Skip to main content

Edisi Minggu 21 April 2019 | balipost.com

Page 1

12 HALAMAN

NOMOR 235 TAHUN KE 71

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

Minggu Umanis, 21 april 2019

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Bali Smesco Festival Strategi UMKM Bali Tembus Pasar Global

BPM/son

BUKA BSF - Menkop dan UKM Puspayoga didampingi Gubernur Bali Wayan Koster membuka Bali Smesco Festival (BSF) yang digelar di Gedung Smesco Indonesia, Sabtu (20/4) kemarin.

Menkop dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga didampingi Gubernur Bali Wayan Koster membuka Bali Smesco Festival (BSF) yang digelar di Gedung Smesco Indonesia, Sabtu (20/4) kemarin. Agenda yang berlangsung hingga Minggu (21/4) ini merupakan upaya Pemprov Bali untuk mempromosikan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bali kepada masyarakat di Jakarta dan memasuki pasar global. Gubernur Wayan Koster mengatakan, perkembangan produk UMKM wajib mendapat perhatian pemerintah dan semua pihak, berupa regulasi dan kebijakan agar UMKM dapat tumbuh kondusif dan berperan dalam berbagai sektor ekonomi. Pemprov Bali, kata Koster, terus mendorong tumbuhnya produk kerakyatan lokal dengan melahirkan regulasi berupa

Pergub Bali No. 99/2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal untuk kebutuhan hotel dan restoran dengan syarat memenuhi syarat dan standar kualitas yang ditentukan. Selain itu, juga telah diterbitkan Pergub Bali No. 79/2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dengan harapan produk lokal Bali dapat meningkat dan berdampak pada kesejahteraan rakyat. “Melalui dua aturan tersebut diharapkan dapat meningkatkan UMKM,” kata Koster. Koster mengingatkan, perkembangan UMKM ke depan perlu menggabungkan antara produk berbasis budaya dengan inovasi dan kreativitas sesuai dengan visi Pemprov Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Hal. 11 Menjaga Kualitas

’’Perkembangan UMKM ke depan perlu menggabungkan antara produk berbasis budaya dengan inovasi dan kreativitas sesuai dengan visi Pemprov Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Bali Diprediksi Kian ’’Memerah’’ Gerindra Digeser di Klungkung

Denpasar (Bali Post) Masyarakat Bali tak sabar menunggu hasil Pemilu 2019 jika hanya menunggu hasil rekapitulasi manual KPU. PDI-P ternyata memiliki manajemen pemilu yang lengkap. Hasil hitung sementara C-1 yang dilakukan internal PDI-P di Bali bisa dijadikan acuan bahwa peta politik Bali di semua kabupaten/kota di Bali diprediksi kian ‘’memerah’’. Dikatakan demikian karena hampir di semua DPRD kota/kabupaten di Bali didominasi kader PDI-P. Bahkan, Klungkung yang lima tahun lalu didominasi Gerindra kini digeser oleh PDI-P. Bahkan, hampir di semua daerah kursi PDI-P bertambah. Jadilah, Bali ini kian ‘’memerah’’. Hasil pantauan Tim BP, Sabtu (20/4) kema-

rin, menunjukkan di Badung dari 40 kursi, PDI-P yakin meraih 27 kursi naik dari sebelumnya 16 kursi. Sementara kemenangan PDI-P Kabupaten Tabanan untuk DPRD Bali bertambah dari tiga kursi menjadi lima kursi. Sedangkan untuk DPRD Tabanan kursi PDI-P naik tajam

dari 22 menjadi 31. Adapun lima orang yang sementara masuk lima besar dengan suara terbanyak adalah Adi Wiryatama (44.553 suara), I Ketut Suryadi (20.861 suara), I Ketut Purnayasa (17.884 suara), I Made Supartha (14.216 suara) dan Gusti Ayu Manik Ariani (2.178 suara). Di Gianyar juga memerah. Komposisi anggota DPRD Gianyar berdasarkan perole-

han suara sementara. Dari 40 kursi, PDI-P diprediksi meraih 25 kursi, Partai Demokrat (5 kursi), Golkar (5 kursi), Partai Gerindra (3 kursi), PKPI (1 kursi). Yang menarik terjadi di Klungkung karena diwarnai sejumlah kejutan. Partai Gerindra yang mendominasi dalam lima tahun terakhir, mulai kendur. PDI-P Klungkung melalui hasil rekap C1, memastikan merebut sepuluh kursi, dari total 30 kursi DPRD Klungkung. Jumlah itu, didapat dari perolehan kursi, masing-masing dapil Kecamatan Nusa Penida sebanyak tiga kursi (Wayan

Misna, Ketut Suwerni dan Made Satria), Banjarangkan dua kursi (Sang Nyoman Putrayasa, I.B Arimbawa), Kecamatan Klungkung tiga kursi (A.A. Gde Anom, Ketut Sukarni, dan Komang Sutama), Kecamatan Dawan dua kursi (Nengah Ariyanta dan Nengah Ary Priyadnya). “Hasil hitung C1, kami pastikan memperoleh sepuluh kursi. Tinggal menunggu sisa C1 dari sejumlah desa di Nusa Penida yang masih dalam perjalanan,” kata Ketua DPC PDI-P Klungkung, A.A. Gde Anom, Sabtu kemarin. Dengan demikian, PDI-P dipastikan menggeser Gerindra

Kartini Bali Masuk Legislatif Minggu (21/4) ini, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini guna mengenang seorang wanita agung bernama Raden Ajeng (RA) Kartini. R.A. Kartini dikenang hingga sekarang karena telah menjadi inspirasi bagi seluruh wanita di Indonesia. Hasil pemilu serentak 2019 bisa dijadikan momentum memperkuat posisi wanita Bali di lembaga legislatif. Buktinya kini di semua kabupaten/kota tampil sederet Kartini Bali yang berpeluang besar menjadi anggota legislatif di DPRD Provinsi Bali dan DPRD kabupaten/kota.

HASIL penghitungan suara Pemilu 2019 memang belum final. KPU pun belum merilis data mengingat penghitungan di tingkat kecamatan baru dilakukan 22 April besok. Namun, hasil pelacakan tim Bali Post di lapangan didukung data internal parpol, menunjukkan perjuangan Kartini Bali tidak sia-sia. Mereka tak hanya pintar majejahitan, namun mampu mengalahkan caleg lainnya. Di Tabanan untuk sementara kuat nama IGA Manik Ariani, di Gianyar Ni Made Ratnadi. Di Klungkung caleg wanita yang kuat masuk DPRD Bali adalah Luh Kadek Dwi Yustiawati dan Ni Luh Ayu Ari Ningrum. Di DPRD Kabupaten Klungkung muncul nama Luh Sri Handayani, I.A. Made Gayatri, Ni Nyoman Martini, dan Luh Andriani. Sementara PDI-P Kota Denpasar

optimistis mengantarkan caleg perempuan Ni Wayan Sari Galung ke DPRD Bali. Kedigdayaan calon legislatif dari perempuan di Jembrana nampaknya terjadi dalam pemilu tahun ini. Uniknya, fenomena Women on Top ini lahir dari daerah Makepung dari PDI-P, I Gusti Ayu Diah Srikandi WS. Diah sementara meraup lebih dari 22 ribu suara untuk Pileg DPRD Bali. Mendapati perolehan ini, Diah Srikandi mengungkapkan hal ini sebagai bukti nyata bahwa politisi perempuan tidak bisa dipandang sebelah mata, karena kepercayaan masyarakat sekarang cukup tinggi terhadap politisi perempuan. ‘’Perolehan ini tidak terlepas dari kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas yang saya lakukan,’’ tegasnya. Hal. 11 Kepercayaan Masyarakat

hanya mampu memperolah delapan kursi. Ketua DPC Partai Gerindra Klungkung Wayan Baru mengatakan partainya bersaing ketat di semua dapil. Namun, dia berharap tambahan lagi satu kursi. Partai lainnya, seperti Golkar, Hanura, NasDem dan Demokrat, cukup kesulitan menghadapi dominasi dua partai besar ini. Partai Hanura hanya mampu merebut tiga kursi. “Kami masih tahap rekap dan masih ada beberapa yang belum nyetor C1. Kami berharap semua incumbent bisa lolos,” kata Sekretaris DPC Partai Hanura Buda Parwata. Sementara untuk NasDem,

Ketua DPD NasDem Klungkung Ketut Sukma Sucita belum bisa memberikan penjelasan rinci. Caleg incumbent ini mengaku masih terjadi persaingan ketat dengan caleg lainnya. Sementara Partai Demokrat hanya mampu mempertahankan dua kursi, yakni dari Dapil Kecamatan Banjarangkan Gede Artison Andarawata dan Dapil Nusa Penida Made Jana. Satu kursi lagi dari Dapil Kecamatan Klungkung direbut oleh Partai Perindo.Untuk kursi DPRD Bali, dibagi rata oleh PDI-P, Golkar, dan Gerindra. Hal. 11 Di Denpasar

Penentu Kebijakan Politik untuk Perempuan dan Anak Berkat perjuangan R.A. Kartini, hingga sampai saat ini perempuan-perempuan di Indonesia disejajarkan dengan yang lainnya, khususnya di bidang politik. Jika dilihat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, konstitusi sudah mengatur keterwakilan perempuan 30 persen di dalam pemilihan umum (pemilu). Hal ini berarti hak politik perempuan sudah diperhitungkan dan dihormati demi mewujudkan cita-cita demokrasi di Indonesia. DENGAN mengedepankan hak-hak yang dimiliki perempuan secara konstitusi negara memberikan porsi yang sama kepada perempuan untuk berpolitik khususnya untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. Bahkan, dalam sejarah bangsa Indonesia pernah dipimpin oleh presiden perempuan pertama Republik Indonesia. ‘’Ini artinya apa, memberikan bukti bahwa tidak ada diskriminasi terhadap kaum perempuan di Indonesia,’’ tandas Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M., Sekretaris Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan FHIS Undiksha Singaraja, Sabtu (20/4) kemarin. Dengan sinyal ini diharapkan perempuan-perempuan di Indonesia maupun di Bali ikut serta di dalam pembangunan bangsa melalui partisipasi politik. Sebab, melalui jalur inilah, kaum perempuan dapat memperjuangan hak-haknya. Apalagi, dikatakan bahwa perempuan Bali merupakan perempuan yang tangguh dan ulet serta memiliki tanggung jawab yang sangat mulia, nilai spiritual serta etos kerja tinggi. Bahkan, saat ini nilai-nilai tersebut selalu dipegang teguh oleh perempuan Bali. Hal. 11 Pendidikan Politik

Kapolda Bali Petrus Reinhard Golose Dianugerahi Gelar Doktor Kehormatan dari Unud Mangupura (Bali Post) Posisi strategis Bali sebagai tujuan wisata internasional memicu terjadinya tindak kejahatan. Transnational Organizer Crime (TOC) di Bali seperti terorisme, narkoba, cyber crime, money laundering masih banyak terjadi di Bali. ‘’Posisi Bali sebagai tujuan wisata internasional, menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Untuk itu, keamanan dan kenyamanan berwisata di Bali menjadi hal yang penting bagi wisatawan. TOC nyata terjadi dan memiliki implikasi dengan kehidupan kita,’’ kata Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose saat memberikan materi di sela-sela penganugerahan gelar doktor kehormatan dari Unud, Sabtu (20/4) kemarin. Dikatakan Golose, sebagai negara hukum, polisi harus betindak berdasarkan hukum sekaligus menerjemahkan aturan-aturan hukum tersebut sebagai suatu peristiwa konkret. Dalam pelaksa-

naan tugasnya, polisi wajib membangun strategi-strategi penegak hukum. Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose dianugerahi gelar doktor kehormatan (Doktor Honoris Causa) bidang ilmu hukum dari Universitas Udayana (Unud), Sabtu kemarin. Penganugerahan doktor kehormatan ini dilakukan Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) di Gedung Widya Sabha dalam rapat senat paripurna khusus. Menurut Ketua Senat Unud Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc., anugerah doktor kehormatan sebagai kepedulian Unud atas kontribusi yang luar biasa dalam bidang ilmu tertentu. Penganugerahan ini sudah melalui suatu proses, suatu rangkaian tahapan yang dimulai dari pengkajian oleh Fakultas Hukum Unud, sidang komisi senat dan tahapan lainnya. Dikatakan Suprapta, bagi Unud ini menjadi kebanggaan yang secara nyata sudah berkontribusi, tidak hanya ke-

pada Unud, namun terhadap penciptaan kedamaian, ketertiban, dan ketenteraman di Bali. Pihaknya berharap setelah dikalungkan Gordon kehormatan, Golose akan menjadi bagian dari Unud. ‘’Kami berharap agar terus ingat pada Unud, menjaga kehormatan dan bersama-sama memajukan Unud menjadi lembaga yang unggul, mandiri, dan berbudaya sesuai dengan visi-misi Unud,’’ harapnya. Sementara itu, Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) menyebutkan, penganugerahan gelar kehormatan ini merupakan kali ke-3 yang diserahkan oleh Unud. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengakuan dan kehormatan atas jasa seseorang dalam pengembangan pendidikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sosial budaya kemanusiaan dan atau kemasyarakatan. Hal. 11 Perubahan Besar

BPM/Edi

DOKTOR KEHORMATAN - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S.(K) (kiri) saat menganugerahi gelar doktor kehormatan bidang ilmu hukum kepada Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, Sabtu (20/4) kemarin.


2

Minggu Umanis, 21 April 2019

Aktivitas Rokok Belum Termasuk Sumber Emisi

”Selama ini, ada tiga sektor yang menjadi kajian dalam kajian Gas Rumah Kaca, yaitu sektor berbasis lahan, energi, dan pengolahan limbah.” Dr. Made Sudarma, M.S.

KEBERADAAN produk tembakau alternatif yang merupakan hasil inovasi pabrik tembakau dapat menjadi salah satu solusi menekan tingginya tingkat konsumsi (prevalensi) merokok masyarakat dewasa. Sebab, produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan lainnya, 95% lebih rendah risiko dibandingkan rokok yang dibakar konvensional. Selain itu, produk tembakau alternatif juga dapat membantu perokok berhenti merokok. Namun, apakah tembakau alternatif dapat menurunkan polusi udara di bumi? Ketua PPLH Unud Dr. Made Sudarma, M.S. mengatakan sejauh ini, belum ada hasil kajian yang menyatakan bahwa akibat perubahan dari proses pembakaran (rokok konvensional) ke pemanasan (tembakau alternatif) dapat menurunkan emisi atau polusi udara. Bahkan, dalan kajian GRK (Gas Rumah Kaca), ak-

tivitas rokok belum masuk sebagai sumber emisi, sehingga belum menjadi Rencana Aksi Daerah - Mitigasi Iklim. “Selama ini ada tiga sektor yang menjadi kajian dalam kajian Gas Rumah Kaca, yaitu sektor berbasis lahan, energi, dan pengolahan limbah,” tandas Dr. Sudarma, Sabtu (20/4) kemarin. Menurutnya, pengalihan dari konsumsi rokok konvensional ke konsumsi tembakau alternatif adalah salah satu solusi untuk mengurangi risiko kesehatan (harm reduction) bagi pecandu rokok. Sebab, TAR yang terkandung di dalam rokok konvensional merupakan senyawa yang paling berbahaya pada produk tembakau yang dihasilkan dari proses pembakaran. Sementara pada produk tembakau alternatif menghasilkan lebih sedikit TAR dan karbon monoksida. “Dampak konsumsi rokok selama ini lebih ditekankan pada bahaya dan ancaman terhadap kesehatan

masyarakat, baik pada perokok aktif maupun pasif. Bukan pada emisi. Dengan demikian, kontribusi asap rokok terhadap emisi atau polusi belum ada kajian, termasuk di Bali,” tegasnya. Hal senada juga diutarakan akademisi Pertanian Universitas Warmadewa (Unwar), Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si. Dikatakan, sejauh ini belum ada kajian dan penelitian secara akademis terkait asap rokok yang memengaruhi emisi. Namun, hal tersebut menjadi masukan bagi para akademisi untuk melakukan penelitian. Apakah asap rokok berpengaruh terhadap emisi. “Kalau secara langsung saya melihat untuk rokok elektrik banyak sekali asap yang dikeluarkan dengan bau yang khas. Bagi kami yang tidak merokok tentu akan terganggu, namun tingkat bahaya polusinya belum kami lakukan penelitiannya,” ujarnya. (win)

”Kalau secara langsung saya melihat untuk rokok elektrik banyak sekali asap yang dikeluarkan dengan bau yang khas. Namun, tingkat bahaya polusinya belum kami lakukan penelitiannya.” Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si.

Soal Pelanggaran di TPS 5 Dauh Puri

KPU Rancang Perbaikan Administrasi Denpasar (Bali Post) – Temuan kasus pelanggaran saat pencoblosan di TPS 5 Dauh Puri, Denpasar, mulai disikapi jajaran KPU. Bahkan, Sabtu (20/4) kemarin, KPPS TPS setempat telah melakukan tindak lanjut surat putusan cepat dari pengawas TPS yang diterima Jumat (19/4) lalu. Hal ini diungkapkan Ketua KPU Denpasar Wayan Arsa Jaya menanggapi adanya kasus pelanggaran di TPS 5 Dauh Puri. Di TPS ini ditemukan adanya pemilih yang mencoblos hanya dengan menggunakan e-KTP, namun bukan dari tempat TPS berada, tanpa membawa form A5. Alamat pemilih dalam e-KTP tercatat di luar Bali.

Menyikapi hal ini, KPU merancang perbaikan administrasi dengan menerbitkan form A5 serta memperbaiki daftar pemilih di TPS bersangkutan. Hal ini akan dilakukan saat rapat pleno di kecamatan. Terkait wacana dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), Arsa Jaya menekankan tidak perlu dilakukan

hal itu. Sesuai dengan regulasi yang ada, PSU dilakukan berdasarkan tiga unsur sebagaimana tertuang dalam PKPU 3 pasal 65 ayat 2 poin d dan UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, pasal 372 ayat 2 poin d. Ketiga unsur tersebut bersifat kumulatif. Dasar lain yang memungkinkan tidak dilakukan PSU, yakni pemilih sudah terdaftar di Jawa Tengah. Artinya, mereka hanya memenuhi satu unsur, yakni tidak terdaftarnya yang bersangkutan di DPTb TPS 5 Dauh Puri. “Hanya, bila rekomendasi

dari Bawaslu melalui pengawas TPS bersangkutan secara tegas meminta PSU, KPU siap untuk melaksanakannya,” ujar Arsa Jaya. Sebelumnya, Ketua Bawaslu Denpasar Putu Arnata,yang ditemui di kantornya mengatakan, proses pencoblosan pada pemilu serentak 2019 berjalan cukup lancar. Tidak ada pelanggaran signifikan yang terjadi. Hanya, ada temuan salah seorang pemilih yang mencoblos menggunakan e-KTP yang bukan beralamat di tempat TPS tersebut. “Ini sedang kita kaji bersama,” katanya. (kmb12)

Kodim Tanam Padi Ciherang di Abiansemal BPM/kmb

PPK - Patroli gabungan yang dilakukan oleh TNI-Polri menjelang penghitungan suara di tingkat PPK.

Amankan Penghitungan Suara di Tingkat PPK

TNI-Polri Patroli Gabungan

Negara (Bali Post) Petugas gabungan dari Kodim 1617 Jembrana dan Polres Jembrana, Jumat (19/4) malam, melakukan patroli gabungan. Patroli gabungan menyasar kantor kecamatan. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif menjelang pelaksanaan rapat pleno penghitungan suara di tingkat PPK yang dimulai Sabtu (20/4) kemarin. Patroli bersama ini juga untuk memastikan keamanan kotak suara di kantor kecamatan. Kabag Ops. Polres Jembrana Kompol M. Didik Wiratmoko mengatakan, operasi gabungan untuk menjaga sta-

bilitas keamanan di Jembrana agar tetap aman. Sasaran yang dilakukan dengan patroli pengamanan di kotak suara di kantor kecamatan atau PPK yang ada di wilayah Kabupaten Jembrana. Personel yang dilibatkan dalam operasi ini 150 personel. Ke-150 personel Polres Jembrana ini tersebar di lima kantor kecamatan yang ada. Satu kantor kecamatan dijaga lebih dari 30 personel selama 24 jam. “Kami harapkan agar penghitungan suara di kecamatan berjalan dengan aman dan lancar. Jadi, kami juga harus melakukan antisipasi,” jelasnya. (kmb)

BPM/ist

PADI - Personel Kodim 1611/Badung melaksanakan tanam padi bersama di Subak Grana Munduk Pala, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal.

Mangupura (Bali Post) Kodim 1611/Badung melaksanakan tanam padi bersama di Subak Grana Munduk Pala, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Sabtu (20/4) kemarin. Padi jenis Ciherang ditanam di lahan seluas satu hektar. Penanam padi tersebut dipimpin Perwira Penguhuhung (Pabung) Kodim 1611/Badung Mayor Inf. I Putu Sukadana mewakili Dandim dan diikuti 75 orang. “Penanaman padi Ciherang di Subak Grana Munduk Pala, Desa Sangeh, Abiansemal ini menjadi percontohan,” ujar Mayor Sukadana didampingi Pasiter Kapten Inf. I Wayan Suara. Menurut Pabung, menyikapi masalah ketahanan pangan, Kodim 1611/Badung telah bekerja sama dengan Dinas Pertanian Badung dalam hal ini UPT Pertanian dan Pangan Kecamatan Abiansemal, sepakat melakukan kegiatan ini di Subak Grana, Abiansemal. “Hari ini (kemarin) yang kami garap lahan seluas satu hektar lahan dan padi yang ditanam adalah jenis Ciherang. Sudah barang tentu kami bekerja sama dengan para petani di subak tersebut,” ujarnya. Kegiatan ini, menurut mantan Danramil 1611/01 Denpasar Timur ini, Kodim melaksanakan kegiatan ini dalam rangka melaksanakan Program Ketahanan Pangan Kodim. “Ini merupakan proyek percontohan. Dalam pelaksanaan program ini, pihak Kodim 1611/ Badung telah bersinergi dengan para petani di Subak Grana Munduk Pala. Hasilnya akan dapat digunakan sebagai cadangan logistik di wilayah Badung,” ungkapnya. (kmb36)

IHGMA Bali Fokus Gali Permasalahan di Era Digitalisasi Mangupura (Bali Post) Sejak dibentuk pada 2016 lalu banyak hal telah dilakukan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali. Setiap tahunnya, ada upaya-upaya khusus yang dilakukan. Pada 2019 ini, IHGMA Bali fokus menggali permasalahan yang dihadapi pada era digitalisasi, revolusi industri 4.0. Ketua DPD IHGMA Bali I Nyoman Astama, S.E., CHA. pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD IHGMA Bali, Sabtu (20/4) kemarin, menyampaikan DPD IHGMA Bali cukup banyak berperan secara aktif sejak dikukuhkan pada 2016 lalu. Setiap tahun pengurus mengambil fokus kegiatan yang terstruktur, sehingga diharapkan dapat meningkatkan eksistensi, keberadaan asosiasi ke depannya. Pada 2016 lalu setelah dibentuk, IHGMA fokus

pada konsolidasi anggota dan memastikan positioning asosiasi. Selanjutnya pada 2017, IHGMA Bali fokus untuk merangkul asosiasi dan stakeholder lainnya untuk bersinergi dan meningkatkan soliditas para pelaku pariwisata. Di antaranya dalam bentuk kegiatan sosial meningkatkan soliditas para pelaku pariwisata di antaranya dalam bentuk kegiatan sosial dan CSR. Pada tahun 2018, DPD IHGMA Bali mulai meluncurkan program skill development termasuk pelatihan dan sertifikasi para GM anggota IHGMA untuk mendapatkan pengakuan keahlian bidang perhotelan dari BNSP RI. Pada 2019 ini, DPD IHGMA mencoba untuk menggali secara holistik permasalahan-permasalahan anggota pada era digitalisasi, revolusi industri 4.0 yang didominasi

akibat kemajuan teknologi. Sehingga peningkatan soft skills para anggota dirasakan semakin urgen di tengah persaingan yang multidimensi dan agresif ini. ‘’Sesuai tagline IHGMA yaitu ‘Profesional, Integrity, Networking’, kami mengedepankan partisipasi dan berbagi antaranggota demi kemajuan bersama dan secara eksternal agar dapat berkontribusi secara positif bagi masyarakat, industri, dan pemerintah,’’ imbuh Astama yang juga Founder and Managing Director NUSA Hospitality Management. Director of Operations Global Hospitality Expert (GHE) K. Swabawa, CHA. dalam pemaparannya di seminar bertema ‘’Unveiling The Industry 4.0 Impact and Challenges for Hospitality Industry’’ memaparkan beberapa poin terkait digitalisasi dan

tantangan yang terjadi serta alternatif solusi yang harus diperhatikan oleh pimpinan hotel. Swabawa mengatakan bahwa fenomena disrupsi dan kemajuan sistem robotic software harus dapat dikombinasikan dengan baik agar pelayanan prima secara berkepribadian (human personalize service) sebagai core business dunia perhotelan dapat ditampilkan sesuai adaptasi kemajuan peradaban manusia. ‘’Industri lainnya bisa menerapkan 75% - 90% sistem robotik. Sementara di dunia perhotelan tentunya tidak dapat diasumsikan seperti demikian kalaupun ada itu, sifatnya adalah thematic concept yang memiliki market segment tertentu,’’ ujarnya sembari menyebut GM membutuhkan wawasan yang luas dalam menyikapi fenomena ini. (kmb42)

Ketua DPD IHGMA Bali I Nyoman Astama

BPM/may

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda , Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Umanis, 21 April 2019

’’Workshop’’ Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Kreatif dan Perancang Busana

DALAM meningkatkan kapasitas para pelaku usaha kreatif khususnya perajin busana dan perancang busana yang ada di Kabupaten Gianyar, Sabtu (20/4) kemarin diadakan workshop di Hotel Rumah Luwih, Gianyar. Workshop dikuti sekitar 100 peserta berasal dari para perancang busana anggota ASPERB Gianyar, pelaku usaha kreatif di bidang busana, guru dan murid SMK Jurusan Tata Busana dan para stakeholder terkait. Musa Widiatmojo, seorang desainer nasional, mengatakan Gianyar mempunyai semua sumber daya yang dibutuhkan. Mulai dari perajin, talenta seni, kain tradisional, alat tenun tradisional, skill, dan desainer yang andal. ‘’Dengan ini, saya yakin, tidak lama lagi Gianyar

bisa menjadi pusat modenya Bali,’’ katanya saat konferensi pers di Hotel Rumah Luwih mendampingi Wakil Bupati Gianyar setelah membuka Workshop Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Kreatif Kabupaten Gianyar. Musa Widiatmojo menambahkan, peluang usaha di bidang fashion selalu diminati banyak orang dari tahun ke tahun. Tidak mengherankan karena selain makanan, fashion pun menjadi barang yang diburu oleh banyak orang. Wajar saja, mengingat pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Atas dasar kebutuhan ini pun masyarakat lantas tak pernah lupa membelanjakan uangnya untuk membeli barang-barang fashion sesuai selera. Fenomena ini tentu mem-

buat banyak orang tergiur menjajal usaha di bidang fashion. Apalagi, seiring pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat yang meningkat, kini busana tak sekadar berfungsi sebagai alat penutup tubuh. Busana atau fashion kini turut bertransformasi menjadi alat untuk mempercantik penampilan, sekaligus bagian dari gaya hidup. Bupati Gianyar dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Mayun mengatakan, gaya hidup dan fashion masyarakat Gianyar yang semakin berkembang, merupakan pertanda bahwa pendapatan masyarakat Gianyar juga semakin meningkat. Tugas kita sekarang adalah bagaimana meningkatkan kapasitas pelaku

WORKSHOP - Wakil Bupati Gianyar membuka Workshop Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Kreatif Kabupaten Gianyar.

usaha, yaitu para perajin dan perancang busana kita, untuk secara kualitas dan kuantitas busana hasil rancangannya mampu bersaing dan memenangkan persaingan dengan produk rancangan busana lainnya. Lebih lanjut Wabup Agung Mayun mengatakan, workshop yang diselenggarakan hari ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas para pelaku usaha yaitu perajin dan perancang busana Gianyar untuk meningkatkan keilmuan atau science, pengetahuan atau knowledge, dan juga keterampilan atau skill di bidang tenun dan rancangan busana. Di samping itu, meningkatnya kapasitas para perajin dan perancang busana akan menjadi motivasi untuk menciptakan produk yang lebih baik, lebih bervariasi, inovatif, memiliki daya saing tinggi dengan kualitas yang meningkat, hingga mampu berkompetisi di pangsa pasar yang lebih luas. Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, workshop ini diselenggarakan atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Gianyar, Dekranasda Kabupaten Gianyar, dan Asosiasi Perancang Busana Gianyar (ASPERB Gianyar), sebagai bentuk kepedulian dan upaya pembinaan yang dilakukan oleh Dekranasda Kabupaten Gianyar dalam meningkatkan kapasitas para pelaku usaha kreatif khususnya perajin busana dan perancang busana yang ada di kabupaten Gianyar. (ad794)

Disdikpora dan BPBD

Berencana Gelar Simulasi Kebencanaan di Sekolah Denpasar (Bali Post) – Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengenai pelaksanaan simulasi evakuasi bencana serentak di sekolah-sekolah, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar segera menindaklanjutinya. Bahkan, dua dinas telah menunjuk sekolah-sekolah di tingkat PAUD, SD, dan SMP sebagai lokasi pelaksanaan simulasi evakuasi kebencanaan. Simulasi kebencanaan ini akan dilakukan yakni bencana gempa. Kepala Disdikpora Denpasar Gunawan, Jumat (19/4) mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi. Rapat itu juga dihadiri Kepala BPBD Kota Denpasar I.B. Joni Ariwibawa serta stakeholder lain di bidang pendidikan di Kota Denpasar. Gunawan mengatakan, bila tidak ada aral melintang, pelaksanaan simulasi evakuasi bencana serentak di sekolah-sekolah se-Kota Denpasar akan dilaksanakan pada 26 April mendatang. ‘’Pelaksanaan simulasi akan difokuskan pada penanggulangan bencana gempa. Diharapkan juga setelah pelaksanaan kegiatan ini, tetap dilakukan pembinaan dengan rutin digelar simulasi dan edukasi serupa di sekolah-sekolah ini. Sebelum pelaksanaan simulasi tentu saja harus terus-menerus dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada anak-anak kita ini,’’ ujar Gunawan. Sementara itu, Joni Ariwibawa dalam kesempatan yang sama mengatakan, ber-

pedoman juga dengan pelaksanaan kegiatan serangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) di Kota Denpasar telah dilaksanakan sejumlah kegiatan simulasi edukasi kebencanaan yang melibatkan siswa sekolah serta seluruh unsur masyarakat lainnya.

‘’Yang terpenting dari simulasi dan edukasi semacam ini bagaimana kita membiasakan anak-anak dalam mempersiapkan diri menghadapi situasi darurat bencana. Dengan dilakukan berkelanjutan, tentu siswasiswi usia sekolah akan semakin paham dan siap

siaga bila sewaktu-waktu menghadapi situasi darurat bencana. Maksimal pelaksanaan kegiatan simulasi ini idealnya memang sekitar dua jam dan juga pascakegiatan tetap dilakukan edukasi berkelanjutan bagi siswa,’’ ujar Joni Ariwibawa. (kmb12)

BPM/edi

SURFING - Seorang peselancar wanita menjaga keseimbangan saat mengikuti kegiatan ‘’Kartini Go Surf’’ di Pantai Kuta, Sabtu (20/4) kemarin.

Puluhan Peselancar Wanita Ikuti ’’Kartini Go Surf’’

Mangupura (Bali Post) Puluhan peselancar wanita dari Bali maupun mancanegara turut berpartisipasi pada kegiatan ‘’Kartini Go Surf’’ di Pantai Kuta, Sabtu (20/4) kemarin. Kegiatan yang digelar Himpunan Putera-Puteri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) DPD Bali bersama Magic Wave ini serangkaian menyambut Hari Kartini 2019 serta wujud penghargaan terhadap emansipasi wanita. Menurut Ketua Panitia Herry Boedi Oetomo yang mewakili Ketua DPD Hipakad Bali, yang menjadikan event ini menarik yakni para surfer wanita yang berpartisipasi menggunakan kebaya dan kain saat berselancar di pantai. Pihaknya berharap ke depan event ini bisa berlangsung secara rutin dan menjadi event yang berskala nasional bahkan internasional. Dikatakannya, kegiatan

ini mengambil tema ‘’Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Rasa Persatuan serta Berbuat yang Terbaik, Berani, Tulus dan Ikhlas Dalam Mewujudkan Bali Santi dan Jagadhita’’. Selain untuk memperingati Hari Kartini, event ini juga untuk menggelorakan olahraga surfing di kalangan wanita, menampung minat dan bakat generasi muda yang gemar dengan olahraga surfing serta membantu program pemerintah yakni mengolahragakan masyarakat. ‘’Ajang ini juga menjadi sarana untuk memacu perkembangan olahraga surfing khususnya bagi kalangan wanita. Tak hanya itu, melalui event ini kami ingin menyampaikan pesan bahwa Bali sangat aman untuk dikunjungi sehingga kunjungan wisatawan bisa meningkat,’’ katanya. Sementara itu, Nyonya Bayu Panji, Kasiop Korem

163/Wirasatya, mewakili istri Danrem 163/Wirasatya, mengatakan melalui kegiatan ini, ke depan para surfer dari Bali bisa dikenal di kancah nasional maupun internasional. ‘’Kami berharap para surfer wanita dari Bali bisa go international,’’ harapnya ditemui usai membuka secara resmi kegiatan ‘’Kartini Go Surf’’ yang ditandai dengan pelepasan balon. Salah seorang peserta asal Korea Selatan Mina Jo (28) mengaku senang bisa ikut berpartisipasi. Menurutnya, Bali memiliki keindahan alam yang sangat bagus. Surfing dengan menggunakan kebaya ini, kata Mina, memang sangat sulit. Karena biasanya saat surfing dirinya biasa mengenakan bikini, namun sekarang menggunakan kebaya. ‘’Ini sangat sulit, dengan kebaya, untuk bergerak saat surfing memang sulit sekali,’’ katanya. (kmb23)

’’Pujawali’’ di Pura Kesuma Jati Sanur

BPM/dok

SIMULASI - Suasana simulasi tanggap bencana yang digelar BPBD Denpasar, beberapa waktu lalu.

Denpasar (Bali Post) – Pujawali di Pura Kesuma Jati, Sanur bertepatan dengan Tumpek Wayang, Sabtu (20/4) kemarin. Selain masyarakat setempat, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Camat Densel I Wayan Budha dan Kabag Kesra I Made Raka Purwantara ikut serta melakukan persembahyangan. Rai Mantra mengatakan, pelaksanaan pujawali di Pura Kesuma Jati merupakan wujud nyata sinergi bersama masyarakat pangempon Pura Kesuma Jati dalam meningkatkan sradha bhakti yang bertujuan memohon keselamatan dan perlindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. ‘’Selain itu, juga sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan berkah-Nya,’’ ujar Rai

Mantra. Lebih lanjut dikatakan, keberadaan Pura Kesuma Jati dengan Palinggih Ida Ratu Tuan serta memiliki peninggalan Gong Beri dan tari Baris Cina. ‘’Khusus tari Baris Cina karena nilai historis dan keunikannya telah diakui secara nasional sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda dari Kota Denpasar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan RI. Keberadaan warisanwarisan budaya yang tak ternilai di Kota Denpasar inilah sepatutnya kita jaga sebagai elemen pendukung pembangunan Kota Denpasar sejalan dengan visi-misi Kota Kreatif Berwawasan Kebudayaan. Tentu saja peninggalan baik yang sudah terdata maupun belum terdata terus kita jaga keberadaannya agar

dapat dilanjutkan nanti oleh generasi penerus kita,’’ ujar Rai Mantra. Sementara itu, Panglingsir Pura Kesuma Jati I Gusti Made Rumatanaya mengatakan, Pura Kesuma Jati ini memiliki peninggalan berupa Gong Beri yang terdiri dari sembilan instrumen gamelan. Gong Beri dan tari Baris Cina ini kerap dipertunjukkan pada hari piodalan. Keberadaan warisan budaya ini dengan ciri khas serta nilai historisnya tentu akan terus dilestarikan oleh masyarakat adat. ‘’Kami ucapkan kepada Pemkot Denpasar yang secara konsisten telah memberikan perhatian terhadap pelestarian seni budaya baik warisan benda maupun tak benda yang berada di tengah masyarakat,’’ ungkapnya. (kmb12)

Kontribusi Sektor Primer Lemah terhadap PDRB Denpasar (Bali Post) Kondisi ekonomi Bali sepanjang tahun 2018 lalu menunjukkan tren positif. Ini ditinjau dari indikator pertumbuhan ekonomi, PDRB, PDRB per kapita, investasi dan kunjungan wisatawan yang meningkat dari tahun 2016. Kemudian laju inflasi juga masih terkendali. ‘’Namun capaian tersebut belum mencapai target sasaran sesuai dengan yang ditetapkan dalam RPJMD Tahun 2017,’’ ujar anggota Komisi III DPRD Bali Ida Bagus Gede Udiyana saat membacakan laporan akhir DPRD Bali terhadap LKPJ Kepala Daerah Provinsi

Bali Tahun 2018 dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, beberapa waktu lalu. Menurut Udiyana, ada beberapa indikator mikro yang mengalami pergeseran sektoral terhadap perekonomian Bali dan kontribusinya dalam PDRB. Salah satu indikator mikro dari sektor primer menunjukkan kontribusi yang semakin lemah peranannya terhadap PDRB. Walaupun masyarakat paling banyak justru terlibat dalam sektor primer tersebut. ‘’Kejadian itu menunjukkan bahwa penyebaran pendapatan tidak merata di antara kota dan desa, yaitu orang miskin lebih banyak be-

rada di desa daripada di kota,’’ jelas politisi Golkar ini. Oleh karena itu, lanjut Udiyana, penduduk yang kaya akan semakin kaya dan yang penuh keterbatasan akan semakin termarginalkan. Kondisi tersebut, misalnya, akan berimplikasi terhadap nasib sektor pertanian yang ada di pedesaan yang akan semakin ditinggalkan oleh generasi muda. Sebab, pertanian dianggap tidak memberikan harapan masa depan yang baik. Diwawancara terpisah, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati tak menampik bila sebelumnya kontribusi sektor primer

masih lemah terhadap PDRB. Salah satu penyebabnya adalah belum terhubungnya produsen atau petani dengan pasar. Inilah yang kini tengah ‘’disambung’’ oleh Pemprov Bali, khususnya gubernur dengan mengeluarkan Pergub No.99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. ‘’Dengan demikian kita harapkan sektor primer ini akan bergairah lagi di Bali. Di samping menggairahkan, juga diharapkan ada ketertarikan terutama anak-anak kita agar lagi menekuni sektor primer ini,’’ ujarnya. (kmb32)

BPM/ist

PUJAWALI - Serangkaian pujawali di Pura Kesuma Jati, Desa Pakraman Intaran, Sanur dilaksanakan pada Sabtu (20/4) kemarin.


4

Minggu Umanis, 21 April 2019

Penyakit Buerger

Akibat Rokok yang Jarang Diketahui rokok tembakau telah diketahui secara luas berbahaya bagi kesehatan. Merokok telah dikaitkan dengan berbagai peningkatan risiko penyakit seperti serangan jantung, stroke, penyakit paru kronis, kanker paru, gangguan organ reproduksi dan lain sebagainya. Salah satu penyakit berbahaya yang juga dikaitkan dengan merokok namun tidak umum diketahui adalah penyakit buerger. Penyakit buerger atau thromboangitis obliterans merupakan penyakit keradangan pada pembuluh darah sedang/kecil. Penyakit ini lebih sering mengenai daerah tungkai atas dan tungkai bawah khususnya bagian ujung jari tangan/ kaki. Di antara penyakit yang dikaitkan dengan merokok, penyakit buerger cukup jarang terjadi dengan prevalensi yang bervariasi antara 0.5-5.6% penyakit arteri perifer pada daerah Eropa Barat hingga 45-63% di India. Di Indonesia sendiri prevalensi buerger belum diketahui secara pasti. Penyakit buerger lebih sering terjadi pada laki-laki usia di bawah 45 tahun. Angka kejadian pada perempuan lebih rendah, hanya 10-25% dari penderita buerger adalah perempuan. Faktor risiko utama penyakit buerger adalah merokok. Hampir seluruh pasien penyakit buerger adalah perokok. Pasien penyakit buerger rata-rata telah merokok selama 23 tahun. Merokok berperan penting dalam inisiasi dan perjalanan penyakit ini. Rokok diperkirakan memicu penyakit ini melalui kerusakan endotel (lapisan dalam pembuluh darah) serta peningkatan respons keradangan. Secara umum penyakit ini dibagi menjadi 3 fase yaitu fase akut dimana terjadi respons inflamasi yang didominasi sel polimorfonuclear, fase subakut dimana terjadi proses inflamasi granulomatous dan fase fibrosis pembuluh darah. Kram Penderita penyakit buerger

pada awalnya akan mengeluh kram atau nyeri seperti diremas, hilang timbul pada kaki atau lengan bagian bawah. Nyeri akan bertambah saat beraktivitas dan berkurang saat istirahat. Nyeri pada tahap awal lebih sering terjadi pada daerah distal di bawah lutut atau lengan bagian bawah. Pada 2-3 minggu pertama sebagian pembuluh darah vena tampak kemerahan, menonjol dan nyeri saat ditekan dan berbentuk seperti garis-garis di permukaan tubuh. Keluhan yang paling berbahaya adalah munculnya gangren atau ulkus di ujung-ujung jari. Gangren dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa diketahui. Umumnya didahului oleh ujung jari yang secara tidak sadar tertekan/ terluka. Gangren biasanya mengenai satu jari, namun dapat mengenai jari lainnya seiring semakin parahnya penyakit. Untuk memastikan apakah terkena penyakit buerger diperlukan pemeriksaan oleh dokter. Dokter akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk memastikan penyakit ini. Dokter mungkin akan memerlukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan penyakit dan menyingkirkan kemungkinan penyebab lain. Pemeriksaan penunjang termasuk di antaranya EKG, laboratorium, ekokardiografi, Doppler arteri-vena, dan arteriografi. Rokok Terapi utama penyakit buerger adalah penghentian rokok. Hingga saat ini penghentian rokok secara total

adalah satu-satunya cara paling efektif untuk menghentikan perjalanan penyakit dan mencegah kemungkinan amputasi di masa depan. Dengan menghentikan rokok keluhan akan berkurang secara signifikan dan kemungkinan amputasi menjadi rendah jika belum mengalami gangren. Jika telah mengalami gangren, luka harus diberikan perawatan luka khusus dengan debridemen dan pencegahan infeksi. Terapi lain yang umumnya digunakan untuk menunjang adalah terapi obat-obatan seperti golongan analog prostaglandin, penghambat channel calcium, cilostazol, dan Bonsentan. Umumnya penderita penyakit buerger tidak memerlukan operasi untuk membuka pembuluh darah. Hal ini dikarenakan sebagian besar sumbatan berada pada pembuluh darah ujung serta perbaikan signifikan sudah terjadi dengan penghentian rokok. Sebuah penelitian oleh Cooper LT pada tahun 2004 mengikuti perjalanan 111 pasien penyakit buerger. Ditemukan bahwa risiko amputasi sebesar 11% pada 5 tahun pertama, 21% pada 10 tahun dan 23% pada 20 tahun. Ditemukan juga bahwa dengan menghentikan rokok selama 8 tahun resiko amputasi berkurang secara total sementara pasien yang meneruskan merokok tetap beresiko amputasi. Penyakit buerger merupakan penyakit keradangan pembuluh darah sedang/kecil yang dapat mengakibatkan rasa nyeri berulang hingga gangren dan amputasi. Merokok adalah faktor resiko utama penyakit ini. Penghentian rokok secara total adalah satu-satunya cara yang efektif untuk menghentikan perjalanan penyakit dan mencegah kemungkinan terjadinya amputasi. ldr. I Gede Bagus Bhaskara Wijaksana

ROKOK - Terapi utama penyakit buerger adalah penghentian rokok. Hingga saat ini penghentian rokok secara total adalah satu-satunya cara paling efektif untuk menghentikan perjalanan penyakit dan mencegah kemungkinan amputasi di masa depan.

Kisara

Peran Perempuan Bali Memperkaya Teks-teks Bahasa Bali DALAM beragam wacana disebutkan, bahasa Indonesia adalah bahasa yang kaya, banyak diksi bisa diambil untuk memperkaya bahasa Indonesia yang diambil dari bahasa daerah. Faktanya, bahasa Indonesia saja selalu kelimpungan mencari jati dirinya, karena generasi milenial merasa lebih ‘’keren’’ menggunakan bahasa Inggris. Dengan kondisi seperti ini di mana sesungguhnya fungsi bahasa daerah khususnya Bali dalam memperkaya kosa kata bahasa Indonesia. Sementara penghargaan semacam rancage hanya dilakukan di daerah lain, kenapa tidak ada penghargaan untuk para perawat bahasa semacam penghargaan rancage minimal mampu membuat para pecinta bahasa Bali yang rajin dan militan menjaga hutan-hutan bahasa Bali makin bergairah. Bagaimana juga peran para penjaga bahasa Bali perempuan menyiasati pertarungan dengan lelaki untuk ikut berperan menjaga kelangsungan dan kecintaan pada bahasa Bali. Berikut komentar mereka. Di tengah minimnya perempuan Bali yang menulis karya sastra Bali, biasanya mereka tergerus dan menghilang dari peredaran ketika menikah dan direcoki urusan domestik dan budaya. Penulis perempuan berbahasa Bali, biasanya masih ragu-ragu mengemukan ide-ide mereka. Biasanya tema yang digarap tidak terlalu menggigit seperti penulis-penulis perempuan berbahasa Indonesia. ‘’Mereka juga sering menghilang ketika memiliki satu atau dua buku karena menikah,’’ papar I Gede Gita Purnama Arsa Putra, S.S., M.Hum. Menurut dosen di Prodi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana ini, sebetulnya potensi perempuan mengembangkan bahasa Bali itu sesungguhnya sama dengan lelaki, ada beberapa nama yang menonjol, sayangnya tidak bisa bertahan, terutama yang muda-muda. Ni Made Ari Dwijayanthi, alumnus Sastra Jawa Kuno (Kawi) Fakultas Sastra Universitas Udayana, sekarang kebetulan menjadi pengajar di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja mengatakan, kendala utama dalam menulis yang paling dirasakan adalah kondisi keuangan. Perempuan Bali (perempuan Bali yang menulis) juga seorang pencari nafkah. Terkadang penghasilan sebagai penulis tidak mencukupi untuk kehidupan sehari-hari. Sehingga perempuan harus mengorbankan dirinya untuk memenuhi kebutuhan harian dengan bekerja di sektor lain. Meskipun menulis menjadi kebutuhan jiwa, tetapi tetap saja hanya sesekali dalam seminggu ditumpahkan dalam bentuk tulisan. Dewa Ayu Carma Citrawati, justru merasa hal yang berbeda. Mantan guru bahasa Bali di SMPN 3 Denpasar ini justru merasa terkendala oleh ketidakfokusan dalam menulis. Banyak kegiatan diambil dan kadang membuat dirinya lupa untuk menuangkan ide yang muncul sepenggal-sepenggal dalam pikiran. Selain itu ketika memilih untuk bekerja dan telah membina rumah tangga juga

memiliki anak maka fokus akan semakin berkurang. Idola Sebagai penulis perempuan, Ari tentu memiliki role penulis perempuan idola, Dewa Agung Istri Kanya, Mas Ruscitadewi, Cokorda Sawitri, Suwita Utami, Kadek Sonia Piscayanti. Sementara Citra mengagumi teknik menulis JK Rolling. Menulis dalam bahasa Bali memang sulit, karena minat terhadap bahasa Bali minim. Solusi untuk membuat bahasa Bali menarik minat milenial harus memperkenalkan bahasa Bali dengan hal-hal yang dekat dengan mereka. Menghilangkan jarak dan hal-hal menakutkan yang membuat mereka takut. Membuat aplikasi-aplikasi menarik dan kreatif untuk menarik anak-anak. Suka dan duka lebih banyak sukanya, mengenal orang-orang yang baru dengan hobi yang sama. Kemudian bisa menggali potensi diri. Dukanya kadang-kadang merasa lelah, lelah karena tidak banyak orang yang merespons positif apa yang kita lakukan jadi memang perlu perjuangan bersama untuk Adanya Penyuluh Bahasa Bali sangat membantu pelestarian bahasa Bali. Banyak hal-hal yang dulunya tidak pernah bisa diakses karena keterbatasan waktu dan tenaga bisa dengan mudah kita dapatkan. Beberapa program penyuluh berkontribusi besar terhadap perawatan bahasa. Ari dan Citra juga sadar sangat sulit memahami bahasa Bali karena ketakutan untuk memulai. Apalagi bahasa Bali dianggap tidak penting. dibandingkan

dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kosa kata bahasa Bali sangat memungkinkan untuk menjadi kosakata bahasa Indonesia karena dari segi makna bahasa Bali memiliki makna yang lebih detail secara semantik. Misalnya kata ‘ngetél’ dalam bahasa Indonesia berarti menetes tapi dalam bahasa Bali bisa dipilah lagi maknanya. Menetes dengan intensitas kecil sedikit demi sedikit secara teratur. Memanusiakan bahasa Bali, memasyarakatkan bahasa Bali, semisal mengubah cara pandang orang-orang yang mengatakan menggunakan bahasa Bali itu sulit. Misal, dengan membumikan bahasa Bali ke dalam kurikulum bahasa Bali yang lebih menyenangkan, konten-kontennya lebih kreatif. Peran perempuan juga tinggi karena bahasa Bali itu bahasa Ibu. Apa pun bahasa yang digunakan oleh Ibu, itulah bahasa Ibu, jadi ditanamkan pada perempuan agar menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa Ibu. Ari menambahkan bahwa belajar bahasa apa pun sama sulitnya tergantung pribadi manusia masing-masing. Seperti belajar bahasa Belanda maupun Inggris, tidak dapat dibandingkan satu sama lainnya. Jika ditanya bahasa Jawa lebih mudah dipahami seperti ini ada hubungannya dengan keadaan sosial masyarakatnya. Orang Jawa lebih banyak populasinya, dan orang Jawa memiliki kesadaran menggunakan bahasa Jawa. Sementara manusia Bali kesadarannya dirasa kurang. Citra dan Ari juga sepakat jika perempuan bisa mengawal bahasa Bali dengan karya-karya menarik, tentunya bahasa Bali tidak akan tergerus. Tidak juga akan menjadi pelajaran yang ditakuti siswa. Penghargaan untuk para penjaga dan perawat bahasa ini juga harusnya sudah dimiliki oleh Bali, karena bahasa Bali adalah penopang maju dan uniknya budaya Bali. Selamat Hari Kartini, majulah perempuan. Jayalah perempuan Bali memanggul literasi yang masih memiliki jalan berliku. (osi)

Membangun Hubungan yang Sehat

‘’Halo Kisara. Kenalkan aku Yunita umurku 19 tahun. Aku punya pacar dan kami udah pacaran selama 5 tahun Kak. Aku sayang banget sama dia, karena dia orangnya bisa ngertiin aku, tapi akhir-akhir ini dia agak berubah sama aku Kak. Mulai suka ngomong kasar, nuduh aku selingkuh sampe minta berhubungan seks sebagai bukti cinta. Jujur aja Kak, aku ngerasa sakit kalo digituin dan ada rasa pengen udahan aja sama dia yang juga mulai berubah. Nah menurut Kakak, apakah aku masih bisa lanjutin hubunganku sama dia Kak? Karna aku pun sudah gak nyaman dengan dia yang kasar. Makasi Kak.’’ Salam Kenal Yunita. Terima kasih sudah berbagi cerita bersama kami di Kisara. Banyak ya ternyata remaja yang galau dengan masalah ini. Mulai dari gak nyaman akibat kata kasar, cemburu berlebih bahkan sampai minta hubungan seks biar bisa membuktikan rasa cinta. Tapi nyatanya hal

BALI -- Citra dan Ari juga sepakat jika perempuan bisa mengawal bahasa Bali dengan karya-karya menarik, tentunya bahasa Bali tidak akan tergerus. Tidak juga akan menjadi pelajaran yang ditakuti siswa. Penghargaan untuk para penjaga dan perawat bahasa ini juga harusnya sudah dimiliki oleh Bali, karena bahasa Bali adalah penopang maju dan uniknya budaya Bali. Selamat Hari Kartini, majulah perempuan. Jayalah perempuan Bali memanggul literasi yang masih memiliki jalan berliku.

tersebut malah terkadang menyakiti satu pihak. Lalu apakah itu yang disebut cinta? Sahabat Kisara, tahu gak nih bahwa salah satu alasan mengapa kita pacaran adalah pada dasarnya kita ingin bahagia. Kamu ingin bahagia. Segala sesuatu yang kamu lakukan dalam hidup ini tujuannya

agar kamu bahagia dan bisa menikmati hidup. Sebelum bertemu dengannya kamu sudah cukup bahagia dengan hidupmu. Setelah bertemu dengan pujaan hatimu, kamu berharap bahwa dia akan melengkapi kebahagiaan yang sudah kamu miliki. Itulah mengapa pada akhirnya kamu memutuskan untuk pacaran dengannya. Kalau memang akhirnya kamu merasa bahagia dan nyaman dengannya itu tandanya kamu bertemu soulmate alias belahan jiwamu. Berkata kasar, memukul, memojokkan atau bahkan memaksa sudah pasti bukan satu cara untuk mngekspresikan tanda cinta. Apalagi ketika hal itu berlangsung

terus-menerus dan membuat kamu mulai tidak nyaman dan sakit hati. Tidak sedikit pasangan yang malah akhirnya memilih putus karena hal ini dan enggak sedikit juga pasangan yang masih bertahan karena mencoba untuk saling terbuka dan berbicara dari hati ke hati antara satu sama lain. Tentunya kuncinya adalah saling terbuka dan pengertian. Cobalah untuk memberi pengertian pada pasangan kita akan setiap tindakan yang kita lakukan dan yang mungkin memicu doi untuk menyakiti kita. Cobalah membuat perjanjian dengannya, bahwa kalian sangat mencintai dia dan caranya dia memperlakukan

kalian menyakiti diri kalian dan tentunya mempengaruhi rasa cinta kalian ke doi. Seseorang yang mencintai kita tentunya akan mendengarkan dan mau mencoba untuk mengerti posisi kita. Lalu, jika hal ini gak berhasil apakah aku harus putus? Tidak harus. Hal ini bergantung pada diri kalian masing-masing. Putus bukanlah satu-satunya cara untuk kalian. Namun, jika memang kalian merasa bahwa putus adalah pilihan terbaik, kenapa tidak? Ingat ya, jangan jadikan cinta sebagai alasan kalian untuk bertahan sementara kalian terus terluka karena pada dasarnya cinta tidak menyakiti tapi membahagiakan ya guys.


5

Minggu Umanis, 21 April 2019

Capricorn Jangan buru-buru ambil keputusan penting, berusahalah untuk bisa bersikap tenang agar tidak ada dampak buruk bagi kelanjutan karier dan bisnis anda. Terhadap relasi yang sekiranya sering membikin masalah sebaiknya anda jauhi saja, jangan dekat-dekat jika tidak anda bisa pusing nantinya. Asmara: Benih-benih kasih tampak mulai bersemi dan memancarkan hawa yang segar. Jagalah dan selalu sirami dengan kata-kata yang indah dan mesra. Aquarius Jangan berputus asa dulu karena kegagalan bukanlah segala-galanya, justru kegagalan merupakan awal dari kesuksesan. Bila ada tawaran kerja sama sebaiknya bisa anda pertimbangkan sekali lagi dan jangan cepat ambil keputusan tanpa pikir panjang. Asmara: Benih-benih kasih terus bersemi maka dari itu jangan bosan-bosannya untuk selalu menyirami dengan kedamian, ketenangan, dan kebahagiaan. Pisces Di minggu ini betapapun sulitnya masalah yang anda hadapi jika dihadapi dengan serius dan tak kenal menyerah maka ada harapan untuk bisa menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Bila ada omongan kurang sedap yang anda dengar sebaiknya tetap sabar dan tak perlu cepat naik darah. Asmara: Apa yang diresahkan lagi dengan kesetiaannya sedangkan jelas-jelas si dia telah banyak mengorbankan dirinya untuk kebahagiaan anda. Aries Berusahalah untuk sabar dan tenang dalam menghadapi berbagai gejolak dan liku-liku kehidupan yang sangat berat dan terkadang sulit untuk dinalar dan dicari solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Ikutilah arus yang ada dan tak perlu mengambil keputusan frontal, apalagi ada niatan untuk melawan arus yang ada. Asmara: Walau suasana kurang begitu hangat akan tetapi dengan tetap menjaga sikap agar selalu bisa tersenyum dan mencari topik pembicaraan yang menyenangkan tentunya suasana akan bsia kembali mesra dan romantis kembali. Taurus Jangan keburu nafsu untuk ingin cepat mendapatkan hasil besar, percuma saja jika kemujuran masih jauh dari harapan yang diinginkan. Karena jika diperumpamakan pohon di minggu ini masih baru bersemi sehingga sangatlah mustahil untuk bisa dipaksa berbuah. Asmara: Tak ada gunanya jika selalu bersikap ingin menangnya sendiri dan tidak mau mengalah, karena bukannya membuat si dia menjadi tunduk kepada anda justru akan mengikis perasaan cintanya saja. Gemini Jangan merasa puas dulu dengan keberhasilan yang anda rasakan saat ini karena langkah anda ke depan masih jauh. Itu hanya setitiknya saja, karena masih banyak keuntungan besar yang akan anda raih, asalkan diimbangi dengan kerja keras dan sikap yang ulet dan tak mudah berputus asa. Asmara: Beri dia kebebasan dan kelonggaran waktu baginya untuk berbenah dan memperbaiki dirinya. Cancer Permasalahan yang anda hadapi di minggu ini cukup sulit dan memusingkan sekalipun sinar terang telah menyinari Zodiak Cancer. Rintangan seakan-akan tiada henti-hentinya menghambat laju karier anda, walau begitu hati tak boleh ciut nyalinya tetaplah berhati besar dan selalu optimis, maka di mana anda berjalan pasti akan ada jalan keluarnya. Asmara: Jangan dengarkan omongan orang, rapatkan barisan dan satukan visi ke depan agar kekompakan tetap selalu bisa terjaga. Leo Tak perlu ada keraguan yang boleh terbersit dalam pikiran anda, optimislah bahwa di minggu ini anda bisa melewatinya dengan penuh keberhasilan walaupun problem anda sebenarnya relatif berat dan cukup memusingkan. Kemujuran menaungi bintang Leo, sehingga sesulit apa pun situasinya selalu tetap ada jalan keluarnya. Perbanyaklah berdoa. Asmara: Hanya dengan kesabaranlah maka suasana percintaan anda menjadi lebih indah dan jauh dari perselisihan dan ketegangan. Virgo ‘’Anjing menggonggong kafilah berlalu’’, peribahasa inilah yang harus anda terapkan dalam kehidupan anda diminggu ini agar hati bisa selalu diliputi oleh kedamaian dan ketenangan. Cobalah lebih berkonsentrasi pada setiap urusan yang sedang anda hadapi. Asmara: Relatif lebih hangat walaupun terkadang pertengkaran kecil karena beda pendapat masih sering terjadi. Cobalah untuk mengalah demi sebuah kebaikan. Libra Perlu perjuangan untuk meraih semua impian yang terbayang dalam alam pikiran anda. Tak perlu terpengaruh oleh bayang-bayang hitam yang belum tentu akan terjadi, lebih baik dalam hidup ini tak perlu mempersulit diri, jalani semua itu apa adanya. Asmara: Tak selamanya hubungan kisah kasih anda akan menemui jalan yang mulus, karena terkadang rintangan dan kerikilkerikil tajam justru akan lebih mendera anda. Maka dari itu anda harus siap menerima pahitnya jangan hanya ingin manisnya saja. Scorpio Jangan terpancing oleh pujian yang sering anda terima akhir-akhir ini, sebaiknya anda tak sampai lupa diri. Tanamkanlah kewaspadaan di mana pun anda berada, terutama terhadap rintangan yang tampak manis walaupun belum tentu kenyataannya semanis seperti yang anda lihat. Asmara: Introspeksilah diri sendiri jangan sampai sikap egois anda menghancurkan semua yang telah anda bangun bersamanya dengan susah payah. Sagitarius Sikap mudah tersinggung ataupun minder sebaiknya dibuang jauh-jauh dari pikiran anda. Mengenai hubungan dengan relasi sebaiknya andalah yang mencoba untuk mengalah kepadanya selama tidak melanggar komitmen yang ada, agar hubungan tetap terbina baik dan tidak sampai dimanfaatkan oleh rival-rival anda sendiri. Asmara: Waspadalah dengan orang ketiga walaupun terkadang nasihatnya cukup menyentuh perasaan anda.

Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu Berlaku : 21 - 27 April 2019

Pentingnya Asana dalam Sembahyang dan Meditasi sucau dese pratisthApya sthiram Asanam Atmanah nAty-ucchritam nAti-nicam cailAjinakusottaram (Bhagavad-Gita 6.11) “Pilihlah tempat yang suci bersih lalu bentangkanlah di atasnya Asana (alas duduk untuk sembahyang dan meditasi) yang terbuat dari rumput suci Kusa, kulit rusa atau kain yang lembut, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Demikian hendaknya dia menempatkan Asana-nya dengan baik.” BANYAK umat yang belum memahami pentingnya pemakaian Asana dalam pemujaan, sembahyang atau meditasi. Asana (tempat/ alas duduk) di dalam tradisi Veda dan tradisi yoga meditasi sangatlah penting. Kenyataannya, dalam praktik pada umumnya hal ini diabaikan hampir oleh semua. Tentu saja berbagai alasan menjadi penyebabnya, terutama alasan ketidakberadaan pengetahuan tentang penting dan mulianya Asana. Pada sloka di atas dianjurkan agar orang menempatkan atau mempergunakan Asana pada setiap sembahyang, pemujaan atau meditasi yang dilakukan. Sucau dese pratisthApya, terlebih dahulu perhatikan dan siapkanlah tempatnya yang bersih, lalu pratisthApya, bentangkanlah Asana di atas lantai/tanah tempat pemujaan, sembahyang atau meditasi yang hendak dilakukan. Sthiram Asanam Atmanah, Asana hendaknya ditempatkan dengan rapi dan dalam sikap yang baik. Natyucchritam, tidak terlalu tinggi, na ati-nicam, dan juga tidak juga terlalu rendah. Alas meditasi yang dinamakan Asana boleh terbuat

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

dari Caila (kain yang lembut), Ajina (kulit rusa), atau rumput suci Kusa (semacam alang-alang). Pada sloka di atas, pemakaian Asana hanya disebutkan sejauh itu, tanpa penjelasan lebih detail. Biasanya jika tidak diberikan penjelasan lebih jauh akan kemuliaannya, orang cenderung mengabaikan dan juga tidak akan mempraktikkannya. Padahal ia sangat penting namun hanya diberitahukan cara menyiapkan tempat yang bersih lalu bentangkan Asana terbuat dari rumput kusa, kulit rusa atau kain yang lembut. Kurang lebih penjelasannya hanya sejauh itu. Ajaran Veda biasanya memerlukan penjelasan lebih terutama bagi mereka yang sraddha atau keyakinannya kurang mantap. Penjelasan dalam penerimaan logika pun harus disampaikan. Jika tidak, orang sama sekali tidak akan mempercayai perintah atau penjelasan tersebut, bahkan akan dicurigai sebagai tidak masuk akal, dengan komen “nyeleneh”nya, “Sembahyang aja kok begitu repot?!” Ajaran dan tradisi Veda yang dipelajari dengan baik selalu memberikan penjelasan yang scientific alias dalam pemahaman logika yang baik. Sehubungan dengan Asana, ketika orang melakukan sembahyang, pemujaan, yoga atau meditasi, maka kekuatan tersembunyi di dalam diri orang akan diaktifkan oleh doa-mantram dan teknik yoga/meditasi yang diprak-

duduk entah di rumah atau di tempat-tempat pertemuan, semua duduk dengan baik di tempat yang baik, dan tidak ada yang duduk tanpa alas duduk yang baik dan bersih. Dengan demikian, Asana juga berarti alas duduk. Ketika orang duduk dengan baik itu berarti ia ada alas duduk yang baik, entah kursi atau tempat duduk yang lain. Orang tidak mungkin duduk jika tidak ada alas duduk. Asana artinya sikap duduk yang baik, Asana juga berarti sikapsikap badan di dalam yoga. Gerakan dan sikap-sikap Asana di dalam ilmu yoga jumlahnya sangat banyak sebanyak makhluk ciptaan di alam semesta ini, yaitu 8.400.000 jenis. Berarti, sejumlah itu pula ada Asana di dalam ilmu yoga. Dari ratusan ribu jenis Asana, terdapat 84 jenis Asana yang dengan mudah dapat dilakukan oleh orang pada umumnya. Beberapa bulan lalu, kebetulan saya ada membeli beberapa buah buku yoga yang sangat bagus. Dua atau tiga buku menjelaskan tentang Asana, namun hanya satu buku yang menjelaskan tentang Asana secara agak mendetail. Seperti itulah tata cara persembahyangan, meditasi, atau praktik-praktik agama spiritual lainnya yang sesuai dengan aturan-peraturan kitab suci Veda. Para Yogi mempraktikkan 84 jenis gerakan yoga yang juga dapat dilakukan oleh orang pada umumnya dengan mudah. Terdapat pula jenis Asana yang dijelaskan oleh Kama Sastra, yaitu sikap atau jenis-jenis posisi dalam praktik kewajiban suami-istri. Jumlahnya disebutkan ada 84 jenis yang juga dengan mudah bisa dipraktikkan oleh orang kebanyakan, Asana artinya sikap duduk, tetapi Asana juga berarti sikapsikap anggota badan yang menciptakan kemuliaan tertentu, memberikan manfaat tertentu

pada sang diri, atau mampu menimbulkan energi-energi spiritual tertentu di dalam diri orang yang mempraktikkannya. Asana untuk sembahyang, meditasi, atau yang dipraktikkan dalam praktik-praktik Sadhana tertentu, akan menjadi sangat kuat serta memberikan manfaat maksimal jika dilakukan sesuai dengan tata cara, aturanperaturan dan juga digabungkan dengan teknik-teknik ampuh spiritual tertentu sambil mengucapkan mantram tertentu pula. Asana menjadi sangat khusus dengan manfaat besar sehingga Asana juga diberikan nama khusus, yaitu Asandi. Jenis-jenis Asana tersebut juga berbeda-beda dan beraneka-ragam sesuai dengan tujuan dan kepentingan melakukan praktik-praktik atau meditasi. Bahkan terdapat pula beberapa jenis Asana yang perlu mendapatkan perhatian sangat khusus. Jika orang salah memilih Asana, maka ia dapat menyebabkan timbul penyakit atau bahkan menyebabkan rezeki menjadi buruk atau menjadi hilang lenyap ditelan kemiskinan. Memang, tidak setiap Asana bisa dipergunakan di sembarang tempat dan/ atau oleh semua orang secara bersama atau seragam. Jika orang mempraktikkan puja meditasi dengan tujuan yang khusus, maka orang dapat memakai kambalam, yaitu cadar, kain lembut atau selimut sebagai Asana praktik puja/meditasinya. Jika bisa mendapatkan yang raktakambalam, yaitu cadar atau kain lembut yang berwarna merah, maka ia akan sangat membantu memberikan manfaat lebih besar, khususnya jika Asana tersebut terbuat dari kain sutra yang lembut. Rakta berarti darah. Rakta-varakambalam berarti kain (sutra) lembut berwarna merah darah, pilihan Asana yang dianggap lebih baik.

‘’O, Kristus yang Bangkit, Penebus umat manusia, terangilah dan bimbinglah mereka semua yang mengusahakan perdamaian, setiap hari dan di setiap pelosok dunia, dengan pengorbanan yang besar. O Pemenang atas maut, kuatkanlah para tokoh keadilan dan perdamaian di mana harapanharapan akan tercapainya hidup berdampingan dalam damai masih dibayangi oleh jalan adu kekuatan dan kekerasan. Hiburlah mereka yang menolak pertikaian antaretnis yang tak terelakkan. Pulihkan penderitaan mereka yang menjadi korban keganasan senjata. Semoga pengharapan tak pernah padam dalam diri mereka yang percaya bahwa pada akhirnya aspirasi mereka yang logis terhadap lapangan kerja, tempat tinggal, keadilan sosial yang lebih baik dan kebebasan sejati dalam mengungkapkan hati nurani serta kebebasan beragama akan didengarkan.’’ Kristus telah bangkit dan menganugerahkan kepada mereka yang ikut ambil bagian dalam kemenangan-Nya atas maut, keberanian serta kekuatan untuk melanjutkan karya membangun umat manusia baru dengan menolak segala jenis kekerasan, kepicikan dan ketidakadilan. Tuhan atas hidup telah bangkit dengan kuasa, membawa serta bersama-Nya kasih dan keadilan, hormat, pengampunan dan rekonsiliasi. Ia yang dari ketiadaan telah menjadikan dunia. Hanya Dialah yang dapat mendobrak meterai makam, hanya Dialah yang dapat menjadi ‘’sumber Hidup Baru’’ bagi kita, yang ditundukkan oleh hukum alam maut. Ya, kita tahu dengan

pasti bahwa Kristus sungguh telah bangkit dari antara orang mati. (Marilah kita berdoa). ‘’Engkau, Raja Pemenang, kasihanilah kami. Amin! Alleluia. Pada hari Minggu, ketika pekan telah berakhir, Yesus bangkit dari antara orang mati. Puji Tuhan. Alleluia. Bangkitlah sang Putra Tunggal Allah. Terima kasih, Tuhan atas Terang, karena memberi kami terang untuk melihat. Terima kasih, Tuhan atas Hidup karena memberikan Yesus untukku.’’ Oleh masa puasa selama empat puluh hari setiap tahun, Gereja mempersatukan diri dengan misteri Yesus di padang gurun.’’ (Katekismus Gereja Katolik 540). Begitulah apa yang yang disampaikan dalam “Napak Tilas – Memoria Pasionis. Dan, yang tidak kurang pentingnya, yang disampaikan oleh Napak Tilas –Memoria Pasionis adalah ‘’Jam Suci’’ berikut ini. Jam Suci (Holy Hour) bertujuan untuk menemani Yesus dalam doa dan sakrat maut-Nya di Taman Getsemani. Pada malam terakhir itu Yesus berkata kepada ketiga rasul-Nya yang terpilih: Petrus, Yohanes dan Yakobus. ‘’Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.’’ (Mat 26:38). Tetapi ketiga rasul itu gagal memenuhi permintaan Yesus. ‘’Mata mereka sudah berat’’ lalu mereka tertidur. Apa reaksi Yesus? Dia menegur mereka katanya, ‘’Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam saja dengan Aku!’’ (Mat 26:40). Dalam suatu penampakan kepada Santa Margareta Maria Alacoque pada 02 Juli 1674, Yesus mengatakan kepadanya, ‘’Setiap Kamis, malam Jumat, Aku akan membuat engkau ikut ambil bagian dalam kesedihan sampai mati seperti yang Kurasakan Sendiri di Bukit Zaitun. Kesedihan itu akan memasukkan engkau dengan

cara yang tak terpahami bagimu dalam sakrat maut yang lebih berat rasanya daripada maut itu sendiri. Maka, hendaknya engkau bangun malam hari antara jam sebelas dan tengah malam untuk menemani Aku dalam doa yang Kupanjatkan dengan penuh kerendahan hati kepada Bapa dalam keadaan takut dan ngeri yang hebat. Dalam doa itu engkau akan sujud bersama-Ku sampai ke tanah untuk meredakan murka Ilahi sambil memohon belas kasihan bagi orang-orang berdosa. Juga untuk sekadar mengurangi kekecewaan-Ku ketika ditinggalkan oleh para rasul-Ku, sehingga terpaksa menegur mereka karena tak sanggup berjaga-jaga satu jam saja bersama-Ku. Selama satu jam itu hendaknya engkau melakukan apa yang akan Kuajarkan kepadamu.’’ Sekarang Jam Suci biasa dilakukan pada malam Jumat Pertama, dimulai jam 23.00 atau jika perlu, lebih awal. Jam Suci bisa dilakukan sebagai devosi pribadi ataupun devosi kelompok. Sedapat mungkin dilakukan di gereja atau di kapel, di depan tabernakel atau di depan pentahtaan Sakramen Mahakudus. Acara pokok Jam Suci adalah merenungkan sengsara Kristus, baik lahir maupun batin, serta merenungkan segala dosa dan penderitaan dunia yang telah ditebus oleh-Nya. Dalam kelompok, Jam Suci diawali dengan pembacaan Kitab Suci yang sesuai, renungan, saat hening untuk doa batin para peserta, serta biasanya diselingi dengan doa dan nyanyian bersama. Dalam liturgi, Jam Suci dilakukan pada hari Kamis Putih, sesudah Upacara Mengenangkan Perjamuan Tuhan serta pemindahan Sakramen Mahakudus ke tempat penyimpanan. Umat diberi kesempatan mengadakan tuguran di depan Sakramen Mahakudus hingga tengah malam. (Napak Tilas-Memoria Pasionis).

dicari raib menyelamatkan diri. Ya, kondisi psikologis seperti itu terjadi menjelang pemilu selama 32 tahun, di mana parlemen dikuasai mayoritas tunggal. Tidak ada yang namanya parpol oposisi saat itu. Karenanya, orang yang sama dilantik hingga enam kali untuk memimpin republik yang konon bersistem dan berpaham demokrasi ini. Generasi milenial aku yakin, tidak ikut merasakan ketakutan dan kekhawatiran tersebut. Syukurlah, sebagian rakyat dan mahasiswa bosan memelihara ketakutan, akhirnya melakukan perlawanan massal atau people power. Gerakan mereka disebut reformasi! Akhirnya sang Firaun mau melengserkan diri dan era otoriterisme berakhir diganti era reformasi mulai tahun 1998,’’ tutur Rubag. ‘’Benar, seperti tanggul bobol dilanda banjir bandang hebat, demokrasi kebablasan mewarnai komunikasi di era reformasi ini. Sebelumnya, jangankan berteriak mengkritisi pemerintah dan penguasa, seakan menguap atau bersin pun orang harus mengukur bukaan diafragma mulut, agar tidak terbuka terlalu lebar. Kalau

sekarang, lawan bicara dalam suatu debat dibuli, dimaki bahkan difitnah tanpa ampun atas nama demokrasi. Malah orang nomor satu di negeri ini juga sering mendapat hinaan, ejekan malah difitnah semaunya, padahal presiden adalah simbol negara. Lucunya saat dicokok aparat atas perintah undang-undang, kebanyakan dari nyinyirwan ini mewek, ngeles dan minta ampun, mengaku tidak punya niat untuk merendahkan kepala negara. Orang sering lupa bahwa demokrasi memang menjamin kebebasan untuk berbicara atau menyampaikan pendapat, namun perlu diingat, kebebasan itu tidak sampai melanggar kebebasan orang lain. Nah, menjelang Pilpres 2019, selama berbulan-bulan terjadi perang lisan dan tulisan bermuatan kebencian antara dua kelompok pendukung capres-cawapres di medsos, koran dan televisi. Celakanya, para pelaku ujaran kebencian bukan cuma anak-anak muda, malah kakek-nenek yang pernah menjabat kedudukan tinggi di pemerintahan. Mungkin karena postpower syndrome melupakan martabat dan harkat mereka.

Dari mulut mereka, tidak hanya terlontar fitnah dan kebohongan, malah ancaman yang meresahkan masyarakat. Meskipun sebenarnya mereka seperti macan ompong, yang tidak lagi punya karisma dan pengikut,’’komentar Nyoman Sudiantara. ‘’Akibat demam kebebasan, kini banyak orang mengidap demosklerosis, bukan demokrasi. Mirip multiple sclerosis dalam ilmu kedokteran, di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang selaput pelindung saraf, yang bila dibiarkan berakibat fatal. Terjadi miskomunikasi antara otak dengan organ-organ tubuh lain. Nah, kan kelihatan sekali dalam debat-debat belakangan ini. Asal jeplak alias asbun, sering dipertontonkan di khalayak, sebab debat dipirsa jutaan orang. Jokosembung bawa golok, begitu komentar orang-orang. Sangat memalukan sebenarnya, namun sayang saraf malu juga sudah putus. Bila direnungkan rasanya demokrasi yang diterapkan saat ini sudah diambil alih demosklerosis, hahaha…,’’ canda Made Surjanegara mengakhiri paparannya.

tikkannya. Energi spiritual akan menjadi aktif berputar-putar dan menyebar di dalam diri. Jika pada saat melakukan praktik tersebut orang tidak memakai alas duduk, maka energi tersebut akan masuk terserap ke dalam bumi seperti tenaga listrik teralirkan ke dalam bumi (grounding). Itulah sebabnya di musim hujan orang berhati-hati berjalan tanpa alas kaki. Jika ada petir, dan pada saat itu orang tidak memakai sandal/alas kaki, maka badannya akan menjadi pengantar listrik (konduktor) yang baik, sedangkan alas kaki berperan sebagai isolator penghalang aliran listrik. Pemakaian Asana atau alas duduk sembahyang dan meditasi mengandung nilai scientific. Asana membantu agar energi spiritual tidak akan hilang begitu saja siasia masuk ke dalam bumi. Hasil sembahyang atau meditasi tidak akan didapatkan secara maksimal jika orang tidak memakai Asana. Pemakaian Asana membantu menyelamatkan energi spiritual yang terbangkitkan akibat praktik spiritual yang dilakukan. Energi tersebut akan terus berada di dalam diri, berputar-putar secara aktif memperbaiki organ-organ tubuh dan menyempurnakan diri. Sebaliknya, ketika tidak memakai alas duduk, maka energi tersebut tersedot ke dalam bumi sehingga orang yang mempraktikkannya akan mendapatkan energi sangat sedikit karena kebanyakan sudah masuk terserap ke dalam bumi. Oleh karena itu, “aliran listrik” spiritual tersebut harus dijaga baik agar jangan sampai masuk kesedot ke dalam bumi. Itulah alasannya orang memakai alas duduk yang dinamakan Asana dalam praktikpraktik yoga dan meditasinya. Asana berasal dari akar kata As dalam bahasa Sanskerta, yang berarti duduk dengan baik, sikap duduk yang baik. Seperti orang

MIMBAR AGAMA

Paskah Kebangkitan Tuhan Ignatius Suharto Aku telah bangkit dan tetap bersama Engkau, ya Bapa. Tangan-Mu Kautumpangkan atas Diri-Ku. KebijaksanaanMu sangat menakjubkan. Alleluya (Mazmur 139:5-6) RETRET Agung telah kita selesaikan dengan berbagai kekurangan yang ada dalam diri kita masing-masing, namun (sebagian) sudah direnovasi dengan Sakramen Rekonsiliasi. Kini, marilah kita mendalami iman kita dengan apa yang disampaikan oleh ‘’Napak Tilas-Pasionis’’ berikut ini. Hari ini Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan merupakan hari raya terbesar dari segala hari raya. Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Yesus telah mengalahkan dosa dan maut dengan kebangkitan-Nya. Ia telah membuktikan bahwa Ia sungguh-sungguh Putera Allah seperti yang dinyatakan-Nya. Yesus memberi kita pengharapan akan surga jika kita telah meninggalkan dunia ini. ‘’Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.’’ (1 Kor 15:14) Ya, ketika Kristus mengatakan: ‘’Jangan takut’’, Ia hendak menjawab sumber ketakutan manusia yang terdalam. Yang Ia maksudkan adalah jangan takut akan kejahatan, karena lewat kebangkitanNya, kebaikan telah menyatakan diri lebih kuat daripada kejahatan. Injil-Nya adalah kemenangan

kebenaran. Sekarang kita juga adalah saksisaksi dari Kristus yang telah bangkit dan kita mengulangi pewartaan damai-Nya kepada segenap umat manusia. Kita menjadi saksi atas wafat dan kebangkitan-Nya, terutama kepada pria dan wanita dari masa kita, yang terjebak dalam perang saudara dan pembunuhan yang membuka kembali luka-luka lama pertikaian antaretnis. Dan di bagian-bagian lain di setiap benua, sekarang tertabur di bumi benihbenih kematian dan konflik-konflik baru menyongsong masa depan yang suram. Pewartaan damai ini diperuntukkan bagi mereka semua yang mengalami Kalvari yang seolaholah tanpa akhir, yang terhalang cita-cita mereka dalam menghormati martabat dan hak asasi manusia, demi keadilan, demi lapangan kerja, demi kondisi hidup yang lebih adil. Semoga pewartaan damai ini menjadi inspirasi bagi para pemimpin negara dan bagi setiap orang yang berkehendak baik, di mana perdamaian dipertaruhkan dalam keputusan-keputusan politik yang berbahaya. Semoga pewartaan damai ini membangkitkan keberanian baru bagi mereka yang percaya dan masih percaya pada dialog sebagai cara untuk menyelesaikan ketegangan-ketegangan nasional maupun internasional. Semoga pewartaan damai mengisi hati setiap orang dengan keberanian akan pengharapan yang bersemi dari kebenaran yang dikenali dan dihormati, sehingga prospek-prospek baru yang menjanjikan akan solidaritas dapat terwujud di dunia. (Marilah kita berdoa)

DEMOSKLEROSIS

KENDATI ada kekhawatiran sebagian orang atas penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019 akan terganggu, nyatanya pelaksanaan Pesta Demokrasi 17 April berjalan aman, lancar dan damai. Ini bukan hanya kebanggaan para penyelenggara, pemerintah dan aparat keamanan, namun kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Sebab, atas kerja sama semua pihak Pemilihan Presiden secara langsung telah berlangsung sejak Pemilu 2004 hingga Pemilu 2019 sesuai amanat Amandemen UUD 1945 tahun 2002. Berarti rakyat Indonesia kian memahami hakikat demokrasi, meski baru 74 tahun merdeka. ‘’Aku masih ingat, dulu sebelum konstitusi diamandemen, baik kepala daerah maupun presiden dipilih anggota parlemen di DPRD dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Ini sangat kental aura konspirasinya yang didahului pemilu yang juga diwarnai intimidasi, khususnya pada konstituen yang tidak mau tunduk pada par-

brolan BALE BANJAR ARIDUS pol berkuasa. Banyak orang yang harus tidur di luar rumah atau bersembunyi di tempat-tempat jin buang anak ketika malam tiba. Mereka takut tidur di rumah, sebab khawatir didatangi orangorang yang sering menggunakan cadar layaknya ninja, memaksa mereka memilih kekuatan politik tertentu saat pemilu. Malah bila tetap bandel, kalau tidak genting bisa jadi kaca pintu dan jendela yang pecah dilempari, karena yang


Bali

6

Redité Umanis, 21 April 2019

Upacara Mapetik

Ngicalang Mala ring Angga Sarira

MAPETIK – Upacara mapetik wantah sinalih tunggil upacara manusa yadnya sane patut kamargiang. Tetujonnyané pinaka pabersihan mala lan leteh ring angga sané kasinahang antuk ngetep rambut ring arep, ungkur, kiwa, tengen lan tengah pada akidik.

Bencingah

Ngresikang Angga Sakala-Niskala MANUT tattwa agama, mapetik wantah upacara sané patut kamargiang antuk ngetep bok wiadin magundul. Manut Ida Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, yadiastun ring sekala mapetik punika kamargiang pinaka jalaran ngresikang angga sarira minakadi antuk ngetep rambut, nanging niskalannyané wantah ngresikang raga saking paembas soang-soang jadma. Duaning tatkala ipun embas ring mercapada majanten kasarengin antuk karma wasanannyané ring masané nguni, sinah patut karesikang mangda kauripan sané anyar becikan kamargiang. Tios punika, rambut inucap kagetep wiadin kagundul duaning tatkala jadmané embas majanten wénten leteh sané kantun wénten ring rambut rare inucap. Leteh punika patut kaicalang antuk mapetik utawi magundul. Tios kamargiang ring galah-galah sané sampun kajantenang i wawu wiadin kamargiang ring upacara nyurud ayu, wénten taler mapetik sané kamargiang insidental utawi kamargiang sangkaning krama inucap ngrasayang leteh ring padéwékannyané sangkaning makudang-kudang parindikan. Minakadi krama inucap kaletehin antuk pabaos kaon wiadin pisuna krama tios utawi sangkaning parilaksana corah sané nénten patut kakeniang ring angganyané minakadi kajagurin wiadin kasiksa. Punika sinah ngawinang krama inucap jagi ngresikang raga antuk upakara alit, madya wiadin utama sané kasarengin taler antuk upacara mapetik, majaya-jaya lan puputnyané makarawista. Ketah kadulurin antuk ngresikang angga antuk masiram ngawigunayang toya cenana, toya kumkuman miwah sané siosan. Wusan punika wawu antuk upakara-upakara sané sapatutné. “Wénten taler mapetik sané kamargiang olih krama sané ngamargiang upacara padiksan, punika dados kémanten duaning nénten arang calon diksita inucap sané maparikrama kaon utawi kirang becik tatkala ngamargiang galah jagi dados sulinggih, inggih punika ngawit saking tatkala kantun dados mangku utawi pamangku sané nincap dados pinandita, bhawati saha jagi dados pandita. Dadosné sangkaning punika ipun utawi sang diksita jagi ngamargiang pabersihan malih malarapan antuk mapetik inucap,” asapunika Ida Pinandita sané ketah ngicénin Dharma Wacana kasulinggihan nyantos ka dura désa puniki nartayang. (was)

RING Bali wénten limang soroh upacara yadnya sané mabinabinayan sané kawastanin Panca Yadnya. Sinalih tunggilnyané, upacara Manusa Yadnya pinaka yadnya sané kamargiang olih krama utawi jadma sané kantun nyeneng mangda pidabdab kauripannyané prasida sayan becik. Upacaraupacara inucap kamargiang mawit i manusa embas, maotonan, kantos ngranjing ring Grehasta Asrama utawi ngwangun kulawarga. Wénten taler upacara manusa yadnya sané kamargiang ri kala sang raré kantun ring garba. Punika cihna yéning upacara manusa yadnya sané kamargiang akéh pisan. Upacara mapetik wantah sinalih tunggil upacara sané ngranjing ring soroh upacara Manusa Yadnya. Upacara mapetik kamargiang antuk tetujon ngelarang pabersihan lan masucian ring angga. Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, Wakil Ketua PHDI Bali widang Agama lan Kesulinggihan maosang, upacara sané dasar tattwa Lontar Eka Pertama lan lontar Dharma Kahuripan puniki kadabdabang antuk parikrama natab prayascita lan byakala antuk tetujon ngicalang mala lan leteh ring angga sarira sang sané kaupacarain antuk ngetep rambut saking sang sané kaupacarain. Upacara inucap kamargiang ring jadma utawi krama mawit saking ipun wawu matuuh tigang bulan utawi ri kala upacara nyambutin, kamargiang risampuné matuuh nem bulan utawi aoton, taler kamargiang ri kala otonanipun. Punika

AKSARA BALI

MAPETIK rumasuk sinalih tunggil upacara manusa yadnya sané patut kamargiang olih krama Hindu utamanipun ring Bali. Upacara inucap kamargiang antuk tetujon ngresikin mala lan leteh ring angga sarira. Punika mawinan patut kauningin tata-titi upacara inucap. Ida Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika maosang, akéhan krama ngamargiang upacara mapetik kakawitin antuk natab banten pangresikan sané pamarginnyané kabinayang dados petang soroh. Soroh kapertama kawastanin natab pamyakala, natab ring sor ka samping. Kaping kalih natab ka waduk, kawastanin antuk natab kadurmangglan. Kaping tiga kawastanin natab pratista utawi prayascita sané katatab ka prarai. Sané pinih untat katatab ka luurin sirah sané kawastanin antuk natab pangulapan. Ida malih nartayang, upacara mapetik ketah kamargiang antuk ngetep akidik rambut ring arep, ungkur, kiwa, tengen lan tengah sané sadurungnyané kadulurin antuk ngetep klopak bunga tunjung mawarna putih ring sirah sang sané mapetik. Ngetep rambut punika nénten ja ngawag nanging wénten mantra sané kauncarang olih Ida Sang Sulinggih utawi sané ngantebang upacara mapetik. Ri kala ngetep rambut ring

arep, mantrannyané; Om Sang Satya Ya Namah Swaha. Tatkala ngetep rambut ring tengen, mantrannyané; Om Bang Bamya Ya Namah Swaha. Ring ungkur mantarannyané; Om Tang Ganggu ya Ya Namah Swaha. Ring kiwa; Om Ang Angkat ya Namah Swaha, tur ring tengahtengah; Om Ing Ingsana Ya Namah Swaha. Rambut punika kagetep antuk gunting sané resik taler kadagingin antuk sapsap pinaka cihna sampun kasuciang. Rambut sané kagetep tatkala mapetik wantah akidik, nanging wénten taler sané kagundul. “Ngawigunayang gunting sané madaging sapsap sampun kamargiang saking nguni, yadiastun wangun gunting inucap mabinayan sareng gunting sané mangkin. Tetueknyané nénten tios saking ba duur lan ring sor mamargi sinarengan utawi rwabinédha,” baos Ida. Wusan kagetep, getepan rambut punika kagenahang ring wadah sané kawastanin antuk klopok sané kakaryanin saking busung. Punika raris kategul antuk benang putih tur kagenahang manut saking dresta ring wewidangan irika, napi jagi katanem ring natah napi jagi ka larung. Ida Pinandita malih ngandikayang, manut tattwa sastra agama, becikan yéning kalarung ka luwah utawi segara wiadin tukad sané majanten nuju ka

candak

1.

cnÑk/,

hadang

2.

candala 2.

cnÑl,

cacat

3.

candet

3.

cnÑ)t/,

bergantian

4.

candi

4.

cnÑi,

gapura

5.

canggah 5.

c\á;,

cabang

6.

cangak

6.

c\k/,

bangau

7.

cantél

7.

cenÓl/,

gantung

8.

canting

8.

cnÓ&,

endok

9.

capit

9.

cpit/,

jepit

10. capala

10. cpl,

durhaka

segara duaning rambut sané magenah ring klopok inucap wantah niyasa saking mala lan leteh ring raga. Dasar sastra inucap munggah ring lontar Batur Kalawasan sané maosang; ring segara genah ngalarung sarwa letuh sarwa mala. Tegesnyané; segara pinaka genah pangutangan sekancan mala lan letuh. Wusan punika raris sang sané mapetik ngawigunayang karawista sané kakaryanin saking ambengan kajangkepang sareng kalpika sané kakaryanin saking don pucuk. Karawista punika patut kawigunayang kantos budal tur rauh ring jero soang-soang. Wus punika, karawista inucap patut kagulung tur kagenahang ring genah sané becik mangda nénten kalangkahin. Minakadi kagenahang ring duur lemari wiadin ring plangkiran kamar druéne. “Karawista kakaryanin saking ambengan. Punika ngeninin indik satua Sang Garuda ngruruh tirta amerta ka suargaloka. Tatkala punika kabakta raris tirta inucap neltel ring don ambengané sané raris kasilapin olih para ula ring mercapada sané ngawinang muncuk layahnyané masibakan dados kalih. Yéning kalpika wantah cihna saking Trimurti duaning wangun ipun segitiga tur kakaryanin saking tigang soroh lakar,” Ida Pinandita nartayang. (was)

Dura désa

BPM/was

KLOPOK - Risampuné rambut kagetep, getepan punika kagenahang ring wadah sané kawastanin antuk klopok sané kakaryanin saking busung. Rambut sané mawadah klopok raris kalarung ka pasih wiadin tukad utawi kabakta ka genah tios manut dresta soang-soang.

”Kawin Culik”

Dresta Pawiwahan Suku Sasak

BAhAsa INDONESIA

1.

pinaka pabersihan. Wusan punika wawu kamargiang upacara palebon utawi ngabén. Sios punika, upacara mapetik prasida taler kamargiang pinaka parikrama “nyurud ayu” utawi sinarengan ring upacara déwa yadnya padudusan agung wiadin pitra yadnya minakadi ngabén massal. Ngeninin indik genah ngamargiang upacara mapetik, Ida Pinandita maosang prasida kamargiang ring genah suci miwah genah sané kasuciang. Yéning genah suci, genah sané sampun kajantenang kahanan ipun suci minakadi sanggah utawi merajan. Yéning genah sané kasuciang, wewidangan sané sampun kacumpuin tur kaupacarain mangda prasida dados genah upacara yadnya inucap kamargiang. Minakadi ngamargiang ngabén massal ring wewidangan sakadi lapangan, sinah ring wewidangan punika kamargiang upacara bhumi sudha. “Ring wewidangan sané sampun kasuciang, dados kamargiang upacara mapetik tios saking pula-pali upacara yadnya sané kamargiang irika. Kapatutannyané, ring wewidangan utawi genah sané sampun mabhumi sudha i wawu wénten kadagingin antuk pangayatan Surya Agung inggih punika pangayatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida Hyang Tapini miwah sané siosan. Punika nyinahang yéning upacara mapetik nénten kamargiang ring merajan kémanten,” pangandika Ida Pinandita. (was)

Patut Ngawigunayang Gunting, Upacara Kakawitin antuk Pidabdab Natab Pangresikan

Kruna Basa Bali

nyinahang yéning sujatiné mapetik inucap kamargiang nénten wantah apisan, sakéwanten kamargiang salantang tuuh ring kauripannyané. Santukan nénten wénten jadma sané prasida lémpas saking ngamargiang parilaksana kaon tios saking maparikrama sané becik ring sajeroning kauripan puniki. “Mapetik wantah upacara ngicalang sekancan mala, reged saha ngamargiang pabersihan ring soang-soang jadma. Sekalannyané kasinahang antuk ngetep rambut sang sané kaupacarain tur niskalannyané malarapan antuk upakara marupa byakala wiadin pinih alit upakara prayascita,” baos Ida. Upacara mapetik punika taler kamargiang ring makudangkudang parikrama upacara, boya ring otonan kémanten. Minakadi ri kala kamargiang upacara mapandes utawi masangih, tatkala mawinten, mapawiwahan, miwah tatkala jadma inucap sampun tan kari utawi mantuk. Sakéwanten, yéning kamargiang ring krama sané sampun mantuk, sinah masarana antuk upakara sané ketah magenah ring duur peti sawa tur kabakta majeng ring Ida Sang Sulinggih sané muput upacara ngaskara sadurung sawa kaabén. Asapunika taler tatkala mamukur antuk sarana puspalingga, tatkala punika mapetik kamargiang antuk bunga-bunga ring upakara sané magenah ring arep, ungkur, kiwa, tengen miwah tengah saking sarana inucap sané tattwanyané pateh

BPM/net

DRESTA - Runtutan pamargin dresta “Kawin Culik” ring suku Sasak Lombok.

NYABRAN suku lan budaya Indonesia janten madué pabinayan ring soang-soang upacara adat pawiwahan sané kamargiang. Sinalih tunggil dresta pawiwahan sané tawah wénten ring wewidangan suku Sasak Lombok. Dresta sané kantun kamargiang kantos mangkin puniki kasub kasengguh “Kawin Culik”. Dresta tetamian budaya panglingsir puniki sampun kamargiang saking nguni. Kocap, kakawitin saking sinunggil putri raja sané listuayu akéh kasenengin olih anak lanang. Nanging, anak lanang sané tresna ring sang putri patut nglintangin makudang-kudang pialang antuk mandung (menculik) sang putri ring genah sané singid. Dresta tawah inucap salanturnyané dados budaya pawiwahan suku Sasak sané macihna pisan. Dresta “Kawin Culik” puniki nénten ngawag kamargiang, santukan wénten tata-titinnyané. Ketah, sang lanang miwah istri sané pa-

cang ngamargiang “Kawin Culik” sadurungnyané masemaya indik galah dresta inucap kamargiang. Galahnyané patut wengi, santukan mangda nénten ngwetuang pikobet anyar. Taler mangda sang istri sané pacang kapandung nénten kaplaibang lanang tiosan sané taler tresna ring ipun. Satios kamargiang tengah wengi, rerincikan “Kawin Culik” taler patut kasilibang saking kulawarga sang istri wiadin sandingannyané. Tetujonnyané mangda nénten wénten pialang wiadin pikobet anyar pradé kulawarga sang isti nénten cumpu ring sané lanang. Mawinan sané uning ring rerincikan inucap wantah sané lanang taler sang istri sané pacang kapandung miwah sawitra sané kaprecaya prasida ngwantu pamargin dresta inucap. Pamargin dresta “Kawin Culik” inucap kasengguh legal santukan sampun kacumpuin olih lembaga adat irika, mawinan wénten denda sané pacang katibakang

pradé acara inucap ngametuang biyuta. Denda inucap marupa jinah sané patut kataur olih sang sané lanang. Pamargin “Kawin Culik” kasengguh antar yéning kulawarga saking sané istri nénten uning ring parindikan inucap. Santukan pinaka dretsa pawiwahan suku Sasak Lombok, kulawarga sané istri pastika pacang nglapor ka lembaga adat, nglaporang yéning pianak istrinipuné ical. Salanturnyané, yéning sampun galahnyané, kulawarga sané lanang pacang rauh ka genah kulawarga sané istri maosang indik pamargin “kawin culik” sané kamargiang olih pianakipuné. Yéning kulawarga sané istri cumpu taler nénten ngwetuang pikobet, pamargin dresta “Kawin Culik” kabaosang mamargi antar. Salanturnyané wawu kamargiang acara pawiwahan sané kamargiang nganutin agama taler adat ring suku Sasak. (pusdat/berbagai sumber)


Nyastra

Redité Umanis, 21 April 2019

Térmos I Nyoman Agus Sudipta TUMBÉN pesan manying kurnané Nyoman Dharma nagih atehang ka peken mablanja. Biasané ané ngatehang ka peken mablanja tuah kaponakané ané ajaka ditu ngoyong. Kaponakané kuliah di sekolah tinggi pariwisata. Yéning suba tamat lakar magaé di kapal pesiar. Nyoman Dharma ané nanggung prabéya kuliah kaponakané ento. Idepang matresna. Mayadnya. Nyén nawang buin pidan nyak luung nasib kaponakané ngidaang suksés. Sawiréh dasaré mula tiwas. Yéning tusing ulian padéwékan jengah kénkénang lakar ngidaang ngluungang nasibé. Kénkénang lakar ngluungang masa depané. Tuah déwék padidi ané menahin. Tuah déwék pedidi ané ngidaang ngrubah idup. Ento filosofi idupné Nyoman Dharma. Pianakné pepes tuturina buka kéto. Kaponakané ané ngoyong ditu masih pepes tuturina. Nyoman Dharma pepes macerita indik pajalan idupné ipidan dugasé enu masekolah. Uling tusing taén mabekel masekolah ulian reramané tusing ngelah pipis, kanti ngidaang masekolah ulian maburuh. Yén masan angin banget, Nyoman Dharma ngalih ulung-ulungan danyuh lan nyuh. Danyuhé tambunanga lantas banga méménné anggona saang. Nyuhé tambunanga lantas adepa di warungné Mé Rungkig ané dadi sodagar nyuh di désanné. Pipis ulian ngadep nyuh anggona bekel masuk. Yén begeh maan madagang, méménNé enjuhina apang ada anggona meli pindang. Mula Nyoman Dharma demen sajan tekén pindang magoréng. Silsila sakabedik pindangé tatkala madaar. Yadiastun tuah maan duman pindang amun kacingé, suba lega lan jaen padaaré. Dikénkéné tusing ngelah darang nasi tuah madaar uyah misi lengis nyuh tandusan duang keciran. Suba amerta gati rasaanga. Yén nuju rainan Galungan, kenehné Nyoman Dharma kendel pesan, wiréh lakar maan naar bé céléng tatkala penampahan. Maan naar lawar, saté, jukut arés lan balung makuah. Cutetné jaen pesan. Galungané buin asasih tekané suba maati-ati sajan,

apang énggal. Sawiréh liang pesan yén suba lakar rainan Galungan. Apa buin i bapa lan i mémé ngelah pipis bisa belianga panganggo anyar di peken. Biasané di obralané belianga. Dugasé ento tekan rainan Galungané maarti pesan, yén jani suba malénan. Cenik-ceniké jani tusing sanget tekén patekan rainan. Kadirasa rainan Galungan lan Kuningan cara purnama-tilem. Suba biasa. Sawiréh cenik-ceniké jani sabilang dina suba ngidaang naar lawar, saté, tum, jukut arés, balung makuah lan sekancan olahan bé céléng. Naar bé guling sabilang wai ngidaang. Dagangé suba makacakan. Apa buin meli panganggo anyar, sabilang asasih ngidaang. Saja suba malénan pesan guminé. Yéning nyak jemet mautsaha pastika ngidaang ngelah. Alih-alihané jani suba nyansan aluh. Tusing buin terak cara imaluan. Kakéto ané karasayang olih Nyoman Dharma. Unduké ento pepes tuturanga ngajak pianakné apang ada imba indik ipidan. Apang pianakné setata ngelah rasa suksma. Tusing momo, napetang makejang suba ada. Apang setata mautsaha lan seleg malajahang déwék. Sawiréh kautaman urip di guminé tuah setata seleg lan demen malajah. Patuh cara ané jani bakatanga teken Nyoman Dharma. Ulian déwékné seleg lan jemet malajah kanti ngidaang suksés buka jani. Déwékné magaé dadi dosén di Unud. Apa buin déwékné jani kanti dadi profésor. Gelar ané paling tegeha. Gelar ané bakatanga tusing ulian aluh. Ulian dasaré idup ané setata kéweh uling ipidan. Nanging jemet lan jengahé ané makada gelaré ento bakatanga. Ulian tusing nawang med lan kenyel malajah. Yadiastun suba dadi profésor, Nyoman Dharma tusing sombong. Tusing dadi manusa ané ajum tur regeh. Nyoman Dharma setata inget déwékné madasar baan tuara. Ento makada Nyoman Dharma demen matresna. Yén ada mahasiswané bimbingan skripsi, tésis lan disertasi pastika tulungina. Boya tulungina aji ulah-aluh. Nanging tuntuna apang nyansan seed malajah tur mragatang tugasné. Yén kuangan buku lakar anggona bahan tulisan, oraina mulihné ngalih. Nyoman Dharma ngelah perpustakaan pribadi jumahné. Begeh ada mahasiswa ané mulihné mabligbagan, madharma tula lan bimbingan. Taén ada mahasiswa S1 dugasé bimbingan skripsi tawanga tusing ngelah. Lantas mahasiswané ento orahina mulihné ngalih bahan-bahan tulisan apang ngidaang pragat skripsiné. Mahasiswané ento tulungina masih ngalih beasiswa ulian mula dasaré tiwas. Ané jani mahasiswané ento nglanturang kuliah S3 di Jerman. Makejang ento ulian béasiswa. Nyoman Dharma pepes telpuna, nakonang kabar. Ada rasa liang lan egar di kenehné Nyoman Dharma maan matetulung ngajak anak tusing ngelah, nanging setata ngelah semangat edot maju lan suksés. Kanti jani anaké ané tulungina suba suksés lan dadi dosén di ITB. Nyoman Dharma ngidaang suksés buka jani, patuh ulian tulungina ajak anak. Ento makada Nyoman Dharma demenmatresna. Apang ngidaang nglanjutang masuk SMP, Nyoman Dharma nyambil madagang és lilin matanja kemu mai. Teka uling masuk disubané suud madaar, Nyoman Dharma magegéson ka umahné Mén Simpen nyemak és lilin ané suba mawadah

térmos. Yéning kanti telah baan ngadep és liliné, Nyoman Dharma maan upah limangatus rupiah. Pipis amun ento ipidan suba begeh pesajan anggona ongkos menék bemo lan bekel masekolah. Tatkala masan ujan, kenehné Nyoman Dharma sebet pesan. Dagangané pasti udu. Yéning masan panes lan di cariké masan manyi, és lilin ané abana pepesan telah. Pitresnané Mén Simpen tusing taén ngidaang engsapanga ngajak Nyoman Dharma. Pepes Nyoman Dharma lebian baanga ngidih pipis ngajak Mén Simpen ulian pedalema. Nyoman Dharma enu inget unduké ané makada déwékné suud madagang és lilin. Dugasé ento masan manyi di cariké. Nyoman Dharma ngaba és lilin kemu. Disubané és lilin ané adepa suba lakar telah, sagét Nyoman Dharma nepukin timpaltimpalné maplalian sepak bola di cariké. Lantas térmos wadah és liliné pejanga di duur pundukané. Baan liang lan demené maplalianan sepak bola, timpalné nendang bola keras sajan. Térmos és lilin ané ada di pundukané kena. Térmosé ketes nepén batu gedé di samping pundukané. Térmos és liliné lantas belah. Ditu Nyoman Dharma makesiab. Bibihné caket tusing ngidaang ngomong apa. Kenehné sedih. Jejeh. “Pasti Mén Simpen lakar galak matbat tiang jani. Yén oraina mesilihin apa anggo?” Makelo Nyoman Dharma bengong ningalin térmos és liliné ané belah. Budang-badinganga térmosé ané belah totonan. “Kénkénang jani. Kudiang carané menahin?” Yéh peningalané ngetél. Ngrébég ngételin térmos ané suba belah. Lantas térmosé ento geluta abana ka umahné Mén Simpen. Ditu Nyoman Dharma ngidih pelih ulian déwékné ané makada térmos wadah és liliné belah. Saja buka ané kenehanga. Mén Simpen uyut. Men Simpén galak. Batbata Nyoman Dharma banga munyi sawiréh suba tusing inget tekén swadharma nyaga térmosé totonan. Uling sekat ento Nyoman Dharma tusing taén buin ka umahné Mén Simpen. Ada rasa elek. Ada rasa pelih bes keliwat tekén Mén Simpen. Ento ané makada déwékné tusing juari buin kemu. Pepes Nyoman Dharma takonanga lan besenanga oraina kemu buin madagang és lilin, nanging Nyoman Dharma enu elek. Enu marasa pelih. Unduké ento tusing taén engsapanga ngajak Nyoman Dharma. Nyoman Dharma pepes nuturang unduké ento tatkala ngajahin di kampus. Apa ané taén kajalanin kanti déwékné ngidaang buka jani kacaritayang ajak mahasiswané. Tetujonné apang mahasiswané ada rasa jengah tur nyansan seed malajahang déwék. Apa buin mahasiswa ané dasaré suba ngelah ulian reramané sugih. Patut ngelah rasa urati lan tusing manja apa buin ajum. Apang mentik dikenehné rasa suksma suba ngidaang luungan nasibné. Pianak lan kaponakanné pepes tuturina lan oraina buka kéto. Kenangan idupné Nyoman Dharma tusing taén engsapanga. Nyoman Dharma meled sajan nulis unduk kenangané ipidan dadianga novél apang buin pidan ada bacané tekén cucuné utawi anak lénan. Tetujonné tuah apang ada imba lan sesuluh idup. Sedek negak semengan sambil ngopi, Nyoman Dharma pepes inget kenangané ipidan. Patuh buka jani tatkala déwékné tumbén maan libur negak di sakapaté sam-

bil maca koran. Sagét suba kurnané teka tumbén nagih atehang ka peken mablanja. Nyoman Dharma lantas manesang mobil. Suba lantas kéto majalan kemu ka peken. Di peken Nyoman Dharma ngalih dagang pindang. Mula dedemenané uling ipidan. Ulian tumbén ka peken, Nyoman Dharma paling ngalihin tongos dagang pindangé sawiréh pekenané jani suba maubah. Pekené tusing cara ipidan. Jani pekené suba cara peken modern. Dagang jukut mapunduh paturu dagang jukut, keto masih dagang woh-wohan, basa-basa lan saluirné dagang ané lénan. Makejang kadadiang abesik utawi satu komplek. Sawiréh dagang pindangé tongosné di tebén, lantas Nyoman Dharma majalan kemu. Di peken ramé pesajan pasliwer anaké mablanja. Sagét uling joh Nyoman Dharma cara ningalin anak luh tua ané rasananga tawanga. Anaké luh ento sedeng nyuun térmos masuunan anduk putih. Lantas anaké luh ento ubera. Ulian ramé pesan di pekené, énggalan anaké luh ento magedi. Tusing tepukina. Tusing bakatanga nguber. Nyoman Dharma di kenehné matakon. “Apa ento Mén Simpen nah? kija lakuna magedi?” Sambilanga kipakkipek kemu mai ngalihin anak luh tua ané nyuun térmos. Nyoman Dharma lantas marencana nyanan teka uli peken lakar malali ka umahné Mén Simpen nakonang kénkén kabarné. Suba makelo sajan tusing matemu, ngenahné Mén Simpen enu ceteng sajan. Akijapan suba tusing tepuk pajalanné gancang pesan, patuh cara ipidan. Nyoman Dharma suba suud mablanja ngajak kurnané. Lantas Nyoman Dharma mulihné ngatehang kurnané. Di tengah mobilé Nyoman Dharma nuturang unduké ento. Nyoman Dharma ngorahang lakar malali ka umahné Mén Simpen. Kurnané ngorahang edot bareng tur matemu ngajak Mén Simpen. Nyoman Dharma lakar ngidih pelih tur meliang Mén Simpen térmos anyar sawiréh térmosé ané ituni abana suba buukan gigis. Lantas Nyoman Dharma majalan kemu ka umahné Mén Simpen. Neked di umahné Mén Simpen, Nyoman Dharma ajak kurnané lantas macelep. Umahé sepi. Sagét teka anak luh awakné geles miribang suba mayusa séket tiban lebih. Bokné suba mauban. Lantas paekina Nyoman Dharma. “Ampura, bapak niki sira nggih? Jagi wénten napi mriki?” “Oo.. titiang niki Nyoman Dharma nike mék. Titiang mriki jagi ngrereh Mén Simpen.” Tlektekanga muané Nyoman Dharma. Cara ada petakon, nyén sujatiné anaké ené nakonang Mén Simpen. Pedasanga makelo pesan Nyoman Dharma. “Wénten indik napi bapak nakénang mbok tiangé.” “Titiang edot pisan matemu, titiang sané dumun daweg kantun alit sané mriki ngambil és lilin jagi adol titiang. Tetujon titiang jagi ngaturang térmos puniki sareng kulkas mangda wénten anggena malih maadolan sareng Mén Simpen.” Makelo anaké luh ento bengong. Cara ada rasa sedih lan sebet mentas di kenehné. Sambilanga ngunjal angkihan, anaké luh ento lantas masaut. “Mbok tiangé sampun tigang sasih padem.” -0-

I Ketut Rina

Satua

Malajah Ngigel Wusan Masolah ring Dura Negara

Mén Cekepel (2) Kaketus saking Satua-satua Bali (II) MARA kéto patakon muwah panagih raksasané, ngejer ia Mén Cekepel masaut, “Inggih kaki, yakti tiang nyanggupang kaki panak tiangé. Sakéwala lacur ja kaki, reh panak tiangé sampun mati.” Raksasané buin mamunyi, “Nyai ngorahang panak nyainé mati, dija bangkéné? Maeh baang kaki bangkéné!” Ditu buin paling pasautné Mén Cekepel, “Sampun anyudang tiang bangkén panak tiangé.” I Mén Cekepel nglaut tuunan ka tukadé makerem. Raksasané buin mamunyi, “Jani kaki antang ka umah nyainé ngalih-alihin.” Nglaut raksasané ngojog umahné I Mén Cekepel. Satekedné di jumahné Mén Cekepel, raksasané milehan di abianné. Nglaut payuk, pané, sok, gelahné Mén Cekepel bulak-balikanga, masih tusing tepuk baana ngalih-ngalihin kanti leleh ia ngalihin. Lantas raksasané negak di duur ketungané masiksikan ngalihin kutu. Sedek masiksikan lantas bakatanga kutuné gedé gati abesik. Ping kuda-kuda pingsega masih sing dadi mati, ento krana raksasané nyemak luu bakal anggona ngincuk kutun gelahné. Di subané nungkayakang ketungané, lantas mara enota baan i raksasa panakné Mén Cekepel. Jeg jemaka saha raksasané masesambatan bakal ngéndahang I Mén Cekepel. Ia laut magedi pesu uli jumahan abianné Mén Cekepel. Ngulahang gati raksasané mulih tur panakné Mén Cekepel pejanga jumahan umahné mawadah grobag. Lantas ia ngundangang timpalné ngajakin malagaran, krana ia makatang anak cerik abesik panaka baan I Mén Cekepel. Ditu timpal raksasané pada sanggup, ada mesuang lengis, nyuh muah basa-basa. (Masambung)

ARAN I Ketut Rina sakadi nénten prasida kapasahang saking kawéntenan Sesolahan Cak Rina. Yéning sampun masolah Cak, lanang marambut panjang puniki masolah sakadi karauhan. Kocap, ipun sumeken malajah ngigel wus masolah ring dura negara. Pinaka seniman Bali sané waged, Rina — sapunika ipun kasub kasambat taler akéh ngamedalang karya seni kontemporer sané kekinian. Satios waged masolah, ipun taler waged ring widang seni peran. Rina maosang, déwékné waged masolah sangkaning malajah saking anak tios sané malajah ngigel. Ipun seneng mabalih anak malajah ngigel. Daweg dumun, ring désa-désa akéh soroh seni sané kasolahang ring banjar-banjar. Ka s e ne n ganipuné mabalih anak ngigel punika kauratiang olih Sardono W. Kusumo, guru tari daweg punika. “Tiang pamuput kaduduk olih Pak Sardono pinaka pragina Cak Rina, karyan dané. Tawahnyané, tiang nénten kaicén gerak, nanging kauduhang ngamedalang gerak manut ekspresi tiang. Tiang wantah kauduhang kémanten. Wus punika tiang polih selah masolah ring pertunjukan “Dongeng dari Dirah” sané pacang péntas

ring Taman Ismail Marzuki ring pangawit warsa 1970-an. Sakéwanten urung santukan wénten pikobet,” tuturnyané. Yadiastun urung masolah ring Jakarta, nanging pamuput ipun polih selah masolah ka Eropa, luiré ka Prancis, Swiss, Inggris, Italia, miwah Jerman daweg warsa 1974. Salanturnyané malih kalih warsané ka Eropa nyolahang Tari Cak Teges ring pamungkah Festival Shiraz ring Iran. “Wus masolah ring dura negara, tiang wawu sumeken malajah ngigel,” ipun makenyem. Wus masolah ring dura

negara, ipun sareng sekaa ketah masolah ring Bali, dura Bali kantos ka dura negara, minakadi; daweg 1986 Expo ring Vancouver, Kanada, makudangkudang pertunjukan ekshibisi ring Jepang (1987, 1988, 1989, 1990, 1991, 1992, 1996, 1997, 1998, 1999, 2000, 2001), miwah Festival Seni Singapura (1988). Satios punika taler sareng ring “The Ensemble Temps Fort Theater” sané ngamargiang makudang-kudang pertunjukan ring Asia, Prancis, Amerika Serikat, miwah Brazil. Naen taler sareng ring pertunjukan teater epik Bugis, karya Robert Wilson I La Galigo sané masolah pinaka Bhatara Guru. Taler kaundang masolah cak ring acara Megalitikum Kuantum sané mucukin 300 diri pragina. Taler ngicen workshop cak ring Korea, Jepang, Prancis, Ekuador, Australia, Amerika, miwah negara tiosan. Satios pinaka pragina,lanang sané meneng ring wewidangan Banjar Teges Kanginan, Ubud, Gianyar puniki taler pinaka aktor. Ipun naen dados bintang film Sekala Niskala, Under the Tree, miwah Kolaborasi sareng pragina India, Korea, Jepang ring film Dragon Bon Rit. (kmb)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 53.kwliknñenc)n&,

Kawalikan nyané cening, eyn&entÊ[ÅhinÞ)b(, yéning né tresnain lebar, mk)j*n\isinÊeko,

makejang nangisin reko, n\&s*linbhgê, nanging sang lina bahagia, mnÓ¡kßr&sunêelok, mantuk maring sunia loka, suktnæwlisu\uæut/, suka tan pawali sungsut, \liw)tã¡bu;r&d*d*. ngaliwet bubuh ring Dangdang.

Saking Langit Bali Kruna Liwat Enu marawat Yadiapin suba joh sawat Sesolahan dugas cerik Ané jani buin siksik Unduk lawas Unduk jani arang kiwas Nuturang déwék tiwas Keneh tuara lek mapas Tiwas ada ngranayang aluh Ka tegalé nylupsup caluh Kemu mai mulungin nyuh Pajerit magarangin danyuh Sabilang sanja marebut saang Mabekel engket sambilang ngonang Dikénkéné ka tukadé mumbang Ngejuk udang jalan memengkang Padi kuning carik linggah Ngulah kedis munyi telah Lega layangan baan nyarah Mulih mabekel basang layah Ngangonang sampi Tali gisi cambuk gisi Kranjang arit bekel sawai Béa masuk ngalih prestasi Buka layangan megat Masan cerik kijapan liwat Timpal liang pegat Kruna-kruna liwat I Gede Suwartama

Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


Apresiasi

8

medical x-ray toilet

Oleh: Ketut Sugiartha LAKI-LAKI usia empat puluh lima tahun itu tampak ogah-ogahan menyelesaikan sarapannya, sebab ia tak pernah bisa menikmati bihun goreng, apalagi dengan campuran irisan bakso. Tetapi, karena tak mau berat badannya menyusut terus, terpaksa dikunyahnya juga pelan-pelan hidangan itu sambil sesekali melemparkan pandang ke arah televisi 32 inci yang terpasang di dinding di depannya. Belum selesai menggeser bilah meja yang bisa diatur sedemikian rupa sehingga ia bisa makan sambil duduk di atas ranjang, langkah dua pasang kaki memasuki ruangan. Ruang rawat kelas satu tetapi ia tempati sendirian karena pasien di bed sebelah masuk ruang ICU setelah menjalani operasi batu empedu. Dua wanita belia yang mengenakan setelan putih itu mendekat dan salah seorang dari mereka, dengan nada ramah, minta ia berbaring karena mereka akan melepas kateter yang masih menggantung di selangkangannya. Untuk kesekian kalinya ia harus melupakan rasa malu dan manganggap tubuhnya sebagai batang kayu lapuk yang tidak berharga. Begitu tercium bau khas alkohol antiseptik, disingkapnya pakaian rumah sakit warna kebiruan yang dikenakannya lalu dipelorotkannya sedikit celana dalamnya, untuk membiarkan mereka melepaskan selang silikon dari organ tubuhnya yang paling rahasia. Ia menghela napas panjang ketika paramedis itu menarik kateter itu tanpa suara. Terasa sedikit perih tetapi kemudian ia merasa lega karena proses itu berlangsung lebih cepat dari yang ia perkirakan. Ucapan terima kasih pun meluncur dari bibirnya begitu mereka berge-

gas pergi setelah juga mencabut selang infus yang menyisakan rasa pegal di tangan kirinya. Beberapa saat kemudian langkah-langkah lain memasuki ruangan. Diiringi paramadis lain, seorang wanita berusia sekitar empat puluh menghampirinya. Wanita berambut sebahu dengan wajah bulat mulus dan putih. Ia tahu di ujung hidung mungil wanita itu ada tahi lalat kecil samar walaupun kini tak tertangkap oleh matanya. Ia mengenalnya. Sangat mengenalnya! “Kamu...?” “Saya dokter jaga hari ini,” pintas wanita itu. Dari rekam medis yang telah dibacanya, ia tahu siapa pasien yang sedang didatanginya. “Sejak kapan kerja di sini?” Ada serentet pertanyaan lain tersimpan dalam benak lakilaki itu. “Apa itu penting?” Laki-laki itu diam, merasa tertusuk oleh nada dingin tanggapan yang didengarnya. “Saya periksa dulu ya.” Setelah selesai, ia menyerahkan stetoskop pada paramedis yang mendampinginya lalu menyambung, “Hari ini kamu boleh pulang.” “Dokter urologi sudah bilang itu kemarin,” tanggap laki-laki itu datar. Keduanya sama-sama tampak canggung, padahal dulu hubungan mereka demikian intim. Ketika paramedis yang mendampinginya hendak beranjak keluar, wanita itu seperti dicekam kebimbangan dan tak dapat menyembunyikan kegugupannya. Tampaknya ia ingin mengatakan sesuatu tetapi akhirnya hanya mengangsurkan kartu nama pada laki-laki itu sebelum meninggalkan ruangan. ***

Ia sudah mulai mengantuk malam itu ketika mendadak ingin menelepon. Terdengar nada sambung tetapi ia cukup lama menunggu sebelum akhirnya mendengar respons. “Dokter Marini di sini, maaf ini siapa?” “Hartawan.” “Oh, bagaimana kondisimu, Har?” Hartawan ingin balik bertanya, “Apa itu penting?” Tetapi itu tidak dilakukannya. Sebagai gantinya ia lalu berkata, “Baikbaik saja. Masih terasa sedikit nyeri.” “Tidak apa-apa, nanti juga hilang. Jangan lupa minum

obatnya.” “Terima kasih telah mengingatkan.” Kevakuman menyela beberapa detik sebelum akhirnya Hartawan bicara lagi. “Bisakah kita ketemu?” “Kapan?” “Bagaimana kalau besok malam?” “Di mana?” Hartawan menyebutkan nama sebuah resto. “Baik. Saya akan datang jam tujuh.” “Sendiri?” “Saya masih sendiri, Har.” “Saya juga.” ***

Minggu Umanis, 21 April 2019

Adakah yang lebih istimewa dari pertemuan kembali setelah bertahun-tahun berpisah? Perpisahan yang terjadi karena sebuah keputusan yang buruk. Keputusan yang lahir di tengah gejolak emosi yang memuncak, yang akhirnya sama-sama disesali secara diam-diam. Kecelakaan itu terjadi ketika Hartawan mengantar Doddy ke rumah temannya untuk belajar bersama. Karena masih ada waktu dan tempatnya dekat saja, ia memutuskan untuk singgah ke toko pancing membeli joran untuk acara lomba mancing esok hari. Tak dinyana, ketika motor yang dikendarainya menyeberang di perempatan jalan, sebuah truk melaju kencang dari samping dan menabrak motornya. Ia yang terlempar ke dalamg got hanya mendapat luka ringan, sedangkan putranya yang tergeletak di dekat tiang listrik kepalanya pecah berlumuran darah. Ia tak bisa menerima kenyataan itu. Ia seketika terkulai tak sadarkan diri manakala mengetahui Doddy sudah pergi untuk selamanya. Buntut dari peristiwa tragis itu adalah pertengkaran sengit di antara mereka. Walaupun sudah nyata yang bersalah sopir truk, dan karenanya ia harus mempertangungjawabkan perbuatannya di depan sidang pengadilan, Marini tetap mengambinghitamkan Hartawan. Ia pikir, jika suaminya langsung mengantar Doddy ke tempat temannya, kecelakaan itu tak akan pernah terjadi. Ia begitu marah pada Hartawan seakan laki-laki itulah yang telah membunuh anaknya. Hartawan tidak bisa menerima sikap istrinya. Percekcokan pun terjadi berlarut-larut sampai akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri semuanya dengan satu kata: berpisah. Marini tidak pernah menyangka kalau mereka akan bertemu lagi. Apalagi di Denpasar, di kota kelahirannya. Ia tinggalkan Jakarta dengan harapan bisa melupakan segalanya yang telah menyodorkan duka dalam hidupnya. Namun laki-laki yang pernah dianggapnya sebagai biang perusak kebahagiaannya kini sedang duduk di hadapannya. “Kamu mau pesan apa,

Har?” “Terserah kamu, Mar. Selera saya tak berubah.” Marini menulis pesanan dan disodorkan pelayan resto, seorang wanita muda yang tampak anggun dalam balutan busana adat Bali. “Bagaimana ceritanya kamu bisa dirawat di kota ini?” tanyanya lagi. “Saya tugas di sini sejak tiga bulan lalu,” jawab Hartawan. “Kamu tahu, saya ini si kutu loncat. Terakhir, saya gabung dengan perusahaan Australia. Dan kamu, kenapa bisa kerja di rumah sakit milik orang asing itu?” “Rumah sakit yang dulu diakuisisi. Ketika buka cabang di sini, saya mengajukan permohonan pindah.” “Kamu lebih suka di sini?” “Tentu saja. Bagaimana denganmu?” “Di mana pun tak pernah betah. Ada saja masalah yang menganjal, menghambat rezeki.” Marini manatap Hartawan risau. Ia jadi ingat bisik-bisik paramedis yang membuka kateter Hartawan tadi pagi sambil cekikikan. “Lucu ya, kok tahi lalat bisa hinggap di situ?” kata salah seorang dari mereka. “Mungkin waktu kecil suka telanjang, hingga lalat sempat berak di situ,” timpal yang lain. “Hush!” Marini tahu persis itu. Dan sekarang ia ingin membicarakan hal itu dengan Hartawan, tetapi tampak ragu. “Kamu ingin mengatakan sesuatu?” tanya Hartawan. “Begini, Har. Belakangan ini, saya tertarik dengan halhal kuno, semacam primbon, yang masih bertahan di tanah Bali.” “Misalnya?” respons Hartawan setengah hati. “Salah satunya tentang melik. Orang yang memiliki tanda khusus pada tubuhnya, yang dipercaya membawa nasib sial dalam kehidupannya.” “Tanda berupa apa?” “Tahi lalat di alat vital.” Hartawan meluruskan punggungnya dan menatap Marini dengan serius. “Sepertinya kamu mau membahas tahi lalat yang ...” “Ya,” potong Marini. “Saya

yakin itulah biang kerok nasibmu yang tidak menentu, dan juga masalah kita.” “Nah, kamu sudah mulai lagi...” “Tunggu, Har. Kali ini saya tidak bermaksud menghakimimu.” “Terus mau apa?” “Di sini, di Bali, itu bisa dianulir dengan cara yang disebut mabayuh, semacam upacara penebusan.” “Penebusan suratan takdir?” tanggap Hartawan sinis. “Saya tahu kamu tidak percaya takhayul, tapi dapatkah itu disebut takhayul kalau sudah banyak yang membuktikan kebenarannya?” Pelayan datang menghidangkan makanan yang mereka pesan. Keduanya seakan sepakat untuk tidak melanjutkan percakapan sampai mereka selesai bersantap. Hartawan tak bisa fokus. Masa lalu menyita pikirannya. Masa lalu yang telah merontokkan harga dirinya. Dirontokkan oleh wanita yang kini ada di hadapannya. Namun sekarang, wanita itu menunjukkan kepeduliannya seakan ada tangan gaib yang membimbingnya. Sebenarnya ia sendiri merasakan vibrasi lain sejak pertama kali menginjakkan kaki di pulau ini. Ia jadi teringat Wayan, bawahannya di kantor, yang pernah mengatakan bahwa tanah Bali dihidupi dengan energi cinta. Cinta pada Sang Pencipta, cinta pada sesama dan cinta pada lingkungan. Semua itu tercermin dari kegiatan merawat dan meruwat tanah Bali dengan persembahan tulus. Mungkinkan aku sedang dibukakan pintu untuk rujuk dan akan menemukan kebahagiaan setelah melakukan penebusan? Hartawan membatin. “Saya tidak memaksamu untuk percaya,” kata Marini. Hartawan tidak menanggapi, tetapi ketika hendak berpisah malam itu ia berucap, “Saya akan menelponmu.” “Saya tunggu keputusan terbaikmu,” Marini berharap. “Jangan khawatir, orang buta saja tak mau kehilangan tongkat untuk kedua kalinya.” ***

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Fotografi

Ceria Milik Kita karya I Wayan Sumatika TEKNOLOGI fotografi di era digitalisasi ini berkembang sangat pesat. Beragam brand kamera bermunculan dengan menawarkan fitur-fitur serbacanggih dan warna-warna yang akurat. Namun, kemajuan teknologi di bidang fotografi itu tak lantas menjadikan black and white photography atau fotografi hitam putih kehilangan penggemar. Pesona keindahan foto hitam putih seakan tak pernah lekang oleh waktu dan senantiasa akan dieksplorasi oleh para fotografer. Tidak sedikit fotografer yang secara intens dan serius menggumuli fotografi hitam putih untuk media berkreativitas dan mentransformasikan ide dan gagasannya. Meskipun nilai estetika dari foto berwarna kerap dianggap lebih baik dari foto hitam putih karena kesan pertama yang timbul ketika melihat sebuah foto berwarna

adalah visual momen-momen yang tampak hidup, namun terkadang foto hitam putih justru memiliki kekuatan lebih dalam ‘’menghidupkan’’ emosi dan menangkap ekspresi objek

Petani Jamur karya I Wayan Sumatika

Khamidi

I Wayan Nuriarta

Cok Padmanaba

Black and White Photography

Keindahan yang Tak Lekang oleh Waktu dalam karya foto tersebut. Bahkan, foto hitam putih juga seringkali dimanfaatkan oleh para fotografer untuk mendramatisasi suasana dan mencuatkan nuansa magis dalam karya-karya fotografinya. Berikut sejumlah tips untuk menghasilkan foto hitam putih yang layak untuk diapreasiasi. Dalam pemotretan foto hitam putih dengan kamera digital, tetap dianjurkan menyetting kamera dalam mode warna. Alasannya, kamera digital menghasilkan rentang tone yang lebih lebar dalam mode warna karena dalam mode ini sensor mengambil data dari tiga channel – red, green dan blue atau RGB. Foto hitam putih yang dihasilkan

Potret Diri karya I Wayan Sumatika dari pengolahan foto warna menggunakan photo editor di komputer akan cenderung lebih baik kualitasnya, karena mode BW di dalam kamera tidak menawarkan banyak pilihan. Gunakan juga mode RAW. Saat menggunakan mode RAW dan BW bersamaan dalam kamera, tampilan di LCD kamera tentu hitam putih, tetapi sebenarnya tidak berpengaruh pada file RAW (tetap berwarna). Terlebih jika menggunakan RAW + JPEG, kita akan mendapatkan fleksibilitas ekstra. Cahaya Terbaik Perlu diingat, noise atau bintik-bintik kecil putih akan tampak lebih menonjol dalam foto hitam putih dibanding

dalam foto berwarna. Oleh karena itu, usahakan menggunakan ISO serendah mungkin yang ada dalam kamera. Misalnya, ISO 50 atau ISO 100. Penggunaan ISO rendah ini akan sangat membantu pada saat foto diproses nanti untuk meminalisasi kemunculan noise. Jika umumnya mayoritas fotografer terkesan ‘’alergi’’ melakukan pemotretan saat suasana mendung, tidak begitu halnya dengan mereka yang menggemari fotografi hitam putih. Bahkan, kondisi mendung dinilai sebagai saat terbaik untuk melakukan pemotretan foto hitam putih. Kehadiran mendung akan menciptakan kontras yang lebih rendah dan ini adalah saat terbaik untuk

membuat foto hitam putih. Meskipun saat mendung warna langit akan terlihat abu-abu, misalnya, tentunya hal itu tidak usah dipedulikan karena dalam foto hitam putih semua itu tidak akan terlalu terlihat. Dalam pemotretan foto hitam putih, terutama saat melakukan pemotretan di luar ruangan, fotografer dituntut untuk mampu menonjolkan bentuk dari objek yang difoto secara maksimal. Untuk kepentingan itu, side lighting atau pencahayaan samping merupakan cahaya yang terbaik karena jatuhnya bayangan menjadi sangat menarik. Side lighting secara alami ini umumnya bisa didapatkan saat pagi atau sore hari,

Trance karya I Wayan Sumatika

sehingga waktu pemotretan idealnya dilakukan pada pagi atau sore hari. Untuk menghasilkan foto hitam putih yang dramatis, kejelian fotografer untuk mengeksploitasi tekstur, pola dan garis juga merupakan hal yang mutlak. Dalam foto hitam putih, tekstur, pola dan garis akan lebih terlihat menonjol dan semakin menarik. Maka, eksploitasilah jika menemukan adanya komponen-komponen tersebut. Yang juga harus diingat, dengan memotret hitam putih, tentu kita sudah menghilangkan unsur warna lainnya, sehingga untuk menghasilkan foto yang menarik diperlukan imajinasi dan kreativitas yang yang lebih. (ian)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Umanis, 21 April 2019

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Cook able to make lunch and dinner for 2 villas / 10 bedrooms(adults and children). Also good at making typical bali desserts.Please contact 081238321945

B.BP.004.04.19.0000777

Multi Media/Foto &Video Editor Lamaran + CV + Gaji WA 085100909990 atau hari@esolindo.com Segera!

B.BP.001.04.19.0000789

Dcr Bbrp Karyawan untuk Cuci Mobil. Gj Mnrk + Bns, 081238660081 B.BP.001.04.19.0000775

Dcr Kasir untuk di Abiansemal hub.081237172650 B.BP.001.04.19.0000767

SERVICE

Bth Tkng Jahit Bikini Pnglmn Min 2Th Area Dps(Dibyr Per Pcs + Bonus + Uang Makan) 08111962503

B.BP.004.04.19.0000747

Butuh Admin untuk Lembaga Sertifikasi Profesi,Syrt:SMA/ SMK Aktif,Menarik,Team Work. Email:tugasbali@yahoo.com

B.BP.001.04.19.0000745

Cari Sopir tinggal dalam untuk Suplyer Hotel Hub.082233669998

B.BP.001.04.19.0000787

Cr Sopir Srbt bs matik+PRT Wnt bs naik Mtr tdrdlm 085238127777

B.BP.004.04.19.0000790

Dcr Pramuniaga, SPV,Ksir Gj UMK +Bns.TokoDapurku.081939084292

Dcr Waiter/s,Cook,Krm lmrn ke Five Monkeys Jl.Basangkasa No. 10/ imadenarayana@yahoo.co.id B.BP.001.04.19.0000785

Dcr!!Helper,Pria/wanita,lokasi Renon,Gaji 2jt/bln,08993151777 B.BP.001.04.19.0000770

Dibthkan Sgr Sopir Hub.723593/ 723637/ 081246400852 B.BP.001.04.19.0000692

Dicari!!! SPG Tetap SebanyakBanyaknya,Single,Max.27th.Hub. 081339223039 (Kopi Banyuatis) B.BP.001.04.19.0000690

Dcr Tukang Masak Masakan Bali (Ayam)Lok.Kesambi,082147025519

Pershan Rokok Nas Bth Salesman Mtris,DPS Laki2 / SMU / SIMC / Spdmt Lam: Royal Orchid Resd 8 Jl.Glogor Carik. 081332142111(Hendri)

BIRO JASA

BIRO JASA

B.BP.001.04.19.0000691

B.BP.001.04.19.0000595

B.BP.001.04.19.0000010

PT.Fuji Home Japan Cr Branch Manager u / Cbg Lombok, Brtnggjwb mampu mncpai target prusahaan, mnghargai bisnis,jjr&mampu krj dgn schedule,mnpti janji,gaji tnggi+tjngn.Rini 085205841033/ 4472356/info@fujihomejapan.com B.BP.001.04.19.0000759

SMK DpsBthBendahara,Syrt:SMA /SMK Aktif,Menarik,Team Work, Email:tugasbali@yahoo.com B.BP.001.04.19.0000746

DIJUAL MOBIL

HONDA

Dijual Jazz MMC Thn 2012 Putih Hub:Telp/WA:087761293858

B.BP.001.04.19.0000728

MERCEDEZ

S280’00 ori100% Simpanan Ex.Dr 148Jt 42000 Miles 0852-3112-3139 B.BP.033.04.19.0000778 TOYOTA

Avanza Veloz 1.5cc AT Thn 2014 Tgn 1 Hitam Hub.085333124554 B.BP.001.04.19.0000774

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

Xenia’08 1.3cc Xi Sporty Hitam As DK87Jt Low KM Bgs 087861722981

Dikontk Rmh Jl.Jaya Giri XVII/ 17C,3KT,2KM,R.TM,Dpr,Garasi.HB Seno:081337252422/0361-242959

B.BP.001.04.19.0000795

B.BP.001.04.19.0000773

DAIHATSU

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY DIJUAL RUMAH SURABAYA

Dijual Rmh LT 297,80m2 LB 235m2 Fas:List,Air,4KT,2KM Hub.082340226322,08131383180 B.BP.001.04.19.0000742

DIJUAL TANAH

Dijual Tanah pinggir Jln.Patih Nambi 2,35areHub.081916745444 B.BP.004.04.19.0000791

Djl Tnh Kav.Jl Sekar Tunjung, P Griya.H:0811398086/0361-245460 B.BP.001.04.19.0000689

Djl Tnh T.Badung,Umalas,Sunset Road Jl.Ratna H.08123940424/TP B.BP.001.03.19.0000494

PROPERTY DIJUAL TANAH

Djl Tnh 2A 5A 10A 350Jt Buduk Lok.PerumahanHub.082147454248 B.BP.164.04.19.0000793

2,5are Jl.Nagasari Penatih,Lbr Jl 5M,Dkt Jl.Raya,085101512575 B.BP.001.04.19.0000776

Kav 1A Beringkit Buduk Sempidi Sading,Murah-Bgs,085937089333 B.BP.001.04.19.0000786

PROPERTY DIJUAL RUKO

Dijual Ruko Batubulan DP 10% Bunga Krd 0.83% /bln Hub:081338183031/081805374433

B.BP.004.04.19.0000563


10

Minggu Umanis, 21 April 2019

Mendatar: 1. Dari ketan berisi daging di dalamnya 4. Kependekan yang terdiri atas kumpulan huruf atau suku kata 8. Kayu hitam dan keras (Bali) 9. Salah satu zodiac 11. Saya 12. Pelaksana 14. Kiat 16. Brewok 19. Laku ; Jadi (Bali) 21. Si tinggi besar dari tanah pasundan 23. Merek pompa air yang berbasis di Denmark 25. Salah satu merek cat (“C” diganti “K”) 28. Penyakit menular berbahaya yang menyerang tenggorokan 29. Roh 31. Sebelah dalam ; Di lingkungan sendiri 33. Gulungan 35. Jahitan tepi kain 36. Dibalik ; Mata uang Tiongkok 37. Menteri penerangan di jaman Pak Harto 38. Ide/perasaan yang sangat merasuki pikiran

Periode Emas, Ciptakan Generasi Emas SERIBU Hari Awal Kehidupan (1.000 HAK) merupakan periode emas bagi si buah hati dimulai sejak konsepsi, pertumbuhan janin dalam rahim, hingga usia dua tahun kehidupan sebagai penentu kualitas kesehatannya di masa depan. Periode ini tidak hanya terkait dengan kesehatan fisik, juga psikis (jiwa), emosi bahkan kecerdasan, dan penyakit tidak menular (PTM). Perbaikan kualitas bangsa tidak cukup hanya dimulai dari hilir, mestinya lebih ke hulu, yakni dimulai sejak terbentuknya kehidupan (Konsepsi; pembuahan, di mana terjadi pertemuan sel telur dan sel sperma), bahkan akan lebih baik lagi jika setiap pasangan usia subur (PUS) telah menyiapkan diri agar tetap sehat paripurna (fisik, psikis/mental, sosial, spiritual) sebelum terbentuknya konsepsi. PUS dapat mempersiapkan diri untuk membentuk keluarga yang terencana, bukan keluarga yang ada karena bencana ‘’MBA (married by accident)’’ karena dengan perencanaan yang baik saja hasilnya belum tentu baik, apalagi yang tidak direncanakan. Kehamilan dan persalinan hendaknya di pandang sebagai suatu yang membahagiakan bahkan membanggakan, bukan mencemaskan apalagi menakutkan. Periode 1.000 HAK adalah masa sembilan bulan dalam kandungan (9 x 30 hari) = 270 hari ditambah 365 hari di tahun ke-1 dan 365 hari di tahun ke-2 kelahiran (730 hari), merupakan 1.000 hari awal kehidupan sebagai tonggak penting dalam menciptakan generasi emas dari periode emas. Pentingnya periode ini bagi perkembangan otak mulai fase janin dan bayi hingga 2 tahun. Perannya dalam pembentukkan ‘’otak sosial’’, belajar keterampilan fisik, berbicara, tentang benar dan salah, yang penting bagi kualitas kesehatan jangka panjang hingga ke skala lebih luas berpengaruh pada sisi sosial ekonomi, kemiskinan, dan kemakmuran. Anak Indonesia di 1.000 HAK menghadapi gangguan

yang serius. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 dan 2013 jumlah berat bayi lahir rendah (< 2500 gr) di Indonesia mencapai 8,8%, dan 11,1% anak bawah lima tahun (balita) pendek 35,6%, balita kurus 13,3%, balita kurang gizi 17,9%. Periode kritis ini akan menentukan masa depannya. Masyarakat perlu memahami pentingnya gizi (nutrisi) bagi ibu hamil dan anak balita. Masalah gizi tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan (intervensi spesifik 30%) saja juga sektor di luar kesehatan secara terintegrasi (intervensi sensitif 70%). Pendampingan pada periode emas ini diharapkan kelak dapat menciptakan generasi dengan kualitas emas pula. Pendampingan meliputi: nutrisi selama kehamilan yang cukup dan beragam (asam folat dan zat besi selama kehamilan), edukasi tentang kesehatan pribadi dan lingkungan, pemeriksaan kehamilan/ antenatal care/ANC minimal 4 kali selama kehamilan, skrining komplikasi (faktor risiko) kehamilan, memantau persalinan, keluarga berencana, inisiasi menyusu dini (IMD) dan ASI Eksklusif 6 bulan, timbang berat badan dan pengukuran panjang badan rutin setiap bulan, imunisasi dasar dalam 2 tahun pertama, dan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) secara bertahap pada usia 6 bulan dan tetap memberikan ASI hingga usia 2 tahun, serta kondisi lingkungan sosialnya. Nutrisi menjadi bagian terpenting dalam menyiapkan generasi emas, karena dengan nutrisi yang tepat di periode emas berdampak besar bagi kemampuan anak untuk bertumbuh sehat, belajar, dan bangkit dari kemiskinan. Dalam skala besar dan jangka panjang berkontribusi bagi ke-

sehatan masyarakat, stabilitas, dan kemakmuran negara. Penanganan di 1.000 HAK adalah salah satu investasi terbaik mencapai kemajuan abadi dalam pembangunan dan kesehatan global. Periode emas merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan organ yang menyusun berbagai sistem dalam tubuh. Proses ini memerlukan asupan gizi baik yang dikonsumsi ibu maupun berasal dari cadangan ibu. Asupan gizi yang kurang akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan akan terganggu akibat jumlah sel yang kurang. Jika kekurangan gizi ini dapat dipenuhi dalam 1.000 HAK, maka pertumbuhan dan perkembangan sel masih dapat diperbaiki, sebaliknya gangguan akan menetap jika malnutrisi tersebut berlanjut dan menimbulkan masalah jangka panjang, seperti risiko penyakit tidak menular (kronis) seperti hipertensi, diabetes tipe2, penyakit jantung-pembuluh darah, obesitas, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua, juga menurunnya kemampuan kognitif (kecerdasan) dan prestasi belajar (kurang cerdas), menurunkan kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, gangguan pertumbuhan fisik tubuh pendek (stunting) data Riskesdas 2013 mendapatkan 1 dari 3 balita di Indonesia mengalami stunting dan psikologis, sosial-ekonomi. Keseluruhan hal tersebut akan menurunkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, produktivitas, dan daya saing bangsa. Dalam jangka pendek dapat terjadi gangguan perkembangan otak, gangguan pertumbuhan fisik, dan metabolisme tubuh. 1.000 HAK turut menentukan kualitas manusia usia produktif (antara 15-64 tahun). Jika kuantitas usia produktif di era bonus demografi meningkat tanpa ditunjang oleh kualitas sumber daya manusia usia produktif yang baik, maka akan dapat menimbulkan disaster/ bencana demografi. Dengan penyiapan kualitas generasi yang baik, akan turut menciptakan kualitas bangsa yang lebih baik sehingga di

TAMAN Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) adalah sebuah taman nasional yang ditujukan untuk melindungi hutan hujan tropis Pulau Sumatera beserta kekayaan alam hayati yang dimilikinya. UNESCO menjadikan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Warisan Dunia. Bukit Barisan Selatan dinyatakan sebagai Cagar Alam Suaka

Margasatwa pada tahun 1935 dan menjadi Taman Nasional pada tahun 1982. Pada acara media field trip yang diselenggarakan WWF Indonesia selama tiga hari mulai Sabtu, 13 April, awak media diajak mengunjungi hutan lindung TNBBS di Kabupaten Tanggamus, tepatnya di Register 39 Blok 3 untuk berdialog dengan penggarap/kelompok pengelola

hutan (KPH) di kawasan hutan lindung tersebut yang ikut program perhutanan sosial. Media field trip diselenggarakan dalam rangka melihat langsung penanganan konflik gajah dengan manusia di hutan lindung TNBBS, dan upaya pelestarian hutan. Sejarahnya dulu, hutan lindung ini merupakan hutan taman nasional yang menjadi

Menurun: 2. Ibu 3. Cepat tanggap ; Tidak masa bodoh 4. Lapisan udara yang melingkupi bumi 5. Istri (Bali) 6. Titik terendah bulatan cakrawala 7. Rupawan ; Cantik 10. Sejenis olahraga sepakbola dengan bola bulat lonjong (Inggris) 11. Angkutan kota antar pulau 13. Mesin pemadat tanah 15. Tahun baru Cina 17. Kamar 18. Pidato ; Khotbah 20. Bagian badan yang tidak boleh kelihatan menurut Islam 22. Konyol ; Bodoh ; Tidak beres 24. Merek deodorant 26. Teman ; Sahabat 27. Goyang (Bali) 29. Kurang hati-hati ; Sembrono (Bali) 30. Kecil ; Kurang penting 32. Cerek dari tembikar 34. Organisasi siswa intra sekolah

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 395 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 27 April 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 5 Mei 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 393 Mendatar: 1. KUBA 3. SANSUI 8. NYERI 9. MODERATOR 13. EGG 14. ALOHA 15. NUS 16. 19. DAN 25. RADEN AJENG KARTINI 18. NON 20. SERASI 23. ABA 28. MIA (MISSING IN ACTION) 30. GADGET 33. LALIM

34. NBA 35. EBONI 38. MLM 39. BLOND 40. SKA 42. ISTIGASAH 44. RAMAI 45. SULTAN 46. AGEN Menurun: 1. KOMUNIS 2. AJEG 3. SUA 4. SURANADI 5. INDONESIA 6. KENANGA 7. PIRANHA

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orangtua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.

(Redaksi)

PERMATA HATI

Ni Putu Wijananda Gauri

Putri, putri pertama dari I Kadek Wijana, S.H. dengan Ni Wayan Epik, S.Pd. Putu Gauri lahir pada tanggal 29 Maret 2019 di RS Premagana Batubulan. Semoga kelak Putu Gauri menjadi putri berguna bagi keluarga, bangsa dan negara. era bonus demografi tahun 2020-2030 peningkatan jumlah usia produktif tidak menjadi penghalang bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan dan kesuksesan bangsa yang dimulai dari memberi perhatian pada hal-hal kecil, little act, big impact dan salah satu upaya menekan angka kesakitan dan kematian ibu hamil dan bayi. Sebuah kalimat menarik yang pernah diungkapkan mantan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy, ‘’Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada kegaramu’’. Demikian semoga bermanfaat. dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG-K., M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, BincangBincang Medis

Meminimalkan Konflik di Hutan Lindung

habitat hidup gajah Sumatera, sehingga hutan lindung tersebut kini kerap dimasuki gajah untuk mencari makan. Karena telanjur dibuka warga untuk dijadikan lahan perkebunan, pemerintah berusaha mengembalikan fungsi asli hutan tersebut dengan kembali menanami tanaman dan warga diajak bermitra melalui skema Hutan Kemasyarakatan (HKm). (ant)

10. DESIR 11. RGR 12. TCD 17. ASIA 21. EBI 22. SKOLIOSIS 24. BYE 26. REMEDIAL 27. NGON 28. MANDARA 29. ALABAMA 31. GEMAS 32. TOMOHON 36. OTT 37. ISG 41. KALA 43. INN

Pemenang TTS No. 393 1. Ni Komang Sri Utami Br.Bangbang, Rendang, Kab.Karangasem (HP:081-338-528-XXX) 2. Putu Tangkas Kusuma Wardana Jl.Pulau Irian No.17, Singaraja, Kab.Buleleng (Hp:081-999-404-XXX) 3. Go Budiartha Jl.Kebo Iwa Utara No.65, Padangsambian Kaja, Denpasar (Hp:081-236-445-XXX) 4. Ni Luh Budi Hindari Jl.Wayan Gentuh Gg.Subak Satu No.01, Dalung, Kuta, Kab.Badung (Hp:081-805-666-XXX) 5. Ni Ketut Yuliani Jl.Raya Besakih No.093, Desa Selat, Kab.Klungkung (Hp:081-999-837-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: Kadek Gita Wahyuni Alamat: Jl.Kebo Iwa No.12B, Kec.Gianyar, Kab.Gianyar (Hp:087-862-558-XXX)


INspirasi

Minggu Umanis, 21 April 2019

11

Naik Pangkat bagi Polri yang Gugur Saat Pemilu Jakarta (Bali Post) Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan seluruh anggota Polri yang gugur dalam tugas pengamanan Pemilu 2019 mendapatkan penghargaan dari Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian berupa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. ‘’Semua anggota Polri yang gugur dalam tugas mendapat penghargaan berupa kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, termasuk almarhum Brigjen Pol. Syaiful Zachri menjadi Irjen Pol. anumerta,’’ kata Brigjen Dedi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (20/4) kemarin. Sedikitnya ada sembilan anggota Polri yang meninggal dunia saat melaksanakan tugas pengamanan Pemilu 2019. Pihaknya pun

menyatakan duka yang mendalam atas gugurnya putra-putra terbaik korps berbaju cokelat tersebut. ‘’Ada sembilan orang anggota Polri yang meninggal dunia saat tugas pengamanan TPS dan pascapenghitungan suara,’’ tuturnya. Mereka yang gugur adalah Aiptu M. Saepudin, Bhabinkamtibmas Cilengkrang, Polsek Cileunyi, gugur karena kelelahan setelah mengawal distribusi kotak suara. Aiptu M. Supri, anggota Polresta Sidoarjo, gugur saat melaksanakan pengamanan di TPS 21 di Desa Bareng Krajan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. AKP Suratno, Panit Subdit II Ekonomi Ditintelkam Polda Kaltim, gugur karena sakit. Brigadir Prima Leion Nurman Sasono, anggota Polsek Cerme Polres Bondowoso,

gugur karena mengalami kecelakaan menuju TPS. Sementara itu, Bripka Ichwanul Muslimin, anggota Polres Lombok Tengah Polda NTB, gugur karena kecelakaan ketika menuju salah satu Polsek untuk apel kesiapan pengamanan TPS. Aipda Stef Pekualu, anggota Polres Kupang NTT, gugur saat tugas pengamanan Pemilu 2019. Brigadir Arif Mustaqim, anggota Brimob Cikarang, Polda Metro Jaya, gugur saat pengamanan Pemilu 2019. Brigadir Slamet Dardiri, anggota Polsek Tosari Polres Pasuruan, gugur dalam kecelakaan saat pengamanan Pemilu 2019 dan Brigjen Pol. Syaiful Zachri, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri, gugur akibat serangan jantung dalam tugas pasca-pemilu di Labuan Bajo, NTT. (ant)

BPM/ant

SANTAI - Menkop dan UKM Puspayoga dan Bintang Puspayoga didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Putri Koster tampak santai usai membuka Bali Smesco Festival (BSF). Agenda yang berlangsung hingga Minggu (21/4) ini merupakan upaya Pemprov Bali untuk mempromosikan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Bali kepada masyarakat di Jakarta dan memasuki pasar global.

Kepercayaan Masyarakat Fenomena Women on Top di Jembrana juga terjadi untuk kursi legislatif DPRD Kabupaten, Ni Made Sri Sutharmi. ’’Ini membuktikan masyarakat percaya dan puas akan kinerjanya selama duduk di kursi DPRD Jembrana. Selama ini kami tidak membeda-bedakan siapa, dan memosisikan diri menjadi sosok ibu yang mengayomi dan membimbing anak-anaknya,’’ ujar Sutharmi. Salah satu Kartini Bali yang meraih suara terbanyak di Tabanan, Ni Made Dewi Trisnayanti. Saat dihubungi Sabtu (20/4) kemarin, Dewi hanya bisa mengucapkan syukur. Namun, pihaknya tetap menunggu hasil penghitungan dari KPU Tabanan. Namun jika benar, hal yang menjadi fokusnya adalah mengawal pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa. Sebagai new comer, Dewi mengaku selama pencalonan masih ada yang memandang sebelah mata atas kemampuannya dan masih ada yang

menganggap bahwa caleg perempuan hanya sebagai pelengkap kuota. Dia membuktikan caleg perempuan dari PDI-P, mentalnya sudah tertempa dan ia berhasil melawan isu-isu tersebut. Buleleng diprediksi juga mencetak Kartini Bali di legislatif yang juga new comer, Ni Made Lilik Nurmiasih. Di Gianyar tercatat Ni Made Ratnadi, S.E. Perempuan energik asal Banjar/Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar ini dalam Pemilu 2019, menjadi satu-satunya perempuan dan caleg peraih suara terbanyak di Kabupaten Gianyar dalam Pemilu 17 April 2019. Data ini berdasarkan hasil rekap data C1 dari seluruh TPS, yang dirilis DPC PDI-P Gianyar, Sabtu kemarin. Wanitia yang berusia 50 tahun ini, maju sebagai caleg di dapil II mewilayahi Kecamatan Blahbatuh dan Tampaksiring. Di dua kecamatan tersebut, Ratnadi memperoleh 13.818 suara. Sosok Ratnadi ini menggambarkan bahwa kedudukan perempuan dalam dunia politik sama dengan lelaki.

Semangat dalam memperjuangkan aspirasi hak-hak kaumnya menjadi teladan semangat Kartini pada era kekinian. Kartini Bali juga bangkit di Bangli. Di daerah ini ada 233 caleg yang bertarung memperebutkan 30 kursi di DPRD Bangli, 91 di antaranya adalah perempuan. Nengah Madyayani, salah satu yang direkap C1 PDI-P untuk sementara masuk peraih suara terbanyak. Madyayani yang saat ini masih duduk sebagai anggota DPRD Bangli ini mengungkapkan, sebagai perempuan dirinya sangat bersyukur dengan adanya kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalegan selama ini. Sebab, dengan adanya kuota tersebut, kaum perempuan bisa menjadi kartini muda dan memiliki peluang untuk ikut serta di kancah politik. Namun, meski diberi peluang, dalam pertarungan mencari suara, caleg perempuan tak ada bedanya dengan caleg laki-laki. Caleg perempuan tetap harus bertarung sendiri untuk bisa lolos meraih kursi dewan. (tim BP)

Pendidikan Politik ‘’Keikutsertaan serta partisipasi perempuan Bali di dalam bidang politik telah muncul dan beranjak meningkat, perempuan Bali hingga saat ini sudah banyak melek pendidikan politik. Hal ini bisa kita lihat partisipasi mereka dengan ikut menjadi anggota partai politik atau mencalonkan diri menjadi calon legislatif pada pemilu serentak 2019. Di sanalah, mereka memiliki kesempatan untuk ikut di dalam menentukan kebijakan politik khususnya untuk berkembangnya urusan pemberdayaan perempuan ke depannya,’’ ujarnya. Lebih jauh dikatakan, dengan spirit yang dilahirkan oleh R.A. Kartini telah mampu memberikan energi positif kepada perempuan-perempuan Bali untuk terus berkarya dan memperjuangkan hak-hak kaumnya. ‘’Semoga hari Kartini memberikan energi positif kepada negeri ini menuju arah yang beradab untuk terus memperjuangkan hak-hak perempuan khususnya di Bali,’’ ujarnya. Kartini-kartini Bali yang berhasil duduk di kursi legislatif sejatinya menjadi harapan

untuk bisa memperjuangkan masalah-masalah perempuan dan anak. ‘’Tunjukkan di situ bahwa ketika (perempuan) menjadi seorang legislatif harus bisa menyuarakan dan bisa melaksanakan komunikasi politik, karena keputusan legislatif itu kan kolektif kolegial,’ ujar Ketua BKOW Provinsi Bali Dr. AAA Ngr. Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. dikonfirmasi, Sabtu kemarin. Tini Gorda menambahkan, legislatif perempuan juga harus bisa membuat suatu program yang bersentuhan dengan perempuan dan anak. Memerlukan perjuangan agar program-program tersebut bisa diakomodir sehingga legislatif menjadi teladan bagi perempuan-perempuan lain untuk turut terjun menjadi anggota dewan. Dengan demikian, perempuan yang hendak terjun ke politik benar-benar karena tertarik dan tanpa unsur ‘’paksaan’’. Terlebih sekadar untuk memenuhi kuota 30 persen. ‘’Legislative drafting itu harus dipahami, bagaimana untuk pengawasan terhadap kerja dari eksekutif, kemudian budgeting atau penganggaran,’’ imbuhnya. Selama lima tahun terakhir, lanjut Tini Gorda, sulit

untuk mendengarkan apa yang menjadi pendapat legislatif perempuan. Entah karena memang jarang diekspos oleh media, atau memang tidak bisa memberikan suatu pendapat terhadap isu atau masalah yang muncul di masyarakat. Oleh karena itu, BKOW Provinsi Bali sempat membuat diklat untuk caleg perempuan. Dengan harapan, mereka dapat bersuara dan memberikan kebijakan sehingga masalahmasalah perempuan dan anak khususnya dapat terselesaikan dengan baik. Sebelumnya, Dewan Pembina Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster mengharapkan Bali memiliki minimal satu wakil perempuan di DPD-RI. Harapannya, senator perempuan ini tidak saja memperjuangkan pemberdayaan perempuan itu sendiri, juga mengawal dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Bali secara umum. Terutama dalam hal mengharmoniskan, melestarikan, serta menjaga adat, tradisi, dan budaya Bali. ‘’Dalam dua periode DPD-RI, Bali masih sepi dari senator perempuan,’’ ujarnya. (win/rin)

Perubahan Besar Sebagai Kapolda Bali, telah terjadi perubahan besar terhadap paradigma di masyarakat. Berbagai terobosan sudah dilakukan, salah satunya adalah melaksanakan penelitian yang

melibatkan peneliti Unud dan UI. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa penilaian masyarakat terhadap internal kepolisian, kepemimpinan transformasional, pengelolaan sumber daya dan perencanaan strategis hasilnya sangat bagus. ‘’Harapan kami melalui

penganugerahan ini, sinergi dan kerja sama antara Unud dan Polda Bali bisa terus ditingkatkan di bidang Tri Dharma Perguruan tinggi baik dari segi pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,’’ ucapnya. (ad788)

Minggu, 21 April 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih lan Mapadudusan Agung, Ngusaba Desa, Ngusaba Nini (1) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Zumba Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Kartun Uttara Kanda (2)

09:30 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita

Belajar Menggambar Membuat Bunglon Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih lan Mapadudusan Agung, Ngusaba Desa, Ngusaba Nini (2) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali Faktor Resiko dan

17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Gejala - Gejala Stroke Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Banjar Bali Quis Kris Samatra Artis Bali Elina Dewiverna feat Sugik Indi Band Generation Devatara Band Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Calonarang Ki Bajra Sakti Samprangan kediri (1) Berita dan Bincang Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song

Menjaga Kualitas

Pameran ini, jelas Koster, merupakan momentum penting untuk memperkenalkan produk yang dihasilkan, karena itu UMKM harus mampu menjaga kualitas produknya agar mampu bersaing dengan produk negara lain yang semakin kompetitif. Pameran juga diharapkan sebagai media promosi sehingga terjadi transaksi antara buyer dan UMKM yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia juga mengingatkan, era industri 4.0 harus disikapi dengan baik karena mau tidak mau UMKM Bali harus melangkah lebih maju untuk memanfaatkan teknologi informasi agar tidak kalah dalam persaingan global. Direktur Utama Smesco Indonesia Emilia Suhaimi mengatakan, pihaknya menggelar festival tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali. “Event ini sebagai ajang promosi dalam negeri bagi UMKM unggulan Bali, dan memperkenalkan semua

potensi Provinsi Bali meliputi produk unggulan UMKM, pariwisata, budaya, dan kuliner khas,” kata Emilia. Ia menambahkan, selama ini, masyarakat Bali terbiasa menyelenggarakan event, memadukan musik, tarian dalam kehidupan upacara keagamaan di rumah, di banjar, maupun di pura. “Karena itu, saya percaya Smesco Bali Festival akan berlangsung meriah dan mendatangkan suasana Bali,” kata Emilia. Bali Smesco Festival juga merupakan ekspos puncak prestasi pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh lintas lembaga di Provinsi Bali. Karena itu, event ini mempromosikan tidak hanya kerajinan dan produk-produk unggulan, tetapi juga pentas seni budaya, pariwisata, dan kuliner khas Bali. “Ini merupakan salah satu momentum untuk memperkenalkan produk-produk unggulan asal Provinsi Bali kepada potensial buyer. Mereka akan diundang hadir bersama dengan perwakilan asosiasi,” ujar Emilia. Bali Smesco Festival akan berlangsung di Creative Space

Di Denpasar PDI-P juga kian memerahkan Denpasar. PDI-P sementara menambah kursi dari 18 kursi, kini menjadi 23 kursi. Ketua DPC PDI-P Denpasar I Gusti Ngurah Gede, S.H. yang dikonfirmasi Sabtu kemarin menyatakan, untuk sementara hasil perolehan suara sudah berhasil direkap. Namun, ini masih bersifat sementara. “Belum final,” katanya. Disebutkan, dari data yang ada, perolehan suara PDI-P meningkat signifikan. Bahkan, untuk kursi di DPRD Bali juga akan diperkirakan mampu mengantarkan lima kader PDI-P ke provinsi dari dapil Denpasar. Sementara untuk tingkat DPRD Kota, sudah bisa diperkirakan sekitar 23 kader akan menduduki kursi di

dewan. PDI-P Bali juga diprediksi menghantarkan 6-7 kadernya melenggang ke DPR-RI. Sementara PDI-P Jembrana melaporkan memprediksi meraih 16 kursi naik dari sebelumnya 14 kursi, dan Karangasem meraih 12 kursi. Pengamat politik yang juga Dekan FISIP Universitas Udayana GPB Suka Arjawa sejak awal sudah memprediksi peta politik Bali didominasi PDI-P. Mengingat, caleg Partai Golkar dan Gerindra termasuk kompetitor mereka yang paling kuat terkena kasus hukum. Selain itu, lanjut Suka Arjawa, militansi anggota dan pendukung partai yang cukup kuat juga menjadi faktor keunggulannya. Kemudian faktor-faktor tertentu seperti penyaluran bantuan ke desa-desa. (Tim BP)

lantai 3 Gedung Smesco Indonesia, Jakarta. Panitia penyelenggara menyediakan beragam acara mulai dari pameran UMKM, talkshow, parade busana adat dan tarian asal Bali (joged Bumbung), hingga demo melukis. Bali Smesco Festival 2019 mengambil tema “Melalui Bali Smesco Festival UMKM Bali Menembus Pasar Global”. Sebanyak 38 peserta dari UKM asal Bali akan ikut dalam pameran tersebut. Peserta pameran terdiri atas UKM produk kerajinan seperti tenun, perak, kerang, lukisan, dan lain-lain. Selain itu, juga menawarkan produk kuliner antara lain nasi jenggo, baso ikan, sate lilit ikan. Semua ini tersedia bagi para pengunjung untuk datang dan berbelanja selama event berlangsung. Menkop Puspayoga berharap, Pemprov Bali membangun gedung seperti Smesco Tower agar bisa dijadikan destinasi untuk memperkenalkan berbagai produk UMKM Bali. Apalagi, kata Puspayoga, sebelumnya Gubernur Koster

kagum dengan gedung ini dan menilai bagus untuk dijadikan tempat berbagai kegiatan. Puspayoga menyampaikan térima kasih kepada Gubernur Koster dan Putri Koster yang telah menjadikan Smesco Tower sebagai tempat kegiatan untuk menampilkan berbagai produk UMKM Bali karena satya wacana, sebelumnya berniat untuk menggelar acara di Smesco. Yang pasti, Smesco Tower bukan tempat ritel tetapi sebagai tempat edukasi bagi banyak pihak seperti dubes negara asing atau dubes Indonesia agar mereka bisa memperkenalkan berbagai produk UMKM Indonesia dan memasarkannya di negara tempat mereka bertugas. Di sini ada paviliun dari Sabang sampai Merauke, dan produk unggulan UMKM. Bahkan saat Asian Games lalu, Smesco Tower menjadi destinasi dan rujukan bagi peserta Asian Games. ‘’Mereka datang untuk membeli berbagai produk UMKM Indonesia,’’ tegas Puspayoga. (ad792)


balipost http://facebook.com/balipost

Minggu Umanis, 21 April 2019

Cardiff Vs Liverpool

Laga Krusial The Reds Liverpool –

Liverpool saat ini memiliki target untuk sapu bersih semua laga yang tersisa. Skuat asuhan Jurgen Klopp ini wajib menang agar tidak sampai tertinggal dari Manchester City dalam perburuan trofi juara liga. Sementara itu, Cardiff saat ini sedang berjuang untuk bisa lepas dari zona degradasi. Saat ini, mereka berada di posisi ke-18 dengan raihan 31 poin. Mereka masih punya peluang untuk bisa menyalip Brighton maupun Southampton yang berada di posisi 17 dan 16. Keduanya mengoleksi 33 dan 36 poin. Sebelumnya, peluang Cardiff nyaris tertutup. Namun pada pekan kemarin, mereka berhasil mengalahkan Brighton hingga peluangnya lolos kembali terbuka. Sebelumnya, manajer Cardiff Neil Warnock menyebut Liverpool adalah salah satu tim terbaik di dunia. Dan pada laga akhir pekan ini, ia berharap timnya tak akan sampai babak belur dihajar pasukan Jurgen Klopp itu. “Kami hanya harus mengatasi dengan cara terbaik yang kami bisa. Pada hari yang baik, seperti yang telah mereka tunjukkan musim ini, mereka akan mengalahkan siapa pun. Kami hanya ingin tampil baik,” ucapnya Sabtu (20/4) kemarin. “Ini akan menjadi hari yang hebat. Tetapi saya tidak hanya ingin itu menjadi hari yang indah

di mana kami babak belur,” tegasnya. “Saya ingin kami tampil bagus. Jadi, itulah yang kami kerjakan minggu ini dan kinerja yang baik akan mendukung kami untuk beberapa pertandingan berikutnya,” tandas Warnock. Cardiff tak mau menyusul Huddersfield dan Fulham, yang telah dipastikan terdegradasi. Ambisi untuk bertahan itu terlihat dalam kemenangan 2-0 atas tuan rumah Brighton lewat gol-gol Nathaniel Mendez-Laing dan Sean Morrison akhir pekan kemarin. Namun, mereka pasti paham bahwa Liverpool adalah lawan yang dimensinya berbeda. Terlebih lagi, The Reds juga sedang sangat bersemangat usai memastikan diri lolos ke semifinal Liga Champions dengan kemenangan agregat 6-1 atas Porto di perempatfinal. Pada pertemuan pertama musim ini, Liverpool membungkam Cardiff 4-1 di Anfield. Gol-gol Liverpool dicetak oleh Mohamed Salah, Sadio Mane (2) dan Xherdan Shaqiri, sedangkan Callum Paterson mencetak satu-satunya gol Cardiff. Klopp tetap me-

waspadai Cardiff yang tengah berjuang untuk selamat dari degradasi. Juru taktik asal Jerman ini berharap cuaca dalam kondisi yang bagus karena ini adalah pekan-pekan krusial yang akan menentukan bagi Liverpool. “Ini pertandingan besar dan tidak ada satu pun yang dimenangkan sebelum kami memulainya pada menit pertama,” ujar Klopp. “Saya pikir banyak orang berpikir tentang Liverpool dan kemudian Anda langsung berpikir tentang Barcelona. Tapi, sebelum Barcelona, ada Cardiff dan Huddersfield. Itu sama pentingnya bagi kami daripada pertandingan lainnya setelah itu,” lanjutnya. “Jadi, ini adalah pertandingan sangat menarik dalam periode yang menarik. Kami tahu ada pekerjaan besar yang harus dilakukan di akhir pekan ini,” imbuh mantan manajer Borussia Dortmund ini. Liverpool memenangi sembilan laga Premier League terakhir melawan tim-tim promosi, mencetak 27 gol dan hanya kebobolan tiga. Liverpool belum pernah mencatatkan sepuluh kemenangan beruntun atas tim-tim promosi, dan ini adalah peluang bagus bagi mereka untuk melakukannya - sekaligus mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara. (kmb33/afp)

Celtics di Ambang Kelolosan Indianapolis – Boston Celtics di am bang kelolosan ke semifinal playoff Wilayah Timur. Ini setelah Celtics memenangi gim ketiga kontra Indiana Pacers dengan skor 104-96. Pada gim ketiga playoff NBA yang dihelat di Bankers Life Fieldhouse, Sabtu (20/4) kemarin, Pacers wajib menang setelah tertinggal 0-2 dari dua gim pertama di markas Celtics. Celtics tancap gas di kuarter pertama dengan unggul 41-28. Namun, Pacers bangkit di kuarter ketiga dengan mencetak 33 poin berbanding 18 milik Celtics. Pacers berbalik memimpin 61-59 di paruh pertama gim. Masuk di

Anthony Joshua

Lawan Baru Anthony Joshua Diumumkan Pekan Depan New York – Lawan baru petinju Inggris Anthony Joshua pada pertarungan 1 Juni mendatang di New York akan diumumkan pekan depan, demikian dinyatakan promotor Eddie Hearn melalui akun Twitter-nya, Sabtu (20/4) kemarin. Seperti dikutip Reuters, Joshua, juara dunia WBA, IBF, WBO, dan IBO, sebenarnya telah dijadwalkan untuk bertarung menghadapi Jarrell Miller dari Amerika Serikat (AS), tetapi Komisi Atletik Negara Bagian New York menolak mengeluarkan rekomendasi dengan alasan Miller telah melakukan pelanggaran terkait penggunaan zat terlarang. Tetapi Miller membantah mengonsumsi obat terlarang yang dituduhkan kepadanya. ‘’Saya tidak pernah secara sengaja memakai zat terlarang dan ketika saya mengetahui berita tadi malam, saya benar-benar terkejut,’’ kata Miller di Instagram. Sementara itu, ESPN yang mengutip tiga ahli, melaporkan bahwa Miller telah dites positif untuk pemakaian zat terlarang jenis GW1516, yang meningkatkan daya tahan dan membantu atlet membakar lemak. Menurut ESPN, Miller juga gagal dalam tes kedua untuk zat jenis doping lainnya. ‘’Ingat, jangan percaya semua yang Anda dengar dan lihat. Fakta akan menang dan saya akan dibenarkan,’’ kata Miller. ‘’Saya tidak punya sesuatu untuk disembunyikan dan kebenaran akan diketahui dengan sendirinya,’’ katanya. (kmb33/ant)

kuarter ketiga, Celtics bangkit untuk gantian memdominasi Pacers dengan membuat 21 poin berbanding 12. Pada kuarter keempat, duel semakin sengit ketika

Marquez Terlalu Ceroboh

PASI: Tak Ada Target Khusus di Kejuaraan Atletik Asia 2019

Jakarta (Bali Post) – Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyatakan tidak memasang target tertentu untuk Kejuaraan Atletik Asia 2019 yang berlangsung di Doha, Qatar pada 21 hingga 14 April 2019. ‘’Tidak ada target tertentu dan kami juga tidak mengharapkan apa-apa, yang penting bisa tampil semaksimal mungkin,’ kata Ketua PB PASI Bob Hasan di Asrama Atlet PB PASI, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4) kemarin. Menurutnya, bagian yang paling penting dari kejuaraan tersebut adalah persiapan. Oleh karena itu, dia menginginkan agar seluruh atlet dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memberikan yang terbaik. ‘’Yang penting adalah persiapannya. Kami mempersiapkan semuanya dengan sebaik mungkin. Atlet-atlet latihan terus, terus, dan makanannya juga dijaga. Dengan persiapan yang baik, maka prestasi akan datang menyusul,’’ ujar Bob. Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Pelatih Kepala Sprint PB PASI Eni Nuraini menuturkan, terdapat beberapa alasan pihaknya tidak memasang target tertentu dalam kejuaraan tersebut. ‘’Alasan pertama, khusus untuk nomor estafet 4x100 itu karena tim yang diturunkan dalam kejuaraan itu sedang dalam masa transisi,’’ tutur Eni. Untuk estafet, sambungnya, ada tim lama yang mengundurkan diri, sehingga pihaknya memanggil atlet baru, yaitu Adi Ramli yang berusia 17 tahun.(kmb33/ant)

Pacers unggul 88-87 pada enam menit waktu tersisa. Tetapi, Kyrie Irving menginspirasikan Celtics untuk bisa tancap gas dengan torehan 11 poin dari 16 poin terakhir timnya di kuarter keempat dan akhirnya menang 104-96. Celtics unggul 3-0 dan cuma butuh satu kemenangan untuk lolos ke semifinal. Gim keempat masih dihelat di markas Pacers. Pemain terbaik dari Celtics adalah Jaylen Brown dengan 23 poin disusul Al Horford yang punya doubledouble 19 poin dan 10 assist. Dari kubu Pacers ada Tyreke Evans dengan 19 poin. Masih dari Wilayah Timur, Toronto Raptors unggul 2-1 atas Orlando Magic dalam best-of-seven ketika menang 98-93 di gim ketiga. Pascal Siakam membuat 30 poin dan 11 rebound. Kahwhi Leonard juga bikin doubledouble dengan 16 poin dan 10 rebound serta Kyle Lowry dengan 12 poin dan 10 assist. Oklahoma City Thunder menjaga asa lolos usai memangkas ketertinggalan jadi 1-2 dari Portland Trail Blazers. Pada gim ketiga di kandang sendiri, Thunder menang 120-108 lewat torehan 33 poin Russell Westbrook. (kmb33/afp)

Kyrie Irving

Austin – Pil pahit harus ditelan pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, saat mentas di seri ketiga MotoGP 2019 yang digelar di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat, pekan lalu. Ia gagal mempertahankan kejayaannya di sana lantaran terjatuh di tengah pertandingan. Menurut pengamat MotoGP, Carlo Pernat, hasil ini harus diraih Marquez lantaran dirinya terlalu ceroboh saat itu. Marquez sejatinya memiliki peluang besar untuk kembali meraih kemenangan di MotoGP Amerika Serikat. Sebab, sejak awal memulai perlombaan, ia dapat terus memimpin. Sayangnya, di tikungan ke-12 lap kedelapan, nasib malang menimpa pembalap asal Spanyol itu. Marquez terpeleset dan tak bisa melanjutkan balapan lagi. Menurut Pernat, kegagalan Marquez mempertahankan kejayaannya di Amerika Serikat ini murni terjadi karena kecerobohannya. Ambisi yang terlalu besar membuat

The Baby Alien melakukan hal dengan gegabah. Tetapi, meski tampil minor, Pernat merasa Marquez tetap menjadi pembalap terbaik di MotoGP. Namun, ia memberi peringatan kepada sang pembalap untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan hal ceroboh lainnya saat balapan. Sebab, hal ini dapat menghentikan langkahnya untuk merebut gelar juara musim ini. ‘’Di Austin, Marc Marquez lagilagi berada di jalan sebagai makhluk luar angkasa, tetapi dia terlalu ceroboh. Banyak yang berpikir dia akan menang dengan mudah, tetapi kemudian datanglah kehancuran bodoh ini,’’ ujar Pernat, Sabtu (20/4) kemarin. ‘’Begitulah cara kerjanya dalam lomba terkadang. Dia masih menjadi pembalap yang luar biasa. Tetapi, saya khawatir Honda masih banyak menerima kegagalan musim ini. Saya sungguh berharap kemampuan kendalinya tidak memburuk dalam pengembangan mesin masih terus lebih lanjut,’’ tutupnya. (kmb33/afp)

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 21 April 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu