terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
12 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 183 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
jumat paing, 21 Februari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Penemuan Mayat di Padanggalak
Pecalang Istri di Pura Batukau
Pencemaran Danau Batur
Mayat tanpa identitas menggegerkan pengunjung Pantai Padanggalak, Denpasar Timur, Kamis (20/2) pagi. Belakangan diketahui mayat pria bertato dan berbadan kekar itu adalah Kadek Setya Budi (37) beralamat di Jalan Letda Reta Utara Gang Ratna, Yangbatu, Denpasar.
Pecalang istri ikut menyukseskan Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Kamis (20/2) kemarin. Sejak pagi puluhan pecalang istri itu sudah tampak siap ‘’menyambut’’ krama pamedek istri, sebelum masuk ke areal tengah Pura Luhur Batukau. TABANAN | HAL. 5
Keberadaan keramba jaring apung (KJA) salah satu penyebab pencemaran Danau Batur. Terkait hal itu, Bupati Bangli I Made Gianyar berencana membuat sodetan di pinggiran danau tersebut.
DENPASAR | HAL. 2
OPINI
Memandang Corona sebagai ’’Opportunity’’ Oleh: Dwi Yustiani, S.ST. China-Southern dengan rute Guangzhou-Denpasar dengan nomor penerbangan CZ625 menjadi penerbangan terakhir dari dan menuju Tiongkok daratan, sebelum kebijakan penutupan pintu untuk penerbangan dari dan ke Tiongkok dibuka kembali. Status darurat global dari WHO terkait virus Corona turut memberikan pertimbangan bahwa permasalahan ini merupakan sesuatu yang patut untuk dipertimbangkan cara penanggulangannya. Bagi Bali khususnya yang dominan didatangi oleh wisatawan Tiongkok membutuhkan perhatian akan dampaknya, atau bisa jadi ini bahkan membukakan jalan bagi Bali untuk menggaet wisatawan dari kawasan lain. Sebagai negara yang memiliki populasi terbesar dengan jumlah share mencapai 18,5 persen dari penduduk dunia (Worlddometer), Tiongkok menjadi negara superpower ekonomi global kedua setelah Amerika Serikat. Bahkan berdasarkan data World Bank, bahwa Tiongkok telah mengambil alih posisi Jepang sebagai ekonomi terbesar kedua pada tahun 2010. Beberapa ekonom malah memprediksi bahwa ekonomi Tiongkok akan melampaui Amerika sekitar tahun 2030 (CNBC). Tiongkok yang merupakan negara superlative yang secara rata-rata memiliki pertumbuhan ekonomi 6,7 persen per tahun telah membuat negara ini berubah menjadi pemimpin global dalam hal teknologi dan manufaktur. Berdasarkan The Global Competitive Index 2019, Tiongkok menempati peringkat ke-28 dengan skor sebesar 73,9. Secara peringkat sama dengan tahun 2018, namun secara nilai skor meningkat 1,3 dibandingkan 2018. Dari Overviewkey yang ada dalam indeks tersebut bahkan mencatat bahwa dari sisi marketsize, Tiongkok menempati urutan pertama, yang menunjukkan bahwa potensi pasar Tiongkok sangatlah besar dan cenderung dikuasai penuh. Tiongkok memiliki total 186 unicorn start-up dan tengah membangun pusat teknologi raksasa yang terpusat pada 11 wilayah. Namun, Tiongkok telah merilis pertumbuhan ekonomi di tahun 2019 yang tengah mengalami pelambatan, bahkan selama 29 tahun terakhir menjadi yang terburuk. Dalam sebuah buku yang berjudul ‘’Global Economy Prospect’’ oleh The World Bank memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok diprediksi semakin menurun hingga 2021. World Bank memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok di tahun 2020 mencapai 5,9 persen dan melambat kembali di tahun 2021 menjadi 5,8 persen. Di samping itu, pelambatan ekonomi Tiongkok juga terlihat dari jumlah volume impor serta volume produksi dari industri yang ada di Tiongkok yang semakin melambat. Dalam sebuah buku yang berjudul ‘’Outbound Chinese Tourism and Comsumption Trend’’ 2017 menyebutkan bahwa seiring dengan meningkatnya tingkat pendapatan penduduk Tiongkok, berwisata menjadi indikator utama dan cenderung berwisata ke luar negeri untuk berlibur. Hal. 11 Produk Lokal
BANGLI | HAL. 9
KARYA AGUNG - Ratusan penari Rejang ngaturang ayah saat puncak Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Batukau, Kamis (20/2) kemarin. Adapun aedan Karya Agung Pangurip Gumi di-’’puput’’ 14 orang sulinggih. Setelah aed upacara Pangurip Gumi puput barulah dilaksanakan Piodalan Agung. Adapun Karya Pangurip Gumi rangkaiannya mapedudus agung, pangurip gumi, mapeselang, pangusaban agung dan pedanan.
Puncak Karya Agung Pangurip Gumi Pura Luhur Batukau
Di-’’puput’’ 14 Sulinggih ’’Masineb’’ 9 Maret 2020
Ribuan krama Hindu dari berbagai daerah di Bali membanjiri areal Pura Luhur Batukau, Wongaya Gede, Penebel, Tabanan, Kamis (20/2) kemarin. Sebab, pada Umanis Galungan kemarin merupakan puncak Karya Agung Pangurip Gumi yang bertepatan dengan pujawali di pura tersebut.
S
ebelum katuran pujawali (piodalan), diawali dengan aedan upacara puncak Karya Agung Pangurip Gumi. Upacara yang sangat disakralkan ini di-puput 14 sulinggih. Ketua Panitia I Karya Agung Pengurip Gumi, I Wayan Arya, mengatakan untuk upacara Karya Agung Pangurip Gumi menggunakan upakara jangkep dengan tingkatan utamaning utama. Adapun aedan Karya Agung Pangurip Gumi di-puput 14 orang sulinggih. Di antaranya Ida Pedanda Budha Jelantik Karang dari Geria Jelantik Budakeling, Ida Pedanda Wayahan Bun Geria Sanur Pejeng, Ida Pedanda Budha Jelantik Dwaja Geria Jelantik Dauh Pasar, Budakeling, Ida Pedanda
’’Karya Agung Pangurip Gumi ini juga bagian dari aktualisasi visi-misi Gubernur Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yang merupakan perluasan dari konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan manusia dengan Tuhan, dengan alam dan dengan sesama manusia.’’ Dr. I Komang Gede Sanjaya Wakil Bupati Tabanan
Geria Taman Baturiti. ‘’Setelah aedan upacara Pangurip Gumi puput barulah dilaksanakan Piodalan Agung. Adapun Karya Pangurip Gumi rangkaiannya mapedudus agung, pangurip gumi, mapeselang, pangusaban agung dan padanan. Setelah rangkaian upacara tersebut Ida Batara akan malinggih ring Bale Sari, setelah itu kembali munggah ke yoga lantur katuran pujawali agung,’’ terangnya. Selain itu, untuk melengkapi rangkaian prosesi upacara Karya Agung Pangurip Gumi juga dipentaskan sejumlah tari wali seperti tari Baris Gede, Rejang Dewa, Gambuh, wayang yadnya dan sebagainya. Sementara itu, Ketua Umum Panitia Karya Agung Pangurip Gumi yang juga Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya mengatakan sangat berterima kasih atas antusias krama yang cukup tinggi dalam melaksanakan sraddha bhakti-nya ngaturang ayah. Bahkan di setiap rangkaian karya mulai dari berbagai persiapan upakara, prosesi pamelastian, tawur agung begitupun pada puncak karya sampai nanti panyineban. ‘’Saya
juga mengapresiasi sejumlah pejabat yang telah ikut ngaturang ayah tari Topeng Sidakarya dan Topeng Keras seperti Wagub Bali Cok Ace, Wawali Denpasar Jaya Negara, Prof. Bandem, Putu Eka Nurcahyadi, Prof. Gst Ngurah Sudiana, Prof. Dibia, dan seniman lainnya, ’’ ucapnya. Begitu pun pihaknya tidak pernah lupa selalu mengucap syukur pada Ida Sesuhunan di Pura Batukau, bahwa pelaksanaan Karya Agung Pangurip Gumi sampai pada puncak karya kali ini bisa berjalan lancar dan labda karya. Menurutnya, hal ini juga tidak terlepas dari antusias krama dan sraddha bhakti dalam menyukseskan karya. ‘’Artinya pemikiran hati dan jiwa terpusat ngayah pada Ida Batara. Saya yakini dan saya melihat karya sudah berjalan baik,’’ ucapnya. Karya Agung Pangurip Gumi yang digelar kali ini, lanjut Sanjaya, mengandung makna menghidupkan atau merekonstruksi lagi jagat alam raya dalam arti keseimbangan dan keharmonisan. Hal. 11 Jadi Seimbang
Penumpang Diamond Princess Boleh Tinggalkan Kapal Harian Bisnis Bali Pasar Domestik Jadi ‘’Penyelamat’’ Lobster Walau hasil tangkapan nelayan lobster dihargai lebih murah, kini pasar domestik menjadi satusatunya penyelamat nelayan lobster di Yeh Gangga, Tabanan. Kenapa? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Wisata Murah Meriah Jadi Pilihan Warga Beberapa objek wisata yang murah-meriah menjadi alternatif sebagian warga Tabanan untuk mengisi waktu libur hari raya Galungan. www.denpost.id
Empat WNI Positif Corona, 70 Lebih Segera Dipulangkan KAPAL pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, Rabu (19/2), telah membolehkan penumpangnya meninggalkan kapal untuk kembali ke negaranya. Sebelumnya ribuan penumpang diisolasi di kapal yang mengangkut sekitar 3.700 orang. Kapal berbendera Inggris itu tiba di Jepang 3 Februari lalu. Lebih dari 600 penumpang terbukti positif mengidap virus Corona. Dari jumlah tersebut, empat orang adalah warga negara Indonesia (WNI). Presiden Jokowi mengatakan KBRI di Jepang terus memantau warga negara In-
donesia yang positif terjangkit virus Corona di kapal pesiar Diamond Princess. ‘’Sampai saat ini saya telah menerima info ada empat yang positif kena virus Corona di kapal pesiar Diamond Princess yang ada di Jepang. Itu sudah dibawa ke RS di Jepang. KBRI selalu memantau itu,’’ kata Presiden di Jakarta, Kamis (20/2) kemarin. Presiden mengatakan di atas kapal masih ada sekitar 70 orang lebih lagi WNI. Terkait peluang untuk memulangkan WNI yang ada di kapal pesiar tersebut, Presiden menyampaikan pemerintah masih terus membahasnya
dengan otoritas Jepang. Pada Rabu (19/2), seiring dengan berakhirnya masa karantina selama 14 hari, Jepang memperbolehkan para penumpang kapal Diamond Princess yang tak terinfeksi untuk meninggalkan kapal. Ratusan orang mulai turun dari kapal tersebut. Proses ini diperkirakan berlangsung beberapa hari. Total ada sekitar 3.700 orang di kapal, namun yang terinfeksi tidak diperbolehkan meninggalkan kapal. Total ada 620 kasus infesi virus COVID-19 di Diamond Princess. Hal. 11 Evakuasi Warga
Bali Post/ant
EVAKUASI - Sejumlah ambulans mengevakuasi penumpang kapal pesiar Diamond Princess di Pelabuhan Yokohama, Jepang.
Jumat Paing, 21 Februari 2020
Penemuan Mayat Gegerkan Pengunjung Pantai Padanggalak Denpasar (Bali Post) Mayat tanpa identitas menggegerkan pengunjung Pantai Padanggalak, Denpasar Timur, Kamis (20/2) pagi kemarin. Belakangan diketahui mayat pria bertato dan berbadan kekar itu adalah Kadek Setya Budi (37) beralamat di Jalan Letda Reta Utara Gang Ratna, Yangbatu, Denpasar. Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Nyoman Karang Adiputra membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat itu. Dugaan sementara, korban yang sempat viral dan beridentitas Mr. X itu diduga tewas karena terseret air laut. Dijelaskan, sekitar pukul 06.30 Wita, warga yang sedang berkunjung ke pantai menemuan korban dalam posisi tengkurap di bibir pantai. Dia hanya mengenakan celana pendek warna biru dongker. Sedangkan di bagian kepala terdapat luka lecet, serta ada darah segar dari bibir korban. Sedangkan dari keterangan saksi orangtua korban, I Nyoman Rania (75), kata Kapolsek, sebelum ditemukan meninggal, korban sempat mengeluh sakit pada bagian dada, sakit kepala, batuk serta badannya dirasakan panas. Korban pun sempat meminta maaf pada orangtuanya, sebelum meminta obat kepada keponakannya. Malam sebelum ditemukan menjadi mayat, atau saat hari raya Galungan, ujar polisi, sekitar pukul 20.00 Wita korban sempat minta uang pada ibunya. Tak lama berselang korban pergi tanpa memberi tahu ke mana. Kamis pagi kemarin orangtua korban baru tahu anaknya meninggal setelah diinformasikan oleh tetangganya soal sosok mayat yang viral di media sosial FB. Saksi Ketut Wira (63) kepada polisi menyampaikan, Kamis pukul 06.30 Wita sedang jalan-jalan di sepanjang Pantai Padanggalak, Denpasar. Dia melihat ada orang yang digulung ombak dengan posisi badan tengkurap. Saksi Wira kemudian meminta pertolongan kepada warga yang ada di sekitar pantai untuk menarik orang tersebut. Bersama warga kemudian mayat itu dibawa ke bibir pantai bersama saksi lainnya, seperti Anak Agung Putu Asta (75) dan warga lainnya. Bahkan saksi sempat melihat-lihat (memeriksa) dan setelah dicek korban sudah tidak bernapas. Wargan pun melaporkan temuan mayat itu ke pihak polisi. Sekitar pukul 07.50 Wita Tim Identifikasi Polresta Denpasar didampingi SPKT Polresta Denpasar tiba di lokasi, selanjutnya melaksanakan olah TKP. Dari hasil olah TKP, dugaan awal korban meninggal karena hanyut diseret arus Pantai Padanggalak dan bekas luka karena gesekan dengan pasir atau kerikil karang yang ada di pantai. Pukul 08.20 Wita Tim Ambulans BPBD Kota Denpasar tiba di lokasi, selanjutnya mengevakuasi mayat korban ke RSUP Sanglah untuk pemeriksaan lebih lanjut. (kmb37)
Sekda Dewa Indra Kerahkan ASN dan Tenaga Kontrak Sukseskan SP 2020
Saya kira waktunya sangat cukup untuk mencapai target 100 persen pada 24 Februari mendatang.
SEKRETARIS Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengerahkan seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Bali baik yang berstatus ASN maupun Non ASN (tenaga kontrak) untuk menyukseskan Sensus Penduduk (SP) berbasis Online tahun 2020. Dewa Indra menargetkan pada Senin (24/2) mendatang, 100 persen pegawai Pemprov Bali telah memenuhi kewajibannya untuk mengisi data sensus kependudukan. Hal tersebut terungkap dalam keterangan Sekda Dewa Indra yang dirilis Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Kamis (20/2). Menurut Dewa Indra, langkah ini merupakan tindak lanjut dari komitmen yang diutarakan Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho, Sabtu (15/2). Saat itu Gubernur Koster menyampaikan dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan SP
Generasi muda Bali harus diarahkan agar memiliki ketertarikan untuk menekuni pekerjaan di sektor pertanian. Mereka perlu diarahkan menggarap pertanian modern dan berorientasi pasar. Penggunaan teknologi pertanian agar semakin ditingkatkan intensitasnya guna memberikan produktivitas yang tinggi dan juga menghasilkan kualitas produk yang sesuai dengan permintaan pasar.
Bali Post/kmb37
Pasca-Galungan Volume Sampah 1.200 Ton
Denpasar (Bali Post) Pasca-Galungan, volume sampah meningkat 50 persen dari biasanya. Karena saat Umanis Galungan, Kamis (20/2) kemarin, sedikitnya terdapat 1.200 ton sampah yang berhasil dikumpulkan. Kebanyakan sisa banten upakara yang ada di masing-masing rumah tangga. Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLHK Kota Denpasar I Ketut Adi Wiguna yang dikonfirmasi menyebutkan jumlah sampah di Denpasar pasca-Galungan naik hingga 50 persen dibandingkan hari biasanya. ‘’Setelah dikumpulkan total sampah sebanyak 1.200 ton, naik 50 persen dari hari biasanya,’’ kata Wiguna. Ia mengatakan, pada hari biasa jumlah sampah yang dihasilkan di Denpasar sebanyak 600-800 ton per hari. Adapun sampah ini didominasi oleh sampah sisa upakara, seperti canang dan bunga yang diangkut dari lokasi atau titik-titik yang dijadikan tempat sembahyang. ‘’Sampah yang mendominasi kebanyakan sampah organik berupa sampah sisa sembahyang yang dapat diolah menjadi kompos,’ imbuh Wiguna. Untuk membersihkan sampah pasca-Galungan, pihaknya menerjunkan sebanyak 400 orang petugas. Sedangkan jumlah armada yang diterjunkan sebanyak 65 unit. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk ikut aktif menjaga kebersihan lingkungan serta meminimalisir jumlah sampah. (kmb12)
sanaan SP 2020 di lingkungan Pemprov Bali. Untuk memudahkan pemantauan, Kepala OPD diminta melaporkan progres SP di lingkungan masing-masing secara langsung kepada Sekda Provinsi Bali. Untuk diketahui, SP berbasis online baru pertama kali digelar di Indonesia dan dilaksanakan mulai tanggal 15 Februari hingga 31 Maret 2020 atau selama 45 hari. Untuk pengisian data secara online, masyarakat bisa mengakses link sensus.bps.go.id, lanjut melengkapi data yang diminta. Pemerintah sangat membutuhkan data yang akurat sebagai acuan untuk merancang perencanaan dan menentukan arah kebijakan pembangunan. Dewa Indra juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Bali dan seluruh masyarakat Bali untuk melaksanakan sensus penduduk 2020 secara online. (kmb)
Fakultas Pertanian Dwijendra ini, perlu diidentifikasi terlebih dahulu, seperti dimensi sosial, budaya, lingkungan (hidrologi, ekologi, ekosistem), teknis, ekonomis, serta wisata dan dimensi lainn y a . Pelestarian subak harus dibu-
mikan di tengah-tengah masyarakat sehingga dapat ditumbuhkan jiwa mencintai subak untuk selanjutnya terimplementasi dalam kegiatan atau tindakantindakan yang membangun dan mengembangkan subak ke arah yang dinamis dan progresif. Peningkatan pendapatan petani akan menjadi insentif ekonomis yang utama bagi para petani untuk menjamin keteguhannya di dalam berusahatani. (025)
Arahkan Generasi Muda Garap Pertanian Berorientasi Pasar Dewa Made Indra
Denpasar (Bali Post) -
Sesosok mayat yang menggegerkan pengunjung Pantai Padanggalak, kemarin.
2020 di Provinsi Bali. Untuk mengejar target 100 persen, Dewa Indra mengeluarkan instruksi kepada para staf ahli, asisten sekda dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Bali agar menggerakkan seluruh pegawai baik ASN maupun Non ASN untuk segera melaksanakan sensus. Menurut birokrat asal Buleleng ini, waktu yang dibutuhkan untuk pengisian data tak lebih dari sepuluh menit. “Tidak menyita banyak waktu, jadi tak ada alasan untuk tidak selesai. Kecuali yang bersangkutan memang malas,” tandasnya. Ia minta seluruh pegawai memanfaatkan waktu beberapa hari ke depan, khususnya Sabtu dan Minggu untuk pengisian data SP secara online. “Saya kira waktunya sangat cukup untuk mencapai target 100 persen pada 24 Februari mendatang,” tambahnya seraya menugaskan Kepala Dinas PMD Dukcapil Prov. Bali memonitor pelak-
Menurut pengamat pertanian yang juga Rektor Dwijendra University, Dr. Ir. Gede Sedana, M.MA., Kamis (20/2) kemarin, generasi muda tidak memiliki kesulitan untuk mengakses informasi, pengetahuan dan teknologi tentang pertanian dan pasar produk-produk pertanian yang bermanfaat untuk penguatan kapasitas mereka. Selain itu, soft skill generasi muda juga perlu diperkuat melalui pengenalan subak sejak dini. Belumlah terlambat anakanak yang masih menginjak pendidikan dasar diberikan edukasi tentang subak melalui keterlibatan langsung di tengah hamparan sawah, misalnya teknik pengajaran dalam bentuk sosio drama, seperti yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Teknik pengajaran ini dapat
menumbuhkan kecintaan anakanak terhadap kehidupan bertani. Dia mengakui nilai-nilai budaya pertanian hingga saat ini masih menjadi salah satu pendukung budaya Bali yang tercermin dalam aktivitas subak sebagai sistem irigasi tradisional. Namun, eksistensi subak-subak di Bali telah mengalami masalah, tantangan dan ancaman yang cukup serius sebagai akibat dari tekanan internal dan juga eksternal subak. Salah satu indikator dari tantangan dan ancaman tersebut adalah keengganan generasi muda menekuni pekerjaan pertanian, khususnya di lahan sawah. Faktor penyebab utama adalah adanya anggapan bahwa pendapatan dari usaha tani padi masih rela-
tif rendah jika dibandingkan dengan pendapatan dari luar sektor pertanian. Kondisi ini tidak dapat dibiarkan jika tidak ingin keajegan subak mulai melemah dan bahkan menuju pada terdegradasinya nilai-nilai budaya subak. ‘’Pemerintah dan berbagai stakeholder perlu duduk bersama menyusun perencanaan yang inklusif untuk pelestarian subak secara dinamis di tengah-tengah pesat pembangunan ekonomi dan pariwisata di Bali,’’ ujarnya. Berbagai dimensi dalam pengembangan subak, kata mantan Dekan Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Pemerintah dan berbagai stakeholder perlu duduk bersama menyusun perencanaan yang inklusif untuk pelestarian subak secara dinamis di tengah-tengah pesat pembangunan ekonomi dan pariwisata di Bali,
Angkat Posisi Tawar Subak
ORGANISASI tradisional subak yang tumbuh sejak 4.000 tahun lalu, saat ini sudah mulai terancam punah, terutama akibat alih fungsi lahan. Terlebih lagi kondisi SDM petani yang sangat lemah dan generasi milenial kurang berminat terjun langsung di sektor pertanian. Dengan demikian, keberadaan subak sangat urgen diberdayakan kembali sebagai organisasi sosial religius yang berperan dan berfungsi sebagai mata pencaharian hidup masyarakat. Penasihat Yayasan Mandhara Research Institute (MRI) Ir. Ida Bagus Sukarya dan Pekaseh Subak Gede Masceti, Senin (17/2) mengatakan, untuk menjaga, memelihara dan meningkatkan posisi tawar, subak harus mengemban peran dan fungsi yang lebih maksimal. Ia berharap di setiap desa terbentuk forum subak. Kepala desa dapat mensinergikan desa adat dan forum subak di desa untuk membantu memberikan solusi terhadap permasalahan alih fungsi lahan. Untuk memperkuat organisasi kelembagaan subak mulai dari Majelis Subak Alit, Madya, dan Utama, serta menyosialisasikan ‘’Tri Baga Upadesa’’, maka perlu diadakan kongres petani tingkat Provinsi Bali yang dimediasi oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali. Subak yang bersifat sosiokultural agar
dikembangkan sebagai lembaga ekonomi dengan mengembangkan koperasi tani pada setiap subak atau subak gede di Bali. ‘’Sebagaimana halnya pada setiap desa adat dikembangkan LPD,’’ ungkapnya. Kelemahan yang dihadapi selama ini di antaranya subak merupakan kelembagaan vertikal, tidak ada lembaga yang secara spesifik mengurus subak. Koordinasi antara kelembagaan horizontal nyaris tidak ada. Eksistensi kelembagaan subak nyaris tidak memiliki power. Subak juga tidak kuat menghadapi pihak eksternal. Kemampuan SDM anggota subak rendah, kemampuan keuangan semakin menurun akibat alih fungsi lahan. Adanya polusi yang sangat berat pada aliran air sungai. Belum ada pengembangan ekonomi dan teknologi yang signifikan pada sistem subak. Terkait SDM pekaseh, petani dan generasi milenial yang telah dirintis Yayasan Mandhara Research Institute (MRI) dan Forum Pekaseh Desa Medahan serta Pekaseh Gede Masceti dan Warmadewa College, agar dilanjutkan ke seluruh pekaseh, kelompok tani, dan generasi milenial Saka Wanabhakti/Kalpataru se-Provinsi Bali. Perda subak nomor 9 juga disarankan untuk direvisi dan ditambahkan dukungan pendanaan kepada subak. (may)
Bali Post/eka
SANUR - Ratusan warga kota mengisi liburan Umanis Galungan dengan berenang di Pantai Sanur, Denpasar, Kamis (20/2) kemarin. Saat liburan, pantai ini kerap dikunjungi warga sebagai pilihan tempat wisata favorit.
Penataan Sungai Berlanjut Denpasar (Bali Post) Penataan bantaran sungai di Denpasar terus berlanjut. Setelah menyelesaikan proyek Tukad Badung selatan dan Tukad Oongan, penataan sun-
gai kembali dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar di tahun 2020 ini. Penataan tersebut merupakan lanjutan penataan sungai seb-
agai destinasi wisata baru di Kota Denpasar. Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar I Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta saat dihubungi, Kamis (20/2) kemarin
Bali Post/eka
SAMPAH - Seorang warga membuang sampah di depo sampah Monang-maning, Denpasar, Kamis (20/2) kemarin. Pascahari raya Galungan, volume sampah di Denpasar mengalami peningkatan dibandingkan hari biasanya.
topik : Tekan Pencemaran danau batur Bali Post/ara
SUNGAI - Salah satu kondisi bantaran sungai yang telah ditata, sehingga bisa menjadi tempat rekreasi.
mengungkapkan, pihaknya berupaya terus melakukan perbaikan dan penataan bantaran sungai, karena manfaatnya sudah dirasakan masyarakat. Terutama dapat mengurangi pembuangan sampah ke sungai. Dikatakannya, penataan sungai merupakan pokok utama sebagai penambahan kawasan wisata baru di Kota Denpasar. Kawasan sungai bisa menjadi destinasi wisata setelah penataan dilakukan di Taman Kumbasari, Tukad Badung pada 2017 lalu. Setelah itu berlanjut ke penataan Tukad Badung Selatan di depan Banjar Buagan. Selanjutnya di bantaran Tukad Oongan dengan membuat taman lansia. Dikatakan Jimmy, setelah Tukad Oongan selesai Desember 2019, pihaknya berlanjut akan menata 4 sungai lagi. Keempatnya, yakni Penataan Tukad Lobong Kelurahan Sumerta. Dalam DPA telah tercantum sepanjang 560 meter dengan dana pagu sebesar
Rp 1.400.000.000. Penataan Tukad Badung lanjutan dari Jro Kuta sampai trashrack dan spot Batu Bolong sepanjang 498 meter dengan dana pagu Rp 2.988.000.000. Penataan Tukad Tag-tag lanjutan sepanjang 67 meter dengan dana pagu Rp 804.000.000. Penataan sungai di Desa Sumerta Kelod sepanjang dalam DPA 50 meter dengan dana pagu Rp 300.000.000. Sehingga bila ditotal seluruh dananya akan mencapai Rp 5.492.000.000 atau 5,4 miliar lebih berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar. Menurut Jimmy, penataan sungai ini sebagai bentuk penyadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sungai agar tidak lagi dikotori oleh sampah yang dibuang sembarang. ‘’Bentuk peduli dengan lingkungan dan menyadarkan masyarakat pentingnya menjaga sungai dan tidak membuang sampah sembarangan,’’ jelasnya. (kmb12)
Jumat Paing, 21 Februari 2020
Rendah, Kesadaran Masyarakat Putus Rantai Penyebaran Virus Mangupura (Bali Post) Kesadaran masyarakat di Kabupaten Badung untuk memutus rantai penyebaran virus yang mengakibatkan ternak babi mati mendadak sangat rendah. Pasalnya, tidak sedikit masyarakat yang membuang bangkai babi sembarangan, seperti ke sungai dan ladang yang mengakibatkan virus semakin mewabah. Kondisi itu diakui Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana, Kamis (20/2) kemarin. Menurut Wijana, beberapa hari terakhir banyak ditemukan bangkai babi yang dibuang secara sembarangan. Pembuangan bangkai babi itu bisa membuat virus semakin menyebar. ‘’Pembuangan bangkai babi yang sangat marak merupakan indikasi rendahnya kesadaran masyarakat. Di wilayah pedesaan khususnya Badung Utara masih banyak lahan seperti abian yang bisa dijadikan tempat untuk masyarakat mengubur bangkai babi,’’ ujarnya. Wijana menambahkan, kesadaran masyarakat yang rendah mengakibatkan penyebaran virus semakin meluas. Oleh karena itu, pihaknya bersama aparat desa sudah berulangkali memberikan edukasi kepada peternak maupun masyarakat. ‘’Untuk mencegah penyebaran penyakit babi ini,
salah satunya dengan tidak membuang bangkai babi di tempat-tempat umum. Yang harus dilakukan adalah dengan mengubur bangkai babi itu. Kalau dibuang sembarangan, virus babi akan menyebar dengan mudah melalui media udara,’’ katanya. Terkait saran Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) agar pemerintah memfasilitasi penguburan bangkai babi di Badung, Wijana mengaku masih memikirkannya. Namun, saat ini tidak ada regulasinya, dan selebihnya tingkat babi mati di Badung semakin menurun. ‘’Untuk itu (memfasilitasi red), kami belum sejauh itu. Karena bangkai babi juga tidak banyak. Saya rasa di daerah pedesaan masih bisa untuk dikubur. Kecuali nanti banyak babi yang mati bahkan
hampir semua babi di Badung mati, baru kami akan pikirkan,’’ jelasnya. Awal Januari, kata Wijana, babi yang mati memang cukup banyak. Namun kini sudah menurun atau sebanyak tiga ekor babi setiap harinya. ‘’Dulu kan puluhan babi bisa mati per harinya. Namun kini dari pantauan hanya tiga babi yang mati. Jadi sudah mulai menurun,’’ katanya. Wijana mengharapkan masyarakat mempunyai kesadaran untuk mengubur bangkai babi yang mati tersebut dan tidak membuangnya secara sembarangan ke sungai. ‘’Jika ada babi mati, masyarakat diimbau untuk menguburnya agar virus tersebut tidak menyebar luas. Kami sangat berharap masyarakat punya kesadaran untuk itu,’’ tegasnya. (kmb27)
SOSOK Tak Ingin Ada Perpecahan DPD I Golkar Bali akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Sanur, Sabtu (22/2) mendatang. Nama Sekretaris DPD I Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry digadang-gadang menjadi salah satu kandidat ketua. Selain Plt. Ketua DPD I Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih, yang bahkan sudah menyatakan maju untuk bertarung di DPD I, dan kandidat kuat lainnya I Wayan Geredeg. ‘’Saya belum pada posisi mencalonkan diri,’’ ujar Sugawa Korry, Kamis (20/2) kemarin. Wakil Ketua DPRD Bali ini menyampaikan sikap politiknya terkait musda. Terutama jika nanti ia harus dihadapkan pada dua pilihan. Yakni pilihan pertama Partai Golkar tetap bersatu, bersama dalam suasana kedamaian atau pilihan kedua dirinya menjadi Ketua DPD I Golkar Bali. ‘’Kalau ada dua pilihan itu, maka saya memilih yang pertama walaupun saya tidak harus menjadi ketua,’’ tegasnya. Sikap politik ini, lanjutnya, telah konsisten dilakukannya sejak 2009 lalu. Mulai dari era kepemimpinan Tjokorda Gede Budi Suryawan, saat itu digelar musda sebelum waktunya. Demi menjaga persatuan dan suasana Golkar tetap damai, ia bahkan sampai tidak mendapatkan jatah jabatan sebagai ketua komisi atau ketua fraksi di DPRD Bali 2009-2014. Padahal saat itu dirinya menjabat sebagai Ketua Bappilu DPD I Golkar Bali. Kemudian saat terjadi deadlock musda di tahun 2016 dalam perebutan Ketua DPD I Golkar Bali antara I Ketut Sudikerta dan I Wayan Geredeg. Ketika DPP menunjuk dirinya sebagai Ketua DPD I Golkar Bali, ia juga menolak. ‘’Kalau saya mau, berarti saya
mengkhianati keduanya (Sudikerta dan Geredeg - red) dan partai akan semakin pecah,’’ jelasnya. Ia merasa Golkar sudah terlalu lama menghadapi perpecahan dan ketegangan di internal partai. Utamanya sejak 2016 ketika ada dualisme di DPP Golkar (Ancol dan Bali - red), kemudian setahun terakhir di Bali dengan adanya isu musdalub, Plt. dan lainnya. Energi partai akhirnya habis hanya untuk itu. ‘’Sekarang Pak Demer jelas sudah mengatakan maju. Jadi kalau beliau menyatakan maju dan saya menyatakan maju, pasti akan ada perpecahan dan saya tidak menghendaki itu,’’ tegas politisi asal Buleleng ini. (rin)
Jumlah Angkatan Kerja Menurun KONDISI ketenagakerjaan di Bali pada Februari 2019 ditandai dengan menurunnya jumlah angkatan kerja. Penurunan jumlah angkatan kerja disebabkan oleh menurunnya jumlah penduduk usia kerja yang mencari kerja di Bali. Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam laporan perekonomian Provinsi Bali mengatakan, penduduk usia kerja di Bali tercatat 3,31 juta orang pada Februari 2019 atau meningkat sebesar 1,41 persen (yoy), dibanding kondisi Februari 2018 sebanyak 3,26 juta. Sedangkan jumlah angkatan kerja di Bali pada Februari 2019 tercatat sebesar 2,54 juta orang, turun 2,60 persen (yoy) dibanding Februari 2018 yang berjumlah 2,6 juta orang. Menurut Trisno Nugroho, faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya jumlah angkatan kerja per Februari 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 disebabkan oleh terbukanya lapangan kerja yang bersifat individu, virtual dan online di era digitalisasi sehingga tidak terdefinisi sebagai angkatan kerja, tersedianya pilihan bagi penduduk usia kerja yang mencari kerja di luar Bali seperti lowongan kerja di luar negeri di kapal pesiar. Penurunan kondisi sektor ketenagakerjaaan di periode Februari 2019 juga tercermin oleh meningkatnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Jumlah angkatan kerja yang bekerja pada Februari 2019 tercatat sebesar 2,51 juta orang, lebih rendah dibandingkan Februari 2018 sebesar 2,58 juta. Sejalan dengan kondisi tersebut, kata Trisno Nugroho, TPT Bali pada Februari 2019 tercatat sebesar 1,19 persen,
lebih tinggi dibanding pada periode yang sama di tahun 2018 sebesar 0,86 persen. Meningkatnya TPT ini selain disebabkan oleh menurunnya jumlah penduduk bekerja juga disebabkan oleh menurunnya jumlah angkatan kerja, sehingga angka pembaginya menjadi semakin tinggi. Angka TPT Bali pada Februari 2019 mencerminkan bahwa dari 100 orang angkatan kerja, sekitar satu orang di antaranya tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan ataupun sedang mempersiapkan usaha. Trisno Nugroho menambahkan, struktur lapangan kerja secara umum tidak mengalami perubahan. Sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR) yang terkait secara langsung dengan industri pariwisata, masih menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja di Provinsi Bali. Pada Februari 2019, katanya, lapangan usaha tersebut menyerap tenaga kerja terbanyak yaitu sebesar 781 ribu orang atau sebesar 31,1 persen dari total penduduk yang bekerja. Penyerapan tenaga kerja pada sektor akmamin mengalami penurunan karena pada periode Februari 2018, penyerapan tenaga kerja tercatat sebesar 853 ribu orang atau sebesar 33,2 persen dari jumlah penduduk yang bekerja. Lapangan usaha pertanian menempati posisi kedua yang menyerap tenaga kerja sebesar 543 ribu orang atau 21,6 persen dari total penduduk yang bekerja. Penyerapan tenaga kerja ini meningkat dibanding periode sebelumnya yang tercatat sebesar 470 ribu orang atau dengan pangsa 18,3 persen. Menurut Trisno Nugroho, kinerja lapangan usaha akomodasi makan dan minum
(akmamin) serta perdagangan besar dan eceran pada triwulan I 2019 yang tumbuh melambat, berdampak pada pertumbuhan penyerapan tenaga kerja pada kedua lapangan usaha tersebut. Pada Februari 2019, penyerapan tenaga kerja pada sektor PHR tercatat terkontraksi 8,39 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan Februari 2018 yang tercatat sebesar 11,41 persen (yoy). Seiring tumbuh positifnya lapangan usaha pertanian, penyerapan tenaga kerja di lapangan usaha ini juga menunjukkan perbaikan dari sebelumnya yang tercatat sebesar 0,43 persen (yoy) pada Februari 2018 mengalami peningkatan signifikan sebesar 15,62 persen (yoy). (may)
Bali Post/eka
BABI - Ternak babi yang dipelihara salah seorang peternak. Para peternak diminta menguburkan babinya yang mati untuk mengantisipasi penyebaran vurus penyebab kematian babi.
OJK Targetkan Pertumbuhan Kredit 10 Persen
KRAMA Bali yang meminjam kredit di bank hanya tumbuh sekitar 7 persen pada tahun 2019. Meski tumbuh lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit nasional, namun pertumbuhan kredit ini di bawah target pertumbuhan kredit yang diharapkan di atas 10 persen. Kepala OJK Regional VIII Bali Nusa Tenggara, Elyanus Pongsoda, mengatakan pertumbuhan kredit perbankan Provinsi Bali lebih tinggi dari pertumbuhan kredit nasional yaitu 7,76 persen. Pertumbuhan 7,76 persen itu terdiri dari pertumbuhan kredit bank umum 7,81 persen (yoy) dan BPR 7,41 persen (ytd). Sedangkan pertumbuhan kredit di Provinsi NTB 17,23 persen yang terdiri dari pertumbuhan kredit bank umum 17,29 persen (yoy) dan BPR 15,57 persen (ytd). Pertumbuhan kredit di NTT 12,28 persen yang terdiri dari bank
umum 12,32 persen (yoy) dan BPR 9,92 persen (ytd). ‘’Sebesar 39,79 persen dari total kredit tersebut disalurkan untuk segmen UMKM sebesar Rp 68,43. Penyaluran kredit ke segmen UMKM ini tumbuh 10,08 persen,’’ ujar Elyanus Pongsoda, belum lama ini. Menurut Elyanus Pongsoda, kredit yang tumbuh juga diiringi dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). DPK yang berhasil dihimpun di Provinsi Bali sebesar Rp 114,34 triliun dengan pertumbuhan 9,39 persen (yoy) karena pada 2018, DPK tumbuh 8,77 persen. Hal ini menandakan ada kecenderungan krama Bali lebih banyak menyimpan uangnya dibandingkan dengan menggunakannya untuk usaha atau ekspansi usaha. Berbanding terbalik dengan NTB, kata dia, DPK yang berhasil dihimpun sebesar Rp 32,63 triliun, tumbuh melambat 7,92 persen karena 2018, DPK tumbuh 14,58 persen. Di NTT, DPK yang berhasil dihimpun sebesar Rp 30,07 triliun, tumbuh 17,23 persen (yoy) karena 2018 tumbuh 8,3 persen. Total asset perbankan di Bali sebesar Rp 147,73 triliun tumbuh 6,32 persen, NTB sebesar Rp 55,13 triliun tumbuh 12,46 persen, dan NTT sebesar Rp 43,19 triliun tumbuh 15,75 persen, lebih
tinggi dari pertumbuhan aset perbankan nasional yang tumbuh 6,19 persen. Menurut Elyanus
Pongsoda, kinerja pasar modal selama 2019 juga menunjukkan perkembangan yang positif. Jumlah Single Investor Identification (SID) produk Saham, Reksadana, dan SBN tahun 2019 di Bali meningkat 70,39 persen menjadi 60.772 investor, di NTB meningkat 85,90 persen menjadi 18.345 investor, dan NTT meningkat 59,68 persen menjadi 10.325 investor. Pertumbuhan investor tersebut lebih tinggi dari nasional yang tumbuh 60,14 persen. Adapun perkembangan nilai kepemilikan saham di Bali meningkat 15,52 persen, NTB meningkat 22,77 persen, dan NTT 23,31 persen lebih tinggi dari nasional yang sebesar 8,12 persen. Hal ini menandakan masyarakat mulai melirik investasi saham baik jangka pendek maupun jangka panjang. Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan, pertumbuhan pembiayaan turun dari 11,7 persen pada 2018 menjadi 6 persenan pada 2019. Namun fungsi intermediasi perbankan masih berjalan dalam bentuk lain, seperti dalam bentuk pembelian surat utang oleh bank. ‘’Dalam artian ketika bank memberikan surat utang berarti bank mengeluarkan uang, dana ini akan masuk ke industri untuk pengembangan usaha, dan lain-lain,’’ ujarnya. Menurut Nurhaida, ada juga dana dari luar negeri dan pinjaman dari luar negeri yang digunakan untuk pembiayaan di dalam negeri. Jumlahnya cukup besar mencapai Rp 130 triliun. “Jadi, itu sebetulnya secara total kalau kita hitunghitung, sebetulnya pertumbuhan pembiyaan intermediasi perbankan mencapai 9,2 persen pada 2018, jadi tidak terlalu
signifikan,” imbuhnya. Tahun 2020, kata Nurhaida, OJK menargetkan pertumbuhan pembiayaan sekitar 11 persen. Dalam rencana bisnis bank (RBB) sudah terlihat bank merencanakan pertumbuhan kredit sebesar 10 persen. Menurutnya, realisasinya bisa saja sampai 11 persen. Ia menambahkan, pertumbuhan kredit sangat tergantung dengan kondisi ekonomi. Perusahaan akan mengambil kredit jika mereka memang ingin mengembangkan usaha. Jika usaha ini tidak bisa berkembang atau pertumbuhannya lambat, maka demand kredit atau pembiayaan pun akan menurun. Pertumbuhan perusahaan yang lambat juga dipengaruhi kondisi global. Seperti perang dagang ASTiongkok yang masih berlanjut, geopolitik di beberapa negara juga masih terjadi tekanan. ‘’Kita juga melihat ada beberapa hal lain yang juga mungkin secara global belum tumbuh secara baik. Kita melihat perkiraan di 2020, misalnya untuk beberapa lembaga internasional misalnya World Bank, IMF, OECD itu tidak terlalu ada peningkatan pertumbuhan ekonomi,’’ ungkapnya. Sementara itu, anggota Komisi XI DPR-RI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan I Gusti Agung Rai Wirajaya, S.E., M.M. mengatakan, pemerintah di Bali dan Nusa Tenggara perlu berupaya berkreasi untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Dikatakan, pertumbuhan ekonomi juga harus diimbangi dengan menjaga rasio NPL agar jangan sampai melebihi nasional. (may)
mas Setda Badung I Made Suardita mengungkapkan, lomba ini digelar guna mendukung program Dinas Kebudayaan Badung terkait pembuatan ogoh-ogoh. Video wajib menampilkan proses pembuatan ogoh-ogoh, termasuk kebersamaan mereka dalam pembuatannya. ‘’Lomba video ini dalam rangka membantu Dinas Kebudayaan. Penilaiannya melalui dua hal. Yakni penilaian juri dan like di Instagram. Yang kami nilai nanti 75 persen dari netizen, seperti likers dan jumlah viewer. Sedangkan 25 persen nanti oleh juri,’’ ujar Made Suardita, Kamis (20/2) kemarin. Mantan Lurah Lukluk ini mengatakan, keterlibatan juri dan viewer guna menekan potensi kecurangan. Pihaknya khawatir, jika hanya mengandalkan likers dan viewer, ada yang berusaha memperoleh sebanyak-banyaknya dengan cara membeli. ‘’Teknisnya, dari seluruh video ogoh-ogoh seka teruna akan melalui babak penyisihan. Nantinya akan dipilih 30 video terbaik dan dipublikasi di akun instagram #humasbadung. Batas pengunggahannya 11 Maret,’’ sebutnya. Usai diunggah, kata Suardita, disediakan waktu tiga hari
guna melihat viewer. ‘’Dari situ nanti akan dilihat jumlah viewer-nya. Waktunya ada tiga hari untuk melihat viewer,’’ katanya. Syarat umumnya, katanya, video menampilkan proses pembuatan ogoh-ogoh. Alat yang digunakan bebas, baik kamera video, drone, handphone, dan sebagainya. Sedangkan durasi dibatasi tiga menit. ‘’Disilakan kepada peserta untuk berkreasi sebaik-baiknya. Biarpun sederhana, tapi kontennya bagus, bisa berpotensi jadi pemenang,’’ katanya. Kapan pengumumannya? Suardita belum memastikan. Ia hanya menegaskan, terakhir mengunggah video 11 Maret. Sedangkan jumlah hadiah yang disediakan, total mencapai Rp 45 juta. Perinciannya, juara I Rp 20 juta, juara II Rp 15 juta, dan juara III Rp 10 juta. Birokrat asli Karangasem ini berharap lomba ini akan lebih memacu semangat dan kreativitas pemuda di Badung. Juga sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan dana Rp 40 juta, dipotong pajak Rp 15 persen menjadi Rp 36 juta untuk pembuatan ogoh-ogoh. ‘’Sehingga tidak sekadar foto, tapi dengan bentuk bergerak, pertanggungjawaban dana Rp 40 juta itu dapat terealisasi dengan baik,’’ tegasnya. (kmb27)
Video Proses Pembuatan Ogoh-ogoh Dilombakan
Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Badung melombakan video proses pembuatan ogoh-ogoh. Tak tangung-tanggung, Pemkab Badung menyediakan hadiah total Rp 45 juta. Pemerintah juga telah memberikan dana motivasi bagi sekaa teruna dan yowana. Kepala Bagian Hu-
Bali Post/dok
OGOH-OGOH – Ogoh-ogoh hasil kreativitas salah satu sekaa teruna di Kabupaten Badung yang diarak pada malam pangerupukan, beberapa waktu lalu. Tahun ini video proses pembuatan ogoh-ogoh tersebut akan dilombakan.
Jumat Paing, 21 Februari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Mengelola Masa Jeda Secara Profesional
MASA jeda pariwisata bagi Bali tentu bukan hal pertama dihadapi sejak Corona menjadi pandemi global. Bali sudah berulang kali mengalami hal yang sama, namun tetap bisa bertahan. Bali memiliki daya tahan yang jelas dalam menjaga keberlangsungan sumber ekonominya. Kini, ketika wabah Corona menjadi ancaman serius, kita tentu harus sigap dan siap. Kondisi ini juga harus direspons dengan menata diri dan efektif mengelola masa jeda secara profesional. Kita tentu tak boleh larut berkepanjangan dan hanya berpangku diri. Menunggu perubahan situasi adalah hal pasti. Namun, selama masa menunggu haruslah ada banyak perubahan yang dilakukan. Masa jeda ini juga mestinya menjadikan pelaku pariwisata lebih profesional dengan menyiapkan SDM yang lebih matang. Saat sepi kesempatan bagi pengusaha untuk meningkatkan kualitas SDM-nya, menata hotel, vila dan daya dukungnya. Bahkan, pengelola kawasan bisa menjadikan masa jeda ini sebagai ruang waktu menata destinasi pariwisata. Yang jelas, semua ruang dan kesempatan yang ada hendaknya jadi keuntungan, meskipun keuntungan itu tak sematamata berkorelasi dengan terkumpulnya finansial. Jika kita memandang wabah Corona sebagai keterpurukan, tentu saja kita meyakini pariwisata Bali akan semakin terpuruk. Namun, kita tak boleh larut dalam situasi ini, apalagi terperangkap. Setiap permasalahan harus dihadapi dengan kepala dingin, bisa jadi bencana yang sedang dihadapi menjadi awal yang baik untuk pariwisata yang lebih baik lagi. Kesempatan untuk mendulang popularitas di kancah kepariwisataan Bali tentu bukan wacana semata. Karena sesungguhnya Bali tetaplah aman dan sangat layak untuk dikunjungi. Kita patut optimis dan menjadikan semua pengalaman sebagai pembelajaran. Bahwa pariwisata Bali harus tampil tangguh dan tahan guncangan faktor eksternal harus diwujudkan. Kita harus banyak berbenah dan jangan terlena akibat mudahnya wisatawan yang datang ke Bali. Mereka tak cukup memiliki uang juga datang ke Bali akibat kebijakan bebas visa. Bahkan belum lama ini sejumlah toko yang menjual segala keperluan wisatawan Tiongkok, dibekukan karena mereka tak belanja di Bali melainkan ke toko milik warga Tiongkok. Kini ketika pariwisata Bali lagi dihempas virus Corona, pemerintah mestinya meninjau kebijakan bebas visa. Kasus Corona mestinya menjadi pembelajaran bagi krama Bali dan pendukung pariwisata untuk mengutamakan pariwisata yang sehat. Upaya untuk itu sudah mulai dilakukan di mana hampir semua objek wisata di Bali kini tampil bersih. Namun belum bisa dikatakan cukup karena bersih harus mengandung makna sehat dan pola hidup sehat masyarakat pendukung pariwisata itu sendiri. Misalnya kita perlu menghindari praktik membuang bangkai babi ke sungai. Justru sangat terpuji peternak Bali melenyapkan babi-babi yang sakit akibat virus ASF agar tak menyebarkan virus yang sama kepada peternak lain dengan cara dikubur. Rupanya pola hidup sehat ini masih menjadi PR besar bagi warga Bali. Sekali lagi Bali tak boleh tergantung pada salah satu asal wisatawan. Kita perlu diversifikasi wisatawan. Ibarat keluarga yang hanya memiliki penghasilan di bidang pertanian, dilanda kekeringan mereka hidup merana. Makanya diversifikasi asal wisatawan terus dipacu, sehingga Bali selalu tangguh dari guncangan faktor eksternal. Bukankah dana promosi tetap dianggarkan tinggi, pemerintah dan pelaku pariwisata juga harus gencar menyasar negara lain yang potensial. Kita yakin masih banyak wisatawan yang murni. Mereka suka melihat pemandangan dan menikmati alam Bali, juga suka berbelanja di Bali. Kita perlu wisman yang suka berbelanja. Ini artinya Bali memerlukan wisatawan yang berkualitas. Pemerintah jangan merasa bangga bahwa jumlah wisatawan ke Indonesia atau Bali khususnya mencapai target, padahal krama Bali tak mendapatkan apa-apa dari sektor ini. Kita jangan lagi mudah disuap dan diiming-imingi sesuatu, padahal dalam jangka panjang merugikan kita sendiri. Tunjukkan rasa nasionalisme kita yang tinggi. Demi keamanan negara dan kenyamanan, kita mestinya memprioritaskan wisman yang berkualitas.
POJOK
Segera dilakukan upaya menekan pencemaran Danau Batur. - Lebih cepat lebih baik. *** Jokowi segera putuskan evakuasi 70 WNI yang diisolasi di Jepang. - Keselamatan warga nomor satu. *** Puncak Karya Agung Pangurip Gumi di-‘’puput’’ 14 sulinggih. - Upaya harmonisasikan alam.
RADIO GLOBAL
RADIO GENTA BALI
RADIO GLOBAL SINGARAJA
RADIO SWIB
Cintai Buah Lokal
PRO-KONTRA muncul di kalangan netizen dalam menanggapi pemberitaan tentang desa adat didorong membuat pararem mengenai penggunaan buah lokal dalam mayadnya yang diposting di akun Facebook @balipost. Netizen yang kontra menilai tidak perlu ada aturan mengikat karena ini masalah pilihan dan kemampuan masing-masing warga. Pasokan buah lokal juga masih meragukan terutama ketika permintaan sedang tinggi. Masyarakat tidak mempersoalkan mau lokal atau impor asalkan barangnya ada dan harga terjangkau. Sementara bagi yang pro, berharap desa adat segera menyusun pararem. Aturan adat dinilai lebih efektif untuk mengajak warga memanfaatkan buah lokal. Belum lagi ada sanksi sosial bagi warga yang tak taat. Secara teknis, pararem akan menyempurnakan Perda No. 3 Tahun 2013 tentang Perlindungan Buah Lokal dan Pergub No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. Pararem lebih fokus pada sisi konsumen yang dalam hal ini krama desa adat. Permintaan diyakini naik signifikan jika sebagian besar krama menggunakan buah lokal saat upacara keagamaan. Meski ada pro dan kontra terhadap pararem buah lokal, sejatinya masyarakat sepakat buah lokal tidak boleh lagi dianaktirikan. Pandangan miring tentang buah lokal harus dijawab dengan peningkatan kualitas mulai dari hulu hingga pemasaran. X Sumargentjo Setuju. Agar gak buah lokal justru merosot harganya di pasaran. Kapan petani bisa maju. Kalau bisa, bukan hanya pararem untuk buah saja. Agung Skip Majukan pertanian sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan dan bebantenan sendiri atau dengan harga terjangkau. Mastika Ketut Kalau harga terjangkau, kenapa tidak dan juga kalau pasokan tersedia. Agus Maryana Gak usahlah, orang berbelanja itu hak asasi alias bebas, kadung impor kadung lokal itu juga tergantung selera dan kantong. Gak usah sampai ngatur hak privasi. Adat dan agama kita sudah kompleks, jangan ditambahditambah lagi. Beragama sebaiknya dipermudah bukan dibikin ruwet.
S URAT PEMBACA Data Pelanggaran Lingkungan Saya sependapat dengan pemberitaan media massa Bali Post bahwa kita di Bali agak dan terkesan gagal mengawasi pelanggaran tata ruang. Pandangan pengamat lingkungan dari Unud itu memang
Kadek Suyatni Selain mahal, petani kita tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen terutama untuk yadnya di Bali yang sangat tinggi kebutuhan akan buah. Selain itu, musim panen tidak seperti buah inpor yang musim panennya sepanjang masa. I Nyoman Agustina Sedikit-sedikit pararem, buat hidup sendiri susah. Syarif Tjateng Seingat saya, tahun 1998 belum ada buah impor dan semua juga berjalan lancar. Yuk cintai produk dalam negeri. Yoshino Maeda Beli yang murah saja. Mau lokal, mau impor, asal punya uang bisa milih. Kalau beli beras saja sudah puyeng, beli saja yang paling murah. Tuhan tidak bertanya dari mana asalnya pisang ini. Saputra Jaya Pratama Kalau mencukupi dan harga terjangkau, gak masalah.
Wongso Krisis Buah lokal juga mahal. Contoh pisang. Utama Made Pararem apa, buah saja tidak ada. Jangan terlalu banyak teori. Karang Arsana Pisang didatangkan dari luar Bali, bagaimana bisa membuat pararem? Kecuali pisang khas Gianyar yang dipakai. Ni Wayan Budiari Buah lokal terlalu mahal. Ida Bagus Putra Adnyana Saat Tumpek Uduh, bantenin tumbuh-tumbuhan supaya berbuah lebat biar bisa dipakai saat Galungan. Ketika Galungan tiba, semua justru memakai buah luar daerah sampai luar negeri.
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku. perlu ditindaklanjuti. Jangan menunggu Bali hancur baru berbuat. Jadi, jangan alam Bali semuanya dikelola untuk kepentingan bisnis. Ruang-ruang budaya dan religius mestinya tetap dijaga jangan sampai semua kawasan untuk pariwisata. Mudah-mudahan ada kesadaran baru di Bali untuk menjaga alam Bali terlebih setelah ada ancaman virus Corona.
Selebihnya, saya berharap LSM lingkungan lebih banyak bersuara terkait pelanggaran tata ruang di Bali. Ada banyak perizinan yang mungkin bisa dikoreksi mengingat lokasinya tak sesuai dengan alamat yang ada di izin yang dikeluarkan pejabat. Yang saya lihat, kini meskipun situasi masih krisis pembangunan hotel tetap marak. Mudah-mudahan kondisi
yang membuat dunia pariwisata lesu tak bertahan lama. Namun, tetap saya berharap ada keberpihakan pada alam Bali jika nantinya pariwisata pulih kembali. Kita harus belajar dari banyak hal untuk menjaga alam Bali. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Kesehatan
Sejauh Mana Kita Mengenali Tetanus KITA sudah sering mendengar kata tetanus, dan juga sudah mengetahui bahwa tetanus ini adalah suatu penyakit yang menyebabkan kaku otot. Tetapi marilah kita mengenali lebih jelas tentang penyakit tetanus ini, sehingga kita dapat menghindari terjadinya penyakit ini, serta bagaimana penanggulangannya apabila kita menemukan kejadian tetanus di sekitar kita. Tetanus adalah suatu penyakit yang timbul disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium tetani. Umumnya bakteri ini banyak ditemukan di tanah, kotoran manusia dan hewan, dan di daerah pertanian. Ini cukup menjelaskan men-
gapa sebagian besar tempat masuknya kuman tetanus adalah lewat luka tusuk di daerah kaki. Bakteri Clostridium tetani ini dapat bertahan hidup dalam waktu cukup lama pada tanah, debu, atau kotoran hewan. Bakteri ini masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka yang terpapar dengan tanah atau kotoran atau tertusuk dengan benda yang sudah terkontaminasi oleh bakteri Clostridium tetani. Kemudian kuman akan mengeluarkan racun dan menyerang saraf yang mengendalikan otot terutama otot rahang, otot wajah serta dapat memengaruhi otototot pernapasan sehingga dapat mengancam jiwa.
Selain pada anak dan dewasa, tetanus bisa juga terjadi pada bayi baru lahir di mana biasanya berasal dari infeksi tali pusat apabila tidak memperhatikan kaidah sterilisasi. Tetapi tetanus ini bisa juga masuk ke dalam tubuh tanpa melalui luka, misalnya lewat gigi yang berlubang ataupun infeksi di telinga. Gejala tetanus muncul sekitar 4-21 hari setelah bakteri Clostridium tetani masuk ke dalam tubuh. Dan kemudian akan menimbulkan gejala awal berupa demam, pusing, berkeringat berlebihan dan jantung berdebar. Kemudian akan
muncul gejala yang khas untuk tetanus, antara lain mulut terasa kaku dan sulit dibuka disebut lock jaw, kemudian wajah mulai menjadi kaku dengan ekspresi alis tertarik ke atas, sulit menelan dan sulit bernapas. Penyakit tetanus perlu tindakan penanggulangan dengan segera, oleh karena bakteri Clostridium tetani ini sangat cepat merusak sistem saraf dan menyebabkan kematian. Upaya pencegahan yang dilakukan adalah dengan pemberian vaksinasi tetanus. Vaksin akan membentuk antibodi di dalam tubuh untuk melawan racun tetanus. Ses-
SEJAK dilegalkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster, petani arak Bali kini dapat berproduksi dengan nyaman serta tenang. Tidak lagi main kucingkucingan dengan petugas atas produk yang mereka hasilkan. Pasar arak Bali sejatinya cukup luas, tidak hanya sebatas masyarakat lokal sebagai penikmat, tetapi juga masyarakat luar Bali, khususnya wisatawan. Baik domestik maupun mancanegara. Demikian terungkap pada acara Mebat (memasak) saat Penampahan Galungan, Selasa (18/2), di Yuai Mansion yang dilakukan
Pasemetonan DenpasarFukuoka. ‘’Terutama turis serta masyarakat Jepang suka sekali dengan arak Bali. Apalagi kemudian dikombinasikan dengan babi guling serta olahan kuliner khas Bali lainnya,’’ ujar panglingsir Pasemetonan Denpasar-Fukuoka I Gusti Kompyang Pujawan yang ditemani Nagaoka Shoji serta beberapa anggota lainnya. ‘’Makan babi guling aman. Sepanjang diolah dengan baik dan benar. Aman,’’ tegasnya. Sejak dilegalkan maka arak Bali akan menemani babi guling ke pentas kuliner dunia karena memang
sejak lama disukai. Khusus arak Bali, para bartender tentu akan semakin bekreasi dengan minuman tersebut menciptakan minuman baru maupun mencampurnya dengan minuman yang sudah ada. ‘’Ini menciptakan ruang kreasi serta tentu saja pekerjaan baru bagi petani arak, terutama di Karangasem,’’ ujar Pujawan, mantan Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, dan menjadi salah satu pinisepuh tour guide di Bali. Soal pasemetonan sendiri, ujar Pujawan, pihaknya kini tengah mempersiapkan diri untuk berpartisipasi
dalam acara Dontaku Festival di Fukuoka, Jepang pada Mei 2020. Di samping itu juga tentu sebagai lembaga nirlaba, paiketan ini terus menjalin kerja sama dengan pihak Jepang di bidang pendidikan, kesehatan, budaya dan lainnya. Nagaoka Shoji yang turut hadir mengiyakan hal ini. Terutama ke Dontaku Festival, semangat pasemetonan begitu tinggi walaupun mesti keluar biaya dari masing-masing anggota ke event budaya tahunan terkenal itu. ‘’Kami membawa nama Bali dan tentu saja Indonesia,’ kata Nagaoka ENAK - Menikmati babi guling yang enak dan arak Shoji. (ad593) Bali di Penampahan Galungan.
Oleh: dr. Columbus Sebastian Hutabarat
eorang lebih berisiko akan mengalami tetanus bila tidak menjalani vaksinasi tetanus secara lengkap. Pemberian vaksin tetanus di Indonesia adalah wajib. Diberikan sebanyak tiga kali pada anak sebelum usia satu tahun. Biasanya pemberian vaksin digabungkan dengan vaksin lain, yaitu difteri dan batuk rejan (DPT). Pemberian vaksin diulangi empat kali yaitu pada anak usia 18 bulan, 5 tahun, 10 tahun dan 18 tahun. Vaksinasi tetanus perlu diulangi pada usia dewasa setiap periode 10 tahun. Belum ada pengobatan yang spesifik untuk tetanus. Apabila mengalami luka terutama luka tusuk yang dalam, segera bersihkan
dengan air mengalir dan sabun, kemudian meredakan gejalanya dengan pemberian anti-tetanus serum (ATS) dalam beberapa jam setelah terjadinya luka, serta pemberian obatobatan yang diperlukan seperti pemberian antibiotik di sekitar luka dan obat pelemas otot. Waspadalah, tetanus dapat menyebabkan kematian. Risiko kematian cukup tinggi terutama terjadi pada penanganan yang terlambat. Apabila anda melihat orang mengalami luka tusuk yang dalam dan penuh debu dan tanah, segeralah bersihkan luka di bawah air mengalir dan sabun, dan secepatnya bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.(ad590)
Arak Bali Temani Babi Guling ke Pentas Kuliner Dunia
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Paing, 21 Februari 2020
Hilang Lima Belas Hari Pekak Wirna Ditemukan Jadi Mayat Tabanan (Bali Post) Made Wirna, kakek berusia 70 tahun asal Banjar Dinas Karyasari, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, ditemukan sudah menjadi mayat di gubuk Banjar Dinas Kebon Anyar, Desa Wanagiri Kauh, Kecamatan Selemadeg. Korban pergi meninggalkan rumah sejak 15 hari lalu.
Dari keterangan saksi, korban hampir setiap hari dan sering menghilang. Bahkan pernah hilang selama satu bulan, namun akhirnya kembali. Kapolsek Selemadeg AKP I Made Budi Astawa, S.H. mengatakan korban diduga meninggal dunia akibat kelelahan, apalagi korban memang memiliki kelainan mental. “Jadi korban ini sering meninggalkan rumah, setelah dilakukan pencarian oleh pihak keluarga korban ditemukan sudah jadi mayat membusuk,” ucapnya.
Terkait hal ini, pihak keluarga tidak ada mencurigai orang lain atas kematian korban. Keluarganya sudah mengikhlaskan kematian korban memang sudah takdirnya. “Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi,” ucapnya. (kmb28)
Dari informasi yang dihimpun, temuan mayat pekak Wirna dilaporkan ke pihak kepolisian, Rabu (19/2) pukul 23.00 Wita. Dua orang saksi yang merupakan warga setempat bernama Ketut Nurata dan I Nengah Sudirta, sekitar pukul 21.00 Wita melihat mayat ada di gubuk milik
Pak Kwang (nama panggilan). Kedua saksi ini memang tengah melakukan pencarian keberadaan korban yang sudah 15 hari meninggalkan rumahnya. Dijelaskan sama saksi, korban memang sudah menghilang sejak 15 hari lalu. Karena itu saat ditemukan
Tabanan (Bali Post) Hilangnya empat objek sasaran retribusi parkir dengan potensi pendapatan mencapai Rp 350 juta per tahun, membuat Dinas Perhubungan Tabanan harus mencari potensi objek parkir baru. Kehilangan retribusi akibat ada perubahan objek pajak parker, saat ini akan dikelola Badan Keuangan Daerah (Bakeuda). Karena itu membuat Dinas Perhubungan Tabanan harus mencari potensi objek baru. Itu harus dilakukan untuk bisa mengejar realisasi target yang dipasang Rp 7,02 miliar di tahun anggaran 2020. Dalam waktu dekat ini pihaknya dengan instansi terkait melakukan uji petik di semua titik parkir. Kepala Dinas Perhubungan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama mengatakan ada 30 titik objek parkir yang terdata. Dari 30 tersebut, tiap harinya secara bergilir akan dilakukan kegiatan uji petik. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada kemungkinan kebocoran dari petugas. Dilihat juga berapa persentase masyarakat yang tidak tertib membayar parkir. “Modelnya sepeti survei. Karena itu akan disiapkan timnya. Tim itu nantinya akan
menghitung jumlah wajib parkir yang masuk ke semua titik objek parkir per hari. Agenda itu dilakukan setelah hari raya Galungan ini,” jelasnya, Kamis (20/2) kemarin. Menurutnya, mekanisme kinerja tim yang dibentuk akan senantiasa memantau satu titik objek parkir dalam sehari. Artinya, untuk titik objek parkir yang potensinya ada pada waktu pagi hari, siang dan malam hari. Uji petiknya akan dilakukan sesuai potensi waktu tersebut. Jika potensi objek parkir hanya terjadi malam hari, maka uji petiknya juga dilakukan saat malam hari. Begitu juga jika objek parkir hanya terjadi di pagi hari, maka uji petiknya pagi saja. “Dengan 30 titik objek parkir, artinya kegiatan uji petik ini dilakukan sekitar satu bulan,” terangnya. Ia berharap dengan cara ini akan bisa diketahui potensi yang ada. Misalnya saja ketika uji petik di satu titik objek parkir menghasilkan data potensi mencapai Rp 2 juta per hari. Maka pada titik objek tersebut potensinya atau rata-rata akan bisa diketahui pergerakan naik turun penerimaan retribusi parkir berkisar di level 10-20 persen
KANTONG PARKIR - Kepala Dinas Perhubungan Tabanan dan jajaran terus melakukan pengawasan pada kantong kantong parkir. dari hasil data uji petik itu. Kecuali dipengaruhi hujan atau kondisi pada titik objek parkir dimanfaatkan untuk kegiatan tertentu, maka kemungkinan terjadi penurunan persentase cukup tajam dari hasil uji petik sebelumnya. Begitupun hasil uji petik ini juga tidak menutup kemungkinan mengetahui adanya potensi kebocoran di lapangan. Artinya, jika dari kajian ditemukan ada kebocoran di tingkat petugas lapangan, maka pihaknya akan memperketat penga-
wasan di lapangan. Sebaliknya, jika kebocoran terjadi di pihak wajib parkir, maka diperkuat dengan melakukan sosialisasi ke lapangan. Di mana saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak perbankan khususnya mensosialisasikan penggunaan kartu elektronik untuk pembayaran parkir ke depannya. “Saat ini penggunaan kartu elektronik di tingkat masyarakat kami lihat masih rendah. Kebanyakan bayar parkirnya secara manual,” ucapnya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Wabah virus Corona di Tiongkok rupanya berdampak dengan keberlanjutan ekonomi warga, khususnya nelayan lobster di Kabupaten Tabanan. Selama ini ekspor lobster ke Tiongkok menjadi andalan khususnya nelayan pantai Yeh Gangga Namun kini para nelayan hanya bisa mengandalkan pangsa pasar domestik saja, sembari menunggu pulihnya permintaan ekspor. Karena pasar domestik, tentu saja nilai jualnya jauh lebih murah. Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan I Ketut Arsanyasa mengatakan merebaknya virus Corona di Wuhan, Tiongkok ternyata berdampak besar pada perdagangan ekspor lobster ke negara tersebut. Arsanayasa yang juga Ketua Paguyuban Nelayan Bali itu menambahkan, para eksportir tingkat lokal memang relatif terganggu belakangan ini. Mereka pun tidak mengambil lobster tangkapan para nelayan Yeh Gangga itu. Malah kondisi seperti itu sudah terjadi sejak sebelum Imlek.
Tabanan (Bali Post) Proses lelang jabatan posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tabanan, Senin (17/2), setidaknya sudah memasuki tahapan tes assesment bagi kandidat. Namun karena ada sedikit halangan, terpaksa ditunda. Assessment akan dilakukan Senin (24/2). Sekretaris Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Luh Putu Mahadi Santi Dewi saat dikonfirmasi Kamis (20/2) kemarin mengatakan, seyogianya tes assessment digelar Senin
(17/2) di Hotel Dewi Sinta kawasan Objek Wisata Tanah Lot Desa Beraban, Kediri. Namun karena ada asesor yang sakit, maka jadwal diundur Senin (24/2) mendatang. “Asesornya sakit, otomatis tes assessment itu diundur. Tes akan dilaksanakan Senin depan,” ujarnya. Terkait mundurnya jadwal tes assessment, kata Mahadi, akan disiapkan pengumuman. Tes assessment sejatinya merupakan seleksi kompotensi manajerial. Tes itu bisa dilakukan melalui assessment center maupun asesor independen. Dan untuk lelang jabatan
kali ini menggunakan asesor independen. “Lewat tes itu dinilai apakah yang bersangkutan memenuhi syarat kompetensi manajerial yang sudah ditentukan atau belum,” jelasnya. Metode yang digunakan dalam tes assessment itu adalah tes psikometri, Locus Group Discussion (LGD) dan wawancara. Tujuanya menggali potensi dan kompetensi yang bersangkutan, apakah memenuhi syarat menduduki jabatan tersebut. Seperti diketahui sebelumnya, BKPSDM membuka lelang jabatan untuk posisi kepala
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Selama masa pendaftaran ada enam pelamar memperebutkan posisi itu. Mereka itu Camat Penebel I Gusti Ayu Nyoman Supartiwi. Kabag Humas I Ketut Ridia, Wadir BRSU Luh Gede Sukardiasih. Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) I Wayan Sukanrayasa, Sekretaris Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Ni Wayan Mariati, dan Inspektur Pembantu Wilayah 3 I Nengah Wisnu Wardana. (kmb28)
LOBSTER - Nelayan Yeh Gangga Tabanan yang selama ini mengandalkan tangkapan lobster.
kondisi korban sudah membusuk. Isi perutnya sudah tidak ada. Telapak kaki dan tangannya juga membusuk. Wajah korban pun tidak bisa dikenali. Saksi hanya mengenali mayat korban dari pakaian yang digunakan. Gubuk itu ada di sawah yang pernah di garap oleh saudara korban.
EVAKUASI - Petugas saat melakukan evakuasi mayat pekak Wirna yang ditemukan di sebuah gubuk.
Dampak Virus Corona Kejar Target Retribusi Dishub Lakukan Uji Petik 30 Titik Parkir Nelayan Lobster Yeh Gangga Andalkan Pasar Domestik
Asesor Sakit, Tes ”Assessment” Kadis KB Diundur
“Terkait hal itu, kami sudah sampaikan ke provinsi melalui Wakil Gubernur Bali. Kami diterima untuk membahas permasalahan itu. Dari pertemuan dengan Wagub, kami diberikan solusinya membuka keran perdagangan ke pariwisata Bali. Hal itu sudah ditindak lanjuti dengan menggandeng dinas maupun pelaku usaha terkait,” terang Arsanayasa, belum lama ini. Kemudian, dari hasil pertemuan itu, lanjut Arsana Yasa, serapan pasar untuk lobster size 100 gram - 200 gram maupun size besar di tingkat pasar domestik sudah mulai lancar. Meski diakuinya masih belum maksimal. “Ini tentu perlu waktu memaksimalkan serapan pariwisata Bali agar mereka membeli produk perikanan hasil tangkap nelayan lokal,” ujarnya. Rata-rata permintaan pasar lobster dari kalangan sektor pariwisata Bali dari nelayan Yeh Gangga berkisar 100-600 kilogram per hari. Menurutnya, jumlah itu memang sudah mencerminkan volume tangkapan nelayan terserap
semua. Akan tetapi kondisi seperti itu masih belum menguntungkan nelayan, jika dibandingkan masih lancar ekspor yang dilakukan ke Tiongkok. Karena selama ini pasar Tiongkok meminta lobster dalam jumlah tidak terhingga. Bahkan harga jualnya mahal. Arsanayasa yang juga anggota Komisi I DPRD Tabanan ini mengatakan harga lobster size 100-200 gram sebelumnya di pasaran mencapai Rp 450 ribu per kilogram. Kini size segitu hanya diangka Rp 80 – Rp 100 ribu per kilogram. Begitu juga harga lobster di atas 200 gram berkisar Rp 350 ribu per kilogram, kini hanya laku diangka Rp 180 ribu per kilogram. “Bagi nelayan memang pendapatannya jauh menurun. Buat mereka saat ini yang penting laku,” terangnya. Dengan hanya mengandalkan pasar domestik, dikatakannya memang hal itu membuat harga lobster jadi lebih murah dari sebelumnya. Namun yang penting hasil tangkapan nelayan lokal terjual dan tidak banyak ruginya. (kmb28)
”Pecalang Istri” Ikut Jaga Kelancaran Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau LANCARNYA pelaksanaan puncak Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Penebel, Kamis (20/2) tidak terlepas dari keterlibatan para pecalang istri khususnya. Sejak pagi puluhan pecalang istri itu sudah tampak siap menyambut krama pamedek istri, sebelum masuk ke areal tengah Pura Luhur Batukau. Lalu dengan adanya pecalang istri, apakah sudah ada terjadi perubahan berpakaian atau berbusana pada krama pamedek? Koordinator Pecalang Istri Pura Luhur Batukau Ni Ketut Pariati (54) mengatakan, sejak dibentuk pecalang istri enam bulan lalu, sampai saat ini setidaknya sudah banyak pamedek istri yang kembali ke tata busana ke pura. Sebenarnya tata busana itu sesuai dresta masing-masing. “Sudah mulai ada perubahan. Setidaknya sejak enam bulan lalu sampai saat ini (puncak Karya Agung Pangurip Gumi) sudah sekitar 85 persen pamedek istri menggunakan busana sesuai dresta ke pura,” terangnya Kamis (20/2) kemarin, di sela-sela ikut bertugas dalam kelancaran karya. Berbusana ke pura, dikatakannya, harus mengenakan kebaya lengan panjang.
Sedangkan kamen-nya harus yang dililit. Artinya bukan kamen jadi. Sedangkan rambut juga harus diikat rapi. Meskipun diakui saat pelaksanaan Karya Agung Pangurip Gumi kemarin masih ada saja ditemui pamedek yang belum mengenakan busana yang diwajibkan, namun pihaknya tetap memberikan imbauan agar nantinya bisa lebih baik lagi. Seperti diberitakan sebelumnya keberadaan pecalang perempuan ini disampaikan Bendesa Adat Wangaya Gede,
I Ketut Sucipto. Kehadiran mereka, kata Sucipto, selain mengembalikan tata busana ke pura yang patut dan rapi, juga merupakan bagian emansipasi wanita. Sebab, di Indonesia sendiri diakui tidak ada perbedaan laki-laki dan perempuan. Begitupun saat pamedek yang tangkil ke Pura Batukau juga tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Pecalang istri ini berjumlah 18 orang. Mereka ditunjuk dari 12 banjar adat di Desa Wangaya Gede. Pecalang istri didaulat
saat krama melaksanakan paruman dimasing-masing banjar adat yang dipimpin Bendesa Adat Wangaya Gede. Bahkan tidak ada persyaratan khusus. Pasalnya, siapapun yang berminat maka dipersilakan ngayah. Tugas mereka fokus di khayangan pura menegur pamedek yang berpakaian tidak rapi masuk ke utama mandala pura sembahyang. Dalam ertugas memakai jadwal shift yang dibagi tiga shift. Yakni shift pagi, shift siang dan shift malam. Ciri khas pecalang
istri juga terlihat dari pakaian yang dikenakan. Yakni kebaya warna putih di pinggir kebaya ada warna poleng (hitam putih) namun dengan kamen hitam di depannya juga berisi warna poleng. Selendang warna poleng dan berisi tulisan pecalang dibagian belakang dan dilengkapi namtage. (bit) PECALANG ISTRI - Koordinator pecalang istri Pura Luhur Batukau, Ni Ketut Pariati, bersama pecalang istri lainnya, Kamis (20/2).
Jumat Paing, 21 Februari 2020
Umanis Galungan
Warga Amunduk Taro Gelar Tradisi ”Ngelawang”
Bali Post/nik
NGELAWANG - Prosesi ngelawang sasuhunan barong dan rangda yang diiring oleh ribuan umat Hindu di Amunduk Taro, Kecamatan Tegallalang, Kamis (20/2) kemarin. BERSAMAAN dengan Umanis Galungan, Kamis (20/2) kemarin, ribuan warga Amunduk Taro menggelar tradisi ngelawang barong dan rangda. Tradisi itu dilangsungkan setiap enam bulan sekali dan dipusatkan di Pura Sebang Daat, Desa Adat Puakan, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang. Selanjutnya, seluruh tapakan sasuhunan berperawakan barong dan rangda dihaturkan upacara khusus pada beberapa pura yang ada di desa tersebut. Pelaksanaan tradisi ngelawang di desa ini dilakukan setiap enam bulan sekali dengan berjalan kaki dari satu desa ke desa lainnya.
Tradisi ini diikuti seluruh desa pakraman yang berada di Amunduk Ubud atau di wilayah utara Ubud. Dipusatkan di desa ini, seluruh tapakan Ida Batara berperawakan barong dan rangda dihaturkan upacara khusus di dua lokasi, yakni Pura Puseh dan Pura Bale Agung desa pakraman setempat. Tradisi ini diawali dengan upacara di Pura Puseh dan dilanjutkan di Pura Bale Agung desa pakraman setempat. Selanjutnya, di Pura Puseh tersebut tapakan Ida Batara menghadap ke timur atau ke arah palinggih bertujuan tangkil dan nunas kasidian, dan kesaktian. Usai prosesi di
Pura Puseh ini digelar, seluruh tapakan Ida Batara diiringi warga menuju Pura Bale Agung dan dilanjutkan simpang di setiap pura desa pakraman yang dilintasi. Mengingat jaraknya relatif jauh, tak jarang tradisi ini berlangsung hingga tengah malam. Kendati demikian, tidak mengurangi semangat warga untuk ngayah. Tradisi sehari setelah Galungan ini tetap berjalan setiap enam bulan sekali. “Selain itu, tradisi juga berlangsung dari pagi menelusuri masing-masing desa adat di Amunduk Taro dan berlangsung sehari penuh,” ujar Bendesa Adat Kelusa I Wayan Suarka yang ikut serta dalam tradisi ini. Menurut Suarka, tradisi yang rutin setiap enam bulan sekali ini dilakukan dengan harapan menyebarkan berkah untuk seluruh warganya. “Tradisi ini dengan harapan segala isi dunia diberikan berkah maupun kesejahteraan,” katanya. Suarka menambahkan, tradisi ini diikuti puluhan tapakan perawakan barong dan rangda. “Ini adalah tradisi ngelawang yang digelar warga Desa Amunduk Taro setiap enam bulan sekali setelah perayaan Galungan. Ribuan warga terlibat yang berasal dari sejumlah desa pakraman ikut menyertakan puluhan tapakan perawakan barong dan rangda,” tegasnya. (nik)
Bali Post/eka
KERAJINAN - Seorang pedagang menggelar sejumlah produk kerajinan di Objek Wisata Pura Gunung Kawi, Gianyar.
Dalami Kasus Pasutri Terbakar di Pantai Siyut
Polisi Tunggu Kesembuhan Suami
Gianyar (Bali Post) Polisi masih mendalami kasus pasangan suami-istri (pasutri) terbakar dengan sepeda motor Yamaha NMax DK 3151 QH di Pantai Siyut, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar. Setelah sang istri berinisial S meninggal, kini polisi masih menunggu kesembuhan suaminya berinisial Wayan W yang masih menjalani pemeriksaan di RSUP Sanglah. Dikonfirmasi Kamis (20/2) kemarin, Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika mengatakan, sampai saat ini polisi masih mendalami kasus terbakarnya pasutri dan sepeda motor Yamaha Nmax di Pantai Siyut, Desa Tulikup. Untuk melanjutkan kasus ini, polisi masih menunggu pemeriksaan terhadap Wayan W yang saat kejadian bersama S. “Belum bisa diperiksa, karena masih dalam perawatan dokter. Tera-
khir masih di ICU,” katanya. Suastika menambahkan, pemeriksaan terhadap Wayan W menjadi penting, karena dia berada di Pantai Siyut bersama istrinya, S, yang meninggal akibat kejadian tersebut. Dikatakan, jajaran Polres Gianyar yang ikut mem-back up pengungkapan kasus ini juga membantu melakukan pendalaman dengan pemeriksaan pada sejumlah keluarga pasutri asal Sanur ini. “Kami
dibantu jajaran Polres Gianyar. Pemeriksaan terhadap pihak keluarga, hasilnya seperti apa, masih kami tunggu,” imbuhnya. Tidak hanya itu, katanya, Tim Labfor Polda Bali juga kembali diturunkan untuk mendalami kasus ini. Selasa (18/2) lalu tim melakukan pengecekan ke lokasi motor terbakar di Pantai Siyut. “Tim sudah ke lokasi mengambil beberapa material sisa terbakar
untuk memastikan penyebab kebakaran, apakah karena bensin atau yang lain,” jelasnya. Disinggung kesimpulan sementara penyebab pasutri ini terbakar, Suastika mengaku belum bisa mengambil kesimpulan. Apakah pasutri ini sama-sama bunuh diri atau ada penyebab lain. “Belum bisa diambil kesimpulan. Yang pasti, anggota masih tetap melakukan pendalaman,” tegasnya. Sementara informasi dihimpun di lapangan, Sabtu (15/2) dini hari korban berinisial S mengendarai sepeda motor Yamaha NMax DK 3151 QH dari Denpasar ke Pantai Siyut, Desa Tulikup. Kala itu sang suami berinisial Wayan W
diketahui membuntuti istrinya itu. Informasi menyebutkan, setiba di pantai didapati korban berinisial S ini sudah menyirami dirinya dan sepeda motor Yamaha NMax dengan bensin. Selanjutnya korban langsung membakar diri beserta sepeda motor itu. Suami korban yang melihat kejadian itu langsung berupaya memadamkan api. Namun korban sudah telanjur terbakar. Wayan W lantas melarikan istrinya ke rumah sakit. Sementara sepeda motor Yamaha NMax dibiarkan terbakar hingga hangus di Pantai Siyut. Informasi terakhir menyebut korban meninggal pascakejadian. (kmb35)
Pencurian ”Banten” Penjor Resahkan Warga
Bali Post/kmb35
RAIB - Penjor Galungan di Banjar Mas, Desa Sayan yang bantennya raib dicuri oleh orang tak dikenal, Kamis (20/2) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Kasus pencurian banten yang berisi sesari (uang - red) pada sanggah penjor kembali terjadi. Kali ini pelaku beraksi dengan menyasar belasan penjor di Banjar Mas Desa Sayan, Kecamatan Ubud. Ironisnya, para pelaku mencuri banten yang berisi sesari itu sebelum banten tersebut diupacarai saat hari raya Galungan, Rabu (19/2). Kejadian yang cukup meresahkan warga ini belum dilaporkan ke aparat kepolisian. Warga setempat menduga hilangnya banten pada sanggah penjor tersebut ulah sekelompok buruh proyek. Pasalnya, warga sebelumnya melihat sejumlah buruh proyek lalu-lalang dengan gerak-gerik mencurigakan di seputaran banjar tersebut. “Sepanjang jalan ini semuanya raib bantennya. Ada yang berisi buah-buahan, jajan, dan sesari palingan Rp 2 ribuan,”
jelas Wayan Darmanta, salah seorang warga setempat. Darmanta menambahkan, warga memperkirakan para pelaku beraksi saat malam menjelang Galungan dan pagi hari saat hari raya Galungan. Banten sanggah penjor yang menjadi sasaran, dominan yang jaraknya gampang diambil. Sedangkan sanggah penjornya lebih tinggi tidak bisa digapai. “Banten pada sanggah penjor yang pendek dominan hilang,” katanya. Menurut Darmanta, warga sangat geram dengan kejadian tersebut. Bukan tentang nominal sesari, namun karena banten itu diambil sebelum diupacarai. “Kalau lungsuran atau sudah katur (diupacaraired) dan mereka bilang baikbaik untuk minta, ya tidak masalah. Pasti akan diberikan. Yang jadi masalah itu diambil tanpa minta izin dan parahnya ada yang belum dihaturkan,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Klian Dinas Banjar Mas, Desa Sayan, Kadek Dwi Putra Yoga, membenarkan adanya kejadian yang meresahkan warganya tersebut. Saat ini pihaknya masih mendata berapa warga yang kehilangan banten penjor saat Galungan. “Kami akan data dulu. Pastinya akan dikoordinasikan dengan pecalang desa agar dibicarakan,” katanya. Dwi Putra Yoga tidak menampik memang ada dugaan aksi tersebut dilakukan sejumlah buruh proyek. Dikatakan, pihaknya bersama para pecalang berencana akan berkoordinasi dengan mandor proyek. Selain itu, ia berpesan agar warga tetap tenang menyikapi kejadian tersebut. “Seandainya ada warga yang memergoki kejadian tersebut, kami ingatkan agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. (kmb35)
Percepat Pelayanan dengan Sistem Desa Digital Gianyar (Bali Post) Tahun anggaran 2020 ini, Pemkab Gianyar berencana memulai sistem desa digital. Hal ini dilakukan untuk mempercepat berbagai pelayanan di desa. Namun, penerapan sistem digital ini memerlukan ketersediaan tenaga SDM dan sarana prasarana yang memadai. Kepala Bidang Pembangu-
nan Kawasan Pedesaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gianyar, Wayan Sudiana, mengatakan hal itu belum lama ini. Dengan sistem desa digital ini, kata Sudiana akan menghemat beberapa proses pelayanan di tingkat bawah. Terutama dalam mengurus berbagai keperluan administrasi ke Pemkab Gianyar.
“Kalau bisa diwujudkan, cukup datang ke kantor desa. Di setiap desa ada petugas IT dan connect dengan Kominfo. Maka dari itu, diperlukan SDM dan sarana prasarana yang memadai,” jelasnya. Untuk sementara, kata Sudiana, yang bisa diurus dengan sistem digital adalah pengurusan catatan sipil. Ke depan tentu akan dimulai
berbagai langkah lainnya untuk memajukan sistem digital di Gumi Seni ini. “Ke depan mungkin langkahnya bisa mengurus perizinan secara digital. Itu bertahap, karena kalau izin kan ada verifikasi dan sebagainya. Mungkin ke depan ke arah sana juga,” ujarnya. Selama ini, sejumlah pelayanan masih dilakukan
secara manual. Menurut Sudiana, proses tersebut dinilai kurang efektif dan kurang efisien. “Masyarakat harus ke Camat, dan ke Dinas Capil. Yang disayangkan, kalau di Capil tidak ada blangko. Bayangkan, misalnya dari Payangan ke Gianyar jauh-jauh, tidak dapat apa,” katanya memberi contoh. (kmb35)
Kakek 80 Tahun Jatuh ke Jurang Gianyar (Bali Post) Seorang kakek, I Made Neka, jatuh ke jurang di Sungai Klatung, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kamis (20/2) kemarin. Akibat musibah tersebut, kakek berusia 80 tahun ini mengalami sejumlah luka. Proses evakuasi korban dari jurang mengerahkan petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar dan petugas kepolisian. Menurut Kapolsek Tampaksiring AKP Gusti Dharmanatha, korban awalnya jalan-jalan di belakang areal rumahnya. Tanpa diduga korban yang diketahui mulai linglung itu terpeleset ke jurang, hingga jatuh ke sungai. “Ia kepeleset. Tidak ada unsur pidana,” ujarnya. Menurut Dharmanatha, posisi korban saat terjatuh tidak membahayakan. Saat ditemukan, kakek tersebut dalam keadaan sadar. Namun ia mengalami sejumlah luka. Di antaranya, luka di bagian dahi,
lecet pada kaki kanan dan kiri. “Tim gabungan yang menerima informasi ada orang jatuh ke jurang langsung meluncur ke lokasi kejadian,” katanya. Tim yang terdiri dari Polsek Tampaksiring, BPBD Gianyar dibantu warga setempat langsung turun ke jurang. “Meski Medan sulit, korban berhasil dievakuasi bersama petugas gabungan,” terangnya. Dharmanatha mengatakan, proses evakuasi korban tuntas sekitar pukul 08.45 Wita. Setelah berhasil dievakuasi, korban sempat dibawa ke rumahnya untuk diperiksa dan selanjutnya dibawa ke RS Sanjiwani Gianyar oleh PMI Gianyar. “Dari informasi pihak keluarga, si kakek kerap meninggalkan rumah tanpa meninggalkan pesan. Dulu korban juga sempat hilang dari rumahnya, tapi setelah dicari ditemukan dalam kondisi selamat. Sekarang ditemukan jatuh ke jurang dengan aliran sungai yang cukup deras,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
EVAKUASI - I Made Neka saat dievakuasi oleh tim gabungan, Kamis (20/2) kemarin.
Jumat Paing, 21 Februari 2020
Jangan Abaikan Kebutuhan Daerah Kepulauan Semarapura (Bali Post) -
Persoalan kelangkaan gas elpiji di daerah kepulauan seperti Lembongan, akhirnya sudah membuahkan solusi. Pihak Pertamina menyatakan sudah menyiapkan langkah-langkah efektif mengatasi kelangkaan itu. Solusinya, disiapkan alternatif suplai dari Kepulauan Nusa Gede. Anggota DPR-RI Nyoman Parta, Kamis (20/2) kemarin mengingatkan hak-hak warga di daerah kepulauan itu harus diperlakukan tetap sama. Jadi, dia menegaskan jangan pernah pemerintah dan lembaga terkait mengabaikan kebutuhan warga di wilayah kepulauan. Penegasan itu dia sampaikan setelah turun ke Lembongan dan mengundang pihak Pertamina untuk menyelesaikan masalah kelangkaan elpiji di wilayah setempat. Politisi PDI-P ini bersyukur, Pertamina sudah berjanji. Dan
seterusnya akan menjaga ketersediaan pasokan elpiji untuk semua ukuran. Itu wajib dilakukan guna memenuhi kebutuhan warga setempat dan akomodasi pariwisata yang saat ini berjuang menghadapi sepinya kunjungan wisatawan
SOSOK Tingkatkan Pembangunan Jalan AGENDA reses dimanfaatkan para legislator DPRD Klungkung untuk menyerap aspirasi masyarakat. Setiap legislator turun ke desadesa untuk memperoleh aspirasi dan warganya. Kemudian menyusunnya ke dalam pokir (pokok-pokok pikiran) lembaga dewan. Dan selanjutnya dibahas, diparipurnakan. Setelah itu baru diusulkan kepada eksekutif. Khusus wilayah Kepulauan Nusa Penida, aspirasi warga masih didominasi pembangunan akses jalan. Selain itu juga banyak persoalan sambungan air yang tidak kunjung direspons. Di samping masalah blank spot yang tak kunjung tertangani. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru, Kamis (20/2) kemarin, setelah melakukan reses di Kecamatan Nusa Penida. Salah satunya di Desa Tanglad dan Desa Batukandik. Politisi asal Desa Sakti ini mengatakan 80 persen akses jalan setempat belum terealisasi perbaikan atau belum tersentuh aspal. Warga setempat dikatakan menginginkan perbaikan lanjutan akses jalan ke Pura Sekar Kuning sekitar 500 meter lagi, agar segera dapat dituntaskan. ‘’Di sana penduduknya juga banyak. Karena jalannya rusak, distribusi hasil pertanian dan peternakan pun jadi macet,’’ kata politisi Gerindra ini. Masyarakat setempat juga masih menunggu janji perbaikan infrakstruktur jalan tahun 2019 lalu, agar bisa direalisasikan tahun ini, khususnya pada akses jalan di Banjar Dungkap I dan Dungkap II. Terkait sambungan air, dikeluhkan warga Banjar Pengancangan Desa Tanglad. Dari hasil reses dewan, di sana ada usulan sambungan air itu belum direspons. Padahal sudah satu tahun diajukan. Ada juga pipanya sudah terpasang, tetapi airnya belum keluar. Terakhir, aspirasi yang banyak masuk terkait sinyal. Beberapa desa masih blank spot. Seperti Desa Sekartaji yang dikenal dengan Bukit Teletubies-nya. Ada juga kekurangan lampu penerangan jalan. ‘’Banyak wisatawan andalkan google maps, tetapi sinyal justru tidak ada. Lalu sampai kapan terus seperti ini?. Kami dorong Diskominfo agar segera menyelesaikan masalah ini. (gik)
Sidang TPPU Wisnaya
Jaksa Berencana Hadirkan Mantan Bupati Candra PEMERIKSAAN beberapa saksi kunci atas kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan terdakwa I Nengah Nata Wisnaya sudah dilakukan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Selain notaris, juga ada Ni Made Anggara Juni Sari. Bahkan dia dikawal LPSK. Lantas siapa saksi yang akan dihadirkan berikutnya? Informasi yang diperoleh Kamis (20/2) kemarin, bahwa mantan Bupati Klungkung Wayan Candra masuk daftar saksi kunci yang diajukan jaksa dari Kejari Klungkung itu. ‘’Pekan lalu sebenarnya sudah dipanggil melalui surat. Bahkan petugas kejaksaan sudah menjemput ke rumah tahanan. Namun Pak Candra tidak bersedia. Dalihnya surat tidak diterima secara langsung,’’ ujar sumber tim jaksa dalam kasus ini. Walau sempat dijemput dan tidak bersedia, itu semata-mata alasan administrasi saja. ‘’Ya, kita layangkan surat lagi,’’ ujar salah seorang jaksa. Sementara dalam sidang sebelumnya, untuk membuktikan dakwaan TPPU itu, jaksa dari Kejari Klungkung Soma Dwipayana dan Tigana Barkah Maradona, sudah memeriksa sejumlah saksi. Misalnya sari perbankan, staf akunting, dan juga pihak notaris. Dalam beberapa kesempatan sidang, baik jaksa maupun hakim banyak mengorek soal PT BPI (Bali Perkasa Internasional). (asa)
pascadampak virus Corona. ‘’Kesimpulan pertemuan kami, paling penting Pertamina sudah berjanji menjaga kesedian kebutuhan pasokan BBM maupun elpiji ke Lembongan. Ingat sekali lagi, Nusa Lembongan adalah daerah
kepulauan. Kebutuhan mereka jangan diabaikan. Kalau tidak bisa lebih, perlakuannya harus sama dengan Klungkung daratan,’’ tegasnya. Menurutnya, kalau sudah niat dan tahu kondisi wilayah, setiap kesulitan di lapangan, tentu sudah disiapkan berbagai solusi alternatifnya. Tujuannya, agar stabilitas daerah kepulauan itu tetap terjaga terhadap ragam kebutuhan pokok mereka. Artinya, kalaupun ada gangguan cuaca dan maupun teknis pengiriman dengan kapal tanker, jan-
gan kemudian masalah yang ditimbulkan itu dibiarkan begitu saja, sehingga malah menimbulkan masalah baru. Seperti BBM dan elpiji langka. Dia juga mengingatkan agar pihak kepolisian lebih bijak melihat persoalan ini. Di saat warga dan pelaku usaha sudah sulit memperoleh gas, justru dipersulit lagi dengan upaya penangkapan. Inilah yang membuat stabilitas wilayah terganggu. Segala situasinya harus dipertimbangkan dan dikoordinasikan, agar warga tidak susah dan
situasi daerah kepulauan tetap stabil. ‘’Sampai pada dampak cuaca buruk dan air laut surut, juga sudah dipikirkan lebih jauh oleh Pertamina. Kami akan kawal terus langkah-langkah yang dilakukan Pertamina,’’ tegasnya. Elpiji Seret Sebelumnya, setelah persoalan distribusi elpiji seret di wilayah kepulauan Desa Lembongan, pihak Pertamina akhirnya datang ke desa setempat, sesuai permintaan anggota DPR-RI Nyoman
Parta, Senin (17/2). Dalam pertemuan dengan warga setempat, pihak Pertamina menerima keluhan warga setempat, bahwa boat yang mengangkut elpiji diamankan Polairud karena diduga mengangkut gas oplosan. Sales Area Manager Retail Bali PT Pertamina Deny Sukendar saat itu menyampaikan PT Pertamina akan menelusuri agen yang diduga melakukan praktik mengoplos gas itu. Jika ditemukan, pihaknya siap memberi sanksi tegas. (kmb31)
TOSS Karangdadi Dirancang Jadi ’’Learning Center’’ Pengolahan Sampah Semarapura (Bali Post) Ekspektasi terhadap TOSS Karangdadi di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, bukan sekadar pusat pengolahan sampah. TOSS Center ini juga dirancang menjadi Learning Center, khususnya dalam metode pengolahan sampah yang bisa menginspirasi banyak daerah secara nasional. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta berharap TOSS Karangadadi itu menjadi jawaban semua pihak dalam mengelola sampah yang efektif dan profesional. Bupati Suwirta belum lama ini mengamati sistem kerja seluruh pegawai TOSS yang berjumlah 30 orang.
Sejumlah mesin juga sudah tampak terpasang dan siap dipakai. Di antaranya lima mesin pencacah, dua mesin pelet dan dua buah mesin pencacah plastik. Tampak para pegawai yang didominasi para ibu mulai memproses sampah yang telah melalui proses peyeumisasi selama seminggu dalam boks sampah. Selanjutnya sampah organik itu dicacah menggunakan mesin oleh tiga orang petugas, sehingga menjadi serbuk. Sementara sampah berbahan plastik kecuali botol, dicacah hingga menjadi biji plastik. Setelah melihat kedua proses pengolahan itu, Bupati Su-
wirta mengaku melihat para petugas belum bekerja secara optimal. Petugas masih terlihat canggung atau merasa risi berhadapan dengan sampah. Saat melakukan pengolahan menggunakan mesin, sampah banyak berceceran berserakan di sekeliling mesin sampah. Ini tentu menjadi evaluasi awal. ‘’TOSS Center ini akan dikunjungi banyak orang. Maka harus menunjukkan TOSS ini benar-benar mampu bekerja mengurangi sampah. Saya tidak ingin ada mesin yang tidak beroperasi, semua karyawan harus bekerja maksimal dan tidak terlihat canggung,’’ katanya. (kmb31)
PENGOLAHAN SAMPAH - Petugas melakukan pengolahan sampah di TOSS Karangdadi.
Inovasi Gema Tansaplas Dimulai Maret PEMKAB Klungkung terus mempersiapkan inovasi barunya dalam penanganan sampah. Inovasi itu yakni Gerakan Bersama Puputan Sampah Plastik (Gema Tansaplas). Inovasi ini ditargetkan dapat dilaksanakan paling lambat Maret 2020. Nantinya, masyarakat wajib membuang sampah secara terpilah. Lalu bagaimanakah strategi efektif yang dilakukan baik untuk penanganan sampah organik maupun nonorganik? Bupati Klungkung Nyoman Suwirta usai memantau peningkatan volume sampah serangkaian hari raya Galungan, belum lama ini, mengatakan pentingnya dilakukan inovasiinovasi kreatif. Karena itu pihaknya terus mengedukasi warga agar bersama-sama peduli dengan lingkungan. Caranya kesadaran dalam mengelola sampah rumah tangga itu mau tidak mau harus ditingkatkan. Wajib, kata Bupati, diupayakan membuang sampah secara terpilah. Maksudnya, saat hari Senin sampah plastik yang dibuang. Namun, hari Selasa lalu membuang sampah organik. Nah… begitu seterusnya. Semua aturan berikut dendanya akan segera ditetapkan. ‘’Saya ingin membangun kesadaran dan peran serta seluruh masyarakat Klungkung, menjaga kebersihan, mem-
buang sampah tepat waktu. Mari mulai sekarang memilah sampah rumah itu, serta membuang sampah tepat waktu,’’ kata Bupati Suwirta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung A.A. Ngurah Kirana mengatakan, petugas kebersihan sudah siap mengawal inovasi ini. Koordinasi sudah dilakukan berkali-kali oleh Bupati Suwirta, agar inovasi ini dapat berjalan maksimal. Disinggung langkah antisipasi penanganan sampah saat hari raya, pihaknya mengaku tetap menjalankan kewajiban mengambil sampah, walaupun dalam kondisi libur hari raya. ‘’Libur hari raya tidak menjadi kendala dalam mengambil sampah dari pagi hingga sore. Itu kami lakukan untuk menjaga kebersihan kota Semarapura ini,’’ ujar Kirana. Bupati Suwirta bersama
Kirana sempat keliling melihat situasi terkini di lingkungan kota maupun pedesaan, khusus memantau sampah. Tujuannya, usai Galungan tidak ada sampah yang menumpuk di pinggiran jalan, sehingga kota Semarapura benar-benar selalu dalam kondisi bersih. Dalam pantauannya itu, Bupati Suwirta sempat melihat sampah yang ditaruh masyarakat di sepanjang
jalan. Malah sampah itu masih bercampuran. Dia pun langsung mengimbau ke masyarakat untuk mulai belajar memilah sampah organik dan nonorganik. Pemilahan itu perlu dibiasakan. Maka ini akan sejalan dengan inovasi Gema Tansaplas dan beberapa program inovasi tentang penanganan sampah lainnya. ‘’Saya melihat masih ada
pedagang buah di pinggir jalan justru membuang sampahnya ke pinggir jalan, tanpa ada tong sampah. Tanpa basa-basi saya langsung beri peringatan untuk segera menyiapkan tong sampah organik dan nonorganik di depan kiosnya,’’ ujar Bupati Suwirta seraya berharap upaya ini pelan-pelan mampu mengubah budaya buruk masyarakat. (gik)
NAIKKAN SAMPAH - Petugas angkut saat menaikkan sampah ke truk pengangkut sampah.
Jumat Paing, 21 Februari 2020
Kerusakan Jalan Pelintas di Dusun Butus Makin Parah
RUSAK - Akses jalan pelintas di Dusun Butus yang rusak parah akibat diterjang banjir.
Bali Post/kmb41
Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur Karangasem mengakibatkan akses pelintas di Dusun Butus, Desa Bhuana Giri, Bebandem diterjang banjir bandang. Kondisi itu membuat akses jalan yang mengalami kerusakan semakin parah. Ketika hujan lebat di Gunung Agung kembali terjadi, jalur tersebut dipastikan akan terputus. Informasi yang dihimpun di lapangan, jalan pelintas di Dusun Butus kembali jebol pada Rabu (19/2) yang bertepatan dengan hari raya Galungan. Bahkan, jalan terputus akibat terjangan banjir yang cukup besar saat hujan lebat. Kondisi itu mengakibatkan warga tak dapat melintasi jalur tersebut. Sebelumnya, agar jalur itu bisa dilintasi, masyarakat bersama Dinas PUPR Karangasem membuat jalan darurat. Dikonfirmasi Kamis (20/2) kemarin, Kepala Dinas PUPR
Karangasem I Nyoman Sutirtayasa mengatakan, setiap hujan lebat jalan tersebut dipastikan tidak bisa dilintasi karena rusak diterjang banjir. Bahkan, saat ini kerusakannya semakin parah. ‘’Pascaditerjang bajir sebelumnya, kami bersama komponen masyarakat setempat melakukan pengurukan lubang dengan mempergunakan pasir dan koral agar jalan bisa dilintasi. Itu sifatnya hanya sementara, apabila kembali diterjang banjir dipastikan jalan kembali rusak. Bahkan kalau air dari hulu besar, tidak tertutup kemungkinan jalan akan terputus,’’ ujarnya. Sutirtayasa menambahkan, proses pembangunan jembatan akan digarap tahun ini. Untuk pembangunan jembatan dianggrakan Rp 5 miliar dan saat ini masih dalam tahap proses tender. ‘’Apabila sudah ada pemenang tender, pengerjaan jembatan segera dilakukan,’’ tegasnya. (kmb41)
Rumah Warga Ababi Terbakar Amlapura (Bali Post) Musibah kebakaran terjadi pada malam Penampahan Galungan, Selasa (18/2). Rumah milik I Komang Lila asal Banjar Dinas Bias, Desa Ababi, Abang, Karangasem ludes dilalap si jago merah. Musibah itu mengakibatkan korban mengalami kerugian material hingga Rp 70 juta. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.30 Wita. Melihat kobaran api, pemilik rumah langsung berlari sambil berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk membantu memadamkan api. Besarnya kobaran api yang dengan cepat membakar seisi rumah, membuat upaya warga dan petugas seperti Satpol PP, TNI, dan pihak kepolisian untuk memadamkan api belum berhasil. Karena api semakin besar, salah seorang warga, I Nengah Pasek Suriawan, langsung menghubungi
Dinas Pemadam Kebakaran. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem I Nyoman Tari mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan personel menuju lokasi kejadian. Untuk menangani peristiwa itu, pihaknya menerjunkan 12 personel dan empat unit mobil pemadam kebakaran. ‘’Sekitar satu jam api baru dapat dipadamkan oleh petugas. Tidak ada korban jiwa, tetapi semua barang yang ada di dalam rumah ludes terbakar tidak bisa diselamatkan. Akibat kejadian itu, pemilik rumah mengalami kerugian material sekitar Rp 70 juta,’’ ujarnya. Tari menjelaskan, pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. ‘’Penyebabnya kami belum tahu, apakah karena dupa atau korsleting listrik. Masih didalami oleh pihak berwenang, dalam hal ini kepolisian,’’ tegasnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
JEBOL - Akses jalan yang menghubungkan Desa Sangkan Gunung dengan Desa Sidemen jebol akibat diguyur hujan lebat.
Akses Jalan Penghubung Desa Sangkan Gunung dan Sidemen Jebol
Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Karangasem tidak hanya memicu bencana tanah longsor dan banjir bandang. Hujan juga mengakibatkan akses jalan penghubung Desa Sangkan Gunung dengan Desa Sidemen, Kecamatan Sidemem, Karangasem jebol, Rabu (19/2). Kondisi tersebut mengakibatkan akses lalu lintas dan aktivitas warga setempat menjadi terganggu.
Bali Post/ist
TERBAKAR - Rumah milik warga I Komang Lila asal Banjar Dinas Bias, Desa Ababi terbakar saat Penampahan Galungan, Selasa (18/2) malam.
Salah seorang warga mengatakan, jalan jebol terjadi saat hari raya Galungan. Sebelum akses jalan jebol, hujan lebat memang sempat mengguyur wilayah Sidemen beberapa jam. ‘’Di bawah badan jalan terdapat terowongan air. Senderan terowongan itu yang jebol, sehingga badan jalan ikut tergerus,’’ ujarnya.
Ia mengaku sangat khawatir dengan kodisi jalan yang jebol. Pasalnya, apabila kembali diguyur hujan lebat, tidak menutup kemungkinan badan jalan akan putus. ‘’Kalau jalan ini putus maka akses jalan antara penghubung Desa Sangkan Gunung dengan Desa Sidemen tidak akan dapat dilewati,’’ katanya.
Dikonfirmasi Kamis (20/2) kemarin, Camat Sidemen A.A. Made Agung Surya Jaya mengatakan, jalan yang jebol itu merupakan akses jalan yang menghubungkan antara Desa Sangkan Gunung dengan Desa Sidemen. ‘’Saya dapat informasi terkait jalan jebol itu dari Perbekel Sangkan Gunung. Menerima laporan itu, saya
Belasan Babi Milik Peternak di Tenganan Mati Mendadak
Panen Raya
Harga Salak Anjlok Amlapura (Bali Post) Memasuki musim penghujan, produksi salak mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hanya, meningkatnya hasil produksi tidak membuat petani salak sumringah. Sebaliknya, petani salak justru gigit jari lantaran harga salak anjlok. Salah seorang petani salak, I Nengah Suwena, mengatakan harga salak anjlok sejak Januari lalu. Dikatakan, harga salak turun drastis karena saat ini mulai memasuki panen raya. Kondisi itu membuat dirinya gigit jari. “Panen raya biasanya berlangusng dari Januari sampai Maret. Sedangkan akhir Maret sampai Desember biasanya produksi mulai menurun. Saat itu harga salak baru bagus,” ujar Suwena, belum lama ini. Suwena menambahkan, sebelumnya harga salak berkisar Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram. Namun, saat ini harganya sangat jeblok yakni hanya Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per kilogram. Kondisi ini membuat petani gigit jari karena merugi. “Produksi banyak, sedangkan permintaan salak menurun. Jelas merugi. Kondisi ini rutin terjadi setiap tahun,” katanya. Menurut Suwena, banyaknya produksi salak membuat buah salak milik petani membusuk dan dibuang begitu saja karena tak bisa dijual. Pasalnya, permintaaan yang datang juga sedikit. “Kondisi ini membuat kerugian yang dialami petani mencapai puluhan juta,” jelasnya. (kmb41)
sudah mengecek langsung kondisi jalan yang jebol. Hampir sebagian badan jalan tergerus. Kejadian ini sudah kami laporkan ke BPBD dan Wakil Bupati Karangasem,’’ katanya. Menurut Surya Jaya, di lokasi itu telah dipasangi paving, kayu dan tali rapia sebagai pemberitahuan kepada para pengguna jalan bahwa jalan itu dalam kondisi jebol. Dengan begitu, warga yang melintasi jalan tersebut agar berhati-hati. ‘’Apabila di lokasi itu kendaraan berpapasan, salah satu kendaraan harus mengalah,’’ jelasnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
SALAK - Petani saat memanen buah salak. Harga salak saat ini anjlok, berkisar antara Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per kilogram.
Amlapura (Bali Post) Kasus kematian babi secara mendadak di Karangasem terus bertambah. Jika sebelumnya kasus kematian babi terjadi di Banjar Palak Besakih, Rendang, kali ini kematian babi secara mendadak melanda peternak di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Ni Wayan Rukmini. Menurut Ni Wayan Rukmini, babi yang mati mendadak tersebar di beberapa banjar, yakni di Tenganan Pegringsingan dan Bukit Kaler. Sebelum babi miliknya mati, babi tidak mau makan selama tiga hari, kondisi badannya panas, dan terlihat lesu. ‘’Saya memelihara empat ekor babi, dua di antaranya mati. Sementara dua ekor babi lainnya saya sembelih sebelum ikut mati. Sebelum mati babi itu kejang-kejang,’’ ujar Rukmini, Kamis (20/2) kemarin. Rukmini mengatakan, agar babinya tidak mati, dirinya sebenarnya sudah beberapa kali memberikan suntikan penguat dan jamu. Namun, upayanya itu tidak mempan. Ternak babinya juga sudah diberikan telur agar sehat, namun semua upaya itu ternyata sia-sia. ‘’Saya tidak tahu, apa yang menyebabkan babi itu mati mendadak. Ini aneh sekali. Tumben seperti ini. Tidak hanya babi saya yang mati, babi yang menggarap kebun saya juga ada yang mati mendadak,’’ tegasnya. Menurut Rukmini, tanda-tanda yang dialami babi-babi yang mati mendadak itu mirip dengan kematian babi di Gianyar, Tabanan, Denpasar, dan Badung. (kmb41)
Jumat Paing, 21 Februari 2020
Kurangi Pencemaran Danau Batur Bupati Rencanakan Buat Sodetan
Bali Post/jay
PERBAIKI - Satu unit alat berat dikerahkan untuk memperbaiki jalan menuju Pura Plaspasan, Desa Songan, Kintamani, Bangli.
Pascabanjir Bandang Jalan Menuju Pura Plaspasan Diperbaiki
Bangli (Bali Post) Dampak banjir bandang yang terjadi di Banjar Desa dan Banjar Hulundanu, Desa Songan, Kintamani, Bangli, tidak hanya merusak rumah dan lahan pertanian warga. Jalan menuju Pura Plaspasan pun mengalami kerusakan relatif berat. Sebab, air lumpur yang berasal dari atas bukit Kayupadi mengalir deras melalui jalan tersebut. Akibatnya, jalan yang dilintasi air banjir berubah jadi lubang. Untuk memperbaiki jalan itu dikerahkan satu unit alat berat. “Jalan menuju Pura Plaspasan ini memang masih jalan tanah. Saat terjadi banjir bandang, air dari atas bukit melintas ke sini (jalan menuju pura). Jalannya jadi berlubang. Saat ini belum bisa dilewati roda dua apalagi mobil. Nah, setelah jalan utama lumpurnya dibersihkan. Sekarang digunakan alat berat memperbaiki jalan itu,” kata salah satu warga setempat, Gede Artawan, Kamis (20/2) kemarin. Ia mengatakan perbaikan
jalan itu diakui memang harus segera dilakukan. Sebab, banyak warga tangkil ke pura tersebut. “Lokasi pura itu ada di bawah bukit. Kalau purnama dan tilem, banyak warga yang tangkil. Makanya jalan itu memang segera harus diperbaiki,” terangnya saat ditemui di lokasi. Perlu diketahui, bencana alam kerap menimpa kawasan Desa Songan, Kintamani, Bangli. Tak hanya longsor, banjir bandang pun hampir setiap
tahun terjadi. Bencana alam ini terjadi ketika musim hujan dan cuaca ekstrem. Meski pemerintah kabupaten dan provinsi selalu hadir setiap adanya bencana, namun belum ada pembahasan lebih lanjut. Seperti apa penanggulangan lebih awal, sehingga tidak terjadi banjir bandang lagi. ‘’Memang banyak faktor sebagai penyebabnya. Sehingga terjadinya banjir bandang di desa yang lokasinya di kaki Gunung Batur ini,’’ ujarnya. (kmb21)
Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli melakukan pengadaan dua unit truk tinja di tahun 2019. Namun sampai sekarang truk tinja itu belum pernah dioperasikan sama sekali. Sejak dibeli, truk berwana kuning itu dibiarkan nganggur di gudang alat berat milik Pemkab yang ada di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR-Perkim) Kabupaten Bangli, Made Soma, dikonfirmasi mengenai hal itu membenarkan dua unit truk tinja itu memang belum pernah dioperasikan. Kendalanya, karena pihaknya belum punya tenaga operator untuk mengoperasikan kendaraan tersebut. Termasuk tenaga sopir. “Kalau
sopir mungkin banyak. Staf kita bisa dijadikan sopir. Tapi tenaga yang mengoperasikan alat itu sama sekali kita belum punya,” terangnya. Dua unit truk tinja, jelas Soma didatangkan sekitar pertengahan tahun 2019. Terkait nilai anggaran pengadaan dua unit truk tinja tersebut, dia mengaku tidak hafal. Sejak truk itu didatangkan, lalu diparkir di gudang alat berat yang ada di Bangklet. Sesuai perencanaan, dua unit truk tinja itu dibeli untuk disewakan Dinas PUPR-Perkim ke masyarakat. Sebelum bisa disewakan, terlebih dahulu harus dibuatkan peraturan daerah (perda) tentang penyewaannya. Mengenai kemana nanti limbah akan dibuang, Soma
mengatakan, pihaknya nantinya akan bekerja sama dengan kabupaten lain yang punya pengolahan limbah tinja. Untuk itu Soma mengaku masih akan mensurvei terlebih dahulu. “Nanti untuk pengolahannya kami akan buat MoU dengan kabupaten lain yang punya pengolahan limbah,” terang Made Soma. Pihaknya mengupayakan pengoperasian truk tinja itu bisa dilakukan secepatnya. Itu dimaksudkan agar truk tinja yang dibelinya tidak rusak karena terlalu lama terparkir. “Mungkin PPK-nya (pejabat pembuat komitmen) sudah punya konsep untuk itu. Kalau tidak, kan tidak mungkin melakukan pengadaan truk tinja ini,” pungkas Soma. (kmb40)
Dibeli Tahun Lalu, Dua Unit Truk Tinja Milik Pemkab Dibiarkan Nganggur
Calon Perseorangan Belum Ada Serahkan Syarat Dukungan KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Bangli telah membuka penyerahan syarat duku-ngan bagi bakal pasangan calon yang ingin maju lewat jalur perseorangan atau independen sejak, Rabu (19/2). Namun hingga hari kedua, Kamis (20/2) kemarin, belum ada satu pun bakal calon yang datang menyerahkan berkas persyaratan ke kantor KPU. Lalu sejauh ini apakah KPU sudah melakukan sosialisasi terkait calon perseorangan itu? Ketua KPU Bangli, Putu Pertama Pujawan, mengatakan sesuai tahapan penyerahan syarat dukungan bakal paslon perseorangan dibuka bertepatan hari raya Galungan. Pihaknya telah menyiapkan tim untuk menerima bilamana ada bakal paslon perseorangan yang datang ke Kantor KPU untuk menyerahkan syarat dukungan itu. “Hari pertama kemarin masih nihil. Begitu juga hari kedua, sampai siang ini juga belum ada yang datang menyerahkan syarat dukungan itu,” terangnya. Penyerahan syarat dukungan bakal paslon perseorangan, kata Pujawan dibuka sampai tanggal 23 Februari mulai pukul 08.00-16.00 Wita. Khusus hari terakhir tanggal 23 Februari, penyerahan syarat dukungan paslon perseorangan dibuka hingga pukul 24.00 Wita. Ada tiga jenis dokumen syarat dukungan yang harus diserahkan oleh bakal paslon
Bali Post/ina
SIAPKAN TIM - KPU Bangli menyiapkan tim untuk menerima bakal calon yang ingin menyerahkan syarat dukungan. perseorangan. Salah satunya dokumen yang berisi daftar nama pendukung (formulir model B1KWK). Sebelum penyerahan syarat dukungan bagi bakal pasangan calon persorangan itu dibuka, Pujawan mengatakan pihak KPU Bangli sudah melakukan sosialisasi melalui media masa. Sosialisasi juga dilakukan ke desa-desa dengan menghadirkan tokoh-tokoh masyarakat. Dalam sosialisasi itu, pihaknya menyampaikan kepada masyarakat bahwa untuk maju ke
Pilkada Bangli, selain melalui Partai Politik, juga bisa lewat jalur perseorangan. Pujawan mengharapkan kepada masyarakat yang punya keinginan maju lewat jalur perseorangan, agar segera menyerahkan berkas syarat dukungan perseorangannya ke KPU. Karena butuh waktu untuk proses input pada aplikasi pencalonan (Silon). “Nanti rekap dukungan paslon perseorangan itu harus juga dituangkan dan di-input dalam silon KPU-RI,” jelasnya. (ina)
Bangli (Bali Post) – Keberadaan keramba jaring apung (KJA) selama ini dituding sebagai salah satu penyebab pencemaran Danau Batur. Terkait hal itu, Bupati Bangli I Made Gianyar berencana membuat sodetan di pinggiran danau. “Saya sudah minta Bappeda melakukan kajian dan membuat masterplan serta DED. Hal itu penting, pertama agar ekonomi nelayan tetap bisa tumbuh. Dan kedua, danaunya tidak tercemar,” kata Made Gianyar, Kamis (20/2) kemarin. Pihaknya, kata Bupati, akan memohon ke kehutanan agar lahan-lahan hutan yang berbatasan dengan danau bisa dimanfaatkan membuat sodetan. Teknisnya, sodetan itu
nantinya dipakai mengalirkan air Danau Batur ke lahan-lahan berbentuk kolam/tambak yang sudah dipersiapkan. Selanjutnya kolam-kolam itulah kemudian dipakai masyarakat sebagai pengganti KJA untuk membudidayakan ikan. Menurut Made Gianyar, dengan upaya seperti itu pencemaran air di Danau Batur bisa ditekan. Sebab, adanya kolam/tambak itu membuat pakan ikan tidak langsung habis dan hilang. Tetapi kemudian menumpuk di dasar danau. Nah itu lah sumber pencemarannya. “Nanti setiap beberapa kali, misalnya tiga kali atau lima kali panen, kolam itu dikuras airnya. Air pengurasan kolam diperuntukkan mengairi pertanian. Setelah itu, sisa-sisa
makanan ikannya bisa diambil. Bisa jadi bisa dipakai pupuk,” jelasnya. Selama ini Pemkab Bangli, kata Made Gianyar, sudah berupaya mengurangi pencemaran Danau Batur. Caranya, keberadaan KJA dibatasi. Selain itu zonasinya diatur. Namun hal itu ternyata tidak cukup efektif mengurangi pencemaran. Menurutnya, untuk mengeliminisasi pencemaran, upaya yang perlu dilakukan adalah dengan cara memindahkan tempat pembudidayaan ikan ke luar danau. “Dengan adanya sodetan di pinggir danau, juga bisa menambah keindahan di sana. Nanti di pinggiran sodetan ini juga bisa dimanfaatkan masyarakat memancing,” kata Made Gianyar. (kmb40)
KJA - Keramba jaring apung (KJA) di Danau Batur.
Bali Post/kmb40
Jumat Paing, 21 Februari 2020
Tanah Longsor di Gitgit Tutupi Setengah Badan Jalan Singaraja (Bali Post) -
Hujan deras yang melanda Buleleng, Rabu (19/2) malam, menyebabkan tanah longsor di wilayah Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Tanah longsor tersebut menutupi setengah badan jalan jurusan Singaraja-Bedugul. Akibatnya, arus lalu lintas terganggu. Polisi pun melakukan sistem buka tutup. Apalagi bersamaan Umanis Galungan, Kamis (20/2) kemarin, kendaraan yang melintas di jalur Singaraja-Bedugul mengalami kemacetan. Kepala BPBD Buleleng I.B. Suadnyana mengatakan tanah terjal di atas jalan longsor menimbun setengah badan jalan. Pohon berukuran sedang dan semak-semak juga tergerus saat tanah longsor. Beruntung saat kejadian lalu lintas sepi, sehingga musibah itu tidak sampai menelan korban jiwa. ‘’Satu titik tanah longsor kejadian setelah hujan lebat. Tidak ada korban jiwa. Karena gelap saat kejadian, tanah longsor belum ditangani,’’ katanya. Pascalongsor, personel TRC bersama Polisi, TNI, aparat desa dan relawan bencana Desa Gitgit melakukan gotong royong membersihkan tanah yang menimbun badan jalan. Puluhan orang yang dilibatkan ini melakukan pembersihan dengan alat manual. Besarnya volume tanah yang longsor membuat penanganan belum tuntas, namun kendaraan dari dua arah sudah bisa melintas. Rencananya pembersihan dilakukan Jumat (21/2) hari ini, dengan mengerahkan alat berat milik Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional
(BBPJN) XIII. Di sisi lain, mantan Camat Buleleng ini menyebut jalur SingarajaBedugul memiliki potensi terjadi tanah longsor ketika hujan deras. Ini karena badan jalan Nasional ini berbatasan dengan tebing, di mana kemiringan terjal dan kontur tanahnya rawan longsor. Seperti tanah longsor di Desa Gitgit, ketinggian tanah milik warga sekitar 10 meter. Sementara lebar tanah yang tergerus sekitar tujuh meter. Sementara itu, Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, akibat tanah longsor, lalu lintas kendaraan dari Singaraja dan sebaliknya dari Bedugul mengalami gangguan. Kendaraan dari kedua arah melintas dengan bergiliran. Situasi ini baru bisa diatasi siang hari, personel TRC BPBD, Polis, TNI, aparat dan relawan tanggap bencana Desa Gitgit gotong royong di TKP. Gundukan tanah itu dibersihkan, sehingga tidak menghalangi kendaraan melintas. (kmb38)
SOSOK Pohon Langka KEBERADAAN pohon pinang semakin langka. Sementara buah pinang sangat diperlukan untuk bahan upakara yadnya. Sadar akan semakin langka, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng melakukan penanaman bibit pohon pinang. Klian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna, M.M. mengatakan, penanaman pohon ini dimotori oleh salah satu krama Banjar Adat Banjar Tegal, Jro Mangku Nyoman Suharta. Sejumlah bibit pohon pinang disumbangkan untuk ditanam di areal Pura Khayangan Tiga dan setra di wewidangan Desa Adat Buleleng. ‘’Kita ketahui bersama, pohon pinang sudah langka. Salah satu krama kami berpartisipasi melakukan penanaman bibit tanaman langka di areal pura dan setra,’’ katanya, belum lama ini. Mantan Kepala Dinas Pariwisata Buleleng ini menambahkan, desa adat yang dipimpinnya itu memprogramkan penghijauan di areal Pura-pura yang ada di wewidangan desa adat. Sutrisna yang sudah memasuki masa pensiun sebagai ASN ini menilai cara ini bukan saja untuk mendapatkan hasil seperti buah pinang, namun tujuan ke depannya adalah menambah kawasan ruang terbuka hijau yang telah menjadi kebijakan pemerintah daerah. Tidak ketinggalan, penanaman di kawasan pura ini implementasi dari visi Gubernur Bali Wayan Koster ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, terutama pelestarian lingkungan dengan gerakan menanam pohon. ‘Kita programkan penghijauan di wewidangan desa adat dan sekaligus mendukung kebijakan pemerintah kita dalam pelestarian lingkungan melalui penghijauan,’’ jelas Sutrisna. (mud)
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
PROPERTY
Dcr Tng Krim (Lele(pke spd Mtr) H.081246682139/0818503603
Djl Tnh Kav aspek Perum.Dentim dkt dr Jl.Induk 081337141817
Dicari Sopir Pribadi Hub. Ibu Agung 082147944989
PROPERTY
Dicari wanita Pembantu RT Tinggal dalam Umur 30 keatas, Rumah.2.5jt, 0816571027
Jual/Sewa BUC murah Ruko 2Lt TepiCokroaminoto0895398988989
Peternakan Babi Tetap Diawasi Singaraja (Bali Post) Setelah hari raya Galungan, pengawasan ternak babi di sejumlah peternakan diawasi ketat oleh Dinas Pertanian (Distan) Buleleng. Ini untuk mengedukasi peternak agar memerhatikan kebersihan dan sanitasi kandang untuk menghindari serangan penyakit yang menyebabkan kematian babi secara massal. Hal itu diungkapkan Kepala Distan Buleleng Made Sumiarta, Kamis (20/2) kemarin. Made Sumiarta mengatakan, setelah kematian puluhan ekor babi milik peternak di Dusun Dauh Munduk, Desa Bungkulan, saat ini pihaknya belum menemukan kematian babi susulan. Meski demikian, tim Kesehan Masyarakat Veteriner (Kemavet)
tetap mengawasi usaha peternakan secara mandiri di desa tersebut. Selain mengawasi kemungkinan kembali ada kematian babi, tim juga ditugaskan mengedukasi peternak agar tetap menjaga sanitasi dan kebersihan kandang. Ini penting, karena biasanya setelah hari Galungan peternak kurang memerhatikan sanitasi dan kebersihan sekitar lingkungan kandang ternak mereka. Terkait penelitian sampel babi yang diambil BB-VET, mantan Kabag Umum Setda Buleleng ini menyebut, masih diuji di laboratorium. Saat ini Distan masih menunggu sampai penelitian sempel itu diterbitkan oleh BB-VET. Sementara terkait indikasi penyebab kematian babi, Made Sumiarta mengatakan
Bali Post/kmb38
SAMPEL - Distan Buleleng menunggu hasil uji sampel babi di Dusun Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan yang mati. diprediksi puluhan babi itu mati bukan karena virus ASF seperti yang selama ini ramai diberitakan di media massa. Tetapi diduga karena terserang
penyakit lain yang juga sering ditemukan menyerang babi. Dia mencontohkan, penyakit yang biasa menyerang babi adalah colera. (kmb38)
DIJUAL TANAH
B.BP.001.02.20.0000535
B.BP.004.02.20.0000595
B.BP.001.02.20.0000549
Bali Post/kmb38
LONGSOR - Badan jalan Singaraja-Bedugul tertimbun tanah longsor. Arus lalu lintas dari kedua arah sempat terganggu.
DIJUAL RUKO
B.BP.033.02.20.0000588
B.BP.004.02.20.0000594
Dicr Ast.Apoteker u .Apt.Sekar & ART suami-istri (ada SIM A) H.085100410755 - 08123928624
B.BP.001.02.20.0000589
Urgent Dicr Staf produksi bisa Jahit Tangan Gaji & Jam Kerja Menarik 085100574646(No SMS)
BIRO JASA Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak Blann SPT Thunan NPWP SIUP TDP HP/WA081239026955&081338344155 B.BP.001.02.20.0000023
RUPA-RUPA
B.BP.001.02.20.0000510
DIJUAL MOBIL
Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns B.BP.001.02.20.0000596
HONDA
Djl Honda BRV Prestige Th.16 Hitam 0817870267-085218685533
Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.02.20.0000208
B.BP.001.02.20.0000587
DIJUAL MOBIL
RUPA-RUPA
POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIANweb:BALI @balipost_com @balipostcom www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL
}
PAKET
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali Adlib 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Spot 1 menit 1.000.000,- / 20 kali 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE
Jumat Paing, 21 Februari 2020
HUT Keempat Kepemimpinan Abang
Bupati Artha Sampaikan Capaian Berbagai Prestasi
KEPEMIMPINAN pasangan Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wabup Kembang Hartawan (Abang) menginjak tahun keempat di periode kedua. HUT diperingati dengan serangkaian kegiatan, Senin (17/2). Sejak pagi hari diawali dengan jalan santai melibatkan ribuan masyarakat, kampanye gemar makan ikan, festival kuliner dilanjutkan dengan meresmikan GOR Olahraga di Desa Baluk. Malam harinya digelar resepsi dengan menghadirkan hiburan bondres dan penampilan band–band lokal Jembrana, dipusatkan di Gedung Kesenian Bung Karno. Dalam sambutannya, Artha menyampaikan sejumlah capaian kerja selama menjabat Bupati Jembrana. Mulai dari keberhasilan pembangunan infrastruktur jalan kabupaten sepanjang 720 km, pembangunan embung, serta jembatan sebagai penghubung transportasi darat. Pada bidang pendidikan, telah dilaksanakan rehabili-
tasi sarana-prasarana sekolah, pembangunan perpustakaan dan perekrutan guru, serta program beasiswa yang terus berlanjut hingga mengoptimalkan peran akademi komunitas yang ada di Desa Baluk serta Politeknik Kelautan di Desa Pengambengan. ‘’Tujuannya agar putra-putri Jembrana mampu mengenyam pendidikan tinggi secara adil, mudah dan merata, hingga mampu bersaing di dunia kerja sekaligus mengurangi angka pengangguran,’’ terang Artha. Selain itu, di sektor kesehatan, telah dilakukan peningkatan kualitas pelayanan, mulai dari puskesmas rawat inap di seluruh kecamatan, peningkatan puskesmas pembantu di setiap desa/kelurahan, pembangunan gedung baru RSU Negara, hingga perekrutan tenaga dokter umum dan spesialis secara bertahap. Tidak hanya itu disebut Artha, Pemkab Jembrana juga memberikan iuran premi BPJS kepada seluruh masyarakat
kurang mampu melalui sharing anggaran dengan Pemprov Bali. ‘’Sejak 2019 masyarakat Jembrana sudah seluruhnya atau 100 persen memiliki kartu JKN KIS,’’ paparnya. Di samping itu, di bawah kepemimpinannya bersama Wabup Kembang Hartawan, sektor pariwisata juga kini mendapat perhatian. Sejumlah titik daerah wisata sudah dikembangkan di antaranya penataan kawasan Gilimanuk dan pembangunan Anjungan Betutu Gilimanuk (ABG) sebagai pusat kuliner khas Jembrana, sejumlah rest area hingga pembangunan Kebun Raya Jagatnata, sebagai oase baru di tengah kota Negara. Atas capaian itu, beberapa penghargaan di tingkat nasional juga sukses disabet Jembrana. Di antaranya dalam pengelolaan keuangan lima kali mendapat predikat WTP, penghargaan anugerah kencana tingkat nasional atas keberhasilan membentuk kampung KB. Penghargaan tingkat
Pascapelantikan Perbekel
Masih Ada Perangkat Desa Kosong
Negara (Bali Post) – Pascapelantikan perbekel/kepala desa hasil pemilihan perbekel serentak tahun lalu, masih ada beberapa jabatan perangkat desa yang kosong. Salah satunya dipicu klian atau kepala kewilayahan yang ikut bertarung dalam pemilihan perbekel dan menang. Informasi yang dihimpun Kamis (20/2) kemarin, dari 124 calon perbekel yang bertarung di 35 desa di Jembrana saat itu, di beberapa desa merupakan perangkat desa yang masih menjabat. Baik sekdes, kepala kewilayahan maupun kaur. Beberapa di antara perangkat desa yang melawan petahana itu berhasil menang dan harus meninggalkan jabatannya, sehingga jabatan itu kosong dan harus diisi. Sejumlah desa yang kepala kewilayahan menjadi kerbekel di antaranya Mendoyo Dangin
Tukad, Pengambengan, Batuagung dan Banyubiru. Selain itu juga ada perangkat desa sekretaris desa (sekdes) di Desa Candikusuma. Namun dari informasi, pascapelantikan perbekel/ pepala desa pada Desember lalu, masih ada jabatan perangkat desa yang ditinggalkan itu masih kosong. Padahal sudah dua bulan berlalu dan pelayanan di desa sudah berjalan. Terutama pelayanan kepala kewilayahan (klian dinas) kepada masyarakat tersendat. Salah satu kepala kewil-
ayahan yang kosong lantaran dilantik menjadi kepala desa adalah di Ketapang Lampu, Desa Pengambengan. Sementara yang lainnya sudah melalui proses di desa dan sudah diisi. Camat Negara I Wayan Andi Suka Anjasmara, Kamis kemarin mengatakan di Kecamatan Negara, memang ada beberapa perangkat desa yang kosong lantaran saat ini menjabat perbekel. Salah satunya di Desa Pengambengan. Menurutnya, saat ini untuk pengisian masih dalam proses penjaringan. (kmb26)
’’Lawar Kelungah’’ Sajian Khas Saat Galungan
MOMEN hari raya Galungan di Kabupaten Jembrana identik dengan sajian Lawar Kelungah. Sajian makanan ini bahannya mudah didapatkan di wilayah agraris seperti Jembrana. Hampir keluargakeluarga di Jembrana saat Galungan, lawar kelungah merupakan menu wajib yang dihidangkan. Proses membuatnya juga tidak beda dengan lawar yang biasa disajikan. Hanya, bahan dasar menggunakan kelungah atau kelapa muda yang belum memiliki daging. Tak jarang di pasarpasar tradisional di Jembrana sering ditemui pedagang menjajakan kelungah. Di kalangan generasi muda, membuat lawar kelungah sudah menjadi keterampilan wajib. Bahkan di beberapa sekolah di Jembrana mulai Sekolah Menengah Pertama, menu ini sering dijadikan salah satu perlombaan ku-
liner. Meskipun kurang tahan lama (paling lama satu hari), lawar kelungah selalu disajikan menjadi menu pendamping olahan daging seperti daging babi, daging ayam maupun ikan.
BuLAWAR KELUNGAH – Lawar kelungah merupakan salah satu kuliner khas Jembrana dengan bahan dasar kelapa muda belum berdaging. Kuliner ini mudah ditemui saat momen hari raya Galungan.
Jadi Seimbang
Mudah-mudahan dengan karya ini semua makhluk hidup yang ada di bumi ini menjadi seimbang, harmonis dan kerta rahayu. Artinya murah sandang pangan, mencapai keadilan dan kebahagiaan dan menjadi keharmonisan. Sanjaya menambahkan,
Karya Agung Pangurip Gumi ini juga bagian dari aktualisasi visi-misi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang merupakan perluasan dari konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan manusia dengan Tuhan, dengan alam dan dengan sesama manusia. ‘’Karya Pangurip Gumi ini secara tidak langsung bagian
dayawan asal Jembrana, IBK Dharma Santika Putra, mengatakan lawar kelungah sejatinya merupakan kuliner yang minimalis dan menggambarkan masyarakat Jembrana yang suka hal praktis. Sehingga dalam membuat kuliner juga memilih bahan juga yang mudah didapatkan atau banyak di sekitar dalam hal ini pohon kelapa. Istilah orang Negara, ngolah ne ada-ada (mengolah yang ada). Selain itu lawar kelungah dalam kesejatiannya merupakan nondaging. Walaupun ada tambahan olahan daging, porsinya sangat sedikit seperti potongan kecil kulit ayam. ‘’Biasanya lawar kelungah ditemani tum bungkil dan jukut ares (sayur bahan batang pohon pisang), simpel tidak seperti kuliner Bali Timur yang lebih kaya rasa,’’ ujar peraih penghargaan seni Dharma Kusuma 2019 ini. (kmb26) dari penjabaran implementasi Nangun Sat Kerti Loka Bali,’’ terangnya. Usai puncak karya, selanjutnya untuk rangkaian Karya Agung Pangurip Gumi akan di-sineb pada Soma Wage Medangsia atau tanggal 9 Maret 2020 dan akan dilanjutkan dengan upacara tutug bulan pitung dina pada Buda Paing Krulut atau 2 April 2020. (kmb28)
Jumat, 21 Februari 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Serada dan Bakti (3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Sundara Kanda (1) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali TV Shop Punggung Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Bali TV Shop Lutut Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV
11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Sansekerta 16:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 17:00 Wita Nangun Yadnya Karya Mamungkah, Melaspas Ngenteg Linggih Pura Ulun Desa, Banjar Dangin Pangkung, Desa Tista,Kec.
Kerambitan-Tabanan 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Rumah Sehat 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:00 Wita Inovator
nasional lainnya sebagai kabupaten layak anak kategori madya yang kedua kalinya. Di bidang pelayanan publik, Ombudsman RI menganugerahkan Jembrana kabupaten predikat kepatuhan tinggi terhadap standar pelayanan publik. ‘’Kita patut berbangga atas prestasi dan penghargaan itu, namun tidak boleh terlena dan cepat berpuas diri. Untuk itu kami menyampaikan komitmen untuk terus berjuang tegak lurus, mewujudkan Jembrana yang maju, damai dan sejahtera, sesuai dengan visi-misi kabupaten,’’ kata Artha. Malam resepsi kepemimpinan ditandai pemotongan tumpeng serta pelepasan balon ke udara. Potongan tumpeng sebagai rasa syukur sekaligus memperlihatkan keakraban serta kekompakan dua pemimpin Jembrana. Turut hadir pada acara itu Forkopimda Jembrana, pimpinan OPD, perbekel/lurah serta masyarakat. (ad591)
POTONG TUMPENG - Bupati Artha bersama Wabup Kembang Hartawan memotong tumpeng saat malam peringatan HUT Kepemimpinan Artha-Kembang. Dalam acara yang diisi sejumlah artis lokal Bali dan Jembrana itu, Bupati Artha menyampaikan sejumlah capaian pembangunan.
Beli Daihatsu dengan Harga Khusus di Astra Auto Fest 2020 DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke63 Astra, Daihatsu ikut serta dalam gelaran acara Astra Auto Fest 2020 yang berlangsung di Astra Biz Center, BSD City, Tangerang, Banten pada 19 – 23 Februari 2020. Sesuai temanya ‘’Kado Terbaik dari Astra’’, acara ini merupakan pameran otomotif yang bersinergi dengan perusahaan pembiayaan dari grup Astra. Mengambil momentum ini, Daihatsu ikut serta ambil bagian pada pameran ini sebagai salah satu usaha jemput bola, sekaligus untuk terus mendekatkan diri kepada pelanggan dalam mewujudkan impiannya untuk memiliki mobil Daihatsu. Selama acara Astra Auto Fest 2020 ini, pelanggan dapat langsung mengunjungi outlet Daihatsu yang berlokasi di Astra Biz Center, BSD, Tangerang. Tempat ini juga
merupakan outlet flagship Daihatsu dengan fasilitas lengkap dan nyaman, sehingga pelanggan bisa memilih mobil impiannya dengan lebih aman dan nyaman karena dibantu oleh tim Daihatsu yang selalu melayani pelanggan dengan ramah dan bersahabat. Terdapat 8 model Daihatsu yang dipamerkan yakni Sigra, Ayla, Xenia, Terios, Luxio, Gran Max Pick-up, Gran Max Blind Van, dan Sirion. Astra Auto Fest 2020 juga menghadirkan dan berkolaborasi dengan beberapa perusahaan grup Astra yang terkait dengan pembiayaan, sehingga semakin memudahkan pelanggan untuk dapat memiliki Daihatsu sebagai mobil impiannya dengan beragam program penjualan menarik selama pameran ini. Seperti penawaran spesial, gratis biaya administrasi untuk paket kredit, bunga
sesuai tenor, serta lucky dip dengan hadiah menarik. ‘’Sekaranglah saat yang tepat untuk membeli mobil Daihatsu di Astra Auto Fest 2020. Karena pelanggan dapat menikmati penawaran spesial yang hanya ada di pameran ini. Kami siap melayani Sahabat dalam mewujudkan impiannya untuk memiliki mobil Daihatsu dengan memanfaatkan
Evakuasi Warga
Beberapa negara telah atau merencanakan untuk mengevakuasi warga mereka dari kapal itu. Amerika Serikat telah memulangkan 300 orang lebih warganya dari Diamond Princess. KBRI Tokyo juga menyatakan pihaknya terus menjaga komunikasi dengan 74 WNI yang ada di kapal pesiar tersebut. Pihak KBRI juga bergerak memberikan bantuan logistik dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait guna memastikan perlindungan bagi mereka. ‘’Yang
di kapal itu ‘sehat’ tapi tetap harus ada observasi, bahkan mungkin akan beda perlakuannya dibanding WNI yang dari Wuhan,’’ ungkap Muhadjir. Menurut Menko PMK, kondisi WNI di kapal pesiar Diamond Princess berbeda dengan kondisi WNI yang sebelumnya berada di Provinsi Hubei, Tiongkok dan akhirnya dievakuasi serta diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau. ‘’Bedanya mereka berada di kapal bukan di daratan kan, nanti observasinya kemungkinan di Natuna. Tadi kami sudah mengajukan beberapa opsi kepada Bapak Presiden, dan masih akan dipertimbangkan,’’
tambah Muhadjir. Mengenai moda transportasi yang akan digunakan untuk menjemput para WNI tersebut juga masih dipertimbangkan. ‘’Mau jemput pakai pesawat atau kapal juga masih jadi salah satu opsi, sabar dulu nanti akan ada beritanya lagi,’’ ungkap Muhadjir. Penumpang Inggris Sementara itu, penumpang Inggris akan dievakuasi dari kapal pesiar yang dikarantina selama dua pekan di Pelabuhan Yokohama, Jepang, setelah ratusan orang di dalam kapal tersebut terinfeksi virus Corona.
penawaran spesial selama acara ini berlangsung,’’ ujar Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO). Untuk informasi lebih lanjut hubungi Daihatsu Public Relations di (021) 6510400 ext. 5455/5453 atau email ke public.relations@daihatsu. astra.co.id (bns) Mereka nantinya menjalani karantina selama 14 hari setibanya di Inggris. Diamond Princess berbendera Inggris tiba di Yokohama pada 3 Februari dengan mengangkut sekitar 3.700 orang, setelah pria yang turun di Hongkong terdiagnosis virus tersebut. Lebih dari 600 penumpang terbukti positif mengidap virus Corona. Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan pesawat akan berangkat dari Tokyo dan meminta warga Inggris lainnya yang ingin pulang untuk segera menghubungi pihak terkait. (ant)
Produk Lokal Dan rata-rata jumlah negara atau wilayah yang dikunjungi sebanyak 2,1 negara atau wilayah. Beberapa wisatawan Tiongkok menyatakan bahwa mereka ingin memiliki pengalaman unik selama perjalanan mereka, seperti mengunjungi situs bersejarah, mencoba masakan lokal, berbelanja produk lokal, dan berbagai pilihan unik lainnya. Pengeluaran rata-rata wisatawan Tiongkok per orang per tahun mencapai US$ 5.565 dan travel budget di tahun 2018 mencapai US$ 5.715 naik 3 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran utama wisatawan Tiongkok yaitu berbelanja dan diikuti oleh akomodasi dan makan minum. Namun, hentakan dari mewabahnya virus nCOV (Novel Coronavirus) yang merupakan virus jenis baru yang sebelumnya belum pernah diidentifikasi di tubuh manusia cukup mengejutkan dunia. Korban yang ditimbulkan oleh serangan virus ini juga tidak mainmain. Hingga kini ribuan orang telah meninggal dan puluhan ribu telah terinfeksi. Negaranegara yang terinfeksi tidak hanya Tiongkok, Jepang, Singapura dan beberapa negara telah ditemukan kasus serupa. Ramai-ramai negara mengeluarkan travel warning, termasuk Indonesia yang mengeluarkan kebijakan tutup pintu atas penerbangan dari dan ke Tiongkok. Apa kemungkinan utama yang akan dihadapi Bali? Bali akan diduga kehilangan wisatawan asal Tiongkok yang notabene menjadi wisman utama setelah Australia. Selama tahun 2018, jumlah wisman yang datang langsung ke Bali mencapai 1.361.512 orang (22,43 persen dari total wisman) dan
merupakan jumlah wisman yang menduduki peringkat pertama terbanyak. Namun berangsur-angsur menurun di tahun 2019 yang tercatat sebanyak 1.186.057 orang dengan share hanya 18,90 persen. Secara kasat mata, saat kondisi keterpurukan kedatangan jumlah wisman di awal tahun 2018 yang dikarenakan adanya travel warning karena erupsi Gunung Agung membuat capaian kedatangan wisman di awal tahun 2018 berada di bawah capaian bulan Januari di tahun-tahun sebelumnya. Namun berangsur membaik, dan melejit cepat di bulan Februari yang saat itu tengah berlangsung hari raya Imlek, dan pemerintah dengan sigap membuat acara bertemakan perayaan Imlek seperti Balingkang Kintamani Festival yang mengusung tema tersebut. Hal ini sangat berdampak pada jumlah kedatangan wisman di bulan Februari 2018 yang melejit hingga melebihi nilai di bulan Februari di tahuntahun sebelumnya. Capaian kedatangan wisman di tahun 2019 agaknya memang mengalami kemunduran, terbukti dari jumlah kedatangan wisman yang under dari tahun 2018 bahkan 2017. Pelambatan ekonomi Tiongkok juga turut diduga menjadi penyebab dari turunnya tren wisman saat itu. Belum lagi perang dagang Tiongkok dan Amerika Serikat juga menambah menurunnya kebiasaan berwisata orang Tiongkok. Sehingga di tahun 2019, posisi Tiongkok sebagai jumlah kebangsaan wisman nomor satu di Bali tergantikan oleh wisatawan asal Australia. Berapa opportunity lost yang diduga terjadi? Jika melihat capaian dalam setahun terakhir, apabila kebijakan tutup pintu masi diberlakukan hingga akhir
tahun, Bali akan kehilangan sekitar 1,1 juta orang wisatawan Tiongkok. Dari publikasi Statistik Profil Wisatawan Mancanegara 2016, rata-rata lama tinggal wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Bali tercatat sebanyak 6,30 hari dengan rata-rata pengeluaran per hari tercatat sebesar US$ 167,70. Jadi dengan menggunakan data kondisi di tahun 2016 tersebut, opportunity lost dari diberlakukannya kebijakan tutup pintu selama setahun mencapai 1,16 miliar US$ (penghitungan didapat dari 1,1 juta wisman x 6,30 hari x US$ 167,70). Tentu ini adalah hitung-hitungan yang sangat kasar dan hanya bersifat dugaan. Jika diamati dengan data yang ada di dalam publikasi Statistik Profil Wisatawan Mancanegara 2016, spending wisatawan Tiongkok terbesar menurut maksud kunjungan tercatat pada wisatawan Tiongkok dengan maksud kunjungan berbelanja (US$ 202,86 per hari), disusul oleh wisatawan Tiongkok dengan maksud kunjungan liburan (US$ 182,33 per hari), wisatawan Tiongkok dengan maksud bisnis/MICE (US$ 161,27 per hari), wisatawan Tiongkok dengan maksud mengunjungi teman (US$ 86,35 per hari), wisatawan Tiongkok dengan maksud kunjungan untuk kepentingan pribadi lainnya (US$ 84,11 per hari), wisatawan Tiongkok dengan maksud kunjungan terkait Pendidikan (US$ 75,97 per hari) dan wisatawan Tiongkok dengan maksud kunjungan keagamaan (US$ 74,98 persen). Dengan memperhatikan porsi pengeluaran wisatawan berdasarkan maksud kunjungan, diduga yang akan terkena dampak adalah pusat perbelanjaan yang diminati wisatawan Tiongkok, dan area
objek wisata pun terdampak beserta sarana dan prasarana penunjang. Apakah kondisi ini bisa menjadi Opportunity Gain juga untuk Bali? Bisa saja hal ini menjadi kesempatan baik untuk Bali. Ramainya negara menerapkan travel warning menjadi kesempatan baik untuk Bali. Berdasarkan data statistik Inbound Tourism to China pada tahun 2018, sebanyak 2,5 juta wisatawan mancanegara (termasuk orang Tiongkok yang tinggal di luar negeri) datang ke Kota Wuhan sepanjang tahun 2018, dan keseluruhan wisman (termasuk orang Tiongkok yang tinggal di luar negeri) yang datang ke Tiongkok mencapai 141,2 juta wisman sepanjang tahun 2018 (sumber : Travel China Guide). Sementara itu, 30,5 juta wisatawan mancanegara (foreign) datang ke Tiongkok selama tahun 2018. Dengan begitu, kesempatan Bali untuk bisa merebut pasar wisatawan Tiongkok terbuka sangat lebar. Sepuluh persen saja bisa Bali rebut, maka 3 juta wisman akan masuk ke Bali. Mengingat sebaran wisman dunia ke Tiongkok yaitu 76,3 persen wisatawan Asia, 12,5 persen wisatawan Eropa, wisatawan asal Amerika sebesar 7,9 persen, dan terbesar keempat yakni wisatawan asal Oceania mencapai 1,9 persen. Negara utama asal wisman dunia ke Tiongkok yakni Myanmar, Vietnam, Korea Selatan, Jepang, Amerika, Rusia, Mongolia, Malaysia, Philipina, Singapura, India, Canada, Thailand, Australia, Indonesia, Germany and UK. Penulis, Fungsional Statistisi pada Badan Pusat Statistik Provinsi Bali
JUMAt paing , 21 FEBRUARI 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Jungut Batu Merancang Program Ringankan Beban Krama
SANDAR - Sejumlah fast boat saat hendak sandar di Desa Adat Jungut Batu.
Bali Post/gik
Lima Tahun Terakhir Harga Gabah Stagnan Denpasar (Bali Post) Harga gabah cenderung stagnan lima tahun terakhir. Sementara harga bahan kebutuhan usaha pertanian mengalami kenaikan. Itu ironi ketika menekan harga beras terus dilakukan, sementara kesejahteraan petani tak diperhatikan. Akademisi dari Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Made Antara, M.S. mengatakan, padi atau beras adalah produk bersifat politik dan strategis. Maka jika terjadi kenaikan harga beras sedikit saja mungkin karena defisit beras dalam negeri, pemerintah dalam hal ini Bulog akan melakukan operasi pasar, sehingga harga beras selalu tidak pernah naik. ‘’Terkecuali pemerintah mengeluarkan kebijakan kenaikah harga pembeliah gabah petani (HPP),’’ ujarnya, Kamis (20/2) kemarin. Namun, jika ada kenaikan HPP, menurutnya, selama ini tidak pernah dinikmati petani. Yang menikmati adalah penebas atau usaha penggilingan padi.
Kalaupun ada upaya, hanya sedikit menaikkan pembelian gabah petani, tetapi di pihak lain harga input seperti harga pupuk terus naik. Ongkos menanam naik, ongkos mentraktor naik. Akibatnya rasio harga output dan input (NTP) stagnan atau mungkin menurun. Prof. Dr. Ir. Made Antara
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan harga output dan harga input usaha tani padi. NTP bisa mewakili tingkat kemakmuran petani dalam menjalankan usaha taninya. Sementara NTP dalam lima tahun terakhir hanya berada di kisaran 103,5 – 107,44. Nilai ini mencerminkan adanya stagnansi yang berarti pemerintah selama lima tahun terakhir tidak melakukan upaya kenaikan harga gabah. ‘’Atau kalaupun ada upaya hanya sedikit menaikkan pembelian gabah petani tetapi di pihak lain harga input seperti harga pupuk terus naik, ongkos menanam naik, ongkos men-
traktor naik, dll. Akibatnya rasio harga output dan input (NTP) stagnan atau mungkin menurun,’’ tandasnya. Harga produk pertanian selain padi diatur oleh pasar (supply dan demand) sedangkn harga padi atau beras diatur stabil oleh pemerintah. Jika harga dan pasokan padi atau beras dilepas seperti komoditas pertanian lainnya, menurutnya, akan menimbulkan gejolak sosial dan politik dan akan mengganggu stabilitas pemerintah yang sedang berkuasa. Petani padi di Indonesia bahkan menurutnya paling menderita. Walaupun mengerjakan sawah sampai 2 hektar, namun masih
tetap hidup pas-pasan karena harga padi atau beras dijaga rendah. Konon, katanya, untuk melindungi masyarakat Indonesia yang mayoritas konsumen beras. Beda dengan petani padi di Jepang, petani padi makmur karena luas garapan tetap dijaga sekitar 2 hektar per petani. Hasil padi petani dibeli oleh pemerintahnya dengan harga 4 kali harga dunia serta petani padi mendapat subsidi input teknologi. Tetapi di pihak lain pemerintah Jepang menjual beras dengan harga pasar umum, sehingga petani produsen diuntungkan dan masyarakat konsumen juga tidak dirugikan. Ketua HKTI Prof. Supartha menampik bahwa harga gabah di Bali tidak naik karena nyatanya sudah naik, dari sebelumnya Rp 4.500 per kg saat ini sudah mencapai Rp 4.800 per kg bahkan lebih. ‘’Tapi itu naik-turun. Harga gabah di Bali selalu lebih tinggi dibandingkan harga gabah di daerah lainnya di Indonesia,’’ ungkapnya. (kmb42)
PROGRAM Pemerintah Provinsi Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dinilai cukup baik oleh berbagai kalangan. Diharapkan implementasi program ini benar-benar menyentuh seluruh kepentingan masyarakat Bali. ‘’Seluruh pihak, termasuk desa adat di Bali harus senantiasa bekerja sama guna merealisasikan seluruh isi program Nangun Sat Kerthi Loka Bali,’’ kata Bendesa Adat Jungut Batu, Nusa Penida, Klungkung, Ketut Gunaksa. Program-program apa saja yang telah dirancang Desa Adat Jungut Batu untuk menyejahterakan dan meringankan beban krama desa yang selaras dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’? Desa Adat Jungut Batu dikenal sebagai kawasan pariwisata. Terletak di Pulau Lembongan, Jungut Batu cukup maju lewat potensi alam bawah lautnya yang memesona. Ini membuat pariwisata di desa ini berkembang cukup pesat, hingga terus tumbuh ragam akomodasi pariwisata. Meski sudah maju dengan pariwisata, aktivitas desa adat di Desa Jungut Batu masih tetap lestari. Ragam tradisi dan budaya masih bertahan hingga sekarang. Malah, imbas dari kemajuan pariwisata, membuat desa adat ini mampu merancang banyak program untuk menyejahterakan krama setempat. Bendesa Adat Jungut Batu, Ketut Gunaksa, mengatakan Desa Jungut Batu punya beragam program untuk meringankan beban masyarakat. Contohnya, di bidang pendidikan, Desa Jungut Batu membebaskan uang pangkal untuk pendaftaran TK. Termasuk anak-anak dari luar desa yang bersekolah di TK Kumara Jaya Jungut Batu. Tidak hanya itu, uang SPP setiap bulan juga digratiskan, ditanggung oleh desa adat. Di bidang sosial, ada program dana duka bagi warga yang keluarganya meninggal. Nilainya sebesar Rp 2,5 juta. Kemudian program ini dimatangkan, setiap warga yang meninggal, biaya upacara makingsan ring pertiwi ditanggung sepenuhnya oleh desa adat yang nilainya bisa lebih tinggi, antara Rp 4 juta sampai Rp 4,5 juta. Demikian juga kalau pemangku yang meninggal, bahkan langsung diaben. Baik pemangku pangayah maupun pemangku janbanggul. ‘’Bantuan-bantuan seperti ini menggunakan dana bantuan pihak ketiga yang tidak mengikat, keuntungan LPD maupun BKK Provinsi,’’ kata Gunaksa, Sabtu (15/2). Dikatakan, ada juga program jaminan kesehatan. Desa Adat Jungut Batu memiliki program Kartu Kesehatan Desa Adat Jungut Batu. Ketika prajuru adat, pecalang, sekaa gong, sekaa santi, hingga pemangku plus istrinya berobat ke dokter, biayanya ditanggung desa adat. Bahkan, dulu tahun 2011 sampai 2017 setiap warga yang sakit juga diberikan dana kesehatan Rp 5 juta. Program jaminan kesehatan ini, sedang diupayakan untuk dilanjutkan kembali. Program bidang sosial ini juga ada program dana motivasi. Setiap organisasi di desa adat diberikan dana motivasi. Seperti banjar adat,
Ketut Gunaksa sekaa truna, sekaa gong, PKK, pecalang, setiap komunitas mendapatkan dana motivasi tersebut setiap tahun. Ada juga program ngaben massal. Program ini sudah dua kali dilakukan. Pelaksanaannya dilakukan setiap tiga tahun sekali tanpa adanya urunan dari masyarakat setempat alias gratis. ‘’Ada juga upacara potong gigi dan sapuh leger yang digelar gratis. Bahkan untuk program ini, orang luar Desa Jungut Batu juga boleh ikut upacara ini di desa kami,’’ tegasnya. Seluruh program untuk melestarikan desa adat ini sampai saat ini masih berjalan, kecuali pogram jaminan kesehatan warga dan dana motivasi. Dua program ini belum bisa dilanjutkan, karena harus disempurnakan lagi. Di Desa Adat Jungut Batu juga ada mangrove. Ini sebagai salah satu daya tarik wisata yang saat ini sudah dikelola Kementerian Kehutanan. Sementara mengenai program pariwisata, desa adat selalu mengontrol pembangunan akomodasi pariwisata, agar selaras dengan pembangunan pura maupun infrastruktur. Sehingga seluruh kepentingan semua pihak dapat terwujud dan tidak melanggar sempadan jalan. Desa Adat Jungut Batu saat ini dihuni sekitar 1.100 KK. Tersebar di empat banjar adat. Antara lain Banjar Adat Kangin, Banjar Adat Kaja, Banjar Adat Kelod, Banjar Adat Telatta. (gik)
’’Dumogi Sari Nadi’’ Bukti Kembali Agung Wirasutha PENYANYI Agung Wiradana kembali merilis tembang terbaru yang berjudul ‘’Dumogi Sari Nadi’’. Singel ini diluncurkan bertepatan dengan Rahina Sugihan Bali, Rahina Batara Sri dan Hari Kasih Sayang, Jumat (14/2) lalu. Kehadiran single ‘’Dumogi Sari Nadi’’ menandai kembalinya penyanyi peraih tujuh besar Golden Memories Indosiar ini mengusung nama Agung Wirasutha. ‘’Saking banyak dan seringnya orang bertanya, Agung Wiradana saudara dengan Agung Wirasutha? Padahal orangnya sama cuma ganti nama. Kok Agung Wirasutha gak pernah buat karya dan tampil lagi? Padahal ada puluhan karya yang telah dibuat dan salah satunya ‘Goyang Linggis Bikin Happy’ dan sampai saat ini kerap tampil, tetapi dengan nama Agung Wiradana. Jadi biar tidak ada pertanyaan dan pergunjingan lagi, saya kembali hadir dengan nama Agung Wirasutha lewat tembang ‘Dumogi Sari Nadi’ ini,’’ ujarnya, belum lama ini. Lagu ‘’Dumogi Sari Nadi’’ merupakan hasil karya Agung Wirasutha yang musiknya digarap oleh Sila, teman satu
almamater di Smasta dulu. Lagu ini berisikan tentang ajakan untuk tetap semangat dalam menjalani kehidupan di tengah banyak persoalan. Demikian pula bagi yang sudah sukses diingatkan untuk selalu rendah hati. Lirik lagu ini sarat makna sekaligus sebagai doa dan harapan kepada Sang Pencipta. Dengan irama musik rancak yang mengajak pendengar untuk bergoyang mengikuti irama, menjadikan lagu ini semakin komplit yaitu sebagai hiburan, pendidikan dan spiritual. Melihat kesuksesan dari karya sebelumnya, seperti ‘’Goyang Linggis Bikin Happy’’ dan ‘’Indonesia Maju’’ yang kerap ditampilkan, A g u n g m e n gatakan sudah menyiapkan gerakan untuk lagu ‘’Dumogi Sari Nadi’’ ini yang diberi nama Goyang Goo Goo Yesss. (win)
Asprov Bersiap Gulirkan Kompetisi Liga 3
Bali Post/eka
NGELAWANG - Beberapa anak bermain dengan barong bangkung yang sedang ngelawang di Pantai Sanur, Denpasar, Kamis (20/2) kemarin. Seni ngelawang oleh anak-anak Sekaa Suara Agung, Keramas, Gianyar ini dilakukan mulai dari hari raya Galungan sampai Paing Kuningan.
Denpasar (Bali Post) Asprov PSSI Bali bersiap menggulirkan Kompetisi Liga 3 seri provinsi. Namun sebelumnya akan diawali workshop kompetisi pada Minggu (8/3) nanti. Agenda workshop akan diisi informasi umum terkait pelaksanaan Liga 3 tahun 2020. Ketua Departemen Sepak Bola Asprov PSSI Bali Nasser Atthamimy di Denpasar, Kamis (20/2) kemarin menuturkan, sebelum kompetisi digulirkan, akan diawali persiapan administrasi klub peserta guna melakukan pendaftaran online melalui Sistem Informasi dan Administrasi Pertandingan (SIAP) PSSI. ‘’Pendaftaran kontestan 9-18 April mendatang,’’ ungkap Nasser. Dijelaskannya, pihaknya akan menggelar members development programe, yang mengundang khu-
sus administrasi klub pada Minggu (15/3) nanti. Sementara itu, Sekum PSSI Bali Dewa Made Teges Wirawan menerangkan, kompetisi Liga 3 akan diselenggarakan melalui seri provinsi, kemudian seri regional, dan seri nasional. Ia menyebutkan, Perseden Denpasar yang finis di urutan 16 besar pada musim kompetisi Liga 3 Nasional 2019 lalu, jika mengacu regulasi baru, harus tetap merangkak dari Rayon Bali. ‘’Kami menargetkan 12 klub kontestan, untuk seri provinsi, termasuk PS Badung dan Persekaba Badung,’’ ujarnya. (022)