terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 184 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
sabtu pon, 22 Februari 2020
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Jabat Ketua Muda Perdata MA
Pisang Mati Saat Berbuah
Tanam 2.000 Bibit Mangrove
Putra Bali beberapa kali dipercaya mengisi jabatan di Mahkamah Agung (MA). Tahun 2020 ini, salah satu putra Bali yang masuk jajaran ‘’kabinet’’ Ketua MA Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali, S.H., M.H. adalah I Gusti Agung Sumanatha, S.H., M.H.
Pohon pisang mati saat berbuah kini dialami petani di Banjar Jelantik Kuribatu, Desa Tojan. Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida menyebutkan tanaman pisang tersebut terserang hama. KLUNGKUNG | HAL. 7
Ratusan warga dan gabungan pegawai sejumlah instansi, Jumat (21/2) kemarin menanam 2.000 bibit mangrove di Desa Budeng, Jembrana. Ancaman terbesar keberlangsungan tanaman mangrove adalah sampah plastik yang terbawa aliran sungai yang bermuara di laut.
DENPASAR | HAL. 2
JEMBRANA | HAL. 11
Babi Mati Terus Merebak Pemda Belum Serius Bertindak
Kasus babi mati hingga kini terus merebak. Dampaknya peternak makin merugi karena ternaknya mati dan yang masih hidup tetap tidak laku dijual. Ironisnya, pemerintah daerah justru belum serius bertindak, terutama untuk memutus penyebaran virus. Buktinya, kepastian penyebab kematian babi hingga kini belum diumumkan. Selain itu bangkai babi hanya dibuang begitu saja di sungai, sehingga rentan menyebarkan virus lebih luas.
Bali Post/bit
K
KOSONG - Kandang babi milik warga kosong pascakematian babi secara massal. adek Adnyana, peternak berlokasi di seputaran Jalan Hayam Wuruk Denpasar, dengan wajah sedih menunjukkan kandang babi miliknya. Masih ada puluhan babi siap potong miliknya di dalam kandang, setelah sebelumnya puluhan lainnya mati. Sejak
merebaknya wabah berakibat babi mati mendadak, masyarakat pun enggan mengonsumsi daging babi. Adnyana bahkan mengaku ada babi peliharaannya diberikan cuma-cuma kepada yang mau. Kerugian total dialami peternak yang telah tujuh tahun menggantungkan hidupnya
OPINI
RUU Cipta Kerja dan Nasib Lingkungan Kita Oleh : Ribut Lupiyanto
PEMERINTAH telah merilis draf RUU Cipta Kerja untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. RUU Cipta Kerja merupakan salah satu rencana Omnibus Law selain RUU Perpajakan dan Pemberdayaan UMKM. Omnibus Law sendiri dapat dimaknai sebagai suatu undangundang (UU) yang dibuat untuk menyasar satu isu besar yang mungkin dapat mencabut atau mengubah beberapa UU sekaligus, sehingga menjadi
lebih sederhana. Keberadaan Omnibus Law akan membuat penyederhanaan perizinan mulai dari izin lokasi, IMB, hingga izin lingkungan untuk syarat investasi. Hal yang penting diantisipasi adalah terkorbankannya sektor lingkungan.
Tantangan Lingkungan Banyak catatan diberikan publik atas draf RUU Cipta Kerja. Salah satunya menyangkut kepentingan ekologi. Kartodihardjo (2020) memaparkan adanya potensi melemahkan pengaturan lingkungan hidup ke depan. Pertama, perubahan pasal-pasal di atas masih berpotensi menimbulkan perbedaan interpretasi karena tidak adanya penjelasan isi pasal-pasal tersebut. Kedua, tidak ada norma dan arahan untuk pengaturan yang lebih operasional dari pasal-pasal tersebut terhadap aturan di bawahnya, misalnya dalam bentuk peraturan pemerintah. Ketiga, dengan banyaknya kewenangan pemerintah pusat serta luasnya cakupan bidang lingkungan hidup, kapasitas pemerintah tidak memadai dengan tuntutan tanggung jawabnya yang sangat besar. Potensi pelemahan ekologis di atas justru terjadi di saat kondisi lingkungan kini menghadapi segudang permasalahan krusial. Permasalahan ini mengkhawatirkan bagi keberlanjutan pembangunan. Merosotnya kualitas lingkungan dapat dicermati dari banyak sektor. Hal. 11 Kehidupan Modern
Harian Bisnis Bali Bali Tak Sulit Garap Pasar MICE Pemerintah Indonesia mendorong Bali tidak hanya tergantung pada pasar leasure tetapi juga optimal menggarap MICE. Pasar ini dinilai tak sulit untuk digarap. Kenapa? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST PPI Rusak Diterjang Ombak Abrasi di Pantai Desa Kusamba, Klungkung, merongrong bangunan Pusat Pendaratan Ikan (PPI). Sebagian bangunan rusak parah diterjang ombak.
www.denpost.id
dari memelihara babi ini. Adnyana pun kini hanya bisa pasrah bahkan sudah pada titik putus asa. Ahli Virologi FKH Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika tidak menampik kondisi kematian babi sebenarnya sudah dapat dipastikan penye-
babnya. Secara scientific atau ilmiah, pihaknya memiliki bukti ilmiah terkait penyebab. Hal. 11 Penyebab Pasti
Gubernur Bali Diminta Bersikap ’’Ini semua orang abai, menganggap bahwa virus ini bisa diselesaikan oleh satu bidang saja. Ternyata tidak bisa. Ini harus semua digerakkan. Sementara yang punya kemampuan untuk menggerakkan adalah Gubernur.’’ Ketut Hari Suyasa Ketua GUPBI Bali KERUGIAN peternak dengan adanya wabah kematian babi mendadak ini dipastikan besar. Berdasarkan harga BEP (break event point) babi hidup Rp 25.000 per kg, dengan berat babi siap panen (usia 6 bulan) 90 – 125 kg. Maka kerugian peternak mencapai Rp 2.250.000 – Rp 3.125.000 per ekornya. Jika diasumsikan kematian babi di satu desa mencapai 584 ekor di wilayah Badung, be-
rarti kerugian peternak di desa itu mencapai Rp 1 miliar lebih. Itu pun hanya di satu desa. Ketua Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Bali Ketut Hari Suyasa, Jumat (21/2) kemarin mengatakan, yang pasti dihadapi Bali saat ini adalah kasus kematian babi semakin meluas. Hal. 11 Bersikap Tegas
Data Diragukan, Hasil Lab Tak Kunjung Keluar KASUS gerubug atau babi mati mendadak di Bali kini diklaim mencapai 899 ekor. Namun jumlah ini dinilai tidak masuk akal karena tak sesuai kenyataan. Selain itu, hasil laboratorium mengenai penyebab kematian babi hingga kini belum keluar. Padahal sampel sudah dikirim ke Balai Besar Veteriner sejak beberapa bulan lalu. ‘’Sampai hari kemarin, kasusnya cuma 899. Jadi belum 900,’’ ujar Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali IKG Nata Kesuma, Jumat (21/2) kemarin. Secara keseluruhan kasus kematian babi, disebutkan Nata, juga sudah mereda. ‘’Walaupun kasus ini semakin mereda, bahkan beberapa hari ada nihil, ada perkembangan 1-2, tapi kita kan tetap kewaspadaan dini,’’ imbuhnya.
Ahli Virologi FKH Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika menyampaikan hal berbeda tentang jumlah babi mati. Dari laporan yang diterima secara pribadi, memang kasus kematian babi masih ada dan masih tinggi. ‘’Ini penyakit yang baru, yang muncul sejak Desember 2019. Bahkan belum dinyatakan secara resmi oleh Departemen Pertanian,’’ katanya. Hal. 11 Populasi Babi
’’Kalau angka yang disebutkan kecil, tentu tidak perlu dilakukan penanganan. Karena data yang sebenarnya jauh lebih baik daripada data angka yang disembunyikan. Tapi buktinya peternak saat ini ’menjerit’, termasuk juga konsumen merasa ketakutan untuk mengonsumsi daging babi.’’ Prof. Dr. drh. Mahardika Ahli Virologi FKH Unud
Bintang Puspayoga Dorong Hadirnya Desa Layak Anak
Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), per 15 Januari 2020, mencatat bahwa jumlah laporan kasus kekerasan terhadap anak sepanjang tahun 2019 di Provinsi Nusa Tenggar Barat (NTB) mencapai 218 kasus. Sementara kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai 213 kasus. Angka yang cukup tinggi ini perlu menjadi perhatian bersama untuk dapat memberikan layanan yang maksimal kepada korban. Demikian penegasan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, Jumat (21/2) kemarin, di Lombok. Penegasan Menteri Bintang tersebut disampaikan saat meresmikan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi NTB. Menteri Bintang berharap UPTD PPA tersebut dapat beroperasi secara profesional, terus mengembangkan kapasitasnya, serta memberikan layanan optimal bagi seluruh masyarakat demi mewujudkan perempuan berdaya, melahirkan anak berkualitas dengan menurunkan angka kekerasan terhadap perempun dan anak di NTB. Ia pun mengisyaratkan untuk terus mendorong
hadirnya desa layak anak. ‘’Kami mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi NTB yang telah membentuk UPTD PPA. Hal ini merupakan bentuk perhatian pemerintah NTB terkait isu perempuan dan anak. Apresiasi juga kami berikan atas berbagai program dan kebijakan yang telah dilaksanakan seperti adanya layanan NTB Care serta mengembangkan revitalisasi Posyandu Keluarga yang diperuntukkan bagi balita hingga lansia sebagai garda terdepan mewujudkan keluarga sehat dan mandiri serta mencegah stunting,’’ ungkap Menteri Bintang. Menteri Bintang kembali menegaskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Kemen-PPPA memiliki tugas untuk menjalankan lima isu prioritas terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak selama lima tahun ke depan, yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan; peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan anak; penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak; penurunan pekerja anak; dan pencegahan perkawinan anak. Hal. 11 Pelayanan Maksimal
Bali Post/kmb
UPTD PPA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, bersama Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah dan Ketua TP PKK NTB Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah saat meresmikan UPTD PPA Provinsi NTB, Jumat (21/2) kemarin.
Sabtu Pon, 22 Februari 2020
I Gusti Agung Sumanatha Jabat Ketua Muda Perdata MA
PUTRA terbaik Bali beberapa kali masuk daftar pejabat yang mengisi jajaran Mahkamah Agung (MA). Di tahun 2020 ini, salah satu putra Bali yang masuk jajaran “kabinet” Ketua MA Prof. Dr. H. Muhammad Hatta Ali, S.H., M.H. adalah I Gusti Agung Sumanatha, S.H., M.H. Berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 21/P Tahun 2020 yang ditandatangani Plt. Deputi Bidang Administrasi Aparatur Setya Utama tertanggal 19 Februari 2020, per tanggal 20 Februari 2020 I Gusti Agung Sumanatha, S.H., M.H. secara resmi dilantik sebagai Ketua Muda Bidang Perdata Mahkamah Agung RI. Pria asal Tainsiat, Denpasar itu sebelumnya masuk delapan besar hakim agung terpilih, dan masuk Kamar Pengadilan Perdata. Jumat (21/2) kemarin,
Bali Post/ist
I Gusti Agung Sumanatha, S.H., M.H.
sebagaimana undangan yang tersebar, I Gusti Agung Sumanatha dilantik menjadi Ketua Hakim Agung Muda Bidang Perdata Mahkamah Agung RI. “Beliau lama di pusdiklat,” ucap salah seorang rekan Agung
Sumanatha, yang saat ini berdinas di Denpasar. Selain Ketua Muda Bidang Perdata, yang dilantik Jumat kemarin adalah Ketua Muda Bidang Pembinaan dan Ketua Muda Pengawasan. Sebagai rekannya, Kepala Pengadilan Negeri Denpasar Soebandi, Jumat kemarin, mengaku bangga ada putra Bali yang menduduki kursi strategis di MA. “Kami tentu bangga mendengar putra Bali dipercaya memegang jabatan ini,” tandas Soebandi. Karier Gusti Agung Sumanatha memang cukup cemerlang. Setelah menjadi hakim di Pengadilan Jakarta Pusat, lulusan UGM itu pernah menjadi hakim yustisial di MA, dan juga Kepala Pusat dan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Peradilan MA. Alumni SMP 1 Denpasar itu juga delapan tahun menjadi hakim agung pada MA RI. (kmb37)
Alami Kendala, BPS Dampingi Warga Isi Data Sensus Penduduk Denpasar (Bali Post) Pelaksanaan Sensus Penduduk tahun 2020 yang dilakukan secara online oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sudah berjalan selama seminggu. Karena baru pertama kali sensus ini dilaksanakan berbasis digital, tentunya banyak kendala yang dihadapi di lapangan, terutama dalam hal ketelitian pengisian data. Meski demikian, kendala tersebut dapat teratasi lantaran ada pendamping dari petugas BPS. ‘’Karena ini baru pertama kali sensus penduduk dilakukan secara online, harus diakui banyak kendala yang dihadapi. Salah satunya ketidaktelitian dalam
mengisi data. Akan tetapi, ketika kami melakukan pendampingan ternyata kendala itu bisa teratasi dengan sendirinya,’’ kata Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho, Jumat (21/2) kemarin. Selain itu, katanya, warga tidak akan pernah membayangkan adanya sistem seperti ini. Untuk itu, pihaknya butuh kesabaran untuk melakukan pendampingan dalam pengisian data. ‘’Bisa dipahami, karena bagi banyak orang sistem ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya,’’ ucapnya. Meski telah berlangsung selama seminggu, Adi Nugroho belum berani memastikan berapa jumlah warga
Topik : lambat penanganan babi mati masal
yang telah melakukan pendataan. Sebab, yang sudah masuk termasuk orang Bali yang tinggal di luar Bali. Sementara orang luar Bali yang sedang tinggal di Bali, masuknya di tempat mereka merekam KTP. ‘’Contohnya seperti saya ini (orang luar Bali tapi tinggal di Bali). Jadi kami belum bisa sebutkan berapa warga yang sudah mengisi data secara online. Yang jelas, antusias warga Bali sejauh ini lumayan,’’ terangnya. Lebih lanjut dijelaskan, selama satu atau dua minggu ke depan pihaknya menyasar lembaga pemerintah atau kerap disebut ring 1. Selanjutnya, untuk ring 2 fokusnya kepada lembaga formal dan nonformal serta antusiasme warga bisa terjaga. Seperti berita sebelumnya, sensus penduduk yang dilakukan BPS tahun 2020 ini merupakan sejarah pertama, termasuk di Bali. Sebab, sensus ini dilaksanakan secara online. Artinya, tidak seperti sensussensus sebelumnya, di mana petugas BPS mendatangi dan mendata masyarakat satu per satu. (kmb21)
Makanan yang Dijual di Pasar Tradisional Dicek Rutin
Denpasar (Bali Post) –
Setelah beberapa kali melakukan tes makanan yang dijual pedagang di pasar tradisional, ditemukan ada yang mengandung rodhamin B dan formalin. Terutama pada ikan dan terasi merah yang dijual pedagang di Pasar Badung. Menekan penjualan makanan yang mengandung zat berbahaya bagi tubuh, kini PD Pasar Kota Denpasar melengkapi diri dengan mini lab food scurity untuk mendeteksi adanya kandungan bahan berbahaya pada makanan. Dirut PD Pasar Kota Denpasar I.B. Kompyang Wiranata, Jumat (21/2) kemarin mengungkapkan, mini lab food scurity tersebut merupakan alat untuk mendeteksi makanan yang mengandung rodhamin B, borak maupun formalin yang terdapat pada makanan. Makanan dan bahan makanan lainnya di Pasar Badung dipastikan sudah aman, karena setiap bulannya pihaknya bekerja sama dengan BBPOM selalu melakukan monitoring agar makanan yang mengandung zat berbahaya tidak lagi dijual di pasar tradisional, khususnya yang berada di bawah PD Pasar.
Kata Gus Kowi, sapaannya, mini lab food scurity tersebut juga memeriksa kandungan daging babi yang selama ini dikatakan memiliki virus yang menyebabkan banyak kematian babi, sehingga pembeli cenderung tidak mau membeli daging babi. ‘’Tidak usah khawatir, kami jamin di Pasar Badung sudah ada alat untuk mengecek bahan makanan yang mengandung unsur campuran pewarna atau pengawet,’’ ungkapnya. Selain bahan makanan, daging juga dijamin aman khususnya daging babi, sehingga tidak perlu khawatir masyarakat untuk membeli daging. Apalagi daging babi
Bali Post/eka
MINI LAB - Seorang petugas keluar dari mini lab food security di Pasar Badung, Denpasar, Jumat (21/2) kemarin. Mini lab ini disediakan untuk mengecek makanan yang mengandung bahan berbahaya. didatangkan langsung dari rumah potong hewan (RPH). ‘’Masyarakat kami yakinkan aman berbelanja di Pasar Badung. Begitu juga di pasar lainnya,’’ ungkapnya. Khusus untuk pasar di bawah naungan PD Pasar, Gus Kowi mengatakan juga
sudah melakukan pengecekan terhadap bahan makanan dan daging. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Cerita Perawat di Ruang Isolasi RSUP Sanglah
Awalnya Takut Tertular Penyakit, Lama-lama Terbiasa SALAH satu ruangan di RSUP Sanglah yang merawat pasien infeksi menular adalah ruang isolasi Nusa Indah. Di ruangan ini pasien penderita HIV, TBC, flu burung, rabies, flu babi, dan yang terbaru pasien observasi virus Corona dirawat. Perawat sebagai garda terdepan dalam merawat dan menghabiskan sebagian besar mendampingi pasien di ruang isolasi berpotensi besar mengalami penularan penyakit tersebut. Salah satu perawat yang bertugas di Ruang Nusa Indah, Gusti Putu Rai Sumiari, beberapa waktu lalu mengaku saat pertamakali bertugas di ruangan ini takut tertular penyakit infeksi tersebut. Namun lama-kelamaan, rasa takut ini berubah menjadi terbiasa. Terlebih antisipasi yang dilakukan RSUP Sanglah untuk mencegah penularan kepada petugas medisnya sangat maksimal. Proteksi yang dilakukan pihak RSUP Sanglah untuk
mencegah penularan infeksi kepada petugas medisnya adalah dengan menerapkan alat pelindung diri (APD) sesuai protap. Pemberian vaksin dan obat bagi petugas yang berjaga sesuai dengan kasus infeksi yang saat itu ditangani. ‘’Seperti kasus flu burung, petugasnya diberikan obat tamiflu. Saat kasus rabies, kami pun mendapatkan VAR. Jadi sudah diproteksi untuk mencegah penularan,’’ ujarnya. Saat merawat pasien dengan dugaan infeksi ini, menurut Putu Rai, pihak perawatlah yang paling banyak menemani pasien. Terkadang keluarga pasien justru tidak berani mendampingi keluarganya saat dirawat. ‘’Pasien khususnya yang diisolasi pasti merasa bosan. Jadi selain melakukan pemeriksaan rutin, kami biasanya menemani dengan mengajak ngobrol agar pasien tidak stres selama dirawat,’’ tuturnya. Dari semua penyakit infeksi yang ditangani, yang paling me-
nyebab waswas adalah penyakit rabies dan virus Corona. ‘’Rabies karena pasiennya mengamuk. Jika tercakar atau tergigit, potensinya besar terinfeksi. Ini yang menyebabkan waswas. Sementara untuk virus Corona karena penyebarannya mudah lewat udara. Syukurnya sampai sekarang belum ada yang positif,’’ jelas Putu Rai. Pekerjaannya yang berisiko ini, diakui Putu Rai, sempat mendapat penolakan dari keluarganya. Mereka takut akan potensinya terinfeksi penyakit menular. ‘’Anak dan suami meminta saya untuk pindah dan berhenti bertugas di ruang isolasi Nusa Indah. Namun saya jelaskan jika keamanan petugas benar-benar terjaga sehingga mereka mengerti,’’ ujar perawat yang sudah hampir delapan tahun bekerja di ruangan isolasi Nusa Indah. Hal yang diharapkan Putu Rai untuk mengatasi penyakit infeksi adalah adanya ruangan karantina khusus untuk petu-
Bali Post/san
Gusti Putu Rai Sumiari
gas. Sebab, saat terjadi kasus positif misalnya virus Corona, petugas memiliki tempat tujuan sampai dipastikan mereka aman dari virus. ‘’Kalau ada kasus positif, yang berpotensi terkena kan petugas medisnya. Kalau ada ruang karantina, petugas merasa lebih aman dan tidak khawatir pulang ke rumah membawa virus,’’ harapnya. (san)
Penutupan Sidang Paripurna Ke-4 DPRD Kota Denpasar
Seluruh Fraksi Setujui Tiga Ranperda Menjadi Perda
SELURUH fraksi DPRD Kota Denpasar menyetujui pengesahan tiga rancangan peraturan daerah (ranperda) menjadi peraturan daerah (perda). Ketiga Ranperda tersebut yakni Ranperda tentang Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar, Ranperda tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan dan Ranperda tentang Pengarusutamaan Gender. Hal tersebut terungkap saat penutupan Sidang Paripurna ke-4 Masa Persidangan I Tahun 2020 yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede di Gedung DPRD Kota Denpasar, Jumat (21/2) kemarin. Sidang yang mengagendakan pandangan umum fraksi ini dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Forkompinda Kota Denpasar, serta OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Sidang diawali dengan penyampaian pemandangan umum akhir fraksi yang diawali Fraksi Partai Gerindra yang dibacakan I Ketut Sudana. Fraksi Partai Gerindra secara umum dapat menerima dan menyetujui ketiga ranperda tersebut. Hal ini mengingat keberadaannya sangat penting untuk menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan, utamanya dalam menyosialisasikan pengarusutamaan gender kepada
pejabat dan staf di lingkungan perangkat daerah serta masyarakat. Fraksi Partai Golkar dalam pemandangan umum akhir yang dibacakan Putu Metta Dewinta Wandy juga menerima dan menyetujui penetapan tiga ranperda tersebut menjadi perda. Diharapkan dari penetapan tersebut pelaksanaan pembangunan dititikberatkan pada kesetaraan gender dalam setiap tahapan pembangunan di Kota Denpasar. Fraksi Partai Demokrat dalam pandangan akhir fraksi yang dibacakan I Made Sukarmana juga menerima dan menyetujui usulan ketiga ranperda menjadi perda. Di mana secara umum hal ini guna memberikan acuan yang jelas serta mendukung pelaksanaan program Badan Kesatuan Bangsa dan Politik untuk mendukung kesejahteraan rakyat. Selain itu, pemilihan kepala lingkungan diharapakan tetap mengutamakan musyawarah mufakat sesuai dengan kearifan lokal di daerah. Hal senada juga disampaikan Fraksi PDI-P yang dibacakan I Nyoman Tananjaya Asmara Putra yang juga menyetujui ketiga ranperda menjadi perda tersebut. Di mana setelah ditetapkannya Perda Badan Kesatuan Bangsa dan Politik tentunya tetap berpedoman kepada Keputusan Menteri Dalam Negeri.
PERDA - Sidang Paripurna ke-4 DPRD Kota Denpasar. Seluruh fraksi menyetujui tiga ranperda menjadi perda.
Selain itu selalu memperhatikan kesetaraan gender dan keadilan gender di seluruh proses pembangunan di Kota Denpasar. Pengangkatan dan pemberhentian kepala lingkungan guna menjalankan tugasnya sebagai pelaksana otonomi daerah serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Sebagai pembicara terakhir, Fraksi Partai NasDem dan PSI lewat juru bicaranya yang kali ini dibacakan I Made Yogi Arya Dwi Putra juga sependapat untuk menerima dan menyetujui ketiga ranperda tersebut. Sehingga diharapkan penetapan ini mampu memberikan dukungan terhadap penetapan skala prioritas pembangunan, keterbukaan hukum, kesetaraan gender serta kegiatan yang mampu memberikan dukungan terhadap kesejahteraan rakyat. Selain itu, dalam kesempatan yang sama, seluruh fraksi DPRD Kota Denpasar kompak memberikan apresiasi terhadap capaian dan prestasi yang berhasil ditorehkan Pemerintah Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut seluruh fraksi DPRD Kota Denpasar juga mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi umat sedharma. Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara yang membacakan sambutan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan segenap anggota dewan atas kesungguhan dan kerja samanya hingga saat ini. Kerja sama yang didukung dengan koordinasi dan komunikasi yang sudah terbangun ini dapat mewujudkan suasana kondusif untuk mewujudkan komitmen pelayanan kepada masyarakat. Pihaknya juga mengajak semua pihak untuk bahu-membahu dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar. Sehingga dapat terus berinovasi dalam memberikan pelayanan maksimal menuju kesejahteraan rakyat. Jaya Negara menambahkan, mengingat dalam keputusan dewan serta pendapat akhir fraksi masih ada catatan, komentar, usul atau saran yang konstruktif, maka hal tersebut akan dikaji dan ditindaklanjuti sesuai urgensi dan aspek kemanfaatannya. (ad613)
AKLAMASI - I Ketut Suiasa terpilih secara aklamasi sebagai nakhoda baru IPSI Bali periode 20202024 pada Musrprov IPSI Bali, Jumat (21/2) kemarin di Puspem Badung.
Ketut Suiasa Terpilih sebagai Nakhoda IPSI Bali Periode 2020-2024 MUSYAWARAH Provinsi (Musprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bali dengan agenda pemilihan ketua umum baru periode 2020-2024 digelar Jumat (21/2) kemarin di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung. Acara tersebut dihadiri Sekjen PB IPSI Pusat Erizal Chaniago, Ketua KONI Bali Ketut Suwandi serta pengcab IPSI kabupaten/kota serta enam perguruan pencak silat historis yang ada di Provinsi Bali. Ketua Panitia Musprov A.A. Gede Rahmadi menyatakan Musprov IPSI Bali dengan agenda pemilihan pengurus baru sudah memenuhi kuorum dan bisa dilaksanakan karena sudah dihadiri oleh pengurus IPSI di seluruh kabupaten/kota dan enam perguruan pencak silat historis di Bali sebagai pemilik hak suara sah. ‘’Harapan kita Musprov berjalan lancar sesuai agenda, sehingga yang terpilih sebagai pengurus baru merupakan sosok terbaik untuk memimpin IPSI Bali periode empat tahun ke depan,’’ imbuh Rahmadi. Sementara itu, Dewa Bagus Made Suharya, Ketua IPSI Bali periode 2015-2019, menyampaikan apresiasi tinggi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pengurus
IPSI di seluruh kabupaten/kota serta enam perguruan pencak silat historis di Bali yang sudah bekerja sangat maksimal dalam memajukan prestasi IPSI Bali selama ini, sehingga prestasi IPSI Bali sangat bagus. Seperti pada gelaran Asian Games, pesilat putra Bali Komang Harik dan ganda putri pasangan Sang Ayu Sidan Wilantari dan Dwiyanti sukses menyumbangkan dua emas untuk Indonesia. Bagus Suharya berharap di tangan pengurus IPSI yang baru prestasi pencak silat di Bali semakin berkibar di kancah nasional maupun internasional. ‘’Dalam kepemimpinan kami selama ini, sudah tentu ada beberapa hal yang tidak bisa kami wujudkan, untuk itu kami mohon maaf atas segala kekurangan kami,’’ imbuhnya. Selanjutnya, dalam sesi sidang pemungutan suara, I Ketut Suiasa yang menjadi calon tunggal terpilih secara aklamasi dan mendapatkan dukungan penuh dari peserta Musprov selaku pemegang hak suara. Peserta Musprov secara kompak mendapuk dan mendukung Suiasa sebagai nakhoda baru IPSI Bali periode 2020-2024. Selaku nakhoda baru IPSI Bali,
Ketut Suiasa berharap ke depannya bisa menjaga tradisi emas pencak silat Bali di event nasional maupun internasional. Dia juga mengajak kepada semua komponen yang ada di IPSI untuk bekerja sama, dengan memberikan masukan dorongan maupun saran agar IPSI Bali menjadi lebih baik, lebih kuat dan berprestasi. ‘’Mari gelorakan rasa persaudaraan dan persatuan dengan mengedepankan semangat ngayah mengabdi untuk kejayaan pencak silat Bali. Semoga ke depan kita bisa mengembangkan inovasi dengan mem-branding silat yang merupakan warisan budaya Indonesia, mengingat silat sudah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia bukan benda. Dari Bali akan kita promosikan silat ke kancah internasional dengan mengagendakan kegiatan-kegiatan sports tourism. Sehingga dunia pariwisata dan pencak silat memiliki warna baru di masa mendatang,’’ papar Suiasa seraya menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Musprov atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin IPSI Bali periode 2020-2024. (ad614)
Sabtu Pon, 22 Februari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Investasi yang Berpihak pada Lingkungan DRAF RUU Cipta Kerja (Omnibus Law) mematik reaksi di berbagai kalangan. Di kalangan masyarakat, RUU yang digulirkan pemerintah ini dipahami sebagai rencana pemerintah menarik investasi ke negeri ini dengan tanpa hambatan administrasi. Penyederhanaan aturan diharapkan membuat iklim investasi yang membuka kesempatan kerja terbuka. Namun, di babak awal, draf RUU mendulang suara kritis. Kalangan buruh pun menilai RUU ini mengebiri hak-hak buruh. Pers bahkan menilai ada sejumlah pasal dalam RUU ini yang perlu dikoreksi. Yang jelas, proses menjadikan RUU Cipta Kerja ini sebagai undangundang masih bergerak. Proses panjang masih akan dilintasi. Pemerintah, bahkan Presiden pun telah buka suara. Draf RUU ini membutuhkan masukan dari berbagai elemen. Ini baru sebatas RUU yang akan dipertimbangkan oleh wakil rakyat untuk dijadikan undang–undang. Terkait penyerapan tenaga kerja dan investasi yang dibidik, Indonesia memang harus bergerak cepat melakukan terobosan. Penyerapan tenaga kerja dan daya saing Indonesia haruslah dibangun. Aturan yang ada saat ini diakui atau tidak memang sangat menjerat pelaku investasi. Investor tak hanya mendatangkan modal ke negeri ini, tetapi di banyak situasi mereka juga menjadi korban pungli. Banyaknya aturan yang mengelilingi kehadiran investasi membuat para pemodal berhitung cermat sebelum merealisasikan investasinya. Makanya, ketika RUU Cipta Kerja diajukan dengan spirit memangkas aturan investasi, kita tentu mengapresiasinya. Bahkan, pemerintah harus lebih terbuka terhadap hal ini. Kemudahan investasi tentu diperlukan, namun kemudahan jangan diartikan semua serba gampang. Rambu-rambu berupa regulasi tetap harus ada. Investasi tentu merupakan salah satu penggerak perekonomian. Makanya kehadiran investasi tetap mutlak bagi negeri ini. Namun, dalam konteks lain, investasi tetap harus berpihak pada konsep-konsep menjaga keseimbangan ekosistem. Kita jangan terjebak pada kemudahan investasi, namun gagal melakukan proteksi terhadap keselamatan dan keberlanjutan ekologi. Konsep keseimbangan ekosistem tetap harus menjadi rujukan utama dalam mengelola kehadiran investasi. Bahkan, bagi Bali investasi haruslah dilakukan secara lebih arif. Arif tentu bukan dalam artian, asal sesuai aturan diterima. Arif dalam konteks ini adalah terjaganya ketersediaan ruang dan lahan bagi krama Bali untuk menjalankan budaya dan tradisinya. Ruang-ruang suci yang diterjemahkan dalam bentuk kawasan suci tetap harus dihormati. Investasi tak bisa hanya berpihak pada kepentingan pemerintah, tetapi harus mengakomodasi kepentingan masyarakat adatnya. Akan sangat bijak dan arif, jika peran desa adat dalam memastikan investasi berjalan lancar diperhatikan. Dukungan desa adat dan komunitas adat tetap perlu didengar dan diatensi. Jangan sampai investasi membuat masyarakat adat Bali terjebak dikotomi pro dan kontra. Yang tak kalah penting adalah perlu adanya sosialisasi rencana investasi. Keterbukaan kajian analisis dampak lingkungan hidup perlu diperhatikan. Jangan menutupi hal-hal teknis terkait amdal dengan harapan investasi bisa lolos. Sosialisasi secara terbuka dan mengakomodasi kepentingan masyarakat adat menjadi sangat penting. Untuk itulah, penyederhanaan aturan investasi tak bisa mengabaikan hak-hak masyarakat adat. Keberpihakan pemerintah terhadap hak-hak masyarakat adat adalah hal wajib yang harus dipatuhi.
POJOK Babi mati merebak, pemda belum serius bertindak. - Menganggap sepele. *** BBPOM di Denpasar siap kawal produk arak Bali.
RADIO GLOBAL
RADIO GENTA BALI
RADIO GLOBAL SINGARAJA
RADIO SWIB
Sejahtera Dulu, Regenerasi Kemudian
BICARA isu pertanian seakan tak ada habisnya. Berbanding terbalik dengan luas lahan pertanian yang terus menyusut. Inilah paradoks sektor pertanian khususnya di Bali. Teori, kritik dan saran untuk menjaga keberlanjutan pertanian telah digaungkan sejak lama. Namun kepada siapa hal itu semua diarahkan, seharusnya kembali direnungkan mulai sekarang. Terbukti, pemerintah saja tidak cukup mampu karena masalah alih fungsi lahan dan kesejahteraan petani dipengaruhi banyak faktor, termasuk internal petani itu sendiri. Persoalan ini harus segera dipecahkan. Peluang agar mampu menjadikan pertanian sektor menjanjikan mesti digarap. Jika tidak begitu, regenerasi petani hanya omong kosong. Netizen yang menanggapi berita ‘’Arahkan Generasi Muda Geluti Pertanian Modern Berorientasi Pasar’’ yang diposting di akun Facebook @balipost pada intinya menyampaikan, pewarisan pertanian berkaitan erat dengan kesejahteraan petani. Kuncinya hanya itu. Buat apa mengarahkan generasi milenial membajak sawah kalau pada akhirnya merugi. Pemerintah dan swasta di sini punya peran penting memfasilitasi produk pertanian lokal agar mampu menembus segala lini pasar. Penetrasi produk lokal bisa diperkuat dengan mempersempit keran impor. Jika dari aspek kuantitas tidak mampu bersaing, menangkan sisi kualitas. Ingatlah bahwa Bali punya produk-produk pertanian unggul. Generasi milenial jangan tinggal diam. Ambil peluang ini. Aktiflah mempromosikan dan memasarkan produk pertanian lokal dengan memanfaatkan internet. Sebab, rantai distribusi yang kuat akan memengaruhi produksi karena berkaitan dengan pemenuhan permintaan pasar. Celah produksi inilah yang nantinya bisa dilirik generasi muda. De Darma Jangan diarahkan semata pak, tolong segala hasil panen pertanian diperhatikan. Contohnya biar tidak saat harga mahal heboh, saat petani gagal panen atau harga tak sesuai, pura-pura bongol. Bayangkan coba tidak ada petani, apa yang terjadi.
menanam padi, tiga bulan baru menghasilkan. Memenuhi hidup selama tiga bulan ini yang perlu dipikirkan.
Fajar Atjeh Saya juga bekas anak petani, jadi tahu bagaimana rasanya saat harga hasil panennya anjlok, sakit tapi gak berdarah. Sudah orangtua kerjanya dari pagi sampai sore, panas, hujan, belum lagi ada hamanya. Aduh lengkap sudah.
Widiatmika Sudharpa Sepanjang pemerintahan daerah Bali dengan segenap jajarannya mau berkomitmen untuk mendukung dengan segala upaya, pasti banyak yang mau seperti Thailand contohnya. Tapi kalau sekadar retorika dekat pemilu, ya enggaklah, pasti nonsen lagi.
Nyoman Suarsana Besok-besok kalau banyak punya uang, terus tidak ada beras, tak ada sayur, tidak ada buah, memangnya uang yang dimakan? Pertanian lesu. Katanya kerja demi sepiring nasi. Putu Krisna Dwipayana Cuma memperhatikan nasib petani, tapi tidak membantu. Bapak saya petani, kalau
Wayan Semarajaya Tangkas Memajukan petani baru hanya sebatas di wacana saja.
Ngurah Harley Pas kampanye bagus programnya. Tuadi Pochinki Mengarahkan dan mengimbau, siapa pun bisa. Kan cuma ngomong doang, talk less do more.
Adiguna I Gede Agus Perhatikan petani bukan hanya dengan omongan tapi berikan tanggungan yang sama seperti PNS kepada petani. Agung Skip Majukan Bali dengan pembangunan pertanian. Maka ajeg Bali pasti terjaga. Mandiri pangan dan bahan bebantenan. Dek DUnk Lahan yang akan digarap tidak ada karena sudah habis dijual. Switra Adnyana Lahan sudah sedikit. Yang produktif sudah semuanya berubah jadi perumahan dan vila. Iwayan Suparka Sawah sudah habis karena jadi vila. Sugix Luph Alvin Kalau dengan menjadi petani bisa sejahtera, tidak perlu diarahkan segala semua pasti akan
mau menjadi petani. Danu Winartha Arahkan biar warga netizen kalau belanja di pasar tradisional, bukan mall yang impor. Donny Jaya Laksmana Bagaimana mau bertani kalau sawahnya digerus investor untuk dijadikan vila dan perumahan tak berpenghuni? Arya Lawa Manuaba Pertanian perlu air. Bagaimana bisa bertani kalau air disedot jutaan liter untuk toilet bintang lima melulu. Apalagi mau bangun akomodasi wisata Teluk Benoa, iya toh? De Art Kupit Diarahkan, tapi alih fungsi lahan semakin banyak dan pemerintah tidak tegas dengan jalur hijau. Ariana Komang Irigasinya dulu diperbaiki pak.
Pendidikan
PT Diminta ’’Kawin Massal’’ Layani Mahasiswa Tiga Semester di Luar Prodi UPACARA puncak HUT ke-38 LLDikti Wilayah VIII digelar apel bendera di Kantor LLDikti Wilayah VIII, Jumat (21/2) kemarin. Tampil sebagai pembina upacara Kepala LLDikti VIII Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa, S.E., M.Si. Saat itu Dasi Astawa memaparkan sejumlah kebijakan baru pendidikan tinggi guna menyukseskan program Menristekdikti, ‘’Mahasiswa Kampus Merdeka’’. Termasuk dalam kemudahan pelayanan mahasiswa, pengajuan prodi baru yang diberikan bagi perguruan tinggi (PT) yang meraih akreditasi perguruan tinggi minimal B dan A. Makanya LLDikti Wilayah VIII, kata Dasi Astawa, akan mendukung semua usulan PT guna memajukan PT secara bersama-sama. ‘’Saya dan kami LLDikti
ibarat asisten rumah tagganya PT, maka kami akan terus melayani dengan baik karena bosnya adalah PT itu sendiri,’’ tegasnya. Salah satu program Menteri yang baru yakni mulai 2020 mahasiswa dibolehkan memilih prodi lain di luar kampusnya selama tiga semester. Asalkan tidak berhubungan dengan prodi kesehatan seperti kedokteran. Artinya, selama tiga semester mahasiswa PT A boleh kuliah di prod lain di PT B. Soal biaya dan sebagainya harus dikoordinasikan antar-PT. Makanya dia minta PT harus ‘’kawian massal’’ guna menyukseskan program baru ini. Kebijakan ini diambil, kata Dasi Astawa, guna memberi pengalaman yang lebih banyak dan diversifikasi pekerjaan bagi mahasiswa dan peluang kerja
ke depan. Untuk biaya, dipersilakan dibahas bersama. Sedangkan bagi mahasiswa yang tak mengikuti program ini juga tak ada sanksinya. Kedua, bagi PT yang meraih akreditasi AIPT B dan A diberi kemudahan untuk membuka prodi baru. Syaratnya melibatkan lembaga lain dan NGO dalam menyusun kurikulum, biaya dan jaminan lulusan. Prodi yang tak laku bisa dikembalikan izinnya. Soal dosen, dia lebih setuju PTS lebih baik mengangkat dosen muda bergelar doktor (S-3) ketimbang memperpanjang pensiun dosen lama ber-IDN karena jabatannya tak lagi diperhitungkan dalam akreditasi. Sebab, mulai 2020 sistem akreditasi dilakukan secara sukarela. Artinya prodi boleh melakukan reakreditasi
secepatnya untuk meningkatkan status, namun masa berlakunya tetap lima tahun. ‘’Kalau mau naik dari B ke A, dalam waktu dua bulan boleh melakukan reakreditasi,’’ tegasnya. Rektor Dwijendra University Dr. Ir. Gede Sedana, M.MA. merespons positif kebikan menteri di mana tiga semester mahasiswa S-1 bisa menempuh pendidikan di luar prodi dan di luar kampusnya, asalkan bukan di bidang kesehatan. Program ini bisa dipakai kesempatan oleh mahasiswa untuk menambah wawasan keilmuan. Dipastikan prodi dan PT yang berkualitas akan dikejar oleh mahasiswa. Makanya dia berharap tak ada lagi PT di Bali yang pelit alias menutup diri lagi dengan kehadiran mahasiswa di luar prodinya.
HADIAH - Kepala LLDikti VIII Prof. Dasi Astawa didampingi Sekretaris A.A. Rai Indra Wardana dan Ketua Panitia Gede Sedana menyerahkan hadiah bagi juara umum HUT LLDikti VIII. Bagi Undwi, kata Gede Sedana, yang juga Ketua Panitia HUT LLDikti Wilayah VIII, akan memanfaatkan peluang ini karena sejumlah fakultasnya memiliki berbagai keunggulan seperti FP dengan subaknya, FT dengan prodi arsitektur Bali, Fikom dengan ilmu komunikasi, FKIP dengan PGSD dan Bahasa Bali serta Inggris dan FH den-
gan konsentrasi hukum adat Bali. Selama ini ia menilai LLDikti di bawah pimpinan Prof. Dasi Astawa sudah memberi pelayanan akademik terbaik dan cepat. Hal ini perlu dipertahankan karena di era nanti semua informasi akan datang dengan cepat dan cepat juga mengalami perubahan. (ad612)
Serah Terima Jabatan Kepala BBPOM di Denpasar
Suarningsih Siap Kawal Produksi Arak Bali
- Bukan basa-basi. *** Hektaran hutan mangrove di Jembrana mulai ditanami. - Di Denpasar malah hendak dihabisi. SERAH TERIMA - Serah terima jabatan Kepala BBPOM di Denpasar dari I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Apt. (kiri) kepada Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, Apt., M.H. (kanan), Jumat (21/2) kemarin.
SETELAH hampir dua tahun dipimpin oleh Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni Apt., BBPOM di Denpasar saat ini dikawal oleh pemimpin baru yaitu Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, Apt., M.H. Acara serah terima jabatan digelar Jumat (21/2) kemarin. Dalam acara tersebut, diharapkan di kepemimpinan baru ini, BBPOM di Denpasar akan semakin baik dan menyelesaikan target yang belum tercapai. Usai serah terima jabatan, Aryapatni yang berpindah tugas menjadi Kepala BBPOM Semarang mengatakan, saat menjadi Kepala BBPOM di Denpasar tahun 2018, Bali menduduki peringkat keempat untuk penggunaan bahan
berbahaya pada makanan. ‘’Saat itu angkanya berada di delapan persen. Idealnya enam persen,’’ ujarnya. Dengan sinergitas dan koordinasi yang baik dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota, peran serta PKK maupun Pramuka dan program-program seperti pasar aman dan ketahanan pangan desa, penggunaan bahan berbahaya pada makanan ini bisa ditekan menjadi lima persen. ‘’Meski demikian, targetnya adalah meniadakan penggunaan bahan berbahaya pada makanan ini. Diharapkan, target ini bisa dicapai dengan kepemimpinan Kepala BBPOM yang baru,’’ ujar Aryapatni. Ia menambahkan, tugas lain yang masih menjadi
pekerjaan rumah adalah mengawal arak Bali yang baru saja dilegalkan oleh pemerintah Bali. Menurut Aryapatni, produksi arak tradisional di Bali secara produksi aman dan tidak mengandung bahan berbahaya. Diharapkan BPOM akan mengawal arak tradisional ini, sehingga menjadi produk yang sesuai aturan dan terjamin secara mutu dan keamanannya. Sementara itu, Kepala BBPOM di Denpasar Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, Apt., M.H. mengatakan proram-program yang saat ini dijalankan sudah sangat baik, begitu juga kerja sama dan sinergi dengan pemerintah, PKK maupun Pramuka. ‘’Sudah sangat bagus. Jadi akan di-
jalankan program-program yang sudah bagus ini dan tentunya akan ditambahkan inovasi jika diperlukan,’’ ujar Suarningsih yang sebelumnya menjadi Kepala BBPOM Mataram. Ia mengaku siap untuk mengawal kebijakan baru Pemerintah Provinsi Bali mengenai legalitas arak. Sementara untuk target meniadakan penggunaan bahan berbahaya pada makanan, tentunya memerlukan peningkatan edukasi kepada masyarakat, meningkatkan pengawasan dan mencarikan solusi yaitu mencarikan produk pengganti pewarna makanan yang diperbolehkan, sehingga masyarakat tidak lagi menggunakan bahan berbahaya. (ad136)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Pon, 22 Februari 2020
Dua Mobil ’’Adu Jangkrik’’ Tiga Orang Alami Luka-luka Tabanan (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua kendaraan roda empat terjadi di jalur Denpasar-Singaraja tepatnya di Banjar Baturiti Kelod, Desa/Kecamatan Baturiti, Tabanan, Jumat (21/2) kemarin. Meski tidak sampai ada korban jiwa akibat kecelakaan adu jangkrik itu, tiga orang mengalami luka-luka. Dari informasi yang dihimpun, lakalantas antara kendaraan Toyota Fortuner nopol DK 1864 QR dan Suzuki Carry nopol DK 8156 GE terjadi pukul 05.15 Wita. Sebelum kejadian, mobil Fortuner yang dikemudikan I Made Antana Yasa (34) asal Banjar Pemuteran Desa Candikuning Kecamatan Baturiti itu datang dari arah utara (Singaraja) menuju selatan (Denpasar). Tiba di lokasi kejadian, diduga mengambil haluan terlalu ke kanan. Saat bersamaan dari arah berlawanan melaju mobil pick-up yang dikemudikan I Wayan Wiryadana (35), warga Banjar Peneng Desa Mekarsari Kecamatan Baturiti. Tabrakan pun tak dapat dihindarkan, hingga mengakibatkan kondisi dua mobil tersebut ringsek di bagian depan. Sopir Fortuner I Made Antana Yasa selamat. Namun istrinya, Ni Wayan Eka Virgonita (29), mengalami
luka lecet pada bagian mulut dan dalam kondisi sadar. Sedangkan pengemudi pick-up I Wayan Wiryadana mengalami luka lecet pada dahi dan lecet bagian lutut kanan dan dalam keadaan sadar. Serta sang istri Ni Nyoman Suli (45) mengalami lecet pada dahi dan sakit pada lengan kiri. Ketiga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Semara Ratih di Desa Luwus, Kecamatan Baturiti. Kapolsek Baturiti Kompol I Nengah Sudiarta menjelaskan, kecelakan diduga mobil Fortuner mengambil haluan ke kanan. Lalu di saat bersamaan datang kendaraan pick-up dari arah berlawanan. ‘’Sopir tidak ngantuk, karena kurang konsentrasi saja dan diduga mengambil haluan ke kanan,’’ ungkapnya. Akibat kecelakaan itu tiga orang mengalami luka-luka. Yakni penumpang Fortuner dan sopir, serta istri sopir pick-up. ‘’Mereka ini samasama mau antar sayuran,’’ ucapnya. Untuk saat ini ketiga korban sedang dirawat di Rumah Sakit Semara Ratih karena mengalami luka-luka. ‘’Tidak sampai mengalami patah. Kendaraannya sudah dievakuasi ke Polsek Baturiti karena ringsek di bagian depan,’’ ucap Kompol Sudiarta. (kmb28)
ADU JANGKRIK - Kondisi mobil pasca-adu jangkrik di jalan umum Denpasar-Singaraja, Jumat (21/2) pagi kemarin.
MEMILAH - Pangayah saat memilah sampah upakara.
Usai Hari Raya Rata-rata 100 Ton Sampah Masuk TPA Mandung
Tabanan (Bali Post) Sepertinya sudah menjadi kebiasaan, usai hari raya Galungan jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) harus bekerja ekstra keras melakukan aktivitas pengangkutan sampah. Permasalahannya volume sampah meningkat drastis dari hari-hari biasanya. Apalagi kondisi ketersediaan armada tidak sepenuhnya baik. Karena itu petugas harus lembur mengatasi persoalan sampah yang menumpuk tersebut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Made Subagia mengatakan rata-rata dalam sehari volume sampah yang masuk ke TPA Mandung, Kerambitan, sekitar 80 ton. Namun setelah hari raya bisa mencapai 100 ton lebih. Pengangkutan sampah mulai dimaksimalkan sejak Jumat (21/2) kemarin. ‘’Kami memberikan kesempatan pada petugas melaksanakan hari raya, pengang-
kutan dimulai Kamis. Hanya di titik-titik krodit hari ini (Jumat) mulai gencar dilakukan. Bahkan para pekerja sampai lembur,’’ terangnya. Diakuinya, pengangkutan sampah khususnya di titik tertentu memerlukan waktu sekitar dua sampai tiga hari ke depan agar bisa kembali normal. ‘’Kesiapan armada angkutan sampah ada yang rusak. Untungnya masih ada satu ar-
Digelontor Pusat Rp 10 Miliar 2020 Dikembangkan Komoditas Manggis
Tabanan (Bali Post) Kementerian Pertanian di tahun 2020 menggelontorkan anggaran senilai Rp 10 miliar untuk pengembangan sejumlah komoditas hortikultura seperti bawang putih, manggis, cabai, dan tanaman obat di Kabupaten Tabanan. Meski anggarannya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 11 miliar, penambahan luas kawasan di tahun 2020 ini lebih diprioritaskan komoditas manggis. Hal itu dipercaya sudah sesuai kebutuhan pasar nasional untuk memenuhi ekspor. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura I Wayan Suandra seizin Kepala Dinas Pertanian I Nyoman Budana mengatakan,
tiap tahun ada kucuran anggaran pusat untuk program peningkatan produksi dan nilai tambah hortikultura. Hanya saja di tahun 2020 dari anggaran sebesar Rp 10 miliar itu yang digunakan pengembangan kawasan komoditi bawang putih sudah ada penurunan. Tahun 2018 pengembangan kawasan bawang putih seluas 225 hektar. Namun saat ini diturunkan. Di tahun 2020 ini rencananya dikembangkan di Kecamatan Pupuan dan Penebel seluas 150 hektar saja. ‘’Jadi pengembangan buah manggis dominan dilakukan tahun depan. Komoditas manggis disesuikan dengan unggulan ekspor nasional. Untuk di Tabanan
rencananya dikembangkan di Selemadeg, Selemadeg Timur, Selemadeg Barat dan Pupuan di atas lahan seluas 200 hektar,’’ terangnya. Jenis manggis yang dikembangkan, kata Suandra adalah Manggis Kaligesing. Manggis itu merupakan komoditi unggulan pemerintah pusat lantaran dagingnya lebih tebal. Selain bawang putih dan manggis, juga dikembangkan hortikultura jenis tanaman obat. Seperti jahe seluas 20 hektar. Jahe akan dikembangkan di Kecamatan Marga dan Penebel, aneka cabai seluas 55 hektar di Kecamatan Baturiti, Marga, Penebel, Kerambitan, dan Kediri. ‘’Terbaru kawasan sayuran berdaun. Seperti kol, kubis,
selada, sawi ijo, seluas 25 hektar akan dikembangkan di Kecamatan Baturiti, Penebel dan Marga. Sebelumnya tidak ada. Baru kali ini mulai dikembangkan,’’ pungkasnya. Anggaran pengembangan kawasan hortikultura tahun 2019 nilainya sebesar Rp 11,7 miliar lebih. Menurut Suandra, dana itu sudah terealisasi 96,50 persen atau Rp 11,3 miliar lebih. Peruntukan anggaran tersebut paling besar untuk pengembangan bawang putih seluas 225 hektar yang akan dilakukan di tiga kecamatan yakni di Kecamatan Pupuan seluas 15 hektar, Kecamatan Baturiti 85 hektar, dan Kecamatan Penebel 125 hektar. ‘’Realisasi akhir tahun ini sudah seluruhnya tertanam,’’ pungkasnya. (kmb28)
mada yang bisa menutupi. Jadi masih aman hanya memang relatif kewalahan,’’ terangnya. Prinsipnya untuk armada, kata Subagia, memang masih diperlukan tambahan sebagai cadangan, sehingga pelayanan ke masyarakat bisa lebih dimaksimalkan lagi. ‘’Armadanya memang masih kurang. Tetapi bersyukur tiga alat berat di TPA saat ini kondisinya sudah tidak rusak lagi.
Jadi sampah yang ada langsung bisa ditangani,’’ ucapnya. Pelaksanaan Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau, kata Subagia, dijadikan momentum DLH bersama komunitas peduli lingkungan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui contoh penanganan sampah upakara. Terkait sampah upakara sudah diberikan edukasi dan contoh riil di Pura Luhur Batukau. ‘’Bagaimana sampah upakara yang dihasilkan itu langsung dipilah di tempat. Sampah plastik dan upakara dipisah, begitu pun lungsuran dikumpulkan baik yang dikonsumsi atau selebihnya diberikan pada
Cegah Abrasi
500 Bibit Mangrove Ditanam di Pantai Soka
Tabanan (Bali Post) Selain faktor alam, abrasi pantai di sejumlah wilayah di Bali juga akibat kurangnya perhatian ter-
hadap lingkungan. Kegiatan eksplorasi sumber daya alam dan ada kecenderungan pembangunan tanpa mengindahkan kelestarian lingkungan juga menjadi faktor penyebab abrasi pantai. Kabupaten Tabanan yang memiliki sejumlah pantai dengan keindahan panoramanya juga PENANAMAN MANGROVE - Waka Polres Tabanan saat melakukan kegiatan penanaman 500 bibit mangrove di Pantai Soka, Jumat (21/2) kemarin.
49.064 Peserta PBI-KIS Nonaktif Diverifikasi
Dinas Sosial Terima Keluhan Rata-rata 5-10 Orang Per Hari KELANJUTAN 49.064 peserta pemegang Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (PBI-KIS) yang dinonaktifkan sedang proses verifikasi. Mereka dinonaktifkan lantaran adanya kenaikan iuran dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hingga saat ini memang masih terus diproses. Lalu sejauh ini bagaimana proses verifikasi yang dilakukan? Dinas Sosial Tabanan sendiri sejak awal Januari 2020 telah membuka layanan pengaduan bagi pemegang kartu PBI daerah pasca-adanya penonaktifan anggota PBI-KIS. Hingga Jumat (21/2) kemarin, kepala Dinas Sosial Tabanan Nyoman Gede Gunawan mengatakan sudah terdata 554 pengaduan. Rata-rata jumlah pemegang kartu yang datang sekitar 5-10 orang per hari. Mereka menanyakan perihal alasan penonaktifan itu. Bahkan awal dibuka perharinya mencapai 10-20 orang. ‘’Rata-rata mereka datang mengeluhkan kenapa dinonaktifkan. Apalagi bantuan itu sangat dibutuhkan, terutama untuk biaya penyakit kronis. Seperti jantung, cuci darah, stroke, dan gangguan jiwa. Itu coba kami jelaskan lewat layanan pengaduan PBI ini.
Untungnya para warga paham. Bahkan ada yang datang sampai nangis-nangis,’’ beber Kepala Dinas Sosial Tabanan. Menurutnya, tahun 2019 penerima PBI daerah sebanyak 122.388 orang. Data itu diambil dari data puskesmas. Artinya, peserta PBI yang sering berobat. Namun adanya kenaikan premi BPJS, membuat belum bisa menampung semuanya. Alasannya, kemampuan daerah hanya bisa meng-cover 73.324 orang. Artinya masih ada 49.064 pemegang PBI daerah yang dinonaktifkan.
Dari angka 73.324 yang aktif sesuai BPJS, kata Gunawan, setelah dilakukan cross check, rupanya ada 832 yang dianggap tidak memenuhi syarat. ‘’Kenapa datanya dikembalikan. Kami juga tidak tahu. Mungkin karena persoalan NIK atau sudah tercatat sebagai penerima PBI pusat. Untuk yang 832 itu sudah kami validasi ulang. Bahkan diserahkan kembali ke pihak BPJS,’’ ucapnya. Tidak selesai sampai di sana, rupanya 832 yang sudah kembali diserahkan datanya
sebanyak 232 lagi datanya dikembalikan agar diganti. ‘’Jadi peserta PBI daerah yang menjadi klien rutin selama ini ada dalam daftar tunggu. Mereka yang nonaktif inilah yang diprioritaskan masuk sebagai pengganti 232 tersebut, termasuk 3 orang ODGJ yang tercecer,’’ terangnya. Menindaklanjuti persoalan tentang PBI ini, dalam waktu dekat Dinas Sosial melakukan program verifikasi validasi data PBI yang dinonaktifkan sebanyak 49.064. ‘’Rencananya
ternak. Sampah jejahitan upakara dijadikan kompos, jadi hampir tidak ada sampah yang dibawa ke TPA,’’ terangnya. Contohnya saat puncak Karya Agung Pangurip Gumi, Kamis (20/2), di mana DLH bersama komunitas lingkungan melakukan pemilahan sampah plastik. ‘’Dari 10 karung sampah plastik dicacah dengan mesin, akhirnya bisa jadi satu karung. Begitupun sampah upakara bisa dijadikan sumber kompos. Andaikan masyarakat Tabanan bisa mengikuti langkah kita, kekhawatiran terkait persoalan sampah pasti bisa teratasi,’’ pungkasnya. (kmb28)
setelah hari raya Kuningan tim turun ke 817 dusun yang tersebar di 133 desa di Kabupaten Tabanan. Jumlah peserta yang dinonaktifkan itu akan diverifikasi ulang,’’ ucapnya. Alasannya, selama ini ada kecenderungan ketidakvalidan data penerima PBI. Misalnya saja satu desa ada nama penerima PBI di luar desa tersebut. Verifikasi validasi data PBI untuk satu kecamatan disiapkan satu tim beranggotakan 10 orang. Terdiri dari beberapa OPD terkait, TKSK (tenaga
kesejahteraan sosial kecamatan), PKH, Penyuluh Sosial Masyarakat (Pensosmas) dan dibantu kasi yang ada di desa serta kepala kewilayahan. ‘’Dengan diverifikasi minimal bisa mendekati data akurat. Ditarget tuntas akhir Maret 2020. Ini tentu pekerjaan besar, karena turun di masing-masing dusun. Hasil akhirnya kami memiliki data pasti, sehingga bisa disiapkan perencanaan anggaran agar ke depan tidak ada lagi penerima PBI yang tercecer,’’ terangnya. (bit)
tak terlepas dari kondisi tersebut. Mencegah abrasi kian parah, Polres Tabanan bekerja sama dengan TNI, masyarakat, serta pelajar dan pencinta alam melakukan kegiatan penanaman 500 bibit mangrove di pesisir Pantai Soka, Kecamatan Selemadeg, Jumat (21/2) kemarin. ‘’Ada 500 bibit mangrove yang kita tanam bersama sama di Pantai Soka,’’ kata Waka Polres Kompol Ni Made Sukerti, S.H. di Tabanan, Jumat kemarin. Menurutnya, penanaman bibit mangrove itu atas kerja sama Sat Polair Polres Tabanan dengan masyarakat nelayan pesisir dan pencinta alam, serta ratusan peserta ikut aksi menanam mangrove di sepanjang Pantai Soka. ‘’Upaya ini untuk menjaga bibir pantai dari abrasi serta mengurangi risiko bencana alam, selain menjaga keseimbangan alam terhadap biota laut dan ekosistem lainnya,’’ ujarnya. (kmb28)
Sabtu Pon, 22 Februari 2020
Bayar Pakai 10 Botol Plastik
Main ’’Skateboard’’ Sampai Puas ADA yang menarik dari keberadaan arena skateboard yang berlokasi di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud. Arena ini boleh digunakan oleh siapa saja, namun harus membayar dengan 10 botol plastik. Hal ini sengaja dilakukan sebagai upaya menanggulangi masalah sampah, terutama sampah botol plastik. Pemilik arena sketeboard, Daniela Budi, mengatakan awalnya areal itu membidik wisatawan dengan minat khusus pada olahraga skateboard, sekaligus mengembangkan sport tourism dan edukasi lingkungan. ‘’Kami menawarkan tempat bermain dan menggelar kompetisi secara rutin untuk menjaring bibit pemain skateboard lokal. Tujuannya supaya mereka bisa diorbitkan secara nasional maupun internasional,’’ ujar Daniela Budi, Jumat (21/2) kemarin. Menurut Daniela Budi, pengunjung yang sering bermain di areal itu adalah warga asing, sedangkan warga lokal hanya beberapa orang. Namun warga lokal yang ke sana cukup dengan membayar menggunakan botol plastik setiap akhir pekan. ‘’Yang bermain di sini dominan anak-anak sekolah
dan pemuda,’’ katanya. Ia menjelaskan, langkah itu dilakukannya guna menyadarkan masyarakat untuk memanfaatkan sampah plastik. Khususnya botol plastik agar bisa diolah menjadi barang yang lebih berguna. Selain itu, pihaknya juga sering bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk digabungkan ke bank sampah. ‘’Lewat fasilitas lintasan skate ini, kami sengaja menawarkan edukasi lingkungan, terutama soal menjaga kebersihan dan mengurangi penggunaan plastik,’’ jelasnya. Apabila tidak membayar dengan sampah botol plastik, pengunjung yang bermain skateboard dikenakan biaya sekitar Rp 35 ribu. Sedangkan untuk papan dan alat pelindung badan juga telah disediakan di sana. ‘’Kalau tidak membayar dengan sampah plastik atau botol plastik yang jumlahnya 10 botol akan dikenakan biaya sekitar Rp 35 ribu. Itu bermain sepuasnya, kami tidak kenakan per jam. Khusus untuk orang lokal, setiap Minggu kami gratiskan,’’ imbuh Sesar yang merupakan instruktur skateboard. (nik)
SKATEBOARD - Sejumlah anak tengah bermain stakeboard di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Jumat (21/2) kemarin.
Bali Post/nik
Kematian Babi Masih Hantui Peternak Gianyar (Bali Post) Kebijakan Bupati Gianyar I Made Mahayastra membeli ratusan ekor babi serangkaian perayaan hari raya Galungan, nampaknya tidak serta merta memutus wabah kematian babi di Gianyar. Terbukti masih terdeteksi kematian belasan ekor babi di Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan hingga Jumat (21/2) kemarin. Kini para peternak lainnya di Gianyar masih dihantui kematian babi tersebut. Informasi yang dihimpun di lapangan, kematian belasan ekor babi di Desa Melinggih Kelod ini terKANDANG - Seorang peternak menyemprotkan desinfektan ke kandang dan ternak babinya.
Bali Post/kmb35
jadi dalam beberapa hari terakhir. Secara bertahap, babi peliharaan sejumlah peternak di desa itu mati. Gejalanya masih sama, mulai dari tidak mau makan sampai akhirnya lemas dan mati. Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat
Veteriner Dinas Pertanian Gianyar, I Made Santi Arka Wijaya, membenarkan terjadinya kematian babi di Desa Melinggih Kelod tersebut. Dikatakan, pihaknya sudah mendatangi lokasi kematian babi tersebut. “Matinya tidak sekaligus, namun bertahap sejak be-
berapa hari lalu,” katanya. Santi Arka mengakui, gejala kematian babi di Desa Melinggih Kelod masih sama dengan kematian babi di desa lainnya. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena ini memang belum ada obatnya,” keluhnya. Para peternak yang masih memelihara babi kini hanya bisa melakukan pencegahan dengan biosecurity. Yakni memutus kontak penularan babi dengan orang atau hewan lain. Bila pencegahan ini tidak dilakukan, maka kematian babi ini akan terus
mewabah. “Kami hanya bisa melakukan biosecurity dan rutin menyemprotkan disinfektan di areal kandang babi,” katanya. Untuk peternak yang sudah kebahabisan babi, Santi Arka mengimbau agar mereka tetap mengosongkan kandang. Hal ini perlu dilakukan dalam batas waktu yang tidak ditentukan. “Kami imbau agar kandang dikosongkan dulu, sembari tetap disemprotkan disinfektan agar virus yang ada di kandang benar-benar hilang,” tegasnya. (kmb35)
Fokus Kelola Sampah
Mengaku Bisa Gandakan Uang
Dua Pelaku Penipuan Jadi Tersangka Desa Pejeng Belum Beli Xpander Gianyar (Bali Post) Polisi akhirnya menetapkan dua pria asal Jember sebagai tersangka. Mereka tepergok dalam kasus penipuan dengan modus ritual penggandaan uang di Desa Bresela, Kecamatan Payangan. Kepada korban I Wayan Andika, kedua pelaku ini mengaku bisa menggandakan uang dari Rp 125 juta menjadi Rp 25 miliar. Beruntung aksi ini keburu dibongkar jajaran Unit Reskrim Polsek Payangan, Kamis (13/2) lalu. Kapolsek Payangan AKP I Gede Sudyatmaja mengungkapkan dua tersangka asal Jember itu yakni Anwar (61) dan Jumaari (57). Dikatakan, awalnya polisi menerima informasi terkait peredaran uang palsu di Desa Bresela. Setelah dilakukan penggerebekan, ternyata sedang berlangsung ritual penggandaan uang. ‘’Kamis (13/2) sekitar pukul 12.00 Wita, jajaran Polsek Payangan menggerebek pelaku penggandaan uang tersebut,’’ kata Sudyatmaja didampingi Kasubag Humas Polres Gianyar, Iptu I Ketut Suarnata, Jumat (21/2) kemarin. Dalam aksi itu, kata Sudyatmaja, pelaku mengaku bisa menggandakan uang korban. I Wayan Andika pun bersedia menyerahkan uang sebesar Rp 125 juta dan akhirnya digelar ritual di rumah korban di Desa Bresela pada Kamis siang itu. ‘’Pelaku melakukan kegiatan seperti ritual. Uang itu (Rp 125 juta – red) kemudian dimasukkan ke dalam amplop yang besar dan ke dalam amplop
Bali Post/kmb35
PELAKU - Kapolsek Payangan AKP I Gede Sudyatmaja menunjukkan pelaku penipuan asal Jember dengan barang bukti uang Rp 125 juta. lainnya dimasukkan detergen,’’ jelasnya. Menurut pengakuan pelaku kepada korban, amplop yang berisi uang dan jimat tersebut akan dibawa ke bank, sementara amplop yang berisi detergen disimpan di rumah korban. Jimat inilah yang dikatakan bisa memindahkan uang di bank ke amplop yang berisi detergen. ‘’Saat penggerebekan, pelaku dengan korban sedang melakukan ritual itu. Polisi mendapati satu amplop sudah berisi uang dan satu amplop lagi berisi detergen. Jadi, mereka digerebek sedang dalam ritual, belum sampai amplop berisi uang itu dibawa ke bank seperti pengakuan pelaku,’’ jelasnya. Sudyatmaja menambahkan, mereka yang terlibat dalam ritual itu akhirnya digiring ke Mapolsek Payangan untuk
dimintai keterangan. Akhirnya terkuak bahwa ritual penggandaan uang itu adalah modus penipuan. ‘’Si Anwar ini sebenarnya calon perbekel yang gagal, Anwar ini yang memberi informasi ke masyarakat termasuk PS, bahwa dia memiliki guru (Jumaari red) yang bisa menggandakan uang,’’ ungkapnya. Menurut Sudyatmaja, sebenarnya ada dua orang lagi yang ingin mengikuti ritual itu, dengan nilai uang awalnya Rp 45 juta dan Rp 50 juta. Namun tawaran itu ditolak, karena dinilai terlalu kecil oleh Anwar. ‘’Itu ditolak oleh Anwar karena jumlahnya terlalu sedikit. Anwar meminta jumlah yang besar sehingga yang Rp 125 juta disanggupi dan dilaksanakan ritual itu,’’ katanya. Sudyatmaja menambahkan, kedua pelaku mengaku
beru pertama melakukan aksi tersebut. Namun polisi masih tetap melakukan pendalaman. Kini pelaku mendekam di sel tahanan. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 379 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman pidana empat tahun penjara. Sudyatmaja menegaskan, aparat kepolisian masih menelusuri korban lain dalam kasus ini, dengan berkoordinasi ke jajaran Polres lainnya. Untuk sementara, baru satu korban yakni I Wayan Andika dengan nilai Rp 125 juta. ‘’Kami mengimbau masyarakat untuk hati-hati. Jangan sampai tergiur dengan modus seperti ini. Walau dalam kondisi susah, jangan pernah percaya dengan modus penggandaan uang seperti ini,’’ katanya mengingatkan. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Desa Pejang Kecamatan Tampaksiring menjadi satu-satunya desa yang belum melakukan pengadaan mobil Xpander seperti 63 desa lainnya di Kabupaten Gianyar. Hal ini dilakukan bukan karena pengadaan Xpander sempat ditangani Polda Bali, namun karena Desa Pejeng sedang fokus dalam mempersiapkan pengelolaan sampah secara mandiri. ‘’Sampai saat ini kami memang belum pesan mobil itu (Xpander - red). Kami tahun ini masih mengejar penanganan sampah,’’ ujar Perbekel Pejeng Tjokorda Gde Agung Pemayun, Jumat (21/2) kemarin. Menurut Agung Pemayun, pihaknya memang punya komitmen bulat untuk bisa mengelola sampah secara mandiri, sehingga Desa Pejeng tidak perlu lagi membawa sampah ke TPA Temesi. ‘’Kami tidak bisa terus-menerus mengirim sampah ke Temesi. Kasihan warga di sana (Desa Temesi - red) terus diberi sampah. Oleh karena itu, sampah memang harus dikelola masing-masing desa,’’ katanya. Untuk mengawali pengelolaan sampah, katanya, pihaknya sudah memiliki mesin silinder yang berfungsi untuk menghancurkan sampah organik menjadi serpihan kecil, sehingga lebih mudah diolah menjadi kompos. ‘’Kami sudah sosialisasi ke banjar-banjar, dan masyarakat sudah mulai memilah sampah. Tapi ini dilakukan secara bertahap,’’ ujarnya. Agung Pemayun mengakui
Bali Post/kmb35
SAMPAH - Areal yang disiapkan untuk mengelola sampah di Desa Pejeng. saat ini anggaran dana di Desa Pejeng banyak terserap untuk pengelolaan sampah secara mandiri. Selain pengadaan sarana, besarnya anggaran juga digunakan untuk menggerakkan SDM, meliputi dua sopir dan lima tukang angkut sampah. ‘’Dengan asumsi masyarakat belum sepenuhnya mau bayar, maka asumsi kami dibutuhkan Rp 250 juta per tahun hanya untuk sampah saja. Itu untuk membayar gaji sopir dua orang, tukang angkut lima orang. Gaji sopir saja Rp 2,5 juta per bulan kali dua berarti Rp 5 juta. Belum lagi tukang angkut, termasuk minyak dan biaya servis alat,’’ paparnya. Agung Pemayun menambahkan, tahun ini pihaknya juga menganggarkan pembelian sejumlah alat seperti
mesin penyaring sampah. Ia mengakui dewasa ini program penanganan sampah menjadi kebutuhan dalam skala prioritas, dibandingkan program lain seperti perbaikan got atau yang lainnya. ‘’Dibanding program fisik memperbaiki got atau memasang paving, itu tidak ada resistensi, kalaupun got diperbaiki masyarakat bisa saja tetap membuang sampah ke got,’’ katanya. Agung Pemayun menegaskan, pihaknya semangat menjalankan program penanganan sampah sesuai surat dari Gubernur Bali dan imbauan Bupati Gianyar. Dikatakan, pihaknya enggan membeli mobil Xpander karena masih fokus untuk menangani persoalan yang dinilai lebih urgen. (kmb35)
Gagalkan Pencurian HP, Pedagang Luka-luka
Bali Post/kmb35
PENCURIAN - Polisi menunjukkan pelaku pencurian yang diamankan di Mapolsek Ubud.
Gianyar (Bali Post) Seorang pria asal Malang, Bernadus, tepergok saat melakukan aksi pencurian handphone (HP) di salah satu warung sate di Banjar Lusiakan, Desa Kedewatan, Ubud. Aksi ini digagalkan oleh pemilik warung sate tersebut, Amna. Akibat kejadian itu, pelaku dan korban yang berusia 39 tahun ini sama-sama mengalami luka lecet. Dikonfirmasi Jumat (21/2) kemarin, Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana membenarkan adanya kasus
pencurian HP oleh pelaku Bernadus, Kamis (20/2). Kini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Ubud. ‘’Pelaku sudah ditangkap, sudah ditahan,’’ ujarnya. Menurut Nuryana, polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku asal Malang ini. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian. ‘’Pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP. Ancaman hukumannya lima tahun penjara,’’ ujarnya. Nuryana mengatakan, pelaku Bernadus awalnya
mendatangi warung sate Difa Madura milik korban di Banjar Lungsiakan, Kamis (20/2) sekitar pukul 12.00 Wita. Saat itu pelaku Bernadus memesan jeruk hangat. Korban langsung melayani pesanan tersebut. Saat itu HP merek Xiaomi milik Amna tergeletak di meja warung. Merasa mendapat kesempatan, pelaku Bernadus mencuri HP itu lalu dimasukkan ke jaketnya. Belum sempat menyeruput jeruk hangat, pelaku langsung kabur menggu-
nakan motor Honda Revo. Korban Amna yang tahu HP-nya dicuri langsung berlari mengejar pelaku. Tangan Amna bahkan berhasil menggapai tangkai spion motor pelaku. Pelaku yang merasa terancam lantas menggeber gas. Namun Amna tidak menyerah dan tetap menarik erat spion motor pelaku. Saat kejadian itu Amna sempat terseret di jalan dengan posisi tangan memegang spion motor. Dalam posisi terseret, pelaku Bernadus mengeluarkan pisau kecil
untuk menggores tangan Amna yang menempel di spion. Namun karena laju motor tak seimbang, Bernadus dan Amna langsung terjungkal di jalan. Melihat kejadian itu, sejumlah warga mengerumuni korban dan pelaku di jalan. Selanjutnya korban yang berasal dari Kabupaten Sampang, Jawa Timur yang menderita sejumlah luka lecet diantar ke klinik. Sementara pelaku yang diamankan warga langsung digiring ke Mapolsek Ubud. (kmb35)
Sabtu Pon, 22 Februari 2020
24 Februari 2020, Puncak Mupuk Karya Agung di Pura Dasar Buana Gelgel
Bali Post/kmb31
NGAYAH - Krama saat ngaturang ayah memasang pangangge di Pura Dasar Buana Gelgel, menjelang pelaksanaan puncak karya pada 24 Februari 2020 nanti.
Semarapura (Bali Post) Menjelang puncak Mupuk Karya Agung di Pura Dasar Buana Gelgel, ragam persiapan terus dilakukan panitia setempat. Persiapannya mulai kelengkapan banten, wewangunan hingga memasang pangangge di setiap palinggih. Persiapan di Pura Dasar Buana Gelgel itu sudah 90 persen, menjelang pelaksanaan puncak karya yang digelar 24 Februari lusa. Bendesa Gelgel Putu Arimbawa, Jumat (21/2) kemarin, mengatakan seluruh krama baik laki-laki maupun perempuan dari 20 banjar adat setempat kompak ngaturang ayah untuk menyelesaikan segala persiapan di pura itu. Semua panitia dan unsur adat melancarkan proses persiapan menjelang puncak karya, agar seluruh rangkaian tahapan kegiatan Mupuk Karya Agung itu dapat terlaksana dengan baik. “Puncaknya
nanti digelar persembahyangan bersama sekitar pukul 10.00 Wita,” katanya. Panganter upacara Dewa Ketut Soma menambahkan, selain persiapan karya, persiapan lain yang tidak kalah pentingnya adalah mengoordinasikan lintas seksi kepanitian. Baik menyangkut parkir untuk undangan maupun pamedek dan juga yang diundang masandekan termasuk semua sarana pendukung lainnya. Ini perlu dipersiapkan lebih matang, mengingat umat dari seluruh Bali yang datang diperkirakan sangat banyak. “Semua panitia dan krama desa adat sudah siap bersinergi mempersiapkan dan menyukseskan puncak mupuk karya itu. Kami juga sedang memastikan seluruh undangan agar dapat hadir di Pura Dasar Buana Gelgel itu,” tegasnya. Sejumlah undangan penting itu, antara lain jajaran
Pemprov Bali, Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, mantan Gubernur, Kepala BPD Bali, Paiketan Puri se-Bali dan unsur terkait lainnya. Sementara undangan lainnya juga sedang dikonfirmasi agar bisa hadir. Dewa Soma berharap seluruh rangkaian upacara itu berjalan lancar dan bermanfaat sesuai tujuan utama upacara itu. Kenapa dilakukan karya ini, alasannya setahun lalu dilakukan Karya Agung Tawur Panca Wali Krama, Panyejeg Gumi lan Padanan, Pangebek, Panegteg Jagat, Piodalan dan Mapeselang di Pura Dasar Buana, Desa Adat Gelgel ini. Upacara Mupuk Karya Agung yang puncaknya digelar 24 Februari mendatang merupakan penyempurnaan karya sebelumnya. ‘’Apa pun kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan karya agung itu, dapat disempurnakan secara sekala dan
niskala,’’ ujar Dewa Soma. Sehari sebelum puncak Mupuk Karya Agung, Minggu (23/2) besok, digelar upacara Nedunang Ida Batara. Setelah puncak karya, Ida Batara katur nyejer selama enam hari di Pura Dasar Buana, sekaligus dilakukan upacara bhakti panganyar, sebelum karya masineb, 2 Maret nanti. Dalam konteksnya sebagai upaya penyempurnaan, Dewa Soma memastikan tujuh tahapan utama pelaksanaan upacara sebelumnya, telah berjalan sesuai mekansime aed karya itu sendiri. Namun, dalam pelaksanaannya tentu diyakini ada lebih dan kurangnya. Karena itu dilakukan penyempurnaan karya yang sudah berjalan sebelumnya itu. “Kekurangan dan kelebihan itu pasti ada. Kami meyakini itu. Inilah yang perlu kami pupuk agar pepek,” katanya. (kmb31)
Volume Sampah Naik DLHP Maksimalkan Pengangkutan
PERSOALAN sampah pascahari raya Galungan dapat diantisipasi Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung. Volume sampah rata-rata naik 10 persen setelah umat melaksanakan hari raya Galungan. DLHP Klungkung memaksimalkan penanganan sampah itu melalui proses pengangkutan dengan baik. Bagaimanakah model penanganan sampah yang diprogramkan secara sistematis di Klungkung? Kepala DLHP Klungkung, A.A. Ngurah Kirana, Jumat (21/2) kemarin mengatakan, peningkatan volume sampah sudah terjadi sejak Penampahan Galungan. Sejak itu, intensitas pengangkutan dilakukan petugas untuk mengantisipasi terjadi penumpukan sampah dan keterlambatan pengangkutan. Saat Penampahan Galungan dan Galungan, proses pengangkutan bisa dilakukan sekali. Sedangkan saat Umanis Ga-
lungan, proses pengangkutan dilakukan sejak pagi sampai sore. Saat proses pengangkutan ini, Kirana mengatakan juga terus dipantau Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Bahkan, Bupati Suwirta ikut turun langsung memantau proses pengangkutan itu. “Saat Galungan kami lakukan pengangkutan sore hari. Di sekitar Catus Pata, selain petugas kami juga dibantu pecalang,” kata Kirana. Total, ada 152 orang petugas yang dilibatkan langsung dalam proses pengangkutan sampah itu. Para petugas terdiri dari tenaga sopir 28 orang, tenaga angkut sampah ke truk 100 orang, tenaga satgas 20 orang dan tenaga pengantar ke TPA sebanyak 4 orang. “Kami sudah belajar dari pengalaman penanganan setiap Galungan. Sehingga setelah Umanis Galungan, seluruh sampah dipastikan sudah terangkut,” tegasnya. Selain mengangkut sampah, momentum ini juga
digunakan untuk memperkenalkan program Gema Tansaplas. Program inovasi yang dicetuskan oleh Bupati Suwirta di tengah tidak pernah tuntasnya permasalahan sampah, utamanya sampah plastik. Melalui program baru Gema Tansaplas ini, diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat dalam upaya mengatasi sampah plastik. Caranya antara lain pemberian sanksi tegas kepada pelanggar perda tentang sampah itu. Dalam program Gema Tansaplas ini, seluruh masyarakat diharuskan memilah sampah dari rumah tangga. Untuk masyarakat di kota, sampah plastiknya dikumpulkan. Selanjutnya sampah plastik itu dijual kepada pengepul. Sedangkan sampah organiknya langsung diolah menjadi bahan pupuk organik. “Untuk sampah yang dihasilkan masyarakat di desa akan dipilah TOSS Desa masing-masing,” tegasnya. (gik)
Bali Post/gik
ANGKUT - Truk DLHP saat mengangkut sampah di sekitar Kota Semarapura.
Diserang OPT, Pohon Pisang Mati Saat Berbuah Semarapura (Bali Post) -
Buah pisang itu sejatinya menjadi salah satu media membuat sarana persembahan saat hari raya Galungan maupun Kuningan. Namun yang terjadi di Klungkung, saat pohon pisang itu berbuah justru pohonnya rebah dan akhirnya mati sebelum buahnya matang. Realitas seperti itu membuat warga yang memelihara pohon pisang tidak bisa memanfaatkan buah pisangnya bertepatan dengan hari raya. Situasi itu terjadi di Banjar Jelantik Kuribatu, Desa Tojan.
perakarannya bisa lebih kuat. “Jika rumpun pohon pisang batangnya lebih dari tiga sampai empat batang, maka perlu diperjarang. Pisahkan anakan pohon pisang itu dengan pusatnya,” katanya. Pihaknya juga mengimbau kepada petani pisang itu jika menemukan kasus serupa, sebaiknya pohon pisang langsung dimusnahkan saja. Tanaman pisang langsung diremajakan kembali serta penanamannya diperjarang. Tujuannya agar perkembangan pertumbuhan pisang tidak terlalu sesak. Pohon pisang akan tumbuh lebih baik jika menerapkan metode ditanamannya ada space yang memadai. Sebab, OPT ini langsung menyerang induk pohon, sehingga hal itu bisa membuat pohon lain yang ada di dekatnya juga ikut diserang OPT itu. (kmb31)
Petugas Dinas Pertanian Klungkung bahkan sempat turun ke sana, untuk mengecek langsung apa yang menyebabkan peristiwa seperti itu. Hampir seluruh tanaman pisang di lahan pertanian warga rebah di pertengahan batang, apalagi saat sedang berbuah. Hal itu yang membuat buah pisang rusak. Sehingga tidak bisa dijual ke pasar, apalagi digunakan sendiri buat persembahan pada hari raya. Padahal, saat hari raya Galungan dan Kuningan, harga buah pisang cukup tinggi. “Mestinya waktu matangnya tepat saat hari raya. Karena itu
harusnya bisa langsung dipakai persembahan. Nyatanya malah terkena virus,” kata warga setempat, Ketut Sugiana, Jumat (21/2) kemarin. Menyikapi kondisi seperti itu, Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, membenarkan adanya serangan hama tanaman, khususnya pohon pisang di beberapa tempat di Klungkung. Saat turun ke kawasan Jelantik Kuribatu, banyak pohon pisang yang tumbang. Pertama karena pascacuaca buruk hujan lebat ditambah angin kencang. Kedua karena terserang OPT (Organisme
Penyerang Tanaman). Perantaranya bisa virus, bakteri, jamur maupun serangga. Menurutnya, hama tersebut sudah diantisipasi. Jika tanaman terserang OPT sebaiknya pohon pisang yang layu karena pseudomonas maupun terserang buncytop, agar segera dimusnahkan dengan cara dieradikasi. Kemudian pohon pisang itu langsung dibakar. Tindakan seperti itu harus dilakukan guna mencegah agar tanaman yang lain tidak rebah lagi. Maka perlu dilakukan penimbunan pada pangkal rumpun pisang. Tujuannya agar proses
tahari terhalang rimbunnya pepohonan. Wabup Made Kasta mengatakan, Gua Panji Landung terletak di lembah sungai. Tempat itu dianggap tempat sakral dan angker bagi penduduk setempat. Gua ini memiliki kedalaman sekitar 10 meter, sedangkan lebar pintu masuk sekitar 2 - 3 meter. Nuansa magis terasa saat memasuki areal Gua Panji Landung. “Di sekitar tempat ini juga terdapat tiga buah pancuran air. Pancuran itu diyakini dapat menyembuhkan penyakit,” ujar Wabup Kasta di sela-sela perjalanan menuju tempat berikutnya. Untuk mewujudkan des-
tinasi Gua Panji Landung sebagai salah satu objek wisata spiritual, ke depan akan dilakukan penataan di sekitar gua serta membuat jalur supaya tempat ini menjadi lebih mudah diakses. Setelah beristirahat sejenak dan menikmati suasana Gua Panji Landung yang sunyi dan hening itu, Wabup bersama rombongan kembali melanjutkan perjalanan hingga tiba di sebuah lahan yang terletak di atas aliran Sungai Unda. Wabup Kasta berharap kampung halamannya itu ke depan bisa terus berkembang, sehingga dapat berimbas kepada kehidupan masyarakat sekitar. (gik)
GUA PANJI - Proses atraksi saat dilakukan di sekitar Gua Panji Landung.
Desa Wisata Akah Perlu Tata Gua Panji Landung
DESA Wisata Akah terus mempersiapkan diri dengan baik. Desa wisata itu mendesain wilayahnya yang punya ikon wisata Gua Panji Landung agar layak dikunjungi. Para pimpinan OPD pun diajak melihat dari dekat potensi desa setempat, sekaligus memberikan masukan untuk proses penataan lebih lanjut, Jumat (21/2) kemarin. Bagaimana persiapan Desa Wisata Akah terutama mendesain Gua Panji Landung agar layak dikunjungi wisatawan? Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Nengah Sukasta, mengatakan Desa Wisata Akah perlu penataan lanjutan, yakni menambah kebutuhan fasilitas umum, khususnya di lokasi Gua Panji Landung, yang dipakai ikon lokasi wisata spiritual di sana. Menurutnya, banyak hal yang masih harus dibenahi. Di antaranya perlu ditata jalan setapak menuju destinsasi Gua Panji Landung. Selain itu tempat parkir, penyediaan suvenir, termasuk tempat kuliner. “Pemandangan sawah dengan latar belakang gunung yang sangat indah itu memang cocok dijadikan jalur trekking,” ujar Nengah Sukasta. Pemkab juga terus memberikan dorongan agar proses promosi bisa lebih cepat dan efektif. Sehingga diharapkan dapat mendongkrak keberadaan Desa Wisata Akah. Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta, mengajak para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Klungkung mencoba jalur trekking sejauh tiga setengah kilometer. Jalur trekking itu melintasi persawahan, sungai hingga naik dan turun jurang. Dalam perjalanan yang
dimulai pukul 08.00 Wita itu rombongan memulai perjalanan dari Kantor Desa Akah ke arah barat melintasi Setra Desa Akah. Kemudian berbelok ke utara menuju arah Polsek Kota yang berada di area persawahan. Rombongan
selanjutnya berjalan di atas gundukan sawah, menuruni lembah dan melintasi sungai hingga sampai di lokasi objek pertama, yakni Gua Panji Landung. Acaranya diisi atraksi spiritual pencarian umbi banah. Suasana yang tercipta cukup memunculkan aura mistis. Rombongan merasakan suasananya sunyi ditambah gemercik suara air. Indahnya tempat itu seakan membuat hati terasa tenang merasa damai di sana. Untuk mencapai gua itu harus berjalan menyusuri aliran sungai. Rombongan merasakan suasananya sangat tenang, sunyi karena cahaya ma-
Bali Post/gik
Sabtu Pon, 22 Februari 2020
Kasus Kematian Babi Meluas
Amlapura (Bali Post) Kasus kematian babi milik peternak secara mendadak di Kabupaten Karangasem terus meluas. Hingga saat ini, kasus kematian babi sudah meluas, yakni merambah lima desa. Menyikapi kondisi ini, Dinas Pertanian Karangasem melakukan penyemprotan cairan desinfektan di kandang babi milik peternak yang mengalami kasus tersebut.
Bali Post/kmb41
DESINFEKTAN - Petugas Dinas Pertanian Karangasem saat menyemprotkan cairan desinfektan di kandang babi milik peternak di Desa Amerta Bhuana, Jumat (21/2) kemarin.
Rumah Warga Selumbung Tertimpa Pohon Amlapura (Bali Post) Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Karangasem memicu pohon tumbang yang menimpa rumah warga I Nyoman Sukerta di Banjar Dinas Kanginan, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Jumat (21/2) kemarin. Akibat kejadian tersebut, rumah warga Desa Selumbung itu mengalami kerusakan parah di bagian atap. Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangas-
em, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan pohon tumbang terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Saat kejadian, penghuni rumah yang sedang tidur dikejutkan dengan suara dentuman. Ternyata, suara dentuman itu bersumber dari pohon kelapa yang tumbang karena tanah amblas akibat tak kuat menahan beban pohon tersebut. Pohon kelapa itu tumbang menimpa rumah warga di bawahnya. Akibat kejadian itu, kata Arimbawa, bagian atap rumah mengalami kerusakan cukup
parah. Saat ini pihaknya telah melakukan penanganan terhadap pohon tersebut. ‘’Sekarang pohon sudah dievakuasi. Untuk pembersihan kami dibantu perbekel dan pemilik rumah,’’ katanya. Sekretaris BPBD Karangasem, I Putu Eka Putra Tirtana, menambahkan saat kejadian pemilik rumah dan keluarganya berada di dalam rumah. Mereka kaget mendengar suara dentuman yang keras, karena atap bangunan menggunakan seng. Beruntung, atap tidak
sampai roboh menimpa pemilik rumah. ‘’Ada lima anggota keluarga yang tidur di rumah itu. Saat kejadian, semuanya tertidur. Penghuni semuanya kaget dengan suara dentuman keras. Mereka langsung lari ke luar rumah untuk menyelamatkan diri,’’ katanya. Menurut Tirtana, mereka akan tetap tidur di rumah itu, karena sudah diberikan bantuan terpal untuk menutup atap yang rusak. Dengan begitu, air tidak masuk ke dalam rumah ketika hujan turun. (kmb41)
Desa Adat Tegenan Gelar Saba Desa Bulan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali Amlapura (Bali Post)Desa Adat Tegenan Kecamatan Rendang menggelar kegiatan Saba Desa Bulan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, Kamis (20/2). Kegiatan ini dalam upaya menjalankan program Pemprov Bali terkait penggunaan dan pelestarian Bahasa Bali. Ketua Panitia kegiatan, I Wayan Suiji, mengatakan kegiatan Saba Desa Bulan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali ini baru pertama dilaksanakan. Ditegaskan, kegiatan ini sesuai dengan visi Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’ tentang percepatan pelaksanaan kegiatan di desa adat. ‘’Kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya untuk menjaga dan melestatikan seni wali, bebali, pesantian dan yang lainnya,’’ ujar Suiji, Jumat (21/2)
kemarin. Suiji menambahkan, kegiatan yang dimeriahkan berbagai jenis lomba itu diikuti oleh siswa SD hingga SMA/ SMK di Kecamatan Rendang. Lomba yang dilaksanakan, di antaranya lomba mewarnai maskot bulan bahasa (manuk dewata) untuk siswa TK, nyurat aksara Bali untuk siswa SD, serta lomba membaca sastra Bali untuk siswa SMP dan SMA/SMK. ‘’Selain itu juga dilaksanakan lomba membaca aksara Bali,’’ jelasnya. Menurut Suiji, kegiatan ini juga sangat konstruktif dalam upaya menjaga dan melestarikan penggunaan bahasa Bali. ‘’Kami berharap, melalui kegiatan ini bahasa Bali tidak sampai tergerus oleh perkembangan zaman dan selamanya tetap lestari,’ tegasnya. (kmb41)
Bali Post/ist
KEGIATAN - Desa Adat Tegenan menggelar kegiatan Saba Desa Bulan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, Kamis (20/2).
Cegah Korban Jiwa
Petugas Diminta Pangkas Pohon di Pinggir Jalan
Bali Post/kmb41
TUMBANG - Pohon tumbang di jalur Seraya. Perbekel Seraya Timur, I Made Pertu, meminta pemerintah secepatnya memangkas pohon di pinggir jalan untuk mencegah adanya korban jiwa.
Amlapura (Bali Post) Kasus bencana pohon tumbang yang menewaskan seorang bocah lima tahun, I Nyoman Sukmayasa, menjadi perhatian masyarakat. Guna mencegah kasus tersebut terulang kembali, Perbekel Seraya Timur, I Made Pertu, meminta petugas terkait untuk melakukan pemangkasan pohon di pinggir jalan yang dinilai membahayakan keselamatan warga. Menurut Pertu, pihaknya tidak pernah menyangka ada warganya yang sampai meninggal akibat kejadian pohon tumbang tersebut. ‘’Pohon tumbang memang sering terjadi selama ini. Tapi yang sampai memakan korban jiwa baru kali ini saja. Sebelumnya tidak pernah,’’ ujar Pertu, Jumat (21/2) kemarin. Terkait peristiwa memilukan itu, Pertu meminta petugas terkait supaya memangkas pohon-pohon yang ada di pinggir jalan. Pihaknya tidak ingin kejadian seperti itu terulang kembali, karena pohon-pohon itu membahayakan keselamatan warga yang melintas. ‘’Kami sangat berharap petugas terkait secepatnya memangkas pohon-pohon di pinggir jalan tersebut. Kalau kami hendak memangkas pohon, harus muskel dulu di bawah dan prosesnya lama. Kalau dinas terkait kan lebih cepat, tinggal berkoordinasi dengan pemilik pohon kalau pohon itu memang milik warga,’’ katanya. (kmb41)
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Karangasem, I Made Ari Susanta, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima, kasus kematian babi yang melanda peternak di Kabupaten Karangasem makin meluas. Tercatat ada sejumlah peternak babi di lima desa yang ternak babinya mati secara mendadak. ‘’Lima desa itu meliputi Desa Besakih, Desa Ababi, Desa Amerta Bhuana, Desa Manggis dan Desa Tenganan. Dari laporan yang masuk, jumlah babi yang mati mendadak sebanyak 50 ekor. Sedangkan untuk kematian babi di Desa Tenganan, petugas masih melakukan investigasi. Informasinya ada belasan ekor babi yang mati, yakni indukan dan anak,’’ ujar Ari Susanta, Jumat (21/2) kemarin. Untuk mencegah kasus kematian babi ini, kata Ari Susanta, pihaknya telah melakukan edukasi kepada peternak babi supaya melakukan penyemprotan cairan desinfektan secara berkala untuk melakukan pencegahan kasus kematian babi semakin bertambah. ‘’Penyemprotan desinfektan ini mampu membunuh virus yang dapat memicu atau menyebab
kematian babi tersebut,’’ katanya. Ari Susanta menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum berani memastikan secara pasti penyebab kematian babi milik peternak tersebut. Sebab, sampai sekarang sampel babi yang mati masih dicek di laboratorium. ‘’Semoga saja kematian babi ini tidak disebabkan oleh virus ASF (African Swine Fever - red),’’ ujarnya. Peternak asal Desa Amerta Bhuana, I Wayan Sueca, mengatakan sebelumnya dirinya memelihara delapan ekor babi, tetapi satu sudah dijual saat Galungan. Saat ini tinggal tujuh ekor. Dari tujuh babi itu, satu ekor di antaranya tidak mau makan. Atas kondisi itu, pihaknya langsung menyampaikan kepada dokter hewan di Amerta Bhuana. ‘’Sejak empat hari sudah tidak mau makan dan kondisi babi lemah. Warna kulit babi lebih merah dibandingkan babi lainnya. Karena tak mau makan dan takut babi akan mati seperti di daerah lain, makanya saya langsung laporkan ke petugas. Sekarang sudah dilakukan penyemperotan desinfektan di kandang,’’ jelasnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
TUMBANG - Pohon yang tumbang menimpa rumah warga di Banjar Dinas Kanginan, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Jumat (21/2) kemarin.
Sosialisasi ASF
Distan Kumpulkan Puluhan Peternak Babi di Desa Besakih
Amlapura (Bali Post) Merebaknya kasus kematian babi secara mendadak di sejumlah kabupaten/kota di Bali mendapatkan atensi serius dari Pemerintah Provinsi Bali maupun pemerintah kabupaten/kota. Jumat (21/2) kemarin, Dinas Pertanian Provinsi Bali bersama Dinas Pertanian Karangasem memberikan sosialisasi terkait penyebaran virus Africa Swine Fever (ASF) terhadap puluhan peternak babi di Desa Besakih yang dilaksanakan di Banjar Palak. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Karangasem, I Made Ari Susanta, menjelaskan peternak yang masih memiliki babi diminta melakukan peningkatan biosecurity di kandang secara rutin dan berkala untuk mengantisipasi penyebaran penyakit. Termasuk melakukan pembatasan secara selektif terhadap peralatan yang masuk ke dalam kandang, karena itu merupakan faktor risiko. ‘’Yang paling penting, setiap peralatan yang dipergunakan harus dilakukan desinfeksi. Artinya, kalau hendak menjual babi, jangan membiarkan peralatan langsung masuk ke dalam kandang, tapi semprot lebih dulu dengan desinfektan,’’
katanya. Ari Susanta menambahkan, apabila ada babi yang mati agar dikubur dengan kedalaman 1,5 meter. Peternak juga diimbau tidak membuang bangkai babi ke sungai, karena hal itu bisa menularkan virus tersebut. Termasuk tidak menjual ternak yang sakit dan mati untuk mencegah penyebaran virus tersebut. ‘’Kalau semua ternak babi mati, jangan dulu mendatangkan bibit ternak. Perlu spraying dan bisa berkoordinasi dengan kami atau bisa membeli secara swadaya karena anggaran untuk pengadaan desinfektan minim. Kami sudah
berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan donatur untuk bisa mendapatkan desinfektan ini,’’ ujarnya. Perbekel Desa Besakih, I Wayan Benya, meminta kepada para peternak yang babinya menunjukkan gejala-gejala yang mengarah ke penyakit itu segera melaporkan kasus itu ke petugas puskeswan terdekat. ‘’Kalau belum bisa langsung melapor ke puskeswan, peternak bisa melaporkan ke perbekel. Nanti kami yang akan melaporkan ke puskeswan. Kami berharap, kasus kematian babi khususnya di Desa Besakih tidak terjadi lagi,’’ ujarnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
SOSIALISASI – Sejumlah peternak babi saat mengikuti sosialisasi African Swine Fever (ASF), Jumat (21/2) kemarin.
Sabtu Pon, 22 Februari 2020
Ketua Pengawas LPD Selat Terima Dihukum Setahun SETELAH diberikan kesempatan seminggu ini menyikapi putusan hakim atas perkara korupsi di LPD Desa Pakraman Selat, Susut, Bangli, terdakwa I Made Rijasa, B.A. yang saat itu menjabat pengawas akhirnya menerima putusan hakim Pengadilan Tipikor Denpasar. Hal tersebut dijelaskan kuasa hukumnya, Ngakan Kompyang Dirga, Jumat (21/2) kemarin. Memang, pascadivonis bersalah dan dihukum setahun oleh majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, Kamis (13/2) lalu, terdakwa bersama kuasa hukumnya memanfaatkan waktu sepekan untuk pikirpikir menyikapi putusan itu. ‘’Namun sekarang sudah menerimanya,’’ tandas Kompyang Dirga. I Made Rijasa, dalam kasus dugaan korupsi di LPD Desa Pakraman Selat, Susut, Bangli, dijatuhi pidana penjara selama satu tahun oleh hakim tipikor. Atas vonis itu, mantan Bandesa Adat Desa Pakraman Selat sekaligus mantan Ketua Badan Pengawas LPD Desa Pakraman Selat itu kini sudah menerima. Dalam perkara ini, JPU I Ketut Kartika Widnyana dkk. menjerat terdakwa dengan Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana telah diubah dan ditambah UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Atas dasar itu, jaksa dari Kejari Bangli itu menuntut supaya terdakwa dihukum selama 15 bulan, atau satu tahun tiga bulan. Selain itu juga membayar denda Rp 50 juta, subsider tiga bulan kurungan. Pada dakwaan dijelaskan, Rijasa merupakan orang yang melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta
melakukan perbuatan bersama-sama dengan Ni Luh Natariyantini (sudah dilakukan sidang) secara melawan hukum. Yakni membuat, menandatangani dan mengajukan surat permohonan pendanaan LPD, kepada Pengelola Dana Usaha Ekonomi Produktif (UEP) PPK Kecamatan Susut, Bangli. Tujuannya penambahan modal LPD, dengan lampiran 21 nama calon peminjam sebesar Rp 300 juta. Pinjaman itu akan dikembalikkan dalam jangka waktu 24 bulan, dengan sistem angsuran pokok dan bunga setiap bulannya. Namun, kata JPU di depan persidangan, terdakwa Rijasa bersama Ni Luh Natariyantini tidak pernah menyalurkan dana UEP yang dimaksud itu. Sehingga program untuk meningkatkan pelayanan kredit pada masyarakat miskin tidak terlaksana. Sebaliknya, kata jaksa, terdakwa justru memperkaya diri sendiri, orang lain, atau suatu korporasi. Yakni memperkaya I Ketut Joko sebesar Rp 197.100.000, Nengah Diarsa Rp 30 juta beserta bunga deposito sebesar Rp 240 ribu, I Wayan Daging Rp 5 juta, Agus Pratama Rp 20 juta, Suwiti Rp 5 juta beserta bunga Rp 150 ribu. Jika dikalkulasi, bahwa negara dirugikan Rp 225 juta, sesuai audit BPKP Perwakilan Provinsi Bali. Dalam kesimpulannya, sebagaimana dakwaan jaksa di Pengadilan Tipikor Denpasar, dari pinjaman dana UEP-PKK senilai Rp 300 juta, dipotong administrsi Rp 600 ribu, maka I Made Rijasa selaku Ketua Badan Pengawas LPD, juga tahu dana Rp 299.400.000 itu, harusnya benar-benar disalurkan pada mereka, yang nama-namanya (21 orang) disebutkan dalam permohonan pendanaan LPD itu. (asa)
Babi Milik Warga Dausa Mati Beruntun
Dinas PKP Ambil Sampel Organ Dalam Bangli (Bali Post) – Beberapa ekor babi milik warga di Desa Dausa, Kintamani dilaporkan mati secara beruntun hampir dalam sebulan terakhir. Belum diketahui apa penyebab kematian babi tersebut. Untuk memastikannya, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli telah turun ke Desa Dausa untuk melakukan pengecekan serta pengambilan sampel babi yang mati itu.
Bali Post/ist
SAMPEL - Petugas mengambil sampel babi mati di Desa Dausa, Kintamani.
Kesehatan
Dapatkah Wasir Disembuhkan Tanpa Operasi? Oleh : dr. I Dewa Gede Agung Purwakatamayasa WASIR atau ambeien adalah istilah yang lumrah digunakan masyarakat terhadap penyakit pada dubur itu. Dokter mungkin menyebutnya hemoroid. Tahukah apa itu wasir? Apakah wasir itu penyakit keturunan? Wasir sering kali menyebabkan ketidaknyamanan akibat nyeri yang ditimbulkan. Anehnya banyak penderita wasir enggan ke dokter. Mereka memilih mencoba mengobatinya sendiri dengan berbagai cara. Padahal belum dipastikan efektivitasnya. Sering kali deteksi dan penanganan awal terlambat. Karena itu sering kali penderita wasir datang ke dokter saat keadaannya cukup parah. Penderita wasir umumnya enggan ke dokter karena merasa malu dengan penyakit yang dideritanya. Pasalnya, penyakit itu berada pada bagian yang cukup pribadi penderitanya. Wasir merupakan pelebaran pembuluh darah di bagian dubur. Pembuluh darah ini melebar bisa dikarenakan beberapa factor, seperti kebiasaan BAB yang keras/sulit. BAB yang keras ini menandakan kurangnya asupan serat dan cairan ke dalam tubuh yang mengakibatkan kotoran menjadi memadat. Saat kotoran keras dan padat ini melewati dubur, maka terjadi tekanan berlebih diberikan pada dinding dubur yang berisi pembuluh darah vena di sekitarnya. Jika hal ini berulang kali menekan pembuluh darah, maka pembuluh darah vena pada dubur itu jadi melebar. Ketika semakin melebar, kemudian tidak ditangani secara tepat maka tonjolan pembuluh darah itu akan semakin kuat. Akibatnya dirasakan nyeri karena pembuluh darah terjepit ketika dilewati kotoran, juga saat duduk, dan melakukan aktivitas lainnya. Jika sudah mencapai derajat tonjolan yang berat itu maka tidak dapat dimasukan kembali walaupun dipaksakan dengan cara didorong. Tentunya nyeri yang dirasakan menjadi sangat hebat. Penderita akan kesulitan berjalan maupun beraktivitas lainnya. Penyebab lainnya bisa kebiasaan duduk atau jongkok berlama-lama yang sering dilakukan saat BAB. Sebetulnya merupakan hal sepele. Namun kerap tidak dipedulikan kebanyakan orang. Duduk atau berjongkok dalam waktu lama atau berlebihan akan memberikan tekanan yang lebih kuat pada pembuluh
darah dubur. Kehamilan juga merupakan keadaan yang dapat menyebabkan timbulnya hemoroid yang diakibatkan penekanan kandungan. Namun setelah melahirkan, umumnya tonjolan wasir itu menghilang sendirinya dikarenakan hilangnya tekanan tersebut. Nah, setelah mengetahui penyebab wasir itu, kemudian kita akan bahas bagaimana penanganannya. Jadi, apakah wasir harus dioperasi? Jawabannya adalah tidak. Wasir itu memiliki empat derajat keparahan yang berhubungan langsung dengan penanganannya. Derajat pertama, ada tonjolan di dalam dubur yang dapat berdarah sewaktu-waktu saat buang air besar. Tonjolan ini tidak dapat terlihat dari luar. Umumnya penderita mengeluhkan nyeri saat BAB dan terdapat darah menetes. Penanganan wasir derajat pertama ini dengan cara melakukan perubahan gaya hidup, yakni mengonsumsi makanan yang banyak serat. Selain itu perbanyak minum air putih, sehingga kotoran menjadi lembek. Dengan cara itu dapat mengurangi keluhan nyeri dan perdarahan, juga dapat mencegah wasir itu berkembang ke derajat lebih berat. Dokter akan memberikan obatobatan untuk mengurangi nyeri, perdarahan. Tujuannya meringankan pembengkakan wasir. Suntikan cairan sclerosant juga dapat dilakukan bila dirasakan perlu oleh dokter spesialis bedah Anda. Pengikatan pembuluh darah juga dapat dilakukan. Cara itu menyebabkan wasir mengecil dan lepas dalam 3-4 hari. Derajat kedua, wasir yang sudah menonjol keluar dubur. Itu dirasakan terutama saat BAB dan sedang mengedan. Tonjolan yang keluar itu dapat
masuk kembali dengan sendirinya. Perdarahan dan nyeri yang dirasakan juga cenderung meningkat karena semakin melebarnya pembuluh darah. Penanganan awalnya serupa dengan derajat pertama, yakni merubah gaya hidup dan obat-obatan. Namun jika tidak membaik, opsi tindakan penyuntikan cairan sclerosant dan pengikatan wasir akan lebih dipertimbangkan. Derajat ketiga, wasir yang sudah terlihat jelas menonjol keluar namun hanya kembali masuk dubur saat didorong ke dalam. Umumnya keluhan nyeri sering dari penderita. Penderita cenderung berpikir berobat ke dokter karena tidak tahan dengan nyeri yang diakibatkan. Perdarahan dirasakan semakin sering diamati setiap kali BAB. Pada derajat ini opsi suntikan sclerosant sudah tidak efektif lagi. Sebab ukuran wasirnya sudah besar. Pengikatan masih dapat dipertimbangkan namun kemungkinan sudah tidak terlalu efektif. Pada derajat ketiga ini dokter spesialis bedah merekomendasikan dilakukan tindakan operasi pemotongan wasir, yang dilakukan dengan beberapa pilihan metode. Derajat keempa, wasir yang menonjol keluar dubur. Ukurannya sudah besar dan tidak dapat dimasukkan lagi ke dalam dubur, walaupun dipaksa didorong. Penderita merasakan nyeri terus-menerus sepanjang hari diakibatkan penjepitan wasir itu sendiri. Perdarahan dirasakan semakin hebat. Bahkan dapat menyebabkan pasien kekurangan darah jika berlangsung lama. Pada derajat ini tindakan operasi merupakan jalan terbaik dilakukan mengatasi segera keluhan nyeri dan menghentikan proses perdarahan yang diakibatkan wasir itu. (ad615)
Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, Jumat (21/2) kemarin mengatakan, sesuai laporan, ada dua peternak di Desa Dausa yang babinya mati, yakni Jro Kimper dan Putu Eka Diana Putra. Babi milik Jro Kimper yang mati itu berjumlah dua ekor, sedangkan jumlah ternak babi milik Putu Eka Diana Putra yang mati 8 ekor. Kematian babi milik Putu Eka itu terjadi secara beruntun. Pertama tanggal 3 Februari lalu. Satu ekor babinya yang masih berumur 60 hari mengalami gejala klinis. Babi itu tidak mau makan. Selain itu ada bintik merah di perut dan lehernya. Babi itu oleh pemiliknya telah diberikan obat. Namun tiga hari setelahnya justru mati. Kematian babi kembali terjadi tanggal 4 Februari dengan gejala sama. Selang beberapa hari, kematian babi milik Putu Eka terus terjadi. Terakhir Jumat kemarin, satu ekor indukan babi mati mendadak dengan kondisi mulut berbuih dan kulit kemerahan di seluruh tubuh. ‘’Tadi kami sudah ambil sampelnya. Sebenarnya kami tidak ada berencana ambil sampel. Kebetulan saat investigasi tadi ada bangkai babi itu. Kami ambil saja sekalian sampelnya untuk mengetahui penyebab pastinya,’’ kata Sarma didampingi Kabid Kesehatan Hewan drh. Sri Rahayu. Adapun sampel yang diambil berupa organ hati, limpa, jantung dan pankreas. Saat ini sampel babi itu telah dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar
untuk diuji laboratorium. Sarma menegaskan pihaknya saat ini belum bisa menyampaikan penyebab kematian babi milik peternak di Dausa tersebut. Apakah karena terjangkit hog colera, virus demam babi Afrika (ASF), atau penyakit lainnya. Karena itu pihaknya masih menunggu hasil uji sampel babi yang telah dikirim ke BBVet. Untuk mencegah bertambahnya kasus kematian babi itu, Dinas PKP Bangli kembali mengimbau peternak untuk menerapkan biosecurity yang ketat. Dengan cara menjaga kebersihan dan sanitasi kandang serta melakukan penyemprotan desinfektan. Peternak juga diminta melakukan pengawasan yang ketat terhadap setiap orang yang keluar-masuk kandang. Sebelum dan sesudah masuk kandang harus didesinfeksi. ‘’Ternak yang sakit harus diisolasi dari ternak yang sehat,’’ terangnya. Peternak juga diminta tidak menambah populasi dengan mendatangkan bibit dari luar kabupaten. Kalaupun mau menambah populasi, bibit yang didatangkan harus jelas asalnya. Tidak dari daerah yang banyak kasus ada banyak babi mati di sana. Disinggung kasus kematian babi dengan gejala serupa di desa lainnya, Sarma mengatakan sejauh ini belum ada. Ia mengakui sempat mendapat laporan kematian babi di Desa Kayubihi dan juga Peninjoan, namun penyebab kematiannya normal. Misalnya akibat penyakit diare. (kmb40)
Jalan Terkelupas, Hambat Aktivitas Warga Kayupadi Bangli (Bali Post) – Hujan deras yang melanda wilayah Kintamani beberapa minggu lalu telah menyebabkan jalan di Dusun Kayupadi, Desa Songan, Kintamani rusak terkelupas. Kondisi itu menghambat aktivitas warga setempat. Warga berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan terhadap akses jalan utama di dusun itu. Kadus Kayupadi B, I Komang Brata Adiyanto, Jumat (21/2) kemarin mengatakan, panjang jalan yang rusak terkelupas sekitar 80 meter. Meski tidak terlalu panjang, namun kerusakan jalan dirasakan sangat menganggu masyarakat setempat. Lantaran rusak, kendaraan besar seperti truk pengangkut pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya tidak berani lewat. Terlebih jalan yang rusak itu, posisi-
nya menanjak dan menikung. “Sekarang yang berani lewat cuma mobil pick-up. Kalau bawa barang hanya berani saat turunannya. Kalau naiknya tidak berani muat barang,” terangnya. Kondisi itu tentu menghambat aktivitas warga. Untuk mengangkut barang, warga terpaksa mengangkutnya sedikit demi sedikit. Sebagian ada juga yang memilih memutar melalui jalan lain meski jarak tempuhnya lebih jauh. Terkait kerusakan jalan itu, Komang Brata mengaku pihaknya sudah melapor ke Dinas PUPRPerkim Bangli. Dinas PUPRPerkim mengatakan, kerusakan jalan itu masih menjadi tanggung jawab pihak pemborong yang belum lama ini mengerjakan proyek hotmix jalan itu. “Kemudian saya telepon pelak-
Bali Post/ist
RUSAK - Kondisi jalan rusak di Dusun Kayupadi, Desa Songan, Kintamani. sananya, katanya belum dapat alat untuk perbaikannya,” ungkapnya. Sampai saat ini kepastian mengenai perbaikan jalan itu masih belum jelas.
Kepala Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli, I Wayan Suastika, belum bisa dikonfirmasi hal itu. Saat dihubungi dia mengaku masih rapat. (kmb40)
Sabtu Pon, 22 Februari 2020
Lunasi Utang UD Serba Jaya
Pemkab Anggarkan Lewat APBD Perubahan
Singaraja (Bali Post) -
Pemkab Buleleng dipastikan akan melunasi utang di UD Serba Jaya Singaraja. Rencananya, pemkab mengalokasikan anggaran untuk melunasi utang itu pada APBD Perubahan Tahun 2020 mendatang. Bali Post/kmb38
PARKIR - Polres Buleleng meminjam lahan kosong di Pura Agung Jagatnatha untuk parkir kendaraan perwira dan anggota Polres serta pengunjung.
Keterbatasan Lahan Parkir
Polres Pinjam Lahan Kosong Pura Jagatnatha
Singaraja (Bali Post) Areal parkir Polres Buleleng selama ini tak mampu menampung kendaraan dalam jumlah banyak. Karena itu Polres meminjam lahan kosong di kawasan Pura Agung Jagatnatha Singaraja untuk parkir kendaraan para perwira dan anggota, serta masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, belum lama ini mengatakan, pihaknya telah meminta izin kepada pangempon pura untuk meminjam lahan kosong di Pura Agung Jagat-
natha sebagai areal parkir. Ini sifatnya sementara sembari menunggu perluasan tempat parkir. Jika di pura tersebut dilaksanakan upacara persembahyangan, maka Polres tidak menggunakan lahan tersebut. ‘’Ini kebijakan pimpinan dan sifatnya sementara. Kalau ada upacara di pura, kendaraan perwira dan anggota termasuk pengunjung akan parkir di tempat lain,’’ katanya. Menurut Gede Sumarjaya, saat ini tempat parkir Polres hanya cukup menampung kendaraan operasional dan kendaraan dinas para perwira. Sementara rata-rata dalam satu hari sekitar ratu-
san unit kendaraan yang memerlukan parkir. Jika tidak diatasi maka akan menyulitkan kendaraan operasional seperti Armoured Water Cannon (AWC) keluar-masuk. Terkait solusi permanen untuk memperluas lahan parkir, perwira asal Desa Sepang Kecamatan Busungbiu ini mengaku hal itu tergantung dari kebijakan pimpinan. Meski demikian, Polres memerlukan lahan parkir yang memadai, sehingga tidak ada kesan parkir kendaraan yang semrawut apalagi mengganggu akses kendaraan operasional dalam situasi tertentu. (kmb38)
Keputusan melunasi utang ini menyusul sengketa utang bergulir di pengadilan telah berakhir dengan keputusan pemerintah daerah harus melunasi utang Rp 94 juta dan bunga kepada pemilik UD Serba Jaya, Singaraja. Asisten Tata Pemerintahan dan Hukum Setda Buleleng Putu Karuna, Jumat (21/2) kemarin mengatakan, sejak keputusan pengadilan diterima, pemerintah daerah kesulitan mencari anggaran untuk melunasi hutang itu. Ini karena di APBD tidak ada rekening untuk melunasi utang pemerintah. Tidak ingin melanggar regulasi, hal itu kemudian dikoordinasikan ke Pemerintah Provinsi Bali dan ke Kementerian Keuangan beberapa waktu lalu. Hasilnya, pemkab dipersilakan membuat rekening membayar utang di APBD dengan acuan keputusan pengadilan yang memproses sengketa utang piutang dengan pihak ketiga. ‘’Kita menghormati keputusan hukum walaupun kalah dan keputusan harus dijalani. Tidak ada kode rekening membayar hutan di APBD, dan kami tanya ke provinsi dan pusat disuruh buat rekening utang kemudian
dimasukkan dalam APBD,’’ katanya. Menurut birokrat asal Desa Banyuatis Kecamatan Banjar ini, sebelum membuat rekening untuk membayar utang di APBD, pihaknya mengundang pemilik UD Serba Jaya pada Senin (24/2) pekan depan. Dari pertemuan ini, pemerintah bernegosiasi terkait persentase bunga yang juga harus dibayar oleh pemerintah. Pasalnya, pada keputusan itu, selain utang pokok Rp 94 juta, bunga per tahun sebesar 6 persen terhitung sejak gugatan didaftarkan ke pengadilan juga wajib dilunasi oleh pemerintah daerah. Sengketa utang-piutang itu berawal dari pembelian dengan cara bon oleh Bagian Perlengkapan dan Perawatan Aset Setda Buleleng, dalam kurun waktu 2008 hingga 2012. Dalam lima tahun itu, pemkab berutang Rp 94.479.750. Pemilik UD Serba Jaya, Ketut Suryata Tanaya, kemudian berusaha melakukan upaya penagihan secara persuasif. Karena mentok, owner Serba Jaya kemudian mengajukan gugatan dengan No. Registrasi 360/ Pdt.G/2014/PN Sgr. Dalam proses gugatan itu, Suryata Tanaya meminta agar pemerintah
membayar pokok utang dan denda sebesar 6 persen per tahun sejak gugatan didaftarkan. Suryata sebenarnya sempat kalah pada tingkat pertama, banding, dan kasasi. Belakangan, Suryata justru memenangkan sengketa perkara itu pada tingkat PK. (kmb38)
Putu Karuna
Bali Post/kmb38
Belum Diganti Rugi, 20 Bidang Tanah di Bendungan Tamblang
Bali Post/kmb38
BENDUNGAN - BWS Bali-Penida masih memproses pembayaran ganti rugi tanah yang terkena jalur proyek Bendungan Tamblang.
Professional Contractor Bali. Bangun&Desain:+6285244383863
PROPERTY
Dibutuhkan Admin Wanita Hubungi :087 861 340 445
PROPERTY
LOKER Mgr Opr & HR SPV Fashion Company,min S1,3th pglm.Email ke rekrutmenpc@gmail.com ibfo 081384947210
DIJUAL RUMAH
Djl dibwh hrg SHM 3.5A Jl.Raya Cargo Permai Dps pasaran 2.5M dilepas Rp1.5M/A 0878.7726.778
Dijl/kont rumah 2KT/1KM Padang Griya Perum Sastraloka B-8 T.081295109515
Tnh 3,5A Tk.Badung Renon,±35A Ubud-Tegalalang.HP:0811394712
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
B.BP.001.02.20.0000504
B.BP.004.02.20.0000580
Staff Vacancy for Office Admin / Data entry, M/F, junior position, must have adobe/Auto Cad skills,and speak English. CV : PT.Sourcing Bali, raka@sourcing-bali.com B.BP.031.02.20.0000616
B.BP.004.02.20.0000574
B.BP.004.02.20.0000619
Rmh di Putra Bali Hill Nusa2 L T345/225SHMMeubel0811373029
B.BP.033.02.20.0000617
DISEWAKAN RUMAH
Dikont Rmh Gg.Ratna VII No.14 (4KM,RK,RT,Dpr,3Kmd,Garasi) Hub:081381879393,081237260545
B.BP.001.02.20.0000605
dana ganti rugi. Sisanya, 20 bidang tanah ganti ruginya belum dibayar, karena pemilik tidak menyerahkan sertifikat tanah yang asli. Atas kondisi ini, dana ganti rugi dengan nilai sekitar Rp 12 miliar itu dititipkan ke Pengadilan Negeri (PN) Singaraja. Kepala Satuan Kerja (Kasakter) Bendungan BWS BaliPenida, I Gusti Putu Wandira, dihubungi Jumat (21/2) kemarin mengatakan, ada beberapa faktor teknis mengapa 20 bidang tanah tidak bisa di-
Singaraja (Bali Post) Pembayaran ganti rugi tanah yang terkena jalur proyek Bendungan Tamblang di perbatasan Kecamatan Kubutambahan dan Kecamatan Sawan, mengalami hambatan teknis. Dari 212 bidang tanah milik warga dari empat desa yang terkena jalur proyek, ada 190 bidang tanah ganti ruginya sudah dilunasi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) BaliPenida, dan 2 bidang masih proses pencocokan nomor rekening bank sebelum menerima
ganti rugi. Di antaranya karena pihak pemilik tidak mampu menyetorkan sertifikat tanah yang asli. Sementara, aturan dalam pembebasan tanah oleh pemerintah, pemilik harus menyerahkan sertifikat asli. Selain itu, ada juga pemilik tidak bisa menyerahkan sertifikatnya, karena dalam waktu bersamaan sertifikat tanah yang terkena jalur proyek menjadi jaminan kredit di perbankan. Menurut I Gusti Putu Wandira, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak
PN untuk memproses penitipan dana ganti rugi untuk 20 bidang tanah tersebut. Solusi untuk menitipkan dana ganti rugi ke PN melalui prosedur konsinyasi ini bisa ditempuh kalau dalam tahapan ganti rugi berkas administrasinya tidak lengkap atau karena pemilik tanah keberatan dengan nilai ganti rugi yang diberikan pemerintah. Di sisi lain, I Gusti Putu Wandira menyebut, meskipun belum 100 persen bidang tanah yang diganti rugi, namun
pengerjaan konstruksi awal dalam proyek ini tetap berjalan. Ini karena, dari sosialiasi awal sampai penetapan lokasi (penlok), pemilik tanah di empat desa, yaitu Desa Sawan dan Desa Bebetin (Kecamatan Sawan). Desa Bila dan Desa Bontihing (Kecamatan Kubutambahan) mendukung proyek nasional ini. Salah satu bukti dukungan itu, pemilik sudah menyerahkan tanahnya untuk dijadikan akses jalan mobilisasi alat berat dan keperluan teknis lain. (kmb38)
DIJUAL TANAH
B.BP.004.02.20.0000618
B.BP.001.01.20.0000707
BIRO JASA Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. Hp:081.338.344.155 B.BP.001.01.20.0000815
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
RUPA-RUPA
SERVICE
Print & On Line Radio
HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id
denpost.id dan denpost.post
denpost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
GENTA BALI gentabalifm
genta bali
JENIS PAKET
HARIAN DENPOST
RADIO GENTA
PAKET
1 kolom x 45 mm Bronze 12 x siar / bulan 300.000,- / bulan 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan 400.000,- / bulan 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 800.000,- / bulan BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN
Sabtu Pon, 22 Februari 2020
Tanam Ribuan Bibit Mangrove
RATUSAN warga dan gabungan pegawai sejumlah instansi, Jumat (21/2) kemarin melakukan penanaman bibit mangrove di Desa Budeng, Kecamatan Jembrana. Penanaman 2.000 bibit mangrove ini merupakan inisiasi Polres Jembrana dan dipimpin langsung Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa.
TANAM MANGROVE – Sejumlah masyarakat bersama jajaran Polres Jembrana menanam bibit mangrove di areal hutan mangrove di Budeng.
Penyebab Pasti ‘’Kami dari kampus memiliki bukti sejak bulan Desember. Virusnya apa, penyakitnya apa. Namun kami tidak memiliki wewenang untuk mendeklarasikan,’’ bebernya saat dikonfirmasi, Jumat (21/2) kemarin. Pemerintah daerah terutama provinsi didesak segera meminta Kementerian Pertanian mengumumkan penyebab pasti kematian ternak babi. Langkah berikutnya, menurut Mahardika, adalah pemer-
intah kabupaten/kota harus memfasilitasi untuk penanganan bangkai babi. Karena kalau dibuang sembarangan, selain kesan kurang bagus, juga bisa menyebarkan virus. Langkah memfasilitasi penanganan oleh pemerintah memang harus dilakukan. Karena, kalau jumlah babi yang mati sedikit, masih bisa ditangani peternak. Namun bila babi yang mati dalam jumlah banyak sampai ratusan, tentu peternak akan kesulitan. ‘’Inilah yang harus difasilitasi pemerintah daerah,’’ ucapnya. Terkait kesehatan kandang,
sejak lama pihaknya sudah mengadvokasi ke peternak dengan biosecurity. Memang banyak peternak yang sudah berhasil mengantisipasi agar kandangnya tidak tertular. Pihaknya berharap peternak yang akan ke kandang sama seperti mau pergi ke pura. Dalam artian, harus bersih, atau mandi, keramas, ganti baju, baru ke kandang. ‘’Ini segi positif pendidikan untuk masyarakat, bahwa beternak babi harus menerapkan biosecurity. Tidak ada biaya mahal, tetapi efeknya besar sekali,’’ terangnya. (kmb/kmb23)
Pelayanan Maksimal ‘’Kami tentu tidak dapat bekerja maksimal tanpa dukungan dari para pimpinan daerah dalam menjalankan lima tugas prioritas tersebut. Untuk itu, saya harap para kepala daerah dapat segera membentuk UPTD PPA tidak hanya di provinsi tapi juga di kabupaten/kota untuk memberikan pelayanan maksimal bagi perempuan dan anak, terutama anak sebagai generasi masa depan yang akan melanjutkan pembangunn bangsa dan negara yang kita cintai,’’ tegasnya. Menteri Bintang juga menyampaikan apresiasi kepada
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang dengan tegas meminta kepada provinsi dan kabupaten/kota di Tanah Air untuk segera membentuk UPTD PPA dan menyampaikan surat edaran bagi para kepala daerah untuk memprioritaskan anggaran pendapatan daerah bagi urusan perempuan dan anak. ‘’Hingga saat ini baru ada 56 UPTD PPA yang terbentuk di 33 provinsi seluruh Indonesia. Semoga melalui arahan ini dapat dibentuk UPTD di daerah-daerah,’’ ujar Menteri Bintang. Wakil Gubernur Provinsi NTB Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan bahwa peresmian UPTD PPA di NTB menjadi salah satu pemicu agar selu-
Kehidupan Modern
Pertama adalah persampahan. Jenis sampah paling membahayakan dan volumenya banyak adalah bersumber dari plastik. Plastik menjadi dilema bagi manusia di kehidupan modern ini. Keberadaannya dibutuhkan tetapi sampahnya membahayakan. Pengelolaan yang optimal adalah kunci. Jika dapat dikelola, maka sampah akan berubah dari musibah menjadi berkah. Butuh pendekatan komprehensif mulai dari kesadaran individu hingga komitmen politik. Indonesia merupakan negara kedua di dunia penghasil sampah plastik terbesar ke laut (KLHK, 2016). Peringkat pertama ditempati Tiongkok dengan 262,9 juta ton sampah plastik. Jumlah sampah kantong plastik terus meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2016) memperkirakan volume sampah di Indonesia pada 2019 akan mencapai 68 juta ton. Dari angka tersebut, 14 persen atau sekitar 9,52 persen di antaranya adalah sampah plastik. Sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Sebesar 95 persen kantong plastik hanya menjadi sampah, sedangkan plastik sulit diurai oleh lingkungan. Kedua adalah polusi udara. Banyak perkotaan yang telah tercemar udaranya. Kondisi paling buruk adalah Jakarta, bahkan terburuk sedunia. Jakarta kerap dinominasikan menjadi kota paling berpolusi di dunia versi data AirVisual. Air Quality Index (AQI) Jakarta
berada pada kisaran angka 188. Artinya kualitas udara di Jakarta tidak sehat. Kualitas udara juga tercemar pada daerah-daerah yang terjadi kebakaran hutan dan wilayah sekitarnya, seperti di Kalimantan dan Sumatera. Ketiga adalah kemiskinan. Dari sisi geografis, jumlah penduduk miskin paling banyak mendominasi di Pulau Jawa sebesar 15,31 juta jiwa. Sedangkan sisanya tersebar di Sumatera sebesar 6,31 juta jiwa, Bali dan Nusa Tenggara 2,18 juta jiwa, Pulau Sulawesi 2,19 juta jiwa, Maluku sebanyak 1,53 juta jiwa, dan Kalimantan 0,99 juta jiwa. Sebanyak 63 persen penduduk miskin Indonesia berada di perdesaan dan mayoritas adalah petani dan nelayan. Kemiskinan sebagian disebabkan rendahnya daya dukung lingkungan. Politik Ekologi Pemerintah mesti membuktikan dan menjalankan politik ekologi. Politik ekologi secara umum terbagi atas lingkungan internal dan eksternal (Almond, 2012). Kepemimpinan politik ramah ekologi mestinya hadir mulai secara substansial maupun faktual. Secara substansial terkait komitmen politik hijau kontestan menuju pembangunan yang lestari dan berkelanjutan. Sedangkan secara faktual mesti dibuktikan ke depan. Beban agenda untuk menjawab tantangan lingkungan selama lima tahun ke depan memberikan konsekuensi perbaikan kinerja pemerintah. Beberapa hal mesti diupayakan pemerintah ke depan. Pertama, stakeholder politik penting melakukan evaluasi
ruh pihak dapat serius memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. ‘’Saya harap isu penguatan PPPA tidak hanya menjadi slogan semata tapi menjadi hal nyata. Saya menyadari, perempuan berperan besar dalam pembangunan bangsa. Untuk itu merupakan tanggung jawab bersama mewujudkan anak dan perempuan berkualitas, mandiri memiliki karakter kepribadian yang baik di NTB. Kuncinya ada pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, pembangunan karakter perempuan dan anak, sehingga kita akan menjadi masyarakat yang kuat,’’ pungkas Sitti. (kmb) kinerja pemerintah sebelumnya. Hasil evaluasi menjadi bahan perbaikan ke depan. Pengisian kabinet mesti mempertimbangkan kapasitas, kualifikasi pendidikan, pengalaman, dan kepedulian masing-masing. Kementerian bidang lingkungan penting diisi oleh wajah yang melek dan peduli lingkungan. Kedua, pemerintah mesti memiliki jiwa pembelajar yang cepat. Pascapelantikan JokowiMa’ruf langsung menjalankan tugas dan menghadapi permasalahan lapangan. Wajah baru dalam kabinet penting cepat belajar, baik dalam hal konseptual maupun faktual. Sekat partai politik dan psikologis mesti disingkirkan demi pengabdian kepada rakyat. Pemerintah penting memahami konsepsi pengelolaan lingkungan terpadu dan isu lingkungan. Ketiga, mitra pemerintah penting koordinatif dan memberikan data akurat terhadap pemerintah. Masyarakat, baik individu maupun komunitas dan LSM penting mengajukan tuntutan agenda lingkungan lima tahun ke depan. Pengawasan dari rakyat penting dilakukan sebagai penyeimbang menuju optimalisasi kinerja. Prioritas investasi dari RUU Cipta Kerja tetap harus dijalankan dengan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan. Semua elemen mesti bergandengan tangan dalam agenda perbaikan mutu lingkungan hidup di negeri ini. Jika RUU Cipta Kerja dan omnibus law justru berpotensi mengorbankan lingkungan, maka wajib ditolak dan digugat nantinya. Penulis; Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)
Sabtu, 22 Februari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Srada Dan Bakti(4) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Senam Poco Poco GWR Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Punggung Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Bali TV Shop
10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita
15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita
Kalung Omkara Galeri Musik Indonesia Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Bali TV Shop Lutut Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Yowana Magz Gemilang Prestasi Tim Basket Putra Dan Putri SMPN 10 Denpasar Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV
16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Parameter 16:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 17:00 Wita Bunda Arsaningsih Karma Dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Seemo Band 21:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:30 Wita Classic Bali TV 22:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:00 Wita Solusi Alternatif Marion Sam
Hutan mangrove di Budeng merupakan salah satu hutan mangrove yang ada di Bali. Di Jembrana selain di Budeng, hutan mangrove juga terdapat di Tuwed, Kecamatan Melaya. Kata Adi Wibawa, mangrove memiliki banyak fungsi. Dari sisi fisik pohon mangrove memiliki akar dan batang yang banyak, sehingga mampu mencegah abrasi dan menahan gelombang tsunami. Di samping itu juga dari sisi ekologi, pohon mangrove berfungsi sebagai filter air dan udara dan menjadi habitat
tempat hidup dan berkembangbiaknya berbagai jenis ikan dan biota lainnya. ‘’Selain itu dari sisi ekonomi mangrove menghasilkan kayu dan arang. Serta menghasilkan buah atau biji untuk dibuat berbagai pangan dan minuman,’’ ujar Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa. Penanaman dilakukan di petak-petak hutan yang masih kosong. Ancaman utama saat ini adalah sampah kiriman dari hulu. Lokasinya yang berada di aliran DAS Estuari Perancak sangat memung-
kinkan adanya sampah yang dibawa aliran sungai. Ketika areal bakau dicemari sampah, akan berdampak pada pertumbuhannya. Lahan mangrove di Budeng selain berada di atas tanah milik Angkasa Pura, juga tumbuh di lahan negara milik BPOL (Balai Penelitian Observasi Laut) atau Seacorm (Kementerian Kelautan dan Perikanan) serta Kementerian Kehutanan. ‘’Harapan kami penanaman pohon ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar secara khusus dan secara umum
warga Jembrana. Kami juga berharap tidak hanya fokus menanam, namun ke depannya juga kita berupaya untuk merawat,’’ terang Kapolres. Penanaman mangrove ini merupakan salah satu program penghijauan yang dilakukan Polri. Selain para anggota polisi di lingkup Polres Jembrana, juga diikuti Bupati Jembrana I Putu Artha, Dandim 1617 Jembrana yang di wakili oleh Ws Kasdim Kapten Chb. Drs. H. Karyanto beserta Forkopimda dan OPD Kabupaten Jembrana. (kmb26)
Populasi Kambing Meningkat
Bantuan Bibit Dialihkan untuk Sapi Bali
Negara (Bali Post) – Populasi ternak kambing di Jembrana selama tiga tahun ini meningkat. Dari sebelumnya 6.082 ekor (2017), di tahun 2019 lalu meningkat menjadi 6.261 ekor. Salah satu pemicunya adalah bertambahnya jumlah kelompok ternak kambing di masyarakat dan juga mendapat bantuan bibit serta kandang dari pemerintah daerah melalui
program Gempita. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama, Jumat (21/2) kemarin mengatakan, bantuan bibit kambing ke kelompok-kelompok peternak tahun ini masih berjalan. Dari jumlah bibit yang diserahkan ke kelompok itu, ada pertumbuhan yang signifikan. Meskipun ada peningkatan,
menurutnya, bantuan ini akan dikurangi pada tahun 2021 dan dialihkan untuk bibit sapi Bali. Permohonan bantuan bibit kambing ini sangat diminati kelompok peternak. Tingginya minat itu dapat dilihat dari jumlah proposal yang masuk. Tetapi, tidak semua kelompok disetujui. Menurutnya, untuk tahun ini pemerintah mengalokasikan bantuan bagi 10
kelompok yang sama seperti tahun 2019 lalu. Total kambing yang digelontorkan sebanyak 440 ekor dengan rincian masing-masing kelompok 40 ekor kambing betina dan 4 ekor kambing jantan. ‘’Secara kuantitas nantinya di tahun 2021 akan dikurangi. Baik jumlah kelompok penerima maupun jumlah kambingnya,’’ terangnya. (kmb26)
63 Tahun Astra Kobarkan Semangat Kurangi Plastik
SEIRING dengan peringatan ulang tahun ke-63 pada 20 Februari 2020, Astra mengajak karyawan sekaligus masyarakat luas untuk bersamasama mengurangi pemakaian plastik sekali pakai melalui sebuah gerakan sosial ‘’Semangat Kurangi Plastik’’. Gerakan Semangat Kurangi Plastik yang diluncurkan bertepatan dengan HUT ke63 Astra merupakan sebuah gerakan yang berangkat dari keprihatinan seluruh karyawan Astra terhadap masalah yang ditimbulkan oleh sampah plastik. ‘’Kami mengajak seluruh karyawan Astra dan masyarakat luas untuk semakin peduli tentang bahaya sampah plastik sekali pakai. Melalui partisipasi manajemen, karyawan, dan masyarakat, kami berharap dapat menghadirkan solusi,’’ ujar Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto dalam sambutannya, Kamis (20/2) lalu. Semangat Kurangi Plastik bertujuan mengajak karyawan Astra dan masyarakat untuk lebih peduli dengan kelestarian lingkungan, meningkatkan kesadaran karyawan Astra
dan masyarakat akan bahaya sampah plastik. Selain itu juga mengedukasi tentang cara pengolahan sampah plastik yang efektif serta mengajak Grup Astra dan yayasan-yayasan Astra untuk mengurangi limbah plastik yang dihasilkan serta mendorong siklus ekonomis.
Kotak Semangat Astra Berbagai aktivasi Semangat Kurangi Plastik akan dilakukan. Salah satunya ialah aktivasi offline berupa pengumpulan dan pemilahan sampah plastik di Kotak Semangat Astra, sebuah kotak yang disediakan Astra dan Grup Astra untuk menampung plastik dari masyarakat. Kotak ini akan tersebar di berbagai instalasi perusahaan-perusahaan Grup Astra di seluruh Indonesia. Aktivasi offline berikutnya ialah aksi sosial dan kampanye yang akan dilaksanakan di enam zona (laut, lingkungan bisnis Astra, Kampung Berseri Astra, sungai, pantai dan gunung) serta tiga aksi (bersih-bersih, koleksi dan pemilahan & penyaluran ke bank sampah). Terdapat juga berbagai ko-
munikasi dan aktivasi digital di akun media sosial Astra, yakni Instagram (@SATU_Indonesia), Youtube (SATU Indonesia), Facebook (Semangat Astra Terpadu) dan Twitter (@ SATU_Indonesia). Semangat Astra dalam mengurangi sampah plastik ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa. Dengan dukungan dan kerja keras dari 226.105 insan Astra yang tersebar di 235 perusahaan, Astra dapat melampaui tahun 2019 dengan baik dan menyambut usia ke-63 tahun. Astra senantiasa berusaha menjadi perusahaan kebang-
Bersikap Tegas
gaan bangsa dengan menerapkan tiga strategi, yakni produk & layanan karya anak bangsa, sumber daya manusia Astra yang unggul serta kontribusi sosial yang berkelanjutan bagi bangsa dan negara yang selama ini dijalankan. ‘’Mari kita songsong tahun 2020 yang penuh tantangan dengan semangat dan sikap optimistis yang besar. Saya percaya dengan tekad yang kuat serta kerja keras dan kerja cerdas, kami akan melampaui semua tantangan yang ada dan terus mengembangkan Astra,’’ tutur Prijono. (bns)
Awalnya tiga kabupaten di Tabanan, Badung dan Denpasar, kini telah meluas ke Gianyar, Bangli dan Karangasem. Dengan meluasnya kasus
kematian babi ini, seharusnya pemerintah dalam hal ini Gubernur Bali bersikap tegas karena yang mampu menggerakkan seluruh komponen di Bali adalah Gubernur Bali. ‘’Ini semua orang abai, menganggap bahwa virus ini bisa diselesaikan oleh satu bidang saja.
Ternyata tidak bisa. Ini harus semua digerakkan. Sementara yang punya kemampuan untuk menggerakkan seluruh komponen yang ada di Bali ini adalah Gubernur, makanya kita minta pada Pak Gubernur bersikap dalam hal ini,’’ tegasnya. Ia berharap Gubernur mem-
buat sebuah kebijakan secara sistematis, yang memang bisa menggerakkan seluruh komponen masyarakat yang ada, karena yang mempunyai kemampuan untuk melarang atau mengatur lalu lintas antardaerah hanya Gubernur. (kmb42)
Untuk itu, dinas terkait diharapkan agar merevisi kembali data kematian babi. Dari data sebelumnya yang dirilis, dinyatakan kematian babi hanya sebanyak 899 ekor atau 0,1 persen dari populasi babi. Data tersebut tidak masuk akal untuk kasus penyakit baru ini. Dinas terkait diharapkan melihat kembali dan bisa turun ke lapangan untuk pendataan.
Karena, menurutnya, angka ini penting sebagai acuan untuk penanganan. ‘’Kalau angka yang disebutkan kecil, tentu tidak perlu dilakukan penanganan. Karena data yang sebenarnya jauh lebih baik daripada data angka yang disembunyikan. Tapi buktinya peternak saat ini ‘menjerit’, termasuk juga konsumen merasa ketakutan untuk mengonsumsi daging babi,’’ pungkasnya. Terkait penyebab kematian babi, pengecekan sampel darah
babi yang dilakukan BBVet Medan, dikatakan Nata, masih belum ada hasil. Dengan kata lain, pihaknya masih menunggu hasil itu keluar. ‘’Hasil itu tidak berpengaruh dengan cara penanganan kita karena positif atau tidak, apa yang kita lakukan seperti sudah positif makanya kasus bisa mereda,’’ jelasnya. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster enggan berkomentar banyak soal ASF yang diduga menjadi
penyebab banyaknya babi mati mendadak. Pihaknya menyerahkan kepada dinas terkait, khususnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Ketika disinggung soal bantuan kepada peternak, dikatakan, memang belum dianggarkan dalam APBD Induk. Pihaknya juga belum berencana meminta bantuan kepada pemerintah pusat. ‘’Belum, kalau urusan kecil begini di sini aja selesai,’’ ujarnya. (kmb32/kmb23)
Populasi Babi
Sabtu Pon, 22 Februari 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Kintamani Kawal Hutan
HUTAN berfungsi vital sebagai sumber air. Karena itu kelestarian hutan harus dijaga agar ketersediaan air selalu ada. Hal itu disadari betul oleh Desa Adat Kintamani, Kabupaten Bangli. Terlebih, desa adat ini memiliki bentangan hutan yang cukup luas. Langkah apa yang dilakukan Desa Adat Kintamani mengawal hutan agar berfungsi maksimal? Bendesa Adat Kintamani I Nyoman Sukadia menyampaikan, dalam menjaga kelestarian hutan, Desa Adat Kintamani merancang program penanaman pohon setiap tahun. Program Desa Adat Kintamani itu sangat sejalan dengan visi Gubernur Bali Wayan Koster ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Sukadia mengatakan, upaya menjaga kelestarian hutan sudah dilakukan krama Desa Adat Kintamani sejak dulu kala. Bentuk pelestariannya berupa kegiatan penanaman pohon. Dahulu, sebelum pemerintah melarang penebangan pohon di hutan, Desa Adat Kintamani punya aturan yang mewajibkan krama untuk menanam lima pohon. Lima pohon itu wajib ditanam sebagai ganti satu pohon yang ditebang. ‘’Itu dilakukan nenek
moyang kami dulu untuk menjaga hutan tetap lestari,’’ ungkapnya, Jumat (21/2) kemarin. Sampai saat ini pun, krama Desa Adat Kintamani masih terus berupaya menjaga kelestarian hutan. Sebab, krama menyadari kawasan hutan di Kintamani merupakan salah satu daerah resapan air di Bali. Menurutnya, kalau kelestarian hutan tidak dijaga, maka ketersediaan air di Bali akan berkurang. Selain untuk menjaga ketersediaan air, hutan juga harus terus dijaga kelestariannya sebagai tempat hidup atau habitat satwa. Sukadia mengatakan pihaknya saat ini sedang merancang program penanaman pohon di kawasan hutan. Kegiatan itu akan rutin dilakukan setiap tahun sebagai rangkaian hari ulang tahun Desa Kintamani. Untuk bisa
Bali Post/ina
MAGOAK-GOAKAN - Tradisi ‘’Magoak-goakan’’ yang digelar krama Desa Adat Kintamani serangkaian ritual Nyepi Adat. menanam pohon di kawasan hutan, pihaknya tentunya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak kehutanan. Pihaknya meyakini program penanaman pohon di hutan akan disambut baik pihak kehutanan. ‘’Lahan yang ada di desa adat yang bisa ditanami pohon kan sudah terbatas. Sudah banyak ditanami jeruk. Nah
karena itu, kami berencana menanam pohon di hutan,’’ ujar pria yang juga Ketua Majelis Adat Kecamatan Kintamani itu. Guna menjaga hutan tetap lestari, pihaknya juga berencana merancang wisata hutan. Dengan wisata itu, masyarakat nanti bisa semakin sadar untuk merawat hutan. Selain di bidang lingkungan, desa adat yang memiliki
Rangkaian Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau
Digelar Upacara ’’Turun Ayu’’ dan ’’Pakelem’’ di Pucak Kedaton
Tabanan (Bali Post) Setelah puncak Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau berlangsung Kamis (20/2), rangkaian upacara dilanjutkan dengan pakelem di Pucak Kedaton dan upacara Turun Ayu/Sang Hyang, Jumat (21/2) kemarin. Ketua Panitia I Karya Agung Pangurip Gumi, I Wayan Arya, mengatakan upacara pakelem di Pucak Kedaton menggunakan wewalungan bebek hitam, be-
bek putih dan ayam. Rangkaian upacara tersebut dipuput pemangku Pura Luhur Batukau. ‘’Upacara pakelem di Pucak Kedaton sebagai bagian dari Sad Kertih. Jadi tidak hanya di danau dan segara, di gunung pun harus ada kerti, sehingga harus ada upacara untuk Pangurip Gumi,’’ terangnya. Upacara pakelem bertujuan untuk memohon agar sumber alam semesta seperti air berfungsi dengan baik, menjadi sumber kehidupan
bagi seluruh masyarakat. Selain upacara pakelem di Puncak Kedaton, malam harinya juga digelar upacara Turun Ayu/Sang Hyang. ‘’Upacara Turun Ayu itu rangkaian dari upacara nini, dengan tarian Sang Hyang Dedari sekitar pukul 19.00. Tujuannya memohon limpahan rahmat dan kesejahteraan,’’ terangnya. Tarian Shang Hyang Dedari ini merupakan salah satu tari sakral karena dilakukan pada saat penari se-
KARYA - Suasana Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau.
Bali Post/bit
dang dalam keadaan karauhan atau karasukan. Penari Sang Hyang Dedari ini memang sudah dehasari, yakni anak-anak yang masih suci. ‘’Jadi mereka ini menari mengikuti irama nyanyian Sang Hyang Dedari, tanpa sadar para penari yang memang ditunjuk oleh Ida Batara itu katapak semacam karauhan. Kalau nyanyian berhenti, para penari ini berhenti menari,’’ terangnya. Ritual upacara Turun Ayu berlangsung selama tiga hari mulai Jumat (21/2) kemarin. Rangkaian Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau akan dilanjutkan dengan upacara Ngebekin, pakelem Sungai Yeh Mawa (huluning Lwah Agung) pada Soma Kliwon Kuningan (24 Februari 2020), lanjut upacara panganyar yang dilakukan secara bergiliran tiap kabupaten mulai Anggara Umanis Kuningan (25 Februari 2020) sampai Anggara Pon Langkir (3 Maret 2020). Selanjutnya, Karya Agung Pangurip Gumi akan kasineb pada Soma Wage Medangsia (9 Maret 2020), dilanjutkan dengan upacara tutug bulan pitung dina pada Buda Paing Krulut (2 April 2020). (kmb28)
Polda Bentuk Satgas Antimafia Bola
Denpasar (Bali Post) Liga 1 tahun 2020 akan digelar Maret mendatang. Mengantisipasi kecurangan atau kongkalikong, dibentuk Satgas Wilayah Polda Bali Anti Mafia Bola Tahap III Tahun 20202021. Selaku Kasatgas yaitu Kombes Pol. Andi Fairan, Direktur Reskrimum Polda Bali. ‘’Hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi dengan KONI Bali diwakili Sekum, Asprov PSSI Bali dan Asisten Manager Bali United,’’ ujar Kombes Andi, Jumat (21/2) kemarin. Menurut Andi, terbentuknya Satgas Anti Mafia Bola Polda Bali dalam rangka melaksanakan pengawasan dan monitoring tiap pertandingan sepak bola Liga 1 tahun 2020 ini. Bali akan jadi tuan rumah karena ada klub Bali United, tepatnya di Lapangan Dipta, Gianyar. Diharapkan persepakbolaan semakin bersih, bermartabat dan berprestasi menuju Indonesia semakin maju bidang persepakbolaan. ‘’Saat pertandingan, selain melakukan pengamanan, Satgas ini juga minta informasi, melakukan pendampingan terutama terhadap wasit yang
memimpin pertandingan. Koordinasi dengan pelatih, manajemen dan suporter masing-masing klub yang akan bertanding,’’ ujarnya. Satgas Polda Bali membuka pusat pengaduan dan masukan dari pemerhati sepak bola manakala tahu saat pertandingan secara kasat mata ada indikasi kecurangan. ‘’Silakan
sampaikan informasi tersebut ke hotline kami di call centre 081916701972. Kalau ada laporan mencurigakan saat pertandingan kami akan menindaklajutinya. Liga 1 yang akan digelar mulai tanggal 1 Maret nanti, saya mendapat informasi Bali United melawan Persita Tangerang. Ini pertandingan pertama yang
Bali Post/rah
SATGAS - Kombes Pol. Andi Fairan (tengah) menyampaikan dibentuknya Satgas Wilayah Polda Bali Anti Mafia Bola Tahap III Tahun 2020-2021.
kita pantau, awasi sampai pertandingan-pertandingan berikutnya selesai,’’ ujar Andi. Kata mantan Direktur Sabhara Polda Sumatera Utara ini, Satgas ini beranggotakan 53 orang terbagi menjadi Satgas Deteksi, Penegakan Hukum, Media dan Propam. Satgas Deteksi diawaki anggota intelijen bertugas melakukan pendataan, baik itu pemain, manajer dan pelatih klub. Selain itu berkoordinasi dengan Asprov PSSI Bali terkait siapa yang akan jadi wasit saat pertandingan nantinya. Jika diungkap ada mafia bola bermain, pihaknya akan mengenakan pelaku pasal penipuan, suap, TPPU dan Tipikor. ‘’Modusnya menjanjikan kemenangan dan imbalannya adalah uang. Tapi janji tersebut tidak terbukti. Kami akan monitor wasit, manajemen, pemain dan pelatih,’’ tandasnya. Asprov PSSI Bali Ketut Suardana, Sekum KONI Bali Gusti Ngurah Oka Darmawan dan perwakilan Manajemen Bali United, Budi, mendukung serta mengapresiasi dibentuknya satgas tersebut. (kmb36)
1.500 KK krama itu selama ini juga sangat konsisten melestarikan tradisi, seni dan budaya. Pelestarian seni budaya yang dilakukan, salah satunya dalam bentuk pelatihan tari sakral yang dimiliki Desa Adat Kintamani. Ini juga tentu sejalan dengan program Pemprov Bali untuk melestarikan tari wali, bebali dan balih-balihan. ‘’Desa Adat Kintamani se-
rangkaian ritual Nyepi Adat, tiap tahun menggelar tradisi Magoak-goakan,’’ ujarnya. Sukadia mengaku sangat mengapresiasi kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster selama ini. Salah satunya dengan mengeluarkan Perda tentang Penguatan Desa Adat. Dengan perda itu, kini desa adat di Bali bisa semakin terangkat. (ina)
Lahan yang ada di desa adat yang bisa ditanami pohon kan sudah terbatas. Sudah banyak ditanami jeruk. Nah karena itu, kami berencana menanam pohon di hutan.
PDI-P Laksanakan Festival Kuliner Bali
PERAYAAN HUT Ke-47 PDI Perjuangan (PDI-P) salah satunya akan dimeriahkan dengan Festival Kuliner Bali 2020. Acara yang dikoordinir oleh DPD PDI-P Bali ini melibatkan Perempuan Sarinah kabupaten/kota, Asosiasi Kuliner (ICA Bali), GIPI, PHRI, IHGMA, dan IFBEC. Utamanya bertujuan untuk melestarikan Mutiara Kuliner Khas Nusantara warisan Proklamator RI Ir. Soekarno. Khususnya kuliner tradisional Bali untuk mengembangkan inovasi pengolahan pangan sesuai dengan kearifan lokal Jana Kerthi. ‘’Festival kuliner Bali merupakan kearifan lokal Bali sebagai implementasi dari Tri Sakti Bung Karno berkepribadian di bidang kebudayaan dan di bidang pangan, dengan kekayaan kuliner Bali di 9 kabupaten/ kita,’’ ujar Koordinator Umum HUT Ke-47 PDI-P di Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya saat memberikan keterangan pers di Kantor DPD PDI-P Bali, Jumat (21/2) kemarin. Melalui festival ini, lanjut Mahayadnya, masyarakat diharapkan lebih mengenal berbagai macam kuliner Bali yang sekaligus memberikan peningkatan pendapatan masyarakat Bali di bidang kuliner. Selain festival kuliner Bali, HUT ke-47 PDI-P juga akan diisi dengan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS, bakti sosial, gerakan Bali resik
sampah dan penghijauan, serta lomba pembuatan meme budaya hidup bersih dan Bali resik sampah, lomba pembuatan meme perlindungan aksara dan bahasa Bali. Mengingat, tema HUT tahun ini adalah ‘’Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional’’ dengan subtema ‘’Implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru’’. ‘’Ini sesuai hasil Rakernas I PDI Perjuangan di Jakarta, 1012 Januari 2020,’’ tandasnya. Koordinator Festival Kuliner Bali (FKB) 2020 I Made Ramia Adnyana mengatakan, acara ini membuka kesempatan bagi masyarakat umum baik desa adat,
sekaa teruna teruni, komunitas kuliner, hotel dan restoran serta ibu-ibu PKK untuk berpartisipasi dan berkompetisi memasak serta menyajikan masakan terbaik dari daerah masing-masing. Pihaknya menargetkan minimal 100 orang peserta (5 orang tim memasak dan 2 orang pramusaji dalam 1 kelompok) atau 15 stan kuliner di setiap kabupaten/kota dengan harapan akan dikunjungi minimal 1.000 pengunjung di setiap kabupaten/kota se-Bali. FKB 2020 akan dibuka oleh masing-masing Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten/ Kota se-Bali, dengan lokasi ditentukan oleh DPC partai di tempat terbuka dan nyaman pada Minggu, 23 Februari besok. (kmb32)
Bali Post/kmb32
KULINER - Jajaran Panitia HUT Ke-47 PDI-P di Provinsi Bali saat memberikan keterangan pers terkait acara Festival Kuliner Bali 2020 yang akan digelar Minggu (23/2) besok.