Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 181 TAHUN KE 71
Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Jokowi Semangati Ani Yudhoyono Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo memberikan semangat untuk kesembuhan mantan Ibu Negara, Kristiani Herrawati Yudhoyono, yang dirawat di National University Singapura karena menderita penyakit kanker darah. ‘’Kami dan seluruh masyarakat Indonesia mendoakan untuk kesembuhan Ibu,’’ ucap Presiden Jokowi seperti dirilis oleh Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin yang diterima di Jakarta, Kamis (21/2) kemarin. Presiden dan Ibu Negara sekitar pukul 16.40 waktu setempat tiba di National University Singapore (NUH), tempat Ani Yudhoyono dirawat sejak beberapa waktu terakhir. Kedatangan Presiden dan Ibu Negara langsung disambut putra pertama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, dan besan Hatta Rajasa. Selepas itu, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana langsung menuju lantai delapan rumah sakit itu, tempat dirawat Ani Yudhoyono. Di ruang perawatan itu, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana disambut oleh SBY dan Annisa Pohan. ‘’Terima kasih atas kedatangannya Bapak Presiden,’’ ucap SBY. Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana kemudian melihat Ani Yudhoyono. Setelah itu, Presiden dan Ibu Negara berbincangbincang dengan SBY di sebelah ruang perawatan. Turut hadir dalam pertemuan itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Hatta Rajasa, putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, putra SBY, Agus Harimurti, dan Annisa Pohan. Sekitar pukul 17.20 waktu setempat, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan terbatas meninggalkan National University Singapore menuju Bandara Internasional Changi Singapura untuk langsung kembali ke Jakarta. (ant)
Aturan Debat akan Diperbaiki
Bali Post/ant
BERBINCANG - Presiden Joko Widodo berbincang dengan Susilo Bambang Yudhoyono saat menjenguk Ibu Ani Yudhoyono di National University Singapore, Singapura, Kamis (21/2) kemarin.
Januari 2019
Jakarta (Bali Post) Penegakan hukum pemilu mengenai boleh tidaknya data pribadi diungkap dalam debat pemilihan presiden (pilpres) sedang dirumuskan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama Komisi Penyelenggara Pemilu (KPU). Pembahasan mengenai persoalan itu dilakukan berkaitan dengan pernyataan Capres Joko Widodo kepada Capres Prabowo Subianto tentang status kepemilikan aset pribadi berupa lahan perusahaan Prabowo di Kalimantan dan Aceh saat debat kedua pilpres pada 17 Februari lalu. Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagdja mengatakan, Bawaslu sedang mengkaji apakah pernyataan Jokowi mengenai status aset lahan perusahaan Prabowo itu masuk kategori sekadar informasi publik atau masuk kategori serangan politik karena sudah masuk pada ranah personal paslon. Penegasan tentang batasan aturan ini, menurut Rahmat, penting untuk mendefinisikan ada atau tidaknya pelanggaran etika maupun pelanggaran pidana pemilu yang dilakukan salah satu paslon di dalam debat. Hal. 15 Pelanggaran Pidana
Defisit APBN Meningkat Jakarta (Bali Post) – Realisasi defisit anggaran di APBN hingga akhir Januari 2019 mencapai Rp 45,8 triliun atau 0,28 persen terhadap PDB, lebih tinggi dibanding defisit fiskal periode sama di 2018 yang sebesar Rp 37,7 triliun, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. ‘’Defisit anggaran mencapai Rp 45,8 triliun, lebih besar dari tahun lalu dalam periode yang sama Rp 37 triliun,’’ katanya, Selasa lalu. Realisasi defisit anggaran ini berasal dari pendapatan negara sebesar Rp 108,1 triliun atau lima persen dari target serta belanja negara Rp 153,8 triliun atau 6,3 persen dari pagu. Pendapatan negara tersebut mencakup
penerimaan perpajakan Rp 89,8 triliun atau lima persen dari target, dan penerimaan negara bukan pajak Rp 18,3 triliun atau 4,8 persen dari target. Penerimaan perpajakan tersebut berasal dari peneri-
maan pajak termasuk PPh migas sebesar Rp 86 triliun atau 5,5 persen dari target dan penerimaan kepabeanan dan cukai Rp 3,8 triliun atau 1,8 persen dari target. Sedangkan realisasi belanja negara terdiri atas belanja pemer-
intah pusat sebesar Rp 76,1 triliun atau 4,7 persen dari pagu serta transfer ke daerah dan dana desa mencapai Rp 77,7 triliun atau 9,4 persen dari pagu. Untuk menutup defisit anggaran tersebut, realisasi pembiayaan anggaran sudah mencapai Rp 122,5 triliun atau lebih rendah dari tahun lalu Rp 27,6 triliun. ‘’Pembiayaan anggaran sampai Januari ini kita telah merealisasi Rp 122,5 triliun karena adanya front loading
(pendanaan APBN melalui pasar modal di awal tahun) yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi kondisi pasar, dan kita lihat juga ada kesempatan yang cukup favorable (menguntungkan) pada bulan Januari ini,’’ ujar Sri. Dalam kesempatan ini, pemerintah juga mencatat neraca keseimbangan primer mencapai defisit Rp 22,8 triliun, dibandingkan pada periode sama di 2018 yang sebesar Rp 14,2 triliun. (ant)
Anugerah Pers K. Nadha Nugraha Jumat (22/2) hari ini, Kelompok Media Bali Post (KMB) untuk kedelapan belas kalinya menganugerahkan Anugerah Pers K. Nadha Nugraha kepada tokoh dan lembaga yang memiliki komitmen kuat dalam menjaga Bali dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kali ini, anugerah pers yang diberikan sejak 2002, diberikan kepada sebelas tokoh adat, akademisi dan seniman/budayawan yang secara konsisten mengabdikan diri sesuai dengan keilmuan dan swadharma-nya dalam menjaga, melestarikan dan mengajegkan Bali.
Dari Klinik Lontar Sampai Awig-awig Antinarkoba
Ngurah Rai Sudarma
Desa adat menjadi ujung tombak menjaga Bali. Tak hanya alam dan budaya, juga manusia Bali. Semuanya harus berkolaborasi dan berkontribusi untuk itu. Karenanya desa adat harus diberdayakan dan dijaga eksistensi dan menjadikannya sebagai wahana membentuk manusia Bali yang berkarakter dan selalu tindih pada alam dan budaya Bali. Ini pula yang menjadi komitmen para bendesa adat di Bali. Di Denpasar, misalnya. Di tengah gempuran modernitas, heterogenitas dan globalisasi, Desa Adat Denpasar tetap kokoh berdiri. Salah satu kunci untuk mempertahankan eksistensi desa pakraman ini adalah komitmen. ‘’Komitmen kita tetap sarwa mula. Sarwa mula artinya keajegan khususnya di Desa Pakraman Denpasar wajib hukumnya untuk terus dijaga,’’ tegas Bendesa Adat Denpasar A.A. Ngurah Rai Sudarma, S.H., M.H. Di era digitalisasi ini, kata Rai Sudarma, perlu ada penyesuaian paradigma dalam mengayomi krama desa adat khususnya di Denpasar yang penuh dengan heterogenitas, baik dalam hal sosial maupun ekonomi. ‘’Ini yang perlu kita buatkan payung hukum yang bersifat paralel. Payung hukum yang ditentukan oleh guru wisesa dan payung hukum yang ditentukan oleh krama desa adat. Ini semua paralel,’’ ujarnya.
Menjaga Citra Wayan Wasista
I Made Budiarta
KUTA memiliki beragam permasalahan. Dari kependudukan hingga masalah keamanan. Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista mengatakan pesona Kuta membuat kawasan ini diserbu wisatawan dengan latar belakang budaya yang beragam. Kondisi ini menjadikan tantangan Kuta sangat kompleks. Selain keamanan, tantangan lain yang dihadapi saat ini adalah masalah sampah kiriman yang terjadi hampir setiap tahun, khususnya saat musim angin barat. Masalah klasik ini juga sangat berpengaruh terhadap citra pariwisata Kuta. Untuk itu, ia berharap masyarakat umum agar tidak selalu menyalahkan Kuta yang dalam hal ini menjadi korban sampah kiriman. ‘’Kami bersama dengan para pengelola hotel maupun pedagang pantai terus-menerus melakukan pembersihan di kawasan pantai,’’ tegasnya.
Pemenuhan Tenaga Kerja DESA Adat Jimbaran sangat heterogen. Tak hanya pendatang luar daerah, juga luar negeri. Bendesa Adat Jimbaran I Made Budiarta, S.H. mengatakan, mewujudkan keamanan wilayah merupakan salah satu prioritasnya. Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk selalu menjaga kondusivitas wilayah. ‘’Terkait kesejahteraan masyarakat Jimbaran, saya selaku bendesa memang mempunyai tanggung jawab untuk itu. Untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat dalam hal pemenuhan tenaga kerja, kami juga selalu melakukan koordinasi dengan pengelola hotel maupun usaha pariwisata setempat,’’ ujarnya.
Terus Lakukan Perbaikan
KEDONGANAN terus melakukan perbaikan. Tujuannya untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warga. Tak hanya soal ekonomi, juga kenyamanan dan keamanan. Bendesa Adat Kedonganan Dr. Wayan Mertha, S.E., M.Si. bertekad untuk terus melakukan perbaikan. Untuk bisa mewujudkannya, segala sesuatu yang baik yang telah dilakukan pendahulunya terus dilanjutkan dan dikembangkan. Mertha mengatakan, Kedonganan sudah memiliki awig-awig yang disusun 20 tahun silam. Banyak hal yang berkembang saat ini tidak terakomodir. ‘’Ada beberapa sarga dalam awig-awig itu yang belum cukup lengkap mengatur apa yang telah berjalan di desa,’’ katanya terus terang. Salah satunya terkait penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang. Hukum positif memang ada, namun tetap saja ada yang menggunakan barang terlarang tersebut. ‘’Kami khawatir generasi muda di Kedonganan terkena. Oleh karena itu, jauhjauh hari kami sudah melakukan antisipasi melalui awig-awig,’’ terangnya.
Seimbangkan Tri Hita Karana
DUA periode menjabat sebagai Bendesa Adat Padangtegal, Gianyar, I Made Gandra, S.E. berupaya memprioritaskan keseimbangan Tri Hita Karana. Program ini sudah direalisasikan sejak awal dirinya menjabat pada 2012. Hal. 15 Menata Palemahan
I Gusti Ngurah Windia
Ni Putu Putri Suastini
Penyair Mantra dan ’’Luh Manik’’
BALI tidak bisa lepas dari seni. Karena seni pula Bali dikenal di seantero dunia. Topeng Tugek Carangsari contohnya. Tak hanya di Bali, sekaa yang berdiri 1969 ini juga melanglang buana ke mancanegara. Pencetus sekaligus pemeran Topeng Tugek Carangsari I Gusti Ngurah Windia mengaku telah menekuni peran Topeng Tugek sejak umur 20 tahun. Selama 53 tahun berperan sebagai Topeng Tugek, ayah empat orang anak ini telah kenyang akan pengalaman pentas. Tidak hanya tampil pada event kesenian dan upacara di Bali, namun sudah keliling Nusantara hingga ke luar negeri, seperti Amerika Serikat, Jerman, Italia, dan India. ‘’Awalnya bernama tari Topeng Prembon. Pada tahun 1969 lalu saya membentuk Sekaa Topeng Carangsari yang pendukungnya lima orang. Tahun 1970, Sekaa Topeng Carangsari ini mulai disenangi masyarakat. Waktu itu saya sudah memerankan peran Topeng Tugek, dan nama Topeng Tugek ini lebih populer dibandingkan nama sekaa topeng kami. Tahun 1974, kami ubah nama sekaa-nya menjadi Sekaa Topeng Tugek Carangsari karena nama itu lebih populer,’’ ujar I Gusti Ngurah Windia. Selama perjalanan Topeng Tugek Carangsari, berbagai jenis perlombaan dan festival telah diikutinya. Total sebanyak 36 piagam penghargaan, baik tingkat lokal, regional maupun internasional diraihnya. Dua generasi Topeng Tugek telah dirintisnya dengan membuka
Sanggar Seni Tugek Carangsari. Satu hal yang patut dicatat dari Topeng Tugek Carangsari adalah kepiawaian I Gusti Ngurah Windia memainkan banyak peran dan karakter dalam satu adegan. Dalam adegannya, ia memperkenalkan sejumlah karakter unik dalam seni pertopengan dan bebondresan yang kini terus berkembang di Bali. Kakek dari 12 cucu ini juga memperkenalkan sekaligus menghidupkan karakter perempuan yang terkenal dengan nama Tugek atau Luh Manik. Di usia 73 tahun, I Gusti Ngurah Windia masih tetap memerankan Topeng Tugek di setiap kesempatan. Menurutnya, energi muncul tatkala dirinya menyatu dengan topeng yang diperankan.
Regenerasi Seni Budaya PENYAIR mantra sekaligus seniman teater Ni Putu Putri Suastini telah berhasil menorehkan beragam prestasi membanggakan di kancah nasional. Bagi perempuan kelahiran Denpasar, 27 Januari 1966 ini, dunia seni telah dilakoninya sejak usia lima tahun, dengan menggeluti seni tari. Saat duduk di bangku SMP, istri Gubernur Bali Wayan Koster ini memutuskan menjelajah panggung teater, kemudian merambah bidang puisi, MC dan bahkan bermain drama klasik Bali. Hal. 15 Secara Instan
DENPASAR
2
Jumat Pon, 22 Februari 2019
”Workshop” Tari Rejang Renteng
FIGUR
Jangan Sampai Memberatkan UMKM
SERTIKASI dalam dunia usaha memang sangat diperlukan untuk peningkatan kualitas produk dan usaha tersebut. Namun, jangan sampai sertifikasi itu memberatkan pelaku usaha atau UMKM. Apalagi jika sertifikasi tersebut menghabiskan biaya tinggi dan sulit untuk memperolehnya. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra berharap, sertifikasi ini tidak memberatkan dan menjadi halangan bagi semua orang untuk berusaha. “Jangan sampai karena semuanya harus sertifikasi, dunia usaha jadi tambah menurun karena mereka kesulitan dalam pemasaran,” ujarnya, Kamis (21/2) kemarin. Caleg DPR-RI Dapil Bali dari Partai Gerindra ini mengatakan, tidak semua pengusaha bisa mengurus sertifikasi karena tidak semua pengusaha mengenyam pendidikan yang tinggi. Dengan modal pendidikan rendah, untuk mengurus sertifikasi, pengusaha itu tidak mengetahui caranya dan cara mendapatkannya. Sehingga usahanya menjadi terhambat, padahal dari sisi keterampilan membuat produk, pengusaha ini memiliki kemampuan. Kadin mendorong agar sertifikasi ini gratis. “Jangan dipungut biaya, karena kalau sertifikasi dipungut biaya, berarti pemerintah menghambat dunia usaha dan ini akan kita tentang,” tegasnya. Saat ini dunia usaha sedang bertumbuh. Ia banyak menerima keluhan dari para pengusaha bahwa sertifikasi ini sangat memberatkan dan biaya cukup mahal. Maka dari itu, ke depannya sertifikasi harus ditanggung pemerintah. “Pemerintah yang menginginkan pelaku usaha bersertifikasi, maka sertifikasi ini harus digratiskan, dan pemerintha yang datang ke pengusaha untuk menawarkan sertifikasi gratis itu,” tandasnya. Apabila itu tidak dilakukan, maka sebenarnya pemerintah menghambat dunia usaha. Sementara para pengusaha membayar pajak kepada negara untuk pembangunan dan pembayaran gaji ASN. Dengan pembayaran pajak ini, menurutnya sertifikasi pelaku usaha tidak
Tingkatkan Komunikasi
Bali Post/ist
A.A. Ngurah Alit Wiraputra
perlu lagi dipungut biaya dan dipersulit. “Untuk meningkatkan kualitas produk UMKM, sertifikasi harus gratis dan pemerintah yang harus turun mensertifikasi. Kalau tidak, ngapain pengusaha bayar gaji pemerintah untuk dipungutin lagi dalam bentuk sertifikasi,” selorohnya. Dikatakan, Kadin mempunyai kewenangan untuk menerbitkan sertifikasi dalam dunia usaha dengan asosiasi dan himpunan di bawah Kadin. “Dan itu kita berikan hampir gratis. Bayarnya paling banyak Rp 250 ribu untuk mendanai asesor saja, sehingga nanti pemerintah juga harus bersikap seperti itu,” pungkasnya. (may)
Lila menggugat karena diberhentikan sebagai CPNS di Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar. Pemecatan itu dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 188.45/642/HK/2018 tertanggal 2 April 2018. Sidang pun sudah berlangsung Rabu (20/2), dengan majelis hakim dipimpim Imawan Krisbiyantoro. Menghadapi kasus ini, Lila didampingi pengacaranya, I Ketut Bakuh. Dikonfirmasi Kamis (21/2) kemarin, Bakuh mengatakan ada 25 alasan menggugat Wali Kota. Lila yang diangkat sebagai CPNS pada 28 Juli 2009 dan SK
sun Saren Satu, Kecamatan Nusa Penida. Pada tahun 1999 tari Rejang Renteng ini berhasil dikembangkan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dalam upaya melestarikan tarian langka. Pengembangannya disesuaikan dengan pakem tari Bali, seperti pepeson yang diambil dari gerakan mendet yaitu ngumbang. Hal ini menyebabkan tari Rejang Renteng sangat digemari oleh ibuibu. Selain memiliki manfaat secara spiritual, tari Rejang Renteng juga bermanfaat bagi kesehatan. Sebab, gerakannya tidak banyak mengeluarkan tenaga, namun pola pengaturan napasnya sangat ringan. ‘’Karena dalam tari Rejang Renteng yang ditonjolkan adalah olah rasa dibandingkan olah tubuh, sehingga bisa dikatakan tari ini seperti yoga,’’ ujarnya. Berbicara masalah tari Rejang Renteng, kata Diastini, tidak terlepas dari sisi kostum atau busana Renteng yang sangat sederhana. Di samping juga iringan musiknya. Dikatakan, busana yang
digunakan dalam tari Rejang terdiri dari kebaya putih polos lengan panjang memakai kutu baru, selendang kuning, kain cepuk tenunan kuning, menggunakan tapih putih, pusung tagel, sasakan polos, menggunakan bunga jepun putih Bali, dan subeng yang sederhana. Semua aksesori busana ini memiliki filosofi masing-masing. Sementara iringan elemen musik yang digunakan berupa terompong, reong lepas, ceng-ceng kopyak, kendang, kajar dan gong. ‘’Namun karena dikembangkan, gamelan Rejang Renteng berkembang menjadi gong kebyar, semarapagulingan, gong gede, dan semarandana,’’ katanya. Selain Diastini, workshop yang berlangsung selama empat jam ini juga menghadirkan dua narasumber lain. Yaitu praktisi seni Prof. Dr. I Wayan Dibia, S.ST., M.A. dan tokoh adat I Ketut Sumarta yang dimoderatori Ni Nyoman Sri Mudani, S.H., M.H. Workshop ini diikuti 50 peserta dari perwakilan kabupaten/kota se-Bali. (win)
pengangkatan diteken langsung Rai Mantra, dengan gaji Rp 1.424.640 dengan pangkat golongan III/a. Namun pada 7 Juni 2018, Lila dipanggil ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). “Dia diberi SK pemberhentian sebagai CPNS,” ujar Bakuh. Pengacara asal Kintamani itu mengatakan, penggugat sudah melalui masa prajabatan dan dinyatakan lulus dengan kualifikasi baik sekali pada 5 Juli 2010. Sejak melaksanakan prajabatan Juli 2010, kata Bakuh, penggugat berulangkali menanyakan kepada atasannya yakni Made Erwin Surya
Dharmasena sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kota Denpasar. Namun penggugat selalu mendapat jawaban sedang dalam proses. Selama sembilan tahun menjadi CPNS, penggugat tidak mendapat kepastian kapan diangkat sebagai PNS. Padahal, jelas Bakuh, berdasar PP Nomor 98/2000 tentang Pengadaan PNS, disebutkan bahwa CPNS yang telah menjalankan masa percobaan sekurangkurangnya satu tahun dan paling lama dua tahun, diangkat menjadi PNS oleh pejabat pembina kepegawaian. Sehingga Bakuh menegaskan SK pemberhentian tersebut tidak sah. Sebab, SK tidak ditandatangani langsung Rai Mantra sebagai Wali Kota. SK diteken pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Denpasar saat itu, IGN Jaya Negara, tertanggal 2 April 2018.
“SK tersebut jelas cacat karena diteken 2 April 2018, tapi baru diserahkan pada penggugat 7 Juni 2018. Ada selang waktu dua bulan lebih,” jelas Bakuh. Dikonfirmasi wartawan, Kabag Humas Pemkot Denpasar I Dewa Rai menyerahkan sepenuhnya keputusan pada persidangan di Topikhasil : PTUN Denpasar. Menurut Rai, dalam menerbitkan SK, Pemkot Denpasar sudah melalui tahapan dan mekanisme perundang-undangan yang berlaku. “Kami hormati proses hukum yang berlaku. Kami juga menghormati hak Bapak Lila sebagai penggugat,” kata Dewa Rai. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Ikuti Rakernas Indonesia Bersih
Rai Mantra Tekankan Kerja Sama Semua Pihak Gugah Kesadaran Masyarakat
Oknum Polisi Dihukum Empat Tahun Penjara
Topik : PELANGGAR IZIN USAHA HANYA DIDENDA Rp 200 Ribu
Bali Post/win
WORKSHOP - Para narasumber saat menjelaskan filosofi tari Rejang Renteng kepada peserta workshop di Wantilan Taman Budaya Bali, Kamis (21/2) kemarin.
Denpasar (Bali Post) Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra digugat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar. Penyebabnya, orang nomor satu di Kota Denpasar itu memberhentikan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Denpasar I Made Lila Arsana.
Terlibat Kasus Narkoba narkotika. Kedua terdakwa secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman. Dalam kasus ini, terdakwa diduga memiliki narkotik jenis sabu-sabu sebanyak lima paket seberat 0,38 gram. Atas kasus ini, terdakwa Bob Zery dan Gede Soma dinilai melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
Denpasar (Bali Post) Fenomena baru terlihat belakangan ini. Setiap ritual di pura atau tempat suci di seluruh Bali, bahkan Indonesia, diwarnai dengan pementasan kelompok ibu-ibu yang menarikan Rejang Renteng. Tari yang dulu hampir punah ini, kini mampu membius masyarakat Hindu. Namun, saking antusiasnya ibu-ibu yang ingin menarikan tari wali ini, sering kali melenceng dari pakem aslinya. Seperti kostum yang digunakan tidak sesuai pakemnya, bahkan acap kali dibawakan oleh gadis remaja. Padahal melirik dari arti kata Renteng yang berasal dari kata Renta yang berarti tua. Sehingga tarian ini seharusnya dibawakan oleh perempuan yang sudah menikah atau yang sudah didaulat menjadi pemangku. ‘’Kadang-kadang tari wali dipentaskan tidak sesuai dengan pakem sesungguhnya. Sehingga masyarakat harus diberikan pemahaman, di mana (tari wali) harus dipentaskan, bagaimana pakaian sesungguhnya, siapa yang menarikan. Karena Rejang Renteng itu salah kaprah, kadang-kadang ditarikan oleh anak-anak muda. Renteng itu berasal dari kata renta yang artinya tua. Tua bukan berarti yang sudah nenek-nenek, tetapi yang sudah menikah. Itulah syarat utamanya,’’ ujar Kepala UPT Taman Budaya Provinsi Bali I Made Suarja, S.SKar., M.Si. pada workshop Tari Rejang Renteng di Wantilan Taman Budaya Bali, Kamis (21/2) kemarin. Menurut Suarja, workshop ini sengaja digelar dalam rangka mewujudkan visi misi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ Gubernur Bali dalam upaya melestarikan seni dan budaya Bali. Di samping juga memberikan keilmuan tentang filosofi tari Rejang Renteng kepada masyarakat, sehingga tari Rejang Renteng ini tidak salah kaprah dalam pementasannya. Narasumber Ida Ayu Made Diastini, S.ST., M.Si. mengatakan, cikal-bakal tari Rejang Renteng terinspirasi dari tari Rejang yang sakral dan sangat tua di Banjar Adat Saren, Desa Pakraman Mujaning Tembeling, Desa Dinas Batumadeg, Du-
Berhentikan CPNS, Wali Kota Denpasar Di-PTUN-kan
SEJAK 6 Februari lalu, jabatan Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali sudah diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Jabatan Plt. dipercayakan kepada Kepala Biro Umum Setda Provinsi Bali I Gede Darmawa. Pria asal Kubu, Karangasem ini berkomitmen untuk lebih meningkatkan lagi jalinan komunikasi yang sudah dibangun Karo Humas dan Protokol sebelumnya. Terutama dengan media massa dalam mendukung visi-misi dan program Gubernur Bali. ‘’Kami akan tetap membangun komunikasi dengan media. Tujuannya agar apa yang sudah dibuat pimpinan kami sebagai Gubernur ini bisa diketahui oleh masyarakat luas, terutama yang baik,’’ ujarnya, Kamis (21/2) kemarin. Dengan begitu, katanya, masyarakat menjadi tahu dan tidak ada konflik yang timbul untuk menjaga Bali lebih nyaman lagi. Mantan Kepala UPT Dispenda Bangli dan Karangasem ini mengaku tidak menutup diri dari kritik yang membangun. Hal-hal yang dirasa masih kurang sempurna terkait program-program Gubernur Bali justru harus dikomunikasikan kepadanya. ‘’Kalau bisa secara langsung apa solusinya, kekurangan kami itu apa. Kalau Gubernur sudah berhasil melaksanakan program kegiatannya, itu harus disampaikan ke masyarakat luas. Kurangnya infokan kepada kita sehingga kita bisa berbenah,’’ jelas pria kelahiran 31 Desember 1961 ini. Dia menegaskan, jabatan sebagai Plt. Karo Humas dan Protokol serta Karo Umum sebetulnya tidak bisa terpisahkan. Bahkan, ia mengaku tidak terlalu repot untuk membagi waktu. Kendati tugasnya kini bertambah, pelayanan maksimal terutama bagi pimpinan tetap menjadi satu keharusan. (rin)
Denpasar (Bali Post) Oknum polisi yang berdinas di Polresta Denpasar, terdakwa Aiptu Bob Zery (49) dan rekannya Gede Soma Budiartana (30) (sipil), Kamis (21/2) kemarin divonis bersalah dan dihukum selama empat tahun penjara. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar itu, majelis hakim pimpinan Wayan Kimiarsa menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
Kembalikan Pakem Tari Wali untuk Pelestarian Seni dan Budaya Bali
jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selain dihukum selama empat tahun, terdakwa juga dihukum membayar denda Rp 800 juta, subsider dua bulan kurungan. Sebelumnya dijelaskan, penangkapan oknum polisi bernama Bob itu berawal dari tes urine BNNK Badung. Dari hasil tes tersebut diketahui urine terdakwa positif mengandung zat narkotika. BNNK kemudian melakukan pendalaman. Salah satunya mendatangi rumah terdakwa di Jalan Teuku Umar Barat, Gang Kertapura, Denpasar Barat. Ketika petugas mengetuk pintu rumah terdakwa, petugas melihat Bob dan Gede Soma membuang sesuatu dari ventilasi jendela kamar di lantai dua. Bungkusan itu jatuh di genteng rumah lantai satu. Setelah dibuka, dalam bungkusan tisu tersebut terdapat lima plastik klip bening berisi sabusabu. Selain itu juga ditemukan sejumlah barang bukti seperti satu dompet abu-abu, timbangan elektrik, dan bong atau alat isap sabu-sabu. (kmb37)
SERANGKAIAN momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesia Bersih yang di selenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Rakernas yang diikuti oleh seluruh gubernur dan wali kota/bupati di Indonesia, dibuka langsung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Kamis (21/2) kemarin. Hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri PUPR Basuki dan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar. Wali Kota Rai Mantra mengungkapkan, Rakernas Indonesia Bersih dalam rangka HPSN ini sangat bermanfaat. Sebab, penanganan sampah terutama sampah plastik itu memang harus dilaksanakan bersama-sama, yang dimulai dari kesadaran masyarakat di daerah masing-masing. Untuk itu, di Kota Denpasar selama ini sangat gencar memerangi sampah, terutama sampah plastik. Berbagai upaya telah dilakukan dari bersih-bersih lingkungan,
RAKERNAS - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat mengikuti Rakernas Indonesia Bersih di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Kamis (21/2) kemarin. sungai, swakelola sampah sampai kerajinan dari sampah daur ulang serta membentuk tim-tim kebersihan. Pada 1 Januari 2019, Pemerintah Kota Denpasar juga sudah melarang penggunaan dan penyediaan kantong plastik di seluruh toko dan pusat perbelanjaan di Denpasar, sesuai dengan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik untuk meminimalisasi pencemaran lingkungan di Kota Denpasar. ‘’Semua upaya ini kita lakukan demi membuat lingkungan kita sehat dan
bersih. Apa yang dipaparkan oleh menteri-menteri ini dalam Rakernas Indonesia Bersih sudah kita terapkan di Denpasar, seperti membawa tempat minuman sendiri, menggunakan sedotan nonplastik dan menggunakan gelas kaca dalam acara-acara seremonial pemerintahan. Semua upaya dalam pengurangan limbah plastik ini memang harus di mulai dari kesadaran diri sendiri,’’ ujarnya. Menteri Luhut Binsar Panjaitan mengharapkan gerakan ini menjadi gerakan yang masif dan meminta semua pihak terkait agar bekerja keras. Hal
tersebut dikarenakan sampah dapat berdampak pada banyak hal, seperti kesehatan, lingkungan, pariwisata dan masa depan anak-anak. ‘’Permasalahan sampah penting untuk diatasi. Sebab, sampah berdampak pada kesehatan, lingkungan, pariwisata dan masa depan anak-anak,’’ katanya. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menerangkan, gerakan ini diluncurkan bertepatan dengan HPSN 2019 tanggal 21 Februari 2019 pada saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesia Bersih. Terkait Rakernas Indonesia Bersih, Menteri Siti Nurbaya menjelaskan maksud dan tujuan dari gerakan ini adalah memastikan langkah-langkah percepatan Gerakan Indonesia Bersih, baik dari kebijakan sektor dan daerah. Tidak kalah penting, melalui rakernas ini juga diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah dalam mewujudkan target-target nasional upaya pencapaian Gerakan Indonesia Bersih. Menteri Siti Nurbaya menambahkan, Gerakan Indonesia Bersih dapat diwujudkan melalui peningkatan kerja sama antarsektor dan peningkatan kinerja pemerintah daerah. Selain itu, dilakukan juga sinergi kebijakan sektor dalam upayaupaya pengelolaan sampah, baik peningkatan sarana dan prasarana maupun mendorong partisipasi publik. (ad741)
BADUNG
Jumat Pon, 22 Februari 2019
3
Menristekdikti Buka Forum Kelitbangan Badung
FORUM KELITBANGAN - Menristekdikti RI Prof. Mohamad Nasir didampingi Bupati Giri Prasta saat membuka secara resmi Forum Kelitbangan Pemerintah Kabupaten Badung Tahun 2019, Kamis (21/2) kemarin di Puspem Badung. MENTERI Risert, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Prof. Mohamad Nasir membuka secara resmi Forum Kelitbangan Pemerintah Kabupaten Badung Tahun 2019, Kamis (21/2) kemarin di Puspem Badung. Menristekdikti didampingi Sekjen Kemenristekdikti Prof. Ainun Na’im dan Dirjen Penguatan Inovasi Dr. Ir. Jumain Appe. Kepala Badan Litbang Badung I Wayan Suambara melaporkan, forum kelitbangan ini tujuannya membahas isu-isu aktual dan strategis yang pada tahun ini mengambil tema ‘’Peran Strategis Lembaga Litbang Daerah dan ASN dalam Era Industri 4.0’’. Pemilihan tema ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tengah gencar mempersiapkan seluruh komponen bangsa, agar paham, bergerak cepat, bahkan berlari untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Di Badung Bupati telah menyikapi tantangan revolusi industri 4.0, melalui sejumlah program strategis. Beberapa kebijakan strategis yang telah dilaksanakan adalah pemberian laptop kepada siswa kelas IV SD pada sekolah negeri se-Badung tahun 2016, siswa kelas 5 SD tahun 2017, siswa kelas VII dan gurunya di tahun 2018, bahkan juga kepada para pejabat
eselon dan staf teknis pada seluruh perangkat daerah di Badung. Selain itu, telah dilakukan pemasangan CCTV pada objek wisata dan lokasi strategis, penyediaan fasilitas wifi gratis di seluruh banjar, pengembangan aplikasi e-kinerja, e-absensi, serta beragam layanan publik berbasis digital dalam kerangka mewujudkan Badung Smart City dan Smart Society. ‘’Inovasi lainnya yang juga sedang dilaksanakan pada 2019 yaitu pengembangan Agro Tekno Park di Petang yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat perdesaan dan sektor pertanian berbasis pada pemanfaatan ilmu pengetahuan, riset dan teknologi,’’ jelasnya. Bupati Nyoman Giri Prasta mengatakan, sejak mengawali tugas selaku Bupati Badung pada 17 Februari 2016, dilandasi oleh filosofi ajaran Tri Sakti Bung Karno yang diimplementasikan melalui PPNSB dengan langsung mendorong percepatan Badung menuju Smart City. Langkah awal yang dilakukan melalui pengembangan di bidang pendidikan, kesehatan, kependudukan dan investasi yang berbasis teknologi informasi. Didorong pula melalui pengembangan inovasi untuk mendorong kreativitas di kalangan pelajar, mahasiswa
dan masyarakat di Badung. Di sektor kesehatan telah diterapkan sistem komunikasi Badung sehat, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan cepat, baik melalui layanan ambulan desa, homecare maupun untuk rujukan, layanan di puskesmas maupun layanan RSUD Mangusada yang berbasis layanan 24 jam. Di perangkat daerah, inovasi layanan berbasis teknologi informasi juga telah dilakukan, terpusat di Badung Command Center. ‘’Langkah tersebut kami lakukan secara komprehensif dan terencana, agar Badung siap serta mampu menghadapi kompetisi yang amat ketat pada era revolusi industri 4.0,’’ tegasnya. Menristekdikti RI Mohamad Nasir mengapresiasi langkah Bupati Badung yang telah melakukan inovasi membentuk Badan Litbang. Dengan adanya Badan Litbang, Kabupaten Badung telah bertumbuh besar dengan berbasis dengan teknologi dan inovasi. ‘’Teknologi dan inovasi dikembangkan melalui riset. Riset ada di litbang. Litbang nanti bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta di wilayahnya,’’ katanya. Ia juga mendorong perguruan tinggi negeri maupun swasta membuat program studi yang bisa mendukung penyiapan tenaga kerja di start-up. ‘’Banyak perguruan tinggi di Indonesia harus mengikuti perubahan zaman, sehingga para start-up ini memiliki sumber daya yang dihasilkan dari Indonesia itu sendiri. Program studi seperti artifisial inteligent, computer system, data science, internet optik ini harus bisa dibuka di Indonesia sehingga tenaga kerja bisa diserap di start-up-start-up yang ada di Indonesia. ‘’Sudah ada tetapi tidak memenuhi kebutuhan para start-up ini,’’ katanya. Oleh karena itu, perguruan tinggi dapat melakukan inovasi membuka program studi sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masa yang akan datang. (ad736)
Bangun Ekosistem Pemerintah dan Masyarakat Sadar Administrasi
Disdukcapil Badung Luncurkan Kampung GISA di Kutsel
DALAM rangka membangun ekosistem pemerintah dan masyarakat sadar akan pentingnya administrasi, Pemerintah Kabupaten Badung meluncurkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) kependudukan. Bertempat di Randu Kriya Mandala, Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (20/2), selain peluncuran GISA oleh Disdukcapil Kabupaten Badung juga diluncurkan aplikasi AKU BOS. Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Sesditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri RI I Gede Suratha, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Badung Cokorda Raka Darmawan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Badung Nyoman Karyana, Camat Kuta Selatan Made Widiana, beserta SKPD terkait.
Menurut Kadisdukcapil Badung Nyoman Soka, dengan adanya GISA diharapkan dapat membangun ekosistem pemerintah dan masyarakat sadar akan pentingnya administrasi. Sehingga ke depan dapat terwujud Indonesia yang sadar admninistrasi dan tertib administrasi. ‘’Berikutnya bisa terwujudnya Indonesia yang sadar administrasi kependudukan sehingga terwujud tertib administrasi kependudukan sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undangundang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan,’’ jelasnya. Sementara itu, Bupati Badung dalam sambutan yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda Badung Cok Raka Darmawan menyampaikan, setelah pen-
canangan ini diharapkan Kadisdukcapil beserta seluruh staf melakukan langkahlangkah strategis, di antaranya berkoordinasi dengan jajaran terkait sampai dengan kepala dusun atau kepala lingkungan. Aparatur pemerintah diharapkan memulai dari hal-hal sederhana dan mudah dilihat seperti kepatuhan staf dalam menaati ketentuan dalam memberikan pelayanan. ‘’Saya harapkan segera setelah ini, saudara Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil beserta seluruh staf melakukan langkahlangkah strategis, berkoordinasi dengan jajaran terkait sampai dengan kepala dusun atau kepala lingkungan,’’ tegasnya. Sesditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri RI I Gede Suratha dalam sambutannya menyampaikan, Kabupaten Badung merupakan yang pertama di Indonesia yang menjadikan desa sebagai kampung GISA. Setelah ini diluncurkan, pihaknya berharap semua masyarakat harus sadar bahwa dokumen kependudukan sangatlah penting. Dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan, maka data kependudukan akan menjadi tertib, serta pemerintah mempunyai alat untuk bisa melindungi dan mensejahterakan masyarakatnya. ‘’Saya sampaikan Kabupaten Badung adalah pertama kali di Indonesia yang menjadikan desa sebagai kampung GISA,’’ ujarnya. (ad737)
Mangupura (Bali Post)Kasus DBD di Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel) menjadi perhatian khusus pemerintah. Hal ini mengingat sudah ada satu warga Terora yang meninggal akibat penyakit ini. Camat Kutsel I Made Widiana, Kamis (21/2) kemarin mengungkapkan, selain satu warga meninggal, saat ini juga ada beberapa warga yang ter-
baring di RS akibat DB. Untuk mengantisipasi merebaknya penyakit ini, selain fogging atau pengasapan, pihaknya menginstruksikan Lurah dan Kepala Desa agar melakukan pembersihan sarang nyamuk (PSN). PSN menurutnya sangat efektif mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk. Sementara itu, Kepala Puskesmas Kutsel dr. Sastrawan
juga tidak memungkiri mulai mewabahnya DBD di Kutsel. Meski demikian, pihaknya sudah melaksanakan sejumlah upaya salah satunya penyemprotan menggunakan mobil ULV ke desa-desa secara terjadwal. ‘’Kami berharap langkah yang sudah dilakukan mendapat dukungan dari pihak desa dan kelurahan,’’ katanya. (kmb23)
GISA - Asisten Administrasi Umum Setda Badung Cok Raka Darmawan saat meluncurkan GISA di Randu Kriya Mandala, Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (20/2).
Satu Warga Kutsel Meninggal Akibat DBD
Bali Post/rah
KASUS KEKERASAN - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta menjelaskan mengenai kasus pengancaman dan kekerasan terhadap anggotanya.
Ancam dan Aniaya Polisi, Sekelompok Pemuda Diringkus Mangupura (Bali Post) -
Sekelompok pemuda asal NTT mengepung, mengancam, dan menganiaya anggota Satreskrim Polres Badung di Jalan Muding, Batu Sangiang V, Kerobokan, Kamis (21/2) kemarin. Mereka sempat melawan saat rekan anggota kepolisian tersebut tiba di TKP. Setelah polisi meletuskan tembakan peringatan, mereka kabur. Terkait kasus ini, polisi menangkap enam pemuda tersebut yakni Maksimus Lado (25), Alfreth Tupu (24), Umbo Domu Ninggeding (31), Kristofonus Gangga (27), Fardan Teo (29) dan Derius Hambabamyu (25). Polisi mengamankan barang bukti senapan angin, beberapa potong kayu dan kapak. Untuk mengamankan, polisi merantai tangan dan kaki para pelaku. ‘’Kami masih memburu otak dari komplotan ini,’’ kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta didampingi Kasatreskrim AKP Made Pramasetia. Polisi yang jadi korban yakni Kanit Idik I Satreskrim Polres Badung Ipda Ferlanda Oktora dan dua anggotanya, Aiptu Ismaji dan Aiptu Purwoko. Sekitar pukul 01.30 Wita, anggota Polres Badung
melaksanakan patroli. Aiptu Purwoko dan Aiptu Ismaji tiba di TKP untuk melaksanakan patroli dalam rangka operasi premanisme. Saat mengecek penduduk yang sedang pesta miras, Kristoforus menyambut kedatangan mereka. ‘’Saat anggota kami bertanya apakah mereka sedang minum, Kristoforus malah menantang,’’ kata Kapolres. Kedua petugas tersebut memperkenalkan diri sebagai petugas Polres Badung. Para pelaku tidak percaya lalu menanyakan surat perintah tugas serta Kartu Tanda Anggota (KTA) Polri. Ismaji ditarik paksa oleh Kristoforus hingga hampir jatuh. Kedua polisi tersebut mengeluarkan KTA dan langsung diambil oleh Kristoforus. Setelah dibaca oleh pelaku, kedua korban
meminta kembali surat perintah tugas dan KTA-nya. Tapi hanya milik Purwoko yang dikembalikan. KTA Ismaji tidak dikembalikan karena mereka tidak percaya Ismaji dan Purwoko anggota Polri. Dua anggota Buser ini dikepung oleh pelaku dan teman-temannya yang lain. Maksimus mengambil paksa motor milik Ismaji dan dibawa ke areal tempat kos mereka. Karena situasi semakin tegang, kedua korban minta maaf. Pasalnya, kelompok pemuda NTT tersebut mengepung sambil membawa kayu balok. Namun para pelaku tidak mengizinkan korban pergi. Bahkan Kristoforus mendorong Ismaji sambil menunjukkan gerakan mengajak berkelahi. ‘’Anggota kami sempat menghubungi
rekannya menggunakan HP. Setelah itu HP tersebut langsung dirampas pelaku,’’ tegas AKP Pramasetia. Beberapa menit kemudian datang Kanit Buser Ipda Ferlanda. Kristoforus langsung memiting leher perwira tersebut. Melihat situasi memanas, Ferlanda langsung mengeluarkan senjata dan meletuskan tembakan peringatan ke atas. Namun, Kristoforus tidak melepaskan Ferlanda. Malah, massa yang ada di seputar TKP menjadi lebih beringas. Tak lama memudian datang Klian Adat dan Klian Dinas Banjar Batu Bidak untuk melerai. Setelah situasi agak tenang, Purwoko dan Ismaji menyuruh para pelaku masuk ke areal kos. Selanjutnya polisi melakukan penggeledahan dan diamankan barang bukti, termasuk 2,5 botol tuak. ‘’Untuk sementara para pelaku ini terlibat pengancaman dan penganiayaan. Kasus ini masih kami kembangkan dan memburu pelaku lainnya,’’ ungkap Yudith. (kmb36)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Jumat Pon, 22 Februari 2019
BNI Emerald Lounge Hadir Motivasi Ekonomi Satyagraha, Wedakarna Temui di Artotel Beach Club Sanur Senator Dukung Produk ’’Jagung Popcorn’’ Seraya Timur Menasional
Ratusan Sekaa Teruna-Teruni Desa Bugbug
SENATOR termuda asal Bali dan pemimpin Bali di masa depan, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, kembali hadir di dua wilayah di Karangasem yang memiliki potensi hebat di bidang perdagangan yaitu wilayah Bugbug dan Seraya Timur. Selain meluangkan waktu reses untuk menyerap aspirasi sesuai dengan UU MD3 Tahun 2018, Senator Wedakarna hadir untuk melihat langsung hasil pembangunan di bumi lahar Karangasem, dan berupaya menyinergikan program pusat dengan kabupaten. Apresiasi terhadap semangat kaum muda milenial untuk membangun desa, disampaikan Senator Arya Wedakarna (AWK) saat hadir di Wantilan Desa Bugbug. Diterima para klian adat dan juga tokoh STT, Senator AWK mengakui dirinya telah hadir sebanyak empat kali di Desa Bugbug dan komunikasi para tokoh sangat baik, khususnya dengan DPD-RI utusan Bali. ‘’Tiang pernah hadir di Bugbug dalam acara HUT STT, acara pelepasan siswa SMA Bugbug. Saat ini diberi kesempatan menjelang Pemilu 2019. Komunikasi seperti ini sangat baik sekali dan tiang lihat juga pembangunan Desa Bugbug sudah semakin terukur. Salah satunya tiang lihat Bugbug sudah memiliki wantilan yang kokoh sebagai pusat kegiatan masyarakat di samping keunikan Bugbug dengan tradisi yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Dengan potensi ribuan krama yang tersebar, baik di seluruh Bali dan di Indonesia, Desa Bugbug menjadi teladan bagaimana solidaritas semeton Karangasem dalam segala bidang. Pasemetonan Bugbug ini sampai terkenal hingga Jakarta, terkenal karena kesolidan dan juga nama baiknya. Semoga anak muda Bugbug bisa terus menjaga nama baik ini,’’ kara Gusti Wedakarna. Hal senada juga ia sampaikan saat bertemu dengan warga Seraya Timur yang sebagian besar adalah petani. Dalam sebuah acara yang diorganisasi Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) Karangasem, yakni tentang potensi Desa Seraya, khususnya dengan hasil pertanian berupa jagung yang bisa diolah menjadi makanan modern yakni popcorn. Di samping potensi kayu dan juga kerajinan. Ditemani Sang Ketut Sarka (Ketua GPM Bali), I Putu Yasa (Koord. GPM Karangasem) dan I Gede Sardika (Penyelenggara), AWK memberikan semangat kepada krama Seraya yang hadir dalam acara silakrama.
KUNKER – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat bertemu tokoh adat Hindu di Seraya Timur dan Bugbug, Karangasem. ‘’Bagi tiang Seraya ini sudah menjadi ikon, baik untuk perdagangan berupa kerajinan kayu dan juga hasil pertanian berupa jagung. Tidak banyak yang tahu bahwa gagung Seraya adalah yang terbaik di Bali. Ketika jagung ini diolah menjadi makanan modern seperti popcorn, maka akan menjadi wujud ekonomi kreatif yang bisa dipasarkan hingga nasional dan mancanegara. Ini menjadikan saya sangat bangga dengan Seraya. Ada petani-petani muda yang berkreasi dengan baik demi meningkatkan potensi desa. Jangan pernah merasa tertinggal dari kabupaten lainnya karena sesungguhnya Karangasem memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh daerah lain,’’ jelas AWK. Ke depan ia berharap pemerintah pusat dan provinsi agar bisa membantu pembangunan Karangasem secara maksimal. Hal ini sebagai wujud dari pelaksanaan Tri Sakti Marhaenisme yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang budaya. ‘’Saya harap pemerintah pusat dan provinsi tidak lagi mempermasalahkan warna politik di Karangasem. Misalnya masih ada anggapan kabupaten di Bali yang tidak satu jalur pada pemili-
han gubernur 2018 lalu nanti akan seret dana alokasinya. Saya yakin itu tidak akan terjadi, karena kita banyak punya pemimpin yang negarawan. Yang penting, tokoh pemerintah di Karangasem kan sudah satu jalur dengan Joko Widodo, baik dari urusan kepartaian dan juga warna politik. Walau saat Pilgub 2018 kemarin Karangasem memenangkan calon lain, tapi saya berharap agar pemerintah di Bali tidak pilih kasih. Justru harus meniru sikap Presiden Jokowi yang tidak dendam politik. Beliau (Jokowi) malah lebih banyak membangun daerah-daerah yang dulu saat Pemilu 2014 kurang suara. Dan secara kelembagaan dan fungsi menurut UUD dan UU, DPD-RI utusan Bali siap menjadi penghubung Karangasem dengan pemerintah pusat dan termasuk program kementerian kabinet dalam urusan politik kebijakan dan politik anggaran. Kita orang Bali sudah kecil, minoritas, maka kunci suksesnya hanya bersatu-padu,’’ pungkas Arya Wedakarna yang pada tahun 2016 silam sukses mendorong lahirnya Badan Pengelola Kawasan Pura Besakih dengan kerja sama yang baik dengan Bupati Karangasem Mas Sumatri. (ad736)
Nihil, Indikasi Mahasiswa di Bali Terpapar Radikalisme
Denpasar (Bali Post) Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose mendapat undangan memberikan kuliah umum di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud) di Denpasar, Kamis (21/2) kemarin. Irjen Golose mengatakan bersyukur karena dari hasil pengamatannya mahasiswa di Bali tidak ada yang terpapar radikalisme. ‘’Kami sebagai aparat keamanan sangat bersyukur kepada mahasiswa di Bali, karena tidak ada indikasi tumbuhnya radikalisme,’’ ungkap Golose. Kapolda mengaku sering diundang Rektor Unud, tetapi kali ini lebih spesifik bisa bicara banyak dengan para dokter. Pasalnya para dokter merupakan penerus bangsa. ‘’Awalnya saya diegendakan membawa kuliah umum kebangsaan, tetapi saya lebih cenderung kepada wawasan kebangsaan. Bagaimana kita cinta kepada Pancasila, kita cinta kepada Undang-Undang Dasar 1945, kita cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan semua dalam Bhinneka Tunggal Ika,’’ kata jenderal bintang dua di pundak ini. Bagi generasi muda, hal ini mungkin dianggap biasa. Tetapi dimunculkan lagi dalam rangka pelaksanaan program Kapolri untuk mendinginkan suasana politik. Di mana banyak sekali ujaran kebencian disampaikan
KERJA SAMA - Perjanjian kerja sama antara BNI dengan PT Sana Oka Persada (Artotel Beach Club) terkait Program BNI Emerald Lounge dihadiri Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali, NTB & NTT Suhardi Petrus dan General Manager Regional Bali Artotel Beach Club Goya Ashraf Mahmud. Lounge ini merupakan bentuk perhatian BNI dalam memberi kenyamanan kepada nasabah khususnya di Bali. Saat ini terdapat 4.523 nasabah BNI Emerald yang tersebar di Wilayah Bali, NTB dan NTT dan jumlah AUM Rp 6,3 triliun per posisi akhir Desember 2018. Petrus menambahkan, jumlah nasabah BNI Emerald selalu
menunjukkan pertumbuhan yang cukup bagus setiap tahunnya. Di samping BNI Emerald Lounge ini, previlages yang bisa dinikmati nasabah Emerald BNI seperti Airport Lounge, Limo Service, Hospital Guarantee, Overseas Education Assistance serta Private Jet dan Heli Service yang tentunya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. (ad738)
Awal 2019, Penjualan Ritel Daihatsu Capai 16.274 Unit SETELAH menutup tahun sebelumnya dengan raihan peringkat dua selama 10 tahun berturutturut dalam penjualan ritel otomotif nasional, Daihatsu raih penjualan angka ritel di awal tahun dengan cukup baik. Hal ini dibuktikan dari retail sales Daihatsu yang mencapai 16.274 unit, dan whole sales sebesar 14.769 unit pada Januari 2019. Terkait pasar otomotif nasional, penjualan retail sales Daihatsu meraih pangsa pasar (market share) 18,7% dari volume retail nasional 87.048 unit. Sementara whole sales Daihatsu meraih pangsa pasar 18,1% dari volume whole sales nasional 81.677 unit. Penjualan retail sales Daihatsu didominasi Sigra dengan 4.260 unit, berkontribusi sebesar 26%. Diikuti Gran Max (PU) 3.424 unit (21%), dan Terios 2.426 unit (15%). Kemudian disusul Xenia 2.299 unit (14%), Ayla mencapai 2.182 unit (13%), dan Gran Max
(MB) 1.304 unit (8%). Untuk line-up Daihatsu lainnya, yakni Luxio, Sirion & Hi-Max, mencapai 379 unit (3%). Pada sisi whole sales, Daihatsu juga dipimpin oleh Sigra sebanyak 3.827 unit (26%), diikuti Gran Max (PU) sebesar 3.212 unit (22%), dan Xenia 3.037 unit (21%). Kemudian, ada Ayla dengan torehan sebesar 1.825 unit (12%), Terios 1.459 (10%), dan Gran Max (MB) 1.042 unit (7%). Untuk model lainnya (Luxio, Sirion, dan Hi-Max) berkontribusi 367 unit (2%). ‘’Kami bersyukur, Daihatsu mengawali tahun 2019 dengan capaian penjualan yang cukup baik. Daihatsu akan terus meningkatkan pelayanan penjualan dan purna jual bagi seluruh Sahabat Daihatsu di Indonesia,’’ ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)
RSUP Sanglah Gelar Simulasi Penanganan Wabah
Bali Post/ist
PAKTA INTEGRITAS - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose menandatangani pakta integritas di Kampus Fakultas Kedokteran Unud. kepada masyarakat. Akibatnya masyarakat bingung membedakan mana yang baik dan benar. Banyak juga yang menyampaikan berita hoax. Tetapi itu sebenarnya dipakai untuk membelokkan program-program yang benar dan sudah dilaksanakan pemerintah. ‘’Saya bangga dengan mahasiswa dan dosen Fakultas Kedokteran Unud karena memakai jas kombinasi merah putih. Tidak boleh ada bendera lain di republik ini. Tidak ada nuansa lain yang akan mengganggu persatuan dan kesatuan selain Pancasila
dan NKRI,’’ ucap Kapolda asal Manado, Sulawesi Utara ini. Usai memberikan kuliah umum tentang wawasan kebangsaan, Kapolda Golose bersama dekan dan mahasiswa menggelar deklarasi damai serta komitmen bersama untuk mewujudkan pesta demokrasi yang aman, damai dan sejuk di Provinsi Bali. Golose sangat mengapresiasi Fakultas Kedokteran Unud yang menggelar kegiatan tersebut. Selanjutnya dilaksanakan penandatanganan pakta integritas. (kmb36)
Dewan Atensi Lahan Masyarakat Tergerus Air Sungai
Denpasar (Bali Post) Masyarakat Desa Sumberkima, Gerokgak, Buleleng khususnya di Dusun Sumber Kesambi telah lama mengeluhkan lahan mereka tergerus aliran Sungai Pengumbahan. Sementara usulan agar dibangun senderan di pinggir sungai dan embung di Sungai Pengumbahan hingga kini belum direalisasikan. Termasuk program mengatasi banjir di Pemuteran. ‘’Usulan mereka sudah sejak 2010. Selama ini usulan masyarakat dari bawah dan Musrenbang selalu tidak ada tindak lanjut,’’ ungkap Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry dikonfirmasi via telepon saat melakukan reses di Desa Sumberkima, Buleleng, Kamis (21/2) kemarin. Menurut Sugawa Korry, aliran sungai tidak saja menggerus banyak lahan masyarakat, tetapi potensi air pada saat musim hujan pun menjadi terbuang percuma ke laut. Menyikapi masalah ini, pihaknya juga
PT BANK Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI meresmikan BNI Emerald Lounge di Artotel Sanur pada Kamis (21/2) kemarin. Perjanjian Kerja sama antara BNI dan PT Sana Oka Persada (Artotel Beach Club) terkait Program BNI Emerald Lounge dihadiri Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali, NTB & NTT Suhardi Petrus dan General Manager Regional Bali Artotel Beach Club Goya Ashraf Mahmud. BNI Emerald Lounge merupakan salah satu program loyalti dengan penawaran menarik yang khusus dipersembahkan bagi nasabah Emerald BNI yang memiliki kartu BNI Emerald World Debit Card. ‘’Khusus bagi nasabah Emerald BNI, dengan minimal transaksi Rp 500 ribu akan mendapatkan diskon minimal 25% dari setiap transaksi dengan maksimal diskon sebesar Rp 250 ribu setiap bertransaksi di BNI Emerald Lounge menggunakan BNI Emerald World Debit Card,’’ ujar Petrus. Untuk menjadi nasabah Emerald BNI dan memiliki Kartu BNI Emerald World Debit Card, nasabah cukup memiliki dana atau AUM (Asset Under Management) sebesar 500 juta. Nasabah Emerald BNI terdiri dari tiga segmen yaitu Personal, Priority dan yang paling tinggi adalah Private Banking tergantung dari jumlah AUM nya di BNI. Kehadiran outlet Emerald BNI
Bali Post/ist
TINJAU - Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry saat meninjau lahan-lahan masyarakat Dusun Sumber Kesambi, Desa Sumberkima yang tergerus aliran Sungai (Tukad) Pengumbahan. mengajak perwakilan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali, serta Bappeda Litbang Provinsi Bali pada saat reses. Tentunya untuk bisa segera menindaklanjuti usulan dan perjuangan masyarakat tersebut. ‘’Dengan reses ini yang juga diikuti OPD terkait, nantinya akan dimuarakan dalam pokok-pokok
pikiran (pokkir) DPRD Bali. Diharapkan bisa dipadukan dengan hasil musrenbang yang dilaksanakan eksekutif untuk mengatasi masalah tersebut,’’ jelas politisi Golkar ini. Pokkir DPRD Bali dan musrenbang, lanjut Sugawa Korry, akan dituangkan dalam rencana anggaran pada KUA-PPAS 2020. (kmb32)
Denpasar (Bali Post) Bali rawan terhadap wabah penyakit. Karena Bali merupakan daerah pariwisata yang terbuka terhadap kedatangan orang dari berbagai negara, termasuk dari daerah yang terpapar dengan penyakit menular. Selain itu, dengan kondisi Bali yang tropis mendukung berbagai penyakit dapat berkembang. Sebagai fasilitas kesehatan tersier, RSUP Sanglah harus selalu siap menerima pasien termasuk dalam menangani wabah. Meskipun dalam dua tahun terakhir RSUP Sanglah tidak ada wabah, namun Bali sebagai destinasi pariwisata dunia dikhawatirkan terjadi wabah kembali. ‘’Maka RSUP Sanglah menyiapkan diri agar selalu siap. Salah satu bentuknya adalah melakukan simulasi dalam hal penanganan wabah,’’ ujar dr. Ken Wirasandi, Ketua Komite Keselamatan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), Kamis (21/2) kemarin. Menurutnya, penyakit apa pun bisa berkembang di Bali dan itu sudah terbukti. Seperti wabah flu burung beberapa tahun lalu. Seseorang yang terpapar penyakit di Afrika, kemudian berwisata ke Bali, di Bali muncul gejalanya dan mulai mewabah. ‘’Kasus apa pun yang ada di luar sana, bisa masuk Bali karena kita daerah wisata. Makanya paling ngeri kita,’’ ungkapnya. Selain itu, RSUP Sanglah juga pernah menangani kasus swine flu. Wabah ini tidak menyebabkan penderita menunjukkan gejala sakit, namun virus sudah ada dalam tubuhnya. Ini yang menjadi kendala pihak rumah sakit. Karena sesuai dengan standar kesehatan, orang yang terpapar dengan virus ini tidak boleh masuk dalam suatu negara. ‘’Swine flu ini masih sehat dia, tapi kita isolasi supaya tidak menyebarkan. Mengisolasi orang sehat kan sulit, sampai dia betul–
SIMULASI - Simulasi penanganan wabah yang dilakukan RSUP Sanglah. betul sehat,’’ selorohnya. Dengan adanya berbagai kasus wabah dengan gejala yang berbedabeda, maka jika ada orang yang datang dari negara yang terpapar penyakit menular, perlu diawasi, bila perlu dikarantina. Sistem penanganan wabah di RSUP Sanglah harus dipahami semua tenaga kesehatan, termasuk orang yang akan merujuk ke RSUP Sanglah. Pasien wabah akan langsung diarahkan ke Ruang Nusa Indah tanpa melalui IGD, sehingga masuknya lewat pintu Ruang Nusa Indah. Jika hal itu tidak diindahkan, ia khawatir petugas yang merujuk tidak memahami rutenya maka dapat menular ke petugas kesehatan di RSUP Sanglah, pasien di IGD, Wing dan bahkan rawat jalan. ‘’Ini yang kita takutkan kalau ada yang seperti itu. Ka-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
lau tidak ditangani dengan baik di IGD, Wing atau rawat jalan dikhawatirkan akan menimbulkan penyebaran kuman. Ini sekarang kita simulasikan. Bagaimana penerimaan pasien yang nyelonong ke IGD, supaya petugas kami aman, orang yang ditangani di IGD aman, yang merujuk juga aman,’’ tandasnya. Dalam simulasi ini juga melatih penanganan pasien saat berada di Ruang Nusa Indah sampai pengelolaan jenazah. Sementara petugas yang terlibat dalam penanganan wabah sebanyak 20 orang. Demikian juga realita penanganan kasus wabah. Satu kali shift, ada 6 – 7 orang yang menangani, sehingga dalam sehari butuh 20 orang. Usai digunakan, pakaian tersebut tidak boleh digunakan kembali, harus dibuang. (kmb42)
DAERAH
Jumat Pon, 22 Februari 2019
5
FIGUR Kurangi Penggunaan Plastik SEJAK keluarnya Perwali No. 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Sampah Plastik, pejabat di lingkungan Pemkot Denpasar secara intensif melakukan sosialisasi. Tidak terkecuali Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Hal ini disampaikan Jaya Negara saat kegiatan pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Kamis (21/2) kemarin. Kegiatan yang merupakan rangkaian HUT ke-231 Kota Denpasar ini digelar di Kelurahan Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat. Selain menyosialisasikan pengurangan penggunaan plastik, Wawali Jaya Negara juga membagikan tas ramah lingkungan kepada masyarakat. Sedikitnya terdapat 150 tas belanja ramah lingkungan yang merupakan CSR dari Pertamina yang diberikan kepada pengungunjung pasar murah. Jaya Negara menambahkan bahwa penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Sampah Plastik harus terus dimaksimalkan. Dengan adanya bantuan tas ramah lingkungan ini dapat dimanfaatkan mayarakat untuk berbelanja dimanapun untuk mengurangi sampah plastik. ‘’Kepada pengunjung dan pedagang harus bersama-sama mengurangi penggunaan plastik demi kelestarian bumi kita,’’ ujar jaya Negara. (ara)
Sidak, Pelanggar Izin Usaha Hanya Didenda Rp 200 Ribu
Mangupura (Bali Post) -
Dari hasil sidak yang dilakukan terhadap homestay di kawasan Pecatu dan Ungasan serta restoran di sepanjang by-pass Jimbaran sampai ke Nusa Dua serta di Jalan Pratama, masih ada restoran yang tidak bisa menunjukkan izin usaha. Untuk menindaklanjuti hasil penertiban,
Kamis (21/2) kemarin dilakukan sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Kantor Camat Kuta Selatan. Seizin Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung, Kepala Bidang Penegakan Perda dan Perkada A.A. Oka Ambara Dewi menegaskan belasan pelanggar
itu telah mengikuti sidang sebagaimana mestinya. Dengan putusan berupa denda senilai Rp 100 ribu untuk pelanggaran administrasi kependudukan dan Rp 200 ribu untuk pelanggaran izin usaha pariwisata. Sementara itu, Danru Satpol PP Kutsel Wayan Su-
haryana menyebutkan, ada dua usaha yang mengakui tidak memiliki izin. Yaitu satu restoran dan satu usaha vila. ‘’Tidak punya izin setahun sampai dua tahun ini kan keterlaluan. Sebelumnya memang sudah sering kami lakukan pembinaan. Untuk tahun ini memang masih agenda penindakan dengan sidang tipiring,’’ kata Suharyana. Untuk berikutnya, di samping vila dan restoran, pihaknya juga akan menyasar pelanggar atau pembuang
Mangupura (Bali Post) Puluhan pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Badung lulus seleksi perekrutan tahap I tahun 2019. Seleksi administrasi ini telah diumumkan pada Rabu (20/2) lalu. Seleksi dibuka melalui Pengumuman Nomor: 01/PANSELPPPK/ BADUNG/2019 dan saat ini sudah masuk tahap seleksi administratif. Berdasarkan pengumuman dari panitia seleksi, tercatat 51 orang yang dinyatakan lolos
seleksi administrasi. Bagi yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, sesuai jadwal berhak mengikuti tahapan selanjutnya yaitu seleksi kompetensi pada Sabtu (23/2) besok sekitar pukul 10.00 Wita. Seleksi kompetensi akan dilakukan di SMAN 1 Kuta Utara, Jalan I Made Bulet Nomor 19 Dalung, Kuta Utara. ‘’Seleksi ini khusus bagi tenaga honorer eks kategori II untuk jabatan guru, serta penyuluh pertanian yang berdasarkan SK Menteri Pertanian dan atau MoU antara Kementerian Per-
tanian dengan Pemkab Badung. Info detailnya bisa ke BKPSDM,’’ ujar Wakil Ketua Panitia Seleksi Pengadaan PPPK Kabupaten Badung Tahun 2019 Cokorda Raka Darmawan, Kamis (21/2) kemarin. Menurutnya, pembukaan seleksi pengadaan PPPK merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Guru, Dosen, Ten-
aga Kesehatan, dan Penyuluh Pertanian, Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: B/400/FP3K/M.SM.01011/2019 tentang Pengadaan PPPK Tahap I Tahun 2019 serta Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Badung I Gede Wijaya menjelaskan, seleksi PPPK sepenuhnya merujuk
Penindakan terhadap pelanggaran di kawasan Kuta Selatan terus dilakukan Sapol PP. Dari kegiatan penertiban yang dilakukan sejak Senin (18/2) dan Rabu (20/2) dengan menyasar vila atau sejenisnya dan restoran, sebanyak 27 ditemukan melanggar, termasuk pelanggaran terhadap administrasi kependudukan.
Saat Malam ’’Pangerupukan’’
Satpol PP Tegaskan Larangan Penggunaan ’’Sound System’’ Denpasar (Bali Post) Mengamankan prosesi pelaksanaan peringatan hari suci Nyepi, Pemerintah Kota Denpasar terus memaksimalkan persiapan dengan melibatkan seluruh komponen. Seperti yang dilaksankan Satpol PP Kota Denpasar telah mematangkan persiapan agar prosesi perayaan hari suci Nyepi berjalan dengan aman dan damai. Khususnya pada malam pangerupukan yang diwarnai dengan pengarakan ogoh-ogoh, diingatkan untuk tidak menggunakan pengeras suara dan sound system. Demikian disampaikan Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Sayoga saat memimpin pertemuan yang melibatkan kepolisian, TNI, tokoh masyarakat serta kepala desa/lurah, Kamis (21/2) kemarin di ruang pertemuan kantornya. ‘’Melalui pertemuan ini kita lebih mematangkan persiapan pengamanan untuk prosesi perayaan hari suci Nyepi. Terutama dalam prosesi pengarakan ogoh-ogoh,’’ ujarnya. Menurutnya, pengarakan ogoh-ogoh menjadi rawan karena saat mengarak sering bertemu antara pengarak ogoh-ogoh satu dengan lainnya. Terlebih lagi musik yang digunakan adalah sound system. Dengan adanya keputusan Wali Kota yang melarang penggunaan sound system dan pengeras suara saat pengarakan ogoh-ogah sangat membantu untuk mewujudkan suasana damai. Untuk itu, Sayoga juga berharap semua komponen masyarakat dan tokoh masyarakat turut menyosialisasikan kesepakatan bersama tentang pelarangan penggunaan sound system dan pengeras suara saat pengarakan ogoh-ogoh. Mengingat ogoh-ogoh merupakan kearifan lokal maka sepatutnya dalam pengarakan ogoh-ogoh juga harus diiringi dengan gamelan tradisional. ‘’Bila saat pengarakan ogohogoh masih ada yang menggunakan sound system dan alat pengeras suara pihaknya bersama aparat kepolisian dan TNI serta tokoh masyarakat akan melaksanakan tindakan tegas menyita sound system dan alat pengeras suara. Hal itu melanggar Perda No. 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum,’’ ujarnya. Terlebih lagi diperkirakan di Kota Denpasar terdapat ribuan ogoh-ogoh yang akan keliling di masing-masing wilayah tentunya juga menjadi potensi sangat besar menimbulkan gesekan. Di samping itu, menurut Sayoga, tahun ini merupakan tahun politik, tentunya diharapkan jangan sampai terjadi hal-hal tidak dinginkan. Pihaknya juga sudah memetakan beberapa titik rawan menjadi atensi dalam pengarakan ogoh-ogoh mulai dari kemacetan hingga pada menimbukan bentrokan antara pengarak ogoh-ogoh. ‘’Semua itu bisa dihindari bila kita sama-sama bergandeng tangan untuk menjaga keamanan,’’ ujarnnya. Selain saat pawai ogoh-ogoh juga saat pelaksanaan pamelastian juga menjadi perhatian pihak keamanan. Mengingat pelaksanaan pamelastian melibatkan masyarakat yang sangat besar. Kasi Pelestarian Adat Tradisi Masyarakat Ngurah Jalanjana menyampaikan ogoh-ogoh yang telah terdaftar di Dinas Kebudayaan yang mengikuti lomba sebanyak 163 ogoh-ogoh dari empat kecamatan. Dari jumlah tersebut hanya dipilih 8 besar (per kecamatan) ogoh-ogoh yang akan mendapat penghargaan. Untuk prosesi pengarakan ogoh-ogoh pihaknya menyerahkan sepenuhnya di lingkungan masing-masing. (kmb12)
Terlibat Narkoba, Oknum Mahasiswa Dihukum 26 Bulan
Denpasar (Bali Post) Dinyatakan terbukti bersalah dalam hal penggunaan narkoba, oknum mahasiswa di Denpasar, terdakwa A.A. Ngurah Bagus Pratama Wibawa (25), Kamis (21/2) kemarin dihukum selama dua tahun dua bulan (26 bulan) penjara. Dalam sidang di PN Denpasar, ketua majelis hakim Dewa Budi Watsara menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Vonis tersebut lebih rendah empat bulan dari tuntutan jaksa. JPU sebelumnya menuntut supaya terdakwa dituntut selama dua tahun enam bulan. Atas putusan itu, terdakwa yang didampingi penasihat hukum dari Posbakum langsung menyatakan menerima. Sebelumnya disebut bahwa penangkapan terdakwa dilakukan pada 28 Agustus 2018, pukul 12.15 Wita di Jalan Gunung Rinjani, Denpasar Barat. Saat itu terdakwa ditangkap atas membawa sabu-sabu seberat 0,13 gram. Terdakwa mengaku mendapat sabu-sabu itu dari seseorang bernama Nengah pada 27 Agustus 2018. Polanya mengambil tempelan di Jalan Nangka, Denpasar. (kmb37)
Bali Post/ist
TANPA IZIN - Satpol PP Kutsel saat melakukan penertiban terhadap salah satu usaha restoran tanpa izin.
sampah. Namun, katanya, dalam melakukan penindakan ini harus dicarikan regulasinya. Ia mengatakan Kuta Selatan akan rutin melakukan penindakan sesuai jadwal sipamanpadu. Dari sidang tipiring yang dilakukan, sebanyak 16 pelanggar yang hadir dari 27 pelanggar yang ditertibkan sebelumnya. Yaitu ada 2 usaha vila, 1 homestay, 9 restoran dan 15 pelanggaran terkait penduduk tanpa KTP. (kmb23)
ketentuan pemerintah pusat. Di Badung ada 20 orang penyuluh telah mendaftar ke panitia seleksi dan 32 orang guru honorer eks Kategori II. Jadi, jumlah pendaftar awalnya sebanyak 52 orang. Namun, setelah dilakukan verifikasi, satu orang guru honorer eks Kategori II adalah guru SMK, sehingga kewenangan ada di provinsi. ‘’Seluruh peserta nanti bakal mengikuti tahap seleksi kompetensi yang akan dilakukan di SMAN 1 Kuta Utara tanggal 23 Februari 2019,’’ katanya. (kmb27)
51 Pelamar Lulus Seleksi PPPK Badung
Polresta Sebar Surat Imbauan Hari Raya Nyepi
Jika Ada Kesalahpahaman, Dilarang Bunyikan ’’Kulkul Bulus’’ Denpasar (Bali Post) Perayaan hari raya Nyepi Tahun Çaka 1941 semakin dekat dan tahun ini beda dibandingkan perayaan sebelumnya. Pasalnya Nyepi tahun ini dalam suasana menjelang pilpres dan pileg serentak 2019. Untuk itu, Polresta Denpasar mengedarkan surat imbauan dengan maksud supaya situasi Bali tetap aman, sejuk dan damai. Salah satu poin imbauan tersebut, apabila terjadi kesalahpahaman dilarang membunyikan kulkul bulus. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Kamis (21/2) kemarin menyampaian imbauan yang isinya terdiri dari 12 poin. Poin pertama, umat Hindu dalam melaksanakan upacara melasti/melis/makiis, pangerupukan dan Nyepi dengan sebaik-baiknya. Kedua, ogoh-ogoh yang dibuat dan diarak saat pangerupukan menyerupai bhuta kala, tidak simbul ormas, organisasi politik dan tokoh-tokoh terkenal, baik tingkat daerah, nasional maupun internasional.
Ketiga, pengarakan ogohogoh hanya di wilayah banjar adat/desa pakraman, kecuali sudah ada kesepakatan teknis sebelumnya atau ikut lomba. Keempat, pengarakan ogohogoh dimulai pukul 18.00 Wita dan berakhir paling lambat pukul 23.00 Wita. Kelima, pengarak ogoh-ogoh dilarang minum miras, baik sebelum hingga akhir acara tersebut. Keenam, pengarak ogoh-ogoh wajib menggunakan busana adat Bali. Ketujuh, pengarak ogohogoh dilarang membawa senjata tajam, bahan peledak/ kembang api, petasan, meriam bambu, dan sejenisnya yang dapat mengganggu keselamatan ketertiban umum maupun gangguan keamanan. Kedelapan, prajuru banjar adat dan desa pakraman bertanggung jawab terhadap ketertiban, keamanan, dan kelancaran pelaksanaan pengarakan ogoh-ogoh di wilayahnya masing-masing, mengerahkan para pecalang, melakukan pengamanan dan pengawasan. Kemudian pengarak ogoh-
ogoh wajib menunjuk salah satu anggotanya untuk menjadi pimpinan atau penanggung jawab diserahkan kepada Bhabinkamtibmas di desa masing-masing. Kesepuluh, penanggung jawab pengarak ogoh-ogoh wajib menjaga hubungan harmonis dengan kelompok lainnya dan apabila terjadi kesalahpahaman agar tidak membunyikan kulkul bulus. ‘’Isi poin selanjutnya yaitu sebelum diarak atau diusung, ogoh-ogoh agar ditempatkan di pinggir jalan raya supaya tidak mengganggu arus lalu lintas dan saat diarak memberikan prioritas kepada pengguna jalan lainnya. Sedangkan isi poin terakhir yaitu apabila saat ogoh-ogoh diarak dan terjadi pelanggaran hukum, pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,’’ tegas Kombes Ruddi. Terkait Nyepi, Kamis kemarin juga dilaksanakan rapat koordinasi di Gedung Pesat Gatra Polresta Denpasar, dipimpin Wakapolresta
Bali Post/ist
RAKOR - Polresta Denpasar menggelar rakor pengamanan rangkaian hari raya Nyepi. Denpasar AKBP Nyoman Artana. Di hadapan puluhan undangan dari instansi terkait, Artana didampingi Kabag Ops Kompol I Nyoman Gatra menyampaikan intinya Polresta siap melaksanakan pengamanan rangkaian perayaan hari raya suci Nyepi, berkolaborasi dengan instansi terkait. Nantinya akan mengedepankan perangkat-
perangkat adat. Sementara potensi kerawanan saat Pangerupukan yaitu menaruh ogoh-ogoh di pinggir jalan, menggunakan musik modern, mengonsumsi miras, terjadi gesekan antarpengusung ogoh-ogoh yang melewati batas wilayah dan usai pangerupukan ogohogoh ditaruh sembarangan di tempat umum. (kmb36)
OPINI
6
Jumat Pon, 22 Februari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Jadilah Pemilih Pemula Cerdas
PESTA demokrasi janganlah dimaknai sebagai ruang bagi para politisi semata. Pesta lima tahunan ini tentu harus memberikan manfaat yang jelas bagi perkembangan bangsa ini. Tentunya, semua pihak haruslah tampil dan merasa terpanggil untuk menyukseskan pesta demokrasi ini. Alasannya sangat jelas, yakni kita ingin memiliki pemimpin bangsa dan para wakil rakyat yang memiliki kualitas sebagai pemimpin bangsa. Kita jangan mengorbankan kepentingan strategis bangsa ini dengan abai pada kegiatan politik dan demokrasi. Sikap apatis dan cuek pada hajatan demokrasi selama ini telah berdampak buruk pada partisipasi pada pesta demokrasi. Setidaknya tingginya angka golput dan masih banyaknya wakil rakyat yang terjerat korupsi membuktikan ada yang patut dikoreksi dalam hajatan pesta demokrasi. Untuk itulah, pemilih dan warga negeri ini harus cerdas mengelola hak pilihnya dan jadilah generasi yang bertanggung jawab terhadap bangsa ini. Dalam era bonus demografi saat ini, tentu komposisi pemilih di negeri ini akan diwarnai oleh pemilih pemula. Setidaknya, pemilih pemula akan menjadi salah satu indikator keberhasilan pesta demokrasi tahun 2019 ini. Partisipasi dan sikap kritis pemilih pemula pada para calon pemimpin bangsa akan menentukan nasib bangsa ini. Untuk itulah, para kontestan Pemilu 2019 harus cerdas dalam mendesain kampanye untuk menjaring partisipasi pemilih pemula. Kampanye tentu tak lagi bisa dilakukan dengan hura-hura dengan menunjukkan kekuatan massa di jalan. Kampanye hendaknya didesain inovatif sehingga ketertarikan generasi muda pada pesta demokrasi terbangun. Pada Pemilu 2019 nanti, jumlah pemilih muda (milenial) diperkirakan meningkat 40 persen, sehingga partisipasi dari pemilih milenial akan berpengaruh kepada jumlah suara dalam pemilu serentak 2019. Untuk itu, mengoptimalkan partisipasi pemilih pemula dalam Pemilu 2019 sangat penting dilakukan. Berbagai gerakan dan sosialisasi patut dikondisikan, sehingga peran serta pemilih pemula dalam memilih wakil rakyat dan pemimpin bangsa bisa sesuai harapan. Meskipun golput merupakan pilihan politik, sikap apatis politik yang ditunjukkan oleh anak muda terutama mahasiswa nantinya akan memberikan dampak yang besar kepada perkembangan bangsa dan negara. Jangan sampai, akibat apatisme yang ditunjukkan oleh anak muda malah mengakibatkan calon yang tidak memiliki kualifikasi sebagai pemimpin dan wakil rakyat terpilih. Anak muda menjadi salah satu gerbang kemajuan bangsa. Jika anak mudanya apatis terhadap pilihan politik maka mau dibawa ke mana negara ini. Kita tentu mau dipimpin oleh orang yang tidak mengakomodir suara kalian sebagai anak muda. Para mahasiswa mampu menyadari pentingnya berpartisipasi dalam pemilu karena hanya melalui pemilu rakyat Indonesia dapat memilih pemimpin sesuai dengan keinginannya. Jadilah pemilih yang cerdas. Ada dua hal yang perlu diperhatikan pemilih pemula agar menjadi pemilih cerdas. Pertama, Kenali calonmu, baik calon presiden dan wakil presiden maupun calon anggota legislatif. Lihat dan pelajari rekam jejak tiap-tiap calon yang akan dipilih. Generasi milenial atau pemilih pemula penting sekali mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang pemilu serentak 2019 mendatang. Kedua, baca informasi seputar pemilu dan para kandidat. Namun, sebisa mungkin cari informasi yang valid dari sumber terpercaya, sehingga terhindar dari informasi bohong (hoax). Teliti sumber informasi dan penyebar informasinya, apakah dari pihak yang memiliki kredibilitas atau tidak. Lalu, telaah isi informasinya. Informasi valid hampir dipastikan tidak mengandung konten provokatif. Hindari juga menyebarluaskan informasi yang tidak benar (hoax) kepada orang lain.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Hak ASN dan Pejabat Publik Pesta demokrasi ini bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat publik mungkin merupakan satu hal yang mengekang. Masalahnya, ada banyak hal yang berpotensi hukum. Salah mengacungkan jari bisa dimasalahkan. Salah menerima orang bertamu juga berpotensi dituding berpihak. Yang jelas, ASN dan pejabat publik di negeri ini menjadi serbasalah jika melihat aturan pemilu. Mestinya, ada ruang bagi semua warga negeri ini untuk menikmati pesta demokrasi ini. Kalau namanya pesta demokrasi tentu ada batasan-batasan standar yang bisa ditoleransi. Saya pribadi juga merasa kasihan ada kades yang dipidana karena melanggar UU Pemilu. Yang saya tahu, mereka serbasulit dalam memosisikan diri. Terlebih kepala desa yang ada di pedesaan. Begitu banyak orang yang ingin melakukan simakrama dan semua merupakan kerabat dan saudara dari warga desa mereka juga. I Putu Sumantra Denpasar, Bali
Membidik Suara Milenial Bali Daftar Pemilih Tetap (DPT) menunjukkan bahwa mayoritas pemilih pada Pemilu 2019 adalah generasi milenial. Para milenial memegang peran substansial karena tingginya persentase suara mereka pada Pemilu 2019, sehingga dapat menentukan arah politik negeri ini. Bagaimanakah menarik simpati para milenial Bali khususnya yang sering dianggap sebagai generasi yang “cuek” dengan politik.
Oleh Dewa Ayu Eka S.
P
erhelatan politik nasional lima tahunan tinggal dalam hitungan minggu. Tepat pada tanggal 17 April 2019, seluruh masyarakat Indonesia yang sudah berhak menggunakan hak pilihnya akan melakukan pemilihan anggota legislatif serta presiden dan wakil presiden. Pemilu 2019 ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya pemilihan anggota legislatif serta presiden dan wakil presiden dilakukan secara serentak. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga yang menggawangi pemilu telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada tanggal 15 Desember 2018 yang merupakan hasil penyempurnaan dari penetapan DPT sebelumnya. Jumlah pemilih tercatat mencapai sekitar 192 juta pemilih yang tersebar di seluruh Indonesia serta luar negeri. Dari DPT tersebut, diperkirakan sekitar 40 persennya adalah pemilih milenial. Ini berarti generasi milenial akan menjadi lumbung suara potensial pada Pemilu 2019. Besarnya keterlibatan milenial dalam Pemilu 2019 ini bisa sangat menentukan arah politik negeri ini. Terminologi milenial sendiri diperuntukkan untuk generasi yang lahir pada awal 1980-an hingga akhir 1990an oleh para ahli dan peneliti. Dikutip dari website KPU Provinsi Bali https://kpu.go.id, dari sekitar 192 juta pemilih, 3.130.288 pemilih berada di Bali yang terse-
bar di sembilan kabupaten/kota. Jika merujuk data proyeksi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin 2010-2035 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk Bali yang berusia 15 tahun ke atas tahun 2018 mencapai 3.281,5 ribu jiwa. Mengingat batas minimum pemilih adalah penduduk yang berusia 17 tahun, maka angka proyeksi penduduk dan DPT dapat dikatakan secara jumlah cukup berimpit. Jika diasumsikan data proyeksi penduduk dan DPT berimpit, maka kita dapat memetakan kantong-kantong suara milenial di Bali. Dari data proyeksi penduduk, rata-rata pemilih milenial di Bali mencapai 37 persen, seperti di Kabupaten Jembrana diperkirakan 34,68 persen, di Tabanan diperkirakan 30,94 persen, di Badung diperkirakan 45,09 persen, di Gianyar sekitar 37,68 persen, di Klungkung sekitar 31,77 persen, di Bangli mencapai 35,87 persen, di Karangasem mencapai 34,76 persen, di Buleleng sekitar 34,76 persen, dan di Denpasar sekitar 50,47 persen. Angka ini memperlihatkan besarnya potensi suara yang dimiliki oleh milenial di Bali. Lumbung suara Pemilu 2019 di Bali sudah terdeteksi, namun tidak akan ada artinya jika tidak mampu digarap secara optimal, terutama untuk para calon anggota legislatif. Dibanding pilpres, terasa gaung pileg tidak sekencang pilpres. Sepertinya, keberadaan figur yang menjadi pasangan calon (paslon) sudah dikenal masyarakat
menjadi faktor penentu, di samping visi misi kedua paslon yang selalu disuarakan ke masyarakat juga menjadi poin pembeda pilpres dan pileg. Di sisi lain, sebagian besar pileg hanya “menjual” figur daerah yang belum tentu dikenal oleh calon pemilih. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para caleg. Para paslon yang berlaga di pilpres ibarat pedagang yang sudah fasih menjajakan berbagai dagangannya, sedangkan untuk beberapa caleg, dapat diibaratkan seperti pedagang yang belum tahu apa yang akan dijual, padahal pembeli sudah mengantre. Untuk kampanye yang efektif, para caleg setidaknya harus mengenal karakter atau ciri dari kelompok generasi Y ini. Dari berbagai tulisan mengenai para milenial ini, ada satu ciri menonjol yang disematkan kepada mereka. Mereka dikenal sebagai generasi dengan literasi teknologi yang sangat baik. Internet pun sudah menjadi menu wajib bagi para milenial, terutama internet dengan media sosial sebagai suguhan utamanya. Sehingga tidak salah jika generasi milenial kita disebut generasi media sosial. Jika para caleg jeli, kondisi ini dapat dijadikan modal untuk berkampanye. Apalagi menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2018 yang dilakukan oleh BPS mencatat bahwa 46,42 persen penduduk Bali berusia 5 tahun ke atas telah mengakses internet di tahun 2018. Bali merupakan 6 besar provinsi dengan akses internet terbesar di
Indonesia pada tahun 2018. Di media sosial, baik instagram, facebook, twitter, dan sebagainya para caleg dapat “menjajakan” diri dengan memberi berbagai penawaran menarik, terutama yang menjadi permasalahan para generasi Y ini. Hasil Global Shapers Survey oleh World Economic Forum pada tahun 2017 dikutip dari kumparan.com bahwa milenial menaruh perhatian pada isu-isu seperti perubahan iklim, konflik atau perang berskala besar, ketidaksetaraan pendapatan dan diskriminasi, kemiskinan, konflik agama, akuntabilitas pemerintah dan transparansi/ korupsi, ketahanan pangan dan air, serta kurangnya pendidikan. Lapangan pekerjaan juga menjadi tantangan bagi kaum milenial. Beberapa isu di atas dapat dijadikan program oleh para caleg untuk menjaring suara milenial pada pemilu ini serta ditambah dengan isu-isu lokal yang terjadi di Bali. Selain memanfaatkan media sosial, para caleg juga dapat memanfaatkan kekayaan lokal Bali dalam berburu suara milenial. Bali telah menyediakan berbagai komunitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat Bali. Berbagai komunitas ini telah diwariskan secara turun-temurun kepada masyarakat Bali, yang sampai kini sebagian besar masih terjaga dan bahkan telah menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Sekaa teruna teruni (STT) merupakan salah satu wadah yang menaungi komunitas kaum muda di setiap banjar di Bali. Jika para caleg lebih memilih untuk berkampanye melalui tatap muka langsung dengan masyarakat, bertemu milenial melalui STT bisa menjadi salah satu alternatif. STT merupakan organisasi kepemudaan nonformal di setiap banjar yang pada awalnya menjadi tempat berkreasi para pemuda. Bagi pemuda yang mabanjar adat umumnya diwajibkan untuk ikut dalam STT, seperti remaja yang
Guru Harus Kenali Karakter Anak TUGAS guru amatlah mulia. Guru tidak hanya mengembangkan kapasitas kognitif anak, yaitu mengajarkan anak apa yang mereka tidak tahu menjadi tahu. Tetapi, ia juga menajamkan aspek afektif atau sikap positif yang notabene seiring dengan berjalannya waktu terus mengalami krisis moral di antara peserta didik kita. Jadi, peran guru membimbing anak agar dapat berperilaku dengan layak sesuai dengan norma-norma yang berlaku juga dirasakan sama pentingnya. Dalam proses belajar mengajar, ketika guru salah mendiagnosis perilaku anak didiknya, guru akan keliru memberi perlakuan belajar pada si murid. Ini yang sering terjadi dan tidak disadari oleh sang guru. Alhasil, marak fenomena guru diremehkan, tak dihormati, bahkan dilawan muridnya. Seperti kasus mutakhir (9/2), seorang siswa SMP PGRI Wringinanom, Gresik, Jawa Timur menantang berkelahi gurunya setelah ditegur merokok di kelas. Sering kali guru bila mendapati anak bermasalah malah melabelinya dengan anak nakal. Lalu, sanksi diterapkan. Dalam beberapa kasus yang lebih ekstrem, anak-anak itu terancam pada level tinggal kelas atau bahkan dapat dikeluarkan dari sekolah karena aturan yang dilanggar dalam kategori tak termaafkan. Kita pikir, anak yang nakal diberi sanksi bisa langsung berubah. Tergantung si anak. Ada yang mau berubah karena takut. Ada juga yang malah makin bereaksi keras seperti bola dipantulkan ke tembok. Maka dari itu guru harus mampu mengenali keunikan tiap anak. Mempelajari tabiat dan perilaku anak terutama anak yang punya perilaku “khusus” menjadi penting agar kebijakan yang mereka terima
Oleh Kurniawan Adi Santoso dapat membawanya keluar dari label negatif. Sehingga mereka dapat berkesempatan menjadi pribadi yang lebih baik. Kalau menurut teori cognitivism bahwasanya anak dikatakan belajar saat dia mengalami perubahan dan penambahan pengetahuan. Ternyata berbeda menurut teori behaviorism, anak dikatakan belajar sesuatu ketika dia menunjukkan perubahan perilaku. Soal konsep teori-teori belajar inilah yang harus diterapkan guru secara komprehensif di kelas. Sehingga ia dapat menjalankan perannya dan memfasilitasi anak sesuai dengan tujuan belajar yang ingin dicapai, yakni perubahan pengetahuan dan juga tingkah laku. Berdasarkan penelitian kunci keberhasilan belajar anak terletak pada kualitas hubungan antarguru dan siswa (Marzano and Marzano, 2003). Yang membuat hubungan itu berkualitas ialah perilaku/tingkah laku guru itu sendiri terhadap anak didiknya. Bagaimana guru memperlakukan anak saat mereka berhubungan, berinteraksi, bergaul di dalam kelas maupun di luar kelas. Pun cara guru bersama anak membangun harapan dan konsekuensi yang jelas. Membangun tujuan belajar dan menciptakan perilaku positif kelas demi kenyamanan bersama. Hal-hal inilah yang menjadikan belajar menjadi efektif. Saat guru berperan menjadi seorang manajer yang efektif dari sebuah kelas, ia sebaiknya memahami setiap ketertarikan siswanya. Ini bisa dilakukan dengan melakukan diagnostic test atau pretest sebagai bentuk assessment awal untuk mengiden-
tifikasi kemampuan anak dalam suatu bidang. Kegiatan tersebut efektif untuk mengenal perbedaan anak, karakter anak, menentukan strategi belajar yang tepat terutama untuk siswa-siswa yang berperilaku “khusus”. Kemampuan guru dalam mengenal perbedaan karakter anak didiknya merupakan kunci keberhasilannya dalam mengajar. Guru harus tahu anak yang pasif. Pun anak yang agresif. Dengan mengenal lebih dalam watak dan karakter setiap anak, dan mengidentifikasi serta menganalisis masalah yang ditimbulkan, guru akan mampu memberi perlakuan dengan cepat dan tepat. Kebanyakan guru mengeluhkan kelakuan anak-anak yang agresif. Tipe anak agresif, Marzano and Marzano (2003) mengategorikan mereka ke dalam tiga kategori. (a) hostile, anak yang susah mengontrol amarah, kurang empati, dan tidak bisa melihat/mengerti konsekuensi terhadap setiap tingkahnya. (b) Oppositional, anak yang hampir tidak pernah bermasalah dengan perilaku, tetapi dia selalu melawan aturan, membantah orangtua, bicara kasar, dan cenderung mengganggu orang lain. (c) covert, anak tipe ini terkadang agak diam, tapi dia akan beraksi saat ada masalah. Salah satu strategi yang paling ampuh untuk menghadapi anakanak agresif dengan membuat kontrak perilaku terhadap setiap masalah yang dimunculkan. Juga menyiapkan hadiah dan konsekuensi setiap respons dan perubahan dari anak agresif ini. Selain itu, ada juga tipe anak
yang dikategorikan hyperactice dan inattentive. Yang anak hyper cirinya memiliki semangat 45 saat belajar, sangat aktif, sering bertanya/merespons, sulit mengontrol motoriknya, dan bahkan terkadang agak terkesan overacting di depan teman-temannya. Sedangkan yang inattentive adalah anak yang gagal fokus, susah konsentrasi, dan bosan di dalam kelas. Mereka ini juga butuh perhatian/perlakuan khusus. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu si anak. Di antaranya memberlakukan kontrak perilaku bagi siswa yang hiperaktif, ajari cara berkonsentrasi/fokus, cara belajar, dan berpikir benar bagi anak yang sulit fokus. Dalam beberapa kasus anak dengan tingkat kesulitan konsentrasi yang parah, pisahkan dia dari keramaian, bantu dia mengidentifikasi penyebab masalahnya, dan terapkan strategi belajar dengan tutor sebaya. Akhir kata, saat para guru telah mampu mengenali sikap/ perilaku anak dengan segala keunikan watak dan karakternya, itu menunjukkan guru telah menjalankan perannya sebagai manajer andal di kelas yang dikelolanya. Ia semakin berwibawa di hadapan anak didiknya. Sebab, ia cakap dalam mengatur kelas, mengatur anak, mengarahkan, menciptakan aturan secara bersama, menciptakan hubungan dengan attachment yang baik, dan peka serta peduli dengan masalah-masalah yang timbul pada anak dengan segala perbedaannya. Keberhasilan dalam belajar pun akan tercapai, motivasi akan tumbuh, perilaku anak pun dapat terkontrol dengan baik.
sudah berumur 16 tahun serta pemuda yang belum menikah. Para caleg dapat memaparkan berbagai programnya di ajang kumpul anak-anak muda Bali ini sekaligus menyerap aspirasi dari para anggota STT. Belum ada data pasti mengenai jumlah STT di Bali. Namun, jika kita dekati dari jumlah banjar dinas yang ada di Bali dengan mengutip dari publikasi BPS Kabupaten/Kota Dalam Angka 2018, ada lebih dari 3 ribu banjar dinas di Bali. Berarti ada lebih dari 3 ribu STT di Bali. Dengan jumlah media kampanye yang besar, membuka peluang berkampanye seluas-luasnya untuk para caleg sembari memberi pendidikan politik untuk para generasi muda Bali. Lumbung suara telah tersedia, kini tinggal memformulasikan strategi untuk meraupnya. Namun, untuk meraup suara milenial tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara klasik. Baliho besar dengan foto tersenyum terkesan biasa saja jika untuk menggugah milenial untuk memilih. Mereka membutuhkan penawaran yang “menarik”. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para caleg, terutama caleg yang berbeda generasi dengan para milenial ini. Pirie dan Worcester (1998) dalam Judhita dan Darmawan (2018) mengatakan generasi ini sering mengalami putus hubungan dengan komunitasnya serta tidak berminat pada proses dan persoalan politik, serta mereka juga memiliki tingkat kepercayaan yang rendah pada politisi serta sinis terhadap berbagai lembaga politik dan pemerintahan (Haste dan Hogan, 2006) dalam Judhita dan Darmawan (2018). Perbedaan cara pandang terhadap dunia politik ini adalah tantangan utama para caleg untuk menarik simpati milenial. Namun mengingat besarnya potensi suara mereka, peran substansial milenial pada Pemilu 2019 ini tidak bisa dinafikan, sehingga membidik suara milenial adalah langkah bijak bagi kontestan Pemilu 2019, karena suara milenial akan ikut menentukan hasil Pemilu 2019. Penulis, bekerja di Badan Pusat Statistik Provinsi Bali
POJOK Lindungi SDM Bali, Desa Adat Kedonganan buat awig-awig antinarkoba. - Desa adat benteng Bali. *** Tak ada regenerasi, perajin pintu gebyok di Tabanan terus berkurang. - Kekalahan SDM Bali. *** Rawat lontar, Desa Adat Dukuh Penaban buat museum dan klinik lontar. - Kokohkan budaya Bali.
Penulis guru SDN Sidorejo, Jawa Timur
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Pon, 22 Februari 2019
7
TABANAN Biaya Pembangunan RS Nyitdah
Batalkan Pinjaman, Pemkab Siapkan Dana Mandatori
RAKER - Raker Komisi I DPRD Tabanan dengan sejumlah perangkat daerah.
Bali Post/bit
Rasionalisasi UPTD Dinilai Menghambat Pelayanan Tabanan (Bali Post) -
Rasionalisasi Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) di tingkat kecamatan sesuai amanat Permendagri No. 12 Tahun 2017 tentang Pembentukan dan Pengklasifikasian Cabang Dinas dan UPTD, dinilai justru menimbulkan persoalan baru. Bagi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Kesehatan dan Badan Keuangan Daerah, pengurangan UPTD tidak menjadi masalah. Namun tidak bagi Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian yang memiliki beban kerja yang luas. Penghapusan UPTD justru menghambat pelayanan ke masyarakat. Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi saat memimpin rapat kerja (raker) Komisi I DPRD Tabanan dengan sejumlah OPD yang terdampak aturan penyederhanaan UPT, Kamis (21/2) kemarin, mengatakan sejumlah perbup sebagai terapan aturan pusat terkait penyederhanaan jumlah UPT justru merupakan produk gagal. Sebab, aturan penyederhanaan UPT telah menimbulkan persoalan baru. ‘’Lihat saja di Dinas Pertanian dan Dinas Pendidikan dengan kompleksitas beban kerja dan persoalan yang dihadapi. UPT sebagai garda terdepan justru dikurangi bahkan dihilangkan, aneh jadinya,’’ ucapnya. Dia mencontohkan Dinas Pertanian. OPD ini merupakan gabungan empat lembaga yang beban
kerjanya sangat besar. Apalagi Tabanan adalah sentra pertanian dengan predikat lumbung beras dan lumbung pangan. Keberadaan UPTD untuk mendukung kinerja OPD ini sangatlah penting. UPT menjadi ujung tombak pelayanan ke masyarakat. Justru UPT dikurangi dan ini sangat merugikan masyarakat yang bergelut di sektor pertanian. ‘’Bagaimana mau meningkatkan sektor pertanian kalau teryata ujung tombak mereka justru dihilangkan,’’ ucapnya. Suryadi pun mengapresiasi perjuangan Kepala Dinas Pertanian dan jajarannya yang telah berjuang ke provinsi bahkan sampai pusat untuk mempertahankan UPT, meski upaya tersebut menemui jalan buntu. Begitupun dengan persoalan di Dinas Pendidikan. Dia menyebutkan, dengan
SOSOK Berikan Pemahaman RUMAH Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Tabanan adalah salah satu RS tipe C yang melayani JKN. Pelayanan JKN di masingmasing tingkatan fasilitas kesehatan (faskes) pun berbeda-beda syaratnya, dan harus sesuai rujukan. Banyaknya kriteria yang harus dipenuhi agar bisa melayani pasien JKN membuat pihak RS harus terus menerus memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya pasien sehingga tidak terjadi kesalahpahaman mengenai pelayanan kesehatan. Direktur RSU Kasih Ibu Tabanan dr. Ketut Sumiarta, M.Kes., Kamis (21/2) kemarin mengatakan, salah satu contoh kasus adalah perubahan kebijakan BPJS pada pertengahan Januari lalu yakni mengenai pasien JKN hanya boleh naik kelas satu tingkat dari haknya. ‘’Dulu jika tanggungannya kelas III bisa naik kelas hingga yang super deluxe. Tapi sekarang hanya bisa satu tingkat. Kalau kelas III hanya bisa naik ke kelas II,’’ jelasnya. Di awal penerapan, banyak pasien komplain. Karena bersentuhan langsung dengan pihak RS, tentu pasien menyampaikan keluhannya ke RS, menurut Sumiarta, di sinilah peran jajaran RS untuk bisa memberikan penjelasan yang baik ke masyarakat. ‘’Setiap jajaran di rumah sakit kita berikan informasi untuk bisa menjelaskan kepada pasien. Secara perlahan pasien mengerti. Bahkan ada pasien yang mampu akhirnya beralih ke pasien umum,’’ ujarnya. Dibatasinya pasien JKN untuk naik tingkat dimaklumi Sumiarta. Karena di lapangan tidak sedikit pasien JKN mandiri yang harusnya mampu membayar iuran untuk kelas I memilih iuran kelas III dengan anggapan saat masuk RS bisa naik tingkat hingga VIP. ‘’Ada ditemukan kasus seperti ini. Jadi tanggungan kelas III tapi naik kelasnya hingga VIP,’’ ujar Sumiarta. Pasien JKN yang dilayani di RSU Kasih Ibu Tabanan terus mengalami peningkatan. Terlebih dengan diperketatnya syarat rujukan oleh BPJS. Saat ini pasien poliklinik RSU Kasih Ibu Tabanan sekitar 40 persennya adalah pasien JKN, dan rawat inap sebanyak 30 persen. (kmb24)
penghapusan UPTD yang ada di kecamatan, praktis pelayanan untuk SD, SMP dan nonformal kini hanya ada di kantor Disdik Tabanan. Sementara mantan Kepala UPTD kini hanya menjadi koordinator wilayah tanpa ada kejelasan tugas, wewenang dan haknya. ‘’Perubahan yang dilakukan sejatinya untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat, ini malah menjadi masalah baru yang justru lebih parah. Saya ingin hal tersebut dikaji kalau perlu dirubah untuk lebih baik dengan memperhatikan UU 23 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah,’’ jelasnya. Mantan Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Pupuan I Nengah Artika menyampaikan, aturan penghapusan UPTD di kecamatan justru menghambat kelancaran pelayanan
publik. Contohnya, seorang Kepala SD di Kecamatan Pupuan yang ingin melegalisir surat harus datang langsung ke kantor Disdik Tabanan. Padahal jaraknya jauh. Sebelumnya, mereka cukup sampai di UPTD kecamatan. Pihaknya yang kini ditetapkan sebagai koordinator wilayah sebenarnya berusaha membantu dan bisa diperankan seperti UPTD sebelumnya. Hanya di perbup yang baru, koordinator wilayah tidak memiliki kewenangan. Sementara itu, Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra mengatakan, ada sekitar 200 orang terdampak rasionalisasi UPTD di Kabupaten Tabanan. Untuk penempatan, 200 orang ini sudah diformulasikan pada jabatan kosong yang selevel sehingga ada kenyamanan dari sisi jabatan dan tidak terdampak pada psikologis. ‘’Untuk eselon IV sebanyak sembilan orang. Yang diangkat dalam UPTD ada 62 orang. Jadi ada 71 orang mendapat posisi baru. Sem e n t a r a s i s a n y a s e b a nyak 129 orang dari pejabat berbagai level IVa dan IVb dinonjobkan,’’ pungkasnya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Pinjaman multiyears Pemkab Tabanan ke PT SMI senilai Rp 201 miliar untuk pembangunan RS Nyitdah akan dibatalkan. Ini sejalan dengan adanya kebijakan pemerintah pusat terkait belanja mandatori atau belanja yang diharuskan oleh undang-undang yakni anggaran infrastruktur dan fasilitas umum wajib dialokasikan sebesar 25 persen dari total APBD. Proses pembatalan pinjaman tersebut tinggal menunggu dokumen yang ditandatangani Ketua DPRD Tabanan. ‘’Pinjaman SMI batal karena sudah ada dana mandatori yang besar. Ini sudah dikaji oleh legislatif bersama Bupati. Hanya kurang tanda tangan dokumen pembatalan saja. Ini belum saya tanda tangan, nanti kalau sudah pasti, kita infokan ke media detailnya,’’ kata Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi, Kamis (21/2) kemarin. Menurutnya, dana mandatori yang cukup besar bisa diarahkan untuk mengoperasikan RS Nyitdah yang telah dibangun sejak lama. ‘’Nominalnya cukup besar, Rp 200 miliar. Jadi untuk apa kita sudah kumpulkan, terus kita pinjam dan harus bayar cicilan pinjaman tiap tahun, bisa parah APBD,’’
Bali Post/dok
RS NYITDAH - Pembiayaan lanjutan pembangunan RS Nyitdah masih diproses oleh Pemkab dan DPRD Tabanan. terangnya. Terkait pembatalan pinjaman, politisi asal Selemadeg ini juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Bupati Tabanan. Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya terkait pembatalan peminjaman. ‘’Tinggal rekomendasi dewan saja untuk pembatalan,’’ pungkasnya. Sementara itu, Sekda Tabanan I Gede Susila membenarkan adanya rencana pembatalan pinjaman ke PT SMI. Saat ini masih berproses untuk melengkapi dokumen yang diperlukan. ‘’Hasil akhirnya belum tahu kita. Yang pasti kita berharap
yang terbaik,’’ ucapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan RS Nyitdah dua kali mengalami gagal lelang. Kegagalan pertama kali pada 12 September 2018. Saat itu disebabkan tidak ada satupun rekanan yang memenuhi persyaratan. Gagal lelang kedua dikarenakan total harga penawaran melebihi nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) sehingga dinyatakan gugur. Pemkab Tabanan berupaya mengoperasikan RS Nyitdah. Saat ini sudah ada dua gedung dan satu gedung dalam tahap penyelesaian. Untuk bisa menjadi RS tipe C, masih dibutuhkan empat gedung lagi. (kmb28)
belum ada tahun ini, tetapi BPTP sebagai perpanjangan Kementerian Pertanian mengalokasikan dua kegiatan di TTP Sanda,’’ ujarnya. Untuk pendampingan kambing burka, kata Alit, berlokasi di luar TTP. Sementara penyambungan pohon kopi dilakukan di arel TTP Sanda. Meski anggaran untuk pembangunan fisik dari pusat belum ada, pembangunan fisik di TTP Sanda tetap ada, dengan menggunakan APBD. Tahun ini kegiatan berupa penataan halaman TTP dan pembangunan palinggih. Saat ini di TTP Sanda sudah ada bangunan fisik yang berdiri dengan biaya dari pemerintah pusat seperti gudang pascapanen, gudang agrimart, kantor sekretariat dan gudang untuk pelatihan.
Sementara bangunan yang belum ada dan sedang menunggu anggaran pusat adalah wantilan, embung membran, trekking, fasilitas pariwisata, parkir dan lainnya. Meski pembangunan fisik belum semuanya rampung, namun beberapa kegiatan sudah dilakukan di TTP Sanda. Kegiatan dimaksud berupa pelatihan dan rapat. Seperti diketahui, pembangunan TTP Sanda merupakan bantuan dari pusat. Pembangunan dimulai sejak tahun 2016. Nantinya TTP Sanda tidak hanya sebagai tempat menerapkan inovasi untuk mewujudkan kemajuan pertanian di Tabanan, tetapi juga bisa menjadi destinasi pariwisata baru terutama untuk Tabanan bagian barat. (kmb24)
Pusat Anggarkan Penyambungan Pohon Kopi di TTP Sanda
Tabanan (Bali Post) Meski tahun ini tidak ada dana pusat untuk pembangunan fisik di Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang berlokasi di Desa Sanda Kecamatan Pupuan, beberapa kegiatan tetap digelar. Salah satunya penyambungan pohon kopi sebanyak 800 pohon di areal TTP Sanda. Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja didampingi Kabid Ekonomi dan SDA I Gede Alit Yasa, Kamis (21/2) kemarin mengatakan, pemerintah pusat memberikan anggaran untuk pendampingan kambing burka sebanyak 100 ekor dan penyambungan pohon kopi sebanyak 800 pohon. Anggaran tersebut akan dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan TTP. ‘’Anggaran fisik memang
Perajin Pintu Gebyog Terus Berkurang MARGA adalah salah satu kecamatan di Tabanan yang memiliki banyak perajin ukiran. Salah satu jenis ukiran yang sangat diminati masyarakat tidak hanya di Bali tetapi luar Bali adalah pintu gebyog. Sayangnya jumlah perajin pintu gebyog terus berkurang. Sangat sedikit generasi muda yang mau menekuni kerajinan ini.
Bali Post/san
PINTU GEBYOG - Pintu gebyog hasil karya perajin di Kecamatan Marga.
Salah satu pemilik usaha kerajinan di Desa Batannyuh, Marga, I Nyoman Triana, mengatakan pintu gebyog khas Bali tidak hanya laris di Bali, melainkan juga kerap dipesan konsumen dari Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Bahkan kerajinan ini sempat dipesan oleh warga Jerman. Seiring berjalannya waktu, generasi perajin ukiran khususnya di Desa Batannyuh terus berkurang. ‘’Saat ini justru sulit mencari regenerasi pengukir. Mungkin karena generasi muda sudah kurang tertarik untuk mengambil pekerjaan ini dan lebih banyak lari ke bidang pariwisata,’’ ujarnya belum lama ini. Padahal ukiran seperti pintu gebyong ini merupakan salah satu komoditas ekspor
yang cukup potensial. Ini terbukti dari pihaknya yang mendapatkan pesanan langsung dari Jerman. ‘’Langsung dibayar dengan euro, dan kami mengirim ke Jerman. Pembeli ini memang suka dengan kerajinan ukir Bali,’’ tuturnya. Triana menceritakan, kerajinan ini ia rintis tahun 1996. Ia sendiri sudah menjadi perajin sejak duduk di bangku SMP. ‘’Dari kemampuan ini saya memberanikan membuat usaha. Lambat laun saya punya karyawan. Tahun 2011 karyawannya mencapai puluhan,’’ ujarnya. Ia lebih banyak mendapat pesanan untuk menggarap pintu gebyog Bali atau pintu bale Bali. Selain itu, ia juga menggarap bale gede, bale
gong dan lain sebagainya, sesuai pesanan konsumen. Pengerjaan satu pintu gebyog memakan waktu sekitar 4-5 hari tergantung ukuran dan tingkat kerumitan ukiran. Harga kerajinan ini juga ditentukan model yang diinginkan, tingkat kerumitan, serta bahan baku yang digunakan. Harga satu pintu gebyog Bali mencapai Rp 20 juta hingga Rp 50 juta. Biasanya konsumen yang hendak memesan pintu gebyog langsung memilih gambar ukiran yang sudah disediakan. Ia mengaku kewalahan dengan tingginya pesanan pintu gebyog. Apalagi di tengah menurunnya minat generasi muda, khususnya di Desa Batannyuh untuk menjadi perajin ukiran. ‘’Sulit mencari generasi pengukir. Tapi saya tidak berkecil hati dan optimis bisa mempertahankan dan melestarikan kerajinan ukir Bali. Tentu untuk bertahan dan maju, harus selalu berinovasi,” ujarnya. (san)
BULELENG
8
Jumat Pon, 22 Februari 2019
Nyalip dari Kiri, Pensiunan PNS Tewas Singaraja (Bali Post) – Nasib nahas dialami seorang pensiunan PNS, Nyoman Nesa (63), asal Desa Banjar Kecamatan Banjar. Dia tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan SingarajaSeririt Km 11-12, wilayah Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar Kamis (21/2) kemarin, pukul 12.30 Wita. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, lakalantas ini bermula ketika pengendara sepeda motor DK 2676 UG, Nyoman Nesa, datang dari arah Seririt menuju Singaraja. Dengan kecepatan sedang, pengendara ini beriringan namun di belakang truk DK 8699 WD yang dikemudikan I Ketut Ngurah Rai Astika (36) asal Desa Tegal Badeng Barat, Negara. Saat itu pengendara sepeda motor berusaha mendahului truk itu. Sayang, pengendara sepeda motor itu mendahului melalui jalur kiri. Karena medan sulit dan pengendara kurang memerhatikan situasi di jalanan, sehingga membentur bagian kiri truk. Saat itu juga pengendara terjatuh dari atas sepeda motornya. Nahas, tubuh pengendara itu membentur ban truk, hingga mengakibatkan luka parah. Korban sudah berusaha ditolong warga. Tetapi nasib berkata lain, nyawa pengendara itu tidak bisa diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit. “Kasus ini masih dikembangkan. Kronologisnya, memang kecelakaan itu terjadi karena pengendara motor kurang hati-hati saat mendahului selain melalui jalur kiri juga tidak memerhatikan situasi lapangan. Kemudian terjadi lakalantas yang justru membahayakan dirinya sendiri,” katanya. (kmb38)
HUT Ke-17 ”Singaraja FM’’
Bagikan Sembako kepada Warga Miskin
Singaraja (Bali Post) – Memasuki HUT ke-17 Radio Singaraja FM menggelar aksi sosial membagikan sembako kepada warga miskin, Rabu (20)2) lalu. Radio yang bermarkas di Desa Tukadmungga Kecamatan Buleleng itu menggelar aksi sosial untuk lima orang warga yang kurang mampu dari Desa Tukadmungga. Mereka adalah Gede Sutawan (44) Dusun Dharma Yasa, Made Swidi (77) Dusun Dharma Yadnya, Made Wari (55) Dusun Dharma Kerti, Made Swari (59) Dusun Dharma Kerti, dan Made Sasih (72) dari Dusun Dharma Semadi. Bakti sosial itu merupakan hasil bantuan yang dikumpulkan seminggu, sumbangan bersama-sama dari fans Singaraja FM. Klian Dinas Dharma Yadnya Desa Tukadmungga Nyoman Sumitra Jaya mengatakan, sumbangan sembako yang diserahkan itu diharapkan bermanfaat bagi warga penerima. Swadharma pramusiar itu tidak saja bersiaran, tetapi juga mengaplikasikan secara nyata melalui tindakan sosial dan kepedulian sesama. “Singaraja FM sudah peduli kepada masyarakat kami, walau belum ter-cover semuanya. Tetapi arti bantuan ini sangat kami hargai dan apresiasi. Ke depan, hal ini agar dapat berlanjut kembali. Semoga Singaraja FM makin jaya dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” katanya. Direktur Utama Singaraja 92.0 FM Dewa Gede Kusuma didampingi Penanggung Jawab Gede Bob Suardika mengatakan, HUT tahun ini dirayakan dengan mengusung tema “Eksis Bermusik Berekspresi”. Selain aksi sosial bersama penggemar setia, pihaknya juga menggelar persembahyangan di areal studio. Sujud bakti dilakukan memohon keselamatan dalam melaksanakan swadharma, selaku karyawan dan pramusiar yang tergabung di Kelompok Media Bali Post (KMB). Pada puncak HUT Ke-17 itu akan digelar hiburan artis-artis pop Bali Minggu 24 Februari 2019 di halaman Radio Singaraja FM. “Fans Singaraja FM cukup fanatik dan kritis memberi dukungan dan masukan kepada kami. Para fans setia itu sudah seperti keluarga atau bagian dari radio ini,” katanya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
SDM PERAJIN – Dekranasda Bali menggenjot peningkatan SDM perajin di Kabupaten Buleleng. Selain itu, ragam produk kerajinan di Bali Utara difasilitasi untuk mendapatkan hak paten.
Tingkatkan Kesejahteraan SDM Perajin Digenjot
Singaraja (Bali Post) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali memberikan perhatian serius terhadap potensi kerajinan di Buleleng. Agar potensi perajin itu bisa berkembang optimal, maka diharapkan dikelola dengan sistematis, sehingga dapat memberikan nilai tambah yang berujung pada kesejahteraan bagi perajinnya sendiri. Salah satu solusinya, Dekranasda menggenjot peningkatan sumber daya manusia (SDM) perajin itu. Harapannya, bisa memproduksi produk yang beragam dan juga berkualitas. Hal itu terungkap ketika Dekranasda Bali melakukan pembinaan kepada perajin di Buleleng, Kamis (21/2) kemarin. Pembinaan ini dihadiri Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Tjok. Putri Haryani Ardhana
Sukawati bersama Ketua Dekranasda Buleleng Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana. Putri Haryani mengatakan, perajin dituntut selalu meningkatkan inovasi, kreativitas, dan keterampilan
mengembangkan potensi industri kerajinannya. Dengan potensi sumber daya perajin itu meningkat, maka ujung-ujungnya diharapkan kesejahteraan masyarakat juga mengalami kenaikan relatif signifikan. Untuk meningkatkan produksi, pihaknya menjanjikan menggelar pembinaan teknik produksi, menjaga mutu, desain, termasuk menajemen usaha. “Kami memfasilitasi perajin agar mereka mendapatkan perlindungan hukum atas hak kekayaan intelektual berupa hak cipta dan desain,” katanya. Ny. Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana mengatakan, perajin di dae-
rahnya telah menerima bantuan mesin produksi dari pemerintah. Bantuan itu semata–mata untuk meningkatkan hasil produksi dan juga dapat lebih mempermudah proses produksi itu sendiri. Setelah mendapat bantuan mesin produksi itu, pihaknya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mendampingi perajin itu sehingga bantuan tersebut benarbenar dimanfaatkan dengan baik. Satu harapannya adalah para perajin mampu berproduksi lebih banyak, mutu terjamin, dan memiliki daya saing di pasaran lebih baik dan kompetitif. (kmb38)
Warga Banyuning Heboh
Ditemukan Mayat di Areal Pura Dalem Bali Post/kmb38
TERIMA SEMBAKO – Sejumlah warga miskin menerima bingkisan sembako serangkaian HUT ke-17 Radio Singaraja FM, Rabu (20/2) lalu.
Singaraja (Bali Post) – Sesosok mayat ditemukan tergeletak di areal Pura Dalem Purwa, Desa Pakraman Banyuning, Kamis (21/2) kemarin. Tidak pelak, temuan mayat itu menghebohkan warga di sekitarnya. Apalagi, mayat itu ditemukan tanpa mengenakan busana dengan posisi tengadah. Sejauh ini pihak polisi masih menyelidiki secara intesif dengan
mengumpulkan barang bukti guna memastikan apa penyebab kematian korban itu. Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, jasad manusia itu diketahui bernama Gede Puja (50). Korban berasal dari Jalan Gempol, Kelurahan Banyuning Barat. Pertama kali mayat itu ditemukan saksi Made
Sukerta (49) asal Banyuning dan juga Ketut Wirsana (22), warga Desa Jineng Dalem Kecamatan Buleleng. Kedua saksi itulah yang melaporkan telah menemukan mayat itu di lokasi kejadian sekitar pukul 16.00 Wita. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan melakukan pemeriksaan di lapangan. Barang-barang bukti
yang diperoleh di lokasi kejadian itu dikumpulkan, selain itu juga tanda-tanda di bagian fisik korban sebagai upaya indentifikasi. Sementara mayat itu dititipkan di ruang jenazah RSUD Buleleng, menunggu pemeriksaan lebih lanjut. ‘’Temuan mayat ini sedang dikembangkan. Saat diperiksa juga ditemukan jaket, pakaian dalam termasuk uang Rp 47.500,’’ jelasnya. (kmb38)
Warga Pertanyakan Pengelolaan Dana LPD Selat Sejumlah warga Desa Selat, Kecamatan Sukasada datang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, Kamis (21/2) kemarin. Warga mempertanyakan dugaan pelanggaran pengelolaan LPD di desa setempat yang telah disampaikan sebelumnya. Selama ini, mereka merasa dirugikan dengan pengelolaan dana LPD tersebut. Lalu, bagaimanakah sejatinya mekanisme pengelolaan di LPD tersebut?
WARGA tiba di gedung Kejari Buleleng Jalan Dewi Sartika, Singaraja sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka diterima Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Wayan Genip bersama Kasi Datun Ali Munif, S.H., dan Kasubsi Sospol Adi Parmartha, S.H. Koordinator warga, Putu Mara, mengatakan pengaduan ini sebelumnya telah disampaikan ke Kejari Buleleng pada 8 Februari 2019 lalu. Beberapa indikasi dugaan pelanggaran pengelolaan LPD itu dianggap merugikan warga. Di antaranya, pemberian kredit tidak di-back-up dengan jaminan yang memadai. Ada indikasi pemberian kredit kepada nasabah yang meminjam nama orang lain. Juga ada indikasi penyelesaian kredit bermasalah dengan tebang pilih. Indikasi pelanggaran awig-awig karena pengurus mendapat fasilitas kredit di LPD dan indikasi pengambialihan jaminan tidak sesuai prosedur. “Beberapa poin indikasi pelanggaran itu yang kami sampaikan ke sini (Kejari). Sebab, kami dirugikan. Kami mengadukan ini bukan ingin mempermasalahkan LPD yang sudah baik itu, tetapi meluruskan kebijakan yang salah,” katanya. Dengan munculnya indikasi itu, Putu Mara meminta Kejari segera turun tangan, sehingga persoalan yang ada justru tidak semakin memberatkan masyarakat. Apalagi, relatif banyak warga yang terdampak akibat kebijakan itu. Dia mencontohkan, seorang warga yang meminjam kredit kemudian mengalami permasalahan. Akumulasi pinjamannya menjadi Rp 7,5 juta. Karena kebijakan pengelola LPD itu, warga tadi terpaksa kehilangan tanah kebun yang berisi cengkeh dan sudah bersertifikat hak milik (SHM). Penguasaan tanah nasabah itu dinilai memberatkan. Pasalnya, tanah warga itu dihitung dengan
harga murah. Sedangkan, kebijakan terbalik dilakukan untuk peminjam dengan nilai besar. Mereka mendapat fasilitas berbeda. “Terkait persoalan itu, kami ingin ada penanganan dari aparat penegak hukum. Kebijakan itu sudah merugikan. Buktinya ada warga harus kehilangan tanah hak miliknya. Pada kasus itu ada perhitungan nilai tanah yang sangat rendah,” katanya. Menanggapi pengaduan itu, Kasi Pidsus Wayan Genip mengatakan, semua pengaduan itu untuk sementara diterima. Pengaduan itu segera dilaporkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari). Selain itu, pengaduan warga itu untuk sementara akan dikaji sebelum menyimpulkan apakah ada indikasi pelanggaran hukum atau hanya kesalahan administratif. Di sisi lain, Genip mengingatan warga tetap menjaga keharmonisan di desa. Jangan sampai karena pengaduan itu, mengganggu situasi di desa. Ini penting karena setiap pengaduan yang masuk tetap ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. “Untuk sementara, kami tampung dulu. Menunggu petunjuk lebih lanjut nanti biar pimpinan yang memutuskan,” katanya. Ketua LPD Adat Selat Pandan Banten Ketut Sarjana mengatakan, semua dugaan yang dilaporkan waganya itu tidak benar. Dia mengaku, pengelolaan LPD sejak mulai dirintis tahun 2005 itu sampai sekarang, sudah tumbuh dan berkembang baik. Dalam pengelolaannya kata Sarjana, sudah didasarkan regulasi yang ada. Dugaan pengelolaan tidak mengikuti awig-awig, Sarjana mengatakan, sesuai peraturan terbaru dan standar operasional prosedur (SOP) kerja LPD diperbolehkan pengurus, pegawai dan unsur pengelola lain mencari kredit. Ini didasarkan
persyaratan administrasi dan memakai jaminan yang legal. Terkait kredit tidak didukung jaminan memadai, Sarjana menyebut hal itu tidak benar. Pemberian kredit dan penghitungan nilai jaminan itu sudah dilakukan profesional. Demikian juga penanganan kredit macet, dilakukan dengan prosedur mulai dari pembinaan, peringatan,
dan terakhir ada action menguasai jaminan. “Kalau dulu awal-awalnya dibentuk kepercayaan masyarakat kecil kepada LPD. Saat itu, ada aturan melarang pengurus atau pegawai minjam di LPD. Setelah kepercayaan tumbuh, ada regulasi terbaru dan SOP kerja LPD itu boleh memberi kredit sepanjang syarat dan jaminan-
nya terpenuhi,” tegasnya. Persoalan ini kata Sarjana, akan tetap ditindaklanjuti melalui menyelesaikan dengan baik. Persoalan semacam ini di lembaga keuangan merupakan hal biasa. Untuk dapat klarifikasi dari pengaduan itu, pelapor masalah itu akan diundang pada pertemuan bersama Kertha Desa Selat dalam waktu dekat ini. (mud)
Bali Post/mud
MENGADU KE KEJARI - Sejumlah warga Desa Selat Kecamatan Sukasada, Kamis (21/2) kemarin mengadukan dugaan pelanggaran pengelolaan LPD di desa setempat ke Kejari Buleleng.
GIANYAR
Jumat Pon, 22 Februari 2019
9
Ratusan Siswa SD ”Nyurat” Aksara Bali Gianyar (Bali Post) – Sekitar 296 siswa SD se-Kabupaten Gianyar mengikuti kegiatan nyurat aksara Bali yang digelar di Balai Budaya Gianyar, Kamis (21/1) kemarin. Kegiatan nyurat aksara Bali ini diprakarsai oleh Penyuluh Bahasa Bali di Kabupaten Gianyar yang mewajibkan peserta selama waktu 60 menit nyurat aksara Bali di atas kertas, dengan menyalin sebuah cerita yang telah diberikan oleh panitia. Plt. Kadis Kebudayaan Gianyar Drs. I Made Suradnya, M.Si. mengatakan, kegiatan nyurat aksara Bali merupakan salah satu implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara Bali. “Sebelumnya sudah dilaksanakan implementasi lainnya, seperti penggunaan Bahasa Bali dalam setiap kegiatan pemerintahan di hari Kamis maupun penggunaan aksara Bali pada papan nama instansi,” katanya. Suradnya mengatakan, setiap Februari di Bali merupakan Bulan Bahasa Bali. Pihaknya akan mengisi bulan tersebut dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan upaya pelestarian seni, adat istiadat dan budaya Bali. Sementara itu, Wakil Bupati
Gianyar A.A. Gede Mayun yang menghadiri kegiatan tersebut mengharapkan kegiatan nyurat aksara Bali ini mampu membawa dampak yang positif bagi anak-anak di Kabupaten Gianyar. Apalagi sebelumnya Bahasa Bali sempat dianaktirikan di daerahnya sendiri, sementara Bahasa Inggris dijadikan sebuah kewajiban untuk menentukan masa depan. “Saya harap, lewat nyurat aksara Bali ini anak-anak lebih mencintai bahasa dan sastra daerahnya sendiri. Orangtua agar mulai membiasakan diri menggunakan Bahasa Bali sebagai bahasa percakapan sehari-hari di rumah saat berkomunikasi dengan anakanaknya,” katanya. Ia menegaskan, aksara Bali merupakan salah satu seni sastra warisan leluhur yang memiliki nilai filosofis tinggi. Jika diibaratkan dengan tumbuh-tumbuhan, sastra merupakan akar dari tanaman, batang pohon merupakan desa pakraman, sementara bunga maupun buahnya merupakan seni dan budaya, sedangkan roh yang menghidupkan tanaman tersebut tiada lain adalah Agama Hindu. “Hal inilah yang harus mulai ditanamkan pada anak-anak sejak dini,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
AKSARA BALI - Kegiatan nyurat aksara Bali yang diikuti ratusan siswa SD di Balai Budaya Gianyar, Kamis (21/2) kemarin.
Revitalisasi Pasar Umum Gianyar
Tempat Relokasi Pedagang Masih Tarik Ulur Gianyar (Bali Post)Revitalisasi Pasar Umum Gianyar sudah diagendakan tahun 2019 ini. Namun, tempat relokasi pedagang sampai saat ini masih tarik ulur. Hal ini diungkapkan Bendesa Adat Gianyar Dewa Made Suardana, Kamis (21/2) kemarin.
Wayan Hartawan
Bali Post/kmb35
Bawaslu Kekurangan 53 PTPS
Gianyar (Bali Post) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar sedang merekrut Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Dalam proses ini, Bawaslu Gianyar membutuhkan 1.502 orang tenaga PTPS sesuai dengan jumlah TPS yang ada di Kabupaten Gianyar. Namun dalam proses perekrutan ini, Bawaslu masih kekurangan puluhan petugas. Dikonfirmasi Kamis (21/2) kemarin, Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar Wayan Hartawan, S.H. mengungkapkan, terkait kekurangan tenaga PTPS tersebut. Bawaslu Gianyar selama ini sudah mengumumkan perekrutan tenaga PTPS, hal ini mengacu kepada UU Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pengumuman sudah dipasang di masingmasing kantor desa, balai banjar, dan kantor camat. Dalam rekrutmen ini, kata Hartawan Bawaslu juga minta bantuan klian banjar agar disampaikan dalam pertemuan warga setempat. Sejak dibuka pengumuman pendaftaran per 1 Februari 2019, hingga kini sudah 1.449 orang yang mendaftarkan diri. Syarat petugas PTPS, minimal lulusan SMA sederajat dan syarat umur minimal 25 tahun. ”Kami kekurangan petugas PTPS lagi 53 orang,” ujarnya. Guna memenuhi kekurangan itu, Bawaslu Gianyar memperpanjang kembali perekrutan tenaga PTPS. Menurut Hartawan, tenaga PTPS ini akan dilantik dan diberikan bimbingan teknis pada 25 Maret mendatang. Mereka nantinya bertugas melakukan pengawasan di masing-masing TPS yang tersebar di tujuh Kecamatan, mulai dari pendistribusiaan logistik sampai pemungutan suara sampai akhir rekapitulasi suara. ”Masa kerja PTPS selama dua bulan yakni 23 hari sebelum pemungutan suara dan tujuh hari setelah pemungutan suara. Mereka mendapatkan hak berupa gaji yang dibayar oleh negara,” jelasnya. (kmb35)
Suardana mengakui adanya rencana relokasi pedagang ke Setra Gianyar yang terletak di utara pasar. Namun, dari pihak prajuru adat Gianyar belum memberikan keputusan pasti. ‘’Relokasi ke setra belum ada kesepakatan. Ada prajuru yang tidak setuju, ada yang setuju,’’ ujarnya. Menurut Suardana, rencana relokasi berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemkab Gianyar. Dalam hal ini, Pemkab memberikan prioritas kepada Desa Adat Gianyar untuk mengelola pasar relokasi itu untuk mencari lokasi relokasi pasar. ‘’Yang kami inginkan di Setra Gianyar, sehingga pendapatan dari pasar tetap bisa kami dapatkan,’’ ujarnya.
Lakalantas, Warga Rusia Patah Tulang
Gianyar (Bali Post) Warga negara Rusia, Kiril, menderita patah tulang karena mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Kamis (21/2) kemarin. Akibatnya, ia harus mendapat perawatan. Informasi yang dihimpun di lapangan, lakalantas itu terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Saat kejadian hujan cukup deras mengguyur kawasan Desa Penang Kangin. Saat itu sepeda motor Yamaha Mio DK 3665 LB yang dikemudikan Dewa Nyoman Triana Yoga melaju dari arah timur. Sedangkan Kiril yang mengendarai sepeda motor DK 6619 GI melaju dari arah berlawanan. Setiba di lokasi, diduga mereka tidak bisa mengontrol
Di setra itu, kata Suardana, ada lahan seluas 50 are yang jarang dipergunakan. Ditegaskan, tatanan pembicaraan di prajuru belum kompak menggunakan lokasi tersebut. Pihak yang menolak relokasi pasar di setra karena alasan keagamaan. ‘’Alasan tempatnya suci, sakral dan tempat untuk mengubur jenazah,’’ jelasnya. Suardana mengakui saat ini ada 21 kuburan di lokasi yang akan dijadikan lahan relokasi itu. Namun, Mei mendatang rencananya kuburan itu akan diangkat untuk diaben secara massal. Termasuk untuk menyucikan areal setra bagian barat itu. ‘’Penyucian kita lakukan, karena nanti per Agustus akan ada karya
di Pura Dalem,’’ jelasnya. Melalui pembersihan areal setra itu, kata Suardana, maka lahan setra bisa dijadikan lokasi relokasi pasar. ‘’Bukan karena saya ini jadi pegawai di pemerintahan, tapi karena kami lihat dampak dan manfaat bagi desa adat. Desa adat memperoleh retribusi dari relokasi ini,’’ terangnya. Suardana menambahkan, lokasi relokasi di Setra Gianyar untuk menampung pedagang di pasar umum sejumlah 1.000-an pedagang. ‘’Kalau untuk pedagang pasar senggol, diberikan opsi di daerah Samplangan. Itu desa sebelah kami. Tapi itu semuanya belum final,’’ tegasnya. (kmb35)
Dewa Made Suardana
Bali Post/kmb35
Seluruh BPD Dijatah Kendaraan Operasional Dianggarkan Rp 35 Juta Per Unit
Bali Post/kmb35
Dewa Ngakan Ngurah Adi
kendaraan karena melaju di tengah hujan, hingga akhirnya tabarakan tidak terhindarkan. Akibat kejadian itu, Dewa Nyoman Triana Yoga mengalami patah tulang. Hal serupa juga dialami Kiril yakni patah tulang pada pergelangan tangan. Dua pemuda yang mengalami tabrakan ini lantas dilarikan ke RSUD Sanjiwani Gianyar. Sementara polisi yang menerima laporan ini langsung melakukan olah TKP. Kapolsek Tampaksiring AKP I Gusti Putu Dharmanatha membenarkan adanya kejadian lakalantas tersebut. Namun ia enggan menjelaskan detail dari lakalantas yang melibatkan WNA asal Rusia itu. “Lakalantas itu sudah ditangani Satlans Polres Gianyar,” katanya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Kendaran operasional untuk seluruh desa di Kabupaten Gianyar akan dilengkapi tahun ini. Tidak hanya pengadaan 64 mobil Expander, namun juga akan ditambah pengadaan sepeda motor senilai Rp 35 juta per unit. Kendaraan roda dua tersebut akan diperuntukkan menunjang operasional Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Gianyar. Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Gianyar Dewa Ngakan Ngurah Adi mengatakan, pengadaan sepeda motor tersebut diperuntukan untuk operasional BPD se-Kabupaten Gianyar. Setiap BPD memperoleh satu unit sepeda motor. “BPD itu kan anggotanya antara lima sampai sembilan orang. Nanti ini menjadi kendaraan operasional BPD. Misalnya, untuk rapat ke kabupaten bisa memakai kendaraan ini,” kata Adi, Kamis (21/2) kemarin. Menurut Adi, dana un-
tuk pengadaan sepeda motor tersebut akan diambil dari pagu retribusi bagi hasil pajak di masing-masing desa yang tahun ini mencapai Rp 1 miliar lebih. Dari jumlah itu, untuk pengadaan sepeda motor ini hanya sebesar Rp 35 juta per unit. “Kalau kepastian harga sepeda motornya belum tahu. Yang pasti dianggarkan segitu dulu. Tentunya akan dicari kendaraan yang harganya di bawah itu,” katanya. Menurut Adi, kendaraan ini nantinya secara otomatis menjadi aset desa. Operasional sepeda motor tersebut tentunya akan dianggarkan pula dalam APBDes. Khususnya untuk anggaran minyak, servis dan lainnya. Sementara untuk nopol kendaraan belum dipastikan. “Yang pasti, nanti semuanya juga DK merah. Terkait nomornya, itu masih dibahas,” ujarnya. Lantas kapan pengadaan kendaraan itu dimulai? Adi mengatakan, pihaknya juga masih menunggu pencairan dari bagi hasil pajak dae-
rah Pemkab Gianyar. Hal senada juga berlaku untuk pengadaan 64 mobil untuk masing-masing desa. “Perkiraan kita Maret ini. Namun, nanti kalau sudah ditransfer dana bagi hasil pajaknya, barulah kendaraan ini bisa dipesan,” tegasnya. Menurut Adi, mobil Xpander itu akan diberikan tulisan “Mobil Desa Siaga” dengan pelat merah yang sudah dikoordinasikan dengan Samsat Gianyar. Mobil Xpander nantinya akan memperoleh nomor polisi mulai DK 401
KD. “KD itu kepala desa. Nanti nomor mobilnya akan berderet sampai DK 464 KD,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, seluruh desa di Kabupaten Gianyar akan memiliki mobil operasional mulai tahun anggaran 2019. Ke-64 mobil Expander Exceed A/T hitam itu sudah dipesan oleh Forum Perbekel se-Kabupaten Gianyar kepada PT Bumen Radja Abadi. Setiap desa yang memesan mobil ini harus menyiapkan anggaran sebesar Rp 250 juta. (kmb35)
JEMBRANA
10
Jumat Pon, 22 Februari 2019
SOSOK Pemberdayaan Petani Tambak Puluhan petani tambak di Jembrana saat ini masih bertahan dengan pola pembudidayaan tradisional. Meskipun dengan pengelolaan sederhana, para petani tambak ini bergabung dalam kelompok, memanfaatkan lahan yang ada. Seperti yang dilakukan puluhan petani tambak di Awen Mertasari, Kelurahan Lelateng dan Desa Tegalbadeng. Beberapa lahan tambak air payau tetap bertahan meskipun hasilnya tidak menentu. “Masih kita bertahan, memanfaatkan lahan yang sudah ada melalui kelompok. Kami juga terus mendapatkan pembinaan dan bantuan benih,” ujar Ketua Kelompok Tambak Kawan Sejahtera I Wayan Artika. Khusus di Awen Mertasari dan Tegalbadeng, menurutnya ada tiga kelompok tambak. Sebagian besar merupakan petani tambak tradisional yang bergantung dari aliran air sungai. Selain bantuan bibit benur dan pembinaan, para petani tambak ini juga akan menebar benih ikan kakap. “Yang lumrah dibudidaya di sini adalah udang. Tapi nanti kami juga akan kembangkan kakap,” tandas pria yang juga bergelut di bidang seni ini. Udang menjadi komoditi unggulan karena pemasaran yang lebih terjamin. Meskipun terkadang harganya naik turun. Namun, budi daya udang dianggap paling menjanjikan dibanding komoditi perikanan lainnya. Melalui kelompok, para petani tambak tradisional ini diharapkan bisa terwadahi. Dan mampu bertahan di tengah bermunculannya tambak-tambak intensif dan super intensif yang memerlukan modal besar serta perawatan ekstra. Kawasan Awen Lelateng merupakan salah satu daerah di Jembrana yang memiliki lahan rawa cukup luas dan potensi untuk tambak. S e l a i n memanfaatkan lahan sendiri, para petani tambak juga memanfaatkan lahan dengan menyewa. (olo)
PEMBINAAN NETRALITAS – Para anggota Kodim 1617/Jembrana kemarin mendapatkan pembinaan netralitas pemilu.
Bali Post/kmb26
Pembinaan Netralitas TNI
Dandim Ingatkan Sanksi bagi Anggota Tak Netral Dalam Pemilu Petani Gantung Diri Negara (Bali Post) Kasus bunuh diri dengan cara gantung diri kembali terjadi di Jembrana. I Ketut Winarma (63), seorang petani dari Banjar Kaleran, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, meninggal karena gantung diri, Kamis (21/2) pagi. Korban nekat mengakhiri hidupnya diduga karena stroke yang dideritanya tak kunjung sembuh. Pada Rabu (20/2) pukul 19.00, istri korban, Nyoman Sumarni (55), dan suaminya masuk kamar untuk tidur. Pada Kamis (21/2) kemarin sekitar pukul 02.00 Wita, korban dan istrinya bangun bersamaan untuk buang air kecil. Setelah itu kembali masuk ke dalam kamar. Namun pada pukul 04.00 Wita, Nyoman Sumarni melihat korban sudah tergantung di depan dapur. Melihat korban tergantung, saksi Kadek Muli Astuti (29), anak korban, dipanggil oleh ibunya. Ibunya meminta Kadek Muli Astuti melihat bapaknya yang tergantung. Kemudian dia melihat bapaknya sudah dalam kondisi tergantung dan kaku. Korban lantas diturunkan bersama dengan saksi Gede Budi Ardana (39) dengan cara membuka simpul sarung. Pada saat diturunkan badan korban masih hangat namun sudah dalam keadaan meninggal. Dari keterangan tim medis Puskesmas Mendoyo dr. Yoan Anis Setyowati, korban murni meninggal karena gantung diri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kapolsek Mendoyo Kompol A.A. Sukasana dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Korban diduga putus asa karena penyakitnya tidak kunjung sembuh. (kmb)
Bali Post/kmb
DISEMAYAMKAN - I Ketut Winarma yang meninggal karena gantung diri disemayamkan di rumah duka.
Telepon Penting
jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087
Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110
Negara (Bali Post) -
Puluhan prajurit TNI Kodim 1617/Jembrana diingatkan kembali terkait netralitas dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ini. Anggota diminta untuk tidak memengaruhi istri dan anak maupun orang lain yang telah memiliki hak pilih guna memilih calon tertentu. Hal tersebut disampaikan Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri M Hanok saat pembinaan netralitas TNI di Aula Kodim 1617/ Jembrana, Kamis (21/2) kemarin. Dalam pembinaan prajurit ini, juga menghadirkan pembicara dari Bawaslu Jembrana dan KPU Jem-
brana. Dandim menegaskan bahwa TNI tidak terlibat dalam politik praktis. Namun, bagi keluarga prajurit TNI maupun pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan TNI memiliki hak pilih untuk menentukan pilihan dan agar jangan golput. Sebagai wujud netralitas, anggota
TNI dilarang memengaruhi istri, anak maupun orang lain, seperti mengarahkan maupun memilih calon tertentu. Dandim mengingatkan sanksi bagi anggota yang tidak netral akan dihukum pidana sesuai hukum militer. Melalui giat pembinaan
Pembangunan ’’Pamelastian’’ di Pengambengan untuk Kenyamanan ’’Melasti” dan ’’Pitra Yadnya“
Negara (Bali Post) – Pemkab Jembrana akan segera merealisasikan bantuan untuk nyangkepin genah melasti di Segara Pengambengan. Genah melasti yang baru di-pelaspas, Selasa (19/2) lalu itu dibangun berdasarkan keinginan pangempon dari sembilan desa pakraman di Kecamatan Negara agar umat merasa nyaman, tertib dan ning saat pamelastian. Majelis Alit Kecamatan Negara I Nengah Sudama, Kamis (21/2) kemarin menjelaskan, genah melasti ini dibangun berawal dari keinginan pangempon supaya umat bisa merasa nyaman, tertib dan ning saat pamelastian dan upacara pitra yadnya. Selanjutnya, bersama pangempon di Kecamatan Negara membersihkan lahan tersebut agar bersih. Karena lokasi pamelastian ini perlu sejumlah fasilitas, dilakukan pembangunan dengan berbagai sumber bantuan. Pertama, dari Kementerian Agama senilai Rp 50 juta dan telah teralisasi untuk bale gong. Selanjutnya dana swadaya Rp 31,5 juta dari sembilan desa pakraman (masing-masing Rp 3,5 juta) untuk genah joli, terealisasi. Sedangkan bangunan lainnya, yakni Padmasana senilai Rp 81 juta, bantuan pribadi dari Putu Supadma Rudana Rp 50 juta dan sisanya oleh Nengah Tamba. Selain itu, panitia juga mengajukan proposal bantuan ke Bupati Jembrana sebesar Rp 200 juta untuk nyangkepin (melengkapi) sarana pembangunan genah pamelastian. Saat upacara pamelaspasan lalu, pihaknya telah mendapatkan kepastian dalam waktu dekat di tahun 2019 ini akan direalisasikan. “Kami menyampaikan betul-betul terima kasih atas bantuannya ini, yang (menurut kami) cukup besar,” kata Sudama. Sudama sangat berterima kasih kepada siapa pun yang tergerak membantu pembangunan genah melasti ini termasuk dari Pemkab Jembrana untuk kepentingan bersama. Pihaknya berharap nantinya genah melasti ini bisa digunakan umat secara baik. Selain untuk pamelastian dan pitra yadnya, juga untuk Segara Kertih. “Kami menghormati keinginan Pak Gubernur untuk yadnya Segara Kertih, semoga ini bisa terlaksana
dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Pak Bupati,” ujarnya. Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kabupaten Jembrana I Nengah Subagia menyambut baik dengan adanya pembangunan genah pamelastian di Pengambengan ini. Pihaknya berharap bendesa selaku prajuru desa fokus pada pelayanan umat dan senantiasa berbuat bagaimana umat bisa melaksanakan swadarma dan kewajiban agamanya dengan aman dan nyaman. (kmb26)
netralitas di TNI ini, ditekankan profesionalisme TNI melalui sikap netral dalam penyelenggaraan pemilu. TNI khususnya Kodim 1617/Jembrana juga senantiasa mendukung suksesnya penyelenggaraan pemilu di Jembrana yang langsung luber dan jurdil. Anggota Bawaslu Jembrana Ni Made Wartini dalam pemaparannya di hadapan para prajurit juga menekankan terkait netralitas TNI itu. Pihaknya
mengharapkan agar netralitas TNI dijaga, demi terwujudnya pemilu yang aman serta penyelenggaraan pemilu yang luber dan jurdil. Sementara itu, Komisioner Divisi Humas Sosialisasi, Pendidikan Pengembangan SDM dan Organisasi KPU Jembrana Made Widiastra menyebutkan bahwa netralitas TNI dalam pemilu selain bersikap netral juga tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis. (kmb26)
Bali Post/kmb26
SURAT SUARA – Proses menyortiran dan pelipatan surat suara dilakukan di GOR Baluk melibatkan 110 orang tenaga. Di hari pertama pelipatan, ditemukan 164 lembar surat suara pilpres yang rusak.
164 Surat Suara Pilpres Rusak
Negara (Bali Post) – KPU Jembrana, Kamis (21/2) kemarin mulai melakukan pelipatan surat suara Pemilu 2019. Pada hari pertama pelipatan surat suara yang dilakukan di Gedung Olahraga (GOR) Baluk itu difokuskan pada surat suara pemilihan presiden. Pelipatan surat suara selain diawasi KPU, juga Bawaslu Jembrana dan aparat keamanan. Hingga sore kemarin, pada saat proses pelipatan yang melibatkan 110 orang tenaga pelipat ini ditemukan 164 surat suara Pilpres yang rusak. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengatakan, pelipatan dan penyortiran di hari pertama kemarin untuk surat suara pilpres. KPU mengerahkan 110 orang untuk tenaga pelipatan dan sortir dibagi menjadi 11 kelompok. Hingga kemarin sore, tercatat sudah 88 dus dengan total 176.000 lembar surat suara yang dibuka untuk disortir. Namun dari jumlah tersebut, saat dilakukan pelipatan ada 164 lembar yang rusak. ‘’Rusaknya ada yang robek, cetakan tidak jelas, kotor menutupi gambar dan lain-lain. Yang rusak ini nanti kita laporkan termasuk kekurangan,’’ terang Tangkas. Sementara jumlah surat suara pilpres yang kondisinya baik dan telah dilipat se-
banyak 175.232 lembar. Bila jumlah yang rusak ditambah dengan kekurangan surat suara sebelumnya, surat suara pilpres yang kurang totalnya 768 lembar. Menurut Tangkas, setelah pelipatan surat suara pilpres, akan dilanjutkan dengan pelipatan surat suara DPD, DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. Ditargetkan dalam waktu sepekan ini, pelipatan bisa rampung dilakukan untuk semua surat suara. Dari pengamatan kemarin, pelipatan dilakukan selama seharian dengan waktu jeda makan siang. Pelipatan berakhir pukul 16.00 Wita dan dilakukan perekapan jumlah surat suara yang rusak dan kekurangan. Surat suara yang sudah dilipat selanjutnya dibungkus dalam plastik dan ditaruh kembali di dalam dus tempat semula. Sementara itu, Bawaslu Jembrana mengerahkan 10 orang yang bertugas melakuka n p e ng a w a s a n. K e t u a Bawaslu Jembrana Pande Ady Muliawan mengatakan, 10 pengawas ini disebar untuk memastikan proses pelipatan surat suara berjalan dengan baik. Selain dari Bawaslu Kabupaten, juga dari anggota Panwascam (kecamatan). Namun 10 orang tersebut dibagi dalam dua shift, yakni masingmasing 5 orang pagi dan sore. (kmb26)
Karangasem
Jumat Pon, 22 Februari 2019
11
Gunung Agung Keluarkan Embusan Besar Amlapura (Bali Post) Sejak beberapa hari belakangan ini, Gunung Agung terlihat terus mengeluarkan asap dari puncak kawah. Bahkan, intensitas embusan asap yang keluar itu cukup besar. Seperti Kamis (21/2) kemarin, asap keluar dengan ketinggian mencapai 250-300 meter di puncak kawah. Kondisi itu menandakan aktivitas Gunung Agung masih relatif tinggi. Namun, status gunung tertinggi di Bali itu masih tetap berada pada level III (Siaga - red). Petugas Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang, I Dewa Made Mertayasa, Kamis (21/2) kemarin, mengatakan sejak beberapa hari belakangan, ini, asap embusan itu terus-menerus keluar dari puncak Gunung Agung. Dari pengamatannya, untuk aktivitas kegempaan vulkanik termasuk masih cukup tinggi. “Sejak beberapa hari terakhir, memang beberapa kali terjadi embusan yang intensitasnya cukup besar. Bahkan sekarang ini, kepulan asap yang dikeluarkan dari kawah Gunung Agung lumayan besar, yakni mencapai ketinggian 250-300 meter di puncak kawah,” katanya. Pemicu embuan itu, kata
Mertayasa, akibat pipa magma sudah terbuka. Dengan pipa magma terbuka, bila terjadi hujan lebat, maka Gunung Agung itu pasti akan mengeluarkan asap relatif besar. Makanismenya, karena terjadi air hujan itu bertemu panas magma yang ada di dasar kawah Gunung Agung itu. “Embusan atau asap yang terus keluar ini juga diakibatkan adanya gempa vulkanik dan tektonik lokal. Sehingga gas fluida yang ada di perut Gunung Agung itu terus keluar. Karena gas– gas itu terus keluar, maka potensi terjadi erupsi besar jadi kecil kemungkinannya. Erupsi pasti tejadi, tetapi di radius empat kilometer,” katanya. (kmb41)
KELUARKAN ASAP - Gunung Agung terus mengeluarkan asap di puncak kawah.
Selesai Sebelum Nyepi
Pelipatan Surat Suara Dikebut Amlapura (Bali Post) Pelipatan surat suara terus dikebut oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem. Kamis (21/2) kemarin, proses pelipatan sudah sampai ke surat suara untuk pemilihan DPRD Kabupaten. Pelipatan yang melibatkan warga dari lereng Gunung Agung itu dilakukan di GOR Gunung Agung Amlapura. Ketua KPU Karangasem, I Gede Krisna Adi Widana, Kamis kemarin, mengatakan untuk saat ini, proses pelipatan surat suara sudah sampai pelipatan surat suara pemilihan DPRD Karangasem. Proses pe-
lipatan surat suara itu ditargetkan tuntas Minggu (24/2) lusa. “Karena itu, pelipatan surat suara itu terus dikebut. Pelipatan surat suara sudah harus selesai sebelum Nyepi. Pelipatan melibatkan ratusan orang yang kebanyakan ibu-ibu dari lereng Gunung Agung,” ujarnya. Ada suatu proses relatif ketat, ketika melakukan pelipatan surat suara itu ke GOR. Kata Krisna, mereka tidak diperkenankan membawa barang-barang bawaan. “Petugas tidak boleh membawa jaket, tas, ponsel, termasuk alas kaki,”
katanya. Salah seorang petugas pelipat surat suara, Ni Made Sutami, mengatakan, semua petugas memang tidak diizinkan membawa barang-barang bawaan. “Saya mulai bekerja pukul 08.00 Wita dan pulang pukul 16.00 Wita,” ujarnya. Sutami menambahkan, kalau sehari-harinya ia hanya berprofesi sebagai petani. Setelah ada informasi lowongan mencari tukang pelipatan surat suara dari KPU, akhirnya dia mendaftar. “Terkait upah, saya belum tahu berapa nanti diberikan honorarium,” katanya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
Gaji Pegawai Kontrak Belum Dibayar ari 2019 belum dibayarkan. Biasanya gaji sudah masuk pada awal bulan. Tetapi anehnya hingga memasuki tanggal 22, gaji itu tidak kunjung cair. ”Gaji bulan Januari memang belum cair. Biasanya awal bulan gaji sudah masuk. Paling lambat gaji masuk tanggal 10. Tapi bulan Januari hingga sekarang belum cair. Saya berharap gaji itu bisa segera dicairkan. Jadi,
saya sampai minjam uang untuk biaya hidup seharihari,” ujarnya. Hal senada disampaikan pegawai kontrak lainnya. Menurutnya, beban pekerjaan pegawai kontrak itu relatif berat. Sayang hak-hak pegawai itu dikesampingkan. Mengingat sampai saat ini, gaji tak kunjung cair. Lantaran belum cairnya gaji, hal itu membuat ada kesulitan pihaknya menanggung biaya
BELUM TERIMA GAJI – Sejumlah pegawai kontrak di lingkungan Pemkab Karangasem belum menerima gaji bulan Januari.
hidup keluarganya seharihari. “Bukan saya saja yang mengeluh gaji itu tidak cair. Saya kurang tahu apa penyebab sampai sekarang gaji belum juga cair. Biasanya awal bulan, gaji sudah masuk. Pegawai kontrak lain juga sama mengeluhkan hal itu. Jelas hal ini bisa mengganggu kinerja pegawai. Semoga saja gaji bisa segera cair. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari itu, saya ngutang, karena hanya mengandalkan gaji,” ujar sumber lainnya. Kepala BPKAD Karangasem I Nengah Mindra mengatakan, jika pihaknya membayar gaji bila ada amprah dari OPD bersangkutan. “Kami sifatnya membayar gaji itu dengan didasarkan ada pengajuan amprah dari OPD. Bisa jadi, pegawai kontrak itu belum menerima gaji bulan Januari ini karena belum diaprah OPD-nya. Bila ada amprah dari OPD, pasti segera dibayarkan,” Tegas Mindra. (kmb41)
tamaan gender itu. “Keberadaan perempuan harus diperhatikan lewat program atau kegiatan yang dirancang dengan baik di desa/ lurah,” harapnya. Segala program yang digelar itu harus adil. Karena itu, kata Rusniati, kegiatan di desa, tidak melulu hanya melibatkan
Wanita juga bisa dilibatkan di desa lebih-lebih di rumah wanita justru berperan sentral. Wanita itu perlu diberikan program-program efektif dan konstruktif, dalam rangka mempercepat terjadinya peningkatan kesejahteraan di dalam keluarga dan masyarakat desa itu sendiri. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Gaji bulan Januari sejumlah pegawai kontrak di lingkungan Pemkab Karangasem belum dibayar sampai saat ini. Kondisi itu membuat pegawai kontrak itu mengeluh. Pegawai berharap gaji yang merupakan haknya itu bisa segera dicairkan. Salah seorang pegawai kontrak yang minta identitasnya dirahasiakan, mengatakan, memang gaji per bulan Janu-
Bali Post/kmb41
Pengarusutamaan Gender Percepat Pembangunan di Desa
Bali Post/kmb41
SURAT SUARA - Petugas saat melipat surat suara di GOR Gunung Agung Amlapura.
Amlapura (Bali Post) Para perbekel dan lurah se-Karangasem mengikuti sosialisasi pengarusutamaan gender untuk mempercepat pembangunan di desa secara lebih luas. Kegiatan yang menjadi tanggung jawab Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) itu digelar di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Kamis (21/2) kemarin. Tidak kurang 50 perbekel atau lurah ambil bagian pada acara yang dibuka Sekretaris Dinas I Gede Sukerana itu. Kabid Pemberdayaan Perempuan (DP3A) Karangasem Ni Wayan Rusniati mengatakan, tujuan sosialisasi ini diminta kepada para perbekel dan lurah agar lebih memahami program pengarusutamaan gender. Nantinya, diharapkan pengalokasian dana desa itu juga harus melihat pengarusu-
pria. Namun, wajib ada kegiatan yang menyentuh kalangan perempuan. Seperti pelatihanpelatih kreatif yang melibatkan kaum ibu-ibu PKK. Hematnya, keterampilan antara pria dan wanita itu harus seimbang jalannya. Jadi, tidak jomplang. Intinya, dikreasi relatif seimbanglah.
Bali Post/kmb41
SOSIALISASI GENDER - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) melaksanakan kegiatan sosialisasi pengarusutamaan gender, di Wantilan Kantor Bupati Karangasem.
Jaga Lingkungan Tetap Lestari
Polsek Kubu-Manggis Bersih-bersih Sampah Plastik Jajaran Polsek Kubu dan Manggis melaksanakan aksi bersih-bersih sampah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Kamis (21/2) kemarin. Giat itu dilakukan guna meminimalisasi keberadaan sampah plastik secara nasional serta untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari. Apakah yang diharapan dari warga agar mereka ikut memberikan kontribusi utamanya penanganan sampah itu efektif dilakukan?
Bali Post/kmb41
SAMPAH PLASTIK - Aksi bersih-bersih sampah yang dilakukan anggota kepolisian dari Polsek Kubu dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional.
KAPOLSEK Kubu AKP I Komang Sura Maryantika mengatakan, kegiatan aksi bersih-bersih sampah yang dilakukan ini selain melibatkan anggotanya, uga mengajak unsur TNI Koramil Kubu, unsur Camat Kubu, unsur staf Desa Kubu, guru-guru dan siswa SMP serta SMA/K Kubu. Giat bersih-bersih sampah plastik itu digelar serangkaian memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Pihaknya mengajak semua elemen masyarakat senantiasa bersama-sama den-
gan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab dan peduli terhadap sampah. Idealnya, kesadaran itu sudah dimulai dari lingkungan terkecil lingkup rumah tangga, sekolah dan tempat bekerja. Jika bisa dilakukan secara terintegrasi seperti itu maka sangat efektif untuk mendukung pelestarian lingkungan. “Kita harus bisa memilahmilah mana termasuk sampah organik, sampah non-organik atau plastik. Sampah plastik misalnya ratusan tahun mence-
mari lingkungan. Mengingat, sampah plastik memerlukan waktu lama diurai di alam. Karena itu, mari kita menjaga lingkungan ini agar tetap bersih, dan bebas utamanya dari sampah plastik itu,” ujar Sura Maryantika. Sementara itu, hal yang sama juga dilakukan Polsek Manggis. Menurut Kapolsek Manggis Kompol I Nengah Subangsawan, aksi bersihbersih sampah plastik itu bertempat di UPST (Usaha Pengolahan Sampah Terpadu) “Kepah Asri” dengan melibatkan anggota Polsek Manggis, Polsek Kawasan Laut Padangbai dan Satpol Air Polres Karangasem. Kata dia, setelah aksi bersih-bersih sampah itu dilanjutkan korve, memisahkan sampah plastik, dan demonstrasi cara pengolahan sampah organik. “Kita harus mengetahui cara mengolah sampah organik dan memisahkan dengan sampah non-organik. Sehingga
dapat membantu mengurangi sampah plastik secara nasional,” katanya. Kades Sengkidu I Wayan Darpi mengatakan, UPST Kepah Asri berdiri sejak tahun 2010. UPST itu merupakan sumbangan Dinas PUPR, melalui PNPM Mandiri Provinsi Bali saat itu berbarengan dengan program Provinsi Bali yaitu Bali Greend and Clean. Selain dibantu bangunan UPST itu juga dua unit armada pengangkut sampah dan satu unit mesin pengolahan sampah organik. “UPST Kepah Asri adalah memisahkan sampah organik dan non-organik. Sementara sampah organik diolah di tempat ini. Sedangkan sampah non-organik dibawa ke TPA Kabupaten Karangasem. Ke depannya akan diberlakukan bank sampah. Masing-masing KK wajib memisahkan sampah organik dan non-organik sebelum diangkut petugas,” tegas Darpi. (nan)
KLUNGKUNG
12
Jumat Pon, 22 Februari 2019
Pura Watu Klotok Steril dari Pedagang
Bali Post/kmb31
DIPERSOALKAN - Gedung baru Perbekel Selat yang pengerjaannya baru mencapai 60 persen. Pembangunannya dipersoalkan setelah ada surat kaleng yang mengganggap pembangunannya ada mark-up harga tanah.
Kasus Gedung Perbekel Selat
Pemilik Tanah Minta Ungkap Pengirim Surat Semarapura (Bali Post) Polda Bali kian mendalami kasus pembangunan gedung Kantor Perbekel Selat, Klungkung. Bahkan, penyidik kembali turun ke lapangan, Rabu (20/2) lalu, dan memeriksa sejumlah pihak, mulai dari perbekel, panitia pengadaan tanah, panitia pembangunan, beberapa klian banjar dinas hingga pemilik tanah di Mapolsek Klungkung. Pada kesempatan itu, pemilik tanah Putu Tika Winawan meminta penyidik mengungkap siapa pengirim surat kaleng itu kepada Polda Bali. Sebab, nama yang tercantum sebagai pengirim, katanya, sejatinya tidak ada orangnya di Desa Selat. Mantan legislator DPRD Klungkung ini saat dihubungi Kamis (21/2) kemarin menegaskan, bagaimana mungkin pihak kepolisian melakukan penyelidikan atas dasar laporan dari pihak yang tidak jelas. Sebab, posisi masalah seperti ini bisa menjadi rawan fitnah. Dia tidak ingin perbekel, panitia pengadaan tanah dan panitia pembangunan, yang sudah berkorban bekerja keras dan menghabiskan waktu untuk proses ini, kemudian menjadi sorotan, atas persoalan yang tidak jelas dari pihak mana datangnya. “Jangan mereka dikorbankan, hanya karena surat kaleng,” kata Putu Tika Winawan. Pihaknya berharap aparat penegak hukum menyelidiki siapa sejatinya pengirim surat kaleng tersebut. Agar informasi yang beredar jelas, dan tidak
menjadi fitnah bagi pihak-pihak yang sudah bekerja maksimal. Selain itu penegak hukum bisa memberikan kesan adil dalam melakukan penyelidikan. Pada kesempatan itu, Putu Tika juga mengklarifikasi langsung kepada penyidik soal penjualan tanah tersebut. Desa membeli seluas enam are seharga Rp 150 juta per are. Pembayarannya dilakukan bertahap. Tahun pertama dibayar Rp 450 juta, sisanya Rp 450 juta dibayar lunas setahun kemudian. Dia juga heran, adanya isu mark-up harga tanah. Padahal, logikanya, dia sebagai pemilik tanah yang sah bisa menjualnya dengan harga berapa pun. Sementara harga Rp 150 juta, sudah didapat setelah pihak desa sendiri melakukan survei di sejumlah tempat dan harganya jauh lebih mahal dari itu. Padahal, lokasi tanahnya jauh lebih strategis. “Saya sebenarnya ingin membantu desa. Soalnya anggarannya katanya sudah dipasang, tetapi belum dapat lokasi tanah. Tanah saya dilihat strategis, lalu ditawar saya sepakat, biar pembangunan juga berjalan. Saya ini
juga tahu aturan, berbekal pengalaman menjadi wakil ketua DPRD Klungkung,” kata Putu Tika. Penyidik juga dikatakan menyinggung soal nilai NJOP. Tetapi, menurut Putu Tika, bukan itu yang menjadi standar jual beli, melainkan kesepakatan antarpenjual dan pembeli. Mengenai prosedur, mantan Perbekel Selat Wayan Sudiana, sebelumnya menyampaikan prosesnya sejak awal sampai sekarang, sudah dilakukan sesuai prosedur. Melibatkan Tim Penaksir Harga untuk menentukan harga tanah hingga Tim Pengadaan Tanah untuk menentukan lokasi paling strategis dipakai kantor baru. Bahkan, sering berkoordinasi dengan camat. Dia justru balik mempertanyakan, dari mana dapat logika adanya mark-up harga tanah. Padahal, prosesnya sudah dilakukan secara transparan. Bahkan, BPD Selat juga dikatakan selalu dilibatkan dalam proses sosialisasi. Menurutnya, dipilihnya lokasi tanah saat ini, karena di lokasi lain sudah tidak ada lagi lahan yang strategis dengan
harga terjangkau. Lokasi yang sekarang dipilih adalah yang paling strategis, karena dekat dengan puskesmas. Selain dari sisi harga, sudah yang paling terjangkau. Kebetulan, pemiliknya Putu Tika Winawan, juga bersedia menjual karena merasa menjadi bagian dari pembangunan desa sebagai tokoh masyarakat yang dipercaya di desa itu. “Bagaimana ini dikatakan mahal. Di tempat lain itu ada yang jual sampai Rp 200 juta per are. Bahkan ada yang Rp 250 juta. Malah lokasinya kurang strategis. Ini sudah syukur dikasi harga Rp 150 juta per are. Malah, pembayarannya dibijaksanai agar bisa bertahap,” kata Sudiana. Seperti diberitakan sebelumnya, Pembangunan gedung Kantor Perbekel Desa Selat, Kecamatan Klungkung, mulai dipersoalkan. Ini menyusul adanya surat pengaduan perihal ketidakberesan itu kepada Polda Bali, hingga membuat jajaran Ditreskrimsus Polda Bali turun tangan ke Desa Selat, belum lama ini, mengambil sejumlah berkas untuk proses penyelidikan. Menyikapi situasi ini, pihak Desa Selat pun melalui Sekretaris Desa Ketut Ariawan, sudah tegas membantah seluruh isu miring yang dikaitkan dengan pembangunan Kantor Perbekel Desa Selat. (kmb31)
SOSOK Dimintakan Pengganti SEBANYAK 101 ibu rumah tangga direkrut KPU Klungkung untuk melakukan proses penyortiran dan pelipatan kertas surat suara, di lantai II gudang logistik KPU Klungkung. Hasilnya, petugas menemukan banyak kertas surat suara yang rusak, seperti mengkerut, robek dan kotor. Surat suara yang rusak demikian akan dibuatkan berita acara dan dilaporkan ke KPU Pusat agar diberikan penggantinya. Demikian disampaikan Ketua KPU Klungkung Gusti Lanang Mega Saskara saat dihubungi, Kamis (21/2) kemarin. Setiap surat suara yang rusak, sudah diminta dikumpulkan sesuai kerusakannya, agar mudah dihitung dan dilaporkan. Sejauh ini proses pelipatan masih berlangsung, dengan upah yang bervariasi. Tidak ditentukan, kapan target penyelesaiannya. “Nilai upahnya baru saja disepakati. Setiap surat suara nilai upah melipatnya berbeda,” kata Gusti Lanang Mega Saskara yang baru beberapa bulan memimpin KPU Klungkung ini. Untuk surat suara Pemilu Presiden upah melipatnya hanya Rp 50 per lembar, surat suara DPD RI sebesar Rp 85 per lembar dan surat suara DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, masingmasing sebesar Rp 120 per lembar. Proses pelipatan surat suara dipusatkan di gudang logistik dari pagi sampai sore. Total, kebutuhan surat suara di seluruh Klungkung mencapai lima kali 163.282, sesuai jumlah surat suara yang akan dicoblos setiap pemilih sebanyak lima lembar, untuk Pemilu Presiden, Pemilu DPR Pusat, Pemilu DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. Ini sudah termasuk tambahan dua persen surat suara cadangan. Sementara, total jumlah pemilih sesuai DPT sebanyak 160.080 orang dengan jumlah TPS sebanyak 619 TPS. (gik)
Semarapura (Bali Post) Pemerintah daerah terus menata lingkungan Pura Watu Klotok menjelang upacara melasti Karya Panca Wali Krama. Setelah menata parkir, pedagang kaki lima dan warungwarung kecil juga ditertibkan. Areal Pura Watu Klotok harus steril dari pedagang, untuk menghindari kesan kumuh. Sehingga umat dapat melakukan persembahyangan dengan nyaman. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta terus melakukan monitoring penataan pantai dan area Pura Watu Klotok. Dia ingin memastikan infrastuktur telah siap untuk menyambut pamedek yang akan melaksanakan upacara melasti, awal Maret nanti. Area pantai yang sebelumnya tinggi dan tidak beraturan, kini sudah tampak rata dan bisa untuk dilalui kendaraan. Namun saat memantau area Pura Watu Klotok, tepatnya di area Wantilan Jaba Pura, rupanya masih ada pedagang di sana. Selain itu sampah plastik juga tampak masih berserakan. Ini karena tidak aktifnya petugas kebersihan setempat. Padahal, Bupati Suwirta
mengaku telah menempatkan dua petugas kontrak tenaga kebersihan untuk area pura tersebut. Namun, faktanya hanya ada seorang pangempon pura yang menyapu ketika tahu kedatangan bupati. Atas kondisi tersebut bupati kemudian menginterogasi para pedagang itu. Pedagang tidak tahu kalau ada larangan berjualan di area jaba pura. Namun, beberapa pedagang mengaku menyetorkan uang sebesar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu, kepada seseorang yang mengaku sebagai pangempon pura untuk uang kebersihan. Tidak mau mendengar banyak alasan, Bupati Suwirta langsung memerintahkan seluruh pedagang untuk segera mengangkat keluar dagangannya dan berjualan di tempat yang telah ditentukan. “Jangan berjualan di sini. Areal pura harus steril dari pedagang, karena ini lokasi sembahyang,” kata Bupati Suwirta, Kamis (21/2) kemarin. Terhadap para
petugas kebersihan yang kedapatan tidak ada yang bekerja, Bupati Suwirta akan segera mengambil tindakan dengan memberikan peringatan tertulis. “Kita tengah berupaya menciptakan kenyamanan kepada seluruh pamedek yang akan melaksanakan prosesi melasti dari Pura Agung Besakih menuju Pura Watu Klotok ini, semoga para pedagang tertib dan menjaga kebersihan lingkungannya berjualan,” ujar Bupati asal Nusa Ceningan ini. Proses monitoring akan terus dilakukan, sampai menjelang umat datang saat melasti. Sedangkan penataan untuk jangka panjang juga sudah direncanakan dengan menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman, segera membuat perencanaan. (kmb31)
Bali Post/kmb31
PEDAGANG - Bupati Suwirta saat monitoring ke areal Pura Watu Klotok. Areal Pura ini steril dari pedagang.
Peringati HPSN, Ratusan Personel Polisi Turun ke Pantai Klotok
Semarapura (Bali Post) Pantai Klotok kini menjadi pusat perhatian. Sebab, tempat ini akan dijadikan lokasi upacara melasti serangkaian Karya Panca Wali Krama Pura Agung Besakih. Melihat pentingnya acara tersebut, masyarakat turun melakukan aksi bersihbersih sampah, Kamis (21/2) kemarin. Demikian juga ratusan personel dari Polres Klungkung, juga turun melakukan gotong royong, sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), 21 Februari 2019. Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana mengatakan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin membangkitkan semangat menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi, lingkungan di sekitar Pura Watu Klotok dan garis pantainya, sebagai tempat suci yang harus dijaga kebersihannya. Ini sesuai dengan tema HPSN tahun ini, yakni kelola sampah untuk hidup bersih, sehat dan bernilai. Ini menurutnya juga sebagai salah satu cara untuk mewujudkan Polri yang humanis, dekat dengan masyarakat, tokoh agama dan para pemuda. Sehingga, Polres Klungkung dapat memaksimalkan peran dan fungsinya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. “Pemkab Klungkung sudah melakukan penataan, sementara kita dari kepolisian bantu dengan menggerakkan masyarakat membersihkan lingkungan sekitar agar umat nanti dapat beribadah dengan nyaman,” katanya. Polres Klungkung menerjunkan 267 personel ke lokasi Pantai Klotok. Aksi dilakukan
sejak pagi hingga siang, dan mengumpulkan beberapa karung sampah. Sebelumnya, memperingati HPSN ini, aksi bersih lingkungan juga dilakukan di Pantai Temeling dan di sekitar pinggiran Tukad Unda oleh personel Sat Polair Polres Klungkung. Dipilihnya lokasi di Pantai Temeling, sebab di sana masih banyak ditemukan sampah plastik minuman kemasan dan bungkus makanan serta sampah lainnya di kawasan pantai tersebut. Hal ini membuat kawasan pantai yang sebenarnya cantik jadi tidak lagi indah. Turunnya seluruh personel Sat Polair ini, juga sebagai bentuk kegiatan mengisi Hari Peduli Sampah Plastik, pada 21 Februari 2019. Sat Polair juga ingin menggugah kesadaran masyarakat dan pihak lainnya untuk senantiasa menjaga lingkungan sekitar. “Karena itulah
diharapkan agar masyarakat yang berkunjung ke lokasi wisata khususnya ke pantai, tidak membuang sampah sembarangan agar kawasan pantai yang merupakan salah satu aset kita ini bisa terjaga kebersihan dan keindahannya,” tegas Kepala Sat Polair AKP I Nyoman Arnawa. Selain di Pantai Temeling, aksi bersih sampah plastik juga dilakukan kawasan pinggiran Kali Unda. Di sana juga banyak ditemukan sampah plastik hasil kiriman dari hulu, ketika air Kali Unda naik saat terjadi hujan lebat. Dari hasil turun langsung di dua tempat ini, Sat Polair mengumpulkan belasan karung sampah plastik. Aksi ini juga sebagai bentuk dukungan Sat Polair terhadap program Pemerintah Provinsi Bali, yang semakin gencar menyatakan perang terhadap sampah plastik. (kmb31)
Bali Post/kmb31
BERSIH-BERSIH - Ratusan personel polisi saat melakukan aksi bersih-bersih di sekitar Pura Watu Klotok.
Hadiri Rakernas Gerakan Indonesia Bersih di Jakarta
Bupati Suwirta akan Percepat Penyusunan Perbup Kebersihan
RAKERNAS - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri acara rapat kerja nasional (rakernas), pusat dan daerah, serta launching Gerakan Indonesia Bersih di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gedung Manggala Wanabakti, Kamis (21/2) kemarin.
BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri acara rapat kerja nasional (rakernas), pusat dan daerah, serta launching Gerakan Indonesia Bersih di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gedung Manggala Wanabakti, Kamis (21/2) kemarin. Rakernas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan itu dihadiri Gubernur, Wali Kota, Bupati serta para Kepala Dinas Lingkungan Hidup di seluruh Indonesia. Dalam amanatnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengatakan, fokus Program Gerakan Indonesia Bersih memberikan penekanan pada penyempurnaan peraturan perundang-undangan (deregulasi) pemberian kemudahan bagi perusahaan/swasta/ lembaga yang melakukan
pengelolaan sampah. Peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang perilaku hidup bersih dan sehat. Pengembangan sistem pengelolaan sampah yang holistik dan terintegrasi termasuk kali bersih, sarana dan prasarana pelayanan publik. Mengutamakan peran serta masyarakat dalam menunjang perilaku bersih dan sehat. Serta peningkatan penegakan hukum di bidang kebersihan dan kesehatan lingkungan. Selain itu, program 100-0-100 juga diharapkan dapat dituntaskan di masing-masing pemerintah daerah. Program 100% yang pertama itu, bagaimana akses air minum terpenuhi untuk masyarakat tercapai 100 persen, untuk 0% yang kedua adalah bagaimana kawasan kumuh itu hilang hingga target 0 persen, sedangkan 100% yang ketiga
adalah bagaimana sanitasi lingkungan terpenuhi dengan baik. Pada kesempatan itu Bupati Nyoman Suwirta mengatakan, pihaknya akan mempercepat pembuatan Perda/Perbup tentang kebersihan karena dengan hal ini akan mempercepat dalam mendapatkan insentif. Di bawah Dinas PU Pera, PDAM dan Dinas Kesehatan, program 100-0-100 sudah berjalan di Kabupaten Klungkung. Seratus persen yang pertama, PDAM akan mengusahakan memenuhi 100% sambungan hibah air minum sebanyak 1.600 sambungan rumah kepada masyarakat berpenghasilan rendah di empat kecamatan. Untuk 0% yang kedua, berdasarkan indikator yang ada tentang kawasan kumuh, Klungkung sudah nol (0) persen. Untuk 100% yang terakhir yakni tentang sanitasi, Klungkung
baru mencapai 60%. Hal ini dikarenakan pemenuhan 100% sambungan air belum terpenuhi. Namun Bupati Suwirta yakin ke depan akan tercapai 100% sambungan hibah air minum. Terkait persoalan sampah di Klungkung Bupati Suwirta mengaku akan fokus pada TOSS. Ketika acara rakernas berakhir, Bupati Suwirta bergegas menemui Menteri PU Pera dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan menyodorkan materi yang berisi gambaran tentang sistem pengolahan sampah TOSS. Bupati berharap dengan diketahuinya sistem TOSS ini para menteri tersebut akan tertarik untuk mengamati secara langsung serta mendukung, sehingga TOSS di Klungkung dapat berjalan optimal dalam pengurangan sampah. (ad742)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Pon, 22 Februari 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dicari Cepat Guru SD Pendidikan PGSD Hub.08123882798
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
B.BP.001.02.19.0000723
AKUNTANSI
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818
G.06
WAITER
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818
G.07
DRIVER
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur
G.08
Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps. Gaji 2Jt SMS WA 0816571027
*Dcr Receptionist,Therapist,OB Reborn Spa,Jl.SunsetA1 P:766744 B.BP.001.02.19.0000492
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
B.BP.004.02.19.0000576
Cr:Kepala Accounting/Financial Control(FC)S1,Akuntansi, ngerti pajak,Brevet A/B.penglm min3th max 47th.L/P,krm CV ke hrd@bal inusawindumas.com,081999660972 B.BP.001.02.19.0000695
Guru Bahasa Bali,min.S1&penglm di bidangnya, bs Bhs.Ing. CV ke YTMG, Jl.Cokroaminoto 382 Dps/ jobapplybali@gmail.com
B.BP.004.02.19.0000729
Sopir/Driver untuk Pabrik di Tabanan , Pengalaman Hub.Dewi:081236222509 B.BP.031.02.19.0000693
Dcr Tenaga Bersih2 u.di Villa/ Cafe Tidak Perlu Pengalaman Hub.Sktr Jam 10-4,081338908041 B.BP.001.02.19.0000710
Teknisi AC, min SMK & penglm di bidangnya. CV ke YTMG, Jl.Cokroaminoto 382 Dps / jobapplybali@gmail.com B.BP.004.02.19.0000730
Dicr House Keeping u/Homestay di Canggu.Hubungi:081237594915 B.BP.001.02.19.0000715
Sgr staf Adm Acc&Adm Gdg, Min SMA,bisa Kompt,Loyal,Jujur, mau bljar&bkrj Keras u/Pershn manufaktur di Sanur.Lamran ke 66 Pottery Bali 085100623366 B.BP.004.02.19.0000692
B.BP.004.02.19.0000725
B.BP.001.02.19.0000720
Dcr Krywti utk RM.Babi Guling Nusa2 Gj1,5Jt+Mkn 085339909202
Dicari Sales Merangkap Penagihan Pria/Wanita H.081337452299
Kuta Townhouse Apartments Looking for Driver&Experience Chef for Preparation&Control Stock Send CV to hrd@kutatownhouses .com or Call 082144450099
B.BP.001.02.19.0000734
B.BP.004.02.19.0000732
B.BP.004.02.19.0000727
Dcr:Tkg Masak u/Psr Kuliner di Legian.0818553392/081212810595
SERVICE
DIJUAL MOBIL
SERVICE
TOUR
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
RUPA-RUPA
Dicari Waiter/ess, Gril. Kirim CV ke Warung Subak Peguyangan 0361410940, 085100436702 B.BP.001.02.19.0000696
Krj Resmi Australi Kontrak 3th 6,30Jt Bs PR H.081999924825 B.BP.001.02.19.0000719
Lwngan Posisi: waiter/ss,Bar, Ktchn Staff & DW. Jl.Pantai Berawa-Canggu.Tlp081999474828 E: agung@soulfoodmob.com B.BP.004.02.19.0000713
Owner 7 Luxurius Villas in Seminyak is looking for English Speaking Experienced Butler.CP:081238321945 B.BP.001.02.19.0000638
Need Urgently Experienced Butler Required With Light cooking Experience. Please Contact 081238321945 B.BP.001.02.19.0000639
Staf Oprasional Paket Pria 18-30 thn Only WA:081999575838 B.BP.001.02.19.0000642
Sopir L300 & Sales.Blm Menikah Insentif,UM,Gaji, 081999251555 B.BP.001.02.19.0000644
RUPA-RUPA
PROPERTY
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944
Djl Tnh Jl.Jayagiri VII Renon Hrg 600Jt/Are LT 7,17 Lok.Elit Hub:085953774779
G.04
PROPERTY DISEWAKAN KANTOR
Disewakan Ruang u/Kantor,Jln Ry Puputan 35 Dps.08123681251 B.BP.001.02.19.0000637
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tnh Kvl di Mengwi 130Jt/A & 80Jt/A Bs Kredit. 087862450004 B.BP.001.02.19.0000709
Dijual Kav 200m2 Kutuh Bdg DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub.08174792678/081805374433 B.BP.004.01.19.0000855
Dijual Tnh 2Are Hak Milik di Sanur Hub.08123882798 B.BP.001.02.19.0000722
B.BP.001.02.19.0000681
Tanah 150M2 10Mnt ByPass 5Mnt Simpang6Neg800JtH08111072500 B.BP.001.02.19.0000636
PROPERTY DICARI TANAH
Dcr Tanah 2Ha,skt Jl. Ida Bagus Mantra, Gianyar, cocok untuk sekolah nasional swasta. Harga murah. Tdk perlu pinggir jln besar, boleh masuk. Lebar jln min 6 mtr. Tnp Calo.Email data ke nasional2019bali@gmail.com B.BP.004.02.19.0000728
PROPERTY DIJUAL RUKO
Dijual Ruko Lt3 Perum Dalung Rp.1M,081315832747/08123949180 B.BP.001.02.19.0000193
PROPERTY DISEWAKAN GUDANG
Dikontrkn Gudang + Kantor,Luas Gudang1125M2,LT13Are,PLN3500 Sumur Bor,KT5,KM2.Jln A.Yani Utara.085238063577(Harga Bagus B.BP.001.02.19.0000714
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.02.19.0000572
Dana Cepat Jaminan BPKB Mobil/Motor Hub.081916395815 B.BP.001.02.19.0000658
KEHILANGAN Buku KIR Grand Max DK 9906 BW An.Stephan Pelapelapon B.BP.001.02.19.0000711
BIRO JASA
BUC Sewa/Jual Ruko Rp.2,5M 2Lt SHM 104/170 tepi Jalan Cokroaminoto Hub Nego cpt087856227779
Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409
B.BP.033.02.19.0000726
B.BP.001.02.19.0000578
BANGLI
14
Jumat Pon, 22 Februari 2019
Peringati Hari Peduli Sampah Nasional
Polres Lakukan Bersih-bersih
Bali Post/kmb40
BERSIH SAMPAH - Personel Polres Bangli bersama TNI, Dinas Lingkungan Hidup, Bhayangkari, pelajar dan masyarakat melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah di areal Jembatan Merah sampai jalan menuju areal Pura Sudamala, Banjar Adat Sedit, Kelurahan Bebalang.
Anggaran yang Dikelola Desa Lebih Besar Dibanding OPD
Bangli (Bali Post) Sebanyak empat pick-up sampah berhasil dikumpulkan dalam aksi bersih-bersih yang dilaksanakan Polres Bangli di wilayah LC Uma Aya tepatnya dari areal Jembatan Merah sampai jalan menuju areal Pura Sudamala, Banjar Adat Sedit, Kelurahan Bebalang, Bangli, Kamis (21/2) kemarin. Kegiatan yang melibatkan personel TNI, Dinas Lingkungan Hidup, pelajar dan masyarakat setempat ini, dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Aksi bersih-bersih sampah dipimpin langsung Wakapolres Bangli Kompol I Made Krisnha. Dalam kegiatan ini dilakukan juga deklarasi peduli sampah oleh seluruh komponen yang terlibat. Adapun isi deklarasi menyatakan bahwa masyarakat dan kaum milenial Kabupaten
Bangli peduli sampah dan mengajak untuk bersama-sama mengelola sampah demi hidup bersih, sehat dan bernilai. Kompol Made Krisnha mengatakan, Hari Peduli Sampah Nasional pertama kali dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada 21 Februari 2006. Di Kabupaten Bangli, Hari Peduli Sampah Nasional tahun ini diperingati Polres Bangli dengan melaksanakan kegiatan pembersihan dan pemungutan sampah. Dalam kesempatan tersebut, Kompol Krisnha mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sampah agar dibuang pada tempatnya, jangan dibakar. Lewat upaya itu diharapkan tercipta lingkungan yang senantiasa asri dan bersih. ‘’Dengan terbiasa hidup bersih maka kita akan terhindar dari penyakit,’’ katanya. (kmb40)
Perbekel Diingatkan Selalu Berhati-hati
Bangli (Bali Post) -
Anggaran yang dikelola desa-desa di Kabupaten Bangli jauh lebih besar dibandingkan anggaran yang dikelola masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Satu OPD rata-rata hanya mengelola anggaran Rp 300 juta sampai Rp 500 juta, sedangkan desa bisa mengelola anggaran Rp 5 miliar hingga Rp 13 miliar. Hal itu diakui Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat hadir menjadi narasumber Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa yang diikuti oleh perbekel se-Kabupaten Bangli di ruang Pertemuan RSJ Provinsi Bali, Rabu (20/2). Menurutnya, besarnya dana yang dikucurkan pemer-
intah ke desa-desa membuktikan kemampuan aparatur pemerintah desa di Kabupaten Bangli sudah diakui sangat baik. Ia pun mengapresiasi aparatur pemerintah desa di Bangli dalam mengelola anggaran yang ada. Sedana Arta menilai, karena mengelola anggaran yang sangat besar, aparatur pemerintah desa khususnya
perbekel mampu menata kelola keuangan dengan baik, sehingga di Bangli sampai saat ini tidak ditemukan catatan-catatan merah terkait pengelolaan keuangan desa. ‘’Saya sangat mengapresiasi kemampuan dan kinerja aparatur pemerintah desa di Bangli. Bayangkan, dengan sumber daya manusia (SDM) yang sangat terbatas,
satu orang kepala desa, satu orang sekretaris, tiga orang kaur dan tiga orang kasi, mampu mengelola anggaran yang sangat besar. Jadi, saya sangat mengapresiasi ini,’’ katanya. Dia mengingatkan bahwa besarnya anggaran yang masuk ke desa tentu kegiatankegiatan yang ada di desa akan menjadi objek perhatian banyak pihak, baik Inspektorat maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Oleh karenanya, perbekel selalu diingatkan berhati-hati dalam melaksanakan kegiatan mulai dari perencanaan,
pelaksanaan hingga laporan kegiatan. ‘’Mengingat besarnya uang Kabupaten Bangli yang masuk ke desa, saya minta aparatur desa bisa merencanakan kegiatan dengan baik. Karena dengan pola baru, kesalahan perencanaan juga bisa dijadikan indikasi korupsi. Jadi, saya minta aparatur desa khususnya perbekel lebih berhati-hati dalam membuat suatu perencanaan dan menjadikan aturan sebagai acuan kerja,’’ papar wabup asal Desa Sulahan, Susut, itu. (kmb40)
TMMD di Peninjoan, Kodim akan Libatkan Warga Binaan Bangli (Bali Post) Kodim 1626/Bangli akan melibatkan warga binaan Rutan Bangli dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-104 di Desa Peninjoan, Tembuku. Sesuai agenda, kegiatan TMMD ke-104 bakal berlangsung selama sebulan mulai 26 Februari hingga 27 Maret mendatang. Komandan Kodim (Dandim) 1626/Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto, Kamis (21/2) kemarin, menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan dalam program TMMD ini berupa fisik dan nonfisik. Untuk keg i a t a n f i s i k d i l a ku ka n pembukaan, pengerasan dan pengaspalan badan jalan dari Banjar Tampuagan menuju Banjar Dukuh Penarukan dengan panjang 1,5 meter dan lebar 5 meter. Selain itu, dilaksanakan kegiatan fisik lainnya berupa pembuatan dinding penahan tanah/senderan di sekitar lokasi dan bedah rumah. Untuk mendukung kegiatan pembuatan jalan tersebut, Pemkab Bang-
li memberikan bantuan dana yang bersumber dari APBD Bangli sebesar Rp 1,4 miliar. ‘’Sementara untuk kegiatan nonfisik kami akan adakan penyuluhan seperti penyuluhan bela negara, hukum, narkoba, KB, kesehatan, perpajakan, pertanian dan lain sebagainya,’’ jelasnya. Jumlah personel yang dilibatkan dalam TMMD kali ini sebanyak 150 orang dari TNI dibantu Polri. Kegiatan TMMD juga melibatkan masyarakat. ‘’Tujuan utama kegiatan TMMD ini bukan hanya menyasar pembangunnya fisik jalan, melainkan untuk memupuk semangat kebersamaan dan gotong royong. Jangan sampai semangat gotong royong di masyarakat luntur,’’ ungkap Andy Pranoto. Berbeda dari pelaksanaan TMMD sebelumnya, dalam TMMD kali ini Kodim 1626 Bangli akan melibatkan sejumlah warga binaan Rutan Bangli. Terkait rencana itu, Kodim telah melakukan koordinasi dengan pihak Rutan. Rencananya warga
binaan yang dilibatkan adalah yang memiliki kemampuan pertukangan dan masa tahannya sudah hampir habis atau segera bebas. ‘’Kebetulan Rutan punya program untuk warga binaannya yang akan segera bebas. Dalam TMMD kali ini kami lakukan program itu dengan melibatkan mereka pada TMMD di Peninjoan. Dengan demikian diharapkan para warga binaan bisa lebih siap mentalnya sebelum kembali ke masyarakan,’’ jelasnya. Perwira asal Kota Salatiga, Jawa Tengah ini menambahkan, agar program TMMD ini bisa berjalan sukses dan selesai tepat waktu, Kodim 1626 Bangli telah melaksanakan kegiatan PraTMMD sejak 15 Januari hingga 20 Februari lalu. Dalam kegiatan ini, Kodim bersama masyarakat melakukan pembukaan badan jalan. Untuk menandai dimulainya kegiatan TMMD, akan dilaksanakan upacara pembukaan di Lapangan Umum Desa Peninjoan. (kmb40)
Penderita HIV/AIDS Terus Bertambah Bangli (Bali Post) – Angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bangli terus bertambah dari tahun ke tahun. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Bangli, jumlah penderita HIV/AIDS hingga akhir 2018 tercatat mencapai 424 kasus. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Bangli dr. Nengah Nadi didampingi Kasi Penanggulangan Penyakit I Nyoman Sudarma mengatakan, angka 424 tersebut merupakan jumlah komulatif kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bangli yang terhitung sejak 2006. Dari jumlah kasus itu, enam penderita terdata merupakan anak di bawah umur (15 tahun) yang masih duduk di bangku sekolah dan dua lainnya anak yang baru lahir dari seorang ibu yang positif HIV. Dijelaskannya, penyebaran virus HIV selama ini kebanyakan disebabkan oleh hubungan seks yang tidak sehat dan berganti-ganti pasangan. Di samping itu, ada juga yang disebabkan karena penggunaan jarum suntik bergantian dan penularan saat proses persalinan yang dilakukan dengan cara normal. “Kalau penggunaan jarum suntik biasanya yang
paling berpotensi adalah penggunaan jarum tindik atau tatoo secara bergantian, bisa juga jarum untuk penggunaan narkoba,” terangnya. Orang yang terjangkit HIV biasanya tidak langsung bisa terlihat/terdeteksi. Ada jangka waktunya tergantung kekebalan tubuh. Dicontohkan, mereka yang terkena HIV akibat hubungan seks dengan orang berisiko HIV, baru akan muncul gejalanya 10-15 tahun kemudian. Itu jika kekebalan tubuhnya bagus. “Yang terlihat sekarang positif kemunginan mereka sudah terjangkit 10 hingga 15 tahun lalu karena masa window-nya lama,” ujarnya. Untuk menekan penyebaran virus HIV di Bangli, pihaknya di Dinas Kesehatan selama ini telah melakukan sejumlah upaya di antaranya sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat. Di samping itu, upaya menekan kasus HIV/AIDS juga dilakukan dengan melaksanakan lombalomba seperti KSPAN dan membentuk kader desa peduli AIDS dan narkoba. “Upaya-upaya yang dilakukan sudah banyak di seluruh Bangli secara terintegrasi,” jelas Nengah Nadi. (kmb40)
Letkol Cpn. Andy Pranoto
Bali Post/kmb40
Sang Nyoman Sedana Arta
Bali Post/kmb40
Pengesahan Empat Ranperda Bakal Ditunda Bangli (Bali Post) – Dua Pansus DPRD Bangli kabarnya meminta perpanjangan waktu untuk membahas empat rancangan peraturan daerah (ranperda) sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah (perda). Dengan adanya permintaan perpanjangan waktu, otomatis pengesahan empat buah ranperda tersebut menjadi tertunda. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua pansus yang dibentuk untuk membahas empat ranperda, yakni Pansus I dan Pansus II, telah menyampaikan laporan kerjanya secara informal ke Ketua DPRD Bangli belum lama ini. Dalam laporannya, kedua pansus sama-sama meminta perpanjangan waktu untuk melakukan pembahasan ranperda yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Empat ranperda yang selama ini dibahas Pansus I dan Pansus II DPRD Bangli, yakni Ranperda tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, Ranperda tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Ranperda tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah dan Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Kepelabuhanan.
Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata saat dikonfirmasi, Kamis (21/2) kemarin, tak menampik bahwa dua pansus yang dibentuk untuk membahas empat ranperda samasama meminta perpanjangan waktu. Alasan permintaan perpanjangan waktu karena ada beberapa aturan perundangan yang mengalami perubahan. “Jadi, dalam penyusunan ranperda ini ada beberapa peraturan pemerintah dan peraturan menteri yang dipakai acuan. Sekarang peraturan itu ada yang mengalami perubahan,” terangnya. Menurutnya, jika ranperda yang digodok tidak disesuaikan dengan peraturan yang baru, perda yang dilahirkan nantinya akan menjadi mubazir. “Kalau ditetapkan dengan peraturan lama, sementara ada aturan baru turun, kan tidak berlaku lagi perda yang kami buat,” jelasnya. Kutha Parwata mengatakan, permintaan perpanjangan waktu itu sejauh ini baru disampaikan Pansus I dan Pansus II secara informal. Secara resminya hal itu akan disampaikan dalam rapat paripurna pada 25 Februari mendatang. Kemudian pihak Badan Musyawarah (Bamus) akan merapatkannya untuk menentukan jadwal pembahasan lebih lanjut. (kmb40)
15
Jumat Pon, 22 Februari 2019
Menata Palemahan
Secara Instan
‘’Sampai sekarang saya menjabat di periode kedua, program meliputi parahyangan, pawongan, palemahan itu kami seimbangkan,’’ ujarnya. Pria kelahiran 14 Desember 1970 ini mencontohkan realisasi dari parahyangan dengan pelaksanaan upacara yang digelar secara maksimal di wilayah Desa Pakraman Padangtegal, Ubud. ‘’Yadnya sudah maksimum kita laksanakan. Bahkan, Juli mendatang kita berencana melaksanakan Jagat Kertih dan Wana Kertih dalam bentuk upacara Pacaruan Agung,’’ kata bapak tiga orang anak ini. Tidak hanya itu, pria yang sempat menjadi Kepala Lingkungan Padangtegal Kaja ini juga sudah merealisasikan program yang menata palemahan. Salah satunya, keseriusannya mengatasi kemacetan dan parkir liar di Ubud. ‘’Persoalan ini kita atasi dengan pembuatan central parkir dengan kapasitas 1.500 mobil, sehingga parkir liar bisa diatasi,’’ tegasnya.
Wayan Mertha
Klinik Lontar DESA Adat Dukuh Penaban, Karangasem, dikenal dengan komitmen pelestarian lontar. Sebab, Dukuh Penaban memiliki Museum Pustaka Lontar. Untuk tetap menjaga dan melestarikan keberadaan lontar tersebut, dibutuhkan keseriusan, sehingga keberadaan lontar semakin dikenal oleh masyarakat luas. Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya, S.E. mengatakan, langkah yang dilakukan pihaknya dalam melestarikan lontar adalah dengan melakukan perayaan Saraswati bersama di Museum Pustaka Lontar. Bagi warga yang memiliki koleksi lontar di rumahnya, langsung dibawa ke museum untuk diupacarai. Selain itu, pihaknya juga telah membangun klinik lontar yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang berkaitan dengan lontar. ‘’Dengan adanya klinik lontar ini, kita dapat melayani dan membantu warga apabila ada warga yang memiliki lontar tapi tidak bisa membacanya. Begitu juga membantu warga yang memiliki lontar tapi mereka tidak bisa merawatnya,’’ katanya. Suarya menambahkan, untuk menjaga kelestarian lontar, pihaknya juga rutin melakukan pembersihan lontar-lontar warga minimal enam bulan sekali saat menjelang hari raya Saraswati. Agar lontar Dukuh Penaban bisa semakin dikenal, pihaknya juga bakal mengadakan perpanjangan kerja sama dengan pihak kampus, komunitas perajin lontar dan menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan orang banyak.
I Made Gandra
Dedikasi Tinggi
I Nengah Suarya
Jro Mangku Widiartha
MENJAGA budaya Bali meghadapi tantangan yang cukup besar. Warisan budaya yang sudah ada sejak turun-temurun harus terus dijaga dengan baik agar tidak punah. Seperti yang diucapkan Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha, untuk mengawal budaya yang ada, harus penuh dengan keseriusan dan penuh dedikasi tinggi. Yang terpenting, tidak boleh terlepas dari yadnya. ‘’Paradigma sosial, agama, adat dan budaya harus kita rekonstruksikan pemikiran dengan cara tatanan hidup di Bali yang tidak boleh lepas dari yadnya, punia dan kerthi,’’ ujarnya. Ia menambahkan, yadnya secara niskala tidak mengurangi tatanan pakem, dresta upakara yang ada dan selalu mengacu landasan dengan tattwa, susila dan upacara. Sedangkan yadnya sekala yakni dengan meningkatkan sumber daya manusia. Di mana, menanamkan ajaran agama Hindu menjadi keyakinan dan landasan segenap kegiatan umat Hindu dalam semua perikehidupan. ‘’Ajaran agama Hindu mengarahkan pertumbuhan tata masyarakat umat Hindu dan menyeimbangkan pelaksanaan ajaran agama Hindu dalam masyarakat antara tattwa, susila dan upacara. Dengan begitu, dapat mengembangkan hidup rukun atarumat beragama,’’ katanya. (Tim BP)
Jumat, 22 Februari 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi Mepala Sukertaning Pemangku ( 6 ) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Yudha Kanda 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:05 Wita Dialog Merah Putih Artha Buana Investama 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV
12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Sesana Kepemangkuan Lan Serati Banten (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Githa Shanti Sekha Shanti SD 5 Denpasar (1) 17:05 Wita Taman sari TK Widya Yowana (1) 17:05 Wita Solusi Alternatif
Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Solusi Alternatif Reiki Ling Chii 21:00 Wita Bali Now Seniman Ogoh-ogoh 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Angantelu 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:05 Wita Bali Channel
Tentunya, dunia seni yang kini melambungkan namanya itu tidak diterjuninya secara instan. Namun, melewati proses panjang selama berpuluh-puluh tahun. Pergulatannya yang intensif dengan dunia seni ini membuat Putri Suastini terketuk hatinya melihat generasi muda sekarang yang cenderung berjarak dengan bidang seni dan budaya. Karenanya, ia berharap sekolah lebih mengakrabkan siswasiswi dengan seni budaya. Dalam konteks ini, ia mengharapkan para guru mampu tampil sebagai teladan. Keseriusan menggeluti dunia seni telah mengantarkan Putri Suastini berkali-kali menorehkan prestasi di kancah nasional. Misalnya, lomba MC, teater, atau lomba baca puisi tingkat nasional. Puisi dan teater merupakan dua bidang seni sastra yang begitu lekat dengan Putri Suastini. Khusus untuk puisi, karena sering membawakan versi yang diakulturasikan dengan mantra kuno, maka membuat dirinya kerap dijuluki sebagai penyair mantra. Kepiawaiannya melantunkan puisi dengan totalitas penghayatan yang mampu ‘’menyihir’’ para penonton, membuat dirinya sering mendapat undangan pentas di kota-kota besar di Indonesia.
Berusaha Tampil Maksimal USIA yang sudah tidak muda lagi tak menjadi halangan bagi Nyoman Subrata alias Petruk untuk tampil menghibur penonton. Seniman drama gong legendaris asal Kelurahan Kawan, Bangli ini masih aktif pentas mengisi acara seni yang digelar masyarakat di desa-desa. ‘’Masih sering keliling. Februari 2019 ini saja sudah ada belasan kali pentas,’’ ujarnya. Pria yang sudah menekuni seni drama gong sejak tahun 1967 ini
mengaku masih aktif berkesenian karena kecintaannya terhadap seni drama gong. Masih tingginya antusias masyarakat untuk menyaksikan dirinya pentas, juga menjadi penyemangat untuk tetap tampil di panggung. Di tengah usianya yang sudah kepala tujuh ini, seniman yang dulu kerap tampil berpasangan dengan Wayan Tarma alias Dolar (alm) ini tak menampik aktivitasnya menghibur penonton di panggung seni kerap membuatnya merasa kelelahan. Meski demikian, dia selalu berusaha tampil semaksimal mungkin. Selama ini, dia juga berusaha tidak menolak tawaran dan undangan yang datang dari masyarakat.
’’Mantri Buduh’’ yang Jadi Rektor M E N J A D I seniman bukan cita-citanya sejak kecil. Dia begitu bangga kalau sukses menjadi seorang guru. Maklum, di era 1982-an menjadi guru adalah citacita wajib seorang anak desa dari keluarga kurang mampu. ‘’Ternyata di tengah jalan, saya begitu mencintai dunia Arja,’’ ujar seniman Arja Dr. Made Suarta, S.H., M.Hum. yang kini menjabat sebagai Rektor IKIP PGRI Bali. Selain kiprahnya untuk memajukan dan mengembangkan Arja muani (pria), akademisi bergelar doktor ini tak malu turun ke desadesa untuk ngayah ngigel dan ngengkal (istilah matembang Arja - red). Bahkan sebagai seorang dosen, ia banyak menghasilkan karya ilmiah di bidang pelestarian budaya dan sastra Bali. Sambil mengajar, Made Suarta sejak 1999 menjadi pemeran Arja mantri buduh di Sekaa Coblong Pamor. Sekaa Arja muani pertama di Bali. Lucunya, ia menjadi seniman Arja karena otodidak, hanya melihat, merekam dan melakoni. Prestasi akademiknya juga lumayan yakni tiga kali meraih dana Dikti bidang budaya. (tim BP)
Nyoman Subrata
Made Suarta
Pelanggaran Pidana ‘’Kami lagi mengkaji masalah personal ini, apakah ini memang personal, apakah akses itu informasi yang bisa diakses oleh publik. Ini perlu kita juga bicarakan ke depan dan juga didiskusikan di Bawaslu, untuk menentukannya ada atau tidaknya pelanggaran-pelanggaran pidana atau tidak,’’ ujar Rahmat Bagdja dalam diskusi ‘’Batasan Norma dalam Debat Capres’’ di Gedung DPR, Kamis (21/2) kemarin. Hadir pembicara lainnya anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi merangkap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin merangkap Ketua DPP PDI Perjuan-
gan Maruarar Sirait. Rahmat menjelaskan, dalam tata tertib yang dibuat KPU tidak dijelaskan mengenai personal itu seperti apa. ‘’Kami juga sudah menanyakan kepada KPU personalnya seperti apa? Memang diatur tidak boleh menyinggung masalah personal antara pasangan 01 dan 02. Itu yang akan kita bicarakan dengan teman-teman KPU nanti berdasarkan kajian perkara ini,’’ ujarnya. Ketua DPP PDI-P Marurar Sirait menilai apa yang disampaikan Jokowi di debat capres tersebut bukan serangan pribadi, karena penguasaan, pengelolaan dan atau kepemilikan lahan itu sudah masuk ke ranah publik. ‘’Tapi, agar lebih fair dan adil kita serahkan masalah itu ke Bawaslu dan KPU selaku penyelenggara pemilu. Silakan Bawaslu dan
KPU yang putuskan,’’ kata Maruarar yang juga anggota Komisi XI DPR-RI ini. Sementara itu, anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon, menyebut pernyataan Jokowi merupakan serangan pribadi, melanggar etika dan norma. ‘’Yang namanya debat itu
harus bicara substansi. Karenanya ke depan, formatnya harus diubah. Capres sampaikan visi-misi dulu baru ditanyakan. Sehingga tahu mana yang punya visi, manager, tukang dan lain-lain,’’ tegas Fadli Zon yang juga Wakil Ketua DPR-RI ini. (kmb4)
balipost http://facebook.com/balipost
Barcelona – Lewis Hamilton merasa lebih baik dari sebelumnya menjelang musim balap F1 2019 yang diprediksinya akan menjadi yang paling menantang sejak dirinya bergabung dengan Mercedes. Pembalap Inggris berusia 34 tahun ini menikmati perjalanan nyaris sempurna untuk mengamankan gelar kelima tahun 2018. Dia memenangkan 11 dari 21 balapan untuk mengalahkan pembalap Ferrari Sebastian Vettel dengan dua perlombaan tersisa. ‘’Ferrari sangat kuat. Tampaknya mereka memiliki paket yang lebih baik dari tahun lalu, yang berarti itu akan menjadi tantangan yang lebih besar bagi kami,’’ ujar Hamilton di Barcelona pada hari ketiga pengujian pra-musim, Kamis (21/2) kemarin. Hamilton mendapat kontrak baru dua tahun yang memberinya 40 juta poundsterling (52 juta dolar AS) per musim. ‘’Saya merasa dalam kondisi terbaik yang pernah saya alami. Ini adalah musim baru, tahun baru, babak baru dan kami harus melakukan pendekatan seperti ini adalah yang pertama. Kami akan menjadi nomor satu, itulah cara saya mendekatinya,’’ katanya. Misi Hamilton untuk meraih gelar keenam kalinya dimulai di Grand Prix Australia, Melbourne pada 17 Maret. Di lintasan, Kvyat memimpin daftar waktu dalam 134 putaran saat Williams mengeluarkan mobil baru dari garasi setelah absen dalam dua hari pertama. (afp/kmb)
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Jumat Pon, 22 Februari 2019
Hamilton Merasa Tertantang
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
Piala Indonesia
Bali United Ingin Hasil Sempurna
Gianyar (Bali Post) – Berbekal kemenangan 1-0 di Lamongan, Bali United hanya perlu bermain seri melawan tamunya Persela Lamongan pada laga kedua babak 16 besar Piala Indonesia di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (22/2) malam ini pukul 20.00 Wita. Meski begitu, tim Serdadu Tridatu bertekad memetik kemenangan untuk menyempurnakan kelolosan ke babak delapan besar.
Tim Djarum Kudus Gagal ke Semifinal
Bandung (Bali Post) – Tim putri Djarum Kudus harus menelan kekecewaan karena gagal melaju ke semifinal setelah kalah 1-4 dari Mutiara Cardinal Bandung di putaran ketiga Grup Y Djarum Superliga Badminton 2019. Dalam pertandingan di Sabuga Bandung, Kamis (21/2) kemarin, Jaya Raya Jakarta unggul 4-1 atas Berkat Abadi di Grup X, sedangkan tim putra Berkat Abadi unggul 3-2 dari Daihatsu Astec di Grup A. Hingga putaran ketiga kejuaraan ini, Djarum Kudus baru mengantongi satu poin. Jaya Raya Jakarta yang menjadi juara Grup X akan menghadapi Shaisunkan Nihon-Unisys yang menjadi runner-up Grup Y. Pasangan ganda putri Djarum Kudus, Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva, mengaku bermain dengan santai meski ada tekanan untuk menang demi mengejar pengumpulan poin bagi klubnya di Grup Y. ‘’Kami mainnya santai saja, tidak merasa ada beban walaupun mungkin ada tekanan supaya harus menang,’’ kata Fadia. Saat menghadapi pasangan Maretha Dea/Yulfira Barkah (Mutiara Cardinal), Ribka/Fadia menang dengan skor 21-18, 17-21, 21-15. Keduanya sempat membangun kekompakan dalam sesi latihan sebelum kejuaraan. (ant)
Bali Post/wan
INCAR – Bek sayap Bali United I Made Adhika Wijaya (kiri) mengincar kemenangan atas Persela di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (22/2) malam ini.
Pelatih Bali United Stefano Cugurra tidak mau pasukannya cuma bermain imbang untuk mendapat tempat di babak perempatfinal. ‘’Seri saja sudah cukup tapi kami tak mau mengecewakan para penonton dan suporter kami. Jadi, kami harus menang. Saya sudah menyiapkan taktik dan strategi yang tepat, tetapi apa itu, saya tidak bisa utarakan sekarang,’’ ujarnya di Gianyar, Kamis (21/2) kemarin. Soal keinginan asisten pelatih Persela Danur Dara mematikan pergerakan pemain andalan Bali United, Paulo Sergio dan Stefano Lilipaly, ia tidak mempermasalahkan itu. ‘’Dua pemain kami itu memang pemain bagus, jadi wajar jika Persela ingin mematikan pergerakannya. Kalau mereka menggunakan cara itu, pastinya kami juga memiliki taktik dan strategi sendiri. Silakan matikan pergerakan Sergio dan Lilipaly, karena pemain kami lainnya justru akan lebih berbahaya,’’ kata pelatih yang akrab disapa Teco ini. Menurut Danur Dara, pemainnya harus mematikan pergerakan Paulo Sergio dan Lilipaly agar Bali United sulit mengembangkan permainan. Untuk melakukan itu dan mampu membalas kekalahan di Stadion Surajaya pada Senin lalu, ia meminta para pemainnya kerja keras dan berjuang maksimal. ‘’Kami seharusnya tak kalah di kandang. Kami mestinya menang kalau saja
empat peluang emas bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain kami. Empat peluang itu sudah 100% gol, tapi nyatanya gagal. Itulah yang kami benahi,’’ tegasnya. Andhika Wijaya Sementara itu, bek sayap Bali United I Made Andhika Pradana Wijaya angkat bicara terkait kemenangan timnya di kandang Persela. ‘’Kemenangan di Lamongan mesti dipertahankan. Saya ingin membawa Bali United bisa menang lagi di Stadion Dipta dan lolos pada babak selanjutnya,’’ ungkapnya ditemui usai latihan sore di Lapangan Tri Sakti, Legin, seperti dikutif dari situs Bali United. Terkait pertemuannya dengan penyerang sayap Persela, Sugeng Efendi, ia mengatakan hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya. Seperti yang diketahui, Andhika dan Sugeng Efendi pernah bermain satu tim di Bali United U-21 tahun 2016 lalu. ‘’Sugeng Efendi adalah pemain yang lincah dan sangat kuat berlari. Saya harus fokus terhadap pergerakan dia dan pemain Persela lainnya,’’ tutur Andhika. Andhika tampil penuh selama 90 menit saat laga pertama di Lamongan. Konsistensinya di sektor kanan pertahanan Bali United menjadi salah satu kunci yang membuat tim Serdadu Tridatu tidak kebobolan. (kmb)
Liga Champions
City Belajar dari Laga di Schalke PESERTA - Peserta turnamen cricket Piala Bupati Gianyar 2019.
Bali Post/ist
Tim Cricket Gianyar Boyong Piala Bupati Gianyar (Bali Post) Tim cricket putri Gianyar sukses memboyong Piala Bupati Gianyar 2019 dalam turnamen nomor sixers-sixers kategori umum di Lapangan Astina, Gianyar, 11-17 Februari lalu. Juara II direbut Red Ants, juara III tim SMAN 1 Blahbatuh (Blasman) dan juara IV tim SMAKTA. Untuk kategori SMA/K putra, tampil sebagai juara SMAN 1 Gianyar A disusul SMAN 1 Gianyar B, SMAN 1 Blahbatuh dan SMA Silakarang. Sektor putri dimenangkan SMAN 1 Gianyar A diikuti SMAN
1 Gianyar B, SMAN 1 Blahbatuh dan SMKN 1 Tampaksiring. Kategori SMP putra dijuarai SMPN 2 Sukawati A dibayangi
SMPN 2 Sukawati B, SMPN 2 Blahbatuh B dan SMP Keramas A. Di bagian putri, SMPN 2 Gianyar berjaya diikuti SMPN 2 Sukawati A, SMP Keramas dan SMP Sukawati B. Juara tingkat SD putra disabet SD Sukawati, disusul SD 4 Tulikup B, SD 4 Tulikup C dan SD Medahan B. Di sektor putri, SD Sukawati keluar sebagai juara dibayangi SD Medahan B, SD 4 Tulikup B, dan SD 4 Tulikup C.
K e t u a Umum Pengkab PCI Gianyar Made Erawan yang dikontak, Kamis (21/2) kemarin, menyatakan turnamen Piala Bupati ini melibatkan 44 tim dan dibuka Ketua Umum PP PCI Dr. H.M. Samsudin. Ajang tingkat SD, SMP dan SMA/SMK ini bertujuan meny-
osialisasikan olahraga cricket. ‘’Kami di Gianyar masih perlu pemassalan olahraga cricket,’’ tuturnya.
Sementara untuk kategori umum dalam rangka Gianyar menyiapkan tim putri untuk skuad Porprov dan mengikuti seleknas pembentukan tim SEA Games 2019 di Filipina. ‘’Jadi, melalui cricket ini kami ingin membawa prestasi dari Gianyar menuju nasional,’’ ucap Erawan. (022)
Schalke – Manchester City tidak akan merebut gelar Liga Champions musim ini kecuali mau belajar dari kemenangan dramatis 3-2 atas tuan rumah Schalke 04 pada laga pertama babak 16 besar di Gelsenkirchen, Jerman, Kamis (21/2) pagi kemarin. City masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan di laga kedua pada 12 Maret mendatang. ‘’Kami tidak akan melangkah jauh dalam kompetisi ini kecuali kami membaik. Pada akhirnya kualitas (Leroy) Sane dan (Raheem) Sterling membuat perbedaan. Hasilnya sangat bagus, tetapi kami memberikan dua penalti pertama dan kartu merah, jadi kami tidak siap bertarung untuk Liga Champions,’’ kata manajer City Pep Guardiola usai pertandingan. City benar-benar dalam kesulitan ketika tertinggal 1-2 pada 22 menit tersisa saat Nicolas Otamendi dikeluarkan dari lapangan. Beruntung Sane dan Sterling membuat gol dalam lima menit terakhir. Schalke memimpin setelah RAYAKAN – Penyerang Manchester City Raheem Sterling merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Schalke.
mendapat penalti yang keduanya dikonversi oleh Nabil Bentaleb. Ia membatalkan gol pembuka oleh Sergio Aguero untuk City. Sane kemudian melakukan tendangan bebas yang menakjubkan untuk menyamakan kedudukan ke gawang klub yang ditinggalkannya pada 2016 itu. ‘’Saya ingin menembak dari posisi itu karena saya sudah mencetak gol dari sana dan gol itu memberi kami kepercayaan diri, yang membuat kami menang. Kami tidak memulai dengan baik, tetapi saya senang kami menang dan mendapatkan tiga gol adalah bagus,’’ sebutnya. Pelatih Schalke, Domenico Tedesco, hampir tidak bisa menyembunyikan frustrasinya. ‘’Kalah 3-2 jelas mengecewakan. Adalah penting belajar dari ini. Kami membuat dua gol, meskipun itu penalti. Kami hanya perlu lebih pintar dalam situasi tertentu,’’ sebut Tedesco. Sementara itu, misi Liga Champions Cristiano Ronaldo dengan Juventus terhenti ketika Atletico Madrid memastikan kemenangan 2-0 di Wanda Metropolitano. Ronaldo menikmati kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya di turnamen ini bersama Real Madrid, tetapi gol dari Jose Gimenez dan Diego Godin menempatkan Atletico di depan untuk lolos ke perempatfinal. ‘’Kami belum lolos. Ada pertandingan lain untuk dimainkan dan kami tahu kami harus menderita. Untungnya kami tidak kebobolan,’’ ungkap pelatih Atletico, Diego Simeone. ‘’Karena 2-0 adalah hasil yang dapat dibalik, kami belum mati,’’ tegas bos Juventus, Massimiliano Allegri. (afp/kmb)
Piala AFF-U-22
Indonesia Wajib Menang Melawan Kamboja Phnom Penh – Tim Nasional Indonesia wajib menang atas tuan rumah Kamboja pada laga penyisihan terakhir Grup B Piala AFF U-22 di Stadion Nasional, Phnom Penh, Jumat (22/2) malam ini. Indonesia harus menentukan nasib sendiri untuk lolos ke babak semifinal tanpa terpengaruh hasil yang terjadi pada duel Malaysia melawan Myanmar yang digelar lebih awal. Saat ini Indonesia berada di urutan kedua klasemen dengan koleksi 2 poin di bawah Kamboja (6) yang sudah memastikan diri sebagai juara grup dan lolos ke semifinal, serta di atas Malaysia (1) dan Myanmar (1). Tuan rumah lolos setelah mengalahkan Myanmar 2-0 dalam laga kedua penyisihan grup di
Stadion Nasional, Phnom Penh, Rabu (20/2) malam. Untuk itu, Timnas Indonesia U-22 berusaha membenahi pertahanan menjelang laga pamungkas penyisihan. Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri akan lebih melakukan pendekatan individual dalam upaya pembenahan tersebut, mengingat sulit memperbaiki kekurangan tim hanya dalam sehari. ‘’Kesalahan dan kekurangan tim itu tidak bisa diperbaiki dalam satu hari, harus cukup waktu. Tapi kami benahi secara individu, bicara sama mereka kenapa, perbaikannya bagaimana. Pasti akan kami beri solusi kepada pemain,’’ ujar Indra selepas sesi latihan di Lapangan Western University, Phnom Penh, Kamis (21/2) kemarin. Lini belakang Indonesia
di dua pertandingan bermain dalam tingkat kedisiplinan yang cukup baik, namun hal itu tak mampu membendung tiga gol yang sudah masuk ke gawangnya sejauh ini. Di laga melawan Myanmar, Indonesia cukup meninggalkan lubang besar di sektor kiri pertahanan. Samuel Christianson Simanjuntak kerap terlihat lambat menutup areanya sendiri dalam situasi transisi menyerang ke bertahan. Bahkan gol yang dicetak Myanmar juga lahir dari sisi kiri di mana ruang itu terbuka karena ditinggalkan oleh Samuel. Sementara pada laga kedua melawan Malaysia, Indonesia cukup lengah mengantisipasi bola-bola mati. Akibatnya, kedua gol Harimau Malaya lahir dari situasi bola mati yakni
tendangan bebas dan sepak pojok. Kelemahan mengantisipasi bola mati menjadi evaluasi utama Indonesia menjelang menghadapi Kamboja. ‘’Sebab, walaupun Kamboja tidak punya pemain tinggi, mereka memiliki pemain yang cukup baik,’’ tambah asisten pelatih Nova Arianto. Nova juga mengisyaratkan bahwa lini belakang Garuda Muda bukan tidak mungkin bakal mengalami rotasi saat menghadapi Kamboja. Sejauh ini lini belakang Indonesia selalu diisi Asnawi Mangkualam Bahar di sektor bek kanan serta duet kapten Andy Setyo Nugroho dan Rachmat Irianto sebagai bek tengah. Sementara bek kiri diisi Samuel pada pertandingan pertama dan Firza Andika di laga kedua. (ant)
Bali Post/ant
BERLATIH - Pemain Timnas Indonesia berlatih di Lapangan Stadion AIA, Phnom Penh, menjelang menghadapi Kamboja dalam laga penentuan.