terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 35 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Gas Bocor, Warung Terbakar
Paripurna Berbahasa Bali
Jegog Berbagai ‘’Genre’’
Warung makan Pak Kumis di Banjar Delod Peken, Desa Blahkiuh, Abiansemal, Kamis (19/9) kemarin terbakar. Pemicunya tabung elpiji bocor. Pemilik warung I Gede Mastra (38) nyaris tersambar api ketika api membesar.
Rapat paripurna DPRD Tabanan, Kamis (19/9) kemarin, menjadi rapat paripurna perdana menggunakan bahasa Bali. Selain penyampaian pemandangan umum fraksi, jawaban Bupati pun menggunakan bahasa Bali. TABANAN | HAL. 7
Sejumlah masukan diutarakan terkait pelaksanaan Festival Jegog yang diselenggarakan Oktober mendatang. Salah satunya menampilkan berbagai versi penampilan Jegog mulai dari tabuh klasik hingga Jegog eksperimental memadukan dengan alat musik modern.
BADUNG| HAL. 3
JEMBRANA | HAL. 10
Bank Jangan Ulur Waktu Pangkas Bunga Kredit Jakarta (Bali Post) – Bank sentral telah tiga kali menurunkan suku bunga acuan sepanjang tahun ini. Selain itu, BI juga memastikan kecukupan likuiditas dengan intensifikasi operasi moneter dan relaksasi kebijakan makroprudensial. Agresivitas BI dalam menurunkan suku bunga acuan belum diikuti dunia perbankan. Buktinya bank belum maksimal memangkas suku bunga kreditnya. ‘’Kita harapkan bank-bank menurunkan suku bunga kreditnya, meskipun kita paham ini membutuhkan waktu. Tapi ya ‘jangan lama-lama’ supaya pasokan dan permintaan kredit naik, jadi investasi bisa meningkat, dan akhirnya ke pertumbuhan ekonomi,’’ kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kamis (19/9) kemarin.
Danau dan Hutan di Bali Bermasalah Denpasar (Bali Post) Ketersediaan air di Bali kini menjadi perhatian utama. Sebab, semua penyedia air seperti hutan dan danau di Bali bermasalah. Danau, misalnya, semuanya terjadi sedimentasi. Demikian pula hutan. Dari 30 persen luasan minimalnya, Bali hanya memiliki 23 persen hutan dari luas pulaunya. Hutan yang tersisa itu pun masih banyak yang bolong-bolong. Akademisi pertanian Universitas Udayana Dr. Luh Kartini menyatakan kondisi hutan di Bali harus menjadi perhatian utama. Sebab, hutan sangat berpengaruh pada ketersediaan air, sehingga air tidak hanya menjadi masalah masa kini, juga masalah di masa depan. Ditemui Rabu (18/9) lalu, Kartini menyampaikan, sejak tahun 2011 defisit air sudah terjadi sampai 7 miliar kubik per tahun. Sumber-sumber penyedia air bagi tanah Bali terus mengalami kerusakan. Mulai dari danau, sungai dan air tanah. Hutan yang makin berkurang mengakibatkan daerah tangkapan (catchment area) air luasannya pun menyusut. Subak yang dulu sebagai danau-danau kecil yang sebagai penyerapan air, mengalami nasib serupa. Semua danau di Bali, kata Kartini, sedang mengalami masalah, baik masalah sedimentasi maupun kualitas airnya. Sehingga danau telah menjadi perhatian khusus pemerintah pusat di bawah 11 kementerian masuk prioritas nasional 1 dan 2. ‘’Rencana pengelolaan sudah diserahkan Sekjen KLHK. Artinya matriks sudah ada untuk keempat danau itu, sekarang tinggal bekerja bersama-sama saja dan diawasi BPDASHL dan KLHK,’’ pungkasnya. Selain rencana pengelolaan danau, ia berharap pelanggaran yang ada selama ini segera ditangani. Sehingga tidak ada lagi alasan melakukan sesuatu untuk kepentingan dirinya sendiri atau kelompok yang dapat mengeksploitasi danau, sungai, laut, dll. Hal. 15 Perambah Hutan
Hal itu juga terkait dengan kebijakan BI yang pada Kamis (19/9) ini untuk kembali memangkas suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 0,25 persen menjadi 5,25 persen. BI juga memangkas bunga acuan itu di dua bulan sebelumnya secara berturut-turut. Penurunan suku bunga acuan yang dilakukan sejak Juli 2019 itu kali ini dilengkapi dengan rangkaian pelonggaran kebijakan makroprudensial seperti pelonggaran aturan pembiayaan perbankan dalam perhitungan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan juga pelonggaran uang muka untuk kredit properti dan kredit kendaraan bermotor yang berlaku 2 Desember 2019. Menurut Perry, dengan tiga kali penurunan suku bunga acuan, semestinya transmisi
ke pasar uang antarbank, dan selanjutnya suku bunga perbankan dapat lebih cepat. Pasalnya, pada September 2019 ini, BI memberikan stimulus kebijakan kredit tidak hanya dari sisi suplai atau pasokan, melainkan juga dari sisi permintaan. Artinya volume penyaluran kredit perbankan berpotensi meningkat yang seharusnya dapat mempermurah biaya kredit atau suku bunga kredit karena dari sisi suplai, pendanaan perbankan telah dilonggarkan. Dari sisi suplai, likuiditas perbankan sudah dilonggarkan pada tahun ini dengan penurunan Giro Wajib Minumum ke enam persen dari 6,5 persen. Selain itu besaran RIM juga diberikan relaksasi dengan kenaikan dari 80-92 persen ke 84-94 persen sehingga perbankan leluasa menambah
Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo segera memutuskan pengganti Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang sudah menyerahkan surat pengunduran diri. ‘’Baru sejam lalu kasih surat pengunduran dirinya, kita pertimbangkan dalam sehari,’’ kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (19/9) siang. ‘’Tentu saja akan kita segera pertimbangkan apakah segera diganti dengan yang baru atau memakai Plt. Tadi disampaikan surat pengunduran diri dari Pak Menpora Imam Nahrawi,’’ tambah Presiden. Presiden pun mengaku menghormati proses hukum yang sedang dikerjakan KPK.
Jakarta (Bali Post) – Pemerintah telah menyiapkan tiga skenario terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk lima tahun ke depan dalam menyikapi adanya ancaman dan berbagai gejolak global yang semakin besar dan penuh ketidakpastian. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan hal tersebut berkaitan dengan banyaknya ancaman global seperti resesi di Turki serta terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dan China secara tidak langsung membuat Indonesia harus bersiap untuk menghindari dampaknya. ‘’Tentunya sekarang kita harus memperhitungkan potensi resesi global. Ini masih
skenario dan akan kita sampaikan kepada Bapak Presiden,’’ katanya dalam acara penyusunan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Jakarta, Kamis (19/9) kemarin. Ia menjelaskan tiga skenario proyeksi tersebut meliputi skenario optimis yaitu menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, skenario moderat 5,7 persen, dan terbawah yaitu 5,4 persen. ‘’Kalau dari kami rekomendasinya adalah yang paling bawah (5,4 persen), terpaksa kita harus yang paling pesimistis karena dunia tidak bisa tertebak,’’ ujarnya. Ia menuturkan pihaknya telah menyiapkan berbagai cara dalam mencapai target tersebut, salah satunya dengan mengadakan tujuh agenda pokok yang akan dijalankan pada lima tahun ke depan. ‘’Ada tujuh agenda pembangunan untuk mencapai target,
paling tidak dalam rancangan teknokratif kami,’’ katanya. Bambang menyebutkan tujuh agenda itu meliputi mengurai kemiskinan hingga di bawah 7 persen dan pengangguran tidak lebih dari 4 persen, mengurangi kesenjangan antarwilayah, peningkatan SDM berkualitas melalui program vokasi, dan pembangunan infrastruktur. ‘’Kalau infrastruktur bukan hanya jalan tol, listrik, bandara, pelabuhan laut, tapi termasuk air bersih,’’ ujarnya. Selain itu, pemerintah juga akan fokus pada pengelolaan terhadap perubahan iklim seperti kebakaran hutan, sebab ternyata hal tersebut turut berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. ‘’Kebakaran hutan yang terjadi ada unsur pidana yang berusaha membakar. Tapi jangan lupa itu bisa jadi sumber tanah gambut sudah panas sebagai akibat perubahan iklim kemudian menyebabkan dampak yang semakin besar,’’ katanya. (ant)
’’Kalau dari kami rekomendasinya adalah yang paling bawah (5,4 persen), terpaksa kita harus yang paling pesimistis karena dunia tidak bisa tertebak.’’ Bambang Brodjonegoro Kepala Bappenas
www.bisnisbali.com
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Hetifah Sjaifudian menilai keputusan mundurnya Imam Nahrawi dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga sebagai sikap bijaksana. ‘’Meskipun dalam prinsip hukum di Indonesia menerapkan asas praduga tidak bersalah, tapi keputusan Imam Nahrawi mengundurkan diri adalah sikap yang bijaksana,’’ kata Hetifah Sjaifudian. Hatifah memuji langkah Imam Nahrawi yang menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya dan akan berkonsentrasi menghadapi kasus hukum yang menimpanya. Hal. 15 Masalah Hukum
Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia
Pemerintah Siapkan Tiga Skenario
Harian Bisnis Bali
Jokowi Segera Tunjuk Pengganti Nahrawi
’’Kita harapkan bank-bank menurunkan suku bunga kreditnya, meskipun kita paham ini membutuhkan waktu. Tapi ya ‘jangan lama-lama’ supaya pasokan dan permintaan kredit naik, jadi investasi bisa meningkat, dan akhirnya ke pertumbuhan ekonomi.’’
Ekonomi Dunia Tak Bisa Ditebak
CAR 13 BPR di Bali di Bawah 12 Persen
Tantangan persaingan antarbank dan lembaga jasa keuangan (LJK) lainnya di Bali terlihat makin ketat. Guna menghadapi persaingan tersebut, BPR di Bali harus memenuhi ketentuan permodalan. Apa saja?
volume kredit. Sementara sisi permintaan kredit kali ini dilonggarkan dengan pelonggaran uang muka untuk kredit properti dan kredit kendaraan bermotor yang diumumkan pekan ini yang masing-masing sebesar lima persen dan 5-10 persen. ‘’Tiga bulan ini kami menurunkan suku bunga acuan. Jadi kebijakan ini tidak hanya memperlonggar suplai likuiditas, tapi juga akan mendorong permintaan kredit,’’ ujarnya. Menurut Perry, pergerakan suku bunga kredit sebenarnya sudah turun meskipun dalam dosis yang terbatas sejak Desember 2018. Dia mencatat suku bunga kredit perbankan rata-rata menurun 0,18 persen (18 basis poin) dari Desember 2018 hingga Juni 2019. ‘’Kami harapkan bisa turun lagi dan lebih cepat lagi,’’ ujarnya. (ant)
Tersangka, Menpora Mundur Jakarta (Bali Post) – Sehari setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Imam Nahrawi langsung mundur sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Joko Widodo dan masyarakat. ‘’Permohonan maaf saya kepada Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, Ketua Umum PKB, PBNU, dan rakyat Indonesia, sekaligus saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kolega di Kemenpora,’’ ujar Imam Nahrawi di Gedung Kemenpora, Kamis (19/9) kemarin. Imam mengatakan alasan pengunduran dirinya sebagai menteri adalah agar fokus menghadapi kasus dugaan korupsi yang menjeratnya. Ia yakin dirinya tidak terlibat dalam skandal korupsi
perihal dugaan korupsi dana hibah KONI. ‘’Kita menunggu sebaik-baiknya nanti alat-alat bukti yang dimiliki KPK dengan tanpa membuat wacana terlebih dahulu karena saya tidak seperti yang dituduhkan mereka,’’ kata Menpora. Imam diduga menerima suap dengan nilai total Rp 26,5 miliar yang merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora. KPK menyatakan bahwa uang Rp 26,5 miliar tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak lain yang terkait. Hal. 15 Meminta Uang
Bali Post/ant
MUNDUR - Imam Nahrawi saat mengumumkan pengunduran diri sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Kamis (19/9) kemarin.
Jumat Pon, 20 September 2019
Pembunuh di Perum Polri Dituntut 18 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Mochamad Chusen (37), pria yang didakwa membunuh Hoo Sigit Pramono (58) dan menganiaya istri korban, Dian Indah Permatasari (57), warga Perum Polri Jalan Imam Bonjol 326 Nomor B6-B7 Denpasar, Kamis (19/9) kemarin dituntut pidana penjara selama 18 tahun. JPU Dina Sitepu di hadapan majelis hakim pimpinan Gusti Ngurah Putra Atmaja menyatakan perbuatan terdakwa Mochamad Chusen terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP, dan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat 2 KUHP. Oleh jaksa dari Kejari Denpasar, terdakwa kemudian dituntut pidana penjara selama 18 tahun dikurangi sepenuhnya selama terdakwa berada di dalam tahanan. Jaksa di depan persidangan menguraikan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa 26 Ferbruari 2019. Hari itu terdakwa kesal pada korban karena upahnya sebanyak Rp 9 juta belum dibayarkan oleh korban Hoo Sigit Pramono. Beberapa kali ditagih hingga mendatangi rumah korban, namun tetap juga belum diberikan. Hal itu membuat terdakwa kesal. Pagi sekitar pukul 03.00 Wita, terdakwa pamit ke istrinya, Anik Susilowati, untuk pulang kampung ke Jombang. Dengan mengendarai motor, terdakwa bukannya pulang, melainkan ke tempat tinggal sepupunya di Jalan Kerta Pura, Denpasar. Namun di Jalan Segina, Denpasar terdakwa sempat memikirkan nasib uangnya yang belum dibayar hingga merencanakan membunuh Hoo Sigit Pramono. Melintas di Jalan Gunung Soputan, terdakwa melihat proyek dan di sana dia meminjam pisau di rumah bedeng yang ditempati Sarmadi. Di sana terdakwa juga mengasah bambu hingga runcing. Sarmadi sempat menegur terdakwa supaya tidak memakai pisaunya untuk meruncingi bambu. Namun terdakwa tetap meruncingi bambu lalu menuju rumah korban. Sebelum sampai di rumah korban, terdakwa sempat menyabit rumput untuk dipakai menutupi pisaunya agar tidak kelihatan. Sekitar 10 meter dari rumah korban, terdakwa memarkir motor lalu tanpa alas kaki dengan penuh emosi terdakwa menggedor pintu gerbang rumah korban. Korban yang saat itu sedang tertidur menjadi terbangun karena kerasnya gedoran pintu pelaku. Korban Hoo Sigit Pramono pun keluar. Namun saat buka pintu, tanpa ampun terdakwa langsung menghajar korban, dengan menusuk perut korban sebanyak dua kali. Pada kesempatan itu, korban sempat mencabut pisau yang menancap di perut, hingga gagangnya lepas dan jatuh di keset. Terdakwa yang melihat korban masih hidup, lalu mengambil bambu dan dipakai menghajar korban kembali, hingga korban tak berdaya. Saat tersungkur, bangunlah istri korban, Dian Intan Permatasari. Terdakwa sempat sembunyi, dan Dian segera minta tolong dan merangkul suaminya dalam posisi jongkok membelakangi. Saat itulah pelaku keluar dan menghajar Dian dengan bambu. Istri korban pun berteriak sambil melakukan perlawanan, hingga tetangganya datang, yakni saksi Umar dan Mohamad Iqbal. Saksi kemudian menangkap terdakwa. Namun terdakwa mengancam akan melapor ke Kodam. Saksi pun melepas terdakwa, dan korban dilarikan ke RS Sanglah. Korban Hoo Sigit Pramono akhirnya meninggal dunia. (kmb37)
PENATAAN - Pekerja sedang menggarap penataan halaman Gedung Sekretariat DPRD Denpasar, Kamis (19/9) kemarin.
Bali Post/kmb12
”Basement’’ Gedung Setwan Direnovasi
Denpasar (Bali Post) – Setelah sempat terbenam banjir pada 2018, kini basement Gedung Sekretariat DPRD (Setwan) Kota Denpasar direnovasi. Selain basement, halaman gedung dewan juga mendapat penataan. Kali ini halaman gedung dewan ditinggikan agar sesuai dengan kanstin yang ada. Proyek penataan basement dan lantai halaman tersebut dianggarkan Rp 961 juta lebih. Sekretaris DPRD Denpasar Putu Darma Wiyasa mengatakan hal itu, Kamis (19/9) kemarin. Darma Wiyasa mengatakan, penataan basement dan halaman tersebut merupakan program dari
PUPR. Hanya lokasinya di instansi yang dipimpinnya. ‘’Ini pekerjaan PUPR, jadi semua mereka yang garap,’’ katanya. Menurut Darma Wiyasa, proyek yang dikerjakan selama 120 hari kalender ini digarap PT Sida Dadi Prekanti selaku pelaksana. Sedangkan untuk konsultan pengawas CV Lumbung Asti. Pelaksanaan proyek ini mulai digarap 4 Juli 2019. ‘’Pekerjaannya tidak banyak, hanya di basement dan halaman saja,’’ jelasnya. Seperti diketahui, pengerjaan Gedung Sekretariat DPRD ini digarap pada 2012. Besaran dana yang dihabiskan untuk pembangunan gedung
ini mencapai Rp 7,2 miliar yang digarap PT Alit Wirajaya. Gedung ini berlantai empat. Lantai paling bawah (basement) digunakan untuk parkir kendaraan. Biasanya lantai ini digunakan untuk parkir sepeda motor staf Sekretariat Dewan. Selain itu, bisa juga untuk parkir kendaraan roda empat. Hanya jumlahnya tidak terlalu banyak. Untuk lantai satu ditempatkan ruang Sekretaris Dewan, ruang Kabag Umum dan staf. Selanjutnya untuk lantai dua digunakan ruang fraksi, ruang Baperda, serta ruang untuk badan kehormatan. Kemudian untuk lantai paling atas atau lantai tiga ditempati para Subbag dan Kabag, serta staf. (kmb12)
Soal Pembatasan Plastik Sekali Pakai
Bali Post/kmb37
DITUNTUT - Mochamad Chusen (37), pria yang didakwa membunuh Hoo Sigit Pramono (58) dan menganiaya istri korban Dian Indah Permatasari (57), dituntut pidana penjara selama 18 tahun.
Kodam dan Gannas Sepakat Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar
Denpasar (Bali Post) Upaya menyelamatkan pelajar dari bahaya narkoba terus dilakukan komponen masyarakat. Selain kepolisian dan BNN, pencegahan narkoba menyusupi pelajar akan dilakukan Kodam IX/Udayana bersinergi dengan Gerakan Anti Narkoba Nasional (Gannas) Bali. Hal itu terungkap saat Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. menerima audiensi pengurus DPW Gannas Bali, Kamis (19/9) kemarin. Ketua DPW Gannas Bali Yusdiana MY mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya menyampaikan rencana agenda kegiatan aksi nasional pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) dan prekursor narkotika. Pada kesempatan tersebut, Yusdiana juga menyampaikan keinginannya bersinergi dengan Kodam dalam setiap kegiatan. “Jadi, setiap kegiatan sama-sama terlibat, baik pihak Gannas dan Kodam IX/Udayan. Misalnya Gannas Bali ada kegiatan berkolaborasi dengan pihak Kodam, begitu juga sebaliknya,” ujarnya. Semua kegiatan tersebut berkaitan dengan upaya P4GN, di antaranya sosialisasi ke sekolah-sekolah memberi pemahaman kepada pelajar tentang P4GN. Pasalnya, mereka merupakan generasi penerus bangsa yang harus diselamatkan dari bahaya barang terlarang ini. Terkait rencana tersebut, Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. menyampaikan apresiasi dan siap mendukungnya. “Kami siap mendukung agar kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Gannas ini dapat terlaksana dengan sukses dalam upaya kepedulian terhadap sesama,” ujarnya seraya memerintahkan stafnya agar membantu kegiatan yang dilakukan Gannas sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang ada. (kmb36)
Bali Post/ist
AUDIENSI - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto saat menerima audiensi pengurus DPW Gannas Bali di Makodam, Denpasar, Kamis (19/9) kemarin.
Topik : SEMUA DANAU DI BALI BERMASALAH
Pemprov Tegaskan Tak Ada Denda Denpasar (Bali Post) Belakangan ini masyarakat, khususnya di Denpasar dan Badung, dibuat resah dengan adanya regulasi pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Tidak sedikit yang merasa ketakutan, lantaran muncul oknum yang mengaku-ngaku petugas tiba-tiba menarik denda hingga ratusan ribu rupiah. Terkait hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja menegaskan, pihaknya tidak pernah memerintahkan orang untuk menarik denda. Terlebih pada peraturan yang ada, dalam hal ini Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai memang tidak mengatur soal pengenaan denda. “Tidak ada ketentuan yang mewajibkan mereka untuk membayar denda. Salah itu, tidak boleh itu, karena merupakan pungli (pungutan liar - red),” ujar Teja, Kamis (19/9) kemarin. Menurut Teja, keberadaan pergub justru diharapkan menggugah kesadaran masyarakat untuk pelan-
pelan mengganti penggunaan plastik sekali pakai. Sampai kemudian masyarakat tidak lagi menggunakannya. Oleh karena itu, upaya pembinaan dan monev terus digencarkan ke sekolah-sekolah, kantor pemerintah, dan pasar modern yang kini sudah berjalan bagus. “Masalah kita kan pasar tradisional ini yang perlu pemecahan lebih lanjut. Masih terus harus kita kejar ini,” imbuhnya. Kalau memang masih ada oknum yang melakukan pungli dengan kedok denda, lanjut Teja, agar segera dilaporkan kepada Satpol PP. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Provinsi Bali dan kabupaten/kota untuk mengingatkan semua pihak bahwa tidak ada
perintah memungut denda. Ketua sementara DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama menyayangkan adanya oknum yang memanfaatkan regulasi tentang pembatasan sampah plastik untuk melakukan pungli. Hal ini bisa terjadi karena masyarakat belum sepenuhnya mengetahui dan memahami isi regulasi tersebut setelah diundangkan. Oleh karena itu, di awal pelaksanaannya mesti diisi dengan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat. Kalaupun ada sanksi, agar diberlakukan setelah kurang lebih enam bulan peraturan berjalan. “Itu kan bisa melalui kemufakatan daripada adatnya, kan dia punya aturan lagi. Umpamanya daerah pariwisata ingin bersih, kalau ada yang membuang plastik sembarangan bisa didenda,” ujarnya. Wiryatama mencontohkan di Singapura, kalau ada yang membuang sampah sembarangan meskipun hanya puntung rokok akan
dikenakan denda. Sebab, sebuah peraturan akan berguna bila ada sanksi yang mengiringi. Namun, ditegaskan, sanksi denda untuk pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai di Bali bukan diterapkan sekarang. Sebab, aturan ini masih tergolong baru sehingga bisa membuat masyarakat kaget. Sanksi berupa denda pun hendaknya menjadi jalan terakhir. “Lebih baik pelanpelan dulu. Imbauan saya begini, janganlah aturan itu dipaksakan. Lebih baik kita sosialisasikan dulu sehingga masuk ke hati masyarakat. Biar ada atau tidak petugas yang menertibkan, dia sudah tertib sendiri,” jelasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Festival Seni Bali Jani
Sajikan Kesenian Inovatif, Modern, dan Kontemporer
Denpasar (Bali Post) Pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB), masyarakat bisa menyaksikan berbagai jenis kesenian tradisional, klasik dan seni rakyat. Namun pada ajang Festival Seni Bali Jani, masyarakat akan dapat menikmati kesenian inovatif, modern dan kontemporer. Ajang seni ini bakal digelar di Taman Budaya Bali Denpasar selama dua minggu, mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2019. Dengan begitu, Bali memiliki dua festival seni dengan sajian dan gaya berbeda. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Adnyana didampingi Kabid Kesenian Ni Wayan Sulastriani dan Kabag Humas Biro Pemberitaan Ngurah Wiryanata mengatakan, Festival Seni Bali Jani adalah upaya Pemprov Bali untuk memberikan ruang terhadap kesenian inovatif, modern maupun kontemporer. Sebab, Bali Jani tidak membatasi ruang dari segi usia. Anak-anak, remaja hingga dewasa yang sudah mapan bisa terlibat di dalamnya. Sehingga Festival Seni Bali Jani bisa menjadi perbincangan hingga di tingkat nasional. Adnyana menjelaskan, Festival Seni Bali Jani mengangkat tema ‘’Hulu-Teben, Dialektika LokalGlobal’’ yang menyajikan empat konsep, yaitu eksplorasi, eksperimentasi, lintas-batas, kontekstual dan kolaborasi. ‘’Bali Jani ini menggandeng siswa sebagai partner untuk mengapresiasi, sehingga tak hanya menjadi wadah tontonan, tetapi juga wadah edukasi, terutama di kalangan siswa,’’ ujar Adnyana, Kamis (19/9) kemarin. Adnyana memaparkan, konsep eksplorasi akan menyajikan pencapaian seni inovatif berbasis kreativitas pribadi. Sementara ide dan subjek eksplorasi tetap berbasis tradisi atau nilai lokal. Sedangkan eksperimentasi ada sebuah pencapaian seni modern/kontemporer berbasis kreativitas dan percobaan medium/media. Demikian pula dengan lintas-batas di sana ada pencapaian seni baru berbasis alihmedia, multimedia maupun transmedia. Sementara dalam konsep kontekstual, di sana ada pencapaian seni baru secara tematik, gaya, dan stil relevan dengan konteks tema dan waktu penyelenggaraan Festival Seni Bali Jani. Sedangkan kolaborasi ada proses dan pencapaian seni modern atau kontemporer berbasis sinergi dan kerja sama antarseniman Bali atau luar daerah serta luar negeri. ‘’Materi kegiatan ada enam jenis, yaitu
Bali Post/win
JUMPA PERS - Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Adnyana (tengah) didampingi Kabid Kesenian Ni Wayan Sulastriani dan Kabag Humas Biro Pemberitaan Ngurah Wiryanata saat jumpa pers, Kamis (19/9) kemarin. pacentokan (lomba), aguron-guron (workshop), adilango (pagelaran), kandarupa (pameran), tenten (pasar malam seni) dan timbang rasa (sarasehan),’’ paparnya. Dalam pacentokan terdiri dari 13 jenis lomba yang terdiri baca puisi tingkat SD, baca puisi tingkat SMP, baca puisi tingkat SMA/SMK, musikalisasi puisi, cerita pendek tingkat SMA/SMK, cerita pendek tingkat umum, teater modern, desain busana malam modern bernuansa Bali, stand up comedy Bali, film pendek, kartun opini, seni instalasi outdoor dan desain logo Festival Seni Bali Jani. ‘’Untuk logo Festival Seni Bali Jani sudah berlangsung dan hasilnya sudah ada,’’ kata Adnyana. Adnyana menambahkan, kegiatan agurongoron menampilkan empat jenis workshop yaitu manajemen seni, penulisan kritik seni, cipta puisi, tata rias karakter. Kegiatan kandarupa juga ada empat ragam, yaitu pameran foto dan kartun (memorabilia), seni rupa (instalasi outdoor), buku sastra dan seni, serta pameran desain. Sementara tenten menghadirkan tiga jenis pasar malam seni, yaitu kuliner (anak muda) kreatif berbasis tradisi sejenis komunitas food truck, perusahaan anak muda (dikaitkan dengan industri kreatif) yang
melibatkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Bali dan Pasar Seni. Untuk kegiatan adilango menampilkan 39 jenis pagelaran, sehingga dalam satu hari ada empat sampai lima pertunjukan. Jenis pagelaran itu, seperti gelar seni kolaborasi kolosal (pembukaan), komedi stambul, parade pertunjukan baca puisi, gelar musikalisasi puisi, gelar teater modern/kontemporer, fashion design show, gamelan kontemporer, tari kontemporer, wayang kontemporer, musik pop Bali, pemutaran film pendek pemenang lomba, apresiasi seni sastra, video mapping dan gelar seni kolaborasi kolosal (kelompok penyair, teater, perupa, penari dan musisi dengan memanfaatkan teknologi) dan acara penutupan. Sementara untuk kegiatan timbang rasa (sarasehan) megangkat tema ‘’Menuju Bali Pusat Seni Kontemporer Dunia’’, dengan menyajikan empat subtema yaitu Strategi Pemanggungan Seni Pertunjukan Kontemporer Kelas Dunia, Membaca Posisi Bali dalam Medan Seni Rupa Kontemporer Dunia, serta Tradisi Kreatif dan Penerbitan Sastra Kontemporer Bali. ‘’Timbang rasa ini mengundang peserta dari kalangan seniman, budayawan dan mahasiswa,’’ kata Adnyana. (win)
Jumat Pon, 20 September 2019
Jadi Narasumber pada Rakernis Pengelolaan Aset Desa di Jakarta
Bupati Giri Prasta Paparkan Strategi Badung Mengembangkan BUMDes BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menjadi salah satu narasumber pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pengelolaan Aset Desa yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri yang digelar di SwissBelhotel, Jakarta Pusat, Kamis (19/9) kemarin. Pada kegiatan tersebut, Bupati Giri Prasta menyampaikan materi tentang peran Pemerintah Daerah dalam rangka mendorong pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Acara dihadiri antara lain oleh Direktur Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemdes Beny Irwan serta peserta dari Kepala Dinas PMD Provinsi, Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Selaku moderator, Kasubdit Pengelolaan Aset Dirjen Pemdes Endang Basuni. Bupati Giri Prasta juga didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Badung Putu Gede Sridana dan Kabag Humas Setda Badung I Made Suardita.
Mengawali paparannya, Bupati Giri Prasta menyampaikan visi pembangunan nasional 2015-2019 yang dilandasi landasan ideal yakni Pancasila, landasan filosofis di Bali yaitu Tri Hita Karana dan landasan konstitusional UUD 1945. Menjembatani program Nawacita, di Badung telah ditetapkan PPNSB meliputi lima bidang prioritas pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dalam meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa, Pemkab Badung telah mengambil kebijakan strategis dengan konsep desa membangun. Kebijakan strategis tersebut meliputi, pembangunan yang memposisikan masyarakat sebagai subjek atas program pembangunan yang ditujukan bagi kepentingan mereka sendiri. Melibatkan masyarakat mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan evaluasi. ‘’Kami juga mengambil kebijakan politik anggaran pem-
berian hibah ke desa untuk pemerataan ekonomi, mewujudkan desa mandiri,’’ terang Giri Prasta. Lebih lanjut dijelaskannya, kebijakan strategis ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian kearifan lokal, modal sosial, demokratis, partisipasi, kewenangan, alokasi dana dan pemberdayaan. Untuk mengimplementasikan program PPNSB Badung dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, dituangkan melalui pendekatan sistem Asta Marga Utama Desa. Menjadikan desa sebagai basis penghidupan dan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan dan menjadikan pemerintah desa sebagai ujung tombak penyelenggaraan pelayanan publik bagi warga serta mempunyai produk ekonomi unggulan (one village one product). Sementara pendekatan sistem Asta Marga Utama Desa yang telah dilakukan seperti program percepatan pengentasan kemiskinan, program
optimalisasi pelayanan publik, program peningkatan kapasitas masyarakat, program pengurangan pengangguran, penciptaan lapangan kerja, rehabilitasi dan perlindungan sosial penyandang disabilitas, program penanganan masalah lingkungan, program pengembangan ekonomi kerakyatan, program pembangunan karakter bangsa dan program kesetaraan gender serta penyediaan ruang ramah anak. Sementara untuk strategi pengembangan BUMDes salah satunya melalui pembangunan unit usaha pengelolaan sampah melalui 3R. ‘’Sampah organik dikumpulkan, dijadikan pupuk organik untuk diberikan gratis ke petani. Sampah plastik ditampung oleh bank sampah melalui ibu-ibu PKK di 558 banjar dan lingkungan di Badung yang didukung program Gertak Badung Bersih, serta sampah basah diolah untuk magot sebagai pakan ikan maupun burung,’’ kata Giri Prasta. (ad642)
NARASUMBER - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menjadi narasumber Rapat Kerja Teknis Pengelolaan Aset Desa yang diselenggarakan Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri di Swiss-Belhotel, Jakarta Pusat, Kamis (19/9) kemarin.
dukung. Bila perlu kami siap mem-back up penertiban para wajib pajak bandel ini. Kalau memang aturan untuk itu belum ada, kami pun siap untuk diajak koordinasi,’’ kata Yudana. Diungkapkannya lebih lanjut, sanksi tegas kepada wajib pajak bandel sangat penting. Sanksi tegas selain untuk memaksimalkan PAD juga untuk memberikan efek jera bagi pengusaha di Badung yang bermain-main dengan aturan. ‘’Kami harap dengan sanksi tegas seperti ini (pembloki-
ran rekening - red), semua wajib pajak mau taat dalam membayar pajak. Karena kami yakin selama ini masih banyak wajib pajak bandel dan nakal, sehingga membuat pendapatan Badung tidak maksimal,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Bapenda Badung I Made Sutama mengakui jumlah tunggakan pajak masih cukup banyak, hingga ratusan miliar rupiah, bukan saja pajak hotel namun termasuk pajak restoran, hiburan, reklame maupun PBB. Soal ancaman pemblokiran rekening,
Sutama menyatakan bahwa hal tersebut adalah langkah terakhir yang dilakukan pemerintah bila upaya-upaya peringatan seperti pemasangan stiker tidak digubris oleh penunggak pajak Seperti diketahui, ancaman pemblokiran rekening wajib pajak bandel terungkap saat Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menerima Kepala Kanwil Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jakarta Khusus Budi Susanto di Puspem Badung, Rabu (18/9). Untuk mengoptimalkan pendapatan dari sektor pajak
khususnya menyikapi tunggakan pajak, Wabup Suiasa ingin mengambil langkah tegas seperti yang akan dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Mulai tahun 2020, DKI akan menyegel rekening wajib pajak yang membandel. ‘’Kami minta instansi terkait mempelajari regulasi tentang penyegelan rekening wajib pajak tidak patuh pajak ini. Kalau ada aturan yang membenarkan, kita blokir saja, sama seperti DKI. Yang penting ada aturannya,’’ tegas Suiasa. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) Sekolah Dasar (SD) No. 1 Jimbaran hingga kini masih kekurangan ruang kelas. Proses belajar mengajar di sekolah ini pun masih menerapkan sistem kelas pagi dan sore. Kondisi ini sangat disayangkan masyarakat, mengingat sekolah tersebut sudah berdiri sejak 100 tahun lalu. Ditemui Kamis (19/9) kemarin, Kepala SD 1 Jimbaran Dra. Ni Wayan Sri Sumarni menceritakan, sejak dirinya masuk menjadi Kasek tahun 2013, di sekolah tersebut hanya ada enam ruang belajar dan satu kantor. Sedangkan rombongan belajar (rombel) di sekolah itu sebanyak 12 kelas. Dengan demikian, sekolah tersebut masih kekurangan ruang kelas. Atas dasar tersebut pihaknya mengajukan proposal usulan pembangunan ruang kelas tambahan. Tujuannya tiada lain meniadakan sistem kelas pagi dan sore. ‘’Kami mengajukan proposal dan direspons bantuan untuk bangunan lantai tiga,’’ katanya. Menurut Sri Sumarni,
setelah disetujui, pembangunan gedung sisi barat digarap tahun 2014 dengan jumlah enam kelas. Setelah rampung, tahun berikutnya pembangunan gedung sisi timur dilanjutkan. Namun dalam perjalanannya, turun bantuan hanya untuk bangunan lantai dua saja. Artinya, hanya dapat enam kelas saja. Padahal pembangunan yang sudah berjalan adalah untuk bangunan lantai tiga. Akibatnya, gedung timur hanya selesai bagian lantai dua dan lantai tiga saja. Sedangkan lantai satu sampai saat ini masih dibiarkan begitu saja. Pihaknya pun sudah mengajukan untuk kelanjutannya dalam musrenbang. Namun sejauh ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah. ‘’Sampai sekarang belum ada realisasinya,’’ ungkapnya. Hal senada diungkapkan alumni SD 1 Jimbaran, I Gusti Putu Alit Suardika. Dia mengaku sudah melakukan pendekatan dengan sekolah dan komite untuk segera melakukan pendekatan ke
pemerintah. Pihaknya berharap pemerintah bisa melanjutkan pembangunan gedung sekolah tersebut. ‘’Bangunan belum bisa dipakai secara layak. Ini sedikit mengganggu kegiatan belajar mengajar, yang mana saat ini ada kelas pagi dan kelas siang,’’ ujarnya. Ditambahkannya, sejauh ini pihak sekolah memperioritaskan lantai tiga dan lantai dua sebagai ruang kelas. Sedangkan lantai satu yang belum selesai dikerjakan digunakan untuk kegiatan ekstrakulikuler maupun aktivitas bermain. ‘’Ke depan kami berharap bagaimana agar ruangan yang sudah direncanakan agar bisa diselesaikan sesuai dengan kegunaannya,’’ ujarnya. Untuk diketahui, SD No. 1 Jimbaran sudah ada sejak 19 September 1919. Sekolah yang kini sudah berumur 100 tahun itu, sebelumnya bernama Sekolah Rakyat 1 Jimbaran yang didirikan di jaba Pura Ulunsuwi. Sekolah itu sudah dua kali berpindah lokasi, hingga tahun 1939 ditetapkan di lokasi yang ada saat ini. (kmb23)
Pemkab Diminta Siapkan Regulasi Pemblokiran Rekening WP Bandel
Mangupura (Bali Post) –
Rencana Pemerintah Kabupaten Badung memblokir rekening wajib pajak (WP) yang tidak patuh pajak alias membandel mendapat dukungan DPRD setempat. Bahkan legislatif mendorong pemerintah menyiapkan payung hukum sebagai dasar kebijakan tersebut. Hal itu dikemukakan anggota Komisi III DPRD Badung I Made Yudana di gedung Dewan Badung, Kamis (19/9) kemarin. Politisi PDI-P asal Desa Penarungan ini menyatakan, sejauh ini dewan Badung menilai cukup banyak wajib pajak yang tidak taat membayar pajak. Hal inilah yang menyebabkan pendapatan asli daerah (PAD) Badung tak maksimal. ‘’Kami mendukung pemblokiran rekening ini diterap-
kan. Tapi regulasi agar sanksi blokir ini kuat demi hukum harus disiapkan. Kami di Komisi III siap bila diajak koordinasi terkait pemberian sanksi bagi para wajib pajak nakal ini,’’ tegasnya. Guna memastikan data wajib pajak bandel di Badung, Komisi III akan segera berkoordinasi secara inter-
nal. Dia juga akan mengusulkan agar Komisi III segera mengadakan pertemuan dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Badung, sehingga antara Komisi III dan Bapenda sebagai mitra kerja bisa saling bersinergi dalam rangka memaksimalkan PAD. ‘’Intinya kami sangat men-
TUKAD NGONGKONG - Pakelem yang digelar Desa Adat Angantiga di Tukad Ngongkong.
Bali Post/ist
Warga Angantiga Gelar ”Pakelem Alit” di Tukad Ngongkong Mangupura (Bali Post) Puluhan krama Desa Adat Angantiga menghaturkan pakelem alit di kawasan Tukad Ngongkong, Petang, Kamis (19/9) kemarin. Ritual ini dilakukan guna mencegah terulangnya tragedi percobaan bunuh diri di sungai tersebut. Perbekel Petang Wayan Suryantara saat dikonfirmasi Kamis kemarin mengakui turut dalam prosesi tersebut. Menurutnya, pakelem alit ini merupakan upacara awal sebelum diselenggarakannya upacara pakelem lebih besar dengan menggunakan
sarana kerbau. ‘’Tahun depan akan dilaksanakan upacara pakelem lebih besar bersarana kerbau. Yang sekarang dihaturkan pakelem alit lan ngaku agem dengan sarana caru, prayascita, dan durmanggala oleh Desa Adat Angantiga,’’ ungkapnya. Dijelakannya, upacara pakelem jangkep biasanya dilaksanakan 10 tahun sekali. Upacara itu terakhir kalinya dilaksanakan tahun 2001. Karena itu, desa adat berencana menyelenggarakan upacara serupa tahun 2020. ‘’Menurut info, akan kem-
bali mengadakan ritual yang dipercaya bisa mendatangkan keselamatan itu, karena terakhir dilaksanakan tahun 2001. Jadi, kejadian belakangan ini seperti mengingatkan agar kembali melaksanakan upacara itu,’’ ungkapnya. Selain memperhatikan sisi niskala, Suryantara mengatakan di kawasan Tukad Ngongkong perlu dipasang pembatas jalan alias guardrail. Hal ini mengingat kondisi kawasan tersebut yang cukup rawan kecelakaan. Jalan yang menikung, kawasan hutan, plus sungai yang cukup dalam bisa
SD 1 Jimbaran Kekurangan Ruang Kelas
membahayakan pengendara atau warga yang melintas. ‘’Jadi kalau niskala-nya dilaksanakan upacara, secara fisik perlu guardrail sehingga lebih aman bagi warga. Kami berharap Pemkab Badung bisa membantu baik ritual yang dilaksanakan oleh desa adat dan pemasangan guardrail. Sebab, tentu membutuhkan biaya yang tak sedikit,’’ terangnya. Pihaknya juga mengimbau warga yang lewat di sekitar lokasi agar lebih berhatihati. Terutama malam hari saat jarak pandang terbatas. (kmb27)
SD No. 1 Jimbaran
Bali Post/edi
Gas Bocor, Warung Makan Terbakar Mangupura (Bali Post) Warung makan Pak Kumis di Banjar Delod Peken, Desa Blahkiuh, Abiansemal, Kamis (19/9) kemarin terbakar. Pemicunya tabung
Bali Post/ist
TERBAKAR - Warung makan Pak Kumis di Banjar Delod Peken, Desa Blahkiuh, Abiansemal, terbakar Kamis (19/9) kemarin.
elpiji bocor. Pemilik warung I Gede Mastra (38) nyaris disambar api. Kasubag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Oka Bawa mengatakan, sekitar pukul 09.00 Wita korban mengganti tabung epliji 3 kilogram karena gasnya habis. Saat memasang regulator di tabung isi gas, dia mendengar suara gas ke luar dari tabung lama. ‘’Saat menghidupkan
kompor, api menyambar selang regulator. Mungkin ada percikan gas tabung lama mengenai selang regulator tersebut,’’ ungkapnya. Dengan cepat api membakar bangunan warung yang dominan dari terpal maupun barang-barang yang mudah terbakar lainnya. Korban langsung ke luar warung dan menuju kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kecamatan Abiansemal
yang berada tidak jauh dari TKP. Dua mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke TKP. Berselang 30 menit kemudian api berhasil dipadamkan. ‘’Yang terbakar bangunan warung 7x4 meter, kompor gas empat buah, rak kaca dua buah, peralatan dapur dan tas berisi uang tunai Rp 6 juta. Kerugiannya sekitar Rp 20 juta,’’ ujar Oka Bawa. (kmb36)
Jumat Pon, 20 September 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Seminar Internasional Pascasarjana IHDN Denpasar
Agama dan Budaya untuk Membangun Kedamaian
PASCASARJANA IHDN Denpasar menyelenggarakan seminar internasional dengan tema ‘’Religion and Culture For Peace Building’’ selama dua hari, mulai 19-20 September. Seminar ini diikuti mahasiswa Program Doktor Ilmu Agama IHDN Denpasar. Kaprodi Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana IHDN Denpasar Dr. Made Putri Purnamawati, S.Ag., M.A., M.Erg. mengatakan, melalui seminar internasional ini, ia berharap bisa menjadi agen perdamaian, tidak hanya di Indonesia tetapi juga seluruh dunia. Maka dari itu, pada hari itu dihadirkan narasumber yaitu Head of the Department Religious Studies and Comparative Philosophy Ven Homagama Dhammananda, Preah Sihanouk Raja Buddhist University, Phnom Penh, Cambodia Ven. Preah Tepsattha Khy Sovanratana dan Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, guru besar filosofi agama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia. ‘’Di Kamboja sudah memiliki sejarah tentang cara me-manage dan membangun perdamaian. Demikian juga Sri Lanka. Sebagai negara dengan pemeluk agama terbesar Buddha, juga memiliki cara untuk me-manage perdamaian. Prof. Komaruddin juga sudah lama malang melintang dalam membangun perdamaian. Beliau juga memiliki akses yang besar dan membantu kita juga di agama lain,’’ bebernya. Toleransi di Indonesia menjadi suatu bayangan atau pandangan cara membina kehidupan perdamaian di Indonesia antara agama dan budaya, yang nantinya kaitannya yaitu dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Guru Besar Filosofi Agama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menekankan sejak awal Indonesia dibangun berangkat dari kebinekaan. Kebinekaan adalah modal realitas. Ke depan yang harus dikembangkan, menurutnya, adalah keikaan, kesatuan, kedamaian, kerukunan. Bhinneka Tunggal Ika membutuhkan biaya, perhatian yang
SEMINAR - Suasana seminar internasional yang diselenggarakan Pascasarjana IHDN Denpasar. serius. Terlebih saat ini dunia semakin plural. Maka dari itu penting mempertemukan kesamaan–kesamaan keunggulan dari kebinekaan yang ada. ‘’Jadi keragaman etnis, agama, budaya bagaimana direkat, jangan dipertentangkan. Tapi diikat dalam semangat ke-Indonesia-an,’’ ujarnya. Di era keterbukaan sekarang, ada kecenderungan menguat kembali identitas–identitas Indonesia seperti ras, agama, etnis. Menurutnya, identitas itu harus dilindungi karena bagian dari demokrasi. Tapi identitas itu akan merugikan semuanya jika tidak terkendali, tidak punya komitmen bersama membangun rumah Indonesia. Negara plural seperti Indonesia butuh perhatian lebih dibandingkan negara homogen secara etnis seperti Jepang, Korea, China. Mereka tidak perlu energi untuk membangun kohesi sosial. Mereka jadi lebih mudah membangun high trust society. ‘’Tapi Indonesia tidak. Oleh karena itu, lewat pendidikan, ini penting sekali. Pendidikan tentang civic education,’’ tandasnya. Head of the Department Re-
ligious Studies and Comparative Philosophy Ven Homagama Dhammananda mengatakan, dalam dunia pendidikan di negaranya memiliki panduan dalam berkehidupan sosial agar tetap harmoni. Ia senang dapat berbagi pengalaman dalam seminar tersebut dan memberikan pesan yang baik pada peserta seminar. Preah Sihanouk Raja Buddhist University, Phnom Penh, Cambodia Ven. Preah Tepsattha Khy Sovanratana mengatakan, Kamboja pernah mengalami perang saudara, banyak kehancuran dan banyak orang terbunuh. Tetapi setelah perang itu 1992, Buddhist dan beberapa orang yang menginginkan perdamaian, mengadakan pertemuan dengan pemerintah, politikus dan membuat pernyataan perdamaian. Tahun 1993, pemilihan umum pertama dilaksanakan setelah perang saudara. Perdamaian resmi berakhir pada 1998. ‘’Dan Kamboja menjadi negara yang damai, stabil dan ekonomi berjalan,’’ ujarnya. Sehingga ajaran Buddha sangat berperan dalam membangun perdamaian dan kehidupan sosial di Kamboja. (ad640)
Duta Penanggulangan Kanker
SMP PGRI 2 Denpasar dan SDN 3 Tonja Dinilai Tim PKTP Bali PENCEGAHAN penyakit kanker sejak dini oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar telah dilakukan sejak tahun 2013. Upaya yang dilakukan yakni pembinaan, penyuluhan dan mengadakan lomba penanggulangan penyakit kanker melalui program Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP). Pada Kamis (19/9) kemarin dilaksanakan PKTP Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019 di SMP PGRI 2 Denpasar, di Jalan Meduri No.45, Denpasar Timur. Lomba PKTP Tingkat Provinsi Bali tahun ini, sebagai Duta Pemkot Denpasar yakni SMP PGRI 2 Denpasar dan SDN 3 Tonja. Hadir pada acara tersebut Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Selly D. Mantra, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes., Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasudha, M.Pd., SDN 3 Tonja dan pejabat lainnya. Sedangkan Tim Lomba PKTP Tingkat Provinsi Bali sebagai dipimpin Wayan Tiani. Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengharapkan masyarakat agar ada perubahan pola pikir, baik dari hasil program kegiatan pemerintah dan sasaran sisialisasi. ‘’Seperti tadi sudah saya jelaskan di Denpasar sejak 2013 sudah jalan vaksinasi kanker serviks,’’ ujarnya. Namun sekarang, lanjut Wali Kota, paling penting adalah mengubah gaya hidup itu dan seharusnya lebih banyak pola sosialisasi ke masyarakat termasuk di lembaga pendidikan. Contoh sederhananya, jalan tiap hari, parkir tertib dan tidak buang sampai ke sungai khususnya sampah plastik karena bisa dimakan ikan. Oleh karena itu perlu pemahaman lebih awal, mana skupnya memfokuskan menumbuhkan kesadaran. Menumbuhkan kesadaran tersebut harus dilakukan di sekolah-sekolah, paling tidak kepada generasi baru dan sekarang orangtua perlu juga diberikan pemahaman tersebut. ‘’Kanker berasal dari gen 10 sampai 15 persen dan tiap orang ada gennya. Pemicunya adalah pola hidup dan makanan. Yang tadi hanya 10 hingga 15 persen bisa sampai 90 persen, bila pola hidupnya tidak benar. Itu penanggulangannya lebih
SAMBUT - Ketua YKI Cabang Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Selly D. Mantra menyambut Tim Penilai Lomba PKTP Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019 di SMP PGRI 2 Denpasar, di Jalan Meduri, Denpasar. mahal,’’ kata Rai Dharmawijaya Mantra. Sementara itu, Ketua YKI Cabang Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Selly D. Mantra saat memberikan sambutan mengatakan, Pemkot Denpasar dari tahun 2013 hingga 2017 siswi kelas I SMP sudah divaksin 16.396 orang, tahun 2018 vaksinasi dilaksanakan terhadap siswi kelas V SD negeri dan swasta sebanyak 6.762 orang dan tahun 2019 siswi kelas V SD negeri dan swasta sebanyak 6.632 orang. YKI Cabang Kota Denpasar telah melaksanakan penyuluhan tentang kanker serviks, Pap-smear di kecamatan, desa/ lurah, banjar dan sekolah. Berbagai lomba juga dilakukan di antaranya baca puisi, mading, poster, melukis dan membuat lagu. Pihaknya juga melaksanakan pelatihan Standar Nasional Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja kepada siswi SMP tingkat Kota Denpasar. Pelatihan Kader Sebaya tentang kesehatan reproduksi remaja dan peduli kanker. ‘’Program ini sangat baik dan bermafaat untuk penanggulangan dan pencegahan kanker sejak dini,’’ ungkapnya. Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes. menyampaikan, tujuan program ini supaya anak-anak memahami sejak awal paham terkait kanker itu dan cara pencegahannya. Intinya untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak. ‘’Jadi program ini bagus karena orientasinya memberikan pemahaman sejak dini. Untuk kegiatan penanggulangan kanker ada upaya pence-
gahan atau preventif, promotif, dan kuratif. Yang kanker diobati, sebelum menjadi kenker lakukan edukasi-edukasi,’’ tandasnya. Sementara itu, Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasudha, M.Pd. mengatakan, anak-anak sekarang tumbuh kembangnya 20-30 tahun ke depan, maka sedari awal mereka harus sehat. Dengan demikian selamanya akan sehat, begitu juga sebaliknya. ‘’Suatu lembaga paling intens komunikasi antara pendidik dan siswa, orator dengan audiens adalah di lembaga pendidikan atau sekolah. Hampir setiap hari bahkan setiap jam guru dan stakeholder sekolah komunikasi dengan siswanya,’’ ucapnya. Wenten Aryasudha mengapresiasi, setuju dan sepedapat bahwa pencegahan kanker ini diawali dari sekolah. Karena lebih penting upaya pencegahan, bagaimana menyadarkan siswa akan bahaya kanker tersebut. ‘’Bapak Wali Kota Denpasar menyampaikan mindset harus diubah. Biasanya pola hidup tidak sehat, jadi sehat. Pola lingkungan kotor jadi bersih. Bersama-sama menjaga lingkungan menjadi sehat,’’ ungkapnya. Sejak dipercaya sebagai Duta Denpasar Lomba PKTP, lanjut Wenten Aryasudha, persiapannya sudah dilakukan hampir dua tahun dan dilaksanakan secara bertahap. ‘’Pemkot Denpasar mempercayai kami sebagai duta. Pada prinsipnya bagaimana upaya kami menyiapkan anak-anak sehat, hidup sehat, pola hidup sehat dan kondisi fisik sehat,’’ ujarnya. (ad644)
STP Bali Bersama APIEM Gelar Konferensi Bidang Research MICE dan Events SEKOLAH Tinggi Pariwisata (STP) Bali bersama Asia Pasific Institute for Events Management (APIEM), Kamis (19/9) kemarin menggelar konferensi di bidang research MICE dan Events, yakni The 1st Asia Pasific State of The Art Events Research Conference. Kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari ini, selain digelar di kampus juga akan dilakukan praktik di lapangan. Ini juga akan dikolaborasikan dengan kegiatan mahasiswa, untuk praktik di bidang restoran, penanganan event dan MICE. Kegiatan MICE ini juga menyangkut edutourism. Di mana kegiatan edutourism ini juga sangat bermanfaat bagi mahasiwa, bagi kampus dan juga bagi destinasi wisata. Menurut Pembantu Ketua I STP Bali Ni Made Eka Mahadewi, wilayah kegiatan ini adalah di Asia Pasifik yang diinisiasi APIEM yang berlokasi di London. STP Bali, katanya, sudah bekerja sama dengan APIEM sejak dua tahun lalu. Tahun ini digelar konferensi untuk pertama kali di Asia Pasifik yang membidangi Events dan MICE. Dengan kegiatan ini, pihaknya menyampaikan rasa bangga kepada STP Bali, karena kegiatan ini adalah wujud dari visi STP Bali sebagai center of excellence atau pusat unggulan di wilayah Asia Pasific. Harapannya bagi STP Bali, ilmu tentang MICE bisa terus berkembanng. ‘’Apalagi secara keilmuan, mata kuliah MICE baru 10 tahun terakhir dikembangkan di Indonesia
PEMBUKAAN - Delegasi The 1st Asia Pasific State of The Art Events Research Conference dari sejumlah negara berfoto di sela pembukaan, Kamis (19/9) kemarin, di STP Bali. bahkan di Asia Pasific. Itu artinya matakuliah ini memang menjadi akar dari pertumbuhan pariwisata yang sesungguhnya,’’ katanya. Diungkapkannya, kegiatan ini diikuti oleh peserta dari sejumlah Negara, di antaranya Australia, Filipina, Malaysia, Inggris, Pakistan. Unsur yang terlibat yakni para akademisi. Meski demikian, untuk mendukung hasil research ini, pihaknya juga menghadirkan pembicara yang juga praktisi yang sudah melanglang buana ke seluruh dunia, yakni IB Lolec yang akan membawakan paparan terkait kegiatan incentive yang ada di Bali dan di dunia. Sementara Prof. David Hind selaku President of the Asia Pacific Institute for Events Management
(APIEM) mengaku senang atas digelarnya konferensi yang bekerja sama dengan STP Bali. Ini, katanya, merupakan konferensi pertama dari serangkaian konferensi yang digelar APIEM di kawasan Asia Pasifik. Tujuan kegiatan ini, menurutnya, untuk berbagi prosedur terbaik dalam manajemen berstandar internasional di industri MICE. Kerja sama pihaknya dengan STP Bali dilakukan karena STP Bali merupakan yang terbaik dalam manajemen MICE. ‘’Selain penyajian karya tulis oleh delegasi, konferensi ini juga mengundang para mahasiswa, karena konferensi ini bertujuan membantu mahasiswa lebih memahami bagaimana bekerja di industri MICE,’’ pungkasnya. (ad641)
Pengurus Ikatan Alumni Doktor Pariwisata Unud Resmi Dilantik
Wadah Lahirkan Pemikir Peningkatan Kualitas Pariwisata IKATAN Alumni Doktor (S-3) Pariwisata Universitas Udayana (Unud) diresmikan di Gedung Program Pascasarjana Unud, Kamis (19/9) sore. Peresmian dirangkai dengan pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Doktor Pariwisata Unud oleh Kaprodi Doktor Pariwisata Unud Prof. Dr. Made Budiarsa, M.A. yang disaksikan Perintis Prodi Doktor Pariwisata Prof. Dr. I Komang Gede Bendesa, M.A., D.E., Dekan Fakultas Pariwisata Unud Dr. I Nyoman Sunarta, M.Si. dan mahasiswa S-3 Pariwisata Unud. Ketua Ikatan Alumni Doktor Pariwisata Unud terpilih Panudiana Kuhn mengatakan Ikatan Alumni Doktor Pariwisata Unud merupakan wadah untuk melahirkan ide-ide dan pemikiran kemajuan pariwisata Bali dan Indonesia pada umumnya. Di samping juga mendukung peningkatan akreditasi S-3 Pariwisata Unud. Menurutnya, Fakultas Pariwisata dengan Program Doktor Pariwisata yang dimiliki Unud merupakan salah satu kampus terbaik S-3 Pariwisata di Indonesia. Sebab, Fakultas Pariwisata Unud memiliki program pariwisata dari Diploma, S-1, S-2, hingga S-3 Pariwisata. Sehingga wadah alumni yang dibentuk akan menjadi think tank (wadah pemikir) negara atau pemerintah untuk memajukan pariwisata. Kaprodi S-3 Pariwisata Unud Prof. Budiarsa mengatakan terbentuknya Ikatan Alumni Doktor Pariwisata Unud ke depan akan mempermudah mengumpulkan para ahli profesi bidang pari-
LANTIK - Pengurus Ikatan Alumni Doktor Pariwisata Unud dilantik di Gedung Pascasarjana Unud, Kamis (19/9) kemarin. wisata guna menghasilkan pemikiran dan memberikan masukan kepada pemerintah untuk peningkatan kualitas pariwisata. Sebab, mengelola pariwisata pemerintah tidak bisa sendiri, diperlukan sinergi semua pihak, termasuk para ahli pariwisata. Dibentuk sejak tahun 2010, Program S-3 Pariwisata Unud telah memiliki 37 orang alumni dan kurang lebih 80 student bodies. ‘’Alumni kita sudah 37 orang yang tersebar di Bali dan beberapa di luar Bali, dan mereka pada umumnya sudah menduduki jabatan yang sangat penting di bidang pariwisata,’’ ujar Prof. Budiarsa seusai pelantikan. Dekan Fakultas Pariwisata Unud Dr. Sunarta berharap Ikatan Alumni Doktor Pariwisata Unud dapat berkontribusi untuk
peningkatan Fakultas Pariwisata Unud. Sebab, meningkatnya kualitas lembaga akan melahirkan pemikir-pemikir bidang pariwisata yang baik, sehingga pariwisata di Bali terus maju dan berkualitas. Sementara itu, Perintis Prodi S-3 Pariwisata Unud Prof. Gede Bendesa juga berharap Ikatan Alumni Doktor Pariwisata Unud dapat menjadi jembatan penghubung antara akademisi dengan masyarakat dan pelaku pariwisata. Sehingga apa yang berkembang di tengah masyarakat dapat disampaikan ke para akademisi untuk dicarikan solusi jika ada masalah tentang perkembangan pariwisata. Dengan demikian, maka apa yang diharapkan dari pariwisata bisa terwujud untuk kemajuan bangsa dan negara. (ad649)
Implementasi Pergub 99
Ketersediaan, Harga dan Kualitas Jadi Tantangan Produk Lokal Bali Denpasar (Bali Post) Bali sejatinya memiliki banyak produk unggulan di bidang pangan, sandang, dan papan yang perlu dikembangkan. Dengan harapan, masyarakat Bali bisa lebih sejahtera. Itu sebabnya, Gubernur sampai menerbitkan Pergub No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Mengingat selama ini ada kesan produk lokal sulit masuk ke industri pariwisata maupun ritel modern. ‘’Kita daerah tujuan wisata, banyak sekali membutuhkan barangbarang sebenarnya yang dihasilkan oleh masyarakat. Tapi (industri pariwisata dan ritel modern - red) belum berpihak kepada mereka,’’ ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa di sela-sela acara Temu Bisnis Produk Industri yang turut dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster di BCIC, Denpasar, Kamis (19/9) kemarin. Menurut Astawa, produk lokal harus bisa menjadi tuan di rumah sendiri. Masyarakat juga jangan sedikit-sedikit memakai produk impor. Apalagi, produk lokal sebetulnya tidak kalah saing dengan produk impor dari sisi kualitas. Itu sebabnya, pihaknya mempertemukan sekitar 60 produsen atau UKM di Bali dengan konsumen dari Aprindo Bali, industri pariwisata seperti hotel dan restoran, pusat oleh-oleh, eksportir, hingga ritel ternama di Jakarta yang tertarik
Bali Post/rin
TINJAU - Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat meninjau produk-produk UKM yang mengikuti acara temu bisnis. dengan produk lokal Bali. UKM yang dipilih lewat usulan kabupaten/kota antara lain menyajikan produk pangan, lukisan, kerajinan seperti tenun dan ukiran kayu, dan lainnya. Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali Anak Agung Ngurah Agra Putra mengatakan, kualitas menjadi hal yang penting agar produk lokal bisa masuk ke usaha ritel. Direktur Ritel Sarinah Jakarta Lis Permana menilai produk lokal Bali memiliki keunggulan dari aspek kreativitas dan ide. Namun, untuk bisa masuk ke ritel harus memenuhi kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Sementara itu, perwakilan dari Bali Purchasing Professional Association mengatakan, ketersediaan produk lokal yang
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
sifatnya musiman menjadi kendala selama ini. Pasalnya, hal tersebut berpengaruh pada harga. Di lain pihak, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster secara khusus mengingatkan para perajin agar terus melakukan inovasi terhadap produk-produk yang diciptakan. Namun dengan tetap berlandaskan pada pelestarian kebudayaan yang ada. ‘’Saya minta kepada para perajin agar terus melakukan inovasi sehingga produk dapat diterima di pasaran, namun tetap berdasarkan pada pelestarian. Jangan pernah menghilangkan warisan budaya leluhur yang terkandung dalam nilai seni suatu produk. Karena jika itu sudah hilang, maka kita tidak memiliki identitas lagi,’’ katanya. (kmb32)
Jumat Pon, 20 September 2019
Jaya Negara Hadiri Sidang Sudikerta
Jaksa Sebut Eksepsi Terdakwa Masuk Pokok Perkara
Denpasar (Bali Post) Pascasdakwaan dinilai tidak cermat dan kasus tersebut cenderung perkara keperdataan, tim jaksa yang menyidangkan perkara dengan terdakwa I Ketut Sudikerta, Ketut Sujaya dkk., Kamis (19/9) kemarin menilai eksepsi mantan Wakil Gubernur Bali itu sudah masuk pokok perkara, sehingga kasus tersebut mesti dibuktikan dalam persidangan. Yang menarik sebelum sidang dimulai, Sudikerta mendapat support dari Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. Hanya Jaya Negara yang sebelumnya duduk di kursi pengunjung sidang tidak mau memberikan statemen atas kehadirannya mendampingi Sudikerta yang didakwa dugaan penipuan, pemalsuan surat dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Rp 149 miliar tersebut. Sudikerta ditemui usai persidangan mengucapkan terima kasih atas kedatangan Jaya Negara ke PN Denpasar untuk memberikan dukungan moril. ‘’Saya berterima kasih sebagai Panglingsir Pasemetonan Arya Wang Bang Pinatih memberikan support moril kepada saya untuk menjalani perkara yang saya hadapi ini,’’ ujar Sudikerta. Hal yang sama dikatakan Sudikerta atas dukungan Dewan Penasihat Partai Golkar Akbar Tanjung yang sempat menjenguknya di Lapas Kerobokan pada Selasa (17/9) lalu. ‘’Sebagai kader partai wajar ditengok. Beliau juga memberikan support doa dan dukungan moril kepada saya yang mendapat kasus seperti sekarang ini,’’ beber politisi asal Pecatu, Kuta Selatan ini. Terpisah, untuk sidang dua terdakwa lainnya yaitu I Wayan Wakil dan A.A. Ngurah Agung mengangendakan pembacaan eksepsi oleh kuasa hukumnya, Agus Sujoko dkk. Dalam eksepsi menyatakan yang mendasari adanya dugaan tindak pidana atau tindakan melawan hukum
oleh terdakwa itu adalah kesepakatan kerja sama sebagaimana dalam akta 37 dengan terdakwa. Peristiwa hukum yang terjadi adalah tindakan terdakwa tidak menyerahkan tanah karena di dalam akta No. 37 ada permasalahan mengenai saham dengan persentase yang telah disepakati atau diperjanjikan tidak sesuai dengan hak yang harusnya dimiliki oleh terdakwa I Wayan Wakil. ‘’Maka teranglah bahwa peristiwa tersebut bukanlah merupakan sebuah peristiwa yang sifat hubungannya bukan bersifat publik atau tindak pidana akan tetapi lebih bersifat privat yakni terjadinya peristiwa wanprestasi atau ingkar janji dalam perjanjian yang telah disepakati yang masuk dalam ranah perdata,’’ tegas Agus. Terkait dugaan pemalsuan surat juga dibantah. Menurutnya, dugaan ini berawal dari Made Subakat yang melaporkan dugaan sertifikat palsu ke Polda Bali. Subakat menyebut SHM 5048/Jimbaran seluas 38.650 m2 di Pantai Balangan yang dijual Wayan Wakil dan A.A. Ngurah Agung menggunakan sertifikat palsu. Setelah dilakukan penyelidikan, penyidik akhirnya menutup perkara tersebut. ‘’Ini buktinya. Jadi mana pemalsuan sertifikatnya. Mana putusan pengadilan jika sertifikat tersebut dinyatakan palsu. Malah kami punya bukti kalau sertfikat yang lama di Notaris Sujarni sudah dimatikan sehingga sertifikat yang disebut palsu itu tetap sah,’’ bebernya. Agus mengatakan sampai saat ini tidak ada yang keberatan dengan keberadaan sertifikat SHM 5048/Jimbaran yang dijual A.A. Ngurah Agung dan Wayan Wakil. ‘’Seharusnya kalau memang ada pemalsuan yang keberatan adalah Pura Jurit Uluwatu. Tapi sampai sekarang tidak ada yang dirugikan dan tidak ada yang dipalsukan,’’ pungkasnya. (kmb37)
Bali Post/jay
GOTONG ROYONG - Ratusan pangempon Pura Kawitan Kayuan Mahagotra Catur Sanak Bali Mula ketika melaksanakan gotong royong pemugaran bangunan di jaba tengah beberapa waktu lalu. Terlihat para pangayah begitu semangat ngayah memindahkan material seperti tanah dan batu di pura yang terletak di tengah hutan Desa Siakin, Kintamani, Bangli. Kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan setiap hari Minggu.
Sopir Taksi Diduga Setubuhi Bocah Sembilan Tahun
Gianyar (Bali Post) -
Aksi bejat diduga dilakukan Ketut US terhadap bocah sembilan tahun berinisial AS. Korban asal Bangli yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini, disetubuhi pelaku saat baru pulang sekolah. Aksi bejat pelaku yang bekerja sebagai sopir taksi ini terjadi di sebuah tempat kos di seputaran Sukawati, Gianyar pada Februari 2019 lalu. Pelaku asal Penatih, Denpasar Timur ini akhirnya ditangkap polisi pada Selasa (17/9) lalu. Kapolsek Sukawati AKP Suryadi didampingi Kanit Reskrim Iptu IGN Jaya Winangun, Kamis (19/9) kemarin, mengatakan Ketut US merupakan pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Kini sudah diamankan petugas Polsek Sukawati. Pelaku diamankan dengan sejumlah barang bukti seperti pakaian korban dan satu unit HP berisi gambar dan video porno. ‘’Pelaku sudah ditahan, tetapi sampai sekarang dia tidak mengakui perbuatannya,’’ ucap AKP Suryadi. Ditambahkan, aksi persetubuhan ini baru diketahui ketika orangtua korban curiga terhadap anaknya. Sebab, korban kerap melamun dan wajahnya nampak pucat. Setelah lama ditanya akhirnya korban mengakui pernah disetubuhi pelaku.
‘’Anak ini mengaku pernah dibuka celananya oleh pelaku. Kemudian pelaku melakukan persetubuhan, sehingga korban mengeluh sakit di bagian kelamin,’’ jelasnya. Ia menerangkan, kejadian ini berlangsung pada 17 Februari 2019. Selama ini korban tidak berani menceritakan lantaran pernah diancam pelaku. Bila mengadu ke orangtuanya maka akan dibunuh. ‘’Korban sempat diancam akan dibunuh pelaku. Selain itu korban juga mengalami trauma berat akibat kejadian ini,’’ katanya. Orangtua korban yang cukup lama tinggal di kosan seputaran Sukawati itu pun sontak shock. Lantaran tidak menduga pelaku yang merupakan tetangga kos itu, tega melakukan perbuatan tak senonoh terhadap anaknya yang
masih belia. ‘’Orangtua korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Sukawati,’’ imbuh AKP Suryadi. Sementara itu, Iptu Winangun menambahkan, usai menerima laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Pelaku pun diburu. Rupanya pelaku kembali ke kosannya pada Selasa sekitar pukul 18.30 Wita. Polisi yang tidak mau kehilangan buruannya langsung membekuk pelaku. Pelaku kelahiran 1971 itu kemudian diamankan ke Mapolsek Sukawati untuk diinterogasi. Iptu Winangun membeberkan, saat kejadian korban yang duduk di sekolah dasar ini baru pulang ke kosan di seputaran Desa Singapadu Kecamatan Sukawati itu. Nah, kala itu kedua orangtua
Bali Post/nik
TUNJUKKAN PELAKU - Kapolsek Sukawati AKP Suryadi didampingi Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Jaya Winangun dan Kasubag Humas Polres Gianyar Iptu Ketut Sunartha saat menunjukkan pelaku dan barang bukti kasus persetubuhan bocah, Kamis (19/9) kemarin. korban tidak ada, sehingga pelaku memanfaatkan situasi dengan masuk ke kamar korban. Polisi juga sudah melakukan visum terhadap korban. Hasilnya ditemukan luka robek di bagian kelamin korban. Sementara itu, pelaku
mengaku istrinya sudah sejak enam tahun bekerja di luar negeri. ‘’Istri kerja di luar negeri,’’ akunya. Namun pelaku tetap tidak mengaku telah menyetubuhi korban. ‘’Tidak ada saya (menyetubuhi korban - red),’’ ucapnya singkat. (kmb35)
100 Juta Transaksi Gojek Tiap Bulan
EKSEPSI - Wayan Wakil dan A.A. Ngurah Agung saat mengajukan eksepsi didampingi kuasa hukumnya, Agus Sujoko dkk.
Ditabrak Truk Pengendara Motor Tewas Denpasar (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas berujung maut terjadi di perempatan Jalan Gatot Subroto-Jalan Mahendradatta (Buluh Indah), Denpasar, Kamis (19/9) kemarin. Pengendara motor I Gusti Putu Bagus Suwandana (35) asal Marga, Tabanan, meregang nyawa setelah tabrakan dengan truk. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin mengatakan kejadiannya pukul 03.45 Wita dan dilaporkan pukul 04.00 Wita ke Polresta Denpasar. Kronologinya, truk DK 8215 PR dikemudikan I Gusti Kadek Ariana (30) asal Munggu, Mengwi melaju dari barat. Sedangkan Suwandana mengendarai Honda Beat DK 3305 GAP bergerak dari selatan. ‘’Setibanya di TKP, pengendara motor tidak dapat mengendalikan kendaraannya sehingga terjadi tabrakan,’’ ujarnya. Akibat kejadian tersebut, korban beralamat di Banjar Dinas Padangaling Cau Belayu, Desa Marga, Tabanan ini mengalami luka tangan kanan patah, alis kiri luka robek, dagu lecet, hidung patah dan meninggal di TKP.
‘’Diduga pengendara motor kurang hati-hati sehingga terjadi lakalantas tersebut. Barang bukti diamankan di Mapolresta,’’ ujar Iptu Yaqin. (kmb36)
JAJARAN Gojek Bali dan Nusra, Kamis (19/9) kemarin mengadakan pertemuan dengan pimpinan redaksi dan redaktur senior. Acara dibuka Alfianto Domy Aji selaku Haed Regional Corporate Affairs Wilayah Jatim & Bali Nusra dan Leo Wibisono sebagai Head Operation Bali & Nusra. Leo Wibisono mengungkapkan kehadiran Gojek di Bali sejak 2013 mampu memberikan dampak sosial luar biasa bagi daya beli masyarakat dan mitra kerjanya serta menjadi pemimpin pasar teratas. Gojek juga memberi akses seluas-luasnya bagi warga Bali yang membuka usaha tanpa modal dan mengontrak toko dengan omzet jutaan rupiah tiap bulan. Secara nasional, Gojek
55 triliun mencakup pendapatan mitra, kenaikan pada go pay dan go food serta men-
mencatat terjadi 100 juta transaksi per bulan. Jumlah ini terbesar di Asia Tenggara, di Asia hanya dikalahkan oleh China dalam hal pengantar makananan. Makanya kini Gojek terus
melebarkan sayap. Setelah ke Singapura dan Thailand, kini ke Vietnam dan akan hadir di Malaysia. Riset FE UI menyebutkan dampak ekonomi yang ditimbulkan Gojek mencapai Rp
ingkatkan daya skill. Pada 2019 Gojek meraih predikat Decacorn. (025)
Jumat Pon, 20 September 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Memberdayakan Masyarakat Lokal HARMONI dan berkelanjutan merupakan kata rujukan yang kini banyak disuarakan berbagai elemen dalam mengelola lingkungan. Kesadaran baru yang lahir ketika alam mulai melakukan keseimbangan baru, menuntut adanya komitmen yang jelas dari penghuni bumi. Manusia tentu hanya bisa memanfaatkan alam untuk keperluan hidupnya, tetapi juga harus berkontribusi, merawat alam. Maka, ketika Bali mulai melakukan pendekatan yang jelas dalam menyelamatkan alamnya, resposnya pun sangat positif. Gebrakan Gubernur Bali Wayan Koster dalam membentengi alam, tradisi, dan budaya Bali pun diharapkan bermuara pada terjaganya harmoni kehidupan. Harmoni dalam tataran hubungan ritual, sesama manusia, dan harmoni dengan alamnya. Maka, dukungan untuk menjaga alam Bali pun mengalir dan banyak pihak menaruh harapan besar terhadap terobosan Gubernur Bali Wayan Koster menjaga bumi Bali. Tak hanya itu, ketika pariwisata kita sadari sebagai lokomotif ekonomi, rambu-rambunya pun harus terus di-upgrade. Kita tak bisa hanya menjadikan pariwisata sebagai sumber pendapatan daerah, tetapi harus mulai mengarah pada pengelolaan pariwisata sebagai bentuk lain yang bisa didedikasikan untuk menyelamatkan bumi. Maka sangatlah ideal dan relevan jika semua komponen bergerak untuk membangun pariwisata berkelanjutan. Ini haruslah menjadi keniscayaan bagi masyarakat Bali dalam mengembangkan sektor pariwisata. Prinsip dasar pembangunan pariwisata berkelanjutan hendaknya tetap berpijak pada keberlangsungan ekologi lingkungan di mana objek wisata itu berada serta menjaga kelangsungan sosial budaya masyarakat. Hal ini menjadi penting mengingat selain daya dukung lingkungan alam, keberlangsungan sosial budaya masyarakat lokal menjadi pilar utama dalam daya tarik pariwisata. Kelangsungan ekonomi menjadi hal yang mutlak didapati (diperoleh) oleh masyarakat dan daerah akibat positif dari pengembangan pariwisata tersebut. Untuk pencapaian kepariwisataan secara berkelanjutan, dibutuhkan kerja sama semua pihak (stakeholder) seperti pemerintah, masyarakat, akademisi maupun pelaku pariwisata. Dalam konteks ini, peran serta komunitas masyarakat menjadi fokus pariwisata berkelanjutan. Peran masyarakat sesuatu yang urgen untuk diterapkan saat ini dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Peran komunitas masyarakat lokal juga harus dikedepankan. Mereka jangan hanya menjadi objek apalagi sebagai pelengkap pariwisata. Sebagai pihak yang menjaga dan merawat tradisi dan alamnya secara tulus, maka peran masyarakat lokal harus jelas. Karena perannya jelas, tentu kontribusi dalam menjaga kemampuan mereka merawat alam juga harus jelas. Ketika pendekatan pariwisata mengabaikan hal ini, maka dapat dipastikan pariwisata berkelanjutan hanya akan menuju titik akhir. Untuk itulah, ke depan, pendekatan sosial dan diplomasi sosial yang lebih terukur hendaknya dibangun untuk menjaga keberlangsungan pariwisata Bali. Investasi jangan menjadi beban bagi Bali, melainkan harus berperan positif dalam mendukung pergerakan ekonomi namun tetap memiliki kontribusi dalam merawat alam Bali. Pariwisata hendaknya mampu menjadi fasilitator terhadap berbagai program dan kebijakan yang akan dilaksanakan. Agar proses yang terjadi menjadi efisien, diperlukan berbagai komponen kebijakan yang saling mendukung untuk dapat memahami persoalan secara jernih, mendefinisikan visi dan misi pembangunan, pemahaman terhadap hierarki tujuan dan sasaran program, serta pengorganisasian proses secara baik.
Peran ICT dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Struktur perekonomian Bali dengan melihat keunggulan kompetitif pada sektor pariwisata dengan keindahan alam, seni, budaya, dan adat istiadatnya. Sektor pariwisata berkembang pesat telah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pergerakan wisatawan dan keterlibatan masyarakat dalam upaya peningkatan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Bali. Berbagai kegiatan ekonomi dilakukan secara berkelanjutan, salah satu sektor yang penting dikembangkan adalah ekonomi pariwisata, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan pada generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.
Oleh I Putu Putra Astawa erdasarkan data BPS Provinsi Bali, struktur ekonomi Bali tahun 2018 ditopang atau didominasi oleh lapangan usaha tersier dengan kontribusi 68,62 persen, diikuti oleh lapangan usaha primer 15,81 persen, dan lapangan usaha sekunder 15,57 persen. Sektor pariwisata menjadi leading sector memiliki karakteristik yang unik, mengakibatkan kelompok perekonomian sektor tersier menjadi lebih dominan dibandingkan dengan sektor primer dan sekunder. Sektor pariwisata memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali, selain sektor pertanian dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pembangunan pariwisata berkelanjutan menjadi keniscayaan bagi masyarakat Bali dalam mengembangkan sektor pariwisata agar tetap menjadi sektor unggulan. Prinsip dasar pembangunan pariwisata berkelanjutan (harus) berpijak pada: pertama, prinsip keberlangsungan ekologi lingkungan di mana objek wisata itu berada; kedua, menjaga kelangsungan sosial budaya masyarakat. Hal ini menjadi penting mengingat bahwa selain daya dukung ling-
B
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Permohonan Dana Punia Pura Giri Natha Candi Airlangga Kami Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha di Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan kerendahan hati memohon kepada umat untuk mendukung kelancaran pembangunan dan perluasan areal pura yang kami lakukan. Dengan pembangunan Pura Giri Natha ini diharapkan bisa sebagai sarana untuk meningkatkan nilai luhur dan spiritual serta kesadaran akan kebesaran leluhur pada masa lalu. Berkenaan dengan hal tersebut untuk proses dan perluasan Pura Giri Natha pada tahap I telah direncanakan biaya Rp 1,89 miliar. Berkenaan dengan hal tersebut, karena keterbatasan dan kendala kekurangan biaya, kami berharap umat turut menyalurkan bantuan dana punia untuk mendukung kelancaran pembangunan Pura Giri Natha.
Saat ini, untuk desain pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha disusun oleh Padma Group yang dipimpin oleh Dewa Made Beratha. Pura ini berlokasi di Dusun Puthuk, Desa Beneran, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dana Punia bisa disalurkan atau ditransfer melalui Bank BRI Unit Kandangan dengan nomor rekening 055501009609535 atas nama Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha. Atas bantuan dan partisipasi umat dalam hal ini, kami pihak panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal baik para bhakta bisa memperlancar rencana perluasan Pura Giri Natha. I Gusti Ketut Putra Ketua Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha
kungan alam, keberlangsungan sosial budaya masyarakat lokal menjadi pilar utama dalam daya tarik pariwisata; ketiga, kelangsungan ekonomi menjadi hal yang mutlak didapati (diperoleh) oleh masyarakat dan daerah akibat positif dari pengembangan pariwisata tersebut. Selanjutnya, apa strategi dan peran ICT dalam pembangunana pariwisata berkelanjutan di Bali? Untuk pencapaian kepariwisataan secara berkelanjutan, dibutuhkan kerja sama semua pihak (stakeholder) seperti pemerintah, masyarakat, akademisi, maupun pelaku pariwisata. Dalam konteks ini, peran serta komunitas masyarakat menjadi fokus pariwisata berkelanjutan. Peran masyarakat sesuatu yang urgen untuk diterapkan saat ini dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Pentingnya peran komunitas masyarakat lokal tersebut dalam pengembangan pariwisata disebabkan karena, masyarakatlah yang lebih tahu seluk-beluk dan kondisi lingkungan di mana mereka tempati, dibandingkan oleh orang lain di luar komunitasnya. Hal lain untuk mencapai pembangunan pariwisata berkelanjutan dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan horizontal dan pendekatan vertikal. Pertama,
pendekatan horizontal (horizontal approach), pendekatan ini mengandung pengertian bahwa kepariwisataan merupakan fasilitator terhadap berbagai program dan kebijakan yang akan dilaksanakan. Agar proses yang terjadi menjadi efisien, diperlukan berbagai komponen kebijakan yang saling mendukung untuk dapat memahami persoalan secara jernih, mendefinisikan visi dan misi pembangunan, pemahaman terhadap hierarki tujuan dan sasaran program, serta pengorganisasian proses secara baik. Pada pendekatan ini, kepariwisataan merupakan komponen dari proses yang berjalan sejajar dengan bidang lain sehingga diperlukan kolektivitas. Kedua, pendekatan vertikal (vertical approach). Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk mencari keseimbangan penggabungan komponen-komponen penting dari aktivitas kepariwisataan dan pembangunan serta melindungi berbagai terobosan cemerlang dalam pengambilan keputusan. Karakteristik pendekatan vertikal yaitu: 1) kepariwisataan merupakan bagian dari pembangunan yang berfungsi sebagai bagian dari strategi dalam penyusunan kebijakan, sehingga berada di atas dan berpengaruh terhadap sektor
lain; 2) elemen strategis dari perencanaan kebijakan harus mencakup penyediaan sarana dan prasarana kepariwisataan; 3) pengembangan kepariwisataan khusus, mencakup akomodasi, dalam berbagai tipe, hotel, motel, dan sebagainya; Keempat, prakiraan dampak (mencakup kajian carrying capacity) pembangunan kepariwisataan ditinjau dari sisi ekonomi, lingkungan, sosial budaya masyarakat local, dan warisan; 5) pembiayaan, pemasaran, promosi, dan sistem informasi; 6) kampanye sadar wisata bagi masyarakat. Di samping dua pendekatan tersebut, pada era revolusi industri 4.0 peran ICT menjadi penting dalam pembangunan industri pariwisata. ICT telah menjadi urat nadi kehidupan industri perjalanan, penggunaan teknologi yang efektif merupakan hal mendasar bagi sektor pariwisata ketika memasuki abad ke-21. Oleh karena itu, seluruh sistem ICT sedang menyebar dengan cepat di seluruh industri pariwisata dan tidak ada pemain yang akan lepas dari dampaknya (Poon, 1993). ICT merupakan teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan untuk mengakses, mengumpulkan, memproses, serta menyajikan Informasi yang berkuantitas (relevan, efektif, dan efisien) dengan dukungan perangkat hardware komputer, software, internet dan jaringan telekomunikasi. Beberapa peran penting ICT dalam industri pariwisata yaitu: 1) Industri pariwisata merupakan industri yang sarat dengan informasi dan para pelakunya sangat bergantung untuk berkomunikasi dengan konsumennya (turis) melalui berbagai kanal informasi untuk memasarkan produk dan membangun hubungan dengan konsumen; 2) ICT menghasilkan output informasi mempunyai peran yang sangat penting dalam melakukan perencanaan
Warung Global
Kirim Air ke Daerah yang Kekeringan MUSIM kemarau di Bali menyebabkan sejumlah desa mengalami kekeringan. Selain kemarau panjang, penebangan pohon, alih fungsi lahan, penyedotan air bawah tanah menjadi penyebab krisis air di Bali. Dalam acara dialog interaktif Warung Global, Kawan Global menyarankan agar pemerintah mengambil solusi jangka pendek dengan menyalurkan tangki air ke wilayah yang membutuhkan. Sementara jangka panjangnya agar memanfaatkan air laut untuk dikonsumsi. Demikian beberapa pendapat yang disampaikan pendengar setia Raddio Global 96,5 FM. Arya di Denpasar menawarkan usulan agar air laut dikelola menjadi air tawar, atau pihak pengelola hotel diwajibkan mengolah air laut untuk kolam renang atau operasional hotel. Di luar negeri, pemerintahnya punya niat besar, di samping inovasi teknologi dengan mengintensifkan air laut. Ketika hujan turun, air meluap terbuang percuma, ketika musim kemarau saat seperti ini, sampai
krisis air. Para pakar harus memikirkan hal ini. Yang penting ada niat untuk mengatasi krisis air bersih ini. Air adalah kebutuhan paling mendasar, paling vital, demikian Febri di Denpasar. Pemerintah jangan hanya prioritaskan untuk pariwisata, kalau bisa kekurangan air ini dulu yang diatasi. di Buleleng banyak desa yang kekurangan air. Salah satunya bisa dilakukan seperti
usulan rekan Arya. Gubernur Koster harus buat gebrakan ini. ‘’Salah menggunakan mata air, air mata yang akan keluar,’’ demikian Fera di Tabanan. Jangan sampai manusia mati gara-gara air. Solusi jangka pendek dan yang paling cepat dilakukan oleh pihak berwenang, menurut Budiada di Tabanan, dengan mengirimkan tangki air ke daerah-daerah yang sedang mengalami krisis air. (sikha)
wisata karena dapat memengaruhi pengambilan keputusan destinasi wisata dan perencanaan pembelian seperti akomodasi, transportasi, aktivitas, atraksi, makanan; 3) ICT telah mendorong pergeseran paradigma karena ketersediaan alat baru yang mendukung kegiatan operasional sepertti pemasaran dan ekspansi geografis. Begitu banyak peran ICT terhadap pengembangan industri pariwiata, diperlukan dukungan dan kerja sama semua pihak (stakeholder) dalam memberikan edukasi, motivasi dan mendorong generasi muda Bali untuk mengoptimalkan peran ICT dalam menjaga, mengebangkan aset wisata yang telah dimiliki, dengan konsep kelangsungan ekologi lingkungan, kerlangsungan sosial budaya setempat, dan peningkatan ekonomi masyarakat, sehingga diharapkan tercapai kemanfaatan pariwisata, untuk generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Penulis, mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana dan Staf Dosen STMIK Denpasar
POJOK
Ekonomi dunia tak bisa ditebak, pemerintah siapkan tiga skenario. - Terjelek, ekonomi macet. *** Danau di Bali kini hadapi masalah sedimentasi dan kualitas air. - Sama dengan SDM Bali. *** Keputusan Menpora mundur dinilai DPR sebagai langkah bijak. - Lebih bijak tak korupsi.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Pon, 20 September 2019
TMMD Hemat APBD Rp 900 Juta
JEMBATAN - Jembatan yang dibangun pada TMMD ke-106.
Bali Post/bit
Tabanan (Bali Post) Dalam melaksanakan pembangunan, Pemerintah Daerah tidak melakukan sendiri, tetapi juga menggandeng TNI lewat program TMMD. Beberapa program dilaksanakan, seperti membangun jalan dan jembatan. Tahun ini, dalam TMMD ke-106 Kodim Tabanan membangun akses jalan dan jembatan yang menghubungkan dua desa yakni Desa Gubug dan Desa Bongan di Kecamatan Tabanan. Program pembuatan jalan, jembatan dan senderan itu menelan dana APBD hanya sebesar Rp 1,2 miliar. Dengan pengerjaan secara swakelola, pembangunan jembatan ini mampu menghemat APBD sebesar Rp 900 juta jika dibandingkan dikerjakan pihak rekanan dengan asumsi perhitungan dari Dinas PUPR menghabiskan dana Rp 2,1 miliar. ‘’Selisih sangat lumayan kalau berdasarkan hitungan PU, karena tenaga dari kita dan masyarakat. Kalau rekanan atau dari luar tentu ada hitungan tenaga yang sangat besar. Selisih yang dihitung kemarin sekitar Rp 900 juta,’’ kata Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto, Kamis (19/9) kemarin di sela-sela sosialisasi lomba jurnalistik TMMD di Makodim Tabanan. Terkait pelaksanaan pra-TMMD, Dandim menyampaikan, selama hampir tiga bulan pengerjaan, proyek sudah 75 persen rampung. Pemasangan dan perakitan besi sudah mencapai
100 persen. Pengerjaan blok papan samping kiri dan kanan jembatan baru mencapai 67 persen. ‘’Jadi, waktu kegiatan TMMD yang akan dibuka tanggal 2 Oktober mendatang hanya pengerjaan melengkapi jembatan, jalan dan senderan. Sekarang proses persiapan betonisasi untuk pengecoran jalan,’’ terangnya. TMMD ke-106 yang dilaksanakan Kodim 1619/Tabanan adalah pembuatan jembatan dengan panjang 17 meter dan lebar 5,5 meter, pembuatan jalan baru sepanjang 65 meter dan lebar 3 meter dengan ketebalan 0,12 meter serta betonisasi. Urgensi pemilihan sasaran TMMD tersebut dilihat dari sisi pendidikan guna mencegah dan mengurangi korban lalu lintas. Oleh sebab itu, jembatan dibuat sebagai jalan pintas kepada anak sekolah yang biasanya memerlukan waktu 1 jam ke sekolah, bisa ditempuh hanya selama 15 menit. Apabila dilihat dari sisi sosial, jembatan tersebut merupakan akses pendukung bagi kedua desa dalam melaksanakan komunikasi sosial dan silaturahmi. ‘’Ditinjau dari segi ekonomi juga dapat memperlancar transportasi hasil pertanian dari dan menuju Desa Gubug-Bongan, sehingga dapat meningkatkan nilai jual hasil pertanian dan dapat meningkatkan nilai jual tanah yang ada di sekitar sasaran TMMD,’’ ungkap Dandim. (kmb28)
Rapat Paripurna Dewan Gunakan Bahasa Bali
Tabanan (Bali Post) -
Ada yang menarik dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Tabanan, Kamis (19/9) kemarin. Rapat paripurna beragendakan pemandangan umum fraksi atas pidato pengantar Bupati Tabanan terhadap usulan tiga Ranperda tersebut menjadi rapat paripurna perdana menggunakan bahasa Bali di Tabanan, khususnya setelah diterbitkannya Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 yang mengatur tentang penggunaan bahasa Bali dan pakaian adat Bali setiap hari Kamis. Selain pembukaan maupun penutupan sidang, perwakilan dari masing-masing fraksi dalam menyampaikan pemandangan umumnya juga menggunakan bahasa Bali. Bahkan jawaban Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti terhadap pemandangan umum dewan yang dibacakan oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya juga menggunakan bahasa Bali. Dalam rapat paripurna tersebut, seluruh fraksi di DPRD Tabanan sepakat untuk membahas lebih lanjut
tiga ranperda yang diajukan eksekutif sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Tiga ranperda tersebut yakni Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 25 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019, Ranperda tentang Tari Bungan Sandat Serasi, dan Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah Dharma Santhika. Pada pemandangan umum yang dibacakan I Nyoman Arnawa, Fraksi PDI-P me-
Tabanan (Bali Post) – Penghargaan di bidang transportasi, Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun ini kembali diraih Pemkab Tabanan. Itu berarti Tabanan berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut untuk yang ke-8 kalinya. Perolehan tersebut tak terlepas dari kesuksesan program angkutan siswa, Trans Serasi. Trans Serasi menjadi program unggulan Tabanan sekaligus role model pengelolaan angkutan umum di Indonesia. Sistem transportasi ini diaplikasikan di banyak daerah lainnya di Indonesia. Layanan ini pun terus dibenahi. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Rabu (18/9) lalu menyatakan, pada pengembangan Trans Serasi pihaknya bekerja bukan untuk mendapatkan penghargaan melainkan bagaimana melaksanakan program yang
dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pelajar. Ia berharap program ini didukung berbagai komponen alias tidak hanya dari Pemkab Tabanan. ‘’Mudah-mudahan bisa menjadi pilot project dan didukung fasilitas publiknya. Mudah-mudahan tiap WTN dapat bonus lagi, jadi kita tidak bingung lagi mesti membeli atau memfasilitasi, mengingat bus-bus juga lumayan harganya sehingga anggaran yang ada kita bisa pergunakan untuk program yang lain,’’ imbuhnya. Dijelaskannya lebih lanjut, Trans Serasi sangat memengaruhi kebiasaan siswa dalam hal transportasi. Banyak hal negatif yang bisa ditekan khususnya saat siswa menggunakan kendaraan pribadi. Dia pun mengimbau orangtua siswa di Kabupaten Tabanan untuk menganjurkan anaknya menggunakan angkutan Trans Serasi. (kmb28)
Trans Serasi Terus Dibenahi
nyatakan sepakat membahas lebih lanjut tiga produk hukum tersebut. Selain itu, banyak usul dan saran yang disampaikan oleh fraksi lainnya seperti melakukan langkah-langkah optimal dan signifikan melalui pemanfaatan teknologi informasi guna meningkatkan pendapatan daerah, pemberian bonus kepada atlet Kabupaten Tabanan yang meraih prestasi pada Porprov Bali XIV 2019 dan mencarikan solusi meringankan masyarakat dalam mendapatkan BPJS, khu-
susnya masyarakat kurang mampu serta perbaikan infrastruktur khususnya jalan dan gorong-gorong. Menanggapi pemandangan umum seluruh fraksi, Bupati Tabanan dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengungkapkan sepakat menjalankan amanah dari DPRD sebagai upaya menyiapkan landasan hukum yang jelas dan pasti dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan untuk mewujudkan masyarakat Tabanan yang sejahtera, aman dan berprestasi. ‘’Kami sepakat dengan pemandangan umum fraksi. Mari bersama-sama membangun Tabanan lebih baik lagi ke depan mewujudkan Tabanan Serasi,’’ ucapnya. (kmb28)
Bali Post/bit
RAPAT PARIPURNA - Rapat paripurna DPRD Tabanan, Kamis (19/9) kemarin. Selain busana adat Bali, bahasa Bali juga digunakan selama agenda tersebut.
Karyawan Vila Gasak Uang Puluhan Juta
Bali Post/dok
TRANS SERASI - Sistem angkutan Trans Serasi sangat dirasakan manfaatnya oleh para pelajar di Kabupaten Tabanan.
Tabanan (Bali Post) Ali Mahmudi alias Mudi kini harus mendekam di balik terali besi. Pasalnya, ia kedapatan melakukan pencurian uang milik majikannya di vila Joglo Banjar Kebayan Desa Nyambu Kecamatan Kediri, Minggu (15/9) lalu. Pelaku leluasa melancarkan aksinya lantaran bekerja sebagai karyawan di vila tersebut. Ia pun berhasil menggasak uang korban yang merupakan warga asing sebesar Rp 12 juta dan 2.500 euro atau totalnya sekitar Rp 51 juta. Pelaku menggunakan uang tersebut untuk mencicil motor NMax serta bersenang-senang termasuk ke tempat pelacuran. Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa menjelaskan, pada Sabtu (14/9) sekitar pukul 18.00 Wita korban Martine Cochelin Lemaire bersama suami pergi memenuhi undangan masyarakat ke pura. Korban menaruh uang di tumpukan pakaian di lemari. Sejam kemudian korban kembali, namun belum tahu uangnya hilang. Keesokan harinya, pegawai korban bernama Wati mendatangi korban berencana meminjam uang untuk
keperluan upacara. Saat itulah korban hendak mengambil uang, namun didapati sudah tidak ada di tempatnya. Korban pun akhirnya melapor ke Polres Tabanan. Berdasarkan laporan tersebut, jajaran Satreskrim Polres Tabanan melakukan penyelidikan. Kecurigaan petugas mengarah pada Mudi yang sempat membersihkan kamar korban. Ditambah lagi Mudi juga menghilang. Petugas pun mengejar pelaku sampai ke sebuah lokalisasi di Denpasar dan berhasil diciduk. Dari tangan tersangka berhasil diamankan barang bukti uang yang tersisa Rp 9,4 juta dan 75 euro. Tersangka Mudi mengatakan, aksinya dilakukan saat membersihkan kamar korban. Selain sisa uang, petugas juga mengamankan sepeda motor Yamaha Nmax yang dibeli tersangka dengan cara mencicil dari uang hasil curian tersebut. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman lima tahun penjara. ‘’Tersangka sudah kami tahan untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Kapolres. (kmb28)
Tiga Penyalah Guna Narkoba Diamankan Polisi
Bali Post/bit
OPERASI ANTIK - Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa mengungkapkan keberhasilan jajarannya mengungkap sejumlah kasus kriminal sepekan pada Operasi Antik 2019.
Tabanan (Bali Post) Operasi Antik 2019 sebagai upaya memberantas peredaran narkotika berlangsung 13 hingga 28 September 2019. Di Kabupaten Tabanan, selama sepekan penyelenggaraan operasi ini polisi telah berhasil mengungkap kasus narkoba dengan tiga tersangka di lokasi berbeda. Tidak hanya kasus narkoba, jajaran reskrim Polres Tabanan dan Polsek Kediri juga berhasil mengamankan empat pelaku dengan tiga kasus kriminal lainnya. Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa dalam rilis pengungkapan kasus Kamis (19/9) kemarin, mengatakan petugas mengungkap penyalahgunaan narkoba yang dilakukan I Wayan S alias Mandia (37) asal banjar Dinas Kukuh Kelod, Kecamatan Kerambitan. Petu-
gas mengamankan barang bukti SS seberat 0,48 gram neto yang terbungkus plastik bekas tisu air mineral. Barang bukti itu ditemukan di bawah tiang listrik di Banjar Tegal Belodan Desa Dauh Peken, Tabanan. Kasus berikutnya yakni dengan tersangka I Gusti BIJ alias Saleh (36) yang beralamat di Banjar Tegal Belodan Desa Dauh Peken dengan barang bukti paket SS sebera 0,11 gram neto. Paket tersebut diambil di bawah pecahan beton di pinggir jalan menuju perumahan Taman Permai Desa Gubug, Tabanan. Kasus berikutnya melibatkan tersangka I Komang A alias Agus (32) yang berasal dari Desa Pulukan Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Polisi mengamankan barang bukti 14 paket SS seberat 2,79 gram neto yang disembun-
yikan dalam tas, saku celana dan kaos kaki tersangka. ‘’Untuk ketiga tersangka dikenakan Pasal 112 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun,’’ tegas AKBP Sinar Subawa. Tidak hanya berhasil mengamankan pelaku narkoba, jajaran Satreskrim Polres Tabanan juga berhasil mengamankan dua orang pelaku curanmor yang kerap melancarkan aksinya di pinggir jalan umum, yakni di Jalan By-pass Soekarno dan di Desa Riang Gede, Penebel. Kedua pelaku yakni Reksa Pradiana dan Gugun Gunawan. Keduanya ternyata sudah dua kali beraksi yakni pada 12 Juni dengan mencuri motor Honda Grand di Banjar Dharma Kaja, Riang, Penebel dan pada tanggal 18 Agustus
mencuri Honda Beat di jalan By-pass Soekarno tepatnya perempatan Gubug, Desa Dauh Peken. Kedua tersangka diringkus di salah satu rumah sakit di Tabanan. Keduanya dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara. ‘’Modusnya, pelaku mengincar sepeda motor dengan kunci masih nyantol,’’ jelas Kapolres Sinar Subawa. Sementara itu, jajaran Reskrim Polsek Kediri menangkap I Ketut Budiasa (49) asal Banjar Lebah Kantung, Pangkung Paruk, Seririt Buleleng. Pelaku mencuri HP di teras sebuah toko busana, kompleks Pasar Kediri, Sabtu (6/7) lalu. Tersangka ditangkap di Pelabuhan Gilimanuk saat akan menyeberang ke Jawa, Jumat (30/9) lalu. (kmb28)
Jumat Pon, 20 September 2019
Genjot Publikasi Jurnal
Undiksha Tingkatkan Daya Saing SEJUMLAH dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) diberikan penghargaan oleh Rektor Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., Kamis (19/9) kemarin. Penghargaan itu diberikan karena artikel-artikel yang dibuat dosen-dosen Undiksha itu mampu terbit pada jurnal terakreditasi Sinta. Capaian prestasi itu diapresiasi positif oleh rektor karena sekaligus mampu mendukung pe-ranking-an universitas, baik tingkat nasional maupun internasional. Rektor Undiksha Prof. Dr. Nyoman Jampel menjelaskan, publikasi jurnal itu sudah diinisiasi tahun 2016 yang dibarengi dengan pembentukan tim pengembang. Kebijakan itu membuahkan hasil positif sebab tahun 2019 ini, tercatat sudah ada 22 jurnal yang masuk akreditasi Sinta. Hal tersebut menempatkan Undiksha di posisi ketujuh
dari 12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia. Malah di luar jumlah itu sudah ada 50 jurnal yang sedang dalam proses sertifikasi. “Kami berharap, bulan ini juga sudah terbit sertifikat Sinta. Sehingga Undiksha kemudian akan punya 72 jurnal,” katanya. Tahun ini, ditargetkan ada seratus jurnal yang masuk Sinta. Jika hal tersebut mampu terpenuhi, maka otomatis peringkat Undiksha pada skala nasional, khususnya di lingkup LPTK bisa terus terdongkrak naik. Karena itu, diharapkan ada dukungan dari seluruh dosen. “Kalau 100 jurnal itu bisa terwujud, maka Undiksha akan mampu masuk ke peringkat kedua. Ini yang perlu mendapat dukungan dari seluruh dosen,” harap Prof. Dr. Nyoman Jampel. Capaian itu juga akan menjadikan Undiksha se-
makin cepat dikenal. Baik pada tingkat nasional maupun internasional. “Kalau kita sudah memiliki 72 jurnal terakreditasi Sinta, maka secara otomatis Undiksha akan dicari dosen dari perguruan tinggi lain. Banyak dosen luar paham terhadap keberadaan Undiksha. Walaupun berada di daerah pinggiran, dengan prestasi yang ditoreh maka banyak akan memberikan apresiasi, jadi bukan lagi dipandang sebelah mata,” tegas Rektor asal Nusa Dua, Badung ini. Ia meminta para dosen untuk tidak puas atas capaian tersebut. Namun tetap melakukan upaya-upaya optimal sehingga nantinya dapat menghasilkan artikel pada grade yang lebih tinggi, termasuk pada jurnal bereputasi internasional atau scopus. Penghargaan yang juga ditujukan kepada Dekan dan Koordinator Prodi itu sebagai salah satu bentuk upaya me-
munculkan motivasi. “Tentu kami sangat memberikan apresiasi atas hasil yang ditelurkan para dosen itu,’’ tegas Prof. Jempel bangga. Ketua Pusat Pengembang Jurnal Undiksha Dr. I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd. menjelaskan, jurnal yang dihasilkan para dosen Undiksha itu terdiri dari berbagai bidang. Mulai dari ilmu pendidikan, sains, ekonomi, maupun ilmu sosial. Dirinya yang juga memboyong empat penghargaan dari rektor itu menegaskan tetap melakukan upayaupaya konstruktif dalam peningkatan jumlah jurnal itu, sehingga Undiksha semakin berdaya saing, punya daya tawar lebih tinggi. “Kami berupaya mewujudkan jumlah jurnal yang ditargetkan. Saya mengapresiasi LPPM karena telah memberikan support,” ujarnya. (kmb38)
PUBLIKASI JURNAL – Rektor Undiksha Singaraja Prof. Dr. I Nyoman Jampel terus berupaya meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Salah satu upaya itu dengan meningkatkan publikasi jurnal para dosennya yang bertugas di perguruan tinggi terbesar di Bali Utara itu.
Kekeringan Diprediksi Sampai November
BPBD Optimalkan Distribusi Air Bersih
Bali Post/kmb38
PEMALSUAN KUITANSI – Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja melimpahkan kasus pemalsuan kuitansi pembelain tanah yang melibatkan mantan anggota DPRD Buleleng dari Partai Hanura, Putu SJ.
Terlibat Pemalsuan Kuitansi Pembelian Tanah
Berkas Mantan Dewan Sudah P-21
Singaraja (Bali Post) – Seorang anggota DPRD Buleleng periode 2009-2014, Putu SJ (52), asal Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu, terpaksa berurusan dengan penegak hukum. Pasalnya, SJ yang sebelumnya tercatat sebagai kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu terseret dugaan kasus pemalsuan kuitansi pembelian tanah seluas 5 are di Banjar Dinas Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng. Sejauh ini, berkas mantan dewan yang terlibat kasus pemalsuan kuitansi pembelian tanah itu sudah P-21 dan segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum. SJ diduga memperdaya korban Made Ariasa (49), warga Banjar Dinas Celuk Buluh, ketika menjual tanah miliknya seharga Rp 750 juta. Bukannya Ariasa mendapat uang penjualan tanah miliknya, tetapi korban justru tertipu setelah telanjur menandatangani kuitansi kosong atas pembelian tanah miliknya itu. Bahkan, sertifikat hak milik (SHM) tanah korban itu berhasil dimutasi (balik nama - red) atas nama SJ. Kanit Reskrim Polsek Kota Singaraja Iptu Suseno seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (19/9) kemarin, mengatakan kasus pemalsuan ini berawal dari laporan korban
Made Ariasa Januari 2018 lalu. Kasus ini berawal tahun 2016 lalu, SJ bermaksud membeli tanah korban dengan luas 5 are. Setelah harga disepakati setiap satu are Rp 150 juta, SJ kemudian menyerahkan kuitansi kepada korban untuk ditandatangani. Konon, SJ meminta korban menandatangani kuitansi untuk keperluan membayar pajak. Meskipun kuitansi yang ditandatangani itu kosong, Ariasa tidak curiga sama sekali. Korban kemudian memenuhi permintaan tersangka SJ itu. Setelah berhasil mendapatkan tanda tangan korban, SJ mengisi sendiri kuitansi itu, dengan keterangan telah menerima
uang sebesar Rp 750 juta dari tersangka SJ sebagai pembayaran pembelian tanah 5 are sesuai sertifikat No. 2536 atas nama korban Ariasa. SJ kemudian menguasai tanah korban dan sertifikatnya telah dibalik nama atas nama SJ. “Korban tidak pernah menerima uang atas penjualan tanah itu. Tetapi tersangka berdalih sudah membayar dengan menunjukkan kuitansi itu. Hasil penyelidikan tanah itu belum pernah dibayar tersangka, sehingga korban merasa dirugikan,” katanya. Keberatan dengan hal itu, Ariasa mengajukan gugatan secara perdata di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja. Selain itu, Ariasa kemudian melapor-
kan perbuatan SJ dengan tuduhan pemalsuan surat dan atau memberi keterangan palsu di dalam akta autentik atas pembelian sebidang tanah. Polisi telah menahan SJ sejak 17 Juli 2019 lalu. Dia juga pernah melakukan penangguhan penahanan, karena SJ mengeluh sakit dan harus diopname di RSUD Buleleng. Polisi kembali melakukan penahanan lanjutan sejak 26 Juli 2019 sampai 14 Agustus 2019 yang diperpanjang hingga 22 September 2019. “Setelah berproses dan berkas sudah dinyatakan lengkap alias P-21, kami limpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum. Selain tersangka kami limpahkan barang bukti dua lembar kuitansi, sertifikat, dan barang bukti lain,” tegasnya. Sementara SJ di hadapan polisi menolak memberikan keterangan. Atas perbuatannya, SJ melanggar pasal 263 KUHP dan atau pasal 266 KUHP, dengan ancaman tujuh tahun penjara. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Menyusul perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan kemarau sampai November 2019, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng tidak berdiam diri. Sejak awal kemarau sampai sekarang, personel Posko Siaga Bencana setiap hari mengirim bantuan air bersih. Bantuan air itu dikirim dengan armada mobil tangki. Hal itu dilakukan karena banyak desa di Buleleng dikategorikan desa rawan krisis air bersih. Meski demikian, pada musim kering ini, Buleleng belum masuk status darurat kekeringan. Kepala Pelaksana BPBD Buleleng I.B. Suadnyana mengatakan hal itu, Kamis (19/9) kemarin, di sela-sela menerima bantuan pasokan air bersih dari Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Posko Siaga Bencana. ACT yang merupakan NGO (Non Goverment Organization) itu membantu menyuplai air bersih untuk warga di beberapa desa di Bali Utara. Aksi ini ditargetkan berakhir September 2019 ini. Selama di Buleleng, ACT sudah memasok air bersih bersama BPBD ke Desa Julah. Di sana, 400 kepala keluarga (KK) dilayani air bersih. Pihaknya juga akan membantu Desa Sawan dengan sasaran 350 Kepala Keluarga (KK). Sejak Agustus lalu, tambah I.B. Suadnyana, pihaknya telah memfasilitasi desa atau kelompok
masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih. Hampir setiap hari, armada mobil tangki milik BPBD Buleleng dikerahkan untuk memasok air bersih. Hingga memasuki bulan ini, rata-rata sehari sampai tiga kali armada mobil tangki menyuplai air bersih. Berdasarkan data yang ada, permintaan air bersih paling banyak datang dari beberapa desa di Kecamatan Banjar, seperti Desa Cempaga, Kaliasem. Selain itu, Desa Sari Mekar, Kecamatan Buleleng dan Desa Sawan, Kecamatan Sawan juga meminta bantuan air bersih. Tidak ketinggalan, warga di Desa Sembiran dan Desa Julah Kecamatan Tejakula juga mengalami persoalan yang sama. Semua telah ditangani dengan pasokan air bersih. “Dari awal kemarau, kami sudah memasok air bersih dengan mengerahkan mobil tangki yang kami punya. Setiap hari, ada saja permintaan, sehingga personel posko siaga bencana sampai tiga kali sehari memasok air bersih. Kalau medan datar satu kali, kami bawakan 15 ribu liter. Namun jika medannya berbukit, setiap pengiriman bebannya dikurangi,” katanya. Meskipun banyak desa di Buleleng mengalami krisis air bersih, namun mantan Camat Buleleng itu mengatakan, situasinya masih bisa ditangani. Karena itu, tidak masuk kategori darurat kekeringan. Seperti di daerah lain di luar Bali. Namun, dirinya tidak menganggap enteng persoalan ini. Apalagi perkiraan BMKG
yang menyebutkan kemarau panjang itu akan terjadi sampai November 2019. Sehingga tidak menutup kemungkinan memicu bertambahnya desa yang mengalami krisis air bersih itu. Sumber Air Mengering Dari pengamatan di lapangan, krisis air bersih itu terjadi karena sumber mata air baku atau air sumur dalam yang dikelola desa dan kelompok masyarakat itu, saat kemarau ini menurun drastis. Bahkan, beberapa sumber mata air baku itu sudah mengering. Karena itu, pihaknya berterima kasih dengan dukungan NJO ACT yang berpartisipasi aktif mengatasi krisis air bersih di daerahnya. Bantuan air bersih itu dinilai sangat menolong warga. Sebab, warga yang akan bekerja ke kebun atau menjalani rutinitas setiap hari itu, tidak lagi terganggu harus mencari air ke sumber mata air yang notabene jauh dari permukiman. “Sepertinya tidak sampai terjadi darurat kekeringan. Umumnya desa yang kesulitan air bersih itu karena bukan saja sumber air di desa bersangkutan debitnya kecil. Malah sudah mati total, sehingga untuk membantu warga maka mobil tangki yang memuat air bersih didistribusikan untuk dikerahkan ke desa-desa yang memerlukan air bersih. Apalagi kebetulan ada NGO yang ikut membantu, sehingga lebih banyak desa bisa kita sasar,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
AIR BERSIH – BPBD Buleleng mengoptimalkan bantuan air bersih dengan cara mengerahan mobil tangki. Ini menyusul perkiraan BMKG yang menyebutkan kemarau panjang akan berlangsung sampai bulan November.
Surat Suara Pilkel Hitam Putih
Dikhawatirkan Pemilih Sulit Kenali Foto Calonnya Pencetakan surat suara pemilihan perbekel (pilkel) serentak tahun 2019 telah rampung. Namun, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) selaku panitia pilkel di kabupaten sekarang masih memilah dan melipat surat suara sesuai jumlah pemilih masingmasing desa yang menggulirkan pilkel serentak itu. Calon perbekel yang akan bertarung pada 31 Oktober 2019 itu baru mengetahui surat suara hitam putih itu setelah seluruh surat suara itu dicetak dan memasuki tahapan pelipatan. Lalu, apa kekhawatiran dari banyak pihak terkait keberadaan surat suara yang tidak berwarna itu? SALAH seorang calon perbekel Desa Panji Kecamatan Sukasada, Dewa Gede Karyawan, mengatakan Kamis
(19/9) kemarin, dirinya baru mengetahui surat suara itu berwarna hitam putih setelah mendapat informasi dari
panitia pilkel di desanya. Setelah dilihat, ternyata surat suara yang memuat foto dirinya sebagai calon perbekel itu warnanya memang hitam putih. Bahkan, cetakan foto masing-masing calon perbekel pun buram dan kurang jelas. Otomatis, cetakan surat suara yang tidak berwarna itu diprediksi akan menyulitkan pemilih mengenali calon yang akan dicoblos nanti. Cetakan surat suara dari PMD itu pun berbeda dengan foto-foto yang sudah disebarkan di media terkait sosialisasi dirinya sebagai calon perbekel. Atas kondisi ini, Karyawan khawatir ka-
lau warna surat suara hitam putih itu dapat memengaruhi perolehan suara pada pencoblosan mendatang. Pasalnya, foto yang hitam putih itu bisa saja menyulitkan pemilih mengenali calon yang akan dipilihnya. Dirinya dikasi contoh surat suara berwarna hitam putih. Padahal foto-foto yang digunakan dalam sosialisasi berwarna. Karena itu, ia memprediksi ada pengaruhnya terhadap perolehan suara. ‘’Apalagi foto calonnya itu buram. Seharusnya, pemilih sudah kenal foto surat suara calon itu dari foto-foto saat dilakukan sosialisasikan.
Karena ini warnanya hitam putih, maka saat pencoblosan bisa saja sulit dikenali,” ujarnya. Atas kondisi ini, Karyawan berharap panitia pilkel kabupaten dan panitia pilkel di desa menyikapi masalah ini. Dirinya berharap ada solusi terbaik, sehingga tidak merugikan calon perbekel yang akan bertarung. “Menurut kami fotonya berwarna, sehingga apa yang menjadi identitas pada pemilih itu, kami bisa dikenali. Hal itu akan memudahkan pemilih dan menghindari suara tidak sah karena salah coblos,” jelasnya.
Kepala Dinas PMD Buleleng Made Subur ketika dikonfirmasi mengatakan, sesuai regulasi surat suara telah ditetapkan berwarna hitam putih. Selain itu, untuk menghindari surat suara palsu, rekanan pemenang tender telah menggunakan kertas yang mudah dibedakan dengan kertas yang digunakan untuk fotokopi. Terkait kualitas cetakan, birokrat asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar itu menyebut, saat ini, PMD masih melakukan sortir dan pelipatan surat suara. Kalau ditemukan cetakan buram pada tahapan itu apalagi
robek atau kesalahan foto serta tulisan, maka PMD mewajibkan rekanan untuk mencetak surat suara pengganti. Mengapa tidak berwarna? Karena regulasi mengatur surat suara itu memang hitam putih. ‘’Sekarang kami sedang sortir dan kalau ada buram seperti dikeluhkan itu akan kita pilah. Kemudian akan dicetakkan surat pengganti kalau memang terjadi kesalahan pencetakan,” jelasnya. Di sisi lain, Subur mengatakan, seluruh surat suara untuk 79 desa yang menghelat pilkel serentak itu malah telah tercetak. (mud)
Jumat Pon, 20 September 2019
Kerap Dikeluhkan Masyarakat
Tiga Kantor Pelayanan Publik Didatangi Tim Pusat
Gianyar (Bali Post) -
Gara-gara kerap mendapat keluhan dari masyarakat, tiga kantor pelayanan publik di Pemkab Gianyar didatangi Tim Pemantauan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik dari Kedeputian Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Kamis (19/9) kemarin. Tiga kantor tersebut yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinas Dukcapil), RSUD Sanjiwani dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gianyar. Evaluator dalam Tim Pemantauan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Pandji Saputra mengatakan, pelayanan publik harus terus berbenah setiap tahunnya. “Perlu menjadi acuan untuk kabupaten/kota yang ada di Indonesia untuk segera berbenah dan mengikuti pelayanan publik sesuai dengan standar yang berlaku,” jelasnya. Pandji Saputra menambahkan, penilaian pelayanan publik yang ada di Kabupaten Gianyar sudah memasuki tahun ketiga. Kabupaten Gianyar merupakan salah satu contoh pelayanan publik dari 72 kabupaten/kota se-Indonesia. “Kabupaten yang menjadi role model pelayanan publik, setiap tahunnya dipantau dari progres pembenahan untuk menunjang dari segi aspek standar pelayanan untuk ke depannya bisa menyelenggarakan pelayanan publik yang optimal,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Gianyar Putu Gede Bayangkara mengatakan, dari penilaian tahun
lalu Dinas Dukcapil sudah terus berbenah. Di antaranya, kebijakan pelayanan publik terkait standar pelayanan sudah terisi 14 komponen, sarana prasarana sudah ditambah ruang untuk informasi dan terima berkas, termasuk sarana disabilitas, media pengaduan berupa telepon, email, kotak saran, dan terakhir SMS. Ditambahkan, standar kriteria pelayanan publik itu sendiri mengacu pada Undangundang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Ini menjadi acuan dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Dinas Dukcapil Kabupaten Gianyar. “Bagi kami, sekecil apapun keluhan masyarakat harus segera ditanggapi. Jangan sampai masyarakat mengeluh atas pelayanan yang diberikan. Apabila masyarakat puas dan benar-benar terlayani, tentu akan berimbas lancarnya program-program selanjutnya,” tegasnya. Sebelumnya, seorang warga menyampaikan protes terkait kinerja Disdukcapil Gianyar
dalam penerbitan KTP elektronik. Pasalnya, nama salah satu warga Desa Temesi, Gianyar tidak sesuai antara yang tertera dalam KTP elektronik dengan Kartu Keluarga (KK) yang dimiliki. Menyikapi keluhan ini, Bhayangkara mengaku kesalahan data pada KTP elektronik yang terbit memang sering terjadi. “Ini biasa dan memang cukup sering terjadi, namun kekeliruan tersebut bisa direvisi,” katanya. Namun atas ketidak nyamanan masyarakat itu, Bhayangkara menyampaikan permintaan maaf. Ia meminta pemilik KTP elektronik yang salah nama tersebut agar datang langsung ke Disdukcapil Gianyar, dengan membawa bukti ataupun data yang valid agar bisa langsung diperbaiki, yaitu berupa ijazah ataupun KK. “Kami selaku pelayan masyarakat tentunya tidak luput dari kekeliruan. Justru dengan adanya protes ini kita bisa membersihkan data yang tidak valid menjadi valid,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PELAYANAN - Kepala Disdukcapil Gianyar Putu Gede Bhayangkara saat menunjukkan pelayanan publik di kantornya saat didatangi tim pusat, Kamis (19/9) kemarin.
Buruh Tewas Tersetrum Listrik
Bali Post/kmb35
KORBAN - Polisi saat memeriksa jenazah korban tewas akibat tersetrum listrik, Kamis (19/9) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Seorang buruh, Utep Hidayat, tewas tersetrum listrik saat memasang kanopi di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kamis (19/9) kemarin sekitar pukul 11.00 Wita. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Sukawati, namun nyawanya tidak tertolong. Kapolsek Sukawati AKP Suryadi membenarkan kejadian seorang buruh asal Bandung kelahiran 3 Juli 1971 tewas tersetrum saat memasang kanopi. Insiden ini terjadi saat korban memasang kanopi di dekat kabel PLN tegangan tinggi. “Dia naik memasang kanopi. Waktu masang, dekat sama kabel listrik,” ujarnya.
Akibat tersetrum kabel listrik tegangan tinggi itu, korban langsung terjatuh. Usai terjatuh korban tampak lemas. Oleh beberapa saksi korban sempat dilarikan ke Puskesmas Sukawati lalu dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Sanjiwani Gianyar. “Sudah tidak tertolong. Korban meninggal di tempat kejadian,” jelas Suryadi. Sementara itu, jenazah korban saat ini dititipkan di ruang jenazah RS Sanjiwani Gianyar sembari menunggu pihak keluarga korban datang. Suryadi menambahkan, kasus tersetrum listrik sudah beberapa kali terjadi. “Kasus ini murni kecelakaan kerja,” katanya.
Mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, kata Suryadi pihaknya sudah pernah berkoordinasi dengan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN). “Imbauan dari PLN, supaya bangunan menjauh dari kabel atau instalasi listrik, demi keselamatan,” tegasnya. Secara terpisah, petugas PLN Bali Timur, Dony, turut menangapi terkait insiden buruh tewas akibat tersetrum. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak bekerja di dekat kabel listrik. “Kami sudah berulang kali melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak membangun atau bekerja di dekat kabel listrik karena sangat berbahaya,” ujarnya. (kmb35)
Bahas Regulasi dan ”Safety”
Pemkab Kumpulkan Pengelola Wisata ”Swing” Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar mengumpulkan puluhan pengusaha wisata swing (ayunan) di Aula Kantor Dinas Sosial, Kamis (19/9) kemarin. Mereka diajak membahas terkait regulasi dan safety untuk wisata aktivitas yang sedang digandrungi wisatawan ini. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kepala Satpol PP Kabupaten Gianyar I Made Watha mengatakan, saat ini objek wisata swing berkembang pesat di Kabupaten Gianyar, khususnya di Kecamatan Tegallalang. Bahkan di satu kecamatan itu jumlahnya mencapai 30 lokasi. Kecuali Kecamatan Gianyar yang belum ada, kecamatan lainnya tersebar merata antara dua sampai empat lokasi wisata swing. “Jumlah yang kita data sementara sudah ada 45 objek wisata swing yang ada di Kabupaten Gianyar,” ujarnya. Watha menambahkan, jumlah itu dihimpun berdasarkan inspeksi rutin yang dilakukan personel Satpol PP ke sejumlah objek wisata yang menyediakan fasilitas swing. Namun pesatnya perkembangan dan daya pikat wisata rekreasi ini berbanding terbalik dengan keberadaan payung hukum yang mengatur. “Sampai saat ini memang belum ada regulasi yang mengatur wisata swing yang memacu adrenalin wisatawan ini,” katanya. Watha juga mewanti-wanti agar wisata swing yang mengangkat kearifan lokal ayunan ini aman dan nyaman bagi wisatawan. “Kami dari Pemkab akan memayungi. Sebelum regulasinya keluar, mari kita berkomitmen. Kami tidak membabi-buta menertibkan. Kalau hal ini positif, kami mendorong. Apalagi pariwisata Gianyar sudah dikenal bernilai positif. Komitmen kami dengan pengelola, mohon keamanan dan kenyamanan wisatawan dijaga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar A.A. Gde Putra yang ikut serta dalam rapat mengaku baru akan belajar tentang regulasi swing ke Kabupaten Badung. Sebab, saat ini Badung yang punya rancangan regulasi tersebut, meski masih diverifikasi oleh Pemerintah Provinsi Bali. “Sejatinya di Indonesia belum ada regulasi tentang swing. Tapi kami di Gianyar berupaya segera akan belajar dan meniru Badung. Tujuannya, tentu demi kenyamanan dan keamanan wisatawan saat berwisata di Gianyar, khususnya penikmat swing,” jelasnya. Putra menambahkan, regulasi terkait swing di Kabupaten Badung masih dalam tahap verifikasi. Swing masuk dalam jenis atraksi wisata minat khusus. “Kami targetkan regulasi tersebut sudah clear tahun 2020,” terangnya. Sembari menunggu regulasi itu, kata Putra pihaknya
meminta para pengelola usaha swing taat dengan SOP yang selama ini diterapkan. “Jangan sampai terulang kembali kejadian menggenaskan pada atraksi swing. Aturan main harus
ditaati, ketika ada musibah harus bertanggung jawab,” tegasnya. Kadisparda yang baru menjabat beberapa bulan ini menegaskan, terkait keamanan dan kenyamanan wi-
satawan, pihaknya meminta pengelola usaha agar menerapkan SOP dan menyediakan asuransi bagi wisatawan. “Tidak cukup hanya SOP saja, regulasinya ke depan harus jelas,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
DIKUMPULKAN - Pengelola wisata swing dikumpulkan di Aula Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, Kamis (19/9) kemarin.
Dipergoki Warga, Upaya Bunuh Diri AP Gagal Gianyar (Bali Post) Upaya bunuh diri dilakukan AP, Rabu (18/9) malam. Pria berusia 43 tahun ini ditemukan tidak sadarkan diri di Pantai Lebih Desa Lebih. Untungnya aksi nekat itu berhasil digagalkan lantaran cepat tepergok warga setempat. Lantaran tidak sadarkan diri, korban langsung dibawa ke RSUD Sanjiwani. Awalnya sejumlah warga dikejutkan dengan sosok pria yang tergeletak di pinggir pantai, Rabu malam sekitar pukul 22.00 Wita. Kala itu AP tidak sadarkan diri dengan tubuh penuh pasir dan basah kena deburan ombak. Tubuhnya telentang tepat di sebelah timur palinggih Padmasana di kawasan Pantai Lebih. Warga setempat sempat mengira korban sudah meninggal. Warga lantas memanggil petugas Balawista. “Kejadiannya sekitar pukul 22.00 Wita. Ada pengunjung melihat orang telentang tidak sadarkan diri berpakaian adat di pantai,” jelas anggota Balawista Gianyar I Ketut Mardiana, Kamis (19/9) kemarin. Selanjutnya, petugas Balawista langsung mengevakuasi tubuh korban. Saat diangkat, korban dalam kondisi lemas, berlumuran pasir dan masih bernapas. Selanjutnya korban dibawa ke UGD RSUD Sanjiwani Gianyar dengan mobil pick-up. “Setelah mendapatkan perawatan, korban sudah sadar tetapi belum bisa dimintai keterangan,” kata Mardiana. Menurut Mardiana, di sekitar lokasi kejadian petugas juga menemukan sepasang sepatu, helm hitam, tas gendong hitam, dompet berisikan SIM C dan uang tunai Rp 356 ribu, serta sepeda motor Yamaha Xion dengan nomor polisi DK 6737 LX. Belum jelas apa motif percobaan bunuh diri itu, terlebih korban belum bisa diajak berkomunikasi. Sementara informasi lain menyebutkan, aksi bunuh diri juga pernah dilakukan AP pada 2014. Saat itu aksi bunuh diri dilakukan dengan menyayat urat nadi menggunakan pisau serta meminum cairan pembersih logam. Namun upaya itu juga gagal, lantaran aksi tersebut dipergoki warga. Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Gianyar Kompol I Ketut Suastika mengatakan korban sudah sadarkan diri setelah mendapat perawatan di RSUD Sanjiwani. Namun hingga kini pihaknya belum bisa berkomunikasi dengan korban. “Kondisinya sudah sadarkan diri, namum belum bisa ditanya dan belum mau ngomong,” ujarnya. Humas RSUD Sanjiwani Gianyar I.B. Punarbhawa mengatakan, korban sudah mendapat penanganan. Dijelaskan, pihaknya menerima pasien tersebut sekitar pukul 23.20 Wita. “Langsung ke IGD dalam kondisi basah dan berpasir, dalam keadaan sadar dan bisa buka mata,” jelasnya. Setelah mendapatkan penanganan di IGD, pasien selanjutnya dipindahkan ke ruang perawatan. Hingga Kamis sore kemarin, kondisi korban masih dalam pengaruh obat penenang. “Pasiennya masih agak mengantuk karena tadi malam disuntik obat penenang. Sudah mau makan minum,” tegasnya. (kmb35)
Jumat Pon, 20 September 2019
Muncul Spanduk dan Poster Reformasi Agraria Negara (Bali Post) Sejumlah pengguna jalan di Gilimanuk, Kamis (19/9) kemarin dikejutkan adanya poster dan spanduk yang terpasang di pinggir jalan. Poster karikatur serta berisi tulisan itu menggambarkan Hari Tani dan Sertifikat Agraria. Dalam spanduk yang terbentang di pinggir jalan di sebelah terminal lama Gilimanuk itu, bertuliskan “Sertifikat Agraria untuk Masyarakat Gilimanuk yang Adil dan Lestari, Menuju Kedaulatan Agraria sesuai Perpres Nomor 86/2018 tentang Reforma Agraria”. Sementara dalam lukisan yang berukuran lebih kecil terpasang di dekatnya berisi karikatur dan tulisan. Selain gambar dua orang, juga berisi tulisan kontrak politik, apabila terpilih menjadi bupati dan wakil bupati maka akan mengurus sertifikat.
Di bawahnya tertanda calon bupati dan wakil bupati dan rakyat Gilimanuk. Tetapi tidak jelas dalam lukisan dan spanduk ini siapa yang membuat. Meskipun begitu, spanduk ini cukup menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas. Apalagi, jalan tersebut merupakan jalur utama jalan keluar dari Pelabuhan Gilimanuk. Sedikitnya ada dua lukisan yang terpasang di pinggir jalan selain spanduk dan semuanya berkaitan. Selama ini masyarakat di Gilimanuk tinggal berdasarkan sertifikat hak pengelolaan lahan (HPL). (kmb26) SPANDUK – Spanduk terkait Hari Tani dan Reformasi Agraria dengan mencantumkan Gilimanuk terpasang di salah satu sudut pinggir jalan di Gilimanuk kemarin.
Bursa Cabup dan Cawabup dari PDI-P
SOSOK Atasi Sampah PEMERINTAH Kabupaten Jembrana sampai saat ini telah melakukan berbagai upaya dan cara untuk mengatasi persoalan sampah. Namun fakta di lapangan masih saja sampah-sampah yang diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) membludak. Dari data yang ada di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jembrana, dalam setiap harinya timbunan sampah dari seluruh kecamatan di Kabupaten Jembrana mencapai 228 ton. Dari jumlah itu sebanyak 50 ton yang ditangani, sedangkan 178 ton belum tertangani. Selain itu, kebocoran sampahsampah plastik ke laut juga tidak bisa terhindarkan. Jika tidak segera dilakukan langkah-langkah kongkret apalagi Bali telah mendengung-dengungkan sebagai daerah dengan slogan Bali Resik yang terbebas dari sampah plastik akan sia-sia. Keseriusan Bupati I Putu Artha untuk berperang menghadapi persoalan sampah ini terus-menerus dilakukan. Artha menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jembrana sampai saat ini telah melakukan berbagai langkah dan upaya agar sampahsampah terutama dari limbah plastik bisa diminimalisir. “Memang sampah selalu menjadi persoalan kita, namun kami telah melakukan upaya sejak lama dengan memberikan pembinaan, bimbingan termasuk desadesa agar mengalokasikan anggaran setiap desa antara Rp 200-300 juta,” tegasnya di selasela menerima rombongan dari Program Bali Parthership Jakarta. Bupati juga menyambut baik ada pihak-pihak yang berkontribusi dalam mengatasi sampah. (olo)
Berkas Pengedar Narkoba Dilimpahkan ke Kejaksaan Negara (Bali Post) Berkas tersangka kasus narkoba asal Kelurahan Gilimanuk, I Kadek Suparta alias Tuyul (42), dilimpahkan ke Kejari Jembrana oleh penyidik Sat. Resnarkoba Polres Jembrana, Kamis (19/9) kemarin. Selain menahan tersangka hingga nantinya proses persidangan, jaksa juga menerima berkas dan barang bukti (BB) berupa sabu-sabu seberat kurang dari satu gram. “Berkas sudah lengkap dan pelimpahan tahap II sudah kami terima tadi,” ujar Kasipidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan saat dikonfirmasi wartawan. Suparta alias Tuyul ini sebelumnya dibekuk jajaran Sat. Resnarkoba Polres Jembrana di rumahnya di Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, pada (23/8) lalu. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan BB sabu-sabu 0,64 gram dari dalam lemari tersangka. Dari penggeledahan, polisi juga mendapati timbangan elektrik di rumah tersangka. Dari bukti tersebut, diduga pelaku merupakan pengedar. Oleh polisi, tersangka dijerat dengan pasal 114 atau 112 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Setelah menerima berkas tahap II tersebut, pihaknya juga telah menunjuk jaksa penuntut umum (JPU) untuk nantinya melakukan pembuktian dalam persidangan. Dalam waktu dekat, berkas ini segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) untuk mendapat jadwal sidang. Saat tersangka digerebek di rumahnya pada Selasa (23/8) lalu, polisi juga mengamankan dua buah plastik klip berisi sabu. Selain itu petugas juga mengamankan BB dua buah bong dari botol bekas minuman bersoda dan botol kaca, korek api dan timbangan digital. Penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat. Dan dari pengakuan sebelumnya, tersangka membeli sabu dari Banyuwangi kemudian dipecah menjadi bagian kecil. (kmb26)
I Gede Gatot Hariawan
Bali Post/kmb26
Bali Post/kmb26
Empat Orang Ambil Formulir Tiga Mengembalikan Negara (Bali Post) – Empat orang mengambil formulir penjaringan calon Bupati dan Wakil Bupati Jembrana dari PDI Perjuangan. Hingga Rabu (18/9) malam saat penutupan, dari empat yang mengambil formulir untuk meramaikan bursa di internail PDI-P, tiga orang yang sudah mengembalikan formulir. Semuanya, baik formulir calon bupati (cabup) maupun calon wakil bupati (cawabup) merupakan kader internal di PDI-P Jembrana. Empat orang yang mengambil formulir itu, di antaranya I Made Kembang Hartawan (Ketua DPC PDI-P Jembrana), Ida Bagus Susrama (Wakil Ketua DPC Bidang Politik), I Ketut Suastika (Sekretaris PAC Melaya), dan Dewa Putu Mertayasa (Sekretaris PAC Negara). Sekretaris DPC PDI-P Jembrana Ni Made Sri Sutharmi dikonfirmasi, Kamis (19/9) kemarin mengatakan, penjaringan yang dilakukan secara tertutup (internal) sesuai PP Partai, sejak dimulai pada 6 September lalu hingga penutupan Rabu (18/9) malam, ada empat orang yang mengambil formulir. Mereka dari kalangan pengurus DPC dan PAC. Tetapi dari keempatnya, tiga orang yang sudah mengembalikan. Untuk formulir cabup, I Made Kembang Hartawan dan Ida Bagus Susrama. Formulir cawabup I Dewa Putu Mertayasa. Sedangkan satu formulir cawabup yang diambil I Ketut Suastika tidak dikembalikan. “Tadi malam terakhir kita verifikasi dan hari ini tiga nama itu kita serahkan ke DPD PDI-P Bali,” ujar Sutharmi. Menurutnya pelaksanaan penjaringan ini ada dua, yakni tertutup dan terbuka. Untuk di Jembrana, di tahapan ini diterapkan secara
tertutup atau internal. Selanjutnya setelah berkas formulir ini diserahkan ke DPD PDI-P Bali, akan diteruskan ke DPP PDI-P Pusat. Apakah ada dibuka pendaftaran secara terbuka? Sutharmi mengaku masih menunggu petunjuk lebih lanjut. Kembang Hartawan ditemui terpisah membenarkan dirinya telah mengambil formulir untuk cabup dan sudah mengembalikannya. Kembang yang saat ini menjabat Wakil Bupati Jembrana ini mengaku mengikuti mekanisme yang ditetapkan partai. Sementara I Ketut Suastika membenarkan telah mengambil formulir calon wakil bupati beberapa waktu lalu atas dorongan dari kader-kader di Melaya. Tetapi diakuinya ia belum sempat mengembalikan karena keterbatasan waktu. “Belum sempat saya kembalikan, tetapi kalau ada waktu perpanjangan saya kembalikan,” ujar kader PDI-P asal Tuwed, Melaya ini. (kmb26)
Ni Made Sri Sutharmi
Bali Post/kmb26
Festival Jegog Diharapkan Tampilkan Berbagai Genre Negara (Bali Post) – Sejumlah masukan diutarakan terkait pelaksanaan Festival Jegog yang diselenggarakan pada Oktober mendatang. Salah satunya menampilkan berbagai versi penampilan Jegog mulai dari tabuh klasik hingga Jegog eksperimental memadukan dengan alat musik modern. Hal tersebut disampaikan saat diskusi pariwisata yang bertajuk “Menyuarakan Jembrana Melalui Jegog di Gedung Mendopo Kesari”, Kamis (19/9) kemarin. Dalam diskusi yang dihadiri Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan itu terungkap berbagai masukan. Salah satu praktisi pariwisata asal Jembrana I Putu Wiraguna menyoroti pentingnya masterplan dalam acara tersebut. Menurutnya berbagai hal yang akan dikerjakan tidak mungkin bisa dikerjakan oleh pemkab saja, namun harus ada pihak lain yang ikut dilibatkan. “Namun yang terpenting adalah apa yang dilakukan setelah diskusi dan usulan ini. Action plan tentunya sangat penting untuk event tersebut” ucapnya. Sementara itu Wayan Gama dari Komunitas Sekaa Jegog Jembrana mengusulkan agar menampilkan berbagai versi jegog yang ada di Jembrana. Mulai jegog versi Genyor yang mengutamakan tabuh klasik, versi Suprig yang di kolaborasikan dengan pencak silat, kemudian versi Jayus yang difungsikan sebagai pengiring drama gong dan versi tari kreasi oleh Pekak Jegog kemudian Jegog eksperimental yang dipadukan dengan alat musik modern atau yang kekinian. Hal senada juga disampaikan oleh I Gede Yogi Sukawiadnyana, seorang composer muda musik jegog eksperimental. “Perlunya penampilan genre baru musik jegog pada festival tersebut dan yang terpenting menurutnya adalah penentuan konsep acara festival apakah berbentuk formal ataukah sepeti festival anak muda sekarang,” imbuh pemuda asal Ekasari ini. Sejumlah budayawan, seniman jegog, praktisi pariwisata juga dilibatkan bertujuan mencari konsep terbaik untuk pelaksanaan Festival Jegog di bulan Oktober. Wabup Kembang pada kesempatan tersebut menyampaikan, setelah event Mekepung Gubernur Cup (Juli lalu), Bapak Gubernur
Bali Post/kmb26
DISKUSI – Diskusi yang diikuti sejumlah seniman, praktisi pariwisata dan budayawan terkait Festival Jegog yang akan digelar Oktober mendatang. Wayan Koster menyampaikan agar dua budaya khas Jembrana yaitu Mekepung dan Jegog harus dikemas dengan baik dalam bentuk festival dan dijadikan ikon. “Saya berharap dari diskusi kecil
ini melahirkan sesuatu yang besar, beri masukan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk menyempurnakan lagi rancangan awal yang sudah dilakukan” ucapnya. (kmb26)
Jumat Pon, 20 September 2019
Dewan Turun ke Galian Tempat Tewasnya Dua Pekerja
Minta Keamanan Kerja Lebih Diperhatikan
Bali Post/kmb41
TINJAU GALIAN - Anggota Dewan dari Komisi III saat meninjau lokasi galian yang menewaskan dua pekerja beberapa hari lalu.
PASCADUA pekerja tewas akibat tertimbun material galian di Banjar Dinas Geliang, Desa Pempatan, Rendang, Karangasem beberapa hari lalu, anggota Dewan dari Komisi III melakukan peninjauan ke lokasi kejadian. Longsoran tanah di lokasi galian itu sempat memakan dua korban jiwa sebelumnya. Dari aksi turun ke lapangan itu, dewan meminta ke depannya kepada pemilik galian I Ketut Giri agar lebih memerhatikan faktor keselamatan pekerjanya. Keselamatan pekerja itu penting agar peristiwa itu tidak terulang kembali. Di sela-sela peninjauan, Ketua Komisi III DPRD Karangasem I Wayan Sunarta mengatakan, pihaknya bersama anggota dewan lainnya turun meninjau lokasi galian itu. Alasannya, sebelumnya sempat ada dua korban jiwa akibat ditimbun longsoran tebing di tempat galian itu.
“Untuk menghindari makan korban jiwa lagi, kita minta kepada pemilik usaha galian itu supaya bisa lebih memerhatikan faktor keselamatan pekerjanya. Jangan sampai terjadi yang kedua lagi. Termasuk perizinan juga supaya segera diselesaikan,” ujarnya. Sunarta menambahkan, di tengah kondisi PAD yang menurun dari sektor galian C, sejatinya Pemkab Karangasem bisa memungut pajak dari semua usaha galian C yang ada di Bumi Lahar ini. Bila ada galian C yang belum berizin, seandainya ditutup kasihan. Sebab, banyak masyarakat yang mengadu nasib untuk memenuhi kebutuhan hidup dari sektor itu. Perbekel Desa Pempatan I Nengah Suta menjelaskan nyaris sekitar 60 persen warga Desa Pempatan menggantungkan hidupnya dari hasil penambangan pasir itu.
Sebagian warga ada yang membuat batako menggunakan pasir. “Pasir di sini memang tidak sebagus di timur (Selat - red). Jadi, ketika hendak membuat batako, pasir dari sini masih harus dicampur pasir dari Timur Selat, Bebandem, Kubu,” katanya. Pemilik galian, I Ketut Giri, menjelaskan galian pasir di sini tidak ada yang dijual ke luar Desa Pempatan. Semua pasir yang didapat dari sini dipergunakan untuk mencetak batako. Terkait, ada dua korban meninggal, sudah diselesaikan dengan prosesi niskala atau spiritual selayaknya oleh pihak keluarganya. Keluarganya tidak ada yang menuntut, karena hal itu dianggap suatu musibah yang tidak bisa dielakkan oleh siapa pun. “Terkait perizinan, sudah setahun ini diurus. Sekarang masih dalam proses penyelesaian izin,” tegasnya. (ad643)
Kursi Kadis Dukcapil Diincar 11 Pimpinan OPD Amlapura (Bali Post) Sebelas pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karangasem mengikuti tes wawancara. Tes wawancara itu tujuannya untuk merekrut pejabat yang akan menduduki kursi Kepala Disduckapil. Tes wawancara berlangsung di Kantor BKSDM, Kamis (19/9) kemarin. Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Karangasem I Gusti Made Rinceg mengungkapkan, ada sebelas pimpinan OPD yang mengikuti tes wawancara. Mereka memperebutkan kursi Kepala Disdukcapil. Menurutnya, kesebelas pimpinan OPD itu, yakni Kepala OPD Inspektorat Daerah, Kadis Pertanian, Kadis Perikanan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, Kadis Kebudayaan, Kadis Perhubungan, Kadis Ketenagakerjaan, Kadis Sosial, Kadis Kesehatan, Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, dan Sekretaris DPRD Karangasem. Rinceg menambahkan, kriteria peserta bisa lolos tes wawancara ini memang diharapkan harus paham administrasi kependudukan. Karena ini merupakan paramater kunci atau dasar yang
nantinya menjadi penilaian tertinggi panitia seleksi. Bagi peserta yang tidak paham tentang kependudukan, minimal pernah tugas di Kantor Camat, Kependudukan, dan Disdukcapil. “Intinya peserta yang pernah menangani masalah kependudukan,” ujarnya. Namun, karena hal itu terkait manajemen kepemimpinan kata Rinceg, jadi tidak menutup kemungkinan dari unsur nonkependudukan. Hasil seleksi juga menjadi bagian penting memenangkan kursi itu. Contohnya, Kadis Pendidikan itu, hasil seleksinya bagus. Kendati belum pernah bertugas di kantor camat, dan belum juga pernah di tempat yang menangani kependudukan, namun yang bersangkutan bisa saja diajukan. Tim yang memberikan tes wawancara itu merupakan akademisi dari Undiknas. ‘’Jadi, orang-orang yang memberikan tes itu dari tokoh-tokoh ahli alias profesional,” katanya. Setelah tes wawancara itu selesai, selanjutnya urusan rotasi dan mutasi itu, sepenuhnya menjadi kewenangan pansel. Jadi, PPK, tinggal melanjutkan hasil pansel saja. Kalau terkait promosi maka kewenangannya ada pada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sudah tentu Kepala Daerah alias Bupati. ”Nantinya, nama yang diajukan itu akan kita tembuskan ke Mendagri,” tegas Rinceg. (kmb41)
Bali Post/kmb41
DITITIPKAN DI POLRES - Petugas kepolisian menggiring pelaku untuk keperluan menyidikan sementara dititipkan ke Polres Karangasem, Kamis (19/9) kemarin.
Curi Uang Ni Luh Sari Rp 7,5 Juta
Prayoga Akhirnya Dibekuk Polisi
Amlapura (Bali Post) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Karangasem berhasil membekuk I Komang Merta Prayoga setelah mencuri uang Ni Luh Sari Rp 7.500.000 di kos-kosan di Jalan Tunjung Biru, Lingkungan Kertasari, Kelurahan Padangkerta, Rabu (18/9) lalu. Pemuda asal Lingkungan Pangi, Kelurahan Karangasem itu kini dititipkan di Polres Karangasem untuk menjalani hukuman atas perbuatannya tersebut.
I Gusti Made Rinceg
Bali Post/kmb41
Kanit Reskrim Polsek Karangasem Iptu I Wayan Gede Wirya, Kamis (19/9) kemarin mengungkapkan, awalnya aparat menerima
laporan adanya kasus pencurian Rabu (18/9) sekitar pukul 21.00 Wita. Korban sendiri yakni Ni Luh Sari melaporkan uang sebesar Rp 7,5 juta dicuri
di kamar kosnya. Menerima laporan itu, pihaknya bersama tim langsung bergerak ke lokasi kejadian guna melakukan olah TKP. “Saat itu, hanya ada tiga orang termasuk korban. Kemudian kami langsung interogasi ketiganya. Dari hasil interogasi, kami mencurigai I Komang Merta Prayoga yang kebetulan kos di sebelah kamar korban,” ujarnya. Karena curiga dengan Merta Prayoga, kata Wirya, petugas akhirnya melakukan
interogasi kepada Prayoga. Setelah terus ditanya secara mendetail, pelaku akhirnya mengakui kalau dirinya yang melakukan aksi pencurian itu di kamar kos-kosan yang ditempati Ni Luh Sari. “Pelaku melakukan aksi pencurian itu setelah korban keluar jalan-jalan ke objek Wisata Taman Ujung melihat Festival Kelapa International. Pelaku membuka pintu kamar dengan cara mendobrak pintu kamar kos saat kos-kosan yang ditempati Ni Luh Sari
itu sepi,” katanya. Kemudian dari tangan pelaku, pihaknya mengamankan uang hasil curian itu sebesar Rp 7.450.000. Uang Rp 50.000 telah dipergunakan pelaku untuk membeli rokok dan juga makanan. “Uang hasil curian itu setengahnya ditaruh di saku celana. Kemudian setengahnya lagi disembunyikan di warung makan lalapan di dekat kos-kosan. Kebetulan warung itu kosong,” tegas Wirya. (kmb41)
Agar Karya Sastra Adiluhung Tercipta
Dibentuk Komunitas Literasi Karangasem Agar tercipta karya-karya sastra yang adiluhung, dibentuk Komunitas Literasi Karangasem (KLK), Kamis (19/9) kemarin. Pembentukan KLK itu bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan dan juga Bulan Gemar Membaca 2019. Pembentukan itu diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka). Lalu, apakah yang diharapkan dari berbagai pihak atas pembentukan Komunitas Literasi Karangasem itu? KEPALA Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Karangasem I Wayan Astika mengatakan, pembentukan Komunitas Literasi Kabupaten ini, baru pertama kali diwujudkan di Bumi Lahar. Komunitas itu berfungsi
memberikan ruang bagi penggiat-penggiat literasi dari berbagai profesi untuk berkreativitas konstruktif di bidang sastra. Dengan terbentuknya KLK itu, maka diharapkan generasi muda berkarya dan juga melaku-
kan inovasi-inovasi kreatif. Penting, anak anak muda itu diakomodasi di KLK, agar mampu dibangun lebih optimal literasi-literasi muda yang dapat menghasilkan produk karya-karya sastra adiluhung di Karangasem. “Kami harap penghobi literasi di Karangasem dapat bergabung dalam komunitas yang baru dibangun ini. Ke depannya, mereka bisa memanfaatkan Perpustakaan Karangasem ini untuk berkarya lebih produktif dari bidang literasi agar karyakaryanya dapat disumbangkan untuk generasi muda di Bumi Lahar ini,” katanya. Ketua KLK I Made Gegeng mengharapkan selaku
ketua KLK, pihaknya akan berusaha optimal mendata penggiat-penggiat literasi itu. Pihaknya senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong mereka berekspresi agar kegiatan literasi di Kabupaten Karangasem lebih semarak. “Kami harap, hadirnya KLK itu dapat dijadikan sebagai wadah membangkitkan penggiat literasi, sehingga masyarakat Karangasem khususnya dapat lebih mengenal, memproduksi karya-karya sekaligus mendorong bakatbakat potensial sastrawan di Karangasem agar lebih maju dan produktif,” harapnya. (nan)
Bali Post/kmb41
KETUA KLK - I Made Regeg (pakai kacamata) menjadi Ketua Komunitas Literasi Karangasem.
Jumat Pon, 20 September 2019
SOSOK Tetap Tampilkan Rejang NUSA Penida Festival (NPF) tahun 2019 dipastikan akan digelar 5 Oktober nanti. Namun, kabar adanya pelarangan untuk mementaskan tarian yang bersifat sakral, langsung membuat pihak panitia mereview kembali seluruh susunan acaranya. Sebab, sesuai rencana panitia memang akan menampilkan tari Rejang Renteng secara massal saat acara pembukaan di Banjar Nyuh, Nusa Penida. Namun, panitia setempat menegaskan tari Rejang Renteng tetap akan dipentaskan secara massal. Demikian disampaikan Panitia Seksi Acara Nyoman Widana saat ditemui, Kamis (19/9) kemarin. Tokoh masyarakat Nusa Penida ini menegaskan tarian ini tetap dipentaskan, meskipun adanya keputusan bersama PHDI, Majelis Desa Adat, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, terkait larangan pementasan tari sakral di luar kepentingan upacara agama. Sebab, pementasan tari Rejang Renteng tersebut dimaksudkan bukan sekadar gagah-gagahan untuk mencari rekor Muri. Tetapi, memang dipersiapkan untuk mengiringi ritual pakelem yang kebetulan dilaksanakan saat pembukaan Nusa Penida Festival. Jadi, dia menegaskan konteks tarian ini nantinya tetaplah berkaitan dengan upacara keagamaan. “Dalam ritual pakelem, biasanya selalu diiringi tari Rejang, hanya dalam konteks NPF jumlah penarinya banyak. Tujuannya untuk mengharmonisasi alam, sehingga masyarakat selamat. Jadi, ini berkaitan dengan ritual keagamaan,” tegasnya. Menurut Widana, dalam kaitan dengan NPF, tentu tarian ini bersifat sakral. Namun, sakral atau tidaknya sebuah tarian jangan dilihat dari jumlah penarinya, kapan dan di mana dipentaskan. Tetapi, lebih jauh dari itu. Yakni sakralnya sebuah tarian adalah karena makna dan tujuan tarian tersebut. (gik)
Di Porprov Bali
Febriantari Catat Rekor Empat Kali Raih Emas Semarapura (Bali Post) Ajang Porprov Bali menjadi panggung bagi Ni Kadek Suria Febriantari. Dalam empat ajang terakhir, dia mampu tampil konsisten meraih emas pada cabang olahraga taekwondo. Terakhir, medali emas dia raih dalam ajang Porprov Bali di Tabanan. Kini, dia berhasil mencatat rekor sebagai atlet yang mampu menjaga konsistensi meraih mendali emas tanpa jeda sebanyak empat kali. Febriantari lahir serba keterbatasan. Ia lahir di tengah keluarga kurang mampu, dari pasutri Nengah Simpen, seorang buruh angkut di Pasar Galiran dan Ketut Margi, seorang pedagang serombotan di pasar terbesar di Bali Timur tersebut. Alumni Universitas Ngurah Rai tahun 2018 ini mengaku sangat bersyukur dapat mempertahankan prestasi. Menurutnya, ini tidak mudah. Butuh latihan keras dan ketenangan. Ajang Porprov di Tabanan menjadi emas ke empat. Sebelumnya, emas pada cabang olahraga yang sama juga diraih saat Porprov di Denpasar tahun 2013, Porprov di Buleleng tahun 2015 dan Porprov di Gianyar tahun 2017. Alumni SMKN 1 Klungkung tahun 2014 ini menjadi satu-satunya atlet di Klungkung yang mampu menjaga konsistensinya. “Capaian ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Baik orangtua, serta bapak angkat saya Komang Suprapta di bidang olahraga yang saya tekuni
ini, serta teman-teman lainnya di lingkungan kerja, Sekretariat Setda Pemda Klungkung,” ujarnya, Kamis (19/9) kemarin. Menurut pelatih dan sekaligus sebagai bapak angkatnya, Komang Suprapta, Febriantari diakui memang diasuh dengan pola yang berbeda. Ini sejalan dengan niat Febriantari yang sangat tinggi untuk terus berprestasi. Menurut pegiat olahraga asal Desa Besan ini, anak didiknya tidak hanya berkiprah di Porprov Bali, tetapi juga dia dukung hingga ke level nasional. Febriantari pernah mengikuti Pra-PON 2015 di Jakarta dan berhasil meraih medali perak. Sedangkan pada event UPIchallenge 2018 yang diselenggarakan di Bandung, juga berhasil menyabet emas. Karena prestasinya, Pemkab Klungkung memberikan apresiasi menjadikan Febrianti sebagai pegawai kontrak. “Febriantari juga mampu lolos mengikuti PON tahun 2020 yang akan digelar di Papua. Saya berharap akan muncul lagi atlet seperti Febriantari lainnya bagi Klungkung,” tegas guru olahraga ini. Ketua KONI Klungkung Wayan Subamia meminta Febriantari tetap mampu konsisten dan terus mengasah kemampuan diri, agar mampu berprestasi ke level yang lebih tinggi. Dia berharap ini menjadi motivasi bagi atlet lainnya di seluruh cabang olahraga untuk berprestasi. (kmb31)
Bali Post/kmb31
TANDING - Febriantari (tengah) usai bertanding di Porprov Tabanan.
EKSEKUSI - Petugas saat memasang papan eksekusi di lahan di eks galian C yang berlokasi di Desa Tangkas.
Bali Post/kmb31
Eksekusi Tahap Kedua
Lagi, Jaksa Rampas 3,5 Hektar Aset Tanah Mantan Bupati Candra Semarapura (Bali Post) Setelah berkekuatan hukum tetap (inkracht), Kejari Klungkung melakukan eksekusi 53 items aset mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra. Bahkan untuk menuntaskan eksekusi atas perkara korupsi dan TPPU itu, Kamis (19/9) kemarin, jaksa kembali melanjutkan proses eksekusi perampasan aset terpidana kasus korupsi, gratifikasi dan TPPU. Aset yang disasar dalam perampasan tahap dua ini adalah aset tanah di areal di eks galian C Desa Tangkas, Klungkung, Kamis (19/9) kemarin. Aset tanah ini terbagi-bagi ke dalam luasan berbeda dalam 23 petak tanah. Total luas aset tanah yang dirampas negara di lokasi ini mencapai sekitar 3,5 hektar. Dalam proses penyitaan, petugas Kejari Klungkung didampingi jajaran kepolisian dari Polres Klungkung. Bahkan, Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana turut turun tangan untuk memastikan proses penyitaan aset yang berkaitan dengan kasus mantan Bupati Klungkung dua periode itu berjalan lancar. Polisi yang dilibatkan sekitar 74 personel, dan bersenjata lengkap. Kajari Klungkung Otto Sompotan juga ikut bersama tim eksekutor turun ke lapangan mengecek satu per satu lahan sengketa, dan memastikan papan penyitaan terpasang di lokasi. Selain kejaksaan dan kepolisian, pihak BPN (Badan
Pertanahan Nasional) juga ikut turun ke lokasi. Kepala Seksi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan BPN Klungkung Yudha Setiawan mengatakan, lahan setiap petak tanah aset milik mantan Bupati Klungkung Wayan Candra, luasnya berbeda-beda. Ada yang hanya dua are, 10 are hingga yang terluas tiga hektar. Total asetnya berupa tanah yang tersita seluas sekitar 3,5 hektar. Sebelum pada tindakan penyitaan, dia mengatakan ada sejumlah kesulitan yang dilalui BPN. Sebab, sejumlah bidang aset tanah ini masih mengacu pada sistem kepemilikan lama, yakni menggunakan pipil.
BPN dikatakan harus melakukan koordinasi lebih dulu dengan warga yang tercantum dalam pipil, untuk menentukan titik-titik batas tanah setiap bidang. Setelah ada kesepakatan dengan warga, BPN menuangkannya ke dalam Berita Acara Kesepakatan, sehingga objek aset tanahnya terindentifikasi di lokasi. Setelah memastikan lokasi objeknya, baru kemudian disusun ulang. “Jadi, butuh sedikit waktu untuk melakukan penataan lagi. Bentuknya tidak ada yang prioritas. Tetapi, karena ini mengenai aset luasannya tentu harus dipastikan,” katanya. Kasi Pidsus Kejari Klung-
kung, Kadek Wira Atmaja menambahkan, total ada 53 aset Candra yang sudah diputuskan dirampas untuk negara, baik berupa bangunan maupun aset tanah. Dari jumlah itu, 10 bidang di antaranya sudah dieksekusi lebih dulu pada proses perampasan tahap pertama, beberapa bulan lalu. Daftar aset yang masuk dalam rampasan negara tahap pertama, antara lain, ada di Desa Bunga Mekar seluas 9.450 meter persegi, di Desa Desa Ped seluas 10.000 meter persegi, di Desa Tojan seluas 850 meter persegi, di Desa Dawan Kaler seluas 14.200 meter persegi, Puri Cempaka (tanah dan bangunannya) di Desa Gunaksa, aset tanah dan bangunan di Kelurahan Dauh Puri Denpasar Barat seluas 35 meter persegi, aset lainnya di Kelurahan Dauh Puri Denpasar Barat seluas 12 meter persegi, aset di Kelurahan Dauh Puri Kauh Denpasar Barat seluas 47 meter persegi, dan di Kelurahan Tonja Denpasar Timur seluas 200 meter persegi. Ada juga di
Seminyak, Badung seluas 87 meter persegi. “Hasil eksekusinya sudah diserahkan ke Bagian Pembinaan untuk dilelang. Setelah proses itu, ada 41 bidang tanah lagi yang sudah teridentifikasi. Dari jumlah itu, baru sebanyak 23 bidang lagi, yang dilakukan proses perampasan tahap dua ini. Semua lokasinya di eks galian C ini,” tegasnya. Sebelumnya, berdasarkan putusan Mahkamah Agung, mantan Bupati Candra divonis pidana kurungan 18 tahun, dan denda Rp 10 miliar, subsider kurungan 1 tahun 9 bulan. Selain itu, mantan Bupati Klungkung asal Desa Pikat, Kecamatan Dawan ini juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 42 miliar dan puluhan aset yang menjadi barang bukti dirampas untuk negara. Kasus TPPU yang menjeratnya, membuatnya kini harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya di balik jeruji besi dan harta serta asetnya dirampas oleh negara. (kmb31)
Kumpulkan OPD
Bupati Minta Penataan Keamanan Tempat Wisata Diprioritaskan Semarapura (Bali Post) Belakangan ini sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) menjadi korban keganasan alam kepulauan Nusa Penida. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, meminta pihak terkait untuk berbenah dan mengutamakan keamanan sekalian kenyamanan wisatawan. Bahkan, orang nomor satu di Bumi Serombotan itu, Kamis (19/9) kemarin langsung mengumpulkan Kepala OPD terkait. Bupati Suwirta meminta OPD terkait untuk bersinergi mempercepat penataan, khususnya pada aspek keamanan objek wisata. Setidaknya, tahun 2020, Bupati Suwirta meminta setiap objek wisata khususnya di Nusa Penida sudah ada perencanaan menyeluruh. Keamanan dan kenyamanan, menurutnya, sesungguhnya menjadi jaminan bagi wisatawan untuk berkunjung. Ini harus terpenuhi, agar Nusa Penida selalu memberi kesan positif bagi setiap pengunjungnya, selain karena keindahan alamnya. Sehingga, juga menarik wisatawan yang lain untuk datang ke Nusa Penida. “Tahun 2020 destinasi wisata di Nusa Penida seperti Pantai Atuh, Pantai Crystal Bay, Pantai Billabong, Pasih Uwug, Klingking Beach, Pantai Devil’s Tears maupun objek wisata yang lainnya harus segera dibuatkan perencanaan menyeluruh, baik itu sarana prasarana, fasilitasnya, infrastrukturnya maupun keamanannya,” tandas bupati. Seiring pesatnya pertumbuhan pariwisata, pihaknya menyadari penataan secara menyeluruh juga harus dipercepat sebagai suatu kebutuhan. Menurutnya, ini harus didukung semua pihak. Bukan malah menebar isu negatif, bahwa Nusa Penida tak layak dikunjungi. Apalagi, kalau itu keluar dari warga Nusa Penida tentu sangat ironis. Selain penataan objek
wisata, penertiban retribusi di masing-masing tempat objek wisata, juga tak kalah serius. “Langkah ini agar objeknya semakin layak dikunjungi,” kata Bupati Suwirta. Selain aspek keamanan objek, legalitas lahan juga menjadi salah satu titik fokus. Menyikapi
situasi saat ini, khususnya pada tanah negara yang ada areal pinggir pantai, di mana masih banyak ada investor maupun masyarakat membangun di atasnya, selain melakukan pendataan melibatkan BPN (Badan Pertanahan Nasional), Pemkab Klungkung juga akan
merencanakan pembangunan jalan lingkar. Khususnya, jalan lingkar dari Banjar Nyuh hingga ke Sental. Setelah ada jalan lingkar, maka tanah-tanah negara yang banyak dibangun tempat penginapan maupun lainnya, bisa diinventarisir lebih lanjut. Bupati mengaku akan kon-
sultasi terlebih dahulu dengan BPN, jika memungkinkan maka tanah tersebut akan disertifikatkan atas nama pemerintah daerah. Sehingga yang ingin berinvestasi atau membangun di tempat tersebut, bisa menggunakan sistem sewa kepada pemerintah daerah. (kmb31)
Jumat Pon, 20 September 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA !!!Dicari PRT Max30Th Cew Tdr Dlm,Gaji 2,5 Jt H:081237850879
B.BP.001.09.19.0000561
*Cr Security SIMA,SpaTherapist REBORNspa,Jl.SunsetA1P:766744
B.BP.001.09.19.0000496
Accounting/Cost Control&Income Ubud Raya Hotel,H.085103075999
Dcr Sgr Sopir Pengalaman,SIM A area Dps&Sekitarnya,Kantr TIKI Hub.081236078027/085333445466 B.BP.001.09.19.0000619
Konsultan MEP bth bbrp S1 PTN mesin IP>3 lancar CAD,max 25th Admin, wnt, SMK/D3 max. 22th krm ke:konsultanmep@gmail.com
B.BP.004.09.19.0000637
Dcr Kary toko kaca & alm bgn Setiabudi 65 Dps 08980770833
Dicari Akunting keuangan! persyaratan: Diploma/Sarjana Keuangan, pengalaman akuntan. Bisa Ms Excel,C1, bhs.Inggris & Bhs Indonesia Gaji Rp.4.000.000 bln kirimkan CV: +77758247738 at hub: +6281236706128
SERVICE
BIRO JASA
SERVICE
RUPA-RUPA
B.BP.001.09.19.0000545
Cr:Bartender,Cook.Utk Resto di Sanur.Hub:Dharsana.08123614559 B.BP.001.09.19.0000630
B.BP.001.09.19.0000615
B.BP.004.09.19.0000639
Dcr Sopir pribadi Hub.087863076025
Dicr Sopir Pribadi Bisa Matic Tdr Dlm,Bujangan :081999660972
Dicari Pendamping Paud bisa kerja team Hub:08977357234
Travel bth Staff Accounting & Reservation Hub.08123803997
B.BP.004.09.19.0000529
B.BP.001.09.19.0000230
Dicari Segera Mekanik Hub.0361 722222 Hp/WA:082236182035 B.BP.001.09.19.0000618
Dicari Sopir Box,Operasional dan OB(Max 28Th),Krm Lam Jl.Gn Soputan I/107 Dps Telp.8466317 B.BP.001.09.19.0000484
Sopir Air Galon,Menguasai Area Dps,Jmbrn,Kuta,Nusa dua,Canggu Hub:082144877778WA&Serabutn B.BP.001.09.19.0000628
B.BP.001.09.19.0000612
B.BP.004.09.19.0000636
Bth sopir serabutan min.SIM A, biasa bw muatan H.085104969988 B.BP.004.09.19.0000648
Hiring Indonesian teachers for KG,Jr.High & IGCSE Biology Must have Strong English skills, both orally and Written & Part time teacher for local Please send your C.V to childrenoftheworldschool@ gmail.com or call 085904285180 B.BP.001.09.19.0000632
Bar in Legian need Bartender min 2 years experience open 24hours Email CV crusoesbarbal i@gmail.com / WA 082266034910 B.BP.154.09.19.0000599
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
PROPERTY DIJUAL TANAH
1,6A,SHM,Permata Anyar Sempidi 26A,SHMTbongkang085937089333 B.BP.001.09.19.0000626
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL TANAH
Djl Tnh 2Are ,1,5Are,1Are Jln Siulan III Dentim 081363260577 B.BP.001.09.19.0000633
Tnh 3,5A Tk.Badung Renon,±35A Ubud-Tegalalang.Hp:0811394712 B.BP.001.09.19.0000190
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.09.19.0000494
KEHILANGAN Hilang BPKB No.9987137-O An.I Wayan Sukarja,SH B.BP.001.09.19.0000613
KEHILANGAN Hlg BPKB No.K 05406692-O DK 3613 OB An.Ni Made Sumbersari B.BP.001.09.19.0000627
PENGUMUMAN Akuisisi PT.Sanurian Berkedudukan di Kota DenpasarPropinsi Bali B.BP.001.09.19.0000617
MESIN Djl 1bh Genzet Body Silent ex Caterpilar 80KVA kondisi sngt istimewa minat H.081338528811 B.BP.001.09.19.0000321
Jumat Pon, 20 September 2019
Hadiri Penilaian LLS di SMKN 1 Bangli
Wabup Sedana Arta Ajak Warga Sekolah Jalankan Spirit Trias UKS SEBAGAI duta Kabupaten Bangli dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) jenjang SMA/SMK tahun 2019, SMKN 1 Bangli, Kamis (19/9) kemarin dinilai oleh tim penilai Provinsi Bali. Kedatangan tim penilai yang diketuai Dian Nardiani, disambut langsung Wakil Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Kadis Pendidikan Bangli Nyoman Suteja dan Kadis Kesehatan Bangli I Nengah Nadi. Tampak hadir pula Kabag Kesra Bangli Jro Penyarikan Widata, Camat Bangli Wayan Wardana, Lurah Kawan I Made Oma Sulys Udiana, Kepala SMKN 1 Bangli I Nyoman Susila, dan keluarga besar SMKN 1 Bangli. Ketua tim penilai Dian Nardiani mengatakan, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan wahana edukasi yang memiliki nilai strategis dan efektif dalam penyampaian dan penyebaran informasi kesehatan di masyarakat, melalui pemberdayaan peser-
ta didik di sekolah. Generasi berkualitas pasti dimulai dari sekolah. Ini membuktikan anak didik merupakan bagian terpenting dari komponen sekolah yang memiliki nilai strategis untuk pelaksanaan program kesehatan, karena mereka mudah dijangkau dan terorganisir dengan baik, memiliki sifat keingintahuan yang tinggi dan cenderung untuk mencoba hal baru, membuat mereka mudah untuk dimotivasi dan cepat menerima serta mengadopsi pesan kesehatan. Pelaksanaan penilaian LSS merupakan momentum untuk mewujudkan pendidikan kesehatan, melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, penanaman kebiasaan hidup sehat dan pelaksanaan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promotif dan preventif. “Melalui pelaksanaan kegiatan LSS, diharapkan banyak muncul terobosan yang kreatif dan inovatif
dalam menggali serta mengoptimalkan sekolah sebagai sarana pembinaan, pengembangan serta evaluasi pelaksanaan program UKS berkarakter,” terangnya. Pengembangan konsep UKS dan sekolah sehat berkarakter, merupakan sebuah kekhasan dalam mengembangkan program UKS yang mandiri, profesional dan terintegrasi, dengan berlandaskan tatanan kehidupan masyarakat Bali. Ia berharap, keberhasilan program UKS mampu menjadi influencer bagi sekolah dan masyarakat, dalam mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat. Wabup Sedana Arta yang hadir pada kesempatan tersebut mengajak semua pihak khususnya warga sekolah agar menjalankan spirit trias UKS, yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Menurutnya, program UKS harus dilaksanakan oleh seluruh warga
sekolah pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan. Mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai dengan SMA/K. Aspek kesehatan bagi dunia pendidikan, kata Sedana Arta sangatlah penting. Karena bila kondisi kita tidak sehat, maka segala aktivitas akan menjadi terhambat. Begitu juga dengan anak-anak, bila kondisi kesehatan dan psikologis mereka terjaga dengan baik, maka proses pendidikan pasti akan berjalan dengan baik. Oleh karenanya, ia meminta program UKS di Kabupaten Bangli bukan menjadi program aktivitas formalitas semata, tetapi bisa dijalankan dengan serius untuk meningkatkan kualitas kesehatan di Kabupaten Bangli. “Saya minta program ini (UKS) bisa dijalankan dengan baik dan serius. Saya yakin, jika program ini bisa berjalan dengan baik, kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Bangli akan semakin meningkat,” pungkasnya. (ad647)
LSS - Wabup Sedana Arta berselfie bersama saat menghadiri penilaian LSS di SMKN 1 Bangli, Kamis (19/9) kemarin.
Pedagang Kain Pasar Kidul Bersedia Pindah ke Loka Çrana Bangli (Bali Post) –
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli akan memanfaatkan ruang pameran kerajinan di Pasar Loka Çrana sebagai tempat berjualan bagi pedagang kain di lantai dua Pasar Kidul. Hal itu dilakukan menyusul sudah adanya kesepakatan 26 pedagang kain di Pasar Kidul pindah ke Pasar Loka Çrana. Disperindag memanfaatkan ruang pameran untuk tempat jualan, lantaran jumlah kios yang tersisa di Loka Çrana tidak mencukupi.
Bali Post/ist
PEDAGANG - Petugas Disperindag menemui pedagang kain di lantai dua Pasar Kidul.
Jadi Kurir Narkoba Pria Pengangguran Diciduk Bangli (Bali Post) – Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli kembali meringkus kurir narkoba. I Gede Satria Randi Irawan (26), pria pengangguran yang tinggal di Buleleng, ditangkap petugas di depan sebuah pos kamling di Desa Demulih, Susut. Ia berdalih nekat menjadi kurir narkoba lantaran tak punya pekerjaan setelah keluar dari penjara. Kasat Resnarkoba Polres Bangli Iptu I Gede Sudiarna Putra mengungkapkan, Satria diringkus, Selasa (17/9) sore sekitar pukul 14.30 Wita. Dari hasil penggeledahan, pihaknya berhasil mengamankan satu buah plastik klip bening berisi serbuk kristal yang diduga narkotika golongan I jenis
sabu-sabu seberat 1,20 gram bruto atau 0,98 gram netto. Selain itu, diamankan juga beberapa barang milik pelaku berupa plaster bening, satu buah double tif kecil, satu buah kulit rokok, sepeda motor lengkap dengan STNK dan kunci serta sebuah handphone. “Pelaku dan barang bukti kami amankan ke Mapolres guna proses lebih lanjut,” terangnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Satria diketahui merupakan kurir narkoba sekaligus pengguna barang terlarang tersebut. Pelaku yang merupakan residivis kasus curanmor itu mengaku sudah menjadi kurir narkoba sejak dua bulan terakhir untuk wilayah Singaraja, Karangasem dan
Bali Post/kmb40
PELAKU - Pelaku diamankan di Mapolres Bangli.
Bangli. Dia nekat menjadi kurir lantaran tidak punya pekerjaan setelah lima bulan menghirup udara bebas dari lembaga pemasyakatan. “Dia biasa membawanya sesuai dengan perintah dari seseorang di Singaraja. Sekali bawakan barang dia mengaku dapat Rp 500 ribu,” ungkap Iptu Sudiarna. Pascapenangkapan pelaku, petugas Satresnarkoba Polres Bangli masih melakukan pengembangan kasus tersebut. Iptu Sudiarna pun kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat utamanyaa generasi milenial untuk menghindari narkoba. “Tidak ada untungnya mengkonsumsi apalagi mengedarkan narkoba. Ikuti kegiatan positif yang dapat menjauhkan diri Anda dengan narkoba,” imbuhnya. (kmb40)
Kasi Ketersediaan dan Penyaluran Disperindag Bangli, Dewa Ketut Kantor, Kamis (19/9) kemarin mengatakan, pihaknya pagi kemarin sudah turun ke Pasar Kidul untuk menemui pedagang kain yang masih bertahan di lantai dua. Pihaknya turun bersama Polres, Kodim dan Satpol PP untuk menindaklanjuti hasil rapat beberapa waktu lalu serta menindaklanjuti surat peringatan (SP) III yang telah dilayangkannya kepada para pedagang tersebut. Sesuai SP
III itu, para pedagang kain yang masih bertahan diberikan batas akhir untuk pindah per 19 September kemarin. “Kami tadi lakukan pendekatan persuasif ke pedagang. Hasilnya pedagang sudah menyadari dan bersedia pindah,” terangnya. Karenanya pihaknya memberikan batas waktu kepada para pedagang selama satu minggu ke depan hingga tanggal 26 September. Waktu tersebut diberikan untuk kemas-kemas dan pindah ke Pasar Loka Çrana sekaligus membongkar
kiosnya yang lama di Pasar Kidul. Mengenai ketersediaan tempat jualan di Pasar Loka Crana, Dewa Kantor menyebutkan saat ini sudah mencukupi. Diakui bahwa sebelumnya jumlah kios bagi pedagang kain yang tersisa di Pasar Loka Çrana hanya 9 unit. Sementara pedagang yang bertahan di lantai dua Pasar Kidul lebih dari itu. Untuk menyiasati kekurangan tempat itu, pihaknya akan memanfaatkan ruangan tempat pameran dan
sisa beberapa kios yang ada di sisi utara pasar. Dia menyebutkan, ruang pameran yang berupa los itu mampu menampung sekitar 10 orang pedagang. Sementara sisa kios di sisi utara pasar jumlahnya ada 5 unit. Dia juga mengatakan masih ada dua unit kios lagi yang tersisa di bagian depan yang bisa dipakai jualan. Dewa Kantor mengklaim saat pertemuan dengan pedagang kemarin, tidak ada protes dari para pedagang. Malahan para pedagang senang dan berebut saat ditunjukan lokasi kios yang akan ditempati. Supaya para pedagang tidak lagi membuat kios di los tempat pameran kerajinan, dia menyarankan pedagang menata dagangannya seperti di swalayan. (kmb40)
Hutan Kintamani Rawan Terbakar Polsek Bentuk Tim Penanggulangan
Bangli (Bali Post) Hutan di wilayah Kintamani rawan terbakar, terutama saat musim kemarau seperti sekarang. Guna mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaran hutan, Polsek Kintamani yang dipimpin Kompol I Made Raka Sugita membentuk tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, tim yang dibentuk beranggotakan 90 personel Polsek Kintamani. Tim ini nantinya akan bergabung dengan tim lain untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kintamani. Tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, jelas Sulhadi terdiri dari tiga subsatgas yaitu tim preemtif,
tim preventif, dan tim represif yang fungsi dan tugasnya masing-masing telah ditentukan. Tim preemtif bertugas memberikan imbauan-imbauan kamtibmas ke masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan. Tim preventif bertugas melaksanakan patroli di wilayah-wilayah rawan kebakaran hutan, sedangkan tim represif bertugas untuk memberikan tindakan yang sesuai dengan prosedur hukum. Dengan pembentukan tim ini diharapkan kebakaran hutan dan lahan bisa dicegah dan diminimalisir. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo mengimbau masyarakat agar tidak membersihkan lahannya dengan cara dibakar serta tidak melakukan kegiatan-kegiatan lain yang dapat menimbulkan kebakaran hutan. (kmb40)
Bali Post/ist
TIM - Polsek Kintamani membentuk tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Jumat Pon, 20 September 2019
OLAHRAGA
15
Porprov XIV 2019 Ditutup
Tabanan Lepas Predikat Juru Kunci
Tabanan (Bali Post) Gelaran olahraga dua tahunan Porprov Bali yang tahun ini digelar di Kabupaten Tabanan telah berakhir. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mewakili Gubernur Bali Wayan Koster, Kamis (19/9) kemarin menutup secara resmi Porprov XIV tahun 2019 di Garuda Wisnu Serasi, Tabanan. Kontingen Badung kembali mempertahankan gelar juara untuk ke-8 kali secara berturut-turut, dengan raihan jumlah medali 157 emas, 107 perak dan 94 perunggu. Kontingen Denpasar berada di posisi kedua dengan perolehan medali 107 emas, 113 perak dan 110 perunggu. Menariknya, Tabanan selaku tuan rumah dalam Porprov XIV 2019 kali ini berhasil menorehkan kebanggaan tersendiri, lantaran merangkak naik ke peringkat kelima dengan perolehan medali 29 emas, 32 perak dan 68 perunggu, setelah sebelumnya sempat jadi juru kunci atau berada di posisi nomor urut sembilan. Sementara Kontingen Bangli berada di posisi akhir, karena hanya bisa mengantongi 9 emas, 17 perak dan 47 perunggu. Atau kalah perolehan perak dan perunggu dari Kontingen Karangasem. Laporan Ketua Panitia Induk Porprov Bali I Komang
Gede Sanjaya menyampaikan bagi masyarakat Tabanan, Porprov XIV 2019 kali ini dijadikan tonggak sejarah yang tidak terlupakan, di mana selain untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Porprov, juga kontingen Tabanan lepas dari predikat juru kunci yang selama ini melekat. ‘’Bahkan dalam perhelatan Porprov kali ini terjadi kejutan pemecahan rekor dari rekor sebelumnya yani 10 orang di cabor atletik dan 21 orang di cabor renang,’’ ucapnya. Sanjaya pun berharap dengan raihan prestasi ini pengembangan dan pembinaan olahraga di Bali semakin meningkat, salah satunya menggelar kompetisi secara berjenjang dan berkesinambungan. Sehingga bisa terus melahirkan para atlet yang berprestasi dan merata di Bali. Pada kesempatan itu juga disampaikan atlet dan kontingen terbaik versi SIWO PWI Bali yakni putra I Kadek Rico Vergian Dinatha dari cabang olahraga menembak, kontingen Denpasar 5 emas. Sementara untuk putri Ni Putu Nanda Sekarini, atlet cricket dari Kontingen Gianyar, dengan 2 emas, serta kontingen favorit yakni Kabupaten Tabanan. Sementara itu, Gubernur Bali dalam sambutan yang dibacakan Sekda Dewa Made Indra menyampaikan atas
nama Pemerintah Pprovinsi Bali dan seluruh masyarakat Bali memberikan penghargaan setinggi-tingginya pada panitia dan masyarakat Kabupaten Tabanan, karena kerja keras selama pelaksanaan Porprov Bali XIV dapat berlaksana baik, lancar dan sukses. Bagi atlet yang sudah mampu meraih prestasi terbaik dalam ajang ini untuk tidak cepat berpuas diri, tetapi terus meningkatkan kualitas dan potensi yang dimiliki. Karena, lanjut Dewa Made Indra, peluang untuk meraih prestasi tetap terbuka ke depan. Khususnya bagi para atlet yang sudah mendapatkan prestasi, bahwa pencapaian ini belum selesai, apalagi setahun lagi akan ada event olahraga lebih tinggi derajatnya dari Porprov yakni PON 2020 di Papua. ‘’Ini merupakan tantangan para atlet, apakah bisa sampai ke sana atau tidak, dan saya yakin para atlet pasti belum puas dan ingin meraih target yang kebih tinggi, apalagi posisi Bali dalam meraih prestasi di tingkat nasional selalu meningkat yakni di posisi enam besar, dan ini belum prestasi puncak, dan masih banyak event olahraga di tingkat internasional,’’ ucapnya. Penutupan Porprov Bali XIV tahun 2019 ditandai penurunan bendera Porprov dan pemadaman api obor. (kmb28)
PENGHARGAAN - Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyerahkan penghargaan kepada Ni Putu Nanda Sekarini, atlet cricket dari Kontingen Gianyar yang meraih 2 emas.
Meminta Uang Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam selaku Menpora diduga juga meminta uang sejumlah total Rp 11,8 miliar. Sementara itu, KPK memastikan tidak ada motif politik sama sekali terkait dengan penetapan Imam Nahrawi sebagai tersangka. KPK, Rabu (18/9), mengumumkan Imam dan asisten pribadinya saat menjadi Menpora, yakni Miftahul Ulum sebagai tersangka dalam pengembangan perkara suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI pada tahun anggaran (TA) 2018. ‘’Itu tidak ada motif politik sama sekali. Kalau mau motif politik, mungkin
diumumkan sejak masih ributribut kemarin, tidak ada,’’ ucap Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, Kamis kemarin. KPK telah memulai penyidikan untuk Imam dan Ulum sejak 28 Agustus 2019. ‘’Saya juga ingin mengklarifikasi dari pernyataan Menpora bahwa dia baru mengetahui
kemarin. Saya pikir itu salah karena kami sudah kirimkan, ‘kan kalau kami menetapkan status tersangka seseorang itu ada kewajiban dari KPK untuk menyampaikan surat kepada beliau dan beliau sudah menerimanya beberapa minggu lalu,’’ ungkap Syarif. (ant)
Bali United Bungkam Persija di Kandangnya
Bali Post/ant
Jakarta (bali Post) – Bali United berhasil mendapatkan tiga poin setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 1-0 pada pekan ke-19 Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (19/9) kemarin. Gol semata wayang Bali United ke gawang Persija Jakarta diciptakan Melvin Platje. Berawal dari kemelut di depan gawang Persija, Platje yang menerima umpan dari
Stefano Lilipaly melepaskan tembakan terukur ke gawang. Andritany sempat mencoba
akan menghadapi Persebaya Surabaya pada tanggal 24 September 2019 mendatang di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Hasil minor ini membuat The Jakmania yang datang ke stadion kecewa. Mereka meneriaki tuntutan agar CEO Persija Ferry Paulus dan pelatih Julio Banuelos mundur. (kmb33)
Perambah Hutan
Masalah Hukum ‘’Apalagi kalau Presiden Jokowi memberikan kesempatan kepada Imam Nahrawi untuk berkonsentrasi menghadapi masalah hukum yang dihadapinya dengan KPK, demi kelancaran tugas Kementerian Pemuda dan Olahraga,’’ katanya. Politisi Partai Golkar ini berharap kebijakan publik Kementerian Pemuda dan Olahraga tetap bisa berjalan normal dan pelayanan publik seminimal mungkin terkena dampak gangguannya. ‘’Pengisian jabatan Menpora, setelah Imam mundur adalah hak prerogatif Presiden,’’ katanya. Komisi XI DPR-RI bermitra dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga dan dari semua mitra kerja Komisi X DPRRI, hanya Kemenpora yang mendapat penilaian TMP (tidak menyatakan pendapat) atau disclaimer dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). ‘’Komisi X DPR-RI selalu meminta Kemenpora berhati-hati dalam melaksanakan kegiatan dan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan,’’ ujar Hetifah. (ant)
menepisnya, namun bola telah melewati garis gawang. Hasil ini memantapkan Bali United di posisi puncak klasemen Liga 1 dengan 44 poin dari 18 laga. Sementara Persija tertahan di posisi ke15 dengan 17 poin dari 17 laga, unggul satu poin dari Persela yang berada di batas atas zona degradasi. Selanjutnya Bali United
Terkait luasan hutan, berdasarkan data, saat ini sudah berkurang dari 30 persen menjadi 23 persen. Bahkan luasan tutupan hutan juga berkurang. ‘’Tutupannya tidak penuh jadi masih ada hutan yang bolong–bolong. Ini harus segera dilakukan. Misalnya ada perambahan hutan konservasi, hutan lindung, itu harus segera diselesaikan
kalau kita ingin keluar dari masalah air yang ada di Bali. Ini yang harus jadi perhatian utama, yang lain mungkin bisa dinomorduakan dulu,’’ bebernya. Ia berharap semangat muncul bersama–sama dengan merencanakan penyelesaian masalah air untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Jangka pendeknya dengan melihat permasalahan sekarang yang harus ditangani, dengan menegakkan
peraturan. Jangka menengahnya yaitu menyelesaikan permasalahan yang ada di danau. Jangka panjangnya yaitu masalah air ini harus dimasukkan ke dalam kurikulum, mulai dari TK sampai perguruan tinggi. ‘’Agar generasi mendatang paham dengan sumber daya alam yang terkait dengan air ini bisa disediakan untuk kehidupan yang akan datang. Tidak hanya melihat sekarang,’’ imbuhnya. (kmb42) Jumat, 20 September 2019
05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Agung Ngenteg Linggih Padudusan Agung (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Krishna Sudama 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 09:30 Wita Parameter 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali TV Shop
10:30 Wita Taksu Dewa Gede Agung Palguna, Dharmaning Pangayah Ida Batara 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Agung Ngenteg Linggih Padudusan Agung (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Kreasi Anak
Pelangi Production 17:00 Wita Dialog Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Made Bayak dan I Nengah Suarya 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Ajeg Bali Sanghyang Jaran, Seni Sakral Penolak Bala 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Nyi Rimbit (3) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel
Jumat PON, 20 September 2019
D’Go Vaspa Kenang Almarhum Ibu KULINER KESEHATAN TOP Grand Ixora Kuta Resort IN VASI
Bali Post/ist
Tempat Menginap di Lokasi Strategis WONDERFUL BALI BELUM pernah menginap di Grand Ixora Kuta Resort? Jika memiliki waktu berwisata yang panjang, cobalah rasakan suasana tinggal di hotel bintang 4 ini. Suasannya begitu adem, fasiliras berstandar internasional dan dilayani oleh para pekerja pariwisata yang mengedepankan budaya, jujur, tulus seperti melayani saudara sendiri. Lokasinya juga sangat strategis, yakni terletak di Jalan Kartika Plaza Kuta, sangat dekat dengan Bandara Internasional Ngurah Rai. Wisatawan yang tinggal di hotel ini benarbenar dapat menikmati akses, karena mudah dijangkau ke semua tempat wisata. Jaraknya dekat dengan shopping center, dan pusat-pusat kuliner, seperti restoran India, Asia dan Eropa bertebaran di sepanjang jalan menuju hotel. ‘’Grand Ixora Kuta Resort lokasinya sangat strategis, sehingga banyak dipilih wisatawan,’’ ungkap General Manager Ketut Gede Budhiratmanu, baru-baru ini. Grand Ixora Kuta Resort dengan lima lantai memiliki 134 kamar yang dapat memberikan suasana hangat dan menyenangkan, seperti di rumah sendiri. Fasilitasnya juga lengkap, sistem keamanan 24 jam, layanan kebersihan harian, layanan tour dan taksi, dan resepsionis 24 jam. Kenyamanan modern, seperti air mineral, minibar, tempat penyimpanan pakaian, handuk, slipper, kopi dan teh instan disediakan cuma-cuma di setiap kamar. Bambu Roras tempat makan yang terletak di depan hotel menyajikan berbagai menu unik
BUDAYA
dan lezat. Restoran ini biasa dijadikan tempat untuk nonton bareng ajang pesta bola dunia. Kolam renang yang ditata indah, diwarnai tanaman bunga menciptakan suasana adem. Di area kolam renang ada long chair dan gazebo, fasilitas ideal untuk bersantai. Ada spa, meeting room, dan pool bar, sehingga apa pun tujuan kunjungannya, Grand Ixora Kuta Resort menjadi pilihan istimewa untuk menginap. ‘’Kami menyiapkan berbagai aktivitas budaya sebagai cara meningkatkan kualitas pelayanan kepada tamu, di samping ikut berpartisipasi dalam menjalankan program pemerintah, seperti berbahasa dan berbusana Bali, dan mengurangi sampah lastik,’’ terang Budhiratmanu, lelaki asal Tabanan ini. Kegiatan Grand Ixora Kuta Resort yang menjadi daya tarik setiap tamu hotel, di antaranya kursus membuat canang setiap Senin pukul 09.00 Wita, belajar menari Bali setiap Selasa pukul 11.00 Wita, belajar memainkan alat musik tradisional Bali (rindik) setiap Rabu pukul 09.00 Wita. Kelas memasak yang bertempat di dekat kolam renang diadakan setiap Kamis pukul 11.00 Wita, dan Cocktail for You, program khusus untuk para tamu belajar membuat cocktail setiap Jumat pukul 15.00 Wita. Budhiratmanu menambahkan, Grand Ixora Kuta Resort menyuguhkan culture Bali karena memiliki pekerja orang lokal yang memang dekat dengan aktivitas budaya. Mereka berpengalaman, sehingga mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada para tamunya. (bud)
KESEDIHAN mendalam dirasakan penyanyi sekaligus pencipta lagu Bali, D’Go Vaspa. Ibunda tercinta berpulang beberapa waktu lalu. Sebagai seorang musisi, kesedihannya itu dicurahkan dalam lirik lagu terbarunya. Bahkan, lagu yang diberi judul ‘’Meme Tyang Rindu’’ sudah resmi dirilis. Lagu tersebut diciptakan sendiri, dengan video klip garapan Andy Duarsa yang sudah resmi tayang channel youtube Vaspa Productions. D’Go mengungkapkan bahwa banyak cerita yang dilalui bersama sang ibu semasih hidup. Untuk itulah, hingga kini dirinya masih merasa berat dan belum ikhlas ditinggal sang ibu, yang juga sekaligus menjadi ayah baginya. ‘’Banyak kenangan yang masih membuat s a y a t idak bisa menerima kenyataan
ini. Sosok ibu yang begitu tangguh dan juga menjadi ayah bagi saya, rasanya saya belum bisa ikhlas terhadap kepergian beliau,’’ ungkap D’Go Vaspa, beberapa waktu lalu. D’Go Vaspa mengaku lagu ‘’Meme Tyang Rindu’’ bisa tercipta karena kerinduannya yang sangat mendalam sejak sang ibu meninggal. ‘’Kerinduan yang saya rasakan belum bisa diutarakan dengan kata-kata. Saya tuangkan semuanya ke dalam sebuah karya lagu, untuk ibu tercinta. Lagu ini tak pernah saya tulis. Lagu yang dari hati saya nyanyikan ketika recording pun semuanya curahan hati. Entah ada salah lirik atau musiknya, kurang pas, namun intinya lagu itu curahan hati anak kepada ibunya,’’ imbuhnya. D’Go Vaspa pun berharap lagu ‘’Meme Tyang Rindu’’ ini bisa menjadi inspirasi bagi yang sedang merindukan ibunya. ‘’Saya berharap lewat lagu ini, bisa juga menjadi pesan bagi mereka untuk menyayangi ibunya selagi masih hidup. Semoga juga lagu ini bisa diterima pencinta musik Bali,’’ harapnya. (win)
KULINER KESEHATAN TOP IN VASI Merta Pudak Wangi Dupa Pewangi Alami
WONDERFUL BALI
RITUAL keagamaan umat Hindu tak lepas dari dupa. Dupa salah satunya digunakan sebagai sarana persembahyangan. Karena itu usaha pembuatan dupa berkembang di Bali. UKM Dupa Merta Pudak Wangi, salah satu usaha pembuatan dupa di Tabanan. Produk dupanya menggunakan bahan baku herbal. Proses pembuatannya menggunakan tangan. Pemilik UKM Dupa Merta Pudak Wangi Ni Made Rini Wahyuni dari Jambe Blodan Tabanan mengatakan, usaha pembuatan dupa dilakukan setelah ia berhenti dari profesinya sebagai perawat pada 2017. ‘’Saya berhenti dari pekerjaan agar fokus mengurus anak. Lalu dapat ide dari suami untuk menjual dupa. Sebab, produk ini dibutuhkan dan permintaan akan selalu ada,’’ ujarnya, Rabu (18/9). Awalnya, Rini menjual dupa dari pabrik dupa. Namun kemudian ia diajari cara membuat dupa. Saat ia mengetahui basic pembuatannya dan bertanya-tanya pada perajin dupa lainnya, ternyata kebanyakan menggunakan pewangi kimia yang tidak baik untuk kesehatan utamanya pernapasan. ‘’Saya sendiri menderita asma. Memang efeknya tidak langsung, tetapi lama-kelamaan menghirup dupa dengan pewangi kimia, tidak baik untuk kesehatan,’’ ujarnya. Menggunakan pengetahuannya sebagai perawat, Rini mencoba membuat dupa herbal berbahan dasar alami. Ia berhasil membuat dupa ini, meski baru dua jenis yaitu berbahan dasar kemenyan dan kayu gaharu. Selain dupa herbal, Rini juga membuat dupa dengan aroma esensial dengan total 10 jenis wewangian. Meski baru setahun berjalan, produk dupa yang dihasilkan ternyata banyak peminatnya. Rata-rata dalam seminggu, produk dupa yang ia buat bersama suami dan satu orang pekerja bisa mencapai 100 dus. Satu dus isinya 30 kilogram dupa. ‘’Dalam membuat dupa ini saya tidak hanya sendiri, tetapi menggandeng perajin dupa lainnya. Ada tiga perajin, dan biasanya bahan baku saya yang siapkan,’’ ujarnya. Menjaga produknya tidak ditiru, Rini telah mendaftarkan HaKI untuk produk dupanya ini. Saat ini nama Dupa Amerta Pudak Wangi sedang dalam proses pengurusan HaKI. (san)
BUDAYA
PENDIDIKAN
PENDIDIKAN
SENIMAN
SENIMAN
SMP PGRI 2 Denpasar Duta Denpasar Lomba PKTP
Miliki Duta Kanker, Hasilkan Obat Herbal
Jaga Kelestarian Mangrove KELESTARIAN mangrove sangat penting dijaga secara bersama-sama. Sebab, keberadaan mangrove sangat berguna bagi kehidupan manusia. Salah satu manfaatnya yakni mencegah abrasi dan menjaga keberlangsungan ekosistem laut. Hal itu dikatakan Gusti Agung Komang Yulia Dewi
selaku HR Park23 Entertainment Center di sela-sela kegiatan penanaman mangrove di kawasan Tuban, Kuta, Rabu (18/9). Lebih dari 100 bibit pohon mangrove ditanam di sana. ‘’Ke depan kita terus fokus pada kelestarian lingkungan,’’ katanya. Sementara itu, Ketua Ke-
Bali Post/edi
lompok Nelayan Wanasari Tuban Made Sumasa sangat mengapresiasi kepedulian pihak Park23 Entertainment Center terhadap kelestarian lingkungan. Dia pun berharap agar ke depan kepedulian ini bisa terus bermunculan. ‘’Kalau bukan kita, siapa lagi?’’ ucapnya. (edi)
Bali Post/sue
POSTER Siswa SDN 3 Tonja dibimbing gurunya saat membuat poster ketika menjadi duta Denpasar dalam Lomba PKTP seBali, Kamis (19/9) kemarin.
SEKOLAH PGRI di bawah naungan YPLP Kota PGRI Denpasar dipercaya pemerintah dan masyarakat dalam berbagai event. SMP PGRI 2 Denpasar alias Grisda sebagai duta Kota Denpasar, Kamis (19/9) kemarin, dinilai Tim Lomba Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) Provinsi Bali. Bersamaan dengan itu juga dinilai SDN 3 Tonja. Tim yang dipimpin Wakil Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Koordinator Bali Dr. Ni Wayan Tiani, S.Si., M.Kes. disambut langsung Ketua YKI Cabang Denpasar Nyonya I.A. Selly Mantra, Nyonya Antari Jaya Negara dan Nyonya Rai Iswara. Juga oleh Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada, M.Si. dan Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. Begitu tim tiba, langsung disambut dengan yel-yel PKTP SMP PGRI 2 Denpasar dan dijemput penari Hanoman. Kasek I Gede Wenten Aryasuda mengungkapkan program PKTP di sekolahnya diterjemahkan dalam bentuk baca puisi, sosialisasi lewat majalah dinding, penyuluhan dan simulasi PKTP, paduan suara, administrasi PKTP, pengolahan sampah serta penegakan disiplin. PKTP juga disinergikan dengan program ‘’Pemkot Bersih’’ dan visi Gubernur ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Semua diarahkan guna mencapai visi sekolah yakni unggul dalam akademis berbasiskan agama dan budaya. Gede Wenten Aryasuda
mengungkapkan siswanya secara mandiri sudah melakoni upaya pencegahan terhadap kanker. Mereka menjadi juru tutor teman sebaya, tanaman obat dan kampanye antirokok. Kantin sekolah diawasi secara ketat, siswa dan guru juga giat meneliti soal kanker dan penyembuhannya. Program ini akan dilakukan secara berkelanjutan, dibiaskan ke sekolah lainnya. Yang menarik untuk menyosialisasikan bahaya kanker, Grisda memiliki duta pelajar peduli kanker yakni Dewa Ayu Reza Astini dan Agus Mahendra selain didukung oleh porgram OSIS. Duta kanker ini aktif bersama YKI Denpasar mengunjungi dan memberi bantuan kepada penderita kanker serviks dan payudara di Denpasar. Selain itu warga sekolah memiliki program minum jamu tiap minggu. Dalam ajang bergengsi
ini, SMP PGRI 2 Denpasar dikagumi dewan juri karena mampu mengedukasi masyarakat mencegah bahaya kanker sejak dini, selain ikut berkontribusi pada lingkungan sekolah. Halaman sekolah yang sempit mampu diisi tanaman obat dan tanaman bunga lokal Bali. Saat itu siswa Grisda menampilkan hidangan menu makan dan obat herbal dari buah lokal yang bisa dipakai mencegah berbagai jenis kanker. Di antaranya jus buah naga, jus sirsak, jamu tradisional alias loloh, makanan dari daun kelor, puding, jus daun pepaya, dll. Menariknya, semua temuan itu diperkuat dengan hasil penelitian oleh siswa yang tergabung dalam ekstra KIR dan dipaparkan lewat media poster oleh ekstra jurnalistik. Untuk mencegah kanker, Nyonya Selly Mantra memaparkan, YKI Depasar se-
jak 2013 melakukan vaksin kanker bagi puluhan ribu siswi SMP dan mulai 2019 menyasar 13.394 siswi kelas V SD. Hasilnya baru dinikmati jangka panjang yakni perempuan Denpasar bebas penyakit kanker. Tak tanggung-tanggung Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra langsung menerima kedatangan tim sekaligus memotivasi bahwa pencegahan kanker penting dilakukan, namun yang lebih penting adalah menumbuhkan kesadaran hidup sehat. Di sinilah, katanya, peran pendidikan bisa mengubah mindset masyarakat. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Nengah Madiadnyana mengaku bangga sekolah PGRI banyak dipilih menjadi duta lomba. Ini menandakan sekolah PGRI berkualitas dan dipercaya masyarakat. (ad645)
SAMBUT - Tim lomba PKTP Bali disambut Nyonya I.A. Selly Mantra, Kasek Gede Wenten Aryasuda dan Madiadnyana saat menilai SMP PGRI 2 Denpasar.