Skip to main content

Edisi Minggu 21 Oktober 2018 | balipost.com

Page 1

12 HALAMAN

NOMOR 64 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha

Bali Post

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Bali Selatan Mulai Diguyur Hujan

36 Desa di Buleleng Rawan Krisis Air Bersih Singaraja (Bali Post) – Untuk kali pertama, wilayah Bali Selatan, Sabtu (20/10) kemarin, mulai diguyur hujan pertanda akan berakhirnya musim kemarau. Namun, tak demikian halnya dengan Buleleng. Daerah ini belum diguyur hujan sehingga masih mengalami permasalahan ketersediaan air bersih. Dari sembilan kecamatan, 36 desa di tujuh kecamatan masuk daerah rawan mengalami kiris air bersih. Kondisi ini disebabkan topografi wilayah Buleleng yang dikenal dengan istilah nyegara gunung (berbukit dan memiliki batas pantai -red). Ketika musim kemarau, debit air sumber mata air baku turun dan bahkan mati total. Selain itu, manajemen pengelolaan air bersih di wilayah ini masih mengalami permasalahan teknis. Data yang dikumpulkan di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng menyebutkan tujuh kecamatan yang masuk kat-

Kecamatan Gerokgak Desa Sumberkima Desa Penyabangan Desa Patas Desa Gerokgak Desa Celukan Bawang Desa Sumberkelampok

egori rawan krisis air bersih di antaranya Kecamatan Gerokgak meliputi Desa Sumberkima, Penyabangan, Patas, Gerokgak, Celukan Bawang, dan Desa Sumberkelampok. Kecamatan Busungbiu di antaranya Desa Sepang, Sepang Kelod, Tista, dan Desa Pucaksari. Hal. 11 Desa Munduk

Kecamatan Seririt Desa Munduk Desa Bestala Desa Ularan Desa Lokapaksa Desa Kalisada Desa Pangkungparuk

Kecamatan Busungbiu Desa Sepang Desa Sepang Kelod Desa Tista Desa Pucaksar

Kecamatan Sukasada Desa Wanagiri Desa Pegayaman Desa Silangjana Desa Kayuputih Desa Selat Desa Tegallinggah

Kecamatan Banjar Desa Pedawa Desa Tigawasa Desa Sidatapa Desa Cempaga

Desa di Buleleng Rawan Krisis Air Bersih Kecamatan Tejakula Desa Sembiran Desa Julah Desa Tembok Desa Sambirenteng

Kecamatan Kubutambahan Desa Tambakan Desa Bukti Desa Mengening Desa Tunjung Desa Depaha Desa Pakisan

Empat Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Dipuji Pembangunan Infrastruktur, Dikritik Uno Soal Ekonomi

Jakarta (Bali Post) Sabtu (20/10) kemarin, tepat empat tahun lalu, Joko Widodo dan Jusuf Kalla resmi dilantik menjadi presiden dan wakil presiden. Banyak janji kampanye yang sudah dan belum tercapai. Kinerjanya banyak dipuji parpol koalisi, namun juga dikritik soal eknomi oleh oposisi. Menteri Koordinator Ke-

maritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, selama empat tahun kepemimpinan Joko Widodo tak ada satu proyek yang memiliki potensi tak selesai. “Saya ingin katakan kepada Anda selama empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo belum ada satu proyek pun yang berpotensi mangkrak,” kata Luhut di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu

(20/10) kemarain. Dia menambahkan, hal tersebut karena selama ini pemerintah melakukan perencanaan pembangunan proyek dengan baik dan matang. Selain itu, eksekusi juga dilakukan dengan hati-hati dan memperhitungkan konsekuensi yang akan dialami ke depannya. Luhut memuji dalam kepe-

mimpinan Jokowi pembenahan pelabuhan, tol laut, hingga infrastruktur lain memiliki perubahan yang signifikan. Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartanto, menyebut ekonomi kian stabil sehingga kemiskinan berkurang. Hal. 11 Kemiskinan Berkurang

Perlunya Regenerasi Seni DIAWALI dengan Festival Ulun Danu Beratan pada bulan Juni 2018 bertema ‘’Danu Kertih, Menyatukan Beragam Adat Budaya Nusantara’’. Festival yang telah digelar ke-4 kalinya itu melibatkan 2.500 seniman. Jauh lebih besar dari tahun sebelumnya yang melibatkan hanya 1.200 seniman. Bahkan, acara tersebut sukses memadukan wisata alam, budaya, dan religi.

Selanjutnya, pada bulan Agustus 2018, digelar Tanah Lot Art and Food Festival II. Selain memperkenalkan potensi kopi Kabupaten Tabanan dan produk BUMDes lewat stan UKM, Festival Tanah Lot tahun ini juga dikemas dengan peluncuran tarian kolosal Rejang Sandat Ratu Segara yang diikuti 1.800 penari wanita muda, yang akhirnya meraih penghargaan dari Muri.

September, festival juga digelar di Jatiluwih, bertema ‘‘Matha Subak’’. Badan Pengelola DTW Jatiluwih pun berhasil mengemas seni tradisional dan modern dengan sangat baik. Tak hanya objek wisata, festival pun mulai difungsikan untuk menampilkan potensi kecamatan. Seperti yang dilakukan Kecamatan Kerambitan. Tahun ini sudah memasuki festival IV. Selama empat hari, banyak kesenian kolosal yang ditampilkan dan ditarikan oleh komponen masyarakat dari lima belas desa yang ada di Kecamatan Kerambitan mengambil tema ‘‘Yowana Masikian, Harmoni di Tanah Penuh Berkah’’. Selain sebagai ajang pro-

menjadi salah satu kecamatan bersifat progresif. Camat Kerambitan, I Gede Sukanada, menjelaska n , t e ro b o sa n p ro g r a m Umaurip ini fokus utamanya yakni pengembangan burung hantu (tyto alba). “Lewat pengembangan tyto alba ini, kami ingin mengubah paradigma petani dalam pembasmian hama tikus yang sering menggunakan zat kimia (racun tikus),” jelasnya. Program ini mengambil lokasi di Desa Timpag se-

bagai lokasi awal, yang diharapkan ke depan seluruh desa yang ada di Kecamatan Kerambitan akan terkoneksi dalam pengembangan pertanian dan kepariwisataan bersifat utuh. Dia menegaskan program ini bersifat holistik, tidak hanya fokus pada sektor pertanian, melainkan juga menjangkau berbagai aspek, baik itu pelestarian lingkungan, pariwisata, pendidikan, kuliner, seni budaya, dan olahraga. Hal. 11 Pertanian Organik

BURUNG - Peluncuran program Umaurip di Desa Timpag ditandai pelepasan burung hantu.

Sepanjang tahun 2018, Tabanan tercatat paling banyak menggelar festival budaya. Sejumlah objek wisata ternama di Kabupaten Tabanan menggelar ajang festival seni dan budaya sesuai dengan potensi wisata yang dimiliki. Bahkan kini, festival budaya sudah terkonsentrasi di kecamatan.

KOLOSAL - Cak kolosal mewarnai Festival Kerambitan.

Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan

Ibarat Pesta Seninya Warga Kerambitan SALAH satu daya tarik dari Festival Kerambitan adalah melibatkan 15 desa yang mempertunjukkan seni dan budayanya masing-masing. Pertunjukan seni dan budaya ini berhasil menyedot ribuan penonton tidak hanya warga Kerambitan tetapi luar Kerambitan. Seperti pertunjukan gong kebyar dan tarian kreasi yang dibawakan oleh perwakilan dari delapan desa yang ada di Kerambitan, Jumat (19/10) malam. Ribuan penonton tampak tertib memadati depan

BPM/bit

panggung dan dengan sabar menunggu pertunjukan gong kebyar dan tarian kreasi yang dibawakan masing-masing perwakilan desa. Salah satu pengunjung, Sayu Oktariani (24), mengaku mendengar informasi Festival Kerambitan ini dari temantemannya. “Saya asal Negara tapi kerja di Tabanan. Dapat info ada festival jadi coba untuk datang dan ternyata bagus,” ujarnya. Hal. 11 Budaya Desa

TAK hanya menampilkan seni dan budaya khas Kecamatan Kerambitan, ajang Festival Kerambitan juga dimanfaatkan untuk terus mengembangkan inovasi yang berkaitan dengan potensi yang dimiliki suatu daerah. Seperti di Kerambitan yang terkenal dengan potensi pertaniannya. Serangkaian Festival Kerambitan diluncurkan program “Umaurip, Utamaning Uma lan Urip” di Desa Timpag. Hal ini sejalan dengan upaya Kecamatan Kerambitan agar terus tumbuh

mosi dengan memadukan unsur kesenian, kebudayaan serta kuliner, kegiatan ini juga upaya meregenerasi seniman di Tabanan. Tiap tahunnya, badan pengelola objek wisata selalu mencari ide-ide baru dalam mengemas gelaran festival agar dapat menarik perhatian masyarakat setempat maupun wisatawan. Apalagi kegiatan ini juga melibatkan para seniman lokal di wilayah masing-masing. Camat Kerambitan, I Gede Sukanada, menjelaskan Festival Kerambitan kali ini mengangkat nilainilai dan kesadaran akan rasa kebersamaan sebagai kesatuan masyarakat yang utuh (masikian). Hal. 11 Potensi Seni

BPM/bit

Bazar Babi Guling

Berbahan Baku Babi Hitam, Kuliner Khas Kerambitan

BPM/san

PENONTON - Ribuan penonton tampak memadati panggung pertunjukan seni dan budaya Festival Kerambitan.

Seiring perkembangan zaman, babi hitam yang merupakan babi lokal di Bali semakin jarang ditemukan dan diternakkan oleh masyarakat Bali. Padahal, memelihara babi hitam menjadi sebuah harga diri untuk orangtua zaman dulu. Istilahnya tidak keren jika tidak memelihara babi hitam

SAYANGNYA karena tuntutan pemenuhan kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, babi hitam ini mulai ditinggalkan dan beralih ke babi jenis landrace yang lebih cepat panennya. Untuk mengangkat kembali populasi babi hitam sekaligus menjadikannya ikon kuliner lokal, Festival Kerambitan mulai memperkenalkan babi guling berbahan dasar babi hitam. Salah satu perkenalan kuliner lokal khas Kerambitan ini dengan mengadakan bazar babi guling berbahan dasar babi hitam di Festival Kerambitan IV

pada Kamis (18/10) hingga Minggu (21/10). Camat Kerambitan, I Gede Sukanada, mengatakan promosi babi hitam dijadikan babi guling sebagai kuliner lokal khas Kerambitan sudah dimulai sejak tahun 2018. Pihaknya mendatangkan bibit babi hitam dari Singaraja kemudian membagikannya kepada warga kurang mampu lewat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Satu warga kurang mampu mendapatkan bantuan satu bibit babi hitam. Hal. 11 Diternakkan Sendiri

BPM/san

DIMINATI - Bazar babi guling berbahan babi hitam banyak diminati pengunjung Festival Kerambitan.


2 Minggu Wage, 21 Oktober 2018

Drs. Putu Gede Dirga (alm.)

BPM/sue

Putu Gede Dirga Berpulang KELUARGA besar Yayasan Perguruan Rakyat (PR) Saraswati Pusat Denpasar berduka. Tokoh pendidikan yang juga Ketua Badan Pengawas Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Drs. Putu Gede Dirga, berpulang Jumat (19/10) lalu karena sakit. Putu Gede Dirga lahir 1 Mei 1936 dan meninggal dunia setelah mengalami sakit. Dia adalah pengurus Yayasan PR Saraswati yang tercatat paling lingsir. Jenazah almarhum Jumat siang sempat disemayamkan di Jalan Soka Denpasar, namun sorenya sudah disemayamkan di rumah duka di Banjar Pekandelan, Jalan Sultan Agung No. 89 Amlapura, Karangasem. Menurut keluarga, upacara pengabenan akan dilaksanakan pada Selasa (30/10) pukul 13.00 Wita, dipusatkan di setra banjar setempat. Diawali dengan upacara nyiramin lan nelunin, Senin (22/10) pukul 16.00 wita dan Senin (29/10) ngaskara lan meras. Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswatai Ir. Bagus Ketut Loji, M.S. dan Sekretaris Dewa Sukanada mengaku sangat kehilangan sosok Putu Gede Dirga. Almarhum adalah guru tertua di SLUA 2 Saraswati Denpasar yang dipercaya memegang mata pelajaran Biologi, mulai tahun 1960. Putu Gede Dirga juga dipercaya yayasan menjadi Kepala SLUA 2 Saraswati setelah itu menjadi Kepala TGA Saraswati sebelum masuk struktur pengurus yayasan sejak 1977. Dikatakannya, sekalipun dalam kondisi tidak sehat dengan memakai tongkat, almarhum tetap disiplin ngantor ke yayasan. Waktunya dipakai untuk bertemu dengan rekan-rekan di yayasan dan berdiskusi soal kesehatan. Namun akhir-akhir ini, almarhum sering mengeluh sesak napas dan langsung dirawat di rumah sakit. Bagi Saraswati, tokoh Putu Gede Dirga adalah sosok guru penuh disiplin. Almarhum juga dikenal akrab dan penuh humor dengan guru dan kasek di Saraswati. Makanya, Bagus Ketut Lodji menilai almarhum banyak berperan mewujudkan

cita-cita pendiri yakni membuat Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati semakin kuat dan dipercaya masyarakat. Yayasan PR Saraswati didirikan 8 Desember 1946. Hingga kini, memiliki cabang Saraswati di Bali dan Mataram. Almarhum Ibu Desak Gede Raka Nadha, termasuk guru inti di sekolah milik Yayasan PR Saraswati. Kini, Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar dipimpin Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., Ketua Badan Pembina IGB Yudhara, MBA., Sekretaris I Dewa Sukanada, B.A., dan bendahara dr. IGN Nyoman Susila, M.Kes. Bagus Ketut Lodji mengatakan kelahiran Yayasan PR Saraswati dibidangi almarhum Gusti Putu Mertha dan Gusti Made Tamba. Sekolah tertua yang didirikan di Kaliungu. Saat itu, pemuda I Gusti Made Tamba dan I Gusti Putu Merta menamakan sekolah itu SLO (Sekolah Landjoet Oemoem), sekarang setingkat SMP pada 8 Desember 1948. Di sinilah benih-benih nasionalisme yang pernah diperoleh IGN Tamba saat di Taman Siswa oleh Ki Hajar Dewantara disebarluaskan melalui semangat pendidikan plus perjuangan pejuang Bali mencerdaskan anak bangsa. Saat di Kaliungu sempat dibakar oleh orang yang tak senang dengan kemajuan Saraswati. Sekolah ini kemudian pindah ke Tainsiat. Mulai 1951, Saraswati membangun sekolah baru SMA di Jalan Angsoka, Kreneng (sekarang menjadi Jalan Kamboja). Kemudian berkembang mendirikan Sekolah Rakyat, TK (Taman Indera) dan TGA, dan mengembangkan cabang perguruan hingga Gianyar, Tabanan, Negara, Buleleng, Bangli, Karangasem, Klungkung, hingga ke Mataram. Sementara itu, tingkat perguruan tinggi diwali mendirikan IKIP Saraswati, kemudian menjadi Akademi Bahasa Asing. Kedua perguruan tinggi ini dilebur menjadi satu menjadi Universitas Mahasaraswati (Unmas). Setelah itu, berdiri STIBA Saraswati dan si anak bungsu Akademi Farmasi Saraswati (AFS). (sue)

PERBAIKAN - Sejumlah buruh proyek ketika melakukan perbaikan drainase di sepanjang Jalan Gunung Agung, Denpasar, Sabtu (20/10) kemarin. Perbaikan ini dilakukan guna memperlancar arus air ketika musim hujan mendatang. BPM/wan

2019, Pusat Alokasikan Anggaran untuk Kelurahan Badung (Bali Post) -

Presiden RI Joko Widodo tidak saja menyinggung soal peningkatan dana desa pada tahun 2019 menjadi Rp 70 triliun saat membuka Temu Karya Nasional, Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (PINDesKel) 2018 di Lotus Pond, GWK Cultural Park, Jumat (19/10) lalu. Tapi juga mengungkapkan soal rencana pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk kelurahan dan dana operasional desa. “Mulai tahun depan akan ada namanya anggaran kelurahan. Saya banyak keluhan, ‘Pak, ada dana desa kok tidak ada dana kelurahan’. Sudah, tahun depan dapat,” ujarnya. Jokowi menambahkan tahun depan juga akan ada dana operasional desa. Mengingat selama ini, bantuan dana desa dari pemerintah tidak boleh digunakan untuk membangun kantor desa dan operasional perangkat desa. Besaran dana operasional desa akan dialokasikan kurang lebih 5 persen dari total dana bantuan untuk desa. “Sehingga kepala desa menjadi jelas menggunakan, penggunaan dari dana desa itu,” jelasnya. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Eko Putro

Sandjojo, mengatakan rencana anggaran untuk kelurahan tidak lepas dari suksesnya program dana desa mempercepat pembangunan di desa. Tak sedikit desa yang kini bahkan lebih maju dari kelurahan. “Banyak kelurahan yang sekarang ketinggalan sama desa. Jadi, kelurahan juga minta supaya diberi semacam dana desa. Kelihatannya Bapak Presiden tahun depan sudah mulai mengalokasikan dana kelurahan,” ujarnya. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo, mengatakan besaran alokasi anggaran kelurahan nantinya berbeda dengan dana desa. Mengingat, luas wilayah kelurahan yang lebih kecil dibadingkan desa. Seka-

lipun jumlah penduduk di kelurahan mungkin saja lebih banyak, namun infrastruktur di desa masih jauh lebih kompleks dan luas. “Alokasi dana kelurahan merupakan kebutuhan guna meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat,” ujarnya dalam rilis pers Puspen Kemendagri. Menurut Tjahjo, rencana alokasi anggaran kelurahan sudah melalui kajian dan memerhatikan kondisi riil di lapangan terhadap pengembangan kelurahan. Ada beberapa kelurahan yang anggarannya minim, sehingga belum mampu menempatkan posisi sebagai kelurahan di suatu kota. Baik menyangkut sarana dan prasarananya, maupun fasilitas umumnya. Itu sebabnya, alokasi

BPM/ist

BERSAMA - Presiden RI Joko Widodo bersama Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, di GWK Cultural Park. anggaran kelurahan dinilai perlu dalam menunjang pemerataan pembangunan di pemerintahan kota. “Sebelum kebijakan terse-

but diimplementasikan, akan disusun aturan teknisnya agar benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (kmb32)

Masih Rendah, Kesadaran Masyarakat terhadap Kanker Payudara Mangupura (Bali Post) Selama ini, jenis kanker yang paling tinggi angka kematiannya adalah kanker payudara. Sebelumnya, pengidap kanker payudara biasanya wanita di atas umur 50 tahun atau setelah menopouse. Namun saat ini, pengidap kanker payudara sudah mengarah ke umur lebih muda yaitu 15-35 tahun. Menurut penggagas Bali Pink Ribbon, Geye, pada sepuluh tahun terakhir, kesadaran masyarakat Bali akan pen-

yakit kanker payudara masih rendah. Pada awalnya data yang diperoleh dari rumah sakit, 70 persen pasien kanker yang tertangani di rumah sakit sudah mencapai stadium 3-4. “Ini membuat upaya penyembuhan total sulit dilakukan. Kami tak berhenti untuk terus memberikan edukasi lewat seminar dari kampung ke kampung,” ujar Geye. Setelah sepuluh tahun berlalu, perlahan masyarakat mulai menyadari pemahaman terkait penyakit kanker

payudara. Namun, pihaknya belum memiliki data spesifik tentang seberapa besar kesadaran masyarakat tentang bahaya kanker ini. Karena diakuinya pemerintah belum memiliki program untuk mendaftar semua penderita kanker payudara. “Apa yang dilakukannya saat ini adalah salah satu misi untuk mendorong pemerintah supaya melakukan pendataan. Dari statistik sekitar 200-300 orang Bali yang mendaftar ke RS setiap tahunnya,” ujarnya.

Pihaknya memperkirakan, angka penderita kanker payudara jauh lebih tinggi. Banyak orang yang tak mengetahui gejalanya dan cara pemeriksaan sendiri. “Itu yang kami edukasikan melalui seminar-seminar. Kegiatan ini selain ajang penggalangan dana juga untuk menggaungkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kanker payudara,” katanya Sabtu (20/10) kemarin. Kegiatan penggalangan dana yang digelar ke-10 kalinya dilakukan sejak 2008

untuk mendukung program edukasi kanker payudara bagi kaum wanita di Bali. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini menjadi sukarelawan untuk memberikan sumbangan guna membantu menyelamatkan nyawa dan memberikan dukungan edukasi maupun kesehatan bagi penderita kanker payudara di Bali. Selain kegiatan lari dan jalan santai juga diadakan skrining payudara bagi peserta, food truck, market stall, musik, dan memorial line. (kmb23)

Angkut Sampah, DLH Bangli Koperasi Diminta Tertib Sampaikan Laporan ke Dinas Kekurangan Armada Truk Bangli (Bali Post) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli saat ini memiliki 14 unit truk pengangkut sampah. Ternyata jumlah armada yang dimiliki itu masih kurang untuk melayani pengangkutan sampah di seluruh wilayah di Bangli. Sekretaris DLH Kabupaten Bangli, Ida Bagus Sobya, belum lama ini mengatakan, dari 14 unit truk pengangkut sampah yang dimiliki saat ini, dua di antaranya umurnya sudah tua. Tak hanya itu, kondisinya pun sudah rusak. Dua truk milik DLH itu, kata dia, sudah ada sejak tahun 80-an. Karena rusaknya dua unit truk tersebut, pihaknya saat ini hanya bisa mengefektifkan 12 truk lainnya untuk melayani pengangkutan sampah.

Dengan jumlah truk yang dimilikinya saat ini, diakui Sobya masih kurang. Idealnya untuk melayani seluruh wilayah, DLH memiliki 18 unit truk. Mengenai kekurangan truk pengangkut sampah tersebut, Sobya mengaku pihaknya sudah rutin mengusulkannya, baik ke provinsi maupun pusat. Sementara itu, seperti berita sebelumnya, pada Juli lalu DLH Kabupaten Bangli mendapat bantuan dua unit truk sampah dari pemerintah pusat. Bantuan diberikan melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berupa dana DAK dengan total nilai Rp 700 juta. Bantuan truk sampah itu diberikan karena keberhasilan Bangli meraih trofi Adipura pada 2017 lalu. (kmb40)

I Gede Indra, S.E., M.M.

BPM/kmb42

Denpasar (Bali Post) Pengurus koperasi diminta tertib menyampaikan laporan ke Dinas Koperasi dan UKM, khususnya koperasi binaan kabupaten/kota. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra, S.E., M.M., mengatakan koperasi binaan kabupaten/kota masih perlu lebih dimotivasi lagi akan kewajibannya. Penegasan ini disampaikannya usai memberikan arahan pada rapat koordinasi data yang dihadiri Kabag Data, Biro Perencanaan Kementerian Koperasi dan UKM RI di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PlUT) Provinsi Bali, Denpasar belum lama ini. Gede Indra juga menyampaikan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali menyajikan ekspos data koperasi setiap triwulan ke publik. Dengan menyampaikan data setiap triwulan, maka akan diketahui tingkat perkembangan koperasi, baik dari

jumlah koperasi, anggota, modal sendiri, modal luar, karyawan, manajer, aset, volume usaha dan Sisa Hasil Usaha (SHU). Untuk itu, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi dan Kabupaten/Kota harus memotivasi dan mengingatkan koperasi binaannya agar tertib melaporkan perkembangan koperasi ke dinas masingmasing. “Saat ini, khusus koperasi binaan provinsi yang lebih tertib menyampaikan laporan. Sedangkan untuk koperasi binaan kabupaten/kota masih perlu lebih dimotivasi akan kewajiban tersebut,” ujarnya. Ia meminta para enumerator data di Dinas Koperasi dan UKM kabupaten/ kota dengan dukungan 32 Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) agar selalu turun ke lapangan untuk meng-input data. Padahal dengan perkembangan teknologi saat ini seharusnya bisa dimanfaatkan

oleh koperasi untuk membuat atau menyampaikan laporan. Saat ini pun sudah banyak koperasi yang memanfaatkan teknologi informasi atau program akuntansi komputer. Untuk itu, koperasi tersebut setiap saat bisa dimonitor dan mampu menyediakan laporan secara tertib setiap bulan ke dinas. Dengan laporan yang tersaji secara rutin, tertib, valid, dan up to date, maka pemerintah lebih mudah dan tepat mengambil kebijakan pemberdayaan koperasi sesuai kebutuhan dan skala koperasi yang ada. Sementara itu, Kepala SubBagian Pengumpulan dan Pengolahan Data Adi Daen Fahmi, S.Kom., berharap agar adanya dukungan, kerja sama dan sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota, khususnya dalam penyajian data koperasi dan UKM. Karena dijadikan data base yang up to date di pusat. (kmb42)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu Wage, 21 Oktober 2018

Unud Berikan Bantuan bagi Korban Gempa-Tsunami Sulawesi Tengah

SERAHKAN BANTUAN - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A Raka Sudewi, Sp.S(K) didampingi Ketua LPPM Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, MP., menyerahkan bantuan dari civitas akademika Unud untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, Jumat (19/10) lalu.

REKTOR Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)., didampingi Ketua LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, MP., menyerahkan bantuan dari civitas akademika Unud untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (19/10) lalu. Bantuan tersebut berasal dari unit-unit yang ada di Unud, dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa. Bantuan berupa uang senilai Rp 205.862.000, obat-obatan, dan pakaian layak pakai disalurkan melalui Kemristekdikti, Universitas Tadulako, dan PHDI Sulawesi Tengah. “Sebagai wujud kepedulian civitas akademika terhadap gempa Palu dan Donggala, Unud memberikan donasi berupa uang, pakaian layak pakai, obatanobatan. Selain itu, beberapa alat bantuan seperti tongkat dan tenda sudah dibawa oleh relawan kami yang bermukim di

sana selama seminggu,” ungkap Prof. Raka Sudewi. Selain itu, Unud juga menyediakan tempat bagi mahasiswa Universitas Tadulako yang belum bisa mengikuti perkuliahan dengan mengikuti program seat in (belajar sementara) di Unud. Menurut Prof. Raka Sudewi, Unud saat ini telah menerima mahasiswa Universitas Tadulako yang mengikuti program seat in di beberapa fakultas. Bantuan dari civitas akademika Unud diterima perwakilan PHDI Prof. Dr. Ir. I Wayan Sutapa, M.Eng., yang juga merupakan dosen Universitas Tadulako. Menurutnya, bantuan ini akan disalurkan kepada masyarakat Palu dan Donggala atas bencana gempa dan tsunami pada 28 September lalu. “Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan Unud. Kami akan manfaatkan bantuan yang diberikan untuk membantu saudara-saudara kami di Palu dan Donggala,” ujarnya. (ad856)

Lomba Pidato Sakura Cup 2018

SMAN 1 Ubud dan STIBA Saraswati Juara I Lomba Pidato Bahasa Jepang UNTUK kesekian kalinya Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati Denpasar menggelar lomba pidato Bahasa Jepang. Lomba pidato Bahasa Jepang Sakura Cup 2018 ini dibuka, Sabtu (20/10) kemarin oleh Konjen Jepang di Denpasar Mr. Hirohisa Chiba bersama Ketua Yayasan PR Saraswati Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. Ketua Panitia Betty Aritonang, S.S., M.Ed. menjelaskan, lomba pidato Bahasa Jepang diselenggarakan guna memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Jepang dan Indonesia. Lomba terselenggara atas kerja sama STIBA Saraswati dengan Project Sakura 60 Yayasan Persahabatan JepangBali. Lomba pidato Bahasa Jepang diikuti puluhan peserta dari SMA dan SMK se- Bali dan mahasiswa. Para juara akan mendapat hadiah tiket gratis ke Jepang untuk dua pemenang mewakili Bali. Lomba dibagi kategori SMA-SMK Bali dan NTB dan kategori mahasiswa. Setelah melalui persaingan ketat akhirnya juara I - Harapan III lomba pidato Bahasa Jepang kategori SMA-SMK diraih Kadek Surya Kartaka (SMAN 1 Ubud), Amold William Tristanto, Dewa Ayu Putu Ari Ningsih, IA Intan Ngurah Marlina, Ni Kadek Mita Dewi dan Wayan Putra Mahardika. Juara I - Harapan III tingkat

mahasiswa diraih Gede Sutirta (STIBA Saraswati), IGA Intan Parwati Kingsan, Kadek Suci Sri Mahayani, Basundan Puteri, Komang Manik Adnyana dan Agus Ardana. Ketua Project Sakura 60 Yayasan Persahabatan Jepang Bali Makiko Iskandar, memberi apresiasi lomba Bahasa Jepang diminati di Bali. Hal ini penting untuk mempererat hubungan RI-Jepang. Hadiah jalan-jalan ke Jepang, kata dia merupakan hal baik, namun bagi yang belum dapat ke Jepang masih banyak cara untuk mempelajari budaya Jepang. Ketua STIBA Saraswati I Komang Sulatra, S.S., M.Hum., bersyukur tahun 2018 adalah tahun spesial bagi STIBA Saraswati ikut berperan memperingati hubungan Jepang dan RI sebagai penyelenggara lomba pidato Bahasa Jepang. Bahkan mahasiswa STIBA Saraswati sering meraih juara dan dua kali menjadi duta RI di tingkat internasional. Dia juga bangga peserta lomba makin meningkat. Lomba ini guna memberi kesempatan remaja menunjukkan kompetensi dalam Bahasa Jepang. Untuk itu, dia mengajak peserta lomba dan lulusan SMA/SMK di Bali bergabung dengan STIBA Saraswati untuk Prodi Sastra Inggris dan Sastra Jepang. Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat

LOMBA PIDATO - Konjen Jepang Hirohisa Chiba bersama Bagus Ketut Lodji, Komang Sulatra, Makiko Iskandar dan IGA Sri Rwa Jayantini, usai membuka lomba pidato Bahasa Jepang di STIBA Saraswati Denpasar. Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., menyambut baik lomba pidato Bahasa Jepang yang membuat STIBA Saraswati dikenal sebagai lembaga pembinaan Bahasa Jepang. Lomba ini terbukti memberi nilai manfaat bagi warga Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar. Kerja sama Saraswati dengan Jepang juga berupa pertukaran mahasiswa dan dosen ke Jepang. Buktinya, siswa SD Saraswati setiap tahun pertukaran budaya ke Jepang. ‘’Tahun berikutnya diharapkan melibatkan siswa SMP, SMA-SMK,’’ tegasnya. Dia menilai minat masyarakat Bali belajar Bahasa Jepang semakin meningkat. Lomba ini, kata dia membuat

nama STIBA Saraswati mengena di hati masyarakat. Dengan demikian, STIBA Saraswati dikejar tak hanya kualitasnya, namun juga berkat aktivitasnya. Konjen Jepang Hirohisa Chiba berterima kasih STIBA Saraswati menyelenggarakan lomba pidato sebagai bukti hubungan Jepang-RI berjalan baik. Lomba bisa diadakan tiap tahun guna mengisi sejarah panjang terjalinnya hubungan RI-Jepang. Dia menegaskan, belajar bahasa asing bukan hanya untuk menguasai bahasanya namun juga memahami budaya dan cara berpikir masyarakatnya. Demikian juga soal Bahasa Jepang. (ad855)

Daerah

3

Made Urip Ambil Alih Kendali Pemenangan Jokowi di Bali

Maraton Konsolidasi Persiapan Pileg dan Pilpres 2019

KETUA DPP PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. mengambil alih kendali pemenangan capres dan cawapres pasangan Jokowi-Ma’ruf (Joko Widodo dan Ma’ruf Amin) di Bali, setelah dipercaya menjadi Penanggungjawab Tim Pemenangan Pilpres dan Pileg 2019 di internal PDI Perjuangan Provinsi Bali. Karena itulah Anggota Komisi IV DPR-RI empat periode itu langsung menggelar konsolidasi secara maraton di seluruh Bali. Salah satunya, saat konsolidasi pengurus PAC dan ranting se-Kecamatan Marga di Sekretariat PAC PDI Perjuangan Kecamatan Marga, Jumat (19/10) malam. Kegiatan ini dihadiri ratusan kader PDI Perjuangan dalam rangka persiapan partai menghadapi hajatan politik Pileg dan Pipres, sekaligus untuk menjaga soliditas dan keutuhan partai serta memperkuat barisan bersama seluruh komponen masyarakat. “Target kita Pileg harus menang dengan meyakinkan. Kursi bertambah dan memastikan Jokowi menang di atas 75 persen di Bali,” ungkap wakil rakyat sejuta traktor itu, seraya menyebutkan seluruh kader dan struktural partai diajak terus bekerja keras di lapangan dengan intensif meyakinkan masyarakat bahwa pemerintahan Jokowi sudah bekerja dengan bersih, jujur, merakyat dan kerja nyata. “Seluruh kader PDI-P diharapkan menjauhkan intoleransi, menyebar kebohongan, kebencian dan adu domba di masyarakat. Siapa pun yang menggunakan politik kebohongan pasti akan menghancurkan pembohongnya sendiri. PDI Perjuangan tidak boleh menggunakan cara-cara seperti itu. Karena itu, program pemerintahan Jokowi harus disosialisasikan ke tengah masyarakat,” tegas Anggota Badan Anggaran MPR itu saat konsolidasi yang dirangkai dengan syukuran Pilgub 2018, dan persiapan start kampanye di Kecamatan Marga yang dihadiri juga Anggota DPRD Bali Ketut Purnaya dan Anggota DPRD Tabanan Wayan Sudiana. Pada kesempatan itu, Made Urip juga mengapresiasi luar biasa seluruh fungsionaris PAC dan Ranting PDI-P seKecamatan Marga yang sudah

KONSOLIDASI - Ketua DPP PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si., usai menggelar konsolidasi Pengurus PAC dan Ranting se-Kecamatan Marga di Sekretariat PAC PDI Perjuangan Kecamatan Marga, Jumat (19/10) malam. membuktikan bekerja secara tekun dan rajin, sehingga bisa berhasil dengan tidak bekerja melalui isu-isu tanpa data. “Partai harus di-manage secara modern dengan data valid. Terbukti jika dibandingkan dengan PAC lainnya, PAC Marga sudah sangat jauh lebih maju, sehingga lebih siap menghadapi Pileg dan Pilpres 2019,” ujarnya sekaligus menyatakan perjuangan saat Pilgub lalu sudah sangat luar biasa. Untuk itu, Pileg nanti menargetkan sekitar 150 kursi secara nasional, termasuk target empat kursi di Marga agar bisa dicapai. “Apalagi sekarang kita sudah memiliki gubernur. Jadi tugas saya bagaimana memenangkan Jokowi di Bali di atas 75 persen dan Pileg di atas 50 persen. Karena itu konsolidasi ini harus saya mulai dari Marga atau dari rumah saya sendiri. Jika di rumah saja tidak menang, bagaimana daerah lain?,” sebutnya. Ketua PAC PDI-P Marga I Putu Eka Nurcahyadi didampingi Sekretaris I Gede Oka Winaya, S.E., menuturkan kehadiran secara khusus Made Urip sebagai tokoh panutan PDI Perjuangan di Bali untuk memanaskan mesin partai dengan menghadirkan 16 pengurus Ranting PDI-P se-Kecamatan Marga. Konsolidasi ini juga menjadi momen pemenangan Pilpres dan Pileg 2019 dengan menggerakkan seluruh petugas partai, termasuk di eksekutif dan legislatif di Kecamatan Marga yang sudah berjalan baik dengan berkonsolidasi tokoh masyarakat. “Hasil kerja keras tidak

menghianati hasil. Seperti hasil Pilgub 2018, dengan presentasi kemenangan sebagai tiga besar dari 10 kecamatan yang ada mencapai 77 persen suara dan sekarang menuju Pileg dan Pilpres 2019 juga harus menang. Jadi dengan konsep kemenangan ini, bersama Pak Made Urip sekaligus tokoh di DPP PDI Perjuangan kembali memantapkan kemenangan Pilgub, agar bisa menjadi momen menghadapi Pileg dan Pilpres 2019,” tandas Ketua Komisi I DPRD Tabanan ini. Terkait konsolidasi juga akan mengundang semua komponen partai dan tokoh-tokoh masyarakat Marga sebagai start kampanye Pileg dan Pilpres 2019 dengan target seribu undangan. “Strategi kita nantinya siap menghadapi hajatan politik Pileg dan Pilpres, baik di tingkat II sampai DPR-RI. Termasuk target empat kursi jatah di Kecamatan Marga kita punya keyakinan calon yang maju sudah siap berjuang di masyarakat,” bebernya senada dengan Ketua Ranting PDI-P Desa Blayu I Ketut Cerata, sudah sangat siap menjalankan arahan Made Urip dan akan diteruskan ke anak ranting sampai ke masyarakat. “Pengurus ranting se-Kecamatan Marga sangat konsen dengan arahan Pak Made Urip yang sangat solid dan yakin sampai di masyarakat. Apalagi selama ini Pak Made Urip sangat luar biasa melayani masyarakat serta aktif terjun ke lapangan, sehingga kita yakin akan mendapat suara terbanyak di Bali,” sebutnya. (ad852)

Bedah Dua Desa di Banjarangkan

Temukan Berbagai Persoalan, Pemkab Klungkung Siapkan Penanganan Cepat SETELAH sempat rehat selama beberapa bulan, program bedah desa Pemkab Klungkung tahun 2018 kembali berlanjut. Program gagasan Bupati I Nyoman Suwirta itu kini menyasar dua desa di Kecamatan Banjarangkan, yakni Desa Tusan dan Desa Banjarangkan, Sabtu (20/10) kemarin. Berbagai masalah maupun potensi desa digali dan diverifikasi. Mulai bidang pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan, kebersihan lingkungan, infrastruktur dan lainnya. Langkah ini juga sebagai upaya dalam mencocokkan data dengan kondisi riil di lapangan. Masalah yang ditemukan Bupati Suwirta di kedua desa ini hampir sama. Yakni masih memiliki sejumlah warga kurang mampu, pemohon bedah atau rehab rumah, infrastruktur, sanitasi lingkungan dan pendidikan. Menurut Bupati, menuntaskan kemiskinan akan dilakukan dengan konsep diskresi. Diharapkan dalam pemberian bantuan agar tidak terlalu kaku dan tidak menyalahi ketentuan yang berlaku.

KUNJUNGI - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi istri mengunjungi salah satu warga di Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, dalam kegiatan bedah desa, Sabtu (20/10) kemarin. Para Kepala Desa (Perbekel) diminta segera menyetorkan semua data kemiskinan, rehab atau bedah rumah paling lambat bulan Pebruari 2019. Sehingga di tahun berikutnya akan diketahui berapa dana yang dibutuhkan untuk menuntaskan kemiskinan atau warga miskin yang bisa diberdayakan. Semua data tersebut akan dimasukkan kedalam satu aplikasi. “Kami akan kerja lebih cepat. Tahun 2020

atau 2021 kita tidak mengurus bedah rumah lagi, yang ada adalah konsep pemberdayaan,” ujarnya. Bidang pendidikan meminta jajaran untuk mendata dan memverifikasi semua kebutuhan sekolah di kedua desa ini. Satu masalah yang ditemukan Bupati yakni banyaknya siswa di salah satu SD di Desa Banjarangkan, tetapi hasil prestasi masih kurang. Pihaknya meminta para guru agar mendidik

anak lebih cerdas sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang menonjol, baik bidang akademik maupun non-akademik. Disisi lain, bidang kebersihan dan batas wilayah, khususnya dengan Kabupaten Gianyar dilihat masih terkesan kurang terawat. Untuk itu, dinas terkait agar segera melakukan perencanaan dan melakukan penataan kembali wilayah ini. Program bedah desa ini memang tidak serta merta bisa menyelesaikan suatu masalah di desa. Tetapi menurut Bupati asal Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida ini, ada langkah penanganan yang bisa ditempuh, salah satunya penanganan jangka pendek atau dengan memberi bantuan langsung yang sifatnya kebutuhan mendesak. Seperti sambungan listrik atau air bagi warga kurang mampu namun memiliki rumah, pemberian bantuan bagi penyandang disabilitas seperti kursi roda dan tongkat ketiak, alat dengar dan lainnya. “Untuk penanganan ini kita akan serahkan secepatnya,” ucapnya. (Ad859)

Amankan Kawasan Wisata, Polair Intensifkan Patroli

Denpasar (Bali Post) Guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, termasuk di kawasan wisata, anggota Ditpolair Polda Bali intensifkan patroli. Menggunakan ATV dan boat, Polair menyambangi para wisatawan dan sekuriti hotel di kawasan Nusa Dua, Kuta Selatan, Sabtu (20/10) kemarin. Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja mengatakan patroli dilaksanakan di seputaran perairan Benoa hing-

ga Nusa Dua.“Kami mengimbau, baik para wisatawan maupun nelayan agar selalu memerhatikan faktor keselamatan, meskipun cuaca bersahabat. Para nelayan dan wisatawan diharapkan tetap waspada dengan gelombang, termasuk arus air laut yang sewaktu-waktu bisa berubah,” ujarnya. Dengan ditingkatkannya patroli ini sehingga situasi kamtibmas di perairan Bali tetap aman dan tidak sampai terjadi kecelakaan di laut. (kmb36)

BPM/rah

PATROLI - Anggota Ditpolair Polda Bali saat patroli.

PANTAI AMED - Sejumlah wisatawan saat berjemur di Pantai Amed.

BPM/kmb41

Warga dan Pelaku Pariwisata di Karangasem

Harapkan Ada Pemasangan Alat Pendeteksi Tsunami

Amlapura (Bali Post)Pelaku wisata di Pesisir Pantai di Karangasem mengusulkan pemasangn alat pendeteksi tsunami ke BPBD Karangasem. Usulan dilakukan untuk kenyamanan wisatawan mancanegara (wisman) yang menginap di wilayah Karangasem. Manager Hiden Paradise di Kecamatan Abang, Made Audi, Sabtu (20/10) kemarin mengatakan pihaknya sangat berharap dipasangnya alat pendeteksi tsunami di beberapa titik di sejumlah pesisir pantai di Karangasem, seperti di pesisir Pantai Tulamben, Amed, Kecamatan Abang dan di Pantai Candidasa. “Sempat diusulkan ke BPBD, tapi sampai sekarang belum direspons. Pemasangan alat pendeteksi tsunami sangat diharapkan, sehing-

ga tidak seperti kejadian di daerah Palu, Sulawesi Tengah,” ungkapnya. Audi menambahkan jika ada gempa biasanya para wisman dan warga langsung panik dan naik ke tempat lebih tinggi. Mereka khawatir terjadi tsunami lantaran tempat tinggalnya berdekatan dengan laut. “Kami berharap pemerintah pusat segera memasang alat pendeteksi tsunami di Karangasem,” harapnya. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Krangasem I.B. Ketut Arimbawa membenarkan hal itu. Dalam waktu dekat BPBD akan mengusulkan ke pemerintah pusat. Hanya saja pihaknya belum berani memastikan apakah usulan itu akan direalisasikan atau tidak. “Tahun depan (2019-red)

rencana kita usulkan beberapa titik. Seperti pesisir Pantai Tulamben, Candidasa, Seraya, dan Amed. Alat pendeteksi tsunami perlu untuk kenyamanan warga dan wisman,” kata Arimbawa. Arimbawa menerangkan, wilayah Karangasem masuk 100 besar daerah rawan kena bencana sesuai Indek Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2013. Karangasem berada di urutan 93 daerah risiko bencana karena kondisi wilayah. Karangasem juga merupakan daerah yang dilalui patahan (sesar). Yakni fraktur planar atau diskontuinitas dalam volume batuan, di mana ada perpindahan signifikan akibat dari gerakan massa batuan. Patahan ini bisa sebabkan gempa dan tsunami. (kmb41)


4

Minggu Wage, 21 Oktober 2018 HIPERTENSI - Pencegahan komplikasi terhadap hipertensi bisa dilakukan dari berbagai lini masyarakat termasuk keluarga dan lingkungan sekitar. Adanya support moral akan meningkatkan kepatuhan pasien dalam berobat sehingga akan menurunkan risiko komplikasi lanjutan. Bila ada anggota keluarga yang diketahui memiliki tekanan darah yang tinggi, harus selalu dipantau apakah sudah rutin minum obat dan rutin melakukan pemeriksaan berkala ke rumah sakit.

Bukan Serangan Jantung

Sindrom Takotsubo ”Patah Hati” yang Menyerang Jantung Anggapan masyarakat bahwa patah hati merupakan hal yang biasa dan tidak membahayakan merupakan hal yang keliru. Ternyata patah hati atau stres yang berlebihan bisa berpengaruh pada organ vital kita, seperti jantung, hal ini dikenal dengan sindrom takotsubo. Sindrom takotsubo, juga dikenal sebagai sindrom patah hati dan dalam medis juga dikenal dengan takotsubo cardiomyopathy pertama kali dijelaskan oleh ahli jantung Jepang pada tahun 1990. Mereka pertama kali menerbitkan sebuah artikel ilmiah yang menggambarkan serangkaian karakteristik klinis yang tidak diketahui oleh komunitas medis lainnya. Mereka mengistilahkan sindrom ini ‘Takotsubo’, menggambarkan kemiripan bilik kiri jantung dengan alat yang digunakan untuk menangkap gurita pada tradisi masyarakat jepang. Lebih dari 6.200 kasus sindrom takotsubo dilaporkan pada tahun 2012 di Amerika Serikat, jauh meningkat dari yang dilaporkan pada tahun 2006, yaitu sekitar 300 kasus. Gejala Gejala utama sindrom ini adalah nyeri dada dan sesak napas. Orang yang mengalami sindrom takotsubo mungkin mengira ia sedang mengalami serangan jantung karena nyeri dada yang terasa tiba-tiba. Tetapi berbeda dari serangan jantung, sindrom takotsubo tidak disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah koroner jantung. Gejalanya sendiri disebabkan oleh reaksi jantung terhadap munculnya hormon stres ketika penderita dihadapkan pada situasi yang tertekan. Berdasarkan penelitian dari Universitas Aberdeen dengan menggunakan pemindai ultrasound dan MRI, sindrom ini dapat mempengaruhi gerakan pompa jantung, otot yang berkontraksi saat jantung berdetak tertunda dan kekuatan ger-

akan kontraksi juga jadi berkurang. Sindrom takotsubo sulit didiagnosis karena gejalanya yang identik dengan serangan jantung, namun pada sindrom takotsubo tidak ada bukti penyumbatan di arteri koroner pada pemeriksaan angiografi. Pemicu Pemicu sindrom takotsubo ini adalah stres emosional, seperti kematian orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, perceraian, hingga pertengkaran. Menurut data yang dirilis Harvard Medical School, orang yang berisiko mengalami sindrom ini dalam 90 persen kasus adalah perempuan berusia 58 hingga 75 tahun, sedang atau pernah mengalami gangguan kesehatan mental dan memiliki riwayat gangguan saraf. Sindrom takotsubo ini perlu diwaspadai, sering kali para anggota keluarga mengabaikan keluhan penderita karena menganggap hanya respons psikologis wajar akibat kehilangan pasangan hidup. Meski sebagian besar penderita sindrom ini dapat pulih seperti sediakala, komplikasi yang mematikan dapat terjadi. Pada kasus yang berat sindrom takotsubo dapat menyebabkan kematian mendadak, terjadinya gagal jantung pada 20 persen penderita dan juga dapat menimbulkan dampak negatif jangka panjang terhadap kesehatan jantung. Penanganan yang tidak tepat dan lambat dapat mengantarkan penderita pada masalah yang lebih serius dan terkadang fatal. ldr. Wayan Ardyana Prastara

STRES - Pemicu sindrom takotsubo ini adalah stres emosional, seperti kematian orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, perceraian, hingga pertengkaran. Menurut data yang dirilis Harvard Medical School, orang yang berisiko mengalami sindrom ini dalam 90 persen kasus adalah perempuan berusia 58 hingga 75 tahun, sedang atau pernah mengalami gangguan kesehatan mental dan memiliki riwayat gangguan saraf.

Mengenal Hipertensi dan Komplikasinya Sampai saat ini hipertensi masih merupakan tantangan besar di Indonesia yang bisa kita temukan di pelayanan primer sampai rumah sakit besar. Masalah yang ada saat ini adalah kontrol terhadap hipertensi yang kurang walaupun sudah tersedia obat yang efektif.

Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kepatuhan pasien dalam berobat, kepatuhan meminum obat, jarak fasilitas pelayanan kesehatan dengan daerah tempat tinggal penduduk. Walaupun di hampir semua wilayah Indonesia sudah tersebar puskesmas dan pelayanan primer, tetapi masih ada beberapa penduduk yang masih belum bisa menjangkau fasilitas tersebut. Hipertensi yang tidak terkontrol akan menyebabkan terjadinya komplikasi pada organ-organ seperti jantung, ginjal dan otak. Definisi hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmhg dan tekanan darah diastolic lebih dari 90 mmhg pada dua kali pengukuran dalam selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat/ tenang. Peningkatan tekanan darah dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal dan otak bila tidak dideteksi secara dini dan diobati secara teratur.

Faktor Risiko Hipertensi Faktor risiko antara lain umur (pada laki-laki cenderung meningkat pada umur > 45 th sedang wanita pada usia >55 th), jenis kelamin (pria > wanita), riwayat keluarga dengan hipertensi meningkatkan risiko terjadi hipertensi, gaya hidup (kebiasaan merokok, konsumsi garam berlebih, alkohol ), obesitas. Dengan mengenali faktor risiko kita bisa lebih waspada dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di puskesmas atau pelayanan kesehatan yang tersedia sehingga bisa mencegah dan mengobati lebih awal. Gejala Hipertensi Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala. Tidak ada gejala yang spesifik dari hipertensi itu sendiri. Salah satu gejalanya yaitu sakit kepala bagian belakang, kaku kuduk, sulit tidur, gelisah, dada berdebar, lemas, sesak napas. Gejala ini bisa terjadi juga pada orang dengan tekanan darah normal. Pada krisis hipertensi dimana tekanan darah sangat tinggi > 180/120 mmhg, bisa terjadi gejala kelainan organ target seperti penurunan kesadaran, kejang, gangguan penglihatan, mimisan. Krisis hipertensi harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Komplikasi apa saja yang bisa terjadi? Stroke; masalah cardiovascular seperti penyakit jantung coroner, gagal jantung; gagal ginjal; penyakit arteri perifer; dan retinopati. Bagaimana Penatalaksaanan Hipertensi? Penatalaksaan hipertensi bisa dilakukan dengan menggunakan obatobatan ataupun dengan modifikasi gaya hidup. Modifikasi gaya hidup

dengan membatasi asupan garam tidak lebih dari ¼- ½ sendok teh ( 6 gram per hari), menurunkan berat badan, menghindari minuman berkafein, rokok dan alkohol. Melakukan olahraga rutin, seperti lari, jogging, bersepeda selama 20-25 menit dengan frekuensi 3-5x per minggu. Pencegahan komplikasi terhadap hipertensi bisa dilakukan dari berbagai lini masyarakat termasuk keluarga dan lingkungan sekitar. Adanya support moral akan meningkatkan kepatuhan pasien dalam berobat sehingga akan menurunkan risiko komplikasi lanjutan. Bila ada anggota keluarga yang diketahui memiliki tekanan darah yang tinggi, harus selalu dipantau apakah sudah rutin minum obat dan rutin melakukan pemeriksaan berkala ke rumah sakit. Pantangan Khusus untuk Pasien Hipertensi Pertanyaan yang paling sering ditanyakan ketika berobat adalah makanan yang harus dikurangi oleh orang-orang yang memiliki hipertensi antara lain: makanan yang tinggi kadar lemak jenuh ( minyak kelapa, otak, ginjal, paru), makanan yang diolah dengan garam natrium ( biscuit, crackers, keripik dan makanan kering yang asin ), makanan dan minuman dalam kaleng ( sarden, sosis, korned, soft drink ), ikan laut, mentega, daging merah, kuning telur, kulit ayam, kecap, saus tomat serta bumbu penyedap yang lain. Semua daftar makanan di atas tidak boleh diberikan terlalu berlebihan kepada pasien hipertensi. Dengan mengetahui hal tersebut di atas diharapkan dapat melakukan pencegahan terhadap komplikasi dari hipertensi. ldr. Ni Made Sudiarini

Belajar Ngopi dari Kopi Konservasi BUDAYA “ngopi” sudah dilakukan di Indonesia sejak lama. Namun, tren ngopi di Indonesia diawali dengan ngopi dari kopi sachet. Belakangan ngopi dari buah kopi semakin menjadi tren. Tidak lagi kopi instan yang sudah tersaji dengan komposisi gula atau susu. Tren kopi berkembang hingga muncul gerakan kopi konservasi. Di Jogjakarta dan Bali, dua wilayah yang memiliki kemiripan menjadi tonggak bersejarah perkembangan kopi. Survei kecil – kecilan yang dilakukan sebuah komunitas di Jogjakarta menemukan ada 30 coffee shop di Yogyakarta. Namun, sekarang sudah ada lebih dari 1.000 coffee shop di sana. Demikian dituturkan Abyantara, Quality Control Kopi Konservasi, siang di awal bulan Oktober. Saat itu ia baru saja usai menceritakan tentang kopi pada tamu undangan Kenja Javara Culture. Konsep coffee shop awalnya dimulai dari coffee shop di tempat yang elite, mall, atau rumah tua yang di-setting ulang. Belakang konsep coffee shop juga ada berupa gerobak. Sehingga budaya ngopi tidak hanya dinikmati kaum elite tapi juga menyentuh berbagai lapisan masyarakat termasuk anak muda. Market Dengan adanya coffee shop – coffee shop ini membuat petani memiliki bargaining position. Pada awalnya petani kopi menyuplai kopi dalam bentuk green bean ke roaster–roaster. Namun, seiring

pertumbuhan coffee shop, 5 – 6 tahun belakangan yang paling diuntungkan dari siklus kopi ini adalah petani lokal. Karena petani lokal memiliki market baru, tidak hanya roaster. “Walaupun ada spesifikasi tertentu yang harus dipenuhi untuk memasok ke market baru itu,” ujar anak muda lulusan Belanda ini. Selain roaster dan coffee shop, petani kopi juga menyuplai ke pengolah kopi. Alhasil dengan banyaknya permintaan kopi dan pertumbuhan coffee shop, harga kopi naik. Coffee shop pun mencari kopi ke petani langsung dengan harga yang bagus. “Dari situ petani punya bargaining position, sehingga coffee shop sangat berperan penting untuk petani kopi,” tuturnya. Kopi ternyata memiliki kompleksitas tersendiri. Selain konsep tempat, kopi juga memiliki beragam cara penyajian. Budaya minum kopi di Indonesia banyak dipengaruhi dari budaya luar nusantara. “Hampir seluruh daerah di Indoensia itu punya culture kopi masing- masing,” kata Aby kemudian. Aby menghela napas sebentar dan kemudian kembali melanjut-

Kisara

kan ceritanya. Kebanyakan budaya ngopi Cina bagian selatan yang masuk ke Nusantara. Mereka masuk lewat Selat Malaka dan juga sampai di Makasar. Jika dilihat budaya ngopi di pesisir timur Sumatra dan pesisir barat Kalimantan, Pontianak, Pekanbaru, Belitung, Medan, Banda Aceh, Palemban serta Makasar, sama dengan budaya ngopi Cina. Kopinya direbus lama, disaring kemudian diminum dengan susu kental manis. “Di Aceh namanya Sange dan di Makassar disebut Phoena,” kata Aby. Kopi Di Padang orang minum teh daun kopi, di Jawa Barat, orang minum kopi tubruk. Di Gayo, masyarakat menyangrai sendiri kopinya di rumah, dicampur dengan daun pandan dan juga sedikit beras agar rasanya pulen. Di Yogyakarta, orang minum kopi dengan memasukkan arang. Terlepas dari itu, yang pasti setiap daerah memiliki racikan masing-masing. “Itulah cara masyarakat merespons selera masing–masing. Buat saya cara seperti itu agar dibiarkan saja, tidak perlu disalahkan,” tukasnya. Satu hal menarik yang diceritakan Aby soal kopi adalah kopi konservasi yang tengah ditekuninya kini. Kopi konservasi adalah salah satu cara komunitas kopi konservasi merawat alam, namun tetap menanam kopi.

Alam Mereka menanam kopi dengan tidak merusak alam, tidak menggunakan bahan kimia, tidak menebang hutan, tidak memburu hewan liar. “Sehingga syarat anggota harus melakukan konservasi daerah masing-masing menjaga kemurnian air dan udara,” kata Aby. Langkah transformasi itu mulai dirasakan menggema. Dari beberapa jenis kopi konservasi yang dikembangkan diakui yang menjadi favorit adalah kopi Linthong, Sumatra Utara, Kopi Sunda Arum Manis, Bandung Selatan, kopi robusta dari Telagawangi, Garut. “Kalau robusta keunggulan rasanya tebal, dekat dengan selera dasar orang kita yang mulai minum kopi dari sachet. Ketika minum robusta grade tinggi biasanya mereka suka dan lebih enak dicampur susu kental manis. Karena biasanya orang kita kan minum kopi suka dicampur gula, itu cocok, nggak bikin tambah asem,” bebernya. Kopi Sunda Arum Manis digemari lantaran ada rasa buah

sementara kopi lintohng Sumut digemari karena rasanya kental. Founder dan CEO Javara Indigenous Indonesia Helianti Hilman menambahkan, Kenja Javara selalu mengangkat produk terbaik Indonesia yang bermanfaat baik bagi petani dan lingkungan. Maka dari itu, ia meluncurkan insiatif baru kopi konservasi yang tidak hanya menghasilkan kopi berkualitas tapi juga menjaga ekologi. Kata konservasi bukan diartikan kopi langka yang patut dikonservasi. Tapi konservasi alam. “Bukan masalah kopi yang langka tapi

alam agar dijaga dengan menanam kopi tapi tidak merambah hutan, budidayanya di buffer zone dan perifee luar dari hutan. Makanya tidak masuk hutan,” jelasnya . Di samping itu dalam pola penanamannya menggunakan tumpang sari, bukan monoculture. “Tapi selang-seling dengan rempahrempah, buah-buahan yang absorb flavour karena ada pohon nangka, dll., itu rasanya masuk. Kopi itu akan terwarnai dengan apa yang ada di sekitarnya,” paparnya. * Maya

Mendeteksi Keperawanan

Halo Kisara, kenalin namaku Ria, kelas 10 disalah satu sekolah swasta di Karangasem. Aku bercita-cita ingin menjadi seorang polisi saat aku besar nanti. Sejak SMP aku sudah rajin melakukan latihan fisik untuk membantu aku agar lulus tes kepolisian. Saat aku mengutarakan tentang cita-citaku yang ingin menjadi seorang polisi, teman-temanku sangat semangat untuk mendukungku, namun ada teman yang bernama Anita, dia mengatakan jika ingin jadi polisi ada tes keperawanannya. Nah, aku jadi bingung, bagaimana sih caranya mengetahui seseorang itu perawan atau tidak? Terima kasih Kak! Hai, Ria terima kasih atas pertanyaan yang kamu berikan. Semangat untuk menggapai cita-citamu, ya! Nah, untuk mengetahui seorang dikatakan perawan atau tidak, tidak bisa perkirakan melalui cara berjalan ataupun poster badan seorang perempuan. Sebelum mendiskusikan lebih jauh, yuk kita bahas dulu tentang selaput dara atau hymen pada wanita. Selaput dara adalah lapisan selaput yang sangat tipis dan merentang di bagian bawah vagina wanita.

Ide kopi konservasi ini muncul dimulai dari bukan industri kopi tapi dari kumpulan pecinta alam yang mulai menanam kembali lahan- lahan kritis di Jawa Barat. “Tapi kami nggak berhasil melakukan gerakan itu tanpa ada sumber ekonomi yang cukup kuat untuk masyarakatanya,” jelasnya

Pada anak perempuan, selaput dara memiliki bentuk layaknya bulan sabit atau donat kecil. Umumnya, selaput dara berbentuk seperti cincin dengan adanya lubang kecil. Lubang tersebut memungkinkan keluarnya darah menstruasi. Perubahan bentuk dari selaput dara memang dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Selaput dara akan mengalami perubahan saat seorang remaja memasuki masa pubertas. Tak hanya perubahan

bentuk, elastisitas selaput dara juga akan mengalami perubahan. Setelah memasuki masa remaja, selaput dara cenderung akan menjadi lebih elastis. Dan pada saat dewasa, selaput dara menjadi lebih tebal dibandingkan remaja. Perubahan yang terjadi pada selaput dara ini dipengaruhi oleh adanya perubahan hormon, termasuk hormon estrogen. Tidak banyak wanita yang menyadari keberadaan selaput dara miliknya, meski sebenarnya selaput dara dapat dilihat menggunakan cermin, ketika merentangkan bibir vagina/labia. Sebetulnya, hymen perempuan dapat robek walau tidak melakukan hubungan intim, seperti: Karena kecelakaan, aktivitas seperti naik kuda, senam, bersepeda, penggunaan tampon, masturbasi. Bahkan untuk beberapa kasus, terdapat juga sebagian perem-

puan yang tidak memliki hymen dari lahir. Pun bisa saja perobekan hymen yang ada sangat mudah robek tanpa disertai rasa sakit, ataupun disertai perdarahan. Nah, ada juga yang selaput daranya masih utuh walaupun telah berhubungan seksual. Untuk memeriksa kondisi hymen/selaput dara harus dilakukan oleh dokter ahli. Tidak boleh sembarangan. Nah, tapi perlu dicatat bahwa pemeriksaan ini bukan untuk mengetahui status keperawanan seseorang, tapi melihat apakah ada perlukaan yang menyebabkan robeknya selapat dara! Jadi, sekian ya diskusi kita tentang keperawanan, tolong sebarkan informasi ini ke teman-teman kamu ya. Kalau kamu masih ingin bertanya dan mau tahu informasi lebih lanjut seputar kesehatan reproduksi, jangan ragu untuk tanya di sosial media Kisara ya!


Refleksi

Minggu Wage, 21 Oktober 2018

Capricorn Teruslah berjuang walaupun terkadang kenyataan pahit harus Anda terima. Jangan berputus asa karena kegagalan bukanlah segala-galanya, justru kegagalan merupakan awal dari kesuksesan. Bila ada tawaran kerja sama sebaiknya bisa Anda pertimbangkan sekali lagi dan jangan cepat ambil keputusan tanpa pikir panjang. Asmara: Benih-benih asmara terus bersemi maka dari itu jangan bosan-bosannya untuk selalu menyirami dengan kedamaian, ketenangan, dan kebahagiaan. Aquarius Di minggu ini betapapun sulitnya masalah yang Anda hadapi, jika dihadapi dengan serius dan tak kenal menyerah maka ada harapan untuk bisa menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Bila ada omongan kurang sedap yang Anda dengar sebaiknya tetap sabar dan tak perlu cepat naik darah. Asmara: Apa yang diresahkan lagi dengan kesetiaannya sedangkan jelas-jelas si dia telah banyak mengorbankan dirinya untuk kebahagiaan Anda. Pisces Berusahalah untuk sabar dan tenang dalam menghadapi berbagai gejolak dan liku-liku kehidupan yang sangat berat dan terkadang sulit untuk dinalar dan dicari solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Ikutilah arus yang ada dan tak perlu mengambil keputusan frontal. Asmara: Walau suasana kurang begitu hangat, tetapi dengan tetap menjaga sikap agar selalu bisa tersenyum dan mencari topik pembicaraan yang menyenangkan tentunya suasana akan bisa kembali mesra dan romantis kembali. Aries Jangan keburu nafsu untuk ingin cepat mendapatkan hasil besar, percuma saja jika kemujuran masih jauh dari harapan yang diinginkan. Karena jika diperumpamakan pohon di minggu ini masih baru bersemi sehingga sangatlah mustahil untuk bisa dipaksa berbuah. Asmara: Tak ada gunanya jika selalu bersikap ingin menangnya sendiri dan tidak mau mengalah, karena bukannya membuat si dia menjadi tunduk kepada Anda justru akan mengikis perasaan cintanya saja. Taurus Permasalahan yang Anda hadapi di minggu ini cukup sulit dan memusingkan sekalipun sinar terang telah menyinari Zodiak Taurus. Rintangan seakan-akan tiada hentihentinya menghambat laju karier Anda, walau begitu hati tak boleh ciut nyalinya tetaplah berhati besar dan selalu optimis. Asmara: Jangan dengarkan omongan orang, rapatkan barisan dan satukan visi ke depan agar kekompakan tetap selalu bisa terjaga. Gemini Tak perlu ada keraguan yang boleh terbersit dalam pikiran Anda, optimislah bahwa di minggu ini Anda bisa melewatinya dengan penuh keberhasilan walaupun problem Anda sebenarnya relatif berat dan cukup memusingkan. Kemujuran menaungi bintang Gemini, sehingga sesulit apapun situasinya selalu tetap ada jalan keluarnya. Asmara: Hanya dengan kesabaranlah maka suasana percintaan Anda menjadi lebih indah dan jauh dari perselisihan dan ketegangan. Cancer Cobalah lebih berkonsentrasi pada setiap urusan yang sedang Anda hadapi tersebut, jangan sampai terpecah hanya karena omongan yang terkadang memang sengaja dihembuskan oleh kompetitor untuk menghambat laju Anda. Kondisi badan relatif masih sehat hanya saja terkadang aktivitas yang terlalu berat. Asmara: Relatif lebih hangat walaupun terkadang pertengkaran kecil karena beda pendapat masih sering terjadi. Leo Perlu perjuangan untuk meraih semua impian yang terbayang dalam alam pikiran Anda. Tak perlu terpengaruh oleh bayangbayang hitam yang belum tentu akan terjadi, lebih baik dalam hidup ini tak perlu mempersulit diri, jalani semua itu apa adanya. Asmara: Tak selamanya hubungan kisah asmara Anda akan menemui jalan yang mulus, karena terkadang rintangan dan kerikil-kerikil tajam justru akan lebih mendera Anda. Virgo Jangan terpancing oleh pujian yang sering Anda terima akhir-akhir ini, sebaiknya Anda tak sampai lupa diri. Tanamkanlah kewaspadaan di manapun Anda berada, terutama terhadap rintangan yang tampak manis walaupun belum tentu kenyataannya semanis seperti yang Anda lihat. Asmara: Instropeksilah diri sendiri jangan sampai sikap egois. Libra Sikap mudah tersinggung ataupun minder sebaiknya dibuang jauh-jauh dari pikiran Anda apalagi hanya karena ucapan yang seharusnya tak perlu diladeni ataupun didengar. Mengenai hubungan dengan relasi sebaiknya Andalah yang mencoba untuk mengalah kepadanya selama tidak melanggar komitmen yang ada. Asmara: Waspadalah dengan orang ketiga walaupun terkadang nasihatnya cukup menyentuh perasaan Anda. Scorpio Jangan buru-buru ambil keputusan penting, berusahalah untuk bisa bersikap tenang agar tidak ada dampak buruk bagi kelanjutan karier dan bisnis Anda. Terhadap relasi yang sekiranya sering membikin masalah sebaiknya Anda jauhi saja. Kondisi badan cukup segar bugar walaupun aktivitas lumayan padat dan berat. Asmara: Benih-benih asmara tampak mulai bersemi dan memancarkan hawa yang segar. Jagalah dan selalu sirami dengan kata-kata yang indah dan mesra. Sagitarius Jangan merasa puas dulu dengan keberhasilan yang Anda rasakan saat ini karena langkah Anda ke depan masih jauh. Itu hanya setitiknya saja, karena masih banyak keuntungan besar yang akan Anda raih, asalkan diimbangi dengan kerja keras dan sikap yang ulet dan tak mudah berputus asa. Di minggu ini hindari makanan yang terlalu pedas dan masam. Asmara: Beri dia kebebasan dan kelonggaran waktu baginya untuk berbenah dan memperbaiki dirinya.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 21 - 27 Oktober 2018

5

Dari Sarasvati Sampai Pagerwesi (2)

Ekacetat sarasvati nadinam suciryati giribhya a samudrat rayascetanti bhuvanasya bhurer-ghrtam payo duduhe nahusaya (Rg Veda 7.95.2). “Sarasvati, yang terutama dari sungai-sungai dengan airnya yang bening suci, mengalir dari pegunungan sampai ke laut, memahami permintaan Nahusa, dan membagikan kekayaan di antara para makhluk hidup, memerah (susu) mentega dan (memberikan) air untuknya.” Kemuliaan air dipuji oleh segala kalangan dan sumber, mulai dari pustaka suci Veda sampai dengan penelitian dilakukan oleh tokoh-tokoh dunia modern. Harvey Diamond percaya akan puasa air dapat menyembuhkan berbagai penyakit, Masaru Emoto dengan penelitiannya yang sudah dibukukan dengan judul “The True Power of Water”, mengatakan bahwa air itu “hidup” dan dapat “berkomunikasi” dengan manusia. Rg Veda menyebutkan bahwa air mengandung daya penyembuhan (apsu me soma abravid antar visvani bhesaja) dan menyembuhkan berbagai jenis penyakit (apah sarvasya bhesajih) karena (menurut Bhagavad-gita) rasa dari air itu sendiri adalah Tuhan (raso’ham apsu). Air yang sudah melewati “proses” agama spiritual tidak lagi air melainkan berubah menjadi tirtha amerta jati, amerta sanjivani. Ia merupakan gabungan dari kekuatan alami air, pikiran dan mantra. Resi Canakya menyebutkan tiga jenis permata di atas muka bumi ini (prthivyam trini ratnani), yaitu makanan (anna), air (apah) dan kata-kata manis mulia (subhasitam). Air merupakan salah satu elemen dasar alam semesta material (bagian dari 5 elemen Panca Maha Bhuta). Bumi sendiri ternyata terdiri dari 60-70% air. Ketika air “disentuhkan” dengan aktivitas keagamaan dan spiritual maka

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

air akan “berbicara banyak” kepada manusia. Jika jasmani dibersihkan dengan air (adbhir gatrani sudhyanti), maka air yang sama yang sudah disentuhkan dalam “proses agama spiritual” mampu membersihkan pikiran, jiwa, karma atau pun dosa-dosa. Umat Hindu Dharma di Bali menyambut “tedun” (turunnya) air suci dengan kekidungan “turun tirtha”, menerima air suci tersebut dengan penuh hormat bhakti sebagai tirtha amerta sanjivani (mapan tirtha amerta jati). Dunia mengetahui bahwa agama Hindu di Bali dikenal pula sebagai agama tirtha. Di India ada “pesta tirtha amerta” melalui mandi suci beramai-ramai di sungai, danau atau di laut setiap Magha Mela (setahun sekali), Ardha Kumbhamela (6 tahun sekali), Purna Kumbhamela (12 tahun sekali) dan Maha Kumbhamela (144 tahun sekali) maka di Indonesia (khususnya Bali) umat Hindu mengenal pesta tirtha suci yang dinamakan Banyu Pinaruh. Perayaan Piodalan Sang Hyang Aji Sarasvati, Banyu Pinaruh, Soma Ribek, Sabuh Mas, dan Pagerwesi dirayakan oleh umat Hindu di tanah air khususnya di Bali dalam satu “paket pesta spiritual”. Masing-masing hari raya merupakan perayaan terpisah tetapi saling kait-mengait dalam arti dan makna, lalu memberikan pemahaman utuh dalam keseluruhan. Dapat dikatakan semua hari raya tersebut (Banyu Pinaruh, Soma Ribek, Sabuh Mas dan Pagerwesi) merupakan bagian tidak terpisahkan dari perayaan hari Sarasvati. Umat pada umumnya menyambut perayaan hari Sarasvati dalam formalitas perayaan keagamaan, bahwa hari raya

Sarasvati sudah datang, lontar tidak dibaca, Bhagavad-gita dan kitab suci lainnya tidak dibaca, sebaliknya di-bantenin, mabanyu-pinaruh/malukat, menikmati “lungsuran” nasi bira, dan sampailah hari Pagerwesi, - semua dilewati dalam format formalitas. Pesan sejati menjadi “hilang” bersembunyi karena orang lebih “memeriahkan” formalitas. Generasi muda Hindu Dharma sudah saatnya mulai memaknai setiap hari suci dan meniti jalan spiritual sesuai arahan dan pesan hari suci tersebut. Jika meniti jalan spiritual tidak dimulai pada masa muda maka sesudah tua orang tidak akan mampu menyentuh atau mempraktikkan jalan agama spiritual. Walaupun orang ingin mempraktikkan tetapi mereka tidak bisa melakukannya karena sejak awal tidak ada sentuhan spiritual. Pada umumnya di usia tua jarang ada yang mau melihat atau memperhatikan dan mereka tidak bisa menikmati dunia lebih jauh karena indria-indria sudah menjadi dingin dan lemah. Atau, barangkali orang sangat menginginkan hidup spiritual tetapi karena tidak ada sentuhan spiritual sejak awal maka orang akan kesulitan untuk menjalankannya, khususnya dalam hal pengendalian indria-indria. Barangkali ada yang memaksakan diri untuk melakukan dan menginginkan dapat maju di jalan spiritual, namun keberhasilan boleh dikatakan tidak mungkin. Jika sejak usia dini diberikan sentuhan agama spiritual maka setelah tua orang akan menjadi lebih siap untuk mempraktikkan ajaran agamanya. Dunia “menolak” karena mereka sudah tidak bisa menikmati dunia lagi. Seluruh indria sudah menjadi dingin dan tidak bisa dipakai lagi. Sebaliknya mereka yang sudah membiasakan praktikpraktik agama spiritual sejak kecil, mereka bisa bermeditasi, berjapa dan lain-lain karena kegiatan-kegiatan spiritual sudah disentuhkan sejak usia dini. Dengan demikian, orang tidak akan stress, bingung atau pusing

dalam menghadapi kenyataan hidupnya. Kebanyakan umat mengarahkan perayaan hari Sarasvati hanya dengan ramai-ramai berpakaian bersih, mengucapkan mantram atau mengunjungi pura di sekolah atau kampus. Sekarang ini anak-anak kecil pun tidak mengalami kesulitan untuk mengucapkan mantram pemujaan Dewi Sarasvati, walau arahnya lebih banyak mengarah pada formalitas, sekadar merayakan hari raya Sarasvati. Sarasvati berasal dari akar kata Sanskerta ‘sr’ berarti mengalir terus, sedangkan ‘vati’ menunjuk pada bentuk feminim berarti yang mempunyai. Baik sebagai sungai maupun sebagai pengetahuan, Sarasvati mengalir terus tanpa henti, demi kemuliaan semua. Ketika perayaan hari Sarasvati datang umat hendaknya masuk pada pemahaman inti sari dari perayaan hari Sarasvati, yaitu ilmu pengetahuan suci. Pada hari Sarasvati umat berpakaian bersih, mabanten, mengucapkan mantram, bersembahyang ke pura, ikut perayaan dan memuja Sarasvati, mempersembahkan puspa-mala (kalungan bunga) pada photo atau arca Dewi Sarasvati, menghaturkan canang/banten, dan hal-hal lain sepatutnya, tetapi juga mengarahkan pemahaman dan kesadaran masuk ke dalam sara-nya atau inti sari dari ilmu pengetahuan suci. “Sa vidya ya vimuktaye” intisari dari vidya (ilmu pengetahuan) adalah moksa atau pembebasan dari kesengsaraan material. “Juice” dari ilmu pengetahuan yang bernama vidya adalah jnana yaitu pengetahuan suci atau pengetahuan spiritual yang mengantarkan orang pada keinsyafan diri demi pencapaian tujuan dari agama, yaitu moksa (pembebasan). Canakya Niti Sastra mengajarkan pentingnya ilmu pengetahuan yang diibaratkan sebagai kamadhenu atau sapi suci yang setiap saat dapat memenuhi segala keinginan. Pada saat orang berada di negara lain, ilmu pengetahuan bagaikan seorang

ibu yang selalu memelihara anak-anaknya. Orang bijaksana mengatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah kekayaan yang rahasia, harta yang tidak kelihatan. Di seluruh alam semesta ini, tidak ada yang melebihi kemuliaan, keutamaan serta kesuciannya dari ilmu pengetahuan suci (na hi jnanena sadrsam pavitram iha vidyate). Gelas akan layak dipergunakan menerima susu jika habis minum alkohol atau air lemon, gelas segera harus dicuci bersih. Demi kelayakan menerima pengetahuan suci jnana maka orang harus membersihkan dan menyucikan diri terlebih dahulu. Agar berhasil memiliki kecerdasan spiritual demi memahami tujuan hidup sejati, setelah merayakan hari Sarasvati orang selanjutnya perlu “mabanyupinaruh”, membersihkan diri lahir batin dengan tirtha dan mantra. Melewati proses penyucian diri lahir dan batin diharap orang menjadi layak untuk menerima inti sari pengetahuan suci jnana. Banyu Pinaruh datangnya sehari setelah hari Sarasvati, pada Redite (Minggu) Paing, wuku Sinta. Ciri utama Banyu Pinaruh adalah pesta air suci/ tirtha dengan mandi suci, malukat dan matirtha. Lukat berarti dihilangkan segala hal-hal negatif, dibersihkan, dijauhkan atau dibatalkan. Malukat berarti membersihkan diri dari segala hal yang tidak baik, negatif, bahkan “imbas dan kutukan” pun dapat dibatalkan dengan mandi kumkuman dan malukat di tempat paetirthan suci, sumber air, pancuran, campuhan /pertemuan sungai, atau di laut, dilanjutkan dengan matirtha ke griya Pandita/Pinandita. Banyu Pinaruh adalah banyu pinawruh (air pengetahuan suci). Jala-snanam adalah mandi dengan air untuk menghilangkan keringat dan kotoran badan. Sedangkan “mandi” banyupinawruh merupakan jnanasnanam (mandi pengetahuan suci) yang membersihkan atma/ roh dari kotoran batin dan karma buruk lainnya.

bermoral dari para ariya di hari tersebut. Dalam kesempatan lain, Buddha menjelaskan kepada Brahmana Janussoni tentang aktivitas seksual minor yang juga bisa merusak dan mengotori kehidupan suci seseorang. Mereka memang tidak melakukan hubungan seksual, namun merasa senang saat dimanja, dipijat, dimandikan, dibersihkan, dan dibedaki oleh para wanita. Menikmati sentuhan dan segala usaha yang mengarah ke sana akan mengotori kehidupan spiritual. Mereka bergurau dan berbicara gembira dengan wanita. Tidak ada sentuhan fisik, namun jika pembicaraan dan gurauan serta candaan yang dilakukan mengarah pada kata-kata cabul; juga akan mengotori kehidupan spiritual. Menatap wanita dengan perasaan senang, juga membuat guncangan di batin. Wanita yang tidak terlihat karena terhalang oleh dinding atau sekat. Para petapa yang merasa senang mendengar suara wanita tertawa, menangis,

berbicara, dan bernyanyi. Pada jaman sekarang, bisa jadi termasuk merasa senang mendengar nyanyian dari artis idola. Juga mengenang kembali kesenangan dengan lawan jenis yang dinikmati ketika masih menjalani kehidupan sebagai perumah tangga. Merasa tidak senang (iri hati) dengan tindakan orang-orang yang mengejar kesenangan indera, terutama kehidupan seksual. Terakhir, adalah keinginan untuk terlahir di alam surga dengan pemikiran akan bertemu bidadari surgawi yang cantik. Secara fisik kita melakukan pelanggaran, tidak melakukan hubungan seksual. Mereka seakan-akan melakukan kehidupan suci. Namun sejumlah aktivitas seksual minor tersebut akan membuat batinnya menjadi kotor dan menganggu kehidupan spirtual yang dijalani. Bagaimana dengan kehidupan yang sedang Anda jalani? Mari kita berlatih untuk menghindari secara fisik dan juga pikiran; walaupun hanya dalam waktu yang terbatas.

berhasil dipadamkan. Tragedi berdarah G-30-S-PKI 1965 juga nyaris membelah bangsa dan negara ini,” ujar Nyoman Sudiantara. “Benar dari sejarah kita tahu, kemerdekaan bangsa ini diperjuangkan dengan darah, jiwa dan penderitaan. Mungkin saja kalau dihadiahkan seperti kata mereka yang nyinyir dan kepo, akan mudah lepas atau dikembalikan lagi pada penjajah. Rupanya para arwah pejuang kemerdekaan dan para pendiri bangsa dan negara, tidak rela hasil jerih payah mereka digadaikan para penerus. Merekalah secara niskala melindungi bangsa dan negara ini. Di samping itu, menurutku, ikatan batin bangsa kita dijalin sejak era Sriwijaya dan Majapahit, bahkan jauh sebelum itu. Kristalisasi atas jalinan berabad-abad melahirkan Pancasila, yang digali Bung Karno untuk ideologi negara dan pandangan hidup bangsa. Tanpa itu, bangsa dan negara ini sudah berkepingkeping, begitu banyaknya pihak yang ingin menguasai dan menjajah negeri ini. Malah semakin bangsa ini digoyang dan digerogoti, kian kuat dan kokoh persatuan dan kesatuannya. Harus diakui, pihak asing akan bisa menggoyang negeri ini, bila ada golongan

vested interest yang menjadi kompradornya. Syukur jumlah antek-antek asing itu tidak banyak dan mudah dilacak gerak-geriknya,” komentar Made Surjanegara. “Dua kali Presiden Joko Widodo berpidato di forum internasional dengan menganalogikan kondisi ekonomi dunia dengan film, menurutku, merupakan sindiran bagi kaum imperialis baru. Sosok Thanos dalam film Avengers: Infinity War (Perang Tanpa Batas) yang berniat memusnahkan setengah penduduk bumi dengan alasan terbatasnya sumber daya alam, dibantah Jokowi bahwa dengan kemajuan teknologi yang meningkatkan efisiensi, SDA cukup mampu menghidupi manusia. Yang perlu dicegah adalah Perang Dagang, yang bisa menggiring ke perang-perang lain atau perang tanpa batas. Dalam pidato lain menyinggung film Game of Thrones, yang menyindir masalah persaingan ekspansi global untuk saling menjatuhkan, Jokowi mengajak semua negara untuk berkolaborasi dan kerja sama, guna menghindari bencana global, termasuk krisis keuangan dunia. Persaingan untuk menjadi nomor satu tidak ada faedahnya bila berakibat dunia hancur. Ya, menang jadi arang, kalah jadi abu!“ kata Anom Wijaya.

MIMBAR AGAMA

Kehidupan Suci

Dhana Putra Orang lain tidak selibat; di sini kita harus selibat’: penghapusan harus dipraktikkan demikian. (Salleka Sutta, Majjima Nikaya 8). Salleka Sutta membahas tentang empat puluh empat hal yang dihapuskan; maksudnya tidak dilakukan. Sutta ini lahir menjawab pertanyaan dari Maha Cunda, seorang arahat yang juga adik dari Yang Ariya Sariputta. Salah satu yang adalah tentang kehidupan selibat. Sebagian besar orang tidak dapat menjauhkan diri dari tindakan seksual, kecuali mereka yang menjalani kehidupan

tanpa-rumah —para bhikkhu dan samanera. Juga kelompok umat awam yang telah bertekad menjalani delapan atau sepuluh latihan. Pada umumnya mereka juga tinggal di lingkungan vihara agar bisa terkondisikan dengan lebih baik. Bagi umat awam yang menjalankan lima latihan, berusaha untuk tidak melakukan perbuatan seksual yang salah (kamesumicchacara); merujuk pada hubungan seksual yang dilakukan dengan melanggar norma aturan dan etika tradisional yang telah ditetapkan oleh kaum bijaksana dari masa lalu. Terdapat dua puluh jenis wanita dimana seorang pria tidak melakukan hubungan seksual; wanita yang berada di bawah perlindungan orang tua dan sanak saudara, wanita yang telah menikah, wanita yang telah bertunangan, wanita yang berada di bawah perlindungan perkumpulan agama, dan seb-

againya. Seorang pria dan wanita yang telah berkeluarga, hanya diperkenankan melakukan hubungan seksual dengan pasangan hidupnya. Dengan demikian mereka berusaha untuk menjalankan latihan moralitas dengan sebaik mungkin, tidak melakukan perzinahan, perselingkuhan, dan sejenisnya. Dengan demikian, penghapusan yang dianjurkan oleh Sang Buddha dalam Salleka Sutta ditujuan kepada para bhikkhu dan mereka yang telah bertekad untuk menjalankan delapan latihan atau sepuluh latihan. Juga bagi perumah tangga yang menjalankan delapan latihan di hari uposatha. Semuanya bertujuan untuk menjalani kehidupan suci, sebagaimana dilakukan oleh Buddha dan para arahat. Umat awam yang mempraktikan hidup selibat, walaupun hanya sehari, memiliki sebagian atribut

Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu Jumlah mulut yang harus dikasih makan melebihi kapasitas bumi menghasilkan makanan. Untuk itu populasi dunia harus dikurangi. Bahkan segelintir globalis konservatif, menurut Pat Robertson dalam buku The New World Order, mengusulkan setengah penduduk bumi harus dieliminasi. Tanpa tindakan ekstrem itu, bagi mereka, program globalisasi tidak akan berhasil. “Buku Tatanan Dunia Baru berlatar teori konspirasi tersebut, bila dikaitkan dengan kondisi ekonomi, politik dan sosial dunia saat ini, menurutku, bukan omong kosong. Aku curiga, perang dalam berbagai bentuk dan alasan terus berkecamuk, bisa jadi bertujuan untuk mengurangi jumlah manusia. Perang besar memang tidak terjadi, namun Perang Dingin (1945-1991) berlanjut terorisme bersebutan McWorld versus Jihad, korbannya melebihi Perang Dunia I dan II. Ironisnya, kini kawasan Timur Tengah dilanda perang saudara, padahal kudengar ras, bahasa dan agama mereka sama. Bukankah ini yang disebut froxy war? Pihak yang

brolan BALE BANJAR ARIDUS berkepentingan tidak terlibat langsung dalam perang, namun memecah-belah bangsa lain untuk saling bunuh. Selain mengurangi jumlah manusia, menurut Pat Robertson, Tatanan Dunia Baru yang dalam bahasa Latin diungkapkan dengan novus ordo seclorum, bertujuan utama menghapus negara-negara bangsa atau nation states. Selanjutnya rongsokan negara bangsa itu digiring menuju Epluribus Unum atau di bawah satu atap,“ ulas Rubag. “Kedengaran memang tidak masuk akal, namun kehancuran beberapa negara di Timur

Tengah akibat perang saudara , nyaris melenyapkan keraguanku. Dampak berakhirnya Perang Dingin juga menyebabkan terjadinya disintegrasi negara-negara di semenanjung Balkan yang diberi istilah balkanisasi. Mudah-mudahan bangsa dan negara Indonesia tidak mengalami nasib seperti itu, kendati ada ratusan suku, bahasa dan budaya di 17 ribu pulau di Nusantara. Bahkan semua jenis agama tumbuh di persada ini. Dari sejarah kita mengetahui, ada kekuatan asing yang berhasrat menghancurkan negeri ini, sejak kemerdekaannya diproklamasikan. Upaya untuk memecahbelah dilakukan dengan salah satu butir keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, yakni mengubah bentuk negara kesatuan menjadi negara serikat. Syukur mayoritas rakyat lebih mencintai NKRI daripada RIS, sehingga negara boneka tersebut hanya berumur jagung. Kemudian pemberontakan bersenjata tahun 1950’an di beberapa wilayah Indonesia oleh kelompok yang menamakan diri PRRI, Permesta, DI-TII, LOGIS, RMS, namun semua


Bali

6

Redité Wagé, 21 Oktober 2018

Sesolahan Télék

Ida Sanghyang Tri Semaya Tedun ka Mercapada

BPM/was

TÉLÉK – Pinaka sinalih tunggil sesolahan sakral, Télék ketah kasolahang sajeroning pakraman saking nguni. Sios saking téléknyané, sesolahan inucap taler kajangkepin antuk kalih diri pragina jauk miwah tapel penamprat.

Bencingah

Kahananipun Mabinayan KAWÉNTENAN sesolahan sané sampun katami sajeroning kauripan krama Hindu Bali wantah sampun nyarengin kauripan kramané saking nguni tur kasolahang ring makudang-kudang parindikan. Sakéwanten, sakadi pabaos Dr. Putu Sabda Jayendra, S.Pd.H., M.Pd.H. sesolahan tradisional Bali kaepah dados kalih, luiré; sesolahan sakral miwah sesolahan profan. Makekalih punika wantah mabinayan pisan kahananipun. Sané ngranjing ring sesolahan sakral, sinah sané kautamayang ring sesolahan inucap wantah ngwedar daging tattwa agama sajeroning pailehanipun. Sangkaning punika akéhan paileh taler pidabdab sesolahannyané madaging antuk tetuek miwah tattwa-tattwa agama Hindu yadiastun ketah sané nénten nyinahang sapunapi pakem-pakem sesolahan tradisional. Minakadi conto sesolahan barong brutuk sané pailehnyané tan pawigunayang pakem sajabaning wantah malaib-laiban saha mecutin para krama sané nonton. “Sesolahan sakral punika taler kasolahang ring genah-genah minakadi pura miwah genah sané sampun becik kasiagayang kémanten ring rerahinan-rerahinan sané taler becik wiadin tanjek piodalan. Sios punika ketah taler sarana sané kawigunayang wantah busana miwah tapel sané kasungsung utawi katengetang olih kramané irika,” baos dane. Akademisi sané embas ring Singaraja, 14 Agustus 1987 taler maosang, sané ngranjing ring sesolahan profan wantah sesolahan sané pailehipun madué pakem minakadi indik tandang, tangkis, tangkep, agem miwah sané siosan. Sios punika daging tetuek sané kalampahang nénten indik agama Hindu miwah kawidhian, minakadi conto sesolahan Jangér sané nyinahang indik parikrama truna-truni ring pakraman miwah Olég Tamulilingan sané nyinahang bunga miwah i tamulilingan ring taman sari. Sios punika soroh-soroh sesolahan inucap taler dados kasolahang ring makudang-kudang genah wiadin acara duaning kawigunayang pinaka sarana malila cita kémanten. “Sakéwanten ketah mangkin kapanggihin sesolahan sané sujatiné sakral nanging kasolahang sajeroning wewidangan profan. Punika sangkaning akéh pisan krama sané lali tur nénten eling malih indik daging tattwa sané kamedalang ring sesolahan sakral inucap. Kahanan punika sané sapatutné kabecikang malih mangda budaya Baliné prasida mataksu sakadi nguni,” baos dané. (was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

anagata

1.

Ángt,

2.

anamika

2.

hnmik,

3.

anas

3.

hns/,

4.

ancab

4.

hzÇb/,

5.

ancangan

5.

hzÇ\n/,

6.

andap

6.

hdÑp/,

7.

andeg

7.

hnÑ)g/,

8.

andel

8.

hnÑ)l/,

9.

andet

9.

hnÑ)t/,

10.

andup

10.

hnѡp/,

KAURIPAN krama Bali akéhan kadasarin antuk pidabdab magama Hindu. Pikayunan utawi pidabdab seni budaya sané taler kadasarin antuk makudang-kudang daging tattwa agama Hindu sané ngawinang krama utawi seniman ring Bali ngamedalang makudang-kudang pakaryan seni sané nénten lémpas saking daging-daging tattwa agama Hindu. Budaya inucap sané raris kadadosang sarana ngaturang ayah-ayah saha nyinggihang Ida Sang Hyang Widhi Wasa utamanipun sajeroning ngamargiang upacara yadnya. Nénten arang taler sesolahan inucap karipta sangkaning wénten pikobet wiadin parindikan ring masané nguni sané meled setata kaélingang utawi nénten dados kaengsapang olih kramané mangkin. Nénten akidik sesolahan sané karipta sangkaning kadasarin antuk makudang-kudang satua utawi pitutur indik kawidhian, sané raris manados sesolahan sakral. Sinalih tunggilnyané wantah sesolahan Télék sané sampun katami saking nguni sajeroning pakraman Hindu Bali. Manut Dr. I Putu Sabda Jayendra, S.Pd.H., M.Pd.H., sinalih tunggil akademisi Hindu, sesolahan Télék sané taler kabaosang ring Lontar Barong Swari punika wantah sesolahan sané madaging antuk tattwa-tattwa filosofis miwah teologis Hindu. Tan bina sakadi satua sané katami ring pakraman, sinah akéh pisan variasi utawi wangun lelampahan sané kapanggihin

ring pakraman ngeninin indik sesolahan inucap. Wénten sané pinih kauningayang ring pakraman, sinalih tunggilnyané indik pamastu Ida Bhatara Siwa majeng ring Dewi Uma mangda tedun ka mercapada. Risampuné kapastu asapunika, raris Ida Déwi Uma sané sampun ring mercapada krodha tur mamurti dados Panca Durga sané ngawinang mercapadané kadurmanggalan utawi ngamanggihin pikobet tur biuta. Ida Bhatara Siwa sané nyaksiang kawéntenan jagaté asapunika raris ngutus Ida Sanghyang Tri Semaya utawi Ida Bhatara Brahma, Wisnu lan Iswara mangda tedun ka mercapada ngrereh Ida Dewi Uma. Ida Bhatara Wisnu raris nyuti rupa dados Télék apatpat tur Ida Bhatara Brahma manados topéng Bang utawi jauk kalih diri miwah dados tapel panamprat sakéwanten Ida sareng kalih raris matemu ring sajeroning margi antuk kahanan nénten prasida manggihin Ida Déwi Uma. Tios punika, Ida Bhatara Iswara manados Barong sané raris prasida manggihin Ida Bhatari Durga sané nedeng mamurti, nanging nénten kaélingin olih Ida Bhatara Iswara yéning punika wantah Ida Déwi Uma sané nedeng karereh sané raris jagi ngametuang pasiat. Ida Bhatara Siwa sané ngamanggihin indiké punika raris tumurun tur malasang kahanan pasiat sané kamargiang olih Barong miwah Rangda. “Sangkaning punika ring sesolahan Télék kadagingin antuk sesolahan barong ring

ungkurnyané. Punika wantah niyasa Ida Bhatara Iswara, mabinayan ring barong sané kasolahang ring Calonarang sané pinaka niyasa Banaspati Raja,” baos dané. Dané malih maosang, wénten taler lelampahan sané ketah kaélingin ring pakraman sané taler nénten lempas saking Tri Semaya sakémawon malianan akidik. Inggih punika kakawitin antuk parikrama Ida Bhatari Durga sané wénten ring mercapada nedeng mamurti manados Panca Durga tur ngawinang kawéntenan jagaté dados biuta saha kaebekin antuk kahanan kaon utawi kasidhian pangiwan. Punika ngawinang medal makudangkudang pikobet ring jagat minakadi sasab, mrana, gering, panyungkan miwah sané siosan. Sangkaning kawéntenan asapunika raris Ida Bhatara Siwa ngutus Sanghyang Tri Semaya mangda tumurun ring jagat jagi nyomya tur ngresikin kawéntenan inucap ring sajebag jagat mercapadané. Tatkala punika raris Ida Bhatara Wisnu manados Télék, Brahma manados tapel Bang miwah tapel Penamprat tur Ida Bhatara Iswara manados Barong. “Sangkaning punika prasida kabaosang yéning unteng sesolahan Télék wantah indik lelampahan Ida Sanghyang Tri Semaya sané tedun ka mercapada nyomya sekancan biuta sangkaning pamurtian Ida Bhatari Durga,” asapunika Sabda Jayendra nartayang. (was)

Nyolahang Sesolahan Télék

Matapel Putih sakadi Dalem Harsa Wijaya SAKADI sané kawedar i wawu, sesolahan Télék wantah sinalih tunggil sesolahan tradisional sané sampun katami saking nguni. Télék ngranjing ring sesolahan Hindu duaning madaging antuk makudang-kudang tattwa téologi Hindu. Sangkaning punika majanten sesolahan Télék kaucap pinaka sesolahan sakral sané nénten becik yéning kasolahang pinaka balih-balihan majeng para toris. Punika satmaka nugesang yéning krama Hindu m angda t at as uning tur éling ring tegak linggih sesolahan Télék inucap mangda kasuénsuén nénten “disalahgunakan” pinaka sesolahan ring wewidangan utawi parikrama sané nénten sapatutné. Manut sané ketah kabaosang olih krama Bali, sesolahan Télék punika ketah kaucap pinaka “tapel sareng akéh” sané manut I Dewa Gede Putra, S.Pd., pragina taler guru seni budaya wantah sesolahan sané ketah kasolahang ring karya utawi upacara yadnya ring palinggih utawi pura kémanten. Minakadi conto piodalanpiodalan, karya Padanan miwah karya ageng sané siosan. Indik suénipun kasolahang kirang langkungnyané selaé menit nanging nganutin panglimbak wangun sesolahan inucap minakadi ring pepeson prasida kalantangang malih wiadin ring pangawakipun. Sios punika taler kaadungan malih sareng pawarahwarah sané kaicén olih panguruknyané sadurung para praginanyané masolah. Yéning kacingak ring paileh sesolahannyané, kabaosang wantah

mesaih sareng sesolahan Condong, inggian indik tanjek panjang, tanjek bawak, seh kado, nyrégség, ngeseh wiadin ngawigunayang kepetnyané wantah wangun paileh mawit saking sesolahan palégongan sakéwanten kalimbakang m a l i h . Ngeninin indik pragina sané nyolahang,

d a n é maosang ketah kasolahang olih pragina istri sané kantun wimuda, sakéwanten nénten arang taler kasolahang olih pragina lanang sané taler kantun wimuda. “Punika boya ja pikobet duaning tatkala masolah sané kasinahang wantah pangawak Téléknyané kémanten, nénten indik sané masolah punika lanang utawi istri. Sakéwanten sangkan-

ing punika sesolahan sakral, sinah patut pisan praginané inucap nénten nedeng keni kacuntakan utamanipun pragina istri,” baos dané. Dané malih nglanturang, sané manados sinalih tunggil cecihnan sajeroning sesolahan Télék wantah tapel sané kawigunayang olih para Téléknyané, inggih punika tapel mawarna putih. Tatkala kauratiang wangunnyané wantah mesaih sareng tapel Dalem Harsa Wijaya, sakéwanten prerainnyané satmaka krama istri duaning untunyané cingingan kidik. Punika sané minayang sareng Dalem Harsa Wijaya sané bagus tur ketah madaging carawis tipis. Sios punika ketah taler kacingak para pragina Télék ngawigunayang benang putih ring ungkur tapel sané kawigunayang, punika kabaosang dané wantah anggén panegulan gegelungan sané kawigunayang mangda nénten keles tatkala kaanggén. Sios punika kawéntenan ring prerainnyané sané sampun matapel punika nénten kasinahang puyung antuk kawéntenan benang putih inucap. Indik wangun gegelungan sané kanggén ring Télék inucap, punika wantah ngawigunayang gegelungan sesolahan jauk pateh sakadi sané kawigunayang olih tapel bangnyané. Gegelungan asapunika wantah niyasa saking panji sané teges wantah krama lanang. “Yéning daweg nguni gegelungan sané kanggén wantah nyelang saking druén sesolahan jauk, sakéwanten ring masané mangkin sampun ketah kakaryanin gegelungan sané kawigunayang olih pragina sesolahan Télék kémanten antuk wangun sané alitan katimbang gegelungan sesolahan Jauk,” baos dané. (was)

Dura désa Wangunan Pura Jagat Giri Natha

Pageh ring ”Arsitektur” Bali ARAN genah suci sajeroning ajaran Hindu matiostiosan, wénten sané nyengguh devalaya, devasthana, deval utawi deul sané mateges genah para dewa. Ring Indonesia, genah suci agama Hindu kasengguh Pura. Pamekas ring Bali, kawéntenan Pura akéh pisan. Pura boya wantah kawangun ring Bali. Ring Dura Bali taler akéh kawéntenan pura, inggian sané ageng wiadin alit. Indik aran pura taler nénten dados ngawag, patut madué teges sané becik. Sakadi sinalih tunggil Pura Jagat Giri Natha sané magenah ring wewidangan Beton, Menganti, Gresik, Jawa Timur. Aran pura puni-

ki madué teges “genah suci umat mangda prasida mulat sarira”. Pura puniki kawangun daweg warsa 1981. Pawangunan pura matiosan sareng pura sané wénten ring Jawi sané kawangun marupa sanggar. Pura Jagat Giri Natha mawit kawangun sampun mawentuk palebaan pura, yadiastun kantun cupit, matiosan sareng mangkin sané sampun jimbar tur ngamecikang. Pawangunan pura taler nénten ngawag, panyungsung pura ngaptiang wangunan sakadi wangunan pura sané wénten ring Bali, inggian patra taler iasan-iasannyané. Mawinan nénten ngicalang cihna wangunan agama Hin-

du ring Indonesia. Antuk punika, mangda anut ring pangapti para panyungsung, bahan sané kawigunayang karauhang saking Bali. Undagi sané ngambil taler para Undagi saking Bali. Pura Jagat Giri Natha puniki kapah dados tigang mandala, luiré: Utama Mandala, Madya Mandala, miwah Nista Mandala. Wénten taler wangunan tiosan minakadi bale agung pinaka wangunan serba guna, patung Ganesha, parantenan, miwah perpustakaan. Pamuspaan sinarengan ring pura inucap kamargiang nyabran sore. Krama Hindu irika setata ngamargiang puja nyabran raina redité wengi sané kara-

ménin olih yowana-yowana Hindu. Kamargiang dharma wacana. Satios punika, pendidikan agama minakadi pasraman taler kamargiang ring pura inucap. Kamargiang nyabran raina Anggara, kasarengin olih alit-alit kelas 4 miwah 5 SD, Buda kasarengin olih kelas 6 SD, Sukra kasarengin olih siwa

Sekolah Menengah Pertama (SMP), miwah raina Redité kasarengin olih siswa SMA. Satios punika, ring Desa Beton kramané wantah nganut kalih kepercayaan, luiré Hindu miwah Islam. Yadiastun asapunika, paiketan manyamabraya irika becik pisan, saling isinin. (pusat data/berbagai sumber)


Nyastra

Redité Wagé, 21 Oktober 2018 YADIASTUN sliksik-sluksuk séksék-korék kantos ka bongkol kalér, ten wénten pacang pangguh wit jepun tumbuh. Wantah wit badung, mundeh, pandan, lan canging sané ngébek kiwatengen kirab mentik ring tepin tukadé, genah sarwa paksi luh-muani utamannyané kerkuak, maseneng-seneng nuju kasmaran. Wastu ten naenang wénten aasan sekar jepun ancun-ancun anyud ring tukadé. Wantah aasan buah badung-mundeh berek-berek, aasan bungan canging barak-barak, nyalah masa anyud, nyihnayang masan udang ébuh-ébuh sampun rauh. Punika mawinan Luh Rusmiati sada gegaok lan tan kamanah antuka, dados nembé mangkin ipun manggihin wénten sekar jepun akatih ancun-ancun angalun anyud saking huluanan. Sayansayan gaok daha moleh moglong punika manggihin sekar jepuné jeg mutermuter mlincer ngiderin sakadi nundiknundikin kapadetmoglongan bangkiangipuné sedek mamugil melahluhung kacemplungmemang ring toyan tukadé suluk. Duk nampih jegjeg surya sawusan ipun mapeluh-peluh mareratengan nasi séla, jukut roroban, sambel matah malépo lémo pangi, miwah pésan clengis ring paon. “Jemak tiang Luh, jemak tiang, pang ten énggalang tiang anyud!” Pastika sakadi asapunika i sekar jepun pacang mawisik, yéning bisaké sekar maskot Bhumi Bandana Jagat Badung punika ngraos kadi manusa. Kaambil jua sekaré olih Luh Rus, kénten anaké bawak nyambat sara Luh Rusmiati, sané mamondok sareng mémé-bapannyané ring sisi kauh Tukad Ayung. Ayat kasumpangang, nanging majanggelan, antuk banget kagiat, réhning ring lelima kembangan sekaré wénten reriptan, sakadi kasurat antuk semat. “Luh, cutet Beli ngidih keneh Luhé, lakar ajak Beli bareng mayasa lacur. Sumantra.” Wus mamaca, wawu Luh Rus matolihan ka huluanan, panggih ipun I Gdé Sumantra menékang saking tukadé, nyongkok nyutsutang awak, patehpateh mamugil manjus sawus mapeluhpeluh matekap. Jengah, sedih, gedeg, madalem, salah tampi, seneng, cutet selem kalawan putihé madukan dados asiki saha ngrimik padidi jroning ati daha seneng majejaitan punika. “Kénkén Beli to. Amonto sai-sai depuk macaplagan, awak mapisaga, blangkemanga bibihné, sing ngraos nyang abuku, cara nak sing ngelah bibih. Né anak muani sing ngelah butuh, getap manulang. Apa tiang né macan tingalina, kal nyarap yan ragané ngraos? Nak muani apa kéto. Pengecut. Sing cocok anggon kurenan.” Asliaban tepukina olih Gdé Sumantra, Luh Rus sampun maca “surat” ipuné. Kebieng-kebieng gedebar-gedebur tangkahnyané, ri kala ring sisin tukadé ipun masadu ajeng mapalu pajalan macaplagan sareng Luh Rus, sesampun sami-sami wusan manjus ngencebang bangkiang. Gdé Sumantra cumager pacang kasambat sara, nanging Luh Rus malah ngliep nyebeng sakadi mamedih, tan nyambat sara, ngalahin Gdé Sumantra kamemegan padidi. Yan ten ké tekek antuk ipun ngisiang wit mundeh, méh bah niwang magabiag drika.

Jepun Ancun-Ancun I Madé Suarsa “Ha ha ha… Gdé…Gdé…kedék Cang ningehang tutur awaké nok.” “Kedék kénkén maksud awaké to?” “Benya naké malunan nyambat sara! Nak Luh biasa jual mahal tawang.” “Mara okana ngomong abuku, sing pesu-pesu munyié.” “Apa pesu?” “Peluh matah-matah pesu.” “Bah yan kéné unduké, sing buungan benya lakar dadi truli, truna lingsir. Angsehang ngomong, sing ada jlema ngamah jlema.” Jengah manah Gdé Sumantra miragiang tutur timpalnyané. Sami patut, nanging ipun tan sida ngamargiang. Rumasa yusané sampun nincap, sakadi kabuletang kancutnyané ngrereh genah lan galah kacunduk Luh Rus ring sisin tukadé. “Luh…” “Éngkén?” “Beli dot tekén Luh.” “Ngudiang tiang dotang Beli?” “Dot matunangan!” “Maaf Beli, tiang sing ngalih tunangan. Tiang ngalih kurenan.” “Kéto suba keneh Belié. Ngorta jep Luh!” “Kadén Beli tiang Luh aji kéténg aji dadua, di tukad-tukadé ngorta ajak anak muani?” “Men…?” “Jumah ngorta!” Cawisan “jumah ngorta” saksat lampu kuning karasa olih Gdé Sumantra, wekasan Luh Rus ngicénin lampu

hijau mungkah lawang kori puri, nrima pangidihnyané, ngintukang lu ring lesung, ngantukang lingga ring yoni, ngitukang purusa ring pradana, ngotékang kama putih ring kama bang, ngurekang keris ring saungnyané. Galahé panjang mabukti sampun, metu sentana wadhulanang truna-bajang, maruntutang pangalang-alang. “Panak suba truna-bajang, tiang nguda ngalih gaé kéto Beli.” “Suba ada bukti, nu masé kukuh sing ngaku.” “Beliiii… Beli. Uli das lemah, Beli nu ngerok di pasaréan, tiang suba puntagpantig magaé nyediang dedaaran, apang ada daar Beli ajak panak-panaké. Engseb surya mara tiang teka uli makuli. Di subané teked jumah, kadén lakar nepukin rahayu, né malah kanginkauhang Beli tiang ngemaang munyi, ubat-abit temah pisuh Beli, cara tiang sing ngelah dakin lima di umahé né….” “Oh baana Luh marasa padidi nekang sekaya, Beli jlema pangangguran, Luh dadi malaksana buka kéto?” “Malaksana apa maksud Beliné?” “Né apa né? Nguda ngaba barang kéné-kéné?” “Sumpah tiang sing ada malaksana kéto Beli. Nyén kadén bebéki ngejang kondom di tas tiangé.” Kantos nyumbah-nyumbah Luh Rus nartayang, ipun lan timpal-timpal pegawé wawu nyarengin sosialisasi KB di Banjar Guyang. Timpal ipuné pastika éwér nyelepang kondom ka

tasnyané. “Yan kéné solah Luhé, suud makurenan suuuuudddd….” Katarka olih Luh Rus raos somahnyané ten seken, ulah pesu ulian mamedih, nanging panarkannyané nyaplir. Malah sampun nepék ataun matiosan plangkan pisah ranjang. Kantos wadih Luh Rus ngalah ngriinin anyung-anyung, Gdé Sumantra ten taler anyang-anyang. Luh Rus tuyuh kenying-kenying, Gdé Sumantra ten taler… Riin busan-busan nyolahang 69, 99, mangkin setata 96. Rangda makébék ngeréh, susu gablah-gabléh, layah maléléh, Pandungé ten guan-guan ngabut keris wéléh-wéléh. Riin wré anguncang ikang taru, mangkin wré alilu ikang aturu. Yén ten ké ipun banget inget ring pianak, méh lawas sampun Luh Rus mulih ka umah bajang. Aget wénten kekanténan rumaketnyané Luh Putu Purnamawati ten wadihwadih nuturin. “Apa koné yasang tiang drika buin Mbok Tu. Penganin dedaraan melahmelah di paon sing daara. Suksukang dedaaran jaen-jaen di kamar, apa buin daara; kedusina, toliha ko tuara. Cara tiang sing ngelah harga diri. Lek tiang nyuksukang awak Mbok Tu.” “Nguda ngajak kurenan lek?” “Pidan nak ia nguber-uber tiang. Padahal tiang suba ngelah tunangan polisi.” “Sabaaarrr. Dadi serati harus sabaaar…!” “Bes maji dadi anak muani. Yan tiang nyak, jani tiang ada anak nyuang. Tiang sing sombong. Bagusan, sugihan, duegan kin ia tiang maan ngalih.” “Éit… sing dadi nglantur!” Luh Putu Purnamawati kisi-kisi ring kuping Luh Rus. Ten wénten sané uning bantang pawisiké. Wantah sareng tetiga uning, Luh Rus, Luh Putu, lan Ida Hyang Parama Tuhu.” “Nggih, tiang setuju Mbok Tu.” “Nah kemo naké. Biasané jam-jam moné ia teka mai nutur sambilanga ngeling.” Déréng wénten apanginangan, éngap-éngap kadi dangap-dangap Gdé Sumantra rauh mapangsegang. “Sing ada mai ya Mbok?” “Aing.” “Dija ya kurenan tiangé?” “Kan Gdé sai-sai nyangkutin jumah, nguda Mbok takonang Gdé? Soléh.” “Suba atiban makenta Mbok.” “Sing nyidang meli baas?” “Nak Cenik makenta.” “Makané da bes ajum, mapi-mapi sing nyak.” “Ba sing tahan Mbok.” “Ciluuuukkk baaa….” Luh Rus pesu uli kamar Luh Putu, ngesiabin ngéwérin ngényorin somahnyané. Éncol Gdé Sumantra ngelut mriku ngancit Luh Rus tulén kadi roman-romanan pélem India. “Silih kamaré Mbok!” “Da, da, da…!!!” Durung mupuh Luh Putu ngorahang “da” nombaang, jelanan sagét sampun magablag, kunci sampun makleték, plangkan sampun krait-kriot. “69, 99 ?” Luh Putu kituk-kituk ngrenggeng padidi jroning ati. -0-

Luh Putu Arsih Karnadi

Satua

I Pucung (2)

Kaketus saking Satua-satua Bali (VIII)

MASAUT parekané, “Inggih mangda becik antuk tiang ngaturang ring Ida Sang Prabu, ragané sapasira?” “Aturang titiang I Pucung saking Banjar Kawan!” Majalan lantas parekané ento ngapuriang matur ring Ida Sang Prabu, “Nawegang titiang mamitang lugra ring Palungguh Cokor I Dewa, puniki wénten kaulan Palungguh Cokor I Dewa saking Banjar Kawan, ipun jagi tangkil ring Palungguh Cokor I Dewa.” Ngandika Ida Sang Prabu, “I Pucung ento apa koné ada buatanga ia teken nira?” “Matur sisip titiang Ratu Dewa Agung, antuk punika tan wénten titiang uning.” “Nah lamun kéto, tundén suba ia mai!” Ngajabaang lantas parekané ngorahin I Pucung tundéna ngapuriang. Majalan lantas I Pucung ngapuriang. Sesubané neked ditu, lantas ia mamitang lugra ring Ida Sang Prabu. “Ih to iba I Pucung, apa ada buatang iba mai?” Matur I Pucung, “Inggih matur sisip titiang Ratu Dewa Agung, wénten tunasang titiang ring Cokor I Dewa.” “Nah apa Pucung?” “Inggih sapunapi awinan ipun pantuné sané wau embud dados ipun puyung, kalih asuné wau lekad dados ipun buta?” Ngandika Ida Sang Prabu, “Ento kénkén nyen kadén nira awinané, nira sing pesan nawang. Men yan cai, kénkén awanan dadi kéto?” “Antuk punika tan kamanah antuk titiang. Nanging yan banggayang Cokor I Dewa asapunika kéwanten, kamanahan antuk titiang gelis jaga rusak jagat druéné.” “Men jani kénkén ben madaya, mangdané guminé tusing uug?” “Inggih yan manah titiang saking tambet, becik mangkin karyanang banten paneduh aturang ring Ida Bhatara Dalem. Manawi wénten kasisipan Palungguh Cokor I Dewa, mangda sampunang Ida Bhatara banget menggah pamiduka.” (Masambung)

Muputang Pendidikan Krama sané ”Buta Huruf”

DADOS guru utawi “pengajar” kamargiang olih Luh Putu Arsih Karnadi sané ring masanne kantun alit setata “gigih” tur “kréatif” miwah eling ring semeton tiosan. Napi malih kantos ngwangun pendidikan non-formal sané mawasta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Widya Sentana sané kaamong olih Yayasan Widya Sentana. Sios punika taler ngwangun pasraman antuk pidabdab nelebang seni budaya. Sekolah inucap wantah magenah ring umahnyané ring Banjar Batu Culung, no. 6 Kerobokan Kuta Utara Badung. PKBM Widya Sentana kakawitin saking para krama istri sané mapaurukan nyait, kirang langkungnyané duang dasa diri krama istri sané wantah ngamolihang pendidikan SD punika ngrereh pasuh tur raris mapaurukan nyait tan panauran. “Tiang nyingak akéh krama sané durung muputang pidabdab pendidikan ipun. Risampunné kurenan tiang dados Kepala Lingkungan, raris tiang nyelehin alit-alit sané nénten masekolah TK,” baos dané. Punika kamargiang duaning dané meled nyiagayang pikayunan alit-alit inucap tatkala nyanggra masekolah SD. Alit-alit punika jakti nénten naenin nyarengin TK sané ketah kasarengin saking yusa 5 nyantos 7 warsa. Dané raris nyelang genah ring banjar anggén niwakang pendidikan soré ring PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) ngawit saking irika dané mupulang krama sané nénten prasida mamaca ring banjarnyane. Dané raris ngamolihang krama sané wantah tamat SD petang dasa diri, sané wantah tamat SMP petang dasa, sané tamat SMA dasa tur wénten taler sané sampun sarjana. Dane raris maosang ring kurenannyané jagi nabdabang tur muputang pendidikan ipun sané buta huruf inucap. “Dumun wantah ring banjar iriki, raris nglimbak ka banjar-banjar sané tiosan. Tiang taler ngajak volunteer inggih punika guru-guru sané sampun dados PNS”. Indik pidabdab pendidikannyané nénten ja mabinayan sareng ring sekolah, ipun makasami nyarengin sakadi ring sekolah sané akéh. Ipun taler ngamolihang ijazah pinaka cihna sampun muputang raga masekolah sané kamedalang saking Dinas Pendidikan Kabupaten Badung. Sakéwanten kursus nyait sané kantun wénten wantah ngamolihang sertifikat saking lembaga tiosan. “Ipun iriki kaurukang makarya cepér,

nyiagayang sesuratan cepér tur raris kareketang antuk ngawigunayang semat. Tatkala kakawitin wantah kadagingin conto, nanging kasuénsuén prasida nglaksanayang praragan. Sakadi pertanyaan indik aksara sané adung sareng sesuratan kruna miwah lengkara.” Malih kabaosang dané, punika wantah peplajahan Bahasa Indonesia, sakéwanten lakar lan peplajahan siosan wantah setata kapolihang nyantos ipun sami setata eling ring peplajahan. Sios saking cepér wénten taler dupa, bunga miwah sané siosan. Punika wantah jalaran jagi ngwacén, nyurat miwah maketékan (Calistung). Yéning melajah nyurat taler malarapan antuk Pupuh Ginada, wénten taler tembang naik-naik ke puncak g u n u n g s a n é makasami punika madaging antuk memaca. Widya Sentana sujatinné kawangun antuk ngicénin pendidikan tan pawigunayang prabéa. Raris ring warsa 2002 kacingak olih pemerintah nanging kantun marupa lembaga swadaya, asapunika taler ritatkala sampun madué ijin ring warsa 2005 kantun ngicénin pendidikan tan panaur. “Risampunné siswa sané rauh sayan akéh nanging sarana-prasaranané kirang jangkep, sinah ngawit kamargiang antuk parikrama proféssional. Tiang iriki nunas panaur sakéwanten kaadungang sareng kahanan siswa inucap. Iriki taler madué pidabdab pendidikan PAUD sané inggihannyané wantah TK, kelompok bermain. Satuan kelompok sejenis miwah taman penitipan anak. Wénten taler LKP (Lembaga Kursus dan Pendidikan) minakadi nyait, komputer, pajak, akuntansi, pendamping anak usia dini. Tiang nyuksmayang pisan yéning makasami prasida becik mamargi. Sios punika wénten taler program keaksaraan miwah kesetaraan majeng ring krama sané tuna aksara utawi buta huruf. Minakadi Paket A utawi sakadi SD saking kelas 4, 5 miwah 6. Wénten Paket B utawi SMP miwha Paket C utawi SMA. Ipun sané sampun tamat wénten sané nglanturang ring perkuliahan tios saking sané makarya. Indik peplajahannyané nénten tios saking sekolah biasa, sakéwanten antuk pidabdab tatap muka, tugas mandiri miwah tutorial. “Anggén nabdabang maksami punika tiang iriki nyiagayang guru antuk akéhnyané pitung dasa diri,” baos dané.(kmb)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 27. s*kli;rrisårzé&, Sang kalih raris ngaranjing, r&elojienmkeronn/, ring lojiné makaronan, helonuæ*hyum2e\os/, alon Sang Ayu malengos, pc*\lugsinÙsÓË, pacang ngalugasin wastra, kimuduædgÏg)tn/, kimud sada garegetan, k)z)emÑbzé(\rumɱm/, kenyem Dé Banjar ngarumrum, hudu;hdiedwnÓitê*. Uduh Adi déwan titiang.

Saking Langit Bali Pergub 80/2018 gusti jati tambis mati titiang ngastiti ngati-ati ngulati pamurti santa santi awanti-wanti sakéng wrehaspati nekéng wrehaspati niti kantos tanggun titi nganti nrepati jati makérti nekéng ati bukti sampun bakti sri narapati wus prapti ngutpati sad kerti saksat sruti astuti stiti gumanti basa aksara sastra bali jati-jati tan kenéng pati I Madé Suarsa

Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


8

Minggu Wage, 21 Oktober 2018

Rahasia Rumah

Menjadi Tua

Di rumah, selalu ada yang tersembunyi. Dari Mata yang terpukau, dari tujuan yang memantau Kita masih terus menakar yang tidak terukur Acap menyamar gema panjang bunyi jangkrik di malam hari, sekilas hadir sebagai kepak kelelawar merayakan lengang petang, sepintas menghias pagi dalam riuh kicau burung-burung Mengusir sepi

Suatu hari kita menjadi tua, mendapati diri tercenung menatap langit berubah warna. Ke dalam diri bertanya, “Berapa usia pertengkaran kita?”

Meninggalkan Pelabuhan Pendidikan Terbuat dari bahan amat cair dan mudah mengalirkan tanya Luas menampung setiap noda Sehimpun tafsir atas anasir sewarna air mata. Sedingin embun yang bergantung di tepi-tepi daun Kelak banyak yang menyapih Membiarkannya sepi sendiri bagai nasib puisi. Dalam riuh tersisih

Sepintas Lanskap Bali

Perahu melaju meninggalkan pelabuhan. Dari buritan ada lambai terakhir. Dari dermaga ada perih yang mengalir

Bali itu surga. Oleh karenanya seorang perempuan dari Jakarta memilih meliburkan diri di sini

Di Laut

Matahari sedang bersinar terik cuaca untuk berjemur sedang baik Ia putuskan ke pantai Kuta berbalik

Di laut ada yang tak pernah surut rasa penasaranmu akan maut yang kelak merenggut

Ia teguk kebahagiaan dari sekaleng bir. Ia hapus kesedihan dengan menyimak nyanyian angin

Di laut seketika niat susut rasa penasaran yang berlarut lenyap bagai tersingkapnya kabut

Dan matahari yang diburu itu pun cemburu. Dengan langit bersekutu mencipta hujan demikian menderu

Pesolek Buta Menembus kaca sia-sia belaka biar di luar mematut lebih lama Mendengar tiap ketukan debar memanjangkan rahasia dada

Laut semula tenang bergejolak. Seperti jiwanya yang berontak pada hidup yang sulit ditebak. Tato mawar hitam di tepi pinggul kembali segar setelah terbasuh. Kembali semerbak birahi masygul

Merayakan Puisi Besar

SUMPAH PEMUDA 1928

sembilan puluh (90) tahun yang membelai dan yang dibelai napas kita...

Minggu Umanis

28 Oktober 2018

di Ardha Candra

Diri yang Lain

lIGA Komang Wiliani

Di suatu tempat bernama masa depan, ada yang tidak dapat kumiliki. Ialah perasaan yang utuh, di masa silam ia adalah ratap, di masa kini alangkah gelap.

Sebelum Pulang Sebelum pulang Tiga hari mendatang Kudengar nyanyian sapu tangan melambai Mimpi-mimpi bersahutan Seperti cengkrama sepasang rel kereta api Yang tak pernah bertemu Walau kiamat pagi hari mereda Aku akan datang seperti segerombolan hujan Mencuri hangat tanah dan jejak kaki Gadis kecil yang menghisap gulali Mari tapaki lagi Jalan kecil berkelok-kelok Tempat bermain bagi semut-semut berkaki licin Yang menari di kepalamu Tempat ingatan manis Tentang senyummu Gadis mimpi Yang melambaikan sapu tangan Di mimpi malamku

Puisi-puisi

Putu Gede Pradipta

lAnis Sayidah

Meditasi Minggu

Untuk Segala Kesedihan aku ingin pundakmu untuk menidurkan masa silam atau kenangan buruk. atau aku ingin punggung tanganmu untuk memupus air mata yang terlanjur jatuh dan tak pernah tahu jalan kembali. aku selalu bernyanyi untuk segala kesedihan. agar malam bisa menjala mimpi-mimpi yang tak jadi untuk diganti suara sepi dan aku bagai bayi menemu ibunya lagi, berbinar di pagi hari.

Di masa depan tidak dapat kutemukan diriku. Selain harapan yang terus dipanjatkan dari masa lalu. Di masa depan hanya bintang-bintang, di masa kini malam demikian panjang. Di masa kini yang tidak terpahami dan terlambat aku sadari, aku hanya pecahan cermin yang menampung bayang-bayangMu. Luka demi luka kuciptakan dari kata-kata, pertemuan hanya jalan perpisahan.

Jalan lurus dilalui seorang gadis Tujuan di depan tersamarkan petang Lampu kota menyala. Di dalam diri tetap gelap Dibayangkannya di luar hujan Di dalam diri menggenang kenangan Nama lelaki seperti pecahan bintang di hati yang terkurung bimbang

runalong deepSMSoliloquy ... in the longrun longsilent..., run, sail

Coming on Age in Balidwipamandala...

16 Agustus 2018

l Tigabaris Puisi Sumpah Pemuda mengantar TITIK(Gecek) LEDAK 17 tahun kemudian...

16 Agustus 2020

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an

Oktober-Rememberance 27 in 73…, 73 in 27

l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Fotografi

Afrizal

Keagungan Batu Belayar karya Gunarto

I Dewa Komang Mahadewa

GUGUSAN bintang di keluasan langit merupakan objek pemotretan yang sangat menarik sekaligus menantang. Di kalangan fotografer, kumpulan dari miliaran bintang itu lebih dikenal dengan istilah milky way atau galaksi Bima Sakti. Dengan teknik fotografi yang tidak terlalu sulit untuk dipelajari, keindahan pijar bintang gemintang di langit malam itu bisa ditampilkan ke dalam frame foto. Kesan yang mencuat dari foto milky way adalah suasana yang agung, megah dan dramatis yang membuat kita makin sadar dan takjub

dengan kemahabesaran Sang Pencinta. Berikut tips praktis untuk menghasilkan foto milky way yang menakjubkan. Sebelum memulai perburuan milky way, kita wajib memiliki informasi yang pasti mengenai kapan milky way itu akan terlihat dan muncul dari posisi mana. Kita bisa melacak lokasi milky way tersebut dengan menggunakan aplikasi yang bisa di-install di smartphone. Salah satunya adalah software Stellarium. Software ini akan sangat membantu untuk mengetahui saat terbaik dalam memotret milky way.

Budi Hari Pujiono

dr. Ketut Ngurah

Malam di Gunung Bromo karya Gunarto

Berburu ”Milky Way” di Keluasan Langit Minim Cahaya Setelah itu, persiapan peralatan fotografi dan perburuan milky way bisa dimulai. Jangan lupa untuk menggunakan tripod. Benda ini akan sangat membantu untuk menjaga keseimbangan kamera agar tidak goyang saat proses pengambilan gambar berlangsung sehingga gambar yang dihasilkan tidak blur (kabur). Syarat utama untuk menghasilkan foto milky way yang bagus adalah mencari tempat yang minim cahaya. Dengan kata lain, kita tidak mungkin membuat foto milky way di tempat yang terang benderang. Ingat, milky way merupakan kumpulan miliaran bintang yang bercahaya. Apabila cahaya bertemu dengan cahaya, maka yang terekam oleh kamera hanya bentang langit yang flat alias tidak memunculkan milky way. Makanya, fotografer yang menyukai foto milky way ini umumnya “berburu” di tempat yang minim cahaya seperti pegunungan/ dataran tinggi, pantai yang terbebas dari “polusi” cahaya dan tempat yang dipenuhi pepohonan lebat yang jauh dari pemukiman penduduk. Memang, dari segi pemilihan tempat saja, diperlukan perjuangan yang cukup menantang untuk bisa menghasilkan foto-foto milky way yang menakjubkan. Pengaturan Kamera Lokasi yang pas sudah ditemukan, langkah selanjutnya periksalah pengaturan kamera Anda. Untuk foto milky way, sangat disarankan menggunakan lensa bukaan lebar. Aturlah diafragma ke angka yang paling kecil dari aturan yang ada pada kamera anda, kemudian atur ISO pada angka

Eksotisme Pulau Lengkuas karya Gunarto

1600-3200 untuk mengumpulkan cahaya yang cukup. Namun, ini bukanlah aturan yang permanen atau wajib. Anda bisa menyesuaikan ISO anda naik atau turun sesuai dengan keperluan anda. Selanjutnya, gunakan shutter speed yang rendah atau lambat antara 15 hingga 30 detik untuk mendapatkan foto dengan cahaya yang cukup tanpa adanya pencahayaan yang berlebihan (over exposure). Untuk foto milky way, kita tidak bisa mengandalkan pengaturan fokus secara otomatis. Gunakanlah fokus manual dan kita memegang kendali sepenuhnya terhadap

kamera dan atur ke jarak fokus paling jauh. Saat memotret milky way, sangat disarankan menggunakan format RAW karena data yang disimpan di file RAW lebih lengkap dibandingkan JPG. Selain itu, file RAW mempunyai keuntungan white balance yang bisa diatur pada saat post proccessing. Sementara file JPG, white balance sudah langsung tersimpan di file. Penggunaan format RAW tentu saja akan sangat membantu pada saat post proccessing atau menyempurnakan hasil foto milky way Anda. Akhirnya, selamat “berburu” milky way! (ian)

Satu Sisi Pantai Parunu karya Gunarto


Minggu Wage, 21 Oktober 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dicari PRT untuk Batubulan Vila Pribadi,Gusti:08123806901

B.BP.001.10.18.0000858

Dcr Sopir Keluarga, KTP Bali Mak.23th,tgl dlm, 085106003557

B.BP.001.10.18.0000833

Dicari!! Karyawan/ti Bag.MD(P) & Sopir(L) u/Bali Coffee Banyuatis Hub:081338036449

B.BP.001.10.18.0000839

Bth Sgr:1.Kolektor, 2.Analis 3.Head Marketing,4.Supervisor, 5.Marketing,6.Pramuniaga.Syrt: Pend 1,4&6 Min SLTA,2&3 Min S1 5 Min SLTP,Ulet,Kerja Tim.Bagi yg bermint, sgr bw lmrn ke Jl. Thamrin No.75 Dps/0361-425432

B.BP.001.10.18.0000827

Dcr Pembantu Gaji 2,5Jt Tidur Dalam Hub.087862515998 Jl.Tukad Ciliwung II/6 Panjer

B.BP.001.10.18.0000832

Dcr Tng Kirim Lele(Pake Spd MotorH.082237094056/0818503603

B.BP.001.10.18.0000789

Dcr:Tng.Serabutan Bisa Nyopir Gaji Menarik Hub.081237808080

B.BP.001.10.18.0000825

Dicari S1 Akuntasi untuk Konsultan Pajak 081353825166

B.BP.001.10.18.0000845

Dibthkan Quantity Surveyor u/ Kontraktor,Brpglmn Krm Lmrn Ke kadekon@gmail.com,Telp.8476839 B.BP.001.10.18.0000788

Dibthkan Sgr Cleaning Service, Hub:723593/723637/081246400852 B.BP.001.10.18.0000632

Dibthkn Rsv Hotel bisa Komp & Inggris Hub.ke Ph.729196-97

B.BP.001.10.18.0000843

Dicari Driver SIM A, punya Motor Sendiri, 089668043266

B.BP.004.10.18.0000846

Distributor Semen Tigaroda Bth Opr Forklift, Security, Sopir Truck,Krm CV: Jl.Bypass Ngurah Rai 117X Sanur-0361-461688 Email:recruitment.pt-saa.com

B.BP.001.10.18.0000842

Dicari FO,HK,Buttler.Puri Asih Hotel. Jl.Pantai Kuta No.40

B.BP.001.10.18.0000826

Dicari Mekanik,Security,Driver OB,Hub:082236182035/0361722222

B.BP.001.10.18.0000730

Dicari Sopir utk Rumah Tangga Hub.081339564071081338788008

B.BP.001.10.18.0000834

Dicari Sopir,Logistic,Lam Ke CV.Tristar Jl. Cargo 24/413324

B.BP.001.10.18.0000774

Dicari Staf Admin,Gudang,Kurir Max 35th,Gj 2,5-5Jt,Bawa CV Ke Jl.Raya Uluwatu, Jimbaran Arcade 081360793789 Lisa B.BP.001.10.18.0000732

Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal dalam untuk rumah Imam Bonjol Dps. Gaji 2Jt SMS 0816571027 B.BP.004.10.18.0000836

Dicari Tenaga Drafter S1 Arsitek Bangunan atau Arsitek Landscape.Lamaran di Email: info@ptramawijaya.com B.BP.004.10.18.0000748

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

SERVICE

RUPA-RUPA

Dicari Tk Jahit, Ast Tk Ptg & Serabutan Hub:081999312347 / 08123675330

B.BP.001.10.18.0000841

Dicari Waiter/ss & Kitchen di Santa Fe Jl.Camplung Tanduk 11 Seminyak 731147/081999418286

B.BP.154.10.18.0000850

Operation Manager,Floor Supervisor,Bar Supervisor,Bartender Waiter/ss,Cashier, Cook, Purchasing,Marketing,Engineering, Accounting Supervisor&Steward. Bw Lam PT.Balinesia Jl.Kayu Aya 104X Seminyak T(0361)738720/21

B.BP.001.10.18.0000617

Perush Mebel Bth Sales,Pria Max.26Th,Min SMA,Kndraan Sndri SIM C,Brpnglmn,Lbh Dutmkn.Lmrn Krm:margajayamebel@gmail.com

B.BP.031.10.18.0000742

Resort at Nusa Dua is Seeking an Engin & FBS Daily Worker and HK Cassual Worker Min 1 year Exp in Similiar Position, Hard Worker,and Team Player.Please Send Your CV to PeninsulaBeach Resort with CurrentPhotograph or E to:sumartini@pbrbali.com

B.BP.101.10.18.0000848

Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar BurungSatriaHub:0818621818

G.01

Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar

G.02

Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar

G.03

Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818

G.04

Toko Bahan Bangunan&Aksesoris Mmbthkan Adm Penjualan,Checker Gudang(Wanita)& Helper Gudang (Pria).Syarat:Max35Th,Min SMA, Niat Kerja,Jujur,Teliti&Tggung Jawab.Krm CV:Harvest Metalindo Perkasa,Jl Maruti 33 Dps Utara

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.09.18.0001310

G.05

Shankara Sanur lowongan Waiter,Barista Jl Danau Toba 7 Sanur Hub: 0818621818 G.06

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dicari Staff Admint Hub : 085100451206

Jual Cpt Rmh LT2 di Sidakarya 1,6M LT 130 Hub:081237860819

Shankara Kuta lowongan Waiter,Barista Kuta Square Blok D33 Hub: 0818621818

Rumah,Lt2,LT 2 Are,5Kmr,Jl.Gn. Talang No.56 Dps,082144999954

B.BP.001.10.18.0000847

G.07

DIJUAL MOBIL KIA

Kia Picanto Th’2013 Putih Manual Tgn 1 Hub.087862270180

B.BP.001.10.18.0000830

SUZUKI

BUC Baleno 2000 Gress 50Jt Ng Gn.Guntur Gg.XI/17,08179797508

B.BP.001.10.18.0000809

B.BP.001.10.18.0000779

B.BP.001.10.18.0000829

DISEWAKAN RUMAH DikonRmhBsrLT12AJl.KembangMatahariIDps 150Jt/th08123861163

B.BP.001.10.18.0000752

DISEWAKAN RUKO Brighton / Vivin 081249858588 Australia Property Expo.28 Oct $380k Free PR Application

B.BP.033.10.18.0000799

DIJUAL TANAH

Szk Splas Mnual Th’2010 Hitam MlkPribadi,081238169620 BU Cpt

Djl Tanah 2Are 3A 5A Buduk 3Are Dalung Hub.082147454248

DIJUAL RUMAH

Djl Tnh 1Are Jl.Batu Intan III Batubulan Hub.081338797212

B.BP.001.10.18.0000857

BUC Rumah Baru Di Gatsu Barat cuma 1,3M Lt2 Hub:081237860819

B.BP.001.10.18.0000778

Dijual Rmh Murah 2Are Lok: Penatih Dps Hub:08123675330

B.BP.001.10.18.0000840

Harga Promo 1,5M Perum.Baru Jl.Akasia XVI Dps, 08123861163

B.BP.001.10.18.0000751

Jl Rmh Kos2an 5KT,LT 106m2 Jl.Mataram Kuta 085965916902

PENGUMUMAN

B.BP.164.10.18.0000828

B.BP.001.10.18.0000823

Djl Tnh 3,5A Lok.Pasar Anyar sari Ubung Kaja.Tl:0361-231573

B.BP.001.10.18.0000775

Tanah Kvl Di Mengwi 130Jt/A & 40Jt/A,Bs Kredit, 087862450004

B.BP.001.10.18.0000781

Tnh SHM 400M2(Bonus Rmh Mungil 2Lantai) di Jl.Ciung Wenara V/5 Renon (Selatan Bajrasandi), Lingk Elit/Nyaman,087839410497

DIJUAL TANAH 20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud-Bali CP+6281318685007,NoBrokerage

B.BP.004.10.18.0000745

RUANG USAHA Djl Bangunan 2Lantai, Jl.Raya Jemursari Sby Strategis cocok u/Kntr Cab,BU Hub.08123321223

B.BP.031.10.18.0000795

KEHILANGAN Hlg 2 sertifikat Tnh A.n Ir.Harry Wiradjaja,HGB 00076DauhPuri,Luas 1.050m2. A.n Drg.Benny Minthara, HGB 00071Dauh Puri,Luas 1.143m2

B.BP.001.10.18.0000723

B.BP.033.10.18.0000738

HlgBPKBK09119164-ODK6332FP An Ruc Jacques Andre Germain

Rumah Mungil LT400M2,LB180M2 di Jl.Ciung Wenara V/5 Renon (Selatan Bajrasandi),Lingkungan Elit/Nyaman,Hub:087839410497

Tnh di Penatih Dps Jl.Nagasari Gg.Trijata,LT.170M2,SHM,Aspek Perumahan,LD 15,7M,550Jt Nego Sampai Deal Hub.085338261159

Bantu Murah Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.033.10.18.0000737

B.BP.001.10.18.0000776

B.BP.001.10.18.0000121

B.BP.154.10.18.0000851

B.BP.001.10.18.0000786

BIRO JASA


10

Minggu Wage, 21 Oktober 2018

Mendatar: 1. Kelesuan dalam kegiatan perekonomian secara umum 4. Porselen 8. Rancangan sebuah undang-undang 9. Selendang penari 10. Setengah tembus cahaya ; Buram 12. Semua ; Inggris 13. Uang Cina 15. Yang dikenal sebagai pelayan seksi 17. Ayah ; Bapak 19. Jembatan kecil di Bali 20. Radang urat saraf 23. Tangkisan atau pembelaan dalam pengadilan 27. Ketombe 31. Paham ; Mengerti 32. Desas desus 33. Pungut dengan jari 35. Rentenir 36. Pembatas petak-petak sawah 37. Setengah sen

KLHK: Orangutan Tidak Terganggu Pembangunan PLTA Batangtoru PEMBANGUNAN Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tidak mengganggu keberadaan orangutan seperti dikampanyekan sejumlah kalangan. Hasil pantauan tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuktikan orangutan tetap eksis dan bisa hidup berdampingan, demikian keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, pekan ini. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kepada awak media mengatakan timnya sudah sebulan di sana, dan kondisinya tidak seperti yang dibayangkan bahwa PLTA di Batangtoru menggangu habitat orangutan. “Hasil pantauan tim KLHK, orangutan tetap ada dan tidak terganggu. Orangutan terpantau membuat sarang untuk persinggahan dan membuat koridor perlintasan,” kata Siti. Masalah orangutan ini menjadi perhatian pemerintah karena ada organisasi non-pemerintah yang menyatakan pembangunan PLTA Batangtoru itu mengancam orangutan. PLTA yang dibangun di Batangtoru berada di luar kawasan hutan. Meski demikian, lokasinya berdekatan dengan kawasan hutan yang menjadi habitat orangutan.

Orangutan kemudian kerap menjelajah masuk ke areal yang menjadi lokasi pembangunan PLTA. Menteri meminta pengembang PLTA Batangtoru untuk menjaga koridor orangutan yang ada. Dia juga sudah menginstruksikan agar pengembang PLTA memperkuat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) untuk mengakomodasi keberadaan orangutan di sekitar lokasi pengembangan. “Kita tidak bisa membatasi pergerakan orangutan, makanya kita yang mengikuti. Kami minta PLTA menambah studi Amdal. Perbaiki. Khususnya terkait orangutan. Sebab, waktu PLTA itu ada, belum diketahui keberadaan orangutan,” katanya. PLTA Batangtoru termasuk Infrastruktur Strategis Ketenagalistrikan Nasional sebagai bagian dari Program 35.000 Mega Watt (MW) pemerintah yang mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi ke luar Pulau Jawa. PLTA ini dikabarkan berteknologi canggih yang didesain irit lahan dengan hanya memanfaatkan badan sungai seluas 24 Hektar (Ha) dan lahan tambahan di lereng yang sangat curam seluas 66 Ha sebagai kolam harian untuk menampung air. Sebelumnya, Dirjen Konser-

vasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno sudah meminta pengembang PLTA Batangtoru, PT North Sumatera Hydro Energi untuk menanam pohon-pohon penghasil pakan bagi orangutan. Wiratno menyatakan KLHK memiliki perhatian penuh untuk memastikan kelestarian orangutan yang ada di bentang alam Batangtoru. “Salah satu caranya adalah memastikan ketersediaan pakan bagi orangutan. Pergerakan orangutan ini tergantung pakannya,” katanya. Selain penanaman pohon pakan, KLHK juga sudah menginstruksikan NSHE membangun jembatan arboreal untuk menghubungkan habitat populasi orangutan. Saat ini, kata Wiratno tim KLHK terus berada di lapangan untuk memantau dan memastikan kelestarian orangutan. Berdasarkan hasil pemantauan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, habitat Orangutan tapanuli di kawasan Batangtoru tersebar pada tiga blok terpisah, yakni blok barat, timur, dan selatan. Populasi orangutan terbanyak berada di blok barat, yang mengarah ke Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, diikuti blok timur yakni wilayah cagar alam (CA) Sipirok di Tapsel. (ant)

BPM/ant

DILEPAS - Dua orangutan adopsi Bridgestone dilepas di pulau pra pelepasliaran di Samboja, Kalimantan Timur.

Menurun: 1. Pemberitaan 2. Permohonan kepada Tuhan 3. Selaput pelangi pada mata 4. Pertandingan yang diikuti oleh beberapa regu 5. Langgar atau Surau 6. Sanghyang …….. ; Nama lain Semar 7. Berhenti ; Bali 11. Menyunting naskah 14. Enak ; Nikmat 16. Salah satu pulau di Sumatera Utara 18. Berunding 21. Belut ; Inggris 22. Nama depan aktor The Last Samurai 24. Serangga bergerombol 25. Dibalik ; Pegang, sesuatu yang tadinya bergerak 26. Itu ; Jawa 28. Tunas Bambu ; Bali 29. Masak ; Bali 30. Ambil dengan diam-diam 33. Tari lepas bertopeng ; Tari Bali 34. Mengkudu Jawa

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 369 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 27 Oktober 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 4 Nopember 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 367 Mendatar: 1. TAISO 3. K E R O N CONG 7. PRALAYA 9. MORO 10. TAUR 11. AMERIKA 14. KLAN 16. BIR 17. TARTAR 18. KELEWANG 20. PITUNG 22. BALITA

25. SAR 27. PUSH 29. KUINTAL 30. AJIR 31. LEMPENG 33. MONK 34. PALIMANAN 35. START Menurun: 1. TOKTOK 2. SOPRAN 3. KALORI 4. ROY (ROYMARTEN)

BPM/ant

BURUNG - Burung Cekakak Sungai (Todirhamphus chloris) bertengger pada ranting kering di kawasan Mangrove Center, Pabean Udik, Indramayu, Jawa Barat. Dari 90 spesies burung cekakak yang tersebar di dunia, 45 spesies di antaranya ada di Indonesia, hidup di dekat perairan untuk mencari mangsa seperti ikan, katak dan serangga.

Kerusakan Habitat Ancam Populasi Burung Air KERUSAKAN besar habitat akibat alih fungsi lahan gambut dan lahan basah telah mengancam kelestarian populasi burung air menurut buku “Konservasi Burung Air: Perjuangan Melawan Kepunahan”, karya Prof Hadi S Alikodra. “Intinya kerusakan masif terjadi. Gambut atau lahan basah yang menjadi rumah bagi burung-burung air diubah sedemikian rupa. Karenanya, pejabat perlu menyuarakan gambaran burung air yang semakin terancam,” kata Prof. Hadi S. Alikodra dalam bedah buku karyanya di Jakarta, pekan ini. Ia mengatakan, perubahan iklim juga membuat banyak burung air yang bermigrasi kehilangan habitat. Kenaikan muka air laut tidak menutup kemungkinan burung-burung itu bingung menentukan lokasi pendaratan, mengingat lokasi yang biasa disinggahi hilang terendam air laut. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wiratno mengatakan, bahwa banyak yang memuji kekayaan alam Indonesia, namun pada saat bersamaan kekayaan alam itu menjadi yang paling terancam oleh berbagai macam persoalan. Berdasarkan catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), 17 persen spesies burung dunia ada di Indonesia. Namun masih ada yang mencintainya secara posesif dengan mengurung burung-burung air. (ant)

5. CEMBERUT 6. NARNIA 8. ADAT 12. EBTA 13. IRIGASI 15. LIE 19. EPILEPSI 20. PORT 21. NUS 23. AMOEBA 24. AKUN 26. ANEMON 27. PLAKAT 28. HORMAT 32. GEN

Pemenang TTS No. 367 1. I Putu Sujana Giri Br.Dinas Selat, Desa Selat, Kec.Sukasada, Kab.Buleleng (HP:081805 606894) 2. I Gede Okky Sukrasena Jl.By Pass Ngurah Rai No.031, Pemogan, Denpasar Selatan (HP:081 2466 5695) 3. I Ketut Suandi Br.Tauman, Desa Nyuhtebel, Kec.Manggis, Kab. Karangasem (HP:087761 373290) 4. Nengah Vico Dsn.Begasing, Sedahan Jaya, Sukadana, Kab. Kayong Utara, Kalbar (HP:081999 744777) 5. Ni Wayan Suryani Jl.Tunjung Putih, Sukawati, Kab.Gianyar (HP:085792 442862) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Luh Sukarmi Alamat : Br.Telutug, Desa Sibetan, Kec.Bebandem, Kab.Karangasem (HP:081237 47101)


INspirasi Sektor Hilir Pertanian Bali Masih Lemah Desa Munduk

11

Minggu Wage, 21 Oktober 2018

Akan Dibangun Penggilingan Padi Modern

Denpasar (Bali Post) Sektor hilir dalam pertanian Bali masih lemah. Maka dari itu, pemerintah daerah Bali saat ini sedang concern membangun pertanian di sektor hilir. Salah satunya mengajak petani menjual beras, bukan gabah. Selain itu, di Tabanan akan dibangun penggilingan padi besar dan modern untuk menyerap gabah petani. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, I.B. Wisnuardhana, mengatakan, di bidang pertanian, kelemahan Bali adalah di sektor hilir. Dalam rangka swasembada beras yang merupakan salah satu misi Sat Kerti Nangun Kerti Loka Bali adalah menyediakan pangan bagi rakyat Bali yang

fokus pada beras. Lemahnya sektor hilir karena gabah atau beras sifatnya musiman. Sehingga terjadi penurunan harga, pada saat panen raya. Apabila terjadi panen raya pada Februari – Maret di Bali dengan produksi gabah rata–rata 850 ribu ton, maka kapasitas penggilingan di Bali tidak mencukupi untuk melaksanakan penggilingan. Sehingga ada sebagian kecil yang dibeli oleh penggilingan besar yang ada di Jawa Timur, kemudian diolah di sana. Bali sebenarnya memiliki penggilingan padi cukup banyak yaitu 648 unit penggilingan padi (RMU/rice milling unit). Dari 648 unit tersebut, 63 persen penggilingan padi kecil dengan kapasitas kurang

dari 1 ton per jam. Penggilingan padi kecil ini pun peninggalan Belanda yang kapasitasnya kecil dan rendemennya tinggi, karena alatnya sudah kuno. Sebesar 32 persen digolongkan penggilingan padi menengah yang kapasitasnya 2 ton per jam. Sedangkan penggilingan padi yang besar dan modern hanya 31 unit atau 4,78 persen. “Padahal yang dibutuhkan saat ini dalam rangka kita menggiling gabah menjadi beras, supaya rendemen atau losisnya rendah, kualitas berasnya bagus adalah penggilingan padi besar, yang kita hanya punya 31 atau 4,78 persen dari seluruh penggilingan yang ada di Bali. Inilah kendala kita,” ungkap Wisnuardhana, Jumat (19/10).

Penggilingan padi yang ada di Bali ini hanya sebagian kecil yang punya alat pengering berupa dryer. Sehingga apabila panen terjadi pada saat musim hujan, akan susah mengeringkan gabah. Ia bekerja sama dengan investor lokal, PT Lumbung Jati Luwih. “Dia (PT Lumbung Jati Luwih) yang menggandeng perusahaan penggilingan padi besar Jepang Satake, berencana membangun penggilingan padi besar dan modern di Tabanan,” ungkapnya. Lahan yang akan dimanfaatkan adalah lahan dari Balai Benih di Timpag, Kerambitan, Tabanan. Luasnya 4 hektar, 2 hektarnya akan dikerjasamakan dengan PT Lumbung Jati Luwih. (kmb42)

’’Blayad’’ Ciptaan Siswa SMK PGRI 3 Denpasar Bercita Rasa Modern MENJELANG HUT ke-19, SMK PGRI 3 Denpasar kebanjiran prestasi. Belum lama ini, siswa SMK PGRI 3 Denpasar yang akrab disebut Trigriska sukses meraih juara umum Tourism Olympic ke-6 di Poltek Negeri Bali (PNB). Di ajang lainnya, tim Trigriska meraih juara I nasional membuat makanan di Festival Budaya Lokal. Tiga siswa SMK PGRI 3 Denpasar meraih juara I Festival Lokal Budaya. Di ajang ini Ni Komang Tharessa (XII TB 1) , Putu Anggi Septiani Putri (XII TB 1) dan I Gusti Ayu Diah Sinta Dewi (XII TB 1) mampu mengalahkan puluhan peserta lainnya, bahkan menyisihkan peserta dari umum dan kalangan profesional dari perhotelan. Siswa binaan Kadek Astrea Dewi dan Ni Made Dewi Satya Budi, SST., Par. ini benar-benar tampil luar biasa di depan juri nasional. Dia menampilkan menu blayad Bali dengan cita rasa modern. Blayad yang diciptakan

terbuat dari bahan ketela ungu dengan bumbu genep dicampur gerang asem-manis khas Bali. Penyajiannya pun sangat menarik sehingga menu khas Buleleng ini menjadi menu pilihan wisatawan mancanegara. Gusti Ayu Diah dan Anggi mengaku mampu berprestasi berkat pembinaan intensif di sekolah. Mereka mengaku pas memilih SMK PGRI 3 Denpasar karena sekolah memiliki lab dan fasilitas lengkap, didukung guru profesional yang ramah dan pintar mengajarnya. Selain itu bagus dalam pendidikan disiplin. Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., ikut larut dalam kegembiraan anak-anaknya meraih sukses di tingkat nasional. Ini semua, kata dia, berkat kerja keras siswa, guru, dan dukungan orangtua siswa. Bahkan, dia mengatakan siswanya sudah langganan juara di tiap event termasuk di LKS Kota Denpasar. Dia pun memberikan berita

Potensi Seni Dengan harapan seluruh elemen masyarakat khususnya generasi muda (yowana) bahu-membahu membangun Kecamatan Kerambitan dengan segala potensi seni dan budayanya, sehingga dapat tumbuh menjadi destinasi wisata yang berkualitas. “Kesadaran melangkah bersama ini akan menjadi fondasi interaksi masyarakat di Kerambitan untuk mewujudkan harmoni di tanah penuh berkah ini,” jelasnya. Bagi Sukanada, festival di samping bertujuan mendorong potensi seni budaya, pada dasarnya juga untuk membangkitkan kembali pariwisata di Kecamatan Kerambitan yang sempat beberapa puluh tahun lalu menjadi ikon Kabupaten Tabanan dengan kesenian okokan tektekannya. “Jadi, ada regenerasi kesenian di Kecamatan Kerambitan sehingga tidak putus,” ucapnya. Pada Festival Kerambitan V yang digelar tahun depan akan mengangkat seni budaya yang hampir mati suri seperti kesenian Way-

ang Wong di Desa Kelating dan kesenian Andir di Desa Tista.“Kita akan mencari dan mendata kembali bagaimana upaya kita mengembalikan kejayaan kesenian khas Kerambitan,” ujarnya. Festival yang sudah menjadi tradisi rutin ini mendapat apresiasi Plt. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI, Ni Wayan Giri Adnyani. Saat menghadiri Festival Tanah Lot, Giri Adnyani mengatakan, sebuah event atau festival memiliki manfaat ganda. Menghidupkan pariwisata melalui event atau festival sama hal dengan menyejahterakan masyarakat lokal karena masyarakat lokallah yang dilibatkan. “Lewat festival bisa memperkenalkan pariwisata lokal serta memotivasi masyarakat agar terus berkreasi dan berinovasi,” terangnya. Dia pun berharap festival dan event lainnya konsisten digelar setiap tahun. “Karena event dan festival dapat mendatangkan wisatawan ke Bali khususnya pariwisata Tabanan,” tandasnya. (bit)

Budaya Desa Ia juga menyukai pertunjukan budaya yang dibawakan setiap desa. Menurutnya, penonton seni ini tak kalah jumlahnya saat menonton konser band kesukaannya. “Serunya seperti nonton band kesukaan saya. Cuma yang dibawakan budaya dan seni Bali asli Kerambitan,” ujarnya. Tidak hanya pertunjukan budaya, kata Sayu, banyak juga stan kuliner yang bisa dinikmati masyarakat. Ia menyebut acara

ini ibarat pesta seninya warga Kerambitan. Alasannya juga ada stan keramik yang terjangkau harganya dan stan baju kebaya. “Tadi lihat-lihat dan sempat beli keramik. Lumayan harganya terjangkau,” ujarnya. Hal yang sama dipaparkan Nyoman Windhu asal Desa Kelating. Menurutnya, festival ini memberikan hiburan tersendiri bagi keluarganya yang hidup di desa. “Biasanya jam delapan sudah tidur. Ini tumben jam segini masih melek. Ada hiburan soalnya,” ujarnya. (san)

kejutan bahwa semua hadiah Rp 7 juta di festival budaya diserahkan kepada siswa. Bahkan, sekolah menanggung semua beban biaya persiapan hingga lomba. Sekolah juga menyiapkan bonus bebas SPP bagi siswa berprestasi sesuai tingkatan-

nya. Semua prestasi dan bonus diserahkan saat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang. ‘’Jika terus berprestasi, siswa bisa sekolah gratis sampai tamat,’’ tegas Madiadnyana yang juga Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar ini. (sue)

BPM/sue

BLAYAD - Siswa SMK PGRI 3 Denpasar saat membuat menu blayad bercita rasa modern.

Kemiskinan Berkurang “Empat tahun pemerintahan Pak Jokowi kan sudah jelas bahwa kemiskinan berkurang, pertumbuhan ekonomi tetap stabil, inflasi di tingkat yang rendah,” ujar Airlangga. Dia menyebutkan, meski sempat terjadi pasang surut perekonomian Indonesia, pemerintah tidak panik. Sebab, menurutnya, ekonomi berkesinambungan dengan politik yang stabil. Airlangga menyebut pembangunan infrastruktur juga berhasil dicapai Jokowi-JK. Kemudian, saat ini menurutnya Indonesia juga sudah direspons baik di mata dunia. “Kemudian pembangunan infrastruktur tercapai. Prestasi pemerintah di mata dunia sangat direspons positif dalam IMF dan World Bank artinya fundamental policy yang dilaksanakan oleh pemerintahan Pak Jokowi sudah berada di jalur yang tepat,” ucapnya. Pujian juga datang dari Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy. Dia menilai Jokowi-JK berhasil menunjukkan kerja nyata bagi Indonesia. Di sisi ekonomi, menurut Rommy, Indonesia menuju bangsa yang mandiri. Terbukti dengan sejumlah pengolaan sumber daya alam diambil alih pemerintah melalui BUMN. Kemudian langkah lainnya, kata dia, Pertamina telah mengambil alih 100 persen pengolaan Blok Mahakam yang dikuasai Total (Prancis) sejak 1966. Pertamina pada 2021 juga akan mengambil alih blok Rokan yang telah dikuasai Chevron (AS) sejak 1971. “Freeport yang sejak 1967 dikuasai AS, 51 persen sahamnya akan diambil alih oleh Inalum. Hal ini menunjukkan keberanian Pak Jokowi untuk berdaulat secara ekonomi,” jelas Rommy. Rommy juga memuji keber-

hasilan pemerintahan Jokowi yang bisa menurunkan angka kemiskinan di satu digit atau di bawah 10 persen. Angka pengangguran juga berada terendah sepanjang massa yaitu hanya sebesar 5,5 persen. “Ironisnya, di saat pemerintahan ini terus bekerja dan berprestasi. Lawan politik terus menyerang dengan kata-kata manis tanpa solusi. Lawan politik malah terus menyerang dengan hoax, fitnah, dan kampanye negatif yang paling luar biasa,” ujar Rommy. Sementara itu, calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno mengkritik selama Jokowi-JK memimpin bangsa Indonesia, masalah ekonomi belum terselesaikan dengan baik. Bahkan, persoalan harga kebutuhan pokok di pasaran semakin meroket. “Kita harus jujur, harga bahan baku terlalu tinggi, harga sembako terlalu tinggi. BBM naik, menjanjikan tidak naik,” ujar Sandiaga Uno di Pasar Jombang, Tangerang Selatan kemarin. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta menuturkan, persoalan lain yang dihadapi oleh masyarakat yaitu sewa biaya hidup yang semakin naik, serta pemerintah tidak berpihak terhadap kebijakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Lapangan kerja semakin banyak diambil oleh tenaga kerja asing,” ujarnya. (kmb/ant)

Kecamatan Seririt yakni Desa Munduk, Bestala, Ularan, Lokapaksa, Kalisada, Desa Pangkungparuk. Di Kecamatan Banjar di antaranya Desa Pedawa, Tigawasa, Sidatapa, dan Desa Cempaga. Sementara di Kecamatan Kecamatan Sukasada meliputi Desa Wanagiri, Pegayaman, Silangjana, Kayuputih, Selat, dan Desa Tegallinggah. Kecamatan Kubutambahan yakni Desa Tambakan, Bukti, Mengening, Tunjung, Depaha, dan di Desa Pakisan. Selain itu di Kecamatan Tejakula di antaranya Desa Sembiran, Julah (bagian atas -red), Desa Tembok, dan di Desa Sambirenteng (bagian bawah -red) Kepala Dinas PUPR Ketut Suparta Wijaya kemarin, mengatakan, persoalan krisis air bersih ini bukan masalah baru, tapi masalah ini muncul sejak lama dan bahkan desa yang masuk rawan krisis air bersih itu menjadi langganan setiap musim kemarau panjang. Sejak itu, pemerintah sudah melakukan kajian agar masalah ini bisa diatasi. Kajian itu menunjukkan kalau ancaman krisis air bersih itu karena debit air sumber mata air baku yang ada di desa-desa itu tidak mencukupi kebutuhan semua warga. Bahkan, ketika puncak musim kemarau panjang, sumber mata air baku itu padam total. Selain karena kecilnya debit air, kajian menunjukkan bahwa jaringan pipa air bersih belum optimal seperti banyaknya kebocoran, sehingga distribusi air bersih menjadi tidak optimal. Tak hanya itu, setiap desa pengelolaan air bersih belum optimal karena lemahnya kinerja sumber daya manusia (SDM). “Rawan dan berpotensi mengalami krisis air bersih itu dari sejak berapa tahun dan kami sudah mengkaji dan penyebabnya karena sumber air kecil dan manajemen pengelolaan yang masih belum optimal,” katanya. Di sisi lain, Suparta Wijaya mengatakan, penanganan masalah krisis air bersih ini dilakukan dengan memanfaatkan anggaran APBD, bantuan Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah pusat. Bantuan ini selain perbaikan jaringan pipa atau memberikan bantuan kepada desa membangun sumur bor. Khusus untuk menambah debit air dengan sumur bor ini dilakukan dengan menghibahkan kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng. Terkait penanganan ketika terjadi kriais air bersih, untuk sementara ditangani dengan bantuan air tangki bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PDAM Buleleng. “Setiap tahun, kita upayakan melaksanakan program air bersih. Selama ini masih ada yang belum tuntas karena situasi dan situasi topografi di daerah kita yang banyak berbukit, dan selain menyulitkan distribusi air bersih,” jelasnya. (kmb38)

PEDULI Palu Gempa dan tsunami telah mengguncang Palu, Donggala dan kabupaten lain di Sulawesi Tengah. Banyak korban luka-luka. Mereka memerlukan uluran tangan. Bali Post dan Bali TV menerima titipan sumbangan untuk saudarasaudara kita di daerah itu. Titipan bisa langsung dibawa ke Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer malalui DOMPET SIMPATI ANDA BALI POST BCA CABANG DENPASAR NO: 040-3555000. SMA Negeri 2 Tabanan (BISMA) NN I Made Ratna Jaya Ni Ketut Murni Ni Wayan Gati Ketut Sulianti Siluh Putu Pujiasih Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp 7.790.000 Rp 200.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 500.000 Rp 100.000 Rp 8.890.000 Rp 422.246.748 Rp 431.136.748 $ 2.500

SUMBANGAN - SMA Negeri 2 Tabanan (BISMA) menyerahkan titipan sumbangan yang dihimpun dari guruguru, staf Tata Usaha, dan siswa sebesar Rp 7.790.000. Sumbangan diserahkan oleh Kepala Sekolah I Gede Wayan Samba didampingi Wakasek Humas, Pembina OSIS dan OSIS/MPK, Sabtu (20/10) kemarin.

Diternakkan Sendiri “Setelah besar nantinya babi hitam ini akan dibeli warung babi guling yang ada di Kerambitan atau saat ada festival di tahun berikutnya. Tapi ada syaratnya setelah mendapatkan untung dari menjual babi ini, mereka harus membeli dua bibit babi hitam dan satu untuk diternakkan sendiri dan satu diberikan kepada warga kurang mampu lainnya,” jelas Sukanada. Untuk membuka pasar bagi penjualan babi hitam, Sukanada melanjutkan pihaknya mulai mengajak warung babi guling yang ada di Kerambitan untuk memakai babi hitam sebagai bahan baku masakannya. Bazar babi Guling pun sangat diminati masyarakat untuk menikmati kuliner ini. Penikmatnya tidak hanya datang dari warga Kerambitan tetapi dari Tabanan secara umum bahkan hingga luar Tabanan.

Sayangnya karena terbatas dan disesuaikan dengan penjualan kupon bazar, beberapa permintaan dari agen wisata untuk mengantar wisatawan menikmati menu ini di festival terpaksa ditolak. “Ada dari agen wisata memesan tempat agar bisa menikmati menu babi guling di acara festival. Sayangnya karena terbatas dan disediakan untuk memenuhi pesanan kupon bazar yang sudah terjual jauh hari, permintaan ini terpaksa ditolak,” ujar Sukanada. Tekstur babi hitam dijadikan babi guling tidak kalah enaknya dengan babi landrace. Bahkan, teksturnya lebih padat karena lebih banyak daging dibandingkan lemak. Hewan ini tidak diberikan makanan pabrik sehingga lebih sehat. Yang lebih membuat makanan nikmat, sebagai pendamping dalam bazar disiapkan minuman tuak manis. (san)

Pertanian Organik Untuk aspek pariwisata, salah satu dari sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan ini juga tengah mengembangkan kepariwisataan, serta menjadikan Kecamatan Kerambitan sebagai pusat pengembangan pertanian organik

yang dipadukan antara keindahan alam, olahraga, kuliner, pendidikan, dan pelestarian lingkungan. “Harapan kami, program ini nantinya dapat menjadi salah satu program andalan dalam upaya menggerakkan potensi dan perekonomian masyarakat di Kecamatan Kerambitan,” ujarnya. (bit)


t r o p S

Minggu WAGE, 21 Oktober 2018

GP Jepang

Motegi –

WAndrea Dovizioso berhasil meraih pole position pada MotoGP Jepang. Meski berjarak cukup jauh dari Marc Marquez, Dovi memprediksikan duel sengit dengan rider Honda itu. Dengan waktu 1:44:590 Dovizioso menjadi pebalap tercepat di Kualifikasi MotoGP Jepang yang digelar Sabtu (20/10) kemarin, dan akan memulai balapan dari posisi terdepan. Hasil ini membuka peluang untuk rider Italia itu menunda pesta juara Marc Marquez.

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

membalap saya. Kami tahu saat datang ke sini dan kami melakukan apa yang kami harapkan bisa kami raih,” ucap Dovizioso. Dovi saat ini tertinggal 77 poin dari Marc Marquez di puncak klasemen pembalap. Jika bisa memenangi MotoGP Jepang seperti tahun lalu, Dovi dipastikan akan menunda pesta juara Marcquez. Marquez akan memulai MotoGP Jepang dari urutan enam. Meski terpaut lima pembalap, Dovi memprediksikan pertarungan sengit

kontra Marquez. “Marc punya kecepatan yang sangat baik, balapan akan menjadi pertarungan yang berat,” tutup Dovi. Menang dengan keunggulan poin yang cukup besar, Marquez sangat dipaforitkan menjadi juara dunia musim ini. Pembalap 25 tahun itu punya banyak cara untuk merebut gelar juara dunia MotoGP kelimanya. Marquez tidak boleh kalah lebih dari dua poin atau lebih buruk dari Dovizioso pada

1. Marc Marquez 271 poin 2. Andrea Dovizioso 194 poin 3. Valentino Rossi 172 poin 4. Maverick Vinales 146 poin 5. Jorge Lorenzo 130 poin 6. Cal Crusthlow 128 poin 7. Danilo Petrucci 126 poin 8. Johann Zarco 123 poin 9. Andrea Iannone 113 poin 10. Alex Rins 102 poin

balapan MotoGP Jepang untuk memastikan gelar juara dunia. Marquez juga tidak boleh kalah 24 poin atau lebih buruk dari Valentino Rossi. Sejak musim 2010, ia mendapatkan tujuh podium di Twin Ring Motegi. Salah satunya adalah kemenangan pada musim 2016. Dan hal itu ia lakukan baik saat balapan berlangsung basah atau kering. Artinya, ini adalah sirkuit yang sudah sangat dipahami The Baby Alien. Namun, pembalap asal Spanyol itu menilai bahwa balapan MotoGP Jepang 2018 tak akan berjalan mudah. Satu pembalap yang akan diwaspadainya adalah Andrea Dovizioso. Marquez yakin pembalap Ducati itu

Madrid Kalah Lagi

Kiper Levante Oier Olazabal

juga akan melaju cepat di Motegi. “Setelah pemanasan, kita akan melihat di mana kita berada dan di mana kita bisa tiba. Kita tak boleh lupa bahwa Dovi selalu sangat cepat di sini, di Motegi. Tapi tidak ada kekhawatiran. Masih ada empat balapan hingga akhir musim,” ujar Marquez. Dalam dua musim terakhir, Dovi memang jadi pesaing berat bagi Marquez. Pembalap asal Italia itu di luar dugaan mampu memberikan tekanan kepada Marquez. Hal itu bisa dilihat dari kiprahnya sepanjang musim 2017. Di musim 2018, pembalap berusia 32 tahun itu sedikit tak beruntung. Ia tak bernasib

baik ketika gagal mencapai garis finis pada MotoGP Spanyol, Prancis, dan Catalunya. Di luar itu, penampilan Dovi masih cukup baik. Buktinya ia mampu naik podium tujuh kali. Bahkan tiga di antaranya bisa dimaksimalkan dengan jadi juara. (kmb33/afp)

Dojang Udayana Pimpin Denpasar Terbuka

Madrid – Real Madrid kembali menuai kekalahan. Kali ini cukup tragis, El Real dikandaskan Levante di Santiago Bernabeu 1-2. Dalam pertandingan di Santiago Bernabeu, Sabtu (20/10) kemarin Madrid sudah kebobolan dua gol pada 15 menit pertama. Gawang Thibaut Courtois dibobol Jose Louis Morales pada menit keenam. Levante menambah derita Madrid lewat penalti Roger Marti di menit ke-13. Tanpa tambahan poin, Madrid turun ke posisi kelima La Liga. Kekalahan itu menjadi kekalahan ketiga di liga untuk Los Blancos. Mereka pun masih mengantongi 14 poin dari sembilan laga. Sementara itu, Levante menempati urutan ketujuh untuk sementara dengan 13 poin. Levante menuai kemenangan keempat musim ini. Madrid menjamu Levante memang dalam kondisi babak belur. Los Blancos gagal memenangi empat pertandingan terakhirnya, dengan tiga kekalahan. Di laga dengan Levante, Madrid dibuat kelabakan di menit awal, menit keenam. Gawang Courtois dibobol Morales. Gol bermula dari umpan matang Sergio Postigo. Madrid pun tertinggal 0-1. Hanya berselang tujuh menit, gawang Madrid kembali kebobolan. Kali ini gol diciptakan oleh Marti lewat penalti. Madrid memberikan penalti kepada Levante setelah Raphael Varane melakukan handball. Madrid ketinggalan 0-2. Upaya Madrid akhirnya berbuah positif. Marcelo berhasil membobol gawang Levante di menit ke-72. Bale mengarahkan crossing kepada benzema dan bola diberikan kepada Marcelo. Namun hingga pertandingan berakhir, Madrid gagal menyamakan kedudukan. (kmb33/afp)

BPM/ap

BPM/wan

TENDANG - Seorang kenshi melakukan tendangan terhadap lawannya, nanun berupaya ditangkis. Sabtu (20/10) kemarin, merupakan hari petama Kejurprov Remaja Kempo di GOR Lila Bhuana.

Kejurprov Remaja

Kenhsi Bella Jumpa Ulan di Semifinal Denpasar (Bali Post)Kenhsi Made Bella Janetri (Badung) menantang Ulan (Gianyar) pada babak semifinal randori kelas 46 kg pada Kejurprov Kempo Remaja, di GOR Lila Bhuana, Minggu (21/10) ini. Semifinalis lainnya mempertemukan Bintang (Gianyar) meladeni Luh Desi (Buleleng). Untuk randori kelas 50 kg, atlet yang melaju ke semifinal adalah ni Made Vina (Buleleng) melawan Luh Putu Sintya (Badung), serta Dewa Ayu Mega meladeni Riska (Denpasar). Di sektor putra, kenshi Gede Budi (Buleleng) bertemu Ardy (Denpasar) di randori kelas 60 kg, serta Akil (Gianyar) melawan Kadek Feryawan (Gianyar). Ketua Umum Perkemi Bali Nyoman S. Astawa mengemukakan pihaknya menggelar kejurprov remaja, bertujuan memberikan wadah bagi kenshi remaja. Ia berharap perolehan medali kempo bertambah pada PON

XX/2020 di Papua, dari sebelumnya Bali meraup satu emas, satu perak, dan dua perunggu pada PON XIX/2016 di Jabar. ‘’Bagi kenshi Bali harus lebih sering diasah kemampuannya dengan terjun pada berbagai kejuaraan, dan kami akan menggelar kejuaraan antardojo se-Bali bagi pemula dan senior pada akhir November nanti,’’ jelas Nyoman Astawa. Sementara Ketua Harian Perkemi Bali Fredrik Billy menerangkan, kejuaraan prov remaja melibatkan 205 kenshi, memberikan ruang bagi mereka agar tetap eksis menggeluti cabor bela diri kempo, mengingat usia remaja (15-20 tahun) ini masih labil. Billy juga siap memenuhi targat dari Ketya Umum Perkemi Bali maupun Ketua Umum KONI Bali, supaya kempo bisa mewujudkan pundipundi medali pada PON di Bumi Cendrawasih. ‘’Kami memang mematok target dua emas pada PON mendatang,’’ ungkap Billy. (022)

99 Petarung Terjun di Kejurprov Tarung Derajat Mangupura (Bali Post)Tercatag 99 petarung dari seluruh Pengkab dan pengkot Kodrat se-Bali, ikut meramaikan Kejurprov Tarung Derajat Bali 2018, di GOR Mengwi, Badung, mulai Sabtu (20/10) kemarin, yang memasuki babak semifinal dan final. Sang Guru Muda Tarung Derajat Badai Mega Nagara menyatakan cabor tarung derajat pernah masuk ekshibisi pada SEA Games di Jakarta 2011. ‘’Semestinya pada hajatan multievent dua tahun antarnegara sekawasan Asia Tenggara berikutnya tarung derajat sudah resmi dipertandingkan,’’ tuturnya. Kenyataannya, kata dia sampai sekarang tarung derajat belum dipertandingkan secara resmi di SEA Games. ‘’Padahal Malaysia pernah

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

Klasemen MotoGP 2018

Dovi ”Pole”, Marquez Keenam Keberhasilan merebut pole position melanjutkan performa bagus di Sirkuit Motegi sepanjang akhir pekan ini. Meski tanpa ditemani Jorge Lorenzo yang masih cedera, Dovi tampil solid sejak latihan bebas pertama. Dia menjadi yang tercepat di free practice perdana dan ketiga, sementara pada free practice kedua tidak membuat catatan waktu. “Motor kami bekerja dengan sangat baik di lintasan ini. Ini trek yang bagus untuk gaya

balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

menggelar kejuaraan tarung derajat Asia Tenggara,’’ kata Badai Mega Nagara. Apalagi penyebaran bela diri tarung derajat sudah sampai ke Malaysia, Singapura, Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam, dan Filipina. Dia juga miminta kepada pelatih dan petarung agar senantiasa meningkatkan kualitas SDM. Caranya berlatih keras ilmu bela diri tarung derajat, bahkan jika perlu cepat menjadi petarung sejati. ‘’Kalau dulu petarung berguru tarung derajat selama dua tahun baru berani turun ke arena. Namun saya ingin dipangkas dan mendalami 1,5 tahun, petarung sudah mampu bertarung di medan laga,’’ ucapnya. Pada bagian lain, Sekum Pengprov Kodrat Bali AA Bagus Tri Candra Arka, mengemukakan, kejurprov

BPM/ist

KEJURPROV - Suasana Kejurprov Tarung Derajat Bali 2018, di GOR Mengwi, Badung, Sabtu (20/10) kemarin. Kejurprov akan berakhir, sampai dengan Minggu (21/10) ini. hingga Minggu (21/10) ini diikuti 66 petarung putra, plus 25 petarung putri, serta delapan atlet seni gerak

yang berasal dari empat Pengkab Kodrat, yakni Badung, Jembrana, Gianyar, dan Klungkung. (022)

Denpasar (Bali Post)Para taekwondoin dari Dojang Udayana Bali memimpin sementara perolehan medali sampai hari kedua pada Denpasar Open Taekwondo Championship 2018, di GOR Lila Bhuana, Sabtu (20/10) kemarin. Dojang Udaya meraup sembilan emas, tiga perak, dan tiga perunggu, disusul Dojang Waringin Bali yang merebut lima emas, dua perak, dan dua perunggu, serta Bulldog Buleleng yang mendulang lima emas, satu perak, dan tiga perunggu. Atlet peraih emas dari Dojang Udayana adalah Agus Tri Dharma Putra (kelas -58 kg senior) dan Ni Komang Sri Kristina Putri (kelas -68 kg junior). Taekwondoin penyumbang emas dari Dojang Waringin adalah Dwi Oka mahendra (kelas -74 kg senior) dan Chaerul adzan (kelas -68 kg senior). Sedangkan atlet Bulldog Buleleng yang mendulang emas adalah Aprilia Tri Buana (-44 kg junior) dan Made Tangkas. Kejuaraan Taekwondo Den-

BPM/wan

KENA KEPALA - Seorang taekwondoin melancarkn tendangan ke atas persis mengenai kepala lawannya, hingga mendapat poin tinggi pada hari kedua Denpasar Open Championship 2018 di GOR Lila Bhuana, Sabtu (20/10) kemarin. pasar Terbuka ini melibatkan 1.200 atlet yang mewakili 44 dojang, dan berasal dari Pengprov TI Kalsel, Kaltim, Jabar, NTB, dan Bali selaku tuan rumah. Event ini akan berakhir pada Minggu (21/10) ini. Ketua II PB TI Noor Fadjari menjelaskan, pihaknya bangga dihelatnya event ini, bahkan

taekwondoin berbagai provinsi menerjunkan atlet terbaiknya. ‘’Kami salut atas kinerja Pengkot TI Denpasar dan Pengprov TI Bali yang menyelenggarakan kejuaraan ini. Apalagi sampai mendatangkan atlet dari berbagai provinsi, saya kira tidak mudah,’’ tutur Noor Fadjari. (022)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 21 Oktober 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu