dan anggota koperasi pada 14 Mei 2019. Dikatakan, kala itu sudah disepakati untuk membentuk tim penyelesaian. Selanjutnya guna memantau progres tim penyelesaian, Diskop kembali mengundang pengurus dan tim penyelesaian pada 18 Juni 2019. ‘’Kami undang
pengurus dan tim penyelesai ke Diskopi ternyata keduanya tidak datang. Pada 5 Juli kami lagi mengundang ke kantor, cuman ketua koperasinya,’’ ujarnya. Sementara itu, saat dikunjungi ke rumah I Made Jaya Antara, nampak ada pihak keluarga. Namun mereka tidak tahu di mana keberadaan pemilik KSU Dana Asih itu, seperti yang diakui Anik, salah seorang anak perempuan I Made Jaya Antara. ‘’Mau cari bapak? Tapi bapak tidak di rumah,’’ ujar Anik saat ditemui di rumahnya. Anik mengungkapkan, orangtuanya hanya pulang sebentar untuk sembahyang, lalu pergi lagi. Hal ini sudah dijalani orangtuanya sejak beberapa bulan terakhir. ‘’Sempat pulang, pas odalan sembahyang. Lalu pergi lagi,
Bali Post/nik
KSU - Suasana KSU Dana Asih yang ada di Banjar Negari, Desa Singapadu Tengah, Sukawati. tidak tahu di mana,’’ katanya. Anik pun mengaku tidak tahu persis mengenai masalah yang dihadapi ayahnya. Sepengetahuannya, sang ayah tengah berusaha mengupayakan pengembalian dana nasabah. ‘’Bapak sedang berupaya nyari uang untuk mengganti,’’ terangnya. Menurut Anik, hanya orangtuanya yang tidak ada di rumah. Sedangkan Anik dan adik laki-lakinya beraktivitas biasa, termasuk kuliah dan sekolah. Terlebih menjelang
Galungan ini, Anik dibantu neneknya seperti biasa mempersiapkan hari raya Galungan. ‘’Itu kan tradisi, harus tetap kita lakukan,’’ ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Bendesa Pakraman Negari I Wayan Latra mengatakan sejak beberapa bulan ini Jaya Antara nyaris berhenti ngayahang adat secara fisik. Sementara urunan adat tetap dibayar sesuai ketentuan yang berlaku. ‘’Walaupun tidak di rumah, urunan adat tetap aktif dibayar. Cuma ayah-
ayahan fisik tidak pernah hadir. Seperti waktu odalan pas Tumpek Uduh, dia tidak ngayah tapi tetap urunan,’’ jelasnya. Latra pun mengaku tidak menyangka salah satu kramanya ini bermasalah. Sebab, dari penampilan luar, Made Jaya Antara dikenal baik. ‘’Dulu pernah sebagai pegawai LPD Negari. Lalu dipercaya untuk mengelola koperasi sehingga di LPD ditugaskan menjadi pengawas,’’ tandasnya. (kmb35)
Tabur Bunga di TMP Pancaka Tirta
Kenang Jasa Pejuang, Berharap Terjalin Persatuan dan Kesatuan Denpasar (Bali Post) Memperingati Hari Bhakti Adyaksa (HBA) yang ke-59, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Minggu (21/7) kemarin melakukan ziarah sekaligus tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pancaka Tirta Tabanan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kajati Bali
Idianto. Salah satu tujuan digelarnya kegiatan ini yakni mengenang kebesaran jiwa para pahlawan negeri ini. Sekaligus bersyukur dan rasa sujud terima kasih yang mendalam buat para pahlawan. ‘’Kita bisa begini (merdeka) karena mereka. Tanpa mereka
mungkin kita masih hidup di zaman penjajahan. Untuk itu, kita mengenang mereka dan melaksanakan apa yang diharapkan para pejuang bangsa terdahulu,’’ tandas Kajati Bali yang baru beberapa pekan lalu dilantik tersebut. Lantas di usia yang ke-59 ini, apa harapan kejaksaan?
Kajati menjelaskan sebagaimana tema hari Adyaksa tahun ini, pihaknya harus meningkatkan pengabdian dalam rangka menjalin persatuan dan kesatuan. Terlebih, bangsa Indonesia baru saja rampung dan sukses menggelar pesta demokrasi lima tahunan yakni pilpres
dan pileg. ‘’Sesuai apa yang kita tahu kita baru saja melaksanakan pilpres, di pelaksanaan pilpres ini banyak sekali pertentangan-pertentangan, hoax dan lain-lain, jika dulu ada yang saling serang saat ini saatnya membangun bangsa ini khususnya di Bali,’’ harapnya. (kmb37)
VETERAN Pejuang Kemerdekaan dan Veteran Pembela Provinsi Bali Kabupaten Badung dan Kota Denpasar melaksanakan olahraga bersama dan kunjungan di Monumen Perang Kemerdekaan Republik Indonesia 1945 di Mumbul, Nusa Dua, Badung, Jumat (19/7) lalu. Kegiatan ini dilaksanakan serangkaian peringatan Hari Veteran Nasional 10 Agustus mendatang dan menyambut HUT ke-74 RI, 17 Agustus 2019. Menurut Ketua Mada LVRI Provinsi Bali I Gusti Bagus Saputra, S.H., di tempat tersebut pernah terjadi pertempuran antara tentara Belanda dengan gerilya Kuta Badung pada 5 Mei 1946 yang dipimpin Pak Karo, Greh dan kawan-kawan. Banyak veteran gugur di tempat tersebut. Atas peristiwa ini, DPD LVRI Provinsi Bali seizin Pemerintah Provinsi Bali dibangun sebuah monumen yang kemudian diberi nama Monumen Pahlawan Perang Kemerdekaan Republik Indonesia 1945. Monumen ini merupakan Markas Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Monumen ini juga didukung LVRI Veteran Badung dengan jumlah 840 ang-
gota dan Kota Denpasar 254 orang. Di atas lahan seluas 4,3 hektar, sebenarnya Monumen MPPKRI ini dibangun. Veteran terus berjuang dan mempertahankan lahan ini agar tidak diambil alih pihak lain. Legiun Veteran Provinsi Bali, Kabupaten Badung dan Kota Denpasar tetap memohon kepada Gubernur Bali agar tanah seluas satu hektar yang telah dibangun sebuah monumen ini dipercepat status tanahnya menjadi Hak Guna Pakai. (HGP). Dengan demikian, tidak menimbulkan masalah lagi di kemudian hari. Awalnya luas tanah milik Legiun Veteran Provinsi Bali seluas 4,3 hektar dan kini hanya tersisa 1 hektar. Bagus Saputra juga menegaskan dengan cepatnya penyelesain status dari Monumen Pahlawan Perang Kemerdekaan Republik Indonesia 1945 Mumbul Nusa Dua ini, pembangunannya dapat segera diselesaikan. Didampingi Ketua DPC Ketua LVRI Badung I Gusti Ngurah Sandiarta dan Ketua LVRI Kota Denpasar Jro Wilaja mempertegas tujuan pembangunan monumen yaitu untuk melestarikan jiwa dan semangat nilai 1945 ke generasi penerus bangsa. ‘’Di monumen ini juga akan
mengabadikan nama-nama para pejuang yang telah gugur di medan perang, sejumlah 1.373 pejuang, termasuk veteran pejuang dan pembela Provinsi Bali yang masih hidup pun akan diabadikan dalam ruangan monumen ini,’’ kata Bagus Saputera. Ke depannya monumen ini juga diharapkan menjadi sebuah monumen budaya patriot herois dan objek wisata yang mengandung nilai-nilai kepahlawanan. Pengelolaan dan pemeliharaannya telah dikerjasamakan dengan PT Putra Inti Lumayan Denpasar. Dengan berdirinya monumen ini nantinya setiap kegiatan Legiun Veteran Bali, Badung dan Kota Denpasar seperti pengobatan gratis para veteran, donor darah serangkaian HUT Veteran Nasional, olahraga bersama dapat dilaksanakan di monumen ini secara rutin. Sementara itu, Ir. I Nyoman Swastika, Komisaris PT Putra Inti Lumayan Denpasar, merasa senang dengan kegiatan olahraga bersama dan kunjungan ini. Ia mengatakan monumen ini adalah milik Legiun Veteran Provinsi Bali. Pihaknya hanya menjaga dan merawat sehingga tetap terjaga keindahan dan kebersihannya. ‘’Mohon dukungan-
nya secara moral, apalagi ini adalah tanah milik Veteran Provinsi Bali, sehingga izin status tanah HGP cepat dikeluarkan Gubernur Bali. Dengan
cepatnya proses penyelesaian status tanah ini pembanguanan dan penataan monumen ini dapat dipercepat pengerjaannya,’’ katanya. (kmb)
Veteran Minta Gubernur Bali Segera Keluarkan Izin Status Hak Guna Pakai
Bali Post/ist
KUNJUNGAN - Kunjungan Legiun Veteran Bali, Badung dan Kota Denpasar di Monumen Pahlawan Perang Kemerdekaan Republik Indonesia 1945 di Mumbul, Nusa Dua.
Warung Global
Usulan Anggaran Diharapkan Mencukupi Kebutuhan Petani di Bali DPRD Bali menyampaikan lima rekomendasi terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 dalam rapat paripurna di gedung dewan, beberapa waktu lalu. Salah satunya menyangkut perhatian pemerintah untuk sektor pertanian. Pasalnya, kontribusi sektor pertanian terhadap struktur perekonomian Bali dalam dua dasawarsa terakhir tidak beranjak dari kisaran 16-17 persen. Dengan demikian disarankan perlunya dibuat peraturan daerah yang mengamanatkan sedikitnya alokasi dana untuk sektor pertanian 3-5 persen dari total APBD Pemprov Bali dan juga APBD kabupaten/kota se-Bali. Berikut pendapat pendengar dalam rangkuman acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Febri di Denpasar mengharapkan anggaran untuk petani yang diusulkan tersebut mencukupi kebutuhan petani di seluruh Bali, tepat sasaran dan tidak hanya sebatas wacana. Perlu dibentuk tim khusus agar anggaran tersebut dikelola dengan baik, dapat diterima dan dirasakan manfaatnya untuk kesejahteraan petani. Arya di Denpasar mengatakan DPRD seolah mencari simpati para petani. Kenapa baru sekarang dianggarkan, padahal sudah lama duduk menjadi anggota dewan. Diperlukan peraturan dan pengawasan yang ketat terhadap pemanfaatan anggaran yang ada.
Berbagai upaya bisa dilakukan pemerintah, di antaranya dengan memberikan keringanan pajak tanah pertanian, insentif pupuk, bibit unggul dan bantuan teknologi pertanian. Vera di Tabanan menilai dengan adanya bantuan, semoga para petani bisa menikmati dan dipergunakan untuk pengembangan pertaniannya. Kebijakan ini harus dirumuskan dengan baik sehingga berperan optimal dalam pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kesejahteraan petani. Budiada yang juga dari Tabanan menjelaskan proses dan prosedur itu bagus.
Namun sering tidak sesuai dengan realita, harus dibuktikan. Manajemennya harus berkualitas. Ke depan, komitmen untuk menjaga dan melestarikan pertanian mesti lebih dimantapkan. Peran serta pemerintah sangat dibutuhkan agar petani bisa meningkatkan mutu dan kesejahteraan petani. Witarsa di Denpasar ber-
pendapat, pemerintah harus membuat langkah-langkah agar petani lebih bergairah dan melakukan kajian agar hasil pertanian bermutu dan berdaya saing. Selain itu, prasarana yang ada harus lebih diarahkan untuk mendukung pengembangan kegiatan pertanian. Sementara itu, menurut Sukadana di Mengwi, pen-
gelolaan pertanian dengan menggunakan teknologi maju mesti dilakukan agar dapat meningkatkan produk pertanian Bali, baik secara kuantitas maupun kualitas. Kuantitas yang memadai dan kualitas yang memenuhi tuntutan pasar, dengan sendirinya akan membawa produk pertanian itu mampu bersaing. (dika)
OPINI
6
Senin Pon, 22 Juli 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
SDM Harus Bangkit SUMBER daya manusia (SDM) Bali sering menjadi sorotan. Bermental priyayi, pilih-pilih pekerjaan dan banyak libur, merupakan ‘’cap’’ untuk mereka. Alasan itu pula yang dipakai para investor luar berpaling dari SDM Bali. Mereka memilih menggunakan naker luar. Banyak yang menilai itu hanya alasan yang dicari-cari. Jangan sampai itu menjadi ‘’skenario’’ menyisihkan naker lokal di rumahnya sendiri. Itulah yang mesti diwaspadai. Jangan sampai generasi muda Bali lebih banyak menganggur karena ‘’digagalkan’’ syarat berbau SARA. Tentu ini bukan hal yang sepele. Sudah sering terjadi di Bali, pengusaha yang beroperasi di Bali mengutamakan tenaga kerja luar. Ini harus dihentikan. Mereka para investor juga mesti disadarkan, bahwa mereka wajib ikut menyejahterakan rakyat Bali. Bukan semata mencari keuntungan di Bali. Itu dari sisi investor. Lalu dari SDM Bali, apa yang mesti dilakukan. Mereka harus mawas diri. Mental priyayi dan pilih-pilih pekerjaan (kalau memang itu ada) harus dihapus. Generasi muda Bali harus jengah. Generasi muda Bali harus bangkit untuk membuktikan diri sebagai SDM unggul, SDM yang disiplin dan SDM yang jujur. Ketiganya; unggul, disiplin dan jujur penah menjadi ‘’merek’’ orang Bali diluar sana. Maka sudah semestinya ‘’merek’’ itu dikembalikan kepada jati diri orang Bali. Sebab, tantangan yang kita hadapi saat ini adalah persaingan yang demikian ketat. Tak hanya sesama warga bangsa, juga dengan SDM internasional. Era Masyarakat Ekonomi AsSEAN (MEA) adalah awal dari keterbukaan yang memberikan ruang yang lebih luas kepada pekerja asing yang mempunyai kualifikasi tertentu. Kini keluar Perpres tentang tenaga kerja asing. Kebijakan Presiden ini dinilai akan semakin memperketat persaingan ketenagakerjaan di dalam negeri. Sekaligus berpotensi menyisihkan tenaga kerja yang punya kemampuan ‘’pas-pasan’’. Terlebih lagi banyak investasi yang membawa serta pekerjanya ke Indonesia. Tentu hal ini ‘’kabar buruk’’ bagi pekerja yang belum memiliki skill dan kompetensi. Bali ibarat gulanya Indonesia, akan diserbu oleh tenaga kerja asing. Mereka mempelajari bahasa dan budaya kita. Padahal sebenarnya mereka mulai melirik pasar kita dengan pendekatan sosiologis sebelum memasukkan produk dan jasanya. Oleh karenanya, SDM Bali harus jengah. Jangan sampai kalah bersaing. Adalah menjadi kewajiban pemerintah untuk terus meningkatkan SDM Bali lewat pendidikan, utamanya di sektor pariwisata. Sebab, sektor pariwisata saat ini masih menjadi andalan penerimaan negara. Pariwisata harus tetap survive dan meningkat. Untuk itu pemerintah harus membantu pengembangan lembaga vokasi, khususnya bidang pariwisata. Penting juga bagi pemerintah untuk memelihara budaya, sebagai ikon pariwisata. Sebab, masyarakat Bali kini babak belur menghadapi persaingan di tengah pariwisata budaya. Mereka bertahan untuk menjadikan Bali tetap menjadi daya tarik. Lingkungan mereka jaga. Budaya juga tetap menjadi warna keseharian mereka. Namun sayang, mereka hanya ditonton. Mereka hanya dikagumi. Namun tidak memberi manfaat yang setimpal terhadap jerih payahnya sebagai pengusung budaya. Semestinya pemerintah hadir menanggulangi secara totalitas beban pelestarian, dengan melakukan perhitungan yang lebih memihak pada masyarakat Bali terkait hasil dari pariwisata, termasuk ikutannya.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mohon Bantuan Pura Agung Puncak Raung Dalam rangka pemugaran/pembangunan Pura Agung Puncak Raung yang terletak di Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi yang kondisinya sangat memprihatinkan dan sangat membutuhkan bantuan/ uluran tangan dari umat Hindu yang ada di Bali, maka kami panitia pemugaran/pembangunan pura tersebut bermaksud untuk mengadakan penggalian dana punia berupa bazzar dan juga mohon dana punia melalui media Bali Post. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, besar harapan kami agar dapat membantu kami dalam penggalian dana punia ini lewat media Bali Post sekaligus sebagai promosi tentang keberadaan pura tersebut yang menurut penjelasan pangemong pura tersebut adalah tempat pasraman Rsi/Yogi Markandeya. Atas bantuan serta partisipasi bapak agar pemugaran/pembangunan pura tersebut dapat terealisasi kami dari panitia mengucapkan terima kasih, dengan disertai doa semoga segala amal baik yang bapak lakukan agar mendapatkan lindungan dan keberuntungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Panitia Pemugaran/Pembangunan Pura Agung Puncak Raung Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Anak Agung Ketut Sumadi Koordinator Penanggung Jawab Ida Rsi Agung Bagawan Dharma Putra Adnyana Sekretariat Panitia: Griya Agung Lanang Dawan Pemecutan, Padangsambian, Jl.Buana Raya No.43, Denpasar, Bali (081-358-585-717 atau 081-238-505-120).
”Super Deduction Tax” untuk Pengembangan SDM Presiden Joko Widodo baru saja menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan. Melalui peraturan ini, pemerintah memberikan insentif bagi pelaku usaha yang terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Oleh Made Satria Pramanda Putra, A.Md., S.E., S.H., M.M.
K
emajuan suatu negara sangat dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur dan aspek SDM yang dimiliki. Keberadaan infrastruktur yang merata dan memadai guna mendukung aktivitas masyarakat akan menggerakkan roda perekonomian. Sementara itu, SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi diharapkan mampu memberikan solusi dari setiap permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Begitu vitalnya kedua aspek tersebut, sehingga untuk mewujudkan infrastruktur dan SDM yang berkualitas bukanlah hal yang murah dan mudah. Diperlukan suatu kalkulasi yang cepat, tepat dan akurat oleh pemerintah dalam melakukan pilihan kebijakan investasi. Salah satu instrumen yang digunakan oleh negara untuk meningkatkan investasi di dalam suatu negara adalah pemberian insentif pajak. Insentif pajak diberlakukan untuk memberi dampak dan manfaat langsung kepada wajib pajak dan investor yang sedang dan akan melakukan investasi pada suatu sektor tertentu. Insentif pajak sudah berulang kali menjadi jurus bagi beberapa negara untuk menarik investor dengan harapan meningkatkan produktivitas dan menumbuhkan perekonomian. Secara umum, insentif pajak yang diberikan dapat berupa Tax Holiday dan Tax Allowance. Menurut David Holland dan Richard J. Van, Tax Holiday adalah pembebasan pajak yang diberikan
kepada perusahaan yang baru dibangun pada sebuah negara dalam periode tertentu. Sedangkan Tax Allowance adalah pengurangan pajak yang dihitung berdasarkan besar jumlah investasi yang ditanamkan. Komitmen Pemerintah Indonesia untuk memberikan insentif pajak secara bertahap mulai terealisasikan. Beberapa peraturan yang diterbitkan pemerintah terkait pemberian insentif pajak, antara lain sebagaimana diatur dalam PMK No. 150/PMK.010/2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan dan PP No. 9 Tahun 2016 tentang Perubahan PP No. 18 Tahun 2015 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah-daerah Tertentu. Selain kedua kebijakan di atas, pada pertengahan tahun 2018 pemerintah menurunkan tarif PPh Final bagi UMKM dari semula 1 persen menjadi 0,5 persen. Disamping penurunan tarif, sebagai wujud nyata dukungan pemerintah pada UMKM, pemerintah juga melakukan perubahan ketentuan perlakuan PPh Final UMKM, khususnya terkait aspek keadilan. Kemudian pada sektor lain, bisnis properti juga tidak luput dari penurunan tarif. Pada pertengahan bulan Juni 2019, pemerintah menerbikan PMK Nomor 92/PMK.03/2019. Tidak tanggung-tangung dalam peraturan tersebut, memangkas tarif PPh atas properti berupa rumah dan apartemen mewah dari 5
persen menjadi 1 persen. ”Super Deduction Tax” Pada akhir bulan Juni 2019 pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan di bidang perpajakan, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019. Kali ini yang menjadi sasaran adalah pada sektor pembinaan dan pengembangan SDM. Melihat nilai besaran fasilitas yang diberikan, maka kebijakan ini familiar disebut dengan istilah Super Deduction Tax. Merujuk pada PP tersebut, dalam Pasal 29 ayat (1) menjelaskan bahwa Wajib Pajak yang melakukan penanaman modal baru yang merupakan industri pionir, yang tidak mendapatkan fasilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31A Undang-undang PPh dapat diberikan fasilitas pembebasan atau pengurangan PPh badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (5) Undang-undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Industri pionir sebagaimana dimaksud merupakan industri yang memiliki keterkaitan yang luas, memberi nilai tambah dan eksternalitas yang tinggi, memperkenalkan teknologi baru, serta memiliki nilai strategis bagi perekonomian nasional. Lebih lanjut, dalam PP disisipkan 3 pasal di antara Pasal 29 dan 30 yakni Pasal 29A, Pasal 29B, dan Pasal 29C. Pasal-pasal ini memuat pihak-pihak yang dapat memperoleh fasilitas sebagai berikut. Pertama, Pasal 29A, Wajib Pajak badan dalam negeri yang melakukan penanaman
modal baru atau perluasan usaha pada bidang usaha tertentu yang (a) merupakan industri padat karya, dan (b) tidak mendapatkan fasilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31A Undang-undang PPh atau fasilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1), dapat diberikan fasilitas pajak penghasilan berupa pengurangan penghasilan neto sebesar 60 persen dari jumlah penanaman modal berupa aktiva tetap berwujud, termasuk tanah yang digunakan untuk kegiatan usaha utama yang dibebankan dalam jangka waktu tertentu. Kedua, Pasal 29B ayat (1) menjelaskan bahwa Wajib Pajak badan dalam negeri yang menyelenggarakan kegiatan praktik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran dalam rangka pembinaan dan pengembangan SDM berbasis kompetensi tertentu dapat diberikan pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 200 persen dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan praktik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran. Kompetensi tertentu yang dimaksud merupakan kompetensi untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui program praktik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran yang strategis untuk mencapai efektivitas dan efisiensi tenaga kerja sebagai bagian dari investasi SDM, dan memenuhi struktur kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan/atau dunia industri. Ketiga, Pasal 29C ayat 1 memberikan fasilitas kepada Wajib Pajak badan dalam negeri yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan tertentu di Indonesia dapat diberikan pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 300 dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan tertentu di Indonesia yang dibebankan dalam jangka waktu tertentu. Kegiatan penelitian dan pengembangan tertentu merupakan kegiatan penelitian dan pengembangan
Membaca Dulu Baru Menulis AGAK miris rasanya membaca judul dan teras (lead) berita Bali Post yang terbit 21 Juni lalu. Judulnya ditulis dengan huruf besar-besar ‘’Banyak Siswa Kelas VI SD Belum Lancar Calistung’’. Kata ‘’calistung’’ merupakan kependekan dari membaca menulis dan berhitung. Sedangkan teras atau lead beritanya mengisahkan tentang masih banyak anak SD kelas VI pada sebuah SD di Tabanan yang belum lancar membaca menulis dan berhitung sebagaimana diungkapkan oleh Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan Kabupaten Tabanan yang merupakan sebuah fakta emperis. Ditambahkan, bahwa persoalan tersebut harus dicarikan jalan keluarnya agar pendidikan di Tabanan benarbenar sesuai dengan harapan. Sayang seribu sayang, kelanjutan berita yang menyangkut jalan keluar atas permasalahan itu belum kunjung muncul di koran, walau penulis dengan setia menunggu-nunggunya. Atau, barangkali sudah dicoba dicarikan pemecahanannya namun tidak diberitakan di koran. Bisa jadi seperti itu. Kembali ke persoalan pokok yaitu ‘’kurang lancar membaca menulis dan berhitung alias calistung’’.’’ Ada lagi istilah yang agak mirip dengan calistung yakni penyakit tiga buta (buta aksara dan angka Latin, buta bahasa Indonesia, serta buta pengetahuan dasar). Dari ketiga jenis penyakit ini bisa saja muncul hanya satu atau
Oleh Romi Sudhita dua yaitu penyakit ‘’berhitung’’ di mana orang tersebut tak bisa berhitung kendati dua lainnya yaitu membaca dan menulis memang pintar. Di pihak lain bisa saja terjadi ketiga penyakit itu muncul secara serempak, ya membaca, ya menulis, ya berhitung. Tentu saja konotasi kata penyakit itu memang sudah seyogianya diberikan terapi alias dicarikan jalan keluarnya. Kelanjutan paparan dalam tulisan ini dibatasi hanya membaca dan menulis mengacu pada judul tulisan. Membaca dan Menulis Terlepas dari rajin tidaknya orang itu membaca, namun yang sudah terlihat dari kegiatan membaca itu adalah manfaatnya. Dengan membaca, pikiran orang semakin dipertajam semakin kritis, begitu pula dengan rajin membaca akan sangat terkait dengan aktivitas pembelajaran seseorang bila kebetulan yang bersangkutan adalah seorang pelajar dan/ atau mahasiswa. Masih ada satu fungsi atau manfaat membaca yakni merupakan prasyarat bisa tidaknya orang itu menulis. Dengan semakin sering dan rajin membaca, maka orang tersebut akan semakin lancar dalam menulisnya. Jadi, kalau ada yang bertanya mana yang lebih dulu dipelajari/dikuasai
apakah membaca atau menulis, jawabannya jelas membaca terlebih dulu. Membaca dulu baru kemudian menulis. Tidak sedikit orang yang menyampaikan keluhan, ‘’menulis kok sulit amat ya, saya bingung dari mana harus memulainya?’’ ujar Siska seorang mantan siswa yang baru berancangancang mau menulis. Ternyata, apa yang dikeluhkan Siska itu banyak pula dialami oleh yang berkehendak menjadi penulis. Apabila saya selaku penulis ditanya tentang kesulitan tersebut, saya jawab santai saja dengan mengatakan ‘’resepnya adalah: Menulis, menulis, dan menulis.’’ Artinya, untuk menjadi penulis tidak cukup dengan berbekal teori semata melainkan harus banyak praktik atau menulis secara langsung entah apa yang akan dijadikan objek tulisan tersebut. Malah tidak sedikit pula seorang penulis yang menerapkan prinsip ‘’hantam dulu urusan belakang’’ yang mengandung makna, jangan terlalu dipikir tetek bengek teorinya, tetapi langsung saja menulis sesuai kemauan kita. Kendati demikian, berdasarkan pengalaman penulis, usahakanlah terlebih dahulu menulis sesuatu yang ringan-ringan atau yang gampang-gampang, tidak menyertakan referensi juga tidak apa, yang penting
apa yang ada di otak kita atau di hati kita supaya bisa dituangkan kedalam bentuk tulisan. Seorang rekan wartawan yang merangkap sebagai dosen di perguruan tinggi bergengsi di Denpasar, Prof. Wayan Windia, dalam sebuah diskusi kecil pernah mengatakan bahwa tujuan menulis itu salah satunya adalah untuk mengosongkan pikiran. Benarkah? Tampaknya apa yang disampaikan Windia itu ada benarnya juga, sebab orang yang mengalami beban pikiran atau stres berat bisa jadi ‘’obatnya’’ adalah penyaluran lewat beberapa alternatif, satu di antaranya melalui tulisan. Tulisan yang dimaksud pun beraneka macam ada yang tergolong fiksi (misalnya puisi), dan ada pula yang nonfiksi seperti artikel opini di surat kabar. Mengakhiri tulisan opini ini tak ada salahnya dibuat semacam simpulan kecil yaitu (1) Sebagai calon penulis atau bahkan sudah berstatus penulis jangan henti-henti belajar. Belajar bisa dengan melihat, mendengar, dan/ atau dengan mencatat apa yang dirasa penting sebagai bahan tulisan, (2) Tumbuhkan gemar menulis sejak dini, tanpa harus melihat dapat honor atau tidak, dan (3) Jika memungkinkan buat perpustakaan pribadi di rumah yang isinya segala bentuk bahan bacaan entah itu buku, koran maupun beraneka kliping dari segala sumber.
yang dilakukan di Indonesia untuk menghasilkan inovasi, penguasaan teknologi baru, dan/atau alih teknologi bagi pengembangan industri untuk peningkatan daya saing industri nasional. Pemberian fasilitas perpajakan ini merupakan upaya pemerintah guna menciptakan industri yang memiliki daya saing dan kemampuan untuk menyerap tenaga kerja. Pertumbuhan industri padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja sangat penting dalam peran mengurangi tingkat pengangguran. Selanjutnya dari sisi peningkatan kualitas SDM, Insentif yang diberikan diharapkan mampu mendorong industri untuk lebih terlibat dalam upaya pembinaan dan pengembangan SDM berbasis kompetensi tertentu sesuai kebutuhan dunia usaha. Momentum terbitnya fasilitas ini sangatlah tepat. Mengingat beberapa tahun belakangan pemerintah telah fokus pada sektor infrastruktur, kini saatnya aspek SDM mendapat perhatian. Beberapa investor dan sektor usaha juga mulai bangkit setelah beberapa bulan terakhir menunggu kepastian hasil pemilu yang baru saja berlalu. Akhirnya, sembari menunggu pengaturan dan petunjuk teknis lebih lanjut. Para pemangku kepentingan tentunya menyambut baik terbitnya fasilitas ini. Akan tetapi, dibalik sambutan positif tersebut masih terdapat satu harapan besar. Harapan tersebut adalah agar regulasi turunan, birokrasi dan prosedur administrasi sebagai akibat terbitnya peraturan ini menjadi lebih sederhana. Jangan sampai fasilitas yang ditawarkan pemerintah ini menjadi tidak menarik dan sepi peminat hanya karena terkendala aspek prosedur administrasi dan birokrasi. Penulis, praktisi perpajakan
POJOK Ada kelemahan struktural dalam sektor pertanian di Bali. - Lemah segala lini. *** Hektaran cabai rusak, petani di Karangasem gigit jari. - Nasib petani cabai. *** Urgen, riset di bidang pertanian dan UMKM. - Perlu serius.
Penulis, pemerhati pendidikan dan pegiat pers
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Senin Pon, 22 Juli 2019
7
Angkut Sampah Galungan, DLH Perlu Waktu Sepekan Tabanan (Bali Post) -
Pascahari raya keagamaan, volume sampah yang masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung diprediksi meningkat tajam. Setidaknya dibutuhkan waktu sepekan untuk proses pengangkutan sampah ke TPA hingga tuntas. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan I Made Subagia mengungkapkan, sampah berupa bekas upakara dan sampah lainnya bisa mencapai 300 meter kubik per hari. Sementara pada hari biasa volume sampah mencapai 225 meter kubik per hari. ‘’Dari pengalaman sebelumnya, meningkat jauh dari hari biasa,’’ ungkapnya, Minggu (21/7) kemarin. Tingginya volume sampah tersebut memerlukan usaha keras untuk bisa menuntaskan pengangkutan ke TPA. Dibutuhkan waktu sepekan untuk menuntaskan seluruh sampah yang dihasilkan ma-
Bali Post/bit
Koperasi Diimbau Manfaatkan Teknologi Digital Tabanan (Bali Post) Menyikapi tantangan lembaga keuangan saat ini, koperasi di Kabupaten Tabanan setidaknya harus memiliki kesiapan dan bekal sumber daya andal yang didasari oleh tekad untuk siap berubah dan berbenah. Sebab, tantangan baru yang dihadapi dunia perkoperasian tidak hanya sekadar merubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi semata, namun menyangkut persoalan mindset dan perubahan sistem tata kelola. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-72 tahun 2019 di Kecamatan Kediri, belum lama ini. Dikatakannya, era digital-
isasi akan mewarnai kehidupan industri yang merembet pada prilaku masyarakat. Dalam konteks itu, Sanjaya menekankan agar koperasi di Tabanan melakukan reformasi total terhadap sistem kepranataan yang sudah berjalan selama ini. Reformasi ini untuk mendorong koperasi agar mampu beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang senantiasa berjalan dinamis. Insan koperasi juga harus memiliki inovasi dan kreativitas yang tinggi. ‘’Sudah saatnya koperasi memanfaatkan teknologi digital lewat platform E-Commerce, aplikasi retail online dan pengembangan aplikasi-aplikasi bisnis lainnya,’’ tegas Sanjaya. Koperasi juga diharapkan mampu merangkul dan
menggunakan jasa generasi milenial yang kompeten di bidangnya yang terbilang sudah tidak asing lagi menghadapi dunia digital sehingga koperasi lebih andal dan mampu lebih berkembang. Sanjaya juga berharap agar gerakan koperasi khususnya di Kabupaten Tabanan mampu menjawab tantangan zaman dan mampu bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya. Dari data Dinas Koperasi, hingga tahun 2019 tercatat ada 568 koperasi di Kabupaten Tabanan. 439 di antaranya koperasi aktif dan 129 tidak aktif. Jumlah anggota keseluruhan mencapai 99.696 orang, dengan menampung karyawan sebanyak 3.030 orang, serta 440 manajer. Total aset koperasi di Tabanan mencapai Rp 1.633.015.685.788. (kmb28)
Bali Post/ist
HARI KOPERASI - Peringatan Hari Koperasi tahun 2019 yang digelar di Kecamatan Kediri.
Lestarikan Tradisi Peradah ”Ngejot” untuk Disabilitas Tabanan (Bali Post) Bagi masyarakat Hindu di Bali, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah ngejot saat hari raya. Tradisi ini kerap dilakukan sebagai salah satu upaya mempererat rasa persatuan antarumat beragama. Di Kabupaten Tabanan, jelang hari raya Galungan tahun ini Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) menggelar tradisi ngejot kepada warga penyandang disabilitas berat yang keluarganya kurang mampu. Ajang ini sekaligus untuk mengingatkan dan mengajak generasi muda
lainnya untuk melestarikan budaya ngejot yang sudah mulai ditinggalkan. Sekretaris Peradah Tabanan I Putu Arya Wiguna mengatakan, ngejot dilakukan selama dua hari, yakni Minggu (21/7) kemarin dan Senin (22/7) hari ini. Penyandang disabilitasi berat atau cacat tetap diberikan sembako berupa beras seberat 5 kilogram, telur dan minyak goreng. Rencananya, kegiatan serupa dilaksanakan tiap 6 bulan sekali, menyambut Galungan dan Kuningan. ‘’Kegiatan ini sesuai dengan program Peradah Bali
Bali Post/ist
NGEJOT - Salah satu penerima paket ngejot di Pupuan.
setiap menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Ini sudah dijalankan di setiap kabupaten di Bali,’’ kata Arya. Di Tabanan, tradisi ngejot menyasar keluarga penyandang disabilitas berat dari keluarga kurang mampu. ‘’Rencana ada 10 paket diberikan. Lima paket sudah siap, sisanya masih dipersiapkan,’’ ucapnya. Data penerima didapatkan dari data kementerian. Dukungan dana diberikan oleh DPP Peradah dan masingmasing anggota Peradah di Kabupaten Tabanan. ‘’Memang tidak banyak, tetapi mudah-mudahan cukup untuk meringankan beban keluarga menjelang hari raya,’’ imbuhnya. Tradisi ngejot ini bukan semata-mata untuk memberikan bantuan, melainkan juga menggugah generasi muda lainnya untuk ikut melestarikan budaya yang sudah mulai ditinggalkan. ‘’Sebenarnya sama maknanya dengan manusa yadnya yang berarti ngejot sebagai bentuk penghormatan terhadap manusia sebagai ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Serta ngejot sebagai media belajar dari sesama untuk saling menghargai,’’ terangnya. (kmb28)
SAMPAH - Gunungan sampah di TPA Mandung. Sampai saat ini Pemkab Tabanan berupaya mencari solusi terkait kondisi TPA Mandung dan pengolahan sampah.
syarakat saat hari raya Galungan. Hal ini mengingat sarana serta SDM yang terbatas. Bagi petugas kebersihan, tidak boleh ada lembur karena tidak ada anggaran lembur. ‘’Kami permaklumkan, butuh waktu seminggu untuk menuntaskan seluruh sampah yang ada dan diangkut ke TPA,’’ sebutnya. Terkait kondisi itu, pihaknya akan berkirim surat ke desadesa yang mendapat pelayanan pengangkutan sampah. Surat tersebut untuk memberitahukan kepada warga agar bersabar karena waktu pengangkutan sampah yang volumenya meningkat tajam membutuhkan waktu yang lebih lama dari biasanya. Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk membungkus sampah dengan karung agar sampah tidak berserakan. Untuk mempercepat pengangkutan, pihaknya juga akan mengangkut dengan volume lebih banyak. (kmb28)
BULELENG
8
Perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan
PAS-Sutjidra Ajak Jadikan Momentum Evaluasi Diri
UMAT Hindu Sedharma akan merayakan hari suci Galungan dan Kuningan dalam dua minggu ke depan. Momentum hari suci ini diharapkan dapat dijadikan pesan untuk mengingatkan dan mengevaluasi dalam mengamalkan ajaran Dharma dalam kewajiban masing-masing. Pengamalan ajaran dharma itu sangat penting untuk diri masyarakat termasuk kemajuan bangsa khususnya di Buleleng. Hari raya Galungan jatuh pada Buda Kliwon Dungulan, Rabu (24/7). Setelah itu, 10 hari kemudian dilanjutkan perayaan Hari Kuningan, tepatnya pada Saniscara Kliwon Kuningan, 3 Agustus 2019 mendatang. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) bersama Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengucapkan selamat Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh
masyarakat Buleleng yang beragama Hindu. Bupati mengajak seluruh umat Hindu di daerahnya agar senantiasa memaknai hari raya suci Galungan dan Kuningan menjadi momentum kebangkitan diri untuk mencapai kesuksesan dan kesejahteraan. Utamanya, kepala daerah Den Bukit itu mengharapkan dukungan semua komponen masyarakat untuk menyukseskan pembangunan di Buleleng. Pelan tapi pasti, Buleleng saat ini telah menapak suatu jalan lebih baik menuju kemajuan. Realitasnya, berbagai pembangunan pun telah dilakukan untuk mewujudkan tujuan tersebut. ‘’Mari kita bangkit bersama-sama. Sebab, bagaimanapun kemajuan Buleleng juga ditentukan dari dukungan semua pihak,’’ katanya. B u p a t i berharap masyarakat bisa menjadikan momentum hari suci Galun-
gan dan Kuningan itu senantiasa meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Shang Hyang Widhi Wasa, mempererat persaudaraan serta tali silaturahmi. ‘’Makna kemenangan dharma melawan adharma haruslah dimaknai sebagai upaya dan tekad meningkatkan kualitas kehidupan, sosial dan kemasyarakatan guna mencapai kebahagiaan, dengan selalu berpijak kepada ajaran Dharma,’’’ pintanya Sementara itu, Wabup Sutjidra menegaskan momentum perayaan hari suci Galungan dan Kuningan dapat dijadikan satu titik tolak untuk dipergunakan merajut masa depan yang lebih baik, lebih berkualitas dan mampu mewujudkan kesejahteraan serta kebahagiaan bersama. ‘’Mari kita di hari suci ini membangun Buleleng bersamasama agar kesejahteraan masyarakat dapat tercapai,’’ harapnya. (ad766)
Putu Agus Suradnyana (PAS) dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG.
Senin Pon, 22 Juli 2019
Buleleng Surplus Babi Potong 24.467 Ekor
Singaraja (Bali Post) – Hari penampahan Galungan tahun ini jatuh pada hari Selasa (23/7) besok. Memasuki hari itu tidak pelak keperluan daging babi untuk warga Buleleng khususnya dipastikan melonjak relatif tajam. Namun, kebutuhan babi di hari penampahan itu dipercaya dapat terpenuhi dengan mengandalkan produksi babi hasil peternakan warga Buleleng secara mandiri di kecamatan. Ini tidak lepas karena tahun ini stok babi siap potong di Bali Utara melebihi (surplus) dari kebutuhan.
termasuk bagian lainnya. Selain itu tempat pemotongan diharapkan memiliki sanitasi. Memang wajib hiegenitasnya harus benar-benar dijaga dengan baik. ‘’Perilaku pemotongan sering mencampur daging karakas dengan bagian lain. Gaya tradisional seperti itu berpotensi mengganggu turunnya tingkat higienitas daging itu sendiri. Tempatnya juga harus bersih, sehingga daging tidak terkontaminasi bibit penyakit yang justru dapat menganggu kesehatan pada manusia,’’ jelasnya. (kmb38)
Dari data yang dikumpulkan di Dinas Pertanian (Distan) Buleleng, populasi babi potong selama satu tahun ini sebanyak 36.264 ekor. Ribuan ekor babi itu merupakan hasil peternakan mandiri yang dirintis warga di setiap kecamatan. Produksi sebanyak itu untuk memenuhi keperluan babi sebanyak 11.797 ekor. Itu artinya, babi siap potong di daerah ini surplus sebanyak 24.467 ekor. Kepala Distan Made Sumiarta, Minggu (21/7) kemarin mengatakan, peternakan babi selama ini didominasi oleh peternakan mandiri dengan skala kecil. Hanya beberapa saja peternakan babi dilakukan oleh pihak pemilik modal (investor). Meski bersaka kecil, sektor peternakan ini mampu memenuhi kebutuhan babi baik dalam hari-hari normal maupun saat hari Galungan dan Kuningan. Bahkan, peternak lokal di daerah ini ikut memasok babi ke beberapa kabupaten di Bali. ‘’Memang usaha yang dilakukan warga berskala tradisional. Peternakan itu tersebar di setiap kecamatan. Para peternak di desa itu termasuk sukses. Faktanya, produktivitas babi melebihi kebutuhan.
Kelebihan produksi itu kita pasarkan ke beberapa kabupaten lain di Bali,’’ katanya. Terkait hari penampahan Galungan, Sumiarta menjamin kebutuhan daging babi di daerahnya aman. Selain itu, harga daging menjelang hari raya ini juga dipastikan stabil dan terhindar dari fluktuasi harga. Pengawasan Dokter Hewan Sementara untuk menjaga tingkat higienitas daging, Distan akan menurunkan para dokter hewan di setiap kecamatan. Mereka disebar mulai hari ini sampai hari penampahan besok untuk memeriksa secara sampel ternak babi yang akan dipotong. ‘’Kami juga melibatkan para dokter hewan yang tergabung dalam Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Buleleng, sehingga tambahan personel pengawasan kesehatan hewan sebelum dipotong akan lebih optimal,’’ jelasnya. Dalam pengawasan ini para dokter hewan, kata Sumiarta, akan memberikan pendampingan kepada warga atau tukang potong (jagal - red) terkait memperlakukan daging. Ini penting untuk menghindari
BABI SURPLUS – Tahun 2019 stok babi di Buleleng 36.264 ekor, sehingga pada hari biasa serta menjelang Galungan dan Kuningan persediaan babi di daerah ini surplus.
(21/7) kemarin. Menurutnya, untuk merenovasi bangunan itu pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 543 juta. Rencananya, perbaikan itu dilakukan mulai Agustus 2019 mendatang. Sekarang pemerintah masih menunggu rekanan pemenang tender yang dilakukan di Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Setda Buleleng. ‘’Kalau tendernya lancar, paling lambat Agustus 2019 nanti gedung tribun itu akan
kita renovasi,’’ katanya. Tiang di tribun itu, kata Melandrat, sebenarnya sudah miring sejak dua tahun lalu. Selain karena konstruksi bangunan sudah terlalu lama dan belum direhab, kerusakan itu ditambah karena kejadian gempa, sehingga tiang penyangga bangunan itu miring dan terkesan membahayakan. ‘’Kalau dari jauh sepertinya tidak ada kerusakan apa-apa. Tetapi bangunan
itu sudah miring karena konstruksi lama dan ditambah karena getaran gempa,’’ jelasnya. Melandrat menambahkan, bangunan itu memang rentan miring karena tidak terdapat palang pengikat di bagian atasnya. Saat digelar Apel Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2018 lalu, pihaknya bersama tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng melakukan
gangguan kesehatan pada daging yang berpotensi bercampur bibit penyakit yang dikhawatirkan menular ke manusia. Nantinya, daging yang sudah dalam bentuk karkas, itu diwajibkan dipisahkan dengan bagian lainnya. Seperti jeroan
Bali Post/kmb38
Renovasi Tribun Taman Kota Disiapkan Rp 543 Juta BANGUNAN tribun di lapangan Taman Kota (Tamkot) Singaraja mengalami kerusakan. Konstruksi bangunan di sebelah utara terlihat miring. Tak pelak, kondisi itu cukup membahayakan karena sewaktuwaktu bisa saja bangunan itu ambruk. Lalu berapa alokasi anggaran yang disiapkan dari APBD untuk rekonstruksi Tamkot tersebut? Rusaknya taman kota membuat warga kota sangat prihatin. Pastinya hal itu menjadi pemandangan
tidak elok, lebih- lebih hampir setiap hari warga kota melakukan berbagai aktivitas di sekitar tribun tamkot
itu. Untungnya kondisi seperti itu diatensi alias hal itu tidak membuat pemerintah daerah tinggal diam saja. Dipastikan, dalam waktu dekat ini, bangunan itu direnovasi. Tidak ada perubahan berarti, karena konstruksinya tetap dibuat seperti desain saat ini. Sekretaris Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Buleleng Gede Melandrat menegaskan hal itu, Minggu
pemantauan. Saat itu dinyatakan tribun masih aman digunakan. Hanya untuk apel tahun ini, belum diketahui apakah akan digelar di Taman Kota Singaraja, atau dipindahkan ke tempat lain. ‘’Tahun ini pasti kami perbaiki, dari bawah sampai ke atas. Tribun pada sayap utara dan selatan saja, tapi kalau bangunan induk masih aman sehingga tidak kita benahi,’’ jelasnya. (mud)
GIANYAR
Senin Pon, 22 Juli 2019
9
Kemacetan di Ubud Belum Teratasi
Gianyar (Bali Post) -
Kemacetan di Ubud hingga kini masih menjadi persoalan pelik yang belum bisa teratasi. Meskipun penertiban parkir liar sudah rutin dilakukan oleh aparat terkait, namun tetap tidak mampu mengurai kemacetan di kampung turis tersebut. Oleh karena itu, masyarakat mendesak Pemkab Gianyar segera mengambil langkah konstruktif untuk menuntaskan persoalan tersebut.
PELATIHAN - Universitas Warmadewa menggelar pelatihan khusus di bidang paket wisata dan homestay di Kantor Desa Singapadu Tengah, Sabtu (20/7).
PPDM di Desa Singapadu Tengah
Unwar Beri Pelatihan Paket Wisata dan ”Homestay” UNIVERSITAS Warmadewa (Unwar) menggelar kegiatan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) di Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati. Menjalankan program tersebut, Unwar menggelar pelatihan khusus di bidang paket wisata dan homestay di Kantor Desa Singapadu Tengah, Sabtu (20/7). Ketua PPDM Dr. Ir. I Wayan Parwata menerangkan, kegiatan PPDM dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) RI di 2019 ini merupakan hilirisasi dari penelitian kompetensi yang dilakukan dari 2016 hingga 2018. “Ini Hilirisasi dari penelitian kompetensi yang kami lakukan di tahun sebelumnya, hingga di 2019 ini kami didanai oleh Ristekdikti untuk mengembangkan kegiatan pengabdian dalam bentuk PPDM,” kata pejabat yang juga Wakil Rektor II universitas Warmadewa ini. Selanjutnya pada Sabtu siang lalu di Kantor Desa Singapadu Tengah, Tim PPDM ini mengadakan pelatihan
khusus di bidang paket wisata dan homestay. Kegiatan tersebut ditujukan kepada anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa Singapadu Tengah. “Harapan dari kegiatan ini, bagaimana kelompok mitra yang kami ajak kerja sama itu bisa mengakselerasi program pengembangan desa mitra yang telah kami usulkan melalui Ristekdikti,” katanya. Parwata mengatakan, pihaknya melihat Desa Singapadu Tengah memiliki cukup potensi serta banyak sumber daya alam seperti rumah adat, kegiatan ritual, hingga sejumlah peninggalan zaman dulu yang ke depan akan bisa dikonservasi untuk menyempurnakan desa wisata. “Di samping itu, di sini juga kami memiliki kegiatan yang baru kita kembangkan, yakni wisata susur gua dan wisata susur sungai. Itu kami sudah ajukan melalui Pemerintah Kabupaten Gianyar. Mudahmudahan, Bupati Gianyar memberikan kami rekomendasi, sehingga kami akan usulkan ini menjadi kegiatan yang
sifatnya nasional,” katanya. Sementara itu, Perbekel Desa Singapadu Tengah I Made Demontara menyambut positif program yang saat ini dijalankan Unawar di desanya. Terlebih PPDM yang digelar Unwar sudah terbukti, dengan tehap pertama membangun rumah adat Bali di desa setempat. “Yang sekarang program ini bagus sekali. Kebetulan kami sedang menata paket wisata pada objek wisata, kemudian kami padukan, yang sekarang dilakukan Unwar tentunya kami sangat mendukung,” katanya. Demontara mengungkapkan, sampai saat ini kunjungan wisata ke Desa Singapadu Tengah sudah mulai ada. Bahkan, pihaknya sudah menyiapkan paket wisata. “Meliputi paket peninggalan sejarah berupa kori. Ini sudah ada dikunjungi wisatawan, kemudian tamu juga kami siapkan untuk trekking dan cycling. Ini banyak yang suka karena sawah di sini masih hijau, alih fungsi minim,” tandasnya. (ad767)
Kemacetan di kawasan Ubud biasanya terjadi dari pukul 13.00 Wita sampai dengan pukul 19.00 Wita. Dalam jangka waktu tersebut, kemacetan hampir terjadi di seluruh kawasan Objek Wisata Ubud. Kondisi ini juga menarik perhatian Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan A.A. Bagus Ari Brahmanta. Menurut pria yang juga pelaku pariwisata di Ubud ini, terdapat belasan titik kemacetan arus lalin di kawasan Ubud. Guna mengurai kemacetan tersebut, ada sejumlah solusi yang bisa dilakukan.
“Pertama, kendaraan roda empat yang masuk Ubud agar sebisa mungkin parkir pada sentral parkir yang telah disediakan, yaitu di Padangtegal atau Jaba Pura Batukaru, Ubud,” katanya. Solusi lainnya, kendaraan angkutan barang tidak boleh masuk ke Ubud pada jam padatnya kunjungan, yakni dari pukul 11.00 Wita sampai dengan 19.00 Wita. Ia memperhitungkan setiap industri pariwisata di Ubud paling sedikit memiliki lima suplayer yang mengangkut barang seperti gas, sayuran, air, es krim, minuman,
Bali Post/kmb35
KEMACETAN - Kondisi kemacetan arus lalu lintas di kawasan catus pata di Ubud. laundry dan lainnya. “Di pusat Ubud ada 390 restoran dan akomodasi wisata ada sekitar 629. Kalau ini dikalikan tiga saja, kendaraan yang memadati jalan di Ubud hampir dua ribuan,” katanya. Selain itu, pada jam padat kunjungan juga dibutuhkan papan informasi untuk penyediaan layanan parkir di Ubud. Seperti sentral parkir yang dikelola Desa Pakra-
man Padangtegal, Ubud memiliki kapasitas seribu lebih kendaraan. “Kondisinya sekarang tidak ada papan informasi atau rambu lalu lintas yang memberikan informasi tempat parkir yang tersedia, baik itu dengan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, sehingga banyak kendaraan bingung di mana tempat parkir terdekat,” katanya. (kmb35)
10 SOSOK Rapat Pleno KPU Senin Ini Setelah sempat beberapa kali penundaan, KPU Jembrana akhirnya akan menggelar rapat pleno penetapan pemilu legislatif kabupaten, Senin (22/7) sore ini. Sejatinya jadwal awal pelaksanaan sudah digelar sejak sebulan lalu. Namun, KPU Jembrana menunda lantaran masih adanya gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Pascaputusan MK pada pertengahan Juli ini, KPU Jembrana sedianya menggelar rapat pleno pada Sabtu (20/7) lalu. Tetapi untuk keduakalinya pihak penyelenggara pemilu kembali membatalkan jadwal tersebut. Ketua KPU Jembrana Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengakui sudah dua kali membatalkan pelaksanaan rapat pleno. Tetapi pembatalan itu dikarenakan adanya alasan prinsip yang harus dipastikan. Pertama dibatalkan karena ada gugatan. “Yang kedua (dibatalkan), karena kami belum menerima surat keputusan dari MA tentang pengguguran gugatan tersebut. Surat keputusan belum kami lihat,” ujar alumni salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta ini. Dengan jadwal yang hampir mepet dengan pelantikan, pihaknya meyakini rapat pleno bisa segera dilaksanakan. Ia memastikan rapat pleno digelar Senin (22/7) hari ini. “Kami bisa pastikan kalau rapat pleno tidak ada penundaan lagi,” tukas Tangkas. (olo)
JEMBRANA
Senin Pon, 22 Juli 2019
Pemkab Jembrana ”Ngaturang Bhakti Panganyar” di Pura Mandara Giri Serangkaian karya pujawali Panca Wali Krama di Pura Mandara Giri Semeru, Lumajang, Jawa Timur pada 13-26 Juli, rombongan Pemerintah Kabupaten Jembrana, Sabtu (20/7) ngaturang bhakti panganyar. Kedatangan rombongan yang dipimpin Bupati I Putu Artha bersama Wakil Bupati Made Kembang Hartawan, Ketua DPRD I Ketut Sugiasa, Sekda I Made Sudiada dan para pimpinan OPD, disambut Ketua Panitia Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) yang juga Wakil Gubernur Bali. Prosesi diawali pementasan Topeng Sida Karya serta Wayang Lemah. Upacara bhakti panganyar di-puput Ida Pedanda Gde Buruan dari Geria Dharma Saba Kabupaten Badung dan Ida Pedanda Gde Rai Kawisunia dari Geria Tengah Kori Desa Ekasari Kecamatan Melaya, Jembrana. Selain kehadiran rombongan dari Pemkab Jembrana, saat bersamaan juga nampak hadir pamedek dari Pemkab Kabupaten
Badung, Denpasar serta Pemkab dari Kabupaten Gianyar yang masing-masing dihadiri langsung para bupati, wakil bupati termasuk para ketua DPRD dan juga calon DPD-RI terpilih Dapil Bali AA. Gde Agung. Usai ngaturang sembah bhakti, Bupati I Putu Artha mengatakan, bhakti panganyar yang dilakukannya itu merupakan kewajiban umat khususnya pemerintah Kabupaten Jembrana. ”Dengan rasa bhakti ke hadapan Ida Batara yang berstana di Pura Mandara Giri, kita tentu merasa terpanggil yang tentunya dilandasi dengan perasaan tulus ikhlas memohon kehadapan-Nya agar prosesi karya berjalan dengan lancar labda karya sidaningdon, serta umat akan diberikan kerahayuan, keselamatan, dan kedamaian,“ ujarnya. Usai persembahyangan, juga diserahkan punia dari masingmasing kabupaten oleh para wakil bupati yang diterima langsung oleh Ketua PHDI Kabupaten Lumajang Edy Susmayanto. (ad772)
BHAKTI PANGANYAR- Pemkab Jembrana ngaturang bhakti panganyar di Pura Mandara Giri Semeru.
Kasus Keracunan Massal
Penyebab Masih Ditelusuri Telur Apkiran Resahkan Peternak Sembilan Orang Masih Dirawat
Negara (Bali Post) – Peternak ayam petelur di Jembrana kini mengeluh. Sebab, harga telur di pasaran mengalami penurunan. Padahal biasanya, menjelang hari raya harga telur naik. Setelah ditelusuri, ternyata di sejumlah pasar beredar telur apkiran. Selain harganya lebih murah, para pembeli juga belum bisa membedakan antara telur apkiran dan telur yang masih sehat. Dari informasi, telur-telur yang di kulitnya tertulis tanggal banyak beredar di pasaran. Telur ini diduga gagal menetas. Sehingga harga jualnya lebih murah. Beredarnya telur apkiran di pasaran ini mengundang protes dari kalangan peternak ayam petelur di Jembrana. I Gusti Ketut Subali, peternak ayam petelur, mengungkapkan dengan beredarnya telur apkir ini merusak harga karena dijual lebih murah dari harga telur biasa. Para peternak berharap dinas terkait untuk mengecek telur apkiran yang beredar di pasaran dan terbukti telah merusak harga. “Kami berharap pihak terkait untuk mengecek ini. Apakah boleh telur itu dijual untuk konsumsi,” tanya Subali. Sementara itu, beberapa warga yang membeli telur putih atau apkiran ini juga sempat membuktikan langsung dengan membandingkan telur yang masih baru. Ternyata ketika dipecah dan dituangkan ke atas piring fisiknya berbeda. Untuk telur putih terlihat kuningnya langsung pecah. Sedangkan telur produksi peternak terlihat kuning telurnya tetap utuh. Salah seorang pedagang telur mengungkapkan harga jual telur putih adalah Rp 1.000 per butir. (kmb26)
Negara (Bali Post) – Pascakejadian keracunan massal Desa Mendoyo Dauh Tukad, Mendoyo, hingga Minggu (21/7) kemarin masih dirawat sembilan orang. Semuanya masih mendapatkan perawatan di Puskesmas I Mendoyo. Mereka sebagian besar sudah mulai pulih, tetapi masih tetap butuh perawatan. “Masih ada yang dirawat, kemungkinan besok banyak yang diperbolehkan pulang,” terang salah satu tenaga medis di UGD. Sementara itu Dinas Kesehatan (Diskes) Jembrana sejak munculnya kejadian massal, langsung turun melakukan investigasi. Selain bertanya langsung dan menelusuri penyebab, petugas juga mengambil sejumlah sampel bahan makanan yang diduga sumber dari sakitnya warga. Kepala Diskes Jembrana Putu Suasta kemarin mengatakan, petugas telah melakukan investigasi. Dari hasil awal memang sebagian besar warga diduga keracunan. Mereka mengalami gejala yang sama yakni gejala nyeri perut, mual, muntah dan diare. Tim Surveillance yang dibantu
aparat desa juga telah melakukan pelacakan penderita yang masih mengalami keluhan mual, muntah, nyeri perut dan diare. Dari hasil surveillance, dugaan keracunan makanan ini sudah mulai pada 16 Juli 2019 sore pada saat kegiatan olahraga Porcam berlangsung di Mendoyo. Saat itu masyarakat yang diduga keracunan makanan tidak mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk berobat, karena ada yang ditangani sendiri di rumah atau berobat di luar puskesmas. Baru pada tanggal 17 Juli 2019 ada beberapa warga yang datang ke Puskesmas I Mendoyo untuk mendapatkan pengobatan dan ada
juga yang berobat ke dokter swasta. Sebelumnya warga mengkonsumsi makanan berupa nasi bungkus. “Kalau hasil uji lab maksimal sampai dua minggu turun hasilnya,” ujar Suasta. Perbekel Desa Mendoyo Dauh Tukad Gusti Putu Ediana mengatakan, total warga yang sudah mendapatkan perawatan mencapai 37 orang. Beberapa di antaranya masih dirawat inap di Puskesmas Mendoyo. “Masih ada yang dirawat, tapi sebagian besar sudah pulih,” tukas Ediana. Diakuinya, beberapa warga itu merupakan perangkat desa yang kebetulan mengikuti Porcam. Termasuk dirinya juga sejatinya sempat merasakan gejala yang sama, tetapi tidak terlalu parah. Diberitakan sebelumnya, puluhan warga di Mendoyo Dauh Tukad sejak Kamis (18/7) lalu mengalami gejala sakit yang sama. Setelah ditelusuri, mereka memiliki riwayat yang sama yakni makan nasi bungkus saat kegiatan Porcam. (kmb26)
Jual Obat Keras Didenda Rp 1 Juta Negara (Bali Post) Lantaran menjual obat yang tidak sesuai dengan aturan, Ni Ketut Suarniti, pedagang di Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo menjalani proses hukum hingga ke PN Negara. Suarniti pada persidangan akhir pekan lalu, divonis oleh Majelis Hakim bersalah melanggar pasal 198 UU 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan dikenai denda Rp 1 juta subsider kurungan 3 bulan. Pedagang kelontong di Tegalcangkring ini harus berurusan dengan hukum lantaran kedapatan menjual sejumlah obat yang masuk dalam kategori obat keras. Seperti obat supertetra sebanyak 95 kapsul, tetracycline 500 mg sebanyak 290, ampicillin trihydrate 40 caplet, amoxicillin trihydrate 90 caplet dan tetracycline HCl 250 mg. Obat-obat ini juga dijadikan barang bukti oleh JPU. Majelis Hakim yang diketuai Haryuning Respanti juga meminta barang bukti obat-obat itu dimusnahkan. Sebelum putusan, terdakwa membacakan sendiri pembelaannya. Salah satunya mengakui kesalahan dan menyesali perbuatannya sehingga meminta keringanan hukuman. Di hadapan Majelis Hakim terdakwa juga berjanji tak akan mengulangi perbuatannya menjual bebas obat keras. Dari pengakuan terdakwa, ia menjual obat antibiotik ini mendapat keuntungan Rp 1.000 per satu strip obat. Semestinya obat yang tergolong obat keras ini tidak dijual bebas dan pembelian menggunakan resep dokter. (kmb26)
Senin Pon, 22 Juli 2019
KARANGASEM
Hektaran Cabai Rusak Petani ”Gigit Jari”
Amlapura (Bali Post) Hektaran buah cabai milik petani di Dusun Hyang Api, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, mengalami kerusakan sangat parah. Tidak pelak kondisi itu membuat petani harus gigit jari. Pasalnya, cabai itu belum tua sehingga tidak bisa dipanen, apalagi dijual, lantaran busuk. Akibatnya, petani mengalami kerugian jutaan rupiah. Petani di Muncan, Selat, I Nengah Masti, Minggu (21/7) kemarin mengungkapkan, buah cabai yang rusak umurnya sudah tiga bulan. Sebetulnya umur tiga bulan cabai sudah layak panen. Namun sayang hektaran cabai yang ditanam petani itu mengalami kerusakan. Bahkan tanda-tanda itu sudah terlihat sejak sebulan terakhir ini. “Buah cabai berubah warna. Biasanya kalau tua jadi merah, ini malah berwarna cokelat kehitam-hitaman,” ujarnya sangat prihatin. Masti menambahkan, buah cabai mengalami kerusakan seperti itu diduga akibat cuaca kurang bersahabat. Pasalnya, cuaca kadang panas dan kemudian tiba-tiba turun hujan, ditambah suhu
udara yang dingin. Kondisi alam seperti itu membuat buah cabai menjadi rusak dan membusuk. “Kalau buah cabai sering diguyur hujan dan jarang mendapat sinar matahari pasti efeknya jadi rusak seperti itu. Padahal saya sudah pupuk dengan baik, juga tanaman cabai itu disemprot dengan obat, tetapi tetap tidak mempan. Cabai itu tetap saja rusak di pohon,” katanya. Dengan kondisi ini membuat banyak petani di desanya gigit jari. Pasalnya, dirinya juga tidak bisa memanen cabai untuk dijual secara optimal. “Rugi sudah pasti. Kalau dilihat kondisinya seperti ini, kerugian yang dialami mencapai jutaan rupiah,” jelasnya. Berbeda dengan petani Ni Made Sukerti. Menurutnya,
tanaman cabai miliknya juga sudah dari sebelumnya mengalami kerusakan. Hanya
kerusakan buah cabai miliknya itu tidak separah milik petani lainnya. “Punya saya tidak separah milik petani yang lain. Beruntung masih ada tersisa cabai sedikit untuk dipanen dan kemudian bisa saya jual,” tambahnya sumringah. (kmb41)
Bali Post/kmb41
RUSAK - Hektaran tanaman buah cabai milik petani rusak. Kondisi itu membuat petani gigit jari karena mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Perumda Tirta Tohlangkir Jamin Pasokan Air Bersih Aman Saat Galungan
Keperluan air warga perkotaan menjadi sesuatu yang sangat krusial. Sama halnya dengan keperluan makanan, air juga menjadi menu wajib dalam keseharian tidak saja dipergunakan untuk mandi, cuci, masak termasuk kakus. Lebih-lebih lagi upaya mendapatkan air dari sumur bor ada kendala di daerah-daerah tertentu. Lalu bagaimanakah usaha Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Tohlangkir Karangasem dalam menjamin pasokan air bersih kepada pelanggan agar tetap aman saat hari raya Galungan? MENJAWAB kekhawatiran masyarakat, Direktur Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem I Gusti Made Singarsi, Minggu (21/7) kemarin, memberikan garansi pasokan air dipastikan lancar saat perayaan hari suci itu. “Kita sudah sangat siap memberikan pelayanan air bersih saat Hari Raya Galungan nanti,’’ tegas I Gusti Made Singarsi. Pihaknya mengaku punya komitmen pelayanan yang menjadi ciri khas instansinya. Karenanya mau tidak mau pihaknya harus senantiasa bertanggung jawab. ‘’Tugas itu bagian dari kewajiban kami dalam pemenuhan air bersih kepada pelanggan. Karena itu, kita pastikan
saat Galungan pasokan air bersih aman-aman saja,” ungkapnya. Singasri menambahkan, kalau sesuai pengalaman sebelumnya, pemakaian air itu biasanya mulai banyak dipergunakan warga sejak dari penyajahan. Kemudian Galungan hingga paing Galungan. Pasalnya, sebagian besar masyarakat saat itu semua berkumpul di rumah bersama keluarga besar dengan berbagai kegiatan masing-masing yang relatif padat. Otomatis kondisi seperti itu membuat penggunaan air bersih menjadi sedikit bertambah. “Mulai penyajahan warga membuat jajan. Setelah itu penampahan banyak memo-
tong babi, sehingga di sana banyak memerlukan air untuk membersihkan babi sebelum dipotong. Yang jelas, kita pastikan pasokan air aman,” tegas Singarsi meyakinkan. Selain Singarsi menjamin pasokan air aman, pihaknya juga tetap menyiagakan petugas untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi troble (masalah). ‘’Kami sudah antisipasi dengan menyiapkan petugas. Bisa saja ada gangguan pipa dan lainnya. Jika itu tejadi, petugas yang bertugas sudah kami siapkan untuk segera bisa menanganinya. “Kita juga siapkan pelayanan di lapangan. Upaya optimal itu kita lakukan sema-
ta-mata untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat saat menjalankan hari raya Galungan,” jelasnya. (nan)
I Gusti Made Singarsi
Bali Post/kmb41
11
Sumardi Ajak Rayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan Kesederhanaan dan Tulus Ikhlas MOMENTUM perayaan hari raya Galungan dan Kuningan harus dilakukan dengan praktik aplikasi riil keagamaan, terutama harus diupayakan aspek keikhlasan dan kesederhanaan. Walau demikian, pastinya tidak akan mengurangi arti dan makna hari raya Galungan dan Kuningan itu sendiri. Ajakan merayakan dengan cara mardawa (kesederhanaan - red) itu disampaikan Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, Minggu (21/7) kemarin. Melaksanakan yadnya di era kekinian secara tulus iklas, kata Sumardi, mutlak harus dilakukan. Hal itu sebagai wujud sradha bhakti kita kepada Sang Pencipta tanpa mengurangi hakekat secara substantif. Namun dalam pelaksanaan hari raya terpenting harus dilaksanakan secara hikmat. Dalam proses aplikasi hari raya Galungan dan Kuningan, hakikatnya proses pengendalian diri itu sangat penting, mengacu pada makna sesungguhnya kemenangan dharma atas adharma. “Yadnya yang dilaksanakan dengan iklas lebih bermakna dari yadnya yang dilaksanakan secara mewah tetapi tidak sesuai kemampuan,” ujar menambahkan. Sumardi juga mengajak seluruh umat merayakannya dengan melaksanakan yadnya sesuai kemampuan. Karena menurutnya, yadnya yang didasari keiklasan lebih bermakna dari pada harus memaksakan diri berlebihan. Karena hal itu diyakini akan berdampak pada program pemerintah utamanya dalam pengentasan kemiskinan. “Hari raya Galungan dan Kuningan kan kita rayakan setiap enam bulan sekali. Paling tidak dilaksanakan dengan tulus dan sesuai kemampuan saja, jangan ada nuansa berlebihan,” ujarnya. Apalagi, kata Nengah Sumardi, dalam keadaan perekonomian Karangasem yang masih tahap pemulihan setelah status Gunung Agung mengalami erupsi. “Perekonomian Karangasem belum sepenuhnya pulih. Jangan sampai di satu sisi kita melaksanakan yadnya dengan berlebihan. Sedangkan di sisi lain masyarakat masih banyak yang kekurangan,” ujarnya mengingatkan. Selain itu, juga pihaknya meminta kepada masyarakat yang merayakan hari raya
Galungan lebih khusyuk dalam beryadnya. Jangan sampai Galungan dipakai sebagai ajang yang bertentangan dengan dharma. Mengingat momen hari raya Galungan dan Kuningan merupakan kemenangan dharma melawan adharma. “Jadikan kemenangan dharma ini sebagai ajang saling memaafkan, kami pun di lembaga dewan meminta maaf kepada masyarakat
jika apa yang sudah kami lakukan kemudian belum bisa seperti apa yang diharapkan,” pesannya. I Nengah Sumardi mewakili unsur pimpinan Dewan, anggota, staf di lingkungan Sekretariat Dewan serta masyarakat Karangasem juga mengucapkan selamat merayakan hari suci Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat Hindu. (ad770)
I Nengah Sumardi
KLUNGKUNG
12
Bupati Suwirta Tinjau Eks TPA Sente Pastikan Instruksinya Dijalankan
Pasar Tani Diserbu Pembeli
Segera Digelar Tiap Minggu Semarapura (Bali Post) Beberapa hari menjelang Galungan, Pemkab Klungkung menggelar Pasar Tani. Pasar Tani yang diikuti 15 pelaku usaha dan kelompok usaha UKM ini dipusatkan di Depan Pedopo Puri Agung Klungkung, Minggu (21/7) kemarin. Pasar ini digelar untuk memperpendek mata rantai pemasaran produksi hasil pertanian. Tujuannya agar harga produk petani lebih tinggi. Melalui pasar tani ini, para petani dan konsumen bisa sama-sama mendapatkan keuntungan. Petani bisa menjual dengan harga yang lebih baik, sedangkan konsumen bisa mendapatkan harga yang lebih murah. “Kami jadi antusias. Apalagi, kami sebagai petani bertemu langsung dengan pembeli, bukan pengepul. Sehingga harga bisa lebih tinggi. Demikian pula pembeli mendapat harga yang lebih murah. Sebab tidak ada perantara dalam hal ini,” kata salah satu peserta Pasar Tani. Berbagai produk pertanian dipasarkan. Seperti sayuran segar, buah-buahan dan berbagai hasil pertanian lainnya. Tak hanya itu, berbagai produk unggul dari desa, juga ikut meramaikan Pasar Tani ini. Seperti produk unggul dari Desa Kusamba, yakni uyah (garam) Kusamba dan abon ikan laut Kusamba. Pasar Tani menjadi kesempatan pagi pelaku usaha dan UKM untuk menampilkan hasil produknya langsung kepada konsumen. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta juga antusias melihat dampak Pasar Tani ini. Menurutnya, adanya pasar tani di kawasan CFD (Car Free Day), masyarakat tidak perlu jauh ke pasar untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang perayaan Galungan. Setelah olahraga masyarakat bisa memilih kebutuhan untuk keperluan perlengkapan Galungan maupun kebutuhan sehari-
hari. Melihat tingginya respons masyarakat, pihaknya sudah menggagas bahwa Pasar Tani ini akan diadakan setiap minggu. Sehingga hasil pertanian warga, dapat langsung tersalurkan kepada pembeli dengan harga yang lebih layak. “Dengan Pasar Tani ini, selain berolahraga dalam acara CFD, masyarakat Klungkung juga dapat membeli dan menikmati produkproduk tani yang masih segar, asli Klungkung, dengan kualitas baik dan dengan harga yang kompetitif,” kata Bupati Suwirta.
Bali Post/gik
PASAR TANI - Para pembeli saat datang langsung ke Pasar Tani. Salah satu warga setempat, Ketut Yanti, mengakui Pasar Tani ini amat membantu masyarakat. Sebab, harga sejumlah produk sudah meningkat. Dengan adanya pasar tani ini akan
Senin Pon, 22 Juli 2019
membantu meringankan beban, karena harganya cukup terjangkau. Dia mendukung agar Pasar Tani ini tidak hanya digelar menjelang Galungan, juga digelar setiap minggu. (kmb31)
Kebakaran sampah di eks TPA Sente sudah terjadi sejak beberapa minggu lalu. Penanganan maksimal terus dilakukan pemerintah daerah untuk memadamkan api. Demikian pula penanganan gas metan yang dihasilkan dari tumpukan sampah tersebut. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta pun menaruh perhatian khusus, untuk mendorong penanganannya agar lebih cepat tuntas. Peran Satpol PP dan Damkar serta Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) terus dimaksimalkan. Bupati Suwirta meninjau kondisi bekas Tempat Pengolahan Akhir (TPA), di Dusun Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Minggu (21/7) kemarin. Ia didampingi Kepala DLHP Klungkung Anak Agung Kirana dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung Ida Bagus Juanida. Bupati memanfaatkan hari Minggu kemarin, untuk memastikan, apakah seluruh instruksinya dalam penanganan eks TPA Sente ini sudah berjalan dengan baik. Dalam pantauannya kali ini, Bupati Suwirta melihat langsung kondisi yang terjadi di lapangan. Penyemprotan terus dilakukan petugas Pemadam Kebakaran dan Petugas DLHP untuk memadamkan titik api yang diakibatkan oleh gas metan. “Langkah-langkah darurat terus kita lakukan untuk menghindari adanya asap
TINJAU LOKASI - Bupati Suwirta saat meninjau lokasi eks TPA Sente dan bertemu dengan para pekerja setempat. yang terjadi akibat gas metan. Jangan sampai hal ini terus terjadi, kalau ini terjadi maka kita membiarkan masyarakat kita menghirup udara tidak sehat,” ujar Bupati Suwirta. Ia juga sudah menugaskan untuk dilakukan penyemprotan lalat di semua TPA yang ada di Kabupaten Klungkung. Sehingga lalat tidak akan ada masuk ke pemukiman warga. Bupati Suwirta juga berharap kepada dinas terkait secara konsisten melakukan penugasan ini. Sebab, untuk mencegah dampak lebih besar lagi, opsi ini penting untuk dilakukan secara konsisten. Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk mentaati edaran yang sudah diberikan terkait pemilahan sampah dari rumah dan aturan pembuan-
gan sampah. “Mari kita bersama-sama fokus menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai sampah ini menjadi masalah besar. Peran masyarakat, peran pemerintah adalah sinergitas yang harus kita lakukan untuk menangani permasalahan ini. Jangan saling menyalahkan dan memanfaatkan media sosial untuk memperkeruh suasana. Maka situasi akan tidak bagus dan masalah yang kita hadapi tentu semakin besar,” imbuhnya. Bupati juga mengumpulkan dan menugaskan pekerja yang ada di sana untuk memilah sampah plastik agar tidak beterbangan. Dirinya juga sekaligus mengimbau para petugas untuk menjaga kesehatan, memakai sarung tangan, sepatu serta masker. (ad768)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Pon, 22 Juli 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Aqua Marine DivingBali is hiring Asst.Dir.of Diving Operations (Indonesian only, Male preferred) Excellent English / pro-active/mature/can-do attitude/organized/computer skills 5.5days/wk/8hrs/day Resume&Cover letter in English Expected salary+start date to HRD@AquamarineDiving.com
Dcr Perawat Mata,Wanita,SMA IPA,Belum Menikah & Staf Optik Sekar,Laki2,SMA IPA,Tgg 170cm. Hub.085100636609/08123928624
B.BP.001.07.19.0000747
Dicari Sopir B1 bisa packing u.rest, minat Kirim CV ke 081353934845 B.BP.031.07.19.0000707
Dcr sgr Pegawai Toko d/a Jl.Gn. Catur Gatsu Brt Dps Hub.krisna.m/082145521880
B.BP.004.07.19.0000677
Dcr PRT Wanita! Tdr Dlm, Rajin, Jujur,KTP,Serius 087846166366
Dicari Cepat!!! Tukang Kayu Utk Usaha Rumah Kayu Export.Jln.Ry Tojan 17 Gianyar.08123995608
SERVICE
SERVICE
B.BP.004.07.19.0000676
B.BP.001.07.19.0000679
B.BP.001.07.19.0000617
Dcr cpt PRT jujur bersih Gj.2Jt tdr dlm(Renon)Hp:081339801122
B.BP.001.07.19.0000759
Dicari Sgr 1 Org Admin Cewek, 1 Orang IT Hub:087862383760
B.BP.001.07.19.0000708
Dicari staff Purchasing untuk Restaurant Kuta 081933101230
B.BP.154.07.19.0000758
Dicr Guru TK & FO,SMA Max 30Th Bs Kerja Team.Hub:082145707300
SMK di Dps Bth Bendahara/Admin Syarat SMK/SMA,Pekerja Keras, Jujur,Teamwork,Honor Menarik. Hub:tugasbali@yahoo.com B.BP.001.07.19.0000663
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
B.BP.001.07.19.0000426
Dicr Kitchen,Waitres,Bartender Hub Email:sutoyo27@gmail.com B.BP.001.07.19.0000668
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Sopir Serabutan & Asisten Rmah Tngga.Tinggal Dlm:085103167222
Avanza’2004 AsDK Kuning Met G Manual Bgs 78Jt 087861722981
DIJUAL RUMAH
RUPA-RUPA
B.BP.001.07.19.0000628
B.BP.001.07.19.0000757
PROPERTY
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
Djl Rmh Lt.2.Kmr tdr 4. Jln.Tkd Balian Renon H.085100888379
Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat
Tnh L 4A Lok Stratgis, Jl .Jepun Lbr Jl Dpn 6M Hotmix Utara RS. K.Ibu Tbn.T 7Are Ex Penginapan Lbr Jl dpn 6M Hotmix Lok.Desa Cupel Negara.Hub:081338542300
T.412815 / 085337370228
B.BP.004.07.19.0000764
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tanah+Bangunan Ls.23,3Are Lok. Pinggir Jln.Raya Kuta, Peminat Serius Hub.08192281012 Maaf TP B.BP.001.07.19.0000623
Tnh 1,5A&1,85A Lok.Jl .P.Belitung Gg.Babakansari III.Lbr Jln Depan 4M.Hub:081338542300 B.BP.001.07.19.0000703
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.07.19.0000702
PROPERTY
B.BP.001.07.19.0000497
Hanya 35Jt,10Bln kemudian Anda Sudah Bisa bawa pulang 1 Unit Expander.Perjanjian Notaris. Hub:081915643018/08983164099WA B.BP.001.07.19.0000500
DIJUAL HOTEL
Dijual Hotel Negari Klungkung DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:08174792678/081805374433
KEHILANGAN Hlg BPKB DK 512 GH No. 3143350-O AN.Ketut Jawi B.BP.167.07.19.0000712
B.BP.004.07.19.0000096
KURSUS
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
SERVICE
SERVICE
BANGLI
14
Senin Pon, 22 Juli 2019
Semburan Belerang di Danau Batur Mereda Bangli (Bali Post) – Kondisi Danau Batur, Kintamani kini berangsurangsur mulai normal kembali, setelah sempat terjadi semburan belerang beberapa hari lalu. Meski demikian, petani ikan masih belum berani beraktivitas di keramba jaring apung (KJA) miliknya. Seorang petani ikan I Ketut Wania mengungkapkan, kondisi Danau Batur terpantau sudah mulai normal kembali sejak Minggu (21/7) pagi kemarin. Semburan belerang sudah mereda. Hal itu nampak dari kondisi air danau yang tidak lagi berwana keputih-putihan. Ia menyebut, wilayah yang terpantau sudah mulai normal kembali, yakni di Seked, Kedisan dan Abang. Sementara yang belum mereda di wilayah
Hulundanu Songan. Wania mengatakan, berdasarkan informasi yang didapatnya, semburan belerang sempat terjadi di wilayah Hulundanu dua hari lalu. Semburan cukup parah bahkan sampai menyebabkan ikan liar mati. “Tapi tadi saya kontak di sana, katanya sudah agak mereda,” kata pria yang merupakan Ketua Asosiasi Pelaku Perikanan Kabupaten Bangli itu. Lanjut dikatakannya, kendati kondisi air Danau Batur sudah mulai normal, namun ia mengaku masih belum berani beraktivitas banyak di KJA termasuk memberi makan ikannya. Hal itu sengaja dilakukan untuk mengurangi risiko ikan menjadi stres dan mati. “Aktivitas secara total belum berani,” ujarnya.
Wania tak bisa memastikan kapan air Danau Batur akan benar-benar normal kembali. Ia mengatakan, kondisi itu sangat bergantung pada arah angin. “Tidak bisa diprediksi betul. Mungkin 3 sampai 4 hari lagi normal,” kata Wania. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Wayan Sukartana dikonfirmasi terpisah soal upaya pemerintah untuk mengatasi munculnya kerugian petani akibat fenomena semburan belerang itu mengatakan, Pemkab Bangli melalui tim pelestarian Danau Batur sudah mengajukan proposal ke pemerintah pusat terkait sistem perikanan dengan bioflok. Hanya belum bisa dipastikan kapan proposal itu bisa terealisasi. (kmb40)
KJA di Danau Batur, Kintamani.
Bali Post/ina
Senin Pon, 22 Juli 2019
OLAH RAGA
15
Kapolda Petrus Golose Rebut Juara Ganda Khusus Denpasar (Bali Post) -
Ketua Umum Pengprov PTMSI Bali yang juga Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose yang berpasangan dengan M. Bima Abdi Negara keluar sebagai juara ganda khusus pada Kejuaraan Tenis Meja Internasional bertajuk ‘’Bali Open International Table Tennis Championship 2019’’ di GOR Merpati pada hari kedua, Sabtu (20/7). Di babak final, ganda Petrus Golose/Abdi Negara mengalahkan Yon/Wiratma dengan skor 3-1.
Bali Post/ist
Pasangan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr Petrus Reinhard Golose dengan M. Bima Abdi Negara.
Akulturasi Budaya Dari Hal. 1 ‘’Jadi sudah ada akulturasi budaya antara Hindu di Bali dengan Hindu di Jawa Timur. Mudah-mudahan dengan cara seperti ini, lambat laun nanti Pura Semeru mempunyai pola tersendiri yang sesuai dengan kearifan lokal di sini,’’ harapnya. Di luar masalah spiritual, Cok Ace melihat komunikasi sosial juga sudah berjalan sangat bagus. Baik dengan datangnya bupati/wali kota se-Bali bersama para bendesa maupun masyarakat dan pemerintah setempat yang dinilai responsif dengan kehadiran pura. Bupati dan Wakil Bupati Lumajang disebut hadir saat karya berlangsung, dan mendengarkan apa yang menjadi persoalan di pura. Misalnya terkait parkir, Bupati Lumajang yang hadir saat puncak karya langsung meninjau lokasi yang kemungkinan bisa dikembangkan untuk parkir. ‘’Jadi sangat responsif, bahkan sekarang kita lihat di bawah diperlebar lagi jalan yang menuju ke sini. Jadi, pemerintah dan masyarakat melihat manfaatnya dari adanya pura di sini, bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat di Kecamatan Senduro, sangat
Pendukung Koalisi Dari Hal. 1 ‘’Kan tidak tertutup kemungkinan juga kalau ketu MPR bukan dari kalangan pendukung koalisi presiden. Pada periode yang lalu, PAN terbukti bisa meraih kursi ketua MPR,’’ kata Saleh di Jakarta, Minggu (21/7) kemarin. Saleh mengatakan, setiap partai politik yang memenuhi ambang batas parlemen 4 persen dan juga anggota DPDRI berhak mengajukan calon ketua MPR. Karena, menurutnya, MPR adalah perwujudan kedaulatan rakyat yang berasal dari DPR dan DPD, karena itu sah-sah saja jika Gerindra mengajukan calon ketua MPR. Dia menilai perebutan kursi ketua MPR tidak sesederhana ketua DPR karena untuk meraih kursi ketua MPR harus melibatkan DPD-RI. Sementara itu, menurutnya, DPD-RI bukan bagian dari koalisi salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu Presiden 2019. (ant)
pesat sekali,’’ paparnya. Sementara itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, keberadaan Pura Mandara Giri Semeru Agung memiliki makna spiritual yang sangat penting bagi Bali. Oleh karena itu, pemda dan masyarakat Pulau Dewata wajib hukumnya ngaturang bhakti kepada Ida Batara yang berstana di pura ini. ‘’Pemerintah di bawah kepemimpinan Pak Koster dan Pak Cok Ace melalui visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ terus menggencarkan akselerasi pembangunan secara sekala dan juga tetap secara niskala. Ngaturang bhakti penganyar ini adalah upaya-upaya dalam konteks niskala, spiritual, untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,’’ ujarnya. Dewa Indra meyakini, seluruh upaya sekala untuk membangun dan mewujudkan kesejahteraan rakyat belum tentu akan berhasil kalau Ida Batara tidak memberikan wara nugraha-nya. Bhakti panganyar rombongan Pemprov Bali di-puput oleh Ida Pedanda Mas Dwija Putra dari Geria Mas Taman Sari, Baturiti, Tabanan. Mewakili Gubernur Bali, Sekda Dewa Indra juga menyerahkan dana punia kepada panitia karya. Sebelum bertolak ke Lumajang, rombongan Pemprov Bali juga menyempatkan untuk tangkil ke Pura Agung Blambangan, Banyuwangi di siang harinya. (kmb32)
Duel di laga pamungkas ini berjalan seru, dan berhasil menghibur penonton. ‘’Lawan memberikan perlawanan sengit, namun kami bersyukur bisa memenangkan laga,’’ ucap Abdi. Sebelumnya, pada babak 8 besar pasangan Kapolda Petrus Golose/Abdi Negara mengalahkan pasangan Yung Wa/ Dedy Dacosta dengan skor tipis 3-2. Turnamen yang juga dirangkaikan dengan Hari Bhayangkara ke-73, juga dihadiri Wakapolda Bali Brigjen. Pol. Drs. I Wayan Sunartha, Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Barbara Golose dan Kapolres se-Bali. Kejuaraan bergengsi
ini diikuti 294 atlet dari 12 negara seperti Malaysia (3 atlet), Filipina (8), Thailand (3), Singapura (3), Taiwan (8), Jepang (1), Macau (3), Hongkong (2), Jerman (1), Republik Ceko (1) dan China (39). Indonesia sendiri mengirimkan cukup banyak atlet yakni 222 orang. Atlet Indonesia banyak yang diunggulkan pada event ini seperti Gilang Maulana, M. Bima Abdi Negara dan Zahru. ‘’Event ini sangat besar dan dapat menjadi wadah bagi atlet muda untuk bertanding dan berprestasi apalagi banyak atlet luar negeri juga ikut bertanding,’’ ungkap Zahru. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky
Widjaja, S.IK., M.Si. mengatakan pertarungan makin seru guna menentukan langkah atlet ke babak delapan besar. Di sektor tunggal putri, satu–satunya atlet Indonesia yang melaju ke babak delapan besar adalah Rina Sintya. ‘’Saya bersyukur bisa melenggang hingga ke babak delapan besar,’’ tutur Rina. Prestasi atlet kelahiran kota Bogor 8 Maret 1999 ini antara lain emas beregu putri pada SEATTA kadet dan junior di Brunei (2014), emas ganda putri SEATTA kadet dan junior di Brunei (2014), emas ganda putri POPNAS di Semarang (2017), emas beregu putri PON di Band-
Kalahkan Thurman
Pacquiao Rebut Gelar WBA Super Las Vegas – Manny Pacquiao meraih gelar WBA Super kelas welter. Pacman mendapatkannya setelah menang angka atau split decision atas Keith Thurman. Pertarungan antara Pacquiao dan Thurman berlangsung di MGM Garden Arena, Minggu (21/7) kemarin. Duel berjalan ketat dan harus diselesaikan dalam 12 ronde. Pacquiao keluar sebagai pemenang menurut penilaian juri. Juri I memberikan 114-113 untuk Thurman, juri II 115-112 untuk Pacquiao, dan juri III 115-112 untuk Pacquiao. Hasil ini sekaligus menjadi kekalahan pertama sepanjang karier Thurman. Pacquiao pun sukses jadi pemilik baru sabuk juara WBA Super kelas welterweight. ‘’Ini menyenangkan. Lawan saya adalah petarung dan petinju yang bagus. Dia kuat. Saya pikir dia melakukan yang terbaik, dan saya melakukan yang terbaik. Saya pikir kami membuat para penggemar senang hari ini karena itu pertarungan yang bagus,’’ kata Pacquiao. Thurman, yang berusia 30
tahun tak menyesali kekalahan ini. Dia justru senang dan dapat banyak pelajaran dari Pacquiao, yang lebih tua 10 tahun. ‘’Saya nyaris unggul. Dia memiliki momentum karena mendapatkan knockdown di ronde satu. Hasil ini tepat saya di belakang Manny Pacquiao malam ini. Malam ini adalah berkah dan pelajaran,’’ kata Thurman. (kmb33/afp)
ung (2016), emas ganda putri Kejurnas di Jakarta (2017). Event kali ini salah satu yang terbesar yang saya ikuti, kalau ditanya persiapan tentu saya sudah mempersiapkan diri dengan matang untuk pertandingan selanjutnya,’’ ucap Rina. Tercatat dua atlet bersaudara asal Palembang Gilang Maulana dan M. Bima Abdi Negara melaju sampai babak delapan besar. Prestasi yang diukir Gilang Maulana menundukkan He Jing Lin (Guang Xi) 3-1, menang atas Zang Guo Zhe (Guang Zhou) 3-1, dan menaklukkan LI Hasin Yang (Taiwan) 3-1. Sedangkan prestasi Abdi Negara mengalahkan M. Teja (Lampung) 3-0, menundukkan Lu Junjun (Guang Xi) 3-0 dan unggul atas Li Zirui (Guang Zhou) 3-1. Kemenangan inilah yang mengantarkan atlet PTM Stoni Bekasi melaju ke babak delapan besar. (022)
Senin, 22 Juli 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Melarapan Karya Ngenteg Linggih Pinake Sarana Nincapang Srada Bakti Ring Ida Sang Hyang Widi (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Hanoman(2) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Yowana Magz Prestasi Jurusan Tari dan Kerawitan SMKN 5 Denpasar
09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita
Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Upacara Pitra Yadnya (1) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Klip Bali Yowana Live Makna Galungan di Kalangan Yowana Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping
16:30 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Taman Sari Pom Pom School Sansekerta Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Diabemed Taksu Jro Dukuh Sumerta, Pelestari Seni dan Budaya Bali Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Pura Puseh Beng CarangSari (2) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV
KULINER
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
KESEHATAN
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
SENIN PON, 22 Juli 2019
Tak Mau Berkembang Sendiri
SALAH satu pengusaha pariwisata di Bali yang sukses adalah Dr. Ketut Mardjana. Kepiawaiannya dalam memimpin perusahaan, menjadikan usaha miliknya, Toya Devasya, terkenal sebagai destinasi wisata favorit di Kintamani. Di tengah keberhasilannya itu, mantan Dirut PT Pos Indonesia itu rupanya tak mau sukses sendiri. Buktinya, sejak beberapa tahun terakhir, pria asal Desa Batur Selatan ini sangat aktif mendorong dan membina masyarakat serta kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Kintamani untuk giat menggali dan mengelola potensi wisata yang ada di desa masing-masing. Seperti halnya yang dilakukannya terhadap kelompok penyedia jasa transportasi khusus Jeep di wilayah kaldera Batur. Mardjana selama ini mendorong kelompok tersebut untuk ikut bersama-sama mewarnai dan membangkitkan pariwisata di Kintamani. “Kita di Toya Devasya tidak perlu memiliki Jeep. Serahkan masyarakat masing-masing yang memiliki Jeep untuk mengelola, nanti kita link-kan dengan Toya Devasya,” ungkapnya, Minggu (21/7) kemarin. Hal yang sama juga dilakukannya terhadap pokdarwis di Desa Terunyan. Mardjana terus mendorong dan membinanya agar menggali dan mengelola potensi alam yang dimiliki secara profesional. Bahkan ia juga memberikan bantuan sejumlah fasilitas seperti tenda untuk camping yang bisa dikelola pokdarwis. “Kita tidak bisa berkembang sendiri, sementara lingkungan sekitar tidak jelas. Lingkungan harus dibina dengan baik tidak boleh egois. Karena itu saya selama ini terus membangun konektivitas dengan masyarakat sekeliling. Kita tidak boleh mau makan sendiri. Harus berbagi,” kata pria yang masih energik di usianya yang telah memasuki kepala enam itu. Dalam pembinaan yang dilakukannya selama ini, ia tak jarang membagikan kunci sukses memimpin dan mengelola usaha. Menurutnya, untuk menjadikan sebuah usaha menjadi maju, pemimpin harus punya pola pikir tranformasional. Seorang pemimpin harus terus melakukan perubahan dan mengajarkan ke bawahan untuk selalu menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Ketua PHRI Kabupaten Bangli itu berkeinginaan keberadaan pokdarwis dan usaha pariwisata di Kintamani ke depannya bisa maju bersama-sama dan saling bekerja sama. “Saya ingin keberadaan Toya Devasya ini betul-betul bermanfaat bagi masyarakat,” jelas pria yang pernah menempuh pendidikan di Australia tersebut. (ina)
Dr. Ketut Mardjana
Bali Post/ina
Rayakan Ulang Tahun Ke-17
Toya Devasya Luncurkan ”Water Sport” di Danau Batur TOP IN VASI
WONDERFUL BALI TOYA DEVASYA terus berinovasi untuk menjadi destinasi wisata favorit di Kintamani. Inovasi terbaru yang dilakukan, yakni dengan menghadirkan wahana water sport di Danau Batur, Kintamani. Peluncuran Toya Devasya Water Sport dilaksanakan bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-17 Toya Devasya, Sabtu (20/7). Perayaan ulang tahun Toya Devasya tersebut berlangsung meriah di tepi Danau Batur, dihadiri Wakil Bupati Bangli, Dandim 1626/ Bangli, perwakilan Polres Bangli, Asita Bali, pengusaha, dan ratusan undangan lainnya. Direktur Utama Toya Devasya Ayu Astiti Saraswati mengatakan, rangkaian ulang tahun Toya Devasya digelar sejak 14 Juli lalu, yakni dengan melaksanakan kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan, pembagian sembako, pembangunan fasilitas MCK untuk warga di balik bukit Terunyan, donor darah dan pemberian bantuan alat lukis untuk siswa SLB. “Hari ini puncak acara ulang tahun sekaligus peluncuran water sport,” terangnya. Dijelaskan Ayu, water sport saat ini menjadi wahana wisata terbaru di Toya Devasya, juga menjadi wahana water sport pertama di Danau Batur. Toya Devasya Water Sport yang disediakan di antaranya jetski, donat, banana boat, flying fish dan flying board. Water sport ini dihadirkan untuk semakin menarik minat wisatawan berkunjung ke Kintamani utamanya ke Toya Devasya. Sebelum resmi diluncurkan, pihaknya sempat melakukan beberapa kali uji coba aktivitas water sport di Danau Batur. Aktivitas itu diakuinya menjadi pemandangan indah dan sangat menarik bagi
BUDAYA
PENDIDIKAN
SENIMAN PELUNCURAN - Acara perayaan ulang tahun ke-17 Toya Devasya yang dirangkaikan dengan peluncuran Toya Devasya Water Sport di Danau Batur, Sabtu (20/7). wisatawan. “Kita ingin wisatawan bisa menikmati kunjunganya ke Kintamani lebih lama,” kata Ayu. Lanjut dikatakan Ayu Saraswati, selama beberapa tahun terakhir progres kemajuan Toya Devasya sangat pesat. Di usianya yang ke-17 tahun saat ini, fasilitas dan wahana wisata yang disediakan Toya Devasya cukup lengkap. Toya Devasya kini telah memiliki 9 kolam pemandian air panas alami. Di Toya Devasya juga tersedia spa, vila, hickers camp, wisata adventure dan wahana water boom. “Tentu tidak akan berhenti sampai di sini. Toya Devasya akan terus berinovasi.
Dalam waktu dekat program kami ke depan akan membangun hotel dan metting room,” imbuhnya. Founder Toya Devasya Dr. Ketut Mardjana menyampaikan apresiasi terhadap undangan yang telah hadir dalam perayaan ulang tahun Toya Devasya. Dikatakan Mardjana yang Ketua PHRI Bangli ini, hingga usia ke-17, Toya Devasya selama ini ikut berupaya mengembangkan kawasan pariwisata Kintamani menjadi lebih baik, di antaranya melalui pembinaan pokdarwis di Terunyan, Toya Bungkah dan berbagai tempat lainnya. “Tujuannya adalah bagaimana kita memajukan Bangli melalui
gerakan peningkatan kunjungan pariwisata ke Kintamani,” kata Mardjana. Terkait peluncuran Toya Devasya Water Sport, Mardjana menargetkan dengan adanya fasilitas tambahan yang baru ini kunjungan wisatawan untuk datang ke Toya Devasya dan Geopark Batur, Kintamani pada umumnya semakin meningkat. “Selama ini water sport kita jumpai banyak di Benoa. Sekarang Toya Devasya hadirkan water sport di Danau Batur. Kami sudah lakukan uji coba dan hasilnya bagus, sangat menarik bagi wisatawan,” kata Mardjana. (ad773)