Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
PPDB Zonasi Perlu Dievaluasi ’’Memang di lapangan banyak masalah yang perlu dievaluasi, tapi tanyakan lebih detail kepada Menteri Pendidikan.’’ Jokowi
KISRUH PPDB 2019 ini terjadi di banyak tempat. Bahkan di sejumlah daerah, banyak orangtua murid menggelar demo. Mereka memprotes pelaksanaan PPDB sistem zonasi. Presiden Joko Widodo juga mengakui memang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi di lapangan banyak masalah yang perlu dievaluasi. ‘’Memang di lapangan banyak masalah yang perlu dievaluasi, tapi tanyakan lebih detail kepada Menteri Pendidikan,’’ kata Jokowi, Kamis (20/6) kemarin. Sebelumnya, sejumlah orangtua siswa di Denpasar mengeluhkan ribetnya pelaksanaan PPDB sistem zonasi. Di Jawa Timur sejumlah orangtua menggelar demo. Sejumlah orangtua siswa juga sempat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan di beberapa wilayah di Jatim, seperti di Surabaya dan Madiun untuk melakukan protes pelaksanaan sistem tersebut. Bahkan, persoalan PPDB di Surabaya membuat aksi ratusan wali murid di depan Kantor Dinas Pendidikan Surabaya nyaris ricuh. Sementara itu, Komisioner Perlindungan Anak Indonesia Retno Listyarti mengatakan PPDB dengan sistem zonasi sejalan dengan kepentingan terbaik untuk anak. ‘’Anak yang dekat dengan sekolah mereka akan sehat, mereka akan jalan kaki atau naik sepeda ke sekolah. Tidak perlu naik kendaraan,’’ katanya, Rabu lalu.
Mahathir Kecam Temuan JIT Terkait MH17 Kuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad mengecam temuan Joint Investigation Team (JIT) yang menyelidiki tragedi penerbangan Malaysia Airlines MH17. Mahathir mengemukakan hal itu, Rabu (19/6). Dia mengatakan para penyelidik yang diketuai Belanda telah lama ingin menuduh Rusia sebagai pelakunya yang menembak jatuh pesawat yang menewaskan 298 penumpang tersebut. ‘’Dan sekarang mereka mengatakan bahwa mereka memiliki bukti siapa orang itu. Ini konyol,’’ katanya. Jaksa Belanda Fred Westerbeke pada sidang media sehari sebelumnya mengatakan penyelidikan mendapati Rusia menyediakan peluncur peluru kendali dan peluru kendali BUK TELAR yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat itu. Empat tersangka yang disebut bertanggung jawab atas jatuhnya MH17 di atas Ukraina Timur yang dilanda konflik pada 17 Juli 2014. Mereka adalah Igor Girkin, mantan kolonel dari Layanan Keamanan Federal Rusia; Sergey Dubinsky dan Oleg Pulatov dari Dinas Intelijen Militer Rusia, dan Leonid Kharchenko, mantan komandan Ukraina. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia melalui pernyataan yang dikirimkan ke Kedutaan Federasi Rusia di Kuala Lumpur menyatakan pernyataan yang dibuat oleh JIT pada konferensi pers pada 19 Juni tentang dugaan keterlibatan prajurit Rusia dalam kecelakaan MH17 penerbangan Malaysia Airlines sangat disesalkan. Federasi Rusia sekali lagi mendapati dirinya menjadi sasaran tuduhan yang sama sekali tidak berdasar yang dimaksudkan untuk mendiskreditkannya di mata masyarakat internasional. Seperti halnya pada konferensi pers sebelumnya, JIT tidak menghasilkan sedikit pun bukti konkret untuk mendukung pernyataannya yang tidak berdasar. (ant)
Selain itu, kekerasan di sekolah seperti tawuran dapat diminimalkan karena anak berteman dengan teman-temannya yang sudah mereka kenal baik, sehingga menutup akses tawuran. ‘’Orangtua juga dekat dengan sekolah sehingga mudah dilibatkan dengan kegiatan sekolah,’’ katanya. Sistem zonasi, menurut Retno, telah membuka akses bagi siapa saja untuk mendapat pendidikan yang baik, namun hal yang harus diperbaiki adalah kualitas sekolah dan guru. Dengan sistem zonasi masyarakat juga dapat memantau kerja pemerintah daerah dalam membenahi dan membentuk kualitas pendidikan. KPAI mengapresiasi pemerintah daerah yang mulai menambah jumlah sekolah negeri di wilayahnya, terutama wilayah yang sebelumnya tidak ada atau ada tetapi tidak menampung banyaknya siswa yang ingin mengakses sekolah negeri. (ant)
Bali Post/ant
UNJUK RASA - Warga berunjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/6). Mereka memprotes kebijakan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berdasarkan zonasi.
Novel Sempat Ditanya Keterlibatan Anggota Polri
Bali Post/ant
NOVEL BASWEDAN - Tim kuasa hukum Novel Baswedan memberikan keterangan pers terkait penyidikan kasus Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/6) kemarin. Tim kuasa hukum penyidik senior KPK Novel Baswedan mendesak penyidik Polda Metro Jaya untuk mengungkap kasus penyiraman air keras oleh orang tak dikenal terhadap Novel.
Jakarta (Bali Post) – Arif Maulana, anggota tim kuasa hukum Novel Baswedan, mengaku bahwa Novel sempat ditanya soal keterlibatan anggota Polri dalam kasus penyerangan dengan menggunakan air keras pada 11 April 2017 lalu. Diketahui, KPK pada Kamis (20/6) kemarin memfasilitasi penyidik Polda Metro Jaya yang didampingi tim asistensi ahli atau tim gabungan yang sudah dibentuk oleh Kapolri untuk memeriksa Novel Baswedan sebagai saksi kasus penyerangan air keras. ‘’Tadi keterlibatan terkait anggota kepolisian, ada pertanyaan yang diajukan oleh salah satu anggota tim kepada Mas Novel, ada pertanyaan. Beliau (anggota tim pemeriksa) menyebutkan nama salah satu anggota kepolisian,’’ kata Arif usai mendampingi pemeriksaan Novel di gedung KPK, Jakarta, Kamis kemarin. Namun, Arif enggan mengungkapkan lebih lanjut siapa nama anggota Polri tersebut. Arif hanya menyebut bahwa anggota Polri itu berkaitan dengan kasus penggagalan operasi tangkap tangan (OTT) yang akan dilakukan KPK pada kasus reklamasi. ‘’Dia
berkaitan dengan kasus penggagalan OTT KPK di kasus reklamasi,’’ ucap Arif. Sementara itu, saat dikonfirmasi terhadap Novel apakah dirinya membenarkan nama anggota Polri yang disebutkan itu, ia menyatakan bahwa nama yang disampaikan itu di luar perkara penyerangan air keras. ‘’Terkait nama yang disampaikan itu di luar dari perkara yang ini. Saya sudah sampaikan berkali-kali bahwa kasus penyerangan kepada KPK tidak hanya terkait penyerangan kepada diri saya. Saya bahkan sebelum tim (gabungan bentukan Kapolri) ini dibentuk pun saya katakan lebih dari 10 penyerangan kepada orang-orang KPK dan itu bukti-buktinya ada banyak,’’ kata Novel. Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel, sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya. (ant)
Ahli KPU Akui Ada Tiga Kesalahan Situng Mahathir Mohamad
Kecelakaan di Namibia Putra Ketua MA Meninggal
Jakarta (Bali Post) – Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung (MA) Abdullah mengatakan Kementerian Luar Negeri RI membantu proses pemulangan jenazah putra Ketua MA Hatta Ali, Mohamad Irfan Ali, yang meninggal dunia di Namibia, Afrika bagian selatan. ‘’Oleh sebab itu Kedubes (di Namibia) selalu berkomunikasi terus dengan keluarga tentang perkembangan yang ada,’’ kata Abdullah ditemui di rumah dinas Ketua MA di Jalan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Kamis (20/6) kemarin. Meski sedang dalam proses pemulangan, katanya, pihak keluarga masih belum mengetahui kapan jenazah akan tiba di Tanah Air. Hal itu, lanjut Abdullah, karena menyangkut aturan administrasi di Namibia dan rute penerbangan yang termasuk jarak jauh. Sementara itu, suasana di rumah dinas Ketua MA di Jalan Widya Chandra III Nomor 5 dipenuhi karangan bunga. Ratusan karangan bunga dari sejumlah tokoh, pejabat negara, perusahaan, teman dan kerabat almarhum bahkan berjejer hingga di sepanjang Jalan Widya Chandra. Mohamad Irfan Ali merupakan putra pertama Ketua MA yang lahir 11 November 1978. Dia meninggal dunia karena kecelakaan saat mengikuti touring di Namibia, negara Afrika bagian selatan yang berbatasan dengan Afrika Selatan, Angola dan Botswana pada Rabu (19/6). Almarhum yang merupakan salah satu komisaris di Telkomsel itu meninggalkan istri dan tiga orang anak. (ant)
Jakarta (Bali Post) Ahli ilmu komputer Prof. Marsudi Wahyu Kisworo menjelaskan bahwa baik pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi sama-sama mengalami penambahan dan pengurangan jumlah suara. ‘’Data pada tanggal 25 April 2019 menunjukkan bahwa adanya penambahan suara atau pengurangan suara terjadi pada kedua paslon, sehingga tidak spesifik pada salah satu pasangan saja,’’ kata Marsudi, di Jakarta, Kamis (20/6) kemarin. Marsudi merupakan ahli yang dihadirkan oleh KPU selaku pihak termohon dalam perkara sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Marsudi menjelaskan data pada level provinsi menunjukkan pola yang tidak teratur atau acak mengenai perubahan suara kedua pasangan calon. Hal serupa juga terjadi pada data di level kabupaten/kota. Pada saat itu data yang masuk ke dalam Sistem Penghitungan (Situng) dan Kawal Pemilu, dikatakan Marsudi, sudah mencapai lebih dari 95 persen. Kendati demikian, Marsudi mengakui bahwa ada kesalahan data entry, namun tidak memengaruhi jumlah perolehan suara secara signifikan. Pada paslon Jokowi-Ma’ruf terjadi kesalahan pemasukan data dari 233 TPS, sementara paslon Prabowo-Sandi
terdapat kesalahan data entry dari 400 TPS. ‘’Kesalahannya ada tiga jenis, pertama ada angka di Situng tapi tidak ada citranya. Hasil pemindaian dari C1 tidak ada tapi angkanya ada. Ini adalah kejadian yang paling banyak atau mencapai 50 persen kasus tapi tidak memengaruhi suara,’’ jelas Marsudi. Kedua adalah masalah pada data pendukung. Marsudi mencontohkan berupa penjumlahan data perolehan suara dari kedua paslon. ‘’Misalnya penjumlahan 01 dan 02 sama dengan C tapi ditulis D. Ini kesalahan paling banyak kedua atau sekitar 30 persen dan tidak memengaruhi perolehan suara juga,’’ jelas Marsudi. Kesalahan ketiga yang terjadi hingga 20 persen kesalahan, dikatakan Marsudi, memang memengaruhi perolehan suara masing-masing paslon. Kendati demikian, masingmasing paslon, dikatakan Marsudi, sama-sama diuntungkan dan dirugikan. ‘’Tapi kondisi saat ini sudah lebih baik lagi, karena data Situng terus-menerus diperbaiki dan direvisi oleh KPU, sehingga makin lama makin sedikit jumlah kesalahannya. Sehingga bila sebelumnya ada lima ribu lebih TPS bermasalah, sekarang tinggal kurang dari 500 TPS,’’ pungkas Marsudi. (ant)
Bali Post/ade
KPU - Saksi ahli dari pihak termohon Marsudi Wahyu Kisworo saat sidang di MK, Kamis (20/6) kemarin.
2
Jumat Paing, 21 Juni 2019
Norwegia Dukung Upaya Pemprov Bali Atasi Sampah Plastik
FIGUR Gugah Kesadaran Masyarakat PEMERINTAH Provinsi Bali lewat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kini tengah berupaya keras menggugah kesadaran masyarakat. Terutama agar mereka patuh terhadap kewajiban membayar pajak, khususnya pajak kendaraan. Pasalnya, pemerintah juga ingin memenuhi hak-hak masyarakat dari aspek transportasi. “Kami memiliki komitmen untuk memperbaiki infrastruktur jalan, jembatan, dan tingkat kenyamanan gas buang mengenai lingkungan. Tapi ketika memiliki komitmen itu, pemerintah juga butuh pembiayaan,” ujar Kepala Bapenda Provinsi Bali I Made Santha, Kamis (20/6) kemarin. Agar wajib pajak bisa menyelesaikan pembayaran tepat waktu, kata dia pemerintah juga harus memberikan pelayanan prima. Kemudian menghargai para wajib pajak sebagai bagian dari kemitraan pemerintah. Oleh karena itu, pelayanan tidak hanya berhenti pada samsat door to door atau samsat keliling saja. Namun pihaknya juga menelurkan bentuk pelayanan baru yakni Samsat Kerthi sejak 1 Maret lalu. “Karena kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik, kemudahan pelayanan, pendekatan pelayanan yang disebut dengan pelayanan prima itu tadi,” jelasnya. Menurutnya, Samsat Kerthi merupakan pelayanan Samsat ke rumahrumah tinggal yang letaknya sulit dijangkau. Saat ini, ada 16 sepeda motor yang disiapkan dan akan ditambah sekitar 12 unit lagi dengan tipe sepeda motor trail. Tujuannya agar kendaraan tersebut bisa menjangkau daerah pelosok dengan medan yang jelek sekalipun. Sejauh ini sudah ditemukan aneka tunggakan pajak dengan nilai bervariasi. Masyarakat utamanya beralasan tidak memiliki cukup waktu membayar pajak karena tinggal cukup jauh dari pelayanan samsat. “Hasilnya sangat optimal. Tidak saja dari aspek pendapatan, tetapi masyarakat merasakan bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah mereka yang tinggal cukup jauh dari pelayanan publik,” paparnya. (rin)
GUBERNUR Bali Wayan Koster yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengapresiasi sinergi yang dilakukan semua komponen dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk mengatasi persoalan sampah, khususnya sampah plastik di Bali. Hal ini disampaikan Sekda Dewa Indra saat menghadiri Workshop Pengelolaan Sampah Plastik Pesisir Laut dengan tema ‘’Bali Resik Sampah Plastik di Sumber dan ke Laut’’ yang dilaksanakan di Gedung Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (20/6) kemarin. Dewa Made Indra mengatakan, komponen lingkungan alam Bali memiliki peranan yang kuat dalam visi Pemerintah Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ia menambahkan, realitas saat ini kualitas lingkungan menurun akibat pencemaran, salah satunya dari sampah plastik. ‘’Kalau kita ingin menyelamatkan alam Bali maka kita harus bekerja terus mengurangi sampah plastik,’’ kata mantan Kepala Pelaksana BPBD Bali ini. Menurutnya, pemerintah memulai upaya mengurangi sampah plastik melalui penetapan regulasi. ‘’Itu sebabnya Gubernur Bali telah menetapkan Peraturan Gubernur Nomor 97 tentang Pengurangan Timbulan Sampah Plas-
tik,’’ jelasnya. Namun untuk melakukan kerjakerja pemberantasan masalah sampah dari hulu sampai ke hilir, kata Dewa Made Indra, pemerintah harus berkolaborasi dengan semua pihak baik itu pemerhati lingkungan, relawan lingkungan bahkan dengan produsen yang memproduksi sampah plastik dan masyarakat yang menggunakannya, serta pihak lain yang bisa mengolah sampah. ‘’Jadi, kita harus berkolaborasi dengan semua kekuatan dari masyarakat,’’ kata birokrat asal Buleleng ini. Bahkan Pemerintah Provinsi Bali juga membuka peluang kerja sama dengan pihak-pihak di luar Bali, baik nasional maupun internasional sepanjang memiliki komitmen untuk menjaga keharmonisan kesucian alam Bali. ‘’Saat sekarang ini dari pemerintah Norwegia melalui kedutaan besar Norwegia ternyata memiliki perhatian yang luar biasa terhadap sampah plastic, mereka bahkan sangat sayang dan sangat cinta kepada Bali,’’ katanya. Dewa Made Indra mengapresiasi perhatian pemerintah Norwegia yang memberikan kesempatan kemitraan untuk bersama-sama bekerja mengatasi persoalan sampah plastik di Bali. Charge d’Affaires Kedutaan Besar
WORKSHOP - Sekda Dewa Indra saat menghadiri Workshop Pengelolaan Sampah Plastik Pesisir Laut di Gedung Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (20/6) kemarin. Norwegia untuk Indonesia Bjørnar Dahl Hotvedt mengatakan, ini adalah tahap pertama dari kerja sama untuk memetakan permasalahan sampah dari hulu sampai ke hilir. Ia mengatakan pemerintah Norwegia memberikan bantuan proyek yang secara umum ditujukan untuk menemukan sumber sampah plastik dan mencari
cara bagaimana agar ada langkah ke depan yang lebih efektif untuk mengatasi hal itu. ‘’Semua yang bisa dilakukan untuk mencegah sampah plastik sampai ke laut,’’ katanya. Workshop ini dihadiri oleh hampir semua komponen di Bali yang memiliki kepedulian terhadap masalah lingkungan khususnya sampah plastik. (kmb)
7.918 Calon Siswa SMP Negeri Terverifikasi Denpasar (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Denpasar kini memasuki tahapan verifikasi dan aktivasi akun. Sesuai jadwal yang tertuang dalam Juknis PPDB SMP Kota Denpasar, Rabu (19/6) lalu adalah hari terakhir verifikasi dan pengambilan token jalur zonasi yang terdiri dari verifikasi data calon siswa dan pengambilan token untuk jalur siswa kurang mampu dan inklusi, serta zonasi lingkungan jarak terdekat dan zonasi wilayah kawasan. Pada Kamis (20/6) hingga Sabtu (22/6) adalah verifikasi data calon dan pengambilan token jalur luar zonasi yang terdiri dari jalur perpindahan tugas orangtua di Rumah Pintar Jalan Kamboja, dan jalur prestasi akademik, non akademik dan penghargaan PKB di sekolah tujuan. Waktunya tetap dimulai pukul 08.00 Wita. Dari data Disdikpora Denpasar, hingga pukul 12.00 Wita kemarin, terdapat 7.918 calon siswa yang telah terverifikasi dari semua jalur PPDB. Jumlah tersebut terdiri atas Verifikasi Dinas di Rumah Pintar sebanyak 172 orang, SMPN 1 sebanyak 532 orang, SMPN 2 sebanyak 508 orang, SMPN 3 sebanyak 592 orang, SMPN 4 sebanyak 578 orang. Selanjutnya SMPN 5 sebanyak 318 orang, SMPN 6 sebanyak 966 orang, SMPN 7 sebanyak 825, SMPN 8 sebanyak 796, SMPN 9 sebanyak 576, SMPN 10 sebanyak 766 orang, SMPN 11 sebanyak 413, SMPN 12 sebanyak 596 dan SMPN 13 sebanyak 280 orang. Kadisdikpora Kota Denpasar I Wayan Gunawan menjelaskan, bagi calon siswa yang sudah memegang print out bukti verifikasi yang berisi nomor token, wajib melakukan aktivasi akun di website https://denpasar.siap-ppdb.com secara mandiri. Dalam proses aktivasi, calon peserta didik wajib memiliki email aktif, dan membuat password. “Calon siswa kami harapkan tidak lupa dengan password akun PPDB yang dapat menghambat proses pendaftaran secara mandiri nanti,’’ ujarnya. Gunawan menegaskan, jika calon siswa tidak melakukan proses aktivasi akun, secara otomatis tidak bisa melakukan proses pendaftaran. Proses PPDB daring inilah yang disebutnya mendukung Denpasar Smart City, di mana semua pihak harus siap menghadapi era digital yang serba cepat dan dinamis. ‘’Pastinya dalam PPDB ini kita tetap berpedoman pada Permendikbud 51 Tahun 2018, dengan menjunjung tinggi asas nondiskriminatif, objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan,’’ tegasnya. Gunawan menambahkan, bagi masyarakat yang belum bisa melakukan aktivasi akun atau kurang paham dalam aktivasi akun, bisa datang ke Rumah Pintar Kota Denpasar di Jalan Kamboja. Dengan demikian, masyarakat tak perlu bingung lagi dengan pola PPDB daring yang diterapkan Pemkot Denpasar lantaran secara merata telah disediakan panduan dan tenaga IT yang siap melayani aktivasi akun calon siswa. (kmb12)
AGENDA PKB XLI-2019 Jumat, 21 Juni 2019 Pukul : 10.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Lomba Kerajinan “Tempat Buah”, Anyaman bahan Bambu
Pukul : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Madya Mandala Kegiatan : Angklung dan Gong Kebyar, Partisipasi Grup Tunas Mekar, Amerika Serikat
Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Tari Barong dan Telek, Sanggar Tari Bali Raja Kusuma, Kec. Mengwi, Duta Kabupaten Badung
Pukul : 19.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Arja, Sekaa Arja Karang Taruna Tunggal Ideping Sawitra, Kel. Pemecutan, Kec. Denpasar Barat, Duta Kota Denpasar
Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Semara Pagulingan, Sanggar Seni Angsoka, Desa Penarungan, Kec. Mengwi, Duta Kabupaten Badung dengan Sanggar Seni Wahyu Semara Santi, Desa Tegal Linggah, Kec. Sukasada, Duta Kabupaten Buleleng
Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Anak anak, Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Mekar Jaya, Br. Lambing, Desa Mekar Bhuana, Kecamatan Abiansemal, Duta Kabupaten Badung dengan Sekaa Gong Werdhi Yowana, Desa Bedulu, Kec. Blahbatuh, Duta Kabupaten Gianyar
Topik : SISWA KELAS vi SD BELUM LANCAR CALISTUNG
BARANG BUKTI - Sejumlah barang bukti yang diamankan petugas Kejaksaan Negeri Denpasar, Kamis (20/6) kemarin.
Bali Post/kmb37
Kantor Perbekel Desa Dauh Puri Kelod Digeledah
Denpasar (Bali Post) Belasan petugas dari penyidik Pidana Khusus (Pidsua) Kejari Denpasar melakukan penggeledahan Kantor Perbekel Desa Dauh Puri Kelod di Jalan Serma Repot No. 15 Denpasar Barat, Kamis (20/6) kemarin. Hasilnya, ratusan berkas/dokumen disita dari kantor yang berlokasi di dekat Pasar Sanglah tersebut. Pantauan Bali Post, penggeledahan dipimpin langsung Kasipidsus Kejari Denpasar Nengah Astawa yang dilakukan mulai pukul 08.45 Wita. Lima boks dokumen tampak diangkut dengan menggunakan keranjang plastik. Dokumen itu disita dari tiga ruangan yang ada di kantor perbekel. Kasipidsus Astawa membenarkan jika timnya mengamankan lima boks plastik dan dua kardus dokumen penting dari kantor desa tersebut.
Ditegaskan, pihaknya melakukan penggeledahan sudah mendapatkan izin dari Pengadilan Tipikor Denpasar. Pihaknya melakukan lidik atas dugaan pengelolaan keuangan desa, atas sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun 2017. Nantinya pihak kejaksaan akan memilah dan mempelajari dokumen yang disita. Jika tidak ada kaitannya dengan dugaan perkara yang sedang ditangani, maka dokumen tersebut akan dikembalikan. “Dengan bukti-
bukti ini, kami bisa melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Kemarin kami sudah periksa kadis, ada juga camat,” ujarnya. Pj. Perbekel Desa Dauh Puri Kelod Luh Sukarmi yang ikut menyambut kedatangan petugas kejaksaan sangat ramah dan welcome. Bahkan, dia bersama staf kantor desa mempersilakan penyidik melakukan penggeledahan dan dokumen yang diinginkan diberikan kepada penyidik. Pukul 12.00 Wita, tim kejaksaan keluar dan membawa barang bukti tersebut, dan langsung dimasukan ke mobil tahanan kejaksaan. Selaku Pj. Perbekel Desa Dauh Puri Kelod, Luh Sukarmi mengaku mengapresiasi langkah penyidik kejaksaan. “Masalah penggeledahan ini saya terima dengan terbuka,
biar masalah ini cepat selesai,” ujarnya. Sukarmi mengatakan, dengan adanya peristiwa ini diharapkan bahwa administrasi pengelolaan keuangan Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat lebih bagus ke depannya dalam pengelolaan keuangan. Yang menjadi persoalan hingga dibidik kejaksaan di kantor desa itu dibenarkan diduga terkait dana silpa tahun 2017. Lantas dokumen apa saja yang disita? Sukarmi mengatakan, dokumen yang disita adalah SPJ dan SPPP (Surat Perintah Permohonan Pembayaran) dari tahun 2013 sampai 2016. Terkait dengan kasus ini, Sukarmi mengaku sudah sempat dimintai keterangan oleh penyidik kejaksaan. Dia ditanya soal tugas pokok dan
pungsinya sebagai perbekel. Sedikit dibocorkan, bahwa dugaan penyimpangan yang dibidik kejaksaan adalah sebelum dia ditugaskan sebagai Pj. Perbekel Desa Dauh Puri Kelod. Ke depan, dengan adanya pemilihan perbekel pada Oktober mendatang, yang akan menjabat perbekel harus bersih administrasi dan membawa nama Desa Dauh Puri Kelod ke hal yang lebih baik. “Mudah-mudahan ke depan lebih maju dan tidak terjadi seperti ini lagi. Oktober 2019 akan dilakukan pemilihan perbekel,” katanya. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Menteri LHK Resmikan Aplikasi Sidarling
Apresiasi Pemkot Denpasar Revitalisasi Tukad Badung PEMERINTAH Kota Denpasar kembali kedatangan tamu istimewa. Kali ini Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya Bakar didampingi Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK RI M.R Karliansyah secara khusus hadir untuk meresmikan Sistem Informasi Sadar dan Peduli Lingkungan (Sidarling). Kehadirannya disambut hangat Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dan seluruh jajaran OPD terkait di Taman Kumbasari Tukad Badung Denpasar, Kamis (20/6) kemarin. Dalam kesempatan tersebut turut hadir tamu istimewa Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Kenya Soeharjono Sastromiharjo (Ambasador), dan para delegasi perwakilan negara-negara anggota COBSEA. Dalam kesempatan tersebut, Menteri LHK Siti Nurbaya sangat mengapresiasi hadirnya Sidarling yang merupakan aplikasi pelayanan bank sampah berbasis web dan mobile. “Yang menarik ini adalah sistem reward-nya bagi nasabah yang sudah mencapai poin pengumpulan tertentu. Sistem yang dikembangkan ini adalah keunggulan lagi, bila perlu akan dimonitor dan bisa menjadi contoh,” ujarnya. Siti Nurbaya menambahkan, pihaknya juga mengapresiasi langkah revitalisasi Tukad Badung yang dike-
nal dengan Taman Kumbasari yang belakangan ini semakin banyak dikunjungi masyarakat. Bahkan, Presiden Jokowi secara khusus datang belum lama ini untuk berkunjung ke Tukad Badung yang membelah Kota Denpasar. “Ini sejalan dengan pertemuan negaranegara yang konsen dengan permasalan sampah di laut. Jadi, Denpasar harus menjadi contoh,” katanya. Siti Nurbaya juga menjelaskan terkait dengan atensi seluruh dunia sudah ada untuk pengurangan sampah plastik ini, dan apa yang dilakukan Pemkot Denpasar dinilai sangat positif. “Melihat sungai yang sangat indah ini, jangan sampai buang sampah lagi. Jadi, betul apa yang disampaikan Bapak Wali Kota bahwa yang penting adalah partisipasi masyarakat,” ungkapnya. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, hadirnya sistem ini tidak hanya sebagai upaya pengurangan sampah plastik ataupun bersih-bersih sungai. Lebih daripada itu, ini adalah upaya edukasi dan partisipasi masyarakat. “Ini adalah upaya meningkatkan partisipasi masyarakat, karena dengan kondisi sungai-sungai yang bersih ini juga akan bisa menghasilkan start up-start up seperti di Tukad Bindu,” ujarnya. Apresiasi yang diberikan baginya adalah motivasi untuk terus meningkatkan diri, baik dari segi inovasi dan sinergi dengan berbagai pihak untuk memberikan dampak positif terhadap
TAMAN KUMBASARI - Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar ke Taman Kumbasari, Tukad Badung disambut Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Kamis (20/6) kemarin. masyarakat. Salah satu perwakilan negara-negara anggota COBSEA, Miak AW Hui Min dari Singapore mengatakan, apa yang dilakukan Wali Kota Denpasar sangat positif. “Sangat luar biasa karena berhasil membuat sungai ini menjadi sangat cantik, apalagi dengan kampanye melalui lagu Say no to Plastic tadi itu juga sangat menarik,” katanya.
Pada saat itu juga diserahkan Kartu Peduli Lingkungan dari Menteri LHK kepada siswa dan masyarakat. Salah satu siswa penerima Kartu Peduli Lingkungan, I Komang Surya Prawira Tangkas dari SMPN 3 Denpasar, mengaku akan terus mengampanyekan aksi-aksi peduli lingkungan dan akan memanfaatkan kartu ini dengan baik. (ad512)
BADUNG
Jumat Paing, 21 Juni 2019
3
Ungkap Perilaku Antisosial Anak Dapat Disembuhkan
Anak Ayu Sri Wahyuni Lulus dengan Predikat Sangat Memuaskan PROGRAM Studi Doktor (S-3) Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud) menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor di Gedung Pascasarjana Unud, Kamis (20/6) kemarin. Kali ini adalah dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ. yang merupakan Doktor ke-242 di FK Unud. Dalam disertasinya, Kepala Bagian/ SMF Ilmu Kesehatan Jiwa RSUP Sanglah ini mengupas tentang Polimorfisme Gen Serotonin Transporter (5-HTT), Monoamin Oksidase A (MAOA), dan Pola Asuh Merupakan Faktor Risiko Perilaku Antisosial pada Anak. Ia dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dengan IPK 3,81. Sidang ujian terbuka dipimpin langsung Dekan FK Unud Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT(K). Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). bertindak selaku Promotor, Prof. Dr. drh. IGN Kade Mahardika selaku Kopromotor I dan Dr. Drs. I Made Rustika, M.Si., P.Si. selaku Kopromotor II, serta diuji oleh tujuh Dewan Penyanggah lainnya. Anak Ayu Sri Wahyuni menjelaskan, disertasi ini diangkat untuk memberikan pemahaman terhadap anak-anak yang berperilaku antisosial di tengah masyarakat agar mendapat terapi yang optimal, dengan harapan mereka tidak harus berakhir di penjara dan menjadi pelaku kriminal kronis. Dikatakan, perilaku antisosial anak terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya, karena mereka terlahir dengan kelainan gen yaitu polimorfisme gen. Apalagi kelainan ini disertai dengan pola asuh atau lingkungan, maka akan dapat memicu anak menjadi nakal. Seperti pola asuh
otoriter atau penelantaran, maka mereka akan berkembang menjadi pelaku kriminal di masa mendatang. ‘’Disertasi ini diambil karena ketertarikan saya pada anakanak. Karena anak-anak adalah generasi penerus bangsa,’’ ujar Sri Wahyuni seusai mengikuti ujian terbuka promosi doktor. Kasus antisosial anak seperti ini, dikatakannya, cukup banyak di Bali. Dari laporan KPPAD 2017, ada 130 kasus yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum. Hampir 50 persennya berakhir dengan pemenjaraan, yaitu di lembaga pendidikan khusus anak seperti lapas anak di Karangasem. Sebagian lagi ditempatkan bersama-sama dengan narapidana dewasa di Lapas Kerobokan atau di lapas-lapas lainnya, karena orangtuanya tidak menginginkan. Sri Wahyuni berharap anak-anak yang berperilaku antisosial harus bisa diperlakukan sama seperti anak berperilaku antisosial lainnya, seperti anak pecandu zat. Sebab, ketika mereka dibuktikan di laboratorium bahwa ada kelainan polimorfisme di gen serotonin atau monoamine, maka anak tersebut harus mendapatkan rehabilitasi dengan biaya dari pemerintah. Sehingga mereka diharapkan bisa menjadi penerus bangsa ini untuk menjadikan Indonesia sejahtera. Terhadap kasus-kasus anak selama ini, Sri Wahyuni menyebutkan pemerintah hanya turun melalui P2TP2 Provinsi Bali dan kabupaten serta KPPAD. Namun, untuk penegakan hukum belum banyak melibatkan psikiater sebagai tenaga ahli bukti visum psikiatrikum, yang bisa membuktikan bahwa anak tersebut bukan karena alasan ekonomi dan bukan karena
Bali Post/win
PROMOSI DOKTOR - Dr. dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ. (tengah) berfoto bersama Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). dan para Dewan Penyanggah seusai Ujian Terbuka Promosi Doktor FK Unud, Kamis (20/6) kemarin. orangtua jahat, mereka berperilaku antisosial. Namun bisa saja ada kelainan gen yang bisa ditangani secara holistik agar anak itu bisa kembali normal. Melalui disertasi ini, pihaknya juga berharap pemeriksaan serotonin dan monoamine pada semua kasus anak berhadapan dengan hukum dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah dalam pertimbangan hu-
kum pada peradilan anak. Sehingga anak tidak berakhir dengan pembinaan khusus anak atau menjadi narapidana anak. Diharapkan yang bersangkutan bisa tetap bersekolah, tetap bisa punya masa depan dan menjadi anak yang sehat. Sementara itu, Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). mengatakan, disertasi tentang ‘’Polimorfisme Gen Se-
rotonin Transporter (5-HTT), Monoamin Oksidase A (MAOA), dan Pola Asuh Merupakan Faktor Risiko Perilaku Antisosial pada Anak’’ merupakan penelitian pertama yang dilakukan oleh peneliti di Indonesia. Diharapkan penelitian ini bisa disosialisasikan ke berbagai lembaga terkait, sehingga bisa menjadi rujukan dalam menghadapi anak yang berperilaku antisosial. (win)
Pasar Petang Segera Direvitalisasi
Mangupura (Bali Post) Pemkab Badung segera merevitalisasi Pasar Petang. Renovasi pasar tradisional ini merupakan bantuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Informasi yang beredar Kamis (20/6) kemarin, dana revitalisasi pasar yang berada di Kecamatan Petang sudah ditentukan yakni Rp 1.808.675.550.
Bali Post/ist
SAMPAH - Tumpukan sampah di lokasi pembuangan sampah di Perumahan Taman Giri yang terbakar, Rabu (19/6) lalu.
Pascakebakaran, DLHK Minta TPA Liar di Kutsel Ditutup Mangupura (Bali Post) Kebakaran yang terjadi di TPA liar di Perumahan Taman Giri, Kuta Selatan (Kutsel), Rabu (19/6) lalu mendapat perhatian khusus Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung. Hal ini mengingat lokasi TPA berada di dekat permukiman warga dan akomodasi pariwisata. Agar kejadian serupa tak terulang dan untuk meminimalisir risiko, Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan me-warning pemilik TPA liar tersebut. Diakuinya, selama ini pemilik atau pengelola lokasi itu belum pernah mendapatkan pembinaan dari DLHK. Karena ini sifatnya baru pembinaan, pihaknya mewajibkan pemilik segera menguruk tempat sampah tersebut. ‘’Karena sampah memang terkait dengan gas metan yang tentu sangat membahayakan keamanan di sekitarnya. Kami mewajibkan untuk menutup lokasi tersebut dan menguruk dengan tanah untuk menghindari kebakaran. Kami juga berharap tidak menambah sampah baru di sana,’’ katanya, Kamis (20/6) kemarin. Ditegaskannya, jika pemilik tidak mengindahkan imbauan tersebut, pihaknya akan meningkatkan status menjadi penindakan. ‘’Jumat (hari ini-red) tim dari DLHK akan turun ke lokasi. Kalau tidak bisa dibina, kami akan lakukan penindakan saja,’’ tegasnya. Diakuinya, TPA liar di Kutsel terus bertambah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah di Badung. (kmb23)
Belasan Warga Ikuti Magang Kerja di Luar Negeri
Mangupura (Bali Post) Lima warga Kabupaten Badung lulus program magang kerja ke luar negeri telah diberangkatkan. Lima orang ini merupakan tenaga kerja yang lulus seleksi tahun ini. Total 15 orang tenaga kerja yang diberangkatkan tahun ini. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung I.B. Oka Dirga mengatakan, belasan penerima beasiswa ini lulus seleksi program magang ke Jepang. ‘’Lima orang di antaranya telah diberangkatkan bulan ini, sedangkan sisanya akan diberangkatkan bertahap,’’ ujar Oka Dirga, Kamis (20/6) kemarin. Menurutnya, peminat magang kerja ke luar negeri cukup tinggi. Puluhan orang mendaftar program tersebut. Namun pemerintah hanya menyediakan 15 kuota. Belasan tenaga kerja yang lulus seleksi kemudian dikarantina guna diberikan pelatihan sebelum diberangkatkan. Pelatihan yang diberikan di antaranya bahasa, budaya, yang berhubungan dengan pekerjaan mereka di luar negeri. ‘’Pokoknya diberikan pembekalanlah, sehingga mereka siap bekerja. Saat ini kami sudah berangkatkan lima orang. Mereka ditempatkan di Kota Ibaraki dengan bidang perkebunan dan pertanian,’’ ungkapnya. Dijelaskan, pihaknya akan kembali memberangkatkan lima orang pada Agustus dan lima peserta lagi pada September. ‘’Semua biaya ditanggung pemerintah, mulai dari pemberangkatan hingga yang bersangkutan pulang nantinya,’’ katanya. Program tersebut adalah salah watu wujud komitmen Pemkab Badung dalam meningkatkan sumber daya manusia. Program ini sudah berjalan tiga tahun dan hingga saat ini sudah ada 12 orang yang diberangkatkan ke Jepang. ‘’Kami harapkan balik dari magang bisa menerapkan ilmunya untuk membangun Badung,’’ ucapnya. Lebih lanjut dijelaskannya, masa kerja program magang ini adalah tiga tahun. Mereka akan mendapatkan cuti selama sepuluh hari per tahun. Sementara waktu kerjanya enam hari dalam sepekan dan delapan jam per hari, serta lembur dibayar per jam. Gaji berkisar Rp 10 juta hingga Rp 25 juta per bulan, sesuai jenis pekerjaan. (kmb27)
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung I Ketut Karpiana mengatakan, revitalisasi pasar tradisional ini merupakan lanjutan dari program revitalisasi sebelumnya. Seperti revitalisasi Pasar Adat Tegal, Darmasaba, Kecamatan Abiansemal dan Pasar Sembung, Kecamatan Mengwi. ‘’Kami dapat bantuan pusat untuk revitalisasi pasar tradisional. Kali ini
pasar yang dapat bantuan revitalisasi adalah Pasar Petang, yang dikelola langsung oleh Perumda Pasar Mangu Giri Sedana,’’ ujarnya. Menurutnya, bantuan tersebut telah masuk tahap tender. Selaku leading sector adalah Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Badung. ‘’Kalau untuk revitalisasi Pasar Petang proses tendernya sampai 26 Juni,’’ terangnya.
Dijelaskan, setelah tender selesai dan pemenang tender telah ditetapkan, baru dilaksanakan pekerjaan fisik. Targetnya, dalam satu tahun anggaran 2019 revitalisasi pasar sudah selesai. ‘’Revitalisasi pasar tradisional di seluruh Indonesia sedang digenjot oleh pemerintah pusat,’’ sebutnya. Karena itu, bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut dimanfaatkan betul oleh pengelola pasar tradisional di Gumi Keris. Namun, syarat pengajuan proposal sangat ketat. Di antaranya, dokumen tentang pasar harus lengkap, salah satu yang paling penting adalah kepemilikan tanah yang dibuktikan dengan bentuk sertifikat.
‘’Yang penting ajukan proposal dulu, kita akan bantu memfasilitasi. Kendala selama ini memang masalah tanah. Sebab, pemerintah tentu tidak akan memberikan dan bantuan bila status (kepemilikan) tidak jelas,’’ paparnya. Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar I Made Sukantra menjelaskan, bantuan itu adalah untuk revitalisasi Pasar Petang di bagian belakang, termasuk untuk kios pedagang. ‘’Kami juga berencana mengajukan revitalisasi untuk pasar lainnya, seperti Pasar Beringkit secara umum. Pasar Hewan Beringkit juga perlu direvitalisasi,’’ jelasnya. (kmb27)
Bupati Giri Prasta Hadiri HUT ST Budhi Dharma Pangsan BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri HUT ke-23 Sekaa Teruna (ST) Budhi Dharma, Banjar Kasianan Desa Pangsan Kecamatan Petang, Selasa (18/6), yang digelar di balai banjar setempat. Acara HUT juga dihadiri anggota DPRD Provinsi Bali I Nyoman Laka, Camat Petang I Gde Eka Sudarwitha, serta unsur Tripika Kecamatan Petang, Perbekel Pangsan I Nyoman Tri Sukarya, tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD Badung terpilih I Gusti Lanang Umbara, I Gusti Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam perayaan HUT tersebut, Pemkab Badung melalui Dinas Kebudayaan memberikan dana motivasi Rp 24 juta dan secara pribadi, Bupati Giri Prasta membantu Rp 11 juta. Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta mengucapkan dirgahayu ST Budhi Dharma, semoga terus bersatu. Bupati mengimbau kepada ST untuk tidak melakukan tindakan kriminal, mabuk-mabukan dan terpengaruh dengan obatan-obatan terlarang. Ke depan diharapkan semua elemen
masyarakat bersatu, karena dengan bersatu, setengah perjuangan sudah berhasil dan jika tidak bersatu, maka setengah perjuangan gagal. Maka masyarakat harus bersatu, segilik, seguluk, selunglung sebayantaka. Ketua ST Budhi Dharma I Gusti Ngurah Ade Sudiartayasa mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung serta tokoh masyarakat. Dikatakannya, dalam memeriahkan acara ini, pihaknya telah menggelar berbagai macam perlombaan, seperti lomba menggambar, majejaitan canang sari, masatua Bali, mewarnai gambar, jalan santai, dan futsal antaranak-anak SD. Penyerahan hadiah dilakukan pada puncak perayaan HUT ST Budhi Dharma. Dana untuk kegiatan HUT kali ini bersumber dari kas ST sebesar Rp 11 juta, bantuan dari Pemerintah Desa Pangsan melalui APBDes sebesar Rp 15 juta. Bendesa Adat Pangsan Ida Bagus Gede Suryadarma menekankan, Pemerintah Desa Pangsan selalu mendukung kegiatan pemuda yang bersifat positif yang sejalan dengan
HADIRI PERAYAAN HUT - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri perayaan HUT ke-23 ST Budhi Dharma, Banjar Kasianan Desa Pangsan, Kecamatan Petang, Selasa (18/6). program-program Bupati dan Pemkab Badung. Atas nama krama Desa Adat Pangsan, ia juga mengucapakan banyak terima kasih atas bantuan yang
telah diberikan Pemkab Badung, baik untuk pembangunan fisik maupun pemberdayaan masyarakat di Pangsan. (ad511)
Pemkab Fokus Garap Pasar Tiongkok
Bali Post/ist
PROMOSI PARIWISATA - Guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok, Pemkab Badung menggencarkan promosi pariwisata ke negara tersebut.
Mangupura (Bali Post) Pascapenertiban mafia pariwisata Tiongkok di Bali oleh Pemprov Bali, jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali yang dulunya paling tinggi dibandingkan negara lain, terus merosot. Dari data kedatangan penumpang di Bandara Ngurah Rai, selama April tahun ini kedatangan wisatawan Tiongkok sebanyak 96.200 orang. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 22 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018, yaitu sebanyak 123.706 orang. Jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok pada Mei sebanyak 89.281 orang. Jumlah ini juga turun sebesar 29 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yaitu 125.240 orang. Posisi jumlah wisatawan Tiongkok ini juga disalip Australia dengan jumlah 95.189 orang pada Mei 2019. Tiongkok merupakan pasar yang sangat penting bagi Indonesia dan Bali khususnya, karena merupakan pasar utama dengan total kunjungan mencapai 1,3 juta orang di tahun 2018. Penurunan hampir 30 persen terjadi sejak dilakukannya penataan toko-toko yang menjual produk Cina di Bali. Pemerintah melakukan recovery program dengan mengirimkan rombongan industri dan pemerintah yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Bali pada November 2018 untuk memulihkan kepercayaan pasar Tiongkok terhadap destinasi Bali. Terkait penurunan jumlah kun-
jungan wisatawan Tiongkok, Pemkab Badung juga melakukan sejumlah upaya. Salah satunya melalui promosi pariwisata ke Tiongkok yang dilaksanakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung pada 16 hingga 22 Juni. Rombongan sales mission ini dipimpin Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Anggota BPPD Badung yang juga Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu I Wayan Wijana mengatakan, dengan promosi ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Badung dan Bali pada umumnya. Diakuinya, selama ini jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke kawasan Uluwatu memang selalu mendominasi yaitu 40 persen. Wisatawan Tiongkok mendominasi karena mereka mencari tertarik pada budaya dan alam Bali. Diakuinya, pascaditertibkannya mafia Tiongkok, jumlah kunjungan ke Uluwatu sempat turun sebesar 25 persen. Melalui promosi ini, pihaknya berharap bisa mengembalikan jumlah kunjungan ke Uluwatu, maupun ke objek wisata lain di Badung. ‘’Secara geografis, sosial budaya dan hubungan kenegaraan diharapkan ada peningkatan sampai paling tidak 20 sampai 25 persen. Bukan hanya ke Uluwatu dan Labuan Sait, tetapi diharapkan semua destinasi di Badung dan juga Bali,’’ kata Wijana yang ikut dalam kegiatan tersebut. (kmb23)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Jumat Paing, 21 Juni 2019
Senator RI Terima Teruna Teruni Sanur Kaja di Istana Mancawarna
Wedakarna Ingatkan Pemerintah Pusat agar Bali Tetap Jadi Lokomotif Pariwisata Indonesia PEMILIHAN Teruna Teruni Desa Sanur Kaja tahun 2019 ini terasa istimewa karena langsung dihadiri dan didukung Senator DPD-RI utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Sebelum hadir di Sanur, Senator Arya Wedakarna (AWK) berkesempatan menerima Teruna Teruni Sanur Kaja di Istana Mancawarna Tampaksiring dan memberikan motivasi kepada generasi muda, termasuk harapan agar bagaimana pemuda Bali mulai melatih diri dalam tempaan organisasi sebelum menjadi pemimpin bangsa. Di hadapan belasan Teruna Teruni Sanur Kaja dan forum alumni, AWK menyampaikan dukungannya pada eksistensi anak muda Bali berkiprah dalam hal public relation, khususnya bagi budaya dan pariwisata Bali. ‘’Sanur Kaja adalah salah satu desa hebat di Bali yang sudah berpengalaman dalam mengelola pariwisata. Wajar jika desa ini memiliki banyak aset anak-anak muda yang potensial. Tapi sepintar-pintarnya anak muda Bali, jika tidak
diasah kemampuannya dengan organisasi, maka akan sia-sia. Syukurlah, Desa Sanur Kaja memiliki pemimpin yang mau memberikan panggung pada anak-anak mudanya. Salah satunya melalui acara dan program yang didukung desa dinas dan desa adat. Secara UU dan perda pun sebenarnya organisasi kepemudaan baik STT maupun Karang Taruna berhak mendapatkan perhatian anggaran melalui dana desa. Sekarang tinggal good will desanya saja untuk memberikan perhatian. Semoga apa yang dilakukan oleh Sanur Kaja ini bisa diteladani dengan baik,’’ kata Gusti Wedakarna. Hal yang sama juga disampaikan AWK di sela-sela menghadiri kegiatan pelantikan pengurus DPP dan DPD Nawa Cita Pariwisata Indonesia yang dikomandani Dr. Gusti Kade Sutawa dan dihadiri juga Dr. Suryo Atmanto (Ketua Umum Sinergi Nawa Cita Indonesia). Ditemui usai acara, Senator AWK yang menjadi satu-satunya pejabat setingkat republik yang hadir di acara tersebut menyampaikan
harapannya agar Bali kembali mendapatkan perhatian dari pemerintahan Presiden RI Joko Widodo. Khususnya dalam bidang pariwisata, baik perhatian secara politik anggaran maupun juga politik kebijakan. ‘’Bali membutuhkan proteksi by system agar dunia kepariwisataan tidak tertinggal jauh. Di satu sisi ada dilema, bahwa pemerintah saat ini dianggap sudah memberikan perhatian pada Bali. Tapi di satu sisi pusat justru sedang mengembangkan 10 destinasi baru (Bali Baru). Kini saatnya Bali mendapatkan hak-haknya. Apalagi saat kita bicara angka bahwa di Pemilu 2019, masyarakat Bali memberikan kepercayaan tinggi terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo yakni hampir 92 persen. Tugas pemerintah Bali untuk menagih hak-hak Bali. Saya harap organisasi Nawa Cita Pariwisata ini bisa juga mengingatkan pemerintah pusat bahwa pariwisata di Indonesia ini tidak akan ada apa-apanya tanpa Bali sebagai lokomotif,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Selain itu, ia berharap agar Presiden Joko Widodo mem-
pertimbangkan posisi menteri pariwisata ke depan, bisa diemban orang Bali. ‘’Saya amati di periode 2014-2019 ini, peran Kementerian Pariwisata RI agak kurang maksimal kepada Bali. Harapan saya, agar Kementerian Pariwisata di Bali bisa dipimpin orang Bali. Kita banyak punya kader potensial untuk bisa membangun ini. Pariwisata tidak mungkin hanya bisa dipimpin orang dengan latar belakang komunikasi semata. Tapi harus paham seluk-beluk pariwisata karena roh pariwisata Indonesia itu ada di budayanya. Jika diminta, saya sebagai anggota DPDRI siap merekomendasikan orang yang tepat dari Bali bisa jadi menteri. Saya pastikan jumlah SDM orang Bali yang mumpuni harus banyak. Tapi kembali itu hak prerogatif presiden. Kita bicarakan itu Oktober ya. Sekarang mari bantu Jokowi agar menang di MK dan aman saat pelantikan 20 Oktober 2019. Bali penuh dukung Joko Widodo,’’ jelas Gusti Wedakarna yang peraih rekor suara tertinggi untuk pemilu di Bali yakni dengan 742.781 ribu suara. (ad519)
SATYAGRAHA - Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna saat menerima Teruna Teruni Bali Sanur Kaja di Istana Mancawarna Tampaksiring dan saat bersama Dr. Gusti Kade Sutawa (Ketum NCPI) dan jajaran di Sanur.
Poltekkes Kemenkes Denpasar Memperkuat ’’Digital Learning’’, Menjadi Guru Sejati Kampanyekan Pentingnya Pola Hidup Sehat SMP PGRI 1 Denpasar Gelar ’’Workshop Review’’ K-13
SMP PGR 1 Denpasar yang akrab dipanggil Grissa secara kontinu memberi penguatan mutu pendidikan lewat peningkatan kualitas gurunya. Kamis (20/6) kemarin semua guru di sekolah ini dilibatkan mengikuti Workshop Review Kurikulum 2013 (K-13). Workshop dibuka Kadisdikpora Kota Denpasar diwakili Kabid Pembinaan SMP Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. Workshop selama empat hari ini menghadiran pembicara dari instruktur nasional. Kepala SMP PGRI 1 Denpasar Dr. I Nengah Sukama, M.M. mengungkapkan workshop kali ini selain mengevaluasi kelemahan pembelajaran sebelumnya juga mempercepat dan memperkuat digital learning (e-learning) secara bertahap. Dengan demikian, materi pembelajaran dan pendidikan guru sesuai dengan perkembangan zaman milenia. Digital learning ini, katanya, mau tak mau dan suka tak suka harus kita hadapi. Guru yang sebagian adalah generasi X dan Y, harus cepat juga menyesuaikan dengan siswa yang masuk generasi Z atau milenia. Lewat workshop ini, dia ingin menunjukkan guru Grissa adalah guru sejati. Guru yang mampu menjalankan tugas dan fungsinya secara baik dan benar. Sebab, Nengah Sukama sangat sadar bahwa mutu guru akan menentukan kualitas pembelajaran, kualitas lulusan serta akhirnya membawa pada keajegan sekolah ini. Untuk itu, dia berharap kerja sama harmonis guru yang sudah terjalin lama di sekolahnya terus ditingkatkan untuk meningkatkan capaian delapan standar pendidikan nasional. Dia bersyukur hasil akreditasi SMP PGRI 1 Denpasar oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS)
WORKSHOP - Kabid Agung Wiratama (kanan) bersama Kasek Nengah Sukama dan Made Adnyana di Workshop K-13 di SMP PGRI 1 Denpasar. tahun ini meraih nilai A. Hasil ini mencerminkan kinerja komponen sekolah termasuk gurunya sangat baik. Untuk itu, guru Grissa diajak tak boleh diam, melainkan terus kreatif dan inovatif guna mengemban amanah kepercayaan masyarakat. Dengan workshop ini, PBM pada tahun ajaran 2019-20120 lebih berkualitas lagi. Di sela-sela workshop, SMP PGRI 1 Denpasar dipadati calon siswa baru. Sekalipun PPDB baru dalam tahap pembuatan token, namun sekolah ini sudah menerima sejumlah siswa baru yang menentukan pilihan pertama di Grissa. Ini disebabkan sekolah di kawasan Monang Maning ini dikenal karena disiplin, bermutu dan berprestasi. Pendaftaran calon siswa baru berlangsung hingga menjelang pelaksanaan MPLS. Guna mempertahankan mutu, sekolah ini membatasi menerima untuk 11
kelas siswa baru. Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Denpasar Agung Wiratama memuji guru SMP PGRI 1 Denpasar lebih awal menguasai pembelajaran berbasis IT. Ini artinya SMP PGRI 1 Denpasar telah memberi contoh yang baik dalam hal penguatan mutu guru di zaman now. Mutu guru harus ditingkatkan, karena dinas juga memperkuat penguasaan guru dalam IT. Saat ini, siswa kelas VII mendapat pelajaran IT setara dengan perkuliahan di perguruan tinggi lewat mata pelajaran pemerograman ringan. Di sisi lain, Wiratama menekanan guru kini wajib berinovasi dalam pembelajaran dengan menggunakan berbagai sumber belajar. Dia yakin guru adalah seorang seniman, kreatif mengukir kertas putih pada diri anak menjadi SDM yang berkarakter. (sue)
Ketua PCI Badung Kini Dipimpin Made Widiana
Mangupura (Bali Post) Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kabupaten Badung, Kamis (20/6) kemarin menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) tahun 2019. Bertempat di Gedung Infokom, Puspem Badung, Muskab ini mengambil tema ‘’Melalui Semangat Cricket, Kita Tingkatkan Prestasi sebagai Sang Juara’’. Muskab yang dibuka Ketua KONI Badung Made Naryana ini memilih secara aklamasi I Made Widiana sebagai Ketua Umum PCI Badung periode 2019-2023 menggantikan Wayan Weda Darmaja. Widiana yang juga sebagai Camat Kuta Selatan ini mengatakan setelah dipilihnya sebagai ketua, tentu banyak hal yang akan dikerjakan. Mengingat dalam waktu dekat akan dihadapkan dengan Porprov pada September 2019. Selain itu, juga akan ada turnamen internasional yang mana Bali dan Badung sebagai tuan tumah. ‘’Tentu harus segera merapatkan barisan. Selain itu, dari pembinaan yang sudah dilaksankaan untuk menghadapi Porprov, juga harus dimantapkan,’’ ujarnya. Pada pelaksanaan Porprov nanti di Tabanan, pihaknya menargetkan bisa meraih enam medali emas dan menjadi juara umum di cabang Cricket. ‘’Kita ingin sapu bersih semua nomor yang ada di cricket,’’ yakinnya. Sementara itu, Ketua PCI Bali A.A Bagus Tri Chandra Arka berharap PCI Bali agar bisa menjadi sport tourism. Dengan demikian, katanya, dampaknya akan san-
MUSKAB - Suasana Muskab PCI Badung tahun 2019, Kamis (20/6) kemarin. gat luas sekali. Mengingat ini merupakan olahraga nomor dua terbesar di dunia. ‘’Dengan adanya event internasional ini diharapkan masyarakat Bali akan lebih mengenal olahraga cricket,’’ harapnya. Hal senada juga disampaikan Wayan Weda Dharmaja. Ke depan cricket juga diharapkan menjadi sport tourism, sehingga bisa berdampak pada perekonomian Badung dan Bali secara umum. Diharapkan olahraga cricket menjadi lebih memasyarakat, mulai dari Badung Utara sampai Badung Selatan. Tentunya harus didukung dengan infrastruktur yang memadai. ‘’Dalam perkemban-
gannya, cricket Badung telah mencapai prestasi yang cukup baik,’’ tambahnya. Sementara itu, Ketua Panitia Muskab Nyoman Kariana Wirawan menyampaikan terima kasih atas pelaksnaan Muskab ini. Pihaknya sangat bersyukur, dengan diadakannya Muskab ini membuktikan bahwa kita adalah keluarga besar. Dengan terpilihnya Ketua PCI Badung, pihaknya berharap bisa meneruskan program yang ada. Pada kesempatan tersebut diserahkan dana motivasi bagi para atlet cricket Badung yang berprestasi, yang diserahkan oleh Ketua Persatuan Cricket Badung. (kmb23/k150)
POLITEKNIK Kesehatan atau Poltekkes Kemenkes Denpasar fokus dalam pemberdayaan masyarakat menuju pola hidup sehat. Hal ini tercermin dari program kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang secara rutin dilakukan oleh Poltekkes sebagai salah satu implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat. Kamis (20/6) kemarin, bertempat di Banjar Luglug, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Poltekkes Jurusan Keperawatan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pengobatan gratis. Wadir III Poltekkes Kemenkes Denpasar I Nyoman Gejir mengatakan, sebagai perguruan tinggi di bidang kesehatan, Poltekkes mempunyai kewajiban yang besar untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. ‘’Ada 73 jenis pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan masyarakat, termasuk pranata lab,’’ katanya. Tema pemberdayaan pola hidup sehat dalam pengabdian kepada masyarakat ini diambil sesuai dengan motto Poltekkes Denpasar ‘’Bersama masyarakat memajukan kesehatan masyarakat’’. Sementara itu, Ketua Jurusan Keperawatan Poltekkes Denpasar sekaligus Ketua Panitia Kegiatan I Dewa Putu Gede Putra Yasa mengatakan, jurusan keperawatan di Poltekkes punya program keperawatan yang terstruktur dan sistematis sesuai masing-masing prodi ung-
gulannya. Kegiatan pengabdian masyarakat di bidang kesehatan ini ada enam jenis kegiatan di Kecamatan Sukawati. Mulai dari pelatihan kegawatdaruratan dan kebencanaan yang dilakukan di Sekolah Dasar, pelatihan yoga di SMA, dan untuk pengabdian masyarakat di Banjar Luglug diakukan dalam bentuk keperawatan komplementer. Perbekel Ketewel I Wayan Gede Wijaya menyampaikan terima kasih dan sangat antusias dengan program pengabdian
masyarakat dari Poltekkes ini. ‘’Kami sudah sejak tahun 2014 bekerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Denpasar. Dalam konteks kegiatan ini banyak hikmah bagi masyarakat di Desa Ketewel dalam menuju pola hidup sehat,’’ katanya. Sementara itu, untuk jurusan di Poltakkes Kemenkes Denpasar membuka enam jurusan yang dibuka. Di antaranya Keperawatan, Kebidanan, Gigi, Analisis Kesehatan, Gizi, Kesehatan Lingkungan. (ad514)
CPHI FK Unud Gelar ’’Workshop’’ Pencegahan dan Penanggulangan ’’Stunting’’ Denpasar (Bali Post) Center for Public Health Innovation (CPHI) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) menggelar workshop penyamaan persepsi perguruan tinggi pada program pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (20/6) kemarin. Dalam workshop tersebut terungkap prevalensi angka stunting di Gianyar cukup tinggi jika dibandingkan dengan kondisi ekonomi di kabupaten maju seperti Gianyar. Angka stunting yang cukup tinggi terjadi di Karangasem, Buleleng, Jembrana dan Gianyar. ‘’Namun sampel angka stunting kita ambil di Gianyar karena daerah wisata dan cukup dekat dengan Unud,’’ kata dr. Pande Putu Januraga, Ketua Panitia Workshop sekaligus Kepala CPHI FK Unud. Prevalensi angka stunting di Gianyar ini berdasarkan data dari survei Riskesdas dan data PSG tahun 2013 dan 2017. Pengukuran stunting yaitu panjang badan per umur. Jika anak tersebut kurang dari dua standar deviasi (WHO), maka dianggap stunting. ‘’Data survei ini ternyata lebih tinggi dibandingkan data sensus,’’ ujarnya. Berdasarkan data PSG 2018, angka stunting mencapai 12 – 15 persen. Sedangkan angka stunting Bali 22 persen. Angka stunting Bali rata–rata berada di kisaran angka tersebut. Dia menegaskan, permasalahan stunting di Gianyar bukan dari angka yang tinggi, melainkan berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi di Gianyar yang merupakan ekonomi baik. ‘’Meskipun angkanya di bawah 20 persen, sebenarnya sudah masalah. Karena idealnya tidak ada ancaman terhadap tumbuh-
WORKSHOP - Rektor Unud saat membuka workshop didampingi Dekan FK Unud dan Ketua Panitia. kembang bayi di bawah dua tahun,’’ ungkapnya. Setelah melakukan penelitian, penyebab stunting bukan karena alasan ekonomi, namun karena behavior (kebiasaan). Orangtua yang bekerja, ekonominya baik sering kali lupa tentang gizi anak, terutama asupan protein. ‘’Jadi, meskipun ekonomi baik tetap ada potensi stunting jika in take nutrisinya tidak seimbang, tidak baik,’’ tandasnya. Fokus FK Unud melalui workshop ini untuk mencegah angka stunting. Karena jika anak sudah lewat dari dua tahun dan sudah pendek, maka untuk memperbaikinya akan sulit. Dari kehamilan sampai usia dua tahun yang menjadi fokus intervensinya, agar tidak
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
menjadi pendek. Jika anak tersebut berada fase stunting, maka sasaran ini juga yang menjadi fokusnya dengan intervensi gizi spesifik. Rektor Unud dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). mengapreasi diadakannya workshop ini. Hal ini merupakan wujud sinergitas perguruan tinggi dengan pemerintah dalam menangani masalah stunting. Karena masalah stunting merupakan isu lokal, khususnya di Kabupaten Gianyar dan juga isu nasional dan global. Angka stunting yang tinggi akan kontraproduktif terhadap masalah pembangunan nasional. Oleh karena itu, ini momen yang sangat tepat dan pihaknya melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi akan bersinergi secara nyata. (kmb42/k250)
DAERAH
Jumat Paing, 21 Juni 2019
Sinergitas Semua Unsur
SEBAGAI program terpadu lintas sektoral, kekuatan utama TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terletak pada sinergi antarlembaga dan koordinasi yang erat antarunsur pelaksana di semua tataran. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. menyampaikan tolok ukur keberhasilan TMMD adalah bersinerginya semua unsur terkait. Selain itu partisipasi masyarakat yang maksimal dalam mendukung kegiatan TMMD di wilayahnya. Hal itu disampaikan Mayjen Benny Susianto di sela-sela menyaksikan video conference pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TMMD ke-105 tahun 2019 dibuka Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kamis (20/6) kemarin. ‘’Melalui rapat koordinasi ini sebagai momen yang tepat untuk mulai menjalin komunikasi dan membangun komitmen guna menyatukan ide, pikiran demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi sasaran program TMMD,’’ ujarnya. (rah)
Dampak Cuaca, Produksi Kopi Tak Maksimal
Bangli (Bali Post) – Musim panen kopi tahun ini cukup menggembirakan para petani kopi di Kintamani. Sebab, dibanding musim panen tahun lalu, harga kopi di tingkat petani mengalami sedikit kenaikan. Namun, cuaca buruk yang berlangsung jelang akhir 2018 lalu, menyebabkan produksi kopi petani tak maksimal. Salah seorang petani kopi di Desa Catur, Kintamani, Gusti Mangku Rupa, Kamis (20/6) kemarin mengungkapkan, musim panen kopi sudah mulai berlangsung sejak awal bulan ini. Diperkirakan puncak panen akan berlangsung pada akhir Juni nanti. Rupa mengatakan, mengawali musim panen kali ini, harga kopi Kintamani gelondong merah tergolong lumayan yakni Rp 9.500 per kilogramnya. Dibanding tahun lalu, kopi gelondong merah hanya laku dijual petani Rp 8.500 per kilogram. Sementara saat akhir musim panen tahun lalu, harganya naik maksimal Rp 9.200 per kilogram. ‘’Sekarang baru awal-awal musim panen sudah Rp 9.500 per kilo,’’ ujarnya. Menurutnya, dengan harga saat ini Rp 9.500 per kilogram, sudah cukup membuat petani mendapat sedikit untung. ‘’Kalau kita bandingkan dengan pekerjaan, kalkulasi biaya
perawatan di kebun, dengan harga sekarang, hampir mendekati tidak rugi,’’ katanya. Meski harga kopi naik, Rupa menyayangkan produksi kopi kurang maksimal. Penyebabnya karena cuaca hujan yang berdampak pada bunga tanaman kopi rontok dan busuk. Ia menyebutkan pada musim panen tahun lalu, dirinya bisa memanen gelondong merah 5,5 hingga 6 ton per hektar. Namun saat ini produksi kopinya hanya Rp 4,8 hingga 5 ton. ‘’Kelebihan hujan saat pembungaan sekitar bulan Oktober-November lalu, sehingga banyak bunga tidak jadi buah,’’ kata Rupa. Petani kopi lainnya, Nengah Sugiman, juga mengakui bahwa pada awal musim panen kali ini harga kopi gelondong merah terbilang lumayan. Petani asal Desa Manikliyu ini memperkirakan pada puncak musim panen nanti, harga kopi akan kembali mengalami kenaikan menjadi Rp 10.000-12.500 per kilogramnya. Menurutnya, naiknya harga kopi saat ini dipengaruhi karena banyaknya pabrik pengolahan kopi di masyarakat, sehingga permintaan hasil panen petani meningkat. Selama ini para petani kopi di Kintamani menjual hasil panennya ke pengepul. (kmb40)
5
Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa Bentuk Karakter Taruna Taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara PENGUATAN Pendidikan Karakter menjadi pintu masuk pembenahan Pendidikan Nasional yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. SMK Penerbangan Cakra Nusantara menjadikan karakter prioritas utama dalam suatu perencanaan pendidikan di sekolah. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) merupakan salah satu cara yang dilakukan sekolah dalam membentuk karakter religius, nasionalis, integritas, mandiri dan gotong royong. Kegiatan LDKS ini dilaksanakan selama dua hari satu malam di bumi perkemahan yang terletak di Kabupaten Tabanan. Menurut Putu Agus Mahendra, S.Pd. selaku Pembina OSIS sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, pendidikan karakter atau character building mendorong sinergi tiga pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga (orangtua),
serta komunitas (masyarakat) agar dapat membentuk suatu ekosistem pendidikan. ‘’Diharapkan manajemen berbasis sekolah semakin menguat, di mana sekolah berperan menjadi sentral, dan lingkungan sekitar dapat dioptimalkan untuk menjadi sumber-sumber belajar,’’ ujarnya. Di mana pun mampu menyesuaikan dan tahan terhadap segala ancaman halangan rintangan tantangan dan hambatan, mampu menerobos dan mengatasi serta mengantisipasi perubahan apa pun sehingga menjadi The Next Generation Leaders. Dengan karakter yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri seseorang, sehingga juga berperngaruh terhadap prestasi belajar seorang peserta didik atau siswa. Terbukti, dari tahun ke tahun prestasi Taruna Taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara meningkat. SMK Penerbangan Cakra Nusantara meraih peringkat
ke-4 terbaik SMK se-Bali dengan 97% nilai UNBK di atas rata-rata Provinsi Bali, yang meningkat dari tahun sebelumnya yakni peringkat ke-6 SMK se-Bali dengan 84% nilai UNBK di atas rerata Provinsi Bali. SMK Penerbangan Cakra Nusantara yang telah Terakreditasi A (unggul) mempersiapkan alumni yang siap kerja dan memiliki daya saing tinggi bersertifikat kompetensi BNSP, sehingga sudah pasti diterima di dunia industri (dudi) sesuai Peraturan Pemerintah No.23 Tahun 2004. Prestasi adalah tradisi setiap anak adalah juara sesuai bidang masing-masing, kalau mau pandai sekolahnya di sini. SMK Penerbangan Cakra Nusantara memprioritaskan upaya penyaluran lulusannya untuk berkiprah di dunia internasional, karena itu seluruh Taruna Taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara diberikan karakter sikap unggul, tangguh, mandiri di mana pun mereka
berada, penguasaan bahasa asing serta pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum Nasional 2018 yaitu dengan 70% praktik dan 30% teori serta on job training di luar negeri. SMK Penerbangan Cakra Nusantara sudah menjadi TUK berbagai LSP ternama, satusatunya SMK yang menjadi TUK LSP K3 dengan 4 program keahlian di antaranya: Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (Bandara), Pemeliharaan dan Perbaikan
Motor dan Rangka Pesawat Udara (Airframe Pwer Plant), Pemeliharaan dan Perbaikan Instrumen Elektronika Pesawat Udara (Electrical Avionics), Teknik Telekomunikasi (Penerbangan), yang beralamat di Jalan Drupadi No. 25 dan Jalan Tukad Pakerisan No. 25 Denpasar telah membuka Penerimaan Siswa Baru 2019/2020 dapat menghubungi nomor pendaftaran 03614742600 atau 081237098090 website www.smkpenerbangan.sch.id. (ad522)
jejak, seperti memperbaiki mobil dipakai beraksi karena ditembak polisi. Oleh karena itu, Naira diduga kuat mengetahui kasus perampokan tersebut. ‘’Tersangka Naira tidak dilibatkan saat beraksi alias tidak ikut ke TKP. Yang terlibat langsung adalah pacar Naira dan kini sedang kami cari,’’ tandasnya. Kapan kasus Naira dilimpahkan ke Kejari Den-
pasar? ‘’Nanti kami informasikan,’’ kata perwira melati satu di pundak ini. Sebelumnya, proses penyidikan kasus perampokan yang melibatkan warga negara asing (WNA) dirampungkan penyidik Polresta Denpasar. Pada Senin (17/6) lalu, dua perampok yaitu Georgii Zhukov (39) asal Rusia dan Robert Haupt (41) asal Ukraina Barat dilimpahkan ke Kejari Denpasar. (kmb36)
Polisi Usut ’’Money Laundering’’ Kasus Perampokan
Denpasar (Bali Post) -
Kasus perampokan yang melibatkan warga negara asing terus dikembangkan penyidik Satreskrim Polresta Denpasar. Polisi sedang menyelidiki dugaan money laundering karena pelaku memiliki restoran di wilayah Kuta. Hal ini dikuatkan lantaran tersangka Naira asal Rusia mengelola restoran tersebut. ‘’Kami masih selidiki dugaan money laundering-nya. Sampai saat ini anggota kami masih mendalami keterangan tersangka,’’ tegas Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ari-
awan, Kamis (20/6) kemarin. Sayangnya, Arta Ariawan enggan membeberkan lebih rinci pemilik restoran tersebut. Alasannya karena belum semua pelaku ditangkap. Sementara peran tersang-
ka Naira dalam kasus perampokan money changer (MC) dan ATM ini, kata mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini, hanya membantu pelaku utama. Artinya membantu menghilangkan
Warna Baru New Honda BeAT Street eSP Semakin Ekspresif PENYEGARAN terbaru untuk New Honda BeAT Street eSP melalui grafis desain stripe yang membuat karakter motor fun dan ekspresif ini semakin kuat. Tampilan baru New Honda BeAT Street eSP ini mempertegas karakter street style gaya khas anak muda yang lebih kekinian. Desain stripe yang disematkan pada warna Street Matte Black ini tampil berbeda dengan tetap mempertahankan konsep Urban Street Style yang lekat dengan aktivitas sporti anak muda. Tampilan terbaru yang dipadukan dengan fitur canggihnya tetap memberikan kebanggaan serta kenyamanan bagi pengendara untuk aktivitas harian. Region Head Astra Motor Bali Wahyudi Saputra mengatakan model ini hadir terinspirasi dari tren serta kebutuhan aktivitas anak muda masa kini yang ingin tampil lebih fun dan berani tampil beda dalam menemani gaya hidup pecinta skutik di Tanah Air. ‘’Penyegaran desain New Honda BeAT Street eSP pada warna Matte Street Black ini merupakan salah satu upaya AHM untuk menghadirkan
produk sesuai gaya khas anak muda yang atraktif, menyenangkan dan sporti. Kami yakin ini akan menjadi pilihan para remaja dalam menemani menggapai mimpi mereka,’’ ujar Wahyudi. Performanya yang irit, dilengkapi fitur terbaik di kelasnya dan ukurannya yang compact serta ramping dan desain yang khas untuk mengekspresikan anak muda perkotaan telah membuatnya mampu menghadirkan kegembiraan bagi konsumen. Model ini akan semakin dicintai oleh anak muda. New Honda BeAT Street eSP mengaplikasikan mesin 110cc dengan fitur eSP (Enchanced Smart Power), sehingga mampu memaksimalkan pembakaran secara efisien dan meminimalisasi gesekan untuk mengurangi terbuangnya emisi bahan bakar dengan percuma. Model ini dibekali dengan teknologi terdepan yakni sensasi menghidupkan mesin motor dengan suara halus melalui teknologi ACG Starter. Model ini memiliki beragam keunggulan seperti kapasitas fuel tank besar hingga 4 liter
dengan kemampuan jelajah lebih jauh hingga 236 km setelah dilakukan pengisian bahan bakar secara penuh. Dilengkapi dengan stang yang lebih lebar dengan posisi yang lebih tinggi untuk mendukung street style dan kesan gagah serta rasa berkendara yang lebih nyaman. Jarak terendah motor ke tanah (ground clearance) terbaik di kelasnya dan penggunaan ban tubeless sehingga lebih tahan kebocoran dan lebih nyaman dikendarai. New Honda BeAT Street eSP telah dibekali fitur ECO Indicator yang menampilkan tanda berkendara secara irit. Saat berkendara dengan irit, ECO Indicator berwana hijau ini akan menyala di panel meter dengan 3 pola untuk memberikan informasi berkendara yang irit termasuk saat lampu dalam kondisi off. Konsistensi AHM menyematkan Combi Brake System (CBS) pada model ini membantu menyeimbangkan pengereman roda belakang dan depan secara optimal. Model ini tetap dilengkapi fitur-fitur canggih lain yaitu standar samping otomatis (Side Stand Switch), serta Parking Brake
Lock yang lebih mudah dioperasikan untuk mencegah motor loncat saat dinyalakan atau motor tetap dalam kondisi diam saat berhenti di tanjakan. Skutik compact ini memiliki kapasitas u-box (utility box) yang besar yaitu 11 liter. Dengan ketinggian jok yang nyaman setinggi 740mm memberikan kenyamanan pada saat
berkendara sendiri maupun berboncengan, baik pria maupun wanita. Fitur unggulan lain juga dipertahankankan seperti pengaman kunci bermagnet (Secure Key Shutter) yang efektif mencegah pencurian. New Honda BeAT Street eSP tersedia tipe CBS Street Matte Black dan Street Silver yang dipasarkan dengan harga OTR Bali Rp 17.500.000. (bns1)
Denpasar Belum Ada Penundaan Penerapan Zonasi PPDB
Bali Post/kmb40
KOPI - Petani kopi sedang menjemur biji kopi.
Tabrak Mobil Parkir Karyawan Hotel Tewas Denpasar (Bali Post) Pengendara sepeda motor, I Gede Yoga Ariwangsa (24), tewas dengan kondisi mengenaskan ketika mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan By-pass I Gusti Ngurah Rai, depan lapangan Golf Sanur, Denpasar Selatan, Kamis (20/6) kemarin. Pria asal Klungkung yang bekerja sebagai karyawan hotel ini meregang nyawa setelah menabrak mobil parkir. Kasat Lantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo Utomo mengatakan, lakalantas berujung maut itu tejadi sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor Honda Beat DK 3213 MV melaju dari arah selatan. Pemuda beralamat
di Dusun Koripan Tengah, Desa Banjarangkan, Klungkung ini diduga mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Setibanya di TKP, korban tidak mampu mengendalikan laju sepeda motornya dan menabrak bagian belakang mobil Kijang DK 983 LS yang dibawa Dirman Darwis. ‘’Korban mengalami luka parah pada wajah, kepala pecah dan meninggal di TKP,’’ ujarnya. Saat ditemukan warga, korban dalam posisi telungkup pakai helm. Selanjutnya mayat korban dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar. ‘’Sopir dan barang bukti mobil serta sepeda motor korban diamankan di Polresta,’’ tegas Adi Sulistyo. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) – Kekisruhan tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 menimbulkan keresahan orangtua siswa. Bahkan, di beberapa daerah di luar Bali sudah ada penundaan penggunaan sistem zonasi dalam PPDB. Namun, kondisi tersebut tidak berlaku di Denpasar. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra
di sela-sela menerima kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya di Pasar Badung, Kamis (20/6) kemarin, mengaku belum ada kebijakan untuk menunda pelaksanaan sistem PPDB dengan zonasi. Terlebih, kekisruhan yang terjadi di Denpasar berbeda dengan di daerah lainnya di Indonesia. Wali Kota Rai Mantra menyatakan kondisi PPDB sudah
berjalan dengan baik. Hanya, diakui, pada saat pengambilan token yang sedikit ramai. Ini karena soal antrean saja. Masyarakat belum tahu soal mekanisme pengambilan token, sehingga membeludak di hari pertama. ‘’Kita melihat dulu, saya lihat kemarin di Magelang lebih parah. Menerapkan aturannya seperti itu, adanya trail and error di beberapa sekolah yang mendaftar. Ini
kan belum diuji coba peraturan ini, nanti kita akan melihat kelemahannya dan akan memberikan saran kepada pemerintah pusat,’’ katanya. Karena itu, sampai saat ini pihaknya belum mengambil kebijakan untuk menangguhkan sistem yang sedang berjalan ini. Pihaknya akan melihat kasus-kasusnya dulu. Apakah akan merugikan masyarakat atau seperti apa. ‘’Ya, kita akan lihat kasus per
kasus,’’ ujar Rai Mantra. Sementara itu, Disdikpora Denpasar telah membuat Posko PPDB di Rumah Pintar, Jalan Kamboja. Bahkan, sejumlah orangtua siswa bersama sejumlah siswa telah hadir untuk melakukan konsultasi. Terutama terkait dengan aktivitasi token. Mengingat, sebelum aktivitasi token ini, siswa tidak akan bisa masuk ke web untuk mendaftar. (kmb12)
Warung Global
Usulan Penghapusan Dana Parpol Dinilai Hanya Penghibur Rakyat BERAPA anggaran yang akan dikeluarkan negara untuk parpol setiap tahunnya? Belum banyak masyarakat mengetahui berapa anggaran yang dikeluarkan negara untuk parpol dalam menggerakkan roda parpol. Satu suara rakyat dihargai sampai ribuan rupiah, tinggal dikalikan berapa suara sah yang diperoleh parpol saat pesta demokrasi. Bagaimana jika dana parpol dihapus? Ternyata beragam komentar dari pendengar Radio Global 96,5 FM dengan nada pesimis usulan ini bisa direalisasikan. Jika dana parpol dihapus, dari mana sumber dana untuk membiayai operasional parpol? Demikian salah satu pertanyaan Kawan Global dalam acara dialog interaktif Warung Global. Berikut rangkuman selengkapnya.
Beratayasa di Sangeh berharap hal ini segera diterapkan, bukan di Gianyar saja, tetapi di seluruh Indonesia. Ia salut dengan anggota dewan yang mengusulkan dana parpol dihapus. Semoga ini didukung anggota dewan. Di samping itu, jika ingin nyaleg pasti sudah mempersiapkan dana yang besar. Sebaiknya dana parpol dialihkan ke pemberdayaan masyarakat, perbaikan infratsruktur, dan sebagainya. Usulan ini harus didukung dan ditindaklanjuti. ‘’Saya pesimis usulan ini bejalan,’’ demikian dikatakan Werdha di Gianyar. Menurut-
nya, parpol perlu dana banyak. Dari mana dapat dana? Ia mengacungi empat jempol bagi yang mengusulkan ini. Kalau bisa ubah UU tentang sistem perpolitikan kita. Jika memang ada usul seperti itu, bagus. Demikian pendapat Putu Artha di Padangsambian. Sebaiknya dana dialokasikan ke perbaikan infrastruktur di kawasan seni Gianyar yang sering dikunjungi wisatawan, utamanya di Ubud. Apakah usulan ini akan didukung? Rasanya sulit, atau ini hanya pemanis bibir untuk menghibur rakyat saja. Semoga disambut positif dan
bisa diwujudkan. Arya di Denpasar berharap agar dana parpol dihapus sehingga jumlah parpol semakin menurun. Bila perlu dewan tidak dapat gaji. Dia betulbetul mengabdi/ngayah untuk rakyat. Aturan soal parpol harus konsisten. Jadi calon dewan pasti harus bermodal duit. Seperti menjaring matahari, sulit sekali direalisasikan. Demikian opini Ketut Dawi di Abiansemal. Pemerintah tak mungkin membuat UU atau menindaklanjuti usulan ini, karena pemerintah dan dewan berasal dari parpol. (sikha)
OPINI
6
Jumat Paing, 21 Juni 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Membangkitkan Daya Saing Desa PARIWISATA berkelanjutan kini mendapatkan penjabaran yang lebih jelas dan terukur. Setidaknya, dengan bangkitnya banyak objek wisata yang merupakan hasil sentuhan kreatif dan inovatif atas potensi alam pedesaan. Bangkitnya pariwisata pedesaan ini tentu akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru ke depannnya. Untuk itu, dukungan pemerintah atas tumbuhnya wisata desa hendaknya diakomodasi dengan pembinaan yang jelas. Tumbuhnya wisata desa juga harus diapresiasi sebagai cara mudah untuk menuju pemerataan pembangunan yang bersumber dari sektor pariwisata. Harapan tentang bangkitnya wisata desa juga terakomodasi dengan berbagai kebijakan yang digulirkan pemerintah. Saat ini, pemerintahn desa tentu bisa mengalokasikan dananya untuk mendorong tumbuhnya ruang kreativitas untuk memberdayakan desa sebagai kekuatan ekonomi. Ruang ini juga telah banyak tumbuh di pedesaan. Di Bali, misalnya, wisata desa membangkitkan dan menginspirasi generasi muda kreatif untuk mengelolanya. Kini di Bali kita lihat banyak wisata desa yang mengandalkan potensi alam pedesaan. Dengan sentuhan promosi dan pendekatan inovatif, banyak wisata desa yang muncul dan diminati. Kita meyakini wisata desa akan tetap tumbuh dan akan menjadi salah satu penyerap angkatan kerja jika kepedulian pemerintah terhadap desa tetap terjaga. Pariwisata desa patut kita dorong sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan khususnya dalam bidang ekonomi. Ini dapat dilakukan dengan tetap mendorong tumbuh dan berkembangnya sektor pariwisata pedesaan yang berbasis pemanfaatan potensi lokal. Solusi ini patut diakomodasi dan patut diambil karena potensi pariwisata pada akhirnya akan memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat karena pariwisata memiliki dampak pengganda (multiplier effect) yang besar terutama dengan industri kreatif karena industri kreatif dapat berkembang beriringan dengan pembangunan wisata. Kita mencatat pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla muncul dengan slogan membangun dari desa, maka ada harapan bahwa proses urbanisasi ini bisa ditekan. Karena pemerintah berupaya mengucurkan dana desa, sehingga masyarakat tidak lagi perlu ke kota untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Pola pemikiran ini tentu bagus dengan syarat ada sinergi antara pemerintah dengan berbagai pihak. Tidak hanya masyarakat itu sendiri tetapi mesti ada kepedulian dari pihak ketiga agar program ini semakin cepat. Dengan memindahkan episentrum ‘’bisnis’’ ke desa, maka uang beredar akan menjadi katalisator proses reaksi ekonomi di desa. Ekonomi berjalan dinamis dan masyarakat desa menangguk keuntungan dari proses tersebut. Ini idealnya. Tentu saja, tidak semua berjalan mulus. Perlu perbaikan serta tingkat kemampuan sumber daya manusia masyarakat desa yang inovatif serta kreatif agar dana desa itu bisa dipakai sebagai alat penggerak ekonomi. Masyarakat mesti mempunyai jiwa wiraswasta yang kuat. Tentu ini tidak mudah, makanya perlu sentuhan akademisi serta para pengusaha dari berbagai organisasi profesi. Tidak mudah untuk mengembangkan mindset. Ada pengetahuan yang mesti diajarkan. Ada teknik serta strategi wirausaha yang mesti ditularkan. Sehingga potensi yang ada di desa itu bisa menjadi lebih berdaya guna, setidaknya bagi masyarakat setempat. Apalagi di Bali, penguatan desa adat secara ekonomi juga akan berdampak secara signifikan terhadap penguatan dalam agama serta budaya. Ini menjadi sangat penting karena desa adat merupakan benteng utama serta terakhir dari keberlangsungan manusia Bali yang dijiwai oleh agama Hindu serta adat Bali.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Lakukan Evaluasi Pengelolaan Objek Wisata Berita Bali Post, Kamis (20/6) kemarin, mengungkapkan kunjungan wisatawan domestik turun di sejumlah objek wisata di Bali. Ini tentu bisa menjadi catatan khusus para pihak untuk melakukan pemetaan dan evaluasi tentang daya tarik Bali. Saya berasumsi turunnya kunjungan wisatawan domestik ini, mungkin salah satunya disebabkan harga tiket mahal. Tetapi menurut hemat saya, kunjungan wisatawan biasanya tak hanya tersandera harga tiket. Jika mereka memang berniat mengunjungi salah satu objek yang ada, tentu mereka akan tetap meluangkan waktu untuk berkunjung. Saya sebagai pemandu wisata paruh waktu hanya berharap ketika kunjungan wisatawan turun, kita jangan hanya mengeluh. Harus ada solusi untuk melakukan penguatan daya tarik objek wisata. Mungkin juga kunjungan ke objek wisata turun karena kini setiap objek wisata mulai memasang angka masuk ke objek yang relatif lebih mahal. Dulu, hanya dipatok Rp 10 ribu, misalnya, tetapi kini bisa mencapai Rp 50 ribu per orang. Bahkan, saya dengar ada objek wisata yang tiket masuknya mencapai Rp 200 ribu per orang. Ini juga perlu dievaluasi. Hal lain yang saya harapkan adalah keamanan dan kenyamanan di objek wisata juga harus dikelola dengan lebih baik. Fasilitas umumnya juga hendaknya lebih bagus. Dinas Pariwisata jangan hanya mencatat angka kunjungan wisatawan, tetapi harus memikirkan kualitas objek dengan sentuhan yang lebih inovatif. I Putu Sudiana Gianyar, Bali
Menyejahterakan Masyarakat Desa Melalui Pariwisata Desa memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2015 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, jumlah desa dan kelurahan di Indonesia adalah 83.184, dengan rincian 74.754 desa (89,87 persen pemerintahan desa) dan 8.430 kelurahan (10,13 persen pemerintahan kelurahan yang bersifat perkotaan). Dengan demikan, desa dapat menjadi agen terdepan bagi pemerintah dalam menjangkau masyarakat dan lembaga pemerintah desa sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Oleh Arief Wicaksono, S.Si.
A
kan tetapi, data profil kemiskinan di Indonesia Maret 2018 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan 15,81 juta orang (13,20 persen) dan jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan 10,14 juta orang (7,02 persen). Hal tersebut menunjukkan bahwa ketimpangan ekonomi antara masyarakat desa dan kota masih berlangsung dan pedesaan masih identik dengan kemiskinan. Salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan khususnya dalam bidang ekonomi adalah mengembangkan sektor pariwisata pedesaan yang berbasis pemanfaatan potensi lokal, sebagaimana dikemukakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2013. Solusi tersebut diambil karena potensi pariwisata pada akhirnya akan memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat karena pariwisata
memiliki dampak pengganda (multiplier effect) yang besar terutama dengan industri kreatif karena industri kreatif dapat berkembang beriringan dengan pembangunan wisata. Data dari WITC (2016) dan World Bank (2016) dalam Laporan Akuntabilitas Kerja Kementerian Pariwisata tahun 2016 menunjukkan bahwa sektor pariwisata menyumbangkan sepuluh persen PDB nasional, tertinggi di ASEAN, peringkat ke-4 penyumbang devisa nasional, yaitu 9,3 persen, penyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan (8,4 persen), dan pencipta lapangan kerja termurah, yaitu US$ 5.000/ satu pekerjaan. Peningkatan dalam pencapaian devisa dari sektor pariwisata terjadi ketika devisa dari komoditas batu bara dan migas cenderung mengalami penurunan. Bahkan, menurut proyeksi tahun 2019 yang dibuat oleh Kementerian Pariwisata (2016), sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar (USD 25 juta) bagi Indonesia, berada di atas produksi CPO
(USD 15 juta), minyak (sekitar USD 13 juta), batu bara (USD 10 juta), dan karet (sekitar USD 6 juta). Desa wisata diartikan sebagai sebuah kawasan pedesaan yang memiliki keunikan dan karakteristik khusus untuk menjadi destinasi wisata, antara lain lingkungan bernuansa alami, tradisi dan budaya masih dipegang masyarakat, makanan khas, sistem pertanian, dan sistem kekerabatan. Untuk menjadikan suatu desa sebagai desa wisata maka diperlukan beberapa persyaratan menurut Hadiwijoyo (2012), antara lain: (1) aksesibilitas baik, (2) terdapat objek-objek menarik, (3) masyarakat dan aparat menerima dan mendukung, (4) keamanan, (5) tersedia fasilitas desa wisata (akomodasi, telekomonikasi, tenaga kerja), (6) beriklim sejuk, dan (7) berhubungan dengan objek lain yang sudah dikenal masyarakat luas. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan inventarisasi mengenai potensi desa, baik dalam bentuk laporan
(teks) maupun peta (spasial). Dengan adanya data, maka pemerintah dapat memperoleh informasi yang memadai untuk membuat kebijakan dan pengambilan keputusan, serta dapat pula menentukan jenis pariwisata yang akan ditawarkan oleh suatu desa sesuai dengan potensi yang dimilikinya sehingga target dan sasaran program wisata yang dibuat menjadi jelas dan terukur. Selain itu, promosi dan branding merupakan kegiatan yang penting dalam kegiatan pariwisata. Strategi yang dapat dilakukan agar meningkatkan kontribusi sektor pariwisata untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat pedesaan dapat dijabarkan menggunakan analisis SWOT berikut. Dari segi kekuatan (strengths), desa memiliki potensi kekayaan sumber daya alam, jasa lingkungan, dan keanekaragaman adat istiadat yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Dari segi kelemahan (weaknesses), desa umumnya memiliki kualitas sumber daya manusia yang rendah dan sarana prasarana penunjang kegiatan wisata yang kurang memadai. Dari segi peluang (opportunities), potensi desa lain di sekitarnya dapat mendukung perkembangan wisata suatu desa, adanya relevansi antara kebijakan pemerintah pusat/ daerah dengan potensi dan aktivitas masyarakat desa, serta ketersediaan bantuan modal, baik melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) maupun swadaya masyarakat,
Mengindahkan Pesan Siwa dan Evolusi Awatara SIWA yang dikenal dengan sebutan Mahadewa, dan juga dikenal sebagai Dewa (Tuhan) berwajah lima (Pancanana). Agaknya sulit membayangkan, dan andaikan kini ada orang yang lahir memiliki wajah lima tentu akan menjadi pusat perhatian dunia, bisa–bisa dimuseumkan dijadikan objek wisatawan, atau akan segera dioperasi oleh kecanggihan dunia kedokteran. Tentu Tuhan Maha Mengetahui, dan Tuhan dalam wujud Siwa memiliki tiga mata (trinetra) sebagai simbol mengetahui masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Itulah alasannya pada zaman kini, Tuhan mempertimbangkan untuk mengambil wujud yang tidak selaras lagi seperti zaman dahulu, awatara muncul sebagai ikan (matsya), kura–kura (kurma), dan babi (varaha). Bila itu yang terjadi bisa–bisa digoreng, di-lawar, atau disate. Begitu juga bila Tuhan mengambil wujud dengan tangan empat, sudah pasti akan menjadi pertimbangan untuk dioperasi, apalagi lahir mengambil wujud setengah manusia setengah binatang (narahari), atau lahir mengambil wujud dengan berkepala gajah, dan tentu saja akan dijadikan perbincangan, atau di-bully dan sangat mungkin dijadikan objek wisata yang menarik di tengah masyarakat yang gelisah dan haus akan hiburan. Kehadiran Tuhan mengambil wujud di bumi tentu merupakan kehendak beliau yang diselaraskan dengan kondisi dan perkembangan zaman yang ada. Mula– mula Tuhan mengambil wujud ikan (matsya), dan itu merupakan bentuk ekspresi yang menyesuaikan kehidupan yang pertama muncul di air. Berikutnya, Tuhan mengambil wujud sebagai kura– kura (kurma) sebagai bentuk
Oleh I Gst. Ngr. Bagus Suryawan, S.T., S.Ag., M.M. penyesuaian kehidupan yang lebih berkembang dan bisa hidup di dua tempat yaitu darat dan air. Kemudian Tuhan mengambil wujud babi (varaha) dan ini menyesuaikan ekspresi kehidupan di darat. Evolusi berikutnya adalah hadirnya awatara dalam wujud setengah manusia dan setengah binatang (narahari) yang muncul sebagai Narasimha. Kemudian disusul dengan manusia terbelakang (wamana). Setelah itu, muncul perkembangan tubuh fisik yang lebih baik, Tuhan mengambil wujud sebagai Parasurama yang kuat dan perkasa, diikuti awatara Sri Rama sebagai sosok yang tinggi dan tampan sehingga raksasa pun kagum dan menyembah beliau. Begitu juga dengan kehadiran Sri Krishna yang sangat menarik, dan semua penduduk Brindawan tersedot perhatiannya. Buddha hadir di bumi melakukan tapa yang keras untuk mencari tahu akar kesedihan, dan menjauhi tradisi ritual–ritual yang mengorbankan binatang. Yang paling menarik dan mengejutkan tentu tulisan Swami Maheshwarananda yang mengungkapkan kembali tulisan Resi Jaimini, murid Wedawyasa dalam bukunya ‘’Sai Baba and Ashram Gufa Nara Narayana’’ yang disunting dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Prof. B.P. Mishra, 30 September 1989. Dalam buku tersebut terungkap kehadiran Siwa di bumi sebagai Bhagavan Sri Sathya Narayana yang lebih dikenal dengan sebutan Sai Baba. Sejak tahun 1940 hingga menjelang
tubuh fisik Bhagavan Sri Sathya Sai Baba ditinggalkan, setiap perayaan Maha Siwaratri selalu ditunggu oleh ratusan juta para bhakta-nya di seluruh dunia. Perayaan Maha Siwaratri begitu hening menunggu saat–saat Bhagavan Sri Sathya Sai Baba memunculkan ‘’Lingam’’ layaknya batu permata besar yang merupakan simbol asal mula ciptaan itu berasal. Lingam ini keluar dari tubuh beliau melewati kerongkongan dan muncul di mulut. Ketidaktahuan sering mengaburkan makna, dan penggunaan simbolis sering sekali mengalami pergeseran dan tidak jarang berubah menjadi formalitas. Sebagai contoh, Dewi Durga yang dalam aspeknya sebagai Dewi Kali mengenakan kalung kepala (tengkorak) manusia. Kelihatannya begitu menakutkan seolah–olah Dewi Kali ini adalah Dewi para leak yang menyukai ilmu hitam yang konon suka memangsa manusia. Sesungguhnya tidaklah demikian, seperti halnya Dewi Badrakali yang terungkap dalam Tantra, beliau mengenakan kalung kepala (tengkorak) manusia adalah bentuk lambang atau simbolis akar dari bunyi–bunyi yang keluar dari mulut manusia. Simbol ini digunakan karena manusia pada waktu itu belum mengenal huruf sehingga digunakan kepala manusia (tengkorak) sebagai simbol untuk menyatakan akar bunyi yang keluar dari mulut manusia. Akar bunyi ini dirangkai, dan dalam abjad Indo-Arya ada 50 akar bunyi mulai dari a sampai ksa. Karena itulah, Dewi Badrakali mengenakan kalung dengan merangkai simbol empat
puluh sembilan kepala manusia, dan satu kepala manusia dipegang sebagai lambang munculnya huruf a yaitu huruf pertama. Begitu juga dengan kehadiran Siwa yang muncul dengan lima wajah atau dikenal dengan Pancanana adalah simbol–simbol pesan agar mudah dipahami manusia. Karena itu, Siwa memperkenalkan lima wajah dan wajah yang di tengah disebut Kalyanasundaram. Wajah Siwa yang ada di tengah diapit oleh dua wajah di kanan (Ishana dan Dhaksineshvara) dan dua wajah di kiri (Vamadewa dan Kalagni). Sebagai Ishana, Siwa menyampaikan pesan ikutilah jalan yang telah ditunjukkan-Nya, dan bila manusia mengikuti jalan yang lain akan muncul penderitaan. Begitu juga pesan Siwa dalam wajahnya sebagai Daksineshvara, Siwa meminta untuk mendengarkan pesan–pesan moralitas dan kebaikan dengan bahasa yang begitu sopan. Sedangkan dua wajah Siwa yang lain membawa pesan melalui wajah Vamadeva dan Kalagni. Vamadeva berbicara dengan keras, dan memberi peringatan keras untuk menghukum bagi orang yang tidak berguna, penipu, ingkar janji, dan perbuatan jahat lainnya. Begitu juga pesan lain, Kalagni bagaikan semerah api (agnisharma) akan memarahi manakala ada yang telah barbuat bodoh dan tidak berharga. Dari lima wajah itu, hanya wajah Kalyanasundaram yang dinanti kehadirannya oleh manusia. Wajah ini begitu sejuk dan mempersilakan setiap orang untuk bisa duduk di sampingNya dengan membawa kebaikan. Dengan lima wajah ini Yang Mahakuasa memantau perilaku manusia.
bantuan pendampingan, bantuan pembangunan prasarana, penguatan kelembagaan dan penguatan kemitraan, sedangkan dari segi ancaman (threats) berupa menimbulkan kerusakan lingkungan, cultural shock, dan hadirnya peluang kerja lain yang lebih menggiurkan di luar desa. Dengan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak mendukung tercapainya peningkatan kontribusi sektor pariwisata dalam pembangunan ekonomi masyarakat pedesaan melalui analisis SWOT maka penerapannya adalah kekuatan (strengths) harus mampu mengambil keuntungan dari peluang yang ada (opportunities), mengatasi kelemahan (weaknesses) yang dapat mencegah keuntungan dari peluang yang ada (opportunities), selanjutnya menghadapi ancaman (threats) yang ada dari modal kekuatan yang dimiliki (strengths), dan terakhir adalah mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru. Selain itu, pembangunan sektor pariwisata harus tetap berlandaskan pada prinsip pembangunan berkelanjutan, yaitu pemerataan ekonomi, penghematan energi, pelestarian ekologi, dan peningkatan peran serta masyarakat dalam proses pembangunan. Penulis, Magister Geografi Minat Perencanaan Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
POJOK Presiden Jokowi nyatakan PPDB 2019 perlu dievaluasi. - Pertanda 2020 berubah lagi. *** Banyak siswa kelas VI SD belum bisa baca, tulis dan hitung. - Tapi pintar main HP. *** Sidang sengketa pilpres di MK berlangsung hingga dini hari. - Berharap hasilnya baik untuk bangsa.
Penulis, pensiunan Telkom
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Jumat Paing, 21 Juni 2019
Temuan Dewan Pendidikan
Banyak Siswa Kelas VI SD Belum Lancar Calistung Tabanan (Bali Post) -
Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan Kabupaten Tabanan menemukan fakta banyak siswa kelas VI SD yang belum lancar baca, tulis, dan berhitung (calistung). Persoalan ini pun harus segera dicarikan jalan ke luar, agar pendidikan di Tabanan benar-benar sesuai harapan.
Bali Post/bit
WORKSHOP - Workshop pemantapan calistung bagi guru SD. Workshop semacam ini diharapkan mampu memberikan kontribusi peningkatan kualitas pendidikan di Tabanan.
Perekrutan CPNS dan PPPK
Dewan Sarankan Formasi Pegawai TU SD Diusulkan ke Pusat
Bali Post/bit
RAPAT KERJA - Rapat kerja Komisi I DPRD Tabanan dengan tim BKPSDM yang membahas usulan formasi CPNS 2019. Tabanan (Bali Post) Tahun ini Pemkab Tabanan kembali mengusulkan perekrutan CPNS dan PPPK sebanyak 359 orang, dengan rincian 194 guru, 11 tenaga kesehatan dan 154 tenaga teknis. Dari rancangan formasi yang diusulkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) tersebut, ternyata belum diusulkan perekrutan tenaga tata usaha (TU) untuk SD. Padahal TU sangat dibutuhkan untuk mengerjakan administrasi di sekolah dan dana BOS. Hal ini yang menjadi perhatian khusus Komisi I DPRD Tabanan. Dalam rapat kerja Komisi I dengan tim BKPSDM Tabanan, Kamis (20/6) kemarin, dewan menyarankan Pemkab mengusulkan formasi TU ke pusat.
Ketua Komisi I DPRD Tabanan Putu Eka Nurcahyadi mengatakan, dibukanya kembali keran CPNS tahun 2019 diharapkan bisa menjadi peluang besar bagi tenaga kontrak untuk bisa mengisi kekurangan tenaga ASN. Hal itu harus melalui mekanisme dan disesuaikan dengan analisis beban kerja. Apalagi, diakuinya, persoalan tenaga fungsional sangat banyak. Misalnya, pengangkatan PPPK seolah-olah ada kesan moratorium. Padahal kebutuhan ASN berdasarkan analisis beban kerja mencapai 2.613 orang yakni tenaga guru 946 orang, tenaga kesehatan 774 orang dan tenaga teknis 893 orang. ‘’Apalagi banyak guru akan memasuki masa pensiun, ini juga perlu mendapat perhatian,’’ ucapnya.
Tabanan (Bali Post) Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lewat jalur prestasi sudah mulai dibuka Rabu (19/6) sampai Jumat (21/6) hari ini. Namun, hingga hari kedua atau Kamis (20/6) kemarin, pendaftaran jalur prestasi di SMP yang baru berdiri yakni SMPN 6 Tabanan, masih minim. Dari pantauan di lapangan, sejumlah siswa didampingi para orangtua mendatangi sejumlah SMP untuk mendaftar jalur prestasi. Mereka mencoba mendaftar di sekolah yang diinginkan dengan berbekal prestasi, baik itu akademik maupun nonakademik. Begitu pula di SMPN 6. Hanya untuk jalur prestasi di sekolah ini masih minim. Hingga hari kedua pendaftaran, hanya dua orang siswa yang mendaftar. Kondisi ini jauh berbeda dengan pendaftaran jalur prestasi di sekolah lainnya, khususnya di kawasan kota Tabanan. Tak dimungkiri, meski sudah tidak ada lagi istilah SMP unggulan atau favorit, namun image tiga sekolah negeri di kota Tabanan masih menjadi magnet tersendiri bagi para tamatan SD. Tiga sekolah tersebut yakni SMPN 1 Tabanan, SMPN 2 Tabanan, dan SMPN
3 Tabanan. Jalur prestasi yang dipasang sebanyak lima persen dari total kuota yang disiapkan masing-masing sekolah tersebut tentu saja membawa angin segar bagi tamatan SD yang berada di luar zonasi. Contohnya di SMPN 1 Tabanan. Dengan kuota sebanyak 352 siswa dengan jumlah 11 rombel, maka sekolah ini menyediakan 18 bangku yang diperebutkan lewat jalur prestasi. Hingga siang kemarin, tercatat 56 pendaftar dari jalur ini. Ketua Panitia PPDB SMPN 1 Tabanan Drs. I Ketut Maris Birawan, M.Pd. mengatakan, untuk jalur prestasi cukup banyak yang mendaftar. Jika tahun sebelumnya hanya ada 52 pendaftar, dalam PPDB tahun ini hingga hari kedua saja sudah tercatat 56 pendaftar. Jumlah ini kemungkinan bisa terus bertambah, karena pendaftaran untuk jalur prestasi dibuka sampai hari ini. Pada jalur prestasi, siswa bersangkutan harus membawa sertifikat dan piagam prestasi. ‘’Ada yang bawa satu sertifikat dan piagam, adapula yang sampai bawa sembilan sampai sepuluh, itupun beragam ada yang tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional,’’ terangnya.
Eka Nurcahyadi juga meminta penempatan ASN bisa merata di tiap kecamatan. Terkait tenaga guru, anggota Komisi I, Gusti Nyoman Omardani, menyatakan selain formasi guru, sebaiknya juga diusulkan tenaga TU khususnya untuk tingkat SD. Karena selama ini banyak guru yang merangkap kerja sebagai tenaga administrasi. ‘’Membutuhkan guru, tetapi pelaksanaan kegiatan administrasi di sekolah juga sangat penting. Mengapa tidak pernah diajukan usulan tenaga TU, agar guru mata pelajaran tidak dibebani, sehingga kualitas belajar mengajar di sekolah tidak terganggu,’’ sarannya. Hal serupa disampaikan anggota Komisi I, I Made Suarta. Menurutnya, keberadaan pegawai TU khususnya di jenjang sekolah SD, kata politisi asal Kediri ini, sangatlah penting. Maka dari itu, status mereka yang masih kontrak ataupun mengabdi haruslah diperjuangkan. ‘’Sesuai dengan yang disampaikan oleh Pak Omardani memang benar, pegawai TU memang harus ikut diperjuangkan,’’ tegasnya. Terkait usulan tersebut, Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra menjelaskan, untuk pegawai TU akan coba disampaikan dan dikoordinasikan kembali. Selama ini tidak ada diusulkan karena tidak ada jabatan untuk pegawai TU di sekolah. (kmb28)
Tak hanya sejumlah siswa kelas VI SD, Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan saat melakukan monitoring ke sejumlah sekolah, khususnya di wilayah perdesaan belum lama ini juga menemukan siswa tamat SMP belum lancar calistung. Ketua Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suartana, Kamis (20/6) kemarin mengungkapkan, adanya siswa yang belum lancar calistung meski sudah duduk di bangku kelas IV, V, dan VI ini disebabkan sejumlah faktor. Selain faktor kemampuan siswa itu sendiri, juga disebabkan masih adanya guru yang kerap tidak mengajar saat jam pelajaran. Para guru bisa saja ditugaskan ke luar lantaran jumlah guru yang minim. ‘’Banyak guru saat jam pelajaran tidak ada di tempat, apakah ditugaskan di luar tupoksi sebagai
para guru SD kelas IV, V, dan VI. Kemarin kegiatan ini dilangsungkan di gedung PGRI Tabanan. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Miarsana menegaskan, para guru tidak hanya mengejar wajib belajar sembilan tahun, tanpa melihat hasil yang diperoleh siswa. Begitupun dalam kegiatan pelatihan atau workshop yang kerap diadakan baik Dewan Pendidikan maupun Klinik Pendidikan, jangan hanya mencari target untuk mendapatkan sertifikat untuk mengejar kelengkapan sertifikasi semata. ‘’Gunakan kegiatan sebaik-baiknya untuk bisa menyerap ilmu yang nantinya bisa membantu meningkatkan kualitas lulusan, khususnya di jenjang SD. Karena yang saya dengar
Truk Tabrak Carry Berisi Satu Keluarga
Bali Post/ist
LAKALANTAS - Kondisi mobil Suzuki Carry yang mengalami lakalantas di Banjar Mekayu Desa Lalanglinggah.
Jalur Prestasi di SMPN 6 Tabanan Minim Pendaftar
Bali Post/bit
PPDB - Pendaftaran PPDB jalur prestasi di SMPN 1 Tabanan, Kamis (20/6) kemarin. Lebih lanjut disampaikan Birawan, setelah tiga hari dibuka pendaftaran jalur prestasi, nantinya berkas yang sudah masuk ke panitia akan diseleksi dan diverifikasi, sesuai juknis PPDB 2019. Prestasi yang didapatkan calon siswa haruslah perorangan, bukan beregu. ‘’Kalau terima beregu, tentunya akan sangat banyak meski itu juara nasional. Kabupaten, provinsi, nasional, dan internasional tetap yang kami minta prestasi perorangan dan dibuktikan dengan
Bendahara BOS atau perpustakaan, sehingga imbasnya ke murid,’’ ucapnya. Faktor lingkungan dan minimnya perhatian orangtua terhadap perkembangan anak juga menjadi penyebab tidak maksimalnya siswa menyerap pelajaran di sekolah. Di sisi lain, metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru masih ada yang menggunakan pola lama. Pada kurikulum K13 yang diterapkan saat ini, guru diminta berinovasi dalam memberikan pelajaran ke siswa. Metode pembelajaran yang mengasyikan dan mudah dipahami oleh siswa, harus diutamakan. Guna meningkatkan kualitas pendidikan, Dewan Pendidikan dan Klinik Pendidikan Tabanan melaksanakan sejumlah program, salah satunya workshop pemantapan calistung bagi
memang masih ada siswa bahkan sudah kelas VI SD belum lancar calistung,’’ ucapnya. Miarsana juga menyatakan akan melakukan evaluasi terkait hasil workshop, apakah nantinya bisa benar-benar sudah diterapkan dengan baik oleh para guru di sekolahnya masing-masing. Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Made Dirga mengapresiasi langkah Dewan Pendidikan yang sudah sering membuat terobosan mengatasi beragam persoalan pendidikan di Tabanan. Hanya kembali ditekankan olehnya, baik Dewan Pendidikan maupun Dinas Pendidikan, harus bisa menjalin koordinasi dan komunikasi yang baik dalam menjalankan program, agar tidak ada tumpang tindih. ‘’Jangan sampai ada ketersinggungan. Jalankan program agar nyambung. Sama-sama melakukan pengawasan dan memberikan solusi serta bersinergi memajukan pendidikan di Tabanan,’’ ujarnya. (kmb28)
piagam yang dilegalisir oleh yang berwenang, seperti kepala sekolah dan koordinasi dengan KONI kalau untuk nonakademik,’’ terangnya. Selain itu, prestasi harus diraih selama dua tahun terakhir. ‘’Di luar itu, tidak diterima. Kami sesuai dengan juknis saja,’’ tegasnya. Sementara pengumuman siswa yang masuk melalui jalur prestasi akan dilakukan Senin (24/6). Setelah itu dilanjutkan dengan pendaftaran dari sistem zonasi. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Lakalantas terjadi di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di kawasan Banjar Mekayu Desa Lalanglinggah Kecamatan Selemadeg Barat, Kamis (20/6) kemarin. Truk Mitsubishi menabrak Suzuki Carry ST yang berisikan satu keluarga. Beruntung tidak sampai ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, empat penumpang Carry mengalami luka-luka. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta mengatakan, lakalantas tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Bermula dari sebuah kendaraan truk dengan nomor kendaraan M 9464 UN yang dikemudikan Ach Bahri (43) dengan alamat Dusun Rompeng Desa Paterongan Kecamatan Galis, Bangkalan, datang dari arah barat menuju arah Denpasar. Setibanya di TKP atau pada saat melintasi jalan turunan dan tikungan landai ke kiri, truk ini mendahului truk lainnya yang tidak diketahui identitasnya. Dari arah berlawanan melaju Suzuki Carry ST 100 DK 1537 DO berisi satu keluarga yang dikemudikan Moh Masrur (47) yang beralamat Perumahan Dalung Permai Kecamatan Kuta Utara. Lantaran jarak yang sudah terlalu dekat, kecelakaan tak bisa dihindari. ‘’Beruntung tidak sampai ada korban jiwa. Hanya beberapa penumpang dirujuk ke BRSUD Tabanan setelah mendapatkan penanganan di Puskesmas Selemadeg Barat,’’ ucapnya. Mereka yang dirujuk yakni pengemudi mobil Carry. Dia mengalami luka robek pada betis kaki kanan dan kiri dan lecet pada pipi kanan. Sementara Fidhoh Fitrotun Nafisa (5) mengalami luka robek pada telapak kaki sebelah kanan serta lecet pada dahi. (kmb28)
BULELENG
8
Jumat Paing, 21 Juni 2019
Orientasi Kehumasan
Pemkab Coba Adopsi Jabar Quick Response BAGIAN Humas dan Protokol Sekkab Buleleng menyelenggarakan Orientasi Kehumasan di Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Dari orientasi itu, Pemkab akan mencoba menerapkan salah satu inovasi yang dijalankan Humas Pemprov Jabar yaitu Jabar Quick Response di Bali Utara. Hal tersebut terungkap dalam orientasi kehumasan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Rombongan diterima Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokol Pemprov Jabar, Ir. Hermansyah, M.Si. di Ruang Rapat Papandayan, Kantor Gubernur Jabar, Kamis (20/6) kemarin. Wakil Bupati Nyoman Sutjidra didampingi Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Sekkab Buleleng, Ketut Suwarmawan mengatakan, dari orientasi ini Pemkab bisa mempelajari berbagai pro -
gram inovasi dari Pemprov Jabar khususnya di Humas Jabar. Dari pemaparan disebutkan ada Jabar Quick Response. Untuk di Buleleng juga mempunyai hal semacam itu namun masih di bidang kesehatan yaitu Buleleng Emergency Service (BES). Untuk bisa seperti Jabar Quick Response, nantinya BES akan diintegrasikan dengan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sehingga bisa melibatkan lebih banyak pihak. “Saya lihat, di Jabar ini sudah terintegrasi sekali bahkan mereka telah melibatkan pihak swasta,” jelasnya. Menurut Sutjidra, adopsi Jabar Quick Response ini nantinya akan menghasilkan BES Plus. Jika BES hanya bergerak di bidang kesehatan, BES Plus akan bergerak di seluruh bidang dengan melibatkan seluruh pihak ataupun SKPD terkait. Dengan begitu, segala permasalahan di masyarakat bisa diatasi dengan
cepat. “Kita akan coba adopsi Jabar Quick Response tersebut dengan BES Plus. Kita akan rintis,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokol Pemprov Jabar, Hermansyah, mengatakan humas harus mengikuti kemajuan zaman. Kalau saat ini, media sosial sedang terkenal, humas harus terlibat di dalamnya. Humas tidak boleh terpaku dengan media tradisional (media cetak dan elektronik, red), meskipun tidak boleh juga melupakannya. Media sosial sebenarnya murah, tetapi sasarannya mengena. Utamanya kepada kaum milenial yang sangat adaptif terhadap perubahan. “Itu sangat diperlukan untuk menyasar kaum muda. Keaktifan di media sosial ini menjadi suatu kebaruan ataupun inovasi di Humas Jabar. Intinya, jangan sampai ketinggalan dengan teknologi,” jelasnya. (ad510)
ORIENTASI KEHUMASAN - Humas dan Protokol Sekkab Buleleng menggelar orientasi kehumasan ke Pemprov Jabar, Kamis (20/6) kemarin.
Jamur Akar Putih Serang 4.306 Hektar Cengkeh Singaraja (Bali Post) Serangan penyakit jamur akar putih (JAP) menjadi momok mengerikan bagi petani cengkeh di Buleleng. Sampai tahun ini, tercatat seluas 4.306 hektar kebun cengkeh yang tersebar di sembilan kecamatan di Buleleng, mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat terserang JAP. Data Dinas Pertanian (Distan) Buleleng, JAP dilaporkan telah merusak 53,22 persen dari total lahan cengkeh di daerah ini seluas 8.091 hektar. Dengan rincian 2.589 hektar mengalami kerusakan ringan, dan 1.717 hektar mengalami kerusakan berat. Pelaksana Tugas (Plt.) Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiarta yang ditemui belum lama ini mengklaim setiap tahun pihaknya sudah memprogramkan penangaRAWAN DISERANG JAP - Tanaman cengkeh di Buleleng masih rawan diserang penyakit jamur akar putih (JAP). Pengendalian selama ini sudah dilakukan, namun belum mampu membasmi serangan JAP tersebut.
nan JAP dengan memberikan bantuan bibit trekoderma serta pupuk organik kepada kelompok petani. Tahun ini, bantuan tersebut diberikan di Kecamatan Tejakula, Sukasada, Sawan, Busungbiu, Banjar, dan Seririt, untuk luas lahan 300 hektar. “Trekoderma itu semacam jamur juga, yang memakan JAP ini. Sentra-sentra kami untuk menangani JAP ini ada di Kubutambahan dan Banjar,” katanya. Menurut Sumiarta, setelah melakukan penanganan dengan trekoderma, serangan JAP belum juga maksimal bisa dibasmi. Pasalnya, pola penanganan ini dilakukan d eng a n sist em d em p lot . Demikian juga, kerugian yang ditimbulkan akibat serangan JAP belum bisa dipastikan karena tergantung dengan
kemampuan produksi tanaman itu sendiri. “Kami belum bisa mendata, karena kegiatan ini spot per spot. Yang jelas dari kegiatan pemberian trekoderma boleh dikata adalah penurunan yang signifikan, di beberapa demplot yang sudah dilaksanakan. Kerugian juga yang jelas tergantung hasil produksi. Produksi itu dilakukan dua tahun ke depan, sehingga belum bisa didata,” jelasnya. Serangan JAP juga meresahkan petani cengkeh di Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Ratusan pohon cengkeh mati akibat terserang jamur tersebut. Perbekel Mengening, Angga Wirayuda, menyebutkan, beberapa petani di desanya mulai putus asa, sebab obat-obat yang digunakan untuk membasmi jamur tak sepenuhnya ampuh. Produksi lahan pun turun drastis. Biasanya per hektar lahan bisa menghasilkan tiga ton cengkeh basah per tahunnya, kini turun menjadi 500 kilogram per hektar. (kmb38)
Puluhan Koperasi Macet
Dinas Koperasi-UKM Usulkan Pencabutan Izin Badan Hukum Singaraja (Bali Post) – Hingga tahun ini, tercatat 23 koperasi di Buleleng masuk kategori macet. Koperasi tersebut dinyatakan tidak aktif dalam menjalankan unit usahanya. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop-UKM) pun mengusulkan pencabutan izin Badan Hukum (BH) terhadap puluhan koperasi itu. Kepala Dinas Koperasi-UKM Nyoman Swatantra didampingi Kepala Bidang Koperasi dan UKM Made Wiagra, Kamis (20/6) kemarin, mengatakan pengajuan pencabutan badan hukum tersebut, setelah pihaknya melakukan pembinaan menyasar koperasi di Bali Utara. Dalam pembinaan
tersebut, puluhan koperasi juga tidak mampu melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Padahal, RAT bukan sekadar syarat administrasi, namun tujuannya adalah mengukur tingkat laju perkembangan koperasi itu, termasuk menyusun program dalam satu tahun ke depan. Hanya, RAT ini tidak disiplin dijalankan oleh pengelola koperasi bersangkutan. “Kami ajukan itu, sudah tidak aktif dan sudah sulit dilakukan koordinasi. Bahkan, papan nama, anggota dan pengurusnya sudah tidak ditemukan,” katanya. Menurut Swatantra, sebelum pengusulan pencabutan badan hukum itu dikirim ke Kementerian Koperasi
dan UKM, pihaknya melakukan pengumuman terkait pengajuan pengusulan tersebut di sekitar tempat kerja koperasi. Jika tak ada konfirmasi atau keberatan dari pihak anggota maupun pengurus, maka pengajuan akan dilanjutkan ke pemerintah pusat. “Sebelum kami mengusulkan dilakukan pembinaan berkali-kali. Harapannya badan hukum dicabut, utang-piutang dengan pihak ketiganya sudah clear tidak ada masalah,” tegasnya. Swatantra menambahkan, usulan pencabutan izin koperasi disebut akan dievaluasi setiap tahun. Jumlah usulan pencabutan izin badan hukum koperasi yang dimulai tahun 2016,
Populasi Jalak Bali Meningkat Singaraja (Bali Post) Populasi curik Bali atau yang dikenal dengan burung jalak Bali, mulai mengalami peningkatan. Tahun ini, ada sekitar 236 ekor burung curik Bali yang terbang bebas di alam. Sementara di penangkaran Taman Nasional Bali Barat (TNBB) jumlahnya sudah mencapai 390 ekor. Kepala TNBB Agus Ngurah Krisna Kepakisan, belum lama ini mengatakan, tahun 2015 lalu, populasi curik Bali sempat menurun, yakni hanya 35 ekor di alam. Selain karena faktor pencurian di alam yang cukup tinggi,
Bali Post/kmb38
MENINGKAT - Populasi jalak Bali di kawasan TNBB terus mengalami peningkatan.
menurunnya jumlah populasi burung dengan nama latin leucopsar rothschildi ini juga terjadi lantaran cuaca yang cukup ekstrem, sehingga curik Bali hanya dapat tinggal di wilayah TNBB. Untuk mengantisipasi terjadinya kepunahan, Balai TNBB melakukan upaya pengembangbiakan curik Bali. Penangkaran TNBB mampu menetaskan 60 ekor curik Bali setiap tahunnya. Burung-burung itu kemudian dilepasliarkan bila sudah berumur 11 bulan. “Setiap tahun, kami rutin melepas curik Bali sebanyak 45 ekor. Selama mengembangbiakkan, hampir tidak ada kendala karena sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, pemberian pakan, vitamin dan suplemen sesuai standar,” katanya. Menurut Krisna, Balai TNBB punya strategi khusus untuk melepas curik Bali di alam. Jika dulu hanya dilepas di wilayah Teluk Berumbun, kini burung berwarna putih itu mulai dilepas di wilayah Labuan Lalang, dan Hutan Cekik. “Penangkaran curik Bali yang dulunya ilegal, sekarang sudah dilegalkan. Pemerintah membantu untuk mencarikan izinnya, sehingga harga curik Bali turun. Masyarakat tidak perlu lagi membeli curik Bali dari hasil curian di alam. Masyarakat sekarang bisa membelinya di penangkaran yang legal,” jelasnya. Sejauh ini, TNBB menargetkan, populasi curik Bali di alam minimal berjumlah 500 ekor. Untuk itu, pengawasan dan perlindungan curik Bali di kawasan TNBB pun kian diperketat dengan dijaga oleh polisi kehutanan yang dibagi dalam enam kantor resort. “Semua tugasnya mengamankan kawasannya. Dari luasan TNBB 19 ribu hektar, dibagi menjadi tiga seksi. Mereka rutin patroli bersama masyarakat,” ujarnya. (kmb38)
sebagai program reformasi koperasi di Indonesia sudah mencapai 133 unit koperasi tersebar di sembilan kecamatan di Buleleng. Jumlah itu termasuk tinggi kalau dibandingkan dengan jumlah koperasi yang masih aktif di Buleleng, 286 unit. Selain itu, ada juga 48 unit koperasi yang saat ini dinilai dalam kondisi keuangan tidak sehat dan dalam tahap pemantauan. Sementara itu, dari jumlah koperasi yang dalam kondisi pailit disebabkan karena faktor tata kelola koperasi yang tidak profesional. Kemudian, masalah permodalan dan masih rendahnya sumber daya manusia (SDM) pengelola di koperasi itu sendiri. (kmb38)
Nyoman Swatantra
Bali Post/kmb38
GIANYAR
Jumat Paing, 21 Juni 2019
9
Rumah Kos Dijadikan ”Guest House”
Pemilik Dipanggil Satpol PP Gianyar (Bali Post) -
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah kos yang berlokasi di Perum Permata Abianbase, Jalan Mulawarman, Gianyar, Kamis (20/6) kemarin. Sidak itu digelar karena menurut informasi rumah kos tersebut digunakan untuk guest house (penginapan). Kepala Satpol PP Kabupaten Gianyar I Made Watha menjelaskan, sidak tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Laporan itu ditindaklanjuti ke rumah kos yang bersi 10 kamar itu. “Saat kami cek ke sana, ada plang guest house,” katanya. Mengingat banyaknya jumlah kamar pada bangunan lantai dua tersebut, kata Watha, seharusnya sudah kena pajak apalagi sudah difungsikan sebagai penginapan. Petugas yang mendatangi tempat itu pun meminta izin usaha, namun pemiliknya tidak bisa menunjukkan. “Pemiliknya asal Jakarta, sedangkan istrinya
asli Tabanan. Itu arealnya perumahan dengan dua lantai, di atas lima kamar dan di bawah lima kamar,” katanya. Watha menyarankan kepada pemilik penginapan tersebut agar secepatnya melengkapi izin. Namun sebelum proses itu, pemilik penginapan tetap akan dipanggil ke Kantor Satpol PP Gianyar. “Kami akan koordinasikan juga dengan Dinas Perizinan, kalau guest house pasang saja sekalian untuk pondok wisata dan izinnya agar dilengkapi,” tegasnya. Sekretaris Dinas Satpol PP Gianyar Adi Sandiana menambahkan, pihaknya akan melakukan rapat bersama dinas terkait. Khususnya yang
menangani terkait kasus serupa mulai dari kepala lingkungan, perbekel, camat, Dinas Perizinan, Dinas Pariwisata dan dinas terkait lainnya. Pasalnya, kasus seperti itu kerap ditemukan di Gianyar. “Selain rapat, ketika sidak juga akan kami libatkan mereka. Karena ini semua termasuk dari tahapan yang dilalui pada dinas tersebut, agar tidak Satpol PP hanya menjadi leading permasalahan saja. Sedikit-sedikit diserahkan ke Satpol PP, jadi kita mencari bagaimana solusi untuk mengatasi itu semua dengan bekerja sama antara OPD yang ada hubungan dengan kasus tersebut,” ujarnya. (kmb35)
Ngaben Massal, Jalur Desa Kemenuh Ditutup
Gianyar (Bali Post) Serangkaian pelaksanaan upacara ngaben massal di Desa Kemenuh, pihak kepolisian melakukan penutupan arus Jalan Raya Kemenuh, Jumat (21/6) hari ini. Pengendara jalan diminta mencari jalur alternatif.
Kasubag Humas Polres Gianyar Iptu Ketut Suarnata mengatakan, serangkaian upacara ngaben di desa setempat, jajaran kepolisian melakukan penutupan arus lalu lintas dalam beberapa jam pada Jumat hari ini. ‘’Penutupan dimulai pukul
10.00 sampai 13.00 Wita, karena akan ada kegiatan pengabenan massal,’’ ujar Suarnata, Kamis (20/6) kemarin. Menurut Suarnata, desa pakraman setempat akan menggunakan jalan utama Kecamatan Sukawati-Kecamatan Blahbatuh itu untuk melakukan rangkaian upacara. ‘’Untuk itu, diimbau kepada pengendara yang berencana melewati Jalan Raya Kemenuh agar mencari jalan alternatif lain, guna kelancaran berkendara,’’ pintanya. Suarnata menambahkan, hal ini dinilai penting mengingat jalan itu merupakan jalur wisata yang dilalui oleh guide saat mengantar wisatawan setiap harinya. ‘’Maka kepolisian menyebarkan informasi penutupan jalan itu melalui media massa dan media sosial,’’ katanya. Suarnata menegaskan, pihak kepolisian juga mencantumkan rute jalur alternatif. Yakni kendaraan dari Jalan Raya Batuan menuju Blahbatuh dialihkan ke Jalan Raya Mas, Kecamatan Ubud. Begitu sebaliknya, dari Kecamatan Blahbatuh jika hendak menuju Sukawati, diharapkan memutar ke Goa Gajah untuk selanjutnya ke Jalan Raya Mas. Apabila dari Blahbatuh hendak ke Denpasar, sebaiknya melalui By-pass I.B. Mantra melewati Desa Blangsinga. (kmb35)
Bali Post/ist
SIDAK - Petugas Satpol PP Kabupaten Gianyar saat melakukan sidak di Perum Permata Abianbase, Jalan Mulawarman, Gianyar, Kamis (20/6) kemarin.
Perajin Masih Terkendala Pemasaran Gianyar (Bali Post) Masalah pemasaran masih menjadi kendala utama yang dihadapi perajin di Gianyar. Kendala terkait bahan baku, mutu SDM perlahan mulai bisa teratasi, tapi semua itu kadang-kadang terbentur dengan lesunya pasar saat ini. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Desa Celuk I Nyoman Rupadana pada saat pendampingan perajin binaan Dekranasda Provinsi Bali di Arimasta Silver di Desa Celuk Sukawati, beberapa waktu lalu. Rupadana yang juga Ketua Asosiasi Perak Desa celuk ini menambahkan, para perajin yang bertahan saat ini hanya yang memiliki modal besar, tenaga kerja dan pangsa pasar yang tetap. Sementara yang lain masih terbentur dengan makin lesunya pema-
saran perhiasan perak saat ini. “Ujung dari sebuah bisnis tentu pemasaran. Jika kita sudah memiliki mutu SDM yang bagus, dan semangat menciptakan inovasi-inovasi baru di bidang desain produk tapi jika pemasaran seret takutnya mereka akan patah semangat dan tidak mau lagi berkecimpung di bidang industri kerajinan perak,” tegasnya. Rupadana berharap Dekranasda Kabupaten Gianyar dan Dekranasda Provinsi Bali dapat menampung semua permasalahan yang dihadapi para perajin. Tidak hanya perajin di Desa Celuk saja, termasuk perajin lainnya di Gianyar. “Harapan kamu, ke depan ada solusi terkait pemasaran ini,” ujarnya. Hal senada juga dilontar-
kan pemilik Arimasta Silver, Ni Wayan Latri Astuti. Ia mengaku sudah memiliki pembeli tetap dari luar negeri yang secara rutin mengorder barang di tempatnya. Sementara jika ingin bertahan hanya dengan menunggu kunjungan tamu ke artshop tentu merupakan hal yang mustahil untuk bisa bertahan. “Makanya saya tetap mengharapkan bantuan dari segi pemasaran,” katanya. Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindag Provinsi Bali Gde Suamba mengatakan, terkait masalah pemasaran, pihaknya mengharapkan agar para perajin mulai memanfaatkan pemasaran secara online. “Di samping memang ada dari Dekranasda Kabupaten memberikan fasilitas pameran di berbagai event
tertentu, kita juga harus memanfaatkan pasar online untuk pemasaran,” katanya mengingatkan. Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun mengatakan, pemerintah telah berkomitmen membantu para perajin di Kabupaten Gianyar. Selama ini, Dekranasda sudah memberikan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan mutu SDM perajin di Gianyar, menfasilitasi promosi melalui event pameran dan lain sebagainya. “Lewat kunjungan ini, kami juga mencari masukan untuk program ke depannya, kegiatan atau pelatihan apa yang diperlukan oleh para perajin. Kami ingin program yang kami buat benar-benar bermanfaat,” tegasnya. (kmb35)
Ekonomi Global Lesu
Pengusaha ”Handycraft” Mencoba Bertahan Gianyar (Bali Post) Di tengah lesunya ekonomi global, perajin handycraft di Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang masih bisa bertahan. Bahkan sejumlah mebel berupa meja dan kursi dengan ukiran diekspor ke belahan Benua Eropa, Amerika hingga Australia. Hal ini diungkapkan salah satu pemilik usaha handycraft Kadek Artono asal Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang. Menurut Artono, saat ini penjualan handycraft memang tidak seperti dulu. Kondisi ini pula yang menyebabkan sejumlah perajin di seputaran Tegallalang mulai gulung tikar. “Saya sendiri masih berupaya agar tetap bisa bertahan, dan menyesuaikan dengan keadaan,”
katanya. Artono mengatakan, handycraft yang dibuatnya menggunakan bahan kayu sengon. Menurutnya, harga untuk jenis kayu ini masih terjangkau oleh para perajin. “Kalau beli Rp 2,5 juta sudah dapat sekitar 10 kubik. Kayu sengon ini ada di seputaran Gianyar utara hingga Bangli,” ujarnya. Selain mudah didapat, kata Artono,bahannya yang ringan kerap menjadi pilihan para pemesan. Hal ini berbeda dengan kayu jati yang harganya terus melambung. “Kayu sengon ini ringan, dan tahan rayap. Hanya biasanya kalah kalau kena air atau di tempat terlalu lembab. Kalau jati memang bagus, namun harganya terus naik,” katanya.
MENGUKIR - Terlihat Kadek Artono saat mengukir salah satu handicraft di Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang.
Memasuki pertengahan tahun ini, Artono mengaku menerima cukup banyak pesanan. Untuk memenuhi target, ia sendiri sering meminta bantuan tukang asal Bangli untuk mengerjakan bentuk dasar mebel yang sesuai pesanan. “Bentuk dasar meja atau kursi dengan kayu ini dikerjakan oleh kenalan di Bangli,” katanya. Apabila dasar mebel itu sudah jadi, Artono bersama sejumlah perajin di Desa Sebatu mulai melakukan finishing. Salah satunya memberikan ukiran pada mebel tersebut, seperti motif bunga, daun dan hewan. “Jadi, di sini kita beri motif agar terlihat lebih indah. Setelah itu baru dilakukan pewarnaan,” paparnya. Menurut Artono, pihaknya saat ini sedang mengerjakan pesanan yang nilainya puluhan hingga seratus juta rupiah lebih. Pesanan itu harus sudah selesai dalam waktu tiga bulan. “Kalau pesanan banyak, biasanya bisa dikerjakan berjangka. Artinya, tiga bulan pertama dikirim dulu, setelah itu dilanjutkan pengerjaan sisanya,” jelasnya. Menurut Artono, seluruh pesanan itu kerap diambil oleh agen, kemudian dikirim lewat cargo. Selanjutnya, pesanan tersebut dikirim ke sejumlah negara seperti Jerman, Amerka, Australia dan negara lainnya. “Sekarang pesanan dominan dari negera-negara itu,” katanya. Artono menambahkan, saat ini pesanan cukup tinggi. Namun bila sudah memasuki Desember, pesanan akan menurun drastis. “Memasuki Desember saja biasanya minim, mungkin karena dominan pemesan berhari raya pada bulan itu,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PERAJIN - Kepala Desa Celuk I Nyoman Rupadana pada saat pendampingan perajin binaan Dekranasda Provinsi Bali di Arimasta Silver di Desa Celuk Sukawati, beberapa waktu lalu.
Parade Baleganjur Pesta Kesenian Bali XLI Tahun 2019
’’Angkus Prana’’ Gemuruhkan Ardha Candra
SORAK-SORAI dan tepuk tangan penonton bergemuruh di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali menyambut penampilan Sekaa Baleganjur Bala Nawa Sanga, Kecamatan Blahbatuh, Rabu (19/6) malam. Kecamatan Blahbatuh sebagai duta Kabupaten Gianyar pada ajang Parade Baleganjur Pesta Kesenian Bali XLI Tahun 2019. Tampil setelah Kabupaten Buleleng, duta Gumi Seni ini menampilkan garapan yang berjudul ‘’Angkus Prana’’. Angkus Prana merupakan kemampuan luar biasa, yakni membangun dan menyerukan sembilan unsur kekuatan dewa ke dalam diri melalui olah bayu yang dimiliki putra Pandu bernama Bhima. Angkus berarti menyatukan, Prana berarti menarik napas, bayu atau angin. Sehingga dapat dimaknai sebagai penyatuan kekuatan melalui olah pikir dan pengaturan napas. ‘’Angkus Prana ini menjadi konsep dasar dari garapan baleganjur ini yang di dalamnya mempersatukan napas lagu atau gending serta ekspresi kreatif dari berbagai kelompok pemain,’’ kata Ketua Sekaa Baleganjur Bala Nawa Sanga Komang Praptika Kamalia Jaya, S.Sn., M.Sn. Menurut Praptika Kamalia Jaya, ide garapan ini terinspirasi dari tokoh Bhima ketika berperang melawan raksasa Hidimbi. Di tengah-tengah pertempuran sengit, Bhima memusatkan pikiran un-
tuk menarik sembilan unsur kekuatan dewa, yaitu Dewa Bayu, Dewa Ruci, Marutsutha, Wil Jajagwreka, Gajah Situbanda, Naga Kumara, Garuda Mahambira, Begawan Minaka dan Bimasena melalui bayu ke dalam tubuhnya. Penyatuan kekuatan dewa ini kemudian melahirkan kekuatan maha dahsyat yang digunakan Bhima untuk membunuh Hidimbi. Praptika Kamalia Jaya menambahkan, penuangan fi-
losofi Angkus Prana ke dalam garapan baleganjur dilakukan dengan tetap memperhatikan struktur serta tata garap baleganjur pada umumnya. Garapan ini memadukan pola ketukan musik yang sering disebut sukat yang sesekali dimunculkan, disaling-silang dan ditumpang-tindihkan sesuai kebutuhan pola garap gending. Olahan bunyi dan ritme kemudian diperkaya dengan perpaduan gerak atraktif dengan olah vokal dari pemain.
Sehingga melahirkan satu kesatuan utuh dengan tetap mempertimbangkan nilainilai etika dan estetika guna memberikan vibrasi positif dalam dinamika kehidupan masyarakat. ‘’Spirit Angkus Prana digelorakan dalam garapan baleganjur ini, untuk mengingatkan kita betapa pentingnya penyatuan berbagai kekuatan serta pikiran yang kita miliki dalam membangun daerah, bangsa dan negara,’’ ujarnya. (ad515)
MEMUKAU - Penampilan memukau Sekaa Baleganjur Bala Nawa Sanga, Kecamatan Blahbatuh di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, Rabu (19/6) malam.
JEMBRANA
10
Jumat Paing, 21 Juni 2019
Yayasan MBM Gelar ”Publish” Desa di Banjar Benel Manistutu
Bantu Penyediaan Air Bersih dan Pemeriksaan ”Pap Smear”
YAYASAN Maha Bhoga Marga (MBM) menggelar Publish Desa Manistutu di Balai Banjar Benel, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Kamis (20/6) kemarin. Dalam kegiatan Diskusi Panel melibatkan masyarakat Benel dan sekitarnya ini, Yayasan MBM yang merupakan lembaga sosial yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat ini turut menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Dinas Kesehatan dan pendamping desa. Selain menggelar diskusi panel dengan tema “Partisipasi Warga dalam Pengelolaan Potensi Desa untuk Mendukung Kesejahteraan dan Kesehatan Warga”, juga dirangkai dengan pelayanan kesehatan melalui kegiatan pemeriksaan pap smear untuk anggota kelompok dan masyarakat umum. Kepala Bidang Advokasi dan Kesehatan MBM Gede Eka Wirantoyo mewakili Direktur MBM Pdt. I Ketut Sudiana, M.Th. mengatakan, sejak tahun 2011 di Banjar Benel, MBM telah melakukan pendampingan di desa khususnya kelompok kelu-
arga. Pendampingan terus berlanjut melalui penyediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari sekitar 50 keluarga. Proyek pengadaan bak penampungan air bersih yang dimulai sejak 2018 sudah dipergunakan warga untuk keperluan rumah tangga. Pengadaan sarana air bersih bukan sekadar untuk keperluan konsumtif. Di balik itu MBM juga ingin ketersediaan air bersih ini dapat meningkatkan derajat kesehatan warga dan mengurangi waktu masyarakat untuk mencari air. Sehingga lebih banyak waktu yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas. Gede Eka menambahkan tujuan kegiatan ini selain mempererat jalinan kerja sama antara Yayasan MBM dengan Pemerintah Desa Manistutu, anggota kelompok, dan stakeholder di tingkat Kabupaten Jembrana juga meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi wanita. Juga terkait kegiatan pemeriksaan pap smear bagi anggota kelompok dan warga. “Selain itu juga untuk memperkenalkan potensi desa
Manistutu melalui pemanfaatan website desa,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan secara simbolis website desa kepada perangkat Desa Manistutu melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Desa pada Dinas PMD Jembrana I Ketut Sudiono. Diharapkan, dengan adanya pendampingan pemberdayaan desa ini, potensi desa dapat dikenal secara luas, perempuan dan warga miskin mendapat akses ke layanan publik dasar, jejaring kerja pemerintah desa dan lembaga-lembaga terkait, di antaranya Pemkab Jembrana, MBM, dan adat serta Desa Manistutu semakin kuat. Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Desa pada Dinas PMD Jembrana I Ketut Sudiono mewakili Kepala Dinas PMD Jembrana mengungkapkan kegiatan yang dilakukan MBM ini sangat diapresiasi pemerintah daerah. Melalui pendampingan selama ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa khususnya di Banjar Benel, Manistutu (ad521)
PERINGATAN – Satpol PP memberikan peringatan kepada salah satu toko yang belum menerapkan Pergub tentang penggunaan busana adat Bali pada hari Kamis.
Karyawan Belum Berbusana Adat
Satpol PP Tegur Sejumlah Toko Swalayan Negara (Bali Post) Sejumlah toko swalayan di wilayah kota Negara, Kamis (20/6) kemarin mendapat teguran dari Satpol PP Jembrana. Pasalnya dari pengawasan yang dilakukan ke sejumlah toko modern, swalayan dan minimarket, masih belum mengikuti Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali. Sidak juga menemukan hampir semua papan nama toko dan swalayan belum menggunakan aksara Bali. Sementara terkait pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, sudah diikuti namun ada juga yang belum.
DISKUSI PANEL – Yayasan MBM menggelar diskusi panel di Balai Banjar Benel, Desa Manistutu, kemarin. Selain melakukan pendampingan pengadaan sarana air bersih bagi warga, MBM juga menyerahkan website desa agar potensi desa dapat dikenal secara luas.
Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana Gelar Halalbihalal
Berkontribusi Pemberdayaan bagi Masyarakat Perikanan POLITEKNIK Kelautan dan Perikanan (KP) Jembrana di Desa Pengambengan, Kamis (20/6) kemarin menggelar halalbihalal rangkaian hari raya Idul Fitri 1440 H. Halal bihalal yang melibatkan seluruh civitas akademika Politeknik KP, instansi terkait, Pemkab Jembrana dan masyarakat sekitar ini turut dihadiri Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan. Koordinator Politeknik Kelautan Jembrana I Gusti Putu Gede Rumayasa mengatakan, halal bihalal tahun ini mengambil tema ‘’Jalin Silaturahmi Dalam Keberagaman Tuai Persatuan Dalam Kebersamaan’’. Menurutnya tema ini diambil karena kuatnya kebersamaan yang ada kampus Politeknik KP Jembrana di tengah berbagai perbedaan tarunanya. “Ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemkab Jembrana yang selama ini sudah men-support Politeknik kami mulai dari Pembangunan hingga sekarang ini” ujarnya. Melalui Politeknik ini, peningkatan SDM bisa meningkatkan sektor perikanan di Jembrana dan Bali. Saat ini Politeknik KP Jembrana juga telah melakukan upaya memberdayakan masyarakat di luar peserta didik. Baik masyarakat perikanan di pesisir maupun perikanan tawar melalui pendampingan teknik. “Terbaru kami bekerja sama dengan Ru-
mah Tahanan (rutan) Negara untuk membina warga binaan pemasrakatan (WBP). Dengan pembinaan budi daya ikan,” terangnya. Diharapkan selain Rutan Kelas IIB Negara, bisa memenuhi kebutuhan ikan sendiri, juga bermanfaat bagi WBP mendapatkan skill dalam pembudidayaan ikan. Politeknik KP menurutnya juga terus bekerja sama dengan Pemkab Jembrana selain dalam pemberdayaan produk olahan perikanan juga dalam waktu dekat masuk dalam program budi daya. Salah satu program yakni budi daya tambak udang skala tambak rakyat. “Kita sinergi dengan Pemkab Jembrana, teknisi dan teknologi dari kita dan kegiatan ini untuk masyarakat Jembrana,” tambahnya. Rumayasa juga mengaku gembira pada penerimaan taruna tahun ini, Politeknik KP Jembrana mendapatkan pendaftar dari 11 provinsi di Indonesia, lebih luas dibanding tahun sebelumnya yang 8 provinsi. Sementara itu, Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan merasa bangga dengan Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana di tahun ketiganya sudah mampu berbuat banyak di dalam dan di luar kampus yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat. “Saya melihat, interaksi Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana sangat luar biasa. Seperti melaku-
kan pelatihan dan edukasi ke masyarakat kami,” ungkapnya. Kembang mengaku selalu berkoordinasi dengan Koordinator Politeknik Kelautan Jembrana I Gusti Putu Gede Rumayasa untuk memantau perjalanan Poltek tersebut. “Nantinya di bulan Agustus akan dilaksanakan pembangunan tahap ke dua dan kita juga berjuang bersama agar tahap ketiga juga bisa terlaksana. Sehingga tuntas pembangunannya dari segi fisiknya,” imbuhnya. Kembang berharap sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo keberadaan Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana dapat menjadikan laut menjadi masa depan dan harapan kita. “Laut kita luas, tapi jika SDM kita lemah maka tidak akan bisa mengelola. Laut kita luas tapi tidak bisa mengelola maka akan percuma. Maka kampus ini hadir di Indonesia akan menjadi harapan dan masa depan kita” tambahnya. Taruna dan taruni Poltek KP memiliki peluang yang sangat besar baik itu di dunia kerja maupun dunia usaha. “Saya melihat kemampuan taruna Poltek KP memiliki skill yang baik dalam pengolahan makanan berbahan dasar ikan. Dan itu peluangnya sangat baik. Berbanggalah adik-adik taruna bisa kuliah di sini,” pungkasnya. (ad518)
HALALBIHALAL – Halalbihalal Politeknik KP Jembrana digelar di kampus di Pengambengan yang dihadiri Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan.
Sesuai Pergub tersebut, setiap hari Kamis seluruh instansi negeri termasuk swasta, para karyawannya diimbau agar berbusana adat Bali. Pengawasan yang dipimpin Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Jembrana I Made Tarma kemarin menyasar 3 toko, 3 swalayan dan 2 minimarket. Dari sekian toko dan swalayan itu petugas mendapati 2 toko yang belum
menerapkan Pergub tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali itu. Sementara yang lainnya telah menerapkan, termasuk tidak menyediakan tas plastik. “Dari beberapa toko ternama di wilayah kota, masih ada beberapa yang belum menerapkan. Kita berikan teguran agar melaksanakan Pergub itu,” terang Made Tarma. Selain menyasar toko dan swalayan terkait busana adat
Bali, Satpol PP juga melakukan pengawasan terkait Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, dan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Untuk terkait penggunaan penggunaan aksara, seluruh toko, swalayan dan mini-
market belum menerapkan. “Belum ada yang mencantumkan papan nama toko atau swalayan menggunakan aksara Bali. Kalau untuk pengurangan penggunaan tas atau kantong plastik, sebagian besar sudah menerapkannya,” tambahnya. Selanjutnya pengawasan implementasi ketiga Pergub tersebut akan terus dilakukan Satpol PP Jembrana. Sejumlah toko yang belum menerapkan menurutnya telah diberikan peringatan secara lisan. Bila nantinya dalam pengawasan selanjutnya masih membandel tidak menerapkan, akan ada tindakan lebih jauh lagi, Seperti peringatan secara tertulis hingga mencabut izin perusahaan yang bersangkutan. (kmb26)
RAPAT Paripurna I Masa Persidangan III Tahun Sidang 2018/2019 berlangsung di ruang sidang DPRD Jembrana, Kamis (20/6). Paripurna dibuka ketua DPRD, I Ketut Sugiasa, dihadiri langsung Bupati I Putu Artha, Wakil Ketua DPRD I Kade Darma Susila dan I Wayan Wardana, serta Forum Pimpinan Daerah juga para pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Jembrana. Ada dua agenda pokok yang disampaikan eksekutif saat rapat paripuna DPRD yang digelar berbahasa Bali itu. Pertama, penyampaian penjelasan Bupati terhadap Rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018. Yang kedua terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pemilihan Perbekel. Terkait Ranperda yang memuat perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Per-
bekel, Bupati I Putu Artha mengungkapkan, perubahan diperlukan, mengingat telah diterbitkannya Perda Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Putusan MK nomor 128 /PUU-XIII/2015, dan Permendagri Nomor 65 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Mendagri Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa. Menyikapi proses pemilihan perbekel yang akan dilaksanakan secara serentak (pemilihan langsung) maupun yang dilaksanakan melalui musyawarah desa, kata Bupati Artha, terdapat permasalahan yang belum dapat diakomodir penyelesaiannya dengan ketentuanketentuan dalam Perda Nomor 2 Tahun 2015. “Bunyi ayat dan pasal dalam Perda Nomor 2 Tahun 2015 juga perlu disempurnakan, sehingga ayat dan pasal dimaksud lebih memberikan kepastian hukum serta
meminimalisir kemungkinan permasalahan yang akan timbul dalam pemilihan perbekel. Sejalan hal itu, perubahan perda ini akan memuat penyempurnaan dan/atau penambahan pengaturan, terkait dengan syarat calon perbekel,” paparnya. Di akhir paripurna, diserahkan berkas yang memuat dua (ranperda) diserahkan oleh Bupati I Putu Artha
kepada Ketua DPRD I Ketut Sugiasa. Berikutnya diharapkan masing-masing fraksi di DPRD segera membahasnya. “Saya minta kepada masingmasing fraksi di DPRD untuk segera membahas terhadap rancangan peraturan daerah yang telah disampaikan pihak eksekutif,” pinta Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa mengakhiri rapat paripurna I. (ad513)
Paripurna I Masa Persidangan III DPRD Jembrana Eksekutif Sampaikan Dua Ranperda
PENYERAHAN - Bupati Jembrana menyerahkan berkas dua Ranperda kepada Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa saat rapat paripurna kemarin.
Diduga Alami Kelainan Jiwa
Tahanan Rutan Negara Makan Kotoran Sendiri Negara, (Bali Post) Suasana di Rutan Kelas II B Negara, Jembrana pekan lalu sempat heboh. Pasalnya ada seorang terdakwa kasus pencurian, Putu Suastika (25), memakan kotorannya sendiri. Suastika mengaku melakukan tindakan aneh tersebut setelah mendengar bisikan makhluk gaib. Diketahui, Suastika warga Banjar Dinas Tengah, Desa Lokapaksa, Seririt, Buleleng ini merupakan tersangka kasus pencurian motor dan menderita kelainan jiwa. Dari informasi kejadian berlangsung di sel tahanan khusus. Suastika kepada re-
kannya mengaku sering melihat dua sosok gaib berwujud wanita dan kera. Menurutnya makhluk astral tersebut yang menyuruhnya memakan kotoran sendiri. Kepala Rutan Kelas II B Negara Purniawal dikonfirmasi, Rabu (19/6), membenarkan kejadian tersebut. Purniawal mengatakan Suastika masih dalam status terdakwa dan merupakan tahanan kasus curanmor. Ia sebagai tahanan titipan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jembrana. Dan sudah beberapa kali, Suastika menjalani sidang di PN Negara. Dari informasi, Suastika memang memiliki medical record
gangguan mental. Bahkan dari informasi, Suastika merupakan pasien RSJ Bangli. Tidak jelas kenapa Suastika akhirnya ditahan dan dititipkan di Rutan Negara dan sejak masuk rutan memiliki gelagat lain dibandingkan tahanan atau napi lainnya. Suastika cenderung susah diajak komunikasi dan memilih berdiam dan menyendiri. Bahkan dia sering menyendiri di kamar khususnya. Tidak pernah mau diajak berbicara dengan teman satu selnya. Purniawal menuturkan, sejatinya kejadian memakan kotoran sendiri ini diketahui teman sekamarnya yang me-
mang ditugaskan mengawal Suastika. Informasi dari rekannya itu, Suastika memakan kotoran sepekan lalu. Itu diketahui dari kotoran atau vesesnya yang berada di area mulutnya. Kemudian kejadian itu dilaporkan ke petugas jaga. Atas kejadian ini, Purniawal menambahkan, bahwa pihaknya sudah mengantisipasi penjagaan, menempatkan di sel khusus dan memberikan empat penjaga kepada Suastika. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak puskesmas di Negara untuk turut memantau. Sehingga, kejadian ini tidak terulang kembali. (kmb)
Jumat Paing, 21 Juni 2019
KARANGASEM
11
HUT Ke-379 Kota Amlapura
60 Ribu Nasi Gratis Disiapkan untuk Masyarakat Amlapura (Bali Post) Panitia pameran dalam rangka Festival Pusaka Nusantara dan HUT ke-379 Kota Amlapura telah menyiapkan 60 ribu porsi nasi untuk dibagikan kepada masyarakat pada 21-23 Juni mendatang. Nantinya, masyarakat akan mendapatkan kupon yang dapat ditukarkan pada 40 pedagang di sebelah selatan Pura Jagatnata ke timur. Demikian disampaikan Ketua Panitia HUT Kota Amlapura, I Gede Adnya Mulyadi, Kamis (20/6) kemarin. Untuk pembagian nasi kepada masyarakat nanti, pihaknya telah menyebarkan kupon jamuan rakyat ke seluruh Kabupaten Karangasem melalui camat masing-masing. “Selain masing-masing kecamatan, pendistribusian kupon jamuan rakyat ini juga lewat OPD dan
Perbekel,” ungkapnya. Menurut Adnya Mulyadi, penukaran kupon setiap harinya masing-masing 20 ribu kupon. Kehadiran masyarakat akan dikoordinir oleh masing-masing kecamatan sehingga masyarakat miskin pun bisa menukarkan kuponnya ke pameran pembangunan dalam rangka Festival Nusantara, rakernas JKPI yang disinkronkan
dengan HUT ke-379 Kota Amlapura. “Jadi, semua yang mendapat kupon bisa hadir,” tegasnya. Menurut Adnya Mulyadi, jamuan rakyat ini memakai anggaran Rp 600 juta. Anggaran itu merupakan swadaya masyarakat, para donatur yang terdiri dari pengusaha, dan setiap OPD di lingkungan Pemkab Karangasem. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Sejatinya ada tiga jalur dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), yakni zonasi, prestasi, dan perpindahan dinas orang tua. Namun, SMPN 3 Rendang secara khusus hanya menerapkan satu jalur dalam proses PPDB tahun ajaran 2019/2020 yakni jalur zonasi. Kepala SMPN 3 Rendang I Wayan Siram saat dikonfirmasi Kamis (20/6) kemarin mengungkapkan, diberlakukannya satu jalur itu lantaran melihat lokasi sekolah termasuk lingkungan. “Proses pendaftaran akan mulai dilakukan pada 2429 Juni dan pengumumannya akan dilakukan 1 Juli. Untuk pendaftaran ulang digelar 2-5 Juli mendatang,” ujarnya didampingi Kepala Perpustakaan, Wayan Suiji. Menurut Siram, SMPN 3 Rendang selama ini selalu kekurangan siswa. Pasalnya, siswa yang memiliki prestasi lebih condong memilih bersekolah ke SMPN 2 Rendang ketimbang ke SMPN 3 Rendang. Akan tetapi, dengan adanya jalur zonasi ini, sekolah mulai banyak mendapatkan siswa. “Tahun lalu, kita mendapatkan siswa 128 orang dan tahun ini kita juga berharap bisa mendapatkan siswa minimal sama. Sebab, banyak siswa tamatan SD seperti di Banjar Kesimpar yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP,” jelasnya. Padahal, Siram mengaku sudah melakukan pendekatan dan sosialisasi, baik kepada siswa bersangkutan, maupun
orangtuanya. Namun, para orangtua beralasan anak-anak mereka memang tidak mau melanjutkan ke SMP. “Tetapi saat kita tanya anaknya, malah orangtuanya dibilang tidak ngasi melanjutkan,” imbuhnya. Tahun lalu, lanjut Siram, proses belajar mengajar memakai empat ruang kelas bela-
jar (RKB). Jika tahun ini kembali mendapatkan jumlah siswa 128 orang, maka pihaknya terpaksa meminjam gedung perpustakaan untuk ruang belajar. Mengingat, tahun lalu pihaknya juga meminjam ruang laboratorium untuk menjalankan proses belajar mengajar karena masih kekurangan ruang belajar. (kmb41)
SMPN 3 Rendang Hanya Buka PPDB Jalur Zonasi
JAMUAN RAKYAT - Warung tempat masyarakat untuk menukarkan kupon jamuan rakyat.
Bali Post/kmb41
Miliki 67 Paket Sabu-sabu, Bagiasa Dibekuk Polisi Amlapura (Bali Post) Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Karangasem membekuk I Ketut Alit Bagiasa (30) lantaran memiliki 67 paket sabu-sabu. Pria asal Dusun Gria, Desa Bugbug itu, kini harus mendekam di jeruji besi Polres Karangasem. Kasat Narkoba Polres Karangasem AKBP Agus Trisnadi dalam jumpa pers, Kamis (20/6) kemarin, mengungkapkan, penangkapan dilakukan terhadap pelaku pada Jumat (14/6) lalu pukul 15.30 wita. Pelaku berhasil dibekuk di halaman rumahnya saat sedang mempereteli sepeda motor kesayangannya. Tepatnya di sebelah barat balai masyarakat Desa Bugbug. “Pelaku kita tangkap berdasarkan informasi dari masyarakat, karena pelaku juga sudah menjadi target operasi (TO) sejak em-
pat bulan lalu dan sekarang baru bisa diamankan. Pelaku merupakan mantan pekerja kapal pesiar. Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan,” ujarnya. Trisnadi menambahkan, dari hasil penggeledahan yang dilakukan, petugas berhasil mengamankan 67 paket sabu-sabu yang disimpan di kamar tidur dan saku celana. Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan bong dan kaca yang berisi sabusabu habis dipakai. “Pelaku mengaku sabu-sabu yang dimiliki untuk dikonsumsi sendiri. Barang itu dibelinya dari Denpasar melalui sistem tempel di wilayah Sanur, Denpasar. Barang haram itu dibeli lewat seseorang dari LP Kerobokan,” jelasnya. Pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1
lebih subsider pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan
maksimal 20 tahun, denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar, subsider 6 bulan kurungan. (kmb41)
Bali Post/kmb41
DIAMANKAN - Pelaku saat diamankan petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Karangasem.
Pilkel Serentak Digelar November
Amlapura (Bali Post) Pemilihan perbekel (pilkel) serentak di 21 desa bakal berlangsung 24 November 2019. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Desa Komang Agus Sukasena, Kamis (20/6) kemarin. Sukasena mengatakan, perbekel yang terpilih dan ditetapkan rencananya dilantik pada 9 Januari 2020. Salah satu persyaratan penting pemilihan perbekel sesuai perda dan perbup, calon perbekel minimal dua orang dan
maksimal lima orang. Kalau bakal calon yang mendaftar dan lolos secara administrasi lebih dari lima orang, maka akan dilakukan seleksi tambahan berupa tes tertulis. Namun, jika pendaftar atau calon yang memenuhi syarat administrasi kurang dari dua orang, akan dilakukan perpanjangan pendaftaran. “Setelah masa perpanjangan pendaftaran ternyata calon tetap kurang dari satu orang, pemilihan di desa setempat
diundur menunggu gelombang Pilkel dua tahun berikutnya. Jabatan perbekel di desa itu akan ditugasi plt,” katanya. Sukasena menjelaskan, sejauh ini, pihaknya sudah menggelar rapat-rapat termasuk dengan Ketua Panitia Pilkel di masing-masing desa. Panitia Pilkel di masing-masing desa berjumlah tujuh orang, nantinya akan diberikan bimbingan teknis. Daftar pemilih pilkel mengacu kepada data Pilpres dan
Pileg lalu dan panitia di desa juga akan melakukan verifikasi. Antara lain, memasukkan pemilih baru yang sudah memiliki hak pilih, seperti pemilih baru masuk usia 17 tahun. Termasuk kemungkinan mencoret daftar pemilih tetap pilpres atau pileg karena meninggal, pindah alamat, atau sudah tidak menjadi warga desa setempat dengan berbagai alasan, seperti karena menikah ke luar desa. (kmb41)
BUPATI Karangasem I G.A. Mas Sumatri dan Wabup Wayan Artha Dipa menerima kunjungan Tim Verifikasi Lapangan Penilaian UP2K PKK Tingkat Nasional di Banjar Desa Sinduwati, Sidemen, Kamis (20/6) kemarin. Lomba (UP2K) PKK di tingkat nasional tersebut diadakan dalam rangka peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK yang ke-45. Kunjungan kali ini turut dihadiri TP PKK tingkat Provinsi Bali, TP PKK Kabupaten Karangasem, para pimpinan OPD, Camat dan Lurah se-Kabupaten Karangasem serta masyarakat Banjar Sinduwati. Bupati Mas Sumatri mengucapkan selamat datang kepada tim verifikasi lapangan penilaian UP2K PKK dan menyampaikan sedikit gambaran tentang Kabupaten Karangasem. Dalam
Lomba UP2K PKK Tingkat Nasional tahun 2019 di Desa Sinduwati, pihaknya berharap dapat memberikan peningkatan berbagai hal yang berhubungan dengan kesejahteraan keluarga dan pembangunan keluarga pada umumnya. Dalam pelaksanaan kegiatan ini melibatkan langsung masyarakat setempat yang beragam dari segi adat dan agama baik umat Hindu maupun umat Muslim yang sudah terjalin kerukunannya dari zaman dahulu yang sudah bersama-sama memajukan pembangunan ekonomi Desa Sinduwati ini. “Dalam kesempatan ini, saya atas nama masyarakat Kabupaten Karangasem mengucapkan rasa bangga dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Karangasem beserta
anggota, Tim Penggerak PKK Kecamatan Sidemen beserta anggota, Tim Penggerak PKK Desa Sinduwati beserta anggota dan para Kader UP2K PKK Desa Sinduwati atas segala perjuangannya dalam menyukseskan kegiatan Lomba UP2K PKK sehingga sampai meraih nominasi di Tingkat Nasional tahun 2019, yang tentu saja mengharumkan nama Karangasem yang kita cintai ini,” ucapnya. Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sinduwati Ny. Mingin Rumana menyampaikan, UP2K PKK Desa Sinduwati terbentuk pada tahun 2011 dengan modal awal Rp 500.000. Modal awal tersebut merupakan bantuan dari desa yang dananya bersumber dari ADD. Pada awalnya, UP2K Desa Sinduwati terdiri dari satu kelompok pelaksana
(poklak), kini sudah berkembang menjadi 9 poklak yang tersebar di 5 banjar dinas yang ada di Desa Sinduwati. Adapun jenis usaha UP2K PKK Desa Sinduwati terdiri dari bidang kuliner dan bidang kerajinan. Di bidang kuliner jenis usaha kelompok pelaksana UP2K terdiri dari usaha abon ayam bakso, keripik tempe, kue basah maupun kering. Sedangkan dari bidang kerajinan antara lain keranjang (anyaman dari pelepah kelapa), kerajinan ata serta kerajnan tenun endek. Produk unggulan dari UP2K Desa Sinduwati ada kerajinan tenun endek dan songket, yang merupakan ciri khas Kecamatan Sidemen khususnya Desa Sinduwati. Sebagian besar masyarakat yang ada di Desa Sinduwati khususnya kaum perempuan menekuni kegiatan tenun endek dan songket untuk mengisi waktu luang, sekaligus membantu pendapatan keluarga. Satu hal yang unik dari UP2K PKK Desa Sinduwati adalah keragaman jenis usaha yang ada, dimana sebagian usaha di bidang kuliner digeluti oleh masyarakat yang ada di Banjar dinas kampung Sindu yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Sedangkan di bidang kerajinan khusus endek dan songket digeluti oleh masyarakat beragama Hindu yang tersebar di empat banjar dinas. Akan tetapi, masyarakat Muslim dan Hindu saling bersemangat untuk membangun desa. “Sampai saat ini, jumlah perkembangan modal UP2K dan modal awal Rp 500 ribu, kini sudah berkembang menjadi Rp 16,979 juta. (ad517)
Bali Post/kmb41
Kepala SMPN 3 Rendang I Wayan Siram (kanan) dan Kepala Perpustakaan I Wayan Suiji.
Tahun
Tim Verifikasi UP2K PKK Tingkat Nasional PEMILIHAN SISWA DAN GURU AJEG BALI 2019 Kunjungi Banjar Desa Sinduwati Tempat
TERIMA KUNJUNGAN - Bupati Karangasem I G.A. Mas Sumatri dan Wabup Wayan Artha Dipa menerima kunjungan Tim Verifikasi Lapangan Penilaian UP2K PKK Tingkat Nasional di Banjar Desa Sinduwati, Sidemen, Kamis (20/6) kemarin.
Pendaftaran Sekretariat Kantor Bali Post
Jln. Kepundung 67A Denpasar (0361) 225764, 08123840249
Syarat : -
-
-
Kirim copy prestasi ke Siswa dan Guru SD, email : siswaajegbali@gmail.com SMP, SMA/SMK se-Bali guruajegbali@gmail.com bisa mengirim data diri atau Juara I - Harapan III wakil sekolah lewat online. Tiap katagori SD/SMP/SMA/SMK Seleksi awal dilakukan lewat online/langsung menyerahkan penghargaan dan prestasi dalam kegiatan Ajeg Bali dan minat baca Lulus tes wawancara dan kompetensi diri
Pendaftaran 27 Mei - 17 Juli 2019
AjegSiswa
siswaajeg guru_ajegbali
siswaajeg.bali.3 guruajegbali
DIDUKUNG OLEH YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
UNMAS DENPASAR
PAUD PAUD PAUD TK SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 SARASWATI 4 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR
SD SD SD SD SD SD SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 SARASWATI 4 SARASWATI 5 SARASWATI 6 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR SMP/SLUB SMA/SLUA SMK SMK SMF/SMK SMP SARASWATI 1 SARASWATI 1 SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 PGRI 1 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR SMP SMK SMK PGRI 2 PGRI 4 PGRI 5 DENPASAR DENPASAR DENPASAR
ITEKES BALI
PENGURUS PROVINSI PGRI BALI
IKIP PGRI BALI
KLUNGKUNG
12
Jumat Paing, 21 Juni 2019
Tingkatkan Pendapatan PHR
Hotel dan Restoran di Nusa Penida Didata Ulang Semarapura (Bali Post) Perkembangan pariwisata Nusa Penida membuat akomodasi pariwisata, baik hotel dan restoran juga terus bertumbuh. Ini berarti ada wajib pajak baru sehingga berpotensi meningkatkan pajak hotel dan restoran (PHR). Terkait dengan upaya meningkatkan pendapatan PHR, Pemkab Klungkung akan mendata ulang pengusaha pariwisata yang telah aktif beroperasi, tetapi belum ditetapkan sebagai wajib pajak melalui Tim Intensifikasi Pajak Daerah. Sekda Klungkung Gede Putu Winastra belum lama ini menyampaikan, bahwa selama ini pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan pihak desa setempat, sehingga proses yang dilakukan Tim Intensifikasi Pajak Daerah, dapat berjalan maksimal. Terlebih, besar kecilnya pajak retribusi yang diperoleh pemerintah daerah, tentu juga akan berimbas pada dana pajak bagi hasil yang diterima desa dari Pemkab setiap tahun. Upaya mencermati kembali wajib pajak baru ini, menyusul sorotan BPK RI Perwakilan Bali atas hasil LHP Tahun Anggaran 2018, khususnya pada aspek Sistem Pengendalian Intern. Temuan tersebut meliputi adanya pengusaha pariwisata yang belum ditetapkan sebagai
wajib pajak. Akibatnya, optimalisasi penerimaan pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan menjadi tidak tercapai. Uji petik yang belum ditetapkan sebagai wajib pajak tercatat sebanyak 13 pengusaha tahun 2016, delapan pengusaha tahun 2017 dan 23 pengusaha tahun 2018. Selain itu, juga ditemukan adanya denda pajak hotel yang belum ditetapkan terhadap 18 pengusaha hotel. Ini berpotensi terhadap hilangnya PAD sebesar Rp 4,01 miliar. Demikian juga mengenai temuan lainnya, mengenai denda pajak restoran yang belum ditetapkan terhadap 18 pengusaha hotel. Ini berpotensi terhadap hilangnya PAD sebesar Rp 5,3 miliar. Sekda Winastra menegaskan seluruh temuan tersebut sudah ditindaklanjuti dengan
proses intensifikasi di lapangan. Wajib pajak baru harus didata ulang, agar melaksanakan kewajibannya membayar pajak terhadap hotel dan restoran. Bahkan, untuk mempermudah pelayanan pembayaran pajak, Pemkab Klungkung sudah merancang sistem online, melalui E-PHR. Jadi, para wajib pajak tidak perlu antre berjam-jam untuk melaksanakan kewajibannya membayar pajak. “Pada sistem ini, akan terlihat siapa yang sudah dan belum membayar, sesuai data wajib pajak. Setelah itu kami cek, mana wajib pajak yang kurang bayar, baru kami tindak lanjuti lagi,” kata Sekda Winastra, seraya berharap potensi PHR ke depan semakin tergarap maksimal, untuk mendongkrak PAD Klungkung. (kmb31)
BERKEMBANG PESAT- Sarana akomodasi pariwisata berupa hotel dan restoran di kepulauan Nusa Penida berkembang pesat seiring bertumbuhnya kedatangan wisatawan. Namun masih banyak yang belum terdata sebagai wajib pajak hotel dan restoran. Pemkab akan melakukan pendataan ulang guna meningkatkan PHR.
Pencarian Warga Amerika
Basarnas Libatkan Lebih Banyak Tim Rescue
Semarapura (Bali Post) Basarnas Bali terus bekerja keras untuk menemukan WNA asal Amerika Serikat Aviv Meshil (23), yang hilang ketika bermain paddle board di Mushroom Bay, Nusa Lembongan. Pada pencarian hari keempat, Basarnas Bali melibatkan banyak pihak untuk segera menemukan korban. Selain di laut, pencarian juga dilakukan dari udara dengan helikopter. Basarnas Bali, Kamis (20/6) kemarin, merilis tim yang dilibatkan dalam proses pencarian, antara lain Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar 36 orang, Tim Rescue Pos
Pencarian dan Pertolongan Jembrana 9 orang, unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Nusa Penida 3 orang, Polair Polda Bali Pos Padangbai 4 orang, SAR Samapta Polda Bali 5 orang, Lanal Denpasar 4 orang, Polair Polres Klungkung 3 orang dan Operator Dive Boat Nusa Lembongan serta nelayan setempat. Banyaknya tim yang dilibatkan, mengingat tiga hari sebelumnya proses pencarian belum membuahkan hasil. Bahkan, hingga melibatkan Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana sebanyak 9 orang, berarti meluasnya proses pencarian hingga di sekitar perairan
Gilimanuk. Sementara yang lainnya melakukan penyisiran di pesisir Pantai Melasti – Pandawa (sebelah selatan Bali) dan Serangan – Sanur (sebelah timur Bali). Dalam proses pencarian hari ke empat, mengerahkan 1 unit Helikopter Fly Bali, 1 unit KN SAR Arjuna 229, 1 unit RIB 01 Gilimanuk, 1 unit RIB 02 Denpasar, 1 unit RIB 05 Denpasar, 1 unit Speedboat Polair Polda Bali Pos Padangbai dan 1 unit Speedboat Polair Polres Karangasem. Sementara di darat juga siaga, 1 unit Truk Angkut Personil, 1 unit Rescue Car Type I, 1 Unit Communication Mobile Vehicle,
PENCARIAN - Basarnas Bali terus melakukan pencarian korban warga Amerika yang hilang saat bermain paddle board di Mushroom Bay Nusa Penida.
Atasi Antrean Pasien Cuci Darah
Alkom dan Palsar pendukung lainnya. Kepala Seksi Siaga dan Operasi Basarnas Bali I.B. Surya Wirawan menyampaikan, proses pencarian berjalan lancar. Cuaca di lapangan juga cukup mendukung dalam proses pencarian dengan tinggi gelombang laut 1-2 meter. Namun, hasil pencarian hari ke empat masih sama. Korban WNA Amerika ini belum juga berhasil ditemukan. Meski sudah dilakukan proses pencarian sejak pagi sampai sore, Wirawan mengatakan korban sama sekali belum ditemukan. Sehingga, belum pula dapat dipastikan, apakah korban masih dalam keadaan selamat atau tidak. “Proses pencarian korban sesuai aturan akan dilakukan selama tujuh hari. Kalau hari ini belum ditemukan, kami lanjutkan besok lagi, dengan lokasi penyisiran yang lain,” kata Wirawan. Penghentian pelaksanaan pencarian baru akan dilakukan setelah tujuh hari, sesuai dengan Pasal 18 PP Nomor 22 Tahun 2017 tentang Operasi Pencarian dan Pertolongan. Namun, meski telah melewati tujuh hari, apabila ditemukan petunjuk baru Basarnas Bali tentu akan menindaklanjuti langsung informasi tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, awalnya korban saat kejadian diketahui terlalu asik mendayung paddle board. Menurut saksi mata yakni pemilik penyewaan paddle board, Aviv bermain terlalu ke tengah laut. Diperkirakan waktu kejadian berkisar pukul 14.30 Wita. (kmb31)
RSUD Siapkan Gedung Baru dan Tambah Alat
Semarapura (Bali Post) Pasien cuci darah, belakangan kian membludak. Kondisi demikian kerap menimbulkan antrean panjang di RSUD Klungkung. Guna mengatasinya, pihak RSUD Klungkung kini menyiapkan gedung baru. Sehingga total jumlah alat cuci darah juga akan naik dari saat ini 15 unit, ditambah lagi jadi 25 unit di gedung baru. Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma, Kamis (20/6) kemarin, menyampaikan keluhan panjangnya antrean pasien cuci darah, memang menjadi perhatian khusus tahun ini. Pihaknya menegaskan dengan tambahan gedung baru Hemodialisa berkapasitas 25 mesin ini, akan mampu mengatasi persoalan antrean panjang pasien cuci darah. Terkait rencana pembangunan gedung hemodialisa ini, manajemen rumah sakit meminta kepada petugas dan jajarannya untuk segera mengosongkan basement dari parkir mobil dan sepeda motor dengan memasang police line. Selain itu, dilakukan pengaturan areal parkir di halaman depan RSUD Klungkung, agar semua sepeda motor pengunjung maupun pasien parkir di
sisi utara lobi gedung unit I. Kecuali parkir VIP tetap dalam kondisi dikosongkan. Khusus untuk mobil pengunjung maupun keluarga pasien dan mobil dokter spesialis parkir di sisi selatan lobi gedung unit I, dan di depan gedung unit II serta depan gedung hemodialisa. Pengaturan ini dilakukan agar tidak terjadi kesemrawutan selama pembangunan gedung baru hemodialisa berlangsung. “Saya juga sudah sampaikan, bagi pegawai RSUD maupun mahasiswa praktik di RSUD untuk tidak membawa mobil selama proses pembangunan gedung berlangsung,” katanya. Bagi para pasien yang selama ini belum dapat antrean cuci darah, pihaknya meminta agar bersabar. Menurutnya, pembangunan gedung baru tambahan hemodialisa ini diperkirakan membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 4 bulan. Ruang tambahan gedung hemodialisa yang baru dibangun di basement gedung terdahulu. Ini mendesak untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penyediaan sarana prasarana tempat cuci darah yang lebih memadai. (kmb31)
LAHAN GEDUNG BARU - Halaman parkir depan RSUD Klungkung segera dikosongkan terkait rencana pembangunan gedung baru unit hemodialisa guna atasi antrean panjang pasien cuci darah yang sering terjadi.
NGABEN MASSAL - Sarana upacara yang sudah disiapkan panitia untuk acara ngaben massal, Kamis (20/6) kemarin.
Hari Ini, Empat Banjar di Desa Tohpati Gelar Ngaben Massal
Semarapura (Bali Post) Empat Banjar di Desa Tohpati, Kecamatan Banjarangkan menggelar upacara Pitra Yadnya, ngaben massal pada Sukra Paing Gumbreg, Jumat (21/6) hari ini. Berbagai persiapan telah dilakukan masing-masing panitia kelompok ngaben dan pangarep sawa, hingga persiapan terakhir, Kamis (20/6) kemarin. Di antaranya menyiapkan wewantenan dan bade sebagai sarana pelaksanaan yadnya. Empat banjar yang melaksanakan Pitra Yadnya masing-masing Banjar Wanasari dengan 6 sawa, Banjar Blimbing dengan 13 sawa, Banjar Tengah dengan 17 sawa, Banjar Togoh dengan 11 sawa dan satu sawa yang diupacarai kelompok/semeton Pande Urip Wesi Banjar Togoh, Desa Tohpati. Salah seorang Panitia Pitra Yadnya Nyoman Norji menyampaikan seluruh persiapan sudah dilakukan dengan baik. Panitia ngaben massal di Banjar Togoh ini menyebutkan, rangkaian pelaksanaan ngaben massal telah dimulai sejak Kamis (23/5) dengan prosesi nanceb rompok. Selanjutnya pada Rabu (19/6) dilakukan prosesi ngagah dan mersihin. Puncak upacara dilaksanakan pada Sukra Paing Gumbreg, Jumat (21/6) dan akan dilanjutkan dengan upacara Ngeroras pada Redite Umanis Warigadean, Minggu (30/6) mendatang. Di tengah-tengah persiapan agenda ngaben massal ini, Ayu Suwirta sempat hadir dalam rangkaian persiapan pelaksanaan upacara Pitra Yadnya ini, Kamis (20/6) kemarin. Ayu Suwirta berharap yadnya yang dilaksanakan krama sebagai bentuk kewajiban kepada Pitara dapat berjalan lancar sesuai rencana. Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta bersama istri, Sri Kasta, juga sempat hadir di tengah persiapan pelaksanaan yadnya tersebut. Didampingi Camat Banjarangkan I Gusti Agung Putra Mahajaya, Wabup mengunjungi satu per satu lokasi persiapan pelaksanaan Pitra Yadnya ini.
Wabup berharap masyarakat bisa bersamasama menjaga kerukunan agar nantinya segala rangkaian pelaksanaan upacara
ngaben massal ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya, dengan semangat goyong royong, mewujudkan keringanan umat. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Paing, 21 Juni 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Waiter/ss yg lancar Bhs Inggris di Santa Fe Bar&Grill Jln.Camplung Tanduk No.11 A Seminyak Hub:081999418286 / email: santafe_bar@yahoo.com
B.BP.154.06.19.0000500
BPR Adiartha mbthkn OfficeBoy u/Wlyh Badung & Admin Kredit min S1 Hkm/Eknmi.Krm ke email bpradiartha@yahoo.com/422387
B.BP.004.06.19.0000439
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
Dcr 3 Tk.Msk,3 Tk.Kebun,2Sopir 2Satpam.Hub.Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21x Krbkn T:4731979
B.BP.154.06.19.0000501
Dcr PRT Wnt Tgl dlm Gj. 2 Jt Jujur,Serius Telp.087762800029
B.BP.001.06.19.0000499
Dcr Sopir&Staff Laundry Segera Jl.Kerobokan 78X T081933110424
B.BP.001.06.19.0000504
Dcr krywan u/ guest house di Tuban min 25th 087761426897
B.BP.154.06.19.0000494
Dcr krywn Lk gaji min 1,5Jt + Bns Minggu libur/081802777997
B.BP.154.06.19.0000502
Dcr sgr Pembantu RT,bs masak, min pglmn 2th, Gaji 1,9Jt/bln, punya KTP Hub:085838399110 B.BP.004.06.19.0000506
Cr Sopir SPA Antar Jemput Tamu Hub.081246400852/081936214009
Dcr sgr Pengawas Lapangan & QS RAB,penempatan Ubud. Krm CV ke suryakembarbali@yahoo.com
B.BP.001.06.19.0000460
B.BP.001.06.19.0000344
B.BP.004.06.19.0000361
SERVICE
DIJUAL MOBIL SERVICE
BIRO JASA
SERVICE
RUPA-RUPA
BENGKEL LAS
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
Dcr:Waiter,Waitress,Cuci piring u/Resto di Sanur H.08123614559
B.BP.001.06.19.0000503
Dibutuhkan Merchan Diser(MD). Hub:(0361)426276,081999561887, B.BP.001.06.19.0000485
Dicari 2 Sopir dan 1 PRT Hub. 085333221579 (segera) Nusadua
B.BP.001.06.19.0000466
Dicari Baker yg pglmn di roti& Pastry Hub.082233447777/ Jl.By Pass Ngr Rai 19X Tuban sebelah Kioski Galerry lsg interview
B.BP.001.06.19.0000452
Dicari Karyawan Toko Kain Hubungi:081353631359 B.BP.001.06.19.0000456
Dicari Kepala PAUD lulusan S1 PAUD Hub.0811398772 B.BP.001.06.19.0000472
Dicari PRT tinggal dalam,umur 25-35, pengalaman ,Gaji 2jt Hub.081999371348
B.BP.004.06.19.0000497
Dicari Sales untuk Dental,Gaji pokok + Transport + Bonus Hub Telp:262167/4747562 Tatia
B.BP.001.06.19.0000426
Dicari Sopir untuk kantor PT. Korea Travel Hub:081338060220
B.BP.154.06.19.0000479
Dicari Sopir,Office Boy, Operasional (Max28Th),Krm lam: Jl Gn.Soputan I/107.Tl:8466317
B.BP.001.06.19.0000340
Job Australi Korea Jpang WA:08 563925015 FB:Kadek Kizuna Bali
B.BP.166.06.19.0000507
Most Favorite Resort Looking For Front Office Female Max.30 Th,Good Salary UMR,Service,THR Tips,Meal,BPJS,Jamsostek, Public Holiday.Send Your CV To manager@klumpu.com/08112030402
B.BP.001.06.19.0000488
Travel bth Sopir umur max 30th single Ph:4771576/08123803997
B.BP.004.06.19.0000493
Waiter 14,PA 2,(Pres Tamat SMK Barista 6,Cook 2,Kasir 3 Pglm Restauran di Canggu.Lam Email: nurjayaserigroup70@yahoo.com atau WA.085858547660 B.BP.001.06.19.0000428
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
PROPERTY DISEWAKAN RUKO
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY DIJUAL TANAH
Djual Kav.Pdg.Griya,Ubung Kaja & Sekar Tunjung.Hub:0811398086
B.BP.001.06.19.0000338
Tnh 1Ha di Kristal Bay View Ns PenidaSHM,H30jt/A,081236296636 B.BP.001.06.19.0000487
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Djl Rmh Lt2 Ls Tnh 300M2 5KmT 3Kmd,Dpr, 081999107181 B.BP.001.06.19.0000505
Ruko 2Lt,180M2 BksBank.Udayana Bart 4X Singaraja. 081353679363
Rumah 1,02A 2Lt 3KT 2KM Perum NuansaSandatDentim089652974339
PROPERTY
PROPERTY
B.BP.001.06.19.0000465
B.BP.001.06.19.0000463
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.06.19.0000364
Dijual Dua Buah Genzet Body Silent dengan kapasitas 25kph dan 80kph Hub:081338528811 B.BP.001.06.19.0000391
KEHILANGAN Hilang BPKB NO.A5514306-O DK 1835 JJ AN.PT BTN (Persero) B.BP.001.06.19.0000486
Hlg SHM No.265 An.Ni Nym Rai, Ds.Medewi,LT 1350m2,Th’84,Hlg Skt Pekutatan Jbr,085337777968 B.BP.001.06.19.0000491
BIRO JASA
DIJUAL TANAH
DISEWAKAN TANAH
T.Kvl 1 are Jl.Dalem Wayah Buduk Mengwi H.081236877147
Disewakan Tnh 6A Jl.Tkd Badung Utama Murah Hub:081338218877
Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409
B.BP.001.06.19.0000387
B.BP.001.05.19.0001019
B.BP.004.06.19.0000401
BANGLI
14
Jumat Paing, 21 Juni 2019
Bupati Made Gianyar Pimpin BPD Se-Bangli Studi Tiru ke Desa Sepakung DALAM rangka mengembangkan desa wisata dan pelayanan administrasi berbasis teknologi informasi, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Bangli melaksanakan studi tiru ke Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Keberangkatan rombongan BPD ke desa digital itu dipimpin Bupati Bangli I Made Gianyar. Kedatangan Bupati Bangli bersama rombongan di Sepakung, Senin (17/6), diterima Sekda Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono, Pj. Kades Muhamad Mustain, Sekdes Sepakung Saduloh, perangkat desa serta tokoh masyarakat setempat di Kantor Desa
Sepakung. Studi tiru yang dilaksanakan ini merupakan tindak lanjut dari agenda peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa yang telah dilaksanakan Pemkab Bangli kepada BPD se-Kabupaten Bangli pada Mei lalu. Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, alasan memilih Desa Sepakung sebagai lokus studi tiru karena desa ini sukses menyandang desa digital. Karena itu, dirinya bersama rombongan BPD ingin mendengar, melihat dan belajar secara langsung mengenai cara mewujudkan hal itu. ‘’Dengan melihat dan mendengarkan langsung, kita lebih mudah memahami. Dengan harapan yang dicapai Desa Sepakung
nanti bisa diterapkan di Kabupaten Bangli,’’ katanya. Terkait dengan pelaksanaan tugas pokok fungsi BPD, Made Gianyar meminta rombongan BPD menggali ilmu tentang tata kelola pemerintahan desa secara umum, baik di bidang perencanaan maupun dalam tata kelola keuangan. ‘’Kita harapkan BPD Sepakung bisa membagi ilmunya sebagai bekal untuk BPD kita dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya di pemerintahan desa,’’ tegasnya. Sementara itu, Sekda Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono mengaku bangga dengan kunjungan bupati bersama rombongan BPD Bangli. Ia berharap apa pun yang diperoleh di desa digital Sepakung ini,
benar-benar dapat bermanfaat dan dapat diaplikasikan langsung di Kabupaten Bangli. Sekdes Sepakung Saduloh dalam kesempatan itu memaparkan sekilas tentang profil Desa Sepakung. Ia mengungkapkan, sinyal seluler di desanya sangat sulit. Perangkat desa bersama tokoh masyarakat kemudian berusaha menggandeng Universitas PGRI Semarang untuk merancang program agar warga desa mudah berkomunikasi. ‘’Keadaan geografis menjadi inspirasi kami untuk membuat terobosan baru. Ini baru berjalan sekitar 2 tahun,’’ katanya. Dikatakan, awalnya warga hanya bisa mengetahui tentang info seputar desa, info
grafis APBDes dan kegiatan desa. Kemudian teknologi dikembangkan lagi, hingga kini masyarakat menikmati layanan mandiri administrasi berupa surat menyurat. ‘’Untuk tahun yang akan datang, kita akan mengembangkan sistem pelayanan administrasi terpadu, juga rancangan e-tourism sehingga kita bisa mengecek kunjungan wisatawan di objek yang ada,’’ kata Saduloh. Ditambahkannya, peran serta BPD dan perangkat desa sangat penting dan utama sehingga desa digital ini bisa terwujud. ‘’Hasilnya, masyarakat senang, karena dimudahkan pelayanan yang tidak harus datang ke kantor desa,’’ imbuhnya. (ad509)
STUDI TIRU - Bupati Bangli I Made Gianyar memimpin rombongan BPD se-Kabupaten Bangli melaksanakan studi tiru ke Desa Sepakung, Semarang, Jawa Tengah.
Wabup Sedana Arta Buka Temu Bakti PMR PMI Kabupaten Bangli
Bali Post/kmb40
TUTUP - SMP TP 45 Kayuambua ditutup karena tidak mendapatkan siswa.
Dua Tahun Tak Dapat Siswa
SMP TP 45 Kayuambua Pilih Tutup
Bangli (Bali Post) -
SMP TP 45 Kayuambua pada tahun ajaran baru ini tak lagi menerima peserta didik baru. Sekolah swasta yang berlokasi di Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Susut itu memutuskan untuk tutup lantaran tidak mendapat siswa sejak dua tahun lalu. Kepala SMP TP 45 Kayuambua Ngakan Putu Alit ditemui di sekolah setempat, Kamis (20/6) kemarin mengatakan, pihak yayasan memutuskan menutup sekolah yang dipimpinnya lantaran jumlah siswa yang dimilikinya saat ini sudah habis. Tahun ini merupakan tahun terakhir sekolahnya menamatkan siswa. ‘’Siswa yang tamat tahun ini ada 11 orang. Mereka menjadi siswa terakhir kami,’’ ujarnya. Ngakan Alit menuturkan bahwa sekolah yang dipimpinnya itu sudah berdiri sejak tahun 1983. Latar belakang didirikannya SMP TP 45 Kayuambua, lantaran saat itu banyak anak-anak usia SMP yang tidak melanjutkan sekolah karena lokasi sekolah negeri jauh. ‘’Ada tokoh masyarakat di sini yang kemudian meminjamkan tanahnya untuk didirikan sekolah yang dinaungi yayasan TP Kayuambua,’’ ungkapnya. Ketika awal-awal berdiri,
SMP TP 45 Kayuambua yang kini memiliki tujuh ruang kelas mendapat banyak siswa. Perkembangan sekolah cukup bagus. Siswa yang bersekolah di sekolah tersebut bukan saja dari banjar/desa terdekat, namun banyak juga siswa yang berasal dari desa di luar Kecamatan Susut seperti Desa Sekardadi, Kintamani. Saking banyaknya siswa yang masuk di sana, pihak SMP TP 45 Kayuambua sekitar tahun 1993 sampai harus menerapkan kelas pagi-sore (double shift). Pria yang sudah mulai bertugas di SMP TP 45 Kayuambua sejak tahun 1992 itu juga mengatakan bahwa prestasi siswanya saat itu juga cukup bagus. Terutama pada bidang olahraga. Namun seiring berjalannya waktu, minat siswa bersekolah ke SMP TP 45 Kayuambua mulai menurun. Penurunan dirasakan mulai terjadi sejak tahun 2000-an. Banyak siswa memilih bersekolah di sekolahsekolah negeri yang didirikan
pemerintah. ‘’Sekarang masyarakat sukanya ke sekolah negeri. Walaupun jauh dikejar. Jadi kita di sekolah swasta, kalah saing,’’ ujarnya. Kini pascapihak Yayasan memutuskan untuk menutup SMP TP 45 Kayuambua, Ngakan Alit yang berstatus sebagai PNS mengaku akan pindah ke SMPN 1 Susut. Demikian juga 12 orang guru honor yang selama ini mengajar di sekolah tersebut akan pindah ke sekolah lainnya. ‘’Rencananya besok (hari ini) anak-anak akan melaksanakan acara perpisahan sekolah,’’ imbuhnya. Sementara itu sejumlah siswi yang ditemui di sekolah tersebut mengaku sedih sekolahnya akan tutup lantaran sepi murid. Ni Komang Tastriani, salah satunya. Ia masih berharap sekolah yang menjadi tempatnya menuntut ilmu sejak tiga tahun terakhir bisa tetap beroperasi dan mendapat siswa pada tahun ajaran baru ini. (kmb40)
WAKIL Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta membuka Temu Bakti PMR PMI Kabupaten Bangli tahun 2019 di Lapangan Umum Kubu Bangli, Kamis (20/6) kemarin. Acara pembukaan yang dihadiri unsur Forkompinda Kabupaten Bangli dan Pimpinan OPD terkait, ditandai dengan pemukulan gong oleh Wabup Sedana Arta. Ketua Panitia I Ketut Pasek Lanang Sadia, AP, M.Ag. melaporkan, kegiatan Temu Bakti PMR PMI diikuti oleh anakanak pelajar, yakni PMR mula sebanyak 10 gugus, PMR madya 16 sekolah, PMR wira 9 sekolah. Jumlah keseluruhan 35 kontingen dengan jumlah peserta 771 orang, serta pembina 90 orang dan panitia 64 orang. Lebih lanjut dilaporkan bahwa tujuan kegiatan temu bakti ini untuk mengingatkan peran PMI sebagai organisasi yang peka akan permasalahan sosial termasuk di dalamnya pendidikan dan perilaku remaja. Di samping untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sejak dini tentang pentingnya usaha-usaha kesiapsiagaan penanggulangan bencana, peningkatan jumlah pendonor darah sukarela dan pencegahan penyalahgunaan Napza serta bahaya HIV/AIDS. Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dalam sambutannya menyampaikan Temu Bakti PMR PMI Kabupaten Bangli adalah salah satu kegiatan pembinaan kepada para relawan PMR yang
PMR - Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta membuka Temu Bakti PMR PMI Kabupaten Bangli tahun 2019 di Lapangan Umum Kubu Bangli, Kamis (20/6) kemarin. diharapkan dapat bermanfaat untuk menyiapkan sumber daya manusia PMI yang handal dalam mengemban tugastugas PMI ke depan. Hal ini merupakan salah satu dari tugas pokok PMI selain penanggulangan bencana, transfusi darah, pelayanan kesehatan masyarakat dan membantu pembangunan masyarakat. Menurut Sedana Arta, kegiatan ini sangat strategis untuk memperkokoh sendi-sendi budaya dan karakter bangsa dalam membangun Indonesia yang kuat, bersatu dalam bingkai NKRI. Dengan anakanak yang cerdas dan ter-
ampil berjiwa Pancasila akan menjadi generasi penerus bangsa yang handal. ‘’Marilah kita menanamkan semangat persatuan dan nasionalisme bangsa mulai dari generasi muda sehingga bangsa kita akan menjadi bangsa yang semakin maju dan bersatu dalam kebinekaan, tidak terpecah-belah dalam isu-isu SARA yang dapat merongrong NKRI yang berdasarkan Pancasila,’’ katanya. Pihaknya menyambut baik terlaksananya temu bakti PMR setiap dua tahun sehingga pembinaan anak-anak PMR berlangsung baik dan ber-
kesinambungan. Dengan itu PMI Kabupaten Bangli tidak pernah kekurangan generasi penerus relawan PMR. ‘’Kami berharap kegiatan semacam ini dapat dipertahankan dan bahkan dikembangkan pada ekstrakurikuler lain sehingga pembinaan karakter anak didik dapat berjalan seimbang dengan proses pembelajaran di sekolah yang sangat bermanfaat bagi pembentukan sumber daya manusia yang utuh. Penekanan pada karakter anak-anak sangat perlu dilaksanakan oleh para guru di sekolah dan orangtua di rumah,’’ kata Sedana Arta. (ad508)
Jumat Paing, 21 Juni 2019
Copa America
Argentina di Ujung Tanduk Belo Horizonte – Gol penalti yang dicetak Lionel Messi memaksa Paraguay bermain imbang 1-1 sekaligus menyelamatkan Argentina dari kekalahan pada lanjutan pertandingan Grup B Copa America di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Brazil, Kamis (20/6) pagi kemarin. Messi melakukan tendangan penalti pada menit ke-57 untuk membatalkan gol pembuka di babak pertama oleh pemain Paraguay Richard Sanchez. Argentina pantas berterima kasih kepada kiper Franco Armani yang berhasil menyelamatkan penalti Paraguay pada babak kedua dan terhindar dari tersingkir dini dari turnamen. Hasil imbang membuat Argentina berada di ujung tanduk karena menghuni posisi terakhir klasemen sementara dengan poin 1 dari dua pertandingan setelah sebelumnya ditaklukkan Kolombia 0-2. Beruntung dua tim terbaik peringkat ketiga berhak maju ke perempatfinal, sehingga tim Tango masih bisa mencapai delapan besar jika mampu mengalahkan Qatar dalam laga penyisihan terakhir. ‘’Kami harus menang atas Qatar. Kami akan mencatat apa yang kami lakukan dengan baik dan apa yang tidak kami lakukan dengan baik serta membuat keputusan. Kami beruntung masih hidup di turnamen ini,’’ kata pelatih Argentina Lionel Scaloni seraya memuji kiper Armani. ‘’Dia menyelamatkan penalti. Saya senang dia memiliki kinerja yang baik,’’ tambahnya. Dalam laga lainnya, Duvan Zapata mencetak gol untuk Kolombia guna mengalahkan Qatar 1-0. Kemenangan ini mengirim Kolombia ke perempatfinal berbekal poin 6. Tim Carlos Queiroz menjadi
kontestan pertama yang melaju ke fase sistem gugur. Kolombia harus bekerja keras untuk bisa mengatasi Qatar yang bertahan dengan tenang selama lebih dari 85 menit. ‘’Itu sulit, tetapi kami menunjukkan kesabaran. Kemenangan adalah yang terpenting dan kami pergi dengan senang hati,’’ kata Zapata. Kolombia tidak akan bermain santai dalam pertandingan terakhir melawan Paraguay pada Minggu nanti. ‘’Kami berharap finis terbaik di babak grup,’’ ungkap Zapata yang dipercaya menjadi striker utama menyisihkan Radamel Falcao. ‘’Kami berada di jalan yang benar. Kami memiliki Falcao dan Duvan yang memberikan skor,’’ ucap kapten tim James Rodriguez. Wanita Dua penalti yang diambil Florencia Bonsegundo membawa Argentina bermain imbang 3-3 melawan Skotlandia pada Piala Dunia Wanita 2019 di Prancis. Hasil ini menempatkan kedua tim di posisi ketiga dan keempat klasemen Grup D di bawah Inggris dengan poin 9 dan Jepang (4) yang lolos ke babak 16 besar. Jepang melaju meskipun ditundukkan Inggris 0-2 di Nice. Kedua gol Inggris diborong Ellen White. ‘’Kami telah memainkan tiga pertandingan dan memenangkan ketiganya. Kami berada di tempat yang kami inginkan. Di babak 16 besar, kami siap menyerang
Bali Siapkan 12 Atlet Woodball ke Pra-PON
Cabang olahraga woodball. Denpasar (Bali Post) – Bali menyiapkan 12 atlet woodball putra dan putri untuk berlaga pada ajang Pra-PON yang akan berlangsung di Banten, 4-7 Juli mendatang. Mereka bakal turun pada 10 nomor, di antaranya struk perorangan putra dan putri, beregu dan fair way beregu. Ketua Harian IWbA Bali Maryoto Subekti di Den-
Bali Post/ist
pasar, Kamis (20/6) kemarin, menerangkan, pada awalnya pihaknya menjaring 18 atlet (9 putra dan 9 putri). Atlet ini merupakan hasil turnamen Bali Series dibagi ke dalam enam seri. Dalam perkembangannya, enam atlet (3 putra dan 3 putri) tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan, sehingga tim Pra-PON tinggal dihuni 12 atlet (6 putra dan
6 putri). Ke-12 atlet itu adalah Kadek Agus Suardana, Putu Budhiyasa, Gede Riska Sanjaya, Putu Ari Kuncoro, Made Agus Prawira Dinata, Putu Robi Indra Gunawan (putra), Ni Made Dwi Purnama Sari, Siti Masithah, Ni Luh Manik Purwati, Desak Putu Nugraheni, Ni Kadek Dyah Melinda Dewantari, dan Ni Kadek Novia Dewi (putri). Mereka dilatih A.A. Rai Suteja, Wayan Diana, dan M. Sanusi. Maryoto menargetkan atlet Bali lolos ke PON pada kesepuluh nomor yang diikuti di Pra-PON. ‘’Kami bukan ingin sekadar lolos, tetapi meraih emas di tiap nomor, sehingga pasti diberangkatkan dan tampil pada PON 2020 di Papua,’’ terangnya. Saat ini, skuad Pra-PON Bali menjalani pemusatan latihan di Singaraja. Selanjutnya, mereka melakoni TC di Denpasar hingga menjelang keberangkatan ke Banten. ‘’Ke-12 atlet ini masih dipantau kemajuan prestasinya. Jika mentok, mereka akan dicoret,’’ ungkap Maryoto. (022)
Polres Badung Gelar Lomba Menembak
Bali Post/kmb36
BIDIK – Peserta membidik sasaran dalam lomba menembak di Lapangan Tembak Perbakin, Sembung, Mengwi. Mangupura (Bali Post) Polres Badung menggelar lomba menembak di Lapangan Tembak Perbakin, Sembung, Mengwi, Kamis (20/6) kemarin. Lomba diikuti 75 peserta dari masing-masing satuan fungsi dan Polsek jajaran Polres Badung. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara yang ke-73. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta di
sela-sela menyaksikan lomba mengatakan, memperingati Hari Bhayangkara yang ke73, pihaknya melaksanakan beberapa lomba di antaranya terkait kemampuan dan sinergi dengan masyarakat. Lomba menembak ini termasuk kemampuan sehingga personel Polres Badung lebih profesional dalam menggunakan senjata api dan mengetahui standar operasional prosedur (SOP) dalam menembak. “Di sini,
kami menguji disiplin nembak, sikap, dan mental,” ujarnya. Menurut mantan Kaden Gegana Satbrimobda Sulawesi Tenggara ini, dipilihnya lomba menembak untuk me-refresh anggotanya dalam menggunakan senjata api. Pasalnya, dalam pelaksanaan tugas, polisi akan menghadapi hal-hal yang memerlukan deskresi kepolisian. Bila diancam pelaku kriminal, polisi tahu cara menggunakan senpi tersebut. Selain itu, personel Polri paham dalam situasi bagaimana bisa menggunakan senpi. “Jangan abaikan disiplin, serius dan konsentrasi. Ikuti setiap tahapan yang sudah rutin dilatih,” tegasnya. Pemenang akan diikutkan dalam lomba menembak tingkat Polda. Di samping itu, Polres Badung juga menggelar lomba tarik tambang bersama masyarakat, mancing, bola voli, dan sedikit unik yaitu gebuk bantal di sungai. “Kami juga akan melaksanakan bakti sosial di Petang, membantu masyarakat kurang mampu dan bagi-bagi helm di Pelaga,” ucap perwira melati dua asal Singaraja ini. (kmb36)
Jumat, 21 Juni 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa, Mapahayu Nini lan Nila Pati (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Khrisna Sudama 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Dialog Nuansa Property 10:00 Wita Seputar Bali Terkini
10:05 Wita Wirasa Peduli Sesama 10:30 Wita Mahadewi Ida Nabe Sinuhun Netri 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa, Mapahayu Nini lan Nila Pati (3) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini
16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Lila Cita Sanggar Tari dan Tabuh Taman Suci (2) 17:00 Wita Taman Sari TK Negeri Pembina Rendang 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Agus Mertayasa 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Folk Song 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Rumah Sehat 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel
akhir,’’ tegas pelatih Inggris Phil Neville. Skotlandia sempat unggul tiga gol hingga menit ke-69 melalui gol Erin Cuthbert, Kim Little dan Jen Beattie. Namun, Milagros Menendez menjawab dengan gol pertama Argentina pada menit ke-74. Selanjutnya tembakan Bonsegundonya dan gol penalti Lee Alexander membuat skor imbang 3-3. ‘’Kami berusaha sekuat tenaga selama 70 menit pertandingan. Kami sangat bagus tetapi setelah itu permainan lawan keluar, sedangkan kami merasa sulit melakukannya,’’ papar pelatih Skotlandia Shelley Kerr yang tidak puas dengan permainan asuhannya. (afp/ kmb)
Coki Gabung Pelatnas SEA Games
Cok Istri Agung Sanistya Rani alias Coki
Bali Post/ist
Denpasar (Bali Post) Karateka Bali Cok Istri Agung Sanistya Rani yang akrab disapa Coki resmi bergabung ke Pelatnas SEA Games di Hotel Atlet Century, Jakarta, sejak Rabu (19/6) lalu. Coki merupakan satu-satunya atlet Pulau Dewata yang masuk pelatnas. Pelatih Inkai Bali, Putu Deddy Mahardika, di Denpasar, Kamis (20/6) kemarin, mengemukakan, Coki turun di nomor kumite kelas -55 kg putri. Sementara karateka Inkai lainnya Made Budi Kertyasa yang turun di kumite kelas +84 kg hanya menduduki peringkat ketiga di ajang seleknas sehingga tidak lolos ke pelatnas. Sebelumnya, Coki mendulang medali emas pada SEA Games 2017 di Malaysia dan
meraih perunggu pada SEA Games 2013 di Myanmar. Pada SEA Games 2015 di Singapura, cabang olahraga (cabor) karate tidak dipertandingkan. Deddy mengharapkan karateka asuhannya kembali menyabet emas pada SEA Games 2019 di Filipina akhir tahun ini. Selain itu, Coki juga sedang memburu tiket ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. “Cabor karate baru pertama kali dipertandingkan pada hajatan Olimpiade,” katanya. Coki tercatat sudah beberapa kali terjun pada kejuaraan bergengsi seperti Seri A dan Premier League. Sebut misalnya ajang internasional sekaligus kualifikasi Olimpiade di Turki, Dubai, dan Berlin. ‘’Kami mengharapkan Coki lolos ke Olimpiade,” ujar Deddy. (022)
kalau hasil kedua pecatur ini remis, Ummi dan Luong Phuong Hanh tetap tertinggal 0,5 poin dan membuat peluang untuk menjadi juara menipis. Kemenangan juga dibutuhkan sang juara bertahan Keti jika ingin kembali mempertahankan gelar. Pertandingan antara Chelsie dan Pujari berlangsung singkat. Keduannya sepakat remis pada langkah ke-17 pertahanan Prancis. Pujari mengaku cukup puas dengan hasil remis karena tidak bisa memanfaatkan sedikit keuntungan dengan
memegang buah putih. ‘’Cukup bagus buat saya karena Chelsie juga pemain bagus. Saya harus mempersiapkan lagi untuk pertandingan besok,’’ kata Pujari. Chelsie yang mengendalikan buah hitam pun mengaku cukup puas bisa menahan remis Pujari karena dalam posisi memegang buah hitam dan lawan relatif seimbang. ‘’Bukan tidak berusaha menang, tapi memang sulit. Cuma 17 langkah karena tidak ada celah sehingga terjadi pengulangan langkah tiga kali. Bolak-balik tiga kali,’’ ujar Chelsie. (ant)
Chelsie dan Pujari Amankan Peluang Juara Yoyakarta (Bali Post) – Dua peringkat atas di kelompok WGM, WIM Chelsie Monica Ignesias Sihite (2.212) dari Indonesia dan WIM Rucha Pujari (2234) asal India, berbagi setengah poin pada babak ke-10 turnamen catur internasional Japfa GM dan WGM 2019 di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, Kamis (20/6) sore kemarin. Setengah poin tambahan membuat kedua pecatur itu mendapat total poin sama 7,0 dan menjaga peluang untuk menjuarai turnamen tahunan PB Percasi yang didukung PT
Japfa Comfeed Indonesia Tbk ini. Namun, kans keduanya akan ditentukan oleh hasil pertandingan tiga pecatur yang sebelumnya hanya berselisih 0,5 poin dari Chelsie dan Pujari, yaitu WIM Luong Phuong Hanh (2.271, Vietnam), WGM Tsatsalashvili Keti (2.356, Georgia) dan WFM Ummi Fisabilillah (2.201, Indonesia). Ummi dan Luong Phuong Hanh tengah bertarung ketat. Jika salah satu dari kedua pecatur ini menang, ia akan menyamai poin yang didapat Chelsie dan Pujari. Namun,
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Jumat Paing, 21 Juni 2019
Ratusan Biker Siap Ikuti ’’Bali Bersih Touring & Fun’’ RATUSAN biker siap meramaikan pelaksanaan Bali Bersih Touring & Fun yang akan digelar Sabtu (22/6) besok. Kegiatan ini start dari gerbang Puspem Badung dan finis di kawasan wisata jembatan Tukad Bangkung, Plaga. Event yang bekerjasama dengan Honda, Sampoerna untuk Indonesia dan Pemkab Badung ini digelar serangkaian HUT ke-71 Bali Post. Rencananya, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta akan melepas peserta Bali Bersih Touring & Fun. Ratusan biker yang akan meramaikan Bali Bersih Touring & Fun ini tidak hanya dari kalangan umum, namun juga beberapa komunitas sepeda motor Honda. Tidak hanya touring dan bersih sampah, sebagai dukungan untuk pelestarian lingkungan, kegiatan ini juga diisi dengan penanaman pohon. Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung akan mendukung dengan menyediakan sebanyak 150 bibit pohon. Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan mengatakan, penanaman pohon ini akan difokuskan di sebelah timur jembatan Tukad Bangkung. Sebanyak 150 bibit pohon badung dan mahoni akan ditanam. Dikatakannya, kegiatan ini memang dimulai dari kawasan hulu. Jika di hulu sudah bagus, tentu hilirnya akan lestari. Namun sebaliknya, jika hulunya rusak, tentu di hilir juga akan rusak. Sebab, hulu merupakan sumber air yang memang harus tetap dijaga kelestariannya. Lomba Foto Pada kegiatan Bali Bersih Touring & Fun juga akan diadakan lomba foto dengan total
hadiah jutaan rupiah. Syarat dan ketentuan lomba: Lomba foto terbuka untuk umum dan wajib follow instagram @balibersihtouring. Objek foto diambil on the spot pada tempat yang telah ditentukan panitia. Lokasi pemotretan mulai dari start di Puspem Badung sampai finis di Tukad Bangkung. Foto merupakan hasil karya asli dari peserta. Foto tidak boleh mengandung unsur provokatif, pornografi, ataupun menyinggung SARA. Pemotretan dilakukan dengan segala jenis kamera (kamera digital, handphone maupun drone). Foto dikumpulkan dengan cara upload foto ke sosmed Instagram dengan ketentuan (Judul foto_caption foto) serta mention ke @balibersihtouring dan gunakan hastag: #hondafansbali #balibersihtouring. Foto dapat di-upload sampai tanggal 23 Juni pukul 20.00 Wita. Pengumuman pemenang via Instagram. Foto boleh berwarna atau hitam putih. Foto dapat diedit dengan standar ruang gelap (hue/saturation, brightness/contrast, burning/ dodging, dan cropping). Setiap peserta mengumpulkan maksimal 10 foto pada akun instagram-nya. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta sebelum dan sesudah penilaian apabila dianggap melakukan kecurangan. Panitia berhak mempergunakan karya-karya foto finalis guna keperluan publikasi (hak cipta tetap berada pada fotografer bersangkutan). Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Dengan mendaftar sebagai peserta berarti peserta telah menyetujui semua ketentuan teknis dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh panitia. (edi)
TIGA BELAS musisi Tokyo Shitamachi Okinawa Sanshin, Jepang berdiri mengenakan kimono berwarnawarni di Kalangan Ayodya, Taman Budaya, Kamis (20/6) kemarin. Dua di antaranya adalah laki-laki dalam balutan kimono polos biru tua. Pelan-pelan, seluruh musisi itu memetik sanshin di tangan masing-masing dengan kompak. Lalu bernyanyi lagu-lagu tradisional negeri sakura (minyou) di hadapan penonton Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI yang sudah memadati Kalangan Ayodya. Sanshin merupakan alat musik petik dari Okinawa. Lebih tepatnya berasal dari Tionghoa yang kemudian diperkenalkan di kepulauan bagian selatan Jepang itu sekitar abad ke-16. Alat musik itu terdiri atas
Sanshin dari Okinawa Mengalun di Kalangan Ayodya
tiga dawai atau senar. Badan alat musik ini tampak dilapisi kulit ular. Para musisi tidak langsung memetik dawainya dengan tangan, namun memakai semacam alat di ujung jari telunjuknya. Seiring dengan petikan dawai, mengalun merdu sejumlah lagu tradisional seperti Hanjobushi, Yutaka Bushi, Jyuku No Haru, dan Yazaki No Shirushi. Sanshin dalam berbagai pertunjukan musik tradisional di Jepang, juga banyak dikolaborasikan dengan berbagai genre musik modern. Khusus di ajang PKB, grup Tokyo Shitamachi Okinawa Sanshin mengolaborasikan sanshin dengan gamelan Bali dari Sanggar Seni Kembang Waru Denpasar. Di antaranya lewat lagu ‘’Agaroza’’ yang mengolaborasik a n sanshin dengan gamelan rin-
dik. Kemudian lagu ‘’Hamachidori’’ yang memadukan sanshin dengan suling dan rebab, ‘’Tsukinukaisha’’ memadukan sanshin dengan gamelan gender rambat, serta ‘’Asadoya Yunta’’ dan ‘’Shindensa’’ yang mengolaborasikan sanshin dengan gamelan semara pegulingan. Total ada sekitar 18 lagu dimainkan untuk menghibur penonton PKB. Termasuk satu lagu khusus berjudul ‘’Kanayo’’ yang dipersembahkan untuk almarhum I Ketut Suwentra. Beberapa tahun lalu sempat ada rencana kolaborasi dengan gamelan Jegog, namun akhirnya urung lantaran tahun lalu Suwentra dipanggil Tuhan. Lagu tersebut dinyanyikan oleh pemimpin grup Tokyo Shitamachi Okinawa Sanshin, Yuka Furusato. Konsulat Jenderal J e p a n g sempat memberik a n sambut a n
sebelum pementasan dimulai. Seperti halnya Bali, Okinawa disebut memiliki keindahan alam dan seni budaya yang unik. Para musisi dari grup Tokyo Shitamachi Okinawa Sanshin memang secara aktif memperkenalkan seni dan budaya Okinawa, yakni musik dan lagu tradisional daerah setempat. Baik di Jepang maupun di luar negeri. Kolaborasi sanshin dengan gamelan Bali, diharapkan semakin mempererat hubungan persahabatan sekaligus meningkatkan rasa saling pengertian antara masyarakat Jepang dengan masyarakat Indonesia khususnya Bali. Sementara itu, Ketua Sanggar Seni Kembang Waru Denpasar I Ketut Radhita mengakui ada perbedaan karakter musik antara sanshin dan gamelan Bali. Terutama dari segi tempo,
musik Bali lebih dinamis. Sedangkan musik Jepang cenderung datar. ‘’Tapi itu tidak masalah, bisa disesuaikan dengan latihan,’’ ujarnya. Menurut Radhita, proses latihan berlangsung selama tiga bulan. Terlepas dari pementasan di PKB, sanggar pimpinannya selama ini juga menerima orang Jepang yang ingin mempelajari seni dan budaya Bali. Terutama orang Jepang yang tinggal di Bali, entah karena menikah atau bekerja, untuk mengisi waktu luangnya. Mereka umumnya menyukai gender wayang selain rindik, karena dinilai minimalis. Para anggota sanggar tersebut juga ikut tampil dalam kolaborasi antara Tokyo Shitamachi Okinawa Sanshin dengan Sanggar Seni Kembang Waru. (rin)
Yayasan Made Sanggra
Tempat Membedah dan Lahirkan Karya Sastra Bali SEBAGAI bentuk penghormatan atas jasa almarhum I Made Sanggra, seorang tokoh penulis senior dalam mengembangkan sastra Bali modern sejak tahun 1970-an, didirikanlah Yayasan Wahana Dharma Sastra Made Sanggra. Yayasan ini diresmikan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dr. I Wayan ‘‘Kun’’ Adnyana di Banjar Gelulung, Desa/Kecamatan Sukawati, Kamis (20/6) kemarin. Semasa hidupnya I Made Sanggra berkomitmen melestarikan sastra Bali modern. Lahir di Banjar Gelulung tahun 1926, ayah dari 7 orang anak ini memperoleh juara atas satua Bali yang berjudul ‘’Katemu Ring Tampaksiring’’. Oleh budayawan Prof. Dr. I Wayan Dibia, satua Made Sanggra ini dijadikan garapan seni pertunjukan Arja yang tampil pada Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2005. Selain itu, kumpulan puisi Made Sanggra yakni ‘’Kidung Republik’’ tahun 1997, memperoleh Penghargaan Sastra Rancagé tahun 1998. Kumpulan puisi itu sekaligus sebagai kumpulan puisi sastra Bali modern yang pertama mendapat Penghargaan Sastra Rancagé. Bersama penulis senior Nyoman Manda, Made Sanggra sampai usia senja masih aktif menerbitkan majalah sastra Canang Sari. Made Sanggra meninggal pada usia 81 tahun, tepatnya pada tanggal 20 Juni 2007. Sebagai penerus, lima putranya kini bergulat pada bidang sastra. Di antaranya Prof. Dr. I Wayan Windia, I Made Suarsa, Putu Suarthama, Made Suarjana dan Ketut Gde Suaryadala. Sedangkan dua anak perempuan almarhum lebih memilih menjadi pelaku usaha di Pasar Seni Sukawati. Tepat 12 tahun setelah kepergian almarhum, putra-putri
berikut keluarga besarnya mendirikan Yayasan Made Sanggra ini. Ke depan, yayasan akan menjadi wadah pendidikan bagi generasi muda yang tertarik dengan sastra Bali modern. Salah satu putra almarhum, I Made Suarsa, menjelaskan keinginan mendirikan yayasan merupakan cita-cita almarhum semasa hidup. Kepada anak-anaknya, Made Sanggra selalu berpesan agar ikut menghidupkan sastra Bali modern. Ketua Yayasan I Made Suarjana mengatakan yayasan ini akan menjadi tempat untuk berdiskusi, membedah dan melahirkan karya sastra Bali. Made Suarjana, putra keempat almarhum, menyebutkan salah satu pesan yang masih dikenang saat ini adalah berbahasa Bali agar jangan menjadi wacana, namun menjadi laksana dan bila tidak akan menjadi bencana. Menurutnya, menjalankan misi dari almarhum untuk melestarikan bahasa dan sastra Bali dengan membentuk wadah, sehingga seni sastra Bali bisa bangkit sejalan dengan perkembangan kebudayaan Bali yang juga dilandasi sastra-sastra Bali. Kadisbud Bali Wayan Kun Adnyana mengatakan Pemprov Bali sangat memberikan apresiasi terhadap lembaga di luar pemeritah yang memiliki tujuan melestarikan seni dan sastra Bali. Menurut Kun Adnyana, Pemprov Bali telah memberikan payung guna melindungi, mengembangkan seni dan sastra Bali melalui Perda Berbahasa Bali dan Berpakaian Adat Bali. Dengan lahirnya Yayasan Made Sanggra tersebut, Kun Adnyana optimis seni dan sastra Bali akan terus berkembang. Prof. Dibia yang hadir memberikan sambutan menyebutkan dirinya banyak berguru dari almarhum Made Sanggra.(kmb)
Bali Post/ist
YAYASAN - Kadisbud Bali Dr. Made Adnyana saat meresmikan Yayasan Made Sanggra, Kamis kemarin.
KULINER Bali Post/eka
JEPANG - Musisi dari Sanshin Shitamichi, Okinawa menampilkan seni musik tradisional Jepang pada PKB XLI di Taman Budaya, Denpasar, Kamis (20/6) kemarin.
KESEHATAN
Lomba Membuat ’’Badong’’ Hanya Diikuti Kota Denpasar TOP IN VASI
MATERI lomba dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI begitu banyak. Namun rupanya tak berbanding lurus dengan pesertanya. Seperti lomba membuat kostum tari Bali ‘’Badong Tari Condong Legong Keraton Lasem’’ di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Kamis (20/6) kemarin. Lomba itu hanya diikuti oleh dua peserta. Itu pun keduanya sama-sama merupakan duta Kota Denpasar. Tak hanya peserta yang minim, penonton pun sepi. Salah seorang juri, Radiawan, mengaku tetap melakukan penilaian terhadap dua peserta dari Kota Denpasar itu. Pihaknya menduga koordinasi antara panitia PKB di provinsi dengan kabupaten/kota tidak berjalan baik, sehingga ti-
dak semua kabupaten mengirim peserta lomba. ‘’Kami juga tidak tahu ya. Kami sebagai juri hanya menilai yang hadir, jadi concern pada dua itu,’’ imbuhnya. Ke depannya, Radiawan memberi masukan agar koordinasi bisa dilakukan lebih baik lagi. Terutama dalam melihat potensi di kabupaten/kota yang betul-betul bisa mendukung lomba. Dengan harapan bisa turut menarik penonton. Apalagi, lomba-lomba seperti ini sejatinya cukup positif dalam mengedukasi dan menambah pengetahuan penonton, khususnya tentang kostum tari Bali. ‘’Biar tidak hanya dua yang datang,’’ jelas dosen Desain Mode ISI Denpasar ini. (rin)
WONDERFUL BALI
BUDAYA
SMK Saraswati 2 Denpasar Berpengalaman Kelola Pendidikan SMK Saraswati 2 Denpasar dulu dikenal dengan sebutan STM Saraswati Denpasar. Dialah STM swasta pertama di Bali, sehingga wajar disebut sekolah paling berpengalaman mengelola pendidikan berkualitas di Denpasar bahkan di Bali. Sekolah ini didirikan 1 Januari 1969 sekarang berlokasi Jalan Soka, Kesiman. Kini sekolah ini sudah mengalami metamorfosis dengan mengembangkan program keahlian tambahan. Saat berdiri, SMK Saraswati 2 Denpasar (STM) berbasiskan teknologi. Kini memiliki tiga program keahlian yakni Teknik Otomatif berupa kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan (mobil) dan Teknik Sepeda Motor (TSM) dan Program Keahlian Teknik Komuter dan Informatika dengan Kompetensi keahlian Multi Media (MM). Sejak lima tahun lalu dikembangkan Program Keahlian Perhotelan dan Jasa Pariwisata. Menurut Kepala SMK Saras-
wati 2 Denpasar I Gede Muliana, S.T., ternyata kini ketiga program keahlian yang dibuka sangat laris di pasar kerja. Ini dibutikan setiap tahun lulusannya hampir 100 persen sudah bekerja, dan bekerja mandiri. Ini yang dia sebut lulusan tanpa pengangguran. Sebanyak 5 persen lulusannya bekerja mandiri seperti membuka servis dan pelayanan fotografi, video, membuat stempel, animasi, dll. Ini berkat sekolah memberi program plus di setiap jurusan. Di Otomotif siswa program keahlian TKR juga diberikan ilmu dan kompetensi untuk sepeda motor, demikian sebaliknya. Dengan demikian SDM yang dihasilkan selain bisa menjadi teknisi mobil juga memperbaiki sepeda motor. ‘’Ini yang membuat lulusan kami cepat kerja karena diversifikasi pekerjaannya bertambah luas,’’ ujarnya. Sementara itu di MM, siswanya diberikan program plus berupa fotografi dan ani-
masi sehingga mereka benarbenar mandiri usai tamat. Sedangkan di Perhotelan dan Jasa Pariwisata diberi tambahan bahasa Inggris dan Jepang serta laundry. Dengan demikian mereka siap kerja di sektor pariwisata. Hebatnya lagi, semua lulusannya dapat sertifikat uji kompetensi dari LSP. Semua bentuk penguatan ini, kata Muliana, membuahkan hasil positif. Badan Akreditasi Sekolah (BAS) Provinsi Bali memberikan akreditasi A alias unggul kepada SMK Saraswati 2 Denpasar. Untuk itu pada PPDB 2019 ini, SMK Saraswati 2 Denpasar membuka pendaftaran calon siswa baru untuk enam kelas masing-masing dua kelas di tiap program keahlian. Bagi masyarakat Kesiman diberikan keringanan khusus karena sekolah ini termasuk paling terjangkau dari segi biaya pendidikan dibandingkan SMK lainnya. Sekolah di Kesiman ini
PENDIDIKAN
SENIMAN MENGAJAR - Kasek I Gede Muliana saat mengajarkan Multi Media kepada siswa SMK Saraswati 2 Denpasar. didukung 43 guru yang sebagian besar adalah guru produktif. Yayasan telah melengkapi sekolah ini dengan sarana lengkap seperti lab TKR dan TSM dengan teknologi terkini untuk semua merek kendaraan, lab komputer, lab bahasa, lab hotel dan ruang belajar yang nyaman. Menariknya, semua siswa masuk pagi.
Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.M. mengungkapkan dengan bekal pengalaman mengelola pendidikan selama 50 tahun, SMK Saraswati 2 Denpasar tampil makin dewasa dan berkualitas. Untuk itu masyarakat bisa bergabung ke SMK Saraswati 2 Denpasar. (sue)