Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Tumbuh tetapi Rapuh DATA statistik terkait indikator ekonomi menunjukkan bahwa Bali baik-baik saja. Tingkat pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan ekonomi, semuanya rendah. Inflasi juga terkendali. Sementara pertumbuhan ekonomi, dalam kondisi ekonomi nasional dan global yang lesu, pencapaian di atas 5,9 persen, Bali termasuk paling tinggi secara nasional. Untuk mengukur tingkat perekonomian suatu wilayah baik negara maupun daerah, umumnya dipergunakan tingkat pertumbuhan ekonomi. Secara teori, pertumbuhan yang meningkat berkorelasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, jika ekonomi Bali terus bertumbuh dengan baik, secara teori masyarakat Bali juga makin sejahtera. Sementara kontraksi, atau penurunan pertumbuhan ekonomi akan dimaknai sebagai sebuah bencana. Ekonomi Bali di tahun 2018 meski belum kembali ke performa terbaiknya karena pertumbuhannya hanya ratarata mencapai 5,9 persen, dinilai sejumlah pihak cukup positif. Jika situasi dan kondisi Bali tetap stabil, tidak ada peristiwa yang membuat wisatawan takut ke Bali, maka 2019 nanti perekonomian Bali akan terus tumbuh mencapai performa terbaiknya. Meski pihak BI sendiri hanya berani memasang angka pertumbuhan maksimal 6,4 persen saja. Namun di sisi lain, efek negatif pertumbuhan ekonomi adalah penggunaan lebih banyak sumber daya yang tersedia. Semakin tumbuh tinggi, semakin banyak pula sumber daya yang diperlukan. Mengejar pertumbuhan tinggi, harus bersiap dengan pengorbanan yang lebih banyak. Misalnya saja pengorbanan alih fungsi lahan dari pertanian ke lahan industri atau permukiman. Dalam konteks Bali, misalnnya. Pertumbuhan ekonomi yang banyak diakselerasi pariwisata akan menuntut lebih banyak lahan-lahan untuk pembangunan sarana akomodasi dan infrastrukur penunjang lainnya. Rata-rata alih fungsi lahan pertanian di Bali mencapai 537 hektar per tahun. Jika dipersentasekan alih fungsi lahan ini melaju di angka 0,067 persen, berada di atas rata-rata yang alih fungsi lahan dianggap wajar yakni 0,05 persen. Dampak negatif pertumbuhan ekonomi dari pariwisata akibat buruknya manajemen adalah dalam hal kerusakan lingkungan yang makin hari makin parah. Hal. 15 Sarana Akomodasi
Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
’’Bali perlu mengantisipasi pertumbuhan ekonomi yang mengandalkan sektor pariwisata karena dipastikan ada dampaknya.’’
Struktur Ekonomi Bali Harus Diubah
Adi Nugroho Kepala BPS Bali
Pertumbuhan ekonomi Bali selalu di atas rata-rata nasional. Jika ekonomi nasional di tahun 2018 hingga triwulan III hanya mencatat pertumbuhan 5,2 persen, maka ekonomi Bali di periode yang sama berada di angka 6,24 persen. Namun pertumbuhan ekonomi Bali yang tinggi ini masih ditopang sektor tersier yang berarti mengandung risiko tinggi dan sangatlah rentan. Memasuki tahun 2019 dan seterusnya, Bali memerlukan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Langkah besar yang harus segera dilakukan adalah mengubah struktur perekonomian Bali dari penopang utama sektor tersier ke sektor primer. Data yang dirilis Bank Indonesia Perwakilan Bali awal Desember 2018 menyebutkan pertumbuhan ekonomi Bali berada di bawah rata-rata nasional hanya pada triwulan IV 2017. Masa sebelum dan sesudah triwulan IV 2017, ekonomi Bali selalu di atas rata-rata nasional termasuk tahun 2018. Meski belum mengeluarkan data final, mengingat masih ada beberapa hari memasuki akhir tahun, Kepala Perwakilan
BI di Bali Causa Iman Karana memprediksi pertumbuhan ekonomi Bali di 2018 ini akan mencapai kisaran 5,9 persen sampai dengan 6,24 persen. Pertumbuhan ekonomi memang menjadi indikator utama tingkat perekonomian sebuah daerah. Masih ada indikator lain seperti tingkat inflasi, angka pengangguran, tingkat kemiskinan dan gini ratio (kesenjangan pendapatan antara yang kaya dengan miskin).
Indikator Perekonomian Bali 2018 Pertumbuhan Ekonomi
5,9% - 6,3%
’’Salah satu langkah yang perlu segera dilakukan adalah mengubah komposisi sektor penyumban g pertumbuhan ekonomi yakni dari tersier ke sekunder dan primer.’’
Pada indikator-indikator ini, kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali Ir. Adi Nugroho, M.M., Bali di tahun 2018 juga menunjukkan angka positif. ‘’Inflasi di Bali sangat terkendali masih ada di rentang inflasi nasional yakni 3,5 persen plus satu,’’ kata Adi Nugroho. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Bali per Agustus 2018, berdasarkan data BPS menjadi terendah secara nasional yakni 1,3 persen. Sementara angka kemiskinannya pada Maret 2018 ada diangka 4.01. Hal. 15 Akan Berdampak
Kesenjangan Ekonomi
I.B. Raka Suardana Guru Besar Undiknas
’’Semua komponen di Bali harus segera secara bersamasama memikirkan, bagaimana pariwisata Bali dirancang agar dapat menghidupi sektor lain. Jangan sampai pariwisata menghancurkan pertanian.’’ I Gusti Kade Sutawa Ketua AMPB
’’Pertumbuhan ekonomi Bali lebih dari 65 persen ditopang dari sektor tersier, di mana pariwisata termasuk di dalamnya. Realita ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi demikian rentan dan berisiko tinggi, sehingga belum dapat dikatakan sebagai pertumbuhan ekonomi yang sehat.’’
0,377%
Pengangguran Terbuka
1,37% Kemiskinan
4,01% Inflasi
3,43%
Wiasthana Ika Putra Ketua Bappeda Bali
Teluk Benoa Kembali Terancam
KKP Keluarkan Izin Lokasi Reklamasi Denpasar (Bali Post) Teluk Benoa tak pernah sepi masalah. Setelah sempat reda sekitar tiga bulan, kawasan suci itu kembali terancam. Pasalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI kembali menerbitkan izin lokasi reklamasi per 29 November 2018. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali pun membenarkan hal itu. Kendati secara formal, tembusan izin lokasi itu belum diterima oleh Pemprov. ‘’Saya kemarin rapat konsultasi teknis Dokumen Antara RZWP3K di Kementrian Kelautan. Salah satu Kasubdit yang
menangani itu menyatakan bahwa sudah ditandatangani izin lokasi reklamasi Teluk Benoa,’’ ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Made Gunaja, Kamis (20/12) kemarin. Gunaja mengaku tak lantas menelusuri informasi itu secara lebih detail lantaran
Pusat Abaikan Aspirasi Rakyat Bali
Denpasar (Bali Post) Direktur Eksekutif Walhi Bali Made Juli Untung Pratama mempertanyakan keberpihakan pemerintah utamanya Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti terhadap rakyat Bali. Sebab, terbitnya izin lokasi sama dengan mengabaikan aspirasi rakyat Bali selama ini. ‘’Bagaimana bisa Menteri Susi lebih mendengarkan satu investor dibandingkan aspirasi rakyat Bali dengan 39 desa adat yang menolak reklamasi Teluk Benoa selama lima tahun,’’ ujarnya, Kamis (20/12) kemarin. Walhi Bali, lanjut Untung Pratama, selama ini berupaya keras agar Teluk Benoa masuk sebagai kawasan konservasi maritim dalam
Dishub Denpasar Siapkan ’’Rest Area’’
Halaman 2 BUMDes Nyambu Tak Serobot Usaha Rakyat Tujuan pendirian BUMDes adalah menggali potensi desa dan menjadikan masyarakat desa sejahtera. Begitu pula dengan BUMDes Desa Nyambu. Makanya, dalam menjalankan usaha, BUMDes Desa Nyambu berusaha untuk tidak menyerobot bidang usaha yang sudah dijalankan masyarakat setempat.
Halaman 7
masih fokus untuk paparan RZWP3K. Oleh karena itu, belum diketahui apakah izin lokasi tersebut merupakan perpanjangan izin lokasi sebelumnya ataukah izin baru. Kalau memang izin baru, mestinya ada komunikasi yang dilakukan oleh KKP dengan Pemprov Bali. Khu-
’’(Izin lokasi) harus batal, karena tidak ada rekomendasi pemerintah daerah dan bertentangan dengan aturan yang masih berlaku seperti RTRWP Bali. Terpenting, akan bertentangan pula dengan visi-misi Gubernur terpilih yang diejawantahkan pada RPJMD yang juga akan disampaikan ke DPRD, Januari 2019.’’
Dokumen Antara RZWP3K (Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil). Namun dalam Konsultasi Teknis Dokumen Antara RZWP3K Provinsi Bali di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Jakarta, Rabu (19/12) lalu, justru terkuak mengenai terbitnya izin lokasi rencana reklamasi Teluk Benoa pada 29 November 2018. ‘’Di tengah upaya konservasi tersebut, justru secara diam-diam Menteri Susi Pudjiastuti menerbitkan izin reklamasi. Mengabaikan semua aspirasi tentang Teluk Benoa yang terakomodir di dalam dokumen RZWP3K,’’ sesalnya. Hal. 15 Menteri Susi
Kasus Pembunuhan Tiga Anak Kandung
PN Gianyar sudah menerima memori kasasi dari Kejari terkait kasus pembunuhan tiga anak yang dilakukan ibu kandungnya, Ni Luh Putu Septyan Permadani. Sebelum memori kasasi dikirim ke Mahkamah Agung, PN Gianyar kini menunggu kontra memori kasasi dari kuasa hukum terdakwa Septyan hingga batas waktu 28 Desember mendatang.
Halaman 9 Karya Agung di Pura Dasar Buana Gelgel
Pura Dasar Buana Gelgel, Klungkung, Kamis (20/12) kemarin sejak pagi nampak ramai. Krama setempat ngaturang ngayah mempersiapkan rangkaian karya ke-15 dari 33 rangkaian karya secara keseluruhan di pura tersebut. Pada tahapan karya kemarin, digelar upacara Tawur Gentuh, Mapenyejeg Bumi, Melaspas, Mendem Padagingan, Masupati Pratima, dan Karya Pangingkup. Tujuan utamanya adalah untuk menyucikan parhyangan Ida Batara.
Halaman 12
susnya terkait permohonan rekomendasi atau pertimbangan teknis dari gubernur. ‘’Sementara saya selaku pembantunya Pak Gubernur, yang diserahi tugas dan tanggung jawab di bidang kelautan dan perikanan, saya merasa tidak ada perintah dari Pak Gubernur untuk memproses itu. Tiba-tiba kemarin ada informasi seperti itu. Secara formal, saya belum menerima tembusan maupun surat dari izin lokasi
Adhi Ardhana Anggota DPRD Bali
’’…sesuai regulasi yang ada mestinya tidak bisa lagi. Sebab, izin lokasi yang dimiliki PT TWBI sudah tidak bisa diperpanjang lagi setelah berakhir pada 25 Agustus 2018 lalu.’’ I Made Gunaja KadisKelautan dan Perikanan Bali
tersebut,’’ imbuhnya. Kalau ternyata perpanjangan, lanjut Gunaja, sesuai regulasi yang ada mestinya tidak bisa lagi. Sebab, izin lokasi yang dimiliki PT TWBI sudah tidak bisa diperpanjang lagi setelah berakhir pada 25 Agustus 2018 lalu. Meski demikian, pihaknya tidak mau berandai-andai apakah izin lokasi tersebut merupakan izin baru atau perpanjangan. Yang jelas, memang ada informasi mengenai
terbitnya izin lokasi untuk reklamasi Teluk Benoa. ‘’Karena (izin lokasi - red) belum sampai, saya belum membaca itu. Baru sebatas informasi. Proses itu kan panjang, setelah diteken, verifikasi, pendaftaran, cari nomor, keputusan, itu kan berproses,’’ jelasnya. Lebih lanjut, Gunaja akan mengonsultasikan keluarnya izin lokasi tersebut dengan Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali. Selaku Ketua
Pokja Penyusunan RZWP3K, pihaknya juga menerima aspirasi masyarakat yang menginginkan Teluk Benoa dikembalikan menjadi kawasan konservasi. Di sisi lain, ada regulasi yang menetapkan peruntukan di Teluk Benoa. Teluk Benoa juga menjadi bagian dari kawasan strategis nasional yang secara kewenangan merupakan kewenangan pemerintah pusat. Hal. 15 Jelas Melanggar
WAKIL Gubernur Bali Cok Ace menanggapi tentang kembali keluarnya izin lokasi reklamsi Teluk Benoa. Pada pernyataan tertulisnya, Cok Ace menyebutkan, ‘’Sebagaimana visi kami ‘Ngewangun Sat Kertih Loka Bali’ bermakna bahwa keyakinan dan alam Bali memang tidak menghendaki adanya reklamasi Teluk Benoa. Untuk itu saya akan terus mengawal keyakinan tersebut demi Bali yang saya hormati dan saya cintai.’’ Sebelumnya, pada 24 Agustus 2018 lalu, Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyatakan rencana reklamasi di kawasan Teluk Benoa Bali tidak bisa dilaksanakan. Di hadapan awak media, Koster mengatakan secara administratif sebetulnya tidak ada perpanjangan izin lokasi. Masa berlaku izin lokasi PT TWBI selama lima tahun bahkan sudah habis pada Desember 2017 lalu. ‘’Bila dalam waktu lima tahun tidak ada kemajuan,
maka izin pengelolaannya bisa dievaluasi. Sebenarnya sudah habis, sudah gugur dengan sendirinya. Jadi rupanya orang tidak tahu bahwa habisnya masa berlaku lima tahunnya itu adalah Desember 2017. Saya sudah baca dokumennya, lengkap,’’ katanya yakin di Rumah Transisi, Renon, Denpasar kala itu. Secara keseluruhan, ada delapan poin pernyataan sikap tentang rencana reklamasi Teluk Benoa yang dibacakan Koster. Selain menyatakan rencana itu tidak bisa dilaksanakan, Ketua DPD PDI-P Bali ini juga mengimbau kelompok masyarakat tertentu yang pro dan kontra agar tidak lagi melakukan aksi demonstrasi. Poin pernyataan sikap lainnya, kawasan Teluk Benoa akan dikonservasi kembali sebagai kawasan untuk melestarikan hutan mangrove dan menjadikannya sebagai kawasan yang hijau, bersih, dan indah. Kendati demikian, pernyataan sikap Koster-Ace sama sekali tidak menyinggung soal
Perpres No.51 Tahun 2014. Padahal, peluang investor untuk mereklamasi Teluk Benoa demi kepentingan bisnis baru benar-benar akan tertutup jika Presiden mencabut Perpres tentang Perubahan atas Perpres No.45 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) itu. Menurut Koster, Perpres tidak hanya mengatur tentang Teluk Benoa. Namun Perpres Sarbagita itu justru dikatakan mengatur pula sejumlah wilayah di Indonesia. Pencabutan perpres malah disebut akan merugikan daerah lain yang butuh aturan itu. ‘’Perpres tidak menyuruh melakukan reklamasi, tetapi perpres mengatur kalau mau melakukan reklamasi, boleh. Siapa yang membolehkan? Banyak pihak, salah satunya gubernurnya. Kalau gubernur bilang tidak, ya… tidak bisa. Jadi tidak tergantung sama perpres,’’ jelasnya kala itu. (kmb32)
Tetap Kawal Keyakinan Demi Bali
Sistem Pemilu Pengaruhi Maraknya OTT Kepala Daerah Jakarta (Bali Post) Banyaknya operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat Negara, baik di pusat maupun di daerah, terutama kepala daerah pada tahun 2018 menjadi catatan hukum akhir tahun DPP PDI Perjuangan. Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan menyoroti sistem pemilu berbiaya mahal menjadi salah satu faktor penyebab maraknya korupsi oleh kepala daerah. ‘’Di kampung saya, Tobasa, orang mau jadi bupati itu setidaknya butuh Rp 30 miliar. Sementara gaji bupati itu Rp 5 sampai
10 juta per bulan ditambah tunjangan serta dana taktis sekitar Rp 50 juta sampai 70 juta per bulan. Bagaimana dia bayarnya (biaya pengeluaran pilkada)?’’ kata Trimedya saat memaparkan Catatan Hukum Akhir Tahun 2018, di Jakarta, Kamis (20/12) kemarin. Catatan yang dikemas dalam karya buku itu dihadiri Hendardi dari Setara Institute dan Guru Besar Hukum Pidana UGM Prof. Eddy O.S Hiariej. Trimedya mengajak seluruh pihak untuk merefleksi dan mengevaluasi tentang sistem pemilu langsung berbiaya mahal, apakah sudah tepat atau perlu diubah dengan mengembalikannya ke DPRD untuk memilih kepala daerah.
‘’Apakah perlu dipertimbangkan kembali pemilihan lewat anggota Dewan?’’ ujarnya. Termasuk pemilu sistem pemilihan calon anggota legislatif (caleg) baik di pusat (DPR) dan di daerah (DPRD) dengan sistem proporsional terbuka yang saat ini diberlakukan. ‘’Apakah sistem pemilihan terbuka yang sudah berlaku selama dua periode ini, telah menghasilkan DPR dan DPRD yang berkualitas dibanding dengan DPR dan DPRD sebelumnya di awal reformasi,’’ kata Wakil Ketua Komisi III DPR ini. Meski sejumlah kepala daerah asal PDI Perjuangan diakuinya banyak terkena OTT oleh KPK, Trimedya
tetap mengapresiasi kinerja lembaga antikorupsi tersebut. Namun, dia mengingatkan agar KPK tidak hanya gencar dalam penindakan, tetapi juga pencegahan dengan cara memberikan sosialisasi dan pendidikan antikorupsi kepada kader-kader parpol. Hal lain yang juga menjadi sorotan adalah meningkatnya kinerja Polri berdasarkan hasil kajian internal partai dan survei sejumlah lembaga independen, pascadibentuknya Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). ‘’Kinerja Kejaksaan dari sejak Jaksa Agung Prasetyo dilantik tidak ada peningkatan yang luar biasa. Kepolisian justru ada perbaikan di bawah kepe-
mimpinan Pak Tito Karnavian. Sekarang banyak orang kecewa tidak bisa titipkan anak dan saudaranya masuk polisi, dan itu baik,’’ kata Trimedya. Di musim kampanye pemilu saat ini, Trimedya berharap Polri bersama TNI bisa terus bersinergi menjaga keamanan. ‘’Utamanya pada masa krusial, Februari sampai April,’’ pintanya. Hiruk-pikuk politik belakangan ini, dinilainya tidak lepas dari masa kampanye pemilu yang panjang yaitu tujuh bulan. Menurutnya, kampanye maksimal cukup dua bulan. Hal. 15 Semakin Besar
DENPASAR
2 FIGUR
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
Tempat Pedagang Pasar Badung Diundi
Harus Mulai Bangun SDM Pemindahan Dijadwalkan 27-28 Desember KAMAR Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali berharap pemerintah mulai membangun SDM Bali. Karena ini adalah momen yang tepat membangun SDM, mengingat 60 persen penduduk Bali adalah usia produktif. Ketua Umum Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, untuk membangun SDM dan memanfaatkan SDM usia produktif yang jumlahnya besar ini, pemerintah harus memberikan pendidikan yang mapan. “Pemerintah harus menyiapkan dana-dana pendidikan untuk mendidik usia produktif itu, bersekolah ke tingkat nasional dan internasional. Artinya, menyiapkan beasiswa untuk masyarakat usia produktif ini bersekolah di luar negeri,” beber Caleg DPR-RI Dapil Bali ini, Kamis (20/12) kemarin. Selain itu pemerintah diharapkan memberi insentif kepada siswa magang di luar negeri yang bekerja di sektor pariwisata. “Ini perlu difasilitasi pemerintah. Tentu sebelumnya dididik dengan bahasa dan komunikasi,” imbuhnya. Dari sisi keuletan, kerajinan, dan kesabaran, SDM Bali tidak kalah saing. Namun, dari sisi komunikasi dan penguasaan teknologi masih perlu ditingkatkan. Pemerintah diharapkan mampu membuat atau bekerja sama dengan dunia internasional terutama negara RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) untuk mengirim tenaga kerja ke sana. Selain itu, mereka juga bisa dididik di sana dan setelah kembali bisa membangun daerahnya. “Kemudian menyekolahkan mereka ke sana terutama kabupaten/kota yang punya pendapatan lebih misalnya Badung dan Denpasar seharusnya yang diutamakan adalah membangun SDM-nya,” pungkasnya. Agar SDM Bali mampu bersaing dengan dunia internasional, pemerintah harus menyiapkan anggaran untuk membangun SDM. Pemerintah harus menyiapkan anggaran yang lebih banyak lagi untuk membangun SDM Bali yang nantinya mampu bersaing dengan dunia internasional. “Pada intinya mendorong SDM mencari pengalaman di luar Indonesia,” imbuhnya. Kadin Bali ingin agar pemerintah fokus membangun SDM yang bisa bersaing di dunia internasional. “SDM Bali harus mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Terutama dalam penguasaan bahasa. Karena kita daerah turis,” tegas caleg dari Partai Gerindra nomor urut 2 ini. (may)
Bali Post/ara
UNDI - Suasana pengambilan nomor undian untuk tempat pedagang di Pasar Badung, kemarin. Denpasar (Bali Post) – Pemindahan pedagang Pasar Badung dijadwalkan pada 27-28 Desember 2018. Menjelang proses relokasi ke Pasar Badung, langkah awal
yang telah dilakukan PD Pasar yakni pemetaan zona pedagang di masing-masing lantai. Setelah berhasil memetakan zona pedagang, kini giliran pemilihan tempat oleh para
pedagang. Proses ini dilakukan dengan cara mengambil nomor undian, Kamis (20/12) kemarin. Dirut PD Pasar Denpasar I.B. Kompyang Wiranata didampingi Direktur Umum A.A.
Ngurah Yuliarta di sela-sela pengundian tempat di Pasar Badung eks Tiara Grosir Jalan Cokroaminoto mengatakan, upaya ini untuk memudahkan pedagang menempati tempat yang baru nanti. Karena dijadwalkan pedagang ini akan pindah ke tempat semula di Pasar Badung, Jalan Gajah Mada, Kamis (27/12) atau Jumat (28/12) mendatang. Dikatakan, melalui pengundian yang dilakukan secara terbuka, untuk menghindari adanya keluhan dari pedagang soal penempatannya nanti. Bila dilakukan secara terbuka dan transparan, maka pedagang tidak akan mengeluh. “Ini dilakukan secara terbuka dan diketahui oleh pedagang masing-masing,” kata mantan Ketua Komisi II DPRD Denpasar ini. Kompyang Wiranata mengatakan, sebelum dilakukan pengundian ini, pihaknya beberapa kali menggelar pertemuan dengan pedagang un-
tuk mencari format yang baik untuk menentukan tempat dan juga zona pemanfaatan. “Intinya, kita melakukan secara terbuka dan transparan, sehingga meminimalisir keluhan,” katanya. Yuliarta menambahkan, pengundian kemarin dilakukan untuk pedagang di lantai satu dan dua. Pada lantai ini akan terdapat 448 pedagang dan lantai dua sebanyak 483 pedagang. Di lantai satu ini akan ada pedagang ikan basah (57), kelapa parut (10), daging sapi (86), daging babi (33), daging ayam (76), daging kambing (10), bumbu (103), tempe tahu (20), beras (38), tembakau (12), ikan asin (1), es balok (2). Sementara untuk di lantai dua akan ada 483 pedagang yang terdiri dari pedagang sayur (207), buah (193), canang (47), telur (19), dan janur (17). “Untuk pedagang lantai tiga dan empat kita akan undi besok (hari ini -red),” katanya. (kmb12)
Zona Pedagang di Masing-masing Lantai Kategori kios
Kategori Los
Nataru, Warga Dilarang Bunyikan Mercon Respons Tinggi KEBIJAKAN pemutihan bunga dan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) bisa dikatakan sukses. Pasalnya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali berhasil membukukan unit kendaraan dan pendapatan melebihi target yang sudah ditentukan. Selama empat bulan penuh, ada 320 ribu lebih unit kendaraan yang mengikuti pemutihan dari target 201 ribu lebih. Dari sisi pendapatan, Bapenda meraup Rp 163,491 miliar dari target Rp 96 miliar lebih. “Saya melihat respons masyarakat terhadap pemutihan ini cukup tinggi. Tentu harapan kita ke depan, tidak saja masyarakat kita menunggu kebijakan ini dari Pemprov Bali. Melainkan juga berpartisipasi menyelesaikan secara reguler, sehingga tidak ada persoalan tunggakan pajak dan database kendaraan di kemudian hari,” ujar Kepala Bapenda Provinsi Bali I Made Santha, di Denpasar, Kamis (20/12) kemarin. Data 5 tahun terakhir, lanjut Santha, kendaraan bermotor yang beroperasi di Bali dengan status kepemilikan Bali sekitar 3,15 juta unit. Tapi yang sudah membayar pajak reguler hanya sebanyak 2,7 juta unit. Dengan demikian, ada sekitar 450 ribu unit kendaraan yang mesti menyelesaikan persoalan tunggakan pajaknya. “Tetapi kalau kita melihat tadi responsnya ada kurang lebih sekitar 320 ribu unit, berarti sekitar 130 ribu unit kendaraan yang masih menjadi piutang pajak atau nunggak pajak,” imbuhnya. Santha menambahkan, seluruh wajib pajak yang masih menunggak akan diberikan ruang untuk menyelesaikan kewajibannya di 2019 mendatang. Mengingat, Peraturan Kapolri No.5 Tahun 2012 akan segera dilaksanakan menyangkut tentang kendaraan yang menunggak pajak sampai 5 tahun akan dikeluarkan dari regident sehingga dianggap bodong. “Data 5 tahun terakhir ini, yang banyak nunggak saya lihat 1 sampai 3 tahun. Kemudian dari kurang lebih 450 ribu unit kendaraan, 92 persen adalah kendaraan roda dua yang nunggak pajak,” tandasnya. (rin)
Topik :
Denpasar (Bali Post) Serangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), warga sering menyalakan petasan dan mercon. Tahun ini, Pemerintah Kota Denpasar melarang warga membunyikan petasan dan mercon saat menyambut hari Natal dan Tahun Baru 2019 mendatang. Larangan ini untuk menghindari adanya gangguan keamanan serta bahaya lainnya akibat main mercon. Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Anom Sayoga, Kamis (20/12) kemarin mengatakan, larangan membunyikan petasan, mercon dan sejenisnya sudah disampaikan kepada masing-masing desa melalui surat edaran. ‘’Kami berharap agar warga tetap menjaga kondusivitas dan kenyamanan saat
merayakan Natal dan Tahun Baru 2019 ini,’’ katanya. Dikatakan, terkait larangan tersebut, Pemerintah Kota Denpasar telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 300/3036/Satpol PP/2018 yang telah ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar. Surat edaran tersebut sudah
Denpasar (Bali Post) Pada pengujung tahun 2018 ini, Dinas Perhubungan (Dishub) menggelar apel siaga gelar pasukan pengamanan serta pembukaan tempat istirahat (rest area) kegiatan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kamis (20/12) kemarin di Terminal Ubung. Apel yang melibatkan unsur TNI/Polri, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja serta instansi terkait lainnya, dipimpin Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara. Kegiatan ini juga serangkaian pengamanan pelaksanaan Denpasar Festival (Denfes) Tahun 2018. Sekda Rai Iswara mengatakan, Kota Denpasar merupakan pusat kegiatan aktivitas masyarakat yang sangat padat dengan mobilitas tinggi. Terlebih saat ini perayaan Natal, Tahun Baru serta Hari Suci Galungan dan liburan anakanak sekolah berjalan hampir bersamaan, yang perlu diantisipasi terkait kepadatan arus lalu lintas di Kota Denpasar. Oleh sebab itu, Pemkot Denpasar mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan penyelenggaraan lalu lintas dan
angkutan jalan yang selamat, aman, nyaman, teratur, tertib, lancar, dan terpadu. ‘’Kami berharap kepada seluruh OPD terkait untuk selalu membangun koordinasi dan sinergitas yang dapat memberikan jaminan keamanan, keselamatan maupun kenyamanan kepada masyarakat. Selain itu juga diharapkan mampu memberikan informasi kepada masyarakat agar mencari jalur alternatif jika ada kemacetan,’’ kata Rai Iswara. Lebih lanjut Rai Iswara mengatakan, Terminal Ubung juga untuk dimaklumi selama periode angkutan Nataru dan Denfes di samping fungsinya sebagai terminal juga digunakan sebagai rest area khusus bagi pengemudi dan bus pariwisata yang tidak tertampung di parkiran hotel. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas serta angkutan jalan di Kota Denpasar. ‘’Dengan motto Sewaka Dharma mari kita tingkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa transportasi. Kepada seluruh anggota Tim Posko terpadu selamat menjalankan tugas.
diberikan kepada Bendesa Adat se-Kota Denpasar. ‘’Dalam surat edaran tersebut, warga dilarang menjual dan membunyikan petasan, mercon, dan kembang api. Pelarangan ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menyambut Natal dan Tahun Baru,’’ ujarnya. Di samping mercon, petasan, dan kembang api, Dewa Sayoga juga menyampaikan penggunaan petasan dari paralon dan bambu juga tidak diizinkan. Mengingat hal ini sangat mengganggu kenyamanan dari masyarakat lainnya. Meski demikian, diakui
animo masyarakat untuk menyalakan kembang api saat malam puncak menyambut Tahun Baru pasti tetap ada. Untuk itu, pihaknya mengaku larangan penyalaan kembang api tersebut dikecualikan untuk di sejumlah titik seperti lapangan umum dan pantai. ‘’Untuk kembang api penggunaannya dibatasi hanya saat malam puncak Tahun Baru dan itu pun tempatnya telah ditentukan, seperti di lapangan dan di pantai. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ ujarnya. Dikatakan, jika ada warga yang melanggar surat
edaran tersebut, yang bersangkutan akan dikenakan sanksi dan denda mengingat penyalaan mercon bertentangan dengan Perda No.1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. ‘’Nanti kalau ada yang bandel membunyikan petasan dan kembang api akan kami tertibkan. Sesuai Perda No. 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, warga dapat dikenakan sanksi tipiring,’’ ujarnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Dishub Denpasar Siapkan ’’Rest Area’’
Bali Post/ara
NATARU - Suasana pembukaan rest area di Terminal Ubung sekaligus persiapan angkutan Nataru dari terminal ke sejumlah tempat di Bali. Mari kita jadikan tugas ini sebagai wahana bersama untuk melayani sesama,’’ pungkasnya. Sementara itu, Plt. Kadis Perhubungan Kota Denpasar I Wayan Lemesnawa didampingi Kabid Dal Ops. I Ketut Sriawan mengatakan, terkait dengan keberadaan rest area di Terminal Ubung ini untuk tempat beristirahat para sopir pariwisata maupun wisatawan domestik dan asing
yang melintas di Kota Denpasar selama periode Nataru dan Denfes. Untuk para sopir bus pariwisata yang tidak dapat parkir di hotel maupun tempat-tempat wisata bisa parkir di Terminal Ubung. Bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke zona-zona wisata maupun ke areal Denfes, pihaknya menyediakan 6 bus untuk menuju ke areal tersebut tanpa dipungut biaya, dan
bus ini sendiri standby dari pukul 06.00 hingga pukul 18.00. Pengamanan pelaksanaan angkutan Nataru dan Denfes ini berlangsung dari tanggal 20 Desember 2018 sampai dengan 1 Januari 2019, sedangkan Denpasar Festival berlangsung dari tanggal 28 sampai dengan 31 Desember 2019 yang dipusatkan di areal Patung Catur Muka Denpasar. (kmb12)
Terlibat Kasus Ganja, Nanang Divonis 13 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Majelis hakim pimpinan Made Purnami menyatakan terdakwa Nanang Susilo alias Paul (39) terbukti bersalah atas peredaran ganja serta sabu-sabu. Tak tanggung-tanggung, dalam perkara ini ganjanya seberat 879,43 gram netto. Sehingga majelis hakim Kamis (20/12) kemarin menjatuhkan pidana penjara pada Nanang Susilo dengan pidana penjara selama 13
tahun dan pidana denda sebesar Rp 10 miliar, subsider empat bulan kurungan. Vonis itu lebih rendah tiga tahun dari tuntutan jaksa. JPU Dewa Anom Rai sebelumnya menuntut terdakwa dihukum selama 16 tahun penjara, denda Rp 10 miliar subsider enam bulan. Atas putusan itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Catherine Vania dari Pos Bantuan Hukum
Peradi Denpasar, langsung menyatakan menerima. Tanggapan yang sama disampaikan jaksa. Sebelumnya diuraikan hakim, bahwa terdakwa dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus narkotika. Pertama, terdakwa melakukan permufakatan bersama, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, me-
nukar atau menyerahkan narkotik golongan I jenis ganja seberat 879,43 gram netto. Terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kedua, dijerat narkotik golongan I jenis methamfetamina yang beratnya melebihi 5 gram. Yaitu sabu-sabu seberat 10,79 gram netto. Terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1)
Undang-undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tertangkapnya Nanang Susilo berawal dari penangkapan Yulia Nur Safitri (terdakwa berkas terpisah) oleh petugas BNNP Bali, Selasa 29 Mei 2018 lalu di kosnya, Jalan Alas Harum, Sading, Mengwi, Badung. Dari tangan Yulia didapati ganja kering seberat 879,43 gram netto. Saat mau keluar kos Yulia, Nanang juga dibekuk petugas BNNP. (kmb37)
BADUNG
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
3
43 Ribu Bidang Tanah Telah Bersertifikat
Bali Post/edi
BANDARA - Sejumlah personel kepolisian lengkap dengan unit K9 melakukan pengawasan di Bandara Ngurah Rai, Kamis (20/12) kemarin.
Antisipasi Lonjakan Penumpang
Bandara Ngurah Rai Siapkan 765 ’’Extra Flight’’ Mangupura (Bali Post) -
Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan menyiapkan 765 penerbangan tambahan atau extra flight. Hal itu karena jumlah penumpang selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) diprediksi meningkat signifikan. General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, mengatakan beberapa maskapai mengajukan tambahan penerbangan. Pihaknya pun sudah menyetujui sebanyak 765 extra flight. Dari jumlah tersebut, rute penerbangan tertinggi adalah rute dari dan ke Soekarno-Hatta, dengan total pengajuan 270 extra flight. Disusul rute dari dan ke Surabaya dengan 254
penerbangan, dan Lombok dengan 98 extra flight. Dibandingkan tahun lalu, kata Yanus, kenaikan pengajuan extra flight di tahun ini cukup tinggi. Tahun lalu permohonan hanya 477 extra flight, sementara tahun ini meningkat sekitar 60 persen. ‘’Untuk jumlah seat, 765 permohonan extra flight tersebut mengakomodir sekitar 145 ribu kursi atau naik sebesar 65 ribu kursi dibanding tahun
lalu. Persentase kenaikannya cukup luar biasa, hampir 80 persen,’’ jelasnya, Kamis (20/12) kemarin. Untuk itulah, selama libur akhir tahun ini, manajemen Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai mempersiapkan Posko Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 yang akan beroperasi selama 24 jam setiap harinya. Posko ini beroperasi selama 18 hari, terhitung mulai kemarin hingga 6 Januari 2019.
Kasus Korupsi Dana Hibah
Berkas Lengkap, Tersangka Diserahkan ke Kejari
Mangupura (Bali Post) Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Badung menuntaskan penyidikan dugaan kasus korupsi dana hibah APBD Kabupaten Badung untuk pembelian bibit sapi dan pembuatan kandang. Tersangkanya, I Made Suweca alias Gareng (40) yang merupakan Ketua Kelompok Ternak Sapi Sari Amerta di Desa Carangsari, Petang, Badung. ‘’Karena berkas pemeriksaannya sudah dinyatakan lengkap, tersangka dan barang bukti sudah diserahkan ke Kejari Badung,’’ kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, Kamis (20/12) kemarin. Dijelaskan, awalnya kelompok peternak sapi ini mengajukan proposal bantuan hibah untuk membeli bibit sapi dan material kandang ke Pemkab Badung. Setelah proposal tersebut diproses, akhirnya Pemkab Badung menyerahkan dana hibah sebesar Rp 200 juta. Namun, pengelolaan dana tersebut diduga ada penyelewengan dan warga yang curiga melapor ke Polres Badung pada Maret lalu. Hasil penyelidikan petugas, diduga terjadi tindak pidana korupsi berupa penggelembungan harga bibit sapi dan material kandang sapi. ‘’Pelaku membuat laporan pertanggungjawaban atau LPJ tidak sesuai dengan fakta,’’ ungkapnya. Semestinya mereka membeli sapi 20 ekor, namun realisasinya cuma 10 ekor. Harga pembelian sapi tersebut tidak sesuai dengan yang diajukan. ‘’Seharusnya 1 ekor sapi harganya Rp 9 juta, tapi dibelikan sapi harga Rp 8 juta. Pembuatan kandang sapi juga tidak sesuai dengan spek,’’ ungkapnya. Sesuai keterangan saksi ahli kepada penyidik, penggunaan dana hibah APBD Kabupaten Badung tahun 2018 oleh Kelompok Ternak Sari Amerta Desa Carangsari, Kecamatan Petang, tidak sesuai ketentuan sehingga terjadi kerugian keuangan negara Rp 127.350.000. ‘’Setelah mendapat alat bukti atas kasus ini, dilakukan penetapan tersangka terhadap I Made S (Suweca). Baru tadi pagi (kemarin - red), tersangka
Bali Post/ist
TERSANGKA - Tersangka kasus korupsi sebelum diserahkan ke Kejari Badung. diserahkan ke Kejari Badung. Oleh tersangka uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadinya,’’ kata Yudith. Terkait kasus ini, petugas mengamankan barang bukti 1 bendel proposal dana hibah Kelompok Ternak Sapi Sari Amerta, 1 bendel LPJ dana hibah Kelompok Ternak Sapi Sari Amerta, fotocopy SP2D Kabupaten Badung, 6 lembar naskah perjanjian hibah daerah antara Bupati Badung dengan Kelompok Ternak Sapi
Sari Amerta, 16 lembar surat keterangan atau nota jual beli sapi, 1 lembar slip penarikan BPD Bali Cabang Abiansemal, 1 lembar rekening koran atas nama Kelompok Ternak Sapi Sari Amerta dan 4 lembar nota pembelian bahan atau material pembuatan kandang sapi. ‘’Tahun 2018 kami menuntaskan penyidikan dua kasus korupsi. Ada beberapa kasus korupsi lainnya masih dalam tahap penyelidikan,’’ imbuhnya. (kmb36)
Posko ini didukung Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Pangkalan TNI-AU Ngurah Rai, Kepolisian Kawasan Udara Ngurah Rai, Badan SAR Nasional (Basarnas) serta Unit K-9. ‘’Selama posko Natal dan Tahun Baru, akan disiagakan 1.273 personel yang sudah termasuk dukungan dari pihak eksternal, karena keamanan, keselamatan, dan kelancaran arus penumpang merupakan tujuan utama kami,’’ ujarnya. (kmb23)
Mangupura (Bali Post) – Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) cukup banyak membantu masyarakat. Setidaknya saat ini 43 ribu bidang tanah di Kabupaten Badung telah bersertifikat. Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa mengatakan, pendaftaran tanah adalah salah satu program strategis Presiden yang sedang gencar dilaksanakan jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Kegiatan pendaftaran tanah yang dulunya dengan target kurang lebih 3.500 bidang per tahun, mulai 2017 targetnya ditingkatkan menjadi 20.950 bidang. Tahun ini targetnya kembali meningkat menjadi 43 ribu bidang. ‘’Target pensertifikatan tanah sebesar 43 ribu bidang pada tahun ini, diharapkan Badung menjadi kabupaten
yang menyandang kabupaten lengkap pertama di Indonesia dalam artian seluruh bidang tanahnya sudah memiliki sertifikat hak atas tanah,’’ ungkap Wabup Suiasa, belum lama ini. Menurutnya, tujuan PTSL untuk memberikan jaminan kepastian hukum terhadap kepemilikan tanah bagi masyarakat. Dengan adanya kepastian hukum diharapkan dapat mengurangi sengketa hak atas tanah. ‘’Setelah menerima sertifikat ini, agar membuat salinannya, menyimpan baik-baik agar di kemudian hari bila ada keperluan dapat segera digunakan. Apabila terjadi kerusakan atau kehilangan, sudah memiliki salinannya guna memudahkan pengurusan di KPN Badung,’’ katanya. Kepala BPN Badung Samsul Bahri mengaku sangat bersyukur dapat mencapai target 43
ribu sertifikat PTSL tahun ini di Badung. Bahkan realisasinya melebihi yakni 105,39 persen. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemkab Badung dan partisipasi aktif masyarakat. ‘’Dengan itu dapat dikatakan Badung sebagai kabupaten pertama kalinya di Indonesia sudah lengkap terkait PTSL,’’ ucapnya. Namun, Samsul Bahri mengakui bidang tanah di Badung belum 100 persen bersertifikat. Hal ini lantaran masih ada kategori K2, K3, dan K4. Contoh K2, tanah masyarakat yang masih sengketa yang sesama ahli waris belum ada titik temu. Untuk itu, pihaknya tetap memproses dengan kategori K3. ‘’Apabila nanti sudah ada penyelesaian, kesepakatan, kami akan membuatkan proses sertifikatnya. Kami janji paling lama satu minggu sudah keluar,’’ tegasnya. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) – Rangkaian hari raya Galungan yang berbarengan dengan Natal belum berdampak signifikan terhadap harga kebutuhan pokok di Kabupaten Badung. Dari pantauan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Badung, Kamis (20/12) kemarin, hampir semua harga kebutuhan pokok relatif stabil. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Badung I Ketut Karpiana mengungkapkan, meski sebagian besar relatif stabil, ada pula sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami peningkatan harga. Namun kenaikan tersebut masih dalam batas wajar. ‘’Seperti daging ayam, itu naik, karena wajar menjelang hari raya permintaan meningkat,’’ katanya. Pihaknya akan berupaya menjaga ketersediaan kebutuhan pokok. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi. Bahkan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung
telah melakukan berbagai upaya menjamin ketersediaan stok dan mengantisipasi lonjakan harga dengan menggelar pasar murah. ‘’Masyarakat tidak perlu khawatir, ketersediaan kebutuhan pokok masih aman,’’ tegas pejabat asal Desa Cemagi Kecamatan Mengwi ini. Berdasarkan data Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Badung, harga kebutuhkan pokok yang mengalami kenaikan sepekan terakhir di antaranya daging sapi, daging ayam dan minyak goreng curah atau kelentik, bawang merah dan cabai. Jika sebelumnya harga daging sapi di kisaran Rp 103.000 sampai Rp 117.500 per kg, kini di beberapa pasar tradisional ada yang sampai Rp 125.000 per kg. Daging ayam yang sebelumnya berkisar Rp 39.500 per kg, kini Rp 40.000 sampai Rp 42.000 per kg. Begitu juga minyak kelentik, jika sebelumnya Rp 11.500 per liter, sekarang menjadi Rp 12.000 per liter.
Harga bawang merah juga merangkak naik. Sepekan lalu harganya Rp 27.800 per kg, namun kini naik menjadi Rp 30.000 per kg. Kemudian cabai besar juga ikut naik dari Rp 20.000 per kg menjadi Rp 22.000 sampai Rp 25.000 per kg. Peningkatan paling signifikan yaitu pada cabai. Jika pada pekan lalu berkisar Rp 22.300 per kg, sekarang tembus Rp 40.000 sampai 45.000 per kg. Sementara untuk harga daging babi, justru relatif stabil dari pekan lalu yaitu senilai Rp 65.000 sampai Rp 70.000 per kg. Begitu juga telur, masih stabil yakni pada harga Rp 1.500 per butir untuk telur ayam ras, sedangkan untuk telur ayam kampung kisaran Rp 2.000 per butir. Harga beras lokal kualitas I (Bali) juga tidak ada kenaikan dan berada di kisaran Rp 12.000 per kg. Beras C4 senilai Rp 11.000 per kg, sedangkan, beras Ir senilai Rp 10.000 per kg. (kmb27)
Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil
info seremonial
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A
Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace
D I S I N I
Terkait Sistem Pelayanan Publik
Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan, Pemkot Bandung Jalin Kerja Sama dengan Unud Kuningan, Natal dan Tahun Baru
PERAYAAN Natal oleh umat Kristiani pada 25 Desember 2018 yang disusul hari raya Galungan dan Kuningan bagi umat Hindu pada 26 Desember 2018 dan 5 Januari 2019 menjadikan momentum pergantian tahun kali ini begitu istimewa. Berkaitan dengan perayaan hari besar keagamaan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) atas nama pribadi dan mewakili Pemerintah Provinsi Bali mengucapkan selamat hari raya Galungan dan Kuningan kepada umat Hindu dan selamat merayakan Natal kepada seluruh umat Kristiani. Umat Hindu diharapkan memaknai perayaan Galungan dan Kuningan untuk meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Lebih dari itu, Galungan sebagai momentum perayaan kemenangan Dharma atas Adharma juga diharapkan menjadi bahan perenungan agar umat Hindu senantiasa mengedepankan semangat menjaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan, sesama dan dengan alam. Hal ini sejalan dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang diusung Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wagub Cok Ace. Selanjutnya kepada umat Kristiani, Gubernur Koster dan
Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) Wakilnya Cok Ace berharap agar perayaan Natal ini membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi umat manusia. Pada bagian lain, Gubernur Koster juga menyampaikan harapan agar hari raya kedua agama dan pergantian tahun yang dilaksanakan hampir berbarengan dapat berjalan dengan selaras. Hari raya ini hendaknya menjadi momentum bagi seluruh umat beragama untuk makin memupuk semangat toleransi serta mempererat tali persaudaraan. Sementara khusus terkait pergantian tahun, Gubernur Koster men-
gajak seluruh masyarakat Bali memanfaatkan momentum tahun baru ini untuk melakukan introspeksi diri dan berbenah untuk kehidupan yang lebih baik di tahun 2019. Dalam kesempatan itu, Koster juga mohon dukungan dan mengajak masyarakat Bali bersama-sama mewujudkan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. ‘’Marilah kita bersama-sama membangun Bali dengan menjaga keseimbangan alam, krama dan kebudayaannya dengan mengedepankan konsep pembangunan semesta berencana,’’ ucap Gubernur Wayan Koster. (ad669)
PEMERINTAH Kota Bandung melakukan penandatanganan kerja sama atau MoU dengan Universitas Udayana (Unud), Pemkot Denpasar dan Pemkab Tabanan di Gedung Rektorat Unud, Kamis (20/12) kemarin. MoU ini bertujuan meningkatkan kerja sama saling menguntungkan untuk menjawab tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang lebih baik dewasa ini. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan Wali Kota Bandung Oded M. Danial dengan Rektor Unud A.A. Raka Sudewi, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Bupati Tabanan yang diwakili Asisten Sekda Kabupaten Tabanan. Selain itu, juga dilakukan penandatanganan kerja sama, khusus oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bandung dengan Unud. Kerja sama ini berlaku untuk sejumlah bidang seperti pemerintahan pelayanan publik teknologi informasi pendidikan ekonomi dan lainnya. Wali Kota Bandung Oded M. Danial dalam sambutannya mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi sekaligus kerja sama saling menguntunggkan antarlembaga maupun pemda. Hal itu dalam rangka percepatan pembangunan serta kesenjangan daerah. Selain itu juga untuk menjawab tuntutan masyarat dalam percepatan hasil pembangunan dalam keterba-
KERJA SAMA - Rektor Unud A.A. Raka Sudewi (kiri) bersama Wali Kota Bandung Oded M Danial saat penandatanganan kerja sama di Gedung Rektorat Unud, Kamis (20/12) kemarin. tasan anggaran setiap daerah, SDM, SDA, teknologi dan infrastruktur. ‘’Maka dengan MoU ini kita bangun aliansi strategis vertikal horizontal,’’ ujarnya. Dikatakan Oded M. Danial, langkah ini sejalan dengan peraturan dan bukan untuk bersaing antardaerah. Tetapi, dengan ini nantinya diharapkan bisa bersama membangun antardaerah dan memperkuat NKRI dengan berkolaborasi mencari solusi untuk mengembangkan produk unggulan setiap daerah. ‘’MoU ini diharapkan juga sebagai media tukar pengalaman teknologi, ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat. Kerja sama ini diharapkan bisa memberi peruba-
han dalam percepatan pembangunan,’’ tambahnya. Sementara itu, Rektor Unud A.A. Raka Sudewi menyambut baik kerja sama ini. Melalui kerja sama ini diharapkan tata kelola Unud makin baik ke depannya. Tentunya dengan belajar dari tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik Pemkot Bandung yang dikenal memiliki aplikasi pelayanan publik terbaik di Indonesia. Tidak hanya itu, ke depannya, Unud juga menawarkan kerja sama di bidang pendidikan. Yang mana Unud memiliki banyak akademisi di bidang pariwisata yang siap memberikan transfer ilmu pengetahuan kepada Pemkot Bandung. (ad678)
Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai Kembali Menutup Tahun 2018, BPR Lestari Berikan Pembekalan kepada Mitra Binaan UNTUK memajukan usaha UMKM kepada mitra binaan yang dibina PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, kembali mengadakan pelatihan manajemen yang dilakukan selama tiga hari, mulai Selasa (18/12) dan ditutup Kamis (20/12) kemarin. Berlokasi di Quest Hotel Tuban, pelatihan ini diikuti 25 mitra binaan di bidang jasa, industri dan perdagangan yang masih aktif sebagai mitra binaan. Menurut Taufan Yudhistira selaku CSR Section Head, selama tiga hari tersebut peserta diberi pemahaman mengenai berbagai hal terkait strategi pemasaran, pengelolaan keuangan. ‘’AP I sebagai salah satu BUMN mempunyai kewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap UKM. Seperti memberikan pinjaman dan memberikan pelatihan,’’ katanya saat ditemui usai penutupan pelatihan, Kamis (20/12) kemarin. Pihaknya berharap pelatihan yang diberikan selama tiga hari tersebut bisa bermanfaat dalam mengelola usaha, sehingga dalam menjalankan usaha, bisa teratur, terarah dan bisa lebih besar. Selain itu juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dalam hal menarik dan menciptakan lapangan kerja baru. Seperti diketahui, selama ini beberapa UMKM terkendala beberapa hal untuk memasarkan produknya. Tidak hanya dalam hal pemasaran, masalah UMKM juga terkendala kurangnya bekal dalam cara pengaturan keuangan dan pengembangan kualitas produk. Hal itu disebabkan keterbatasan pengetahuan dari sumber daya manusia. ‘’Pada umumnya mereka terkendala pada pengetahuan karena biasanya
Bali Berbagi 500 Paket Sembako
PELATIHAN - Sejumlah peserta pelatihan mitra binaan PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai berfoto bersama usai penutupan, Kamis (20/12) kemarin. mereka hanya fokus pada bisnisnya, sehingga untuk masalah administrasi mereka biasanya lemah,’’ ujarnya. Pihaknya berharap materi pelatihan yang sudah didapat agar bisa diimplementasikan dalam bisnis mereka. Untuk itu, nantinya sangat mendukung bisnis mereka ke depan. ‘’Yang paling penting bisa tertib, sehingga mereka tidak dirugikan karena kurang tertib,’’ pungkasnya. Selama tahun 2018, AP I sudah menyalurkan pinjaman kepada UKM sebesar Rp 3,6 miliar. Sedangkan untuk bina lingkungan sudah tersalurkan sebesar kurang lebih Rp 2,3 miliar. Jumlah mitra binaan sampai saat ini sudah mencapai lebih dari 1.000 UKM. ‘’Kami tetap akan melakukan pembinaan melalui pelatihan, serta pemagangan. Tidak hanya itu, mereka juga akan diberikan kesempatan untuk melakukan pameran produk, baik di lokal maupun internasional,’’ pungkasnya. Ngurah Darma, salah seorang
peserta dari usaha bidang kopi, mengatakan acara seperti ini sangat bagus. Karena AP I sangat banyak berperan dalam usahanya. Tidak hanya permodalan, namun juga dibantu bidang pemasaran. Pelatihan seperti ini sangat membantu untuk usahanya ke depan. Apalagi materi pemasaran secara online yang diberikan. ‘’Bisnis online ini saya kira ke depannya luar biasa. Karena market-nya sangat luas sekali. Kami berharap pelatihan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan agar bisa meningkatkan bisnis ke depannya,’’ ucapnya. Hal senada disampaikan Ni Luh Gede Jeni Mayana selaku pelaku UMKM untuk tas, sepatu kulit. Pihaknya sangat berterima kasih kepada AP I. Melalui pelatihan tersebut, banyak ilmu yang sudah didapatkan. Salah satu yang paling menarik, menurutnya, yaitu pemasaran secara online. Karena dengan pemasaran online ini akan bisa memperluas pasar. (ad677)
S U K ASEAN Entrepreneur Center Bali Kembali Gelar Bali Best Brand 2018 S Artis Indra Bekti Siap Sapa Peraih E ”Bali Costumer Satisfaction Award 2018’’ S SETELAH sukses dengan B R A N D I N G
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
ketujuh kali penyelenggaraan BBB-BICSA tahun 2017 lalu, Bali Convex Nusa Dua bekerja sama dengan The ASEAN Entrepreneur Center Bali kembali menggelar acara Bali Best Brand and Bali International Customers Satisfaction Awards untuk kedelapan (ke-8) kalinya di tahun 2018 ini. Acara penganugerahan merek-merek terkenal di Bali ini akan menggelar kegiatan Malam Penganugerahan dan Gala Dinner BBB-BICSA pada 23 Desember 2018 di Ball Room The Vasini Smart Boutique Hotel. Kesiapan penyelenggaraan ini disampaikan Ni Putu Ari Setiawati, S.E., M.M. (Head Committee) di sela-sela press conference yang digelar di Colony Creative Hub Kitchen Bar, Plaza Renon. ‘’Tahun ini kita akan menyiapkan malam penganugerahan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, karena tingkat partisipasi dari masyarakat sudah sangat besar dan menunggununggu kehadiran ajang ini. Situasi ini membuktikan ajang penghargaan ini dapat memberikan efek yang baik ke perusahaan yang terpilih menjadi top ten nominators atau bahkan berkesempatan menjadi pemenangnya,’’ kata Ari Setiawati. Ia pun menjanjikan malam penganugerahan nanti akan lebih menarik. Di tahun 2018 ini pihak BBBBICSA akan menghadirkan kembali Indra Bekti untuk meng-host acara tersebut yang diperkirakan akan dihadiri ratusan CEO. ‘’Dalam malam penganugerahan nanti akan men-
BEST BRAND – Artis nasional Indra Bekti akan hadir menjadi host BBB–BICSA Award 2018 di The Vasini Smart and Boutique Hotel pada Minggu (23/12). jadi tempat berkumpulnya ratusan pengakuan produk pelayanan dan CEO/pimpinan perusahaan di Bali juga kualitas oleh publik, salah untuk membangun networking yang satu parameternya lewat vote di inbaru dan bagi perusahaan yang stagram bali.best.brand. ‘’Di tahun nantinya terpilih menjadi pemenang 2018 ini cukup surprise, mengingat di masing-masing kategori. Di sini hampir 50 persen branding yang para CEO dan pimpinan perusa- masuk nominasi adalah merek dan haannya akan mendapatkan pujian perusahaan baru. Ini berarti peratas kinerja dari para owner atau saingan sangat ketat, bahkan ada pemilik saham. Produk itu butuh perusahaan yang sudah berkalipengakuan, butuh sertifikasi, butuh kali mendapat award, tapi tahun publikasi. Kelemahan pengusaha ini terdapat nominasi dari new pribumi adalah kurang gaul dengan comer. Ini adalah pengakuan yang media, kurang gaul dengan ajang baik mendapatkan gelar Bali Best penghargaan macam Bali Best Brand,’’ tambahnya. Brand ini. Saya kira jika ada peruUntuk itu, ia berharap dalam sahaan di Bali yang mendapatkan Awarding Night BBB-BICSA ini sertifikat BBB-BICSA saya yakin dapat menjadi forum bisnis bagi perusahaan itu akan mencapai pun- seluruh perusahaan di Bali. Acara cak dari pencitraan yang maksimal,’’ akan menjadi menarik dengan jelas Ari. adanya diskusi Bali Development Salah satu keuntungan dari Economy Outlook 2018 oleh praktisi perusahaan yang ikut berpartisi- ekonomi, praktisi perbankan dan pasi dalam BBB-BICSA ini adalah pengusaha internasional. (ad715)
PEMANDANGAN di beberapa sudut Kota Denpasar pada Kamis (20/12) pagi kemarin terlihat berbeda. Beberapa orang berbaju biru tosca tengah sibuk ‘’berburu’’ para pejuang kebersihan (petugas DKP). Setelah ditelusuri, ternyata karyawan dan manajemen BPR Lestari Bali (Member of Lestari Group) sedang membagikan paket sembako dalam rangka program ‘’Food Brigades’’ #LestariBerbagi. Aksi ini merupakan salah satu bentuk ucapan terima kasih kepada para petugas DKP yang telah bekerja siang dan malam untuk membersihkan lingkungan di Kota Denpasar. Saat ditemui di sela-sela kegiatan, Ayu Silviananda, Corporate Secretary BPR Lestari Bali, mengungkapkan sebagai salah satu perusahaan yang memiliki concern terhadap lingkungan, BPR Lestari Bali sangat mengapresiasi kinerja petugas DKP di Kota Denpasar. ‘’Berkat beliau-beliau ini jalanan dan tempat terbuka publik di Kota Denpasar menjadi bersih dan asri. Pembagian bingkisan sembako ini sebagai bentuk terima kasih kami kepada mereka dan kami memulainya dari lingkungan di sekitar kantor kami,’’ ujarnya. Aksi ‘’Food Brigades’’ #LestariBerbagi ini rutin dilaksanakan BPR Lestari Bali setiap akhir
SEMBAKO - Karyawan dan manajemen BPR Lestari Bali (Member of Lestari Group) sedang membagikan paket sembako dalam rangka program ‘’Food Brigades’’ #LestariBerbagi. tahun. Aksi yang sudah dimulai sejak tahun 2005 ini merupakan bentuk misi #MakeanImpact BPR Lestari Bali untuk memberikan perubahan yang lebih baik kepada masyarakat Bali. ‘’Aksi ini sudah kami lakukan secara rutin selama 13 tahun. Total tahun ini kami mendistribusikan 500 paket sembako. Semoga ini dapat bermanfaat untuk mereka nikmati bersama keluarganya,’’ ujar Luh Ketut Citarasmini, Direktur Kepatuhan BPR Lestari Bali, yang kala itu juga turut serta turun ke
jalan dalam aksi tersebut. Gede Marga, seorang petugas DKP yang sedang menjalankan tugasnya di seputaran Jalan Teuku Umar Denpasar, sempat kaget saat rombongan orang berbaju biru tosca menghampirinya. ‘’Saya memang biasa menyapu di area ini. Tadi saya kaget tiba-tiba ada yang mendekati. Ternyata saya dapat hadiah paket sembako. Bersyukur dan berterima kasih sekali,’’ kata salah satu petugas kebersihan penerima paket sembako. (ad713)
FS Unwar Gelar ”Graduation Day Batch 4’’
Semakin Mantap Menuju ”Go Global’’ FAKULTAS Sastra Universitas Warmadewa (FS Unwar) melaksanakan graduation day untuk Warmadewa International Program (WIP) Batch 4 pada Kamis (20/12) kemarin. Sebanyak lebih dari 50 mahasiswa internasional yang mengikuti graduation pada hari itu. Mereka dari 6 - 9 negara, terbanyak dari Jerman. Dengan adanya WIP yang ke-4 kalinya ini, Unwar mantap menuju misi go global tahun 2034. Dekan FS Unwar Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum. mengatakan WIP ini dilakukan setiap enam bulan, sehingga dalam setahun ada dua kali periode. Periode satu pada April - Juli, periode dua pada September - Desember. ‘’Jadi mereka di sini satu semester itu empat bulan. Setahun dua kali, jadi kita sudah dua tahun melaksanakan program ini,’’ ungkapnya. WIP adalah salah satu program internasional yang merupakan salah satu upaya FS Unwar dan universitas untuk menjadikan Unwar Go Global dan kompetitif secara internasional. Dengan adanya kelas internasional, banyak manfaat yang bisa didapat tidak hanya untuk mahasiswa lokal, institusi yaitu Unwar, tetapi juga untuk Bali. Dengan adanya WIP mahasiswa lokal memiliki kesempatan banyak untuk berkomunikasi dengan mahasiswa asing. Mahasiswa lokal memiliki peluang atau kesempatan untuk mempelajari budaya asing. Sementara untuk SDM dosen Unwar, terutama dosen yang dilibatkan untuk mengajar di kelas internasional, kemampuan bahasa Inggrisnya akan jauh lebih bagus. Karena mereka dipaksa untuk mentransfer ilmunya dalam bahasa Inggris. Dosen Unwar juga memiliki pengalaman mengajar di kelas internasional yang tentunya
FOTO BERSAMA - Dosen dan staf FS Unwar berfoto bersama dengan mahasiswa WIP usai ‘’graduation day’’. berbeda dengan mengajar di kelas lokal, baik dari aturan, teknik mengajar dan respons mahasiswa. ‘’Bagaimana mentransfer ilmu supaya mahasiswa mengerti dan menyiapkan materi yang akan disampaikan. Karena kelas internasional tentunya mereka sudah punya wawasan yang luas. Jadi dosen harus mempunyai wawasan yang lebih lagi. Ada tantangan tersendiri,’’ bebernya. Sedangkan manfaat bagi institusi Unwar dengan adanya kelas internasional, image Unwar akan semakin baik. Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. mengatakan dari sisi jumlah mahasiswa memang ada peningkatan yaitu 50 orang. ‘’Yang penting kita punya misi go global tahun 2034. Itu tonggak pencapaian kita yang ingin kita capai. Sebelum sampai pada tahapan itu harus dilalui mulai dari tahapan ini dilalui,’’ ujarnya. Di bidang kemahasiswaan
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Unwar mengikuti berbagai ajang internasional. ‘’Kita harus mendatangkan mahasiswa dari internasional baru nanti ada kategorinya bahwa Unwar sudah go global,’’ ujarnya. Indikatornya adalah bisa mendapatkan mahasiwa luar negeri walaupun itu non degree tetap dihitung sebagai indikator. Indikator dosen juga dihitung. Membuka networking salah satunya dengan Taiwan. Mahasiswa Taiwan ke Unwar. Unwar juga menjalin kerja sama dengan universitas di Filipina. Mereka mengirim beberapa mahasiswa ke sini untuk mendalami budaya terutama yang menarik itu adalah subak. Karena subak ada tiga unsur yaitu ekonomi, sosial, religius. Sehingga benefit juga ada untuk masyarakat Bali dan Unwar. ‘’Paling tidak kita mengenalkan Bali,’’ tandasnya. Mengingat mahasiswa yang datang dari berbagai negara, Unwar juga akan lebih dikenal di dunia internasional. (ad717)
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
daerah
Happyone.Id Empat Perlindungan Dalam Satu Id BERCERMIN dari faktor-faktor dan tren dunia digital, Asuransi Astra menghadirkan Happyone.id. Ini merupakan salah satu upaya Asuransi Astra dalam meningkatkan kepuasan pelanggan dengan pengembangan produk, layanan yang lebih inovatif dan tentunya sesuai dengan kebutuhan konsumen. Mengusung tageline ‘’my all in one insurance’’, Happyone. id memiliki beberapa produk asuransi yang mampu memenuhi perlindungan masyarakat, dan pembeliannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Hal itu disampaikan Kepala Cabang Asuransi Astra Denpasar Ruby Theofelea pada media gathering di Badung, Kamis (20/12) kemarin. Menurutnya, produk asuransi ini cocok untuk first jober, kemudian keluarga muda dan kelompok usia produktif. Adapun yang ditawarkan dalam Happyone.id yakni yang pertama HappyMe, perlindungan bagi diri atas risiko kecelakaan diri dengan manfaat utama berupa santunan meninggal atau cacat tetap karena kecelakaan, yang nilai preminya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Kedua HappyEdu, perlindungan pendidikan bagi anak apabila tertanggung utama, dalam hal ini orangtua meninggal dunia karena kecelakaan. Ketiga, HappyHome, perlindungan rumah dari risiko kebakaran. Perlindungan ini bisa ditambah dengan perlindungan terhadap kerusuhan atau santunan atas pembelian perabot kembali akibat kebakaran. Dan HappyTrip, asuransi perjalanan domestik mauapun internasional. Dengan ini perjalanan akan terasa lebih tenang karena risiko gangguan transportasi hingga kerusakan maupun kehilangan bagasi bisa ditanggung Happy-
ASURANSI - Kepala Cabang Asuransi Astra Denpasar Ruby Theofelea menjelaskan produk baru Asuransi Astra pada ‘’media gathering’’ di Badung, Kamis (20/12) kemarin. Trip. Keempat produk perlindungan yang ditawarkan dalam Happyone.id tersebut dengan nilai premi mulai dari Rp 399.000. ‘’Dengan satu id, mereka bisa memiliki empat produk asuransi ini,’’ papar Ruby. Selain itu, pada kesempaten tersebut juga diperkenalkan (Garda experience intelegent assistant) Garxia. Ini merupakan virtual asisten pembelian asuransi pertama di Indonesia. Layanan ini menawarkan pengalaman baru dalam memiliki asuransi. Garxia sendiri muncul dilatari atas adanya keinginan masyarakat untuk tetap mendapatkan personal touch saat bertransaksi, menjadi aplikasi pesan instan sebagai metode transaksi digital yang kini tengah diminati. Garxia adalah satu-satunya personal asisten
virtual di Indonesia yang dalam hal ini melayani proses pembelian asuransi kendaraan mulai dari simulasi hingga pembayaran. ‘’Di mana customer, saat ini bisa melakukan proses menanyakan informasi produk, bisa menanyakan penagihan proses asuransi, bisa menanyakan sistem proses penagihan pembayaran melalui virtual asisten ini,’’ terang Ruby. Ditambahkannya, seluruh pembelian polis Garda Oto melalui Garxia akan diteruskan melalui saluran Garda Oto Digital, sehingga calon pelanggan berhak mendapatkan layanan home survey yang jadwal dan lokasi surveinya dapat dipilih sendiri. Untuk layanan Garxia sendiri saat ini hanya mencakup wilayah Jakarta, Bogor, Bandung dan Surabaya. (bns)
5 Kepedulian Sosial Sambut Natal
Telkomsel Berbagi dengan Anak Panti Asuhan dan Kaum Dhuafa
MENYAMBUT hari raya Natal 2018, Telkomsel menggelar rangkaian kegiatan kepedulian sosial di empat kota. Rinciannya Tangerang Selatan (6 Desember 2018), Palangkaraya (10 Desember 2018), Lampung (13 Desember 2018), dan Denpasar (20 Desember 2018). Dalam kegiatan tersebut, Telkomsel menyerahkan perlengkapan kebutuhan anak kepada 2.500 anak yatim/piatu atau kurang mampu melalui berbagai yayasan sosial, bantuan sosial untuk yayasan/panti asuhan, memberikan paket sembako murah untuk 2.500 kaum dhuafa, serta melaksanakan kegiatan bersih-bersih bersama di yayasan dan gereja yang berada di sekitar lokasi operasional Telkomsel. Direktur Sales Telkomsel Sukardi Silalahi mengatakan Telkomsel selalu berupaya untuk menghadirkan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat seluas-luasnya. ‘’Oleh karenanya, dalam menyambut momentum Natal 2018 ini, kami berbahagia dapat berbagi kasih dan sukacita bersama masyarakat khususnya bagi umat Kristiani yang merayakan,’’ katanya. Lebih lanjut Sukardi mengatakan, kegiatan kepedulian sosial ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel dalam mewujudkan good corporate citizenship. ‘’Seiring dengan kepedulian melayani pelanggan dan industri telekomunikasi sebagai bisnis utama, Telkomsel berkomitmen untuk memberi nilai tambah pada masyarakat dan lingkungan yang selalu menjadi bagian dari kemajuan Telkomsel,’’ jelas Sukardi. Dalam kegiatan sosial tersebut, jajaran direksi dan manajemen
BERBAGI - Manajemen Telkomsel berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti asuhan dan kaum dhuafa menjelang perayaan Natal, Kamis (20/12) kemarin. Telkomsel turun langsung untuk menyerahkan santunan kepada masyarakat di Panti Asuhan Pintu Elok Tangerang Selatan, Gedung Palampang Tarung Palangkaraya, Rumah Retret Laverna Lampung, dan Panti Asuhan Sidhi Astu Bali. Selain menyerahkan bantuan sosial, karyawan Telkomsel juga turun tangan dalam melakukan edukasi pemanfaatan internet secara bijak, aman, inspiratif, dan kreatif (#internetBAIK) di empat lokasi dan melakukan kerja bakti untuk membersihkan yayasan atau gereja bersama komunitas masyarakat di empat area di Indonesia. Momen kegiatan kepedulian sosial tersebut juga dimanfaatkan jajaran direksi dan manajemen Telkomsel untuk memastikan kesiapan jaringan dan pelayanan Telkomsel. Kegiatan ini dilakukan untuk menjamin kenyamanan
pelanggan dalam berkomunikasi pada periode Natal dan Tahun Baru, yang umumnya terjadi lonjakan trafik layanan dibandingkan hari biasa. Saat ini Telkomsel telah melayani lebih dari 168 juta pelanggan secara nasional. Layanan Telkomsel didukung 184.000 base transceiver station (BTS), termasuk di antaranya lebih dari 132.000 BTS broadband (3G/4G) untuk menghadirkan kenyamanan dalam menggunakan layanan data. Adapun jumlah pelanggan Telkomsel di Area Jawa Bali lebih dari 40 juta pelanggan dan didukung oleh lebih dari 30.000 BTS broadband (3G/4G). Sementara jumlah pelanggan Telkomsel di wilayah Bali dan Nusa Tenggara lebih dari 8 juta pelanggan dan didukung oleh lebih dari 7.000 BTS broadband (3G/4G). (ad720)
Terlibat Kasus SS dan Ekstasi
Bali Post/rah
RILIS - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta merilis pengungkapan kasus narkoba menjelang akhir tahun 2018.
Sepekan, Polres Badung Tangkap Delapan Pengedar Narkoba
Mangupura (Bali Post) Menjelang Tahun Baru 2019, Satresnarkoba Polres Badung gencar memburu sindikat narkoba. Dalam seminggu terakhir, tim yang dipimpin Kasatresnarkoba AKP Djoko Hariadi menangkap delapan pelaku. Mereka adalah tersangka William Koe Lewijn (19) asal Belanda. Tersangka William merupakan pengedar narkoba untuk kalangan warga negara asing (WNA) yang liburan di Bali. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta didampingi AKP Djoko, Kamis (20/12) kemarin, menyampaikan tersangka William ditangkap saat hendak transaksi di dekat SPBU di Jalan Raya Kerobokan, Badung. Barang bukti yang disita berupa dua paket sabu-sabu (SS) seberat 1,32 gram bruto. ‘’Tersangka ini (William) sudah setahun jadi pengedar narkoba. Sasarannya turis asing juga. Diduga dia ini merupakan jaringan lapas. Pelaku ini blasteran, bapaknya Belanda. Ibunya dari Buleleng,’’ ungkap Kapolres. Sementara itu, tangkapan teranyar yang diperoleh Satresnarkoba Polres Badung yaitu Achmad Nuryasin (38). Penggangguran ini dibekuk Rabu (19/12) pukul 20.00 Wita di Jalan Siligita, Benoa, Badung. Terungkapnya kasus ini setelah petugas mendapat informasi ada jaringan lapas beraksi menjelang tahun baru. Hasil penyelidikan, petugas akhirnya menangkap Nuryasin dengan barang bukti 129 butir ekstasi dan 50 butir happy five. ‘’Pelaku ini juga jaringan lapas berinisial HD. Dia mengaku baru tiga bulan jadi tukang tempel narkoba dengan imbalan Rp 50 ribu,’’ tandasnya. Sementara pengedar lain yang diciduk, Roy Perera Maya Marsclinus (20). Karyawan gudang springbed ini ditangkap di Jalan Gunung Fujiama Utara, Denpasar. Hasil penggeledahan, petugas mengamankan barang bukti enam paket SS seberat 4,68 gram brutto. Hasil pengembangan kasus ini, giliran teman Roy, I Kadek Suarnita (20), ditangkap di TKP. Saat itu pelaku bekerja sebagai waiter ini membawa satu paket SS seberat 0,43 gram bruto. Kemudian tersangka Haris Purnama Putra (34), pengedar narkoba di wilayah Denpasar. Pria yang juga pengangguran ini diciduk di Jalan Kebo Iwa, Denpasar. Pasalnya dia memiliki enam paket SS seberat 2,20 gram bruto. Selanjutnya dibekuk Ida Bagus Putu Hita Wesana (32) di Jalan Trenggana, Perum Sari Permai, Denpasar Timur. Barang bukti yang diamankan dua paket SS seberat 3,39 gram bruto dan 46 butir ekstasi. AKBP Yudith menambahkan, pihaknya juga meringkus wanita yang mengedarkan narkoba. Tersangkanya Sariasih (32). Dia ditangkap di Jalan Tukad Badung XXVII, Renon, Denpasar Selatan. Dari tersangka Sariasih diamankan satu paket SS seberat 4,77 gram bruto. Pihaknya juga menangkap residivis I Wayan Sony Tohpani (36) di Jalan Raya Sibang Kaja, Abiansemal dengan barang bukti satu paket SS seberat 1,24 gram bruto. ‘’Narkoba yang kami amankan ini merupakan persiapan untuk perayaan malam Tahun Baru 2019. Kami prediksi peredaran narkoba di pengujung tahun 2018 meningkat. Untuk itu kami akan terus melakukan penyelidikan dan perburuan terhadap pelaku narkoba,’’ tegas Yudith. (kmb36)
Pasutri Terancam Hukuman Seumur Hidup Denpasar (Bali Post) Didakwa atas kasus narkotika jenis sabu-sabu (SS) dan pil ekstasi yang beratnya hampir 1 kilogram, persisnya 976,82 gram, pasangan suami-istri (pasutri) terdakwa Nunu Ahmad Matin alias Farhat (28) asal Kerawang dan Yulia Fahrani alias Yuli (25) asal Jakarta terancam hukuman seumur hidup. Hal ini mengemuka saat sidang dakwaan yang dipimpin majelis hakim I Wayan Kawisada, Kamis (20/12) kemarin. Jaksa Lusiana Bida dkk. dalam surat dakwaannya menyebutkan SS itu diimpor dari Bangkok, Thailand. Disebutkan jaksa dari Kejati Bali ini, terdakwa Farhat dan Yuli tidak memiliki izin atau tidak berwenang untuk memiliki, menyimpan, menguasai, narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu dan ekstasi. Pasutri ini diduga melakukan permufakatan jahat pada Rabu 25 Juli 2018, bertempat di Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat. Terkuaknya aksi terdakwa pada 24 Juli 2018 sekitar pukul 22.00 Wita bertempat di TPS PT Jas Bandara Ngurah Rai. Saat itu petugas bea cukai melakukan pemeriksaan terhadap paket kiriman dari Bangkok, Thailand atas nama penerima Lia, beralamat di Soputan Residance, Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 27 tas wanita yang berisi kristal berwarna putih diduga narkotika yang disembunyikan dalam lipatan pegangan tangan tas. Petugas bea cukai kemudian melaku-
kan penindakan dan pencegahan terhadap paket kiriman tersebut, hingga melaporkan kepada petugas kepolisian untuk koordinasi. Polisi pun nyanggong di alamat tujuan sekaligus mengawal paketan itu. Pada 25 Juli sekitar pukul 13.30 Wita, terdakwa Yuli menelepon saksi Budiono dan meminta tolong untuk menerima paket tersebut. Selanjutnya sekitar pukul 14.00 Wita, terdakwa Farhat datang ke tempat saksi Budiono untuk memberi uang Rp 1.150.000 untuk membayar paket. Begitu Yuli pergi, petugas jasa pengiriman datang. Budiono membayar paket, lalu saksi menghubungi kedua terdakwa dan menyampaikan bahwa paket sudah datang. Sorenya Farhat mengambil paket tersebut. Terdakwa pun ditangkap polisi. Saat paketan dibuka, ditemukan 41 paket selang yang dibalut alumunium foil yang pada masing-masing pegangan 27 buah tas terdapat kotak paket yang dikirim dari Bangkok, Thailand.
Bali Post/asa
SEUMUR HIDUP - Pasangan suami istri (pasutri) terdakwa Nunu Ahmad Matin alias Farhat (28) asal Kerawang dan Yulia Fahrani alias Yuli (25) asal Jakarta yang terancam hukuman seumur hidup. Di dalam selang tersebut berisi kristal bening seberat 971 gram brutto atau 923, 85 gram netto. Petugas juga menemukan tujuh plastik klip yang berisi kritsal bening diduga sabu-sabu seberat 49,1 gram netto. Ditemukan juga dua paket klip berisi tablet
atau pil yang masing-masing klip berisi sepuluh butir dan satu klip berisi tiga butir dengan berat 3,87 gram. Pil tersebut diduga ekstasi. Total keseluruhan narkotika yang diamankan dari kedua terdakwa seberat 976,82 gram atau hampir 1 kilogram.
Atas perbuatan terdakwa, mereka dijerat Pasal 112 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika, dan atau Pasal 114 ayat (2) junto Pasal 132 (1) UU Narkotika. Jika melihat Pasal 113 ayat (2), ancaman hukumannya seumur hidup, bahkan hukuman mati. (kmb37)
OPINI
6
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Sarjana dan Moralitas Positif KAMPUS diharapkan tidak menjadi menara gading. Harapan ini sudah lama berembus. Lembaga pendidikan tinggi justru diharapkan benar-benar menjabarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan melahirkan sumber daya manausia (SDM) profesional. Sejumlah kampus di negeri ini memang mampu menjabarkan hal itu. Lulusannya diserap di pasar kerja dan program pembelajarannya memang memiliki korelasi dengan dunia kerja dan sains. Kampus-kampus ternama di Indonesia layak dijadikan contoh, baik dalam menerapkan kurikulum, disiplin maupun profesionalismenya dalam mengelola pendidikan tinggi. Tata kelola kampus yang sejalan dengan tuntutan dan dinamika zaman layak dijadikan rujukan. Tetapi di negeri ini adanya banyak lembaga pendidikan tinggi dengan jutaan mahasiswa juga dosennya. Lazim dan sangat memprihatinkan kita dengar ketika lembaga pendidikan tinggi ada yang dikategorikan lembaga abal-abal, bahkan mengembangkan praktik bisnis dalam mengelola pendidikan. Yang lebih memprihatinkan adalah jual-beli gelar. Ini juga tentu sangat memprihatinkan ketika kita berharap bangsa ini dikelola oleh figur-figur dengan integritas yang ideal. Menjadi sangat memprihatinkan ketika ada mahasiswa yang hanya ikut ujian dan lulus lalu mendapat gelar akademis. Kehadiran dan skripsi terkesan tak menjadi masalah. Semuanya bisa diatur dengan pendekatan transaksi. Praktik-praktik pengelolaan pendidikan tinggi yang tak memerhatikan proses dan kualitas lulusan semacam ini hendaknya dihentikan. Harus ada keberanian dari Kementerian Ristek Dikti untuk menutup kampus yang melanggar tata kelola pengelolaan pendidikan tinggi. Hal lain yang perlu dicermati adalah jangan terlalu mudah memberikan izin pendirian universitas, atau lembaga pendidikan sejenisnya. Karena sampai saat ini masih ada kampus yang gedungnya tak layak dan mahasiswanya juga minim. Kontrol yang tak memadai terhadap lembaga pendidikan tinggi juga cenderung menimbulkan problem. Indikatornya adalah tingginya angka pengangguran di negeri ini yang menyandang gelar sarjana. Bahkan, mungkin juga kini banyak pengangguran yang bergelar master. Ini tentu harus dicermati dan diurai. Kampus hendaknya menjadi pintu lahirnya tenagatenaga yang mandiri dan siap menjadi pengusaha baru. Kampus jangan hanya melahirkan sarjana namun tak siap merespons dunia kerja. Maka tentu sangatlah penting ke depan, pengelolan kampus dilakukan pendekatan good governance (tata kelola yang baik). Secara umum prinsip-prinsip good governance seperti: transparansi, akuntabilitas, responsif, responsibility, independensi, dan keadilan. Prinsip-prinsip tersebut haruslah diadopsi oleh setiap perguruan tinggi, yang kemudian disesuaikan dengan kondisi dan keberadaannya dalam suatu batasan wilayah daerah. Untuk terwujudnya semua itu, haruslah didukung dengan seperangkat aturan, kebebasan otonomi akademik, budaya organisasi yang baik, adanya visi, dimilikinya strategi, team leadership yang unggul, adanya transfer teknologi, dan output riset yang mumpuni. Tentu ada banyak hal yang bisa dilakukan kalangan kampus untuk mereformasi tata kelola pembelajarannya dan lembaganya. Dengan banyaknya anggaran yang dikucurkan untuk pengembangan dunia pendidikan di negeri ini, kampus harus hadir menyiapkan SDM-SDM bangsa yang profesional dengan mental kerja yang positif. Itu artinya, lulusan lembaga pendidikan tinggi hendaknya tak hanya fokus pada pengayaan keilmuan tetapi juga sejalan dengan pengayaan moralitas dan profesionalisme. Dengan demikian, SDM yang lahir dari lembaga pendidikan tinggi yang menjalankan prinsip-prinsip tata kelola yang baik bisa menekan praktik korupsi. Masalahnya, hampir sebagian besar pelaku korupsi di negeri ini bergelar sarjana dan menduduki jabatan strategis. Itu artinya, kampus harus melakukan reorientasi kurikulum dan berobsesi melahirkan sarjana yang pintar namun tetap beretika dengan moralitas positif.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Kasihan Patung Bung Karno Patung Bung Karno yang dipajang di simpang empat Renon dekat kantor PLN sudah cukup lama berdiri di sana. Patung dengan bahan perunggu itu kini penutupnya yang terbuat dari kain dengan warna merah putih sudah tidak ada lagi. Jadi, patung sudah nampak perwujudannya. Kain penutup patung itu robek dan terlepas karena kedaluwarsa. Sudah usang dan warna merahnya sudah luntur. Patung itu katanya akan diresmikan Presiden Joko Widodo. Belum diresmikan, penutup patung lepas dengan sendirinya atau barangkali ada yang sengaja melepas karena kumuh tak elok dipandang mata. Makna dari patung tersebut katanya sebagai wujud persembahan kepada masyarakat Bali agar tetap mengenang Bung Karno sebagai bapak bangsa dengan pemikiran yang abadi. Salah satu pemikiran yang kemudian diwujudkan dalam patung itu adalah pemikirannya yang dibacakan pada tahun 1965 dalam perspektif dasawarsa Konferensi Asia Afrika. Terlepas dari itu, jika saya perhatikan patung itu sepertinya Bung Karno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Saya sarankan kepada siapa pun apabila membuat patung agar melibatkan ahli sejarah dan perencana atau arsitek pembuat patung itu sendiri atau dengan pemilik lahan di mana patung itu akan dipajang. W. Beratha Yasa Kapal, Badung
”Good Governance’’ Perguruan Tinggi Prinsip-prinsip tentang good governance (tata kelola yang baik) untuk perguruan tinggi hampir sama dengan sistem yang diterapkan pada sebuah korporasi (perusahaan). Secara umum, prinsip-prinsip good governance seperti: transparansi, akuntabilitas, responsif, responsibility, independensi, dan keadilan. Prinsip-prinsip tersebut haruslah diadopsi oleh setiap perguruan tinggi, yang kemudian disesuaikan dengan kondisi dan keberadaannya dalam suatu batasan wilayah daerah. Untuk terwujudnya semua itu, haruslah didukung dengan seperangkat aturan, kebebasan otonomi akademik, budaya organisasi yang baik, adanya visi, dimilikinya strategi, team leadership yang unggul, adanya transfer teknologi, dan output riset yang mumpuni.
Oleh
Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana amun, di dalam ketersediaan - sumber daya perlu memerhatikan anggaran sumber daya, pendapatan, biaya pendidikan, dan hibah penelitian. Selain itu, pihak perguruan tinggi juga harus berkonsentrasi pada bakat (kepandaian) yang membutuhkan peneliti berkualifikasi sebagai seorang pengajar, memikirkan lulusan, dan menghasilkan riset yang unggul. Dengan adanya tata kelola yang baik, maka dalam suatu institusi perguruan tinggi menghasilkan kinerja (performance) dan kesesuaian (conformance). Kinerja tersebut diharapkan bisa menciptakan nilai (value creation) dan kemanfaatan sumber daya (resources utilization), serta adanya kesesuaian (conformance) akan ada akuntabilitas (accountability) dan penjaminan (assurance). Prinsip good governance tentang transparansi, mengandung pengertian bahwa suatu institusi
perguruan tinggi dalam pengambilan keputusan dan pengimplementasian keputusan haruslah terbuka. Prinsip transparansi ini bisa berkaitan dengan kebijakan hukum dan peraturan, penggunaan sumber daya keuangan dan nonkeuangan, dan sistem pelaporan dengan menggunakan berbagai media yang bisa dijangkau oleh semua stakeholder. Sebagai misal bentuk transparansi bisa dilihat dari sisi pembuatan keputusan pimpinan, penerimaan mahasiswa baru, perekrutan dosen dan tenaga kependidikan (karyawan administrartif dan laboran), dan penerimaan serta penggunaan sumber pendanaan (keuangan) perguruan tinggi harus bisa diakses oleh masyarakat secara umum. Prinsip akuntabilitas lebih cenderung kepada tanggung jawab suatu institusi terhadap aturan atau kebijakan yang telah diputuskan oleh suatu institusi. Pengertian ini lebih menekankan
pada ketaatan segenap personal yang ada dalam suatu institusi perguruan tinggi (higher educations) dalam mematuhi dan menjalankan semua kebijakan dan aturan yang telah mengikat mereka di suatu institusi. Cara yang dilakukan institusi untuk menjamin akuntanbilitas misalnya dengan menerapkan suatu Badan Audit Internal dan/atau Penjaminan Mutu. Dari sisi penjaminan sistem manajemen keuangan dan pelaporannya dimonitoring oleh Badan Audit Internal, sedangkan untuk akademik maka Penjamin Mutu selalu memantau untuk melakukan penjaminan kualitasnya. Resposibilitas merupakan prinsip yang mengandung pengertian bahwa suatu institusi harus menaati semua regulasi atau aturan dibuat dari pihak di luar institusi (eksternal). Misalnya undang-undang, peraturan pemerintah (PP), Keputusan Presiden (Kepres), Peraturan Menteri atau Kepu-
tusan Menteri, dan sebagainya. Oleh karena itu, perguruan tinggi dalam melaksanakan atau menjalankan kegiatannya tidak boleh melanggar peraturan yang telah dibuat oleh pihak-pihak eksternal tersebut. Begitu pula perguruan tinggi perlu tanggap (responsive) untuk mengadaptasi perubahan lingkungan. Artinya bahwa perguruan tinggi harus tanggap dengan semua keinginan stakeholder dan tanggap perubahan lingkungan yang sangat dinamis. Dengan demikian, setiap langkah kebijakan yang dibuat oleh institusi selalu memerhatikan keinginan stakeholder. Sementara itu, prinsip independensi lebih dalam prinsip good university governance menekankan pada kemandirian oleh suatu instistusi dalam mengelola suatu perguruan tinggi. Prinsip ini yang memerlukan adanya otonomi perguruan tinggi. Otonomi perguruan tinggi di berbagai belahan dunia mengandung banyak persepsi dan penafsiran yang berbeda-beda. Di sisi yang sama, dengan dilaksanakannya prinsip keadilan, diharapkan bisa memberikan nilai keadilan terhadap semua stakeholder yang ada. Prinsip keadilan mendorong kepada semua pihak yang berhubungan dengan suatu institusi perguruan tinggi harus bisa mendapatkan rasa adil, dan tidak ada perbedaan pelayanan ataupun fasilitas yang diperolehnya. Prinsip otoritas, konsultasi,
Fenomena Virga dan Dampaknya bagi Penerbangan
Memasuki pengujung tahun 2018, intensitas hujan di beberapa wilayah di Indonesia akan semakin meningkat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih mengingatkan ancaman cuaca buruk, gelombang tinggi, dan angin kencang di beberapa wilayah di Indonesia masih harus diwaspadai. Kita tahu bahwa presipitasi atau hujan merupakan fenomena alam yang sering terjadi, di mana tetes-tetes air yang terkandung dalam awan jatuh ke permukaan bumi. Tetes-tetes air ini tidak selamanya jatuh ke permukaan bumi, akan tetapi tetes-tetes air ini terkadang juga bisa menguap di atmosfer, fenomena inilah yang disebut dengan virga. Fenomena virga memiliki ciri khas yang bentuknya seperti tirai yang menjuntai seperti gabungan dari beberapa awan. Virga muncul seperti ekor atau jejak dari awan yang menggapai permukaan tanah, kadangkala membentuk awan seperti pintu gerbang yang besar. Walaupun ada fenomena virga yang terjadi dan begitu indah jika diamati, akan tetapi siapa sangka fenomena tersebut justru bisa menjadi dampak buruk bagi dunia penerbangan. Salah satu dampak bahaya yang bisa ditimbulkan dari virga yaitu microburst atau penyimpangan arah angin dalam skala yang kecil. Microburst adalah sebuah downdraft (angin yang mengempas ke bawah) dalam skala kecil secara cepat yang turun ke tanah yang menyebabkan adanya perubahan kecepatan angin menjadi lebih kuat. Microburst dibagi menjadi dua yaitu microburst kering dan basah, microburst yang dihasilkan dari virga merupakan microburst kering. Area yang diliputinya biasanya kurang dari empat kilometer. Microburst mampu menghasilkan angin lebih dari 100 mili per jam (mph) yang bisa menyebabkan kerusakan yang signifikan bagi pesawat yang melintasinya atau apa pun yang ada di bawahnya. Rentang waktu terjadinya sebuah microburst adalah sekitar 5 - 15 menit dari waktu awal fenomena
Oleh
Khalid Fikri Nugraha Isnoor tersebut terbentuk. Kemudian dapat diuraikan lebih dalam lagi, bagaimana microburst kering ini bisa terjadi saat virga. Fenomena virga sebetulnya serupa dengan hujan pada umumnya akan tetapi karena hujan ini tidak sampai ke permukaan bumi maka disebutlah virga. Pada saat hujan turun inilah, microburst bisa terjadi, hujan yang turun bercampur dengan udara kering dan ditambah dengan lingkungan bersuhu panas atau tinggi menyebabkan tetes-tetes air mulai menguap dan proses penguapan ini mendinginkan udara. Udara sejuk tersebut turun dan mengalami percepatan saat mendekati tanah. Ketika udara sejuk tersebut mendekati tanah, udara tersebut akan menyebar ke segala arah dan penyimpangan arah angin inilah yang disebut microburst. Adapun dampak yang ditimbulkan oleh microburst bagi pesawat yaitu pesawat yang terkena microburst dapat menyebabkan hilang kendali bahkan pesawat bisa turun beberapa ribu feet/kaki menuju permukaan tanah. Apabila pesawat sudah hilang kendali maka tidak menutup kemungkinan kecelakaan bisa terjadi dan tidak sedikit juga kasus pesawat jatuh yang terjadi karena microburst ini. Terkait dengan kecelakaan tersebut, pakar cuaca penerbangan menyebutkan bahwa microburst yang terjadi di ujung landasan adalah yang paling berbahaya terutama ketika pesawat hendak takeoff dan landing di ujung landasan pacu bandar udara. Microburst tidak hanya menyebabkan downdraft, akan tetapi dapat juga menyebabkan headwind (angin yang berlawanan arah dengan pesawat) atau angin yang bertiup dan mendorong bagian depan pesawat, dengan arah angin yang berlawanan ini akan menghambat pesawat saat landing dan memberikan tekanan saat takeoff. Ke-
mudian tailwind (angin yang datang searah dengan pesawat) atau angin yang bertiup dan mendorong bagian belakang pesawat. Saat pesawat akan landing apabila terjadi perubahan arah angin secara tiba-tiba dan menyebabkan posisi pesawat dan arah angin searah, hal ini dapat menyebabkan pesawat akan overshoot atau melewati ujung runway yang diakibatkan oleh dorongan dari tailwind tersebut, kemudian cross wind (angin yang bergerak dengan arah memotong lintasan runway). Hal ini dapat mengakibatkan pesawat terdorong keluar dari jalur runway. Apabila di suatu bandara terjadi fenomena seperti disebutkan di atas, pihak meteorologi penerbangan atau BMKG yang terdapat di bandara tersebut pasti akan menginformasikan kepada maskapai sebelum pesawat melakukan takeoff dan landing, sehingga pilot bisa melakukan antisipasi dan memperkirakan apa yang harus dilakukan ketika terjadi hal demikian sehingga kecelakaan pesawat bisa diminimalisasi, walaupun sebenarnya pesawat pada zaman sekarang telah dilengkapi dengan berbagai alat canggih yang dapat mendeteksi bahaya yang berada didekat pesawat, namun pengamatan dan prakiraan dari pihak meteorologi tetap sangat dibutuhkan. Fenomena virga tidak selalu disertai dengan kejadian microburst. Ada tidaknya microburst tergantung dari seberapa besar perbedaan temperatur, tekanan, dan banyaknya awan hujan yang terbentuk di atmosfer. Namun, walaupun tidak terjadi microburst di area terjadinya virga, sebaiknya jika melihat fenomena tersebut pilot dapat segera menghindari dengan cara meminta izin menaikkan ketinggian kepada ATC (Air Traffic Control) untuk terbang di atasnya agar keselamatan penerbangan dapat terjaga dengan sebaik-baiknya.
dan representasi menunjukkan bahwa suatu perguruan tinggi diharapkan mempunyai otoritas (wewenang) penuh yang bisa digunakan untuk membuat keputusan atau kebijakan. Untuk bisa membuat keputusan atau kebijakan diperlukan otoritas yang jelas tanpa adanya campur tangan dari pihak mana pun. Oleh karena itu, sering kali prinsip otoritas memerlukan suatu otonomi di setiap perguruan tinggi. Di samping itu, perguruan tinggi juga dituntut menjadi suatu lembaga bagi stakeholder sebagai tempat konsultasi yang berkaitan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan harus bisa mempresentasi semua kepentingan yang diperlukan. Dari semua item prinsip good university governance, saat ini mungkin sudah berjalan cukup baik di perguruan tinggi negeri (PTN), tapi tidak demikian dengan perguruan tinggi swasta (PTS) yang diselenggarakan oleh masyarakat. Kelemahannya terutama ada pada prinsip akuntabilitas dan transparansi yang masih perlu ditingkatkan. Artinya, PTS masih banyak lagi perlu berbenah untuk menuju good governance. Penulis adalah Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, kini sebagai Head of Institute of Quality Assurance & Accreditation Undiknas Denpasar
POJOK Gubernur Bali tetap komit bahwa tidak ada reklamasi di Teluk Benoa. - Apa langkah Pak Koster? *** Menteri Susi diamdiam keluarkan kembali izin lokasi reklamasi Teluk Benoa. - Rakyat Bali tidak dianggap. *** Bali jangan hanya kejar pertumbuhan ekonomi, pemerataan juga penting. - Saat era baru Bali.
Penulis, pengamat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
Kunjungan Wisman ke Ulundanu Beratan
Tiongkok Menurun, India Mendominasi Tabanan (Bali Post) -
Kunjungan wisatawan ke DTW Ulundanu Beratan tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Dari data pengelola, tahun ini kunjungan wisatawan tembus 900 ribu orang. Sementara pada 2017 hanya 850 ribu orang. Khusus tahun ini, kunjungan didominasi wisatawan dari India. India menggeser Tiongkok yang kerap mendominasi.
Bali Post/bit
Ulundanu Beratan
‘’Saat ini, turis India paling mendominasi. Kunjungan wisatawan asal Cina turun 10 persen,’’ kata Manajer Operasional DTW Ulundanu Beratan I Wayan Mustika, Kamis (20/12) kemarin. Peningkatan kunjungan wisatawan India terbilang signifikan, jika sebelumnya hanya bertengger di angka 200 ribu, kini naik menjadi 400 ribu. Wisatawan domestik (wisdom) juga mengalami peningkatan. Rata-rata kunjungan wisdom per hari 2.000 orang. Melihat peningkatan jumlah kunjungan tiap tahunnya, objek wisata ini terus menyiapkan daya tarik baru. Salah satu contoh, penataan taman bunga dan penambahan spot selfie khususnya di lokasi yang menjadi maskot
DTW Ulundanu Beratan. Ini dilakukan agar Ulundanu Beratan tidak terkesan monoton dan lebih bisa memanjakan pengunjung. Khusus menyambut hari raya Galungan dan Kuningan, pengelola menyiapkan spot selfie bernuansa Bali seperti penjor dan gebogan bunga. ‘’Kami siapkan spot selfie bernuansa hari raya Galungan, sederhana tetapi penuh makna seperti penjor dan gebogan sebagai ciri khas hari raya. Rencana akan kita pasang dekat dengan lokasi Meru Tumpang Tiga sehingga ada background pura,’’ terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Made Yasa menyambut baik gagasan penge-
lola Ulundanu Beratan dalam mengembangkan daya tarik baru objek wisata tersebut. Apalagi dalam pengembangannya, pengelola selalu berpegang pada konsep tri hita karana serta Sapta Pesona. ‘’Mininal wisatawan yang datang akan mendapatkan pengalaman dan kenangan yang luar biasa, sehingga nantinya akan tertarik kembali datang berkunjung,’’ ucapnya. Secara khusus dia menyambut baik upaya pengelola Ulundanu Beratan membangun taman bunga. Dengan luas sekitar 5 hektar, taman bunga ini akan terintegrasi dengan objek yang ada sekarang sehingga akan menambah daya tarik kawasan tersebut. (kmb28)
Transmigran Asal Tabanan Harga Gumitir Tembus Rp 40 Ribu Per Kg Mampu Maksimalkan Fungsi Lahan Tabanan (Bali Post) Transmigrasi menjadi salah satu tawaran menarik bagi masyarakat miskin yang sulit mendapatkan pekerjaan layak di tempat asalnya. Di Kabupaten Tabanan, program ini cukup banyak peminatnya. Sebagian besar transmigran asal Tabanan tergolong sukses. Hal itu juga yang dialami 4 KK transmigran asal Kabupaten Tabanan yang dikirim ke Desa Tongauna Kecamatan Ueesi Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara. Mereka berangkat tahun lalu. Dari hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan tim Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta sejumlah instansi terkait lainnya belum lama ini, 4 KK tersebut betah di lokasi transmigrasi serta mampu mengembangkan usaha dengan baik. ‘’Selain daerah tersebut subur, potensi pertanian di daerah tersebut juga cukup bagus. Hasil pantauan kami di sana, mereka sudah mulai menggarap sektor pertanian dengan baik, bahkan ada juga yang membuat minyak wangi,’’ kata Kepala Disnakertrans Tabanan I Putu Santika didampingi Kepala Seksi Transmigrasi Gede Eka Nanda Hartika, Kamis (20/12) kemarin. Santika menjelaskan, para transmigran di Desa Tongauna belum sepenuhnya bisa mengolah lahan pertanian yang ada. Namun
Tabanan (Bali Post) Petani bunga kenikir (gumitir) sumringah. Setelah beberapa bulan lalu sempat anjlok di Rp 5.000 per kg, jelang hari raya Galungan ini harga bunga gumitir tembus Rp 40.000 per kilogram. Salah satu petani bunga di Banjar Bangli Desa Baturiti, Ni Komang Surasni (35), Kamis (20/12) kemarin menuturkan, dia dan suaminya merencanakan penanaman agar bisa panen jelang Galungan. Harapannya tentu harga gumitir tinggi. ‘’Astungkara harganya bagus,’’ ujarnya. Dia menanam gumitir jenis maharani atau yang bermahkota besar. Membutuhkan waktu tiga bulan untuk tanaman ini tumbuh sampai bisa dipanen bunganya. Periode berbunga lamanya sekitar sebulan dan Surasni bisa memanen seban-
Bali Post/ist
TRANSMIGRAN - Tim monev Pemkab Tabanan saat mengunjungi transmigran di Provinsi Sulawesi Tenggara. setidaknya, dari satu hektar lahan yang dikelola per KK, mereka sudah mampu menghasilkan komoditas pertanian yang berkualitas. ‘’Itu sudah menghasilkan buah tropis seperti pepaya, buah naga dan palawija. Bahkan saat tim tiba di lokasi, mereka ada yang sedang berada di kota menjual hasil produksi mereka ke pasar langsung,’’ ucapnya. Ada pula transmigran yang mengolah daun nilam sebagai bahan baku minyak wangi atau parfum. Nilai ekonomisnya terbilang tinggi yakni Rp 350 ribu
hingga Rp 500 ribu per liter. ‘’Dengan teknologi sederhana, mereka membuat minyak wangi dan hasilnya cukup banyak,’’ ucapnya. Menurutnya, transmigran cukup terbantu sebab Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan transmigrasi sudah menempatkan alat penyulingan di lokasi transmigrasi. Namun, salah satu masalah pengembangan nilam adalah terkuras kesuburan tanah. Jadi, para transmigran harus punya akses pupuk subsidi agar mampu berproduksi secara berkelanjutan. (kmb28)
BUMDes Nyambu Tak Serobot Usaha Masyarakat Tabanan (Bali Post) Tujuan pendirian BUMDes adalah menggali potensi desa dan menjadikan masyarakat desa sejahtera. Begitu pula dengan BUMDes Desa Nyambu. Makanya, dalam menjalankan usaha, BUMDes Desa Nyambu berusaha untuk tidak menyerobot bidang usaha yang sudah dijalankan masyarakat setempat. Hal ini dipaparkan Perbekel Desa Nyambu I. B. Putu
Sunarbawa. Menurutnya, BUMDes Nyambu adalah yang pertama terbentuk untuk lingkup Kabupaten Tabanan. BUMDes ini berdiri tahun 2012 dengan unit usaha pertamanya simpan pinjam. Unit usaha ini berkembang dengan baik dan membantu perekonomian masyarakat. Tidak hanya puas di satu unit usaha, BUMDes Nyambu kemudian membuat unit usaha lain yaitu unit desa wisata. ‘’Selain itu, BUMDes juga bertugas untuk membantu untuk menjual produk pertanian di desa. Untuk ini, kami sedang melihat usaha mana yang bisa
dilakukan. Sebab, sudah ada masyarakat yang bergerak di bidang ini. Kami tidak ingin BUMDes menyerobot usaha masyarakat yang sudah ada,’’ jelasnya. Kata dia, BUMDes justru ini bersinergi dengan masyarakat. Seperti saat ini, BUMDes membantu menyalurkan kripik belut yang merupakan produk UKM unggulan desa yang sudah bersertifikat SNI. ‘’Ke depan, rencananya kami akan mengembangkan usaha pemenuhan ATK. Karena di sekitar desa belum ada yang memiliki usaha ini,’’ jelas Sunarbawa. Mengenai pergerakan unit usaha di bidang simpan pinjam, Sunarbawa menyebutkan, selama ini BUMDes saling mendukung dengan lembaga keuangan lain di desa baik itu LPD maupun koperasi. ‘’Tidak ada saling bersaing. Tetapi kami saling mendukung di sini. Karenanya, semua berjalan dengan baik,’’ imbuh Sunarbawa. (kmb24)
yak 20 kali. Hasil panen dijual di Pasar Baturiti. Menurutnya, kadang kala perhitungan waktu penanaman meleset dan harga bunga gumitir justru terjun bebas. ‘’Tidak selalu perhitungannya tepat. Terkadang, saat meramal bunga harganya tinggi, dapat juga harga yang jatuh. Saya pernah merasakan harga bunga Rp 5.000 per kg,’’ jelasnya. Surasni memiliki lahan seluas lima are. Lahan ini adalah miliknya dan suami sehingga ia tidak dibenani biaya sewa tanah lagi. Jika dihitung, biaya operasional dari pengolahan lahan sampai panen, kurang lebih Rp 5 juta. Jika harga bunga anjlok, misalnya Rp 5.000 per kg, maka dia sama sekali tidak dapat untung dan hanya balik modal. ‘’Tetapi sekarang lumayan untungnya. Bisalah sampai Rp 15
Bali Post/san
PANEN - Petani di Baturiti memanen bunga gumitir. juta untuk keseluruhan,’’ ujarnya. Menanam gumitir, lanjut Surasni, ada aturannya. Lahan tidak boleh ditanami bunga secara terus-menerus tetapi harus diselingi tanaman lain. Surasni sehabis menanam bunga bi-
asanya menanam sayur, baru kemudian kembali menanam bunga. Ia memilih menanam bunga karena kebutuhan bunga di Bali cukup tinggi terutama untuk keperluan upacara keagamaan. (kmb24)
BULELENG
8
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
Potensial Peternakan Sapi
Di Buleleng, Dikembangkan Upsus Siwab Singaraja (Bali Post) – Potensi peternakan sapi di Buleleng mulai dilirik pemerintah pusat. Karena wilayah Den Bukit itu mendukung pengembangan peternakan sapi, maka Kementerian Pertanian (Kementan) memilih wilayah Bali utara ini sebagai kabupaten prioritas pelaksanaan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) Bali tahun 2018. Penetapan program prioritas itu bersamaan dengan panen godel pedet Upsus Siwab di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kamis (20/12) kemarin. Panen perdana itu dihadiri Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Ir. Sugiono M.P. bersama Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Nyoman Genep. Ir. Sugiono mengatakan, program Upsus Siwab ini digulirkan ke daerah yang memiliki potensi peternakan. Hal itu diupayakan pemerintah dalam menjaga populasi sapi di Tanah Air. Program ini didukung penyediaan anggaran mulai pemkab, provinsi, hingga pemerintah pusat. Untuk itu, peternak didorong mengakses bantuan dan program yang sudah disiapkan itu, sehingga setiap sapi betina wajib bunting. “Populasi sapi harus kita tingkatkan lagi. Program itu dilakukan agar sapi betina harus bunting. Pemerintah menyiapkan anggaran, sehingga menghasilkan bibit sapi berkualitas,” katanya.
Kepala Distan Buleleng Nyoman Genep mengatakan, wilayah Den Bukit ini, memiliki lahan paling luas dibandingkan kabupaten lain di Bali. Realitas itu membuat potensi peternakan sapi di daerahnya dipilih menjadi program prioritas Upsus Siwab. Pemkab selama ini melaksanakan pembinaan dalam menyiapkan ketersediaan pakan hijauan dan pakan buatan. Selain itu, peternak dibimbing cara pembiakan hewan dengan metode Insemenisasi Buatan (IB - red). “Peternakan berkembang baik. Kelompok ternak terus kita dampingi baik dalam produksi pakan dan pendampingan pengembangbiakan,” katanya. Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng ini menambahkan, mulai tahun 2019, akan diadakan bursa ternak untuk pejantan maupan anak pedet. Pemkab mengalokasikan anggaran secara berkelanjutan di setiap tahunnya. Sampai tahun ini, Distan mencatat populasi sapi yang diternakan warga mencapai 133 ribu ekor. Populasi itu terbanyak menyebar di Kecamatan Gerokgak. “Peternakan sapi berkembang relatif baik. Kita bersyukur kalau peternakan itu didukung lahan memadai untuk penyiapan pakan. Mulai tahun depan, sapi pejantan sebagai sumber sperma. Kita nanti bantu untuk bibit betinanya, sehingga program prioritas Upsus Siwab sukses dikembangkan di daerah kita ini,” tegasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PANEN GODEL UPSUS - Suasana panen godel (pedet) Upsus Siwab digelar di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kamis (20/12) kemarin.
Sempat Ditinggalkan
Petani di Panji Anom Kembali Tanam Injin dan Ketan Singaraja (Bali Post) –
Petani di Desa Panji Anom Kecamatan Sukasada pada musim tanam kertamasa tahun 2019, kembali membudidayakan varietas padi injin (ketan hitam) dan ketan. Dua varietas padi ini sejak bertahun-tahun sempat ditinggalkan karena tidak menguntungkan. Tidak ingin kedua padi itu punah, petani dari enam kelompok subak di Desa Panji Anom itu kemudian kompak menanam padi injin dan ketan. Sejak dulu injin dan ketan itu adalah beras untuk bahan baku pembuatan aneka kue. Kedua komoditas itu untuk perlengkapan upakara atau kue tradisional Bali. Sejak mulai dibudidayakan, umur kedua varietas ini selama 6 bulan baru bisa dipanen. Sejalan dengan perkembangan varietas padi terbaru, petani mengganti dengan varietas padi terbaru berumur 3 bulan sudah bisa dipanen, sehingga dalam satu kali musim tanam (enam bulan - red) petani bisa melakukan dua kali panen. Pada budi daya sebelumnya, padi injin dan ketan itu rentan diserang hama dan penyakit termasuk bulirnya disukai burung. Setelah beberapa tahun menghilang, sekarang petani di desa ini mulai sadar. Mereka kemudian komit kembali menanam padi injin dan ketan. Kemauan petani dari semua kelompok subak itu didukung bantuan pemerintah desa yang mendistribusikan bantuan bibit kepada masing-masing subak yakni Pancoran, Lebah Siung,
Batu Pulu Atas, Batu Pulu Bawah, Puncak Landep, Subak Cempaka. Perbekel Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Made Gina, Kamis (20/12) kemarin, mengatakan pemerintah mendukung pemerintah desa mengembalikan budi daya padi injin dan ketan, seperti beberapa tahun silam. Pihaknya juga tidak ingin dua varietas padi itu tinggal nama saja. Pertimbangan lainnya karena kebutuhan bahan baku membuat kue untuk upakara atau diolah menjadi kue tradisional selain juga untuk ragam produk pangan lainnya. Sengaja memang pemerintah desa menjalankan program pelestarian varietas padi injin dan ketan itu. “Sekarang kebutuhan bahan untuk membuat kue upakara dan kue tradisional lain tidak pernah sepi, sehingga kami mengajak petani mengembalikan kejayaan padi injin dan ketan asli dari Panji Anom itu,” katanya. Dialokasikan Dana Desa Mengawali pelestarian vari-
etas padi yang nyaris punah itu, kata Gina, dilakukan dengan mengalokasikan Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat tahun 2019 mendatang untuk pengadaan benih padi injin dan ketan itu. Total dana yang dialokasikan untuk program ini Rp 12 juta lebih. Rinciannya setiap subak diberikan bantuan benih 1,15 kuintal. Benih unggul untuk desanya itu difasilitasi Dinas Pertanian (Distan) Buleleng. Terkait keunggulan dibandingkan bibit padi lama, Gina menyebut bantuan bibit ini masa pemeliharaannya sama dengan padi varietas terbaru yakni 3 bulan. Waktu pemeliharaannya lebih singkat dari budi daya bibit lama yang memakan waktu enam bulan. Diyakini budi daya itu akan menguntungkan petani. Alasannya, harga jual beras injin dan ketan jauh di atas harga beras umumnya. Sehingga produksi injin dan ketan di desanya itu dipercaya akan mendatangkan keuntungan dibandingkan menanam benih padi yang
BKD Gandeng KPKNL Genjot Penagihan Piutang Daerah
Badan Keuangan Daerah (BKD) melakukan kerja keras untuk menagih piutang yang belum tertagih, sampai akhir tahun ini. Lembaga itu tidak ingin piutang daerah tetap menjadi catatan neraca keuangan daerah. Karena itu, BKD mengoptimalkan proses penagihannya. Tidak saja dilakukan secara internal BKD, penagihan piutang daerah itu juga dilakukan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Lalu, bagaimanakah proses penagihan piutang itu? DARI catatan BKD disebutkan piutang daerah yang tercatat pada neraca pembukuan keuangan itu nilainya bisa terbilang besar. Mulai dari piutang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng, angsuran dana bergulir di Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin), kelebihan anggaran perjalanan dinas di Sekretariat DPRD Buleleng, dan tunggakan pembayaran angsuran penjualan sepeda motor milik pemerintah. Piutang RSUD dari tahun 2009 tercatat lebih dari Rp 558 juta. BKD sudah menyerahkan penagihan piutang itu kepada KPKNL. Hasil sementara, sudah diterbitkan surat Piutang Sementara Tidak Dapat Ditagih (PSTDD) senilai Rp 326 juta lebih. Pelunasan angsuran dana bergulir di Disdagprin dari jumlah pinjaman tahun 2003 sampai 2009 tercatat Rp 405 juta itu berhasil ditagih Rp 113 juta lebih. Pembayaran angsuran penjualan
kendaraan tahun 2009 dari jumlah total Rp 52 juta telah ditagih Rp 17 juta. Sedangkan, kelebihan anggaran perjalanan dinas para mantan anggota DPRD Buleleng itu tercatat Rp 185 juta lebih. Namun, baru berhasil ditagih Rp 15 juta. Sisanya Rp 170 juta lebih dinyatakan sebagai piutang macet. Kepala Bidang (Kabid) Akuntansi BKD Buleleng Ni Made Susi Adnyani, S.E.Ak. di ruang kerjanya, Kamis (20/12) kemarin, mengatakan piutang daerah ini muncul sejak beberapa tahun lalu. Piutang daerah ini tetap tercatat pada neraca keuangan pemerintah. Bahkan, piutang daerah yang berasal dari kelebihan anggaran perjalanan dinas di DPRD Buleleng menjadi temuan Badan Pemeriksa Kauangan (BPK) yang melakukan audit beberapa tahun lalu. Dari audit itu, BPK menemukan anggaran perjalanan dinas di DPRD itu pertanggungjawabannya tidak didukung bukti
yang sah. BKD sebenarnya sudah melakukan penagihan secara langsung kepada yang memiliki utang. Akan tetapi, upaya itu belum optimal, sehingga BKD kemudian menyerahkan piutang daerah itu kepada KPKNL agar ditagih. Ini dilakukan sesuai Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Negara atau Daerah. “Piutang itu tercatat dalam neraca keuangan pemerintah. Kami sudah melakukan penagihan sesuai regulasi yang ada. Kita serahkan ke KPKNL agar piutang itu bisa ditagih,” katanya. Meskipun melibatkan penagihan KPKLN, kata Adnyani, tidak menutup kemungkinan masih ada piutang yang tidak tertagih. Sesuai mekanisme, piutang yang tidak bisa ditagih, piutang itu akan dituangkan lewat surat PSTDD. Selanjutnya, piutang macet itu akan dihapus dalam pencatatan neraca keuangan. Penghapusan piutang secara permanen itu ditentukan melalui kebijakan pemerintah daerah. “Piutang macet di luar piutang pajak yang sudah kita serahkan ke KPKNL. Kalau tidak bisa tertagih, maka akan diterbitkan PSTDD, dan nanti ditindaklanjuti dengan penghapusan piutang daerah itu dalam pembukuan kita,” jelasnya. (mud)
mayoritas dibudidayakan sekarang ini. “Harga beras injin saja sekarang Rp 25.000 tiap kilogram. Sedangkan beras jenis terbaru sekalipun itu Rp 12.000 per kilogram, kami yakin produksi beras injin dan ketan ini menambah keuntungan bagi petani,” katanya. Kepala Dinas Pemberdayaan
Masyarakat Desa (PMD) Made Subur mengatakan, pemanfaatan Dana Desa untuk pengembangan potensi di masing-masing desa merupakan program positif. Meski demikian, upaya itu perlu didukung sentuhan program lain seperti pengolahan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dan penguatan organisasi subak. Kalau ini bisa
dijalankan dengan baik oleh desa bersama perangkat dan masyarakat, maka potensi di desa bisa terkelola optimal dan dapat memberi kesejahteraan bagi masyarakat. Dengan demikian, juga angka kemiskinan bisa ditanggulangi. “Sudah banyak desa memanfaatkan Dana Desa untuk program dan terobosan baru
seperti di Panji Anom. Setelah ada program dan didanai, maka ke depan perlu didukung pengolahan atau penguatan lembaganya, sehingga konsep One Village One Product (OVOP) akan muncul dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” jelas birokrat asal Desa Banyuatis, Banjar ini. (kmb38)
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
GIANYAR
9
Tabrak Pembatas Desa, Dua Pelajar SMK Meregang Nyawa
Gianyar (Bali Post) Nasib nahas dialami dua orang pelajar SMK asal Jimbaran, Badung pada Kamis (20/12) pagi kemarin. Saat melintas di Jalan Raya Payangan, dua korban Lianta dan Hanif yang mengendarai sepeda motor Vario Tekno DK 7228 QZ menabrak pembatas desa. Akibatnya, dua pelajar yang sama-sama masih 17 tahun ini mengalami luka berat hingga akhirnya meregang nyawa.
Bali Post/kmb35
BPJS - Suasana pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan di Kabupaten Gianyar.
Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan BPJS
Gianyar (Bali Post) Pemerintah kini mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Perpres tersebut menjabarkan beberapa penyesuaian aturan di sejumlah aspek. Di antaranya pendaftaran bayi baru lahir. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung Endang Triana Simanjuntak di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Gianyar menerangkan, dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2018, bayi baru lahir dari peserta JKN-KIS wajib didaftarkan ke BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak bayi itu dilahirkan. “Aturan ini mulai berlaku tiga bulan sejak Perpres tersebut diundangkan,” ucap kepala cabang yang membawahi wilayah Bali Timur ini. Jika sudah didaftarkan
dan iurannya sudah dibayarkan, maka bayi tersebut berhak memperoleh jaminan pelayanan kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. “Khusus untuk bayi yang dilahirkan dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), maka secara otomatis status kepesertaannya mengikuti orang tuanya sebagai peserta PBI,’’ ucapnya. Sementara itu, untuk bayi yang dilahirkan bukan dari peserta JKN-KIS, maka diberlakukan ketentuan pendaftaran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Endang Triana Simanjuntak mengimbau kepada para orangtua untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya menjadi peserta JKN-KIS, agar proses pendaftaran dan penjaminan sang bayi lebih praktis. (kmb35)
Bali Post/ist
EVAKUASI - Warga mengevakuasi sepeda motor yang dikendarai kedua korban di Jalan Raya Payangan.
Informasi yang dihimpun, pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.30 Wita, kedua korban bersama dua orang temannya yakni Rhydian Naufal William dan Sultan Rahmathan Zaki berangkat menuju Gunung Batur, Bangli. Mereka meluncur dari Jimbaran mengendarai sepeda motor. Setiba di Gunung Batur mereka sempat melakukan pendakian, hingga tiba di puncak gunung sekitar pukul 06.00 Wita. Mereka sempat di atas puncak menikmati matahari terbit kurang lebih selama 30 menit. Selanjutnya, empat sekawan ini turun, di kaki gunung mereka sempat beristirahat selama kurang lebih 15 menit. Mereka lantas melanjutkan perjalanan pulang. Karena lelah, mereka kembali beristirahat di salah satu toko di Kintamani. Di lokasi itu, mereka beristirahat sekitar 20 menit. Mengendarai sepeda motor, mereka pulang menuju Jimbaran dengan beriring-iringan. Kala itu, korban Lianta diketahui mengendarai sepeda motor dengan membonceng Hanif. Saat meluncur ke arah selatan, melintasi Jalan Raya Payangan tepatnya di seputaran perbatasan antara Desa Puhu dan Desa Kerta, tiba-tiba saja sepeda motor Vario yang dikendarai Lianta oleng ke kiri pukul 09.30 Wita. Kendaraan yang sudah tidak terkontrol, akhirnya menabrak pembatas Desa Pakraman Penginyahan. Selanjutnya, kedua korban dengan sepeda motornya juga nyungsep ke got di lokasi tersebut. Dua teman korban yang terkejut dengan kejadian ini, langsung memberikan pertolongan. Mereka juga berteriak minta tolong kepada
warga setempat. Berkat bantuan warga setempat, kedua korban yang diangkut dengan mobil Carry lantas dilarikan ke Klinik Angga Pada, Desa Puhu. Di klinik itu, kedua korban sempat mendapat penanganan berupa bantuan pernapasan. Namun, satu orang korban Hanif dinyatakan meninggal oleh petugas di klinik tersebut. Sementara Lianta yang masih terasa denyut nadi dilarikan ke Puskesmas Payangan dengan mobil ambulans. Setiba di IGD Puskesmas Payangan, Lianta langsung mendapat penanganan sekitar pukul 11.00 Wita. Namun nahas pelajar 17 tahun ini tetap tidak tertolong. Kedua korban diketahui mengalami luka berat dan patah tulang di sekujur tubuhnya. Kapolsek Payangan AKP Nyoman Pawana Jaya Negara yang dikonfirmasi membenarkan adanya kasus lakalantas yang melibatkan dua pelajar asal Jimbaran tersebut. Namun, ia enggan menjabarkan detail kejadian lakalantas tersebut, karena kasus ini ditangani Sat Lantas Porles Gianyar. “Ya ada tadi, tetapi penanganan langsung ke Unit Laka Polres,” ucapnya. Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gianyar AKP I Gusti Ayu Udayani Addi mengatakan personel Sat Lantas sudah meluncur ke lokasi untuk melakukan olah TKP pada Kamis sore kemarin. Informasi sementara lakalantas ini disebabkan pengendara out of control. “Masih kita dalami dengan olah TKP dan pemeriksaan saksi, tapi untuk sementara itu disebabkan pengendara out of control,” ucapnya. (kmb35)
Kasus Pembunuhan Tiga Anak Kandung
PN Gianyar Tunggu Kontra Memori Kasasi Terdakwa
Wawan Edi Prastiyo
Bali Post/kmb35
Gianyar (Bali Post) Pengadilan Negeri (PN) Gianyar sudah menerima memori kasasi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar, terkait kasus pembunuhan tiga anak yang dilakukan ibu kandungnya, Ni Luh Putu Septyan Permadani. Memori kasasi itu diterima panitera PN Gianyar I Dewa Gede Suardana, S.H. pada 13 Desember. Sebelum memori kasasi dikirim ke Mahkamah Agung, PN Gianyar kini menunggu kontra memori kasasi dari kuasa hukum terdakwa Septyan hingga batas waktu 28 Desember mendatang.
Humas PN Gianyar Wawan Edi Prastiyo, Kamis (20/12) kemarin mengungkapkan, memori kasasi dari Jaksa Penuntut Umum nomor ter-0775/P.1.15/ Uuh.2/12/2018 memang sudah diserahkan pada 13 Desember. Ternyata memori kasasi itu tidak langsung dikirim ke Mahkamah Agung. Melainkan PN Gianyar memberikan kesempatan kepada kuasa hukum terdakwa untuk menyiapkan kontra memori kasasi. “Terdakwa diberikan kesempatan hingga 28 Desember untuk menyiapkan kontra memori,” katanya.
Apabila hingga 28 Desember terdakwa dan kuasa hukumnya tidak menyerahkan kontra memori kasasi, maka berkas ini akan langsung dikirim ke Jakarta. “Jadi, tidak masalah bila terdakwa tidak mencantumkan kontra memori kasasi, berkas akan langsung dikirim, dan diproses paling lama 6 bulan di kasasi,” terangnya. Sementara itu, isi dalam memori kasasi yang dicantumkan JPU, tetap menyatakan terdakwa Ni Luh Putu Septyan Permadani bersalah karena melakukan pembunuhan beren-
Pemkab Gelar Bursa Inovasi Desa
Gianyar (Bali Post) Program Bursa Inovasi Desa (BID) hadir sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa yang efektif dan efisien. Program ini lahir karena banyak desa dianggap belum memiliki kapasitas SDM, terutama aparatur desa yang masih rendah dalam kemampuan tata kelola desa. Pemkab Gianyar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) menggelar bursa inovasi desa, menjelang akhir tahun ini, di Balai Budaya Gianyar, Kamis (20/12) kemarin. Bursa inovasi desa merupakan bagian dari tahapan program inovasi desa. Bursa ini menawarkan kegiatan terkait pembangunan desa yang telah dinilai inovatif. Seperti ditegaskan Kabid Pembangunan Kawasan Perdesaan DPMD Kabupaten Gianyar Ir. I.B. Mahardika bahwa pelaksanaan BID adalah untuk menjembatani kebutuhan pemerintahan desa akan solusi bagi penyelesaian masalah, inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa. “Yang dipamerkan dalam Bursa Inovasi Desa seperti kegiatan yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa yang bukan dalam bentuk barang melainkan dalam bentuk ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di desa,” kata I.B. Mahardika. Dalam bursa ini akan diperkenalkan beberapa kegiatan inovatif yang sudah dikembangkan pada desa seluruh Indonesia. Tim pelaksana inovasi desa se-Kabupaten Gianyar dapat melihat dan mengambil salah satu program yang cocok diterapkan di wilayah masing-masing. “Kegiatan inovatif seperti dalam menu Inovasi Bursa A bidang infrastruktur, embung desa, inovasi cipta karya
Bali Post/kmb35
BURSA - Kegiatan bursa inovasi desa, menjelang akhir tahun ini di Balai Budaya Gianyar, Kamis (20/12) kemarin. Desa Bukian, mesin parut serbaguna, internet gratis dengan wajan bolic, kincir air sebagai penunjang ekonomi masyarakat, pengering gabah sederhana dan lain-lainnya,” ucapnya. Sementara itu, Bupati Gianyar yang diwakili Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setdakab Gianyar I Wayan Suardana, S.Sos. mengatakan, melalui bursa ini diharapkan desa dapat berbagi ide kreatif yang telah diterapkan di desa. Menginformasikan rencana kegiatan penyelenggaraan pengelolaan pengetahuan inovasi desa, penyediaan Peningkatan Teknik Desa kepada OPD terkait. “Bursa ini juga dapat menjembatani kebutuhan pemerintahan desa supaya dapat mengontrol bilamana menemui kendala, selain mencari inisiasi atau alternatif bagi pengguna dana desa demi kepentingan pembangunan,” tegas Wayan Suardana. (kmb35)
cana, sebagaimana dakwaan primer Pasal 349 KUHP. Selanjutnya, Septyan dijatuhi hukuman 19 tahun dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan. “Memori kasasi dari JPU masih sama memasang pasal 340 KUHP, “ ucapnya. Sementara itu, kuasa hukum Septyan, Made Somya Putra, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan kontra memori kasasi untuk terdakwa Ni Luh Putu Septyan Permadani. Bahkan, pengajuan kontra memori kasasi ke PN Gianyar akan dipercepat. “Rencana besok (hari ini - red),
kami ajukan (kontra memori kasasi - red), “ katanya. Sebelumnya, Somya menyesalkan langkah JPU menempuh kasasi. Menurutnya, jaksa penuntut umum tidak perlu mengajukan kasasi, hanya karena merasa puas atau tidak. “Dengan pernyataan tidak puas tersebut, kami menilai kasasi tersebut sangatlah subjektif tanpa memerhatikan reaksi masyarakat,” ujar Somya Putra, Kamis kemarin. Lanjut Somya, banyak kalangan mengharapkan JPU menyudahi kasus ini dengan cara tidak menyatakan kasasi.(kmb35)
JEMBRANA
10
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
Klian Banjar Pasatan Diturunkan Warga Negara (Bali Post) Kepala Kewilayahan Banjar Dinas (Klian Dinas) Pasatan, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo Gusti Putu GS belum lama ini diturunkan warga. Pemicunya, adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan kurang tanggap pelayanan kepada masyarakat. Informasi yang dihimpun Kamis (20/12) kemarin, Kepala Kewilayahan Banjar Dinas Pasatan itu diturunkan warga melalui voting saat rapat para tokoh banjar sebulan lalu. Gusti Putu GS diturunkan warga karena masalah etika dalam pelayanan. Di mana ponselnya tidak pernah aktif jika dihubungi masyarakat ketika membutuhkan. Perbekel Pohsanten, Mendoyo I Gusti Agung Sultra Gunadi Putra dikonfirmasi wartawan kemarin tak menampik ada struktur di desa yang mengalami pergantian sejak sebulan ini. Menurut Sultra, sebagian besar warga mengeluhkan pelayanan yang bersangkutan. Pihaknya selaku Perbekel Pohsanten juga agak susah menghubungi jika penting. Bahkan selaku atasan, teguran sudah berulangkali dilayangkan tetapi tak ada respons. Selain itu ada hal-hal lain yang membuat warga mendesak kepala kewilayahan itu mundur. Di mana dana santunan kematian milik keluarga yang meninggal dipinjam/dipakai pribadi, sehingga menjadi perbincangan di masyarakat. “Memang dana yang dipinjam tidak besar Rp 500 ribu dari Rp 1,5 juta dana santunan kematian yang didapatkan. Klian yang urus. Sebenarnya sudah dikembalikan tapi mungkin karena warga sudah tidak terima akhirnya digelar rapat,” jelasnya. Menurut sejumlah warga, dengan susahnya dihubungi sebagai pelayan masyarakat sehingga Klian Banjar Pasatan tidak maksimal dalam pelayanan. Perbekel Pohsanten Agung Sultra mengatakan, sudah ada penggantinya dan menurutnya tinggal mengeluarkan surat keputusan (SK). “Penggantinya sesuai aturan maksimal usia 60 tahun. Penggantinya yang pernah ikut testing saat pemilihan,” tandasnya. Sementara Klian Banjar Pasatan Gusti Putu GS yang berusaha dikonfirmasi tidak bisa dihubungi. (kmb26)
PENUHI PANGGILAN - Calon DPD-RI Ni Made Suastini alias Dek Ulik, Kamis (20/12) siang memenuhi panggilan Panwascam Mendoyo untuk klarifikasi terkait adanya dugaan pelanggaran kampanye di Pura Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo. Dek Ulik membantah dirinya berkampanye, melainkan hanya menghibur sesuai undangan.
Diduga Kampanye di Pura
Dek Ulik Dipanggil Panwascam Mendoyo Negara (Bali Post) -
Diduga melakukan kampanye di sebuah pura Banjar Mendoyo, Calon DPD-RI Ni Made Suastini alias Dek Ulik, Kamis (20/12) siang hadir memenuhi panggilan Panwascam Mendoyo. Pemanggilan caleg DPD yang juga penyanyi pop Bali ini untuk diminta klarifikasi. Namun dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tertutup tersebut, pihak Panwascam belum sampai pada kesimpulan benar tidaknya terjadi pelanggaran. DIVONIS - Terdakwa kasus persetubuhan anak di bawah umur seusai sidang putusan kemarin. Terdakwa divonis 7 tahun penjara lebih ringan 3 tahun dibandingkan tuntutan JPU.
Paman Hamili Ponakan Divonis Tujuh Tahun
Negara (Bali Post) – Kasus persetubuhan paman terhadap keponakan yang masih di bawah umur akhirnya masuk pada putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Negara, Kamis (20/12) kemarin. Terdakwa I Komang S (37) divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider 3 bulan. Terdakwa yang menyetubuhi korban hingga hamil terbukti bersalah melanggar Pasal 81 ayat 1, ayat 2, dan ayat 3, UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU. Majelis hakim dengan hakim ketua Fakhrudin Said Ngaji dan dua anggota M. Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan ini memberikan vonis terdakwa pidana penjara selama 7 tahun. Ditambah denda Rp 60 juta subsider 3 bulan kurungan. Bila terdakwa tidak membayar denda senilai itu, maka diganti dengan kurungan selama tiga bulan. Putusan ini tiga tahun lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yakni 10 tahun penjara. Terkait putusan tersebut, JPU kemarin belum menentukan sikap. Sedangkan terdakwa I Komang S menyatakan menerima. Komang S terjerat kasus ini setelah menyetubuhi anak di bawah umur sebut saja Bunga (15) hingga hamil. Pelaku merupakan paman korban sendiri dan melakukan persetubuhan hingga berulangkali. Kasus ini terungkap setelah korban yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama ini diketahui hamil. Akibatnya korban cukup lama tidak masuk sekolah tanpa keterangan. Ternyata korban diduga dihamili oleh pamannya sendiri. Meskipun pelaku menikahi korban, namun penyelidikan kasus tetap berlanjut. Akhirnya pada akhir tahun ini, kasus tersebut masuk ke meja hijau. Terdakwa divonis tujuh tahun penjara dikurangi masa tahanan. (kmb26)
Dari pengamatan di Kantor Panwascam Mendoyo, Dek Ulik hadir bersama stafnya dengan memakai pakaian adat. Diterima oleh Ketua Panwascam Mendoyo Ketut Suama dan jajaran. Hadir pula Ketua Bawaslu Jembra-
na Pande Made Ady Mulyawan. Kemudian pertemuan dilakukan tertutup. Dek Ulik usai diklarifikasi, kepada media membantah kalau dirinya melakukan kampanye. Karena dia hadir di pura hanya untuk mengisi
acara sesuai undangan. “Saat itu saya mengisi acara di empat tempat. Dan di pura itu terakhir dan sebenarnya sudah capek jadi tidak memperhatikan ada APK dalam bentuk banner. Begitu datang saya langsung sembahyang
lanjut menghibur,” katanya. Untuk simakrama khusus katanya sudah dilakukan sebelumnya pada bulan November. Dan karena saat simakrama ada permintaan untuk menghibur bulan Desember sehingga dia hadir. “Kami tahu kalau di pura tidak boleh kampanye. Jadi kami tidak melakukan itu. Pemasangan banner saya tidak tahu,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Mulyawan mengatakan,
ada beberapa pertanyaan yang diajukan. “Tapi kami belum bisa sampaikan pertanyaan dan jawabannya. Masih banyak proses harus dilalui. Setelah tahapan/proses di Panwascam selesai nanti kita bawa ke Bawaslu/kabupaten dan akan kita kaji apakah ini pelanggaran atau tidak,” jelasnya. Sebelumnya ada empat saksi yang diklarifikasi. Baik klian adat, panitia, dan seksi kesenian serta Panwaslu Desa/ Kelurahan (PDDK). (kmb)
Anggota Dewan Soroti Papan Nama Gedung Sekretariat Bersama
Negara (Bali Post) – Papan nama di Gedung Sekretariat Bersama yang baru di pinggir Jalan Sudirman disayangkan sejumlah anggota DPRD Jembrana. Papan yang memberikan informasi nama-nama kantor sekretariat organisasi dalam areal tersebut terkesan tak teratur. Selain itu Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jembrana yang Kantornya jadi satu di areal tersebut, dituliskan di bawah organisasi-organisasi lainnya. Anggota DPRD Jembrana, Wayan Suardika, Kamis (20/12) kemarin mengaku miris melihat tatanan penulisan papan nama di kantor sekretariat bersama itu. Apalagi PHDI berada di urutan bawah dari organisasi lain seperti KNPI, Pramuka dan Radio. “PHDI itu lain ranahnya, lembaga Umat. Malah semestinya menurut saya papan namanya terpisah,” terang Suardika yang juga mantan Ketua DPD KNPI Bali ini. Pihaknya mengapresiasi pemerintah akhirnya menyediakan kantor yang representatif untuk PHDI Jembrana, namun seyogyanya untuk papan nama itu terpisah. Tidak digabung dengan organisasi lain, apalagi posisinya di bawah organisasi lainnya. Sebelumnya Kantor sekretariat PHDI Jembrana terus berpindah-pindah. Bahkan terakhir di gedung lawas pinggir
Jalan Ngurah Rai yang kondisinya sudah kurang layak. Sekarang dengan gedung baru dan tetap, sudah selayaknya diberikan apresiasi. Hal senada juga diungkapkan I Putu Kamawijaya, anggota DPRD Jembrana dari Fraksi Demokrat. Dewan asal Pergung itu menekankan agar papan nama untuk PHDI terpisah meskipun masih satu areal komplek gedung. “Kalau itu dijadikan satu, saya khawatir malah ditunggangi untuk kepentingan tertentu,” terang Kamawijaya. Pihaknya juga berharap dengan disediakannya kantor sekretariat bersama itu tidak untuk kepentingan tertentu. “Bagus disediakan tempat representatif, tapi sebaiknya untuk PHDI harus dipisahkan, paling tidak papan namanya terpisah,” tambahnya. Di samping itu, juga tidak ada tulisan aksara Bali yang menerangkan masing-masing kantor di dalam areal kantor bersama itu. Bangunan gedung baru yang berada di sebelah Kantor Pengadilan Negeri (PN) Negara ini sebelumnya dimanfaatkan untuk kantor PMI dan beberapa organisasi lainnya. Pada tahun ini dibongkar dan dibangun sejumlah bangunan difungsikan untuk kantor sekretariat bersama. (kmb26)
SOROTAN – Papan nama gedung sekretariat bersama yang baru dibangun mendapat sorotan dari DPRD Jembrana. Salah satunya nama PHDI diletakkan di bawah nama-nama ormas dan pramuka.
Hadapi Arus Libur Panjang
Jalan Lubang Ditambal, Marka Dicat Kuning
Bali Post/kmb26
BERGANTI – Beberapa bagian marka di jalan nasional Denpasar-Gilimanuk berganti warna dari putih menjadi kuning untuk menandakan sebagai jalan nasional.
Negara (Bali Post) – Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru, sejumlah pos pengamanan di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk wilayah Jembrana mulai dibangun. Selain pos-pos pengamanan, persiapan kelancaran lalu lintas khususnya jalan dibenahi. Sejumlah lubang-lubang di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk mulai ditambal. Dari pengamatan hingga Kamis (20/12) kemarin, beberapa titik lubang jalan yang ada di jalan Sudirman arah Gilimanuk sudah ditambal. Sebelumnya lubang-lubang bagian badan jalan itu ditandai untuk diperbaiki. Selain perbaikan jalan, marka jalan di jalan nasional itu juga berganti warna dari putih menjadi kuning. PPK-03 Cekik-Batas Kota Negara-Tabanan I Gede Agus Punarta dikonfirmasi kemarin mengatakan, pemeliharaan jalan long segment masih dilakukan sampai akhir Desember ini. Pemeliharaan itu menyasar di jalanjalan yang berlubang di jalur jalan nasional itu. “Masih (pemeliharan-red) pekerjaan sampai dengan 31 Desember ini, rencana besok juga dari Barat sampai Kota (Negara - red),” ujarnya. Pekerjaan ini menurutnya memang dilakukan sesuai kontrak hingga akhir
Desember ini. Baik ruas jalan di jalur arah Gilimanuk maupun sebaliknya arah Denpasar. Sementara itu terkait rambu marka jalan yang berubah menjadi kuning menurutnya mengikuti aturan. “Untuk jalan nasional, (marka) warnanya kuning. Tapi ini dilakukan Dinas Perhubungan,” tandasnya. Saat ini menurutnya untuk marka warna kuning jalan nasional ini baru beberapa ruas saja, belum semuanya atau masih bertahap. Sementara itu, sejumlah pos-pos pengamanan Natal dan Tahun Baru dari Polres Jembrana sudah mulai dibangun. Mulai akhir pekan ini, Polres Jembrana mulai menggelar Operasi Lilin Agung 2018. Dalam rapat koordinasi sebelumnya, Kapolres Jembrana AKBP Budi P Saragih mengatakan, dalam operasi tersebut, Polres Jembrana membuat 6 Pos pengamanan (PAM) di antaranya masing-masing satu pos di Pekutatan dan Mendoyo. Serta dua pos Pam di wilayah Negara dan Melaya. Sedangkan untuk di Gilimanuk khusus dibuat Pos terpadu dan satu Pos Pelayanan. Perayaan Nataru ini sedikit berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya karena bertepatan dengan perayaan umat Hindu Hari Raya Galungan. (kmb26)
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
KARANGASEM
11
Ditunda, Pembangunan Tiga Inferter Rusak Huntara Pengungsi Amlapura (Bali Post) Pembangunan hunian sementara (huntara) tahun ini ditunda. Huntara khusus untuk pengungsi Gunung Agung itu akan dibangun ketika ada warga Karangasem mengungsi sebagai dampak aktivitas Gunung Agung. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Karangasem I Made Suama, Kamis (20/12) kemarin mengungkapkan, sebenarnya tidak ada surat resmi terkait pembatalan atau penundaan pembangunan huntara yang dianggarkan pemerintah pusat itu. Namun setelah mengamati aktivitas Gunung Agung belakangan, antara pemerintah daerah dan pusat sama-sama tidak ada komunikasi. “Kami dari pemerintah daerah tidak menanyakan kelanjutannya. Pemerintah pusat juga tidak ada koordinasi ke daerah. Tapi pusat sudah siap membangun ketika ada warga yang mengungsi karena erupsi Gunung Agung. Karena begitu aktivitas gunung naik, kami koordinasi ke pusat. Jika ada warga yang mengungsi, langsung dibuatkan huntara itu,” ujarnya. Pembangunan itu kata Suama, tidak perlu waktu lama. Karena konsepnya tidak seperti memban-
gun rumah biasa. Dari sisi anggaran, pemerintah pusat sudah siap. Sedangkan pemerintah daerah yang berkewajiban menyediakan lahan, juga sudah disiapkan lahan seluas 1,7 hektar milik Pemprov Bali di Desa Nongan, Rendang, Karangasem. “Pemerintah daerah sudah melakukan pendataan warga di lingkar Gunung Agung yang menempati huntara ketika erupsi terjadi. Huntara yang akan dibangun itu diperkirakan bisa menampung 1.200 pengungsi. “Karena semua sudah siap, jadi kalau ada erupsi, tinggal dibangun huntara,” jelasnya. Seperti diketahui, aktivitas Gunung Agung berada di level III (Siaga). Pusat Vulkanogi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasi masyarakat agar tidak berada atau melakukan pendakian dan aktivitas apa pun di zona perkiraan bahaya, yaitu di seluruh area di dalam radius empat kilometer dari puncak kawah Gunung Agung. Selain itu, masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan, terutama saat musim hujan. (kmb41)
PLTS Tidak Bisa Beroperasi Maksimal
Amlapura (Bali Post) Tiga inferter Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Karangasem kondisinya rusak. Beberapa inferter yang berfungsi mengubah sinar surya jadi energi tak beroperasi maksimal. Selain itu, lampu penerangan serta alat penangkal petir juga ikut rusak. Kasubag Produksi Daerah Bagian Ekonomi I Dewa Gede Agung Pemayun menjelaskan, tiga PLTS yang rusak yakni PLTS Cegi, Desa Ban, Kecamatan Kubu berdaya 15 kWh, PLTS di Taman Sari, Tianyar Barat, Kecamatan Kubu berdaya 15 kWh. Terakhir, yakni PLTS Bukit Lambuh, Tianyar Tengah, Kecamataan Kubu dayanya 20 kWh. Tiga PLTS itu rusak bahkan sejak setahun lalu. Kerusakannya pada bagian inferter serta alat lainnya. “PLTS Cegi, Bukit Lambuh, Taman Sari masing-ma-
sing punya tiga inferter. Tiap PLTS mengalami kerusakan 1 inferter. Kita belum bisa pastikan apa yang menyebabkan inferter di PLTS itu bisa rusak,” ujar Gede Pemayun. Walau dalam kondisi rusak tiga inferter di PLTS itu kata Pemayun, hingga kini masih bisa dioperasikan. Sejauh ini, energi listriknya sudah dinikmati masyarakat sekitar. Satu PLTS mampu menerangi sekitar 60 sampai 100 KK. Catatannya, tiap KK memasang lampu berdaya 3 watt di tiga titik. “Yang membangun PLTS ini Kementerian Energi Sum-
Bupati Monitor Harga Sembako
Pentas Kreativitas Spensas
Digelar 21 Jenis Lomba MEMERIAHKAN HUT ke-61 SMP Negeri 1 Selat, dilangsungkan 21 jenis lomba di bidang bahasa, olahraga, seni budaya, dan tari kontemporer. Kegiatan wajib untuk seluruh kelas termasuk pembina, wali kelas masing-masing itu terlaksana dengan format 3 M -- murah, meriah, massal --. Ketua Panitia I Wayan Putu Suwardana, S.Pd. mengatakan, kegiatan itu digelar bukan saja untuk mengetahui potensi, minat, dan bakat siswa, juga memberikan ruang kepada mereka agar juga belajar melalui pengalaman secara langsung. ‘’Tiap tahun, memang kami menggelar lomba seperti ini. Tujuannya memberikan ruang dan pengalaman kepada siswa berlomba di bidang akademis dan non-akademis,’’ ujar Kasek Ketut Nika, S.Pd. Namun, ketika erupsi Gunung Agung tahun lalu memang sempat tidak dilaksanakan. Paling tidak katanya, dari acara ini sejak dini sudah terdeteksi bakat dan kemampuan siswa, melalui hasil kerjanya. Seperti lomba Karaoke lagu pop Bali, maka akan lebih awal sudah diketahui sejauh mana bakat siswa itu dalam olah vokal, atau musikalitas (keselarasan dengan musik pengiring, dll). Begitu juga pada jenis
lomba mata pelajaran. Melalui hasil lomba itu sudah ketahuan kualitas pendidikan yang selama ini didapatkan siswa di sekolah. ‘’Hasil lomba itu juga bisa dijadikan evaluasi perbaikan ke depannya,’’ tambah Ketut Nika. Bertepatan acara puncak HUT 14 Desember 2018 lalu, dilaksanakan Pentas Kreativitas Spensas yang diawali serimonial pemotongan tumpeng, peniupan lilin HUT dari Perbekel Desa Muncan Drs. I Gusti Lanang Ngurah didampingi Wayan Mara, Ketua Komite, dan kepala sekolah. Pada acara ini, ditampilkan finalis Karaoke lagu Pop Bali, tari kontemporer (dancing) serta penampilan juara satu story telling, masatua Bali dan acara hiburan lainya. I Wayan Murjana, S.Pd. selaku Wakahumas menambahkan acara HUT itu banyak mendapat dukungan penonton. Finalis karaoke lagu POP Bali diikuti delapan finalis. Sejak tahun 1990– an, lomba ini terus dilaksanakan. Bahkan, banyak alumni SMP Negeri 1 Selat terkenal lewat musik Pop Bali seperti Ari Kencana, Tison, Rio, Pande Tusan. Pada cara terakhir, dilaksanakan pembagian hadiah untuk peserta lomba dan pengundian hadiah door prize kepada para peserta jalan santai. (ist)
ber Daya Mineral (ESDM). Bangunannya sudah dihibahkn ke kabupaten. Yang mengelola warga setempat. Sebagai ketua pengelola kadus bersangkutan di daerah tersebut,” jelasnya. Untuk PLTS yang lain, kata Pemayun, kondisinya masih bagus dan mampu beroperasi maksimal. Seperti PLTS kekuatan 15 kWh di Desa Datah, Abang, difungsikan warga mengangkut air dari sumber ke cubang umum, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan PLTS di Desa Baturing-
git berdaya 1 Megawatt itu malah sudah dinikmati Perusahaan Listrik Negara (PLN). Energi yang dihasilkan PLTS di Baturinggit sudah terkoneksi dengan PLN. “Namun, PLTS di Baturinggit itu, baru kemarin dihibahkan oleh kementerian,” jelasnya. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Menjelang hari raya Galungan, Kuningan, Natal dan Tahun Baru (Nataru), Bupati Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan monitoring harga sembako di Pasar Amlapura Timur, Kamis (20/12) kemarin. Dari pantauan langsung itu, diketahui harga cabai, daging ayam, daging sapi, daging babi, dan telur mengalami kenaikan. Agenda itu dilakukan guna mengetahui harga sembako selain mengantisipasi terjadi lonjakan harga secara signifikan. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi Sekda Gede Adnya Mulyadi mengatakan, monitoring itu untuk mengetahui harga sembako menjelang hari raya Galungan dan Kuningan selain itu juga Natal dan Tahun Baru.
Monitoring ini sangat perlu dilaksanakan untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang signifikan. Dari pantauan yang dilakukan Mas Sumatri, secara umum harga sembako di Pasar Amlapura Timur masih cukup stabil. Hanya, beberapa kebutuhan pokok seperti cabai, daging ayam, daging sapi, babi mengalami kenaikan. Namun, kebutuhan lainnya masih relatif stabil. “Harga masih relatif stabil kok. Hanya ada beberapa kebutuhan yang naik seperti telur dan daging ayam. Kenaikan itu wajar menjelang hari raya. Alasannya, pasokan yang tersedia sedikit tetapi keperluan meningkat. Tetapi, terpenting jangan sampai ada stok sembako kurang menjelang hari raya,’’ harap Bupati Mas Sumatri, juga meminta kepada pedagang,
supaya tidak mencari untung terlalu besar. Pada saat seperti ini, pedagang mohon untuk tidak memanfaatkan situasi dengan cara mencari keuntungan sebesar-besarnya. ‘’Dengan sedikit mencari untung, otomatis barang yang dijual akan banyak dibeli. Jangan terlau mahal berjualan. Supaya warga bisa membeli dengan harga standar,” pintanya. Kepala Disperindag Kar a n g a s e m , I G u s t i N g urah Suarta, menjelaskan, dari hasil monitoring ini memang belum ada peningkatan harga yang signifikan. Hanya, beberapa sembako yang naik. Harga sembako khusus sayuran justru mengalami penurunan. “Kita harap harga bisa terus stabil, sehingga daya beli masyarakat bisa berjalan normal,” harap Suarta. (kmb41)
Bali Post/ist
HUT - Salah satu peserta sedang tampil dalam memeriahkan HUT ke-61 SMP Negeri 1 Selat.
Atasi Kesulitan Air Bersih
Desa Amerta Bhuana Bangun Sumur Bor Bali Post/kmb41
Warga Desa Amerta Bhuana, Selat, Karangasem mengalami krisis air bersih memasuki musim kemarau. Guna mengatasi persoalan air bersih yang kerap menjadi masalah, pihak desa melakukan langkah-langkah antisipasi. Solusinya, warga membangun sumur bor di desa setempat. Keberadaan sumur bor itu menjadi penting, terutama agar warga ke depannya tidak lagi kesulitan air bersih. Lalu, dari manakah sumber dana untuk pengadaan sumur bor itu? PERBEKEL Desa Amerta Bhuana Wayan Suara Arsana mengungkapkan, pembangunan atau pengadaan sumur bor ini merupakan bantuan pemerintah pusat. Pihak Kementerian ESDM memberikan kontribusi itu pascabencana erupsi Gunung Agung. Memang, saat musim kemarau, beberapa warga kesulitan air bersih. Mereka lalu mengajukan proposal untuk bantuan ini. Bersyukur, akhirnya Desa Amerta Bhuana, Selat itu mendapatkan bantuan sumur bor ini. “Saat ini, pengeboran sudah selesai. Air tinggal disalurkan melalui jaringan pipa ke rumah-rumah warga,” ujarnya, belum lama ini. Suara Arsana menambahkan Desa Amerta Bhuana, terdiri dari empat dusun yakni Dusun Muntig, Dusun Abiantiing, Dusun Tegeh, dan Dusun Sukaluwih. Warga yang sangat berat mengalami krisis air bersih itu ada dua dusun, yakni Sukaluwih dan Tegeh. Jumlah kepala keluarganya di dua dusun itu sekitar 515 KK dengan komposisi 1.500 jiwa lebih. Selama ini, kata Suara, warga memakai air hujan yang ditampung di cubang. Air itu dipergunakan untuk segala keperluan sehari-hari. Saat
musim kemarau sebelum turun hujan, warga mengalami krisis air bersih. Karena air hujan yang ditampung di cubang itu stoknya sudah habis. Atas kondisi itu, warga terpaksa membeli air bersih dari mobil tangki yang relatif mahal. “Dua dusun itu paling merasakan dampak kemarau ini. Memang di dua dusun itu tidak ada sumber mata air. Berharap, pembangunan sumur bor itu nantinya tidak menimbulkan krisis air bersih, terutama ketika tiba musim kemarau nanti,’’ katanya. Jika sumur bor itu telah selesai dibangun, pihak Kementerian ESDM akan menyerahkan sumur ini kepada pemerintah desa. Selanjutnya, lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMdes), sumur itu akan dikelola secara optimal. Apakah nantinya air sumur bor itu dialirkan ke rumah-rumah warga di desa-desa, yang lain dan di sekitarnya lewat pemanfaatan Dana Desa (DD) atau bagaimana? Seorang warga, Wayan Wenten, mengungkapkan jika saat musim kemarau memang warga mengalami krisis air bersih. Krisis air itu terjadi hampir setiap tahun, ketika memasuki musim kemarau
MONITORING HARGA SEMBAKO - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) saat melakukan kegiatan monitoring harga sembako di Pasar Amlapura Timur jelang hari raya Galungan dan Kuningan, Kamis (20/12) kemarin.
Bali Post/kmb41
BANGUN SUMUR BOR - Desa Amerta Bhuana, Selat, Karangasem membangun sumur bor. Pembangunan sumur bor itu guna mengantisipasi krisis air bersih di desa setempat. seperti sekarang ini. “Saat kemarau, mau tidak mau, saya harus beli air bersih.
Sumber air ada namun untuk mencarinya jaraknya lumayan jauh,” ujarnya. (eka)
KLUNGKUNG
12
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
Karya Agung di Pura Dasar Buana Gelgel
Rangkaian Karya Ke-15, Intinya Penyucian ’’Parhyangan’’ Pura Dasar Buana Gelgel, Klungkung, Kamis (20/12) kemarin sejak pagi nampak ramai. Krama setempat ngaturang ngayah mempersiapkan rangkaian karya ke-15 dari 33 rangkaian karya secara keseluruhan di pura tersebut. Pada tahapan karya kemarin, digelar upacara Tawur Gentuh, Mapenyejeg Bumi, Melaspas, Mendem Padagingan, Masupati Pratima, dan Karya Pengingkup. Tujuan utamanya, adalah untuk menyucikan parhyangan Ida Batara. Koordinator karya, Dewa Soma, saat ditemui di lokasi mengatakan, upacara ini merupakan inti penyucian, untuk memutus seluruh mala yang pernah terjadi dalam perjalanan berdirinya Pura Dasar Buana Gelgel. Sehingga seluruh parhyangan Ida Batara sebagai tanah leluhur masyarakat Bali ini kembali suci. Tujuan besarnya adalah agar masyarakat Bali mendapatkan energi positif dan dijauhkan dari segala niat tak baik. Rangkaian upacara di Dasar Buana kapuput Ida Pedanda Siwa Budha yakni Ida Pedanda Gde Putra Tembau dari Geria Aan (Siwa), Ida Pedanda Gde Jumpung Putra Keniten dari Geria Kamasan (Siwa) dan Ida Pedanda Gde Jelantik Yoga dari Geria Wanasari (Budha). Sementara pamuput di Bale Agung, antara lain Ida Pedanda Gde Rai Pidada dari Geria Pi-
dada Klungkung (Siwa), Ida Pedanda Putra Kajeng dari Geria Takmung (Siwa), dan Ida Pedanda Gde Jelantik Sogatha dari Gwria Wanasari (Budha). Dewa Soma menambahkan, setelah rangkaian karya tersebut, akan dilanjutkan dengan nuur tirta di Pura Kahyangan Jagat di seluruh Bali, Lombok hingga Jawa. Baru dilanjutkan dengan mawinten massal di Pura Dasar Buana Gelgel. Setelah itu rangkaian karya berikutnya dilanjutkan dengan melasti pada 23 Desember ke Pantai Klotok, sekaligus melaksanakan ritual tawur tabuh gentuh, nangluk merana, ngaturang pakelem, sekaligus nunas tirta kamandalu. Datang dari pantai, dilaksanakan upacara memasar di depan Pura Dasar Buana Gelgel. Dilanjutkan ngaturang pamendak di depan pamedal agung Pura
Dasar Buana Gelgel. Bendesa Gelgel Putu Arimbawa menyampaikan terakhir karya besar serupa pernah digelar di Pura Dasar Buana Gelgel pada tahun 1518. Arsip jejak pelaksanaannya dikatakan masih ada, namun sudah tidak lengkap. Sehingga setelah melalui pembahasan panjang, akhirnya disepakati karya besar yang terakhir digelar 500 tahun lalu ini, kembali dilangsungkan tahun ini. Antusias krama Bali menyambut rangkaian karya ini cukup tinggi. Tidak hanya umat Hindu di Desa Gelgel dan Bali, bahkan umat Hindu dari luar Bali pun banyak yang pedek tangkil ke Pura Dasar Buana Gelgel. Dia berharap, melalui rangkaian karya tersebut, seluruh umat sedharma yang ada di Bali maupun nusantara selalu dijauhkan dari segala macam bahaya dan bencana alam. ‘’Setelah masupati pratima, baru kita melasti ke Segara Klotok pada 23 Desember. Sekaligus ritual Tawur Labuh Gentuh, Ngaturang Pakelem Nunas Tirtha Kamandalu, Memasar lan Mamendak Ida Batara,’’ kata Arimbawa. Setelah melasti, persiapan berikutnya adalah puncak karya agung ini. Diawali dengan Memben Tawur Panca Wali Krama, pada 26
Bali Post/gik
NGAYAH - Krama Desa Gelgel dan pangayah lainnya saat ngaturang ngayah dalam rangkaian karya ke-15 di Pura Dasar Buana Gelgel, Kamis kemarin. Desember. Tawur Panca Wali Krama, Panyegjeg Bumi dan Pedanan, sehari berikutnya dipusatkan di Bencingah Agung Khayangan Jagat Dasar Buana. Sementara,
sehari sebelum puncak karya, digelar Mapepada untuk menyucikan hewan yang akan digunakan sarana upacara. Pada 31 Desember, baru digelar puncak karya. Puncak
Target tinggi PAD (Pendapatan Asli Daerah) tahun ini nampaknya sulit terkejar. Sebab, data terakhir realisasi PAD per 30 November menunjukkan angka capaian masih jauh dari target tersebut cukup tinggi, yakni sekitar Rp 34 miliar. Ini disebabkan pemerintah daerah mencoba memasang target tinggi pada APBD Perubahan. Ternyata hasilnya masih jauh dari harapan.
Bali Post/kmb31
Pipa Gravitasi Rusak, PDAM Surati Satker PSPAM Bali
Semarapura (Bali Post) Persoalan utama terganggunya pelayanan PDAM di Kabupaten Klungkung tidak hanya karena aliran listrik PLN yang kerap mati, tetapi juga masalah jaringan pipa transmisi gravitasi di sumber mata air Rendang-Payungan yang porak-poranda akibat terjangan banjir lahar dingin, saat terjadi erupsi Gunung Agung. Untuk mengatasi persoalan ini, PDAM Tirta Mahottama Klungkung sudah mengajukan surat ke Satker PSPAM (Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum) Bali. Direktur PDAM Klungkung I Wayan Renin Suyasa, belum lama ini, mengatakan surat dengan nomor 311/ UM.01.01/PDAM/XII/2018 tersebut sudah dilayangkan sejak 11 Desember lalu. Dia mengungkapkan, saat terjadi banjir lahar dingin pada 26 November 2017, sangat berdampak pada sistem jaringan pipa transmisi gravitasi. Tepatnya pada titik sta.12-sta.24 yang terpasang di tepi alur sungai Telagawaja. Material banjir lahar dingin langsung memporakporandakan jaringan pipa PDAM Klungkung. ‘’Akibat alur sungai menjadi lebar, pipa kami yang sudah terpasang juga ikut tergerus, hanyut dan hilang sekitar kurang lebih 1.000 meter,’’ kata Renin, seraya menegaskan jenis pipanya adalah HDPE 335 mm. Terputusnya pipa transmisi tersebut, mengakibatkan banyak masalah. Pemanfaatan mata air RendangPayungan sebagai air baku untuk pelayanan air bersih di Kabupaten Klungkung menjadi tidak berfungsi. Padahal ini adalah proyek yang didanai dari APBN tahun
2008/2009. Renin menjelaskan, pelayanan menjadi terganggu karena suplai dari sistem tersebut, sekitar 125 liter per detik menjadi terhenti. Sejak saat itu pelayanan air PDAM menjadi terganggu sampai sekarang. Sebagai alternatif, Renin mengatakan, PDAM Klungkung sempat mengambil opsi menggunakan pompa. Tetapi, opsi ini menimbulkan masalah baru. Sebab, dengan menggunakan sistem pompa, biaya operasionalnya menjadi membengkak. PDAM menjadi tidak mampu menutup besarnya biaya operasional setiap bulannya, karena beban biaya listrik PLN sangat tinggi. PDAM Klungkung semakin dibuat pusing. Apalagi tekanan publik, khususnya para pelanggan juga semakin besar atas kualitas pelayanan yang merosot. Di mana terjadi keluhan pelayanan di banyak tempat. Sehingga pihaknya berharap banyak kepada Satker PSPAM Bali, agar dapat membantu melakukan rehabilitasi sistem gravitasi supaya bisa berfungsi seperti semula. ‘’Dari total kerusakan pipa transmisi kami, hasil perhitungan analisis RAB-nya, kami memperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar,’’ katanya. Dengan sistem gravitasi, sebelumnya jika ada mati listrik yang menghentikan kerja jaringan, artinya airnya sudah tertampung pada reservoar PDAM, pelayanan kepada wargapun masih bisa berjalan lancar. Beda dengan sistem pipa yang dipakai sekarang, kalau aliran listrik PLN mati, maka sistem akan berhenti bekerja. Otomatis jaringan distribusi yang
langsung ke pelanggan juga otomatis terhenti. ‘’Sekarang gangguannya kan dari PLN. Karena faktor cuaca. Makanya, sekarang sangat berimbas ke sistem pompa ini. PLN juga butuh waktu untuk melakukan penanganan,’’ tegasnya. (kmb31)
na dan Peselang. Setelah puncak karya, tinggal pelaksanaan bhakti panganyar sampai 10 Januari, sebelum karya masineb pada 11 Januari 2019. (gik)
gan kajian lingkungan hidup strategis yang dirancang dengan matang. Ini sudah melalui uji publik, sehingga bisa tersusun dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) secara teknokratik. Di sana seluruh janji politik pemerintah masuk dan sudah disampaikan oleh Bupati dalam sidang paripurna di Kantor DPRD Klungkung, pada 16 Desember lalu. Pejabat yang dikenal teliti dan cerdas ini menegaskan, rancangan teknokratis ini tentu melihat kemampuan daerah, baik kemampuan sumber daya alam maupun sumber daya manusia, kajian lingkungan hidup strategis hingga RTRW Kabupaten. Sehingga, dengan melihat berbagai aspek, seluruh program bupati akan tertuang di dalam RPJMD. Ini juga harus sinkron dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dan pemerin-
tah pusat. Beberapa hal yang menjadi fokus pada periode kedua, salah satunya adalah terwujudnya Pelabuhan Segitiga Emas, sebagai pintu gerbang perekonomian Nusa Penida, dalam memperkuat konektivitas ekonomi Klungkung Daratan dengan Kepulauan Nusa Penida. Memperlancar distribusi barang dan penumpang, mengatasi permasalahan mahalnya biaya investasi dan harga kebutuhan pokok, mempermudah pengawasan dan pendataan kunjungan ke Nusa Penida. “Pembangunan ekonomi pariwisata berkelanjutan, dengan tujuan besarnya adalah bagaimana mewujudkan PAD yang menembus angka Rp 300 miliar pada lima tahun kepemimpinan berikutnya, sesuai janji bupati saat kampanye maupun saat turun ke tengah masyarakat,” tegas Sekda Winastra. (kmb31)
Target PAD Tahun 2018 Sulit Terkejar
Semarapura (Bali Post) -
GANGGUAN - Mobil tangki saat memberikan pelayanan air bersih kepada warga, ketika aliran air PDAM mengalami gangguan. Banyak kendala yang dihadapi PDAM Tirta Mahottama Klungkung, salah satunya akibat erupsi Gunung Agung 2017 lalu.
Karya Pangebek, Pangenteg, Pangodal, Paselang dipusatkan di Pura Pusering Jagat, Pura Yasa, Pura Penyucian, Pura Melanting, Bale Agung Kahyangan Jagat Dasar Bua-
PAD tahun ini dirancang mencapai Rp 198,2 miliar. Sementara data per 30 November, menunjukkan capaiannya hanya Rp 163,8 miliar. Sehingga, ini juga mempengaruhi total pendapatan secara umum, Rp 1,139 triliun, baru tercapai Rp 1,048 triliun, atau kurang Rp 90,9 miliar. “Sepertinya sudah tidak terkejar,” kata Sekda Klungkung Putu Winastra belum lama ini. Penyebab hasil minor ini, dikatakan Sekda Winastra, karena pemerintah daerah mencoba memasang target tinggi pada target realisasi tahun ini. Rupanya, capaian sub pendapatan lain-lain pada PAD yang sah, masih jauh dari capaian. Dari target Rp 110,7 miliar realisasinya hingga 30 November 2018, baru tercapai Rp 79,4 miliar, atau masih terjadi kekurangan sebesar Rp 31,2 miliar. Meski demikian, kalau dilihat dalam satu periode, capaian PAD Klungkung sudah mampu melampaui target dalam lima tahun terakhir. Pada periode kedua nanti, target PAD dirancang melam-
bung tinggi, di angka Rp 300 miliar. Target ini sudah dirancang begitu matang. Sekda Klungkung I Putu Gede Winastra mengungkapkan, hal ini tersusun jelas mulai dari misi, visi, dan program. Klungkung memiliki lima misi yang diterjemahkan dalam 70 program. Program ini sedang digodok di Bapelitbang Klungkung, untuk selanjutnya menjadi rencana kerja pemerintah daerah dalam periode kedua kepemimpinan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Program ini, didahalui den-
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dcr Sgr Therapis,Repleksi Pria di DPS Pglmn diutamakan Gaji& Bonus Menarik.Hub.081239621123 (Massaji Spa) B.BP.001.12.18.0000532
Dcr Tng Krj, 2 Engineering, 2 Cleaning Srvc, 2 Tkg Kebun,Vila Abiansemal. HP / WA: 087773405973 B.BP.004.12.18.0000719
Dibthkn Acct Min D3,Admin,Cust Service,Driver,Ops Support & Office Boy Max 28Th.Lmrn ke Jl Gn.Soputan I/107 DPS.T:8466317 B.BP.001.12.18.0000609
Dibthkn Sgr Driver & Delivery AdmTeknik,StafUmum Prsyartan: Laki2 Min Pendidikan SMA Lamaran Ditujukan ke : D&V Medika Group Jl.Diponegoro 135-137 Blok B 24-25,Denpasar Up.HRD (Paling Lambat 1 Minggu) B.BP.004.12.18.0000689
Dicari Karyawati Piesusu Sebanyaknya Lok.Kuta.H:087852000008 B.BP.001.12.18.0000607
Sopir Cargo dlm Kota Dps SIM A 20-35Th Jl.Pulau Kawe 61 Dps
Dicari Sopir Sim A,Kasir, Waiter/Waitress,Kitchen Helper Bawa Lamaran Ke Restoran Renon Jln Cok Agung Tresna No.85 DPS B.BP.001.12.18.0000704
Dicr Adm.Wanita Bag.Kasir Max Umur.35Th(Gaji,UM,THR).Bawa CV Anda ke Jln.Tegal Permai Blok L3/2 Dalung.Hub:085921213232 B.BP.001.12.18.0000676
Looking for Security,Max 40yrs Good English Hp.081294794608 / Jl.Sari Dewi 14D Seminyak.Send App to: gm@kembalivillas.com B.BP.001.12.18.0000712
PT.BPRPadmaDibutuhkanSegera AO,Treasury,Marketing, Penagihan dan Sopir.Lam Kirim Jl.Raya Sesetan No.324 Dps B.BP.001.12.18.0000702
Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar. G.05
Sopir Pribadi,Bujang,Tidur Dlm Pengalaman.08123861941 NoSMS B.BP.001.12.18.0000701
Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818 G.03
Dcr Sgr Kasir dan Kolektor penempatan Gianyar dan Klungkung, penddkn: SMK/SMU, umur maks.25thn. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps email: kkb_pusat@yahoo.com G.06
Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.01
Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.02
DIJUAL MOBIL TOYOTA
AvanzaG’2014 Pth Asli Bali,Mls Prbd.082341251453/081933610070 B.BP.004.12.18.0000718
DIJUAL RUMAH
Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818
Rmh Over Kredit Bank LT2 Jl.Ry Patih Jlantik Gyr 081916087050
G.04
B.BP.001.12.18.0000698
B.BP.033.12.18.0000709
DIJUAL TANAH Djl Tnh P.Bungin 5mnt Spng 6 10mnt Bypass 800Jt 08111072500 B.BP.001.12.18.0000398
T.10A(85jt/A),12A(150jt/A)SHM dkt pantai.Tabanan 085257539923 B.BP.167.12.18.0000664
Tanah Kav & Sawah di Denpasar Hub.0811398086 / 0361-245460 B.BP.001.12.18.0000558
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.12.18.0000321
BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.12.18.0000200
CATERING BTW Catering Harian Minggu/ Bulanan Ph:081236414568 B.BP.001.12.18.0000716
KEHILANGAN Hilang BPKB No.A9328492-O DK 8715 AK An.Afrisal B.BP.001.12.18.0000696
BENGKEL LAS
RUPA-RUPA
SERVICE
DIJUAL RUMAH
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
BANGLI
14
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
Disperindag Optimis Pasar Loka Crana Rampung Tepat Waktu Bangli (Bali Post) –
Pembangunan Pasar Loka Crana tahap II hingga Kamis (20/12) kemarin masih berlangsung. Untuk menyelesaikan proyek senilai Rp 12 miliar tersebut, rekanan kini hanya memiliki sisa waktu 8 hari. Meski sisa waktu sedikit, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli tetap optimis, proyek pasar itu bisa rampung sesuai target.
PROYEK - Proyek Pasar Loka Crana.
Bali Post/ina
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pekerja terlihat masih mengerjakan finishing bagian depan bangunan. Demikian juga yang terlihat di selatan pasar, beberapa pekerja tampak memlester tembok bagian luar bangunan. Sesuai papan proyek yang terpasang di lokasi, proyek pembangunan nilai kontraknya Rp 12.494.596.059. Tidak seperti papan proyek umumnya, dalam papan proyek itu tidak tercantum tanggal dimulainya pengerjaan. Yang dicantumkan hanya masa kontrak yakni selama 160 hari. Kepala Disperindag Kabupaten Bangli Nengah Sudibya mengatakan, progres proyek Pasar Loka Crana per 19
Polsek Susut Pantau Penjualan Mercon dan Kembang Api Bangli (Bali Post) Jelang Natal dan Tahun Baru, jajaran kepolisian melaksanakan Operasi Cipta Kondisi untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas. Seperti yang dilakukan Polsek Susut, Kamis (20/12) kemarin, dipimpin Kapolsek AKP Ida Bagus Karyawan, mereka memantau penjualan mercon dan kembang api. Kegiatan rutin yang ditingkatkan menjelang perayaan Nataru ini menyasar kompleks Pasar Kayuambua. Kegiatan tersebut diikuti 10 personel gabungan dari Shabara dan Reserse, Binmas dan Intelkam. Kapolsek Susut AKP Ida Bagus Karyawan mengatakan, tujuan kegiatan adalah agar perayaan Nataru bisa berjalan dengan tenang, aman, tertib dan lancar, sesuai harapan masyarakat. Dalam operasi ini, ada beberapa hal yang disasar kepolisian di antaranya premanisme, bahan peledak seperti mercon, kembang api dan minuman keras. Pihaknya juga
sekaligus melakukan pemantauan terhadap harga sembako. ‘’Cipta kondisi ini khusus menyasar pada aksi premanisme di areal pasar serta warung-warung yang terindikasi menjual miras serta untuk memonitor penjualan mercon, kembang api dalam upaya meningkatkan kewaspadaan dan keamanan serta menjaga kondusivitas wilayah hukum Polsek Susut,’’ tegasnya. Dari semua sasaran itu, AKP Karyawan mengaku pihaknya melakukan pemantauan lebih terhadap penjualan mercon dan kembang api. Wilayah Kecamatan Susut merupakan sentra peternakan ayam, bila terjadi ledakan mercon, dikhawatirkan akan berdampak besar bagi masyarakat khususnya pengusaha peternakan ayam petelur. ‘’Karena hal itu bisa mengakibatkan ayam stres hingga kematian sehingga berdampak dan mengakibatkan menurunnya produksi telur,’’ katanya. (kmb40)
Desember sudah mencapai 98,011 persen. Sesuai kontrak, pembangunan berakhir 29 Desember. Beberapa item pekerjaan masih digarap seperti pemasangan keramik, finishing, dan pertamanan. Sudibya mengaku optimis proyek yang menggunakan dana APBD Bangli itu akan rampung sesuai target. ‘’Masih ada waktu rekanan untuk menyelesaikannya. Dari hasil rapat tadi (kemarinred), rekanan juga optimis bisa menyelesaikannya,’’ ujarnya. Sementara soal pengisian Pasar Loka Crana, pejabat asal Penglipuran ini tidak bisa memastikan waktunya. Pihaknya akan melihat situasi di lapangan, apakah akan diisi saat masa peme-
liharaan atau setelah masa pemeliharaan berakhir. Rencananya, Pasar Loka Crana dipakai untuk menampung pedagang kering seperti kain, pakaian dan sandal yang kini masih menempati lantai dua pasar Kidul. Setelah pemindahan, lantai 2 akan diisi pedagang yang kini berjualan di selasar bawah pasar. ‘’Setelah pedagang di selasar dipindah, kita akan fungsikan kembali selasar itu menjadi tempat parkir kendaraan,’’ jelasnya. Pembangunan Pasar Loka Crana dimulai tahun 2017. Tahun lalu, pengerjaannya hanya sebatas struktur bangunan. Sementara kelanjutan pembangunan hingga finishing-nya dilaksanakan tahun ini. (kmb40)
Warga Kayubihi Kebanjiran Order Bambu Penjor
Bali Post/ina
MEMANTAU - Kapolsek Susut AKP Karyawan saat memantau penjualan mercon dan kembang api di Pasar Kayuambua.
Bangli (Bali Post) – Desa Kayubihi menjadi desa penghasil bambu terbesar di Kabupaten Bangli. Selain diolah menjadi produk kerajinan, bambu yang dihasilkan petani setempat juga dijual dalam bentuk batangan terutama untuk memenuhi kebutuhan pembuatan penjor. Jelang hari raya Galungan seperti sekarang, permintaan bambu penjor melonjak. Tak hanya datang dari wilayah Bangli, namun juga dari beberapa kabupaten seperti Denpasar dan Klungkung. Perbekel Desa Kayubihi Ketut Widiana, Kamis (20/12) kemarin, mengatakan bambu yang dihasilkan Desa Kayubihi kualitasnya telah diakui masyarakat. Hal ini yang menyebabkan permintaan tak pernah surut. ‘’Kualitasnya sudah diakui lebih baik dari bambu di daerah lain. Tidak mudah pecah,’’ terangnya. Permintaan bambu penjor mulai mengalami lonjakan sejak 20 hari sebelum Galungan. Dalam sehari, rata-rata bambu yang dikirim oleh petani bambu di Desa Kayubihi ke luar Bangli bisa
mencapai 3 truk atau sekitar 250 batang. ‘’Kalau dihitung dari H-20, bambu yang dipasok ke luar daerah bisa mencapai 20 ribu batang,’’ terangnya. Saking banyaknya permintaan, petani kewalahan. Seperti yang dirasakan dirinya. Jelang Galungan, permintaan bambu yang datang kepadanya cukup banyak. Namun dia hanya bisa memenuhi 700 batang. Widiana menjelaskan, bambu penjor yang dijualnya berukuran 7 hingga 8 meter. Per satu batangnya, bambu penjor dijual Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per batang, tergantung ukuran. ‘’Biasanya untuk yang ukuran 7-8 meter permintaannya banyak datang dari luar Bangli,” katanya. Ketersediaan bambu di Kayubihi terbilang melimpah. Sepertiga dari total luas wilayah Desa Kayubihi adalah hutan bambu. Bambu, kata Widiana, adalah tanaman yang bernilai ekonomis. Tidak seperti tanaman lainnya, bambu tidak membutuhkan perawatan khusus. (kmb40)
Hutan Ampupu di Pinggir Danau Batur
Dulu Kumuh, Sekarang Jadi Objek Wisata DESTINASI wisata baru di Kabupaten Bangli terus bermunculan. Salah satunya, objek wisata Ampupu Kembar. Tempat ini kini banyak digandrungi pengunjung untuk sekadar berswafoto hingga camping. Padahal dulu, kawasan tersebut terkesan kumuh. Ampupu Kembar cukup mudah dijangkau. Lokasinya berada di pinggir jalan utama jurusan Pura Jati menuju Toya Bungkah, Kintamani. Sesuai namanya, di tempat wisata ini terdapat banyak pohon ampupu atau kayu putih yang tumbuh saling berhadapan. Sementara di tengahnya membentang jalan setapak menuju Danau Batur. Di atas jalan setapak itu tergantung banyak kukusan bambu yang dicat warna-warni. Terdapat juga beberapa spot foto yang indah dan kekinian, serta beberapa ayunan untuk bersantai. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ampupu Kembar Jero Gede Kasuma belum lama ini menjelaskan, Ampupu Kembar dibuka pada 3 Desember 2017. Meski tergolong baru, rata-rata kunjungan wisatawan ke tempat ini cukup tinggi. Kebanyakan
wisatawan lokal. Saat kemarau, rata-rata kunjungan ke Ampupu Kembar mencapai 30 orang per hari. Jumlah kunjungan biasanya meningkat saat akhir pekan dan hari raya. Di dalam objek wisata ini, terdapat tiga macam atraksi yang ditawarkan, mulai dari spot untuk berfoto, memancing, hingga camping ground di pinggir danau. Dijelaskan Jero Kasuma, sebelum menjadi tempat rekreasi, mulanya wilayah itu hanyalah hutan ampupu biasa yang dipenuhi semak. Hutan ampupu yang lokasinya berada di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang milik BKSDA Bali itu juga kumuh karena dipenuhi banyak sampah. Dengan mengajak masyarakat sekitar yang awam dengan pariwisata, dirinya kemudian mencoba menata hutan itu secara perlahan. Sejalan dengan
itu, dibentuklah Pokdarwis untuk mengelola bersamasama hutan ampupu tersebut menjadi objek wisata. Untuk mengelola hutan ampupu seluas kurang lebih 21 hektar itu, Pokdarwis Ampupu Kembar telah mendapat izin dari BKSDA. ‘’Dari BKSDA tidak ada larangan jika wilayah hutan dikelola, selama tidak merusak hutan,’’ katanya didampingi Wakil Ketua Pokdarwis I Wayan Wismargi. Jero Kasuma mengungkapkan, sejak setahun terakhir, masyarakat yang tergabung sebagai anggota Pokdarwis mulai mengalami perubahan dalam memandang kelestarian hutan. Mereka yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan penggali batu, kini sudah mulai sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan hutan. ‘’Ide awal pengembangan ini sebenarnya kita angkat untuk pemberdayaan. Supaya masyarakat tahu tentang pariwisata, tidak hanya jadi penonton saja,’’ katanya. Untuk makin menarik mi-
nat wisatawan, pihaknya akan melakukan pengembangan dan penambahan fasilitas. Rencananya akan dibuat homestay, panggung budaya, kantin, dan tambahan spot foto. Ditambahkannya, untuk menikmati wisata di Ampupu Kembar, pengunjung hanya dikenakan tiket Rp 10 ribu per orang. Dari jumlah tersebut, Rp 5 ribunya disetorkan ke BKSDA dan sisanya dikelola Pokdarwis untuk pengembangan objek wisata. Sementara itu, salah seorang wisatawan asal Jerman, Sven Nikel mengaku senang berkunjung ke Ampupu Kembar karena suasananya natural. Dia yang datang bersama istri dan dua orang anaknya sangat menikmati udara di areal Ampupu Kembar yang menurutnya sangat segar. (ina)
Bali Post/ina
AMPUPU KEMBAR - Pengunjung menikmati tempat wisata Ampupu Kembar yang berada di kawasan TWA Gunung Batur Bukit Payang, Kintamani.
15
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
Ratusan Mahasiswa Beasiswa Berhasil Jadi Sarjana di Universitas Mahendradatta Dr. Arya Wedakarna Kucurkan Bantuan Penelitian pada Mahasiswa Senilai Rp 2,144 M
MAHASISWA – Mahasiswa penerima Beasiswa Angkatan XIII saat Wisuda di Universitas Mahendradatta (Unmar) Bali. SETELAH empat tahun mengenyam pendidikan di bangku kuliah di kampus di Denpasar, teruna-teruni dari berbagai daerah ini kini resmi menjadi sarjana di Universitas Mahendradatta (Unmar) Bali. Wisuda dilaksanakan di Bhumiku Hall Denpasar. Adapun biaya penelitian hingga skripsi disubsidi dengan bantuan dari Dr. Arya Wedakarna. Berikut nama penerima beasiswa dari Dr. Arya Wedakarna. Di antaranya, I Wayan Krisna Adi Putra, S.T. (Banjar Dinas Munduk Juet, Desa Pesagi, Penebel, Tabanan), I Putu Adi Sastrawan, S.T. (Kesiman, Denpasar), I Dewa Made Putra Sentanu, S.T. (Denpasar), Gusti Ngurah Agung Eka Saputra, S.T. (Banjar Kembengan, Desa Tulikup, Gianyar), I Wayan Simpen, S.T. (Banjar Dinas Batumadeg, Desa Tista, Abang, Karangasem), I Made Adi Pramana, S.T. (Banjar Purwakerta, Gerih, Abiansemal, Badung), Ni Made Lita Adnyani, S.H. (Desa Pem-
ecutan Kaja, Denpasar), Putu Ngurah Nova Wiratama, S.H. (Banjar Kangkang, Pererenan, Mengwi, Badung), Ni Kadek Martha Kristiana Dewi, S.H. (Denpasar), I Kadek Radityawan, S.H. (Sanur, Denpasar), Kadek Ary Suandari, S.H. (Lingkungan Titih Kapal, Mengwi, Badung), Anak Agung Gede Wahyu Wijaya, S.H. (Desa Sidan, Gianyar), Ni Luh Rina Lusiani, S.H. (Desa Lemuluh, Sawan, Buleleng), dan Made Bagus Putra, S.H. (Banjar Tegal Jaya, Denpasar). Selanjutnya Ni Luh Parmi Widiasih, S.E. (Banjar Selat Sobangan, Mengwi, Badung), I Wayan Gede Ardika, S.E. (Banjar Silungan, Lodtunduh, Gianyar), Ni Luh Putu Wisma Apriyanti, S.E. (Banjar Dinas Tihingan Tengah, Bebandem, Karangasem), Ni Putu Eka Juliantari, S.E. (Desa Getakan, Banjarangkan, Klungkung), Ni Kadek Noviantari, S.E. (Desa Getakan, Banjarangkan, Klungkung), Ni Ketut Suniasih, S.E. (Denpasar),
Putu Ayu Heny Listiana Putri, S.E. (Banjar Gelagah Puwun, Kekeran, Mengwi, Badung), Ni Made Sutarni, S.E. (Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung), Luh Putu Watini, S.E. (Banjar Dinas Sari Mekar, Ringdikit, Seririt, Buleleng), I Wayan Gede Satria Sila Darma, S.E. (Dawan Kelod, Klungkung), Ni Luh Ratih Sri Asvini, S.E. (Banjar Sarwa Genep, Desa Gubug, Tabanan), Ni Putu Intan Nurlita, S.E. (Banjar Bias, Ababi, Abang, Karangasem), I Kadek Artawan, S.E. (Belulang, Kapal, Mengwi, Badung), Ni Kadek Candra Dewi, S.E. (Banjar Bias Lantang Kaler, Abang, Karangasem), Anacelin Gole, S.E. (Pateru Dara, Wali Ate, Wewewa Bara, Sumba Barat, NTT), I Komang Darma Suena, S.E. (Banjar Banda, Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar), Ni Komang Rai Ani, S.E. (Tanggahan Talang Jiwa, Bangli), Ni Nengah Sri Wahyuni, S.E. (Banjar Kikian, Susut, Bangli), Ni Ketut Eka Muliani, S.E. (Gianyar), Ni Wayan Oka Wahyuni, S.E. (Banjar Puseh, Ketewael, Sukawati, Gianyar), Kadek Anggi Puspitayanti, S.E. (Banjar Lebih, Gianyar), Putu Listia Devayanti, S.E. (Banjar Lebih Beten Kelod, Gianyar), Pande Gede Suyadnya, S.E. (Desa Pikat, Dawan, Klungkung), Ni Putu Manik Gema Megantari, S.E. (Desa Gulingan, Mengwi, Badung), Ni Kadek Eri Wantari, S.E. (Denpasar), dan I Made Cipta Kusuma, S.E. (Banjar Bernasi, Buduk, Mengwi, Badung), Selain itu juga I Putu Trendy Astiawan, S.E. (Banjar Karuna Gunung Sari, Batur Utara, Kintamani, Bangli), Ni Wayan Tangsi, S.E. (Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar), Gede Agus Subawa, S.E. (Desa Mayong, Seririt, Buleleng), Ni Kadek Voni Rosita, S.E. (Ban-
Semakin Besar
Sebab, apabila biaya kampanye makin besar, maka kemungkinan terjadinya distabilitas juga semakin besar. ‘’Contohnya saja alat peraga kampanye, usianya paling 3-4 bulan sudah rusak, masak harus buat alat peraga sampai dua
kali, berarti akan ada biaya tambahan lagi,’’ tandasnya. Sementara itu, Ketua Setara Institute Hendardi menyoroti kepala daerah asal PDI Perjuangan yang banyak terkena OTT KPK sepanjang 2018, namun sebagai partai penguasa, fakta itu justru menunjukkan bahwa PDI Perjuangan sama sekali tidak
menunjukkan pemihakan. ‘’Bahwa perbuatan korupsi adalah tindakan individual yang tidak bisa digeneralisasi untuk mengukur kinerja parpol dalam pemberantasan korupsi,’’ ujar Hendardi. Menurutnya, untuk melihat komitmen parpol terhadap pemberantasan korupsi bisa dilihat dari penyikapan parpol
Akan Berdampak
‘’Ini termasuk terendah kedua di Indonesia. Bali hanya kalah dari DKI Jakarta,’’ kata Adi Nugroho. Dalam soal kesenjangan ekonomi, Bali ada di angka 0,377, sementara nasional 0,389. Sudah menjadi pengetahuan bersama, pertumbuhan ekonomi dan indikator kesejahteraan lainnya demikian positif karena faktor pariwisata. Adi Nugroho pun kemudian mengingatkan bahwa pasti ada dampak negatif yang dihasilkan dari pertumbuhan ekonomi yang mengandalkan pariwisata. ‘’Bali perlu mengantisipasi pertumbuhan ekonomi yang mengandalkan sektor pariwisata karena dipastikan ada dampaknya,’’ tegas Adi Nugroho. Ketua Bappeda Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali lebih dari 65 persen ditopang dari sektor tersier, di mana pariwisata termasuk di dalamnya. Sementara sektor sekunder dan sektor primer hanya menyumbang masing-masing di kisaran 15
persen. Realita ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi demikian rentan dan berisiko tinggi, sehingga belum dapat dikatakan sebagai pertumbuhan ekonomi yang sehat. Guru Besar Fakultas Ekonomi Undiknas Prof. Ida Bagus Raka Suardana menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali perlu dirancang supaya lebih sehat. ‘’Salah satu langkah yang perlu segera dilakukan adalah mengubah komposisi sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi yakni dari tersier ke sekunder dan primer,’’ tegas Raka Suardana. Ini berarti bahwa sektor pertanian dan industri kreatif perlu benar-benar didorong. Bali, menurut Prof. Raka Suardana, memiliki potensi cukup besar di bidang kerajinan yang kini masuk dalam kategori industri kreatif. Sebagai bagian sektor sekunder, industri kreatif akan semakin berkembang mengingat kemajuan teknologi informasi dan masyarakat Bali yang memang dikenal kreatif. Blue Print Ekonomi Bali yang mengejar pertumbuhan semata
apalagi dengan hanya mengandalkan sektor pariwisata, menurut Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Udayana Prof. Ir. Rumawan Salain, M.Si., benar-benar berisiko. ‘’Saat ini kita belum benarbenar mengetahui dengan pasti apakah Bali ini sedang baik-baik saja karena terus dikejar agar perekonomiannya terus tumbuh dengan mengandalkan pariwisata. Pernahkah kita benar-benar melakukan perhitungan mengenai daya dukung dan daya tampung Bali?’’ tanya Rumawan. Berdasarkan sejumlah data yang pernah diketahui, kata Rumawan, kondisi alam Bali sudah dalam tingkat mengkhawatirkan. ‘’Hutan sudah banyak yang gundul. Danau dan laut sudah hampir semuanya tercemar. Bahkan ada pantai yang kandungan ecoli-nya sudah benar-benar mengkhawatirkan,’’ tegas Rumawan. Pertumbuhan ekonomi yang tidak menjaga alam dan lingkungannya dipastikan tidak akan dapat berjalan secara berkelanjutan. Artinya, kerusakan yang terjadi pada alam Bali akan menghancurkan pariwisata yang juga berarti
Menteri Susi
Menurut Untung Pratama, inisiatif daerah yang termuat dalam Ranperda RZWP3K harus terus dikawal ketat. Kawasan Teluk Benoa dalam dokumen tersebut harus tetap menjadi kawasan konservasi maritim.
Tidak boleh ada upaya untuk menggugurkan inisiatif Bali untuk menetapkan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi. Direktur Eksekutif Walhi Nasional Nur Hidayati pun menyayangkan terbitnya izin lokasi reklamasi Teluk Benoa secara diam-diam oleh Menteri Susi. ‘’Selama
ini jelas-jelas rakyat Bali konsisten selama lima tahun lebih menolak rencana reklamasi Teluk Benoa,’’ ujarnya. Sementara itu, Koordinator ForBALI I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana menyatakan Gubernur Bali Wayan Koster adalah pihak yang patut dimintai tanggung jawab jika
jar Bias, Desa Ababi, Abang, Karangasem), Ni Luh Gede Sri Artika Dewi, S.E. (Desa Ekasari, Melaya, Jembrana), Ni Luh Tatmi Suwiyantari, S.E. (Desa Ubung Kaja, Denpasar), I Made Wahyu Artha Wikrama, S.E. (Negara, Jembrana), Gede Windu Adiyaksa, S.E. (Dalung, Badung), Ni Putu Sintya Wijayanti, S.E. (Banjar Celuk, Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar), I Made Agus Yoga Permana, S.E. (Denpasar), I Made Angga Suprapta, S.E. (Banjar Auman, Pelaga, Petang, Badung), Petrus Lende, S.E. (Mondonia, Wewewa Timur, Sumba Barat Daya, NTT), I Kadek Erik Surya Bagasklara, S.E. (Denpasar), Desak Nyoman Sri Ningsih, S.E. (Banjar Tengah Sobangan, Mengwi, Badung), Ni Kadek Pebri Yanti, S.E. (Banjar Tengah Kelod Gulingan, Mengwi, Badung), Ni Kadek Ayu Novi Rahayuni, S.E. (Banjar Tegenungan, Kemenuh, Sukawati, Gianyar), Ni Putu Puspa Rani, S.E. (Banjar Tegenungan, Kemenuh, Sukawati, Gianyar), Ni Ketut Meta Ariani, S.E. (Desa Sidan, Gianyar), Ni Putu Selpy Yanti, S.E. (Denpasar), Ni Putu Yulia Sari, S.E. (Denpasar), Ni Putu Ari Astini, S.E. (Ubung Kaja, Denpasar), A.A Mega Sandi Putri, S.E. (Banjar Dawas, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung), Ni Luh Ayu Sinta Arinnia, S.E. (Banjar Sabi, Desa Suwug, Sawan, Buleleng), Ni Made Suaryani, S.E. (Banjar Batu, Mengwi, Badung), I Putu Resa Sukarsa, S.E. (Desa Cau Belayu, Marga, Tabanan), Ni Luh Puri Pratiwi, S.E. (Banjar Dlodpangkung, Sukawati, Gianyar), dan Ni Putu Sri Wardani, S.E. (Titih Kapal, Mengwi, Badung). Mereka mahasiswa beasiswa berasal dari keluarga kurang mampu dan telah mengikuti kelas beasiswa selama empat tahun perkuliahan. (ad721) sebagai institusi atas kader yang terjerat rasuah. Guru Besar Hukum Pidana UGM Prof. Eddy O.S Hiariej mengungkapkan hampir 80 persen OTT KPK terhadap kepala daerah berkaitan dengan perizinan, pengisian jabatan dan pencairan anggaran dan pendapatan belanja negara. (kmb4)
hancurnya kekuatan pendorong pertumbuhan ekonomi. Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) Dr. I Gusti Kade Sutawa sepakat bahwa pertumbuhan ekonomi Bali haruslah berkelanjutan (sustainable). Untuk mewujudkan hal itu, pariwisata Bali perlu segera dibuatkan cetak biru (blue print). Semua komponen di Bali harus segera secara bersama-sama memikirkan, bagaimana pariwisata Bali dirancang agar dapat menghidupi sektor lain. ‘’Jangan sampai pariwisata menghancurkan pertanian,’’ tegas Kade Sutawa. Ketua Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra menyatakan pertumbuhan ekonomi Bali yang terus digas kencang akan berdampak buruk terhadap lingkungan. Pertanyaan penting lainnya siapakah yang benar-benar menjadi penikmat dari pertumbuhan itu? ‘’Kalau saya mau mengajak temanteman di Kadin Nasional beramai-ramai berinvestasi di Bali, ekonomi Bali bisa saja tumbuh 20 persen. Tetapi siapakah yang akan menikmati pertumbuhan itu. Benarkah masyarakat Bali?’’ tanya Alit Wiraputra retoris. (ata) memang benar KKP mengeluarkan izin lokasi reklamasi Teluk Benoa. Pasalnya, Koster selama ini dinilai defensif saat dituntut memperjuangkan pembatalan Perpres No.51 Tahun 2014. Meski tanpa pembatalan Perpres, Koster bahkan menjamin jika reklamasi tidak akan ada. (kmb32)
WARUNG GLOBAL
Menata Bali, tidak Terlambat
BALI dengan alam, seni, budaya dan keramahan masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Keseriusan pengelolaan pariwisata Bali sangat dibutuhkan demi menjaga pulau berjuluk Seribu Pura ini tetap menjadi tujuan utama wisata dunia. Tiap tahun jumlah kunjungan wisatawan terus bertumbuh. Ini membuktikan bahwa Bali masih memiliki daya tarik bagi wisatawan. Meskipun demikian, pariwisata Bali harus terus ditata agar tetap memberi dampak pada krama Bali dan tidak merusak lingkungan Bali. Demikian opini Kawan Global dalam acara dialog interaktif Warung Global, Kamis (20/12) kemarin. Berikut rangkumannya. Ada yang mengatakan jangan mati sebelum datang ke Bali. Menurut Sridham di Mengwi, pernyataan ini membuktikan bahwa Bali sangat dicintai, namun kondisi Bali jauh berbeda, sekarang macet, polusi, alam sudah mulai rusak, wisatawan yang datang ‘’kacangan’’ karena Bali dijual murah. Sepertinya Bali hanya dipakai tempat persinggahan saja, demikian menurut Arik di Karangasem. Itu artinya tamu tidak betah diam lama-lama di Bali, ini harus dicari apa penyebabnya. Fera di Tabanan setuju. Dengan menata pariwisata Bali, meskipun dinilainya agak terlambat. Salah satu caranya dengan menghentikan alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan. Sepertinya tidak ada masalah jika tamu hanya beberapa hari di Bali selama liburan,
demikian menurut Werdha di Gianyar. Apalagi tiap tahun kunjungan mengalami peningkatan. Yang perlu ditelusuri adalah apa yang dicari turis selama ada di Bali. Meskipun hanya terkesan singgah itu artinya masih mau datang ke Bali. Bali masih menjadi tujuan utama wisatawan. Made Bimasena di Gianyar kembali menekankan agar ada pemerataan antara Bali utara, selatan, barat dan timur di bidang pariwisata agar tidak terjadi ketimpangan. Untuk menata, sebaiknya pemerintah daerah harus kompak. Pariwisata itu identik dengan jalan-jalan, sementara jalan-jalan harus didukung oleh jalan (infrastruktur) yang bagus, demikian Made Jemet di Denpasar. Kelebihan Bali dari pulau lain adalah objek wisata satu dan lainnya tidak berjauhan karena Bali pulau
kecil. Jadi sangat membutuhkan infrastruktur penunjang yang terhubung. Sebaiknya buat lebih nyaman lagi jalanjalan itu. Budiada di Tabanan sepakat dengan Made Jemet, pariwisata Bali akan ditata, jangan hanya wacana saja, segera diwujudkan. Becik di Tuban berpendapat menata pariwisata Bali secara menyeluruh di tengah situasi ekonomi global yang melambat dan sangat kompetitif seperti sekarang, perlu waktu, dana, tenaga dan upaya yang kuat. Juga perlu dukungan dari semua elemen masyarakat dan strategi jangka panjang. Mewujudkan hal itu tidak cukup satu atau dua periode kepimpinan, tapi perlu kesinambungan. Jika tidak akan seperti pepatah maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai. (sikha)
Jelas Melanggar ‘’Ini kan harus didiskusikan kembali apa yang harus kita lakukan, supaya dari sisi hukum tidak salah, dari sisi aspirasi masyarakat Bali juga terwakili. Ini kan perlu diskusi lebih lanjut,’’ tandasnya. Anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengaku sangat terkejut saat mendengar KKP kembali menerbitkan izin lokasi reklamasi Teluk Benoa. Pihaknya pun masih berupaya meminta keterangan yang pasti ke pusat. Seandainya benar demikian, penerbitan keputusan tersebut jelas-jelas melanggar dan
menghilangkan makna aturan perpanjangan yang diizinkan hanya satu kali. ‘’Dengan adanya aturan perpanjangan izin lokasi yang hanya satu kali atau terkait kasus TWBI berakhir pada Agustus 2018, maka pengajuan baru izin lokasi juga wajib dengan rekomendasi serta kajian baru dari pemerintah daerah yang juga baru. Saya kecewa luar biasa seandainya benar hal ini dilakukan oleh KKP,’’ ujar politisi yang getol menolak reklamasi Teluk Benoa ini. Adhi Ardhana meyakini Gubernur pun pasti turut menolak terhadap apa yang dilakukan KKP. Terlebih sejak awal menjabat sebagai orang nomor 1
di Bali, Gubernur sudah mengeluarkan instruksi bahwa Teluk Benoa harus dijaga. Dalam hal ini, tetap menjadi daerah konservasi dengan cara diimplementasikan pada Perda RTRWP yang saat ini sedang dibahas. ‘’(Izin lokasi) harus batal, karena tidak ada rekomendasi pemerintah daerah dan bertentangan dengan aturan yang masih berlaku seperti RTRWP Bali. Terpenting, akan bertentangan pula dengan visimisi Gubernur terpilih yang diejawantahkan pada RPJMD yang juga akan disampaikan ke DPRD, Januari 2019,’’ tegas politisi PDI-P asal Kota Denpasar ini. (kmb32)
Sarana Akomodasi Pertumbuhan ekonomi juga sering mengabaikan perhitungan siapa yang lebih banyak menikmati keuntungan. Karena hanya menggunakan perhitungan yang berbasiskan pada jumlah uang yang dibelanjakan, subjek-subjek penikmat keuntungan dari adanya belanja uang tidak termasuk di dalamnya. Jika dikontekskan dengan pertumbuhan ekonomi akibat pariwisata di Bali, pertanyaan mendasar adalah siapakah yang paling diuntungkan? Ketika banyak sarana akomodasi dibangun, siapakah yang benar-benar mendapatkan keuntungan. Atau ketika jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali mencapai
jutaan orang, benarkah masyarakat Bali yang mendapatkan keuntungan terbesar? Jika jawabannya bukan, maka tentu akan lahir kecemburuan yang berujung pada gejolak sosial. Dua isu penting dari pertumbuhan ekonomi Bali yang terus mengejar peningkatan yakni soal dampak kerusakan lingkungan dan subjek yang menikmati keuntungan inilah yang menjadikan ekonomi Bali tumbuh tinggi tetapi rapuh. Kerusakan lingkungan yang tidak dicegah dan ditangani dengan semestinya akan menjadi bumerang bagi pariwisata Bali. Demikian juga jika penikmat terbesar keuntungan pariwisata bukanlah benar-benar masyarakat Bali, kecemburuan akan menjadi bom waktu yang ketika me-
ledak akan merusak citra pariwisata Bali. Jika diibaratkan mengendarai kendaraan, mengejar terus pertumbuhan ekonomi berarti menginjak gas terlalu kencang. Kecepatannya memang tinggi, tetapi risikonya tentulah sangat besar yakni kendaraan melaju tanpa kendali, sehingga mengalami tabrakan atau malah masuk jurang. Bali dengan partumbuhan ekonominya yang mengandalkan sektor pariwisata harus benar-benar berhati-hati mengejar pertumbuhan. Jika perlu, ada masa sebaiknya dilakukan kontemplasi (perenungan), jeda sejenak dari pengejaran terhadap pertumbuhan ekonomi. Agar ke depan ekonomi Bali tumbuh bukanya rapuh tetapi lebih tangguh. l Nyoman Winata
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
Jumat Kliwon, 21 Desember 2018
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
De Gea, Martial, dan Pogba Iri Bonus Atlet Sekarang Diminta Bertahan profil
Ni Wayan Badengwati
TIAP kali diselenggarakan kejuaraan pencak silat yang dihelat PSPS Bakti Negara, ada seorang wanita yang rajin membantu panitia. Tugasnya menata matras sekaligus membagi dan mengambil kertas hasil penilaian wasit juri. Siapa sangka perempuan paruh baya itu adalah Ni Wayan Badengwati (57), mantan juara dunia pencak silat. ‘’Saya suka punya kesibukan dengan terlibat dalam kepantiaan kejuaraan silat,’’ tutur Badengwati ditemui di sela-sela kejuaraan Pendekar Cup PSPS Bakti Negara Piala Wali Kota Denpasar yang digelar di GOR Ngurah Rai. Ibu empat anak ini praktis tak bisa bekerja lagi gara-gara terjatuh ketika memasang lampu pada kejuaraan silat di GOR Tembau. ‘’Kaki kanan saya cedera berat. Saya disuruh operasi, tetapi uangnya dari mana?’’ kenang wanita asal Desa Babakan, Manggis, Karangsem ini. Badengwati sejak kecil merantau ke Denpasar menjadi pembantu rumah tangga di Tampakgangsul. Tugasnya mengasuh anak kecil dan menjaga warung es. Selanjutnya bekerja sebagai tukang suun barang di Pasar Badung. Di sini ia bertemu dengan pekerja angkat barang yang juga asal Karangasem, Nengah Uncegan. ‘’Nengah Uncegan yang melatih saya main silat. Saya pertama kali berlatih di Gemeh,’’ jelasnya. Ketekunan berlatih mengantarkannya bertarung pada Kejurnas Silat di Jakarta dengan meraih medali perunggu. Selanjutnya menjadi juara Pra-PON dan mendulang emas pada PON 1980 di Jakarta. Dia pun terpilih masuk tim nasional dan sukses menyabet emas pada Kejuaraan Dunia 1982 di Jakarta. Ketika itu ia mendapat bonus Rp 300 atas perjuangannya merebut emas di PON. Sementara selama pelatda PON menerima Rp 1.000 sehari. ‘’Dua pekan sekali uang TC saya pakai
menonton film laga atau bela diri di bioskop karena tiket masuknya Rp 1.000,’’ tuturnya. Bandingkan dengan bonus atlet PON sekarang yang ratusan juta rupiah, bahkan peraih emas Asian Games mencapai Rp 1,5 miliar plus menjadi PNS. ‘‘Terus terang saya iri melihat besarnya bonus atlet saat ini,’’ ucapnya. Gelar juara dunia sudah direngkuhnya, namun Badengwati tetap jadi tukang suun dan sampai menumpang di rumah kakaknya. Beruntung ia mampu membeli tanah 2 are di Lingkungan Umahanyar, Ubung Kaja, pada tahun 1980 dari hasil tabungannya dan bonus PON ditambah Rp 1,3 juta pemberian suaminya, Made Jaya. (nel)
Manchester – Manajemen klub Manchester United (MU) berharap pelatih baru Ole Gunnar Solskjaer bisa meyakinkan David de Gea, Anthony Martial dan Paul Pogba bersedia bertahan dalam jangka panjang bersama Setan Merah setelah sempat dikecewakan oleh Jose Mourinho. Solskjaer secara resmi ditunjuk sebagai pelatih sementara, Rabu (19/12), sampai akhir musim kompetisi tahun ini, dengan tugas merestorasi permainan menyerang yang selama ini menjadi ciri khas MU, serta mengejar ketinggalan 11 angka untuk bisa lolos ke kualifikasi Liga Champions. De Gea, Martial dan Pogba dipandang sebagai pemain penting untuk mencapai sasaran tersebut. Dea Gea ((28) dan Martial ((23) tampak tidak terlalu antusias untuk memperpanjang kontrak di bawah pimpinan Mourinho, tetapi mereka sudah terikat kontrak sampai musim panas 2020. Hubungan Pogba dengan Mourinho juga tidak harmonis, terutama setelah pemain tengah tim nasional Prancis berusia 25 tahun itu dipaksa menjadi penonton dalam empat pertandingan terakhir. Kondisi itu membuat Pogba mempertimbangkan untuk hengkang ke klub lain. Di bagian lain, Mourinho menolak berbicara banyak saat ditanya soal pemecatan dirinya. ‘’Saya selalu melakukan hal benar dan tidak suka membicarakan hal-hal yang terjadi di dalam klub. Saya bisa saja membicarakan hal-hal yang jelek, tapi itu bukan tipe saya. Manchester mempunyai masa depan tanpa saya, dan saya pun membuat masa depan tanpa Manchester United,’’ katanya kepada Sky Sport, Kamis (20/12) kemarin. Semifinal Dua klub London, Chelsea dan Tottenham Hotspur, akan bertemu di partai semifinal Piala Liga Inggris. Sementara Manchester City mendapat lawan tim kasta ketiga Inggris, Burton Albion. Undian semifinal dilakukan
Indra, Bima, dan Simon Ranting Slam Kepaon Pertahankan Gelar Pelatih Timnas Jakarta (Bali Post) – PSSI menunjuk Indra Sjafri, Bima Sakti dan Simon McMenemy masing-masing menjadi pelatih timnas U-22, timnas U-16 dan timnas senior Indonesia. Indra dikontrak selama setahun dengan tugas membawa timnas U-22 sampai SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Filipina. Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengatakan, Indra dan Bima tak asing lagi di persepakbolaan Tanah Air dan memiliki jejak yang mumpuni untuk menangani timnas. ‘’Kami melihat kualifikasi dan catatan para pelatih selama ini,’’ ujarnya di Jakarta, Kamis (20/12) kemarin. Sebelum ke SEA Games, Indra akan membawa anak-anak asuhnya berlaga pada Piala U-22 AFF 2019 di Kamboja dan kualifikasi Piala U-23 Asia 2020. PSSI memilihnya sebagai pelatih timnas U-22 karena dianggap berhasil ketika menangani timnas U-19 pada tahun 2018. ‘’Meski tak lolos ke Piala U-20 Dunia karena gagal ke semifinal Piala U-19 Asia, PSSI menilai Indra sukses menjalankan tugasnya,’’ tuturnya. Bima Sakti secara kualifikasi juga dinyatakan mampu mencari
Rockets Menang Beruntun Houston – Houston Rockets menundukkan Washington Wizards dengan skor 136-118 dalam lanjutan pertandingan kompetisi NBA di Center Toyota Houston, AS, Kamis (20/12) kemarin. Ini merupakan kemenangan kelima beruntun bagi Rockets. Rockets membuat 26 tembakan tiga angka. James Harden memiliki enam lemparan tiga poin dalam perjalanan mencetak 35 poin, Chris Paul menambahkan lima serta Gerald Green dan Eric Gordon masing-masing menyumbang empat. ‘’Kami hanya bermain lebih baik. Ketika Anda memiliki semangat yang benar, Anda melakukan hal yang benar. Jika Anda tidak melakukannya, Anda tidak membuatnya. Energi kami besar dalam lima pertandingan terakhir. Kami baru saja menyimpannya di sana,’’ kata pelatih Rockets, Mike D’Antoni, usai pertandingan. Dalam laga lainnya, juara
sekitar 20 menit selepas Chelsea dan Tottenham memenangi laga perempatfinal masing-masing. Semifinal digelar 7 dan 21 Januari. Chelsea melaju setelah menang tipis 1-0 atas Bournemouth berkat gol semata wayang Eden Hazard yang masuk sebagai pemain pengganti. Saat bersamaan, Tottenham meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Arsenal di Emirates. Son Heung-min dan Bamidele Alli masing-masing mencetak satu gol dalam kemenangan Tottenham yang membuat Arsenal kini menderita dua kekalahan beruntun. Rentetan penampilan buruk Olympique Marseille berlanjut ketika kalah adu penalti 2-4 dari tamunya Strasbourg dalam pertandingan 16 besar Piala Liga Prancis. Sebaliknya AS Monaco mencapai perempatfinal sehingga sedikit mengangkat tekanan terhadap pelatih Thierry Henry. Klub kerajaan ini mengamankan kemenangan ketiga dari 23 pertandingan dengan mengatasi Lorient 1-0. Lyon juga mengamankan tiket delapan besar setelah unggul 3-2 atas Amiens. Ajax berhasil mencapai perempatfinal Piala Belanda setelah menang 4-2 dalam adu penalti melawan tim kasta kedua Roda JC. Ajax menyusul lima tim kasta tertinggi Belanda lainnya yang sudah lebih dulu lolos ke delapan besar yakni Willem II, FC Twente, AZ Alkmaar, SC Heerenveen dan Fortuna Sittard. Juara bertahan Bayern Muenchen menang tipis 1-0 atas tamunya RB Leipzig dalam pertandingan lanjutan Liga Jerman yang dimainkan di Allianz Arena. Hasil ini membuat Muenchen total mengoleksi 33 poin, memangkas keunggulan Borussia Dortmund di puncak klasemen menjadi enam poin. Franck Ribery memicu kegembiraan di publik Allianz Arena pada menit ke-83. (ant/rtr)
bertahan dua kali Golden State Warriors dikalahkan oleh Utah Jazz dengan skor 103-108 di Salt Lake City. Stephen Curry mencetak 32 poin, Kevin Durant menyumbang 30 poin dan Klay Thompson hanya membuat 12 poin. Pada pertandingan lainnya, Charlotte Hornets menundukkan Cleveland Cavaliers 110-90, Orlando Magic dikalahkan San Antonio Spurs 90-129, Boston Celtics dihentikan Phoenix Suns 103-111, Toronto Raptors menjungkalkan Indiana Pacers 99-96, Portland Trail Blazers menang atas Memphis Grizzlies 99-92, Sacramento Kings dipermalukan Oklahoma City 113-132, Chicago Bulls ditundukkan Brooklyn Nets 93-96, Milwaukee Hawks menyudahi perlawanan New Orleans 123-115, Minnesota Timberwolves ditundukkan Detroit Pistons 123-129 dan Philadelphia 76ers memukul New York Knicks 131-109. (afp/kmb)
pemain, mengarahkan dan membentuknya sesuai karakter timnas U-16. Khusus untuk timnas U-16 dan timnas U-19, PSSI mempertimbangkan membentuk tiga grup timnas karena banyaknya bakat yang ada di Indonesia. Oleh karena itulah, meski dinyatakan kontraknya hanya setahun, besar kemungkinan Bima Sakti yang sebelumnya melatih timnas senior di Piala AFF 2018 akan berada cukup lama di timnas U-16. Sementara itu, Simon McMenemy dikontrak selama dua tahun. Dia akan menangani tim sampai Piala AFF tahun 2020. Penunjukan Simon didasarkan pada beberapa hal, yaitu target timnas, sumber daya tim, kesesuaian dengan program PSSI dan finansial federasi. Ia dianggap memiliki catatan prestasi yang baik selama berkarier di Indonesia, khususnya saat menangani klub Bhayangkara FC di Liga 1 tahun 2017 dan 2018. Di bagian lain, PSSI memperpanjang masa bakti Rully Nere menangani timnas putri yang akan menjalani setidaknya dua turnamen sepanjang tahun 2019. Salah satunya menghadapi babak kedua kualifikasi Olimpiade 2020. (ant)
Denpasar (Bali Post) Ranting Slam Kepaon berhasil mempertahankan gelar juara umum pada kejuaraan pencak silat Pendekar Cup PSPS Bakti Negara memperebutkan Piala Wali Kota Denpasar XIX/2018 di GOR Ngurah Rai yang berakhir Kamis (20/12) kemarin. Slam Kepaon menggondoll 13 medali emas, 3 perak dan 11 perunggu. Ranting Gatotkaca harus puas bercokol di peringkat kedua dengan merebut 7 emas, 7 perak 4 perunggu. Juara umum III diraih Ranting Buana Yuda yang mengoleksi 7 emas, 6 perak dan 9 perunggu. Medali emas Slam Kepaon antara lain dipersembahkan Yoga Mandala Putra di kelas I remaja, M. Salman Al Farizi (F remaja) dan Anisa Lestari (I usia dini). Peraih emas Ranting Gatotkaca di antaranya Putu Tegar
FINAL – Salah satu partai final kejuaraan silat PSPS Bakti Negara Piala Wali Kota Denpasar di GOR Ngurah Rai.
Karateka Jembrana Sabet Emas
Denpasar (Bali Post) Karateka Jembrana Ni Putu Vika Sari Kalysa Putri berhasil menyabet medali emas nomor kumite kelas -40 kg prapemula putri pada hari kedua kejuaraan karate terbuka se-Bali memperebutkan Piala Gubernur Bali II/2018 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Kamis (20/12) kemarin. Di sektor putra, medali emas direbut Muhammad Daffa Saputra (Dojo Dauh Puri). Medali emas prapemula -35 kg diraih Kadek Tio Junarta Loski (Badung) dan Ni Komang Mega Saputri (PDKC). Kelas +40 kg dijuarai Ni Komang Adinda Canthika Ari (Dojo Paso Pati I), sedangkan emas kelas -30 kg dimenangkan Ni Komang Sinta Dewi (Karangasem). Made Axel Bhagaskara Prawira (Dojo Sari Kutaman) berjaya di kumite kelas -45 kg dan Wayan Didik Suastawan (Ketewel) menjuarai kelas +45 kg. Nomor kata perorangan memunculkan Agastya Revananda (Dauh Puri) dan Ni
Bali Post/022
KUMITE - Dua karateka putri bertarung di nomor kumite pada hari kedua Piala Gubernur Bali II/2018 di GOR Lila Bhuana, Denpasar. Kadek Renia Sophia Putri (Berlian Buleleng) sebagai juara. Medali emas kata beregu pemula putra dimenangkan Gede Edy Saputra/A.A. Gede Agung Putra Semara Natha/Made Krisna Sadhu Siliangi (Mangupura), sedangkan putri dijuarai Ni Made Ayu Suri Wahyu Wati/ Ida Ayu Intan Prameswari
Putri Tenaya/Ida Ayu Mirah Prameswari Putri Tenaya (DSMK Tabanan. Komang Sastrawan (Macan Buleleng) dan Made Amanda Pramesty Maheswari (Buleleng) tampil sebagai juara kata perorangan. Sementara kumite kelas -40 kg dimenangkan Kadek Juni Putra Irawan (Jembrana). (022)
Brahmana (F dewasa), Ketut Adi Wirawan (D dewasa) dan Ni Kadek Indira Purnamasari (C usia dini). Ranting Buana Yuda mendulang emas lewat Zsa Zsa Camila (C praremaja), Kadek Ayu Septiari (H praremaja) dan I Putu Rama Sastrawa (H remaja). Terpilih sebagai pesilat terbaik usia dini adalah Kadek Giri Mertayasa (Juwet Sari) dan Nazla Vania (Buana Yuda). Pesilat terbaik praremaja masing-masing Kadek Agus Premana (Palagiri) dan Ni Kadek Sri Maharani (Sindu Sanur). Atlet terbaik remaja yakni Putu Krisna Arta Nugraha (Batu Kandik) dan Ni Luh Putu Nia Tirtawati (Batu Paras). Atlet terbaik dewasa adalah Gede Arya Widyantara (Gatotkaca) dan Ni Made Krisna Dewi (Empu Gandring). Sementara suporter terbaik direbut Batu Kandik, suporter terheboh Buana Merta dan wasit juri terbaik Wayan Gunawan. (022)