terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 156 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Rabu paing, 22 januari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Tiga Pencuri Sapi Dibekuk
Wisatawan Tewas di Devil Tears
Populasi Sapi Bali
Polsek Sukawati menangkap tiga pelaku spesialis pencurian sapi, Selasa (21/1) kemarin. Ketiganya; Rizal, Nurul Hadi dan Miftah Fauzi. Mereka mencuri sapi milik empat korban. Kini polisi masih mendalami keterangan para pelaku.
Objek wisata tebing Devil Tears Desa Lembongan, Nusa Penida, kembali memakan korban, Selasa (21/1) siang. Xu Xinyue (22), wisatawan asal China, jatuh ke laut lepas setelah diterjang ombak ganas di tempat itu. KLUNGKUNG | HAL. 7
Populasi sapi Bali di Kabupaten Jembrana tergolong tinggi. Tahun 2019 jumlahnya 32.845 ekor. Kini pemkab menurunkan 22 dokter hewan untuk menjaga kesehatan sapi, sehingga populasi tetap tinggi.
GIANYAR | HAL. 6
TEGAS MENINDAK PEMBUANG OROK
JEMBRANA | HAL. 11
Penemuan mayat bayi di Tukad Badung, Senin (20/1), hanya berselang dua hari setelah penemuan mayat bayi tanpa kepala di Tukad Ayung. Sebelumnya ada pelaku tindakan aborsi maupun pembuang bayi yang dihukum 10 tahun penjara. Namun, hukuman cukup berat yang dijatuhkan terhadap pelaku oleh pengadilan nampaknya belum membuat efek jera bagi masyarakat.
B
Sulit Melacak karena ’’Disimpan’’ Sebelum Dibuang SEPANJANG tahun 2019, ada lima jenazah bayi korban infanticide atau pembunuhan bayi oleh ibu segera setelah dilahirkan. Dari jumlah itu hanya dua pelakunya yang berhasil ditangkap. Ketua KSM Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr. I.B. Putu Alit, Sp.FM(K)., DFM., Selasa (21/1) kemarin mengatakan, selain kasus infanticide juga ada karena abortus. ‘’Bayi yang ditemukan meninggal karena abortus diketahui dari hasil pemeriksaan, di mana usia bayi di bawah 38 minggu atau prematur,’’ ujar Alit. Sementara ada juga kasus pembuangan bayi yang kematiannya tidak diketahui akibat kondisi yang sudah membusuk. Dari kasus pembuangan bayi yang diterima Kamar Jenazah RSUP Sanglah ini agak sulit diketahui pelakunya. Sebab, lokasi pembuangan bukanlah TKP pertama. Atau terkadang ibu menyembunyikan jasad bayinya selama beberapa waktu dan kemudian membuangnya, sehingga ditemukan sudah dalam kondisi membusuk dan sulit diidentifikasi. Hal. 11 Wilayah Denpasar
Harian Bisnis Bali Bank Asli Bali Diyakini Aman OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara menegaskan, bank asli Bali aman dari ketentuan modal inti Rp3 triliun. Kenapa?
www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Harga Cabai Meroket Cuaca ekstrem beberapa pekan ini memengaruhi harga dan pasokan cabai di Badung. Harga cabai kecil kini meroket yakni Rp90 ribu/kg.
www.denpostnews.com
erdasarkan data dan catatan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar, vonis yang diterima pelaku aborsi dan pembuangan bayi bervariasi. Hukumannya berkisar antara 2,5 hingga 10 tahun. Contohnya adalah pembuangan bayi di tong sampah oleh wanita berusia 27 tahun berinisial Slv divonis lima tahun penjara. Hukuman itu lebih rendah dari tuntutan jaksa. Jaksa sebelumnya meminta hakim untuk menghukum pelaku dengan pidana penjara selama tujuh tahun. Hukuman terberat yang tercatat dijatuhkan kepada DF alias Lani (22) asal Manggarai. Dia dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp10 juta, subsider tiga bulan kurungan. Dia bersalah karena tega membunuh bayi kembar yang merupakan anak kandungnya. Jaksa
awalnya menuntut terdakwa supaya dihukum 14 tahun penjara. Sementara untuk kasus dokter yang melakukan aborsi terhadap permintaan pasien, jaksa memberikan tuntutan empat tahun, namun hakim memberikan vonis 2,5 tahun. Cara pandang soal besarnya hukuman yang mesti diterima pelaku, memang antara jaksa dan hakim sering berbeda, walaupun putusan itu juga sering langsung diterima jaksa alias tidak melakukan upaya hukum banding. Dari perspektif hukum, aborsi itu tidak semua kasus bisa langsung dipidanakan, atau pelakunya dihukum. Namun ada pengecualian berdasarkan beberapa pertimbangan. Hal. 11 Akibat Perkosaan OROK - Polisi sedang mengidentifikasi kasus pembuangan orok.
Kejahatan dan Dosa yang Tak Terampuni
KASUS pembuangan bayi masih saja terjadi. Hal ini membuat keprihatinan banyak kalangan. Perbuatan ini adalah kejahatan pada anak. Pelakunya harus mendapatkan hukuman. Sementara dalam kacamata agama, aborsi yang semena-mena dan pembuangan bayi adalah dosa tak terampuni. Sulinggih Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Dharmita mengatakan, perbuatan atau tindakan aborsi brunaha, kemudian membuangnya di aliran air jelas perbuatan yang buruk. Bahkan, boleh dikatakan penjahat pembunuhan yang paling keji, karena membunuh ciptaan Brahman, walupun orok tersebut milik sang pelaku. ‘’Menurut Veda, Brahmanlah yang menciptakan semua makhluk hidup, berarti dia (pelaku buang orok) melawan Hiranyagarbha, karena merampok nyawa manusia yang tidak berdosa,’’ ujar sulinggih
yang berasal dari Geria Agung Sukawati, Gianyar ini, Selasa (21/1) kemarin. Hukuman bagi orang yang melakukan tindakan keji ini,
dikatakannya, sangat berat, baik secara sekala maupun niskala. Apalagi, membuang orok di pantai atau di aliran sungai. Sebab, dalam Weda
orang yang ‘’mengotori’’ air yang merupakan kekuasaan Dewa Waruna dalam hidupnya akan disengsarakan. Secara sekala, pelaku pembuang orok ditimpakan berbagai macam penyakit yang tidak ada obatnya. Bahkan, masalah ekonomi akan morat-marit, kekurangan amerta dan masih banyak lagi kesengsaraan yang akan dirasakan. Sementara itu, secara niskala dalam Atharva Veda, algojo-algojo Dewa Yama di alam neraka akan menyiksa para pelaku pembuang orok, terutama di kemaluan dan di perutnya. Bahkan, mereka tidak akan bisa lepas dari belenggu Dewa Yama karena telah membunuh ciptaan Brahman, apalagi anak yang masih dalam kandungan, karena bersifat satas ca masatas ca vivah, muncul tetapi belum muncul. Hal. 11 Kondisi Hidup
Hindari Pemberian Stigma Negatif KASUS pembuangan bayi, aborsi maupun pembunuhan bayi kebanyakan dilakukan oleh ibu yang hamil di luar nikah dan mengalami depresi. Mereka juga tidak siap dari segi mental dan ekonomi untuk merawat dan membesarkan anak. Selain itu juga masih adanya pandangan atau stigma negatif dari masyarakat yang memandang kehamilan di luar pernikahan adalah aib. Dengan alasan inilah, terjadi kasus pembuangan bayi, baik dalam kondisi hidup ataupun mati. Jika dilihat dari sisi psikologis, menurut dokter spesialis kejiwaan RSUP Sanglah, Dr. dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ., Selasa (21/1) kemarin, kasus pembuangan bayi dilakukan oleh ibu secara terencana atau karena panik. Biasanya yang berencana memang sudah tidak menginginkan bayinya dari awal. Alasan tidak menginginkan bayi, karena ayah bayi tidak mau bertanggung jawab atau bayi tersebut adalah hasil dari perselingkuhan. Ia mengakui tidak ada tempat bagi ibu yang hamil di luar nikah ini untuk mengadu dan mengatasi masalahnya, sehingga ibu cenderung menjadi stres dan depresi. Hal. 11 Berpikiran Pendek
Indonesia Maju Bersama Dubes Dewa Made Juniarta Sastrawan
Di Tengah Krisis, Masih Ada Peluang Investasi dan Ekspor bagi Indonesia DI TENGAH krisis dan perang dagang yang saat ini melanda dunia, masih ada peluang investasi dan ekspor bagi Indonesia di Zimbabwe dan Zambia. Selain menyangkut pengembangan kereta api juga bisa menawarkan solar panel. Karena di sana listrik mati dalam 18 jam sehari. Bagi Bali, program Gubernur Koster sangat diperlukan untuk mendukung Bali dan Bali Baru yang dikembangkan di seluruh kawasan Indonesia saat ini. Peran dari komunikasi, peran dari media sangat penting. Kolaborasi dengan media lokal sangat perlu untuk bisa memberikan efek global. Demikian diungkapkan Duta Besar Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia, Dewa Made Juniarta Sastrawan, saat diwawancarai Wartawan Utama Satria Naradha dalam talkshow ‘’Indonesia Maju’’ yang disiarkan Bali TV dan Indonesia Network. Berikut petikan wawancara yang tayangannya bisa dilihat di Bali TV, Rabu (22/1) pukul 20.00 Wita malam ini. Terima kasih atas kehadirannya di studio Bali TV. Sedang sibuk apa di Denpasar sekarang ini?
Bali Post/eka
INDONESIA MAJU - Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Dewa Made Juniarta Sastrawan (kanan) dan Satria Naradha dalam talkshow ‘’Indonesia Maju’’.
Kami datang ke sini sebenarnya yang paling utama adalah rapat kerja seluruh duta besar Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri yang diselenggarakan di Jakarta pada 8-11 Januari lalu. Seperti biasa, kalau dipanggil ke Jakarta atau Indonesia untuk berkoordinasi, kami menggunakan kesempatan bertemu
dengan pemangku-pemangku kepentingan yang kami anggap bisa membantu tugas-tugas sebagai dubes, sekarang ini di Zimbabwe dan Zambia. Ke Bali dalam hal ini, bertemu dengan Wali Kota Denpasar (I.B. Rai Dharmawijaya Mantra) untuk menindaklanjuti atau meneruskan apa yang sudah kami jalin dalam rangka mendukung kerja sama luar negeri dengan Wali Kota Denpasar. Hubungan kerja sudah dilakukan hampir 12 tahun. Sejak penugasan di London,
Swedia, berbagai program sudah kami lakukan. Khususnya, penataan kota dalam rangka membangun kota yang sustainable, ramah lingkungan. Kami merasa berbahagia dan berbangga karena sejumlah penataan, salah satunya penataan Tukad Badung adalah progress yang sangat baik. Tidak hanya sustainable tapi juga instagramable. Kami dukung program penataan kembali Kota Denpasar ketika membuat penataan Jalan Gajah Mada. Ini akan sangat ber-
manfaat untuk membawa dan mengartikulasikan Denpasar sebagai Kota Budaya. Kami melihat bahwa keunikan Denpasar sebagai kota masih sangat kuat secara fisik. Denpasar merupakan kumpulan dari desa-desa, puri, yang sangat nyata. Penataan kembali Jalan Gajah Mada dan sudut Kota Denpasar akan benar-benar menunjukkan Denpasar sebagai Kota Budaya. Hal. 11 Masyarakat Bali
Rabu Paing, 22 Januari 2020
FIGUR Fokus Ekonomi APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2020 merupakan APBD yang pertama kali sepenuhnya mengakomodasi visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Utamanya difokuskan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi yang akan terus berlanjut memperkuat ekonomi di tahun 2021. “Tentu syarat untuk pengembangan ekonomi ini kan infrastruktur. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur juga harus dijamin keberlanjutannya,” ujar Kepala Bappeda Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, Selasa (21/1) kemarin. Menurut Ika Putra, Pemprov Bali tahun ini maupun dalam perencanaan 2021 tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur yang belum selesai. Seperti pembangunan dermaga segitiga emas Sanur-Nusa Penida-Nusa Lembongan, shortcut Mengwitani-Singaraja, serta ruas-ruas jalan lain di kabupaten/ kota. Dengan demikian, infrastruktur benar-benar terpadu dan terkoneksi. Ini sekaligus mendukung upaya penguatan sektor UMKM, pembangunan sentra-sentra ekonomi baru, hingga penguatan ekonomi adat. “Kalau di 2019 Pak Gubernur fokus pada pembangunan adat dan pelestarian alam, keseimbangan alam, manusia, dan budaya Bali. Tahun 2020 fokus ke ekonomi, 2021 diperkuat ekonomi itu dengan UMKM-nya,” paparnya. Ika Putra menambahkan, saat ini sudah mulai disusun dokumen perencanaan untuk 2021. Berdasarkan Permendagri No.86 Tahun 2017, konsep besar disusun di Bappeda bulan JanuariFebruari ini. Kemudian pokok-pokok pikiran DPRD Bali (Pokkir Dewan) sebagai hasil turun ke masyarakat di masa reses juga sudah harus masuk dalam e-Planning di akhir Januari. Selanjutnya, Bappeda dan perangkat daerah akan mengadakan bilateral miting yang salah satunya menganalisis Pokkir Dewan. “Betul tidak misalnya di masyarakat A ada jembatan putus, perlu dibangun kita komunikasikan dengan Dinas PU sebelum diinventarisir menjadi rancangan program 2021,” katanya mencontohkan. Ke depannya, lanjut Ika Putra, masih ada tahapan lagi untuk memasukkan program perangkat daerah atau OPD. Program-program itu termasuk dari Pokkir Dewan, lalu dipadukan dengan hasil akhir tentu saja anggaran. Mengingat ada program prioritas Gubernur dan prioritas daerah sesuai dengan RPJMD Semesta Berencana yang juga harus dipertimbangkan anggarannya. (rin)
Bekerja Tulus Ikhlas BEKERJA dengan tulus ikhlas, hal inilah yang menjadi prinsip hidup Jro Mangku Dalem Babakan. Perintis dan penanggung jawab Krematorium Santha Yana ini mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga selama melayani masyarakat yang menggelar ngaben di krematorium. Di awal membangun krematorium bernapaskan Hindu ini, banyak tantangan dan kendala yang dihadapinya. ‘’Ada masa seperti itu ketika kita dianggap melakukan pekerjaan yang sia-sia atau mendobrak tatanan yang sudah ada. Tapi saat itu saya menjalaninya dengan keyakinan bahwa apa yang saya kerjakan sudah sesuai dengan prinsip dan ajaran agama Hindu,’’ katanya saat ditemui belum lama ini. Diakuinya, masih banyak umat Hindu di Bali yang belum bisa sepenuhnya menerima konsep ngaben di krematorium. Mengenai hal ini, Jro Mangku kerap berdiskusi, bertukar pikiran guna mencari solusi atas perbedaan pandangan yang ada. ‘’Tentu saja kita paparkan konsep-konsep berdasarkan sastra agama Hindu. Ini penting, karena kita sendiri tidak mau melanggar konsep-konsep Hindu,’’ tegasnya. Lebih lanjut dia berharap pandangan masyarakat mengenai krematorium bernapaskan Hindu bisa lebih terbuka. Ia tidak ingin perbedaan pandangan dipertajam atau bahkan memicu konflik. ‘’Sebab pada dasarnya ini tujuannya meringankan beban umat Hindu ke depan,’’ ujarnya. (ded)
15 Ribu Hektar Tanaman Petani Dapat Subsidi AUTP Denpasar (Bali Post) Sebanyak 15 ribu hektar tanaman petani di Bali mendapat subsidi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dari Kementerian Pertanian sepanjang musim tanam 2019. Program asuransi dari pemerintah pusat ini preminya per hektar sebesar Rp180 ribu. ‘’Tahun lalu sudah cukup banyak petani yang ikut asuransi. Ada sekitar 15 ribu hektar diasuransikan dan subsidi preminya dari pemerintah pusat sebesar 80 persen,’’ kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana, belum lama ini. Ia mengatakan, asuransi ini boleh diikuti perorangan atau subak. Akan tetapi, sejauh ini yang ikut asuransi kebanyakan subak. Bahkan pihaknya telah gencar melakukan sosialisasi, sebab hal ini sangat membantu petani jika tanamannya ga-
gal panen. ‘’Program AUTP ini bekerja sama dengan PT Jasindo. Hingga saat ini kami terus memantapkan kerja sama. Kita juga terus mengidentifikasi sawah yang berpotensi kekeringan, dan kita sarankan petani mengasuransikan tanamannya,’’ jelasnya. Pihaknya melihat risiko kegagalan panen cukup tinggi yang disebabkan musim kemarau berkepanjangan. Belum lagi serangan hama penyakit dan bencana alam seperti banjir. Apabila gagal panen, maka petani akan mendapat klaim Rp6 juta. ‘’Upaya lain yaitu membangun bendungan untuk menyiapkan ketersediaan air yang cukup. Pembangunan bendungan ini kewenangan Dinas PU. Bendungan yang kini sedang dibangun ada di Plaga. Sebentar lagi katanya mau bangun bendungan di daerah Sidan,’’ jelas Wisnuardhana. (kmb21)
Topik : HAMIL DI LUAR NIKAH
Diduga Dicabuli Oknum Guru, Siswi Sayat Tangan SPKT Polres Badung, Selasa (21/1) kemarin menerima laporan kasus pencabulan siswi SD berinisial TF (11) dan siswi SMP, KP (12). Pelakunya oknum guru olahraga, KW (50). Kasus ini terjadi di Kecamatan Mengwi, Badung. Bahkan KP mencoba bunuh diri dengan menyayat tangannya. Sementara TF mengaku dicabuli sembilan kali. Informasi di lapangan, kasus ini terjadi sekitar Juni 2018 pukul 15.00 Wita dan Januari 2019 pukul 15.00 Wita. Modusnya, korban diajak les olahraga cricket di luar jam sekolah dan dicabuli di dalam kelas. Terendusnya kasus ini, kata sumber berawal saat salah satu
korban, KP sekarang sudah SMP trauma dan takut dicari-cari pelaku. Saking takutnya, korban menyayat-nyayat tangannya. ‘’Kejadian (sayat tangan) itu diketahui seorang guru TU SMP. Saat korban ditanyakan kenapa sampai menyayat tangan, korban ber-
cerita kalau ingin bunuh diri,’’ ucap sumber. Korban melakukan perbuatan itu karena takut dikejarkejar pelaku. Pasalnya, saat duduk di kelas V dan VI SD, dia dicabuli oleh pelaku. KP juga menceritakan kalau bukan dirinya saja jadi korban.
Korban lainnya adalah TF. TF mengaku pada Juni 2018 dia ikut les olahraga cricket dan gurunya adalah pelaku. Saat itu siswa dan siswi disuruh satu-satu masuk ruangan kelas dengan alasan olahraga tersebut diajarkan sendiri-sendiri di dalam kelas. Pelaku bukannya mengajari cara bermain, malah melakukan pelecehan seksual terhadap korban. Korban juga diancam apabila tidak mengikuti keinginan pelaku, nilainya jelek khususnya mata pelajaran guru tersebut, dan bahkan
bisa tidak naik kelas. ‘’Hasil interogasi awal, korban TF dilecehkan sebanyak sembilan kali,’’ ucap sumber. Saat dikonfirmasi, Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa membenarkan adanya laporan tersebut. ‘’Masih diselidiki dulu,’’ tegasnya. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Penduduk Miskin Turun Gini Rasio Meningkat
RESERVOIR - Pengerjaan pembangunan reservoir di Serangan.
Bali Post/ara
Pembangunan Reservoir Terbentur Lahan
Denpasar (Bali Post) – Mewujudkan pelayanan yang maksimal kepada para pelanggannya, Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma (PDAM) masih perlu melakukan berbagai terobosan. Mengingat sampai saat ini masih banyak persoalan yang belum tertangani dengan baik. Selain produksi masih kurang, keberadaan reservoir juga masih sangat minim. Padahal idealnya untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal, PDAM perlu menyediakan sedikitnya 15 reservoir yang tersebar di sejumlah titik hingga tahun 2025 mendatang. Hal ini ditegaskan Dirut Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma Denpasar I.B. Gede Arsana didampingi Direktur Teknik Putu Yasa, S.T., Selasa (21/1) kemarin. Dikatakannya, saat ini pihaknya hanya baru memiliki tiga reservoir yang digunakan untuk memberikan pelayanan bagi para pelanggannya. Tiga reservoir yang sudah dioperasionalkan, yakni di Blusung dengan kapasitas 10.000 meter kubik dan di Waribang dengan
kapasitas 2.700 meter kubik sebanyak 2 unit, dan tahun ini akan dioperasikan di Tonja dengan kapasitas 3.400 meter kubik. Dikatakan, saat ini pihaknya sedang menggarap reservoir di Serangan. Lokasinya berada di belakang SMPN 11. Dua lainnya akan menyusul di Perumnas Monang-Maning yang akan dibangun pertengahan tahun 2020 dan satu lagi di Padangsambian yang masih proses pembuatan DED yang rencananya akan dibangun di eks SD 9 Padangsambian. Pembangunan di Serangan ini akan rampung pada 15 Mei 2020. Reservoir ini dibangun pada tanah seluas 5 are dengan anggaran Rp2,2 miliar dengan kapasitas 300 meter kubik. Ukuran bangunan 9 x 13 meter dengan ketinggian 4 meter. Sementara itu, untuk pembangunan reservoir di Perum Monang-Maning seluas 10 are dengan kapasitas 900 meter kubik. ‘’Untuk anggaran pembangunan yang di Monang-Maning sebesar Rp5 miliar,’’ imbuhnya. Untuk reservoir di Padangsambian memiliki
kapasitas 1.000 meter kubik. Namun untuk luasan dan anggarannya masih belum dipastikan. ‘’Kendala utama kita dalam membangun reservoir adalah lahan. Karena sulitnya mendapatkan lahan, maka proses pembangunan reservoir menjadi terhambat,’’ tambah Putu Yasa. Dikatakannya, keberadaan reservoir ini sangat membantu suplai air ke pelanggan dalam kondisi air baku dalam keadaan bermasalah. Misalnya air keruh. Bila sudah tersedia cukup reservoir, maka distribusi air ke pelanggan tetap bisa jalan. Saat ini produksi air PDAM mencapai 1.344,47 liter per detik. Sumber-sumber air, yakni produksi sendiri dan pembelian di PDAM Gianyar dan Badung, serta Tukad Penet dan Petanu. Untuk kapasitas produksi sendiri sebanyak 1.1997 liter per detik yang bersumber dari 18 sumur bor, WTP Ayung III dan WTP Waribang I dan II. Sedangkan yang bersumber dari proses pembelian di PDAM lain sebanyak 147,47 liter per detik. (kmb12)
Denpasar (Bali Post) Penduduk miskin di Bali pada September 2019 yaitu 3,61 persen, turun 0,18 persen dibandingkan Maret 2019. Di sisi lain, gini rasio atau ketimpangan di Bali semakin meningkat, yaitu 0,004 poin. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho, belum lama ini mengatakan, jumlah penduduk miskin di Bali pada September 2019 tercatat sekitar 156,91 ribu orang. Jumlah ini mengindikasikan penurunan sekitar 6,9 ribu orang dibandingkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2019 yang tercatat sekitar 163,85 ribu orang. Selama periode MaretSeptember 2019, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan dan perdesaan sama-sama tercatat mengalami penurunan. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan turun dari 3,29 persen pada Maret 2019 menjadi 3,04 persen pada September 2019. Persentase penduduk miskin di daerah perdesaan juga mengalami penurunan dari 4,88 persen pada Maret 2019 menjadi 4,86 persen pada September 2019. Garis kemiskinan tercatat naik sekitar 3,07 persen, yaitu dari Rp400.624 per kapita per bulan pada Maret 2019 menjadi Rp412.906 per kapita per bulan pada September 2019. Hal ini menunjukkan pengeluaran konsumsi masyarakat lebih tinggi pada September 2019 dibandingkan Maret 2019. Kemiskinan tercatat mengalami penurunan 0,031 poin persen. Sedangkan indeks keparahan kemiskinan mengalami penurunan sedalam 0,011 poin persen. Ketimpangan pendapatan di Bali yang digambarkan dengan gini rasio mengalami kenaikan dari 0,366 di Maret 2019 menjadi 0,370 pada Sep-
tember 2019. Kenaikan gini rasio pada periode September 2019 sekitar 0,004 poin persen dari periode Maret 2019. Dosen Ekonomi Kependudukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana (Unud) IGW Murjana Yasa mengatakan, pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan terakhir 2019 diperkirakan stabil dan kuat. Pertumbuhan yang stabil dan menguat, kata Murjana, harus diikuti dengan penurunan kemiskinan, pengangguran, dan juga ketimpangan pendapatan antarkelompok masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan (IPM). ‘’Pembangunan, demikian disebut dengan pembangunan berkualitas atau inklusi,’’ ujarnya. Melihat kecenderungan indikator makro ekonomi khususnya di 2019, dapat disimpulkan bahwa ekonomi Bali cukup inklusi. ‘’Namum belum inklusi dalam penurunan ketimpangan pendapatan antarkelompok masyarakat. Inilah tugas kita bersama bagaimana meningkatkan inklusivitas pembangunan ekonomi Bali, termasuk mencari terobosan dalam upaya mengurangi ketimpangan sehingga gini rasio dapat diturunkan,’’ jelasnya. Persentase kemiskinan yang turun menunjukkan bahwa kelompok masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan telah berhasil dikurangi. Artinya, ada sebagian yang telah entas dari kemiskinan. Meski demikian, jika dilihat dari perkembangan peningkatan antarkelompok masyarakat, peningkatan pendapatan khususnya pada kelompok menengah lebih tinggi proporsinya dibandingkan dengan kelompok 40 persen penduduk berpendapatan rendah. (kmb42)
Hindari Banting Harga
Pemprov Atur Batas Bawah Harga Jual Hotel Denpasar (Bali Post) Banting harga kamar hotel selama ini telah membuat bisnis pariwisata di Bali menjadi tidak sehat. Itu sebabnya Pemprov Bali merancang Peraturan Gubernur atau Ranpergub tentang Penyelenggaraan Tata Kelola Pariwisata Bali. Pasal 23 dalam Ranpergub tersebut, secara khusus mengatur tentang harga jual minimum hotel melati hingga bintang 5. ‘’Berapa ukuran yang terendah, nanti kita akan mendengar masukan dari asosiasi karena seperti pengupahan (UMP dan UMR red), setiap tahun dilakukan peninjauan,’’ ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa usai memimpin FGD terkait Ranpergub tentang Penyelenggaraan Tata Kelola Pariwisata Bali di kantor dinas setempat, Selasa (21/1) kemarin. Dalam rancangan awal, lanjut Astawa, harga jual hotel melati diatur minimum Rp500 ribu, bintang 1 minimum Rp750 ribu, bintang 2 minimum Rp1 juta, bintang 3 minimum Rp2 juta, bintang 4 minimum Rp3 juta, dan bintang 5 minimum Rp4 juta. Namun dinamika dalam FGD ada usulan agar tidak memunculkan angka. Besarannya nanti disepakati oleh pemerintah dan asosiasi. Kemudian setiap tahun akan dilakukan penetapan kembali. ‘’Semacam kesepakatan
bersama, sehingga tidak terlalu sulit untuk melakukan perubahan setiap tahunnya. Jadi setiap tahun kita tinjau lagi harganya yang pantas berapa,’’ paparnya. Pada intinya, lanjut Astawa, standar harga jual minimum tetap ada untuk mewujudkan persaingan yang sehat. Batas bawah ini juga akan mempertimbangkan low season agar pariwisata Bali tidak dijual murah. Di sisi lain, pihaknya juga berupaya meningkatkan angka kunjungan wisatawan sembari mengimbau agar penambahan kamar hotel distop untuk sementara. Mengingat kewenanga perizinan sepenuhnya berada di kabupaten/kota. ‘’Kamar sudah oversupply, jadi stop dulu. Nanti kalau tamu sudah datang lebih banyak, silakan bangun lagi,’’ imbuhnya. Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan standardisasi harga hotel merupakan salah satu upaya menuju pariwisata berkelanjutan. Pasalnya, Bali sekarang termasuk destinasi yang sangat murah. ‘’Bayangkan, hotel bintang 5 ada yang dijual sampai Rp2 juta, itu kan profit marginnya sangat kecil. Makanya perlu dibuat aturan itu,’’ ujarnya. Rai Suryawijaya menginginkan ada masukan yang lebih kongkrit terkait standarisasi harga hotel, khususnya batas bawah atau harga minimum. Sebab, hotel bintang 5 misalnya
ada yang masuk kategori berlian (diamond) dan ada pula yang biasa. Sementara pemerintah diminta memfasilitasi dan meregulasi. Dengan kata lain, harga jual minimum yang tercantum dalam Ranpergub masih akan didiskusikan kembali. Selain itu, penting pula diatur mengenai sanksi yang diberlakukan bagi hotel bila melanggar batas bawah harga jual.
Ketua IHGMA Bali I Nyoman Astama mengatakan, berbicara masalah harga memang agak sensitif. Sejak dulu industri pariwisata berharap agar pemerintah yang menetapkan. Tapi dari pemerintah meminta asosiasi yang menetapkan harga tersebut. Akhirnya harga tidak ditetapkan sehingga terjadi naik-turun. Astama menambahkan, saat ini harga hotel berbin-
tang berbeda antara daerah satu dengan lainnya. Misalnya antara hotel berbintang di Sanur dan Nusa Dua. Harga tersebut juga tidak sama setiap saat, karena ada musim sepi dan musim ramai. Hal ini perlu dilihat dan dipertimbangkan dalam Ranpergub. Sebab, harga jual yang sementara ini diatur dalam Ranpergub tentu berlaku setiap waktu. (kmb32)
Bali Post/kmb32
FGD - Suasana Focus Group Discussion (FGD) terkait Ranpergub tentang Penyelenggaraan Tata Kelola Pariwisata Bali di Dinas Pariwisata Provinsi Bali.
Rabu Paing, 22 Januari 2020
Karya Tawur di Pura Melanting Banjar Busana Sibanggede Inda Trimafo Yudha Terima Perwakilan Konjen RI Toronto Wabup Suiasa: Manfaatkan Balai Banjar Melalui Pelaksanaan ’’Tri Tata Sukerta’’
PERWAKILAN Konsulat Jenderal (Konjen) RI Toronto, Kanada berkunjung ke DPRD Badung, Selasa (21/1) kemarin. Kunjungan diterima anggota Komisi II DPRD Badung I GAA Inda Trimafo Yudha di Gedung DPRD Badung. Hadir pula Sekretaris Dinas Pariwisata Badung A.A. Yuyun Hanura Eny, perwakilan Dinas Kebudayaan Kadek Sandra Widiari, dari Listibiya serta Sekwan Badung I GA Made Wardika. Perwakilan Konjen RI Toronto, Levie Lantu, mengatakan pihaknya bersyukur Bali bisa menjadi salah satu tempat kunjungannya. Pada Juli mendatang di Toronto akan digelar Indonesia Summer Festival serta Convention Exhibition Biro. Pihaknya berharap Bali khususnya Badung bisa turut serta dalam kegiatan tersebut. ‘’Toronto ini marketnya besar. Beberapa waktu lalu Bali juga pernah diundang dalam event pariwisata. Dari enam provinsi yang diundang, hanya Bali yang membuat tamu terkesima,’’ paparnya. Toronto, kata Levi, merupakan kota terbesar nomor enam di dunia. Namun, kota ini juga empat besar terbesar dalam hal kasus kriminal. Ini artinya warga Toronto adalah orang-orang kaya dan berkelas di Kanada. ‘’Momen yang bagus jika Badung bisa ikut mempresentasikan destinasi yang akan dijual kepada wisatawan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Kanada yang selama ini hanya 100.000 orang,’’ katanya. Kanada, lanjutnya, salah satu negara yang harus disasar Badung untuk promosi pariwisata. Badung pusat pariwisata Bali sudah seharusnya Badung bisa paling depan untuk tampil. ‘’Banyak dari mereka
KUNJUNGAN - Perwakilan Konsulat Jenderal RI Toronto, Kanada, berkunjung ke Gedung DPRD Badung, Selasa (21/1) kemarin. Kunjungan diterima anggota Komisi II DPRD Badung I GAA Inda Trimafo Yudha beserta jajaran eksekutif. yang bertanya, Indonesia lebih hebat dari Thailand dan Vietnam, kok kami gak tahu? Nah, mudah-mudahan ini bisa jadi pertimbangan. Apalagi dalam Indonesian Summer Festival di Toronto, Bali yang menjadi fokus utama,’’ ujarnya sambil memohon agar bisa dibantu satu set gamelan Bali. Anggota Komisi II DPRD Badung I GAA Inda Trimafo Yudha mengungkapkan, pada intinya perwakilan Konjen bermaksud mengundang Badung untuk ikut tampil pada Juli mendatang di Toronto. Terkait undangan dan permohonan bantuan gamelan, pihaknya mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu kepada pimpinan dewan dan eksekutif. ‘’Saya rasa ini acara yang bagus bagi Bali untuk meraih market di Kanada. Terkait gamelan, mungkin harus kami koordinasikan
SOSOK Program Pelestarian Budaya MESKI Desa Pecatu merupakan kawasan pariwisata, namun adat dan budayanya masih sangat terjaga. Hal ini tak terlepas dari komitmen prajuru dan krama desa adat setempat yang tidak mau kehilangan identitasnya sebagai krama Bali. Pelestarian adat dan budaya menjadi program yang dijalankan Desa Adat Pecatu sejak dulu. Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta mengungkapkan, ada sejumlah program yang telah rutin dilaksanakan dalam upaya menjaga parahyangan, palemahan dan pawongan desa adat. Kegiatan-kegiatan tersebut melibatkan semua unsur masyarakat. ‘’Kami ingin krama desa adat berperan aktif, memulai dari hal-hal sederhana. Misalnya, bagaimana agar tradisi seperti ngayah dan gotong royong bisa dilaksanakan dengan kesadaran sendiri, bukan karena terpaksa,’’ katanya, Selasa (21/1) kemarin. Pihaknya juga berkepentingan dalam hal pewarisan budaya dan penanaman nilainilai agama. Maka dari itu, kegiatan seperti utsawa dharma gita, pasraman, dan kegiatan kesenian yang ditujukan kepada generasi muda tidak luput dari perhatiannya. Bahkan pihaknya berencana mengembangkan kegiatan-kegiatan semacam itu agar lebih banyak lagi generasi muda dan krama desa adat yang terlibat. ‘’Tahun ini misalnya, kami akan pentaskan beragam kesenian pada event Pasar Majelangu yang digelar saat Ngembak Geni nanti. Di sini tidak hanya anak muda yang kita ajak, tetapi juga ibu-ibu dari PKK,’’ jelasnya. Ditanya soal peningkatan bantuan Pemprov Bali untuk desa adat, ia menyatakan hal itu dapat memberikan ruang lebih besar bagi desa adat untuk melestarikan adat dan budaya Bali. Pria yang juga anggota DPRD Badung ini menegaskan, dalam pengelolaannya juga diperlukan profesionalisme sehingga bantuan dapat tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (ded)
dulu dengan pimpinan karena kita juga pernah memberikan gamelan ke Amerika,’’ kata cucu pahlawan I Gusti Ngurah Rai itu. Sementara itu, Kadek Sandra Widiari dari Dinas Kebudayaan mengungkapkan, sebetulnya seniman Badung sudah pernah mengikuti kegiatan di Toronto, September lalu. ‘’Kami mengisi acara festival sekitar 10 hari di sana. Jika memang diizinkan Bapak Bupati, kami pasti akan berangkat,’’ terangnya. Sekretaris Dinas Pariwisata Badung A.A. Yuyun Hanura Eny menyambut baik undangan tersebut. Dispar memiliki agenda tahunan promosi pariwisata ke luar negeri. ‘’Namun belum menyentuh Kanada. Tawaran yang sangat menarik untuk kunjungan ke Toronto. Nanti akan kami laporkan ke pimpinan,’’ kata Yuyun. (ad534)
WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa mengharapkan krama banjar agar memanfaatkan balai banjar dengan baik melalui pelaksanaan Tri Tata Sukerta. Pertama, tata sukerta parhyangan dengan selalu eling dan sraddha bhakti kehadapan Ida Batara yang berstana di Pura Melanting, yakni Ida Batara Bhagawan Penyarikan. Kedua, tata sukerta pawongan, dengan meningkatkan ikatan krama banjar agar selalu bersatu. Ketiga, tata sukerta palemahan, dengan menjaga dan memelihara bangunan balai banjar dan Pura Melanting yang ada. ‘’Semoga berdasarkan paiketan krama akan mampu meningkatkan pelaksanaan Tri Tata Sukerta menuju krama banjar yang sejahtera,’’ ujar Wabup Suiasa saat menghadiri upacara Tawur dan Melaspas seiring rampungnya pembangunan balai banjar serta Pura Melanting di Banjar Busana, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Selasa (21/1) kemarin. Upacara tawur dilaksanakan serangkaian Karya Waraspati Kalpa, Melaspas, Padudusan Alit yang puncaknya pada Saniscara Kliwon Wariga, Sabtu 25 Januari mendatang. Wabup Suiasa mengaku merasa bangga dan bahagia atas keberhasilan krama Banjar Busana membangun balai banjar dan Pura Melanting yang begitu megah. Dikatakan, dukungan dari pemerintah daerah ini merupakan implementasi dari lima prioritas program pembangunan di Badung salah satunya pada bidang pelestarian seni, adat, agama dan budaya, termasuk in-
UPACARA - Wabup Suiasa saat menghadiri upacara Tawur dan Melaspas di Banjar Busana, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Selasa (21/1) kemarin. frastrukturnya. ‘’Dukungan dan bantuan dari pemerintah merupakan komitmen Pemkab Badung di bawah kepemimpinan Giriasa yang tetap komit meringankan beban masyarakat di dalam melaksanakan yadnya sebagai bagian dari pelestarian seni, adat, agama, dan budaya,’’ tegasnya. Sementara itu, Bendesa Adat Sibanggede Made Wardana mewakili krama Banjar Busana merasa senang atas kehadiran Wakil Bupati bersama DPRD Badung pada upacara tawur serangkaian Karya Wraspati Kalpa di Pura Melanting, Banjar Busana. Disebutkan, dudonan upacara/upakara telah mulai dilaksanakan sejak tiga bulan lalu, di mana pada hari Selasa (21/1) dilaksanakan upacara Tawur, Melaspas, dan Mendem Padagingan. Sementara puncak karya pada
25 Januari mendatang. Setelah puncak karya Ida Batara nyejer selama tiga hari dan nyineb 28 Januari. Dilaporkan juga pembangunan balai banjar dan Pura Melanting tidak lepas dari bantuan Pemkab Badung melalui dana hibah dan bantuan keuangan khusus dengan total nilai Rp3 miliar. Turut hadir pada kesempatan tersebut anggota DPRD Badung Made Ponda Wirawan, Ni Luh Putu Sekarini, I Nyoman Gede Wiradana, Kadis Kebudayaan Gede Eka Sudarwitha, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, prajuru Desa Sibanggede serta krama Banjar Busana. Guna mendukung karya tersebut, Wabup Suiasa menyerahkan bantuan dana upakara Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp400 juta. (ad542)
Kawasan Mangrove Masih Jadi Tempat Penitipan Sampah Mangupura (Bali Post) –
Tumpukan sampah di hutan mangrove, tepatnya di perbatasan Kelurahan Kuta dan Tuban, menimbulkan kesan kumuh dan mengganggu kenyamanan warga. Sampai sekarang Pemkab Badung belum menentukan nasib tempat penitipan sampah yang muncul pascapembatasan pembuangan sampah Kabupaten Badung ke TPA Suwung, Denpasar. Dari pantauan Selasa (21/1) kemarin, tinggi tumpukan sampah di dekat proyek penataan kawasan Tukad Mati mencapai sekitar 2 meter dengan areal cukup luas. Bukan hanya tidak sedap dipandang mata, sampah juga telah menimbulkan bau tak sedap. Masyarakat yang melewati kawasan ini merasa sangat terganggu, terlebih saat
hujan turun. Tumpukan sampah sudah ada sejak akhir Oktober 2019. Awalnya diperkirakan sampahsampah itu bisa segera diangkut ke TPA. Bahkan pemilahan pernah dilakukan. Namun karena kuota sampah yang boleh dibuang ke TPA Suwung terbatas, sampai sekarang sebagian besar sampah masih
dibiarkan di tempat itu. Terkait penanganan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Wayan Puja, mengaku tidak bisa berbuat banyak. Bahkan, dia mengatakan dalam waktu dekat ini belum ada tindak lanjut mengatasi masalah penitipan sampah di Kuta. ‘’Tindak lanjut untuk yang
di Kuta itu belum ada. Kami belum bisa angkut sampahsampah itu karena tidak ada tempat penampungan lainnya,’’ ujarnya. Meski Badung telah memiliki tempat pengolahan sampah yang berlokasi dekat Terminal Mengwi, Puja mengaku pihaknya tidak bisa membawa dan mengolah sampah secara maksimal di tempat itu. Masalahnya, kapasitas mesin pengolah cukup terbatas. Ditegaskan, pihaknya tetap akan mengupayakan pengangkutan sampah di kawasan mangrove. Dia berharap per-
soalan ini segera tuntas karena sudah ada dukungan dari sejumlah komponen, khususnya organisasi yang bergerak di bidang pengolahan sampah maupun pencinta lingkungan. ‘’Memang cukup rumit untuk mengatasi sampah. Karena kita membawa sampah, sulit ada yang mau menerima. Kecuali kalau yang kita bawa material berupa tanah, masih banyak yang mau terima. Tapi kita akan upayakan sesegera mungkin bisa diselesaikan masalah yang di sana (mangrove - red),’’ kata Puja. (kmb25)
Belum Muncul Paket Rival Petahana Mangupura (Bali Post) Pilkada serentak 2020 akan digelar September mendatang. Untuk Pilkada Badung hingga saat ini belum muncul rival petahana. Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Badung, I Ketut Alit Astasoma, saat berkunjung ke Mapolresta Denpasar. Saat ditemui Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Ruddi Setiawan, di Lounge Wirastya 96 Polresta, Alit Astasoma menyampaikan, berkaitan dengan tahapan Pilkada Serentak 2020 di Kabupaten Badung, Bawaslu Badung dan Polresta Denpasar sudah terjalin dengan baik. “Melalui audiensi ini kami berharap untuk meningkatkan kerja sama yang selama ini sudah terjalin. Kami sampaikan bahwa saat ini untuk pencalonan di Kabupaten Badung yang terlihat masih petahana,” ujarnya. Selain itu, untuk dukungan terhadap calon masih bersifat dari kelompok dan individu belum ada dari partai politik. Untuk calon koalisi partai politik sementara masih belum terlihat, namun ada informasi dari Partai NasDem dan Golkar. Untuk wilayah Kuta dan Kuta Selatan (Kutsel) domain keamanan masuk wilayah pengamanan Polresta Den-
pasar. Oleh karena itu, pihaknya selalu bersinergi dan bekerja sama dalam menciptakan tahapan pilkada yang aman serta lancar. “Kami berharap Polresta Denpasar dan jajaran dapat membantu menjaga kelancaran pelaksanaan Pilkada 2020 melalui peningkatan keamanan dan penegakkan dalam tindak pidana pemilu. Kami sampaikan bahwa untuk Bawaslu Kabupaten Badung sampai saat ini sudah terbentuk petugas hingga tingkat kecamatan dan akan dilanjutkan hingga ke tingkat desa,” ungkapnya. Dalam pertemuan tersebut, Kapolresta menyatakan siap menjaga keamanan pelaksanaan Pilkada 2020 selama 24 jam, baik di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Tujuannya untuk menciptakan situasi kondusif pelaksanaan pilkada mulai dari tahapan awal hingga nanti terakhir pada saat pelantikan calon terpilih. “Kami dari kepolisian selalu mendukung penuh dan akan selalu bersinergi bersama penyelenggara Pemilu, baik dari KPU maupun Bawaslu untuk bersamasama menciptakan pilkada yang aman dan lancar sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya. (kmb36)
Bali Post/kmb23
SAMPAH - Seorang warga sedang memilah sampah di lokasi penimbunan sampah di kawasan mangrove perbatasan Tuban dan Kuta, Selasa (21/1) kemarin.
Nihil Tanda dan Petunjuk
Pencarian WNA Dihentikan
Bali Post/kmb23
PENCARIAN - Tim gabungan dari Basarnas dan Ditsamapta Polda Bali melakukan pencarian warga negara Inggris di kawasan tebing Pura Selonding, Selasa (21/1) kemarin.
Mangupura (Bali Post) Pencarian warga negara Inggris atas nama Ryan yang diduga tarjatuh dari atas tebing di sekitar Pura Selonding, Pecatu, Kuta Selatan, dilanjutkan Selasa (21/1) kemarin. Tim Rescue Basarnar Bali bersama tim gabungan dari Ditsamapta Polda Bali kembali menuruni tebing untuk melakukan penyisiran. Koordinator lapangan dari Basarnas I Ketut Wirajaya mengatakan, penyisiran dilakukan oleh tim gabungan. Personel yang diturunkan dari Basarnas sebanyak 10 orang, dan dari Ditsamapta sebanyak empat orang. Peralatan yang digunakan yakni peralatan mountaineering. Sementara untuk pencarian, katanya, sudah dilakukan dari sekitar lokasi penemuan barang-barang milik korban hingga ke kawasan Pura Selonding. ‘’Kami juga sudah
berkoordinasi dengan pihak Hotel Bulgari, apabila dari pihak hotel ada yang melihat, agar menginfokan kepada pihak kepolisian,’’ kata Wirajaya saat ditemui di lokasi, Selasa kemarin. Dari lokasi penemuan barang, kata Wirajaya, sebelumnya pada Senin (20/1) sudah dilakukan pencarian dengan teknik lowering ke bawah. Namun tidak ada tandatanda bekas ranting yang patah. ‘’Dari pencarian, tidak ditemukan tanda-tanda bekas ranting patah. Di lokasi pencarian sama sekali masih alami, semak-semak masih rimbun,’’ ujarnya. Tidak hanya itu, masyarakat yang sebelumnya sebanyak enam orang ikut turun ke bawah juga tidak menemukan tanda-tanda orang jatuh. Sedangkan dari pengecekan dengan drone milik BPBD Provinsi Bali juga tidak membuahkan hasil. Bahkan pada
Senin lalu pencarian sempat dilakukan sampai pukul 17.00 Wita, sehingga sepakat pencarian dihentikan. ‘’Kami juga sempat meminta bantuan penggiat paralayang, namun nihil temuan,’’ bebernya. Dari rekaman CCTV yang terpasang pada bangunan Vila Kayangan yang ada di sebelahnya, juga belum bisa dipastikan. Menurut pihak pengelola vila, pada pukul 24.00 Wita sempat terlihat ada dua sepeda motor mengarah ke lokasi, namun sudah kembali lagi. Sedangkan pada pukul 4.50 Wita ada satu sepeda motor yang datang, dan belum kembali. Dari hasil pencarian selama dua hari, memang belum ada hasil atau belum ditemukan. Selanjutnya pihak Basarnas akan menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada pihak kepolisian. Jika memang diperlukan, Basarnas akan kembali melakukan pencarian. (kmb23)
Rabu Paing, 22 Januari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Pariwisata Pertanian Tak Pernah Bunuh Diri KINI Pemprov Bali sedang membuat rancangan pergub soal tata kelola pariwisata. Alasannya logis, semua komponen pariwisata harus bersinergi membuat produk pariwisata yang baik, pelayanan terbaik dengan syarat ujung-ujungnya menguntungkan masyarakat Bali. Jangan seperti sekarang semua dibuat sesuai dengan kepentingan kelompok tertentu. Lalu masyarakat Bali mau dapat apa dari sektor ini? Jawabnya adalah bagaimana Bali mengelola pariwisata yang berkualitas. Bicara soal kualitas dan kuantitas wisatawan yang diinginkan Bali, jawabnya jelas keduanya. Jumlah wisman ke Bali terus meningkat, juga mestinya berimplikasi pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi Bali. Jangan hanya mengejar target kunjungan wisman 2 juta per tahun, namun tidak membawa dampak positif peningkatan ekonomi masyarakat Bali. Buktinya dengan program bebas visa ke Bali, membuat sektor pariwisata Bali terguncang. Mereka yang datang adalah wisman pengangguran yang di negara asalnya sudah kekurangan. Padahal secara teori jumlah wisman ke suatu destinasi di daerah, resort, kawasan, atau objek meningkat jika daerah ini mampu mengembangkan diri dan menjalankan Sapta Pesona yang terdiri dari aman, tertib, bersih, sejuk, indah dan ramah. Namun di Bali Sapta Pesona belumlah cukup. Bali memiliki taksu tersendiri dengan napas kehidupan masyarakatnya yang riligius mayoritas beragama Hindu lengkap dengan adat dan istiadatnya. Makanya sangat benar kalau mengandalkan objek wisata alam dan keunikan, banyak objek wisata negara lain yang lebih unggul. Namun Bali beserta budayanya yang menjadi subjek pariwisatanya memiliki taksu tersebut. Jika sekarang muncul objek wisata baru, sah-sah saja. Sebab, secara ekonomis jika ingin mengelola pariwisata secara utuh, semua segmen harus mendatangkan duit. Kuncinya wisman harus berbelanja. Kasarnya, tidak ada yang gratis jika sudah berlabel menjadi wisatawan. Hanya objek wisata baru ini tidak malahan merusak tatanan yang ada. Jika ingin jujur menganggap sektor pariwisata berbasis pertanian tak akan pernah merugikan Bali itu sendiri. Lihat saja harga cabai yang mencapai Rp100 ribu/kg, selain bernilai ekonomis pariwisata berbasis pertanian sangat universal. Petani untung, wisatawan juga dimanjakan dengan atraksi pertanian petani Bali yang konvensional. Lagi pula, sektor ini mengoptimalkan lahan tanpa mengorbankan lahan pertanian. Jadilah ekosistem Bali yang lestari. Hal ini bisa kita lihat di Jepang. Mereka sengaja membuat jalan layang di atas lahan pertanian warganya, alias tak mau menjadikan tanah pertanian untuk jalan. Kita berbanding terbalik, jalan baru mencaplok lahan pertanian. Sebab, secara teori dikatakan pertumbuhan pariwisata yang melambat bisa disebabkan terjadinya kerusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Terjadinya pertumbuhan jumlah wisatawan yang menurun bisa juga disebabkan karena mulai terjadi kejenuhan pasar wisata sebagai akibat ketidakpuasan wisatawan terhadap pelayanan dan kualitas daya tarik wisata. Yang paling bahaya, mulai terjadinya kerusakan pada daya tarik wisata. Makanya upaya pembinaan pariwisata sangat diperlukan. Bali jangan sampai demikian.
Bali Jangan Merusak Diri Sendiri Pariwisata Bali selalu menarik untuk diwacanakan dari berbagai perspektif. Di tengah wacana persaingan antardestinasi, baik nasional, regional maupun internasional, Bali tentunya butuh tindakan yang mampu untuk menguatkan identitas yang dimiliki yakni pariwisata budaya, seni dan alam. Adanya pembangunan objek wisata, infrastruktur serta sarana kepariwisataan baru belakangan ini tentunya adalah sebagai pelengkap fasilitas pendukung bagi turis yang berkunjung ke Bali. Namun jika ditelusuri lebih dalam dan untuk keberlanjutan jangka panjang, hal ini patut diantisipasi agar tidak mengubah konsep kepariwisataan di Bali secara fundamental.
Oleh K. Swabawa, CHA. ebagaimana teori Prof W. Butler menyebutkan bahwa ‘’…tourism destinations carry with them the seeds of their own destruction. The trick is to manage tourism destinations so that they do not self-destruct…’’ (destinasi pariwisata membawa penyebab kehancurannya sendiri dan cara mengantisipasinya adalah dengan mengelola destinasi secara baik sehingga tidak rusak dengan sendirinya). Merujuk pada pernyataan tersebut, adalah langkah yang sangat tepat di mana saat ini Pemerintah Provinsi Bali tengah menggodok Ranpergub tentang Pengelolaan/Tata Kelola Penyelenggaraan Usaha Kepariwisataan. Peraturan ini diharapkan dapat memberikan suatu harapan besar bagi masyarakat Bali khususnya terkait eksistensi Bali sebagai tempat tinggal bagi warganya yang memegang teguh adat, tradisi dan budaya. Kebutuhan akan pemenuhan hal-hal bersifat ekonomi dapat dipengaruhi secara masif akibat hegemoni budaya bahwa bisnis yang besar akan menghasilkan yang besar pula. Sayangnya Bali adalah pulau kecil jika diserbu terus oleh ‘’pemilik uang’’ berinvestasi sebanyak-
banyaknya maka kondisi geografis pasti akan terganggu. Gangguan ini tidak akan berakhir sampai di sana, melainkan berlanjut pada demografis, socio culture dan terakhir psikografis. Logikanya, ruang terbuka hijau (termasuk persawahan dan lingkungan alam yang menjadi salah satu unggulan utama pariwisata Bali) akan berkurang, selanjutnya menimbulkan kepadatan manusia semakin tinggi, jalan semakin macet serta polusi udara meningkat, bukan tidak mungkin tingkat kesehatan lingkungan juga menjadi ancaman bagi masyarakat. Bukan tidak mungkin juga hal tersebut akan memicu terjadinya degradasi budaya dan tradisi karena konsentrasi manusia lebih kepada pemenuhan kebutuhan hidup, bahkan karena persaingan yang ketat berpacu dengan waktu atau kesempatan manusia bisa mengurangi aktivitas tradisinya akibat kekurangan waktu? Kemudian dari sisi piskografis maksudnya adalah timbulnya rasa ketidaknyamanan wisatawan berlibur di Bali akibat situasi di atas, maka bukan tidak mungkin pula misalnya nanti mereka berpikir ‘’where’s Bali the island of Gods? The last paradise?’’ Kembali kepada penjelasan
S URAT PEMBACA Atasi Krisis Air Saat Kemarau Beberapa tahun belakangan ini, pariwisata di Nusa Penida berkembang pesat. Namun, pesatnya pariwisata di pulau yang dijuluki ‘’The Blues Paradise Island’’ ini berbanding terbalik dengan keberadaan air bersih. Setiap tahun, terutama pada musim kemarau panjang, masyarakat Nusa Penida krisis air. Aliran air PDAM ke wilayah timur pun ngadat, bahkan mati total hingga berbulan-bulan. Fenomena krisis air ini selalu saya dan kebanyakan masyarakat Nusa Penida
Prof. Butler di atas, masyarakat Bali sudah saatnya menyadari bahwa itu saat ini tengah berjalan pelan-pelan, bahkan sejak beberapa tahun lalu. Wisatawan membutuhkan jasa transportasi selama berlibur, akhirnya sampai saat ini kita lihat banyak label usaha transportasi baik konvensional (resmi atau tidak resmi) dan juga dengan jalus daring (dalam jaringan – online). Hotel virtual operator (HVO) yang beroperasi bersaing keras dengan online travel agent (OTA) dan pengelola hotel sendiri. Hasil dari kedua contoh di atas di industri pariwisata adalah: 1) Persaingan harga menyebutkan suasana tidak sehat dan kadang keributan; 2) Penurunan kualitas akibat bersaing untuk memberi harga terrendah; 3) Kemacetan akibat jumlah kendaraan yang berlebihan (begitu banyaknya armada yang beroperasi tetapi tidak semua driver mendapat order yang maksimal); dan lainnya. Iklim bisnis yang tidak sehat, degradasi kualitas dan kemacetan merupakan indikasi ‘’rusaknya’’ suatu destinasi. Bayangkan jika ini dibiarkan bergulir terus-menerus maka pelan namun pasti wisatawan tidak akan ada yang mau datang ke Bali lagi. Dan yang rugi bukan hanya kalangan pariwisata
saja, sektor perdagangan lumpuh karena transaksi berkurang, pendidikan menurun karena kebutuhan tenaga kerja berkurang dan masyarakat tidak cukup pendapatan untuk membiaya pendidikan lebih tinggi, perbankan juga mendapatkan dampaknya juga akibat menurunnya transaksi di industri, dan terpenting pula pembangunan daerah dan bantuan masyarakat dari pemerintah juga terpengaruh karena sumber pendapatan asli daerah (PAD) mengalami penurunan. Yang menarik pula untuk diperhatikan adalah edukasi ke masyarakat agar lebih menyentuh lapisan terbawah terkait peluang, manfaat, kendala dan dampak dalam berbisnis. Usaha kecil dan mikro ini jumlahnya sangat besar dan sudah mulai dijadikan lahan kartel bagi pemain besar, contoh yang sangat hangat belakangan ini adalah dimasukkannya usaha rumah kos ke dalam bisnis sewa kamar layaknya hotel oleh para pemain bisnis online. Dari segi profesi juga hal ini sering kita jumpai, misalnya seorang guide yang menjelaskan bahwa Pura Uluwatu dibuat pada zaman Kerajaan Pandawa, atau salah satu pura di kawasan Batuan disebut sebagai pura terbesar di Bali. Ini contoh masih lemahnya profesionalisme bagi sebagian SDM atau lebih tepat sebagai oknum di bidang pemandu wisata yang merusak citra Bali. Kita semua berharap semoga Ranpergub Tata Kelola Usaha Kepariwisataan segera disahkan dan berlaku untuk menjaga destinasi Bali agar semakin berkualitas dan berkelanjutan berbasis kerakyatan dan pelestarian budaya Bali. Dan harus menjadi tanggung jawab semua pihak untuk menaati dan menerapkannya dalam segala
bentuk usaha kepariwisataan menyangkut standardisasi produk, usaha, tenaga kerja, harga, kualitas serta tanggung jawab sosial dalam menjaga alam serta budaya Bali. Secara tidak langsung apa yang menjadi pertanyaan banyak pihak: apakah kita menargetkan kualitas atau kuantitas? akan mudah dijawab dan dimengerti. Bahwa dengan standardisasi sebagaimana diatur dalam ranpergub maka jumlah kunjungan wisatawan akan semakin bertambah banyak dengan turis berkualitas juga seiring dengan penyediaan produk dan jasa kepariwisataan yang berkualitas tinggi. Tentunya penegakan hukum atas penerapan Pergub tentang Tata Kelola Usaha Kepariwisataan ini sangat dibutuhkan agar spirit ‘’Nangun Sat Kertih Lokha Bali’’ benar-benar membumi sebagai semangat membangun dan mewujudkan Bali Era Baru dalam menjaga keharmonisan dan kesucian alam Bali yang meliputi: wana kertih, segara kertih, danu kertih, jana kertih, atma kertih dan jagat kertih. Penulis adalah akademisi dan praktisi bidang kepariwisataan
POJOK
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
alami setiap tahunnya. Hingga dengan inisiatif sendiri kebanyakan masyarakat, terutama daerah pesisir secara sukarela, bahkan secara mandiri membuat sumur bor yang memanfaatkan air laut di dalam pekarangan rumah. Meskipun kualitas airnya buruk dibandingkan air PDAM yang sumber airnya dari mata air Peguyangan, namun tidak ada pilihan lain. Air sumur bor ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di perbukitan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Mereka berbondongbondong mengambil air dengan jeriken dan menampungnya dalam sebuah tong besar.
Meskipun sekarang sudah memasuki musim penghujan, dan bak-bak (cubang) yang saya miliki sudah terisi air hujan, namun saya selalu waswas fenomena krisis air terjadi lagi di musim kemarau mendatang. Saya berharap Pemerintah Kabupaten Klungkung agar lebih serius mengatasi persoalan ini. Jangan sampai krisis air menjadi momok yang buruk terhadap citra pariwisata Nusa Penida, di mana masyarakatnya ‘’kelaparan’’ air bersih. Apalagi, pada tahun 2018 PDAM Klungkung pernah menerima penghargaan TOP BUMD kategori operasional usaha terbaik nasional dari Business News dan
Asia Business Research Center. Selain itu, saya juga berharap wacana untuk merealisasikan 100 persen air bersih bagi masyarakat Nusa Penida oleh Dirut PDAM Klungkung pada tahun 2020 ini bisa terwujud. Sebuah optimisme ini harus kita dukung dan patut diberi acungan jempol. Meski demikian, kita tetap berdoa dan berharap Pemkab Klungkung dapat segera merealisasikan rencana-rencananya untuk mencapai target yang diharapkan.
Jaga populasi sapi Bali, Jembrana terjunkan 22 dokter hewan. - Jaga Bali, jaga sapi. *** Pelaku pariwisata di Bali harus punya desa binaan. - Jangan hanya menjual. *** Pasokan dari Jawa turun, harga cabai di Bali meroket. - Belum mandiri pangan.
I Ketut Winata Nusa Penida, Klungkung, Bali
Sosial Program ’’One Man One Hope’’
PLN Sambung Listrik 706 KK di Bali
Meriahkan HUT Ke-67 Yayasan Dwijendra Denpasar
SMA Dwijendra Gelar Aneka Lomba ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’
GUNA memeriahkan HUT ke-67 Yayasan Dwijendra Denpasar, SMA Dwijendra Denpasar menggelar aneka lomba bernuansa ajeg Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ sejak Senin hinggga Selasa (21/1) kemarin. Semua lomba di bawah koordinasi OSIS SMA Dwijendra Denpasar. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Ketut Wirawan, S.H., M.Hum. tampak tersenyum melihat anak-anak SMA Dwijendra antusias dan gembira menggelar lomba. Ini menandakan sekolah ini ramah anak dan penuh pendidikan karakter. Dia mengajak lulusan SMP di Denpasar memilih SMA Dwijenra karena dikenal berkualitas, kuat budaya Balinya dan berprestasi. Ketua OSIS SMA Dwijenra Denpasar I Made Verry Martin didampingi Sekretaris OSIS Ni Made Ayu Prami Dewi Sentana Ningrat menjelaskan, aneka lomba meliputi story telling dengan tema ‘’Calonarang’’, musikalisasi puisi, yoga asanas, lagu pop Bali dan pembuatan film pendek berbahasa Bali. Yang menarik juga digelar lomba melukis umbul-umbul dan kaligrafi beraksara Bali. Secara total 1.077 siswa terlibat di acara ini, sedangkan yang tampil adalah finalis enam besar. Made Verry mengatakan, acara dibuat semarak agar
HUT Yayasan Dwijendra meriah serta menggali kreativitas siswa. Aneka lomba dibuka langsung Kepala SMA Dwijendra Denpasar Drs. I Made Oka Antara, M.Hum. Dia mengungkapkan lomba SMA Dwijendra Denpasar memperkuat visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dan visi Yayasan Dwijendra dalam pelestarian budaya Bali. Hal ini juga menjadi bagian keunggulan SMA Dwijendra Denpasar. Dengan demikian siswa SMA Dwijendra diberi kesempatan mengembangkan potensi dirinya. Ini sesuai dengan visi sekolah ‘’Menjadikan insan yang unggul dan berkarakter berlandaskan budaya dan agama Hindu’’. Pada bagian lain, Kasek Oka Antara didampingi Waka Kurikulum I Komang Sutrisna, S.Pd., Waka Kesiswaan I Wayan Nik Suhardi Saputra, S.OL., Waka Humas Ir. Putu Iriantono, M.Pd. dan Waka Sarpras I Ketut Sujana, S.Pd. memaparkan, SMA Dwijendra mulai membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2020-2021. PPDB SMA Dwijendra dimulai awal April 2020. Sama seperti tahun lalu, PPDB tak mengenal gelombang I dan II. Artinya begitu kuota siswa terpenuhi, pendaftaran langsung ditutup guna menjaring
SEJAK September hingga Desember 2019, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali melaksanakan program One Man One Hope. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian pegawai PLN untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan sambungan listrik gratis dengan melakukan penggalangan dana secara sukarela. Melalui program One Man One Hope tersebut, PLN UID Bali berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp446 juta yang digunakan untuk menyambung listrik 706 KK
LOMBA - Ketua Yayasan Dwijendra Ketut Wirawan bersama Kasek Made Oka Antara saat melihat aneka lomba di SMA Dwijendra Denpasar. sisws yang benar-benar mau kepada yayasan yang banyak belajar di SMA Dwijendra. membantu penyelenggaraan Tahun ini SMA Dwijendra pendidikan di SMA Dwijendra membatasi menerima 432 siswa dengan menyiapkan SDM baru untuk 12 kelas, sedangkan guru dan fasilitas lengkap. siswa kelas XII yang dilepas 372 Kini semua ruang kelas sudah orang. Hal ini dilakukan guna ber-AC dan LCD. Mulai tahun mempertahankan kualitas depan PBM-nya menggunakan serta memberi jamiman masa aplikasi berbasis digital (edepan lulusan. Apalagi SMA learning), termasuk pelayanan Dwijendra sejak tiga tahun lalu SPP dan absen. Perangkat menjalankan full day school. sedang dikerjakan, Februari Yang menarik, sumbangan akan dilakukan uji coba untuk uang gedung di SMA Dwijendra ujian. tetap seperti tahun lalu. Bagi Hal ini didukung prestasi lulusan SMP Dwijendra diberi- SMA Dwijendra antara lain kan keringanan. Nah, setelah juara III essai se- Bali, memboditerima, SMA Dwijendra me- rong tujuh juara lomba operet nyeleksi mereka untuk masuk se-Bali, juara I resensi literasi, dua kelas tanpa dipungut dana juara III atletik dan masuk tambahan. enam besar duta endek DenOka Antara berterima kasih pasar. (ad531)
dari 1.364 KK kurang mampu yang masuk dalam Basis Data Terpadu Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). General Manager PLN UID Bali Nyoman S. Astawa menyampaikan bahwa di Bali sendiri masih banyak masyarakat yang menyalur listrik dari tetangga atau keluarga. ‘’Saat ini listrik sudah menjadi kebutuhan utama. Banyak yang tidak mengajukan pasang baru ke PLN karena keterbatasan dana, di sini tugas kami membantu masyarakat,’’ ujar
Astawa. Astawa juga menambahkan, pada tahun 2020 ini PLN akan terus berusaha untuk membantu masyarakat agar bisa melakukan pasang baru dan mengakses listrik PLN dengan aman. ‘’Dengan memiliki sambungan listrik sendiri, masyarakat juga terhindar dari kemungkinan terjadinya bahaya listrik. Karena pemakaian listrik dengan menyalur dari tetangga atau keluarga berpotensi besar terjadinya bahaya/kecelakaan akibat listrik,’’ tutup Astawa. (ad521)
PLN - General Manager PLN UID Bali Nyoman S. Astawa saat penyerahan program ‘’One Man One Hope’’ kepada warga kurang mampu.
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaktur Eksekutif: Parwata Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Rabu Paing, 22 Januari 2020
Diduga Terjangkit Virus ASF Puluhan Babi di Desa Jegu Mati Tabanan (Bali Post) -
Warga masyarakat Desa Jegu Kecamatan Penebel dibuat resah lantaran banyak babi mendadak mati. Babi-babi yang mati tersebar hampir di sembilan banjar yang ada di desa itu. Diduga babi mati akibat terjangkit virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika. Masyarakat pun waswas terhadap kondisi itu. Maka masyarakat khususnya peternak yang babinya masih sehat terpaksa menjual ke saudagar. Harga pun jadi miris karena di bawah standar. Dari informasi yang dihimpun, sejumlah warga yang juga beternak babi mengakui belakangan ini memang was-was dengan kejadian babi yang tiba-tiba sakit kemudian mati. Seperti disampaikan peternak asal Banjar Ngis Kaja, Made Sumardia, Selasa (21/1) kemarin, setidaknya total sekitar 50 ekor babi milik warga dan peternak yang mati. Wabah itu, kata Klian Dinas Ngis Kaja, muncul sejak awal Januari 2020. Pertama kali diketahui di Banjar Bendul. Selanjutnya merembet ke banjar sekitarnya. Tiga ekor babi dari Banjar Ngis Kaja juga awalnya sakit. Dalam kurun waktu empat hari sudah langsung mati. ‘’Saat diberi pakan biasabiasa saja. Tetapi keesokan harinya terlihat lemas tidak mau makan. Hanya minum dan suhu badan babi itu panas,’’ terangnya. Tidak hanya itu, ciri-ciri
lainnya juga muncul pada babi itu. Di bagian bawah telinganya tampak kehitamhitaman. Kaki belakang lemas dan tidak bisa bangun, selain itu kotorannya cair. ‘’Dari enam ekor babi kepunyaan saya tiga ekor mati. Kematinnya hanya berselang satu hari. Terpaksa 2 ekor indukan dan 1 penggemukan saya jual murah,’’ terangnya. Babi miliknya yang mati pun kemudian dikubur di lahan kosong dekat kandang. Kasus babi mati milik warga maupun peternak ini terjadi secara terus-menerus. Seperti Ni Made Suryani, warga Banjar Jegu Tegal, kecewa karena batal nampah saat Galungan. Sebab, dua ekor babi yang baru dibelinya 1,5 bulan lalu harus dijual lebih cepat lantaran waswas. ‘’Saya beli Rp500 ribu, kemarin saya jual Rp700 ribu. Saya takut saja soalnya babi milik tetangga sudah banyak mati,’’ ucapnya.
PEMILIHAN PPK - Proses perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dilakukan KPU Tabanan.
Perekrutan PPK Dua Kecamatan Minim Pendaftar
Tabanan (Bali Post) – Berbagai tahapan pelaksanaan pilkada di Tabanan terus bergulir. Saat ini KPU Tabanan tengah melakukan perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Hingga Selasa (21/1) kemarin, jumlah pendaftar untuk sepuluh kecamatan baru mencapai 43 orang. Tercatat dua kecamatan minim pendaftar yakni Kecamatan Selemadeg dan Baturiti. Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa mengatakan, proses pendaftaran calon PPK terus berjalan. Banyak yang sudah mengambil formulir sekaligus mendaftar. Sejauh ini sudah ada 43 orang mendaftar di sepuluh kecamatan. Dari jumlah itu baru lima kecamatan yang mendaftar lima hingga enam orang, yakni di Kecamatan Tabanan enam orang, Selbar lima, Penebel lima, Marga enam, dan Kediri enam. Sementara lima kecamatan yang kurang dari lima Kerambitan sebanyak empat, Seltim empat, Pupuan empat. Bahkan Selemadeg hanya satu orang. Sedangkan Baturiti dua orang saja sehingga masih kurang dari jumlah minimal lima yang harus direkrut. ‘’Sudah ada 43 orang mendaftar. Ada yang sudah mengambil formulir tetapi belum mendaftar. Proses perekrutan masih terus berjalan,’’ kata Weda. Proses pendaftarannya terus berlanjut, ia berharap sampai batas akhir pendaftaran semua kecamatan terpenuhi. Diharapkan tidak sampai terjadi perpanjangan waktu pendaftaran. Apalagi sudah banyak mengambil formulir. Hanya belum menyetorkan kembali. ‘’Kami terus sosialisasi agar jumlah yang mendaftar lebih banyak lagi. Kami harap tidak sampai ada perpanjangan masa pendaftaran,’’ harapnya. (kmb28)
Lantaran banyak warga menjual babi murah, pihak saudagar kemudian memanfaatkan momen ini dengan membeli tanpa menimbang berat babi, melainkan langsung beli dengan harga di bawah standar. ‘’Satu ekor babi penggemukan sehat dibeli Rp300-500 ribu. Beratnya kurang lebih 60 kilogram. Padahal normalnya Rp25-26 ribu perkilogram, sekarang hanya di harga Rp 14 ribu perkilo,’’ ucapnya. Terkait puluhan babi mati, pihak desa juga sudah melaporkan ke Dinas Pertanian Tabanan. Laporan itu ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel. ‘’Ada tiga sampel darah babi yang diambil kalau tidak salah tanggal 12 Januari. Hasilnya sudah disosialisasikan tadi pagi, Selasa (21/1),’’ ucap Sumardia. Dari sosialisasi itu, kata Sumardia, tiga sampel diambil petugas untuk dilakukan
KASUS kematian mendadak puluhan ekor babi milik warga Desa Jegu, diakui Kabid Peternakan Dinas Pertanian Tabanan drh. I Wayan Suamba, setelah pihaknya menerima laporan yang terhitung sejak 10 Januari 2020. Begitu menerima laporan itu, Wayan Suamba langsung turun ke lokasi bersama Balai Veteriner Bali guna melakukan pengecekan. ‘’Dari hasil pengecekan pada babi-babi
pengujian. Ternyata dua di antaranya positif virus ASF satu sampel negatif. Kepada warga disarankan sementara ini tidak memelihara babi. Penting kandang itu dibersihkan. ‘’Saya mau alih profesi saja. Rencananya mau ternak lele. Hanya tinggal beli terpal saja,’’ terangnya. Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana saat dihubungi terkait virus ASF di Jegu mengatakan belum mendapat laporan lengkap dari kepala bidang yang bertanggung jawab lantaran baru balik dari luar daerah. ‘’Saya baru balik dari Jakarta. Jadi belum dapat laporan lengkap dari Kepala Bidang. Hanya sempat diinfokan saat ini sampel darah babi masih diteliti provinsi. Apakah hasilnya sudah ada atau belum. Itu yang belum saya ketahui. Coba hubungi Kepala Bidang Peternakan yang turun langsung ke lapangan,’’ pintanya. Kabid Perternakan Dinas Pertanian Ir. I Wayan Suamba ketika dikonfirmasi via WA hanya menyampaikan hasil uji sampel belum pasti. ‘’Hasilnya masih diragukan. Sampelnya masih harus dikirim ke Medan,’’ ucapnya. (kmb28)
Diberikan Disinfektan
yang ada, ditemukan bercak atau bintik-bintik merah,’’ ujarnya. Selain itu, juga ditemukan warna biru di telinga babi. Untuk itu pihaknya bersama Balai Vateriner Bali melakukan pengambilan sampel guna diteliti lebih intensif. Namun virus apa yang menyerang babi itu belum bisa dipastikan. Karena itu terjangkit penyakit apa, masih belum fix. Pasalnya,
Tabanan (Bali Post) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Tabanan mencatat sampai saat ini warganya yang belum memiliki akta kelahiran sebanyak 10.056 orang. Namun indikator capaian kepemilikan akta usia 0-18 tahun di Tabanan sudah mencapai 85 persen. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tabanan I.G.A. Rai Dwipayana, Selasa (21/1) kemarin, mengatakan sebanyak 10.056 warga yang belum memiliki sertifikat kelahiran itu didominasi mereka yang sudah berusia lanjut. Rata-rata umurnya 50-60 tahun. “Biasanya kalau mau keluar negeri dan memerlukan dokumen yang mengharuskan ada akta kelahiran, baru mereka mengurus ke kantor kami. Mereka yang enggan mengurus karena menganggap sudah tidak perlu lagi lantaran sudah usia lanjut,” terangnya.
Rai Dwipayana menambahkan, kepemilikan administrasi kependudukan bagi warga negara berhak dimiliki sejak mereka lahir, yakni berupa akta kelahiran, akta perkawinan, KTP, kartu keluarga hingga, akta kematian. “Semua dokumen kependudukan wajib dimiliki masyarakat. Diperlukan terutama saat pengurusan untuk melengkapi persyaratan dokument seperti saat membuat Paspor. Sejatinya pengurusan itu tidak memandang umur,” ucapnya. Terkait kelengkapan administrasi kependudukan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan pemberian formulir ke desa-desa agar bisa mendata semua warga yang masih produktif. “Capaian administrasi kependudukan di Tabanan sudah bagus. Saat ini mencapai 85 persen. Posisinya setara dengan target nasional,” pungkasnya. (kmb28)
Dari Serangan Hama hingga Pengolahan Lahan Tak Disiplin REALISASI program upaya khusus (upsus) tanam padi tahun 2019 di Kabupaten Tabanan mencapai angka 98 persen. Untuk mewujudkan 100 persen memang masih kurang sedikit saja. Kekurangan itu dikarenakan sejumlah faktor. Seperti adanya serangan hama dan tingkat kedisiplinan petani dalam pengolahan lahan. Institusi apa yang terlibat sebagai pendampingan untuk memotivasi sekaligus sebagai pembina program upsus itu? Kemudian di Kecamatan Marga realisasi tanamnya mencapai 2.463 hektar periode yang sama. ‘’Dari luas lahan upsus tanam padi itu, rata-rata hasil yang dicapai adalah 16 ton per hektar,’’ ujarnya, belum lama ini. Kunci keberhasilan hasil peningkatan produksi padi melalui program upsus adalah petani harus disiplin. Seperti disiplin dalam kaitan pengolahan lahan, pemilihan bibit dan pemanfaatan pupuk. Kurangnya kedisiplinan pula yang menyebabkan tidak tercapainya seratus persen target upsus 2019, selain akibat terjadinya dampak serangan hama. Dandim 1619 Tabanan Letkol Toni Sri Hartanto mengatakan, penanaman padi program upsus di Kabupaten Tabanan dengan target luas tambah tanam (LTT) meli-
ciri-ciri yang ada pada babi sama seperti penyakit kena kolera atau kena African Sweiny Fever (ASF) atau virus babi Afrika atau SE. ‘’Hasil pemeriksaan yang dilakukan Balai Veteriner belum dipastikan jenis penyakitnya. Petugas BPVet Bali langsung membawa sampel tersebut ke Medan (Sumatera Utara). Selanjutnya ke Jakarta guna diteliti lebih lanjut. Untuk mencari kepastian hasilnya
perlu waktu relatif lama,’’ ucapnya. Sebagai langkah awal, pihaknya turun memberikan obat disinfektan kepada para peternak termasuk warga. Masyarakat harus melakukan sterilisasi kandang dan juga lingkungan. Pemberian disinfektan itu tujuannya agar virusnya mati. Ia tak berani mendekati kadang babi. Takut menjadi pembawa virus yang sangat mudah
menyebar. Namun, pihaknya sudah menginstruksikan setiap babi yang mati langsung dikubur. Tidak boleh dibuang di sembarang tempat, karena sangat berbahaya. ‘’Bahkan saya minta peternak babi pejantan yang biasa menyewakan pejantannya keliling sementara dihentikan dulu. Takut tertular kemudian menularkannya ke babi lain,’’ ujar Wayan Suamba khawatir. (bit)
10 Ribu Warga Tak Kantongi Akta Kelahiran
Capaian Upsus Tanam Padi 98 Persen
Koordinator Upsus di wilayah Kabupaten Tabanan Kapten Infantri Wongso, S.H. mengatakan angka pencapaian 98 persen program upsus disumbang dari sepuluh kecamatan. Sejauh ini total luas lahan tanam padi di Kabupaten Tabanan mencapai 21.452 hektar. Program upsus melibatkan peran TNI yang bertindak sebagai pendamping petani. TNI ambil bagian dalam mensukseskan program ketahanan pangan yang diwacanakan pemerintah. Dari jumlah luas tanam terbesar, ada di tiga kecamatan yakni Kecamatan Kediri. Realisasi tanam di Kediri mencapai 3.118 hektar pada periode April-September 2019. Sedangkan di Kecamatan Penebel realisasi tanamnya mencapai 3.015 hektar di periode yang sama.
VIRUS ASF - Seorang peternak di Desa Jegu menunjukkan kandang babi miliknya yang kini kosong pascaternaknya mati diduga terjangkit virus ASF.
UPSUS - Program upsus tanam padi 2019 di Tabanan oleh jajaran Kodim 1619/Tabanan. batkan 133 Bintara Pembina Desa (Babinsa). ‘’Walau tugas kami dibidang pertahanan, namun di dalamnya juga menyangkut menjaga ketahanan pangan melalui program upsus,’’ jelasnya. Upaya menjaga ketahanan pangan ini tetap terus dilakukan, meski informasi terkait keberlanjutan program upsus tahun 2020 masih belum ada. Pihaknya tetap melakukan
pendampingan ke petani apabila mengalami kesulitan dan ada kendala. Salah satunya terkait distribusi pupuk maupun benih. Seharusnya sektor pertanian itu digarap dengan teori dan praktek yang benar. Hasilnya, optimis melebihi ekspektasi petani. Hal itu terbukti demplot jagung yang dilakukan sebelumnya mendatangkan keuntungan 200 persen dari modal. (bit)
PENGURUSAN - Suasana proses pengurusan administrasi kependudukan di Kantor Catatan Sipil Tabanan.
Rabu Paing, 22 Januari 2020
Kapolda Kunjungi Gianyar dengan Helikopter
Gianyar (Bali Post) Warga Gianyar dikagetkan dengan mendaratnya halikopter di seputaran Lapangan Astina, Selasa (21/1) kemarin. Pasalnya, helikopter yang ternyata mengangkut Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose saat turun ikut menerbangkan debu di seputaran lokasi tersebut hingga ke jalan. Kedatangan jendral bintang dua ini untuk menggelar rapat tertutup di Kantor Bupati Gianyar. Helikopter yang ditumpangi Kapolda Bali itu mendarat di Lapangan Astina Gianyar sekitar pukul 12.30
Wita. Sejumlah mobil pemadam kebakaran (Damkar) Gianyar akhirnya
disiagakan untuk menyiram debu di lapangan. Pasalnya, saat mendarat angin dari baling-baling helikopter membuat debu beterbangan. Kasubag Humas Polres Gianyar, Iptu I Ketut Suarnata, menjelaskan kedatangan orang nomor satu di Polda Bali tersebut untuk memantau keamanan paskapelaksanaan pemilihan perbekel serentak di Gianyar. Selanjutnya pertemuan di Kantor Bupati Gianyar itu digelar secara tertutup. “Tadi kunjungan ke Kantor Bupati dan menggelar pertemuan secara tertutup. Bapak Kapolda juga mengapresiasi pelaksanaan pilkel serentak yang berlangsung damai,” jelas perwira asal Bangli tersebut. Usai melakukan pertemuan dengan Bupati Gianyar, Kapolda Bali
Petrus Reinhard Golose kembali terbang menggunakan helikopter sekitar pukul 13.30 Wita. Penggunaan helikopter ke Kabupaten Gianyar yang jaraknya tidak kurang dari satu jam dari Polda Bali, dikarenakan setelah dari Gianyar ia akan melakukan peninjauan ke Nusa Lembongan. “Beliau mau melanjutkan ke Nusa Lembongan,” imbuh Waka Polres Gianyar, Kompol Adnan Pandibu. Usai pertemuan itu, jajaran Polres Gianyar langsung menggelar Sosialisasi dan Tindak Lanjut Commander Wish Kapolda Bali Tahun 2020 yang dipimpin Kapolres Gianyar, AKBP I Dewa Made Adnyana. “Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Kapolda Bali meninjau keamanan di Gianyar,” ujar Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made
Adnyana. Dalam Commander Wish 2020, kata dia ada 10 program yang menjadi penekanan Kapolda Bali untuk ditindaklanjuti. Sepuluh program itu diprioritaskan untuk menjaga kamtibmas dan memenuhi harapan masyarakat di Bali sebagai daerah tujuan wisata. Selain itu, banyak pembangunan di Polda Bali harus dapat dimanfaatkan secara maksimal, seperti sport center, Museum Penanggulangan Terorisme, dan fasilitas rumah kesehatan yang harus terjaga dan terawat. “Mari kita laksanakan program Commander Wish Kapolda Bali 2020 dengan tulus ikhlas dengan konsep 3B. Yakni, belajar, berlatih dan bekerja, serta selalu menjaga kekompakan dan peduli dengan sesama,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MENDARAT - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose saat mendarat dengan helikopter yang menerbangkan debu di seputaran Lapangan Astina Gianyar, Selasa (21/1) kemarin.
Komplotan Pencuri Sapi Dibekuk Polisi Gianyar (Bali Post) Jajaran Unit Reskrim Polsek Sukawati menangkap tiga pelaku spesialis pencurian sapi, Selasa (21/1) kemarin. Ketiga pelaku itu meliputi Rizal (33), Nurul Hadi (37), dan Miftah Fauzi (35). Mereka diketahui mencuri sapi milik empat korban. Kini polisi masih mendalami keterangan para pelaku. Informasi yang dihimpun Bali Post, aksi pencurian sapi itu dilakukan para pelaku sejak 2017 hingga 2019. Aksi pencurian sapi milik petani itu terjadi di lima tempat berbeda, namun masih di seputaran Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati. Kala itu para pelaku mencuri sapi dengan membawa truk. Kejadian ini lantas dilaporkan ke Mapolsek Sukawati.
Menerima laporan itu, Unit Reskrim Polsek Sukawati langsung melakukan penyelidikan, dengan mengumpulkan alat bukti hingga pemeriksaan saksi. Akhirnya polisi mendapat info pelaku ada di seputaran wilayah Klungkung dan Jembrana, dan berhasil meringkus Rizal, Nurul Hadi, dan Miftah Fauzi. Pada penangkapan itu polisi juga mengamankan satu buah keroncongan sapi, tiga patok besi, dan satu unit truk dengan nomor polisi P 9496 EA yang digunakan para pelaku untuk mencuri. “Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sukawati, Iptu IGN Jaya Winangun. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PELAKU - Polisi menunjukkan salah satu pelaku pencurian sapi di Mapolsek Sukawati.
Selamatkan Lingkungan
Pelaku Pariwisata Diminta Punya Desa Binaan Gianyar (Bali Post) Selama ini pemilik akomodasi telah banyak menikmati kue pariwisata. Oleh karena itu, sudah sewajarnya mereka diberikan tanggung jawab dalam aksi pelestarian alam dan budaya. Sementara para penggiat lingkungan yang menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait masalah ini mencetuskan program inisiatif yang mewajibkan para pemilik hotel, vila dan restoran mempunyai desa binaan. Salah satu penggiat lingkungan, I.B. Mandara Brasika, mengungkapkan hal itu belum lama ini. Brasika mengatakan, program dan inisiatif hasil FGD akan segera ditindaklanjuti. Apalagi program dan inisiatif ini merupakan kesepakatan 30 komunitas penggiat lingkungan di seluruh Bali. “Kami sudah satu persepsi, selanjutnya kami akan bergerak bersama menjalankan apa yang menjadi hasil diskusi,” jelasnya. Menurut Mandara Brasika, kebijakan hasil FGD terdiri dari pembuatan peraturan desa (perdes) untuk desa dinas dan pararem untuk desa adat. Semua peraturan itu terkait pengelolaan sampah, termasuk juga pengalokasian anggaran sebagai dukungan pada implementasi Pergub 97 dan 47 dalam anggaran pemerintah provinsi, kabupaten/ kota, desa dan desa adat. Poin ketiga adalah peningkatan kapasitas tenaga penyuluh dan
sosialisasi pengelolaan sampah hingga penganggaran secara serius untuk kegiatan edukasi yang masif dan terukur. Dari segi program, FGD ini mengusulkan pembangunan collecting point atau bank sampah induk di setiap kabupaten, hingga penyediaan mesin pencacah sampah organik di setiap desa untuk menekan peluasan TPA. Sampah-sampah yang telah diolah, khususnya organik menjadi pupuk diharapkan bisa diserap oleh pemerintah. “Pemerintah wajib membeli pupuk kompos dari hasil pengolahan sampah organik atau penyediaan akses pemasaran kepada pengolah sampah,” katanya. Mandara Brasika menambahkan, pemerintah juga diharapkan menyediakan laboratorium uji kompos dari hasil
Sindrom Mata Kering pada Pasien Diabetes Melitus Oleh: dr. Andry Lukandy Kamel et al, menunjukkan bahwa prevalensi sindrom mata kering pada pasien diabetes melitus lebih banyak pada wanita sekitar 58 persen jika dibandingkan pada pria 42 persen. Faktor yang mempengaruhi terjadinya mata kering pada diabetes adalah: 1) Neuropati perifer sekunder akibat hiperglikemia, kerusakan hiperglikemia dan mikrovaskular pada saraf kornea dapat memblokir mekanisme umpan balik yang mengontrol sekresi air mata. 2) Insufisiensi insulin, metabolisme kelenjar kornea dan lakrimal, pertumbuhan, proliferasi sel epiteldipengaruhi oleh insulin sehingga insulin yang rendah menghasilkan kekeringan pada permukaan mata. 3) Inflamasi, hiperglikemia memicu perubahan proses inflamasi dan merusak keadaan normal
seperti sekresi air mata. Pemulihan homeostasis film air mata merupakan tujuan utama dalam pengobatan sindrom mata kering. Pada kasus derajat ringan, hanya diperlukan air mata buatan 4 kali sehari, kompres hangat, pijat kelopak mata, dan pemakaian salep pelumas saat tidur. Pada kasus derajat sedang, air mata buatan diberikan mulai 4 kali sehari hingga tiap jam, penggunaan salep pelumas saat tidur, dianjurkan untuk menutup saluran pembuangan air mata sebelah bawah dengan penutup yang dapat dilepas.
masyarakat dengan pelayanan gratis. Juga pemberian penghargaan bagi desa yang berhasil mengelola sampah dengan baik dan peraturan yang berlaku. “Selain itu perlu ada pemberian sanksi kepada desa-desa yang tidak dapat mengelola sampah dengan baik dengan cara pelambatan pencairan dana desa,” terangnya. Tidak hanya itu, kata Mandara Brasika, para penggiat lingkungan diharapkan komitmennya melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pengurangan timbulan sampah secara konsisten dan berkelanjutan. Edukasi tentang ancaman polusi sampah terutama sampah plastik dalam berbagai event, perayaan dan upacara yang ramah lingkungan. “Edukasi
sejak usia dini tentang konsep 3R. Sedangkan untuk desa, perlu pendampingan dalam penyusunan awig-awig, pararem, maupun inovasi peraturan lainnya,” tegasnya. Sementara dalam hal inisiatif pengelolaan sampah, ada beberapa lembaga, usaha dan instansi yang akan disasar. Misalnya mewujudkan sekolah-sekolah yang menerapkan konsep green school dengan memberikan penghargaan kepada kepala sekolahnya. Sementara itu bagi desa yang menyelenggarakan event diharapkan menerapkan konsep pengurangan plastik sekali pakai. Upaya ini dapat dilakukan dengan cara menyiapkan dispenser atau tempat isi ulang air, sehingga tidak lagi meng-
gunakan air kemasan. “Perlu juga semua instansi untuk mengembalikan budaya menggunakan hidangan tradisional, seperti nasi jinggo dengan bungkus daun,” jelasnya. Kepada pemerintah, kata Mandara Brasika, forum penggiat lingkungan meminta agar mewajibkan produsen untuk melakukan redesign untuk mengurangi timbulan sampah. Pemerintah diminta mewajibkan produsen untuk mengambil dan mengelola sampah hasil produksi di tingkat konsumen. Pemerintah memfasilitasi industri kreatif masyarakat yang dapat mengurangi sampah plastik dan mewajibkan lingkungan pura, masjid, gereja serta tempat ibadah lainnya bebas sampah plastik. (kmb35)
Dua Srikandi Tumbang di Pilkel Serentak
Kesehatan
SINDROMA mata kering merupakan suatu penyakit permukaan okular multifaktoral dengan karakteristik gejala seperti rasa tidak nyaman, iritasi, dan gangguan visual. Sindrom mata kering meningkatkan beban yang signifikan terhadap suatu individu, termasuk fungsi sosial, pekerjaan, dan menurunkan kualitas hidup. Diabetes melitus (DM) telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor risiko sistemik utama untuk sindrom mata kering. Prevalensi sindrom mata kering yang dilaporkan pada penderita diabetes sekitar 15-33 persen pada penderita yang berusia di atas 65 tahun, dan meningkat seiring dengan bertambahnya usia, serta 50 persen lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Pada penelitian
Bali Post/kmb35
FGD - Suasana FGD yang digelar para penggiat lingkungan hidup, beberapa waktu lalu.
Kasus derajat berat diberikan terapi seperti pada kasus ringan dan sedang ditambah dengan tarsorapi, pengaturan kelembaban ruangan, sampai penggunaan imunosupresan. Pasien dengan gejala mata kering sering memiliki faktor penyerta, sehingga penting untuk mengatasi faktor penyebab sesungguhnya seperti kontrol metabolik yang baik pada diabetes. Penggunaan substitusi air mata (tear replacement) sebagai tata laksana utama umumnya tidak akan berhasil jika faktor penyebab belum diterapi. (ad532)
Gianyar (Bali Post) Ada dua Srikandi yakni Ni Wayan Parwati dan Ni Nyoman Siki yang ikut bertarung dalam hajatan pilkel serentak, Minggu (19/1) lalu. Usai mengikuti proses pilkel dan bersaing dengan calon lainnya, dua Srikandi itu dipastikan tumbang. Ni Wayan Parwati yang menjadi calon perbekel di Desa Petulu berhasil meraih 955 suara. Jumlah suara itu bersaing tipis dengan perbekel terpilih Cokorda Agung Satiadarma yang meraih 973 suara. Sementara Ni Nyoman Siki yang bersaing dalam pilkel di Desa Batuan Kaler hanya memperoleh 65 suara, sedangkan perbekel terpilih I Wayan Suarma meraih 1.259 suara. Dikonfirmasi Selasa (21/1) kemarin, Parwati menjelaskan, ia maju karena memang dicalonkan oleh banjarnya sendiri, Banjar Petulu Desa, Desa Petulu, Kecamatan Ubud. Ia mengaku sempat merasa tidak sanggup, terlebih menjadi calon perempuan satu-satunya dari empat calon perbekel setempat. Namun karena di awal memang direkomendasi dan membawa aspirasi masyarakat, ia berkomitmen berupaya se-
maksimal mungkin memenangkan pilkel di desa setempat. Parwati merupakan calon perbekel perempuan pertama kali di Desa Petulu. Berbekal semangat dan dukungan dari pihak keluarga dan masyarakat banjarnya, perempuan yang bekerja sebagai konsultan pendamping kawasan kumuh di salah satu program Pemprov Bali itu mengaku akan melanjutkan dan fokus dalam pekerjaannya. ‘’Saya fokus di pekerjaan dan terus berupaya berkarya untuk masyarakat,’’ ujarnya. Usai penghitungan suara, dipastikan ia kalah tipis dengan perbekel terpilih. Ia hanya berselisih 18 suara dengan perbekel terpilih. ‘’Mungkin belum jodoh saja. Untuk usaha, kami sangat optimis dengan hasil tersebut. Hanya selisih 18 suara saja dari pemenang,’’ jelasnya. Berbekal pengalaman dalam pilkel tahun ini, alumnus Universitas Udayana Jurusan Teknologi Pertanian tersebut akan siap maju lagi jika dicalonkan kembali oleh masyarakat. ‘’Kalau masyarakat masih memberikan kesempatan dan kepercayaan, saya siap. Karena dengan raihan 955
suara, kami sudah bersyukur walau belum jadi perbekel. Apalagi dengan selisih yang sangat tipis dari incumbent,’’ tegasnya. Parwati bertarung melawan dua calon lainnya, termasuk petahana. Terdiri atas calon nomor urut 1 I Wayan Sudira yang memperoleh sebanyak 712 suara. Nomor urut 2 Ni Wayan Parwati sendiri dengan 955 suara, nomor urut 3 Cokorda Agung Setiadarma yang merupakan petahana memperoleh 973 suara, sedangkan nomor urut 4 Ketut Rai Yasa dengan 882 suara. Srikandi asal Desa Batuan Kaler, Sukawati, Ni Nyoman Siki, mengaku dicalonkan oleh banjarnya yaitu Banjar Blahtanah, Desa Batuan Kaler. ‘’Ini hanya sebagai pendamping saja supaya bisa memilih perbekel lagi, karena sebelumnya kosong,’’ bebernya. Ni Nyoman Siki hanya mampu memperoleh 64 suara. Calon nomor urut 2 I Wayan Suarma memperoleh suara 1.259, sedangkan nomor urut 3 I Wayan Jagera memperoleh 796 suara. Kini ia akan melanjutkan bisnisnya di bidang kerajinan tangan yang sudah ditekuni sejak dulu. (kmb35)
Rabu Paing, 22 Januari 2020
Lagi, Wisatawan Tewas Diterjang Ombak di Devil Tears Lembongan Semarapura (Bali Post) -
Objek wisata tebing Devil Tears Desa Lembongan, Nusa Penida, kembali memakan korban, Selasa (21/1) kemarin. Seorang wisatawa asal China, Xu Xinyue (22), jatuh ke laut lepas setelah diterjang ombak ganas di tempat itu. Saat berupaya dievakuasi, dia sudah mengambang di permukaan laut dengan kondisi tak sadarkan diri. Setelah dievakuasi, dan mendapat penanganan tim medis Puskesmas Nusa Penida II, dia sudah dinyatakan meninggal dunia.
EVAKUASI - Jenazah korban saat dievakuasi ke boat, kemudian dibawa ke Puskesmas Nusa Penida II.
Perbekel Lembongan, I Ketut Gede Arjaya, menyampaikan korban awalnya berlibur ke Lembongan bersama rombongan lain sekitar 20 orang. Mereka langsung menuju Devil Tears Lembongan sekitar pukul 10.20 Wita untuk mengabadikan momen liburannya. Korban saat itu bersama suaminya, Zhang Yichi (24), memilih tempat berfoto yang cukup jauh dari keramaian di sebelah barat. Lokasi tebing di sana tidak berpagar, seperti pada lokasi lain di sekitarnya. Pada saat
mengevakuasi langsung korban dari titik jatuhnya dengan boat Ocean Seven. Pihak kepolisian dari Polair Polres Klungkung juga ikut turun membantu proses evakuasi. Jenazahnya bisa ditemukan kemudian langsung dinaikkan ke boat, sebelum diantar ke Puskesmas Nusa Penida II. Saat mendapat penanganan medis, korban dinyatakan sudah meninggal. Arjaya mengaku langsung mencari guide rombongan wisatawan asal China itu. Dia menyesalkan, kenapa
mastikan kondisi korban, dia rencananya langsung dievakuasi ke tempat tinggalnya. Melihat kasus itu, dia kembali mengingatkan agar wisatawan mematuhi seluruh aturan yang sudah dibuat di setiap objek wisata. Aturan itu dibuat untuk menjaga keselamatan saat berwisata, di mana tebing Devil Tears dikenal sudah banyak memakan korban jiwa dari kalangan WNA. Selanjutnya, pihak kepolisian mengantisipasi persoalan ini dengan menambah personel untuk melakukan pemantauan di lokasi. Sekaligus memberikan imbauan kepada para WNA yang berkunjung maupun guidenya, bersama-sama menjaga keselamatan dengan mematuhi aturan. (kmb31)
Rumah Kontraktor Terbakar
SOSOK Tindak Postingan Provokatif AKTIVITAS masyarakat di media sosial kini menjadi atensi serius pihak kepolisian. Sebab, postingan yang provokatif kerap memancing terjadinya konflik sosial. Mencegah hal itu terjadi di Bumi Serombotan, pihak kepolisian Polres Klungkung terus memantau aktivitas masyarakat, sebelum potensi konflik itu terjadi dan meluas. Itu disampaikan Kasat Intel Polres Klungkung Iptu Ni Wayan Adnyani Prabawati saat ditemui, Selasa (21/1) kemarin. Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, membuat Satuan Intelkam Polres Klungkung merambah pengawasannya ke media sosial. Dia mengakui, memang ada beberapa potensi konflik di media sosial wilayah Klungkung yang menjadi focus perhatiannya. ‘’Memang belum ada potensi konflik signifikan. Kami intens memantau. Jika ada, kami bisa melakukan takedown postingan itu,’’ tegasnya. Melihat situasi demikian, pihaknya pun mengimbau agar masyarakat bijak dan sebaik-baiknya menjaring informasi, sebelum informasi itu disosialisasikan ke media sosial. Pihaknya pun memiliki teknis tertentu, memantau berita yang diposting di media sosial. Bahkan, postingan itu bisa dibawa ke ranah hukum jika menimbulkan keresahkan masyarakat. ‘’Jangan gunakan medsos untuk memprovokasi,’’ tegasnya. Pihaknya memantau sedini mungkin setiap persoalan, guna mencegah agar masalah itu tidak menjadi konflik besar dan meluas. Ini salah satu fungsi Intelkam mencegah sebuah konflik semakin meluas. Dengan semakin bijak bermedia sosial, maka terwujud kedamaian di tengah masyarakat. Dia berharap masyarakat ke depan semakin cerdas, memanfaatkan medsos untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. (gik)
Satu Mobil dan Tujuh Sepeda Motor Hangus Terpanggang Semarapura (Bali Post) Warga Banjar Bungaya, Desa Akah, Kecamatan Klungkung dibuat panik setelah melihat kepulan asap dari rumah I Dewa Gede Rai Adnyana, Selasa (21/1) pagi kemarin. Warga sekitar panik, lantaran api sudah membesar pada rumah lantai dua itu. Kejadian itu tanpa diketahui penghuni rumah yang tinggal tidur di lantai dua. Namun, warga sekitar langsung bergegas menghubungi petugas Pemadam Kebakaran agar segera memadamkan api. Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.12 Wita. Saat itu mayoritas masyarakat setempat masih tertidur lelap. Kobaran api terus membesar datang dari garasi rumah korban yang di dalamnya memuat sejumlah kendaraan. Di antaranya satu unit mobil ambulans dan tujuh unit sepeda motor. Semuanya langsung ludes terbakar dan memicu kebakaran semakin membesar. ‘’Saat kebakaran, pemilik rumahnya tidur di lantai dua. Jadi, mereka tidak tahu persis di bawah ada kebakaran. Malah warga sekitar yang panik duluan,’’ kata Perbekel
RAPAT - Bupati Suwirta saat memimpin rapat bersama OPD terkait.
Bupati Suwirta Inisiasi Empat Koperasi Sekaligus
S E T E L A H 27 tahun lamanya Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, menekuni dunia koperasi, tahun 2020 ini dirinya mengolaborasikan dunia koperasi dengan pemerintahan daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Suwirta saat menggagas pembentukkan koperasi di beberapa OPD di Pemkab Klungkung, yang digelar di Ruang Kerja Bupati, Selasa (21/1) kemarin. Dalam pertemuan itu Bupati Suwirta menjelaskan nantinya akan dibentuk empat buah koperasi, yakni Koperasi Pengolahan Sampah, Koperasi Jasa Prawedding di Kali Unda, Koperasi Pengelolaan Kolam Pancing dan Rumah Makan, serta Koperasi Produksi Kain Tenun. Pihaknya memilih koperasi karena pengalamannya sudah sangat matang menekuni dunia perkoperasian, bahkan telah memperoleh banyak penghargaan. Selain itu koperasi itu sangat bagus, karena sudah mempunyai
itulah, korban diterjang ombak ganas dan terseret jatuh ke laut lepas. ‘’Saya waktu itu masih menyambut kedatangan Kapolda Bali. Setelah terima informasi, saya langsung tinggalkan, untuk memimpin proses evakuasi ke laut,’’ kata Arjaya. Dia memprioritaskan proses evakuasi, karena kemungkinan korban masih bisa diselamatkan. Kemudian, dia bersama Pokdarwis dan masyarakat lokal setempat berupaya naik boat untuk
ketika tamunya berlibur, tidak ikut dipantau, tetapi justru diam di dalam mobil. Seharusnya guide itu tetap harus memantau ke mana tamunya pergi. Dia harus mengontrol atau mencegah agar tidak pergi ke tempattempat berbahaya. ‘’Kalau guide-nya ada di TKP waktu itu, kan bisa melarang tamunya pergi ke tebing yang tidak ada pagar pembatasnya. Di sana memang sangat berbahaya. Ini yang sudah saya wantiwanti sejak awal,’’ tegasnya. Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Gede Putu Ardana menyampaikan korban dan suaminya tinggal sementara di Hotel Berry Glee, Kuta Selatan, Badung. Nomor Pasportnya : E27157844. Setelah me-
kekuatan regulasi yang sah artinya sudah berbadan hukum. Untuk Koperasi Pengelolaan Sampah, Bupati Suwirta meminta koperasi tersebut menjadi pemasaran semua hasil pengolahan sampah itu sendiri. Salah satunya menjual kompos dan pelet. Nantinya hasil penjualan tersebut diberikan kepada para anggota koperasi, yaitu para pegawai kontrak yang mengolah sampah itu. Untuk Koperasi Jasa Prawedding di Kali Unda, koperasi ini akan menjadi wadah pengelolaan hasil dari pemasukan tirai air terjun Kali Unda yang dijadikan tempat prawedding. Agar ke depannya pengelolaan laporan keuangan tersebut menjadi lebih tertata dan transparan. Sementara Koperasi Pengelolaan Kolam Pancing dan Rumah Makan, akan bergerak di bidang kuliner, karena memanfaatkan kolam ikan dan kolam pancing yang ada di Dinas Perikankan dan Ket-
ahanan Pangan Kabupaten Klungkung. Terakhir Koperasi Produksi Kain Tenun, koperasi ini melibatkan semua pengerajin yang memproduksi kain tenun. Wadahnya nanti di bawah naungan Dinas Koperasi UMKM, dan Perdagangan untuk memperkuat ciri khas hasil produksi kain tenun, sehingga produksi kain tenun itu menjadi tuan rumah di tanah sendiri. Pihaknya menjelaskan koperasi yang dibentuk itu tidak berbentuk simpan pinjam dan tidak mencari SHU. Sebab lebih fokus menuntaskan sampah serta mensejahterahkan pegawainya. “Saya serius mengimplementasikan pengalaman saya di bidang koperasi untuk membuat beberapa koperasi. Semua koperasi yang dibentuk ini akan saya back-up. Saya ingin menunjukkan diri atau identitas, bahwa saya ini adalah benar-benar lahir dari koperasi,” ujar Bupati Asal Nusa Ceningan ini. (ad543)
Desa Akah Nyoman Sujati saat dihubungi usai penanganan kebakaran. Saat itu, petugas damkar mengerahkan 2 BW, 1 mobil tangki dan 1 mobil komando, lengkap dengan 10 personel damkar, setelah menerima laporan dari warga sekitar, Ni Wayan Murtini, warga Banjar Tengah, Desa Akah. Setelah ditangani selama sekitar 40 menit barulah kebakaran itu bisa diatasi. ‘’Penyebabnya masih belum diketahui. Setelah penanganan kami langsung kembali. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan olah TKP,’’ kata Kepala Satpol PP dan Damkar Klungkung Putu Suarta yang harus turun langsung ke lokasi untuk memimpin proses pemadaman kebakaran. Perbekel Akah, Nyoman Sujati, menambahkan pascakebakaran, petugas kepolisian dari Polsek Klungkung masih melakukan olah TKP sekal-
igus menggali keterangan dari korban maupun dari warga sekitar. Belum dapat disimpulkan, apa pemicu kebakaran itu. Sebab, saat itu tidak terjadi korsleting listrik, ataupun asap dupa di garasi rumah ini. Pihak kepolisian juga belum dapat menyimpulkan, apakah ada pihak lain yang sengaja melakukannya. Ini membutuhkan waktu, mengingat minimnya saksi. Selain karena kejadiannya itu pagi-pagi buta, juga tidak adanya kamera pengintai di sekitar lokasi. Pihak korban yang bekerja sebagai kontraktor sekaligus pengantar jenazah menggunakan mobil ambulansnya itu, menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah itu kepada pihak kepolisian. Dia sendiri juga tidak bisa memberikan keterangan lengkap, karena saat kejadian, di rumah hanya ada dua orang, dia dan istrinya tidur di lantai dua.
TINJAU KEBAKARAN - Wabup Kasta saat meninjau lokasi kebakaran di Desa Akah. Atas kejadian ini, Wakil waspada terhadap segala Bupati Made Kasta juga kemungkinan yang dapat sempat meninjau ke lokasi. menimbulkan kebakaran. Wabup Kasta prihatin me- Pemda senantiasa berupaya lihat dampak kebakaran. memberikan bantuan keDia berpesan agar selalu pada warga yang tertimpa berhati-hati. Selain itu harus musibah. (kmb31)
Rabu Paing, 22 Januari 2020
SAMPAH - Sampah menumpuk di TPA Butus. Petugas tak tahu berapa ton sampah masuk ke TPA per hari karena timbangan rusak akibat tersambar petir.
Timbangan Sampah di TPA Butus Rusak
Amlapura (Bali Post)Alat timbangan untuk menimbang sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dusun Butus, Desa Buana Giri, Bebandem, Karangasem mengalami kerusakan. Timbangan rusak akibat tersembar petir. Salah seorang petugas di TPA Butus mengatakan, alat timbangan memang mengalami kerusakan sejak dua tahun lalu. Dikatakan, timbangan itu belum dipergunakan lama, mengingat baru dipakai selama dua bulan timbangan
sudah rusak. Sampai saat ini, timbangan tersebut tidak bisa dioperasikan. “Saya kurang tahu, bagian apanya saja yang rusak karena kebetulan yang membidangi sedang tidak ada di tempat. Yang pasti, timbangan ini memang rusak,” ujarnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem, I Gede Ngurah Yudiantara, tidak menampik hal itu. Menurutnya, timbangan sampah memang mengalami kerusakan pada sistemnya sehingga tidak bisa diper-
gunakan. “Timbangan rusak karena tersambar petir,” kata Yudiantara, belum lama ini. Yudiantara menambahkan, saat ini timbangan memang tak dioperasikan karena masih dalam proses perbaikan. Dikatakan, perbaikan timbangan itu dilakukan di Jakarta. “Perbaikan memakan waktu. Kami belum bisa pastikan kapan timbangan akan dipasang. Semoga cepat dapat dioperasikan lagi,” katanya. Ketua DPRD Karangasem, I Gede
Bali Post/kmb41
Dana, saat sidak ke lokasi TPA belum lama ini, sangat menyayangkan atas rusaknya timbangan tersebut. Terlebih, timbangan baru dioperasikan selama dua bulan tapi sudah tak bisa dipergunakan karena rusak. “Karena timbangan rusak, petugas tidak tahu berapa ton sampah masuk ke TPA. Pemerintah harus bisa melakukan pengawasan terhadap barang-barang milik pemerintah. Terlebih barang yang rusak harganya cukup mahal, harus bisa dirawat dengan baik,” tegasnya. (kmb41)
Satpol PP Berangus Puluhan Baliho Kedaluwarsa
Amlapura (Bali Post) Belasan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karangasem memberangus puluhan baliho kedaluwarsa yang terpampang di pinggir jalan raya, Selasa (21/1) kemarin. Hal itu dilakukan guna menjaga keindahan atau estetika kota Amlapura dari kepungan baliho kedaluwarsa.
Bali Post/kmb41
CABAI – Salah seorang pedagang cabai di Pasar Amlapura Timur. Kini harga cabai tembus Rp90 ribu per kilogram.
Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu Per Kilogram
Amlapura (Bali Post) Harga cabai di pasaran semakin hari makin meroket. Bahkan, saat ini harga cabai sudah tembus Rp90 ribu per kilogram. Kon disi itu mengakibatkan para konsumen harus mengurangi mengonsumsi cabai untuk bumbu dapur. Salah seorang pedagang di Pasar Amlapura Timur, Ni Wayan Widiantari, mengatakan harga cabai terus melonjak sejak beberapa hari belakangan ini. Dikatakannya, sebelumnya harga cabai hanya Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Tetapi belakangan ini harga cabai mengalami kenaikan cukup signifikan. ‘’Sebelumnya harga cabai sempat mencapai Rp80 ribu per kilogram. Sekarang harganya sudah tembus Rp90 ribu per kilogram. Kemungkinan harga cabai akan terus mengalami kenaikan. Besok (hari ini - red) bisa saja harga cabai naik menjadi Rp100 ribu per kilogram,’’ ujar Widiantari, Selasa (21/1) kemarin. Melonjaknya harga cabai di pasaran, kata Widiantari, diduga akibat cuaca buruk yang mengakibatkan banyak petani lokal yang
gagal panen karena buah cabai mengalami kerusakan karena diguyur hujan lebat. Sedangkan pasokan cabai dari luar Bali sangat sedikit akibat mengalami kelangkaan. ‘’Setiap tahun harga cabai memang mengalami kenaikan. Tapi sekarang kenaikannya cukup signifikan. Biasanya kalau cabai mahal, sudah banyak pasokan cabai dari luar Bali. Tapi saat ini pasokan juga minim,’’ jelasnya. Pedagang lain, I Wayan Putra, menjelaskan akibat melonjaknya harga cabai, membuat konsumen memilih mengurangi konsumsi cabai. Kondisi itu membuat cabai yang dijualnya sedikit terjual. ‘’Karena mahal, warga mengurangi membeli cabai. Biasanya membeli cabai setengah kilo, kini seperempat kilo saja,’’ ujarnya. Putra menambahkan, harga cabai mulai melonjak naik sejak beberapa hari lalu. Sebelumnya, harga cabai Rp80 ribu, kini naik menjadi Rp90 ribu per kilogram. Atas kondisi ini, membuat dirinya tidak berani menjual cabai terlalu banyak. ‘’Kalau menjual banyak, takut merugi,’’ jelasnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
BALIHO - Petugas Satpol PP Kabupaten Karangasem memberangus baliho kedaluwarsa yang terpampang di pinggir jalan raya, Selasa (21/1) kemarin.
Tangani Bencana, BPBD Kekurangan Personel Amlapura (Bali Post) Banyaknya bencana yang terjadi di wilayah Karangasem membuat BPBD Karangasem kelimpungan. Penyebabnya, sampai saat ini BPBD masih kekurangan personel untuk menangani setiap bencana yang terjadi tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa menjelaskan,
pihaknya memang masih kekurangan personel di dalam menangani bencana di Karangasem. Pasalnya, Karangasem termasuk salah satu daerah rawan bencana. Selama ini, pihaknya cukup kewalahan dalam menangani setiap bencana. “Kami memang masih membutuhkan tambahan personel di lapangan. Sekarang kami baru
Tertimpa Pohon
Panyengker dan Palinggih Warga Rusak Amlapura (Bali Post) Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Karangasem kembali memicu bencana pohon tumbang, Selasa (21/1) kemarin. Pohon tumbang menimpa panyengker dan palinggih warga hingga rusak parah. Di Kubu, pohon tumbang mengakibatkan kemacetan lalu lintas hingga 500 meter. Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Arimbawa, mengatakan pohon tumbang terjadi di dua titik, yakni di Ban-
jar Dinas Darma Winangun, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu dan di BTN Wahyu Permai Blok D Lingkungan Galiran Kaler, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem. ‘’Bencana pohon tumbang di Kubu terjadi pukul 11.30 Wita, sedangkan di Kelurahan Subagan pukul 12.30 Wita,’’ ujarnya. Arimbawa mengatakan, pohon tumbang di Kubu menimpa badan jalan. Kondisi itu mengakibatkan arus lalu lintas sempat terganggu.
Menurut Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Karangasem I Gede Arianta Pariatna, penurunan baliho dilakukan dengan menyisir kawasan kota Karangasem. Mulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Gatot Subroto, Ngurah Rai, Gajah Mada, Diponegoro, Untung Surapati, hingga Jalan Veteran. Dikatakan, balihobaliho yang diturunkan itu merupakan baliho yang izin pemasangannya sudah kedaluwarsa serta melanggar perda. ‘’Semua baliho yang sudah kedaluwarsa dan melanggar, kami turunkan. Dari hasil penertiban, kami berhasil mengamankan puluhan baliho, banner, spanduk dan pamflet,’’ katanya. Arianta Pariatna mengatakan, jumlah baliho yang terpampang di pinggir-pinggir jalan cukup banyak. Pihaknya akan terus melakukan pembersihan terhadap balihobaliho tersebut, sehingga kawasan Karangasem bersih dari keberadaan baliho kedaluwarsa dan melanggar yang membuat kota Amlapura terlihat semrawut. ‘’Kami ingin kawasan kota Amlapura dan kawasan lainnya kelihatan bersih dan indah dipandang. Selama ini banyak baliho yang sudah pudar dan rusak masih terpampang di pinggir jalan. Kondisi itu membuat kawasan kurang enak dipandang. Tapi, kalau sudah bersih kan masyarakat lebih nyaman dan tak terganggu dengan keberadaan baliho itu,’’ tegasnya. (kmb41)
Untuk mengevakuasi pohon, pihaknya dibantu petugas kepolisian dan TNI. ‘’Sempat menimbulkan kemacetan hingga 500 meter. Tapi sekarang pohon sudah berhasil dibersihkan dan arus lalu lintas sudah kembali normal,’’ katanya. Arimbawa menambahkan, pohon tumbang di Kelurahan Subagan terlebih dulu menimpa kabel milik PLN, dan setelah itu menimpa panyengker dan palinggih milik I Komang Suardana. ‘’Tiang
listrik milik PLN patah karena tertarik pohon tumbang. Akibat kejadian itu, kerugian yang dialami pemilik rumah mencapai Rp3 juta karena tembok panyengker rumah dan palinggih rusak tertimpa pohon,’’ ujarnya. (kmb41) TUMBANG Pohon tumbang yang menimpa panyengker dan palinggih milik warga.
memiliki tiga regu. Satu regu masing-masing ada 10 orang,” ujar Arimbawa, Selasa (21/1) kemarin. Jika dilihat potensi bencana di Karangasem, kata Arimbawa, seharusmya memiliki 48 personel yang bertugas di lapangan. Dengan jumlah itu, maka setiap regu ada 16 personel. Yakni, 10 orang turun lokasi dan sisanya sebagai penerima
dan pembuat laporan, serta petugas informasi cuaca melalui media sosial. “Sekarang ini, kami kewalahan menangani bencana. Terlebih ketika bencana bersamaan di sejumlah titik. Petugas masih kerja 24 jam,” katanya. Selain kekurangan petugas di lapangan, pihaknya juga masih kekurangan tenaga administrasi ber-
status pegawai negeri sipil (PNS). Namun, kekurangan tersebut tidak membuat BPBD sampai mengabaikan tugas yang dibebankan. “Mereka memiliki beban pekerjaan yang tinggi dan upah yang diterima tak sebanding dengan beban tugas. Kami berharap bisa diberi upah setara UMK Karangasem Rp2,3 juta,” terangnya. (kmb41)
Rabu Paing, 22 Januari 2020
Tiga Pengguna Narkoba Diamankan Bangli (Bali Post) – Tiga pengguna narkoba dibekuk dalam waktu sehari. Ketiganya diamankan dari dua lokasi berbeda. Dari tangan mereka, polisi menyita dua paket narkoba jenis sabu-sabu dan lima linting ganja. Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Selasa (21/1) kemarin mengungkapkan, ketiga pelaku yang diamankan itu yakni Ahmad Fajri asal Palembang, Sumantera Selatan, Made Juni Artawan asal Desa Banjar, Buleleng, dan I Made Bebik Darmaji asal Desa Panji, Sukasada, Buleleng. Mereka ditangkap di hari yang sama, Rabu (15/1) lalu. Pelaku Ahmad Fajri dan Made Juni Artawan dibekuk di halaman parkir sebuah toko modern di bilangan Jalan Brigjen Ngurah Rai, Kelurahan Kawan sekitar pukul 15.10 Wita usai mengambil sabusabu di sekitar lokasi. Dari tangannya petugas berhasil
mengamankan barang bukti berupa satu buah plastik klip bening yang berisi kristal bening. Diduga sabu dengan berat 0,42 gram bruto atau 0,25 gram netto. Selain itu petugas juga mengamankan barang bukti lainnya, yakni satu buah potongan pipet, dua handphone dan satu unit sepeda motor milik pelaku. Keduanya bersama barang bukti diamankan ke Mapolres guna proses lebih lanjut. Sekitar pukul 22.20 Wita, berlokasi di sebuah gang selatan SMPN 3 Bangli, polisi mengamankan I Made Bebik Darmaji. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa satu buah plastik klip bening yang berisi sabu. Beratnya 0,34 gram bruto atau 0,17 gram netto. Barang terlarang itu terbungkus dalam satu potong pipet warna putih dan dimasukkan ke dalam kulit rokok. Tak hanya itu, petugas juga menemukan lima linting ganja. Masing-masing beratnya di bawah satu gram. Ganja itu ditemukan terbung-
kus kulit rokok dan disimpan di dalam tas tangan cokelat yang dibawa pelaku. ‘’Jadi ada dua jenis narkoba yang kami dapatkan dari tersangka di TKP kedua ini,’’ ungkap Kapolres disetujui Resnarkoba AKP I Gede Sudiarna Putra. Berdasarkan hasil pemeriksaan, barang terlarang yang dimiliki ketiga pelaku itu akan digunakan pelaku sendiri. Atas perbuatannya, Ahmad Fajri yang merupakan residivis kasus jambret dan Made Juni Artawan, residivis kasus narkoba itu, disangkakan melanggar Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan paling lama 12 tahun serta Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan tersangka I Made Bebik Darmaji disangkakan melaggar Pasal 111 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (kmb40)
Danau Batur Belum Bisa Di-”treatment”
Pengadaan Nano Bubble Generator Masih Nihil
Bangli (Bali Post) –
Permasalahan Danau Batur sudah mulai ditangani pemerintah secara bertahap sejak 2019 lalu. Meski demikian dari sejumlah kegiatan yang telah dirancang dalam matrik pengelolaan Danau Batur tahun 2019, tidak semuanya terealisasi. Hal itu diakui Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli, I Gusti Ngurah Laksana. Dia menjelaskan sesuai kesepakatan penanganan Danau Batur dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat. Pemerintah telah menyusun matrik mengenai sasaran dan rencana aksi yang dikerjakan setiap tahun selama lima tahun. “Istilahnya, penanganan Danau Batur ini bukan saja kerja bersama lintas sektor., bahkan lintas kementerian,” terangnya belum lama ini. Untuk tahun 2019 lalu, terdapat sejumlah kegiatan yang
dirancang terlaksana dalam matrik pengelolaan Danau Batur. Namun, diakui Laksana, tidak semuanya bisa terealisasi. Salah satunya pengadaan alat nano bubble generator. Alat yang berfungsi men-treatment air Danau Batur itu direncanakan pengadaannya oleh pemerintah pusat dan Provinsi Bali secara bertahap. Di tahun 2019, pengadaan alat direncanakan sebanyak dua paket. “Itu belum jalan,” ujarnya. Apa kendala belum terealisasinya alat tersebut, Laksana
Bangli (Bali Post) Kasus pencurian dengan menyasar sekolah marak terjadi di wilayah Bangli beberapa waktu terakhir. Kasus terbaru pencurian terjadi di SDN 2 Bunutin di Kecamatan Bangli. Dari sekolah itu maling berhasil membawa kabur dua unit laptop milik sekolah. Selain itu sejumlah uang yang tersimpan di ruang guru. Kepala SDN 2 Bunutin, Gusti Made Suarsana, mengungkapkan dirinya baru mengetahui sekolahnya kemalingan, Selasa (21/1) kemarin, sekitar pukul 07.10 Wita. Ia dapat laporan kejadian itu dari rekan gurunya, Nyoman Suardana, yang datang lebih dulu ke sekolah. Dilaporkan, pintu kayu dan terali ditemukan dalam keadaan terbuka dan rusak tercongkel. Kondisi di dalam ruangan itu berantakan diduga karena diacak-acak. Saat dilakukan pengecekan, diketahui dua unit laptop merek HP dan Lenovo yang sebelumnya tersimpan di lemari kaca raib. ‘’Saat saya cek kedua laptop itu sudah tidak ada. Satu tas saya temukan di luar lemari,’’ ujarnya saat ditemui di SDN 2 Bunutin siang kemarin. Selain laptop, uang sekitar Rp30 ribu juga hilang dari ruangan itu.
Kondisi serupa juga terjadi di ruang kepala sekolah. Suarsana mengatakan, pintu ruangannya yang dilapisi terali besi ditemukan dalam kondisi rusak tercongkel. Pihaknya juga mendapati laci dan lemari yang ada di dalam ruangan terbuka dan dokumen-dokumennya berantakan. Namun, tidak ada barang yang hilang dari ruangan kepala sekolah. Atas kejadian itu, Suarsana mengatakan total kerugian yang dialami pihaknya mencapai Rp13 juta lebih. Kejadian itu telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Kasus pencurian yang menyasar sekolah akhir-akhir ini membuat masyarakat resah. Sebelum terjadi di SDN 2 Bunutin, kasus pencurian laptop sempat menimpa beberapa sekolah dasar lainnya di Kecamatan Bangli. ‘’Ini sudah kasus yang keempat. Harapan kami mudah-mudahan kasus ini bisa segera diungkap polisi,’’ ujarnya. Untuk meningkatkan keamanan sekolah pascakasus pencurian kemarin, pihaknya berencana mengusulkan ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) agar menempatkan tenaga waker untuk menjaga lingkungan sekolah pada malam
tidak tahu secara pasti. Dia mengatakan, pemerintah pusat dan provinsi punya tugas melakukan pengadaan nano bubble itu, sementara operasional dan perawatanya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten. Selain nano bubble, kegiatan yang juga belum jalan di tahun 2019, yakni pembangunan danau buatan di wilayah Suter. Apa kendalanya, Laksana meminta menanyakan ke Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli.
Sementara kegiatan-kegiatan yang sudah jalan di tahun pertama, disebutkan pengadaan mesin pencacah sampah, dan pembuatan bioflok. Di tahun 2020 mendatang, adapun salah satu kegiatan yang masuk matrik pengelolaan Danau Batur, yaitu pembuatan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Komunal. Pihaknya berharap kegiatan pengelolaan Danau Batur itu bisa terlaksana secara bertahap sesuai matrik yang telah disusun. “Di trimester I tahun ini nanti akan ada pertemuan dengan Pokja (kelompok kerja pengeloaan Danau Batur) untuk mengevaluasi seberapa kegiatan penanganan Danau Batur yang sudah jalan,” tandasnya. (kmb40)
SDN 2 Bunutin Kemalingan, Dua Laptop Raib
TIGA TERSANGKA - Ketiga tersangka digiring petugas di Mapolres Bangli.
Kasus Pencurian Marak
Disdikpora Instruksikan Amankan Aset Berharga DINAS Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli menginstruksikan kepada seluruh sekolah meningkatkan pengamanan aset milik daerah yang berharga yang menjadi pengawasan sekolah. Instruksi itu dikeluarkan menyikapi maraknya kasus pencurian yang menyasar sekolah akhir-akhir ini. Bagaimanakah kah upaya efektif yang dilakukan Disdikpora untuk mengamankan aset berharga milik daerah itu? Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nengah Sukarta, Selasa (21/1) kemarin mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya terdapat tiga sekolah di wilayah Bangli yang dibobol maling. Pada 12 Januari lalu, kasus pencurian terjadi di TK Negeri Bangli dan SDN 5 Kawan. Dari dua sekolah itu, maling berhasil membawa kabur laptop. Kemudian Selasa kemarin, pihaknya kembali menerima laporan terjadinya kasus pencurian laptop di SDN 2 Bunutin, Bangli. “Padahal setelah terjadinya kasus pencurian di SD 5 Kawan dulu saya sudah instruksikan agar mengamankan seluruh aset-aset berharga. Pengawas juga sudah terus turun ke sekolah menginstruksikan hal itu. Yang kejadian terakhir ini mungkin karena lalai, setelah ngeprint ke kantor malas bawa (laptop) pulang, sehingga kehilangan,” terangnya. Untuk mengantisipasi terulangnya kasus yang sama, Sukarta mengaku pihaknya kini telah kembali membuat instruksi tertulis yang disebar ke sekolah-sekolah. Dalam instruksi itu pihaknya meminta sekolah lebih meningkatkan pengamanan barang milik daerah yang menjadi pengawasan sekolah. Pihaknya juga meminta pihak sekolah memperketat penjagaan di lingkungan sekolah. Jika memungkinkan, sekolah diminta memasang alat pemantau CCTV. Sekolah diinstruksikan segera melapor ke polisi terdekat jika ada tamu yang mencurigakan. “Kalau memang ada yang jaga, agar diaktifkan. Kalau itu tidak ada semua, poin terakhir adalah semua aset-aset berharga agar dibawa pulang,” kata Sukarta. Di sisi lain, Sukarta juga memohon bantuan pihak kepolisian agar lebih meningkatkan patroli di masyarakat. Dengan patroli itu, diharapkan dapat mencegah terjadinya aksi kejahatan yang menyasar sekolah-sekolah. Disinggung adanya harapan SDN 2 Bunutin agar Disdikpora dapat menempatkan petugas jaga atau waker di sekolah itu, Sukarta mengatakan sementara hal itu belum bisa dilakukan. Alasannya, terbentur anggaran. “Guru saja masih kurang, bagaimana mengangkat waker,” pungkasnya. (ina)
Nengah Sukarta
PENYIMPANAN - Gusti Made Suarsana menunjukkan lemari kaca yang menjadi tempat penyimpanan laptop. hari. Kata Suarsana, peluang maling masuk ke sekolahnya cukup tinggi. Selain karena jauh dari permukiman, tembok panyengker sekolahnya juga kurang tinggi sehingga gampang dimasuki orang. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dikonfirmasi terpisah mengenai kasus pencurian di SDN 2 Bunutin mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa
pelaku pencurian itu. Pascakejadian itu, Polres Bangli lebih meningkatkan patroli. Di sisi lain pihaknya juga mengimbau kepada sekolah untuk meningkatkan keamanan dengan memasang CCTV. Selain itu menempatkan petugas jaga atau satpam sekolah, serta menambah lampu penerangan di areal sekolah. ‘’Kami imbau agar sekolah menyimpan barangbarang di tempat aman,’’ pungkasnya. (kmb40)
Rabu Paing, 22 Januari 2020
Berstatus BLUD, RSUD Tak Bayar Tunjangan Kinerja Singaraja (Bali Post) Mulai Januari 2020 pemerintah memberikan tambahan penghasilan pegawai (TPP) atau lebih dikenal dengan tunjangan kinerja (tukin) kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Meski menjadi kebijakan pemerintah pusat, tidak semua lembaga dan instansi pemerintah akan memberikan tukin kepada ASN, seperti RSUD Buleleng. ASN yang bertugas di RSUD Buleleng dipastikan tidak mendapat tukin. Ini karena RSUD sendiri telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Tukin diganti
Gede Suyasa
dengan pemberian remunerasi. Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng Gede Suyasa, Senin (20/1) lalu mengatakan, khusus di RSUD, berdasarkan Permenkes, tidak mendapatkan TPP. Tetapi menggunakan remunerasi. Ini karena rumah sakit sudah BLUD. Status BLUD, maka pengelolaan keuangan di RSUD dilakukan secara mandiri. Baik itu dalam mengelola sumber pendapatan maupun pengeluaran rumah sakit. Demikian juga dengan tambahan penghasilan, diatur dalam rencana bisnis angBali Post/kmb38 garan rumah sakit.
‘’Aturannya jelas Permenkes dan Permendagri menyebut bahwa rumah sakit yang sudah BLUD dilarang memberikan TPP, tapi yang diterapkan di sana remunerasi. Kami sudah sosialisasi tadi,’’ katanya. Menurut Suyasa, dulunya tenaga medis dan PNS yang bertugas di RSUD memang diberikan TPP. Hanya, tunjangan itu diberikan saat pemerintah belum menerapkan analisis kinerja. Kini seiring penerapan analisis beban kinerja, maka TPP dialihkan menjadi remunerasi. Hal ini juga berlaku bagi RS Pratama di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt. Di RS Pratama Giri Emas Kecamatan Sawan dan Puskesmas se-Buleleng juga tidak akan diterapkan pemberian TPP. ‘’Dalam aturan itu, sebagai gantinya kami berikan jasa pelayanan dalam remunerasi,’’ tegas birokrat asal Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula ini. (kmb38)
Polisi Selidiki Aksi Penghadangan di Jalur ”Shortcut” Singaraja (Bali Post) Aksi kriminal terjadi di jalur shortcut Singaraja-Mengwitani. Jro Sandi (48), warga Dusun Perenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada mengalami aksi penghadangan, pada 16 Januari 2020 pukul 02.00 Wita saat melintas di jembatan shortcut titik 5 dan 6. Informasi dikumpulkan di lapangan menyebut, korban datang dari Denpasar menuju rumahnya, Gitgit. Tiba di jalur shortcut, korban yang mengendarai mobil bermaksud berhenti di lokasi kejadian. Di situ korban melihat gelagat sejumlah pemuda. Curiga dengan hal itu, Jro Sandi bersama istrinya meninggalkan lokasi. Dia pun berhasil meninggalkan gerombolan pemuda itu walaupun mobilnya sempat menyerempet salah satu sepeda motor yang menghadang. Kejadian tersebut dilaporkan ke Mapolsek Sukasada. Bahkan, melalui jejaring media sosial informasi itu dengan cepat menyebar. Kapolsek Sukasada Kompol
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Interview Gratis untuk kesempatan kerja di Jepang (gaji 19-35/bln) resmi, visa kerja. Utk info WA 08123990088 atau 085931311890
B.BP.004.01.20.0000538
Dicari Manager utk Hotel dan HK,FO,Security,Garden Hub: new arenahotelkutabali@gmail.com B.BP.001.01.20.0000464
Dcr PRT yg bisa rawat Bayi, diutamakan KTP Bali, kerja di Denpasar No HP:08113882401 B.BP.004.01.20.0000535
BIRO JASA
Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, Selasa (21/1) kemarin, membenarkan telah menerima laporan penghadangan di jalur shortcut. Saat ini, pihaknya telah menyebar personel intel untuk menyelidiki kelompok pemuda yang diduga menghadang korban. Para personel Bhabinkamtibmas di Desa Gitgit, Pegaya-
man, dan Bhabinkamtibmas Wanagiri menyelidiki kejadian tersebut. “Informasi terkait ada yang terserempet, kita masih menyelidiki. Tiga personel Bhabinkamtibmas masih menelurusi dari mana kelompok pemuda yang disebut melakukan penghadangan terhadap korban,” katanya. Di sisi lain, Nyoman Landung mengatakan sejak jalur
shortcut - Jalur shortcut Singaraja-Mengwitani .
Bth Receptionis, sopir, terapis Hb:Lluvia Spa 8475903, 8475662 B.BP.001.01.20.0000402
Cr staf Money Changer (Pria) hub.08123636456 B.BP.001.01.20.0000539
Dcr 2 krywti&Tenaga Srabutan,1 Tkang Goreng Hub.081999375747 B.BP.001.01.20.0000528
Dibutuhkan Segera Sopir,SIM A, Belum Menikah,U.Max 45 Tahun Bertanggungjawab,Berpengalaman Paham Jalan Kota Denpasar & Sekitarnya.Bawa Lamaran ke Jln.Pulau Kae No.36 - Denpasar Hubungi :(0361)221635 B.BP.001.01.20.0000527
SERVICE
SERVICE
ALUMINIUM
Dcr Desain Grafis SMK/D3 Hub:08123943787 B.BP.001.01.20.0000541
Dcr Waiter/ss Lls Min SMA/SMK. CV Lngkap Hotel Puri Cendana SeminyakH.081212886674/732947 B.BP.001.01.20.0000519
Dicari Sopir Sim B1 Pria Umur Max. 35th&Helper Pria max 30th untuk kerja di Perusahaan CV Surya Buana Jl.Sekar Sari No.23 Dps Timur Hub.081337070443 B.BP.001.01.20.0000520
Dicr Staf Salon Pglmn Eyelash & Nail Art.Hub/WA:081999038555 instagram: @dostabeautystudio B.BP.001.01.20.0000526
shortcut dioperasikan, pihaknya sudah rutin menerjunkan personel melaksanakan patroli. Ini selain mencegah aksi kriminal di jalur itu, belakangan ini kerap kali ada pengguna jalan yang sengaja berhenti terutama di atas jembatan shortcut. Padahal, daerah tersebut sudah dipasangi rambu larangan untuk berhenti. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PELURU – Sebanyak 13 butir peluru aktif ditemukan di dasar laut Pantai Penimbangan, Senin (20/1).
Peluru Aktif Ditemukan di Pantai Penimbangan
Singaraja (Bali Post) -
Sebanyak 13 butir peluru aktif ditemukan berserakan di dasar laut Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Peluru itu ditemukan nelayan dan penggiat ‘’Save Penyu’’ saat melakukan snorkeling, Senin (20/1) lalu. Peluru tersebut kemudian diserahkan kepada petugas Babinsa yang bertugas di Desa Baktiseraga. Saksi Jro Mangku Widanyana mengatakan, dirinya bersama beberapa temannya sedang snorkeling guna memantau terumbu karang di Pantai Penimbangan. Setelah snorkeling pada jarak sekitar 5 meter dari darat, tiba-tiba dirinya menemukan peluru di dasar laut. Peluru tersebut ditemukan pada lokasi yang berbeda. Widanyana dan rekannya kemudian memungut peluru tersebut. Setelah semuanya dikumpulkan, dia kemudian kembali ke darat dan melaporkan temuannya itu kepada anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. ‘’Seperti biasa karena air laut tenang kami snorkeling
sambil lihat terumbu karang. Kami melihat ada peluru dan kami putuskan mengambilnya. Ada 10 butir peluru tajam dan 3 butir peluru karet,’’ katanya. Wiadnyana menambahkan, sebelumnya sekitar enam bulan lalu, seorang nelayan yang sedang menyelam juga menemukan peluru aktif yang juga diserahkan kepada petugas terkait. Dari mana asal peluru itu, Wiadnyana mengaku tidak tahu pasti. Untuk mengetahui lebih detail, dirinya menyerahkan kepada aparat yang berwenang, untuk mengetahui siapa pemilik dan alasan mengapa dibuang ke laut.
Dicari Staff berpengalaman u/ Villa pribadi di Pererenan Badung, bisa Cook rangkap HK lancar Bhs Ing CV krm email ke: k.suartana@gmail.com
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
PROPERTY
Sales&Sopir kanvas L300 rajin SriusGaji,UM+Instv081338085868
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
HONDA
DIJUAL RUKO
Bali Post/kmb38
B.BP.031.01.20.0000506
B.BP.001.01.20.0000487
Wanted / Job Offer Assistant / Graphic Design for an international company.Skills required: good organizational ability & English Please contact Tom at : tom@wla.us.com / Whatsapp +49 176 8305 9432 B.BP.004.01.20.0000537
G.01
B.BP.001.01.20.0000449
PROPERTY
DIJUAL TANAH
KONTRAKTOR
Jasa Borongan Bangunan/Renov Rmh,Kos,Villa Dll, 087760041349
Jual Ruko Jl.Teuku Umar Barat Dpn Bali Kiddy. Luas Bangunan 11x26M. 2Lt Hub.081237821899
B.BP.001.01.20.0000540
DIJUAL TANAH
KEHILANGAN
Jual Tanah 10are pinggir jalan Denpasar utara Hub.0811399361
HlgBPKBNo.F3044628-ODK1874 AK,AN:IGusti Ngurah Santoso,SH
B.BP.001.01.20.0000505
PROPERTY
Tanah 5 Are @100Jt/Are Lok.BB Agung-JembranaH:087860168252
B.BP.001.01.20.0000522
HRV Mugen Matic Th 2017,Putih Tgn 1,A/N sendiri.081237544219
Sementara itu Danramil Kota Singaraja Kapten Inf. Rifai mengatakan, belasan butir peluru itu sudah diteliti. Peluru itu memiliki kaliber 50 FN, Ak 50.303 MK VII. Dilihat dari kelas peluru itu, belum digunakan pada senjata milik anggota TNI di Buleleng. Pihaknya menyerahkan penyelidikan kasus ini ke Korem 163/Wirasatya. Kasus ini dilimpahkan, Selasa (21/1) kemarin. ‘’Kita terima temuan peluru itu dan kondisinya sudah berkarat dan kelihatannya dibuang sudah lama. Pimpinan kami sudah mengambil langkah untuk meneruskan ke Korem 163/ Wirasatya,’’ katanya. (kmb38)
B.BP.001.01.20.0000523
B.BP.001.01.20.0000408
BIRO JASA Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant, Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155
B.BP.001.01.20.0000105
KEHILANGAN IMB NO.423/pomb/90 Bgn No.265 Th 1990 Lok.Seminyak ,Ls 500M2 AN.Yusuf Tayeb D/A.Batu Belig B.BP.001.01.20.0000524
Rabu Paing, 22 Januari 2020
2020, Kasus Korupsi LPD akan Dituntaskan Negara (Bali Post) – Sejumlah kasus korupsi yang diselidiki Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana tahun lalu, ditargetkan digeber dan rampung tahun ini. Salah satunya dugaan kasus korupsi LPD di Kecamatan Melaya yang saat ini sudah masuk di meja Seksi Pidana Khusus. Saat ini Kejari Jembrana telah menerima hasil penghitungan kerugian negara dan dalam waktu dekat akan segera ditindaklanjuti. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Negara Pipiet Suryo Priarto W., Selasa (21/1) kemarin, mengatakan untuk penanganan kasus korupsi LPD yang saat ini sudah masuk penyidikan di Pidsus, dipastikan tahun ini akan digeber. Teranyar, Pidsus juga sudah menerima hasil penghitungan kerugian negara yang terhitung sekitar Rp900 juta. Secara umum, di lingkup jajarannya, Pipiet asal Semarang, Jawa Tengah ini mengaku akan memungsikan seluruh fungsi yang ada di Kejaksaan baik itu Pidana Umum, Pidsus, Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) serta Intelijen. ‘’Fungsi semua kita aktifkan. Kita ingin semuanya aktif, anggaran kita juga berbasis kinerja dan tentunya harus semua terserap. Dan harus legal,’’ tambah Pipiet yang sebelumnya menjabat Kajari Alor, Nusa Tenggara Timur. Apabila tahun sebelumnya, salah satu fungsi belum maksimal, maka tahun ini akan digenjot untuk lebih aktif lagi. Selanjutnya untuk TP4D (Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah) yang sudah dibubarkan, Kejari Jembrana tetap mengikuti instruksi Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu. Khususnya terkait program strategis nasional berkaitan pembangunan fisik. Bila memang ditemukan ada kesalahan, agar segera diberitahukan kepada pengguna anggaran. ‘’Bagaimana nantinya objek fisik itu bisa dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat,’’ tandasnya. Kasus dugaan korupsi LPD ini merupakan salah satu penyelewengan yang diselidiki Seksi Intelijen Kejari Jembrana. Kasus ini muncul setahun lalu, diawali adanya nasabah yang tidak bisa mengambil uang tabungan mereka di LPD. Diduga ada oknum yang menjadikan kondisi LPD tersebut bermasalah dengan adanya penyimpangan dana LPD. (kmb26)
Amankan Populasi Sapi Bali
Disebar 22 Dokter Hewan di Lima Kecamatan
Negara (Bali Post) – Populasi sapi Bali di Kabupaten Jembrana tergolong tinggi. Dari data yang dihimpun dari Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, pada tahun 2019 jumlah sapi Bali mencapai 32.845 ekor. Sejumlah kendala muncul dalam pengembangan sapi Bali di daerah makepung itu. Salah satunya adalah penyakit. Beberapa penyakit menular yang diwaspadai di antaranya antrax dan Jemberana disease. Meskipun saat ini Bali masih bebas kedua penyakit itu, pengawasan dan penanganan antisipasi penyakit yang mengganggu populasi sapi Bali ini dilakukan. Selain perawatan berkala dari peternak, sejumlah upaya dilakukan melalui Bidang Kesehatan Hewan Kesmavet Jembrana. Seperti yang dilakukan Selasa (21/1) kemarin di Banjar Kembang Sari, Desa Tukadaya, Melaya melalui pelayanan kesehatan hewan. Ratusan peternak sapi di sekitar desa ini mendatangi pelayanan ke-
sehatan hewan. Kepala Bidang Keswan Wayan Widarsa mengatakan, pelayanan yang dilakukan ini meliputi pelayanan kesehatan reproduksi seperti pemeriksaan kebuntingan dan gangguan reproduksi. Selain itu juga pelayanan kesehatan umum dengan pemberian obat anticacing kepada anakan sapi Bali,
vaksinasi, penyemprotan lalat pada tubuh sapi dan pengobatan sapi yang sakit. ‘’Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sapi Bali dan mencegah penyebaran penyakit yang menyerang sapi,’’ terangnya. Sedikitnya 117 ekor sapi Bali di Tukadaya dan sekitarnya yang dilakukan pemeriksaan.
Akibat Perkosaan Rabu, 22 Januari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 10:05 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Dewa Yadnya Kapemangkuan Dan Prajuru (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Adi Parwa (1) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping
11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita
Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shooping Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Bali TV Shop Punggung Ocydia Home Shooping Klip Bali Ocydia Home Shooping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Lila Cita Sanggar Sekar Bumi (2) Gita Santhi Sekaa Santhi Saraswati Br. Anyar Kerobokan (1)
Bali Post/olo
SAPI BALI - Pemeriksaan kesehatan khusus sapi Bali yang dilakukan di Desa Tukadaya, Selasa (21/1) kemarin.
17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Indonesia maju Bersama Dubes RI Untuk Zimbabwe dan Zambia 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Durga Bairawi, Sanggar Aswini Kembar (3) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:00 Wita Bali Chanel
Yakni, indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan, baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin, yang menderita penyakit genetik berat
dan/atau cacat bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan. Atau, kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan. (asa)
Berpikiran Pendek Sampai akhirnya ketika bayi lahir, ibu berpikiran pendek dan melakukan pembunuhan atau membuang bayinya. Untuk itu, ia berharap agar masyarakat khususnya keluarga ketika ada kasus hamil di luar nikah, tidak langsung menghakimi dengan pandangan negatif. Berikan dukungan ke-
pada calon ibu dan beri jalan keluar, sehingga dia mau mempertahankan bayinya. ‘’Jika ibu merasa tidak mampu merawat dan membesarkan anaknya, tawarkan jalan keluar seperti dirawat bersama-sama oleh keluarga atau diadopsi pasangan lain yang membutuhkan anak. Sehingga tindakan membuang dan membunuh bisa dicegah,’’ ujar Sri Wahyuni. (san)
Ratusan sapi bunting juga diberikan vitamin dan kalsium. ‘’Ada ratusan ekor sapi yang diberikan vitamin. Dan juga kami berikan vaksin untuk anakan dan calon induk untuk mengurangi atau mencegah penyakit menular,’’ terangnya. Menurutnya, upaya ini akan dilakukan secara rutin dengan menyasar empat kecamatan lain di Jembrana. Secara preventif juga, untuk mencegah penyakit dari luar Bali masuk, diterapkan larangan sapi luar masuk ke Bali. Widarsa juga menyebutkan, untuk pelayanan kesehatan hewan, secara bertahap jumlah dokter hewan juga terus meningkat. Akumulasi dari tahun 2011 lalu, dari jumlah dokter
hewan hanya 4 orang, kini meningkat menjadi 22 orang. Dokter hewan ini juga menyebar di lima kecamatan. Satu kecamatan ter-cover 2 dokter hewan yang rutin melakukan kunjungan di wilayah binaannya masing-masing. ‘’Kita wajibkan mereka untuk turun ke bawah secara terjadwal, termasuk apabila ada laporan warga. Yang kita sasar kelompok ternak dan warga peternak,’’ terang Widiarsa. Pengawasan juga dilakukan di sejumlah Rumah Potong Hewan (RPH) di Jembrana. Pemeriksaan rutin untuk memastikan kesehatan dan keamanan ternak sebelum ternak itu dipotong dan dikonsumsi warga. (kmb26)
Wilayah Denpasar Lebih lanjut Alit memaparkan, dari data kasus penemuan jenazah bayi di tahun 2019, terbanyak ditemukan di bulan Juli yaitu sebanyak empat kasus. Sisanya masing-masing
di bulan Januari (1), April (1), Agustus (1), Oktober (1) dan Desember (1). Sebagian besar bayi ini ditemukan di wilayah Denpasar. Ada juga satu bayi ditemukan di Susut, Bangli dan satu bayi ditemukan di Banyuwangi, Jawa Timur. (san)
Kondisi Hidup Sementara itu, Komisioner KPPAD Bali Ni Luh Gede Yastini, S.H., Selasa kemarin mengatakan, pembuangan bayi sejak tahun 2017 hingga tahun 2019 sudah berjumlah 40 kasus, baik bayi yang ditemukan dalam kondisi hidup maupun meninggal. ‘’Kasus sudah terus berulang. Harapan kami semua pihak bersuara dan sepakat bahwa tindakan pembuangan
bayi ini adalah kejahatan,’’ katanya. Terhadap kasus pembuangan bayi yang terus berulang ini, solusi yang terbaik itu semua pihak dan instansi harus dilibatkan. Baik dari sisi pencegahan melalui membangun kesadaran tentang kesehatan reproduksi hingga penanganan apabila terjadi kehamilan lalu setelah bayi lahir apa yang harus dilakukan dan di-support. ‘’Ini kerja bersama multipihak,’’ katanya. (kmb16/win)
Masyarakat Bali Salah satu fasilitas yang baru saja diluncurkan Wali Kota sangat dibutuhkan ke depan. Karena fasilitas yang dimaksud ini Dharma Negara Alaya (DNA) sangat kita butuhkan. Kalau dulu Gubernur Bali I.B. Mantra (alm) yang merupakan ayahnda dari Wali Kota Denpasar membuat Art Center Denpasar. Kita sudah tahu sekian dekade menghasilkan begitu banyak seniman. Pandangan saya sebagai diplomat, warga Kota Denpasar dan masyarakat Bali, fasilitas DNA sangat kita butuhkan. Karena kita bicara dengan generasi milenial. Kami datang untuk menawarkan berbagai bentuk kerja sama yang bisa dikembangkan lebih jauh lagi. Spesifiknya, kami sedang mengembangkan kerja sama antara Universitas Udayana dan Universitas Zimbabwe. Melalui Bali Democracy Forum (BDF), kami mengirimkan mahasiswa dari Zimbabwe untuk berkunjung ke Unud. Ada dua kerja sama spesifik yang kami ajukan yakni bidang urban agriculture dan riset cultural insight in international relations yang dikelola Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Bapak sudah pernah menjadi duta besar di berbagai negara, seperti London, Swedia, dan Latvia. Apa yang telah Bapak lakukan dan kita lakukan bersama selama bertugas di Zimbabwe dan Zambia?
Kebetulan di rapat kerja dipertegas lagi apa yang harus kami lakukan dan capai dalam rangka mendukung Kabinet Indonesia Maju yang sekarang. Kami diberikan arahan, target, dan penugasan untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan-tujuan itu. Sebagai duta besar, di mana pun kami bertugas diberikan target agar memfokuskan waktu dan energi dan sumber yang dimiliki sebanyak 80 persen untuk diplomasi ekonomi. Kami juga diberikan semacam penegasan bahwa sangat penting bagi Indonesia untuk mengoptimalkan ekspor kita ke negara-negara di Afrika. Untuk itu, kami sejak awal bertugas pada Maret 2019 telah memfokuskan pada ekonomi. Itu merupakan visi dan misi kami selama bertugas tiga tahun ke depan di Zimbabwe dan Zambia. Zimbabwe adalah negara yang pertumbuhannya negatif dan pasien dari IMF/World Bank. Kami mempromosikan bahwa sejak mengalami krisis keuangan akhir 90-an, kita bisa mencapai rata-rata pertumbuhan 5 persen. Yang paling membanggakan kita memiliki nilai tukar rupiah yang stabil. Jadi sebagai mitra, ini yang dipromosikan dan upaya untuk bekerja sama dengan Zimbabwe. Adanya perang dagang antara China dan Amerika Serikat memberikan keuntungan dan peluang bagi Indonesia. Saat ini Zimbabwe dalam kondisi embargo oleh Amerika. Zimbabwe mencari partner baru yakni China. Karena
China dan Amerika sedang berseteru, ini berpengaruh juga bagi Zimbabwe. Zimbabwe hampir 20 tahun tidak melakukan pembaruan terhadap infrastruktur. Indonesia yang punya pengalaman membangun kereta api menawarkan kerja sama itu. Saat ini sedang digarap revitalisasi jaringan kereta api di Zimbabwe. Karena landlock, jika jaringan kereta api diperbaiki maka mereka bisa connect ke negara yang punya pelabuhan. Ke selatan itu dengan Afrika Selatan dan timur adalah Mozambique. Kita membantu merevitalisasi ini maka barang-barang kita aksesnya akan lebih mudah masuk. Sesuai dengan arahan Pak Presiden, kita meningkatkan outbound investment. Di Zimbabwe ini selain outbound investment juga bisa meningkatkan ekspor. Ada sejumlah BUMN yang terkait dalam revitalisasi jaringan kereta api ini, yakni PT INKA (Industri Kereta Api), WIKA (Wijaya Karya), dan PT Len. Nilai proyeknya ini sekitar 350 juta dolar AS. Dari produk ekspor saja nilainya mencapai 150 juta dolar AS, dari produk INKA, WIKA, dan PT Len. Kesempatan kedua kita di Zimbabwe itu, listrik. Listrik mati 18 jam setiap hari. Bayangkan pabrik biayanya tinggi sekali untuk membiayai genset. Solar panel ada kesempatan. PT Len bisa mengekspor solar panel. Seratus persen bikin panelnya, baterainya, dan inverternya. Ini proyek kedua yang akan
digarap. Mudah-mudahan dalam bulan depan bisa membuat MoU-nya. Kalau dibandingkan kereta api ini masih kecil. Tapi kita berupaya untuk B to B (business to business) agar PT Len bisa mempunyai kerja sama dengan pabrik yang memerlukan listrik. Memang ada pertanyaan sekarang, Zimbabwe ini punya uang? Karena pertumbuhannya negatif 7 persen dan dikenal sebagai negara tidak punya Forex untuk membayar ekspor. Yang melakukan procurement adalah perusahaan swasta yang mempunyai pertambangan dan mereka membayarnya dengan hard currency dari ekspor yang dibayarnya di luar negeri. Nanti pun kalau kita menyediakan listrik ke pabrikpabrik itu, mereka punya hard currency untuk membayar perusahaan-perusahaan kita di luar negeri. Ini yang saya katakan bagaimana situasi kondisi krisis di tempat lain menimbulkan peluang bermitra membantu Zimbabwe juga membantu meningkatkan ekspor. Jika ditanya target, mudah-mudahan di tahun ini bisa mulai dengan sekitar 350400 juta dolar AS. Kami bisa berkontribusi terhadap apa yang menjadi program Bapak Presiden dengan kabinetnya Indonesia Maju. Di tengah situasi krisis dan perang dagang, masih ada peluang. Dalam konteks Indonesia dan Bali. Sebagai putra Bali, kira-kira
apa yang bisa kita lakukan dari Bali dan strateginya seperti apa untuk Indonesia Maju ini? Kami bertugas di luar negeri untuk meningkatkan peran, meningkatkan kontribusi di dunia global, meningkatkan ekspor, inbound investment, outbound investment, dan meningkatkan devisa melalui tourism. Itu merupakan tugas kami di luar negeri. Sebagai Dubes, 80 persen harus difokuskan pada itu. Tentunya kami melakukannya disesuaikan dengan kondisi di negara tempat bertugas. Di Zimbabwe, tentunya agak sulit untuk menarik wisatawan dari sana. Yang bisa kita lakukan, contoh kecilnya yang sudah dilakukan di Denpasar yang sudah baik, bisa mendukung pengembangan turis di sana. Kami tertarik mengembangkan culture insight international relations karena Zimbabwe memiliki perajin batu granit yang dikenal dengan Shona Sculpture. Kalau kita bisa sharing pengalaman membuat dan pengembangan local wisdom atau local expertise seperti di Ubud, Silakarang, dan Singapadu, influence dari Eropa mengembangkan budaya kita, sehingga bisa membantu mereka berkembang juga. Di sisi lain, kami juga harus mendukung, investasinya, mendatangkan turisnya, memperkuat fasilitas dengan program dari Bapak Presiden dan pemerintah Indonesia saat ini melalui destinasi Bali Baru. Kalau menciptakan Bali Baru maka benchmark-
nya adalah Bali. Bali harus menjadi tidak saja complement (pelengkap) tapi backbone (tulang punggung) untuk mendukung Bali Baru. Bali harus menjadi pendukung connectivity, connectivity dalam arti luas. Karena Bali sudah terkenal sedemikian rupa, apa pun yang dijual dari Bali pasti laku. Bali sudah menjadi brand. Kita sudah banyak lihat contohnya. Ini yang mendorong besarnya industri MICE di Bali. Brand Bali bukan tempatnya saja yang baik, tetapi hasil pertemuannya pun menjadi fruitful, berguna. Ini menjadi tantangan bagi kita-kita yang ada di Bali. Salah satunya, bagaimana kita mendukung connectivitynya. Dalam arti luas, bukan saja hanya pesawat harus mendarat di Bali. Untuk Pak Gubernur, apa yang bisa disampaikan agar bersinergi dengan daerah-daerah lain sehingga bisa membuat Indonesia Maju, terutama dalam hal pariwisata? Kita perlu menyelaraskan konten. Membuat destinasidestinasi baru. Kalau sekarang ada Bali Baru, di Bali juga harus ada peningkatan. Kita ada hard infrastructure dan soft infrastructure. Soft infrastructure ini budaya yang tidak lepas dari aktivitas masyarakat Bali. Ini yang harus kita diseminasikan, sharing dengan saudara-saudara yang lain yang kini sedang mengembangkan Bali Baru. Kita bisa berkontribusi dalam
bentuk lain, seperti penyediaan fasilitas marketing dengan masyarakat lokal. Kita punya soft infrastructure yang sudah berkembang puluhan tahun. Hal-hal ini yang bisa kita sharing. Sharing melalui media sosial. Kita di dalam membuat destinasi baru, harus targetkan supaya ada satu kesamaan objektif dan kepentingan. Setiap hal yang akan dimasukkan ke UNESCO, misalnya, harus direncanakan. Sehingga bisa menjadi tujuan wisata baru bagi Bali. Misalnya di Swedia, ada dua kota tambang yang didaftarkan menjadi heritage site di UNESCO, sehingga menjadi destinasi wisata yang bisa memberikan pemasukan bagi Swedia. Harus secara hati-hati dalam mengembangkan daerah tujuan wisata dan dikunjungi turis. Kita sudah membuat hard infrastructure, soft infrastructure juga harus dikembangkan. Transparansi dan good corporate governance harus diterapkan dan bisa dishare lewat digital. Program yang dibuat sekarang oleh Provinsi Bali, Gubernur Koster, sangat diperlukan untuk mendukung Bali dan Bali Baru yang dikembangkan di seluruh kawasan Indonesia saat ini. Peran dari komunikasi, peran dari media sangat penting dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan, karena jangkauan media saat ini makin luas. Jika berbicara kebudayaan, media itu merupakan bagian dari kebudayaan. Kolaborasi dengan media lokal sangat perlu untuk bisa memberikan efek global. (iah)
Rabu Paing, 22 Januari 2020
Australia-Indonesia Miliki Hubungan Erat
Dukung Pemerintah Tingkatkan Wisatawan PELABUHAN Benoa membuktikan kesiapannya menjadi salah satu pelabuhan wisata unggulan di Indonesia. Pada Senin (20/1) lalu, dua cruise bersandar sekaligus di pelabuhan dengan panjang dermaga 340 meter tersebut. Ini merupakan bukti kesiapan Pelabuhan Benoa menjadi pintu masuk kedatangan wisatawan asing ke Bali. Dua cruise yang bersandar tersebut adalah MS Vasco Da Gamma dengan bobot kapal 55.877 GT (gross ton), serta MV Europa dengan bobot kapal 28.890 GT dengan total penumpang dan crew 2.100. Kedua kapal tersebut merupakan kapal kelima dan keenam yang sandar di Pelabuhan Benoa selama Januari. Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengatakan, pelabuhan di bawah Pelindo III ini akan terus berupaya meningkatkan pelayanan serta fasilitas guna semakin banyak menarik kapal sandar, terutama cruise sebagai upaya mendukung pemerintah mencapai target kunjungan wisatawan asing di 2020. ‘’Kita tahu semua, jika Bali merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia yang banyak dituju wisatawan asing. Pelindo III berkomitmen mendukung pemerintah memperoleh devisa dari wisata dengan menyiapkan fasilitas dan pelayanan pelabuhan khususnya di Benoa untuk sandar cruise dari asing. Terbukti kami di Benoa dalam sehari mampu melayani kedatangan dan sandar dua cruise secara bersamaan,’’ ujar Doso Agung, Senin (20/1). Selain mengantarkan wisatawan yang akan berwisata di Bali, kedua cruise ini juga akan melakukan pertukaran penumpang hingga logistik dari Bali menuju destinasi wisata selanjutnya. Ke depan Pelindo III berkomitmen akan terus meningkatkan fasilitas pelabuhannya guna meningkatkan kunjungan cruise di Bali. Doso Agung berharap berbagai peningkatan layanan kapal di Pelabuhan Benoa dilakukan guna mendukung pemerintah daerah dan pusat mencapai target wisatawan. Pihaknya juga menyiapkan berbagai pertunjukan hiburan di pelabuhan untuk menyambut wisatawan yang sandar. ‘’Kami berharap ke depan semakin banyak cruise membawa wisatawan melirik Bali sebagai destinasi wisata dan bersandar di pelabuhan kami. Selain itu, kami memberikan berbagai macam hiburan dan pertunjukan seni dalam menyambut para wisatawan di pelabuhan kami,’’ tutup Doso Agung. (may)
Satu Juta Wisatawan Kunjungi Bali Denpasar (Bali Post) -
Lebih dari satu juta warga Australia berkunjung ke Bali. Hal ini karena Australia dan Indonesia, khususnya Bali, memiliki hubungan kedekatan yang lebih erat dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya. Demikian dikemukakan Konsul Jenderal Australia di Bali, Anthea Griffin, Selasa (21/1) kemarin dalam acara ramah-tamah dengan media massa di Bali. Menurutnya, kondisi ini menyebabkan pemberitaan yang bertanggung jawab menjadi hal yang sangat penting dalam meringankan tugas-tugas Konsulat Jenderal. ‘’Saya ingin menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan bantuan teman-teman media di Bali selama ini,’’ ujarnya dalam bahasa Indonesia. Ia mengutarakan, Indonesia dan Australia merupakan tetangga yang memiliki berbagai kerja sama yang sangat dekat, lebih dekat dari negara-negara yang ada di kawasan ini. ‘’Kita
adalah mitra terdekat dalam penanggulangan terorisme dan sangat kuat dalam penegakan hukum, kerja sama maritim, perbatasan, transportasi, dan penerbangan,’’ jelasnya. Disampaikan, lebih dari 50 lembaga pemerintahan Australia bekerja sama dengan Indonesia di lebih dari 100 bidang. Universitas ternama di Australia juga bekerja sama dalam melakukan penelitian di berbagai bidang. Bahkan, tahun lalu terdapat dua perjanjian yang berpotensi transformatif bagi hubungan kedua negara.
Salah satunya adalah Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). IA-CEPA yang sudah diratifikasi tahun lalu di Australia, diharapkan bisa diratifikasi juga oleh DPR-RI, sehingga perjanjian bilateral ini akan memperluas kemitraan ekonomi di antara kedua negara. ‘’IA-CEPA ini untuk membentuk hubungan bilateral yang lebih baik dalam beberapa dekade yang akan datang. Merupakan babak baru bagi pelibatan ekonomi yang lebih besar antara kedua negara,’’ sebutnya. (kmb18)
Wisata Spiritual Tak Perlu Diatur Spesifik Bali Post/dir
Kita adalah mitra terdekat dalam penanggulangan terorisme dan sangat kuat dalam penegakan hukum, kerja sama maritim, perbatasan, transportasi, dan penerbangan.
Lawan Melbourne Victory Bali United Kalah 0-5
Melbourne diciptakan klub asal Australia skor imbang memasuki menit Robbie Kruse merobek jala gaBali United (BU) mengubur itu, masing-masing lewat Rob- ke-27, jika saja sepakan first wang Wawan Hendrawan yang mimpi untuk bermain di Liga bie Kruse dan Andrew Nabbout. time Melvin Platje menerima tanpa pengawalan. Champions Asia setelah kalah Sementara Bali United seolah umpan Dias Angga tidak diblok Babak kedua, jalannya perdari Melbourne Victory 0-5 kesulitan menembus lini per- Traore. Bola melebar tipis di tandingan tak ubahnya sepdalam laga kualifikasi kedua tahanan lawan. Serangan yang atas mistar gawang Lawrence erti pada paruh pertama. Tuan LCA 2020 di AAMI Park, Aus- dibangun lewat Brwa Nouri se- Thomas. rumah tetap mendominasi tralia, Selasa (21/1) kemarin. lalu mudah dipatahkan pemain Bali United mulai menemu- pertandingan. Dengan kekalahan telak ini, bertahan Melbourne. kan sentuhan pada 15 menit Robbie Kruse membawa langkah Serdadu Tridatu di S e r a n g a n - s e r a n g a n akhir pertandingan. Mereka Melbourne Victory menjauh babak kualifikasi terhenti. bergelombang tuan rumah berhasil keluar dari tekanan. menjadi 3-0 berkat sontekan Dengan begitu mereka secara berbuah manis saat memasuki Sambaran Melvin Platje me- mudah menerima umpan otomatis terlempar ke fase grup menit ke-15, tembakan Migjen nerima umpan silang mendatar matang Anthony Lesiotis pada Piala AFC. Basha menerima umpan Elvis Ricky Fajrin melebar. menit ke-59. Lima gol Melbourne Victory Kamsoba tidak bisa ditepis Robbie Kruse hampir mengKeunggulan 3-0 ini memdicetak Migjen Basha dan Josh Wawan Hendrawan. Elvis Ka- gandakan keunggulan. Namun buat tuan rumah menurunkan Hope pada babak pertama, msoba menjadi pemain yang kesigapan Wawan Hendrawan tempo permainan. Mereka lebih kemudian Robbie Kruse, selalu merepotkan lini pertah- mampu mematahkan sepakan banyak memainkan bola di lini Oli Toivonen, dan Elanan Bali. Akselerasinya di keras dari dalam kotak penalti. tengah. Sementara Bali United vin Kamsoba pada basisi kiri, kerap membuat Tak lama berselang, sepakan memaksimalkannya lewat sebak kedua, demikian bek-bek Serdadu Tradatu keras Paulo Sergio dapat ditepis rangan balik cepat. catatan resmi AFC. kewalahan. Lawrence Thomas. M. Rahmat hampir memBertandang ke Bali United Menit ke-37, Josh Hope buat Bali United memperkecil markas Melbourne h a m p i r menggandakan keunggu- kedudukan. Sayang, sepakanVictory setelah menmemlan setelah sontekannya nya menerima umpan Melvin galahkan Tampines buat menerima umpan Platje malah melebar ke atas Rovers pada pertands i l a n g mistar gawang. ingan sebelumnya, Memasuki menit ke-80, Bali United tak banyak melakukan pergantian pemain. Hanya Leonard Tumpamahu dan Bali United harus mengubur Andika Wijaya mimpi bermain di Liga Chamyang diganti pions Asia. Ole Toivonen memoleh Dias buat jarak menjadi 4-0 berkat Angga Pusepakan indah di luar kotak tra dan penalti yang tak bisa diseHaudi lamatkan Wawan Hendrawan. Abdillah. Satu menit jelang pertandPeringan berakhir, Elvis Kambedaan postur soba menegaskan bahwa Bali tubuh sangat United belum pantas bermain terasa dalam di turnamen tertinggi sepertandingan Asia. Aksi solo run-nya yang kali ini. Meldiakhiri sontekan di sisi kiri bourne kerap membuat kedudukan menjadi melancarkan 5-0. (ant) umpan-umpan silang Susunan Pemain: yang mengarah ke RobMelbourne Victory (4-2-3-1) : bie Kruse. Lawrence Thomas; Adama Pada 15 Traore, Broxham, Donachle, S. menit perRoux; Lesiotis, Basha; Nabbout, tama, lini Josh Hope, Kamsoba; Robbie pertahanan Kruse. Bali United d i g e m Bali United (4-3-3) : pur habisBU - Pesepak bola Bali United Wawan Hendrawan; Ricky habisan. (BU) Brwa Nouri (kanan) Fajrin, Dias Angga Putra, Tiga peluberebut bola dengan pesepak Haudi Abdillah, Willan Pachenang berbola Melbourne Victory Robbie Kruse pada cho; Paulo Sergio, Fadil Sausu, bahaya pertandingan babak penyisihan Liga ChamBrwa Nouri; Stefano Lilipaly, langpions Asia 2020 di Stadion Aami Park, MelYabes Roni, Melvin Platje. sung bourne, Australia, Selasa (21/1) kemarin.
WISATA spiritual rencananya akan diatur secara spesifik dalam sebuah peraturan daerah (perda) yakni tentang Standardisasi Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali. Rencana pengaturan wisata spiritual dalam sebuah produk hukum daerah itu mendapat beragam tanggapan dari kalangan dewan. Anggota Komisi II DPRD Bali Tjokorda Gede Agung dan Ida Gede Komang Kresna Budi berpendapat, wisata spiritual tidak perlu diatur secara spesifik. Hal ini dinilai justru akan menimbulkan resistensi dalam masyarakat. ‘’Dari sejumlah kasus pelecehan simbol agama yang terjadi
Bali Post/kmb16
Ida Gede Komang Kresna Budi
di Bali, kita harus berhati–hati memasukkan wisata spiritual dalam ranperda standardisasi kepariwisataan,’’ kata Tjok Agung. Dijelaskan, wisata spiritual akan diatur dalam ranperda ini diketahui dari FGD yang sempat dilakukan beberapa waktu lalu di Dinas Pariwisata. ‘’Kami sudah sampaikan atau sarankan agar ranperda yang hampir sempurna ini agar lebih disempurnakan lagi,’’ katanya. Salah satunya adalah standardisasi kepariwisataan yang di dalamnya mengatur mengenai wisata spiritual. Ini agar dijelaskan dan diperdalam dulu, baik dari definisinya maupun konsepnya. ‘’Takutnya nanti dengan alasan spiritual nanti kita kecolongan,’’ katanya. Sementara terkait pengaturan wisata spiritual dalam ranperda standardisasi kepariwisataan guna menghindari eksploitasi yang kebablasan, Ida Gede Komang Kresna Budi mengatakan, kalau tidak diatur tidak akan bisa masuk. Pariwisata yang ada di Bali ini cukup dinikmati, jangan malah mengatur hal-hal di luar itu, yang malah nantinya akan masuk paham-paham baru yang tidak sejalan dengan agama di Bali. Menurutnya, yang ditakutkan kemudian adalah re-
sistensi. Di Bali sudah ada pariwisata budaya yang ujung tombaknya ada di desa adat. Biarkan desa adat yang mengatur melalui awig-awig dan pararem-nya sendiri. Saat ini yang terpenting adalah penguatan desa adat. Kalau sudah adat menolak, perda juga tidak mampu menyelesaikannya. Perihal wisata spiritual ini jangan diatur secara spesifik dalam peraturan daerah, biarkanlah masing-masing desa adat yang mengaturnya. Apalagi Gubernur telah melakukan penguatan desa adat saat ini, biarlah wisata spiritual ini menyatu dengan kegiatan desa adat. (dar)
Bali Post/kmb16
Tjokorda Gede Agung