Skip to main content

Edisi Selasa 22 Januari 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Sehari, Dua Kali Erupsi

Gunung Agung Berpotensi Erupsi Lagi

Amlapura (Bali Post) Belakangan ini Gunung Agung semakin sering mengalami erupsi. Bahkan, pada Senin (21/1) kemarin gunung tertinggi di Bali itu kembali mengalami erupsi sebanyak dua kai. Ini menandakan aktivitas Gunung Agung masih cukup tinggi dan masih berpotensi terjadinya letusan susulan. Pembuat laporan Magmavar dari PVMBG Nurul Husaeni mengatakan, untuk erupsi pertama terjadi pada pukul 16.45 Wita. Namun tinggi kolom abu tidak teramati karena tertutup kabut tebal. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi

± 1 menit 52 detik. Berselang beberapa menit terjadi erupsi susulan. Tepatnya pada pukul 17.00 Wita. Tinggi kolom abu juga tidak teramati. Erupsi kedua terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi ± 1 menit 17 detik. ‘’Sebelum Gunung Agung mengalami erupai dua

Bagasi Berbayar Berlaku Selasa Ini Jakarta (Bali Post) – Mulai Selasa (22/1) ini, Lion Air dan Wings Air mulai memberlakukan tarif berbayar setelah dua minggu sosialisasi. ‘’Karena memang sesuai regulasi dan sudah dilakukan sosialisasi selama dua minggu, ya… memang mesti berlaku,’’ kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada pers usai memberikan sambutan kegiatan Training of Trainer ‘’Saya Perempuan Anti Korupsi’’di Jakarta, Senin (21/1) kemarin. Dia mengatakan persiapan sudah dilakukan dari sisi maskapai maupun dari sisi operator bandara. ‘’Sudah baik,’’ ujarnya. Dihubungi terpisah, Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan sudah mempersiapkan, baik dari segi personel maupun peralatan. ‘’Lion Air dan Wings Air sudah mempersiapkan SDM selama ini dan dalam membantu kebutuhan pelanggan,’’ katanya. Untuk pembayaran, Danang mengatakan, pihaknya telah menyediakan mesin electonic data capture atau EDC untuk meminimalisasi antrean. ‘’Kami juga mengimbau masyarakat agar sudah tiba di bandara lebih awal atau 120 menit sebelum keberangkatan,’’ katanya. Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti sudah memberikan persetujuan perubahan prosedur operasi standar (SOP) kepada pihak Lion Air terkait pemberlakuan tarif terhadap bagasi pada penerbangan berbiaya murah (LCC) pada 8 Januari lalu. Namun, maskapai harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu selama 14 hari agar masyarakat terinfokan dengan baik dan maskapai bisa menyesuaikan pelayanan. ‘’Setelah lakukan sosialisasi selama 14 hari atau dua minggu sejak perubahan standard operating procedure, Lion Air dan Wings Air dapat mulai memungut biaya atas bagasi tercatat penumpangnya,’’ katanya. (ant)

Kasus Ganja, Tukang Tatto Diadili Pria lulusan Diploma 3 yang sehari-hari menjadi tukang tatto, diadili gara-gara tersangkut kasus ganja. Mirisnya, terdakwa asal Cilacap ini mengonsumsi ganja sejak duduk di bangku SMP. Halaman 2 Santunan Lansia Dievaluasi Program bantuan perlindungan lansia dan santunan kematian di Badung dievaluasi. Pemkab berdalih evaluasi adalah untuk mengetahui apakah program tersebut telah berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, santunan lansia dan santunan kematian merupakan salah satu kebijakan politik anggaran yang diberikan untuk masyarakat Badung. Halaman 3

Sarjana Gerayangi Mahasiswi Berdalih hendak membantu teman wanitanya mengerjakan tugas kuliah, Made Sudirgayasa (23) justru berbuat yang tidak semestinya. Ia mencoba melakukan tindak pidana asusila dengan cara pemaksaan terhadap korban Ni Made IPS (19) yang berstatus mahasiswi dan baru dipacarinya beberapa hari. Atas perbuatannya itu, tersangka yang juga seorang sarjana ini harus berurusan dengan aparat kepolisian. Halaman 9 Jangan ’’Ngelawang’’ di Lampu Merah Aktivitas ngelawang nampaknya mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, potensi seni yang ditampilkan anak-anak ini kerap mencuri perhatian di jalan-jalan. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta meminta ngelawang dibina dan diatur, agar tidak ngelawang di traffic light (lampu merah), yang memberi kesan seperti peminta-minta atau pengemis. Halaman 12

kali yang jaraknya berselang beberapa menit, lebih dulu sempat terjadi beberapa kali embusan dengan ketinggian kolom 100-300 meter di puncak,’’ katanya. Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Berapi Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana menjelaskan, kalau erupsi terjadi secara berdekatan itu karena overpressure atau kelebihan tekanan di dalam perut gunung. Kata dia, tekanan ini bisa bersumber dari material magma yang naik secara masif maupun berupa gas-gas

magmatik yang naik sedikitsedikit untuk kemudian terakumulasi di kedalaman tertentu. ‘’Pada kondisi di mana lapisan penutup/atas tidak mampu menahan tekanan dari bawah, maka erupsi ini terjadi,’’ ujarnya. Devy Kamil menambahkan, hujan merupakan salah satu faktor eksternal yang bisa memengaruhi aktivitas gunung api. Jelas dia, faktor eksternal lain yang bisa memengaruhi aktivitas gunung api bisa juga gempa tektonik. Hal. 15 Kubah Lava

Bali Post/ist

ASAP - Gunung Agung mengeluarkan asap sebelum erupsi. Gunung tertinggi di Bali itu sehari mengalami erupsi sebanyak dua kali pada Senin (21/1) kemarin.

Ranperda RPJPD Semesta Berencana

Program Pelestarian Alam Bali Dipertanyakan

RANPERDA - Rapat pembahasan awal Ranperda tentang RPJPD Semesta Berencana Provinsi Bali 2005-2025 dan Ranperda tentang RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali 2018-2023 di Ruang Rapat Banmus DPRD Bali, Senin (21/1) kemarin.

PROGRAM pelestarian alam dalam RPJPD dan RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali menjadi sorotan. Tim ahli di DPRD Bali sempat mempertanyakan soal itu. Alasannya, alam Bali merupakan unsur pertama dari tiga unsur utama pembangunan Bali. Yakni alam Bali, krama (manusia) Bali, dan kebudayaan Bali. Demikian terungkap dalam pembahasan awal Ranperda tentang RPJPD Semesta Berencana Provinsi Bali 2005-2025 dan Ranperda tentang RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali 2018-2023 di Ruang Rapat Banmus DPRD Bali, Senin (21/1) kemarin. Tim Ahli DPRD Bali Dewa

Gede Suamba mengatakan, perlu menampilkan narasi yang konkret terkait dengan alam Bali. Misalnya tentang target wana kerthi-nya, pelestarian hutan. Artinya, eksekutif perlu memproyeksikan berapa persen luas hutan di Bali yang diharapkan akan tercapai pada RPJPD 2025. Dengan demikian, RPJPD akan nyambung dengan visi gubernur. Terkait hal ini, Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra menyatakan program pelestarian alam sejatinya sudah dituangkan secara lengkap. Antara lain berupa perlindungan sawah, perlindungan sumber air, pelestar-

ian lahan kritis, mempertahankan kondisi hutan yang sudah bagus, dan membangun potensi mata air untuk mengatasi defisit air di Bali. ‘’Sekarang air bawah tanah dieksploitasi, besok tidak boleh dieksploitasi, harus kita betul-betul hitung itu. Sekarang kan itu yang tidak kita hitung, ada banyak yang tanpa izin, itu salah satunya,’’ ujarnya. Dalam RPJPD Semesta Berencana, pelestarian alam Bali diarahkan untuk lestarinya ekosistem perairan laut serta berkurangnya lahan kritis, abrasi pantai, dan pencemaran lingkungan. Hal. 15 Kualitas Hutan

Taman Nasional Komodo

NTT Berencana Tutup Sementara, Men-LHK Tak Sependapat

Kupang (Bali Post) – Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana menutup lokasi wisata Taman Nasional Komodo dari kunjungan wisatawan selama satu tahun. Ini sebagai upaya meningkatkan jumlah populasi komodo dan juga rusa yang menjadi makanan utama hewan langka tersebut. ‘’Pemerintah NTT a k a n melakukan penataan

terhadap kawasan Taman Nasional Komodo agar menjadi lebih baik, sehingga habitat komodo menjadi lebih berkembang. Kami akan menutup Taman Nasional Komodo selama satu tahun,’’ kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Jumat lalu. Viktor mengatakan, penutupan Taman Nasional Komodo guna mempermudah pemerintah daerah menata kawasan wisata itu. Dia mengatakan, kondisi habitat komodo di Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores itu sudah semakin berkurang serta kondisi tubuh komodo yang kecil sebagai dampak dari berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo. ‘’Kondisi tubuh komodo tidak sebesar dulu lagi, karena populasi rusa sebagai makanan utama komodo terus berkurang karena maraknya pencurian rusa di kawasan itu,’’ tegas Viktor. Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan mengundang P e m d a NTT untuk membahas

rencana penutupan Taman Nasional Komodo. ‘’Jadi kita akan undang pemerintah Nusa Tenggara Timur. Ini memang tidak terlalu bagus ya kalau diputuskan sepihak, dan ada caranya,’’ kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di Jakarta, Senin (21/1) kemarin. ‘’Dengarkan dulu nanti dari pemerintah daerah maunya apa, kemudian nanti kita dengar juga dari Kementerian Pariwisata, juga dari Kehutanan sendiri dan terus dilihat masa transisinya seperti apa, caranya bagaimana, itu semua ada caranya,’’ tambahnya. Dia mengatakan, sebagai otoritas yang membawahi kawasan konservasi KLHK akan mempelaja-

ri masalah itu. ‘’Saya minta Direktur Jenderal (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem) cek, karena pertama otoritas tentang kawasan konservasi itu sepenuhnya ada di pusat. Jadi, kalau pemerintah daerah punya gagasan, nanti kita diskusikan, lalu kita akan lihat inti-intinya apa yang dipersoalkan,’’ tuturnya. (ant)

Struktur Ekonomi Bali Harus Dibuat Lebih Merata Denpasar (Bali Post) 2019 merupakan tahun politik. Tahun politik biasa diwarnai dengan peningkatan permintaan sehingga membuat inflasi. Namun, Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali tidak khawatir dengan tingkat inflasi, terutama pada triwulan I. Apalagi dengan adanya Pergub 99 Tahun 2018, akan semakin menjaga inflasi Bali dan berdampak positif terhadap ekonomi Bali. Kepala Bank Indonesia KPw Provinsi Bali Causa Iman Karana mengatakan, situasi politik ini sudah beberapa kali dialami masyarakat sehingga dalam penanganannya pun telah berpengalaman. ‘’Dari sisi masyarakat

tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas ekonominya. Karena sudah beberapa kali berpengalaman melakukan itu,’’ ujarnya, Senin (21/1) kemarin. Malah di tahun 2019, isu yang menjadi tantangan ke depan adalah digital ekonomi. Karena digital ekonomi perkembangannya sangat masif dan cepat. Di samping itu, ia meyakini inflasi di Bali dapat terjaga seiring terbitnya Pergub 99 Tahun 2018. Ini merupakan salah satu wujud menyeimbangkan struktur ekonomi yang selama ini lebih dominan ke pariwisata. Dengan adanya Pergub 99 Tahun 2018, sektor pertanian, perkebunan dan industri kreatif

akan tumbuh. ‘’Nah ini nanti dalam proses perjalanannya akan terlihat bagaimana impact-nya ke Bali. Ini juga akan membawa struktur ekonomi Bali yang lebih merata,’’ bebernya. Untuk menjaga inflasi, perlu diperhatikan ketersediaannya dengan melihat produksi dari sisi hulunya. Selama ini kebutuhan masyarakat Bali didatangkan dari luar. Seperti Jawa, Sulawesi, NTB, dll. Ini bisa menimbulkan inflasi. Namun jika semua kebutuhan diproduksi di Bali, hal ini akan menjaga stabilitas harga. Selain itu, dengan diproduksinya kebutuhan Bali di Bali, akan membawa kesejahteraan bagi petani. Kare-

na petani memiliki jaminan penyerapan atau memiliki kepastian pasar, sehingga petani nanti akan menjadi makmur. ‘’Jadi dia (petani) akan mantap berproduksi karena sudah ada yang mau membeli dengan margin yang sudah ditentukan dengan pergub ini. Jadi sebetulnya bisa membantu inflasi. Kemudian juga bisa membantu petani,’’ ungkapnya. Meski pemerintah telah membuat regulasinya, namun ia berharap masyarakat mulai beralih dan menyukai buah lokal. Terutama dalam penggunaan upakara. Buah oleh masyarakat Bali lebih banyak digunakan untuk upacara keagamaan. Oleh karena itu potensi buah lokal

sangat besar terserap. Tokoh agama juga diharapkan mengedukasi masyarakat dengan penggunaan produk lokal khususnya buah. Bali pun, katanya, mampu memproduksi buah yang berkualitas dan mampu menjaga kesinambungan. Lahan dan SDM di Bali juga memadai untuk memproduksi produk pertanian. Karena, apa pun yang ditanam di Bali, dapat tumbuh. Hanya perlu sinergi dan komitmen dari masing-masing pihak. Mulai dari produsen, perantara atau vendor dan buyers. ‘’Ini merupakan suatu proses, barang kali nanti dalam satu tahun ke depan masih ada beberapa PR terkait dengan pelaksanaan pergub,’’ tandasnya. (kmb42)

Causa Iman Karana


DENPASAR

2

Selasa Paing, 22 Januari 2019

FIGUR Apresiasi Pelebaran Jalan PROYEK pelebaran Jalan Imam Bonjol yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI melalui Satuan Kerja (Satker) Pelayanan Jalan Nasional Metropolitan Denpasar diapresiasi warga setempat. Pelebaran jalan dengan menutup Tukad Teba itu dinilai cukup signifikan mengurai kemacetan yang sering terjadi di jalur itu. ‘’Kini semua sudah bisa berjalan dengan lancar,’’ ujar warga Pemecutan Kelod yang juga anggota DPRD Kota Denpasar Drs. I Wayan Duaja, Senin (21/1) kemarin. Hanya perlu ada langkah selanjutnya untuk membebaskan ancaman banjir di kawasan itu. Salah satunya yakni melakukan penggelontoran aliran Tukad Tebe, baik dari lumpur maupun sisa-sisa proyek sebelumnya. ‘’Saya kira terjadi pendangkalan setelah proyek selesai. Karena itu, perlu digelontor lagi,’’ ujarnya. Menurut politisi Partai Golkar ini, penggelontoran perlu dilakukan, terutama untuk membersihkan endapan lumpur yang ada. Juga kemungkinan sisa-sisa material proyek yang belum sempat terangkat saat pengerjaan. Dengan penggelontoran diharapkan aliran air akan lancar. Terutama ketika terjadi peningkatan volume air, seperti pada musim hujan sekarang ini. Selain itu, katanya, saat ini ada pelebaran jalan baru sampai di simpang Jalan Tangkuban Perahu. Sedangkan jalur yang ke utara belum dilakukan penutupan. Oleh sebab itu, warga mengusulkan agar Tukad Teba ini ditutup, selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk jalan satu arah hingga tembus di Jalan Teuku Umar. ‘’Usulan ini juga terungkap saat dilaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa Pemecutan Kelod. (ara)

Konsumsi Ganja Sejak SMP, Tukang Tatto Diadili

Denpasar (Bali Post) Pria luluasan Diploma 3 yang sehari-hari menjadi tukang tatto, Christian Narotama Adhito (34), diadili gara-gara tersangkut kasus ganja di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (21/1) kemarin. Mirisnya, terungkap di persidangan bahwa terdakwa asal Cilacap ini mengkonsumsi ganja sejak duduk di bangku SMP. JPU Putu Gede Suryawan di hadapan majelis hakim pimpinan Made Purnami mengatakan, terdakwa ditangkap di kamar kosnya di Jalan Raya Kedampang, Gang TK Tiara Kasih, Banjar Pengubengan Kauh, Desa Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung pada tanggal 31 Oktober 2018. Terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman. Yaitu jenis daun, biji dan batang ganja kering sebanyak dua paket dengan berat 18,13 gram bruto atau 17,21 gram neto dan seberat 6,51 gram neto. Dalam dakwaan jaksa disebutkan, terdakwa ditangkap petugas BNNK Denpasar. Berawal dari informasi warga bahwa di tempat kos terdakwa sering ada penyalahgunaan narkoba. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas BNNK menggerebek kamar terdakwa. Penggerebekkan juga melibatkan saksi. Saat itu ditemukan barang bukti paket dengan berat 18,13 gram bruto atau 17,21 gram neto dan berat 6,51 gram neto yang saat itu ditemukan di dalam kardus. Hasil pemeriksaan, terdakwa mengaku membeli ganja itu dari Yohanes (DPO) seharga Rp

Bali Post/kmb37

DISIDANGKAN - Terdakwa Christian Narotama Adhito usai disidangkan di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (21/1) kemarin. 1 juta. Terdakwa memesan dan dikirim via JNE serta diambil di Jalan Pura Demak, Denpasar. Selain itu terdakwa juga mengaku sudah mengkonsumsi ganja sejak duduk di bangku SMP. Terdakwa mengaku sempat berhenti, namun tahun 2006 diulang kembali. Atas apa yang dilakukannya, tukang tatto itu dijerat Pasal 111 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dalam dakwaan pertama, dan Pasal 127 UU yang sama dalam dakwaan kedua. Usai pembacaan dakwaan, jaksa langsung menghadirkan dua orang saksi dari petugas BNNK Denpasar yang melakukan penangkapan. Dalam kesaksiannya sama persis dengan dakwaan jaksa. Menghadapi perkara ini, majelis hukum menunjuk pengacara dari Posbakum Peradi Denpasar, yakni Desy Purnani. (kmb37)

Sopir ”Freelance” Gadaikan Belasan Mobil Sewaan

Denpasar (Bali Post) Kasus penggelapan 14 mobil sewaan diungkap Tim Opsnal Polsek Denpasar Selatan, Jumat (18/1) lalu. Pelakunya I Wayan Eka Antara (37) yang berprofesi sebagai sopir freelance dan tinggal di Jalan Danau Beratan, Denpasar Selatan. Saat ini polisi masih mencari barang bukti kasus tersebut. Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Hadimastika mengatakan, kasus ini dilaporkan Rizky Sanusih Arinanda (26) selaku korban. Kronologisnya, pada Rabu (10/10) pukul 12.00 Wita korban menyerahkan satu unit mobil Xenia ke rumah pelaku di Jalan Danau Beratan Gang XI-I, Densel. Berselang satu bulan kemudian, korban kembali mengantar 13 mobil ke rumah pelaku. “Perjanjiannya, pada Januari mobil tersebut harus kembali. Semua mobil itu disewa pelaku,” ujar Hadimastika, Senin (21/1) kemarin. Awal Januari lalu korban berupaya menghubungi pelaku karena tidak mengembalikan mobil tersebut sesuai perjanjian. Namun pelaku tidak bisa dihubungi dan korban melapor ke Polsek Densel. “Dalam waktu singkat pelaku berhasil kami tangkap, termasuk barang bukti diamankan,” kata Hadimastika. Menurut mantan Kanitreskrim Polsek Ubud, Gianyar ini, modus pelaku yaitu sengaja menyewa mobil di rent car milik korban dalam waktu sebulan atau dua bulan. Setelah itu pelaku berusaha menggadaikan mobil-mobil tersebut. “Uang hasil menggadaikan mobil-mobil itu dipakai tambal sulam sewa mobil yang jatuh tempo. Awalnya pemilik rent car senang-senang saja. Begitu pembayaran macet, pemilik rent car baru sadar,” ujarnya. Dari kasus ini petugas mengamankan mobil Xenia silver DK 1255 FJ, Toyata Avanza putih DK 1266 JQ, Datsun DK 1574 WK, Toyota Calya AD 9434 RP, Xenia putih B 1512 POG, Suzuki Swift silver DK 1599 D, Datsun merah DK 1018 DK, Ayla putih S 1227 YZ, Avanza silver DK 1933 AY, Yaris hitam L 1489 Z, Toyota Avanza silver DK 1995 GT, Honda Jazz putih S 1586 HH dan Toyota Yaris hitam DK 1183 AM. (kmb36)

819446 / 081337032965

Topik : BADUNG EVALUASI SANTUNAN LANSIA DAN KEMATIAN

Bali Post/kmb12

TERGENANG - Salah satu gang di Jalan Raya Sesetan yang pada tahun 2017 tergenang saat musim hujan. Tahun ini kondisi tersebut sudah bisa diatasi.

Sampah Kiriman Dikhawatirkan Picu Banjir di Sesetan

Denpasar (Bali Post) – Ancaman banjir di wilayah Denpasar saat musim hujan masih cukup tinggi. Beberapa wilayah hilir yang rawan banjir dan genangan, yakni Kelurahan Sesetan. Di wilayah kelurahan yang terdiri dari 14 lingkungan ini sering kali terjadi genangan saat musim hujan. Namun, dalam satu tahun terakhir ini sudah bisa teratasi dengan melakukan penggelontoran sungai dan melarang warga membuang sampah ke sungai.

Lurah Sesetan Ketut Sri Karyawati, S.KM., M.Kes. mengakui, sebenarnya ancaman banjir di wilayahnya sudah teratasi. Ini dilakukan dengan tindakan penggelontoran aliran sungai yang ada di Sesetan. Namun yang terpenting dilakukan yakni menyadarkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. “Saat ini ancaman genangan yang terjadi di wilayah sesetan sudah bisa diatasi,” kata Sri Karyawati, Senin (21/1) kemarin. Sebelumnya, kata Sri

Karyawati, sejumlah tempat di Sesetan mengalami genangan ketika hujan turun. Seperti yang terparah di Jalan Saelus, Pembungan. Banjirnya pada tahun 2017 cukup besar. Selain itu, ada pula ancaman banjir di SMPN 6 Denpasar yang berlokasi Jalan Gurita. “Banjir besar juga sering terjadi di SDN 13 Sesetan dan sejumlah titik di kawasan Alas Arum,” katanya. Menurut Sri Karyawati, sebelum musim penghujan pada 2018 pihaknya men-

gadakan pendekatan dengan para kepala lingkungan untuk mengatasi banjir. Setelah itu disepakati melakukan penggelontoran sungai, drainase, serta saluran lainnya. “Kami juga telah berkoordinasi dengan PUPR untuk penggelontoran,” katanya. Selain itu, yang terpenting adalah masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai. Bila semua sadar akan lingkungan, semua ancaman banjir bisa teratasi. “Bersyukur pada 2019 ini kita tidak lagi terkena banjir,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya masih khawatir karena letak Sesetan di daerah hilir. Pada saat hujan beberapa waktu lalu, Sri Karyawati mengaku sempat mengamati kondisi di Tukad Rangda. Ternyata sampah kiriman masih banyak di sungai. “Bila ini tidak tertangani dengan baik, maka bencana banjir akan tetap mengancam Sesetan. Kami memang sangat mengkhawatirkan sampah kiriman tersebut akan memicu terjadinya banjir di Sesetan,” katanya. (kmb12)

Alat Berat Rusak, Truk Antre Masuk ke TPA

Denpasar (Bali Post) -

Kasus antrean panjang armada pengangkut sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung sempat terjadi pada Desember 2018, kini terulang kembali. Namun penyebabnya berbeda. Jika sebelumnya karena jalan masuk ke TPA rusak, kini akibat alat berat yang berfungsi untuk mengurai sampah di TPA Suwung mengalami kerusakan. Dari lima alat berat, tiga di antaranya rusak. Dikonfirmasi Senin (21/1) kemarin, Kabid Penanganan Sampah dan B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar I Ketut Adi Wiguna mengatakan, antrean armada pengangkut sampah yang masuk ke TPA Suwung akibat alat berat yang mengalami kerusakan. ‘’Tiga alat berat sedang rusak, sehingga menghambat penurunan sampah,’’ ujarnya. Menurut Adi Wiguna, kasus ini mulai terjadi siang kemarin. Ditegaskan, pihaknya berusaha secepatnya memperbaiki alat berat tersebut agar kondisi kembali bisa normal. Hingga sore ini petugas masih sedang memperbaiki alat berat. Selama masih dalam perbaikan alat, antrean armada yang masuk ke TPA dipastikan tersendat. ‘’Antrean tidak separah yang dulu, di mana antrean hingga ke

jalan Serangan,’’ katanya. Mengatasi masalah ini, kata Adi Wiguna, pihaknya berharap Pemprov Bali bisa memberikan solusi. Salah satunya menggunakan teknologi dalam penanganan sampah di TPA Sarbagita ini. Sebelumnya, kasus armada pengangkut sampah yang antre masuk ke TPA juga terjadi pada Desember 2018. Saat itu armada sampai menunggu di jalan menuju Serangan yang berdampingan dengan lokasi TPA. Kejadian ini akibat jalan masuk TPA sangat becek, sehingga arus lalu lintas tersendat. Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini penataan TPA Suwung sedang dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Proyek penataan ini sudah digarap sejak beberapa bulan lalu. TPA seluas 32,46 hektar tersebut tidak lagi untuk

membuang sampah secara keseluruhan. Namun lahan yang bisa dimanfaatkan untuk membuang sampah hanya 10 hektar saja. Sedangkan lahan seluas 22 hektar akan dijadikan ekopark. Lahan ini dirancang untuk menjadi objek wisata baru di Bali. Proyek yang penggarapannya dilakukan Satker PLP ini dirancang akan rampung pada 2021. Secara umum, penataan ini akan dilakukan dengan menanam pohon, sehingga lahan itu akan berfungsi sebagai hutan. Namun bukan hanya berfungsi sebagai hutan semata, tetapi juga untuk tempat berwisata. Luasan yang akan dimanfaatkan untuk ekopark mencapai 22 hektar. Sisanya yakni 10 hektar akan dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Artinya, tempat untuk membuang

Bali Post/ist

ANTRE - Sejumlah armada pengangkut sampah yang antre untuk masuk ke TPA Suwung. sampah nanti akan berada di lahan tersebut. Dari 10 hektar yang dikelola untuk sampah, sekitar lima hektar akan difungsikan untuk areal mesinnya. (kmb12)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Denpasar Bangga, Enam Siswa SMP PGRI 3 Denpasar Ikuti Kompetisi Penelitian di Bangkok PEMERINTAH Kota Denpasar kembali berbangga. Enam siswa SMP PGRI 3 Denpasar akan mengikuti kompetisi (lomba) penelitian dalam ajang Thailand Inventors Day 2019 di Bangkok, Thailand pada 31 Januari hingga 8 Februari 2019. Terkait hal itu, Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Made Suada dan Ketua Yayasan PGRI Denpasar I Nengah Madiadnyana bersama siswa-siswa yang akan berkompetisi memohon doa dan restu kepada Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (21/1) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Made Suada didampingi guru pembina Made Chandra Widayanti mengatakan, enam siswa SMP PGRI 3 Denpasar dalam kompetisi ini terdiri dari dua kelompok. Untuk bisa berkompetisi, dua tim siswa SMP PGRI 3 Denpasar sebelumnya telah mengirim makalah penelitian ke pihak penyelenggara, yakni Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA). ‘’Dalam seleksi itu, tim

BERSAMA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra berfoto bersama dengan Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Made Suada, Ketua Yayasan PGRI Denpasar I Nengah Madiadnyana dan siswa-siswa yang akan berkompetisi ke Bangkok, Senin (21/1) kemarin. kami keduanya lolos untuk mengikuti pameran dan lomba di sana. Ini sangat luar biasa. Meskipun baru pertama kali mengikuti kompetisi internasional, siswa kami telah berhasil lolos di tahap awal,’’ ujarnya. Menurut Suada, siswasiswa SMP PGRI 3 Denpasar melakukan penelitian terkait “’’Pemanfaatan Limbah Cang-

kang Kerang Tiram sebagai Bio Pipa’’ dan ‘’Pemanfaatan Kombinasi Limbah Cangkang Telur dan Jerami Padi sebagai Bio Plafon’’. Dua penelitian terkait dari bahan mentah, hasilnya hingga produk jadinya dipamerkan di sana. Selain sangat ramah lingkungan, penelitian ini juga mampu menjadikan bahan

bekas seperti kulit telur yang awalnya tidak bermanfaat mampu memiliki nilai guna dan bermanfaat. Bahkan, penelitian ini telah diuji coba Teknik Mesin Universitas Udayana, mulai dari tahan bebannya, daya asam, daya penyerapan air, hingga pengembangan. ‘’Semua itu telah dilakukan penelitian dan diuji juga dan telah lulus uji,’’ tegasnya. Persiapan yang dilakukan untuk mengikuti kompetensi ini, kata Suada, mulai dari pengumuman 25 November langsung melakukan persiapan lewat membuat poster hingga belajar presentasi menggunakan bahasa Inggris hingga mempersiapkan barang-barang yang dibawakan untuk dipamerkan. Pihaknya berharap bisa menampilkan yang terbaik dan memperoleh hasil yang terbaik demi mengharumkan nama SMP PGRI 3 Denpasar dan Pemerintah Kota Denpasar tentunya. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra sangat mengapresiasi SMP PGRI 3 Denpasar. Menurutnya, siswasiswa SMP PGRI 3 Denpasar

telah mampu membuktikan kemampuannya bersaing di tingkat internasional. Dengan mengikuti kompetisi penelitian di tingkat internasional ini, diharapkan mampu memotivasi sekolah lainnya. ‘’Ini adalah terobosan luar biasa dari SMP PGRI 3 Denpasar. Terlebih karyanya sangat bermanfaat, sehingga anak-anak lainnya dapat termotivasi untuk menunjukkan karya dan kreativitasnya,’’ terangnya. Rai Mantra menambahkan, prestasi siswa-siswa tersebut akan mampu meningkatkan passing grade SMP PGRI 3 Denpasar. ‘’Semoga dalam kompetisi ini para siswa mampu memberikan hasil yang terbaik,’’ harapnya. Salah satu siswa yang mengikuti kompetisi, Luh Putu Susila Adnyani, mengaku senang bisa mengikuti kompetisi ini, dan akan berusaha mempersembahkan yang terbaik. ‘’Saya berterima kasih kepada pihak sekolah yang sudah membina dan tentunya Wali Kota Denpasar yang memberikan dukungan untuk kami. Semoga kami bisa memberikan hasil terbaik,’’ ujarnya. (ad808)


BADUNG

Selasa Paing, 22 Januari 2019

Besaran Pungutan untuk Wisman akan Dikaji Ulang

3

Mangupura (Bali Post) -

Pansus Ranperda Kontribusi Wisatawan untuk Pelestarian Lingkungan Alam dan Budaya DPRD Bali akan mengkaji kembali besaran pungutan yang akan dikenakan kepada wisatawan mancanegara (wisman). Pasalnya, nilai pungutan 10 dolar AS dinilai masih terlalu besar. Hal itu terungkap pada pertemuan antara Pansus dengan manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Senin (21/1) kemarin, di Hotel Novotel Bandara Ngurah Rai. Pada pertemuan tersebut, AP I berharap besaran pungutan bisa di bawah 10 dolar AS. Sebab, selain yang ditentukan sebelumnya yaitu 10 dolar masih cukup tinggi, sistem pungutan ini juga baru pertama kali akan diterapkan, bahkan untuk di Indonesia. Ketua Pansus Ranperda Kontribusi Wisatawan I Ketut Suwandhi yang ditemui usai pertemuan mengatakan, dari hasil survei dan kajian Unud, sebanyak 60 persen wisman sejatinya setuju dikenakan pungutan, bahkan besarannya sampai 15 dolar. Namun untuk wisdom sebaliknya. Dari hasil survei, 60 persen wisdom menyatakan tidak setuju dikenakan pungutan. Setelah melalui berbagai pertimbangan, pungutan untuk wisdom akan ditiadakan.

Pungutan hanya dikenakan untuk wisman. Sedangkan mengenai besarannya, pihaknya akan kembali melakukan kajian. Tidak menutup kemungkinan besaran pungutan akan diturunkan. ‘’Kami juga akan mencari pembanding di tempat lain untuk suksesnya ranperda ini. Kami akan melakukan pembandingan dari negara-negara yang sudah mengenakan kontribusi seperti ini,’’ tambahnya. Dijelaskannya lebih lanjut, kementerian terkait telah memberikan lampu hijau untuk penyusunan perda kontribusi wisatawan. Tinggal bagaimana mekanismenya nanti ketika perda diterapkan. ‘’Untuk pungutan nanti, memang yang paling memugkinkan adalah dijadikan satu di dalam tiket,’’ ucap Suwandhi

yang juga Ketua Komisi II DPRD Bali. Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, mendukung suksesnya penyusunan perda ini. Diakuinya, untuk melestarikan adat dan budaya Bali memang perlu biaya yang sangat besar. ‘’Kami mendukung sekali hal ini. Namun yang perlu dirampungkan masalah mekanismenya. Kami menyetujui pungutan ini dimasukkan dalam tiket pesawat,’’ ujarnya. Sementara untuk besarannya, pihaknya berharap agar diterapkan bertahap. ‘’Untuk besaran, saya kira perlu dibicarkaan lagi. Ini perlu disesuaikan dengan cost recovery per tahunnya. Nanti ini akan mengikuti,’’ tegasnya. (kmb23)

Bali Post/edi

PERTEMUAN - Suasana pertemuan Pansus Ranperda Kontribusi Wisatawan dengan manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Senin (21/1) kemarin.

Batasi Penggunaan ABT, Pengelola Hotel Diminta Prioritaskan Air PDAM

PENGUKUHAN BENDESA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri pengukuhan Bendesa Adat Sangeh I.B. Sunartha, Minggu (20/1).

Bupati Giri Prasta Hadiri Pengukuhan Bendesa Adat Sangeh

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri pengukuhan Bendesa Adat Sangeh I.B. Made Sunartha, Minggu (20/1). Acara tersebut juga dihadiri antara lain Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Kadisbud I.B. Anom Bhasma, Kadispar I Made Badra, Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Camat Abiansemal I G.N. Suryajaya, Perbekel Desa Sangeh I Made Werdiana serta tokoh masyarakat. Bendesa Adat Sangeh I.B. Made Sunartha dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sangeh yang sudah memberikan kepercayaan dan dukungan untuk menjadikannya Bendesa Adat Sangeh. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati dan Ketua DPRD Badung dalam pelaksanaan upacara majayajaya dan pengukuhan bendesa adat, serta pengurus pendukung bendesa adat.

I.B. Sunartha yang juga anggota DPRD Badung ini mengatakan, selaku bendesa, ia akan melanjutkan dan melaksanakan program-program pengurus desa adat yang lama. Desa Adat Sangeh banyak memiliki potensi wilayah untuk dijadikan objek wisata. Prinsip ke depan, harus meningkatkan pembangunan, renovasi maupun penataan tempat wisata yang ada di Desa Adat Sangeh berdasarkan konsep Tri Hita Karana yaitu parahyangan, pawongan dan palemahan. ‘’Dalam jangka pendek khususnya di Desa Adat Sangeh, objek wisata alam Alas Pala dan wisata lainnya akan ditata dan kami memohon dukungan Pemkab Badung. Mudahmudahan mulai bulan Maret atau April sudah bisa digarap,’’ ungkapnya. Diharapkannya, desa adat bersama masyarakat dapat mewujudkan segitiga emas yang ada di Desa Sangeh, yaitu Alas Pala, Mumbul yang su-

dah terwujud dan Tanah Wuk. Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memberikan ucapan selamat kepada I.B. Made Sunartha yang terpilih menjadi Bendesa Adat Sangeh. Bupati menegaskan, Desa Sangeh adalah salah satu desa wisata di Kabupaten Badung. Ia pun mengharapkan masyarakat Desa Sangeh yang terdiri dari lima banjar untuk bersatu mewujudkan Desa Wisata Sangeh yang berkelanjutan. Beberapa jenis wisata yang dikembangkan di desa tersebut seperti agrowisata, ekowisata, wisata budaya dan health tourism. Pengembangan desa wisata, contohnya menjadikan rumah penduduk sebagai homestay namun memiliki kamar yang kualitasnya setara dengan kamar hotel bintang 5. ‘’Wisatawan dapat menginap di rumah penduduk dan pembayarannya langsung kepada pemilik rumah. Ini akan menguntungkan masyarakat itu sendiri,’’ jelasnya. (ad809)

Mangupura (Bali Post) Kebutuhan air bersih di kawasan pariwisata ITDC Nusa Dua terus meningkat. Dengan belum maksimalnya pasokan air bersih dari PDAM Badung, penggunaan air bawah tanah (ABT) di kawasan setempat terus meningkat. Dirut PDAM Tirta Mangutama Badung I Ketut Golak, Senin (21/1) kemarin, berharap penggunaan ABT oleh industri pariwisata dapat dikurangi. Antisipasi pengeboran ABT secara masif harus terus dilakukan, jika dibiarkan seperti sekarang justru dapat merugikan lingkungan. Jika lingkungan rusak, industri pariwisata juga yang dirugikan. Dikatakan Golak, selama PDAM mampu memberikan layanan, pihaknya berharap agar pengelola hotel di kawasan ITDC memprioritaskan penggunaan air bersih dari PDAM. Namun dia mengakui, penyetopan total peng-

gunaan ABT di Nusa Dua tidak bisa begitu saja dilakukan, sebelum PDAM mampu menyediakan kebutuhan air bersih kawasan tersebut. ‘’Saat ini penggunaan air PDAM oleh pihak hotel terus mengalami peningkatan. Bahkan sejak dua tahun terakhir sudah mulai meningkat,’’ katanya. Guna mengurangi penggunaan ABT, pihaknya terus melakukan sosialisasi PP No. 122 Tahun 2012 yang pada intinya mewajibkan penggunaan air PDAM. Peraturan ini tidak hanya disosialisasikan di Badung selatan sebagai kawasan pariwisata tetapi juga di Badung Utara. ‘’Selain mengurangi penggunaan ABT, kami berharap dengan ini semua pihak ikut menjaga lingkungan,’’ katanya. Sementara itu, Managing Director The Nusa Dua Wayan Karioka mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah melakukan pertemuan

Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yakni adat, agama, seni, dan budaya. Menurut birokrat asal Desa Taman, Abiansemal itu, melalui program tersebut Bupati Badung Nyoman Giri Prasta berkomitmen menghidupkan banjar sebagai basis budaya melalui sarana, salah satunya bantuan gong. ‘’Lima tahun ke depan di Badung tidak ada banjar tidak memiliki gong. Dengan demikian, kami berharap masyarakat mengembangkan budaya dari banjar,’’ ucapnya. Dijelaskannya, gong yang dihibahkan merupakan hasil karya perajin di Badung, tepatnya di Banjar Binong, Mengwi. Hal ini guna memberdayakan perajin asal

Badung. ‘’Bukannya tidak mampu atau tidak mau membeli dari luar, namun sesuai prinsip Bapak Bupati juga, kami mengutamakan pembuat gong yang berasal dari Badung, sehingga terjadi perputaran ekonomi di masyarakat Badung,’’ terangnya. Terkait harga satu set gong, Anom Bhasma menyebutkan di kisaran Rp 350 juta. Selain banjar, Pemkab Badung juga membantu sanggar-sanggar kesenian setiap tahunnya. ‘’Ada yang dibantu Rp 50 juta hingga Rp 1 miliar, sehingga betulbetul di Badung ini Bapak Bupati tak hanya sekadar wacana memajukan kebudayaan, tetapi sudah action,’’ tegasnya. (kmb27)

PDAM Tirta Mangutama Badung. Dalam pertemuan itu, dibahas masalah pemenuhan air bersih mengingat di kawasan ini akan ada penambahan fasilitas. ‘’Tahun 2019-2020 ini jum-

lah kamar kan terus bertambah. Ada tambahan Hotel Sangrila, ada tambahan Hotel Renaissance. Tentu kebutuhan air bersih juga akan bertambah,’’ ucapnya. (kmb23)

”HLS on Sustainable Cities”

Indonesia Siap Kembangkan Kota Ramah Lingkungan

Lagi, Pemkab Bagi-bagi Perangkat Gong Mangupura (Bali Post) – Dinas Kebudayaan Badung kembali melakukan pengadaan perangkat gong yang diperuntukkan bagi pihak ketiga atau sebagai bantuan ke masyarakat. Setidaknya ada lima barung atau set bantuan gong yang disiapkan untuk banjar dengan nilai total Rp 1,6 miliar lebih. Kepala Dinas Kebudayaan Badung Ida Bagus Anom Bhasma, Senin (21/1) kemarin mengatakan, Pemkab Badung menganggarkan bantuan gong, baleganjur, angklung, termasuk gaguntangan setiap tahunnya. Penyerahan bantuan hibah kepada masyarakatkan ini merupakan implementasi salah satu bidang prioritas Pola Pembangunan

Bali Post/ist

PASOKAN AIR - Jajaran PDAM Tirta Mangutama Badung dan manajemen ITDC membahas pasokan air bersih untuk kawasan ITDC Nusa Dua.

Bali Post/edi

PEMBUKAAN HLS - Dirjen PSLB3 Kementerian LHK Rosa Vivien Ratnawati (tengah) saat pembukaan HLS on Sustainable Cities ke-10, Senin (21/1) kemarin di Nusa Dua. Mangupura (Bali Post)Pada High Level Seminar (HLS) on Sustainable Cities ke-10 yang digelar di Nusa Dua, Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) akan menyampaikan konsep pembangunan kota ramah lingkungan secara berkelanjutan. Sebab, HSL tidak hanya membahas lingkungan tetapi juga me-

nyelaraskan perencanaan pembangunan berkelanjutan sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs). Menurut Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) Kementerian LHK Rosa Vivien Ratnawati, HSL telah memperluas fokusnya ke sifat multidimensi pembangunan kota. HSL kali

ini bekerja sama dengan Pemerintah Jepang untuk mendorong pembangunan kota ramah lingkungan di Asia Tenggara. Jepang memiliki teknologi yang mumpuni untuk mewujudkan hal tersebut dan layak menjadi contoh bagi negara-negara lain di dunia. ‘’Kalau kita lihat SDGs ini seperti di awang-awang. Sekarang bagaimana kita membumikan ke level lokal dan seperti di Indonesia lewat sustainable cities yang akan berbicara banyak masalah, terutama sampah,’’ katanya saat ditemui usai pembukaan HLS, Senin (21/1) kemarin. Menurutnya tahun 2045, 82,37 persen penduduk Indonesia diproyeksikan tinggal di perkotaan. Sejak 2015 proporsi penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan lebih tinggi yakni mencapai 59,35 persen dari total populasi. Hal ini pun berdampak pada meningkatnya sampah dan limbah akibat aktivitas manusia.

Apalagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan menjadikan laut sebagai aset vital. Tapi laut masih terus tercemari sampah plastik. Maka dari itu, persoalan sampah plastik menjadi salah satu prioritas untuk diselesaikan. ‘’Pengelolaan sampah yang tepat harus diterapkan di kota-kota tersebut untuk mengurangi dan mencegah timbulnya sampah terutama sampah plastik ke laut,’’ katanya. Untuk diketahui, HLS on Sustainable Cities merupakan wadah bagi pembuat kebijakan, ahli dan praktisi bidang pengembangan kota berkelanjutan di regional Asia Tenggara dan Asia Timur untuk berbagai pengalaman dan mengembangkan kerja sama. Forum ini dihadiri 200 peserta yang berasal dari negara-negara di ASEAN dan mitra, yakni Tiongkok, Jepang, India, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Rusia. (kmb23)

Santunan Lansia dan Kematian Dievaluasi Mangupura (Bali Post) Program bantuan perlindungan sosial lanjut usia (lansia) dan santunan kematian di Kabupaten Badung dievaluasi. Pemkab berdalih evaluasi adalah untuk mengetahui, apakah program tersebut telah berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, santunan lansia dan santunan kematian merupakan salah satu kebijakan politik anggaran yang diberikan

untuk masyarakat Badung. ‘’Evaluasi sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan tugas koordinatif, guna mengetahui capaian maupun kendala yang mungkin masih dihadapi di lapangan,’’ ujar Suiasa di Ruang Nayaka Gosana II, Puspem Badung, Senin (21/1) kemarin. Dia berharap kedua program tersebut secara umum dapat berjalan dengan baik dan diterima oleh masyarakat yang memenuhi persyaratan, sehingga program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat

dan lebih menyempurnakan pelayanan Pemkab Badung. ‘’Kami harap layanan ini lebih mempermudah masyarakat dan tidak berbelit-belit ke depannya,’’ tegas pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan itu. Dari evaluasi tersebut, disimpulkan perlunya ada perbaikan beberapa poin pada Peraturan Bupati (Perbup) No.38 Tahun 2018 tentang Bantuan Perlindungan Sosial Lanjut Usia. Selain ada perubahan SOP yang dapat diintegrasikan serta perlu-

nya kebijakan khusus dalam menindaklanjuti terjadinya keterlambatan administrasi. Kepala Dinas Sosial Badung Ketut Sudarsana menerangkan, program bansos untuk lansia mulai diterapkan September 2018. Masyarakat yang berhak mendapat santunan ini adalah mereka yang tidak potensial, paling rendah berumur 72 tahun, warga umur 60 tahun ke atas dan tidak berdaya (bedridden). ‘’Yang tidak mendapat bansos yaitu lansia yang sedang

menerima pensiun atau santunan dari pemerintah atau lembaga sosial, serta lansia yang menjadi binaan dan tanggung jawab Panti Sosial Tresna Werdha,’’ jelasnya. Bantuan diberikan sebesar Rp 1 juta per orang per bulan dan dicairkan tiga bulan sekali. Bantuan ini telah diberikan kepada 13.104 orang dengan besaran anggaran Rp 52,4 miliar lebih selama empat bulan dari September hingga Desember 2018. ‘’Bansos lansia semuanya sudah

masuk rekening BPD, tinggal dicairkan. Untuk tahun 2019 dirancang sebanyak 16 ribu penerima, dengan anggaran diprediksi mencapai Rp 200 miliar,’’ sebutnya. Sementara terkait santunan kematian, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil I Nyoman Soka menjelaskan, program ini digulirkan sejak tahun 2011. Tahun 2018 santunan kematian diberikan sebesar Rp 10 juta. Untuk tahun 2018, santunan kematian yang diproses sebanyak 2.946

orang. Dari jumlah tersebut telah cair kepada 2.868 orang dan 78 akan dicairkan di tahun anggaran 2019. Ini dikarenakan, saat melaporkan anggaran telah ditutup. ‘’Setiap tahun kami anggarkan santunan kematian sebesar Rp 30 miliar. Selain mendapat santunan, masyarakat sekaligus mendapatkan akta kematian dan perubahan KK melalui program Administrasi Kependudukan Satu Paket,’’ pungkasnya. (kmb27)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Semarak HUT Ke-19 SMK PGRI 3 Denpasar

Siswa dan Guru ’’Ngelawar’’, SMP Lomba ’’Cooking’’ SMK PGRI 3 Denpasar yang akrab dipangggil Trigriska tak pernah sepi dari kegiatan dan prestasi. Senin (21/1) kemarin, sekolah Trigriska di Jalan Drupadi Denpasar ini tampak semarak karena dimulainya aneka kegiatan HUT ke-19. Aneka lomba dibuka Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. didampingi para wakasek dan ditandai dengan pemukulan kentongan. HUT ke-19 Trigiska pun mengusung tema generasi milenial yakni ‘’Developing Creativity to Creat Competence and Professional Human Resourse’’ atau membangun kreativitas untuk menghasilkan SDM yang berkompeten dan profesional. Tema ini diterjemahkan dalam berbagai kegiatan melibatkan warga sekolah dan siswa SMP se-Bali berbasiskan kompetensi keahlian bidang pariwisata di SMK PGRI 3 Denpasar. Madiadnyana yang tak pernah kering dari ide kreatif ini tampak tersenyum melihat kekompakan dan antusias siswa dan gurunya terlibat dalam lomba ngelawar. Bahkan, Madiadnyana bersama wakasek ikut terlibat ngelawar. Sementara siswa lainnya terlibat dalam lomba kuliner, berbusana endek, lomba pidato bahasa Bali. Juga ada lomba florist, pidato bahasa Inggris, dharma gita, dharma wecana, dan karaoke pop Bali. Sementara siswa SMP se-Bali terlibat dalam lomba cooking competition dan pidato bahasa Inggris. Ketua Panitia yang juga Waka Kurikulum I Made Sugiartana, SST.Par. mengatakan warga sekolah juga diajak jalan sehat sambil berlomba mengumpulkan sampah plastik. Melakukan penanaman 1.850 pohon jempiring di lingkungan sekolah dan Banjar Bengkel, Sumerta Klod, kunjungan ke panti asuhan serta donor darah. Kasek Madiadnyana, Koordinator Wakasek Drs. I Wayan

NGELAWAR - Kasek Madiadyana, para waka dan guru terlibat dalam lomba ngelawar serangkaian HUT ke-19 SMK PGRI 3 Denpasar. Sarjana, M.M., Waka I Made Rejadi, Ni Wayan Suarti, I Made Sugiartana dan I Nengah Karji mengaku sebagai sekolah berbasis vokasional, dia serius memberi penguatan kompetensi program keahlian (AP dan Tata Boga) guna mencetak lulusan yang siap bekerja dan kuat karakter budayanya. Untuk itu, ia tak pernah meninggalkan lomba ngelawar setiap HUT. Hal ini dilakukan karena generasi milenial semakin meninggalkan budaya ini, di SMK PGRI 3 Denpasar justru mereka dilatih agar bisa mandiri di masyarakat atau minimal di lingkungan keluarganya sendiri. Lomba ngelawar dan kuliner memberi media bagi siswa Tata Boga untuk menunjukkan kreasi dan kompetensinya guna menjadi SDM yang profesional. SMK PGRI 3 Denpasar secara nyata melibatkan warga sekolah mendukung Pergub dan Perwali mengurangi sampah plastik. Ini

dia lakukan dengan rutin menggelar jalan sehat sambil memungut sampah plastik. Kini semua kemasan makanan di kantin sekolah tak lagi menggunakan bahan plastik, melainkan dari daun. Kemudian selalu peduli dengan lingkungan dan kebersihan. Pas dengan motto sekolah ini ‘’Bersih, Berprestasi, Peduli Lingkungan dan Budaya’’. Sekolah yang terakreditasi A dan ber-ISO 9001-2008 ini tahun lalu sukses mengantarkan 80 persen lulusannya bekerja, sisanya melanjutkan. Bagi masyarakat yang ingin putra-putrinya cepat kerja, Madiadnyana mengajak bergabung dengan SMK PGRI 3 Denpasar di Jalan Drupadi XVII Gang Dewi Tara No 7. Tahun ini sekolah ini akan menerima 667 calon siswa baru untuk Program Keahlian Akomodasi Perhotelan dan Tata Boga. Penutupan dilakukan sewaktu-waktu jika kuota sudah terpenuhi. (ad810)

Hampir Seminggu, Jalan Bonyoh-Sekaan Tertutup Material Longsor

Bangli (Bali Post) – Ruas jalan penghubung Desa Bonyoh dan Desa Sekaan, Kintamani sulit dilalui kendaraan. Kondisi itu terjadi lantaran badan jalan tertutup material longsor. Meski kondisi itu sudah berlangsung sejak enam hari lalu dan telah dilaporkan pihak desa ke instansi terkait, namun sampai saat ini material longsor berupa tanah dan rumpun bambu yang menimbun jalan belum mendapat penanganan. Banyaknya material longsor yang menimbun jalan mengakibatkan jalur itu nyaris tak bisa dilalui kendaraan roda empat. Jalan masih bisa dilalui kendaraan roda dua, hanya pengendaranya harus ekstra berhati-hati lantaran kondisi jalan licin. Perbekel Desa Bonyoh I Wayan Denia, Senin (21/1) kemarin, mengakui bahwa hingga saat ini jalan yang tertimbun longsor itu belum mendapatkan penanganan dari pihak Dinas PU Kabupaten Bangli. Lantaran tertimbun material, jalan itu sempat lumpuh tak bisa dilalui kendaraan. Namun oleh beberapa warga yang memiliki ladang di sekitar lokasi, jalan itu akhirnya bisa sedikit dilalui setelah materialnya disingkirkan secara manual. Denia mengatakan, evakuasi sulit dilakukan dengan cara manual, karena material yang menimbun jalan cukup banyak dan berisi

Bali Post/ist

LONGSOR - Jalan penghubung Desa Bonyoh-Sekaan yang tertimbun longsor. rumpun bambu. Oleh karenanya pihaknya berharap kepada BPBD Bangli maupun Dinas PU untuk membantu menerjukan alat berat di lokasi longsor yang wilayahnya berada di Desa Sekaan itu. Di tempat terpisah, Sekdes Desa Sekaan Wayan Santra mengatakan kejadian longsor yang menimbun jalan itu sudah sempat dilaporkan Perbekel Sekaan ke Dinas PU. Pihak desa telah meminta Dinas PU menerjunkan alat berat ke lokasi. Namun hingga kini belum bisa mendapatkan penanganan karena alat berat milik pemkab masih di-

gunakan untuk menangani longsor di Desa Terunyan. Wayan Santra mengatakan, meski material longsor menutup akses jalan setempat, kondisi itu tidak terlalu menghambat mobilitas warga. Sebab, masih ada jalan lain yang bisa dilalui warga. Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik Kabupaten Bangli I Ketut Agus Sutapa saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan bahwa penanganan masalah bencana tanah longsor yang menimpa jalan raya, kewenangannya ada di Dinas PU. (kmb40)

Selasa Paing, 22 Januari 2019

Hari Ini, Stiman TP 45 Gelar Wisuda IX

Utamakan Kualitas, Lulusan 100 Persen Terserap di Dunia Kerja SEKOLAH Tinggi Manajemen Taman Pendidikan (Stiman TP) 45 yang bernaung di bawah Yayasan Taman Pendidikan 45, Selasa (22/1) hari ini menggelar wisuda IX tahun akademik 2018/2019 di Inna Bali Heritage Hotel Denpasar. Sebanyak 22 orang sarjana dilepas Ketua Stiman TP 45 I Wayan Wenten, S.Sos., S.E., M.M. Tiga lulusan terbaik diraih Ni Made Ayu Puspita Sari Dwi Pradnyani (IPK 3.68), Ni Made Artha Dewi Purnamiati (IPK 3.60), dan I Gede Putu Pustinayoga (IPK 3.57). Saat ini jumlah mahasiswa aktif di Stiman TP 45 sebanyak 150 orang dengan jumlah alumni mencapai 1.500 orang. Ketua Stiman TP 45 I Wayan Wenten mengatakan sampai saat ini Stiman TP 45 masih tetap eksis dan tetap mendapat perhatian serta kepercayaan yang cukup besar dari masyarakat, terutama mereka yang telah bekerja. Sebab, kampus ini memiliki visi yang unggul dalam mengembangkan kualitas SDM di bidang ilmu manajemen yang secara konsisten mewujudkan perpaduan antara teknologi dan budaya Indonesia yang mampu menghadapi perubahan, baik secara nasional maupun global. ‘’Saat ini seluruh alumni Stiman TP 45 telah terserap di dunia kerja. Bahkan beberapa di antara mereka telah mampu menciptakan lapangan kerja. Hal ini sesuai dengan harapan kami, yaitu para lulusan harus mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuannya di dalam dunia kerja dan dunia usaha yang dibangunnya,’’ tandas Wenten, Senin (21/1) kemarin. Selain itu, kemasan kurikulum yang diterapkan lebih ditekankan pada peningkatan daya pikir kritis dan analitis yang berkemampuan tinggi untuk menyerap dan memanfaatkan ilmu pengetahuan

I Wayan Wenten, S.Sos., S.E., M.M. dan teknologi. Seiring pula dengan orientasi mengadopsi teknologi maju dalam rangka menuju ke ekonomi produktivitas tinggi dan efisien, maka kurikulumnya telah diproyeksikan untuk komputerisasi pada materi aplikatif. Hal ini dalam rangka menghadapi era revolusi industri 4.0 yang tengah berkembang untuk menghadapi persaingan dalam dunia kerja. Sementara itu, kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi telah dijalankan dengan baik. Salah satunya memberikan pendidikan praktis berkualitas dalam proses belajar mengajar dari semua dosen praktisi dalam bidangnya, melakukan penelitian, pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk bakti sosial. Di samping juga secara terus-menerus meningkatkan kualitas dosen dengan memberikan kesempatan untuk mengikuti program pendidikan strata 2 (S-2). Saat ini Stiman TP 45 telah memiliki dosen dengan

gelar S-2 sebanyak 15 orang dan 1 orang dosen tengah dalam proses studi S-3 (doktor). Dalam upaya meningkatkan nilai tambah mahasiswa, Stiman TP 45 juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyelesaikan studinya di bidang IT, Kewirausahaan, SDM, Pemasaran, Keuangan, dan Pariwisata. Hal ini dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan pihak terkait, baik dari instansi pemerintah maupun swasta. Bahkan, kerja sama dengan Kadin Bali juga akan segera dilakukan. Sehingga pelatihan tentang kewirausahaan dan industri bisa didapatkan mahasiswa. ‘’Saya berharap para lulusan harus mampu berkompetisi dengan akal sehat dalam era ini dan memiliki karakter yang intelektualitas, integritas, dan moralitas. Karena kami Stiman TP 45 mengutakaman kualitas daripada kuantitas,’’ pungkasnya. (ad730)

Daihatsu Raih Peringkat Kedua Penjualan Ritel 10 Tahun Berturut-turut

DAIHATSU menutup tahun 2018 dengan raihan peringkat kedua dalam penjualan ritel otomotif nasional. Dengan prestasi ini, Daihatsu selain berhasil mempertahankan peringkat kedua penjualan ritel selama 10 tahun berturut-turut, juga mencetak angka penjualan terbaik sepanjang sejarah. Terbukti dari retail sales Daihatsu yang mencapai 200.178 unit atau naik 8,1% dan whole sales sebesar 202.738 unit atau naik 8,8% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Di pasar otomotif nasional, penjualan retail sales Daihatsu meraih pangsa pasar (market share) 17,3% dari volume retail nasional 1.070.156 unit. Sementara whole sales Daihatsu meraih pangsa pasar 17,3% dari volume whole sales nasional 1.079.886 unit. Penjualan retail sales Daihatsu didominasi Sigra dengan 50.682 unit, berkontribusi sebesar 25%. Diikuti Gran Max (PU) 42.250 unit (21%), Xenia 30.418 unit (15%), dan Terios mencapai 29.655 unit (15%). Ayla berkontribusi 25.361 unit (13%) dan Gran Max (MB) 16.185 unit (8%). Sedangkan line-up Daihatsu lainnya, meliputi Luxio, Sirion & Hi-Max,

DILUNCURKAN - Manajemen Daihatsu berfoto bersama Grand New Xenia yang resmi diluncurkan pada Selasa (15/1) di Astra Daihatsu Biz Center, BSD, Tangerang. mencapai 5.627 unit (3%). Tak jauh berbeda, perolehan whole sales Daihatsu juga dipimpin Sigra sebanyak 50.907 unit (25%), diikuti Gran Max (PU) sebesar 42.389 unit (21%), Terios 31.453 unit (16%), dan Xenia 29.521 unit (15%). Kemudian ada Ayla sebesar 26.952 unit (13%), dan Gran Max (MB) 16.189 unit (8%). Untuk model lainnya, yakni Luxio, Sirion, dan Hi-Max berkontribusi 5.327 unit (3%). ‘’Kami mengucapkan

terima kasih atas kepercayaan masyarakat Indonesia, sehingga Daihatsu kembali meraih posisi nomor 2 di tahun 2018. Dengan pencapaian ini, Daihatsu mampu mempertahankan posisi nomor 2 di pasar otomotif di Indonesia selama 10 tahun terakhir secara berturut-turut, dan mencatat penjualan tertinggi sepanjang sejarah Daihatsu di Indonesia,’’ ujar Tetsuo Miura, President Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)

Senator Terima Manajemen dan Organisasi Transportasi ’’Online’’ di Istana Mancawarna

Wedakarna Sayangkan Tingginya Perbedaan Tarif dengan Konvensional SEBAGAI pejabat negara, anggota DPD-RI dilarang menolak permohonan aspirasi dari pihak mana pun, mengingat sesuai amanat konstitusi UU MD3 tahun 2018, setiap wakil rakyat adalah pengayom dan pembelaan demi tegaknya konstitusi dan aturan adalah mutlak. Hal ini juga disampaikan Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat menerima dua komunitas transportasi online di kantor resmi Abhiseka Ratu yakni Istana Mancawarna Tampaksiring. Adapun tamu yang menghadap Senator RI adalah Nawa Pamungkas (Government Relation Manager for Central Java, East Java & Bali Regional) dan Wahyuningtyas (Partner Engagement LEAD–Est Indonesia). Dalam pertemuan tersebut, Senator RI menghargai niat dari manajemen Grab di Jakarta dan Bali yang ingin berkomunikasi dengan DPD-RI, khususnya membicarakan tentang kondisi transportasi online di Bali. ‘’Kita akui sampai hari ini masih ada konflik di lapangan terhadap transportasi online vs konvensional di Bali. Di sejumlah desa adat di Bali, banyak penolakan terhadap transportasi online. Bahkan ada yang sampai ke ranah pidana. Saya memberikan pesan dan nasihat agar pihak manajemen Grab memberikan pembinaan dan seleksi ketat terhadap para driver online. Salah satunya adanya beberapa kasus oknum driver yang berasal dari

luar Bali (tamiu) yang berani melawan prajuru adat dan merendahkan awigawig terkait dengan larangan sejumlah desa adat terhadap taksi online. Ke depan jangan sampai ada siapa pun yang melecehkan dresta adat dengan mempertentangkan UU. Jika ada desa adat yang menolak keberadaan transportasi online, itu sah saja karena eksistensinya dilindungi UUD 1945, UU Desa dan Perda Bali,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Dalam kesempatan itu, Senator Wedakarna juga menyampaikan meluasnya penolakan transportasi online di Bali lebih karena pemerintah tidak tegas dalam mengeluarkan aturan, di samping adanya kesenjangan terkait tarif yang sangat mencolok antara taksi konvensional dan taksi online. ‘’Masalah tarif yang tidak adil, itu dirasakan benar oleh sopir konvensional. Ini harus diperbaiki dulu dan saya anggap ini akar permasalahan yang sesungguhnya. Jika tarif sudah sejajar, maka persaingan akan berjalan dengan sehat. Di samping itu, saya juga sayangkan ada dugaan kendaraan di luar Bali yang masuk sehingga dianggap menyebabkan kemacetan. Di samping sebagian driver online dirasa kurang memiliki wawasan tentang agama dan budaya orang Bali. Kita ingin hal-hal ini diselesaikan dengan segera dan semoga ke depan, perusahaan kendaraan online bisa mulat sarira,’’ ucap Gusti Wedakarna. Selain menerima dari Grab, Senator

juga menerima audiensi dari Service Grup Aplikasi (Sergap) Ojol Dewata Bali pimpinan Wayan Inguh dengan anggotanya. Dalam audiensi itu, Ojol Dewata menyatakan kini sudah ada organisasi pengemudi ojek online yang 100 persen terdiri dari krama asli Bali dan umat Hindu. Terhadap hal ini, Senator Wedakarna memberikan pendapatnya. ‘’Saya menghargai usaha dari semeton krama Bali untuk membentuk organisasi Ojol Dewata Bali. Ini bagus asal tujuannya untuk memupuk solidaritas krama Bali yang bekerja sebagai ojek online. Dan jumlahnya cukup banyak. Saya akan berikan nasihat agar organisasi ini berjalan dengan legal, dan sah di mata hukum. Kita juga akan beri rekomendasi resmi. Suksma sampun jengah dan ikut dalam gerakan Satyagraha ini. Tiang dukung, asal krama Bali di mana pun bekerja, baik online atau konvensional, semua adalah bersaudara,’’ imbuh Gusti Wedakarna. Dalam kesempatan itu, Senator AWK menanggapi terkait masukan adanya rencana kredit rumah bagi pengemudi. Akhirnya memberikan sinyal untuk mempertimbangkan dan jika perlu menolak program sejuta rumah (rumah murah) yang rencananya disponsori salah satu perusahaan transportasi online besar yang disinyalir akan merebut tanah-tanah di Bali dengan program perbankan yang bernuansa kelompok tertentu jika dianggap tidak Pancasilais. (ad811)

SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menerima audiensi pengurus Sergap Gojol Bali Dewata dan Vice President Grab dari Jakarta di Istana Mancawarna Tampaksiring.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Selasa Paing, 22 Januari 2019

5

PROFIL Budi Dayakan Bonsai Kelapa PARA pencinta tanaman hias, khususnya bonsai, kini punya beragam pilihan baru untuk menambah koleksi tanaman, yakni bonsai pohon kelapa. Adalah I Kadek Dwi Juniarta, siswa kelas XII jurusan Otomotif SMK PGRI 1 Denpasar, kini menekuni usaha bonsai kelapa. Mulai dari proses pembibitan, perawatan hingga bonsai kelapa siap dijual di pasaran. Pelajar yang tinggal di Banjar Tambawu Kaja, Penatih, Denpasar Timur ini, Senin (21/1) kemarin mengaku mendatangkan bibit kelapa berbagai jenis dari Buleleng dan Tabanan. Seusai pulang sekolah, ia rutin merawat tanamannya tersebut. Dikatakan, bonsai jenis kelapa kuning atau nyuh gading paling diminati pembeli. Terkait harga, ia membanderol sesuai jenis dan umur tanaman. ‘’Harganya mulai Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. Tergantung usia dan jenisnya,’’ ujar remaja yang akrab dipanggil Dwi ini. Dikatakan, bonsai kelapa memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan lainnya yang ia jual. Salah satunya adalah bonsai kelapa lebih ringan dibandingkan bonsai lainnya, sehingga mudah dipindah-pindahkan. Di samping juga perawatannya yang relatif mudah dan murah. Saat ini, ia memiliki stok ratusan bonsai kelapa siap jual. Keberadaan media sosial seperti instagram dan facebook sangat membantu penjualannya. Setiap bulan, puluhan bonsainya terjual hingga ke luar Denpasar. Omzetnya pun menembus jutaan rupiah yang digunakan untuk membiayai sekolahnya sendiri. Putra kedua pasangan I Nyoman Dana dengan Ni Nyoman Suriani ini mengaku belajar mengembangkan bonsai kelapa dari media sosial youtube. Di samping juga didukung kedua orangtuanya. ‘’Tidak ada ilmu khusus. Saya total belajar dari youtube,’’ pungkasnya. (win)

Diupayakan, Ekonomi Bali Tak Tergantung Pariwisata Denpasar (Bali Post) Struktur perekonomian Bali selama ini ditopang oleh pariwisata. Sektor tersier ini paling banyak berkontribusi dalam pembentukan PDRB, khususnya dari penyediaan akomodasi, makan, dan minum. Dalam kurun waktu 2005 hingga 2017, sektor tersier menyumbang 69,36 persen PDRB Bali. Jauh meninggalkan sektor primer yang hanya 15,32 persen dan sektor sekunder sebesar 15,30 persen. ‘’Sekarang kan kita sangat tergantung dengan pariwisata. Ketika pariwisata terancam seperti Gunung Agung meletus, bencana alam lain atau keamanan, teroris, itu kan langsung anjlok. Ekonomi masyarakat anjlok kan berdampak pada kesejahteraan,’’ ujar Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra di sela-sela pembahasan awal Ranperda tentang RPJPD Semesta Berencana Provinsi Bali 20052025 dan Ranperda tentang RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali 2018-2023 di Ruang Rapat Banmus DPRD Bali, Senin (21/1) kemarin. Menurut Ika Putra, pemerintah kini mengupayakan agar Bali tidak hanya tergantung dengan pariwisata. Dalam hal ini, pariwisata terus didorong agar naik, berkualitas, dan menghasilkan lewat kontribusi wisatawan. Namun, sektor primer dan sekunder yakni pertanian dan industri kecil harus bisa mengejar kemajuan pariwisata. Dengan begitu, kontribusi sektor primer, sekunder, dan tersier dalam pembentukan PDRB menjadi lebih seimbang. ‘’Kalau pertanian, industri kecil kuat, pariwisata nanti turun, ini kan aman ekonomi Bali. Jadi, bukan pariwisata diturunkan. Tapi kontribusi

Bali Post/eka

NARKOBA - Polisi menggelar berbagai barang bukti narkoba dan tersangkanya di Ditresnarkoba Polda Bali, Senin (21/1) kemarin. Kedua tersangka tersebut diciduk polisi dalam waktu hampir bersamaan di dua tempat di wilayah Kabupaten Badung.

Polda Beber Kasus Pengungkapan Narkoba

BB Sabu dan Ekstasi Disembunyikan di Genteng Denpasar (Bali Post) -

Ditresnarkoba Polda Bali merilis pengungkapan kasus narkoba ratusan gram sabu-sabu (SS) dan hampir 2.000 butir ekstasi. Dua pelaku, Cecep Audi Rahmat dan David Setyadi, kini telah ditahan di Mapolda. Ternyata mereka punya cara khusus untuk menyembunyikan barang terlarang tersebut yaitu di bawah genteng dan batako tempat kosnya. ‘’Mungkin ini modus baru pelaku,’’ tegas Kabag Binopsnal Ditresnarkoba Polda Bali AKBP I Gede Sujana, Senin (21/1) kemarin. Menurur Sujana, tersangka Cecep menyembunyikan 18 paket SS seberat 53,84 gram brutto dan 100 butir ekstasi di bawah tumpukan batako. Sedangkan tersangka David menyembunyikan barang

bukti 15 paket SS seberat 635,26 gram, 20 paket ektasi dengan jumlah 1.646 butir dan 184,89 gram ineks di bawah genteng. ‘’Kasus ini masih dikembangkan terkait dari mana barang ini didapat. Mereka menerapkan sel terputus,’’ ujarnya. Seperti diberitakan, pada Sabtu (19/1) lalu, tim Opsnal

Ditresnarkoba Polda Bali melakukan penangkapan terhadap tersangka Cecep (26) di kos-kosannya di Jalan Raya Semer, Kerobokan, Kuta Utara. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamar pelaku dan ditemukan 18 paket SS seberat 53,84 gram brutto dan 100 butir ekstasi dan 1 timbangan digital.

Selain itu, petugas mengamankan HP milik pelaku yang biasa dipakai untuk berkomunikasi saat melakukan transaksi narkoba. Sedangkan tersangka David (22) dibekuk di Jalan Raya Anyar Peliatan Gang Rare Angon, Kerobokan. Terkait kasus ini, petugas menyita barang bukti 15 paket SS seberat 635,26 gram, 20 paket ekstasi dengan jumlah 1.646 butir dan 184,89 gram ineks dalam bentuk serbuk. Barang bukti lain yang diamankan yakni satu timbangan, dua HP, kartu ATM dan buku tabungan. (kmb36)

Model Asal Republik Belarusia Diadili Kasus Ganja

I Wayan Wiasthana Ika Putra PDRB Bali supaya tidak tergantung dari pariwisata saja,’’ jelasnya. Ika Putra menambahkan, pertanian Bali tertinggal ketika pariwisata berkembang di Bali, didukung dengan kondisi global yang memungkinkan. Semua calon petani beralih ke pariwisata. Begitu juga lahan-lahan pertanian menjadi lahan akomodasi pariwisata. Kendati pemerintah sudah berupaya membuat kebijakan yang berpihak kepada pertanian, tetapi ternyata tak kuasa membendung cepatnya laju pariwisata. ‘’Sekarang gubernur membawa pemberdayaan petani, industri kecil dan menengah dan pemberdayaan komunitas adat. Pariwisata tetap maju terus, tapi ini harus bisa mengejar. Itu tertuang dalam RPJMD,’’ imbuhnya.

Bali Post/rin

Program-program pemberdayaan, lanjut Ika Putra, sekaligus menjadi upaya untuk mengentaskan angka kemiskinan. Di samping memberikan bantuan yang langsung menyentuh rakyat miskin berupa bedah rumah dan lainnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster mengoreksi angka kemiskinan dari target 4,2 persen menjadi 1,01,5 persen dalam lima tahun kepemimpinannya. ‘’Dengan pendirian lembaga ekonomi, pengelolaan koperasi adat, pariwisata digenjot terus, pendapatan diangkat, dan sebagainya. Kalau itu dapat ya… sudah (kemiskinan dapat diturunkan - red). Jadi, beliau (gubernur - red) sudah konsisten dengan itu, optimis kita capai. Tapi tentu saja sinergi dengan kabupaten/kota,’’ tandasnya. (kmb32)

Denpasar (Bali Post) Pascadibekuk di Bandara Internasional Ngurah Rai, Tuban pada 14 Oktober 2018, model cantik asal Republik Belarusia (Republik Of Belarus), terdakwa Hanna Liakhava (25), Senin (21/1) kemarin diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar atas kasus ganja. JPU Raka Arimbawa di hadapan majelis hakim pimpinan Novita Riama mengatakan terdakwa tanpa hak melawan hukum yakni memproduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan narkotika golongan satu dalam bentuk tanaman jenis ganja seberat 0,10 gram netto. Jaksa menambahkan, model cantik ini datang dengan menumpang pesawat China Eastern MU 5029 rute Shanghai - Denpasar. Setibanya di Bandara Ngurah Rai, gerakgerik terdakwa yang membawa koper mencurigakan. Untuk itu, petugas Bea dan

Bali Post/asa

SIDANG - Model cantik asal Republik Belarusia (Republik Of Belarus), terdakwa Hanna liakhava saat menjalani sidang perdana di PN Denpasar. Cukai Ngurah Rai melakukan pemeriksaan di badan, termasuk barang bawaan terdakwa dengan menggunakan X-ray. Di dalam koper tersebut teridentifikasi dan ditemukan plastik klip berisi daun warna hijau kecokela-

tan, diduga ganja. Barang ini disimpan dalam dua tabung kecil. Atas penemuan itu, tersangka dan barang buktinya langsung diamankan. Model cantik itu mengaku membeli ganja di Spanyol saat liburan

di sana. Terdakwa membeli ganja itu untuk dikonsumsi sendiri. Dia terbiasa mengonsumi ganja sejak usia 14 tahun. Atas perbuatannya, terdakwa dijerat Pasal 113 UU Narkotika dan Pasal 127 UU yang sama. (kmb37)

Tarian Gandrung Rutin Dipentaskan di Lereng Ijen

TARI GANDRUNG - Sendratari wisuda Gandrung di kaki Gunung Ijen, Banyuwangi.

Bali Post/udi

Banyuwangi (Bali Post) Tari Gandrung, tarian khas Banyuwangi, kini bisa dinikmati secara rutin. Wisatawan tak perlu menunggu momen khusus untuk melihat atraksi tarian Gandrung. Banyuwangi menggelar sendratari Gandrung setiap bulan di Taman Gadrung Terakota, persis di kaki Gunung Ijen. Atraksi yang mengisahkan wisuda para penari Gandrung ini akan digelar sepanjang tahun. Harapannya, selain makin memopulerkan ritual wisuda penari Gandrung, pertunjukan ini untuk mengenalkan keindahan Gunung Ijen. ‘’Pertunjukan Gandrung secara massal ini dipersembahkan oleh masyarakat di kaki Gunung Ijen melalui Festival Lembah Ijen,’’ kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (21/1) kemarin. Menurutnya, kegiatan atraksi seni khas Bumi Blambangan ini murni dari warga. Hal ini untuk mempromosikan kearifan lokal warga setempat. Termasuk, pelestarian kesenian khas Banyuwangi, khususnya Gandrung. Selain pentas tari, digelar juga ajang pameran kuliner tradisional warga setempat. Anas menambahkan, sendratari yang digelar rutin akan menambah poin penjualan wisata Banyuwangi. Sebab, seni dan alam Banyuwangi sangat kental

dengan nuansa budaya, sehingga bisa disajikan bersama. Apalagi, lanjut Anas, sudah ada penerbangan BanyuwangiKuala Lumpur. Nantinya, akan menjadi daya tarik bagi wisatawan asing. Sendratari meras Gandrung merupakan ritual bagi para penari Gandrung yang sudah lulus latihan. Tak seperti tarian biasa, para penari harus menjalani ritual wisuda atau peresmian. Setelah itu, para penari berhak menyandang status penari Gandrung profesional. Di Taman Terakota Gandrung terdapat hamparan sawah menghijau, persis di kaki Gunung Ijen. Di sekitarnya berderet ratusan patung Gandrung berbahan gerabah (terakota). Bagi penari Gandrung, ritual meras atau wisuda sebagai penanda masuk ke dalam dunia tari profesional. Tak hanya menari, mereka juga dituntut ahli menyayikan lagu-lagu pengiring Gandrung. Rencananya, sendratari wisuda Gandrung tak hanya digelar sebulan, namun bisa seminggu sekali. Setiap akhir pekan. ‘’Minat wisatawan menikmati sendratari wisuda Gandrung ini cukup tinggi. Sejak Oktober 2018, sudah ada 10.000 wisatawan yang datang untuk melihat sendratari tersebut,’’ kata Sigit Purnomo, penggagas Festival Lembah Ijen. (udi)


OPINI

6

Selasa Paing, 22 Januari 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Pembodohan dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa MENCERDASKAN kehidupan bangsa. Itulah salah satu cita-cita luhur para pendiri negara ini. Cita-cita luhur ini tertuang pada Pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Untuk mencerdaskan bangsa ini, masalah pendidikan pun menjadi prioritas pembangunan. Bahkan, masyarakat cenderung mengartikan mencerdaskan ini sebagai mengejar nilai akademis. Padahal, mencerdaskan kehidupan bangsa seperti termaktub dalam UUD 1945 cakupannya jauh lebih luas. Mencerdaskan kehidupan bangsa seperti citacita para pendiri negara ini, lebih dari sekadar melahirkan manusia cerdas seperti para ahli. Kehidupan yang cerdas menyangkut kesadaran akan harga diri, harkat, dan martabat, kemandirian, kejujuran dan sejenisnya. Bukan cerdas hanya pintar dalam akademis. Cerdas dalam hal ini mampu menciptakan solusi bagi masalah yang dihadapi dalam kehidupan nyata. Cerdas dalam arti mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari pendidikan untuk dirinya dan lingkungan serta kondisi yang dihadapi. Kekeliruan mengartikan cerdas terfokus pada akademis, berdampak pada antusiasme masyarakat mengejar prestasi akademik anak-anak mereka. Bahkan, ini telah menjadi semacam gengsi di masyarakat. Antusiasme dan gengsi para orangtua ini melahirkan peluang berdirinya berbagai tempat bimbingan belajar (bimbel), les dan sejenisnya. Bahkan, para guru ikut membuat bimbel, memberikan les pada murid-muridnya. Hanya sangat disayangkan, banyak oknum guru menjalankan tujuan mulia ini dengan menyimpang. Di antaranya, sengaja mengurangi materi pelajaran yang diberikan di dalam kelas agar bisa diberikan pada bimbel atau les yang dibukanya. Parahnya lagi, ada yang sampai melakukan ‘’intimidasi’’ pada peserta didik yang berani tidak ikut di tempat bimbel atau les guru bersangkutan. Misalnya, dengan memberikan nilai jelek meski sebenarnya si anak itu lebih pintar dari anak-anak asuhnya di bimbel atau les yang dimiliki sang guru. Mirisnya lagi, banyak oknum guru pemilik bimbel atau les yang membocorkan soal, memberi kunci jawaban pada anak-anak yang ikut di bimbel atau les miliknya. Ini tentu tidak adil dan sangat merugikan anak-anak yang tidak ikut belajar di bimbel atau tempat les guru yang bersangkutan. Sebagai orangtua, semestinya harus berpikir smart terhadap fenomena ini. Dalam arti, mereka seharusnya merasa telah dibodohi oleh tempat bimbel atau les dan oknum guru seperti itu. Bagaimana tidak, tujuan para orangtua mengikutkan anak-anak mereka bimbel atau les adalah untuk menjadikan lebih cerdas. Sementara dengan praktik yang dilakukan bimbel dan tempat les maupun oknum guru seperti itu, mereka sebenarnya telah dibodohi dan dibohongi. Anak-anak malah akan dibuat menjadi manja dan malas belajar. Karena, mereka sudah tahu bakalan mendapat jawaban, bocoran soal, bahkan nilai bagus tanpa harus belajar keras atau meski bodoh sekalipun. Cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa pun berbalik jadi pembodohan kehidupan bangsa. Untuk menekan praktik seperti ini, perlu sebuah regulasi dan tindakan tegas dari pemerintah. Guruguru tidak boleh membuka bimbel, memberikan les di rumah dan sejenisnya. Ini sebenarnya sudah dilakukan pemerintah dengan memberlakukan full day school. Para guru bisa memberikan bimbingan belajar dan pelajaran tambahan pada jam sekolah di sekolah bersangkutan. Jikapun ada orangtua yang merasa anak-anak mereka masih perlu tambahan pelajaran lagi, bisa mengikutkan di bimbel atau les yang diselenggarakan pihak swasta. Termasuk, bimbel online yang kini berkembang. Dengan begitu, guru-guru bisa lebih fokus mengajar di kelas, lebih independen, berintegritas dan lebih dipercaya masyarakat. Yang utama, jangan sampai cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa malah berbalik menjadi pembodohan bangsa hanya demi mengejar nilai akademis dan mengejar gengsi.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

RUU Provinsi Bali Saya pribadi mendukung gagasan Gubernur Bali Wayan Koster agar Bali punya RUU Provinsi Bali. Penjabaran dari program ini hendaknya digarap matang. Libatkan semua komponen dan tentunya RUU ini juga harus mengantisipasi dinamika Bali ke depan. Saya menaruh keyakinan, RUU bisa dituntaskan mengingat Gubernur Bali Wayan Koster punya kemampuan lobi dan dukungan politik yang matang di Senayan. RUU ini mudah-mudahan bisa menjadi regulasi yang utuh dalam mengawal Bali ke depan. Untuk mematangkan rencana ini tentu semua pihak hendaknya memberikan saran dan usulan untuk kepentingan Bali. Manjaga Bali ke depan selain perlu keberpihakan semua elemen juga adanya rasa memiliki. Untuk itulah, dalam perumusan RUU Provinsi Bali ini ada ruang aspirasi bagi masyarakat Bali. Gubernur Bali juga perlu mendengar pendapat masyarakat agar nantinya bisa diambil pilihan terbaik untuk menjaga Bali. I Wayan Putra Arsana Gianyar, Bali

SISI GELAP BIMBEL Bimbel (bimbingan belajar) kembali mendapat sorotan. Salah satu bentuk kegiatan belajar ini memiliki sejarah panjang yang pada awalnya sebagai wujud dedikasi guru untuk membantu siswa dalam belajar sehingga sukses ujian. Guru-guru terpanggil secara sukarela memberi waktu tambahan demi siswa tercinta. Penuh dedikasi tinggi dan tulus. Gratis!

Oleh

Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. da beberapa jenis bimbel, seperti yang resmi dilaksanakan oleh sekolah untuk menambah waktu belajar siswa, dengan biaya dari dana BOS, melibatkan semua guru. Ada pula bimbel sekelompok mata pelajaran yang dijadikan materi ujian skala nasional. Yang lain adalah bimbel yang dikenal dengan istilah ‘’privat’’, guru dipanggil ke rumah siswa. Bimbel memasuki tahap baru dengan munculnya berbagai bisnis bimbel di kota-kota, menempati ruko-ruko modern di pusat keramaian, kini meredup dengan munculnya bimbel online. Bimbel yang paling banyak dicurigai atau penuh dengan ‘’konspirasi” adalah yang diselenggarakan oleh guru bidang studi yang dinilai ‘’sulit, bergengsi’’ dan bahasa asing, di teras rumahnya sendiri. Citra buruknya adalah lewat bimbel ini, siswa memperoleh garansi untuk mengantongi nilai istimewa, juga karena rekayasa guru, misalnya dengan membocorkan soal-soal tes, sehingga siswa yang ikut dijamin tahu ‘’rahasia’’ soal. Ada kabar di kalangan siswa bahwa jika tidak ikut bimbel guru bersangkutan, jangan harap memperoleh nilai bagus. Hal ini terjadi karena siswa membayar mahal dan agar praktik bimbel ini diminati. Kabar lain yang berembus di kalangan siswa adalah guru

seolah memaksa atau menggiring siswanya agar ikut. Untuk mata pelajaran yang dianggap sulit dan bahasa asing, memang selalu memiliki peminat jika di-bimbel-kan. Karena itulah, bimbel berkembang menjadi lahan bisnis atau usaha ekonomi guru. Mereka menyelenggarakan bimbel, baik secara perseorangan maupun berkongsi dengan rekan-rekan guru lainnya. Ada pula yang menerima tawaran mengajar di usaha-usaha bimbel komersial. Terlepas dari menjadi lahan bisnis atau usaha ekonomi yang cukup menjanjikan, bimbel sejatinya merupakan ironisme dunia pendidikan atau sebagai praktik kritis bahwa layanan pendidikan di sekolah tidak memuaskan sehingga siswa masih membutuhkan asupan bimbel. Namun dari pihak guru, bimbel dipandang sebagai representasi semangat atau motivasi hebat siswa yang tetap membutuhkan waktu tambahan belajar karena waktu dan materi secara umum di sekolah dinilai masih kurang. Jika demikian halnya, bimbel bukan jalan keluar tetapi hal ini berurusan dengan pemerintah. Rupanya guru-guru memahami minat belajar siswa yang sangat tinggi sebagai peluang untuk menambah penghasilan. Maka bimbel pun merebak. Terkait dengan bimbel, maka di sekolah muncullah tipe guru

hebat, yakni guru yang sukses bimbel karena terbukti telah mengantarkan siswa-siswanya meraih nilai maksimal. Seiring dengan perjalanan waktu dan daya dukung ekonomi keluarga siswa, ada indikator baru untuk mengukur kehebatan guru bimbel, yakni penampilan dan kendaraannya, yang sama artinya bahwa daya beli siswa dalam bimbel sangat menjanjikan. Sisi lain kehebatan guru bimbel sempat diragukan karena ada praktik curang. Siswa yang mengikuti bimbel memperoleh palayanan ‘’istimewa’’ yakni menerima tes yang sengaja dibocorkan oleh guru bimbel. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kepercayaan siswa. Sehingga pada setiap tahun, jumlah siswa di bimbelnya terus bertambah. Karena ada transaksi antara guru dan siswa, suasana belajar di bimbel berbeda jauh dengan suasana belajar di sekolah formal. Jauh lebih santai dan akrab. Siswa memperoleh perhatian dan perlakuan yang sangat manusiawi. Kenyamanan dalam bimbel muncul dan siswa benarbenar menjadi subjek. Guru bimbel memosisikan dirinya sebagai pembimbing yang ramah, sabar, dan bersemangat. Hubungan guru bimbel dan siswanya tidak dijumpai di kelas-kelas formal yang bahkan berbalik sama sekali dengan kelas-kelas bimbel. Guru menun-

jukkan kuasa dan siswa adalah objek. Hal ini terjadi karena guru mengembangkan suatu paradigma tertentu mengenai dirinya dan siswa. Paradigma hubungan ini bisa sangat simpatik dan bisa pula antipati. Tentu tidak bisa diabaikan ada kekuatan transaksi (uang) dalam bimbel yang memosisikan guru sebagai hamba siswa. Pada kegiatan belajar formal, guru abai bahwa negara membayar jasa profesinya lewat gaji dan tunjangan. Gaji yang mereka terima adalah imbalan sebagaimana yang diterima dalam transaksi bimbel. Dalam hal inilah, guru harus realistis dan adil. Guru tidak boleh memandang rendah gaji yang dibayar oleh negara dan lebih menjunjung tinggi uang bayaran yang diterima lewat bimbel. Karena itu, guru harus mengutamakan pekerjaan mengajar di kelas pemerintah. Di dalam kelas-kelas inilah, mereka berkarya dan melakukan inovasi sehingga suasana belajar ala di bimbel yang dengan mudah mereka mampu ciptakan, juga menjadi keseharian suasana di kelas formal. Dasar pikirannya adalah karena inilah pekerjaan pokok guru dan bukan di bimbel. Secara lebih luas tentu kenyataan bimbel yang masih terjadi saat ini perlu dibicarakan secara terbuka. Data pelaksanaan bimbel yang dilakukan oleh para guru harus dikumpulkan untuk bahan dalam memahami kelanjutan bimbel dan sumbangan kepada pemerintah dalam mengambil suatu kebijakan. Mungkin akan ada larangan tegas, atas alasan apa pun, seorang guru dilarang menyelenggarakan bimbel dan mengajar di rukoruko. Jikapun praktik bimbel masih ada di kalangan siswa, semua itu

Merancang Kurikulum Kebencanaan BENCANA alam tak kunjung reda melanda negeri ini. Setelah bencana banjir, tanah longsor, erupsi gunung, gempa bumi, sampai tsunami yang mengakibatkan banyak korban jiwa. Awal 2019 ini di berbagai wilayah, diterjang angin puting beliung. Ini suatu fenomena kejujuran alam yang tidak bisa kita hindari, tetapi kita bisa beradaptasi. Harapannya, tidak ada lagi korban jiwa maupun luluh-lantaknya harta benda. Kita harus menerima keadaan dilahirkan di tengah lingkungan gunung berapi, pantai berombak besar, dan di bawah telapak kaki ada lempeng tektonik yang selalu aktif bergeser. Aneka ragam bencana alam yang sungguh merugikan kehidupan sosial ekonomi masyarakat secara luas, bahkan merenggut nyawa ribuan manusia bisa datang sewaktu-waktu. Kita harus memikirkan bila bencana alam tidak bisa dibiarkan menjadi peristiwa yang memilukan. Kita mengupayakan bencana alam tidak terlalu banyak makan korban manusia dan menimbulkan kerugian sosial ekonomi. Maka pendidikan kebencanaan adalah upaya yang tepat bagi bangsa ini untuk tangguh menghadapi bencana. Sudah saatnya dunia pendidikan kita dengan serius mengembangkan sebuah kurikulum pendidikan kebencanaan bagi para peserta didik. Kurikulum kebencanaan harus secara serius dikembangkan. Kita mau tidak mau, suka tidak suka memang telah ditakdirkan sebagai bangsa yang harus hidup berdampingan dengan berbagai jenis bencana alam. Jika para generasi penerus bangsa tidak memahami ibu pertiwi di mana mereka berpijak, tentu musibah kemanusiaanlah yang akan terjadi dengan dahsyat dan memilukan. Jadi, pendidikan

Oleh

Kurniawan Adi Santoso kebencanaan menjadi penting untuk saat ini dan mendatang. Ini merespons dan menyikapi secara positif berbagai bencana alam yang selalu ada dan terjadi dari waktu ke waktu. Pendidikan kebencanaan dimaksudkan untuk membekali peserta didik seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam menghadapi bencana alam. Untuk itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu bekerja sama secara sinergis dalam membuat peta bencana di seluruh Indonesia agar kurikulum yang akan disusun memiliki relevansi yang tinggi. Dalam konteks ini, karena pendidikan sudah menjadi domain pemerintah daerah, maka pemerintah pusat bisa membuat regulasi dan memfasilitasi bagi pengembangan kurikulum kebencanaan yang relevan dengan jenis bencana alam di masing-masing daerah. Mengubah Pola Pikir Kurikulum kebencanaan diharapkan mampu mengubah pola berpikir anthroposentris. Banyak di antara kita masih beranggapan bahwa manusia sebagai pusat alam semesta. Dengan predikat ini, manusia merasa berhak mengeksploitasi alam sampai titik nadir. Mereka perlu disadarkan bahwa manusia hanyalah bagian kecil dari ekosistem semesta. Manusia hanyalah tamu sesaat di rumah bernama alam semesta. Alam lingkungan lebih lama ada dibanding kita. Pendidikan kita kerap kali abai untuk mengenal lingkungan alam. Contoh kecil

saja, buku-buku materi pelajaran kita banyak mengambil contoh kasus, fenomena maupun foto dari mancanegara yang jauh dari lingkungan sekitar kita. Bukannya menolak peradaban kemajuan teknologi asing, tetapi janganlah melupakan peradaban lokal yang selalu bersinggungan dengan keseharian kita. Kita ingat, zaman dahulu para murid diminta menggambar pemandangan alam selalu menggambar dua buah gunung dengan matahari di tengah dan awan mendung di sekitarnya, serta area persawahan. Jika diminta menggambar hewan maka seringkali menggambar ayam. Pada saat menyanyi pun dilantunkan lagu seperti Tik-tik Bunyi Hujan, Pelangi, dan sejenisnya. Inilah kearifan lokal masa lalu untuk mengenalkan konteks lingkungannya. Gambar gunung mengingatkan bahwa negara ini berada pada jalur cincin api (ring of fire) dengan jumlah gunung berapi terbanyak di dunia. Matahari dengan awan menggelantung, lagu Tik-tik Bunyi Hujan dan Pelangi menyadarkan anak-anak bahwa kita berada pada lingkungan tropis dengan sinar matahari dan hujan yang berlimpah. Menggambar sawah dan ayam mengadaptasikan kita pada lingkungan sekitar. Pembelajaran kontekstual seperti di atas harus dimunculkan di ruang kelas. Guru berusaha menghadirkan lingkungan sekitar ke dalam kelas untuk membentuk konsep teori. Bukan sebaliknya, menghadirkan teori-teori dari antah berantah untuk ditelan mentah-mentah, tanpa tahu relasinya dengan lingkungan sekitarnya.

adalah murni kehendak siswa tanpa melibatkan guru. Dengan demikian, peran guru tidak terkontaminasi oleh kepentingan memperoleh bayaran tambahan. Dengan menyerahkan sepenuhnya bimbel kepada para siswa, maka itu adalah hak siswa yang telah mendapat dukungan keluarganya dalam rangka memperoleh tambahan materi pelajaran, suasana lain dalam belajar, cara-cara guru dalam mengajar. Tentunya sangat membantu kualitas belajar siswa yang tidak hanya bergantung kepada guruguru di sekolah tetapi menerima gara-gara baru dalam belajar, termasuk pula dengan berlangganan ruang kelas-ruang kelas virtual daring. Pemerintah telah memenuhi kesejahteraan guru namun oknum guru masih juga kekurangan dan menciptakan berbagai peluang untuk memperoleh bayaran dari siswa, walaupun hal ini ada di luar sekolah dan sama sekali tidak terkait. Namun, tidak bisa dihindari terjadinya peluangpeluang yang membedakan sikap guru antara siswa yang ikut bimbel dan yang tidak. Maka demi aman dan fokus, guru tidak perlu lagi menyelenggarakan bimbel. Hal ini harus direlakan demi kebersihan pikiran guru dalam menghadapi semua siswa di kelasnya. Jika guru ingin membantu siswa untuk sukses dalam tes, maka ikhtiar ini harus dilakukan secara terbuka dan melembaga sehingga memberi kemaslahatan yang lebih luas dan berkeadilan di kalangan semua siswa yang diajarnya. Penulis, dosen Undiksha Singaraja

POJOK Gunung Agung kembali erupsi, warga diminta waspada. - Tetap eling waspada jaga Bali. *** Tim ahli DPRD pertanyakan program pelestarian alam Bali. - Bukan tanyakan honor ya? *** Badung mengevaluasi program santunan lansia dan kematian. - Disesuaikan.

Penulis, guru SDN Sidorejo, Kabupatem Sidoarjo, Jatim

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Selasa Paing, 22 Januari 2019

Sosialisasi Ranperda Desa Adat

Praktisi Tolak Perubahan Nama LPD Tabanan (Bali Post) -

Pansus DPRD Provinsi Bali yang membahas Ranperda tentang Desa Adat, melakukan sosialisasi ke masyarakat Tabanan di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Senin (21/1) kemarin. Sosialisasi ini juga bertujuan menerima masukan masyarakat Tabanan terkait isi ranperda. Pada kegiatan yang dihadiri perbekel, prajuru desa adat dan ketua LPD se-Kabupaten Tabanan, perubahan nama Lembaga Perkreditan Desa (LPD) menjadi Labda Pacingkreman Desa (LPD) memicu reaksi keras dari peserta sosialisasi khususnya kalangan pengurus LPD. Mereka menolak perubahan nama tersebut.

SOSIALISASI - Sosialiasi Ranperda Desa Adat yang digelar di Tabanan, Senin (21/1) kemarin.

2018, BUMDes Pajahan Serap 39 Ton Kopi Petani

Bali Post/san

KOPI - Produk kopi BUMDes Tugu Pajahan.

Tabanan (Bali Post) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dibentuk salah satunya untuk menyerap produk pertanian di desa. Tugas ini sudah dijalankan BUMDes Tugu Pajahan, Desa Pajahan Kecamatan Pupuan. Sepanjang tahun 2018, BUMDes ini telah mampu menyerap 39 ton kopi dari petani setempat. BUMDes ini bahkan membeli kopi tersebut dengan harga di atas harga pasar. Ketua BUMDes Tugu Pajahan Made Marsudi Cahyadi, Senin (21/1) kemarin, mengatakan jumlah 39 ton itu bukanlah seluruh hasil produksi kopi di Pajahan. Artinya, masih ada potensi yang bisa digarap. Rata-rata pihaknya mengolah 800 kg kopi biji kering dalam sebulan yang menjadi 600 kg kopi bubuk. Diakui Marsudi, pihaknya belum bisa menambah outlet penjualan dan hanya memasukkan kopi Tugu Pajahan ke minimarket serta toko kelontong yang sudah bekerja sama dengan BUMDes Tugu Pajahan. Padahal kalau dilihat dari sisi penjualan, pada tahun lalu kopi yang dikembalikan karena masa kedaluwarsanya habis hanya 100 kg. Sementara produk kopi yang dihasilkan adalah 600 kg per bulan. Itu berarti kopi Tugu Pajahan

diminati masyarakat. ‘’Tidak bisa menambah outlet karena sistem penjualannya adalah konsinyasi sehingga perputaran modalnya sedikit lambat,’’ ujarnya. Agar bisa bersaing dengan produk kopi robusta lainnya, lanjut Marsudi, selain produk kopi original, dalam setahun terakhir, BUMDes Pajahan mengembangkan kopi honey. Kelebihan kopi honey adalah saat diseduh mengeluarkan aroma madu. Cara mengolah kopi ini memang agak berbeda dari kopi biasa. Sebelum dikeringkan, kopi difermentasi selama sehari sehingga ke luar lendir-lendir manis biji kopi. Setelah difermentasi, baru kopi dikeringkan. Mengenai harga kopi yang dibeli dari petani, BUMDes Tugu Pajahan tahun 2018 tetap membelinya di atas harga pasar yaitu Rp 23 ribu per kg. Namun dia mengakui angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yang senilai Rp 27 ribu. ‘’Kalau di pasaran harga beli ke petani Rp 22.500 per kg,’’ ujarnya sembari menambahkan, untuk tahun ini pihaknya belum menetapkan harga beli kopi dari petani lantaran menunggu momen panen raya pada Juni mendatang. (kmb24)

Bali Post/san

Sosialisasi diawali pemaparan singkat dari pansus mengenai ranperda. Setelah itu digelar diskusi dan tanya jawab. Ketika membahas rencana perubahan nama desa pakraman menjadi desa adat, para peserta tidak ada yang mempermasalahkannya. Namun ketika membahas lebih jauh karena dalam ranperda itu juga memasukkan unsur LPD, diskusi menjadi ramai. Apalagi pansus menyebutkan akan ada perubahan nama LPD yang sebelumnya Lembaga Perkreditan Desa menjadi Labda Pacingkreman Desa. Ketua LPD Desa Adat Riang Gede Penebel I Wayan Budiada menolak perubahan nama tersebut. Selaku praktisi LPD, dia menyatakan Lembaga Perkreditan Desa sudah mendarah daging di masyarakat. Perubahan nama kurang tepat karena implikasinya banyak. Secara ekonomi dan hukum, ini berhubungan dengan pihak ketiga dan ada perjanjian di dalamnya. ‘’Kalau namanya diubah, perjanjian dengan pihak ketiga bagaimana? Perjanjian yang sudah ada, tidak berguna dan jadi amburadul,’’ ujarnya. Begitu pula dengan rencana pembentukan Loka sebagai pengganti Lembaga Pengawas (LP) LPD. Dia

Bali Post/san

NGIRING SESUHUNAN - Krama Banjar Kebon saat ngiring sesuhunan di Pura Dalem Bajangan ke Pura Tri Kahyangan Desa Pakraman Nyitdah sebagai rangkaian pujawali jelih.

”Pujawali” Jelih di Pura Dalem Bajangan Tabanan (Bali Post) Krama Banjar Kebon Desa Nyitdah Kecamatan Kediri mengelar pujawali jelih di Pura Dalem Bajangan, banjar setempat. Ratusan krama pun antusias mengikuti puncak upacara yang berlangsung pada Soma Umanis Pujut, Senin (21/1) kemarin. Ketua Panitia Upacara I Ketut Degig menjelaskan, sebelum puncak karya, sejumlah rangkaian upacara telah dilangsungkan. Diawali upacara ngaturang pakeling di pura tri kahyangan pada Senin (14/1) lalu. Rangkaian upacara lainnya yaitu ngaturang penyap-

sap dilaksanakan di Pura Dalem Bajangan pada Minggu (20/1) pagi. Menjelang siang digelar upacara ngabejiang tapakan di Pura Beji Pulakan yang berjarak kurang lebih 50 meter dari Pura Dalem Bajangan. ‘’Selanjutnya krama ngiring nangkilang tapakan ke Pura Tri Kahyangan, meliputi Pura Dalem Desa Pakraman Nyitdah, serta Pura Puseh lan Pura Desa Pakraman Nyitdah,’’ jelasnya. Dipaparkannya lebih lanjut, puncak pujawali yang berlangsung kemarin diawali dengan prosesi makarya ulaman upakara oleh pangempon dan pepeletan pura

Pengadaan VAR, Pemkab Anggarkan Rp 800 Juta Tabanan (Bali Post) Bali belum dinyatakan bebas rabies semenjak kasus ini merebak pertamakali tahun 2008. Oleh karena itu, penyediaan Vaksin AntiRabies (VAR) wajib dilakukan pemerintah daerah. Pemkab Tabanan tahun ini mengalokasikan anggaran Rp 800 juta lebih untuk membeli VAR. Anggaran ini sama dengan tahun 2018. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Senin (21/1) kemarin mengatakan, selama dua tahun belakangan pihaknya menerapkan pemberian VAR secara selektif. Artinya, pemberian VAR hanya pada korban gigitan yang ada hasil pemeriksaan laboratorium, HPR yang menggigit mati saat observasi atau tidak diketahui keberadaannya setelah menggigit. Pemberian VAR secara selektif ini menyebabkan pemakaian VAR jauh lebih efisien dan tepat sasaran. Suratmika melanjutkan, di tahun 2018 tidak ada warga Tabanan yang positif rabies. ‘’Anjing yang positif ada. Tetapi untuk manusianya tidak ada. Jadi pemberian VAR yang dilakukan selama ini meski selektif, tetapi tepat sasaran,’’ ujarnya. Ia mencontohkan kasus gigitan positif di Penebel

beberapa tahun lalu. Ketika itu korban digigit di bagian kepala. Tetapi karena protap perawatan luka yang benar dan langsung diberikan VAR, sampai sekarang korban gigitan dalam kondisi sehat. ‘’Virus rabies itu semakin dekat lukanya dengan kepala akan semakin cepat menginfeksi jaringan otak. Tetapi kasus kemarin di Penebel, meski gigitan di kepala tapi karena protapnya sudah benar dan cepat,’’ jelasnya. Virus rabies membutuhkan waktu untuk sampai ke otak. Lamanya tergantung dekat jauh luka dari kepala atau posisi luka dekat dengan jaringan syaraf. Makanya, berbahaya jika luka gigitan berada dekat kepala atau digigit di bagian jari, karena di bagian tersebut virus lebih cepat sampai ke otak. ‘’Tetapi jika penanganan benar seperti langsung mencuci luka dengan sabun dan air mengalir kemudian mendapatkan VAR, infeksi virus bisa dicegah,’’ ujar Suratmika. Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tabanan dr. Desiana K. Dewi menambahkan, anggaran Rp 800 juta lebih diperkirakan bisa membeli sebanyak 3.000 vial VAR. Jumlah ini terbilang kurang

jika dibandingkan dengan kasus gigitan tahun 2018. ‘’Tetapi kekurangan VAR ini di back up oleh provinsi. Tahun lalu mendapatkan 1.500 vial dari provinsi,’’ ujarnya sembari menambahkan, selain VAR, tahun ini Pemkab Tabanan mengalokasikan anggaran pengadaan Serum Anti-Rabies (SAR) sebanyak Rp 50 juta. Berdasarkan data, sepanjang tahun 2018 total gigitan anjing mencapai 3.403 kasus. Dari jumlah ini, yang di-VAR adalah 1.616 orang dan yang mendapatkan SAR ada dua orang. Satu orang yang digigit biasanya membutuhkan empat vial VAR yaitu dua vial pada saat tergigit, satu vial pada sepekan pascadigigit dan satu vial lagi pada hari ke-21. Dari data juga bisa dilihat, dari total kasus gigitan hanya sekitar setengahnya yang diberikan VAR. Menurut Desi, bagi korban gigitan yang tidak mendapatkan VAR ini artinya anjing yang mengigit tidak positif rabies setelah dilakukan evaluasi oleh petugas kesehatan hewan. ‘’Jadi, setelah digigit apabila anjingnya diketahui, maka akan diobservasi selama dua minggu. Apabila selama observasi anjingnya mati, korban yang digigit langsung diberi VAR,’’ katanya. (kmb24)

menyatakan implikasinya sangat berat. Pasalnya, selama ini LP LPD sudah mendampingi LPD dengan baik. Hal senada disampaikan Ketua LPD Desa Adat Kekeran, Desa Selanbawak, Marga, I Made Gurim. Dikatakannya, eksistensi LPD tidak tunduk pada UU No. 1 Tahun 2012 tentang Lembaga Keuangan Mikro. ‘’Kalau diubah akan tidak sesuai dengan UU IKM,’’ ujarnya. Menurutnya, keberadaan dan nama LPD sudah sakral dan magis bagi masyarakat Bali. ‘’Kami menolak perubahan nama LPD karena selama ini LPD sudah berjalan dengan baik,’’ tegasnya. Terkait adanya masukan dan penolakan tersebut, Ketua Pansus I Nyoman Parta mengaku akan menampung dan membahasnya. Diakuinya, banyak hal yang perlu diperbaiki berdasarkan masukan masyarakat. ‘’Ini perda dari eksekutif. Masih banyak bolong-bolong. Kami akan bahas lebih detail lagi termasuk dengan adanya masukan dari warga,’’ sebutnya. Diakuinya, sosialisasi ini merupakan yang pertama kali dan dilakukan di Tabanan. Pihaknya berterima kasih atas masukan masyarakat. (kmb24)

setempat. Menjelang sore krama ngaturang pujawali jelih dengan di-puput oleh Ida Rsi Geria Beten Poh, Banjar Tegal, Desa Nyitdah. Sementara Selasa (22/1) hari ini akan digelar pementasan calonarang oleh pragina setempat dengan penabuh dari Sekaa Taruna Taruni Ardhya Garini Banjar Kebon, Desa Nyitdah. ‘’Sementara itu, Ida Batara masineb pada Kamis, 24 Januari,’’ katanya. Pihaknya pun berharap rangkaian pujawali jelih ini berlangsung dengan aman dan lancar serta upacara ini dapat memberikan keharmonisan dan karahayuan jagat. (kmb24)

DLH Tutup TPA Liar di Tegal Belodan Tabanan (Bali Post) Setelah sempat tidak terdeteksi, akhirnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar di By-pass Ir. Soekarno, tepatnya di Banjar Tegal Belodan Desa Delod Peken Kecamatan Tabanan, ditutup oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan. Penutupan dilakukan pada Senin (21/1) kemarin, dengan memasang tali pembatas dan spanduk yang berisikan pemberitahuan untuk tidak membuang sampah di tempat tersebut. Menurut aturan, wilayah tersebut tidak masuk kawasan pembuangan sampah. Kepala DLH Kabupaten Tabanan Anak Agung Raka Icwara, Senin (21/1) kemarin menerangkan, selama ini masyarakat banyak yang membuang sampah ke TPA liar itu. Diprediksi tempat itu sudah lama dijadikan lokasi pembuangan sampah, karena sampahnya sudah menumpuk bahkan kerap menimbulkan bau busuk. Sebelum ditutup, petugas telah terlebih dahulu mengangkut sampah dari TPA liar itu. Luputnya TPA liar dari pantauan DLH dikarenakan tidak pernah ada laporan dari warga. Pascapenutupan TPA liar ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan desa adat setempat untuk menginformasikan bahwa kawasan By-pass Ir. Soekarno bukanlah tempat pembuangan sampah. Agar TPA liar tidak kembali muncul, pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya. ‘’Jadi ini adalah kesadaran masyarakat untuk selalu membuang sampah pada lokasi yang sudah diberikan,’’ ujarnya. (kmb24)

Bali Post/san

PETUGAS - Petugas kebersihan beristirahat setelah menutup TPA liar yang berlokasi di Jalan By-pass Ir. Soekarno, Senin (21/1) kemarin.


BULELENG

8

Selasa Paing, 22 Januari 2019

Jalankan HPHD, Desa Diminta Bentuk Badan Kerja Sama

Singaraja (Bali Post) – Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD) belakangan ini dikhawatirkan tidak maksimal. Karena itu, pemerintah desa diminta segara membentuk badan kerja sama desa. Keberadaan lembaga ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan hutan desa, sehingga memberikan dampak lebih maksimal. Pengelolaan hutan desa, selama ini dibebankan kepada desa yang telah menerima izin HPHD dari pemerintah pusat. Padahal hutan desa di wilayah hulu, juga memberikan dampak bagi desa di wilayah hilir, terutama menyangkut ketersediaan air bersih. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Made Subur akhir pekan lalu mengatakan, hutan desa yang dikelola wilayah di hulu, memberikan dampak besar bagi masyarakat yang ada di hilir. Seperti di hutan desa yang ada di Desa Wanagiri. Hutan itu menyediakan pasokan air bersih bagi sejumlah desa di hilir seperti Desa Panji dan Desa Panji Anom, Sukasada hingga sebagian Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Kalau tanpa pengelolaan berkelanjutan, dikhawatirkan pasokan air bersih bagi desa-desa di hilir akan terganggu. ‘’Bisa saja berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih, kalau tidak dikelola dengan baik, sehingga kami harap, semua desa ikut berkontribusi melakukan pengelolaan hutan,’’ pintanya. Untuk mengoptimalkan pengelolaan HPHD itu, Subur mendorong agar desa-desa mulai mempertimbangkan vegetasi yang digunakan dalam aksi penghijauan hutan desa. Penghijauan diharapkan bisa sesuai kondisi dan karakteristik hutan setempat. Selain itu, pihaknya juga berharap desa bisa bekerja sama dengan desa pakraman menyusun aturan adat dalam perlindungan hutan. Dengan demikian, tata kelola hutan di tingkat desa, menjadi lebih optimal. (kmb38)

Lunasi Kendaraan yang Digadaikan

HM Nekat Curi Motor Tetangga Singaraja (Bali Post) – Kasus pencurian sepeda motor (curanmor) kembali diungkap Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja. Seorang pelaku curanmor HM (37) ditangkap polisi 18 Januari 2019 lalu. Warga Kelurahan Kampung Kajanan, Singaraja itu diciduk aparat saat sedang di rumahnya. HM nekat mencuri sepeda motor milik korban yang merupakan tetangganya. Rencananaya, sepeda motor DK 6474 UD itu akan dijual untuk membayar uang tebusan sepeda motor milik HM yang telah lama digadaikan. Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Senin (21/1) kemarin, mengatakan kasus ini terjadi 16 Januari 2019 lalu, sekitar pukul 05.00 wita. Berawal dari korban Suriansyah yang tiada lain tetangganya sendiri. Mengetahui sepeda motornya hilang, korban melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kota Singaraja. Mendapat laporan itu, pihak Polsek kemudian menerjunkan Unit Reskrim dan berselang dua hari setelah kejadian, pelaku HM ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. “Setelah kami selidiki dan rekaman CCTV tersangka kita ringkus di rumahnya,” katanya. Menurut perwira asal Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng ini, dari proses interogasi, pelaku HM diketahui nekat melakukan aksi pencurian itu untuk menggantikan sepeda motor milik temannya yang telanjur digadaikan. Pelaku HM mencuri sepeda motor korban memakai kunci duplikat. Di sisi lain, ada indikasi kalau pelaku HM itu mencuri sepeda motor untuk membeli narkoba. Namun, polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap motif tersangka melakukan pencurian itu. Perbuatan HM melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. “Sebelumnya, tersangka ini pernah meminjam motor korban dan membuat kunci duplikat. Berbekal kunci duplikat itu, tersangka mengambil motor korban. Pengakuan sementara memang untuk mengganti motor temannya yang digadaikan,’’ ujarnya. Ada informasi lain sepeda motor itu dijual untuk membeli narkoba. Namun, munculnya indikasi itu akan dikembangkan lebih lanjut. (kmb38)

Bali Post/kmb38

SUMUR BOR – Kementerian ESDM menyerahkan bantuan sumur bor di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Senin (21/1) kemarin.

Persoalan Dana dan Teknis

Ketersediaan Mata Air Belum Dikelola Optimal

Singaraja (Bali Post) – Pemerintah daerah selama ini telah menangani masalah krisis air bersih di desa-desa yang jauh dari sumber mata air. Dalam mengatasi krisis air, pemerintah di desa dibantu fasilitas Penyediaan Air Minum (PAM) maupun dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan hal itu, Senin (21/1) kemarin. Dari hasil pengamatan dan kajian teknis, daerah dataran rendah banyak memiliki sumber mata air. Hanya, ketersedian sumber daya air itu belum semuanya bisa dikelola. Alasannya, karena ada persoalan dana dan kendala teknis. Bupati meminta agar pemerintah pusat bisa membantu, sehingga sumber mata air yang ada itu bisa dimanfaatkan untuk

kesejahteraan masyarakat. “Dari ujung timur ke barat, banyak sumber mata air, tetapi kita belum bisa kelola dengan optimal. Kami berharap lebih banyak dari pemerintah pusat membantu kami membangun sumur bor,” jelasnya. Bantuan Kementerian ESDM Krisis air bersih yang masih ter-

jadi di beberapa desa di Buleleng mendapat perhatian serius Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Buktinya, pada awal tahun 2019 ini, pemerintah pusat menyerahkan bantuan sumur bor di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt. Desa itu merupakan satu dari sekian banyak desa di Bali Utara yang mengalami krisis air bersih akibat ketersedian sumber mata air yang terbatas. Sumur yang dibangun dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) itu diserahkan Direktur Panas Bumi, Direktorat Jenderal (Ditjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Ir. Ida Nuryatin Finahari, M.Eng. Sejauh ini, pemerintah

pusat telah membangun sumur bor tersebar di 1.700 lokasi di Indonesia dengan mengandalkan dana APBN, Penambahan sumur bor itu untuk mengatasi krisis air bersih juga dilakukan melalui CSR. Seperti sumur yang diserahkan di Desa Pangkung Paruk itu merupakan sumbangan CSR dari salah satu perusahaan Energi Geothermal. Pihaknya mengajak masyarakat mengoperasikan sumur itu dengan baik, sehingga persoalan krisis air bersih di desa bersangkutan dapat diatasi secara optimal. “Khususnya di Buleleng masih kesulitan air bersih. Silakan diajukan saja ke pemerintah pusat,’’ katanya. (kmb38)

Jadikan Hobi sebagai Ladang Bisnis

Perlu Kemauan, Komitmen, dan Kerja Keras

Bali Post/mud

JASA CUKUR RAMBUT – Lima pemuda di Buleleng berbekal hobi berhasil menekuni jasa cukur rambut.

KALANGAN anak muda di Buleleng belakangan ini mulai tertarik menggeluti usaha mandiri. Seperti dilakukan lima anak muda asal Buleleng mulai tahun 2015 lalu. Mereka berhasil membuka jasa cukur rambut. Agar ahli pangkas rambut dengan ragam mode terbaru, kelima pemuda ini mendatangkan instruktur yang sudah pengalaman dari Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Alhasil, berkat kursus singkat itu, sekarang kelima pemuda masing-masing Dody, Mambo, Paul, Agung, Galang, dan Ogik membuka jasa cukur rambut di Jalan Sudirman No. 43 Singaraja. Karena usahanya didirikan di zaman milenial seperti sekarang, jasa cukur rambut ini diberi nama masa kini yakni “Fabulous Barbershop”. Selain itu, suasana tempat pangkas rambut dibuat menarik. Di sana dipajang sejumlah koleksi benda antik yang ada hubungannya dengan zaman sejarah. Sang printis “Fabulous Barbershop” Dody ditemui Senin (21/1) kemarin menuturkan, motivasi menjual jasa cukur rambut ini berawal dari hobi tentang gaya rambut. Selain itu, dia dan sahabatnya suka dengan dunia musik, sehingga

kesamaan hobi itu mendorong melirik jasa cukur rambut sebagai usaha mandiri. Dody menegaskan, perjuangan di awal banyak ada kendala terutama penguasaan gaya rambut yang digandrungi terutama pelanggan anak-anak muda. Kendala itu kemudian dia tangani dengan mendatangkan instruktur cukur rambut dari Surabaya, Jatim. Dengan kursus singkat itu, dirinya kemudian menguasai beberapa gaya rambut. “Kami suka musik juga fashion terutama gaya rambut, sehingga dari sana kami membuka barbershop. Awalnya memang kesulitan karena belum menguasai gaya rambut. Barbershop ini kami buka dengan segmen anak muda, anak-anak dan masyarakat umum,” katanya. Dodi menambahkan, di zaman melenial seperti sekarang hobi bisa saja dijadikan membuka usaha mandiri. Hanya, untuk menjadikan kesukaan sebagai ladang bisnis harus diikuti kemauan, dan kerja keras. Dengan moto seperti itu, dirinya sudah membuktikan bahwa hobi yang diikuti kemauan, mendatangkan hasil positif. “Zaman sekarang tidak zamannya memilih pekerjaan. Kalau sudah

ada kemauan dan kerja keras dan tidak lupa belajar, maka apa pun bisa dijadikan sebuah usaha mandiri,” katanya. Untuk menambah daya tarik dan kenyamanan pelangganya, Dodi menyulap tempat usahanya dengan beberapa koleksi benda antik. Di beberapa sudut ruangan kerjanya dipajang benda antik.

Mesin Jahit Salah satu benda antik warisan keluarga mertuanya adalah mesin jahit. Mesin jahit itu bahkan dibuat tahun 1948 silam. Mesin itu digunakan menjahit pakaian veteran pejuang kemerdekaan. Mesin jahit itu juga dipakai menjahit Bendara Merah Putih di masa penjajahan. Cerita keluarganya mesin jahit itu menjadi saksi ketika digunakan menjahit Bendera Merah Putih, namun saat itu almarhum nenek dari istrinya ditangkap penjajah. Nilai sejarah benda antik itu, membuat mesin jahit itu sering mengikuti pameran benda sejarah. Salah satunya saat Pemkab Buleleng meresmikan Museum Tematik Soenda Ketjil di Eks Pelabuhan Buleleng belum lama ini (mud)

Akhiri Kisruh Pemilihan Klian Desa Pakraman Subuk

Keputusan Melalui ”Paruman Agung’’ Solusi Paling Tepat Terjadi kisruh dalam proses pemilihan calon Klian Desa Pakraman Subuk, Kecamatan Busungbiu, hingga memicu pembatalan pemilihan klian desa pakraman di Subuk. Pembatalan didasari keputusan pembubaran panitia pemilihan yang sudah dibentuk atas keputusan rapat sebelumnya. Setelah pemilihan itu batal, justru jabatan klian desa pakraman yang lama diperpanjang hingga dua tahun. Lalu, mengapa kisruh itu terjadi? Apa sebetulnya latar belakangan pembatalan pemilihan klian desa pakraman baru di Desa Subuk itu? ATAS situasi pembatalan pemilihan Klian Desa Pakraman Subuk itu membuat sejumlah tokoh masyarakat mempertanyakan, mengapa pemilihan klian desa pakraman yang sudah disepakati itu justru dibatalkan di tengah jalan. Apalagi, setelah diputuskan membubarkan panitia, kemudian menunjuk mantan klian desa pakraman sebelumnya dengan cara memperpanjang masa jabatannya dua tahun. Jadi, hal itu diduga dilakukan tanpa keputusan yang sah. Padahal, keputusan rapat sebelumnya telah bulat menyepakati pelaksanaan pemilihan klian desa pakraman yang baru. Kisruh ini kemudian diadukan ke Komisi I DPRD Buleleng agar difasilitasi untuk mendapatkan solusi terbaik. Senin (21/1) kemarin, Ketua

Panitia Pemilihan Made Merta (yang sudah dibubarkan -red) bersama anggotanya diundang Komisi I DPRD Buleleng untuk didengarkan keterangannya. Pertemuan itu dipimpin Ketua Komisi I Putu Mangku Mertayasa bersama sejumlah anggotanya. Made Merta mengatakan, kisuh pemilihan klian desa pakraman itu terjadi setelah panitia dibubarkan oleh Perbekel Desa Subuk Ketut Suliada Kusana 16 Agustus 2018 lalu. Sebelum panitia dibubarkan, pada 15 Agustus 2018, dia mengundurkan diri sebagai panitia, karena dicalonkan dalam pemilihan klian desa pakraman. Mengetahui, pengunduran diri itu, kemudian ada keputusan pembubaran panitia pemilihan. Keputusan pembubaran ini dilakukan setelah melalui

rapat yang menghadirkan para ketua dadia (keluarga besar -red) di Desa Subuk. Alasan pembubaran panitia, karena situasi di masyarakat dinilai belum mendukung terjadi beda pendapat antara yang melakukan pemilihan atau menunjuk calon klian desa pakraman. Selain itu, karena sedang berlangsung pembangunan Pura Puseh sampai tahun 2021. Karena itu diperlukan klian desa pakraman yang menangani pembangunan tersebut. Atas kondisi itu, muncul keputusan perpanjangan jabatan Klian Desa Pakraman Subuk lama, Ida Mangku Ketut Wagiadnya. Waktu rapat pertama, keputusan diambil lewat voting oleh lebih dari 100 warga. Sekitar 60 orang memilih dilakukan pemilihan. Lalu dibentuk panitia. Made Merta mengaku diberi kepercayaan menjadi ketua panitia pemilihan. ‘’Rencananya, September 2018, pemilihan. Namun, baru sampai penyusunan tata tertib pemilihan, panitia dibubarkan. Kekosongan jabatan klian desa itu diperpanjang. Kemudian ditunjuk klian desa pakraman lama,’’ kata Made Merta. Masa jabatan klian desa pakraman berakhir 6 Agustus 2018

lalu. Sebenarnya, kata Made Merta, klian desa pakraman lama sudah menyampaikan kepada perbekel kalau masa jabatannya telah berakhir. Akan tetapi, setelah diambil keputusan rapat untuk melakukan pemilihan, justru batal di tengah jalan. Pembubaran panitia pemilihan itu kemudian diikuti keputusan memperpanjang masa jabatan klian desa pakraman yang lama itu memicu kisruh seperti sekarang. Keputusan pembubaran panitia itu cacat hukum. Alasannya, saat rapat gagal menarik keputusan. Bahkan, peserta rapat saat itu banyak yang meninggalkan ruang pertemuan. Tidak ingin masalah ini berlarut-larut, pihaknya kemudian meminta DPRD Buleleng memfasilitasi agar dicarikan solusi terbaik. “Kalau penunjukan mantan klian desa pakraman lama dengan memperpanjang masa jabatan seperti itu, bukan keputusan panitia. Tugas panitia sebelum dibubarkan melakukan tahapan pemilihan hingga melahirkan klian desa difinitif,” tegasnya. Ketua Komisi I DPRD Buleleng Putu Mangku Mertayasa mengatakan, sejak menerima pengaduan warga atas kisruh

Bali Post/kmb38

KISRUH PEMILIHAN – Sejumlah panitia pemilihan menjelaskan kronologis kisruh pemilihan Klian Desa Pakraman Subuk, Kecamatan Busungbiu kepada Komisi I DPRD Buleleng, Senin (21/1) kemarin. pemilihan klian desa pakraman, pihaknya sudah mengumpulkan data dari panitia pemilihan termasuk meminta penjelasan perbekel desa. Data itu nantinya akan dikaji menjadi pertimbangan dalam rekomendasi DPRD Buleleng. Dari kajian sementara, sesuai regulasi yang mengatur desa pakraman, perbekel semestinya

bersikap netral menghadapi situasi pemilihan klian desa pakraman yang menjadi otoritas lembaga tersebut. Selain itu, keputusan pembubaran panitia pemilihan dinilai kurang logis. Akhirnya, pengambilan keputusan mufakat gagal diambil. Seharusnya dilakukan cara voting. Meski demikian, pihaknya meminta persoalan

ini diputuskan melalui paruman agung (rapat besar -red) yang akan digelar 30 Januari 2019 ini. “Sebelum kami terbitkan rekomendasi. Kami masih menunggu keputusan paruman agung. Melalui paruman agung itu yang paling tepat mengambil keputuan untuk mengakhiri kisruh ini,” katanya. (mud)


Selasa Paing, 22 Januari 2019

GIANYAR

9

Terbentur Anggaran, Hanya 10 Usulan Desa Wisata Diverifikasi Gianyar (Bali Post) Setelah menetapkan sembilan desa wisata di tahun 2017, Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar tahun ini kembali menerima usulan 20 desa yang mengajukan permohonan untuk bisa ditetapkan menjadi desa wisata. Namun akibat terbentur anggaran, dari 20 desa tersebut, hanya 10 desa yang akan diverifikasi. Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Gianyar A.A. Istri Dwi Hari Hidayati mengatakan hal itu, Senin (21/1) kemarin. Menurut Dwi Hari Hidayati, sepuluh desa yang akan diverifikasi tersebut meliputi Desa Buahan Kaja, Desa Tegallalang, Desa Petulu, Desa Pejeng Kangin, Desa Lodtunduh, Desa Singapadu, Desa Celuk, Desa Lebih, Desa Keramas, dan Desa Sidan. “Surat sudah kami buat, dan akan ada rapat persiapan verifikasi dengan tim dan OPD terkait, seperti Bapeda, DPMD, Diskop, Disperindag, PUPR, dan Dekranasda. Kalau tidak ada halangan, tanggal 30 Januari mendatang kami rapat,” ujarnya. Terkait verifikasi, kata Dwi Hari Hidayati, merupakan tindak lanjut dari Perbup Nomor 27/2016 tentang Tata Cara Penetapan Desa Wisata Kabupaten Gianyar. Sebelum ditetapkan menjadi desa wisata, ada sejumlah indikator yang harus diverifikasi untuk menentukan score apakah desa tersebut memenuhi untuk ditetapkan menjadi desa wisata. “Paling cepat awal Februari ini tim sudah turun untuk melakukan verifikasi. Ada delapan kriteria yang diverifikasi seperti alam, lingkungan fisik, budaya, infrastruktur, kelembagaan, sumber daya manusia, tata kehidupan masyarakat dan aksebilitas,” terangnya. Disinggung tentang kelanjutan sembilan desa wisata yang telah ditetapkan pada 2017, Dwi Hari Hidayati mengatakan, semuanya akan terus dievaluasi, khususnya apa yang menjadi masalah pengembangan dan solusinya. “Kami sudah menggelar workshop untuk sembilan desa terkait permasalahan desa yang layak, dan rata-rata masalah yang mereka hadapi adalah SDM. Ini yang belum maksimal bagaimana membangun komitmen masyarakat,” tegasnya. Dwi Hari Hidayati mengatakan, pembinaan desa wisata sudah sering dilakukan. Hanya saja saat ini tuntutan sertifikat kompetensi SDM untuk mengawal keberadaan desa wisata sangat dibutuhkan agar diakui, mengingat pemandu (guide) lokal merupakan garda terdepan. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Gianyar A.A. Ari Brahmanta mengatakan, sebenarnya banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan. Pihaknya terus berupaya mendorong desa untuk mengembangkan potensi wisata yang dimilikinya. “Kami selalu mendorong desa untuk mengembangkan potensi wisata yang dimilikinya. Karena sejatinya, seluruh desa memiliki potensi desa wisata, tergantung sekarang sumber daya manusianya,” ujarnya. Menurut Ari Brahmanta, tidak hanya desa wisata yang terus digenjot. Pihaknya juga terus mencari potensi destinasi untuk dikembangkan menjadi objek wisata baru ataupun destinasi pendukung desa wisata. Salah satunya yang sedang dilakukan pengkajian yakni pengembangan destinasi wisata air terjun di Desa Adat Patemon, Desa Pejeng Kelod. (kmb28)

Bali Post/eka

WISATA - Sambil menikmati suasana, beberapa wisatawan melihat-lihat barang kerajinan yang ditawarkan pedagang di Ubud.

Turunkan Angka Kasus Kanker, YKI Sasar Desa

Bali Post/kmb25

ALUMNI - Para alumni SMP Santi Yoga Pejeng berharap SMP Santi Yoga Pejeng tetap eksis guna mendukung pembangunan sektor pendidikan di Gianyar.

Minim Siswa, Perguruan Santi Yoga Terancam Tutup Gianyar (Bali Post) Perguruan Santi Yoga Pejeng terancam tutup. Kondisi ini lantaran jumlah siswa di SMP yang bernaung di lembaga pendidikan tersebut semakin berkurang. Bahkan pada tahun pelajaran 2018/2019 ini sekolah tersebut tidak mendapat siswa baru. Saat ini SMP Santi Yoga Pejeng hanya memiliki 53 siswa yang terdiri dari 38 siswa kelas IX dan 15 siswa kelas VIII. Sebelumnya Perguruan Santi Yoga Pejeng yang berdiri sejak tahun 1964 ini juga memiliki SD dan SMA. Namun seiring makin banyaknya sekolah negeri, sekolah yang tersisa hanya tingkat SMP. Makin merosotnya minat calon siswa untuk menempuh pendidikan di sekolah ini diduga sebagai imbas kebijakan pemerintah yang membuka peluang seluas-luasnya peserta didik belajar di sekolah negeri. Bahkan kebijakan teranyar dinilai makin menutup peluang swasta. Terkait persoalan ini, para alumni yang menggelar reuni di aula sekolah Minggu (21/1) lalu, berharap pemerintah bisa mencarikan solusi. Seperti yang disampaikan Ketua Panitia Reuni Made Suanaba. Ia mengaku sangat menyayangkan sekolah ini tidak mendapat siswa baru tahun ini. Padahal, dari segi kualitas sekolah ini mampu mencetak

siswa berprestasi, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. SMP Santi Yoga Pejeng juga menjadi salah satu pilar penting dalam sejarah dunia pendidikan di Desa Pejeng. ‘’Kami berharap sekolah swasta, terlebih lagi SMP Santi Yoga tetap bisa eksis dalam rangka mendukung upaya mencetak generasi cerdas,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala SMP Santi Yoga Pejeng Anak Agung Sweta mengungkapkan, awalnya pihaknya mendukung keberadaan sekolah-sekolah negeri, dengan harapan calon siswa yang tidak lolos seleksi bisa ditampung di sekolah swasta. Ternyata sekolah negeri sangat banyak menyerap siswa baru. Bahkan di sejumlah sekolah jumlah siswa melebihi daya tampung sekolah. Sweta menegaskan, pihaknya bersama yayasan sebenarnya punya komitmen untuk terus berupaya mempertahankan SMP Santi Yoga Pejeng. Jangan sampai kiprah sekolah tersebut dalam dunia pendidikan justru terhenti di tengah jalan. Hal senada diungkapkan Ketua Yayasan Santi Yoga Cokorda Bagus Tri Murti. Ia mengaku akan menyampaikan masalah minimnya jumlah siswa tersebut ke pemerintah desa. Diharapkan ada solusi atas berbagai persoalan yang membelit selama ini. (kmb25)

Gianyar (Bali Post) Tingginya angka kasus kanker serviks hingga menyebabkan kematian, menjadi perhatian serius Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Gianyar serta jajaran Dinas Kesehatan Gianyar. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni lewat kegiatan road show ke desa-desa berupa pemeriksaan IVA serta pemeriksaan kanker payudara klinis. Hasilnya, di tahun 2018 sudah tidak ada lagi kasus baru yang tercatat berkunjung terkait kanker serviks ke RSU Sanjiwani Gianyar. Melihat keberhasilan itu, kini di tahun 2019 akan kembali dilakukan kegiatan serupa yang secara bertahap menyasar seluruh desa yang ada di Kabupaten Gianyar. Ketua YKI Cabang Gianyar Nyonya Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dr. Ida Ayu Cahyani Widyawati mengatakan, pada tahun 2019 ini ditargetkan 50 persen dari 70 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Gianyar akan mendapat kunjungan serta pelayanan kesehatan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan dan mendekatkan akses bagi masyarakat terkait program pelayanan kesehatan, terutama kanker. Ditemui di sela-sela kegiatan road show di Puskesmas Pembatu Desa Buruan, Senin (21/1) kemarin, Kepala Seksi Pengendalian

dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Gianyar Dewa Oka Harimbawa yang juga Sekretaris YKI Cabang Gianyar mengatakan, pogram road show ini dicanangkan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Mengingat, meski pada kasus kanker serviks untuk tahun 2018 tidak diketemukan lagi di Kabupaten Gianyar, namun terjadi peningkatan pada kasus kanker payudara, di mana pada tahun 2018 ditemukan sebanyak 33 kasus. Sedangkan jumlah pasien penderita kanker serviks dan kanker payudara yang masih menjalani perawatan sebanyak 95 pasien. Berkaca dari ka-

Berdalih Bantu Kerjakan Tugas Kuliah

sus itu, kegiatan pelayanan kesehatan dengan sistem jemput bola dengan turun langsung ke desa-desa digalakkan. Upaya tersebut didukung dengan memantapkan lagi pemahaman petugas kesehatan mulai dari puskesmas hingga tingkat pelayanan kesehatan lebih tinggi serta masyarakat tentang Sadanis (Pemeriksaan Payudara Klinis) dan Sadari (Pemeriksaan Payudara Sendiri). “Beberapa kasus kita jumpai, pasien datang berobat setelah kanker memasuki stadium lanjut. Untuk itu, kita akan tingkatkan pemahaman baik itu petugas kesehatan maupun masyarakat tentang pentingnya Sadanis dan Sadari,” katanya. (kmb28)

Bali Post/ist

PEMERIKSAAN - YKI Cabang Gianyar bersama Dinas Kesehatan Gianyar menggelar pemeriksaan kanker serviks dan kanker payudara di Puskesmas Pembatu Desa Buruan, Senin (21/1) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Berdalih hendak membantu teman wanitanya mengerjakan tugas kuliah, Made Sudirgayasa (23) justru berbuat yang tidak semestinya. Pria asal sebuah desa di Kecamatan Payangan ini mencoba melakukan tindak pidana asusila dengan cara pemaksaan terhadap korban Ni Made IPS (19) yang berstatus seorang mahasiswi dan baru dipacarinya selama beberapa hari. Atas perbuatannya itu, tersangka yang juga seorang sarjana ini harus berurusan dengan aparat kepolisian. Kapolsek Payangan AKP I Gede Sudyatmaja menerangkan, aksi pencabulan ini terjadi di kamar tersangka sekitar pukul 19.30 Wita, Sabtu (12/1) lalu. Saat itu tersangka dan korban tengah berduaan di kamar dengan maksud mengerjakan tugas kuliah korban. Sebelumnya korban Ni Made IPS menghubungi tersangka untuk membantu mengerjakan tugas kuliah. Keduanya memutuskan bertemu di rumah tersangka. Karena tidak merasa curiga, korban datang ke rumah tersangka dengan dijemput oleh tersangka di daerah Pejeng. Sepeda motor korbanpun dititip di dareah Pejeng, lanjut keduanya pulang ke rumah tersangka. Namun bukannya mengerjakan tugas, tersangka justru berusaha menggerayangi korban yang baru dipacarinya selama beberapa hari ini. Tersangka berusaha mencium

Mabuk, Joglas Aniaya Pelajar

Gianyar (Bali Post) Gara-gara diduga melakukan aksi penganiayaan, Kadek Kertayasa (42) alias Joglas harus berurusan dengan pihak kepolisian. Saat melakukan aksinya, pria asal Banjar Sema, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan ini dalam pengaruh alkohol. Kapolsek Payangan AKP I Gede Sudyatmaja memaparkan, kasus penganiayaan ini sebenarnya terjadi di depan sebuah warung di Jalan Raya Banjar Sema, Desa Melinggih, Rabu (1/1) lalu. Saat itu Joglas hendak pulang ke rumahnya usai ngayah mebat di pura desa setempat. Usai ngayah, Joglas juga sempat minum dengan sejumlah rekannya. Dengan konsidi masih dipengaruhi alkohol, ia memutuskan pulang dengan mengendarai sepeda motor. Na-

mun dalam perjalanan pulang korban bernama I Ketut Dana Asmara (13) yang berstatus pelajar asal banjar setempat sempat memanggil tersangka dengan teriakan “ait”. Karena tersinggung, tersangka menghampiri korban dan menanyakan maksud panggilannya. “Saat itu tersangka menunjukkan pisaunya yang terbungkus kertas dengan dalih hanya untuk menakuti korban, namun rupanya ujung pisau tersangka justru mengenai korban,” kata Sudyatmaja saat memaparkan kronologis kasus tersebut, Senin (21/1) kemarin. Setelah dilakukan pemeriksaan (visum), luka korban harus dijarit, yakni tiga jaritan. Merasa tidak terima akan perlakuan tersangka, kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.

Sarjana Gerayangi Mahasiswi

Atas dasar laporan tersebut akhirnya jajaran Polsek Payangan mengamankan tersangka Joglas berikut barang bukti pisau yang digunakannya. “Akibat masih dalam pengaruh alkohol usai minum bersama rekannya, timbul ketersinggungan dan terjadilah penganiayaan,” kata Sudyatmaja. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Joglas kini harus meringkuk di balik terali besi dan dikenakan Pasal 80 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam, dengan ancaman hukuman tiga tahun enam bulan dengan denda Rp 72 juta. (kmb28)

paksa korban, dan menjurus ke hal-hal lainnya. Sontak saja korban kaget dan menolak ajakan tersangka, hingga akhirnya korban memutuskan pulang ke rumahnya. Karena gagal tersangkapun setuju mengantar korban untuk mengambil kendaraannya di Pejeng. “Tersangka berusaha menyetubuhi korban, namun korban melakukan perlawanan. Tersangka ini sempat memaksa, hingga bibir korban mengalami luka dan salah satu anting korban lepas. Karena tidak berhasil, korban diantar kembali ke Pejeng. Korban terus menangis dan tidak terima atas perbuatan tersangka lanjut menelepon orangtuanya,” kata Sudyatmaja memaparkan. Geram putrinya diperlakukan tidak senonoh, orangtua korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Akhirnya tersangka diamankan. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, salah satunya sumpel perak bermata mutiara seberat satu gram. Dari penuturan tersangka, ia mengaku mengenal korban via WhatsApp. Meski baru kenal beberapa hari, obrolan antara tersangka dan korban sudah menjurus ke arah hubungan spesial. “Dia sudah sering saya ajak ke rumah, bahkan sudah sering panggil sayang via WhatsApp,” ujarnya. Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (kmb28)

Bali Post/kmb28

KASUS - Kapolsek Payangan saat merilis kasus penganiayaan yang terjadi pada awal tahun 2019.


JEMBRANA

10

Selasa Paing, 22 Januari 2019

Kasus Korupsi LPD

Kejari Tunggu Hasil Penghitungan Kerugian Negara (Bali Post) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana saat ini masih menunggu penghitungan (audit) kerugian terkait dugaan kasus korupsi di salah satu LPD di Kecamatan Melaya. Sebelumnya, Kejari Jembrana menerima laporan dan telah melakukan penyelidikan termasuk memanggil saksi-saksi. Kasi Pidsus Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra, Senin (21/1) kemarin mengatakan, mengenai laporan adanya penyimpangan dana LPD ini pihaknya masih tahap penyelidikan. Diakui sejumlah saksi telah dimintai keterangan, namun saat ini pihaknya masih belum memutuskan dan masih menunggu hasil audit independen. Tim sudah mengajukan permintaan agar dilakukan audit pengelolaan keuangan di LPD tersebut. “Nanti kalau sudah ada hasil audit, kami informasikan,” tandas Ivan. Diberitakan sebelumnya, adanya laporan dugaan penyimpangan di salah satu LPD di Kecamatan Melaya ini mencuat pada akhir tahun lalu. Diduga ada penyimpangan dalam lembaga keuangan itu setelah warga setempat sebagai nasabah bergejolak. Pasalnya warga yang menabungkan uang di LPD itu tidak bisa menarik. Dengan alasan tidak ada dana, dan warga hanya dijanjikan saja. Warga khawatir uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum pengurus. Lantaran tak berujung solusi, akhirnya masalah tersebut berkembang hingga masuk laporan ke Intelejen Kejari Jembrana. Dari informasi, ada uang LPD yang keluar tanpa ada pembukuan jelas. Bahkan diperkirakan hingga ratusan juta rupiah. (kmb26)

USULKAN SHORTCUT – Bupati Artha mengusulkan adanya jalan shortcut di jalan Denpasar-Gilimanuk untuk menanggulangi kemacetan.

Percepat Akses Denpasar-Gilimanuk

Bupati Artha Usulkan Pembangunan Dua ”Shortcut”

Ivan Praditya Putra

Pemilik Toko dan Warung Membandel

Jual Makanan Kedaluwarsa dan Kosmetik Berbahaya

Negara (Bali Post) – Tim perlindungan konsumen dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (koperindag) Jembrana kembali menggelar pengawasan obat dan makanan ke sejumlah toko dan warung di Kecamatan Negara, Senin (21/1) kemarin. Dari sidak tersebut, petugas masih mendapati sejumlah warung dan toko yang menjual minuman beralkohol serta makanan kedaluwarsa. Selain itu kosmetik berbahaya juga masih dijual. Dari sekitar tujuh toko dan warung yang disasar petugas, di antaranya ada yang membandel karena pernah dilakukan pengawasan serupa. Namun dari pengawasan kemarin, petugas masih mendapati pelanggaran yang sama. Seperti menjual makanan dan minuman kedaluwarsa. Termasuk kosmetik yang berbahaya dan minuman beralkohol tanpa izin. Untuk kosmetik berbahaya yang ditemukan dijual adalah krim pemutih wajah. Sesuai edaran BPOM RI, pemutih wajah itu dilarang beredar karena mengandung merkuri. Selain itu di salah satu toko, petugas mendapati minuman beralkohol yang dijual tanpa dilengkapi izin penjualan mikol. Di toko lainnya, petugas juga mendapati minuman botolan yang kedaluwarsa dan susu kotak. Bahkan di antaranya sudah hampir setahun dari batas waktu kedaluwarsa, namun tetap dipajang di etalase toko. Terkait hal tersebut, petugas kembali memberikan peringatan. Dari pengakuan pemilik toko yang menjual kosmetik, pihaknya tidak mengetahui kalau barang tersebut dilarang beredar. Ia mengaku tidak akan menjualnya bila mengetahui bahwa kosmetik itu dilarang. Dari tujuh toko dan warung yang disasar itu, lima toko sudah pernah diberikan peringatan. Karena itu Dinas mengaku tidak akan memberikan toleransi kepada toko yang pernah diberikan peringatan dua kali. “Ini sudah dua kali, nanti kami akan turun kembali kalau masih ditemukan lagi, maka tidak ada toleransi lagi. Kami akan koordinasi dengan BPOM dan Kepolisian jika diperlukan,” terang Kepala Dinas Koperindag Jembrana Made Gede Budhiarta. Menurut mantan Camat Pekutatan itu, pengawasan barang beredar di warung dan toko ini rutin dilakukan sebagai upaya perlindungan kepada konsumen terkait barang yang dibeli. Khususnya yang dikonsumsi maupun digunakan. (kmb26)

SIDAK – Petugas dari Dinas Koperindag Jembrana saat melakukan pengawasan ke sejumlah toko di Kecamatan Negara. Dari tujuh lokasi yang disasar, lima di antaranya menjual mikol tanpa izin SIUP-MB dan mamin kedaluwarsa.

Negara (Bali Post) Bupati Jembrana I Putu Artha mengajukan sejumlah usulan untuk pengembangan Jembrana, salah satunya pembangunan jalan shortcut di dua lokasi di Pekutatan dan Pangyangan. Dengan adanya shortcut itu diharapkan bisa memperlancar arus lalu lintas Denpasar-Gilimanuk yang sering mengalami kemacetan dan padat. Usulan disampaikan saat kunjungan Pansus DPRD Bali, Senin (21/1) kemarin. Rombongan pansus dipimpin Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Ketua Pansus yang diwakili oleh Wakil Ketua Pansus I Nengah Tamba beserta anggota dari komisi I dan komisi III DPRD Bali sengaja datang ke daerah-daerah untuk menyerap usulan dari masyarakat. Menurut Bupati Artha, di jalan Denpasar-Gilimanuk penghubung

Jembrana-Denpasar seringkali terjadi penumpukan arus, yang diakibatkan kendaraan bertonase besar yang kesulitan melewati tanjakan. Termasuk di dua lokasi yang diusulkan dibuat shortcut itu. Selain itu, solusi untuk mengurangi arus kendaraan yang bertonase berat, agar gudang-gudang penyimpanan barang tidak lagi dibangun di daerah Denpasar, namun cukup dipusatkan di Jembrana saja.

Bupati mencontohkan sudah dibangun dua buah gudang dari dua produsen otomotif yang ada di daerah Kecamatan Melaya. “Saya yakin jika gudang logistik di bangun di Jembrana, akan mengurangi kepadatan arus lalu lintas Denpasar Gilimanuk yang selama ini sering macet akibat banyaknya kendaraan bertonase besar” imbuhnya. Bupati juga menyampaikan kondisi wilayah Jembrana yang banyak dikelilingi hutan dan tanah yang cukup luas, tetapi bukan merupakan aset dari Pemerintah Kabupaten Jembrana. “Seperti di daerah Pekutatan, ada tanah milik Pemprov Bali seluas kurang lebih 1.200 hektar atau tanah di perkebunan daerah Persil milik Pemprov yang seluas kurang

lebih 80 hektar. Kami berharap jika memungkinkan, aset tersebut bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk potensi masyarakat di Jembrana,” usul Bupati Artha. Sementara itu, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengungkapkan, kunjungan ke kabupatenkabupaten ini untuk menyerap usulan apa saja yang bisa dimasukkan dalam Ranperda tentang perubahan atas Perda No. 16 Tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali Tahun 20092029. Dengan adanya masukan ini bisa mengakomodir usulan semua pihak untuk kesejahteraan secara menyeluruh, baik Bali Utara, Selatan, Timur maupun Barat. Tidak untuk pribadi, golongan namun untuk kepentingan semua. (kmb26)

Diduga Korsleting, Alat Berat Terbakar

Terbakar – Alat berat yang terbakar di salah satu kebun di Jalan Merak, Pendem dipadamkan petugas dari pemadam kebakaran.

Negara (Bali Post) – Diduga akibat korsleting mesin, sebuah alat berat yang sedang digunakan pengerjaan di Jalan Merak, Kelurahan Pendem, terbakar Senin (21/1) siang. Alat berat milik Basuki Widodo (53) mulai terlihat kepulan api sekitar pukul 11.10 Wita. Beruntung lokasi kebakaran itu tidak jauh dari kawasan pangkalan pemadam kebakaran di Kantor Satpol PP Jembrana. Tak berselang lama, dua armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. Dalam waktu sekitar setengah jam, semprotan air dari dua mobil damkar berhasil memadamkan api. Diduga api bersumber dari percikan akibat korsleting mesin alat berat tersebut. Meskipun rangka alat berat itu masih tersisa, namun api telah membakar mesin. “Api bisa kita padamkan sekitar pukul 11.45 Wita, kemungkinan besar dari korsleting mesin,” ujar Kepala Perlindungan Masyarakat Satpol PP Jembrana I Putu Pranajaya. Diperkirakan, akibat kejadian tersebut, pemilik alat berat mengalami kerugian mencapai Rp 200 juta. Petugas pemadam memerlukan sekitar dua tangki untuk memadamkan api yang belum menjalar ke lokasi lain itu. (kmb26)

Gelar Razia di Pintu Masuk Sekolah

Polsek Gilimanuk Jaring Sembilan Siswa Negara (Bali Post) – Sejumlah siswa sekolah menengah di Gilimanuk, Senin (21/1) kemarin diberikan pembinaan Polsek Kawasan Gilimanuk. Mereka tertangkap basah petugas tidak disiplin dalam berkendara serta terlambat masuk sekolah. Sekitar 9 siswa SMA swasta di Gilimanuk terjaring tepat di depan sekolah oleh petugas yang sudah berjaga sejak pagi. Upaya ini sengaja dilakukan petugas kepolisian untuk mengkampanyekan Millenial Road Safety Festival di Komunitas dan anak SMA/SMK. Razia yang dipimpin Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol I Nyoman Subawa bersama Kepala Sekolah ini akhirnya ditindaklanjuti dengan pembinaan yang dilakukan bersama polisi dan sekolah. Para siswa ini kedapatan melanggar disiplin sekolah dan

disiplin berlalu lintas saat mengendarai kendaraan menuju ke sekolah. “Sebagian besar tidak mengenakan helm,” terang Kapolsek. Pihaknya juga langsung memberikan pembinaan kepada siswa. Selain terkait disiplin sekolah juga tentang kelengkapan apa saja yang harus dibawa pada saat mengendarai kendaraan bermotor. Para siswa ini juga diberikan pemahaman tentang mekanisme dan proses pengurusan SIM (surat izin mengemudi). Menurut Kapolsek, selain di SMA di Gilimanuk, upaya ini juga serentak dilakukan di wilayah hukum Polres Jembrana. “Ke depan kita akan rutin melaksanakan kegiatan tersebut guna memupuk kedisplinan diri sejak dini dan mencegah perilaku yang menyimpang di sekolah tersebut” tandas Kapolsek Gilimanuk Kompol I Nyomam Subawa. (kmb26)

Dibina – Sejumlah siswa SMA di Gilimanuk yang kedapatan melanggar disiplin lalu lintas dan sekolah dibina petugas Polsek Kawasan Gilimanuk kemarin.


Selasa Paing, 22 Januari 2019

Karangasem

11

Tahanan Wanita Polsek Manggis Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi Amlapura (Bali Post) Salah seorang tahanan wanita di Polsek Manggis, Gusti Ayu Putu (58), ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi ruang tahanan, Senin (21/1) kemarin. Wanita asal Dusun Tri Wangsa, Desa Sibetan, Bebandem itu nekat mengakhiri hidupnya diduga karena mengalami depresi. Kapolsek Manggis Kompol I Nengah Subangsawan mengungkapkan korban menjalani penahanan sejak 16 Januari 2019. Korban ditahan karena tersangkut kasus pencurian di Pasar Ulakan, Manggis. ‘’Korban baru lima hari ini ditahan di sini (Polsek Manggis),’’ ujarnya. Subangsawan mengatakan, korban ditemukan gantung diri oleh petugas pukul 08.45 Wita. Sebelum ditemukan gantung diri di kamar mandi, sekitar pukul 08.00 Wita, korban sempat duduk dan diajak berkomunikasi oleh petugas. Tetapi, sesaat setelah itu, korban mandi. Korban rencananya akan dititipkan di Polres Karangasem. ‘’Karena lama mandi, korban sempat dipanggil-panggil petugas. Tetapi korban tidak menjawab. Namun, setelah petugas membuka pintu kamar mandi, korban

malah ditemukan gantung diri. Korban gantung diri menggunakan celana legging,’’ katanya. Dia menegaskan pihaknya telah menjalankan protap (prosedur tetap) sesuai mekanisme penahanan. Setiap satu jam, petugas melakukan pengecekan terhadap semua tahanan. Bahkan, pihaknya setiap hari membuat laporan memfoto para tahanan. ‘’Kita sudah jalankan protap sesuai aturan yang ada. Tapi, apa boleh buat peristiwa seperti ini akhirnya terjadi,’’ tandasnya. Sebelumnya, korban memang sempat mengeluh dirinya ingin keluar. Atas kondisi itu, pihaknya terus meyakinkan korban agar menjalani proses penahanan sembari dilakukan penyidikan. ‘’Kita selalu yakinkan korban menjalani proses ini. Bahkan, kita juga meminta korban tetap makan bila

dikasi makan. Tidak ada pengaruhnya tidak makan dengan penahanan,’’ tandas Subangsawan. Kapolres Karangasem AKBP Gusti Agung Ade Panji Anom membenarkan korban akan dititipkan ke Polres Karangasem. Korban dititipkan di Polres lantaran di Polsek Manggis tidak ada ruang tahanan khusus perempuan. Hanya di Polres Karangasem ada ruang tahanan khusus tahanan perempuan, karena itu rencananya akan dipindah. ‘’Jika penyidikannya dikategorikan sudah cukup, memang biasanya langsung dititipkan ke Polres. Tetapi, pas korban hari itu hendak dititipkan ke Polres bahkan sudah dijemput petugas. Korban kemudian ditemukan meninggal dengan cara gantung diri di kamar mandi Poslek Manggis,’’ jelas Panji Anom. (kmb41)

Jelang Karya Panca Wali Krama di Besakih

Muncul Fenomena Sisik Naga di Meru Penataran Agung Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem akan dilangsungkan Maret mendatang. Menjelang upacara suci itu, warga dihebohkan fenomena yang muncul tibatiba. Fenomena sisik naga itu ditemukan menempel di Meru Tumpang Solas Sang Hyang Wisesa Pura Penataran Agung Besakih.

Fenomena ini baru diketahui setelah meru di-pelaspas, Minggu (20/1). Bandesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha mengungkapkan, fenomena alam ini baru diketahui krama, Minggu (20/1) siang. Tepatnya saat prosesi pamelaspasan di sekitar palinggih Tumpang Solas Pura Penataran Agung Besakih. F e n o m e na s i s i k naga di Meru Tumpang Solas (tingkat sebelas) menempel di

Bali Post/ist

SISIK NAGA – Di Meru Tumpang Solas (tingkat sebelas) terdapat fenomena sisik naga yang menempel di sekeliling meru.

sekeliling meru. ‘’Selama ini memang sering ada fenomena-fenomena terutama menjelang hari pujawali kategori besar. Tahun lalu pernah ada fenomena colek pamor. Sebelumnya, ada fenomena Gunung Agung seperti dipayungi awan. Setiap jelang karya besar, pasti ada fenomena aneh namun menarik,’’ ujar Jelang Karya Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Penataran Agung Besakih itu warga kembali dihebohkan temuan sisik naga yang menempel di meru. Adanya fenomena seperti itu, kata Widiartha, bermakna warga wajib senantiasa menjaga keseimbangan alam semesta dan Bali khususnya. Sesuai keyakinan Hindu ada tiga Ida Batara Naga, yakni Ida Batara Naga Anantaboga, Ida Batara Naga Taksaka, Ida Batara Naga Basuki. Kepercayaan yang melekat di masyarakat, sosok Naga Anantaboga diyakini sebagai lambang kesuburan. Sedangkan Naga Basuki merupakan lambang keselamatan dan Naga Tatsaka sebagai lambang keseimbangan alam. Pihaknya tidak merasakan tanda-tanda ataupun firasat apa-apa terkait munculnya fenomena itu. Kemunculan kejadian itu dipercaya merupakan pertanda, mengingatkan kita semua agar selalu ingat akan kebesaran Ida Sang Hyang Widhi. Umat Hindu senantiasa diingatkan agar mulat sarira. ‘’Menyikapi fenomena ini, kita berencana melakukan upacara pangrastiti. Semoga kita semua diberikan anugerah dari Ida Hyang Widhi Wasa,’’ jelas Widiartha. (kmb41)

Bali Post/kmb41

MENGANGKAT JENAZAH - Petugas kepolisian bersama pihak keluarga saat mengangkat jenazah korban hendak dibawa ke RSUD Karangasem.

Ditimpa Pohon, Tiang Listrik Roboh Amlapura (Bali Post) Angin kencang yang melanda wilayah Karangasem kembali memicu terjadinya pohon tumbang di Bebandem, tepatnya di perbatasan Dusun Karanganyar - Dusun Telaga, Desa Sibetan, Senin (21/1) kemarin. Pohon kelapa tumbang menimpa tiang listrik hingga roboh ke badan jalan. Kondisi itu membuat arus lalu lintas terganggu. Petugas akhirnya memaksa pengguna jalan menempuh jalur alternatif. Berdasarkan pantauan di lapangan, pohon kelapa yang tumbang itu milik Wayan Rukta. Tragisnya, pohon kelapa yang tumbang itu menimpa tiang listrik milik PLN. Akibatnya, kabel listik ikut terbawa kemudian melintang di tengah jalan. Kondisi itu membuat arus lalu lintas terganggu sekitar dua jam. Agar pengendara dari dua arah, barat dan timur dapat melintas, petugas kepolisian terpaksa mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif. Petugas BPBD langsung terjun ke lokasi mengevakuasi pohon kelapa yang melintang di

badan jalan itu. Sedangkan kabel yang melintang langsung ditangani petugas PLN. Bahkan, kabel yang melintang itu dipotong agar akses lalu lintas itu normal kembali. Masyarakat juga membantu menggesar tiang listrik itu. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengungkapkan, setelah menerima laporan pohon tumbang, pihaknya langsung menerjunkan sejumlah petugas guna melakukan penanganan. ‘’Pohon tumbang itu sudah ditangani. Kita sudah melakukan koordinasi dengan PLN. Sekarang akses jalan sudah bisa dilewati,’’ ujar Arimbawa. Selain di Dusun Telaga, peristiwa pohon tumbang juga terjadi di Banjar Dinas Merajan, Desa Seraya Barat. Petugas juga dengan sigap sudah menanganinya. Salah seorang warga, Gede Raka, mengungkapkan sejak Minggu (20/1), angin kencang terus berembus. Pohon tumbang itu menimpa tiang listrik sekitar pukul 07.00 Wita. Atas kejadian itu, kendaraan roda

SINGKIRKAN TIANG LISTRIK - Petugas PLN dibantu warga setempat menyingkirkan tiang listrik yang melintang di tengah jalan ke sisi telajakan.

sonal maupun sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan pemungutan suara nanti. Personal yang dimaksud Mas Sumatri di antaranya 7 x 1.706 petugas KPPS yang bertugas di tempat pemungutan suara. Mereka yang direkrut itu bisa saja dari kalangan guru dan pendidik. Sebab, umumnya mereka yang diperlukan adalah kalangan profesional. Untuk melengkapi jumlah petugas maka dapat pula berasal dari siswa atau mahasiswa serta masyarakat yang sudah memenuhi syarat sebagai penyelenggara. Petugas ketertiban TPS sebanyak 3.412 orang nantinya akan dikoordinir Kasatpol PP terutama terkait seragam yang akan digunakan saat

pencoblosan. ‘’Komunikasikan dengan kepala desa dalam proses perekrutannya termasuk kelengkapan yang dibutuhkan,’’ perintah Bupati kepada Kasatpol PP. Sarana-prasarana penunjang seperti tempat pengelolaan logistik GOR Gunung Agung, secara khusus Mas Sumatri memerintahkan Kadis Pendidikan secepatnya melakukan perbaikan di beberapa sisi yang mengalami kerusakan. ‘’Jangan sampai menghambat proses pengelolaan logistik pemilu,’’ pintanya. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana menjelaskan, pihaknya menggunakan GOR untuk pengelolaan logistik, hal itu akan dimulai awal Februari

dua maupun roda empat tidak bisa melintas dan terpaksa dialihkan ke jalur alternatif. ‘’Kendaraan yang datang dari arah barat dialihkan menuju jalur Kuta Bali, sedangkan kendaraan dari timur dialihkan menuju jalur Dusun Telaga,’’ ujarnya. Petugas PLN Ida Bagus Weda mengatakan, akibat kejadian ini pihaknya ter-

paksa memotong kabel yang melintang di jalan, sehingga membuat empat gardu di wilayah itu mati. Listrik di sejumlah wilayah seperti Dukuh, Kalanganyar, dan Sibetan padam. ‘’Kita sudah memanggil rekanan guna melakukan penyambungan ini. Sekarang, rekanan sudah meluncur ke sini. Dipastikan sore ini, listrik kembali menyala normal,’’ tegas Bagus Weda. (kmb41)

Bali Post/kmb41

Pemkab Siap Fasilitasi Pelaksanaan Pemilu Amlapura (Bali Post) Hajatan politik pemilu semakin dekat. Untuk menyambut peristiwa demokrasi akbar itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem siap memfasilitasi agar pelaksanaan pemilu itu berjalan sukses dan lancar. Hal itu disampaikan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat menerima audiensi jajaran Komisioner dan Sekretariat KPU Karangasem, senin (21/1) kemarim. Bupati Mas Sumatri menyatakan siap memberikan fasilitas yang dibutuhkan penyelenggara sesuai ketentuan regulasi yang berlaku. Pihaknya meminta kepala dinas dan jajaran agar menyiapkan baik per-

mendatang. ‘’Sejak saat itu akses GOR ditutup untuk masyarakat dan pihakpihak yang tidak berkepentingan,’’ terangnya. Krisna menambahkan, persoalan lain yang perlu kiranya diantisipasi adalah kondisi Gunung Agung. Sebab, sampai saat ini keberadaan gunung tertinggi di Bali itu tetap masih level III (Siaga). Bahkan, beberapa kali terjadi erupsi. Pemerintah kabupaten diharapkan sudah membuat mitigasi penanganan pengungsi. KPU Kabupaten Karangasem memperkirakan 478 TPS dengan jumlah pemilih 105.830 di lingkar 28 desa akan bergeser dari tempat tinggalnya jika terjadi erupsi. (kmb41)

Pejabat ASN Diminta Tingkatkan Semangat dan Prestasi Optimal Pemkab Karangasem melakukan mutasi dan promosi terhadap 172 pejabat administrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dari eselon III dan IV, Senin (21/1) kemarin. Pengambilan sumpah dan pelantikan para pejabat yang mendapat kepercayaan baik mutasi maupun promosi dilaksanakan di wantilan Kantor Bupati. Lalu, bagaimanakah harapan yang dibebankan kepada para ASN itu dalam rangka memberikan kontribusi kepada masyarakat?

Bali Post/kmb41

SUMPAH JABATAN - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat pengambilan sumpah jabatan pada pelantikan Senin (21/1) kemarin.

KEPALA BPKSDM Karangasem I Gusti Gede Rinceg mengatakan, mutasi dan promosi melibatkan 172 pejabat administrasi itu berdasarkan Keputusan Bupati Karangasem nomor 821.4/141/BKSDM/Setda tentang pengangkatan pegawai negeri sipil dalam bidang pejabat administrasi di lingkungan Kabupaten Karangasem. Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilantik itu yakni pejabat Eselon IIIA 15 orang, empat orang merupakan pejabat yang

dapat promosi. Dari 30 pejabat IIIB, 12 orang promosi. Total Pejabat IVA yang dilantik 94 orang. Sedangkan yang termasuk promosi 20 orang. Kemudian dari 12 orang pejabat IVB, 12 yang dilantik, 8 orang promosi. Selain itu, ada juga dilantik 13 orang pejabat noneselon. Pada upacara pelantikan kemarin, termasuk yang dilantik Direktur Rumah Sakit Karangasem, Kepala UPTD Kesehatan, dan juga kepala sekolah.

‘’Mengacu pada peraturan terbaru sekarang, sebelumnya pejabat itu menggunakan eselon. Namun sekarang ini, eselon tidak digunakan lagi,” ujarnya. Pada prosesi pelantikan itu, Bupati Karangasem Gusti Ayu Mas Sumatri mengharapkan kepada para pejabat yang mendapat mutasi dan promosi itu adalah semata-mata untuk mewujudkan profesionalisme ASN. Karena alasan itu, maka dianggap perlu dilakukan upaya pembinaan karier yang didesain secara sistematis, kontinu, dan optimal. Mutasi dan promosi itu sesungguhnya bagian dari pembinaan karier Aparatur Sipil Negara. ‘’Karena itu, dalam desain pengembangan jabatan struktural, sesuatu yang bersifat promosi, rotasi adalah merupakan keniscayaan,’’ ujarnya. Sejatinya, semua itu bertujuan melakukan penyegaran demi terciptanya optimalisasi pelaksanaan tugas pemerintahan dan

peningkatan pelayanan secara optimal kepada masyarakat. “Kita harap momentum ini dapat dimaknai sebagai wujud upaya pembentukan Aparatur Sipil Negara yang profesional, bersih dan berwibawa. Hal ini penting dalam memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat,” ujar Mas Sumatri. Bupati juga mengingatkan pejabat yang baru dilantik itu supaya terus meningkatkan kemampuan diri dan semangat berprestasi dalam bekerja melayani masyarakat. ‘’Senantiasa mengupayakan penyempurnaan dan perbaikan kinerja yang efektif dan efisien,’’ ujarnya. Pihaknya akan terus memantau dan mengevaluasi proses kerja dan kinerja para ASN menjalankan tugas jabatannya masing-masing. ‘’Hasil evaluasi ini akan menjadi catatan, bahan pertimbangan karier Saudara-saudara selanjutnya,” tegasnya. (nan)


KLUNGKUNG

12

Selasa Paing, 22 Januari 2019

Pembangunan Kantor Perbekel Selat

Dituding Lakukan ”Mark-up”, Tim Pengadaan Membantah Semarapura (Bali Post) Pembangunan gedung Kantor Perbekel Desa Selat, Kecamatan Klungkung, mulai dipersoalkan. Ini menyusul adanya surat pengaduan perihal ketidakberesan itu kepada Polda Bali, hingga membuat jajaran Ditreskrimsus Polda Bali turun tangan ke Desa Selat, mengambil sejumlah berkas untuk proses penyelidikan. Menyikapi situasi ini, pihak Desa Selat tegas membantah seluruh isu miring yang dikaitkan dengan pembangunan Kantor Perbekel Desa Selat.

DALAM PROSES - Gedung Kantor Perbekel Desa Selat, Kecamatan Klungkung yang sedang dalam proses pengerjaan. Saat ini baru dikatakan mencapai 60 persen. Panitia pembangunannya diduga melakukan mark-up. Namun dugaan tersebut dibantah.

Sekretaris Desa Selat, I Ketut Ariawan, ditemui di kantornya, Senin (21/1) kemarin, mengaku sudah mengetahui adanya surat pengaduan yang disampaikan salah satu warganya, IGN Rauh, kepada aparat penegak hukum tertanggal 3 Desember 2018. Namun, sebagai Ketua Tim Pengadaan Tanah, dia membantah isu tak sedap di dalam surat tersebut. Termasuk adanya dugaan penggelembungan harga tanah, dugaan mark-up harga barang hingga isu dumduman motor yang diduga hasil dari fee proyek tersebut. “Kami sudah bekerja sesuai aturan dan mekanisme. Kalaupun ada laporan semacam itu sampai diselidiki aparat penegak hukum, silakan saja. Kami ambil positifnya saja,” terang Ariawan. Dia menyampaikan proses pembangunan gedung baru ini sudah dirancang sejak tahun 2015. Berawal dari fakta bahwa gedung saat ini sudah tidak representatif. Sehingga,

Tegakkan Disiplin Anggota

Provos Polres Klungkung Gelar Razia Semarapura (Bali Post) Polisi yang biasanya melakukan razia, tiba-tiba giliran menjadi objek razia di jalan-jalan, Senin (21/1) kemarin. Rupanya, razia dilakukan oleh Provos Polres Klungkung, untuk

mengecek anggota dalam meningkatkan disiplin dalam berkendara maupun melengkapi dirinya dengan surat-surat administrasi lainnya. Hasilnya, sementara nihil temuan anggota yang melanggar.

RAZIA PROVOS - Anggota Provos saat merazia anggotanya guna mengecek kelengkapan surat-surat administrasi berkendara maupun kependudukan.

Polres Klungkung ingin menunjukkan, penegakan disiplin dalam berkendara tidak hanya ditujukan kepada masyarakat saja. Sebab, dari internal kepolisian juga dilakukan penertiban. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa polisi patut menjadi contoh tertib berlalu lintas. Untuk memastikan tingkat kedisplinan anggota, Kasi Provam Polres Klungkung Ipda Ida Bagus Made Pinatih memimpin razia di jalan agar anggota benar-benar pantas diyakini masyarakat. Provos Polres Klungkung dibantu personel lalu lintas dan personel provos, satusatu menghentikan anggotanya dan melaksanakan operasi Penegakan Ketertiban dan Kedisiplinan (Gaktibplin) kepada seluruh anggotanya. Pada kegiatan tersebut Unit Provos Polres Klungkung melakukan pemeriksaan anggota baik perwira maupun bintara tentang pakaian dinas perorangan anggota/sikap

tampang, meliputi rambut, pakaian seragam dinas, sepatu maupun kaporlap. Kelengkapan surat-surat administrasi anggota, meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Tanda Anggota (KTA), Surat Izin Mengemudi (SIM) serta Surat Izin Memegang Senpi paling menjadi sorotan. Kelengkapan kendaraan yang digunakan, meliputi STNK, kaca spion serta lampu kendaraan, juga tidak luput jadi perhatian petugas. Upaya tersebut, kata Ipda Ida Bagus Made Pinatih, dalam rangka penegakan disiplin dan kode etik profesi Polri di Polres Klungkung sesuai PP Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negera Republik Indonesia. Ini juga sebagai contoh tauladan setiap anggota kepolisian harus bisa tertib diri sebelum menertibkan orang lain. “Diri sendiri harus tertib dulu, sebelum menertibkan orang lain,” katanya. (kmb31)

rumah-rumah,” katanya. Sebelumnya, pemerintah daerah sudah menunjukkan kepeduliannya, dengan memberikan panggung bagi seniman ngelawang, khususnya anak-anak di sekitar Lapangan Puputan Klungkung, meramaikan agenda CFD (Car Free Day) yang digelar setiap minggu tersebut. Waktu itu ada anak-anak dari TK Hindu Dharma Widya Klungkung yang Ngelawang Barong Bangkung dengan menarik, Minggu (20/1) lalu. Penampilan anak-anak ini cukup menghibur di atas panggung. Banyak warga memberikan apresiasi penampilan mereka sebagai wujud nyata pelestarian budaya. Penampilan Ngelawang Barong Bangkung, membuka sudut pandang pemerintah daerah terhadap keberadaannya saat ini. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta langsung menginstruksikan

Dinas Kebudayaan untuk melakukan pembinaan secara menyeluruh. Khususnya, aktivitas Ngelawang Barong Bangkung yang dibawakan oleh kelompok anak-anak saat hari raya Galungan dan Kuningan. (kmb31)

pihak desa dan BPD setempat melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tahap pertama, pengadaan tanahnya seluas tiga are tahun 2015 dan tiga are lagi tahun 2016. Masingmasing dibeli seharga Rp 150 juta per are. Sehingga total pembelian tanah mencapai Rp 900 juta yang bersumber dari ADD (Alokasi Dana Desa). Ariawan mengatakan, dalam proses ini ada dua tim, yakni Tim Penaksir Harga dan Tim Pengadaan Tanah. Tim Penaksir Harga inilah yang melakukan proses survei harga tanah di sekitarnya. Masalah NJOP tanah berapa, dia mengaku kurang tahu, karena itu ranah Tim Penaksir Harga. Sementara proses jual beli tanah dilakukan di kantor, tidak pernah di rumah penjual, disaksikan oleh tim, perbekel dan BPD. “Bukti-bukti pembelian masih ada, dokumen dari proses pengadaan sampai pembangunan gedung juga ada. Namun sedang dipinjam oleh Polda Bali untuk

kepentingan penyelidikan. Ada juga surat perjanjian, daftar hadir dan lainnya. Harga tanah yang diberikan dari pemiliknya seharga Rp 150 juta per are. Dibeli seluas 6 are, sehingga total dananya mencapai Rp 900 juta,” ujar Ariawan. Nilai tanah seharga Rp 150 juta, juga dikatakan sudah sesuai kesepakatan antara perbekel, BPD dan pemilik tanah dan sudah disosialisasikan kepada masyarakat. Disinggung mengenai kenapa Polda Bali sampai turun tangan mengamankan bukti-bukti proses pembangunan, dia mengatakan karena adanya surat pengaduan yang disampaikan ke Polda. Dari surat tersebut, disampaikan kalau pembangunan gedung desa ini mangkrak. Dia membantah, jika pembangunan dikatakan mangkrak. Sebab, proses pembangunan dilakukan secara bertahap. Tahun 2018, desa awalnya menganggarkan dana Rp 719,3 juta, namun

kemudian ada perubahan menjadi Rp 682 juta, karena di desa juga kekurangan dana untuk kebutuhan lain. Proyeknya dikerjakan secara swakelola, namun diatur pengerjaannya dengan tim. Ada Tim Pelaksana Kegiatan, tujuannya untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Ada Tim Pengelola Kegiatan untuk proses penyediaan barangbarang. Karena pengerjaan gedung struktur berat, akhirnya juga mengandeng pihak ketiga. Sehingga, saat proses pengadaan barang juga ditenderkan. “Kami undang semua penyedia barang di Desa Selat. Proses pekerjaannya atas saran tokoh masyarakat, juga agar ditenderkan. Kemudian, semua pemborong pun akhirnya kami undang untuk ikut tender. Jadi, dari mana ada isu mark-up, karena harga pasir dan semen sudah dalam proses tender,” tegasnya. Saat ini pengerjaan pembangunan kantor desa, dikatakan baru mencapai 60 persen. Tahun ini dianggarkan lagi untuk tahap penembokan sekitar Rp 135 juta. Tahun depan baru tahap senderan panyengker hingga finishing, dengan RAB sekitar Rp 1,5 miliar yang dikerjakan secara bertahap. (kmb31)

KPU Klungkung Diminta Jaga Netralitas Semarapura (Bali Post) Setelah dilantik dan efektif bertugas, Komisioner KPU Klungkung bertemu dengan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di ruangannya, Senin (21/1) kemarin. Suwirta meminta KPU Klungkung harus menjunjung tinggi netralitas. Sebab, sebagai penyelenggara pemilu seluruh komisionernya harus bebas dari intervensi siapapun. Bupati Suwirta juga berpesan kepada KPU Klungkung, agar melakukan penertiban spanduk, baliho maupun bendera partai yang berada di areal pertamanan. Sebab, itu membuat areal pertamanan menjadi tidak asri lagi. Terkait soal kerja sama, Suwirta menyampaikan kesiapannya. Dia pun menyarankan KPU Klungkung agar segera melaksanakan sosialisasi pemilu ke desadesa dan sekolah-sekolah yang berada di Klungkung

untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya keikutsertaan masyarakat dan generasi muda Klungkung dalam pemilu Presiden dan Legislatif 2019 sebagai peserta pemilu. “Sosialisasi ini yang perlu ditingkatkan. Agar semua potensi pemilih dapat tergarap. Sehingga mampu menekan angka golput,” katanya. KPU Klungkung memperkenalkan seluruh komisionernya, sekaligus menyampaikan agar Pemkab Klungkung dapat membantu proses sosialisasi agenda pemilu. Pada kesempatan itu, KPU diminta agar mampu menjaga netralitas sebagai penyelenggara pemilu. Kelima komisioner ini, masing-masing Ida Bagus Nyoman Barwata, I Gusti Lanang Mega Saskara, Sang Ayu Mudiasih, I Gede Suka Astreawan dan I Wayan Sumerta. Kelimanya bersepakat untuk mempercayakan Lanang Mega Sas-

kara sebagai Ketua KPU Kabupaten Klungkung. Komisioner KPU Klungkung, dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua KPU RI Arief Budiman, di Kantor KPU RI, Jakarta, Rabu (9/1) lalu. Ketua KPU Klungkung I Gusti Lanang Mega Saskara berharap Bupati Suwirta sebagai Kepala Daerah untuk membantu kelancaran proses Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019. Sehingga dapat berlangsung lancar. Wujud bantuan diminta dari pihak KPU, yakni membantu proses transportasi penyebaran surat suara di Kecamatan Nusa Penida. Selain itu, juga meminta bantuan untuk bersama-sama melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk dapat mensukseskan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif tahun 2019 yang akan diselenggarakan pada 17 April 2019 nanti. (kmb31)

Bupati Sarankan Jangan ”Ngelawang” di ”Traffic Light” Semarapura (Bali Post) Aktivitas ngelawang nampaknya mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Sebab, potensi seni yang ditampilkan anak-anak ini kerap mencuri perhatian di jalanjalan. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta meminta ngelawang dibina dan diatur, agar tidak ngelawang di traffic light (lampu merah), yang memberi kesan seperti peminta-minta atau pengemis. Bupati Suwirta kembali mengungkapkan itu ketika melakukan monitoring ke Kantor PHDI Klungkung, Senin (21/1) kemarin. Bupati berharap PHDI juga turut tangan memberi pemahaman proses ngelawang yang benar, agar tidak terkesan seperti peminta-minta. “Bukannya melarang, tetapi mendidik mereka agar tidak melakukan kegiatan ngelawang di pinggir perempatan jalan. Lalu, barong ditaruh kemudian

anggota ngelawang mendatangi pengguna jalan meminta dana pertunjukan ketika lampu merah menyala. Ini bukannya melestarikan budaya, malah kesannya memintaminta,” katanya. Seperti pengalamannya, Bupati Suwirta sempat memperhatikan sekelompok anakanak menampilkan (Ngelawang) tari Barong Bangkung di perempatan jalan. Barong Bangkung yang seharusnya ditarikan, perlengkapannya malah didiamkan dan ditaruh di pinggir jalan, setelah beberapa dari mereka keliling membawa rontong (kaleng tempat uang) tempat sumbangan sukarela warga. Hal ini dinilai tentu mengganggu lalu lintas. “Ke depan itu tidak boleh terjadi, jangan ada ngelawang di lampu merah karena mengganggu lalu lintas. Dinas Kebudayaan lakukan pembinaan. Tradisi ngelawang itu mestinya ke

NGELAWANG - Anak-anak dari TK Hindu Dharma Widya Klungkung Ngelawang Barong Bangkung, Minggu (20/1) lalu di Lapangan Puputan Klungkung. Sejumlah kelompok anak lainnya ada yang ngelawang di traffic light hingga terkesan seperti peminta-minta.

BERTEMU BUPATI - Komisioner KPU Klungkung saat bertemu Bupati Suwirta di ruangannya, Senin kemarin.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Paing, 22 Januari 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dicari Sopir pribadi utk daerah Dps sms: 0811394065

B.BP.153.01.19.0000801

!!Serabutan Rmh Kost,Tgl Dlm, Pria,Jujur,Rajin 082359098881

B.BP.001.01.19.0000740

Admin Garment Production Hub: Call/WA: 085100050706 Email: hrd@buddhawear.com

B.BP.004.01.19.0000582

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.01.19.0000798

Dcari Karyawati Fotocopy/Print WineeBali,Jl.Hym Wuruk 71 Dps Hub.081936247579/082171831905

B.BP.001.01.19.0000658

Dcr Kary Laki Umr40-50th,SIM C Serius Krj,Gatsu322,Hub.423488 B.BP.001.01.19.0000793

Dcr Arsitek,STM Mesin,Sopir SIM B1,E-Marketing,Adm Wanita Bisa Compt Hub.(0361) 425082/3

B.BP.001.01.19.0000739

Dcr Krywn/ti Tggl dlm u/Ctrg Hub.081246585097

B.BP.004.01.19.0000800

Dcr Sopir SIM B1,Penglmn, Domsili Dps.Langsung Interview ke Yamaha Hasanudin 78 Dps

B.BP.001.01.19.0000614

Dcr Sopir u/Laundry+Tng Srbtan Hub.085100616229/082144992463

B.BP.001.01.19.0000802

Dcr Tenaga Serabutan Utk Lahan Pertanian & Admin.087862163222

B.BP.001.01.19.0000780

Dibutuhkan Asisten Rmh Tangga bisa Momong Anak,Tinggal dlm Hub .Bu Rini:081339292575

B.BP.004.01.19.0000797

Yamaha Bisma Dicr:1.Mekanik 2.Supir SIM B1, 3.Kasir Hub.T.Umar 142 DPS

B.BP.001.01.19.0000779

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL

BENGKEL LAS

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

SERVICE

SERVICE BIRO JASA

SERVICE ALUMINIUM

SERVICE

Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799

Kryw laki u/TourCounter@Htl NusaDua085100469080,081918081900

Dibutuhkan Staf Admin,Laki/PerempuanPendS1,Berpengalaman, Menguasai Komputer(Ms.Word/ Exel/Offc).Gaji 3,8-6Jt,Penempatan Jimbaran 0361-4465228

Sales + Sales Spv Jl.Muding Dps Barat Hp.0811392827

B.BP.001.01.19.0000723

B.BP.001.01.19.0000702

Dicari, Manager Koperasi BerpengalamanHub:081338097333 B.BP.001.01.19.0000699

Dicr,Admin Wnt, Berpengalaman Hub:081338097333

B.BP.001.01.19.0000700

Dicr,Terapis Wnt, Max. 35Th Utk Spa.Hub:081529293028 B.BP.001.01.19.0000698

Perusahaan Jasa Konstruksi di Dps Memerlukan 1Staff Structure Engineer Lulusan S1/Dip Teknik Sipil,bs SAP+CAD.081936256259 / astina28@yahoo.com B.BP.001.01.19.0000805

B.BP.001.01.19.0000784

B.BP.001.01.19.0000792

Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com

G.01

Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com

G.02

Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp.081238553358 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.03

Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.04

Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.05

Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.06

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

SUZUKI

Dilelang Karimun Wagon’15 Asli Bali.Hubungi:089619874461 B.BP.001.01.19.0000781 TOYOTA

Avanza G AT Th’2010 Tgn I Terawat Original, 087862270180 B.BP.001.01.19.0000807

Avanza’12 Akhir, Asli Bali Tgn1 Silver Hub:HP/WA.08124622699 B.BP.001.01.19.0000789

DISEWAKAN RUMAH Dikntrkn Rmh Jl.Rya Sempidi Gg Ilalang II No.25,3KT,2KM,Dapur R.Keluarga,R.Tamu,Teras,Garase Hub:082144397676/085105028220 B.BP.001.01.19.0000785

Satpam Waker. Lamaran datang langsung ke Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818

HRV ECVT 1.5 AsDK’18 Abu2Bulan 305Jt Ng Knd BgsMls 08123969166

Rmh3KT,2KM,Dpr,R.Tamu+Kluarga Grs.Jl Tk.Pancoran IV G/21.Hrg 30Jt/Th.Min2Th.Hp:082237443699

G.07

B.BP.001.01.19.0000803

B.BP.001.01.19.0000782

HONDA

DIJUAL TANAH Tanah Jl.Pantai Balangan JimbaranL4040M2081338319558

B.BP.001.01.19.0000786

RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns

B.BP.001.01.19.0000806

Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Talang,Dll(Daris) 085102796346

B.BP.001.01.19.0000796

KEHILANGAN Hlg BPKB No.C8307474-O DK 7436 AR An.I Made Tunas,Denpasar

B.BP.001.01.19.0000783

Hlg BPKB No.L09815794-O Dk 3394 EW An.Dian Mutik.

B.BP.001.01.19.0000794

BIRO JASA Perawatan Ibu Hamil & Pasca Melahirkan Hub.081338547778

B.BP.001.01.19.0000788


BANGLI

14

Selasa Paing, 22 Januari 2019

Jalan Menuju Tiga Desa Sudah Bisa Dilalui Kendaraan Warga Diminta Tetap Waspadai Ancaman Longsor Susulan

Bali Post/kmb40

MELINTAS - Seorang warga tampak melintas di jalan yang sempat tertimbun longsoran tebing Bukit Abang di Desa Buahan Kintamani.

Bangli (Bali Post) – Jalan utama menuju tiga desa di Kintamani yang selama beberapa hari terakhir tertimbun material longsor Bukit Abang, kini sudah bisa dilalui kendaraan. Meski demikian, BPBD Bangli tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman longsor susulan. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangli Ketut Agus Sutapa seizin Kalak BPBD Bangli Wayan Karmawan, Senin (21/1) kemarin mengatakan, hingga hari keempat pascalongsor, pihaknya bersama petugas gabungan masih terus melakukan proses pembersihan material longsor menggunakan dua unit alat berat. Hingga siang kemarin, proses penanganan tebing longsor sudah mencapai 90 persen. “Dari kemarin (Minggu) sore jalan sudah bisa dilewati kendaraan roda dua dan pe-

Jaga Netralitas, PNS Diminta Tak ’’Like’’ Postingan Caleg

jalan kaki. Untuk sementara jalan belum bisa dilalui mobil. Di samping karena alat berat masih berlalu-lalang di lokasi, juga karena jalan masih banyak ditutupi lumpur dan becek. Kita khawatirkan nanti mobil yang melintas terjebak lumpur,” ungkapnya. Menurutnya, jika cuaca mendukung, penanganan material longsor bisa diselesaikan lebih cepat. Setelah nantinya seluruh material bisa dibersihkan, rencananya akan dilanjutkan dengan pemadatan di lokasi longsor. Tujuannya agar akses jalan aman dilalui kendaraan dan tidak berlumpur. “Harapannya setelah dipadatkan motor maupun mobil bisa melintas dengan lancar,” ujarnya. Lanjut dikatakan Agus, meski jalan sudah bisa dilalui, warga diimbau tetap waspada saat melintas di lokasi. Sebab ancaman longsor dari tebing

setinggi ratusan meter itu masih cukup tinggi. Kerikil dan bebatuan berukuran besar di atas bukit masih berpotensi longsor terutama saat hujan kembali mengguyur wilayah setempat. Sementara itu disinggung soal kerugian akibat bencana longsor di Bukit Abang, Agus mengatakan, pihaknya belum bisa menghitungnya. Penghitungan kerugian nantinya akan dilakukan BPBD dengan melibatkan petugas teknis dari Dinas PUTRPerkim Bangli. “Ada parameternya untuk menghitung itu,” pungkasnya. Dihubungi terpisah, Kalak BPBD Bangli Wayan Karmawan saat dimintai keterangannya soal rencana upaya penanganan permanen agar wilayah tersebut terhindar dari ancaman longsor susulan, dikatakan bahwa sesuai hasil koordinasinya, Dinas PU-

TRPerkim masih akan melakukan kajian. Pihaknya saat ini mengutamakan penanganan akses jalan untuk membuka keterisoliran warga. “Upaya lanjutan menunggu hasil kajian dulu,” kata Karmawan. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tebing Bukit Abang yang berada di wilayah Desa Buahan Kintamani mengalami longsor, Kamis (17/1) sore. Material longsor berupa tanah dan bebatuan berukuran besar menimbun dan menutup seluruh badan jalan yang ada di sekitarnya. Akibatnya warga dari tiga desa, yakni Desa Abang Batudinding, Abang Songan dan Terunyan terisolir. Untuk mengatasi keterisoliran warga, Satuan Polisi Air Polres Bangli bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli, dan BPBD menyiagakan beberapa boat yang bisa dipakai warga untuk beraktivitas ke luar desa. (kmb40)

Bangli (Bali Post) -

Seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di Lingkungan Pemkab Bangli diingatkan untuk selalu bersikap netral dalam menghadapi Pemilu 2019. PNS diminta tidak ikut wara-wiri menjadi relawan pemenangan salah satu calon. Dalam menjaga netralitas, PNS juga diimbau untuk tidak me-like pada postingan calon di media sosial. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bangli Ida Bagus Giri Putra, Senin (21/1) kemarin.

Bali Post/kmb40

”Bukan sekali ini saja saya memberikan imbauan. Dalam setiap apel disiplin saya sudah selalu ingatkan bagaimana menempatkan diri sebagai ASN dalam posisi netral.” Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra

Dikatakan Giri Putra, dalam apel yang dipimpinnya pagi kemarin pihaknya sudah kembali mengingatkan seluruh pegawai untuk selalu menjaga netralitas. Sesuai arahan Mendagri dan pengurus pusat Korpri, para PNS diminta betul-betul menjadi PNS yang ‘’PNS’’ yakni profesional, netral dan sejahtera. PNS diminta cerdas menempatkan posisi dan tidak berafilisasi dengan apapun. Jangan ada yang memihak salah satu calon atau terlibat politik. Jika itu dilakukan akan merugikan diri sendiri karena bisa terancam dikenai sanksi. “Kami yakini semua pegawai sudah punya pilihan calon. Tapi biarkanlah itu menjadi pilihan, dan silakan tentukan pilihnya pada saatnya nanti,” kata Sekda. Pejabat asal Geria Bukit, Bangli ini mengatakan sebagaimana pantauannya, sejauh ini pihaknya

belum menemukan adanya PNS yang bersikap tidak netral. Pihaknya juga belum pernah menerima adanya masukan dari Bawaslu soal adanya PNS yang terindikasi memihak salah satu calon. Kalau nantinya ada ditemukan seperti itu, pihaknya akan menyerahkannya ke Bawaslu untuk ditindaklanjuti dan diproses sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. “Silakan diproses. Karena bukan sekali ini saja saya memberikan imbauan. Dalam setiap apel disiplin saya sudah selalu ingatkan bagaimana menempatkan diri sebagai ASN dalam posisi netral,” terangnya. Terhadap pegawai yang tidak bisa menjaga netralitas, dirinya menyarankan PNS yang bersangkutan untuk mengundurkan diri saja. “Lebih baik jadi calon saja. Jangan menyusahkan pimpinan,” pungkasnya. (kmb40)

Ranperda Penataan Pasar Rakyat dan Toko Swalayan

Pemkab Klaim Lindungi Usaha Ekonomi Kecil Bangli (Bali Post) – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan diklaim pihak eksekutif sangat diperlukan d a l a m r a n g k a m e m b e r ikan perlindungan terhadap pasar rakyat dan usaha ekonomi kecil. Ranperda tersebut juga dibutuhkan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat melakukan pilihan dalam memenuhi kebutuhannya di era perdagangan bebas. Dalam rapat paripurna di DPRD Bangli, Senin (21/1) kemarin, Asisten I Setda Bangli Nyoman Puja saat membacakan jawaban Bupati terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD atas penyampaian empat buah ranperda menyampaikan bahwa keberadaan pasar swalayan dan pusat perbelanjaan ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi sangat diperlukan karena menjawab kebutuhan konsumen atas pilihan barang yang beragam serta pelayanan yang cepat, sementara di sisi lain dianggap dapat membunuh keberadaan pasar rakyat dan pengusaha ekonomi kecil lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, secara filosofi keberadaan ranperda itu sangat diperlukan dalam rangka memberikan perlindungan terhadap pasar rakyat dan usaha ekonomi kecil sehingga tidak mati. Juga memberikan kesempatan pada masyarakat untuk melakukan pilihan dalam memenuhi kebutuhannya di era perdagangan bebas. Keberadaan pusat perbelanjaan dan toko swalayan juga terbukti dapat menyerap tenaga kerja. “Oleh karena itu, secara substan-

Bali Post/kmb40

JAWABAN BUPATI - Rapat paripurna dengan agenda jawaban Bupati terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Bangli, Senin (21/1) kemarin. sif dalam ranperda ini terdapat pengaturan tentang kewajiban untuk menjual produk lokal, pengangkatan kewajiban untuk menjual produk lokal, pengangkatan karyawan dari penduduk setempat, pengaturan jarak antara toko swalayan dengan pasar rakyat, dan lain-lain,” jelasnya. Dalam rapat peripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma dan Komang Carles kemarin, Puja juga menegaskan bahwa Ranperda tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan memihak kepada kepentingan rakyat secara umum. “Kalau yang dimaksudkan adalah rakyat dengan golongan ekonomi lemah, justru perda ini memberikan perlindungan sebagaimana perda yang

telah ada sebelumnya, yaitu Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern yang telah kita undangkan. Namun seiring dengan perkembangan kebijakan dan hukum nasional, pasar tradisional dan toko modern sudah berganti nama menjadi pasar rakyat dan toko swalayan,” katanya. Menjawab pemandangan umum Fraksi Partai Demokrat mengenai banyaknya minimarket berjejaring yang sudah beroperasi di Bangli serta tidak memperhatikan peraturan yang ada, Puja mengatakan bahwa Pemkab Bangli selama ini sudah memperhatikan terutama setelah Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Penataan Pasar

Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern diundangkan. Terhadap beberapa toko modern eksisting sebelum Perda Nomor 1 Tahun 2016 diundangkan, pihaknya tetap melakukan pembinaan agar menyesuaikan dengan perda tersebut. Sementara itu selain soal Ranperda tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, dalam jawaban Bupati yang disampaikan Puja, ditanggapi juga beberapa pemandangan fraksi atas tiga ranperda lainnya, yakni Ranperda tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Ranperda tentang Pokokpokok Pengelolaan Keuangan Daerah dan Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Kepelabuhan. (kmb40)

Bali Post/kmb40

RUSAK - Bangunan SMKN 1 Susut yang rusak akibat guncangan gempa beberapa waktu lalu.

Rusak Diguncang Gempa

Perbaikan Gedung SMAN 1 Susut Digelontor Rp 250 Juta Bangli (Bali Post) Sebanyak empat ruangan kelas SMAN 1 Susut yang mengalami rusak parah akibat guncangan gempa pada Agustus 2018 lalu, kini diperbaiki pemerintah. Kepala SMAN 1 Susut Dewa Gede Anom mengatakan, pemerintah pusat melalui Direktorat Pembinaan SMA telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 250 juta untuk perbaikan tersebut. Dikatakannya, anggaran tersebut sudah turun November lalu. Saat ini, perbaikannya dalam proses pengerjaan. Diperkirakan sekitar dua minggu ke de-

pan akan rampung. “Kalau tidak hujan, kira-kira dua mingguan lagi bisa selesai,” ungkapnya, Senin (21/1) kemarin. Nantinya setelah perbaikan selesai, seluruh siswa yang selama beberapa bulan terakhir di-merger akibat kekurangan ruangan, akan kembali belajar di ruang kelas semula. “Nanti kalau sudah selesai, muridnya kembali ke kelas masingmasing,” jelasnya. Selain SMAN 1 Susut, bangunan sekolah yang juga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa, yakni SMKN 1 Susut. Kerasnya

guncangan gempa telah menyebabkan atap ruangan lab multimedia ambrol. Kepala SMKN 1 Susut Ni Made Ciri Rimbawati saat dikonfirmasi kemarin mengatakan, perbaikan bangunan yang rusak akan dimulai Februari mendatang. Untuk membiayai perbaikan gedung itu, pihaknya mendapat kucuran dana dari APBD Provinsi Bali. Nilainya sesuai proposal sekitar Rp 150 juta. Dikatakannya, pascarusak diguncang gempa, kegiatan multimedia selama ini dipindah/dialihkan sementara ke ruang kelas. (kmb40)


15

Selasa Paing, 22 Januari 2019

Amin Santono Dituntut 10 Tahun Penjara Jakarta (Bali Post) Anggota DPR-RI Komisi IX nonaktif dari Fraksi Demokrat Amin Santono dituntut 10 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan karena terbukti menerima suap Rp 3,3 miliar untuk mengupayakan Kabupaten Lampung Tengah dan Sumedang mendapat alokasi tambahan anggaran.

Bali Post/ant

SIDANG - Terdakwa Amin Santono meninggalkan ruangan usai menjalani sidang tuntutan kasus dugaan suap dana perimbangan keuangan daerah RAPBN-Perubahan tahun anggaran 2018 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/1) kemarin.

WARUNG GLOBAL

Perajin Arak Mesti Difasilitasi dan Dibina TERNYATA selama ini pabrik minuman beralkohol di Bali telah menyumbang Rp 600 miliar tiap tahun. Jumlah yang cukup besar. Tetapi di sisi lain miras lokal hasil produksi perajin mikol di Bali sering dirazia. Ini merupakan sebuah pandangan yang keliru. Demikian menurut Kawan Global yang turut berpendapat dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Senin (21/1) kemarin. Berikut rangkumannya. ‘’Sanget dilematis,’’ kata Febri di Denpasar. Satu sisi mikol dilarang pemerintah dan dirazia. Di sisi lain menyumbang pendapatan yang lumayan besar. Jangan dilarang mestinya, karena mendapatkan untung yang besar. Warga Denpasar lainnya, Ketut Mursi, setuju dengan Febri. Kalau untung ya… sebaiknya jangan dilarang, apalagi ada wacana mikol atau miras mau dilegalkan. Ia sangat setuju. Jika mikol lokal dilegalkan, dikemas dengan baik, bisa dijadikan oleh-oleh khas Bali, misalnya, pasti bisa menyumbang lebih banyak, demikian Arya di Denpasar. ‘’Jika ada niat, pasti bisa,’’ imbuhnya. Rp 600 miliar? Fera di Tabanan cukup kaget dengan

jumlah sebanyak itu. Siapa saja yang menikmati? Apakah sudah memberikan kontribusi ke masyarakat Bali? Dengan jumlah yang cukup besar per tahun, menurut Werdha di Gianyar, selama ini industri mikol lokal yang katanya ilegal mau dilegalkan, di satu sisi sebelum akan dilegalkan, mikol sumbang Rp 600 miliar. Ia justru curiga ada tindakan diskriminasi antara perajin mikol lokal, karena selama ini perajin mikol lokal dirazia. Jika mendapat sumbangan disyukuri saja, demikian Suardana di Tabanan. Jika mikol menyumbang cukup banyak untuk pendapatan daerah Bali, ia berharap agar disumbangkan ke sektor pendidikan. Untuk mengangkat indus-

tri lokal masyarakat, pemerintahlah yang lebih banyak berperan, bukan malah melegalkan, demikian Nyoman Mastra di Gianyar. Sementara itu, Ayu di Petang punya pengalaman buruk soal razia pedagang mikol, dagangan diambil. Daripada demikian, sebaiknya dilegalkan saja. Ketut Suastika di Tabanan menyarankan sebaiknya perajin arak tradisional ini difasilitasi, dibina dalam satu wadah. Kemudian dikenakan pajak, pasti lebih besar lagi pemasukannya. Penyuling arak tidak harus sembunyi-sembunyi. Inilah prinsip berkeadilan. Kemudian Wayan Darmaya di Singaraja berharap jika memungkinkan lebih ditingkatkan lagi. (sikha p)

Kubah Lava Karena hujan dapat menyebabkan destabilisasi kubah lava. Air hujan jika masuk ke dalam sistem vulkanik dan berinteraksi dengan uap magma yang panas, bisa juga memicu terjadinya embusan bahkan letusan. Meski demikian, perlu diingat bahwa bukan hujan yang menyebabkan erupsinya, tetapi memang karena ada kelebihan tekanan di dalam tubuh gunungnya sehingga erupsi terjadi. ‘’Di mana hujan hanya menjadi faktor trigger dari luar, jika gunung apinya sedang kelebihan tekanan,’’ tegas Devy Syahbana. Disinggung apakah dengan adanya erupsi secara berdekatan ini, bakal memi-

cu lebih sering terjadi erupsi, Devy Syahbana menegaskan, tidak berani memastikan hal itu. Erupsi yang terjadi tergantung aktivitas gunungnya. ‘’Kita tidak bisa memprediksi persis kelakuan suatu gunung api ke depan. Kita hanya bisa mengikuti aktivitasnya dan melakukan respons yang sesuai dengan data yang ditunjukannya. Dan data saat ini menunjukkan bahwa erupsi masih berpotensi terjadi. Namun dengan eksplosivitas yang masih rendah, oleh karena itu kenapa statusnya masih level III (Siaga). Kalau data mengindikasikan bahwa potensi ancaman bahayanya dapat meluas melebihi 4 km maka rekomendasi akan diperluas. Namun sampai saat ini belum ada indikasi ke arah sana,’’ tegas Devy

Syahbana. Atas erupsi yang kembali terjadi ini, PVMBG tetap mengimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung Agung tidak melakukan aktivitas maupun pendakian. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktuwaktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru. Begitu juga bagi warga yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar dingin yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. (kmb41)

Selasa, 22 Januari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 11:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Jalan Kehidupan (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus and Friend Bali Channel Tourist TV Dialog Interaktif Halo kamtibmas Bali Channel Tourist TV Solusi Alternatif

12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:05 Wita 16:05 Wita 17:05 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 19:00 Wita

Soman Dharma Wacana Jalan Kehidupan (3) Berita Siang Klip Bali Bali Channel Tourist TV Klip Bali Lila Cita Sanggar Tari Supraba (2) Folk song Upakara Dunia kita Kartun Khirsna Garuda (3) Puja Trisandya Seputar Bali

19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Giliran Anda Orti Bali Folk Song Ista Dewata Ajeg Bali Tradisi Upacara Mapeda Penek, Lambang Kesuburan Bhuana Agung Lila Cita Calonarang Desa Adat Kuta (2) Berita dan Bincang Terkini Folk Song Bali Channel

‘’Menyatakan terdakwa Amin Santono terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dakwaan pertama. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun serta pidana denda sejumlah Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan,’’ kata jaksa penuntut umum KPK Nur Haris di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (21/1) kemarin. Tuntutan itu berdasarkan Pasal 12 huruf a UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana

diubah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. ‘’Hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah mewujudkan pemerintah yang bersih dari korupsi, kolusi, nepotisme, terdakwa berbelitbelit dan tidak mengakui perbuatannya,’’ tambah jaksa Nur Haris. JPU KPK juga menuntut pidana pembayaran uang pengganti sebesar Rp 2,9 miliar. ‘’Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa Amin Santono untuk mem-

bayar uang pengganti sejumlah Rp 2,9 miliar selambatlambatnya satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Jika dalam waktu tersebut tidak dibayar maka harta benda terdakwa disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Dalam hal terdakwa tidak punya harta yang cukup untuk membayar uang pengganti, terdakwa dipidana penjara selama dua tahun,’’ ungkap jaksa. Uang pengganti hanya sebesar Rp 2,9 miliar karena KPK sudah menyita Rp 400 juta dari penggeledahan yang dilakukan di rumah Amin. Terakhir, KPK juga menuntut pencabutan hak politik Amin Santono. ‘’Mencabut hak terdakwa untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun setelah terdakwa Amin Santono menjalani pidana pokok,’’ kata jaksa Nur Haris. Dalam perkara ini, Amin

Santono bersama-sama dengan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo dan konsultan Eka Kamaludin mengupayakan Kabupaten Lampung Tengah mendapat alokasi tambahan anggaran dari APBN 2018 dan Kabupaten Sumedang mendapat alokasi tambahan anggaran yang bersumber dari APBN Perubahan 2018. Amin meminta fee tujuh persen dari total anggaran yang diterima pemerintah daerah dengan pembagian kepada Amin Santono sebesar enam persen dan Eka serta timnya sebesar satu persen. Sidang akan dilanjutkan pada 28 Januari 2019 dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi). (ant)

Tak Boleh Ego Institusi Dalam Mitigasi Bencana Jakarta (Bali Post) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan bahwa tidak boleh ada ego institusi dalam menangani serta mitigasi bencana. ‘’Ini masalah nyawa orang, jadi harus ditangani seakurat mungkin, untuk meminimalisir korban baik jiwa maupun kerugian harta benda,’’ kata Jonan dalam membuka Geoseminar Mitigasi Bencana di Kementerian ESDM, di Jakarta, Senin (21/1) kemarin. Jonan menjelaskan, peristiwa tsunami di Selat Sunda menjadi pelajaran penting bagi para lembaga atau institusi terkait yang menenangani kebencanaan untuk bisa berkoordinasi dengan baik. Menurutnya, bencana geologi memang tidak ada yang bisa menghentikan, namun setidaknya prediksi dari gerakan tanah dan gejala alam lainnya misalkan gunung dan laut bisa dibaca datanya untuk dipahami pola prediksi.

Dengan adanya keterbukaan antarlembaga, maka tingkat keakuratan kebencanaan alam dalam memprediksi akan semakin besar, sehingga antisipasi bisa dilakukan lebih dini. ‘’Saran dari Presiden, kalau perlu ada pendidikannya tentang mitigasi dan dimasukkan kurikulum agar sosialisasi kebencanaan lebih tersebar dengan baik,’’ kata Jonan. Menteri ESDM menyarankan jika lembaga memiliki masukan terhadap penanganan bencana atau data yang bisa didiskusikan, ada baiknya dipersilakan mengundang instansi terkait misalnya LIPI, BMKG, PVMBG atau lainnya. Dengan keterbukaan tersebut diharapkan kejadian bencana seperti tsunami Selat Sunda dapat terkoordinir serta terkomunikasikan dengan baik secara terpusat dari pemerintah pusat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas. (ant)

”Saran dari Presiden, kalau perlu ada pendidikannya tentang mitigasi dan dimasukkan kurikulum agar sosialisasi kebencanaan lebih tersebar dengan baik.’’ Menteri ESDM Ignasius Jonan

Kualitas Hutan Kemudian, meningkatnya kualitas hutan dan vegetasi tutupan DAS dari 23 persen menjadi sekurang-kurangnya 30 persen, lestarinya ruang terbuka hijau perkotaan sekurang-kurangnya 30 persen, serta terwujudnya pembangunan konservasi DAS dan prasarana sumber daya alam (SDA), prasarana sumber daya air untuk menunjang kebutuhan air baku pada tahun 2025 sebesar 9.258 liter/ detik, transportasi, saranaprasarana air minum, air

limbah, persampahan, energi, dan telematika yang andal. Lantaran merevisi RPJPD sebelumnya, visi pembangunan daerah juga ikut berubah. Dari semula ‘’Bali Dwipa Jaya Berlandaskan Tri Hita Karana’’ menjadi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana. Menjaga/memelihara keseimbangan alam Bali merupakan sasaran pokok nomor tiga dari empat sasaran pokok yang hendak dicapai berdasarkan arah kebijakan pembangunan daerah Bali. Tiga sasaran pokok lainnya yakni mewujudkan pen-

ingkatan daya saing krama (manusia) Bali, mewujudkan penguatan kebudayaan Bali (genuine Bali), serta memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi/menghadapi munculnya permasalahan dan tantangan baru. Ketua Pansus I Ketut Tama Tenaya mengatakan, RPJPD dan RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali akan berhasil apabila mendapat dukungan total dari kabupaten/kota. Oleh karena itu, perlu ada koordinasi yang sangat baik. RPJMD khususnya, harus disesuaikan antara di provinsi dengan kabupaten/kota. ‘’Jadi

ini (RPJMD Provinsi) sebagai payungnya, harus dia menyesuaikan sehingga nyambung,’’ ujarnya. Tama mencontohkan target kemiskinan yang dipasang 1,0 - 1,5 persen. Sementara kabupaten/kota di Bali memiliki kemampuan yang berbeda dalam pengentasan kemiskinan. Di sisi lain, RPJMD dengan total 500 halaman itu juga akan terkait dengan RUU Provinsi Bali yang saat ini baru masuk long list Prolegnas DPR-RI. Ketika RUU Provinsi Bali disahkan, bisa jadi ada revisi RPJMD nantinya. (kmb32)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

Selasa Paing, 22 Januari 2019

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Guardiola Tuntut City Lebih Baik

Piala Asia 2019 Babak 16 Besar Minggu (20/1) Malam Iran vs Oman 2-0 Cina vs Thailand 2-1 Vietnam vs Yordania 4-2 Jadwal Senin (21/1) Malam Jepang vs Arab Saudi Australia vs Uzbekistan Uni Emirat Arab vs Kirgistan

Tiga Petinju Denpasar ke Pelatnas Denpasar (Bali Post) Tiga petinju Kota Denpasar yakni Kornelis Kwangu Langu di kelas layang (49 kg), Julio Bria (bantam/56 kg) dan Gregorius Ghed Dende (welter ringan/64 kg) dipanggil memasuki pelatnas SEA Games di Kupang, NTT, akhir Januari nanti. Kornelis dan Julio mendulang medali emas, sedangkan Gregorius meraih perunggu pada Kejurnas 2018 di Lampung, Desember lalu. ‘’Kornelis dan Julio masuk Tim A, sedangkan Gregorius masuk Tim B. Saya berharap ketiganya terpilih memperkuat timnas di SEA Games,’’ tutur pelatih Yulianus Leo Bunga di sela-sela melatih asuhannya di Sasana Adi Swandana Boxing Camp (ASBC), Panjer, Denpasar, Senin (21/1) kemarin. Petinju Denpasar lainnya yaitu Krispinus Mariano W. yang merebut perak di kelas layang ringan (46 kg) di Lampung tidak dipanggil oleh PP Pertina mengingat kelas ini tidak dipertandingkan pada SEA Games 2019 di Filipina. Kornelis optimis masuk tim inti mengingat di final kejurnas berhasil menaklukkan pesaingnya Maro Kali (NTT), sedangkan di semifinal mengalahkan Ingatan Llahi (Riau). Kornelis menyabet emas pada SEA Games 2015 di Singapura dan perak pada SEA Games 2013 di Myanmar. Menurut pelatih pelatnas I Gusti Made Adi Swandana, timnas SEA Games dibagi tiga yakni A, B dan C. Petinju yang turun di kelas yang sama akan diadu hingga menemukan yang terbaik di kelasnya. (022)

London – Manajer Manchester City Pep Guardiola jauh dari puas meski pasukannya menang 3-0 saat bertandang ke Huddersfield Town pada pekan ke-23 Liga Utama Inggris, Senin (21/1) dini hari kemarin. Kemenangan ini kembali memotong keunggulan Liverpool di puncak klasemen menjadi empat poin. Gol pertama City dihasilkan Danilo pada menit ke-18 yang merupakan gol ke-100 klub musim ini di semua kompetisi. Raheem Sterling mencetak gol kedua menanduk umpan silang Leroy Sane pada menit ke-54 dan Sane menjadikan skor 3-0 dua menit kemudian. Kemenangan keempat berturut-turut itu membawa City mengantongi 56 poin dari 23 pertandingan, sedangkan Liverpool masih di puncak klasemen dengan 60 poin setelah mengalahkan Crystal Palace 4-3, Minggu lalu. Sebaliknya bagi Huddersfield, kekalahan membuatnya hampir pasti terdegradasi dan berpisah dengan manajer David Wagner pekan ini. Seharusnya hasil itu menyenangkan, namun tidak buat Guardiola. ‘’Penting untuk menang. Kami telah mencetak banyak gol di semua kompetisi. Tapi cara kami bermain tidak pantas mendapatkan lebih dari tiga gol. Kami harus menuntut lebih banyak dari diri kami sendiri di setiap pertandingan dan melakukan yang terbaik. Kami akan meningkatkan di masa depan,’’ ujarnya. Dalam laga lainnya, Tottenham Hotspur mengatasi tuan rumah Fulham 2-1. Harry Winks mencetak gol penentu kemenangan tim tamu. Sebelumnya, Fernando Llorente menciptakan gol bunuh diri ke gawang Tottenham dan Dele Alli yang tampil lebih ganas menyamakan kedudukan. Dengan hasil tersebut, Spurs berada di peringkat ketiga dengan 51 poin, unggul empat poin dari Chelsea serta tujuh poin dari Arsenal dan Manchester KETIGA - Leroy Sane merayakan gol ketiga Manchester City ke gawang Huddersfield Town.

Kornelis Kwangu Langu

Bali Post/022

Serena Jungkalkan Halep Melbourne – Serena Williams menjungkalkan petenis nomor satu dunia Simona Halep dari Rumania dengan skor 6-1, 4-6, 6-4 pada babak 16 besar tunggal putri turnamen Australia Terbuka di Melbourne, Senin (21/1) kemarin. Kemenangan ini semakin mendekatkan petenis AS itu dengan gelar grand slam ke-24. Serena maju ke perempatfinal melawan unggulan ketujuh Karolina Pliskova (Ceko) yang di partai lainnya menyingkirkan Garbine Muguruza (Spanyol) 6-3, 6-1. ‘’Saya seorang pejuang, saya tidak pernah menyerah. Itu pertandingan yang intens dan ada beberapa poin yang luar biasa. Saya suka lapangan ini, sungguh keren bisa kembali,’’ katanya usai pertandingan. Unggulan keempat putri Naomi Osaka (Jepang) mengalahkan Anastasija Sevastova (Latvia) 4-6, 6-3, 6-4 untuk mengatur pertemuan dengan Elina Svitolina (Ukraina) guna mendapatkan tempat di semifinal. Svitolina melewati Madison Keys (AS) 6-2, 1-6, 6-1. ‘’Saya pikir hal terbesar bagi saya adalah keyakinan. Saya lebih percaya pada diri sendiri tahun ini daripada yang saya miliki tahun lalu,’’ ujar Osaka yang mengalahkan Serena di final AS Terbuka tahun lalu. Di bagian putra, Rafael Nadal (Spanyol) menghancurkan mantan petenis nomor empat dunia Tomas Berdych 6-0, 6-1, 7-6 (7/4) di babak keempat. Nadal selanjutnya menghadapi tantangan Frances Tiafoe (AS) yang menumbangkan unggulan kelima Kevin Anderson. ‘’Dia memiliki segalanya, cepat dan melayani dengan baik. Forehand-nya sangat cepat. Dia pemain yang sangat dinamis, agresif. Tentu saja dia berbahaya di perempatfinal,’’ sebut Nadal tentang calon lawannya. Lucas Pouille (Prancis) mencapai perempatfinal setelah mengalahkan Borna Coric (Kroasia) 6-7 (4/7), 6-4, 7-5, 7-6 (7/2). Pouille yang berusia 24 tahun akan bertemu unggulan 16 Milos Raonic (Kanada) untuk mendapat tempat di semifinal. Raonic melaju setelah menyisihkan Alexander Zverev (Jerman) 6-1, 6-1, 7-6 (7/5). (afp/kmb)

mad dan wakilnya Azwan Karim juga mesti membuat program dan prioritas kerja yang selanjutnya dilaporkan ke komite eksekutif (exco) PSSI untuk ditetapkan. ‘’Setelah lima atau tujuh orang anggota terkumpul baru kami tentukan program dan prioritasnya apa. Kami mau meniru komite ad hoc AFC yang bekerja sama dengan macam-macam pihak seperti interpol,’’ tuturnya. Komite Ad Hoc Integritas PSSI dibentuk untuk memerangi kasus pengaturan skor dan manipulasi pertandingan di Indonesia. Mereka dituntut menjalin kerja sama erat dengan semua pemangku kepentingan olahraga nasional, termasuk kepolisian. ‘’Secara umum nantinya kami dapat memberikan data terkait adanya gejala tidak beres dalam suatu laga. Akan

Karateka Dojo Jaya Murti Dalung.

dilakukan pula analisis apakah kasus itu masih masuk ranah PSSI atau tidak,’’ jelas Ahmad. Ahmad Riyadh merupakan Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur, sedangkan Azwan Karim adalah Direktur Klub Persita Tangerang yang juga Sekretaris Jenderal PSSI periode 2015-2016. Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono belum menutup kemungkinan diadakannya kongres luar biasa (KLB) untuk mencari ketua umum PSSI yang baru. ‘’Jika memang para pemilik suara meminta KLB, itu harus diadakan sesuai Statuta PSSI,’’ tegasnya. Berdasarkan pasal 30 Statuta PSSI, KLB bisa digelar jika 50 persen atau 2/3 delegasi membuat permohonan tertulis untuk itu. Pemilik suara PSSI berjumlah 85. (ant)

Bali Post/ist

Jaya Murti Sabet Tiga Emas di Malang Mangupura (Bali Post) Karateka dari Dojo Jaya Murti Dalung, Badung, berhasil menyabet 3 medali emas, 6 perak dan 3 perunggu dalam kejuaraan karate se-Jawa dan Bali Ujwala Cup IV/2019 memperebutkan Piala Danyonif Para Raider 502/UY Kostrad di Gedung Serba Guna Soegondo Jabung, Kabupaten Malang, 19-20 Januari lalu. Medali emas dipersembahkan

I Gusti Bagus Satria Pramana yang turun di nomor kumite -30 kg SD kelas I-III, Putu Widya Vidari Gadhi (kumite +40 kg SD kelas IV-VI) dan Ni Kadek Ocha Avista Octavia (kumite -40 kg SMP). Perak dihasilkan I Putu Rafa Alvaro Nata Prawia Murti (kumite -40 kg SD kelas IV-VI), Adrian Eka Cahya (kumite +35 kg prapemula), Nyoman Manik Ganggayana (kumite -30 kg SD kelas IV-VI), Ni Komang Astrid

Messi Lionel Messi yang turun dari bangku cadangan membawa Barcelona menang 3-1 atas Leganes dalam pertandingan La Liga Spanyol di Nou Camp. Tembakan kerasnya pada menit ke-90 dari luar kotak penalti melahirkan gol ketiga Barca dan gol ke18 baginya musim ini. Ousmane Dembele membuat gol pertama dan Luis Suarez menyumbangkan gol kedua bagi Barca. Hasil itu itu membuat Barcelona mengantongi 46 poin di puncak klasemen La Liga, unggul lima poin dari Atletico Madrid di peringkat kedua setelah menjalani 20 laga. Atletico Madrid (41) di posisi kedua disusul Real Madrid (36), Sevilla (33) dan Alaves (32). Napoli mencetak dua gol sebelum turun minum sebelum menyudahi perlawanan Lazio yang bermain dengan 10 orang dengan skor 2-1 di Liga Italia. Kemenangan ke15 dalam 20 pertandingan ini menempatkan Napoli di peringkat kedua klasemen berjarak enam poin dari pemuncak Juventus. Inter Milan di peringkat ketiga dan AS Roma di posisi keempat. Tembakan Jose Callehon menjebol gawang Lazio memanfaatkan assist dari Dries Mertens pada menit ke-34. Milik menggandakan keunggulan Napoli tiga menit kemudian lewat tendangan bebas. Gol Lazio diciptakan Ciro Immobile pada menit ke-65. (afp/kmb/ant/rt)

Rose Menangkan Timberwolves

Komite Ad Hoc Integritas PSSI Beranggotakan Akademisi-Polisi

Mangupura (Bali Post) – Komite Khusus (Ad Hoc) Integritas Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan beranggotakan orang-orang non-sepak bola, meliputi akademisi hingga polisi. Ini dikatakan Ketua Komite Khusus Integritas PSSI Ahmad Riyadh usai Kongres Tahunan PSSI 2019 di kawasan Nusa Dua, Badung, Minggu (20/1) malam. ‘’Saya berharap para anggota akan ada yang merupakan ahli hukum, berasal dari instansi hukum misalnya kejaksaan atau pengadilan, kepolisian dan dari akademisi,’’ ujar Ahmad. Ketua dan Wakil Ketua Komite Ad Hoc Integritas diberikan waktu selama maksimal dua minggu oleh kongres PSSI untuk membereskan organisasi. Selain mencari lima sampai tujuh anggota, Ah-

United di ranking kelima dan keenam. Manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, memuji permainan asuhannya yang tampil tanpa Harry Kane dan Son Heung-min yang membela timnas Korea Selatan di Piala AFC. ‘’Penyelesaian yang luar biasa. Itulah kenapa sangat penting untuk yakin,’’ sebutnya.

Aulia (kumite +40 kg SD kelas VI-VI), Ni Kadek Ayu Febri Erawati (kumite -55 kg SMA) dan Kadek Kristina Dwi Damayanti (kumite -40 kg pemula). Sementara tiga karateka peraih perunggu adalah Kadek Chery Valerie Alika Murti (kumite -30 kg prapemula), Ni Luh Putu Brabha Kartika (kumite +54 kg kadet) dan Ketut Agus Rahadiawan (kumite -25 kg SD kelas IV-VI). (022)

Minnesota – Derrick Rose mencetak tiga angka pada 0,6 detik tersisa untuk mengangkat Minnesota Timberwolves menang 116114 atas Phoenix Suns dalam lanjutan kompetisi NBA, Senin (21/1) kemarin. Rose bersama Karl-Anthony Towns membuat total 61 poin untuk Wolves. ‘’Itu tentang waktu saya memukul tembakan seperti itu. Saya harus kembali ke ritme permainan. Saya percaya pada diri saya dan saya mengerjakan ini sepanjang waktu,’’ kata yang menghasilkan 29 dari 31 poinnya di babak kedua dan Towns mencetak 28 dari 30 poinnya di babak pertama. T.J. Warren mencetak 21 poin dan Devin Booker dan Kelly Oubre masing-masing menambahkan 18 poin untuk Suns yang kalah dalam empat pertandingan tandang terakhirnya. Rekor menang-kalah mereka sebagai tamu turun menjadi 4-20 musim ini. Di tempat lain, Tobias Harris mencetak 27 poin ketika Los Angeles Clippers mengakhiri kekalahan lima pertandingan dengan kemenangan 103-95

atas San Antonio Spurs. Harris juga memiliki 9 assist dan 9 rebound, Patrick Beverly membuat 18 poin dan 12 rebound untuk Clippers di depan kerumunan 18.300 penonton di arena AT&T Center. ‘’Itu adalah kemenangan besar. Kami bermain sangat efektif,’’ ujar Harris. LaMarcus Aldridge mencetak 30 poin dan 14 rebound, Rudy Gay memiliki 19 poin dan Marco Belinelli menambahkan 12 poin untuk Suns. Sementara DeMar DeRozan yang kembali setelah absen satu pertandingan hanya menyumbang 8 poin. Victor Oladipo mencetak 16 dari 21 poinnya di babak kedua dan Darren Collison selesai dengan 19 poin ketika Indiana Pacers membukukan kemenangan keempat dalam lima pertandingan dengan memukul Charlotte Hornets 120-95. Kemba Walker memimpin dengan 23 poin, Malik Monk menghasilkan 11 poin dan Bismack Biyombo membuat 10 poin untuk Hornets yang sebelumnya mengoleksi tiga kemenangan beruntun. (afp/kmb)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 22 Januari 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu