Skip to main content

Edisi Kamis 21 Maret 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh

’’Pamedek’’ Padati Pura Penataran Agung Besakih Amlapura (Bali Post) Puncak Karya Agung Ida Batara Turun Kabeh, Rabu (20/3) kemarin, dipadati ribuan pamedek. Ketua Panitia Jro Mangku Widiartha, mengatakan, pelaksanaan puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh sudah dimulai sejak pagi hari. Kendati hujan lebat, para pengayah dan bakta tetap semangat ngaturang ayah. “Sebelum puncak karya telah dilaksanakan upacara muspayang Ida Batara Turun Kabeh. Selain itu, juga dilaksanakan pengrajeg karya di mandala dan di ambal-ambal. Setelah itu dilakukan persembahyangan bersama,” ujarnya. Widiartha mengatakan, krama yang tangkil saat puncak karya Ida Batara Turun Kabeh cukup banyak. “Karena sekarang puncak karyanya, kami yakin seterusnya pamedek yang tangkil akan terus bertambah. Apalagi saat hari-hari libur, dipastikan pamedek yang tangkil bakal membeludak,” katanya.

KARYA DI BESAKIH Umat Hindu saat melakukan persembahyangan serangkaian karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Penataran Agung Besakih, Rabu (20/3) kemarin.

Dia menambahkan, sampai saat ini, ada pamedek yang tangkil masih banyak yang membawa sarana upacara menggunakan kantong plastik. Termasuk masih ada pamedek yang nunas tirta membawa plastik. Untuk itu, pihaknya kembali mengimbau kepada selurun umat Hindu yang hendak tangkil ke Besakih bila hendak nunas tirta, agar membawa toples kecil. “Kalau sebelum-sebelumnya panitia memang menyediakan tirta dibungkus plastik. Tapi sekarang tidak. Untuk itulah, pihak panitia mengimbau para bakta supaya membawa toples kecil dari rumah masing-masing,” imbau Jro Widiartha. (kmb41)

Prosesi ’’Mapepada Agung’’ di Pura Ulun Danu Batur

Dari Baris sampai Barongsai Bangli (Bali Post) Puncak Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani, berlansung Rabu (20/3) kemarin. Upaca ra y a ng d i la ksa na ka n bertepatan dengan rahinan Purnama Kedasa, diikuti ribuan pamedek. Dalam puncak Karya Ngusaba Kedasa kemarin, digelar prosesi mapepada agung, yang dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Pemprov Bali dan Pemkab Bangli. Proses mapepada agung yang dilangsungkan di jaba Pura Ulun Danu Batur, diawali dengan iring-iringan kober, pralingga Ida Batara, sekaa gong dan sekaa baris. Prosesi mapepada agung terlihat unik karena diikuti iring-iringan barongsai yang dibawakan umat dari warga Tionghoa. Pengemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duuran, mengatakan, makna dari proses mapepada agung adalah untuk

menyucikan semua sarana upakara sebelum dipersembahkan kepada Ida Batara. “Sama seperti mapepada wewalungan yang dilaksanakan (Selasa) kemarin. Sebelum wewalungan disembelih, disucikan terlebih dahulu,” terangnya. Dijelaskannya, prosesi mapepada agung melibatkan ribuan pamedek dari 60 desa batun sendi Ida Batara. Yang dimaksud desa batun sendi Ida Batara adalah desa-desa yang selama ini bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan karya di Pura Ulun Danu Batur. Disampaikannya, setelah pelaksanaan mapepada agung, prosesi dilanjutkan dengan upacara Ida Batara katurang pujawali ring tengahing dalu/latri. “Upacaranya dilaksanakan pada tengah malam,” kata Jero Gede Batur Duuran. Sesuai dudonan karya, rangkaian karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur akan berlangsung hingga tanggal 2 April mendatang. (kmb40)

Majukan Sektor Pertanian Perlu Perubahan Pola Pikir

Besok, Jokowi Bertemu Tokoh Adat Presiden Jokowi rencananya melakukan kunjungan kerja ke Bali, Jumat (22/3) besok. Selain untuk meresmikan Pasar Badung sesuai undangan Wali Kota Denpasar, Jokowi juga dijadwalkan bertemu dengan tokoh masyarakat se-Bali. “Beliau diundang oleh Wali Kota untuk meresmikan Pasar Badung. Mumpung beliau ke Bali, saya juga manfaatkan untuk beliau sebagai Presiden RI bisa bertatap muka dengan tokoh-tokoh masyarakat se-Bali pukul 21.00 Wita di Ardha Candra,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster, Selasa (19/3) lalu. Halaman 2 Hasil Tes P3K Badung “Nyangkut” di Pusat

Bali Post/kmb40

ULUN DANU BATUR - Prosesi mapepada agung serangkaian karya ngusaba kedasa yang dilaksanakan di Jaba Pura Ulun Danu Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani, Rabu (20/3) kemarin.

Inggris Pantas Difavoritkan

Hasil Computer Assisted Test (CAT) Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Badung, hingga kini belum diumumkan. Padahal seleksi yang diikuti 51 orang ini telah dilakukan bulan Februari 2019. Informasi yang beredar, pemkab setempat masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

Inggris akan membuka kampanye kualifikasi Euro 2020 di kandang Republik Ceko pada Sabtu (23/3) nanti. Status sebagai peringkat keempat Piala Dunia 2018 di Rusia dan lolos ke final Liga Negara Eropa pada Juni nanti menempatkan Inggris menjadi salah satu favorit untuk memenangkan Piala Eropa tahun depan.

Halaman 3

Halaman 15

Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menyebut perubahan pola pikir dari pelaku menjadi kunci bagi majunya sektor pertanian di Indonesia. “Saya ingin agar ada sebuah perubahan pola pikir kita bahwa keuntungan di pertanian dan perkebunan yang paling besar justru di pascapanennya,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pembukaan Rapat Koordinasi dan Diskusi Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tahun 2019 di Istana Negara, Selasa. Memajukan sektor pertanian Indonesia dibutuhkan perubahan pola pikir dari para pelaku pertanian. Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta para pelaku untuk mulai mengalihkan perhatiannya pada nilai tambah yang bisa didapatkan pascapanen. Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi kembali mengingatkan pentingnya mekanisasi dan modernisasi pertanian dengan memberikan perhatian ekstra pada pengemasan dan branding bagi produk-produk komoditas pertanian yang

dihasilkan. Di antara modernisasi yang Jokowi maksudkan tersebut di antaranya ialah proses pengeringan dan penggilingan dengan menggunakan alat-alat modern hingga pengemasan yang baik sehingga dapat langsung dipasarkan ke konsumen akhir. “Kalau kita teruskan seperti ini (pola lama) sampai kapan pun pertanian kita enggak akan maju. Harus berani mengubah pola pikir kita baru kemudian kita memilih komoditas-komoditas yang lain selain padi dan jagung yang memiliki nilai tinggi,” katanya. Pada kesempatan itu pula, Jokowi menyempatkan diri untuk berdialog dengan beberapa anggota HKTI dan menanyakan kesiapan mereka untuk mengubah pola pikir dari pola-pola lama. Jokowi mengatakan perbaikan sektor pertanian juga terus dilakukan dengan jalan pembangunan waduk untuk keperluan pengairan. Presiden menjelaskan, hingga awal 2015, Indonesia hanya memiliki 231 bendungan dan itu pun tak sepenuhnya dimanfaatkan untuk sektor pertanian. “Kalau

kita bandingkan dengan Tiongkok, mereka memiliki waduk 110.000. Kita hanya 231. Artinya, masih kurang waduk kita ini,” ucapnya. Dari jumlah waduk tersebut, diperkirakan baru 11 persen saja wilayah pertanian yang terairi oleh waduk-waduk itu. Selama beberapa tahun ke belakang, pemerintah intens membangun tambahan bendungan sejumlah 65 bendungan baik yang sudah terbangun maupun yang masih dalam tahap pembangunan. “Kalau yang 65 itu rampung baru mengairi 20 persen (lahan pertanian). Masih jauh sekali kita ini. Jangan membayangkan ketahanan pangan, kedaulatan, swasembada, kalau ini belum terselesaikan,” katanya. (ant)


DENPASAR

2

Kamis Kliwon, 21 Maret 2019

FIGUR

Harus Siap Hadapi Era Digital PELAKU usaha khususnya UMKM harus siap menghadapi era digital, karena dunia semakin berkembang dengan cepat. Mau tidak mau pelaku usaha harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Karena pengusaha yang mampu bertahan terhadap situasi perubahanlah yang akan menang. Caleg DPR-RI dari Partai Gerindra A.A. Ngurah Alit Wiraputra menegaskan hal itu, Rabu (20/3) kemarin. Ia meminta seluruh generasi muda di Bali menyiapkan diri sebaik mungkin menghadapi era digital ini. “Seluruh masyarakat, terlebih generasi muda tentu saja harus siap menghadapi era digital ini,” ujarnya. Oleh karena itu, pendidikan baik yang diberikan dalam lingkup keluarga

maupun bangku sekolah merupakan salah satu modal utama dalam mempersiapkan generasi muda yang tangguh. “Generasi muda dan para pengusaha pemula harus mendapatkan edukasi yang memadai untuk menghadapi dan bersaing pada era digital ini,” jelas pria asal Badung ini. Saat ini, kata dia generasi muda masih belum cukup pengetahuan dan kemampuannya dibandingkan dengan pemuda di negara ASEAN. Menurutnya diperlukan peran orangtua dan pemerintah untuk mengarahkan dan memberikan pendidikan atau edukasi yang lebih lagi kepada generasi muda. Selama ini mereka masih terombang-ambing dan lebih banyak ikut euphoria politik daripada mempersiapkan diri dalam menghadapi era digital. Generasi muda di Bali harus lebih keras diajarkan disiplin diri dan menumbuhkan tekad serta semangat yang tinggi bersaing dalam menghadapi era digital ke depan. Yang perlu dipikirkan adalah apa yang bisa dibuat oleh pemerintah untuk mendidik dan meningkatkan disiplin generasi muda. Dijelaskannya, seluruh negara anggota ASEAN telah mempersiapkan diri beberapa tahun untuk menghadapi era digital. Namun kita terkesan seperti kebakaran jenggot dengan adanya era digital ini. Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki andil besar dalam memajukan ekonomi Bali, terutama di Kabupaten Badung. Sayangnya sektor ini kurang mendapat perhatian. Terbukti tidak hanya lemah dalam permodalan, UMKM juga lemah dalam SDM dan kompetensi. Menurunya, sektor tersebut harus mendapat perhatian serius dari semua pihak baik pemerintah maupun pihak swasta. (may)

Buka Prodi Vokasi DIPERCAYA kembali menjadi Rektor Universitas Warmadewa (Unwar) periode 2019-2023, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E, Sp.ParK. akan membuka tiga program studi (prodi) vokasi (sarjana terapan), yaitu Prodi Akuntansi Perpajakan, Prodi Sistem Informasi Akuntansi, dan Prodi Teknologi Telekomunikasi. Di samping juga mengembangkan Program Doktor (S3) Ilmu Hukum. Bahkan, Prodi Akuntansi Perpajakan telah mendapatkan izin dan siap menerima mahasiswa perdana yang pendaftarannya dibuka mulai April 2019. Prof. Widjana mengatakan, saat ini lulusan prodi vokasi sangat fimiliar, bahkan sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Sebab, lulusan program vokasi ini memiliki keterampilan yang lebih dibandingkan lulusan program sarjana. Kurikulum dan sistem pembelajarannya pun berbeda. Program vokasi lebih mengutamakan keterampilan sebanyak 70 persen, sedangkan ilmu pengetahuannya hanya 30 persen. Sistem ini terbalik dengan sistem yang diberlakukan pada program sarjana yang lebih mengutamakan ilmu pengetahuan. “Mahasiswa nanti akan lebih banyak praktik, karena kami telah bekerja sama dengan Ditjen (Direktorat Jenderal) Pajak untuk magang mahasiswa nanti. Bahkan setelah lulus, mereka bisa diserap di Ditjen Jenderal Pajak dan instansi terkait lainnya, baik instansi pemerintah maupun swasta,” ujarnya, Rabu (20/3) kemarin. Selain itu, kata dia Prodi Akuntansi Perpajakan Diploma 4 (D4) ini merupakan prodi langka yang dikembangkan perguruan tinggi di bawah naungan LLDIKTI Wilayah VIII Bali-NTB. Bahkan baru pertama kali dikembangkan di Unwar. Sehingga peluang bagi masyarakat yang ingin menempuh pendidikan, terutama sarjana terapan akuntansi perpajakan bisa memilih Unwar. Dosen pengajarannya ahli di bidang perpajakan yang didatangkan dari Ditjen Pajak dan konsultan pajak. “Saya yakin semua perusahaan nanti membutuhkan sarjana terapan. Karena ini ilmu baru, sambutan di masyarakat juga sangat baik. Sebab, keunggulan program ini mampu menghasilkan lulusan siap kerja,” tegasnya. (win)

Bali Post/dok

MPLS – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di salah satu SMA negeri di Denpasar. Pemprov Bali terus berupaya meningkatkan APS usia SMA sederajat.

Pemprov Tingkatkan APS Usia SMA Denpasar (Bali Post)Pemprov Bali akan meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk usia SMA sederajat (16-18 tahun). Kendati saat ini sudah mencapai 82,35 persen, namun angka tersebut masih lebih rendah bila dibandingkan APS usia SD sederajat (7-12 tahun) dan APS usia SMP sederajat (12-15 tahun). Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan hal itu saat memaparkan hasil capaian kinerja utama di bidang pendidikan dalam Rapat Paripurna di DPRD Bali, Selasa (19/3) lalu. Usai menghadiri rapat paripurna, Koster juga bertemu kepala SMA/SMK se-Bali di Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali. Berkaitan dengan APS, sebetulnya ada sedikit perbedaan data yang disampaikan Gubernur Bali pada saat rapat paripurna dengan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali

pada saat Gubernur Koster bertemu dengan para kepala sekolah. Terutama menyangkut APS usia SD dan SMP. Data yang disampaikan Gubernur Koster, APS usia SD tercatat 99,56 persen dan APS usia SMP sebesar 97,92 persen. Sedangkan data dari Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Wayan Sugiada, APS usia SD sebesar 102,16 persen dan APS usia SMP 104,89 persen. Namun keduanya sama-sama menyebut APS usia 16-18 tahun atau usia SMA sederajat sebesar 82,35 persen. “Angka partisipasi sekolah untuk usia SMA sederajat 16-18 tahun menduduki peringkat yang paling rendah, yaitu 82,35 persen,” ujar Koster. Untuk meningkatkan APS di tingkat pendidikan menengah tersebut, mulai tahun ini sudah ada program persiapan pelaksanaan wajib belajar (wajar) 12 tahun. Koster mengaku melihat gap

antara lulusan SMP dengan yang masuk ke SMA sebetulnya kecil. Oleh karena itu, pihaknya memastikan semua lulusan SMP bisa tertampung di SMA/SMK pada 2020. “Tahun 2021 kita sudah bisa meningkat, 2022 sudah harus bisa mencapai 100 persen. Jadi, jangan lama-lama,” imbuhnya. Terlebih, lanjut Koster, lokasi di mana lulusan SMP yang paling banyak belum tertampung di SMA/SMK sudah jelas. Yakni di Badung, lalu di Denpasar. Sedangkan kabupaten lain daya tampungnya dikatakan sudah memadai. Hanya tinggal meningkatkan kesadaran masyarakat agar setelah lulus SMP mau melanjutkan ke jenjang SMA/SMK. “Ini bukan kerja berat, ringan saja sebenarnya. Apalagi anggarannya mencukupi,” jelasnya. Saat bertemu dengan para kepala sekolah, Koster juga menjanjikan insentif untuk

kepala sekolah sebagai tunjangan kinerja. Namun besarannya masih akan dibahas sesuai dengan kemampuan anggaran Pemprov. Selain itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini juga menyinggung masalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khususnya di SMA/SMK yang menjadi kewenangan provinsi. “PPDB harus lebih bagus dari yang dulu, sedang disiapkan aturannya,” ujarnya. Koster menyadari masyarakat lebih berminat menyekolahkan anak mereka ke sekolah negeri. Mulai tahun ini, pihaknya akan menambah kapasitas sekolah negeri sebagai solusinya. Sekarang sudah ada sekolah baru yang sedang dibangun, yakni SMA dan SMK di Badung. Kemudian ada beberapa sekolah di Denpasar yang ditambah ruang kelasnya. “Mudah-mudahan hasilnya bisa lebih memadai,” tegasnya. (kmb32)

Jokowi Dijadwalkan Bertemu Tokoh Adat Se-Bali Pergub 99 Tahun 2018 Diharapkan Denpasar (Bali Post)-

Menolong Peternak

Denpasar (Bali Post)Peternak kembali gusar. Setelah 2018 harga ayam cukup memuaskan karena hasil jerih payah peternak, kini pada 2019 para peternak kembali dihadapkan pada permasalahan pemasukan daging ayam potong dari Jawa ke Bali yang cukup signifikan. Hal ini membuat peternak lokal menjerit karena stok ayam yang dimiliki menumpuk sehingga mau tidak mau dijual dengan harga murah yaitu Rp 17.000 - Rp 17.500 per ekor di tingkat peternak. Padahal harga pokok produksi (HPP) peternak yaitu Rp 20.500 per ekor. Akibatnya, peternak merugi Rp 6.000-an per ekor. Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Broiler Bali (PBB) I Ketut Yahya Kurniadi, SKH. Menuturkan, masalah tata niaga ayam ini telah dialami sejak tahun 2011. Dua tahun terakhir permasalahan ini kembali mencuat karena dengan mudahnya daging ayam potong masuk dari Jawa ke Bali. “Dua tahun lalu kami pernah mencoba berkoordinasi dengan Karantina dan KP3. Ternyata kami mentoknya di Karantina,” ujar Yahya Kurniadi, Selasa (19/3). Dengan adanya Pergub 99 Tahun 2018 yang dikeluarkan Gubernur Bali Wayan Koster, pihaknya berharap dapat menolong peternak. Pergub

tersebut dinilai memberi peluang produk lokal Bali berjaya di daerahnya sendiri. Menurut Yahya Kurniadi, ada sekitar 1.200 peternak di Bali yang sangat mengharapkan Gubernur Bali melalui Pergub tersebut menerapkan otonomi daerah agar tata niaga ayam di Bali berjalan kondusif. “Kondisi di Bali sangat terpuruk dengan masuknya daging dari Jawa. Ini yang menjadi keresahan kita. Kami berharap Bapak Gubernur bisa memperhatikan kesusahan para peternak dan bisa mendukung berjalannya Pergub 99 Tahun 2018,” katanya penuh harap. Yahya Kurniadi menjelaskan, masuknya daging ayam potong dari Jawa ke Bali tidak terlepas dari pengaruh kondisi tata niaga ayam secara nasional. Secara nasional, penyebaran DOC melebihi kebutuhan yaitu 17,5 juta hingga 20 juta per minggu. Sementara kebutuhan DOC per minggu 55 juta. “Informasi Pinsar pusat, produksi DOC sekitar 72 juta hingga 75 juta per minggu,” ujarnya. Sementara tata niaga ayam di Bali, kata dia sudah cukup kondusif selama ini. Pihaknya sudah menyepakati dengan anggota Pinsar di Bali terkait angka sebaran DOC sesuai dengan kebutuhan. Jika dilihat dari penyebaran DOC selama ini, Bali tidak mengalami over supply. “Yang

Topik : MAJUKAN SEKTOR PERTANIAN PERLU PERUBAHAN POLA PIKIR

menjadi momok kami adalah supply daging dari Jawa, sehingga harganya menjadi murah,” katanya. Yahya Kurniadi menambahkan, harga ayam di Jawa menjadi sangat murah. Murahnya daging ayam dari Jawa ini mempengaruhi permintaan di Bali. Harga ayam yang rendah di Jawa karena adanya over supply DOC di Jawa. Selain itu, saat ini di Jawa banyak muncul kandang close house permanen, baik milik perorangan maupun milik pabrikan. Perbaikan manajemen produksi ini membuat produksi mereka menjadi bagus, sehingga over supply daging menjadi signifikan. Ini membuat harga ayam di Jawa periode Januari-Maret 2019 secara nasional jauh di bawah HPP. HPP nasional adalah sekitar Rp 19.000, sedangkan HPP peternak ayam di Bali Rp 20.500. “Pemasok daging dari Jawa memasok daging ke Bali sekitar 50 ton per hari. Kalau dikonversi dengan ayam hidup yang ada di Bali dengan berat 1,8 kilogram, itu sama dengan 35.000 hingga 37.000 ekor per hari. Artinya, ayam kita yang di Bali harusnya keluar 180.000 hingga 200.000 ekor per hari (kebutuhan-red), sekarang dikurangi dengan masuknya daging dari Jawa. Jadinya ada penumpukan stok di Bali,” bebernya. Padahal, kata Yahya Kurniadi Bali sendiri sudah mampu memenuhi kebutuhan daging ayam sendiri. Namun nyatanya Bali memasok lagi ayam dari luar Bali, sehingga terkesan Bali tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Apalagi di Bali sudah ada Rumah Potong Unggas (RPU) yang berstandar. Sehingga dari higienitas, kualitas daging lebih terjamin. “Kami berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan dengan adanya Pergub 99 Tahun 2018 ini,” ujarnya. (kmb42)

Presiden RI Joko Widodo rencananya melakukan kunjungan kerja ke Bali, Jumat (22/3) besok. Selain untuk meresmikan Pasar Badung sesuai undangan Wali Kota Denpasar, Jokowi juga dijadwalkan bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat se-Bali.

“Beliau diundang oleh Wali Kota untuk meresmikan Pasar Badung. Mumpung beliau ke Bali, saya juga manfaatkan untuk beliau sebagai Presiden RI bisa bertatap muka dengan tokoh-tokoh masyarakat se-Bali pukul 21.00 Wita di Ardha Candra,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster, Selasa (19/3) lalu. Menurut Koster, Jokowi berkenan hadir di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Buadaya Bali, agar bisa menyapa masyarakat Bali secara keseluruhan. Meng-

ingat tokoh-tokoh masyarakat yang diundang meliputi kepala desa, bendesa adat, LPD, subak, dan klian adat lainnya se-Bali. Tak ketinggalan para pemuda dan mahasiswa juga akan hadir. Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini juga akan menyinggung soal desa adat. Terutama mengenai usulannya kepada Menteri Keuangan agar desa adat dipertimbangkan mendapat dana dari APBN. Pihaknya sudah menyampaikan surat resmi kepada Menteri Keuangan terkait usulan tersebut,

dan telah diteruskan pula kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri Bappenas, dan Menteri Desa. Pada prinsipnya, kata Koster Menteri Keuangan sangat setuju memberikan alokasi anggaran untuk desa adat. Hanya tinggal menyinkronkan dengan payung hukum dan skema penganggarannya. “Kalau bertentangan tidak, cuma sinkron sekali belum. Sebenarnya ada celah,” jelasnya. Terkait skema, Koster menyebut ada skema Dana Alokasi Umum, Dana Alo-

kasi Khusus, Dana Dekonsentrasi, dan Dana Tugas Pembantuan. Belum ditentukan di antara skema penganggaran tersebut, mana yang tepat untuk desa adat. “Kita tidak menentukan besar. Sesuai kemampuan keuangan negara. Namanya juga minta, berapa diberi, segitu. Kalau bisa sekurangkurangnya Rp 200 juta per desa adat. Bukan soal besar kecil, tapi soal pengakuan negara terhadap desa adat. Itu yang penting menurut saya,” tegasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Bangun Wawasan Antinarkoba di Lingkungan Pemerintah

Denpasar (Bali Post)BNNP Bali menggandeng seluruh instansi baik pemerintah dan swasta guna bersamasama memerangi narkoba. Salah satu upaya yang dilakukan membangun wawasan antinarkoba di lingkungan pemerintah dan swasta. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., Rabu (20/3) kemarin mengatakan grand design pembangunan berwawasan antinarkoba yakni lingkungan bersih penyalahgunaan narkoba yang bekerja sama dengan berbagai kementerian atau lembaga. Kementerian atau lembaga tersebut melakukan berbagai upaya seperti survei prevalensi narkoba, sosialisasi, tes urine dan lainnya. “BNN sudah melakukan survei yang berumur 10 tahun hingga 59 tahun karena rawan terjadi penyalahgunaan narkoba ada pada umur tersebut,” tegas Brigjen Suastawa didampingi Kepala BBPOM Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni dan Kabid Pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M) AKBP Ketut Suan-

Bali Post/ist

RAPAT - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Suastawa saat menjadi narasumber Rapat Sinergitas Advokasi Pembangunan Berwawasan Antinarkoba. dika saat menjadi narasumber Rapat Sinergitas Advokasi Pembangunan Berwawasan Antinarkoba di Lingkungan Pemerintah dan Swasta di Kantor BNNP Denpasar. Menurutnya, kondisi penyalah guna narkoba di Provinsi Bali tahun 2018 terutama di kalangan pelajar sebanyak 5.318 orang dan pekerja 31.178 orang. Bali menduduki peringkat 13 dari 13 provinsi yang

disurvei dengan mengambil sampel Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Penurunan jumlah penyalah guna tersebut berkat upaya telah dilakukan seperti pembentukan relawan antinarkoba dari pecalang, penyusunan pararem dan pencanangan desa bersih narkoba. Termasuk implementasi kurikulum terintegrasi, di mana guru memegang mata pelajaran berkaitan P4GN

wajib menyampaikan kepada muridnya. “Ada beberapa kebijakan untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba, yaitu terkait supply BNN masih kalah karena memiliki sedikit tenaga dan kurangnya anggaran. Sedangkan demand ini merupakan bagian dari pencegahan dapat melalui sosialisasi, tes urine. Harm reduction bagian dari rehabilitasi dengan mengajak rumah sakit dan yayasan yang sudah ditunjuk oleh pemerintah,” ujarnya. Sementara itu, AKBP Ketut Suandika menyampaikan Rencana Aksi P4GN sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2018-2019 di instansinya masing-masing. Selain itu, pengembangan potensi masyarakat pada kawasan rawan dan rentan narkotika untuk diajak bersama-sama dalam memerangi narkoba. BNN Provinsi Bali mengharapkan instansi pemerintah dan swasta dapat melakukan pencegahan melalui sosialisasi, tes urine, pembentukan relawan antinarkoba, membuat regulasi P4GN di instansinya. (kmb36)


Kamis Kliwon, 21 Maret 2019

Hasil Tes P3K Badung ”Nyangkut” di Pusat Mangupura (Bali Post)– Hasil Computer Assisted Tes (CAT) Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Badung, hingga kini belum diumumkan. Padahal seleksi yang diikuti 51 orang ini telah dilakukan bulan Februari 2019. Informasi yang beredar, pemkab setempat masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung I Gede Wijaya, saat dikonfirmasi Selasa (19/3) membenarkan perihal tersebut. Birokrat asal Kerobokan ini masih menunggu pengumuman hasil seleksi P3K dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemPANRB). “Sesuai keputusan KemPANRB, ada dua skema pengumuman hasil akhir rekrutmen P3K tahap I, yakni untuk hasil seleksi bagi formasi jabatan dosen dan tenaga kependidikan dilaksanakan pada 1 Maret 2019,” jelasnya. Menurutnya, skema kedua adalah hasil seleksi bagi formasi jabatan guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian di lingkungan pemerintah daerah akan dilakukan, dengan pertimbangan Pemerintah Daerah harus melakukan usulan ulang formasi disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Selain itu, jumlah peserta yang memenuhi nilai ambang batas di masing-masing kelompok jabatan, serta mengusulkan jabatan-jabatan yang menjadi prioritas secara proporsional. “Batas penerimaan maksimal tanggal 11 Maret 2019, namun kami di Badung sudah sampaikan usulan kebutuhan ke pusat tanggal 5 Maret 2019,” katanya. Seperti diketahui, puluhan pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Badung, mengikuti seleksi Computer Assisted Tes (CAT) Sabtu (23/2) lalu. Seleksi yang dipusatkan di SMAN 1 Kuta Utara ini mendapat pengawasan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali. Bahkan Kepala ORI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab, langsung turun ke lapangan memantau jalannya CAT. Pihaknya melakukan pengecekan terhadap persyaratan administrasi peserta agar tidak terjadi penyimpangan. Pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap standar pelaksanaan CAT. Namun sejauh ini Pemkab Badung telah melaksanakan tahapan tersebut dengan baik. Pelamar P3K di Badung sendiri mencapai 51 orang dengan rincian 20 orang dari penyuluh pertanian dan 31 orang Tenaga Honorer Kategori 2 (K2) Guru. “Seyogyanya kedepannya P3K bukan hanya dari dua sektor pertanian dan guru, melainkan juga sektor lainnya,” sarannya. Wakil Bupati BadungI Ketut Suiasa yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan melihat secara langsung pelaksanaan tes. “Kami ingin melihat langsung tahapan prosedur persyaratan administrasi serta untuk memastikan pelaksanaan CAT ini sudah berjalan sesuai dengan standar Tes CAT,” ucapnya. Hasil pengamatan, pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan ini menyebutkan jika pelaksanaan tes CAT yang kali pertama dilaksanakan di Badung telah berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas. Sebab, P3K ini merupakan langkah yang dilakukan pusat untuk melengkapi kekurangan tenaga PNS serta sikap serius pemerintah untuk mengatasi persoalan tenaga honorer K2 di Indonesia. 51 peserta tes CAT ini merupakan peserta yang telah lolos verifikasi administrasi yang dilakukan pusat berdasarkan database pegawai honorer yang sudah terekam oleh BKN tahun 2013. Peserta CAT mengikuti tes kompetensi dengan waktu 100 menit dan tes wawancara berbasis computer selama 20 menit. Untuk kelulusan adalah berdasarkan passing grade yang telah ditentukan pusat. (kmb27)

BADUNG

3

Wabup Suiasa Serahkan Dana Hibah Pura Melanting Desa Adat Tegal Darmasaba BERTEPATAN dengan Purnama Kedasa Rabu (20/3) kemarin, krama Desa Adat Tegal, Darmasaba, Kecamatan Abiansemal menggelar Karya Ngenteg Linggih Padudusan Alit di Pura Melanting Desa Adat Tegal. Karya ini digelar serangkaian rampungnya pembangunan di pura tersebut. Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa yang hadir didampingi Camat Abiansemal I Gusti Ngurah Suryajaya, Perbekel Darmasaba Made Taram, Bendesa Adat Tegal Made Lipur dan tokoh masyarakat IGN Kusuma Kelakan sempat melakukan persembahyangan bersama saat berlangsungnya prosesi upacara Ida Betara katuran rayunan dan ayaban setelah Ida Betara Melanting lunge melasti ke segara. Suiasa juga melakukan penandatanganan prasasti di pura tersebut. Serangkaian karya itu, juga dipersembahkan Tari Rejang Renteng yang ditarikan oleh sebanyak 400 orang ibu-ibu PKK Desa Adat Tegal Darmasaba. Dalam sambutannya, Wabup Suiasa menyampaikan apresiasi pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih Padudusan Alit di Pura Melanting Desa Adat Tegal, Darmasaba. Sebagai bentuk bhakti dan dukungan Pemerintah

Kabupaten Badung, Suiasa menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp 783.750.000 dan punia pribadi sebesar Rp 5 juta. “Kami berharap bantuan hibah Pemkab Badung ini dapat digunakan untuk mendukung kegiatan adat serta mendorong eksistensi keagamaan yang ada di Desa Adat Tegal Darmasaba,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, bahwa Pemkab Badung sangat berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan seni, adat, agama dan budaya di Badung. Pemerintah senantiasa berada di tengah-tengah masyarakat untuk meringankan beban masyarakat, terutama dalam kegiatan upacara keagamaan. “Dengan diadakannya upacara besar ini, berarti masyarakat Desa Adat Tegal Darmasaba sudah bisa menjalankan pawongan, karena masyarakat sudah raket rumaket segilik seguluk selunglung sebayantaka. Kami harapkan masyarakat tetap bersatu, rukun menjalankan kewajiban yang ada di masyarakat,” harap Suiasa sembari menambahkan, bahwa Pemkab Badung akan selalu siap dan komitmen dalam membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun komunal

PADUDUSAN - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menghadiri Karya Ngenteg Linggih Pedudusan Alit dan menyerahkan bantuan di Pura Melanting Desa Adat Tegal, Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Rabu (20/3). masyarakat. Sementara Bendesa Adat Tegal Darmasaba Made Lipur, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Badung. Kata dia, karya kali ini merupakan karya yang pertama selama Pasar Adat Tegal Darmasaba berdiri. Upacara ini serang-

kaian perehaban pasar dan perbaikan Pura Melanting Desa Adat Tegal Darmasaba berkat bantuan Pemkab Badung. Perbaikan fisik untuk Pura Melanting dikucurkan dana hibah tahun 2018 sebesar Rp 783.750.000 dan untuk dana upacara diambil dari kas desa adat sebesar Rp 300 juta.

Adapun dudonan Karya Ngenteg Linggih Padudusan Alit sudah diawal bulan Maret dengan mapekeling di Kahyangan Desa, dan puncak karya jatuh pada Purnama Kedasa, Rabu (20/3). Ida Betara nyejer selama tiga hari, mulai Kamis (21/3) sampai Sabtu (23/3. (ad584)

Pemkab Bangun Balai Benih Ikan Senilai Rp 10 Miliar Mangupura (Bali Post)– Pemerintah Kabupaten Badung segera mewujudkan Pembangunan Balai Benih Ikan (BBI). Bangunan fisik pembenihan ikan yang berlokasi di Desa Baha, Mengwi ini dianggarkan Rp 10 miliar. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Putu Oka Swadiana, mengakui telah melakukan tender untuk pembangunan fisik yang digaungkan sejak tahun 2018. “Nilai proyeknya kurang lebih senilai Rp 10 miliar. Sekarang sudah tender di LPSE,” ujar Oka Swadiana Rabu (20/3) kemarin. Menurutnya, proyek pembangunan BBI di Desa Baha diagendakan rampung pada tahun 2019. Ini sebagai upaya untuk meningkatkan produksi benih ikan. BBI di Badung ada dua, yakni di Kelurahan Kapal dan Petang. Namun karena BBI di Kapal bakal dijadikan kantor PDAM, maka sebagai

gantinya BBI dibangun di Desa Baha. “Saat ini rata-rata Badung menghasilkan total 3.426.775 benih ikan. Jumlah tersebut sebanyak 1.350.000 berasal dari BBI, sedangkan 2.076.775 sisanya dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR),” ungkapnya. Diterangkan, Pemkab Badung

menggelontorkan anggaran kurang lebih Rp 10 miliar untuk pembangunan BBI di Desa Baha tersebut. Disamping menyiapkan anggaran untuk pembangunan fisik, Dinas Perikanan juga menggelontorkan anggaran senilai Rp 159 juta untuk penyediaan konsultan pengawas pembangunan BBI Baha. “Saat ini juga dalam proses tender di LPSE. Hingga kemarin terhitung sudah ada 22 rekanan yang menyatakan berminat terhadap tender itu,” katanya. Birokrat asal Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara itu menyebutkan potensi perikanan air tawar sangat menjanjikan di Gumi Keris. Bahkan dalam beberapa kesempatan menegas-

kan kebutuhan ikan air tawar saat ini masih sangat tinggi. “Untuk memenuhi kebutuhan ikan masih banyak ditopang dari luar Badung. Semoga dengan adanya BBI di Baha, semakin meningkatkan jumlah produksi benih ikan di Badung,” harapnya. Disebutkan, Pemkab Badung menargetkan produksi air tawar di 2019 meningkat lima persen dari tahun 2018. Dilihat dari produksi ikan air tawar di Badung pada 2018 mencapai 728,10 ton, sedangkan pada tahun 2017 mencapai 612,62 ton. “Untuk BBI ini jenis ikan yang akan dibudidayakan adalah Nila, Karper, Lele, dan Koi,” pungkasnya. (kmb27)

Transportasi Massal akan Dikembangkan di Bandara Ngurah Rai yang menjadi kebutuhan pengguna jasa bandara. Untuk itu manajemen akan menyediakan layanan moda transportasi umum guna mengantar penumpang keluar bandara. “Moda transportasi umum ini diperlukan penumpang. Nantinya akan melengkapi moda transportasi umum sebagai pilihan para pengguna jasa. Sebelumnya Damri dan Sarbagita pernah beroperasional melayani penumpang bandara, namun terhenti karena kurangnya permintaan,” ucap Haruman disela pisah sambut menggantikan General Manager Ngurah Rai sebelumnya, Yanus Suprayogi. Pihaknya akan berupaya bertahap dan sudah menyampaikan kepada Kadishub Bali. “Sekarang kalau transportasi massal menjadi kebutuhan,

Angkasa Pura akan bergerak dari sisi pelayanan. Bagaimana kita menyediakan transportasi massal namun berorientasi pada pelayanan bukan bisnis,” ucapnya. Ditambahkannya, layanan itu akan menjadi bagian transportasi bandar udara yang akan mengeluarkan penumpang dalam satu poin. Jika Damri/ Sarbagita tidak bersedia untuk menambah rute ke bandara, pihaknya akan menggunakan anak perusahaan bandara sebagai shuttle untuk membawa penumpang ke shelter Damri/ Sarbagita yang terdekat, kemudian kembali lagi ke bandara. “Jika Damri atau Sarbagita bersedia untuk mengoperasikan armadanya, maka akan menjadikan airport sebagai salah satu lintasan transit,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, di antara titik-titik yang disediakan Sarbagita/ Damri itu salah satunya akan di belokkan ke bandara, kemudian diikuti rute selanjutnya yang ditetapkan Damri/ Sarbagita. “Flow dan halte akan kami siapkan beserta informasi jadwal bus sampai di bandara. Sehingga penumpang bisa mengatur waktunya dan memilih bus atau angkutan lainnya. Di bandara bus sifatnya akan transit saja sebagai kelengkapan fasilitas,” pungkasnya. Pihaknya pun akan memikirkan bagaimana konsep transportasi umum berjalan di bandara agar nantinya tidak mengganggu pelaku bisnis yang sudah ada. “Ini bisa dibilang untuk menambah kelengkapan moda transportasi umum di bandara,” tegasnya. (kmb23)

Kursi Dewas PDAM Diperebutkan Enam Orang

Mangupura (Bali Post)Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan di Bandara Ngurah Rai, berbagai perbaikan akan dilakukan. Manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan mengoptimalkan kembali layanan angkutan atau transportasi massal dari dan ke bandara. Hal ini untuk memberikan kemudahan serta pilihan kepada penumpang yang memerlukan jasa transportasi umum selain taksi bandara. Seperti yang disampaikan General Manager PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono, rencana untuk transportasi massal ini dilakukan karena dari laporan Skytrax, Bandara Ngurah Rai tidak memiliki layanan transportasi massal

Mangupura (Bali Post)– Pendaftaran calon Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Mangutama Kabupaten Badung, ditutup Rabu (20/3). Setidaknya sebanyak enam pelamar yang akan bersaing untuk merebut kursi tersebut. Anggota Pansel Dewas PDAM Tirta Mangutama Badung A.A. Sagung Rosyawati, mengatakan dari enam orang yang mendaftar empat orang merupakan incumbent. Sedangkan dua di antaranya adalah satu pendatang baru dan mantan dirum PDAM juga ikut bersaing merebut kursi Dewas. “Pendaftaran sudah dimulai dari Senin (18/3), dan berakhir pada Rabu (20/3) kemarin. Ada enam calon Dewas yang mendaftar untuk merebut kursi Dewas, dengan empat incumbent yakni I Wayan Tirta, I Gusti Agung Gede Jaya Adiputra, I Made Suarsa dan I Gusti Ayu Tirta,” terang A.A. Rosyawati, Rabu kemarin. Sedangkan calon pendatang baru, kata A.A. Rosyawati adalah I Made Agus Arsana dari Kedonganan dan juga Ida Bagus Ngurah Wardana yang merupakan mantan direktur umum (dirum) PDAM. Pihak panitia akan melakukan rapat penutupan, sekalian juga membahas tempat ujiannya. “Sampai penutupan pukul 14.00 Wita hanya enam calon Dewas yang mendaftar, sehingga panitia menetapkan enam orang itu yang akan merebut kursi Dewas,” katanya. Mengenai ujian yang dilakukan, A.A. Rosyawati mengatakan akan melakukan Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK) yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 sampai 27 maret 2019. “Seleksi administrasi akan kami lakukan besok (hari ini, red) sehingga yang lulus akan langsung mengikuti ujian UKK,” katanya. Tahapan UKK yang harus dilalui tiap calon Dewas juga lumayan banyak yaitu, psikotes, ujian tertulis keahlian, penulisan makalah strategi pengawasan, presentasi makalah strategi pengawasan dan wawancara. “Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi, kami akan menyerahkan hasil seleksi kepada bapak Bupati, jadi nanti keputusan final pimpinan (Bupati) yang menentukan,” ungkapnya seraya menyebutkan, untuk tempat UKK pihaknya mengaku masih menunggu hasil rapat penutupan. (kmb27)

BANDARA - Suasana penurunan penumpang yang menggunakan kendaraan di Bandara Ngurah Rai, beberapa waktu lalu.

Bali Post/dok


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Lagi, Ketua DPRD Badung Serahkan Dana Motivasi untuk Pelaku UMKM KETUA DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata M.K., M.M., Rabu (20/3) kemarin, kembali menyerahkan dana motivasi berupa penguatan modal kepada sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya di wilayah Badung. Kali ini, dana motivasi diberikan kepada 12 pelaku UMKM. Enam UMKM yang mengelola warung diberikan dana motivasi Rp 1,5 juta dan enam UMKM lainnya yang merupakan pengelola home industry memperoleh masing-masing Rp 1 juta. Secara keseluruhkan, dana motivasi yang diserahkan berjumlah Rp 15 juta. Dalam pengantarnya saat menyerahkan dana motivasi ini, Putu Parwata menegaskan, dana motivasi ini diberikan sebagai bentuk komitmen Pemkab Badung untuk mengembangkan UMKM di Badung. “Pada 2018 ini, kami targetkan dana motivasi ini diberikan kepada 1.000 pelaku UMKM di seluruh kecamatan di Badung,” tegasnya. Kesempatan berusaha, tegas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung tersebut, merupakan salah satu kiat untuk menekan jumlah kemiskinan. Jika kesempatan berusaha ada, tentu saja masyarakat memiliki pendapatan untuk menjalani hidup. “Ini merupakan stimulus sehingga masyarakat serius menjadi seorang entrepreneur,” tegasnya. Selain lewat dana motivasi yang bersumber dari dana operasional Ketua DPRD Badung, tegasnya, bantuan permodalan juga dapat diperoleh dari hibah, corporate social responsibility (CSR) serta program

DANA MOTIVASI - Belasan pelaku UMKM penerima dana motivasi berupa penguatan modal yang diserahkan langsung Ketua DPRD Badung, Dr. Drs. Putu Parwata M.K., M.M., Rabu (20/3) kemarin. yang disusun di organisasi perangkat daerah. Cukupkah? Ternyata belum. Menurut politisi PDI-P dari Kuta Utara tersebut, Pemkab Badung masih bisa memberikan rekomendasi bagi pelaku UMKM untuk memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan BPD Bali dengan bunga hanya 7 persen. “Khusus KUR hingga Rp 25 juta, tidak kena syarat agunan,” tegasnya. Pihaknya bisa memberikan rekomendasi, ujarnya, karena Pemkab Badung merupakan pemegang saham tertinggi di BPD Bali. Karena itu, tak ada alasan BPD tak mau menyalurkan KUR kepada UMKM di Badung. Lewat bantuan dana motivasi

ini, dia pun memastikan pelaku UMKM tidak akan bergantung kepada rentenir. Pelaku UMKM tak lagi terbebani oleh bunga tinggi kalangan rentenir. Bagaimana dengan pengawasan terhadap dana motivasi sehingga tidak melenceng dari tujuan? Menurut Parwata, pengawasan akan dilakukan oleh aparat terbawah yakni kepala desa dan kepala dusun atau kadus. Kadus wajib mengawasi pelaku UMKM yang menerima dana motivasi selanjutnya melaporkan kepada pemerintah. Pengawasan ini menyangkut perkembangan usaha, transaksi termasuk pemanfaatan dana motivasi ini. “Aparat terbawah wajib melaporkan,” tegasnya. (ad580)

Bali Zoo Terima Kunjungan Kerja Bupati Takalar

BALI Zoo menerima kunjungan Bupati Takalar H. Syamsari Kitta, S.PT., M.M, beserta jajaran dinas terkait. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda kerja pemerintah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan yang bertujuan untuk mempelajari lebih dalam mengenai sistem pengelolaan objek wisata di Bali, khususnya di Bali Zoo. Selain itu, juga bertukar informasi mengenai potensi Kabupaten Takalar untuk mengembangkan lembaga konservasi sebagai destinasi pariwisata seperti Bali Zoo. Syamsari Kitta dan tim meluangkan waktu berkeliling di Bali Zoo untuk melihat berbagai macam satwa seperti orang utan, beruang madu, gajah Sumatra, dan satwa eksotik lainya. “Manajemen Bali Zoo menyambut baik kunjungan bupati beserta jajarannya dengan harapan ke depannya dapat bekerja sama dalam bidang pengelolaan pariwisata ataupun lembaga konservasi satwa seperti kebun binatang dan penangkaran satwa endemik. Kami sangat senang dapat menyambut kedatangan bapak bupati karena sudah menjadikan Bali Zoo sebagai contoh lembaga konservasi yang berhasil menjalankan program penang-

karan satwa secara berkelanjutan dan memiliki sistem pengelolaan yang baik. Inilah yang nantinya akan dicoba untuk diterapkan di Kabupaten Takalar,” ujar Emma Chandra, selaku Head of Public Relations Bali Zoo. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syamsari Kitta menuturkan Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar akan menjadikan Bali Zoo sebagai rujukan untuk pengemban-

gan objek wisata berbasis edukasi serta referensi untuk pengelolaan lembaga konservasi di kabupaten yang dikenal sebagai Kota Jagung tersebut. Bali Zoo memiliki lebih dari 500 ekor satwa eksotik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Beragam aktivitas dari show burung, foto bersama satwa jinak, naik gajah hingga berenang di kolam jungle splash dan berkeliling pada malam hari. (bns)

Perampok ”Money Changer” Diduga Perampas Senpi Anggota Brimob

Denpasar (Bali Post) Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan akhirnya merilis pengungkapan kasus perampokan money changer yang melibatkan warga Rusia, Rabu (20/3) kemarin. Dari pengungkapan tersebut, tim gabungan Polresta Denpasar, Polsek Kuta, Polsek Kutsel dan Satgas CTOC Polda Bali menembak mati tersangka Alexei Korotkikh (45). Sedangkan pelaku lainnya, Georgeii Zhukov (39) dan Robert Haupt (41) berhasil ditangkap hidup-hidup. Terkait salah satu barang bukti yang diamankan yaitu magazen itu identik dengan yang dibawa anggota Brimob Brigadir I Bagus Suda Suwarna. Senpi SS1-V1 dibawa Suda dirampas saat tugas di Hotel Ayana Resort Jimbaran, Kuta Selatan, pada Agustus 2017. “Pelaku yang kabur diduga membawa senpi SS1. Hasil rekaman CCTV yang kami dapat, saat beraksi pelaku membawa senpi tersebut. Anggota Brimob (Suda) membenarkan magazen tersebut milik senjatanya yang hilang,” tegas Kombes Ruddi, didampingi Kasatreskrim Kompol Wayan Arta Ariawan. Sedangkan pengungkapan kasus ini, kata Dansatgas CTOC ini, dipimpin Kompol Arta tim gabungan melakukan olah TKP perampokan di money changer BMC PT Bali Maspintjinra di Jalan Pratama No.36 XY, Kelurahan Benoa, Kutsel, Selasa (19/3) lalu. Petugas dapat informasi jika pelakunya mengendarai mobil Xenia putih melarikan diri ke arah Kampus Unud. Slanjutnya, polisi melakukan pengejaran dan di dekat Kampus Politeknik Negeri Bali menemukan mobil ciri-cirinya sama dengan yang dibawa pelaku. Setelah dicek mesinnya masih panas. Selanjutnya, tim bergeser untuk

Kamis Kliwon, 21 Maret 2019

Universitas Udayana ”Launching” Sistem ”Tracer Study’’ Terbaru yang Lebih Responsif REKTOR Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K), meluncurkan sistem tracer study terbaru di Ruang Nusa Gedung Rektorat, Rabu (20/3) kemarin. Tracer study merupakan salah satu upaya dalam memperoleh umpan balik dari para alumni untuk perbaikan serta pengembangan kualitas dan sistem pendidikan. Tracer study sangat penting untuk dilaksanakan Unud, mengingat pelaksanaannya dimonitor dan dievaluasi Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti. Tracer study yang berbentuk survei ini dilakukan guna melacak lulusan Unud. Melalui tracer study diharapkan alumni Unud dapat melakukan dharma bhakti di masyarakat, sekaligus membantu pengembangan institusinya. Selain itu, data dari tracer study ini dibutuhkan untuk evaluasi dan pengembangan sistem pendidikan, akreditasi dan penilaian terhadap universitas dan fakultas secara nasional maupun internasional. Sistem tracer study terbaru Unud yang diketuai Prof. Dr. Ir. I Wayan Nuarsa, M.Si. saat ini menggabungkan berbagai metode pengumpulan data alumni melalui penggunaan sistem online dan pesan singkat (SMS). Bersamaan dengan launching ini, pesan singkat dikirimkan ke seluruh lulusan dua tahun terakhir. Di dalam pesan singkat tersebut telah dicantumkan tautan yang tersambung ke pengisian kuisioner pada browser alumni. Hasil pengisian kuesioner tersebut secara langsung akan diterima dan masuk ke sistem database Unit Sumber Daya Informasi (USDI) Unud. Rektor Unud Prof. Raka

LUNCURKAN - Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K), meluncurkan sistem tracer study terbaru Universitas Udayana (Unud) di Ruang Nusa Gedung Rektorat, Rabu (20/3) kemarin. Sudewi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada tim yang telah membuat sistem tracer study terbaru ini. Sistem ini menerima hasil kuesioner secara real time. Dengan penerapan sistem terbaru ini, diharapkan hasil kuesioner dapat diterima minimal 50% pada tahap awal ini. “Sistem ini bekerja dengan sangat cepat dan juga respons yang diberikan para responden tidak terlalu memakan waktu. Kita harapkan tracer study ini memberikan hasil yang setinggitingginya kepada Unud,” ungkap Prof. Raka Sudewi. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Raka Sudewi juga memberikan penghargaan berupa pembebasan biaya UKT untuk dua semester kepada mahasiswa

berprestasi yang telah meraih juara 1 tingkat internasional dalam kegiatan Kompetisi Penelitian Malaysia Technology Expo 2019 yang dilaksanakan di Putra World Trade Centre, Kualalumpur. Mereka itu yaitu Nyoman Gede Tryadhi Putra (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), I Wayan Bagus Perana Sanjaya (Fakultas Hukum), dan Ni Nyoman Galuh Sri Wedari (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). Prof. Raka Sudewi berharap produk yang berhasil memenangkan kompetisi internasional tersebut dapat segera dipatenkan HAKI-nya yang pembiayaannya akan ditanggung semua oleh universitas mulai dari HAKI hingga proses produksi. (ad573)

Kodim Bina KBT untuk Tangkal Ancaman

Denpasar (Bali Post) Pembinaan Keluarga Besar TNI (KBT) terus dilakukan Kodim 1611/Badung. Hal ini dilakukan supaya mereka mampu membentengi diri dan menangkal ancaman dan tantangan yang semakin berat ke depannya. “Kemarin (Selasa -red) dilaksanakan pembinaan KBT Kodim 1611/Badung dan dibuka Bapak Kasdim Mayor Infanteri Arianto,” kata Pasiter Kodim 1611/Badung Pasiter Kapten Inf. I Wayan Suara, Rabu (20/3) kemarin. Menurut Kapten Suara, pertemuan tersebut sebagai sarana yang efektif dalam rangka memelihara dan meningkatkan kebersamaan. Tujuannya guna membangun komunikasi dialogis yang harmonis antara keluarga TNI untuk membangun dan meningkatkan soliditas secara berkesinambungan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik sebagai garda terdepan untuk menangkal ancaman, gangguan, tantangan, dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri. Dengan demikian, KBT melalui organisasi sosial dalam tugas dan tanggung jawab dapat mewadahi pembentukan karakter yang berwawasan kebangsaan.

Bali Post/ist

PEMBINAAN - Pembinaan KBT dilaksanakan Kodim 1611/ Badung. “Sehingga diharapkan membawa pengaruh positif kepada semua komponen masyarakat di sekitar agar terpanggil dengan penuh kesadaran dalam menjaga pertahanan negara,” ujarnya. Membangun karakter bangsa yang berwawasan kebangsaan tidak terbentuk dengan sendirin-

ya atau otomatis, tetapi melalui proses yang dilaksanakan terusmenerus. Selain itu, memerlukan adanya dukungan dari lingkungan yang kondusif baik dalam lingkungan keluarga, pekerjaan maupun tempat tinggal dan lingkungan sosial yang memungkinkan sehingga terbentuknya karakter bangsa. (kmb36)

Diadili, Oknum Notaris Merasa Dikriminalisasi Jhon Korassa dkk. menilai dalam kasus ini ada kriminalisasi terhadap oknum notaris Leli yang didudukkan sebagai terdakwa. Dugaan ini, menurut Jhon Korasa semakin kuat saat saksi korban, Mahendra Anton Inggriyono bersaksi di muka sidang, Selasa (19/3). Jhon Korassa mengatakan, saat saksi korban memberikan kesaksian mengaku tidak pernah melaporkan terdakwa Neli ke polisi. Sehingga, dia mempertanyakan mengapa sampai notaris Neli bisa dijadikan terdakwa. Pun saksi lain seperti Sugiartini.

Jhon Korassa menjelaskan Sugiartini juga menyebut saat di polisi, dia tidak pernah diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Neli. “Namun saat di penyidik, saksi Sugiartini diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Gunawan Priambodo,” jelas John Korasa. Tak pelak, Jhon Korassa mengaku bahwa baik saksi korban maupun saksi Sugiartini tidak pernah di- BAP untuk terdakwa Neli. “Jadi, BAP yang dipegang jaksa saat sidang dengan terdakwa Neli itu adalah BAP milik Gunawan Priambodo,” ujarnya. (kmb37)

CURAT - Tersangka pencurian dengan kekerasan (Curat) di gelandang polisi di Mapolresta Denpasar, Rabu (20/3) kemarin. Tersangka yang berkewarganegaraan Rusia tersebut ditangkap terkait kasus curat di beberapa wilayah di Badung.

Denpasar (Bali Post) Pascaputusan sela dan perkara dugaan dengan sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk saksi Gunawan Priambodo melakukan t ind a k p id a na p eng g ela p a n dengan terdakwa oknum notaris Ketut Neli Asih (54), majelis hakim minta jaksa melanjutkan dan membuktikan di persidangan. JPU Putu Oka kemudian menghadirkan saksi korban, dan juga saksi lain di PN Denpasar. Dalam sidang hingga malam, tim kuasa hukum terdakwa

memantau kedatangan pelaku. Tak lama kemudian datang pelaku naik mobil putih dan parkir di Jalan Giri Kencana, Jimbaran dan turun dua pelaku yaitu Alexei dan Georgii. Setelah itu mobil tersebut meninggalkan lokasi diduga untuk putar balik. Saat itu, polisi langsung menyergapnya. Beberapa anggota menangkap Georgii, sedangkan anggota lainnya mengamankan Alexei. Kedua pelaku melakukan perlawanan dan Alexei terlepas. Pelaku yang melarikan diri ke koskosan membawa tas dan senjata tajam. Petugas berhasil menangkapnya tapi pelaku melawan dan terjadi pergumulan. Polisi langsung memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali ke atas tapi tidak dihiraukan. Akhirnya pelaku ditembak mati karena membahayakan nyawa petugas. Setelah itu, polisi menggerebek tempat tinggal Alexei di Jalan

SIDANG - Oknum notaris saat menjalani sidang di PN Denpasar.

Bali Post/eka

Pasir Putih, Kedonganan, Kuta. Ternyana di sana sembunyi tersangka Robert Haupt di kamarnya dan langsung ditangkap. “Mereka ini juga melakukan perampokan di money changer di Jalan Nakula, Kuta,” ungkapnya. Di plafon kamar Alexei diamankan tas berisi uang sekitar ratusan juta rupiah dan 13 mata uang asing. “Kami belum sempat hitung jumlahnya,” ungkap mantan Kapolres Badung ini. Sebelumnya, kasus perampokan money changer kembali terjadi di wilayah Kuta Selatan (Kutsel). Kali ini perampok menyasar money changer BMC PT Bali Maspintjinra di Jalan Pratama No.36 XY, Kelurahan Benoa, Kutsel, Selasa (19/3) lalu. Komplotan rampok tersebut mengikat tiga karyawan dan membawa kabur brankas berisi uang Rp 800 juta dan uang asing senilai Rp 100 juta. (kmb36)

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Bali Post/asa


DAERAH

Kamis Kliwon, 21 Maret 2019

Memohon Keharmonisan Alam Semesta

Gubernur dan Wagub Bali ’’Ngayah’’ pada Puncak Karya Batara Turun Kabeh GUBERNUR Bali Wayan Koster serta Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) turut menghadiri pelaksanaan puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh Rabu (20/3) kemarin, di Pura Besakih yang bertepatan pula dengan hari Purnama Kedasa. Puncak karya tersebut dipusatkan di Padma Tiga Pura Penataran Agung di mana rangkaian upacara sudah dimulai sejak pagi hari. Puncak Karya dilaksanakan upacara muspayang Ida Batara Turun Kabeh dan muspayang Ida Batara Turun ke Pelesang dimana Gubernur beserta Ny Putri Suastini Koster, Wakil Gubernur Cok Ace, Bupati Karangasem Ayu Mas Sumantri serta Sekda Dewa Made Indra turut ngayah nedunang Ida Batara dalam prosesi Ida Batara Turun ke Paselang. Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Karya Jro Mangku Widiartha menjelaskan prosesi yang dilaksanakan pada tahun

ini adalah urutan dari upacara Tawur Agung dan berlanjut hingga prosesi Ida Batara Turun Kabeh hingga yang terakhir Ida Batara Turun ke Peselang. “Sesuai dengan urutannya, selanjutnya dilaksanakan prosesi majaya-jaya di Bale Peselang, dilanjutkan Ida Batara Melinggih di pesamuhan dan sorenya ada prosesi Mungkah Ajang di Bale Agung,” papar Mangku Widiartha. S e m e nt ar a i t u, Ket ua PHDI Bali Prof. I Gusti Ngurah Sudiana, mengungkapkan makna simbolis dan filosofis Karya Panca Wali Krama yang datang setiap 10 tahun sekali mempunyai makna yang luar biasa karena bertujuan sebagai prosesi pembersihan alam bawah, alam tengah, dan alam atas. “Ketiga alam tersebut diberikan vibrasi spiritual melalui karya ini, agar tetap terjaga dan harmonis dengan alam semesta,” katanya. Penyucian ketiga alam tersebut dijelaskan Prof. Sudiana, ditandai dengan

NGATURANG AYAH - Gubernur Bali Wayan Koster ngaturang ayah pada puncak karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Besakih, Rabu kemarin. pemuput karya yang terdiri dari sulinggih Siwa, Budha dan Bujangga. “Beliau-beliau ini yang secara niskala punya peranan untuk prosesi penyucian ketiga alam tersebut, didahului dengan Upacara Tawur Agung sebelumnya,” tutur Sudiana. Dilanjutkannya, Karya Panca Wali Krama juga sebagai prosesi untuk per-

mohonan kemakmuran kepada para Dewata atau manifestasi Tuhan Yang Maha Esa. “Kemakmuran yang termasuk juga kesuburan alam, kasih sayang, dan lain-lain. Karya ini berarti juga prosesi meruwat bumi atau alam agar senantiasa memberikan berkahnya pada manusia,” ujarnya. (ad589)

5 Bio-Inokulum Tingkatkan Hasil Produksi Pertanian Denpasar (Bali Post) Dalam dunia pertanian, penggunaan pupuk kimia merupakan sebuah tren yang sangat populer. Padahal penggunaan pupuk ini memiliki banyak dampak negatif, baik untuk lahan, tanaman, bahkan bagi orang-orang yang mengonsumsi makanan hasil tanaman yang mengandung pupuk kimia ini. Selain itu, pupuk kimia juga akan mengganggu keseimbangan zat hara pada tanah. Jika zat hara berkurang, maka tanaman akan kekurangan makanan. Apabila hal ini terjadi, maka tanaman tidak akan tumbuh dan berkembang secara maksimal. Oleh karena itu, sebaiknya petani mengurangi penggunaan pupuk kimia. Pengurangan penggunaan pupuk kimia mesti sudah ada solusinya. Seorang peneliti asli putra daerah Bali, Dr. I Wayan Sunada, S.P., M.Agb., yang juga Kepala UPTD Pertanian Terpadu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali berhasil menemukan sebuah inokulum berupa pupuk hayati lengkap dengan ZPT untuk membantu petani dalam meningkatkan hasil produksinya. Inokulum yang diberi nama Bio-Inokulum ini didapatkannya dari hasil penelitian selama dua tahun. Hasil uji coba Bio-Inokulum bekerja sama dengan PT Bhali Banjar Gede di lahan petani penggarap Bapak Unyil (nama

Bali Post/win

Dr. I Wayan Sunada

panggilan) yang berlokasi di Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung dengan lahan satu hektar, berhasil meningkatkan hasil produksi padi mencapai peningkatan 2 ton/hektarnya. “Sebelum menggunakan BioInokulum, hasil produksi padi milik Bapak Unyil hanya mencapai 6 ton/hektar. Namun sekarang dengan menggunakan Bio-Inokulum, hasil panen meningkat menjadi 8 ton/heltar,” tandas Sunada Rabu (20/3) kemarin. Dijelaskan penggunaan BioInokulum mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia sampai 50 % dari anjuran penggunaannya. Selain berhasil dalam meningkatkan hasil produksi, penggunaan Bio-Inokulum pada tanaman padi menghasilkan ukuran bulir gabah yang besar, batang tanaman lebih

besar, kokoh dan tinggi, umur panen lebih cepat, serta tanaman padi tahan terhadap serangan penyakit, seperti jamur dan bakteri. Menurutnya, uji coba Bio-Inokulum pada tanaman padi ini nantinya dilakukan sistem Salibu (Salin Ibu). Petani hanya cukup menanam padi sekali, namun bisa memanen padi sebanyak 2 kali dalam setahun tanpa harus menanam kembali. Dengan demikian dapat menghemat biaya produksi karena petani tidak perlu kembali melakukan pengolahan lahan yang memerlukan biaya dan dalam sistem tanam Salibu ini. Apalagi, penggunaan pupuk kimia tidak lagi dilakukan, sehingga petani juga dapat mengurangi biaya dari segi pembelian pupuk kimia. Selain itu, penambahan pupuk pada sistem Salibu hanya menggunakan pupuk kompos dan pengaplikasian Bio-Inokulum. Selain uji coba perlakuan Bio-Inokulum pada tanaman padi, pihaknya juga melakukan pada tanaman cabai dan jagung, masing-masing lahan seluas 1 Ha per komoditas. Sehingga total luas areal demplot Bio-Inokulum sebanyak 3 Ha. Dalam hal menjaga kualitas dan kuantitas hasil produksi, didapatkan hasil produksi yang optimal. Apalagi, demplot BioInokulum ini diawasi oleh para ahli di bidangnya, sehingga hasil produksi yang didapat bisa lebih optimal. (win)

Warung Global

Intelijen Mesti Awasi Gerak-gerik Wisatawan Asing KOMPLOTAN pelaku skimming kembali berhasil dibekuk aparat kepolisian. Kini, komplotan penjahat asal Rumania ditangkap Polda Bali. Melihat banyaknya penjahat asal luar negeri yang belakangan ini kerap beraksi di Bali, tentunya menjadi perhatian semua pihak. Berikut rangkuman acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Kamis (20/3) kemarin.

Bali Post/udi

TERBAKAR - Rumah terbakar di Desa Rogojampi, Banyuwangi yang menewaskan salah satu penghuninya.

Rumah Terbakar

Remaja Disabilitas Tewas Banyuwangi (Bali Post) -

Kebakaran rumah warga di Kampung Maduran, Desa Rogojampi, Banyuwangi, Selasa (19/3) malam, memakan korban. Penghuni rumah Tasya (14), remaja penyandang disabilitas ini tewas terpanggang. Sedangkan ibu korban Isti Komariyah (54) dan kakaknya, Abdullah Anas (23) mengalami luka bakar serius. Mirisnya lagi, ketika si jago merah melalap rumah korban, insiden lain yang menyebabkan korban jiwa juga terjadi. Ketika mobil pemadam kebakaran meluncur ke TKP, terjadi kecelakaan. Mobil pemadam ini menabrak pengendara motor. Akibatnya, penumpang motor Pupah (60) tewas di lokasi. Tubuhnya remuk tergilas ban mobil. Sedangkan pengendara motor mengalami luka ringan. Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan insiden kebakaran ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Api tiba-tiba membesar dan meluluhlantakkan rumah kor-

ban. Meninggalnya siswi SLB ini baru diketahui ketika api sudah berhasil dipadamkan. Petugas dan warga mendapati tubuh korban sudah gosong, tergeletak di kamar tengah. “Korban ini penyandang disabilitas. Kemungkinan saat kebakaran tak sempat menyelamatkan diri, sehingga tak tertolong,” kata Suginaryo (54), paman korban. Pria ini mengisahkan dalam hitungan menit api telah melalap seisi rumah. Diduga korban tak bisa lolos dari kobaran api. Selain korban, ibunya (Isti Komariyah -red) juga mengalami luka bakar serius. Wanita ini

dievakuasi dari dalam rumah dalam kondisi penuh luka bakar. “Saat dievakuasi, korban ini sudah penuh luka bakar. Begitu juga kakak korban (Abdullah Anas -red),” ujar Suginaryo. Akibat kebakaran ini, seisi rumah hangus. Salah satunya motor korban yang baru beberapa bulan dibeli. Seluruh perabot juga tinggal puingpuing. Api baru bisa dijinakkan dua jam kemudian. Itu setelah tiga mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Pada saat warga berjibaku dengan kobaran api, mobil pemadam kebakaran yang meluncur ke

lokasi menabrak pengendara motor di Jalan Raya Dadapan, Kecamatan Kabat, sekitar 4 kilometer dari lokasi kebakaran. Kapolsek Rogojampi AKP Agung Setya Budi mengatakan hasil olah TKP, penyebab kebakaran diduga akibat tumpahan BBM. Saat kejadian, kata Agung, pemilik rumah Isti Komariyah sedang menuangkan BBM ke botol eceran. Kebetulan korban berjualan BBM eceran. Di dekat korban, terdapat lampu templek. Tumpahan BBM menyambar lampu dan terjadilah kebakaran. “Di dalam rumah ada 7 orang. Satu meninggal, dua luka-luka. Sisanya selamat,” jelas AKP Agung Rabu (20/3) kemarin. Pihaknya memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi kebakaran. (udi)

Babi Guling Men Rebo

Pelanggan Rela Mengantre Hanya Tersedia pada Hari Rabu BABI guling adalah salah satu kuliner khas Bali yang menjadi primadona, tidak hanya warga Bali tetapi juga wisatawan. Di Tabanan, kuliner babi guling bisa ditemukan berjajar, terutama di sepanjang jalur Denpasar Gilimanuk. Namun dari banyaknya warung yang menawarkan kuliner ini, ada salah satu yang unik dan banyak dicari yaitu Warung Men Rebo. Warung ini disebut demikian oleh pelanggannya karena hanya menyajikan menu babi guling setiap hari Rabu. Warung Men Rebo dikelola pasangan suami istri I Made Sudiarta (70) dan Ni Wayan Sulami (65). Warung ini ada di Banjar Selingsing Kelod, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Karena hanya ada seminggu sekali dan rasanya juga enak, banyak pelanggan yang rela antre berjam-jam untuk bisa membeli dan menikmati nasi babi guling Men Rebo. Harga yang ditawarkan cukup murah. Per porsinya dihargai Rp 20.000 sudah mendapatkan nasi dengan daging babi guling dua potong dicampur dengan sayur daun ubi mabase genep yang dimasak di dalam perut babi, kulit babi guling dua potong, sayur urap, jeroan babi goreng garing, daging babi goreng serta sambal tabia atau lombok.

Jika ingin menambah kulit dan lauk juga diperbolehkan tentu dengan membayar lebih sesuai permintaan. Pemilik warung Babi Guling Men Rebo, I Made Sudiarta, mengaku sudah berjualan sejak tahun 2006. Awalnya, mereka memang tidak berjualan nasi babi guling, hanya berjualan es campur dan rujak. Namun, setelah ia menjalani operasi di otak, Sudiarta mulai beralih ke jualan babi guling. “Kebetulan saat mulai usaha ini pas hari Rabu. Karena kondisi fisik dan saya juga sudah tua, maka membuat babi guling tidak bisa setiap hari tetapi seminggu sekali,” ujarnya. Dalam menyiapkan masakan, Sudiarta hanya menyiapkan berdua bersama sang istri Ni Wayan Sulami. Mereka mulai bangun pukul 02.00 wita, dini hari. Diawali dari nampah celeng hingga berlanjut nguling yang memerlukan waktu empat jam. Mengingat usianya sudah tua, Sudiarta saat nampah celeng memakai bantuan ketumpung (bambu diulat) yang mana sebelumnya celeng tersebut sudah ia ikat sore harinya. Mulai dari nampah hingga ngorok babi dilakukan Sudiarta seorang diri. Sementara sang istri menyiapkan bumbu dan menggoreng jeroan. Babi terberat yang ia per-

Bali Post/kmb24

ANTRE - Pelanggan saat antre membeli nasi babi guling di warung Men Rebo. nah guling adalah 80 kilogram. Tetapi sekarang Sudiarta hanya kuat mengguling babi dengan berat 50 kilogram hingga 60 kilogram. Meski harga babi hidup naik turun yang sekarang ini bertengger di harga Rp 31.000 per kilogram hidup hingga Rp 32.000 per kilogram hidup, harga satu porsi nasi babi guling Men Rebo tidak mengalami kenaikan. Warung Men Rebo mulai buka sekitar pukul 11.00 wita. Bahkan saking larisnya bisa saja dalam jangka waktu 3 jam kulit dari babi guling yang ditunggu pembeli amblas. Dan kalau menunggu semuanya habis hingga sampai pukul 17.00 wita. “Biasanya ada sisa sedikit, sisanya itu kami buat be genyol,” ujar Sudiarta. Kenapa menjadi be genyol karena di luar hari Rabu, warung

Men Rebo berjualan nasi be genyol. Salah seorang pembeli, I Made Sulantara (48), mengatakan ia sering ke Men Rebo tanpa absen sekali pun. Katanya nasi Men Rebo bumbunya banyak dan meresap dibandingkan dengan nasi babi guling yang lain. “Kalau nasi babi guling lain itu kayak kurang bumbu, yang Men Rebo seluruhnya meresap hingga ke jeroan,” ujarnya. Pria asli dari Banjar Jelay, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan ini pun rela antre menunggu hingga satu jam. Maklum saja pelanggan dari Men Rebo ini banyak apalagi jam makan siang antrean sampai 20 orang. “Tidak apa antre meskipun berjam-jam karena menurut saya enak,” ujar Sulantra. (san)

Menurut Febri di Denpasar, jika jalan-jalan di tempat wisata dan melihat bule, kita merasa senang. Namun, ternyata di antara mereka ada yang baik dan ada juga yang jahat. Apakah tidak ada aturan di negaranya, residivis tidak boleh bepergian. Sebagai antisipasi, intelijen harus mengawasi dan memantau gerakgerik para wisatawan asing. Mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang sudah berhasil membekuk komplotan skimming ini. Sementara Werda di Tegalalang mengaku terlalu banyak masalah yang berkaitan dengan warga negara asing (WNA). Terkait kejahatan skimming, kita terlalu mendewakan uang. Begitu ada turis datang ke Bali, kita mengira membawa uang dan menguntungkan Bali. Komplotan skimming ini merupakan residivis di negaranya. Ada kelemahan atau kesalahan pada sistem kita. Di pintu masuk mestinya

diperketat karena hal seperti ini seharusnya terdeteksi. Bisa bekerja sama dengan Interpol. Teknologi ATM sering bermasalah, tekniknya perlu dibenahi supaya meminimalisasi kejahatan pada ATM. Ke depannya mesti mendeteksi kegiatan wisatawan, apakah untuk berwisata atau melakukan kejahatan. Kita mesti tetap waspada. Nyoman Ukir menilai kurangnya pengawasan dari pihak yang terkait. Padahal, banyak pelanggaran di objek wisata yang tidak kita ketahui dan terlalu bebasnya orang asing berbisnis di Bali. Untuk mengantisipasi aksi skimming, pihak bank harus aktif melakukan tindakan preventif dan deteksi dini untuk menurunkan risiko kebobolan rekening nasabah. Untuk seluruh pengguna ATM, sebaiknya berhati-hati dalam melakukan transaksi di mesin ATM karena dengan semakin canggihnya teknologi, maka semakin canggih juga

pencurian elektronik. Beda dengan pendapat Gus Dark di Klungkung. Ia berpendapat karena turis tidak difilter, mafia international gratis masuk Bali. Ia menyarankan agar pihak berwenang tidak hanya berfokus ke pelaku-pelaku yang berada di dalam negeri, tapi juga mengejar hingga menangkap aktor intelektual yang berada di luar negeri. Sedangkan Kusuma di Denpasar menyatakan dalam hal ini aparat hukum yang berwenang harus dapat memberi tindakan yang tegas dan hukuman yang berat serta kewajiban bagi pelaku untuk mengganti semua kerugian yang dialami bank maupun nasabah bank yang bersangkutan. Dengan demikian, bagi pelaku yang terbukti bersalah melakukan pembobolan bank akan menyadari kesalahannya dan akan berdampak bagi pihakpihak lain. (dika)


OPINI

6

Kamis Kliwon, 21 Maret 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Ganti, Gaya Kampanye Model Kolonial MASALAH Alat peraga Kampanye (APK) yang dianggap mengotori wajah kota sebenarnya bukan hal baru. Tetapi sejatinya harus diakui kali ini memang jauh lebih baik dibandingkan pemilu tahun-tahun sebelumnya. Sebelum adanya ketentuan atau peraturan soal waktu serta zonasi pemasangan APK, sudah jauh-jauh hari oknum kandidat banyak yang mencuri start kampanye. Mereka ini memasang baliho fotonya dimana-mana. Ibaratnya tidak ada sejengkal tanah pun dari tempat, terutama yang dianggap startegis disisakan. Jadi benar-benar hingar-bingarnya sudah sangat jauh-jauh hari. Jauh sebelum gong kampanye ditabuh, mereka mereka ini dengan kekuatan finansialnya sudah mejeng duluan diman-mana. Sekarang ini kalau membandingkan, mengapa hal itu masih saja terjadi? Kembali kepada peraturan. Sejatinya panglimanya adalah peraturan, hukum, undang-undang serta UUD. Terkait pemilu sudah ada peraturan yang dibuat KPU, ada Bawaslu, ada Panwaslu yang bekerja sama dengan perangkat pemerintah setempat. Kalau ada yang melanggar, yang diberangus, jangan diberi toleransi. Banyak oknum caleg, partisan parpol yang nakal. mereka mencari-cari kesempatan serta kelengahan atau mungkin “keengganan” aparat untuk menegakkan peraturan. Jadinya yang bisa kita lihat, spanduk, baligo, dan APK lainnya dipasang dimana-mana. melanggar zonasi dan waktu ketentuan pemasangan. Jadi, secara etika sudah salah. Secara estetika, wajah kota pun menjadi kumuh. Jangan bicara soal masa kampanye dulu. Mari kita lihat contoh yang juga sering terjadi. Ketika sebuah partai politik mengadakan hajatan di Bali, maka sudah jauh-jauh hari umbulumbul, bendera, baliho dan semacamnya terpasang di tempat startegis dan sepanjang jalan protokol. Nah, ketika hajatan itu sudah selesai, dapat kita lihat bersama alat-alat itu masih terpasang sampai berhari-hari, bahkan berbulan-bulan sehingga hancur oleh angin, hujan serta teriknya sinar matahari. Adakah yang peduli soal ini? Maaf, nyaris tidak ada. Oke, kita jangan dulu bicara soal kampanye atau kegiatan partai politik. Kita bicara soal kegiatan iklan, reklame dan sebagainya di jalan-jalan. Banyak oknum nakal yang mengotori wajah kota dengan seenaknya. Pasang baliho dimana-mana. Papan iklan dimanamana, pohon dipaku, tiang listrik ditempeli iklan, lampu traffick light ditempeli agenda jual beli serta pemasaran. Pemandangan ini sangat jamak. Siapa yang peduli, nyaris juga tidak ada. Karena buktinya hal-hal itu masih terpasang berhari- hari, berminggu-minggu, berbulan- bulan bahkan tahunan sampai hancur sendiri. Sedihnya kita punya aturan. Punya perangkat untuk menertibkan aturan itu, tetapi kenyataannya, mengapa hal ini masih sering terjadi dan selalu berulang? Mestinya ketika kita saat ini berada di era milenial maka gaya kampanye model kolonial mesti diganti. Gunakan media sosial dengan segala macam efek positifnya. Sekaligus mengajarkan bagaimana cara bermedsos yang baik dan benar. Ke depan model-model kampanye ini juga mestinya mulai dipikirkan oleh penyelenggara pemilu. Kita sudah di zaman internet, milenial, 4.0 atau apapun istilahnya. Jangan lagi menggunakan gaya serta caracara kuno yang tidak ramah lingkungan dan mencederai hukum. Itu saja.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Soal ”Nyengker Setra” Krama Bali sebagian mengeluh soal ketentuan nyengker setra selama Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Besakih, terutama bagi yang mereka memiliki kematian. Kalau di desa, masyarakat sudah biasa menanam atau mengubur jenazah keluarga yang meninggal. Sementara bagi warga di perkotaan, akan menjadi masalah utama. Warga umumnya ngaben, jarang mau mengubur. Ini juga dibenarkan oleh ajaran agama untuk apa lama-lama jenazah dibiarkan. Pandangan sulinggih pun juga berbeda. Makanya ada yang selama nyengker setra ini melakuka crematorium agar janazah tetap diaben. Alasannya, tidak menggunakan bahan bakar dan mengeluarkan asap, namun diopen sehingga tak termasuk kategori ngeletehin. Sementara warga lainnya taat dengan surat edaran PHDI Bali untuk tidak ngaben hingga berakhirnya upacara di Besakih. Akhirnya banyak jenazah dititipkan di rumah sakit dengan biaya mahal hingga Rp 250 ribu per hari. Akhirnnnya terjadilan kondisinya begini. Nah, mana yang benar ini, umat perlu pencerahan karena agama pada dasarnya memberikan pencerahan. Coba bayangkan, kita bisa habiskan dana Rp 10 juta untuk biaya menitipkan jenazah dalam sebulan. Mari kita saling memberikan pemahaman yang benar. Nang Eca Kesiman, Denpasar Timur

APK dan Pencemaran Wajah Kota Pemasangan APK Cemari Wajah Kota (Bali Post, 15/3). Memasuki masa kampanye dalam tahapan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, terlihat mulai diwarnai dengan gencarnya pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK). Sayangnya pemasangan APK banyak menyalahi peraturan yang ada karena dipasang di tempat terlarang. Juga tidak sedikit APK yang dipasang tanpa mengindahkan estetika sehingga acapkali membuat suatu kawasan terkesan semrawut secara visual.

P

Pemasangan APK sebagai sarana komunikasi visual kepada publik, seharusnya dapat menambah keindahan suatu kawasan di mana APK tersebut ditempatkan. Banyak APK yang dipasang di tiang listrik, tiang telepon, pohon, dan tempat lain yang justru tidak memberikan keindahan, namun justru bagai menghasilkan sampah visual pada suatu lingkungan. APK sebagai elemen tata ruang luar dalam suatu kawasan, seharusnya justru dapat memberi tambahan keindahan visual pada kawasan tersebut. Sayangnya karena pemasangan yang sembarangan karena hanya sekadar mencari lokasi yang strategis, akibatnya justru bagai menimbulkan sampah visual pada suatu kawasan. Bandingkan dengan pemasangan penjor atau atribut upakara lain pada saat krama Bali sedang melaksanakan karya, justru keindahan yang muncul dalam suatu kawasan. Media komunikasi visual di ruang publik memang justru sering menimbulkan gangguan visual di ruang publik. Hal ini akibat seringnya media komunikasi tersebut dipasang secara

Oleh Agung Kresna serampangan, tanpa mengindahkan estetika dan peraturan yang ada. Tidak jarang poster atau pamplet dipasang dengan cara dipaku pada pohon, atau ditempel/dilem pada public facility seperti tiang listrik/telepon dan boks pembagi jaringannya. Pesatnya kemajuan teknologi cetak/printing juga telah memunculkan peluang timbulan sampah plastik baru. Dahulu alat peraga promosi ruang luar yang berwujud spanduk maupun baliho banyak menggunakan bahan dasar kain, sehingga mudah untuk didaur ulang setelah tidak digunakan lagi. Sementara saat ini seiring kemajuan teknologi cetak, spanduk dan baliho justru lebih banyak menggunakan bahan plastik sehingga menjadi timbulan baru sampah plastik. Penempatan lokasi videotron maupun tempat spanduk/baliho yang bersifat permanen pun tidak jarang mengabaikan unsur estetika lingkungan. Sehingga kehadiran elemen promosi luar ruang tersebut acapkali justru memperburuk wajah arsitektur suatu kota. Penempatan lokasi area promosi permanen ini lebih sering hanya mempertimbangkan unsur lokasi yang strategis dari sisi potensi calon konsumen semata.

Sampah Visual Kota Kehadiran alat peraga promosi luar ruang pada suatu kawasan sebenarnya justru merupakan potensi untuk memberi nilai tambah estetika pada kawasan itu sendiri. Sarana promosi ruang luar memiliki karakteristik estetik sesuai masing-masing jenisnya. Hal ini terutama terkait dengan kecepatan pembaca yang melintasi/ membacanya, karena sarana ini menyasar warga yang berjalan/ berkendara melintasi area publik. Baliho dengan dimensinya yang besar ditujukan bagi pengendara berkecepatan tinggi, sementara poster diperuntukkan bagi yang berkecepatan rendah. Penataan papan nama toko, pusat perdagangan, kantor, serta fasilitas publik lainnya sebagai sarana komunikasi visual, juga harus dikelola guna memperoleh wajah arsitektur suatu kawasan/kota sehingga tidak memunculkan kesemrawutan visual. Jika kondisi ini terjadi, maka bagai menciptakan sampah visual bagi ruang publik suatu kota/kawasan. Penempatan aneka tiang sarana instalasi jaringan listrik, telepon, televisi kabel, maupun

tiang penyangga sarana promosipun bisa dikatakan sering mengabaikan unsur estetika visual lingkungan. Aneka macam tiang tersebut acapkali tertancap secara berjubel pada lokasi strategis, utamanya pada tepian persimpangan jalan. Tidak jarang pada satu persimpangan jalan raya bisa ditemui puluhan tiang tertancap di lokasi tersebut. Sampah fisik maupun visual di Bali nampaknya sudah mencemaskan banyak pihak. Bertebarnya sampah fisik di ruang publik tentu dapat memberi dampak buruk bagi pariwisata Bali. Demikian juga halnya dengan sampah visual harus ditangani secara konseptual, sekaligus sebagai upaya dalam mengelola wajah arsitektur kota/kawasan. Harus dilakukan pembatasan sarana promosi ruang luar. Terutama sarana promosi yang memiliki dimensi cukup besar, karena bentuk sarana ini paling berpotensi merusak estetika visual suatu kawasan. Hal ini memang terkait dengan potensi pajak yang akan hilang dengan berkurangnya jenis sarana promosi ini. Sehingga diperlukan sinergi kebijakan dari semua pihak yang terkait. Perlu adanya penataan lokasi yang diizinkan atau dilarang sebagai tempat pemasangan aneka sarana promosi ruang luar. Penataan ini diperlukan agar tidak sembarang tempat dapat digunakan sebagai lokasi penempatan sarana promosi ruang luar. Sehingga secara fisik maupun visual akan tercipta keindahan estetik pada suatu kota/kawasan, sekaligus

10 ”Year Challenge” Demokrasi

TAGAR 10 Year Challenge (#10yearchallenge) yang belakangan sempat marak diperbincangkan di dunia maya menjadi ajang nostalgia untuk berbagi foto-foto pribadi dari 10 tahun yang lalu. Namun tidak hanya berbagi foto pribadi, beberapa mengaitkannya dengan kondisi lingkungan yang semakin buruk dari tahun ketahun. Selain isu lingkungan, isu politik pun mencuat dengan cara ini. Membahas mengenai politik, tahun ini merupakan tahun yang sangat penting bagi masyarakat di Indonesia, karena merupakan tahun pesta demokrasi. Bagaimana wajah demokrasi jika ikut meramaikan tagar 10 year challenge? Potret demokrasi Indonesia berdasarkan data Indeks Demokrasi Indonesia. Pada dua tahun pemilu sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat demokrasi Indonesia berada pada kategori sedang (indeks 6080). Dalam skala 0-100, capaian demokrasi Indonesia tahun 2009 sebesar 67,30. Sementara pada pemilu berikutnya, pada 2014 capaian demokrasi Indonesia mengalami peningkatan sebesar 5,74 poin menjadi 73,04. Dibandingkan dengan capaian level nasional, capaian demokrasi Provinsi Bali dapat dikatakan di atas rata-rata. Tahun 2009 capaian demokrasi Provinsi Bali sebesar 70,35 dan mengalami peningkatan sebanyak 5,78 poin pada tahun 2014. Ini mengindikasikan peran masyarakat, lembaga legislatif, partai politik, lembaga peradilan dan penegak hukum dalam menunjang tercapainya demokrasi semakin

Oleh Ni Kadek Dian Pitriyani meningkat. Indeks Demokrasi Indonesia ini disusun dari tiga aspek, yakni aspek kebebasan sipil, aspek hak-hak politik dan aspek lembaga demokrasi. Di Provinsi Bali dua dari tiga aspek menunjukkan peningkatan capaian pada dua tahun pemilu sebelumnya, yakni aspek hak-hak politik dan aspek lembaga demokrasi. Aspek hak politik pada tahun 2009 masih berkategori buruk (indeks<60) dengan nilai sebesar 49,82, sedangkan pada tahun 2014 menjadi kategori sedang dengan nilai 61,27. Aspek lembaga demokrasi juga mengalami peningkatan sebanyak 6,32 poin pada tahun 2014 (79,56) jika dibandingkan dengan tahun 2009 (73,24) dan masih tetap dapat dikategorikan sedang. Lain halnya dengan aspek kebebasan sipil yang sedikit mengalami penurunan pada tahun 2009 sebesar 93,97 menjadi sebesar 92,16 pada tahun 2014. Aspek ini merupakan satu-satunya aspek yang masuk ke dalam kategori baik (indeks>80). Sebagai ajang lima tahunan, pesta demokrasi akan kembali dilaksanakan pada 17 April 2019. Riuh pesta demokrasi sudah sangat terasa, apalagi puncaknya akan berlangsung dalam hitungan minggu saja. Mulai dari banyaknya baliho dan spanduk di sepanjang jalan, kampanye dari masing-masing calon anggota legislatif dan calon presiden hingga beberapa

minggu belakangan sudah mulai diadakan pelaksanaan debat Pilpres. Lalu, bagaimanakah potret demokrasi di Provisni Bali pada Pemilu 2019? Akankah lebih baik jika dibandingkan periode pemilu sebelumnya? Apakah yang harus dilakukan untuk mempercantik wajah demokrasi Provinsi Bali pada pesta demokrasi ini? Ada beberap hal yang dapat dilakukan untuk mempercantik wajah demokrasi Indonesia khususnya di Bali. Salah satunya adalah dengan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya sehingga jumlah golput dapat ditekan. Mengingat pada pemilu tahun 2019 kita tidak hanya memilih pasangan Presiden dan Wakil Presiden, namun juga turut memilih anggota legislative, baik Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tingkat pusat, DPRD provinsi, hingga DPRD kabupaten/kota dan juga Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Maka suara kita sangat penting untuk menentukan masa depan Indonesia dan Provinsi Bali khususnya. Untuk diketahui, nilai capaian persentase penduduk yang menggunakan hak pilih dibandingkan dengan yang memiliki hak untuk memilih pada pemilu (voters turnout) di Bali pada tahun 2014 menurut data Indeks Demokrasi Indonesia masih belum maksimal, hanya sebesar

77,25. Ini menunjukkan hampir seperempat penduduk Bali yang memiliki hak pilih tidak menggunakan hak pilihnya. Selain meningkatkan partisipasi masyarakat, peran perempuan dalam berpolitik juga sangat perlu ditingkatkan. Hal ini diatur dalam sejumlah undang-undang tentang kewajiban kuota 30 persen bagi caleg perempuan. Berdasarkan data Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Bali yang dirilis dalam web BPS Provinsi Bali, persentase kursi perempuan pada DPRD Provinsi Bali hanya sebesar 9,09 persen (5 dari 55 kursi), masih jauh dari ketetapan undang-undang. Peran perempuan dalam berpolitik merupakan salah satu indikator dalam aspek hak-hak politik yang digambarkan pula dalam Indeks Demokrasi Indonesia. Dari rentang 0-100, nilai capaian perempuan terpilih di DPRD provinsi dan kabupaten/ kota di Provinsi Bali pada tahun 2009 dan 2014 hanya sebesar 24,24 dan 30,30 atau termasuk dalam kategori rendah. Padahal keterwakilan perempuan dalam parlemen sangat dibutuhkan untuk mendukung terciptanya kebijakan yang berpihak kepada kaum perempuan dan anak-anak. Saat Pemilu 17 April 2019, maka kita akan melihat wajah demokrasi yang lebih baik. Jadi, siapkah kita mempercantik wajah demokrasi Bali?

memperoleh potensi pajak yang diperlukan sebagai sumber dana pembangunan kota/ kawasan. Penerapan perizinan yang ketat dan konsisten terhadap pemasangan sarana promosi/ komunikasi ruang luar harus selalu dilakukan. Berbagai sarana yang tidak memiliki izin, harus secepatnya ditertibkan sesuai peraturan yang ada guna tetap menjaga estetika visual pada suatu kota/kawasan yang sudah diatur dalam perizinan yang ada. Perlu dibangun kesadaran masyarakat bahwa sampah (fisik maupun visual) adalah masalah kita bersama. Pemerintah daerah Bali sebenarnya sudah mencanangkan program Bali Green and Clean yang diluncurkan pada 2010. Melalui program ini diharapkan dapat menghadirkan Pulau Bali yang bersih dan nyaman secara fisik dan visual. Ajaran Tri Hita Karana yang dianut krama Bali mengajarkan bagaimana menjaga keselarasan hubungan antara Tuhan, manusia, dan alam lingkungan. Secara tradisional krama Bali sebenarnya sudah punya cara bijak dalam menangani sampah. Local genius krama Bali sudah mengajarkan bagaimana seharusnya menangani sampah. Tinggal bagaimana implementasinya secara kontekstual sesuai realitas kondisi saat ini. Penulis, arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar

POJOK Jokowi akan bertemu bendesa adat seluruh Bali. -Ada peluang sampaikan soal reklamasi. *** Generasi muda Bali harus siap hadapi era degital. -Era baru Bali mesti diwujudkan. *** Majukan sektor pertanian, perlu perubahan pola pikir. -Jangan terus pikirpikir.

Penulis, statistisi pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Klungkung

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Kliwon, 21 Maret 2019

TABANAN

7

Integrasi JKN-JKN KBS

Diskes Siapkan Juknis dan SDM

Tabanan (Bali Post)Adanya JKN KBS (Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera) membuat banyak tambahan manfaat yang bisa didapat peserta JKN. Dalam mengintegrasikan JKN dengan JKN KBS, Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan telah melakukan persiapan, terutama SDM yang akan melaksanakan sistem rujukan terintegrasi, koordinasi dengan fasilitas kesehatan (faskes) di Tabanan serta membuat petunjuk teknis (juknis).

Bali Post/kmb24

OVERLOAD - Kamar Jenazah BRSU Tabanan mengalami overload per Rabu (20/3) kemarin. Meski overload, namun masih bisa ditangani dengan baik oleh BRSU.

Kamar Jenazah BRSU Tabanan ”Overload” Tabanan (Bali Post)Adanya imbauan untuk tidak melaksanakan ngaben selama Panca Wali Krama di Pura Besakih, menyebabkan penitipan di kamar jenazah BRSU Tabanan mengalami overload. Dari kuota maksimal 20 jenazah, saat ini terdata 23 jenazah yang dititip. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 jenazah rencananya diambil setelah Panca Wali Krama di Pura Besakih usai. Kasubbid Rawat Darurat dan Tindakan Medis BRSU Tabanan dr. A.A. Ngurah Putra Wiradana, Rabu (20/3) mengatakan, meski overload namun pihaknya masih bisa menangani penitipan jenazah dan tidak sampai diletakkan di luar ruangan. Kondisi jenazah yang dititip, kata Ngurah Putra, 12 jenazah disimpan di freezer, sementara 11 jenazah diletakkan diluar freezer dimana tiga di antaranya disimpan dalam peti dan sembilan diatas brankar. Dua jenazah dititip hanya beberapa hari, sementara sisanya dititip hingga karya di Besakih usai. “Paling lama dititip sudah selama sebulan,” ujar Ngurah Putra. BRSU Tabanan sendiri memiliki enam freezer yang idealnya diisi satu jenazah per freezer. Namun karena kondisi, satu freezer masih bisa diisi maksimal dua jenazah per freezer. Sementara untuk di luar freezer diawetkan dengan menggunakan formalin.

Salah satu warga Banjar Delod Sema Desa Antap, I Made Suadana saat ditemui di kamar jenazah BRSU, mengatakan meski banyak yang menitip jenazah kerabat sampai usai upacara Panca Wali Krama, pihaknya sesuai petunjuk desa adat menunggu hari baik untuk melaksanakan upacara mangkisan di geni. “Jadi dititipnya tidak sampai karya di Besakih usai. Rencananya Minggu ini diambil untuk dilaksanakan mangkisan di geni,” ujarnya. Dilakukan upacara mangkisan di geni karena ibu kandung Suadana yang meninggal Senin (18/3), adalah mangku sehingga tidak bisa dititipkan di ibu pertiwi. “Sesuai petunjuk katanya harus mangkisan di geni. Karena ada upacara keagamaan hari Purnama ini, maka acara mengkisan di geni ditetapkan hari Minggu (24/3),” ujarnya. Upacara pun dilakukan sesuai imbauan PHDI, yaitu setelah jam enam sore. Setelah Panca Wali Krama barulah Suadana akan melaksanakan upacara Ngaben untuk almarhum ibunya. Dalam menitipkan jenazah, lanjut Suardana, pihaknya merogoh kocek sebanyak Rp 70.000 per hari. Harga ini untuk penitipan jenazah di dalam freezer. Biaya ini belum ditambah biaya layanan pemberian formalin untuk jenazah. (kmb24)

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Rabu (20/3) mengatakan tambahan manfaat JKN KBS ini adalah memperoleh layanan kesehatan tradisional dan komplementer di fasilitas kesehatan, bagi pasien gawat darurat memperoleh fasilitas transportasi secara gratis dari tempat tinggal pasien menuju faskes, sistem penanganan keluhan dilakukan secara online dan terintegasi se-Bali berbasis web dengan call center yang tersedia di faskes, dinas dan BPJK Kesehatan, memperoleh pelayanan Visum et Repertum secara gratis, memperoleh fasilitas transportasi secara gratis untuk jenazah dari faskes ke alamat tujuan dan memperoleh pelayanan terapi hiperbarik secara gratis bagi pasien penyelam, luka bakar, dan pasien lainnya

yang membutuhkan. Dijelaskan Suratmika, untuk prosedur pembiayaan manfaat tambahan ini diserahkan ke daerah untuk petunjuk teknisnya, dan saat ini Dinas Kesehatan sedang menyiapkannya. Selain itu, kesiapan yang sudah dilakukan adalah SDM dan sarana prasarana untuk melakukan sistem rujukan terintegrasi. “Operator sudah mendapatkan pelatihan. Peralatan berupa modem dan latop juga sudah,” ujarnya. Dan dalam waktu dekat Dinas Kesehatan akan melakukan koordinasi mengenai manfaat tambahan JKN KBS serta mengenai sistem rujukan terintegrasi. Kata Suratmika, dengan adanya sistem rujukan terintegrasi ini, layanan untuk masyarakat menjadi lebih cepat dan efisien. “Kalau JKN kan rujukannya berjenjang

mulai dari faskes tingkat 1, RS tipe C, RS tipe B baru kemudian A. Jika dengan sistem rujukan terintegrasi JKN KBS lebih efektif dan efisien,” ujar Suratmika. Lebih efektif dan efisien dijelaskan Suratmika misalkan pasien dari faskes primer membutuhkan layanan rujukan. Berdasarkan rujukan berjenjang sesuai aturan BPJS harus dilayani di RS tipe C dulu. Jika di RS tipe C tidak bisa ditangani barulah ke RS tipe B. Dengan sistem rujukan terintegrasi JKN KBS ini pasien bisa saja dirujuk langsung ke RS tipe B apabila di data dalam sistem diketahui seluruh layanan faskes untuk penyakit yang dirujuk di RS tipe C penuh. “Jadi tidak perlu indikasi medis. Bisa langsung ke RS tipe B jika layanan di RS tipe C sudah

Rapat Pleno Penetapan DPTb Tahap II

Pemilih Bertambah 88 Orang Tabanan (Bali Post)KPU tabanan telah menetapkan daftar pemilih tetap tambahan (DPTb) tahap II dalam rapat pleno terbuka yang digelar di ruang rapat KPU tabanan, Rabu (20/3). Dari data masing-masing kecamatan, diketahui jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tabanan setelah DPTb II ini bertambah sebanyak 88 orang dan total pemilih tetap tercatat 366.238 pemilih. Rapat pleno yang dipimpin Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa dihadiri perwakilan Bawaslu, Disdukcapil, tim sukses masing capres dan cawapres, perwakilan parpol, Laison Officer (LO) dari calon DPD. Rapat diawali pemaparan dari masing-masing PPK terkait daftar pemilih tambahan karena adanya pemilih yang masuk maupun keluar Tabanan dari masing-

masing kecamatan. Setelah ditotal dari sepuluh kecamatan yang ada di Tabanan, jumlah pemilih yang masuk sebanyak 570 orang terdiri dari 272 laki dan 298 pemilih perempuan. Sementara yang keluar sebanyak 482 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 239 orang dan pemilih perempuan sebanyak 243 orang. “Ada tambahan 88 pemilih dalam DPTb tahap dua setelah adanya data pemilih yang masuk maupun yang keluar,” ungkap Weda Subawa. Dikatakan, dalam DPTb tahap pertama jumlah pemilih sebanyak 366.150 orang terdiri dari pemilih pria sebanyak 180.029 orang dan pemilih perempuan sebanyak 186.121 orang. Sementara setelah adanya perpindahan pemilih diketahui ada penambahan sebanyak 88 pemilih. Ada

penambahan pemilih pria sebanyak 33 dan perempuan sebanyak 55 orang. Sehingga menjadikan pemilih pria sebanyak 180.062 orang dan pemilih perempuan menjadi sebanyak 186.176. “Jadi total DPTb tahap dua sebanyak 366.238,” tegas Weda Subawa. Atas penetapan tersebut, seluruh parpol maupun tim sukses serta LO DPD dapat menerima. Namun perwakilan Bawaslu Tabanan I Ketut Narta meminta salinan daftar pemilih setelah perubahan. Hal ini kata dia akan dipakai acuan dan dasar petugas pengawas di TPS untuk mengecek pemilih pindahan, apakah mendapat surat suara Pilpres saja atau surat suara lainnya, seperti misalnya DPD dan DPR-RI. “Itu perlu pengawasan dan kami mohon salinan data pemilihan DPTb,” ungkapnya. (kmb24)

maksimal,” ujarnya. Suratmika menjelaskan, misalkan ada pasien sakit saraf. Dirujuk dari puskesmas ke RS tipe C. Nah di rumah sakit tipe C ini pelayanan saraf maksimal melayani 40 pasien. Maka rujukan ke RS tipe C dengan diagnosa saraf akan

dikunci di pasien nomor 40. Untuk yang 41 dan seterusnya akan dirujuk ke RS tipe C lain dan jika tidak ada RS tipe C lain yang memiliki layanan penyakit saraf, maka bisa langsung dirujuk ke RS tipe B. “Sehingga pasien tidak perlu menunggu lama di RS tipe C,” imbuh Suratmika. (kmb24)

Napi Diajak Yoga Tertawa Tabanan (Bali Post)Menjalani hari-hari di L a p a s , b uka n s u a t u h a l yang menyenangkan bagi narapidana. Kehilangan kemerdekaan bergerak dan berada dalam suatu lingkungan yang sempit dan monotun, serta banyaknya aturan tata tertib yang harus dilakukan membuat para narapidana makin terbebani baik fisik maupun psikisnya. Untuk mengurangi rasa jenuh dan beban yang menimpa serta meningkatkan kualitas psikisnya, Lapas Tabanan melakukan terapi yoga tertawa. Kasubsi Registrasi dan Bimkemaswat I Wayan Sadiasa, menyatakan bahwa dengan mengikuti kegiatan yoga ketawa banyak manfaat yang dirasakan oleh para narapidana. Selain meningkatkan daya tahan tubuh, Yoga Ketawa dapat menyembuhkan sakit seperti maag, flu, pilek dan sakit kepala. Yoga ini juga

meringankan beban psikis sehingga meningkatkan kualitas psikis narapidana yang jenuh karena lingkungannya terkurung. Yoga ketawa di Lapas Tabanan dilaksanakan sekali dalam seminggu dengan instruktur dari Terapi Yoga Ketawa yang beralamat di Banjar Pacung, Belalang, Kediri Tabanan. Jro Mangku Gde atau yang lazim dipanggil Surya Swami sebagai instruktur terapi Yoga Ketawa menjelaskan bahwa pihaknya merasa terpanggil untuk ikut bersamasama para petugas Lapas Tabanan untuk membina narapidana agar selama menjalani masa pidananya selalu bersemangat dan dapat mentaati tata tertib yang berlaku. Kalapas Tabanan I Putu Murdiana, di ruang kerjanya menjelaskan bahwa kegiatan yoga ketawa ini sangat bermanfaat bagi para narapidana. (kmb24)


BULELENG

8

Kamis Kliwon, 21 Maret 2019

Pleno DPTb Pemilu

830 Pemilih Masuk, 861 ke Luar Buleleng

Singaraja (Bali Post) – KPU Buleleng menetapkan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) tahap kedua Pemilu 2019, Rabu (20/3) kemarin. Rapat diikuti para penyelenggara pemilu di kecamatan dan pengurus partai politik (Parpol) peserta pemilu dan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng. Dari rapat tersebut, KPU menetapkan DPTb yang terdiri dari pemilih pindah memilih ke Buleleng sebanyak 830. Sebaliknya yang pemilih pindah ke luar Buleleng sebanyak 861. DPTb ini sendiri dipastikan tidak mempengaruhi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu di Buleleng. Komisioner KPU Buleleng Devisi Perencanaan Data dan Informasi Nyoman Gede Cakra Budaya, mengatakan, dalam DPTb ini pemilih yang pindah memilih ke Buleleng mengurus perpindahannya di daerah asal sebanyak 150 orang. Mereka berasal dari 41 desa, kelurahan dan menyebar di 69 lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sementara, pemilih yang perpindahan memilih ke Buleleng mengurus di daerah tujuan sebanyak 680 orang. Pemilih ini menyebar di 50 desa kelurahan dan di 96 lokasi TPS. Sementara pemilih yang keluar Buleleng yang mengurus di daerah asal tercatat 227 orang. Pemilih ini berasal dari 56 desa desa kelurahan dan menyebar di 166 TPS. Pemilih yang mengurus pindah memilih di daerah tujuan 634 pemilih. Mereka itu berasal dari 115 desa kelurahan dan menyebar di 400 TPS. “Setelah kami lakukan proses berjenjang hari ini kita plenokan DPTb tahap kedua di mana komponen yang masuk dan yang mana pemilih keluar,” tegasnya. Sesuai Surat Edaran KPU RI No. 421, kata Cakra Budaya pemilih yang pindah akan dilayani maksimal 30 hari sebelum pemungutan suara. Itu Artinya kepindahan mereka hanya dilayani hingga 17 Maret lalu. Setelah tahapan berakhir, masih ada warga yang akan pindah memilih. Maka jika seperti itu dipastikan tidak akan dilayani KPU. Mereka harus tetap memilih sesuai alamat domisilinya. “Karena sudah ditutup, intinya pemilih harus memilih sesuai alamat dalam KTP,” katanya. Menurut Cakra Budaya, rekapitulasi DPTb ini dipastikan jumlah pemilih di tiap-tiap TPS. Sebab hal itu berkaitan dengan penyusunan dan pengemasan kebutuhan logistik. Dari komposisi pemilih yang keluar dan yang masuk ke Buleleng, diperkirakan tidak banyak pengaruhnya terhadap kebutuhan logistik. “Melihat komposisi DPTb, baik yang memilih masuk ke Buleleng, maupun yang memilih keluar Buleleng, tidak ada pengaruh signifikan dan jumlahnya hampir sama, sehingga dipastikan tidak terlalu berpengaruh terhadap logistik yang sedang disiapkan,” tegasnya. (kmb38)

RAPAT- Suasana rapat pleno DPTd penyelenggara pemilu di kecamatan dan pengurus partai politik peserta pemilu dan Komisioner Badan Pengawas Pemilu Buleleng.

Bali Post/ist

EVAKUASI JENAZAH – Keluarga bersama polisi mengevakuasi jenazah Ni Ketut Tinggen yang ditemukan meninggal dunia di petak sawah, Rabu (20/3) kemarin.

Ditemukan, Lansia Meninggal Dunia di Petak Sawah Singaraja (Bali Post) – Warga Banjar Dinas Sari, Desa Bestala, Kecamatan Seririt dihebohkan penemuan mayat di petak sawah, Rabu (20/3) dini hari kemarin. Setelah dikenali, mayat itu adalah seorang lanjut usia (lansia) Ni Ketut Tinggen (75 tahun). Dia merupakan warga setempat. Kapolsek Seririt Kompol Wayan Suka seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan telah menerima laporan penemuan mayat dari warga setempat. Menurutnya, sebelum ditemukan, korban dikatakan telah meninggalkan rumahnya Selasa (19/3) sekitar pukul 15.00 wita. Saat pergi dari rumahnya, korban dijumpai warga membawa sebuah ember. Selain itu juga beberapa potong kain. Diduga, korban saat itu pergi ke

tempat pemandian untuk mandi sekaligus mencuci pakaian. Namun hingga kemarin korban belum juga pulang ke rumahnya. Saat keluarganya berusaha mencari, ada informasi dari seorang saksi Gusti Made Loka (74), warga Desa Mayong yang menemukan korban meninggal dunia di petak sawah yang berair. Keluarganya kemudian mendatangi lokasi itu. Dan memang benar jenazah itu adalah korban yang dicari keluarganya. Kemudian, pihak keluarga bersama

kerabat dan personel polisi mengevakuasi jenazah dari lokasi penemuan itu. Dari lokasi kejadian itu, jenazah dimasukan dalam kantong. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas medis bersama kepolisian. Di sekitar lokasi itu juga ditemukan ember dan kain serta sandal milik korban. “Saat ditemukan, posisi jenazah korban tengkurep di tengah sawah yang berair karena habis hujan sejak semalam,” katanya. Kompol Suka menjelaskan dari hasil pemeriksaan bersama petugas medis dan keterangan saksi-saksi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menyebut, selama ini korban menderita penyakit gangguan jiwa.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sedang menjalani rawat jalan di RSUD Buleleng. Dengan keterangan itu, diduga korban yang ditemukan terbujur kaku di petak sawah itu meninggalkan rumahnya karena penyakitnya kambuh. Usia korban yang sudah lanjut juga menyebabkan menambah menurunkan kesehatan korban. “Kalau mencari sebab kematianya secara valid bisa diketahui dengan cara tindakan bedah medis yang disebut autopsi. Namun, pihak keluarga menolak untuk autopsi,’’ tegasnya sembari menambahkan, korban sendiri memiliki riwayat sakit gangguan jiwa. Diperkirakan, korban yang usianya sudah lanjut itu penyakitnya sedang kambuh. (kmb38)

Drainase Mampet, Jalan Laksamana Kerap Kebanjiran

HUJAN deras sejak Rabu (20/3) dini hari kemarin mengakibatkan banjir di sejumlah tempat di Kota Singaraja. Salah satunya di Banjar Dinas Galiran, Desa Baktiseraga. Ruas Jalan Laksamana, Singaraja itu terendam banjir. Ketinggian air antara 25 sampai 30 cm. Banjir terjadi, karena drainase di utara jalan tersumbat sampah. Hal itu menyebabkan air meluber dan kemudian banjir merendam badan jalan dengan panjang sekitar 100 meter dari timur ke utara. Lalu, bagaimanakah solusi efektif mengatasi banjir di sana?

Badan jalan yang tergenang banjir itu tidak pelak akhirnya menimbulkan kemacetan. Apalagi sedang jam masuk kantor pegawai dan anak-anak juga ke sekolah. Otomatis hal itu memicu kemacetan cukup parah. Beberapa pengedara yang tidak sabar, kemudian nekat menerobos derasnya aliran banjir. Akibatnya, kendaraannya mogok di tengah jalan. Seorang warga Jero Gede Madu (85) menuturkan, banjir seperti ini bukan kali ini terjadi. Malah setiap hujan deras dan berlangsung lama. Sebabnya, air dari drainase di utara jalan itu pasti meluap menggenangi badan jalan. Air banjir itu karena drainasenya lebih rendah dari aspal jalan. Sementara volume air tinggi dan ditambah parah drainase tersumbat sampah kiriman dari daerah hulu, sehingga banjir tidak dapat dihindari. Banjir itu perlu ditangani serius oleh pemerintah. Pasalnya, selama ini belum ada atensi terhadap banjir itu secara permanen, sehingga banjir itu terus berulang. “Hujan tadi malam itu deras sekali dan begitu bangun pagi air sudah merendam jalan dan kendaraan macet. Ini banjir

kesekian kali. Penyebabnya air tidak bisa mengalir karena draenase tersumbat. Selain itu, dam penutup di atas draenase itu terlalu rendah, sehingga saat volume bertambah, air tertahan dan meluap menggenangi jalan,” katanya. Dari data di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Buleleng, Desa Baktiseraga masuk daerah langganan banjir di Kota Singaraja. Penyebab banjir ini karena drainase yang mengalami penyempitan akibat tertutup sedimentasi. Kondisi itu bertambah parah dengan perilaku warga membuang sampah di sungai, sehingga ketika hujan sampah menyumbat drainase itu. Tahun ini, Dinas PUPR Buleleng telah menerima kucuran dana bantuan untuk penanganan banjir dalam kota dari pemerintah pusat. Dari bantuan senilai Rp 9,2 miliar itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali – Penida membangun sodetan mengalirkan air ke timur menuju Sungai Banyuasri. Selain itu, drainase di sepanjang Jalan Serma Karma dan kawasan pemukiman di Jalan Jalak Putih akan dinormalsiasi. Akan dibuatkan

pintu air, sehingga saat volume air naik tidak sampai meluber dan merendam badan jalan. Hingga siang kemarin, genangan banjir perlahan mulai surut. Hanya saja, badan jalan masih tertutup lumpur, sehingga jalan menjadi licin. Pengendara harus hati-hati ketika melintasi jalan ini. Sementara, aparat desa dibantu petugas Dinas PUPR Buleleng berusaha membersihkan sampah yang menyumbat permukaan drainase. Setelah dibersihkan dengan cara manual, air kembali mengalir normal. Namun demikian, kalau kembali hujan deras tidak menutup kemungkinan banjir akan kembali terulang.

Angin Kencang Akibat hujan diikuti angin kencang itu juga menimbulkan kerusakan rumah penduduk di Banjar Dinas Dharma Yasa, Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng. Sebanyak 10 unit rumah permanen milik warga mengalami kerusakan. Beruntung bencana itu tidak terdampak pada pemilik rumah bersama keluarganya. Pasalnya mereka dengan cepat menyelamatkan diri, sehingga tidak terjadi korban jiwa.

Bali Post/kmb38

TERGENANG BANJIR – Ruas Jalan Laksamana di Banjar Dinas Galiran, Desa Baktiseraga tergenang banjir akibat hujan deras Rabu (20/3) dinihari tadi. Perbekel Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng I Putu Madia mengatakan, angin puting beliung itu, terjadi sekitar pukul 05.00 wita. Saat itu, para pemilik rumah bersama keluarga beristirahat di dalam rumah. Pasalnya, hujan deras melanda Desa Tukadmunga sejak dini hari kemarin. Bahkan, tiba-tiba

angin kencang berhembus di wilayah mereka. Tidak disangka hempasan angin itu merusak atap 10 rumah warganya. Selain atap terlepas dari rangkanya, beberapa lembar atap masih tersangkut di rangka kayu. Warga kemudian berlari keluar rumah menyelamatkan diri, sehingga tidak terjadi korban jiwa pada

peristiwa ini. Pascakejadian itu pihaknya sudah mendata kerusakan yang terjadi. Data kerugian para korban sudah dilaporkan secara berjenjang kepada Camat Buleleng Gede Dody Oktavia Askara. Selain itu kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. (mud)


GIANYAR

Kamis Kliwon, 21 Maret 2019

9

Pemerintah Diminta Gencarkan Promosi

PASAR - Sejumlah pekerja yang menggarap proses finishing pasar sementara di Lapangan Sutasoma.

Bali Post/kmb25

Pedagang Pasar Seni Sukawati Tunggu Batas Akhir Relokasi Gianyar (Bali Post) Pasar sementara di Lapangan Sutasoma sebagai tempat relokasi pedagang Pasar Seni Sukawati, hingga Rabu (20/3) kemarin, belum sepenuhnya siap digunakan. Hal ini lantaran nomor los dan kios di pasar tersebut masih tahap pengerjaan. Di sisi lain, sejumlah pedagang Pasar Seni Sukawati masih enggan pindah. Mereka cenderung menunggu hingga batas akhir relokasi, per 31 Maret mendatang. Dari pengamatan di Lapangan Sutasoma siang kemarin, sejumlah pekerja masih tampak membersihkan kawasan tersebut dari sampah dan tanaman liar. Para pekerja juga kembali membuatkan nomor los mengingat nomor yang tertulis sebelumnya dengan cat merah sudah luntur. Selain proses finishing tersebut, upacara macaru dan ngingsirang Ida Bhatara ring Pura Melanting dari Pasar Seni Sukawati ke pasar sementara dilangsungkan kemarin atau Buda Wage Menail yang bertepatan

dengan Purnama Kadasa. Prosesi ini diikuti para pedagang, pengelola pasar dan pejabat daerah terkait. Kepala Pasar Seni Sukawati Anak Agung Raka mengakui, walaupun prosesi tersebut sudah dilangsungkan, tidak serta merta pedagang pindah ke pasar sementara. Hal ini lantaran nomor los pasar sementara belum diundi. “Pengundian baru bisa dilaksanakan setelah rampungnya tahapan finishing di Lapangan Sutasoma,” jelasnya. Kendati demikian, ia memastikan

persiapan pasar sementara sudah hampir final. Berbagai fasilitas seperti air, listrik dan los sudah siap. Demikian juga menyangkut pengamanan, parkir dan kebersihan sudah dikoordinasikan dengan instansi terkait. “Untuk pengamanan, nantinya ada delapan orang yang akan berjaga dari pagi sampai malam. Ada shift-shiftnya. Sedangkan untuk sekat-sekat antarlos, nanti diurus masing-masing pedagang,” ujarnya. Sementara itu, sejumlah pedagang Pasar Seni Sukawati masih enggan

pindah ke tempat relokasi sementara. Sebagian besar bahkan menunggu hingga batas waktu terakhir relokasi. Selain tidak mau kehilangan kesempatan berjualan di tempat semula, mereka masih menunggu perkembangan lebih lanjut kondisi pasar sementara. Hal ini diakui Kepala Bappeda Gianyar Gede Widarma Suharta didampingi Kadisperindag Gianyar Wayan Suamba. Menurutnya, relokasi sementara dikhawatirkan membuat pedagang kehilangan penghasilan. Soal kesiapan pasar sementara, dia memastikan los dan kios sudah siap ditempati. Pemerintah juga akan menambah fasilitas lain seperti kios untuk pedagang minuman dan ruang tunggu bagi pengunjung pasar. (kmb25)

PARA pedagang di Pasar Seni Sukawati, Rabu (20/3) kemarin, sudah diperbolehkan memindahkan barang dagangannya ke pasar sementara di Lapangan Sutasoma. Kondisi pasar seni tradisional yang makin ditinggalkan wisatawan ditambah relokasi sementara ke tempat kurang strategis hingga dua tahun, dikhawatirkan makin membuat wisatawan enggan berbelanja di pasar seni tradisional. Guna mengantisipasi hal tersebut, pemerintah diharapkan gencar mempromosikan perpindahan pedagang. Pedagang di Pasar Seni Sukawati, Wayan Martini, mengaku berencana pindah ke pasar sementara di Lapangan Sutasoma pada 30 Maret, mengingat para pedagang lain juga belum ada tanda-tanda segera pindah. “Saya ikut bagaimana pedagang yang lain saja,” ujar pedagang kain ini. Menurut Martini, pendapatannya di Pasar Seni Sukawati selama ini sangat minim. Pasar sepi ibaratnya sudah jadi hal biasa. Dalam sehari, ia hanya bisa menjual sedikit barang dagangannya. Tidak jarang ia harus gigit jari karena sama sekali tidak dapat jualan. “Hanya seginisegini saja. Pendapatan tidak tentu. Waktu ini dapat Rp 100 ribu. Pernah sama sekali tidak dapat jualan. Sudah begini sejak

lebih dari setahun,” katanya. Hal serupa juga disampaikan pedagang lainnya. Pada intinya, pedagang berharap pemerintah dapat membantu mempromosikan keberadaan Pasar Seni Sukawati, termasuk ketika direlokasi ke pasar sementara di Lapangan Sutasoma. Pedagang juga berharap pasar baru nanti akan dapat mengembalikan kejayaan Pasar Seni Sukawati seperti dulu. Kepala Pasar Sukawati Anak Agung Raka mengakui minimnya pengunjung Pasar Seni Sukawati. Wisatawan hanya ramai saat libur tahun baru, Idul Fitri dan libur sekolah. Sementara terkait promosi yang diharapkan pedagang, Kepala Bappeda Gianyar Gede Widarma Suharta mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak khususnya pelaku pariwisata terkait relokasi Pasar Seni Sukawati. Bahkan, pihaknya sudah membuat surat edaran kepada para guide mengenai hal tersebut. Selain itu, untuk mengarahkan wisatawan, pihaknya akan membuat baliho berukuran besar di Pasar Seni Sukawati dan pasar sementara. Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan wisatawan banyak yang berkunjung ke pasar sementara di Lapangan Sutasoma. (ded)

Bali Post/ded

PEDAGANG - Para pedagang di Pasar Seni Sukawati, Rabu (20/3) kemarin, masih beraktivitas seperti biasa.

Keluarga Kurang Mampu di Samplangan

Tiga Kali Didata, Hingga Kini Belum Dapat Bantuan Bedah Rumah

Bali Post/ist

PELATIHAN - Suasana pelatihan agen perubahan yang digelar Polres Gianyar, Rabu (20/3) kemarin.

Polres Gelar Pelatihan Agen Perubahan Gianyar (Bali Post) Polres Gianyar menggelar pelatihan agen perubahan dalam rangka pembangunan Zona Integritas, Rabu (20/3) kemarin. Kegiatan yang dilangsungkan di Ruang Rupatama Polres Gianyar tersebut dibuka Wakapolres Gianyar Kompol Adnan Pandibu. Dalam sambutannya, Wakapolres Adnan Pandibu menyampaikan, agen perubahan atau agent of change merupakan salah satu prasyarat dalam pembangunan Zona Integritas. Melalui

pelatihan ini, anggota Polres diharapkan menjadi agen perubahan. Mereka selanjutnya akan menjadi teladan dalam percepatan perubahan dan reformasi birokrasi di Polres Gianyar, khususnya dalam sikap dan perilaku yang bebas dari KKN. Setelah dibuka secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh sejumlah narasumber. Selaku narasumber, di antaranya Kabag Sumda dan KBO Reskrim Polres Gianyar. (kmb25)

MASIH banyak warga kurang mampu di Kabupaten Gianyar yang membutuhkan uluran tangan pemerintah. Seperti keluarga Dewa Made Kertha, warga Lingkungan Samplangan Kelurahan Samplangan. Rumah yang mereka huni kondisinya sangat memprihatinkan. Meskipun sudah didata beberapa kali oleh instansi terkait, hingga kini bantuan bedah rumah dari pemerintah belum juga mereka dapatkan. Dewa Gede Arisudewa (29), anak dari Dewa Made Kertha, Rabu (20/3) kemarin, menyampaikan, keluarganya tinggal bersama tiga KK lainnya dalam satu pekarangan. Anggota keluarganya yang berjumlah tujuh orang menempati rumah berukuran 4x6 meter. Rumah itu terdiri dari tiga kamar dan dapur darurat. Sebagian besar bagian rumah sudah rusak berat. Atap bocor, sehingga saat hujan, mereka akan kelabakan mencegah air hujan masuk rumah. Penyandang tunanetra ini menyebutkan, instansi terkait di Pemkab Gianyar sudah tiga kali mengunjungi rumahnya sejak tahun 2015 lalu. Petugas

melakukan pengecekan dan memotret kondisi rumah. Awalnya, keluarganya dijanjikan bedah rumah secara menyeluruh. Namun pada pendataan kedua, pemerintah menyatakan bantuan yang akan diberikan hanya berupa pergantian atap rumah. Arisudewa makin terkejut lantaran pada pendataan ketiga, pernyataan petugas kembali

berbeda. “Katanya cuma perbaikan bagian yang rusak saja,” jelasnya. Meski tiga kali dijanjikan perbaikan, sampai sekarang belum jelas tindak lanjut dari pemerintah. Belum ada informasi apapun yang ia terima terkait perbaikan rumah. Sejauh ini, keluarganya hanya mendapatkan bantuan jam-

ban. Ia mengaku hanya bisa pasrah menunggu bantuan bedah rumah dari pemerintah. Ia tidak tahu ke mana harus mengadu. “Tidak enak kalau menuntut dapat bantuan,” katanya. Arisudewa tinggal serumah dengan ayah, ibu, istri, anak dan dua adik. Kondisi ekonomi keluarga Arisudewa tergolong

Bali Post/ist

RUMAH - Rumah keluarga Dewa Made Kertha di Lingkungan Samplangan Kelurahan Samplangan. Kondisi rumah sangat memprihatinkan sehingga perlu segera mendapatkan bantuan perbaikan.

sulit. Dari tujuh anggota keluarga, yang bekerja hanya adiknya yang nomor dua di sebuah koperasi di desa tersebut. Sementara ayahnya adalah Pemangku Pura Kawitan Penataran Agung Samplangan. Ia sendiri sebelumnya bekerja di sebuah percetakan di Denpasar setelah lulus dari SMK. Kala itu, ia menjadi tulang punggung keluarga. Namun pada 2014, musibah menimpa dirinya. Kedua matanya mulai rabun hingga akhirnya matanya yang sebelah kiri tidak bisa melihat. Dokter mendiagnosanya terkena parasit darah yang menyerang bagian retina. Penyebabnya kemungkinan virus akibat sehabis memegang kotoran kucing ia lupa mencuci tangan dan langsung makan. Sejak itu, virus berkembang hingga merusak matanya. Sementara itu, Kepala Lingkungan Samplangan I Nyoman Winada mengakui belum ada bantuan bedah rumah untuk keluarga Dewa Made Kertha. Bantuan yang sudah didapatkan sejauh ini hanya berupa jamban. Terkait pengajuan bantuan bedah rumah, kata dia, itu langsung dari kelurahan. (ded)


JEMBRANA

10

Kamis Kliwon, 21 Maret 2019

SOSOK Keberhasilan Prajurit Menjadi Ibu Persit bukanlah hal yang mudah. Siap ditinggal suami kapan saja untuk bertugas dan ikut juga di mana suami ditempatkan. Mandiri dan disiplin sudah melekat pada kepribadian ibu Persit. Hal tersebut diakui Mayor Inf. Hendra Saputra, Dansatgas Yonif Mekanis 741/GN. Hendra Saputra menceritakan usaha para istri prajurit yang tergabung di Persit Yonif Mekanis 741 / GN. Meski ditinggal sang suami yang sedang melaksanakan tugas pengamanan perbatasan (pamtas) RI-RDTL Sektor Barat, tapi kreativitas ibu-ibu persit Yonif Mekanis 741/GN patut diapresiasi. Tanpa bantuan dari suami mereka bisa membuat taman herbal, taman di depan posyandu, dekorasi tempat posyandu dan kegiatan positif seperti penyuluhan gizi, majelis taqlim, olahraga bersama dan lain-lain guna mengisi waktu sambil menunggu sang suami pulang dari medan bertugas. “Hal-hal seperti ini memang sudah disampaikan sebelum kita berangkat tugas, namun tidak disangka kreativitas yang mereka tunjukkan berjalan lancar dan lebih dari yang diharapkan,” ujar Hendra Saputra. Menurutnya keberhasilan seorang suami tidak akan lepas tanpa dorongan sang istri, di belakang prajurit yang hebat ada istri yang selalu kuat dan setia untuk menunggunya. (olo)

Pemilih Pindah Pilih Capai Ratusan Orang Negara (Bali Post) Jumlah pemilih Pemilu 2019 yang melakukan pindah pilih (keluar dan masuk) di Kabupaten Jembrana sebanyak 945 orang. Jumlah tersebut ditetapkan dalam Rapat Pleno terkait penetapan Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) kedua yang digelar KPU Jembrana, Rabu (20/3) kemarin. Selain adanya pergerakan jumlah pemilih karena pindah pilih, KPU juga mencoret dua pemilih dalam DPT di Jembrana yang diketahui berstatus Warga Negara Asing (WNA). Komisioner Divisi Data dan Pemilih KPU Jembrana Ni Putu Angelia mengatakan, berdasarkan rapat pleno yang dilakukan di tingkat kabupaten, total ada sebanyak 388 orang pemilih pindah pilih ke Jembrana (masuk). Sedangkan pemilih yang pindah pilih keluar Jembrana ada 557 orang. Sehingga total pemilih dalam DPT perubahan ini baik yang masuk dan keluar ada 945 orang. Setelah penetapan DPTb ini, untuk pemilih yang akan pindah pilih sudah tidak bisa dilayani lagi. Sebab sesuai aturan, pindah pilih hanya dilayani hingga 17 Maret atau sebulan sebelum pencoblosan. Terkait WNA, menurutnya dari penyisiran ada dua yang masuk DPT. Dan dipastikan keduanya sudah dicoret dari DPT serta tidak menerima surat undangan untuk memilih. Dipaparkannya, WNA yang diketahui masuk DPT merupakan hasil data dari KPU RI tanggal 15 Maret lalu. Total di Bali ada 68 WNA dan salah satunya di Jembrana WNA asal Australia masuk di TPS 1 Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana. KPU juga telah melakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual, memastikan bahwa yang bersangkutan memang WNA. Sementara itu Dinas Dukcapil Jembrana memutuskan untuk menghentikan perekaman dan pencetakan KTP elektronik untuk WNA yang telah memiliki kartu izin tetap (Kitap). Hal ini sebagai antisipasi kesalahan WNA masuk dalam DPT. Kepala Seksi Pengelolaan Dan Penyajian Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jembrana I Gede Sudiadiarta mengatakan, penghentian sementara perekaman dan pencetakan KTP untuk WNA itu merupakan petunjuk dari Kementerian Dalam Negeri. Di Jembrana tercatat ada 14 WNA yang sudah mengantongi KTP dan diketahui dari verifikasi faktual ada dua WNA yang masuk DPT. (kmb26)

Bali Post/kmb26

RAPAT PLENO – Rapat pleno terkait Daftar Pemilih Tetap tambahan (DPTb) diketahui ada ratusan pemilih yang melakukan pindah pilih.

Bali Post/kmb26

PANEN IKAN - Aktivitas nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) saat panen ikan belum lama ini. Target nilai ekspor ikan nasional tahun ini naik berkisar USD 9,5 miliar.

Target Ekspor Perikanan Nasional Naik

Negara (Bali Post) – Ekspor perikanan nasional tahun ini ditargetkan naik dibanding tahun lalu. Pasar yang dibidik adalah negara-negara Asia Timur khususnya Jepang. Kawasan Indonesia Timur dijadikan pintu gerbang perdagangan menyusul telah dibukanya jalur langsung penerbangan dari Ambon ke Jepang. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, KKP Brahmantya Satyamurti Poerwadi di sela-sela kunjungan ke Jembrana belum lama ini. Salah satu upaya untuk meningkatkan ekspor itu adalah dengan meningkatkan kualitas komoditi perikanan dan pengolahan yang ramah lingkungan. Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi

perikanan yang sangat besar. Baik perikanan tangkap maupun budi daya yang bila dikelola dengan baik yakni dengan menjaga kualitas dan ketelusuran ikan, maka kuantitas produk ekspornya juga akan mening-

kat. “Yang paling penting dan sedang digalakkan KKP adalah pengolahan yang ramah lingkungan, sehingga kita pastikan bahwa ikan hasil tangkap itu baik dikonsumsi dan bernilai tinggi,” terang Brahmantya. Target kinerja untuk nilai ekspor perikanan 2019 ini USD 9,50 Miliar. Jepang menurutnya juga telah melihat potensi itu di wilayah Indonesia Timur. Apalagi disokong penerbangan baru dari Ambon ke Jepang. “Ini hal yang positif. Karena masyarakat yang menikmati (hasil) adalah masyarakat nelayan langsung,” tambahnya. Bali juga berpeluang menyumbang komoditi ekspor itu, dengan memastikan

hasil ikan berkualitas. Salah satunya dengan memastikan hasil komoditi yang ramah lingkungan. Sampah plastik di laut menjadi permasalahan utama. Karena itu, KKP melalui Peraturan Presiden 83 tahun 2012, intens melakukan aksi nasional penanggulangan sampah plastik. Tahun 2020 ini ditargetkan 75 persen sampah plastik di laut bisa teratasi dan 2025 nanti plastik tidak masuk ke laut. Kebijakan melarang kapal-kapal asing juga berdampak hasil perikanan dalam negeri. Dalam kurun waktu 5 tahun sejak policy itu diterapkan, ada kenaikan 12,5 persen. (kmb26)

Hujan Deras dan Angin Kencang

Selat Bali Kembali Buka-Tutup

Negara (Bali Post) – Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang, Rabu (20/3) kemarin kembali mengalami penundaan. Hujan deras yang terjadi mulai pukul 17.30 Wita, membuat para nakhoda kapal kesulitan melihat kondisi jalur penyeberangan. Selain kabut tebal yang disebabkan hujan deras, angin yang berhembus juga cukup kencang. “Jarak pandang terbatas, sehingga nakhoda menyampaikan ke syahbandar,” ujar salah satu petugas di Gilimanuk. Karena kondisi cuaca tersebut, pihak Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) menyampaikan untuk dilakukan penundaan penyeberangan. Dari informasi, penutupan pelabuhan mulai dilakukan pada pukul 17.45 Wita kemarin. Sejumlah kapal yang sudah berada di tengah mengikuti prosedur saat penundaan penyeberangan. Kapal menghentikan pelayaran dan mencari tempat yang aman. Sedangkan kapal yang sudah bersandar diminta untuk tidak aktivitas muat kendaraan dulu. Namun, penutupan itu hanya berlangsung beberapa menit aja. Dari hasil pemantauan, setelah 10 menit pascapenutupan, cuaca kembali memungkinkan untuk pelayaran. Akhirnya begitu hujan reda UPP kembali membuka penyeberangan sekitar pukul 17.55 Wita. Kepala UPP kelas III Gilimanuk I Ketut Aryadana kepada wartawan membenarkan adanya penundaan penyeberangan sementara itu. Menurutnya penundaan penyeberangan ini dipicu cuaca buruk yang terjadi di Selat Bali. (kmb26)

BUKA TUTUP— Kapal sedang bersandar di dermaga Pelabuhan Gilimanuk. Akibat hujan yang diikuti angin kencang, Pelabuhan Gilimanuk Rabu (20/3) kemarin sempat ditutup.


Kamis Kliwon, 21 Maret 2019

KARANGASEM

11

Dua Toko Berjaringan Belum Kantongi Izin Amlapura (Bali Post) -

Dari puluhan toko berjejaring yang ada di Karangasem, dua toko di antaranya belum mengantongi izin operasi hingga saat ini. Dua toko berjejaring yang belum mengantongi izin itu ada di Kecamatan Karangasem dan juga Kecamatan Abang. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Karangasem I Wayan Putu Laba Erawan mengatakan hal itu Rabu (20/3) kemarin.

NGATURANG AYAH - Keluarga besar Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar saat ngaturang ayah-ayah Rejang Renteng serangkaian Puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Penataran Agung Besakih, Rabu (20/3) kemarin.

Dua toko yang belum mengantongi izin operasi, sampai saat ini kata Laba Erawanmasih tetap beroperasi. Sebelumnya petugas sudah sempat melakukan menutupan terhadap toko itu. Akan tetapi pemilik toko pintar. Dia mengakali petugas dengan cara meng-

ganti nama toko. Kendati demikian, dagangan dan struk pembayaran di toko itu masih tertulis salah satu toko berjejaring. Hal itu menandakan jika toko itu masih berstatus berjejaring. Karena hanya nama tokonya saja dirubah. Sedangkan struk pembayarannya tidak.

“Kita terima laporan itu dari masyarakat. Warga merasa dirugikan dengan beroperasinya toko ini. Segera akan berkoordinasi dengan Satpol PP agar bisa secepatnya menindak pelanggaran itu,’’ harapnya. Dengan beroperasinya toko berjejaring, dipercaya

sangat merugikan pedagang kecil yang ada disekitarnya. Dia menambahkan, kedua toko berjejaring itu tidak bisa mendapat izin karena lokasinya tidak sesuai Perda No. 17 Tahun 2012 tekait RTRW, dan Peraturan Bupati (Perbup) No. 29 Tahun 2012 tentang penataan pedagang, pasar tradisional, serta toko modern jejaring. Kepala Satpol PP Karangasem Ketut Wage Saputra belum bisa dihubungi. Demikian juga ketika di-chat via WhatAps serta SMS, juga belum dibalas. (kmb41)

Jaga Seni, Adat dan Budaya Bali

Unhi ”Ngayah” di Pura Penataran Agung Besakih SERANGKAIAN pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh, banyak krama Bali maupun instansi-instansi terkait dan lembaga pendidikan serta perusahaan ngaturang ngayah di Pura Agung Besakih. Salah satunya Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar ngaturangan ayah-ayah pada puncak karya. Prosesi saat puncak karya dipusatkan di Pura Penataran Agung Besakih, Rabu (20/3) kemarin. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. Drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan, selama ini Unhi Denpasar sudah sering melakukan kegiatan ayahayah seperti ini setiap upacara besar di Pura Besakih. Malah ngaturang ayah itu tidak hanya di Besakih saja, tetapi keluarga besar Unhi juga rutin ngaturang ayah seperti ini di pura-pura besar lainnya di Bali.

‘’Ngayah itu menjadi pilihan prioritas interaksi Unhi dengan masyarakat, selain khususnya pada seni, budaya, adat. Karena itu merupakan suatu kewajiban Unhi mengaplikasikan hal positif dalam wujud kegiatan ngayah lebur ikut serta menjalankan swadarma bersama-sama warga yang juga banyak ngayah,’’ ujar Rektor Unhi asal Rendang Karangasem itu. Kegiatan ngayah sejatinya sebagai wujud nyata aktualisasi dari keberadaan Unhi. Unhi sendiri merupakan salah satu universitas yang tidak hanya bergerak di bidang design dan teknologi saja, akan tetapi Unhi juga punya tanggungjawab dalam melestarikan seni, adat dan budaya Bali. ‘’Dalam rangka pelestarian seni, adat dan budaya itu Unhi berinteraksi aktif bahkan senantiasa berupaya berada di depan,” ujarnya. Damriyasa menambahkan, Unhi memiliki beberapa pro-

gram studi yang terkait bidang seni dan budaya. Jadi, inilah wujud nyata kami terkait Karya Agung Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh. Unhi sendiri ngaturang ayah-ayah berupa tabuh, topeng, termasuk Rejang Renteng ‘’Saat puncak karya sekarang ini. Kita menampilkan tabuh, topeng dan Rejang Renteng. Persembahan karya dalam wujud ngayah itu sudah tentu ditampilkan sesuai kompetensi yang dimiliki Unhi itu sendiri. Lebih lanjut Prof Damriyasa menegaskan, ke depan pihaknya secara berkesinambungan akan terus melakukan kegiatan ayah-ayah di setiap ritual upacara besar di purapura besar yang ada di Bali. Unhi sendiri sangat berkeras memberikan kesempatan sekaligus menarik generasi muda Bali agar memiliki minat, spirit dan motivasi ikut serta melestarikan seni adat dan budaya Bali. (ad582)

Meningkat “Pamedek” Manfaatkan Layanan Bengkel Gratis

Amlapura (Bali Post)Layanan bengkel gratis selama pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh benarbenar membantu para pamedek yang kendaraannya mengalami masalah. Bertepatan puncak karya Ida Batara Turun Kabeh Rabu (20/3) kemarin, banyak pamedek yang memanfaatkan jasa pelayanan tersebut. Ketua Panitia Pelayanan Bengkel

Gratis I Gede Wisnata mengungkapkan, memang terjadi lonjakan pamedek yang memanfaatkan pelayanan ini. Banyak kendaraan pamedek yang mengalami masalah. Jika disimak memang ada peningkatan angka yang pemanfaatan layanan itu. ‘’Sekarang kita sedang layani sepuluh mobil pamedek yang rusak,” ujarnya. Dari sejumlah mobil yang ditangani

Bali Post/kmb41

BENGKEL GRATIS - Mobil pamedek sedang diperbaiki di tempat pelayanan bengkel gratis.

kata Wisnata, ada satu mobil yang onderdilnya perlu diganti. Untuk mengganti suku cadang yang rusak, pihaknya harus mencari ke Denpasar. Sedangkan kendaraan lainnya hanya mengalami masalah ringan saja. Seperti pergantian kanpas rem, ban bocor dan yang lainnya. “Kalau kerusakannya ringan langsung kita tangani di pos. Tetapi jika kerusakannya berat, seperti onderdilnya perlu diganti, maka penggantinya kita carikan ke Denpasar. Agar kendaraan itu tidak sampai nginap di sini,” katanya. Salah seorang pamedek yang kendaraannya bermasalah, Putu Adi mengatakan adanya pelayanan bengkel gratis ini sangat membantu sekali. Pasalnya, bila ada kendaraan pamedek bermasalah bisa ditangani secepatnya di sini. Termasuk mogok sekalipun bisa langsung diderak. “Untung ada pelayanan ini. Kalau tidak pasti kebingungan cari bengkel. Apalagi saya kurang tahu bengkel mobil itu di mana,”katanya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

SIDAK - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat melakukan sidak ke sejumlah dinas yang berlokasi di Gedung Civic Centre, Rabu (20/3) kemarin.

Bupati Mas Sumatri Sidak di Civic Centre

Minta ASN Profesional Layani Masyarakat Belakangan ini Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri rutin menggelar sidak ke dinas-dinas. Jika sebelumnya sidak ke kantor Badan Pengelolaan Keungan dan Aset Daerah (BPKAD), Rabu (20/3) kemarin Mas Sumatri sidak ke sejumlah dinas yang berlokasi di Gedung Civic Centre. Lalu apa harapan Bupati Perempuan Pertama di Karangasem kepada ASN dalam rangka menjalankan kewajibannya? PADA sidak yang dilakukan Bupati I Gusti Mas Sumatri, dengan tegas meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) supaya profesional. Masing-masing ASN harus melakukan upaya optimal dalam upaya memberikan pelayanan khusus kepada masyarakat. Dinas yang disidak kemarin, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Dinas itu berada di Lantai

Satu Gedung Civic Centre. Di hadapan kadis Laba Erawan berikut pegawainya, Bupati Mas Sumatri meminta agar penanganan perizinan di Pemkab Karangasem bisa lebih dipermudah kepada masyarakat. “Jika memang warga dalam proses pengurusan izin itu masih kurang paham atau tidak mengerti, maka dinas terkait harus segera melakukan koordinasi. Segera lakukan jemput

bola guna mempercepat dan mempermudah pelayanan,” tegas Bupati. Setelah melakukan sidak ke DPMPTSP, pihaknya melanjutkan sidak ke Dinas Kesbangpolinmas dan Disbud serta Dinas Pariwisata, Di sana pihaknya meminta supaya gedung yang rusak akibat di guncang gempa Lombok beberapa waktu lalu, bisa segera diperbaiki demi kenyamanan pegawai saat bekerja. “Kami minta dinas terkait bisa lebih intensif melakukan komunikasi agar penanganan atau perbaikan dan pemeliharaan gedung civic center dapat segera dilakukan,’’ harap Bupati. Selain itu, tambah I Gusti Ayu Mas Sumatri, juga me-

minta agar para pegawai memperhatikan kebersihan kantor. Aset yang sudah tidak dipakai lagi segera dihapus. Hal itu penting agar tidak ada berkas yang menumpuk sehingga meninggalkan kesan kumuh. Lebih lanjut dikatakannya, sidak yang dilakukan ini bertujuan memotivasi semua pegawai agar lebih tekun menjalankan tugas yang dibebankan. Disamping itu, juga pihaknya ingin mengetahui tingkat profesionalisme dan disiplin pegawai saat bertugas melayani masyarakat. “Kami ingin melihat keaktifan dan tingkat disiplin pegawai dalam menjalankan tugas yang diberikan, “jelasnya. (nan)


KLUNGKUNG

12

Kamis Kliwon, 21 Maret 2019

Perihal Menumpuknya Jenazah di RS

MMDP Segera Kumpulkan Bendesa Semarapura (Bali Post)Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Klungkung langsung menindaklanjuti seruan Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali, perihal menumpuknya jenazah di setiap rumah sakit (RS) di Bali. Seruan MUDP agar jenazah yang dititipkan di RS segera diambil tindakan dan diupacarai sebagaimana mestinya, akan segera diteruskan ke seluruh desa dengan mengumpulkan seluruh bendesa se-Klungkung. Tujuannya, agar persoalan ini tidak semakin menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Ketua MMDP Klungkung, Dewa Made Tirta, Rabu (20/3) kemarin mengatakan,

sejak awal mendapat surat PHDI maupun Ketua Umum Panitia Panca Wali Krama Pura Agung Besakih, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke seluruh desa pakraman. Namun demikian, masih ada beberapa warga yang menanyakan langsung kepadanya. Sehingga pihaknya mesti kembali memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan kebingungan. “Penegasan Bendesa Agung MUDP, akan kami teruskan ke bendesa dengan mengumpulkan mereka secara khusus usai Purnama Kadasa ini,” katanya, seraya menegaskan lokasinya dipilih di Wantilan Pura Jagatnatha Klungkung. Sebelumnya, Bendesa Agung Majelis Utama Desa

Pakraman (MUDP), Jro Gede Suwena Putus Upadesa di Ruang Prajasabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa (19/3) lalu, menyampaikan bahwa banyak jenazah yang dititipkan di rumah sakit, merupakan bentuk kekeliruan dalam memahami isi Keputusan Pasamuhan Madya PHDI Bali. Bahkan sampai disimpan di halaman luar. Sehingga pihaknya mempertegas kembali, agar masyarakat segera melakukan upacara semestinya. Ini terkait dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Pasamuhan Madya Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali bernomor 01/Pesamuhan-Madya/ PHDI-Bali/VIII/2018, terkait larangan melakukan

upacara pengabenan selama berlangsungnya upacara Panca Wali Krama di Besakih. Surat PHDI tersebut sepertinya mendapat pemahaman yang beragam dari masyarakat di bawah. Sehingga terjadi fenomena masyarakat banyak yang menitipkan jenazah anggota keluarganya yang meninggal di rumah sakit. Ini menyebabkan daya tampung jenazah di rumah sakit melebihi kapasitas. Surat tersebut sebenarnya bukan melarang sama sekali dilakukan upacara bagi orang meninggal. Melainkan melarang upacara pengabenan apabila yang meninggal masih walaka. Sedangkan apabila yang meninggal adalah pedanda

atau pamangku boleh dilaksanakan upacara pengabenan. Bagi warga yang masih walaka, saat meninggal bisa dilakukan upacara makingsan di geni atau makingsan di pertiwi. Apabila yang meninggal Ida Pedanda atau pamangku itu boleh dilakukan pengabenan. Sejalan dengan MMDP, Ketua PHDI Klungkung, Putu Suarta, mengatakan, sudah berkoordinasi dengan MMDP Klungkung, untuk memperjelas kembali duduk persoalan ini kepada masyarakat. “Apapun kemarin yang menjadi arahan Gubernur, kami sudah berkoordinasi dengan MMDP untuk selanjutnya dilanjutkan ke setiap desa, apa yang menjadi hasil rumusan Gubernur,

PHDI Bali dan MUDP terkait persoalan ini,” tegasnya. Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma, dihubungi Selasa (19/3) lalu mengatakan, daya tampung di kamar jenazah RSUD Klungkung maksimal 30 jenazah. Saat ini ada 18 jenazah. Tujuh di antaranya disimpan di kulkas, 11 jenazah lainnya ada di luar. Sebagai antisipasi mening-

katnya jumlah jenazah, kalau nanti sampai mendekati batas maksimal, pihaknya akan memikirkan rencana selanjutnya, apakah menyiapkan kamar baru atau setidaknya berupa tenda. “Dulu terbanyak di kamar jenazah kami itu, ada sampai 35 jenazah. Kalau itu dimaksimalkan, masih bisa dimepetkan di dalam ruangan,” katanya. (kmb31)

“Penegasan Bendesa Agung MUDP, akan kami teruskan ke bendesa dengan mengumpulkan mereka secara khusus usai Purnama Kadasa ini.” Ketua MMDP Klungkung Dewa Made Tirta


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Kliwon, 21 Maret 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr:FO,Housekeeping,Security, Laundry,Engineering.Email: new arenahotelkutabali@gmail.com B.BP.164.03.19.0000505

Dibutuhkan Frontdesk u/Hostel Hubungi Zara 081289897174 B.BP.004.03.19.0000586

Dcr Adm online, Sopir B1 Gj+Bns+Kms+BPJS Lam PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7,Dps. B.BP.821.03.19.0000575

BVC Kerja Luar negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.03.19.0000412

Canggu Dibth Therapis Spa, Pnglmn/KursusHub.08113804020 B.BP.004.03.19.0000452

Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 2Jt SMS WA 0816571027 B.BP.004.03.19.0000538

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

BAHAN BANGUNAN

Dcr Admin Pria Min SMA/SMK Lam UD.Sinar Mulia Jl.Kartini 106-112 Dps Telp.226815-236895 B.BP.001.03.19.0000565

Dcr PRT,wanita 30-40th,tinggal dalam,Hub.081999085029 B.BP.004.03.19.0000577

Dcr Terapis Wanita Kirim CV ke kiu-kiu spa Jln.Gatsu Tengah No.239 WA:081238136879 B.BP.001.03.19.0000500

Sinar Rejeki Mtr Dps Cari Kryawan /wati Srabutan.CV Tulis Tgn WA:085954623765/081239875484 B.BP.001.03.19.0000570

Dcr Tkg bersih u/diDps lulusan SMA max 24 thn Hub 08123986029 B.BP.004.03.19.0000574

Dibutuhkan PRT untuk rumah Pribadi 087860003636 B.BP.001.03.19.0000578

DibutuhkanWaitress,Housekeeping &Security berpenglmn.Kirim CV ke Taman Nauli Jl.Raya Canggu 176 dkt Pepito Canggu / linda@tamannauli.com, 9077257 B.BP.004.03.19.0000576

Dicari Cook Wanita untuk di Seminyak Hub.0817345977

B.BP.001.03.19.0000567

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Yamaha Bisma Dicr:1.SMA/D1/S1 Ek 2. Mekanik Hub.T.Umar 142Dps

Avanza Velos Th’14 Akhir,Hitam Samsat Baru.Hub:081338773496

DIJUAL MOBIL

Avanza Veloz 1.5 AT Tahun 2014 Tgn 1 Hitam Hub.087862270180

B.BP.001.03.19.0000536

HONDA

Jazz Th 2006, Abu2 Metalik, Mulus Ex Wanita.Hubungi:085325750561

B.BP.001.03.19.0000531

Jual Honda HRV 2017 + BRV 2016 Hub:081547555316 Segera!

B.BP.001.03.19.0000585

TOYOTA

B.BP.001.03.19.0000569

B.BP.001.03.19.0000568

Toyota Yaris 1.5 A/T Thn’2014 Warna Putih Hub.085100416002 B.BP.001.03.19.0000566

DIJUAL TANAH

1,5A Jl.Glogr Carik,G.Kangguru No2 sdh tmbk kllg.085101818655 B.BP.154.03.19.0000549

PROPERTY

PROPERTY

DISEWAKAN TOKO

DIJUAL RUMAH

Dikontrakkan Toko di Sanur

Agya 2018 TRD AT Hitam Low KM Renon.Hub:081238433388

Rmh Jl.Imam Bonjol Perum Mutiara, 087860846839 / 081805531078

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.03.19.0000488

PROPERTY

B.BP.164.03.19.0000506

Kaje Dps Hub.088236096430 B.BP.001.03.19.0000564

DIJUAL RUMAH


BANGLI

14

Kamis Kliwon, 21 Maret 2019

SOSOK Kecintaan Membantu Sesama NAMA Sang Ayu Putri Adnyanawati sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat, terutama kalangan pegiat sosial di Kabupaten Bangli. Sosok wanita sederhana yang merupakan istri dari Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata ini selama ini sangat aktif berkecimpung di kegiatan sosial bersama para relawan. Membantu warga kurang mampu dengan pemberian sembako serta memfasilitasi warga kurang beruntung yang ada di pelosok-pelosok desa untuk bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan, menjadi aktivitas yang sering dijalaninya sejak empat tahunan terakhir. Dalam menjalankan kegiatan sosialnya, wanita kelahiran Semarang, 17 Agustus 1963 tersebut selama ini banyak didukung oleh komunitas-komunitas social seperti Bunga Bali, Angel Heart, Komunitas Bali Berbagi, Yayasan Badan Tera dan

Sang Ayu Putri Adnyanawati

relawan Andy Karyasa. Bisa membantu sesama yang membutuhkan mendatangkan kebahagiaan tersendiri baginya. Kecintaannya membantu sesama yang kurang mampu menjadi salah satu alasan dirinya terdorong untuk maju sebagai sebagai calon legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Bali dari Partai PDIP. Dirinya berkeinginan jika nantinya duduk di lembaga legislatif, bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat di segala bidang, seperti kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dirinya ingin bisa memiliki akses lebih besar dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Sang Ayu Putri mengungkapkan dari kegiatan sosial yang selama ini dilakukannya ke desa-desa, salah satu masalah yang ditemuinya yakni soal data warga kurang mampu. Diakuinya Pemerintah selama ini sudah memiliki data warga kurang mampu layak membutuhkan bantuan. Hanya data yang dimiliki tak ter-update secara maksimal. Hal itu menyebabkan masih ada saja warga miskin tercecer. Warga yang semestinya masuk dalam klasifikasi status kurang mampu, justru tidak tersentuh bantuan. “Data warga kan sangat dinamis. Bisa saja warga yang sebelumnya terdata mampu, kini menjadi kurang mampu. Begitu juga sebaliknya,” ujarnya. Mengantisipasi adanya bantuan yang salah sasaran, menurutnya sangat diperlukan adanya tenaga sosial yang dibentuk pemerintah untuk meng-update data sosial di masyarakat. Seperti pegiat sosial masyarakat (PSM) yang dulu pernah dibentuk pemerintah di desa-desa. “Pegiat sosial masyarakat seperti ini yang harus dihidupkan dan diperkuat kembali,” terangnya. Wanita asal Desa Bangbang, Tembuku ini menegaskan keputusannya untuk maju sebagai Caleg dalam pesta demokrasi kali ini bukan sebagai pelengkap. Besar harapannya ketika diberi kesempatan duduk di lembaga dewan nanti, dirinya dapat ditempatkan di komisi yang membidangi sosial. (ina)

TRUK - Kondisi truk yang jatuh ke jurang di jalur Culali.

Truk Pengangkut Pasir Jatuh ke Jurang Bangli (Bali Post)Sebuah truk pengangkut pasir jatuh ke jurang saat menanjak di jalur Culali, Banjar Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kintamani, Rabu (20/3) kemarin. Peristiwa tersebut menyebabkan kepala truk ringsek. Pengemudi truk, Nyoman Darmawan,

Tak Punya Siswa Kelas VI

Satu SD di Kintamani Tak Gelar USBN Bangli (Bali Post) – Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk jenjang SD akan dilaksanakan pada April mendatang. Dari 164 SD yang ada di Kabupaten Bangli, satu SD tidak menggelar USBN lantaran tak punya siswa kelas VI. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nyoman Suteja, Rabu (20/1) kemarin mengungkapkan, SD yang dimaksud yakni SD 3 Dausa di Kecamatan Kintamani. Dijelaskannya, selama ini jumlah siswa di SD tersebut sangat minim. SD yang direncanakan akan diregrouping dengan SD 1 Dausa tersebut, saat ini tak memiliki siswa kelas VI. “Karena itu hanya 163 SD yang menggelar USBN,” ujarnya. Disampaikannya, sesuai jadwal, USBN untuk jenjang SD akan dilaksanakan pada tanggal 8-15 April. Sementara USBN untuk tingkat SMP akan dilaksanakan mulai 8 sampai 13 April mendatang. USBN dilaksanakan secara manual yakni menggunakan kertas pensil. Soal-soalnya dibuat provinsi berkolaborasi dengan pusat. USBN diakui masih salah satu komponen atau indikator penentu kelulusan siswa, meski kelulusan siswa saat ini ditentukan sepenuhnya oleh sekolah. “Kelulusan siswa ditentukan dengan memperbandingkan nilai USBN, ujian nasional, dan hasil evaluasi siswa selama di sekolah. Jadi USBN tetap menjadi indikator. Walaupun tetap kelulusannya ditentukan oleh sekolah,” jelasnya. Sementara itu, dising-

gung mengenai pelaksanaan ujian nasional, Suteja mengatakan dari 30 SMP di Bangli, seluruhnya akan menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Khusus SMP Satap 1 Kintamani yang berlokasi di Dusun Kayuselem, Desa Songan, pelaksanaan UNBKnya bergabung ke SMPN 4 Kintamani di Desa Songan. Hal yang menjadi kendala SMP Satap 1 Kintamani tak bisa melaksanakan UNBK secara mandiri yakni karena keterbatasan sarana komputer dan akses internet. “Karena itu pelaksanaannya digabung,” ujarnya. Disebutkan Suteja, jumlah siswa kelas VIII SMP Satap 1 Kintamani yang akan mengikuti UNBK di SMPN 4 Kintamani kurang lebih 18 orang. Suteja menambahkan jelang pelaksanaan UNBK, sejauh ini berbagai persiapan sudah dilaksanakan oleh masing-masing sekolah. Salah satunya dengan menggelar simulasi. Agar pelaksanaan UNBK bisa berjalan lancar, pihaknya mengaku sudah bersurat ke PLN untuk membantu menjaga stabilitas listrik. Diakuinya, salah satu permasalahan yang dikhawatirkan mengganggu pelaksanaan UNBK yakni listrik. Terlebih dengan kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang. Kendala lainnya yang juga dikhawat-

disampaikannya dalam rakor beberapa waktu lalu. (kmb40)

irkan terjadi saat UNBK, yakni jaringan internet yang tidak stabil. Mengingat pada pelaksanaan UNBK nanti jaringan internet digunakan secara bersamasama dari seluruh sekolah se-Indonesia. “Pada pelaksanaan UNBK tahun lalu, di SMP 1 akses internetnya sangat lambat. Nunggu sampai dua jam-an. Dari rencana start pukul 08.00 wita, baru pukul 10.00 wita bisa dimulai,” terangnya. Terkait kekhawatiran persoalan listrik dan jaringan internet, Suteja mengatakan hal itu sudah sempat

“Kelulusan siswa ditentukan dengan memperbandingkan nilai USBN, ujian nasional, dan hasil evaluasi siswa selama di sekolah. Jadi USBN tetap menjadi indikator, walaupun tetap kelulusannya ditentukan oleh sekolah.” Kadisdikpora Bangli Nyoman Suteja

Loka Crana Dijadikan Contoh Pasar Bebas Sampah Plastik Bangli (Bali Post)Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli berencana menjadikan Pasar Loka Crana sebagai contoh pasar bebas sampah plastik. Untuk mewujudkan hal itu, pedagang yang berjualan di pasar setempat akan diminta menyediakan tas kain untuk membawa barang belanjaan konsumen. “Kita rencanakan seperti itu. Biar ada perbedaan dengan pasar lainnya. Jadi pasar percontohan,” kata Kepala Disperindag Bangli Nengah Sudibya belum lama ini. Sudibya mengakui, untuk mewujudkan hal itu tidak mudah. Harus ada dukungan dari para pedagang maupun konsumen. “Minimal, yang belanja bisa membawa tas kain. Sehingga tidak pakai plastik,” ujarnya. Untuk membatasi penggunaan plastik di Bangli, pejabat asal Penglipuran ini menjelaskan bahwa pihaknya pada akhir Januari lalu telah bersurat ke para pedagang pasar rakyat, pelaku

usaha toko swalayan dan pelaku usaha lainnya. Dalam surat tersebut, pedagang dan pelaku usaha diimbau tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai ketika melayani konsumen atau pembeli saat bertransaksi. Para pedagang dan pelaku usaha juga diminta menyampaikan kepada konsumen agar membawa kantong plastik berbahan ramah lingkungan atau tempat belanjaan setiap melakukan transaksi. Dalam surat itu, Disperindag juga mewajibkan petugas pasar rakyat menyosialisasikan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Plastik Sekali Pakai kepada para pedagang dan konsumen/pembeli di pasar rakyat. Sudibya mengklaim sejak diberikan surat imbauan, sejauh ini sudah mulai ada perubahan perilaku dari pedagang maupun konsumen. Hanya perubahannya tidak signifikan. Beberapa pelaku usaha toko swalayan, sudah ada yang menyampaikan ke konsumen tidak me-

Bali Post/ist

nyediakan plastik. Beberapa dari mereka juga mulai menyediakan kantung belanja berbahan kain. “Kalau di pasar rakyat masih belum maksimal. Karena itu, maka harus kita genjot lagi,” terangnya. Selain menyurati pedagang pasar dan pelaku usaha swalayan, untuk mengurangi penggunaan plastik, Sudibya juga mengaku sudah mendorong perajin-perajin di Bangli untuk berinovasi membuat produk-produk rumah tangga pengganti plastik. Produk yang dimaksud seperti sedotan berbahan bambu, gelas dari bambu, dan kantung belanja berbahan kain. Saat ini sudah ada satu orang perajin di Kelurahan Kawan yang mulai membuat sedotan berbahan bambu, namun belum dalam jumlah besar. “Harapan kita perajin di Bangli menangkap peluang ini dengan berinovasi membuat produk-produk yang berbahan ramah lingkungan sehingga penggunaan plastik di masyarakat bisa terus berkurang,” imbuhnya. (kmb40)

asal Desa Songan, berhasil selamat dari kecelakaan itu. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 wita. Kecelakaan berawal saat pengemudi truk Nyoman Darmawan datang dari arah timur menuju arah barat. Saat tiba di jalan menanjak, tiba-tiba truk putih bernomor polisi DK 8102 PQ

mengalami patah pada as yang kemudian mengakibatkan truk mundur dan terperosok ke jurang. Kerasnya benturan menyebabkan kepala truk ringsek. Oleh sejumlah warga, pengemudi truk diselamatkan dan dilarikan ke RSU Bangli. Kasatlantas Polres Bangli AKP I Nengah Sona saat dikon-

firmasi mengatakan, akibat kecelakaan tersebut pengemudi truk mengalami luka robek pada lengan tangan kanan, luka robek pada dagu, luka robek pada lutut kaki kiri, dan mengalami cedera kepala ringan. Saat ini pengemudi truk masih dirawat di RSU Bangli. (kmb40)

Perbaikan Tanggul Munduk Bebengan Diperkirakan Capai Rp 2 Miliar Bangli (Bali Post) – Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUTRPerkim) Kabupaten Bangli telah meninjau lokasi tanggul Munduk Bebengan di Banjar Tegalalang, Kelurahan Kawan yang jebol akibat hujan deras, Senin (18/3) lalu. Tindak lanjutnya, Dinas PUTRPerkim akan mengkaji ulang rencana perbaikan tanggul yang sebelumnya sempat diusulkan untuk dikerjakan tahun 2020. Sekretaris Dinas PUTRPerkim Kabupaten Bangli Made Soma, Rabu (20/3) kemarin mengungkapkan, sejatinya telah merencanakan perbaikan tanggul tersebut pada tahun 2020 mendatang. Sesuai usulan sebelumnya, perbaikan tanggul dianggarkan Rp 900 juta dengan dana yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Namun, karena adanya bencana banjir yang menyebabkan tanggul jebol, maka pihaknya akan kembali mengkaji ulang untuk menentukan estimasi biaya perbaikan. Menurut Soma, karena kerusakan tanggul saat ini cukup parah, maka pihaknya memperkirakan perbaikan akan menelan biaya antara Rp 1 hingga 2 miliar. Dalam upaya perbaikan nanti selain akan membangun kembali tanggul yang jebol tersebut dan akan membangun dinding penahan tanah. “Untuk menghindari kerawanan kebocoran, kita gunakan sistem beton,” ungkapnya. Terkait dengan dampak jebolnya tanggul yang mengancam hektaran lahan persawahan di hilir mengalami kekeringan, Soma mengaku akan

Bali Post/kmb40

TANGGUL - Kondisi tanggul Munduk Bebengan di Banjar Tegalalang, Kelurahan Kawan yang jebol akibat hujan deras, Senin (18/3) lalu. melakukan koordinasi dengan pihak subak. “Kalau memang memungkinkan, upaya penanggulangan untuk sementara akan dilakukan secara manual terlebih dahulu,” imbuhnya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dampak hujan deras yang terjadi, Senin (18/3) lalu, telah mengakibatkan Tanggul Munduk Bebengan untuk saluran irigasi Subak Tampadeha, jebol. Jebolnya tanggul menyebabkan banjir bandang yang kemudian merusak sejumlah pepohonan dan jalan setapak yang menuju ke tegalan warga. Kelian Subak Tegalalang Sang Ketut Rencana mengatakan, dampak dari jebolnya tanggul tersebut menyebabkan aliran air menuju Subak Tampedeha kini terpecah. Hektaran sawah yang berada di hilir, seperti di lingkungan Bebalang terancam mengalami kekeringan. Menurutnya untuk mengatasinya jalan satu-satunya

upaya yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan menanggulnya kembali. Kepala Lingkungan Tegalalang Sang Made Marjaya mengatakan, jebolnya tanggul tersebut terjadi sekitar sore hari. Terkait kejadian tersebut, pihaknya sudah melapor ke BPBD dan dinas terkait. Sementara itu, selain menyebabkan tanggul jebol, tingginya intensitas hujan juga menimbulkan dampak kerusakan di sejumlah titik. Di SMPN 2 Bangli, puluhan meter tembok penyengker ambrol hingga mengenai bangunan kelas yang ada di dekatnya. Di subak Subak Aya utara di lingkungan Blungbang, Kelurahan Kawan, hektaran lahan sawah rusak. Di Dusun Tangkas, Desa Susut, dampak hujan deras menyebabkan dinding penahan tanah sepanjang 30x7 meter milik warga I Nengah Cerita amblas. (kmb40)


OLAHRAGA

Kamis Kliwon, 21 Maret 2019

PROFIL

15

Kualifikasi Piala Eropa 2020

Kane akan Buktikan Inggris Pantas Difavoritkan London – Inggris akan membuka kampanye kualifikasi Euro 2020 di kandang Republik Ceko pada Sabtu (23/3) nanti. Status sebagai peringkat keempat Piala Dunia 2018 di Rusia dan lolos ke final Liga Negara Eropa pada Juni nanti menempatkan Inggris menjadi salah satu favorit untuk memenangkan Piala Eropa tahun depan.

Joko Honggono

Masih Pegang Rekornas MANTAN lifter andalan Bali Joko Honggono hingga kini masih memegang rekornas di kelas 105 +kg untuk angkatan clean and jerk 195 kg dan total angkatan 345 kg. Rekornas ini dibuatnya di Jakarta pada 2001. Kala itu, angkat besi putra dibagi delapan kelas dan putri tujuh kelas, namun sejak November 2018, putra dan putri sama-sama dibagi menjadi 10 kelas. Kelas 105+ kg yang tereliminasi digantikan kelas 109+ kg. Sebelumnya, pada PON XIV/1996 di Jakarta, Joko merebut medali perak dan pada PON XV/2000 di Surabaya, menyabet emas di kelas 105+ kg dengan angkatan snatch 140 kg, clean and jerk 175 kg dan total 315 kg. “Saya bangga mampu membuat rekornas, tetapi sayang tidak ada penggantinya,” tutur pria kelahiran Surabaya, 13 Februari 1981 ini. Joko mulai menggeluti olahraga angkat barbel sejak duduk di bangku kelas VI SD Cipta Darma. Ia diperkenalkan oleh sang ayah Sidji Honggono (alm) yang menjabat Bidang Komtek Pengprov PABBSI Bali. Joko pertama kali bertanding saat kelas I SMPN 1 Denpasar. Prestasi spektakuler ditorehkannya dengan menyabet 3 emas sekaligus memecahkan rekornas pada Kejurnas Remaja 1994 di Bekasi. “Saya terkadang dilatih papa,” kenang suami Monica Rani ini. Selanjutnya, Joko merebut 3 perak pada Kejurnas Junior di Bekasi, Desember 1994, mendulang 3 emas pada Kejurnas HUT ke-50 Kemerdekaan RI di Bali tahun 1995, bahkan dinobatkan menyandang predikat The Best Lifter. Joko kemudian meraih 3 perak pada Pra-PON. Pada Kejuaraan Dunia Junior 1997 di Cape Town, Afrika Selatan, menduduki peringkat kedelapan dan pada SEA Games 1997 di Jakarta menyabet perak. Joko juga menggapai 3 emas pada Pra-PON 1999, menyumbang perak pada Kejuaraan Asia Junior di Korsel, meraih perak pada SEA Games 2001 di Malaysia dan mendapat perak dalam Kejuaraan Asia Senior di Cina. Joko didera cedera lutut pada 2003. Pascaoperasi lutut, prestasinya mulai merosot. Saat tampil pada PON XVI/2004 di Sumsel, ia harus puas menduduki peringkat keempat. “Saya hanya latihan tiga pekan,’’ tutur ayah tiga anak ini. Setelah pensiun, Joko fokus menjadi pelatih. Ia beberapa kali mengikuti seminar nasional tentang kepelatihan angkat besi hingga mengantongi sertifikat. Joko juga mengikuti kursus pelatih di Bangkok dan memiliki sertifikat kepelatihan yang dikeluarkan Australia. Joko kini dipercaya PB PABBSI dan Kemenpora untuk menjaring bibit lifter ke daerah–daerah. Ia sempat memantau perkembangan bibit lifter di Kediri, Jatim. Joko juga melatih lifter Badung di Canggu untuk persiapan ke Pra-PON di Jakarta, Agustus mendatang. (nel)

Bali United Imbangi Timnas Senior Gianyar (Bali Post) – Bali United dan Timnas Indonesia senior berbagi hasil imbang 1-1 dalam laga uji coba yang tertutup bagi penonton di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (20/3) sore kemarin. Dikutif dari situs Bali United, Tim Serdadu Tridatu yang turun dengan skuad inti memulai laga dengan sangat baik. Dominasi permainan dikendalikan Paulo Sergio dan kawan-kawan dengan lebih banyak menguasai bola. Pada menit ke-16, lahir gol untuk Tim Serdadu Tridatu. Berawal dari tendangan bebas Irfan Bachdim yang mengarah ke kotak penalti, bola disundul bek Gunawan Dwi Cahyo dan sukses membobol gawang Timnas Indonesia yang dikawal Andritany. Pada menit ke-28, Bali United mendapat peluang lewat sontekan Paulo Sergio. Memanfaatkan umpan terukur Sutanto, Sergi melepaskan tendangan kaki kiri, namun tepat mengarah kepada Andritany. Pada menit ke-33, giliran Timnas Indonesia yang mendapatkan peluang lewat tendangan keras Febri Haryadi, tetapi tendangannya

masih mampu ditepis Wawan Hendrawan. Di babak kedua, pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy mengganti hampir seluruh pemainnya yang bermain di babak pertama. Hasilnya, Tim Garuda lebih memiliki tenaga dan bermain lebih dominan. Pada menit ke-62, timnas mendapat peluang setelah tendangan Greg Nwokolo mampu ditepis Wawan Hendrawan. Bola rebound yang disambut sundulan Riko Simanjuntak lagi-lagi mampu diamankan Wawan Hendrawan. Pada menit ke-68, kolaborasi Greg dan Riko kembali membahayakan gawang Bali United. Berawal dari penetrasi Riko dari sisi kanan dan dilanjutkan umpan ke dalam kotak penalti. Namun, sontekan Greg yang menyambut umpan tersebut masih melebar dari gawang Wawan Hendrawan. Timnas Indonesia mendapat hadiah penalti pada menit ke-78 setelah Michael Orah hansball di kotak penalti. Manahati Lestusen yang maju sebagai eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan baik. (kmb)

Peluang Inggris untuk menjuarai turnamen besar pertama kalinya sejak 1966 juga akan ditingkatkan karena mayoritas pertandingannya digelar di Wembley. Baik semifinal dan final akan diadakan di stadion ini serta setidaknya dua pertandingan grup jika Inggris lolos. “Kami tahu peluang untuk bermain Euro di mana sebagian besar pertandingan ada di rumah adalah peluang yang luar biasa dan Anda tidak sering mendapatkannya dalam karier Anda sehingga kami akan mencoba dan memanfaatkannya sebaik-baiknya,” kata kapten Inggris Harry Kane, Rabu (20/3) kemarin. Sebelum Piala Dunia, Inggris tidak diunggulkan. Namun, nyatanya mereka mampu membalikkan keadaan itu di Rusia. “Kami sudah menanganinya dengan sangat baik sejak Piala Dunia. Kami satu-satunya tim semifinalis Piala Dunia yang telah melewati Liga Negara Eropa walau berada

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih Bag 2 Seputar Bali Pagi Bali Channel Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Agrobisnis Pertanian Bunga Sedap Malam Prospektif Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini

10:05 Wita 11:00 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita

Bali Channel Tourist TV Solusi Alternatif Soman Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih Bag 3 Berita Siang Klip Bali Solusi Alternatif SoMan Seputar Bali Terkini Klip Bali Seputar Bali Terkini Dunia Kita Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping

di Southampton adalah yang ke-200 dalam kariernya. Striker 25 tahun ini berharap bisa mengikuti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang berada di m a s a jay-

Jerman Sementara itu, keputusan pelatih Jerman

Joachim Loew menyingkirkan dua bek berpengalaman Jerome Boateng dan Mats Hummels serta penyerang Thomas Mueller, dikritik oleh Juergen Klinsmann. “Harapan pribadi saya adalah bahwa pintu tetap terbuka untuk Hummels, Boateng dan Mueller. Mereka adalah pemain top, dan penting untuk memilikinya jika Anda membutuhkannya,’’ sebut Klinsmann kepada anak perusahaan AFP SID. Akan tetapi, Loew mengatakan bahwa dirinya tidak akan membiarkan tekanan menghampirinya. “Saya telah melakukan pekerjaan ini selama 14 tahun, jadi saya tahu bagaimana menghadapi tekanan dan kritik,” kilahnya. Klinsmann membawa Tim Panser ke posisi ketiga Piala Dunia 2006 dengan Loew sebagai asistennya. Kualifikasi Euro 2020 diikuti 55 negara untuk memperebutkan 24 tempat. Peserta dibagi menjadi 10 grup. Dua teratas dari setiap pul menjadi 20 tim pertama yang lolos. Piala Eropa tahun depan akan diadakan di 12 negara di seluruh Eropa. (afp/kmb)

Porprov di Tabanan Dianggarkan Rp 50 Miliar

RUGBY – Arena pertandingan rugby di Lapangan Umum Pupuan.

Bali Post/ist

James Harden Ukir Sejarah

Los Angeles – Bintang Houston Rockets James Harden mengukir sejarah dalam kompetisi NBA, Rabu (20/3) kemarin. Sebanyak 31 poin yang dicetaknya saat melawan Atlanta Hawks menjadikannya pemain pertama yang membuat setidaknya 30 poin melawan setiap tim di liga pada musim yang sama. Pemain 29 tahun itu membawa Rockets menang dengan skor 121-105 atas Hawks. Hasil ini membuat Rockets menjaga tekanan pada Golden State Warriors dan Denver Nuggets, sedangkan Hawks merosot ke kekalahan ke-48 musim ini. Rockets berada di posisi ketiga Wilayah Barat dengan rekor menang-kalah 45-26. Harden juga memiliki 10 assist dan 8 rebound. Clint Capela menambah 26 poin, Chris Paul mengumpulkan 13 poin dan 11 assist serta Danuel House Jr. menyumbang 19 poin dari bangku cadangan untuk Rockets. Skor Hawks dipimpin oleh Trae Young dengan 21 poin, 12 assist dan 4 rebound. Sementara Warriors bangkit

Kamis, 21 Maret 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita

di grup paling sulit. Kami mesti membuktikan kepada semua orang bahwa itu bukan hanya satu kali. Tim kami benar-benar membangun sesuatu yang istimewa di masa depan,” ujarnya. Kane mencetak empat gol dalam lima pertandingan terakhir untuk Tottenham Hotspur sejak kembali dari cedera selama lima minggu karena kerusakan ligamen pergelangan kaki. Di samping membela negara, pemenang Sepatu Emas Piala Dunia ini harus bersiap memimpin Tottenham menghadapi Manchester City di perempatfinal Liga Champions dan pertempuran untuk tetap bertahan di posisi ketiga Liga Utama Inggris. ‘’Sejak kembali dari cedera, aku merasa seperti tajam dengan banyak energi. Saat itulah aku merasa yang terbaik,” tambah Kane. Gol terakhir Kane yang lahir saat Tottenham kalah 1-2

anya pada usia 28-30 tahun. ‘’Ronaldo dan Messi telah membuktikannya. Aku masih harus melanjutkan,” tambah Kane.

16:30 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Folk Song Diabemed Nangun Yadnya Karya Padudusan Lan Mupuk Pedagingan Pejeng Kawan Gianyar Puja Trisandya Seputar Bali Malam Giliran Anda Orti Bali Folk Song Talk Show Merah Putih Ketika Bendesa Adat Dipilih Melalui Musyawarah Mufakat Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel

kembali dari kekalahan atas San Antonio Spurs dengan menundukkan Minnesota Timberwolves 117-107. Stephen Curry mencetak 36 poin, Klay Thompson membuat 28, Kevin Durant menghasilkan 17 dan veteran Swedia Jonas Jerebko menyumbang 18 poin untuk Warriors. Draymond Green yang menjaga pertahanan Warriors membuat 19 rebound dan 9 assist. “Ketika kamu bersenangsenang, kamu bisa melakukannya, terutama pada akhir seperempat,” kata Curry. Penampilan Curry mendapat pujian berlebihan dari pelatih Steve Kerr. “Dia suka tampil di pertunjukan dengan keterampilan dan kepribadiannya sedikit.

Senang menyaksikannya setiap malam karena ini musim yang panjang,” ujarnya. Warriors masih memimpin Wilayah Barat dengan rekor 48-22. Dalam laga lainnya, Sacramento Kings ditundukkan Brooklyn Nets dengan skor 121-123. D’Angelo Russell memberikan 44 poin untuk Nets. Milwaukee Bucks mengatasi Los Angeles Lakers 115-101. Bucks kini mengukir rekor 52-18 untuk duduk di tangga teratas Wilayah Timur, sedangkan Lakers di tempat ke-11 Wilayah Barat dengan rekor 3139. Philadelphia 76ers berhasil melewati Charlotte Hornets 118-114 untuk tetap di tempat ketiga Wilayah Timur. (afp/ kmb)

Tabanan (Bali Post) Pelaksanaan Porprov Bali XIV di Tabanan yang akan berlangsung September mendatang dianggarkan Rp 50 miliar. Rinciannya, kucuran dari Pemprov Bali Rp 25 miliar untuk renovasi GOR Debes, APBD Tabanan Rp 20 miliar guna persiapan kontingen dan bantuan KONI Bali Rp 5 miliar untuk pelaksanaan pertandingan seluruh cabang olahraga (cabor). Itu dilontarkan Ketua Umum KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan di Tabanan, Selasa (19/3). Dijelaskannya, rehab tahap pertama GOR Debes menghabiskan Rp 15 miliar dan tahap berikutnya Rp 10 miliar. “Pembangunan GOR Debes baru dimulai April nanti dan diharapkan rampung pada Juli. Pembangunan GOR Debes baru akan berlanjut pada tahun berikutnya sampai selesai,’’ ucapnya. Sementara renovasi di Stadion Debes meliputi

lintasan atletik, tembok keliling, dan pemeliharaan rumput lapangan sepak bola. Untuk itu, tiga bulan sebelum pelaksanaan Porprov Bali, pihaknya akan menutup lapangan sepak bola untuk umum agar bisa fokus pada pemeliharaan dan penataan rumput stadion. Ary Wirawan mengemukakan, arena pertandingan woodball di Selemadeg Timur perlu toilet, sedangkan lapangan rugby di Pupuan tinggal pemupukan dan pemeliharaan rumput yang dilakukan sesuai standar Porprov Bali. Sementara Lapangan Umum Kediri dipakai cabor panahan. “Kami juga memperhitungkan segi keamanan, jangan sampai anak panah meluncur terlalu jauh dan membahayakan,” ungkapnya. Pihaknya siap menerima usul dan saran dari delegasi teknis (technical delegate) cabor yang berkunjung ke Tabanan pada Kamis (21/3) ini. (022)


balipost http://facebook.com/balipost

S

Kamis Kliwon, 21 MAret 2019

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf Amin

uara Kandidat VVV

VVV VV

VVV VV VV VVV V VV

VV VVV VVVVV VVVV

VV V VV V VVV

IN

B

H

VVVV VV V VVVV VVVVV VV V VVVVVVVVVV VVVVVVV VVVVVVV VVV

EK

AT UN

GGAL IKA

Alumni SMA-SMK Se-Bali akan Gelar Reuni Agung dan Parade Budaya di Renon

sur

at s ua

ra

VVV

VVV VVVVVV VV

VVV VVVVVVV

VVVV VVVV VVV

V V V V VV VV VVVVVV VV VV VV VV VV VVVVV VVVVV VVVVVVVV V VVV VVVVVVVV V

BH

INE

KA KA TUNGGAL I

Revitalisasi Desa Adat

Bali Harus Inovatif Peroleh Sumber Dana ANGGOTA DPR RI, I Gusti Agung Putri Astrid, menekankan, warga Bali harus cukup inovatif untuk memperoleh berbagai sumber dana guna merevitalisasi desa adat. Selain itu, para politisi seperti dia, harus mau bekerja keras agar pemerintah pusat mau mempertimbangkan pengucuran dana ke daerah. “Tugas DPR RI menyambungkan dan mensinergikan potensi masyarakat dan pimpinan daerah dan kementerian agar eksistensi Bali di pentas nasional terus terjaga dan diperhitungkan,” tegas Gung Putri—sapaannya-- Rabu (20/3) kemarin, saat memberi materi dalam acara bimbingan teknis penerima program Revitalisasi Desa Adat (RDA) dan Fasilitasi Komunitas Budaya di Masyarakat (FKBM). Sedangkan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid menegaskan, pemerintahan Presiden Joko Widodo memiliki komitmen yang kuat untuk mempertahankan dan merevitalisasi kekayaan adat dan budaya melalui berbagai langkah nyata. “Salah satunya melalui program Revitalisasi Desa Adat dan Fasilitasi Komunitas Budaya di Masyarakat melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ini,” ujarnya. Hilmar menegaskan, desa adat merupakan penyangga kebudayaan Bali yang telah terbukti mampu

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Bali Post/ist

BIMBINGAN TEKNIS - Anggota DPR RI, I Gusti Agung Putri Astrid, (No.3 dari kanan) saat hadir pada acara bimbingan teknis penerima program Revitalisasi Desa Adat (RDA) dan Fasilitasi Komunitas Budaya di Masyarakat (FKBM), Rabu (20/3) kemarin. bertahan dalam menjalankan tradisi. Sangat wajar jika desa adat mendapat dukungan dari pemerintah karena manfaat langsung yang diperoleh, khususnya dalam menjaga harmoni dan taksu Bali. Dalam kesempatan itu, Dirjen menerima usulan akan pelestarian warisan budaya tak benda. Konkretnya adalah promosi dan pengembangan aksara Bali dengan pelestarian lontar, geguritan dan tembang serta berbagai karya budaya lainnya.

“Bantuan pemerintah memang berlaku secara nasional, tapi saya berharap bahwa Bali menjadi pionir dalam pelestarian kebudayaan,” tegasnya. Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyambut baik adanya penyaluran program bantuan tersebut di Bangli. Dia berharap, bantuan itu akan membuat desa adat tetap mempertahankan adat dan tradisi serta mampu menghadapi tantangan zaman. (kmb)

Denpasar (Bali Post) Komunitas yang menamakan diri Forum Alumni SMA-SMK Se-Bali Bersatu akan menggelar reuni agung di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. Kegiatan, menurut Ketua Panitia, Nyoman Gde Sudiantara, S.H., Rabu (20/3) kemarin, akan diisi parade budaya. Selain itu, lanjut Sudiantara, juga akan dideklarasikan dukungan untuk pasangan Capres-Cawapres 01: Jokowi-Ma’ruf Amin. Ia menegaskan forum ini akan puputan (habishabisan) memenangkan JokowiAmin pada Pilpres 17 April 2019 mendatang. “Akan ada kolosal 50 sekaa baleganjur, tari baris, dan Hanoman kemudian ditutup dengan pementasan musik,” ujar Nyoman Sudiantara. Menurut Sudiantara, ada empat grup band yang sudah bersedia tampil. Yaitu Crazy Horse, Toya Band, Lolot Band, dan Joni Agung & Double T. Ia menyatakan sudah berkoordinasi dengan komunitaskomunitas alumni seluruh Bali. Panitia menargetkan kehadiran alumni hingga 20 ribu orang. “Acara akan digelar mulai sore jam 3 sampai malam. Kami optimis akan dihadiri 20 ribu alumni, karena Bali daerah basis pendukung Jokowi-Amin,” tegas Sudiantara. Terkait dukungan ke Jokowi, Sudiantara menjelaskan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah menunjukkan buktinya memimpin Indonesia pada periode 2014-2019. Jokowi telah membangun di berbagai pelosok Indonesia tanpa membedakan suku, agama, ras, dan daerah. Pemerataan pembangunan itu nyata dirasakan oleh bangsa Indonesia. “Jokowi orang baik. Repre-

Bali Post/ist

JUMPA PERS - Ketua panitia deklarasi, Nyoman Sudiantara (kanan), dan Made Duarsa saat jumpa pers, Rabu (20/3) kemarin. sentasi Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama. Jokowi menyatukan Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau. Jokowi juga tidak memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Kami akan habishabisan mendukung Jokowi kembali memimpin Indonesia periode 2019-2024,” tegas alumni SMAN 1 Denpasar ini. Sudiantara menjelaskan, salah satu gerakan yang akan dilakukan adalah menangkal fitnah dan hoax yang ditujukan ke pasangan Jokowi-Amin. Alumni SMA-SMK seBali akan menangkal cara-cara hitan untuk menyudutkan Jokowi Amin. “Fitnah dan hoax akan memecah belah bangsa,” ujarnya. Sekretaris panitia, Made Duarsa, menambahkan, dalam deklarasi nan-

ti akan dibacakan maklumat alumni se-Bali sebagai bentuk dukungan kepada Jokowi-Amin. Salah satu isi maklumat adalah mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, tidak golput. “Satu suara sangat penting untuk kemenangan Jokowi, untuk NKRI. Karena Jokowilah yang bisa menjadi pemimpin semua kelompok dan golongan. Jokowi itu pluralis, penyatu semua golongan dan agama,” tambah alumni ITS Surabaya ini. Made Duarsa mengajak seluruh lapisan masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk hadir mencoblos nanti pada 17 April 2019. “Mari bersama-sama menyukseskan Pak Jokowi untuk kembali memimpin Indonesia di periode kedua,” ujar Made Duarsa. (kmb)

Ukm

Pernah Alami Kegagalan Beruntun BERTAHAN menjalani usaha batok kelapa, bukan tanpa alasan bagi Gede Suryawan. Sebelum nyetel dengan usahanya ini, dia sesungguhnya sudah berulang kali gagal menjalankan berbagai jenis usaha. Dia berkisah, sejak tamat SMA pernah merintis usaha menjadi peternak. Awalnya, usahanya berjalan baik. Tetapi, akhirnya meredup lantaran banyak ayamnya mati mendadak. Gagal menjadi peternak ayam, dia beralih menjadi peternak bebek. Namun, dalam perjalanannya ketika bebeknya sudah siap jual, justru bebeknya susah dipasarkan. Ketika tahun 1996, dia kemudian ada ide baru setelah diajak bisnis kerajinan batok kelapa oleh adiknya. Ia benarbenar merintis dari nol. Saat itu, beli kelapa Rp 1.000 sudah dapat empat butir. Dan, ia pun optimis membuat brand Yande Batok. Produk pertamanya adalah mangkok. Hasil kerajinannya itu dia tawarkan ke sejumlah artshop di Kuta. Melihat respons pasar yang cukup baik kala itu, dia lantas memberanikan diri membuka kios kerajinan batok kelapa di Pasar Sukawati, Gianyar. Setelah beberapa tahun mencoba peruntungan di Gianyar, dia lantas memutuskan mandiri membuka lokasi produksi sendiri di lokasi sekarang, sekitar tahun 2004. Berkecimpung di dunia kerajinan batok kelapa merupakan penyelamat bagi Gede Suryawan dalam menggeluti dunia bisnis. Meski demikian, dia mengaku pernah dalam situasi sulit ketika terjadi bom di Kuta, yang menyebabkan kunjungan wisatawan anjlok. Apalagi waktu itu pembangunan etalase barang hasil produksi miliknya hasil dari pinjaman di bank. Beruntung dia masih memiliki pelanggan setia di sejumlah artshop di Sukawati, yang membuatnya bisa tetap bertahan. Dia bersyukur, usaha batok kelapa ini mengantarkannya pada kehidupan yang lebih baik. Bahkan, bisa membuka lapangan kerja untuk keluarganya, hingga terus mampu menjaga produksi berkualitas ekspor. Sebagaimana data Dinas Koperasi dan UKM Klungkung, ada tujuh UKM Klungkung yang memiliki produk kualitas ekspor. Antara lain, Akemi Bali, bergerak di sektor alat rumah tangga dari kayu. Kemudian, Dream Ball, pada unit suvenir, PT Bening Big Tree Farms dalam unit usaha garam. CV Tripple Star Bali bergerak di sektor logam dan Yande Batok, pada bidang unit usaha suvenir dari batok kelapa. Ada pula UD Kamasan Bali dengan usaha kerajinan uang kepeng. Kopi Bubuk Gapura dalam bidang produsen trader kopi dan PT Bamboo Indo Lestari yang bergerak di bidang produsen lantai berbahan bambu. (gik)

SESUAI TREN - Proses produksi kerajinan batok kelapa, mulai dari mengupas, mengeluarkan isinya, menghaluskan permukaan batok kelapa, hingga membentuknya sesuai dengan tren permintaan pasar.

Yande Batok

Bertahan di Tengah Perubahan Pasar dan Fluktuasi Harga Kelapa BALI dikenal sebagai penghasil produk kerajinan yang khas dan unik. Salah satunya kerajinan batok kelapa. Namun, situasi pasar lokal yang pasang surut dan harga bahan baku yang berfluktuasi menjadi tantangan berat. Tidak banyak pengusaha kerajinan batok kelapa yang bisa bertahan. Salah satunya Yande Batok, di Desa Negari Banjarangkan, Klungkung. Kunci bertahan dan berkembang adalah harus bisa menyesuaikan diri atau bisa mengikuti tren pasar. Gede Suryawan pemilik Yande Batok, dikenal sebagai pengusaha tangguh kerajinan batok kelapa. Usahanya bertahan cukup lama, meski kerap kali mengalami pasang surut usaha. Baginya, buah kelapa bisa diolah menjadi aneka bentuk kerajinan. Lewat tangan-tangan kreatif warga Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, markas usaha Gede Suryawan, buah kelapa diolah menjadi berbagai bentuk suvenir. Hasil kerajinan ini cukup diminati, bahkan sampai ekspor ke sejumlah negara. Sentra usaha Gede Suryawan adalah Yande Batok, di Banjar Dinas Sari Merta Desa Negari. Di lantai satu rumah miliknya itu, ada 15 karyawannya yang bekerja mengolah buah kelapa ini. Setiap hari, ada sedikitnya seribu butir

buah kelapa diolah menjadi berbagai bentuk suvenir unik. Namun, prosesnya tidak mudah. Pertama, buah kelapanya harus yang benar-benar tua. Kemudian kulitnya dikupas, isinya dikeluarkan, baru dihaluskan dan dibentuk sesuai bentuk kerajinan yang diinginkan. Misalnya dalam bentuk mangkok, gayung, hiasan meja, boneka, tempat lilin, dan berbagai bentuk benda seni lainnya, sesuai permintaan pasar artshop kepada tempat ini sebagai lokasi produksi. “Di sini kita harus peka melihat minat pasar. Sehingga, bentuk kerajinan kita pun menyesuaikan,” kata Gede Suryawan saat ditemui di tempat usahanya, belum lama ini. Biasanya permintaan tinggi saat high season kunjungan wisata dari Juni sampai Oktober.

Hasil produksinya menyasar artshop seluruh Bali. “Saya khusus bergerak dalam kerajinan usaha batok kelapa. Jenis produk kita ada banyak. Tetapi, mana yang menjadi prioritas, tetap harus melihat tren pasar,” kata Suryawan. Ketika tren pasar lebih dominan pada produk hiasan, maka itu yang diproduksi dominan. Demikian juga bentuk suvenir, menyesuaikan agar mengikuti tren sebagai oleh-oleh khas Bali, yang mudah dijumpai di setiap artshop di Bali. Misalnya, Bali dikenal dengan babi, maka ada suvenir yang dibentuk menyerupai babi. Demikian juga suvenir yang unik-unik bermotif ukiran dan bentuk kreativitas bernilai seni lainnya. “Jadi, referensi kami banyak. Di sini, juga harus peka menangkap itu. Jadi, tak monoton bikin mangkok dan gayung saja. Setelah produksinya banyak, trennya sudah tidak dapat, maka barangnya akan lama laku terjual,” katanya seraya menegaskan, tren saat ini lebih kepada berbagai bentuk benda seni yang bisa memperindah ruangan. Saat ini tempat usaha Suryawan, Yande Batok, di Banjar Sarimerta, Desa Negari, Ke-

camatan Banjarangkan, menjadi satu-satunya usaha yang bergerak di bidang mengolah batok kelapa menjadi bendabenda bernilai tinggi. Dia pun bisa mempekerjakan seluruh kerabat dan keluarganya dalam satu tempat usaha dan berkembang secara bersama-sama. Ditanya soal kendala, Suryawan mengakui bukan pada sepinya respons pasar, tetapi, bahan baku kelapa itu sendiri. Sebab, bahan baku kelapa harganya terus berfluktuasi. Harga bisa saja murah, standar, hingga melonjak. Pada harga standar, dia lega, karena kelapa bisa didapat seharga Rp 3.000 sampai Rp 4.000 per butir. Tetapi, saat harga melonjak, harga kelapa bisa mencapai Rp 9.000 per butir. Pada saat harga kelapa naik inilah, dia dan karyawannya akhirnya terinspirasi untuk mengolah bagian isi kelapanya menjadi minyak goreng dan saur. Bahkan, sempat berkembang hingga membuat nata de coco dan sagon.

Kelangkaan bahan baku ini pula yang membuat sejumlah usaha serupa di Klungkung akhirnya gulung tikar. Saat ini, yang bertahan terus berproduksi di bidang usaha ini hanya Yande Batok. Sebab, Suryawan sudah terbiasa dengan pasang surut usaha ini yang sudah dilakoni sejak tahun 1996 dan mulai formal sejak tahun 2008. Dia nyaman dengan usaha ini, karena kerajinan batok kelapa sejatinya adalah salah satu identitas khas Klungkung. (gik)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 21 Maret 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu