Skip to main content

Edisi Selasa 20 Agustus 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 4 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

selasa paing, 20 Agustus 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

Bangunan Melanggar Disidak Satpol PP Tim gabungan Satpol PP Provinsi Bali dan Satpol PP Gianyar menggelar sidak bangunan permanen yang melanggar batas sempadan jalan, Senin (19/8) kemarin. Sidak ini menyasar sejumlah bangunan di seputaran By-pass I.B. Mantra, khususnya di Simpang Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati. Menyikapi pelanggaran itu, pemilik bangunan diberikan surat peringatan (SP) I.

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pabrik Olah Limbah Beracun

Asap Sampah Ganggu Aktivitas Belajar

Sejumlah desa di Jembrana masuk dalam kawasan industri. Berbagai investasi pun rencananya masuk ke kabupaten makepung itu. Selain pabrik perakitan sepada motor listrik dan pembangunan depo elpiji, di Jembrana juga akan dibangun pabrik pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Sudah ada lima perusahaan yang berminat bangun pabrik B3.

Aktivitas belajar mengajar di SMAN 1 Amlapura sangat terganggu asap pembakaran yang dilakukan warga di dekat sekolah. Situasi berasap itu sempat membuat siswa dan guru mengalami kepanikan. Siswa pun langsung melakukan pengecekan ke sumber asap tersebut.

JEMBRANA | HAL. 10

KARANGASEM | HAL. 11

GIANYAR | HAL. 9

Dubes India Bertemu Gubernur Koster, Bahas Penguatan Kerja Sama Pemerintah India sendiri telah melakukan sejumlah langkah untuk lebih mendekatkan hubungan dengan daerah Bali. Langkah tersebut di antaranya tercermin dengan keberadaan dua palinggih Bali di India. ‘’Ada keinginan untuk membuat museum tentang Bali di India,’’ ujar Dubes Pradeep. Dubes Pradeep sekaligus mengundang Gubernur Wayan Koster sebagai tamu kehormatan pada pelaksanaan Festival Lampu, Oktober 2019 mendatang. Festival tersebut, menurut Pradeep, berhubungan dengan epos Ramayana, epos yang juga dekat dengan masyarakat Bali. Gubernur Bali Wayan Koster memberi apresiasi kedatangan Duta Besar India ke Pulau Dewata. ‘’Prinsipnya kami akan meneruskan hubungan kerja sama antara Provinsi Bali dengan pemerintah India terutama di bidang pariwisata dan pendidikan,’’ ujar Ketua DPD PDI-P Provinsi Bali ini. Ia menyampaikan terima

kasih atas undangan untuk menjadi tamu kehormatan di Festival Lampu. Namun, Gubernur Koster mengatakan saat ini dirinya masih fokus untuk menata pembangunan Bali untuk mewujudkan visi pembangunan Bali lima tahun ke depan yang sudah dicanangkannya bersama Wakil Gubernur Cok Ace. Namun dalam upaya promosi pariwisata jika keadaan memungkinkan, Gubernur mengatakan akan menugaskan Wagub Cok Ace untuk menghadiri festival tersebut. Sebelumnya, Dubes Pradeep sempat diterima Wagub Cok Ace dan membicarakan beberapa hal terkait pariwisata. Pada kesempatan itu, Dubes Pradeep mengatakan di bidang transportasi telah dibuka penerbangan langsung rute Bali-India yang memudahkan akses wisatawan India ke Bali dan sebaliknya. Pemerintah India juga telah menerapkan kebijakan pembuatan visa secara online dan tanpa dipungut biaya. Pada bagian lain, Pradeep

menyinggung kerja sama Sister Province antara Bali dengan salah satu provinsi di India yaitu Uttarakhand yang saat ini tengah serius dijajaki. ‘’Letter of Interest (LoI) sudah kami kirim, sekarang masih menunggu persetujuan dari Kemenlu RI,’’ ujar Pradeep sembari meminta bantuan Pemprov Bali ikut mengawal rencana ini. Pemerintah India berharap MoU Sister Province Bali-Uttarakand bisa ditandatangani kedua belah pihak di tengahtengah Festival Lampu yang akan digelar 24-27 Oktober 2019 mendatang. Dalam kesempatan itu, Pradeep juga menyampaikan rencana kunjungan kerja Menteri Pariwisata India ke Jakarta, 29 - 30 Agustus mendatang. Ia sangat berharap ada perwakilan dari Pemprov Bali hadir pada kunjungan tersebut karena terkait upaya peningkatan kerja sama di bidang kepariwisataan. Hal. 15 Merancang Festival

Surabaya (Bali Post) — Pecahnya aksi massa di Papua Barat yang dipicu peristiwa yang menimpa mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang, patut disesalkan. Meskipun amarah massa terpancing karena faktor beredarnya hoax, persekusi dan sikap rasisme yang dilontarkan sejumlah oknum kepada mahasiswa Papua harus dihentikan. Anak-anak Papua adalah saudara sebangsa setanah air. Rasisme tak pantas ditujukan kepada sesama anak bangsa. Selain itu upaya adu domba antaranak bangsa juga pantas diwaspadai.

sama-sama mengakui bahwa peristiwa di Surabaya dan Ma l a ng m e nj a d i p e m i cu amarah massa di Papua. Jusuf Kalla meminta kepada seluruh masyarakat untuk saling menghargai dan toleran terhadap warga lain yang berbeda suku, agama dan ras pascaricuh di Papua. ‘’Kita perlu saling menghargai. Tentu kita prihatin dan menyesalkan

kejadian-kejadian yang terakhir itu. Itu kan sebab-akibat saja ya,’’ kata Wapres JK usai membuka Simposium Cendekia Kelas Dunia di Kantor Wapres, Jakarta. Tito menuding ada pihakpihak yang sengaja menyebar informasi tidak benar untuk kepentingannya sendiri. Hal. 15 Muncul Hoax

TERIMA DUTA BESAR — Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menerima Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste Pradeep Kumar Rawat yang didampingi Konjen India R.O Sunil Babu, Senin (19/8) kemarin, di Ruang Tamu Gubernur. Dubes India Pradeep Kumar banyak menyinggung tentang upaya penguatan hubungan kerja sama BaliIndia di berbagai bidang.

Jokowi: Memaafkan Lebih Baik

Jakarta (Bali Post) — Presiden Joko Widodo memberikan tanggapan atas kasus atau kericuhan yang terjadi di Papua dengan mengatakan bahwa emosi boleh tetapi memaafkan itu lebih baik. ‘’Jadi, saudarasaudaraku, pace, mace, mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan,’’ kata Jokowi di beranda kanan Istana Merdeka Jakarta, Senin (19/8) petang. Oleh sebab itu, lanjut Kepala Negara, sebagai saudara sebangsa dan setanah air, yang paling baik adalah saling memaafkan. ‘’Emosi itu boleh, tetapi memaafkan itu lebih baik,’’ tegasnya. Menurutnya, sabar itu juga lebih baik. Ia meminta ’’Emosi itu masyarakat yakin bahwa pemerinboleh, tah akan terus tetapi menjaga kehormatan dan kesememaafkan jahteraan pace, itu lebih mace mamabaik.’’ mama yang ada di Papua dan Papua Barat. Presiden Jokowi (ant)

GUBERNUR Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menerima Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste Pradeep Kumar Rawat yang didampingi Konjen India R.O Sunil Babu, Senin (19/8) kemarin. Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Gubernur tersebut, Dubes India Pradeep Kumar banyak menyinggung tentang upaya penguatan hubungan kerja sama BaliIndia di berbagai bidang. Mengawali penyampaian m aksud d a n t ujua nnya, Pradeep Kumar secara khusus memberi ucapan selamat kepada pasangan Gubernur Wayan Koster dan Wagub Cok Ace karena telah dipercaya untuk memimpin Bali. Ia berharap di bawah kepemimpinan Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace, hubungan kerja sama antara Bali dan India ke depannya dapat ditingkatkan. Menurut Pradeep, hubungan Bali dan India sudah terjalin cukup lama.

Hargai Papua sebagai Saudara Sebangsa

Perlunya kesadaran bahwa sesama anak bangsa harus saling menghargai,

disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Kapolri Jenderal Polisi Tito

Karnavian di Jakarta dan Surabaya, Senin (19/8) kemarin. Jusuf Kalla dan Tito

CMYK

AKSI MASSA - Persekusi dan kata-kata rasis yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang memicu aksi massa di Manokwari, Jayapura dan Sorong. Di Manokwari, gedung DPRD dibakar massa dan di Jayapura massa melakukan long march.

Pariwisata Bali Salah Arah Wisman Berulah Wantilan Pura Penataran Ped Terbakar

Semarapura (Bali Post) Bangunan Wantilan Pura Penataran Ped, Nusa Penida terbakar, Senin (19/8) malam kemarin. Kobaran api begitu cepat membesar, hingga menghanguskan seluruh isi bangunan. Banyaknya barang yang mudah terbakar di dalam wantilan, membuat api begitu cepat melalap hingga bagian atapnya seketika roboh. Wantilan ini persis berada di depan Pura Taman di areal Pura Penataran Ped. Hal. 15 Membuat Kaget

Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) menjadi indikator peningkatan sektor pariwisata. Maka kunjungan wisman pun digenjot sampai batas-batas maksimal. Ada target hingga 10 juta wisman membanjiri Bali. Angka yang menggiurkan namun sekaligus juga membawa dampak besar. Dengan kehadiran wisman yang ada saat ini saja, banyak ulah wisman yang membuat krama Bali mengelus dada. Mulai dari wisman yang berulah, hingga menista tempat-tempat suci. Apa yang salah dengan pariwisata Bali?

Sejumlah wisman terus berulah. Ada wisatawan yang mabuk lalu mengamuk dan mengganggu pengguna jalan. Wisman yang lain depresi lalu merusak. Tidak sedikit dari pembawa dolar ini menderita gangguan jiwa dan harus dirawat di RSJ. Yang tidak kalah mengganggu tentu saja wisatawan yang melakukan pelecehan tempat-tempat suci. Terakhir dua wisatawa asal Ceko yang bersikap sangat tidak sopan di sebuah tempat yang disucikan di sebuah lokasi di Ubud. Sebelumnya ada turis yang naik dan duduk di Padmasana sebuah pura di kawasan Besakih.

Ketua Paiketan Krama Bali Agung Suryawan dalam sebuah diskusi di Bali TV menyampaikan bahwa pariwisata Bali saat ini lebih menekankan pada kuantitas, bukan kualitas. Pola pariwisata seperti ini sangatlah berisiko. ‘’Target wisman berkunjung ke Bali hingga 10 juta orang akan menjadi beban berat bagi Bali,’’ tegas Suryawan. Terbukti dengan berulahnya sejumlah wisman yang membuat gerah krama Bali. Bali memiliki kemampuan daya tampung tertentu yang jika dilampaui akan merusak. Hal. 15 Masih Rancu


Selasa Paing, 20 Agustus 2019

45 Anggota DPRD Kota Denpasar Dikukuhkan

FIGUR Kendaraan Bermotor Listrik REVISI Perda Pajak Daerah salah satunya memuat tentang pengenaan pajak bagi kendaraan bermotor listrik. Khususnya diatur dalam Pasal 21 ayat (2). Disebutkan, bila tarif pajak BBNKB atas penyerahan kepemilikan kendaraan bermotor pertama kendaraan bermotor listrik ditetapkan sebesar 10 persen. “Kalau BBNKB untuk kendaraan (bukan kendaraan bermotor listrik, red) kan 15 persen, jadi berbeda,” ujar Ketua Pansus Revisi Perda Pajak Daerah I Gede Kusuma Putra, Senin (19/8) kemarin. Menurutnya, kendaraan bermotor listrik yang dimiliki oleh badan tidak kena pajak progresif. Pajak progresif hanya berlaku untuk pribadi atau perorangan yang memiliki lebih dari satu kendaraan bermotor listrik. Kendati demikian, keberadaan regulasi sebetulnya bukan untuk menyusahkan masyarakat. “Regulasi ini untuk memudahkan masyarakat. Karena ada regulasi, orang jadi mau beli atau memakai kendaraan listrik. Kalau belum diatur, dia kan mikir nyari suratnya susah dan lain-lain,” jelasnya. Ia tidak menampik ada kekhawatiran akan terjadi penurunan pendapatan dari pajak kendaraan dengan kebijakan kendaraan motor listrik. Mengingat pendapatan Bali mayoritas masih ditopang oleh pajak kendaraan bermotor. Namun mesti dilihat pula bahwa kebijakan ini berdampak positif bagi lingkungan. Salah satunya dapat mengurangi polusi udara sehingga udara yang dihirup lebih bersih dan berkualitas. (rin)

Dua Anak Warga Amerika Diduga Diculik Denpasar (Bali Post) Warga Amerika Robin Sterling Kelly (38) melapor ke Polresta Denpasar, Minggu (18/8) lalu. Ia melaporkan dugaan kasus penculikan dua anaknya yang berinisial DDP (10 bulan) dan ASP (2) di salah satu hotel di Tuban, Kuta, Badung. “Klien kami berupaya minta pencegahan ke luar negeri ke Imigrasi. Kami juga melaporkan kasus ini ke Polresta Denpasar dengan Nomor Reg: DUMAS /562/VIII/2019/Bali Resta DPS,” ujar pengacara Robin, I Made Somya Putra, S.H., M.H., Senin (19/8) kemarin. Menurut Somya Putra, kejadiannya pada Rabu (18/8) lalu. Saat itu Robin meninggalkan kedua anaknya di klub bermain hotel untuk membeli popok dan makanan bayi di Circle K. Saat balik ke hotel, ia melihat dua laki-laki tidak dikenal membawa kabur kedua anaknya. Kedua pria itu kabur naik mobil. “Kami berharap kepolisian cepat menangani kasus ini. Kami mohon atensi dan perlindungan hukum atas peristiwa ini. Selamatkan anak klien kami dan kembalikan kepada ibunya,” harapnya. Menurut Somya Putra, kasus ini sangat serius. Pasalnya, diduga melibatkan orang bayaran karena dilakukan di ruang terbuka dan dilakukan lebih dari satu orang. “Peristiwa seperti ini sudah banyak terjadi di Bali. Kami berharap kasus tersebut segera diungkap kepolisian dan jangan sampai kedua anak itu dibawa kabur ke luar negeri. Tentu semakin sulit penyelidikannya,” tegasnya. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan mengatakan, kasus tersebut masih tahap penyelidikan. “Masih kami selidiki,” ujarnya singkat. (kmb36)

Dr. I Wayan Gede Suacana, M.Si.

Bali Post/ram

Peringatan Hari Sanskerta YAYASAN Dvipantara Samskrtam bekerja sama dengan Bali TV, sejak Januari 2019 menggelar peringatan Hari Sanskerta yang disebut Samskrta Sandhya. Perayaan Samskrta Sandhya ini dilangsungkan setiap Shravani Purnima atau Purnama bulan pertama Tahun Çaka yang pada perayaan ketiga ini berlangsung meriah dengan dihadiri undangan dari berbagai pihak di Auditorium IHDN Denpasar, Minggu (18/8) lalu. Pertama, Samskrta Sandhya ini dirayakan 12 Agustus 2017 dan kedua 26 Agustus 2018. Ketua Yayasan Dvipantara Samskrtam Dr. I Wayan Gede Suacana, M.Si. mengatakan, yayasan ini secara sporadis sudah dimulai sejak 2015. Visinya menjadikan Sanskerta ini sebagai bahasa percakapan, dan juga mengembangkan kemampuan membaca, menulis melantunkan dan mengerti Sastra Sanskerta serta Veda. ‘’Kegiatan utama untuk membangkitkan budaya Sanskerta Nusantara karena akar kebudayaan Nusantara ini tidak terlepas dari budaya Sanskerta yang dimuat dalam sastra-sastra kuno Nusantara,’’ ujarnya. Dosen Fisipol Universitas Warmadewa ini menambahkan, dalam transformasi pembelajaran ada 16 upaya yang dilakukan, di antaranya Sanskertamshibiram kelas gratis berkelanjutan dua jam setiap hari selama 10 hari. Balakendram belajar bahasa Sanskertam gitam, Veda, Vidyalaye Sanskertam pengiriman tenaga pengajar ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, Naipunya Vargah dan Siksakah, kelas keterampilan mengajar, Aksara Naipunya Vargah yaitu belajar khusus aksara Devanagara selama lima hari. Selain itu juga dilakukan Matru Pitru Vandanam, ritual dalam wujud penghormatan kepada kedua orangtua, Gitaa Jayanti, pembacaan kitab suci Bhagawad Gita. Selain itu juga disiapkan kursus kepada para guru dan dosen, kursus lewat pos, pembelajaran melalui siaran Bahasa Sanskerta melalui Bali TV, hingga Markandeya Veda Vinjana Gurukula, pembelajaran sistem gurukula yang sedang dipersiapkan di Banjar Kutabali, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem di atas tanah seluas 49 are. Pada acara Sansekerta yang dihadiri segenap undangan itu juga ditampilkan tarian (nrtyam), lagu (gitam), drama (natakam), dan pidato (bhaashanam). ‘’Aktivitas kami tidak saja fokus pada Bahasa Sanskerta, juga mentrasformasikan bidang sosial, budaya dan kemanusiaan, pendidikan nilai-nilai kemanusiaan (humas values) dan juga karakter,’’ tegas Suacana. (ram)

Rai Mantra Tekankan Sinergitas Dukung Pembangunan Kota SETELAH melalui seluruh tahapan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar dilantik secara resmi. Pelantikan wakil rakyat yang secara keseluruhan berjumlah 45 orang ini dilaksanakan dalam agenda Sidang Paripurna Pelantikan Anggota DPRD Kota Denpasar yang digelar di Gedung DPRD Kota Denpasar, Senin (19/8) kemarin. Dengan berbusana adat Bali, rangkaian pelantikan diawali dengan upacara majaya-jaya, dilanjutkan dengan pelaksanaan sidang paripurna, pengambilan sumpah/janji anggota DPRD Kota Denpasar yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Kota Denpasar Dr. Bambang Eka Putra, serta penetapan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar sementara yang diamanatkan kepada I Gusti Ngurah Gede dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan I Wayan Mariyana Wandhira dari Partai Golongan Karya. Sebagai penutup turut dilaksanakan ramah-tamah serta pemberian ucapan selamat. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua TP. PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antara Jaya Negara, Forkompinda, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Penetapan anggota DPRD Kota Denpasar terpilih tertu-

WISATAWAN BERULAH

PELANTIKAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat menghadiri pelantikan Anggota DPRD Kota Denpasar Periode Tahun 2019-2024 di Gedung DPRD Kota Denpasar, Senin (19/8) kemarin. maksimal sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yakni fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan dalam mendukung kemajuan bangsa, khususnya Kota Denpasar,” terangnya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat diwawancarai usai Sidang Paripurna menjelaskan, DPRD memegang peranan penting dalam mendukung

pembangunan di setiap daerah. Dimana sebagai negara yang menganut trias politika, keberadaan legislatif sangatlah penting, selain eksekutif dan yudikatif. Rai Mantra menambahkan, dengan melaksanakan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan dapat terus bersinergi dalam mendukung pembangunan kota yang bermuara pada kesejahteraan rakyat. “Tentunya sinergitas yang telah terban-

gun ini agar terus ditingkatkan sebagai upaya untuk bersinergi dalam merancang kebijakan serta pembangunan yang memberikan dampak terhadap kemajuan kota menuju kesejahteraan rakyat Kota Denpasa. Selamat atas dilantiknya Anggota DPRD Kota Denpasar Periode Tahun 2019–2024. Semoga senantiasa dapat bersinergi dalam mendukung kemajuan kota menuju kesejahteraan rakyat,” ujarnya. (ad606)

selanjutnya 10 dolar. Disebutkan, bila penerapan kontribusi wisatawan yang paling memungkinkan dilakukan adalah melalui hotel, untuk sekaligus bisa menangkap indirect arrivals. “Mekanisme yang berbeda diberikan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Kontribusi pariwisata akan lebih baik diberlakukan secara sukarela (tanpa nilai, red) agar tidak melanggar ketentuan perpajakan,” imbuh politisi Golkar ini. Menurut Suwandhi, kontribusi wisatawan di Bali akan dijadikan pilot project di Indonesia. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menolak kebijakan ini karena kementerian terkait juga akan mengupayakan dasar hukum yang lebih kuat. “Penjabarannya nanti, baik sistem maupun nilai kontribusinya adalah melalui Pergub,” jelas-

nya. Anggota Komisi I DPRD Bali I Nyoman Adnyana mengatakan, semangat dari ranperda sebetulnya luar biasa untuk pelestarian lingkungan alam dan budaya Bali. Hanya memang cukup susah untuk meng-clear-kan celah secara yuridis formal. Utamanya agar perda nantinya bisa berlaku mengikat dan bisa memberikan sanksi. Mengingat pemerintah pusat memberikan begitu banyak pertimbangan dan petunjuk. “Kalau saya rasakan, kontribusi wisatawan ini kan bisa dibuat, tapi tidak bisa dipaksakan sehingga tidak bisa dibatasi dengan nilai. Di sana ada keikhlasan dan kesukarelaan,” ujarnya. Supaya bisa diimplementasikan, Adnyana memberi saran agar di dalam ranperda tidak ada bahasa “pemung-

utan”. Namun, bisa diganti dengan pelaksanaan. Sebab, bahasa pemungutan bisa memberikan persepsi dan interpretasi bahkan dikaitkan dengan UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, kontribusi wisatawan merupakan “barang baru”. Perlu ada nyali untuk memperjuangkan, minimal argumentasi tentang pentingnya kontribusi wisatawan tidak hanya berhenti di sini. Sebab, upaya pelestarian lingkungan alam dan budaya Bali tidak bisa hanya dibebankan kepada krama Bali. (kmb32)

Perda Kontribusi Wisatawan Tak Bisa Memaksa

Denpasar (Bali Post) Ranperda Kontribusi Wisatawan untuk Pelestarian Lingkungan Alam dan Budaya Bali sesuai rencana diketok palu dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Selasa (20/8) hari ini. Namun, nampaknya tidak akan ada sesuatu yang mengejutkan dari penetapan ranperda tersebut. Sebab, ranperda tidak memuat besaran kontribusi, teknik dan mekanisme pemungutan serta pembinaan dan pengawasan pemungutan. Semuanya lebih lanjut akan diatur lewat Peraturan Gubernur. “Dari konsultasi kami ke kementerian-kementerian terkait, 100 persen mereka mendukung dan dianggap ini ide yang terbaik,” ujar Ketua Pansus Ranperda Kontribusi Wisatawan Ketut Suwandhi dalam Rapat Paripurna Internal di DPRD Bali, Senin (19/8) kemarin. Suwandhi mengakui, memang ada beberapa masukan dan rekomendasi dari pusat. Sebagai contoh, Kementerian Perhubungan mendorong

payung hukum berupa Peraturan Menteri sebagai dasar upaya menyertakan kontribusi tersebut ke dalam komponen tiket pesawat. Pemerintah daerah juga diminta segera menyusun timeline untuk segera bertemu dengan INACA maupun IATA. Sementara Kementerian Pariwisata menyarankan agar penerapan kontribusi wisatawan dilakukan secara bertahap mulai dari 2,5 dolar, lalu 5 dolar, dan

MENJELANG pengujung Agustus ini, kawasan wisata Sanur akan diwarnai banyak kegiatan budaya, ekonomi, pariwisata dan olahraga. Menurut EAM Hotel Puri Santrian Made Suardana, Santrian Regatta 2019 yang ke-3 kembali digelar pada tanggal 22-24 Agustus 2019 dan Santrian Yoga Festival 2019 pada tanggal 24 Agustus 2019. Santrian Regatta merupakan ajang pencarian bakat khususnya atlet-atlet di Pulau Dewata, dimana event ini tentunya dibuka untuk umum dan ke depannya akan menjadi event internasional. ‘’Besar harapan kami event Santrian Regatta akan memicu kecintaan akan olahraga air, kecintaan bahari serta pelestarian lingkungan. Sedangkan lewat event yoga kami berharap masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Kami akan melibatkan masyarakat lokal dan wisatawan

tentunya, yang ke depannya akan dapat mempertahankan kunjungan wisatawan domestik maupun internasional ke Sanur, Bali,’’ ujar Made Suardana yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia perhotelan. Santrian Regatta adalah lomba selancar profesional antartingkat nasional yang terdiri dari beberapa tingkat yang akan di lombakan yaitu Optimis, Hobiecat 16 dan Windsurfing dibuka untuk umum. Santrian Regatta dan Santrian Yoga Festival juga merupakan salah satu rangkaian dari pada aktivitas Sanur Village Festival (SVF) yang akan melibatkan seluruh komunitas peselancar dan yoga di Sanur, bahkan komunitas Denpasar. Dua event ini merupakan bagian dari SVF yang sudah menjadi calendar of event Kementerian Pariwisata serta kegiatan yang ditunggu-tunggu masyarakat lokal mau-

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Santrian Regatta dan Yoga Festival Meriahkan Kawasan Sanur

Santrian Regatta and Yoga Festival 2019 Kegiatan Lomba “Santrian Regatta” Tingkat Nasional Hari/Tanggal Waktu Tempat

Topik : PARIWISATA SALAH ARAH,

ang dalam Keputusan Gubernur Bali Nomor 1855/01-A/ HK/2019 tentang Peresmian Pengangkatan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Denpasar Masa Jabatan Tahun 2019-2024. Adapun formasi Anggota DPRD Kota Denpasar Periode Tahun 2019–2024 yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memperoleh 22 kursi, Partai Golongan Karya memperoleh delapan kursi, Partai Demokrat memperoleh empat kursi, Partai Gerindra memperoleh empat kursi, Partai Nasional Demokrat memperoleh tiga kursi, Partai Solidaritas Indonesia memperoleh dua kursi dan Partai Hanura memperoleh dua kursi. Ketua Sementara DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede saat diwawancarai usai Sidang Paripurna menjelaskan, pelantikan ini dilaksanakan sesuai dengan amanat undang-undang mengingat telah berakhirnya masa bakti anggota DPRD Kota Denpasar periode Tahun 2014-2019. Dari pelantikan ini tentunya diharapkan dengan semakin berkembanganya peradaban manusia dapat diimbangi dengan profesionalitas para anggota DPRD dalam melaksanakan tugasnya. Sehingga mampu memberikan dukungan terhadap kemajuan pembangunan Negara Indonesia, khususnya Kota Denpasar. “Dari pelantikan ini tentunya kami berharap profesionalitas para anggota DPRD untuk terus bekerja

: Kamis – Sabtu, 22 – 24 Agustus 2019 : 09.00 Wita – selesai : Pantai Sanur, di depan Pantai Puri Santrian Beach Resort

Kegiatan “Santrian Yoga Festival” Hari / Tanggal : Sabtu, 24 Agustus 2019 Waktu : 06.30 – 09.00 Wita Tempat : Pantai Sanur, di depan Pantai Puri Santrian Beach Resort

Bali Post/ist

SANTRIAN REGATTA – Event Santrian Regatta ketiga yang memicu kecintaan akan olahraga air, kecintaan bahari serta pelestarian lingkungan akan digelar pada tanggal 22-24 Agustus 2019. pun internasional. Kegiatan ini digelar selama lima hari, dari tanggal 21-25 Agustus 2019. Event ini terbuka untuk umum dari pukul 11.00–23.00 Wita. ‘’Mari kita sukseskan kegiatan ini dengan datang dan menikmati atmosfir olahraga

serta budaya,” ujar Suardana yang didampingi Marcomm Manager Irma Wardani. Suardana menambahkan SVF adalah pesta rakyat tahunan yang diselanggarakan oleh Yayasan Pembangunan Sanur (YPS). SVF merupakan

gabungan dari beberapa kegiatan berskala besar menyangkut festival makanan, pameran ekonomi kreatif, berbagai kontes dan lomba, atraksi seni budaya, musik, serta berbagai jenis kegiatan ramah lingkungan. (pal)


Selasa Paing, 20 Agustus 2019

Hadapi Pilkada 2020

Golkar Survei Kader dan Nonkader

Mangupura (Bali Post) Partai Golkar mulai mengambil ancang-ancang untuk menghadapi rivalnya di pilkada Badung 2020. Partai berlambang beringin ini akan melakukan survei kader dan nonkader untuk diusung dalam kontestasi politik tersebut. Plt. Ketua DPD Golkar Badung Wayan Suyasa, Senin (19/8) kemarin mengatakan, Partai Golkar memiliki aturan untuk menentukan siapa-siapa yang nantinya dijagokan maju pilkada. Karena itu, pihaknya belum mau terburu-buru untuk menunjuk calon yang diusung dalam pilkada mendatang. ‘’Sudah jelas ada mekanismenya. Sesuai dengan aturan, partai bisa menelorkan calon dalam pilkada adalah 15 persen kursi di DPRD. Golkar mempunyai hak itu,’’ tegasnya. Pihaknya akan melakukan survei sebelum menentukan calon untuk pilkada 2020. Survei ini akan dilakukan di kalangan kader dan nonkader seperti, tokoh-tokoh independen yang memiliki elektabilitas memumpuni sehingga nantinya bisa bertarung dalam pilkada.

‘’Kami lakukan penjaringan dulu dari survei. Setelah itu baru nanti ada mekanisme partai lainnya. Kami menunggu petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis dari pimpinan kami di DPD Golkar Bali,’’ ujarnya. Seperti diketahui, Sekretaris DPD Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry sudah menyiapkan nama-nama yang layak untuk disodorkan ke masyarakat Badung melalui hasil survei. Sugawa Korry pun berharap pilkada Badung bukan ajang melawan kotak kosong. ‘’Jangan kotak kosonglah, mesti ada lawan dong. Partai harus siap bertanding supaya matang,’’ terangnya. Kasak-kusuk di internal partai, ada sejumlah nama yang masuk dalam survei Golkar untuk dicalonkan dalam pilkada Badung. Mereka adalah Wayan Muntra yang merupakan kader Golkar asal Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Wayan Suyasa yang kini Plt. Ketua Golkar Badung asal Mengwi, AAN Ketut Agus Nadi Putra kader Golkar dari Kuta Utara dan I G.N. Shaskara yang merupakan kader dari Kecamatan Abiansemal. (kmb27)

Bapenda Evaluasi Penerapan ”Tapping Box” Mangupura (Bali Post) Badan Pendapatan/ Pasedahan Agung (Bapenda) Badung akan mengevaluasi penerapan tapping box pada wajib pajak. Kebijakan ini menyusul adanya sorotan DPRD Badung yang menilai penerapan sistem tersebut kurang maksimal lantaran tidak realtime. ‘’Kami terima kasih atas masukan dari DPRD. Kami akan segera menindaklanjuti dengan mengevaluasi program tersebut,’’ ujar Kepala Bapenda Badung I Made Sutama, Senin (19/8) kemarin. Birokrat asal Desa Pecatu Kecamatan Kuta Selatan ini tak menampik jika penerapan tapping box belum maksimal. Hal ini lantaran sumber daya manusia (SDM) yang dilibatkan dalam melakukan pengawasan belum sebanding dengan jumlah alat yang dipasang. ‘’Kami sudah melalukan langkah-langkah konkrit untuk mengawasi, tapi jumlah tenaga yang dilibatkan belum sepadan dengan jumlah alat yang dipasang. Namun kami akan melakukan pengawasan dengan maksimal,’’ ungkapnya. Menurutnya, pihaknya telah memasang 1.640 sistem perekam transaksi yang terdiri dari tapping box, web service, dan cas register. Alat monitoring ini terpasang di 1.523 wajib pajak. Sejak diterapkannya sistem tersebut, ada peningkatan pendapatan

daerah hingga 21 persen. ‘’Pemasangan alat monitoring sudah kami lakukan sejak 2013 hingga 2018 yakni tapping box sebanyak 400, webservice sebanyak 530, dan cash register sebanyak 710. Setelah pemasangan alat ada peningkatan sebanyak 21 persen dari Rp 492.183.897.838,92 menjadi Rp 594.431.263.318,18,’’ ucap Sutama. Terkait saran melibatkan aparatur desa untuk mendata sumber pajak, Sutama mengaku telah memiliki Sistem Pengaduan Pajak. ‘’Kami setuju melibatkan perangkat desa terbawah untuk menjaring wajib pajak baru. Kami pun telah memiliki sistem pengaduan pajak, selain masyarakat bisa langsung mengadukan secara manual,’’ jelasnya. Seperti diketahui, kalangan DPRD Kabupaten Badung menyoroti penerapan tapping box yang dipasang pemerintah setempat pada wajib pajak. Pasalnya, alat untuk memonitoring transaksi usaha secara online untuk menghitung setiap transaksi yang terjadi di tempat usaha tidak maksimal penerapannya. Ketua Komisi III DPRD Badung Putu Alit Yandinata bahkan meyakini tapping box belum mampu memberikan laporan secara objektif, karena input datanya dilakukan secara manual. Dengan demikian, sistem tersebut sejauh ini belum maksimal mendongkrak pendapatan daerah. (kmb27)

DITUTUP - Klub malam Sky Garden hingga Senin (19/8) masih ditutup sementara.

Bali Post/edi

Warga Kuta Dukung Pembekuan Operasional Sky Garden

Mangupura (Bali Post) Sky Garden hingga Senin (19/8) kemarin masih ditutup. Garis polisi terpasang di depan klub malam tersebut. Selain pembekuan sementara karena izin operasional yang kedaluwarsa, Sky Garden juga memiliki tunggakan pajak yang belum dibayarkan. Terkait penutupan Sky Garden, masyarakat Kuta merespons positif tindakan tegas yang diambil Pemkab Badung. Pasalnya, Sky Garden memang sering dikeluhkan masyarakat. Karena selain masalah kebisingan, juga sering terjadi tindakan kriminal. Selain itu, operasional Sky Garden juga diketahui kerap melampaui pukul 02.00 Wita sehingga melanggar ketentuan Pemkab Badung. ‘’Itu sempat masuk sebagai pembahasan di paruman desa adat. Tapi dahulu karena sempat ada permintaan

dan pertemuan, maka desa adat memberikan kelonggaran lagi satu jam,’’ kata Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista, belum lama ini. Tokoh masyarakat Kuta Nyoman Graha Wicaksana menyambut baik pembekuan sementara terhadap operasional Sky Garden. Karena selama ini lebih banyak kerugiannya daripada keuntungan yang didapat. ‘’Kalau flash back ke belakang, di sana terlalu banyak terjadi kasus. Ada perkelahian antarsatpam dan lain sebagainya. Termasuk juga melanggar aturan jam buka

yang berdampak pula pada keamanan wilayah. Saya menyambut baik langkah pembekuan sementara ini,’’ ucapnya. Menurutnya, pemerintah memang harus tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak taat aturan. Jika ada yang mengklaim usaha tak taat aturan mendatangkan wisatawan, itu menurutnya tidak masuk akal. Hal ini lantaran Kuta memang sudah punya nama dan menjadi incaran wisatawan. ‘’Pascadibekukannya operasional Sky Garden, kini Kuta jauh lebih tertib. Ter-

masuk dalam hal kelancaran arus lalu lintas, khususnya di Jalan Legian,’’ bebernya. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung I GAK Suryanegara menjelaskan, pembekuan operasional Sky Garden belum dicabut dan tidak ada batas waktunya. Selama pembekuan masih berlangsung, pihaknya akan menempatkan sejumlah anggota di lokasi, bersinergi dengan kepolisian. Sebab, selain masalah perizinan, Sky Garden juga menjadi sorotan kepolisian berkaitan dengan sejumlah laporan tindak pidana. ‘’Kita tugaskan empat orang anggota pada pagi dan empat orang pada sore hari. Itu kita awasi dari jam tujuh pagi sampai 12 malam. Namun di samping itu, sampai

pagi itu tetap kami awasi melalui patroli kabupaten dan kecamatan,’’ tegas Suryanegara. Untuk diketahui, tunggakan pajak Sky Garden mencapai Rp 10 miliar lebih. Badan Pendapatan/ Pasedahan Agung (Bapenda) Badung pun tegas bersikap akan tetap mengejar tunggakan tersebut. Kepala Bapenda Badung I Made Sutama mengatakan, meski operasional Sky Garden dihentikan, bukan berarti pemungutan pajak tidak dilakukan. Pihaknya akan tetap mengejar tunggakan pajak yang belum disetor ke Pemkab Badung. ‘’Kami tetap tagih sesuai dengan jumlah utangnya. Kalau tidak dibayar, bunganya tetap berjalan,’’ katanya. (kmb23)

Selama Pujawali di Pura Uluwatu

Penggunaan Plastik Berkurang 50 Persen Mangupura (Bali Post) Pujawali di Pura Luhur Uluwatu di-sineb pada Jumat (16/8) lalu. Selama tiga hari Ida Batara nyejer, pamedek yang datang bersembahyang telah menunjukkan adanya tren mengurangi penggunaan kantong plastik untuk membawa sarana upacara. Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta menyampaikan, hal tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat mulai tumbuh. Bahkan pengurangan kantong plastik untuk membawa sarana upakara ini bisa mencapai hampir 50 persen. Pihaknya memperkirakan, pamedek sudah mulai

menyadari pentingnya pengurangan sampah plastik berkat informasi yang disampaikan di media baik itu cetak, online maupun televisi. Meski demikian, dia tidak memungkiri masih ada beberapa pamedek yang masih menggunakan plastik. ‘’Mungkin karena belum mengetahui imbauan ini. Tapi yang datang dengan plastik tidak sebanyak dulu. Mudah-mudahan pelaksanaan pujawali enam bulan mendatang dan seterusnya, pamedek akan lebih sadar dan penggunaan kantong plastik tersebut tidak lagi dilakukan,’’ katanya. Dengan mulai tumbuh-

Bali Post/edi

PUJAWALI - Sejumlah pamedek terpaksa membuka kantong plastik sebelum tangkil saat pujawali di Pura Luhur Uluwatu belum lama ini. Selama pujawali berlangsung, penggunaan kantong plastik berkurang drastis.

nya kesadaran masyarakat, Sumerta yang juga anggota DPRD Badung ini menyebutkan, pujawali tersebut

akan menjadi moment yang sangat bagus untuk mengkampanyekan pengurangan plastik. Hal ini juga akan

dievaluasi kembali bersama dengan pihak Puri Agung Jro Kuta sebagai pangemong Pura Luhur Uluwatu. (edi)


Selasa Paing, 20 Agustus 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

PKKMB FIB Unud ’’Kapitalisme Media dan Komunikasi Tekankan Wawasan Kebangsaan Seminar Nasional Prodi S-2 Ilmu Komunikasi Hindu IHDN Denpasar

Politik di Era Revolusi Industri 4.0’’

PROGRAM Studi Magister (Prodi S-2) Ilmu Komunikasi Hindu Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menggelar seminar nasional bertajuk ‘’Kapitalisme Media dan Komunikasi Politik di Era Revolusi Industri 4.0’’ di Auditorium Kampus Pascasarjana IHDN Denpasar, Senin (19/8) kemarin. Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama yaitu Prof. Dr. Dra. Hj. Neni Yulianita, M.S. (Guru Besar Komunikasi FIKOM Universitas Islam Bandung) dan Dr. Drs. I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa, M.Si. (Dekan FISIP Unud) yang dimoderatori Dr. Drs. I Wayan Wastawa, M.A. Seminar nasional ini dibuka Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. yang dihadiri Direktur Pascasarjana IHDN Prof. Dr. Dra. Relin DE, M.Ag., para dosen dan mahasiswa S-2 di lingkungan Pascasarjana IHDN Denpasar. Ketua Panitia Dr. I Dewa Ayu Hendrawathy Putri, S.Sos., M.Si. mengatakan seminar nasional ini bertujuan untuk memotivasi para calon intelektual Hindu agar berperan aktif sebagai duta dharma dan agen perubahan dalam mendiseminasikan ajaran agama Hindu berlandaskan filosofi Tri Hita Karana untuk memberikan pemahaman tentang kapitalisme media dan komunikasi politik, serta permasalahan yang kian kompleks di tengah-tengah masyarakat. Sebab, era revolusi industri 4.0 merupakan sistem yang mengintegrasikan dunia online dikendalikan oleh kapitalisme yang berkembang pesat di semua negara. Sistem ini hampir mengatur semua aspek kehidupan. Oleh karena itu, Prodi S-2 Ilmu Komunikasi Hindu IHDN Denpasar berkomitmen untuk mencetak SDM Komunikasi Agama Hindu yang menguasai keahlian di bidang IT yang berlandaskan nilai-nilai agama Hindu dan ideologi Tri Hita Karana. Dengan harapan Prodi S-2 Ilmu Komunikasi Hindu IHDN Denpasar bisa menjadi barometer Ilmu Komunikasi dengan interdisiplin ilmu yang terintegritas dengan ajaran agama Hindu sebagai landasan ilmiahnya. Sementara itu, Prof. Neni

SEMINAR - Para narasumber saat memberikan materi pada Seminar Nasional ‘’Kapitalisme Media dan Komunikasi Politik di Era Revolusi Industri 4.0’’ di Auditorium Kampus Pascasarjana IHDN Denpasar, Senin (19/8) kemarin. Yulianita mengatakan di era revolusi industri 4.0, perkembangan teknologi informasi berkembang begitu pesat. Bahkan, para pemilik modal memanfaatkan media, terutama media mainstrem untuk kepentingan politik tertentu. Tentu kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh pemilik media. Sebab, media tidak akan eksis apabila tidak memiliki modal. Alhasil, berita yang disajikan sering kali tidak berimbang dan hanya menguntungkan pemilik modal tersebut untuk kepentingan tertentu. ‘’Pemilik modal tidak boleh memainkan media seenaknya sendiri, mereka harus tetap mengikuti aturan-aturan main media bersangkutan terutama dalam objektivitas pemberitaan, keseimbangan berita, dan kaidah-kaidah lainnya dalam pers,’’ ujar Prof. Neni Yulianita. Sementara itu, Rektor Ngurah Sudiana mengungkap kecepatan perkembangan media digital (online) yang sudah melampaui batas waktu harus bisa dimanfaatkan

mahasiswa IHDN Denpasar, terutama mahasiswa S-2 Ilmu Komunikasi Hindu. Sebab, di era revolusi industri 4.0, siapa saja boleh memiliki media, terutama media online. Sebab, siapa yang bisa menguasai media, maka mereka akan menguasai dunia. Apalagi, media akan bisa mendatangkan keuntungan dan berjois-berjois lainnya. Namun harus tetap mengutamakan kaidah-kaidah dalam pemberitaan yang objektif. Dengan dem i k i an, caloncalon SDM Komunikasi Hindu IHDN Denpasar akan semakin expert dan profesional, serta siap bertarung di kancah global. ‘’Sekalipun IHDN bergerak di bidang agama, IHDN tidak boleh ketinggalan dalam bidang komunikasi, baik komunikasi sosial budaya, politik, ekonomi dan sebagainya. Sebab, dengan komunikasi ini IHDN bisa bargaining, tidak saja bargaining di bidang politik tetapi bargaining di bidang keilmuan,’’ tandas Prof. Sudiana. (ad604)

Tingkatkan Semangat Kebanggaan Indonesia

Honda Community Bali Gelar Touring Persaudaraan DALAM memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia (RI) komunitas Honda yang tergabung di bawah payung Honda Community Bali melakukan kegiatan yang bernuansa kebangsaan. Bertajuk ‘’Convoy Merdeka’’ dengan slogan ‘’Bangga Menjadi Indonesia’’, touring persaudaraan ini diramaikan 12 komunitas (HSFCI, RWT, HVIC, CCI BD, TRB, BTC, HPCI, VIBER, BOC, SFD SF dan GLDK) pada Minggu (18/8) lalu. Kegiatan ‘’Convoy Merdeka’’ para pecinta motor Honda ini bergerak dari lokasi main dealer Astra Motor Bali menuju Sempidi, Mengwi, Blayu dan berakhir di tempat bersejarah Taman Pujaan Bangsa Margarana. Sebelum berangkat seluruh bikers di-breafing tentang cara berkendara yang baik dan benar di jalan raya untuk selalu ingat Cari_Aman yang wajib diterapkan para bikers. Sebagai wujud antusias merayakan kemerdekaan, peserta konvoi menggunakan atribut berwarna merah putih. Sesampai di lokasi bersejarah, para bikers mengikuti aktivitas upacara bendera untuk memperingati HUT ke-74 RI, dilanjutkan berdoa dan megheningkan cipta bersama dan dilanjutkan dengan aksi so-

sial membersihkan makam para pahlawan serta diakhiri tabur bunga. Setelah itu, seluruh bikers diajak mengikuti games 17-an sebagai bentuk kebersamaan dan kekompakan. Manager Marketing Astra Motor Bali Thomas Pradu mengatakan aktivitas ini merupakan upaya mempererat persaudaraan dan silaturahmi antar-bikers dalam meningkatkan semangat

nasionalisme dan kebangsaan di komunitas Honda. ‘’Dengan semangat satu hati satu Indonesia, touring persaudaraan ini merupakan bentuk ekspresi kebanggaan menjadi bagian Indonesia dan melakukan kegiatan positif di Hari Kemerdekaan RI. Semoga aktivitas ini bisa menginspirasi para bikers Honda lainnya, juga masyarakat pada umumnya,’’ ungkap Thomas. (bns1)

FAKULTAS Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud), Senin (19/8) kemarin membuka masa Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2019. PKKMB ini diikuti sebanyak 569 orang mahasiswa dan dilaksanakan di Aula Widya Sabha Mandala Prof. IB Mantra, Kampus FIB Unud, Jalan Pulau Nias, Denpasar. Panitia PKKMB FIB Unud Dr. I Made Rajeg, M.Hum. mengatakan, dari 569 peserta, 6 orang merupakan mahasiswa sebelumnya yang belum mengikuti PKKMB. Sisanya 563 merupakan mahasiswa baru, terdiri dari Jurusan Sastra Indonesia sebanyak 64, Sastra Bali (28 orang), Sastra Jawa Kuno (11 orang), Sastra Inggris (221 orang), Arkeologi (57 orang), Sejarah (51 orang), Antropologi (56 orang) dan Jepang (75 orang). PKKMB 2019 dilaksanakan selama dua hari hingga Selasa (20/8) ini dan dibuka Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. Dalam sambutannya, 563 mahasiswa baru diharapkan agar disiplin dalam mengikuti kegiatan PKKMB, selama proses perkuliahan di FIB. Untuk itu, mahasiswa tidak harus berlamalama kuliah melebihi empat tahun. Harapannya, sebagaimana pedoman akademik agar mahasiswa dapat menyelesaikan kuliahnya tepat waktu. ‘’Kuncinya adalah disiplin dan atas nama civitas akademika mengucapkan selamat datang di Kampus FIB Unud,’’ katanya. Sementara untuk kegiatan PKKMB 2019 kali ini mengambil tema ‘’Bhinneka Tungggal Ika Tan Hana Dharma Mangwa, Berbeda-beda Dalam Satu-kesatuan NKRI’’. Untuk hari pertama diberikan materi kegiatan

PKKMB - Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. dan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. DR. HC. Petrus Reinhard Golose saat memberikan ceramah di hari pertama Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2019 Fakultas Ilmu Budaya Unud. wawasan kebangsaan dengan menghadirkan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. DR. HC. Petrus Reinhard Golose. Dalam ceramahnya, Kapolda Bali menekankan soal konsensus bangsa Indonesia di tengah berbagai pengaruh situasi global maupun nasional akhirakhir ini. Mahasiswa diminta untuk tidak ikut larut dalam aksi ujaran kebencian di medsos, serta terpengaruh radikalisme dan terorisme. ‘’Mahasiswa agar mengeleminir rasa takut pada teroris. Jangan sampai terpapar teroris,’’ tegasnya. Selain Kapolda, PKKMB di hari pertama juga diisi dengan

materi pendidikan tinggi di Indonesia dengan pembicara Dekan FIB Unud. Dilanjutkan ceramah mengenal nilai budaya, tata krama dan etika dengan pembicara Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A. Di hari kedua, kegiatan ceramah tentang alumni dengan narasumber Dr. Ni Luh Ketut Mas Indrawati, M.S. Dilanjutkan dengan perkenalan, pengenalan, program studi dan staf, serta ceramah peluang kerja, dan pelatihan dan pengisian KRS online. Selanjutnya ceramah tentang layanan mahasiswa dan persiapan penyesuaian diri di perguruan tinggi, dan terakhir berupa pengenalan sarana dan prasarana kampus. (ad603)

Pelepasan Mahasiswa KKN-PPM IIK Medika Persada Bali di Kelurahan Penatih Wujudkan Germas untuk Keluarga Sejahtera

INSTITUT Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali, Senin (19/8) kemarin mengadakan acara pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kelurahan Penatih. Sebanyak 165 orang mahasiswa dari 8 program studi akan melakukan kegiatan KKN-PPM dengan tema ‘’Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) untuk Keluarga Sejahtera’’ selama satu bulan. Diharapkan kegiatan KKN-PPM bisa memberikan kontribusi positif bagi perwujudan germas di masyarakat khususnya di Kelurahan Penatih. Rektor IIK Medika Persada Bali Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD., K.HOM. mengatakan dalam pelaksanaan KKN-PPM IIK Medika Persada Bali, kegiatannya sesuai dengan visi-misi dan kebijakan dari Gubernur Bali khususnya mewujudkan masyarakat yang berkearifan lokal terutama dalam hal kesehatan. Jadi dalam kegiatan KKN-PPM ini bersumber pada local wisdom dan kearifan lokal yang ada di Bali. Mengenai tema ‘’Germas untuk Keluarga Sejahtera’’, lebih lanjut dipaparkan Bakta, mahasiswa dibimbing dosen akan melakukan pembinaan ke masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal kesehatan baik pribadi dan lingkungannya. ‘’Juga kita mendorong pemanfaatan pekarangan untuk penanaman obat keluarga sehingga bisa mewujudkan masyarakat yang mandiri di bidang kesehatan,’’ ujar Bakta. Sementara terpilihnya Kelurahan Penatih sebagai tempat pelaksanaan KKN-PPM IIK Medika Persada Bali karena daerahnya

LEPAS - Pelepasan mahasiswa KKN-PPM IIK Medika Persada Bali di Kelurahan Penatih secara resmi oleh Rektor IIK Medika Persada Bali Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD., K.HOM. (kiri), Senin (19/8) kemarin. dekat dengan kampus IIK Medika Persada yang berlokasi di daerah Tonja. ‘’Kami ingin memberikan manfaat terhadap masyarakat yang dekat dengan lingkungan kampus dulu. Nanti ke depan baru diperluas,’’ ujar Bakta. Manfaat lain yang juga diberikan IIK Medika Persada Bali terhadap lingkungannya adalah memberikan keringanan biaya dalam belajar di IIK Medika Persada Bali. Dijelaskan Bakta, pihaknya telah memberikan keringanan biaya SPP dan bebas biaya pendaftaran untuk tamatan SMA di daerah Tonja. Hal yang sama juga akan diterapkan pada tamatan SMA di daerah Penatih.

‘’Jadi nanti bagi siswa tamatan SMA yang hendak melanjutkan studi ke IIK Medika Persada Bali akan bebas biaya pendaftaran dan biaya SPP didiskon 50 persen. Syaratnya membawa surat keterangan dari kepala lingkungan setempat,’’ jelas Bakta. IIK Medika Persada Bali saat ini sudah memiliki delapan program studi (PS) yaitu PS Administrasi Rumah Sakit, PS Farmasi Klinis, PS Fisioterapi, PS Psikologi, Diploma 4 (D-4) Teknik Elektro Medik, PS Kesehatan dan Keselamatan Kerja, PS Teknologi Laboratorium Medik dan PS Manajemen Informasi Kesehatan. (ad607)

’’Hipertensi Dini’’ pada Anak Tanda Bahaya yang Terabaikan BEBERAPA dekade terakhir, hipertensi (tekanan darah tinggi) merupakan suatu keadaan yang sering sekali ditemukan pada setiap orang. Awalnya lebih banyak ditemukan pada orang dewasa. Namun dikarenakan perubahan pola hidup saat ini menyebabkan peningkatan kejadian pada usia yang masih anak-anak banyak sekali terjadi. Lalu, mengapa hal ini perlu diperhatikan? Apa itu hipertensi pada anak? Berbeda arti hipertensi pada orang dewasa, hipertensi pada anak merupakan suatu keadaan di mana tekanan darah sistolik dan atau diastolik yang diukur menggunakan alat tensimeter lebih besar atau sama dengan persentil 95. Di mana persentil yang dimaksud adalah berdasarkan distribusi usia, jenis kelamin, dan tinggi anak. Pengukuran tekanan darah sendiri juga berdasarkan dari tiga kali pengukuran pada waktu yang berbeda, khususnya pada anak berusia <3 tahun.

Memang untuk data hipertensi pada anak di Indonesia sendiri saat ini masih kurang. Namun menurut data terbaru didapatkan terdapat 36,3% yang memiliki tekanan darah tinggi di Bali. Angka ini cukup tinggi, mengingat untuk usia di bawah 18 tahun sudah memiliki tekanan darah yang tinggi. Mengapa tekanan darah perlu diperhatikan sejak masih anakanak? Pemeriksaan tekanan darah saat masih anak-anak perlu dilakukan sebagai deteksi dini serta mencari penyebab dari hipertensi tersebut. Hal ini merupakan langkah awal untuk mengurangi angka kejadian komplikasi dari hipertensi itu sendiri. Tekanan darah tinggi yang tidak dilakukan penanganan, cepat atau lambat akan berdampak pada berbagai organ seperti jantung, pembuluh darah, ginjal, dan sistem saraf. Gejala yang terjadi dapat tidak muncul saat masih anak-anak, namun keadaan tersebut dapat

terus dibawa sampai dewasa dan menjadikan komplikasi yang lebih berat lagi. Anak yang memiliki tekanan darah tinggi sebaiknya dikonsulkan ke dokter spesialis, selain untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut juga untuk mencari penyebab mengapa bisa memiliki tekanan darah tinggi. Hipertensi sebaiknya lebih cepat diketahui dan ditangani lebih dini agar dapat mencegah komplikasikomplikasi yang lebih parah saat dewasa kelak. Siapa saja yang perlu untuk dilakukan pemeriksaan tekanan darah? Anak-anak yang perlu untuk dilakukan screening tekanan darah yaitu anak yang orangtuanya memiliki riwayat tekanan darah tinggi, anak yang obesitas atau memiliki berat badan lebih, anak yang memiliki penyakit kongenital atau bawaan dari lahir, anak yang memiliki kebiasaan sedentary lifestyle, di mana lebih sering kita temukan pada saat ini.

Bagaimana cara mencegah dan mengendalikan tekanan darah tinggi pada anak? Penyesuaian pola hidup adalah kunci untuk mencegah dan mengendalikan tekanan darah saat dini. Hal-hal yang dapat dilakukan seperti penurunan berat badan bagi anak yang obesitas atau berat badan lebih, dengan cara olahraga yang teratur dan konsisten (ratarata 3-5 hari selama 30-60 menit setiap sesi). Begitu juga mengurangi pola hidup sedentary (menonton TV, bermain games dan gadget) dengan batasan dua jam per harinya, konsumsi buah-buah dan sayuran juga terbukti untuk mengurangi risiko hipertensi, serta dukungan dari keluarga sebagai contoh pada anak guna untuk membuat anak sudah terbiasa memiliki kebiasaan untuk hidup sehat. l dr. I Gusti Ngurah Putu Mandela Agatha Sunantara, S.Ked.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Selasa Paing, 20 Agustus 2019

Senator RI Gemakan Antiradikalisme di Persaudaraan Indonesia di Rawamangun

Duta Besar UPF Dr. Wedakarna Gandeng Imam Besar Masjid Istiqlal di Peace Road 2019 SENATOR DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III kembali menjadi sorotan nasional dengan terlibatnya Senator termuda asal Bali ini di dua forum besar terkait interfaith di ibu kota Jakarta yakni dalam Peace Road 2019 oleh UPF-PBB yang berbasis di Seoul, Korea Selatan dan acara Persaudaraan Indonesia yang digagas para Raja Sultan Nusantara. Dalam acara Peace Road 2019, Senator Arya Wedakarna (AWK) didaulat memberikan sambutan kehormatan di hadapan para tokoh lintas agama, termasuk di hadapan Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiglal Jakarta) serta para tokoh dari Hindu, Katolik, Buddha, Protestan dan Kon-

ghucu. Dalam pesannya di hadapan peserta yang sebagian besar adalah generasi milenial Jakarta, Senator AWK meminta kepada warga untuk menyudahi perdebatan politik yang menyangkut SARA, khususnya yang terjadi saat Pemilu 2019 lalu dan mulai melangkah bersama-sama untuk membangun Indonesia yang lebih baik. ‘’Saya salut dengan Prof. Nazaruddin Umar. Beliau adalah Imam Besar Masjid yang dibangun Bung Karno. Dalam sambutannya, tadi beliau menyitir tentang ajaran Hindu. Beliau berkenan mengucapkan salam Om Swastiyastu dan inilah sesungguhnya wajah ulama Indonesia yang bisa menyejukkan warga negara. Begitu juga para pemimpin agama lainnya, mereka sal-

ing melengkapi, selalu mencari persamaan dan bukan perbedaan. Ini yang harus dipelajari anak muda, bahwa keteladanan para elite, para pemimpin harus diutamakan,’’ kata Gusti Wedakarna yang juga diangkat menjadi Duta Besar Perdamaian UPF-PBB di Nepal, beberapa waktu silam. Hal senada juga diungkapkan Senator AWK saat hadir dalam acara meng-Indonesia-kan Indonesia yang diadakan Persaudaraan Indonesia digagas oleh Daulat Raja Agung Panuturi Hasadaon Dr. Jooner Rambe, S.E., M.M. Di mana acara pertama dilaksanakan di Wantilan Pura Agung Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur. Dalam acara tersebut, Senator AWK memberikan sambutan yang intinya mengajak seluruh warga

bangsa bersatu-padu untuk menjaga Pancasila. ‘’Acara yang digagas oleh beliau para Raja Sultan, dan juga para pendeta akan mendapatkan dukungan politik dari saya. Terima kasih sudah memilih Pura Rawamangun sebagai tempat pertama kali acara Persaudaraan Indonesia diadakan. Ini sudah karma wesana untuk mengingatkan bahwa agama Hindu adalah agama tertua di nusantara. Ini wujud Jas Merah Bung Karno, dan saya senang karena di acara ini para kiai, bante, pendeta, pemangku, dan biksu bersamasama hadir untuk membuat sebuah sejarah baru. Selaku anggota DPD-RI, saya akan membantu organisasi ini dan juga bersinergi,’’ jelas Gusti Wedakarna, dalam sejarahnya tercatat sebagai anggota dari Forum Raja Sultan

mewakili Dinasti Leluhur Raja Badung Pertama Gusti Tegeh Kori. Pujian atas komitmen AWK langsung disampaikan Raja Daulat Agung yang langsung mendaulat Shri Arya Wedakarna sebagai Wakil Ketua Umum Persaudaraan Indonesia. ‘’Saya pernah diundang menandatangani Prasasti Tampaksiring oleh beliau Yang Mulia Gusti Wedakarna di Tampaksiring. Kini kerja sama ini terus dilanjutkan dengan iktikad mulia, membela Merah Putih. Kita gelorakan kembali kejayaan budaya nusantara. Saya ucapkan selamat karena Adinda Gusti Wedakarna sudah terpilih menjadi anggota DPD-RI periode 2019-2024. Kami para Raja Sultan ikut berbahagia,’’ ungkap Daulat Raja Agung Hasadaon. (ad608)

Mucikari Dituntut Tujuh Tahun Penjara

Denpasar (Bali Post) -

Bali Post/ist

AUDIENSI - Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto menerima audiensi pengurus HKTI.

Hasil Pertanian Bali Mesti Dikembangkan

Denpasar (Bali Post) Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, S.IP. menerima audiensi Dewan Pengurus Nasional (DPN) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Bali Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Senin (19/8) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Pangdam berharap hasil pertanian di Bali harus dikembangkan untuk menyejahterakan masyarakat. ‘’Mari kita lihat, apa hasil pertanian maupun kebun yang mungkin bisa dikembangkan di masing-masing daerah, khususnya di Bali. Misalnya salak, jeruk, anggur juga jenis kembang-kembang lainnya,’’ ujarnya. Terkait Rakornas dan Festival Pesona Kopi serta Jeruk Bali 2019 pada Selasa (20/8) ini, menurut Pangdam, merupakan kegiatan yang sangat baik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani. ‘’Kami dari pihak Kodam IX/Udayana siap mendukung dan menyosialisasikan kepada para petani melalui para Babinsa setempat,’’ ucapnya. Pimpinan rombongan yang juga Sekjen DPN Pemuda HKTI Pusat Azwardi Natta menyampaikan kegiatan Festival Pesona Kopi dan Jeruk Bali 2019 dilaksanakan pada Selasa (20/8) hingga Jumat (23/8) bertempat di Bedugul, Tabanan. ‘’Untuk itu, besar harapan kami pada festival tersebut bisa berkolaborasi dengan pihak Kodam IX/Udayana. Kolaborasi ini diarahkan untuk petani muda, serta terkait pemasaran hasil-hasil produksinya akan dibantu oleh pihak pengusaha,’’ tegas Azwardi Natta. (kmb36)

Dilantik, Sumardika Naik Dokar ke Kantor DPRD Kota Denpasar Denpasar (Bali Post) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar 2019-2024 terpilih dilantik, Senin (19/8) kemarin. Ada yang menarik mewarnai pelantikan yang diawali dengan upacara majaya-jaya di Pura Kantor DPRD Kota Denpasar tersebut. Di mana salah satu anggota dewan terpilih I Nyoman Sumardika, S.Sos. menaiki dokar menuju kantor DPRD Kota Denpasar di Jalan Melati, Denpasar. Mengenakan baju safari putih, Sumardika memilih menaiki dokar menuju Gedung DPRD Kota Denpasar untuk menunjukkan kebiasaan dan kesederhanaannya kepada masyarakat. ‘’Meskipun sudah duduk menjadi dewan, tiang (saya - red) akan tetap bekerja sesuai dengan konsep pada saat simakrama, yaitu dari, oleh, dan untuk rakyat atau yang sering dikenal konsep manyama braya,’’ katanya. Pria yang kerap disapa Pak Man Ligir ini mengungkapkan dirinya akan menunjukkan secara riil apa yang disampaikan pada saat simakrama. ‘’Saya akan menjalankan apa yang pernah dilakukan senior saya almarhum Wayan Darsa. Saya sebagai pengganti akan berjuang untuk kepentingan masyarakat Kota Denpasar,’’ ungkapnya. Pemilik Wibisana Dekorasi ini juga menuturkan tidak henti-hentinya akan berkomunikasi dengan senior-senior yang ada di Desa Pemecutan Kaja untuk mengawal aspirasi masyarakat. ‘’Pintu rumah kami selalu terbuka untuk masyarakat. Kami siap menampung masukan atau aspirasi masyarakat,’’ tandasnya. Lebih lanjut disampaikan pihaknya juga tidak menyampaikan ucapaan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pendukung, loyalitas, simpatisan, pendukung ‘’Braya Man Ligir’’ dan seluruh masyarakat Denpasar Utara pada umumnya serta masyarakat Desa Pemecutan Kaja secara khusus atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada dirinya. (win)

Bali Post/win

NAIK DOKAR - Salah satu anggota DPRD Kota Denpasar terpilih I Nyoman Sumardika alias Man Ligir saat menaiki dokar menuju Kantor DPRD Kota Denpasar.

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS bersama Prof. Nazaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta) dan saat didaulat menjadi pengurus Persaudaraan Indonesia di hadapan tokohtokoh agama nasional di Rawamangun.

Peringatan keras diberikan kepada pelaku yang diduga sebagai mucikari yakni Ni Komang Sucitawati alias Bu Komang Suci (49) dan Ni Wayan Aristiani alias Mami Wayan (51). Kedua terdakwa ini dituntut tujuh tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (19/8) kemarin. Mereka dituntut tinggi lantaran diduga menjalankan bisnis prostitusi dengan melibatkan anak di bawah umur. JPU Dewa Ayu Supriyani dan jaksa Ida Ayu Nyoman Surasmi (terpisah) menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Perlindungan Anak yaitu telah menempatkan, membiarkan, melakukan eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak. Atas ulahnya itu, kedua terdakwa dijerat Pasal 76 I jo Pasal 88 Undang-undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-un-

dang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dalam dakwaan ketiga. Jaksa kemudian menuntut Ni Komang Sucitawati alias Bu Komang Suci dengan pidana penjara tujuh tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan sementara dan pidana denda Rp 100 juta. Apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan. Tuntutan yang sama juga dijatuhkan ke terdakwa Ni

Wayan Aristiani alias Mami Wayan. Dia juga diwajibkan membayar restitusi sebesar Rp 144.192.000 kepada empat korban anak ditanggung renteng oleh terdakwa Ni Komang Sucitawati alias Bu Komang Suci bersama Ni Wayan Aristiani alias Mami Wayan. Dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk pembayaran restitusi. Apabila tidak mampu membayar, diganti dengan

pidana kurungan selama enam bulan. Dalam menjalankan bisnisnya, terdakwa Komang Suci dan Wayan Aristiani memiliki peran masing-masing. Komang Suci berperan sebagai penyalur PSK untuk dipekerjakan di tempat Wayan Aristiani di Jalan Sekar Waru No. 3B Denpasar yang terkenal dengan nama Aquarium 3B. Kasus ini muncul, ketika Cindy Belvia Sari (belum ditangkap) yang pernah bekerja untuk Komang Suci sebagai cewek open booking out (BO) pulang ke Jakarta dengan alasan anaknya tidak ada pengasuh. Beberapa lama kemudian, Cindy menghubungi beberapa korban untuk menjadi ce-

wek open BO di Bali dengan iming-iming gaji Rp 10 juta per bulan dan fasilitas lengkap. Setelah menyakinkan para korban, Cindy kemudian menghubungi Komang Suci untuk menyiapkan biaya tiket keberangkatan para korban ke Bali. Para korban itu kemudian diberangkatkan secara bertahap dengan mengunakan pesawat udara dari Jakarta ke Bali pada Oktober 2018. Adapun inisial para korban itu yakni NW alias Caca (16), AA alias Angel (15), DH alias Vina (18), PS Mira (17), dan NP alias Billa (15). Di Bali korban tinggal di tempat terdakwa (Komang Suci) di Jalan Betngandang, Sanur Kangin, Kecamatan Denpasar Selatan. (kmb37)

Hari Ini, Delapan Ranperda Diketok Palu

Salah Satunya Revisi Perda RTRWP Bali Denpasar (Bali Post) DPRD Bali benar-benar bekerja ‘’maraton’’ untuk menyelesaikan delapan rancangan perda yang seluruhnya akan diketok palu dalam rapat paripurna, Selasa (20/8) ini. Baik itu ranperda inisiatif dewan maupun usulan dari eksekutif di Pemprov Bali. Di antaranya Ranperda tentang Perubahan Perda No. 16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali Tahun 2009-2029, Ranperda tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelestarian Lingkungan Alam dan Budaya Bali dan Ranperda tentang Perubahan Ketiga atas Perda No. 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah. Begitu juga Ranperda tentang Sistem Pertanian Organik, Ranperda tentang Pencabutan Perda No.5 Tahun 2006 tentang Tata Cara

Tuntutan Ganti Kerugian Daerah, Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, Ranperda tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2019, serta Ranperda Perubahan atas Perda No.10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. ‘’Sudah bisa ditetapkan semua karena semangat kita. Semangatnya eksekutif juga. Jadi kita harus merampungkan semua yang tersisa ini karena juga menyangkut anggaran. Biar nanti tidak ada perda multiyears,’’ ujar Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama usai memimpin rapat paripurna internal, Senin (19/8) kemarin. Wiryatama mencontohkan Ranperda terkait Revisi Perda RTRWP yang sudah

disampaikan eksekutif sejak 29 Januari 2018 lalu. Jika tidak dituntaskan sekarang, pihaknya khawatir kebijakan gubernur tidak akan memiliki dasar hukum. Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Revisi Perda RTRWP Bali I Nengah Tamba mengatakan salah satu poin revisi adalah menyangkut ketinggian bangunan. Dalam hal ini, bangunan rumah sakit ketinggiannya dapat lebih dari 15 meter untuk mengakomodasi penyediaan ruang untuk jaringan infrastruktur terkait rumah sakit, sesuai ketentuan dengan jumlah lantai setinggi-tingginya 5 lantai. Kemudian ada tambahan pada atap bangunan umum/ industri dengan ketinggian 15 meter diperbolehkan dimanfaatkan untuk aktivitas

penunjang seperti kolam renang, restoran, dan bangunan penunjang lainnya yang kegiatannya tidak bersifat permanen. Terkait hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana meminta adanya penegasan mengenai lantai 5 atau atap yang boleh digunakan untuk fasilitas penunjang. Sebab, kalau itu hotel, maka kolam renang bukanlah fasilitas yang sifatnya temporari atau sementara. Politisi PDI-P ini juga memberi masukan agar ada penegasan soal Teluk Benoa sebagai daerah konservasi dalam revisi Perda RTRWP, sebagaimana yang telah menjadi kesepakatan dewan dan gubernur terpilih. Mengingat, masalah Teluk Benoa cukup sensitif dan sudah bertahun-tahun dibi-

carakan masyarakat Bali. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta memberi masukan agar lembaga pendidikan juga dikecualikan seperti rumah sakit. Yakni ketinggian bangunannya dapat lebih dari 15 meter. Anggota Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta menyoroti soal jarak sempadan pantai karena dalam revisi Perda RTRWP, provinsi hanya memberikan arahan 100 meter. Hal ini, menurutnya, berbahaya dan sumir, serta bisa berakibat fatal di kabupaten/kota. Kalau tidak betul-betul diawasi, pantai Bali dikhawatirkan hanya menjadi milik investor yang menanamkan modal di pesisir. ‘’Kalau bisa dipertegas, biar jelas,’’ ujarnya. (kmb32)

Peringati HUT Ke-74 Kemerdekaan RI

Bongkasa Pertiwi Ajak Generasi #BijakBerplastik KARANG Taruna Desa Bongkasa Pertiwi berkolaborasi dengan PT Tirta Investama-Pabrik Mambal (Pabrik AQUA Mambal), BUMDes Mandala Saridan, pengusaha lainnya memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia dengan tema ‘’SDM Unggul, Indonesia Maju, Bongkasa Pertiwi Bijak Berplastik’’. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, melakukan pengumpulan, edukasi dan pengembangan inovasi serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan yang juga didukung mahasiswa KKN PPM XIX Unud tersebut dilakukan pada 18 Agustus 2019 di Bale Subak Karang Dalem. Ketua Karang Taruna Bongkasa Pertiwi I Putu Mayuna Eka Putra menjelaskan, tema bijak berplastik ini diambil berkaitan dengan akan disahkannya Perdes Bongkasa Pertiwi tentang kebersihan, keindahan, ketertiban dan kesehatan lingkungan. Perdes ini diinisiasi oleh Program Kampung Mandiri untuk menjaga kualitas lingkungan, kelestarian fungsi lingkungan hidup, dan kes-

ehatan masyarakat. ‘’Perdes ini mengatur setiap warga desa untuk mengelola sampah anorganik, tidak membuang limbah sembarangan, tidak BAB sembarangan dan lainlain,’’ kata Mayuna. Kegiatan yang dilakukan adalah jalan santai dengan clean-up sampah plastik sepanjang jalur perjalanan, lomba mewarnai, lomba kreasi daur ulang, lomba permainan rakyat dan sosialisasi STBM, pertanian sehat, biogas serta pameran produk dampingan program Kampung Mandiri dan pameran makanan serta usaha yang ada di Desa Bongkasa Pertiwi. Tercatat sebanyak 163,2 kg sampah terkumpul dari kegiatan sehari. Desa Bongkasa Pertiwi merupakan satu dari sebelas desa wisata yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Peraturan Bupati No. 47 Tahun 2010. Atraksi wisata Desa Bongkasa Pertiwi menjadi potensi utama mulai dari pemandangan alam perdesaan seperti alur lembah Sungai Ayung yang berkelok-kelok dari hulu hingga hilir, landskap pertanian mulai dari persawahan, aktivitas pertanian dan gubuk petani sekaligus lokasi pemeliharaan ternaknya. Potensi

tersebut dikelola BUMDes Mandala Sari bekerja sama dengan Pabrik AQUA Mambal dalam program Kampung Mandiri. Sustainable Development Director Danone-AQUA Karyanto Wibowo menjelaskan program ini dimaksudkan untuk membangun kemandirian desa dalam pengelolaan lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial melalui pengembangan energi terbarukan

(biogas), pertanian sehat dan ramah lingkungan, Water Access Sanitation and Hygiene (WASH), dan konservasi/ pelestarian keanekaragaman hayati. ‘’Program yang kami kembangkan merupakan bagian dari komitmen ganda bahwa kesuksesan secara ekonomi harus sejalan dengan kesuksesan sosial dan memberi manfaat untuk masyarakat,’’ Lanjut Karyanto. Lebih lanjut dikatakan,

peringatan yang dilakukan oleh Karang Taruna Bongkasa Pertiwi dengan tema salah satunya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai ini unik sekali. ‘’Sejalan dengan Kampanye #BijakBerplastik AQUA yang telah kami dorong selama dua tahun belakangan ini. Harapannnya akan terbangun kondisi lingkungan yang baik untuk mendukung status Desa Bongkasa Pertiwi sebagai desa wisata,’’ tutup Karyanto. (r)


Selasa Paing, 20 Agustus 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana ”Startup”, Ekonomi Rakyat Akar Rumput EKONOMI kerakyatan terus menjadi sorotan dan diperjuangkan. Istilah ekonomi kerakyatan ini bahkan telah didengungkan sejak eranya Wakil Presiden Mohammad Hatta yang juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Masalah ekonomi kerakyatan kembali mencuat pada era milenial ini, sejalan berkembang pesatnya teknologi informasi. Ekonomi kerakyatan kini muncul dengan wajah baru dengan istilah startup, mengikuti era milenial. Dikutip dari beberapa sumber, startup merupakan usaha baru yang sedang berkembang, yang tidak hanya bersentuhan dengan teknologi, dunia maya, aplikasi atau produk. Tetapi, bisa juga mengenai jasa dan gerakan ekonomi rakyat akar rumput yang bisa mandiri tanpa bantuan korporasi yang lebih besar dan mapan. Perkembangan startup di Indonesia demikian pesat. Tiap tahun bahkan tiap bulan banyak bermunculan pemilik startup baru. Ini tidak lepas dari terus meningkatnya pengguna internet di Indonesia. Tahun 2013 lalu saja, pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 70 juta orang. Satu hal yang perlu digarisbawahi dan ditegaskan di sini, startup sebagai gerakan ekonomi rakyat akar rumput. Artinya, gerakan ekonomi benar-benar muncul secara individuindividu masyarakat sebagai sebuah usaha baru yang berkembang. Penekanan kedua, startup bisa mandiri tanpa bantuan korporasi yang lebih besar dan mapan, apalagi mengandalkan bantuan pemerintah. Inilah yang membedakannya dengan gerakan koperasi sebagai ekonomi kerakyatan yang dikenal sebelumnya. Harus diakui, koperasi sebelum-sebelumnya masih ada semacam keterkaitan dengan pemerintah atau korporasi yang lebih besar dan mapan. Sementara startup, benar-benar sebagai gerakan ekonomi akar rumput dalam persaingan bebas global di era milenial. Startup-startup inilah yang melahirkan unicorn-unicorn, gerakan ekonomi akar rumput yang bebas mandiri dengan basis jaringan seluas jangkauan internet. Unicorn merupakan perusahaan-perusahaan rintisan (startup) yang memiliki valuasi 1 miliar dolar AS (sekitar Rp 14 triliun). Bahkan, Indonesia saat ini termasuk negara yang memiliki unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Unicorn ini memanfaatkan kecanggihan teknologi (informasi) berbasis jaringan. Beberapa unicorn Indonesia yang tercatat sukses seperti Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak dan beberapa yang baru lainnya. Unicorn-unicorn ini masih berpeluang tumbuh dan berkembang menjadi decacorn (valuasi 10 miliar dolar AS). Salah satu yang patut diacungi jempol dari startup-startup yang telah berhasil menjadi unicorn, keterlibatan ekonomi rakyat akar rumput menjadi mitra mereka. Sebut saja Gojek misalnya, mereka melibatkan para pemilik kendaraan bermotor sebagai mitra bisnis jasa mereka. Selain para driver ini, mereka juga menjadi mitra bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi mitra bisnis. Mulai dari pemilik warung sate, ayam geprek, usaha makanan dan minuman rumahan sampai berbagai kerajinan dan pakaian memanfaatkan Gojek dengan berbagai fitur aplikasinya untuk mengembangkan bisnis mereka. Ekonomi kerakyatan, ekonomi akar rumput, startup atau entah apalah namanya nanti, telah terbukti menjadi kekuatan ekonomi sebuah negara. Para pakar menyebutkan, makin banyak masyarakat yang terjun sebagai wiraswastawan (startup) maka makin kuat perekonomian negara tersebut. Dan, melihat perkembangan startup maupun unicorn di Indonesia, tidaklah berlebihan jika para pakar ekonomi dunia meramalkan Indonesia bisa muncul menjadi negara dengan perekonomian terkuat keempat dunia. Tentu saja selalu ada catatan, asalkan stabilitas sosial, politik, dan keamanan bisa tetap terjaga dengan baik.

Bangkitnya Wirausaha Milenial Perubahan tatanan perekonomian dunia dengan sistem perdagangan bebas dan sistem bisnis online akan menjadi tantangan dan peluang bagi wirausaha–wirausaha milenial. Bangkitnya wirausaha milenial diharapkan mampu menghadapi perdagangan bebas dan bisnis online yang menjadi mekanisme pertukaran barang dan jasa dalam perekonomian dunia, ini berarti suka tidak suka atau mau tidak mau harus berhadapan dengan iklim usaha global yang penuh dengan ketidakpastian ekonomi. Maka dari itu, wirausaha milenial haruslah dipacu agar mampu memiliki daya saing keunggulan komparatif dan kompetitif dari setiap produk yang dihasilkan dengan berstandarkan global.

Oleh Bambang Gede Kisardi

U

ntuk mampu menghadapi era perdagangan bebas tersebut, kemampuan perekonomian nasional harus digerakkan dengan kekuatan ekonomi gotong royong oleh wirausaha–wirausaha milenial dengan memiliki sumber daya manusia yang bercirikan kreatif, inovatif, produktif, ulet, dan berani mengambil risiko dengan keputusan yang cepat. Menyadari akan pentingnya pengembangan wirausaha-wirausaha milenial secara nasional, maka pada era pascareformasi saat ini, pemerintah kembali mencanangkan Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan (GNMMK) yang selanjutnya gerakan ini akan menjadi Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN). Sejalan dengan perkembangan dunia usaha, pemikiran ke arah pengembangan wirausaha milenial yang memasuki abad ke-21 ini menunjukkan tren yang meningkat dengan cepat. Kecenderungan ini terjadi sejalan dengan upaya untuk meningkatkan peran usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dalam pembangunan ekonomi dan mengantisipasi dampak negatif dari kecenderungan dalam era globalisasi yang dicirikan dengan semakin ketatnya persaingan. Banyak kalangan memandang bahwa globalisasi merupakan keniscayaan sejarah dan oleh karena itu tidak dapat dihentikan. Pandangan ini muncul sebagai reaksi dari pendapat sementara kalangan yang sangat prihatin terhadap kecenderungan perkembangan ekonomi dunia yang kian tak menentu bahkan sering memunculkan kondisi ketidakpastian

S URAT PEMBACA Jaga Sumber Mata Air

Debit air di sejumlh daerah dilaporkan menurun. Bahkan, Bendungan Telaga Tunjung, Tabanan juga saya dengar volume airnya menyusut. Ini supaya diperhatikan banyak pihak agar ke depan, kita di Bali tak kesulitan air bersih. Jika memungkikan mari kita bersama-sama jaga sumber mata air yang ada. Gerakan menanam harus dibangkitkan kembali. Penggunaan air untuk bisnis air kemasan hendaknya juga diawasi agar subak-subak tak kekurangan air irigasi. I Putu Wirdana Tabanan, Bali

ekonomi dan rentan gejolak sosial maupun politik dunia, terutama sebagai akibat dari arus finansial global yang semakin liar. Padahal, tidak semua negara memiliki daya tahan yang tangguh untuk terlibat di dalam kancah lalu lintas finansial global yang tidak lagi mengenal batas-batas negara dan semakin sulit dikontrol oleh perintah negara yang berdaulat termasuk negara-negara maju, apalagi negara-negara berkembang seperti negara kita. Yang dikhawatirkan adalah suatu bentuk eksploitasi baru, seperti financially driven economies terhadap good-producing economies. Strategi seperti ini sering dimotori oleh negara-negara raksasa ekonomi dunia, yang dalam hal ini memiliki keleluasaan yang sangat besar dalam merekayasa bentuk-bentuk transaksi keuangan yang sifatnya semu, dalam artian tidak memberikan kontribusi produktif bagi peningkatan kesejahteraan riil masyarakat. Hal ini terjadi karena uang dan aset-aset finansial lainnya yang seharusnya hanya menjadi alat berlangsungnya perdagangan, ternyata kian saling diperdagangkan sebagaimana komoditas barang dan jasa. Dewasa ini, dunia usaha sedang mengalami proses perubahan yang mendasar, karena orientasi keuntungan yang berjangka pendek kian ditinggalkan dan bersamaan dengan itu orientasi jangka panjang yang berwawasan kepuasan pelanggan (customer satisfaction), kepedulian terhadap lingkungan hidup, dan berbagai masalah sosial makin menonjol. Oleh karena itu, pertimbangan keberhasilan suatu perusahaan menjadi lebih luas, dan tidak lagi

manajemen pemasaran produk, bidang sumber daya manusia, dan bidang teknologi. Dengan demikian, mampu memiliki keunggulan, kemandirian, dan daya saing dalam menghadapi persaingan global. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan

POJOK Lima investor berniat membangun pabrik olah bahan berbahaya dan beracun di Jembrana. - Apa tidak salah lokasi. *** Dampak kemarau panjang, tiga dusun di Bangli disuplai air bersih. - Perlu solusi ke depan. *** Warga Kuta dukung pembekuan operasional Sky Garden. - Bukan basa-basi.

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Mohon Penjelasan PDAM Denpasar Halo PDAM Kota Denpasar, kami pelanggan PDAM ingin mendapatkan penjelasan yang jelas dan terinci sehubungan kanaikan tarif PDAM yang relatif besar dari persentase yang dikenakan. Informasi yang kami terima dari petugas, kenaikan hanya berkisar 15%. Namum, kenyataan berbeda dengan struk pembayaran yang kami terima setiap bulannya. Rincian tarif PDAM seperti tersebut di bawah. Rincian Tarif PDAM Kota Denpasar. Hanya biaya pemeliharaan meteran sebesar Rp 7.500, yang tidak naik dan retribusi kebersihan Rp 4.000 tidak naik. Yang saya rasakan dalam satu tahun, dua kali PDAM menaikkan

hanya terbatas pada masalah “untung“. Walaupun demikian, kondisi di tengah era global marketism seperti sekarang, di mana daya inovatif, daya kreatif, daya produktif, dan daya antisipasi merupakan persyaratan yang harus dimiliki seorang wirausaha milenial. Adapun keberhasilan usaha yang lebih banyak ditentukan oleh keunggulan (competitiveness) menunjukkan bahwa tolok ukur yang harus kita kembangkan menjadi relatif. Keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh apakah kita sebagai wirausaha milenial berhasil melebihi prestasi yang lalu, melainkan juga ditentukan apakah hasil kita relatif terhadap usaha lain, memang lebih unggul. Hal ini menunjukkan bahwa tolok ukur keberhasilan secara relatif merupakan persyaratan imperatif. Kenyataan tersebut mengindikasikan bahwa model wirausaha milenial pada saat sekarang dan yang akan datang juga akan mengalami pergeseran. Adapun pergeseran tersebut terjadi karena adanya transformasi ekonomi. Sebagai implikasi dari proses pergeseran basis ekonomi, dari sektor pertanian ke sektor industri dalam kehidupan masyarakat kita. Secara sederhana bisa dilihat terdapat dua tipologi masyarakat. Di mana sebagian masyarakat telah beradaptasi ke dalam masyarakat industri dan masyarakat teknologi informasi, di samping itu sebagian besar lainnya masih berada dalam masyarakat tradisional. Kondisi dualistik seperti ini sekaligus mengindikasikan kekhasan sosok wirausaha-wirausaha dalam masyarakat kita, baik ditinjau

dari sudut pandang aspek skala usahanya maupun dari aspek keragamannya. Sejalan dengan kondisi dualistik yang kita hadapi, di mana sosok seorang wirausaha milenial yang kita inginkan adalah wirausaha milenial yang memiliki jiwa, semangat, serta perilaku kewirausahaan (entrepreneurship) yaitu: (1) kemauan dan kemampuan untuk bekerja dengan semangat kemandirian. (2) Kemauan dan kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis, termasuk keberanian mengambil risiko usaha. (3) Kemauan dan kemampuan berpikir dan bertindak secara kreatif, inovatif, dan produktif. (4) Kemauan dan kemampuan untuk bekerja secara teliti, tekun, dan ulet. (5) Kemauan dan kemampuan untuk bekerja dalam kebersamaan dengan berlandaskan etika bisnis yang sehat. Untuk mewujudkan suatu wirausaha milenial yang memiliki jiwa, semangat, dan perilaku seperti tersebut di atas tidaklah mudah. Dalam hal ini, peran pemerintah dan stakeholder terkait sangat menyadari dalam mewujudkannya perlu upaya yang strategis dan kerja keras serta menuntut partisipasi semua pihak. Oleh karena itulah, diperlukan gerakan kewirausahaan yang berstandarkan global bagi wirausaha-wirausaha milenial ke depan. Berdasarkan atas kajian dari kondisi yang ada saat ini, diperlukan strategi pengembangan wirausaha milenial melalui: pertama, penumbuhan iklim usaha yang kondusif dalam aspek pendanaan, aspek persaingan, aspek prasarana, aspek informasi, aspek kemitraan, aspek perizinan usaha, dan aspek perlindungan. Sejalan dengan hal tersebut, penumbuhan iklim yang kondusif ini dilakukan sebagai suatu kesatuan dan tidak secara parsial, karena tiap-tiap aspek tersebut adalah terkait antara yang satu dengan yang lainnya. Kedua, pembinaan dan pengembangan jiwa dan karakter wirausaha sangat diperlukan bagi sumber daya manusia (SDM ) wirausaha-wirausaha milenial terutama dalam bidang produksi dan pengolahan, bidang

tarif tanpa pemberitahuan kepada pelanggan khusus masyarakat Kota Denpasar. Hal ini sangat disayangkan. Kenaikan yang begitu besar tanpa dibarengi dengan meningkatkan pelayanan (PDAM sering mati) beberapa hari/ minggu ini sering tidak mengalir (07.00 pagi air sudah tidak mengalir/mati). Anak Agung Gede Alit, S.H. Jl. A. Yani, Gg. Guaksa 18 A, Peguyangan

Harapan kepada DPRD Baru Para legislator baru yang dilantik di sejumlah ka-

bupaten/kota hendaknya berbuat lebih bagus dan bekerja untuk rakyat. Saya juga menyampaikan terima kasih atas semua legislator yang kali ini tak ikut terpilih kembali. Dan kepada pendatang baru, saya harapkan segera beradaptasi dengan tugas-tugasnya sebagai wakil rakyat. Hal utama yag saya harapkan adalah para wakil rakyat agar bekerja dengan dedikasi untuk kepentingan rakyat. Kinerja dewan tentu bukan harus diukur dari besaran bansos yang diberikan kepada publik, melainkan sejauh mana berkontribusi meningkatkan daya saing masyarakat dalam bidang ekonomi dan kerakyatan. Mudah-mudahan para wakil rakyat yang baru tak hanya mengedepankan program studi banding. Jika in-

gin menjadi wakil rakyat yang disegani hendaknya tetap mendengar aspirasi rakyat dan tetap melakukan proses pengawasan terhadap kinerja eksekutif. Jangan membangun kompromi hanya untuk kepentingan pribadi. Saya juga berharap agar para wakil rakyat jangan sampai terjerat kasus hukum karena ikut menjadi calo perizinan. Para wakil rakyat hendaknya belajar dari kasus-kasus DPR-RI yang ternyata banyak terjerat kasus gara-gara melakukan kolusi. Besar harapan saya DPRD hasil Pemilu 2019 ini benar-benar memiliki komitmen membangun komunikasi dengan rakyat setelah dilantik. Jangan hanya datang saat membawa bansos dan meminta dukungan politik. I Dewa Wiguna Gianyar, Bali

Lorong di Pasar Tabanan Pasar Tabanan kini menjadi salah satu objek wisata untuk turis mancanegera. Hampir setiap hari pasar yang terletak di tengah kota Tabanan ini dikunjungi wisman. Wisatawan yang sebagian anak muda ini juga sering berbelanja di pasar tradisional tersebut. Produk yang disukai adalah buahbuahan. Ini tentu kabar baik dalam menunjang geliat pariwisata. Namun meningkatnya kunjungan pembeli lokal maupun wisman itu tak diikuti dengan penataan yang baik. Utamanya penataan barang dagangan. Seringkali dagangannya menghabiskan setengah jalan setapak yang

sudah kecil. Padahal sudah ada ‘’garis pembatas’’ berupa pemasangan batu sikat. Namun rupanya hal itu belum tersosialisasi secara baik oleh petugas pasar. Atau setidaknya ada peringatan bagi pedagang yang ‘’mencaplok’’ jalan setapak. Sebab, hal itu sangat mengganggu lalu lintas. Apalagi berpapasan dengan turis asing yang rata-rata badannya tinggi besar, tentu akan membuat lalu lintas sedikit terganggu. Untuk itu, mohon petugas pasar menertibkan pedagang, sehingga pengunjung pasar akan terasa nyaman untuk berbelanja atau sekadar lihat-lihat tradisi pasar tradisional. Wirata Tabanan

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Paing, 20 Agustus 2019

Prosesi ”Ngunya” Ida Batara Natar Sari

”Ngrastitiang Jagat Nunas Kerahayuan”

UMAT tampak khusuk mamundut pewayangan Ida Batara Kahyangan Jagat Luhur (KJL) Natar Sari, berikut lelontek, tedung dan tombak. Ayunan langkah kaki mereka termasuk para pangiring tampak ringan menyusuri jalan raya, maupun jalanjalan di areal persawahan, menuju pura-pura di desa pakraman. Ketika tiba di salah satu pura yang dituju, suasana khusyuk nan sakral sangat terasa. Para pamundut lanjut menarikan figurfigur pewayangan Ida Batara menggunakan bahasa Jawa Kuno (Kawi). Sesaji dihaturkan, umat pun sembahyang bersama untuk memohon kerahayuan. Demikianlah suasana prosesi ngunya Ida Batara Natar Sari yang dilangsungkan selama 42 hari atau abulan pitung dina, sejak Galungan, 24 Juli 2019 lalu. Tradisi unik yang juga disebut malancaran ke jaba Kuta ini dilangsungkan secara rutin setiap tiga tahun sekali menjelang pujawali agung di KJL Natar Sari, Desa Pakraman Apuan, Kecamatan Baturiti. Prosesi ini berakhir tiga hari menjelang pujawali yang puncaknya pada 7 September mendatang. Selama berlangsungnya pangunyan itu, pralingga Ida Batara Sakti Nawa Sanga, kairing nyinarin umat dari satu wilayah desa pakraman ke desa pakraman lainnya di Kabupaten Tabanan, Badung dan Gianyar. Uniknya, selama prosesi itu umat ngiring Ida Batara dengan berjalan kaki. Tempat makolem Ida Batara adalah Pura-pura di wilayah desa pakraman. Umat yang ngiring Ida Batara ada yang sampai sebulan tidak pulang, terutama Pemangku Gede KLJ Natar Sari. Ada sekitar 108 pura yang dituju dalam prosesi itu. Selama pangunyan, Ida Batara kairing masucian di Beji Natar Sari Pucak Padangdawa, Beji Pura Pucak Tinggah Angseri, Beji Pura Campuan Ubud dan Pura Sada Kapal. Di Pura Sada, selain masucian, Ida Batara juga napak pertiwi. Tiga hari sebelum pujawali, Ida Batara kairing melasti ke Segara Batubolong, Canggu, Badung. Ida Batara juga tedun napak pertiwi ngyasa kerthi karya di jogan Ida di Pura Luhur Pucak Padangdawa dan di Pura Luhur Pucak Bukit Gede Poyan. Jro Mangku KJL Natar Sari Jro Mangku Ketut Mastrum mengatakan, dalam prosesi ini Ida Bhtara kairing nyinarin umat atau ngrastitiang jagat, mapaica kerahayuan. Selanjutnya saat puncak pujawali, puluhan tapakan Ratu Gde atau Barong, sungsungan umat di lima kabupaten, Tabanan, Badung, Gianyar, Bangli dan Jembrana, kairing lunga ke pura ini, guna mengikuti prosesi katuran tengah malam. Saat katuran itu, semua pralingga Ida Batara napak pertiwi dalam posisi melingkar. (lun)

Bali Post/bit

SURUT - Debit air di Bendungan Telaga Tunjung turun akibat kemarau panjang.

Debit Air Bendungan Telaga Tunjung Menurun Pengairan di Sejumlah Subak Tak Maksimal

Tabanan (Bali Post) Debit air Bendungan Telaga Tunjung yang berlokasi di desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, belakangan ini menurun cukup drastis. Persoalan ini pun menyebabkan tidak maksimalnya distribusi air irigasi ke sejumlah subak. Menurunnya debit air disebabkan kemarau panjang.

Bali Post/lun

NGUNYA – Pralingga atau pewayangan Ida Batara KJL Natar Sari kairing ngunya atau melancaran ke jaba kuta selama 42 hari.

Soal Pimpinan Definitif

Dewan Tunggu Keputusan Tiga Parpol Tabanan (Bali Post) DPRD Tabanan tengah disibukkan dengan berbagai agenda, salah satunya pembahasan posisi pimpinan definitif. Sejauh ini dewan masih menunggu keputusan dari tiga parpol yang berhak menduduki kursi pimpinan dewan. Ketua DPRD Tabanan Sementara I Nyoman Arnawa mengatakan, pihaknya masih menunggu surat dari PDI-P, Golkar dan Gerindra terkait yang ditunjuk menjadi pimpinan dewan. Sedangkan alat kelengkapan dewan (AKD) baru akan dibahas usai pembahasan pimpinan dewan definitif. Seperti diketahui, DPP PDI-P telah merekomendasikan I Made Dirga sebagai Ketua DPRD Tabanan. Rekomendasi ini berbeda dengan yang diajukan DPC PDI-P Tabanan yang mengajukan nama I Nyoman Arnawa sebagai ketua. Sementara rekomendasi Golkar dan Gerindra sampai kini belum juga turun. Sementara Ketua DPC Partai Gerindra Tabanan Ni Nengah Sri Labantari juga mengakui, rekomendasi dari DPP belum turun. Gerindra mengajukan nama Sri Labantari dan I Gede Putu Juli Astrawan sebagai calon Wakil Ketua DPRD Tabanan. Selain hal tersebut, DPRD Tabanan saat ini juga tengah membahas tata tertib, kode etik dan tata beracara. Untuk mematangkan pembahasan materi tersebut, Senin (19/8) kemarin seluruh anggota DPRD tabanan berangkat ke Jakarta untuk konsultasi. Sekretaris DPRD Tabanan I Made Sugiarta mengatakan, keberangkatan jajaran anggota DPRD Tabanan ke Jakarta memang untuk konsultasi tiga meteri yang sedang dibahas dewan. ‘’Benar, dewan tengah ke Jakarta konsultasi tiga materi tersebut,’’ ungkap Sugiarta. Keberangkatan anggota dewan juga dibenarkan Wakil Ketua DPRD Tabanan Sementara, Ni Made Meliani dan Ni Nengah Sri Labantari. Saat dihubungi mereka mengaku tengah dalam perjalanan ke Bandara Ngurah Rai untuk berangkat ke Jakarta konsultasi untuk lebih menajamkan pembahasan materi tentang tata tertib, kode etik, dan tata beracara di dewan, agar tidak ada kekeliruan dalam penyusunan aturan. (kmb28)

Dari pantauan, bagian dasar Bendungan Telaga Tunjung di bagian selatan mulai terlihat. Air surut sekitar 1 meter. Kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa hari. Turunnya debit air di bendungan justru membawa berkah tersendiri bagi warga yang memiliki hobi memancing. Pemancing panen ikan. Bahkan banyak pula warga yang sampai menginap untuk mendapatkan tangkapan yang

banyak. Terkait kondisi debit air Bendungan Telaga Tunjung, Pj. Perbekel Timpag Made Sumertayasa menyatakan hal ini selalu terjadi saat kemarau panjang. ‘’Ada air, tapi alirannya kecil dan ini memang kerap terjadi saat kemarau panjang. Kalau tidak salah sudah sejak awal bulan Juli kemarin. Saat ini turunnya sudah sampai 1 meter dari debit normal,’’ terangnya,

terdiri dari tujuh subak yang mengairi 485 hektar. Daerah irigasi Meliling terdiri dari tiga subak dengan mengairi 566 hektar dan daerah irigasi Subak Sungsang terdiri dari dua subak yang mengairi 430 hektar. ‘’Jadi itu semua terdampak. Namun sampai saat ini belum ada laporan yang masuk ke kami baik dari pekaseh maupun petani terkait sampai terjadi kekeringan,’’ terangnya. Sri Astini mengatakan, pengelolaan bendungan tersebut merupakan kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS). Dinas PUPRPKP Tabanan sifatnya hanya melakukan koordinasi. Namun jika ada hal yang merupakan ranah

Pemkab Tabanan, pihaknya siap turun ke lapangan. ‘’Salah satu antisipasinya hanya dengan proses pengairan secara bergiliran,’’ ucapnya. Terkait antisipasi kekeringan, Dinas Pertanian Tabanan juga terus menyarankan petani agar beralih menanam palawija, seperti jagung, kacang tanah, kedelai dan tanaman yang tidak membutuhkan banyak air lainnya. ‘’Sembari menunggu musim hujan, disarankan para petani yang kesulitan air mulai beralih menanam palawija,’’ ucap Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Tabanan I Wayan Suandra belum lama ini. (kmb28)

Tim Program Kemitraan Masyarakat Unhi Ajak LPD Kesiut Melek Teknologi

LEMBAGA Perkreditan Desa (LPD) memiliki peran strategis dalam mengelola ekonomi di desa pakraman. Bahkan, bila pengelolanya cukup profesional, tidak jarang LPD mampu memberikan kemudahan yang luar biasa bagi krama setempat. Maka dari itu, di era globalisasi dan industri 4.0, sentuhan teknologi sangat diperlukan di lembaga keuangan berbasis komunitas adat. Hal inilah yang menjadi dasar tim Program Kemitraan Masyarakat Kemenristekdikti RI bersinergi dengan Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menggelar pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan berbasis teknologi informasi pada lembaga keuangan mikro komunitas adat di Desa Kesiut Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan yang dimulai Senin (19/8) kemarin. Tidak hanya sosialisasi dan pemaparan materi, selama kurang lebih dua bulan ke depan tim ini akan melakukan pendampingan langsung ke LPD setempat. ‘’Ini adalah bentuk pengabdian pada masyarakat yang kini dikenal sebagai program kemitraan masyarakat dan sifatnya berkelanjutan. Jadi selain sosialisasi juga akan dilakukan pendampingan,’’ terang Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat Putu Krisna Adwitya Sanjaya, S.E., M.Si.

Menurutnya, LPD mendapat kepercayaan yang sangat tinggi dari masyarakat adat. Terbukti pada akhir tahun 2018, aset total LPD se-Bali mencapai Rp 22 triliun. Angka tersebut mengalahkan aset BPR yang hanya Rp 15 triliun dan koperasi Rp 12 triliun. ‘’Kepercayaan masyarakat Bali untuk menggunakan LPD sebagai bagian transaksi keuangan inilah yang harus terus dijaga serta didukung peningkatan kualitas layanan,’’ ucapnya. Di sinilah LPD perlu berbenah dari sisi kompetensi sumber daya manusia dan diberi sentuhan teknologi informasi. ‘’Kami mengambil peran sebagai penghubung agar roh LPD sebagai lembaga keuangan di Bali bisa terus eksis di tengah perkembangan era teknologi saat ini,’’ imbuhnya. Melalui ajang ini akan terjadi sharing pengetahuan dengan harapan LPD bisa lebih berkontribusi bagi perekonomian masyarakat adat. Materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut yakni tentang tata kelola pelaporan keuangan yang baik berdasarkan teknologi informasi, serta membantu sebagai tutorial menyusun visi misi karena selama ini dianggap masih lemah dalam hal menyusun visi misi perusahaan, dalam hal ini lembaga keuangan LPD itu sendiri.

Pengelola Terus Upayakan Perbaikan Citra Museum Subak

Tabanan (Bali Post) Wajah atau penampilan Museum Subak kini tak lagi memperihatinkan. Jika sebelumnya banyak bangunan yang tak terawat, kini kondisinya jauh lebih baik. Bahkan

Senin (19/8) kemarin. Namun demikian, seperti pengalaman sebelumnya, jika terjadi hujan di hulu dalam waktu singkat debit air bendungan kembali ke titik normal. Sementara itu, dari data yang diberikan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPRPKP Tabanan Ni Ketut Sri Astini, penurunan debit air Bendungan Telaga Tunjung mempengaruhi pengairan di sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Tabanan. Subak yang menerima pengairan langsung dari bendungan yakni Subak Meliling, Subak Gadungan dan Subak Sungsang. Daerah irigasi Gadungan

belakangan ini sejumlah kegiatan digelar untuk menggaungkan dan memperkenalkan kembali keberadaan museum yang berlokasi di Sanggulan tersebut. Jika sebelumnya telah digelar sejum-

Bali Post/bit

MUSEUM SUBAK - Sejumlah wisatawan melihat koleksi foto pada pameran foto yang digelar Museum Subak.

lah lomba bernuansa budaya Bali, maka Senin (19/8) kemarin digelar pameran foto bertema subak. Dalam hal ini, pengelola museum menggandeng Tabanan Photographer Forum (TPF). ‘’Pameran foto subak ini merupakan salah satu dari beragam kegiatan yang dilaksanakan dengan dana DAK dari Kemendikbud,’’ ucap Kepala UPTD Musem Subak Kabupaten Tabanan Ida Ayu Pawitrani. Selama lima hari para pengunjung Museum Subak akan dimanjakan dengan foto-foto indah yang berkualitas dan bernilai seni tinggi. Apalagi dari awal hingga akhir foto yang dipajang menceritakan tentang subak mulai dari mengolah lahan hingga padi tersebut dipanen. Begitupun rangkaian upacara yang berkaitan dengan subak. Kata Dayu Pawitrani, pameran foto digelar untuk menghidupkan dan menggaungkan keberadaan Museum Subak, karena selama ini terkesan dipandang sebelah mata. Padahal isi di dalam Museum Subak adalah hal penting yang patut dipelajari semua orang, terutama masyarakat Bali karena selain pariwisata Bali terkenal dengan subaknya. (kmb28)

PELATIHAN - Suasana pelatihan dan pendampingan dari tim Program Kemitraan Masyarakat Kemenristekdikti RI bersinergi dengan Unhi di Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Sementara itu, Sekretaris Desa Kesiut dan kemajuan BUMDes untuk Kesiut Wayan Agus Pradnyana yang kesejahteraan masyarakat setempat. mewakili Kepala Desa setempat sangat ‘’Kami berterima kasih atas bimbmenyambut baik kegiatan yang dilak- ingan yang diberikan kepada desa sanakan tim Program Kemitraan Ma- kami. Semoga bisa terus berkelanjusyarakat Kemenristekdikti RI dan Unhi tan sehingga perkembangan lembaga tersebut. Dia berharap pelatihan dan keuangan mikro atau LPD di desa kami ilmu yang diberikan bisa bermanfaat un- bisa berkembang, khususnya di zaman tuk kemajuan LPD khususnya di Desa teknologi saat ini,’’ ucapnya. (ad602)


Selasa Paing, 20 Agustus 2019

SOSOK Peka Keperluan Rakyat SETELAH melalui kompetisi berat laga Pemilihan Legislatif (Pileg) 17 April 2019 lalu, sekarang 45 anggota DPRD Buleleng resmi duduk di kursi dewan. Dalam lima tahun ke depan, wakil rakyat terhormat ini akan menjalankan jabatan yang telah diberikan para pemilihnya untuk menyukseskan pembangunan di Bali Utara di semua sektor. Menyusul tugas-tugas dalam hal legislasi, anggaran, dan pengawasan kebijakan pemerintah, rakyat di Bali Utara menaruh harapan besar agar wakil mereka tidak sekadar duduk manis di dewan. Namun terpenting, mereka bisa membawa aspirasi demi kemajuan gumi Den Bukit. Harapan itu diungkapkan tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Orwil Jari Bali Simpul Buleleng, Wayan Purnamek. Pria asal Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan itu mengatakan, untuk bisa menjalanan amanat pemilih yang sudah memberikan kepercayaan kepada dewan yang dilantik ini adalah adanya sikap peka alias sensitif terhadap situasi dan keperluan mendesak rakyat. Sensitivitas itu wajib dilakukan karena bagaimanapun pemilih itu sudah mengantarkan para dewan duduk di kursi DPRD. Karena itu penting harapan rakyat itu bisa “dilayani” melalui kewenangan yang dimiliki setiap anggota DPRD itu sendiri. “Yang lama dan terpilih kembali kinerjanya ditingkatkan lagi. Sedangkan yang baru agar peka dengan situasi dan tuntutan keperluan rakyat yang telah memberikan jabatan terhormat ini,” katanya. Tidak hanya itu, Purnamek mengingatkan dalam tugas legislasi, anggota dewan dituntut jeli dan mengedepankan prinsip hati-hati. Ini karena pengalaman menunjukkan ketika penyusunan sebuah regulasi terutama yang sifatnya membebankan masyarakat, kerap kurang cermat dengan materi regulasi itu, yang ujung-ujungnya tidak dapat menyejahterakan rakyat. Seharunya, mampu meringankan rakyat yang memilih mereka. Prinsip hati-hati dalam hal anggaran itu penting, agar terhindar dari jerat hukum. Prinsip kehatihatian itu penting diperhatikan karena masyarakat atau partai politik (parpol) yang menugaskan wakil rakyat tidak ingin utusannya setelah menjabat, kemudian terserat dalam kasus dugaan korupsi atau hukum lainnya. “Buat regulasi yang memihak rakyat. Jangan asal buat produk hukum. Prinsip hati-hati juga penting. Apalagi menyangkut citra lembaga di mata publik. Kalau bisa terus lakukan efisiensi anggaran,” tegas Purnamek. (mud)

Rem Blong Truk Boks Terbalik

Singaraja (Bali Post) – Truk boks dengan nomor polisi (nopol) L 8138 ZR mengalami kecelakaan lalulintas (lakalantas) di jalan Singaraja – Bedugul Km 3-4 wilayah Lingkungan Bantang Banua, Kecamatan Sukasada, Senin (19/8) kemarin. Truk ini terbalik dan nyaris terjun ke sungai di pinggir jalan. Peristiwa itu terjadi setelah pengemudi truk itu gagal mengendalikan kendaraannya. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno mengatakan, sebelum kejadian ini, truk boks yang dikemudikan Sutarna (47) asal Karanganyar itu datang dari arah Lingkungan Bantang Banua menuju ke arah Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. Sekitar pukul 11.00 Wita saat melintasi di jalan menurun dengan tikungan tajam, tiba-tiba laju truk itu liar. Truk tidak bisa dikendalikan kendati pengemudi sudah berusaha menghentikan kendaraan. Namun diduga rem truk itu blong, kendaraan itu tidak bisa dihentikan. Akibatnya, truk itu terbalik di pinggir jalan. Truk itu dalam

posisi terbalik persis di atas tanah terjal dan di bawahnya ada aliran sungai. Truk ini nyaris terjun ke aliran sungai tersebut. Beruntung truk yang terbalik itu tertahan di pinggir jalan. Pengemudi truk itu berhasil dievakuasi dan dinyatakan selamat dari maut. “Benar terjadi lakalantas. Truk terbalik karena melaju liar dan tidak bisa dihentikan. Ada dugaan rem tidak berfungsi alias blong,” katanya. Dari keterangan saksi dan pemeriksaan di lokasi kejadian kata Nyoman Landung, lakalantas OC itu diduga pengemudinya lalai saat berkendara di jalan dengan medan ekstrem itu. Meski demikian, pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kejadian ini. Hingga siang kemarin, setelah lakalantas, warga ramai menyaksikan kejadian ini. Tidak pelak truk terbalik itu membuat arus lalu lintas di lokasi kejadian terganggu. Situasi ini kemudian dapat ditangani setelah Unit Lalu Lintas (Lantas) Polsek Sukasada melakukan pengamanan. Sedangkan truknya langsung dievakuasi, sehingga arus lalu lintas kembali normal. (kmb38)

Bali Post/ist

TRUK TERBALIK – Truk boks L 8138 ZR terbalik di jalan Singaraja – Bedugul Km 3-4 wilayah Lingkungan Bantang Banua, Kecamatan Sukasada, Senin (19/8) kemarin.

Bali Post/kmb38

EKSEKUSI TANAH – PN Singaraja mengeksekusi tanah di Jalan Teratai, Kelurahan Banyuasri yang selama ini disengketakan.

PN Eksekusi Tanah Sengketa di Jalan Teratai

Pemkab Sah Punya Aset 1.500 Meter Persegi Singaraja (Bali Post) – Pengadilan Negeri (PN) Singaraja akhirnya mengeksekusi tanah yang selama ini disengketakan antara pemerintah kabupaten (pemkab) dengan warga. Eksekusi ini digelar Senin (19/8) kemarin dengan perintah pihak tergugat Putu Dresnaguna dan kawan-kawan agar mengosongkan tanah yang selama ini dikuasai sebagai hak milik. Dengan eksekusi ini, sekarang pemkab jadi sah memiliki lahan seluas 1.500 meter persegi tersebut yang dimanfaatkan untuk kepentingan umum. tanah itu ditebang, seorang kerabat pihak tergugat berusaha mengambil pisang, nangka, dan beberapa perlengkapan di atas tanah tersebut. Selama proses eksekusi, 50 personel Polres dibantu Polsek Kota Singaraja dikerahkan ke lokasi eksekusi. Ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Panitra Pengganti Rotua Roosa Mathilda mengatakan, eksekusi sengkata tanah ini sesuai Putusan No. 552/ Pdt.G/2018.PN Singaraja tanggal 9 Maret 2019 telah memiliki kekuatan hukum tetap. Eksekusi ini merupakan tindak lanjut dari putusan itu yang memuat penyempurnaan terhadap Putusan Peninjauan Kembali (PK) yang bersifat deklaratur (bersifat pernyataan -red). Perkara ini juga diajukan sebatas penambahan penghukuman bagi para tergugat. “Awalnya bersifat deklaratur, kemudian diaju-

kan gugatan agar putusannya bersifat kondemnatur (menghukum salah satu pihak - red),” katanya. Menurut Rotua dengan keputusan kondemnatur yang berisi penghukuman, pengadilan dapat menjalankan putusan dan dilakukan oleh panitera. Karena keputusan sudah inkraht, maka dapat dilaksanakan eksekusi tanpa melalui izin dari Pengadilan Tinggi (PT). Jika terhadap Putusan No. 552 tersebut pihak tergugat atau termohon eksekusi mengajukan upaya hukum banding, baru pihak pengadilan memohon izin ke PT. “Kami tidak perlu izin lagi untuk melaksanakan eksekusi karena sudah incraht,” jelasnya. Penyelamatan Aset Kuasa Hukum Pemkab,Gede Indria, S.H., M.H. mengatakan, upaya hukum yang yang dilakukan telah berhasil dalam sengketa itu

untuk penyelamatan aset pemerintah. Upaya hukum seperti ini wajib dilakukan karena pemerintah sendiri tidak menginginkan ada aset yang dikuasai pihak tertentu. Terkait pemanfaatan tanah, pihaknya menyerahkan kepada pengambil kebijakan. “Kita akan laporkan dulu dan pemanfaatannya tergantung pemerintah mau dijadikan apa,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Buleleng memenangkan sengketa tanah di Jalan Teratai, Kelurahan Banyuasri. Ini menyusul Putusan Mahkamah Agung (MA) RI atas putusan PK diterima Pemkab Buleleng tanggal 11 Agustus 2017 melalui PN Singaraja. Putusan itu berisikan perintah membatalkan seluruh putusan sebelumnya tingkat PN, Pengadilan Tinggi (PT) dan MA yang memenangkan penggugat Putu Dresnaguna dan kawan-kawan terhadap tanah seluas 15 are di Kelurahan Banyuasri. Sesuai amar putusan tanggal 17 April 2017 MA mengabulkan permohonan PK dari pemohon PK Bupati Buleleng. Poin pertama menyatakan membatalkan Putusan MA No. 2350K/ Pdt/2013 tanggal 19 Desem-

Sebanyak 41 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Buleleng mengikuti evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2019, Senin (19/8) kemarin. Dengan mengikuti evaluasi ini, Pemkab Buleleng menargetkan mendapatkan penilaian SAKIP agar bisa mewujudkan predikat BB. Bagaimanakah langkah-langkah efektif yang harus diupayakan masing-masing OPD untuk mewujudkan predikat BB itu?

terkait,” tegasnya. Kepala Bidang Perumusan Kebijakan Pengawasan Deputi Reformasi Birokrasi Najamuddin memberi apresiasi tinggi kepada Bupati Buleleng yang telah menunjukkan komitmen dalam kaitan meningkatkan kinerja OPD. Penjabaran kebi-

jakan pembangunan perlu secara holistik. Yang paling pokok penguasaan manajemen kinerja pada level kepala OPD. Pimpinan OPD mau tidak mau harus turut andil dalam proses penyusunan program kegiatan. Jangan hanya melibatkan level staf.

Pantauan Bali Post di lokasi, sebelum eksekusi, pihak PN Singaraja mempertemukan Pemkab Buleleng dengan pihak tergugat (Putu Dresnaguna) di kantor Lurah Banyuasri. Dari pertemuan ini, pada pihak tergugat bersedia menyerahkan tanah yang sebelumnya dikuasai tersebut. Setelah pertemuan itu, aparat terkait menuju lokasi untuk memulai eksekusi. Sekitar pukul 10.30 Wita, Panitra Pengganti PN Singaraja Rotua Roosa Mathilda T, S.H., M.H. kemudian membacakan berita acara eksekusi. Setelah pembacaan itu, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng menebang pohon pisang, kelapa, mangga, dan tanaman lainnya. Petugas ini juga membongkar paksa pagar tanah yang sebelumnya disengketakan itu. Setelah tanaman di atas

ber 2014. Mengadili kembali dalam konvensi menyatakan mengabulkan gugatan tergugat terkonvensi/tergugat II konvensi untuk sebagian. Poin dua menyatakan Sertifikat Hak Pakai (SHP) No. 216 Tahun 2009, luas 1.500 meter persegi tertera atas nama pemegang hak Pemkab Buleleng yang terletak di Jalan Teratai adalah sah. Poin tiga menyatakan, objek sengketa seluas 300 meter persegi atau tiga are dengan batas utara tanah milik, di sebelah selatan tanah Pemkab Buleleng, sebelah timur tanah milik dan sebelah barat sungai adalah sah merupakan bagian dari tanah seluas 15 are sesuai SHP No. 16 Tahun 2009 atau atas nama pemegang hak Pemkab Buleleng di Jalan Teratai. Poin keempat menyatakan perbuatan tergugat I rekonvensi atau penggugat I konvensi menyertifikatkan objek sengketa adalah perbuatan melawan hukum. Sedangkan poin kelima menyatakan Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 312 Tahun 2001 seluas 300 meter persegi atas nama Putu Dresnaguna yang terletak di Jalan Teratai Singaraja itu tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum. (kmb38)

“Dari semua pemaparan yang dilaksanakan agar secara keseluruhan dilakukan pimpinan OPD. Pimpinan harus sangat memahami manajemen kinerja selain itu juga harus mampu menjawab dengan cepat kebijakan Bupati,” ujarnya. (mud)

Puluhan OPD Evaluasi SAKIP

BUPATI Putu Agus Suradnyana mengatakan, tahun 2014 sampai 2019 Buleleng sebetulnya sudah menggapai prestasi lima kali berturut-turut Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan. Bagi Pemkab Buleleng, prestasi B itu belum cukup, karena itu perlu prestasi dobel B. Sejauh ini, memang untuk SAKIP, pihaknya telah mengantongi predikat B. Karena itu, tahun ini capaian itu ditargekatkan naik mencapai predikat BB. Untuk mencapai target itu, Bupati mengingatkan jajarannya dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaannya harus cerdas. Karena itu, diharapkan kepada perangkat daerah itu harus senantiasa melakukan program-program aktual dan efektif dengan tetap mengacu visi dan misi pemerintah daerah yang sudah tertuang pada Rencana Pembangunan

Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Program kegiatan itu harus terencana, tepat sasaran, terukur, efektif, dan efisien dalam penggunaan anggarannya. Selain itu, mengarah pada IKU (Indikator Kerja Utama) yang sudah ditentukan. Jika semua indikator itu terpenuhi, peluang meraih nilai BB tahun ini akan semakin terbuka,” ujar Bupati. Bupati asal Desa Banyuatis Kecamatan Banjar ini menambahkan, isu strategis yang harus diperhatikan seluruh OPD yakni potensi dan perkembangan pertanian, selain peluang investasi. Dengan mulai terbukanya jalur singkat atau shortcut Denpasar – Singaraja, peluang investasi dipercaya akan terbuka lebih luas. “Hal ini perlu direncanakan secara matang. Caranya dituangankan dalam visi masing-masing SKPD

SAKIP - 41 OPD di Buleleng mengikuti evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2019, Senin (19/8) kemarin.


Selasa Paing, 20 Agustus 2019

Langgar Sempadan Jalan

Tim Gabungan Sidak Bangunan di Simpang Ketewel Gianyar (Bali Post) -

Tim gabungan Satpol PP Provinsi Bali dan Satpol PP Gianyar menggelar sidak bangunan permanen yang melanggar batas sempadan jalan, Senin (19/8) kemarin. Sidak ini menyasar sejumlah bangunan di seputaran By-pass I.B. Mantra, khususnya di Simpang Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati. Menyikapi pelanggaran itu, pemilik bangunan diberikan surat peringatan (SP) I.

Bali Post/kmb35

SIDAK - Tim gabungan Satpol PP Provinsi Bali dan Satpol PP Gianyar saat menyidak bangunan yang melanggar batas sempadan jalan, Senin (19/8) kemarin.

Tim gabungan yang juga menggandeng Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) ini tiba di lokasi sidak sekitar pukul 10.30 Wita. Di lokasi itu, petugas langsung mendatangi pemilik bangunan yang menyerobot trotoar dan melanggar batas sempadan jalan. Di seputaran Simpang Ketewel itu ada tiga bangunan berjejer yang didatangi petugas, yakni bangunan toko elektronik, notaris dan toko modern berjaringan. Kepala Bidang Tramtib Satpol PP Provinsi Bali I Komang Kusumaedi mengatakan, dalam sidak kemarin pihaknya melakukan

pengecekan untuk memastikan bangunan yang melanggar batas sempadan jalan. Hasilnya, bagian depan sejumlah bangunan memang melewati batas. “Kami memastikan beberapa bangunan tersebut melewati batas sempadan jalan. Kami mengharapkan kesadaran pemilik bangunan untuk membongkar sendiri dan memundurkan bagian bangunan sesuai dengan batas yang seharusnya,” ujarnya. Kusumaedi menegaskan, bangunan yang melanggar itu memang terlihat jelas secara kasat mata. Bahkan bangunan tersebut sampai melewati bagian atas jalur trotoar yang

menjadi hak pejalan kaki. “Secara kasat mata memang ada sejumlah bangunan yang melanggar batas sempadan jalan. Bahkan ada yang sampai menutup got,” katanya menyesalkan. Guna menindak pelanggaran tersebut, kata Kusumaedi, pihaknya langsung melayangkan SP I untuk pemilik bangunan. Mereka diberi waktu sebelum SP III untuk melakukan penggeseran atau memundurkan bangunannya. Jika masih membandel, Satpol PP tidak akan segan-segan melakukan eksekusi atau pembongkaran paksa terhadap bangunan tersebut. “SP I itu waktu-

nya tujuh hari. Kalau tidak dilakukan pembongkaran, diberikan waktu tiga hari untuk SP II, setelah itu SP III diberikan waktu satu hari untuk mereka melakukan pembongkaran. Kalau tidak juga dibongkar, kami akan eksekusi. Kami bongkar langsung atau mereka yang membongkar dan harus dalam satu hari itu selesai,” ujarnya. Sebelum menjatuhkan SP I, kata Kusumaedi, petugas Satpol PP Gianyar sejatinya sudah melakukan upaya persuasif. Pemilik bangunan membuat surat pernyataan, bahwa mereka bersedia melakukan pembongkaran secara mandiri. “Pembinaan sudah dilakukan secara persuasif, buktinya Satpol PP Gianyar sudah mnyiapkan surat pernyatan berupa teguran. Namun itu tidak diindahkan, makanya kami turun lagi ke sini,” tegasnya. (kmb35)

SOSOK Ilmiahkan Pengusir Hama Tradisional I WAYAN Widia, S.Pd., M.Pd. merupakan seorang guru Fisika SMAN 1 Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Pria ini telah membuat karya tulis ilmiah tentang fungsi pengusir hama tradisional sebagai media pembelajaran fisika dan produk pariwisata. Diakuinya, penyusunan karya tulis ilmiah itu terinspirasi dari cara petani tradisional di Bali dalam menanggulagi hama padi di sawah. “Orangtua kita terdahulu sudah punya alat pengusir hama sebelum ditemukannya pestisida. Salah satunya untuk mengusir belalang, digunakan jenis bunyian dinamakan kepoakan,” katanya. Dikatakan, frekuensi yang dihasilkan oleh alat pengusir hama tradisional berupa kepoakan itu bisa diukur dengan aplikasi khusus. Tidak hanya itu, kekerasan suara dari alat itu bisa diukur berupa taraf intensitas menggunakan sound meter. “Itu yang saya terapkan kepada siswa dalam proses pembelajaran fisika untuk mengukur taraf intensitas suara pada alat pengusir hama tradisional,” ujarnya. Sesuai penghitungan frekuensi suara dan taraf intensitas dari alat pengusir hama tradisional berupa kepoakan itu, katanya, dapat mengacaukan komunikasi burung atau belalang yang kerap menyerang padi. “Jadi, frekuensi suara yang ditimbulkan itu mengacaukan komunikasi hama, sehingga saat dibunyikan oleh petani hama itu pergi,” katanya. Melalui karya ilmiah ini, ia berharap siswa mengetahui fungsi ilmiah dari alat tradisional yang sejak dulu digunakan oleh para petani di Bali. Selain itu, pihaknya kini juga merancang kepoakan dengan ukiran sehingga bisa dijadikan produk pariwisata. “Produk pariwisata ini belum bisa saya tunjukkan. Saya masih rancang bersama sejumlah siswa,” tergasnya. Berkat karya tulis ilmiah ini, Wakasek Kurikulum SMAN 1 Tampaksiring ini meraih prestasi membanggakan. Yakni sebagai Pemenang II Guru SMA Berprestasi tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, belum lama ini. Selama seleksi tersebut, ia bersaing dengan guruguru SMA berprestasi dari 34 provinsi di Indonesia. Pria kelahiran 5 April 1972 ini diumumkan sebagai pemenang II dan menjadi salah satu bagian dari 84 guru dan tenaga kependidikan berprestasi yang berdedikasi di tingkat nasional. (nik)

Bali Post/kmb35

SUVENIR - Menteri Hanif Dhakiri didampingi Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun saat mengecek kerajinan suvenir di Desa Pejeng, Senin (19/8) kemarin.

Cek Suvenir Kayu

Kantor Diskominfo Direnovasi Menteri Hanif Dhakiri Kunjungi Desa Pejeng

Gianyar (Bali Post) Setelah sekian tahun mengalami kerusakan berat, salah satu bangunan di areal Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gianyar akhirnya direnovasi. Pengerjaan yang dimulai sejak 29 Juli ini menggunakan anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar sebesar Rp 375 juta. Pantauan Bali Post, Senin (19/8) kemarin, nampak bagian atap pada salah satu bangunan tengah di Kantor Diskominfo Gianyar sudah dibongkar. Material sisa atap bangunan itu juga masih tertimbun di areal parkir kantor itu. Sementara sejumlah buruh bangunan terlihat mulai melakukan

pengerjaan pada bagian atap bangunan tersebut. Di depan kantor itu juga sudah terpajang papan proyek yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar. Pada papan itu juga tertera selaku penyedia CV Mikatara dengan konsultan pengawas CV Tataring Bali. Sesuai jadwal yang terpampang, proyek itu rencananya akan dikerjakan selama 120 hari kalender, terhitung mulai 29 Juli 2019. Kepala Diskominfo Gianyar Cokorda Rai Widiarsa Pemayun mengatakan, renovasi salah satu bangunan itu memang sudah dimulai sejak akhir Juli lalu. “Akhir Juli sudah mulai dibongkar dan

direnovasi bagian atapnya,” ujar pejabat asal Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring ini. Dalam renovasi ini, kata Widiarsa Pemayun, bagian bawah bangunan juga akan diangkat, sehingga nampak lebih datar dengan halaman kantor tersebut. ”Ini diangkat agar rata, kemungkinan diangkat sekitar satu meter. Dengan demikian, efektivitas ruangan akan lebih nyaman,” katanya. Widiarsa Pemayun menambahkan, di dalam ruangan akan disiapkan beberapa sekat, sehingga bisa digunakan oleh sejumlah kabid di OPD tersebut. “Nanti ada sekat di dalamnya, sehingga efektif untuk ruang kerja beberapa kabid,” tegasnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hanif Dhakiri mengunjungi perajin patung kayu di Banjar Panglan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Senin (19/8) kemarin. Di lokasi itu Hanif Dhakiri meninjau proses pembuatan suvenir yang digerakkan kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Mulia Mandiri desa setempat. Suvenir yang dibuat kelompok ini berupa ikan hias, kepala kuda, dan kura-kura yang semuanya berbahan baku kayu. “Hari ini saya memang berkunjung ke Gianyar, khususnya di Desa Pejeng. Ini untuk melihat usaha ke-

lompok di Desa Pejeng yang membuat berbagai suvenir berbahan kayu,” kata Hanif Dhakiri didampingi Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun. Menurut Hanif Dhakiri, kunjungan ini sekaligus mencari tahu secara langsung tentang kendala dan permasalahan yang selama ini dihadapi oleh para perajin. Baik dari segi peralatan maupun segi tata kelola pemasaran hasil kerajinan. “Saya sudah minta kepada jajaran saya untuk mengindetifikasi kebutuhan alatnya apa saja,” ujarnya. Hanif Dhakiri berharap pekerjaan yang masih bisa dikerjakan secara manual, lebih

baik tetap dikerjakan secara manual. Hal ini dipandang penting, karena juga dapat mendukung program padat karya dengan melibatkan anggota-anggota kelompok yang lebih banyak. Ketua TKM Mulia Mandiri I Wayan Danu mengatakan, kerajinan suvenir berbahan kayu tersebut telah ditekuni kelompoknya yang beranggotakan sekitar 20 orang sejak 1993. Setiap hari kelompok ini mampu menghasilkan produk kerajinan sekitar 50 biji. “Dalam hal pengerjaan kerajinan tersebut, selama ini memang masih dilakukan secara manual dari proses awal hingga pada tahapan

finishing,” katanya. Sementara itu, Klian Dinas Banjar Panglan, Desa Pejeng I Made Kamardiana mengatakan, warganya sebagian besar bekerja di bidang kerajinan, baik kerajinan kayu maupun bangunan stil Bali. Pekerjaan sebagai perajin kayu tersebut sudah menjadi mata pencaharian nomor dua warganya setelah tukang bangunan stil Bali. “Di beberapa wilayah juga ada kerajinan seperti ini. Namun, produk kerajinan yang dihasilkan oleh warga kami lebih detail daripada produk kerajinan daerah lain. Hasil akhirnya jauh lebih bernilai seni,” tegasnya. (kmb35)

Soal Wifi Macet di Bukit Jangkrik

Diskominfo Sebut Masih Berproses

Bali Post/kmb35

RENOVASI - Sejumlah buruh bangunan mulai mengerjakan proyek renovasi bangunan di Kantor Diskominfo Gianyar, Senin (19/8) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gianyar memastikan penyediaan wifi gratis di Lingkungan Bukit Jangkrik, Kelurahan Samplangan, Gianyar hingga kini masih berproses. Proses tersebut relatif lama karena kawasan itu berada di areal dengan kategori PT3. Sekretaris Diskominfo Gianyar I Gede Daging mengatakan hal itu, Senin (19/8) kemarin. Menurut Daging, sta tus titik pemasangan di Lingkungan Bukit Jangkrik merupakan areal PT3. Artinya, kondisi jaringan relatif sulit dijangkau. “Akhir tahun ini ditargetkan selesai cmyk

dipasang dan aktif untuk seluruh PT3. Hal ini berdasarkan rapat teknis terakhir di Diskominfo Provinsi Bali beberapa waktu yang lalu,” ujarnya. Daging mengatakan, pemasangan jaringan internet hingga aktif memiliki beberapa tahapan, mulai dari pengecekan kesiapan jaringan, pemasangan hingga proses aktivasi internet di tempat yang bersangkutan. “Intinya, ini adalah kurang komunikasi saja. Saya harap masyarakat bersabar. Keterlambatan warga mengakses internet gratis bukan karena kami lalai atau kurang sigap, namun karena ada beberapa proses yang harus

dikerjakan,” tegasnya. Kabid E-Government Manik Suhartanta menambahkan, pemasangan jaringan internet hingga aktif memang memiliki beberapa tahapan. Tahap awal setelah survei adalah pemasangan atau pengecekan kesiapan jaringan, setelah itu baru proses aktivasi internet di tempat yang bersangkutan. “Untuk situasi di Lingkungan Bukit Jangkrik, yang baru terpasang adalah perangkat fisik jaringan. Selanjutnya akan dilakukan aktivasi internet dan pemasangan alat wifi. id,” katanya. Manik Suhartanta mengatakan, Pemprov Bali memasang wifi di 247 titik

yakti desa adat, puskesmas, objek wisata dan lainnya di wilayah Gianyar. Sedangkan Pemkab Gianyar hanya operatornya saja, karena ini program provinsi yang bekerja sama dengan pihak ketiga. Ditegaskan, pemasangat wifi juga ada kategorinya, mulai dari PT1, PT2, PT3 dan PT3C. PT1 merupakan pemasangan jaringan wifi di desa adat yang sudah siap digunakan. PT2 masih memerlukan upaya lagi dalam menggunakannya, PT3 masih memerlukan infrastruktur seperti tiang maupun alat. Sedangkan PT3C masih mengalami kendala karena tidak adanya sinyal yang terjangkau. (kmb35)


Selasa Paing, 20 Agustus 2019

Bupati Artha Sambut Baik Rencana Bangun Depo Elpiji Negara (Bali Post) – Pemanfaatan lahan tidur atau tak tergunakan di Jembrana untuk program Pemerintah Provinsi Bali mendapat apresiasi positif dari Bupati Jembrana I Putu Artha. Sesuai tata ruang provinsi, Jembrana selain untuk perkebunan juga memiliki kawasan industri dan pergudangan. Ketika ada sinyal Pemerintah Provinsi Bali untuk mengarahkan pabrik maupun depo gudang di Jembrana disambut positif pemerintah kabupaten. Dari informasi, sejumlah rencana investasi akan diplotkan di Kabupaten Jembrana. Seperti pabrik sepeda motor listrik, pembangkit listrik tenaga surya hingga depo gas elpiji. Bahkan yang disebut terakhir, dalam waktu dekat akan direalisasikan. ‘’Kami mendukung rencana dari Gubernur itu. Dan memang di

Jembrana sesuai tata ruang merupakan kawasan itu. Dan dampak positif bagi daerah, ada pemerataan,’’ ujar Bupati Artha ditemui Senin (19/8) kemarin. Dampak ekonomi dan sosial praktis akan berimbas ke daerah. Khusus untuk wacana pabrik perakitan motor listrik di Jembrana sangat didukung orang nomor satu di Jembrana itu. Penerapan motor listrik di Pulau Bali akan mengurangi polusi. Imbas bagi Jembrana menjadi

lokasi perakitan, tersedianya lapangan pekerjaan dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan Tata Ruang Provinsi, Jembrana memiliki sejumlah kawasan industri seperti di daerah Pengambengan, Baluk dan Tegalbadeng. Pemerintah Provinsi Bali juga memiliki ribuan hektar lahan yang dikelola Perusda Bali di Pekutatan dan Melaya. Diakui Bupati Artha, untuk pabrik perakitan sepeda motor listrik itu belum ada pembicaraan. Namun, untuk depo kilang elpiji yang direncanakan di Gilimanuk, sudah ada. Bahkan dalam waktu dekat, depo gas yang akan dikelola Perusda Bali itu akan dilakukan penandatanganan MoU. Depo elpiji ini rencanan-

ya akan memanfaatkan lahan tidur di selatan terminal kargo di Lingkungan Penginuman, Gilimanuk seluas 1,5 hektar. ‘’Ini kami sangat mendukung, lahan parkir yang ada di Penginuman (terminal kargo) juga bisa termanfaatkan untuk parkir-parkir kendaraan,’’ ujar Bupati Artha. Lahan di pinggir pantai yang saat ini diplotkan untuk terminal kargo sudah belasan tahun tak digunakan. Sejak penggusuran warga Penginuman belasan tahun lalu, lahan kosong itu lama tidur. Berbagai wacana direncanakan mulai dari mall hingga kebun mangga tetapi gagal. Hingga akhirnya Pemkab Jembrana ‘’menyulap’’ lahan kosong tersebut menjadi lahan parkir truk dan kendaraan barang. (kmb26)

Bupati Jembrana I Putu Artha

SOSOK Pramuka Keren

Bali Post/olo

PENGAMBENGAN - kawasan industri desa Pengambengan selain untuk sentra perikanan tangkap juga merupakan kawasan industri. Sejumlah pabrik beroperasi di desa tersebut.

Lima Perusahaan Ajukan Pabrik Olah Limbah Bahan Beracun

Negara (Bali Post) Sejumlah perusahaan mengajukan permohonan untuk membangun pabrik pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Jembrana. Perusahaan tersebut melirik sejumlah lokasi yang masuk zona industri di Jembrana. Namun dari pemantauan Dinas Lingkungan Hidup Jembrana, baru satu perusahaan yang sudah melalui proses membuat Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). “Ada lima perusahaan yang seka-

rang mengajukan. Awalnya tiga,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana I Wayan Sudiarta Senin (19/8) kemarin. Sesuai zona tata ruang, khusus kawasan pabrik hanya di Jembrana dan terfokus lagi di beberapa lokasi desa di Kecamatan Negara. Seperti di Pengambengan, Cupel, Tegalbadeng dan sekitarnya. Namun dari beberapa desa yang masuk zona industri itu, yang dilirik untuk diajukan menjadi pabrik hanya dua desa, yakni Desa Pengambengan dan Tegal Badeng Barat.

Menurut Sudiarta, dari lima perusahaan yang mengajukan pembangunan itu baru satu yang mengikuti proses Amdal. Sedangkan sisanya belum ada kelanjutan apakah akan meneruskan bangunan pabrik B3 atau tidak. Pabrik pengelolaan limbah B3 di Bali sangat dibutuhkan khususnya tempat-tempat pelayanan kesehatan baik RS hingga dokter praktek sekalipun. Sebab selama ini limbah diolah dan dibuang ke luar Bali dengan biaya lebih tinggi. Pabrik ini nantinya

Kebun Kelapa di Sangkaragung Terbakar Negara (Bali Post) Diduga dipicu api puntung rokok, kebun milik warga di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung yang dipenuhi pohon kelapa terbakar, Senin (19/8) siang. Di kebun seluas kurang lebih 50 are tersebut diketahui muncul api oleh seorang warga sekitar pukul 13.00 Wita. Selain api, kepulan asap juga memenuhi areal kebun tersebut. Awalnya warga menduga ada orang membakar semak di salah satu titik. Tetapi lama kelamaan kepulan api sema-

kin banyak. Bahkan api mulai menjalar ke semak-semak. Sedikitnya 3 unit armada mobil Damkar diterjunkan untuk memadamkan api. “Kita padamkan sekitar 1 jam lebih, karena api menyebar,” ujar Kasi Damkar Kade Bagus Darmawan. Menurutnya, tiga tangki air dari mobil Damkar disiramkan untuk memadamkan api. “Tidak ada korban, hanya tegalan (kebun) yang terbakar,” ujar Bagus Darmawan. Diduga pematik api berasal dari puntung rokok yang membakar semak-semak kering di kebun tersebut (kmb26)

Bali Post/olo

PADAMKAN API - Sejumlah petugas Damkar memadamkan api yang membakar kebun kelapa di Samblong.

hanya menampung dan mengolah saja. Sedangkan residu dari limbah tetap dibuang ke Jawa. Dari informasi, di beberapa desa juga sudah mulai dijajaki perusahaan yang akan membangun pabrik di wilayah mereka. Seperti di Pengambengan dan Tegalbadeng Barat. Bahkan warga sempat mengajukan syarat pembangunan pabrik. Mereka menyetujui dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat itu meliputi lingkungan sekitar, kesehatan, tenaga kerja, dan hingga persyaratan lain. (kmb26)

Jaksa Kembalikan Berkas Santunan Kematian Negara (Bali Post) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana mengembalikan berkas kasus korupsi santunan kematian tersangka NLS, oknum Kepala Lingkungan Gilimanuk, yang sebelumnya dilimpahkan oleh Satreskrim Polres Jembrana. Dari berkas yang diteliti jaksa tersebut, masih ada yang belum lengkap sehingga dilakukan pengembalian berkas atau P19. Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra, Senin (19/8) kemarin mengungkapkan, berkas yang dilimpahkan belum lengkap. Di antaranya terkait pemeriksaan terhadap tersangka dan beberapa saksi. ‘’Tadi kami kembalikan untuk dilengkapi,’’ ujar Ivan. Penyidik diminta untuk melengkapi keterangan dari saksi dan tersangka. Sebelumnya, berkas tersangka keempat dari kasus Korupsi Dana Santunan Kematian ini dilimpahkan pertama oleh penyidik Satreskrim Polres Jembrana dua minggu lalu. Setelah nantinya dilengkapi, selanjutnya bisa dilakukan pelimpahan tahap kedua. Sementara itu, masih terkait kasus Dana Santunan Kematian, Kejari Jembrana juga menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tersangka IKB, yang merupakan oknum mantan kepala lingkungan di Gilimanuk. Dari informasi, tersangka keenam ini melakukan modus yang sama dengan tersangka oknum mantan kaling lainnya. Pengajuan santunan kematian fiktif diajukan ke Dinas Sosial

Ivan Praditya Putra Jembrana hingga cair puluhan juta rupiah. Total ada 15 berkas yang diajukan dengan besaran nilai Rp 1,5 juta per berkas. Tersangka berkerja sama dengan Indah Suryaningsih (oknum PNS di Dinas Sosial) yang sudah diganjar hukuman penjara. Dari nilai Rp 1,5 juta itu, tersangka menerima pembagian Rp 500 ribu, sementara Indah menerima bagian Rp 1 juta. Di beberapa berkas, tersangka juga menerima Rp 799 ribu. Berkas yang diajukan ini sejatinya berkas fiktif. Dengan bantuan oknum pegawai di Dinas Sosial, berkas permohonan Santunan Kematian itu cair. Selain tersangka IKB, penyidik juga telah menetapkan dua tersangka mantan kaling di Gilimanuk NLS dan Tum. Berkas kedua tersangka ini sudah tahap pemberkasan di Sat Reskrim Polres Jembrana. Dari penghitungan BPKP Perwakilan Bali, kerugian negara dari korupsi dana santunan kematian ini mencapai Rp 452.500.000 (kmb26)

GERAKAN Pramuka di era milenial ini memiliki tantangan yang kompleks khususnya bagi generasi muda. Perlu sentuhan dan strategi yang mumpuni untuk tetap membumikan praja muda karana. ‘’Seperti lagu lawas, jika diputar lagi diinovasi dengan musik kekinian, jadi lagu yang menarik dan tak zadul (zaman dulu) lagi, bahwa Pramuka keren, beken,’’ ujar Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Mendoyo Ni Nyoman Purnamiati. Perempuan asal Buleleng ini bertekad terus memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat khususnya generasi muda. Bila sebelumnya Pramuka hanya dikenal dulu, kiprahnya dulu, sekarang bagaimana cara membangkitkan semangat dan jiwa kepramukaan kembali. ‘’Kuncinya adalah niat, kemudian ikhlas, sehingga timbul inovasi dan kreativitas,’’ ujar perempuan yang bertugas sebagai Kasi di Dinas Perijinan Kabupaten Jembrana ini. Prinsip ini pula yang diterapkan dalam berbagai kegiatan Kwarran Mendoyo dalam upaya mendekatkan diri dengan masyarakat. Seperti gerakan mewujudkan Bali sebagai Gumi Banten melalui penanaman sejumlah bibit pohon upakara. Bibit pohon yang sudah jarang ditemui seperti kelapa genjah, cempaka, majegau, mahoni, dan sirsak ditanam di salah satu desa binaan belum lama ini. ‘’Kita ingin membangkitkan gema Pramuka. Sehingga kejayaan Pramuka dulu dengan paradigma barunya semakin akrab di hati dan telinga masyarakat,’’ pungkas Purnamiati. (olo)


Selasa Paing, 20 Agustus 2019

Kepulan Asap Pembakaran Sampah Ganggu Aktivitas Belajar Siswa SMAN 1 Amlapura Amlapura (Bali Post) Aktivitas belajar mengajar di SMAN 1 Amlapura sangat terganggu, Senin (19/8) kemarin. Penyebabnya, asap pembakaran yang dilakukan warga di dekat sekolah mengepul keras kemudian membuat ruang kelas sekolah itu menjadi berkabut asap tebal.

GANGGU SISWA - Kepulan asap bekas pembakaran sampah mengganggu aktivitas belajar siswa.

Kisah Veteran yang Bawakan Pejuang Makanan

Bali Post/kmb41

Salah seorang siswa SMAN 1 Amlapura Ade Meina Rossalina mengungkapkan saat dirinya mengikuti proses belajar mengajar, tiba-tiba asap tebal masuk ke ruang kelasnya. Situasi berasap itu sempat membuat siswa dan guru mengalami kepanikan. Ia sendiri bersama siswa lainnya langsung melakukan pengecekan ke sumber asap tersebut. “Setelah kami lihat, ternyata ada warga yang membakar sampah di dekat sekolah. Apinya cukup besar. Hal itu membuat kami semua panik,” ujarnya. Rossalina menambahkan, melihat api berkobar cukup besar, dirinya bersama siswa lainnya sempat ikut memadamkan kobaran api dengan air. Upaya itu dilakukan agar api tidak merembet ke

ruang kelas yang kebetulan lokasinya berdekatan dengan titik api. “Siswa sempat mengevakuasi barang bawaan untuk dibawa keluar. Termasuk sepeda motor milik siswa di parkiran di dekat kobaran api supaya dipindahkan ke tempat lain agar lebih aman,” katanya. Kepala SMAN 1 Amlapura I Wayan Sugiana mengatakan, melihat kejadian itu, pihaknya langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk membantu memadamkan kobaran api. Upaya itu dilakukan mengantisipasi terjadinya halhal yang tidak diinginkan nantinya terjadi. “Kami tidak tahu ada warga membakar sampah di sana. Tumben ada pembakaran sampah di sana,” katanya. (kmb41)

Tertimpa Dahan Beringin

Digul Sakit dan Tergolek Ruko Milik Warga Rusak Berat Lemas di Tempat Tidur PARA pejuang itu sejatinya sangat layak ‘’Mendapat teleksandi itu, para pemuda langdihormati karena jasa-jasanya yang sangat sung bubar lari ke beberapa wilayah seperti luar biasa. Mereka berjuang tanpa pamrih da- Buleleng dan Tabanan,’’ ujarnya. lam usaha menorehkan sejarah Kemerdekaan Saat itu, para penjajah Jepang terus melakuRepublik Indonesia. Pahlawan itu benar-benar kan tembakan ke tempat persembunyian berjuang dengan segenap raga dan jiwanya da- pemuda. Namun untungnya, semua pemuda lam usaha merebut kemerdekaan dari tangan yang tadinya bersembunyi sudah lebih dulu para penjajah. Sepertinya, perjuangan para pergi. ‘’Andai saja mereka tidak pergi, pasti veteran itu tinggal kisah heroik masa lalu saja. akan banyak pemuda yang gugur tertembak,” Sebab, relatif banyak para veteran itu hanya kenangnya. menjadi cerita sejarah usang. Realitasnya, para Harapan keluarga Wayan Digul, yakni veteran yang berjasa dan masih hidup, justru Ketut Pasek, tugas utama adalah membawa tidak diperhatikan secara optimal. Sebagaimana logistik. Caranya makanan itu lebih dulu dikeberadaan veteran Wayan Digul. Veteran itu kumpulkan dari para warga. Makanan itu kini sudah renta bahkan sakit-sakitan. Veteran kemudian langsung dibawa ke medan perang asal Dusun Kelod, Abang, Karanuntuk para pahlawan yang berjuang di medan gasem hanya bisa tergolek lemas perang Tanah Aron. ‘’Paman saya itu biasa di tempat tidur akibat sakit masuk medan perang, namun kepentingannya yang dideritanya bertahunhanya membawa makanan. Jadi, tidak ikut tahun tidak kunjung sembuh. perang,’’ ujarnya. Bidang perjuangan vetPasek menambahkan saat ini kondisi eran Digul pada tahun 1954 Digul tidak bisa beraktivitas. Pasalnya, bertugas di Abang. Kala itu, Digul sudah lama sakit-sakitan. Malah Digul menjadi pelayan para sakitnya itu dideritanya sejak berserdadu yang bertempur di tahun-tahun. Memang Digul sudah front. Kerjanya hanya memmendapat tunjangan pensiun dari bawakan makanan untuk pemerintah. ‘’Dulu setiap 17 Agustus, para pejuang di Tanah Aron ada saja bingkisan, namun sekarang Desa Bhuana Giri, Bebantidak ada,’’ keluhnya. Pihaknya sandem, Karangasem. gat berharap pemerintah bisa lebih Saat itu, penjajah memerhatikan terlebih kondisi menggempur pejuang bukan Digul kini sakit-sakitan saja dengan tembakan dan dan hanya bisa terbarjuga bom secara terusing di tempat tidur. menerus. Akibatnya, “Setiap bulansejumlah pejuang nya, Digul mengugur di Tanah erima uang penAron setelah tersiun sebesar Rp jadi baku tembak 2,5 juta. Kondisi yang sengit antara beliau saat ini para pemuda sakit-sakitan. dengan penjaSejauh ini belum jah. Kata Digul, pernah dapat pihak Jepang bantuan penlebih awal mengobatan yang embak pemuda. berarti dari peUntung saat itu merintah. Kami diperintahkan hanya berharap mundur. Sebab, ada perhatian sudah ada inforkhusus kepada masi pasukan para veteran Jepang justru khususnya akan lebih Digul, agar bisa dahsyat medibantu beronyerang lewat bat ke rumah Bali Post/nan sakit,” pinta udara mengguWayan Digul nakan pesawat. Pasek. (nan)

Amlapura (Bali Post) Angin kencang yang melanda wilayah Karangasem membuat pohon beringin patah. Patahan pohon beringin tua itu menimpa bangunan ruko di Banjar Tri Wagsa, Desa Macang, Bebandem, Senin (19/8) kemarin. Akibatnya, bangunan ruko itu mengalami kerusakan cukup berat. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengungkapkan, angin kencang yang terjadi membuat dahan pohon beringan itu patah.

Patahan bohon beringin itu menimpa bangunan ruko di bawahnya. Kata dia, ruko yang rusak tertimpa dahan itu milik I Wayan Taman. “Kira-kira pohon beringin itu patah pukul 07.30 Wita. Untuk membersihkan dahan beringin itu, kami menerjunkan sejumlah petugas dengan membawa alat pemotong,’’ tambahnya. Setelah pasukannya turun melakukan bersih-bersih, dahan beringin yang patah cukup besar diameternya sekitar 40 centimeter bisa dipindah-

kan dengan cepat. Namun, akibat kejadian itu, pemilik ruko mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta. Arimbawa menambahkan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di bawah pohon, supaya tetap waspada terjadi pohon tumbang. “Kami minta warga selalu waspada kalau kalau terjadi bencana pohon tumbang. Bencana itu tidak bisa diprediksi, karena bencana itu bisa datang kapan saja,” pesannya. BPBD Karangasem intens

melakukan sosialisasi kebencanaan khususnya kepada para siswa. Seperti Senin (19/8) kemarin, BPBD kembali melaksanakan sosialisasi kebencanaan terkait evakuasi mandiri saat terjadi gempa bumi. “Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan siswa dalam menghadapi berbagai ancaman bencana khususnya gempa bumi. Sosialisasi ini diikuti sekitar 225 siswa SDN 2 Duda Utara,” jelas Arimbawa. (kmb41)

Bali Post/kmb41

TIMPA RUKO - Petugas BPBD saat menangani dahan beringin yang tumbang menimpa ruko milik warga.

KPK Ajukan Aspirasi ke DPRD

Minta Perbaikan Patung IGK Jelantik Jadi Skala Prioritas Kumpulan Pemuda Karangasem (KPK) bersama keluarga pahlawan nasional I Gusti Ketut Jelantik dari Puri Kelodan Karangasem mengajukan aspirasi ke DPRD Karangasem, Senin (19/8) kemarin. Aspirasi yang disampaikan sangat tegas yakni meminta dengan sangat agar pemerintah daerah sesegera mungkin melakukan perbaikan patung pahlawan nasional I Gusti Ketut Jelantik. Bagaimanakah apresiasi Dewan atas dorongan kuat dari KPK? KOORDINATOR aksi Putri Cahyaningsih dalam aspirasinya menyerahkan petisi pembanguan patung pahlawan I Gusti Ketut Jelantik. Pihaknya berharap DPRD bisa memfasilitasi dengan cara menyampaikan ke pemerintah Karangasem agar segera melakukan perbaikan patung I Gusti Ketut Jelantik. Keberadaan patung itu sangat tidak layak karena sudah rusak akibat diguncang gempa setahun lalu. “Pahlawan I Gusti Ketut Jelantik merupakan pejuang

yang menjadi kebanggaan masyarakat Karangasem. Tetapi sayang, sekarang kondisi patungnya sangat memprihatinkan. Saat ini yang tersisa hanya bagian kakinya,’’ keluhnya. Jadi intinya, agar pemerintah secepatnya memperbaiki patung itu. Bahkan, agar perbaikan itu bisa dijadikan skala prioritas oleh pihak eksekutif. Perwakilan keluarga Puri Kelodan, I Gusti Arya Dewantara, menegaskan rasa bangganya dengan apa yang dilakukan anak muda

Karangasem yang bergabung dalam komunitas KPK. Hati anak-anak muda itu tergerak prihatin atas keberadaan patung pahlawan itu. Lewat aspirasi ini, pihaknya berharap perbaikan patung pahlawan I Gusti Ketut Jelantik yang sangat berjasa itu bisa segera dilakukan. ”KPK sempat datang langsung ke puri meminta doa restu melaksanakan aksi menggugah pemerintah Karangasem agar patung pahlawan I Gusti Ketut Jelantik itu dibenahi secara layak ,’’ tambahnya. Sempat ia mengalami pergulatan batin menyikapi dorongan anak muda itu. Ada kekhawatiran masuk kepentingan tertentu. ‘’Tetapi sejatinya tidak ada maksud apa-apa. Aspirasi mereka murni hanya meminta supaya pemerintah bisa memperbaiki patung pahlawan I Gusti Ketut Jelantik. Karena leading sector melakukan perbaikan itu domainnya pemerintah,”

lanjutnya. Ketua DPRD Karangasem sementara, I Gede Dana, menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi anak muda yang sudah menyampaikan aspirasi ke DPRD. Anak muda itu sejatinya merupakan genesi penerus bangsa. “Kami salut dan memberi apresiasi apa yang dilakukan anak muda Karangasem,” ujarnya. Gede Dana menambahkan, seharusnya perbaikan patung pahlawan I Gusti Ketut Jelantik itu sudah dilakukan sebelum peringatan HUT ke-74 RI. Semestinya, perbaikannya sudah dilakukan menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Meski belum bagus, setidaknya patung itu layak dilihat saat HUT Kemerdekaan. “Bisa dibayangkan kepala dan tubuh pahlawan itu tidak ada. Yang tinggal hanya kakinya. Apa sudah layak kita menghormati pahlawan yang keberadaannya secara fisik dari visual patung yang

tidak sempurna itu,’’ jelasnya. Karenanya, kasus itu relatif krusial, pihaknya akan memperjuangkan supaya perbaikan patung itu bisa secepatnya dialokasikan pada APBD Perubahan. Hanya, pihaknya pesimis perbaikan itu bisa dilakukan di APBD perubahan. Terlebih lagi, saat ini belum ada pembasahan APBD Perubahan. ‘’Kendati ada perubahan, biasanya kegiatan fisik yang nominalnya di atas Rp 200 juta tidak bisa dilakukan dalam waktu mepet. Karena pertanggungjawabannya akan susah. Bila pada anggaran Perubahan tidak memungkinkan dipastikan perbaikannya paling lambat dilakukan 2020 mendatang. ‘’Seandainya pemerintah toh tidak menganggarkan perbaikan patung pahlawan itu, maka dana aspirasi dewan yang akan dipergunakan merenovasi patung itu,’’ tegas Gede Dana. (nan)

Bali Post/kmb41

ASPIRASI - Kumpulan Pemuda Karangasem bersama keluarga puri saat menyampaikan aspirasi ke kantor DPRD Karangasem, Senin (19/8) kemarin.


Selasa Paing, 20 Agustus 2019

Dua Putri Klungkung Terpilih sebagai Duta Hijau Bali 2019 SETELAH melewati tahap seleksi dan karantina, perwakilan duta Kabupaten Klungkung, Ni Made Ayu Ratna Ginanti dan Ida Ayu Nindya Brahmani Putri, terpilih sebagai Runner-Up I dan Runner-Up IV pada malam grand final pemilihan Duta Hijau Provinsi Bali tahun 2019 di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Bali, Minggu (18/8) malam. Hadir langsung pada malam grand final, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta beserta Ny. Ayu Suwirta, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila dan undangan terkait lainnya. Terpilih sebagai Runner-Up I, Ida Ayu Nindya Brahmani Putri (21) dari Banjar Pande Kota, Kelurahan Semarapura Kangin berpasangan dengan Tude Nugraha Mahantara (24) dari perwakilan Denpasar dan

terpilih sebagai Runner-Up IV Ni Made Ayu Ratna Ginanti (16) dari Banjar Siku, Desa Kamasan berpasangan dengan I Putu Ferry Wistika (17) dari perwakilan Kabupaten Tabanan. Serta yang terpilih sebagai Duta Hijau Bali 2019 yakni Maria Nindi Dewi dari perwakilan Badung berpasangan dengan I Gusti Putu Putra Mahardia perwakilan dari Kabupaten Badung. Ketua Pemilihan Duta Hijau Provinsi Bali 2019 Dwi Sinar Maheni dalam laporannya mengatakan telah dilakukan berbagai tahap untuk menentukan 9 finalis yang mewakili kabupaten/ kota se-Provinsi Bali. Di antaranya melalui seleksi yang digelar pada 31 Mei 2019 yang diikuti oleh 135 pasangan dari 9 kabupaten/kota seBali. Lebih lanjut pihaknya mengatakan, tahap karantina sudah berlangsung dari tanggal 15-17 Agustus yang diisi dengan pemberian materi,

pelatihan public speaking dan pertunjukan bakat dari para peserta. Tak hanya itu, kegiatan pra-karantina juga diisi dengan mengikuti kegiatan panen raya di Jatiluwih, yakni pengenalan mengenai cara memanen padi dengan alat dan cara tradisional. ‘’Terpilihnya Duta Hijau Bali (DHB) ini bisa memberikan contoh yang baik bagi generasi muda yang lain untuk terus peduli dan memberi kontribusi yang positif terkait lingkungan di Bali serta harus mampu memberikan ide-ide kreatif dalam upaya pelestarian lingkungan,’’ ujar Dwi Sinar Maheni. Sementara itu, Runner-Up I Ida Ayu Nindya Brahmani Putri mengatakan dirinya mengaku bangga dan siap mengemban tugas sebaikbaiknya dan berharap bisa mengedukasi generasi muda yang lain untuk lebih peduli menjaga alam dan lingkungan Bali dan Kabupaten

Klungkung pada khususnya. ‘’Diharapkan generasi muda Bali agar lebih peka terhadap lingkungan dan isu-isu terkait di dalamnya. Ke depan, saya terus akan mengampanyekan tentang pelestarian lingkungan,’’ ujar Ida Ayu Nindya usai menerima penghargaan. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang hadir langsung menonton grand final berharap duta perwakilkan Klungkung yang terpilih sebagai Duta Hijau Bali mampu memberikan dampak positif bagi Kabupaten Klungkung, serta bisa memotivasi generasi muda Klungkung untuk lebih menjaga alam dan lingkungannya khususnya di Kabupaten Klungkung yang tercinta ini. Pada akhir acara, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta berkesempatan menyerahkan hadiah beserta penghargaan kepada finalis terpilih. (ad)

SERAHKAN HADIAH - Nyoman Suwirta saat menyerahkan hadiah beserta penghargaan kepada finalis terpilih.

Kasus Penganiayaan Siswi SMP Upaya Diversi Gagal Lagi Semarapura (Bali Post) -

Bali Post/gik

SASAR SEKOLAH-Edukasi kebencanaan dari BPBD di SMPN 2 Dawan, yang dipilih menjadi SAB di Klungkung.

Edukasi Kebencanaan BPBD Sasar Sekolah

Semarapura (Bali Post) Upaya edukasi kebencanaan dari BPBD mulai menyasar sekolah. Tujuannya, agar keluarga besar di setiap sekolah, siap menghadapi bencana. Untuk menguatkan tujuan itu, BPBD juga membentuk sejumlah sekolah menjadi Sekolah Aman Bencana (SAB). Seperti SMPN 2 Dawan, yang dipilih BPBD Provinsi Bali menjadi SAB di Klungkung. Kalak BPBD Provinsi Bali Made Rentin saat datang langsung ke aula SMPN 2 Dawan di Desa Gunaksa, Senin (19/8) kemarin, mengatakan Pemerintah Provinsi Bali melalui BPBD berkomitmen terus membentuk SAB. SAB ini sebagai salah satu upaya untuk membangun kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana. Made Rentin juga menjelaskan, tujuan dibentuknya SAB ini untuk menggugah kesadaran seluruh unsur dalam bidang pendidikan, baik individu maupun kolektif. Aman yang dimaksud adalah tanggap menghadapi bencana, baik pada sebelum, saat maupun setelah bencana terjadi. ‘’Mereka harus tahu dan paham apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadinya bencana. Ini salah satu cara kami melakukan edukasi,’ ujarnya. Dipilihnya SMPN 2 Dawan sebagai Sekolah Aman Bencana, menurut Rentin, keberadaan SMPN 2 Dawan secara geografis terletak di lereng perbukitan dengan me-

miliki dua risiko peluang terjadi bencana, yaitu gempa bumi dan tanah longsor. Sebelumnya, Tim BPBD Provinsi Bali terlebih dahulu telah melakukan survei lapangan. SMPN 2 Dawan dipilih dan dibentuk sebagai sekolah aman bencana, sehingga ketika benar terjadi bencana, mereka sudah siap. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat hadir dalam pencanangan itu mengatakan, SAB ini sangat penting untuk mengedukasi semua komponen sekolah. Menurutnya, sekolah menjadi elemen penting untuk mewujudkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Ini bekal untuk mengantisipasi bencana alam. Bupati Suwirta meminta BPBD maupun para guru selalu mengajarkan anak didik agar selalu bijak menggunakan media sosial dan memberikan informasi yang benar terutama yang berkaitan dengan bencana. Selain itu, untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Bali, Bupati Suwirta juga menginstruksikan BPBD Klungkung dan Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Klungkung untuk menganggarkan dana SAB, sehingga Klungkung bisa seratus persen sekolah aman bencana. ‘’Kita berada di daerah yang memiliki potensi rawan bencana. Anggaran lebih agar diarahkan ke hal-hal penting yang mengedukasi, agar tanggap bencana,’’ katanya. (kmb31)

Sat Reskrim Polres Klungkung melakukan penyerahan tahap kedua ke Kejari Klungkung atas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan siswa SMP, Senin (19/8) kemarin. Langkah tersebut dilakukan pihak kepolisian, setelah upaya diversi yang sebelumnya dilakukan gagal total. Setelah menerima pelimpahan tahap kedua dari pihak kepolisian, Kejari Klungkung juga melakukan upaya diversi, dengan harapan kasus ini dapat diselesaikan secara damai. Tetapi, pihak korban tetap menolak dan bersikukuh agar kasus dugaan penganiayaan ini lanjut ke ruang sidang pengadilan. Upaya diversi sebagai proses pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Kasi Pidum Kejari Klungkung Ahmad Fattahilla mengatakan diversi dilakukan selama satu jam, melibatkan para tersangka bersama orangtuanya dan korban Ni Ketut APP (15) juga bersama orangtua dan keluarganya serta lembaga terkait, seperti Bapas (Balai Permasyarakatan). Dalam pertemuan itu, pihak korban, kata Fatahila, tetap memutuskan agar kasusnya dituntaskan di pengadilan. ‘’Karena

pihak korban tetap memutuskan kasusnya lanjut, sesuai dengan sistem peradilan anak, maka kami segera melakukan pelimpahan ke pengadilan,’’ kata Fatahila. Setelah diversi gagal di Kejaksaan, para tersangka tidak langsung ditahan. Alasannya, karena masing-masing orangtuanya menyatakan diri sebagai jaminannya. Tersangka hanya ditetapkan wajib lapor setiap Senin dan Kamis, karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun. Seperti diberitakan sebelumnya, setelah melakukan serang-

kaian penyelidikan, Sat Rekrim Polres Klungkung akhirnya menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan kekerasan terhadap siswa SMP yang sempat viral di media sosial dengan TKP di Bukit Buluh, Desa Gunaksa, Dawan, beberapa pekan lalu. Mereka adalah Ni Kadek KD, PR dan MP. Walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun pihak kepolisian berkesimpulan tidak akan melakukan penahanan. Para tersangka ini dijerat dengan Pasal 80 Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang

sudah diubah ke dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman penjara 3 tahun 6 bulan (3,5 tahun) dan atau denda Rp 72 juta. Meski demikian, banyak faktor yang dilihat lantaran para tersangka tak langsung ditahan. Mulai dari pelaku dan korban adalah samasama anak-anak saat kekerasan dilakukan pada Januari 2019. Dari pemeriksaan penyidik terhadap enam saksi dan saksi korban, ketiga tersangka yang paling aktif menganiaya korban. Ada yang mau menelanjangi korban, menendang korban serta melontarkan kata-kata kasar kepada korban. Saat pemeriksaan di Sat Reskrim, mereka mengakui perbuatan dan memang ada dalam video tersebut. Semua kooperatif saat diperiksa sehingga proses cepat berjalan. Karena masih di bawah umur, penyelesaian kasusnya dengan sidang diversi atau pengadilan anak. (kmb31)

Pasar Seni Semarapura Segera Dilengkapi Eskalator Semarapura (Bali Post) Setelah pembangunannya rampung, Pasar Seni Semarapura, khususnya pada Blok A, segera dipasangi eskalator. Kepala UPTD Pengelolaan Pasar Komang Sugianta mengatakan, saat ini pengadaan mesin eskalator masih dalam tahap persiapan. Demikian disampaikan Sugianta saat didatangi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta ketika memonitoring perkembangan pekerjaan pengadaan dan pemasangan eskalator serta kesiapan rehabilitasi Blok F Pasar Semarapura, Senin (19/8) kemarin.

Eskalator ini untuk memberikan rasa nyaman kepada para pengunjung ke Pasar Seni Semarapura. Ini mampu memberi nilai tambah, dengan memberi kesan pasar seni yang berkonsep mall. Sedangkan untuk proyek rehab Blok F, masih dalam tahap penandatanganan kontrak oleh CV Natia Karya dan persiapan pemindahan pedagang ke tempat penampungan sementara. “Saat ini tengah dilakukan penjajakan dan sosialisasi terhadap para pedagang. Selanjutnya, proses pemindahaan pedagang di Blok F akan segera dilakukan. Selam-

bat-lambatnya minggu terakhir bulan Agustus, semua pedagang sudah pindah,” ujar Sugianta. Bupati Suwirta mengingatkan pengelola pasar untuk senantiasa menjaga kebersihan pasar serta disiplin para pegawai pasar dan pedagang. Para pedagang agar menempatkan dagangannya dengan rapi dan tidak memenuhi gang/lorong. Sehingga pengunjung yang datang merasa nyaman. Petugas dan pengelola pasar juga diharapkan rajin turun mengawasi keamanan ke tengah pasar serta menjaga taman supaya tanamannya tetap hijau dan rindang.

SOSOK Jangan Ciptakan Permusuhan POLITISI PDI-P Klungkung A.A. Gde Anom kembali memimpin lembaga legislatif untuk kedua kalinya. Meski untuk periode 2019-2024, masih sebagai Ketua DPRD Klungkung sementara, tetapi sebagai pemenang dalam pileg dan sebagai Ketua DPC PDI-P Klungkung, hampir dipastikan ia akan kembali sebagai ketua definitif. Setelah dilantik sebagai legislatif lagi dan menjabat Ketua DPRD Klungkung sementara, Anom memiliki tugas berat untuk menata kembali kekacauan yang sempat terjadi di antara kedua lembaga, eksekutif dan legislatif. ‘’Dalam rapat eksekutif dan legislatif, yang dibutuhkan masyarakat adalah hasil keputusan, bukan tontonan perselisihan,’’ ujar Anom yang pernah menjabat Ketua Dewan periode 2009-2014 ini saat ditemui di kantornya, Senin (19/8) kemarin. Sebagai pimpinan, selain melakukan evaluasi ke dalam, dia juga menyampaikan kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta agar bisa bersama-sama menahan diri. Itu dia sampaikan ketika legislatif diundang ramah tamah oleh Bupati, belum lama ini. Ketika itu hadir lengkap dari kubu koalisi besar yang dibentuk PDI-P sebanyak 22 legislator dari 30 dewan. Sebab, kaharmonisan harus diwujudkan dalam menjalankan tugas sebagai lembaga pemerintahan. ‘’Jangan sampai ada kesan permusuhan. Setiap rapat-rapat kok, sudah kayak pengadilan. Ini yang tidak boleh terjadi oleh dewan periode ini,’’ tegasnya. Setelah membentuk tatib dewan, kerja legislatif anyar ini selanjutnya membentuk AKD (Alat Kelengkapan Dewan). Rencananya, AKD akan dibentuk dalam rapat paripurna penyampaian namanama komisi dan fraksi, Selasa (20/8) hari ini. Sekaligus memilih ketua pada setiap AKD. Setelah terbentuk AKD, dewan baru masuk pada tugas-tugasnya untuk melakukan pembahasan APBD Perubahan. (gik)

CMYK

Untuk produk yang dipasarkan, Bupati Suwirta menegaskan mesti murni produk lokal bukan dari daerah lain. Seandainya terdapat produk baru dari daerah lain yang sedang menjadi tren, perajin supaya membuat sendiri produk tersebut dengan dukungan dan pelatihan dari pemerintah. “Pemberdayaan UKM lokal Klungkung akan semakin ditingkatkan melalui pembentukan Balai Diklat UMKM. Nantinya akan diadakan pelatihan khususnya tentang inovasi dan kreativitas kain lokal,” ujar Bupati Suwirta. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Paing, 20 Agustus 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Art Gallery in Seminyak looking for Sales Girl ; experienced, honest, good English. Whatsap/Call Maya : 081337271872 B.BP.004.08.19.0000395

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Staf Adm Min SMA Komunikatif Bs Komputer.Hub:0881037201812 B.BP.001.08.19.0000573

Dcr AMT BBM,24-45Th,SIM B2,Min SMA/Sdrjt,Bbs Narkoba,Tdk Buta Wrn,Jjr&Dsiplin,Tdk Mrokok Slm Brtgs,Mlki Pemhmn Stndr Min Prltn/Instrument Kndrn,Pnmptn di Bali,Ijazah,KTP&KK,SKCK,Foto 4x6=3lbr,Surat Penglmn krj Sbg Sopir.Lmrn:(Ayu)HRD di Kantor TBBMManggisBali/081236269898 Selambatnya 26/8/19 (Gratis!!!) B.BP.001.08.19.0000586

Dicari 5 sopir Par&Staf Travel AgentGoodEnglWA:082282277700 B.BP.001.08.19.0000505

Dicari Sopir Pribadi Domisili Denpasar.Hub:087898301403 B.BP.001.08.19.0000576

DIJUAL MOBIL

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

Dibutuhkan 1 Akuntan berpengalaman bs komp App. usia max. 40 th min S1 Ekonomi / Niaga + 1 kary delivery min SLTA usia max 40th Hub.WA 081337584253

B.BP.001.08.19.0000600

Join one of the biggest travel companies in Bali male&female min SMK-S1 speak English,fresh graduation are wellcome, hard worker, training class are proviveded,basic salary+bonus+ BPJS interview 20/8/2019 jam: 10:00-12:00 wita di kompleks Pertokoan Kuta Square Blok F-8A / WA 08123986414 (Hilla)

B.BP.154.08.19.0000599

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

PROPERTY

KEHILANGAN

NISSAN

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH

Juke Silver 2012 Matic,Terawat AsBal,165Jt Nego:081353275888

Rumah/Tanah Cash/kredit Penarungan-Badung081338681038

Dijual Tanah Pinggir Pantai di Padang Bai,70 Are,Lebar Depan Pantai 55m,15 menit dari Candidasa,Zona Pariwisata. Tlp/WA:08123846366/08123988353

Buku Kir DK 9715 AY An.Suhaimi Husin, Hilang Tgl 18-08-2019

B.BP.001.08.19.0000572

B.BP.004.08.19.0000593

PROPERTY PROPERTY DIJUAL RUMAH

BUC.Dijual Rumah Perum Dalung III. Hubungi:081936264166 B.BP.001.08.19.0000581

DISEWAKAN RUMAH

Dikont Rmh Jl.Gatsu I/XV/2A Dps LT.1A,3KT,2KM,Grs,085100938292 B.BP.001.08.19.0000591

PROPERTY

RumahLT100M2,3KT,2KM,Dpr,R.Tm Grsi.Lok Strtgis Ubung-Dps Utr Harga 575Jt Hub:085253633843

Dijual Tanah 5Are di Pererenan 650jt/Are bs Nego 082144010408

B.BP.001.08.19.0000584

B.BP.001.08.19.0000588

DIJUAL TANAH

B.BP.001.08.19.0000578

Tnh Kav Jl.Mudutaki Tegal Jaya Dalung,Jln 6 mtr,087864800371/ 082144094724 / 087752085556 B.BP.001.08.19.0000574

KEHILANGAN Buku KIR Pick Up DK-8795-AW An.Ahmad Taufik,081805489421 B.BP.001.08.19.0000575

B.BP.001.08.19.0000589

Hlg BPKB No.F5854888-0 an Luh Gede Ariani Denpasar B.BP.012.08.19.0000597

Hlg BPKB No.M08192941-0 an John Chaphan Mnggis,karangasem B.BP.012.08.19.0000596

Hlg SHM No.03569-Pemogan An. I Nyoman Mandiasa, 08123611183 B.BP.001.08.19.0000582

Tlh Hilang SHM No.02068 an:Kt Lodra L Denpasar H.081246300200 B.BP.166.08.19.0000601


Selasa Paing, 20 Agustus 2019

Tahun Depan, Geopark Batur Kembali Direvalidasi UNESCO

Bali Post/kmb40

Gunung Batur di Kintamani

Kemarau, Tiga Dusun Disuplai Air Bersih Bangli (Bali Post) –

Dampak kemarau mulai dirasakan warga di tiga dusun di Desa Buahan, Kintamani. Kini warga kesulitan air bersih. Guna memenuhi kebutuhan air bersih di tiga dusun tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli, Senin (19/8) kemarin, mendistribusikan air menggunakan truk tangki. Dusun yang mendapat suplai air bersih itu yakni Dusun Binyan, Dusun Tabih, dan Dusun Mundukwaru. Tiga dusun itu dihuni 325 kepala keluarga (KK). Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa seizin Kalak BPBD Wayan Karmawan mengatakan, pendistribusian dilakukan lantaran berkurangnya stok air bersih akibat dampak kemarau. Selama ini, warga di tiga dusun setempat memenuhi kebutuhan air bersihnya dengan memanfaatkan embung air hujan. Agus mengatakan pola pendistribusian air bersih kemarin, dilakukan dengan mengisi embung atau bak penampungan milik dusun. Selanjutnya, air dialirkan ke masing-masing rumah warga. Mengingat saluran pipa sudah tersambung ke rumah-rumah. Proses pendistribusian air dikoordinir oleh aparat Desa Buahan. ‘’Hari ini, kita usahakan terus suplai ke tiga dusun itu sampai pasokan air warga tercukupi,’’ ujarnya. Sementara itu, disinggung mengenai dampak kemarau di desa lainnya, Agus menyebut sejauh ini masih aman. Jika nantinya ada permintaan suplai air dari desa lain,

Bali Post/ist

AIR - Petugas BPBD menyuplai air bersih ke bak penampungan milik dusun. pihaknya menyatakan siap memberikan pelayanan. Kadus Mundukwaru Nyoman Widastra mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari masyarakat di dusunnya selama ini mengandalkan air tadah hujan dari bulan Desember hingga Juni. Setelah itu, warga terpaksa

membeli air dengan harga yang cukup mahal. Ia menyebut, untuk membeli satu truk tangki isian 5 ribu liter, warga harus mengeluarkan uang hingga Rp 200 ribu lebih. Dikatakan Widastra, di Dusun Mundukwaru sejatinya terdapat mata air yang bisa dimanfaatkan warga.

Namun, pada musim kemarau seperti sekarang, debit airnya sangat kecil sehingga tidak bisa dialirkan ke bak penampungan untuk memenuhi kebutuhan warga. ‘’Jadi, bantuan air bersih ini sangat meringankan beban masyarakat kami,’’ katanya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Geopark Batur bakal kembali direvalidasi oleh tim dari UNESCO. Sesuai jadwal, kegiatan revalidasi akan berlangsung pada bulan September 2020 mendatang. Dalam kegiatan revalidasi tersebut, tim akan melakukan penilaian dan evaluasi terhadap perkembangan serta kemajuan geopark Batur dari berbagai aspek. Manager Geopark Batur yang juga Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra mengatakan revalidasi Geopark Batur dilaksanakan setiap empat tahun sekali. Pada tahun 2020 mendatang, merupakan fase revalidasi Geopark Batur yang kedua. “Kalau revalidasi yang kedua ini lolos, ini sudah jadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan Geopark Batur,” kata Giri Putra, Senin (19/8) kemarin. Dijelaskannya, di dalam geopark terdapat tiga keragaman yang harus senantiasa dijaga dan dikembangkan untuk menimbulkan dampak ekonomi yang didasari atas edukasi dan konservasi. Tiga keragaman itu yakni keragaman geologi (geo diversity), keragaman hayati (bio diversity), dan keragaman budaya (culture diversity). Giri Putra mengatakan, dalam revalidasi nanti pihaknya akan menampilkan success story atau sejarah keberhasilan Geopark Batur kepada tim UNSECO. Disebutkannya, dalam kurun waktu empat tahun terakhir pasca-revalidasi yang pertama, Geopark Batur telah mengalami perkembangan dan kemajuan. Secara fisik, di kawasan Geopark Batur telah dibangun view point Penelokan serta menara pandang di Desa Abang Batundinding dalam rangka mengembangkan geotourism. Telah dibentuk juga Badan Pengelola, yang ke depannya tidak saja sebatas memungut retribusi namun juga melakukan edukasi dan pemberdayaan konsertvasi. Di kawasan Geopark Batur saat ini juga telah dibangun demplot instalasi pengolahan air limbah (IPAL)

untuk menjaga kelestarian air Danau Batur yang merupakan bagian dari geosite. Secara nonfisik, selama ini telah dilaksanakan pelatihan bagi guide, pengerahan masyarakat peduli lingkungan yang sinergisitas dengan ASN, TNI/ Polri, dan seluruh ormas yang ada untuk senantiasa melakukan giat kebersihan sampah plastik di areal kaldera Batur. “Termasuk juga pembentukan pokja pengelolaan Danau Batur. Danau Batur masuk sebagai 15 danau prioritas yang harus dipulihkan. Itu jadi agenda utama kita. Karena Danau Batur ini merupakan sumber air permukaan untuk Bali dan juga bagian geosite yang ada di wilayah geopark,” jelasnya. Jelang revalidasi nanti, Giri Putra mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti beberapa catatan dan rekomendasi yang telah diberikan tim saat revalidasi yang pertama. Di antaranya yakni melakukan koordinasi dengan perhimpunan pramuwisata pendakian Gunung Batur (P3GB) untuk pembangunan kios suvenir yang bertemakan geoproduct. Selain itu, juga melakukan penataan terhadap kuburan Terunyan dengan membuatkan pagar pembatas sehingga wisatawan yang berkunjung tidak terlalu dekat dengan kuburan. Tujuannya untuk menjaga kesakralan tempat tersebut. Serta menindaklanjuti beberapa caatatan dan rekomendasi UNESCO lainnya. “Saya selaku GM geopark Batur, berharap kepada seluruh komponen, kita bersama-sama melakukan upaya-upaya dalam rangka green card dari UNESCO. Geopark ini milik kita semua, bukan milik Bangli saja, tapi milik Indonesia. Karena yang berkibar di UNESCO adalah bendera Merah Putih atas nama Indonesia. Mudah-mudahan semua saling mengingatkan dan menyadari, bahwa geopark dibangun susah payah sehingga dengan itu kita bisa saling menyemangati,” ujarnya. (kmb40)

Ditabrak Ninja, Pejalan Kaki Tewas Bangli (Bali Post) – Nahas menimpa I Wayan Mesin alias Jro Bayan, warga Banjar/Desa Tiga, Susut, Bangli. Lansia 88 tahun itu tewas dalam perawatan di rumah sakit setelah ditabrak sepeda motor Kawasaki Ninja, Senin (19/8) kemarin. Peristiwa kecelakaan itu terjadi saat korban menyeberang di jalan jurusan Bangli-Susut, tepatnya di wilayah Desa Tiga, Susut. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Kejadian berawal saat korban Jero Bayan hendak menyeberang jalan dari arah barat ke timur. Tiba-tiba sepeda motor Kawasaki Ninja bernopol DK 4976 PD yang dikendarai I Made Nasa Jayantara (16) datang melaju cukup kencang dari arah utara menuju selatan dan langsung menabrak tubuh Jero Bayan hingga korban jatuh ke pinggir jalan. Kecelakaan itu menyebabkan korban mengalami patah tangan dan kaki serta mengeluarkan darah dari hidung. Oleh sejumlah warga, korban kemudian dilarikan ke RSU Bangli. Namun nahas, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. ‘’Korban meninggal dalam perawatan di rumah sakit,’’ ungkap Sulhadi. Sementara pengendara Ninja, yang juga terjatuh saat kecelakaan terjadi, mengalami luka bengkak pada wajah dan keluar darah dari hidung. Pengendara asal Banjar/Desa Tiga itu langsung dilarikan ke RSU Bangli untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan hasil penanganan kepolisian, kasus kecelakaan itu terjadi akibat kurang hati-hatinya pengendara Kawasaki Ninja. ‘’Kasus lakalantas tersebut saat ini sudah ditangani oleh Unit Lakalantas Polres Bangli,’’ kata Sulhadi. (kmb40)

Bali Post/ist

LAKALANTAS - Polisi menangani kasus lakalantas yang terjadi di jalan jurusan Bangli-Susut, Senin (19/8) kemarin.

Kenaikan Retribusi Wisata Kintamani Diberlakukan Awal Tahun

Bangli (Bali Post) Keinginan Bupati Bangli I Made Gianyar menaikkan tarif retribusi pariwisata Kintamani nampaknya sudah cukup mantap. Bahkan, Gianyar telah merencanakan tarif retribusi pariwisata Kintamani yang baru itu akan diberlakukan awal tahun depan. ‘’Saya targetkan berlaku mulai 1 Januari 2020 nanti. Ini akan dibahas dulu di pembahasan APBD 2020. Kan menjadi sumber pendapatan, berarti target PAD kita naik,’’ kata Bupati Made Gianyar saat ditemui di DPRD Bangli, belum lama ini. Menurut Made Gianyar, Bangli tidak bisa membangun dengan maksimal kalau sumber pendanaannya tidak cukup. Diakuinya, selama ini Kabupaten Bangli mendapat bantuan dana yang luar biasa baik dari pusat maupun provinsi dalam bentuk dana bagi hasil maupun BKK. Meski demikian, kekuatan untuk sumber pendanaan

Saya targetkan berlaku mulai 1 Januari 2020 nanti. Ini akan dibahas dulu dalam APBD 2020. Kan menjadi sumber pendapatan, berarti target PAD kita naik. Bupati Made Gianyar

sendiri harus terus dibangun. Untuk itu, kata Made Gianyar, tidak ada pilihan lain bagi Bangli menaikkan pendapatan selain dengan cara menaikkan tarif retribusi pariwisata Kintamani termasuk objek wisata lainnya. Mengingat saat ini objek wisata di Kintamani saat ini sudah dibenahi baik tempat maupun infrastruktur jalannya. Di samping itu, cara lain yang bisa dilakukan untuk menaikkan pendapatan dengan membuatkan regulasi dan memberlakukan pungutan retribusi terhadap

sejumlah tempat wisata yang sekarang sedang booming seperti Tukad Cepung dan Twinhill. Lebih lanjut dikatakan Made Gianyar, semestinya masyarakat harus bangga kalau desanya bisa berpartisipasi pada pembangunan, seperti halnya Penglipuran yang selama ini menyumbangkan 60 persen pendapatan retribusinya ke PAD Bangli. Pendapatan yang disumbangkan ke daerah pada akhirnya akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk kegiatan pembangunan. (kmb40)

CMYK


OLAHRAGA

Selasa Paing, 20 Agustus 2019

15

Madura United Vs Bali United

Momentum Lanjutkan Kemenangan

Madura Bali Post) – Pekan ke-15 Shopee Liga 1 2019 akan mempertemukan dua tim raksasa musim ini, Madura United kontra Bali United, Selasa (20/8) hari ini. Diprediksi laga ini akan berlangsung sengit. Bertindak sebagai tuan rumah, Madura United diyakini akan tampil habis-habisan pada laga ini guna mengakhiri catatan tak pernah menang selama empat pertandingan berturut-turut. Akan tetapi, sang tamu, Bali United, bukanlah tim sembarangan. Mereka adalah pemuncak klasemen sementara saat ini dengan catatan rekor lima kemenangan secara berturut-turut. Terlebih, menilik rekor pertemuan kedua tim, Serdadu Tridatu juga memiliki modal penting untuk pertandingan sepak bola ini. Dari lima laga, Bali United berhasil memenangkan dua laga. Sedangkan Madura United hanya bisa sekali mengalahkan sang tamu. Pelatih kepala Bali United Stefano Cugurra mengatakan bila anak asuhannya sudah siap jelang laga nanti. Ia pun saat ini lebih memfokuskan pada recovery pemain pascalaga sebelumnya kontra PS Tira Persikabo. ‘’Setelah pertandingan melawan PS Tira Persikabo, kami fokus pada recovery pemain. Selain itu dengan waktu yang kami punya, kami juga sudah mempersiapkan taktik untuk melawan Madura United besok,’’ ujar Coach Teco, Senin (19/8) kemarin. ‘’Kami sudah tiba kemarin malam di Madura dari Bogor. Perjalanan yang cukup panjang, tapi saya rasa kami punya waktu yang cukup untuk menghadapi Madura United,’’ imbuhnya. Coach Teco menambahkan, bila dirinya menaruh rasa hormat pada skuad asuhan Dejan Antonic tersebut. Ia pun berharap laga besok bisa berjalan menarik. ‘’Semua tahu Madura United adalah tim kuat dengan materi pemain yang berkualitas. Pastinya kami respek dengan mereka. Semoga di pertandingan besok wasit bisa memimpin dengan baik dan jalannya pertandingan bisa berlangsung menarik. Siapa pun yang bermain bagus, dia yang bisa menang,’’ kata Coach Teco. Namun, sang pelatih harus memutar otak untuk menggantikan empat pemain pilar BU yang dipanggil timnas. Adapun empat penggawa Bali United yang mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas adalah Stefano Lilipaly, Ricky Fajrin, Irfan Bachdim, dan Made Andhika

Wijaya. ‘’Memang akan menjadi hal yang tidak terlalu bagus ketika ada empat pemain kami yang dipanggil Timnas dan kompetisi tetap berjalan,’’ komentarnya. ‘’Tapi kami tetap berpikir positif dan akan menyiapkan pemain lainnya seandainya empat pemain ini harus absen. Kami harus mendukung mereka agar bisa memberikan kemampuan terbaik untuk Indonesia,’’ tambahnya. Setelah laga berat kontra Madura, Serdadu Tridatu masih akan menjalani jadwal yang berat. Selanjutnya akan ada laga kandang berturutturut menghadapi dua tim papan atas, Arema FC (24/8) dan Borneo FC (28/8) di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar. Tanpa diperkuat Lilipaly dan kawan-kawan, Teco pun harus memutar otak untuk dapat memenangkan laga. Hingga pekan ke-14, Bali United masih kokoh di peringkat teratas klasemen sementara Shopee Liga 1 2019, dengan koleksi 31 poin dari 13 laga. Capaian ini tentu masih belum aman lantaran Tira Persikabo juga terus membayangi di posisi runner-up. (kmb33) 5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim Bali Utd 2 vs 0 Madura Utd 2 vs 2 Bali Utd 5 vs 2 Madura Utd 2 vs 0 Madura Utd 0 vs 0

Madura Utd (Liga 1 2018, 3/11/18) Bali Utd (Liga 1 2018, 3/6/18) Madura Utd (Liga 1 2017, 13/8/17) Bali Utd (Liga 1 2017, 16/4/17) Bali Utd (Liga 1 2016, 20/6/16)

5 Pertandingan Terakhir Madura United Madura Utd 2 Persebaya 2 Bhayangkara FC 1 Madura Utd 0 Madura Utd 5

vs vs vs 1 vs vs 1

Persija (Liga 1 2019, 16/8/19) Madura Utd (Liga 1 2019, 10/8/19) Madura Utd (Liga 1 2019, 05/8/19) PSS Sleman (Liga 1 2019, 31/7/19) Perseru Badak (Liga 1 2019, 27/7/19)

5 Pertandingan Terakhir Bali United Tira-Kabo Bali Utd Bali Utd Persib Bali Utd

1 4 1 0 3

vs vs vs vs vs

2 Bali Utd Semen Padang PSM Makassar 2 Bali Utd 1 PSS Sleman

(Liga 1 2019, 15/8/19) (Liga 1 2019, 09/8/19) (Liga 1 2019, 01/8/19) (Liga 1 2019, 26/7/19) (Liga 1 2019, 22/7/19)

Membuat Kaget Kebakaran hebat ini sontak membuat kaget warga sekitar. Mereka cemas, kobaran api yang begitu besar merembet ke sejumlah palinggih pura dan bangunan lain di sekitarnya. Terlebih, di TKP tiupan angin cukup kencang. Kepala Satpol PP dan Damkar Klungkung Putu Suarta mengatakan seluruh personel dan armadanya di Kecamatan Nusa Penida langsung diarahkan menuju pusat kebakaran. Petugas Damkar pun dibantu petugas PDAM di Nusa Penida untuk menyuplai kebutuhan air, dibantu jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, serta ratusan warga sekitar dengan

Wagub Cok Ace menyampaikan Bali dan India punya historis hubungan sangat panjang. Hal ini erat kaitannya dengan agama Hindu yang dianut oleh mayoritas masyarakat Bali. Cok Ace sependapat dengan harapan Pradeep dalam pen-

peralatan seadanya. Camat Nusa Penida Komang Widyasa Putra mengatakan kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 Wita. Setelah menerima laporan, dia pun bergegas ke TKP untuk terus berkoordinasi dengan lembaga terkait. Termasuk, memastikan penanganan berjalan dengan baik, agar api tidak melahap bangunan lain. ‘’Situasi di TKP masih tegang. Penanganan masih berlangsung. Kami pastikan sementara tidak ditemukan adanya korban jiwa,’’ katanya. Setelah penanganan selama lebih dari dua jam, kobaran api mulai bisa tertangani. Situasi di sekitarnya juga mulai kondusif. Ditanya mengenai penyebabnya, dia mengaku

belum diketahui. Kuat dugaan api berasal dari dapur di sebelahnya. Kapolsek Nusa Penida Kompol Komang Reka Sanjaya belum bisa memberi penjelasan mengenai penyebab kebakaran, karena petugas kepolisian masih di lapangan melakukan olah data dan penyelidikan, dari sejumlah saksi mata di TKP. Akibat kebakaran ini, pihak pangempon pura mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Sebab, kebakaran terhadap bangunan berukuran sekitar 10 x 15 meter itu tinggal tiang betonnya saja. ‘’Api sudah berhasil dipadamkan. Astungkara, situasi bisa cepat kami kendalikan, sehingga api tidak sampai merembet ke palinggih mana pun,’’ tegas Suarta. (gik)

guatan kerja sama. Bahkan, ia melontarkan sebuah gagasan untuk merancang sebuah festival yang menggambarkan eratnya hubungan India dan Bali. ‘’Kalau dengan China, kita sudah punya Festival Balingkang. Dengan India, kita perlu jajaki untuk merancang hal yang sama. Misalnya kita buat festival yang menggambarkan

kedatangan Rsi Markandeya,’’ imbuh Cok Ace. Pada bagian lain, Cok Ace juga menyebutkan bahwa India menjadi salah satu penyuplai wisatawan ke Bali. Mengutip data statistik, hingga bulan Mei 2019, kunjungan wisatawan India ke Bali menempati peringkat ketiga setelah China dan Australia. (kmb)

Merancang Festival

Muncul Hoax

Mengenai kejadian yang ada di Surabaya dan Malang, katanya, itu hanya peristiwa kecil yang sebetulnya sudah dilokalisir dan diselesaikan oleh Muspida setempat. ‘’Tapi kemudian muncul hoax mengenai ada kata-kata yang kurang etis dari oknum tertentu. Ada juga hoax seolaholah ada adik kita dari Papua yang meninggal, padahal tidak. Ini ada yang mengembangkan berkembang di Manokwari, di Jayapura dan kemudian terjadi mobilisasi massa,’’ katanya. Kepada masyarakat Papua, Tito yang pernah menjadi Kapolda Papua meminta untuk tidak mudah terpancing dengan berita yang tidak benar. Sementara, lanjutnya, kepada

masyarakat di luar Papua diminta tak membedakan cara memperlakukan anak Papua karena merupakan bagian dari bangsa Indonesia. ‘’Papua adalah saudara sendiri. Jadi, komunikasi perlu dijalin dan masyarakat jangan terpancing. Baik yang di Papua maupun di luar Papua, jangan mau menjadi korban adu domba atau terpancing dengan informasi yang tidak benar,’’ tuturnya. Bantah Pengusiran Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membantah ada upaya pengusiran mahasiswa asal Papua di asrama mahasiswa di kota yang dipimpinnya itu. Tidak mungkin hal itu terjadi karena dirinya sendiri adalah semacam ‘’orangtua’’ bagi para mahasiswa asal Papua itu. ‘’Kalau ada anak Papua

diusir di Surabaya, itu tidak betul. Kabag Humas saya dari Papua. Dia ada di bawah. Itu dari Papua. Dan beberapa camat dan pejabat saya juga dari Papua. Jadi (pengusiran - red) itu tidak betul,’’ tegas Risma usai pelantikan dirinya sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan, Senin kemarin. Pelantikan Risma dalam jajaran pengurus teras DPP PDI-P dilakukan langsung Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Risma lalu menyebut bahwa dirinya diangkat oleh warga Papua sebagai ‘’mama Papua’’. ‘’Jadi karena itu, sekali lagi saya berharap saudara-saudara saya, keluarga-keluarga saya, mama papa saya, para pendeta di Papua, sekali lagi tidak ada kejadian apa pun di Surabaya,’’ katanya. (ant/kmb4)

Selasa, 20 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Gentuh (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus And Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Halo Kamtibmas 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Parameter 11:30 Wita Taksu Seniman Tari Otodidak, Wayan Suthardja 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana

Bali Post/ant

TEMPEL KETAT - Pesepak bola Tira Persikabo Andy Setyo Nugroho (kanan) menempel ketat pesepak bola Bali United Ilija Spasojevic (kiri) dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (15/8). Pada babak pertama Bali United unggul dengan skor 1-0.

Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Gentuh (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Folk Song 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Dunia Kita 17:30 Wita Kartun Kuru Setra Parwa(3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Lipsus DPRD Kota Denpasar 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Penataran Agung Nangka - Karangasem

21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

Turnamen Tenis Bali Open

Bombom Buat Kejutan Tundukkan Iqbal

Denpasar (Bali Post) Petenis Putu Agus Satrya Wibawa yang akrab disapa Bombom dari Pelti Buleleng membuat kejutan menundukkan lawannya petenis peringkat VIII nasional, Iqbal, dari Pecinta Tenis Bali (PTB) dengan skor 8-2 pada ajang turnamen tenis beregu Bali Open, di Sanur, Senin (19/8) kemarin. Sementara Suma Indrawan (Undiksha Singaraja) menundukkan Prima (KTCD Gianyar) den-

gan skor 8-4. Akan tetapi, ganda PTB pasangan Wisnu/ Iqbal mengalahkan Bombom/ Fallyawan dengan skor 8-2, hingga membawa PTB unggul 2-1 atas Pelti Buleleng, sekaligus memastikan PTB meraih tiket ke final. Turnamen tenis yang digelar sejak Sabtu (17/8) lalu merupakan rangkaian Sanur Festival. Turnamen ini dihelat Bali Travel News (BTN), Bali Hotels Association dan Perhimpunan Hotel dan Res-

tauran Indonesia (PHRI) Bali dan akan berakhir hari ini. Koordinator Tenis Andy menyebutkan turnamen ini melibatkan 19 tim, dan empat tim yang melaju ke babak semifinal adalah Pelti Buleleng, KTCD Gianyar, Undiksha Singaraja dan PTB. PTB menurunkan Iqbal dan Wisnu yang menduduki peringkat keenam nasional. Sementara Pelti Buleleng menurunkan Bombom dan Gede Fallyawan. KTCD

Gianyar diperkuat Prima dan Juliadi, dan Undiksha bermaterikan Suma Indrawan dan Febby Irianto. Kejuaraan beregu ini mempertandingkan tunggal terbuka, kemudian ganda terbuka dan ganda 40 tahun ke atas. Jika kedudukan 2-0 maka laga dihentikan, namun kalau skor imbang 1-1 partai ketiga tetap digelar. Turnamen ini juga diikuti beberapa petenis luar Bali, bahkan ada petenis asing. (022)

Masih Rancu Ada baiknya pemerintah tidak memaksakan agar Bali menerima banyak wisman, yang keuntungannya seringkali tidak untuk krama Bali. Pariwisata sebagai sektor ekonomi pembangunan dan pengembangannya harus sesuai konsep pariwisata berkelanjutan (suistainable tourism development). Upaya untuk keberlanjutan di bidang lingkungan dan pembangunan

fisik yang benar, harus diwujudkan dengan penerapan aturan yang tegas, agar tetap terjaga kelestarian lingkungan. Utamanya dalam penegakan aturan RTRW. ‘’Karena saat ini masih rancu dalam implementasinya, akibat maraknya pelanggaran tata ruang Bali,’’ kata Dr. I Putu Anom, S.E., M.Par., akademisi pariwisata sekaligus Ketua ICPI (Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia). Pariwisata berkelanjutan juga harus berkelanjutan di

bidang sosial budaya, dalam artian harus diminimalisir degradasi budaya maupun komodifikasi budaya yang berlebihan. Kondisi ini dinilai akan mengecewakan masyarakat lokal Bali yang mayoritas beragama Hindu. Sesuai dengan perda pariwisata budaya yang dikembangkan harus bersumber dari nilai-nilai luhur agama Hindu. ‘’Sekarang masih banyak kekeliruan, penyimpangan yang terjadi terkait pengembangan pariwisata budaya Bali

yang semakin tergerus globalisasi. Masih banyak yang belum bisa membedakan antara yang sakral dan profan. Komodifikasi budaya semakin berlanjut karena kekurangpahaman atau karena ambisi memperoleh gemerincing dolar,’’ ungkapnya. Pariwisata berkelanjutan juga wajib berkelanjutan di bidang ekonomi. Berkembangnya pariwisata Bali harus memberikan manfaat ekonomi dan menyejahterakan masyarakat lokal Bali, terutama masyarakat pelaku budaya. (may/ata)


SELASA PAING, 20 Agustus 2019

SVF Diharapkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan TINGKAT hunian hotel di kawasan Sanur pada semester I tahun ini rata-rata berkisar 55 persen. Karena it u, d ip e rluka n la ng ka h bersama untuk mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta tingkat hunian hotel di kawasan pariwisata tertua di Bali ini. Salah satu langkah yang dilakukan, yakni menggelar Sanur Village Festival (SVF). Festival ini memasuki tahun ke-14 dan telah masuk delapan besar kegiatan kalender pariwisata nasional Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Festival ini akan kembali menyajikan kreasi, inovasi, dan kolaborasi berbasis komunitas warga yang kian menjadi daya tarik wisatawan. Ketua Umum Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan hal itu, Senin (19/8) kemarin. Pria yang akrab disapa

Gusde ini mengatakan, branding yang telah terbangun hingga memasuki kegiatan tahun ke-14 ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang dinilai masih lesu. “Kami terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas kemasan festival agar tetap menjadi daya tarik dan menjadi kenangan mengesankan bagi para penggunjung, termasuk wisatawan,” katanya. Gusde yang juga Ketua Yayasan Pembangunan Sanur ini bersama warga ingin terus memberikan sumbangsih bagi keberlanjutan pariwisata yang menjadi penopang ekonomi terbesar di wilayah ini. Salah satunya melalui festival yang kali ini mengusung “Dharmaning Gesing” yang menggerakkan berbagai komunitas untuk tak henti melakukan kreasi dan inovasi terhadap kemanfaatan tanaman bambu yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Bali.

Sanur Village Festival XIV digelar selama lima hari yang akan dimulai pada tanggal 21 Agustus hingga 25 Agustus 2019 di Pantai Matahari Terbit, Sanur. Seluruh persiapan hingga Minggu (18/8) telah mencapai sekitar 75 persen dan dipastikan rampung menjelang pembukaan yang rencananya dilakukan Menteri Pariwisata Arief Yahya, Rabu (21/8) besok. Dalam festival kali ini, warga Sanur juga bersukacita karena salah satu tokoh dan founder Santrian Group Ida Ratu Pedanda Gede Dwija Ngenjung atau dikenal dengan Ida Bagus Tjetana Putra memperoleh Tanda Kehormatan Satya Lencana Kesetiaan Pariwisata dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Secara simbolis telah diserahkan kepada putra ketiganya, I.B. Agung Partha Adnyana, di Jakarta dan akan diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya pada malam

pembukaan festival. Gusde menjelaskan, panitia berupaya menerjemahkan tema ke dalam berbagai perangkat dan piranti di arena festival mulai dari gerbang masuk hingga ke panggung utama yang didominasi bahan bambu. Memang belum seluruh keinginan dapat terwujudkan, tetapi paling tidak upaya ini diharapkan memantik keinginan bersama untuk kembali memanfaatkan bahan ramah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan kegunaannya. Salah satu kolaborasi yang bakal ditampilkan pada malam pembukaan adalah kolaborasi musisi jazz Indra Lesmana dengan seniman I Nyoman Windha bersama Sekaa Jegog yang menggunakan instrumen berbahan bambu. ”Ini merupakan pengalaman kedua bekerja sama dengan Pak Winda setelah 14 tahun berlalu,” kata Indra Lesmana. (ara)

Bali Post/ist

SVF - Suasana jumpa pers menjelang pembukaan SVF XIV di Griya Santrian Hotel, Senin (19/8) kemarin.

Eastin Ashta Resort Canggu

Gabungkan Budaya, Sejarah dan Karakteristik Bali

Bali Post/edi

LUMPUH - Anggota IHKA Bali mendatangi warga yang mengalami lumpuh.

IHKA Bali Beri Semangat Warga Kurang Mampu

RATUSAN anggota Indonesian Housekeepers Association (IHKA) Badan Pimpinan Daerah (BPD) Bali melakukan aksi sosial dengan mengunjungi dua rumah warga kurang mampu dan sebuah yayasan disabilitas di Kabupaten Gianyar, Minggu (18/8). Sambil memberikan dorongan semangat, kunjungan yang melibatkan lebih dari 200 anggota IHKA itu juga memberikan bantuan, sehingga bisa meringankan beban ekonomi mereka. Ketua IHKA BPD Bali Made Suarsa menyampaikan, aksi sosial dalam rangka HUT ke-74 RI ini dilakukan dengan mem berikan bantuan sembako, peralatan tidur dan uang tunai. Kegiatan ini juga diisi dengan touring dengan mengendarai sepeda motor, sambil mengunjungi warga kurang mampu. Dikatakan Suarsa, kunjungan pertama ke Yayasan De Legong Anak Bangsa di Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati. Yayasan milik I Wayan Kartana dan istrinya, Ni Putu Deda, ini mengajak anak-anak kurang gizi tanpa menerima bayaran apa pun alias gratis. ‘’Kedatangan kami ke Yayasan De Legong ini dengan harapan semoga apa yang dilakukan yayasan ini dipermudah dan dilancarkan,’’ katanya. Selain ke yayasan, mer-

eka juga mengunjungi I Nyoman Sukadana, seorang pemuda yang mengalami lumpuh total sejak 9 tahun lalu akibat kecelakaan. Pria lajang ini tinggal di Banjar Tegal, Desa Tulikup bersama ibunya yang sudah renta. Sukadana yang hanya berbaring di tempat tidur, sehari-harinya dirawat oleh sepupunya. Dikatakam Suarsa, kunjungan selanjutnya yaitu di kediaman I Nyoman Warka dan Ni Made Rangen, pasangan suami-istri yang mengalami buta. Mereka tinggal di Desa Saba, Kecamatan Belahbatuh bersama anak semata wayangnya, I Wayan Widiasa. Menurutnya, kunjungan sosial ini merupakan kegiatan reguler dalam program kemanusiaan. Aksi sosial ini disuport oleh para partner yang memberikan segalanya untuk membantu warga yang mengalami sakit ataupun kurang mampu. Koordinator Humas IHKA BPD Bali Komang Roma Pujawan mengatakan, sebelumnya aksi sosial IHKA BPD Bali ke Desa Tukad Sumaga, Singaraja tepatnya ke rumah Kadek Mustikasari. Wanita ini kondisinya sangat memprihatinkan. IHKA Bali saat itu menyerahkan donasi dengan jumlah lumayan besar. Sayangnya, setelah datang ke sana, besoknya Kadek Mustikasari berpulang. (edi)

JIKA Anda sedang berwisata di kawasan wisata Canggu, menginaplah di Eastin Ashta Resort Canggu. Hotel yang letaknya di Jalan Munduk Catu Canggu, Kuta Utara, Badung itu merupakan akomodasi yang elite, namun dengan harga kamar yang sangat terjangkau. Penggabuangan antara budaya, sejarah, dan karakteristik dari Bali mampu menciptakan fitur khusus dan spesifik ke dalam bangunan hotel. Eastin Ashta Resort Canggu tergolong hotel baru yang diresmikan pada Rabu 15 Agustus 2018 itu memiliki kapasitas penuh untuk mewujudkan semua permintaan yang terdiversifikasi pada wisatawan, relaksasi, hiburan, mengunjungi dan

mempelajari tentang budaya Bali dan Canggu khususnya. ‘’Kami yakin Eastin Ashta Resort dapat menjadi bagian dan pendukung dari pariswisata di Indonesia, khususnya Pulau Bali,’’ kata Anders Lund, General Manager, di sela-sela peresmian hotel tersebut. Sebagai pendatang baru, Eastin Ashta Resort Canggu merupakan salah satu brand resort Eastin pertama di bawah naungan Absolute Hotel Services di Indonesia. Akomodasi ini mempunyai total 119 kamar dengan 5 kategori. Mulai dari superior, deluxe, executive deluxe, junior suites and suites. Hotel ini dilengkapi pula dengan fasilitas restoran bernama Salt Restaurant and Pool Bar, Kids Club, Fitness Center hingga function room sebagai

ruang meeting kecil. Menariknya, Eastin Ashta Resort Canggu yang memiliki garden luas ini menerapkan konsep hotel green. Jika tamu sedang membuka jendela untuk dapat menikmati suasana pemandangan alam, dengan waktu beberapa menit, AC secara otomatis akan mati. ‘’Kahadiran Eastin Ashta Resort Canggu diharapkan dapat berkontribusi dalam dunia perhotelan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan budaya lokal dan selalu membawa slogan Wonderful Indonesia dalam setiap gerak-geriknya,’’ ungkap Anders Lund. Anders Lund menambahkan, sebagai pelaku pariwi-

sata, pihaknya menjaga dan melestarikan semua keindahan, keramahtamahan dan semua hal yang ada di negara Republik Indonesia. ‘’Hal itu kami lakukan agar tetap menjadi napas seluruh staf dan manajemen Eastin Ashta Resort,’’

ungkap Anders Lund ramah. (bud)

LEM Desa Belatungan Produksi Bibit Kopi

Bali Post/san

BIBIT KOPI - Proses pembuatan bibit kopi di LEM Desa Belatungan, Pupuan.

TABANAN, salah satu daerah yang dijadikan pilot project oleh pemerintah pusat untuk membentuk Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM). Maka dipilih enam desa di wilayah Pupuan yaitu Desa Belatungan, Desa Munduktemu, Desa Pajahan, Desa Pujungan, Desa Padangan dan Desa Kebon Padangan. Dipilihnya enam desa ini karena solidaritas dan semangat kerja antara petani dan subak abian tinggi. Masing-masing desa didorong menjadi desa mandiri benih sebagai salah satu usahanya. Salah satu LEM yang sudah mulai mandiri memproduksi benih dalam hal ini bibit kopi adalah LEM Desa Belatungan. Bahkan

rencananya bibit kopi yang diproduksi disebarkan ke petani kopi yang ada di wilayah Pupuan. Ketua LEM Desa Belatungan I Ketut Ringin menyampaikan, saat terbentuk tahun 2018, LEM desa ini sebatas memenuhi kebutuhan bibit kopi untuk anggota. Namun rencananya pada Oktober nanti bibit kopi yang diproduksi LEM Belatungan akan diambil dan disebarkan ke petani kopi di Pupuan sebanyak 15.000 bibit. ‘’Rencananya akan diambil untuk disebarkan ke petani kopi di luar anggota LEM Belatungan,’’ ujarnya, belum lama ini. Saat ini pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 20.000 bib-

it. Diakui Ringin, ada beberapa kendala yang dihadapi. Salah satunya musim kemarau yang cukup panjang tahun ini, membuat beberapa bibit layu. Dengan disebarkannya 15.000 bibit kopi ini, diakui Ringin, akan memberikan keuntungan bagi LEM Desa Belatungan. Satu bibit kopi tanpa disambung dihargai Rp 3.000. Sementara jika disertai dengan penyambungan dihargai Rp 7.000. Dikatakan, belum semua warga di Desa Belatungan menjadi anggota. ‘’LEM ini masih kurang sosialisasi. Guna meningkatkan minat warga untuk menjadi anggota LEM, diharapkan ada sosialisasi kembali,’’ jelas Ringin. (san)

Alien Child Hadirkan ’’Imajinasi Senja’’ BERBAGAI cara bisa dilakukan dalam memaknai HUT ke-74 Kemerdekaan RI. Sebagai musisi Bali yang tengah naik daun, Alien Child yang diperkuat Aya dan Laras mengisi HUT RI itu dengan merilis single terbaru ‘’Imajinasi Senja’’. Duo dara bersaudara asal Nusa Penida ini ingin menunjukkan kiprahnya sebagai anak muda, terutama generasi Z dalam berkarya musik untuk Tanah Air. Menariknya, single ‘’Imajinasi Senja’’ sengaja ditulis sebagai lirik sebuah lagu oleh penulisnya, Fajar Arcana. Hal ini dilakukan untuk mencoba memberi tantangan baru kepada Alien Child untuk memasuki lirik-lirik yang lebih puitis. Sebab, beberapa materi lirik lagu-lagu Indonesia saat ini kurang menghargai bahasa, terlalu verbal bahkan banal, dan mengabaikan peran imajinasi. Padahal kekua-

tan bahasa dan musik, selalu mengantarkan penyimaknya pada imajinasi tertentu, untuk kemudian memunculkan sensasi estetis. ‘’Mengapa memilih Alien Child (Aya dan Laras)? Tentu bukan sebuah kebetulan. Aya dan Laras besar di Kanada dan sehari-hari sejak kecil berbahasa Inggris. Baginya bahasa Indonesia justru menjadi ‘bahasa asing’. Inilah kesempatan baik untuk memperkenalkan bahasa Indonesia kepada keduanya. Bahwa bahasa ibunya bisa juga mencapai tahapan estetis, yang mungkin tak pernah mereka bayangkan sebelumnya,’’ ujar Fajar Arcana di sela-sela launching, Sabtu (17/8) malam. Terbukti benar. Lagu ‘’Imajinasi Senja’’ yang berbicara tentang kebersamaan yang transenden, di tangan kedua kakak-beradik ini lahir men-

jadi lagu berjenis folksong yang segar tanpa kehilangan daya pukau imajinasinya. Selain itu, mereka tidak jatuh pada perasaan ‘’kesepian’’ yang biasanya terjadi pada puisi-puisi yang dinyanyikan oleh banyak musisi. Aya dan Laras membuat puisi ini lahir menjadi karya baru tanpa mengingkari akar asalnya sebagai sebuah puisi. Iramanya yang khas dan menyentuh, teknik menyanyikannya yang menawan serta tekstur aransemen, melodi dan rhythm yang benar-benar melukiskan setiap dinamika dalam puisi, membuat lagu ini hadir dengan kekuatan kata-kata yang tetap menonjol. ‘’Sesungguhnya ‘Imajinasi Senja’ ingin berbicara tentang rwa bhineda (dua yang berbeda tetap selalu berpasangan - red). Pertemuan antara rwa bhineda atau gelap-terang itu terjadi pada

saat waktu memasuki senja hari. Di Bali disebut sebagai sandikala, di mana alam semesta tak hanya menunjukkan keindahannya, tetapi selalu memberi impresi-impresi tentang sesuatu yang magis. Pada kondisi seperti itulah kita perlu menyatukan diri untuk menuju pada cinta sejati, yang berubah wujud menjadi kebenaran abadi,’’ ungkapnya. Penggarapan video klip lagu ‘’Imajinasi Senja’’ disutradarai langsung oleh Happy Salma yang dibintangi oleh aktris Nana Mirdad dan Andrew White. Video digarap oleh Mawan Kelana dan diproduksi oleh Titimangsa Foundation. Bahkan, dalam peluncuran single-nya ini, salah satu fans Alien Child asal Surabaya menyempatkan hadir untuk menyaksikan penampilan Alien Child. (win) cmyk

LAGU - Penampilan Alien Child pada peluncuran lagu ‘’Imajinasi Senja’’, Sabtu (17/8) malam.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook