20 HALAMAN
NOMOR 124 TAHUN KE 68
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (91rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu pon, 20 desember 2015
Bentrok Ormas di Bali 11 Desember 2012 Dua kelompok dari ormas besar di Bali terlibat bentrok di Baturiti, Kabupaten Tabanan. Kejadian tersebut mengakibatkan sebuah rumah dan dua mobil dirusak massa. Diduga bentrokan melibatkan anggota ormas Laskar Bali (LB) dan Baladika Bali. Sekirar 15 orang yang mengaku dari ormas LB menyerang rumah milik Kadek Suwena di Dusun Peneng, Desa Mekarsari, yang saat itu tengah menggelar pesta. Suwena diketahui merupakan tokoh ormas Baladika dan bos showroom mobil di Jalan Cokroaminoto, Denpasar.
Lapas Kerobokan Terus Di-”sweeping”
Ditemukan ”Bunker” Simpan Sajam dan Senpi Mangupura (Bali Post) Sepertinya kasus bentrok ormas dijadikan momen untuk membersihkan Lapas Kerobokan dari barang berbahaya. Hasil penggeledahan pada Jumat (18/12) malam, tim gabungan kepolisian dan TNI kembali mengamankan ratusan senjata tajam (sajam), senjata api (senpi), airsoft gun, dan narkoba yakni sekitar 200 gram sabu-sabu (SS). Senjata-senjata tersebut ditemukan di sebuah bunker kecil yang ditutupi keramik.
28 Januari 2013 Dua ormas bentrok di depan Rumah Sakit Dharma Yadnya, Tohpati. Bentrok antar-ormas ini melibatkan Baladika dan Pemuda Bali Bersatu (PBB). Dua ormas ini dikenal memiliki massa yang cukup besar dan sama-sama memiliki pengaruh.
Menurut Plh. Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM, Priyadi, Sabtu (19/12) kemarin, pasukan yang dilibatkan dalam sweeping itu antara lain enam peleton dari Dalmas Polda Bali dan Polres Badung, satu peleton Brimob dan satu peleton Korem 163/ Wira Satya.
2 Agustus 2013 I Gede Wara Widiarta (28) anggota salah satu ormas ditemukan tak bernyawa di selokan Dusun Gelgel Desa Keramas Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar, sekitar pukul 07.00 wita. Korban yang tinggal di Dusun Bia Desa Keramas, mengalami luka bacokan di hampir seluruh bagian tubuhnya. Pelakunya diamankan polisi. Hal. 19 Sabetan Pedang
“Dua hari sampai tadi malam (Jumat malam -red) sampai pukul 00.00 wita Sabtu dini hari, dilakukan sweeping. Situasi lapas kondusif. Kami bersama teman-teman di LP Kerobkan melakukan langkah penertiban berkaitan dengan situasi yang berkembang di sini,” tegasnya. Hal. 19 Tiga Senpi
Disita, Pohon Ganja dan Puluhan Peluru
Korban Meninggal akibat Pendarahan
Dudut Rustyadi, Sp.F., memaparkan hasil autopsi. Pada jenazah I Wayan Purnamayasa alias Doglet (32) asal Darmasaba ditemukan dua buah luka tusuk pada daerah punggung, satu pada perut serta luka lecet di wajah. “Ada luka bekas tangkisan pada punggung tangan,” ujarnya. Hal. 19 Mengenai Jantung
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
24 Desember 2012 Dua ormas, Laskar Bali dan Pemuda Padangsambian Bersatu sempat bentrok. Keduanya sepakat menyatakan damai dengan dimediasi oleh Polresta Denpasar dan Komisi I DPRD Bali. Meski telah sepakat damai dalam insiden yang membuat sedikitnya tujuh motor dibakar dan dua mobil dirusak itu, namun proses hukum terhadap pelaku tetap berlangsung.
Denpasar (Bali Post) Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah melakukan autopsi terhadap tiga jenazah korban bentrokan dua ormas di Badung dan Denpasar. Dari ketiga korban tewas pascabentrokan, penyebab kematiannya adalah pendarahan. Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr.
@balipostcom (3,8rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
BPM/kmb23
PENGGELEDAHAN - Sejumlah anggota kepolisian bersiap melakukan penggeledahan di Lapas Kerobokan, Sabtu (19/12) kemarin. Sayangnya, wartawan tidak diizinkan mengambil gambar barang bukti hasil penggeledahan tersebut.
Isyarat ’’Laut’’ Jokowi MASA depan Indonesia memposisikan laut sebagai pilihan utama. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meyakini hal ini. Di lautlah banyak tersedia lapangan pekerjaan, pemberi sumber devisa negara dan laut akan menjadi pilar ketahanan dan sumber gizi nasional. Isyarat presiden saat acara pemberian penghargaan Adibhakti Mina Bahari Tahun 2015, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/12) patut diapresiasi. Bentangan laut dan tingginya kekayaan
hayati di lautan sejatinya merupakan sumber kehidupan bagi manusia. Laut juga bisa menjadi sumber peradaban jika kita merujuk kembali pada kejayaan sejumlah kerajaan besar di Nusantara. ‘’Banyak kerajaan besar di Nusantara karena menjadikan laut sebagai sumber utama kehidupan. Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit jaya karena mereka bisa menguasai lautan. Hal. 19 Orientasi Laut
‘’Bentangan laut dan tingginya kekayaan hayati di lautan sejatinya merupakan sumber kehidupan bagi manusia. Laut juga bisa menjadi sumber peradaban jika kita merujuk kembali pada kejayaan sejumlah kerajaan besar di Nusantara.’’
Denpasar (Bali Post) Selain menemukan bunker, tim gabungan, TNI, Polri saat menggeledah Lapas Kerobokan, Sabtu (19/12) kemarin, menemukan pohon ganja dan puluhan peluru.Penggeledahan dimulai pukul 11.30 wita hingga pukul 16.00 wita. Menurut Kapolres Badung AKBP Tony Binsar, jumlah personel yang dilibatkan dari Polres Badung dan Polda Bali 200 orang, TNI 30 orang dibantu pihak lapas. “Ada 12 blok dilakukan pemeriksaan. Hasilnya di luar dugaan kami,” tegas Tony. Menurut Kapolres, dari 12
blok tersebut disita senjata tajam 90 bilah, 5 pucuk senjata api, dan peluru 22 butir. Di samping itu juga ditemukan timbangan elektrik 2 buah, bong atau alat isap narkoba 50 buah, sabu-sabu (SS) sekitar 221 gram, satu pohon ganja, ganja kering 2 kilogram, ekstasi 5 butir, dan 129 HP. “Barang bukti sudah kami amankan di polres untuk dilakukan pendalaman. Kami akan berupaya menyelidiki pemilik barang-barang berbahaya tersebut,” tegasnya. Hal. 19 Empat Tersangka
Konservasi Perairan Jadi Pilihan
POTENSI Bali dalam bidang kemaritiman sangat membanggakan. Kawasan pariwisata andalan Bali juga banyak berdampingan dengan laut. Bali memiliki luas laut 9.634,35 km persegi dengan potensi tangkapan 147.278,75 ton. Dengan bentangan laut seluas itu, tahun 2014, produksi perikanan tangkap mencapai 118.241,1 ton. Dari jumlah itu, 25.261,7 ton di antaranya adalah ikan tuna yang cukup diperhitungkan di Indonesia. Selain tuna, perairan laut Bali juga kaya ikan lemuru, tongkol, cakalang, dan ikan kembung. Sementara jumlah nelayan tercatat 38.558 orang, serta terdapat 9 pelabuhan laut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bali, I Made Gunaja, mengungkapkan ke depan, pihaknya akan mengembangkan pula kawasan konservasi perairan. Dari delapan kabupaten/ kota yang memiliki laut, baru Kabupaten Klungkung yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan RI. Sementara kabupaten lainnya seperti Buleleng dan Karangasem masih dalam tahap proses pengusulan. “Jangan disalahartikan kalau nanti kawasan konservasi itu fungsinya sekadar untuk konservasi, tidak boleh diapaapakan, itu tidak. Hal. 19 Tiga Zonasi
Abrasi di Badung
Terbanyak di Objek Wisata ABRASI yang terjadi di kawasan pesisir Kabupaten Badung dapat dikatakan kategori kronis. Ironisnya, kerusakan banyak terjadi di objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Seperti, di depan setra desa adat Kuta abrasi sepanjang 200 meter dengan ketebalan pasir 6 meter. Selain itu, abrasi di Pantai Cemagi sepanjang 100 meter dan Pantai Canggu sepanjang 200 meter den-
gan ketebalan pasir 4 meter. Guna menyelamatkan kawasan pesisi dari abrasi, pemerintah Kabupaten Badung sejak 2008 telah dibantu pemerintah Jepang dalam penyelamatan kawasan pesisir dari abrasi. Program penataan pantai yang pertama yakni tahun 2008 telah dilakukan. Kini program tersebut akan dilanjutan di Pantai Seminyak, Kuta, Patitenget, dan di Candidasa (Karangasem), yang
tinggal menunggu MoU. Sebab, sepanjang belum ada hitam di atas putih dari kedua negara dalam penanganan abrasi tersebut pihaknya tidak berani memasang target. Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanlaut) Kabupaten Badung, Made Badra, mengatakan, pada saat nanti penataan dilakukan sekaligus dirancang pembangunan groin untuk menahan pasir.
DATA ABRASI PANTAI DI BALI
Tuntutan Krama Bendega
Bali Harus Kembali ’’Nyegara-Gunung’’ Investasi telah menjadikan Bali berkembang pesat. Perkembangan ini membawa dampak buruk bagi sejumlah komponen dan ekosistem keluatan.
KONDISI ini juga membuat banyak komponen di Bali mulai menyuarakan keprihatinan terhadap kuatnya eksploitasi atas Bali. Laju pariwisata yang tak terkontrol pun dianalogikan dengan menyongsong kehancuran Bali. Dalam kontekas pemberdayaan potensi kelautan dan eksploitasi terhadap potensi pesisir di Bali, krama bendega (nelayan) di Bali mulai menyuarakan hak-haknya. Mereka yang terdesak karena laju investasi pun menyuarakan tuntutannya. Investasi yang direkomendasikan untuk meningkatkan perekonomian krama Bali, memaksa krama bendega tergusur. Dinamika pembangunan di pesisir khususnya di bidang pariwisata, kerap mengusik ketenteraman para
“Tahun ini sepertinya belum bisa ditata. Kalau diuruk sekarang rugi juga, karena batu groin pemecah ombaknya hanya satu. Kalau dipaksakan diuruk, pasirnya akan habis juga,” ujarnya. Menurutnya, proyek penataan pantai itu memerlukan tambahan groin atau batu andesit pemecah gelombang. Hal. 19 Tambah Parah
nelayan. Mereka dipaksa pindah, digusur tanpa solusi yang jelas. Hal ini pun menimbulkan rasa ketidakadilan. Hingga saat ini, belum ada perda yang mengakui keberadaan krama bendega (para nelayan) untuk mendapatkan perlindungan hu‘’Dari dulu akses pantai itu milik pengusaha dan hotel. Kalau ada yang membangun hotel, maka jukung nelayan itu dipindah. Ada yang bangun lagi, dipindah lagi. Nanti sampai jurang dipindahnya. Kami meminta agar krama bendega ini diberikan perlindungan secara hukum.” Ir. I Nengah Manumudhita, M.M. Ketua DPD HNSI Bali
kum. Utamanya, terhadap tempat-tempat jukung, tempat pertemuan nelayan dan kegiatan nelayan di pesisir. “Dari dulu akses pantai itu milik pengusaha dan hotel. Kalau ada yang membangun hotel, maka jukung nelayan itu dipindah. Ada yang bangun lagi, dipindah lagi. Nanti sampai jurang dipindahnya. Kami meminta agar krama bendega ini diberikan perlindungan secara hukum,” ujar Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bali Ir. I Nengah Manumudhita, M.M. bersama anggota juga sempat mendatangi gedung DPRD Bali untuk menyuarakan tuntutannya. Hal. 19 Perlu Pengakuan
Panjang garis pantai di Bali mengalami abrasi Wilayah l Denpasar l Badung l Tabanan l Buleleng l Jembrana l Gianyar l Klungkung l Karangasem
Garis pantai 10 km 81 km 36 km 127 km 60 km 18 km 58,5 km 79,5 km
: 470 km : 176,81 km. Abrasi 10 km 12,1 km 27,75 km 30,56 km 14 km 9 km 20,2 km 31 km
2 Jenazah Wanita di Kos-kosan
Memar di Mata dan Bibir Denpasar (Bali Post) Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah melakukan pemeriksaan luar pada jenazah Ni Gusti Kadek Ayu Ari Susari (25), Sabtu (19/12) kemarin. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pada jenazah yang ditemukan di kos-kosan di Jalan Tukad Bilok, Gang Dugul No. 6 Renon, Denpasar ini, ditemukan luka memar di kelopak mata kiri dan bibir atas kiri. “Bisa karena kekerasan benda tumpul,” ujar Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr. Dudut Rustyadi, Sp.F. Jenazah ditemukan pukul 03.14 wita, kemudian dibawa mobil Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah. Sementara hingga pagi kemarin, pihak keluarga belum ada yang datang. Luka lain karena digigit serangga setelah meninggal. Waktu kematiannya diperkirakan antara 2-12 jam, dilihat dari lebam mayat masih ada. Dia menjelaskan, untuk memastikan waktu kematian seseorang, bisa dari adanya lebam pada mayat. “Kalau itu (lebam) sudah muncul, sudah terbentuk, kematian sudah bisa dipastikan, sekaligus bisa memastikan waktu kematiannya,” jelasnya. Selain itu, keluar cairan berbuih dari hidung dan mulut. “Bisa karena minum sesuatu, bisa karena ada halangan napas, kemasukan cairan,” imbuhnya. Biasanya, kata dia, keluarnya cairan berbuih paling banyak karena tenggelam dan karena minum racun serangga. Perbedaannya, jika tanda tenggelam buih yang dikeluarkan berwarna putih halus, sedangkan jika minum racun serangga buih yang dikeluarkan lebih kasar serta gelembung buihnya besarbesar serta berwarna bening. (kmb42)
Parkir di Emperan Warung
Motor Trail Diembat Maling Bangli (Bali Post) I Wayan Arianto (39), warga Banjar Bugbugan Desa Batur Tengah, Kintamani, menjadi korban kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sepeda motor trail Kawasaki KLX miliknya raib digondol maling saat diparkir di emperan warungnya di pinggir jalan raya Kintamani-Singaraja. Saat kejadian, korban sedang beristirahat di rumahnya. Informasi yang dihimpun Sabtu (19/12) kemarin, menyebutkan, kasus hilangnya sepeda motor trail Kawasaki KLX bernopol DK 7669 PB bermula saat korban memarkirnya di emperan warung miliknya pada Jumat (18/12) malam sekitar pukul 23.00 wita. Ketika itu, korban yang baru selesai menutup warung, memarkir motor trailnya bersamaan dengan dua unit motor jenis scooter lainnya. Karena dirasa aman, korban kemudian pulang ke rumah untuk beristirahat. Selanjutnya, pada Sabtu kemarin sekitar pukul 06.30 wita, korban yang hendak membuka warungnya tiba-tiba kaget karena melihat motor trailnya hilang. Sementara dua unit motor jenis scooter lainnya, masih terparkir di emperan warungnya. Dibantu keluarganya, korban kemudian melakukan pencarian di sekitar TKP. Akan tetapi hingga pukul 11.00 wita, motor kesayangannya itu tidak kunjung ditemukan. Korban kemudian memutuskan untuk melaporkan kejadian itu ke Polsek Kintamani. Dimintai konfirmasi terkait hal tersebut, Kanit Reskrim Polsek Kintamani AKP Dewa Gde Oka seizin Kapolsek Kompol Dewa Mahaputra, membenarkan adanya laporan kejadian itu. Sebagai tindak lanjut dari laporan korban, polisi sudah melakukan olah TKP dan menginterogasi sejumlah saksi. “Pelakunya masih kita lidik (selidiki -red),” terangnya. Untuk mengantisipasi agar kendaraan tidak dibawa kabur ke luar Bali, pihaknya sudah mengoordinasikan dengan jajaran lainnya termasuk pelabuhan/ penyeberangan. (kmb40)
DAERAH
Minggu Pon, 20 Desember 2015
Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Landa Bangli Pohon Tumbang Putuskan Jaringan Listrik Bangli (Bali Post) -
Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Bangli, Sabtu (19/12) dini hari kemarin. Hal ini menyebabkan pohon tumbang dan menimpa jaringan listrik hingga putus. Atas kondisi ini, masyarakat pun diminta untuk waspada. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli, I Wayan Karmawan, menjelaskan, musim hujan ini memang sangat rentan terjadinya pohon tumbang. Di samping karena angin kencang, juga diakibatkan struktur tanah yang labil sebagai dampak musim kemarau yang berkepanjangan. Berdasarkan informasi, pohon tumbang kemarin terjadi di lima lokasi. Pertama di jalan sekitar jembatan Dusun Jelekungkang Desa Tamanbali, Bangli. Hal itu menyebabkan arus kendaraan terganggu. Namun, tidak berlangsung lama karena warga secara cepat melakukan evakuasi. Lokasi kedua, berada di akses jalan Yayasan Guru Kula dan menimpa bangunan yang berada di tempat latihan tenis. Beruntung, bangunan itu tak sampai hancur. Agar pengendara tidak terganggu, kayu tersebut langsung dipotong. “Satu lokasi lagi berada di jalan Desa Apuan, Susut. Untungnya ukuran kayu tidak begitu besar. Hanya, kejadian itu menimpa kabel listrik hingga menyebabkan lampu mati,” kata Karmawan yang didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa dan Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi
BPBD Dedy Upariawan. Lokasi keempat di Desa Selat, Susut. Jenis pohon yang tumbang yakni beringin berukuran besar yang tumbuh di sebelah Pura Penataran dan dekat dengan pemukiman warga. Lokasi kelima di Desa Bunutin, Bangli. Ranting bunut yang patah menghantam tiang listrik hingga patah. Lantaran dianggap membahayakan, pohon tersebut langsung ditebang oleh warga dibantu petugas BPBD. “Untungnya tidak menimbulkan korban jiwa. Bangunan rusak juga tidak ada. Hanya tiang listrik saja yang patah,” ujarnya. Karmawan menyebutkan, pohon tumbang itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Meskipun demikian, masyarakat diminnta tetap waspada. Untuk mengantisipasi bertambahnya pohon tumbang, ia telah mengimbau masyarakat agar segera melakukan pemangkasan. “Kami
Bali Post/kmb45
TUMBANG - Pohon tumbang di ruas jalan Yayasan Guru Kula, Bangli saat hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Bangli. minta masyarakat segera memangkas pohon agar tidak khawatir saat ada hujan,” pintanya. Terkait dengan pemetaan daerah rawan pohon tumbang, disebutkannya, salah satunya berada di jalan Kintamani-Singa-
Cuaca Buruk
Pohon Tumbang Hancurkan Dapur dan Kamar Mandi
Bali Post/kmb38
NELAYAN - Gelombang laut di pesisisr Buleleng mulai tinggi disertai angin kencang. Menyusul kondisi ini, nelayan tradisional di daerah ini tidak berani melaut. yang tidak bisa dihindari. Atas kondisi ini, dirinya dan temantemannya pun sudah memiliki persiapan dalam menghadapi musim paceklik setiap tahun. Persiapan itu dilakukan mulai dari meminjam dana untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan menarik cadangan dana yang sempat ditabung pada musim cuaca normal. Hal senada diungkapkan nelayan lainnya, Dewa Tut (34). Saat cuaca normal, dia ikut bekerja menjadi ABK yang dikelola kelompoknya. Namun sejak cuaca buruk, kapal berkapasitas besar tersebut telah dipindahkan dari lokasi asal di pesisir Anturan ke Pelabuhan Celukan Bawang. Sementara perahu kecil miliknya dan milik tetangganya, semuanya juga sudah dipindahkan. Musim cuaca buruk ini diperkirakan berlangsung hingga Febru-
berbahaya nantinya,” ungkap Karmawan. Data terakhir, pohon tumbang sudah terjadi di lima lokasi. Beberapa di antaranya menimbulkan kerusakan material. Sementara untuk korban jiwa, masih nihil. (kmb45)
Di Karangasem
Nelayan Takut Melaut
Singaraja (Bali Post) – Cuaca di perairan Buleleng belakangan ini mulai menunjukkan tanda-tanda kurang bersahabat. Cuaca buruk ini membuat nelayan tradisional di perairan Buleleng menghentikan usaha penangkapan ikan yang mereka geluti. Untuk mengisi waktu, beberapa nelayan mencari pekerjaan sampingan dan ada juga yang hanya diam sambil memperbaiki peralatan tangkap yang rusak. Sementara perahu yang biasanya digunakan melaut, diungsikan ke tempat yang lebih aman agar tidak dihayutkan gelombang pasang. Pantauan Bali Post, Sabtu (19/12) kemarin, pantai yang biasa tenang dan dipenuhi perahu, berubah menjadi sepi. Kadek Suardika (30), nelayan di Desa Anturan Kecamatan Buleleng, menuturkan, sejak dua hari terakhir dirinya tidak berani melaut. Hempasan ombak setinggi setengah meter hingga dua meter dan tiupan angin kencang membuat dirinya tidak berani mengambil risiko. Pria yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Taruna Samudra ini memilih menghentikan aktivitas menangkap ikan, meski harus menarik dana tabungan untuk kebutuhan keluarganya. Selama musim cuaca buruk ini, Suardika hanya diam di rumah sambil memperbaiki peralatan tangkap yang rusak. Sejak menghentikan usaha penangkapannya, perahu yang sehari-hari digunakan kini diungsikan ke tempat yang lebih aman. Ini dilakukan untuk menghindari jika sewaktuwaktu ombak naik dan bisa saja menghanyutkan perahu miliknya. Dari pengalamannya, cuaca buruk seperti sekarang ini sudah menjadi siklus tahunan
raja dan Kintamani-Karangasem. Menyikapi kondisi itu, koordinasi dengan pihak kehutanan sudah dilakukan. “Pohon itu ditangani oleh Kehutanan. Kami sudah koordinasikan untuk melakukan pemangkasan agar tidak
ari 2016 mendatang. Untuk menghidupi keluarganya, Dewa mengaku mulai mencari pekerjaan sampingan sebagai buruh bangunan. Tidak hanya nelayan yang memilih libur, pemandu wisata bahari di kawasan Lovina, belakangan juga tidak berani melaut. Meski, beberapa dari mereka tetap nekat untuk melaut. Seorang pemandu wisata bahari, Putu Leong asal Desa Kalibukbuk, Lovina menuturkan, sejak tiga hari lalu dirinya tidak berani melaut karena angin kencang dan gelombang tinggi. Meski sudah menerima booking dari partner bisnisnya untuk mengantarkan wisatawan ke tengah laut melihat atraksi lumba-lumba dan snorkleling, Leong terpaksa membatalkannya. Di samping itu, saat musim seperti sekarang lumba-lumba sulit ditemukan. (kmb38)
Amlapura (Bali Post) Hujan lebat disertai angin kencang terus mengguyur Karangasem sejak Jumat (18/12) sore. Kondisi ini mengakibatkan banyak pohon tumbang Sabtu (19/12) kemarin. Bahkan, pohon tumbang tersebut menimpa dapur dan kamar mandi salah satu warga hingga hancur. Situasi tersebut membuat sejumlah warga, khususnya yang rumahnya berdekatan dengan pohon-pohon tinggi waswas. Salah satu warga Banjar Dinas Liligundi Desa Bebandem, I Wayan Bagia (62), menyebutkan, pohon kelapa yang menjulang tinggi di dekat rumahnya tiba-tiba roboh di tengah hujan lebat dan angin kencang pukul 12.30 Wita. Pohon kelapa tersebut menimpa dapur serta kamar mandi Bagia. Peristiwa tersebut membuat kedua bangunan di dalam rumahnya itu hancur. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Ketut Arimbawa
mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan satu unit mobil dobel cabin dan personel BPBD ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Setelah melakukan penanganan, situasi kembali normal, akses jalan juga bisa kembali dilalui. Peristiwa pohon tumbang tidak hanya terjadi di Liligundi. Sebelumnya, pukul 08.30 wita, hujan lebat dan angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang di Jalan Raya Samuh menuju Candidasa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun pohon perindang yang tumbang itu melintang ke tengah jalan sehingga sempat mengganggu lalu lintas dari dua arah. Arimbawa menambahkan, peristiwa pohon tumbang juga terjadi di Banjar Dinas Delod Wates Desa Sibetan, pukul 04.30 wita. Saat itu juga petugas langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Sebab, pohon tumbang sempat menutup akses jalan. (kmb31)
Bali Post/kmb31
PUING - Petugas BPBD Karangasem berupaya membersihkan dahan pohon dari puing-puing dapur warga, Sabtu kemarin.
OldTown White Coffee Hadir di Bali RESTO franchise dari Malaysia, OldTown White Coffee kini hadir di Bali bertempat di Park 23 Entertainment Center, Lantai 3, Jl. Kediri, Kuta. Hadirnya resto ini bisa menjadi alternatif wisata kuliner untuk kategori asian food di Bali. Grand opening OldTown White Coffee dilakukan, Jumat (18/12), ditandai dengan
GRAND OPENING - Suasana Grand Opening OldTown White Coffee di Park 23 Entertainment Center, Lantai 3, Jl. Kediri, Kuta, Jumat (18/12).
pemotongan pita oleh Owner dan jajaran manajemen PT OldTown Indonesia. Sekitar 100 orang undangan dari berbagai instansi seperti bank, mal, hotel, dan relasi maupun kerabat owner, turut menghadiri Grand Opening ini. Menurut Lase Agusnur selaku Marketing & Buss. Development Manajer PT OldTown Indonesia, OldTown di Park 23 merupakan konsep terbaru dengan istilah basic concept yang menampilkan interior yang bright, pelayanan yang cepat dengan menu Asian food yang berkualitas. Menurutnya, menu yang ditawarkan di OldTown White Coffee selain
kopi, teh, roti panggang, ada juga menu berat seperti nasi lemak with fried chicken, curry mie. Yang membedakan dengan resto yang lain, yaitu kopi yang disajikan adalah white coffee yang merupakan campuran dari tiga jenis biji kopi, Liberica, Arabica, dan Robusta. “Untuk harga, tidak perlu khawatir karena sangat terjangkau, mulai dari Rp 16.000 sampai Rp 40.000,” jelasnya. Di Indonesia, OldTown White Coffee sudah ada sejak tahun 2011 dengan 22 outlet tersebar di seluruh Indonesia. OldTown White Coffee yang ada di Bali merupakan outlet ke-23 dengan
80 seating capacity. Lase menjelaskan, alasan dipilihnya Bali karena Bali memiliki potensi, baik lokal maupun turis yang berkunjung. Di mana, semua pelanggan dapat menikmati Asian food maupun Western food dengan kualitas taste yang premium. Oldtown White coffee di Park 23 sangat strategis, karena jaraknya sekitar 10 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Keunggulan lain, juga berdampingan denga Cinema dan Circus Waterpark. Selama grand opening sampai 30 Desember, OldTown White Coffee memberikan promo gratis white coffee. (ad1974)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab: Alit Purnata Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaksi: Alit Susrini, Alit Sumertha, Daniel Fajry,Dira Arsana,Mawa, Suana, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Budi Wiriyanto,Diah Dewi Anggota Redaksi Denpasar: Giriana Saputra, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra,Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, Dedy Sumartana. Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani, . Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto, Banyuwangi: Budi Wiliyanto, Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Mahadita, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
daerah
Minggu Pon, 20 Desember 2015
3
TNI Tanam Ribuan Bibit Bakau Negara (Bali Post)Memperingati Hari Juang Kartika yang jatuh pada 15 Desember, Kodim 1617 Jembrana menggelar berbagai macam kegiatan sosial di Kabupaten Jembrana. Kegiatan dilaksanakan dengan melakukan penanaman bakau di Desa Budeng Jembrana, Sabtu (19/12) kemarin. Kegiatan penghijauan berupa menanam pohon mangrove sebanyak 4.000 pohon di areal seluas 70 are. Kegiatan ini dikoordinir Pasi Ter Kodim Jembrana Kapten Inf. Wayan Yudana bersama 200 orang dari instansi militer lain di Jembrana, Dinas Kelautan Perikanan dan Kehutanan Jembrana dan beberapa unsur elemen masyarakat dan masyarakat Budeng. Kegiatan ini mengusung tema “Melalui Hari Juang Kartika Kita Mantapkan Jati Diri TNI/AD dan Kemanunggalan TNI-Rakyat Guna mewujudkan Indonesia yang Berdaulat dan Berkepribadian”. Mewakili Dandim 1617 Jembrana Kapten Inf. Wayan Yudana mengajak seluruh komponen masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dengan menanam pohon
mangrove. Tanaman bakau ini katanya juga bisa dimanfaatkan untuk membuat bahan kue, sirup, kosmetik dan tinta pembuatan batik. Yang terpenting lagi, vegetasi mangrove berfungsi untuk menahan dan mencegah abrasi, selain itu juga lingkungan menjadi asri. Sebelumnya, Dandim Jembrana Letkol Inf Sansan Iskandar dan pasukan juga melakukan penghijauan di pesisir Pantai Pekutatan. Dandim mengatakan, kerusakan hutan bakau di wilayah pesisir Jembrana diakibatkan pencemaran di perairan yang disebabkan limbah yang mengakibatkan berkurangnya oksigen dan udara, sehingga mengganggu respirasi akar pohon bakau. Sedangkan limbah padat seperti limbah rumah tangga bisa menutupi akar-akar tanaman sehingga mengakibatkan kematian pohon bakau. Kerusakan yang mengakibatkan matinya pohon bakau harus dicegah, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi pohon bakau, baik dari berbagai elemen masyarakat. Diharapkan, rehabilitasi dan pengelolaan pohon bakau di sepanjang pesisir pantai di
Jembrana memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan Jembrana hijau dan melestarikan keanekaragaman hayati, sehingga selain berpotensi menjadi daerah resapan air, juga jadi objek wisata lingkungan yang menarik. Diharapkan juga Jembrana memiliki pantai sebagai kawasan green belt mangrove area sebagai areal perlindungan pantai dan meningkatkan keseimbangan lingkungan di wilayah pantai selatan. Pihaknya juga berharap penanaman pohon bakau bisa mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat dan instansi pemerintahan yang ada di wilayah Kabupaten Jembrana, dan dengan penanaman bakau diharapkan juga bisa menjaga alam dari kerusakan lingkungan dan abrasi, sehingga kelestarian ekosistem alam bisa terjaga. Selain Nuansa Hijau, Kodim 1617/Jembrana bkerja sama dengan PMI Jembrana memberikan Nuansa merah dengan menggelar donor darah yang dilaksanakan, Jumat (18/12) lalu, di Makodim Jembrana, jalan Ngurah Rai Jembrana. (kmb)
Pengamanan RSUP Sanglah Akan Gunakan Tenaga ’’Outsourching” Denpasar (Bali Post)Setelah pengelolaan parkir, kini RSUP Sanglah juga akan menggunakan tenaga outsourching untuk mengamankan lingkungan RSUP Sanglah. Maka dari itu, sebelum rencana ini dilakukan pihak Direksi RSUP Sanglah melakukan sosialisasi terhadap seluruh satpam RSUP Sanglah beberapa waktu lalu. “Ibu Dirut pengen ketemu seluruh satpam, terkait kebijakan menggunakan outsourching untuk tenaga satpam,” kata Direktur SDM RSUP Sanglah drg. Triputro Nugroho, M.Kes. RSUP Sanglah akan kerja sama dengan pihak ketiga dalam menangani keamanan di RSUP Sanglah. Tenaga satpam yang ada
saat ini akan diperbantukan di instalasi dan bagian lain di RSUP Sanglah, agar RSUP Sanglah dapat fokus memberikan pelayanan kesehatan. “Untuk tenaga satpam, cleaning service bisa pakai tenaga outsourching. Tapi, kalau dokter, perawat tidak boleh di-outsourching,” jelasnya. Dari 49 satpam yang ada saat ini, 27 orang diantaranya merupakan PNS dan 22 orang tenaga honorer. Satpam itu nantinya akan menempati bagian lain, seperti tenaga administrasi dan lain-lain. Mengingat core bisnis RSUP Sanglah adalah kesehatan, sehingga tenaga seperti satpam dan cleaning service bisa menggunakan pihak ketiga. (kmb42)
BPM/kmb
PENGHIJAUAN - Anggota Kodim 1617 Jembrana ketika melakukan penghijauan di wilayah Desa Budeng, Jembrana, Sabtu (19/12) kemarin.
Musim Hujan, Buleleng Rawan Bencana Longsor dan Banjir
Singaraja (Bali Post)Sejumlah wilayah rawan longsor di Kabupaten Buleleng diantisipasi Polres Buleleng, dengan menyiagakan personel jika terdapat bencana alam. Memasuki musim hujan ini, potensi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor akibat curah hujan yang tinggi makin besar. Polisi menghimbau masyarakat lebih waspada. Kawasan rawan longsor dan pohon tumbang di jalur Singaraja-Denpasar, diantaranya di Desa Gitgit Kilometer (Km) 10-11, wilayah Tugu Pahlawan Km 15-16, seputaran Desa Lemukih Km 18-19 dan di kawasan Desa Wanagiri Km 22-23. Selain itu, terdapat pula di jalur SingarajaPupuan, di Desa Subuk Km 34-36 dan juga di perbatasan Singaraja-Tabanan Km 38. Selama memasuki musim penghujan, masyarakat Bule-
Bali Post/kmb34
SOSIAL - Aksi sosial berupa bantuan pembangunan jamban untuk warga miskin di Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Buleleng.
TNI Bantu Bangun Jamban untuk Warga Miskin
Singaraja (Bali Post)Danrem 163/Wirasatya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa, didampingi Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Budi Prasetyo turun langsung untuk memberikan bantuan jamban kepada warga miskin di Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Buleleng. Tujuannya sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kesehatan dan menjaga lingkungan di pemukiman
warga agar makin nyaman, bersih dan sehat. Danrem Cantiasa mengatakan, TNI turun ke lapangan bukan hanya membantu bedah rumah, melainkan menaruh kepedulian terhadap pembangunan jamban. “Bantuan jamban ini semoga bermanfaat bagi masyarakat di Desa Kalianget. Kami bahu membahu membantu masyarakat, rumah-rumah warga miskin lainnya juga
akan disasar,” katanya belum lama ini. TNI bahkan ikut memberi bantuan sembako, donor darah, dan 3.500 bibit pohon untuk penghijauan, serangkaian HUT TNI/AD. “Ini merupakan perintah Bapak KASAD. TNI akan membangun sejuta jamban di seluruh Indonesia. Target di Bali cukup banyak melibatkan kerja sama Kodim yang tersebar di wilayah Bali,” tegasnya. (kmb34) DANSA Sejumlah siswa mengikuti kompetisi dansa saat kegiatan Kampung Olahraga Indonesia 2015, di Lapangan Bajra Sandhi Denpasar, Sabtu (19/12) kemarin. Kegiatan yang digelar selama tiga hari tersebut untuk mengajak masyarakat memiliki gaya hidup sehat melalui olahraga dan juga sebagai sosialisasi Asian Games 2018.
Bali Post/ant
leng diminta lebih berhati-hati dan waspada, karena jalan di sejumlah kawasan licin saat hujan turun. Salah satunya kondisi struktur alam pengunungan dari wilayah Wanagiri, menyusuri jalan menuju Kota Singaraja didominasi jalur berliku-liku dan sering terjadi kecelakaan lalu lintas. “Jadi kami menghimbau masyarakat ketika mulai memasuki wilayah Wanagiri agar berhati-hati. Ada sejumlah titik rawan
Kompol Ketut Gelgel longsor,” ujar Kabag Ops. Polres Buleleng Kompol Ketut Gelgel, seizin Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi, Sabtu (19/12) kemarin.
Mantan Ba Puskodal Ops Polda Irian Jaya ini menambahkan, daerah rawan banjir sesuai pantauan anggota kepolisian tersebar di wilayah perkotaan atau Kota Singaraja, yakni Jalan Ahmad Yani Barat, Jalan Pramuka, Jalan Ngurah Rai, Jalan Srikandi, Sambangan, Jalan Surapati, Lovina dan sekitarnya. Ia menghimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan tetap memperhatikan kebersihan lingkungan, khususnya aliran sungai dan got maupun saluran air rumah tangga. “Kami berharap masyarakat sewaktu hujan deras menghindari jalur-jalur rawan banjir tersebut,” kata Gelgel mengingatkan. (kmb34)
Cetak Bibit Generasi Unggul, SBT Tanamkan Pendidikan Kasih Sayang Guru, Staf dan Siswa Ucapkan Selamat Hari Ibu dan Nataru
BENTUK sumbangsihnya mencerdaskan kehidupan bangsa, Sekolah Bina Tunas (SBT) sebagai salah satu pusat pendidikan swasta di Denpasar, terus berupaya dan secara berjenjang untuk tetap berkontribusi membangun bangsa melalui peran aktifnya menyelenggarakan pendidikan berkualitas yang mengutamakan penanaman moral, rasa percaya diri dan pengakuan terhadap keunikan setiap anak. Seperti ditegaskan Ketua Penasehat Sekolah Bina Tunas I Made Arjaya. Didampingi Ketua PAUD Bina Tunas Putu Eka Juliana Jaya, ia menegaskan bahwa sejak resmi berdiri pada 3 Februari 1999 lalu, banyak kiprah dari sekolah yang beralamat di Sanur Kauh, Denpasar Selatan ini, untuk membentuk fondasi dari bibit-bibit Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan unggul, yang siap saing di era globalisasi. Berangkat dari latar belakang dan kemampuan peserta didik yang sangat heterogen, sebagai salah satu pusat pendidikan, SBT juga terus berinovasi dan terus berupaya memberikan kesempatan sekaligus pendidikan terbaik bagi para siswanya. Selain itu, melalui pembiayaan dengan menerapkan sistem subsidi silang, Sekolah Bina Tunas yang hampir memasuki usai ke-16 tahun ini, juga diakui banyak dirasakan manfaatnya bagi orang tua murid. “Melalui daya upaya terbaik dan kecakapan para pendidik dan pengajar di
ALAMI DAN CERIA - Para siswa dan siswi Sekolah Bina Tunas di salah satu kegiatan. Bina Tunas telah terbukti mampu mengakomodir keberagaman peserta didik menjadi bagian dari sebuah keunggulan,” terang Arjaya saat dikonfirmasi di sela-sela kesibukannya, Sabtu (19/12) kemarin. Lebih lanjut, mantan ketua Komisi I DPRD Bali dua periode ini menam bahkan, melalui proses kegiatan belajar mengajar yang selalu mengedepankan kasih sayang dan perlakuan yang setara dan penanaman moral, para guru, staf SBT juga optimistis akan mampu mencetak bibit-bibit generasi terdidik, alami, ceria, bahagia, penuh rasa hormat, penuh rasa ingin tahu dan lebih percaya diri. “Bagi
kami, ukuran keberhasilan sekolah adalah ketika kami mampu memberikan pendidikan yang terbaik dan berkualitas bagi siswa dan siswi. Sehingga melalui pendidikan terbaik dan berkualitas itu akan menghasilkan generasi-generasi yang mampu bersaing di era globalisasi,” tegasnya. Sedangkan Kepala Sekolah Dasar (SD) Bina Tunas Ni Luh Rika Novitayanti, S.Pd. menambahkan, melalui pendidikan terbaik dengan mengedepankan kasih sayang dan pendidikan karakter, ia juga optimistis bahwa siswa-siswi lulusan Bina Tunas bukan hanya mampu bersaing di era global, namun lebih dari
itu melalui kasih sayang dan pendidikan karakter, siswa-siswi Bina Tunas juga akan mampu menjadi generasi terdidik sekaligus mandiri. Sementara itu, serangkaian peringatan hari ibu 22 Desember 2015 mendatang, dan perayaan Natal 2015 dan Tahun Baru (Nataru), para guru, staf, dan seluruh siswa di SBT juga mengucapkan selamat Hari Natal bagi umat Kristiani dan Tahun Baru 2016 bagi seluruh masyarakat di Bali. “Semoga perayaan Natal membawa kedamaian dan Tahun Baru membawa kebahagiaan dan kesuksesan baru,” pungkas politisi yang akrab disapa Udeng Poleng ini. (ad1975)
PERNIK
4 BALI selalu memberi inspirasi seniman yang tumbuh-besar, ataupun yang singgah di Bali. Tetapi di manakah sesungguhnya peran seniman lokal sendiri di dalam “merawat”, “menjaga” dan meneruskan beragam ritus seni yang adi luhung. Bahkan memberi inspirasi bagi senimanseniman tidak hanya di Indonesia tetapi dunia. Tiga genre tari tradisi di Bali (Three Genre of Traditional Dance in Bali) yang terdiri dari sembilan tari tradisional Bali resmi dimasukkan ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity, atau Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan. Sidang ke10 Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Windhoek, Namibia, telah menetapkan tiga genre tari tradisi di Bali sebagai warisan budaya takbenda dunia. Sidang berlangsung pada Rabu siang (2/12/2015) waktu setempat. Tiga genre tari tradisi di Bali (Three Genre of Traditional Dance in Bali) yang terdiri dari sembilan tari tradisional Bali resmi dimasukkan ke dalam UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity. Kesembilan tarian tradisional tersebut adalah Rejang, Sanghyang Dadari, dan Baris Upacara yang digolongkan sebagai tarian sakral; Topeng Sidhakarya, Sendratari Gambuh, dan Sendratari Wayang Wong yang digolongkan sebagai tarian semi-sakral; serta tari Legong Kraton, Joged Bumbung, dan Barong Ket “Kuntisraya”, yang digolongkan sebagai tarian hiburan (entertainment). Apakah “penghargaan “ ini jadi pemicu generasi muda Bali berkarya lebih bagus lagi dengan menggunakan “penghargaan itu sebagai inspirasi melahirkan karya terbaru. Untuk melengkapi catatan akhir tahun, Joss Wibisono, menulis buku Saling Silang Indonesia Eropa (Marjin Kiri, 2013) tentang saling pengaruh Indonesia dengan Eropa, dalam berbagai bidang, termasuk musik, tentunya. Dia juga seorang pemerhati budaya, pengamat sejarah dan kebudayaan yang telah puluhan tahun bermukim di Belanda menulis tentang peran musik tradisional di Bali untuk memperkaya musik di Barat. Semoga catatan ini memberi inspirasi dan spirit untuk kita semua. Selamat menyongsong tahun 2016. (red)
Minggu Pon, 20 Desember 2015
Lamat-lamat Gamelan Bali pada Musik Klasik Barat BULAN NOVEMBER 2015, het Muziektheater yaitu gedung opera Amsterdam, Ibu Kota Belanda, mementaskan dua opera karya komponis Prancis Francis Poulenc (1899-1963). Opera pertama berjudul "Dialogues des Carmélites" (Celoteh biarawati Karmelites) sedangkan opera kedua, lebih pendek dan surealistis, berjudul "Les mamelles de Tirésias" artinya payudara Tiresias.
BPM/ist
Dua setengah menit setelah dimulai, orkestra yang mengiringiDialogues des Carmélites segera memperdengarkan musik gamelan Bali. Pada bagian awal opera yang berlatar belakang Revolusi Prancis ini, bangsawan Le Marquis de la Force, salah satu tokohnya, bercerita tentang pemberontakan rakyat yang sempat dialaminya. Massa mengamuk dan wajah-wajah berkerut menahan takut, begitu tuturnya dalam bentuk nyanyian. Francis Poulenc menggubah musik yang jelas sekali bernafaskan gamelan Bali untuk menggambarkan kerunyaman revolusi. Thema Bali juga muncul pada bagian akhir prolog, musik pembuka Les mamelles de Tirésias, opera kedua Poulenc. Berbeda dengan opera pertama, musik pembuka opera kedua ini lebih tenang dan warna gamelan Bali yang terdengar pada menit keenam dimainkan oleh beberapa instrumen tiup dan piano. Bagaimana seorang komponis Prancis seperti Francis Poulenc bisa terpengaruh gamelan Bali? Lenggak-lenggok Bali untuk Mozart Pada tahun 1931 Poulenc hadirpadal’Exposition coloniale internationale (pameran kolonial internasional) yang digelar di Paris. Di sini sang komponis berkenalan dengan gamelan Gong Gebyar yang didatangkan dari desa Peliatan di Bali selatan. Inilah untuk pertama kalinya gamelan Bali tampil di pentas internasional. Waktu itu salah seorang tokoh masyarakat Peliatan adalah Tjokorda Gde Raka Soekawati yang juga anggota Volksraad (DPR zaman kolonial yang anggotanya tidak dipilih, tapi ditunjuk). Dia dibantu oleh seniman Jerman Walter Spies yang sudah menetap di pulau dewata dalam memilih penabuh gamelan dan penari yang dikirim ke Paris. Tahun 1931 Indonesia masih belum lahir, maka di Parisrombongan Bali ini menginduk pada pavilyun Belanda yang dalam bahasa Prancis disebut Pavillon de Pays-Bas dan pada peta tertera Indes Néerlandaises (Hindia Belanda). Mengkombinasikan unsur-unsur bangunan Kalimantan dan Minangkabau, gapura masuk pavilyun ini bergaya
Bali. Sejarawati Belanda Marieke Bloembergen (dalam bukunya De koloniale vertoning alias pameran kolonial) mencatat bahwa pavilyun Belanda termasuk disukai oleh 33 juta pengunjung yang membanjiri pameran selama enam bulan ini. Tentu sajaini berkat gamelan Gong Gebyar dan penari Legong sebanyak 50 orang yang didatangkan langsung dari Bali. Sebelum itu, penampilan Hindia Belanda dalam pameran lain di Paris juga sudah dibanjiri pengunjung. Pada 1889, ketika digelar L’Exposition universelle (pameran semesta) dalam rangka seabad revolusi Prancis, pengunjung sangat menyukai Village javanais (Desa Jawa), nama pavilyun Belanda. Salah satunya adalah komponis Claude Debussy (1862-1918); dia sangat terpesona pada gamelan Sunda Sari Onéng yang pentas di situ. 42 tahun kemudian, pada 1931 itu,giliran Poulenc yang termehekmehekoleh gamelan Bali. Paling sedikit ada empat karja Poulenc jang terpengaruh Bali. Selain dua operadi atas, masih ada karya orkestra berjudul l’Histoire de Babar dan yang paling utama adalah konser untuk dua piano dalam d-minor, ciptaan tahun 1932. Konser tiga bagian inidiawali dengan dua hentakan pembuka yang langsung diikuti hembusan nafas Bali, dan berlanjut dengan kelincahan à la Mozart (komponis abad 18 asal Austria) yang jenaka. Terkadang muncul musik Afrika. Melankolis Mozart juga kentara pada bagian kedua yang lambat, Larghetto. Tapi warna Afrika, jazz dan Bali kembali terdengar di bagian ketiga. Tentu saja nafas utamanya tetap Mozart, karena memang padakonser dua piano ini Poulenc mendadani Mozart dengan lenggak lenggok Bali. Exposition coloniale internationalejuga dihadiri oleh Colin McPhee (1900-1964), komponis Kanada yang sebelumnya, di Amerika, sudah mendengar rekaman gamelan Bali. Jatuh cinta pada gamelan Gong Gebyar yang ditemuinya diParis, McPhee bergegas ke Bali. Ia ingin mendengar gamelan Bali di tempat asalnya, dan mempelajari serta merekam sebanyak mungkin.Dua kali pulang kampung, McPhee praktis menghabiskan dekade 1930an di
pulau dewata. Pada 1936, ketika kembali sebentar Amerika dan Meksiko, McPhee mencipta karyanya yang paling terkenal Tabuh-Tabuhan, toccata untuk orkestra dan dua piano. Gubahan ini terdiri dari tiga bagian, bagian pertama Ostinato - Animato, bagian kedua Nocturne - Tranquilo dan bagian ketiga, Finale - Quieto e misterioso. Menetap di New York selama Perang Dunia II, McPhee berkenalan dengan Benjamin Britten (1913-1976), komponis Inggris yang mengungsi ke Amerika. Sebagai penganut pasifisme yang anti perang, Britten menolak mobilisasi dan wajib militer, karena itu dia terpaksa hengkang ke negara Paman Sam. Gamelan Bali Melayat Kematian di Venezia McPhee segera memperkenalkan gamelan Bali kepada Britten. Maka berjangkitlah “virus” Bali pada komponis Inggris ini yang sebenarnya sudah mencari-cari alam suara dan tangga nada yang lain, seolah jenuh dengan tangga nada musik barat. Mereka berdua juga sempat merekam transkripsi piano gamelan Bali, hasil garapan McPhee. Seusai perang Britten bertemu Poulenc di Paris dan pada 16 Januari 1955, keduanya tampil sebagai solis pada pementasan konser untuk dua piano dalam d-minor karya Poulenc di London. Setahun kemudian, pada Januari 1956, Benjamin Britten dan Peter Pears, penyanyi tenor pasangan hidupnya, melawat ke Bali selama beberapa minggu. Rupanya, seperti McPhee, Britten juga ingin melihat, merasakan dan mendengar sendiri Bali. Paling sedikit ada tiga karya Britten yang terpengaruh gamelan Bali. Pertama musik balet Prince of the Pagodas, kemudian opera Owen Wingrave dan opera terahir Britten Death in Venice atau “Kematian di Venezia”.Belakangan pelbagai gedung opera Eropa makin sering mementaskan Death in Venice, apalagi pada tahun 2013, ketika mengenang 100 tahun Britten. Opera ini didasarkan pada novella Thomas Mann Der Tod in Venedig, terbitan 1911. Britten bekerja sama dengan Myfanwy Piper sebagai penulis librettoatau syair opera.
Opera yang dipentaskan untuk pertama kali tahun 1973 ini sebenarnya bersifat perenungan perjalanan hidup Gustav von Aschenbach, tokoh utamanya. Dia adalah seorang pengarang terkenal, beberapa novelnya sukses besar, tapi ternyata tidak bisa lagi menggoreskan satu katapun pada catatannya. Ia mengalami writer’s block, semacam sindrom tak bisa menulis. Baru ketika bertemu pemuda Polandia Tadzio di Venezia, Von Aschenbach sadar akan keindahan maka inspirasi kembali mengalir ke dalam kalbunya. Ini digambarkan dengan bagus oleh Britten. Musiknya tibatiba berubah menjadi musik Bali. Gamelan Bali masih terdengar pada satu adegan lagi, ketika berlangsung apa yang disebut The Games of Apollo. Di sini tampil Apollo, dewa musik Yunani purba, menyanyi di sekeliling pemudapemuda teman Tadzio yang sibuk bermain bola di pantai Venezia. Nyanyian Apollo (bersuara countertenor yaitu suara pria falsetto) sangat mempesona, terutama karena melodinya pentatonis Bali. Gamelan Bali, berbeda dengan gamelan Jawa, tidak terlalu mengenal nyanyian. Tapi dalam Death in Venice,gamelan Bali malah digunakan bukan saja dalam nyanyian tunggal, tapi juga sebagai nyanyian paduan suara. Britten tidak luput dari kritik. Langkah beraninya menggunakan melodi gamelan Bali disebut sebagai eksotisme. Ia dituding menggunakan gamelan sebagai sesuatuyang jatuh dari langit. Gamelan yang tidak ada pada kosanadanya, tiba-tiba terdengar. Lebih parah lagi dia dicap tidak berupaya terlebih dahulu memahami gamelan Bali. Sebenarnya kalau kita dengar dengan seksama, maka dalam Peter Grimes, opera pertama Britten, sudah bisa didengargamelan Bali, walaupun memang lamat-lamat belaka. Di bagian akhir opera, ketika Peter Grimes diburu warga desa karena anak asuhnya ditemukan tewas, juga lamat-lamat terdengar gamelan Bali. Jadi gamelan Bali sudah lama ada dalam karya-karya Britten. Baru pada Death in Venice, opera terakhirnya, gamelan Bali terdengar dengan jelasnya. Maka Francis Poulenc, Colin McPhee dan Benjamin Britten adalah komponis-komponis
barat utama yang terpengaruh gamelan Bali. Mereka menggunakan kosanada Bali dalam pelbagai karya mereka. Lebih penting lagi, Bali mereka pakai untuk menerobos tradisi romantisme yang sepanjang abad 19 begitu dominan di barat. Selain ketiganya, masih ada beberapa nama yang tidak terlalu dikenal, seperti Theo Smit Sibinga (1899-1958) Paul Seelig (1876-1945), Walter Niemann (1876-1953) serta Alexandre Tansman (1897-1986). Belakangan orang juga menyebut nama Walter Spies (1895-1942). Gamelan Bali ternyata juga mengilhami mereka dalam berkarya. Tapi berlainan dengan tiga perintis di atas, pelbagai komponis ini masih berkutat pada tradis romantik. Gamelan Bali tidak mereka gunakan untuk mendobrak aliran itu. Mungkin karena itulah karya mereka tidak banyak dimainkan lagi. Di abad 21 ini Bali tetap menarik banyak komponis, bukan saja komponis internasional tapi juga komponis Indonesia sendiri. Jaya Suprana, Ananda Sukarlan dan Krisantini Markam adalah contoh para komponis yang terilhami oleh gamelan Bali. Gitaris I Wayan Balawan bisa disebut sebagai wakil blantika musik pop yang bahkan menggunakan instrumen gamelan Bali dalam lagulagu ciptaannya. Di luar negeri ada Snta Wullur, seorang komponis Belanda keturunan Indonesia yang antara menggubah Bali in blue. Lalu komponis Amerika Wayne Vitale yang menggubah Jagul untuk dua piano. Kemudian Gareth Farr, komponis Selandia Baru yang menggubah Jangan lupa untuk piano solo dalam rangka mengenang pemboman Bali 2002. Dan masih ada komponis Hongaria yang terkenal György Ligeti. Dia menggubah Galam Barong, sebuah karya kompleks walaupun hanya untuk piano tunggal. Dalam hampir seabad gamelan Bali terus menginspirasi komponis manapun. Esai ini hanya melacak asal usul pengaruh gamelan Bali pada musik klasik barat. Zaman sekarang pasti lebih banyak lagi komponis yang terilhami gamelan Bali, di manapun dia berada. Apa lagi memperhatikan betapa gamelan Bali sekarang sudah mendunia, tersebar di mana-mana.
Merayakan Murni
Merayakan Perempuan dalam Seni di Bali Jejak perempuan dalam dunia seni rupa di Bali bisa diibaratkan sebagai oase di tengah gurun pasir. Jika bukan karena minimnya arsip yang mencatat perjalanan kesenimanannya, kurangnya partisipasi perempuan dalam event seni rupa pun semakin menjauhkannya dalam jangkauan radar/ perhatian publik seni. Entah karena perempuan perupa Bali luput dari perhatian atau dalam segi karya dan intelektualitas masih dinilai tidak representatif tampil dalam ruang pameran. Namun dalam perkembangannya, Seniwati tetap membawa risiko akan kecenderungan karya dengan visual yang sama. Jumlah pelukis tradisi yang mendominasi kelompok ini belum siap secara mental mengikuti arus perkembangan seni. Meskipun seorang pelukis tradisi telah meraih pencapaian teknisnya namun tema-tema dalam lukisan yang sifatnya repetitif, (melulu) mengenai alam, ritual, dan kehidupan sosial. Karya-karya semacam ini ternyata mengalami kesulitan untuk menyesuaikan dengan paradigma seni yang selalu membutuhkan suatu pembaharuan baik dari segi estetika dan isu-isu kekinian. Tema-tema dalam lukisan tradisi kerap dianggap delusif dan berbeda semangat zamannya. Hingga kemunculan IGAK Murniasih yang menjadi anomali diantara perempuan pelukis lainnya di dalam kelompok Seniwati. Perjalanan Murniasih sebagai pelukis sesungguhnya di luar dugaan dalam konstelasi seni rupa Indonesia mengingat latar belakang akademisnya yang non-seni. Lahir pada 4 Juli 1966 dan meninggal pada 11 Januari 2006, keberaniannya mengangkat tema-tema di seputar tubuh perempuan yang kerap dianggap tabu ternyata justru menarik minat intelektual untuk melakukan kajian terhadap karyanya.Setelah kematiannya, nasib karya-karyanya nyaris tidak terdengar bahkan kondisi studionya di daerah Nyuh Kuning, Ubud telah dirobohkan karena habis masa kontrak.
BPM/ist
Komunitas Untuk memperingati 10 tahun kematiannya, sebuah komunitas yang
berbasis di daerah Batubulan yaitu Ketemu Project and Space menginisiasi sebuah program bertajuk “Merayakan Murni” dengan fokus utamanya yaitu mendukung perkembangan Yayasan Murni melalui pengarsipan karyakarya dan data tulisan mengenai Murni. Kemudian mengajak segenap seniman baik di Bali maupun diluar Bali untuk merespons tema-tema yang diangkat Murni ke dalam karya mereka yang rencananya akan direalisasikan tahun depan melalui sejumlah pameran. Pada peluncuran program ini (8/12), Budi Agung Kuswara selaku pendiri Ketemu Project and Space memaparkan awal mula program ini bisa mulai diwujudkan. Gagasan untuk menghidupkan kembali Murni, selain dari segi karya-karyanya yang masih relevan dengan persoalan konsep tubuh dan seksualitas pun didukung oleh suaminya, Mondo -laki-laki berdarah Itali yang sangat memuja pemikiran dan karya-karya Murni. Mengenai sudut pandang oposisi biner ini kerap nampak pada karya perempuan perupa di Indonesia yaitu Arahmaiani dalam karya performanceHis-Story. Dalam performance ini tampak seorang laki-laki menuliskan kalimat berbahasa Inggris dan Jepang yang kurang lebih mengenai sejarah yang ditulis dengan darah, disisi lain Arahmaiani hadir sebagai seorang perempuan yang memperhatikannya. Secara intrinsik performance tersebut telah menyatakan bahwa sejarah bersifat maskulin atau dengan kata lain realitas dikonstruksi oleh yang superior. Dalam hal pertentangannya dengan laki-laki dan ideologi patriarki seperti
dalam karyanya tersebut, Arahmaiani menggunakan tubuhnya sebagai aktor sedangkan jika dibandingkan dengan Murni, ia memindahkan tubuhnya ke dalam kanvas dengan lebih tematis. Tubuh perempuan yang tematis dalam karya Murni hadir bukan sebagai tubuh realis atau yang mirip dengan realitasnya. Hal ini ditegaskan oleh Acep Iwan Saidi (2008: 213) mengenai konsep tubuh Murni yang hadir sebagai tubuh yang mengalami proses semiosis sehingga ia cenderung lebih bersifat simbolik. Maka yang menjadi fokus dalam lukisan Murni bukan kehadiran tubuh secara visual, melainkan bagaimana tubuh tersebut bisa menjadi tanda untuk mengomunikasikan gagasan yang disampaikan. Dramatis Hadir dengan teknik Pengosekan dengan warna-warna cerah nan dramatis serta garis outline pada figur lukisannya, membaca dan mengamati karya-karya lukis Murni maka akan muncul dua kata kunci yang menjadi gagasannya dalam berkarya. Selain itu, interaksi seksual yang banyak ditampilkan oleh Murni adalah hubunganhubungan yang ganjil, liar, dan imajinatif. Misalnya saja dalam karya “Bikin Pleasure” yang menampilkan tubuh perempuan yang disenggamai oleh senjata tajam (arit) dalam dominasi warna merah dalam latar belakangnya yang cukup mengintervensi objek visual di dalamnya. Arit yang merupakan alat pemotong rumput telah beralih fungsi menjadi pemberi sensasi terhadap tubuh. Karya tersebut tentu hadir sebagai paradoksdalam interaksi sek-
sual. Rasa sakit telah dimaknai sebagai sumber kenikmatan tentu hal ini juga mengindikasikan adanya kecendrungan sadomasokhisme dalam beberapa karya Murni yang lain. Kemudian yang kedua adalah feminisme jika dicermati dari konteks Murni dalam berkarya dengan menampilkan visual tubuh dan dirinya sebagai representasi dari permasalahan yang dihadapi oleh banyak perempuan dalam lingkungan sosial dan kultural. Dalam konteks sosial hidupnya, Murni adalah seorang perempuan berdarah Bali yang juga hidup dalam normanorma dan adat yang berkembang di sana. Dalam struktur masyarakat adat Bali, perempuan memiliki posisi yang lebih rendah dibanding dengan kaum laki-laki. Sehingga dalam berbagai hal perempuan memiliki berbagai keterbatasan untuk mengungkapkan gagasannya secara politik maupun kebebasan dalam mengekspresikan dirinya. Perempuan dalam struktur adat Bali dibelenggu oleh norma dan konstruksi sosial lainnya. Bahkan mungkin tidak hanya di Bali, hal ini bisa terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Dalam konteks inilah kehadiran karya Murni dapat dimaknai sebagai pendobrak nilai dan norma yang selama ini direkatkan pada diri perempuan. Melalui program “Merayakan Murni” kita akan melihat bagaimana relevansi dari jejak dan pemikiran murni dalam konteks sosial hari ini. -Citra Sasmita, perupa dan alumni workshop penulisan kritik senirupa DKJ 2015
JENDELA
Minggu Pon, 20 Desember 2015
Resensi Buku
Dunia Perempuan di Wilayah Publik Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Perempuan Pejabat Publik : Nur Iman Subono, dkk : Jurnal Perempuan : Desember,2012 : 141 halaman
PEREMPUAN di Indonesia memiliki ruang gerak yang makin besar dan luas. Bahkan pemikiranpemikiran perempuan bisa diterima “komunitas politik” yang selama ini dikuasai laki-laki. Jurnal Perempuan edisi ini memotret gerak-gerik perempuan di dalam mengambil keputusan di wilayah publik. Kepemimpinan adalah inisiatif, yaitu kehendak untuk mengarahkan sumber daya politik ke tujuan keadilan. Kepemimpinan tumbuh dalam misi etis itu. Dan pada perempuan, misi itu paralel dengan seluruh pengalaman historisnya, yaitu ketidakadilan. Karena itu, bagi gerakan perempuan, politik adalah perjuangan keadilan dalam maknanya yang paling historis: menyelenggarakan kesetaraan. Makna ini tidak diperoleh dari sekadar halaman buku teori, tetapi langsung dari halaman hidup setiap hari: pada diskriminasi upah, pada diskriminasi jejang karier, pada diskriminasi pendidikan, pada diskriminasi kebudayaan, dsb. Oleh sebab itu, kepemimpinan perempuan menjadi sangat penting agar bangsa ini bisa maju dan bermartabat. Buku yang layak diperdebatkan kembali. Untuk mematangkan “jalan” perempuan menuju dunia pemikiran yang luas. (osi)
Perempuan dan Tubuh di Mata Lelaki Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang : Guntur Alam : Gramedia Pustaka Utama : 2015 : 176 halaman
INILAH kumpulan cerpen tentang Magi, mitos, dan perempuan. Dikemas dengan sederhana dan mencoba memahami dunia perempuan secara detail. Memang masih terlihat kurang halus, karena penulisnya sendiri lelaki. Tetapi menarik juga untuk dibaca dan direnungkan kembali. Ketika lelaki mencoba memahami
perempuan. Bagaimana bila kau punya sepasang kursi rotan tua yang disesaki kenangan? Kursi itu warisan ibumu. Dia memintamu untuk menjaganya. Konon, di sepasang kursi itulah ayahmu raib dan menjelma kutu. Ibumu percaya, kelak ayahmu akan kembali jadi manusia dan membawa oleh-oleh. Yang kau minta dalam doa saban malam. Inilah kumpulan cerita pendek tentang magi, mitos, dan perempuan. Ada cerita sepasang kursi warisan ibu yang penuh kenangan, dendam perawan cantik dan gadis buruk rupa, pun kisah kunang-kunang jelmaan iblis perempuan. Kisah perempuan tak melulu soal tubuh dan seksualitas. Ada sisi yang lebih gelap, menggairahkan untuk digali dan dikisahkan, yakni hatinya. Sebagian besar cerita pendek ini pernah dimuat di surat kabar lokal dan nasional. (osi)
CERPEN
5
Hujan Bulan Desember Oleh I BW Widiasa Keniten
Hujan bulan Desember menjauhi kota kami. Pepohonan meranggas. Daun-daun kehidupan mulai berguguran mencium bumi. Hujan sepertinya sudah tidak bersahabat lagi dengan kota kami. Beberapa orang menyebutnya dengan kota Puji. Kota kami memang dipenuhi dengan beragam puja-puji yang terkadang membius hati, jiwa dan pikiranku. Dampak puja-puji itulah yang melenakan kami. Kami senang dipuji sekaligus juga disesaki dengan beragam problematika hidup. Gumpalan-gumpalan awan hanya sekilas saja melintas di kota Puji kami. Guntur memang terdengar kadang-kadang dibalas dengan petir, tapi hujan belum juga mencium tanah Puji kami. Padahal, di kota Puji kami beberapa balian yang mengaku bisa menurunkan hujan. Akan tetapi, saat-saat seperti ini tidak mau menurunkan hujan. Pekak Giwang dikenal sebagai penurun hujan yang cukup dikenal di kota kami jga seperti menjauh. Saat kumohon agar menurunkan hujan dengan bangganya ia mengatakan, “Hujan hanya bisa turun jika ada penggantinya.” Aku tahu maksudnya itu. Ia minta uang padaku. Aku tarik tabunganku. Aku bawakan beberapa ratus ribu. Ia tersenyum sinis saat itu.”Belum cukup,” katanya. Ternyata Pekak Giwang sudah dirasuki dengan permainan uang. Seolah-olah dengan uang yang besar, hujan akan deras turun di bulan Desember ini. Sebagai orang yang ingin sekali melihat debu dibasahi hujan, kuberanikan diri meminta uang pada sahabat-sahabatku. Ratarata mereka menganggapku orang aneh. “Tumben ada orang yang meminta uang untuk memohon hujan. Kenapa tidak bersemangat saat musin hujan datang menanami hutan. Hutan disayangi dan tidak hanya ingat pada Tumpek Wariga saja. Mendengar perkataan temanku seperti itu aku tidak jadi meminta uang. Aku pun memelas agar Pekak Giwang bersedia memohon hujan. Berkali-kali aku mendatangi rumahnya. Aku bisa datang pagi, bisa siang bahkan bisa malam. Akan tetapi, Pekak Giwang tetap tidak peduli sebelum uang diharapkannya bisa kusediakan sesuai permintaannya. Aku datangi rentenir. Dengan suka cita, ia menerima tawaranku. “Tapi ingat mengembalikan uangku,” pintanya. Ia pun membawa cincin pemberian ibuku. Cincin emas bermata mirah itu terpaksa kugadaikan. Dengan penuh senyum, ia berkata, “Jika tidak bisa mengembalikan, akan kuambil cincinmu.” Aku sudah tahu karena sedari dulu. Ia berharap banyak agar cincin itu bisa dimilikinya. Cincin bermata mirah itu dianggapnya mendatangkan vibrasi baginya. Rasa percaya dirinya sebagai seorang rentenir semakin membara di hatinya. Kupikir uang yang kukumpulkan sudah cukup untuk Pekak Giwang.
Kubawakan uang itu. Tapi sayang saat aku ke rumahnya Pekak Giwang tidak ada di rumahnya. Kudengar dari tetangga sebelah rumahnya, ia lagi mendalami ilmu penurun hujan. “Di mana,ia belajar?” “Enthalah. Tiang kurang tahu.” Dari pemberitahuan tetangganya aku bisa menerka ternyata di kota Puji rasa persaudaraan sudah mulai hilang. Rasa peduli dengan keberadaan tetangga menggerogoti hati orang-orang di kota Puji. Wajarlah panas semakin mendera di kota Puji. Orang-orang yang menempati saja sudah tak saling peduli apalagi peduli terhadap alam? Aku kembali ke rumah. Sempat aku merebahkan diri lamat-lamat kudengar suara Pekak Giwang. “Hujan memang sudah tidak akan mau turun lagi meski upacara kaugelar. Aku sendiri sebagai orang yang dipercaya mampu memohon hujan sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi apalagi kau yang masih bau kencur.” “Bau kencur?” jawabku. “Beraninya Pekak Giwang berkata seperti itu. Aku dikatakan bau kencur. Tapi, setelah kupikir-pikir benar juga. Aku memang bau kencur. Tidak salah juga kata-kata Pekak Giwang. Kugerakkan tubuhku. Aku bangun. Di sampingku sudah ada Pekak Giwang. Aku membuka-buka
mata. Apa benar ini Pekak Giwang? “Pekak Giwang?” “Benar. Tidak salah.” “Aku tidak percaya.” “Yang menyuruhmu percaya itu siapa?” Ia balik bertanya. “Sudahlah jadi membayarku lebih dari standar UMR?” Ada rasa geli saat ia mengatakan Upah Minimum Regional. Ternyata ada target juga Pekak Giwang. “Sudah Pekak.” “Kalau sudah ayo serahkan uangnya!” “Tiang tidak mau, sebelum hujan turun. Sepeser pun tidak akan kuberikan.” “Berarti Desember tetap akan panas.” “Biar.” “Kurang juga tidak apa-apa?” pintanya. Aku membayangkan persis seperti orang-orang yang sedang jual beli saham. Ada tawar-menawar. Lama juga aku berpikir. “Baiklah kubayar Pekak satu juta rupiah saja, gimana?” “Kalau bisa ditambah lagi.” “Pekak, itu sudah mahal. Nanti jika benar hujan turun akan kuberikan lagi.” “Janji ya.” Ucapannya seperti anak kecil yang meminta upah dari orang
tuanya. Dunia sudah aneh. Seorang kakek berlaku seperti anak kecil. Anak kecil seperti orang tua. Aku ambilkan uang. Ia senang sekali. “Besok hujan pasti turun. Desember tidak akan panas lagi.” Aku tidak percaya karena kata-katanya yang sesumbar itu justru menjadikanku semakin ragu. Aku intip apa yang dilakukan oleh Pekak Giwang. Memang ia menyiapkan segala keperluan memohon hujan. Ada banten pejati, ada pelepah pisang yang dirajah, ada batu permata yang direndam di dalam tempat air yang disebutnya sebagai manik yeh. Mulutnya kulihat komat-kamit. Aku sedikit yakin. “Semoga hujan bisa turun,” harapku. Awan kulihat semakin menebal. Gelap. Sesekali petir juga bersuara. Kilat seperti memberi petujuk jalan agar hujan bisa turun. Angin menderu seakan berlomba dengan suara gemuruh. Tiba-tiba Pekak Giwang berdiri. “Lihatlah hujan bulan Desember akan segera turun. ini berkat doa-doaku. Ini berkat puja-pujianku. Dewa Indra memberiku anugerah. Kalian tidak akan kepanasan lagi. Aku penyelamat tanah Puji ini.” Aku tidak berani menimpali karena kupikir benar kata-kata dari Pekak Giwang. Kata-katanya telah terbukti. Aku tidak perlu lagi mencurigai perkataannya seperti aku mencurigai tokoh-tokoh politik yang sering mengumbar janji jarang ditetapi. Hujan terus mengguyur kota Puji kami. Got-got mulai tersumbat. Sampah menyembul. Aspal yang baru saja di-hotmik berubah menjadi aliran air beserta sampah. Kota Puji kami menjadi kota bau. Kota sampah. Dalam pikiranku terbayang para penjaga kebersihan kota. Pastilah ia akan mengerutu karena beban tambahan akibat luapan air got, sedangkan gajinya tidak pernah diperhitungkan. Pekak Giwang tiba-tiba berteriak lantang. “Akulah orang yang berjasa di kota Puji ini. Jangan sepelekan kemampuanku. Jika tidak ada aku, kalian akan mati kepanasan. Entah kenapa tiba-tiba ia menjerit lantang tampak menahan sakit. Kulihat tubuhnya mengelupas. Pohon-pohon di sampingnya melayu seperti tersambar petir. Kupeluk Pekak Giwang. Mulutnya menganga. Ia ingin menyampaikan sesuatu tentang kota Puji. Tapi saat kudekatkan telingaku di bibirnya, nafasnya sudah mengecil dan terus mengecil. Detak jantungnya menyepi seperti tidak mau kuajak bicara lagi. Catatan Balian Pekak Pejati Manik yeh Tiang
: dukun : Kakek : nama sajen : kristal yang ditemukan di air : saya
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Wied. N W.G. Sumarta
Darsono
Adi Wiryadarma
Afrizal
DIMENSI
6 ramalan
bintang
Capricorn Peruntungan : Segala rencana yang sudah dipersiapkan jangan sampai dibatalkan. Cobalah anda tetap berjalan dengan melakukan efisiensi di segala bidang sehingga yang kurang perlu sebaiknya dihilangkan saja. Peluang untuk meraih keuntungan cukup terbuka lebar, begitu juga pergaulan semakin menyenangkan saja. Karier : Perhatikan perintah dari atasan, ada baiknya anda bisa menguasai materinya sehingga bisa terhindarkan dari kebingungan. Kesehatan : Biar hati gelisah sebaiknya tak sampai mengganggu selera makan dan kenyenyakan tidur anda, untuk itu jangan ragu untuk bersikap tegas asalkan telah dipikir benar-benar. Keuangan : Jangan main vonis karena itu akan memusingkan anda nantinya. Asmara : Sudah lebih tenang walau cekcok mulut kerapkali masih terjadi. Aquarius Peruntungan : Ada saatnya menerima dan ada saatnya menolak, dan di saat ini menolak tawaran adalah langkah anda yang paling benar. Karena kalau sudah tidak menguntungkan buat apa dipertahankan, apalagi tugas yang anda emban di minggu-minggu kemarin tidaklah sedikit dan semua itu memerlukan penyelesaian cepat. Karier : Semakin mantap saja karena rekan-rekan anda sudah kehabisan akal untuk menghabisi karier Anda. Kesehatan : Jangan biarkan pikiran kalut dan emosi mangacaukan segalanya. Anda harus bisa lebih tenang dan sabar dalam menghadapi semua permasalahan itu. Keuangan : Perlu berhemat dan jangan sembarangan mengeluarkan uang untuk membeli barang yang kurang begitu penting. Asmara : Tingkah laku anda jangan sampai menimbulkan rasa cemburu bagi pasangan anda, sebisa mungkin dihindari. Pisces Peruntungan : Tampunglah semua inspirasi yang timbul di minggu ini masukkan dalam buku catatan Anda jangan sampai ada yang tertinggal. Di minggu ini kemujuran amsih memayungi perjalanan perbintangan anda sehingga bisa lebih enjoy dan lepas dalam membuat keputusan. Karier : Relasi yang cukup setia sebaiknya bisa dijaga terus, jangan sampai ada masalah. Kesehatan : Kurangi makan terlalu pedas dan terlalu banyak, makanlah sesuai dengan porsi yang ada jangan sampai melebihi batas. Ingatlah akan bentuk badan anda yang semakin bertambah melar saja. Keuangan : Pemasukan ada peningkatan tinggal tergantung bagaimana anda me-manage-nya dengan benar. Asmara : Selama belum resmi sebaiknya anda tetap menjaga batas-batas yang ada, jangan terlalu menuruti hawa nafsu yang hanya akan meninggalkan penyesalan panjang. Aries Peruntungan : Jangan terlalu berpikir yang muluk-muluk kalau akhirnya hanya akan menimbulkan stres yang cukup mendalam. Cobalah anda buat target yang seproporsional mungkin sehingga bisa diraih sesuai kemampuan Anda saat ini. Minggu ini perbintangan anda pada posisi yang bagus dan menguntungkan, percaya diri saja. Karier : Tak perlu cemas karena atasan masih berada di belakang anda untuk selalu membantu di kala mengalami kesulitan. Kesehatan: Untuk sementara anda mengurangi kebiasaan berpesta pora sebab di samping melelahkan juga bila makanan tak cocok dengan perut dan selera anda maka bisa menimbulkan penyakit. Keuangan : Banyak pengeluaran yang harus Anda lakukan untuk itu perlu lebih perhitungan lagi. Asmara : Bila hati tetap tenang dan tidak emosi, maka tidak sulit untuk menciptakan suasana yang lebih bahagia lagi. Taurus Peruntungan : Jangan biarkan konsentrasi anda terpecah hanya karena ada masalah pribadi yang belum terselesaikan dan masih membebani langkah anda. Untuk itu perlu sekali bersikap profesional sehingga antara pekerjaan dan masalah pribadi bisa dibedakan dan tak saling mengganggu. Karier : Omongan sumbang dari luar sebaiknya ditanggapi dengan hati dingin tidak perlu terlalu mengikuti kemauan mereka. Kesehatan: Kondisi badan harus tetap terjaga dengan makan dan tidur yang teratur. Tak perlu terlalu memikirkan persoalan yang tak kunjung selesai karena hanya akan membikin hidup ini tampak suram saja. Keuangan : Tak perlu khawatir walau banyak kebutuhan yang harus dicukupi tetapi masih banyak order dan rezeki yang mengalir. Asmara : Jangan hanya mau manisnya saja, akan tetapi pahit juga harus mau Anda rasakan, dan begitulah romantika dalam berasmara yang selalu naik turun. Gemini Peruntungan : Usahakan untuk tidak mencari-cari kesalahan orang lain, ada baiknya Anda lebih konsen saja dengan segala urusan yang lagi dihadapi. Agar bisa tepat pada sasaran dan hasilnya bisa memuaskan hati. Karier: Ada orang yang sengaja cari-cari kesalahan Anda sebaiknya tak perlu ditanggapi, biarkan saja toh nanti akan berhenti sendiri. Kesehatan: Kondisi yang tampak lemah bukan berarti Anda harus berobat, mungkin saja Anda kurang istirahat. Untuk itu perlu manfaatkan minggu libur ini sebaik mungkin untuk bisa lebih banyak beristirahat. Keuangan: Ada sisa dana lebih sebaiknya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih penting. Tak perlu latah dengan cara belanja orang lain. Asmara: Hubungan yang agak merenggang ini sebaiknya bisa disikapi dengan hati yang sabar dan perasaan yang selalu mengalah dan tak ingin menangnya sendiri. Cancer Peruntungan : Suasana di minggu ini cukup berat dan banyak menguras pikiran serta tenaga untuk itu kerjakan saja rencana yang ringan tetapi mendatangkan hasil yang lumayan besar. Karier : Tawaran yang datang sebaiknya jangan diterima dulu, pelajari dengan seksama agar tak menimbulkan penyesalan di kemudian minggu. Kesehatan : Meski terasa ngantuk dan malas untuk bangun pagi sebaiknya bangunlah dan laksanakan olahraga ringan walau hanya sebentar. Keuangan : Semua rencana dan bisnis anda dapat berjalan lancar dan hampir tidak ada hambatan yang berarti. Asmara: Agar suasana bisa kembali harmonis dan mesra maka anda harus temukan solusi yang tepat. Leo Peruntungan : Di minggu ini tampak cerah dan lancar, suasananya juga sangat menyenangkan walaupun posisi perbintangan anda sebenarnya sudah bergeser, akan tetapi cahaya masih menyinari sehingga masih dekat dengan kejayaan. Karier : Tak perlu menuruti hawa malas yang tampak terus merongrong anda, cobalah untuk lebih tekun dan rajin memanfaatkan setiap peluang yang datang. Kesehatan : Cobalah lebih disiplin dalam melaksanakan schedule Anda seminggu-minggu terutama waktu makan dan waktu istirahat sebaiknya jangan sampai terabaikan. Keuangan: Income di minggu ini sangat bagus. Tentunya ini terpulang dari usaha anda selama ini. Asmara : Jangan suka membesar-besarkan masalah, semua itu tidak ada untungnya lebih baik memandang suatu permasalah dari sisi baiknya saja. Virgo Peruntungan : Usahakan untuk tidak macam-macam di awal bulan ini, carilah safe-nya saja. Karena jika dipaksakan akan percuma saja hasilnya, bisa-bisa malah akan membikin rugi dan pusing. Karier : Urusan yang membosankan sebaiknya tetaplah dijalani dengan biasa-biasa saja, jangan sampai anda biarkan begitu saja. Kesehatan: Pikiran tak perlu tegang cobalah lebih santai lagi, apalagi suasana di minggu ini relatif lebih tenang. Jaga porsi makan anda jangan sampai terlalu banyak agar kebugaran tubuh anda tetap terjaga dengan baik. Keuangan : Tak perlu mencemaskan kebutuhan tinggi karena income terus mengalir dan tak ada hambatan. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah bila berada di sampingnya, agar tidak semakin menambah pusing dirinya. Libra Peruntungan : Biar masalah setinggi gunung sebaiknya hati juga harus lebih besar dan kuat dari gunung tersebut. Jangan sampai ciut nyalinya karena itu akan memperburuk suasana saja. Karier : Rongrongan yang muncul dari kompetitor anda, cobalah untuk bisa disikapi dengan tegas, tak perlu takut karena kemujuran berpihak pada diri Anda. Kesehatan: Ambillah hikmah dari setiap permasalahan yang muncul, sehingga bisa terhindar dari perasaan stres yang cukup sulit untuk bisa diobati jika sudah terjangkit. Keuangan : Untuk sementara spekulasi jangan dulu, kerjakan saja hal-hal yang sudah pasti karena itu akan lebih mendatangkan hasil. Asmara : Tak perlu ambil pusing dengan apa yang diucapkannya karena begitulah orang kalau lagi emosi. Scorpio Peruntungan : Awal bulan yang cerah dan menggairahkan, suasana semakin baik saja meski begitu kewaspadaan sebaiknya tetap jangan sampai mengendor. Usahakan untuk tidak terlena dan lupa diri hanya karena pujian, sebab apa yang Anda lihat dan bayangkan itu ternyata hanya semu dan sangat menjebak sekali. Karier : Jangan lari dari realita yang ada untuk itu cobalah anda lebih percaya diri lagi. Kesehatan : Meski kondisi badan masih belum seratus persen sehat ada baiknya jika tetap menjaganya dengan baik. Olahraga di pagi minggu yang mulai anda tinggalkan sebaiknya mulai dilakukan kembali. Keuangan : Bisnis dan rencana dapat berjalan dengan lancar dan pemasukan juga cukup stabil. Asmara: Buat apa disesali, karena susah senang bagaikan dilema yang mengasyikan jika mau disyukuri. Sagitarius Peruntungan : Posisi perbintangan anda di minggu ini lagi kurang oke. Meski begitu masih ada kabar gembira yang bisa mengangkat kepercayaan dan keyakinan anda yang sempat menurun. Sikapilah kabar gembira itu sewajar mungkin sehingga kewaspadaan tetap bisa diciptakan. Karier: Ada saja rekan yang memojokkan diri anda, hadapi semua itu dengan senyum dan hindari emosi yang hanya akan merugikan saja. Kesehatan : Anda perlu memperhatikan kebersihan makanan yang anda konsumsi jangan sampai diri anda terjangkit penyakit perut, meski tak terlalu mengkhawatirkan akan tetapi cukup mengganggu konsentrasi kerja Anda. Keuangan: Untuk sementara jangan spekulasi jika tak ingin mengalami kekecewaan. Diasuh Oleh Asmara: Cobalah untuk selalu mendiskusikan Putri Wong Kam Fu masalah yang muncul secara tiba-tiba denganBerlaku nya dan hargailah setiap pendapat yang muncul 20-26 Desember 2015 walaupun hanya sepele.
Minggu Pon, 20 Desember 2015
Weda Wakya
Cegahlah Sifat-sifat Keraksasaan
Dambho darpo abhimana ca Krodhah parusyam eva ca Ajnyanam caabhijatasya Partha sampadam asurim. ( Bhagawad Gita XVI.4)
Maksudnya : Sifat munafik/ takabur, sombong, membanggabanggakan keturunan, pemarah, kasar dan bodoh. Oh Partha sifatsifat itu adalah orang yang memiliki kecenderungan keraksasaan (Asuri Sampad). MANUSIA penghuni dunia ini dibagi dua kecenderunganya. Ada yang cenderung menempuh jalan Adharma mendapatkan kenikmatan indria memuaskan nafsu dalam kehidupanya ini. Ada yang cenderung kegiatan hidupnya mengarah pada Dharma untuk mendapatkan hidup tenang damai dan bahagia. Manusia yang memiliki kecenderungan keraksasaan atau Asuri Sampad akan mengarahkan hidupnya di jalan Adharma sedangkan manusia yang memiliki kecenderungan kedewaan atau Dewi Sampad akan mengarahkan aktivitas hidupnya di jalan Dharma. Adapun ciri-ciri sifat-sifat kecenderungan keraksasaan atau Asuri Sampad yang wajib dihindari oleh manusia yang menganut ajaran Weda menurut Bhagawad Gita XVI.4 yang dikutip di atas adalah sebagai berikut: Dhambo, artinya berpura-pura, munafik artinya penampilan dirinya tidak realistis, tidak tampil apa adanya selalu dibuat-buat untuk membangun pencitraan diri untuk meraih citra positif meskipun hal itu tidak seperti kenyataannya sehari-hari. Membuat pencitraan diri yang dengan kebohongan ini hendaknya dihindari. Misalnya berpura-pura kaya, punya ini itu
yang tidak benar. terimakasih pada Oleh I Ketut Wiana Atau ngaku-ngaku pihak-pihak yang punya berbagai membuat kita kelebihan yang tidak benar. Kalau berhasil tentunya tidak tergolong ada sesuatu yang positif muncul Abhimanas. di tengah-tengah masyarakat luas Krodha yaitu pemarah, dengki selalu dikait-kaitkan dengan di- dan pendendam. Sifat pemarah, rinya sebagai yang menyebabkan benci dan dendam ini dapat memmunculnya yang positif itu. Semua buat dinamika kelenjar adrenalin hal itu tergolong kecenderungan meningkat berlebihan yang mengDhambo. Dalam dinamika sosial ganggu kesehatan diri. Dalam politik sikap seperti itu ada saja Sarasamuscaya 147 menyatakan, oknum tertentu pintar memainkan orang akan memperoleh “kadirghdemi meraih citra yang positif dari ayusan pinangguh” atau mencapai masyarakat. panjang umur salah satu dinyaDarpo yaitu sifat suka menyom- takan apabila “tan katamaning bongkan diri. Tampil dengan selalu krodha”. Artinya, tidak punya melebih-lebihkan diri dan men- kebiasaan marah. Kalau orang ganggap pihak lain lebih rendah. memiliki kebiasaan marah itu Sangat berlawanan dengan kebi- salah satu penyebab orang pendek asaan yang di Balli disebut ”ngalap umur. Kalau ada orang yang senankasor”. Artinya, meraih simpati tiasa marah, benci dan dendam pihak lain dengan rendah hati dan itulah salah satu ciri orang lahir menghargai orang lain. Sedikit saja dari neraka yang memiliki kecendada orang memujinya, dia akan erungan keraksasaan. Kebiasaan besar-besarkan ke mana-mana marah apalagi benci dan dendam bahwa dia orang paling hebat di otak kanannya sulit berkembang manapun dia bergaul. Banyak juga sehingga membangun sikap hidup orang yang karena sering tampil yang spiritualistis akan sulit. Oleh sombong akhirnya dia dijauhi oleh karena itu, kalau punya teman berbagai pihak. Setelah tenggelam yang punya kebiasaan marah itu dalam pergauan sosial ada yang ajak berlatih melakukan terapi frustrasi dan ada juga yang baru gelombang otak atau yang disebut menyesali dirinya tidak memiliki brainwave entertaiment dengan sikap sosial yang integratif dengan melakukan Japa atau mengulanglingkungan sosialnya. ulang nama Tuhan atau Mantram Abhimanas yaitu sifat yang Weda. Kalau hal itu sungguhsenantiasa membangga-banggakan sungguh dilakukan otak kanannya diri di depan pihak lain untuk akan semakin kuat dan mampu menutupi berbagai kekurangan- memancarkan daya spiritual mennya. Bangga dengan keberhasilan gendalikan kecerdasan intelektual atau prestasi diri tentunya sangat dan kepekaan emosional. manusiawi. Tetapi yang dimakParusia artinya berhati keras sud dengan Abhimanas adalah dan dengan perangai kasar. Karmembesar-besarkan kelebihan ena itu Rabin Ranat Tagore menyang dimiliki dengan merendahkan ciptakan Subha Sita Weda atau keberhasilan orang lain. Bangga kata-kata bijak yang dikreasi dari akan keberhasilan untuk dijadi- Mantra Weda yang disebut Satyam, kan dasar menguatkan diri dan Siwam dan Sundaram. Artinya, kebersyukur pada Tuhan serta ber- benaran, kesucian dan keindahan.
Banyak orang senantiasa berpijak pada kebenaran tetapi tidak bisa mengimplemnetasikan kebenarannya dengan cara yang halus dan indah, sering orang yang mengembangkan kebenaran itu gagal mencapai tujuannya menegakkan kebenaran. Meskipun benar dan suci, jangan kaku apa lagi kasar maka akan dijauhi orang. Ada sementara penganut agama yang disebut garis keras. Apa yang mereka yakini adalah benar dan suci, tatapi karena caranya memahami dan menyebarkan dengan keras dan kasar maka banyak menimbulkan tindak kekerasan yang jauh dengan intisari ajaran yang mereka yakini. Menegakkan kebenaran dan kesucian hendaknya seperti air sungai menuju samudra. Meskipun berbelok-belok tetapi tujuanya tetap adalah samudra. Ajnyana, artinya kebodohan tidak menguasai ilmu, tetapi dikuasai oleh ilmu. Karena itu dalam ajaran Catur Kotamaning Nrepati dalam Negara Kertagama dinyatakan ada empat kriteria seorang pemimpin. Salah satu di antaranya disebut Jnyana Wisesa Sudha. Artinya, menguasai ilmu pengetahuan dengan tujuan suci. Karena itu dalam Nitisastra IV.19 ada tujuh hal dapat membuat orang mabuk atau kena tujuh kegelapan atau Sapta Timira. Salah satu darinya orang bisa gelap hati atau mabuk karena merasa berilmu atau disebut Guna. Orang yang digelapkan oleh ilmu yang dimiliki inilah yang disebut Ajnyana. Abhijanatasia, artinya menyombongkan wangsa. Sombong karena merasa dari keturunan ningrat dengan menganggap rendah orang lain adalah tergolong orang yang dapat disebut Asuri Sampad yang patut dijauhi oleh orang yang budiman.
MIMBAR AGAMA
Memuja Tuhan untuk Keseimbangan Jiwa dan Raga
SALAH satu ciri beragama Hindu yang paling substansial adalah percaya atau Sraddha dan Bhakti pada Tuhan. Tuhan itu Maha Sempurna tidak membutuhkan apa-apa dari siapapun. Dalam pemujaan pada Tuhan ini bukan Tuhan yang membutuhkan dipuja, tetapi manusialah yang membutuhkan pemujaan pada Tuhan itu. Ibarat matahari bersinar terus menerus dan tetap tinggal dan berputar di tempat. Itulah Rta atau hukum alam yang ditetapkan oleh Tuhan pada matahari. Manusialah membutuhkan sinar matahari dan unsur-unsur alam lainnya. Dalam Rgveda. VIII.102.9 dinyatakan bahwa : Ayam visva abhi sriyo agnir devesu patyate. Artinya: Agni sebagai Surya memiliki semua jenis zat yang mengandung khasiat kehidupan. Mantram Yajurveda XXV.17 menyatakan : Tan maataa perthivi tat pita dyauh. Artinya : Tuhan menciptakan bumi dan langit sebagai ibu dan ayah. Di langit Agni yang disebut Surya itu dikemas dengan Sapta Loka, sepanjang kemasan itu tidak dirusak susunannya maka matahari akan memberikan semua zat kehidupan pada semua makhluk hidup yang ada di bumi ini. Sayang karena kelobaan manusia, langit dengan kemasan Sapta Loka sudah banyak dikotori oleh polusi yang menyebabkan langit menjadi terganggu eksistensinya memancarkan zatzat kehidupan ke bumi. Demikian pula kalau manusia membutuhkan sinar matahari, janganlah sinar itu ditutupi, biarkan matahari bersinar secara alami memberi kehidupan. Demikian juga dalam beragama Hindu pemujaan pada Tuhan untuk membangun keseimbangan hidup baik jiwa dan raga. Hal ini dinyatakan dalam Mantram Rgveda X.121.2. yang menyatakan : Ya atmada balada yasya visva. Artinya : Tuhan memberikan kekuatan jiwa atau spirtual dan badan raga. Sinar suci Tuhan itu disebut Deva yang berfungsi untuk meman-
carkan karuniaketenangan jiwa, Nya pada semua kemampuan menRedaktur ciptaan-Nya. Karguasai ilmu mauKhusus ena itu Bhagawad pun keterampilan Gita XIII.23 memengerjakan tuMIMBAR nyatakan : Orang gas-tugas mulia. yang memahami Demikian juga HINDU dan memadukan sebaliknya betasecara harmonis papun sehat segar Drs. I Ketut Wiana Jiwa atau Purusa dan bugarnya badengan badannya dan raga ini tetapi atau Predana serta Tri Guna atau kalau jiwa tidak tenang, bingung sifat-sifatnya akan mencapai keba- selalu, hati tidak pernah tenteram. hagiaan yang abadi. Emosi mudah bergejolak,cepat tersNampaknya apa yang dinya- inggung, mudah putus asa, kecewa, takan dalam Rgveda X.121.2 dan selalu merasa gagal, lupa diri kalau Bhagawad Gita XIII.23 itu sudah sukses, gila hormat dan seterusnya. diimplementasikan dalam tradisi Itu semua ciri-ciri rohani tidak sekehidupan beragama Hindu di Bali. hat. Semuanya itu akan membawa Di Bali ada dua pura besar yang penderitaan bahkan kehancuran disebut Pura Purusa dan Pura Pre- dalam perjalan hidup ini. Karena dana. Pura Besakih, pura sebagai beragama Hindu jangan diartikan Pura Purusa dan Pura Batur seba- dinamika hidup yang berhenti gai Pura Predana. Purusa dalam membangun Kadyatmikan sebahasa Sansekerta artinya Jiwa mata. Karena itu Sarasamuscaya dan Pradana artinya badan raga. 236 menyatakan bahwa Weda itu Kedua pura itu disebut Pura Rwa mengandung dua ilmu yaitu AdyatBhineda yaitu dua hal yang ber- mika Widya dan Lokaika Widya. beda tetapi saling melengkapi. Un- Yaitu ilmu tentang Kadyatmikan tuk memuja Tuhan dengan tujuan atau spiritualitas dan ilmu tentang menguatkan eksistensi jiwa atau pembangunan keduniaan yang spiritual pemujaan pada Tuhan benar dan baik. Keseimbangan diarahkan pada Pura Besakih. dan keterpaduan tersebut harus Dalam Lontar Padma Bhuwana dilakukan menyeluruh karena Pura Besakih disebut : Pinaka Hu- itulah tujuan leluhur umat Hindu luning Bali Rajya. Artinya sebagai di Bali mendirikan Pura Besakih hulunya Pulau Bali. Sedangkan dan Batur untuk mengarahkan untuk membangun mengeksis- umat Hindu agar memuja Tuhan tensikan badan raga yaitu badan untuk membangun keseimbangan jasmani dan indrianya pujalah hidup rohani dan jasmani. Tuhan di Pura Batur. Ini artinya Bhagawad Gita XIII.23 sangat beragama Hindu di Bali ini bukan nyambung dengan konsepsi yang beragama hanya untuk memuja melatarbelakangi adanya tradisi Tuhan untuk membangun kero- beragama Hindu di Bali dalam hal hanian saja. Tetapi pemujaan itu natab Banten Penyeneng. Banten wajib dilakukan juga untuk mem- Penyeneng itu bentuknya sangat bangun eksistensi fisik material indah dibuat dari daun janur berseperti menjaga kelestarian alam bentu kojong dengan tiga ruangan. lingkungan dan kesehatan badan Isinya menurut Lontar Prembon raga. Karena eksistensi jiwa dan Bebanten ada bija, tepung tawar raga itulah disebut hidup seimbang. dan nasi segau. Reringgitan dan Dapat dibayangkan kalau jiwa kita tetuwasanya indah. Pujastawanya tenang berilmu dan terampil. para Pinandita atau Jero Mangku Tetapi kalau badan raganya ini melantunkan Pujastawa sebasakit-sakitan maka tidak mampu- gai berikut: Om kaki penyeneng lah badan raga itu mewujudkan nini penyeneng kajenenganing
dening Brahma, Wisnu Iswara. Maksudnya : Ya Tuhan sebagai Purusa (Kaki) dan Pradana (Nini) yang menjadi sumber kehidupan kami puja Tuhan dalam hidup ini sebagai Dewa Brahma, Wisnu dan Iswara. Kata “penyeneng” berasal dari bahasa Jawa Kuna dari kata ”Njeneng” artinya hidup. Maksud banten penyeneng itu untuk memotivasi umat Hindu dalam hidup ini agar membangun secara seimbang dan terpadu jiwa dan raga. Kalau sudah seimbang dan terpadu untuk menciptakan, memelihara dan meniadakan sesuatu yang sepatutnya diciptakan, dipelihara dan ditiadakan (Utapati, Stithi dan Pralina). Pustaka Bhuwana Kosa IV.33 menyatakan bahwa Sang Hyang Tri Murti setelah terciptanya alam semesta dengan segala isinya turun menjadi Tri Kona yaitu Utpati, Stithi dan Pralina. Ini artinya Tattwa dari Banten Penyeneng itu sangat dalam dan universal dalam mengagambarkan hidup yang benar baik dan tepat. Hidup ini harus menyelenggarakan kehidupan yang seimbang dan terpadu antara jiwa dan raga. Setelah seimbang untuk menciptakan, memelihara dan meniadakan sesuatu yang seharusnya diciptakan, dipelihara dan ditiadakan. Untuk melakukan ajaran Tri Kona itu tidak mudah karena itu mohon tuntunan pada Dewa Tri Murti. Bhagawad Gita.XIII.23 Ya evam vetti purusamprakerti ca gunaih saha sarvatha vartamano’pi, na sa bhuyo’bhijayate. Maksudnya : Orang yang memahami dan memadukan secara harmonis Jiwa atau Purusa dengan badannya atau Predana serta Tri Guna atau sifat-sifatnya akan mencapai kebahagiaan yang abadi.
PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
PUTRA kedua AA Ngurah Eka Arisnawan dengan Tutik Sri Rahayu, AA Ngurah Ola Dwi Arjuna, merayakan HUT ke-1 pada 9 Desember 2015 lalu di kediaman Puri Kajanan Kesiman, Denpasar Timur. Perayaan hut ini berlangsung sederhana yang diisi pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun. Semoga Wah Juna, panggilan akrab AA Ngurah Ola Dwi Arjuna ini, menjadi anak yang suputra.
SENIN, 31 Agustus 2015 pasangan dari I Gede Bagiarta dan Ni Wayan Suarniti melahirkan seorang putra yang diberi nama I Gede Kevin Artha Kayana. Disaksikan oleh keluarga besar, upacara tiga bulanan putra ketiganya ini dilaksanakan pada Senin, 14 Desember 2015 di kampung halamannya, Bangli. Semoga Kevin menjadi anak yang suputra.
Redité Pon, 20 Désémber 2015
Bali L e m b a r
Bencingah
Ni Made Natri
Ngaturang Suksmaning Manah Krama Baliné janten sampun ngaptiang raga mangda madué swagina sané ngawinang akéhan galahnyané telas sangkaning ngamargiang pakaryan. Yadiastun asapunika kawéntenanné, nanging nénten ja nugesang yéning krama Bali nénten malih madué galah jagi matur suksmaning manah majeng ring Ida Hyang Paramakawi taler leluhur antuk sakancan paica sané kapolihang. Nénten akidik krama Hindu-Bali sané kantun kukuh tur éling nyuksmayang manah antuk makudangkudang parikrama utamanipun ri kala wénten rerainan majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa miwah para leluhur. Asapunika sané kabaosang olih Ni Made Natri. Ni Made Natri pinaka pangadol busana upacara yadnya ring wewidangan ring Br. Peninjoan Sukawati Gianyar puniki maosang yéning dané sering pisan katumbasin Salang olih krama sané jagi mayasin palinggih sanggah utawi merajan ri kala piodalan utawi rerainan. Punika kanggén jalaran olih krama inucap jagi ngaturang suksmaning manah majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara Sesuunan makasami taler leluhurnyané antuk rejeki sané sampun kapolihang. Akéhan kramané numbas Salang antuk pikayunan punika yadiastun sujatinné sané pinih utama wantah “canang” sané kaaturang sakasidan, boya ja pepayasan palinggih kémanten. “Napi malih sakadi mangkin pangargan Salang sampun mudah santukan malakar antuk jinah bolong imitasi sané pangargan ipun doh mudahan saking sané kakaryanin antuk jinah bolong Panca Datu. Dadosné krama sané madué prabéa akidikan sampun prasida ngias sanggah utawi merajanipun nganggén Salang. Nénten pateh sakadi dumun ri kala durung wénten jinah bolong imitasi, pangargan Salang kantun mael pisan,” baos kurenan I Ketut Karta. Dané sané embas duk tanggal 28 Desember 1969 puniki maosang, sané dumun sujatinné dané mapaurukan ngukir, nanging dané sareng mapaurukan makarya Salang santukan tatkala punika matuannyané kantun maburuh makarya pis bolong. Kasuén-suén sesampuné matuandané prasida madolan, irika dané nyarengin makarya Salangnyané. Mawit warsa 2007 wawu dané nglanturang utsaha inucap nyantos mangkin. Salang sané kaadol dané wantah kapasuhang ring krama Bali saking dura désa sané meneng utawi ngekost ring wewidangan Br. Peninjoan sinambi ngempu okannyané soang-soang. Sakéwanten yéning nénten prasida makarya sajabaning wantah ngadol taler ngirim ka toko-toko langgananipun nyantos ka Denpasar. Dané sané seneng mabanyolan puniki taler maosang yéning nganggén parikrama pasuhan punika prasida nincapang akéh Salang sané prasida kakaryanin katimbang sakadi dumun kantun makarya preragan. Sakéwanten akéh utawi akidik Salang sané prasida kadol setata nganutin kahanan ekonomi kramané, dadosné durung prasida kajantenang. “Di kénkéné ri kala Galungan Salang tiangé lais pisan, nanging naenin taler sané kantun akéh masisa. Punika mawinan tiang wawu mraktiaksayang akéh Salang sané prasida kaadol nyabran 6 bulan apisan utawi sesampuné Galungan. Ri kala punika wawu kauningin napi kéh tiang ngamolihang bati napi rugi,” baosnyané makenyem. (wan)
(6)
B a s a
7
B a l i
Salang Pis Bolong
Piranti Kuna Kakaryanin antuk Parikrama Anyar KASUÉN-suén jakti kapanggih parikrama kauripan krama utamanipun ring Bali sayan nglimbak. Punika kacingak saking sapunapi pamarginipun taler asapunapi panglimbak paridikan sané kawigunayang ri kala ngamargiang kauripané punika yéning kasaihang antuk kahanan sané dumunan. Nénten wantah asapunika, budaya pinaka pikolih utawi asil saking parikrama kauripan jadmané majanten sampun nglimbak tur nincap. Wénten jagi marupa budaya-budaya anyar utawi wawu karipta tur wénten taler sané kuna utawi lawas nanging kamargiang malih antuk parikrama sané anyar. Pakardin utawi parindikan budaya ring Baliné wénten sané marupa parikrama minakadi pamargin upacara miwah sesolahan, miwah wénten taler sané marupa piranti utawi barang sakadi kamen tenun, lukisan, miwah sané siosan. Akéh pisan parindikan budaya sané kamedalang punika jagi nganutin sapunapi kahanan masané yadiastun nénten akidik taler sané kantun kamargiang antuk dresta kuna. Sakéwanten yéning maosang indik piranti budaya sané kawastanin Salang utawi Salang Pis Bolong, janten punika wantah masiosan pisan. Duaning busana palinggih ring krama Hindu-Bali sané wawu kawigunayang saking makudangkudang warsa puniki wantah kakaryanin saking jinah bo-
long sané sampun kapanggihin kawéntenannyané ring kahuripan krama Baliné saking masa kuna. Dadosné Salang puniki wantah payasan sané malakar antuk jinah bolong sané kakaryanin antuk parikrama seni budaya anyar. Ni Kadek Artini, krama sané madolan piranti upacara lan busana palinggih ring wewidangan Pasar Satria Paksebali Klungkung puniki maosang yéning Salang kakaryanin sangkaning pisarat kramané mangda ngadol piranti inucap. Punika mawinan saking awarsa lintang dané nyarengin ngadol makudang-kudang soroh Salang, minakadi kampiah utawi busana gantung-gantung sané madaging antuk prarai lanang-istri, lamak tumpang siki miwah tumpang kalih, tamiang ageng miwah alit, gantung-gantung miwah sané siosan. Indik pangargan taler masiosan nganutin saking jinah bolong sané kanggén. Lamak tumpang siki sané kakaryanin saking jinah bolong selem utawi cor-coran kaadol antuk pangarga Rp 75.000 asiki, yéning sané kakaryanin antuk jinah bolong besi plat kaadol antuk pangarga Rp 50.000. “Tiang nénten ngaryanin lamak antuk jinah bolong asli utawi Panca Datu sajabaning kapesen olih krama duaning pangargan jinah bolong sané kakaryanin saking pepadonan mas, perak, temaga, prunggu miwah kuningan punika pangar-
gannyané Rp 600 asiki. Punika janten ngawinang pangargan lamak utawi Salang inucap maelan malih,” Kadek Artini midartyang. Sios saking busana palinggih utawi gegantungan i wawu, wénten taler Salang sané marupa patung utawi arca déwa-déwi apasang tur kakaryanin saking jinah bolong sané kawastanin Arca Rambut Sedana. Ni Made Natri sané makarya tur ngadol Salang miwah busana palinggih ring wewidangan Sukawati Gianyar taler maosang yéning pangargan Rambut Sedana puniki masios-siosan nganutin saking jinah bolong sané kawigunayang, agengnyané, taler kayu sané kanggén makarya prarai. Yéning Rambut Sedana sané kakaryanin saking jinah bolong cor-coran, sané alit kaadol antuk pangarga Rp 200.000 apasang, sané sedengan kaadol antuk pangarga Rp 300.000 apasang. Sios punika yéning Rambut Sedana inucap kakaryanin saking jinah bolong Panca Datu, sané alit miwah prarainipun kakaryanin saking kayu Sandat kaadol antuk pangarga Rp 500.000 apasang. Sakéwanten yéning sané sedeng tur prarai kakaryanin saking kayu cempaka kaadol antuk pangarga Rp 1 juta apasang. “Pangarganipun nganutin lakar miwah sikutnyané, napi malih wénten sané kaadol antuk pangarga Rp 3 juta utawi maelan malih yéning lakar sané kaanggén sayan becikan sakadi sané kapesen kramané,” baos Natri. (wan)
BPM/wan
SALANG - Kasuén-suén sayan nglimbak kawagedan kramané makarya sarana sané kanggén busana ring palinggih. Salang sané kakaryanin saking jinah bolong puniki sayan akéh kapanggihin ring genah-genah maadolan wastra miwah busana palinggih. TAN marasa marerasan sambilang ngajengang, sagét sampun liwat jam roras. Bekel lan inumané sampun telas ludes. Pakéan sané majemuh ring pasisi sampun tuh. Para luhé mangkin ngampilang wadah bekelé. Kari woh-wohan lan sanganan roti sané mawadah sok. “Naah, mangkin bekelé sampun telah, nanging pindah ka basang iragané waregan. Nyanan kari banten prani ané lakar aturang iraga di Pura Candidasa, Goa Lawah, lan Watu Klotok. Kanggoang iraga nyanan nunas lungsurané ajak roti anggon timpal ngopi derika,” baosné Gusti Ngurah Jelada saha ngajakin Pak Sopir malih nglanturang pamarginé. Suryané sedeng tajega, panesé baang di pasisi. Nanging para truna-truniné tan marasa yén kulitné sampun baag keni panes saking liangné macanda saling guyonin saling cubitin. Raris munggah ka montoré ngélingang genahné soang-soang. Dék Bangdut nyopir suir-suir wareg lan para anomé magending ninggalang pasisiné sayan
sepi. Busan-busan Pak Sopir nyledétin kaca sepioné ningalin trunané di dori limanné selak seluk nyubit gadis-gadisé di arepanné patilisi makaik. Lian malih ring Luh Adé di sampingné Ngurah Jelada miwah Ayu Swandéwi di sampingné Lanang Geria ayag-oyog nyelélég mapimapi ngundap. Rauh ring Sangyang Ambu, sopiré mararian maturan canang, lantas malih ngacir nuju ka Candidasa tur mararian jaga maturan. Samian raris tedun. Luh-luhé makta banten, canang lan sekar. Rauh ring pura samian negak muspa nunas kaselametan mangda samian lulus tur molihang sekolahan. Saking irika kanten segarané magelanaran miwah jukung lan perahuné pasliwer kadi bulun angsané sambehang ring telagané. Paksi-paksi camaré ngimbang uyut pakaik saling kaukin, mirpir ring muncuk ombaké nyanderin ulam. Yukti ngulangunin manah. Usan muspa lan nunas wangsuh pada samian mapamit tedun jaga maseliahan ring pasisi nganasang cokor saha namtamin
kabahagiané malila cita, ngrumpi ring pasisi. Akéh toris manca negarané wénten sané ngalangi, majemuh, lan maselancar. Wénten a jam ring pasisi samian raris mawali munggah ka montoré jaga nglanturang pamarginé malih ka Padangbai nyingakin Kapal Ferry-né malabuh, sané ngubungang Pelabuhan Padangbai di Bali sareng Pelabuhan Lémbaré di Lombok. Sedeng becik wénten kapal sedeng ngunggahang panumpang marupa Bus ageng lelima, truk ageng patpat, lan mobil minibus tetiga, tur sisanné sédan miwah sepéda motor ngebekin. Panumpangé sami magenah ring duur. Tan sué nglindeng ring pelabuhan samian raris mawali nglanturang pamargi ka Goa Lawah. Iriki sami tedun ngantosang giliran muspa ring pura, santukan akéh anaké pedek tangkil. Sajaba toris wénten taler sané gumanti lunga nyegara gunung usan nyekah. Sesampuné polih giliran muspa, Gusti Ayu Swandéwi ngaturang bantené ring lapan
BPM/wan
ARCA – Nénten wantah kanggén busana palinggih, wénten taler Salang sané marupa arca déwa-déwi sané kawastanin Rambut Sedana. Pangargannyané prasida nyantos Rp 3 yuta yéning jinah bolong sané kanggén wantah jinah bolong Panca Datu.
Makarya Salang
Patut Alon-alon, Jinah Bolong Karauhang saking Jawi MAKARYA Salang wantah sinalih tunggil utsaha “kréatif” sané kakaryanin olih krama Baliné duaning pangpatin krama antuk busana miwaha sarana upacara nénten naenin surut. Asapunika taler pangaptin kramané ring Salang sayan nincap. Punika nyihnayang yéning piranti sané kakaryanin saking “Indutri Rumah Tangga” akéh kapanggih ring genah-genah krama sané ngadol sarana miwah busana upakara. Nanging sané kapanggih akéhan kramané numbas Salang apisan sané jagi kaangén ping akéh, ipun wawu numbas Salang anyar ri kala druénnyané sampun rusak. Dadosné Salang punika patut pisan becik-becik kakaryanin mangda prasida sué kanggén. Ni Kadek Artini maosang sios saking nganggén lakar marupa jinah bolong, lamak utawi soroh Salang sané pinih sering katumbas puniki nganggén makéh lakar inggih punika tiing, kain, benang nylon taler kaca suluh, kayu papan miwah sane siosan manut saking “variasi” ipun. Makarya lamak tumpang siki jagi nelasang galah kirang langkung araina, sakéwanten yéning lamak tumpang kalih kakaryanin araina nyantos kalih raina langkungan. Indiké punika duaning ngaput sibeh kaca antuk kain miwah ngraketang ring lamak inucap wantah pakaryan sané pinih sukil kamargiang. Asapunika taler ri kala nagingin kaca suluhnyané. Sakéwanten ngraketang jinah bolongnyané nénten ja sué duaning wantah negul kémanten. “Parindikané i wawu nyihnayang yéning lamak sané kahanan ipun amadia puniki nénten ja dangan kakaryanin. Sakéwanten yéning makarya tamiang araina prasida ngaryanin tiga nyantos pat bidang duaning wantah negul miwah ngaketang jinah bolongnyané kémanten,” baosnyané. Dané sané kantun nabdabang dagangan ipun tatkala karereh puniki malih maosang yéning makarya Salang patut alon-alon mangda jinah bolong nénten belah tatkala kategul. Minakadi jinah bolong cor-coran sané dangan pisan belah yadiastun kasuénsuen warna selemnyané sayan ngamecikang. Tungkas saking jinah bolong saking plat besi jakti becikan tur nénten gelis belah sakéwanten warnanyané gelis rusak tur karatan. Indiké punika taler kacumpuang olih Ni Made Natri sané laut maosang yéning jinah bolong cor-coran utawi jinah bolong sané madaging antuk temaga utawi timah punika pangargannyané maelan saking jinah bolong saking plat besi. Pangargan jinah bolong cor-coran inggih punika Rp 150.000 asiunnyané, sakéwanten yening kakaryanin saking plat besi inggih punika Rp 50.000 asiunnyané. Makekalih punika karauhang saking Jawi. Made Natri laut maosang yéning becik utawi kaon kahanan Salang punika wantah sangkaning kahanan jinah bolong sané kaanggén taler sapunapi parikramané makarya. Sané ketah kanggén wantah jinah bolong cor-coran miwah jinah bolong plat besi sané makekalih wantah jinah bolong imitasi sané ngawinang pangargan Salang dados mudah. Sios punika sapunapi parikrama nganggén miwah nyimpennyané taler nentuang tuuh Salang inucap. “Sangkaning pangargan salang sané nganggé jinah bolong imitasi punika mudah, sinah kramané jagi numbas sané anyar katimbang menahin salang ipun sané sampun rusak. Sios punika prabéa menahin salang rusak nénten ja akidik taler kahanannyané nénten prasida becik malih sakadi jati mula sesampuné wusan kabenahin,” asapunika Natri midartayang. (wan)
saha canang sari ring makudang palinggihé. Samian raris muspa saha nunas wangsuh pada. Pangaptiné tan sios wantah mangda kicén seger lan selamet sida lulus ujian. Taler mangda sami adung yadiastu mapasahan masekolah nanging tan lali masawitra sané tresna asih. Tan bina kadi i lelawah sané soré medal ngrereh tatedan, semeng malih mawali ka guané. Saking Goa Lawah mangkin pamarginé nglantur ka Pura Watu Klotok. Rauh irika sampun jam empat soré. Samian marérod ngojog ka purian. Madé Sudiari ngaturang banten perani lan canang sari ring makudang palinggih. Putu Suratni magiang sekar kanggén muspa. Sami raris muspa metpetang bayu sabda idep nunas pangampura saha panugrahan mangda sadia rahayu sami lulus, sida polih sekolahan. Sesampuné nunas wangsuh pada samian raris medal ngrereh genah ring wantilané jaga ngopi lan ngetéh matimpal roti lan sanganan layuban bantené. Putu Galang, Ketut Pajar, lan Pak Sopir Kadék Bangdut nu-
nas ajengan layubané pang sida bresih nénten malih malipetan. Usan ngwédang mangkin soangsoang ngrereh genah ngrumpi ring pasisi nyaksiang matanainé ngrorokang jaga engseb ring tepi langité kauh. Toyan segarané kebek, ombaké tan waneh nyujuh pasisi nempiasin pasisiné mabias selem. Tukang pancingé matali panjang kangin kauh ngajarang ulam saking pasisi. Mula nénten wénten sané mancing makerem napi malih masiram iriki. Segarané ceruk lan kocap akéh kakya sané pagelindeng rauh ka soan Tukad Yéh Undané. “Tungurah, keneh tiangé sayan bingung ngrasayang yén iraga jaga mapasahan. Yén manah tiangé makita nutug Tungurah masekolah di SMA Amlapura. Nanging Mamak pasti nundén masuk di Denpasar. Pang ten mayah kost, lan nyidang nulungin belin tiangé di toko. Kénkén niki Tungurah?” raosné Luh Adé Suwarni ngelut Ngurah Jelada di pasisi. (Masambung)
Upacara
8
Redité Pon, 20 Désémber 2015
Bebantenan
PEMBINAANSekaa truna patut setata
Suksman Banten Pangeliwetan ring Pawiwahan UPACARA pawiwahan ngawigunayang banten pangeliwetan sampun kaloktah kauningin olih krama Hinduné ring Bali. Upacara pawiwahan sané madya mawasta Makerab Ngeliwet. Pawiwahan sané ngawigunayang banten pangeliwetan puniki ketah kamargiang ri kala upacara pawiwahan ring kulawarga ménak. Yéning ruruh katattwannyané, sami umat Hindu sapatutnyané dados ngamargiang upacara Makerab Ngeliwet. Santukan kulawarga ménak miwah kulawarga jaba, sistem sosial mawit saking jaman kerajaan dumun nénten wénten kaunggahang dasar sastranyané ring pustaka suci. Upacara ngeliwet puniki kamargian ri kala upacara ngekeb. Sadurung ngekeb, kamargiang upacara madengen-dengenan utawi makelakalaan. Ngekeb salami tigang raina. Salami punika taler sang kalih nénten kadadosang matemu sanggama. Suksmannyané nyinahang tetujon sang kalih alaki rabi nénten madasar ngulurin indria masanggama. Tetujon sang kalih alaki rabi wantah nangun kulawarga sané sukinah waluya kulawarga sané jaga ngwéntenang pratisentana suputra. Ngekeb tigang raina punika waluya pamargi nyujuh urip mawit Bhur Loka nuju Bhuwah Loka urip utama, raris nuju Swah Loka nyihnayang urip kadéwatan. Risampuné ngekeb, kalanturang antuk upacara ngeliwet. Upacara inucap kamargiang ring natah merajan. Upacara pangeliwetan puniki ngawigunayang piranti makarya bubuh miwah piranti tetémpéh sané magambar utawi sampun marajah Dewa Ardha Naréswari, gambaran déwata sané maraga Déwata Istri asibak miwah maraga lanang asibak. Piranti sané kanggén ngambar Déwa Ardha Naréswari punika, don bingin. Niki waluya niyasa sang kalih sané mawiwaha sampun ngamargiang pasikian minakadi déwa miwah déwi. Artosnyané, mangda sang kalih nangun kulawarga madasar antuk idep suci minakadi déwa miwah déwi. Sapunika suksman tetémpéhé sané magambar Ardha Naréswari nganggén piranti don bingin. Ring tetémpéhé punika taler kagenahang batu boréh kasarengin antuk batu piranti sané kanggén ngulig boréh utawi parem. Gegambaran Ardha Naréswari puniki taler kagambar ring batu boréhé punika. Lakar boréhé mawasta sindrong gegambiran miwah wangi-wangian. Sang kalih taler ngratengang bubuh utawi liwet sané malakar antuk beras sané sampun maseruh ping solas. Ri kala makarya bubuh utawi liwet, sang kalih ngaduk bubuhé punika kantos rateng. Ngaduk bubuh ngawigunayang siyut. Kapertama siyuté kagisi olih sang kalih tur kaaduk mailehan nganutin paider bhuwana kantos ping tigang ileh. Kaping kalih kaaduk mamucu. Mawit bucu kaja kangin nuju bucu kelod kauh. Mawit kelod kangin nuju kaja kauh, terus bolak-balik ping tiga. Runtutan miwah piranti upacara ngeliwet punika dahat teleb suksmannyané. Ngrajah utawi ngambar Ardha Naréswari ngawigunayang piranti don bingin waluya sang kalih nangun paiketan alaki rabi mangda langgeng. Don bingin niyasa kalanggengan. Ngulig sidrong gegambiran, nika wantah painget mangda bhakti ring Sang Hyang Widhi miwah setata ngutsahayang kauripan alaki rabi mangda swastya utawi setata seger oger. Boréh wangi waluya painget mangda sang kalih ngraksa nama baik kulawarga. Ngaduk bubuh ngider bhuwana waluya painget mangda sang kalih ri kala ngruruh pangupajiwa nénten lali ring nyama braya pakraman, boya wantah ngulahang raga kémanten. (I Ketut Wiana)
kauratiang malarapan angganing sané mapaiketan prasida nangken ngicen pembekalan miwah pembinaan gumanti pretisentana Baliné madué sasana sane becik.
Sekaa Truna Kaptiang Dados Pamucuk Ngajegang Seni Budaya BPM/dok
KAWÉNTENAN muda-mudi ring pakraman ring Bali ngawit dumun sampun becik kawadahin antuk pupulan sekaa. Pamekasnyané sekaa puniki wantah sekaa truna. Sekaa truna sané sampun lumrah swaginannyané kapuserang ring balé banjar. Ring balé banjar sakancan swagina sekaa truna minakadi ngamargiang kréatifitas, ngayah, ngrincikang parindikan anyar sané maguna majeng désannyané sané kadasarin antuk sosial panyamabrayan. Sekaa truna kawentuk madasar budaya, susila, miwah agama sané salanturnyané taler kaptiang prasida ngajegang seni miwah budaya. Swagina sekaa truna kawéntenannyané patut kauratiang olih para panglingsir majalaran setata kaicén tuntunan. Asapunika akedik pangapti
saking Drs. Ketut Jaten, M.Si. Dané sané pecak Anggota Administrasi Tim Penilai Sekaa Truna Pemprov Bali saking warsa 1993 kantos 2001 puniki daweg kacunduk ring Ubung Kaja, Dénpasar wawu puniki maosang, sajeroning sekaa truna nénten wantah kalaksanayang parikrama seni kémanten, nanging taler kaajahin etika, budaya, miwah agama. Siosan punika, manut dané sekaa truna akéh pisan pabuatnyané majeng désa adat, minakadi prasida nyokong parikrama adat antuk sakancan parikrama adat ngawit ngayah ring adat ri kala wénten upacara agama miwah ngicén sumbangan pamineh. “Inggian katunasin yadian nénten olih adat, pangremban sekaa truna banget kabuatang
ring upacara,” baosnyané. Dané negesang, pawangunan sekaa truna puniki yaktiyakti patut kasokong. Indiké puniki kadasarin sekaa truna lewih madué pengalaman, lewih prasida beradaptasi sareng panglimbak masa. Punika awinan sekaa truna kaptiang prasida ngicén sumbangan pamineh, étika, filsafat inggian ilmiah miwah nyokong makudang-kudang parikrama ring adat, rumasuk upacarané. “Akéh anggota sekaa truna sané sampun wikan, madué bakat ring widang upacara. Punika awinan sokongan sekaa truna banget kabuatang,” teges dané. Siosan punika, dané sané taler polih dados tim pembina kasenian ring dura negara puniki maosang sekaa truna taler prasida ngwantu ngawi beneng pamineh
para anak lingsiré sané durung madué pamineh madasar orientasi ilmu, antuk ngwewehin pamineh mangda prasida adung sareng angganing sané mapaiketan rumasuk sareng kabupatén miwah pemerintah. Sekaa truna manut dané banget becik ngicén gambaran pamineh majeng anak lingsir sapunika taler sawaliknyané. Sekaa truna lewih madué selah ngwangun désa adatnyané gumanti prasida lewih becikan. Punika awinan, sekaa truna sokongannyané kantun kabuatang. Sakéwanten, ninutin panglimbak jaman, pamekasnyané parajana ring désa-désa akéh sané merantau, ngranjing utawi ngruruh pakaryan joh saking désannyané, nah nika sané dados pikobet. Punika awinan sajeroning utsaha mupulang parajana
punika mangda prasida masikian ring asiki genah, muatang galah. “Pangremban parajana sajeroning adat mabuat, duaning tan pa adat pawangunan Bali pacang rapuh. Rapuhnyané pawangunan ring Bali pacang ngawi rapuh agama miwah budaya,” dané nlatarang. Sajabaning punika, dané ngwewehin, sujatiné yéning mrasidayang tur kayun sekaa truna nénten wantah prasida ngicén sokongan ring adat manten. Dané nyontohang, sekaa truna taler prasida lewih aktif sajeroning parikrama olah raga ring tingkat désa, ngwéntenang lomba gumanti désannyané prasida lewih aktif tur lewih kaloktah. Yéning sampun kaloktah majanten kasukertan warga désa taler prasida katincapang. (yan)
Pasangkepan, Genah Ngamedalang Pamineh miwah Muputang Pikobet SINUNGGIL tradisi sané kantun kapiara kantos mangkin ring Bali inggih punika tradisi sangkep. Sangkep wantah tradisi Bali sané kapiara saha kalaksanayang olih samian krama pangemong pura miwah banjar. Pasangkepan wantah tradisi sané jangkep, santukan ring asiki genah krama prasida
ngamedalang paminehnyané sajeroning ngrereh pamargi yéning wénten pikobet désa wiadin pasametonan dadia. Mangku Kusuma, sané wantah pamangku miwah panglingsir ring Pura Tubuh, Karangasem daweg kacunduk wawu puniki nlatarang, tradisi pasangkepan wantah sinunggil
BPM/dok
MAPUPUL- Bali madué budaya parum sané sering kabaos pasangkepan. Pasangkepan utawi sangkep wantah parum alit sané mapaiketan sareng dadia utawi banjar. Krama mapupul masila ngamedalang pamineh ngrereh pamargi sareng-sareng muputang pikobet.
tradisi sané sampun katami, taler pinaka sinunggil pamargi sané banget becik katerapang. “Indiké punika sampun macihna duaning kantos mangkin sangkep kantun kapiara olih krama sané nerapang budaya puniki pinaka jalaran nemuang krama pangempon pura utawi banjar adat,” baosnyané. Dané maosang, sangkep pateh sakadi parum utawi ngrembug alit yéning kalaksanayang ring pura dadia. Yéning sané lewih agengan kalaksanayang ring banjar. Sangkep kalaksanayang abulan apisan ring raina sané kacumponin krama. Ketah raina sané kapilih inggih punika ring rainan sakadi Buda Kliwon, Anggara Kasih ring pura-pura dadia. Yéning sangkep ring désa utawi banjar ketah kalaksanayang nemoning raina Buda Wagé wiadin nemoning purnama. Sangkep, manut Jero Mangku matetujon nemuang, jalaran mligbagang makudang-kudang parikrama. Yéning ring pura dadia pacang kabaosang pikobet indik pura dadia, mungguing yéning ring banjar pacang kabaosang indik pikobet pakraman sané mapaiketan. Sangkep karauhin olih samian krama sané kantun mapaiketan sareng banjar, saking angganing kelian, prajuru, miwah krama biasa. “Ketah sané kabligbagang indik pawangunan pura, pamargin runtutan upacara minakadi karya ngenteg linggih, panca
yadnya, wiadin pikobet sané lianan sané mapaiketan sareng krama. Sadurungnyané kadulurin antuk ngayah makedas-kedas laluu ring genah sangkep” teges dané. Sajeroning tradisi sangkep puniki, dané nyinahang akéh pisan nilai budaya sané kapolihang saking budaya sangkep. Sajabaning pinaka jalaran ngrembug ngrereh pamargi ri kala krama ngarepin pikobet, sangkep taler prasida nekekang tali pasikian krama. Dané ngwewehin, nilai masikian inucap kacihnayang antuk sanganan sané setata wénten ri kala kramané sangkep. Jaja ketan sané kacampur antuk nyuh makikih miwah tasik. Jaja punika raris kagenahang ring tékor-tékor don biu
tur kaedumang majeng samian krama sané sangkep. “Rasa saling duénang macihna saking parum sangkep punika. Jaja sangkepan pinaka cihna kasukertan,” sapunika uncar dané. Sajeroning budaya sangkep nénten wantah wénten jaja sangkepan kémanten, siosan punika wénten taler pacikreman/cikrem. Cikrem inggih punika jinah sané kapupulang sawilang sangkep kalaksanayang. Naur cikrem kapatutang majeng krama sané sampun tedun manyama dadia/mabanjar. Cikrem inucap pacang kanggén sajeroning parikrama sané mapaiketan sareng pura miwah banjar. Siosan punika, sangkep prasida nénten kalaksanayang yéning pét désa keni cuntaka. (yan)
Urip Tan Paguru, Pateh ring Urip Tan Patetujon GURU sané paripurna inggih punika Ida Sang Hyang Widhi Wasa sajeroning prabawan Ida pinaka Sang Hyang Pramesti Guru. Tan wénten kautaman sané lewihan saking Ida. Amunapi ja wikané guru sekala ring marcapada durung prasida nyandingin kautaman Ida, duaning guru sekala kantun nunas waranugraha kaweruhan saking Ida. Guru sekala prasida wikan sangkaning Ida sané ngicén panugrahan. Sira guru sejati? Nénten tios wantah Ida Hyang Widhi Wasa, gumanti sané kagarisang, napi sané kajahin olih Sang Hyang Agama punika sané kanggén dasar urip, pedoman urip, pamekas ilmu sané kapolihang saking ajah-ajahan Ida, boya ilmu-ilmu sané tiosan. Wénten ké guru sané kautamannyané lewihan ring guru sekala? Guru sané ngajahin siswa ring sekolah kabaos guru (tanpa tanda jasa). Sané dados kabaosang guru boya ring sekolah kémanten, i rerama lan pembicara agama sané ngicén bimbingan miwah piteket-piteket suci taler dados kabaosang guru. Nanging, samian guru punika taler jatma manusa sané kantun doh saking sané kabaos paripurna. Sakadi ring filosofi minakadi sané kaunggahang ring Lontar Sundarigama, Ida Sang Hyang Widhi Wasa ri kala mayoga nyinahang déwék pinaka guru. Sapasira ja sané kayun nyuciang déwéknyané pacang molihang kekuatan yoga saking Hyang Pramesti Guru. Nah, pagar sané pinih kuat anggén magehin déwék iraga wantah ilmu pengetahuan sané metu saking guru sujati. Tan paguru sané nuntun, umaté pastika buta, ten uning cén beneh, cén pelih. Kapetengan tan uning margi. Sang Arjuna wikan nganggén panah santukan kajahin olih Guru Drona. Siswa wikan taler sangkaning guru, nanging guru sekala. Nanging guru saking niskala punapiang antuk ngajiang, punapiang antuk ngastawa? Umat Hindu sujatinné teleb pisan ring budaya agamannyané. Ngastawa guru niskala umaté marahinan Pagerwesi. Ri kala punika iraga kairingang ngastawa Sang Hyang Pramesti Guru. Yadiastun Pramesti Guru nénten marupa guru ring sekala, nanging kateleban umaté nénten naen rered. Yéning kantos rered minab umaté buta patikaplug. Ngicalang kapetengan antuk ilmu pengetahuan, wantah ilmu pengetahuan sané mrasidayang. Punika awinan yéning iraga kapetengan sampun sapatutnyané iraga setata mawali majeng Hyang Pramesti Guru. (yan)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
9
MINGGU PON, 20 DESEMBER 2015
Warriors Menang lagi HAL 12
Kemana Guardiola Akan Berlabuh? Munich –
Pep Guardiola tampaknya tak tergiur oleh tawaran fantastis Bayern Munich. Mantan pelatih Barcelona ini sudah memastikan akan meninggalkan Allianz Arena pada akhir musim ini, meskipun The Bavarians telah memberikan tawaran senilai 20 juta euro (sekitar Rp 305,357 miliar) per musim. Harian ternama Jerman, Bild, melaporkan bahwa Guardiola sudah memberitahukan hal tersebut kepada bosnya di Bayern, Karl-Heinz Rummenigge pada pekan lalu. Tampaknya suasana yang terlalu nyaman di Bayern membuat pria 44 tahun tersebut tak betah lagi, sehingga dia mau mencari tantangan baru. “Dia merupakan orang yang menikmati tantangan. Itulah alasan mengapa dia bergabung dengan Bayern pada 2013,” tulis surat kabar tersebut, Sabtu (19/12) kemarin. Kontrak Guardiola bersama FC Hollywood akan habis pada Juni tahun depan. Hingga saat ini, mantan pemain Barcelona tersebut belum memberikan indikasi soal masa depannya, meskipun dia sudah pernah mengatakan akan membuat pengumuman sebelum Natal. Lantaran ingin mempertahankannya, Bayern dikabarkan bersedia menyodorkan kontrak dengan nilai yang fantastis. Tetapi, tampaknya uang bukan persoalan utama Guardiola, sehingga klub tersebut takkan bisa mengubah keputusan yang akan diambil.
Jika benar Guardiola hengkang, maka tujuan selanjutnya adalah Premier League. Duo Manchester dikabarkan mengincar eks gelandang internasional Spanyol tersebut, dengan Manchester City berpeluang paling besar mendapatkannya karena di Etihad Stadium sudah ada bekas eksekutif Barcelona, Ferran Soriano dan Txiki Begiristain. Mantan bintang Real Madrid, Aitor Karanka, mengungkap Guardiola tertarik dengan atmosfer sepak bola Inggris. Karanka yakin eks pemain Barcelona tersebut akan bergabung dengan salah satu klub Inggris dalam waktu dekat. “Saya sempat berbicara dengan Guardiola beberapa bulan lalu di Spanyol. Ia bertanya pada saya soal Liga Premier, negara Inggris, dan segalanya,” ucap Karanka. Guardiola dan Karanka adalah mantan rekan seperjuangan di timnas Spanyol. Kini Karanka menangani salah satu klub Inggris, Middlesbrough. Guardiola memulai kariernya sejak 2007 lalu, ketika dia menangani Barcelona B. Setahun bersama tim kelas dua Barcelona itu, dia lompat ke tim senior. Pencapaiannya di
Ancelotti Akan Tangani Bayern Munich Munich – Kabar mengejutkan datang dari Jerman. Dikabarkan pelatih asal Italia Carlo Ancelotti akan diperkenalkan sebagai pengganti Pep Guardiola sebagai pelatih Bayern Munich dalam beberapa hari ke depan. Demikian dilansir sebuar harian lokal, Sabtu (19/12) kemarin. Guardiola akan memutuskan untuk berhenti setelah tiga tahun menukangi
juara Bundesliga itu di akhir musim ini. Pengumuman soal ini dikabarkan akan dilakukan pada pekan ini. Guardiola sendiri sebelumnya sudah santer disebutkan akan menangani klub Premier League. Sementara itu, Ancelotti setelah dipecat sebagai pelatih Real Madrid pada bulan Mei lalu, sampai saat ini belum memiliki tim baru. Dia disebutkan sudah menyepakati kontrak selama tiga tahun untuk menukan-
Carlo Ancelotti
gi Munich. Bundesliga menjadi tantangan baru buat Ancelotti yang sudah kenyang pengalaman. Dalam karier kepelatihannya, Ancelotti sudah menangani sejumlah klub top seperti Juventus, Chelsea, AC Milan dan Paris Saint-Germain. Dia menjadi satu-satunya pelatih yang pernah memenangkan gelar juara Liga Champions tiga kali, dan empat kali membawa timnya mencapai final. (kmb33/rtr)
BEBEK GORENG IKAN GORENG + SOUP IKAN
35K
10K 5K
TEH TARIK KOPI BALI
Bali Coffee Warung 63
Rio Ferdinand
Jl. Veteran 63A Denpasar Telp.
BPM/rtr
Ferdinand Ingin MU Kejar Guardiola Manchester – Legenda Manchester United (MU) Rio Ferdinand, berharap mantan klubnya itu bisa mendapatkan jasa Pep Guardiola. Pasalnya kontrak Guardiola bersama Bayern Muenchen akan habis pada musim panas mendatang. Hingga saat ini, pelatih asal Spanyol itu belum menentukan sikapnya terkait masa depannya. Akan tetapi dua klub Inggris, Manchester City dan MU mengincar jasanya. “Guardiola hanya akan datang ke Inggris. Ia tidak akan pergi ke Italia. Ia telah berada di dua kompetisi terbaik Eropa, Spanyol dan Jerman, yang berikutnya tentu Liga Premier,” kata Ferdinand, Sabtu, (19/12) kemarin. Guardiola sendiri sudah menyatakan ketertarikannya untuk melatih di Liga Inggris. Legenda Real Madrid Aitor Karanka, mengungkap ia pernah mendapat beberapa pertanyaan dari eks pelatih Barcelona itu terkait Liga Inggris. Ferdinand ingin manajemen The Red Devils bergerak cepat. Ia tidak mau Guardiola merapat ke klub Inggris lainnya. “Masalah bagi MU jika Guardiola tidak bergabung. MU hanya punya satu kesempatan. Guardiola tidak mungkin bergabung dengan Manchester City, lalu ke MU atau bergabung dengan Chelsea dulu baru ke MU,” tutup Ferdinand. (ant/rtr)
227439
email : coffeebali@ymail.com web : www.balicoffee63.com
balicoffee63.com
G.0000771-rmk
wood fired
pizza
call service
285367 70K
60K
PIZZA SAMBAL MATAH
PIZZA SERE TABIA
60K
55K
PIZZA V E G E TA R I A N balipizza
70K
PIZZA RENDANG
65K
PIZZA MARGARETHA BaliPizza Shankara
tahun pertama sangat fantastis. Dia langsung mempersembahkan tiga gelar bagi Blaugrana tahun itu, yakni Liga Champions, Liga Spanyol, dan Copa del Rey. Empat tahun bersama Barcelona, Guardiola mampu mempersembahkan 14 gelar juara. Tiga gelar juara Liga Spanyol, 2 juara Liga Champions, 2 Copa del Rey, 2 Piala Super Eropa, 3 Piala Super Spayol, serta 2 gelar Piala Dunia Antarklub. Memutuskan mundur dari Barcelona pada 2012, Guardiola sempat rehat selama setahun sebelum akhirnya berlabuh ke tim Jerman Bayern Muenchen pada 2013. Kariernya di Muenchen memang tak secemerlang seperti saat dia masih menangani Barcelona. Dia hanya berhasil menambahkan lima piala ke lemari The Bavarians selama dua tahun belakangan: 2 gelar liga Jerman, 1 gelar Piala Jerman, 1 gelar Super Eropa, serta 1 gelar Piala Dunia Antarklub. Meskipun gagal membawa Bayern menjadi juara Liga Champions, nama Guardiola menjadi daya tarik tersendiri di daratan Inggris. Guardiola memiliki statistik kemenangan paling besar di antara
manajer-manajer terbaik yang ada di dunia saat ini. Pria yang mengantongi lisensi kepelatihan UEFA Pro, ini mampu memenangkan 74,3% laga sepanjang kariernya sebagai manajer. Angka ini jauh di atas Jose Mourinho yang hanya 65,3% atau pelatih kawakan Carlo Ancelotti yang hanya 59,8%. Keberhasilan Guardiola itu tak lepas dari ramuan tiki-taka yang selalu diterapkannya di mana pun dia berada. Sepak bola indah ini mengandalkan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki, serta pergerakan para pemainnya sepanjang 90 menit. Kekuatan fisik, akurasi umpan, serta kekompakan tim menjadi kunci keberhasilan tiki-taka ala Guardiola. Lantas, akankah Guardiola dengan filosofinya berhasil di Liga Inggris? Tantangan bagi manajer di Liga Inggris tak hanya bagaimana meramu permainan sesuai filosofi yang diinginkannya, tetapi juga bagaimana manajer harus menyesuaikan taktiknya dengan kondisi fisik dan cedera pemain yang menerpa. Tentu saja hal itu bukan perkara mudah. Banyak manajer cemerlang yang kemudian angkat koper dengan tangan hampa di tanah Britania. Apakah Guardiola akan menjadi salah satunya? Menarik untuk kita ikuti sepak terjang Guardiola jika benar musim depan dia akan berlabuh ke Inggris. (kmb33/rtr/ap)
PIZZA SEAFOOD SHANKARA Jalan Danau Toba No. 7 Sanur - Bali G.0000772-rmk
BPM/rtr
BOLA MANIA
10
Minggu Pon, 20 Desember 2015
Ajang Pelampiasan Madrid Madrid – Menjamu Rayo Vallecano akan menjadi ajang pelampiasan bagi Real Madrid. Laga pekan ke-16 yang akan digelar di Santiago Bernabeu malam nanti.Pada laga sebelumnya, Real Madrid mendapat hasil yang mengecewakan. Berniat menempel Barcelona di papan atas, pasukan Rafael Benitez justru kalah di tangan Villarreal dengan skor 1-0. Kekalahan itu kemudian membuat Real Madrid kini berjarak lima poin dari musuh bebuyutanya itu. Untuk memangkas jarak dengan pimpinan klasemen tersebut, maka Real Madrid wajib mendapat tambahan tiga poin kala menghadapi Rayo. Melihat materi antara kedua tim, Real Madrid tentu saja difavoritkan akan menang.
bahkan 17 gol mampu disarangkan ke gawang sang lawan. Menang besar mungkin akan menjadi kenyataan.
Faktanya, Rayo saat ini tengah mengalami masalah di lini belakang. Di lima pertandingan terakhir, gawang mereka sudah kebobolan 10 gol. Maka tak aneh jika tim asuhan Paco Jemez ini menghuni zona degradasi. Real Madrid memang unggul dalam segala hal, tapi bukan berarti Benitez
akan meremehkan laga ini. Pemain terbaik akan diturunkan sejak menit awal, mengingat kebutuhan poin yang tengah mendesak. Kalaupun menurunkan
Hal ini juga bisa dibuktikan dengan catatan 14 pertemuan terakhir antara kedua kubu, di mana tim Los Blancos selalu menang. Di lima bentrok terakhir,
pemain muda, mungkin akan dilakukan jika sudah menang meyakinkan. Hanya ada nama Dani Carvajal dan Raphael Varane di daftar cedera. Absennya dua pemain tersebut tak akan menjadi masalah di sektor belakang. Danilo, Pepe, Ramos, dan Marcelo siap menjadi tembok di lini pertahanan Los Blancos. T o n i K r o o s yang absen kala menghadapi Villarreal kemungkinan besar akan turun sejak menit awal. BBC (Benzema, Bale, dan Ronaldo) dapat dipastikan menjadi andalan di depan. “Gareth Bale dan pemain lainya memiliki level intensitas yang luar biasa tiga tahun lalu, tapi saat ini masih kurang. Kami memiliki yang terbaik di dunia di setiap posisi. Tapi kami harus terus tampil apik,” kata Presiden
Madrid Florentino Perez, Sabtu (19/12) kemarin. Di kubu lawan, Rayo Vallecano baru saja lolos dari maut ketika tetap melaju ke-16 besar Copa del Rey meski kalah dari Getafe. Pelatih Rayo, Paco Jemez dikenal dengan sepak bola menyerang yang kadang jadi bumerang bagi timnya sendiri, saat berjumpa tim elite. Tapi tampaknya Rayo tidak akan mengubah gaya mereka menghadapi Madrid. Tim tamu memiliki Javi Guerra yang tampil garang musim ini. Dia cuma terpaut 1 gol dari Cristiano Ronaldo. Dalam 10 pertemuan terakhir, Real Madrid selalu bisa menundukkan Rayo Vallecano. Bahkan belakangan dengan skor telak. Dua lawatan pamungkas Rayo ke Santiago Bernabeu berakhir dengan kemasukan 10 gol. Oleh karenanya, ini adalah laga mujarab untuk membalas sakit hati Los Blancos setelah dihajar Villarreal dan banding mereka di Copa del Rey ditolak. (kmb33/rtr)
Menpora Minta Pelaku Ditindak Tegas Terkait Kerusuhan Suporter
Didier Drogba
Drogba Kembali ke Chelsea
London – Pernyataan mengejutkan kembali dilontarkan pemilik Chelsea, Roman Abramovich. Dikabarkan mantan pemain The Blues Dider Drogba, akan kembali ke Stamford Bridge dalam waktu dekat. Kehadiran Drogba kembali ke klub asal London Utara tersebut bukan untuk menjadi pemain. Abramovich menawarkan Drogba menjadi staf kepelatihan Chelsea. Pernyataan tersebut diungkapkan pengusaha asal Rusia itu beberapa jam setelah pemecataan Jose Mourinho sebagai pelatih Tim London Biru. Drogba akan diproyeksikan sebagai asisten pelatih. Drogba mengaku senang bisa kembali ke Chelsea. Karena bagi pemain Timnas Pantai Gading tersebut, Chelsea merupakan klub yang ada di hatinya. “Drogba senang bisa kembali ke Chelsea. Chelsea merupakan klub yang ada di hatinya, bahkan jika ia merasa tidak di hargai oleh Jose Mourinho saat kembali ke London
BPM/rtr
pada musim 2014-2015,” kata seorang sumber yang menolak disebutkan namanya. Drogba sendiri mengaku memang ingin kembali ke Chelsea. “Saya ingin mempersembahkan kepada klub yang memberi begitu banyak kepada saya. Saya telah sepakat dengan direktur-direktur klub,” kata Drogba, Sabtu (19/12) kemarin. Ketika ditanya peran apa yang akan dia emban, Drogba menjawab: “bukan sebagai manajer, bukan direktur olahraga, pelatih di akademi atau mungkin penasihat bagi para penyerang?” Soal peran Drogba di Chelsea pernah disinggung manajer Jose Mourinho. Menurutnya, ada posisi bagi Drogba di Stamford Bridge saat pemain itu memutuskan pensiun. Drogba telah mencetak 164 gol untuk The Blues. Di antara ratusan gol tersebut, gol penalti yang dia cetak pada final Liga Champions 2012 menobatkan Chelsea sebagai kampiun Eropa. (kmb33/ap)
Jakarta – Menpora Imam Nahrawi menyayangkan terjadinya penyerangan terhadap Aremania yang sampai menelan korban jiwa. Ia pun meminta pihak berwajib untuk menindak tegas dan mengusut tuntas kasus tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang suporter meninggal bernama Eko Prasetyo dan Slamet, setelah bus dan mobil yang ditumpanginya bersama rombongan Aremania hendak menuju Sleman untuk menyaksikan laga antara Arema dan Surabaya United, di Stadion Maguharjo dilempari oleh sekolompok suporter, Sabtu (19/12) kemarin, di Sragen. Selain ada korban meninggal, dua orang lainnya berada dalam kondisi kritis di rumah sakit di Sragen. “Innaalillaahi wainna ilaihi rojiun, saya ikut berduka cita mendalam semoga yang meninggal khusnul khotimah,” ucap Imam. “Siapapun pelakunya harus ditangkap dan diadili, karena benar-benar sudah keterlaluan. Saya harap aparat hukum untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk dalangnya,” tambahnya. Senada dengan Menpora, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, juga menyatakan penyesalannya atas peristiwa tersebut. “Ya kami di Kemenpora sangat menyayangkan kejadian tersebut bisa terjadi lagi.
Karena beberapa waktu terakhir saat Piala Presiden kerusuhan suporter kan bisa diredam. Bahkan bobotoh yang selama ini kesannya tidak bisa bermain di SUGBK, yang notabene Persija tidak main pun, tapi kondisinya bisa diubah. Artinya kejadian ini sesuatu yang sangat disayangkan,” ungkap Gatot dalam kesempatan terpisah. Gatot menyatakan akan ada pembenahan dalam sepak bola, salah satunya menyangkut tata kelola suporter. Dia juga menyatakan, Kemenpora akan memberikan sanksi kepada klub yang suporternya menimbulkan kerusuhan. “Sebab, imbauan saja tidak cukup. Jadi tidak semata-mata kami memperbaiki tentang manajemen pertandingan, ketertiban, kepatuhan klub, tapi juga suporter juga akan kami tata ulang,” katanya. “Tata ulang seperti apa? Mereka tetap punya independensi karena suporter itu tetap dibutuhkan bagi tiap-tiap klub. Karena warna warni sepak bola ya ada di suporter itu sendiri. Tetapi etika, kemudian saling menyerang sampai menimbulkan ada korban jiwa tentu ini akan ada penegakan hukum lagi,” katanya. “Poinnya adalah kami akan menuntut kepada pihak pimpinan supporter, bahwa mereka tidak boleh lepas tangan. Karena selama ini kan mereka selalu berdalih kami
tidak
bisa kontrol. Ingat waktu kejadian di Eopa. UEFA langsung memberi sanksi kepada klub yang bersangkutan, pola itu yang akan kami terapkan. Kesannya memang selalu drastis, tapi memang tidak ada jalan,” ucapnya. Tak hanya itu, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian dalam menyelesaikan persoalan suporter ini. Di samping itu, Kemenpora juga mengimbau kepada para suporter klub, agar mengurangi hal-hal yang memicu kerusuhan, seperti mengurangi euforia berlebihan ketika berada di perjalanan menuju lokasi pertandingan, atau bahkan pascapertandingan. “Kalau bisa penonton jangan menggunakan simbolsimbol suporter yang mencolok selama perjalanan, karena itu yang menimbulkan dendam kebencian, dan euforia yang berlebihan,” katanya. “Sama seperti di Eropa, atribut simbol silakan dikenakan tetapi sudah di sekitar stadion, setelah itu lepaskan atribut. Jadi menghindari hal-hal yang memicu, karena seketat apapun pengawalan polisi tetap terbatas,” tutup Gatot, seraya memastikan dari pihak Kemenpora akan berkoordinasi terkait persoalan di Sragen. (ant)
BPM/rtr
ANDALAN - Gareth Bale akan menjadi andalan Real Madrid untuk meraih kemenangan kontra Rayo Vallecano malam nanti.
Head to Head 09/04/15 Rayo Vallecano 0 - 2 Real Madrid 09/11/14 Real Madrid 5 - 1 Rayo Vallecano 30/03/14 Real Madrid 5 - 0 Rayo Vallecano 03/11/13 Rayo Vallecano 2 - 3 Real Madrid 18/02/13 Real Madrid 2 - 0 Rayo Vallecano Lima Laga Terakhir Kedua Tim Real Marid 29/11/15 Eibar 0 - 2 Real Madrid 03/12/15 Cádiz 3 - 0 Real Madrid 05/12/15 Real Madrid 4 - 1 Getafe 09/12/15 Real Madrid 8 - 0 Malmö FF 14/12/15 Villarreal 1 - 0 Real Madrid Rayo Vallecano 30/11/15 Rayo Vallecano 0 - 3 Athletic Club 03/12/15 Rayo Vallecano 2 - 0 Getafe 06/12/15 Villarreal 2 - 1 Rayo Vallecano 13/12/15 Rayo Vallecano 1 - 2 Málaga 17/12/15 Getafe 3 - 1 Rayo Vallecano
Suporter Arema dan Persebaya Rusuh Dua Tewas
BPM/ant
PEMERIKSAAN - Pendukung Surabaya United (Bonek) dikumpukan untuk menjalani pemeriksaan polisi, setelah terlibat bentrokan dengan pendukung Arema Cronus, Aremania di Lapangan Mapolres Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (19/12) kemarin.
Sragen – Dua suporter Arema Cronus Malang tewas dikeroyok pendukung Surabaya United, di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (19/12) kemarin . Hal ini terjadi saat kedua rombongan berpapasan ketika sama-sama hendak menuju lokasi babak delapan besar Piala Jenderal Sudirman di Sleman, Yogyakarta. Menurut Kepala Polres Sragen AKBP Ari Wibowo melalui Kasat Sabhara AKP Hartono, peristiwa kerusuhan dua suporter tersebut terjadi di SPBU Jatisumo Ngampal, Sragen, dan bengkel batas kota Nglorok Sragen, sekitar pukul 04.15 WIB. Hartono menjelaskan, korban meninggal dari suporter Aremania yakni Eko Prasetyo (30) warga RT 19/04 Pandesari Batu Malang dan sopir Suzuki Carry, Slamet yang juga warga Malang. Kedua korban ini kini masih di RSU Sragen. Ia mengemukakan, rombongan suporter Arema Malang sebanyak 34 orang menumpang bus pariwisata dari Malang menuju Sleman, Yogyakarta, dan hendak mendukung timnya berlaga. Kebetulan rombongan suporter Surabaya juga me-
lintas dengan menumpang empat truk. Rombongan pendukung Surabaya tersebut, kemudian turun dari kendaraannya langsung menyerang Aremania yang menyebabkan dua korban meninggal akibat dikeroyok puluhan orang suporter Surabaya. Puluhan orang suporter Surabaya tersebut melempari batu ke arah bus Aremania. Seorang suporter Arema Eko Prasetyo, ditarik paksa keluar bus dan dipukuli dengan batu. Korban luka di bagian kepalanya dan meninggal di tempat kejadian. Satu rombongan suporter Arema dengan menumpang Suzuki Carry berpenumpang tujuh orang saat tiba di Nglorok, Sragen, juga digeruduk empat truk berisi rombongan Surabaya. Pendukung Arema pun berlarian menyelamatkan diri, sedangkan sopir Carry, Slamet, ditarik keluar dikeroyok dan akhirnya meninggal dunia di RS. “Kami kini mengamankan sebanyak 500 suporter Surabaya untuk diperiksa di Polres Sragen. Kami periksa satu per satu suporter untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Hartono. (ant)
Louis van Gaal
BPM/ap
Van Gaal Tidak Ingin Pensiun
Manchester – Pelatih Manchester United Louis van Gaal, mengungkapkan tidak akan pensiun dari dunia sepak bola dengan pemecatan oleh pihak klub. Banyak isu yang beredar mantan juru taktik Timnas Belanda itu segera didepak pihak manajemen karena gagal menampilkan permainan terbaik Setan Merah. United gagal memenangkan lima laga terakhir di semua kompetisi. Bahkan mereka mengalami masa sulit saat terdepak dari Liga Champions dan dikalahkan tim promosi Bournemouth, hanya dalam waktu satu minggu. “Saya tidak ingin pensiun dengan pemecatan klub kepada saya. Itu akan menjadi kekecewaan terbesar bagi
saya mengucapkan selamat tinggal dari dunia sepak bola, karena mengalami pemecatan,” ungkap pelatih 64 tahun itu, Sabtu (19/12) kemarin. Ditanya terkait dengan pemecatan Mourinho, Van Gaal mengaku terkejut. “Mourinho manajer yang fantastis dengan sederet catatan prestasi yang menjulang. Tidak ada manajer yang mampu berprestasi seperti dia di dunia sepak bola, meski akhirnya ia dipecat. Saya tidak akan menghakimi apa yang terjadi di Chelsea, tetapi saya sangat terkejut,” kata Van Gaal. Ada beberapa nama yang dikabarkan akan menggantikan Van Gaal membesut Wayne Rooney dan kawankawan. Antara lain, Josep Guardiola, Carlo Ancelotti, serta Mourinho. (kmb33/ap)
Minggu Pon, 20 Desember 2015
GELANGGANG
11
1.016 Karateka Lemkari Gashuku di Margarana
Hapkido Berlatih di Fight Club
Tabanan (Bali Post)Tercatat 1.016 karateka Lemkari se-Bali melakukan latihan bersama (gashuku) yang dirangkaikan dengan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), di Bumi Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Jumat (18/12) lalu, sampai dengan, Minggu (20/12) ini. Ketua Panpel I Wayan Mertajaya, Sabtu (19/12) kemarin, menjelaskan, gashuku dibuka Ketua Umum Pengprov Lemkari Bali Wayan Geredeg, Jumat (18/12) lalu. Mertajaya menjelaskan, dari segi jumlah gashuku, sarasehan dan UKT ini merupakan yang terbesar. Mereka yang ikut gashuku dari Sabuk Putih (294), Sabuk Kuning (107), Sabuk Hijau (172), Sabuk Biru (143), Sabuk Coklat (225), dan Sabuk Hitam (75). Menurut Mertajaya, partisipasi delapan Pengcab Lemkari se-Bali yakni, Pengcab Jembrana (35), Tabanan (65), Badung (66), Denpasar (428), Gianyar (107), Buleleng (167), Bangli (83), dan Klungkung (65). Mertajaya menambahkan, lokasi gashuku dan UKT sengaja dihelat di Margarana bertujuan agar generasi muda sejak dini diajarkan nilai-nilai perjuangan. Sementara ke depan untuk lokasi event serupa seperti gashuku, sarasehan, dan UKT akan ditentukan di kemudian hari. (022)
Mangupura (Bali Post)Olahraga bela diri hapkido asal Korea yang baru merambah Pulau Dewata, memiliki lokasi latihan di Fight Club, Jalan Nakula Kuta. Tempat latihan ini mulai diujicobakan sejak, Sabtu (19/12) kemarin. Pelatih hapkido Leonard Kentjana, di sela-sela latihan perdana, Sabtu (19/12) kemarin menerangkan, hapkido di Fight Club ini bertujuan menampung peminat bela diri asal Negeri Ginseng, utamanya di seputaran wilayah Kuta. “Saya mengamati makin banyak masyarakat yang ingin mendalami hapkido ini,” ungkap Leonardo. Dikemukakan, bagi masyarakat yang berguru hapkido bisa berlatibh tiap Selasa dan Kamis. “Sampai saat ini, kami punya tiga tem-
BPM/022
BPM/ist
GASHUKU - Karateka Lemkari Bali melakukan latihan bersama (gashuku), di Bumi Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Sabtu (19/12) kemarin.
Dua Atlet Badung Lolos PON
Mangupura (Bali Post)Dua atlet Badung yakni Dewa Made Mudiasa dan Gede Antara memastikan diri merebut tiket PON, pada ajang kejuaraan atletika Jabar Open sekaligus Pra-PON di Stadion Atletik Cibinong, Bogor, Jabar, Sabtu (19/12) kemarin. Ketua Umum KONI Badung Si Putu Raka Arnaya yang dikontak, Sabtu (19/12) kemarin, melaporkan sprinter Dewa Made Mudiasa yang turun di nomor spesialisnya lari 100 meter berhasil meraih medali perunggu dengan catatan waktu 10, 73 detik. Si Putu Raka Arnaya mengemukakan, atas raihan ini Dewa made Mudiasa dikabarkan bakal dipanggil pelatnas. “Kami juga berharap semoga Dewa Mudiasa bisa menghuni pelatnas, sebab latihan di pelatnas lebih intensif,” ungkap Si Putu Raka Arnaya. Selain Dewa Mudiasa, atlet lompat tinggi Badung Gede Antara juga meraih medali perak di ajang Jabar Open 2015 ini. Gede Antara mampu melompat setinggi 194 cm. Sukses lompatan Antara diakui Raka Arnaya, berkat polesan pelatih Ketut Widiana. “Kami menilai sebagai mantan atlet lompat tinggi, Widiana mampu menularkan ilmunya kepada Antara,” kata Si Putu Raka Arnaya. Diakuinya, Dewa Mudiasa dan Gede Antara merupakan atlet kebanggaan Badung yang mampu mendulang emas pada Porprov Bali XII di Buleleng, September lalu. “Akan tetapi, perolehan medali emas di hajatan multievent dua tahunan di daerah belum komplet jika tidak lolos PON,’’ ujarnya. (022)
LATIH - Peminat bela diri hapkido berlatih di arena latihan Fight Club, di Jalan Nakula, Kuta, Badung, Sabtu (19/12) kemarin.
POR Sanur Boyong Denpasar Cup Denpasar (Bali Post)-
Kesebelasan POR Sanur berhasil memboyong trofi Denpasar Cup I/2015, usai menang atas lawannya Kundalini FC dengan skor 3-1, melalui adu penalti pada babak final, di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (19/12) kemarin. Kedua tim saling melancarkan serangan sejak kick-off. Akan tetapi, kondisi lapangan yang becek, Kundalini dan POR Sanur tak bisa tampil maksimal. Kundalini dan Sanur sama-sama melakukan umpan-umpan panjang (longpass), tanpa ada operan bola-bola pendek. Di babak kedua, tetap saja permainan kedua tim monoton. Bahkan hingga wasit Puja meniup peluit panjang skor akhir tetap 0-0. Akhirnya dilakukan adu tendangan penalty, sesuai dengan kesepakatan kedua tim. Empat algojo Kundalini hanya sontekan eksekutor kapten Putu Adi Purwanta yang mampu menjebol gawang POR Sanur yang dikawal Ketut Sugiri. Ketiga eksekutor yang gagal yakni Warih Sentanu ditepis kiper Sugiri, kemudian Anggo
Julian melenceng ke kanan gawang, serta Dwi Deyan tembakannya melambung ke atas mistar. Di kubu POR Sanur, tercatat tiga eksekutornya sukses memperdaya kiper Kundalini Casala Pratama. Mereka adalah kapten Kadek Sentana, Agus Novic, dan Vital Ximenez. Sedangkan dua algojo yang gagal yakni Agus Setiawan sontekannya melenceng ke kanan gawang, serta tembakan Yoga yang mampu diblokade kiper Casala. Atas hasil ini, POR Sanur berhak menerima uang pembinaan Rp 10 juta, disusul runner-up Kundalini Rp 8 juta, Putra Tresna juara III Rp 6 juta, POPP Pegok juara IV Rp 4 juta, serta pemain tersubur Kushedya Hari Yudo (Kundalini) yang mengoleksi 9 butir gol, menerima Rp 2 juta.
Usai pertandingan, pelatih POR Sanur Komang Adnyana menerangkan pihaknya memang menyiapkan adu penalti sejak babak kedua, mengingat lapangan tergenang air. “Seandainya kondisi lapangan bagus, kami akan meladeni permainan teknik,” ujar Komang Adnyana. Sebaliknya, pelatih Kundalini Nyoman Oka Triana kecewa, sebab asuhannya mendominasi permainan, termasuk menciptakan sederet peluang emas. “Kalau penyelesaian akhir mereka tajam, saya kira tak perlu lagi adu penalti dan kemenangan pasti kami raih,” paparnya. Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Kota (Askot) PSSI Denpasar Eko Supriadi menegaskan, pasca helatan ini bakal dilanjutkan turnamen U-20 sebagai persiapan pembentukan tim Porprov. (022)
BPM/022
GRASSROOTS - Suasana Bali Island Grassroots Tournament U-11, di Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran, Badung, Sabtu (19/12) kemarin.
Real Madrid Sidoarjo U-11 Rebut Piala KONI Bali Mangupura (Bali Post)Tim sepak bola dari Real Madrid Foundation Sidoarjo U-11, merebut Piala bergilir KONI Bali pasca keluar sebagai juara dalam Bali Island Grassroots Tournament, di Lapangan Yoga Perkanthi, sejak Jumat (18/12) lalu, dan berakhir Sabtu (19/12) kemarin. Juara II direbut Paradise Football Acedemy, peringkat III SSB Bina Putra. Tim Real Madrid Foundation Sidoarjo juga menyandang predikat penguasaan bola terbaik. Tim fair-play diraih Indonesia soccer Academy. Pemain depan terbaik jatuh kepada Piter dan penjaga gawang terbaik Risky (SSB Putra Perkanthi). Pemain belakang terbaik Arel Priyatna (Paradise Football Academy). Pemain tengah terbaik Figo (SSB Bina Putra). Penggagas Turnamen I Gusti Agung Putu Nuaba me-
nyatakan, turnamen melibatkan sembilan tim, terdiri atas kontestan dari Bali lima tim yakni SSB Putra Perkanthi, Paradise Football Academy, Bina Putra, Mandala United, serta Putra Kapal. Ditambah empat tim luar Bali yakni Real Madrid Foundation Sidoarjo, SSB Kabupaten Sikka, Maumere, NTT, Mataram Soccer Academy, serta Indonesia Soccer Academy Surabaya. ‘’Kesembilan tim melakoni laga sistem setengah kompetisi, dan saling bertemu, Jumat (18/12) lalu,’’ terang Gusti Agung Nuaba. Sebelumnya kesembilan tim juga sepakat hasil deklarasi pedoman turnamen grassroots yang berisi anakanak dalam pembinaan yang sama dan tak boleh ada tekanan dari Pembina. Dalam bertanding anak-anak wajib menerima bimbingan, serta harus menjunjung tinggi fairplay di lapangan hijau. (022)
Ladeni PSS Sleman, Bali United Tanpa Lerby
100 Atlet Denpasar Digelontor Beasiswa
Denpasar (Bali Post)Sekitar 100 atlet berprestasi dari kalangan pelajar bakal digelontorkan beasiswa oleh KONI Kota Denpasar. Pemberian beasiswa ini merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan KONI Denpasar bagi olahragawan muda. ‘’Ini merupakan program rutin yang telah dilaksanakan KONI Kota Denpasar, untuk menambah semangat motivasi atlet dari kalangan pelajar untuk lebih meningkatkan prestasinya. Untuk tahun ini, kuota beasiswa kepada atlet berprestasi sebanyak 100 orang, dan tiap atlet berhak menerima Rp 1 juta,” ungkap Putrawan, di KONI Denpasar, Sabtu (19/12) kemarin. Putrawan mengatakan, jumlah 100 atlet berprestasi dari jenjang pendidikan berbagai level itu kini masih dalam proses pendataan oleh bidang prestasi KONI Denpasar. Bahkan, datanya telah masuk beberapa orang. Namun pihaknya tetap masih melakukan pendataan kepada atlet berprestasi untuk dikirimkan datanya ke KONI supaya diberikan beasiswa. ‘’Tujuannya, supaya jangan sampai ada yang menerima dobel. Karena, bea siswa semacama ini juga telah dilakukan satu tahun yang lalu.’’ ujarnya. Pria yang juga selaku Ketua Umum PBVSI Denpasar itu menambahkan, jika tidak semua ter-cover, pihaknya menghimbau kepada cabor untuk bergiliran, nanti proses usulannya pada pencarian tahun berikutnya. “Pola masih sama seperti itu. Sebelum tutup tahun mudah-mudahan bisa terlaksana. Meskipun lebih sedikit dari kuota 100, masih ada toleransi. Jika terlalu banyak nanti tahun 2016 mendatang saja,’’ tuturnya. (kmb41)
pat berlatih hapkido yakni di Jalan Batanghari Denpasar, Fight Club, dan Ungasan,” ungkap dia. Leoanardo berharap, ke depan makin banyak yang berguru hapkido ini, sebab bela diri ini cukup dinamis. “Kami optimis makin banyak masyarakat yang ingin belajar hapkido,” jelas Leonardo. Di sisi lain, Manajer Fight Club Genta menilai hapkido banyak diminati, sebab selain olahraga untuk cardiovaskuler juga bela diri. Menurut dia, hapkido mengandung unsur keras dan lunak. Oleh sebab itu, bela diri ini sangat cocok untuk berbagai kalangan, utamanya anak-anak termasuk remaja putri. “Saya yakin animo masyarakat untuk mendalami hapkido di Bali makin tinggi,” ujarnya. (022)
BPM/wan
BECEK - Pesepak bola Kundalini (tengah) diapit dua pemain POR Sanur, dalam perebutan bola pada kondisi lapangan becek, dalam laga final, Denpasar Cup I/2015, di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (19/12) kemarin.
Denpasar (Bali Post)Bali United bakal melakoni laga persahabatan kontra tim PSS Sleman Yo g j a k a r t a , d i S t a d i o a n Manguharjo, Sleman Yogyakarta, Minggu (20/12) sore ini. Skuad serdadu tridatu tanpa pemain pilar Lerby Aliandry. Padahal, pemain bernomor berpunggung 12 itu selama ini selalu menjadi pilihan utama coach Indra Sjafry, saat melakoni Piala Presiden maupun Piala Jenderal Sudirman lalu. Pelatih Bali United Indra Sjafry, saat dikonfirmasi dari Denpasar, Sabtu
(19/12) kemarin, mengatakan pihaknya memang tidak membawa Lerby Aliandry. Alasanya, lantaran pihaknya ingin memberikan kesempatan kepada pemain lainnya untuk mengisi pos tersebut, termasuk tiga pemain seleksi di tim Bali United. ‘’Lerby kami istirahatkan. Karena kami ingin memberikan kesempat bermain kepada pemain lainnya serta pemain yang mengikuti seleksi di tim,’’ ungkap Indra Sjafry. Indra Sjafry mengatakan, dalam laga uji coba tersebut pihaknya memboyong sebanyak 22 pemain. (kmb41)
LAGA
12
Andy Murray
Minggu Pon, 20 Desember 2015
BPM/ap
Murray Tetap Bersama Mauresmo
London – Andy Murray mengkonfirmasi akan mempertahankan Amelie Mauresmo untuk musim 2016. Dia puas dengan kinerja sosok pelatih berusia 36 tahun tersebut. Rekor bertanding Murray di 2015 memang cukup bagus. Petenis kelahiran Glasgow, Skotlandia, tersebut memenangi dua turnamen bertaraf Masters 1.000 menggapai final Australian Open, lalu mengantarkan Inggris Raya Berjaya di Davis Cup setelah puasa gelar sejak 1936. “Saya banyak merasakan hal positif tahun ini, tapi langkah terakhir adalah hal terpenting dan kami harus terus bekerja keras bersama agar kembali memenangi grand slam,” terang Murray, Sabtu (19/12) kemarin. “Saya tinggal mencari cara agar kembali menang melawan petenis-petenis top dalam pertandingan bergengsi. Amelie datang di waktu yang sangat tepat, yakni saat saya kembali dari cedera. Saat itu adalah momen sulit,” lanjutnya. Di bawah arahan Mauresmo, Murray naik posisi dari 11 ke-2 dunia, yang mana itu adalah peringkat tertinggi sepanjang karier Lazy English (julukan Murray). Kini petenis berusia 28 tahun ini membidik Wimbledon, setelah terakhir kali berjaya pada 2013. “Ketika saya mulai bekerja dengan dia, saya menempati peringkat 11 dunia. Waktu itu saya baru terlempar dari 10 besar untuk pertama kali dalam delapan tahun. Sekarang saya kembali menjadi nomor dua, dan ini adalah peringkat tertinggi,” tutup Murray. (ant/rtr)
MENANG - Stephen Curry merayakan kemenangan Golden State Warriors atas Milwaukee Bucks, Sabtu (19/12) kemarin.
Golden State Warriors Menang lagi Oakland – Golden State Warriors selamat dari kekalahan saat menghadapi Milwaukee Bucks. Bangkit di kuarter keempat, Warriors membalikkan keadaan dan akhirnya menang 121-112. Dalam pertandingan di ORACLE Arena, Oakland, Sabtu (19/12) kemarin, Warriors berada dalam posisi tertinggal sejak kuarter pertama. Memasuki kuarter ketiga, Warriors masih ketinggalan 15 poin di kedudukan 58-72 dari Bucks.
BPM/rtr
EVAKUASI - Ellie Day dievakuasi keluar stadion setelah ditabrak oleh LeBron James.
Korban James Keluar dari Rumah Sakit Cleveland – Superstar Cleveland Cavaliers LeBron James membuat kekacauan saat timnya bertanding dengan Oklahoma City Thunder. Dalam laga itu, LeBron menabrak istri dari atlet pegolf Australia Jason Day yakni Ellie Day, hingga lehernya cedera serius. Kejadian ini terjadi ketika LeBron ingin mengambil bola yang hendak keluar dari garis lapangan, namun LeBron tidak dapat mengendalikan dirinya sehingga dirinya pun menabrak Elly yang duduk di kursi VIP Stadion Quicken Loans Arena. Melaporkan, James yang memiliki berat hingga 113 kg dan tinggi mencapai 2 meter ini langsung membuat Ellie Day dievakuasi menggunakan tandu dan harus dibantu dengan penyangga leher. Pebasket yang beroperasi sebagai small forward itu pun langsung menyampaikan permintaan maafnya melalui akun media sosial
Twitter-nya. “Ellie Day, saya harap anda baik-baik saja! Saya minta maaf! Semoga anda dapat kembali beraktifitas secepatnya, Love LJ,” kicau LeBron James di akun Twitter pribadinya, Sabtu (19/12) kemarin. Menurut laporan media lokal, Ellie yang menjalani perawatan intensif telah diizinkan keluar dari rumah sakit. (kmb33/rtr)
Di kuarter keempat, Warriors berupaya bangkit. Dunk dari Festus Ezeli saat pertandingan tersisa lima menit 11 detik membawa Warriors unggul untuk pertama kalinya di kedudukan 103-102. Warriors akhirnya tak terbendung dan memenangi pertandingan. Stephen Curry tampil sangat baik dengan mencetak 26 poin, 10 rebound, dan 9 assist. Sementara Klay Thompson menjadi peyumbang angka terbanyak dengan 27 poin. Kemenangan ini sekaligus membalas satu-satunya kekalahan yang diderita Warriors di musim ini. Bucks adalah tim yang menghentikan rentetan kemenangan Warriors di angka 24 pada pekan lalu, saat mereka menang 108-95 atas sang juara bertahan itu. Dengan kemenangan ini, Warriors masih sempurna di kandang dengan catatan menang kalah 12-0. Warriors saat ini
masih memimpin klasemen Wilayah Barat. Dari pertandingan lainnya, Detroit Pistons harus bekerja ekstra keras untuk mengatasi perlawanan Chicago Bulls. Pistons harus bertarung hingga empat kali overtime untuk membukukan kemenangan 147-144. Dalam pertandingan di United Center, Chicago, kedua tim berimbang 105-105 setelah bertarung ketat sepanjang empat kuarter. Di masa overtime, baik Pistons dan Bulls beberapa kali membuang peluang untuk memenangi pertandingan. Baru di overtime keempat, Pistons memulai dengan langsung membukukan tujuh angka secara beruntun. Meski mendapat tekanan hingga detik-detik terakhir, Pistons akhirnya mengunci kemenangan lewat dua tembakan bebas Regie Jackson saat pertandingan tersisa empat detik. Andre Drummond menjadi
Minggu, 20 Desember 2015 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana 06.35 Sehat & Bugar 07.05 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Warna Warni Pagi 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It 08.45 BCTTV 09.05 Bintang Cilik Bali TV Episode 3 09.30 Belajar Manggambar
BPM/rtr
10.05 BCTTV/Ajeg Bali 10.30 Pelangi Kehidupan 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Dharma Wacana 12.30 Traventure 12.45BCTTV/Glimpse OfTheIsland 13.00 DW TV 13.30 Lejel Hom Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Mossion 16.05 Dialog Interaktif Harmoni 17.05 Nangun Yadnya 17.30 Dunia Kita
18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 Kris (Kriminal sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lintas Mancanegara 21.30 Sekilas Berita 21.35 Parade Gender 22.00 Sekilas Berita 22.05 Lila Cita Sendratari India (1) 23.00 Mossion 23.30 Bali Channel Tours 00.00 Calonarang Tanjung Bungkak (4) Closing
bintang Pistons dengan mencetak 33 poin, 21 rebound, dan 3 assist. Sementara dari kubu Bulls, Jimmy Buttler menjadi motor dengan torehan 43 poin, 8 rebound, dan 2 assist. (kmb33/rtr)
Hasil NBA: Indiana 104 Brooklyn 97 Orlando 102 Portland 94 NY Knicks 107 Philadelphia 97 Atlanta 109 Boston 101 T oronto 108 Miami 94 Detroit 147 Chicago 144 (OT) Minnesota 99 Sacramento 95 San Antonio 115 LA Clippers 107 Dallas 97 Memphis 88 Utah 97 Denver 88 Phoenix 104 New Orleans 88 Golden State 121 Milwaukee 112
Sastra
Redité Pon, 20 Désémber 2015
13
I Kaki Dengkil
Vasudaiva Kutumbakam
“APA uripé ené kamula sarwa kebetulan?” Asapunika I Kaki Dengkil mamanah dawegé ijek ngamanahang indik baos vasudaiva kutumbakam, raris panggihina wénten anak truna nylémpang padem tumbaka antuk mesehné. “Suba kanti kakéné pakibeh Jagat Kuthanegarané?” Sambilanga kitukkituk ipun naanang sebet mamargi nuut rurung saking Sanglah nuju Pura Jagatnatha. I Kaki Dengkil nglaca-laca baos vasudaiva kutumbakamé punika sesampuné miragiang para janané mabligbagan ring ajeng arca Mahadéwi Saraswati sané wénten ring asrama sané kabaos Fakultas Sastra. Kocap sané kabaos vasudaiva kutumbakamé punika mahawakya sané mautama, sané kalintang patut. Tur kocap, sané prasida katuréksa kapatutan tetueknyané. “Nénten ké makasami sastra agamané maosang asapunika? Kocap tosning jatmané makasami maasal saking kekalih, lanang-istri. Saking kekalih wénten makudang-kudang.” Asapunika propésoré sané kantun wimuda yusa, kéwanten wayah tuturé ngwedarang pamineh. “Inggih patut asapunika! Sané kekalih punika saking dija embasné? Nénten ké saking sané asiki?” Sesampuné pangangené puniki kawedar saking sayan ngramesang pabligbagané. Sayan sué sayan rames. Mangihin pabligbagané asapunika, I Kaki Dengkil mabaos sambilanga nglintang: “Saking puyung raris madaging, saking tan wénten raris wénten. Saking brahmananda raris wénten bhuwana agung tur bhuwana alit!” Makasami sané luget mabligbagan indik baos vasudaiva kutumbakamé punika makesiab miragi baosné. Santukan makasami sampun tatas ring solahnyané I Kaki Dengkil, makasami anggut-anggut matutang. Kocap, ring kenapi kudané, baosipuné I Kaki Dengkil sayuwakti patut. Naler ngawinang kulitin malih baosnyané santukan sujatiné baosné kantun makulit. Sambilanga mamargi, I Kaki Dengkil kantun iteh ngamanahang tetuek baos vasudaiva kutumbakamé punika. Kocap, tetueknyané sané pungkasang maartos makasami sangakaning mauripé ring jagat rayané puniki sujatiné masikian, manyama makasami. Makasami sané urip? I Buron tur sarwa I Taru, asapunapi? Nénten ké makasami madrué pramana sané ngawinang ipun maurip sakadi manusané? I Taru kocap kakinné, I Buron bapanné, I Manusa pinih alit. Kenjekan ngamanahang baosé punika, I Kaki Dengkil éling ring piteket kakinné mangda ngelidin pisan mamadem-madem. “Da pesan Cening ngamatiang buron, nektek taru ngawag-awag. Ahimsa ento pikamkamé. Tattwam Asi ento parilaksanané.” Asapunika piteketé sané élinganga. Dawegé punika, I Kaki Dengkil ngamanahang janten pikobeté wantah nganutin parilaksana ahimsa tur tattwam asiné punika. Himsa karma janten nénten jagi prasida kamargiang santukan nénten prasida ngisep sari sakadi baos sastrané? Wantah pangrasa masikian sareng sané siosan minab aluhan nepasin. Dawegé punika, I Kaki Dengkil médaang déwék sareng I Lubdaka sané kabaos bangsa nisada ring caritané. “Sujatiné di jagat kaliné ené, makejang nisada! Ané pagaéné mamati-mati. Nu ké ada nyidaang ngahimsa? Rasané tusing ada!” Asapunika I Kaki Dengkil sambilanga iteh mamargi nuju Pura Jagatnatha genahé makemit wenginé puniki. Kenjekan iteh mamargi nuut rurung punika, panggihina byutané wénten sané pajlempang mandus getih. Siat? Inggih puniki siat. Siat paturu wargi panegara Bali. Nénten tatas napi sané prebutanga. Wantah riiné wénten siat, sinah jagi biur jagaté. Mangkin wénten siat, warginé tani renga. “Depinang gén… ané masiat ento sujatiné mrebutin artha brana. Mrebutin tongos pangupapira!” Miragi grémonan warginé asapunika, I Kaki Dengkil sayan lempuyengan sirehné malih ngamanahang indik vasudaiva kutumbakamé punika. “Lamun sajan suba tatas pesan tekén tetuek vasudaiva kutumbakamé ento kanti kasumsum tulangé, ngudiang enu masolah cara buron? Miribné ento ulian kuangan tatepasé buin abedik indik vasudaiva kutumbakamé, inggiané di sajeroning panyamaan apang ada silih sinunggil anggon panua! Ulesné panuané ento ané tusing guguna, utawi panuané ento ané pilih kasih? Ané kasayangang laut ngapak-apak, ané katemporatang laut nglunjak nagih sayangang!” Asapunika I Kaki Dengkil kantun susut mamanah. Ring bongkol taru celaginé ageng, sadurung rauh ring Pura Jagatnatha, I Kaki Dengkil wawu éling wantah sané patut dados pangelingsir ring sajeroning kulawarga punika wantah nénten sios sané kabaos Sang Catur Guru. Guru Swadyaya, Guru Wisesa, Guru Pangajian, tur Guru Rupaka. Makapatpat guruné punika, patut tekekang sadén. Wantah asiki guruné nénten sadén, makasami nénten. “Yén suba kanti kakéné panadiané? Guruné ané kén ané tusing sadéna?” I Kaki Dengkil ngurut tangkah, lempuyengan ngamanahang iwang patuté sukil pisan. (Jelantik)
Siat Peteng Nyoman Manda
KULKUL banjaré suba maklentung, krama banjaré suba liu ka umahné Balian Cegur, anak lingsir ané kasub sakti di désan tiangé. Cerik-ceriké takut tekén Balian Cegur krana orahanga bisa ngléak, ngeréh néngkléng, bisa dadi rangda, dadi badé, saktiné kaliwat-liwat. Dugas pidan maan dadi Mangku di Pura Dalem nanging krana bas sanget nyalanang pangiwa, dadiné suudanga tekén désané. Gobané saja serem pesan, paningalané ngicir, bokné gondrong gombrang-gambring apabuin Balian Cegur sing demen nganggo udeng. Dibi lingsiran Balian Cegur mati nadak, orahanga kalah masiat. Pasemayané yén korin gedongné mabenehin,
mara ditu ia bakal mati. Suba titah kalah, koriné amah tani, laut benahina tekén pianakné ané japin ja suba tawanga yén koriné benahina ia bakal mati, nanging yén suba pituduh Hyang Widhi ia sing nyidayang nombaang pianakné menahin koriné. Semengan koriné benaina tekén pianakné lantas lingsiran ia suba pragat mati buka munyin semayané. Pianakné abedik pesan sing manyet bapanné bakal mati krana bapanné sing naanang sakit apa-apa. Bapanné seger oger. Tumbén pesan tuni semengan bapanné ngedotang lawar pépé, mantuné orahina meli bé céléng seperapat kilo apang misi kulitné. Raganné gati ngalap don pépé ajak nangka abungkul lantas nglawar
magretekan ajak cucu-cucunné. Suud nglawar aken raganné madaar ajak cucun-cucunné, makedékan macanda ajak cucu-cucunné. Suud kéto lantas raganné ka balé dangin maebahan. Ngerok raganné pules kanti séng kauh. Kanti kalingsir raganné pules lantas mantunné makita ngentenin krana sing biasané raganné pules lemah kéto makeloné. Makesiab mantunné krana matuanné nengil pesan sing makrisikan. Mara usudina nyem léteg awakné. Tlektekina muané sing ada angkiané makebingan. Awakné dingin pesan. Ngejer ia lantas nyerit ngaukin muaninné ané sedeng ngandik saang. Muaninné ngrenjit teka krana luhné nyerit. “Kékén I Bapa?” ia matakon tekén luhné sahasa ngisi liman bapanné. “I Bapa nengil pesan,” luhné ngejer masaut. Muaninné makesiab ngisi awak bapanné makejang rasané dingin. “Béh... Bapa suba majalan, dadi sing pesan ada cihna sakit apa kénkén jeg dadi buka kéné bapa majalan,” ngeres ia mamunyi. Lantas ia ngorahin luhné nyemak kasa anggo ngrurubin bapanné. Magésoan ia pesu bakal ngorahin pisaga, nyaman-nyamanné tur kelian banjaré baan bapanné sing enu nadak buka kéné. Ngembeng yéh paningalanné. *** Lingsiran buin puané ramé krama banjaré suba teka krana tunian kulkulé suba maklentung. Satondéné sawa mapandusang, magompyokan kramané negak. Tiang masi negak di samping bataran balé dauh. “Aéng pesan saktin baliané ané ngalahang Balian Cegur,” ada anak tua nyletuk di samping tiangé negak sambilanga nyemak basé. “Koné baliané ento bisa dadi garuda?” “Dadi bisa kalah, koné Iwa Cegur, ragané sakti pesan,” ada anak teruna ané matakon polos pesan. “Di guminé yén ada ané aéng, ada buin ané aéngan.” “Duur langit ada langit.” “Dija Iwa Cegur kalah masiat Pekak?” buin anak terunané ento matakon. “Di Pegayaman, bengang ané tenget totonan.” “Béh...,” mapangsegan anak teruna totonan mara ningeh bengang Pegayaman. Inget tiang tekén bengang Pegayaman delod Désa Lodtungkangé. Angker pesan bengangé totonan di sisin pangkungé. Lemah suba ngejer bayuné yén léwat di bengangé ento. Apabuin masan sasih kanem jeg suba puun padangé ditu japin ja ada hujan dibiné. Padangé ditu puun sengeh krana ubeka baan api ané ngendih gedé pesan. Ditu suba tongos anaké masiat, anak sakti majadeng magejeran ngédéngang kasaktiané. “Dadi tawang kéto?” buin ia matakon. “Béh sing tawang Cening?” Lantas ia nuturang ditu suba tongos anaké masiat. Makejang anaké suba nawang krana sabilang peteng sasih kanem liu anaké uling dini mabalih anak masiat uling Bukit Jati. Ramé anaké kemu mabalih api magulungan gedé,
Payudan ring Pasametonan (3)
Olih : I K. Satria, S.Ag
BEBAOSAN Ida Sang Prabhu Kesawa ngawinang égar manah Ida Sang Shikandi. Gumeter angganidané ngayunin bebaosan Ida Sang Basudéwa sané nyumbungang kawéntenan Astinapurané “Uduh putran Ida Déwi Déwaki, napi mawinan I Déwa ngicalang pikayunan I Déwané indik kawéntenan semayan titiangé pacang mademang Ida Bhagawan Bhisma…? Napiké I Déwa mapikayun yéning titiang pacang sakadi Ida Sang Dharmaraja sané nénten ngayunin payudané puniki mamargi? Sesampuné makudang-kudang utsaha sané kamargiang olih Duryodhana mangda prasida mademang Panca Pandawa taler mautsaha nunas ring Ida Sang Purwacanaji ngwangun puri sané malakar antuk kardus mangda sida mademang Panca Pandawa, napiké nénten prasida dados dasar ngamargiang payudané puniki? Ha…ha…ha…, kawéntenané titiang sakadi mangkin tan bina sakadi nasikin segara. Minab I Déwa nénten ngayunin parindikané puniki, ha…ha…ha…. Sané mangkin sampunang malih panjang atur, pupulang prajurité saha kawitin payudané puniki. Malih Ida Sang Prabhu Krishna matur; “Uduh Sang Shikandi I Déwa, titiang sujatiné kantun mapikayunan indik kekalih pamargi. Payudané punika pacang kamargiang ri kala Ida Sang Duryodhana nénten malih prasida mapikayunan becik saha nindihin kapatutan. Sakémaon utama kabaosang yéning mangkin iraga ngayunin mangda mabebaosan dumun sadurung payudané mamargi. Sakadi sané sampun kabaosang i wawu, titiang nénten pisan mapikayunan mangdané Pandawa sané ngawitin payudané puniki. Icén mangda sameton saking Korawa sané ngawitin yudané puniki.” Sabhané punika ngwetuang pamargi mangda kamargiang patemon pantara sameton Pandawa sareng sameton Korawa ring Astinapura. Tetujonnyané mapangapti mangda payudané nénten durus mamargi. Indiké punika ngawinang Pandawa miwah samian sametonidané ngruruh ksatria sané mautama pacang kajudi pinaka sang sané ngangganing Panca Pandawa ka Astinapura maosang indik pamargi becik sané prasida kambil sajeroning pamutus pikobet sané kaduénang. Boya ngambil pamargi mayuda. Irika raris kajudi Ida Sang Kampilya sané ngamolihang galah mamargi ka genah Ida Sang Prabhu Dhrestarastra ring Astinapura maosang indik pikayunan becik Ida Sang Yudhistira. Kacaritayang mangkin, sang sané kautus ka Astinapura sampun nampek ring Jagat Astinapurané. Ida taler sampun sayaga pacang matur majeng Ida Sang Prabhu Dhrestarastra sané kala punika wénten ring genah saba. Ida Sang Kampilya sané kautus olih Pandawa raris digelis matur antuk tata wedanan sané dahat becik. Aturidané ngawinang kadaut manah samian sané mirengang. Ida nlatarang indik pikayunan Ida Sang Yudhistira mangda nénten ngambil pamargi mayuda. Ida wantah mapikayunan mangda kulawarga Yayati mi-
wah Kuruné prasida mapaiketan becik, degdeg sangkaning paiketan kulawarga sané becik, taler prasida ngamargiang swadarma antuk kasujatian mapikayunan pinaka sameton. Atur Ida Sang Kampilya sané dahat nudut kayun punika ngawinang sang sané mirengang seneng tur bangga. Kala punika irika wénten Ida Bhagawan Bhisma miwah Ida Sang Arya Widura sané makenyung manis mirengang atur punika. Irika raris Ida Sang Arya Widura mapikayunan matur majeng Sang Prabhu Dhrestarastra antuk bebaosan sané ngutamayang mangda Ida éling ring angga. “Mapidaweg titiang Ida Sang Prabhu sané kasumbung iriki ring Astinapura. Yéning Ida Sang Yudhistira sampun mapikayunan sakadi punika, manawi becik pisan pikayunanidané sané ngaptiang kasukertan pantara sameton sané patut pisan kapikayunin. Kawéntenané punika dahat becik ri kala Ida ngayunin mangda yudané nénten mamargi, parindikané punika taler prasida neduhang kabrangtian ring angga sakadi sané karasayang mangkin. Mangda nénten pikobet saha rasa brangtiné sakadi api sané kasiramin minyak, mawinan dados ageng. Sapatutné kasiramin antuk toya, mawinan degdeg tur tis. Yéning titiang ngayunin, kantun wénten genah sané ageng iriki ring jagaté kanggén genah ngwetuang kawerdian urip Ida Sang Duryodhana miwah Sang Yudhistira. Sampunang kantos sangkaning parindikan sané alit puniki ngawinang payudané medal sané janten pacang ngawinang biyuta ring jagaté.” Atur Ida Sang Arya Widura punika wiyakti nénten pisan prasida kapikayunin olih Ida Sang Prabhu Dhrestarastra. Ida wantah mapikayun ngutamayang putranidané sané pacang nyeneng agung ring Jagat Astinapura. Ida mapangapti saha mautsaha mangda kawéntenané punika prasida kapanggih. Sami ksatriané sané wénten irika tan bina sakadi kebo mabalih gong, sami bengong saha matungkas ring pikayunan. Sami mikayunin Ida Sang Prabhu Dhrestarastra kalintang bingung ngayunin pikayunan becik Ida Sang Yudhistira. Ngaksiang kawéntenané punika, Ida Bhagawan Bhisma raris matur antuk wibawanidané sané dahating ksatria; “Nawegang titiang Ida Sang Prabhu, wantah wicaksana pisan yéning pradé Ida Sang Prabhu kayun ngayunin bebaosané punika. Nerima saha ngamargiang napi sané sampun katurang olih Ida Sang Arya Widura i wawu. Duaning, samian sastrané taler maosang sakadi punika. Ngruruh karahayuan sané kautamayang saha degdeg tur pageh ring pasametonan. Titiang taler mapangapti mangda Ida Sang Prabhu ngutus pangayah saking Astinapura ngaturang parindikané puniki majeng Panca Pandawa. Lianan punika mangda kabaosang taler yéning para Pandawa katerima iriki, ring genahé puniki pinaka sameton Korawa,” sakadi punika bebaosan Ida Bhagawan Bhisma dabdab alon. (Masambung)
saling sander. Ada api lamun badéné ada masi liu ané lamun gunungé ngrebut magrapakan saling sander saling uber laut bencah mauyagan betén buin makeber menék, ada api cara naga ada cara raksasa saling dengkek kéto kanti kudang jam makeloné. Ramé pesan anaké nyatuang anak masiat peteng. Mara siep satuané sasubané keliané ngaturin ida danéné matangi krana watangané bakal pandusanga. Magrudugan krama banjaré bangun, krana watangané suba tuunanga uling balé dangin. Makejang ngrentebin maakin watangané .... Ata sedeng nira mantuk, sang sura laga ring hayun ... ada kramané nyumunin makekawin wewangkéan. Rurub watangané suba ungkabanga, béh ngenah aéng pesan goban Balian Ceguré. Bok gambring kumis nyempang. Ida Bagus Aji suba nyumunin mretéka watangané, kaboréhin, kapandusin makejang nyamané ngrunyung ngusud nyihnayang tresnané manyama. Kapandusin aji yéh ening, yéh kumkuman, suba kéto kasiramin aji yéh bungkak nyuh gading. Kidungé sada ngulun negehang, kénkén kadén undukné awak Balian Ceguré makliudan rasané, jeg ngenah tangkahné pelung ekung sebuh, muané pelung benyah. Serem pesan cara ia naanang sakit kagebug. Makejang anaké makesiab, kidungé ngancan ngulun nyerit pianakné ngeling ngakebin watangé ané sebuh. Ia nyerit makaik.... “Nyén ané ngénéang Bapa...béh apang antosanga Icang,” nyerit ia makrak maangkaban ancog-ancog nganggar limané nantang dija buin pidan kéto munyiné. Liu anaké ngelut ia apang nengil malu, pragatang bapa apang nglantur upakarané. Ida Bagus Aji ané mresihin watangané ngicén pawarah-warah apang séhina watangné aji pangganggo anyar suud kéto lantas ada nyamané ngisinin cunguhné momon. Pianakné enu grenjit-grenjit nyerit nantang. Liu anaké makeengan aéng pesan anak ané ngalahang Balian Cegur kanti mruput siaté yén kéto tatun ragané. Jani mara tiang ngugu yén anak kalah masiat yén pandusina aji yéh bungkak nyuh gading ngenah suba tatunné.... Pianakné buin nyerit tur ngakebin watangan.... “Béh yén saja bani eda ngebug uling duri, ené pianakné buin aukud sing mabinan saktiné, buin pidan, dija, ingetang ngorahang duén, masiat tanding di lemah masambung kancut, di peteng, eda ngrebut,” ia buin ancog-ancog nantang undang-undang. “Léak aji kéténg, ené arepin,” liu anaké ngisi ia krana sanget pesan grenjitané. Lantas watangané abana ka balé dangin, bantené suba macacar ngayabin anak sang hilang ané kalah masiat. Di pajongkokan kramané iyur nyatua koné Balian Cegur karebut kagrenyeng ajak liu tur géboga uling duri. Soroh ratun pangiwa masi uling sisin pasihé. Ragané kalah karebut, jani pianakné ngundang-ngundang nantang masiat. Masiat peteng.
Saking Langit Bali Ksama
suka duka sebet bagia punika kabaos sastra rwa binéda sampunang duka nglintangin segara sampunang suka nglintangin akasa sama duka suka ksama terima tulis gidat antuk lascarya urip wantah pamargi sengsara ngiring margiang titah bhatara
Tudékamatra
Nyanggra Warsa Anyar merconé sampun pada macedar kembang apiné pakebiar-biar kramané liang manahnyané égar matembang girang saha mapajar suasti nyanggra warsa anyar
warsa sané riin pacang matilar warsa anyar dumogi becik masunar sunar galang apadang sakadi damar laksana sané kaon sampunang kagelar dumogi kauripané sida mamargi antar Madé Suar-Timuhun
Kruna
14
Ida Bagus Bima Putra
Cerakén
Ngutamayang Pangabdian
Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Dharma Sthiti sané katerbitang olih Penerbit Indra Jaya. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pucu*,
Pucung
17.himãnÀipun/,
imban ipun, kuku;ksuztnÀiku,
kukuh kasunyatan iku, skdis*2kd/,
sakadi sang lekad, wwuh)mæsß\á);c)nik/,
wawu hempas manggeh cenik rrisѡhu(,
raris duur bj*tuwlhutæ)j;,
Redité Pon, 20 Désémber 2015
LAGU wajib nasional sané mamurda Bagimu Negeri sané karipta Kusbini duk warsa 1942 lintang, dados inspirasi majeng Ida Bagus Bima Putra, S.E, sajeroning ngamargiang swadarmandané pinaka Kepala Désa Kesiman Kertalangu, Dénpasar Timur. Lagu antuk liris saderana “Padamu negeri kami berjanji, Padamu negeri kami berbakti, Padamu negeri kami mengabdi, Bagimu negeri jiwa raga kami” puniki prasida nganter Gus Aji---sapunika dané ketah kasambat dados kepala desa salami nem warsa ring Désa Kesiman. “Sinarengan ring patinget Puputan Margarana, 20 November lintang, titiang taler muputang tugas titiangé pinaka Kadés Kesiman Kertalangu,” baos lanang sané embas ring Karangasem, 26 Maret 1966 puniki makenyem. Kacunduk wawu puniki, Bima Putra nugesang yéning anggané nénten pacang prasida ngamargiang swadarmaning pinaka kadés yéning nénten polih wantuan taler sokongan saking krama. Utamanipun para kadus ring wewidangan Désa Kesiman Kertalangu, BPD, LPM, Polmas, Babinsa, taler tokoh masyarakat tiosan. Kantun kaélingin pisan, Désa Kesiman dumun naen pol i h
bajang tua laut pejah
jejuluk desa tuara (desa miskin). Tatkala kajudi dados kadés, Bima Putra sumeken nguduhang krama ngwangun désa mangda sayan becik. Makudang-kudang utsaha kamargiang. Yadiastun nénten dangan kamargiang. Mabekel dasar pikayunan ngutamayang pangabdian, dané setata ngruruh pamutus kanggén nepas sakancan pikobet sané kapanggihin. Marerembug sareng krama setata kamargiang. Mawit matimbang wirasa punika pamuputnyané ngwetuang asil sané becik. Pradé wénten pikobet, dané setata matimbang wirasa sareng prejuru utawi karam désa. Malajah saking akéhan organisasi sané kamiletin, ngawinang rabin Ida Ayu Putu Gunarthi, S.H., puniki setata degdeg ri kalaning ngarepin pikobet. Sokongan saking rabi taler tetiga okandané ngawinang alumnus Fakultas Ekonomi Warmadewa, Dénpasar puniki setata mautsaha ngicén sané pinih becik majeng krama. “Titiang kajudi dados kadés nénten wantah nglinggatanganin surat-menyurat sané kaperluang krama kémanten. Wénten tugas abot, nguduhang krama mangda sayan becik malih, lewih sukerta, prasida ngamolihang hak-hak soang-soang krama, taler sané utama ngwangun désa mangda sayan becik malih,” baosdané. Katakénin indik pangrencana pencalonan mawali paletan kaping kalih kanggén nem warsa sané jagi rauh, Bima Putra makenyem kémanten. Majanten malih kawaliang ring krama sané sampun salami nem warsa kaajak ngwangun Désa kesiman. Yéning molihang galah malih, dané mapangapti mangda nénten ngawinang krama kuciwa. (ast/uma)
Sagung Diva Wastuningtyas
Mayasin Istri Gubernur BANGGA, baos cutet A.A. Sagung Diva Wastuningtyas, sesampun mayasin rabin orang nomor satu ring Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Siswi kelas VIII SMPN 3 Dénpasar puniki, molihang selah mayasin Ibu Lusia Adinda Dua Nurak, S.Pd., M.M, istri Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ring Dénpasar wawu puniki. Manut Gek Diva –sapunika penata rias puniki sering kasambat, pangrauh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT punika ring Bali, ngrauhin undangan pawiwahan adat Bali sinunggil sametonnyané ring Jembrana. Manut Gek Diva Ibu Lusia Adinda Dua Nurak bagia pisan nyaritayang yéning dané sujatinnyané marasa bangga nganggén busana adat Bali. Napimalih sané mayasin perias belia berbakat, sané nénten sios putri kesayangan A.A. Ayu Ketut Agung, pakar tata rias miwah busana adat Bali. Manut dané, pinaka kebanggaan katon anggun miwah jegeg sesampun kapayasin Gek Diva, perias belia sané sampun nerima sertifikat lulus kompetensi sajeroning Uji Tata Rias Pengantin Bali Modifikasi Bali miwah Modern. Sapisanan pinaka pamilet termuda wewengkon Indonesia saking Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), sané kaserahang olih Ketua Umum DPP Katalia (Asosiasi Ahli Tata Rias Pengantin Modifikasi dan Modern Indonesia) Hj. Koen Mulyono, S.E., M.A ring Jakarta. Ibu Lusia Adinda Dua Nurak baos Gek Diva banget angob majeng kawagedan dané mayasin. ABG ceria puniki muktiang yéning anggannyané sampun madué jam terbang tinggi sajeroning mayasin. Sering Ibu Lusia Adinda Dua Nurak, ngajumang kawagedan Gek Diva sajeroning mayasin. Ring galahé punika, nénten wantah Ibu Lusia Adinda Dua Nurak sané kapayasin, nanging wénten tigang diri. “Titiang angayubagia pisan molihang selah puniki tur meled muktiang yéning malarapan kawagedan tata rias, titiang prasida kacunduk tokoh-tokoh penting ring makudang-kudang daerah ring tanah air,’’ baos Gek Diva. Manut Gek Diva, Ibu Lusia Adinda Dua Nurak sosok anak istri sané banget bersahaja. Dané nénten ngréméhang kawagedan tata riasnyané. Samaliha Ibu Lusia setata ngajum dané. Angob sané kapolihang Gek Diva pinaka tantangan mangda prasida sayan becik. Utamannyané sajeroning nincapang kawagedannyané ring widang tata rias. Rumasuk kabisan komunikasinyané, minakadi sané sering kalaksanayang ibundanyané. Kawagedan Gek Diva sajeroning mengaplikasi make-up. Patut setata kaurukin saha katincapang. Istri saking Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya puniki samaliha meled ngundang Gek Diva mangda nglaksanayang demonstrasi kabisan merias, ring ajeng ibu-ibu PKK Provinsi NTT miwah yowana putri NTT. Tetujonnyané sajeroning ngicén inspirasi, yéning kateleban miwah kasumekenan ngambil sinunggil kawagedan pacang ngasilang paindikan becik. Minakadi sané sampun kalaksanayang Gek Diva, ring yusannyané sané kantun muda sampun prasida muktiang yéning dané prasida mandiri miwah waged merias. “Kawagedan punika pateh pentingnyané sareng teori. Titiang kaptiang mangda rauh ka Provinsi NTT tur mendemonstrasikan kabisan tata rias tiang, matetujon ngicén inspirasi remaja putri NTT, nincapang potensi sajabaning widang akademis. Kawagedan sané kalaksanayang yéning sumeken kaambil pacang ngasilang tur nyalantarayang dados sosok sané mandiri,’’ baosnyané negesang. Ibu Lusia Adinda Dua Nurak sujatinnyané madué ikatan emosi kuat sareng Bali. Indiké punika santukan masa kanak-kanaknyané kalintangin ring Kota Dénpasar. Pendidikan SD, SMP miwah SMA kapuputang ring Dénpasar. (ast/yan)
18.sk&somæun/,
saking sampun m\ÐinÐnÓir&kpu\С(,
mangkin kanti ring kapungkur m\á);spunik,
manggeh sapunika tnñidy*huwu;huwi;,
tan nyidayang uwuh-uwih j)gålnÓ¡(,
nerus nglantur kwsÓninÐsuztn/,
kawastanin kasunyatan
Magarang Tanah Warisan Pantaraning Sameton AKÉH prasida kapanggihin ring pakraman, krama Baliné maprakara indik tanah warisan ring kulawarga. Sameton lawan sameton saling pakenyatan ngulehang benehné soang-soang ngrebutin duman saking nanangné, bapanné, gurunné, ajinné, utawi ajungné. Nénten tanggung-tanggung prakara sakadi puniki sering pisan mapuara biyuta ngantos amati-mati paturu sameton palekadan. Prakara tanah warisan taler sering pisan ngantos rauh ring ‘meja hijau’
utawi pengadilan. Duh! Napi sané kapolihang? Sakadi sampun sering kapanggihin, prakarané sané rauh ring pengadilan puniki kantos tiban-tibanan nénten puput-puput. Ri sampun silih sinunggil sang sané maprakara kaponis utawi kaputus menang ring pengadilan negeri, sang sané kalah nénten lantas ngalah. Dané sané kalah sampun janten nguber keadilan ring pengadilan tinggi. Yéning sampun wénten sané kamenangang ring pengadilan tinggi, prakarané
kalanturang ka mahkamah agung. Asapunika sané sering kaaksiang ri kalaning kramané maprakara sareng sametoné padidi indik paduman tanah warisan ring kulawarga. Pangrasa nénten adil saking asil kaputusan pengadilan nénten puput ring ketok palu hakim pengadilané. Sakadi sané sering kaaksiang, dané makekalih sané maprakara punika lantas ngwarisang rasa gedeg utawi sakit ati ring pianak-pianakné ri wekasan. Sampun janten pianak sang
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
apekik
1. hp)kik/,
1. cantik
2.
arah-arah
2.
hr;hr;,
2. pemberitahuan
3.
aras
3.
hrs/,
3. cium
4.
arda
4.
Á(a,
4. setengah
5.
arip
5.
hrip/,
5. mengantuk
6.
arod
6.
herod/,
6. menangis terus
7.
arsa
7.
Á([,
7. keinginan
8.
asab
8.
hsb/,
8. gosok
9.
asri
9.
hsÉi,
9. indah
10. astawa
10. ÁsÓw,
Bahasa Indonésia
10. memuja
kalih salanturneé saling sikut nénten puput-puput. Sayuwakti puniki warisan sané nénten becik duaning wantah ngametuang biyuta. Ring satua Bali, wénten carita sané becik kanggén sesuluh indik prakara magarang tanah warisan pantaraning sameton. Ring satua sané mamurda Ahmad Muhamad, wénten kacaritayang ri kala I Ahmad mamargi ngalérang, ring tengahing wana ipun matemu sareng kekalih memedi sané sedek maprakara ngrebutang tetiga endongan pusaka warisan saking reramanné sané sampun padem. Makekalih memedi punika marasa méweh ngedum endongan punika mangda sami polih duman sané kabaos adil. Yéning memedi sané wayahan ngambil kekalih, sané cerikan marasa nénten polih keadilan. Yéning memedi sané cerikan nganbil kekalih, sané wayahan marasa nénten polih keadilan. Turmaning yéning endongan sané asiki karecah, pastika endongan punika nénten maguna malih. Nyingakin I Ahmad, memedi makekalih lantas nunas mangda lédang ngwantu ngedumang endongan punika mangda sang kalih polih duman sané kabaos adil. I Ahmad nyadia ngwantu. Ipun nundén makekalih memedi punika malomba nguber makatiga endongan inucap. Sira sané polih kalih, kapatutang ngambil kalih. Sané polih asiki, kapatutang ngambil asiki. Punika sané kabaosang adil. Memediné cumpu, lantas sang
Leh
kalih malaib pacuet nguber endongan sané sampun kalébang olih I Ahmad. Ri sampuné makekalih memedi doh malaib, I Ahmad lantas nundén makatiga endongan punika mawali malih ring genahipune majujuk. Pamuput, sami endongan pusaka punika mawali ring genahné I Ahmad. Ipun laut ngambil makatiga endongané punika lantur kaplaibang. Memediné makekalih marasa kakuluk-kuluk olih I Ahmad, nanging sang kalih tan prasida nguber palaibné I Ahmad. Ring daging satuané inucap wénten sesuluh sané patut kaambil tur prasida adungang sareng kawéntenan prakara krama Bali sané magarang tanah warisan pantaraning sametoné. Yéning incepang malih, iraga pacang éling. Pastika iraga jagi ngayunin malih ri kalaning mamanah marebutin tanah warisan leluhur, napi malih lakar makta prakarané punika ka pengadilan. Sampun akéh mabukti, ri kala prakarané rauh ring pengadilan, sang kalih jagi metuang prabéa sané ageng. Pamuputné sané pangguh, sang sané maprakara sami marasa pocol duaning sané menang wantah dané pengacara makamiwah sang tiosan sané ngurusang ring pengadilan. “Menang di pengadilan, tanahé telah!” Sakadi punika sesimbing sané sering kabaosang. (Tudekamatra)
SIRA ten demen leh? Manawita makasami demen nyingakin sarwa leh. Leh sangkaning nénten wénten leluu ring pakarangan. Leh sangkaning nénten wénten mis mabrarakan ring marginé. Leh sangkaning busanané ten kumel. Leh riantukan nénten wénten daki neket ring angga sariran iraga. Sayuakti punika sané mawasta leh. Akéh anaké ngraosang indik pabuat leh. Leh ring raga taler leh ring wewidangan genah iraga meneng. Leh ring raga santukan sampun nyabran raina masiram. Sapunika taler inggihan busana sampun ngraina kapanting. Indik mua nyabran semeng miwah sadurung sirep kabersihang. Untu taler kadi asapunika. Miwah sané tiosan sampun becik pakantenané. Yén indik leh ring wewidangan genah iraga nglaksanayang sahananing pamargi kauripan patut taler leh sakadi angga sarira iraga. Napi mawinan patut leh? Riantukan wewidangané sané leh punika satios kanggén genah meneng, makarya miwah sané lianan, taler sané pinih mabuat wantah anggén nepasin sakancan panyungkan. Minakadi ring paumahan. Patut kasampatang nyabran raina mangda kedas. Leluu pamekas mis platik digelis kaborbor utawi kaentungang ring tong sampah ring sisin marginé. Sampunang ngantos madugdug. napi malih sué nénten kaborbor. Punika sané ngawinang akéh wénten buyung teka. Yéh taler mangda nénten wénten makembengan. Mangda leguné nénten sayan ngakéhang. Yén sampun buyung miwah leguné akéh, sinah iraga gelis pacang keni panyungkan. Leh ring raga taler leh ring wewidangan gumanti banget mabuat pisan risajeroning mamargi ring kauripan puniki. Sakémaon satios ring leh makekalih punika, patut élingang wénten taler leh sané pinih mabuat. Leh punika nénten ja tios wantah leh ring pikayunan iraga. Nénten mamanah sané ngawinang anak tiosan nemu kaduhkitan. Nénten mapikayunan jelé ring sesamén manusa. Nénten taler makeneh jagi ngutsahayang mangda digelis sugih miwah sané lianan antuk malaksana sané mimpas tekén ajah-ajahan agama. Melahang pisan ngelehang karang manah. Riantukan makasami sané wénten gumanti wantah metu saking manah iraga. Becik laksanan iraga metu sangkaning manahé suci. Asapunika taler kaon parilaksanané santukan nénten mrasidayang nyaga tur miara karang manahnyané mangda sida leh setata. (I Komang Alit Juliartha)
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Pon, 20 Desember 2015
Bali Nungkalik 3: Simpul-simpul Pemersatu
Bali Nungkalik 1: Jejak Kekerasan Komunal
SEJUMLAH Sahabat amat kaget begitu mengetahui bentrok ormas Kamis Kliwon, Ukir, 17/12/2015 lalu di Lapas Kerobokan yang berlanjut ke kawasan Jalan Teuku Umar, Denpasar, berujung maut empat orang sesama Bali. “Hanya untuk urusan ormas, orang Bali tega membunuh sesama Bali?” tanya mereka. Padahal, semula temanteman di luar Bali mengaku teramat khawatir begitu bom meledak di Legian, Kuta, 13 tahun silam, dilanjutkan dengan ledakan bom dua tahun berikutnya di Jimbaran dan Kuta, orang Bali akan membalas bertindak kekerasan terhadap kaum pendatang di Bali. Mereka sangat khawatir, usai diguncang bom, Bali lantas akan digetarkan oleh perseteruan antaretnis, bahkan antaragama. “Dugaan kami meleset jauh. Yang terjadi malah sangat terbalik dari perkiraan semula. Sesama Bali malah saling berseteru, padahal semestinya setelah dibom semua orang Bali bersatu-padu untuk bangkit kembali,” tutur teman dari Jakarta lewat telepon. Banyak orang keliru, memang, melihat Bali senyata-nyatanya yang layaknya pepatah tua “air tenang menghanyutkan”. Di permukaan tampak begitu tenang, aman, damai, sejuk, nyaman, sangat bersahabat, namun di bawah permukaan yang tak terduga malah penuh gejolak, kaya pusaran air yang siap membetot, menghanyutkan, hingga mematikan. Watak komplet serba nungkalik-paradoks ini bukan hanya monopoli Bali mutakhir masa kini, memang. Jejaknya malah sudah tergurat begitu panjang, sejak zaman Bali Kuno. Pencitraan kepentingan dagang, bisnis, ekonomi kapitalis, rupanya telah sebegitu mengaburkan pandangan jernih orang terhadap realitas watak Bali yang serba nungkalik-paradoksal itu. Prasasti-prasasti masa Bali Kuno begitu bertaburan menyuratkan data perihal perseteruan horisontal antara satu desa dengan desa lain, antarkelompok warga sedesa yang akhirnya berakibat pada pemisahan desa. Ada pula perseteruan vertikal antara warga desa dengan aparat birokrasi kerajaan (terutama aparat pemungut pajak) akibat aparat tidak konsisten menegakkan dan tunduk aturan, seperti memungut pajak lebih tinggi daripada yang ditentukan raja (= korupsi dalam bahasa masa kini), akibat aparat berlaku arogan terhadap warga (rakyat). Cuma, kita sulit mendapatkan
data pasti dan otentik dari prasasti menyangkut konflik antarindividu, karena prasasti (layaknya lembaran resmi Negara) hanya memuat hal-hal yang pokok dan berskala besar dalam ukuran zaman bersangkutan. Namun, kiranya tidak terlalu salah bila diasumsikan bahwa pada zaman Bali Kuno pun konflik-konflik antarindividu itu ada. Ini kiranya cukup membuktikan “filsafat manusia” gaya Bali yang memandang organisme manusia utuh sebagai “dewa ya, bhuta ya”: bahwa manusia (tanpa batas zaman, batas etnis, geografis, ras, agama, dan lain-lain) memiliki spektrum potensi sama-kuat sama-luas antara menjadi dewa (konstruktif, berkesadaran, berpencerahan, mengagungkan watak Kedewataan) dengan menjadi bhuta (destruktif, berkelupaan, berkegelapan, mengunggulkan watak danawa dina). Kapan pun, di mana pun watak manusia pengisi dunia ini sama saja: dewa versus danawa, baik versus jahat, ramah halus versus keras kasar, aman versus ricuh! Lihat saja, prasasti Bwahan A (961 Saka = 1039 M), prasasti Prasi A yang dikeluarkan Raja Jayasakti (1070 Saka = 1148 M). Atau, prasasti Cempaga C yang dikeluarkan Raja Batara Sri Mahaguru, tahun 1264 Saka (1342 M, 673 tahun lampau, atau setahun sebelum Bali ditundukkan Majapahit). Prasasti ini menyuratkan Desa Tumpuhyang menyerang tetangganya, Desa Cempaga. Dalam aksi itu orangorang Desa Tumpuhyang bertindak sadis: merampok, menawan, lalu membunuh penduduk Desa Cempaga. Mereka juga membakar rumah dan merampas harta, termasuk hewan piaraan, warga Cempaga. Tak sanggup menghadapi keganasan warga Tumpuhyang, warga Cempaga pun lari, menyelamatkan diri ke desa-desa lain. Konflik dengan tindak kekerasan sejenis peristiwa “Cempaga Kelabu” bahkan sudah dapat dilacak nun jauh sebelumnya, sebagaimana tersurat dalam Prasasti Babahan (839 Saka = 917 M), 11 abad lampau! Lalu, terekam pula dalam Prasasti Sembiran A-I (844 Saka = 922 M, berarti 5 tahun setelah Prasasti Babahan); Prasasti Ujung (932 Saka = 1010 M); lalu Prasasti Sembiran A-II (987 Saka = 1065 M, atau 143 tahun setelah Sembiran A-I). Kekerasan missalkumunal Bali sudah begitu panjang dan dalam, memang, akar-akar jejaknya! ldeprabas
run silent..., run deep.... in the long long run, sail along SMSoliloquy
Coming on Age in Balidwipamandala ...
16 Agustus 2015
16 Agustus 2018
PUISI lCitra
Sasamita
PADA AMBANG GARIS MATAMU : Umbu Landu Paranggi
Di tanganmu sabda para nabi telah menyusut Menjadi ayat pertama Ayat yang hingga kini diburu musafir bahkan para malaikat Sebagai syarat kesempurnaan doa-doa keselamatan Dalam menciptakan kehidupan Di kedalaman gurat-gurat yang menjadi pertanda nasib, Telah kau siarkan; “kesunyian akan datang melahap dengan beringas Melumat dan mengepung tanpa ampun Melebihi badai atau segala luka perjalanan “ Namun, tidak satupun kegaiban dapat menyesatkanmu Dengan pertanyaan-pertanyaan falsafah Filsafatlah yang tersesat dalam labirin ingatanmu Adakah yang kau dambakan selain menjadi kesunyian itu sendiri? Sementara kau tidur, dunia menjadi dua macam warna Langit kehilangan birunya Laut kehilangan kedalamannya Dan daratan dihuni oleh jasad-jasad tanpa gemuruh dalam darah mereka Demikianlah Pada detik seterusnya Burung-burung bermigrasi menuju ambang garis matamu Kicauannya bukan mengabarkan tentang batas-batas takdir Melainkan mengultuskanmu menjadi takdir itu sendiri
Epilog Pembakaran Sita Jika saja kau menyimpan abuku Segera setelah pembakaran Segera setelah doa-doa berhenti Dan menaburkannya dalam liang Yang akan menjadi penghabisanmu Dengan rindu mengganas Maka menjelmalah kita dengan sempurna Ingatlah sejenak Ketika api pertama menyulut tubuhku Kenanglah sebagaimana ayat keseratus Kau tulis dalam keningmu; Bahwa pada mataku yang memutih Masih dapat kau lihat musim-musim Dimana kita menari diatasnya Juga dalam dingin yang diciptakan para dewa Pada kulit dan seluruh sel yang menjadikanku ada, Pertemuan kita melahirkan roh paling kudus Yang menjadi darah, debu, dan hangat yang purba Lihatlah aku sekali lagi Saat darahku mengering dicumbu maut Aroma dan merahnya akan mewakili Segala yang ingin kusampaikan padamu Perihal keabadian Melampaui zaman dan usia yang mudah diterka
Bali Nungkalik 2: Korban dan Pengorbanan DATA-DATA prasasti dari zaman Bali Kuno itu kiranya cukup membuktikan betapa citra bikinan perihal Bali yang “aman, tenang, nan damai” itu sepatutnya memang dicermati seksama. Tidakkah ini terlalu berlebihan, kemudian membikin lengah semua pihak, sehingga kemudian cenderung makesiab, kaget, tidak siap menerima kenyataan bahwa Bali sesungguhnyalah berpotensi besar “meledak” dengan konflik atau kekerasan sosial-komunal-massal yang dahsyat—meruntuhkan “istana pasir aman-nyaman-damai” yang dibikin kaum dagang. Di bawah permukaan “yang damai, tenang, nyaman, aman” itu sesungguhsungguhnyalah Bali memang “penuh gejolak”, penuh api-membara di bawah tumpukan sekam kekecewaan, kekesalan, ketakberdayaan korban dan pengorbanan: di balik prosesi upacara, piodalan, hari raya keagamaan dengan kidung, musik, dan genting genta dan puja pendeta yang merdu menghanyutkan mengheningkan itu, ternyata ada juga sisi riuh kekerasan tajen hingga mebat yang bisa meledak beringas menebas, membakar, membunuh, dan dan seterusnya. Satu hal menarik adalah bahwa konflik-konflik internal di Bali yang terjadi pada era kemudian, baik pada zaman kolonial Majapahit, pada masa penjajahan Belanda, masa Kemerdekaan, Gestok atau G-30-S/ PKI (untuk sisi kelam Bali ini baca kembali Geoffrey Robinson, The Dark Side of Paradise: Political Violence in Bali, terbitan Cornell Press, Ithaca, 1995) maupun semasa Orde Baru, Orde Reformasi (studi kecil-kecilan berdasarkan berita di surat kabar lokal Bali didapat data: sepanjang era Reformasi tahun 2001-2014, rata-rata ada 2 kasus konflik sosial komunal-sosial di Bali dengan tindak kekerasan membakar rumah/ruko/kafe/kantor/bus, menyerbu desa lain, merobohkan tembok, adu fisik, hingga masa sebelum bom meledak di Kuta, 12 Oktober 2002 lalu (peristiwa amuk massa yang merusak dan membakar kantor pemerintahan di Badung, Buleleng, dan Jembrana pada 21 Oktober 1999 menyusul tidak dipilihnya Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI oleh MPR, bisa menjadi satu contoh kasus) justru tidak
Dalam Gugur Dedaunan Kering Dalam gugur dedaunan kering Barangkali kabut menyeretku dalam semua kenangan merah Membiarkanku tahu bahwa dalam ingatannya yang kelam, gunung memendam api masa lalu Tapi lekas ia menyerang dengan dingin yang parah serupa hujan jarum-jarum Membiarkanku tahu bahwa kering dan pasrah adalah aku
Menuju Pembakaran Inilah pernikahan abadi kita, dimana aku sempurna menjelma perawan untukmu Setelah hidup yang begitu singkat Dan kematian adalah puncak kerinduan dari waktu ke waktu Tanpa terhitung angka tahun Telah lama kunanti dunia menghapusku Meski rapal mantra dan jimat-jimat penebus Membuatku selamanya menjadi tanda hari; menjadi pemujaan yang bertubi-tubi
HAMPIR “semua” konflik besar yang muncul dalam kurun zaman Bali Kuno itu pada akhirnya diselesaikan langsung oleh raja sebagai simbol tunggal seluruh kekuasaan negara (eksekutif, legislatif, maupun yudikaif, termasuk otoritas agama yang mendapatkan masukan dari para pendeta kerajaan). Penerbitan prasasti oleh raja atas konflik-konflik komunal tersebut cukup kuat menunjukkan bahwa raja memberi perhatian sekaligus “mengintervensi” lalu memutuskan benar-salah penyelesaian konflik tersebut. Putusan raja, karena itu, menjadi putusan tunggal sekaligus putusan puncak. Untuk memutuskan solusi atas perkara konflik, raja terlebih dahulu mengutus aparat kepercayaannya (setingkat samgat) untuk melakukan penyidikan terhadap realitas fakta konflik. Ada kalanya juga raja turun langsung. Solusi yang ditempuh raja kemudian dalam mengatasi maupun menyelesaikan konflik, sepanjang yang dapat dicermati dari prasasti-prasasti Bali Kuno, antara lain: (1) pemisahan desa (kini diistilahkan “pemekaran desa”) yang saling berkonflik dengan memberikan otonomi penuh kepada desa yang menjadi korban konflik, sehingga itu berarti ada konsekuensi terhadap teritori; (2) pencabutan kewenangan dominasi dan/atau otoritas satu desa atas desa lain, seperti mencabut kewenangan memungut pajak satu desa kepada desa lain yang menjadi korban kekerasan, sehingga desa korban menjadi bebas dari dominasi desa atau pihak lain. Ada lagi satu pola solusi yang ditempuh raja dalam menyelesaikan konflik antarwarga ataupun antardesa, yakni (3): membentuk persekutuan desa, dalam arti sejumlah desa (thani, banwa, karaman) dipersatukan dengan satu ikatan. Persekutuan desa ini bisa didasari karena: (1) kepentingan dan persamaan tempat suci (sapanembahan), seperti dapat disimak dari Prasasti Sangsit A keluaran Raja Anak Wungsu tahun 980 Saka (1058 M); ataupun (2) persamaan sumber air (dari danau, bendungan, dam, empelan, hingga alur aliran sungai) yang berdampak pada distribusi ekonomi (pengairan subak
sawah dan tegalan) sehingga persekutuan desa dipimpin oleh seorang ser atau makahaser (belakangan menjadi pakaseh, pemimpin subak) atau desa terhulu, seperti Desa Trunyan/Turunan yang paling berpengaruh di antara desa-desa persekutuan di pinggir/sekitar danau (wingkang ranu), sebagaimana dapat dicermati dari Prasasti Trunyan A-I (tahun 833 Saka = 911 M). Ada kalanya juga persekutuan dibentuk akibat, lain yakni: (3) ikatan tanggung jawab bersama karena samasama berada di kawasan daerah perburuan sang raja, yang biasanya dipimpin seorang hulu kayu (semacam mantri hutan), sehingga pertimbangan ekologis dan geografis menjadi sangat menentukan, sebagaimana dapat dibaca dari Prasasti Pengotan A-I (846 Saka = 924 M). Di sini bisa ditafsirkan bahwa persekutuan dibentuk justru sebagai media komunikasi sekaligus sebagai media pengintegrasi (dengan tali pengikat yang konkret, seperti pertimbangan ekologis maupun geografis; selain ikatan emotif-religius, seperti tempat suci) bersama antarwarga, antardesa, sehingga terjadi pembauran, muncul rasa memiliki bersama, muncul rasa saling kesepahaman, saling mengerti. Dari sini lantas muncul rasa saling menerima yang melampaui batas toleransi. Dalam perspektif inilah kiranya bisa dipahami dan didudukkan relevansi kehadiran simpul-simpul media komunikasi masyarakat Bali masa lalu, seperti sekaa, bale banjar, pura dengan berbagai variasi aktivitasnya masing-masing. Bahkan juga termasuk simpul-simpul media komunikasi peradaban air, seperti tukad, pancuran, permandian umum, dan lainlain. Media pengintegrasi terbesar dalam Bali Tradisi yang dikembangkan era belakangan justru adalah upacara, yang sanggup mewadahi berbagai keragaman, meretas sekat-sekat primodial sesama Bali. Tapi, di titik upacara ini pula korbankorban dan pengorbanan punya potensi menyekam sedemikian rupa: membara jadi api ego bhuta ya, atau justru menerang cemerlang jadi dewa ya. ldeprabas
sedikit menunjukkan pola dan akar persoalan yang sama, ataupun mirip, menyerupai pola konflik pada zaman Bali Kuno. Variasi pemicunya kini bisa berupa: (1) salah paham anak muda atau geng atau ormas; (2) dendam elite yang terlampiaskan dengan menggunakan emosi kelompok/ geng/komunalitas banjar/desa; (3) sanksi adat yang cenderung ditolak oleh warga yang terkena sanksi karena dinilai terlalu memberatkan; (4) kelas/wangsa; (5) ekonomi; (6) politik. Variasi baru ini bisa dipahami, karena kondisi Bali kini sangat plural, heterogen dalam arti seluas-luasnya. Berbeda jauh dengan kondisi sosial masa Bali Kuno yang homogen eko-agrarissosio-religius di segala sektor kehidupannya. Di masa Bali Kuno itu terjangan arus ekonomi kapitalistik, termasuk lewat media informasi dan transformasi, apalagi turisme, belum begitu deras. Meskipun etnis dan
kebudayaan Cina sudah berpangaruh saat itu di Bali, termasuk dalam hal ekonomi, namun ada spirit dan nilai dasar yang relatif mirip atau bahkan sama dengan spirit dan nilai Bali, sehingga terjadi akulturasi yang solid antara keduanya. Wajar bila dari zaman Bali Kuno relatif belum ditemukan data yang menunjukkan adanya konflik warga Bali dengan pihak luar Bali (antar-etnis, antarras, apalagi antar-agama)—terkecuali lewat perang, penundukan pihak luar terhadap Bali, seperti dilakukan pihak Majapahit dari tanah Jawa, Belanda dari Eropa, lalu Jepang (Asia), lantas dengan NICA. Ada kalanya orang Bali menghadapi secara parsial pihak luar dengan tindakan puputan, namun pemicu utama tindakan puputan ini justru adalah persoalan kedaulatan teritorial—yang dengan demikian juga berarti kedaulatan atas tanah, yang bisa berarti tempat maupun ruang, termasuk tubuh manusia Bali. ldeprabas
Sajak-sajak
lAnwar Noeris
Aku Tak Hendak Pergi Kemana
Aku tak hendak pergi kemana, membawa apa-apa Waktu, nama, kilometer, dan angka-angka Jauh di luar sana Di dada yang galap ini, aku petapa Yang hanya mengenali sepi sebagai rahasia Tetap di sini, aku tak punya tujuan, Tak punya alasan mengejar matahari Menyingsingkan gelisah Tahu-tahu aku lupa kapan ulai buta, Mulai mati segala Indra Membenamkan diri pada gelap Pada kini yang juga kehidupan
Tapak Kaki
Aku biarkan kau pergi kemana saja Menapaki hidup, menemukan sesuatu Yang tak mesti sia-sia
Mungkin setelah kulalui sebelas menara yang Tuan hadiahkan Membuat senja lebih menyala Serupa birahi Untuk kembali menyatu dengan rusukmu
Jalan tak pernah mengaturmu untuk berhenti Bahkan kembali menjadi lugu: Duduk bersama mimpi-mimpi Yang asu.
Namun pada langit keberapa Dapat kugapai dirimu?
Maka berangkatlah sejauh entah Membuka mata penuh Cinta dan kesengsaraan ketunggalan yang telah menunggu Dan sementinya kau tak harus tahu Ada apa di balik itu
Diantara kobaran api yang akan menjadikanku ilusi Malaikat dan musafir bersorak, Lalu seketika diam Barangkali mereka, barangkali ingin memerangkapku Dalam ritus perjalanan Hingga di pucuk menara, langit memucat dan bintang pertama muncul Pandanganku tersihir akan rimba Dimana sekali lagi kau dimahkotakan untuk menguasai ketiadaan Puluhan ribu tubuh mengantarku melewati tiga dunia Menopang kerajaan untuk tubuh suriku Kepada api yang tak singkat mengepul Dalam upacara penyatuan denganmu
Phantasmagoria : Otto Dix
Selalu ada hijau dan coklat busuk saat kita mencatat luka perjalanan. Bukan karena perang yang mengingatkan tentang lumpur berwarna bata serta udara anyir dari tubuh-tubuh gosong oleh mesiu. Kita telah melewatinya, membayar Hans Koch gila untuk menukar kemih dan ginjal kita. Kita setuju, pisau jagal perempuan-perempuan pasar adalah pemuas hasrat yang tergelap. Meski merobek perut dan menjalin usus menjadi satu bukanlah percintaan kusyuk pasangan kumuh. Para pelacur yang mencegat memakai sutra murahan menyamarkan lumut dan nanah pada tubuh yang telah ditandai ratusan lelaki. Pun kita nikmati hingga cipratan merah menggenangi permadani. Namun bukan hal itu yang menjadikan hijau dan coklat busuk saat kita mencatat luka perjalanan. Bukan pembunuhan atau persetubuhan dalam gang-gang sempit dan lembab. Melainkan kematian yang memeram luka hingga menjadi tumor sejauh usia kita.
Arles dan Kamar Sunyi : Van Gogh
Kita akan mengerti arti pelepasan Sesaat setelah burung bulbul hinggap pada ranting berbentuk salib Bukan kicauannya yang kita dengar Melainkan sebuah aria, Casta Diva! Kita tak butuh pendeta untuk sebuah pelepasan Angin akan segera menyampaikannya Bersama dedaunan kering dan menghitamnya bunga-bunga iris Sesaat kita akan menjadi asing dengan aroma gandum Kita lupa dengan rasa anggur Hanya bau terpentin dan cat-cat berwarna suram di kamar tidur kita Di Arles kita menyatakan kerinduan pada seekor gagak yang datang Sebelum sebuah requiem di dengar dengan penuh khidmat
Oh, Nama dan Waktu
Ayu Sri Ratna Yuningsih
Kau adalah kota yang selalu malam Dengan ribuan rahasia yang terus tumbuh dari keluguan Saat aku memandangmu, jalan begitu asing aku tempuh Tak ada silau lampu-lampu, tak ada deru kendaraan yang asu Di dada ini, kemudian kegelisahan menyusun degup Menghitung alamat demi alamat Untuk memastikan perjalanan Nama dan waktu Oh, Nama, yang telah membuka pintu Rembulan msuk mendudukkan cahayanya
Hujan Pertama
Langit terlalu angkuh mengamini Bahwa rintik ke seratus Adalah kesedihan hujan yang abadi Tanah basah bersembunyi dalam Rumput-rumput yang menggigil Kulit pepohonan yang dulu kering Pun dirajam kesunyian Sayangnya bukan gerimis Karena dengan itu ia bisa menatapnya lebih lama Sebelum terjerembab dalam lembab Meski kabut sempat menyambutnya Dalam pestakegamangan
yang indah Meneruskan kembali rencana hari-hari Alangkah dunia kembali seperti dahulu Saat Adam menemukan hawa Air mengalir membentuk sungai Pohon-pohon hijau membentuk semesta Oh, waktu, kembali berdenyut Meriwayat undakan, catatan Dan mase depan Meski kita masih percaya Segalanya akan berakhir, segalanya sia-sia
Lihatlah Mataku Sekali lagi Sebelum Engkau Benar-benar Pergi Lihatlah mataku sekali lagi sebelum engkau benar-benar pergi Meninggalkan barang-barang tentang sepasang burung keil Yang tak pernah getir menandang terik hari, jejer pohonan yang rindang Angin pagi yang menjatuhkan embun kelupuk mata Kita terlalu hafal peristiwa itu, di mana kita begitu asik menertawakan diri sendiri Sesekali memukul-mukul tanah yang lapang ini dan berucap ''kita memang tolol'' Lihatlah mataku sekali lagi, dan masuklah dengan perlahan Temukan getar yang tak pernah padam Ya, di sana tak ada yang benar-benar selesai, Tak ada yang sia-sia. Kau dan aku. Kita yang tak harus percaya gemerlap masa depan, Tapi begitulah jalan -- kita selalu dibuat tunduk dan menyerah pada suatu yang mungkin Ke barat aku pergi. Dan pilihlah arah yang tersisa Sebab kita tak harus bersama menyulam hari-hari dijenjang nafas kita Pergilah.. ISTIYA (O) Aku serupa dilempar dari katup bibirmu Terjatuh dan menjadi pelupa yang santun Di depanmu, aku masih merinduimu Tapi kau tak akan percaya, dan begitulah wanita Memang memiliki pemahaman yang sempit akan kebenaran Pastinya aku tak akan banyak bicara Dan menyusun bahasa hati laki Tapi ingin kudedahkan doa-doa Dari segala kegelisahan yang sumbernya berada di dada Pada setiap yang masih menjadi rahasia Bagi engkau yang masih ragu-ragu menentukan asalmula Bahwa aku telah lupa akan detik-detik yang menumbuhkan waktu Hari yang bakal datang, juga dunia yang berputar, Di sini, semua terasa abadi, kau dan aku.
NASIONAL
16
Minggu Pon, 20 Desember 2015
Yama, Varuna, Satakratu, Kuvera Senang Terima Abhimanyu
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta
(Edisi Seratus Empat Puluh Sembilan) Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
ABHIMANYU adalah putra yang disayang dari putri keluarga Vrishni. Dia selalu aku buat gembira. Sayang, aku tidak melihat dia aku akan pergi ke tempat tinggalnya Dewa Yama. Dengan rambut yang ujungnya keriting, hatinya lembut, muda usia, matanya seperti seekor gazela muda, langkah-langkahnya seperti seekor gajah sedang marah, Abhimayu tinggi seperti pohon sala. Bicaranya manis, selalu diiringi senyum, jiwanya tenang, patuh pada perintah atasan-atasannya. Dia bertindak seperti seorang yang telah matang dalam tahun-tahun, walaupun masih muda usia. Bicaranya sangat menyenangkan. Dia sudah kehilangan kesombongannya. Keberanian dan energinya besar, matanya menyerupai kelopak bunga lotus. Dia sangat baik pada mereka yang setia kepadanya. Di memiliki pengendalian diri luar biasa, mengikuti tanpa maksud apa-apa. Tahu berterima kasih, memiliki ilmu pengetahuan, sempurna menggunakan senjata-senjata, pantang mundur ketika bertempur. Senang pertar-
ungan. Kehadirannya menambah ketakutan musuh-musuh, rajim memperhatikan kesejahteraan sanak keluarga, menginginkan kemenangan untuk ayah-ayahnya. Tidak pernah memukul pertamatama, tanpa takut sama sekali dalam pertempuran. Aku tidak melihat anak itu, aku akan pergi ke tempat kediamannya Dewa Yama. Dalam perhitungan para prajurit kereta, dia selalu dianggap sebagai seorang Maharatha. Putra Subadra itu lebih unggul daripada aku satu setengah kali. Masih usia muda, berlengan perkasa, sangat sayang kepada Pradyumna serta Kesava. Diriku sendiri sayang padanya. Jika aku tidak melihat anak itu, aku akan pergi ke tempat kediamannya Yama. Hidungnya indah, demikian juga dahinya, mata dan alis matanya. Bibirnya cantik. Jika aku tidak melihat muka itu, kedamaian apa yang dapat aku miliki. Suaranya merdu seperti suara Kokila jantan. Sangat menyenangkan. Suaranya merdu seperti suara alat musik Vina. Tanpa mendengarkan suar-
anya, kedamaian apa yang hatiku ini dapatkan? Ketampanannya tidak ada bandingannya. Jarang ada bahkan di antara kaum surgawi. Tanpa menatapkan mataku pada wujud itu, kedamaian apa yang dapat aku miliki? Dia sempurna, memberi salam kepada atasan-atasannya, dengan penuh hormat. Dia selalu patuh dengan perintah ayah-ayahnya. Sayang, jika aku tidak melihatnya, kedamaian apa yang dapat dimiliki oleh hatiku? Abhiamnyu pemberani dalam pertempuran. Dia tidak biasa dengan kemewahan. Pantas mendapat tempat tidur paling lembut. Sayang, dia tidur hari ini di atas tanah gersang. Seolaholah tidak ada seorang pun peduli kepadanya, walaupun dia yang utama dari pemanah itu. Dia memiliki pelindung-pelindung yang merawat mereka. Putra Arjuna itu ketika berada di atas tempat tidurnya, selalu dijaga wanita-wanita cantik. Sayang, dia terkoyak-koyak oleh panah-panah musuh itu. Tidak ada serigala-
serigala mencari mangsa di sekitar medan pertempuran hari ini. Dahulu, dia dibangunkan dari tidurnya oleh penyanyi-penyanyi, penyair-penyair dan Veda yang dipuji. Sayang, dia hari ini dibangunkan bunyi-bunyi janggal dari binatang-binatang buas pemangsa. Muka yang tampan itu pantas dinaungi payung. Sayang, debu di medan pertempuran pasti mengotorinya hari ini. Oh nak, engkau tidak beruntung seperti aku ini. Kematian dengan paksa mengambil engkau dari aku, yang selalu ingin dan
tidak pernah puas melihatmu. Tanpa diragukan, tempat tinggal Dewa Yama selalu menjadi tujuan ksatria-ksatria berperilaku baik sepertimu. Rumah mewah menyenangkan itu, disinari hari ini oleh kemegahanmu sendiri. Rumah sangat indah itu sudah engkau buat dengan baik. Tanpa diragukan, Dewa Yama dan Dewa Varuna, Satakratu serta Kuvera mendapatkan engkau sebagai seorang tamu populer dan hebat. Mereka dapat berbuat banyak atas kepahlawananmu sendiri. (bersambung)
Sloka 4.11 Ye yatha mam prapadyante tams tathaiva bhajamy aham mama vartmanuvartante manushyah partha sarvasah Jalan apa pun yang diambil seseorang untuk mencapai-Ku, kusambut mereka dengan jalannya, karena jalan yang diambil setiap orang di setiap sisi adalah jalan-Ku juga, oh Arjuna.
Ditabrak Mobil Pengawal Kapolres, Ketua Pansus Desak Lino Dicopot Pengendara Motor Tewas Banyuwangi (Bali Post) Nasib apes menimpa Kapolres Banyuwangi, Jawa Timur, AKBP Bastoni Purnama. Mobil dinas yang mengawalnya menabrak pengendara motor hingga tewas di Jalan Raya Jember, tepatnya di jalur berkelok Kumitir, Kalibaru, Banyuwangi, Sabtu (19/12) kemarin. Insiden ini dipicu pengendara motor yang menyalip dan memakan jalur lawan, sekitar pukul 14.00 WIB. Pengendara nahas itu, Nurkolis (21), warga Dusun Bangunrejo Desa Parangharjo Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Korban tewas seketika di lokasi kejadian, kepalanya remuk. Informasi di lapangan menyebutkan, insiden ini berawal saat mobil Kapolres melaju dari arah Jember menuju Banyuwangi. Kapolres yang mengendarai mobil Toyota Fortuner hitam dikawal mobil dinas Suzuki Vitara. Tiba di lokasi yang jalannya mulus, dari arah depan muncul korban yang mengendarai motor Honda 70. Motor ini menyalip truk trailer. Celakanya, motor korban tak bisa melaju dengan kencang. Akhirnya, korban dihantam moncong mobil yang mengawal Kapolres. Saking kerasnya,
korban terpental, tubuhnya tergilas roda trailer dan tewas. Korban kemudian dibawa ke RSUD Krikilan, Glenmore, Banyuwangi. Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama membenarkan kejadian tersebut. Perwira asal Lampung ini menceritakan saat kejadian pihaknya berada di mobil belakang. Beruntung, dirinya tak mengalami luka apa pun. “Jadi, pengendara motor menyalip truk trailer, lalu memakan jalur lawan dan tersenggol mobil di depan. Yang membawa sopir, saya di mobil yang satunya,” kata Kapolres via pesan singkat. Dia memastikan kondisinya tidak apa-apa. Sementara itu, paman korban, Buari, mengatakan pihaknya tak mengetahui
Pura Gunung Lebah
Pura Gunung Lebah
Saksi Perjalanan Rsi Markandya PURA Gunung Lebah merupakan salah satu prahyangan jagat yang berlokasi di kampung turis Ubud. Pura yang kini ramai dikunjungi wisatawan ini, juga merupakan saksi dari perjalanan Maha Rsi Markandya, usai menanam panca datu di Pura Besakih, Gunung Agung. Pengempon Pura, Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati S.E., M.M., Sabtu (19/12) kemarin, menjelaskan bahwa berdirinya Prahyangan Jagat Payogan Agung Gunung Lebah Tjampuhan Ubud banyak dijelaskan dalam lontar Pura Pucuk Payogan Druwe Griya Gede Banjarangkan Klungkung. “Pada lontar itu dijelaskan setelah lama tinggal di Gunung Agung, Rsi Markandya kembali merabas hutan ke arah barat, sampai di perbukitan di Ubud hingga akhirnya berhenti di pertemuan dua aliran sungai,“ jelasnya. Di sisi timur aliran sungai tersebut disebut dengan Wos Kangin, sementara di sisi barat disebut Wos Kawan. Pertemuan dua liran sungai tersebut selanjutnya disebut pecampuhan. “Pecampuhan ini juga disebut pertemuan antaran purusha dan pradana yang akhirnya memberi kesuburan. Di lokasi itulah selanjutnya Rsi Markandya
membangun tempat suci yang disebut Pura Payogan, hingga selanjutnya menjadi pura Gunung Lebah,“ tuturnya. Pada saat didirikan, diduga bangunan Pura Gunung Lebah sangatlah sederhana. Apalagi pada massa prasejarah Bali, makna sebuah pura bukanlah berbentuk candi, melainkan ruangan terbuka dengan batubatu alam yang tersusun yang dikelilingi pembatas terntentu. “Nah pada abad ke-10 Pura Gunung Lebah diperkirakan sudah memiliki bangunan sederhana yang menggunakan fondasi dinding tiang dan atap,“ bebernya. Hingga 1961, Pura Gunung Lebah menjadi tempat pertemuan para sulinggih, pertemuan itu pun menghasilkan piagam yang disebut piagam campuhan. Selanjutnya, almarhum Tjokorda Gde Agung Sukawati pun ditetapkan sebagai pengempon pura, yang nantinya memiliki tanggung jawab dalam kaitanya keberadaan pura. “Jadi kewajiban sebagai pengempon pura ini juga meliputi tanggung jawab penyiapan setiap ritual, hingga perbaikan untuk bangunan fisik. Hingga kini sebagai pengempon dilanjutkan oleh kami bertiga putra almarhum,’’ ujar pria yang akrab disapa Tjok De ini. (kmb35)
pasti kronologis kecelakaan maut tersebut. “Saya tahunya dikabari polisi, katanya korban kecelakaan,” kata Buari yang ditemui di RSUD Krikilan. Pria ini mengaku, korban pamitan bekerja di Ketapang, Banyuwangi. Sehingga pihaknya tak mengetahui ke mana korban akan pergi. Terkait insiden ini, pihaknya masih menunggu keputusan keluarga yang bekerja di Bali. “Kalau keputusan keluarga seperti apa, saya belum tahu. Ayah korban masih di Bali,” tegas Buari. Sayangnya, Buari juga tak mengetahui berapa nopol motor korban. Menurutnya, motor yang dipakai korban baru beberapa hari dicat kuning. Status korban kata dia baru tamat SMA dan belum menikah. (kmb30)
BPM/kmb35
Jakarta (Bali Post) Ketua Pansus Pelindo II, Rieke Diah Pitaloka, mendesak agar penetapan tersangka Direktur Utama Pelindo II, Richard Joost (RJ) Lino, oleh KPK disikapi secara sigap oleh pemerintah. Langkah yang diharapkan Rieke yaitu pemerintah mencopot RJ Lino dari jabatannya. “Harus ada langkah politik untuk menonaktifkan tersangka dari jabatannya,” kata Rieke Sabtu (19/12) kemarin. Jika penonaktifan Lino tidak dilakukan, perempuan politikus PDI-P itu mengatakan, publik akan menuding ada skandal aneh dalam kasus ini. “Kalau tak berani, publik akan menganggap ada masalah apa (dalam kasus RJ Lino). Teriak-teriak ada korupsi, tapi menonaktifkan sepertinya sulit,” kata Rieke. Dia berharap pemerintah serius dan merespons apa yang menjadi desakannya tersebut. Dengan penetapan tersangka Lino, Rieke makin yakin apa yang disampaikan oleh mantan Kabareskrim Komjen Budi Waseso atau Buwas, beberapa waktu lalu sangat kuat. Diketahui, saat menjabat Kabareskrim, Budi Waseso telah membongkar dugaan korupsi yang menjerat Lino. “Apa yang disampaikan Buwas itu tak mengada-ada. Itu (korupsi) mungkin terjadi,” kata Rieke. Dalam kesempatan tersebut, Rieke juga menegaskan kembali agar KPK tak hanya berhenti menjerat Lino dalam kasus pengadaan crane pada 2010. Dia mendorong lembaga antikorupsi itu untuk membongkar problem yang lebih besar dibanding pengadaan crane. “Tapi, ini harus masuk ke persoalan yang mendalam, seperti yang disepakati di paripurna yaitu perpanjangan kontrak JICT yang diduga merugikan negara,” kata Rieke. Diberitakan sebelumnya, KPK telah menetapkan Lino sebagai tersangka dalam
BPM/ant
Rieke Diah Pitaloka kasus dugaan penyimpangan pegadaan tiga unit quay container crane (QCC) tahun 2010. Lino disangkakan melanggar pasal 2 syat 1 dan atau pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 KUHP. Dalam perkara itu, Lino disangka menyalahgunakan wewenang sebagai Dirut Pelindo II dalam proyek pengadaan quay container crane
dengan maksud memperkaya diri atau korporasi. Penyalahgunaan wewenang itu dilakukan Lino dengan memerintahkan pe-
nunjukan langsung kepada satu perusahaan asal Tiongkok untuk pengadaan tiga unit quay container crane tersebut. (kmb/ant)
PROPERTY INVESTOR CLUB (PIC) Komunitas bisnis dan hobby investasi
Mulai bisnis investasi properti modal kecil potensi untung besar untuk pensiun dini & Sejahtera.
Keanggotaan terbuka utk umum, S&K berlaku* Info: 0361 900 8884, 0811 399 2099 (jam kerja, no SMS) Fb: john.sadewa Twitter: johnsadewa PIN: 59529854
John Sadewa ( I Wayan Sukarja) Hp. 081 138 01502
C.0001502-PRO
TANAH KAVLING
LOKASI : JL. TUKAD BALIAN - RENON 2
121m
2
100m
2
100m
2
100m
2
100m
Siap Bangun JL. TUKAD BALIAN UMA
2
100m
2
2 100m
100m
2
2
121m
LEBAR 6M 2 110m
2
100m
2
100m
2
100m
2
100m
100m
2
167m
245460 / 0811398086 081936271163 / 08123600422
C.0001547-RPA
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Pon, 20 Desember 2015
17
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris
!!!Sopir Pribadi yg bs Matik,Pengalaman Kerja, Disiplin,Gaji Tggi+Bonus Hub:Toko Besi Murah Jl.Teuku Umar Barat 17 Marlboro Dps
Dcr Sopir Hub.415588
A.BP.001.12.15.0001742
B.BP.141.12.15.0001019
!!!2 Org Sopir B1, Yang Sudah Pengalaman Kerja, Gaji Tggi,Ada U.Mkn,Ada Kos Hub.Murah Makmur Bangunan Jl.By Pass Ngurah Rai 888 Kelan
Dbthkan Sgra u/Posisi Waiter/s Cook Helper,Chef, Elektrician Marketing&Reservasi,CVke:Sea Safari Cruises Jl.Ry.Pel.Benoa Email:hrd@seasafaricruises.com
A.BP.001.12.15.0002006
Dcr PRT brpglmn sopan,rajin tgl dlm Gj.2 juta,082247191953
B.BP.141.12.15.0000954
Dibutuhkan Segera: *Baker(Oven,Mixing,Table) *Crew Pastry *SPG Toko *Waiter/ess*Helper Kualifikasi: *Pria/Wnt Usia 25-30th,*Pend. Min.SMU/SMK/Sdrjt,*Berpglm di bidangnya,*Jujur,Sehat Jasmani & Rohani,Krm Lam Ke:The Orange Fresh Baked Jl.T.Umar No.48Dps
A.BP.001.12.15.0001809
Dcr Experienced Female Reservation,Good English (Written And Spoken),Good Looking And Good Salary For TravelAgency Renon Denpasar Emanagement@redlotusbalipropert y.com attention to Sulis or Hub:(0361) 970980 Att to Ayu
B.BP.004.12.15.0001004
B.BP.141.12.15.0001017
Dbth Cook Utk Tia Garden International Restaurant & Bar Jl.Cemara 64 Sanur Telp.0361289136 Hp.083117244525
!!!Butuh Sales Bangunan Rajin,Gaji Pokok+Bonus Fee Tinggi Hub:087860972660
B.BP.141.12.15.0001018
Dicari PRT Tinggal Dalam Gatsu Timur 081236373802
A.BP.001.12.15.0001931
Looking For Bartender Good English Bring The CV to Pad bar & Grill Legian 162 B.BP.154.12.15.0001033
A.BP.001.12.15.0001939
Bth:Sopir simB1,Mrktng,Adm. Piutang,Kep.Gudang.Lam:Jl.Himalaya no.9,Dps.Ph:087861454652/hr d.trisuryainternusa@gmail.com
A.BP.001.12.15.0001850 Bth Sgr Dokter Utk in House Dcr Cook(Pria)CV:Rest SangRia Clinic di Ubud Kirim CV:info@ bmmcbali.com Info:087861006162 Jl.Werkudara No.5 Legian 739237 A.BP.001.12.15.0001673
A.BP.001.12.15.0001912
Dcr Sgr HairStylist/Therapist Pglmn GP+UMkn+Kms 081999167000
Cr Kry Lk2 MinSD R.Mkn,Mes,Mkn Gj Bns Dps Kuta T.085737647417
Mekanik Spd Mtr utk Jimbaran, Tdr Dlm, Gaji, Insentif dll. SMS 082146805559
Butuh Bagian Pengiriman Pria Max.30Th SIM C.Kirim Lam V-Gen RTC Rimo Lt.Basement No.8 T.08561070707 Bpk.Billy
B.BP.161.12.15.0001002
B.BP.004.12.15.0000695
!!!3 org Sopir B1,Gaji Tinggi+ Mess Gratis Hub:Toko Besi Murah Jl.Teuku Umar Barat No.17(Sebelah Warung Buleleng)
B.BP.141.12.15.0000975
!Dcr Therapis Pglm/Tdk Gj.Pokok U.Mkn+Srvs 411852/081238222575
A.BP.001.12.15.0001895
A.BP.001.12.15.0001864
A.BP.001.12.15.0002004
C’Bezt Resto Cari Supervisor/ D3,Cook,Admin SMK/D3 Hub:Jln.Sidakarya Ruko No.3
Dcr Bag Store Manager,Mekanik Enginering,Kepala Toko,Tukang Masak,Staff Kasir, Supervisor, Pramuniaga,Satpam.Krim Lam ke Nirmala Plaza Jl Kampus Unud Jimbaran No.81 T.087860641406 E:nirmalasupermarket@gmail.com
A.BP.001.12.15.0001822
A.BP.001.12.15.0001961
Cari Staff Pria Berpengalaman utk Kitchen Telp.08124630812
A.BP.001.12.15.0001922
Cr PRT Perum Mng Maning Tidur Luar/dlm Gj 1,2-1,5Jt Hub.08123684658
B.BP.154.12.15.0001039
B.BP.135.12.15.0000971
Cr Adm AR Wnt SMA Bs Kompt Toko Wali Furn Jl.Mahendradata 80 Gyr Hp.0819 1656 7314
A.BP.001.12.15.0001635
Cr Pmbantu Gj 1,5Jt yg Nganter Dpt 500,T.488315/487612 LgsKrj
A.BP.001.12.15.0001986
Dbt sgr Tng Garden u/di Hotel Jl.Diponegoro 51 (0361-247111)
A.BP.001.12.15.0001550
A.BP.001.12.15.0001529
Cr Mgr u/Rest Pglm Bid.Kuliner &Mrktg,Lmr:siti_nrs@yahoo.com
Dbth Office Boy Gaji Tinggi Hub,081805549538 Segera
A.BP.001.12.15.0001963
Bth Sgr House Keeping Max25Th CV hm@kubuanyarhotel.com T.0361-766230
A.BP.001.12.15.0001628
Dbthkn Personal Trainer Wanita dan Cook u/Cafe,Email:raifitne ss.sunset.bali@gmail.com Telp 08283605005/03618947333
Bth HK&CS bs Inggris u/Guest House di legian 081338184340 Bth Sgr Guru Tk dan Pengasuh TPA Hub.082340336433
A.BP.001.12.15.0001927
Dbthkn Krywn:Spv u/Produk Sirup Marjan.Lmrn dibw Lgs ke PT.Puji Surya Indah Jl.By Pass Ngurah Rai No.17 Pesanggaran
Butuh Sgra Chief Enginering Exp.Electric,Plumbing,AC,Wood, Paitn Hub Gede 081337293191, 284069 (0361)
B.BP.166.12.15.0001040
Bali Best Adventure Tour Looking for Sales & MarketingStaff Info Ph:8473864/085237163229 E:info@balibestadventure.com
Dbthkn 10Security 10OB 5Marketing Hub.03618423050 PT.SIL
A.BP.001.12.15.0001878
Dcr Arsitek/Sipil S1/D3 untuk Drafter(CAD 2D&3D) email CV ke diky.bravo@yahoo.com
B.BP.154.12.15.0001034
A.BP.001.12.15.0001972
A.BP.001.12.15.0001816
Dcr Krywti Serabutan min.25 ke atas 081999375747-085737979474 A.BP.001.12.15.0001943
Dcr PRT/Jaga Anak Pglm Gj1,3Jt Tgl Dlm KD 087860195288 Sdkrya A.BP.001.12.15.0001982
Dcr Peg Admnistrsi&Sopir SIM B Jl Gadung No.81, 08123989518
A.BP.001.12.15.0001845
Dcr Penjahit dan PRT Wanita bs Tgl dlm 083119512333 Renon Dps
A.BP.001.12.15.0001926
Dcr Tukang Potong&Tukang Jahit di Ubud KTP Bali 082145014906
A.BP.001.12.15.0001694
A.BP.001.12.15.0001944
Dcr SPG,SPB,Sopir,Gudang,Bali Pet Shop Jl.Setiabudi No.23A Dps Hub.085739342199
A.BP.001.12.15.0001819
Dcr Sgr Accounting Wanita Pnglmn Min2Th S1 Akuntansi Mngerti Perpajakan,Menguasai MS Office Hub:082138532222
B.BP.101.12.15.0001009
Dcr Spr Pariwisata Bhs Inggris Aktif Max 29 Th 081338769166
A.BP.001.12.15.0001929
Dcr karyawan Pria Rumah Tangga Kebun Dll H.730384 Legian Kaja B.BP.154.12.15.0001035
Dicari 20 Karyawan untuk Mini Mart Hub UD.Bali Bagus Keboiwa IIX Padang Sambian Kaja sbelah Utara Pom Bensin Gatsu Barat
A.BP.001.12.15.0001756
Dicari Design Grafis Adobe Photoshop&Illustrator&Indesign pengalaman Hub:081337801239
Dicari Sales Counter dan Staff Gudang.Krm Lam & CV ke PT.Bali Tegeha Agung
A.BP.001.12.15.0001920
Dicari Staf Service Quality Min D3 Pnglmn Hub.081337650059
A.BP.001.12.15.0001888
Dicari Stocktaker Distributor Baju Brpengalaman,Gaji Menarik Hub.0361704468 atau 703477 hadisastra@yahoo.com
B.BP.004.12.15.0000937
A.BP.001.12.15.0001771
Dicari Tenaga Serabutan Pria Dicari Ex Cleaning Service Htl Perempuan/Laki Max25Th Blm Nkh Tidur dalam Hub.082145384288 A.BP.001.12.15.0001855 A.BP.001.12.15.0001901 Tinggal Dalam,Teknisi/Helper Kontraktor Bth:Acc,Acc Manager Cowok max 35Th Jujur,Rajin Dcr Tukang Masak Western&Chinese Food & Packing Kue&Handling 08113144678/085935337799Suanda Pengawas Lap.(Min S1 Pglmn min 2Th).Adm Gdg Proyek(Pria),TekB.BP.101.12.15.0001010 Hub:085205865455/08123637000 nisi (bisa Mesin&Listrik),Supir Dicari Karyawan/Karyawati A.BP.001.12.15.0001769 (punya SIM B)&Office Boy/Girl Tamat SMU/Sederajat bisa Dcr: Banyak Waiter/s,Bs Inggris CV Email ke hrd.mataharibl@gma Komputer Hub.081337019111 Cook Helper,Pmbtu Tk Msk u/ResA.BP.001.12.15.0001861 il.com Ph.082339930603 toran di Legian H:081236109808 A.BP.001.12.15.0001919 A.BP.001.12.15.0001884 Kary/ti Admin Min SMU Nusa Dua Look for Asst,Chief Engineeri081999202060 Dibthkn Sgr Sales IndiHome B.BP.101.12.15.0001008 ng and Asst.Manager Gardener. Min SMA Sederajat Ubud,Gianyar Please Send CV to: Dicari Krywati Admin + Hub.08123953514 Singaraja gm@bloolagoon.com Quality Control*Min SMA, Hub:085103030444 B.BP.004.12.15.0000935 Transportasi Sendiri,GajiBagus B.BP.004.12.15.0000864 Looking for a book keeper/data Krobokan-Br KAnyar 08174716179 Dibutuhkan:Masing-masing 3 org B.BP.004.10.15.0000345 entry in Sanur Good in Ms. Bartender,Waiter,Cook (min.2th Dicari Terapis & Pegawai Salon Excel&numbers.Send CV to: Pengalaman),DW Waiter,DW Cook Hub:081238495599 imeldahas10@gmail.com Helper,DW Bartender,Kirim ke: A.BP.001.12.15.0001928 A.BP.001.12.15.0001852 Dicari segera Tng Spa pria/wnt Bridges Bali,Campuhan Ubud/hrd Need Reservation Staff E:info@ @bridgesbali.com/0361-289752 Hub:085739257676/0361-9006579 balifuntasea.com P:03614723617 Dcr Tukang Harian u/ Finishing Bangunan H:081246468225
A.BP.001.12.15.0001790
B.BP.145.12.15.0000973
A.BP.001.12.15.0001942
Marketing Komunikasi, tamat sarjana/diploma berbagai jurusan, penampilan menarik. Lamaran ke Bisnis Bali, Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar
G.01
Sopir SIM A, Satpam, Tenaga Serabutan umum, laki-laki, usia dibawah 20th. Lamaran ke Bisnis Bali, Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar
G.02
IT Staf, tamat diploma Teknologi Informasi berbagai jurusan. Lamaran ke Bisnis Bali, Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar
G.03
PT Mensa Binasukses Membthkan: Seles Girl u/ Kosmetik dan Consumer, Loper/Tenaga Kirim, Tenaga Gudang, Kirim Lamran ke Jl.Gn Agung No.161 Tlp.9005531
A.BP.001.12.15.0001844
PT.MPG Cr Admin Good English Lmr/CV:balimitra@yahoo.com Telp.0361-4726055/ 081239888422
A.BP.001.12.15.0001956
Tng Penjual Pria minSMA ke Teuku Umar 180 Farub 081330209869
A.BP.001.12.15.0001825
Visnoe Restaurant Dcr:Waiter/ss Cook,Cashier,Bartender,HRD. PemampilanMenarik,Ramah,Disiplin.Kirim CV & Pasfoto ke Jl. Pelabuhan Benoa No.02 Pesanggaran Tlp.0361722344 atau Email: visnoe.international@gmail.com A.BP.001.12.15.0001934
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post FORD
ISUZU
New Panther 2008 LS Turbo Asli Bali KM 80Rb Hub:08873436820
A.BP.001.12.15.0001957
Over Krd Ford Escape’06 AT Orisinil UM35Jt, 085100856999
B.BP.141.12.15.0001027
MITSUBISHI
DAIHATSU
Feroza’94 Htm Ban31 Gnteng Siap Tahun Baruan,087760100999BsKrd
A.BP.153.12.15.0001988
Grand Max Pick Up’14Hitam1.3cc Oris Total 75Jt 08123964757 BU
Pajero Dakar 2013’12 Antik KM 5364 TV3Bh Original Vkool Putih 0818338999
A.BP.001.12.15.0001858
A.BP.001.12.15.0002000
Jual Feroza G2 Th’98 Hg 70Jt nego HP:082341087888
L300 PickUp Disel’97Bordes Ban Baru Kediri Tbn 082334638670
B.BP.154.12.15.0001036
A.BP.001.12.15.0001997
Xenia R Sporty’13 Putih AsBali 145Jt H.085100856999 Pribadi
JEEP
Dijual Mobil Cherokee’95 Matic Merah Maroon 081239013392
A.BP.001.12.15.0001948
B.BP.141.12.15.0001024
Xenia’08 Li Deluxe Plus Silver AsBali Mls Trwt 085100584428
A.BP.001.12.15.0001968
KIA
KIA Sportage II th’2005 AT H.90Jt T.087860856999 Pribadi
B.BP.141.12.15.0001026
HONDA
Jimny GX’96 VR15 Jl.Akasia XVI Gg.Durian 8 Hub:085100438902 A.BP.001.12.15.0001955
Splash 2012 Hitam AsliBali Tgn 1 beli baru 08123919484 Pribdi
B.BP.155.12.15.0001013
Splash’2011 Manual Silver Asli Bali Gres 99Jt 081337776455BUC
A.BP.001.12.15.0002001
Suzuki Katana Country’94 AC Jl KertaRaharja IV/49 Tlp.720884
A.BP.001.12.15.0001985
TOYOTA
Kijang Inova’05 Bensin Audio Istimewa H.081999572823
B.BP.141.12.15.0001032
All New Avanza G’14 Putih Mulus Istw 082144723168 BsKrdt
A.BP.153.12.15.0001989
Rush S Th’2010 Silver AsDK Terawat H.0851 05 05 2880 BUC
B.BP.164.12.15.0001012 CarensII’04 Slvr AsBali Manual *Hnd.Freed’2013 AC Dobel Putih Mls Trwt VR17 085101783994Prbd Avanza G’2006 HitamMet Mulus *Splash’2013 Putih dan Hitam A.BP.001.12.15.0001970 Ori Luar Dlm 99Jt,081239600292 *Jazz RS Matic th’2015 Pmk A.BP.001.12.15.0001999 AUDI *Avanza G’12+13+14 Pilih Warna Audi R8 V8SFI 2010 Full Option Fortuner GLux 2.7 A/T Htm’10 Tk.Pakerisan 72 Pjr Dharma Mtr Tnp Lecet,085101581600 Pribadi Knalpot Quicksilver SuperB.BP.141.12.15.0001031 B.BP.141.12.15.0001028 Sport Hub.0813-8933-1929 Jual Honda CRV 2013 AN Avanza G’13 Silver Manual B.BP.033.12.15.0001003 LowKM Mulus Trwt 085101978746 2.4cc Hub:081238142917 SUZUKI
A.BP.001.12.15.0001949
A.BP.001.12.15.0001971
Dijual Jimny GX’97 Biru Met Fortuner G Lux Bensin’09 Akhir H.CRV Prestige’13Pmk Pth FVar Siap Pakai 50JtNg,089687875971 Htm Tgn1 AsDK 255Ng,0817356809 Mazda 2R’2015 Putih&Hitam 2unt B.BP.164.12.15.0001025 B.BP.164.12.15.0001014 Innova G’2015 KM1000 Spt Baru Baleno 05 10Jt Aja Sisa Teken Over Kredit Inova E’13 Hitam + Jl.Tukad Barito No.32 Dharma Jl.P.Kawe 44A Dpn Alfamart Dps Ijin Lengkap Hub.081239444405 Motor Dpn Clandys Grosir A.BP.001.12.15.0001959 B.BP.141.12.15.0001029
Honda CRV’05 Manual Hitam AsDK Jimny GX 94 Biru B30+ Cary Gjh Original 08113991699 Prbdi BUC Mada 97 VR AC H.085237000840
A.BP.001.12.15.0001984
A.BP.001.12.15.0001987
SERVICE
BIRO JASA
SERVICE TV
ANTI MAMPET
PANGGILAN
B.BP.101.12.15.0001006
Yaris E’10 Putih Mnl Pribadi 0819-1614-8048 A.BP.001.12.15.0001994
DIJUAL MOBIL
Djl 2unt Rmh Mnimls 1Lt T50/100 Djl Rmh Lt2"allanna Prestige” Tnh Kavling Jl.Besakih Suwung Jual Tanah 5 Are Batubulan DIJUAL VILLA Ds.Beraban Tbn,085792880030 Muding-Krobkan-Kuta-0361467292 Kauh H08123871809/081337569788 Hp.082145964726 Jual Villa Jl.D.Tondanau Sanur A.BP.001.12.15.0001134 -0895347679235 Laku Disewakan A.BP.001.12.15.0001632 A.BP.001.12.15.0001603 Lgkp Kolam Renang,081338544644 Djl Rmh 180/150 di Nuansa Kori *Tnh 1A,300Jt Abianbase Dalung Jual Tnh Kapling 2,5Are Saba A.BP.001.12.15.0000996 B.BP.164.12.15.0001030 A.BP.001.12.15.0001862 Udayana Jimbaran 087860041028 Rmh Mnls SiapHuni 3Kmr Tdr Lok Jl3m,081237666809/085935497688 Gianyar081936178992/0818559922 DICARI MOTOR A.BP.001.12.15.0001638 A.BP.001.12.15.0001996 082138258844 Dalung permai HP:081999375500 1-2A SHM Jl.Batuyang Gg.Elang Promo Tnh Kavling Lok Desa WiA.BP.001.12.15.0001925 A.BP.153.12.15.0001679 081338294465 RUPA-RUPA sata Periwi Bongkasa 4 Per Are B.Bln 0811399266 Mbl Msk Aspal Djl Rmh Canggu Permai 82m2 Beli Tinggi Motor Bks Sgl Merk Atasi Rmh Bocor Grnsi&Renov KARANGASEM A.BP.001.12.15.0001849 A.BP.001.12.15.0001998 699JtNg08123882548,08123882549 185Jt utk 3 Kav 087761441344 Jl Rmh Mrh Lok Blkg Smst GaliA.BP.119.12.15.0001719 asi Rmh.Pak Sefri 085100774702 BUC Harga Ng L.1,25A Jl.SuradiB.BP.166.12.15.0001041 A.BP.001.12.15.0001993 DISEWAKAN MOTOR Djl Rmh Dalung Permai 3KT Jl6m ran KPR 25th DP Kecil 08593501 pa Cck Rmh Gdng Hub085792224346 Tnh Kav Jl.Besakih Suwung Kauh Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Bima Bali Rental Motor, Rent B.BP.101.12.15.0001007 Dp10% 08123871809 2984 085237141144 082340827014 LT150m2 Istmw 1,5M087861399597 A.BP.001.12.15.0001876 081337569788 Talang,Dll(Daris) 085102796346 Motorcycle IDR 60.000/Day.More Dijual Tanah 2Are Lok.Jimbaran A.BP.001.12.15.0001958 A.BP.001.11.15.0002129 A.BP.001.12.15.0001962 Day GetDiscound.HP085213407377 Hub.081236469466 Djl Rmh dkt Gren Kori 720jt DISEWAKAN RUMAH AhliRmh Bocor Dak Dinding Atap A.BP.001.12.15.0001614 A.BP.001.12.15.0001540 SINGARAJA Nego Hub: 08563877111 Dikont Rmh Tk.Badung Renon 4KT Djl Kav Baru 1 Are Bitra Gianyar Garansi Hub:Melki 085237357937 A.BP.001.12.15.0001129 BUC tanah 3 Are,Sambangan Suka2KM Garase AC 08179730701 Sgra A.BP.001.12.15.0001979 Jln 5 Mtr Hub:081999025757 Djl Rumah L.2,5Are Jl.Tkd Yeh DIJUAL RUMAH sada Aspal 3m Hub:085238535005 A.BP.001.12.15.0001967 A.BP.001.12.15.0001634 Jual Rumput Futsal Second A.BP.001.12.15.0001783 Aya 98-Renon 081999671444 Jual Rmh Murah Hrg 210Jt Dkont Rmh Prum Petanu Res&Skar Djl Tnh 1,2Are Jln.Cargo Gatsu A.BP.001.12.15.0001978 Merk Domo Hub.087860067734 Lok Tabanan Hub:087861949911 DIJUAL TOKO Tunjung Est Hub.081338774680 Hub.085792880030 KPR Djl Rumah Minimalis Lt2 Jl.Tkd A.BP.001.12.15.0001371 A.BP.001.12.15.0001953 A.BP.001.12.15.0001995 Toko dan Rumah Renon Denpasar A.BP.001.12.15.0001135 Pancoran IV i Ph.082233669998 Djl/Knt Rmh Cantik Keboiwa Jual Rugi 087862970090(Owner) KEHILANGAN Djl Tnh 1,7Are Jl.Kepaon Indah A.BP.001.12.15.0001969 DIJUAL TANAH Utara 115/150 Lkp 082311782242 B.BP.135.12.15.0000970 Gg.Mekar Sari 2 Blok C 1 No.14 Hlg BPKB DK8489FD An.Drs I Gst Jual Tanah 1 Are Jimbaran A.BP.001.12.15.0001981 Djl Rmh Mewah 2.2Are KertaDalem Denpasar Hub:08113998588 Mansion Full Furniture, Billard DISEWAKAN TOKO Ngr Wiratha No.BPKB:A8595603-O 850Jt Akses 5mtr Type100/60 Rumah 1 Are 081338734870 A.BP.001.12.15.0001875 Kont Toko+Gdang 10A Jl.MahenA.BP.001.12.15.0001945 A.BP.001.12.15.0001823 Karaoke,Spool:085100724312 Almt:Siulan Dps 082146581229 Djl Tnh 1,92A BuanaRaya Masuk dradata 99X 350Jt/Th,081338708444 Tlh Hlg BPKB Mtr Vario DK 4328 A.BP.001.12.15.0001977 Tnh 1Are Perang Lukluk Kwsan A.BP.001.12.15.0002002 A.BP.001.12.15.0001992 Dijual Rmh Minimalis LT:1.50 Jl Rmh Mrh Lok Tmn Mumbul KPR Perumahan 375jtNg 081338608301 20M,Hotmix750Jt/A,081338708444 FX,Sktar Jimbaran A/N Jimmy A.BP.001.12.15.0001991 A.BP.001.12.15.0001778 25th DP Rgn H.081238158999 KONTRAKTOR LB:95m2 Semi Furnished di Saputra,yg menemukan Hub.Made Djl Tnh 5Are Jl.Abianbase A.BP.001.12.15.0001877 13,5 Are Jl.Utama Lok.Tulikup *Swimming Pool Specialist ConCanggu Hub:081237679313 Dalung Hub:085792880030 KPR tractor Pny Mslah 082144464070 082145330475.ImbalanSpantasnya Jual Cpt Rmh Jl Tk Gangga No27 Gianyar Hub:081999569162 A.BP.001.12.15.0001950 A.BP.001.12.15.0001136 A.BP.001.12.15.0001818 A.BP.001.12.15.0001938 B.BP.166.12.15.0001042 Rmh Dpn Puspem Bdg Gg.Bekisar dpn Gosha-Renon Hub.0811398398 Jl Tnh 1.8 Are Abianbase Dalung, A.BP.001.12.15.0001859 BUC Tnh 2,5A,Jl.Pakis Aji/Hym T.85/100 655jtNg 081338608301 FURNITURE DISEWAKAN TEMPAT 3Are Cau Blayu 08123827003 Jual/Sewa Rumah 76/110 Kampial Wuruk Komp.Elit Hb.08123948476 A.BP.001.12.15.0001779 Trim Psn KitcenSet Almari Conter A.BP.001.12.15.0001906 Over Kontrak Tempat Usaha 4x7 Nusa Dua 082139225084 A.BP.001.12.15.0001743 BU Rmh Lt2 Lok Dalung Indah L. Jual 3Are(20x15)Jl.Taman Suci, Bedset MBarDll H082145931339 A.BP.001.12.15.0001630 Pinggir Jln Nakula,Depan Hotel Jual Tnh Kav Hrg Promo 90Jt/A Tnh 125m2 4Kmr Tdur 3Kmr Mandi Rmh Br Mnls T120/145 Gatsu Tmr B.BP.135.12.15.0001037 TS Suites,AC,List 5500Watt,Sisa P.Moyo Dekat Tol 675Jt/Are Ruang tamu+Garasi 081338308064 Jl6m,H.1,5M Murah,081999274555 Antap Bajra Tbn H.087861101972 7Bln,Harga 35Jt 081219780160 Hub:081222218822 BIRO JASA A.BP.001.12.15.0001941 A.BP.119.12.15.0001720 B.BP.004.12.15.0000933 A.BP.001.12.15.0001833 B.BP.004.12.15.0000934 Jual Tnh+Bangunan LT3A Jl.Tkd Djl 1unt Rmh 2Lt T220/236 Kusu- Rmh Br Smping BaliMED 2Lt,Strg Jual Tanah Baypas Sanur Jl. Ovr Kont+Brg Furntr ByPass Pga- Lap Pjk SPT th/bln,SIUP,NPWP, ma Bangsa Gatsu H.085792880030 3KT,3KM,1,3M HP:081338558078 Pakerisan Gg.18B,081999431369 Utama 3,5Are 08179718018 Sgera ran+Tngkuban Prahu,08123846692 PKP,Paspor,PHR,081 338 344 155 TIMOR
Timor DOHC asDK,Simpann,95% ors Khs Pgemar,081999902599 bs Krd
A.BP.001.12.15.0001990
A.BP.001.12.15.0001133
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
082 144 495 421 081 5470 9697
CASH BACK s/d
TERIMA KURAS - BERGARANSI
40jt
081 239 534 731
Original, pandan, KUE SARANG LEBAH BALI
KANTO BALI 081 988 9145
: DP. 16Jtan : DP. 90Jtan : DP. 60Jtan : DP. 50Jtan
Jl. Parigata No. 1-2 Kompleks Casa de Nampek Jimbaran - Bali - Indonesia
081999145588 // 081236339051
MENERIMA PESANAN KUE KERING
Bunga 0,4%, Tenor s/d 7Th, bisa tukar tambah C.0001011-MBL-2
C.0001890-BRJ
BENGKEL LAS
CITA Rasa khas Medan
NEW INNOVA
AVANZA INNOVA FORTUNER HILUX
KULINER
A.BP.001.12.15.0000832
BIKA AMBON & LAPIS LEGIT
READY STOCK OPEN INDENT ALL
A.BP.001.12.15.0001829
DIJUAL MOTOR
TOYOTA
TV
SEGALA MERK
DIJUAL MOBIL PROMO AKHIR TAHUN
SI
N RA GA
A.BP.001.12.15.0001966
A.BP.001.12.15.0002003
C.0001427-KUL
C.0001740-SRV
SERVICE
BIRO JASA
READY STOCK
ALUMINIUM
BONUS AKSESORIES PROSES CEPAT, SYARAT MUDAH KTP LUAR BISA/ KOS/ KONTRAK PASTI OK TERIMA TUKAR TAMBAH DP RINGAN/ANG. RINGAN
SALON
KURSUS Kursus Sulam Alis 6D Shading dan Bibir
DISC.BELASAN JUTA
Promo Diskon 50%!!!
Hanya Rp7jt
MOBILIO
Sudah Lengkap Mesin+Bahan
081246079234 081999074626
Mendapat Sertifikat Pengajar Datang ke Tempat
C.0000707-mbl
C.0002624-MBL
TOYOTA moving forward
C O K R O A M I N O TO
PROMO AKHIR TAHUN
www.novasulamalis.blogspot.com Hub: 081808508490, 081213573139 Pin BB : 5555181E, Jl. Gatsu Barat No 10 C.0001735-KRS
RUPA-RUPA
SPECIAL PRICE STOCK 2015
SERVICE BINTANG SERVICE
085101704628 | 081936006001 C.0000245-SRV
SERVICE
RAJA BUNTU
WC Garansi 1 bulan
Melayani : - Instalasi Listrik Baru - Instalasi CCTV - Bongkar Pasang AC - Service
081 999 489 128 088 219 144 316 C.0001764-SRV
C.0001387-RPA
RUPA-RUPA
- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - MAMPET - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS
081338013066 C.0001794-BRJ
ANUGRAH ELECTRIK
KAMUS
C.0000291-MBL
ATASI :
HUB. PAK KADEK :
PANGGILAN MURAH BERGARANSI
Telah Terbit PUSTAKA BALI POST
AGYA 087862360021 081353312000 - 082144442976
POMPA AIR SUMUR BOR
BUKU BARU
BIRO JASA
BALI - INDONESIA - ENGLISH, INDONESIA - BALI - ENGLISH Penyusun Tebal Harga
BIRO JASA
: Drs. I Made Wiguna, M.Ag : vi + 54 Hal : Rp 19.000,-
Kamus ini menerjemahkan kata-kata dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Bali, bahasa Indonesia, dan bahasa inggris. Begitu pula menguraikan bahasa Bali alus serta bahasa Bali kasar, yang dilengkapi dengan cara membaca dalam bahasa inggris. Keberadaan kamus dapat membantu para siswa dalam menerjemahkan bahasa, serta dapat membantu para guide ketika membimbing para tamunya.
Hub : Pustaka Bali Post, Jl. Kepundung No. 67 A, Telp. (0361) 225764 atau Toko - Toko Buku Terdekat di Kota Anda Cdr.3kol.rpa.buku baru bp1809
18
WISATA SPIRITUAL
Minggu Pon, 20 Desember 2015
Pertanyaan Mendatar:
Pura Dalem Balingkang
Bukti Hubungan Historis antara Bali dan Cina
Menurun 1. Perkembangan yang tidak sempurna dari jaringan 2. Tempat parkir pesawat udara 3. Orbit matahari dalam setahun 5. Tari pergaulan muda-mudi di daerah Maluku 6. Sangat Biasa 7. Miskin atau sengsara 8. International Monetery Fund 12. Unit Pelayanan Teknis 14. Kunjungi atau temui 16. Nafkah 19. Gelar bagi kaisar Rusia tempo dulu 20. Perhitungan 21. Alas kaki bayi (Bali) 23. Adik (Bali Halus) 26. Luka pada tubuh 27. Terang atau tidak Hujan (Bali) 30. Hakekat 31. Acara 33. Lantik atau naik tahta 37. Berhasil
PURA Dalem Balingkang adalah nama sebuah Pura Khayangan Jagat di Bangli. Pura yang berlokasi di Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani ini menjadi salah satu bukti adanya hubungan historis antara Bali dan Cina pada masa lampau. Selain sebagai tempat persembahyangan, pura ini juga sangat tepat bagi mereka yang menyukai wisata sejarah dan spiritual. Bendesa Pakraman Pinggan I Made Seden menjelaskan, sebagaimana yang tertuang dalam purana diceritakan bahwa sejarah Pura Dalem Balingkang bermula dari pemerintahan seorang raja di Bali pada masa itu yang bernama Sri Haji Jayapangus. Kala itu, beliau merasa bersedih karena leluhur beliau tidak bisa kokoh memegang tampuk pimpinan kerajaan. Beliau kemudian menata kembali kerajaan yang sudah lama ditinggal oleh para leluhur beliau. Pada saat itu, beliau juga dibantu oleh para seapati, para mpu, rsi dan abdi pilihan beliau. Dalam perjalanan tampuk kepemimpinannya, Raja Jayapangus kemudian berhasil membuat selu-
Pura Dalem Balingkang
ruh wilayah kerajaan Bali saat itu menjadi sejahtera. Beliau pun menjadi panutan jagat seluruh wilayah kerajaan Bali Dwipa. Untuk mengokohkan kerajaannya, beliau menganugerahkan prasasti tembaga yang berisi ketentuan hukum yang disebuh Sanghyang Ajna Haji Prasasti kepada sejumlah desa pakraman. Pada masa pemerintahannya, Raja Jayapangus yang didampingi oleh permaisuri beliau yang bergelar Sri Parameswari Induja Ketana terpikat dengan kecantikan Kang Cing We, pelayan Mpu Lim. Kendati keinginannya tidak didukung oleh para mpu, rsi, pendeta agung dan pejabat kerajaan yang ada, Raja Jayapangus yang beragama Hindu tetap menikahi Kang
Cing We yang beragama Budha. Setelah beberaapa lama upacara pernikahan berlalu, ayah Kang Cing We yang bernama I Subandar mempersembahkan dua keping uang kepeng untuk putrinya mengabdi kepada sang raja. Sejak saat itulah, Raja Jayapangus yang ingin menganugerahkan uang kepeng kepada rakyatnya di seluruh Bali kemudian membolehkan seluruh rakyatnya untuk menggunakan sebagai sarana berbagai upacara korban suci. Diceritakan kemudian, Mpu Siwa Gandhu mantan bhagawanta yang sempat dimarahi Raja Jayapangus lantas marah. Dengan tapa bratanya, Mpu Siwa Gandhu membuat keraton Panarajon musnah. Hal ini menyebab-
1
2
3
4
5
6
7
8 9
10 12
11 13
14
15
16
17 18
19
20 22
23
24 26
21
25
27
28
32
29
33
35
36
30
31
34 37
38
39
40
41
SPT2015
1. Kelenjar tekak 4. Timbel 9. Nyata 10. Sangat 11. Memasukkan cairan ke tubuh melalui pembuluh darah 13. Makan 15. Dikenal dan disukai 17. Sambung atau gandeng 18. Perhatian 20. Kena Tulah 22. Perbuatan (Bali) 24. Perintah atau suruhan 25. Batu tulis (bali) 26. Gaya Mutakhir 28. Susah (Bali) 29. Kitab suci Hindu 32. Heran (Bali) 34. Helai Tali 35. Tarik Drai (Bali) 36. Diulang bubur sagu (Bali) 38. Ini (Bali) 39. Akhlak 40. Makanan terbuat dari daging 41. Bagian dari sesuatu atau bagian tubuh 42. Alat musik tiup
TTS Bali Post
42
KUPON TTS No.225 Ketentuan Menjawab
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No 225 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/ Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 26 Desember 2015. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 3 Januari 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 223 Mendatar 1.Paraplegia 6. Puas 8. Rae (ear) 9. Sen 10. Uang 12. DNA 13. Yoghurt 14. Klaten 15. Himsa 18. Leak 20. Bibit 22. Kronis 23. Katrol 24. Firma 27. Trik
28. Ingar 31. Samsat 32. asikram (Markisa) 33. Inn 34. Maaf 35. Jok 36. Lua 37. Anoa 38. Reproduksi Menurun: 1.Pasrah 2. Random 3. Pusaka 4. edukasi
kan Raja Jayapangus beserta abdi beliau berhamburan dan mengungsi ke tengah hutan di wilayah Desa Jong Les. Oleh para abdi beliau, dibangunlah sejumlah palinggih dan kemudian digelar upacara Dewa Yadnya. Dari situlah bangunan suci yang dibangun para abdi tersebut kemudian bernama Pura Dalem Balingkang. Kata Dalem dalam nama Dalem Balingkang diambil lantaran tempat itu disebut Kuta Dalem Jong Les. Sementara kata Balingkang, diambil dari kata Bali yang merupakam wilayah kekuasaan beliau. Sementara Kang diambil dari nama istri beliau Kang Cing We. Setelah beliau memerintah dari Balingkang, kerajaan Bali dwipa kembali sejahtera. Terlebih beliau didampingi oleh kedua permaisurinya yang selalu duduk di kiri dan kanan singgasana beliau serta para pejabat kerajaan dan rakyat beliau semuanya. (ina)
5. Argon 6. Perhelatan 7. Sontak 11. Nyepi 16. Ikrar 17. Sangkakala 19. Aroma 20. BSF 21. TKA 25. Irama 26. Musafir 27. Trakea 28. Itikad 29. Genjek 30. Reaksi 31. Samar
Pemenang TTS No. 223 1. Gede Ketut Wijana Jl. Gatot Subroto II/3B Tabanan 085239393953 2. Cokorda Istri Putri Jl. Soka Gg. I No. 2 Den-tim 3.
Made Arsana Br.Bajangan, Dencarik,Banjar, Buleleng
4. Ni Wayan Dharmayanti Jl. Merdeka 43 Bangli 5.
Ni Putu Sri Karliani Br. Pebukit Kapas No. 24 Pesagi, Amlapura karangasem / 087762557318
1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama :Sang Ayu Nym. Widhiari Alamat :Desa Tangkas Dangin Tukad Klungkung
19
Minggu Pon, 20 Desember 2015
Perlu Pengakuan Dari Hal. 1
Manumudhita menambahkan, Bali sering mewacanakan tentang nyegara-gunung, yang artinya memulai kehidupan dari segara ke gunung dan akhirnya kembali ke segara. Namun implementasinya, hanya gunung yang melahirkan lembaga adat seperti subak, subak abian, dan desa adat. Sementara segara, belum melahirkan lembaga adat yang disebut krama bendega, meski mempunyai fungsi yang sama vitalnya. Untuk itu, krama bendega perlu mendapat pengakuan melalui Perda Provinsi Bali maupun kabupaten/kota. “Kami harap ada perda agar krama bendega ini mendapatkan perlindungan hukum. Misalnya sepanjang pantai 100 meter, kami min-
ta 50 meter tempat untuk pangkalan jukung. Kalau sekarang, dibangun hotel, tempat nelayan menaruh jukung dipindah. Ini kan mengusir kearifan lokal,” tegasnya. Manumudhita menegaskan, tuntutan para nelayan ini sudah melewati proses panjang dan ada kajian ilmiahnya. Awalnya muncul di tahun 2012, HNSI Bali kemudian menggelar workshop tahun 2014 untuk membahas usulan perda tersebut. Kajian dari berbagai pakar hukum adat ketika itu, mendukung dibentuknya perda tentang bendega. “Tatanan filosofisnya, di segara ada bendega, di gunung ada subak, di tengah ada desa adat. Segara sebagai sumber kehidupan dijaga oleh bendega. Intinya, kearifan lokal yang dijaga bendega ini bisa memberikan kesejahteraan,
makanya harus dibuatkan perda,” tandasnya. Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama mengakui bila perda tentang krama bendega memang belum dibuat. Pihaknya berjanji, aspirasi para nelayan tradisional Bali ini akan dijadikan prioritas dewan pada tahun 2016. Mengingat, para nelayan sudah ada turun-temurun di Bali yang sehari-harinya mencari penghidupan di pinggir pantai. “Tugas kami sekarang adalah bagaimana kita akan menindaklanjuti sehingga suatu saat nanti mereka mempunyai hak yang sama dengan komponenkomponen adat yang lain. Ini akan terus kita bawa ke rapim (rapat pimpinan - red), dari rapim ke rapat gabungan dan proses selanjutnya,” tegasnya didampingi Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry. (rin)
Jl. Diponegoro No. 46 (Suci) Denpasar Telp. 0361 223787 C.0003515-bd
Tiga Zonasi Dari Hal. 1
Konservasi ini ada tiga maknanya, perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan,” ujarnya. Gunaja mencontohkan kawasan konservasi perairan Nusa Penida. Di wilayah ini ada zona untuk melakukan penangkapan ikan, ada zona untuk melakukan budi daya misalnya rumput laut, dan ada zona yang memang dilindungi karena ada terumbuterumbu karang. Fungsi pengawasan zona-zona tersebut melibatkan kelompok pengawas masyarakat. Bentuk pengawasannya apakah ada kapal-kapal atau perahu-
perahu yang menangkap di lokasi-lokasi yang dikonservasi seperti yang di zona inti konservasi. Kalau memang ada, kita arahkan mereka untuk tidak melakukan penangkapan supaya itu tidak telanjur rusak. Terus yang kedua adalah memonitor juga ada nggak para penangkap ikan hias khususnya melakukan penangkapan ikan dengan pengeboman. ‘’Itu kan merusak terumbu karang, itu yang harus diawasi,” paparnya. Ia mengatakan potensi daerah tangkapan ikan akan tetap terjaga bila terumbu karangnya terpelihara dengan baik. Oleh karena itu, juga di-
lakukan rehabilitasi terumbu karang dengan melakukan penanaman terumbu karang buatan. Termasuk dengan teknologi biorock seperti halnya di Pemuteran, Buleleng. “Kita ingin kembangkan bagaimana ada radius dari bibir pantai sampai radius berapa, misalnya 100 meter tidak boleh menangkap ikan karena ini kan ada terumbu karang yang kita buat. Ketika ikan memijah di situ supaya tidak tertangkap. Jangan sampai ikan yang keluar itu yang belum pernah memijah sama sekali. Kalau calon induk tertangkap terus, lamalama bisa habis ikan itu,” imbuhnya. (rin)
Jl. Diponegoro No. 46 (Suci) Denpasar Telp. 0361 223787 C.0003517-bd
Tiga Senpi Dari Hal. 1
Hasilnya, lanjut Priyadi, diamankan berbagai benda berbahaya saat penggeledahan. Benda tersebut yakni tiga senpi dan empat airsoft gun lengkap dengan pelurunya. Petugas juga mengamankan ratusan senjata tajam, di antaranya kelewang, samurai, ikat pinggang, dan pisau. Juga ditemukan banyak HP layak pakai dan sudah rusak. Sementara barang ukuran besar seperti barang elektronik dan sebagainya, dititipkan di Rubhasan. “Sedang didalami (pemilik barang -red) bersama kepolisian. Semalam (Jumat
malam -red) disepakati dilakukan sweeping Sabtu dini hari (kemarin -red) ke seluruh kamar hunian,” ujarnya. Penggeledahan hingga pukul 15.00 wita Sabtu kemarin, masih berlangsung. Pasukan dari TNI dipimpin Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa. Sementara pasukan Polri dipimpin Kapolres Badung AKBP Tony Binsar. Keduanya berharap, upaya-upaya yang telah dilakukan membuat lapas lebih baik dan lebih tertib ke depannya. “Semalam di Blok C semua kita bersihkan. Sajam ditemukan ada di bawah lantai atau bunker, atas lantai dan plafon. Bunker
kecil panjang 1 meter, lebar 15 sentimeter dan dalam 30 sentimeter, dipakai menyimpan senjata dan ditutupi keramik,” ucap Priyadi. Sedangkan di atas plafon, lanjutnya, ditemukan belasan paket SS dengan berat total sekitar 200 gram. Barang bukti narkoba itu diserahkan kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Menurutnya, lapas merupakan model masyarakat kecil di Indonesia. Apa yang terjadi di dalam, begitu juga terjadi di masyarakat. “Bapak Menteri dan Dirjen memerintahkan kami melakukan penertiban secara menyeluruh,” tegasnya. (kmb36)
Mengenai Jantung Dari Hal. 1
Penyebab kematiannya yaitu luka di punggung kiri yang mengenai paru dan jantung hingga menyebabkan pendarahan. Pada jenazah I Ketut Budiarta (36) asal Banjar Tektek, Peguyangan ditemukan luka tusuk di dada kanan sebanyak dua, luka tusuk pada punggung kanan sebanyak dua buah, pada punggung kiri satu buah. Juga ditemukan luka tangkis pada lengan bawah kanan, telapak tangan, dan lengan atas kiri. “Penyebab kematianya karena mengenai paru sehingga terjadi perdarahan,”
ujarnya. Pada jenazah I Putu Sumariana alias Robot (32) asal Jalan Kebo Iwa Utara ditemukan dua luka tusuk di dada kiri, satu luka di perut bagian kiri, serta luka lecet di kepala, tangan, lutut, siku, bibir. “Mungkin itu setelah jatuh,” imbuhnya. Penyebab kematian yaitu luka di dada mengenai paruparu hingga menyebabkan perdarahan. Sementara itu, Sabtu (19/12) kemarin, tim Kedokteran Forensik RSUP Sanglah kembali melakukan autopsi pada jenazah I Made Mertayasa (27) dari Banjar Buah, Desa Yeh
Cani, Abiansemal. Korban dengan usus terburai tersebut terdapat beberapa luka tangkisan/sabetan pada lengan atas kiri dan kanan, luka tebasan pada punggung. “Seperti goresan ujung-ujung senjata, dan luka tusuk pada punggung,” ujarnya. Penyebab kematiannya yaitu luka pada perut yang mengenai pembuluh nadi usus kanan. Hingga Sabtu malam kemarin, semua jenazah telah diambil pihak keluarga, kecuali jenazah Sumariana rencananya dibawa pulang tanggal 23 Desember mengingat masih ada upacara di rumahnya. (kmb42)
Orientasi Laut Dari Hal. 1
Sejarah seperti itu harus menjadi pegangan kita,” kata Jokowi. Orientasi keluatan Presiden Jokowi ini mendorong pemerintah mengambil banyak kebijakan yang berorientasi laut sebagai fokus. Salah satunya adalah tol laut. Langkah ini akan mengalihkan sektor transportasi yang sebelumnya mengandalkan transportasi darat menjadi transportasi laut dalam lalu lintas transportasi di Nusantara. Saat konferensi di Tiongkok beberapa waktu lalu, Jokowi mengungkapkan ke-
tika dirinya menyampaikan mengenai poros maritim dunia yang menjadi salah satu program pemerintahannya. Semua pemimpin negara kaget, lalu menyatakan ingin bergabung dengan poros maritim dunia seperti yang dicanangkan pemerintahannya. Misalnya Cina, mereka punya gagasan jalan sutera laut, disusul Jepang dan Singapura. Dari ketertarikan dunia internasional itu, Jokowi mengatakan ada pemahaman dari para pemimpin dunia bahwa mereka melihat Indonesia sangat penting karena memiliki wilayah laut yang sangat strategis. “La, kalau kita
sendiri tidak memberikan penghargaan terhadap itu, kita yang keliru,” ingat Jokowi. Presiden Jokowi mengingatkan, nantinya Indonesia akan berada pada persaingan antarnegara. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dibuka mulai 1 Januari 2016, menurut Jokowi, akan makin mendorong Indonesia untuk lebih mamajukan peradabannya. “Nanti kita dengan Ma laysia, Singapura, Brunei, Thailand, Myanmar, Laos, Vietnam, sudah seperti tidak ada batas, karena memang Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah dibuka nanti 1 Januari,” ujarnya. (dir)
Empat Tersangka Dari Hal. 1
Terkait bentrok di Lapas, Tony mengungkapkan, hasil penyelidikan penyidik sudah menetapkan empat tersangka berinisial MA (19), GPD (24), WS (28), dan IWS (23). “Tetap kami kembangkan terus. Saksi-saksi terus dicari dan dimintai keterangan,” ungkapnya. Sedangkan terkait kasus bentrok yang menewaskan
2 orang dan tiga orang luka berat di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard mengatakan sampai saat ini hasil penyelidikan belum mengarah kepada tersangka. “Baru tiga saksi diperiksa terkait kasus itu,” ujarnya. Ditanya soal diamankan puluhan anggota ormas, Reinhard mengatakan belum ada yang mengarah sebagai
pelaku. Namun mereka dikenakan Undang-undang Darurat karena membawa senjata tajam. “Mereka belum ditahan. Untuk korban Mr.X, hasil penyelidikan akhirnya identitasnya terungkap yaitu I Made Mertayasa alias Kadek Donald usia 27 tahun. Dia tinggal di Banjar Batanbuah, Abiansemal, Badung,” ujar Kasat Reskrim. (rah)
C.0001936-sln
Tambah Parah Dari Hal. 1
Misalnya groin yang ada di belakang supermarket dan hotel Kartika Plaza Kuta hanya ada sebuah. “Salah satu titik abrasi yang paling parah ada di belakang Kuta. Di tempat tersebut groinnya hanya satu,” katanya. Abrasi yang terjadi saat ini, menurut Badra bisa bertambah parah. Sebab, cuaca buruk yang kerap terjadi menimbulkan ombak tinggi, sehingga mengakibatkan abrasi semakin meluas. “Belum lagi pemanasan global,” ucapnya. Diketahui penanganan abrasi di Badung mendapat bantuan dari Jepang melalui Balai Wilayah Sungai Penida. Selama bantuan belum turun, maka penanganan abrasi tidak bisa dilaksanakan. “Kalau penataan pertama tahun 2008 lalu anggarannya Rp 400 miliar. Kalau sekarang kami harapkan lebih banyak lagi,” ujarnya. (par)
Sabetan Pedang Dari Hal. 1 14 Oktober 2013 Seorang terluka akibat terkena sabetan pedang dalam bentrok antara dua kelompok ormas di Jalan Kargo, Ubung, Denpasar, Bali. Ormas yang terlibat bentrok adalah Laskar Bali dan Baladika. Selain melukai satu orang, bentrokan juga mengakibatkan satu mobil dan tiga sepeda motor dirusak massa. 29 Januari 2014 Anggota Ormas Laskar Bali Wayan Sukadana diserang sekelompok orang di rumahnya di Banjar Pegesangan, Temesi, Gianyar. Akibat serangan ini, Sukadana luka parah dan dirujuk ke RS Sanjiwani Gianyar. 27 Januari 2015 Kepanikan membayangi warga di Desa Pejeng, Tampaksiring, 27 Januari 2015) pukul 14.30
wita. Pasalnya, terjadi aksi bentrok yang melibatkan belasan pria berbadan kekar lengkap dengan senjata tajam (sajam). Satu mobil Xenia warna hitam DK 741 AG rusak akibat sabetan sajam. Dugaan sementara bentrok antar-ormas ini terjadi sebagai lanjutan balas dendam pascapenusukan di arena tajen di jaba Pura Dalem Desa Peliatan Ubud. 14 Maret 2015 Bentrok sesama anggota ormas terjadi di Jalan Surapati Denpasar, depan bekas Kantor Catatan Sipil Denpasar. Tiga orang mengalami luka sabetan senjata tajam. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pukul 22.30 wita. 17 Desember 2015 Bentrok ormas terjadi di LP Kerobokan dan di Jalan Teuku Umar, Denpasar. Bentrok melibatkan Laskar Bali dan Baladika menyebabkan 4 orang tewas dan 5 orang lainnya luka berat.
balipost (89rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu Pon, 20 Desember 2015
HAI manusia, hormati ibumu, yang melahirkan dan membesarkanmu. Darah dagingmu dari air susunya, jiwa ragamu dari kasih sayangnya. Dialah manusia satusatunya, yang menyayangimu tanpa ada batasnya. Bila kau sayang pada kekasih, lebih sayanglah pada ibumu. Bila kau patuh pada rajamu, lebih patuhlah pada ibumu. Bukan pada dukun tempat kau menghiba, bukan kuburan tempat memohon doa. Tiada keramat yang ampuh di dunia, selain doa ibumu jua.
‘’Itu sebagian syair lagu bertajuk ‘Keramat‘ didendangkan Lesti peserta D’ Academy Asia 2015, Selasa (15/12) malam lalu. Selain vokal pelantunnya memukau, pun menyimak liriknya diujar dengan intonasi jelas serta mimik yang pas membuat banyak orang berlinang air mata. Bukan hanya penonton, juga para juri dan komentator kontestasi dangdut bertaraf internasional itu, ikut terharu dan tanpa sadar melelehkan air mata. Amelina, komentator dari Malaysia bahkan tidak bisa melanjutkan komentarnya karena harus tersedu-sedu, sehingga koleganya dari Singapura, Roslina harus bangkit dari kursi untuk menghibur dan mengurut tengkuknya. Lafal kata-kata yang sempurna dari Lesti,
brolan BALE BANJAR ARIDUS penyanyi usia 16 tahun dari Cianjur tersebut, rupanya sangat menyentuh hati para juri dan komentator dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang juga lazim berbahasa Melayu. Bukan tidak mungkin mereka juga pernah mendengar kisah Malin Kundang, anak yang durhaka pada ibu saat berlimpah harta dan berkedudukan tinggi. Gaya hidup yang dicekoki virus hedonisme, konsumerisme dan apatisme dewasa ini, menguapkan ajaran berbasis tradisi, melahirkan Malin KundangMalin Kundang modern yang tingkat kekejamannya melebihi Malin Kundang kuno. Berita media tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) semakin sering kita simak, di antaranya penganiayaan oleh anak terhadap ibu atau orang tuanya,” ulas Rubag. ‘’Setuju, gaya hidup yang diserap dari kultur yang berbeda kiblatnya membuat KDRT banyak ragamnya. Hasrat atau keinginan yang melampaui kemampuan untuk
TERAPI penyembuhan lewat musik sudah tak diragukan lagi manfaatnya. Aleta Molly (15), penyanyi pendatang baru, dua tahun lalu terkena penyakit diabetes. Ia bahkan sampai menutup diri dan tidak mau bertemu teman-temannya. Namun ketika bertemu dengan vocal coach-nya, Edo Vilano, memberinya keyakinan dan percaya diri (pede) agar terus mendalami musik yang sejak kecil diminatinya. “Ajaib, ini keajaiban musik dan keajaiban Aleta. Berangsur-angsur kesehatan Aleta mulai pulih dan tumbuh semangat dan rasa pedenya untuk merekam sebuah single. Saya pun bangga bisa memperkenalkan bermacam-macam genre musik kepada dia,” kata Edo. Kemudian, Edo Vilano membuatkan sebuah single untuk kedua orang tua Aleta yang berdarah Aceh. Liriknya
ditulis oleh Edo sendiri. Aleta berhasil merekam sebuah single bertajuk ‘‘Indonesiaku Bangga’’ yang bertema kecintaan terhadap Indonesia, dibantu rapper muda Eyojase. “Ini merupakan bentuk kepedulian dan nasionalisme Aleta terhadap Indonesia. Ia ingin menunjukkan kepada teman-teman seusianya bahwa masih ada musik untuk usia remaja yang bernuansakan nasionalisme, namun dikemas dalam musik yang lebih fresh serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” beber Edo. Memang, Aleta yang masih keturunan langsung pahlawan nasional Tjoet Nyak Dhien pantas menjadi inspirator dan motivator bagi anak remaja lainnya, bahwa jangan mudah menyerah dan hilang semangat. “Tidak ada yang tidak mungkin dapat kita lakukan jika kita memiliki semangat dan motivasi yang tinggi
BPM/pik
Aleta Molly
Trisna ”STE” Rilis Album ’’Sahabat Sujati’’
Trisna
BPM/may
memenuhinya merupakan penyebab utama dari KDRT itu. Jadi, tidak selalu anak yang menganiaya orang tua atau ibu, namun yang membuatku ngeri membacanya adalah ibu yang menggergaji tangan anaknya. Di Bali juga ada kasus yang kubaca di medsos baru-baru ini. Seorang ibu yang punya anak sudah dewasa, meninggalkan keluarganya buat berasyikmasyuk dengan pria idaman lain hingga menempuh jarak ratusan kilometer. Syukurlah si anak cukup tahu utang budi pada ibu, sehingga dia tidak menebas dua insan lain jenis itu, namun melaporkannya ke pihak berwajib. Kuharap, nyanyian Lesti menyadarkan banyak pihak, terutama para ibu, agar keluarga harmonis tetap menjadi pusat pembentukan karakter bangsa. Aku tidak begitu setuju ujaran yang mengatakan, bila laki-laki berbuat dosa dunia akan tertawa, namun sekali wanita berbuat dosa dunia akan menangis. Itu ucapan dari masa lampau yang cenderung patriarchal di mana relasi keluarga didominasi laki-laki. Negeri ini mengalami gonjang-ganjing multidimensi berkepanjangan saat ini, kukira, karena banyak orang tua yang tidak memahami harkat dan martabatnya sebagai orang paling terhormat dalam keluarga. Perbuatannya dicontoh anak-anaknya,” papar Bakti Wiyasa. “Aku sepaham denganmu bahwa konflik multidimensi ini akan berkurang atau hilang, bila kita mulai dengan menciptakan keharmonisan dalam keluarga. Masing-masing pihak dalam keluarga harus
TERKESAN dengan persahabatan yang dijalin selama 23 tahun, lady rocker Bali Trisna ‘Sing Taen Enduk’ (STE) menutup tahun 2015 ini dengan merilis album keempat bertajuk “Sahabat Sujati”. Album yang dikibarkan bendera Jayagiri Production ini terinspirasi dari seorang sahabatnya bernama Farida. “Saya kenal Farida sudah lebih dari 23 tahun. Waktu sama-sama kuliah di Unwar (Universitas Warmadewa), Ida selalu ada saat duka, selalu menemani dan memberikan tuntunan rohani supaya saya tetap tegar dan maju,” ungkap pemilik nama lengkap Ni Putu Sutrisnawati ini dalam jumpa media,
Kamis (17/12) di Krisna Resto Jalan Diponegoro, Denpasar. Bagi Trisna yang selalu identik dengan kesan seksi ini, sahabat lebih daripada pacar. “Sahabat adalah anugerah terindah dalam hidup. Setianya sekokoh batu karang,” ujarnya. Selain untuk Farida, album yang diformat dalam bentuk DVD ini juga dipersembahkan untuk para sahabat Trisna lainnya, termasuk teman aktingnya Widya dan Nanda pada film “Jemari Jiwaku Menari” yang diproduksi K3S Kota Denpasar. Album yang merangkum 12 lagu berbahasa Indonesia dan bahasa
Bali ini dikemas berbeda dari album-albumnya sebelumnya. “Nuansanya tetap pop rock, tapi temanya beragam. Saya sendiri terlibat langsung dalam penggarapan album ini, mulai dari penciptaan lagu hingga arransemen musik,” jelasnya. Selain itu, seluruh proses rekaman album ini dikerjakan di home recording milik Trisna sendiri yang diberi nama Keiko Studio. Persahabatannya dengan banyak musisi dan penyanyi lagu pop Bali, ditunjukkan dengan keterlibatan sejumlah nama populer seperti Jun Bintang yang menciptakan lagu ‘‘Lipstik’’, Rah Two [XXX] yang berduet di lagu ‘‘Indone-
sia Damai’’ dan ‘’Tuntunlah’’ serta Mang Gita dengan lagu ‘‘Tresna Meme’’. Yang tak kalah menarik, semua lagu dibuatkan video klip. Seluruhnya dibuat dengan storyboard yang digarap secara apik oleh Gung Oka dari Timeline Studio dan Keiko Studio. Menandai peluncuran album ini, Minggu (20/12) hari ini Trisna akan menggelar konser tunggal secara live selama satu jam di Bali TV mulai pukul 20.00 wita. “Saya ingin masyarakat dan penggemar gending Bali bisa menikmati secara langsung. Untuk itu, saya tampil dengan format band,” jelasnya. (may)
memahami posisinya, sehingga menyesuaikan sikap dan perilakunya terhadap anggota keluarga yang lain. Kudengar, Lesti sangat menyintai dan menghormati ayahnya, meski ibunya pun sangat disayanginya. Ayahnya sangat mendorong dan menyuport Lesti dalam berkarier di bidang tarik suara dan selalu menemaninya sebagai motivator sekaligus inspirator. Kendati lagu Keramat ditujukan buat menghormati ibu, air matanya meleleh melihat ayahnya setia menunggu di sudut ruangan, kendati lelaki tua itu konon menderita penyakit cukup parah. Lesti, siswi SMU kelas I yang kini lagi naik daun dengan rezeki yang juga mengikuti, berusaha keras agar ayahnya sehat kembali. Aku percaya, berkat doa dan dukungan batiniah dari kedua orang tua, dia berhasil menjadi juara pertama di kompetisi dangdut dan kini nilainya paling tinggi di antara peserta D’.Academy Asia 2015,” ujar Pacet Sudiarsa. “Lagu ‘ Keramat ‘ yang mengangkat kasih sayang ibu pada anak dinyanyikan Lesti, seminggu sebelum kita merayakan Hari Ibu pada 22 Desember ini. Kudengar, perayaan Hari Ibu ternyata dilaksanakan nyaris di seluruh dunia, meski tanggalnya berbeda. Aku tidak tahu apakah ungkapan ‘Surga ada di telapak kaki ibu‘, juga dimiliki bangsa lain di dunia? Konon dalam bahasa Inggris, makna yang sama diutarakan dengan Heaven is on the bottom of mother’s foot! Maklum saja, Inggris maupun Belanda tampuk kerajaannya lebih sering dipegang seorang ratu atau queen. Syukur belakangan
ini baru kudengar ada Hari Ayah Nasional yang katanya dirayakan pada 12 November, namun tidak sepopuler Hari Ibu. Jangan-jangan karena Ebiet G. Ade membikin lagu berjudul ‘Ayah aku mohon maaf‘ dan ‘Titip rindu buat ayah‘, orang jadi terinspirasi untuk merayakan Hari Ayah. Padahal sejak awal kemerdekaan murid-murid sekolah diajarkan menyanyi lagu ‘Pergi belajar‘ yang liriknya menekankan rasa hormat pada kedua orang tua, yang masih lekat di benakku. Oh ibu dan ayah selamat pagi. Ku pergi sekolah sampai kan nanti. Selamat belajar nak penuh semangat. Rajinlah selalu tentu engkau dapat. Hormati gurumu sayangi teman. Itulah tandanya kau murid budiman,“ lantun Wigunantara di akhir argumennya. “ Itu lagu yang melekatkan hubungan anak-anak dengan kedua orang tua dan iramanya pun sangat mengesankan. Sayang lagu itu hanya dinyanyikan di TK dan saat anakanak meningkat ke jenjang yang lebih tinggi jarang dinyanyikan bahkan dilupakan liriknya. Terlepas dari semua itu, di Bali kita diajarkan untuk menghormati kedua orang tua tanpa pilih kasih. Rong Telu yang ada di pelinggih Kemulan mencerminkan hal itu, di mana unsur pradana atau perempuan dan purusha atau pria, yang lazim disebut lanang-istri mengapit ruang yang di tengah, yakni rerama atau orang tua. Kemulan dan Taksu atau kehormatan dan martabat merupakan dua pelinggih utama yang ada di setiap sanggah atau pemerajan, yakni
tempat peribadatan keluarga di Bali. Keberadaan sanggahlah yang membedakan Hindu di Bali dengan Hindu di tempat lain. Jangan-jangan itu terkait episode Telaga Beracun dari Mahabharata. Terutama dialog Yudistira dengan seekor bangau yang mengaku penguasa telaga, membuat keempat Pandawa meninggal setelah minum air telaga. Dia akan bisa menghidupkan seorang dari empat saudaranya bila berhasil menjawab pertanyaan bangau yang kemudian berubah menjadi yaksa. Semua pertanyaan tuntas dijawab Yudistira dan satu pertanyaan dan jawaban terpenting adalah apa yang lebih berat daripada bumi dan yang lebih
tinggi daripada langit? Yudistira menjawab, yang lebih berat daripada bumi adalah ibu hamba dan yang lebih tinggi daripada langit adalah ayah hamba. Ketika disuruh memilih saudara yang hendak dihidupkan karena keberhasilannya menjawab seluruh pertanyaan, dia justru memilih Nakula, yakni saudara lain ibu, bukan Arjuna atau Bima. Karena dari ibu kandung sudah ada hamba yang masih hidup, biarlah dari ibu tiri ada yang mewakili hidup di dunia. Seketika Yaksa berubah bentuk jadi Bhatara Dharma dan keempat saudara Yudistira semua hidup lagi sebagai bonus. Inilah hakikat taksu!“ ujar Wahyudita. (aridus)
http://facebook.com/balipost
Balipostcom
langkah cepat dan strategis rebut pasar Bali
Beriklan di Bali Post Telp. : 0361-225764 email : iklanbp@yahoo.co.id
Balipostcom Balipost on Gadget
BERIKLAN VIA SMS
Iklan Bali Post
Ketik BP#Teks iklan#Tanggal muat (dd-mm-yy)
1397 1818
apa yang kita inginkan. Banyak cara untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi, salah satunya melalui dunia musik seperti yang dilakukan Aleta,” urai Edo lagi. Meski Aleta tidak bisa melakukan aktivitas yang berlebihan karena kondisi kesehatannya, namun gadis mungil ini punya hobi berkuda (dengan pelan) dan golf. “Bulan lalu, Aleta bahkan sempat menjalani operasi (penyakit) yang menyerang otaknya. Puji Tuhan dan alhamdullilah, dia masih sehat dan pulih seperti sediakala dan ngebut menyelesaikan rekaman single-nya,” imbuh Edo. Bagaimana tanggapan Aleta? “Musik bagi saya adalah santapan rohani dan menumbuhkan rasa optimisme. Saya bangga bisa berlatih olah vokal dan musik setiap hari yang diajarkan oleh kak Edo Vilano,” ungkap Aleta yang juga pandai menari ini. (pik)
Terkesan 23 Tahun Persahabatan
gerai iklan
Kirim ke : 081
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Terapi Penyembuhan Lewat Musik dan Rekaman
Buat Film Bertemakan Kanker
Orangtua
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
TOKOH
WULAN Lorraine Guritno selama ini lebih dikenal sebagai aktris sinetron dan film. Namun di film ‘‘I am Hope’’, Wulan dipercaya menjadi produser eksekutif. Kebetulan, suaminya, Adilla Dimitri, bertindak sebagai sutradara. “Saya mau memproduseri film ini karena bertemakan kanker yang BPM/pik akan dirilis FebruWulan Guritno ari 2016. Seni peran adalah passion saya,” kata Wulan kepada penulis di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini. Film yang dibuatnya menginspirasi para penderita kanker dengan kisah yang menarik dan menggiring nurani penonton untuk peduli terhadap nasib sesama yang kurang beruntung. “Ini adalah gerakan harapan lewat film ini. Saperti judulnya, saya bisa kampanyekan sebuah harapan dan solidaritas terhadap sesama,” paparnya. Ternyata, tema film ini menggugah banyak artis yang membintangi ‘‘I am Hope’’, seperti Tatjana Saphira, Alessandra Usman, Tio Pakusadewo, Fachry Albar, Febby Febiola, Fauzi Baadilah, Kenes Andari, Ariyo Wahab, Ray Sahetapy, dan Inne Febrianti. Original Sound Track (OST) diisi RAN. “Sebelum take camera, saya harus bertemu dengan penderita dan keluarganya. Saya harus mengatur emosi dan enggak boleh cengeng melihat kenyataan yang saya lihat. Setelah banyak belajar, saya bisa mengatur emosi. Saya salut dan angkat topi tinggi-tinggi melihat perjuangan mereka untuk sembuh,” urainya. Berkisah tentang dinamika perjuangan seorang gadis muda bernama Mia (Tatjana Saphira) yang divonis mengidap kanker. Di sisi lain, ada Maia (Alessandra Usman) yang menjadi semacam penyangga semangat dan inspirasi Mia untuk melalui tantangan demi tantangan menghadapi penyakit kanker dan memperjuangkan mimpinya berkarya. “I am Hope’’ dihadirkan sebagai salah satu kepedulian dan kelanjutan Gerakan Bracelet of Hope, di mana sebagian keuntungan akan disalurkan melalui Yayasan Kanker Indonesia dengan tujuan akhir membuat rumah singgah ‘‘House of Hope’’. (pik)
@balipostcom (3,8rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
www.iklanbalipost.com
Ketentuan : - Panjang teks iklan 30 karakter per baris, minimal 2 baris maksimal 10 baris - Anda akan menerima SMS balasan tentang biaya dan nomor rekening Bank transfer - Transfer pembayaran dan SMS nama pemilik rekening plus nominal uangnya.
LAYANAN ONLINE IKLAN DISPLAY IKLAN SOSIAL IKLAN ISLAND AD IKLAN PROSPEKTUS IKLAN KUPING IKLAN MEMORIAL IKLAN BERITA DUKA IKLAN BALI BIG SALE PROMO ADVERTORIAL
139 62168 PIN : 55C8E021
CUSTOMER CARE
: 081
email:pembacabalipost@gmail.com
G.0003283-RPA