Skip to main content

Edisi Sabtu 10 Oktober 2018 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Jokowi Naikkan Dana Desa Jadi Rp 70 Triliun

Fokus untuk SDM dan Ekonomi Desa

Mangupura (Bali Post) Setiap menghadiri acara di Bali, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu membawa kabar baik. Kali ini Jokowi membawa kabar baik bagi seluruh desa bahwa Dana Desa 2019 ditingkatkan menjadi Rp 70 triliun. Peruntukanya digeser dari pembangunan infrastruktur kini fokus pada pengembangan SDM dan ekonomi desa. Hal itu ditegaskan Presiden Jokowi saat membuka kegiatan Temu Karya Nasional, Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG)

dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (PINDesKel) 2018 di Lotus Pond, GWK Cultural Park,

Dana Desa di bali Alokasi Rp.531 miliar

PENERIMA 636 desa dinas

Jumat (19/10) kemarin. Pembukaan sempat molor 30 menit lantaran Jokowi terlebih dulu menyapa para peserta yang mencapai sekitar 15 ribu orang dari seluruh Indonesia. Seperti biasa, kehadiran Presiden pun dielu-elukan dan para peserta berebut untuk mengambil swafoto. Saat itu Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Desa, Pemban-

Rp 25 miliar

Bangli

Rp 52 miliar Rp 51 miliar

Gianyar Klungkung

Rp 41 miliar

Karangasem

Rp 64 miliar

Tabanan

Rp 42 miliar

Jembrana

Rp 39 miliar

Buleleng

Rp106 miliar Rp 42 miliar

Badung

BEREBUT - Sejumlah warga berebut berfoto dengan Presiden Joko Widodo saat menghadiri pembukaan Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) di GWK, Jumat (19/10) kemarin.

Bali Post/edi

30 Ribu Inovasi untuk Pemberdayaan Desa

anggaran 2018 Denpasar

gunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo dan Gubernur Bali Wayan Koster. Sebelumnya juga dipentaskan tarian kolosal Bhinneka Tunggal Ika Mahasakti oleh Sanggar Mario Bros, Kabupaten Badung. Presiden menegaskan, dalam empat tahun terakhir anggaran negara dipakai untuk pembangunan infrastruktur. Baik berupa jalan tol, airport baru, pembangunan terminal baru untuk airport, perpanjangan runway, pembangunan pelabuhan, serta bendungan. Hal. 15 Mencapai Rp 400 Triliun

Denpasar (Bali Post) Program Dana Desa yang kini memasuki tahun keempat kini fokus dimanfaatkan untuk pengembangan SDM dan ekonomi desa. Mengingat, selama tiga tahun terakhir Dana Desa banyak dipakai untuk membangun infrastruktur dengan jumlah yang sangat masif. Saat ini telah ada 30 ribu inovasi yang dapat diadopsi untuk pemberdayaan ekonomi desa. Hal itu ditegaskan Men-

teri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo di sela-sela Temu Karya Nasional (TKN), Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (Pindeskel) 2018 di GWK Cultural Park, Jumat (19/10) kemarin. ‘’Tiga tahun ini kan kita tahu semua desa mampu membangun lebih dari 158 ribu km jalan desa, 1.000 km jembatan, puluhan ribu PAUD, Polindes (Pondok Bersalin Desa) dan sebagainya,’’ ujarnya. Pembangunan infrastruktur tersebut, kata Eko, berhasil menurunkan angka kemiskinan di desa. Tahun lalu, kemiskinan di desa turun lebih dari 1,2 juta jiwa. Atau lebih besar dua kali lipat daripada di kota yang hanya 580 ribu jiwa. Hal yang sama

juga terjadi pada angka pengangguran. Di desa, angka pengangguran kini hanya tinggal separuh dari angka pengangguran terbuka di kota. ‘’Jadi model ini terus kita kembangkan. Sekarang dengan sudah cukupnya infrastruktur, kita mulai pengembangan SDM dan pengembangan ekonomi desa-desa,’’ jelasnya. Menurut Eko, pelatihan-pelatihan kini dilakukan secara serentak di 433 kabupaten terkait program inovasi desa. Inovasi-inovasi yang ada di desa didokumentasikan secara tertulis dan video agar bisa disebarkan ke desa-desa lain untuk diikuti. Sebagian dari inovasi itu dipamerkan di GWK Cultural Park hingga 21 Oktober mendatang. Hal. 15 Mulai Dipamerkan

Gubernur Koster Minta Pemerintah Tiongkok Awasi Warganya

INFORMASI terkait penjualan paket wisata murah oleh pelaku usaha wisata

asal Tiongkok menjadi perhatian serius Gubernur Bali Wayan Koster. Ia berharap

869 Pelamar CPNS Gugur Pendaftaran CPNS di Kota Denpasar ditutup Senin (15/10) lalu. Jumlah pendaftar tercatat 4.558 orang, 869 pendaftar dinyatakan gugur. Halaman 2 Perbup tentang Bangunan Gedung Digodok Pemkab Jembrana saat ini tengah menggodok Perbup tentang Bangunan Gedung yang mengatur teknis pembangunan mencakup tentang teknis keselamatan apabila terjadi bencana. Halaman 10 Ahmad Dhani 11 Kali Jadi Tersangka Musisi Ahmad Dhani ternyata sudah 11 kali menjadi tersangka dalam berbagai kasus. Dia pun balik melapor ke Mabes Polri terkait praktik persekusi yang dialaminya pascapenetapan dirinya sebagai tersangka oleh Polda Jatim. Halaman 15

Kendala UMKM di Bali Rendahnya kualitas SDM Rendahnya pertumbuhan Terbatasnya pemasaran produk dan kemitraan Banyak belum berizin Kurangnya akses permodalan

m U k m

Jumlah UMKM di Bali 313.822 unit (Formal 35%, Informal 65%)

Jumlah UMKM Berdasarkan Jenis Usaha

135.455 102.556 49.612 Perdagangan

Industri Pertanian

26.164

Industri Aneka Jasa Non-Pertanian

Persentase Jumlah Usaha Berdasarkan Pendapatan

Usaha Mikro (omzet < Rp 300 juta/tahun)

92,56 %

Usaha Kecil (omzet Rp 300 juta Rp 2,5 miliar/tahun)

6,94 % Usaha Menengah (omzet Rp 2,5 miliar Rp 50 miliar/tahun)

0,46%

Usaha Besar (omzet> Rp 50 miliar/tahun)

0,04%

pemerintah Tiongkok turut andil mengawasi warganya yang menjadi pelaku wisata di Pulau Dewata. Harapan itu disampaikan Gubernur Koster saat menerima Wakil Gubernur Provinsi Hainan Tiongkok Liu Pingzhi di ruang kerjanya, Jumat (19/10) kemarin. Menurut Koster, pengawasan dari pemerintah Tiongkok sangat penting untuk menjaga tetap sehatnya iklim persaingan usaha wisata di Bali. ‘’Kalau ada pelaku usaha wisata asal Tiongkok yang menjual paket wisata ke Bali dengan harga rendah, kami harap pemerintah Tiongkok ikut melakukan pengawasan dan menerapkan kontrol ketat kepada warganya yang menjadi pelaku usaha wisata,’’ ujarnya. Koster juga mengingatkan agar usaha-usaha yang dijalankan mengikuti aturanaturan yang diterapkan pemerintah terkait dengan praktik usaha wisata di Bali. Hal ini sejalan dengan komitmennya untuk melakukan penataan sektor pariwisata dan menjadikan Bali sebagai destinasi wisata yang

berkelas. Pada bagian lain, Koster menyampaikan apresiasi karena hingga saat ini kunjungan wisatawan Tiongkok selalu menempati posisi teratas. Ke depan ia mengharapkan kerja sama yang lebih konkret antara Pemprov Bali dan pemerintah Tiongkok. Kerja sama yang diharapkan antara lain bidang perdagangan dan infrastruktur. Dalam bidang perdagangan, Koster ingin lebih banyak lagi hasil industri UMKM diserap pasar Tiongkok. Sementara di bidang infrastruktur, Koster berkeinginan banyak belajar dari Tiongkok yang sudah jauh lebih maju. Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Hainan Liu Pingzhi menyambut baik harapan Gubernur Koster. Ia pun menyampaikan harapan agar kerja sama yang sudah terjalin dengan baik selama ini dapat ditingkatkan. Menurutnya, ke depan Hainan ingin lebih fokus menjalin kerja sama dengan Bali di bidang pariwisata dan pertanian. Hal. 15 Penataan Wisata

Bali Post/ist

KENANG-KANANGAN - Gubernur Bali Wayan Koster saling tukar kenang-kenangan dengan Wakil Gubernur Provinsi Hainan, Tiongkok Liu Pingzhi, Jumat (19/10) kemarin.

UMKM Diharapkan Jadi Panglima Ekonomi Bali Pada pertemuan IMFWB di Nusa Dua, Bali 8-14 Oktober lalu, beberapa UMKM Bali mendapatkan kesempatan berpromosi untuk puluhan ribu delegasi dari 189 negara di dunia. Meski hanya diikuti puluhan dari ratusan ribu UMKM yang ada di Bali, ada harapan bahwa momentum berpromosi secara internasional tersebut akan mengangkat branding UMKM Bali. Jika benarbenar mendapatkan perhatian pemerintah, UMKM bisa menjadi panglima perekonomian Bali di masa yang akan datang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Bali. Optimisme sekaligus harapan bagi peningkatan UMKM Bali terungkap dalam Talkshow Merah Putih di Bali TV yang mengangkat tema ‘’Keterlibatan UMKM Bali dalam Pertemuan IMF-WB di Bali’’. Diakui hingga saat ini sudah ada banyak perhatian dari pemerintah bagi dunia UMKM di Bali, namun masih diperlukan perhatian

yang sungguh-sungguh agar UMKM Bali dapat benarbenar berkembang dan menjadi panglima bagi perekonomian Bali. Perhatian dari pemerintah menjadi sangat penting, kata AAA Mas Utari, pemilik Bee Handycraft yang ikut dalam ajang pameran di event IMFWB. Terutama dalam hal kebijakan yang dapat menjadikan harga produk UMKM Bali bersaing dengan negara lainnya. ‘’Saat ini dalam hal harga kami sering kalah bersaing dengan produk UMKM negara-negara lainnya,’’ kata AAA Mas Utari. Selama ini perhatian pemerintah memang sudah terlihat seperti dari penetapan besaran pajak yang terus diturunkan. Meski demikian, bagi Mas Utari, sistem pengenaan pajak berdasarkan omzet penjualan masih memberatkan, yang namanya meringankan jika pengenaan pajak adalah berdasarkan keuntungan bersih dari hasil penjualan.

Bantuan lain yang masih diperlukan oleh UMKM, menurut pengamat ekonomi kerakyatan Bali Bambang Gede Kiswardi, adalah dalam hal penyediaan bahan baku. Pemerintah mengoordinasikan pembelian bahan baku bagi UMKM sejenis sehingga harga belinya dapat lebih murah. ‘’Selama ini pembelian bahan baku masih dilakukan sendiri-sendiri, sehingga harga belinya menjadi lebih mahal,’’ kata Bambang Kiswardi. Lebih jauh, Bambang Kiswardi berharap UMKM Bali ke depan harus dapat menjadi panglima ekonomi Bali. Potensi besar yang dimiliki UMKM Bali didukung oleh sektor pariwisata yang memungkinkan produk UMKM Bali lebih dikenal oleh pihak luar negeri. Berdasarakan data yang disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra, saat ini jumlah UMKM di Bali

tercatat 313.822 UMKM. Diungkapkan pula rasio wirausaha di Bali mencapai 7,39 persen, jauh di atas rata-rata nasional yakni 3,1 persen. Jika perkembangan bisnis UMKM Bali yang mencapai ratusan ribu dan dengan ra-

sio wirausaha yang tinggi ini berjalan dengan baik, maka harapan bahwa UMKM Bali menjadi panglima perekonomian Bali tidaklah berlebihan. Hal. 15 Masalah Permodalan

Denpasar (Bali Post) Pascapertemuan IMFWB 2018, banyak keuntungan yang diperoleh Bali. Salah satu keuntungan nominal yang didapat Bali adalah tambahan PDRB Rp 1,2 triliun. Hal itu membuat tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Bali diprediksi 6,4 persen. Meski demikian, ekonomi dunia sedang dalam ketidakpastian sehingga akan memengaruhi ekonomi Bali. Pemerhati ekonomi Vi-

raguna Bagoes Oka mengatakan, kesuksesan Bali sebagai tempat diselenggarakannya IMF-WB 2018 memberi kepercayaan pada dunia. Hal ini menjadi kekuatan utama Bali. Bali juga mendapat keuntungan infrastruktur dan tingkat inflasi cukup rendah 3,5 persen. Dengan penyelenggaraan IMF-WB di Bali merupakan momentum yang baik untuk menangkap peluang. Hal. 15 Ancaman Serius

Momentum bagi Bali Tangkap Peluang


DENPASAR

2

Rencana Aksi Nasional P4GN

FIGUR

Genderang Perang Lawan Narkoba

Pembangunan Berbasis Budaya KARAKTERISTIK dan keunikan budaya Indonesia yang beragam, tentu tidak bisa disamakan antara budaya satu dengan yang lainnya. Termasuk dalam hal pembangunan. Seperti halnya membangun di wilayah Papua tentu tidak sama dengan membangun di daerah Bali. Keberagaman pembangunan tersebut tentu menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri bagi Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda khususnya mahasiswa Fakultas Teknik perlu dibekali nilai-nilai budaya. Apalagi membangun tidak hanya semata-mata menggunakan kecanggihan teknologi maupun urusan kerekayasaan, melainkan harus ada sisi budayanya. Sehingga nantinya bisa turut mempertahankan keunikan dan keragaman budaya Nusantara. “Saya kira itu menjadi pasar ‘jualan’ yang unik, apalagi didekatkan dengan destinasi pariwisata. Budaya tidak saja dalam konteks fisik, tapi juga budaya masyarakatnya,” ujar Dekan Fakultas Teknik Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar I Komang Gede Santhyasa, S.T., M.T., Jumat (19/10) kemarin. Dikatakan, prospek lulusan Fakultas Teknik terserap di pasar kerja cukup tinggi di tengah perkembangan dunia global di era Sustainable Development Goals (SDGs) 2015-2030. Dari sejumlah goals atau tujuan yang ingin dicapai dari SDGs, setidaknya tiga goals yang begitu terkait dengan lulusan Fakultas Teknik dan menjadi peluang kerja yang luas, yakni target mengurangi kesenjangan atau disparitas wilayah, pembangunan infrastruktur, serta menjadikan kota dan permukiman yang berkelanjutan. Secara nasional, tujuan pembangunan infrastruktur serta menjadikan kota dan permukiman yang berkelanjutan, telah dijewantahkan Presiden Joko Widodo ke dalam program Nawa Cita dengan kebijakan membangun Indonesia dari pinggiran dan oleh Kementerian PUPR ditindaklanjuti dengan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah di Tanah Air. “Pembangunan infrastruktur itu ada sektor jalan, perumahan, keciptakaryaan, penataan ruang, sumber daya air dan sebagainya. Tentunya masing-masing sektor memberikan ruang yang luas bagi lulusan kami di Fakultas Teknik,” ujarnya. (win)

Penyelidikan Tewasnya Warga Australia Terancam Dihentikan Denpasar (Bali Post) Kasus tewasnya Richardson Stephen James di rumah kontrakannya di Jalan Danau Poso nomor 19B, Sanur Kauh, Denpasar Selatan pada Mei 2017, merupakan salah satu kasus menonjol yang belum terungkap. Berdasarkan hasil penyelidikan, visum dan autopsi, penyelidikan kasus tersebut terancam dihentikan. Hal itu diungkapkan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo, Jumat (19/10) kemarin. Berdasarkan alat bukti, hasil visum dan autopsi, kata Hadi Purnomo korban meninggal karena kehabisan darah. Diduga korban membenturkan kepalanya di kamar man-

di dan kaca. Apakah korban bunuh diri? “Kalau bunuh diri kan sengaja, misalnya gantung diri atau lainnya. Kalau korban ini dalam kondisi mabuk lalu melakukan perbuatan tersebut. Dia di luar kesadarannya, karena mabuk membenturkan kepalanya,” ungkap Hadi Purnomo yang mendapat promosi jabatan sebagai Direktur Ditpolair Polda Bali ini. Terkait ada luka di tubuh korban, mantan Kapolres Gianyar ini menegaskan, itu karena kena pecahan kaca. “Kalau tidak cukup bukti kemungkinan ditutup. Tapi akan dilakukan gelar perkara dulu untuk menuju ke sana,” tegasnya. (kmb36)

Sikapi Potensi Likuifaksi di Bali

Pemerintah Perlu Kebijakan Mitigasi Denpasar (Bali Post) Potensi likuifaksi di Bali, khususnya Bali Selatan, harus disikapi pemerintah dan masyarakat dengan lebih baik. Jangan sampai setelah menimbulkan korban jiwa yang banyak baru ada langkah-langkah penanggulangan. Kepala Institut Manajemen Bencana Indonesia Wahyu Novyan menegaskan hal itu saat berkunjung ke Kantor Bali Post, Jumat (19/10) kemarin. Wahyu Novyan mengatakan, potensi bencana yang ada di Bali, khususnya terkait likuifaksi perlu dipetakan dengan lebih baik. Perlu dibangun kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak awal. “Perlu ada upaya dari pemerintah untuk membuat kebijakan soal mitigasi bencana, sehingga korban jiwa dan material yang ditimbulkan dalam sebuah bencana tidak besar,” katanya mengingatkan. Wahyu Novyan yang juga aktif di Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebuah lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan ini mencontohkan bencana gempa di Sulawesi Tengah yang banyak memakan korban jiwa dan material. Likuifaksi yang terjadi di wilayah Petobo dan Balaroa diperkirakan menyebabkan 15 ribu orang hilang. Padahal, pemetaan likuifaksi di wilayah itu sudah dipetakan pada tahun 2012 oleh Badan Geologi Indonesia dan disampaikan ke pemerintah daerah. “Kalau saja pemerintah mau memperhatikan penelitian itu dan membuat kebijakan dengan tidak memberikan izin melakukan pembangunan di wilayah yang rentan likuifaksi, tentunya korban jiwa yang ditimbulkan tidak akan sebanyak itu,” sebutnya.

Sabtu Pon, 20 Oktober 2018

Bali Post/eka

Wahyu Novyan

Wahyu Novyan menambahkan, berbicara mitigasi di Indonesia seperti ruang hampa. Bahkan, dinilai Indonesia sudah masuk darurat mitigasi. “Pemerintah sebagai pemimpin yang memiliki kekuatan dan anggaran seharusnya membuat kebijakan yang memetakan mitigasi bencana serta menyosialisasikannya ke masyarakat,” tegasnya. Banyaknya korban jiwa yang berjatuhan saat bencana, kata Wahyu Novyan, bukan semata-mata dikarenakan kekuatan dari bencana itu, melainkan karena keabaian. Karena ketidaksiapan dalam menghadapi bencana, masyarakat cenderung panik dan ujungnya malah menjadi korban dalam peristiwa bencana. Ia juga mendorong adanya sosialisasi terkait penelitian-penelitian tentang potensi bencana yang ada di Indonesia, sehingga masyarakat bisa teredukasi dan siap siaga dalam menghadapi bencana. (kmb18)

PRESIDEN RI Joko Widodo menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN Tahun 2018-2019, tanggal 28 Agustus lalu. Tujuannya, dalam rangka penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), serta prekursor narkotika. Aksi ini merupakan genderang perang melawan peredaran gelap narkotika. Untuk itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama (Sestama) BNNRI Brigjen Pol Drs. Bambang Hastobroto Sudarmono, M.Si. didampingi Kepala Bagian Umum BNNP Bali AKBP I Made Pastika, S.H., M.H. dan Kabag Kebijakan Nasional Biro Perencanaan BNN-RI Emma Suryaningtyas, S.Pd., M.Si. melakukan sosialisasi terkait Inpres tersebut di Warung 63 di Jalan Veteran, Denpasar, Jumat (19/10) kemarin. Plt. Sestama Brigjen Bambang Hastobroto dalam sambutannya menyampaikan, khusus kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Presiden menginstruksikan untuk mengkoordinasikan Kementerian dan lembaga dalam melaksanakan Rencana Aksi Nasional P4GN Tahun 2018-2019, bersama Menteri Dalam Negeri mengkoordinasikan pemerintah daerah dalam melaksanakan rencana aksi tersebut. Selain itu juga dilibatkan Menteri PPN/Kepala Bappenas untuk melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Rencana Aksi Nasional P4GN Tahun 2018-2019. “Sekarang

sudah ada Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional, bukan hanya untuk BNN, namun turun tangan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk bapak dan ibu para undangan dari instansi terkait,” ujarnya. Hal ini dikarenakan Inpres tersebut memiliki kurun waktu selama tahun 20182019, sehingga diharapkan bukan hanya berjalan selama satu tahun, namun sifatnya adalah kontinyuitas dan akan berlanjut pada periode selanjutnya, di mana para penggiat ini adalah ujung tombak dari pelaksanaan giat P4GN di Bali. “Sekali lagi saya sampaikan, ini genderang perang terhadap peredaran gelap narkotika. Karena memang saat ini Indonesia darurat narkoba, hampir semua lini dan masyarakat kena,” tegas Bambang Hastobroto. Tidak terkecuali beberapa oknum pejabat, bahkan pelajar SMP sudah kena narkotika. Melihat kondisi ini patut menjadi masalah rakyat Indonesia, bagaimana upaya menyikapi ini dalam rangka menanggulangi dan menyelamatkan bangsa serta generasi muda dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba. “Oleh karena itu, keluarlah Inpres ini. Sesuai intrusksi Bapak Presiden melalui Inpres ini kita semua harus bergandengan tangan, bersama-sama melakukan pencegahan. Selama ini sudah dilakukan tapi perlu ditingkatkan lagi,” tegasnya. Selama ini, kata jenderal bintang satu di pundak ini, BNN bersama jajarannya se-

Bali Post/rah

SOSIALISASI INPRES - Sosialisasi Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN Tahun 2018-2019. batas mengimbau dan mengajaki, terbitnya Inpres ini baik oleh lembaga tingkat pusat dan pemerintah provinsi/kabupaten/kota harus melakukannya. “Nanti hasilnya dilaporkan, progress-nya apa, harus dilaporkan. Dengan begitu, kita bisa mengukur realisasinya. Termasuk penindakan-penindakan. Ini kegiatan simultan,” ujarnya. Ia berharap program ini efektif meskipun waktunya relatif singkat. Namun, nantinya akan disambung lagi. “Dua tahun diukur hasil aksi ini, impact-nya seperti apa? Mudah-mudahan menjadi bagian langkah di saat kita menyelamatkan bangsa ini dari kejahatan narkoba,” ungkapnya. Untuk strategi penan-

ganannya, seperti disampaikan Kabag Kebijakan Nasional Biro Perencanaan BNN-RI Emma Suryaningtyas, keberadaan Inpres ini menjadi landasan baru bagi kementerian dan lembaga untuk saling bersinergi lebih optimal dalam pemberantasan narkotika. Ia berharap ada koordinasi dan sinkronisasi antardepartemen, sehingga semua kementerian dan lembaga bisa mengetahui dan tahu program P4GN. “Melalui Inpres ini, semua urusan narkotika diselesaikan bersama-sama,” tegasnya. Dalam pemetaan jaringan narkotika dan prekursor, BNN menjadi penanggung jawab atau vocal point dalam mengumpulkan informasi tindak pidana narkotika serta

TPPU. Dengan adanya Inpres ini, maka seluruh pemangku kepentingan memiliki kepedulian sinergitas yang lebih baik, sementara BNN berperan sebagai institusi koordinator utama. Ia mencontohkan di bidang pendidikan, BNN berkoordinasi dengan Mendikbud dan kepala daerah agar kurikulum serta sosialisasi dini bahaya narkoba di tingkat sekolah bisa disampaikan pada mata pelajaran. Sedangkan dalam hal rehabilitasi, BNN bekerja sama dengan Menkes. Ketika korban kembali ke masyarakat pascarehabilitasi, keluarga dan semua pihak bisa bertindak bersama untuk membangkitkan semangat mantan pengguna agar tidak kambuh lagi. (rah)

Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Komang Lestari Kusuma Dewi menambahkan, setelah proses pengumuman verifikasi yang akan dilaksanakan tanggal 21 Oktober mendatang, akan dilanjutkan dengan tes CAT SKD (Seleksi Kompetensi Dasar). Waktu pelaksanaan CAT SKD antara tanggal 26 Oktober hingga 17 November. “Kapan tepatnya pelaksanaan tes CAT SKD,

semua itu akan ditentukan oleh BKN,” ujarnya. Menurut Lestari Kusuma Dewi, pelaksanaan CAT di Bali akan disediakan empat tempat. Yakni, di Tabanan dan Gianyar masing-masing satu tempat dan di Denpasar ada dua tempat. Sedangkan untuk tes CAT SKD pelamar CPNS Denpasar kemungkinan besar akan dilaksanan di BKN Regional X Denpasar. (kmb12)

869 Pelamar CPNS Gugur

Denpasar (Bali Post) -

Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Denpasar ditutup, Senin (15/10) lalu. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar menerima sebanyak 4.558 pendaftar. Dari jumlah tersebut, hasil akhir verifikasi menyatakan sebanyak 869 pendaftar dinyatakan tidak lolos verifikasi. Sementara yang sudah lolos verifikasi mencapai 3.689 pelamar. Kepala BKPSDM Kota Denpasar I Ketut Mister didampingi Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Komang Lestari Kusuma Dewi mengatakan hal itu seusai rapat pansel, Jumat (19/10) kemarin. Menurut Mister, 869 orang pendaftar yang dinyatakan tidak lolos verifikasi tersebut karena kekurangan berbagai hal dalam pendaftaran, yakni secara umum pelamar tidak lulus karena ijazah tidak asli, transkrip ijazah tidak asli, aktivikasi tidak sesuai dengan tanggal kelulusan, dokumen upload tidak lengkap, dan data yang di-upload tidak terbaca. Dikatakan, saat ini pelaksanaan verifikasi telah dilakukan untuk keseluruhan pelamar dan akan dilaksanakan tahapan proses selanjutnya, dengan mengumumkan hasil verifikasi pada tanggal 21 Oktober

melalui sistem. Hasil verifikasi juga akan diumumkan dengan menempelkan pada papan pengumuman. “Verifikasi seleksi CPNS di Kota Denpasar kita telah tuntaskan, dengan hasil yang tidak lolos verifikasi ada 869 pelamar. Sedangkan untuk tahapan proses pengumuman hasil verifikasi akan dilaksanakan nanti tanggal 21 Oktober 2018. Mudah-mudahan tidak berubah,” jelasnya. Mister menegaskan, proses pelulusan pelamar CPNS nantinya murni karena kemampuan dari pelamar itu sendiri. “Kami tidak pernah menjanjikan kelulusan pada

pelamar CPNS. Semua kelulusan hingga menjadi CPNS murni kemampuan dari pelamar itu sendiri,” ujarnya. Mister mengingatkan, para pelamar agar tidak percaya pada iming-iming kalau ada yang dapat meloloskan menjadi CPNS. Ia memastikan, proses perekrutan CPNS saat ini sangat terbuka dan transparan, sehingga semua pihak dapat melakukan pengawasan. Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-819446

(0361) 819446 / 081337032965 FM 96,5

Topik : Genderang Perang Lawan Narkoba Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

Rakernas Forum Wakil/Pembantu Rektor II PTN Se-Indonesia

Ajang Mencari Solusi terhadap Kebijakan Pemerintah Mencegah Korupsi FORUM Wakil/Pembantu Rektor II Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kuta Paradiso Hotel, Jumat (19/10) kemarin. Rakernas yang digagas Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singarajar ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Forum Wakil/Pembantu Raktor II PTN se-Indonesia Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si. didampingi Wakil Rektor II (Bidang Umum dan Keuangan) Undiksha Prof. Dr. Wayan Lasmawan, M.Pd. Rakernas sebagai ajang silaturahmi dan bertukar pikiran (sharing) antarwakil/pembantu rektor II yang membidangi pengadaan barang/jasa di masing-masing lembaga ini menghadirkan tiga narasumber. Yakni Kepala Satuan Tugas Politik KPK-RI Guntur Kusmeiyano, M.Si., Inspektorat Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Rita Berlis, Ak., dan Wakil Rektor II Universitas Tidar Drs. Hery Suroso, S.T., M.T. Ketua Umum Forum Wakil/Pembantu Raktor II PTN se-Indonesia Dr. Muhammad Madyani, S.E., M.Si. mengatakan, wakil/pembantu rektor II mempunyai peran dalam mengurus bagian keuangan, SDM, dan sarana prasarana yang memiliki risiko sangat tinggi dalam pengelolaan lembaga. Apalagi wakil/pembantu rektor II mempunyai tugas membantu wakil/ pembantu rektor lainnya. Oleh karena itu, rakernas forum wakil/pembantu rektor II sangat perlu diadakan untuk sharing berbagai macam permasalahan yang dihadapi di masing-masing PTN, baik di PTN Lembaga Berbadan Hukum (LBH), PTN Badan Layanan Umum (BLU), maupun PTN yang masih dalam Satuan Kerja (Satker). “Kita mengadakan rakernas forum ini satu tahun dua kali. Itupun

masih cukup banyak permasalahanpermasalahan yang harus di-sharing melalui forum ini, sehingga bisa dicarikan jalan keluar, terutama dalam menghadapi peraturan yang dikeluarkan pemerintah,” tegasnya. Sekretaris Forum Wakil/Pembantu Rektor II PTN se-Indonesia Drs. Tri Wrahatnolo, M.Pd., M.T. menambahkan, Rakernas forum wakil/pembantu rektor II PTN se-Indonesia ini sangat relevan dengan kondisi permasalahan keuangan dan masalah penanganan hukum di perguruan tinggi. Sebab, korupsi yang terjadi di Indonesia hampir 30 persen berasal dari pengadaan barang/jasa. Oleh karena itu, sebagai wakil/pembantu rektor bidang pengadaan barang/jasa, umum, dan keuangan memandang penting bagaimana implementasinya dalam pengelolaan keuangan di pendidikan tinggi. Apalagi dengan diterbitkannya Perpres Nomor 16 Tahun 2018 terkait dengan pengadaan barang/jasa di perguruan tinggi bisa dilakukan secara mandiri oleh perguruan tinggi bersangkutan. Sehingga diperlukan regulasi yang match antara perguruan tinggi dengan Perpres tersebut. Selain itu, kata Tri Wrahatnolo, pemerintah juga akan menandatangani Rencana Peraturan Presiden (RPP) yang menyangkut manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), khusunya Pegawai Pemerintah Kontrak (PPK) dengan kontrak kinerja. Hal ini tentu menjadi bumerang bagi Wakil/Pembantu Rektor II dalam mengatur keuangan perguruan tinggi, karena tidak semua pegawai di perguruan tinggi merupakan Aparatur Sipil Negara atau PNS. “Ini akan membawa implikasi bagi 170 ribu PPK di Indonesia yang menggantungkan hidupnya di perguruan tinggi. Ini harus ditangani betul, apakah benar

RPP ini akan ditandatangani oleh Presiden yang dananya dari APBN, apalagi beban pemerintan untuk PNS saja sudah cukup besar,” ujarnya. Selain itu, kata Tri Wrahatnolo, dengan RPP ini akan ada persyaratan kompetensi dan profesionalisme. Sebab, karakteristik RPP nantinya sama dengan PNS yang mendapatkan segala hak-haknya. Oleh karena itu, sangat penting hal tersebut dibahas dalam forum wakil/pembantu rektor II ini untuk memberikan solusi kepada pemerintah terhadap implikasi yang akan terjadi apabila RPP ditandatangani oleh Presiden. Wakil Rektor Bidang Umum dan

Keuangan Undiksha Prof. Dr. Wayan Lasmawan, M.Pd. mengatakan, melalui rakernas forum wakil/pembantu rektor II ini akan muncul berbagai strategi untuk menjadikan PTN bisa lebih baik ke depannya di tengahtengah dinamika perubahan rule of game tentang tata kelola keuangan di perguruan tinggi. “Melalui forum ini, kami berharap akan lahir pemikiranpemikiran inovatif, kreatif dan positif terkait dengan penyikapan terhadap beberapa Perpres maupun Permen yang baru, terutama terkait dengan upaya pencegahan korupsi pengadaan barang/jasa di perguruan tinggi,” ujarnya. (ad821)

RAKERNAS - Ketua Umum Forum Wakil/Pembantu Raktor II PTN seIndonesia Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si. didampingi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Undiksha Prof. Dr. Wayan Lasmawan, M.Pd., saat membuka Rakernas Forum Wakil/Pembantu Raktor II PTN se-Indonesia, Jumat (19/10) kemarin.


Sabtu Pon, 20 Oktober 2018

BADUNG

3

Soal Bali Dijual Murah

DPRD Bali Segera Panggil Pihak Terkait

PELATIHAN - Pelatihan penyelamatan wisata tirta di Pantai Kuta, Jumat (19/10) kemarin.

Bali Post/ist

Dinas Pariwisata Intensifkan Pelatihan Balawista

Mangupura (Bali Post) Dinas Pariwisata Kabupaten Badung menggelar pelatihan penyelamatan wisata tirta di Kuta, Jumat (19/10) kemarin. Pelatihan diikuti 73 orang dan dibuka Kabid Sumber Daya Pariwisata I Nyoman Suardana. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan keamanan dan kenyamanan wisatawan di pantai, Nyoman Suardana menyatakan, sektor pariwisata merupakan sektor unggulan yang menjadi penggerak perekonomian masyarakat Badung. Untuk itu, keamanan dan kenyamanan menjadi syarat mutlak bagi suksesnya penyelenggaraan kepariwisataan, terlebih bagi Badung yang menjadi daerah tujuan pariwisata dunia. Pemkab Badung juga sudah berkomitmen bahwa

keamanan dan kenyamanan harus menjadi prioritas dan mendapat perhatian khusus di setiap kawasan akomodasi, objek wisata, daya tarik wisata termasuk pada daya tarik wisata tirta. ‘’Pantai dan laut di Badung memiliki pesona tersendiri bagi sebagian wisatawan dengan atraksi wisatanya seperti surfing, water sport, berenang dan atraksi wisata air lainnya. Makanya keamanan dan kenyamanan wisata tirta sangatlah penting,’’ ujarnya. Untuk itu pihaknya terus meningkatkan kemampuan para petugas penyelamat wisata tirta dengan memberikan pelatihan. Pemerintah juga berupaya meningkatkan sarana dan prasarana sehingga petugas benar-benar bisa menjaga wisatawan saat

menikmati keindahan pantai dan laut di Badung. ‘’Wisata bahari mengandung cukup banyak risiko, tentu ini harus dikelola sehingga ada jaminan layanan keselamatan yang memadai bagi wisatawan,’’ kata Suardana. Sejauh ini, para petugas yang dimotori Balawista Badung telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian yang amat tinggi terhadap pelaksanaan tugas-tugasnya. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai prestasi dalam kompetisi petugas penyelamat pantai. ‘’Selain untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, prestasi para penyelamat pantai ini tentu harus dijaga dan ditingkatkan,’’ pintanya. Sementara itu, Ketua Panitia I A.G. Dewi Chrina d i d a la m la p ora nnya

DPRD Bali segera melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak terkait persoalan Bali dijual murah di Tiongkok. Dewan akan menelusuri hingga tuntas praktik yang dapat mencoreng citra pariwisata Bali tersebut. ‘’DPRD Bali sudah komit, setelah sidang paripurna hari Senin (22/10), rencana kita memanggil yang terkait. Kita mau sampai tuntas ini ke akar-akarnya, tidak boleh terjadi (Bali dijual murah),’’ ujar Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Jumat (19/10) kemarin.

menyatakan, Balawista Badung telah berdiri sejak tahun 1972. Pada 28 Oktober ini akan merayakan HUT ke-45. ‘’Sebelum Balawista, ini dulu bernama Waja Surf Live Saving Guard yang digagas oleh Bapak I Gde Berata bersama kawankawan. Dengan berkembangnya pariwisata di Bali khususnya Badung, makanya lifeguard ini lebih dikenal dengan nama Badan Penyelamat Wisata Tirta atau Balawisata,’’ ujarnya. Balawista ini sepenuhnya berada di bawah koordinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Badung. ‘’Pengamanan ini merupakan wujud kongkrit Badung untuk meningkatkan layanan keselamatan bagi peminat pariwisata di objek wisata khususnya di pantai dan laut,’’ katanya. (kmb)

Menurut Wiryatama, angka kunjungan wisatawan Tiongkok yang kini nomor satu ke Bali tidak ada artinya bila ada praktik-praktik seperti itu. Sebab, Bali hanya mendapatkan sampah ketimbang manfaat dengan kedatangan wisatawan tersebut. Wisatawan Tiongkok seolah-olah hanya meminjam tempat di Bali. ‘’Kalau jangka lama kita biarkan, akan merusak. Kita akan panggil yang terkait semuanya, agennya, termasuk konsulatnya kita akan mintai keterangan. Kita ajak bicaralah, koordinasi,’’ jelas politisi PDI-P asal Tabanan ini. Wiryatama mengakui, sebelumnya dia sudah pernah memprotes masalah jual beli kepala wisatawan Tiongkok. Namun, Konsulat Tiongkok saat itu belum mendapatkan solusi atas masalah tersebut. Kini pihaknya menginginkan ada kesepakatan G to G atau kesepakatan antara pemerintah dan pemerintah, termasuk agar pemerintah

WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa ikut menyambut kehadiran Presiden RI Joko Widodo saat mem buka Temu Karya Nasional (TKN), gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (Pindeskel) 2018 di areal Garuda Wisnu Kencana (GWK), Ungasan, Kabupaten Badung, Jumat (19/10) kemarin. Pembukaan ditandai pemukulan kentongan oleh Presiden Jokowi, didampingi Mendagri Tjahyo Kumolo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Gubernur Bali I Wayan Koster. Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 1921 Oktober di areal GWK. Acara tersebut di antaranya dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota se-Indonesia. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan negara Indonesia adalah negara besar yang memiliki 17.000 pulau, 34 provinsi, 514 kabupaten/

kota, dengan jumlah penduduk 263 juta. ‘’Ini adalah negara besar, dengan perbedaan yang besar pula yang kita miliki. Suku, bahasa daerah yang sangat banyak, perbedaan agama, adat, tradisi. Ini yang harus kita sadari bersama. Sekali lagi, negara ini adalah negara besar,’’ kata Presiden Jokowi. Dengan perbedaan ini, Presiden mengharapkan jangan sampai ada ego provinsi, ego sektoral, ego kedaerahan, karena semua daerah dalam bingkai NKRI. Wabup Ketut Suiasa usai mendampingi Presiden Jokowi mengatakan, TKN yang dikaitkan dengan TTG dan Pindeskel yang digelar di Kabupaten Badung ini merupakan sebuah media yang sangat bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara. Melalui forum ini, pemerintah dapat mensinkronisasi serta mampu mengintegrasikan kebijakan-kebijakan nasional yang harus diterjemahkan ke dalam kebijakan hingga level desa dan kelurahan. Dalam konteks itu pula, setiap daerah dalam hal ini

Tiongkok ikut mengawasi agennya. ‘’Kalau sekarang kan dia berbisnis murni karena teori bisnis itu sepanjang dia untung, dia tidak memikirkan yang lain. Kalau kita di Bali kan bagaimana di jangka panjang karena kita pariwisata budaya. Kalau budaya rusak, turisnya tidak ada yang datang,’’ terang mantan Bupati Tabanan dua periode ini. Sebelumnya, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati melakukan sidak ke empat toko jaringan Tiongkok di Jl. By-pass Ngurah Rai, Kamis (18/10) lalu. Tokotoko inilah yang diduga mensubsidi wisatawan Tiongkok untuk berwisata murah ke Bali. Hasilnya, toko-toko itu tidak ada yang menjual produk khas Bali dan mempekerjakan tenaga asing khususnya dari Tiongkok. Parahnya lagi, gambar garuda yang menyerupai lambang negara RI justru dipakai untuk cap stempel pada invoice toko-toko tersebut.

Wagub pun mengaku akan membicarakan masalah tersebut bersama pihak terkait dengan lebih detail untuk tindakan selanjutnya. Tentu ada ancaman pidana bila memang ada pelanggaran izin kerja, imigrasi, atau barang dagangan. Sementara ini, pihaknya memang baru menelusuri cara toko-toko jaringan Tiongkok ini mencari uang untuk mensponsori wisata murah ke Bali. Sebab, mereka rupanya tidak bermain pada hotel karena hotel tetap dibayar. Kalaupun harganya ditekan, itu lebih karena oversuplay hotel di Bali. Namun yang jelas, persoalan ini tetap akan merusak citra pariwisata Bali. ‘’Kita dirugikan dari segi transaksi, dari sisi tenaga kerja, devisa, hampir semua dirugikan kita. Ada beberapa negara juga sedang mengalami seperti yang kita alami di sini, ya tidak ada salahnya kita belajar pada negara-negara yang sudah berhasil mengatasi persoalan ini,’’ ujarnya. (kmb32)

Suiasa Sambut Kedatangan Presiden Jokowi Tinggi, Potensi Pengembangan Wabup Temu Karya Nasional, TTG dan Pindeskel 2018 di GWK Kerajinan Kulit Ikan

Mangupura (Bali Post) Temu Karya Nasional, Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (Pindeskel) 2018 di Garuda Wisnu Kencana (GWK) secara resmi dibuka Presiden Joko Widodo, Jumat (19/10) kemarin. Event yang digelar selama tiga hari ini akan menampilkan produk dan juga teknologi dari masingmasing desa di seluruh provinsi di Indonesia. Pada Stan Pameran Pemerintah Provinsi Bali ada satu kerajinan yang unik dan masih jarang dikembangkan masyarakat, yaitu kerajinan kulit ikan. Kulit ikan diolah menjadi berbagai produk siap pakai. Seperti yang dipamerkan di Stan Yeh Pasih Leather. Pemilik Yeh Pasih Leather Nyoman Adi Arnaya menjelaskan, untuk kerajinan ini pihaknya menggunakan beberapa jenis kulit ikan. Semua jenis kulit ikan bisa diolah menjadi kerajinan. Di Bali, pemanfaatan kulit ikan untuk bahan kerajinan tangan baru dilakukan olehnya. Sedangkan di Indonesia baru ada tiga perajin. Kerajinan kulit ikan masih sangat potensial dikembangkan. Menurutnya, dulu produk kulit ikan yang jadi primadona adalah kulit ikan pari. Namun saat ini populasi ikan pari sudah menurun. Untuk itu, pihaknya memilih untuk mengolah jenis ikan lain. Untuk bahan baku, dia mendapatkannya di industri filet ikan di Pelabuhan Benoa. Dari satu ekor ikan, baru 40

Bali Post/edi

KULIT IKAN - Pemilik Yeh Pasih Leather, Nyoman Adi Arnaya, menunjukkan bahan semiproduk dari olahan kulit ikan. persen bermanfaat untuk daging filet. Sisanya digunakan sebagai pupuk dan sebagian lagi sampah. Di sinilah peluang itu muncul. Kulit ikan ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk kerajinan. Kulit fresh yang baru diambil belum bisa langsung diolah, namun harus digarami dan disimpan hingga tujuh hari. Untuk proses pengolahan, berawal dari kulit ikan hasil filet, melalui proses penyamakan, dilanjutkan dengan pewarnaan. Bahan pewarna yang dipakai sebagian besar pewarna alami, namun tidak semua warna bisa terpenuhi. ‘’Warna yang tidak bisa dipenuhi dari warna alami, bisa menggunakan warna sintetis yang aman digunakan,’’ katanya. Adi Arnaya yang membuka workshop dan kantor di Perum. Bayusuta, Singaraja ini menyebutkan, terkait proses produksi

setiap jenis kulit memerlukan waktu berbeda-beda. Namun rata-rata memakan waktu 12 hari. Di tempat kerjanya, produksi baru sampai pada kulit semi produk. Sedangkan untuk diolah menjadi produk jadi, pihaknya masih menyiapkan SDM. ‘’Kulit ikan ini tergolong kulit exotic dan pasarnya high end yang pengerjaannya betulbetul harus rapi,’’ terangnya. Produk olahan kulit ini termasuk komoditi yang sangat diminati, tentunya di kalangan menengah ke atas. Untuk peluang pasar, sebetulnya kebutuhan dunia baru terisi 30 persen untuk semua jenis kulit. Sedangkan di Indonesia masih 20 persen. Di Indonesia baru ada 16 ribu perajin kulit yang sebagian bahan semi jadi didapat dari impor, seperti kulit kambing, sapi dan sebagainya. Bahkan ada juga kulit dari hasil pemburuan liar. (kmb23)

upayakan untuk pemberdayaan ekonomi, sesuai dengan potensi masing-masing desa. Potensi dimaksud bisa berupa pengembangan BUMDes, desa wisata ataupun desa pertanian. Pihaknya kini mengambil kebijakan agar Dana Desa mampu mendorong hal itu untuk pengembangan ekonomi di desa, kendati sebelum ada Dana Desa, Pemprov Bali sudah mengupayakan pemberdayaan ekonomi lewat Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbangsadu). ‘’Namun demikian, ini lebih lagi dimantapkan pada sebuah fokus titik terlemah apa. Itu yang harus kita obati, itu yang harus kita tutupi apa kendala-kendala yang terjadi, masalah apa yang terjadi di desa,’’ imbuhnya. Lihadnyana menambahkan, kendala yang selama ini dihadapi lebih banyak pada tata kelola SDM. Perlu dilakukan pembinaan dan

pendampingan sehingga masyarakat mampu mandiri. Terlepas dari masalah itu, Bali kini bisa dikatakan tidak lagi memiliki desa tertinggal. Namun yang ada hanyalah desa berkembang menjadi desa maju dan desa maju menjadi mandiri. ‘’Ini perlu ditarget. Tahun depan, dari berkembang ke maju kita target 20 desa. Parameter dan kriterianya kita pelajari,’’ tegasnya. Terpenuhi atau tidaknya hal tersebut, parameter dan kriterianya akan dijadikan dasar untuk membuat perencanaan menggunakan Dana Desa. ‘’Jangan sampai nanti Dana Desa tanpa data, tanpa program, tanpa perencanaan, nanti tidak ada gunanya,’’ jelasnya. Lihadnyana menyebut, Bali saat ini memang lebih banyak memiliki desa berkembang terutama di Karangasem, Buleleng, Bangli, Klungkung, dan Jembrana. (kmb32)

Pemprov Targetkan 20 Desa Berkembang Menjadi Maju di Tahun 2019

PEMPROV Bali menargetkan 20 desa berkembang di Bali dapat menjadi desa maju di tahun 2019. Ini tidak lepas dari gelontoran Dana Desa oleh pemerintah pusat yang terus meningkat setiap tahunnya. Sejak empat tahun terakhir, program Dana Desa telah diakui dapat mempercepat pembangunan di desa. Sejumlah negara bahkan menyatakan hendak meniru program ini. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana di sela-sela Temu Karya Nasional (TKN), Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (Pindeskel) 2018 di GWK Cultural Park, Jumat (19/10) kemarin. Menurut Lihadnyana, pihaknya akan tetap mengawal Dana Desa sembari mendorong program lain. Dana Desa porsinya harus lebih di-

SAMBUT PRESIDEN - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa ikut menyambut kehadiran Presiden RI Joko Widodo pada TKN, TTG dan Pindeskel 2018 di GWK, Ungasan, Jumat (19/10) kemarin. desa dan kelurahan dapat langsung saling berinteraksi berkaitan dengan inovasi yang telah dilakukan, sehingga kemajuan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di seluruh Indonesia tidak ada terlalu timpang. Lebih lanjut disampaikannya, bagi Badung ini sebagai forum yang sangat baik sebagai ajang promosi daerah, sekaligus sebagai

forum mensosialisasikan kebijakan-kebijakan Pemkab Badung yang nantinya bisa diinformasikan kepada seluruh peserta. ‘’Hal ini kami akan paparkan dalam kegiatan lokakarya. Dari itu akan terjadi jalinan komunikasi dan saling mengisi serta mengkoreksi. Mudahmudahan kebijakan kita ini dapat memberikan kontribusi buat daerah lain,’’ tambah Suiasa. (ad812)

Kesejahteraan Perangkat Desa Disetarakan dengan PNS

Mangupura (Bali Post) Kesejahteraan perangkat desa saat ini sudah mulai disetarakan dengan PNS. Pemerintah melalui Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 pasal 9, pasal 19 dan pasal 20, sudah memberikan akses melalui penggunaan Dana Desa atau APBDes untuk mendapatkan jaminan hari tua dan pensiun serta kecelakaan kerja dan kematian. Menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, APBDes bisa digunakan sebagai belanja pegawai untuk membayar iuran jaminan sosial, baik untuk BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh perangkat desa agar segera menganggarkan APBDes untuk membiayai iuran tersebut. ‘’Kalau itu tidak digunakan, mereka akan kehilangan kesempatan,’’ katanya saat ditemui di sela-sela lokakarya serangkaian Temu Karya Nasional, Gelar Teknologi Tepat Guna dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan 2018 di GWK, Jumat (19/10) kemarin. Diungkapkannya, manfaat yang didapatkan untuk jaminan hari tua, nanti

Bali Post/edi

SERAHKAN KARTU - Dirut BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada aparatur desa. pada saat mereka tidak bekerja atau memasuki usia pensiun, seluruh dana itu akan diberikan. Sedangkan untuk program pensiun, pada saat mereka memasuki masa pensiun, mereka akan menerima uang pensiun. Mekanismenya persis sama seperti PNS. Dana pensiun diterima sebesar 30 persen dari ratarata upah. Kemudian bila aparat desa bersangkutan meninggal, santunan akan diberikan kepada janda atau dudanya. Sedangkan bila janda atau dudanya meninggal, maka akan diberikan

kepada anaknya hingga umur 24 tahun. ‘’Ini manfaat yang sangat luar biasa untuk meningkatkan kesejahteraan para perangkat desa,’’ tegasnya. Saat ini, kata Agus Susanto, desa yang sudah mendapat jaminan ini baru 40 persen dari seluruh desa di Indonesia. Sedangkan untuk aparat desa yang sudah mendapatkannya, baru sebanyak 30 persen dari total aparat desa seluruh Indonesia. ‘’Artinya, ada sekitar 70 persen aparat desa belum mendapatkan dan 60 persen desa yang be-

lum mendapatkan jaminan hari tua,” jelasnya. Belum meratanya desa maupun perangkat desa yang mendapat jaminan ketenagakerjaan ini, kata Agus kemungkinam karena mereka belum menganggarkannya. Sebab regulasi ini baru saja dikeluarkan sebagai payung hukum penggunaan APBDes untuk membayar iuran jaminan sosial. ‘’Kami mengimbau kepada seluruh desa untuk segera menganggarkan. Kalau itu tidak dianggarkan, tentu sangat disayangkan,’’ ujarnya. (kmb23)


INFO SEREMONIAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Pecahkan Rekor MURI Orasi Pancasila dengan 52 Bahasa

Sabtu Pon, 20 Oktober 2018

Made Sunarta

Wisuda VII Undhira Penuh Keistimewaan Rancangan Tak Boleh Menyimpang Terlalu Besar

WISUDA - Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra (kanan) didampingi Kepala Lembaga 7 Karakter Undhira Rahmadi Prasetyo, S.T., M.T. saat menerima Piagam Rekor MURI Orasi Pancasila dengan menggunakan 52 bahasa pada Wisuda VII Undhira, Jumat (19/10) kemarin. MELEPAS 454 orang wisudawan dari 13 program studi (prodi), Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali menggelar upacara Wisuda VII di Ballroom Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Jumat (19/10) kemarin. Lulusan terbaik pada wisuda kali ini diraih mahasiswi berprestasi ke-2 Wilayah VIII Bali-Nusra tahun 2017 Anak Agung Made Ariasih dengan IPK 3,97 dari Prodi Sastra Inggris. Pelepasan wisudawan dilakukan langsung Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS. yang dihadiri oleh Perwakilan LLDikti Wilayah VIII, Perwakilan Apatisi Wilayah VIII-A Bali, Pembina, Pengawas, dan Pengurus Yayasan Dhyana Pura, para Kepala Departemen di Lingkungan GKPB, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Undhira, stakeholders terkait,

dan seluruh civitas akademika Undhira. Rektor Undhira Dr. dr. Made Nyandra mengatakan upacara Wisuda VII tahun 2018 ini penuh keistimewaan. Pasalnya, pada kegiatan Dies Natalis ke-7 Undhira beberapa bulan lalu, Undhira berhasil memecahkan Rekor MURI penyelenggara Orasi Pancasila dengan menggunakan 52 bahasa daerah di Indonesia. Selain itu, dalam program ‘’Green Energy & Healthy Campus’’, Undhira juga mendapat 10 sepeda dari SKK Migas. Menariknya, sebelum diwisuda, beberapa wisudawan yang dilepas ini telah diterima kuliah S-2 di Jepang. ‘’Hari ini (kemarin - red) kami dapat mempersembahkan kepada bangsa Indonesia lulusannya sebagai sumber daya yang berkualitas, yang sangat diperlukan dalam rangka mewujudkan bang-

sa Indonesia menjadi bangsa yang besar. Ada 454 orang yang diwisuda pada hari ini. Wisudawan terbaik dan berprestasi Universitas Dhyana Pura pada tahun 2018 dipilih dan ditentukan menurut kriteria pelaksanaan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler,’’ ujar Dr. Made Nyandra. Lebih lanjut dikatakan, Undhira mempunyai visi menjadi perguruan tinggi teladan dan unggulan. Untuk mencapai visi tersebut telah ditetapkan misi yaitu menjadikan Undhira sebagai pusat pembentukan manusia seutuhnya yang berkualitas secara akademis, berkarakter, profesional, perilaku dan spiritual. Sementara itu, untuk mewujudkan visi dan misi tersebut dilakukan pendidikan karakter yang dilakukan pada setiap hari Rabu. Tujuh karakter tersebut adalah Percaya Diri (Self Confident), Integritas (Integrity), Multikultur (Multiculture), Entre-Intrapreneur, Kepemimpinan yang Melayani (Servant Leadership), Profesionalism, dan Globaly. Ketujuh karakter ini telah dinilai oleh tim GAA (Global Accreditation Association) dan hasil akreditasinya mendapatkan nilai 4,5 dengan nilai maksimum 5,0. Pihaknya berharap para wisudawan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mampu mengisi lapangan pekerjaan yang dibutuhkan dunia usaha. Apalagi, sebagian mahasiswa Undhira telah mempunyai usaha sendiri. ‘’Pada wisuda kali ini kami tidak hanya memberikan ijazah kepada para lulusan, tetapi juga sertifikat kompetensi, seperti sertifikat kompetensi perhotelan, tata boga, dan lainnya, sehingga para lulusan mampu bersaing secara global dalam dunia kerja,’’ pungkasnya. (ad813)

DLHK Gelar Lomba Sungai Bersih

PENGUKUHAN - Kepala DLHK Denpasar I Ketut Wisada saat pengukuhan komunitas anak peduli sungai yang ditandai dengan penyematan topi, kemarin. AIR merupakan sumber daya alam yang sangat vital bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Karena itu, sumber daya alam tersebut harus dijaga dan dilindungi agar terus dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya. Terlebih, selama ini ancaman pencemaran air oleh berbagai limbah semakin besar. Hal ini mengemuka dalam acara penobatan juara lomba sungai bersih dan pengukuhan komunitas anak peduli sungai yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar di bantaran Tukad Buluh, Penatih, Jumat (19/10) kemarin. Lomba sungai bersih ini diikuti oleh 20 desa/kelurahan yang memiliki aliran sungai. Ketua Panitia Penobatan Juara Ni Made Reti mengatakan, kegiatan lomba ini untuk memi-

nimalisasi ancaman terhadap pencemaran air sungai. Karena laju pertumbuhan penduduk yang tinggi terjadi degradasi kualitas air sungai. Lomba ini merupakan salah satu strategi dalam pengelolaan sungai. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga air sungai menjadi sangat penting, sehingga tidak hanya membebani pemerintah saja. Partisipasi masyarakat ini diharapkan dapat saling menguntungkan antarkomponen yang ada, yakni pemerintah dan masyarakat itu sendiri. ‘’Untuk mewujudkan upaya pengendalian pencemaran air sungai, Pemkot Denpasar telah memiliki program kali bersih (prokasih). Melalui program tersebut digelar lomba sungai bersih,’’ ujar Reti. Selain menggelar lomba sungai bersih, pihaknya juga sudah

mengadakan sekolah sungai yang diikuti oleh 20 sekolah di Denpasar. Pada tingkat SMP sebanyak 7 sekolah dan SD sebanyak 13 sekolah. Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari, yakni pada 13 sampai 15 Agustus lalu. Sementara itu, Kepala DLHK Denpasar I Ketut Wisada, S.E., M.Si. mengatakan Denpasar yang tumbuh dengan pesat menjadi kota metropolitan juga muncul dampak ikutannya. Salah satunya, yakni terjadinya penurunan kualitas lingkungan, seperti pencemaran udara, tanah dan air. Ini merupakan persoalan universal yang saling terkait satu dengan yang lainnya. Karena itu, untuk bisa tetap menjaga keseimbangan lingkungan hidup, pemanfaatan dan penggunaannya harus dilakukan sebijaksana mungkin. Demikian pula dalam kaitannya untuk mengurangi pencemaran air, harus ada langkah yang lebih gencar untuk melakukan hal-hal yang mampu mengurangi pencemaran tersebut. ‘’Lomba sungai bersih ini merupakan salah satu upaya menuju ke arah sana,’’ kata Wisada. Setelah tim melakukan penilaian, poin tertinggi diraih oleh Kelurahan Penatih (Tukad Buluh) dengan skor 25,47, disusul Desa Padangsambian Kaja (Tukad Mati bagian tengah) 24,63, poin ketiga diraih Kel. Kesiman (Tukad Pendem) dengan skor 24,10, berikutnya Kel. Sumerta (Tukad Lobong) 23,59, berikutnya Kel. Ubung (Tukad Mati tengah) 23,45 dan posisi keenam diraih Desa Dauh Puri Kaja (Tukad Tagtag) dengan skor 22,42. (ad816)

Diskes Denpasar Gelar Lomba Balita Indonesia

LOMBA - Suasana lomba balita Indonesia yang digelar Dinas Kesehatan Kota Denpasar, kemarin. UPAYA pembinaan dan meningkatkan derajat kesehatan anak terus dilakukan jajaran Dinas Kesehatan (Diskes) Denpasar. Langkah ini dilakukan melalui pemantauan kesehatan balita serta ibunya, baik melalui program promotif maupun preventif. Lomba balita Indonesia tingkat Kota Denpasar ini juga merupakan salah satu upaya untuk menuju kesehatan anak yang semakin baik. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini yang diwakili Kabid Kesmas Tri Indarti, SKM.

saat membuka Lomba Balita Indonesia tingkat Kota Denpasar di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Jumat (19/10) kemarin. Lomba ini diikuti 24 peserta yang merupakan wakil dari empat kecamatan di Denpasar. Lomba ini dibagi menjadi dua kelompok usia, yakni usia 6-24 bulan dan usia 2-5 tahun. Sri Armini menambahkan, secara umun kondisi kesehatan balita di Denpasar cukup baik. Karena dari hasil pemantauan yang dilakukan, tidak ditemukan adanya masalah gizi di masyarakat. Meski demikian, upaya untuk

meningkatkan kesehatan anak terus dilakukan. Diakui, sampai saat ini masih ada balita yang kurus sebesar 3,8 persen, balita gizi kurang 3,5 persen dan balita stunting 9,6 persen. Dikatakan, lomba balita ini merupakan wujud nyata dan perhatian pemerintah kota terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam rangka pembangun manusia Indonesia seutuhnya dalam keadaan sehat jasmani, sehat rohani dan sehat sosialnya. Membangun SDM yang berkualitas harus dimulai dari usia anak masih dalam kandungan ibunya. Karena itu merupakan periode emas, yakni 1.000 hari kehidupannya. Selanjutnya, balita, remaja bahkan sampai usia lansia. Ketua Panitia Lomba Luh Putu Kertiasih, SKM. mengungkapkan tujuan lomba ini di antaranya untuk mengetahui kualitas pelayanan gizi sesuai pertumbuhan balita. Selain itu, juga untuk mewujudkan keluarga sadar gizi. Dalam lomba kali ini, tim juri terdiri atas unsur PKK, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Kesra, serta IDAI, PDGI, dan HIMPSI Kota Denpasar. Dari lomba ini tim akan menentukan juara I, II, dan III untuk masing-masing kategori usia. (ad817)

RANCANGAN belanja mencapai Rp 10 triliun lebih dan pendapatan sebesar Rp 9 triliun lebih dalam APBD Badung 2019 tidak hanya menjadi motivasi seluruh perangkat daerah untuk bekerja keras di tahun 2019. Hal ini juga merupakan bagian dari optimisme TAPD dalam perkembangan ekonomi di Badung. Apalagi belanja publik dirancang sangat besar yakni 82 persen dan belanja aparatur hanya 18 persen, ini merupakan perlu pencermatan lagi. Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta yang dihubungi, Jumat (19/10) kemarin mengatakan, hal ini sangat luar biasa dengan optimisnya Bupati bersama parangkat daerah terhadap perkembangan ekonomi khususnya di Kabupaten Badung. ‘’Sebelum disahkan dan diteruskan ke provinsi, kami bersama pihak komisi yang ada di Dewan Badung akan melakukan penggodokan agar sejumlah asumsi tersebut bisa direalisasikan,’’ ujarnya. Lebih lanjut Ketua DPC Demokrat Badung ini juga mengatakan, sebagai lembaga pengawasan, dewan akan mencermati lebih mendetail lagi pada Senin (22/10) mendatang, apa yang perlu dikoreksi. ‘’Mesti masih asumsi, rancangan tidak boleh menyimpang terlalu besar. Untuk itu kajian mesti dilakuan dengan baik. Mengingat, tahun ini saja pendapatan belum bisa tercapai sesuai target, sehingga kami di dewan perlu melakukan pencermatan ulang terhadap rancangan di tahun 2019,’’ paparnya.

Sebelumnya, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta berharap ada masukan dari berbagai pihak terhadap Rancangan APBD Badung 2019, sehingga semua bisa berjalan dengan baik dan pemerintahan Kabupaten Badung berjalan selaras. (ad811)

Hakim MK Beri Kuliah Umum di FH Undwi

Mahasiswa Tak Setuju Koruptor Dilindungi HAM

MAHASISWA Fakultas Hukum Universitas Dwijendra (FH Undwi) Denpasar terus diberi penguatan bidang akademik. Hal ini dilakukan guna menghasilkan lulusan dan SDM bidang hukum yang berkualitas dan profesional. Jumat (19/10) kemarin, mahasiswa FH Undwi mendapat kuliah umum dari hakim konstitusi MK Dr. Manahan, M.P. Sitompul, S.H., M.Hum. Dekan FH Undwi Dr. Anak Agung Sagung Ngurah Indradewi, S.H., M.H. mengungkapkan, mahasiswa FH Undwi harus terus diisi baik dari kampus sendiri maupun dari institusi terkait. Alasannya, bidang hukum terus mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan zaman. Peningkatan akademik ini perlu dilakukan guna menghasilkan lulusan yang inovatif, berkepribadian dan mandiri. Materi kuliah umum yakni ‘’Peran Maskamah Konstitusi (MK) dalam perubahan hukum pada sistem ketatanegaraan RI’’ diakui sangat penting bagi mahasiswa dalam menambah wawasan termasuk bagi mahasiswa yang sedang dan akan menyusun skripsi dan tesis untuk mengakhiri studi. Kepada mahasiswa, dia berpesan bisa meniru motto Dr. Manahan M.P. Sitompul yakni ‘’Ora et labora ’’ artinya berdoa dan bekerja. Dekan FH Undwi A.A. Sagung Ngurah Indradewi, S.H., M.H. didampingi Wakil Dekan Krishna Satrya Nugraha Taira, S.H., M.Kn. dan Kaprodi Made Gede Artadana, S.H., M.H. juga menegaskan FH Undwi tak mau main-main dalam mencetak sarjana hukum. Mahasiswa selain banyak berdiskusi seminar dan kuliah umum mereka juga diajak PKL dan praktik peradilan semu. Hal ini dilakukan FH Undwi guna memenuhi keinginan lulusan dan stakeholders untuk menjadi PNS, penegak hukum dan peningkatan

karier. Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. saat membuka kuliah umum mengungkapkan bahwa para hakim MK seperti Dr. Maria sering diundang berbicara dan memberikan kuliah umum kepada mahasiswa FH Undwi. Bahkan mahasiswa FH sejak dia pimpin juga sering diajak PKL ke MK di Jakarta. Di hadapan ratusan mahasiswa S-1 dan S-2 FH Undwi, Rektor Putu Dyatmikawati mengungkapkan mahasiswa FH Undwi berbahagia karena kuliah umum kali ini sangat istimewa diberikan oleh hakim MK Dr. Manahan M.P. Sitompul. Bagi dia, masalah hukum kini banyak disoroti masyarakat baik materi dan kualitas aparat penegak hukumnya. Semua ini berdampak serius dalam sistem hukum Indonesia. Dalam konteks kekinian, penyusunan perangkat hukum dan pelaksanaannya diakui belum maksimal. Untuk itu diperlukan adanya pembaruan hukum nasional. Dengan demikian tercapai keadilan, kesejahteraan dan hukum yang bermartabat.

Hakim MK Manahan M.P. Sitompul menegaskan, MK mengadili permohonan yudicial review dan UU semuanya berhubungan dengan pembangunan hukum itu sendiri. Sekalipun UU melalui proses politik di DPR juga perlu proses oleh MK, sehingga tercapai hukum yang ideal. Mahasiswa pun aktif berdebat. Salah satunya Pastika mempertanyakan apakah pantas koruptor dilindungi dengan HAM. ‘’Rasanya ini tak tepat,’’ tegasnya. Pertanyaan lain yang mengemuka soal keputusan hakim yang sering menyengsarakan rakyat dan pembubaran parpol. Manahan Sitompul menanggapi bahwa hak dipilih dan memilih bagian dari HAM. Di alam demokrasi seseorang boleh menyatakan diri dan UU tak ada langsung melarang menjadi caleg. Masyarakat yang menentukan mau dipilih atau tidak. Tidak ada UU yang melarang narapidana datang ke TPS, kecuali pengadilan mencabut hak politiknya. Soal penegakan hukum, dia menegaskan hakim tak boleh tergiur dengan arta, wanita dan tahta. (ad818)

KULIAH UMUM - Rektor Undwi Putu Dyatmikawati, Dekan FH A.A. Sagung N. Indradewi, Wakil Dekan dan Kaprodi bersama hakim MK Manahan M.P. Sitompul saat memberi kuliah umum di FH Unwi.

SEARC Ke-5 Dibuka, Dihadiri Radiografer dari 17 Negara RADIOGRAFER dari seluruh Asia Tenggara, Kamis (18/10) berkumpul di Bali untuk mengikuti South East Asia Radiographers & Radiological Technologist Conference (SEARC) ke-5. Bertempat di Ungasan Bay View Hotel, pertemuan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. Ketut Suarjaya ditandai pemukulan kentongan. Ketua Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) Pusat H. Sugiyanto, S.Pd., M.App.Sc. (MRI) mengatakan, kegiatan ini merupakan pertemuan Radiografer dan X-ray Teknologi se-ASEAN. Ini merupakan pertemuan tahunan yang memasuki tahun ke-5 di ASEAN. Tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah. ‘’Yang hadir tidak hanya dari negara ASEAN, namun juga dari beberapa negara besar. Sekitar 17 negara dengan jumlah peserta internasional hampir sebanyak 67 orang,’’ katanya. Ditambahkannya, pada pertemuan ini selain memaparkan perkembangan teknologi radiografi, juga sharing terkait informasi antarnegara satu dengan negara lain. Selain itu, juga ada pertemuan pimpinan di tingkat ASEAN yang membahas halhal krusial seperti penyamaan kurikulum di ASEAN. Selain itu ada juga membahas terkait pertukaran tenaga radiografer antarnegara. Ke depan, pihaknya berharap tenaga kesehatan khususnya terkait level radiografer di ASEAN bisa sama. Sehingga hal itu bisa membuka mata radiografer supaya mereka lebih percaya diri bekerja di mana saja. ‘’Kita juga concern bagaimana meningkatkan kualitas radiografer.

Dengan pertemuan ilmiah seperti ini, mereka mempresentasikan hasil penelitiannya, sehingga kualitasnya akan semakin baik,’’ pungkasnya. Selama ini, kompetensi radiografer di Indonesia tidak kalah dengan negara-negara di ASEAN. Meski demikian, mereka juga tetap harus belajar. Bahkan, dengan perkembangan teknologi radiografi saat ini, pihaknya melalui RAPI terus melakukan pertemuan untuk meng-update informasi minimal pertemuan setahun dua kali. ‘’Tidak hanya nasional, di daerah masing-masing juga sering dilakuan pertemuan seperti ini. Ini penting, karena perkembangan teknologi radiografi sangat cepat. Di Indonesia jumlah anggota RAPI saat ini sudah sekitar 11.000 orang,’’ katanya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. Ketut Suarjaya mengatakan, kegiatan ini tentu

akan menambah image bahwa Bali aman. Selain itu, pertemuan ini juga akan meningkatkan wawasan para radiografer yang ada di Bali. Diakuinya, saat ini keberadaan radiografer di Bali memang masih sedikit. Meski, dikatakannya, sesungguhnya di setiap layanan kesehatan di rumah sakit mesti ada selain alat-alat yang canggih tentu juga harus ditunjang oleh SDM yang berkualitas. Dengan pertemuan seperti ini, pihaknya berharap wawasan SDM di bidang radiografi akan semakin baik. Radiografi dan radiologi, menurutnya, memang merupakan salah satu alat untuk diagnostik. Dengan semakin baik teknologinya dan semakin berkualitas SDM-nya tentu ketepatan diagnosis dari para tenaga medis akan semakin baik. Dengan demikian ini juga akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan. (ad152)

BUKA SEARC - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. Ketut Suarjaya memukul kentongan menandai dibukanya SEARC ke-5, Kamis (18/10), di Ungasan Bay View Hhotel.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Sabtu Pon, 20 Oktober 2018

figur Kapolresta Terlama SEBENTAR lagi tongkat komando Kapolresta Denpasar akan diserahterimakan dari Kombes Pol. Hadi Purnomo kepada AKBP Ruddi Setiawan. Ketika ditanya sosok penggantinya, Kombes Hadi Purnomo sangat yakin AKBP Ruddi mampu melaksanakan tugas sebagai Kapolresta dengan baik. Pasalnya, Ruddi pernah menjabat Kapolres Badung dan Wadir Reskrimsus Polda Bali. ‘’Saya yakin dan percaya (Ruddi - red) bisa meneruskan program Bapak Kapolda, program saya pribadi, ditambah lagi program Kapolresta yang baru. Wilayah Polres Badung dan Polresta kan beda tipis,’’ tegas Kombes Hadi Purnomo, Jumat (19/10) kemarin. Mantan Kapolres Gianyar ini berpesan kepada Kapolresta yang baru supaya selalu mendekatkan diri dengan anggota dalam melaksanakan tugas bidang pembinaan dan operasional. Selama menjabat Kapolresta 2 tahun 4 bulan, perwira melati tiga asal Surabaya, Jawa Timur ini sangat terkesan dengan wartawan. Pasalnya, wartawan di Bali baik-baik. ‘’Saya rasa paling lama jadi Kapolresta dibandingkan pejabat sebelumnya. Kalau Bapak Komang Udayana 2 tahun 3 bulan. Kalau selama bertugas di sini ada salah ucap atau pengertian, saya minta maaf,’’ pintanya. Ia mengaku cukup senang karena dalam pelaksanaan tugas tidak ada tekanan. ‘’Kita kan mesti saling mendukung dan menguntungkan. Dengan pemberitaan selama ini saya masih dipertahankan. Saya minta jalinan pertemanan ini tidak sampai di sini, apalagi kita masih di wilayah Bali,’’ ucapnya. (rah)

HASIL CURIAN - Kapolsek Kuta Utara Johannes menunjukkan HP curian.

Ditinggal Mandi, HP Raib

Mangupura (Bali Post) Usai mandi di rumahnya di Jalan Mertasari, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Ni Luh Putu Sudarmini (28) panik. Pasalnya, HP yang ditaruh di bale bengong, raib. Kasus pencurian ini langsung dilaporkan ke Polsek Kuta Utara, Sabtu (13/10) lalu. Kapolsek Kuta Utara Johannes Nainggolan didampingi Kanitreskrim Iptu Androyoan Elim, Jumat (19/10) kemarin, mengatakan korban meninggalkan HP tersebut di bale bengong rumahnya. Selanjutnya dia mandi di kamar mandi. ‘’Selesai mandi, korban tidak melihat HP tersebut. Korban lalu menelepon suaminya untuk menanyakan hal itu, tapi suaminya tidak ada mengambil,’’ tegasnya. Korban lalu melaporkan kejadian ini ke Polsek Kuta Utara. Berdasarkan laporan tersebut, tim Opsnal melakukan penyelidikan dan hasilnya pelaku I Ketut Muliarta (35) terlacak di wilayah Sesetan. Polisi langsung menuju tempat kerja pelaku dan berhasil ditangkap. ‘’Pelaku ditangkap berselang beberapa jam setelah kasus ini dilaporkan. Juga diamankan barang bukti HP curian,’’ ujarnya. (kmb36)

Bali Post/ist

RUMPUT - Jajaran TNI saat membantu petani membersihkan rumput di sawah.

TNI Bantu Petani Bersihkan Rumput di Sawah Tabanan (Bali Post) Membantu para petani di wilayah Kecamatan Kerambitan, Komando Rayon Militer (Koramil) 05-1619/Kerambitan mengerahkan personelnya ke sawah di Banjar Pelem Gede, Desa Batuaji, Jumat (19/10) kemarin. Danramil 05-1619/Kerambitan Kapten Inf. Wongso mengatakan pengerahan personelnya tersebut guna membantu para petani dalam meningkatkan suwasembada pangan demi kemanunggalan TNI-Rakyat. Di persawahan Banjar Palem Gede Desa Batuaji, personel TNI melakukan pembersihan rumput di sela-sela padi yang tumbuh berumur 31 hari. ‘’Dalam giat di sawah sudah dilaksanakan pemupukan tahap I dengan menggunakan pupuk urea sebanyak 250 kg dan rencananya Senin depan akan dilakukan pemupukan tahap II dengan pupuk ponska untuk kesuburan padi di areal 1 hektar,’’ ungkap Kapten Wongso. Namun di saat sekarang, pengairan mengalami kekeringan di 15 desa yang ada di wilayah Kerambitan. Khusus di Banjar Pelem Gede, rata-rata 75% mengalami kekeringan. Oleh sebab itu dirinya selalu koordinasi dengan subak agar sawah percontohan tersebut mendapatkan air semaksimal mungkin, sehingga target bisa tercapai sesuai harapan Dandim 1619/Tabanan. Di mana prajurit selain bertugas sesuai fungsinya, prajurit teritorial juga harus mampu sebagai pendamping petani dalam meningkatkan suwasembada pangan demi kemanunggalan TNI-rakyat. (kmb28)

DAERAH

5

Bank Mantap Gelar Edukasi Perbankan dan Mantap Berbagi kepada Pensiunan DALAM rangka menjalankan program literasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Kantor Pusat menyelenggarakan edukasi perbankan dalam meningkatkan literasi kepada masyarakat, Jumat (19/10) kemarin di Auditorium RRI Denpasar. Kegiatan ini mengambil tema ‘’Edukasi Perbankan & Literasi Keuangan Program Pengenalan Perbankan dan Keuangan’’. Acara edukasi perbankan dibuka Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi, yang dalam sambutannya mengatakan pada tahun 2018 sasaran program edukasi tersebut adalah para pensiunan PNS yang tergabung dalam komunitas PWRI dan pensiunan TNI/ Polri yang tergabung dalam komunitas PEPABRI. ‘’Edukasi perbankan tersebut bertujuan dalam

rangka implementasi Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) dan menginformasikan fitur dasar produk serta layanan jasa keuangan, termasuk memberikan keterampilan terkait manfaat biaya dan risiko dalam memanfaatkan produk bank yang dibutuhkan pensiunan untuk selalu produktif dan aktif sesuai dengan visi-misi perseroan,’’ ujar Nurkholis. Nurkholis menambahkan, edukasi yang diadakan di Denpasar merupakan bagian dari road show di beberapa kota besar di Indonesia yang sebelumnya diadakan di Kota Makassar. Penyelenggaraan edukasi perbankan ini dilakukan secara rutin yang merupakan amanat dari OJK kepada seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK). ‘’Dalam bagian rangkaian acara ini, kami juga menyelenggarakan kegiatan Corporate Social Responsibility

(CSR) yaitu Mantap Berbagi dengan memberikan 150 unit sembako dan uang saku kepada masyarakat yang hadir dalam acara. Tujuan CSR tersebut merupakan bakti kami kepada masyarakat dan wujud syukur atas perkembangan bisnis perseroan,’’ tutup Nurkholis. Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari dua BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya izin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut. Sampai dengan September 2018 total aset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 17,84 triliun atau tumbuh sekitar 41 persen, sedangkan posisi dana pi-

CSR - Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi menyerahkan CSR kepada beberapa pensiunan. hak ke-3 mencapai Rp 13,52 triliun atau tumbuh sampai dengan 55,1 persen. Penyaluran kredit berkisar Rp 14,31 triliun atau meningkat sampai 56,4 persen. Khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 12,72 triliun dengan persentase tumbuh 82 pers-

en. Sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar Rp 259,5 miliar atau naik sampai dengan 135,8 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 220 jaringan yang tersebar di 28 provinsi. (ad814)

Pemkot Denpasar Canangkan Vaksinasi Massal Kanker Serviks SEBAGAI komitmen mewujudkan Bali bebas kanker serviks tahun 2020, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan Kota Denpasar melaksanakan vaksinasi massal kanker serviks, ditandai dengan acara pencanangan yang digelar di SDN 4 Ubung, Denpasar Utara, Jumat (19/10) kemarin. Vaksinasi massal 2018 ini memasuki tahun ke-6 menyasar 6.762 siswi kelas V SD negeri dan swasta seKota Denpasar. Pencanangan ditandai pemukulan gong oleh Ketua Tim Penggerak PKK Denpasar Nyonya I.A. Selly D Mantra didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes. dan Kepala SDN 4 Denpasar I Wayan Cana Ardika, S.Pd. Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Camat Denpasar Utara, Kepala UPT Dikpora se-Kota Denpasar, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI)

Denpasar, Ketua Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) cabang Denpasar dan sejumlah undangan lainnya. Dalam sambutan yang dibacakan Kadis Kesehatan, Wali Kota Denpasar Rai Dharmawijaya Mantra menyampaikan vaksinasi massal kanker serviks membuktikan komitmen Pemkot Denpasar terhadap visi ‘’Bali Bebas Kanker Serviks Tahun 2020’’. ‘’Saat ini pelaksanaan vaksinasi kanker serviks sudah memasuki tahun ke-6 dengan jumlah sasaran sampai dengan tahun 2018 ini berjumlah 21.433 siswi,’’ kata Rai Mantra. Jika tahun sebelumnya vaksinasi massal menyasar siswi kelas I SMP negeri dan swasta, untuk 2018 ini menyasar siswi kelas V SD negeri dan swasta. Vaksinasi massal kanker serviks ditujukan untuk mengantisipasi sejak dini penyakit kanker serviks yang cenderung meningkat. Upaya strategis secara terpadu dan terus-menerus, didukung berbagai sek-

tor, seluruh unsur termasuk masyarakat sekolah. Pemberian vaksinasi sedini mungkin akan membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. ‘’Sekolah merupakan tempat strategis dalam membangun kesadaran masyarakat akan pencegahan kanker serviks pada remaja,’’ tegas Rai Mantra. Ditemui seusai acara pencanangan, dr. Sri Armini mengatakan bahwa vaksinasi massal kanker serviks di Kota Denpasar akan dilaksanakan dalam waktu sebulan ke depan dikoordinasikan oleh seluruh puskesmas se-Kota Denpasar. Denpasar merupakan salah satu kabupaten/kota di Bali yang memelopori vaksinasi massal kanker serviks. Anggaran vaksin dan pelaksanaannya dibiayai dari APBD. ‘’Anggarannya sekitar Rp 8 miliar,’’ kata dr. Sri Armini. Sementara itu, Cana Ardika selaku tuan rumah pencanangan vaksinasi massal menyatakan terima kasih dan rasa bangga karena sekolah yang dipimpin-

MENENANGKAN — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar sekaligus Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Denpasar Nyonya I.A. Selly D Mantra memeluk dan menenangkan seorang siswi yang nampak takut ketika hendak divaksin kanker serviks. nya dipercaya menjadi titik awal pelaksanaan vaksinasi massal. Ia menyambut baik upaya Pemkot Denpasar sebagai bagian dari langkah mewujudkan Generasi Emas Indonesia tahun 2045. Seusai acara seremonial pencanangan, Selly Mantra yang juga Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Denpasar didampingi

dr. Sri Armini meninjau pelaksanaan pemberian vaksin kepada siswi kelas V SDN 4 Ubung, Denpasar. Hampir seluruh siswi yang diberikan vaksin nampak antusias. Saat ada satu anak yang nampak takut akan disuntik vaksin, Selly Mantra memeluk dan berusaha menenangkannya. (ad819)

Desa Wisata Bongkasa Pertiwi, Desa Wisata Adrenalin DESA Bongkasa Pertiwi masuk wilayah Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Desa ini merupakan salah satu desa wisata yang ditetapkan oleh pemerintah daerah melalui Perda No. 47 Tahun 2010. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani dan peruntukan lahan utamanya berupa pertanian padi lahan basah. Desa Bongkasa Pertiwi juga dilewati Sungai Ayung, salah satu sungai tertua dan terpanjang di Bali. Sungai ini juga memenuhi kebutuhan pengairan untuk pertanian, perkebunan dan peternakan. Selebihnya aktivitas bertanam dan peternakan tersebut menjadikan Bongkasa Pertiwi memiliki sajian landscape yang menarik bagi wisatawan. Sebagai desa wisata, Desa Bongkasa Pertiwi mengoptimalkan kekayaan alamnya. Wisata alam dan wisata buatan dikembangkan di Bongkasa Pertiwi. Dari aspek sosial–budaya, kegiatan ritual keagamaan

di areal sawah dan Pura Kahyangan Tiga menjadi daya tarik tersendiri. Dari sisi arsitektur pura dan rumah tradisional Bali menjadi simbol budaya dan Bongkasa Pertiwi sebagai pusat kerajinan perak. Selain itu wisata buatan yang memacu adrenalin dapat dijumpai pada objek wisata swing, arung jeram, paintball dan ATV (All Terrain Vehicles). Selain pertanian dan wisata, desa ini juga memiliki potensi peternakan. Hampir setiap keluarga penduduk desa ini memelihara ternak terutama sapi dan babi. Rata-rata setiap keluarga memelihara 2 ekor babi dan 1 ekor sapi. Memelihara ternak ini sudah menjadi budaya sacara turun-temurun. Ternak dipelihara secara tradisional dengan sistem kandang. Sistem konvensional ini yang kemudian membawa dampak banyaknya kotoran ternak yang tidak terkelola dan terkumpul di ruang terbuka. Kotoran yang terekspos tersebut berpotensi

Wisata ATV di Desa Bongkase Pertiwi. menimbulkan polusi udara dan mencemari air dan tanah secara estetika, keelokan desa wisata juga terganggu dengan limbah ternak tersebut. Ketua BUMDes Mandala Sari, Ida Bagus Gede Manu Drestha, berusaha memetakan potensi dari masalah tersebut. ‘’Sering sekali limbah ternak tersebut me-

nimbulkan bau yang kurang sedap, mencemari lingkungan dan dapat menjadi sumber penyakit. Bahkan pada musim hujan kotorankotoran ini hanyut melalui selokan dan sampai di Sungai Ayung, sehingga mencemari sungai,’’ katanya. Gangguan dari limbah ternak ini kemudian menjadi tantangan bagi BUM-

Des Mandala Sari yang bekerja sama dengan PT Tirta Investama-Pabrik Aqua Mambal. Limbah ternak yang mengganggu potensi wisata selama bertahun-tahun dapat kita lihat sebagai peluang. Peluang apa yang kemudian bisa dikembangkan BUMDes Mandala Sari bersama Pabrik Aqua Mambal. (bns1)


OPINI

6

Sabtu Pon, 20 Oktober 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Mengawal Peradaban Bangsa BAHASA Indonesia merupakan alat pemersatu bangsa. Ini sudah pemahaman umum. Keragaman bahasa ibu yang ada di negeri ini tak membuat penuturnya melakukan fanatisme berlebihan. Demi persatuan dan kesatuan bangsa, mereka sepakat menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Komitmen terhadap bangsa ini pun bisa diterjemahkan dengan sejauh mana kita menghormati dan membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar. Kecintaan kita terhadap bahasa juga menjadi salah satu tolok ukur sejauh mana kita menghargai peradaban bangsa ini. Peradaban dalam konteks ini juga terkait dengan terbangunnya rasa nasionalisme dalam bingkai persatuan Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai pengikat keberagaman NKRI tentulah harus kita hormati dan kita banggakan sebagai bahasa nasional kita. Dalam konteks ini, membudayakan bahasa Indonesia secara baik dan benar pada bulan Oktober adalah hal wajib. Kita tak boleh abai memperingati bulan bahasa dengan berbagai bentuk agenda dan jabarannya. Bulan bahasa yang dulu sangat populer di kalangan siswa kini patut kita akui gaungnya meredup. Bahkan, lembaga yang menangani bahasa Inadonesai yang dulu sangat populer kini tenggelam seiring dengan perkembangan informasi dan teknologi. Kita sebagai bangsa yang menyebut diri memiliki peradaban tentu sangat wajar dan wajib menghormati bahasa Indonesia jika ingin peradaban bangsa ini tetap terjaga. Oleh karena itu, melalui bulan bahasa (bulan Oktober) ini, hendaknya kita kembalikan jati diri dan identitas bangsa kita melalui kegiatan berbahasa (lisan atau tulisan) secara baik dan benar. Utamakanlah berbahasa Indonesia karena bahasa Indonesia memiliki sejarah yang teramat penting dalam perjalanan bangsa ini meraih kemerdekaan. Mengutamakan berbahasa Indonesia bukan berarti mengabaikan penggunaan bahasa lain. Bahasa daerah sebagai bahasa ibu tetap harus dilestarikan. Bahasa asing sebagai bahasa pergaulan internasional perlu juga kita pelajari. Apalagi, bahasa Indonesia bersifat dinamis dan terbuka untuk menerima masukan dari bahasa daerah maupun bahasa asing. Kedua jenis bahasa tersebut masih sangat diperlukan untuk menambah khazanah kosa kata bahasa Indonesia. Akan tetapi, jika dalam bahasa Indonesia sendiri kosa kata itu telah tersedia, sudah semestinya kita mengutamakan penggunaan kosa kata bahasa Indonesia yang telah tersedia. Peribahasa Indonesia mengatakan “bahasa menunjukkan bangsa” yang berarti budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang (baik-buruk kelakuan menunjukkan tinggi rendah asal atau keturunan). Peribahasa ini patut kita pahami dan terjemahkan dalam perilaku berbahasa. Tentu tak hanya bahasa Indonesia yang harus kita budayakan. Bahasa ibu juga harus tetap kita lestarikan mengingat ini menjadi cikal bakal kita mengenal peradaban dan budaya. Kini, kebanggaan generasi menggunakan bahasa ibunya juga mulai bergeser. Kondisinya menjadi kian parah manakala sistem pendidikan tidak lagi menyediakan cukup ruang bagi pengajaran bahasa Bali. Masih belum hilang dari ingatan, mata pelajaran bahasa Bali sempat mau diintegrasikan ke dalam mata pelajaran seni budaya dalam Kurikulum 2013. Hal ini telah pula berimbas pada tidak keluarnya Uji Kompetensi Guru (UKG) Bahasa Bali dan diarahkan ke UKG Seni Budaya. Sementara itu, bahasa Jawa dan Sunda dapat berdiri sendiri sebagai mata pelajaran bahasa daerah dan UKG daerah tersebut dilaksanakan sesuai bidangnya masing-masing. Maka ketika Gubernur Bali Wayan Koster mencanangkan gerakan peduli aksara dan bahasa Bali, terobosan ini patut diapresiasi. Kecintaan kita terhadap bahasa ibu adalah hal wajib juga yang kita tularkan kepada generasi bangsa ini. Kita tentu sangat yakin bahasa ibu dalam hal ini bahasa Bali adalah pengikat kita terhadap kebudayaan, tradisi serta ritual yang kita lakukan. Maka wajarlah kita harus membangun perdaban ini dengan membangun kecakapan berbahasa secara baik, arif, dan benar.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Hindari Program Fiktif Pembangunan berbasis pemerintahan desa kini menjadi pemahaman bersama. Kepala desa menjadi salah satu pemimpin desa yang punya tugas berat mengakomodasi dan mengoordinasikan pembangunan di desa. Untuk itu, saya berharap pengelolaan dana desa benar-benar dikontrol. Jangan sampai dana desa disiasati dengan kuitansi fiktif atau kegiatan fiktif. Jika ini masih terjadi maka gerakan Indonesia bersih dari korupsi akan sulit dilakukan. Artinya, ketika gerakan ini akan dioptimalkan rakyat pedesaan harus berani bersuara melaporkan jika ada indikasi kegiatan fiktif di desanya. Untuk mengajak masyarakat desa sadar dan berperan aktif mengontrol dana desa, maka perlu dilakukan edukasi dan transparansi pengelolaan dana desa. Bisa saja diumumkan ke banjar-banjar atau dusun mengingat jumlah dusun dalam satu desa, khususnya di Bali relatif terbatas. Jadi, peluang untuk memberdayakan masyarakat desa mengontrol penggunaan dana desa sangat terbuka jika sistemnya jelas. Yang lain ingin saya sampaikan adalah jika nanti pembangunan infrastruktur pedesaan nyaris habis, maka alokasi dana desa hendaknya ke daya saing SDM dan ruang usaha. Desa hendaknya memfasilitasi terbentuknya usaha-usaha desa yang produktif. Jangan hanya membentuk usaha desa yang hanya menjadi kedok atau sekadar memenuhi kriteria. Di sinilah pentingnya kontrol independen atas dana desa. Dengan dana desa yang relatif besar setiap tahunnya, mestinya target pembangunan bisa dirancang lebih awal. Dengan demikian, alokasi dana bisa dioptimalkan. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Mengembalikan Identitas Bangsa pada Bulan Bahasa Bulan Oktober identik dengan bulan bahasa. Bangsa kita setiap tahun memperingatinya, sebagai wujud rasa syukur akan perjalanan sejarah bangsa pada bulan tersebut. Puncak dari peringatan tersebut adalah perayaan Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober. Apresiasi bangsa kita yang begitu besar terhadap bulan Oktober, khususnya setiap tanggal 28 Oktober sangat pantas dan wajar. Hal itu didasarkan pada kilas balik perjalanan bangsa ini di masa silam.

Oleh Wayan Kerti

B

ahwa bangsa kita terjajah sampai ratusan tahun, tidak lepas dari perjuangan yang bersifat partial, kedaerahan, dan tanpa persatuan. Ketiadaan persatuan dalam berjuang juga diakibatkan ketidakmampuan untuk berkomunikasi sesama anak negeri di berbagai daerah karena bahasa yang berbeda-beda. Hal itu memantik kesadaran para pemuda akan pentingnya sarana pemersatu bangsa yaitu bahasa. Pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Unsur yang ketiga dari Sumpah Pemuda merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1928 itulah, bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Sejak saat itu, bangsa Indonesia perlahan-lahan mampu berjuang secara bersama-sama

meninggalkan ego kedaerahan, dengan satu tekad “merdeka”. Puncaknya, pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia bebas dari cengkeraman para penjajah. Jadi, fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa sangatlah sentral perannya dalam sejarah kemerdekaan bangsa ini. Sebagai bentuk penghargaan negara terhadap bahasa Indonesia, setiap tanggal 28 Oktober di samping dirayakan sebagai hari Sumpah Pemuda, juga diperingati sebagai hari kelahiran bahasa Indonesia. Selanjutnya, dalam UUD 1945 (Bab XV, pasal 36) disebutkan bahwa: “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia”. Kemudian, dipertegas kembali melalui Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 yang menayatakan bahwa bahasa Indonesia merupakan sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan bangsa. Di samping itu, merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa, kesatuan dalam keseragaman budaya, dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejalan dengan sejarah perjalanan bangsa ini, bahasa In-

donesia terus berkembang dan mengalami perubahan. Perkembangan dan perubahan itu menyangkut jumlah penutur maupun kualitas tuturannya. Hal itu diharapkan membangun sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Sikap positif itu ditunjukkan dengan kesadaran untuk mencintai bahasa Indonesia dan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia diharapkan juga terus berkembang menjadi bahasa modern, memunculkan rasa bangga berbahasa Indonesia sehingga citra dan martabat bahasa Indonesia mendapat tempat yang terhormat di hati segenap elemen bangsa maupun dari bangsa-bangsa lain. Pada akhirnya, bahasa Indonesia menjadi sejajar dengan bahasabahasa lain di dunia. Kenyataan yang terjadi, sikap positif masyarakat Indonesia terhadap bahasa Indonesia masih perlu untuk diluruskan bersama. Masyarakat pengguna jejaring sosial, khususnya facebook sangat sering berbahasa tulis dengan “jargon-jargon” bahasa, seperti: GWS, OTW, BTW, HWD, dan sejenisnya. Gorys Keraf (1986) mengatakan bahwa kata “jargon” mengandung pengertian. Pertama-tama “jargon” mengandung makna suatu bahasa, dialek, atau tutur yang dianggap aneh atau kurang sopan. Makna

yang yang lain, mempunyai ketumpangtindihan dengan bahasa ilmiah. Dalam hal ini, “jargon” diartikan sebagai kata-kata teknis atau rahasia dalam suatu bidang ilmu tertentu, dalam bidang seni, perdagangan, kumpulan rahasia, atau kelompok-kelompok khusus lainnya. Oleh karena “jargon” merupakan bahasa yang khusus sekali, maka tidak akan banyak artinya bila dipakai untuk sesuatu sasaran yang umum. Keraf menyarankan agar unsur-unsur jargon dihindari dalam sebuah tulisan umum. Bahasa para tokoh publik (secara langsung, melalui media elektronik, maupun media daring) sering kali mengabaikan kaidah-kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Ada pula yang memiliki kebiasaan bertutur dengan mencampuradukkan kosa kata bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kebiasaan seperti itu adalah tanda kemalasan berpikir (Kusuma Putra, Kompas.id 15 September 2018). Kebiasaan itu secara tidak disadari akan melemahkan kemampuan berbahasa si penutur memilih kosa kata yang tepat. Padahal, mereka adalah orangorang yang tindak-tanduknya dijadikan teladan oleh masyarakat, termasuk dalam berbahasa. Dalam dunia pendidikan, tugas meluruskan kesalahan berbahasa anak (lisan maupun tulisan) seakan hanya menjadi tugas guru bahasa Indonesia. Guru-guru mapel lain, termasuk warga sekolah yang lain seakan tidak memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membina anak untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Adminstrasi perkantoran, termasuk pada instansi pemerintah masih sering ditemukan kesalahan-kesalahan dalam

”Games of Thrones”, Analoginya dalam Pendidikan

Bagi pengamat ekonomi, pengamat politik, dan bahkan masyarakat awam yang selalu mengikuti berita aktual pasti mengenali frase “Games of Thrones” ala Presiden Jokowi. Ya, pada perhelatan akbar Annual Meeting IMF-World Bank 2018 digelar di Bali Nusa Dua Convention Center beberapa hari yang lalu, sebagai pidato pembuka Presiden Jokowi mengibaratkan kondisi perekonomian dunia seperti kondisi dalam serial TV “Games of Thrones”. Pernyataan paling mengenanya adalah “Untuk itu, kita harus bertanya, apakah sekarang saat yang tepat untuk rivalitas dan kompetisi? Ataukah saat ini waktu yang tepat untuk kerja sama dan kolaborasi?” dan “Ketika kemenangan sudah dirayakan dan kekalahan sudah diratapi, barulah kemudian kedua-duanya sadar, bahwa kemenangan dan kekalahan dalam perang selalu hasilnya sama, yaitu dunia yang porakporanda”. Dari segi ekonomi, pidato Presiden Jokowi sangat jelas, saat negara adikuasa bertarung, maka di akhir baik pihak yang menang ataupun pihak yang kalah akan sama-sama mengalami kerugian. Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengajak seluruh elemen untuk mulai melupakan kompetisi, apalagi kompetisi tidak sehat, dan mulai memupuk kolaborasi untuk menuju peradaban yang lebih baik. Jika dianalogikan ke dalam bidang pendidikan, frase “kompetisi versus kolaborasi”, bukanlah hal yang asing. Sudah

Oleh Ika Desi Budiarti, M.Pd. lama didengungkan, yaitu sejak awal peralihan dari Kurikulum 2004 menjadi Kurikulum 2006, hingga disempurnakan dalam Kurikulum 2013. Perubahan paradigma belajar dari kompetisi mulai direduksi menjadi kolaborasi. Tujuan belajar pun perlahan mulai diubah dari memenangkan kompetisi menjadi sukses bersama melalui kolaborasi positif. Akan tetapi, sudahkah semua pihak benarbenar memahami tujuan mulia pelaksanaan pendidikan dan dampaknya pada masa depan? Saking lamanya kita dicekoki pemahaman bahwa pemenang kompetisi adalah yang terbaik, yang bahkan tanpa kita sadari menimbulkan pemahaman apa pun akan dilakukan asal memenangkan kompetisi. Sejatinya, usia sekolah adalah usia terbaik untuk mengenalkan pentingnya berkolaborasi, bekerja sama dalam teamwork, beradaptasi, dan lebih banyak bersosialisasi untuk lebih banyak memiliki teman atau koneksi positif. Anak yang tumbuh dengan melalui fase kolaborasi, pada masa dewasanya kelak akan memiliki mental “apa yang bisa saya bantu?”. Pada saat memasuki dunia kerja, mereka akan mampu bekerja sama, saling mendukung, serta saling menghormati untuk memajukan tempat kerjanya yang akan berimbas dalam kesetaraan kesejahteraan. Sedan-

gkan anak yang dituntut untuk berkompetisi cenderung tumbuh menjadi pribadi yang kurang suka bekerja sama, karena akan menganggap temannya adalah kompetitornya yang harus dikalahkan. Celakanya, seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, apabila proses kompetisi ini tidak diikuti oleh karakter positif yang mumpuni, bisa menjadi ajang menghalalkan segala cara hanya untuk menunjukkan hasil yang terbaik, yang belum tentu melalui proses yang baik. Praktik-praktik kecurangan demi hasil terbaik tidak bisa dimungkiri masih sering terjadi di dunia pendidikan kita, hanya demi memenangkan suatu kompetisi semu. Pendidikan adalah suatu proses. Jadi, untuk melihat apakah anak kita berhasil dalam pendidikannya, maka nilailah prosesnya, bukan sekadar nilai akhir. Semisal saat anak kita tidak mendapat ranking di kelasnya, apakah otomatis anak kita artinya anak yang bodoh? Tentu saja tidak, karena ranking hanyalah salah satu bentuk apresiasi terhadap nilai akhir dari proses belajar. Maka dari itu sejak diberlakukannya Kurikulum 2004, sistem ranking di kelas sudah ditiadakan demi menghindari praktik kompetisi yang tidak sehat di masa belajar anak. Untuk memantau keberhasilan anak dalam pendidikannya, maka tiliklah

peningkatan hasil belajarnya, bandingkanlah prestasi belajar anak dengan prestasi belajar sebelumnya, bukan dengan prestasi belajar anak lainnya. Jikalaupun anak kita tidak mengalami peningkatan hasil belajar, janganlah serta merta menyalahkan anak, karena kemajuan proses belajar seorang anak tidak hanya bersumber dari diri anak, tapi banyak faktor lain yang mempengaruhi, salah satunya adalah kita orang tuanya. Lebih efektif adalah melakukan diskusi bersama dengan anak mengenai apa yang akan dilakukan bersama untuk meningkatkan hasil belajar selanjutnya. Kurangilah doktrin kepada anak agar mereka menjadi pemenang kompetisi. Karena sekolah adalah ajang berkolaborasi bukan ajang berkompetisi yang malah lebih mengarah ke individualisme. Sejalan bukan dengan harapan Presiden Jokowi melalu pidato “Games of Thrones”-nya. Bangsa kita membutuhkan generasi penerus yang mampu bekerja sama, berempati tinggi, jujur, dan bertanggung jawab. Generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga secara spritual dan emosional. Ke depannya, bangsa ini tidak membutuhkan generasi penerus yang saling jegal, saling menjatuhkan, dan berkompetisi untuk menunjukkan kejelekan kompetitornya demi terlihat paling baik. Kecuali ingin bangsa ini hancur. Jadi mari bersama ciptakan suasana pendidikan yang mampu menumbuhkan

surat-menyurat seperti yang dibakukan oleh pemerintah, melalui Balai Bahasa. Kesalahan seperti itu telah tertanam berkesinambungan dengan konsep nak mula keto walaupun kegiatan pembinaan telah dilakukan secara masif oleh pemerintah melalui Balai Bahasa. Munculnya gagasan agar debat capres 2019 untuk menggunakan bahasa asing dengan dalih karena presiden bergaul di dunia internasional supaya tidak ada miskomunikasi dan salah tafsir dari lawan bicara, maka patut dipertanyakan integritas dan kecintaaan para penggagas ide tersebut terhadap bangsanya sendiri. Semestinya, para pemimpin kita (termasuk presiden) tidak malu berkomunikasi atau berpidato menggunakan bahasa Indonesia di forum internasional dengan memakai penerjemah. Hal itu bukan menandakan bahwa para pemimpin itu tidak sanggup berbahasa asing, akan tetapi sebagai wujud kebanggaan dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia yang merupakan kekuatan bangsa Indonesia dan merupakan jati diri bangsa Indonesia yang kokoh dan mandiri. Dengan demikian, bahasa Indonesia justru akan dikenal di mata dunia. Semestinya, kita semua sadar bahwa pada bahasa Indonesia melekat nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa, simbol kedaulatan dan kehormatan bangsa dan manifestasi kebudayaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan NKRI. Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia juga sudah menempatkan secara jelas kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia. Penulis, guru SMPN 1 Abang, Karangasem semangat kolaborasi dan kerja sama anak yang bertanggung jawab. Itu PR besar kita semua baik dari elemen orang tua, pendidik, pemerintah, dan juga masyarakat. Penulis, pendidik di SMA Negeri 2 Mengwi dan Blogger

POJOK

Jokowi naikkan dana desa jadi Rp 70 triliun.

- Strategi kuatkan ekonomi Pancasila. *** UMKM diharapkan jadi panglima di Bali. - Strategi ekonomi Pancasila. *** Pemerintah Bali perlu kebijakan mitigasi likuifaksi. - Langkah siaga dan waspada.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Sabtu Pon, 20 Oktober 2018

7

TABANAN

Datangi Pasar Kediri

Bawaslu Temukan Warga Belum Terdaftar sebagai Pemilih

Tabanan (Bali Post) -

Bawaslu Tabanan bersama Bawaslu Bali dan instansi terkait lainnya, Jumat (19/10) kemarin turun ke Pasar Tabanan dan Kediri untuk melaksanakan Gebyar Gerakan Hak Pilih, Jumat (19/10) kemarin. Hasilnya, petugas menemukan lima pedagang yang sudah memiliki e-KTP namun belum terdaftar sebagai pemilih dalam Pemilu 17 April 2019. Pada kegiatan tersebut, jajaran Bawaslu langsung berinteraksi dengan pedagang. Para pedagang diminta menunjukkan KTP, kemudian petugas mengecek data bersangkutan dalam daftar pemilih. Di Pasar Tabanan, dari 30 warga yang diperiksa KTP-nya, semuanya sudah

terdaftar sebagai pemilih. Berbeda dengan di Pasar Kediri, sebanyak 44 warga diperiksa, namun lima di antaranya belum terdaftar sebagai pemilih. Dari lima orang itu, empat di antaranya warga Tabanan dan satu dari Badung. Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada menyam-

paikan, kegiatan ini untuk memastikan warga terdaftar sebagai pemilih. Hasilnya akan disampaikan ke KPU untuk ditindaklanjuti. Kegiatan serupa akan terus dilakukan untuk memastikan warga negara Indonesia yang telah ber-KTP, terdaftar sebagai pemilih dan dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik.

Rumada juga mengimbau agar warga mengecek nama mereka, apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum. Warga yang telah memiliki KTP diminta berinsiatif mendatangi PPS, PPK dan KPU kalau memang belum terdaftar sebagai pemilih. ‘’Kami ingin melindungi hak warga sebagai pemilih,’’ tegasnya. (kmb28) BAWASLU - Jajaran Bawaslu saat turun ke sejumlah pasar di Kabupaten Tabanan.

Bali Post/ist

HAKLI Bali Gelar Baksos di Pura Luhur Batukaru

Bali Post/bit

BENDUNGAN - Kemarau panjang menyebabkan debit air Bendungan Telaga Tunjung di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, menurun drastis. Bahkan dari pantauan Jumat (19/10) kemarin, dasar bendungan di bagian utara sudah nampak. Sejumlah warga memanfaatkan kondisi ini untuk memancing.

HIMPUNAN Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Bali menggelar bakti sosial (baksos) di Pura Luhur Batukaru, Jumat (19/10) kemarin. Acara diawali persembahyangan bersama, dilanjutkan kemudian pembersihan areal pura dan penanaman pohon sandat yang merupakan ikon Tabanan. Ketua Pengurus Daerah HAKLI Bali I Made Suwitra mengatakan, baksos ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 sekaligus dan Musyawarah Daerah HAKLI yang akan dilangsungan, Sabtu (20/10) hari ini. Pada Musda nanti, selain akan ada kepengurusan yang baru, HAKLI Bali akan menetapkan program ke depan. Lanjut Suwitra, HAKLI adalah wadah pemersatu dan

pembina profesional kesehatan lingkungan yang secara khas beragam dan berjenjang dari latar belakang pendidikan, lapangan kerja, posisi, peran dan jalur peminatan menjadi satu kesatuan jejaring fungsional dengan keahlian kesehatan lingkungan. ’’HAKLI bertujuan membina anggotanya untuk meningkatkan kompetensinya, baik lewat jalur formal maupun informal, serta membantu program pemerintah yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan,’’ ujarnya. Peran Ahli Kesehatan Lingkungan dalam mewujudkan kesehatan masyarakat, menurut Suwitra sangat penting. Sebab, penyakit baik infeksi dan noninfeksi sebagian besar bersumber pada lingkungan. Peran Ahli Kesehatan Lingkungan adalah memotong rantai penularan ini dengan meningkatkan

kualitas lingkungan di masyarakat, baik lewat tindakan promotif maupun preentif. Sayangnya di Bali saat ini tenaga Ahli Kesehatan Lingkungan masih belum dimiliki tiap-tiap Puskesmas. Padahal idealnya ada satu tenaga Ahli Kesehatan Lingkungan di satu desa. Kekurangan ini diduga akibat keterbatasan pemerintah daerah untuk memenuhi formasi tenaga ahli lingkungan dan belum menjadi prioritas. ‘’Padahal visi-misi Gubernur saat ini adalah Nangun Sat Kerhi Loka Bali yang sangat lekat dengan kelestarian lingkungan. Dalam kesehatan, kesehatan lingkungan adalah kunci dari kesehatan karena hampir semua penyakit bersumber dari sana. Karenanya, Ahli Kesehatan Lingkungan dibutuhkan,’’ papar Suwitra. (ad815)

Kerambitan Luncurkan Program Inovatif UMaurip

Pelestarian Tyto Alba, Jaga Ekosistem Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan

KECAMATAN Kerambitan tidak henti-hentinya menggulirkan program inovatif. Setelah sukses dengan Pelayanan Publik Terintegrasi (Taman Serasi), Kerambitan kembali me-launching program inovatif terbarunya yakni UMaurip, Utamaning Uma lan Urip. UMaurip merupakan program holistik yang digagas untuk menjangkau aspek pertanian, pelestarian lingkungan, pariwisata, pendidikan, kuliner, seni budaya dan olahraga di Kecamatan Kerambitan. Salah satu program tersebut adalah pelestarian burung hantu Tyto Alba. Launching program ditandai pembukaan selubung tulisan UMaurip dan tulisan Timpag serta pelepasan burung hantu Tyto Alba oleh Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, didampingi Camat Kerambitan I Gede Sukanada di Desa Timpag, Kerambitan, Jumat (19/10) kemarin. Peresmian juga diisi jalan santai yang diikuti siswa di Kerambitan. Camat Kerambitan Gede Sukanada mengungkapkan, kegiatan ini merupakan rangkaian Festival Kerambitan IV yang akan berlangsung hingga Minggu (21/10) besok. Fokus program UMaurip, yakni menjaga populasi Tyto Alba serta mewujudkan

pertanian yang ramah lingkungan. ‘’Tyto Alba merupakan spesies burung hantu berukuran besar yang mudah dikenali sebagai burung hantu putih. Dengan adanya program ini, seluruh masyarakat diharapkan dapat berkontribusi memelihara dan menjaga populasi Tyto Alba guna mengimbangi populasi hama tikus di subak-subak yang ada di Desa Timpag, khususnya,’’ jelasnya. Selain pelestarian burung hantu, program lain dari UMaurip yakni pelestarian babi hitam dan wisata edukasi berupa jogging track serta olah raga air seperti rafting yang juga di-launching pada hari itu. ‘’Hari ini (kemarinred) juga kami gelar jalan santai menelusuri area jogging track, sehingga secara langsung anak-anak dikenalkan untuk mencintai alam, lingkungan sejak kecil. Selain juga area ini bisa digunakan untuk olahraga air seperti rafting,’’ imbuhnya. Sebelumnya, pada Kamis (18/10) malam digelar pembukaan Festival Kerambitan yang sangat meriah dengan menampilkan tarian kecak, okokan, tektekan massal, pagelaran gong kebyar dan pertunjukan seni lainnya. Tema yang diangkat dalam festival tahun ini ‘’Yowana

Tabanan (Bali Post) Tabanan memiliki banyak desa yang berkembang menjadi desa wisata. Umumnya desa wisata di Tabanan menawarkan keindahan dan kelestarian alamnya. Namun masing-masing tentu memiliki ciri khas. Seperti Desa Tista Kecamatan Kerambitan, selain keindahan alam di jalur trekking, Tari Andir yang jadi maskot desa ini juga banyak memikat wisatawan. Perbekel Tista Made Suardana Putra, Jumat (19/10) kemarin mengatakan, Desa Tista ditetapkan sebagai desa wisata pada tahun 2016. Modal masyarakat kala itu hanya semangat. Masyarakat berkontribusi nyata dalam hal menjaga kebersihan

lingkungan dengan mulai memilah sampah dan tidak membuangnya sembarangan. ‘’Karena menjadi desa wisata, animo masyarakat desa menata lingkungan dan menjaga kebersihan meningkat,’’ ujarnya. Desa Tista memiliki beragam potensi pariwisata. Selain keindahan alam, di bidang budaya Desa Tista memiliki kesenian andir, calonarang, joged bumbung dan sekaa santhi. ‘’Kami juga memiliki potensi spiritual yaitu Pura Beji, Batu Gede dan Yoga Seruling Dewata yang merupakan peninggalan asli Bali. Untuk wisata kuliner, ada aneka ragam jajanan Bali, seperti apem, kaliadrem, donat ubi, bakso

BAKSOS - HAKLI Bali saat melakukan baksos di Pura Luhur Batukaru.

UMAURIP - Wabup Tabanan Komang Gede Sanjaya saat meresmikan program UMaurip di Desa timpag yang ditandai pelepasan burung hantu Tyto Alba. Masikian Harmoni di Tanah Penuh Berkah.’’ Tema ini mengangkat nilai-nilai dan kesadaran akan rasa kebersamaan sebagai kesatuan masyarakat yang utuh. Dengan harapan para Yowana Kerambitan akan saling bahu membahu membangun kecamatan Kerambitan dengan segala potensi seni dan budaya yang ada, sehingga dapat tumbuh menjadi destinasi wisata yang berkualitas. Sementara itu, Wabup Sanjaya memberikan apresiasinya atas program inovatif tersebut. ‘’Ini merupakan momentum yang sangat baik bagi kita untuk melestarikan alam dan lingkungan. Saya sangat mengapresiasi dan

mendukung program ini,’’ ucapnya. Dikatakannya, gagasan untuk menjadikan desa ini desa wisata sangatlah tepat. Dengan konsep desa wisata, wisatawan akan mendapatkan sesuatu dan nuansa yang baru dengan alam. Selain itu, dengan adanya desa wisata semua komponen masyarakat akan ikut bersama menjaga lingkungannya dengan baik. ‘’Pemerintah akan senantiasa memberikan dukungannya. Sumber daya alam dan lingkungan harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang baik dan berkualitas, sehingga semua program ini akan dapat berlangsung dengan baik,’’ tegasnya. (ad820)

lele Tista dan masih banyak lagi,’’ ungkap Suardana. Potensi ini kemudian ditawarkan kepada wisatawan, baik domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Desa Tista. Paket wisata yang ditawarkan berupa trekking, bersepeda, yoga dan berkunjung ke tempat latihan tari. ‘’Desa Tista memiliki satu tarian yang menjadi maskot yaitu Andir. Bahkan di desa dibuatkan patung mengenai tarian ini,’’ ujar Suardana. Tari Andir adalah tari klasik yang merupakan bentuk mula dari Tari Legong Keraton yang ada sekarang. Andir ditarikan oleh tiga orang laki-laki, tetapi akhir-akhir ini ditarikan perempuan saja. Andir dikembangkan dari

tari upacara, terutama tari Sanghyang. Gerak Tari Andir merupakan salah satu dari gerak tari gambuh. Gerak yang sukar dalam tari Gambuh itu diperhalus dan disesuaikan dengan musik yang sangat dinamis ,sehingga menjadi tari Andir yang sangat indah seperti terlihat sekarang. Sekaa Andir yang masih aktif sampai sekarang ada di Desa Tista Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Pementasan biasanya dilakukan untuk kepentingan upacara adat atau piodalan di pura. ‘’Kami juga melibatkan generasi muda sehingga mereka yang nantinya meneruskan tradisi dan budaya ini,’’ ujar Suardana. (kmb24)

Desa Wisata Tista Tawarkan Keindahan Alam hingga Tari Andir


BULELENG

8

Sabtu Pon, 20 Oktober 2018

Dishub Genjot Pendapatan Sektor Parkir

Singaraja (Bali Post) – Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng menggenjot pendapatan dari sektor parkir sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Buleleng. Tahun 2018, PAD dari sektor parkir ditargetkan Rp 2,9 miliar. Memasuki pertengahan Oktober 2018, capaian target mencapai 77 persen. Untuk mencapai target 100 persen itu, Dishub akan terus melakukan upaya, termasuk pembinaan terhadap juru parkir.

PARKIR - Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng menggenjot capaian retriusi dari parkir kendaraan.

Warga Amankan Pencuri Babi

Singaraja (Bali Post) Komang AJ, warga Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar diamankan Unit Reskrim Polsek Sukasada, setelah yang bersangkutan tertangkap tangan oleh warga. Dia nekat mencuri babi di Banjar Dinas Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Jumat (19/10) dini hari, sekitar pukul 01.00 Wita. Bahkan sebelum melakukan aksi mencuri babi, AJ sempat mencuri sepeda motor dan mencuri burung. Namun sayang, saat mencuri babi, aksinya diketahui oleh pemilik babi Ketut Wijana (48). Saat itu, juga Wijana berteriak sekeras-kerasnya. Kontan saja teriakan itu mengundang perhatian warga setempat. Tidak perlu waktu lama, Komang AJ berhasil ditangkap warga. Aksi pencurian ini tidak dilakukan oleh Komang AJ sendiri. Ia juga mengajak dua orang rekannya yang sama-sama masih berusia 17 tahun, berinisial KJ dan PA. Kedua rekannya itu berhasil kabur dengan mengendarai sepeda motor. Sementara Komang AJ

tertinggal di TKP. Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap dua rekannya itu. Kapolsek Sukasada Kompol I Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng, Suratno, S.IK. mengatakan, sebelum mencuri babi, sekitar dua hari yang lalu Komang AJ juga sempat mencuri 12 ekor burung di wilayah Kecamatan Sukasada. Belasan burung itu telah dijual di Pupuan, Tabanan, seharga kurang lebih Rp 1 juta per ekornya. Sekarang, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap lokasi-lokasi lain yang pernah dijarah oleh Komang AJ. Terkait hukuman yang akan diberikan, pihaknya belum bisa menentukan. Sebab, pihaknya masih melakukan pengembangan, dan akan ditentukan dalam waktu 1 x 24 jam. “Kasus ini masih dikembangkan dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya. Sementara itu, Komang AJ mengaku melakukan aksi nekatnya itu hanya untuk berfoya-foya dan berjudi di kawasan Lovina. (kmb38)

Penunggak PHR Lunasi Kewajiban Singaraja (Bali Post) Pendapatan dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) di Buleleng tahun ini mengalami peningkatan. Ini menyusul penunggak PHR di Buleleng telah memenuhi kewajibannnya kepada pemerintah daerah. Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Penagihan Badan Keuangan Daerah (BKD) Gede Sasmita Ariawan akhir pekan lalu, mengatakan, pengusaha melunasi kewajibannya itu setelah BKD mengirim surat teguran. Tak pelak, para manajemen hotel telah melunasi kewajibannya. Perusahaan itu di antaranya Bali Handara Kosaido, Hotel Melka, Hotel Nirwana Water Garden, dan Hotel Sunari Villas. Bahkan,

progresif pembayaran sejak diumumkan semakin meningkat. Bahkan tunggakan PHR dari hotel Bali Handara telah dinyatakan lunas. Sekarang PBB Rp 4,2 miliar, dari total tunggakan sebelumnya Rp 4,8 miliar. “Jika pembayaran lancar, diperkirakan dua tahun lagi akan lunas,” katanya Menurut Sasmita Ariawan, pihaknya sekarang masih terus melakukan penagihan kepada para wajib pajak lainnya melalui pendekatan. Dengan demikian, perlahan tunggakan pajak di Buleleng akan semain kecil. Seperti diberitakan sebelumnya, tunggakan empat hotel di Buleleng mencapai hampir Rp 7 miliar, rinciannya Pajak Air Tanah, PBB, dan PHR. (kmb38)

Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt Polsek Busungbiu Polsek Gerokgak KP3 Celukan Bawang Pospol Wisata Lovina

3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450 92126 92999 92842 41010

Bali Post/kmb38

Kepala Dishub Buleleng, Gede Gunawan AP, belum lama ini, mengatakan tahun 2018 secara keseluruhan PAD ditargetkan Rp 4 miliar lebih yang berasal dari beberapa sektor. Baik itu dari sektor parkir, sewa kontrak, terminal, dan pengujian. Berdasarkan data yang diperoleh, pendapatan dari sektor parkir, untuk parkir tepi jalan umum (TJU) hingga pertengahan Oktober sudah mencapai Rp 1,7 miliar lebih atau sekitar 77,37 persen dari target Rp 2,3 miliar. Sedangkan parkir khusus mencapai Rp 465 juta lebih atau 77,50 persen dari target Rp 600 juta. “Kami optimis dengan capaian saat ini, target yang ditentukan di 2018 akan tercapai,” katanya. Gunawan menegaskan, titik-titik lokasi parkir yang menjadi sumber PAD atau parkir retribusi ini adalah berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Buleleng. Hanya, Gunawan mengakui, masih banyak lahan parkir yang di luar SK Bupati. Dan itu, kata Gunawan, disebut dengan parkir pajak. Itu dilakukan oleh pemegang izin

usaha untuk melaksanakan pungutan parkir untuk selanjutnya disetor ke BKD (Badan Keuangan Daerah). “Dari luas parkir dan estimasi pengunjung seperti di Hardys dan Clandys. Berapa dapat pajak, itu disetor ke BKD,” jelasnya. Di sisi lain, Gunawan mengatakan target tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Sebab pada tahun ini, Dishub Buleleng menambah ruas jalan dan TJU yang menjadi potensi. “Ke depan, kami akan coba juga bekerja sama dengan objek wisata yang baru. Ini potensi untuk parkir khusus,” jelasnya. Ditambahkannya, upaya meningkatkan PAD dari sektor retribusi parkir juga dilakukan dengan menekan pungutan liar (pungli). Polanya, dengan sering melakukan pembinaan terhadap semua juru parkir di Buleleng, agar memahami regulasi sesuai dengan tugas juru parkir. “Seluruh juru parkir agar bekerja sesuai aturan yang ada. Mereka kami bina agar terhindar dari pungli. Jika terbukti ada melanggar aturan, maka sanksi tegas kami berikan,” tegasnya. (kmb38)

Antisipasi Banjir, Pemkab Bersih-bersih DAS Singaraja (Bali Post) Walau masih musim kemarau, antisipasi terjadinya bencana banjir nanti saat musim hujan sudah dilakukan Pemkab Buleleng. Salah satunya adalah melakukan bersih-bersih dengan menyasar daerah aliran sungai (DAS) Mumbul. Aksi itu dilakukan Jumat (19/10) kemarin. Tidak saja ASN, aksi ini juga melibatkan polisi, TNI, dan elemen masyarakat lainnya. Selain itu, aksi yang sama juga dilakukan di DAS di Kelurahan Banyuasri, Lingkungan Sangket, hingga di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Putu Ariyadi Pribadi mengatakan, dari pengalaman sebelumnya, bencana banjir kerap terjadi karena alur DAS tersumbat sampah kiriman. DAS Mumbul diakuinya kerap memicu banjir saat musim hujan tiba. Tidak ingin bencana banjir terulang, pihaknya menggelar aksi bersih-bersih. Cara ini diakuinya lebih kepada menumbuhkan kesadaran dan mengedukasi semua komponen masyarakat dalam menjaga kebersihan DAS. Dengan cara itu, ke depannya tanpa harus diperintahkan, namun sadar untuk membersihkan sampah yang mengotori DAS. “Pengalaman musim hujan sebelumnya, sungai ini sering memicu banjir. Kita ingin menyadarkan dan

menumbuhkan kepedulian, sehingga sampah tidak lagi menyumbat alur DAS ketika hujan,” katanya. Selain berpotensi tersumbat sampah, DAS juga sering dijadikan tempat membuang sampah. Perilaku ini diakuinya menjadi sasaran yang tidak kalah penting untuk ditangani. Ini dilakukan dengan mengeduksi warga yang tinggal di bantaran sungai agar tidak membuang sampah di alur DAS. DLH juga mensosialisasikan perda pengelolaan persampahan yang sudah berlaku agar ditaati. Apalagi, regulasi ini akan memberi sanksi tegas apabila terbukti warga ditemukan membuang sampah sembarangan. “Ini perilaku yang terus kita upayakan untuk ditangani, terutama perda persampahan ini kita sosialisasikan. Sehingga ini ditaati dan alur DAS tidak lagi dijadikan tempat sampah,” jelasnya. Ariyadi menambahkan, aksi bersih-bersih alur DAS diikuti dengan normalisasi dengan mengeruk material sedimentasi. Penanganan ini terus digenjot dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR). “Persoalan lain adalah alur sungai mendangkal. Sehingga kita tangani dengan mengeruk sedimentasi, alur sungai menjadi dalam. Dan jika hujan dipastikan tidak memicu banjir,” imbuhnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

BERSIH-BERSIH - DLH Buleleng melakukan aksi –bersih-bersih DAS mengantisipasi banjir bandang ketika musim hujan tiba.

Cegah Narkoba Sasar Penyelenggara Negara

Disdikpora Siapkan 267 Alat Pendukung Tes Urine

Singaraja (Bali Post) – Partisipasi aktif mendukung gerakan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) ditunjukkan Pemkab Buleleng. Mulai 2019 mendatang, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng menyiapkan sarana dan prasarana pendukung tes urine. Bahkan, Disdikpora menyiapkan 267 alat pendukung tes urine. Rencananya, tes urine di lingkungan Disdikpora ini menyasar para pejabat, kepala sekolah, koordinator pendidikan kecamatan, dan pegawai di lingkungan Disdikpora. Dukungan positif dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba itu diungkapkan Kepala Disdikpora Buleleng, Gede Suyasa, saat menghadiri sosialisasi P4GN di aula Disdikpora Jumat (19/10) kemarin. Materi P4GN ini dipresentasikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Buleleng, Sairul Huda dan Kasi Rehabilitasi, Luh Eka Rini. Gede Suyasa di sela-sela sosialisasi mengatakan, komitmennya untuk mendukung pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba ini telah diamanatkan dalam regulasi pemerintah, sehingga mau tidak mau harus menindaklanjuti amanat pemerintah tersebut. Se-

lain itu, dirinya tidak menampik kalau pengaruh buruk kejahatan narkoba sudah merambah kepada unsur penyelenggara pemerintahan bidang pendidikan. Hanya, pengaruh tersebut di Buleleng bisa dibilang rendah. Meski demikian, situasi itu tidak bisa dianggap remeh dan sudah saatnya semua lini penyelengara pendidikan di daerah komitmen untuk bersama-sama perang terhadap kejahatan narkoba. “Kami sangat mendukung. Selain karena diinstruksikan oleh regulasi, kita wajib berpartisipasi jangan sampai penyelenggara pendidikan ini terlibat dalam kejahatan yang dikenal merusak masa depan bangsa tersebut,” katanya. Menurut Suyasa, salah satu wujud komitmen dalam mengampanyekan perang terhadap narkoba itu ditunjukkan dengan mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan tes urine. Dari program kegiatan yang sudah dirancang mulai 2019 mendatang, Disdikpora akan menyiapkan alat pendukung tes urine sebanyak 267 buah. Sementara dalam pelaksanaannya nanti sepenuhnya diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng. Sedangkan, sasaran tes urine ini mulai dari jajaran pejabat, koordinator pendidikan kecamatan, para kepala sekolah, dan siswa. “Kami sudah rancang dan tahap awal mulai tahun depan kita sudah siapkan

alat tes urine dan pelaksanaannya nanti kami serahkan kepada BNNK sebagai institusi yang ditugaskan oleh negara dalam melaksanakan deteksi dini dan sekaligus kita ingin semua penyelenggara pendidikan adalah bebas pengaruh narkoba,” jelasnya. Menanggapi komitmen dan dukungan itu, Kasi P2M BNNK Buleleng Sairul Huda menyambut baik dukungan Disdikpora dalam menyukseskan P4GN di daerah. Dia mengatakan, Disdikpora merupakan institusi pemerintahan pertama di daerah yang sudah memprogramkan pelaksanaan tes urine. Untuk itu, komitmen ini diharapkan bisa diikuti oleh semua instansi lain, sehingga pencegahan bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba terus bisa dikendalikan dan tidak sampai bertambah buruk dari yang sudah terjadi. “Setelah pimpinan kami mensosialisasikan di mana ada amanat regulasi yang mengatur bawah pemerintah wajib mendukung pelaksanaan P4GN mulai ditunjukkan oleh Disdikpora. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal dan instansi lain bisa melaksanakan hal yang sama, sehingga pelaksanaan P4GN di daerah kita berjalan optimal dan tidak ditemukan kasus yang melibatkan unsur penyelenggara pemerintahan dalam bidang pendidikan,” imbuhnya. (kmb38)

PKL di Pantai Kerobokan dan Giri Emas akan Ditata

Singaraja (Bali Post) Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pantai Kerobokan, Kecamatan Sawan akan ditata oleh Pemkab Buleleng. Penataan ini dengan mengajukan proposal bantuan ke pemerintah pusat. Rencananya, PKL itu akan dibuatkan tempat berjualan permanen, seh ingga kawasan ini menjadi nyaman dan indah dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, hal yang sama juga diusulkan untuk menata PKL di kawasan Pantai Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan. Khusus di Pantai Kerobokan, rencananya pedagang akan dipusatkan di sekitar lokasi parkir sebelah barat Pura Segara Kerobokan. Sementara di Pantai Giri Emas, rencananya memanfaatkan lahan milik desa pakraman yang berada dekat Pura Segara Sangsit Dangin Yeh. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Buleleng Nyoman Swatantra, Jumat (19/10) kemarin, mengatakan tim dari pemerintah pusat sempat melakukan visitasi ke Buleleng. Pemerintah pusat ingin memastikan ketersediaan

lahan, sebelum nantinya proposal bantuan itu disetujui. “Beberapa syarat sudah kita lengkapi dan di antaranya kesiapan lahan dan kesiapan pedagang menempati. Kalau sudah dinyatakan layak, pemerintah pusat akan membantu membuatkan kios di lahan itu,” katanya. Menurut mantan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng ini, untuk pembangunan lapak pedagang, pemerintah pusat berjanji memberi peluang menggelontorkan bantuan sampai Rp 480 juta per tahun. Dengan catatan, nantinya lapak harus menampung sampai 51 orang pedagang. Rencananya, bantuan pembangunan kios pedagang akan digelontorkan dalam dua tahap. Tahun ini, bantuan senilai Rp 480 juta akan dibawa ke Desa Kerobokan. Sementara tahun depan bantuan dengan nilai serupa akan dijatah untuk Desa Giri Emas. “Dalam proses pembangunannya, pedagang di Pantai Kerobokan akan dipindahkan ke lapak yang sudah disiapkan itu. Sehingga pedagang tetap bisa berjualan,” jelasnya. (kmb38)


Sabtu Pon, 20 Oktober 2018

GIANYAR

9

Pemkab Luncurkan Angkutan Gratis untuk Siswa Gianyar (Bali Post) -

Angkutan Siswa Trans Gianyar secara resmi diluncurkan Pemkab Gianyar, Jumat (19/10) kemarin. Angkutan khusus antar jemput siswa secara gratis ini diharapkan mengurangi beban orangtua siswa, serta risiko kecelakaan bagi siswa yang menggunakan sepeda motor. Peluncuran angkutan untuk siswa oleh Bupati Made Mahayastra ini dimulai pukul 14.00 Wita di Lapangan Astina Raya Gianyar dan dihadiri seluruh sopir angkutan dan ratusan siswa. Sekretaris Dinas Perhubungan Gianyar Made Rai Ridharta mengatakan, sebanyak 75 unit angkutan siswa mulai dioperasikan dan semuanya milik masyarakat Gianyar dan tiga unit shutle bus untuk pelayanan di Ubud. “Kami merevitalisasi angkutan milik masyarakat Gianyar dan memberdaya-

kan angkutan umum yang selama ini kesulitan mendapatkan penumpang untuk memberikan pelayanan kepada siswa,” ujarnya. Menurut Rai Ridharta, angkutan untuk siswa ini terlebih dahulu dilakukan seleksi dan pengujian sehingga layak memberikan pelayanan kepada siswa.

Dijelaskan, angkutan siswa berjumlah 75 unit ini untuk sementara melayani dua kecamatan yakni Blahbatuh dan Gianyar yang dibagi delapan rute. Di luar trip tersebut atau waktu kosong, angkutan diperbolehkan mengangkut muatan umum dan hasilnya untuk sopir. Angkutan siswa ini juga

dilengkapi stiker trayek di kaca depan dan belakang yang berisi tulisan “AMAN Untuk Anak Kita” sehingga memudahkan siswa mengenal angkutan siswa. Sebelumnya, kata Ridharta Pemkab Gianyar sudah meluncurkan tujuh bus siswa, di mana tiap kecamatan dilayani satu bus.

Hingga September 2018, DPMPTSP Terbitkan 761 IMB Gianyar (Bali Post) Pengajuan dan penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kabupaten Gianyar masih tinggi. Hingga September 2018, tercatat ada 761 IMB yang diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gianyar. Di antara jumlah itu, izin akomodasi banyak diterbitkan di Gianyar Utara. Plt. Kepala DPMPTSP Kabupaten Gianyar Wayan Sudamia mengatakan, saat ini permohonan perizinan khususnya IMB di Kabupaten Gianyar masih tinggi. Permohonan ini tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Gianyar. “Pengajuan izin masih tinggi, permohonan hampir merata di tujuh kecamatan,” ujar Sudamia, Jumat (19/10) kemarin. Berdasarkan data dari Bidang Perizinan DPMPTSP Kabupaten Gianyar, tercatat ada 761 IMB yang diterbitkan hingga September tahun ini. Jumlah IMB yang diterbitkan

Bali Post/kmb35

Wayan Sudamia

itu bervariasi dari izin rumah tinggal, akomodasi, toko dan lainnya. Paling banyak izin diterbitkan untuk wilayah Kecamatan Sukawati sebanyak 268 IMB, Ubud 155 IMB, Gianyar 133 IMB dan Blahbatuh 109 IMB. Sementara wilayah utara seperti Kecamatan Payangan tercatat ada 24 IMB yang diterbitkan, Tegallalang

40 IMB dan Tampaksiring 32 IMB. “Ratusan IMB yang dikeluarkan ini didominasi izin rumah tinggal,” ujarnya. Sudamia menjabarkan, permohonan IMB rumah tinggal paling banyak di Kecamatan Sukawati, Blahbatuh dan Gianyar. Sementara untuk kecamatan lain seperti Tampaksiring justru cukup banyak permohonan izin pondok wisata yakni sebanyak 21 dari total 32 IMB yang dikeluarkan. Sementara di Kecamatan Tegallalang juga didominasi IMB untuk pondok wisata yakni sebanyak 22 IMB, di Kecamatan Tegallalang juga dikeluarkan empat izin untuk bangunan hotel dan dua vila. Sementara di Kecamatan Payangan hanya dikeluarkan satu izin hotel dan sisanya dominan pondok wisata dan rumah tinggal. Sudamia menjelaskan, saat ini memang cukup banyak permohonan izin akomodasi pada tiga kecamatan di daerah utara. Lokasi tersebut

mulai dilirik karena dekat degan objek wisata Ubud. “Di samping itu, pariwisata di daerah utara saat ini memang sedang tumbuh,” katanya. Sementara untuk Gianyar selatan, cukup banyak yang mengajukan permohonan izin di sepanjang By-Pass I.B. Mantra. Namun setiap permohonan khususnya di pinggir pantai, itu terkendala perda terkait sempadan. “Permohonan itu dominan di sebelah selatan By-Pass I.B. Mantra. Tujuannya agar dekat pantai, tapi untuk izinnya kebanyak terbentur dengan sempadan, sehingga tidak bisa dikeluarkan,” tegasnya. Sudamia menegaskan, proses pelayanan permohonan IMB di DPMPTSP Kabupaten Gianyar dipastikan cepat. Sepanjang semua perlengkapan dipenuhi, permohonan IMB akan segera diproses. “Misalnya untuk rumah tinggal, sepanjang semua persyaratan dipenuhi pasti segera dikeluarkan izinnya,” ujarnya. (kmb35)

Angkat Potensi Lokal dan Geliatkan Ekonomi Masyarakat Batuan. “Dengan keterlibatan masyarakat setempat, Porsenides dengan pasar rakyat ini juga menggeliatkan ekonomi desa,” katanya. Netra menegaskan, Porseni Desa Batuan memang melibatkan seluruh komponen, mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa. Dikatakan, kegiatan ini menelan anggaran sekitar Rp 450 juta. “Namun jika dilihat dari antusiasme dan partisipasi masyarakat, nilai tersebut masih tergolong kecil,” ujarnya. Porseni Desa Batuan Ke-17 Tahun 2018 dibuka secara resmi oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra di Lapangan Yudhistira, Batuan, Jumat (19/10) kemarin. Porseni dengan tema “Seraya Kanti Nyujur Batuan Jagadhita” ini berlangsung hingga 28 Oktober 2018. Kegiatan ini melombakan sembilan cabang olahraga dan 14 cabang seni. Di antaranya, futsal, voli, bulu tangkis, tenis meja, lari, catur, tarik tambang, senam, jalan santai. (kmb35)

yang perlu dikembangkan pelayanan Angkutan Siswa Trans. Rai Ridharta menambahkan, Angkutan Siswa Trans ini dilakukan dengan sistem pola pembelian layanan. Artinya, Pemkab Gianyar membeli layanan dari sopir angkutan berdasarkan kilometer yang pengawasannya dilakukan Dinas Perhubungan beserta tim. Sementara siswa gratis naik angkutan ini. Sementara itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan, peluncuran

Angkutan Siswa Trans Gianyar merupakan upaya memberdayakan angkutan umum dan siswa mendapat pelayanan transportasi ke sekolah dan pulang ke rumah. Selain itu, tentunya mengurangi beban orangtua terkait biaya transportasi, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. “Yang terpenting lagi, siswa yang sebelumnya menggunakan sepeda motor sendiri bisa beralih memanfaatkan layanan angkutan ini, sehingga mengurangi risiko kecelakaan di jalan,” ujarnya. (kmb35)

Alami Lakalantas, Atlet Catur Tewas

Porseni Desa Batuan

PEKAN Olahraga Seni Desa (Porsenides) tentunya identik dengan kegiatan olah raga. Namun, Porseni Desa Batuan justru dominan mengangkat kearifan lokal dan pergerakan ekonomi melalui pembukaan pasar rakyat. Hal ini disampaikan Perbekel Desa Batuan I Nyoman Netra, Jumat (19/10) kemarin. Netra mengatakan, kearifan lokal yang diangkat dalam lomba seperti lomba gebogan, penjor, Jegeg Bagus Batuan, melukis, lomba tari Margapati, dharma gita, kebersihan antarbanjar, dan lomba lagu dan yel-yel anak desa, serta lomba membuat lawar tingkat sekaa teruna (ST). “Selain menumbuhkan kebersamaan, lewat Porsenides ini kita juga mengangkat dan melestarikan nilai-nilai lokal,” jelasnya. Netra menambahkan, selama Porseni juga dibuka pasar rakyat. Menariknya, para peserta pasar rakyat ini seluruhnya merupakan warga dari 17 banjar dinas se-Desa

Namun jumlah siswa yang bisa terlayani hanya tujuh persen dari perkiraan 10 ribu lebih siswa di Gianyar. Sementara Angkutan Siswa Trans ini sudah dilakukan uji coba sejak 6 Oktober 2018. “Dengan penambahan lagi 75 unit angkutan, maka akan bisa melayani siswa sebanyak 15 persen dan untuk tahun depan kami akan menambah lagi 45 unit sehingga pelayanan mencapai 20 persen,” katanya dan menambahkan, pihaknya akan melihat perkembangan kecamatan mana saja

Bali Post/kmb35

LOMBA – Lomba gebogan, salah satu lomba yang digelar dalam Porseni Desa Batuan.

Gianyar (Bali Post) Sorang pelajar SMP, I Ketut Ariajus Kurniawan (12), tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan raya di kawasan Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, sekitar pukul 15.30 Wita, Kamis (18/10). Korban yang merupakan atlet cabang olahraga (cabor) catur KONI Gianyar ini tewas setelah menabrak mobil pick-up yang parkir di pinggir jalan. Informasi yang dihimpun di lapangan, saat kejadian korban usai mengikuti lomba catur yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gianyar. Menjelang sore, ia bermaksud pulang ke rumahnya di Banjar Jati, Desa Sebatu dengan mengendarai Honda Vario DK 5661 KAF. Saat melintasi Banjar Sebatu, Desa Sebatu, korban diduga kehilangan konsentrasi. Saat meluncur dari arah selatan, sepeda motor

miliknya secara perlahan mengarah ke kiri, hingga akhirnya menabrak bagian belakang mobil pick-up milik I Made Suka Adnyana yang saat itu parkir mengahadap ke utara. Warga sempat berupaya memberikan pertolongan, namun korban yang siswa salah satu SMP negeri di Kecamatan Tegallalang ini sudah tidak sadarkan diri. Korban menderita cedera kepala berat. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas Tegallalang, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. Kasat Lantas Polres Gianyar AKP Udayani Addi mengatakan, lakalantas yang dialami korban merupakan out of control. Diduga lantaran kehilangan konsentrasi hingga akhirnya menabrak kendaraan yang parkir di pinggir jalan. “Kami akan periksa lagi sejumlah saksi, termasuk orangtua anak ini,” ujarnya. Atlet Potensial Dikonfirmasi terpisah,

Ketua KONI Gianyar Pande Purwata membenarkan korban merupakan atlet dari cabor catur KONI Gianyar. “Anak ini atlet cabor catur. Saya dapat informasi katanya mengalami kecelakaan saat mau pulang. Tapi, informasi detailnya saya belum terima,” katanya. Sepengetahuan Pande Purwata, sebelum meninggal korban sempat mengikuti lomba catur yang diselenggarakan Dispora Kabupaten Gianyar. “Kalau tidak salah, itu diadakan di Ubud. Dispora yang menyelenggarakan lomba caturnya,’ katanya. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Ketua Cabor Catur KONI Gianyar, korban merupakan atlet yang sangat potensial. Bahkan pelajar SMP ini rencananya dipersiapkan sebagai atlet profesional KONI Gianyar. “Bagus potensinya untuk maju menjadi atlet profesional di catur,” ujarnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Sabtu Pon, 20 Oktober 2018

BERKUMPUL - Puluhan krama Subak Puspa Sari Desa Tuwed, Melaya ketika berkumpul dan memperbaiki saluran irigasi yang dipersempit pihak pengusaha tambak.

Bali Post/kmb

Saluran Irigasi Dipersempit

Krama Subak Protes Pengusaha Tambak Udang Negara (Bali Post) -

Puluhan krama Subak Puspa Sari Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Jumat (19/10) kemarin berkumpul di areal subak. Mereka bergotong royong untuk memperbaiki saluran irigasi yang kini semakin sempit. Sempitnya saluran irigasi itu lantaran ulah pengusaha tambak udang di wilayah tersebut. Krama subak pun protes dengan apa yang dilakukan pihak pengusaha tambak. Dengan kondisi saluran yang sempit membuat sawah para petani kerap tenggelam karena banjir. Bahkan akibatnya petani bisa gagal panen.

Untuk itu krama subak menuntut agar saluran irigasi dikembalikan seperti semula agar tidak berpengaruh ketika musim hujan. Krama subak bertemu langsung dengan pihak pengusaha tambak untuk menyampaikan

Perbup tentang Bangunan Gedung Digodok Negara (Bali Post) –

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana saat ini tengah menggodok Peraturan Bupati (Perbup) tindak lanjut dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Bangunan Gedung. Payung hukum yang mengatur tentang teknis pembangunan gedung termasuk gedung perkantoran, fasilitas umum serta perumahan ini juga mencakup tentang teknis keselamatan apabila terjadi bencana. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Jembrana I Wayan Darwin mengatakan, hingga saat ini perbup tentang bangunan gedung masih dalam pembahasan. Terkait keamanan dan kondisi ketika darurat seperti saat gempa maupun kebakaran juga termuat dalam perda tersebut. Dalam salah satu pasal, disebutkan struktur bangunan gedung harus kokoh, stabil dalam memikul beban dan memenuhi persyaratan keselamatan, pelayanan selama umur yang direncanakan. Pembangunan harus mempertimbangkan fungsi bangunan gedung, lokasi, keawetan dan kemungkinan pelaksanaan konstruksi bangunan gedung. Selain itu, juga harus memperhatikan pengaruh aksi sebagai akibat dari beban yang bekerja selama umur layanan struktur, baik beban muatan tetap maupun sementara yang timbul akibat gempa, angin, korosi, jamur dan serangga perusak. ‘’Pengaruh gempa terhadap substruktur maupun struktur bangunan gedung sesuai zona gempanya. Termasuk struktur bawah bangunan gedung pada lokasi tanah yang dapat terjadi likuifaksi,’’ terangnya. Setiap bangunan gedung kecuali rumah tinggal tunggal dan rumah deret sederhana harus dilindungi dari bahaya kebakaran dengan sistem proteksi aktif yang meliputi sistem pemadam kebakaran, diteksi dan alarm kebakaran, pengendali asap kebakaran dan sistem pusat pengendali kebakaran. Salah satu yang paling penting adalah jalan ke luar dan aksessibilitas untuk petugas pemadaman kebakaran. ‘’Terutama gedung yang tertutup dan bertingkat, harus dilengkapi sistem kedaruratan. Ketika situasi darurat, orang yang berada di gedung bisa mengetahui akses jalan keluar atau tangga darurat,’’ terangnya. Dalam perbup yang sedang dibahas ini nantinya akan termuat tentang sistem kedaruratan dalam areal gedung itu. (kmb26)

protesnya. Pihak mengusaha tambak pun menyanggupi untuk memperbaiki saluran irigasi tersebut. “Pihak pengusaha tambak sanggup memperbaiki saluran irigasi hingga waktu dua minggu,” kata seorang krama subak kemarin.

Ketut Tapak, salah seorang petani yang juga krama subak mengatakan sebelum ada usaha tambak, saluran irigasi baik-baik saja. “Sekarang ada usaha tambak udang, saluran irigasi ditimbun dan menjadi sempit. Saya selaku petani sudah melaporkan hal ini ke klian subak dan kepala desa. Dari subak dan desa langsung mendatangi pengusaha tambak. Sudah beberapa kali melakukan teguran, tapi

pihak tambak tidak pernah menghiraukannya,” kata Ketut Tapak. Klian Subak Puspa Sari Dewa Putu Nika membenarkan krama subak melakukan gotong royong memperbaiki saluran irigasi. Dalam kegiatan ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan perbekel dan aparat keamanan. Sebab, yang hadir sekitar 55 orang. Putu Nika mengakui sudah empat kali berkoordinasi dengan

pihak pengusaha tambak agar saluran irigasi dikembalikan seperti semula. Pihak pengusaha hanya menyatakan siap, namun tidak ada realisasi. “Jadi, guna mengantisipasi banjir dan sawah tidak tenggelam, kami akhirnya kumpulkan krama dan memperbaiki saluran. Kabetulan ada pihak pengusaha tambak, sehingga kami menuntut dan disaksikan puluhan krama. Pihak pengusaha menya-

takan sanggup memperbaiki dalam waktu dua minggu,” terangnya. Sementara itu, Perbekel Desa Tuwed Gede Coblos juga membenarkan pihaknya memediasi krama subak dengan pihak pengusaha tambak. “Pihak pengusaha sanggup untuk memperbaiki dan mengembalikan saluran air tersebut. Jadi tidak ada masalah,” jelas Coblos. (kmb26/kmb)

Tolak Hibah PHR Badung

Pengurus ”Dadia” Sebut Pencairan Dana Terlalu Kecil Negara (Bali Post) -

Puluhan pengurus dan perwakilan dadia di Desa Pakraman Batuagung, Jembrana menolak dana hibah Pajak Hotel dan Restoran (PHR) dari Kabupaten Badung. Pasalnya, penolakan itu lantaran dana yang cair disebut-sebut terlalu kecil. Padahal puluhan pengurus dadia mengajukan proposal dengan dana jauh lebih besar dari yang dicairkan. Informasi yang dihimpun belum lama ini, dana bantuan itu merupakan bahan bangunan untuk pembangunan merajan seperti tembok panyengker, dapur suci, kori dan pintu gerbang. Namun dana yang cair dinilai sangat kecil yakni rata-rata Rp

10 juta per dadia. Itu pun belum dipotong pajak. Padahal pada pengajuan proposal nilainya Rp 25 juta per dadia. Karena nilainya terlalu kecil, pengurus dadia yang berjumlah 48 itu akhirnya menolak bantuan yang dibagikan. Selain dana kecil, persyaratan bangunan yang boleh dikerjakan dengan dana itu dari pihak penerima bangunan harus dari nol dan tidak boleh servis maupun pengerjaan finishing. “Misalnya kalau usulannya tembok panyengker, maka pengerjaan harus dari pembongkaran fondasi dan seterusnya,” kata seorang pengurus dadia. Ida Bagus Gede, pengurus dadia lainnya mengaku pihaknya menolak hibah PHR

karena persyaratannya terlalu rumit dan cairnya berupa bahan. “Tadi (kemarin - red) disosialisasi di kantor desa bahwa proposal cair hanya Rp 10 juta dipotong pajak. Terpaksa kami putuskan ditolak karena terlalu kecil. Apa yang didapat membangun dengan nilai segitu? Lagi pula sejak dana diterima, pengerjaan harus selesai sebulan. Harus dari pembongkaran pondasi, jelas tidak nutup. Mendingan ditolak,” katanya. Sementara ada salah satu pengurus dadia yang menerima bantuan tersebut. Dadia ini membuat bale piasan dengan ukuran 1 × 1,2 meter. Setelah dihitung, nilai dirasa mencukupi, sehingga PHR diterima. “Kebetulan di merajan saya belum

ada bale piasan. Tadi setelah dikalkulasi, bantuan berupa bahan yang akan diterima dirasa cukup,” katanya. Di lain pihak, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa I Gusti Ngurah Sumber Wijaya saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum menerima laporan dari tim verifikasi untuk bantuan dana hibah Bansos PHR Badung tersebut. “Ini belum final, nanti tentu ada pertemuan lagi,” jelasnya. Ngurah Sumber mengatakan memang tidak semua pengajuan bantuan realisasinya sesuai proposal. “Ya tidak mungkin realisasi 100 persen. Karena kan juga diharapkan ada swadaya,” jelasnya. (kmb)

Lagi, Belasan ”Bonek” Dipulangkan Berkas Tersangka Negara (Bali Post) -

Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk rupanya tak memberikan ruang bagi penduduk pendatang (duktang) yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Pemeriksaan dan pengawasan ketat yang dilakukan tentunya akan membuahkan hasil yang baik. Dengan demikian, bagi duktang yang hendak masuk Bali dan tidak jelas langsung ditindaklanjuti dengan pemulangan ke daerah asalnya. Beberapa hari belakangan ini, banyak duktang yang dipulangkan

lantaran tidak memiliki identitas yang jelas. Sebelumnya, puluhan supporter bola yang masuk Bali dan tidak mengantongi KTP langsung dipulangkan. Jumat (19/10) kemarin, petugas Polsek juga kembali melakukan hal yang sama. “Ada 12 supporter Persebaya Surabaya langsung kami pulangkan karena tanpa identitas,” kata Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa. Kompol Subawa menyatakan supporter Bonek ini dipimpin MAP. Mereka datang ke Bali dengan menumpang truk. Begitu tiba di Gilimanuk,

pihaknya langsung melakukan pemeriksaan identitas, barang bawaan dan lainnya. Dari 12 orang itu, tidak ada yang membawa KTP. “Kami periksa di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk. Mereka diketahui tidak membawa identitas,” ucapnya. Setelah diberikan pengarahan dan pembinaan di Pos II serta mereka bisa menerima itu, pihaknya langsung memulangkannya ke daerah asalnya. Bahkan petugas mengantar mereka sampai naik KMP Perkasa Prima V di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk. (kmb)

BONEK Belasan bonek ketika diamankan di Pelabuhan Gilimanuk dan langsung dipulangkan ke daerah asalnya lantaran tidak mengantongi identitas.

Dua Oknum Klian Banjar P-18

Negara (Bali Post)-

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana kembali mengembalikan berkas kasus dugaan korupsi santunan kematian. Berkas tersangka dua oknum klian banjar, yakni Banjar Sarikuning Tulungagung, Tukadaya berinisial DA dan oknum Klian Banjar Munduk Ranti Tukadaya IGA sebelumnya sudah dua kali dikembalikan lantaran belum lengkap. Namun, berkas kedua tersangka ini kembali dikembalikan kepada penyidik Satreskrim Polres Jembrana untuk ketiga kalinya. Kasipidsus Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra, Jumat (19/10) kemarin, mengatakan berkas hasil perbaikan penyidik yang diteliti kembali masih ada kekurangan. Sehingga berkas tersebut dikembalikan ke penyidik untuk ditambahi kekurangannya. Menurutnya, kekurangan berkas pengembalian (P-18) ketiga ini ada pada rincian kerugian negara. Jaksa meminta agar penyidik lebih rinci mencantumkan hasil pemeriksaan BPKP. Pihaknya juga berharap pengembalian ini yang terakhir. Dua tersangka oknum klian ini sebelumnya bersama oknum PNS Indah Suryaningsih melakukan korupsi santunan kematian. Indah sudah duluan divonis bersalah dan dipenjara empat tahun pidana penjara. Terdakwa juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp 171 juta. Namun Jaksa saat ini masih banding karena merasa denda tidak sesuai dengan tuntutan jaksa. Sebelumnya jaksa menuntut terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 239 juta. Sementara untuk tersangka oknum Klian Banjar Sarikuning Tulungagung Tukadaya dan Klian Banjar Munduk Ranti membantu memuluskan membuat data fiktif. Hingga negara mengalami kerugian akibat tindakan tersebut. (kmb26)


Karangasem

Sabtu Pon, 20 Oktober 2018

11

Hilangkan Kutukan Menggepeng

Tianyar Barat bakal Bangun Patung Dewi Danuh

Bali Post/kmb41

BIMTEK - Pecalang di Karangasem saat mengikuti bimtek, Jumat (19/10) kemarin.

Bupati Sebut Pecalang Perempuan Bisa Direkrut

Amlapura (Bali Post) Pecalang di Kabupaten Karangasem diberikan bimtek yang dilaksanakan di Aula STKIP Parisadha Amlapura, Jumat (19/10) kemarin. Kegiatan ini bertajuk “Melalui Bimtek Pecalang Kita Kuatkan Eksistensi Dalam Pemberdayaan Desa Adat” itu dibuka langsung oleh Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri. Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri mengatakan keberadaan desa pakraman dimulai sejak kedatangan Rsi Markandya ke Pulau Bali pada abad VIII, yang membentuk desa pakraman di Bali. Selanjutnya, desa pakraman dari waktu ke waktu terus ditata dan disempurnakan oleh Mpu Kuturan di Pura Samuan Tiga. Dengan mengikuti suatu aliran yang disebut dengan Tri Murti, kemudian di setiap desa pakraman dibuatkan pura kahyangan tiga. Dilanjutkannya, dengan adanya pecalang di tiap desa pakraman, tugas pecalang

semakin lama semakin kompleks. Bukan hanya menjaga desa pakraman itu sendiri, tetapi kini pecalang bahkan perlu bekerja dengan pecalang dari desa lainnya, dan juga dengan aparat keamanan. Sehingga perlu sebuah aturan, awig-awig, atau pararem yang memadai bagi pecalang di saat melaksanakan tugasnya di lapangan. “Pecalang adalah sebagai bentuk pengamanan swakarsa karena merupakan bentuk pengamanan tradisional yang dilandasi kemauan, kesadaran dan kepentingan masyarakat desa pakraman. Dengan begitu pecalang dapat membantu aparat keamanan dalam melaksanakan fungsinya di masyarakat,” ucap Bupati. Melihat para pecalang yang hanya dari golongan laki-laki, Mas Sumatri mengatakan, para perempuan juga bisa menjadi pecalang. Kata dia, sekarang ini polisi sudah memiliki polisi wanita, bupati pun sudah ada yang dari kaum perempuan.

Jadi, dia mengatakan, ke depannya desa di Karangasem bisa merekrut pecalang dari perempuan. “Pecalang perempuan, tidak masalah. Yang terpenting bisa diajak bekerja dan bekerja sama dengan pecalang laki-laki,” ujarnya. Dijelaskan, mengingat begitu pentingnya keberadaan pecalang maka perlu dibekali pengetahuan tentang tugas, fungsi dan tanggung jawab dari seorang pecalang sehingga di dalam melaksanakan tugas, mereka punya pedoman sejauh mana tugas dan tanggung jawab bagi seorang pecalang. “Kita harap melalui bimbingan teknis ini para pecalang mendapat bekal ilmu yang bisa dipakai pedoman didalam melaksanakan tugas-tugas yang sangat mulia dalam menjaga, memelihara dan mengajegkan keberadaan desa pakraman, yang kedepannya penuh dengan tantangan baik dari dalam maupun dari luar desa Pakraman,” pinta Mas Sumatri. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu berencana mebangun patung Dewi Danuh di Desa Adat Munti Gunung, Desa Tianyar Barat. Pembangunan patung Dewi Danuh ini berkaitan dengan profesi warga di Munti Gunung yang banyak bekerja jadi gepeng (gelandangan dan pengemis). Tujuannya adalah mohon pengampunan kepada Hyang Dewi Danuh. Hal tersebut diungkapkan Perbekel Tianyar Barat Agung Pasrisak Juliawan, Jumat (19/10) kemarin. Menurutnya, pembangunan patung Dewi Danuh berkaitan dengan profesi krama di Munti Gunung, yang bekerja jadi gepeng. Dengan adanya patung Hyang Dewi Danuh, krama bisa memohon pengampunan. “Karena kita dikutuk oleh Dewi Danuh. Ada dua kutukan. Pertama yakni akan dihina warga sekitar (karena menggepeng) dan kedua kesulitan cari air. Dengan adanya patung Hyang Dewi Danuh nantinya, diharapkan masyarakat dapat memohon pengampunan,” tandas Gung Pasrisak. Dia menjelaskan, patung Dewi Danuh rencananya didirikan awal tahun 2019. Menggunakan anggaran desa Rp 80 juta. Jelas dia, rencana ini sudah dikoordinasikan dengan Ida Begawan. Rencana pendirian patung ini disambut positif. Salain itu, pihak desa juga membangun Pura Padpad di sekitar sumber air Padpad. Pembangu-

nan Pura Padpad dilakukan untuk menghargai air karena di Munti Gunung kesulitan memperoleh air. Melalui prosesi ini semoga sumber air tetap bisa ada dan digunakan warga. “Dulu ketika Dewi Danuh menyamar sebagai penjual air, kita hina beliau. Saat itu, perwujudan Dewi Danuh sebagai orang tua, dan dihina masyarakat. Setelah dihina beliau mengutuk, lalu cuci tangan di daerah Padpad, dan timbul sumber air,” imbuhnya. Dijelaskan, selain menempuh jalur niskala, Agung Pasrisak Juliawan juga terus melakukan pendekatan personal pada warga Munti yang berprofesi menjadi gepeng. Pihaknya mengajak warga untuk beralih profesi dari menggepeng menjadi petani, peternak, dan pedagang. Sambung dia, sekarang desa mulai menggarap serta mengembangkan ekonomi kreatif yakni desa wisata. Melalui desa wisata yang digagas desa bersama pemerintah, diharapkan jumlah gepeng di Munti Gunung

berkurang sedikit demi sedikit. Selain itu, desa juga telah membangun Pasraman Jiwan Mukti guna memberikan pencerahan ke warga. Pasraman ini berfungsi untuk mengembalikan mental warga. Pasraman sudah terisi 20 orang anak

dan ibu yang sebelumnya menggepang. “Kita berharap profesi menggepang bisa hilang pascadibangun patung Dewi Danuh dan Pura Padpad,” harapnya. Lebih lanjut dikatakannya, jumlah gepeng di Munti Gunung mulai berkurang. Saat ini, kata dia, penduduk Desa Tianyar Barat sebanyak 1.500 KK. Dulu yang mengepeng mecapai 300 KK. Sekarang warga yang masih menggepeng sekitar 50 KK,” tambah Pasrisak. (kmb41)

Agung Pasrisak Juliawan

Bali Post/kmb41

Air PDAM Tak Mengalir

Puluhan Pelanggan di Seraya Timur Mengeluh Amlapura (Bali Post) Puluhan Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Banjar Dinas Tukad Hitam, Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem mengeluh. Penyebabnya, air PADM sejak dua pekan lebih tidak pernah mengalir. Kondisi itu membuat puluhan pelanggan mengalami krisis air bersih. Atas kondisi itu, pelanggan meminta supaya air bisa kembali mengalir normal. Salah seorang warga, I Komang Kirdana, Jumat (19/10) kemarin, mengungkapkan jika air PDAM sudah dua pekan lebih tidak mengalir ke permukiman warga. Padahal di sana pelanggan mencapai puluhan orang. Dia menambahkan, dengan kondisi tersebut, pihaknya kesulitan air bersih untuk kebutuhan seharihari, baik untuk memasak, mandi maupun untuk ternak. Untuk bisa mandi

dan memasak, dia terpaksa meminta air bersih dari warga yang kebetulan di dalam cubangnya masih ada sedikit air hujan yang ditampung. Selain itu juga membeli air memakai galon di warung. “Kalau beli pakai mobil tangki tidak bisa karena medan untuk ke sini sulit. Sehingga mobil tangki tak mau ke sini. Saya berharap supaya air bisa mengalir. Jangan hanya saat terlambat dikenai denda. Tapi di saat air mati seperti ini tidak ada penanganan yang serius dari petugas PDAM. Meski air mati, saya tidak pernah terlambat bayar air,” tegasnya. Atas kondisi itu, dia sudah sempat menyampaikan kepada petugas PDAM. Hanya, dari petugas sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang jelas dari petugas. “Harapan saya hanya satu yakni air cepat men-

galir. Agar saya dan warga lainnya tidak lagi kesulitan air bersih lagi,” harap Kirdana. Hal senada diungkapkan Ni Wayan Sentiri. Dia juga sama mengalami krisis air bersih semenjak air PDAM tidak lagi mengalir. Kondisi itu membuat dirinya terpaksa minta di tetangga. Kabag Teknik PDAM Karangasem, Ida Bagus Sudirga, mengatakan, jika untuk musim kemarau seperti sekarang ini debit air menjadi menurun. Sementara penggunaan air khususnya di Seraya Timur menjadi meningkat. Untuk itu, penyaluran air dilakukan secara bergilir. “Kita akan komunikasikan lebih dulu dengan berapa pelanggan yang tidak dapat air. Jika memang banyak palanggan yang tidak mendapatkan air, maka kita rencananya droping air bersih memakai mobil tanki,” jelasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb31

BAWASLU - Ketua Bawaslu Karangasem, I Putu Gede Suastrawan, saat turun langsung ke Pasar Amlapura Timur, bersama komisioner lainnya.

Jaga Hak Pilih Masyarakat, Bawaslu Turun ke Pasar Amlapura (Bali Post) Guna menjaga hak pilih masyarakat, Bawaslu Karangasem mulai gencar turun ke pusat keramaian warga di Kota Amlapura. Sebagai upaya optimalisasi data pemilih, Jumat (19/10) kemarin, Bawaslu melakukan aksi jemput bola dengan menemui masyarakat di pusat keramaian, seperti pasar dan terminal. Hasilnya, Bawaslu justru menemukan banyak warga yang enggan memastikan hak pilihnya. Saat turun, tim Bawaslu didukung aparat kepolisian dari Polsek dan Polres Karangasem. Selain Pasar Amlapura Timur, tim yang mulai melakukan penyisiran pukul 07.00 Wita juga menyambangi Terminal Amlapura Barat dan kampung

nelayan Pantai Ujung, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem. Dari tiga lokasi tersebut, Bawaslu mendapat sambutan antusias pedagang dan pengunjung. Hasilnya, ditemukan puluhan orang yang kedapatan tak membawa e-KTP dengan alasan kelupaan. Ada pula yang bawa e-KTP tapi mengaku belum tahu dirinya sudah terdaftar atau tidak sebagai pemilih. “Tolong cek KTP saya, soalnya saya tak punya HP android,” pinta salah seorang pengunjung. Kondisi itu menjadi catatan penting dari hasil turun ke lapangan. Sehingga, hal-hal demikian perlu dilakukan pencermatan, supaya warga mampu memaksimalkan hak pilihnya nanti, sebagai upaya mening-

katkan demokrasi dalam setiap pemilu. Khususnya, jelang pemilihan legislatif, DPD dan pemilihan presiden ini. Bawaslu mendorong agar kegiatan sosialisasi ke lapangan lebih digencarkan, sehingga hak pilih warga terjaga, sekaligus secara tidak langsung dapat meningkatkan tingkat partisipasi pemilih. “Kegiatan hari ini, khusus di Pasar Amlapura Timur, kami temukan empat pengunjung pasar yang belum terdaftar sebagai pemilih,” ujar Ketua Bawaslu Karangasem, Putu Gede Suastrawan. Dalam giat tersebut, Bawaslu menggunakan aplikasi pemilih pintar KPU yang dipadukan dengan data DPTHP-1. Temuan itu sudah langsung dikoordinasi-

kan dengan KPU Karangasem untuk ditindaklanjuti. Selain itu, dia juga menegaskan, dalam rangka menjaga hak pilih masyarakat, Bawaslu Karangasem juga telah membuka posko pengaduan di sekretariatnya dan sekretariat Panwaslu kecamatan. Selain aksi jemput bola, kemarin, Bawaslu Karangasem juga menerima dua pengaduan belum terdaftar dalam DPTHP. Pengaduan itu sudah langsung dicermati dan juga sudah dikoordinasikan dengan KPU Karangasem. “Gerakan Bawaslu jaga hak pilih sudah kita gemakan di jajaran Panwascam dan Panitia Pemilihan Desa/Kelurahan (PPDK),” Suastrawan. (kmb31)

Pembahasan KUA-PPAS Mentok, Dewan Jadwalkan Ulang

Bali Post/kmb41

MATI - Air PDAM di Banjar Dinas Tukad Hitam, Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem mati. Warga meminta supaya air segera mengalir.

Amlapura (Bali Post) Pembahasan KUA-PPAS APBD Induk 2019, belum mencapai kesepakatan antara eksekutif dan legislatif. Akibatnya, lembaga dewan harus kembali menjadwalkan ulang pembahasan tersebut, sebelum sampai batas akhir penetapan pada 30 November. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, Jumat (19/10) kemarin, mengatakan Bamus sebelumnya telah menjadwalkan ulang untuk pembahasan KUA-PPAS ini pada 25-29 Oktober nanti. Sumardi mengatakan pembahasan masih mentok, terkait dengan kesepakatan PAD. Eksekutif masih bertahan dengan rumusan awal dengan target menurun, sebesar Rp 226 miliar. Sementara, dari sudut pandang legislatif, sangat yakin apabila eksekutif bekerja serius memanfaatkan potensi yang ada, maka eksekutif bisa mencapai lebih jauh dari target tersebut. Sehingga kalangan dewan mematok angka target PAD sebesar Rp 285 miliar. Angka ini tentu jauh lebih tinggi dari target PAD tahun sebelumnya yang mencapai Rp 234 miliar. “Tidak ada Karan-

gasem punya sejarah target PAD turun. Pasti naik terus,” tegas Sumardi. Pihaknya mendorong agar eksekutif memikirkan ulang dan mencermati kembali potensi-potensi yang ada saat ini. Tidak hanya soal galian C, tetapi juga potensi pariwisata yang sangat besar di Karangasem. Kalau itu dimaksimalkan, ketua dewan yakin, angka Rp 285 miliar sangatlah realistis. “Eksekutif tidak bisa menggunakan alasan dampak bencana alam sebagai alasan tak bekerja maksimal. Saya rasa semua teman di legislatif, sangat menginginkan Karangasem justru segera bangkit, dengan kerja keras dan saling mendukung. Ini yang terpenting,” katanya. Di tengah pembahasan KUA-PPAS yang masih mentok, muncul informasi kalau eksekutif justru sudah menyerahkan Ranperda tentang APBD Induk 2019, belum lama ini. Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi dihubungi Jumat (19/10) kemarin, mengakui kalau pihaknya sudah menyerahkan dokumen tersebut kepada lembaga legislatif. Dia mengatakan doku-

men tersebut masih mengacu pada draf KUA-PPAS yang disusun eksekutif, bukan yang sudah melalui pembahasan oleh lembaga dewan. Sekda menegaskan, eksekutif menempuh opsi tersebut, sebagai upaya antisipasi bila nanti terjadi kemungkinan terburuk kalau pembahasan KUA-PPAS tetap mentok atau tak terjadi kesepakatan misalnya soal nilai ideal target PAD tahun depan. Sebenarnya, kalau dalam situasi normal menurut Sekda, pada Agustus persoalan KUA-PPAS seharusnya sudah beres. Sehingga awal September Ranperda APBD tersebut bisa diserahkan kepada lembaga dewan sesuai amanat Permendagri. Namun, karena saat ini situasinya berbeda, sehingga, pihaknya menyerahkan Ranperda APBD yang mengacu pada KUA-PPAS yang diajukan eksekutif. Bukan yang berdasarkan kesepakatan dengan DPRD. Ini dilakukan untuk mengantisipasi hal terjelek. Seandainya terus tidak terjadi kesepakatan sampai batas akhir 30 November, maka eksekutif khususnya Bupati

sudah memenuhi syarat untuk mengajukannya kepada Gubernur Bali. “Apabila nanti ada perubahan, misalnya terjadi kesepakatan sebelum 30 November, maka kami tinggal melakukan penyesuaian terhadap Ranperda APBD itu. Nantinya hasil kesepakatan itu akan dijadikan lampiran di dokumen Ranperda APBD tersebut, sesuai notulen rapatnya,” kata Adnya Mulyadi. Meskipun nanti Ranperda APBD yang diajukan ke Gubernur, berdasarkan KUAPPAS yang diajukan eksekutif, bukan hasil pembahasan lembaga dewan, menurutnya tidak menjadi masalah. Dokumen Ranperda APBD tersebut tetap bisa diajukan kepada Gubernur Bali. Meski pembahasan diskenariokan tetap mentok sampai batas waktu 30 November. Meski demikian, Sekda sangat berharap pembahasan KUA-PPAS ini tetap menemukan kesepakatan. Ini juga akan menjadi cerminan harmonisnya hubungan kedua lembaga, antara eksekutif dan legislatif dalam menjalankan amanah masyarakat Karangasem dalam membangun daerah. (kmb31)


KLUNGKUNG

12

Sabtu Pon, 20 Oktober 2018

Pemilu 2019

Kotak Suara Aluminium Diganti Kardus Semarapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klungkung tak lagi pusing mengurusi pengadaan logistik. Pasalnya, untuk skala besar sudah ditangani langsung KPU pusat. Seperti halnya kotak suara. Jumat (19/10) kemarin, telah didatangkan dengan truk kontainer. Kotak berbahan kardus tersebut langsung dibawa ke gudang di Jalan Kresna, Kelurahan Semarapura Klod Kangin. Ketua KPU Klungkung I Made Kariada menyebutkan jumlahnya mencapai 3.139 buah, dibawa langsung dari Kediri, Jawa Timur. Itu untuk memenuhi keperluan 619 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Kecamatan Klungkung, Dawan, Nusa Penida dan Banjarangkan. “Untuk kotak suara pas dengan kebutuhan. Tidak ada cadangan. Nanti kalau kurang atau ada yang rusak, kami akan minta lagi ke pusat,” jelasnya. Sementara itu, untuk kotak lama berbahan aluminium segera dilelang. Hal tersebut tinggal menunggu persetujuan KPU pusat. “Jumlahnya lebih dari dua ribu. Itu akan dilelang. Nanti untuk kotak bahan kardus ini juga kan dilelang. Jadi tidak menghabiskan tempat. Kami kan juga tidak punya gudang sendiri. Masih ngontrak,” terangnya. Selain kotak, surat suara

juga akan disiapkan pusat. Kini, prosesnya tengah masuk verifikasi Daftar Calon Tetap (DCT). “Semua logistik yang besar-besar dari pusat. Kami di daerah hanya pengadaan yang kecil-kecil,” sebut Ketua KPU asal Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida ini. Seperti berita sebelumnya, pendanaan KPU untuk menyukseskan hajatan politik lima tahunan ini juga berasal dari pemerintah pusat. Khusus tahun anggaran 2018, baru dialokasikan Rp 7,448 miliar dari APBN. “Seluruhnya APBN. Tidak seperti Pilkada, sumbernya dari daerah,” sebutnya. Anggaran yang diperkirakan baru sekitar separuh dari total itu dialokasikan untuk menunjang pelaksanaan akuntablitas pengelolaan administrasi keuangan hingga fasilitasi pelaksanaan tahapan pemilu, publikasi, sosialisasi, partisipasi masyarakat dan PAW. “Anggaran itu untuk mendukung tahapan sampai kampanye. KPU tinggal mengaprah saja,” jelasnya. Sementara untuk anggaran lain, seperti honor penyelenggara, yakni PPK, PPS, KPPS dan sekretariat hingga untuk mendukung saat pemilihan maupun gugatan ke Mahkamah Konstitusi, akan dikucurkan pada tahun anggaran 2019. “Ini bertahap. Semuanya juga dari APBN,” ungkap Kariada. (kmb45)

Bali Post/sos

SIDANG - I Wayan Kicen Adnyana, Jumat (19/10) kemarin, meninggalkan ruang persidangan di Pengadilan Negeri Semarapura usai menyampaikan pledoi atas kasus penipuan perekrutan CPNS.

Kasus Penipuan Perekrutan CPNS

Kicen Adnyana Dituntut Dua Tahun Penjara Semarapura (Bali Post) Sidang kasus penipuan perekrutan CPNS 2014 kembali bergulir di Pengadilan Negeri Semarapura, Jumat (19/10) kemarin. Terdakwa I Wayan Kicen Adnyana, mantan anggota DPRD Klungkung, dituntut dua tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Klungkung. Pada sidang yang dipimpin ketua majelis hakim I Putu Gede Astawa, JPU Putu Rizki membeberkan fakta-fakta persidangan sebelumnya, termasuk keterangan dari sejumlah saksi. Terbukti, terdakwa melakukan penipuan sesuai pasal 378 KUHP. Pada hari yang sama, dengan waktu berbeda, sidang dilanjutkan dengan pledoi atau pembelaan dari terdakwa. Melalui penasihat hukumnya Anak Agung Parwata, dinyatakan dalam perkara ini, yang ditonjolkan hanya kerugian yang dialami kor-

ban I Wayan Suda, warga asal Banjar Tambahan, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli. Sementara upaya terdakwa dalam membantu memfasilitasi untuk lolos CPNS tidak pernah diperhitungkan. “Terdakwa juga ada kerugian. Ada waktu, tenaga, pikiran maupun biaya yang dikeluarkan untuk membantu korban. Tetapi itu tidak diperhitungkan,” jelasnya. Dinyatakan pula, dalam persidangan terungkap beberapa keterangan korban yang sekaligus sebagai saksi meragukan dan bertolak belakang dengan

keterangan saksi lain. Seperti halnya pernyataan anaknya mengikuti pendaftaran CPNS dan mendapat nomor yang selanjutnya diserahkan kepada terdakwa dan kembali diberikan kepada orang pusat yang disebut-sebut bisa meloloskan menjadi CPNS. Namun, keterangan saksi dari salah satu ASN Pemprov Bali yang sempat bertugas di Badan Kepegawaian Daerah, dinyatakan anaknya tidak pernah ikut mendaftar CPNS. Nomor yang disetorkan ke terdakwa adalah untuk registrasi. “Maka jelas sekali ada

kepentingan dari aksi supaya terdakwa bisa dihukum dan dijebloskan ke penjara. Dalam hal ini, Pak Wayan Kicen Adnyana dalam posisi terpojokkan,” sebut pengacara asal Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung ini. Atas sejumlah hal tersebut, mantan Ketua KPU Klungkung ini mengharapkan terdakwa bisa terbebas dari jeratan hukum. Hal serupa juga diutarakan langsung oleh terdakwa saat ditanya langsung Ketua Majelis Hakim. Usai Persidangan, Agung Parwata lanjut menyebutkan dalam kasus ini, terdakwa berperan sebagai pembantu. Ditunjukkan dengan adanya usaha untuk menemui dan berkomunikasi dengan sejumlah orang pusat, ter-

masuk memfasilitasi pelatihan computer asisted test di rumahnya di Dusun Anjingan, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan. “Pak Wayan Kicen tidak langsung meminta uang kepada Pak Suda. Tetapi Pak Suda yang minta bantuan supaya anaknya bisa lolos CPNS. Pak Kicen kan sudah membantu. Sudah ada pengembalian uang juga. Jadi dalam tuntutan harus ada keberimbangan,” imbuhnya. Seperti berita sebelumnya, untuk meloloskan anaknya sebagai CPNS, korban I Wayan Suda menyerahkan uang kepada terdakwa Rp 175 juta. Namun hal tersebut tidak terbukti. Terdakwa dilaporkan ke polisi pada 2017 dan kasusnya terus bergulir sampai ke meja hijau. (kmb45)

Soal Akomodasi Pariwisata Ilegal

Pemkab Mulai Kaji Izin Bersyarat Bali Post/sos

KOTAK SUARA - Satu kontainer kotak suara berbahan kardus untuk Pemilu 2019 sampai di gudang KPU Klungkung, Jumat (19/10) kemarin.

Berantas Penyalahgunaan Narkoba

Tes Urine Terus Bergulir, Giliran Pegawai Rutan Disasar Semarapura (Bali Post) Puluhan pegawai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klungkung menjalani tes urine yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Klungkung, Jumat (19/10) kemarin. Seluruhnya dinyatakan negatif menggunakan narkoba. Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Klungkung Dewa Ayu Astini Rosalina menjelaskan tes tersebut sebagai kegiatan rutin. Selain pegawai di rutan, sebelumnya sudah menyasar instansi vertikal lain, seperti Kejaksaan, Komisi Pemilihan Umum, dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Klungkung. “Untuk tes hari ini (kemarin - red) tidak ada yang positif teridentifikasi menggunakan narkoba,” jelasnya seizin Kepala BNNK AKBP Dewa Alit Arta. Disampaikan lebih lanjut, tes yang dimulai pukul 07.30 wita ini tak lepas dari adanya warga binaan rutan kasus penyalahgunaan narkoba. “Untuk warga binaan, direncanakan tesnya belakangan. Sekarang hanya menyasar pegawai saja,” terangnya. Kepala Rutan Renharet Ginting sangat mendukung kegiatan tersebut dan berharap bisa menyasar seluruh warga binaannya. “Kami sangat mendukung pelaksanaan tes urine ini. Kalau bisa supaya berjalan rutin, termasuk menyasar warga binaan,” ucapnya. Ditegaskan, larangan penggunaan barang haram tersebut oleh para pegawai sudah sering ditekankan. Bahkan, untuk mengantisipasi adanya selundupan ke rutan, pemeriksaan dari pintu masuk sudah dilakukan secara ketat. “Barang-barang bawaan pengunjung semua diperiksa. Sampai makanan,” tegasnya. Rutan yang berlokasi di timur Lapangan Puputan Klungkung ini dihuni puluhan lapas narkoba yang berasal dari berbagai daerah. Beberapa juga ada diboyong dari Lapas Kerobokan, Kabupaten Badung. “Sejauh ini belum ditemukan adanya narkoba yang masuk. Dari Kemenkum HAM juga rutin melakukan penggeledahan sebagai bentuk pencegahan,” imbuhnya. (kmb45)

Bali Post/sos

TES URINE - Suasana tes urine di Rutan Klungkung yang dilaksanakan BNNK Klungkung, Jumat (19/10) kemarin.

Semarapura (Bali Post) Penerapan izin bersyarat terhadap akomodasi pariwisata ilegal maupun melanggar sempadan, khususnya di Nusa Penida mulai dikaji Pemkab Klungkung. Hal tersebut nantinya diatur langsung dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang disiapkan pada 2019. “Itu sedang proses peninjauan kembali. Tahun depan disiapkan. Itu RDTR yang ngatur,” ungkap Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PU-PRKP) Klungkung, I Gusti Gunarta. Dijelaskan, kajian tersebut harus dilakukan secara komprehensif dan juga mengacu pada Perda RTRW Kabupaten Klungkung yang juga akan direvisi pada 2019. “Untuk RTRW akan harmonisasi dengan RDTR. Ini akan dimatangkan,” sebutnya. Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan

Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu I Made Sudiarkajaya juga menyebutkan hal tersebut sudah dikoordinasikan dengan Dinas PU-PRKP. “Ini sudah dikoordinasikan. Perlu kajian yang mendalam dan harus melihat berbagai aspek,” jelasnya. Akomodasi bodong sempat menjadi sorotan sejumlah fraksi di DPRD Klungkung yang disampaikan dalam pemandangan umumnya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2019. Pemkab didesak untuk segera mengambil langkahlangkah penertiban. Pasalnya, hal tersebut tak hanya merusak tatanan tata ruang, namun juga berimbas pada setoran pajak. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta juga sepakat terhadap hal tersebut. Ia juga langsung melontarkan akan menerapkan kebijakan izin bersyarat. “Terkait dengan akomodasi bodong, kita tidak

menutuplah. Itu memang ada. Kalau perizinan saklek, langsung merobohkan kan tidak bisa. Kita akan terapkan izin beryarat. Bisa berdiri jangka beberapa tahun,” sebutnya. Bupati asal Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida

ini mengatakan kebijaakan tersebut juga perlu dibicarakan dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung maupun masyarakat. Pemkab juga akan menyikapkan syaratsyarat yang harus diikuti. “Ini

Bali Post/sos

NUSA LEMBONGAN - Akomodasi pariwisata di Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Pemkab akan menerbitkan izin bersyarat untuk yang melakukan pelanggaran.

perlu dikomunikasikan dulu. Terutama dengan masyarakat. Supaya jangan sampai mereka terkejut,” katanya. Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung I Putu Suarta sempat mengakui di kepulauan the blue paradise island itu masih banyak yang bodong. Beberapa juga ada yang melanggar sempadan pantai. “Memang masih banyak yang bodong. Terutama di Nusa Lembongan dan Ceningan,” jelasnya. Sejauh ini, pihaknya lebih mengedepankan pembinaan, meminta pemilik segera mengurus izin. Langkah pembongkaran tak bisa serta merta karena dikhawatirkan bisa memengaruhi investasi ke depannya. “Memang ada yang sudah bersedia mengurus izin. Tetapi untuk yang melanggar sempadan pantai, kan tidak bisa,” sebut birokrat asal Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh ini. (kmb45)

Mengintip Kesenian Mandolin di Sulang

Pemanis Upacara Yadnya, Terabaikan Generasi Muda UPACARA pernikahan biasanya identik dipermanis dengan suara rindik. Namun berbeda pada upacara yang dilaksanakan salah satu warga Banjar Mincidan, Desa Sulang, Kecamatan Dawan baru-baru ini. Diisi dengan pentas mandolin. Seperti apakah musik itu? Jarum jam menunjukkan pukul 08.30 Wita. Udara masih terasa dingin. Di salah satu rumah yang tak begitu jauh dari jalan raya, nampak sudah ramai. Laki-perempuan mengenakan pakaian adat. Nampak sangat serasi. Di halaman juga berdiri tenda dengan kainnya berwarna putih dan kuning. Terlihat indah dengan perpaduan berbagai hiasan yang terbuat dari ental. Di teras salah satu bangunan yang tak terlalu luas, belasan orang tua tengah duduk. Mengenakan pakaian adat seragam. Bajunya merah hati. Mereka pun duduk bersandingan dengan peralatan gamelan. Ada kendang, kecek, seruling, dan lain sebagainya. Sangat kental akan suasananya Bali. Dilihat lebih jauh, pada barisan depan paling berbeda. Alat musik yang dimainkan bukan ugal. Namun seperti gitar. Tak terlalu panjang. Ada sekitar 75 cm. Bedanya, berisi beberapa tombol yang

menunjukkan nada berbeda. Layaknya seperti piano. Ketika dimainkan, suaranya sangat nyaring. Itu bernama Mandolin. Suaranya semakin indah ketika bersandingan dengan alat musik lain. Musik itu dimainkan Sekaa Gong Nolin Suwarga Suwari. Saat rehat sejenak, Klian Sekaa Putu Ariyasa menuturkan, musik itu diyakini muncul di Banjar Mincidan sekitar tahun 1948, yang diadopsi dari Cina. Ketika itu, rata-rata kepala keluarga memilikinya. Dimainkan ketika pulang dari sawah, mengisi acara hiburan, termasuk digunakan mengiringi upacara piodalan di pura dan prosesi upacara pernikahan. “Ini bisa untuk mengiringi upacara yadnya menggunakan lelambatan ilu,” tuturnya. Eksistensinya tak terus bertahan. Ketika memasuki zaman semakin modern, yang berminat untuk memainkan semakin sedikit. Apalagi generasi muda, tak ada lagi yang berniat

sekadar memetik senarnya. Secara otomatis, membuat kesenian yang tak dimiliki seluruh daerah ini berada di ambang kepunahan. Menyikapi hal itu, pada 2017, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung melakukan rekonstruksi dan dipentaskan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB). Namun, yang berhasil terakomidir hanya usia tua. Beberapa sudah ada berambut putih. “Yang

memainkan tinggal kami saja. Yang sudah tua. Anak-anak muda tidak minat,” kata pria yang kini menjadi pengajar bidang pariwisata ini. Meski situasinya demikian, sambung Ariyasa, langkah regenerasi terus dilakukan. Dalam upaya menarik minat generasi muda direncanakan akan dibuatkan genre musik lain yang mengikuti tren anak muda. “Sekarang kan masih

lelambatan. Maunya ada modifikasi musiknya sesuai dengan masa kini,” ucapnya. Ariyasa bersama anggota sekaa tetap merasa bangga. Sebab, belakangan ini tak hanya pentas di banjarnya. Tetapi sudah mulai dilirik untuk di daerah lain, seperti Badung dan Tabanan. “Kami melakukan promosi di media sosial. Itu jadinya ada yang tahu,” imbuhnya. (sos)

Bali Post/sos

MANDOLIN - Suasana saat memainkan alat musik mandolin di Banjar Mincidan, Desa Sulang, Dawan, Klungkung.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Pon, 20 Oktober 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Cr PRT Wnt Tgl dlm+Sopir bs Matik Hub.085238127777

B.BP.004.10.18.0000791

Dicari Tenaga Berpengalaman untuk Posisi : Accounting Supir Lamaran dapat dikirim ke : info.hrd@putribintanggroup.com atau Datang Langsung ke : Jl.Danau Poso No.35 Sanur Telp.0361-288679

B.BP.004.10.18.0000599

Dcr Tkg Kolam+Kebun utk Villa Gj.2,2+BPJS+Service Hub.731884

Dicari Tukang Jahit Kebaya Hub.0877 6162 3004

Dibthkan Quantity Surveyor u/ Kontraktor,Brpglmn Krm Lmrn Ke kadekon@gmail.com,Telp.8476839

Kelana DMC,an Established Inbound Travel Company Based in Bali, is looking for a Product Manager. Earlier Experience,Excellent Spoken and Written English, a deep Understanding of Inbound Tourism in Indonesia,are Absolutely Required.CV to: management@kelandadmc.com

B.BP.001.10.18.0000790

B.BP.001.10.18.0000788

Dibthkan Sgr Cleaning Service, Hub:723593/723637/081246400852

B.BP.001.10.18.0000632

Dicari Acct berpengalaman terutama KAP Hub:087835654643

B.BP.001.10.18.0000780

Dicari Asisten Rumah Tangga yg BerpengalamanHub.085100883990

B.BP.004.10.18.0000810

Adm.Purc.Max35 Min1th,MsOffice E:hrd@cushcushgallery.com

Dicari Cook,Waiter/s,Steward Hub:0818555988/087861507533

Admin Olahdata,Kerja dr Rmh Umr,WA:08123807171 / Email: ikadekswanjaya@gmail.com

Dicari Mekanik,Security,Driver OB,Hub:082236182035/0361722222

B.BP.001.10.18.0000633

B.BP.004.10.18.0000600

Apparel Export Company Looking for Female QC.Experienced in Garment Production Export Quality,Understand Patternmaking,Good English, Self Motivated.Send CV to: hrcvbas@gmail.com

B.BP.004.10.18.0000479

Dcr Sgr Sopir Brpngalaman Gaji UMK Hub.(0361) 420590/423054 B.BP.001.10.18.0000735

Distributor Bth:Salesman/Girl Penghasilan Mencapai 10Juta Rp Admin Wnt,Jl Bedahulu IV No.12 Dps,Email:herryy.hr@gmail.com

B.BP.001.10.18.0000783

Dcr Waiter/ss,Kasir,QC,Steward u/Resto di Renon 081916420095 B.BP.001.10.18.0000796

Dcr:Cleaning Service,Off Boy, Engineering,Driver,Admin, Stock & Cust.Service.Max Usia 30thn PT.Bintang Harapan Kurnia, Jl.Dewi Sri 101(Sblh.BRI)-Kuta B.BP.001.10.18.0000694

BIRO JASA

B.BP.001.10.18.0000652

B.BP.001.10.18.0000730

Dicari Sopir,Logistic,Lam Ke CV.Tristar Jl. Cargo 24/413324

B.BP.001.10.18.0000774

Dicari Staf Admin,Gudang,Kurir Max 35th,Gj 2,5-5Jt,Bawa CV ke Jl.Raya Uluwatu, Jimbaran Arcade 081360793789 Lisa B.BP.001.10.18.0000732

Dicari Tenaga Drafter S1 Arsitek Bangunan atau Arsitek Landscape.Lamaran di Email: info@ptramawijaya.com B.BP.004.10.18.0000748

Distributor Nestle Cr Salesman Horeca/GT-MT,Marketing Profesi Lamaran/CV Muding 0811394946 B.BP.001.10.18.0000568

Griya Santrian Resort Urgently Needs 2 Waiter/ss,1 Bartender& 1 Duty Manager(Male or Female) Fluent in English have 1 year Experience. Send to Email: hrm-griya@santrian.com/Bring CV to Jl.D.Tamblingan 47 Sanur B.BP.001.10.18.0000772

RUPA-RUPA

B.BP.001.10.18.0000797

Shankara Sanur lowongan Waiter,Barista Jl Danau Toba 7 Sanur Hub: 0818621818

G.06

Prsh Telkom Bth Marketing Exc. Fas:Gj,Kms,BPJS,Bns.Krm CV ke: andrean@flexindo.co.id/4746683 B.BP.001.10.18.0000782

G.07

Looking for:Operation Manager, Sales & Marketing Executive, Accounting,Front Office,Butler /Housekeeping,Cook & Head Cook Please Send Your CV to: info@thecolonyhotelbali.com

B.BP.001.09.18.0001310

Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar BurungSatriaHub:0818621818

B.BP.004.10.18.0000525

Operation Manager,Floor Supervisor,Bar Supervisor, Bartender Waiter/ss,Cashier,Cook, Purchasing,Marketing,Engineering, Accounting Supervisor & Steward. Bw Lam PT.Balinesia Jl.Kayu Aya 104X Seminyak T(0361)738720/21

G.01

B.BP.001.10.18.0000617

Distributor:Kepala Cabang/Supervisor,Pengalaman di Bid Sales Retail,Gaji & Insentif Menarik Email:herryy.hr@gmail.com

B.BP.031.10.18.0000744

B.BP.004.10.18.0000443

Sopir Galon SIM A Kuta + Admin Kuli Serabutan H.082144877778

G.04

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Avanza G 15 Silver DK Istmw 08133-721-6703 Ng 149.5Jt B.BP.001.10.18.0000802

KURSUS

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

SERVICE

SERVICE

SERVICE

SERVICE

B.BP.001.10.18.0000803

B.BP.001.10.18.0000801

DIJUAL RUMAH BUC Rumah Baru di Gatsu Barat cuma 1,3M Lt2 Hub:081237860819

B.BP.001.10.18.0000778

Dijual murah Rumah/Villa Terrace Pavillion No.22 Jimbaran. Ada pool besar, parkir 3 mobil. Rp.2,5 M Hp.0812 88888 67

B.BP.031.10.18.0000709

Jual Cpt Rmh Lt 2 di Sidakarya 1,6M LT 130 Hub:081237860819 B.BP.001.10.18.0000779

Rumah Mungil LT400M2,LB180M2 di Jl.Ciung Wenara V/5 Renon (Selatan Bajrasandi), Lingkungan Elit/Nyaman,Hub:087839410497 B.BP.033.10.18.0000737

Disewakan Ruko 2Lt Cocok untuk Salon Kecantikan,Ry.Taman Griya Jimbaran Bali 081703777575

G.03

PENGUMUMAN

Yaris New E 12 Matic Hitam DK Istmw 0818-0561-3699 Ng 131Jt

Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar

SPA

DIJUAL RUMAH

TOYOTA

Rush New TRD 15 DK Putih Mnl Istmw 0817-979-4487 Nego 202 Cash dan 195 kredit

Dikontrakkan Ruko Baru Lt3 Jl. Mahendradata Hub.085237077978

B.BP.001.10.18.0000659

Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar

G.02

B.BP.001.10.18.0000784

Sekolah di Jimbaran cari: Kepala Sekolah,Guru Olah Raga, Bhs.Inggris,Matematika,Perawat Dokter, Receptionist. sent:schoolhrdbali@hotmail.com

G.05

Shankara Kuta lowongan Waiter,Barista Kuta Square Blok D33 Hub: 0818621818

Toko Bahan Bangunan&Aksesoris Mmbthkan Adm Penjualan,Checker Gudang(Wanita)& Helper Gudang (Pria).Syarat:Max35Th,Min SMA, Niat Kerja,Jujur,Teliti&Tggung Jawab.Krm CV:Harvest Metalindo Perkasa,Jl Maruti 33 DPS Utara

B.BP.004.10.18.0000792

Perush Mebel Bth Sales,Pria Max.26Th,Min SMA,Kndraan Sndri SIM C,Brpnglmn,Lbh Dutmkn.Lmrn Krm:margajayamebel@gmail.com

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

Informasi pasang iklan Telepon

DISEWAKAN RUKO

B.BP.001.10.18.0000807

Dikontrakkan Ruko Lt2 Jl. Gunung Salak Hub.085237077978 B.BP.001.10.18.0000808

B.BP.033.10.18.0000785

DIJUAL TANAH 20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum, Ubud-Bali CP+6281318685007,NoBrokerage B.BP.004.10.18.0000745

Djl Tnh 1 are Jl.Sumandang 1A Batubulan Rp550Jt 081808069069 B.BP.001.10.18.0000402

DIJUAL TANAH Tnh di Penatih Dps Jl.Nagasari Gg.Trijata,LT.170M2,SHM,Aspek Perumahan,LD 15,7M,550Jt Nego Sampai Deal Hub.085338261159 B.BP.001.10.18.0000776

Tnh SHM 400M2(Bonus Rmh Mungil 2Lantai) di Jl.Ciung Wenara V/5 Renon (Selatan Bajrasandi), Lingk Elit/Nyaman,087839410497 B.BP.033.10.18.0000738

DIJUAL RUKO Ruko 2,1 are Lt2 Bangunan Baru Jl.Ry.Gatsu Timur,081807779807 B.BP.001.10.18.0000777

KEHILANGAN Hlg 2 sertifikat Tnh A.n. Ir.Harry Wiradjaja, HGB 00076 Dauh Puri, Luas 1.050m2. A.n Drg.Benny Minthara, HGB 00071Dauh Puri, Luas 1.143m2 B.BP.001.10.18.0000723

KURSUS Menerima Les Private Bhs Inggris Hub .WA 081353003120 B.BP.001.10.18.0000806

BIRO JASA Siap Bnt Pajak SPT Tahunan&Bln IMB,NPWP SIUP, 081338344155 B.BP.001.10.18.0000120


BANGLI

14

Sabtu Pon, 20 Oktober 2018

Karya Agung Danu Kertih Digelar 7 November

Bali Post/ina

NGAYAH - Sejumlah krama ngayah dalam rangka Karya Agung Danu Kertih, Tawur Labuh Gentuh, Meras Danu lan Gunung, Bhakti Pakelem ring Segara lan Pucak Gunung Batur, Mapeselang lan Mapedanan.

Bangli (Bali Post) – Karya Agung Danu Kertih, Tawur Labuh Gentuh, Meras Danu lan Gunung, Bhakti Pakelem ring Segara lan Pucak Gunung Batur, Mapeselang lan Mapedanan akan digelar Desa Pakraman Batur pada November mendatang. Karya ini dilaksanakan untuk menyucikan tetamanan Ida Batari Ulun Danu Batur serta menjaga keseimbangan alam. Sekretaris Panitia Karya Ketut Wijaya, Jumat (19/10) kemarin mengatakan, karya tersebut rutin digelar setiap lima tahun sekali. Namun karena terkendala biaya dan adanya beberapa kegiatan penting lainnya, pelaksanaan karya agung Danu Kertih tertunda selama beberapa tahun. ‘’Semestinya sudah dilaksanakan tahun 2014, tapi baru tahun ini bisa dilaksanakan kembali,’’ ujarnya. Dijelaskannya, salah satu tujuan dilaksanakannya karya tersebut yaitu menyucikan tetamanan Ida Batari Ulun Danu yakni Gunung dan Danu Batur. Upacara ini penting dilaksanakan untuk mewujudkan keseimbangan alam. ‘’Bila hulu Bali sudah suci, maka niscaya Bali terhindar dari bencana alam dan hasil pertanian akan berlimpah,’’

Pengembangan Layanan, RSU Bangli Incar Lahan Pemprov Bangli (Bali Post) -

Jajaran manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli berkeinginan memanfaatkan lahan milik Pemprov Bali yang berlokasi di belakang Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bali untuk perluasan areal rumah sakit. RSU Bangli sempat mengajukan permohonan ke Pemprov Bali melalui Pemkab Bangli, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiana, Jumat (19/10) kemarin menyampaikan, usulan terkait pemanfaatan lahan di belakang RSJ sudah sempat dilakukan tahun lalu dan saat masa kepemimpinan Pj. Bupati. Namun karena belum ada tindak lanjut,

pihaknya pun berencana mengusulkannya kembali. ‘’Kami akan coba lagi bersurat resmi melalui Pemkab Bangli,’’ ujarnya. Dikatakan Sudiana, luas lahan yang diincar tersebut sekitar 2 hektar. Pihaknya berkeinginan memanfaatkan lahan tersebut untuk

pengembangan areal rumah sakit khususnya ruang perawatan dan tempat parkir. Rencana tersebut mendapat dukungan dari anggota Komisi I DPRD Bangli, Wayan Wedana. Dia mengungkapkan, keinginan tersebut kerap disampaikan dalam rapat kerja. Wedana

menilai areal RSU Bangli sangat terbatas. Itu terlihat dari kondisi parkir yang sesak hingga meluber ke badan jalan. Terlebih saat jam kantor pagi hari dan jam besuk pasien, jalan di depan RSU kerap macet dan krodit. ‘’Banyak mobil penunggu pasien yang parkirnya di jalan depan rumah sakit. Ini kalau pagi atau malam saat jam besuk sering macet, bahkan bisa sampai ke utara,’’ ujarnya. Dengan kondisi itu, perlu dilakukan adanya perluasan

areal rumah sakit. Pihaknya pun mendorong RSU Bangli kembali mengajukan permohonan ke Pemprov Bali terkait pemanfaatan lahan tersebut. Dia mengharapkan Pemprov Bali bisa memberikan kebijakan pemanfaatan lahan itu, baik dengan tukar guling maupun dihibahkan. ‘’Kita sangat berharap lahan itu bisa dimanfaatkan oleh pihak RSU untuk parkir maupun perluasan ruang perawatan,’’ kata Wedana. (kmb40)

Ratusan Aset Pemkab Segera Dilelang Bangli (Bali Post) – Ratusan barang milik Pemkab Bangli yang dalam kondisi rusak dan tak bisa dimanfaatkan bakal segera dilelang. Untuk melelang barang rongsokan tersebut, Pemkab melalui Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) sudah melakukan inventarisasi, untuk selanjutnya diusulkan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singaraja. Plt. Kabid Aset BKPAD Kabupaten Bangli Putu Agus Muliawan, Jumat (19/10) kemarin menjelaskan, ratusan barang yang akan dilelang berupa peralatan kantor dan mesin, seperti meja, kursi, mesin ketik dan barang elektronik lainnya. Seluruh barang sudah rusak parah. Agus menyebutkan, barang-barang itu berasal dari 11 OPD di antaranya BKPAD, BKD, Kantor Camat Tembuku, Dinsos, Disdukcapil, Diskop, Disperindag, DPTSP, Dinas PUTRPerkim, RSU dan Sekretariat DPRD. Barang paling banyak berasal dari BKD yakni sebanyak 398 unit. ‘’Lelang dilakukan

karena barang-barang tersebut sudah tidak lagi bisa digunakan tapi masih ada nilai ekonomisnya,’’ ujarnya. Pihaknya sudah melakukan proses kajian, pendataan hingga pengecekan kondisi barang-barang yang masih disimpan di masing-masing OPD tersebut. Saat ini proses yang akan dilakukan adalah mengusulkannya ke KPKNL Singaraja untuk kemudian dilakukan pelelangan. ‘’Sekarang kita sudah siap mengusulkan ke KPKNL. Kapan lelangnya, nanti tergantung jadwal KPKNL. Kita targetkan akhir Oktober ini,’’ terangnya. Rencananya lelang dilakukan seperti tahun sebelumnya yakni dengan sistem online. Proses penawaran akan dilakukan secara tertutup. Agus menjelaskan, barang milik pemkab yang akan dilelang nanti, tidak termasuk kendaraan bermotor. Khusus kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, yang sudah rusak dan tak lagi bisa dimanfaatkan, akan dilelang menyusul. Pasalnya sampai saat ini BKPAD masih

menunggu usulan penjualan kendaraan bermotor rusak dari masing-masing OPD selaku pengguna barang. ‘’Kita sudah dua kali bersurat ke OPD bulan Maret dan Juli, tetapi sampai saat ini yang baru mengusulkan dari BPBD dan dari kami di BKPAD,’’ kata Agus. Lanjut dikatakan Agus, pihaknya masih akan menunggu usulan penjualan aset kendaraan dari masing-masing OPD hingga 25 Oktober ini. Jika sampai batas akhir itu tidak juga ada penambahan usulan, maka pihaknya akan memproses pelelangan dari beberapa OPD yang telah mengajukan usulan. Agus mengaku pada tahun 2018 ini pihaknya sejatinya menargetkan lelang aset bisa dilakukan tiga kali. Namun dalam perjalanannya, lelang hanya bisa dilakukan sekali. ‘’Tahun ini kita juga akan menjual material bongkaran tempat peninjauan di Penelokan yang berupa kayu dan besi. Untuk menjualnya, sudah dilakukan penaksiran harga oleh KPKNL,’’ imbuhnya. (kmb40)

DLH Dorong Desa Buat TPSD Bangli (Bali Post) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli mendorong desa-desa di Bangli untuk membuat tempat pembuangan sampah skala desa (TPSD). Upaya ini diharapkan mampu menuntaskan persoalan sampah di Bangli. Sekretaris DLH Kabupaten Bangli Ida Bagus Sobya mengatakan, berbagai upaya selama ini telah dilaksanakan pihaknya untuk menangani permasalahan sampah. Salah satunya dengan menggelar lomba Adipura Desa. ‘’Dengan Adipura Desa ini, kita selama ini harapkan desa-desa semakin sadar dengan sampah,’’ ujarnya saat ditemui belum lama ini. Selain itu, pihaknya juga tengah mendorong desa-desa di Bangli untuk membuat TPSD. TPSD yang dibentuk desa ini dikelola Pemerintah Desa melalui lembaga seperti karang taruna ataupun lembaga lainnya di desa. Dalam pengelolaannya, desa melalui penetapan kepala desa, bisa memungut retribusi kepada masyarakat sebagai kompensasi atas pelayanan yang diberikan. ‘’Masyarakat tinggal menaruh sampahnya di depan rumah, nanti diangkut oleh lembaga yang mengelola TPSD ini

untuk kemudian dipilah dan dikelola,’’ ungkapnya. Menurut Ida Bagus Sobya, dengan cara ini sampah akan bisa ditangani dan dikelola dengan baik. Dengan keberadaan TPSD, nantinya jumlah sampah yang akan dibuang ke TPA Landih akan semakin sedikit. Karena sudah diolah di desa, kemungkinan yang terbuang di TPA hanya berupa residu sekitar 10 hingga 20 persen. Dengan TPSD tersebut desa juga akan mendapatkan hasil dari produk sampah berupa pupuk, pendapatan dari hasil penjualan sampah plastik dan pendapatan dari retribusi pelayanan sampah. ‘’Kalau model itu bisa terlaksana, saya yakin masalah penanganan sampah dari kota ke desa bisa tuntas,’’ jelasnya. Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke desa terkait konsep TPSD itu. Beberapa desa juga sudah ada yang meminta penjelasan mengenai model pengelolaan sampah yang benar ke DLH. Pihaknya di DLH siap memfasilitasi bantuan seperti mesin pencacah sampah bagi desa yang berkeinginan membuat TPSD. ‘’Yang jelas, desa punya konsep, punya tanah untuk TPSD. peralatan nanti dibantu dari pemerintah,’’ katanya. (kmb40)

Bali Post/ina

RONGSOKAN - Kondisi barang rongsokan milik Pemkab Bangli yang selama ini disimpan di depan eks kantor BKD. Rencananya, sebagian dari barang tersebut akan dilelang.

jelasnya. Jelang pelaksanaan karya yang puncaknya pada Tilem Kalima, Rabu (7/11) mendatang, berbagai persiapan sudah mulai dilakukan sejak beberapa pekan terakhir. Di antaranya persiapan wangunan upacara, sarana upacara, makarya sanganan suci, termasuk menyampaikan informasi pelaksanaan karya kepada pemerintah, krama subak dan desa pakraman se-Bali. Untuk menyiapkan sarana upacara, panitia melibatkan pangayah dari seluruh warga di 24 banjar di Desa Dinas Batur, sejumlah desa pakraman batun sendi Ida Batara, Koramil dan lembaga lainnya. Untuk menyukseskan karya, panitia menunggu partisipasi masyarakat baik perseorangan maupun kelembagaan untuk ikut ngayah di Pura Jati dan di Pura Ulun Danu Batur. ‘’Bagi sanggar seni dan perorangan maupun PKK yang mau ngayah kesenian agar mendaftar melalui nomor HP 081238370677,’’ kata Wijaya. Sesuai dudonan karya, rangkaian karya diawali prosesi nanceb rompok pada 3 Oktober lalu. Dilanjutkan dengan upacara piuning netegang dan nunas beras catur pada 7

Oktober, netegang, ngingsah, melaspas rompok, nanceb sunari, mapengalang, ngeker dewasa pada 10 Oktober dan makarya sanganan pada 13 Oktober. Pada 2 November mendatang akan dilaksanakan prosesi Ida Batara-Batari katuran bhakti pangodal, pangangsuh, lan bhakti panganyar. Dilanjutkan dengan melasti ring Segara Watu Klotok pada 3 November dan ngadegang bagia pula kerti pada 5 November. Pada 6 November akan dilaksanakan melaspas bagia pula kerti, mapepada wewalungan, ngolah wewalungan dan bhakti memben. Pada puncak karya 7 November, akan dilaksanakan upacara tawur labuh gentuh, ngiringang Ida Batara ring paselang, pakelem ring segara danu lan puncak Gunung Batur, Ida Batara ring Pura Jati lan Ida Batari ring segara katuran bhakti ayaban dan bhakti pedanaan. Keesokan harinya dilaksanakan nyepiang karya dan dilanjutkan dengan bhakti pangayar masing-masing kabupaten hingga 17 November. Karya berakhir pada 18 November dengan upacara pepranian dan bhakti patetingkeb. (kmb40)

Bali Post/ist

MELASTI - Prosesi melasti serangkaian Karya Panca Wali Krama lan Pengusabaan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Kehen.

Panca Wali Krama di Pura Kehen

Ribuan Krama Ikuti Melasti di Segara Watu Klotok Bangli (Bali Post) – Ribuan krama mengikuti upacara melasti di Segara Watu Klotok, Klungkung, Jumat (19/10) kemarin. Upacara ini dilaksanakan serangkaian Karya Panca Wali Krama lan Pangusabaan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Kehen yang akan digelar pada 22 dan 24 Oktober mendatang. Ketua Panitia Karya Sang Mangku Gede Dalem Gede Selaungan mengatakan, melasti bertujuan menyucikan semua pratima dan pralinggan Ida Batara utamanya Ida Batara Sakti Kehen dan Ida Batara Saksi Perampean Turun Kabeh, jelang dilaksanakannya Karya Panca Wali Krama lan Pangusabaan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Kehen. Melasti yang dilaksanakan sejak pagi hari kemarin diikuti krama dari 25 banjar adat di Bangli yang termasuk wilayah bebanuan Pura Kehen. ‘’Ada sekitar 300 kendaraan truk yang digunakan untuk menuju Pura Watu Klotok,’’ ujarnya. Pada pamelastian tersebut juga digelar panyucian segara, tawur agung, ngadegang sanggar tawang dan pakelem. Hewan yang dihaturkan dalam pakelem berupa kerbau, sapi, babi, angsa, kambing dan

ayam. Tujuan upacara tersebut untuk menyucikan segara dan ngamet tirta amerta dari tengahin segara. Rangkaian upacara pamelastian di Segara Watu Klotok di-puput Ida Pedanda Siwa dan Budha. Sang Mangku Gede Dalem Gede Selaungan mengatakan, setelah upacara pamelastian selesai dilaksanakan, Ida Batara Sakti Kehen dan Perampean Turun Kabeh selanjutnya kairing kembali ke Pura Kehen. Sesampainya di Gelung Agung Pura Kehen, Ida Batara disambut dengan prosesi titi mamah menggunakan sarana kerbau. ‘’Dengan upacara penyucian hari ini, diharapkan karya yang dilaksanakan di Pura Kehen nanti akan berjalan lancar, labda karya sidhaning don,’’ harapnya. Sementara itu, untuk kelancaran upacara melasti kemarin, Polres Bangli menurunkan 80 personel untuk melakukan pengamanan. Kabag Ops Kompol Ngakan Putu Anom Semadi mengatakan, kegiatan meliputi pengamanan lokasi, pengamanan jalur dan pengawalan dari Pura Kehen ke Watu Klotok, Klungkung. Polres Bangli juga melakukan koordinasi dengan Polres Klungkung. (kmb40)


15

Sabtu Pon, 20 Oktober 2018

Ahmad Dhani 11 Kali Jadi Tersangka MUSISI Ahmad Dhani Prasetyo kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik terkait video viral dirinya yang menyebut ‘’Banser idiot’’. Polda Jatim menetapkan Ahmad Dhani

sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik terkait video viral dirinya yang menyebut kata-kata idiot saat kunjungannya ke Surabaya, beberapa waktu lalu. Penetapan itu direspons

Bali Post/ist

Ahmad Dhani

SD Saraswati 2 Denpasar Guru & Siswa SMP Sunari Loka Kuta Gede Dana, Denpasar Agung Artha, Denpasar

Rp Rp Rp Rp

6.108.000 3.000.000 200.000 100.000

Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp 9.408.000 Rp 412.838.748 Rp 422.246.748 $ 2.500

Ahmad Dhani, Jumat (19/10) kemarin, dengan santai. Dia mengatakan sudah 11 kali menjadi tersangka dalam berbagai kasus. Dia juga balik melapor ke Mabes Polri atas tindakan persekusi yang dia alami di Jatim. Sementara itu, massa yang mengatasnamakan Komunitas Masyarakat Peduli Jawa Timur (KMPJ) mengaku siap mengawal kasus yang ditangani Polda Jatim terkait penetapan tersangka musisi Ahmad Dhani karena diduga melakukan ujaran kebencian. ‘’Kami akan terus mengawal kasus ini sehingga dilakukan pengusutan sampai tuntas,’’ ujar Koordinator KMPJ M. Sidiq yang memimpin aksi massa di depan Mapolda Jatim, di Surabaya, Jumat kemarin. Selain berorasi, massa juga membentangkan sejumlah poster bertuliskan dukungan kepada aparat agar segera memeriksa tersangka, termasuk menangkapnya agar tak ada lagi publik figur yang menyampaikan ujaran kebencian. KMPJ, katanya, juga menyatakan dukungannya kepada aktivis Koalisi Bela NKRI untuk bersama-sama mengawal proses hukum terhadap pentolan Dewa 19 ini agar tidak dipolitisasi. Karena itulah, ia berharap aparat penegak hukum tetap menjalankan tugasnya secara profesional dan tanpa memandang kepentingan tertentu, termasuk menjaga transparansi. Sementara itu, Badan Pemenangan Provinsi PrabowoSandiaga Jawa Timur akan membahas persiapan bantuan hukum terhadap musisi Ahmad Dhani yang ditetapkan statusnya sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik oleh Polda Jatim. ‘’Segera kami bahas bantuan hukumnya, sebab bagaimanapun juga Mas Dhani bagian dari anggota BPP Nasional,’’ ujar Wakil Ketua Bidang Advokasi BPP Prabowo-Sandi Jatim, Renville Antonio. Menurutnya, di internal BPP Prabowo-Sandi Jatim, terdapat 24 orang pengacara yang tergabung dengan seluruh personelnya para praktisi hukum yang sudah memiliki jam terbang tinggi dalam berbagai persoalan. (ant/kmb) SUMBANGAN - Penyerahan titipan sumbangan gempa untuk Palu dari SD Saraswati 2 Denpasar sebesar Rp 6.108.000. Sumbangan diserahkan oleh perwakilan guru dan siswa SD Saraswati 2 Denpasar, Jumat (19/10) kemarin.

Mulai Dipamerkan ‘’Kita sudah ada portalnya, mereka bisa melihat ada 30 ribu inovasi yang bisa di-share dan mungkin cocok di desanya sehingga lebih ada akselerasi. Sebagian dipamerkan agar masyarakat bisa bertanya dan sharing,’’ jelasnya. Eko melanjutkan, 5.000 desa tertinggal awalnya ditarget menjadi desa berkembang pada 2019. Namun, sampai bulan Maret atau Mei tahun ini justru sudah tuntas lebih dari 10 ribu desa. Pihaknya berharap di tahun 2019, desa tertinggal yang dientaskan menjadi desa berkembang bisa mencapai lebih dari 50 ribu desa. Upaya pendampingan dilakukan untuk mengawal pemberdayaan

SDM dan ekonomi desa. Selain ada pendamping desa, juga ada pendamping inovasi desa. ‘’Itu dibiayai oleh Bank Dunia yang memberikan bantuan 100 juta US dolar,’’ imbuhnya. Eko menambahkan, di masa lalu banyak desa miskin karena tidak fokus. Desa-desa itu tidak memiliki skala industri yang cukup, sehingga tidak ekonomis karena biaya produksi mahal dan tidak mencapai pasar. Kini desa diminta fokus dan pemerintah memberikan insentif. Pemerintah juga menghubungkan desa dengan dunia usia. Saat ini ada 128 kabupaten yang sudah berhasil dihubungkan dengan dunia usaha dan terjadi investasi pascapanen di desa-desa sebesar Rp 47 triliun. (kmb32)

Penataan Wisata ‘’Kami mengapresiasi keberadaan pariwisata di Bali, untuk itu kami ingin belajar tentang penataan wisata,’’ ujarnya seraya mengharapkan tingkat kunjungan wisatawan asal Bali maupun Indonesia ke Tiongkok juga meningkat. Tak hanya itu, Hainan juga membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan. Tak tanggung-tanggung, pemerintah Hainan sudah menyiapkan 50 paket beasiswa

untuk pelajar di Bali yang ingin mengikuti pendidikan di Hainan. Dalam pertemuan itu, Gubernur Koster didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali I.B. Wisnuardhana dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. (ad822)

Ancaman Serius Meski demikian, ia memaparkan, ada ancaman yang cukup serius. Ancaman ini bisa diminimalisir dengan kepemimpinan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Salah satunya adalah Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dengan lima bupati berasal dari satu partai yang sama, sehingga lebih mudah mengambil kebijakan. Dengan demikian one island management akan bisa diwujudkan. ‘’Ini salah satu keuntungannya,’’ ujar Viraguna Bagoes Oka, Jumat (19/10) kemarin saat Talkshow Merah Putih di Warung 63. Dalam ilmu ekonomi, katanya, ada istilah conjecture siclus 10 tahunan. Tahun 1988 Indonesia menghadapi kredit yang ketat, dan didobrak oleh Pacto. ‘’Siklus itu akan terjadi terus. Ini karena perilaku dunia usaha, komunitas usaha masyarakat, keserakahan dan insentif,’’ bebernya. Sepuluh tahun kemudian tahun 1998 terjadi krisis moneter. Tahun 2008 terjadi siklus krisis mortgage. Sepuluh tahun setelah itu tahun 2018, yang paling dahsyat. Di Bali, bank– bank umum dan BPR sudah menghadapi NPL yang di atas 5 persen. Tetapi semua diatur sedemikian rupa supaya tidak lebih tinggi. Fenomena yang cukup unik juga adalah perbankan lebih banyak memegang AYDA (Aset Yang Diambil Alih). Secara aturan berlaku hanya satu–dua tahun. ‘’Sekarang harus disiasati oleh perbankan itu untuk melakukan restrukturisasi atau bahkan bank menjadi kontrak-

tor. Jadi aset–aset kres tadi, yang tidak ada jalan dibikinkan jalan supaya naik value-nya, atau yang lain,’’ ungkapnya. Selain itu, izin pembangunan hotel 4–5 tahun lalu seharusnya sudah masuk kategori eligible, tidak layak dibiayai bank, karena over supply. Kondisi ini harus disikapi dengan baik atau Pemerintah Provinsi Bali agar meminta special treatment dari pusat. Apalagi ditambah dengan adanya bencana. Treatment yang dimaksud bisa berupa relaksasi dalam aturannya. Bahkan kredit yang belum non-performing pun harus dibantu agar tidak sampai turun drastis. Menurutnya, pemerintah harus bisa mengambil sikap atau terobosan di bidang keuangan perbankan agar tidak sampai turun. Jika tidak dilakukan upaya-upaya atau terobosan, tidak hanya berdampak pada perekonomian Bali tetapi juga perekonomian nasional. Karena sistem perekonomian dan keuangan bersifat sistemik. Peran BUMD di bidang lembaga jasa keuangan (LJK) juga harus dioptimalkan, karena banyak yang memiliki potensi yang baik. Seperti BPD Bali adalah bank yang sangat potensial untuk dikembangkan. Jika ada investasi yang akan dilakukan di Bali, maka tidak perlu lagi melalui Singapura atau Jakarta, namun uangnya bisa langsung masuk ke lokal. ‘’Ini kewenangan gubernur untuk bisa memastikan, mau investasi di Bali harus melalui bank lokal. Apalagi aset BPD Bali hampir Rp 23 triliun, kredit saja Rp 15 – 17 triliun. Tapi keuntungan Rp 400 miliar, ini tidak dioptimalkan,’’ bebernya. (kmb42)

Mencapai Rp 400 Triliun Anggaran yang digelontorkan pun tak main-main, mencapai Rp 400 triliun dari sebelumnya hanya sekitar Rp 150 triliun sampai Rp 160 triliun. ‘’Ini (infrastruktur) yang gede-gede, kemudian yang sedang, yang kecil itu siapa? Ya... provinsi, kabupaten, kota, dan desa. Harusnya arahnya ke sana, sehingga pembagian kerja itu menjadi jelas. Jangan semuanya dari pusat, harus kita bagi-bagi,’’ ujar Jokowi. Pembangunan infrastruktur dengan anggaran pusat ini, lanjut Jokowi, juga harus terkoneksi dengan Dana Desa. Dengan begitu, infrastruktur dari daerah perkotaan besar hingga pelosok-pelosok desa bisa tersambung seluruhnya. ‘’Percuma ada jalan besar, jalan tol rampung, tapi jalan desanya tidak bisa dilewati atau rusak. Semuanya harus sambung dari yang kecil sampai yang besar,’’ jelasnya. Menurut Jokowi, dana desa terus meningkat sejak digulirkan di tahun pertama sebesar Rp 20 triliun. Setelah itu naik menjadi Rp 47 triliun, Rp 60 triliun, dan 2019 dirancang Rp 70 triliun. Termasuk merancang dana untuk kelurahan dan dana operasional desa kurang lebih 5 persen. ‘’Rancangan peningkatan alokasi dana desa hanya tinggal menunggu persetujuan dari DPR-RI,’’ tambahnya. Dia menegaskan, Dana Desa yang terus membesar ini, penggunaannya harus tepat sasaran, tepat guna, dan

bermanfaat bagi masyarakat. Gubernur, bupati, wali kota dan semua pihak memiliki tugas untuk mengawasi penggunaan Dana Desa itu. Misalnya saat suatu desa ingin membangun jalan atau saluran irigasi, bahan-bahan seperti pasir, batu, dan semen untuk membangun, agar diusahakan jangan belanja di kota melainkan dari desa itu sendiri atau maksimal di kabupaten desa itu berada. ‘’Jangan belinya ke kota, apalagi sampai membeli ke Jakarta. Duitnya balik lagi ke kota atau ke Jakarta,’’ jelasnya. Ia menekankan, usahakan uang itu berputar di desa, di kecamatan atau maksimal di kabupaten. ‘’Jangan keluar dari situ, karena semakin besar perputaran uang di sebuah daerah, itu akan meningkatkan kesejahteraan,’’ jelasnya. Setelah menggarap infrastruktur, lanjut Jokowi, pemanfaatan Dana Desa kini harus mulai digeser untuk pemberdayaan ekonomi desa. Pemberdayaan ekonomi desa dilakukan dengan inovasi dan teknologi tepat guna. Titik-titik kecil pertumbuhan ekonomi baru harus mulai dihidupkan, sehingga sebuah desa bisa dipasarkan. Saat ini sudah banyak desa yang dikembangkan untuk pariwisata dengan memanfaatkan Dana Desa. Bahkan ada satu desa yang mendapatkan income Rp 14 miliar dalam setahun karena dikembangkan untuk pariwisata. ‘’Saya minta agar fokus pada satu-dua kegiatan saja. Tapi selesaikan, jadikan, dan bermanfaat,’’ tandasnya. (kmb32)

Masalah Permodalan Diakui sejumlah kendala masih membayangi UMKM di Bali. Utamanya dalam masalah permodalan akibat masih banyaknya UMKM yang belum memiliki izin. Perizinan masih menjadi syarat utama bagi akses permodalan ke perbankan. Salah satu indikasi masih banyak UMKM yang belum berizin adalah UMKM yang memiliki NPWP, menurut Gede Indra, baru sekitar 35 persen. Artinya hampir 65 persen UMKM di Bali belum memiliki NPWP. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar Erwin Suryadarma, UMKM Bali di masa mendatang harus naik kelas, berubah dari usaha mikro dan kecil menjadi pengusaha menengah lalu besar. UMKM yang baik perkembangan bisnisnya, menurut mantan Kabag Humas Pemkot Denpasar ini, adalah yang tidak selamanya menjadi usaha mikro menengah. ‘’UMKM harusnya dapat naik kelas,’’ kata Erwin. Kuncinya, menurut Bambang Gde Kiswardi, UMKM terus melakukan inovasi karena pasar saat ini yang cenderung sangat mudah berubah terutama dalam hal selera. Kreativitas, inovasi dan produktivitas harus terus ditingkatkan. Kemajuan teknologi yang memicu rev-

olusi industri 4.0 memang bisa menjadi ancaman bagi UMKM di Bali namun sekaligus memberi peluang. Misalnya dalam hal pemasaran dan sistem produksi yang tekomputerisasi. Peluang-peluang inilah yang harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di Bali. Potensi Besar Potensi pengembangan UMKM di Bali sesungguhnya cukup besar. Produk UMKM Bali, menurut Putu Sudi Adnyani, atau yang akrab dipanggil Bara memiliki keunikan yang tidak mudah didapatkan di negara-negara lainnya. Hal ini ditunjukkan dari antusiasnya para delegasi IMF-WB saat berkunjung ke stan pamerannya. ‘’Mereka tertarik dengan teknik pembuatan produk perhiasan kami yang masih menggunakan keterampilan tangan para perajin,’’ kata Bara. Bara mengingatkan masih banyak yang perlu dibenahi dari pelaku UMKM di Baii. Salah satunya dalam soal etika moral dalam berbisnis. Seringkali dalam menjalankan usahanya, pelaku UMKM justru saling menjatuhkan satu dengan lain untuk mendapatkan pembeli. ‘’Cara-cara seperti ini harusnya ditinggalkan. Pelaku UMKM di Bali harusnya bersinergi,’’ kata Bara yang mengaku optimis bahwa ke depan UMKM di Bali akan semakin berkembang. (ata)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

SABTU PON, 20 oktober 2018

Atlet Atletik Bali Berlaga di Jatim Denpasar (Bali Post) – Bali menerjunkan 10 atlet putra dan putri pada kejuaraan atletik Jawa Timur (Jatim) Terbuka yang akan dilangsungkan di Lapangan Thor, Surabaya, 23-25 Oktober. Para atlet itu berasal dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar dan Bangli. Ke-10 atlet tersebut adalah Ni Luh Komang Triyulan Wahyubisana, Ni Putu Ita Destriani, A.A. Gede Mahendra, Ni Putu Ayu Melly Jaramarani, Ni Made Vidya Dwina Yanthi, Ngurah Kadek Wisnu Darma, I Made Wiranata, Ni Kadek Tirtayani, I Putu Arik Sandika dan Iwan Adiasa. Mereka didampingi dua pelatih yakni I Nyoman Gimbar Adi Putra dan Putu Hery Supriadi. Bidang Kepelatihan Pengprov PASI Bali Nyoman Suteja di Denpasar, Kamis (18/10), menyatakan kejuaraan atletik Jatim Terbuka mempertandingkan kategori pemula (usia di bawah 15 tahun), remaja (di bawah 18 tahun) dan junior (di bawah 20 tahun). Ajang ini tidak melombakan kategori senior. Para atlet muda Bali berlaga di nomor lari, lempar lembing, lempar cakram, tolak peluru, lompat jauh dan lompat jangkit. Menurutnya, kejuaraan itu sangat bagus bagi atlet masa depan Bali untuk menambah jam terbang dan mengasah mental bertanding. Dengan mengikuti Jatim Terbuka, diyakini kualitas mereka makin meningkat, karena lawanlawan yang dihadapi cukup tangguh terutama dari Jatim, NTB, Sumsel, Jateng dan DKI Jakarta. ‘’Kami berharap atlet Bali mampu membawa prestasi saat pulang nanti,’’ ujar Suteja. (kmb)

Kejurnas Motocross di Tengkudak Tabanan Bali Post) Kejurnas Motocross dan Powertrack putaran kelima sekaligus laga pamungkas digelar di Sirkuit Tengkudak, Kecamatan Penebel, Tabanan, mulai Sabtu (20/10) ini hingga Minggu (21/10) besok. Ajang ini merupakan babak final sehingga para pembalap dipastikan bersaing ketat guna merebut gelar juara di kelasnya masing-masing. Ketua Harian Pengprov IMI Bali Tony Susiartono mengharapkan pembalap lokal Pulau Dewata bisa unjuk gigi karena disiapkan berlaga pada ajang Pra-PON 2019 dan PON XX/2020 di Papua. ‘’Kami juga ingin memantau para pembalap yang akan membela kabupaten dan kota pada Porprov Bali XlV/2019 di Tabanan,’’ ungkapnya, Jumat (19/10) kemarin. Ia mengaku bangga karena IMI Bali mampu menghelat ajang bergengsi ini untuk pembalap nasional serta demi menampung hobi dan bakat kawula muda Bali di cabang olahraga otomotif. Hal ini menunjukkan kinerja Bidang Roda Dua IMI Bali serius menghelat kejurnas. Di sisi lain, pembalap Bali I Gusti Ngurah Diva Ismayana menyatakan siap tampil maksimal mengingat kejurnas digelar di daerah dan di depan pendukung sendiri. ‘’Saya harus tampil terbaik. Saya akan memacu motor sekencangkencangnya,’’ tegas pembalap yang turun di kelas MX2 Special Engiene (SE) 250cc ini. (022)

I Gusti Ngurah Diva Ismayana

Bali Post/ist

PJSI Bali Kembangkan Nomor Kata

Bali Post/ant

IMBANG - Pemain Irak Mahdi Hamed (tengah) dibayangi sejumlah pemain Thailand dalam laga Grup B Piala Asia U-19 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/10) kemarin. Pertandingan berakhir imbang 3-3. Dalam laga Grup C, Yordania mengalahkan Vietnam 2-1.

Liga 1 Indonesia

PSM Puncaki Klasemen Samarinda (Bali Post) –

PSM Makassar berhasil merebut puncak klasemen Liga 1 Indonesia setelah mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-1 di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (19/10) kemarin. Tim berjukuk Juku Eja saat ini mengantongi poin 47, menggeser Persib Bandung yang sudah beberapa pekan menempati puncak klasemen. Namun, Persib yang terpaut dua poin berpeluang merebut kembali posisinya jika mampu mengatasi Persebaya Surabaya pada Sabtu (20/10) ini. Borneo FC sempat unggul melalui gol M. Conti ketika pertandingan baru berjalan 12 menit. PSM tak mau menyerah begitu saja. Melalui skema serangan balik, tim asal Kota Makassar tersebut mampu membuat gol penyeimbang yang dihasilkan M. Rahmad pada menit ke-39. Skor imbang 1-1 bertahan hingga jeda turun minum. Memasuki babak kedua, PSM yang tampil lebih tenang sukses mencetak gol keduanya melalui Sandro pada menit ke-68.

Pelatih PSM Robert Rene Alberts mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. Kemenangan ini disebutnya sangat spesial, sebab skuadnya berhasil merebut puncak klasemen sekaligus memperpanjang rekor belum pernah terkalahkan di enam laga terakhir. Timnya juga sukses menghentikan laju rekor positif Borneo dalam tiga laga terakhir. ‘’Dua tim saling menghancurkan rekor dan mempertahankan rekor. Kami berhasil menghentikan rekor mereka,’’ ujar Rene. Bek PSM Zulkifli Syukur

mengatakan bangga timnya bisa mengalahkan Borneo FC di Stadion Segiri. ‘’Borneo tim yang kuat saat main di kandang. Alhamdulilah kami bisa membawa pulang poin,’’ ucap mantan pemain tim nasional ini. Pelatih Borneo FC Dejan Antonic menilai para pemainnya tampil kurang tenang dan sedikit gugup menghadapi PSM. Menurut pria asal Serbia ini, kegalauan timnya mulai terlihat ketika skor imbang 1-1. ‘’Kami bermain menghadapi tim yang bagus secara organisasi. Babak

Enam Wakil Indonesia Berebut Tiket Semifinal

Ni Made Pranita Sulistya Devi (Ade)

Bali Post/ist

Langkah Ade Terhenti di Delapan Besar

Bali Post/dok

Bhayangkara Dalam laga lainnya, Mitra Kukar menelan kekalahan 0-1 saat menjamu Bhayangkara FC di Stadion Aji Imbut, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Gol semata wayang sang juara bertahan dicetak Paulo Sergio pada menit ke-17 memanfaatkan umpan terobosan Alsan Sanda. Gelandang asal Portugal tersebut lolos dari pengawalan ketat pemain belakang Mitra Kukar dan kemudian melesakkan bola ke gawang yang dikawal Yoo Jae Hoon. Tambahan tiga poin mendongkrak posisi Bhayangkara FC ke peringkat ketiga klasemen dengan poin 42. Bhayangkara FC terpaut lima poin

dengan pimpinan klasemen PSM. Sementara Mitra Kukar belum beranjak dari ranking ke-15 klasemen. Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy memuji penampilan gemilang penjaga gawang Awan Setho Raharjo, sehingga timnya bisa membawa pulang kemenangan dari Mitra Kukar. ‘’Beberapa kali Awan Setho menjadi penyelamat gawang, dan terakhir dia bisa mementahkan tendangan penalti tim tuan rumah,’’ jelas pria asal Inggris ini. Menurut pelatih Mitra Kukar Rahmad Darmawan, timnya tampil kurang bagus utamanya pada babak pertama. ‘’Banyak kesalahan yang dilakukan oleh pemain kami, dan kesalahan itu dimanfaatkan dengan baik oleh lawan,’’ sebutnya. (ant)

Denmark Terbuka

Denpasar (Bali Post) – Pengprov Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Bali mengadakan penataran pelatih, wasit dan kader seni di GOR Lila Bhuana, Denpasar, 22-25 Oktober nanti. Penataran ini dilakukan karena Bali kini mengembangkan judo nomor kata atau seni. PJSI Bali mendatangkan penatar Joseph Darmawan dari Jawa Barat untuk membagikan ilmunya kepada peserta. ‘’Penataran ini sangat penting karena nomor kata atau seni bakal dipertandingkan pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. Nomor ini sudah dipertandingkan resmi pada PON XIX di Jawa Barat tahun 2016, namun Bali tak mengirimkan pejudo di nomor kata tersebut,’’ papar Wakil Ketua Umum PJSI Bali Nengah Sudiartha di Denpasar, Kamis (18/10). Setiap Pengkot dan Pengkab PJSI di Bali diberikan kuota maksimal delapan orang yang terdiri atas dua wasit, dua pelatih, dua kader putra dan dua kader putri. Lewat penataran ini, wasit, pelatih dan kader bisa menyamakan misi dan visi dalam mempelajari teknik dan gerakan dalam kata. Setelah semua unsur itu dipahami, peserta penataran selanjutnya mengembangkan di daerah masing-masing. Menurut pria yang juga anggota polisi itu, sasaran terdekat PJSI Bali adalah menurunkan pejudo nomor kata pada Pra-PON 2019 dan PON XX/2020 di Papua. ‘’Jadi, kami tak hanya melirik emas di nomor tanding seperti di PONPON sebelumnya, namun juga membidik emas di nomor kata nantinya,’’ tegas Sudiartha. (kmb)

Nengah Sudiartha

kedua kami terlalu gugup. Gol kedua karena kesalahan pemain kami sendiri,’’ katanya.

Denpasar Bali Post) Pebulu tangkis Bali Ni Made Pranita Sulistya Devi alias Ade gagal melanjutkan kiprahnya dalam turnamen bulu tangkis Singapura Terbuka 2018. Langkahnya terhenti pada babak delapan besar yang dimainkan di Singapore Badminton Hall, Jumat (19/10) kemarin. Ade yang menduduki peringkat 298 Badminton World Federation (BWF) harus mengakui ketangguhan atlet pelatnas Choirunnisa

dua set langsung dengan skor 14-21, 18-21. Menurut Wakil Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Wayan Winurjaya, Ade sudah tampil baik dan mengerahkan segala kemampuannya. Pada set kedua ia mampu memaksakan skor imbang 18-18, namun Choirunnisa kemudian mampu mengunci kemenangan 21-18. Ade juga dikalahkan Choirunnisa pada USM International Challenge di Semarang beberapa waktu lalu.

Winurjaya tetap bangga meskipun Ade tidak mampu menembus babak semifinal. Sebab, Choirunnisa adalah atlet penghuni pelatnas yang ditempa latihan serius dan memiliki teman latih tanding berkualitas. Peringkatnya di BWF juga jauh di atas Ade. Sementara pelatih pelatnas Jeffer Rosobin menilai permainan Ade perlu dipoles di sektor depan, pukulannya monoton dan kurang variatif serta kurang percaya diri meladeni atlet pelatnas. (022)

Odense – Enam wakil Indonesia bertanding memperebutkan tiket ke babak semifinal turnamen bulu tangkis Denmark Terbuka 2018, Jumat (19/10) malam kemarin. Mereka adalah Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra), Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran) serta Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang berhadapan dengan Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani (ganda putri). Indonesia tidak lagi punya wakil pada nomor tunggal putra setelah Jonatan Christie dan Tommy Sugiarto kalah pada putaran kedua. Jonatan ditaklukkan Sameer Verma (India) dengan skor 21-23, 216, 20-22, sedangkan Tommy menyerah dari Son Wan Ho (Korea Selatan) 21-13, 1621, 9-21. Anthony Ginting tersingkir lebih awal yaitu pada pertandingan putaran pertama oleh Kento Momota (Jepang) 18-21, 23-21, 15-21. Gregoria sempat mengalami nyeri pada pinggangnya saat melawan Mia Blichfeldt (Denmark) di laga babak kedua. Ia mendapat perawatan dan malam harinya dibantu fisioterapis PBSI untuk meringankan sakit pada pinggangnya. Gregoria menjalani pertandingan perempatfinal melawan wakil tuan rumah Line Kjaersfeldt. ‘’Kondisinya masih oke untuk bermain, walaupun tidak 100 persen fit. Rasa

sakit masih ada, tapi pemain yang paling tahu bagaimana keadaan dirinya. Kalau masih bisa main, ya… dia akan main. Gregoria adalah tipe pemain yang mau maksa. ‘’Saya juga mau dia belajar bahwa untuk jadi juara itu tidak mudah, harus berusaha,’’ kata Kepala Pelatih Tunggal Putri PBSI Minarti Timur kepada Badmintonindonesia.org. Superliga Juara bertahan tim putra U-19 PB Djarum keluar sebgai juara Grup A di ajang Blibli Superliga Junior 2018. Hasil tersebut mereka pastikan setelah di babak penyisihan terakhir kemarin menundukkan PB Exist Jakarta dengan skor 5-0 di GOR Djarum, Magelang, Jawa Tengah. Dengan hasil ini maka tim putra U-19 PB Djarum akan melakoni pertandingan semifinal kontra runner-up Grup B, Mutiara Cardinal Bandung. Manajer tim PB Djarum, Fung Permadi, mendorong pemainnya bermain dengan lepas agar performa yang dimiliki bisa maksimal. Apalagi lawan yang dihadapi sering bertemu di Sirnas. ‘’Di fase grup banyak atlet kami yang tertekan untuk bertanding di format beregu. Makanya kami instruksikan semuanya bermain lepas dan menunjukkan performa maksimal,’’ ujarnya. Peserta Blibli Superliga Junior 2018 terutama atlet asing mendapatkan tambahan agenda yaitu diajak piknik oleh penyelenggara ke Candi Borobudur, Magelang. (kmb/ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 10 Oktober 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu