terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 5 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Rabu Pon, 21 Agustus 2019 Penataan Pedagang Pantai Kuta Rencana Desa Adat Kuta untuk menata pedagang di Pantai Kuta sudah dibahas dalam paruman desa belum lama ini. Dalam paruman disepakati bahwa penataan pedagang akan menunggu tindak lanjut dari tiga anggota DPRD Badung dari dapil Kuta. Badung | HAL. 3
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
TPS Belum Berfungsi Di Jembrana sejumlah TPS dibangun sampai ke desa. Bahkan sudah disiapkan kendaraan pengangkut sampah. Namun upaya itu belum maksimal. Sebab, ada TPS yang belum berfungsi, padahal bangunan fisik sudah selesai sejak 2017. Lalu apa masalahnya.
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Bali United Menang Bali United berhasil memetik poin penuh di kandang Madura United. Dalam pertandingan yang berlangsung Stadion Ratu Pamelingan Madura, Selasa (20/8) kemarin, Ilija Spasojevic berhasil membobol gawang Mandura United di menit ke-74. olahraga | HAL. 15
Jembrana | HAL. 10
RTRWP Bali Ketok Palu
Teluk Benoa Tetap Kawasan Konservasi Denpasar (Bali Post) Ranperda tentang Perubahan Perda No.16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali Tahun 2009-2029 telah diketok palu dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Selasa (20/8) kemarin. Tercatat ada lima hal penting yang menjadi fokus pembahasan sejak ranperda diajukan eksekutif pada 29 Januari 2018 lalu. Meliputi ketinggian bangunan, garis sempadan pantai, rencana bandar udara Bali Utara, lalu tentang perhubungan, jalan tol, penyeberangan laut, dan rel kereta api, serta perluasan kawasan pariwisata. Poin penting lainnya adalah Teluk Benoa yang dipastikan menjadi kawasan konservasi.
Usai rapat paripurna, Ketua Pansus I Ketut Kariyasa Adnyana juga menyampaikan hal penting terkait Teluk Benoa yang tetap dicantumkan sebagai kawasan konservasi. ‘’Teluk Benoa tetap kawasan konservasi. Sudah ada dalam RTRWP,’’ ujarnya. Hal. 15 Kesepakatan Dewan
Bali Post/ist
PENYERAHAN LAPORAN – Nengah Tamba saat menyerahkan laporan akhir Pansus terkait pembahasan revisi Perda RTRWP Bali. Salah satu poin penting adalah Teluk Benoa tetap sebagai kawasan konservasi.
Akomodasi Penambangan Pasir Laut
Walhi dan ForBALI Kritik Draf Final RZWP3K
Jamin Keamanan Mahasiswa Papua
Denpasar (Bali Post) Pembahasan Rencana Zonasi Wilayah Perairan dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K), Selasa (20/8) kemarin telah masuk pada tahap Focus Group Discussion (FGD) penyusunan dokumen final. Tidak dilibatkannya desa adat dalam FGD mengundang kritik keras. Selain itu, undangan FGD juga dilakukan secara mendadak. Muncul penilaian FGD tersebut sangat buruk karena dinas-dinas terkait yang hadir tidak memberikan tanggapan sama sekali. FGD dipimpin Kepala Dinas Kelautan Provinsi Bali Ir. I Made Sudarsana, M.Si., dihadiri dinas-dinas terkait dan Kepala Subdit Zonasi Daerah KKP Dr. Krishna Samudra, S.Pi., M.Si. Dewan Nasional Walhi sekaligus Koordinator ForBALI Wayan ‘’Gendo’’ Suardana mengkritisi ketidakseriusan pemerintah dalam melibatkan masyarakat adat di dalam penyusunan-penyusunan kebijakan publik atau dokumen seperti ini. Gendo menegaskan bahwa kejadian pelibatan masyarakat adat dalam proses penyusunan RZWP3K tidak mengundang masyarakat yang terdampak secara penuh misalnya Samigita (Seminyak, Legian, Kuta) Canggu dan Berawa. ‘’Kami keberatan dengan cara pelibatan masyarakat seperti ini,’’ tegasnya. Hal. 15 Tambang Pasir
Bali Post/ant
MAHASISWI PAPUA - Wakapolres Jombang Kompol Budi Setiono (kiri) swafoto dengan mahasiswi asal Papua saat menggelar pertemuan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (20/8) kemarin. Pascaketegangan mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Polres Jombang bersama Forkopimda menjamin keamanan mahasiswa Papua yang sedang kuliah serta meminta para mahasiswa supaya tidak mudah terprovokasi dengan kejadian tersebut, karena akan mengancam keutuhan NKRI.
Bali Post/ist
SAMPAIKAN KRITIK - Dewan Nasional Walhi sekaligus Koordinator ForBALI, Wayan “Gendo” Suardana menyampaikan kritik dalam FGD pembahasan draf final RZWP3K, Selasa (20/8) kemarin. RZWP3K dinilai hanya bancakan proyek yang diperdakan karena mengakomodir usaha penambangan pasir di lepas pantai.
Bantu UMKM, Ini yang Harus Dilakukan Pemkab Agustus ini terasa sepi, padahal ada banyak kegiatan atau gebyar HUT ke-74 RI. Kalangan dunia usaha, seperti perbengkelan dan kunjungan wisatawan mancanegara, terasa lebih sepi dibandingkan Agustus 2018 lalu. Biasanya Agustus musim kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) naik. Dalam situasi perekonomian sepi, Pemkab Karangasem perlu melakukan terobosan guna membantu masyarakat khususnya pelaku UMKM. Apa itu?
www.bisnisbali.com
Jakarta (Bali Post) – Berbagai upaya dilakukan pemerintah pusat maupun daerah untuk mencegah meluasnya dampak peristiwa persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang. Setelah sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat bereaksi keras, mulai muncul ajakan untuk saling memaafkan. Presiden dan pimpinan daerah menyatakan kesiapan untuk memberi perhatian dan menjamin keamanan mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di wilayah lain di Indonesia. Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Lenis Kogoya, menyebutkan pemerintah akan memberikan perhatian lebih besar kepada para mahasiswa asal Papua di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. ‘’Pola asramanya kita perhatikan, pola hidupnya kita perhatikan, terus pendidikan juga perhatikan, jadi kejadian ini tidak terulang lagi ke depan. Ini saya laporkan pada Presiden,’’ katanya usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/8) kemarin. Ia menyebutkan akan ada strategi khusus untuk menangani masalah Papua dan yang lebih khusus lagi untuk menangani masalah mahasiswa. ‘’Mungkin dalam waktu tidak terlalu lama, kita ajak Presiden ke Papua lagi, untuk berdialog dan berdiskusi dengan masyarakat Papua dan Papua Barat, dengan tokoh adat atau pemerintah,’’ katanya. Dari Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan jaminan keamanan bagi mahasiswa Papua yang sedang menempuh studi berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. ‘’Tenang saja, saya jamin keamanan saudara dari Papua yang ada di sini. Saya minta juga kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah ikut menjaga karena mereka adalah saudara kita sebangsa setanah air. Apalagi banyak saudara kita dari Papua ini sedang sekolah, mari kita jaga agar belajarnya tidak terganggu dengan urusan ini,’’ katanya saat dihubungi melalui telepon dari Semarang. Hal. 15 Kegelisahan Orangtua
Gerindra Tolak Pertanggungjawaban APBN 2018 Jakarta (Bali Post) Rapat Paripurna DPR-RI menyetujui RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN (P2 APBN) 2018 disahkan menjadi undang-undang. Dari sepuluh fraksi yang ada, hanya Fraksi Partai Gerindra yang menolak menyetujui pertanggungjawaban APBN 2018 tersebut, sedangkan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberi minderheid nota atau menerima dengan catatan RUU P2 APBN tersebut. ‘’Fraksi PDI-P, Golkar, Demokrat, PAN, PKB, PPP, NasDem dan Hanura menyetujui atau menerima RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN 2018
untuk dilanjutkan dalam pembahasan tingkat II. Adapun Fraksi Gerindra belum dapat menyetujui pengesahan RUU tersebut. Sementara Fraksi PKS menyatakan minderheid nota atau menerima dengan catatan,’’ ucap Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) Teuku Riefky Harsya saat membacakan laporan hasil kerja Badan Anggaran di Rapat Paripurna DPR-RI, Jakarta, Selasa (20/8) kemarin. Meski mendapat persetujuan secara aklamasi, Teuku Riefky menyampaikan sejumlah catatan Banggar atas pertanggungjawaban anggaran pemerintah tersebut. Keenam catatan itu adalah, pertama, prediksi wajar tanpa pengecualian (WTP) atas LKPP 2018
bukan ukuran mutlak untuk menggambarkan kinerja pemerintah. Pemerintah dinilai harus waspada dan meningkatkan kinerja pengelolaan APBN. Kedua, pelaksanaan APBN 2018 pemerintah tidak dapat mencapai beberapa asumsi dasar ekonomi makro dan target pembangunan. Salah satu asumsi dasar ekonomi makro yang tidak tecapai adalah pertumbuhan ekonomi. Realisasi pertumbuhan ekonomi 5,17%, di bawah asumsi 5,4%. Ketiga, catatan khusus terkait rasio utang pemerintah. Rasio utang pada 2015 sebesar 27,4% meningkat menjadi 29,81% pada tahun anggaran 2018. Hal. 15 Rekomendasi BPK
Bali Post/ant
BANYAK KOSONG - Banyak kursi anggota DPR yang kosong saat rapat paripurna, Selasa (20/8) kemarin di Gedung DPR Senayan, Jakarta.
Rabu Pon, 21 Agustus 2019
FIGUR Wujudkan SDM Unggul PERINGATAN HUT ke-74 Kemerdekaan RI dilaksanakan secara spesial oleh Pemprov Bali. Upacara bendera dibuat meriah dengan melibatkan seluruh instansi pemerintah hingga masyarakat adat Nusantara yang ada di Bali. Salah satunya masyarakat adat Padang yang tinggal di Bali, mereka turut hadir dalam upacara bendera di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Sabtu (17/8) lalu. Tidak hanya itu, Bali juga mendapat kejutan ketika Presiden Jokowi tampil mengenakan busana adat Bali saat upacara bendera. Melihat simbul-simbul semiotika tersebut, Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Bali Dr. Drs. I Made Putra Wijaya, S.H., M.Si. menilai hal itu sebagai apresiasi terhadap toleransi di Pulau Dewata. ‘’Bali sangat pantas jadi percontohan toleransi. Bali juga jendela toleransi di antara keberagaman yang ada,’’ ujarnya. Menurut pengamat pendidikan ini, Bali yang tengah menjadi sorotan Nusantara harus dapat mempertahankan identitas tersebut. Urusan persatuan harus dijadikan tanggung jawab dan kepentingan bersama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih unggul. Menanggapi slogan peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini tentang sumber daya manusia (SDM) unggul, ia menilai hal itu juga menjadi tanggung jawab bersama. Salah satunya adalah SDM yang unggul dalam hal pemahaman ideologi Pancasila. Masyarakat di Bali harus mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan, yang selama ini tergolong masih rendah. Ketua YPLP Kabupaten PGRI Badung ini menegaskan, peningkatan kualitas SDM dapat dilakukan melalui bidang pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah harus memprioritaskan kualitas pendidikan di Indonesia dan Bali khususnya. ‘’Ideologi itu harga mati. Hanya boleh ada satu bendera yang berkibar dari Sabang sampai Merauke, hanya Merah Putih. Begitu juga dengan dunia pendidikan, ini tidak boleh dicampur dengan kepentingan politik,’’ tegasnya seraya berharap, peringatan HUT Kemerdekaan RI kali ini menjadi momentum evaluasi bagi seluruh komponen bangsa Indonesia, demi terwujudnya SDM yang unggul dan berkualitas. (win)
Fraksi di DPRD Denpasar Dipastikan Tetap Lima Denpasar (Bali Post) – Anggota DPRD Denpasar hasil pemilu legislatif April 2019 lalu sudah dilantik, Senin (19/8) lalu. Kini, proses selanjutnya yakni membentuk fraksi serta alat kelengkapan dewan lainnya. Dari hasil kesepakatan masing-masing partai politik, jumlah fraksi pada periode 2019-2014 ini tidak akan berubah. Artinya, sama dengan jumlah fraksi pada periode 2014-2019 lalu, yakni lima fraksi. Hal ini terlihat dari bergabungnya anggota dewan dari Hanura ke PDI-P. Sedangkan anggota dewan dari NasDem telah menyatakan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Anggota DPRD Denpasar dari NasDem A.A. Ngurah Gede Widiada mengatakan, pihaknya telah menyepakati akan bersama PSI untuk membentuk satu fraksi. Karena dari segi persyaratan, gabungan dua partai ini sudah bisa membentuk satu fraksi, dengan jumlah anggota NasDem tiga orang dan dua orang dari PSI. ‘’Kami akan gabung dengan PSI,’’ ujar Widiada, Selasa (20/8) kemarin. Sementara itu, anggota dewan dari Hanura I.B. Ketut Kiana yang kini tidak bisa membentuk satu fraksi, harus bergabung dengan partai lainnya. Kiana mengatakan, keputusan partai telah menyatakan untuk bergabung dengan PDIP. ‘’Sudah dikoordinasikan oleh partai, bahwa kami akan
bergabung bersama PDI-P,’’ ujarnya. Pada periode ini, partai politik yang bisa membentuk fraksi secara mandiri di dewan yakni PDI-P dengan 22 kursi, Golkar 8 kursi, Gerindra dan Demokrat masing-masing 4 kursi. Sedangkan partai lainnya seperti NasDem (3 kursi), PSI (2 kursi) dan Hanura (2 kursi) harus berkoalisi untuk bisa membentuk fraksi. Jumlah fraksi ini sudah diduga sebelumnya oleh Ketua Sementara DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede. ‘’Bila tatibnya tidak berubah, maka fraksi tidak akan banyak berubah,’’ ujarnya. Sesuai dengan aturan yang ada, kata Ngurah Gede, jumlah anggota partai politik yang bisa membentuk fraksi yakni minimal sama dengan jumlah fraksi yang ada. Misalnya di Denpasar ada empat fraksi, maka jumlah anggota minimal untuk bisa membentuk fraksi yakni empat anggota dewan. ‘’Kalau kurang, ya… harus gabung,’’ katanya. Pada periode sebelumnya, fraksi di DPRD Denpasar ada lima. Kelima fraksi itu, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Hanura, Demokrat, dan Gerindra. Fraksi yang terdiri dari beberapa partai (gabungan) yakni Gerindra dan PDI-P. Gerindra bergabung bersama PKS dengan nama fraksi tetap Gerindra. Sedangkan PDI-P mendapat tambahan satu anggota dari NasDem. (kmb12)
Selundupkan Narkoba
Dua Pria Asal Aceh Dituntut 17 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Dua orang pria asal Aceh Utara, terdakwa Muhammad Ikhsan (22) dan M. Dani (28), yang mencoba menyelundupkan narkoba via Bandara I Gusti Ngurah Rai, Selasa (20/8) kemarin, dituntut tinggi oleh JPU Ni Nyoman Martini. Di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, terdakwa dinyatakan bersalah melakukan pemufakatan jahat, melakukan tindak pidana narkotika. Yakni tanpa hak atau melawan hukum menyerahkan narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram. Oleh jaksa dari Kejati Bali itu, terdakwa dengan berkas terpisah masing-masing dituntut 17 tahun penjara. Perbuatan terdakwa dinilai telah memenuhi unsurunsur yakni melanggar Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain dituntut 17 tahun, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 2 miliar, subsider
satu tahun kurungan. Dalam kasus ini, untuk terdakwa Muhammad Ikhsan, barang bukti yang diajukan sebanyak 233,45 gram netto sabu-sabu, 257,11 gram netto dalam plastik lain. Sedangkan untuk terdakwa M. Dani, barang bukti yang diajukan yakni 252,62 gram netto dan 252,01 gram netto sabu-sabu. Jaksa dalam dalam surat tuntutannya menjelaskan, pada 9 Maret 2019, kedua terdakwa tiba di Bandara Ngurah Rai, Tuban. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan sandal yang di dalamnya berisi barang bukti sabu-sabu dimaksud. Hasil interogasi, terdakwa diperintahkan oleh Ori untuk membawa sabu-sabu itu dari Medan ke Denpasar. Terdakwa mengaku diberikan upah Rp 50 juta. Namun sayang, sebelum berhasil menyelundupkan sabu-sabu itu, petugas mencurigai dan melakukan penangkapan. Kini, terdakwa harus menanggung risiko atas perbuatannya. (kmb37)
Bali Post/ist
PENERTIBAN - Petugas Satpol PP Bali menertibkan pramuwisata tanpa berbusana adat Bali di kedatangan international dan kedatangan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Pramuwisata Tanpa Busana Adat Bali Ditertibkan
Denpasar (Bali Post)-
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali menertibkan pramuwisata tanpa busana adat Bali di areal penjemputan tamu di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Selain menyasar pramuwisata tanpa busana adat Bali, Satpol PP juga menyasar perokok yang merokok di areal terlarang di kawasan Bandara Ngurah Rai. Dikonfirmasi Selasa (20/8) kemarin, Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan, penertiban pramuwisata ini digelar Senin (19/8). Sidak ini dalam rangka melakukan penegakan Perda Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pramuwisata, Perda Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2010 tentang Usaha Jasa Perjalanan Wisata dan Perda
Provinsi Bali Nomor 10 Tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dalam sidak tersebut, kata Rai Dharmadi, petugas Satpol PP dibagi menjadi dua tim yang menyasar tempat kedatangan international dan kedatangan domestik. Di areal kedatangan domestik, petugas menemukan tiga orang pramuwisata dengan Kartu Tanda Pemandu Pramuwisata
(KTPP), satu di antaranya tidak menggunakan pakaian adat Bali sebagaimana diatur dalam pasal 10 Perda tentang Pramuwisata. Mereka yang melanggar dikenakan sanksi. “Untuk itu, kami telah memanggil mereka yang melanggar untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan,” katanya. Selain menemukan pramuwisata yang tidak menggunakan pakaian adat Bali, petugas
menemukan dua orang sedang merokok di areal kawasan terlarang. “Mereka yang melanggar ini sudah diperingati dan dibuatkan surat pernyataan,” ujar Rai Dharmadi. Sementara terkait dengan penertiban yang dilakukan Satpol PP Bali ke Bandara Ngurah Rai, sejumlah pengurus Asita Bali mendatangi Kantor Satpol PP, Selasa (20/8) siang. Mereka mengapresiasi dan memberikan dukungan karena sudah mengambil langkah cepat dalam penegakan dan penertiban pramuwisata tanpa busana adat. Di sisi lain, Dewa Dhar-
madi juga mengimbau pihak hotel, biro perjalanan wisata, dan penjemput yang ada di Bandara Ngurah Rai agar memakai pakaian adat kalau menjemput tamu. “Kami tetap berkomitmen untuk melaksanakan penertiban dan penegakan yang menyangkut menjaga pariwisata Bali yang berkualitas bersamasama komponen pariwisata,” tegasnya. (kmb16) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Gubernur Bisa Tentukan Sistem Pengupahan
Bali Post/kmb42
RUMAH SINGGAH - OPSI Bali memperkenalkan rumah singgah OPSI Bali pada organisasi dan komunitas kaum marginal.
OPSI Sediakan Rumah Singgah untuk Kaum Marginal Denpasar (Bali Post) Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) Provinsi Bali menyediakan Drop In Center (DIC) atau rumah singgah untuk kaum marginal yang mengalami kasus atau sedang sakit. Rumah singgah yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan ini diperuntukkan tidak hanya untuk anggota OPSI, tetapi juga untuk kaum marginal yang lain seperti waria, pekerja seks, homoseksual, dan lain-lain. Koordinator Rumah Singgah OPSI Bali Melati mengatakan, rumah singgah yang baru terbentuk Februari 2019 lalu itu didapat dari bantuan OPSI Pusat. ‘’Rumah singgah OPSI Bali adalah wadah bagi teman-teman yang termarginalkan untuk pemberdayaan, learning center,’’ ujar Melati, Senin (19/8). OPSI Bali bergerak di bidang advokasi di dalam bidang HAM, edukasi kesehatan, dan lain-lain. Didirikannya rumah singgah ini karena di Bali belum ada rumah atau tempat yang mengakomodir kaum marginal ketika mengalami permasalahan. ‘’Rumah singgah ini bukan
khusus untuk rumah singgah anggota OPSI saja, tapi untuk semua komunitas. Membantu teman-teman yang sakit, tapi tidak punya rumah,’’ jelasnya. Sejak aktif kembali Februari 2019, kata Melati, di rumah singgah bersama OPSI Bali itu sudah menangani satu kasus dan terselesaikan. Kasus yang dialami yaitu kliennya yang mendapatkan ancaman dari pasangannya. Ada juga klien yang membutuhkan tempat tinggal yang dekat dengan tempat pengobatannya di RSUP Sanglah. Kaum marginal yang mengalami kekerasan dapat tinggal di rumah singgah selama tujuh hari. Sementara kaum lain yang mengalami sakit dapat tinggal di rumah singgah hingga dinyatakan sembuh oleh dokter. Selama tinggal di DIC, katanya, mereka yang mengalami masalah tersebut juga diberikan biaya untuk konsumsi sehari-hari. Tidak hanya memberi perlindungan rumah dan konsumsi, OPSI Bali juga memberikan pendampingan bekerja sama dengan LBH APIK dan YLBHI. ‘’Lembaga ini membantu
kami dalam menjembatani kami dengan pengadilan. Kami hanya mendampingi klien kami agar mereka tidak merasa sendiri. Sedangkan kami di OPSI melakukan mediasi, tidak langsung berhubungan dengan hukum, karena kami takut. Biasanya teman-teman komunitas takut karena masalah hukum itu berkelanjutan atau di pertengahan jalan mereka kasihan dengan suami atau pacar mereka,’’ bebernya. Yang bisa dilakukan adalah memediasi korban dengan pelaku agar tidak terjadi masalah yang serupa. Menurut Melati, proses mediasi ini juga diakhiri dengan perjanjian di atas kertas. Rata-rata kasus yang dialami yaitu kekerasan dari pasangan dan tamu mereka baik kekerasan fisik maupun psikologi. ‘’Kalau dari tamu, kami biasanya mencari tahu kronologi kejadian dan mencari saksi untuk mempermudah kami ke LBH,’’ katanya dan menambahkan, sebelum ada rumah singgah, pihaknya hanya melakukan pendampingan untuk kaum marginal tersebut. (kmb42)
Denpasar (Bali Post) Gubernur kini diberikan keleluasaan untuk menentukan sistem pengupahan di Bali. Hal itu tercantum dalam Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan yang diketok palu dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Selasa (20/8) kemarin. Tujuannya agar para pekerja lokal di Bali bisa memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan layak berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal. “Kalau terus-terusan berpatokan dengan cara pengupahan selama ini yang memakai sistem upah minimum, selama-lamanya pekerja di Bali tidak akan pernah mendapatkan kesejahteraan,” ujar Koordinator Pembahasan Ranperda I Nyoman Parta. Menurut Parta, selama ini pengusaha sudah merasa nyaman dengan sistem upah minimum. Mereka juga tidak merasa melanggar aturan. Padahal, seharusnya perusahaan-perusahaan besar tertentu bisa memberikan upah lebih kepada pekerjanya. “Jika terus-terusan diberikan upah minimum, 10-20 tahun yang a k a n datang banyak orang
miskin di Bali,” jelas politisi PDI-P ini. Oleh karena itu, lanjut Parta, Ranperda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan memuat pula ketentuan baru tentang sistem pengupahan pada Bab X dari total 20 bab dan 76 pasal yang ada. Sesuai isi pasal 60 ayat (2), kebijakan sistem pengupahan sebagai dasar hukum dalam penyusunan struktur dan skala upah beserta jenis upah lainnya ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi. Pada ayat (3) pasal yang sama disebutkan bila sistem pengupahan di provinsi diadakan dalam rangka perlindungan terhadap harkat dan martabat tenaga kerja lokal. Ketentuan lebih lanjut mengenai sistem pengupahan nantinya diatur dalam Peraturan Gubernur. Gubernur Bali Wayan Koster mengaku tertarik dengan apa yang disampaikan dewan terkait sistem pengupahan. Pihaknya akan belajar ke daerah lain seperti Manado yang sudah menerapkan hal itu. “Kalau di Manado bisa, mestinya di sini bisa karena dari sisi ekonomi sebenarnya Bali lebih baik dari Sulawesi Utara,” ujarnya. (kmb32)
I Nyoman Parta
Bali Post/ist
FM 96,5
Topik : Pramuwisata Tanpa Busana Adat Bali Ditertibkan Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Rabu Pon, 21 Agustus 2019
Roadshow Bus KPK ’’Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi’’ Tiba di Badung
PROFIL
KPK Siap Dukung Badung Jadi Role Model Antikorupsi
Rekonstruksi di Sky Garden SATRESKRIM Polresta Denpasar dan Polsek Kuta menggelar prarekonstruksi sejumlah kasus di diskotek Sky Garden di Jalan Legian, Kuta, Jumat (16/8) lalu. Saat itu juga diskotek tersebut dipasangi garis polisi. Dalam pekan ini Polresta akan menggelar rekonstruksi terkait laporan kasus pencurian, kejahatan terhadap kesusilaan dan pengancaman. ‘’Semoga minggu ini akan kami gelar rekonstruksinya,’’ kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Senin (19/8) lalu. Oleh karena itu, hingga saat ini klub malam terkenal tersebut masih dipasang garis polisi dan kendaraan taktis (Rantis) diparkir di sana. Hal ini dilakukan, kata Kompol Arta, supaya TKP tidak rusak. ‘’Biar TKP-nya steril. Untuk penanganan kasusnya, kami masih memeriksa saksi-saksi dan tahap penyelidikan,’’ ujarnya. Informasi diperoleh, pada Jumat (16/8) sore hingga malam, tim gabungan Polsek Kuta, Polresta Denpasar dan Brimob Polda Bali berjumlah puluhan personel hingga Satpol PP Badung, mendatangi tempat dugem tersebut. Pasalnya, kepolisian menggelar prarekonstruksi dengan pengawalan ekstraketat personel Brimob bersenjata laras panjang dan Rantis. Menurut Kompol Arta, Polresta dan Polsek melakukan prarekonstruksi atas laporan di antaranya, dugaan pelecehan seksual, pencurian, penganiayaan, ancaman atau fitnah. (rah)
ROADSHOW Bus KPK 2019 ‘’Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi’’ tiba di Kabupaten Badung, Selasa (20/8) kemarin. Bus KPK berada di Badung selama dua hari, bertujuan untuk mengajak komponen masyarakat agar berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pendidikan antikorupsi. Kedatangan bus KPK yang dipimpin Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari bersama Tim Korwil Jawa Timur, Bali, NTT disambut hangat Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa, Forkompinda, Wakil Ketua DPRD Sementara I Wayan Suyasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, pimpinan perangkat daerah, organisasi wanita dan bendesa adat seBadung. Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung yang telah mendukung penuh kegiatan roadshow bus KPK ini. Kegiatan roadshow bus KPK menyasar 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Melalui kegiatan ini KPK ingin menginformasikan pada masyarakat bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya penindakan, tetapi juga pencegahan, salah satunya melalui pendidikan antikorupsi. ‘’Tujuan kita memberikan edukasi kepada masyarakat secara langsung, juga monitoring
apa saja yang telah dilakukan pemerintah daerah termasuk di Badung,’’ katanya. Ia juga ingin pulang dari Badung dan Bali ini, mendapat sesuatu yang beda, karena Badung memiliki kearifan lokal yaitu desa adat, awig-awig dan pararem yang harus berdampingan dengan aturan yang ada. Serta adanya konsep Tri Kaya Parisuda (berpikir, berbicara dan berbuat yang baik). ‘’Ini yang akan kami catat. Kalau semua konsisten menjalankan konsep ini, tidak ada yang namanya korupsi,’’ terangnya. Mohammad Tsani juga mengatakan, KPK siap mendukung Kabupaten Badung menjadi salah satu role model antikorupsi di Indonesia. Hal ini didasari dengan sedikitnya catatan dari Badung, terlebih lagi LHKPN Badung sudah 100 persen. ‘’Kami mengapresiasi Pemkab Badung, karena catatan Badung tidak banyak. Kondisi ini agar mampu dipertahankan bahkan ditingkatkan. Ke depan, kami harapkan Badung dapat menjadi salah satu contoh daerah antikorupsi di Indonesia,’’ jelasnya. Bupati Badung Giri Prasta menyampaikan apresiasi kepada KPK RI yang melaksanakan roadshow di Badung. Dikatakan, dari awal Pemkab Badung telah melakukan MoU dengan KPK karena dibutuhkan dari sisi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan selalu mendapat
BUS KPK - Bupati Badung Giri Prasta bersama Wabup Suiasa menyambut bus KPK yang dipimpin Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari di Kabupaten Badung, Selasa (20/8) kemarin. pengawasan yang melekat. Termasuk kerja sama dengan Forum Koordinasi Pemerintahan Daerah dan Kejaksaan dengan TP4D-nya. ‘’Saya kira pencegahan korupsi ini harus dilakukan sejak dini. Mulai diri sendiri, keluarga, kelompok, masyarakat hingga pemerintah,’’ jelasnya. Dengan pembinaan dan arahan yang melekat dari KPK, ke depan Bupati inginkan Badung menjadi role model berkenaan dengan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan yang di dalamnya
terdapat e-planning, e-bugeting, e-hibah dan lainnya. Sementara itu, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa melaporkan, tujuan roadshow KPK ini yaitu menyosialisasikan kepada masyarakat, pengumpulan isu-isu, pemberantasan korupsi dan programprogram antikorupsi. Menghadirkan KPK di tengah-tengah masyarakat untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam program-program antikorupsi dan mengumpulkan masukan serta umpan balik. Diharapkan ada kolaborasi
dan sinergi dengan pemangku kepentingan antikorupsi. Bus KPK menyediakan perangkat pembelajaran antikorupsi yang bisa diakses dan dilengkapi sarana-prasarana pendidikan, sosialisasi dan kampanye antikorupsi. Selain itu, berkolaborasi dengan perangkat daerah Badung mengadakan pameran pelayanan publik. Selain di bus KPK, juga diadakan kegiatan lain seperti kuliah umum, sosialisasi antikorupsi, LHKPN, gratifikasi dan pameran pelayanan publik. (ad640)
Kabur, Pengedar Narkoba Ditembak Polisi
Bali Post/edi
PEDAGANG - Pedagang di kawasan Pantai Kuta. Desa Adat Kuta akan melakukan penataan pedagang untuk menghilangkan kesan semrawut.
Rencana Penataan Pedagang di Pantai Kuta
Dewan Siap Fasilitasi Keinginan Warga
Mangupura (Bali Post) -
Rencana Desa Adat Kuta untuk menata pedagang di Pantai Kuta, sudah dibahas dalam paruman desa belum lama ini. Dalam paruman disepakati bahwa penataan pedagang akan menunggu tindak lanjut dari tiga anggota dewan dari dapil Kuta. Bandesa Adat Kuta I Wayan Wasista menjelaskan, paruman tersebut juga dihadiri tiga anggota DPRD Badung dari dapil Kuta. Semuanya sepakat untuk penataan ulang. ‘’Hasilnya sudah diserahkan ke dewan dan kita menunggu
keputusan akhirnya,’’ ujarnya, Selasa (20/8) kemarin. Ketiga anggota dewan yang hadir dalam paruman itu yakni Anom Gumanti (PDI-P), Luh Gede Sri Mediastuti (Golkar) dan I Nyoman Graha Wicaksana (PDI-P).
Mereka mengaku siap mengakomodir hasil paruman untuk mendorong penataan ulang terhadap 1.168 pedagang yang berjualan di Pantai Kuta sehingga nantinya akan terungkap mana pedagang yang berizin dan yang bodong. ‘’Dengan penataan ini, kondisi pedagang di Pantai Kuta bisa dikontrol dengan baik. Soalnya, ini sudah sangat semrawut. Banyak pedagang yang bodong,’’ akunya. Anggota dewan I Nyoman
Mangupura (Bali Post) Pengedar narkoba I Gusti Ngurah Agus Santosa (40) diringkus di wilayah Banjar Petang Dalem, Desa Petang. Dari tangannya diamankan 3 paket SS seberat 0,80 gram brutto atau 0,19 gram netto. Saat diinterogasi beberapa waktu lalu, pelaku mencoba melarikan diri sehingga polisi terpaksa menembaknya. Selain kasus tersebut, polisi juga meringkus pengantin baru yang jadi pengedar narkoba, I Gusti Ayu Agung Ari Setiawati (40) dan Agus Susilo (38). Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga, Selasa (20/8) kemarin mengatakan, Agus Santosa berusaha membuang barang bukti di kamar mandi, tapi berhasil digagalkan polisi. Saat akan diinterogasi, pelaku sempat melarikan diri kemudian petugas berusaha mengejar sambil mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak 3 kali. Namun, pelaku tidak mengindahkan dan selanjutnya anggota Satresnarkoba Polres Badung menembak pelaku dan mengenai pinggulnya. Selanjutnya pelaku langsung dibawa ke RSUD Mangusada Badung untuk mendapatkan penanganan medis dan barang bukti diamankan ke polres untuk proses penyidikan lebih lanjut. Sementara I Gusti Ayu Agung Ari Setiawati (40) dan Agus Susilo (38) ditangkap
Graha Wicaksana menyebutkan, warga Kuta meminta dirinya dan dua wakil rakyat asal Kuta untuk memfasilitasi penataan itu. Namun, terlebih dahulu warga meminta untuk melakukan audiensi dengan Bupati Badung. ‘’Saat ini memang kita upayakan untuk memfasilitasi warga Desa Adat Kuta untuk audiensi dengan Bapak Bupati. Baru setelah itu kita akan bicara soal konsep Pantai Kuta ke depanya seperti apa,’’ bebernya. (kmb23)
TAT Bertugas Klasifikasikan Tersangka Narkoba PEMBENTUKAN Tim Assesmen Terpadu (TAT) merupakan amanat Undang-undang No. 35 Tahun 2009. Tugas dari tim ini adalah memilah dan mengklasifikasikan tersangka narkoba masuk kategori pengguna, pengedar atau bandar narkoba. Selain itu, TAT juga diatur dalam Peraturan Bersama Ketua Mahkamah Agung, Menkum HAM, Menkes, Mensos, Jaksa Agung, Kapolri dan Kepala BNN tahun 2014 tentang Penanganan Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke Dalam Lembaga Rehabilitasi. TAT merupakan tim yang terdiri dari tim dokter dan hukum yang ditetapkan oleh pimpinan satuan kerja setempat berdasarkan Surat Keputusan Kepala BNN dan BNNP. Hal ini disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi AKBP I Gusti Agung Alit Adnyana, Senin (19/8) lalu, di Hotel Kuta Central Park, Kuta, Badung, saat membuka sekaligus menjadi narasumber dalam pelatihan asesmen dan rencana terapi gangguan penggunaan narkotika. Kegiatan tersebut diikuti 25 peserta yang
terdiri dari para Kepala BNNK, aparat dan petugas yang berwenang di bidang rehabilitasi. Kegiatan ini berlangsung 19 hingga 23 Agustus 2019. ‘’Kebijakan BNN saat ini adalah melaksanakan perspektif hukum tentang penyalah guna narkoba. Bagaimana kita menerapkan pasal 127 tunggal bagi penyalah guna murni, pasal 128 ayat 1 serta hukuman berat dan pelaksanan TPPU bagi pengedar dan bandar narkoba,’’ ujar Brigjen Suastawa. Menurut Suastawa, TAT dibentuk juga berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, PP No. 25 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika, Perka BNN No. 11 Tahun 2014 tentang Tata Cara Penanganan Tersangka atau Terdakwa Narkotika, serta sejumlah peraturan lainnya. Sedangkan capaian layanan rehabilitasi instansi pemerintah tahun 2019 mencapai 224 orang dari target 481 orang di tahun ini. ‘’Artinya, pencapaian telah berjalan sebanyak 47 orang. Pada layanan rehabilitasi komponen masyarakat dan pascarehabilitasi tahun 2019, yaitu tercapai 32 orang dari target sebanyak 35 orang. Layanan pascarehabilitasi capaian se-
banyak 80 orang dari target 115 orang,’’ ungkapnya. Petugas rehabilitasi yang terdiri dari asesor, konselor dan dokter harus sangat mampu memahami karakteristik klien masing-masing. Tantangan petugas rehabilitasi adalah masih banyak klien rawat jalan yang terhenti atau tidak hadir di tengah perjalanan pelaksanaan. Konselor banyak yang belum paham karakteristik klien, janji dengan klien adalah mutlak dan harus dipenuhi. Selain itu, konselor banyak yang belum mengikuti pelatihan, membedakan perlakuan kepada klien, adanya kesepakatan tertentu dengan klien serta konselor berurusan dengan hukum.
‘’Ke depan, kami berharap petugas rehabilitasi sebagai ujung tombak pelaksanaan rehabilitasi harus memiliki kedisiplinan, empati, peduli dan memiliki jiwa sosial dalam pelaksanaan tugas. Dapat menemukan metode baru pelaksanaan rehabilitasi di mana karakteristik klien pecandu yang cenderung tidak konsisten, selalu berubah-ubah, gampang terpengaruh jika bertemu dan kembali dengan komunitasnya. Kalau tugas BNN yaitu memfasilitasi dukungan peningkatan kemampuan bagi petugas rehabilitasi yaitu melalui pembinaan konselor haruslah dilaksanakan secara reguler dan berkelanjutan,’’ katanya. (bns1)
BUKA PELATIHAN - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa saat membuka pelatihan asesmen di Kuta.
CMYK
di kamar kosnya di Jalan Subak Sari C, Denpasar. ‘’Tersangka yang wanita berstatus residivis. Dulu dia hanya sebagai pengguna tapi sekarang jadi pengedar,’’ tegas Kompol Kompol Sindar Sinaga didampingi Kasatresnarkoba AKP I Komang Ngurah Sujahayadi. Saat dilakukan penggeledahan di kamar kosnya, polisi mengamankan barang bukti 5 paket SS seberat 2,74 gram brutto atau 1,99 gram netto. Pelaku mengaku mendapatkan SS tersebut dari Tut Nik yang saat ini masih diburu. Selain itu, polisi juga meringkus tersangka Yohannes Prasmuda (33) di wilayah Banjar Gladag, Denpasar Selatan. Dari pelaku disita paket SS seberat 0,45 gram brutto atau 0,30 gram netto. Pengedar narkoba lainnya yang diringkus, yakni I Gede Suastika alias Baglur (23) di Jalan Nangka Gang Belibis, Denpasar. Pelaku mengaku sempat menempel paket SS di Jalan Noja Saraswati, Denpasar Timur. Saat dicek ke sana, polisi mengamankan satu paket SS. Sementara tersangka Indra Lesmana (35) dibekuk pada Sabtu (17/8) lalu. Dia ditangkap saat berada di dalam Alfa Mini di Jalan Tukad Yeh Aya, Renon. Dari pelaku disita 5 butir ekstasi. Pelaku mengaku ekstasi tersebut miliknya. (kmb36)
Rabu Pon, 21 Agustus 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
BPLE Tiara Course Gelar Wisuda Ke-26 90 Persen Lulusannya Sudah Bekerja
BALAI Pendidikan dan Latihan Engineering (BPLE) Tiara Course kembali mewisuda lulusan. Pada wisuda ke-26, Selasa (20/8) kemarin di Sanur, sebanyak 113 orang lulusan diwisuda. Mereka dari jurusan D-1 dan D-2 Engineering Mechanical and Electrical, Engineering Automotive, dan Jurusan Administrasi Teknik. Direktur BPLE Tiara Course Made Ernita Kurniawati, BBA., MBA. mengatakan, lulusan BPLE Tiara Course sangat diminati pengguna kerja. ‘’Hampir 90 persen lulusan yang diwisuda kali ini telah bekerja. Sisanya sedang tahap penerimaan bekerja. Hal ini sangat membanggakan BPLE Tiara Course yang telah berhasil mengantarkan mereka menjadi SDM yang kompeten,’’ ujarnya. Made Ernita Kurniawati menambahkan, mereka yang dinyatakan lulus hanyalah yang betulbetul kompeten dan siap terjun di dunia kerja. Dikatakan, kalau mendengar ada alumni lain kesulitan mencari pekerjaan setelah tamat, tetapi BPLE Tiara Course justru kesulitan siapa lagi yang harus dicarikan pekerjaan. Sebab, lulusan BPLE Tiara Course justru dicari perusahaan, meskipun belum tamat sekalipun. Sejak berdiri tahun 1993 BPLE Tiaca Course selalu memegang teguh prinsip kedisiplinan. Hal itu semata–mata agar lulusan BPLE tidak hanya terampil, tetapi juga disiplin sebagai tenaga kerja. Komitmen BPLE Tiara Course untuk senantiasa menjaga mutu lulusannya membuat lembaga ini meraih berbagai penghargaan, baik di tingkat daerah, nasional bahkan internasional. Contohnya, pada 11 Agustus 2018 lalu, BPLE Tiara Course meraih juara I LKP Berprestasi Tingkat Nasional Kategori Rumpun Teknik. Penghargaan itu dianugerahkan langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Yogyakarta.
WISUDA - Direktur BPLE Tiara Course Made Ernita Kurniawati (kanan) foto bersama dengan lulusan terbaik, Selasa (20/8) kemarin. Prestasi lain juga telah diukir mahasiswa BPLE Tiara Course. Salah satu alumni BPLE Tiara Course atas nama Gusti Ngurah Utama Putra meraih juara III ASEAN Skill Competition Bidang Refrigeratin and AC di Thailand. Salah satu wisudawan atas nama Gede Sila Mertayasa, karena mewakili Bali dalam ajang lomba yang sama di Jakarta, dia tidak ikut wisuda kemarin. Diharapkan, dia juga bisa berprestasi maksimal. Sebelumnya, BPLE Tiara Course memperoleh penghargaan sebagai lembaga pendidikan teknik terbaik oleh Wali Kota Denpasar. Tercatat pula menerima penghargaan sebagai lembaga pelatihan kerja (LPK) berprestasi di bidang pelatihan dan produktivitas dari Kementerian Tenaga Kerja RI. BPLE Tiara Course juga mendapat penghargaan tingkat nasional Business Callenges Award 2015 kategori The Best Training Edu-
cation 7 Service Excellent of the Year. Ketua Panitia Wisuda Ketut Susila Putra Merta mengatakan, peserta ujian BPLE Tiara Course mendapat pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali dan Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar. Pada wisuda kali ini lulusan terbaik dari masingmasing jurusan juga diberikan beasiswa. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar IGA Rai Anom Suradi menyampaikan terima kasih kepada BPLE Tiara Course karena telah membekali generasi muda dengan keterampilan yang memadai sehingga siap bekerja. Bekal itu diharapkan bisa digunakan untuk berkiprah di dunia kerja. Hadir pula dalam acara wisuda itu Direktur BPLE Tiara Course Cabang Seririt Putu Ria Wijayanti dan undangan lainnya. (ad649)
Yudisium Pertama Universitas Triatma Mulya
SETELAH resmi naik statusnya dari sekolah tinggi menjadi universitas pada 18 Juni 2019 lalu, Universitas Triatma Mulya menggelar acara yudisium yang pertama, Selasa (20/8) kemarin. Adapun dalam acara yudisium ini meluluskan 171 mahasiswa dari Program Pascasarjana, Sarjana Fakultas Bisnis, Fakultas Kesehatan, Sains dan Teknologi. Rektor Universitas Triatma Mulya Dr. I Ketut Putra Suarthana, M.M., Ph.D. mengatakan, dari lulusan 171 mahasiswa, terdiri dari 113 orang sarjana dan 41 orang pascasarjana Fakultas Bisnis serta 17 orang sarjana Fakultas Kesehatan, Sains dan Teknologi. Bagi lulusan ini, ia berharap agar terus mengembangkan dan meningkatkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. ‘’Saat ini teknologi informasi sudah berkembang pesat. Karenanya para lulusan diharapkan terus mengembangkan dan meningkatkan pengetahuannya lewat teknologi informasi,’’ ujarnya. Dengan demikian, ia meyakinkan para lulusan akan mampu bersaing, utamanya di era revolusi industri 4.0. Ia melanjutkan, saat ini di dunia kerja, syarat status akademik seseorang juga meningkat. Di mana mulai banyak dibutuhkan S-2 atau pascasarjana. Karenanya, jika ada alumni sarjana S-1 Univesitas Triatma Mulya yang hendak melanjutkan ke pascasarjana, pihak universitas siap menerima. Bahkan khusus alumni akan diberikan perlakuan khusus di bidang pembiayaan pendidikan. Sementara itu, Ketua Panitia Komang Krishna Yogantara, S.E., M.Si. menambahkan, pencapaian yang telah diraih Universitas Triatma Mulya pada tahun akademik 2018/2019 antara lain pada bidang penelitian. Di mana dimenangkan hibah penelitian dan pengabdian masyarakat Ristekdikti sebanyak enam
LULUSAN TERBAIK - Lulusan terbaik pada yudisium pertama Universitas Triatma Mulya. proposal, dengan rincian dua proposal Program Kemitraan Masyarakat, satu proposal Program Kemitraan Masyarakat Stimulus, satu proposal Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi, satu proposal Penelitian Kerja Sama Luar Negeri dan satu proposal penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi. Untuk menunjang semua aktivitas akademik di Universitas Triatma Mulya, pada tahun akademik yang sama, pihaknya menjalin kerja sama, baik dalam negeri maupun luar negeri. Untuk dalam negeri telah terjalin kerja sama dengan STIE Perbanas Surabaya di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi serta sharing penggabungan perguruan tinggi. Ada juga kerja sama dengan Universitas Kristen Satya Wacana tentang penawaran Program Doktor (S-3). Universitas Triatma Mulya juga menjalin kerja sama den-
gan Universitas Prasetya Mulya berkaitan dengan riset kajian dan penyelenggaraan konferensi pariwisata. Sementara kerja sama dengan luar negeri antara lain dengan East Timor Institute of Business dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi serta dengan NIIT Limited New Delhi, India dalam kursus bahasa Inggris. Adapun pada yudisium pertama ini, lulusan terbaik untuk masing-masing program studi yaitu untuk Program Studi Magister Manajemen Pascasarjana dengan IPK 3,94 atas nama I Nengah Simpen. Lulusan terbaik Program Studi Akuntansi dengan IPK 3,92 atas nama Noni Mirantika. Lulusan terbaik Program Studi Manajemen dengan IPK 3,93 atas nama James Adolf Paparang. Lulusan terbaik Program Studi Keperawatan dengan IPK 3,76 atas nama Ayu Putu Yunita Lestari. (ad643)
Bangun Generasi Berwawasan Kebangsaan Melalui PKKMB FEB Unud FAKULTAS Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud), Selasa (20/8) kemarin menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Bertempat di Gedung Widya Sabha, kegiatan ini mengambil tema ‘’Melali Kegiatan PKKMB Tahun 2019 Kita Bangun Generasi Berwawasan Kebangsaan Era 4.0’’. Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Prof. Dr. Ni Nyoman Kerti Yasa, S.E., M.S., kegiatan PKKMB ini digelar sehari. Dengan jumlah peserta secara keseluruhan yaitu sebanyak 979 orang. Ini, katanya, terdiri dari 5 Prodi S-1 dan 2 Prodi D-3. Untuk Prodi S-1 Ekonomi Pembangunan diikuti sebanyak 300 orang, Prodi S-1 Akuntansi 228 orang, Prodi S-1 Manajemen 283 orang, Prodi D-3 Perpajakan 60 orang dan Prodi D-3 Akuntansi 48 orang. ‘’Jadi total mahasiswa 941 orang ditambah 38 mahasiawa lama,’’ ujarnya. Dikatakan, pada acara PKKMB tingkat universitas, FEB diikuti sebanyak 988 orang. Bahkan jumlah ini paling banyak jika dibandingkan dengan fakultas lain di Unud. ‘’Kita memiliki mahasiswa baru terbanyak hampir 1.000 orang. Tapi jumlah mahasiswa ayang kami lepas juga mencapai 1.000. Tahun 2019 ini kami prediksi akan melepas lebih dari 1.300 orang,’’ yakinnya. PKKMB ini, menurutnya, diisi dengan materi tentang nilai Pancasila. Dengan demikian semua peserta semakin meningkatkan rasa cinta tanah airnya dan memiliki sebagai bangsa Indonesia dalam era 4.0. ‘’Jadilah
FOTO BERSAMA - Dekan FEB Unud bersama jajaran berfoto bersama dengan seluruh peserta PKKMB, Selasa (20/8) kemarin. pribadi yang mandiri, namun tetap fleksibel,’’ pesannya. Pihaknya mengingatkan kepada mahasiswa baru agar bisa mengikuti perkuliahan dengan baik, dan bisa lulus tepat waktu sesuai dengan visi, baik di level fakultas maupun universitas yaitu 4 tahun. Pihaknya tidak menginginkan masa setudi mahasiswa lebih dari 5,5 tahun. Walaupun maksimal diperbolehkan sampai 7 tahun. Oleh karena itu, kegiatan ini untuk mengenalkan kehidupan kampus FEB dengan baik, sehingga akan lebih semangat belajar beraktivitas baik di bidang akademik maupun nonakademik. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, S.E. M.Si. berharap kepada mahasiswa bisa menjadi lulusan unggul, mandiri dan berbudaya. ‘’Kami punya SDM yang
luar biasa, sudah teruji dalam kompetisi yang sangat ketat. Oleh karena itu, mahasiswa baru ini diyakini akan selesai tepat waktu,’’ pungkasnya. Untuk mencapai itu, kata Mahaendra, memang tantangan ke depan sangat berat. Persoalanpersoalan yang dihadapi bangsa, katanya, yaitu masalah kesejahteraan, masalah ketimpangan. ‘’Dan ini menjadi catatan bagi alumni FEB Unud. Secara nasional, target ekonomi belum bisa tercapai dengan baik. Ini harus diperbaiki,’’ ucapnya. Melalui PKKMB ini, pihaknya berharap proses pembelajaran nanti bisa lebih mandiri dan lebih memperhatikan waktu dan mencermati semua yang ada di lingkungan kampus. Untuk itu mahasiswa diharapkan mengikuti dengan baik kegiatan PKKMB. (ad571)
Siswa SMA CHIS Denpasar Raih ’’Bronze Award’’ di Ajang IJMO Malaysia SATU prestasi prestisius bertaraf internasional berhasil diraih salah satu siswa SMA CHIS Denpasar. Siswa Kelas XI IPA 2 bernama Alwin Theodoric berhasil menyumbangkan satu medali ‘’Bronze Award’’ kategori Grade 10/11 di ajang International Junior Math Olympiad (IJMO) di Kuala Lumpur, Malaysia pada 29 Juli 2019 lalu. Putra pasangan dari Johan dan Lisa ini merupakan satusatunya wakil Provinsi Bali untuk Indonesia yang dikirim untuk Olimpiade Matematika yang diikuti 20 negara. Siswasiswi sekolah CHIS Denpasar sendiri memang terkenal unggul dalam bidang Mathematics & Science. Selain juga unggul di bidang Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Alwin Theodoric saat ditemui di sekolahnya, Selasa (20/8) kemarin, merasa bangga atas prestasi yang diraihnya. Sebab, persiapan yang dilakukan secara intens setiap harinya membuahkan hasil yang sesuai harapan. Apalagi pada ajang IJMO, siswa kelahiran Denpasar, 19 September 2003 ini mengaku banyak memiliki teman dari berbagai negara belahan dunia. Tentu hal ini menjadi kesempatan baginya untuk saling sharing dan bersosialisasi. ‘’Saya di sana (Malaysia - red) selama empat hari. Pada hari pertama, ketiga dan keempat diajak refresing, karena lombanya hanya satu hari, yaitu pada hari kedua,’’ ujar Alwin. Guru Pembina Olimpiade Matematika Komang Darsana, S.T., S.Pd. mengatakan sebelum mengikuti IJMO di Malaysia, Alwin terlebih dahulu mengikuti Olimpiade Matematika di Bali diadakan di Regents School dan berhasil meraih medali perak. Sehingga bisa mengikuti Olimpiade Matematika di Singapura dan Malaysia. Untuk di Singapura, Alwin memperoleh
BERPRESTASI - Siswa SMA CHIS Denpasar berprestasi Alwin Theodoric (tengah) bersama Kepala SMA CHIS Denpasar Putu Dessy Widarmayanti, S.E., M.M. dan Guru Pembina Komang Darsana, S.T., S.Pd. Honorable Position dan di Malaysia berhasil meraih Bronze Award. ‘’Karena bakat dan kemauan juara Alwin sudah ada, jadi kami hanya menjadi fasilitator saja. Kalau ada soalsoa l y a ng t id a k d im eng ert i kita diskusikan. Persiapannya kurang lebih dua bulan, dan satu hari itu Alwin kami latih selama 4 jam,’’ tandas Komang Darsana. Kepala SMA CHIS Denpasar Putu Dessy Widarmayanti, S.E., M.M. mengaku bangga atas prestasi yang diraih siswanya di ajang olimpiade internasional. Pasalnya, prestasi ini merupakan capaian perdana yang berhasil ditorehkan anak didiknya di tingkat internasional. Dengan prestasi ini, diharapkan
dapat memotivasi anak-anak didiknya untuk berani bersaing di kancah internasional. ‘’Ke depan kami akan tetap mencari bibit-bibit yang lain dengan tetap meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga regenerasi berprestasi terus lahir di sekolah kami setiap tahunnya. Sebab, prestasi itu sangat penting dalam mencetak SDM yang unggul,’’ pungkasnya. Pada ajang ini, Indonesia sendiri berhasil menduduki peringkat ke-4 dengan pencapaian berupa 8 gold medal, 12 silver medal, 21 bronze medal dan 9 honorable position. Sedangkan peringkat pertama ditempati oleh Malaysia, disusul Vietnam di posisi kedua dan Filipina di posisi ketiga. (ad644)
BP PAUD dan Dikmas Bali
Ajak Orangtua Bacakan Anak Buku BALAI Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Bali bekerja sama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Bali menyelenggarakan acara Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku (Gernas Baku) 2019 pada Selasa (20/8) kemarin. Tema yang diangkat yaitu ‘’Ayah Bunda Bacakan Aku Buku’’. Kepala BP PAUD dan Dikmas Bali Dra. Endah Warsiati, M.Pd. mengatakan Gernas Baku sudah disosialisasikan sebelumnya, seperti gerakan pada hari ini. Diharapkan dari lembaga PAUD yang disampaikan pada orangtua, dapat membimbing dan membina anaknya untuk membacakan cerita. Dengan demikian
akan memunculkan minat anak untuk membaca nantinya. Selain itu, dengan gerakan membaca ini diharapkan hubungan emosi dan sosial akan lebih dekat dengan orangtua. ‘’Ini adalah bagian tugas dan fungsi kami karena kami langsung mengoordinasikan dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga,’’ ungkapnya. Setelah sosialisasi ini, gerakan membaca buku ini juga akan menjadi bagian dari program lembagalembaga PAUD. Sebelumnya akan dilakukan bimbingan teknis, workshop pada lembaga PAUD untuk menjadi bagian dari program di lembaga satuan. Gerakan nasional membaca buku itu seharusnya dilaksanakan pada 27 Juli, namun di Bali dilaksanakan pada 20 Agustus. Sebab, terbentur dengan libur
sekolah anak-anak. Ketua IGTKI Cok Istri Mas Minggu Wartini mengatakan kegiatan ini merupakan gebyar nasional orangtua membacakan buku. Gebyar ini dilaksanakan karena pendidikan pertama dan utama adalah di keluarga. Orangtua yang mempunyai kewajiban untuk membentuk karakter anak. ‘’Keluarga berperan penting dalam pembentukan karakter anak mulai dari anak usia dini sampai SMA/SMK, itu harus di bawah pengawasan orangtua,’’ ujarnya. Gernas Baku tidak hanya dilakukan pada hari itu saja, tetapi berlanjut hingga ke rumah masingmasing. Gerakan ini merupakan program pemerintah pusat untuk menyentuh pembentukan karakter anak. Dengan perkembangan me-
dia, baik cetak, elektronik maupun IT, maka anak dalam mengakses harus di bawah kontrol orangtua. Bunda PAUD I.A. Selly Mantra mengatakan gerakan nasional orangtua membaca buku sangat bagus. Sehingga perlu digalakkan dan disosialisasikan lagi karena sekarang penggunaan gadget juga banyak dilakukan anak-anak. Untuk itu, orangtua harus melakukan pengawasan. Dengan adanya Gernas Baku, salah satunya mendongeng dapat membina dan merekatkan hubungan orangtua dan anak. ‘’Jadi setiap malam sebelum tidur, daripada anak memegang gadget, lebih baik anak melakukan komunikasi. Karena yang kita pentingkan di era sekarang adalah komunikasi, pertemuan yang
BACA DONGENG - Bunda PAUD berfoto bersama Kepala BP PAUD dan Dikmas Bali, Ketua IGTKI Bali, orangtua PAUD usai membaca dongeng kepada anak-anaknya. berkualitas, bukan yang kuantitasnya lagi. Yang berkualitas itu seperti berkomunikasi, harus ada pelukan,’’ bebernya. Kesadaran orangtua di Kota Denpasar cukup tinggi untuk membacakan buku cerita. ‘’Karena di
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Kota Denpasar mindset orangtua itu sudah beda dengan di desa,’’ ujarnya. Orangtua di daerah perkotaan telah memiliki kesadaran dalam hal pendidikan anak, kebutuhan rohani dan jasmani, telah terpenuhi di Kota Denpasar. (ad647)
Rabu Pon, 21 Agustus 2019
Pimpinan MPR-RI Hadir di Istana Mancawarna Tampaksiring
Senator Wedakarna Dukung Amandemen Ke-5 UUD 1945 dengan ’’Pola Pembangunan Semesta Berencana’’ LUASNYA jaringan politik yang dimiliki Senator DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, benar-benar dibuktikan dengan kedatangan dua pimpinan lembaga negara ke Istana Mancawarna, Tampaksiring yakni Dr. H. Mahyudin, S.T., M.M. (Wakil Ketua MPR-RI). Kunjungan pejabat ini dalam rangka silaturahmi dengan Senator termuda asal Bali ini. Terekam Arya Wedakarna (AWK) menyambut kedatangan Wakil Ketua MPR-RI yang didampingi Wa Ode Rabia Al Adawia (Senator Terpilih asal Sultra), Edwin Pratama (Senator Terpilih Asal Riau), Hasan Basri (Senator Terpilih asal Kalimantan Utara) dan Ajbar (Senator Terpilih asal Sulbar). Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Abhiseka Istana Mancawarna, AWK berkomunikasi dengan Dr.
Mahyudin terkait dengan program dan kinerja parlemen ke depan. Yang mana diharapkan aspirasi daerah menjadi prioritasi, baik dalam politik anggaran maupun politik kebijakan. Salah satu agenda yang dibahas adalah terkait rencana amandemen ke-5 UUD 1945, khususnya dalam menegaskan kembali Pola Pembangunan Semesta Berencana sebagai haluan negara. ‘’MPR-RI sebagai lembaga tinggi negara bertugas untuk selalu menjaga empat konsensus bangsa Indonesia yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Dan ini perlu perhatian, mengingat Indonesia Raya bisa bertahan jika seluruh komponen bangsa bersatu padu. Peran MPR sebagai penjaga konstitusi sangat strategis,’’ kata Gusti Wedakarna. Ia pun mengapresiasi peran
dari Dr. Mahyudin yang dianggap sebagai figur muda di MPR-RI dan bisa mewarnai kancah politik nasional ke depan. ‘’Kanda Mahyudin adalah tokoh senior Golkar dan tentu ikut mewarnai lembaga negara MPR. Kini beliau terpilih menjadi anggota DPD-RI dan akan berjuang bersama saya pada periode 2019-2024. Kita bersinergi dan khususnya bagaimana kelak kepentingan Bali bisa terwujud, salah satunya RUU Provinsi Bali yang perlu dukungan partai politik, dukungan elite politik di Senayan,’’ jelas Gusti Wedakarna. AWK menjelaskan saat ini pihak DPD-RI Bali mendukung inisiatif dari Gubernur Bali untuk mengajukan RUU baru bagi Bali. Sebab, kebutuhan mendesak Bali sebagai salah satu bagian NKRI. ‘’Saya dan Kanda Mahyudin
Daihatsu Auto Clinic Sambangi Komunitas di Jawa Tengah DAIHATSU kembali bekerja sama dengan GT Radial mengadakan Auto Clinic dengan tema ‘’Anticipated Driving Program’’ melalui serangkaian road show ke berbagai kota di Indonesia. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2019, Daihatsu Club Auto Clinic menyentuh Kota Semarang dengan dihadiri lebih dari 50 anggota dari 17 Klub Daihatsu di Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Batch keempat ini dibuka Edy Susanto, Kepala Wilayah Jawa Tengah & DIY, PT Astra International-DaihatsuSales Operation. ‘Kami berharap acara ini menjadi awal silaturahmi dan sinergi antara outlet-outlet Astra Daihatsu di wilayah Jawa Tengah dan DIY bersama komunitas pengguna mobil Daihatsu,’’ ujar Edy. Anticipated Driving Program adalah pelatihan bersertifikat yang terdiri dari dua sesi, yaitu In Class Training dan Practical Test. Training dibawakan Sony Susmana, praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI). Di sesi In Class, peserta diajak untuk mengenali mobil/kendaraan secara umum, seperti fungsi dan penggunaan rem, penggunaan ban, hingga fitur keselamatan. Informasi ini diperlukan agar peserta mengetahui karakter kendaraannya masing-
ISTANA - Shri Arya Wedakarna menyerahkan cihna Tongkat Dwi Ananta Majapahit pada Dr Mahyudin, S.T., M.M. (Wakil Ketua MPR-RI) dan saat menyambut lima Senator terpilih dari lima provinsi di Istana mancawarna, Tampaksiring.
Dituntut 18 Bulan hingga Tujuh Tahun
Lima Mantan Kolektor LPD Kapal ’’Shock’’
DAIHATSU - Opening Speech oleh Edy Susanto, Kepala Wilayah Jawa Tengah & DIY PT Astra International, Daihatsu Sales Operation. masing, sehingga aman saat berkendara dan dapat meminimalisir potensi kecelakaan di jalan raya. Selain sesi In Class, peserta juga diajak untuk melakukan Judgement Ability Test pada sesi praktik. Di sesi ini peserta belajar tentang teknik pengereman, melatih konsentrasi saat berkendara, serta belajar bagaimana mengambil keputusan jika mengalami kondisi yang tidak diinginkan saat berada di jalan raya. Di sesi tanya jawab, antusiasme dan keingintahuan peserta tentang safety & defensive driving memuncak. GT Radial pun ikut membagikan voucher ban senilai jutaan rupiah untuk meramaikan acara tersebut. Adhitia Bramantha, Ketua Umum Daihatsu Ayla Indonesia (DAI), turut memberikan
komentarnya tentang acara ini. ‘’Acaranya sangat bagus. Kami banyak mendapatkan pengetahuan baru tentang skill berkendara. Cara berkendara yang selama ini kita anggap nyaman, ternyata belum tentu aman. Terima kasih untuk Daihatsu yang sudah menggelar acara ini sampai ke daerahdaerah sehingga kami yang tinggal di luar Jakarta pun bisa merasakan pengalaman training yang bagus seperti ini,’’ ujar pria yang berdomisili di Yogyakarta ini. Di akhir acara, peserta menyerukan komitmennya untuk menjadi safety driver yaitu dengan selalu mengenakan seat belt dan menjaga kecepatan saat berkendara. ‘’Sangat penting untuk tidak menjadi pemicu, penyebab, dan terlibat dalam kecelakaan,’’ tegas Sony. (bns2)
ting) sudah biasa terpasang di berbagai area di negara Sakura ini dan juga sudah mulai terpasang di beberapa perumahan di Indonesia. Ramah lingkungan pun menjadi nilai tambah karena tidak ada celah untuk air kotor yang dapat meresap dan mencemari pekarangan. Instalasi pun sangat mudah dan cepat sehingga perawatannya dapat dilakukan sendiri tanpa membutuhkan tenaga profesional. Sementara untuk rangkaian produk special fitting (link artikel special fitting),
dikembangkan berdasarkan berbagai kebutuhan di lapangan seperti dapat mengurangi incian dan dapat diaplikasikan pada ruang yang terbatas, sehingga proses pengerjaan instalasi sambungan pipa dapat dilakukan lebih cepat dan mudah menggunakan berbagai jenis dan ukuran yang semakin lengkap. Dengan begitu, hadirnya Rucika Hygienic System yang dapat memberikan manfaat dalam keseharian anda, merupakan pilihan yang tepat untuk menikmati hidup yang lebih baik. (bns3)
Lima perempuan mantan kolektor di LPD Kapal, Selasa (20/8) kemarin menjalani sidang dengan agenda tuntutan. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, JPU Agung Wisnu bersama Wayan Suardi menuntut para terdakwa bervariasi. Mulai dari 18 bulan (1,5 tahun) hingga paling tinggi tujuh tahun penjara. Mendengar tuntutan itu, para terdakwa pun terlihat shock. Lima terdakwa yang duduk di kursi pesakitan tersebut yakni Ni Kadek Ratna Ningsih (38) dari Banjar Tegal, Kelurahan Kapal, Badung, Ni Wayan Suardiani (36) asal Banjar Pnaglan, Kapal, Ni Made Ayu Ardianti (42) asal Banjar Titih, Kapal, Ni Nyoman Sudiasih (36) asal Banjar Lagon, Kapal dan Ni Luh Rai Kristianti (50) asal Lingkungan Banjar Celuk, Kapal. Dalam kasus yang merugikan keuangan negara hingga Rp 15 miliar tersebut, jaksa dari Kejati Bali ini menuntut paling tinggi terhadap Rai
ROADSHOW - Roadshow Bus KPK 2019 saat tiba di Kabupaten Badung, Selasa (20/8) kemarin. kan kejahatan yang terencana. ‘’KPK memang tidak ada di Bali, tapi banyak orang Bali yang tidak suka korupsi. Mereka yang akan melaporkan ke kami,’’ ujarnya. Dia juga meminta anggota DPRD Badung untuk tidak mencoba melakukan tindakan korupsi. Sebab, KPK tak segansegan untuk menangkap kejahatan korupsi. KPK hadir sejatinya tidak memandang dan
peduli dengan latar belakang bersangkutan. ‘’Kalau sudah melakukan tindakan korupsi, tentu harus ditindak. Apalagi kalau sudah menjadi tersangka, maka predikat koruptor akan terus melekat di mata masyarakat,’’ ungkapnya. Menurutnya, rekor termuda koruptor tercatat berusia sekitar 29 tahun dan rekor tertua korupsi berusia sekitar 80 tahun. KPK juga membeberkan
Kristianti yakni pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Terdakwa Ratna Ningsih dituntut lima tahun penjara dan denda Rp 50 juta, subsider tiga bulan kurungan. Terdakwa Suwardiani dan Sudiasih masing-masing dituntut penjara selama 3,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta, subsider tiga bulan. Selanjutnya tuntutan paling rendah terhadap terdakwa Ayu Arsianti yakni 1,5 tahun subsidair Rp 50 juta, subsidiar 3 bulan. Jaksa di hadapan majelis
hakim pimpinna Esthar Oktavi menyampaikan tuntutan berbeda tersebut sesuai dengan kerugian negara yang ditimbulkan masing-masing terdakwa. Untuk Rai Kristianti juga membayar uang penganti kerugian negara sebesar Rp 5.020.102.760. Apabila tidak dibayar setelah kasus ini mempunyai kekuatan hukum maka harta benda milik terdakwa akan disita dan dilelang untuk mengganti kerugian negara. Apabila terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup, maka diganti dengan
pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan. Sedangkan untuk tiga terdakwa lainnya juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara yakni Ratna Ningsih sebesar Rp 2.229.071.475, yang bisa diganti dua tahun dan enam bulan (2,5 tahun) penjara, terdakwa Suwardiani sebesar Rp 246.373.350, bisa diganti pidana penjara satu tahun dan sembilan bulan, terdakwa Sudiasih membayar Rp 400 juta yang bisa diganti dengan pidana penjara satu tahun dan sembilan bulan. Sementara terdakwa Ayu Arsianti tidak diwajibkan membayar uang pengganti karena sebelum pembacaan tuntutan sudah berinisiatif mengembalikan kerug ia n neg a ra seb esa r R p 272.890.000. (kmb37)
Rakernas Apkasi, Penerapan Haluan Negara akan Jadi Bahasan Utama Mangupura (Bali Post) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan digelar di Bali pada 21-23 Agustus 2019. Bertempat di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, para bupati anggota Apkasi ini akan membahas rencana penerapan haluan negara. Menurut Ketua Umum Apkasi Abdullah Azwar Anas, organisasi bupati ini merasa perlu untuk membahas wacana yang sedang mengemuka di publik seiring dengan bergulirnya rencana amandemen UUD 1945. Karena itu nantinya berpengaruh ke daerah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. ‘’Jadi Apkasi ingin mendengar aspirasi dari temanteman bupati soal wacana itu, bagaimana baiknya menurut daerah akan menjadi salah satu bahasan di rakernas,’’ ujarnya, Selasa (20/8) kemarin. Dikatakan dalam hal ini, haluan negara tentu bakal berdampak pada perencanaan daerah, sehingga para bupati merasa perlu untuk membahasnya. ‘’Kalau soal
KPK Ingatkan Dewan Badung Tak Lakukan Korupsi
Mangupura (Bali Post) DPRD Kabupaten Badung kedatangan tamu kehormatan yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kehadiran tim antirasuah ke Gumi Keris dalam rangka Roadshow Bus KPK 2019 ini tiba di Kabupaten Badung, Selasa (20/8) kemarin. Dalam lawatannya, rombongan yang dipimpin Panasihat KPK Mohammad Tsani Annafari memberikan sosialisasi antikorupsi dengan materi pembekalan pencegahan untuk mewujudkan anggota dewan berintegritas. Dalam sosialisasi, Tsani Annafari menghadirkan slide gambar tentang berita kasus korupsi massal 41 dari 45 anggota DPRD Malang. Setelah itu, mengingatkan kepada para Dewan Badung untuk tidak melakukan hal serupa. Namun dapat menjadikan renungan terhadap kasus korupsi tersebut. Sebab, korupsi merupa-
bisa menjadi bagian dari UUD. Ini kan peninggalan ajaran Bung Karno yang tertunda. Kita berkepentingan terhadap pola semesta ini agar ke depan visi dan misi pembangunan Indonesia ini berpedoman pada konstitusi. Jangan sampai terjadi seperti saat ini bahwa yang dipakai sebagai pedoman adalah visi dan misi pemenang pilkada. Di sinilah masuk ideologi-ideologi yang kurang pas bagi Pancasila. Dan lainnya, kita berharap di amandemen ini, posisi DPD-RI bisa diperkuat, baik dalam fungsi legislasi maupun pengawasan,’’ tambah Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center Tampaksiring ini. Di akhir acara, Senator AWK menyerahkan kenang-kenangan berupa Tongkat Istana Dwi Ananta Majapahit sebagai simbol dari kepemimpinan nasional. (ad648)
Denpasar (Bali Post) -
Sistem Air Buangan ’’Rucika Hygienic System’’
PT WAHANA Duta Jaya Rucika tidak ada hentinya memberikan solusi total sistem perpipaan di Indonesia. Kali ini Rucika menghadirkan berbagai rangkaian produk sistem air buangan dengan memperhatikan saluran yang higienis yaitu Rucika Hygienic System. Rucika Hygienic System terdiri dari dua jenis rangkaian produk yaitu Access Fitting dan Special Fitting yang diadaptasi langsung dari Jepang. Rucika yang sudah berpengalaman dan membuktikan kualitasnya selama lebih dari 40 tahun di Indonesia, memperkuat produk hygienic system ini dengan berkolaborasi bersama Maezawa, salah satu perusahaan dari Jepang yang terkemuka dan berpengalaman di bidangnya. Dikenal dengan sistem saluran air buangan yang tertutup rapat sehingga serangga, jentik nyamuk dan bau pun tidak dapat keluar-masuk. Access Fitting (link artikel access fit-
adalah incumbent yang punya visi sama yakni sama-sama secara politik mendukung sinergitas daerah dengan pemerintahan Joko WIdodo. Dan di era Presiden Joko WIdodo inilah, saya meminta agar Bali mendapatkan haknya baik, dari infrastuktur dan juga kebijakan yang proBali. Kita tidak bisa berjuang sendiri dan perlu bantuan elite politik. Kita harus bersinergi dengan pusat. Semua demi target Bali Berdaulat,’’ tegas Gusti Wedakarna. Ia mengungkapkan ke depan aspirasi daerah tidak bisa begitu saja diabaikan karena salah satu syarat membangun Indonesia adalah membangun desa, kabupaten/kota dan daerah. ‘’Bali sangat berkepentingan dengan amandemen ke-5 UUD 1945, yang mana kita harapkan agar Pola Pembangunan Semesta Berencana
jenis perkara tindak pidana korupsi yang pernah ditanganai dari tahun 2004-2019. Perkara penyuapan ada 602 (65 persen), pengadaan barang dan jasa ada 195 perkara (21 persen), penyalahgunaan anggaran ada 41 perkara (5 persen), TPPU ada 31 perkara (3 persen), pungutan/pemerasan ada 25 perkara (3 persen), perizinan 23 perkara (2 persen) dan merintangi proses KPK ada 10 perkara (1 persen). ‘’Semua ini sudah terbukti di pengadilan. Saya harap ini menjadi renungan,’’ tegasnya. Ketua Sementara DPRD Badung I Putu Parwata mengatakan sosialisasi yang diselenggarakan KPK sangat bagus. Upaya pemberantasan meliputi penindakan dan pencegahan. ‘’Kegiatan sosialisasi ini sangat penting diberikan untuk anggota dewan guna mewujudkan komitmen integritas,’’ pungkasnya. (kmb27)
amandemen UUD 1945 sebagai konsekuensi penerapan haluan negara kan semua sepakat hanya soal haluan negara. Pilpres tetap langsung oleh rakyat. Haluan negara itu nantinya semacam pembangunan semesta berencana seperti yang pernah dicetuskan Bung Karno,’’ ujar Anas yang juga Bupati Banyuwangi. Pihaknya secara pribadi sangat mendukung rencana penerapan haluan negara untuk memandu pokok-pokok tujuan bangsa ke depan. Untuk itu, ada konsistensi dan kesinambungan program pembangunan, tidak ganti pejabat kemudian ganti program. ‘’Misalnya soal pembangunan daya saing SDM kan butuh
jangka panjang, jangan sampai nanti ganti pemimpin ganti kebijakan,’’ bebernya. Sementara itu, Sekjen Apkasi Najmul Akhyar menambahkan, rakernas ini juga akan diisi pergelaran Apkasi Smart Regency Expo & Forum 2019 bertema ‘’Menuju Kabupaten Cerdas Melalui Digitalisasi Pelayanan Publik’’, yaitu ekspo inovasi pelayanan publik berbasis digital yang dikembangkan berbagai kabupaten. ‘’Apkasi mendorong perubahan pelayanan publik berbasis TI. Tanpa TI, kita tidak akan bisa memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, murah, dan pasti,’’ pungkasnya. (kmb23)
Azwar Anas
Rabu Pon, 21 Agustus 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Mari ’’Gila’’ Membaca BALI boleh bangga dengan khazanah sastranya yang adiluhung dan beragam. Namun, jangan berhenti di sana, karena ternyata sastra Bali banyak ditulis dalam huruf Bali dan belum diterjemahkan. Sementara kita tahu, budaya masyarakat Bali sangat hati-hati membuka karya sastra kuno dengan cara instan. Ketika belajar huruf Bali pun masih ada ancaman. Bisa gila akibatnya, demikian pameo di masyarakat. Kondisi ini yang membuat banyak karya sastra Bali tak terjamah oleh masyarakatnya. Mungkin ini ‘’politik’’ oknum tertentu guna memonopoli keilmuan. Atau bisa jadi sengaja dibuat demikian agar generasi muda kita tertantang untuk menembus batas-batas tersebut. Apalagi ada mitos bisa ‘’gila’’ akibatnya. Hal ini paradoks dengan tuntutan zaman sekarang kita mestinya ‘’gila’’ membaca. Hal ini harus didahului dengan kesenangan belajar bahasa dan huruf Bali. Tanpa landasan itu, kita tak mungkin membaca lontar dan sastra Bali dengan baik. Kini tantangan baru muncul bagi guru bahasa Bali kita, bagaimana membuat anak-anak gemar dan cerdas menulis aksara Bali. Tanpa alat ini, kita tak mungkin bisa membaca. Fakta di lapangan, membaca dengan huruf Bali di sekolah oleh anak-anak hanya dipakai sebatas mencari nilai saat ulangan semester saja, belum berkelanjutan. Makanya untuk menanamkan budaya ‘’gila’’ membaca aksara Bali bisa terhambat. Secara umum, budaya membaca remaja kita patut dipertanyakan. Kita lihat saja sehari-hari di rumah saat liburan panjang sekolah yang sedang berlansung. Mereka lebih memilih chating di medsos ketimbang membaca buku. Apalagi buku pelajaran. Literasi belum menjadi budaya mereka. Untuk menjadikan membaca sebagai sebuah budaya haruslah dimulai dari pembiasaan dan pembiasaan secara kontinu. Kita bisa lihat saja aktivitas dan cara belajar pelajar sekarang. Mereka tak mau membaca materi di buku terlebih dahulu untuk memperoleh pengalaman baru atau materi baru, namun sudah loncat menjawab pertanyaan di bagian akhir materi. Namun anehnya, mereka belum menemukan jawaban langsung minta bantuan medsos. Bukan membuat mereka merasa tertantang mencari jawaban dengan cara membaca materi pelajaran. Salahnya guru juga yang semakin jarang memberi tugas aplikated bagi siswanya dalam soal-soal problem solving. Makanya jangan heran anak-anak di SMA banyak yang mengeluh bahwa gurunya hanya hadir pada awal pelajaran dengan alasan Children Centre Learning (CSL) kemudian meninggalkan kelas tanpa pengawasan bagaimana proses siswa mendapatkan jawaban. Beda dengan terdahulu, guru mengawasi siswanya mencari bahan di perpustakaan dan memberi arahan buku mana yang harus dibaca untuk referensi masalah tertentu. Kini, adanya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) patut dijadikan momentum guna meningkatkan minat baca anak muda. Namun sayang, dengan sistem zonasi dan PPDB gelombang II yang mewajibkan SMP dan SMA-SMK negeri menerima siswa maksimal dan diterjemahkan lain oleh pelaksana di bawah membuat semua ruang perpustakaan dan lab sekolah disulap menjadi ruang kelas. Buku-buku tak ada tempat lagi dipajang di ruangan bahkan alat lab disimpan rapat alias dimatikan. Semua demi politik dan popularitas. Ini tantangan baru Bali untuk menanamkan budaya mari ‘’gila’’membaca. Bisa-bisa medsos makin melesat dengan cengkeraman pengaruh negatifnya. Semua ini harus kita sikapi, bukan dibiarkan. Pemerintah sebagai penanggung jawab program GLS mestinya taat juga dengan aturan bahkan mendukung GLS. Bukan sebaliknya membunuh budaya ‘’gila’’ membaca dengan mematikan aspek pendukungnya.
S URAT PEMBACA Sanksi Adat bagi Koruptor Saat ini, di tingkat nasional ada tiga putra Bali yang tergolong populer terjerat kasus korupsi. Ada Jro Wacik, Sudiartana, dan terakhir Nyoman Dhamantra. Di Bali, banyak juga putra Bali masuk penjara karena terjerat korupsi. Ada mantan bupati dan pejabatpejabat teknis di birokrasi. Artinya, korupsi terjadi di mana-mana dan berpotensi menjerat siapa pun jika salah langkah. Ketika negara ini serius memberantas korupsi ada baiknya kita mendukung gerakan ini. Jangan malah terjebak di dalamnya dan ikut memperpanjang deretan koruptor. Terkait dengan usulan ada sanksi adat bagi pelaku korupsi, tampaknya usulan ini perlu dipertimbangkan bersama. Selain hukuman fisik, koruptor memang perlu diberikan sanksi moral. Dalam hal ini, hukuman sanksi adat memang layak juga diberikan. Namun, terkadang kita harus pahami juga banyak pelaku korupsi
Arah Baru Panggung Literasi di Bali Pemerintah melalui Kemendikbud menggencarkan terus kegiatan literasi khususnya di sekolah-sekolah. Kendati demikian, kegiatan literasi bukan saja menjadi tanggung jawab sekolah, namun menjadi tangggung jawab bersama yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Semua itu harus bersinergi untuk mencapai tujuan bersama, tujuan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Literasi nasional akan berhasil jika literasi dimantapkan di daerah-daerah dengan potensi lokal yang kaya dengan muatan budaya yang adiluhung, salah satunya daerah Bali.
Oleh Ni Wayan Sariani, S.Pd., M.Hum.
B
ali sesungguhnya sudah menggeluti kegiatan literasi jauh sebelum dikenal tulisan yang dikenal dengan tradisi lisan. Pada saat itu, luluhur Bali bahkan sudah mampu mendidik anak bangsa melalui tradisi lisan seperti mengajarkan etika sopan santun, ilmu perbintangan (dewasa), ajaran agama, dan ilmu pengetahuan lainnya melalui cerita rakyat (satua), tembang dan kegiatan-kegiatan lain yang dapat membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Setelah dikenal tulisan kegiatan tersebut selanjutnya ditulis dengan saranasarana yang diciptakannya, dan berkembang sampai saat ini. Leluhur Bali bahkan sudah menanamkan literasi dari sejak lahir sampai manusia itu meninggal. Sejak lahir sudah dilaksanakan ritual dengan menggoreskan aksara pada pembungkus ariari dengan maksud untuk mewariskan literasi pada generasi tersebut untuk dilanjutkan pada kehidupannya. Setelah saatnya menjalani kehidupan, berlanjut mengenyam pendidikan di bangku sekolah kegiatan literasi terus berjalan sampai manusia meninggal. Setelah mati pun kegiatan literasi dilaksanakan dengan menuliskan aksara pada pembungkus mayat dan termasuk kajang serta sarana upacara lainnya. Dalam hal ini, kita bisa memaknai bahwa leluhur Bali sudah membekali dan mewarisi literasi sebagai mata rantai yang tak pernah putus sepanjang zaman. Melalui tulisan yang diciptakan oleh para leluhur, manusia dapat mengekspresikan pikiran
Pada masyarakat Bali, melalui bahasa tulis mampu terlihat segala aspek kehidupan manusia baik fisik maupun mental spiritual. Selain itu, bahasa tulis nantinya juga mampu sebagai perekam budaya masyarakat Bali. Jika suatu saat bahasa lisannya mati (tidak digunakan lagi), sehingga pantas bahasa tulis dapat menembus batas ruang dan waktu serta lintas generasi. Untuk itu, kegiatan baca tulis dapat sebagai implementasi kegiatan literasi, yang sangat diharapkan selalu diteruskan dari generasi ke generasi khususnya pada generasi muda Bali. dan perasaannya. Pandangan masyarakat pada umumnya tentu saja menempatkan tulisan sebagai alat inksripsi pikiran atau perasaan, sehingga tulisan disebut sebagai wahana yang dapat mengabadikan tidak hanya pikiran dan perasaan penulisnya, tetapi di dalamnya sekaligus terkandung nilai-nilai yang dapat dijadikan panutan bagi penikmatnya. Justru dengan diciptakannya tulisan, nilai-nilai tersebut dapat hidup dan bertahan sepanjang masa untuk diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pada masyarakat Bali, melalui bahasa tulis mampu terlihat segala aspek kehidupan manusia baik fisik maupun mental spiritual. Selain itu, bahasa tulis nantinya juga mampu sebagai perekam budaya masyarakat Bali. Jika suatu
saat bahasa lisannya mati (tidak digunakan lagi), sehingga pantas bahasa tulis dapat menembus batas ruang dan waktu serta lintas generasi. Untuk itu, kegiatan baca tulis dapat sebagai implementasi kegiatan literasi, yang sangat diharapkan selalu diteruskan dari generasi ke generasi khususnya pada generasi muda Bali saat ini guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, membuka cakrawala berpikir positif untuk kemajuan kehidupan. Lalu bagaimana dengan generasi muda saat ini, dengan gencarnya kemajuan teknologi apakah menjadi penghalang kegiatan literasi? Banyak keluhan dari para pendidik putra- putri bangsa bahwa minat baca generasi muda saat ini jauh merosot disebabkan terlalu tinggi ketergantungan-
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
di tingkat birokrasi karena terjerat perintah atasannya. Sering kali, para birokrat tak kuasa melawan petunjuk atasannya, akhirnya terseret kasus korupsi. Yang layak diberikan sanksi adat adalah koruptor yang menggelapkan dana-dana pembangunan tempat ibadah. Sejumlah tersangka korupsi yang menggelapkan bansos perbaikan pura, saya sangat setuju jika diberikan sanksi adat. Mudah-mudahan koruptor di Bali bisa ditekan dan mari kita menjaga martabat sebagai orang Bali. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Jaga Kebersihan Pasar Tradisional Suasana transaksi di pasar tradisional menjadi daya tarik tersendiri. Pembeli dan pedagangnya membangun komunikasi yang sehat untuk transaksi. Ini mungkin menjadi salah satu identitas pasar tradisional. Namun, kini di
Pasar Anyar Sari
tengah makin terbuka ruang transaksi, kalangan muda mulai jarang ke pasar. Online menjadi pilihan. Untuk itu, saya berharaap pemerintah daerah membangun daya tarik pasar tradisional. Salah satunya menjaga kebersihan pasar tradisional. Jika memungkinkan, toilet di pasar tradisional dijaga dan dirawat. Ini untuk tetap menjaga aroma pasar tradisional tidak bau menyengat. Meja-meja para pedagang di pasar tradisional mungkin bisa dibantu pemerintah daerah. Masalahnya mereka, para pedagang juga dikenai iuran. Sebagai rasa terima kasih kepada pedagang pasar tradisional, kepedulian pemerintah hendaknya juga memerhatikan mereka. Belakangan, saya juga pedagang tradisional patuh terhadap peraturan Gubernur Bali agar berpakian adat setiap hari Kamis. Kepedulian pedagang pasar tradisional ini patut diapresiasi.
Pascakebakaran dua kali, Pasar Anyar Sari masih menyisakan puingpuing. Sejumlah los yang terbakar masih dibiarkan teronggok. Jadi kesan kumuh dan pasar kurang terawat sangat terlihat. Oleh karenanya, pasar yang selalu ramai pengunjung tersebut agar ditata ulang. Penempatan pedagang agar diatur sehingga tidak ada kesan semrawut. Demikian pula penempatan pedagang kaki lima yang menggunakan rombong juga ditertibkan. Sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. Sebab saban hari lalu lintas di pasar tersebut macet. Selain itu, kios yang dulu terbakar agar dibersihkan. Kalau toh belum bisa dibangun karena terbatas anggaran, minimal tempat itu bisa digunakan untuk parkir sementara.
Ni Nyoman Sumiati Denpasar, Bali
Nyoman Wira Badung
nya dengan gadget. Tidak hanya itu, pergaulan sosialnya pun berangsur-angsur dikikis oleh penggunaan teknologi yang tidak sesuai fungsinya. Banyak juga yang berpendapat bahwa kemajuan teknologi dapat merusak perkembangan generasi muda. Jawabannya memang benar dapat merusak kalau difungsikan secara tidak benar. Namun, jika difungsikan secara benar, maka penggunaan teknologi dapat membantu kehidupan manusia dalam segala hal. Dengan demikian, penggunaan gadget mestinya bukan dilarang tetapi para pendidik baik orang tua, guru, maupun masyarakat termasuk para pegiat teknologi hendaknya mengedukasi generasi muda dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk kemajuan bangsa. Kalau kita sadari bersama bahwa sejatinya kita tidak bisa mengelak dari kemajuan zaman seperti kemajuan teknologi bahkan kita sangat memerlukannya. Jika kita menampik, maka kita akan terlindas dan mengalami kemunduran. Bila kita memfungsikan dengan tidak benar maka kita akan tergerus dan terbanting ke jurang penderitaan. Maka dari itu, kita harus cerdas membuka wawasan memanfaatkan kemajuan teknologi secara selektif. Kita harus mengikuti arus sehingga kita bisa mengikuti kemajuan zaman untuk meningkatkan taraf hidup. Sesungguhnya, teknologi bukanlah tantangan ataupun hambatan untuk melaksanakan literasi namun merupakan panggung baru sebagai wahana kegiatan literasi. Seiring dengan canggihnya teknologi maka kegiatan literasi jauh bisa meningkat kalau dimanfaatkan sesuai fungsinya. Dalam hal ini harus ada sinergitas antara pelaku literasi dengan pegiat teknologi. Semua harus bersama-sama membangun bangsa. Orang tua, guru, dan mayarakat agar mengawasi, mengarahkan, serta mengedukasi penggunaan teknologi seperti gadget, komputer, dan yang lainnya dan bukan malah melarang. Selain menggunakan sesuai fungsinya, harus mencari celah-celah, peluang bisnis untuk memajukan kehidupan.
Dengan demikian, pada zaman globalisasi ini kita mesti tidak meninggalkan kearifan lokal dan harus selektif mengikuti arus globalisasi, seperti kemajuan teknologi karena dapat sebagai panggung baru atau wahana kegiatan literasi untuk meningkatkan taraf hidup demi kemajuan bangsa. Penulis, Guru Ajeg Bali 2019
POJOK Perda RTRWP Bali ketok palu, Teluk Benoa kawasan konservasi. - Jaga Nangun Sat Kerthi Loka Bali. *** Pramuwisata tanpa busana adat ditertibkan. - Jaga budaya Bali. *** Tanah negara diserobot, Satpol PP Bali dan Gianyar gelar penertiban bertahap. - Jaga tanah Bali.
Warung Global
Bali Jangan Dijual Murah TAK hanya pesona alam yang indah, Pulau Dewata juga kaya akan adat dan budaya yang terawat keasliannya hingga saat ini. Selain itu, Bali juga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung. Hanya, belakangan ini, beberapa persoalan justru mengancam citra pariwisata Bali. Selalu saja ada turis yang bikin ulah di Bali sampai ada yang harus dirawat di RSJ karena mengalami gangguan jiwa. Saat ini, Bali menargetkan 10 juta wisatawan berkunjung ke Bali. Pendengar setia Radio Global 96,5 FM dalam acara dialog interaktif Warung Global berharap agar kualitas tetap dinomorsatukan, Bali jangan “dijual” murah.
Made Bimasena di Gianyar mengiyakan bahwa kedatangan wisatawan ke Bali sangat positif, beri rezeki. Tempat-tempat suci jangan “dijual”, jangan biarkan wisatawan masuk areal suci ini cukup di jaba sisi. Kualitas wisatawan harus dinomorsatukan. Sugik di Mambal menyampaikan bahwa kesalahan mengelola bisa menyebabkan salah arah. Tapi karena salah kelola, Bali akhirnya bergantung dari sektor pariwisata. Edukasi-edukasi dan pengawasan sangat penting. Bali ibarat magnet, menarik orang-orang yang datang. Targetnya 10 juta wisatawan. Bali siap enggak? Baik dari segi fisik dan nonfisik. Kedatangan wisatawan yang banyak pasti diikuti banyak masalah. Sebab, mereka datang dari karakter dan budaya yang berbeda. Untuk itu harus
disiapkan segala solusi/ penyelesaian masalah, demikian menurut Budiada di Tabanan. Sementara Fera di Tabanan melihat bahwa permasalahan pariwisata karena ulah wisatawan ini salah siapa? Jangan terlalu mengejar uang, semua dikorbankan. Perwakilan Bali di pusat, para pejabat harus memberikan solusi atas semua persoalan ini. “Kalau barang diobral, ya begitulah akibatnya, jadi murahan,“ demikian Made Torek di Denpasar. Wayan Kanta di Karangasem berharap agar bebas visa dikaji ulang, bilamana ada wisatawan yang melanggar, beri sanksi. Sementara Ayak di Legian menyampaikan bahwa banyak wisatawan yang tidak berkelas datang ke Bali. Di samping mereka merebut pasar kerja dan lainnya. Untuk itu, ia berharap hukum harus ditegakkan. (sikha)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Rabu Pon, 21 Agustus 2019
Warga Gulingan Pertanyakan Validitas Daftar Penerima Bedah Rumah Tabanan (Bali Post) -
Warga Banjar Gulingan Desa Antosari Kecamatan Selemadeg Barat, Made Edy Pramana, harus mengurut dada lantaran namanya terancam tidak tercantum sebagai penerima bantuan bedah rumah bantuan BKK Badung. Padahal, sebelumnya nama Edy Pranama diusulkan oleh aparat desa setempat menggantikan warga lainnya yang dinilai tidak layak mendapatkan bantuan dari hasil verifikasi lapangan.
Bali Post/ist
RUMAH - Rumah milik Made Edy Pramana di Banjar Gulingan Desa Antosari, yang telah rampung dibangun.
Kandang Terbakar 12 Ribu Ayam Terpanggang Tabanan (Bali Post) Kebakaran hebat terjadi di Kecamatan Pupuan tepatnya di Banjar Munduktemu Kaja Desa Munduktemu, Selasa (20/8) kemarin. Kandang ayam berukuran 100 x 8 meter milik I Gede Maruta (54) itu hangus terbakar. Terdapat 12 ribu ayam yang baru berusia tujuh hari di dalam kandang pun ikut terbakar. Kerugian ditaksir Rp 1,2 miliar. Dari informasi yang dihimpun, kebakaran yang sempat membuat geger warga setempat terjadi pukul 04.00 Wita. Api pertama kali dilihat Ni Made Suarditi (30), warga yang tinggal dekat kandang ayam tersebut. Ia saat itu baru bangun dari tidurnya, dan melihat kobaran api dari kandang ayam. Melihat kondisi itu, ia langsung menuju TKP untuk membangunkan para karyawan kandang. Mereka pun langsung berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Namun saying, api justru kian membesar. Api baru bisa
dipadamkan setelah dua unit mobil damkar datang dan langsung melakukan penanganan. ‘’Dugaan sementara karena arus pendek di dalam kandang ayam sehingga ada percikan api lalu membesar,’’ ujar Kapolsek Pupuan AKP Ida Bagus Mahendra, Selasa (20/8) kemarin. Dijelaskannya, kerugian cukup besar. Hal ini lantaran kandang cukup besar yakni hingga lantai empat dan di dalamnya terdapat 12 ribu ekor ayam. Sementara itu, tokoh masyarakat yang juga mantan Perbekel Munduk Temu, I Nyoman Wintara, mengatakan, kebakaran tersebut sempat diatasi oleh warga setempat dibantu karyawan dengan alat seadanya. Namun tidak berhasil dan api bertambah besar. ‘’Pemadam datang sekitar pukul 06.00 Wita dan langsung melakukan penanganan. Namun saat itu kandang ayam sudah ludes terbakar. Petugas memadamkan api agar tidak merembet ke kebun lain mengingat saat ini musim kemarau,’’ katanya. (kmb28)
Terekam CCTV, Dua Pelaku Curanmor Diciduk Tabanan (Bali Post) Jajaran Reskrim Polres Tabanan berhasil menciduk dua pelaku curanmor di Jalan Yeh gangga tepatnya di depan RS Wisma Prasanti, Banjar Taman Desa Gubug, Selasa (20/8) kemarin. Kedua pelaku yakni Gugun Gunawan (28) asal Karawang, Jawa Barat yang tinggal di Banjar Kutuh Kelod, Samsam dan rekannya Reksa Pradiana alias Reksa (29), mencuri sepeda motor di depan minimarket di Jalan By-pass Soekarno, Banjar Dauh Pala Dauh Peken, Minggu (18/8) pagi. Aksi kedua pelaku terekam CCTV. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta membenarkan penangkapan kedua pelaku curanmor tersebut. ‘’Keduanya ditangkap saat melintas di depan RS Wisma Prasanti tadi pagi (kemarin -red) sekitar pukul 00.30 wita,’’ ungkap Budiarta. Kedua pelaku mencuri sepeda motor Honda Beat Street warna hitam DK 4922 TE milik I Ketut Sudarma
(25) asal Perum Taman Sari Blok C/02, Banjar Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Korban memarkir motornya di depan sebuah minimarket dan lupa mengambil kunci pada Minggu sekitar pukul 07.30 wita. ‘’Korban baru tahu motornya hilang sekitar pukul 15.30 wita saat hendak pulang,’’ jelasnya. Saat kejadian, kedua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini sedang melintas di sekitar lokasi dengan mengendarai sepeda motor. Melihat ada motor dengan kunci nyantol, salah satunya turun mengambil motor tersebut dan membawa kabur ke arah timur. Motor tersebut selanjutnya disimpan di garasi sebuah rumah kos di Jalan Jepun V/II Tabanan. ‘’Berdasarkan hasil rekaman CCTV, kedua pelaku berhasil dilacak dan akhirnya berhasil diciduk,’’ jelasnya sembari menambahkan, kedua tersangka mengakui perbuatannya mencuri motor tersebut. (kmb28)
Lantaran yakin namanya masuk dalam daftar penerima bantuan, Edy Pramana pun merampungkan pembangunan rumahnya yang dananya melalui pinjaman. Dengan maksud, jika bantuan bedah rumah sudah cair, ia bisa langsung melunasi utangnya. Dari informasi yang dihimpun, Edy diusulkan sebagai penerima bantuan karena memang masuk daftar Rumah Tangga Miskin (RTM) sejak empat tahun lalu dan masuk antrean pertama. Bekerja sebagai sopir, Edy pun hanya tinggal di mes tempatnya bekerja, lantaran tidak punya rumah. Namun, data penerima bedah rumah yang ke luar dari Kabupaten Badung atas usulan Kabupaten Tabanan justru muncul nama warga yang justru tidak pernah diajukan oleh pemerintah Desa Antosari. Bahkan, setelah dilakukan verifikasi lapangan, warga tersebut tidak memenuhi kriteria untuk bisa mendapatkan bantuan, meski masuk dalam data RTM. Karena kondisi rumah masih bagus hanya rusak di bagian atap. Akhirnya tim verifikasi pun menyarankan mengganti dengan penerima yang lain. Hasil rapat dengan aparat desa, diusulkanlah Edy Pramana sebagai penerima bedah rumah. Setelah sah sebagai pengganti dan sudah membuat proposal sesuai arahan Dinas Sosial, Edy dan seluruh penerima dipersilakan mencari hari baik untuk membuat rumah.
‘’Waktu itu, Pak Kadis Sosial langsung yang bilang ke kami saat pertemuan beberapa bulan lalu di Soka, sebelum rumah saya rampung,’’ ujar Edy saat ditemui di Banjar Penyalin Desa Samsam Kecamatan Kerambitan, Selasa (20/8) kemarin. Sayangnya, setelah rumahnya rampung justru nama penerima bantuan sebelumnya muncul lagi sesuai dengan data sebelum pergantian. Munculnya nama tersebut tentu saja membuat Edy khawatir. Sebab, jika namanya dicoret dari daftar penerima bantuan, maka dana bantuan bedah rumah Rp 50 juta, tidak akan diterimanya. Otomatis, dia tidak bisa melunasi biaya material dan tukang yang masih ngebon. ‘’Kenapa tidak saat pergantian itu dikatakan bahwa SK tidak bisa diubah? Sekarang saya sudah membangun begini, tidak bisa ngomong apalagi,’’ ucapnya. Ia pun hanya berharap dinas terkait bisa mencarikan solusi dan bantuan yang didapat agar berjalan sesuai prosedur. Sebab, dia memang layak mendapatkan bantuan karena belum memiliki rumah dan tinggal di Gulingan, sedangkan kedua anak dan istrinya tinggal bersama mertua di Mambal, Badung.‘’Saya ditanya terus untuk pembayaran material dan ongkos tukang. Kalau saja tidak disarankan membangun duluan, dan saya tidak dapat bantuan saya ikhlas. Tetapi saya sudah membangun tun-
tas hanya tinggal isi listrik saja,’’ terangnya. Mantan Perbekel Antosari I Wayan Widhiarta menerangkan, pengusulan Made Edy Pramana karena selain tidak punya rumah selaku pengganti, dia juga hanya memiliki lahan sekitar 3 are. ‘’Dari tim verifikasi bisa diganti. Pergantian tak hanya Desa Antosari. Dari 300 penerima, ada 90 penerima terjadi pergantian,’’ tegas Widhiarta. Setelah resmi dinyatakan bisa diganti dan proposal bantuan telah diajukan ke Dinas Sosial, akhirnya Edy membangun sesuai dengan arahan dari Dinas Sosial Tabanan. Bahkan pada tahapan 80 persen, Dinas Sosial sudah melakukan pengecekan langsung dan Edy disarankan melanjutkan pembangunan. Setelah rampung 100 persen pada Juli, keluarlah SK baru. Sayangnya, nama Edy tidak muncul. Malah nama warga yang yang tidak diajukan sebelumnya oleh aparat desa yang muncul. Sejauh ini, belum ada solusi atas permasalahan tersebut. Apalagi SK sudah keluar dan tidak bisa diganti kembali. Terkait hal itu, Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bapelitbang. Pihaknya berharap biaya bedah rumah untuk Edy bisa difasilitasi melalui APBD Tabanan. ‘’Tetap akan kami fasilitasi, tidak dicoret atau gagal,’’ terangnya. (kmb28)
Rapat Harmonisasi RP Danau Buyan-Tamblingan Percepat Upaya Pelestarian Kawasan Danau
DANAU memiliki peran penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari kebutuhan dasar, mata pencaharian, serta pusat budaya dan kearifan lokal. Meskipun mempunyai beragam peran penting, sebagian besar danau justru mengalami beragam persoalan yang serius mulai dari erosi, sedimentasi, dan pendangkalan. Seperti yang terjadi di Danau Buyan dan Danau Tamblingan, Kabupaten Buleleng. Pasca-Rencana Pengelolaan (RP) Danau Buyan-Tamblingan diserahkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ke Provinsi Bali, Selasa (20/8) kemarin, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Unda Anyar menggelar rapat harmonisasi dengan mengundang stakeholder terkait dari Kabupaten Buleleng bertempat di Saranam Resort, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Kepala BPDASHL Unda Anyar Dr. Ir. Titik Wurdiningsih, M.Si. menerangkan, rapat ini untuk mengharmonisasikan kembali kegiatankegiatan yang ada di RP danau, sehingga upaya penyelamatan kelestarian danau bisa segera terwujud.
Semua program dan kegiatan dari instansi atau stakeholder terkait, disinergikan dan dituangkan dalam dokumen RP. ‘’Jadi, semua stakeholder harus berpartisipasi, siapa berbuat apa di dalamnya sesuai dengan tupoksinya masing-masing, sehingga kualitas air danau tidak menurun namun kian meningkat, sedimentasi bisa teratasi begitu pun biota di danau itu sendiri bisa meningkat,’’ terangnya. Fungsi DLH Kabupaten Buleleng misalnya, lembaga ini akan fokus pada program peningkatan kualitas lingkungan hidup dan masalah sampah. Pencemaran akibat sampah di danau harus ditangani dengan serius. Begitu pula BPDASHL, dalam bentuk kegiatan merehabilitasi bagian hulu dari daerah tangkapan air danau dan konservasi tanah dengan membuat dam penahan. Serta upaya meningkatkan perekonomian masyarakat oleh Dinas Pariwisata salah satunya dengan menjadikan lokasi itu sebagai destinasi wisata. ‘’Yang penting danau ini bisa lestari dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,’’ ucap Titik Wurdiningsih. Guna memastikan program Pokja Danau Buyan-
Tamblingan ini berjalan dengan baik, pihaknya berencana melakukan evaluasi tiap triwulan. ‘’Jangan sampai kegiatan ini kembali seperti dulu, tidak saling tahu,’’ tegasnya. Sementara itu, tim ahli dari Universitas Udayana Dr. Ir. Ni Luh Kartini memaparkan, dari pengamatan beberapa tahun terakhir, ancaman pencemaran kualitas air di danau Buyan dan Tamblingan terjadi karena dampak pertanian hortikultura di sekitar areal danau. Pemakaian pupuk dan
obat-obatan kimia pada tanaman, bermuara ke danau, sehingga memicu gangguan kualitas air danau. Selain itu, sisa pupuk dan obat-obatan kimia itu dapat mempercepat tumbuhnya gulma dan rumput liar yang mengapung di permukaan air danau. Pemanfaatan danau untuk tempat budi daya ikan air tawar menggunakan model keramba jaring apung (KJA) juga dinilai berkontribusi atas persoalan danau. ‘’Tingkat pencemaran sudah
sangat tinggi, dan sudah tidak layak dikonsumsi,’’ terangnya. Kata Kartini, ada delapan program yang perlu dilakukan untuk mengembalikan kelestarian danau di antaranya penataan ruang kawasan danau, penyelamatan ekosistem perairan danau dan sempadan danau, serta penyelamatan DAS dan DTA danau. ‘’Di sinilah perlu ada sinergitas baik stakeholder terkait dan partisipasi masyarakat,’’ jelasnya. (ad645)
RAPAT - Rapat harmonisasi RP Danau Buyan-Tamblingan yang digelar di salah satu resort di Kabupaten Tabanan, Selasa (20/8) kemarin.
Tim Asesor BAN-PT Visitasi Akreditasi Prodi STISIP Margarana TIM Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) melakukan visitasi dalam rangka asesmen lapangan untuk akreditasi program studi di STISIP Margarana pada Senin (19/8) dan Selasa (20/8) kemarin. Asesmen lapangan ini merupakan rangkaian proses akreditasi setelah program studi mengajukan dokumen
(perangkat instrumen akreditasi) dan dilakukan asesmen kecukupan atau yang dikenal dengan desk evaluation. Pada kegiatan asesmen lapangan, asesor melakukan klarifikasi dan validasi data. Mereka juga menggali informasi yang telah diperoleh secara langsung. Dalam asesmen lapangan ini BAN-PT menugaskan dua
asesor yaitu Dr. Denok Kurniasih, M.Si. dari Universitas Jenderal Soedirman dan Yogi Suprayogi Sugandi, S.Sos., M.A., Ph.D. dari Universitas Padjajaran. Ketua STISIP Margarana Drs. I Nyoman Satiana M.Si. mengatakan, selain meninjau langsung fasilitas, sarana dan prasarana yang ada, tim asesor juga telah melakukan
ASESMEN LAPANGAN - Tim asesor BAN-PT foto bersama jajaran STISIP Margarana saat asesmen lapangan.
wawancara kepada dosen dan pengguna layanan antara lain alumni dan mahasiswa. ‘’Optimal lolos karena dari tujuh standar yang dinilai, sebagian besar telah dapat didukung data yang valid baik akademis maupun non-akademis,’’ terang Satiana. Di tengah persaingan perguruan tinggi, diakuinya STISIP Margarana masih bisa eksis lantaran Program Studi Ilmu Administrasi Negara di sini adalah satusatunya di Kabupaten Tabanan. ‘’Kami juga tengah merancang Prodi Pariwisata mengingat potensi banyak sekolah kejuruan pariwisata di Tabanan. Semoga bisa terwujud. Saat ini masih berproses,’’ katanya. Sementara itu, Pembina Yayasan I Wayan Madra Suartana yang juga Ketua Lembaga Peningkatan Mutu (LPM) mengucapkan terima kasih kepada tim asesor dan segenap pimpinan serta staf dan alumnus termasuk juga kalangan pengguna yang merupakan alumni yang telah dipercaya memegang jabatan
pada lingkup Pemkab Tabanan, karena telah memberikan yang terbaik bagi perkembangan STISIP Margarana. Sebagai Ketua LPM, tupoksinya adalah bagaimana mengayomi dosen dan staf agar bisa bekerja dengan baik, serta menjamin terwujudnya kepemimpinan yang baik serta sistem yang baik pada proses belajar mengajar maupun penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menjadi tantangan sendiri agar kampus bisa meningkatkan mutu dan menyesuaikan dengan tuntutan pendidikan menuju era digital. ‘’Intinya bagaimana caranya agar mutu dan layanan pendidikan berjalan sesuai standar. Tidak cukup dengan visi dan misi yang muluk-muluk, tetapi capaiannya dapat diukur dengan baik,’’ tegasnya. Madra pun mengaku optimis hasilnya sesuai dengan harapan karena telah berulang kali melaksanakan akreditasi baik program studi maupun institusi. (ad641)
Rabu Pon, 21 Agustus 2019
Sengketa Tanah Lapangan Desa Bungkulan
Dimediasi BPN, Gagal Lahirkan Keputusan
Singaraja (Bali Post) – Mediasi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng terkait sengketa tanah lapangan Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan Selasa (20/8) kemarin, gagal melahirkan keputusan. Warga dengan pihak yang menyertifikatkan tanah lapangan itu sama-sama bertahan pada tujuannya masing-masing. Warga keberatan terhadap penyertifikatan tanah yang diketahui peruntukan tanah itu buat kepentingan umum. Sedangkan, pihak yang mengklaim sebagai pemilik tanah yang justru sudah memegang Sertifikat Hak Milik (SHM) itu ngotot mempertahankan tanah itu. Proses mediasi itu mulai digelar pukul 10.00 Wita. Mediasi dipimpin Kepala Seksi Sengketa Perkara (SSP) Ida Kade Genjing mewakili Kepala BPN Buleleng Made Sudarma. Sementara, pihak warga diwakili kordinatornya Putu Kembar Budana. Pihak yang mengklaim tanah sebagai hak milik itu dihadiri Ketut Kusuma Ardana, yang notabene mantan Perbekel Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan. Mediasi itu berlangsung alot dengan pengawalan anggota Polsek Sawan. Ini karena, mediasi itu dihadiri beberapa warga yang menunggu hasil mediasi di halaman parkir kantor BPN Buleleng. Sekitar pukul 12.00 Wita, mediasi berakhir namun tanpa hasil alias gagal mengambil keputusan untuk menyelesaikan sengketa itu. Ketut Kesuma Ardana usai mediasi mengatakan, sejak warganya ramai mempertanyakan dan keberatan dengan penyertifikatan tanah itu ia sudah menyiapkan data dan bukti yang menyebut kalau tanah yang dijadikan lapangan dan dipinjamkan untuk gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) itu adalah milik almarhum orangtuanya. Beberapa tahun lalu, almarhum orangtuanya meminjamkan tanah itu yang digunakan untuk lapangan sepak bola. Selain itu juga untuk aktivitas lain di Desa Bungkulan. Meski dipinjamkan buat kepentingan umum, namun tanah itu tahun 1974 lalu telah disertifkatkan oleh almarhum orangtuanya. Setelah berjalan lama, dirinya kemudian punya rencana menyewakan tanah orangtuanya itu. Sehingga tahun 2013 lalu, mengajukan permohonan pemecahan sertifikat. Satu bidang tanah yang sekarang digunakan lapangan olahraga dan satu bidang tanah lainnya dipinjam pakai untuk gedung puskesmas. Rencananya, tanah lapangan yang sudah terbit sertifikatnya itu dikontrakkan. Dia bersama keluarganya akan membelikan tanah untuk lapangan umum yang diserahkan sebagai milik pemerintahan desa. “Karena hal itu sudah diajukan ke BPN. Maka kami siap mengikuti proses termasuk mediasi ini. Tadi sudah kami jelaskan kalau tanah itu warisan orangtua kami. Bahkan, tanah itu sudah bersertifikat tahun 1974 lalu. Rencananya tanah itu kami
pecah. Sebagian dipinjam pakai untuk puskesmas. Kami sudah sampaikan tanah itu kami akan kontrakkan. Kalau desa mau kami carikan tanah di tempat lain untuk lapangan umum. Itu solusi yang kami berikan, sekarang tergantung di desa,” katanya. Permohonan sertifikat itu kata Kusuma Ardana, sudah sesuai mekanisme yang ada. Untuk itu, dirinya siap mengikuti proses lanjutan yang dilakukan BPN. Kalau ada proses hukum terkait penyertifikatan tanah warisannya itu dia menegaskan siap mengikuti sesuai jalur hukum. Koordinator warga Putu Kembar Budana mengatakan, gagalnya mediasi oleh BPN ini akan dibahas kembali bersama warga. Ini untuk mencari keputusan. Alasannya, pihak yang mengklaim tanah lapangan sebagai hak milik itu menyatakan kalau tanah itu adalah tanah warisan almarhum orangtuanya. Selain itu, pembahasan hasil mediasi dilakukan untuk mendapatkan keputusan warga untuk menempuh cara lain, mengembalikan tanah lapangan itu untuk kepentingan umum di Desa Bungkulan. “Kami akan bahas kembali, walaupun katanya sudah bersertifikat, tapi tanah itu sudah digunakan kepentingan di desa sekitar tahun 1960-an,” katanya. Menurut Budana, bukti mengapa warga mempertahankan tanah itu karena sejak bertahuntahun tanah itu sudah difungsikan untuk kepentingan umum. Dia mengaku tidak tahu karena pihak yang mengklaim tanah itu menjadi hak milik itu tidak pernah menyampaikan secara terbuka kepada warga saat akan mengajukan permohonan sertifikat. Untuk itu, dia berharap tanah itu difungsikan untuk kepentingan umum. Apalagi, dari data yang ada menyebutkan, penyertifikatan tanah itu diduga cacat hukum. Atas kondisi itu, pihaknya masih membahas terkait rencana lanjutan untuk memproses secara hukum penyertifikatan tanah tersebut. Hal Senada disampaikan Klian Desa Pakraman Bungkulan Jro Made Mahawerdi. Dia mengatakan, terkait penyertifikatan tanah lapangan itu tidak diketahuinya secara pasti. Bahkan, dia sendiri baru mengetahui kalau dalam berkas permohonan sertifikat itu lewat Program Agraria Nasional (Prona) yang sudah diubah menjadi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hal itu diketahui kalau dirinya ikut menandatangani permohonan tersebut. Setelah muncul keberatan warga, persetujuan itu sudah dicabut dengan bukti surat. Dia mencabut menyetujui karena memang tidak mengetahui kalau ada berkas permohonan sertifikat lapangan tersebut juga didaftarkan dalam prona yang lalu. Selain itu, Mahawerdi mengaku, tidak pernah dilibatkan ketika BPN melakukan pengukuran untuk menentukan batas-batas tanah itu. (kmb38)
Bali Post/kmb38
MEDIASI SENGKETA TANAH – BPN Buleleng menggelar mediasi sengketa tanah lapangan Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Selasa (20/8) kemarin. Sayang, mediasi itu belum menghasilkan keputusan untuk menyelesaikan sengketa.
Rektor Diminta Menjamin Keselamatan Mahasiswa
Singaraja (Bali Post) –
Kasus rasisme dan diskriminasi mahasiswa asal Papua yang berujung kerusuhan mendapat perhatian serius dari Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Republik Indonesia (Kemenristekdikti-RI). Mencegah kasus itu terulang, para rektor terutama yang memimpin Perguruan Tinggi (PT) Negeri di Indonesia dituntut memberikan jaminan keselamatan kepada mahasiswa baik asal Papua, Papua Barat, dan dari daerah lainnya. Selain itu, para rektor dituntut bertanggung jawab kalau sampai terjadi kasus rasisme dialami para mahasiswa yang sedang studi di perguruan tinggi di Tanah Air ini. Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti-RI) Mohamad Nasir meminta hal itu saat berkunjung ke Kampus Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Selasa (20/8) kemarin. Kunjungan ini dilakukan terkait penyerahan hasil penelitian
bidang inovasi serangkaian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang ke-24 tahun 2019. Selain itu, Menristekdikti juga memberi kuliah umum kepada ribuan mahasiswa baru yang sedang mengikuti Orientasi Kehidupan Kampus (OKK). Dalam kunjungan ini, Men-
ristekdikti didampingi Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan Keuangan dan Sumber Daya Prof. Dr. Wayan Lasmawan, M.Pd. dan para pimpinan lembaga Civitas Akademika Undiksha. Perguruan tinggi baik
negeri maupun swasta, kata Mohamad Nasir, adalah lembaga yang fungsinya mencetak generasi muda unggul menghadapi bonus demografi tahun 2030 mendatang. Melihat tantangan berat ke depan dalam menyiapkan sumber daya unggul itu, maka kampus sebagai lembaga akademik murni itu, harus menjalankan perannya dengan baik. Dalam proses trasformasi itu, tidak bisa dicampuri kegiatan di luar akademik. Apalagi kegiatan yang didesain untuk memperuncing permasalahan terkait perbedaan bangsa. Untuk itu, siapa pun
Bali Post/kmb38
BERKUNJUNG – Menristekdikti-RI Mohamad Nasir (tengah) saat berkunjung ke Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Selasa (20/8) kemarin.
mahasiswa, yang kuliah di perguruan tinggi itu, wajib diberikan jaminan terutama keselamatan perkuliahan maupun memperoleh kualitas pendidikan yang sudah diatur regulasi pemerintah. “Saya tegaskan, perguruan tinggi ini tempat mencetak sumber daya yang unggul. PT itu tidak bisa dipengaruhi hal-hal yang berkaitan perbedaan bangsa. Maka dari itu, setiap mahasiswa ini harus dilindungi dan keselamatan mereka dijamin dengan baik. Tidak ada satu pun mahasiswa yang mendapat perlakuan yang mengarah pada rasisme atau diskriminasi,” katanya. Menyusul kasus dugaan kekerasan yang dialami mahasiswa asal Papua yang berujung kerusuhan, Mohamad Nasir sudah memerintahkan para rektor seIndonesia memberikan jaminan keselamatan. Tanggung jawab keselamatan itu tidak hanya untuk mahasiswa asal Papua dan Papua Barat, namun semua mahasiswa itu wajib dijamin. Tidak boleh ada mahasiswa mendapat perlakuan diskriminatif. Kalau kasus yang sama terulang, pihaknya mengancam memanggil rektor bersangkutan. Sebab, bagaimanapun tata kelola perguruan tinggi adalah tanggung jawab rektor. “Saya tidak main-main kalau sampai terjadi kekerasan dan diskriminasi mahasiswa tidak saja asal Papua dan Papua Barat, tetapi semua mahasiswa di Indonesia dijamin. Kalau kembali terjadi hal itu maka siap-siap rektor akan saya panggil untuk bertanggung jawab,” jelasnya. (kmb38)
Proyek ’’Shortcut’’ Titik Lima dan Enam Diperkirakan Rampung November 2019 Singaraja (Bali Post) – Realisasi pelaksanaan proyek pembangunan jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani atau lebih dikenal dengan shortcut titik lima dan enam di Desa Pegayaman, Sukasada menunjukan kemajuan pesat. Buktinya, saat ini proyek pembangunan jalan dan jembatan itu realisasi pelaksanaannya sudah mencapai 70 persen. Percepatan realisasi itu membuat pihak pelaksana semakin optimis proyek yang akan mengatasi kesenjangan Bali Selatan dan Bali Utara itu dikerjakan tuntas November 2019 mendatang. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Selasa (20/8) kemarin, memantau ke lokasi proyek shortcut itu. Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng, rombongan diterima Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pembangunan Jalan Baru Batas Kota Singaraja–Mengwitani Ketut Payun Astapa. Sejak proyek itu mulai dikerjakan, kata Ketut Payun Astapa, pelaksanaan proyek itu di lapangan dibagi dua paket, yaitu paket pembangunan jembatan panjang 210 meter. Sejauh ini pembangunan jembatan itu malah sudah mencapai 80 persen. Sedangkan pembangunan jalan baru sepanjang 1.740 meter itu dibagi secara zona. Pekerjaan jalan ini sudah terealisasi
progresnya 60 persen. ‘’Kemajuan pelaksanaan pekerjaan untuk jalan dan jembatan itu sudah mencapai 70 persen. Dibandingkan perencanaan kita sudah maju sekitar 2 persen. Pelaksanaan masih terus berjalan. Kalau tidak ada halangan shortcut itu akhir Oktober atau awal November 2019 sudah bisa dibuka,’’ katanya. Kendati secara umum realisasi pelaksanaan proyek itu menunjukkan kemajuan pesat dan melebihi perencanaan, Payun mengakui pada pengerjaan jalan sedikit ada pelambatan. Alasannya, faktor cuaca terutama ketika pekerjaan di malam hari terganggu akibat kabut dan cuaca dingin. Hal itu mengakibatkan target pekerjaan melambat, sehingga realisasi di paket jalan jadi minus. Atas masalah ini, pihaknya telah mengambil kebijakan. Caranya, rekanan diinstruksikan menambah alat penerangan dan perlengkapan taknis lainnya. Dengan cara ini, pihaknya optimis pelambatan itu bisa diatasi, sehingga bisa mengikuti perencanaan yang ada. ‘’Kami anggap ini tantangan. Kami tetap memohon kepada Tuhan karena ini menyangkut cuaca. Dengan penerangan ditambah dan alat teknis lainnya kami optimis pelambatan itu bisa diatasi lebih cepat,’’ jelasnya. Selain itu, pembangunan jalan terutama di zona tiga
juga baru tahap penimbunan. Di zona itu medannya cukup berat padahal volume pekerjaannya sepanjang 75 meter, namun kedalamannya 13 meter. Penimbunan ini pun dilakukan dengan mendatangkan material dari Kabupaten Karangasem. ‘’Di sana medannya memang berat. Sebelumnya juga ada penimbunan lahan. Hal itu sudah difasilitasi Pemprov dan Pemkab, sehingga pembebasan lahan tambahan 1,3 sudah tuntas. Jadi tinggal pembayaran ganti rugi oleh pemerintah,’’ jelasnya. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan, per-
cepatan realisasi pengerjaan proyek itu menjadi modal awal percepatan pembangunan titik shortcut 7, 8, 9 dan titik 10. Hal ini sejalan dengan komitmen Gubernur Bali Wayan Koster yang akan menuntaskan proyek ini, sebagai pertanggungjawaban kepada publik. Dengan demikian diharapkan kesenjangan antara Bali Utara dan Bali Selatan bisa terwujud. Hal itu jadi bukan sebatas wacana lagi. Dengan desain konstruksi shortcut itu, tambah Bupati, pihaknya menjamin jalan dan jembatan itu telah juga diperhitungkan kenyamanannya. Kenyamanan itu untuk
mencegah kemungkinan terjadi kerusakan akibat alam, seperti tanah longsor. Setelah pembangunan tuntas, pemerintah daerah secara tegas akan membatasi pembangunan di sekitar jalur shortcut. Solusinya akan lebih banyak dilakukan penanaman pohon untuk menjaga tutupan vegetasi tanaman. Hal itu penting untuk menyangga resapan air. ‘’Mudah-mudahan bisa terlaksana sesuai perencanaan. Sehingga jalur yang dulu dikatakan susah ke Singaraja, bisa menjadi lebih nyaman. Sebab, kelandaian jalan itu maksimal hanya enam persen,’’ tegasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
TINJAU SHORTCUT – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana meninjau pelaksanaan proyek pembangunan shortcut di lokasi lima dan enam di Desa Pegayaman, Sukasada, Selasa (20/8) kemarin.
Hindari Konflik dan Kerusuhan
Tuntaskan dengan Baik Dugaan Rasisme Mahasiswa Papua Aksi rasisme dan kekerasan terhadap mahasiswa dari Papua mengundang keprihatinan sangat mendalam dari banyak pihak tidak terkecuali para aktivis mahasiswa. Aksi yang diduga dipicu beredarnya isu rasisme terhadap mahasiswa asal Papua itu memicu konflik dan kerusuhan di beberapa daerah di Indonesia. Lalu, bagaimanakah solusi ideal yang harus diformulasikan untuk mencegah kerusuhan dan konflik itu agar tidak meluas?
Bali Post/kmb38
TUNTASKAN RASISME – Puluhan mahasiswa asal Papua yang sedang studi di Undiksha Singaraja berharap kasus kekerasan yang dipicu rasisme itu segera dituntaskan.
KEJADIAN kerusuhan dan konflik itu membuat mahasiswa asal Papua yang sekarang menempuh studi di Buleleng menyatakan sikapnya. Mereka berharap agar kejadian itu tidak terulang lagi. Karena itu sangat mendesak para pengambil kebijakan di negara ini menyelesaikan kasus ini dengan baik dan tuntas. Di Buleleng tercatat 51 orang mahasiswa asal Papua. Mereka itu diterima kuliah di beberapa program studi (prodi) di Universitas Pendidikan
Ganesha (Undiksha) Singaraja. Sejak diterima kuliah di perguruan tinggi terbesar di Bali Utara itu, mahasiswa dari Bumi Cendrawasih itu hidup rukun dalam suasana toleransi tinggi. Bahkan, sejak tinggal di wilayah Den Bukit itu, mereka mengaku tidak pernah mendapat perlakuan aksi-aksi rasisme dan sikap diskriminatif lainnya. Koordinator mahasiswa asal Papua Lukas Norman Kbarek ditemui Senin (19/8) lalu, menyayangkan aksi rasisme yang dialami ma-
hasiswa Papua di beberapa daerah di Indonesia. Apalagi, aksi itu berujung terjadinya konflik hingga memicu kerusuhan. Situasi yang tidak kondusif itu dipercaya dapat mengganggu situasi keamanan di Tanah Air. Karena itu, pihaknya meminta kasus ini ditangani secara tuntas, sehingga tidak memicu aksi yang lebih besar di kemudian hari. “Pemerintah dan pengambil kebijakan lain kami harapkan cepat menuntaskan masalah ini, sehingga tidak terjadi konflik berkepanjangan yang justru dapat mengganggu situasi keamanan di Tanah Air,” katanya. Mahasiswa lainnya, Milka Bivak, yang berasal dari Merauke menambahkan sejak mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi, dirinya tidak pernah menyangka bisa
menuntut ilmu di Buleleng. Saat itu, dia mendaftar di Yogyakarta dan di Buleleng. Hasilnya, dia justru diterima sebagai mahasiswa baru di Program Studi (Prodi) Ekonomi Undiksha, Singaraja. “Waktu itu, saya mendaftar di Yogya dan di sini (Undiksha). Setelah ikut seleksi, saya akhirnya bisa kuliah di Buleleng. Saya sendiri tidak pernah menyangka bisa menuntut ilmu di sini (Undiksha - red),” katanya. Sejak tinggal bersama puluhan mahasiswa asal sama, Milka mengaku tidak pernah mendapat perlakuan tidak baik apalagi mengarah pada aksi rasisme. Justru sejak tinggal di Buleleng ia bisa bergaul dengan baik dengan mahasiswa atau warga lokal. Karena tidak ada masalah menjalani kehidupan sehari-hari baik
saat kuliah maupun saat di luar kampus, Milka mengaku beraktivitas sama seperti saat tinggal di kampung halamannya. Untuk itu, dia berharap kerusuhan yang dipicu isu rasisme itu segera dituntaskan. Ini karena Indonesia menjunjung tinggi Kebinekaan tanpa membedakan suku, agama, dan ras. “Karakter masyarakat di sini sangat menghargai sesama. Toleranasi suku dan umat beragama terjalin dengan baik, sehingga kami sangat nyaman menuntut ilmu di sini. Mudah-mudahan kasus kekerasan yang terjadi itu segera ditagani dengan baik. Kita tetap militan dalam bingkai kedamaian dan tolerasi tetap menjaga persatuan bangsa yang menjungjung tinggi kebinekaan itu,” katanya. (mud)
Rabu Pon, 21 Agustus 2019
Mencuri, Pria 52 Tahun Dibekuk Warga
Gianyar (Bali Post) Tepergok melakukan aksi pencurian di salah satu toko di seputaran Kelurahan Abianbase, Gianyar, pria paruh baya I.B. Tapa Jana dibekuk oleh warga setempat, Senin (19/8). Usai diinterogasi polisi, pelaku asal Tampaksiring ini ternyata pernah melakukan aksi serupa di Desa Peliatan, Ubud. Di lokasi itu pelaku berhasil menyikat uang belasan juta rupiah. Dikonfirmasi Selasa (20/8) kemarin, Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika mengatakan, awalnya polisi menerima laporan ada pria berusia 52 tahun diamankan oleh warga di seputaran Jalan Mulawarman, Kelurahan Abianbase, Gianyar. “Jadi, pelaku ini saat beraksi tepergok oleh korban mengambil dompet yang di dalamnya berisi uang Rp 100 ribu dan langsung diamankan oleh warga di sana,” katanya. Meski hasil curian di TKP Desa Abianbase terbilang kecil, polisi tetap melakukan pemeriksaan pada barang bawaan milik pelaku. Alhasil, ditemukan buku tabungan berisi uang jutaan rupiah. “Terakhir pelaku menabung Rp 6 sampai Rp 8 juta. Itu kami kaitkan dengan kasus pencurian di sebuah warung di Ubud yang kehilangan uang belasan juta,” katanya. Pelaku awalnya sempat mengelak sebagai pelaku pencurian warung di Desa Peliatan, Ubud. Namun saat dicek barang bukti HP yang dibawa pelaku, ternyata masih berisi foto milik korban. “Pada kasus pencurian itu, korban kehilangan uang sekitar Rp 13 juta. Kami koordinasi dengan Serse Ubud, ternyata pelaku mengakui pencurian di Ubud, karena HP yang dibawa pelaku masih ada foto pemilik warung tersebut,” kata Suastika. Berdasarkan laporan pencurian di Ubud, kata Suastika, pelaku memang mencuri tas pada salah satu warung di Desa Peliatan. Di dalam tas tersebut berisi HP dan uang Rp 13 juta. “Modus pelaku ini pura-pura belanja. Saat pedagang lengah, ia mengambil barang berharga milik korban,” katanya. (kmb35)
Kasus Penyerobotan Tanah Negara
Satpol PP Gelar Penertiban Bertahap Gianyar (Bali Post) -
Bali Post/kmb35
PENCURIAN - Pelaku kasus pencurian, I.B. Tapa Jana.
Kekurangan Ratusan Guru
Disdik Ajukan Pengangkatan GTT Gianyar (Bali Post) Belum lama ini, pemerintah pusat melakukan pengangkatan guru PNS, termasuk di Kabupaten Gianyar. Namun, pengangkatan itu masih kurang untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di seluruh Gianyar. Mengisi kekurangan itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar berencana mengajukan pengkatan Guru Tidak Tetap (GTT) pada tahun anggaran 2020 mendatang. Kepala Disdik Gianyar I Wayan Sadra mengatakan hal itu, Selasa (20/8) kemarin. Menurut Sadra, pemerintah memang sudah mengakat tiga ratusan guru PNS belum lama ini. Namun, pengangkatan itu tidak langsung menutupi kekurangan guru, karena tahun ini tercatat ada tiga ratusan guru SD dan SMP yang pensiun. “Kekurangan guru untuk jenjang pendidikan SD saja sekitar 700 guru,” ujarnya. Sadra mengatakan, kekurangan guru ini paling banyak di jenjang pendidikan SD. Terutama di wilayah Gianyar Utara yang meliputi Kecamatan Payangan, Tegallalang, dan Tampaksiring. “SD di tiga kecamatan itu paling banyak kekurangan guru,” katanya. Sadra menambahkan, selama ini pihaknya juga dibantu 553 GTT. Namun, jumlah itu belum bisa memenuhi kekurangan guru, sehingga pihaknya berencana mengajukan pengangkatan GTT pada 2020 mendatang. “Saya sudah sampaikan kepada Bapak Bupati untuk kepentingan tersebut. Kini sedang menyiapkan perencanaan anggaran,” tegasnya seraya menambahkan, saat ini di Kabupaten Gianyar secara keseluruhan terdapat 281 SD dan 23 SMP negeri. (kmb23)
Bali Post/kmb35
MILIK NEGARA - Bangunan semipermanen yang berdiri di atas tanah milik negara.
Sejumlah tanah negara di sepanjang By-pass I.B. Mantra, Gianyar telah difungsikan untuk bangunan. Bahkan, sejumlah bangunan semipermanen berdiri di atas lahan yang berisi plang “Tanah Ini Milik Negara”. Melihat fenomena itu, Satpol PP Provinsi Bali dan Satpol PP Gianyar memastikan akan menggelar penertiban secara bertahap. Kepala Bidang Tramtib Satpol PP Provinsi Bali I Komang Kusumaedi mengatakan, pihaknya memang berulang kali menerima laporan dari masyarakat, terkait tanah negara yang dipergunakan sebagai tempat usaha. “Sudah ada beberapa laporan yang
masuk. Itu sudah ada datadatanya,” ujar Kusumaedi, Selasa (20/8) kemarin. Kusumaedi menegaskan, penertiban bangunan di atas tanah negara yang difungsikan sebagai tempat usaha itu akan dilakukan secara bertahap. Hal ini mempertimbang-
kan tanah negara di sepanjang ruas jalan tersebut ada dalam beberapa titik. “Penertibannya akan dilakukan bertahap, karena ini jalannya sangat panjang. Satu lokasi saja bisa menghabiskan waktu setengah hari untuk penertiban,” katanya.
Sebelum mengambil tindakan tegas, kata Kusumaedi, pihaknya terlebih dahulu mengambil langkah persuasif. Jika sudah diawali dengan pembinaan, akan lebih baik jika masyarakat yang membongkar sendiri bangunannya yang melanggar. “Akan lebih baik masyarakat itu sadar, ketimbang kami melakukan eksekusi. Kalau mereka tetap membandel, barulah dieksekusi,” tegasnya. Kusumaedi menegaskan, ke depan, penertiban akan
PELAKU - Kapolsek Gianyar Kompol I Ketut Suastika saat mendatangi pelaku tabrak lari, Agung Simbe.
dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Tujuannya, untuk mengajarkan masyarakat agar mau menjalankan usaha dengan tidak melakukan pelanggaran. “Tujuan kita baik, agar masyarakat sadar bahwa mereka melanggar perda. Kalau sudah berulang kali diberi peringatan dan tetap membandel, kami terpaksa melakukan eksekusi. Tugas kita hanyalah menegakkan perda,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
Pelaku Tabrak Lari Ditangkap Polisi Korban Meninggal
I Wayan Sadra
Bali Post/kmb35
Gianyar (Bali Post) Polisi mengamankan pelaku tabrak lari, Agung Simbe, Selasa (20/8) kemarin. Pelaku asal Kelurahan Bitra, Gianyar ini menabrak korban Simon Malo saat melintas di Jalan Mulawarman, Kelurahan Abianbase, Gianyar, Senin (19/8) malam. Akibat kejadian itu, korban berusia 35 tahun asal Sumba Barat ini meninggal. Kapolsek Gianyar Kompol I Ketut Suastika mengatakan, kecelakaan lalu lintas di Jalan Mulawarman itu terjadi Senin malam sekitar pukul
22.00 wita. Saat itu, Agung Simbe yang mengendarai sepeda motor X Ride DK 8337 LR melaju dari arah utara di Jalan Mulawarman. Sementara korban hendak menyeberang jalan. “Saat itu, korban menyeberang dari tempat tinggalnya di bengkel las di seputaran lokasi itu,” katanya. Suastika menambahkan, saat itu pelaku diduga dalam kondisi mabuk, sehingga tidak mampu mengontrol kendaraannya dengan baik. Alhasil, korban ditabrak hingga terpental. Korban sem-
pat menjalani perawatan di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. “Akibat kecelakaan ini, korban meninggal dunia,” ujarnya. Setelah menabrak korban, pelaku ternyata tidak menolong korban. Namun, justru memilih kabur, melarikan diri. Polisi yang menerima laporan ini lantas melakukan olah TKP di Jalan Mulawarman. “Kami cek sejumlah barang bukti di TKP berupa topi dan spion motor. Kemudian langsung kami lakukan penelusuran, termasuk lewat media sosial, hingga diketa-
hui pelaku Agung Simbe ini,” katanya. Berdasarkan hasil penelusuran, Senin malam sebelum kejadian, pelaku memang sempat pesta minuman beralkohol. Saat itu, Agung Simbe minum dua botol minuman beralkohol bersama temannya. “Ia minum bersama temannya. Usai minum, Agung Simbe keluyuran. Sementara temannya tidur di rumah,” ujar Suastika. Menurut Suastika, polisi langsung mendatangi rumah Agung Simbe di Kelurahan Bitera, Selasa kemarin seki-
tar pukul 09.00 Wita. Pemuda bertato ini mengakui telah melakukan kasus tabrak lari, Senin malam. “Pelaku mengakui perbuatannya. Ia juga mengalami luka pada bagian rahang,” katanya. Suastika menegaskan, saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Agung Simbe. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 310 ayat 4 UU Lalu Lintas. “Pelaku diancam dengan pidana penjara selama enam tahun,” tegasnya. (kmb35)
Kasus Pembantu Disiram Air Panas
JPU Dinilai Tak Cermat Tentukan Waktu Kejadian
Gianyar (Bali Post) Sidang kasus majikan menyiram pembantunya dengan air panas, dilanjutkan di Pengadilan Negeri Gianyar, Selasa (20/8) kemarin. Dalam sidang dengan agenda eksepsi itu, kuasa hukum terdakwa Desak Made Wiratningsih menilai jaksa penuntut umum tidak cermat dalam menyebut waktu dan tempat tindak pidana. Di hadapan majelis hakim yang diketuai Ida Ayu Sri Adriyanti Astuti Widja bersama Wawan Edy Prastyo dan
Ni Luh Putu Partiwi, sidang Selasa kemarin berlangsung secara bergilir antara terdakwa Desak dengan terdakwa I Kadek Erick Diantara Putra. Kuasa hukum terdakwa Desak, I Ketut Bakuh, S.H., dalam persidangan itu menyebut JPU tidak cermat dalam menyebutkan waktu dan tempat tindak pidana itu dilakukan, yakni dalam rentang waktu 2018 sampai 2019. Saat pembacaan eksepsi, kuasa hukum terdakwa ini menyatakan surat dakwaan tersebut tidak me-
menuhi ketentuan sehingga batal demi hukum. “Maka karena tidak terpenuhinya pasal 143 ayat 2 huruf b KUHP dalam surat penyusunan surat dakwaan yang diajukan oleh JPU, maka sudah sepantasnya surat dakwaan JPU dinyatakan batal demi hukum,” katanya. Usai pembacaan itu, hakim Wawan Edi Prastyo memberikan kesempatan kepada JPU untuk menanggapi eksepsi selama satu minggu. “Setelah ada tanggapan, majelis hakim akan memutuskan memper-
timbangkan eksepsi satu minggu,” kata Wawan kepada JPU Putu Dharma Putra. Sidang dilanjutkan dengan pembuktian terdakwa Erick. Hanya, JPU belum bisa menghadirkan saksi korban yakni Eka dan saksi terkait, sehingga sidang ditunda hingga Selasa (27/8) mendatang. “Kami ada 10 saksi, tetapi akan didatangkan dua dulu. Diprioritaskan dulu saksi yang juga korban yakni Eka Febriyanti,” kata JPU Putu Dharma Putra yang ditemui usai persidangan. (kmb35) cmyk
Bali Post/kmb35
PERSIDANGAN - Terdakwa Desak Made Wiratningsih saat mengikuti persidangan di PN Gianyar, Selasa (20/8) kemarin.
Rabu Pon, 21 Agustus 2019
Terkendala Alat, TPS Terpadu Belum Beroperasi
Negara (Bali Post) Kendati sudah selesai dibangun, sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Terpadu yang ada di sejumlah Desa, masih belum beroperasi. Seperti yang terlihat di Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana. Bangunan TPS Terpadu yang berada di dekat sungai dan areal Setra, tak terlihat ada aktivitas. Dari pengamatan, pembuangan sampah maupun pemilahan sampah nampak belum berjalan. Padahal bangunan tersebut sudah selesai dibangun tahun 2017 lalu. Justru di sekitar lokasi tersebut banyak didapati sampah. Bahkan di sempadan sungai nampak tumpukan sampah, baik sampah organik maupun anorganik. Sebagian besar, sampah plastik dan rumah tangga. Dari informasi warga, sejak TPS itu berdiri belum ada petugas maupun sarana pengangkut sampah serta mesin pencacah. Sehingga bangunan tersebut belum beroperasi. Padahal sudah setahun lebih berjalan. Selain di Dangintukadaya, kondisi hampir serupa dialami di TPS Terpadu di Desa Penyaringan , Kecamatan Mendoyo. Di TPS yang be-
rada di lahan belakang eks SD 5 Penyaringan sudah beroperasi. Tetapi belum maksimal. Sejak beroperasi, TPS barus menampung sampah plastik (anorganik) yang berasal dari beberapa banjar di desa dengan jumlah banjar terbanyak ini. Belum maksimalnya pengoperasian disebabkan petugas angkut sampah dari rumah-rumah warga ke TPS, masih minim. Sehingga proses pemilahan dan pengolahan tersendat. Padahal desa setempat sejatinya sudah menyediakan dua unit gerobak motor. Kadis Lingkungan dan Kebersihan Wayan Sudiarta belum lama ini men-
SOSOK Berkontribusi bagi Jembrana Menjadi perguruan tinggi yang baru berdiri, pada periode lima tahun pertama ini Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Jembrana fokus dapat berkontribusi bagi masyarakat Jembrana. Khususnya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor Kelautan dan Perikanan.“Komitmen kami pertama adalah menjadikan kampus ini milik masyarakat Jembrana. Dengan aktif penelitian dan pengabdian masyarakat khususnya sektor perikanan dan kelautan,” ujar Koordinator I Gusti Putu Gede Rumayasa. Pejabat asal Tabanan ini memaparkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan ini sejumlah upaya tengah dirancang kampus di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini. Di tahun 2023, Politeknik menargetkan sudah memiliki model pengelolaan perikanan tangkap khususnya Lemuru yang menjadi andalan nelayan di Selat Bali. “Saat ini sedang dimulai penelitian secara bertahap. Di awal tahun 2019 ini penelitian berkaitan dengan aspek-aspek biologi dan pertumbuhan populasi Lemuru. Di tahun berikutnya, alat tangkap dan daerah penangkapan,” tambah Rumayasa. Begitu halnya dengan pengolahan, di lima tahun mendatang, Politeknik berkeinginan mem-branding produk yang bernilai tambah bagi masyarakat Jembrana. Produk ini nantinya berbahan baku dari hasil tangkap atau budi daya masyarakat Jembrana. Dengan kemasan dibuat berkonsep ramah lingkungan, yakni bahan dari rumput laut dan mangrove. Begitu halnya di bidang Budi daya (perikanan), ke depannya lahan-lahan perikanan tambak udang yang selama ini tidur bisa sudah hidup kembali. “Teknologi budi daya tambak vaname kita sudah standar dan ramah lingkungan. Tapi untuk menghidupkan itu agar teknologi ini sustainable (berkelanjutan). Jangan hanya dinikmati 5 sampai 10 tahun saja,” ujarnya. Kampus yang ada di Pengambengan ini diharapkan bisa menjadi milik masyarakat Jembrana juga. (olo)
Taman Sangkur Tak Terawat
Taman Sangkur di Banjar Tengah yang letaknya di sebelah timur Mendopo Kesari, kondisinya cukup memprihatinkan. Taman tersebut tampak tidak terawat. “Di sini kan jadi ruang terbuka hijau. Harusnya dirawat dengan baik. Apalagi dibangun dengan APBD yang tidak sedikit,” kata Wayan Murja, Selasa (20/8) kemarin. Dari pengamatan areal taman cukup luas. Sejumlah tanaman tampak mengering. Demikian juga tulisan nama taman juga sudah rusak dan lepas. Sebelumnya areal taman tersebut merupakan rumah jabatan dan terakhir pernah digunakan sebagai kantor Perusda Jembrana. Areal taman itu juga diharapkan sebagai areal parkir jika ada acara di Mendopo Kesari dan parkir pamedek di Pura yang ada di sebelah taman Sangkur. Kadis LHKP (Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan) Wayan Sudiarta mengatakan, sudah menempatkan satu orang di taman tersebut. Namun tenaganya masih diperbantukan untuk Taman Pecangakan. (kmb)
gungkapkan dari beberapa TPS Terpadu yang tersebar di sejumlah desa, ada yang sudah berjalan optimal, ada juga yang belum maksimal. Ia mencontohkan TPS yang ada di Kelurahan Lelateng, Pendem serta Melaya sudah berjalan. Tahun ini beberapa TPS akan dibantu dengan mesin pencacah termasuk sarana pendukung lainnya. Namun, karena keterbatasan anggaran, bantuan sarana untuk TPS belum berjalan. Kemungkinan bantuan ini bisa terealisasi pada 2020 nanti. Dinas LH rencananya memberikan bantuan mesin pencacah termasuk sarana lainnya. (kmb26)
Bali Post/olo
Belum Operasi – TPS Terpadu di Desa Dangintukadaya yang belum dioperasikan meskipun bangunan sudah jadi tahun 2017.
Parpol Soroti Rendahnya Serapan Anggaran APK Alat Peraga Kampanye (APK) yang difasilitasi KPU, terdapat sisa yang cukup besar. Selain itu masih terkait APK, yakni zona pemasangan masih rancu dan menimbulkan protes justru dari masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat pertemuan evaluasi fasilitasi kampanye Pemilu 2019 yang digelar KPU Jembrana, Selasa (20/8) kemarin. Perwakilan Golkar, Agus Antara, menyoroti terkait anggaran
Evaluasi – Pertemuan KPU Jembrana bersama sejumlah instansi dan peserta pemilu terkait evaluasi pelaksanaan Pemilu 2019.
pembuatan APK bagi peserta pemilu yang difasilitasi oleh KPU Jembrana. Diketahui bahwa anggaran untuk fasilitas para peserta pemilu itu terserap kurang dari separuh. Karena itu para peserta pemilu mendapat sedikit APK. Sementara itu, dari Partai Berkarya, Wisnu, juga menyoroti terkait zona pemasangan APK. Pemasangan yang dilakukan peserta pemilu sesuai zona justru mendapatkan protes dari warga dan pihak desa. “Kami berharap KPU sebelum menentukan titik zona berkoordinasi dengan pihak desa, agar tidak terjadi permasalahan,” ujar penghubung Partai Persatuan Pembangunan, Ahmad Hariadi. Terkait permasalahan APK ini, Komisioner KPU Jembrana Divisi Sosialisasi SDM dan Parmas, Made Widiastra, memaparkan, memang untuk penyerapan anggaran khususnya fasilitasi APK peserta pemilu yang berasal dari APBN, sudah digunakan. Salah satunya untuk pembuatan APK itu, KPU Jembrana mendapat anggaran untuk fasilitas peserta senilai
Rp 320.876.000. Tetapi diakui untuk serapan pembuatan APK itu hanya Rp 78. 705. 000. Sehingga masih ada sisa Rp 242.171.000. Tetapi tetap kelebihan itu dikembalikan pada negara. Sementara itu, Ketua KPU Jembrana I Gde Ketut Tangkas Sudiantara menyebutkan terkait anggaran fasilitasi kampanye dari Pemerintah Pusat sangat besar. Menurutnya anggaran itu bukan hanya untuk membuat APK seperti spanduk dan baliho saja, juga pamflet sebanyak jumlah kepala keluarga. Sementara untuk evaluasi kemarin digelar dengan mengundang berbagai pihak tujuannya untuk menyerap masukan dan saran. Harapannya agar pemilu ke depan bisa berjalan dengan lebih baik lagi. Ia pun berterima kasih adanya masukan termasuk salah satunya mengenai zona pemasangan APK. Diakui sempat dilakukan perubahan zona sampai tiga kali SK. Diharapkan ke depannya tidak terulang lagi dan akan dibuat lebih detail. (kmb26)
kecewa. Warga Banjar Benel, Desa Manistutu ini sudah mengabdi puluhan tahun di unit perkebunan tersebut dan di masa akhirnya bekerja ia belum mendapatkan haknya di masa pensiun. Padahal, saat akhir bekerja akhir tahun lalu ia sudah mendapatkan SK yang di dalamnya tertera nilai dana pensiun yang didapat. Tetapi faktanya, hingga hampir setahun sejak dirinya purnatugas, haknya sebagai karyawan itu belum diterima. “Pertemuan ditunda, karena CIPL tidak hadir tadi. Dari Perusda Bali sudah datang. Jelas kami kecewa,” ujar Sudarma.
Keuangan, Ida Bagus Gede Purnamabawa dan Kepala Unit Perkebunan Pulukan, I Ketut Nasa. Sementara dari Pemkab Jembrana diwakili Kepala Bidang Ketenagakerjaan, I Nyoman Gede Suda Asmara. Pihak Perusda Bali tidak bisa melakukan mediasi lantaran tanggung jawab pembayaran dana pensiunan ini ditanggung bersama PT CIPL. Sehingga akhirnya dari pihak Pemkab memberikan solusi agar mediasi lanjutan ini ditunda hingga dua hari ke depan. Pihak Perusda Bali mengaku hendak berkoordinasi dengan PT CIPL agar saat itu hadir dan ada titik temu.
Dalam mediasi terakhir Juli lalu, pihak Perusda mengakui belum bisa dibayarkannya hak pesangon sesuai SK terhadap tujuh karyawan di Unit Perkebunan Pekutatan lantaran kondisi keuangan perusahaan yang sedang terpuruk. Perusda juga tidak berkeinginan permasalahan ini hingga berujung ke PHI (pengadilan hubungan industrial). Dari 7 karyawan yang pensiun di awal 2019 ini di Unit Perkebunan Pulukan, semuanya belum menerima pesangon. Padahal sesuai SK yang diterima terkait besaran pesangon, tertera rincian nilai masing-masing karyawan. (kmb26)
Negara (Bali Post) – Serapan anggaran pelaksanaan Pemilu 2019 lalu di KPU Jembrana mendapat sorotan dari perwakilan partai politik (parpol). Penggunaan anggaran khususnya untuk pembuatan
Bali Post/olo
Pengelola Tak Datang, Mediasi Ditunda Lagi
Negara (Bali Post) – Mediasi lanjutan terkait pembayaran dana pensiun antara Perusda Bali dengan eks-karyawan serta pemerintah daerah selaku mediator, Senin (20/8) kemarin ditunda. Pertemuan ditunda lantaran dari pihak perusahaan yakni PT CIPL yang mengelola perkebunan Pulukan, tidak hadir. Kondisi tersebut membuat pihak eks-karyawan yang telah mengantongi surat keputusan (SK) terkait dana pensiun, kecewa. Ketut Sudarma, eks karyawan Perusda di Unit Perkebunan Pulukan, ditemui seusai pembatalan mediasi kemarin mengaku sangat
Padahal dari kesepakatan mediasi terakhir pada bulan Juli lalu, pihak Perusda dan CIPL sanggup membayar hak karyawan itu. “Selama delapan bulan ini saya tidak ada pendapatan dan terpaksa harus mencari utang. Dan terus berbunga, pensiunan ini sangat saya andalkan,” tandas Sudarma. Pihaknya berharap agar pihak Perusda dan CIPL tidak berbelit-belit. Sementara itu, kecuali PT CIPL yang tak hadir, seluruh pihak sejatinya kemarin sudah hadir. Termasuk petugas pengawas tenaga kerja dari Provinsi dan Perusda Bali yang diwakili Direktur
TIDAK TERAWAT - Taman Sangkur di Banjar Tengah Kecamatan Negara tampak tidak terawat dan papan namanya ada yang sudah lepas.
Bali Post/kmb
Rabu Pon, 21 Agustus 2019
Permintaan Keluarga
Pencarian Nenek Tuprug Dihentikan Amlapura (Bali Post) Hingga hari keempat proses pencarian nenek Ni Nengah Tuprug (95) yang hilang oleh Basarnas belum juga membuahkan hasil. Pihak, Basarnas menghentikan proses pencarian itu atas permintaan dari pihak keluarganya. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem I Gusti Ngurah Eka, Selasa (20/8) kemarin mengungkapkan, hingga hari keempat proses pencarian, petugas memang belum berhasil menemukan keberadaan Nenek Tuprug itu. Padahal, tim sudah menyusuri di sekitar lembah di tempat ditemukannya sandal dan selendang korban. “Meski pencarian dilakukan dari pagi sampai pukul 18.00 Wita, petugas sama sekali tidak menemukan jejakjejak keberadaan korban. Pencarian kembali nihil,” ujarnya. Eka menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi tim gabungan dan permintaan pihak keluarga korban, Basarnas kemudian diminta menghentikan proses pencarian. “Kalau sesuai SOP, proses pencarian dilakukan selama sepekan. Tetapi,
karena permintaan keluarga demikian, maka proses pencarian kami hentikan,” ujarnya. Dia menjelaskan, nantinya akan terus dilakukan pemantauan. Apabila ada tandatanda keberadaan dari korban, maka pihaknya siap untuk ikut membantu mengevakuasi korban. ”Bila ada tanda-tanda keberadaan korban, bisa diinformasikan ke kami. Kami tim gabungan lainnya siap membantu melakukan evakuasi,” tegas Ngurah Eka. (kmb41)
15 Tangki Air Bersih Didistribusikan kepada Warga Dusun Poh Bebandem Amlapura (Bali Post) Dalam program ke depan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem akan menyalurkan air bersih 15 tangki kepada warga terutama yang mengalami krisis air bersih. Seperti Selasa (20/8) kemarin, baru 5.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat tepatnya di Dusun Poh, Desa Bhuana Giri, Bebandem. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengungkapkan, penyaluran air bersih kepada masyarakat itu memang atas permintaan warga itu sendiri. Hal itu sudah sesuai perencanaan dan
I Gusti Ngurah Eka
Bali Post/kmb41
Festival Kelapa Terkendala Air untuk Tanaman
Amlapura (Bali Post) Persiapan intensif terus dilakukan Dinas Pertanian Karangasem dalam upaya menjadi tuan rumah Festival Kelapa Internasional 2019. Rencananya, festival kelapa tingkat internasional itu dilaksanakan di Taman Soekasada Ujung, September mendatang. Sejauh ini, persiapan yang dilakukan panitia sudah mencapai 90 persen. Kepala Dinas Pertanian Karangasem Wayan Supandi, Selasa (20/8) kemarin mengungkapkan, berbagai persiapan ekstra telah dilakukan untuk menyambut kegiatan tersebut. “Kita sudah siapsiap bahkan tinggal beberapa persen saja. Malah kini tinggal memantapkan acaranya saja,” katanya. Sampai sekarang, kata Supandi, sudah banyak pengusaha dari luar daerah yang mendaftar untuk berpartisipasi dalam kegiatan festival kelapa internasional itu.
Bali Post/kmb41
AIR BERSIH - BPBD Karangasem saat mendistribusikan air bersih kepada warga.
Pihaknya berharap, lewat ajang tersebut nantinya banyak investor luar yang tertarik membuka pabrik pengolahan kelapa di Karangasem. Ada berbagai jenis tanaman yang dikembangkan di Taman Ujung. Seperti terung, pare, melon, semangka, dan jenis tanaman buah lainnya. Untuk mengembangkan jenis tanaman yang biasa tumbuh di suhu dingin itu, maka stok air perlu cukup banyak. Sedangkan suhu di taman ujung relatif panas. Dengan kondisi seperti ini, maka air sangat diperlukan untuk menyiram tanaman tersebut. Tapi, saat ini air masih menjadi kendala. “Untuk menyiram tanaman, kami terpaksa mengambil air di kolam. Air itu harus diambil ke bawah. Masalahnya, pompa yang ada tidak berfungsi maksimal untuk mengangkat air ke atas,” tegasnya. (kmb41)
mekanisme pembagian air. Hingga ke depan, direncanakan 15 tangki. Namun, akan dilakukan secara bertahap. “Sebanyak 78 KK warga dapat bantuan air bersih. Namun, pendistribusian
hari ini baru 5.000 liter. Nanti terus kita salurkan air bersih itu kepada warga sesuai hasil kajian. Kami harap, bantuan air yang diberikan ini bisa meringankan beban warga khususnya dalam
mengatasi krisis air bersih,” harapnya. Arimbawa menambahkan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang saat ini mengalami krisis air bersih agar bersurat lebih dulu ke Dinas Sosial, BPBD termasuk PMI Karangasem dalam usaha memohon bantuan air bersih itu. Dengan begitu, maka pihaknya bisa melakukan survei lebih dulu ke lokasi. Dari survei itu
akan diperoleh hasil, apakah di daerah itu memang benar krisis air bersih atau tidak. “Kalau memang wilayah itu warganya kesulitan air bersih, sudah pasti kami akan bantu semaksimal mungkin. Karena itu merupakan tanggung jawab kami meringankan beban warga. Yang penting, ada laporan ke instansi, pasti kami kemudian menindaklanjuti,” ujar Arimbawa. (kmb41)
Kalahkan Rajawali Klungkung di Final
Sahabat Amlapura Juara Liga Bola Basket Bali Amlapura (Bali Post) Tim bola basket Sahabat Amlapura sukses merebut juara pada Kejuaran Bola Basket Liga Bali Divisi II 2019 yang berlangsung di GOR Ngurah Rai Denpasar. Sahabat Amlapura sukses merengkuh gelar juara setelah di final mengandaskan Rajawali Klungkung dengan skor 72-67. Jalannya pertandingan final cukup ketat dan seru. Serangan sporadis antarkedua tim silih berganti. Masingmasing saling menunjukkan permainan terbaik mereka untuk menghasilkan poin demi poin. Bermodalkan hasil positif atas Rajawali Klungkung di babak penyisihan, hal itu membuat para pemain Sahabat Amlapura semakin percaya diri untuk kembali mampu mengalahkan Rajawali Klungkung yang melakukan perlawanan sangat sengit. Pucuk dicinta ulam pun tiba, dan akhirnya, Sahabat Amlapura sukses membungkam lawannya di final dengan skor tipis 72-67. Manajer Tim Sahabat Amlapura Komang Pasek mengungkapkan, pihaknya sangat bersyukur atas prestasi yang diraih anak asuhannya. Apalagi dengan predikat sebagai juara. Hasil yang diraih itu berkat kerja keras semua pemain yang sangat serius mengikuti persiapan sebelum malakoni kejuaraan itu. “Dengan juara ini, Sahabat Amlapura berhak promosi ke Divisi I yang akan digelar Oktober mendatang. Kami harap prestasi yang diraih ini, bisa dijadikan motivasi membangkitkan olahraga di Karangasem khususnya cabor bola basket. Ke depannya agar prestasi demi prestasi yang lebih baik bisa di event yang lebih bergengsi,” harapnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
JUARA - Tim Sahabat Amlapura sukses meraih gelar juara pada Liga Bali 2019 setelah di final mengalahkan Rajawali Klungkung dengan skor 72-67.
Ratusan Anak SD Ikuti Gemarikan Protein Ikan Sumber Gizi Sehat
Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Rendang mengikut kegiatan Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan). Gemarikan ini dilaksanakan Dinas Perikanan Karangasem di Wantilan UPTD Dinas Pertanian Rendang, Selasa (20/8) kemarin. Apakah manfaat yang diperoleh seorang anak jika menjadikan ikan sebagai menu wajib dalam kesehariannya?
Bali Post/kmb41
GEMARIKAN - Siswa SD saat mengikuti kegiatan gemarikan di UPTD Pertanian Rendang, Karangasem, Selasa (20/8) kemarin.
WAKIL Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa mengungkapkan, Gemarikan yang diselenggrakan di Kecamatan Rendang ini sematamata untuk mendukung peningkatan konsumsi ikan di Karangasem. Jadi, untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat itu mau tidak mau harus dimulai dari keluarga dan sejak anak-anak. Tingkat konsumsi ikan di Karangasem kata Artha Dipa, masih tergolong rendah. Hal itu disebabkan berbagai persoalan. Masalah yang dihadapi mulai mahalnya harga ikan, terutama ikan air tawar. Selain itu, juga karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kandungan gizi dan manfaat yang terkandung pada ikan itu. “Untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan, maka harus mampu mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat. Sehingga ke depannya masyarakat punya keyakinan gemar makan ikan,” katanya. Kegiatan gemarikan ini dilakukan di semua daerah, terutama di daerah pedesaan dan perkotaan yang jauh dari daerah pesisir yang tingkat konsumsi ikannya rendah. Selain itu, juga di daerah dengan kasus gizi buruk atau rawan pangan serta daerah khusus.
Gemarikan itu sangat penting untuk seluruh unsur masyarakat apalagi ibu hamil, anak sekolah dan lainnya. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Karangasem, I Ketut Artama, mengakatan, kegiatan gemarikan ini diikuti sekitar 200 siswa dari sejumlah SD di Rendang. Pihaknya mengajak masyarakat Karangasem supaya mulai sekarang ini gemar makan ikan. Alasannya, banyak manfaat yang didapat dengan mengonsumsi ikan. Di samping dari kesehatan, memiliki kecerdasan intelektual emosional dan spiritual. “Kita harus banyak mengonsumsi ikan yang relatif memadai. Kurangi makan daging. Pasalnya, ikan merupakan salah satu sumber protein penyedia gizi yang sehat,” tandasnya. Camat Rendang I Wayan Mastra mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi adanya kegiatan Gemarikan ini. Kegiatan ini bagus untuk membangun kesadaran masyarakat Karangasem khususnya Kecamatan Rendang untuk memenuhi gizi dengan cara gemar makan ikan. “Dengan kesadaran masyarakat meningkat mengonsumsi ikan, maka Karangasem akan mampu menciptakan generasi sehat, kuat, dan cerdas,” ujarnya. (nan)
Rabu Pon, 21 Agustus 2019
Peringatan Hari Anak Nasional
Bupati Suwirta Minta Tanamkan Pendidikan Karakter Sejak Dini
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2019 yang bertempat di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kabupaten Klungkung, Selasa (20/8) kemarin. Bupati Suwirta memberikan apresiasi dan motivasi khususnya kepada anak yang dalam kondisi cacat sudah berani tampil membawakan sebuah puisi maupun lagu. “Saya sangat salut kepada mereka. Mari jadikan ini sebuah cermin kehidupan di balik kekurangan yang mereka punya masih tersimpan kelebihan untuk berjuang menjalani kehidupan,” tegas Bupati Suwirta. Menurut Bupati, Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk menggugah dan meningkatkan kepedulian setiap individu, keluarga, masyarakat,
dunia usaha, media serta pemerintah, sehingga setiap anak memilik kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri dalam berbagai kegiatan yang positif. “Anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa yang harus dibekali dengan kemampuan dan daya kreativitas yang baik,” ujar Bupati Suwirta. Bupati juga menambahkan melalui peringatan hari anak nasional semoga semua pihak sebagai masyarakat yang peduli akan pendidikan maupun para orang tua dapat memberikan perhatian yang penuh dengan tanggung jawab dan memberikan segala yang terbaik untuk anak-anak. “Jadikan peringatan Hari Anak Nasional ini untuk lebih peduli pentingnya menanamkan sejak dini pendidikan karakter kepada anak-anak,” harap Bupati Suwirta kepada
seluruh guru pengajar maupun orangtua yang hadir pada acara tersebut. Sementara itu, Sekretaris Forum Anak Daerah Kabupaten Klungkung Anak Agung Istri Pramudya Wardhani menyampaikan, bahwa Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Klungkung sudah mengadakan sharing berupa materi organisasi positif, makanan sehat dan nonton bareng film pendek pendidikan karakter. Selain itu, juga memberikan pengenalan 10 hak anak, di antaranya hak untuk bermain, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapatkan perlindungan, hak untuk mendapatkan nama (identitas), hak untuk mendapatkan status kebangsaan, hak untuk mendapatkan makanan, hak untuk mendapatkan akses kesehatan, hak untuk mendapatkan rekreasi, hak untuk mendapatkan
kesamaan, hak untuk berperan dalam pembangunan. Hak-hak ini harus mereka dapatkan. Adapun kegiatan yang sudah dilaksanakan, yaitu pemilihan duta anak Kabupaten Klungkung, pembentukan dan pengukuhan pengurus forum anak daerah Kabupaten Klungkung Periode Tahun 2019-2021, kegiatan forum anak daerah Kabupaten Klungkung, FAD goes to school Kabupaten Klungkung, lomba menulis/ cipta puisi tingkat SMA/SMK, lomba mewarnai tingkat TK, lomba menggambar tingkat SD serta lomba mengarang tingkat SMP. Acara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ini juga dihadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Klungkung, para Kepala Sekolah/ Guru pengajar serta para siswa-siswi. (ad642)
PERINGATAN HAN - Bupati Suwirta saat menyerahkan piala pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2019.
Kerap Makan Korban Pemandu agar Awasi Pengunjung Devil’s Tear
TINJAU PROYEK - Wabup Kasta meninjau sejumlah proyek di Nusa Penida.
Bali Post/gik
Wabup Kasta Minta Seluruh Proyek Selesai Tepat Waktu Semarapura (Bali Post) -
Memasuki akhir Agustus, sejumlah proyek fisik mulai memasuki tahap pengerjaan. Wakil Bupati Klungkung Made Kasta bersama tim Monev Klungkung dan Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra memonitoring sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Kecamatan Nusa Penida, Selasa (20/8) kemarin. Dalam monev ini Wabup Kasta meminta seluruh proyek fisik ini mampu dituntaskan tepat waktu, agar tidak mengecewakan masyarakat Nusa Penida. Tujuan dilaksanakannya monev ini, yakni untuk mengetahui seberapa jauh proses pengerjaan proyek tersebut dari waktu, yang sudah disepakati sebelumnya agar nantinya bisa diselesaikan tepat waktu sesuai prosedur yang berlaku. Dalam monev tersebut, Wabup Kasta mengingatkan, apabila terjadi keterlambatan dalam proses pengerjaannya, segera diadakan langkah-langkah. Agar tidak ada proyek yang selesai tidak tepat
waktu dalam penyelesaiannya. “Proyek-proyek ini harus dikerjakan dengan tidak asal-asalan, dan yang paling penting nantinya harus selesai tepat waktu,” tegasnya. Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Klungkung I Gusti Ngurah Agung menyampaikan proyek infrastruktur yang dikerjakan di Nusa Penida, antara lain pembangunan Lapangan Futsal di Nusa Lembongan dengan nilai anggaran sebesar Rp 2.368.490.071
dikerjakan oleh CV Nusa Tirta Amertha dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender. Proyek peningkatan Jalan Kabupaten Jalan Pondok He - Senangka dengan nilai kontrak Rp 7.049.772.090 dikerjakan oleh CV Surya Cipta Karya dalam waktu 150 hari. Proyek Peningkatan Jalan Kabupaten Jalan Pikat-Sompang perbaikan dengan nilai kontrak Rp 4.897.771.920 dilaksanakan oleh CV Maha Utama dengan waktu pelaksanaan 150
hari kalender. Selain itu, juga proyek pengembangan jaringan perpipaan SPAM untuk Desa Batukandik, Nusa Penida dengan nilai kontrak Rp 1.109.962.766 dilaksanakan oleh CV Putra Mandiri dalam waktu 120 hari kalender. Proyek pengadaan bangunan kesehatan berupa rehabilitasi sedang/berat Pustu Lemo dengan biaya kontrak Rp 573.928.918, dilaksanakan CV Sari Nusa Raharja dengan waktu pengerjaam 158 hari kalender. Pihaknya berharap sesuai dengan arahan Wabup Kasta, agar seluruh proyek ini dapat dituntaskan sesuai perencanaan. Sehingga tidak ada lagi cerita proyek gagal yang merugikan masyarakat. (kmb31)
Semarapura (Bali Post) Tebing Devil’s Tear, Desa Lembongan, Nusa Penida terus memakan korban jiwa. Meski sudah berulang kali terjadi, tetapi aktivitas wisatawan ke tempat itu tetap tinggi. Sementara sistem keamanannya nampak belum banyak berubah. Ini membuat Bupati Klungkung Nyoman Suwirta meminta para guide lebih fokus mengawasi para turisnya agar tidak memasuki areal berbahaya, sambil menuntaskan perencanaan sistem keamanan yang sedang dipersiapkan pemerintah daerah. Bupati Suwirta melihat peristiwa turis tenggelam di lokasi sekitar setelah tersambar ombak ganas, lantaran turisnya sendiri yang nekat masih mendekati areal berbahaya, yang terlalu dekat dengan jangkauan gelombang ganas. Pihaknya mengakui, bahwa di sana situasinya kerap menjebak. Awalnya terlihat ombaknya kecil. Namun mendadak ombak besar dan menyambar sehingga jatuh dari atas tebing ke tengah laut. Jika ini sudah terjadi, untuk memberikan pertolongan pertama juga susah. “Sesungguhnya sejak wisatawan turun dari fast boat, para guide sudah berulang kali mengingatkan wisatawan. Namun karena jumlahnya banyak, ketika sampai di Devil’s Tear itu, tidak semua wisatawan bisa dikontrol kegiatannya. Ada yang nekat selfie di atas tebing yang menjorok ke laut. Awalnya memang tenang, tapi tiba-tiba gelombang tinggi bisa datang tibatiba,” kata Bupati Suwirta, Selasa (20/8) kemarin. Di sinilah, menurut Bupati Suwirta, butuh fokus lebih tinggi dari para guide yang mengantar tamunya masing-masing. Sebab, kalau sedikit saja lengah, maka tidak menutup kemungkinan akan jatuh korban jiwa lagi. Ia menegaskan, Dinas Pariwisata sudah menyiapkan langkahlangkah untuk melakukan penataan di lokasi. Tahun ini baru
disiapkan untuk penyediaan pagar batas. Kepala Dinas Pariwisata Nengah Sukasta mendapat gambaran, pagar yang cocok adalah jenis kayu yang dihubungkan dengan tali. Sebab, kalau pakai jenis besi, akan cepat korosi, karena terpapar air laut. “Kami sudah siapkan anggaran Rp 60 juta, untuk pemasangan pagar itu tahun ini,” tegasnya. Rencananya pagar ini akan dipasang di dekat tebing, sebagai batas wilayah aman dan wilayah berbahaya. Anggaran sebesar itu, diperkirakan hanya mampu memagar sekitar 50 meter. Ini jelas tidak cukup, melihat hamparan tebing ini cukup panjang sekitar 500 meter. Meski demikian, Sukasta menegaskan ini akan dilakukan secara bertahap. “Kami dulu sempat kumpulkan para guide. Saat itu kami sudah tegaskan, kalau tamunya ke Dream Beach (sebelah Devil’s Tears), mohon ditemani. Jadi, kalau setelah dari sana, tamunya pergi ke tebing Devil’s Tears, guide-nya bisa melarang,” kata Sukasta. Kasus terakhir, turis yang tewas setelah jatuh dari tebing ini adalah Li Huiling (38) asal China pada Sabtu 17 Agustus lalu. Dia jatuh dari atas tebing setelah tersambar ombak ganas saat selfie. Peristiwa ini menambah daftar panjang korban WNA yang terseret arus di objek wisata Nusa Penida. Sebelumnya Minggu, 21 Juli lalu, WNA asal Vietnam Nguyen Hoang Hieu Dan (26) tewas setelah tenggelam di Pantai Kelingking. Sebelum dia, juga ada WNA asal Amerika Aviv Meshil (23) pada Senin 17 Juni lalu. Dia hilang saat bermain padle board di Perairan Mushroom Bay Beach, Nusa Lembongan. Sebelumnya juga ada WNA asal India Kausal Aditya (24) yang hilang terseret arus saat berwisata di atas tebing Devil’s Tear, Desa Lembongan pada 7 Mei lalu. Kedua WNA ini sudah berupaya dicari Basarnas dan jajaran kepolisian perairan selama tujuh hari. Namun, tidak membuahkan hasil. (kmb31)
Bali Post/gik
EVAKUASI KORABAN - Sejumlah petugas ketika mengevakuasi korban Li Huiling usai tenggelam setelah tersambar ombak ganas, 17 Agustus lalu.
Penyebab Kebakaran Wantilan Pura Ped Belum Diketahui
Bali Post/gik
TERBAKAR - Petugas Tim Labforensik saat tiba di TKP wantilan yang terbakar.
Semarapura (Bali Post) Penyebab kebakaran di Wantilan Pura Penataran Ped, Nusa Penida, masih misterius. Pihak kepolisian belum berani menyimpulkan dugaan penyebab yang menimbulkan kebakaran besar itu. Sedangkan, pihak pangempon berencana meminta petunjuk sulinggih, apakah ada faktor niskala, yang memicu kebakaran tersebut. Kebakaran terjadi Senin (19/8) malam. Seluruh bagian atap bangunan berukuran sekitar 10 meter kali 15 meter itu ludes. Yang tampak hanya tiang dan rangka beton. Sejumlah petugas kepolisian mengecek kondisi sekitar. Kemudian memasangi TKP dengan garis polisi. Salah satu pangempon
pura, Sang Nyoman Sukerta, Selasa (20/8) kemarin, mengatakan, pihaknya akan segera meminta petunjuk sulinggih, untuk menentukan langkah selanjutnya. Sekaligus untuk mengetahui kemungkinan adanya faktor niskala. Karena baru kali ini terjadi kebakaran sebesar ini di areal pura. “Barangkali kami sebagai pangempon ada yang sisip (salah) atau ada penyebab lain, nanti kami minta petunjuk Sulinggih,” katanya. Pihak kepolisian terus melakukan upaya penyelidikan untuk memperjelas penyebab kebakaran. Usai mengamankan situasi, Polsek Nusa Penida langsung di-back up Tim Labforensik Denpasar. Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Gede Putu
Ardana mengatakan, Tim Labforensik langsung menuju TKP, Selasa (20/8) kemarin. Adapun yang ikut dalam olah TKP dari Tim Labforensik, Iptu I Ketut Mawiyasa, Iptu Cahyo Widyanto, dan Penata I Putu Suadana. Dalam olah TKP tersebut, Tim Labforensik melakukan pengambilan gambar dari segala arah di sekitar tempat kebakaran, melakukan pemeriksaan sisa kabel yang terbakar, pengecekan MCB listrik, meminta keterangan terhadap saksi yang melihat langsung awal terjadi kebakaran. Pada akhir olah TKP dilakukan pengambilan sisa arang bekas kebakaran dan sisa tembaga kabel yang terbakar untuk dilakukan pengecekan dan analisa di CMYK
Labforensik Denpasar. Sejauh ini, polisi belum dapat memastikan apa penyebab pasti kebakaran tersebut. Sebelumnya, bangunan Wantilan Pura Penataran Ped, Nusa Penida, terbakar, Senin (19/8) malam. Kobaran api begitu cepat membesar, hingga menghanguskan seluruh isi bangunan. Banyaknya barang yang mudah terbakar di dalam wantilan, seperti berbagai perlengkapan banten, membuat api begitu cepat melalap hingga bagian atapnya seketika roboh. Kebakaran hebat ini sontak membuat kaget warga sekitar. Mereka cemas, kobaran api yang begitu besar merembet ke sejumlah palinggih pura dan bangunan lain di sekitarnya. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Pon, 21 Agustus 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Cr Tng Sopir,mak 25th,Lam ke Gatsu I/XVII/12 WA.08123894908
Dicari Pembantu rumah tangga (PRT) tinggal dalam, jujur, niat kerja Hub: 0821-24-458-758
Dcr AMT BBM,24-45Th,SIM B2,Min SMA/Sdrjt,Bbs Narkoba,Tdk Buta Wrn,Jjr&Dsiplin,Tdk Mrokok Slm Brtgs,Mlki Pemhmn Stndr Min Prltn/Instrument Kndrn,Pnmptn di Bali,Ijazah,KTP&KK,SKCK,Foto 4x6=3lbr,Surat Penglmn krj Sbg Sopir.Lmrn:(Ayu)HRD di Kantor TBBMManggisBali/081236269898 Selambatnya 26/8/19(Gratis!!!)
B.BP.004.08.19.0000539
Carnival Cruises Urgently look for all pos FB Service,FB Product & Hotel Dept, pls bring CV to Official Agent PT.LARP/Bali Safe Jl.Sekar Tunjung XV/3 Dps Tlp.466344 Mobile:081237723021
B.BP.001.08.19.0000433
Cr Sopir Srbt bs matik+PRT wnt bs naikMtr,tgldlm, 085238127777 B.BP.004.08.19.0000635
Cr Tng Pengawas Proyek(Lk)SMK/ Diploma/S1cv:gentaproperty108@ gmail.com WA:08123894908 B.BP.001.08.19.0000551
Dcr:FO,B.Boy,HK,Driver,Laundry Engineering,Scurity,Garden:new arenahotelkutabali@gmail.com B.BP.164.08.19.0000543
B.BP.001.08.19.0000550
B.BP.001.08.19.0000586
Dibutuhkan Sopir yg Serius Krj Hub:081999846117/081934340809 B.BP.001.08.19.0000617
Dicari Staff Drafter Tamatan D1/D2.Fresh Graduate full Time gaji 5 juta Hub Ilot Properti 082114649423 B.BP.004.08.19.0000595
Dicr PRT Wanita Tidur Dlm Hub:081236046665
B.BP.001.08.19.0000614
BIRO JASA
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
Staf bersih rmh Kost,tgl dalam pria,jujur,rajin.085238203818 B.BP.001.08.19.0000538
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
DIJUAL MOBIL DAIHATSU
Dijual Taft GT Thn 1991,4x4 Normal,Warna Putih,Siap Pakai Hrg 80Jt/Nego Hub:08123923442
B.BP.001.08.19.0000615
TOYOTA
Dijual Kijang LSX’2003 coklat metalik Hub.087761023257
B.BP.001.08.19.0000627
HONDA
DISEWAKAN RUMAH
Honda Oddysey’08 KM 73Rb Hitam Hub.081353619998 (160jt nego)
Dikont Rmh 3KT RT KM,Dpr.1,5Jt /Bln; 15Jt/Thn, Jl.Mulawarman 19 Dps Hp. 082119432676
B.BP.001.08.19.0000616
B.BP.001.08.19.0000638
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara,087860846839/081805531078 B.BP.164.08.19.0000544
BUC.Dijual Rumah Perum Dalung III.Hubungi:081936264166 B.BP.001.08.19.0000581
Rumah/Tanah Cash/kredit Penarungan-Badung081338681038 B.BP.004.08.19.0000593
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
Fortuner VNT G Solar 2015,Htam Jl.Tkd Laguan 25 , 081338792492
Dswkan Rmh Lt 1, Jl.Pidada VII PrumPidada6ADps,081238134188
Toyota Altis 2012 Silver 165Jt Nego Hub:081239559559
Ov.kont 41th,14kmr Tuban, 25th 20kmr Pr.Tnh Kilat.08123806363
B.BP.001.08.19.0000621
B.BP.001.08.19.0000632
SERVICE
B.BP.001.08.19.0000625
B.BP.001.08.19.0000507
SERVICE
PROPERTY DISEWAKAN RUKO
Sewa murah 3thn Ruko 2Lt diCokroaminoto dkt McD 087856227779 B.BP.033.08.19.0000631
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijual Tanah SHM 1.400m2 di Ungasan,Kuta Selatan,Bali. Lokasi strategis,5mnt dr GWK, 5 mnt dr pantai Melasti, Balangan & Dreamland,10 mnt dr Pura Uluwatu.Dekat dgn area perhotelan.Cocok utk kos2an eksekutif/home stay/cluster. Rp.3jt/m, Hub.Patrick 081337346381 (WA)/0818669779
B.BP.004.08.19.0000594
SERVICE
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijl Tanah daerah Patih Nambi 2,35 Are Hub.085238127777
B.BP.004.08.19.0000636
Jual Tanah di Buahan Payangan, 63 Are,Dilewati Anak Sungai Ayung,View Hutan Tropis Abadi DktHangingGarden,45mnt dr Ubud Tlp/WA:08123846366/08123988353
B.BP.001.08.19.0000579
Jual Tanah+Rumah di Bay Pass Buwit luas 6are 082341128440 B.BP.001.08.19.0000552
Tanah 1A Perum Banyuning Indah Sgr 85Jt Nego 087858545805 BUC B.BP.001.08.19.0000620
PROPERTY DISEWAKAN TOKO
PROPERTY
Jual Properti D.Toba 18,20 D. Tandakan 9 Sanur Hub: Karna Br. Tengah Bonbiyu Gyr
B.BP.014.08.19.0000629
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228
B.BP.001.08.19.0000633
Jual Lamp Sirine 2 warna lengkp Hub:082119432676 Rp.3 Juta
B.BP.001.08.19.0000637
KEHILANGAN Hlg BPKB No.H06425369-O DK 444 GG An.I Dewa Ketut Artana,Tbn B.BP.001.08.19.0000622
Hlg Srtfkt SHM No.524 Lok.Ds JBT Nusa Penida,AN:I Md Arnata B.BP.001.08.19.0000501
Toko 4x10 Jln Antasura 16A,2530jt/th,Garase Jl.Puri Kosala 150-250rb/bln Hub.081353619998
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
B.BP.001.08.19.0000618
B.BP.001.08.19.0000162
BIRO JASA
Rabu Pon, 21 Agustus 2019
Tari Maskot SMPN 1 Susut Gambarkan Kisah Sri Krisna Selasa (20/8) kemarin. Tari maskot Widya Krisna Murti digarap oleh guru, alumni dan siswa SMPN 1 Susut. Tarian ini telah dilaunching di SMPN 1 Susut pada 16 Agustus lalu. Dijelaskan Kasek asal Desa Sulahan ini, tari Widya Krisna Murti menggambarkan kisah hidup Sri Krisna dalam epos Mahabharata, yang merupakan Awatara kedelapan dari Dewa Wisnu. Krisna kecil adalah sosok yang lemah-lembut, lucu, dan digemari oleh teman-temannya. Krisna remaja sebagai sosok yang rajin belajar, cerdas, pintar, baik hati serta menjadi idola semua insan. Krisna remaja yang lincah selalu memainkan seruling dengan merdu di setiap kesempatannya. Saat dewasa, Krisna adalah sosok yang mengabdi-
kan dirinya secara sungguh sungguh bagi umat manusia dan alam semesta. Pada waktu yang dibutuhkan Krisna mengerahkan semua kekuatan dan kesaktiannya untuk membasmi kejahatan dan menegakkan kebenaran. Sri Krisna dengan kemahakuasaan-Nya menampakkan keagungan dan kemahakuasaan-Nya dengan wujud Krisna Mamurti, Krisna Murti. “Tarian ini menggambarkan seorang pembelajar yang giat dan siap mengabdikan ilmunya kepada nusa dan bangsa sebagaimana sosok seorang Sri Krisna,” kata Wikrama. Tari maskot ini nantinya akan ditampilkan setiap acara di SMPN 1 Susut, seperti saat HUT sekolah, perpisahan siswa dan lomba-lomba sekolah. (ina)
Bangli (Bali Post) Seorang nelayan tewas tenggelam di Danau Batur, Kintamani, Selasa (20/8) pagi kemarin. Korban I Wayan Lantara (37) asal Desa Buahan, diduga tercebur ke danau ketika hendak memasang jaring ikan. Mayat korban baru berhasil ditemukan setelah hampir tujuh setengah jam dilakukan pencarian.
ter di sebelah timur lokasi kanonya,” terangnya. Oleh petugas, mayat korban selanjutnya dievakuasi menggunakan rubber boat Basarnas. Mayat korban kemudian diperiksa oleh petugas kesehatan Puskesmas Kintamani, dan diidentifikasi oleh tim Identifikasi Polres Bangli. Sulhadi mengatakan, korban diduga tenggelam lantaran terjatuh dari perahunya saat hendak memasang jaring ikan. Diperkirakan, saat terjatuh korban memakai sepatu boot sehingga menyebabkannya kesulitan untuk berenang. “Kasus tersebut saat ini telah ditangani oleh Polsek Kintamani,” ujarnya. (kmb40)
TARIAN MASKOT - Siswa SMPN 1 Susut menarikan tarian maskot Widya Krisna Murti.
Anggaran Pilkada Dicairkan Tiga Tahap Bangli (Bali Post) Total usulan kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bangli 2020 mencapai Rp 43 miliar. Oleh Pemkab, usulan tersebut telah dilakukan verifikasi. Pencairan anggaran Pilkada rencananya akan dilakukan dalam tiga tahap. Plt. Kepala Kesbangpol Kabupaten Bangli Nengah Sukarta mengatakan, usulan anggaran sebesar Rp 43 miliar itu berasal dari KPU, Bawaslu, Polri dan Kodim. Hanya, pihaknya tidak bisa menyebutkan secara rinci berapa nilai usulan yang diajukan masing-masing. “Kalau tidak salah KPU usulkan sekitar Rp 21 miliar, Bawaslu sekitar Rp 6 miliar,” ujarnya, Selasa (20/8) kemarin. Sukarta mengatakan, saat ini seluruh usulan tersebut telah dilakukan verifikasi. Kebutuhan anggaran pilkada 2020 ini menjadi prioritas yang akan disiapkan Pemkab Bangli, sebab pelaksanaan Pilkada meru-
pakan kewajiban. Dijadwalkan penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) terkait anggaran pilkada ini akan dilakukan paling lambat 1 Oktober 2019, sesuai ketentuan pusat dan arahan Gubernur. Disampaikan Sukarta, pencairan anggaran Pilkada nantinya akan dilakukan dalam tiga tahap. Mengacu Permendagri Nomor 54 Tahun 2019, pada tahap I, nilai anggaran yang akan diberikan sebesar 40 persen, tahap II 50 persen dan tahap III 10 persen. Untuk pertanggungjawaban penggunaan anggarannya, nantinya dilaporkan 3 bulan setelah selesai tahapan terakhir. Terpisah, Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan mengaku belum lama ini sudah sempat melaksanakan rapat koordinasi dengan Pemkab Bangli untuk membicarakan hibah anggaran Pilkada. Ia menyebutkan total kebutuhan anggaran yang telah diajukan KPU Bangli yakni Rp 21,4
miliar. “Dari angka yang kita usulkan itu akan dibahas lagi, belum ada kesepakatan nilai. Sesuai Permendagri 54/2019 bagi daerah yang akan memberikan anggaran secara bertahap, ada tiga tahap, tahap I, II dan III. Kita sudah tanyakan apakah tahap I ini nantinya disiapkan di anggaran perubahan atau dibiayai dari dua APBD. Oleh tim anggaran, itu masih akan dikonsultasikan ke Kemendagri,” kata Pujawan. Dalam rapat koordinasi itu, pihaknya juga mempertanyakan terkait pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Sesuai ketentuan yang ada di Pemkab, anggaran yang diterima tahun 2019 harus dipertanggungjawabkan di akhir tahun 2019. Sementara jika mengacu Permendagri 54, proses pertanggungjawaban dan pelaporan dilakukan KPU 3 bulan setelah pengusulan paslon terpilih. “Hal ini juga akan dikonsultasikan oleh Pemkab,” ujarnya. (kmb40)
Bangli (Bali Post)Sejumlah pedagang kain di lantai dua Pasar Kidul yang telah mendapat tempat berjualan di Pasar Loka Çrana, mulai membongkar kiosnya yang lama. Meski proses pembongkaran belum sepenuhnya selesai dilakukan, namun beberapa pedagang lainnya yang semula berjualan di trotoar utara pasar justru sudah dipindahkan ke lantai dua. Alhasil kondisi itu menyebabkan kondisi lantai dua semrawut dan pedagang tidak nyaman berjualan. Berdasarkan pantauan, Selasa (20/8) siang kemarin, sebagian besar pedagang kain yang ada di sisi barat sudah membongkar kiosnya yang berbahan triplek. Proses pembongkaran membuat kondisi lantai dua menjadi berantakan dan kotor. Lantai pasar dipenuhi sisa material dan sampah yang berserakan. Di tengah proses pembongkaran itu, beberapa pedagang canang, bunga, dan janur tampak sudah mulai berjualan di lantai atas bekas lokasi kios pedagang kain. Salah seorang pedagang bunga, Dewa Ayu Sri mengungkapkan dirinya bersama sejumlah pedagang yang semula berjualan di trotoar utara Pasar mulai dipindah ke lantai atas sejak tiga hari lalu. Ia pindah tempat berjualan atas perintah pihak pengelola pasar. Dirinya mengaku sejatinya tidak keberatan dipindahkan ke lantai dua. Hanya ia menginginkan pemindahan dilakukan setelah proses pembongkaran kios benar-benar selesai dan sudah dibersihkan. “Kalau seperti ini kondisinya berantakan dan kumuh, kami
maupun pembeli kan jadinya tidak nyaman,” ujarnya. Lantaran belum bersih dan masih ada proses pembongkaran kios, sangat sedikit pembeli yang mau datang ke tempatnya berjualan. Ia mengaku kehilangan beberapa pelanggannya lantaran bingung tak tahu lokasi dirinya pindah. Kondisi itu diakuinya cukup merugikannya. “Semestinya dibersihkan dulu tempatnya. Baru kemudian dipindahkan bersama dan ditata per kelompok sesuai dagangannya. Jadi pembelinya tidak bingung,” kata Dewa Ayu Sri. Dirinya mengaku sudah sempat menyampaikan pendapatnya itu ke pihak pengelola pasar. Hanya ia tidak tahu apakah nantinya akan ditindaklanjuti atau tidak. “Kalau nantinya ada pengundian dan pengelompokan lagi, saya tidak mau pindah lagi. Karena saya capek sudah berulang kali dipindahpindah,” terangnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disperindag Kabupaten Bangli Nengah Sudibya mengatakan pihaknya sengaja segera memindahkan pedagang yang selama ini berjualan di selasar dan di trotoar utara Pasar, untuk mengakomodir warga sekitar yang kerap mengeluhkan akses jalan. Di samping juga untuk menerapkan Perda yang melarang trotoar dipakai tempat berjualan. Dijelaskan Sudibya, pemindahan pedagang kain di Pasar Kidul ke Loka Çrana sudah mulai dilakukan sejak 15 Agustus lalu. Dari total 155 kios yang disediakan di Loka Çrana, baru 133 pedagang yang mengabil kunci. Sudibya
mengaku awalnya terdapat 34 pedagang yang tidak mau pindah. Setelah dilakukan pendekatan enam orang di antaranya sudah mau, sehingga sekarang masih tersisa 28 pedagang yang belum mau pindah. “Kalau 28 pedagang itu mau pindah, kami justru kekurangan 18 kios,” ungkapnya. Terkait hal itu, pihaknya mengaku akan melakukan pendataan ulang terhadap 28 orang, untuk mengantisipasi adanya pedagang double dan sudah tidak aktif. “Kami juga akan melaporkan hal ini ke Bapak Bupati untuk mencari solusi terhadap kekurangan kios itu,” jelasnya. Disinggung mengenai deadline pembongkaran kios di lantai dua Pasar Kidul, Sudibya mengatakan paling lambat sudah dibongkar akhir Agustus ini. Setelah dibongkar selanjutnya pihaknya akan memindahkan seluruh pedagang yang ada di selasar utara dan selatan dan dikelompokan sesuai komoditi dagangannya. (kmb40)
Sejumlah Pedagang Mulai Dipindah
Bali Post/kmb40
KIOS - Sejumlah kios di lantai dua Pasar Kidul dibongkar.
KISAH hidup Sri Krisna dalam epos Mahabharata menjadi inspirasi Kepala SMPN 1 Susut I Nengah Wikrama untuk menggarap sebuah tari maskot. Diberi judul Widya Krisna Murti, tarian yang penggarapannya melibatkan 30 orang penabuh dan enam orang penari tersebut, menggambarkan Sri Krisna kecil sebagai sosok yang lemah lembut, cerdas, dan menjadi idola semua insan. Wikrama mengatakan, penggarapan tari maskot bertujuan untuk pengembangan seni budaya, khususnya seni tari dan tabuh, sekaligus sebagai dukungan program pemerintah tentang revitalisasi seni budaya Bali. “Di sekolah tari ini sebagai bentuk motivasi dan inspirasi kepada siswa tentang nilai nilai kebudayan,” ujarnya,
Bali Post/ina
Pasang Jaring, Nelayan Tewas Tenggelam di Danau Batur
Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, korban diketahui pergi ke Danau Batur untuk melakukan aktivitas seharihari memasang jaring ikan sekitar pukul 06.00 Wita. Biasanya aktivitas tersebut berakhir sampai pukul 07.00 Wita. Namun, sampai pukul 08.00 Wita korban tak kunjung pulang ke rumah. Istri korban yang khawatir meminta tolong ayahnya untuk mengecek korban ke danau. Sesampainya di danau,
ayah korban tidak menemukan keberadaan korban. Yang ditemukan hanya perahu yang biasa dipakai korban di tengah danau. Lokasinya sekitar 30 meter dari tepi danau. Ayah korban selanjutnya meminta bantuan warga untuk mencari keberadaan anaknya. Oleh Kadus Buahan I Wayan Suastika, kejadian itu kemudian dilaporkan ke Pos Polairud Polres Bangli di Kedisan. Sekitar pukul 09.30 Wita, sejumlah personel Polairud
dipimpin Kasat Polairud AKP I Dewa Made Rencana mendatangi lokasi untuk melakukan proses pencarian. Pencarian juga dilakukan melibatkan anggota Polsek Kintamani, BPBD Bangli, Basarnas Bali, anggota koramil dan dibantu masyarakat setempat. Proses pencarian berlangsung cukup lama. Korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 14.54 wita. Namun dalam kondisi sudah tak bernyawa. “Mayat korban ditemukan 10 me-
Bali Post/ist
KORBAN - Petugas Basarnas bersama warga saat mengevakuasi mayat korban dari tengah Danau Batur.
Rabu Pon, 21 Agustus 2019
Bali United Tumbangkan Madura di Kandang Pamekasan (Bali Post) –
Bali United tampil perkasa dan menumbangkan tuan rumah Madura United di kandangnya. Gol tunggal Ilija Spasojevic membuat Serdadu Tridatu membawa poin penuh dari Madura dalam lanjutan Liga Shopee yang digelar Selasa (20/8) kemarin. Dalam laga di Stadion Ratu Pemelingan Madura tersebut, kedua kesebelasan tampil berimbang. Serangan silih berganti dilakukan namun hingga babak pertama berakhir, tidak ada gol yang tercipta. Di awal babak kedua, Madura sebenarnya meme-
gang kendali permainan. Melalui Andik Vermansyah dan Beto Goncalves, tuan rumah menggempur pertahanan Bali. Namun justru Bali berbalik unggul di menit ke-74. Sebuah serangan balik kilat yang diawali Fadil Sousu yang kemudian mengoper
bola ke Paulo Sergio di sisi kiri. Dia kemudian mengirimkan umpan mendatar yang berhasil diselesaikan oleh Spaso. Usaha Madura mengejar ketinggalan menjadi lebih berat ketika bek andalan mereka Jaimerson Xavier harus menerima kartu merah
Klub PTB Juara Bali Open Denpasar (Bali Post) Klub Pecinta Tenis Bali (PTB) yang diperkuat dua petenis andalannya yakni Wisnu peringkat ke-6 nasional dan Iqbal peringkat ke-8 nasional keluar sebagai juara pada turnamen Bali Open 2019. Pasangan ini menjadi kampiun setelah di final menekuk lawannya KTCDR Gianyar dengan skor 2–0 di Lapangan Tenis Sanur, Selasa (20/8) kemarin. Pada partai tunggal Iqbal menundukkan Sana dengan skor 6–1, 6–3. Selanjutnya, di partai ganda, pasangan Kosmedi/Indaryanto dari PTB menaklukkan lawannya Juliadi/Ngurah dari KTCDR dengan skor 6–1, 6–3. Sementara tim Pelti Buleleng keluar sebagai juara III usai
akibat memukul Ahmad Agung di menit ke-85. Hingga peluit akhir berbunyi, Bali United berhasil mempertahankan kemenangan. Angka penuh keenam secara beruntun ini membuat Bali United kokoh di puncak dengan koleksi 34 angka, berselisih 2 angka dari Tira-Persikabo di posisi kedua. (kmb33)
Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis
Gregoria Melaju ke Babak 16 Besar Jakarta (Bali Post) – Gregoria Mariska Tunjung melaju ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019. Dia mengalahkan Busanan Ongbamrungphan (Thailand). Dalam pertandingan di St. Jakobshalle, Swiss, Selasa (20/8) kemarin, Gregoria menang mudah atas Busanan. Tunggal putri terbaik Tanah Air itu mengalahkan Busanan dengan skor 21-14, 21-10. ‘’Tadi, Puji Tuhan, mainnya sudah lumayan enak. Beberapa kali juga sudah latihan di lapangan yang sama,’’ kata Gregoria. ‘’Lawan juga keadaannya enggak fit. Jadi, pergerakannya kurang lepas. Mungkin ada sedikit masalah di kakinya, atau di mana, saya kurang tahu, tapi dia kelihatan kurang leluasa,’’ dia menambahkan. Setelah memastikan tiket ke babak ketiga, Gregoria tinggal menunggu lawan antara Ratchanok Intanon dengan Nitchaon Jindapol. Menghadapi Ratchanok, Gregoria tak pernah menang dalam lima pertandingan sebelumnya, sedangkan atas Jindapol, Gregoria unggul 2-1.
Dari Hal. 1 Menurut Kariyasa, posisi Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi tidak diutakatik lagi dalam revisi Perda RTRWP. Ini meneguhkan kesepakatan dewan sebelumnya, sekaligus apa yang menjadi komitmen dan rekomendasi Gubernur Bali terpilih Wayan Koster. ‘’Semestinya tidak ada istilah demo-demo lagi. Kita sudah sangat aspiratif sekali di dalam Pansus Tata Ruang,’’ jelas politisi PDI-P ini. Sebelumnya dalam rapat paripurna internal, Senin (19/8) lalu, anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana memberi masukan agar ada penegasan soal Teluk Benoa sebagai daerah konservasi dalam revisi Perda RTRWP. Penegasan ini sebagaimana yang telah menjadi kesepakatan dewan dan Gubernur terpilih. Mengingat, masalah Teluk Benoa cukup sensitif dan sudah bertahun-tahun dibicarakan
keras dan mengimbangi dia terus,’’ tutup Gregoria. ‘’Targetnya ke delapan besar. Sebetulnya peluang ada, jadi saya pengen ngejar itu dulu. Memang enggak mudah, tapi saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapainya,’’ Grego menegaskan. (kmb33/ant)
Kesepakatan Dewan
oleh masyarakat Bali. Terkait hal penting dalam RTRWP, Wakil Ketua Pansus Revisi Perda RTRWP Bali I Nengah Tamba memaparkan, ketinggian bangunan maksimal 15 meter. Namun, ada 10 jenis bangunan yang ketinggiannya dapat melebihi 15 meter. Dua di antaranya adalah bangunan rumah sakit dan bangunan sekolah dengan batas maksimal lima lantai. Berkaitan garis sempadan pantai, minimal diatur 100 meter. Sifatnya arahan dan kebijakan, sedangkan detail dan rinciannya ada pada RDTR kabupaten/kota. ‘’Pemerintah kabupaten/kota yang mempunyai sempadan pantai wajib menetapkan batas sempadan pantai dalam Perda RTRW kabupaten/kota setelah dilakukan kajian teknis yang dibahas melalui forum konsultasi publik, dan mendapatkan rekomendasi gubernur dan menteri,’’ jelasnya.
Tamba menambahkan, revisi RTRWP juga mengakomodasi rencana pembangunan bandar udara yang baru dengan menetapkan lokasinya di Kubutambahan, Buleleng. Kemudian memasukkan rencana tol melintasi Jembrana dengan ruas Gilimanuk-Negara, Negara-Pekutatan, dan Pekutatan-Soka melintasi sisi utara wilayah Jembrana, serta rencana tol GilimanukPengragoan (Tabanan). Secara khusus, politisi Demokrat asal Jembrana ini memberikan standing applause untuk Gubernur Bali Wayan Koster lantaran sudah menerbitkan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. ‘’Ini sesungguhnya pergub yang real dan konkret, benar-benar kita deklarasikan secara bersamasama dan kita tindak lanjuti,’’ katanya. (kmb32)
Tambang Pasir
Dari Hal. 1 Lebih lanjut, Gendo juga menyampaikan kebiasaan pertemuan RZWP3K yang mengundang secara mendadak dan tidak disertai bahan adalah contoh pertemuan yang buruk. ‘’Menurut kami cara-cara mengundang seperti ini adalah problem. Kami keberatan dengan cara-cara tersebut,’’ ujarnya. Gendo juga menyoroti dokumen RZWP3K yang mengakomodir proyek tambang pasir, yang awalnya dialokasikan seluas 1.916 hektar, yang mengakomodir dua rekomendasi teknis izin usaha pertambangan eksplorasi pasir laut tahun 2018 yang sudah terbit kepada dua perusahaan yakni PT Pandu Khatulistiwa dan PT Hamparan Laut Sejahtera. Gendo pun menohok Krisna Samudra selaku moderator untuk membantah bahwa RZWP3K tidak mengakomodir proyek tambang pasir laut lepas Pantai Kuta. Krisna Samudra justru me-
‘’Kalau untuk Ratchanok kemarin terakhir ketemu di Indonesia Open, rubber game. Jadi, inginnya besok main semaksimal mungkin dulu. Main lebih bagus daripada tadi. Pengen mengeluarkan yang terbaik,’’ kata Gregoria. ‘’Kalau lawan Jindapol terakhir ketemu sudah lumayan lama, habis ini mau lihat lagi permainannya dia gimana. Mungkin nanti malam baru akan mempelajari lagi. Yang jelas harus fight,’’ dia menambahkan. Pertemuan terakhir Gregoria dengan Ratchanok terjadi di Blibli Indonesia Open 2019. Gregoria kalah usai main tiga game dengan skor 21-13, 1921, 15-21. Sementara dengan Jindapol, Gregoria menang di pertemuan terakhir pada Piala Uber 2018, dua game langsung 21-10, 22-20. ‘’Evaluasinya hampir sama, dari beberapa pertemuan yang lalu dengan Ratchanok, saya pasti kalahnya rubber game, dan masalahnya di fisik. Jadi pasti harus lebih siap fisiknya. Lawan Ratchanok pasti enggak mudah, jadi saya harus siap semuanya, fisik, mental terus juga cara main, harus lebih kerja
lempar tantangan tersebut kepada tim penyusun RZWP3K Bali Ketut Sudiarta. Ketut Sudiarta pun menyampaikan bahwa dokumen RZWP3K tersebut memang mengakomodir proyek karena perizinan sudah diterbitkan, seperti tambang pasir laut. ‘’Ini satu-kesatuan dengan pengembangan bandara ada kajian dan juga ada kordinatnya serta rekomendasi izinnya di situ,’’ tukasnya. Atas penjelasan dari tim penyusun RZWP3K, Krisna Samudra terdiam dan secara tidak langsung telah membuktikan penjelasan Gendo Bahwa RZWP3K adalah bancakan proyek yang dilegalkan dalam bentuk perda. Lebih lanjut, Gendo menjelaskan bahwa RZWP3K tidak boleh mengakomodir proyek. Namun sebaliknya, RZWP3K adalah dokumen yang nanti akan mengatur PERDA dan mengatur proyek. Ketut Sudiarta, tim penyusun RZWP3K, menegaskan bahwa FGD penyusunan do-
kumen final RZWP3K adalah FGD yang buruk karena tidak ada satu pun tanggapan dari dinas terkait tentang keberatan Walhi Bali agar proyek tambang pasir laut, perluasan Pelabuhan Benoa dan perluasan Bandara Ngurah Rai dikeluarkan dari RZWP3K. ‘’Ini adalah FGD yang buruk. Dinas-dinas yang sudah diberikan kesempatan justru tidak berkomentarm’’ tegasnya. Saat pertemuan tersebut Walhi Bali langsung menyerahkan nota protes kepada Ketua Pokja RZWP3K Bali Made Sudarsana. Pada intinya nota protes dari Walhi Bali meminta agar proyek tambang pasir laut, perluasan Bandara Ngurah Rai dan perluasan Pelabuhan Benoa dengan cara reklamasi dikeluarkan dari dokumen RZWP3K. Lebih jauh, Walhi juga mendesak Ketua Pokja RZWP3K untuk serius mengundang masyarakat adat yang terdampak langsung terhadap proyek RZWP3K Bali. (r)
Rabu, 21 Agustus 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Gentuh (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Kuru Setra Parwa(3) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Inovator Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini
11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita
Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shooping Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Gentuh (3) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shooping Klip Bali Ocydia Home Shooping Seputar Bali Terkini Agrobisnis Kaktus Mini Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Lila Cita Sekaa Gong Taman Swari, Br. Taman Yangbatu DW TV
17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Kartun Bala Kanda Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Lipsus DPRD Karangasem Wirasa Peduli Sesama Mahadewi Senam Kebugaran Indonesia Solusi Alternatif Proaktif Bentraf Folk Song Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shooping Bali Channel
Gagal Menang
Barisan Depan MU Kurang Tajam Manchester – Manchester United (MU) gagal memetik kemenangan di pekan kedua EPL. Mereka harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Wolverhampton dengan skor 1-1, Selasa (20/8) dini hari kemarin. Striker Manchester United Marcus Rashford bertekad untuk meningkatkan ketajaman lini serang MU usai hasil imbang tersebut. Pada laga itu United tampil dominan sejak awal laga. Namun mereka beberapa kali membuat peluang
Dari Hal. 1 Keempat, catatan terkait lonjakan tinggi untuk pos belanja subsidi. Kelima, pemerintah perlu melakukan pengendalian internal terhadap anggaran transfer ke daerah dan dana desa. Laporan keuangan pemerintah umum dan laporan keuangan pemerintah konsolidasian dinilai tidak cukup untuk mengawasi penggunaan ang-
Dari Hal. 1 Sementara itu, Pemerintah Kota Malang menjamin keamanan para mahasiswa asal Papua yang berada di Kota Malang, Jawa Timur. Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pertemuan yang dilakukan antara pihaknya dengan perwakilan mahasiswa asal Papua pada Selasa kemarin untuk menunjukkan bahwa semua mahasiswa Papua yang be-
menundukkan Undiksha Singaraja, juga dengan skor 2–0. Tunggal Putu Agus Satrya Bombom dari Pelti Buleleng mengalahkan Febi Irianto dari Undiksha Singaraja dengan skor 6–1, 6–2. Sedianya partai berikutnya mempertandingkan nomor ganda, namun Undiksha memutuskan untuk menyerah, hingga Pelti Buleleng dinyatakan memenangkan laga dengan skor 2–0. Padahal, pada event serupa Bali Open 2018, Pelti Buleleng keluar sebagai juara. Turnamen Tenis Bali Open ini digelar memunculkan juara baru PTB yang diperkuat Wisnu dan pernah masuk skuad tim piala Davis Indonesia. Hajatan ini digelar atas prakarsa Bali Travel News (BTN) bersama Bali Hotels Association (BHA), serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali. (022)
apik namun gagal dimaksimalkan. Rashford mengakui bahwa ia dan para penyerang MU tampil kurang tajam, sehingga ia bertekad untuk memperbaiki aspek itu. ‘’Sebenarnya kami sudah menunjukkan perkembangan di pertandingan ini,’’ kata Rashford. Sang striker menyadari bahwa ia dan para penyerang MU punya PR untuk mengasah ketajaman mereka dan ia bertekad untuk melakukan itu. ‘’Kami tahu bahwa kami secara individu
dan sebagai sebuah tim sudah berkembang, dan saya rasa performa kami hari ini sudah menunjukkan hal itu. Namun saya rasa kami harus lebih kejam dalam aspek menciptakan peluang dan memanfaatkan peluang yang ada,’’ tandasnya. Manchester United akan mencoba kembali ke jalur kemenangan di pekan ketiga EPL yang jatuh di akhir pekan ini. Mereka dijadwalkan kembali menjamu Crystal Palace di Old Trafford pada 24 Agustus mendatang. (kmb33/afp)
Rekomendasi BPK
garan ke daerah. Keenam, pemerintah harus menindaklanjuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Masih ada temuan BPK terhadap LKPP 2018 meskipun tidak memengaruhi predikat WTP laporan keuangan pemerintah. Usai mendengar laporan Banggar, Wakil Ketua DPR Fadli Zon selaku pimpinan
rapat paripurna meminta persetujuan peserta rapat yang dihadiri hanya setengah dari jumlah anggota DPR atau 292 dari 560 anggota DPR-RI yang ada. ‘’Apakah laporan Badan Anggaran DPR tentang RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun 2018 dapat disetujui?’’ tanya Fadli Zon. ‘’Setuju,’’ jawab seluruh
peserta rapat. Menteri Keuangan Sri Mulyani mewakili pemerintah menyambut baik persetujuan pertanggungjawaban APBN 2018 oleh DPR. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada dewan atas sinergi yang dilakukan, dengan demikian berakhir pula siklus pembahasan APBN tahun 2018 ini,’’ ucap Sri Mulyani. (kmb4)
rada di Kota Malang dalam kondisi aman. ‘’Saya tadi berdialog dengan RRI Manokwari, ada kegelisahan dari orangtua mahasiswa. (Pertemuan) ini merupakan bukti bahwa semuanya aman,’’ kata Sutiaji, di Kota Malang, Jawa Timur.
(Polres) Lumajang siap memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua yang tinggal di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pascamasalah mahasiswa Papua yang sempat viral di media sosial dan keributan yang terjadi di Papua Barat. ‘’Kami melakukan pendekatan dengan warga Papua yang tinggal di Lumajang dan meyakinkan bahwa mereka akan selalu
aman di Lumajang,’’ kata Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban di Lumajang, Selasa kemarin. Menurutnya, jumlah warga Papua di Lumajang tidak terlalu banyak yakni sekitar 28 orang yang terdata, namun sebagian besar merupakan anggota Batalyon Infanteri 527 Lumajang yang sudah lama tinggal di wilayah setempat. (ant)
Kegelisahan Orangtua
Keselamatan Warga Aparat Kepolisian Resor
KULINER
RABU PON, 21 Agustus 2019
Keripik Belut KESEHATAN
Peminat Banyak, Produksi Terbatas TOP IN VASI SALAH satu produk UKM yang sudah memiliki sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia) adalah keripik belut produksi Poklahsar Taman Grya Desa Nyambu, Kediri. Dengan bersertifikat SNI, seharusnya pasaran produk ini tak hanya di pasar tradisional, tetapi juga toko modern. Sayangnya karena produksi yang masih terbatas, perluasan pasar untuk penjualan keripik belut ini utamanya ke toko-toko modern belum bisa dilakukan. Direktur Perusahaan Daerah Dharma Santhika (PDDS) Tabanan Putu Sugi Darmawan mengatakan, pihaknya saat ini kesulitan memperluas pasar keripik belut produksi
WONDERFUL BALI
BUDAYA
Poklahsar Taman Grya Desa Nyambu, Kediri. Alasannya karena produksinya yang masih terbatas. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir pasokannya sempat tersendat. ‘’Terbatasnya produksi keripik belut ini kemungkinan karena bahan bakunya terbatas,’’ ujar Sugi, Selasa (20/8) kemarin. Hambatan lain dari perluasan pasar keripik belut adalah memakai sistem konsinyasi. Di sisi lain produk makanan UKM biasanya memiliki waktu kedaluwarsa yang singkat, sehingga agak berisiko jika dipasarkan dalam jumlah besar. ‘’Risikonya besar, apalagi sistem konsinyasi. Namun keripik belut produksi Poklahsar Taman Grya Desa Nyambu, Kediri waktu kedaluwarsanya sekitar satu ta-
PENDIDIKAN
hun,’’ ujar Sugi. Rata-rata dalam sebulan, PDDS menyalurkan produk keripik belut ke toko modern yang bekerja sama dengan PDDS sebanyak 100 pcs untuk kemasan 100 gram dan 100 pcs untuk kemasan 250 gram. Minat paling banyak untuk keripik belut ini berada di daerah Gianyar. Sementara itu, menurut pengusaha keripik belut Ida Bagus Made Tresna Yasa, dalam memenuhi bahan baku, pihaknya membeli dari Jawa. Untuk bisa memenuhi kebutuhan produksi, rata-rata diperlukan 50 kilogram belut per harinya. ‘’Bisa lebih dari itu. Kita saat ini buat keripik sesuai pesanan. Jadi berapa pesanan yang masuk, kita akan berusaha mencari bahan bakunya. Memang agak sulit karena di Bali jarang ada yang mau menangkap belut,’’ ujarnya. (san)
Bali Post/sus
HUT BP - Sampoerna untuk Indonesia ’’masimakrama’’ ke Bali Post sekaligus mengucapkan HUT ke-71 Bali Post, Selasa (20/8) kemarin. Sampoerna untuk Indonesia memiliki komitmen menjaga keajegan budaya dan kelestarian alam Bali.
SENIMAN
Ayu Saraswati Tetap Berkarya Di Ubud Band ’’Come Back’’ KARYA musik Di Ubud Band masih melekat pada benak para penggemarnya. Beberapa tembangnya yang pernah hits di antaranya ‘’Bulan Bintang’’, ‘’Iluh Iluh’’ dan ‘’Bali United’’. Band yang terbentuk tahun 2005 ini telah menciptakan empat album. Terakhir, 2010 band yang digawangi Krisna Purpa (vokalis, gitar), Gung Gepeng (lead gitar), Tude (drum), dan Yori (keyboard) ini meluncurkan album ‘’Monkey Republic’’. Setelah rehat hampir 10 tahun, akhirnya Di Ubud Band ‘’come back’’ dari industri musik Bali. Bahkan, secara resmi mereka melepas materi baru dengan menggelar konser perdana di sebuah club malam di wilayah Kuta, Badung, Selasa (20/8) malam. Kehadiran Di Ubud Band menjadi sesuatu yang sangat istimewa bagi penggemar yang sudah lama menantikan penampilan mereka di belantika musik Bali. Seperti diketahui, setelah memutuskan untuk istirah a t dari ingar-bingar musik Bali pada tahun
2010, Krisna Purpa selaku sang vokalis Di Ubud Band memutuskan membuat project KIS Band di tahun yang sama. Secara tidak terduga lagu-lagunya sangat diterima pencinta musik Bali. Jadwal panggung KIS yang padat membuat komunikasi antarpersonel Di Ubud semakin jarang. Masing-masing personel juga membuat project musik sendiri dan ada yang membuka usaha bisnis. ‘’Kami memutuskan untuk kembali. Saya pribadi karena umur semakin berjalan cepat dan saya ingin bersama lagi dengan teman-teman bermain musik yang tergabung dalam Di Ubud Band dulu. Makanya saya, Putu (Krisna Purpa), dan teman-teman yang lain memutuskan kembali bermain musik,’’ ujar Gung Gepeng, lead guitar Di Ubud Band, di Denpasar, Senin (19/8). Krisna Purpa, sang vokalis yang kini juga merangkap vokalis KIS Band, mengaku saat tampil bersama KIS Band di panggung maupun di daerahdaerah sering diminta menyanyikan lagu-lagu Di
Ubud. Namun entah mengapa ia merasa ada yang hilang saat di atas panggung. ‘’Ada hal yang hilang di atas panggung saat saya meng-cover lagu-lagu Di Ubud Band yang saya rasakan. Begitupun perasaan temanteman yang memang ngefans dan menghargai lagu-lagu Di Ubud, pasti merasakan hal yang sama,’’ ungkapnya. Krisna Purpa mengaku selama vakum di Di Ubud Band, ia sering bertemu bersama Gung Gepeng, namun tidak membahas tentang musik. Akhir 2018 melalui perbincangan panjang, akhirnya mereka sepakat membuat materi lagu untuk dilepas ke masyarakat. Ada tiga lagu yang disiapkan dan akan dilepas dalam format EP (extended play) berupa compact disc yang hanya dicetak terbatas sebanyak 100 keping dan bisa didapatkan di lokasi pementasan. Ketiga lagu tersebut berjudul ‘’Rock N Roll 72’’, ‘’Aku Sing Nawang’’ dan ‘’347 Hari (Kota Kecilmu)’’. Semua lagu diciptakan oleh Krisna Purpa dan liriknya ada yang berbahasa Bali dan Indonesia. (win)
NAMA Ayu Saraswati sudah tak asing lagi bagi pencinta lagu Bali. Memulai karier sejak tahun 1999, puluhan karya musik telah diluncurkannya. Pertama, wanita kelahiran Denpasar, 27 Mei 1979 ini merilis single berjudul ‘’Megantung Tanpa Cantel’’ ciptaan Dek June, aransemen Ian Biru, dan ‘’Biola Live’’, A.A. Made Cakra (alm). Pada tahun yang bersamaan, ia juga memulai merilis lagu rekaman dengan menggaet beberapa penyanyi pop Bali lainnya. Seperti pada lagu duet pertama yang berjudul ‘’Tekor Don Biu’ feat. A.A. Made Cakra (alm) dan lagu kedua ‘’Mebuung Payu’’ feat. Yan Kirana. Tahun 2000, Ayu Saraswati mulai bergabung di Aneka Record Tabanan milik Oka Swetanaya dan duet bersama Eka Jaya dengan lagu unggulan seperti ‘’Metunangan’’, ‘’Mebunga-bunga’’ dan ‘’Sayangang Tiang’’. Ia pun sempat meraih tiga kali penghargaan sebagai penyanyi wanita terbaik di kala itu. Namun, lagu duet mereka yang paling hits yaitu lagu ‘’Selemselem Manis’’. Selama 20 tahun berkarier, meskipun sempat vakum karena suatu pekerjaan, namun pada tahun 2019 ini Ayu Saraswati kembali mengeluarkan single duet bersama Eka Jaya. Lagu yang diberi judul ‘’Astungkara Ada Jalan’’ telah dirilis pada Mei lalu. Lagu ini sebagai bukti bahwa Ayu Saraswati masih berkarya dan eksis di belantika musik Bali, meskipun disibukkan dengan pekerjaan. Bahkan, pada HUT ke-71 Bali Post yang akan dirayakan di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar pada 31 Agustus mendatang, Ayu Saraswati akan menjadi salah satu guest star untuk memeriahkan pesta rakyat tersebut. Pada kesempatan ini, Ayu Saraswati akan tampil all out untuk menghibur para penggemarnya. ‘’Semoga Bali Post tetap menjadi sumber informasi yang selalu akurat dan terpercaya oleh masyarakat. Saya sebagai musisi berharap agar media Bali Post yang selalu mengangkat potensi-potensi seni budaya yang ada di Bali terus dilakukan, sehingga seni dan budaya Bali tetap ajeg dan lestari,’’ ujar Ayu Saraswati, belum lama ini. Selain sebagai penyanyi dan Manager Operasional Krisna Holding Company, wanita lulusan S-1 Jurusan Pedalangan di ISI Denpasar ini juga pernah berkarier menjadi penyiar radio di beberapa stasiun radio lokal di Bali sejak tamat SMA. Seperti Radio SWIB Karangasem (1996-1997), Radio AR FM Denpasar (1997-2002), Radio Pro 2 FM RRI Denpasar (2002-2004), dan Radio Pak Oles FM (2004-2008). Saat ini, ia juga masih aktif menjadi MC dan juri nyanyi pada event tertentu. (win)
Tur Trip Desa Paksebali
Ajak Tamu Saksikan Pembuatan ’’Tedung’’ hingga Air Terjun Kaliunda SALAH satu Nawacita Presiden Jokowi adalah membangun dari pinggiran yaitu desa. Nawacita ini pun disambut oleh masyarakat desa, seperti Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung. Kepala Desa Paksebali I Putu Ariadi, S.T., S.H. bersama warganya bahu-membahu membangun desa. Desa Paksebali sudah terkenal dengan air terjun Kaliunda-nya. Kini Desa Paksebali muncul dengan tur trip desa yang tak kalah menariknya. Seorang warga Desa Paksebali yang juga anggota Pokdarwis Agung Juliarta menuturkan, Desa Paksebali sudah sah menjadi desa wisata sejak 2016. Desa Wisata Paksebali sudah berjalan serta sudah kedatangan tamu lokal, nasional dan internasional. Namun konsep tur trip Desa Paksebali baru saja lahir, belum lebih dari sebulan. Inisiatif membuat tur trip desa ini dikatakan adalah
keinginan dari kepala desa dan beberapa warga untuk membangun Desa Paksebali. Di awal, Agung Juliartha bersama teman membuat website, sosial media, youtube, dll. Ia mengundang beberapa fotografer dan media di desa untuk meliput. Lalu ia membuat paket tur trip desa. ‘’Karena kalau enggak dibuat package, jarang orang datang karena kita bukan taman rekreasi, melainkan desa. Jadi paket yang kita jual namanya desa wisata sehingga orang bisa booking,’’ jelasnya, Selasa (20/8) kemarin. Harga paket wisata yaitu Rp 150.000 untuk tamu mancanegara dan Rp 75.000 untuk tamu lokal. Harga paket tersebut sudah termasuk welcome drink, guide, air selama perjalanan, makan siang, kopi, es krim, dan tiket masuk melihat air terjun Kaliunda. Tamu yang sudah memesan atau datang langsung akan disambut di Paksebali Homestay. Di sana tamu cmyk
melakukan registrasi dan bertemu local guide. Local guide pun dari warga sekitar. Sementara ada 9 orang local guide yang siap mengantar tamu berkeliling desa. Ada beberapa trayek yang ditawarkan, tetapi yang paling menarik adalah trayek jalan kaki selama kurang lebih 2–3 jam. Tempat-tempat yang dikunjungi yaitu kehidupan lokal membuat kacang sahur, telur, canang, kerajinan prada, proses pembuatan tenun endek, pembuatan gamelan atau gong dan makan siang di rumah makan Kaliunda. Berjalan kaki kurang lebih 50 meter dari guest house, tamu akan menemui proses pembuatan gamelan gong yang dilakukan pande besi. Sepanjang perjalanan, tamu akan banyak melihat pawon Bali, candi bentar, dan spot-spot selfie. Dalam tur trip, tamu juga melihat proses pembuatan kerajinan tedung yang terkenal dari Paksebali. ‘’Tamu juga bisa ber-experience men-
coba merada,’’ imbuhnya. Berjalan sedikit dari tempat merada, tamu akan menjumpai hutan dengan jalan bebatuan yang masih asli dari zaman dulu. Berjalan lagi, Pura Panti dengan segudang cerita siap diantarkan local guide. Tur trip berakhir di Kaliunda. Di Kaliunda, tamu dapat menikmati pemandangan air
terjun tirai serta berfoto ria. Tur trip pun ditutup dengan makan siang. Dari Kaliunda, tamu akan dijemput dengan mobil angkot untuk kembali ke homestay. Tur trip ini dikelola oleh desa, termasuk homestay juga dikelola oleh desa, meskipun rumah itu milik warga. Restoran yang ada di Kaliunda pun adalah milik desa. (may)