Skip to main content

Edisi Sabtu 21 September 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 36 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Bali agar Tiru Surabaya

Serahkan Buaya

Warga Protes Pembangunan Makam

Surabaya telah berhasil mengelola sampah. Mestinya ini menjadi inspirasi bagi Pemprov Bali. Bali sangat layak menjadikan Kota Surabaya sebagai tempat belajar penanganan sampah. Karena selama ini gagal dilakukan di Bali. Seperti apa penanganan sampah di Kota Surabaya?

BKSDA Bali menerima penyerahan seekor buaya dari Dewa Gede Perwira, Jumat (20/9) kemarin. Reptil dengan panjang 1,5 meter itu diserahkan oleh pria asal Lingkungan Sangging, Gianyar, lantaran terbentur undang-undang yang berlaku.

Bangunan di pinggir Bendungan Benel diprotes warga. Bangunan yang sudah dibangun sejak tahun lalu ini merupakan milik pribadi dari warga luar Jembrana. Warga menilai bangunan yang diketahui merupakan makam itu tidak sejalan dengan kearifan lokal masyarakat setempat.

GIANYAR | HAL. 9

DENPASAR | HAL. 2

JEMBRANA | HAL. 10

Gubernur Koster: Generasi Muda Hindu Bali Harus Bernapaskan Kearifan Lokal GUBERNUR Bali Wayan Koster didampingi Ny. Putri Suastini Koster membuka secara resmi penyelenggaraan World Hindu Wisdom Meets 2019 di Aula SMA Bali Mandara, Kubutambahan, Buleleng, Jumat (20/9) kemarin. Gubernur Koster menyampaikan bahwa masyarakat Bali yang mayoritas menganut agama Hindu memiliki keunikan tersendiri dibanding agama Hindu yang dianut HINDU - Gubernur Bali Wayan Koster, Ny. Putri Suastini Koster dan Mangku Pastika saat pembukaan penyelenggaraan World Hindu Wisdom Meets 2019 di Aula SMA Bali Mandara, Kubutambahan, Buleleng, Jumat (20/9) kemarin.

Lebih Manusiawi dari KUHP

Jakarta (Bali Post) – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mempertanyakan mengapa pasal penggelandangan di RKUHP baru diributkan sekarang. Padahal sejak dulu masyarakat tidak ribut soal pasal pidana terkait gelandangan dan sudah ada dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). ‘’Mengapa tidak ribut kita dulu dalam gelandangan dapat dipidana? Ada rupanya eksploitasi besar-besaran tentang penggelandangan sampai sekarang?’’ kata Yasonna. Yasonna menilai justru peraturan terkait gelandangan diperbaiki dalam Rancangan KUHP yang baru. ‘’Pasal dalam RKUHP itu mengatakan jika terjadi gelandangan dan pengemis, maka akan dikirim ke rumah panti, dididik menjadi orang bekerja,’’ ujarnya. Ia mengklaim bahwa RKUHP lebih manusiawi ketimbang KUHP yang lama. Hal. 15 Gelandangan

secara universal. Di mana pelaksanaan agama, adat istiadat dan budaya menyatu, dan satu sama lainnya saling menguatkan. Untuk itu eksistensi dan keberlangsungan agama Hindu ala Bali harus tetap dijaga. Terlebih dalam kaitan membangun karakter generasi muda, harus tetap bernapaskan kehinduan dan kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di Bali. Sehingga generasi muda Bali semakin berkarakter, dipandang, dihargai dan mendapat pengakuan orang luar. ‘’Kita harus bisa menempatkan agama Hindu sesuai porsinya. Kalau di Bali harus dilaksanakan sesuai tata cara yang berkembang di Bali, mengedepankan kearifan lokal. Kita harus memahami batasan-batasan, mana hal-hal yang benar-benar

fundamental dan prinsipil yang tidak boleh diubah harus kita jaga. Mana halhal yang bisa dikembangkan mengikuti perubaham zaman. Karena itulah keunikan agama Hindu kita di Bali yang harus dijaga eksistensinya. Para generasi muda harus kita arahkan berdasarkan ideologi lokal yang kita miliki agar semakin berkarakter,’’ ujar Gubernur Koster di hadapan para peserta dan anak didik SMAN-SMKN Bali Mandara. Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini menekankan, hendaknya masyarakat bukan berpatokan pada kesukuan, di mana masyarakat Bali sebagai penganut Hindu yang berada di wilayah Indonesia, harus tetap mengikuti dinamika nasional. Dalam berkewarganegaraan harus berpegang teguh pada ide-

ologi bangsa yakni Pancasila dan UUD 1945. ‘’Dengan menjadi penganut agama yang baik, itu akan menjadi fondasi yang kuat dalam membangun kebangsaan kita. Kita akan bisa melawan pertarungan ideologi yang mengikis rasa kebangsaan kita. Karena sejatinya pertarungan ideologi itulah tantangan terbesar kita saat ini. Kita harus bangun SDM kita. Walaupun minoritas, jika SDM kita bagus, berprestasi, kita akan bisa menguasai dunia. Kita harus bisa menjadi orang yang menentukan arus perubahan, bukan sekadar mengikuti arus,’’ ujarnya mengakhiri sambutan seraya mengajak para generasi muda agar jangan hanya bisa mengikuti arus perkembangan zaman. Hal. 15 Calon Pemimpin

Tunda, Pengesahan RKUHP

Jokowi Nilai Ada 14 Pasal ’’Bermasalah’’

Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo meminta DPR-RI menunda pengesahan Rancangan Undang-undang Perubahan atau Revisi UU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) pada periode keanggotaan DPR saat ini dan dibahas DPR periode berikutnya. ‘’Saya berharap DPR juga mempunyai sikap yang sama, sehingga pembahasan RUU KUHP bisa dilakukan oleh DPR-RI periode berikutnya,’’ ujarnya di Istana Bogor, Jumat (20/9) kemarin. Presiden menyatakan terus mengikuti perkembangan pembahasan RUU KUHP, termasuk mendengar masukan dari berbagai kalangan yang berkeberatan sejumlah substansi dalam RUU KUHP. ‘’Setelah mencermati masukan dari berbagai kalangan yang berkeberatan dengan sejumlah substansi RUU

KUHP, saya berkesimpulan masih ada beberapa materi yang membutuhkan pendalaman lebih lanjut,’’ ucap Jokowi. Jokowi menyatakan setidaknya terdapat 14 pasal di dalam RKUHP yang perlu dibahas lebih lanjut bersama DPR dan berbagai pihak di masyarakat. ‘’Tadi saya

melihat materi-materi yang ada, substansi-substansi yang ada, ada kurang lebih 14 pasal,’’ kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin. Namun, Presiden Jokowi tidak merinci 14 pasal yang perlu dibahas lebih lanjut tersebut. Ia hanya menyatakan pihaknya saat ini

fokus dalam pembahasan RKUHP. Setelah mendapat masukan dari berbagai kalangan, ia berkesimpulan perlu melakukan pembahasan mendalam terhadap pasal-pasal tersebut. Rencananya RKUHP akan disahkan pada Selasa, 24 September 2019, setelah pemerintah diwakili Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly bersama fraksi-fraksi di internal Komisi III DPR menyetujui seluruh materi pasal dalam RKUHP dan sepakat untuk disahkan di rapat paripurna DPR. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan pimpi-

nan DPR berencana menggelar rapat konsultasi pada Senin (23/9) untuk mencari titik temu. ‘’Mungkin keinginan Presiden belum mendapatkan penjelasan yang komplit, karena itu saya mengusulkan agar Presiden mengadakan rapat konsultasi dengan pimpinan DPR pada hari Senin sebelum hari Selasa disahkannya menjadi undang-undang,’’ ucap Fahri. Fahri mengatakan, sejauh ini pimpinan DPR menangkap keinginan Presiden dengan mendasarkan pada surat presiden (surpres) yang dikirim Jokowi sebelum RKUHP dibahas bersama DPR. (kmb4)

Pengunjuk Rasa di Depan KPK

Lempar Telur dan Bakar Ban

Jakarta (Bali Post) – Polisi memukul mundur pengunjuk rasa beratribut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (20/9) kemarin. Awalnya, satu water cannon dikerahkan untuk memadamkan ban yang sudah dibakar oleh pengunjuk rasa tersebut. Pengunjuk rasa kemudian meminta agar water cannon mundur. Kericuhan pun mulai terjadi antara pengunjuk rasa dengan polisi. ‘’Mundur,

mundur,’’ kata pengunjuk rasa meminta water cannon agar mundur. Polisi pun kemudian menghalau pengunjuk rasa ke jalan di depan gedung KPK. Pengunjuk rasa pun berhamburan baik ke jalan di sisi kiri maupun kanan gedung KPK. Sebelumnya, pengunjuk rasa melemparkan telur ke arah lobi Gedung KPK. Tampak telur-telur itu mengenai kaca-kaca di depan lobi gedung itu. Pecahan telur juga banyak yang berserakan di depan lobi gedung tersebut. Adapun pelemparan telur

Harian Bisnis Bali Diharapkan Satu Digit Banyak pemerhati berharap suku bunga perbankan bisa rendah bahkan menjadi satu digit pada tahun-tahun mendatang. Itu karena suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7 day repo rate turun dan laju inflasi terkendali. Bahkan dalam tahun ini saja, Bank Sentral telah menurunkan tiga kali suku bunga acuannya. Harapannya suku bunga kredit turun dan mendorong tumbuhnya pengusaha baru untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Mungkinkah suku bunga satu digit terwujud?

www.bisnisbali.com

tersebut, menurut pengunjuk rasa, sebagai simbol kebusukan yang ada di dalam KPK. Setelah peristiwa lempar telur itu, aparat kepolisian pun mulai melakukan barikade di depan lobi Gedung KPK lengkap dengan tameng dan baju antihuruhara. Dalam aspirasinya, PMII menyatakan tiga sikap, yakni meminta KPK untuk tidak menjadi alat politik, percepat pelantikan pimpinan KPK terpilih, dan mendukung pengesahan UU KPK oleh DPR-RI. (ant)

UNJUK RASA - Polisi dan mahasiswa saat unjuk rasa di depan gedung KPK, Jumat (20/9) kemarin.

Bali Post/ant

Perekrutan Tim Ahli agar Lebih Bijak Keberadaan tim ahli di DPRD Bali kini jadi sorotan karena dinilai belum efektif. Sorotan datang dari IGA Diah Werdhi Srikandi, Nyoman Adnyana dan Made Supartha. Ketiganya adalah kader PDI Perjuangan. Mereka pun meminta tim ahli dievaluasi. Selain kompetensinya, penunjukannya mesti melalui fit and proper test, bukan ditunjuk langsung. Lalu apa tanggapan anggota dewan lainnya terkait usulan tersebut?

Ketua Sementara DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama tegas menyatakan pemilihan tim ahli tidak perlu fit and proper test. Meskipun pada periode sebelumnya, mantan Bupati Tabanan ini sebetulnya merasa kurang pas dengan sistem perekrutan tim ahli. Ada tim ahli yang dipilih sendiri oleh masing-masing alat kelengkapan dewan, dan ada pula yang dibawa oleh fraksi. ‘’Ke depan kita juga akan mufakat di sini agar sesuai dengan kebutuhan,’’ imbuhnya. Anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali I Gede Kusuma Putra menambahkan, tim ahli pada periode dewan sebelumnya dipilih berdasarkan kesepakatan rapat pimpinan yang diperluas meli-

batkan ketua komisi dan ketua fraksi. Sesuai informasi, masa kerjanya akan berakhir Desember mendatang. Kalau sampai terus berlanjut untuk periode sekarang, maka sama saja dengan tidak ada perbaikan. Anggota dewan incumbent ini pun mengusulkan agar tim ahli memakai sistem kontrak per tahun. ‘’Tapi sejak awal saya bilang, dari segi perekrutan kita harus lebih bijaklah. Apalagi kita rata-rata sudah S-2 di sini, bahkan ada yang doktor. Masak kelompok pakar S-1 kan kurang elok,’’ imbuhnya. Sebelumnya, kalangan anggota DPRD Bali melontarkan kritik keras terhadap kinerja tim ahli selama ini. Puncaknya saat pembahasan kode etik dan

tata beracara Badan Kehormatan. Sorotan ini dikarenakan draf yang disodorkan tim ahli dinilai masih belum siap. Bukannya memakai kode etik tahun 2010 dan 2014 sebagai referensi, tim ahli justru mengadopsi kode etik dari hasil kunjungan kerja ke Jawa Barat. Kekesalan anggota dewan semakin memuncak saat tim ahli menyatakan tidak tahu terkait apa yang menjadi tugasnya. ‘’Memang dari beberapa pasal itu simpel yang dibuat tapi tidak lengkap. Kemudian ada aturan yang tidak update, referensinya juga melihat dari daerah lain. Padahal, kita punya kode etik 2010 dan 2014,’’ ujar Pimpinan Rapat Pembahasan Kode Etik dan Tata

Beracara Badan Kehormatan DPRD Bali IGA Diah Werdhi Srikandi saat dikonfirmasi usai rapat, Rabu (11/9) lalu. Diah Werdhi mengakui lembaga DPRD Bali membutuhkan tim ahli. ‘’Jujur, kita memang sangat membutuhkan tim ahli dalam penyelesaian perda. Tapi perlu orang-orang yang berkualitas. Ada teman yang menyarankan minimal S-2, karena tim ahli memang harus lebih ahli dari anggota dewan. Apalagi anggota dewan juga banyak yang sudah S-2 bahkan S-3. Jadi, jangan sampai tim ahli ada di bawah kita,’’ papar politisi PDI-P asal Jembrana ini. Hal. 15 Sangat Dangkal


Sabtu Wage, 21 September 2019

Rancang Penanganan Sampah di Bali Seperti Kota Surabaya

FIGUR Bekerja ”Part Time’’ DI Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikenal istilah ilmu tanpa praktik ibarat tubuh tanpa jiwa. Jiwa SMK adalah kompetensi (life skill) sesuai fokus pendidikan vokasional. Untuk itu, Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. secara berkelanjutan memberi pengalaman kerja dan praktik kerja di dunia industri. Bahkan program study tour yang terkesan jalan-jalan kini diubah fungsinya menjadi visit industry. Caranya dengan mengajak siswa mengunjungi sejumlah dunia usaha sesuai dengan kompetensi keahlian tiap pogram studi. Dari program ini dia ingin memberi wawasan dan pengalaman dan mendapat inspirasi bisnis pada dunia usaha yang mengalami kemajuan di Bali dan luar Bali. Sekalipun program ini telah disetujui rapat orangtua siswa, namun dia tetap memberi solusi bagi siswa yang tak berminat untuk melakukan visit industry sesuai pilihannya. Termasuk dalam menentukan lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL). ‘’Kami ingin anak SMK tak seperti katak dalam tempurung,’’ tegas kepala sekolah yang juga Bendahara PGRI Kota Denpasar ini Jumat (20/9) kemarin. Hasil dari visit industry dan PKL ini dibuktikan banyak siswanya yang diterima bekerja part time di pariwisata hingga bisa menanggung sendiri biaya sekolahnya. Selain itu, bekerja dengan bisnis online. Ada yang bergerak di kosmetik, tas, aksesoris dan cattering. Inilah yang dia harapkan dilakoni lulusannya karena SMK identik dengan bekerja. Sekalipun pekerjaan yang diambil tak linier dengan program keahliannya, yang penting menghasilkan duit. (sue)

Target Rp 500 Juta

PLN UPT Bali Sudah Serahkan CSR Rp 135 Juta

Denpasar (Bali Post) Untuk tahun anggaran 2019, PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bali sudah menyerahkan program bantuan CSR PT PLN (Persero) sebesar Rp 135 juta. Tahun ini PLN menganggarkan Rp 500 juta untuk bantuan CSR. Penyerahan bantuan CSR PLN Peduli tersebut di antaranya pembangunan Balai Banjar Abiantimbul, Desa Pemecutan Kelod, Desa Pakraman Denpasar, Kecamatan Denpasar Barat di daerah Pemecutan Kelod, CSR untuk renovasi jalan usaha tani Kelompok Ternak “Sumber Nadi” Banjar Tiyinggading, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan dan pembangunan prasarana Pura Kahyangan Beji Banjar Dauh Rurung, Desa Belalang, Kediri, Tabanan. Penyerahan CSR secara simbolis dilakukan di Balai Banjar Abiantimbul, Denpasar, Jumat (20/9) kemarin. Pada hari itu juga dilakukan sosialisasi manfaat dan bahaya listrik serta bahaya bermain layang-layang di sekitar transmisi listrik tegangan 150.000 volt. Pada kesempatan itu juga hadir Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Made Arya. Manager PLN UPT Bali Suparman mengatakan, PLN menyisihkan anggaran untuk membantu masyarakat dalam bentuk CSR, karena PLN tidak bisa berdiri sendiri tanpa ada dukungan dari masyarat. Untuk itu, PLN juga berharap agar masyarakat dapat turut mendukung dan membantu tugas-tugas PLN dalam menjaga jaringan listrik. “Kami juga membutuhkan partisipasi dari masyarakat, kami juga harus peduli dengan masyarakat karena SUTT 150.000 volt ini membentang dari Gilimanuk sampai ke bandara, Nusa Dua dan Pesanggaran. Jadi, kalau tidak ada kepedulian dari masyarakat, keandalan sistem kita tidak terjaga. Jadi, minimal kalau masyarakat ke kita ada gangguan sedikit pun menginformasikan ke kami untuk ditindaklanjuti,” bebernya. Selama ini yang terjadi, kata Suparman adalah petugas PLN yang rutin melakukan pengecekan. Ia berharap ada informasi yang lebih dini dari masyarakat agar secepatnya bisa ditindaklanjuti. Menurut Suparman, total CSR yang disalurkan PLN adalah Rp 135 juta. Sampai saat ini pihaknya telah melakukan sembilan kali CSR tahun 2019. Namun tahun ini total CSR yang disalurkan sebesar Rp 500 juta. Ia berharap tahun 2020 anggaran CSR meningkat supaya lebih banyak lagi masyarakat yang mendapatkan CSR dari PLN. Klian adat Banjar Abiantimbul I Gusti Putu Sukardi mewakili Kepala Desa Pemecutan Kelod berterima kasih pada PLN atas CSR tersebut, karena sangat membantu dalam pembangunan di wilayahnya. Terutama pembangunan balai banjar untuk kepentingan sosial dan adat. “Dengan bantuan ini sehingga meringankan beban dari Banjar Abiantimbul untuk pembangunan banjar ini, karena pendanaan dari membangun banjar ini cukup besar hampir Rp 3,5 miliar. Walaupun demikian, kami sangat menghargai bantun ini karena sangat besar manfaatnya untuk menutupi kekurangan-kekurangan kami,” bebernya. Sukardi berharap ke depan PLN dapat membantu dalam pembangunan yang lain, seperti di bidang budaya. Selain menerima bantuan, pihaknya juga berkomitmen menjaga sistem kelistrikan PLN. Sejak adanya sistem yang dibangun di wilayahnya, ia dan warga sudah diminta oleh PLN untuk turut menjaga aset negara itu. Dalam rapat besar warga ia telah berulang kali menyampaikan untuk turut menjaga sistem jaringan listrik PLN. (kmb42)

Bali Post/kmb42

CSR - Manager PLN UPT Bali Suparman menyerahkan CSR kepada Klian Adat Banjar Abiantimbul, Denpasar, Jumat (20/9) kemarin.

Topik : PERLUKAH TIM AHLI DI DPRD?

KEBERHASILAN Kota Surabaya mengelola sampah dengan baik melalui program 3R yaitu reduce (pengurangan), reuse (penggunaan kembali) dan recycle (daur ulang) sampah menjadi inspirasi bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sebagai tempat belajar penanganan sampah yang selama ini gagal dilakukan di Bali. Seperti apa penanganan sampah di Kota Surabaya? Pemkot Surabaya dalam menangani masalah sampah tidak ada menerapkan aturan pelarangan penggunaan kantong plastik. Pemkot Surabaya justru membeli sampah plastik yang sudah dipilah di rumah tangga. Selain itu, program penanganan sampah di Kota Surabaya dilakukan dari hulu hingga hilir, dari tingkat rumah tangga, kelurahan, TPS hingga TPA sebagai muara akhir sampah-sampah di kota Surabaya. Inovasi pengelolaan sampah dilakukan dari dibentuknya bank sampah di perkampungan yang kini jumlahnya melebihi 350 bank sampah, 28 rumah kompos, tiga Pusat Daur Ulang (PDU), dan satu TPA Benowo yang mengolah sampah menjadi energi listrik. Pemkot Surabaya membangun tiga Pusat Daur Ulang (PDU), di antaranya PDU Jambangan, PDU Sutorejo dan PDU Tambak Oso Wilangun. Menurut Pengawas PDU Jambangan, Hadi Waskita, sampah yang dikelola di PDU mencapai 20 ton per hari. Sampah tersebut dipilah di areal seluas 20 are untuk menjadi kompos, pakan ternak, kemudian sisanya baru di bawa ke TPA Benowo, Surabaya. Sementara di TPA Benowo, sampah dengan volume 1.700 ton sampah per hari yang masuk diolah menjadi energi listrik. Setiap 10 ton sampah diolah menjadi energi listrik hingga hasilkan daya 1,5 megawatt (MW) yang dijual ke Perusahaan Listrik Negara (PLN). Selain itu, sampah di TPA Benowo juga diolah menjadi pupuk dan gas. Bahkan PT Sumber Organik (SO) sebagai investor yang bekerja sama dengan Pemkot Surabaya menangani sampah di TPA Benowo, juga akan mengolah sampah menjadi batako dan batu bata. Penanggung Jawab Operasional PT Sumber Organik (SO) Muhamad Ali Azhar saat menerima kunjungan rombongan Humas Pemprov Bali di TPA Benowo Surabaya mengatakan, dalam pengelolaan sampah diperlukan komitmen kepala daerah, DPRD dan juga masyarakatnya. PT Sumber Organik mengelola TPA Benowo, Okto-

Bali Post/dar

INOVASI - Sampah di Surabaya yang masuk TPA Benowo diolah dengan inovasi menjadi energi listrik yang dijual ke PLN. ber 2012. Awalnya masuk ke TPA penuh sampah, bau, lalat beterbangan dimana-mana. Saat ini di area depan TPA Benowo nggak tercium bau sampah, apalagi sampah tercecer. Ini membuktikan jika pengelolaan sampah di TPA Benowo sudah menerapkan teknologi tepat guna sehingga membuat TPA menjadi tempat yang layak dan nyaman dari segala aspek. “Sampah yang datang dari seluruh penjuru kota ditata dengan baik dan ditutupi agar tidak mengganggu masyarakat. Masalah TPA ini mampu menghasilkan energi, itu hanya bonus,” ujarnya. Inovasi yang dilakukan di TPA Benowo menjadikannya sebagai TPA terbaik se-Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sekaligus mengantarkan Surabaya meraih Adipura Paripurna 2016 dengan kategori Kota Metropolitan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Sementara itu, Asisten III Bidang Adminis-

trasi Pemerintahan Setda Provinsi Bali I Wayan Suarjaya didampingi Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Anak Agung Sutha Diana mengatakan, masalah sampah di Bali saat ini menjadi perhatian serius dari Pemprov Bali. Hal ini dimulai dengan terbitnya Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Melalui Pergub ini, masyarakat Bali harus melakukan perubahan terhadap pola pikir sehingga dapat mengurangi sampah plastik. Memperbaiki lingkungan dan menjaga alam Bali tetap bersih dan lestari, keberhasilan di Surabaya bisa mengolah sampah menjadi energi listrik adalah pengetahuan yang harus dipresentasikan di Bali sesuai dengan visi misi Gubernur Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dengan menjaga keseimbangan alam Bali tetap ajeg, menjadikan Bali bersih bebas dari sampah. (dar)

Realisasi Keuangan dan Fisik Belum Capai Target Pemprov Percepat Eksekusi Program

Denpasar (Bali Post) Realisasi fisik dan keuangan APBD Provinsi Bali 2019 sampai dengan Agustus masih belum mencapai target. Target fisik yang semestinya 68,22 persen baru tercapai 48,60 persen dengan deviasi 19,62 persen. Sedangkan realisasi keuangan baru mencapai 34,85 persen dari target 68,06 persen dengan deviasi 33,21 persen. Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja Evaluasi Program Pembangunan Semester I di Kantor Bappeda Litbang Provinsi Bali, Jumat (20/9) kemarin. “Secara keseluruhan, kinerja seluruh perangkat daerah Provinsi Bali di dalam mengeksekusi program pembangunan di APBD 2019 masih di bawah target yang ditentukan. Tetapi kita masih punya sisa waktu tiga bulan ke depan,” ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, usai memimpin rapat evaluasi kemarin. Dewa Indra meminta semua pimpinan perangkat daerah agar bergerak lebih cepat supaya kinerja Pemprov Bali bisa mendekati rencana di dalam APBD. Ada beberapa faktor yang menyebabkan target tidak tercapai. Mulai dari tahap persiapan yang kurang, seperti administrasi pendukung belum disiapkan dengan baik sehingga kegiatan belum dilaksanakan pada waktunya. Kemudian beberapa perangkat daerah masih kekurangan SDM untuk mengeksekusi program kegiatan yang sudah dianggarkan. “Yang ketiga adalah masih memerlukan percepatan-percepatan dengan pihak ketiga karena

tidak semua pekerjaan dikerjakan langsung oleh OPD. Di lapangan ada kendala-kendala dan sudah dilaporkan tadi,” imbuh mantan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali ini. Dewa Indra tak menampik realisasi yang baru digenjot pada saat memasuki akhir tahun telah menjadi semacam “kebiasaan” setiap tahunnya. Oleh karena itu, pihaknya sudah mewanti-wanti agar perangkat daerah tidak mengulangi lagi. Sebab akan sangat berat dari sisi beban keuangan dan beban pertanggungjawaban bila semua pekerjaan baru diselesaikan di akhir tahun. “Kebiasaan yang seperti ini yang ingin kita ubah,” jelasnya. Menurut Dewa Indra, perencanaan program harus berdasarkan visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dan disesuaikan dengan kapasitas. Baik kapasitas SDM, teknologi, maupun peralatannya. Perangkat daerah jangan hanya sekadar mengikuti program sebelumnya begitu

saja, supaya tidak ada lagi deviasi. “Kalau kapasitasnya kecil, jangan minta anggaran yang besar. Kalau oleh visi misi diberikan prioritas yang banyak, maka naikkan kapasitasnya sehingga dengan demikian program semuanya bisa dieksekusi dengan baik,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan, evaluasi semester I akan dijadikan dasar penyusunan KUA-PPAS 2020. Terutama dalam penentuan pagu anggaran perangkat daerah. Begitu juga mengakomodasi kebijakan perampingan OPD dengan ditetapkannya Perda Perubahan atas Perda Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. “Kan ada organisasi yang digabung, harus kita siapkan anggarannya sekarang karena begitu tahun 2020 dia harus sudah jalan. Jadi, BKD menyiapkan personelnya, anggaran dengan BPKAD, Biro Organisasi menyiapkan tata kelola, SOP, dan sebagainya,” ujarnya. Terkait besaran anggaran dalam APBD 2020, lanjut Ika Putra, masih dikaji lewat berbagai proses di tim anggaran sebelum dilaporkan kepada Gubernur Bali. Rancangan APBD 2020 ditarget sudah masuk ke DPRD Bali awal Oktober mendatang. Sembari menunggu alat kelengkapan

dewan terbentuk, pihaknya fokus untuk menyusun anggaran seefektif mungkin. Tentu dengan memprioritaskan program-program sesuai visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. “Program yang tidak fokus, tidak langsung menukik ke visi daerah, kita nomorduakan dulu karena anggaran terbatas. Target PAD kita hanya Rp 3,6 triliun, sementara dari Forum Pendapatan disesuaikan dengan realisasi 2019. Jadi kecil sekali,” imbuhnya. Ika Putra berharap hasil evaluasi ini bisa membuat perencanaan ke depan menjadi lebih akurat. Walaupun saat ini realisasi keuangan dan fisik masih belum mencapai target, tapi rupanya tidak sampai mengganggu kinerja yang lebih besar. Terbukti dari laporan BPS Bali, angka kemiskinan pada bulan Maret 2019 adalah 3,79 persen atau turun bila dibandingkan September 2018 sebesar 3,91 persen. Kemudian PDRB Bali juga terus meningkat. “Kita optimis APBD bisa diakselerasi,” tegasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

Dubes Selandia Baru untuk Indonesia Bertemu Wali Kota Rai Mantra

Kagumi Pembangunan Berbasis Budaya di Kota Denpasar

DUTA Besar Selandia Baru untuk Republik Indonesia Dr. Jonathan Austin berkesempatan mengunjungi Kota Denpasar, Jumat (20/9) kemarin. Dalam lawatannya, Dr. Jonathan Austin diterima langsung oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar I Made Toya dan sejumlah perwakilan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar di Graha Sewaka Dharma, Denpasar. Berbagai isu dibahas oleh Dr. Jonathan Austin bersama Wali Kota Rai Mantra dalam pertemuan yang dibalut suasana hangat itu. Di antaranya mengenai pembangunan berkelanjutan di Kota Denpasar, mulai tentang penataan kota, kependudukan dan pembangunan infrastruktur, serta pengelolaan lingkungan. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyambut baik kedatangan Duta Besar Selandia Baru untuk Republik Indonesia Dr. Jonathan Austin ke Kota Denpasar. “Kunjungan ini menjadi momen penting bagi Pemkot Depasar dalam membangun jaringan kerja sama dengan berbagai pihak di lingkup internasional. Tentunya ini dapat disikapi ke depannya melalui kerja sama lebih lanjut di berbagai bidang antara kedua belah pihak demi kemajuan kesejahteraan bersama,” ujarnya. Sementara itu, Duta Besar Selandia Baru untuk Republik Indonesia Dr. Jonathan Austin mengaku sangat kagum dengan visi kreatif berbudaya yang diterapkan di setiap derap pembangunan di Kota Denpasar. “Tentu hal ini menjadi langkah yang tepat diambil Pemkot Denpasar dalam menjaga tradisi dan warisan budaya serta juga melakukan pendekatan budaya dalam sistem birokrasi pemerintah kota,” katanya. Menyimak penjelasan dari Wali Kota Rai

BERBINCANG - Duta Besar Selandia Baru untuk Republik Indonesia Dr. Jonathan Austin saat berbincang dengan Wali kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam lawatannya di Graha Sewaka Dharma Denpasar, Jumat (20/9) kemarin. Mantra, pihaknya mengagumi berbagai terobosan program yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar yang mempertahankan kearifan lokal serta mengajak partisipasi luas masyarakat, seperti revitalisasi pasar tradisional, revitalisasi sungai, program penguatan seni budaya, serta penerapan Peraturan Wali Kota Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik yang telah berjalan secara berkesinambungan dan telah diapresiasi oleh

sejumlah kalangan baik di tingkat nasional maupun internasional. “Ada satu hal yang saya kagumi dan tertarik dengan program pembangunan di Kota Denpasar, yakni mengolaborasikan antara kemajuan teknologi dengan budaya tradisional. Kami siap membantu dan bekerja sama dengan Pemkot Denpasar dalam membangun jejaring serta meningkatkan strategi pembangunan di berbagai bidang,” ujar Dr. Jonathan Austin. (ad693)


Sabtu Wage, 21 September 2019

Wabup Suiasa Pimpin Upacara Peringatan 113 Tahun Puputan Badung

PUPUTAN BADUNG - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Puputan Badung ke-113 di Kabupaten Badung di Lapangan Puspem Badung, Jumat (20/9) kemarin.

UPACARA peringatan Hari Puputan Badung ke-113 tahun 2019 di Kabupaten Badung dilaksanakan di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung Mangupraja Mandala, Jumat (20/9) kemarin. Peringatan tahun ini mengambil tema “Melalui Peringatan Puputan Badung Ke-113 Tahun 2019, Kita Tingkatkan SDM Unggul Menuju Badung yang Shanti dan Jagadhita’’. Selaku inspektur upacara yakni Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Upacara dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Badung, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, tokoh dan panglingsir puri se-Kabupaten Badung, Legiun Veteran Republik Indonesia Kabupaten Badung, Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Asisten, Staf Ahli dan Inspektur Kabupaten Badung, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta,

beserta organisasi wanita Kabupaten Badung, pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Badung, ASN serta anggota TNI dan Polri. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya yang dibacakan Wabup Suiasa mengatakan, upacara peringatan ini tidak hanya mencerminkan rasa bakti kepada para pendahulu, tetapi sekaligus tanggung jawab sebagai generasi penerus untuk melanjutkan pembangunan bangsa yang diwarisinya. ‘’Peristiwa Puputan Badung yang terjadi 113 tahun yang lalu, rekaman dan kisah perjuangannya tetap akan melekat di hati masyarakat Badung khususnya dan masyarakat Bali pada umumnya dalam konteks kekinian. Nilainilai patriotik tersebut harus selalu mendasari perjuangan kita menghadapi penjajahan zaman sekarang, yaitu berbagai masalah sosial serta

Menurutnya, pihaknya tidak dapat melakukan pengadaan alat penguat sinyal sebelum adanya permohonan dari instansi terkait yang membutuhkan. ‘’Kami harus melakukan pengadaan barang dulu, tentunya berdasarkan usulan karena kami sama-sama berkepentingan. Supaya tidak dikira karena saya,’’ tegasnya. Seperti diketahui, pemasangan internet gratis menyasar semua banjar, desa, sekolah SD maupun SMP negeri, Puskesmas Pembantu dan Puskesmas, Kantor Camat, bahkan 33 objek wisata yang sudah ditetapkan Pemkab Badung. Pemkab juga telah membentuk koordinator per kecamatan untuk memantau semua akses internet. Program gratis ini juga tidak menggunakan password, melainkan warga tinggal langsung menyambungkan perangkat macam telepon pintar maupun laptopnya. (kmb27)

LESEHAN - Siswa harus lesehan di depan kelas maupun depan ruang guru agar dapat mengakses internet gratis untuk menginstal aplikasi perpustakaan digital atau i-Badung.

tantangan globalisasi yang semakin kompleks,’’ ungkapnya. Lebih lanjut dikatakannya, tema tahun ini sangat relevan dalam upaya kita memantapkan arah pembangunan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tangguh dan andal, namun juga harus memiliki karakter kepribadian yang luhur berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan kepribadian bangsa dengan semangat dan tekad untuk maju melalui kerja keras, kerja cerdas, ikhlas dan tuntas diharapkan apa yang menjadi tujuan pembangunan akan dapat tercapai. ‘’Makna filosofis semangat puputan harus diimplementasikan di berbagai sektor dalam kehidupan keseharian melalui semangat hidup manyama braya, sebagai karakter khas masyarakat Badung, membangun persatuan di tengah keberagaman,’’ ujar Wabup Suiasa.

Dalam momentum peringatan Hari Puputan ini, Pemkab Badung memberikan apresiasi kepada kontingen Badung yang telah mempertahankan predikat juara umum pada Porprov Bali XIV 2019. ‘’Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada kontingen Badung, official, pelatih dan atlet atas dedikasi dan perjuangannya dengan semangat dan jiwa puputan yang diwujudnyatakan dan digerakkan oleh adik-adik para atlet akhirnya jiwa puputan itulah yang mengantarkan Badung meraih juara umum untuk ke-8 kalinya,” ucap Wabup Suiasa. Di akhir acara, Wabup Suiasa mengucapkan selamat Hari Puputan Badung ke-113. ‘’Semoga masyarakat Kabupaten Badung bisa menjadi masyarakat yang maju, damai, sejahtera dan mampu berdaya saing dalam kehidupan saat ini dan di masa depan,’’ ujarnya. (ad686)

Internet Gratis Tak Bisa Diakses di Kelas

Mangupura (Bali Post) –

Pemerintah Kabupaten Badung telah menuntaskan pemasangan internet gratis tahun 2018. Sedikitnya ada 1.074 akses poin dan 988 titik internet yang tersebar di Badung. Sayangnya fasilitas tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Badung. Dalam mendukung program perpustakaan digital misalnya, siswa harus lesehan di depan kelas maupun depan ruang guru agar dapat mengakses internet gratis. Kendala akses internet dalam program i-Badung sempat disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung, Ni Wayan Kristiani. Jaringan internet hanya dapat diakses di ruang guru, sedangkan penanaman aplikasi dilakukan di kelas dan perpustakaan. ‘’Kalau dipakai barengan semua anak buka laptop tidak kuat internetnya. Mungkin harus diberikan alat untuk menguatkan sinyal sehingga seluruh kelas terhubung wifi,’’ keluhnya. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Badung I Wayan Weda Dharmaja saat dikonfirmasi Jumat

(20/9) kemarin tak menampik perihal tersebut. Birokrat asal Sembung, Mengwi ini mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan guna mengatasi masalah tersebut. ‘’Saya sempat bicara dengan Ibu Kadis Kearsipan dan Perpustakaan, memang benar akses internet tak sampai ke kelas karena wifi dipasang di ruang guru,’’ ujarnya. Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Badung ini mengakui dengan pemasangan satu akses poin tidak akan mampu meng-cover seluruh ruang kelas sehingga diperlukan penambahan alat penguat sinyal. ‘’Kami baru pasang satu akses poin,

mungkin tidak sampai ruang perpustakaan. Apalagi ruang perpustakaan jauh dari ruang guru, karena radius wifi hanya 50 meter,’’ jelasnya. Guna mengatasi terbatasnya jaringan internet di sekolah-sekolah, Weda Dharmaja telah berkoordinasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga terkait penambahan akses poin. ‘’Saya sudah bicara dengan Ibu Kadis mohon penambahan untuk memperkuat akses internet tersebut. Nanti dari Dinas Perpustakaan bersurat ke Kominfo ditembuskan ke Dinas Pendidikan, baru nanti kita bahas sama-sama,’’ terangnya.

KUNJUNGAN - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa berfoto bersama Bupati Indramayu H. Supendi dan rombongan, Jumat (20/9) kemarin. Kunjungan Bupati Indramayu ke Puspem Badung dalam rangka menimba ilmu terkait pelayanan publik.

Wakil Bupati Badung Terima Kunjungan Bupati Indramayu

WAKIL Bupati Badung Ketut Suiasa menerima kunjungan Bupati Indramayu H. Supendi, Jumat (20/9) kemarin. Bupati Indramayu beserta rombongan diterima di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Badung. Bupati Indramayu H. Supendi menyampaikan terima kasih atas penyambutan yang diberikan Kabupaten Badung, khususnya Wakil Bupati Ketut Suiasa. Dia menyatakan kunjungan tersebut dalam rangka

menimba ilmu terkait program dan terobosan yang telah berhasil dilaksanakan di Kabupaten Badung. ‘’Khususnya dalam hal pelayanan publik yang simpel, cepat dan satu pintu,’’ ungkapnya. Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan Bupati Indramayu beserta rombongan. Suiasa menyampaikan, dalam bidang reformasi birokrasi salah

satu program yang gencar dilaksanakan Pemkab Badung adalah pembenahan pelayanan publik. Diharapkan pembenahan tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan ke masyarakat. ‘’Di dalam sistem reformasi birokrasi salah satunya adalah kami melakukan pelayanan publik kepada masyarakat yang cepat, akurat, murah dan tidak dikenakan biaya apapun dalam kepentingan masyarakat,’’ ucap Suiasa. (ad697)

Mangupura (Bali Post) Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) pada Agustus 2019 khususnya dari Tiongkok mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Dengan kondisi ini, wisatawan Australia menduduki peringkat pertama dengan jumlah kunjungan sebanyak 116.262 wisatawan. Australia kembali mengungguli jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok yang menduduki posisi kedua dengan jumlah 111.165 orang. Sementara urutan ketiga diduduki wisatawan Prancis dengan jumlah 34.330 wisatawan. Menurut General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado,

dalam daftar 10 besar negara penyumbang wisatawan mancanegara hanya Tiongkok yang mengalami penurunan jumlah kunjungan pada Agustus tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. ‘’Dengan jumlah kunjungan pada Agustus 2019 yang mencapai 111.165 jiwa, tercatat terdapat penurunan sebesar 20 persen dibanding dengan catatan di bulan yang sama di tahun 2018,’’ katanya. Sementara selama tahun 2019 dari Januari hingga Agustus tingkat kunjungan wisman ke Bali mengalami kenaikan. Jumlah kunjungan mencapai 4.146.589 wisatawan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 35.898 wisatawan atau naik satu persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah

4.110.691 wisatawan. Rincian jumlah kunjungan yakni Tiongkok di urutan pertama dengan 853.330 wisatawan. Disusul Australia dan India masing-masing sebanyak 795.046 wisatawan dan 247.027 wisatawan. ‘’Tiga negara, yaitu Tiongkok, Australia, dan India masih menjadi backbone dengan jumlah kumulatif wisatawan dari Januari hingga Agustus mencapai 1.895.403 wisatawan mancanegara. Jumlah sebanyak ini mengisi hampir dua per tiga dari total kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Bali selama delapan bulan berjalan di tahun ini. Tiga negara tersebut menyumbang 64 persen dari total kedatangan wisatawan di sepanjang tahun berjalan ini,’’ jelasnya. (kmb23)

Agustus, Kunjungan Wisatawan Tiongkok Turun

Bali Post/par


Sabtu Wage, 21 September 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Peringati HUT Ke-61 FIB dan BK Ke-38

Digelar Jalan Santai hingga Luncurkan Puluhan Buku FAKULTAS Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) menggelar berbagai kegiatan pada Jumat (20/9) kemarin, diawali jalan santai dengan start di lobi kampus di Jalan Nias No. 13, Sanglah, Denpasar. Dilaksanakannya kegiatan tersebut dalam rangka memperingati HUT ke-61 FIB dan Badan Kekeluargaan (BK) FIB yang ke-38. Ratusan peserta dari civitas akademika dan karyawan FIB sangat antusias mengikuti jalan santai yang dilepas Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. Dekan FIB Unud Prof. Sutjiati Beratha menyampaikan kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT ke-61 Fakultas Ilmu Budaya Unud dan ke-38 BK. ‘’Sebenarnya kegiatan sudah dimulai sejak kemarin (Kamis - red), dimulai meluncurkan 22 buku karya tulis dari guru besar, khususnya dosen yang ada di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Unud dari semua prodi,’’ ujarnya. Prof. Sutjiati Beratha berharap ke depan buku-buku tersebut dapat dipakai sebagai pustaka acuan oleh mahasiswa sehingga disertasinya semakin meningkat. Apalagi Menristekdikti mengharapkan disertasi masing-masing perguruan tinggi harus meningkat karya-karya tulis dari para dosen. ‘’Kalau hari ini (kemarin - red) kegiatannya cukup padat. Ada jalan santai, pentas budaya, pameran merupakan ikon mutlak harus ada setiap perayaan HUT FIB Unud dan juga BK-nya. Ada juga donor darah dan seminar tentang kanker serviks. Walaupun kami Fakultas Ilmu Budaya, tapi sadar akan kesehatan,’’ kata Sutjiati Beratha. Pihaknya juga melakukan zi-

JALAN SANTAI - Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha melepas peserta jalan santai dalam rangka memperingati HUT ke-61 FIB dan BK ke-38. arah ke makam pendiri FIB Dr. R. Goris di Mumbul, Kuta Selatan. Sedangkan pameran memang rutin dilaksanakan tiap tahun tentang kemaritiman karena 90 persen negara kita terdiri atas negara maritim. Dilanjutkan dengan lomba-lomba untuk mahasiswa baru FIB. Mahasiswa baru FIB angkatan tahun akademik 2019/2020 jumlahnya 567 orang. ‘’Ini jumlah luar biasa. Saya sebagai dekan sudah berupaya semaksimal mungkin membuat lembaga ini semakin baik,’’ ungkapnya. Di samping kegiatan akademik, juga ada seminar-seminar terkait HUT dan Dies Natalis Unud yang ke-58. Puncaknya Senin (23/9) lalu, diisi perayaan upacara bendera dan potong tumpeng. ‘’Kami melakukan orasi ilmiah, salah satu dosen tamat dokter sebagai orator. Jadinya perayaan tahun ini diisi kegiatan akademik dan nonakademik oleh civitas akademika FIB Unud dan

karyawan,’’ ungkapnya. Ke depan, Sutjiati Beratha berharap lulusan FIB terserap di masyarakat. Pasalnya, pihaknya sudah mempersiapkannya dengan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sehingga sudah jelas sekali capaian pembelajarannya. ‘’Misalnya Prodi Inggris, jadi apa saja mereka bisa. Bisa jadi dosen, peneliti, penerjemah, MC, sesuai dengan kompetensinya. Itu pun sudah dikemas dalam kurikulum berbasis KKNI yang menjadi panduan kami. Misalnya Bali payungnya adalah pariwisata. Yang menjadi ikon Bali adalah pariwisata budaya. Sehingga ada mata kuliah (FIB) misalnya Jepang dalam pariwisata. Visi Unud, unggul mandiri dan berbudya, karena kami Fakultas Ilmu Budaya makanya ada pentas budaya, pameran budaya, artinya hal-hal yang berkaitan dengan kompetensi kami,’’ tutupnya. (ad544)

Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi

Wakili Denpasar, SMA Dharma Praja Dinilai SETELAH berhasil memperoleh nilai tertinggi di Denpasar, SMA Dharma Praja ditunjuk untuk bersaing dengan sekolah lainnya di kabupaten se-Bali dalam meraih juara dalam Lomba Sekolah Sehat. Penilaian tingkat provinsi dilakukan Jumat (20/9) kemarin. Tim penilai Provinsi Bali mendatangi SMA Dharma Praja di Jalan Gatsu Tengah. Kehadiran tim penilai ini disambut Kepala Dinas Kesehatan Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, Camat Denut Nyoman Lodra, serta jajaran SMA Dharma Praja. Sri Armini mengatakan, sebelum dilakukan penilaian tingkat provinsi, pihaknya sudah melakukan penilaian pada tingkat kota. Dari sejumlah sekolah yang dinilai, sekolah ini memiliki nilai yang paling bagus. Karena itu, pihaknya menunjuk sekolah ini untuk bersaing dengan sekolah di kabupaten lainnya di Bali. ‘’Kita juga melakukan penilaian sekolah mulai dari TK hingga SMA,’’ katanya. Indikator yang dinilai dalam lomba sekolah sehat ini di antaranya pendidikan, pelayanan dan lingkungan sekolah. Kalau soal pendidikan, pihaknya melihat seperti apa materi pelajarannya memasukkan soal kesehatan. Misalnya saja, program kesehatan di sekolah itu seperti apa. Apakah telah diajarkan soal perilaku hidup bersih, informasi soal HIV/AIDS, serta materi lainnya. Apakah sudah terdokumentasi, terencana serta ada programnya, itu yang kita nilai. Sementara untuk pelayanan kesehatan di sekolah juga dilihat. Bagaimana penanganan bila ada siswa yang sakit. Apa tindakannya, serta langkah-langkah lain yang

SEKOLAH SEHAT - Tim penilai provinsi saat tiba di SMA Dharma Praja Denpasar disambut Kadiskes Putu Sri Armini bersama Camat Denut Nyoman Lodra. sesuai dengan tindakan kesehatan. Demikian pula lingkungannya. Apakah sudah bersih, bagaimana sarana dan prasarananya. Semua itu akan menjadi indikator penilaian dalam sekolah sehat ini. Sementara itu, Kepala SMA Dharma Praja Denpasar I Gede Bagus Arsawikanta, S.Pd. mengatakan lomba ini berkat dorongan semua pihak, sehingga sekolah ini bisa ikut lomba sekolah sehat. SMA Dharma Praja berdiri sejak 36 tahun, tepatnya 14 April 1983. Saat ini memiliki rombel sebanyak 19 dengan 627 siswa dan didukung 67 orang guru. Dikatakan, untuk kelengkapan sarana-prasarana, pihaknya memiliki gedung yang memadai untuk ruang belajar, laboratorium, ruang UKS, ruang guru, serta yang lainnya. Selain itu, pihaknya juga me-

lengkapi sekolah ini dengan taman, serta tempat parkir yang memadai. Berbicara tentang prestasi, sekolah yang dipimpinnya ini bukan saja berhasil meraih juara di tingkat daerah, namun juga di tingkat nasional. Baru-baru ini siswa sekolah ini berhasil meraih juara di tingkat nasional untuk lomba esai. Sri Armini menambahkan, dari pelaksanaan lomba sekolah sehat ini dapat menjadi pemantik dan percontohan seluruh sekolah di Kota Denpsar untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Selain itu, Pemkot Denpasar juga gencar melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan di masingmasing sekolah dengan berbagai program, sehinga seluruh sekolah di Denpasar dapat tergolong sebagai sekolah sehat. (ad690)

Melalui Seminar Nasional

LPPM Unud Ajak Masyarakat Sikapi Perkembangan Budaya Inovasi LEMBAGA Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana (Unud), Jumat (20/9) kemarin melaksanakan seminar nasional dengan tema ‘’Spirit for Developing Innovation Culture’’, bertempat di Udayana International Convention Center (UICC), Kampus Bukit Jimbaran. Seminar ini merupakan langkah strategis yang dilakukan Unud sebagai institusi pendidikan untuk menyiapkan SDM yang inovatif, adaptif, dan responsif dalam menghadapi perubahan sekaligus memberikan sumbangan pemikiran kepada pemerintah maupun masyarakat. Seminar yang dihadiri akademisi, peneliti, praktisi, dan masyarakat umum ini mengundang sejumlah pembicara. Di antaranya Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG(K)., MPH., Wakil Durektur Indonesian Medical Education Research Institute (IMERI) FK UI, dan Dr. Ngakan Timur Antara selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan lndustri (BPPI) Kementerian Perindustrian yang akan membahas terkait perkembangan inovasi, percepatan hilirisasi, dan komersialisasi hasil riset. Ditemui usai pembukaan, Rektor Unud Prof. A.A. Raka Sudewi menyampaikan pihaknya senantiasa berupaya melakukan terobosan-terobosan dalam rangka mengakselerasi pengembangan budaya inovasi, baik bagi akademisi, peneliti, dan masyarakat luas. Dengan adanya budaya

SEMINAR - Suasana seminar nasional dengan tema ‘’Spirit for Developing Innovation Culture’’ bertempat di Udayana International Convention Center (UICC), Kampus Bukit Jimbaran, Jumat (20/9) kemarin. inovasi, kata Raka Sudewi, maka SDM yang terlibat di dalamnya turut berkembang kreativitas dan daya inovasinya. Tidak hanya memberikan sumbangan pemikiran kepada msayarakat, seminar nasional ini juga diharapkan dapat menciptakan langkah-langkah nyata bagi kemajuan ekonomi Indonesia. ‘’Unud turut berkontribusi dalam pengembangan budaya inovasi melalui hadirnya berbagai pusat inovasi yang juga bersinergi dengan berbagai pihak,’’ pungkasnya. Melalui seminar ini, pihaknya berharap dapat terus meningkatkan kesadaran bahwa budaya inovasi memang sangat perlu dikembangkan. Bahkan, terkait dengan inovasi, memang perlu

Promosi Doktor Ke-67 Unhi Denpasar

I Wayan Artana Lulus ’’Cumlaude’’ UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar terus melahirkan seorang Doktor (S-3) Ilmu Agama dan Kebudayaan. Kali ini seorang dosen tetap Stikes Bina Usada Bali dr. I Wayan Artana, S.H., M.Biomed. Dalam ujian terbuka promosi Doktor yang berlangsung di Gedung Rektorat Unhi Denpasar, Jumat (20/9) kemarin, Direktur Klinik Sidhi Sai ini lulus dengan predikat Cumlaude. Ujian terbuka yang dipimpin Wakil Rektor I Unhi Denpasar Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum. dan Prof. I Ketut Suda, M.Si. selaku promotor, Dr. I Wayan Winaja, M.Si. selaku kopromotor, serta diuji tujuh dewan penyanggah lainnya. Mengangkat disertasi berjudul ‘’Ideologi Bhakti Yoga di Pasraman Sri Sri Radha Rasesvara Sibang Gede’’, pria kelahiran Badung, 12 Januari 1966 ini merupakan Doktor ke-67 yang promosinya di Program Pascasarjana Unhi Denpasar. Artana mengatakan bagi masyarakat Hindu Indonesia ada empat jalan pendekatan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa disebut catur yoga yang terdiri dari karma yoga, bhakti yoga, jnana yoga dan raja yoga. Di mana, secara umum empat jalan tersebut oleh masyarakat Hindu Indonesia dilakukan secara menyeluruh. Akan tetapi, ada kelompok masyarakat (sampradaya/sekte) yang mengutamakan jalan bhakti yoga untuk mendekatkan diri kepada Tuhan atau perwujudan-Nya. Sampradaya yang dimaksud adalah perkumpulan kesadaran Krishna Indonesia yang kesehariannya lebih dikenal dengan Hare Krishna, seperti yang dilakukan di Pasraman Sri Sri Radha Rasesvara Sibang Gede, Badung. Adanya dua pemahaman filosofis yang berbeda tersebut, dikatakan,

PROMOSI DOKTOR - Dr. dr. I Wayan Artana, S.H., M.Biomed. berfoto bersama Promotor, Kopromotor, dan Dewan Penguji seusai ujian terbuka promosi Doktor Unhi Denpasar, Jumat (20/9) kemarin. telah menimbulkan pro-kontra dalam masyarakat Hindu di Bali terhadap cara pendekatan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Bahkan, kesenjangan antara kebiasaan dan kenyataan di lapangan menimbulkan kebingungan. Ada dua alasan dipilihnya jalan bhakti yoga untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, yaitu alasan religius dan ekonomi. Dijelaskan, alasan religius karena di Pasraman Sri Sri Radha Rasesvara Sibang Gede dipagari oleh keyakinan komunitas Waisnawa akan kebanaran yang terdapat dalam kitab Bhagawad-Githa yang merupakan kitab suci bagi komunitas tersebut. Di samping juga bhakti kepada Sri Krishna, melaksanakan garis parampara pasraman dan mempercayai guru spiritual adalah perwakilan Sri Krishna. Sementara itu, alasan ekonomi lebih banyak menuju meringankan beban ekonomi pasraman, selain keinginan mendapatkan modal bagi penyembah. ‘’Ada empat cara proses penanaman ideologi

Mengenal Komplikasi Kronis Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 PENYAKIT diabetes melitus tipe 2 atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit kencing manis adalah salah satu penyakit menahun yang menyebabkan banyak komplikasi (penyulit), baik yang terjadi secara akut (segera) ataupun kronis (menahun). Banyak penderita diabetes melitus tipe 2 yang belum sepenuhnya memahami mengapa sangat diperlukan kontrol gula darah yang baik dengan pengobatan yang teratur dan pengaturan pola hidup yang tepat. Salah satu alasannya adalah mencegah timbulnya komplikasikomplikasi tersebut. Komplikasi akut yang terjadi bisa berupa kenaikan kadar gula darah yang sangat tinggi, sehingga menimbulkan tanda-tanda sesak napas hingga penurunan kesadaran atau penurunan kadar gula darah di bawah normal yang ditandai dengan lemas dan penurunan kesadaran. Komplikasi kronis (menahun) dapat terjadi pada hampir seluruh organ vital yang ada pada tubuh. Berikut adalah komplikasi kronis penya-

kit diabetes melitus tipe 2: 1. Penyakit jantung koroner Diabetes melitus dapat mencetuskan terjadinya penyakit jantung koroner oleh karena penyumbatan di pembuluh darah koroner yang biasanya ditandai dengan nyeri dada. Pada keadaan yang fatal, penyakit jantung koroner dapat menyebabkan terjadinya henti jantung.

kan oleh sumbatan pada pembuluh darah di otak (yang disebut dengan stroke iskemik) ataupun karena pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik). Gejala klinis akan sangat bervariasi tergantung dari seberapa luas area otak yang kekurangan oksigen. Gejala tersebut antara lain suara pelo, kelemahan separuh tubuh, penurunan kesadaran, ataupun kejang.

2. Penyakit arteri perifer Adanya sumbatan di pembuluh darah perifer (pembuluh darah yang mensuplai darah dan mengantarkan oksigen ke daerah perifer seperti kaki) menyebabkan terjadinya iskemia (kekurangan suplai oksigen) ke daerah kaki yang ditandai dengan nyeri pada kaki saat beraktivitas dan berkurang saat istirahat.

4. Retinopati diabetik Diabetes melitus dapat mencetuskan terjadinya retinopati diabetik yaitu gangguan pada pembuluh darah di mata akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah di mata yang ditandai dengan penurunan penglihatan secara bertahap, penglihatan berbayang, nyeri pada mata, dan yang paling fatal dapat menyebabkan kebutaan.

3. Stroke Diabetes juga dapat mencetuskan terjadinya stroke yaitu suatu kondisi yang terjadi pada otak akibat menurunnya suplai darah dan oksigen ke otak yang bisa disebab-

5. Nefropati diabetik Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan nefron (salah satu struktur ginjal yang berfungsi menyaring zat sisa dari darah dan membuang kelebi-

untuk dibudayakan. Sementara itu, Ketua LPPM Unud Prof. Dr. dr. I Gede Rai Maya Temaja, M.P. menyampaikan perkembangan publikasi ilmiah sebagai luaran penelitian di Indonesia, kini mengalami perkembangan cukup besar. Bahkan jumlahnya terus bergerak dari beberapa tahun terakhir dan mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 2019 ini. Meski demikian, kata Rai, ini tidak boleh berhenti sampai di situ. Suatu institusi agar bisa bertahan dalam persingan global, tentu memerlukan budaya inovasi. ‘’Dengan demikian SDM-nya bisa berkembang menjadi SDM yang inovatif, responsif dan adaptif yang berperan dalam peningkatan daya saing,’’ ujarnya. (ad688)

han cairan dari tubuh). Rusaknya nefron tersebut menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Pada gagal ginjal stadium akhir, fungsi ginjal untuk menyaring zat-zat sisa dan racun yang harus dikeluarkan dari tubuh harus digantikan dengan mesin. Proses tersebut dinamakan hemodialisis atau yang lebih dikenal dengan cuci darah. 6. Neuropati diabetik Neuropati diabetik adalah gangguan saraf akibat penyakit diabetes. Gangguan dapat terjadi pada saraf di seluruh bagian tubuh, namun lebih sering pada saraf di kaki. Keadaan tersebut ditandai dengan kesemutan, nyeri pada kaki ataupun mati rasa. Pada keadaan lanjut akibat hilangnya sensasi atau mati rasa, kulit di bagian kaki seringkali mengalami luka (ulkus kaki) yang jika tidak dirawat dan diobati dengan baik dapat mengalami pembusukan dan berisiko untuk dilakukannya tindakan amputasi kaki. l dr. I Putu Evi Prabasari, S.Ked.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

bhakti yoga di Pasraman Sri Sri Radha Rasesvara, yaitu melalui nawa widha bhakti, cara pertapaan, dengan beternak sapi, dan dilakukan melalui bergaul dengan guru-guru spiritual,’’ ujar Artana. Kendati demikian, tertanamnya ideologi bhakti yoga ternyata berimplikasi terhadap kehidupan religius di Pasraman Sri Sri Radha Rasesvara. Yaitu dipakainya simbolsimbol identitas Waisnawa, seperti nama prabu bagi penyembah lakilaki dan mataji untuk penyembah wanita. Simbol lainnya berupa japamala, tilaka, sikha, dan kanthi mala dipakai saat persembahan. Tidak hanya itu, juga berdampak pada kehidupan sosial budaya, yaitu terjadi interaksi budaya Siwa Sidanta dengan budaya Waisnawa. Sedangkan terkait dengan perekonomian, pasraman dan penyembah terjadi pertukaran modal di antara para penyembah dan adanya penumpukan modal pada penyebah dan pasraman. (ad687)


Sabtu Wage, 21 September 2019

FEB Unmas Denpasar Tingkatkan Kerja Sama Internasional FAKULTAS Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati (FEB Unmas) termasuk fakultas favorit terbanyak dalam menerima mahasiswa baru. Jumat (20/9) kemarin, Dekan FEB Unmas Dr. Putu Kepramarini, S.E., M.M. melepas 164 sarjana. Ketua Panitia I Dewa Made Endiana, S.E., M.Si.Ak., C.A. menjelaskan, sarjana yang dilepas adalah 87 Sarjana Manajemen (SM) dan 77 Sarjana Akuntansi (S.Ak). Mereka akan diwisuda 30 September mendatang. Yang membanggakan, kata Putu Kepramarini, mereka adalah lulusan yang mampu bersaing di tengahtengah era globalisasi. Selain itu, sebagai SDM berkarakter yang dapat mengaplikasikan ilmu dengan tetap memegang teguh kejujuran dan etika yang baik. Standar kompetensi lulusannya sesuai dengan visi FEB Unmas yakni menjadi lembaga pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan SDM yang bermutu, berbudaya, berjiwa wirausaha dan mampu berdaya saing di tingkat nasional dan global. Di acara yang dihadiri para orangtua mahasiswa, Dekan Kepramarini juga mengungkapkan FEB Unmas tahun ini meraih ISO 9001-2015 dalam bidang manajemen mutu. Ini artinya, kata Kepramarini, FEB Unmas makin profesional dalam mengelola lembaga. Di samping itu, dengan standar mutu yang terjaga, FEB Unmas sukses mengantarkan lulusannya berdaya saing tinggi. Untuk peningkatan kualitas, FEB Unmas terus meningkatkan kerja sama internasionalnya. Di antaranya dengan UTM Malaysia, Gachon University di Korsel dan Universiy of Wollonggong, Australia, baik berupa pertukaran mahasiswa maupun penelitian dan studi lanjut S-2 para dosen. Hingga kini tercatat 30 persen dosennya sudah berkualifikasi doktor dan sedang menempuh S-3.

YUDISIUM - Dekan FE Unmas Dr. Kepramarini, S.E., M.M. dan wakil dekan serta kaprodi saat meyudisium 164 sarjana. Kini semua komponen sivitas akademika FEB Unmas kini fokus dipersiapkan untuk mengikuti reakreditasi Prodi Akuntansi. Pada tahun 2022, Prodi Akuntansi FEB Unmas ditargetkan meraih akreditasi A. Sedangkan Prodi Manajemen FEB Unmas sejak 2017 dinyatakan meraih akreditasi A. Makanya, dia menegaskan lulusannya berkualitas nasional dan internasional. Untuk itu, dia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan yang telah diberikan yang tercermin dari besarnya animo masyarakat untuk mempercayakan pendidikan keluarga di FEB Unmas Denpasar. FEB Unmas tak bisa menampung semua animo masyarakat karena keterbatasan fasilitas serta guna menjaga mutu dan rasio dosen. Dekan Dr. Putu Kepramarini, S.E., M.M. didampingi WD I I Gede Cahyadi Putra, S.E., M.Si. Ak., C.A., WD II Dr. A.A. Dwi Widyani, S.E., M.M., Kaprodi Manajemen Agus Wahyudi Salasa

Gama, S.E., M.M. dan Kaprodi Akuntansi Ni Nyoman Suryandari, S.E., M.Si.Ak., C.A. juga memaparkan kemajuan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mengadakan pelatihan perpajakan, memenangkan dua hibah PKM Dikti, dan prestasi mahasiswanya. Di antaranya meraih juara II Nasional lomba Parade Cinta Tanah Air, juara I Nasional Shironji Kempo, menjadi tim sepak bola nasional. Sejumlah mahasiswanya menjadi duta sebagai atlet Bali di ajang Pomnas 2019 di Jakarta. Di antaranya Nyoman Tryadnya Arya Kurniawan yang meraih dua emas di cabang bulu tangkis Porprov Bali. Kepramarini juga mengungkapkan selama empat tahun ini telah membekali para calon wisudawan dengan hardskill dan softskill. Dua kompetensi ini dibentuk lewat company visit dan business day setiap tahun. Lewat Inkubator Bisnis FEB menyiapkan lulusannya siap bekerja dan berwirausaha alias job creator. (ad698)

Suksma Prijandhini Resmi Sandang Gelar Doktor Ilmu Hukum FAKULTAS Hukum Universitas Udayana (FH Unud) kembali melahirkan Doktor Ilmu Hukum melalui sidang terbuka promosi Doktor Program Studi Doktor Fakultas Hukum Udayana, Jumat (20/9) kemarin. Kali ini, gelar Doktor itu diraih Made Suksma Prijandhini Devi Salain. Suksma Prijandhini berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul ‘’Konsepsi Yuridis Organisasi Non Pemerintah (Non Governmental Organizations) Sebagai Subjek Hukum Internasional’’ dengan predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,92. Disertasi tersebut diuji Prof. Dr. I Made Arya Utama, S.H., M.Hum. (Ketua Sidang/promotor), Prof. Dr. I Made Pasek Diantha, S.H., M.S. (promotor/penguji), Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., H.Hum. (kopromotor 1/penguji), Dr. Desak Putu Dewi Kasih, S.H., M.Hum. (kopromotor II/penguji), Prof. Dr. FX Adji Samekto, S.H., M.Hum. (penguji eksternal), Prof. RA. Retno Murni, S.H., M.H., Ph.D. (penguji), Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H., M.Hum. (penguji), Dr. I Putu Tuni Cakabawa Landra, S.H., M.Hum. (penguji) dan Dr. Dewa Gde Rudy, S.H., M.Hum. (penguji). Di hadapan para penguji, Promovendus Suksma Prijandhini memaparkan mengenai konsepsi yuridis organisasi non-pemerintah atau NGOs, yang di Bali atau Indonesia lebih dikenal dengan istilah organisasi kemasyarakatan atau lembaga swadaya masyarakat. NGOs (Non Governmental Organizations) atau Organisasi NonPemerintah akan memiliki status sebagai subjek hukum dalam hukum internasional. Karena selama ini, NGOs hanya memiliki status subjek hukum di dalam hukum nasional, belum di dalam hukum internasional. ‘’Jadi temuannya adalah menaikkan derajat NGOs sebagai status subjek hukum inter-

UJIAN - Made Suksma Prijandhini Devi Salain berfoto bersama tim penguji usai ujian sidang terbuka promosi Doktor Program Studi Doktor Fakultas Hukum Universitas Udayana, Jumat (20/9) kemarin. nasional dengan derajat personalitas terbatas,’’ katanya. Selama ini NGOs di internasional baru diakui namun belum diakui memiliki status sebagai subjek hukum. Statusnya hanya merujuk pada Pasal 71 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagai konsultan (memiliki konsultatif status) tetapi bukan sebagai subjek hukum. Harapannya dari disertasi ini nantinya dapat digunakan sebagai referensi di bidang akademik, dan juga kepada negara-negara dan organisasi besar dunia seperti PBB untuk segera membentuk pengaturan yang memberikan pengakuan status subjek hukum terhadap NGOs atau organisasi masyarakat. Salah satu tim penguji, Dr. Dewa Palguna, menilai materi yang dibawakan berkaitan dengan NGOs cukup aktual. Di mana sampai sekarang belum selesai

perkembangan hukum internasional apakah NGOs itu merupakan subjek hukum internasional atau tidak. Sebab, sampai saat ini subjek hukum internasional itu, yaitu negara, organisasi internasional, palang merah internasional, pihak dalam sengketa dan individu dalam artian terbatas. ‘’Sedangkan NGOs belum jelas statusnya, walaupun dalam aktivitas internasional dia berperan dalam pelestarian lingkungan dan lain sebagainya,’’ tandasnya. Sementara Dekan FH Unud Prof. Arya Utama memberikan apresiasi yang positif terhadap Promovendus Made Suksma Prijandhini. ‘’Jangan berhenti berkarya. Kami juga mengucapkan selamat kepada Dr. Made Suksma Prijandhini Devi Salain yang telah lulus dalam ujian terbuka ini,’’ ucap Arya Utama. (ad694)

STIMI Handayani Kini Miliki Dosen Profesor SEKOLAH Tinggi Ilmu Managemen Indonesia (STIMI) Handayani Denpasar terus meningkatkan kualitas dan kepercayaan publik melalui kegiatan Tri Dharma maupun non-akademik. Berita gembira terkini dari Sekolah Tinggi Manajemen pertama di Bali ini adalah dicapainya jabatan akademik tertinggi (guru besar/profesor) oleh salah satu Dosen STIMI Handayani Denpasar Dr. I.B. Gede Udiyana, S.E., M.Si.Ak. Udiyana yang kini juga menjabat Ketua STIMI Handayani Denpasar telah menduduki jabatan akademik tertinggi bagi seorang dosen, yaitu guru besar atau profesor berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Ristekdikti yang telah secara resmi diserahkan Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa kepada yang bersangkutan di Kantor LLDikti Wilayah VIII, Jumat (20/9) kemarin. Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. mengaku bangga dan bahagia atas pencapaian jabatan akademis profesor oleh salah seorang dosen STIMI Handayani Denpasar. Tentu hal ini membuktikan kualitas STIMI Handayani Denpasar sebagai salah satu perguruan tinggi di Bali tidak kalah dengan yang lainnya. Di sisi lain, pihaknya berpesan agar gelar yang diraihnya tersebut tidak menjadi kebanggaan berlebihan. Karena sesungguhnya jabatan profesor adalah hal yang sangat biasa atau lazim di perguruan tinggi lain. Meskipun jabatan profesor memang seharusnya menjadi sasaran yang diupayakan oleh semua dosen. ‘’Ibarat dalam dunia militer atau kepolisian, maka semestinya semua serdadu atau polisi bercita-cita dan berusaha seoptimal mungkin untuk bisa menjadi jenderal. Tentu melalui kinerja dan kualitas kerja mereka,’’ tandas Radendra. Kepala LLDikti Wilayah VIII

SERAHKAN SK - Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa menyerahkan SK Guru Besar kepada Prof. Dr. I.B. Gde Udiyana, S.E., M.Si.Ak. disaksikan Ketua Yayasan Handayani Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H., Jumat (20/9) kemarin. Bali-Nusra Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa mengapresiasi jabatan akademik tertinggi yang dicapai Ketua STIMI Handayani Denpasar. Diharapkan prestasi ini diikuti perguruan tinggi swasta (PTS) lain di Pulau Dewata. Sebab, dari 60 PTS di Bali, baru tiga perguruan tinggi swasta yang dipimpin guru besar. Ketiga PTS itu meliputi STIMI Handayani Denpasar, Universitas Warmadewa (Unwar), dan Universitas Hindu Indonesia (Unhi). Dasi Astawa mengemukakan, LLDikti Wilayah VIII memiliki setidaknya 360 dosen di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur yang menyandang gelar doktor. Dari jumlah itu, 10 hingga 15 dosen masuk dalam proses menuju guru besar. Pihaknya memastikan keberadaan profesor di sebuah PTS

akan memberikan value dan benefit positif kepada PTS bersangkutan. ‘’Kehadiran guru besar bagi STIMI memiliki makna yang luar biasa, karena langsung bisa mengangkat posisi kampusnya, baik di tingkat ranking maupun akreditasinya,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua STIMI Handayani Denpasar Prof. Udiyana berkomitmen mendedikasikan hasil penelitiannya bagi lembaga dan masyarakat. Melalui penelitian berbasis manajemen pariwisata yang secara spesifik membahas strategi, inovasi pengembangan usaha-usaha di sektor pariwisata alam atau pantai, ia ingin geliat usaha bidang kepariwisataan di Bali semakin meningkat. Sehingga hal berbanding lurus terhadap upaya meminimalisasi ketimpangan ekonomi masyarakat. (ad689)

Daihatsu Urban Fest Ajak Milenial Seru-seruan Bareng di Makassar DAIHATSU Urban Fest kini hadir di Kota Makassar yang sebelumnya sukses digelar dan menghibur generasi milenial Yogyakarta. Program ini merupakan cara unik Daihatsu dalam mendekatkan diri ke generasi milenial kekinian yang selalu haus untuk mengekspresikan jiwanya. Daihatsu Urban Fest memiliki empat aktivitas yang terdiri dari Photo Installation, Competition, Entertainment, dan Expo. Acara ini siap menemani keseruan weekend milenial di Trans Studio Mall, Makassar, selama tiga hari berturut pada 20-22 September 2019. Pada acara Daihatsu Urban Fest, para milenial akan ditantang dengan berbagai kompetisi, salah satunya adalah kompetisi games ala esport championship melalui AoV (Arena of Valor) yang sedang digandrungi milenial. Pada game AoV, pemain akan bertarung secara grup di kota masing-masing, dan pemenang di setiap kota akan terus ditantang sampai babak final di Jakarta, dengan hadiah utama yaitu 1 unit Daihatsu Ayla yang siap diboyong ke rumah Sahabat muda Daihatsu. Selain hadiah mobil, tersedia hadiah uang tunai dengan total ratusan juta rupiah untuk setiap pemenang di kota masing-masing. Berbagai hiburan menarik nan hype lainnya juga dihadirkan Daihatsu, seperti arena foto kekinian sesuai tema program serial dari Daihatsu yang rutin diadakan setiap tahun, yakni photo installation bertema Daihatsu Setia, Terios 7 Wonders, Daihatsu Dress Up Challenge, Daihatsu Astec Open, dan Dai-

DAIHATSU URBAN FEST - Suasana keramaian Daihatsu Urban Fest 2019 di Yogyakarta beberapa waktu lalu. hatsu Fun Day, serta berpeluang mendapat beragam hadiah menarik bagi Sahabat yang berfoto di area photo installation ini. Daihatsu Urban Fest diadakan total di lima kota besar di Indonesia. Setelah Yogyakarta dan Makassar, ajang seru-seruan untuk milenial ini akan hadir di Bandung-Paskal 23 (11-13 Oktober), Surabaya-Ciputra Mall

(8-10 November), dan ditutup di Kota Kasablanka, Jakarta (6-8 Desember). ‘’Daihatsu ingin mendekatkan diri dengan para milenial melalui Daihatsu Urban Fest. Kami ingin mereka bisa berekspresi menikmati jiwa mudanya dengan acara yang fun dan positif,’’ ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)

Gelar ICIRAD dan ICoPESH

Undiksha Perkuat Kualitas Pendidikan dan Penelitian

DALAM upaya memperkuat kualitas pendidikan dan penelitian, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menggelar dua konferensi internasional di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Jumat (20/9) kemarin. Yakni, International Conference on Innovative Research Across Disciplines (ICIRAD) dan International Conference on Physical Education, Sport and Health (ICoPESH). Konferensi internasional yang dibuka Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dihadirkan narasumber Prof. Dr. Cheng Hwee Ming dari University of Malaya, Malaysia dan Prof. Dr. H. Adang Suherman, M.A. dari Universitas Pendidikan Indonesia. Sementara itu, sesi kedua diisi Dr. Ania Lian dari

Charles Darwin University, Australia dan Prof. Waterworth dari Deakin University, Australia. Rektor Undiksha Prof. Jampel mengungkapkan ICIRAD yang terselenggara menginjak kali ketiga dan ICoPESH yang pertama ini memiliki dampak positif dalam peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian Undiksha. Sebab, konferensi internasional ini sebagai media bagi para dosen untuk mendapatkan pengetahuan baru. Hal itu dipandang penting sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas pendidikan. ‘’Ini (konferensi internasional - red) untuk memperkuat kualitas pendidikan yang cakupannya lebih luas. Karena narasumber yang dihadirkan juga ada dari luar,’’ ujar Prof. Jampel. Selain itu, melalui konferensi internasional ini juga bisa terjalin

komunikasi terkait program lain, seperti kerja sama penelitian yang sangat penting untuk lembaga pendidikan tinggi. Di samping juga untuk mendukung perankingan lembaga, khususnya di tingkat nasional. Apalagi, pada tahun 2019 ini, Undiksha telah mencanangkan program internasionalization at home. Bahkan, sejumlah program telah digagas untuk menyukseskan program ini. Konferensi ini diharapkan bisa semakin memperkuat, sehingga ke depannya Undiksha mampu menjadi ‘’rumah’’ masyarakat internasional. Wakil Rektor I Undiksha Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.TI. menjelaskan, Undiksha memiliki delapan konferensi internasional. Namun tidak seluruhnya terselenggara dalam kurun satu tahun. Ditegaskan bahwa banyak manfaat yang didapatkan

oleh dosen dari program tersebut. Tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga relasi untuk bertukar ide, sehingga lahir gagasan-gagasan yang visioner. Dikatakan, kerja sama penelitian menjadi salah satu hal lanjutan yang bisa lahir dari konferensi ini. Khusus untuk Undiksha, hal demikian sudah ada dan berjalan dengan sejumlah perguruan tinggi. Apalagi, penelitian oleh akademisi Undiksha sudah cukup banyak. Demikian juga publikasi artikel terus meningkat. Upaya untuk menggenjot itu akan terus dilakukan. ‘’Kemarin Pak Rektor telah memberikan penghargaan untuk dosen terkait jurnal. Ini salah satu bentuk motivasi. Tentu ini terus dimaksimalkan,’’ pungkas mantan Wakil Dekan I Fakultas Teknik dan Kejuruan ini. (win)

KONFERENSI INTERNASIONAL - Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. berfoto bersama para narasumber ICIRAD dan ICoPESH di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Jumat (20/9) kemarin.


Sabtu Wage, 21 September 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Berharap Ini yang Terakhir

KITA cukup terkejut dengan ditetapkannya Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka korupsi oleh KPK. Meskipun sebelumnya secara tersamar Menpora pernah disebut-sebut, tetapi publik masih belum percaya sepenuhnya. Tetapi penetapan sebagai tersangka dalam waktu yang relatif cepat, memang cukup mengejutkan. Apalagi dalam keadaan lembaga ini sedang terguncang karena pemilihan pimpinannya banyak dipandang kontroversial dan undang-undangnya juga direvisi secara kontroversial. Karena itu, ada yang memandang bahwa penetapan Menpora sebagai tersangka itu sebagai sebuah pesan yang bermakna banyak. Menangkap atau menetapkan tersangka koruptor hanya sebagai sebuah pesan, tentulah tidak baik. Artinya, sengaja menangkap hanya untuk sebuah pesan, tentu tidak baik. Tetapi menetapkan tersangka karena memang orang bersangkutan pantas ditetapkan sebagai tersangka karena memenuhi segala persyaratannya, itu merupakan pekerjaan profesional, dan memang itulah yang diperlukan untuk menertibkan hukum. Kita berharap, penetapan Imam Nahrawi ini memenuhi dua unsur tersebut, yaitu karena memang memenuhi semua persyaratannya dan kemudian memberikan pesan kepada khalayak. Pesan ini penting bahwa KPK ke depan harus berani bertindak tanpa membedakan status yang ada pada diri seseorang. Harus diakui bahwa memberantas korupsi itu sulit karena telah menjadi kebiasaan atau membudaya. Tetapi bukan berarti tidak bisa. Di Indonesia, penekanan kasus korupsi ini boleh dikatakan sudah berhasil. Di kantor-kantor, terutama pemerintahan, kini anggaran itu sudah dapat berjalan dengan lancar. Tidak ada yang berani mengutak-atik. Bahkan, ada yang menyebutkan bahwa turunnya harga tanah di Bali dan kurang lakunya perumahan di Bali, disebabkan oleh sudah berhasilnya korupsi ditekan. Ada yang mengatakan bahwa masyarakat harus sadar bahwa ada banyak tanah di Bali yang dibeli oleh oknum dengan uang hasil korupsi. Dan ini merupakan pertanda dari berhasilnya pencegahan korupsi yang inspirator utamanya adalah pembentukan dan langkah yang dilakukan KPK. Ada hal lain yang kita tangkap pesannya dari penetapan Nahrawi sebagai tersangka. Bagaimanapun, dia adalah representasi dari generasi muda Indonesia. Dalam konteks kultural, dialah puncak generasi muda Indonesia. Sebagai menteri pemuda, dia harus mampu memberikan contoh kepada jutaan pemuda yang ada di Indonesia. Sebab, banyak sekali ada organisasi pemuda yang melindungi anak-anak muda di Indonesia. Secara logika, jika induknya melakukan tindakan korupsi, maka anak-anaknya akan ikut melakukan tindakan yang sama. Jadi, kita harapkan penangkapan ini akan menjadi pembelajaran bagi jutaan pemuda kita agar tidak melakukan tindakan tercela tersebut. Di balik penetapan tersangka yang dilakukan kepada Nahrawi, kita tetap menaruh hormat kepadanya. Dia telah mundur dari jabatan sebagai Menpora dan melakukan persembahyangan setelahnya. Kemudian dalam wawancara yang dilakukan kepada media, dia mengatakan akan ikut proses hukum untuk membuktikan apa yang sesungguhnya terjadi. Dia tidak menolak diwawancarai. Di sini kita lihat sikap jantannya dan itu merupakan sikap yang harus dicontoh oleh genersi muda. Kita harus berani menghadapi apa yang dituduhkan dan membuktikan tuduhan tersebut, apakah benar atau tidak. Sudah sekian kali kabinet Indonesia ini diguncang oleh kasus korupsi. Tentu saja ini merupakan catatan buruk. Kita bisa menilai burukya mental pejabat, buruknya perekrutan politik sampai pada kurang berhasilnya departemen yang bersangkutan. Kita berharap apa yang dialami oleh Imam Nahrawi ini merupakan kasus yang terakhir. Mudahmudahan pula ada kesadaran dalam dunia olahraga kita agar konsentrasi meningkatkan prestasi.

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Prihatin, Korupsi di Kementerian Olahraga Saya kaget membaca ketika Menpora Imam Nahrawi tersandung kasus korupsi. Ternyata korupsi bisa terjadi pada kementerian yang mengedepankan seportivitas dan kejujuran untuk menuju prestasi. Ini sangat memprihatinkan. Jika selama ini pendekatan yang dilakukan dalam mengelola olahraga juga sarat dengan komisi dan suap, maka yang saya jadi paham jika prestasi olahraga nasional seperti sekarang ini. Sebagai warga negara, saya tetap mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membongkar kasus ini. Jika selama ini dana hibah dipermainkan untuk mendapatkan dana pribadi, saya mendukung siapa pun harus diusut entah menteri atau jajarannya. Selama ini, kita berharap menteri menjadi panutan dalam menuju Indonesia bersih dan bebas korupsi. Kalau kenyataannya di Kementerian Olahraga dan Pemuda (Kemenpora) praktik korupsi itu terjadi, sekali lagi saya hanya bisa prihatin. Maka ketika kita hanya unggul sebagai komentator atas semua cabang olahraga, saya anggap wajar. Kita juga terlalu sering dan sudah bosan mendengar perdebatan soal perebutan jabatan di pengembangan olahraga. Rasanya dengan kasus yang dibongkar KPK kali ini, cabang olahraga hendaknya dikelola oleh orang-orang yang punya integritas. Jangan olahraga dijadikan rujukan politik, yang akhirnya olahraga juga dijadikan sumber pendanaan politik. Saya tetap berharap KPK membuka kasus ini dan menyampaikannya kepada publik. Wayan Arsana Gianyar, Bali

Beberapa Pesan di Balik Langkah KPK Ditetapkannya Imam Nahrawi sebagai tersangka korupsi oleh KPK memberikan banyak pesan kepada Indonesia. Setelah Jero Wacik, Andi Malarangeng, dan kini kembali anggota kabinet Indonesia terkena kasus korupsi oleh KPK. Bagian dari unsur pemerintah yang tertangkap korupsi, menjadi pesan buruk bagi masyarakat karena pmerintah pun tidak mampu menangani unsurnya sendiri. Hal ini akan dapat meruntuhkan citra kepemimpinan pemerintahan di Indonesia.

Oleh

GPB Suka Arjawa ecara politis, peristiwa ini memberikan pelajaran berharga kepada Joko Widodo sebagai presiden dan lembaga atau grassrooth dari pejabat yang menjadi menteri tersebut. Presiden yang mempunyai hak prerogatif untuk mengangkat menteri haruslah memperhitungkan berbagai hal manakala mengangkat menteri. Sudah jelas banyak hal ini mungkin telah diperhitungkan. Akan tetapi, dalam kasus tertangkapnya menteri menjadi tersangka korupsi di Indonesia, ada hal lain yang harus diperhitungkan, yaitu dampak dari benturan risiko politik yang akan dialami. Tiga menteri yang tertangkap semuanya berasal dari partai politik. Pejabat yang berasal dari partai politik biasanya “mahal” dari segala sisi. Presiden seolah memberi bayaran kepada partai atas dukungan yang diberikan saat pemilu. Dari sisi presiden, ini merupakan tekanan politis yang mau tidak mau harus dipenuhi. Karena itu, fenomena ini harus benar-benar diperhitungkan oleh presiden kelak untuk memilih menteri. Jika Presiden Joko Widodo telah memilih menteri untuk diumumkan Oktober nanti, mungkin diperlukan sedikit tenaga psikologis apabila kelak diperlukan perombakan kabinet pada masa jabatannya periode kedua ini. Perombakan kabinet yang dilakukannya pada periode pertama telah berhasil. Dalam arti tidak ada gejolak dan tidak ada protes. Maka akan menjadi pengalaman yang penting untuk dipakai menghapus keraguraguan apabila kelak pada masa periode kedua ini menemukan

gelagat anggota kabinet yang korupsi. Tertangkapnya anggota kabinet yang korupsi jelas menjatuhkan kredibilitas pemerintah. Jadi, dalam hal presiden, jika ingin sedikit melunakkan hak prerogatif tersebut menuju pada unsur negosiasi politik, presiden harus membayarnya dengan membuat pertimbangan yang matang dengan kemampuan negosiasi subjektif, di mana presiden mempunyai pertimbangan ketat untuk menerima calon menteri dari lembaga atau ormas tertentu yang memang membantunya secara politis pada masa pemilu. Tujuannya agar benarbenar mendapatkan menteri yang berkualitas, bukan menteri yang sekadar ingin menjabat, yang kemudian kredibilitasnya justru menjatuhkan pemerintah. Presiden harus juga mempunyai keberanian untuk “menyeruak ke dalam partai” bersangkutan untuk benar-benar tahu bagaimana sesungguhnya calon menteri yang diajukan oleh lembaga bersangkutan. Pasti di dalam satu partai, ormas atau lembaga tertentu ada orang jujur, profesional, dan benar-benar mempertimbangkan negara dibanding diri dan lembaganya. Seorang menteri sudah harus lepas dari partai dan sudah harus lepas dari kepentingan pribadinya. Tidak bisa lain, inilah yang harus dilakukan apabila hak prerogatif tersebut hendak diperluñak dengan niat negosiasi kepada lembaga tertentu. Dari sisi lembaga, kelompok masyarakat, ormas, atau partai politik, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dan diperhitungkan manakala harus

terjun ke politik. Langkah untuk berpolitik oleh sebuah kelompok merupakan sebuah pernyataan kemapanan. Jangan main-main dengan ungkapan kemapanan ini karena merupakan hasil, prestasi dan prestise dari sebuah perjuangan. Di dalam perjuangan itu ada pahit getir sebuah perjuangan yang mungkin saja berdarah-darah. Maka, ketika menyatakan terjun ke ranah politik, organisasi tersebut telah matang. Politik adalah kemampuan untuk mendapatkan pengaruh dalam hubungannya dengan warga. Pengaruh di sini adalah untuk mewujudkan ide memperbaiki kondisi warga ke arah yang lebih baik. Harap diingat, seluruh muara pengaruh politik itu adalah perbaikan masyarakat dalam hubungannya dengan sistem kenegaraan. Organisasi yang telah mapan, pasti mempertimbangkan segala kehormatannya untuk berpolitik. Dari sisi politisi, maka organisasi yang mapan itu sudah seharusnya mempunyai personel yang kuat dari sisi mana pun sebagai cerminan keberhasilan dari organisasi ini mendidik dan kelihaiannya untuk melaksanakan perekrutan. Organisasi seperti ini juga mempunyai visi yang jelas dan menjatuhkan pilihan politisnya kepada kandidat presiden semata-mata demi visinya tersebut, bukan semata-mata pada kepentingan jabatan. Dengan demikian, pilihan politik organisasi seperti ini dalam pilihan presiden, juga gubernur, bupati, bahkan juga kepala desa, adalah demi visi dari organisasi tersebut. Jadi, tidak usah cengeng meminta-minta jabatan politik

setelah menjatuhkan pilihan politiknya kepada kandidat tertentu. Inilah sikap mapan dari organisasi yang juga mapan. Dalam kasus Imam Nahrawi, organisasi yang menjadi latar dari yang bersangkutan harus menarik pelajaran besar. Organisasi mana pun latarnya harus melihat masalah ini sebagai sebuah kegagalan perekrutan. Selama ini, penetapan yang dilakukan KPK selalu benar apabila dilanjutkan menuju ranah pengadilan. Kiranya juga terhadap Imam Nahrawi ini. Dalam konteks pencitraan, organisasi yang menjadi latar ini, pasti telah tercoreng. Kinerja yang sudah dilakukan bertahun-tahun itu menjadi sirna. Apa lagi terhadap orang yang bersangkutan. Hanya ada tiga pilihan bagi organisasi ini untuk memperbaiki diri, yaitu dengan mengingatkan kadernya yang masih duduk di kabinet agar tidak melakukan tindakan seperti Nahrawi, tidak lagi memasukkan kader di kabinet, atau membayar “utang” kepada presiden dengan memberikan kesempatan “masuk lebih dalam lagi ke dalam organisasi” kepada presiden untuk memilih kader. Di luar penafsiran yang disebutkan di atas, penetapan Imam Nahrawi sebagai tersangka mungkin juga mempunyai makna lain. Seperti yang sudah diketahui oleh masyarakat Indonesia, pemilihan pimpinan KPK yang sekarang, yang dilakukan oleh DPR, mendatangkan kritik yang luas. Kritik ini tidak hanya datang dari masyarakat, media massa, dan elite tetapi juga datang dari unsur-unsur KPK itu sendiri. Beberapa unsur pimpinan malah menyatakan mengembalikan mandatnya kepada presiden. Dan para pegawai KPK juga telah melakukan unjuk rasa. Semua fenomena ini merupakan sikap tidak puas dan memesankan penolakan kepada pimpinan KPK yang terpilih sekarang. Dengan begitu, ada kemungkinan penetapan Imam Nahrawi sebagai tersangka ini merupakan

WARUNG GLOBAL

Ahli Harus Beri Solusi

SELAIN sebagai kawasan suci yang harus dilindungi, danau di Bali secara struktur geologis telah mengairi bumi Bali. Danau Beratan, Buyan, Tamblingan, dan Danau Batur menjadi sumber air bagi kabupaten dan kota di Bali. Namun kini keberadaan danau di Bali bermasalah sehingga menimbulkan persoalan ketersediaan air. Atas kondisi ini, harus segera diambil solusi, sebab jika lama dibiarkan bukan tidak mungkin krisis air selalu menghantui Bali. Berikut beberapa usulan yang disampaikan pendengar setia Radio Global 96,5 FM dalam acara dialog interaktif Warung Global, Jumat (20/9) kemarin. ’’Jangan hanya bisa menganalisis, para ahli di bidang ini harus segera ambil solusi,’’ demikian usulan Budiada di Tabanan, apa solusi jangka pendek, menengah dan jangka panjangnya. Mari benahi persoalan air, kerusakan danau dan hutan ini, jika hanya doa saja menurutnya itu tidak cukup. Harus berusaha bersama-sama. Pesan menjaga hutan, jangan menebang pohon, lindungi sumber mata air, sering kita dengar dan sejak dulu. Tetapi

tetap saja penebangan pohon di hutan, alih fungsi lahan yang mengakibatkan mata air terganggu, demikian Ayu di Petang. Itu semua dilakukan demi mendapatkan uang, dipikirnya dengan uang bisa membeli segalanya. Padahal tidak. Punya uang banyak, tapi tidak akan bisa membeli air karena air sudah tidak ada. Pohon boleh ditebang untuk memenuhi kebutuhan manusia tetapi jangan lupa untuk menanamnya kembali.

Atas persoalan rusaknya danau dan hutan sebagai sumber mata air, membutuhkan kesadaran dan kepedulian dari dalam diri sendiri. Sementara Ketut Suastika melalui facebook turut beropini bahwa danau bermasalah karena lingkungan penyokongnya bermasalah. Mulai penggundulan, berkembangnya permukiman dan fasilitas wisata, juga pencemaran dari aktivitas manusia juga pertanian. Menurut Made Jemet di Denpasar, kerusakan alam disebabkan oleh banyaknya manusia. Populasi semakin meningkat mendesak lahan dibuka untuk permukiman. Apalagi Gubernur mendesak program KB Bali dengan empat anak, bisa dibayangkan jumlah penduduk kian bertambah. Yang harus digalakkan adalah orang Bali jangan jual sawah dan jangan babat hutan. (sikha)

pesan besar kepada pimpinan lembaga ini pada masa mendatang agar tidak sungkansungkan dan ragu untuk melakukan tindakan kepada siapa pun di negeri ini yang kedapatan melakukan korupsi. Nahrawi adalah pejabat pemerintah yang sedang aktif, juga berasal dari organisasi massa yang besar, dan masih termasuk generasi muda. Pendirian KPK merupakan amanat reformasi yang tidak bisa diutak-atik lagi keberadaannya, tidak harus dilemahkan tetapi justru harus dikuatkan. Maka dalam konteks demikian, jika pemilihan komponen KPK yang sekarang dipandang sebagai sebuah upaya pelemahan KPK termasuk juga revisi undangundangnya, maka penetapan Nahrawi ini mau tidak mau harus dipandang sebagai pesan bahwa penguatan KPK tersebut merupakan sebuah keharusan. Bisa jadi presiden juga mempunyai pesan seperti yang diungkapkan di atas. Presiden mendapatkan sorotan cukup tajam atas perkembangan akhir-akhir ini, terutama atas persetujuannya dengan revisi terhadap Undang-undang KPK. Kritik tersebut cukup mengguncang menjelang pelantikannya sebagai presiden bulan depan. Mudah-mudahan kasus yang menimpa “anak buahnya” ini dapat menjadi pesan yang baik pada masa depan baik untuk memilih anggota kabinet, merombak kabinet jika diperlukan, maupun untuk memperbaiki mental para pejabat Indonesia. Penulis adalah staf pengajar Sosiologi, FISIP Universitas Udayana.

POJOK Perekrutan tim ahli di DPRD Bali agar lebih bijak. - Cari yang nindihin Bali. *** Bali mesti contoh Surabaya dalam penanganan sampah. - Contoh yang baik. *** Presiden minta tunda pengesahan Rancangan KUHP. - Tunda dan cek ulang.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Sabtu Wage, 21 September 2019

Festival Jatiluwih 2019 Tampilkan Perpaduan Alam dan Budaya FESTIVAL Jatiluwih dari tahun ke tahun selalu menyuguhkan konsep dan ide-ide kreatif yang dikemas berbeda dengan tetap mengedepankan potensi kearifan local, yakni pertanian dengan budayanya yang khas. Jika dalam Festival Jatiluwih pertama atau tahun 2017 diwarnai dengan parade budaya pertanian, di tahun 2018 lewat aktivitas majukut massal, maka di tahun 2019 festival dimeriahkan tari Rejang Kesari kolosal yang melibatkan 400 penari. Penampilan para penari memukau undangan yang hadir, seperti Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama, Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Asisten

I Setda Provinsi Bali, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, perwakilan Bupati dan Wali Kota se-Bali, Forkompinda Tabanan, Sekda Tabanan, pejabat instansi vertikal, BUMD beserta OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Festival yang berlangsung selama tiga hari dari 20 September sampai 22 September ini mengusung tema memuliakan Dewi Sri untuk kesejahteraan. Festival secara resmi dibuka oleh Tenaga Ahli Menpar Bidang Pemasaran dan Kerja Sama I Gede Pitana di sebuah bukit di areal persawahan Jatiluwih yang disebut D’Uma Jatiluwih, Penebel, Jumat (20/9) kemarin. Pembukaan ditandai pemukulan gong. Pada kesempatan tersebut, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berharap Festival

Jatiluwih akan dapat membawa kesan tersendiri bagi wisatawan maupun masyarakat yang hadir saat itu. Apalagi kawasan Jatiluwih sangat terkenal dengan potensi alamnya berupa pemandangan persawahan dengan tanaman padi yang sedang tumbuh dipagari gunung dan perbukitan, dan sudah dikenal mendunia. Bupati mengungkapkan, keunikan inilah yang menjadikan Jatiluwih ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia. Sehingga sangatlah tepat Festival Jatiluwih ketiga ini mengusung tema “Sri Pahngayu Jagat” yang mana hakikat Dewi Sri dalam falsafah Hindu Bali adalah kuasa atas kelahiran dan kehidupan, representasi yang disimbolkan dengan padi. ‘’Kondisi alam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan man-

canegara, dimana wisatawan dapat langsung terlibat dalam aktivitas pertanian di DTW ini sehingga menjadi aset yang sangat berharga bagi para petani,’’ imbuh Bupati Eka. Di samping itu, pariwisata di kawasan ini dibangun dengan konsep pariwisata untuk petani, sehingga petani adalah aktor dari kegiatan pariwisata dan mendapat manfaat dari pariwisata. Festival ini sangat memotivasi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk menjaga alam dan budaya. Bupati Eka menambahkan, Festival Jatiluwih menampilkan berbagai potensi pertanian, mulai dari produk olahan pertanian, sajian kuliner, aktivitas panen tradisional dan pengolahan lahan pertanian secara tradisional. ‘’Mari kita jadikan event ini sebagai wa-

BUKA FESTIVAL - Festival Jatiluwih 2019 dibuka oleh Tenaga Ahli Menpar Bidang Pemasaran dan Kerja Sama I Gede Pitana. hana untuk upaya pelestarian, wahana peningkatan produktivitas berbagai sektor, wahana promosi memperkenalkan wilayah ini sebagai salah satu destinasi wisata menarik yang ada di Kabupaten Tabanan, wahana pemberdayaan dan

mensejahterakan masyarakat,’’ jelas Bupati Eka. Tidak lupa juga Bupati Eka atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan beserta seluruh masyarakat Tabanan memohon kepada Kementerian Pariwisata RI agar mempro-

mosikan Festival Jatiluwih. Dengan gencarnya promosi, kunjungan wisatawan ke Jatiluwih khususnya bisa meningkat sehingga terwujud masyarakat Tabanan yang sejahtera, aman dan berprestasi. (ad696)

Penarikan Undian Simpedes BRI Periode I 2019

Nasabah Unit Penebel Raih Hadiah Utama

Bali Post/ist

SIDAK - Sidak Komisi II DPRD Tabanan ke galian C di Banjar Bugbugan Desa Senganan, Penebel, belum lama ini.

Terkait Penertiban Galian C

Polres Bantah Tebang Pilih Tabanan (Bali Post) -

Iptu Budiarta, Jumat (20/9) kemarin, menjelaskan permasalahan yang terjadi di kawasan penambangan batu alam di Banjar Bugbugan, Desa Senganan Kecamatan Penebel. Menurutnya, di wilayah tersebut memang diindikasikan ada empat lokasi galian C tanpa izin. Namun saat tim Tipiter melakukan penindakan ke lokasi, saat itu kedapatan hanya dua lokasi penambangan batu alam yang beroperasi. Saat itu pula ditemukan satu truk yang sedang melakukan kegiatan mengangkut atau memuat batu alam. Bahkan dalam penanga-

nan kasus tersebut diakukan penyitaan terhadap barang bukti yang ada kaitannya dengan galian C ilegal tersebut. Barang bukti termasuk truk dengan nopol DK 8944 SA yang sedang mengangkut batu alam di lokasi galian C. ‘’Di sini kami tegaskan, penanganan kasus galian batu alam tidak tebang pilih. Jika ada yang diketemukan dalam hal yang sama di tempat lain, kami akan tetap melakukan penindakan secara profesional, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum sesuai dengan fakta perbuatannya dan alat bukti yang ada,’’

tegasnya. Lebih lanjut Iptu Budiarta meminta instansi terkait secara bersama-sama melakukan penertiban terhadap penambangan liar, karena hal tersebut dalam waktu lama akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan. Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Fraksi PDI-P DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa mengatakan, galian C di Bugbugan belakangan ini kembali beroperasi. Dia pun mempertanyakan penertiban yang dilakukan instansi terkait, khususnya kepolisian. Bahkan dia menilai penertiban terkesan tebang pilih.

Terkait beroperasinya galian C ilegal, dia meminta Komisi II mengecek ke lapangan. Dari pengecekan, dari beberapa titik galian C di lokasi tersebut, hanya satu yang mengantongi izin. Itu dikuatkan oleh data dari DLH Tabanan. Terkait hal tersebut, Ketua Komisi II I Wayan Lara mengatakan, pihaknya tidak melarang aktivitas galian C selama pemilik mengikuti prosedur yang ada. ‘’Sekarang saja sudah habis tanahnya. Kalau memang tidak berizin ya tutup sementara,’’ tegasnya. Menurutnya jika lahan tersebut tidak bisa digunakan sebagai lahan pertanian berkelanjutan karena struktur tanah yang bebatuan, maka bisa saja dijadikan galian C, asalkan dicarikan izin sesuai prosedur yang berlaku. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Agar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara, DTW Jatiluwih harus menyiapkan kalender kegiatan wisata atau calendar of event. Kegiatan wisata yang dibuat pun harus menjadi agenda rutin tahunan dan merupakan ciri khas kawasan yang dikenal dengan pertaniannya tersebut. Hal tersebut merupakan saran dari Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata Prof. I Gde Pitana saat menghadiri puncak Festival Jatiluwih, Jumat (20/9) kemarin. Dijelaskan Pitana, Festival Jatiluwih tahun ini sudah menunjukkan adanya peningkatan kualitas baik dari sisi penyelenggaraan maupun keterlibatan masyarakat. Pihaknya pun sangat mengapresiasi hal tersebut. Meski diakui sudah ada peningkatan kualitas dalam pelaksanaannya, namun Pitana juga melihat masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi. Pembenahan penting dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata andalan Kabupaten Tabanan tersebut. Salah satu pembenahan yang dinilainya penting adalah

menyangkut promosi pariwisata. Pitana menyatakan, sejauh ini belum banyak masyarakat maupun wisatawan yang mengetahui penyelenggaraan festival tersebut. Hal ini sangat disayangkan mengingat festival ini sudah mampu diselenggara-

kan dengan baik dan terjadi peningkatan kualitas tiap tahunnya. Bahkan, festival ini tidak kalah kualitasnya dibandingkan dengan event lain sejenis yang sudah memiliki nama dan reputasi di mata wisatawan khususnya wisatawan mancanegara.

‘’Itulah kenapa perlu kalender event yang jelas setahun sebelumnya. Jangan menunggu kementerian ataupun Bupati. Saya justru berharap setiap hari ada festival, karena promosi itu merupakan investasi jangka panjang,’’ tegasnya. (kmb28)

Pernyataan Ketua Fraksi PDI-P Tabanan I Nyoman Arnawa alias Komet yakni kepolisian terkesan tebang pilih dalam penertiban galian C, direspons Polres Tabanan. Kapolres melalui Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta angkat bicara. Ditegaskan, polisi tidak tebang pilih karena semua orang mempunyai kedudukan yang sama di depan hukum.

SEBAGAI bentuk apresiasi dan penghargaan BRI kepada nasabahnya dalam hal ini nasabah Simpedes, BRI Cabang Tabanan menggelar penarikan undian Tabungan Simpedes periode I 2019, Jumat (20/9) kemarin di Tabanan. Untuk periode kali ini, hadiah utama berupa mobil Suzuki All New Ertiga diraih oleh nasabah BRI dari unit Penebel atas nama I Made Subur. Sementara untuk hadiah mobil pick-up Suzuki diraih nasabah unit Tanah Lot atas nama Budy Sugyanto. Dalam undian Simpedes periode I 2019, tidak hanya hadiah mobil tetapi juga ada puluhan hadiah lainnya. Seperti hadiah sepeda motor Yamaha N-Max yang diraih oleh Muhammad Zaki Alfati dari unit Denbantas dan Putu Arya Wisnawa dari unit Rejasa. Ada juga tiga buah sepeda motor Yamaha Fino Premium, dengan nasabah beruntung I Putu Nita Adnyana dari unit Megati, I Wayan Sudarta dari unit Marga dan I Made Suwitadana dari Tabanan. Sementara itu, untuk hadiah sepeda motor Yamaha Jupiter diraih masing-masing oleh Ni Luh Putu Oktavian dari KCP Kediri, I Wayan Murdika dari unit Tanah Lot dan Ni Made Wahyuni dari unit Denbantas. Selain hadiah mobil dan sepeda motor, ada juga hadiah lain seperti hadiah TV LED 32 inci Samsung diraih oleh

Puji Widodo dari Tabanan, Ni Wayan Mudiasih dari KCP Kediri, Ni Nyoman Landri dari unit Baturiti, Ni Nyoman Sunanteri dari unit Megati, I Nyoman Nata dari unit Agro Baturiti, I Wayan Astika dari unit Denbatas, I Nyoman Sugawa dari unit Kediri, Ni Wayan Arniati dari unit Rejasa dan Ni Ketut Kreniati dari unit Pupuan. Enam hadiah kulkas Sharp masing-masing diraih oleh I Kt Martika dari unit Tanah Lot, I Wayan Sukanada dari unit Kediri, I Made Surata dari unit Megati, Santoso dari unit Kerambitan, Ni Wayan Wardi dari unit Bajera dan Kadek Adi Arimbawa dari unit Penebel. Sementara untuk 20 hadiah blender Philips masing-masing diraih Kadek Bagung Bayuna dari unit Marga, Nur Aini dari unit Denbantas, Ni Made Sepel dari unit Perean, Ni Luh Ayu Suryani S. dari unit Bajera, I Ketut Mono dari unit Yeh Gangga, Ni Nyoman Citawati dari unit Denbantas, Djutamika dari unit Denbantas, Ni Nyoman Suliantini dari KCP Kediri, I Ketut Sudarmadi dari unit Yeh Gangga, Dewa Ayu Komang Juli dari unit Kediri, Ni Nyoman Derami dari unit Pupuan, Gusti Ayu Made Ayoni dari unit Penebel, I Putu Sarma Sedana dari unit Marga, I Gusti Ngurah Pudja dari unit Kediri, Imam Saroji dari Tabanan, Harjinah dari KCP Kediri, Dewa Ayu

Kadek Wiyan dari unit Yeh Gangga, Ni Wayan Wangi Unit Perean, Ni Luh Mas, SH dari unit Denbantas dan Amat Munir dari unit Kediri. Terakhir hadiah magicom Miyako diraih oleh I Wayan Subita dari unit Denbatas. Pemimpin Cabang BRI Kantor Cabang Tabanan Anditya Mahendra Krishna memaparkan, undian Simpedes periode I tahun 2019 yang diundi mengikutsertakan 26.719.862 kupon untuk periode 1 Maret 2019 sampai 31 Agustus 2019 dengan kelipatan saldo rekening Rp 100.000. Total hadiah sebesar Rp 546.057.000. Krishna melanjutkan, dana pihak ketiga yang dihimpun BRI Unit se-Kanca BRI Tabanan dari Maret 2019 sampai Agustus 2019 menunjukkan perkembangan dari Rp 829 miliar lebih dengan jumlah penyimpan sebanyak 153.083 orang menjadi Rp 879 miliar lebih dengan jumlah penyimpan sebanyak 158.758 orang. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap nasabah, sampai saat ini jumlah jaringan kerja yang dimiliki BRI di Tabanan adalah 1 kantor cabang (kanca), 1 KCP, 17 unit, 8 teras, 1.414 agen BRIlink yang keseluruhannya terhubung secara online. Selain itu juga didukung jaringan e-channel yaitu 37 ATM, 6 CRM, dan 471 EDC yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan. (ad691)

Jatiluwih Diminta Buat Kalender Wisata

HADIAH UTAMA - Pemimpin Cabang BRI Kantor Cabang Tabanan Anditya Mahendra Krishna (tiga dari kanan) menyerahkan hadiah utama undian Tabungan Simpedes periode I 2019 secara simbolis, Jumat (20/9) kemarin.


Sabtu Wage, 21 September 2019

Gubernur akan Bangun Dua Sekolah Bali Mandara Sekolah Bali Mandara di Buleleng yang dibentuk saat kepemimpinan Gubernur Bali Made Mangku Pastika itu, dijadikan pertimbangan untuk dikembangkan sekolah model yang sama itu dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Tidak tanggung-tanggung mulai tahun ini, Pemprov Bali merancang pembangunan dua Sekolah Bali Mandara. Satu akan dibangun di Kabupaten Karangasem dan satu lagi di Kabupaten Jembrana. Apakah keunggulannya, sehingga model sekolah Bali Mandara itu dikembangkan Pemprov Bali? SEKOLAH Bali Mandara baru akan dibangun di ujung timur dan barat Bali. Sekolah itu dikembangkan dengan kolaborasi pendidikan umum dan agama dalam bentuk pasraman yang mengedepankan kearifan lokal Bali. Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan hal itu usai membuka 7th World Hindu Wisdom Meets 2019 di SMA Bali Mandara, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Jumat (20/9) kemarin. Lebih jauh, Gubernur mengatakan, dibukanya sekolah Bali Mandara atas inisiasi mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika tersebut telah menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Siswa yang menempa pendidikan di sekolah itu tidak saja

unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi para guru Sekolah Bali Mandara itu juga mampu memberikan pendidikan yang baik kepada para siswa dalam memperkuat jati diri dan karakter anak bangsa. “Sudah bagus, karena kompetensinya sudah mengikuti kurikulum pendidikan nasional. Kelebihan di sekolah ini dikembangkan metode khusus untuk memperkuat jati diri dan karakter anak-anak kita,” katanya. Dengan adanya SMA dan SMK Bali Mandara saat ini, Gubernur asal Desa Sembiran Kecamatan Tejakula itu menyebut, pemerintah daerah telah memprogramkan pembangunan sekolah yang sama. Dari perencanaan itu diputuskan satu sekolah dibangun di Kabu-

Suara Buleleng Pilkel Serentak Lancar, Aman, dan Damai PELAKSANAAN pemilihan kepala desa atau perbekel serentak pada bulan Oktober mendatang di wilayah Buleleng, diharapkan berjalan aman, lancar, dan damai. Jangan sampai ada riak-riak yang nantinya dapat merugikan semua pihak. Terkait kertas suara yang tidak berwarna dapat memengaruhi para pemilih. Sebab, foto yang diserahkan kandidat kepada konstituennya adalah foto berwarna. Hal itu diperkirakan akan memengaruhi proses pemilihan nanti. Apalagi, para pemilih yang sudah tua alias sepuh. Mereka tidak akan bisa melihat foto calon yang akan dipilihnya secara jelas. Karena itu, pihaknya merasa khawatir dengan surat suara hitam putih itu akan dapat dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menggandakan melalui fotokopi. Penting sekali ada upaya antisipasi. Berharap, semoga pilkel berjalan aman, damai, dan lancar. Ma’Afi -Pegayaman, Papa Dimas – Pancoran

Revisi KUHP agar Beri Rasa Keadilan REVISI KUHP yang sudah diajukan ke DPR agar mampu memberikan rasa keadilan bagi seluruh warga masyarakat yang terlibat di dalamnya. Dengan direvisinya KUHP itu, semoga pihak-pihak terkait bisa memberikan pemahaman dan rasa keadilan kepada seluruh warga masyarakat termasuk yang berkaitan dengan HAM. Dengan direvisinya KUHPerdata dan Hukum Agraria itu, di mana pada Hukum Agraria banyak hal belum diatur dalam ketentuan UU, mengingat perkembangan zaman pada era global ini. Semoga para penegak hukum, DPR, dan pemerhati hukum serta seluruh warga masyarakat dapat mencermati dengan baik. Nang Mologan Mayong

paten Karangasem dan satu lagi di Kabupaten Jembrana. Khusus di Karangasem, infrastrukturnya sudah dibangun mulai tahun ini. Dari dua rancangan Sekolah Bali Mandara itu, upaya tahap awal akan dibentuk jenjang SMA dulu. Karena itu, tidak menutup kemungkinan dikembangkan ke jenjang SMK. Sekolah Bali Mandara di ujung timur dan barat Bali itu akan dikembangkan dengan konsep pasraman. Penambahan kurikulum lokal itu dipercaya memberikan ciri khusus. Konsep pasraman ini dimasukkan agar sesuai penjabaran visi misi Pemprov Bali. “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang tujuannya mengakomodir kearifan lokal Bali dengan kolaborasi pengembangan sekolah umum dan agama. “Sistemnya sedang dibuat. Namun yang jelas mulai tahun ini di Karangasem dibangun. Kemudian berlanjut ke Jembrana. Jenjangnya SMA dan SMK, tetapi dikolaborasikan dengan pendidikan agama melalui pasraman,” jelasnya. Dalam kunjungannya ke Sekolah Bali Mandara itu, Gubernur menegaskan mendukung pembangunan Bandara Internasional Bali Utara, areal SMK Bali Mandara yang berlokasi di Kubutambahan masuk dalam

lokasi proyek. Meski demikian, pihaknya menjamin tidak harus merelokasi sekolah secara keseluruhan, tetapi hanya memindahkan salah satu bangunan sekolah itu ke lokasi yang sama. Ini karena Sekolah Bali Mandara sendiri masih memiliki sisa lahan untuk pengembangan sekolah bersangkutan. “SMA-nya tidak kena, tetapi ada sedikit lahan SMK masuk rencana proyek bandara. Tidak akan ada relokasi. Cukup bangunan yang masuk jalur proyek itu, kita pindahkan ke lahan lainnya. Sebab, masih ada sisa lahan di sana yang bisa dibangun,” jelasnya. (mud)

Wayan Koster

Pemprov Soroti Kenaikan Biaya Perjalanan Dinas Kesekretariatan dan Dewan Naik Rp 4,5 Miliar Lebih

Singaraja (Bali Post) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah memverifikasi APBD Perubahan Tahun 2019. Hasilnya, anggaran perjalanan dinas luar daerah yang telah dialokasikan mendapat catatan penting. Selain karena terjadi peningkatan juga waktu pelaksanaan kegiatan itu durasinya pendek. Sehingga pemprov menyarankan kegiatan dinas ke luar daerah itu agar selektif dengan mempertimbangkan capaian kinerjanya. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, Jumat (20/9) kemarin, catatan anggaran perjalanan dinas luar daerah itu di antaranya untuk Inspektorat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM), Sekretariat DPRD dan Kecamatan Buleleng. Anggaran perjalanan dinas dalam daerah di Inspektorat

naik sebesar Rp 146.450.000, menjadi Rp 972.050.000. Anggaran sebesar itu dialokasikan untuk pengawasan internal secara berkala. Dinas PUPR juga menaikkan anggaran perjalan dinasnya ke luar daerah sebesar Rp 128.812.308, kemudian menjadi Rp 255.304.308. Biaya itu untuk menunjang kegiatan rehabilitasi sumber daya air (SDA). Hal yang sama dilakukan di BKPSDM, di-

mana kenaikan perjalanan dinas luar daerahnya sebesar Rp 294.615.000. Rinciannya, anggaran Rp 180 juta untuk kegiatan pengelolaan kelembagaan profesi Aparatur Sipil Negara (ASN), dan untuk kegiatan penyusunan rencana pembinaan karier ASN sebesar Rp 114.615.000. Sementarsa Kesekretariatan DPRD Buleleng mencatat anggaran perjalanan dinas luar daerah dipergunakan un-

tuk rapat koordinasi dan konsultasi sebesar Rp 3,576 miliar. Itu artinya naik menjadi Rp 13,332 miliar. Perjalanan dinas untuk kegiatan kapasitas pemimpin dan anggota dewan naik sebesar Rp 1,061 miliar kemudian menjadi Rp 10,594 miliar. Perjalanan dinas untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan formal naik sebesar Rp 140 juta, menjadi Rp 243, 622 juta. Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng Gede Suyasa mengatakan, pihaknya telah memberikan tanggapan atas saran dan catatan Pemprov Bali dalam melaksanakan APBD Perubahan 2019. Terkait saran atas anggaran perjalanan

dinas dalam daerah maupun luar daerah di beberapa OPD, pihaknya berjanji akan mengikuti saran Gubernur. Hasilnya akan dilaporkan secara transparan dan akuntabel. Rencananya pembahasan di DPRD Buleleng dijadwalkan Senin (23/9) pekan depan. Setelah ada koordinasi terkait hasil verifikasi pemprov antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan pimpinan dewan, maka APBD Perubahan mulai dilaksanakan. “Kita sudah tindaklanjuti. Dan hasilnya akan dilaporkan. Verifikasi ini akan kita bahas bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD, sehingga bisa dilaksanakan,” katanya. (kmb38)

Perkembangan UMKM DENGAN meningkatnya UMKM di Buleleng, maka berharap kepada dinas terkait agar lebih selektif memberikan izin operasional. Caranya dengan memerhatikan syarat-syarat formal yang harus dipenuhi sehingga nantinya tidak akan memberikan dampak yang tidak baik. Terkait pemberian kredit, haruslah jangan berbelit-belit. Bila sesuatu bisa dilakukan dengan mudah kenapa harus dibuat sulit. Keberadaan UMKM itu merupakan usaha untuk membuka peluang mengurangi pngangguran. Karena itu, pihaknya berharap agar para pengusaha yang bergerak di UMKM–UMKM mampu berinovasi menjalankan usahanya memproduksi barang-barang yang berkualitas. Gung Dee Jalan Ngurah Rai

Ikuti Olimpiade Biologi

Duta Spenfour Rebut Juara Dua Nasional

Singaraja (Bali Post) – SMPN 4 Singaraja menorehkan prestasi di kancah nasional pada bidang Olimpiade Biologi. Laga Olimpiade Biologi itu dihelat di Universitas Negeri Malang (UNM) pada 15 September 2019 lalu. Dua duta siswa dari sekolah berjuluk Spenfour itu masing-masing Putu Githa Sani Mayanti dan Pande Bagus Andika. Mereka keluar sebagai juara dua nasional. Prestasi Githa dan Andika menambah koleksi prestasi siswa itu karena telah mampu mengharumkan nama baik Spenfour, termasuk Kabupaten Buleleng. Kepala SMPN 4 Singaraja Putu Budiastana, Jumat (20/9) kemarin mengatakan, sebelum mengikuti olimpiade, kedua anak didiknya itu melakukan persiapan sekitar dua bulan di bawah asuhan guru pembinanya I Made Sudihartama. Sekolah itu memang punya program untuk memfasilitasi siswa itu secara optimal agar mereka siap mengikuti kompetisi akademik. Caranya, strategi pengayaan materi pembelajaran itu ditambah sesuai kurikulum. Program itu disebut Kelompok Siswa Penggemar (KSP) Mata

Pelajaran. “Persiapan sebelum berlaga di olimpiade sekitar dua bulanan. Anak-anak kami juga difasilitasi KSP agar mereka siap ketika akan mengikuti kompetisi akademik. Sebagaimana diikuti Gita dan Andika itu,” katanya. Pada olimpade itu, wakil Spenfour itu bersaing dengan utusan siswa dari sekolah unggulan di Jawa dan provinsi lainnya di Indonesia. Pada babak grandfinal, Gita dan Andika tampil meyakinkan. Mereka mempresentasikan materi di hadapan dewan juri. Alhasil, kedua siswa dari Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada itu ditetapkan sebagai juara dua nasional. Sekarang, prestasi kedua anak itu tercatat rapi dengan tinta emas di sekolahnya itu. Masing-masing mengaku bangga bisa mengharumkan nama baik sekolah, guru pembina, dan Buleleng melalui lomba berskala nasional itu. Raihan prestasinya itu diharapkan menjadi motivasi siswa lain di sekolahnya itu, agar berprestasi pada kompetisi akademik baik jenjang nasional maupun internasional. (kmb38)

Bali Post/kmb38

Putu Githa Sani Mayanti dan Pande Bagus Andika.

Bali Post/kmb38

PASAR DESA – Pemerintah daerah menggenjot revitalisasi pasar desa dengan mengusulkan proposal ke pemerintah pusat. Sejumlah pasar desa telah direvitalisasi, sehingga mampu menjadi tempat jual beli yang nyaman dan bersih. Tahun 2020 nanti, tiga pasar diprogramkan direvitalisasi.

Tahun 2020

Tiga Pasar Desa Direvitalisasi Singaraja (Bali Post) Perbaikan infrastruktur pasar tidak saja dilakukan di perkotaan. Namun, hal yang sama terus digalakkan pemerintah daerah untuk melakukan revitalisasi pasar tradisional di desa-desa. Buktinya, tahun ini diusulkan proposal revitalisasi tiga pasar desa di Bali Utara. Bahkan, proposalnya sudah dapat lampu hijau. Bahkan, rencananya direalisasikan tahun 2020 mendatang. Sebagai alokasi dana tahap awal, diperkirakan lebih dari Rp 3,5 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian(Disdagprin) Buleleng Ketut Suparto, Jumat (20/9) kemarin mengatakan, usulan proposal revitalisasi tiga pasar tradisional itu adalah Pasar Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Pasar Desa Sawan, Kecamatan Sawan, dan Pasar Desa Bubunan, Kecamatan Seririt. Nilai awal proposal revitaliasi ketiga pasar tradisional itu mencapai Rp 5 miliar. Setelah pembahasan di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Perdagangan

(Kemendag), tahap awal proposal itu dirancang mendapat anggaran sekitar Rp 3,5 miliar lebih. “Tahun 2019 sudah kita usulkan tiga pasar desa direvitalisasi tahun 2020 mendatang. Dari hasil konsultasi kita dapat dana awal sekitar Rp 3,5 miliar lebih. Kita dipanggil kembali, semoga usulan kita diakomodir seutuhnya,” harapnya. Meskipun kepastian dana tahap awal itu masih kurang dari usulan awal kata Suparto, dipastikan ketiga pasar yang sudah diusulkan itu tetap di-

masukkan program revitalisasi pasar desa. Dari kajian awal, Pasar Desa Julah itu dinilai layak dimasukkan sebagai skala prioritas program revitalisasi pasar desa tahun depan. Untuk membangun ulang pasar desa di ujung timur Buleleng itu diperkirakan memerlukan biaya Rp 1,7 miliar. Dengan kajian itu, maka sisa dana yang ada dialokasikan untuk merevitalisasi Pasar Sawan dan Pasar Desa Bubunan. Dari kajian awal, kedua pasar desa itu memerlukan anggaran lebih kecil dibandingkan biaya untuk

revitalisasi Pasar Desa Julah. “Kita akan atur. Namun yang pasti Pasar Julah itu masuk skala prioritas. Biaya untuk merevitalisasi dua pasar itu sepertinya memungkinkan, karena memerlukan anggaran lebih kecil,” jelasnya. Suparto menambahkan, revitalisasi pasar desa itu dari kucuran dana APBN tahun 2019 itu telah direalisasikan. Revitalisasi kedua pasar itu pengajuan proposalnya juga kepada pemerintah pusat tahun 2018 lalu dengan nilai proposal Rp 3,5 miliar. (kmb38)


Sabtu Wage, 21 September 2019

Tumbang, Pohon Beringin Timpa Mobil Travel

Bali Post/kmb35

TUMBANG - Sejumlah warga mengerumuni pohon beringin yang tumbang menimpa mobil di Banjar Tegallantang, Ubud, Jumat (20/9) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Pohon beringin setinggi 25 meter di Banjar Tegallantang, Kelurahan Ubud, Jumat (20/9) kemarin tumbang. Ironisnya, pohon yang sudah lapuk itu tumbang menimpa mobil APV DK 1773 IR yang parkir di lokasi tersebut. Meski mobil rusak parah, sopir Wasisto Hadi Utomo selamat karena saat kejadian pria asal Bogor itu tidak berada di dalam mobil. Informasi dihimpun di lokasi kejadian, awalnya Wasisto tiba di lokasi tersebut Jumat siang sekitar pukul 13.30 Wita. Ia langsung memarkir mobil DK 1773 IR milik All Star Travel Denpasar itu persis di sebelah pohon beringin. Di areal itu ia juga bermaksud untuk istirahat, sembari menunggu tamu yang akan dijemput. Diketahui areal itu memang kerap digunakan untuk parkir sementara bagi para sopir angkutan wisata yang menunggu tamu.

Untungnya sebelum kejadian Wasisto kebelet untuk kencing, hingga akhirnya ia keluar dari mobil kemudian buang air kecil di seputaran lokasi tersebut. Tanpa diduga terdengar suara gemuruh. Ternyata pohon beringin setinggi 25 meter tumbang, tapat menimpa mobil APV warna putih itu sekitar pukul 14.00 Wita. Akibat kejadian itu, mobil itu rusak parah di bagian depan kap mobil dan kaca depan pecah. Wasisto lantas meminta bantuan warga setempat dan BPBD untuk mengevakuasi pohon tumbang tersebut. Selanjutnya petugas BPBD Gianyar mendatangi lokasi tersebut sekitar pukul 15.00 Wita. Proses evakuasi dilakukan dengan dibantu warga setempat. Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana mengungkapkan, pohon tersebut berada tepat di depan Pura Dalem Tegallantang Jalan Raya Sri

Wedari, Kelurahan Ubud. “Kayu beringin berdiameter sekitar satu meter dan panjang 25 meter yang tumbang itu, menurut informasi warga setempat diperkirakan pohon berusia puluhan tahun. Pohon ini tumbang karna lapuk di bagian akarnya sehingga tak kuat menahan tiupan angin kencang,” jelasnya. Nuryana menambahkan, warga setempat bergotongroyong mengevakuasi pohon beringin tersebut, karena tumbang ke badan jalan, sehingga menutup arus lalu lintas. Petugas BPBD Kabupaten Gianyar juga meluncur ke lokasi tersebut untuk membantu proses evakuasi. “BPBD Gianyar dan warga Banjar Tegallantang Ubud bahu-membahu memotong pohon beringin yang melintang di jalan, dan memindahkan mobil APV DK 1773 IR sehingga arus lalu lintas kembali normal,” ujarnya. (kmb35)

Tangkal ”Hoax”

Literasi Media Wajib Diperkuat Gianyar (Bali Post) -

dalam memahami, menganalisa, serta mendekonstruksi setiap berita media. Juga memberi pemahaman tentang tata cara bermedia sosial dengan benar. “Literasi media punya peran penting agar publik cerdas dan kritis dalam menerima informasi yang masif di internet, serta menangkal hoax,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Gianyar Cokorda Gde Rai

Widiarsa mengatakan, hadirnya Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) bertujuan memberi rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara TI. Adanya sanksi pidana atas pelanggaran UU ITE diharapkan dapat membuat masyarakat menggunakan medsos secara bijaksana. “Banyak manfaat dari literasi media, antara lain menambah kosa kata, mengoptimalkan kerja otak, menambah wawasan baru, meningkatkan kemampuan interpersonal, melatih dalam hal menulis serta merangkai kata yang bermakna,” katanya. (kmb35)

LITERASI - Suasana diskusi memperkuat literasi media di UPT LTSP Ketenagakerjaan, Desa Buruan, Blahbatuh, Jumat (20/9) kemarin.

Bali Post/kmb35

Gianyar (Bali Post) Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami seorang anggota Polwan Polres Gianyar, hingga kini masih ditangani aparat kepolisian. Terlapor yang berinisial M merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) juga sudah dilakukan pemeriksaan. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengungkapkan hal ini, Jumat (20/9) kemarin. Menurut Deni Septiawan, sampai saat ini oknum ASN berinisial M yang dilaporkan dalam kasus KDRT itu masih

ditangani polisi. Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor. “Kalau pemeriksaan belum ada lagi,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Bangli itu. Deni Septiawan menegaskan, penanganan kasus oleh aparat kepolisian akan terus belanjut, karena belum ada pencabutan laporan dari pihak pelapor. Lantaran belum ada pencabutan laporan, kasus ini dipastikan akan berlanjut dalam proses penyelidikan. “Sampai sekarang belum ada pencabutan laporan, berarti kasusnya tetap lanjut,” katanya.

Disinggung terkait upaya mediasi antara kedua belah pihak, kata Deni Septiawan, pihaknya tetap mempersilakan upaya mediasi tersebut. Namun seperti apa hasil mediasi itu, hingga Jumat kemarin pihaknya belum menerima laporan. “Mediasi, ya silakan saja,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pascatepergok dengan selingkuhannya di salah satu hotel di Denpasar beberapa bulan lalu, oknum ASN berinisial M ternyata melakukan aksi kekerasan terhadap istrinya berinisial E. Akhirnya E yang merupakan

polwan di lingkungan Polres Gianyar ini melaporkan kasus KDRT tersebut. Hingga kini kasus KDRT tersebut ditangani Satuan Reskrim Polres Gianyar, bahkan terlapor sudah diperiksa polisi. Dikonfirmasi terpisah, Kasat Intel Polres Gianyar AKP I.B. Dana Ginawa membenarkan salah seorang polwan di Satuan Intel Polres Gianyar melaporkan kasus KDRT. Dikatakan, saat ini kasus tersebut ditangani Satreskrim Polres Gianyar. “Ya, benar itu (polwan bernisial E-red) melaporkan telah jadi korban KDRT,” ujarnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menerima penyerahan seekor buaya dari Dewa Gede Perwira, Jumat (20/9) kemarin. Reptil dengan panjang 1,5 meter itu diserahkan oleh pria asal Lingkungan Sangging, Kelurahan Gianyar ini lantaran terbentur undangundang yang berlaku. Proses evakuasi buaya yang diberi nama Kroto ini berlangsung Jumat pagi sektiar pukul 10.00 Wita dan disaksikan oleh pihak Polres Gianyar. Polisi Kehutanan BKSDA Bali Agung Kusuma Yudha mengatakan, buaya

ini awalnya dilaporkan oleh pihak Polres Gianyar. Sementara pihaknya hanya bertugas mengamankan dan mengevakuasi buaya tersebut. Dikatakan, habitat jenis buaya itu di muara, pertemuan air laut dengan aliran sungai. “Buaya ini dilindungi sesuai Undanundang Nomor 85 Tahun 1990. Kami mem-back up dari laporan Polres untuk mengamankan satwa dilindungi ini,” katanya. Sementara itu, Dewa Gede Perwira mengaku memang hobi memelihara hewan yang eksotik. Selain buaya, ia juga sempat

memelihara beberapa jenis ular. Dikatakan, buaya itu didapatnya dengan membeli di online shop lima tahun lalu. “Beli di online pas lima tahun lalu. Baru menetas dari telur sekitar tiga mingguan itu saya sudah pelihara. Selama ini sering saya ajak bermain, dimandikan, giginya disikat, kadang juga tidur bareng di kamar,” jelas pria berusia 46 tahun ini. Dewa Gede Perwira mengaku tangan kanannya sempat digigit oleh Kroto. Namun gigitan buaya baginya adalah hal biasa. “Kalau buaya menggigit itu kan sudah biasa, tandanya ia

berinteraksi dengan kita. Pertama karena digigit diajaknya bermain, sedangkan kedua dan ketiga digigit karena ia kaget saat dipegang ekornya oleh teman waktu datang ke rumah. Kalau keseharian, buaya itu dilepas di halaman rumah. Sudah biasa itu,” katanya. Selama lima tahun ia menjadikan buaya yang diberi nama Kroto sebagai satwa klangenan. “Sebenarnya tidak rela. Ya, mau bagaimana lagi karena dibatasi undang-undang. Saya sendiri yang melapor dan menyerahkan secara sukarela,” tegasnya. (kmb35)

Informasi hoax yang kerap bergulir di media sosial (medsos), kini menjadi permasalahan krusial di era kemajuan teknologi. Bila tidak segera ditangani, hoax tersebut tentu akan memicu permasalahan di kalangan masyarakat. Melihat kondisi itu, pemerintah menggelar diskusi memperkuat literasi di UPT LTSP Ketenagakerjaan Desa Buruan, Blahbatuh, Jumat (20/9) kemarin. Kabid Pengembangan Komunikasi Publik Diskominfo Bali Ida Bagus Agung Ludra mengatakan, perkembangan teknologi saat ini secara global sangat pesat. Khususnya di bidang informasi dan komunikasi. “Perubahan ini membawa dampak signifikan terhadap kondisi kehidupan manusia dari berbagai bidang,” ujarnya. Efeknya, kata Ludra, juga menimbulkan potensi bagi masyarakat untuk men -

jadi korban dari kemajuan teknologi itu. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa tersangkut kasus hukum, jika minim pengetahuan untuk menggunakan teknologi informasi dengan bijak. ”Di sinilah peran penting literasi media untuk menyaring informasi dengan baik,” katanya mengingatkan. Ludra menambahkan, literasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat

BERKOORDINASI - Komisioner KPPAD Bali Made Ariasa saat berkoordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Jaya Winangun, Jumat (20/9) kemarin.

Bali Post/kmb35

Polisi Masih Selidiki Kasus ASN Aniaya Istri

Warga Sangging Serahkan Buaya Piaraannya ke BKSDA Instansi Terkait Diminta Tangani Trauma Korban Kasus Sopir Setubuhi Bocah SD

Gianyar (Bali Post) Kasus persetubuhan yang dilakukan pelaku Ketut US terhadap bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Kabupaten Gianyar mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD Gianyar I.B. Gaga Adi Saputra, Jumat (20/9) kemarin. Politisi Partai Demokrat ini meminta instansi terkait turun untuk mengatasi trauma korban yang masih berusia sembilan tahun, serta mencegah terulangnya kejadian serupa di Kabupaten Gianyar. Gaga Adi Saputra mengaku geram mendengar aksi bejat pelaku yang tega menyetubuhi bocah sembilan tahun tersebut. Dikhawatirkan kasus ini terus akan menjadi trauma berkepanjangan bagi korban. “Pelaku sudah menghancurkan hidup dan masa depan anak ini,” katanya. Politisi yang akrab disapa Gus Gaga ini mengajak masyarakat untuk tidak melihat asal-usul korban, namun kasus ini tetap tidak boleh terjadi, apalagi di Kabupaten Gianyar yang selama ini menyadang status Kota Layak Anak (KLA). “Pemerintah lewat instansi terkait perlu turun tangan untuk membantu mengatasi trauma hebat yang dialami

anak ini,” katanya. Mantan Sekda Gianyar ini juga mengapresiasi gerak cepat jajaran kepolisian dalam meringkus pelaku. Ia juga berpesan agar kejadian ini dijadikan pelajaran besar, agar tidak sampai terulang. “Kejadian ini sekali lagi menyadarkan kita semua bahwa kejahatan dan kekerasan terhadap anak bisa terjadi pada setiap anak di sekitar kita,” ujarnya. Gaga Adi Saputra juga mengingatkan agar seluruh komponen masyarakat membangun kepekaan dan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, demi terciptanya lingkungan yang aman untuk anak. “Ini mesti tetap terjaga, demi terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak,” tegasnya. Sementara itu, Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali Made Ariasa melakukan penelusuran terhadap anak berusia sembilan tahun yang menjadi korban pencabulan tersebut. Diketahui, korban berinisial AS ini sudah pindah sekolah dari Kecamatan Sukawati ke Kecamatan Gianyar. Berdasarkan informasi dari sekolah lama korban, kata Ariasa bocah ini sudah pindah ke sekolah lain.

Kepindahan ini juga mengikuti pihak keluarga yang pindah kos. “Korban sudah dipindahkan ke SD lainnya di mengikuti keluarganya yang juga pindah kos,” jelasnya. Ariasa berharap di sekolah baru korban bisa diterima serta membantu pemulihan psikologinya. “Terlepas korban sudah pindah, pihak sekolah sepakat menjadikan kasus ini untuk meningkatkan pendidikan dan wawasan tentang bentuk kekerasan terhadap anak,” jelasnya. Menurut Ariasa, KPPAD juga sempat berkunjung ke kantor desa setempat, dimana kasus itu terjadi. Desa diminta menjadi Desa Layak Anak yang sesungguhnya. “Kami minta pihak desa bercermin dari kasus ini. Meskipun pelaku dan korban bukan warga desa setempat, tapi ini harus jadi pelajaran,” jelasnya. Ariasa juga meminta pihak desa dan masyarakat meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap lingkungan. “Khususnya lingkungan penghuni rumah kos-kosan. Termasuk juga mendorong para orangtua dan masyarakat untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak,” pintanya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

EVAKUASI - Proses evakuasi buaya peliharaan salah seorang warga di Lingkungan Sangging, Gianyar, Jumat (20/9) kemarin.


Sabtu Wage, 21 September 2019

Bangunan Makam Diprotes Warga

Bali Post/kmb26

PROTES - Bangunan yang diprotes warga di dekat Bendungan Benel, Banjar Munduk Tumpeng Kaja, Desa Berangbang, Kecamatan Negara.

Negara (Bali Post) Adanya bangunan di pinggir Bendungan Benel diprotes warga, khususnya di Banjar Munduk Tumpeng Kaja, Desa Berangbang, Kecamatan Negara. Bangunan makam yang sudah dibangun sejak setahun lalu ini merupakan milik pribadi dari warga luar Jembrana. Warga menilai bangunan yang diketahui merupakan makam itu tidak sejalan dengan kearifan lokal masyarakat di sana. “Sejak awal sosialisasi sebenarnya kita sudah menolak. Ada makam di atas Tri Kahyangan di desa. Di dekat sini juga dekat Pura Jagat Berangbang Agung,” terang Klian Tempek Giri Sari I Ketut Sutarma, Jumat (20/9) kemarin kepada wartawan. Warga di Tempek Giri Sari, Banjar Munduk Tumpeng Kaja ini merupakan penyanding lokasi bangunan tersebut. Diakui Sutarma, sebelumnya dari pihak desa bersama pemilik lahan sempat melakukan

Dewan Minta Pembahasan RAPBD Segera Dilakukan Negara (Bali Post) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jembrana mengharapkan agar pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Induk 2020 segera dilakukan. Hal itu guna memberikan waktu pada anggota dewan untuk melakukan pembahasan secara seksama dan agar waktunya tidak mepet. Apalagi akhir Oktober ini RAPBD itu sudah harus disetor ke provinsi. Ketua Fraksi Demokrat Jaya DPRD Jembrana I Ketut Catur, Jumat (20/9) kemarin menyebutkan, lebih cepat pembahasan lebih baik, sehingga ada waktu untuk pembahasan yang lebih efektif. Berkaca pada pembahasan serupa sebelumnya, yang dilakukan mepet waktu sehingga pembahasan terkadang sampai larut malam karena mengejar waktu. Atas dasar itu, pihaknya mengharapkan eksekutif segera menyusun RAPBD untuk nantinya dibahas bersama legislatif. “Semakin cepat semakin baik. Ada banyak waktu agar bisa dibahas di masing-masing komisi yang membidangi,” ujar politisi asal Lateng ini. Dengan lebih banyak waktu pembahasan, maka diharapkan RAPBD yang ditelurkan bersama-sama nantinya bisa lebih matang. Mulai dari perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaan. Sehingga ketika nantinya sudah diajukan dan ada revisi, bisa segera disesuaikan. Tidak tergesa-gesa. Apalagi tahun depan anggaran juga akan tercurahkan untuk hajatan Pilkada 2020. Tentunya akan banyak penyesuaian anggaran dan belanja. Karena itu, pihaknya berharap eksekutif lebih cepat mengajukan. Karena DPRD juga posisinya masih menunggu dari pihak eksekutif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jembrana I Made Sudiada dikonfirmasi terpisah kemarin mengatakan secara umum eksekutif yang mencakup semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah siap mengajukan. Tinggal menunggu jadwal dan nantinya segera bisa dilakukan pembahasan dengan DPRD. “Sudah siap (RAPBD - red). Kita malah sudah duluan dibanding beberapa kabupaten lain. Tinggal pembahasan saja,” ujar Sudiada. Diakui RAPBD ini ditargetkan bisa selesai pada akhir Oktober ini. Tetapi dengan kesiapan eksekutif, pihaknya meyakini bisa terkejar dan ada cukup waktu untuk pembahasan. Sebelum perancangan RAPBD, Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) juga sudah ditetapkan Setda. KUA PPAS ini nantinya menjadi pedoman penyusunan RAPBD. (kmb26)

Bali Post/kmb26

Negara (Bali Post) Sampah plastik sangat mengotori suasana indah Pantai Yehembang. Padahal pantai ini merupakan pantai yang cukup elok, apalagi jika di waktu sore hari. Fanorama sunset di sana akan terlihat sangat indah. Selain diterjang sampah plastik, pantai ini juga rusak karena diterjang abrasi. Untuk meminimalisir pemandangan plastik itu, Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Jembrana, Jumat (20/9) kemarin melakukan pembersihan sampah. Kegiatan bersih-bersih ini dilaksanakan setiap hari Jumat minggu ketiga setiap bulan. Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Kabupatèn Jembrana I Putu Wahyu Wirayuda mengatakan, kegiatan bersihbersih pada September dimulai dari Pantai Yehembang, Kecamatan Mendoyo dan dilanjutkan di pantai kecamatan lain. Penyuluh tidak hanya membersihkan sampah plastik saja, namun juga

Adanya pembangunan ini, juga mendapat pertanyaan dari warga di luar Banjar Munduk Tumpeng Kaja. Terkait hal ini, mantan Perbekel Berangbang I Gusti Putu Supradnya dikonfirmasi wartawan kemarin melalui telepon mengatakan bangunan itu merupakan makam. Namun hanya tempat persemayaman di tanah pribadi, milik warga asal Surabaya, Jawa Timur. Warga ini merasa cocok dengan lokasi lahan di Berangbang itu sehingga digunakan untuk persemayaman. Sebelum disepakati pembangunan, sejatinya juga sudah dilakukan sosialisasi dengan pihak penyanding dan warga sekitar. Saat itu, menurutnya, tidak ada penolakan seperti yang disampaikan warga tesebut. Memang ada rencana membuat jembatan, tetapi sementara belum dibangun. Tetapi bukan tidak mungkin ke depan dibangun oleh pemilik lahan tersebut. (kmb26)

Rumah Nyaris Ludes Terbakar Negara (Bali Post) – Rumah milik Nur Wahyudi (34) di Dusun Munduk Kelapa Balian, Desa Pengambengan, Jumat (20/9) kemarin nyaris ludes terbakar. Pemicu kebakaran tersebut diduga akibat adanya kebocoran dari bagian kompor gas. Beruntung api yang sudah membesar hingga ke atap bangunan itu berhasil ditangani warga bersama petugas pemadam kebakaran. Sehingga api tidak sampai merambat jauh hingga ke seluruh bangunan. Dari informasi yang dihimpun, saat terbakar suasana rumah saat itu kosong. Informasi didapat, sekitar pukul 15.30 Wita ada warga melihat percikan seperti api di bagian dapur rumah tersebut. Setelah dilihat, ternyata muncul asap. Mendapati keadaan seperti itu warga yang tinggal di dekat rumah korban berupaya memadamkan api. Sehingga api bisa dipadamkan, meskipun sempat menyentuh bagian atap. Pemicunya diduga api menyambar selang gas ke kompor yang bocor. Akibatnya, bagian atap dan kondisi dalam rumah terbakar hingga menghitam. Diperkirakan kerugian hingga Rp 10 juta. Petugas dari pemadam kebakaran yang turun memastikan api tidak muncul kembali dan aman. Satu unit mobil damkar diterjunkan. “Sudah dibantu masyarakat memadamkan api. Kita memastikan api sudah padam,” terang Kasi Damkar pada Satpol PP Jembrana, Kade Bagus Darmawan. (kmb26)

Bali Post/kmb26

TERBAKAR - Bagian ruangan rumah warga di Pengambengan yang terbakar kemarin.

Walau Penawaran Kecil, Bupati Ingatkan Jaga Kualitas Proyek

TINJAU - Bupati Artha bersama Sekda dan OPD terkait saat meninjau pembangunan Gedung PKK di sebelah Mendopo Kesari. Bupati mengingatkan agar pelaksana menjaga kualitas meskipun penawaran turun.

Sampah Plastik Kotori Pantai Yehembang

sosialisasi ke warga banjar sekitar lokasi. Sejatinya saat itu warga sudah mengutarakan penolakan, dengan pertimbangan lokasi di wilayah merupakan hulu. Lokasi lahan yang dibangun bangunan seperti makam itu berada di dekat Bendungan Benel namun masuk lokasi Desa Berangbang. Warga sejatinya tidak keberatan adanya makam di desa, tetapi yang menjadi keberatan lokasinya dibangun di hulu (atas). Sempat pihak pemilik mendatangi dirinya saat pembangunan masih dilakukan, dan menawarkan sejumlah janji untuk kepentingan masyarakat sekitar. Seperti perbaikan balai tempek, fasilitas jalan hingga pembangunan jembatan gantung. “Itu janji belum ada. Jalan belum diperbaiki dan jembatan gantung juga belum ada,” terangnya. Tetapi diakui untuk pembangunan balai tempek sudah dibantu Rp 20 juta dari kebutuhan Rp 68 juta.

Negara (Bali Post) – Sejumlah proyek fisik yang penawarannya turun lebih dari 10 persen bahkan sampai 30 persen dari pagu anggaran, diharapkan tidak mengurangi kualitas proyek. Apalagi rekanan yang mengerjakan merupakan warga lokal (Jembrana) sendiri. Bangunan-bangunan fasilitas publik yang terbangun itu nantinya juga untuk kepentingan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Jembrana I Putu Artha, saat meninjau sejumlah proyek pembangunan gedung Jumat (20/9) kemarin. Bupati bersama Sekda I Made Sudiada dan OPD terkait sengaja turun mengecek tiga proyek di Jalan Udayana. Di antaranya pembangunan Gedung PKK, Gedung Mall Pelayanan Publik dan Terminal Negara. Di Gedung PKK, proyek yang dikerjakan CV Putra Harapan ini turun pagunya hingga hampir 30 persen. Dari pagu Rp 3.000.000.000, pihak rekanan memenangkan penawaran senilai Rp 2.110.123.922,24. Sedangkan pembangunan Mal Pelayanan Publik dari nilai pagu Rp 7.000.000.000, dimenangkan dengan harga penawaran Rp 5.403.181.735,57 atau turun sekitar 20 persen. Sedangkan untuk lanjutan pembangunan Terminal Negara di Baluk, turun 12 persen dari pagu anggaran. Meskipun ada yang turun banyak, Bupati Artha berharap kepada rekanan untuk mengerjakan sesuai spek dan memperhatikan kuwalitas. “Saya imbau agar buat dengan kuwalitas yang bagus. Yang menikmati bukan

pemerintah, tetapi masyarakat Jembrana nantinya,” ujar Bupati Artha. Pemerintah tidak ingin ada rekanan yang mengeluh rugi dengan alasan penawaran turun banyak. “Kalau rugi, ngapain nawar murah-murah. Kita tidak menyuruh (turun) 30 persen. Mungkin perhitungannya keuntungan lebih sedikit, tapi jangan mengurangi kualitas,” tambah bupati. Secara umum, dari tiga proyek yang ditinjau menurutnya progresnya sudah bagus. Hampir semuanya sudah berjalan 20 persen dan diharapkan akhir tahun ini sudah selesai. Bupati juga berharap sejumlah pembangunan yang menjadi programnya hingga di akhir menjabat sudah terselesaikan. Seperti RSU Negara, Mal Pelayanan Publik, dan lain-lain. Tetapi, meskipun dikejar bisa cepat selesai, bukan berarti tidak memperhatikan kualitas. Bupati juga meminta kepada pengawas proyek benar-benar mengawasi dengan cermat dan ketat. Jangan sampai kucing-kucingan, hanya saat diawasi dikerjakan dengan baik. Disamping itu bupati juga mengimbau kepada OPD terkait untuk menjaga fasilitas dengan baik. Apalagi terkait pelayanan publik. Seperti contoh di Terminal Negara yang masih dalam pengerjaan tahap terakhir. Terutama MCK, bila perlu nantinya untuk pengelolaan dicarikan tenaga pihak ketiga untuk kebersihan. “Tidak perlu tenaga kontrak, bila perlu pihak ketiga. Sehingga profesional,” tandas Bupati Artha. (kmb26)

sampah-sampah daun dan sisa-sisa upacara adat dan keagamaan. Kegiatan bersih-bersih sampah ini dilaksanakan dalam rangka mendukung Peraturan Gubernur Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai. Wahyu Wirayuda mengatakan, selain menjaga dan melestarikan bahasa, aksara dan sastra Bali, penyuluh juga akan terus aktif berperan dalam menjaga lingkungan Bali, terutama dari bahaya sampah plastik. Selain itu, adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh penyuluh Bahasa Bali ini diharapkan sebagai pemicu untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya sampah plastik. Masyarakat yang ada di sekitar Pantai Yehembang juga sangat mendukung kegiatan ini, karena merasa terbantu untuk membersihkan sampah sepanjang pantai. Bali Post/kmb Mereka berharap kegiatan seperti ini bisa SAMPAH PLASTIK - Kegiatan bersih sampah plastik dilaksanakan para penyuluh Bahasa Bali di Pantai Yehembang. rutin dilaksanakan. (kmb)


Sabtu Wage, 21 September 2019

Warga Temukan Mayat di Bawah Pohon Wani Teridentifikasi I Gusti Lanang Dauh

Amlapura (Bali Post) Warga Banjar Dinas Selat Kaja, Desa Selat, Karangasem, Jumat (20/9) kemarin geger. Penyebabnya, ada penemuan sesosok mayat seorang kakek yang teridentifikasi bernama I Gusti Lanang Dauh (71). Bahkan, mayat itu ditemukan di bawah pohon wani di Banjar Dinas Selat Kelod, Desa Selat. Kapolsek Selat AKP Gede Sunjaya Wirya mengungkapkan, penemuan mayat atas nama I Gusti Lanang Dauh itu pukul 10.30 Wita. Korban ditemukan berada di bawah pohon wani di Banjar Dinas Selat Kelod, Desa Selat.

ASPIRASI - Perajin arak asal Sidemen menyampaikan aspirasinya ke DPRD Karangasem.

“Korban ditemukan sudah dalam kondisi terbujur kaku dan sudah meninggal dunia,” ujarnya. Sunjaya Wirya menambahkan, saksi yang menemukan korban setelah datang dari sawah. Dalam perjalanan ke rumah setibanya di TKP, saksi Gede Raka terkejut melihat sesosok orang tua yang tergeletak di bawah pohon wani. “Saksi sempat kaget kemudian melompati korban. Setelah itu, saksi melaporkan kejadian itu kepada warga dan keluarga korban. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian

lengkap yakni baju kemeja kotak-kotak dan mengenakan celana pendek warna biru. Selanjutnya, petugas langsung melakukan olah TKP serta visum dari tim medis Puskesmas Selat. “Dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Diduga korban meninggal akibat kelelahan. Pihak keluarga menolak jenazah korban diautopsi. Sebab, keluarganya sudah menerima dengan ikhlas kematian korban,’’ ujarnya sembari menambahkan, saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka. (kmb41)

Bali Post/kmb41

Minta Perlindungan Dewan

Perajin Arak Sampaikan Aspirasi Bendesa Adat Kebung I Wayan Wika berharap supaya perwakilannya yang dipercaya rakyat di dewan Karangasem itu, dapat membantu mencarikan solusi usaha home industry para petani di desa itu. Para petani perajin

minuman tradisional arak Bali itu, sudah mengeluti usahanya itu baik dari Kebung dan Sidemen, secara turun-temurun. “Sebagian besar usaha arak di Sidemen ini dikerjakan dengan cara manual. Kami sangat ber-

harap, bapak-bapak di dewan ini bisa mencarikan solusi untuk perajin arak ini atas persoalan yang cukup krusial membelit para perajin arak itu,” ujarnya. Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana menambah-

kan, pihaknya berjanji akan mencarikan celah hukum, sehingga usaha tradisional perajin arak yang digeluti masyarakat di Sidemen sejak bertahun-tahun itu, tidak lagi melanggar hukum. “Nanti akan saya koordinasikan dengan Bapak Gubernur Bali. Beliau juga amat sangat serius memperjuangkan produksi perajin arak tradisional di Sidemen dan arak Karangasem umumnya itu, agar bisa legal,” ujar Gede Dana. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Stok vaksin anti-rabies (VAR) di sejumlah puskesmas di Karangasem mulai kosong alias habis. Saat ini, total jumlah stok VAR yang disimpan di Dinas Kesehatan tersisa sekitar 300 vial saja. Salah seorang warga yang mencari VAR, Putu Eka, mengatakan, pihaknya hendak mencari VAR akibat digigit anjing liar, Jumat (13/9) lalu. Kata dia, untuk mendapat VAR itu dirinya sudah mencari ke Puskesmas Selat. Sedangkan untuk VAR kedua Jumat (20/9) kemarin, hendak mencari ke Puskesmas

Karangasem I. Hanya, stok VAR di puskesmas itu kosong. “Stok VAR-nya di Puskesmas I kosong. Karena kosong, saya diarahkan mencari ke RSUD Karangasem,” ujarnya. Salah seorang dokter di Puskesmas Karangasem I mengungkapkan, memang stok VAR sudah kosong sejak beberapa hari lalu. Karena itu, jika ada warga yang hendak mencari VAR, maka diarahkan ke puskesmas yang ada stok VAR-nya termasuk rumah sakit Karangasem. “Kebetulan di sini sekarang stok VAR-nya kosong. Untuk sementara, bagi warga yang

ingin mencari VAR, kita arahkan ke RSUD Karangasem,” ucapnya. Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Putra Pertama mengungkapkan, ia tidak menampik stok VAR di sejumlah puskesmas di Karangasem stoknya kosong. Saat ini, puskesmas yang stok VAR-nya habis ada di Puskesmas Karangasem I, Kubu II, Puskesmas Abang, dan Puskesmas Manggis II. “Puskesmas lainnya yang menjadi rabies center selalu ada stok VAR-nya. Ke depan, kita akan tambah rabies centernya. Karena itu, beberapa

puskesmas akan dijadikan rabies center. Salah satu dasarnya tingkat jumlah kasus gigitan anjing itu cukup tinggi. Stok VAR di kabupaten tersisa sekitar 300 vial,” katanya. Staf Humas RSUD Karangasem Sang Ayu Made Sri Dharmayanti menjelaskan, stok VAR di RSUD masih ada. Mekanisme stok VAR itu tergantung jumlah pasokan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Karangasem. “Yang jelas saat ini, stok VAR masih ada. Namun, jumlahnya belum tahu pasti,” katanya. (kmb41)

Amapura (Bali Post) Para perajin arak menyampaikan aspirasi ke DPRD Karangasem, Jumat (20/9) kemarin. Kedatangan perajin arak itu diterima langsung Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana. Para perajin arak dengan penuh harap meminta supaya dicarikan perlindungan yang memadai, sehingga keberadaan arak tradisional produksi perajin arak itu tidak terus diobok-obok polisi. Pasalnya, produksi arak petani itu dinilai ilegal.

Stok VAR di Sejumlah Puskesmas Kosong

Bali Post/kmb41

EVAKUASI JENAZAH - Petugas Polsek Selat bersama warga saat mengevakuasi jenazah korban.

Diserang Hama Burung

Petani Tutupi Hektaran Padi Gunakan Jaring Serangan hama burung di Subak Dauh Pangkung, Desa Tumbu, Karangasem membuat petani khawatir bulir-bulir padi milik petani itu habis dimakan burungburung liar itu. Untuk mencegah serangan burung itu, petani terpaksa menutupi hektaran tanaman padi mereka mamakai jaring. Lalu, bagaimanah caranya petani yang tidak punya jaring harus mengusir hama burung yang menyerang bulir-bulir padinya?

USIR HAMA BURUNG - Petani saat mengusir hama burung di lahan persawahannya.

Bali Post/kmb41

SALAH seorang petani di Subak Dauh Pangkung, Ni Wayan Sarini, mengungkapkan Jumat (20/9) kemarin, dirinya setiap hari wajib datang ke sawah miliknya. Malah padi itu harus ditunggui agar tidak diserang hama burung. Kehadirannya di sawah itu sudah pasti untuk mengusir burung yang gencar menyerang itu. Caranya di petak petak sawahnya dibentangkan tali kawat. Agar ada suara riuh, maka tali-tali kawat yang melintang di atas sawah sawah itu diisi kaleng-kaleng. Ketika tali kawat itu ditarik, maka kaleng-kaleng itu akan mengeluarkan suara nyaring dan berisik. Suara-suara nyaring kaleng itu cukup efektif membuat burung yang datang itu akhirnya memilih terbang dan pergi menjauh.

“Saya jam 07.00 Wita, sudah datang ke sawah. Tujuannya untuk mengusir burung-burung yang menyerang dan memakan bulir-bulir padi itu. Saya baru balik sore hari sekitar pukul 17.00 Wita. Karena sore harinya, burung-burung itu sudah semakin jarang, karena sudah kembali ke sarangnya,” ujarnya. Sariani menambahan, serangan hama burung itu cukup banyak. Sejauh ini, lahan sawah miliknya itu memang tidak ditutupi jaring. Namun, hektaran lahan sawah milik petani lainnya justru ditutupi jaring. Upaya itu dilakukan, untuk mengusir burung. Hal itu dilakukan supaya bulir-bulir padi yang sudah siap panen itu, tidak habis dimakan burung. “Hampir semua lahan sawah di-

tutupi jaring. Hal itu dilakukan agar padi tidak habis dimakan hama burung. Walau sudah ditutupi, tetap saja burungburung itu bisa masuk melalui celah yang ada di bawah jaring itu,” katanya. Dia menambahkan, dilihat kondisi padi sekarang ini tidak sehat. Banyak batang padi justru menguning. Hal itu memicu buah padi menjadi kosong. Atas kondisi itu, dirinya sudah menyemprot padinya itu menggunakan obat. Namun, tetap saja padi itu diserang penyakit tersebut. “Masih saja tetap diserang penyakit. Tetapi, setelah disemprot serangan jauh berkurang,” tuturnya. Lebih lanjut dikatakannya, dengan kondisi itu, dirinya pesimis bisa mendapatkan hasil panen maksimal. Dengan luas lahan belasan are, diperkirakan hanya akan bisa mendapatkan lebih kurang sepuluh karung. Tetapi, karena sekarang ini ada hama burung dan hama penyakit, maka hasilnya pasti akan berkurang sampai dua karung. “Kalau dilihat kondisi sekarang ini, paling hanya dapat panen padi delapan karung saja,” tegasnya. (nan)


Sabtu Wage, 21 September 2019

SOSOK Tolak Isu Moratorium PERISTIWA kecelakaan di sejumlah objek wisata di Kepulauan Nusa Penida yang menelan korban jiwa, seperti di Devil’s Tear dan Pantai Diamond, mulai mendapat sorotan banyak pihak. Bahkan, berembus isu dari sejumlah elemen pegiat pariwisata di Bali untuk melakukan moratorium kunjungan ke Nusa Penida, sampai objeknya benar-benar layak dikunjungi. Isu ini langsung membuat panas masyarakat Nusa Penida. Padahal, masyarakat setempat baru saja bangkit dari keterpurukan, berkat bergeliatnya pariwisata dan kini sedang getol bersama pemerintah daerah memperkenalkan potensi Nusa Penida. Salah satunya, penolakan keras datang dari Made Jana, anggota DPRD Klungkung dari Nusa Penida. Menurutnya, pihak yang mengembuskan isu tersebut sangat tidak berdasar. “Itu isu nyeleneh dan sesat. Saya jelas menentang keras,” kata legislator yang memiliki pengalaman sebagai pegiat pariwisata selama lebih dari 20 tahun itu, Jumat (20/9) kemarin. Dia meminta semua pihak berpikir jernih dan bijak. Kenapa kecelakaan yang lebih disebabkan karena human error atau wisatawannya sendiri, lantas menghukum Nusa Penida. Dia juga tidak sependapat, kalau pemerintah daerah dikatakan gagal melakukan penataan objek wisata. Menurutnya, eksekutif sangat concern terhadap pariwisata. Ini tentu terlihat jelas, bagaimana wajah Nusa Penida saat ini. Jauh berubah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Perubahan itu menjadi realitas yang tidak terbantahkan. “Contoh kecil, kalau ada kecelakaan lalu lintas, terus apa polisi pantas dibilang tidak siap? Ini juga begitu. Kita harus sadari, tidak ada proses yang instan dalam membangun pariwisata. Tidak fair kalau menyalahkan pemerintah, apalagi objeknya (Nusa Penida). Bagi kami, isu moratorium ini amat meresahkan warga kami di Nusa Penida. Sangat sensitif,” tegas tokoh masyarakat asal Desa Pejukutan ini. Dia mengaku akan menemui langsung siapa saja yang mengembuskan isu tersebut, dan meminta penjelasan. Ini sebagai peringatan bagi para pegiat pariwisata, agar lebih hati-hati melontarkan isu yang tidak berdasar. (gik)

Siswa yang Dikeluarkan Diterima Kembali di SMA 1 Dawan Semarapura (Bali Post) -

Dikeluarkannya seorang siswa dari SMAN 1 Dawan, I Putu NAP, akhirnya mereda. Pihak sekolah melunak, dengan menerima NAP kembali bersekolah di sana, setelah keputusan ini menimbulkan kontroversi. I Putu NAP saat ini sudah mulai berubah. Tidak hanya sikapnya di sekolah, bahkan pihak sekolah memberinya kesempatan untuk memimpin persembahyangan bersama, saat rutinitas Tri Sandya di halaman sekolah. Kepala SMAN 1 Dawan Made Ardika, Jumat (20/9) kemarin, mengatakan keputusan untuk menerima kembali NAP, setelah persoalan ini kembali dimediasi oleh sejumlah tokoh masyarakat. Meski sekolah mempunyai sistem tersendiri dalam proses mendidik anak di sekolah, tetapi mengubah perilaku anak ini dari anak yang nakal menjadi anak yang baik, berbudi pekerti, bahkan kelak berprestasi dikatakan jauh lebih penting. NAP sudah kembali boleh bersekolah seperti biasa ke SMAN 1 Dawan sejak Selasa (17/9) lalu, setelah proses mediasi pihak sekolah dan orangtua siswa membuahkan hasil dan dilengkapi dengan membuat surat pernyataan, tertanggal 17 September. Ada tujuh poin penting yang harus dipenuhi NAP. Ia harus bersedia mengikuti peraturan sekolah, wajib lapor ke ruang BK setiap sebelum mengikuti pelajaran, bersikap dan bertingkah laku yang baik dengan keluarga besar sekolah dan orangtua, tidak terlambat, tidak bolos dan tidak berkelahi lagi. Setelah sekolah lagi, pihak sekolah mulai melakukan pembinaan terhadap NAP, diawali dengan mental

Proses ’’Docking’’ Kapal Roro Capai 90 Persen

Bali Post/kmb31

CEK - Wabup Kasta (tiga dari kiri) saat mengecek proses docking Kapal Roro, Jumat kemarin. Semarapura (Bali Post) Proses docking Kapal Roro Nusa Jaya Abadi sudah mencapai 90 persen. Proses docking ditargetkan selesai pada 26 September, sebelum kembali berlayar melayani penyeberangan laut, rute Pelabuhan Padangbai-Nusa Penida. Kepastian itu didapat setelah Wabup Made Kasta bersama instansi terkait turun langsung ke lokasi docking di Galangan Kapal PT Ben Sentosa, Kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (20/9) kemarin. Inspeksi dilakukan bersama tim dari OPD terkait, seperti Dinas Perhubungan, Inspektorat, Baperlitbang dan Bagian Administrasi Pembangunan Setda Klungkung. Wabup Kasta ingin mengetahui langsung perkembangan dari proses docking tersebut. Diterima Manajer PT Ben Santosa, Suwarno bersama Pimpro Pelaksana Pengerjaan Docking Kapal, Febri, Wabup

Kasta bersama tim melihat dari dekat proses docking ini. Sejumlah pekerja terlihat sedang melakukan pengelasan pada beberapa bagian. Pekerja lainnya nampak melakukan pengecatan. Pimpro pelaksana pengerjaan docking Kapal Roro, Febri menyatakan sampai hari ke-22, docking Kapal Roro berjalan lancar. Dari target keluar 26 September, selanjutnya akan dilakukan uji coba pelayaran untuk mengetahui hasil dari docking tersebut. Pihaknya menegaskan kepada tim inspeksi, tahun depan, Kapal Roro sudah waktunya untuk spesial docking atau docking besar. Terkait dengan itu, Wabup Kasta meminta evaluasi untuk perbaikannya, agar dibuat lebih matang dan lebih terperinci. “Ini khusus untuk semua item pekerjaan yang memang harus dikerjakan untuk tahun depan, agar detail,” tegas Wabup Kasta.

Kepala Dinas Perhubungan Klungkung Nyoman Sucitra menyampaikan sesuai kontrak dengan pihak pelaksana, docking dilaksanakan selama 30 hari kalender dengan biaya mencapai Rp 1,6 miliar melalui APBD 2019. Terkait ketepatan waktu pengerjaan, menurut Sucitra ini tidak terlepas dari faktor alam yaitu pasang surut air laut. Selama proses docking, Sucitra menyampaikan penyeberangan dari dan ke Nusa Penida melalui Pelabuhan Padangbai sementara dilayani dengan dua unit kapal LCT, yakni LCT Bima Giri Nusa dan LCT Arjuna Giri Nusa. Sedangkan untuk penyeberangan penumpang melalui pelabuhan tradisional Tri Buana dan Banjar Bias Kusamba. “Mudahmudahan nanti tanggal 25-26, kapal ini sudah bisa balik ke Klungkung,” ujarnya. Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Klungkung I Gusti Ngurah Agung menyampaikan, dari hasil pengamatan bersama tim, sampai hari ini progres pengerjaan docking sudah mencapai 90 persen. Disinggung mengenai Kapal Roro yang sudah harus docking besar tahun depan, Ngurah Agung menegaskan tentu ini harus dilakukan. Sehingga semua yang memang wajib diperbaiki itu bisa direncanakan dan bisa dibahas lebih lanjut. “Semoga tahun depan, anggaran mendukung. Sehingga perbaikan secara detail itu bisa dilakukan agar masyarakat bisa diberikan pelayanan secara maksimal,” imbuhnya. (kmb31)

Kompol Suparta Jabat Kapolsek Klungkung Semarapura (Bali Post) Serah terima jabatan (sertijab) atas mutasi tingkat kapolsek di lingkungan Polres Klungkung berlangsung Jumat (20/9) kemarin. Kompol Nyoman Sarjana yang sebelumnya menjabat Kapolsek Klungkung, menyerahkan tongkat komando kepada Kapolsek yang ditunjuk yakni Kapolsek Klungkung yang baru Kompol Nyoman Suparta. Dia sebelumnya menjabat Kanit 3 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Bali. Proses serah terima jabatan juga diagendakan dengan penandatanganan pakta integritas, yang berlangsung di Mapolres Klungkung. Kompol Suparta bukan orang baru bagi Polres Klungkung. Sebab, sebelumnya dia sudah pernah bertugas cukup lama di wilayah hukum Polres Klungkung, yakni sebagai Kasat Reskrim tahun 2013. Meski demikian, sebagai wajah baru di Mapolsek Klungkung, dia tetap meminta dukungan dan kerja sama semua pihak untuk kelancaran tugasnya di jantung kota Bumi Serombotan. “Saya tetap memohon dukungan dan bimbingan dari Bapak Kapolres Klungkung beserta jajaran, dalam mengemban tugas yang baru ini,” katanya. Sementara itu, Kompol Sarjana akan bertugas di tempat baru pada bagian

Reskrimsus Polda Bali. Selama bertugas di Polres Klungkung, dia mengakui banyak hal yang berkesan, banyak hal yang bisa dijadikan masukan untuk penyempurnaan tugas yang lebih baik ke depannya. “Sebagai manusia biasa, pasti banyak salah dalam melaksanakan tugas. Untuk itu, saya memohon maaf jika ada kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi selama bertugas di Polres Klungkung,” pintanya. Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana menegaskan mutasi merupakan hal yang biasa dalam tubuh organisasi. Selain itu, ini juga merupakan upaya penyega-

ran dan peningkatan kinerja. Usai sertijab ini, dia berharap dapat membawa perubahan dan penyegaran khususnya bagi personel di Polres Klungkung. Kepada Kapolsek yang baru, diharapkan mampu membangun kerja sama yang baik dengan semua orang. Kapolres juga mengucapkan apresiasi terhadap Kapolsek Klungkung yang lama, dan mengucapkan selamat menjalankan tugas yang baru di Polda Bali. Kapolres berharap, semoga apa yang diemban sebagai pengayom, pelindung masyarakat, terus membawa perubahan yang lebih baik di mana pun bertugas. (kmb31)

Bali Post/kmb26

SERTIJAB - Kapolres Klungkung saat melakukan proses sertijab dan penandatanganan pakta integritas di Mapolres Klungkung, Jumat (20/9) kemarin.

spiritualnya. Dia didaulat menjadi pemimpin Tri Sandya setiap pagi di halaman sekolah. “Dia mampu melakukan itu dengan baik. Saya berharap peristiwa ini menjadi momentum baginya untuk sadar dan berbenah menjadi lebih baik,” kata Mardika. Ia mengatakan persoalan dengan NAP, saat ini lebih dilakukan dengan cara-cara humanis. Selain sering melibatkan kegiatan di tempat umum, pihak guru juga sering melakukan komunikasi terhadap siswa kelas XII IPS 3 asal Banjar Sengguan ini. “Semoga dia tetap bisa menjaga sikapnya agar tidak membuat masalah lagi dengan teman-temannya. Dalam surat pernyataan terakhir, sudah jelas. Kalau melakukan perbuatan serupa lagi, kami tak akan mau mentolerir lagi. Dia harus terus memperbaiki sikapnya agar ke depan bisa ikut ujian dan lulus dari sekolah ini,” tegasnya. Sebelumnya, NAP sempat dikeluarkan dari sekolah, setelah terlibat perkelahian dengan siswa setempat, hingga videonya viral di media sosial. Tak terima dikeluarkan, orangtuanya sempat mengadu ke Ombudsman hingga Kepala Dinas Pendidikan

Bali Post/kmb31

PIMPIN - NAP, salah satu siswa yang sempat dikeluarkan memimpin teman-temannya melakukan Tri Sandya di halaman sekolah. Provinsi Bali. Kasus ini sempat ramai, karena keputusan mengeluarkan siswa ini, dilakukan di tengah upaya pemerintah mengatasi angka putus sekolah. Sehingga banyak pihak meminta agar sekolah mau menerima dan membina kembali, sampai NAP lulus. Mardika, sekali lagi meluruskan bahasa yang berkembang di tengah masyarakat. Bahwa dirinya bukan

melakukan pemecatan, tetapi saat itu dikembalikan untuk dibina dulu oleh kedua orangtuanya. Artinya, siswa dan orangtuanya punya dua opsi, pertama pindah sekolah, kedua merenungi kesalahannya setidaknya selama setahun. Kalau saat itu sudah ada perubahan sikap, maka pihaknya menegaskan bakal siap menerima kembali, sesuai amanat pendidikan dasar wajar 12 tahun. (kmb31)

KUD Didorong Jual Beras ke Bulog Semarapura (Bali Post) Upaya Pemda Klungkung bersama pemerintah pusat, untuk memberdayakan KUD mulai menemukan titik terang. Menindaklanjuti pertemuan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dengan sejumlah pejabat di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, beberapa waktu lalu di Jakarta, Kepala Kantor Bulog wilayah Bali, Kamis (19/9) lalu, menemui Bupati Suwirta. Hasilnya, terjalin sebuah rancangan kerja sama, yakni KUD akan didorong menjual beras ke Bulog (Badan Urusan Logistik). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Suwirta menyampaikan harapannya, supaya Bulog dan KUD di Klungkung bisa terjalin sebuah kerja sama. KUD diharapkan bisa menjual gabah/berasnya ke Bulog serta Koperasi dan BUMDes bisa membeli beras dari Bu-

log dengan harga yang standar. Bupati Suwirta mengatakan, selama ini, Pemkab Klungkung gencar membantu dan menghidupkan kembali KUD. Berbagai upaya juga sudah dilakukan, di antaranya dengan memberikan dana insentif daerah hingga pemberian hibah dan bantuan mesin. Ke depan, KUD juga akan dibantu dengan pemberian kendaraan angkut. Bupati Suwirta sangat berharap KUD akan bisa berperan dalam memperkuat ketahanan pangan, menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani di Klungkung. Sementara itu, Kepala Kantor Bulog Wilayah Bali Suhardi mengatakan, pertemuan ini merupakan langkah awal kedua pihak untuk menjalin kerja sama antara Bulog dengan KUD di Klungkung. Pihaknya sejalan dengan rancangan Pemkab Klungkung, di

Bali Post/kmb31

PETANI - Petani saat bercocok tanam di wilayah Kecamatan Banjarangkan.

mana melalui kerja sama nantinya Bulog bisa menyerap beras atau gabah sesuai aturan pemerintah. Dirinya juga mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Klungkung dengan merevitalisasi sejumlah KUD sehingga bisa berkembang seperti saat ini. Salah satunya KUD Takmung. “KUD mengumpulkan gabah atau beras dari petani. Selanjutnya Bulog akan membeli dari KUD dengan harga yang sudah ditentukan pemerintah. Kami akan turun ke KUD untuk meningkatkan komunikasi dan lanjut menjalin kerja sama,” ujar Suhardi didampingi Kepala Bidang Komersial Bulog Kantor Wilayah Bali Ferdian D. Atmaja. Dalam bidang pertanian, Pemkab Klungkung mengandalkan program Bima Juara. Namun, saat ini serapan gabah dalam program Bima Juara (Beli Mahal Jual Murah) masih rendah. Program yang dapat penghargaan pusat sebagai inovasi di bidang pertanian ini, serapan gabahnya baru bisa mencapai 8 persen. Untuk meningkatkan serapan gabah secara bertahap, Dinas Pertanian Klungkung menambah kerja sama dengan dua KUD. Kepala Dinas Pertanian Klung kung Ida Bagus Juanida pernah mengatakan dua KUD yang siap bekerja itu, antara lain KUD Bakas dan KUD Aan. Ini akan menambah tiga KUD yang sudah bekerja sama sebelumnya dengan pemerintah daerah. Juanida mengatakan penambahan dua KUD ini sudah dianggarkan di dalam APBD Perubahan 2019, total anggarannya mencapai Rp 2,5 miliar. “Tahun ini, KUD harus melengkapi sarananya dulu. Setelah itu, baru dioperasikan. Rencananya tahun depan sudah siap beroperasi,” kata Juanida. (kmb31)


Sabtu Wage, 21 September 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dibthkn 3 org Mekanik Spd Mtr, 1 Org Kasir Pria SMK Otomotif Hub/WA:08112297601

B.BP.001.09.19.0000662

Bth Sopir SIM A Lam.Plg Lambat 1 Minggu,Sudirman Agung C1-3

B.BP.001.09.19.0000651

Cr Tkg Patri Perak, bs krj dgn Kuningan Peng 1th,081805376522

Accounting/Cost Control&Income Ubud Raya Hotel,H.085103075999 B.BP.001.09.19.0000545

Bar in Legian need Bartender min 2 years experience open 24 hours email cv crusoesbarbali@ gmail.com/WA.082266034910 B.BP.154.09.19.0000675

Urgent DW Housekeeping jujur, teamwork,usia 25th 1 s/d 19Okt CV hrdbali2019@gmail.com B.BP.001.09.19.0000558

Dcri Sopir,Admin 082113195951/ 8463609nuansabali1@yahoo.com

Segera Resto Kuta perlu: Waitress,Hostess,Capten, Steward, Accounting,Purchasing contact Buk Gita.081246290938

B.BP.004.09.19.0000524

B.BP.001.09.19.0000576

Dcari PRT yg bs merawat orgtua Gj. menarik Hub.08164707058 Dcr Admin Bisa Comp Email ke : adi.soemarnie@gmail.com

Dicari Pendamping Paud bisa kerja team Hub:08977357234

Dcr Sales,Sopir SIM A/B1, Admin Gudang Hub: 081337011495

Dicari karyawan,STM Bangunan & Tehnik Mesin.untuk ditempatkan dihotel.lamaran ditujukan ke Jl.Tukad Unda No.10 Renon Denpasar, Telp.0361-228667

B.BP.004.09.19.0000680

B.BP.001.09.19.0000561

Dcr:Kepala Cabang/Supervisor, pengalaman bidang Sales Retail Gaji dan Insentif menarik Email:herryy.hr@gmail.com

Dicari Admin untuk distributor makanan horeca. email CV ke hrd@bagusboga.com

B.BP.004.09.19.0000685

!!!Dicari PRT Max.30Th Cew Tdr Dlm,Gaji 2,5 Jt H:081237850879

Dicari Waitress untuk Restoran di Ubud. Kirim Lamaran ke Atman Kafe,Jl.Hanoman 38 Ubud. Tlp/WA: 081239307827

B.BP.001.09.19.0000660

B.BP.004.09.19.0000554

Dcr:Adm wnt,Sopir B1,Salesman/ Girl, Lam:Bedahulu 4 No.12 Dps email:gemilang_bali@yahoo.com B.BP.004.09.19.0000593

Dicari 1 Drafter 2.Junior Estimator.minimal S1/STM bangunan bisa computer AutoCad Photo shop dll,lamaran diajukan ke sudana8@gmail.com B.BP.004.09.19.0000671

SERVICE

DIJUAL MOBIL

BENGKEL LAS

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.09.19.0000679

B.BP.001.09.19.0000230

B.BP.004.09.19.0000673

Dicari segera Sopir Catering tinggal dalam Hub.081237002020 B.BP.001.09.19.0000683

Sopir Air Galon,Menguasai Area Dps,Jmbrn,Kuta,Nusa dua,Canggu Hub:082144877778 WA & Serabutn B.BP.001.09.19.0000628

B.BP.004.09.19.0000595

B.BP.154.09.19.0000676

Dicr Sopir Pribadi Bisa Matic Tdr Dlm,Bujangan :081999660972 B.BP.001.09.19.0000612

Dicr Staf Resto,Dapur&PRT Min SMP,Gaji+Bns+Kost/081236176981 B.BP.001.09.19.0000663

Segera !!! Sales Horeka dan Retail area Bali H.08123028209 B.BP.004.09.19.0000611

Urgent Marcom teamwork good English min exp.2yrs CV hrdbali2019@gmail.com B.BP.001.09.19.0000559

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL

MERCEDEZ

HONDA

Mercy C200 Avantgarde’13 Putih As Bali Tgn 1 Hub.081999675175

HRV E 2017 Putih Matic AslBali Kilometer 17Rb,Hub081999675175

B.BP.001.09.19.0000670 SUZUKI

Swift Manual 2010,Tgn 1,Top, Maroon,Asli Bali H:08113920666 B.BP.001.09.19.0000661 TOYOTA

Djual All New Rush 2018,Manual Hrg .257 Nego Hub:082147023659 B.BP.001.09.19.0000629 MAZDA

Dijual Mazda 6 Putih,2012,tgn1 KM 42 rb,Sunroof,Kc. film 3M Hitam,Head unit TV Ori Mazda. sangat terawat! 0817380322 B.BP.004.09.19.0000684 HONDA

CRV 2.4 AT Prestige 2013 Putih Samsat Baru mulus 081999675175 B.BP.001.09.19.0000674

Dijual HRV Mugen Matic 2017, TP.Tangan 1 Hub:081237544219 B.BP.001.09.19.0000516

B.BP.001.09.19.0000672

DikontrakanGudang+Toko+Kantor LT 13 Are,PLN 3500 Murah. Jl.Ayani Utara.Hp:085238063577

B.BP.001.09.19.0000044

PROPERTY DIJUAL RUKO

PROPERTY DIJUAL TANAH

Djl Tnh 160m2 Jl.Toyaning II Ungasan(KawsnVila)08123662408

B.BP.004.09.19.0000553

Jual Tanah Kebun Luas 7,08Ha SelemadegTabanan,081353191119

B.BP.001.09.19.0000591

Tnh Abianbase LT 2.35are Blkg RS Kapal Hub.Putu 08174746968

B.BP.001.09.19.0000665

SINGARAJA

Tnh 1 dan 1,5 Are Jl.Lingga, Sgrj,jl.aspal 5m Hp.0811398154

B.BP.001.09.19.0000681

PROPERTY DISEWAKAN GUDANG

Dikontrakan Gudang 6Are/Jl.IB. Mantra 188 Denpasar Timur(sisa 10th) Hub.HP/WA:08113862300

B.BP.001.09.19.0000600

Ruko Gn.Rinjani 41B 4,5x16,LT 1are,2KT,2KM3500w08174746968

B.BP.001.09.19.0000664

PROPERTY DIJUAL GUDANG

Gudang murah,Jl.Kerta Dalam 1 No.25 Sidakarya H:082147083777

B.BP.001.09.19.0000654

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.001.09.19.0000334

KEHILANGAN Hilang BPKB No.O-03361665-O DK1977LJ an.PT.Sanjiwani Bali Indonesia.Payangan,Gianyar

B.BP.004.09.19.0000682

Hlg BPKB No.2928234.G DK 844 JW a/n Ibnu Abbas

B.BP.154.09.19.0000678


Sabtu Wage, 21 September 2019

Jika Usulan Tak Disetujui Pusat

Pembangunan Pasar Singamandawa akan Dicicil Daerah

Pasar Singamandawa, Kintamani.

Surat Suara Pilkel Dicetak di Masing-masing Desa Bangli (Bali Post) – Surat suara menjadi salah satu kebutuhan logistik yang akan disiapkan jelang pemilihan perbekel (pilkel) serentak 3 Oktober mendatang. Untuk pengadaan surat suara termasuk TPS, Pemkab Bangli menggelontorkan dana Rp 1 miliar lebih ke desa-desa yang menyelenggarakan pilkel. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Bangli Dewa Riana Putra mengatakan, pihaknya telah menggelontorkan dana berupa bantuan keuangan khusus (BKK) ke 50 desa penyelenggara pilkel serentak di Bangli. Dana Rp 1 miliar lebih tersebut diberikan khusus untuk pengadaan surat suara dan TPS. Dana yang diterima masing-masing desa berbedabeda. Tergantung jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Dikatakan Riana, pencetakan surat suara dilakukan panitia penyelenggara pilkel di masing-masing desa. Tidak ada ketentuan/spesifikasi khusus yang ditetapkan terkait surat suara. Format surat suara yang akan dicetak disesuaikan dengan jumlah calon yang ada. “Kami serahkan ke panitia semua. Intinya, kami ingatkan kesiapan logistik jangan sampai terlambat.

Minimal dua hari sebelum pencoblosan, logistik surat suara sudah siap,” terangnya. Sesuai jadwal, pilkel serentak saat ini telah melewati tahap penetapan DPT. Sama seperti pelaksanaan pemilu, dalam pilkel serentak juga akan ada tahap kampanye calon perbekel. Kampanye dijadwalkan berlangsung 27-29 September. Dilanjutkan dengan masa tenang dari 30 September - 2 Oktober. Riana mengatakan, peraturan mengenai apa yang tidak boleh dilakukan para calon saat masa kampanye nanti, sama seperti saat kampanye pilkada. Salah satunya para calon perbekel tidak boleh berkampanye memanfaatkan fasilitas pemerintah, termasuk perangkatnya. Sebagaimana diketahui, sebanyak 50 desa di Kabupaten Bangli direncakan melaksanakan pilkel serentak tahun ini. Sesuai jadwal, pilkel akan dilaksanakan pada Oktober mendatang. Pilkel serentak di Kabupaten Bangli terakhir kali dilaksanakan pada Maret 2018 lalu. Pilkel serentak saat itu digelar di dua kecamatan yakni Desa Dausa, Bonyoh, Binyan dan Belantih di Kecamatan Kintamani serta Desa Bunutin di Kecamatan Bangli. (kmb40)

Persiapan Lari Keliling Bali

Serka Astawa Jajal Rute 150 Km SERKA Dewa Gede Astawa akan berlari mengelilingi Bali. Kegiatan tersebut akan dijalani prajurit TNI dari Kodim 1626/Bangli selama lima hari dari tanggal 1-5 Oktober dalam rangka menyambut hari jadi TNI yang ke-74. Pria asal Kelurahan Kubu itu akan berlari menempuh jarak 375 km. Lalu, apa saja persiapan yang sudah dilakukan? Babinsa Desa Buahan itu akhir-akhir ini terus meningkatkan kesiapannya dengan berlatih lari. Meski namanya latihan, jarak yang ditempuh tak main-main. Kepada Bali Post Jumat (20/9) kemarin, Dewa Astawa mengaku sudah mencoba beberapa kali latihan lari sekaligus menjajal rute dengan menempuh jarak 100 kilometer dan 150 kilometer. “Untuk yang 100 kilometer, saya sudah coba latihan dari rumah di Kubu Bangli ke Kubu Karangasem lewat jalur By-pass Gianyar. Saya habiskan waktu 11 jam 15 menit. Kalau start sesungguhnya nanti dari Makodam,” ungkapnya. Sementara untuk latihan kedua yang menempuh 150 km, jalur yang dilaluinya masih sama. Tambahannya 50 km hingga ke Kubutambahan, Buleleng. Jarak sepanjang itu ditempuhnya dengan waktu 18 jam 55 menit. “Sekarang karena kaki masih ada kendala, lecet, jadi saya istirahat 2-3 hari. Setelah pulih saya latihan lagi,” ujarnya. Saat menjalani latihan, ia jarang berhenti untuk beristirahat. Makan pun yang diistilahkannya dengan carbo loading dilakukannya sambil berlari. Sesekali dia berhenti untuk mengganti sepatu atau pakaian jika merasa tak nyaman. “Jam latihannya menyesuaikan dengan pelaksanaan lari nanti. Startnya nanti pukul 16.00 Wita, sehingga saya latihannya juga mulai dari segitu,” ujarnya. Pria 40 tahun itu mengaku selama menjalani latihan, hampir tidak ada kendala berarti yang ditemuinya. Hanya lecet pada kaki. Karenanya, ia pun saat ini sedang menyiapkan sepatu yang memang benar-benar cocok untuk dipakai lari jarak jauh. Selama menjalani latihan di jalan raya, ia mengaku sering ditonton warga. Tak sedikit dari warga yang menjumpainya, memberikannya semangat. “Latihan larinya sendiri. Karena tidak ada

yang mau menemani atau mengikuti pakai kendaraan. Karena ngikutin orang lari kan jenuh. Jangankan ikut lari ngikutin saja capek,” terang ayah dua anak ini. Setelah beristirahat beberapa hari, rencananya ia akan kembali berlatih menjajal rute hingga ke Sangalangit Singaraja sebelum hari H. Ia berharap latihan yang dilakukannya saat ini akan bisa memberikan hasil maksimal nantinya. Sebagaimana yang diketahui, kegiatan lari berkeliling Bali yang bertajuk Run For Bali tersebut diadakan Kodim Bangli. Dalam kegiatan itu, Serka Dewa Astawa akan berlari mengelilingi Bali selama lima hari mulai tanggaal 1 hingga 5 Oktober. Jarak tempuh sepanjang 375 kilometer, akan dibaginya ke dalam empat etape. Mengambil start dari Kodam, anggota Babinsa Desa Buahan tersebut nantinya akan berlari hingga Karangasem. Selanjutnya dari Karangasem ke Sangalangit Gerograk, Gerokgak-Pekutatan Jembrana dan dari Jembrana kembali berlari hingga finish di Kodam. (ina)

Bali Post/kmb40

Bangli (Bali Post) Selain infrastruktur jalan, pembangunan dan revitalisasi Pasar Singamandawa Kintamani menjadi program yang ingin segera dituntaskan Bupati Bangli I Made Gianyar. Untuk membangun pasar tersebut, Made Gianyar mengaku telah mengajukan usulan bantuan ke pemerintah pusat senilai Rp 180 miliar. Jika usulan itu tidak disetujui pusat, ia akan mengupayakan mencicil pembanguan dan revitalisasi pasar menggunakan dana daerah. Ditemui belum lama ini, Made Gianyar mengungkapkan, awalnya pembangunan Pasar Singamandawa direncanakan dilakukan dengan dana pinjaman daerah, namun batal. Pihaknya kemudian mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat dan provinsi untuk pembangunan pasar tersebut. “Kita sudah usulkan ke pusat dan gubernur dengan nilai Rp 180 miliar. Di sana rencananya akan dibangun juga pengolahan sampah jadi listrik dan cold storage,’’ terangnya. Dijelaskannya, cold storage adalah sebuah ruangan yang dirancang khusus dengan kondisi suhu tertentu dan digunakan untuk menyimpan berbagai macam produk

pertanian sehingga kesegarannya bisa dipertahankan. Cold storage ini digunakan menyimpan hasil pangan saat overproduksi dan mengeluarkan ketika barang itu langka. Dengan adanya cold storage diyakini harga produk pertanian bisa stabil. Tak hanya itu, Pemkab Bangli juga akan melakukan pengaturan harga batas bawah produk pertanian. Ini bertujuan agar petani bisa fokus berproduksi, tidak memikirkan harga. “Saya ingin Pasar Kintamani jadi pusat jual beli produk pertanian,” terangnya. Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu berharap besar, pusat dapat merealisasikan rencana itu dengan memberi bantuan dana untuk pembangunan Pasar Singamandawa. Namun kalau nantinya ternyata usulan itu tak disetujui pusat, Made Gianyar mengatakan, pihaknya akan mengupayakan membangun pasar Singamandawa dengan dana yang dimiliki Bangli. “Terpaksa dicicil. Kayaknya mampu juga kalau kita bangun dengan multiyears. Tahun 2020 dimulai, 2021 dilajutkan. Kayaknya dua kali APBD bisa. Tapi tergantung DPRD-nya kalau setuju,” imbuhnya. (kmb40)

Pasar Seni Geopark Batal Diperbaiki Bangli (Bali Post) –

Kerusakan bangunan Pasar Seni Geopark batal diperbaiki tahun ini. Adanya kekeliruan pencantuman lokasi kegiatan di dalam dokumen, menjadi alasan Disperindag batal memperbaiki bangunan pasar yang ada di Penelokan, Kintamani itu. Di sisi lain, bangunan pasar yang kondisinya mulai rusak dan tak terawat itu rencananya dimanfaatkan oleh Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG) sebagai kantor dan Tourist Information Center (TIC). Kepala Disperindag Kabupaten Bangli Nengah Sudibya yang dihubungi Jumat (20/9) kemarin mengungkapkan, sesuai perencanaan kerusakan pada bagian bangunan pasar Seni Geopark akan diperbaiki tahun ini dengan dana dari pusat senilai Rp 1 miliar. Namun, rencana itu batal direalisasikan lantaran adanya kekeliruan penulisan lokasi. Pada DPA lokasi kegiatan dicantumkan di Pasar Seni Geopark, sementara di aplikasi berbeda. “Jadi, yang di DPA dialokasikan di Pasar Geopark. Tapi di aplikasi ternyata ada kekeliruan. Lokasinya dicantumkan di Kelurahan Kawan. Sehingga tidak nyambung,” ungkapnya. Dikatakan Sudibya, ada keinginan dari Badan Pengelola Pariwisata BUGG memanfaatkan bangunan Pasar Seni Geopark sebagai kantor. Bagian bangunan yang ingin dimanfaatkan hanya yang di lantai atas. Dengan adanya keinginan Badan Pengelola Pariwisata memanfaatkan bangunan itu, perbaikan nantinya akan dilakukan pihak badan pengelola. “Kalau kios di bawah yang ditempati pedagang tetap kita yang kelola,” terangnya. Direktur Badan Pengelola Pariwisata BUGG Wiwin Suyasa yang dihubungi terpisah mengakui punya keinginan untuk memanfaatkan bangunan Pasar Seni Geopark. Selain tetap difungsikan sebagai pasar seni, sebagian bangunan rencananya akan dijadikan kantor. Sebab sejak

dibentuk, Badan Pengelola Pariwisata belum punya kantor dan sementara masih nebeng di salah satu ruangan Museum Geopark. “Kita juga rencana jadikan untuk tourist information center untuk Geopark Batur. Jadi, tidak semata-mata pasar. Wisatawan ke situ bisa mendapat informasi di sana mengenai apa yang ada di seputar Geopark Batur,” ujarnya. Terkait keinginannya itu, Wiwin mengaku sudah bersurat ke Bupati sekitar Mei lalu. Pihaknya saat ini masih menunggu tindak lanjut dari surat yang diajukannya. Jika

nantinya Bupati memberikan untuk memanfaatkan bangunan pasar itu dengan kondisi sekarang yang rusak, tentu pihaknya akan memperbaikinya sebelum digunakan. “Kami menerima saja. Kalau harus diperbaiki, ya kami perbaiki. Kan tidak mungkin juga kami pakai dengan kondisi toilet hancur, lantai kotor. Kalau kami biarkan, pemandangannya juga kumuh,” kata Wiwin. Sementara itu, berdasarkan pantauan belum lama ini, kondisi bangunan Pasar Seni Geopark mulai mengalami kerusakan di sejumlah bagian.

Salah satu yang paling terlihat yakni bagian plafon di lantai atas pasar setempat. Beberapa titik plafon tampak jebol. Lis plafonnya juga sudah banyak yang rontok. Dilihat dari kondisinya, pasar yang rampung dibangun pemerintah tahun 2014 lalu dengan menelan anggaran miliaran rupiah itu seperti tak pernah dirawat. Sebab, selain mengalami kerusakan, lantai serta dinding bangunan pasar yang dibiarkan kosong bertahun-tahun itu juga tampak sangat kotor hingga berkerak. (kmb40)

Bali Post/kmb40

PASAR SENI - Kondisi bangunan Pasar Seni Geopark di Kintamani.


OLAHRAGA

Sabtu Wage, 21 September 2019

Bali akan Jadi Tuan Rumah Lomba Tari Poco-poco

Bali Post/ist

AUDIENSI - Jajaran pengurus FOKBI Bali melakukan audiensi kepada Ketua Umum FOKBI Bali Cok Ace yang juga Wakil Gubernur Bali. Denpasar (Bali Post) Jajaran pengurus Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) Bali melakukan audiensi kepada Ketua Umum FOKBI Bali yang juga Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di Denpasar, Kamis (19/9). Mereka melaporkan program FOKBI

Bali ke depan, termasuk rencana menjadi tuan rumah lomba nasional tari poco-poco Nusantara memperebutkan Piala Ibu Negara. Ketua Harian FOKBI Bali Adolfina Grace Tangkudung usai menghadap Cok Ace menuturkan, pihaknya akan menggulirkan program seperti sosialisasi senam

poco–poco ceria yang melibatkan Ikatan Guru Taman Kanak–kanak Indonesia (IGTKI) Bali dan sosialisasi senam poco–poco Guinness World Record (GWR). ‘’Kita harus bangga memiliki senam poco–poco yang sudah mendunia,’’ ucapnya. Dijelaskannya, Bali merebut juara nasional dalam lomba tari poco–poco Nusantara memperebutkan Piala Ibu Negara pada 2018 lalu. Setelah itu, beberapa daerah mendesak Bali agar bersedia menjadi tuan rumah ajang serupa. ‘’Kami berharap Bali menjadi tuan rumah lomba nasional senam poco–poco Nusantara memperebutkan Piala Ibu Neg a ra p a d a 2 0 2 0 m e ndatang,’’ tuturnya. Jika Bali menjadi tuan rumah, beberapa daerah dipastikan senang karena bisa tampil di Pulau Dewata sekaligus berwisata. ‘’Program ini selaras dengan sport tourism yang digelorakan Bali,’’ ungkap Grace. (022)

Fatih Juara Catur Kodim Badung

Bali Post/ist

CATUR - Kodim 1611/Badung menggelar pertandingan catur yang melibatkan pelajar SMA/SMK se-Denpasar dan Badung. Denpasar (Bali Post) Puluhan pelajar SMA/ SMK dari seluruh Kabupaten Badung dan Kota Denpasar mengikuti pertandingan catur yang digelar Kodim 1611/ Badung, Jumat (20/9) kemarin. Tampil sebagai juara M. Fatih Abkori dari SMK PGRI 4 Denpasar. Kasdim 1611/Badung May-

or Inf. Arianto didampingi Pasiter Kapten Inf. Wayan Suara mengatakan, pihaknya sengaja melaksanakan program komunikasi sosial bidang olahraga yaitu pertandingan catur guna menjaring bibit atlet catur, khususnya pelajar SMA/SMK. ‘’Kegiatan ini mendapat respons luar biasa. Hal ini bisa dilihat dari jumlah

peserta yang begitu banyak. Kami juga mengadakan lomba tari,’’ ungkapnya. Adapun sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini yaitu menjalin komunikasi sosial sehat dan harmonis melalui perlombaan serta pertandingan. Tujuannya untuk meningkatkan tali silaturahmi antaranggota TNI dengan komponen masyarakat, termasuk pelajar. Fatih Abkori dibayangi I Wayan Septiawan dari SMKN 1 Petang yang keluar sebagai juara II dan Ayu Ratna Sari (SMAN 1 Abiansemal) di posisi ketiga. Juara harapan I diraih Jeconik Octo Putra H. (SMAN 2 Denpasar) disusul I Komang Arsana (SMKN 1 Petang) dan J. Tegar Prasetya (SMK PGRI 4 Denpasar) di tempat kedua dan ketiga. Sementara lomba tari Wirayuda dimenangkan tim Kecamatan Mengwi. Juara II diraih tim Kecamatan Denpasar Timur dan juara III direbut tim Kecamatan Petang. Juara harapan berturut-turut tim Kecamatan Denpasar Selatan, tim Kecamatan Kuta Selatan, dan tim Kecamatan Kuta. (kmb36)

Mainkan Pemain Tak Sah

Medali Emas Futsal Badung Dicabut

Denpasar (Bali Post) Tim futsal Kabupaten Badung merebut medali emas pada Porprov Bali XIV di Tabanan setelah mengalahkan Kota Denpasar dengan skor 7-3 dalam laga pamungkas di GOR Debes, Tabanan, Kamis (19/9). Akan tetapi medali juara pertama itu kemudian dicabut dan diberikan kepada Denpasar, sebab Badung memainkan pemain tidak sah.

Pemain Badung asal Papua Jeremy Erick Fandy Yeimo yang bernomor punggung 12 dianggap tidak sah, sebab baru mutasi pada 6 September 2018, padahal batas akhir 31 Agustus 2018. Demikian putusan sidang Dewan Hakim KONI Bali yang digelar di Kantor KONI Bali, Denpasar, Jumat (20/9) kemarin. Sidang dipimpin Ketua Dewan Hakim Fredrik Billy didampingi dua hakim anggota, IGB Artha Negara dan Putu Yudi Atmika. Menurut Billy, Jeremy dianggap pemain futsal tidak sah meng-

Bali Post/ist

PAPUA - Pemain futsal asal Papua yang membela Badung di Porprov Bali XIV Jeremy Erick Fandy Yeimo (kanan) dianggap tidak sah, sehingga medali emas Badung dicabut dan diberikan kepada Denpasar. ingat KTP-nya baru dikeluarkan 15 Februari 2019. Dengan demikian, Denpasar dianggap menang 3-0 sekaligus berhak menyabet medali emas, Badung harus puas menerima perak, dan Buleleng meraih perunggu. Dengan begitu, perolehan medali emas kontin-

Tak hanya soal referensi dari luar daerah, mereka juga ‘’diserang’’ karena menyodorkan materi yang dangkal. Salah satu dasar hukum yang dipakai dalam konsideran mengingat bahkan ada yang salah. ‘’Dia cari perbandingan jauh-jauh ke Yogyakarta, DKI Jakarta, dan akhirnya memakai referensi dari DPRD Jawa Barat. Buang-buang uang itu ke sana-sini, sangat mubazir,’’ ujar anggota Fraksi PDI-P I Made Supartha. Kata dia, tim ahli mestinya malu saat menyodorkan materi yang begitu dangkal dan bahkan bisa menjebak

sesuai dengan kebutuhan dewan. Tak hanya dalam rapat pembahasan kode etik, kritik untuk tim ahli juga muncul dalam rapat pembahasan peraturan tata tertib dewan di ruangan berbeda. Anggota Fraksi PDI-P I Nyoman Adnyana mengatakan sempat ada pandangan agar tim ahli ditiadakan. Tetapi, ada pula yang memandang tetap harus ada tim ahli sesuai dengan PP. ‘’Saya beri solusi tetap ada tapi kita libatkan ketika kita perlukan. Jadi, tidak harus mereka ikut setiap kegiatan, misalnya kunker (kunjungan kerja). Tapi itu belum diputuskan, tunggu saja besok,’’ kata politisi asal Bangli ini. (kmb32)

Calon Pemimpin Sementara itu, Presiden World Hindu Parisadh (WHP) Made Mangku Pastika menyatakan dipilihnya SMA Bali Mandara sebagai tempat penyelenggaraan acara bertema ‘’Membentuk Karakter Pemimpin Masa Depan’’ tak lepas dari tujuan dibangunnya sekolah tersebut yang

dipersiapkan untuk menyiapkan, mendidik, mengarahkan, membina para generasi muda calon pemimpin masa depan. Acara yang disusun lebih banyak melibatkan generasi muda, menurut Made Mangku Pastika, dalam rangka memberikan pandangan kepada generasi muda tentang wawasan beragama dalam menjalani kehidupan. Ia pun mengajak para generasi muda

untuk berbangga menganut agama Hindu. ‘’Teori kepemimpinan Hindu sampai saat ini masih relevan dijadikan acuan pembentukan karakter pemimpin. Pemimpinpemimpin besar dan tokoh-tokoh dunia belajar dari Hindu, karena Hindu logis, fleksibel, universal dan sebagainya. Jadi banggalah sebagai orang Hindu,’’ ujar Made Mangku Pastika. (kmb)

Gelandangan Apalagi di dalam pembahasannya melibatkan mantan Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia Harkristuti

Harkrisnowo. ‘’Di dalam pembahasannya ada Profesor Tuti selaku mantan Dirjen HAM, yang sangat pro-gender,’’ kata Yasonna. Menurut Yasonna, datangnya kecurigaan bahwa

RKUHP dapat mempidana gelandangan dan pengemis adalah ilusi yang diciptakan saat ada perbaikan aturan di dalam KUHP itu yang menurutnya lebih berat hukumannya. (ant)

Sabtu, 21 September 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Agung Ngenteg Linggih Padudusan Agung (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Aerobik Ceria 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 09:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Bunga

Tulip 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik Indonesia 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Bali TV Shop 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Agung Ngenteg Linggih Padudusan Agung (3) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Ocydia Home Shopping 13:30 Wita Dunia Kita 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Ridjky Tegar Perkasa, Juara Olimpiade Sains nasional Bidang Astronomi 2019

15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dialog Putra SBA 17:00 Wita Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Royalistik 21:00 Wita Classic Bali TV 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Nyi Rimbit (4) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song

gen Badung yang semula 157 berkurang menjadi 156, perak 108, dan perunggu 94. Badung tetap menjadi juara umum Porprov Bali untuk kedelapan kalinya. Sementara Denpasar bercokol di peringkat kedua mengoleksi 108 emas, 112 perak, dan 110 perunggu.

Sekum Futsal Kota Denpasar I Gusti Lanang Rai menegaskan, kasus ini hendaknya dijadikan pembelajaran oleh seluruh kontestan Porprov Bali. Sementara Ketua Futsal Badung Ketut Sukadana menyatakan menerima segala putusan dewan hakim. (022)

Realme 5 dan Realme 5 Pro Resmi Diluncurkan di Indonesia

Sangat Dangkal dewan. Seperti dalam rancangan kode etik, tim ahli tidak mencantumkan teknis konsultasi dengan eksekutif. Kemudian, soal pengganti antarwaktu dan penyidikan. Padahal, semuanya sudah ada dalam kode etik 2010. ‘’Kode etik ini mengatur mekanisme kerja dewan dari dalam agar tahu dirilah. Kalau ini tidak kita pahami, nanti rentan melanggar hukum, melanggar peraturan perundang-undangan,’’ jelasnya. Menurut Supartha, tim ahli mestinya tidak asal comot atau hanya berbekal kemampuan akademis saja. Namun harus melalui proses fit and proper test yang akuntabel dan transparan, serta

15

REALME 5 dan Realme 5 Pro resmi diluncurkan di Indonesia. Smartphone ini memiliki keunggulan empat kamera utama, menggunakan sensor 12 Mega Pixel (MP) untuk Realme 5 dan Realme 5 Pro memiliki sensor 48 MP. Yang mana keduanya memiliki aperture f/1.8. Untuk itu, pengguna mampu mengabadikan gambar dengan konfigurasi ultra wide, potrait, dan makro lebih baik dibandingkan smartphone lain sekelasnya. Selain itu, produk ini menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon, sehingga kinerja smartphone makin cepat juga grafis makin baik. Dengan konfigurasi tersebut, Realme mengklaim siap membuka era baru mobile photography di Indonesia.

Teknologi saat ini merupakan bagian penting dari hampir semua aspek kehidupan. Yang sebagian besar teknologi tersebut dipakai untuk menciptakan hal-hal positif. Untuk mencapai tujuan menjadi merek teknologi yang trendi, Realme berupaya membuat produk unggul dalam kinerja, desain dan kualitas. Hal itu diterangkan Marketing Director Realme South East Asia Josef Wang pada peluncuran Realme 5 dan Realme 5 Pro di Raffles Jakarta, Kamis (19/9) sore. Menurutnya, dari peluncuran produk Realme perdana di Indonesia beberapa bulan lalu, smartphone Realme mampu menggaet pasar di Indonesia, khususnya anak muda. ‘’Sekarang Realme telah

Tim Cricket Bali Berjaya di Pomnas Jakarta (Bali Post) – Atlet cricket Bali berjaya pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa (Pomnas) 2019. Tim putri Bali merebut medali emas setelah mendulang kemenangan 73-72 atas DKI Jakarta pada final yang dimainkan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (20/9) kemarin. Sementara itu, tim putra Bali meraih emas berkat kemenangan 69-66 atas DKI

Jakarta pada laga yang dimainkan setelahnya. Medali perunggu kategori putri diraih tim Jawa Timur (Jatim), sedangkan juara tiga putra disabet tim Jatim dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada Pomnas 2019, cricket dipertandingkan sebagai cabang olahraga ekshibisi dan diikuti oleh empat tim. Turnamen ini dimulai Rabu (18/9) dan berakhir Jumat (20/9) kemarin.(ant)

menjadi top 5 smartphone brand di Indonesia, yang kami dapatkan dalam waktu kurang dari setahun. Ini membuktikan bahwa smartphone Realme sangat diterima oleh orang Indonesia, terutama anak muda di Indonesia. Sebagai merek yang paling berkembang, tentunya kami tidak akan berhenti di situ. Sekarang Realme memiliki tujuan untuk menjadi merek teknologi yang trendi dalam waktu dekat,’’ papar Josef Wang. Selain itu, pihaknya telah melakukan penelitian mendalam terkait keinginan generasi muda terhadap smartphone. Dari masukan dan kebiasaan generasi muda, didapatkan bahwa mereka menginginkan kamera smartphone yang serbaguna, dapat digunakan dalam berbagai skenario. Hal tersebut mendasari pihak Realme menghadirkan rangkaian produk leap to quad camera. Produk dengan empat kamera akan memberikan pengalaman foto profesional hanya dengan satu sentuhan jari. Menyambung pemaparan Marketing Director Realme SEA, Product Manager Realme Indonesia Felix Christian menerangkan, selain quad camera, Realme 5 dan Realme 5 Pro memiliki kapasitas baterai yang lebih besar, juga layar besar. Sehingga pengguna dapat memakai lebih lama. Selain itu, semua smartphone Realme akan mendapatkan

software ColorOS.60. Yang baru ditingkatkan pada desain, fungsi manajemen hotspot dan mendukung fungsi Google AR Core. Sejumlah keunggulan yang tertanam pada Realme 5 dan Realme 5 Pro, Felix menambahkan, akan dapat dimiliki masyarakat Indonesia dengan harga yang tergolong cukup murah. Di mana untuk Realme 5 Pro akan dipasarkan pada 21 September 2019 dengan harga Rp 2.999.000 dan Rp 3.699.000. Harga ini tergantung kapasitas memory yang dipilih. Sedangkan Realme 5 series akan dipasarkan 30 September 2019, dengan harga Rp 1.999.000, Rp 2.199.000, dan Rp 2.699.000. Seorang fotografer profesional Jozz Felix yang telah menjajal produk tersebut menceritakan pengalamannya saat mengambil foto. Pengambilan gambar wide anggel, gambar yang dihasilkan memiliki detail yang bagus, warna natural. Kemudian untuk makro, hasil foto memiliki detail objek yang tajam. Ditambah mampu mengambil gambar dalam keadaan cahaya yang kurang, seperti panorama alam di malam hari, dan lainnya. ‘’Smartphone yang menghasilkan foto yang bagus saat ini, harganya mahal. Saya kagum dengan smartphone Realme yang saya pakai. Dengan harga dua sampai tiga jutaan mampu menghasilkan foto yang baik,’’ terang Jozz Felix. (eka)


SABTU wAGE, 21 September 2019

Alien Child ’’Sharing’’ Lagu

REJANG KESARI - Tari Rejang Kesari mengawali Festival Jatiluwih 2019.

SETELAH berhasil menyelesaikan tantangan dari seorang sastrawan menggubah karya puisi menjadi lagu ‘’Imajinasi Senja’’, kini Alien Child tergugah hatinya berbagi karya kepada siswa StaccatoBali, asuhan Heny Janawati. Awalnya mereka merasa tertantang membuat lagu anakanak, baik dari lirik, melodi, hingga aransemen. Begitu juga dengan musik video, mereka ingin menampilkan kemurnian anakanak. Baik dari sisi kostum maupun akting di video. Begitupun dengan make-up, Alien Child tidak mau wajah anak-anak terlalu banyak dipoles dengan bedak. Oleh karena itu, dari awal produksi Alien Child ingin terlibat langsung dalam karyanya kali ini. Duo gadis besaudara ini berbagi peran masing-masing. Dimulai dengan pembuatan lirik dan melodi oleh Lala Maranda (sang adik), kemudian dilanjutkan Aya Maranda (sang kakak) untuk membuat aransemen musiknya. Begitu juga dengan mixing dan mastering dieksekusi langsung oleh Aya selaku Music Producer. Sementara itu Lala berperan sebagai director dan screenwriting di bagian musik video. Dalam lagu yang bertema anak-anak ini, A l i e n C h i l d m e njatuhkan pilihan pada Zarra Apsara (6), putri keempat dari Endra Datta dan Putu Asih Primatanti.

Bali Post/bit

Rejang Kesari, Tari Persembahan kepada Dewi Sri E MP A T r a t u s p e n a r i gemah-gemulai membawakan tari Rejang Kesari dengan latar belakang tanaman padi di sawah berundak, Jatiluwih, Tabanan. Pementasan tarian ini sekaligus mengawali puncak Festival Jatiluwih 2019, Jumat (20/9) kemarin. Mereka berasal dari perwakilan sejumlah desa di Kecamatan Penebel. Sebanyak 150 orang dari Desa Jatiluwih dan 250 orang dari ibu-ibu PKK wilayah Kecamatan Penebel. Pakaian yang dikenakan cukup sederhana. Hanya kebaya kuning, kain (kamben) kuning dan dilengkapi selendang putih. Namun tata rias rambut, ada perbedaan antara penari remaja dan ibu-ibu PKK. Penari yang sudah berumah tangga memakai sanggul biasa, dengan dilengkapi untaian padi 5 ikat, diikat benang tridatu dan bunga sandat sebagai filosofi hijau tana-

man padi. Sedangkan penari remaja memakai pusung oncer dengan dilengkapi untaian padi 5 ikat, menggunakan benang tridatu dan bungai sandat sebagai lambang hijaunya padi. Para penari Rejang Kesari menari berjejer di sekitar jalan menuju acara yang dipusatkan di Amphitheatre D’uma Jatiluwih. Amphitheatre D’uma ini berada di tengah persawahan pada jarak sekitar satu kilometer dari jalan utama DTW Jatiluwih. Tari Rejang sendiri merupakan tari wali yang ditarikan secara kolosal dengan pola landai berderet ke belakang, berjejer ke samping dengan gerakan musim dan tata rias yang sederhana. Rejang Kesari berasal dari tiga kata yakni Rejang, Kesa dan Pari. Kesa berarti rambut dan Pari berarti padi. Jadi Rejang Kesari adalah tari wali yang menggambarkan Dewi Sri sebagai dewi

padi yang turun ke dunia memberikan kemakmuran. Tari Rejang Kesari ini diciptakan Ida Ayu Made Diastini, S.ST., M.Si. dan penata tabuhnya Wayan Darya, S.Sn. Manajer DTW Jatiluwih I Nyoman Sutirtayasa menyampaikan jumlah penari tari Rejang Kesari sebanyak 400 orang sebetulnya tidak ada filosofinya. ‘’Kami hanya ingin masyarakat lokal setempat juga ikut memeriahkan kegiatan festival, apalagi untuk Rejang Kesari mencapai ratusan orang itu memang dikoordinasikan langsung oleh Ibu Camat,’’ papar Sutirtayasa. Rejang Kesari sendiri adalah tarian khusus persembahan bagi Dewi Sri, manifestasi lambang kesuburan. Apalagi kawasan DTW Jatiluwih sebagai daerah agraris, tentu saja sangat tepat untuk mementaskan tari Rejang Kesari untuk memohon kesuburan

Alien Child melihat potensi besar pada diri Zarra saat mendengarnya latihan vokal di Studio StaccatoBali. Begitu juga bahasa Inggrisnya sudah fasih. Lagu ini tentang keceriaan anak-anak yang ingin menghabiskan waktu liburan sekolah bersama keluarga dan para sahabat karibnya. Lagu ini diberi judul ‘’Summertime Song’’. Untuk lagu kedua yang mau di-sharing Alien Child lebih pada tema remaja yang berjudul ‘’Beautiful This Way’’. Lagu ini tentang seorang remaja yang melewati fase keterpurukan akibat bullyan teman-temannya. Akhirnya dia menyadari bahwa dirinya adalah seseorang yang kuat dan memiliki kecantikan luardalam. Lagu ini dipercayakan kepada Naria, putri pertama dari Budi Sentosa dan Luh Putu Hermawati. Dipilihnya Naria untuk membawakan lagu ini, karena dia memiliki karakter suara pop khas dan bahasa Inggrisnya yang fasih. Dalam proses pengerjaan lagu ini, Alien Child berbagi peran yang sama seperti lagu pertama. Launching kedua lagu ini akan dilakukan bersamaan di Gedung Candra Mettu ISI Denpasar pada 28 September mendatang. ‘’Pada launching ini akan diawali dengan penampilan Alien Child dengan membawakan lagu-lagu original yang diproduksi sendiri. Di sesi pemungkas akan dilakukan pemutaran video clip dan penampilan Zarra dengn lagu ‘Summertime Song’ dan Naria dengan lagu ‘Beautiful This Way’,’’ ujar Produser Alien Child, Ketut Suarma, Jumat (20/9) kemarin. (win)

dan kerahayuan jagat. Salah seorang penari, Ayu Manik (17), mengaku sangat senang tampil dan terlibat langsung dalam kegiatan Festival Jatiluwih. Mahasiswi ini mengaku tidak hanya kali ini saja ikut dalam gelaran tari kolosal, namun sebelumnya sempat ikut saat pementasan tari Rejang Ratu Segara di Pantai Tanah Lot. Hal serupa juga disampaikan Ni Putu Murtini (48), anggota PKK dari Banjar Ubung, Penebel, yang mengaku senang bisa terlibat dalam tarian ini. Awalnya ia sempat kesulitan saat latihan karena tidak memiliki basic menari. ‘’Karena baru kali ini menari jadi latihannya cukup lama, tapi senang bisa ikut menari bersama ibu-ibu lainnya,’’ ucapnya. (bit)

Keben Bermotif Decopage ala Decocraft Bali KULINER

KESEHATAN

TOP IN VASI J I K A pada umumnya usaha mikro kecil menengan (UMKM) mengalami kendala WONDERFUL dalam pemasaran, namun tidak bagiBALI dr. Komang Ayu Kristiana Dewi Komala Sari, S.Ked., owner Decocraft Bali. UMKM yang memproduksi keben bermotif decopage ini sejak 2015 berpromosi lewat online yaitu sosial media, terutama Instagram. Bahkan, belum lama ini, ia

BUDAYA

KEBEN - Dokter Komala Sari menunjukkan keben bermotif decopage.

Bali Post/may

mencoba melakukan penjualan lewat selebgram, orderannya lumayan. ‘’Saya coba lewat selebgram, responsnya ternyata bagus banget,’’ ungkapnya, Kamis (19/9). Menurutnya, yang paling penting dalam promosi online adalah rajin dan rutin posting. Biasanya, ia posting produk per hari 2–3 kali. Tidak hanya lewat media sosial, ia juga membuat website-nya. Namun, diakui, penjualan lewat website tidak sebanyak sosial media. Berkat pemasaran online, produknya tidak hanya dikenal di tingkat lokal Bali tetapi

PENDIDIKAN

BRI Denpasar Gatsu Gelar Panen Hadiah Simpedes Semester I 2019 Nasabah Unit Canggu Raih Grand Prize Mobil

BRI Kantor Cabang Denpasar Gatot Subroto (Gatsu) menggelar acara Panen Hadiah Simpedes Semester I Tahun 2019, Jumat (20/9) kemarin. Penarikan hadiah undian Simpedes yang dipusatkan di Wantilan Desa Pakraman Pohgading, Ubung Kaja, Denpasar ini dihadiri ratusan nasabah setia BRI dari cabang maupun berbagai unit. Turut hadir Bendesa Pakraman Pohgading, Kepala Desa Ubung Kaja, Kepala Pasar Pohgading dan Perwakilan Kantor Wilayah BRI Kanwil Denpasar. Pembukaan acara Panen Hadiah Simpedes ditandai dengan pemotongan pita serta pelepasan balon. Sebelum hadiah diundi, juga dibacakan tata tertib undian dan pemeriksaan peralatan undian. Pemimpin Cabang BRI Denpasar Gatot Subroto Made Maherni mengungkapkan setiap saldo Rp 100.000

akan mendapatkan satu kupon undian dan berlaku kelipatannya. Pada undian kali ini, hadiah yang disediakan meliputi hadiah grand prize berupa satu unit Mobil Toyota All New Sienta, hadiah utama I berupa 5 sepeda motor PCX 150, hadiah utama II berupa 6 sepeda motor Vario 125 CW, hadiah utama III berupa 6 sepeda motor All New Scoopy, serta hadiah 10 buah TV LED 32 inch. Proses pengundian memakai sistem komputer disaksikan pihak Kepolisian, Notaris, Dinas Sosial dan Biro Kesra. ‘’Kami memberikan penarikan hadiah undian Simpedes ini sebagai bagian dari kebanggaan kami atas loyalitas dan kesetiaan nasabah bermitra dengan BRI,’’ ujarnya. Dikatakan, bila total simpanan BRI Denpasar Gatsu yang terdiri dari Simpedes, Britama, dan deposito mengalami pen-

ingkatan dari bulan Maret hingga Agustus 2019. Yakni dari Rp 1.008.171.000.000 pada Maret 2019 menjadi Rp 1.069.403.000.000 pada Agustus 2019 atau meningkat Rp 61.232.000.000. Dari jumlah itu, terbanyak disumbangkan oleh Simpedes yang pertumbuhannya mencapai Rp 40.681.000.000 dari Rp 591.959.000.000 pada Maret 2019 menjadi Rp 632.640.000.000 pada Agustus 2019. ‘’Untuk BRI Cabang Gatsu, kami memiliki 15 BRI Unit yang tersebar di seluruh Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Kami memiliki juga dua kantor cabang pembantu yakni Kantor Cabang Pembantu Mangupura dan Kantor Cabang Pembantu Gatsu Timur,’’ ujar Maherni. Pihaknya juga bermitra dengan 1.300-an Agen BRILink untuk bisa memberikan pelayanan transaksi kepada

masyarakat di luar unit kerja BRI. Dalam hal ini, transaksi SENIMAN bisa dilakukan tanpa harus datang ke bank bahkan pada saat hari libur atau di luar jam operasional kantor BRI. Panen Hadiah Simpedes Semester I juga dimeriahkan dengan hiburan akustik dan aksi kocak Gek Rempong dkk. Secara keseluruhan ada 28 nasabah yang beruntung mendapatkan hadiah undian Simpedes periode 1 Maret 2019 - 31 Agustus 2019 tersebut. Untuk grand prize mobil diraih Ni Luh Nariasih, nasabah BRI Unit Canggu Denpasar Gatsu. Sepeda motor PCX masing-masing diraih Ida Bagus Praditha S, I Wayan Kasta Wijana, I Made Rupawan, Kadek Sri Suardani, dan Los Yudiantara. Sepeda motor Vario diraih Ni Made Asteri, I Made Ari Mahadinata, I Putu Suartama, I

Wayan Warsana, I Putu Artawa, dan I Putu Gede Seputra. Sepeda motor Scoopy diraih A.A. Made Darma, Ni Nyoman Rinun, I Wayan Udiana, I Dw. Md. Medal, I Nyoman Mariadi, dan Ida Ayu Made Oka. Hadiah televisi diraih I Made Sudiartha, I Gede Angerancita, I Wayan Medri, Ni Nengah Sudarmi, Moh. Syamsi, Ni Wayan Yuliati, I Gusti Ayu Komang S., I Wayan Suandi, I Wayan Sunardika, dan I Wayan Mulia Abadi. (ad624) SIMPEDES - Pemimpin Cabang BRI Denpasar Gatot Subroto Made Maherni menggunting pita dan melepas balon sebagai tanda dibukanya Panen Hadiah Simpedes di Wantilan Desa Pakraman Pohgading, Ubung Kaja.

juga seluruh Indonesia dan bahkan luar negeri. Pemasarannya pun telah sampai ke Prancis, Qatar, Taiwan, dll. ‘’Pasar luar negeri biasanya melihat website-nya terlebih dulu, kemudian melihat di Instagram baru kontak langsung lewat whatsapp,’’ bebernya. Produk terdiri atas dua jenis yaitu keben decopage, tas decopage, tas pompom, tas rajut serta tas kreasi handmade lainnya. Keben lebih banyak terjual di Bali. Sedangkan tas lebih laku di pasar nasional dan luar negeri. Sesekali ia juga berpromosi

offline lewat pameran. Ia pernah mengikuti pameran di Denfest, diikutsertakan oleh Dekranasda pameran ke Jakarta, Tangerang dan Sulawesi. Decocraft Bali menjual berbagai macam produk anyaman dari bambu, pandan, mendong dan rotan. Sebagian produk anyaman tersebut diordernya dari Buleleng dan sebagian lagi dari Gianyar. Sementara di rumah produksinya, ia memberi tambahan aksen decopage, aksesoris dan pengemasan. Ia mengkreasikan dengan berbagai macam aksesoris termasuk sentuhan decopage. (may)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 21 September 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu