Skip to main content

Edisi Minggu 21 Juli 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Mandiri Eror Juga Terjadi di Bali Denpasar (Bali Post) Sistem Bank Mandiri di sejumlah daerah mengalami eror. Mandiri Eror juga dialami Bank Mandiri di Bali, namun belum sampai merugikan nasabah. Sementara di daerah lain, sejumlah nasabah sempat panik, karena saldonya berkurang bahkan nol. Pihak Bank Mandiri mengklarifikasi bahwa pihaknya sedang melakukan perbaikan sistem. CEO Bank Mandiri Wilayah Bali Nusra Rully Setiawan mengatakan, sistem akan normal kembali dalam waktu dua jam. “Makanya nanti bisa dicek lewat ATM, Mandiri online, SMS banking, atau Call Mandiri 14000,” ujarnya Sabtu (20/7) kemarin. Dikatakannya, di Bali sendiri, kondisinya sama, namun belum ada kerugian yang dialami nasabah di Bali. “Karena uang nasabah tidak akan hilang. Saat ini sedang normalisasi saldo,” tandasnya. Berdasarkan rilis resmi yang disampaikan, Bank Mandiri saat ini tengah melakukan pemeliharaan atau maintenance sistem

teknologi informasi untuk meningkatkan layanan transaksi keuangan nasabah. Corporate Secretary Bank Mandiri, Rofan Hafas, mengatakan, dalam proses pemeliharaan dan peningkatan kualitas sistem IT tersebut, berdampak pada berubahnya nilai saldo rekening yang terdampak pemeliharaan sistem IT tersebut. Bank Mandiri memastikan uang nasabah tetap aman dan tidak hilang. Selaku otoritas sistem pembayaran, Kepala Bank Indonesia KPw Bali Causa Iman Karana menyampaikan, dengan kejadian gangguan IT di Bank Mandiri, BI melihat pihak Bank Mandiri telah mengambil langkah untuk mengatasi hal ini dengan memperbaiki sistem dan telah menyatakan bahwa dana nasabah aman. “Dari pihak BI

tentunya terus berkomunikasi dan memantau proses penyelesaian dan tentu BI mengawal terus pelaksanaan aturan perlindungan konsumen,” ujarnya. Jika ada nasabah yang saldonya kurang atau lebih, BI menyatakan dalam rangka perlindungan konsumen, ada aturan atau standar keamanan misalnya untuk melaksanakan business contingency plan (BCP), melakukan back up atas data transaksi, dan prosedur resolusi apabila terjadi dispute (misalnya jika ada kasus perbedaan jumlah saldo). Hal. 11 Menjamin Keamanan

NASABAH - Nasabah Bank Mandiri menunjukkan kartu tabungan dan ATM saat gagal bertransaksi di Bank Mandiri Cabang Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (20/7) kemarin.

Nunung Positif Nyabu dan Gunakan Amphetamin Jakarta (Bali Post) Komedian Nunung kini terjerat kasus narkoba jenis sabu. Nunung ditangkap jajaran polisi Jumat (19/7) lalu, karena menggunakan narkoba jenis sabu. Anggota grup Srimulat bernama asli Tri Retno Prayudati tersebut, Sabtu (20/7) kemarin, masih menjalani pemeriksaan. Para penggemarnya tak menduga Nunung nyabu. Pasalnya, pengguna narkoba termasuk sabu biasanya mengalami penurunan berat badan dan terlihat kurus. Ternyata Nunung tidak, dia malah tampak gemuk. Kepala Seksi Pemberdayaan Ma-

syarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) dr. Shilvya Febrina Irawan, M.Si., menegaskan, badan kurus tidak serta merta terjadi pada korban narkoba. “Sabu ini bekerja sebagai stimulan atau perangsang, jadi penggunanya terus beraktivitas tanpa lelah. Nah karena beraktivitas tanpa henti ini jadi lupa makan sehingga kurus. Pola makan yang tidak teratur akhirnya juga mengakibatkan penurunan berat badan,” kata Shilvya. Efek penurunan berat badan, biasanya terjadi setelah menggunakan sabu dalam kurun waktu tertentu. Pengguna narkoba dalam waktu tidak

Nasib Petani Jeruk Kintamani Tak Semanis Rasanya JERUK Kintamani menjadi komoditas pertanian unggulan Kabupaten Bangli. Jeruk bercita rasa manis dan berwana kuning ini banyak dihasilkan petani di Kintamani. Sayang, tak seperti rasanya, harga jeruk Kintamani tidak selalu manis bagi petani. Nasib petani jeruk pun tak semanis Galungan. Artinya, jika pedagang bunga dan janur menjelang Galungan menikmati kenaikan harga, tak demikian halnya dengan petani jeruk. Hampir setiap musim panen, petani dihadapkan harga jeruk murah. Seperti musim panen menjelang Galungan ini. Jeruk Kintamani jenis siem hanya laku dijual petani dengan harga Rp 3 - 4 ribu per kilogram. Yang grade-nya paling tinggi dengan ukuran buah besar hanya Rp 5 ribu per kilogram. Jeruk Kintamani jenis slayer bahkan lebih murah dari siem. Per kilogramnya hanya Rp 1.500-2 ribu. Sementara harga jeruk di pasar mencapai Rp 10.000-12.000/Kg. Salah seorang petani jeruk di Desa Awan, Nyoman Terus Arsawan, mengungkapkan, jika dibandingkan dengan musim panen tahu lalu, harga jeruk saat ini terbilang murah bagi petani. Tahun lalu, jeruk siem laku dijual Rp 6 ribu per kilogram. Sementara jeruk slayer saat itu laku

Rp 4-5 ribu per kilogramnya. Terus mengatakan, murahnya harga jeruk saat ini terjadi karena melimpahnya jeruk di pasaran. Sebagaimana hasil pantauannya di pasar induk di wilayah Bandung, Jawa Barat, buah jeruk yang masuk ke pasar tidak saja jeruk asal Kintamani, namun juga banyak dari daerah lain seperti Medan. Ia juga mengatakan bahwa datangnya hari raya Galungan di Bali tak banyak berpengaruh terhadap harga jeruk Kintamani saat ini. Sebab di pasar lokal Bali, tidak begitu banyak kebutuhannya. Kebutuhan jeruk selama ini lebih banyak datang dari pasar luar di Pulau Jawa. Nasib serupa dengan Terus, petani di Desa Lembean, Wayan Murdana, juga mengatakan, harga jeruk Kintamani saat ini tergolong murah. Tak sebanding dengan biaya produksi. Petani yang menjadi anggota Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten ini mengungkapkan, dari tahun ke tahun, jeruk Kintamani jarang harganya bagus. “Kalau penyebabnya saya kurang paham kenapa,” ungkapnya. Hal. 11 Bersaing Produk Lain

terlalu lama biasanya belum menunjukkan efek tersebut. Namun, hal ini bisa berbeda pada tiap pengguna. Terlepas dari efek mampu menurunkan berat badan atau tidak, Shilvya kembali mengingatkan bahaya sabu. Sebagai narkoba golongan 1, sabu berisiko menimbulkan ketergantungan paling tinggi dibanding yang lain. Efek adiksi bisa mengakibatkan kerusakan otak, saraf, dan organ tubuh lain hingga kematian. Komedian Nunung Srimulat ditangkap bersama suaminya, July Jan Sambiran di kediaman mereka yang berlokasi di Jalan Tebet Timur,

Jakarta Selatan. Dotres Narkoba Polda Metro Jaya telah mengamankan sisa paket sabu yang dari rumah Nunung. Nunung menunjukkan hasil pemeriksaan urine. Di situ disebut ia positif menggunakan amphetamin. Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono. (kmb)

Cerdas ’’Nyangra’’ Galungan

Umat Hindu kini subuk nyangra Galungan dan Kuningan. Di tengah lesunya perekonomian dan mahalnya bahan kebutuhan pokok, bagaimana mestinya umat nyangra dan merayakan hari keagamaan itu tanpa meninggalkan tradisi dan nilai hakiki hari suci ini?

Jadikan sebagai Persembahan Suci Pada era globalisasi seperti saat ini, filosofi hari suci Galungan sudah mengalami pergeseran makna. Pergeseran makna tersebut dipengaruhi oleh cara pandang umat Hindu dalam memaknai prosesi hari raya Galungan dan Kuningan. Hal ini tidak terlepas dari tumbuhnya sikap mental yang pragmatis, konsumtif, dan instan di kalangan masyarakat Hindu dewasa ini. Bahkan, kemenangan dalam pertarungan dharma melawan adharma yang sejatinya terjadi di dalam diri, kini cenderung lebih berorientasi dan bertitik berat pada aspek selebrasi dan hedonisasi. MAKNA hari serangkaian Galungan dan Kuningan pada hakikatnya sangat mendalam secara filosofis. Mulai dari makna untuk menahan diri, mempersiapkan diri, sampai esensi makna

melawan hawa nafsu dalam diri. Apalagi, hari raya Galungan mestinya dimaknai sebagai hari suci, bukan hari raya. Hal. 11 Penuh Kehitmatan

BPM/wan

CERDAS - Di tengah krisis ekonomi global, umat Hindu diharapkan cerdas berhari raya. Tampak kaum ibu membeli buah untuk keperluan Galungan. GURU besar IHDN Denpasar, Prof. Dr. Nengah Duija, menyampaikan, umat harus cerdas dalam setiap pelaksanaan aktivitas keagamaan di Bali. Ada dua hal yang mesti diperhatikan. Pertama, aspek

substansi yaitu hakikat ritual yang menjadi inti dan orientasi (tattwa). Bahwa, besar atau kecil, nista atau utama harus sesuai dengan sastra (manut ring sastra). Di situ, kita bicara soal kebenaran utama,

spiritual, moralitas, dan etika yang intinya bahwa Galungan itu bermakna patitis ikang jnana sandi mawastu katemu galang apadang. Hal. 11 Menyatukan Kecerdasan

Beli Sarana yang Sudah Jadi

BPM/wan

BUNGA - Harga bunga menjelang Galungan naik terus.

Tuntutan Pekerjaan dan Tumbuhnya Profesi Baru

BPM/ina

JERUK KINTAMANI - Petani sedang mengumpulkan buah jeruk Kintamani hasil panennya.

Fenomena membeli sarana dan prasarana upakara yang sudah jadi telah lama menggejala pada masyarakat Bali, terutama di perkotaan. Seperti sampiyan penjor, pejati, canang, banten sodan yang sudah jadi, bahkan sepaket banten otonan pun telah ada yang menjualnya.

EUFORIA Galungan dan Kuningan juga diekspresikan beragam. Dari jauh hari ada yang sudah mempersiapkan sarana dan prasarana upakara seperti jejahitan, membuat kue dan jaja uli dan begina, ada yang membuat tape. Namun juga ada yang jauh hari telah mencari kebaya untuk dipakai saat hari besar Agama Hindu tersebut. Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUP Sanglah Ni Made Sukasini Sud-

artana menegaskan, selama ini tidak terjadi pergeseran kebutuhan prioritas di kalangan umat khususnya wanita Bali. Sarana upacara dan upakara tetap menjadi nomor satu, hanya saja persiapannya dibuat lebih simpel. Tren berhari raya ini menurutnya karena tuntutan pekerjaan dan ekonomi. Tuntutan inilah yang membuat masyarakat Bali beralih ke sarana dan prasarana yang simpel. Hal. 11 Menghaturkan Gebogan

Ni Made Sukasini Sudartana

Wayan Ramantha


2 FIGUR Cinta Lingkungan Turunkan Keberingasan PENDIDIKAN di Bali sejak lama dikenal sukses menerapkan proses dengan output berkualitas. Namun sangat disayangkan, kisruhnya PPDB SMP dan SMA-SMK belum lama ini dikhawatirkan sedikit mengganggu predikat tersebut. Salah satu sekolah unggulan di Bali yakni SMPN 3 Denpasar ikut menerima tantangan tersebut dengan menerima input yang kian beragam. Namun, Ketua Komite SMPN 3 Denpasar, I Nyoman Badra, S.H., saat rapat dengan orangtua siswa baru, Sabtu (20/7) kemarin, meminta guru Spentry terus bersemangat menjaga PBM berkualitas. Apalagi sekolah ini langganan peraiah nilai ratarata UN tertinggi di Bali. ‘’Dengan input yang makin beragam, ini tantangan bagi guru untuk bekerja keras lagi. Orangtua yang merupakan komite sekolah sepakat mendukung semua program penguatan mutu berupa proposal yang diajukan sekolah,’’tegas Nyoman Badra. Badra yang berpengalaman menjadi pemeriksa keuangan ini menegaskan, salah satu program unggulan SMPN 3 Denpasar adalah pendidikan karakter khususnya peduli dengan lingkungan. Sebab, jika kita sukses menanamkan pendidikan lingkungan, menurut standar WHO, berarti sekolah mampu menurunkan dua digit tingkat keberingasan siswa. Makanya dua hal ini dia terapkan di SMPN 3 Denpasar melalui konsep 2-K yakni komunikasi dan koordinasi. Kedua, dengan menerapkan manajemen transparansi dan keterbukaan. Makanya, dia menegaskan di tengah kisruhnya PPDB, budaya mutu tak boleh diabaikan. ‘’Jangan sampai untuk kepentingan menampung banyak siswa, lab dan perpustakaan dikorbankan,’’ tegas Nyoman Badra. Dia melihat anak-anak adalah ujung tombak yang menentukan mutu SDM sebuah negara. Saatnya, kita sebagai generasi tua peduli dengan kemajuan pendidikan mereka. Anak-anak harus diproses secara berkualitas, diperkuat budaya Bali-nya. Untuk itu, dia setuju orangtua membuat seragam busana adat Bali untuk dipakai setiap Kamis, purnama-tilem. Langkah ini dinilai positif guna mempertahankan identitas sekolah, serta mengurangi sikap konsumerisme dan meminimalisasi adu gengsi dalam busana Bali. (sue)

Kendalikan Harga, LUPM akan Diberikan Program Insentif Denpasar (Bali Post) harga, kita bisa lapor ke Dalam rangka mengen- pusat agar bisa dilakukan dalikan harga–harga bahan distribusi lintas provinsi,” pangan khususnya komoditas jelasnya. TTI tersebar di seberas, bawang, dan cabai, luruh kabupaten/kota di Bali Lembaga Usaha Pangan dengan total 130 titik. Masyarakat (LUPM) yang Saat ini, LUPM yang ada, terdiri dari kelompok–kel- baru LUPM beras. Tahun ompok tani akan diberikan 2020, ia akan membentuk program insentif berupa ban- LUPM khusus bawang dan tuan kredit. cabai dan memberikan proKepala Dinas Ketahanan gram insentif, mengingat dua Pangan, Wayan Jarta, men- bahan pangan tersebut rentan jelaskan, dengan diberikan- terjadi fluktuasi harga. nya bantuan program insentif Diakui harga cabai meini, ia berharap LUPM mam- mang sulit dikendalikan, napu membuat pola harga dan mun pihaknya telah melakupasokan komoditas pangan. kan berbagai upaya. Tahun Dinas Ketahanan Pangan 2019, ia telah menyebar bibit juga memiliki Toko Tani Indo- cabai sebanyak 18.000 polynesia (TTI). Pasokan barang bag ke seluruh kabupaten TTI berasal dari LUPM. supaya ditanam di rumah “LUPM ini yang mengelola dan tangga. Upaya ini dilakukan mengumpulkan hasil–hasil bersama–sama dengan PKK. pertanian kelompok tani,” unDalam rangka menjaga gkapnya belum lama ini. Peran stabilitas harga, ia juga berkTTI diharapkan dapat menjaga oordinasi dengan enumerator stabilitas harga di tingkat untuk memantau perkembanprodusen dan konsumen. gan harga di pasar. “Di mana Rencananya, LUPM akan ada kekurangan pasokan, di diberikan insentif berupa mana ada kelebihan pasokan, kredit program. Sehingga kita saling berkoordinasi. dapat membeli hasil perta- Ketika di suatu wilayah ada nian khususnya gabah petani p e r bedaan harga dengan harga yang wajar yang jauh, dan menjualnya juga dengan kita koordinasikan harga yang wajar. agar diDengan memberikan indistrisentif, LUPM diharapkan busikan dapat mengikuti pola harga merata,” yang tidak merugikan petaujarnya. ni dan produsen, sehingga (kmb42) harga–harga bahan pangan terkendali. Jarta juga menegaskan bahwa jaringan TTI adalah seluruh Indonesia, sehingga koordinasi harga bahan pangan lintas provinsi. Sehingga kenaikan harga yang terjadi di suatu daerah, dapat diantisipasi dengan saling menghubungkan TTI antarprovinsi untuk saling memasok komoditas. “Kalau terjadi kelangkaan yang berakBPM/kmb42 ibat pada Wayan Jarta kenaikan

Minggu Paing, 21 Juli 2019

Tim Labfor Polda Bali Investigasi Kasus Keracunan Massal

Negara (Bali Post) -

Adanya kasus keracunan massal di wilayah Kecamatan Mendoyo karena diduga akibat makan nasi bungkus membuat prihatin banyak pihak. Apalagi salah seorang korban meninggal dunia diakibatkan makan nasi bungkus. Guna menelusuri penyebab keracunan tersebut, jajaran Polda Bali melalui tim Labfor Polda Bali, Sabtu (20/7) kemarin, bersama satuan Reskrim Polres Jembrana dan Polsek Mendoyo melakukan investigasi. Pihak kepolisian mendatangi tempat pembuatan nasi bungkus untuk mengambil beberapa barang bukti di rumah pedagang di Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo. Kasubsi Kimia dan Forensik Labfor Polda Bali, AKBP Ngurah Wijaya Putra, mengakui telah melakukan olah TKP dan mengamankan beberapa barang bukti dari dapur pembuat nasi bungkus tersebut. Di antaranya air yang digunakan memasak serta minyak goreng bekas yang digunakan untuk memasak. “Kami sudah melakukan olah TKP. Di dapurnya diolah makanan yang disajikan dan dibungkus serta diberikan kepada pemesan. Ada beberapa sampel yang diambil di air sumur dan keran yang digunakan untuk memasak nanti disampling di lab. Ada minyak goreng bekas juga.

Jadi, kami lakukan pendalaman dulu,” jelasnya. Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita, mengaku telah melakukan upaya penyelidikan terkait kasus dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan warga Desa Mendoyo Dauh Tukad. Selain meminta bantuan Tim Forensik Polda Bali, unit Reskrim Polres Jembrana juga telah memeriksa sejumlah saksi dan meminta keterangan beberapa korban yang menjalani rawat jalan. “Kami sudah koordinasi dengan labfor Denpasar untuk mengambil sampel dan kita masih menunggu petunjuk dari labfor terkait hasil sampel yang diambil. Kami juga sudah meminta keterangan saksi yakni membuat makanan dan yang memesan. Kami akan coba juga hari ini memintai keterangan korban yang rawat jalan,” jelasnya. Diberitakan sebelumnya, hampir 60 orang warga Desa Mendoyo Dauh Tukad yang mengikuti berbagai pertandingan olahraga dalam rangka Porcam mengalami dugaan keracunan makanan yang disebabkan nasi bungkus.

Dari puluhan korban, hingga kini sebelas korban masih dirawat di puskesmas dan RSU Negara dan satu orang meninggal dunia. Peserta Porcam merupakan atlet futsal wanita, Ni Putu Suardaniasih (34) asal

Banjar Ngoneng. Suardaniasih meninggal dunia Kamis (18/6) malam. Namun belum dapat dipastikan apakah korban meninggal karena makan nasi bungkus atau tidak. Pasien yang dirawat di Puskesmas Negara, Putu Watini dan suaminya Gusti Komang Sukadana, mengaku jadi peserta pemain tarik tambang. Pasangan suami

istri dari Banjar Kepuh, Desa Mendoyo Dauh Tukad ini mengaku makan nasi bungkus sejak awal pertama Porcam mulai. Namun merasa sakit ketika makan nasi bungkus hari ketiga. Sayu Budi peserta tarik tambang yang membesuk temannya mengaku sehat-sehat saja karena tidak makan nasi bungkus sejak awal. “Syukur saya tidak minta nasi,” katanya. (kmb)

DIRAWAT - Korban keracunan masih dirawat di Puskesmas Mendoyo.

BPM/kmb

”One Day For Children”

Bali Memiliki 3.000 Anak Telantar

Denpasar (Bali Post) Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Yayasan Relawan Bali menggelar kegiatan sosial “One Day For Children” di Lapangan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi) Renon, Denpasar, Sabtu (20/7) kemarin. Kegiatan sosial ini menghadirkan 250 anak yatim/ kurang mampu dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Seluruh anak kurang

mampu tersebut diberikan bantuan uang tunai dan perlengkapan sekolah dan juga dihibur dengan berbagai games. Pada kesempatan ini, sekaligus dilakukan peresmian Yayasan Relawan Bali oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra, S.H., M.H., bersama Ketua Yayasan Relawan Bali, Wayan Andy Karyasa, yang dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra, S.H., M.H., mengatakan, kesenjangan sosial, seperti anak telantar, miskin, kesehatan tidak baik dan putus sekolah adalah hal yang harus menjadi perhatian pemerintah bersama masyarakat untuk selalu melakukan pendampingan. Apalagi, jumlah anak telantar di Bali saat ini mencapai kurang lebih 3.000 orang. Namun, anak telantar

BPM/win

RELAWAN - Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra, S.H., M.H., bersama Ketua Yayasan Relawan Bali, Wayan Andy Karyasa, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, bersama perwakilan anak-anak telantar pada acara “One Day For Children”, Sabtu (20/7) kemarin.

tersebut telah terdata dan telah diberikan pendampingan melalui kegiatan-kegiatan sosial. Bahkan, di antara mereka telah masuk ke panti asuhan. Penyebab telantarnya anak-anak tersebut, dikatakan karena beberapa faktor. Salah satunya karena miskin lalu putus sekolah. Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat, relawan, komunitas yang ada di Bali agar berpartisipasi untuk melakukan pendampingan dan memenuhi hak-hak anak telantar ini, terutama masalah kesehatan dan pendidikan. “Semoga apa yang telah dilakukan Relawan Bali selama 14 tahun dalam melakukan pendampingan kepada anakanak telantar di Bali bisa berlanjut dan memotivasi masyarakat, relawan dan komunitas lainnya untuk tergerak hatinya peduli terhadap sesama,” tandas Dewa Mahendra di selasela pembukaan “One Day For Children, kemarin. Ketua Yayasan Relawan Bali, Wayan Andy Karyasa, mengatakan Relawan Bali telah ada sejak tahun 2005 silam. Berawal pada tahun 2005, ketika itu ia mulai melakukan kegiatan kemanusiaan.

Relawan ini menyebar di seluruh Bali yang siap menjadi perpanjangan tangan dari masyarakat yang ingin menyalurkan bantuannya untuk anak-anak telantar. Relawan ini kebanyakan berasal dari keluarga sederhana yang tahu bagaimana susahnya menjadi orang miskin. Bahkan, Andy sendiri sebagai penggagas Relawan Bali terlahir di sebuah keluarga yang sangat miskin dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. “Saya pernah mengalami menjadi anak sangat miskin, dan sangat ingin melakukan sesuatu agar orang yang mengalami kisah seperti saya bisa tertolong. Apalagi, berbagi itu tidak harus menunggu kaya, menolong tidak harus dengan uang, tapi yang utama dalah niat yang tulus dan perjuangan,” ujar Andy. Selama 14 tahun menjalankan misi kemanusiaan yang didukung dari berbagai donatur, pada tahun 2018 lalu, Andy berhasil mengumpulkan donasi Rp 2,5 miliar. Donasi ini disalurkan ke seluruh Bali dalam bentuk sembako, bedah rumah, biaya sekolah, dan lainnya dengan transparansi yang sangat jelas. (win)

Sosialisasi Perda, Gelar Sidang Tipiring Berpindah-pindah Denpasar (Bali Post) Sebagai upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar gencar melaksanakan penindakan baik berdasarkan monev di lapangan maupun pengaduan masyarakat. Hal ini diwujudkan dengan melaksanakan sidak dengan menyasar beberapa kawasan seperti halnya bangunan dan usaha tanpa izin, serta Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Serangkaian pelaksanaan sidak seminggu belakangan ini, Satpol PP Kota Denpasar kembali melaksanakan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi masyarakat yang terjaring dan kedapatan melanggar perda. Sidang mengambil tempat berbeda-beda setiap waktu. Terkadang di balai banjar, terminal, kantor camat, lapangan, serta di Pengadilan Negeri. Belum lama ini, Satpol PP kembali menggiring para pelanggar ke sidang tipiring. Sedikitnya, tujuh orang

pelanggar yang terdiri atas 5 orang pelanggar KTR, 1 orang pelanggaran IMB bangunan, dan 1 orang pemilik laundry harus berhadapan dengan penegak hukum. Kasat Pol. PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan, pelaksanaan sidang Tipiring ini merupakan upaya untuk memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar perda. Selain itu, pelaksanaan sidang Tipiring juga turut mengambil tempat di banjar atau ruang publik lainnya, ini sebagai bentuk sosialisasi perda guna meminimalisasi pelanggaran perda oleh masyarakat. “Sidak dan Tipiring ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk penegakan perda dan mensosialisasikan perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengaplikasikn dan menaatinya,” jelas Dewa Sayoga. Lebih lanjut dikatakan, masih adanya laporan dari masyarakat akan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadikan Satpol PP Kota Denpasar gencar

malaksanakan sidak. Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang justru dapat merugikan dan mengganggu orang lain. “Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan,” ujarnya. Menurut Dewa Sayoga, adapun keseluruhan pelanggar me-

langgar Perda No. 1 tahun 2015 tentang Ketertiban Umun dan Perda No. 7 tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Adapun sidang yang dipimpin Hakim Kony Hartanto, S.H., M.H., Panitera I Wayan Karmada, S.H., ini menjatuhkan hukuman denda beragam bagi seluruh pelanggar dengan kisaran

Rp 150 ribu bagi 5 pelanggar KTR, Rp 500 ribu bagi 1 orang pelanggar limbah laundry, dan Rp 1,5 juta bagi seorang pelanggar IMB. “Para pelanggar ini nantinya akan dikembalikan untuk dilakukan pembinaan serta diberikan arahan untuk tidak melanggar perda,” ujarnya. (kmb12)

BPM/ara

TIPIRING - Pelaksanaan sidang tipiring di Kantor Camat Denpasar Utara, belum lama ini.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Paing, 21 Juli 2019

Dipastikan Sudah Berlistrik

PROFIL Pikirkan Kehidupan Orang Lain ILMU Komunikasi dewasa ini memang sangat dibutuhkan. Interaksi antar-negara memerlukan pemahaman bahasa yang lugas. Mereka yang kurang memahami komunikasi bisa tertinggal dengan kehidupan yang serba kekinian. Membaca novel tentang dunia hukum, dan film yang berkaitan dengan hukum adalah hobby-nya. Dunia hukum adalah cita-citanya sejak kecil. Sebagai penerjemah adalah pintu masuk menuju dunia peradilan. Itulah yang tergambar dalam sosok wanita berambut pirang ini. Dia adalah Chandra Devi Katharina Nutz, S.H. Alumnus Fakultas Hukum Universits Udayana itu sering dikerubuti media asing. Ya, Katharina beberapa kali tampak duduk di kursi pesakitan. Dia bukan diadili, namun mendampingi terdakwa yang berkewarganegaraan asing. Dengan teliti, wanita yang juga duduk di komite tetap hubungan dengan Lembaga Tinggi Negara Kadin Provinsi Bali ini menjelaskan pada terdakwa dan menterjemahkan pertanyaan majelis hakim, jaksa maupun pengacara. “Jika ingin menjadi penerjemah dalam dunia hukum, kuncinya adalah suka ngobrol dan lancar komunikasi yang paling penting,” tandas wanita kelahiran 1988 itu. Namun demikian, bukan berarti sebagai transletar tidak ada susahnya. Dia merasakan beberapa kali kesulitan dalam menghadapi terdakwa yang tidak fasih berbahasa Inggris. Sehingga dia terkadang harus menggunakan bahasa (kode) fisik untuk meyakinkan klien. “Tidak semua orang asing bisa bahasa Inggris. Misalnya orang Bulgaria. Di sini belum ada penerjemah khusus bahasa Bulgaria. Sehingga kita harus menjelaskan dengan bahasa Ingris dan mereka bisa mengerti apa yang ditanyakan hakim atau jaksa,” ujar perempuan yang duduk sebagai Wakil Ketua Badan Advokasi Kadin Provinsi Bali. Pengalamannya sebagai penerjemah khusus di pengadilan dimanfaatkan betul oleh wanita yang lama bermukim di Austria ini. Sambil belajar, dia mengikuti PKPA, atau pendidikan khusus advokat. Sekarang dia sudah menjalani penyumpahan di PT Denpasar, dan gelar advokat sudah disandangnya. Bergabung di Legal Nexus Law Firm, wanita yang mengusai bahasa Jerman dan Inggris itu sudah menangani beberapa perkara besar. Salah satunya dipercaya mendampingi penyelundup 2,5 kokain tangkapan Bea Cukai Ngurah Rai, dengan terdakwa warga negara asal Jerman. Melihat pasal yang didakwakan, pelaku yang ancaman hukumannya mati, dia bisa perjuangkan dengan berbagai argumen hukum hingga terdakwa divonis sepuluh tahun penjara. “Ini cukup terkesan, karena dari ancaman seumur hidup, bisa kita bela hingga terdakwa dihukum 10 tahun. Dia lepas dari hukuman mati,” tuturnya. Sebagai seorang ibu, dan juga masih muda, apakah tidak capek bergadang hingga pagi, bahkan sering meninggalkan anak untuk mendampingi klien? “Begadang sampai jam empat, sampai jam enam pagi itu sudah biasa bagi saya. Capeknya capek mikir, karena memikirkan kehidupan orang lain,” jawab Khatarina diplomatis. Terpenting, kata dia, bahwa klien yang dia bela baik sebagai penerjemah, maupun sebagai lawyer puas dengan apa yang dia lakukan. Bahkan pernah dia terenyuh, manakala terdakwa terus menangis karena ancaman hukuman tinggi. “Akhirnya saya kasih bunga dihari ibu itu. Dalam pendampingan kita lakukan pendekatan emosional, bukan transaksional,” jelas wanita yang bercita-cita menjadi pengacara sejak duduk di bangku SMP dan juga karena dukungan orangtuanya. Lanjut dia, bahwa kasus pidana dinilai suatu hal yang menyenangkan untuk dibahas dan pelajari. “Tantangan saya menjadi pengacara karena profesi ini kebanyakan dilakoni lelaki. Dan tidak semua lelaki bisa menerina perempuan secara setara. Tapi secara prinsip, saya cuek saja menghadapinya, karena saya mencintai profesi advokat ini,” tutup Chandra Devi Katharina Nutz. (asa)

Pelatihan Bahasa Spanyol Gandeng Kedubes Kolombia Denpasar (Bali Post)Bali khususnya Kota Denpasar dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia yang dikunjungi wisatawan dari berbagai negara. Perkembangan kepariwisataan wajib mendapat dukungan dengan ketersediaan akomodasi. Karenanya, sebagai upaya mendukung kemajuan dunia pariwisata dengan memaksimalkan penguasaan bahasa asing sangatlah penting, selain juga tetap mengedepankan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dan bahasa Bali sebagai bahasa ibu. Tak hanya bahasa Inggris, bahasa Spanyol juga sangat penting dipelajari, mengingat tingginya peluang kunjungan wisatawan yang menggunakan bahasa Spanyol seperti halnya Kolombia ke Kota Denpasar. Melihat hal tersebut, Dinas Pariwisata meng gandeng Kedutaan Besar Kolombia di Indonesia untuk melaksanakan pelatihan bahasa Spanyol gratis. “Pelatihan Bahasa Spanyol ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari kunjungan Duta Besar Kolombia untuk Indonesia, Juan Camilo Valencia di Kota Denpasar beberapa waktu lalu. Selain memberikan edukasi tentang penguasaan bahasa asing, hal ini juga menjadi wahana untuk mendukung pengembangan pariwisata dengan penyediakan akomodasi dan jasa guide yang kompeten sehingga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke depanya,”

ujar Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA. Dezire Mulyani didampingi Kabid Pengembangan Sumberdaya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana di Denpasar, Jumat (19/7). Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan kegiatan ini nantinya dibuka secara umum bagi seluruh masyarakat Kota Denpasar dari berbagai usia. “Kami melihat tantangan kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguasaan bahasa, sehingga ke depanya mampu mendukung kemajuan pariwisata di Kota Denpasar, bahkan hingga merambah pasar kerja di negara-negara yang menggunakan bahasa Spanyol,” jelasnya. Hendar menerangkan, bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan dalam periode Agustus hingga Desember ini nantinya mendatangkan tutor atau pengajar pada pelatihan ini, yang akan didatangkan langsung dari Kolombia. Sehingga besar harapan dapat diikuti dengan seksama oleh masyarakat Kota Denpasar bahkan se-Bali. “Tentunya kami berharap masyarakat Bali, khususnya Kota Denpasar memanfaatkan momentum ini sebagai ajang untuk menambah ilmu, wawasan serta mengetahui lebih jauh tentang bahasa Spanyol sehingga dapat menjadi bekal dalam menciptakan peluang ke depanya,” pungkasnya. (kmb12)

Seluruh Rumah Tangga di PLN UP3 Bali Selatan

Mangupura (Bali Post)PLN memastikan seluruh rumah tangga di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Selatan sudah berlistrik. Plt. Manager Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya mengatakan, pelanggan PLN setiap bulannya bertambah. Sampai bulan oktober 2018 elektronifikasi di Bali telah 100 persen. Namun dikatakan bulan berikutnya belum tentu 100 persen karena ada perkembangan desa, kecamatan atau pembukaan perumahan baru.

PLN - Salah seorang petugas melakukan perbaikan jarinan PLN.

BPM/san

“Memang secara survei dan cek langsung semua sudah 100 persen menikmati listrik cuma masih ada yang overspaning (panjang tarikan kabelnya sedikit melebihi). Kami anggap yang overspaning ini masih belum sepenuhnya teraliri listrik. Agar kami bisa lebih baik lagi melayani, sehingga kami sempurnakan lagi jaringannya agar pelanggan lebih nyaman menikmati listriknya,” jelasnya, Sabtu (20/7). Kepastian wilayah tersebut telah berlistrik karena PLN baru saja meresmikan sambungan pelanggan baru di Dusun Lingkungan Pondok Basangtamian Desa Sulangai Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Penyalaan ini sekaligus menjadi tanda seluruh rumah tangga yang berada di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Selatan telah dilayani oleh listrik PLN. Manager PLN UP3 Bali Selatan I Made Suamba menyampaikan agar masyarakat dapat memanfaatkan listrik tersambung dengan baik. “Listrik dapat memberi banyak manfaat, namun jika disalahgunakan juga dapat membahayakan. Semoga listrik yang kami salurkan ini bisa memberi banyak manfaat kepada warga,” kata Suamba.

Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Unit Induk Distribusi Bali, Handoko, menyampaikan bahwa penyambungan listrik kepada seluruh masyarakat merupakan bagian dari tugas PLN dalam menerangi negeri. “Kami senang bisa menyambung listrik kepada masyarakat. Sekarang layanan listrik yang aman dan nyaman dapat dirasakan warga Basangtamian,” ucap Handoko. Ada 14 pelanggan baru yang disambungkan listrik di Basangtamian. Salah satu pelanggan, I Wayan Karma Jaya mengutarakan rasa senangnya karena telah tersambung listrik PLN. “Akhirnya Desa kami ada listrik. Setidaknya sekarang sudah bisa ada penerangan. Saya benar-benar berterima kasih kepada PLN,” ungkapnya. Ke depan PLN diharapkan dapat terus memberikan pelayanan secara merata kepada pelanggan, baik di perkotaan maupun pedesaan. Kini PLN Unit Induk Distribusi Bali terus melakukan upaya dalam memastikan seluruh rumah tangga di Bali telah teraliri listrik PLN. Untuk menuntaskan hal tersebut, PLN melakukan penyambungan dengan Listrik Pedesaan dan program Bali Galang Jagadhita. (kmb42)

Denpasar Gelar ’’Bhakti Penganyar’’ di Pura Mandhara Giri Semeru Agung SERANGKAIAN pujawali di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Lumajang, yang bertepetan dengan Purnama Kasa beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan bhakti penganyar bersama seluruh jajarannya, Jumat (18/7) lalu. Pelaksanaan bhakti penganyar dipimpin Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede. Upacara pujawali ini, secara rutin dilaksanakan dan puncak piodalan bertepatan pada Purnama Kasa, Selasa (16/7) lalu. Pelaksanaan bhakti penganyar Pemkot Denpasar diawali dengan persembahan tari wali dari Sekaa Gong dan Topeng Wahana Gurnita Denpasar dan Tari Rejang oleh PKK Banjar Ujung, Kesiman. Selanjutnya, bersama seluruh OPD bersama pamedek ngaturang bhakti penganyar di-puput oleh Ida Pedanda Gede Mas Dwija Putra, Grya Taman Sari, Baturiti, Tabanan. “Selalu memohon petunjuk ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dari

pelaksanaan upacara bhakti penganyar serangkaian pujawali di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur, semoga mampu memantapkan sradha bhakti kita serta meningkatkan energi dan spirit dalam pelaksanaan pembangunan di Kota Denpasar,” ujar Wali Kota Rai Mantra usai melakukan persembahyangan bersama. Sementara Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Raka Purwantara, usai jalannya rangkaian upacara bhakti penganyar mengatakan, setiap tahun rutin dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Denpasar. Pemuput bhakti penganyar dan berbagai sarana upakara telah dipersiapkan dari Kota Denpasar. “Kali ini di piodalan Pura Mandhara Giri Semeru kembali Pemkot melaksanakan bakthi penganyar yang dipimpin Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota Jaya Negara,” ujarnya. Sementara Ketua Manggala Karya yang juga merupakan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota Denpasar, yang telah berpartisipasi

dalam rangkaian upacara piodalan Pura Mandhara Giri Semeru Agung. Dan tentu pada tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Denpasar juga telah melaksanakan bakthi penganyar yang juga dilaku-

kan dengan iringan persembahan tari wali. “Semoga dapat menjadi momentum meningkatkan sradha bhakti bagi semua umat,” ucapnya. Selepas mengikuti rangkaian upacara bhakti peng-

anyar di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Wali Kota Rai Mantra beserta rombongan juga berkesempatan mengunjungi situs Petilasan Semeru Agung yang berada tidak jauh dari lokasi pura. (kmb)

BPM/ist

PENGANYAR - Suasana bakti penganyar yang dilakukan jajaran Pemkot Denpasar di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur.

Sambut Galungan Astra Motor Bali Bagikan Daging ke Panti Asuhan Denpasar (Bali Post)Menyambut hari Raya Galungan, Astra Motor Bali melalui Ikatan Karyawan sie suka duka umat Hindu melaksanakan kegiatan nampah dan pembagian daging babi. Kegiatan ini sebagai bentuk aktivitas sosial jelang penampahan Galungan yang mengandung makna melaksanakan penyomyaan atau menetralisir kekuatan Sang Kala Tiga supaya kembali ke sumbernya menjadi Kala Hita, dari Bhuta Hita ke Dewa Hita yaitu unsur-unsur negatif ke unsurunsur positif. Dengan melibatkan perwakilan karyawan, sebanyak 50 paket daging babi per 3 kg masing-masing paket, dibagikan sebagai bentuk Corporate Sosial Responsibility (CSR). Pembagian paket daging babi ini dilaksanakan Sabtu (20/7), mengambil titik kumpul di halaman Astra Motor Cokroaminoto, yang sebelumnya sudah dilakukan pemotongan tiga ekor babi kemudi-

an dipaketkan menggunakan besek bambu. Pembagian paket daging babi dimulai dari penyerahan kepada krama banjar di lingkungan Banjar Margajati untuk dibagikan ke masyarakat yang kurang mampu, kemudian dilanjutkan pembagian paket daging ke panti Asuhan Tat Twam Asi dan Panti Asuhan Sunya Giri yang diterima oleh pengurus yayasan Panti. Ketua Suka Duka Umat Hindu Astra Motor Bali, Cok Gede Kresna mengatakan, kegiatan sosial ini sebagai bentuk CSR dalam rangka menyambut hari Raya Galungan yang bertujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar. “Kami ingin sedikit berbagi terutama dengan anak-anak di Panti asuhan dan lingkungan sekitar pada moment hari raya Galungan ini, harapan kami semoga kegiatan kecil kami ini bermanfaat untuk semua,” ungkap Cok Gede Kresna. (bns)


4

Minggu Paing, 21 Juli 2019

Memaknai Siklus Galungan-Kuningan

Durga Puja di Bali SEBELUM Sri Aji Jaya Kesunu dinobatkan menjadi raja, keadaan Pulau Bali tidak henti-hentinya mengalami musibah. Raja berumur pendek, segala penyakit merebak, bencana alam dan kemanusiaan terjadi tanpa henti. Merenungi keadaan ini, sang raja lalu melakukan tapa brata untuk memohon petunjuk para dewa mengenai musibah yang menimpa negerinya. Dengan modal keteguhan dan pengendalian diri yang tanpa syarat, Dewi turun dari Kahyangan untuk menyampaikan penyebab sekaligus jalan keluar dari labirin masalah yang tak habishabisnya menimpa Sri Aji Jaya Kesunu serta seluruh rakyatnya. Dewi itu bergelar Gori atau nama lain dari Durgadewi, permaisuri Siwa. Berdasarkan informasi yang beliau sampaikan dalam pertemuan rahasia tersebut, dapat diketahui bahwa penyebab kekacauan Pulau Bali diakibatkan oleh keadaan tempat suci yang rusak tak terurus, beberapa upacara yang dilakukan salah, bahkan ada yang sama sekali tidak lagi dilakukan. Hal itulah yang menjadi sumber malapetaka yang menimpa kerajaan Bali. Karena masalahnya berakar pada tataran spiritual maka solusi yang ditawarkan untuk meretas bencana itu juga berhubungan dengan dunia rohani. Dewi Gori menyarankan kepada Sri Aji Jaya Kesunu untuk melakukan upacara saat sasih Kapat, Panca Wali Krama, Eka Dasa Ludra, nangluk merana di laut, termasuk melakukan upacara Galungan. Mendapatkan pawisik tersebut, Sri Aji Jaya Kasunu lalu menggelar berbagai upacara khususnya Galungan sehingga stabilitas kerajaan Bali berangsur-angsur menjadi pulih kembali. Sejak saat itu pula, pasca-Sri Aji Jaya Kesunu menjadi raja, hari suci Galungan dilaksanakan secara terus-menerus sampai saat ini saban enam bulan sekali. Kisah mitologis yang diambil dari sumber pustaka berjudul Sri Aji Jaya Kesunu inilah yang seringkali dijadikan dasar untuk

melaksanakan hari suci Galungan. Bencana Melalui narasi bermotif bencana yang pada titik krusialnya bisa mengancam jiwa, maka teks ini memiliki kekuatan yang relatif tinggi untuk menggerakkan gagasannya menjadi norma di masyarakat. Terlebih dengan tokoh sentral seorang raja. Sasarannya jelas, agar setiap penguasa yang sedang memutar roda pemerintahan di Bali ikut menjaga kedamaian Bali melalui pelaksanaan hari suci Galungan. Di lapisan masyarakat tertentu, ketakutan memang menggerakkan langkah seseorang lebih cepat, tinimbang kesadaran. Sejatinya tidak ada masalah dengan ketakutan, sebab ketakutan juga bisa diolah menjadi proses awal menuju dwara kesadaran. Sama seperti cerita Lubdaka yang akhirnya naik ke “pohon kesadaran” dengan melakukan pemujaan kepada Siwa karena takut pada gelap, binatang buas, dan kematian. Visi kesadaran apa yang hendak dibangun oleh teks Sri Aji Jaya Kesunu melalui pelaksanaan hari suci Galungan? Berdasarkan sumber lain seperti Sundarigama yang membahas mengenai Galungan-Kuningan, kita mendapatkan penjelasan bahwa ada relasi inharmoni yang potensial terjadi antara manusia dengan waktu (Kala) dan ruang (Bhuta) ketika rentetan hari suci Galungan

tidak dilakukan. Manifestasi dari waktu berdasarkan pustaka tersebut adalah Sang Hyang Kala Tiga yang bisa bertransformasi menjadi ruang yaitu Bhuta Galungan. Transformasi waktu ke dalam ruang secara filosofis-simbolis juga disebutkan dalam pustaka Kala Tattwa. Setelah Kala bertemu dengan ayahnya yaitu Siwa, maka ia pun diberikan anugerah untuk mewujud ke dalam semua ruang, termasuk mematikan dan menghidupkannya. Oleh karena itu, waktu dan ruang yang mewujud dalam tanah, air, api, angin, dan udara secara fisik dapat mengancam manusia melalui berbagai bencana seperti gempa, banjir, tsunami, dan seterusnya.

“Hai Kakak Kisara. Kenalin aku Wida. Mau nanya dong Kak, bener gak sih Kak, kalau minum es pas menstruasi bisa kena kanker dan mandul? Mohon dijawab ya Kak. Makasi banyak Kak.” Hai Wida, salam kenal ya… Wanita dilarang mengonsumsi minuman dan makanan dingin di saat datang bulan, karena dikhawatirkan menyebabkan kista pada rahim. Kabarnya, minuman dan makanan dingin bisa membuat darah mengendap di dalam rahim dan lambat laun berubah menjadi kista. Nah, ini nih salah satu mitos fakta seputar menstruasi yang paling ngetren di kalangan remaja. Sebenernya saat menstruasi boleh gak sih minum es? Menurut dr. Botefilia Budiman, SpOG. KFER dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), bahwa tidak ada hubungan antara mengkonsumsi es atau minuman dingin saat menstruasi. Banyak mitos mengatakan bahwa minum air es saat menstruasi menyebabkan darah haid membeku di saluran reproduksi dan memicu perkembangan kanker, bahkan menyebabkan kehamilan. Botefilia menyatakan bahwa saat menstruasi darah keluar dari saluran reproduksi, sedangkan ketika kita meminum air es, air es masuk melalui saluran pencernaan dan urine sehingga tidak ada pengaruhnya terhadap menstruasi. Praktisi kesehatan Shilpa Arora mengungkapkan kepada NDTV Food bahwa makanan dan minuman dingin bisa membuat area di sekitar rahim menjadi tegang. Saat menstruasi, aliran darah harus lancar agar dinding rahim dan organ di sekitarnya menjadi rileks. Saat otot tegang dan sulit meregang akan menyebabkan kram pada masa menstruasi yang menyebabkan tubuh menjadi tidak

nyaman. Arora menyarankan agar wanita lebih banyak mengonsumsi makanan dan minuman hangat pada saat menstruasi. Tujuannya untuk memperlancar aliran darah sehingga dinding rahim menjadi lebih rileks. Meskipun begitu, masih banyak perempuan yang belum memahami hal ini dan menjadikannya sebagai mitos turuntemurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Untuk itu, maka penting banget buat remaja mengakses situs-situs terpercaya seputar kesehatan reproduksi dan menstruasi. Selain mitos minum es, masih banyak banget mitos-mitos lain seputar menstruasi yang tersebar luas di masyarakat seperti mitos tidak boleh keramas saat menstruasi, tidak boleh berenang saat menstruasi bahkan tidak boleh minum nanas saat menstruasi. Hal ini tentunya menandakan bahwa masih sangat diperlukannya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi ya, sahabat Kisara!

IBG Agastia menyebutkan bahwa dalam pustaka Bharata Yuddha, figur Dewi Durga disebut dengan renaning rāt “ibu alam semesta”. Sebagai ibu alam semesta beliau kental dengan spirit perjuangan dan pertolongan. Hal ini semestinya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk meningkatkan rasa cinta kasih terhadap kemanusiaan melalui hari suci Galungan-Kuningan. Budaya ngejot baik dalam bentuk makanan untuk tubuh dan pengetahuan sebagai

makanan jiwa mesti terus-menerus dilakukan pascahari suci tersebut. Melalui Galungan-Kuningan kita puja Ibu Durga dengan berbagai sesaji, dalam kehidupan sehari-hari kita puja beliau dengan meneruskan spirit cinta kasih dan pertolongan kepada sesama manusia! lPutu Eka Guna Yasa, S.S., M.Hum. Dosen Program Studi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.

Perlindungan Lalu kepada siapa kita mencari perlindungan agar bisa bersahabat dengan waktu dan ruang yang berpotensi destruktif itu? Sama seperti seorang anak kecil yang sedang mengalami bahaya, maka kata yang keluar secara otomatis adalah ibu. Pustaka Sri Aji Jaya Kesunu menyebutkan bahwa Ibu Gori atau Durgalah yang memberikan pertolongan ketika berbagai bencana terjadi di Bali. Karya-karya sastra lain juga mengonfirmasi kemurahan hati Ibu Durga kepada anak manusia yang betul-betul mengalami penderitaan. Geguritan Megantaka sebagai salah satu karya sastra berspirit Panji mengisahkan pertolongan Ibu Durga kepada Dewi Ambarasari yang hampir saja mati akibat pembuangan di suatu pulau oleh pihak kerajaan karena ia lahir sebagai anak kembar siam. Kisah yang serupa juga muncul dalam karya sastra Kidung Sri Tanjung. Ibu Durga memberikan anugerah kepada Sri Tanjung berupa kehidupan yang kedua setelah ia mengalami siksaan dari Raja Sulakrama, ibu mertua, dan suaminya. Dalam karya sastra Kakawin Purusada Santa, pertolongan dilimpahkan kepada Sutasoma sebelum Ia naik ke Gunung Himawan melalui pemberian mantra Mahahrědaya Darani. Dengan salah satu sangu anugerah Dewi Durga itulah ia berhasil menaklukkan Kala [baca waktu] yang telah berwujud menjadi naga [baca ruang]. Manusia Tidak hanya pertolongan kepada manusia, beliau juga membantu para Dewa dari serangan raksasa Mahesa Sura Mardini. Raksasa lalim yang berubah wujud menjadi kerbau itu tidak mampu dikalahkan oleh para Dewa, kecuali Durga.

Kisara

Es dan Menstruasi?

Maka dengan usaha yang hebat, raksasa itu berhasil dipenggal kepalanya. Pelaksanaan Penampahan sebagai rangkaian Galungan diduga kuat berhubungan dengan cerita Durga Mahisa Sura Mardini ini karena di beberapa tempat di Bali seperti di daerah SeriritSingaraja yang dipotong adalah kerbau. Hal tersebut semakin menguatkan bahwa rangkaian hari suci Galungan-Kuningan sesungguhnya adalah bagian dari pemujaan kepada Durga.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

GALUNGAN - Berdasarkan sumber Sundarigama yang membahas mengenai GalunganKuningan, kita mendapatkan penjelasan bahwa ada relasi inharmoni yang potensial terjadi antara manusia dengan waktu (Kala) dan ruang (Bhuta)ketika rentetan hari suci Galungan tidak dilakukan. Manifestasi dari waktu berdasarkan pustaka tersebut adalah Sang Hyang Kala Tiga yang bisa bertransformasi menjadi ruang yaitu Bhuta Galungan. Transformasi waktu ke dalam ruang secara filosofis-simbolis juga disebutkan dalam pustaka Kala Tattwa.

Lengan dan Paha Padat Berisi Tidak ada yang tidak mungkin tercapai bagi Anda yang ingin mendapatkan lengan dan paha yang kencang, padat berisi bila melakukan latihan yang rutin dan tekun. Oleh sebab itu berlatihlah tiap hari den-

2

Gb. I: Kedua kaki dibuka lebar, yaitu kaki kanan lurus ke belakang dan kaki kiri ditekuk di depan sedangkan tangan kanan lurus depan dada memegang dumble dan tangan kiri ditekuk rileks pada paha kiri. Tekuk tangan kanan pada posisi siku lengan tetap setinggi bahu dan jangan mengubah posisi menjadi turun. Lakukan 2x8 hitungan setelah itu lakukan pada tangan dan kaki satunya.

1

Gb. II: Posisi kaki sama seperti gb. I namun kedua lengan lurus depan dada. Tekukkan kaki kiri sembari meluruskan kedua lengan ke atas dan ulangi gerakan tadi 2x8 hitungan, setelah itu lakukan juga pada kaki satunya dengan hitungan yang sama pula.

Kupon

gan menggunakan beban 1 kilogram tiap hari di rumah, baik di pagi hari ataupun di sore hari seusai beraktivitas. Baiklah ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Instruktur Ni Made Yoshinta dari Lala Studio.

Gb. III: Posisi berdiri tegak dengan kedua kaki dibuka lebar dan ditekuk sedangkan kedua lengan lurus depan dada memegang dumble. Tekukkan kedua siku lengan sembari menekukkan kedua kaki dan lakukan sebanyak 2x8 hitungan atau sesuai kemampuan.

3

4

Gb. IV: Untuk meng e n cangkan paha, dapatlah berdiri tegak dan berat badan bertumpu pada kaki kiri sedangkan dumbel diletakkan pada kaki kanan lalu diangkat tekuk pada hitungan 2x8 dan pastikan pada saat menaikturunkan kaki kanan badan tidak bergerak. Setelah itu lakukan juga pada kaki kiri dengan hitungan yang sama.

Selamat berlatih bagi pembaca yang mendambakan lengan dan paha yang kencang padat berisi serta salam bugar dari Lala Studio.


5

Minggu Paing, 21 Juli 2019

Capricorn Jangan kaget jika apa yang Anda alami di minggu ini jauh dari perkiraan Anda sebelumnya, karena situasi memang sulit untuk diprediksi. Jalani semua ini apa adanya tak perlu punya pikiran untuk melawan arus karena akan sulit untuk dapat meraih kesuksesan jika tanpa ada persiapan yang benar-benar matang. Asmara: Jangan keburu emosi, dengarkan dulu penjelasannya barulah mengambil sikap, jangan sampai sikap terburuburu menghancurkan impian. Aquarius Usahakan untuk lebih teliti dan tidak sembrono dalam mengerjakan suatu rencana agar hasilnya bisa tepat pada sasaran. Tak perlu menghiraukan omongan orang yang akhirnya hanya akan membikin diri Anda menjadi lengah saja. Di saat seperti ini ketenangan dan kesabaran akan bisa menentukan kesuksesan yang akan Anda raih. Asmara: Suasana percintaan Anda kurang begitu menggairahkan, maka dari itu cobalah untuk sedikit agresif. Pisces Jagalah kredibilitas Anda yang sudah baik ini, jangan sampai hanya karena persoalan sepele, akhirnya menjadi tercoreng. Apalagi Di minggu ini tampak tenang, akan tetapi sebenarnya cukup menjebak dan penuh lubang-lubang yang harus dihindari, sehingga jangan lengah barang sedikit pun. Asmara: Ada rongrongan yang datangnya justru dari saudara Anda sendiri, untuk itu perlu ketegasan. Aries Usahakan untuk bersikap sewajarnya saja, tempatkan segala sesuatunya pada proporsi yang benar, agar tidak ada ganjalan sehingga segalanya berjalan dengan lancar. Semangat yang mulai kendor karena omongan orang yang belum tentu kebenarannya sebaiknya tak perlu terlalu dimasukkan hati. Asmara: Berpikirlah positif dengan kesibukannya akhir-akhir ini yang cukup banyak menyita waktu. Taurus Tak perlu cemas akan kehabisan order ataupun nganggur, karena banyak peluang yang terbentang di depan mata. Sehingga motivasi harus tetap dipertahankan dan cara kerja perlu ditingkatkan lagi dengan bekerja lebih rajin dan ulet. Di minggu inilah kesempatan bagi Anda untuk meraih sesuatu yang selama ini tidak mungkin diraih. Asmara: Menjadilah yang terbaik dari yang baik,sebab Anda sedang mendapatkan saingan yang bisa dibilang cukup berat. Gemini Di minggu ini jangan terfokus pada suatu permasalahan, karena masih banyak peluang yang lebih terbuka lebar dan dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Maka dari itu cobalah lebih konsentrasi dan jeli dalam melihat suatu peluang, agar tidak ada yang tersia-siakan. Asmara: Pertahankan suasana yang lebih indah dan menyenangkan ini, dengan selalu menuruti segala keinginannya. Cancer Di minggu ini segalanya masih berjalan dengan menyenangkan, walau begitu sebaiknya segera Anda pikirkan bagaimana caranya untuk meningkatkan prestasi kerja karena mulai ada penurunan yang tidak Anda sadari. Cobalah Anda tidak terhanyut oleh hawa malas yang bisa membikin segalanya hancur. Asmara: Tanamkanlah sikap saling percaya dan yang paling penting yaitu kesabaran dalam menghadapi semua cobaan yang menerpa. Leo Ambillah hikmah dari semua kejadian di masa lalu yang menyakitkan itu, anggaplah itu semua merupakan batu ujian dan pengalaman yang paling berharga untuk bekal Anda ke depan. Jangan takut gagal untuk kesekian kalinya, karena semakin Anda sering mengalami kegagalan, maka kesuksesan akan semakin dekat saja. Asmara: Kekerasan itu hanya akan menambah jarak dengan pasangan Anda saja. Virgo Di minggu ini kesiapan mental Anda benar-benar diuji, untuk itu mental juara haruslah tetap dipertahankan. Dengan tidak grogi walaupun tantangan menghadang, dan selalu siap untuk menang, walaupun untuk menuju ke tangga impian itu tidaklah. Asmara: Sudah tahu wataknya keras begitu masih Anda lawan, itu hanya akan sia-sia saja. Libra Kewaspadaan tetap harus dijaga sekalipun Anda sudah merasa berada di puncak. Karena permasalahan bisa timbul dari kelengahan dan kesembronoan yang seharusnya bisa dihindari. Di minggu ini kemujuran masih cukup bisa diandalkan, akan tetapi masalah yang datang juga tidak bisa diremehkan. Asmara: Sikapnya yang menjengkelkan itu tak perlu dihadapi dengan emosi karena hanya akan membikin suasana menjadi tidak terkendali. Scorpio Di minggu ini percayailah feeling dan tak perlu terpengaruh dengan prediksi-prediksi dari orang lain yang hanya akan mengacaukan konsentrasi Anda saja. Walaupun suasana tampak lebih tenang, sebaiknya Anda tetap berlaku waspada dan giat untuk mempersiapkan segala rencana yang akan Anda terapkan di kemudian hari. Asmara: Usahakan untuk tidak menyinggung hatinya. Sagitarius Tak perlu mengikuti jalan dan tingkah laku orang lain, biarkan orang lain mau bilang apa, asalkan Anda tetap sesuai dengan aturan yang ada. Jika mengalami kesulitan , lebih baik segera minta pendapat kepada orang yang lebih tua, agar masalahnya dapat segera teratasi. Asmara: Suasana perkasihan Anda agak menegang, dan itu timbul karena kesalahan Anda sendiri yang kurang bisa konsisten dengan apa yang Anda ucapkan.

Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu Berlaku : 21 - 27 Juli 2019

Memanusiakan Manusia Melalui Bahasa Yadi vacam pradasyami dvijatiriva samskrtam Ravana manyamana mam sita bhita bhavisyati

Redaktur Khusus

(Ramayana Valmiki 5.28.18)

WAKYA

weda

Darmayasa

”Jikalau aku berkata-kata seperti para brahmana Dvijati mempergunakan Bahasa Sanskerta, maka Dewi Sita akan menjadi ketakutan karena menganggap aku ini adalah Ravana (yang menyamar menjadi kera).” Ketika mengadakan pencarian, orang tidak selalu mendapatkan apa yang dicari. Suatu pencarian memerlukan pemahaman tentang “siapa yang mencari” dan “apa yang dicari”, lalu “bagaimana mencari”. Hal-hal semacam itu selalu menjadi pertimbangan dalam pencarian. Tidak seperti pencarian dalam Google, siapa saja bisa meng-klik apa saja. Dalam pencarian di jalan dharma, sebelum mengadakan pencarian, sebelum meng-klik “search”, orang harus mempertimbangkan terlebih dahulu siapakah diri sejatinya, apa yang ingin di-search, lalu bagaimana cara men-search-nya. Hal tersebut bersifat prinsipal mengingat apa yang diketikkan di sana, itulah yang akan keluar. Apa yang dipikirkan, itu yang di-search, dan itulah yang akan “muncul” di dalam “layar sang diri”. Mengabaikan prinsip pencarian dapat menyesatkan dan memaksa orang untuk terus mencari dan mencari. Mereka tidak akan pernah menemukan apa yang dicari, bahkan justru akan menjauhkan dirinya dari apa yang sedang dicarinya. Sri Rama mengutus Hanuman mencari Dewi Sita ke Lankapura. Begitu menemukan tempat Dewi Sita disembunyikan oleh Ravana, yaitu di Taman Asoka, Hanuman berpikir keras perihal cara memperkenalkan diri ke hadapan

Dewi Sita sebagai utusan Sri Rama. Hanuman tidak sembarangan begitu saja langsung bertemu dan bertutur kata dengan Dewi Sita. Hanuman memikirkan secara mendalam apa yang harus dikatakan dan bagaimana mengucapkannya. Akhirnya Hanuman memilih untuk mempergunakan bahasa yang dipergunakan oleh manusia biasa (manusam vakyam). Ia tidak mempergunakan Bahasa Sanskerta karena takut Dewi Sita menjadi curiga dan ketakutan (sita bhita bhavisyati) dengan menganggap Hanuman sebagai Ravana yang menyamar dan mengubah wujud bentuk sebagai monyet (Ravana manyamana mam). Akhirnya Hanuman memutuskan cara untuk menyapa Dewi Sita dan memperkenalkan diri sebagai utusan Sri Rama. Hanuman mengagung-agungkan Sri Rama sebagai putra mahkota keturunan wangsa Iksvaku dengan pemilihan kata-kata yang tepat, manis, dan sepenuhnya dalam kemuliaan dharma (subhani dharma-yuktani vacanani) sehingga Dewi Sita mempercayai Hanuman sepenuhnya sebagai utusan dari Rama (sradhasyati sarvam). Selain menyampaikan kebenaran melalui cara yang manis menarik, pemilihan bahasa, kalimat serta tutur kata menjadi kunci keberhasilan komunikasi dua belah pihak. Terdapat banyak bahasa di dunia. Bahkan di Indonesia sendiri hampir setiap suku mempunyai bahasa masing-masing. Bahasa menunjukkan bangsa. Dalam Bahasa tercerminkan pola pikir, kecerdasan, seni budaya dan lain-lain dari bangsa bersangkutan. Ada bahasa yang sangat sederhana yang mencer-

sarkan dalam lingkungan bahasa warisan leluhur yang sangat luar biasa. Ia (Bahasa Bali) tidak hanya menunjukkan kecerdasan tinggi leluhur dahulu, tetapi juga menunjukkan pencapaian “pengrasa” yang halus, tinggi, dan super. Tercakup di dalamnya keindahan bahasa, rasa seni, kemanusiaan, dan rasa spiritual yang tinggi. Bahasa membentuk karakter, pola pikir, dan cara hidup. Ia mampu membentuk manusia sempurna seperti yang dapat dilakukan oleh bahasa Bali dalam “sor singgih” atau sopan santun berbahasa. Dalam hal pilihan kata untuk orang kedua, misalnya, Bahasa Inggris hanya punya satu, yakni “you”. Bahkan, kata “you” juga digunakan untuk menyapa Tuhan. Sangat berbeda dengan dalam bahasa Bali; penyebutan kamu dengan mempergunakan “ci, cai” tidak dipergunakan untuk menyebut Tuhan. Ada keindahan, rasa seni, dan bahagia dalam rasa hormat bhakti yang agung ketika menyebut Tuhan dengan sebutan “Palungguh I Ratu”, atau sebutan lainnya. Untuk menyapa ibu juga tidak digunakan sembarang kata. Misalnya, ibu tidak pernah disapa dengan menyebutkan namanya, melainkan dengan menyebut “biang” (Ibu). Seorang istri tidak menyebut nama suami sebagai rasa hormat bhakti yang sangat tinggi istri kepada suami. Dalam barisan antrean para ibu untuk mendapatkan tabung gas di suatu daerah di India, petugas menanyakan nama seorang ibu. Ia pun menyebutkan namanya. Akan tetapi, ketika petugas menanyakan nama suaminya, ibu itu diam. Ditanya lagi, ia tetap tidak mau menyebutkan nama suaminya melainkan menjawab lirih, “bapaknya anak”. Petugas kembali meminta nama suami untuk kepentingan registrasi. Akhirnya ibu itu minta tolong pada tetangganya yang kebetulan ikut dalam antrean untuk menyebutkan nama suaminya. Hal serupa sesungguhnya berlaku juga di Bali (dan mungkin daerah lain di Indonesia). Setelah mempunyai anak, lakilaki akan dipanggil dengan “pungkusan” (sebutan khusus) melalui nama anak pertama.

Pak Made Yoga, setelah mempunyai anak pertama yang diberi nama Yanti, maka ia tidak lagi dipanggil Pak Made Yoga melainkan dipanggil dengan “pungkusan” Pan Yanti atau Pak Yanti. Sikap mulia, hormat dan kasih dari seorang istri yang “dibahasakan tanpa Bahasa” membuat rasa kasih sayang suami terhadap istri menjadi semakin besar dan kuat. Suami dan istri memahaminya sebagai tradisi luhur. Suami akan memuja sifat mulia sang istri dan istri juga menjadi semakin kasih dan bhakti kepada suaminya. Inilah yang dinamakan kehidupan grhastha dalam kerukunan dampati. Pada kehidupan grhastha seperti itu suami dan istri menyatu sepenuhnya dan tidak ada lagi istilah kamu dan milikmu. Grhastha yang dampati hidupnya sepenuhnya dalam kesatuan bulan “kita”. Cara berbahasa sangat mempengaruhi sikap dan kejiwaan kedua belah pihak untuk tetap menjadi satu selamanya sebagai pasangan grhastha yang dampati. Bahasa membentuk karakter. Jika bahasa hanya mengembangkan rasa, maka barangkali bahasa tersebut terdengar bagus, tetapi pencapaiannya sangatlah sederhana. Pada level bahasa seperti itu, kecerdasan yang lebih tajam dan tinggi tidak akan terlihat di sana. Sebaliknya, jika bahasa lebih banyak dibentuk oleh kecerdasan, maka bahasanya menjadi tinggi level dan sulit dipelajari oleh orang kebanyakan. Namun, sentuhan rasa dan seni dalam bahasa tidak akan kelihatan. Pemakaian bahasa akan menjadi kaku, formal, dan masyarakatnya tidak akan mudah menabur senyum kepada sesama. Sedangkan bahasa campuran antara kecerdasan super dan rasa yang tinggi akan ditunjukkan oleh bentuk bahasa yang maha tinggi. Bahasa pada tingkat tersebut dapat dipahami oleh mereka yang memang mengerti dan menghargai nilainilai keindahan, seni, kemanusiaan serta peradaban yang tinggi. Gabungan rasa dan kecerdasan membentuk bahasa super yang melahirkan seni, budaya, dan peradaban maha agung, indah serta mengagumkan.

hiran ke-81. Peristiwa iman ini pantas dikenangkan dan dirayakan dengan meriah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Dia yang telah menyelenggarakan hidup imamatnya secara mengesankan. “Selaku Uskup Pimpinan Gereja Lokal Keuskupan Denpasar, saya memberikan apresiasi yang tinggi atas prestasi kesetiaan dan pelayanan P. Subhaga SVD sepanjang setengah abad.” Menutup sambutannya Uskup memanjatkan doa dengan Mazmur, “Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaranNya yang hebat! (Mzm 150:12) Tuhan memberkati kita semua.” Vice Provinsial SVD Jawa (IDJ),. Pater Pungki Setiawan SVD juga memberikan sambutan antara lain, “Tu es Sacerdos in Aeternum (Engkaulah imam untuk selama-lamanya). Beliau (Pater. S. Subahga SVD) adalah imam sulung yang berasal dari Bali (Putra Bali pertama yang menjadi imam). Beliau telah memberikan kesaksian sebagai seorang imam SVD yang setia

pada panggilan imamat hingga mencapai usia emas imamat lima puluh tahun. Tahun 2019 ini Putra Bali yang merayakan pesta perak imamat (25 tahun) adalah Pater Paskalis Nyoman Widastra SVD. Harapan para konfrater dan juga Pater provinsial SVD IDJ adalah kiranya Pater S. Subhaga SVD diberikan anugerah kesehatan jasmani dan rohani dalam meneruskan tapak-tapak peziarahan hidup selanjutnya sebagai seorang imam SVD. “Pater S. Subhaga SVD adalah sosok seorang imam SVD yang sangat mencintai hidupnya sebagai orang Bali. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika beliau juga menghayati selama hidup dan karyanya di tanah kelahiran Bali ini sebagai imam yang mencintai budaya Bali. Terutama dalam hal pembangunan gereja-gereja bergaya Bali, Pater S. Subhaga SVD sangat menaruh perhatian dan minat yang cukup besar. Hingga kini boleh dikatakan bahwa gereja Yesus Gembala Yang Baik Ubung adalah masterpiece karya dan minat beliau sebagai imam. Tentu saja gereja Santo Yoseph Kepundung Denpasar juga tidak lepas dari sentuhan karya beliau. Pada Sabtu, 13 Juli 2019 di Seminari Roh Kudus Tuka dirayakan Perayaan Ekaristi (Misa Maria Fatima) dengan

tema ‘Bunda Maria Ibu Para Imam’, merayakan 66 tahun Seminari Menengah Roh Kudus Tuka, 50 Tahun Imamat Pater Servatius Subhaga SVD, Penerimaan Siswa Baru angkatan ke 66 Seminari, dan pemberkatan patung pendiri Seminari Roh Kudus Tuka Pater Norbert Shadeg SVD. Menurut Romo VikJen, kata kunci segala anugerah dan rahmat yang diterima Pater S. Subhaga SVD adalah ‘Matur Suksma’, sesuai dengan homilinya. Penulis ikut mengharapkan semoga para seminaris dapat meneladan kesetiaan imamat dan kegigihan Pater S. Subhaga SVD dalam mencintai budaya Bali demi memuliakan Allah Tritunggal Mahakudus Tuhan Yang Maha Esa. Seusai Misa Kudus, dilanjutkan dengan prosesi dan berdoa Rosario dengan merenungkan ‘Peritiwa Terang’, dan terakhir upacara pemberkatan Patung Pendiri Seminari Roh Kudus Tuka Pater Norbert Shadeg SVD. Sabda Tuhan dalam Yes 66:12-13 yang mengawali tulisan ini berlaku tidak hanya bagi Pater S. Subhaga SVD, tetapi juga bagi semua orang yang setia melayani serta mengasihi Tuhan dan sesama seturut panggilan mereka masingmasing.

siun Moda Raya Terpadu atau Massive Rapid Transit, Lebak Bulus yang baru diresmikan 24 Maret lalu. Pertemuan mencengangkan sekaligus menggembirakan buat masyarakat yang cinta damai ditayangkan nyaris semua stasiun TV. Keduanya tampak bergairah dan gembira, bersalaman serta bercipika-cipiki. Tampak akrab berbincang berduaan duduk di jok MRT, sementara para pendamping dan wartawan mengamati dari jarak tertentu. Di situ kelihatan, keduanya adalah negarawan,“ komentar Rubag. “Peristiwa itu menjadi perhatian sebagian besar warga bangsa. Upaya pihak-pihak yang menginginkan Indonesia tercabik seperti Suriah, Irak, Afghanistan dan lain-lain bisa digagalkan. Ide pertemuan di MRT, menurut Prabowo adalah usul Jokowi. Alasannya, konon mantan Danjen Kopassus sekaligus Paslon Pilpres 02 tersebut belum pernah naik MRT. Jadi relevan back ground kereta api Mata Najwa, sebab MRT, KRL

dan LRT adalah turunan mutakhir kereta api yang berbasis listrik, bukan batu bara. Cuma lokomotifnya tidak kelihatan mencolok, namun tetap memiliki beberapa gerbong, meski jumlahnya tidak sebanyak kereta api. Jokowi memang pakar semiotika, menurutku. Dia tidak menggurui lawan bicaranya dengan narasi, namun cukup menyodorkan tandatanda atau benda sebagai simbol dan MRT itu adalah semiotik. Berjalan di atas sebuah rel, memiliki tujuan tertentu, efisien dalam waktu dan efektif buat mencapai tujuan. Memiliki banyak gerbong yang harus bersatu dalam mencapai tujuan. Nah, kalau negara tidak memiliki tujuan yang pasti, apalagi gerbonggerbong bangsa yang pluralis tidak bersatu, mungkin NKRI menjadi negara yang gagal, bisa-bisa bubar. Rupanya Prabowo memahami tujuan Jokowi mengajaknya berdamai di gerbong MRT, sehingga dia tampak riang gembira,” ulas Nyoman Sudiantara.

“Lucunya, ada pihak atau kelompok yang sinis dan marah menyaksikan tindakan Prabowo yang dikatakan nyelonong menemui Jokowi tanpa sepengetahuan mereka. Bahkan ada yang apriori menganggap mantan Paslon 02 itu hendak berkoalisi dengan 01 yang memenangkan Pilpres 2019. Ini semacam tuduhan paranoid atau skezofrenia! Memang untuk kepentingan bangsa dan negara, apalagi untuk bersaing di era global yang kian ketat, Jokowi membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh anak bangsa untuk membangun dan memajukan negara. Itulah maksud sebenarnya dari semiotika MRT. Tapi ingat, lagu Naik Kereta Api itu ada bait keduanya lho! Dengar dan simaklah bait kedua ini dan camkan maknanya! Cepat keretaku jalan, tut..tut..tut. Banyak penumpang turut. Keretaku sudah penat. Karena beban terlalu berat. Di sinilah ada stasiun. Penumpang semua turun, “ lantun Made Surjanegara menutup argumennya.

minkan keluguan dan kesederhanaan masyarakat serta daya raihnya. Ada masyarakat yang tidak begitu tinggi kecerdasannya tetapi memiliki pencapaian rasa batin yang tinggi. Mereka lebih banyak hidup dengan rasa, seni, keindahan, kemanusiaan, dan rasa spiritual. Ada pula masyarakat yang mempunyai kecerdasan super tajam dengan bahasa dan peradaban yang tidak sembarang orang bisa memahami dengan baik. Pada banyak bahasa ibu, bahkan orang yang memiliki bahasa tersebut pun mengalami kesulitan untuk mempelajari bahasanya. Jika tidak dari kecil dibiasakan berbahasa ibu maka keturunannya akan kehilangan atau dijauhkan dari bahasanya, yang juga berarti masyarakat tersebut kehilangan peradaban tinggi dan mulia warisan leluhurnya. Bahasa adalah praktik. Melalui praktik, tata bahasa datang menyusul. Tentu saja jika orang ingin bisa berbahasa dengan baik dan benar, pada akhirnya tata bahasa memang harus dipelajari dan dikuasai. Sanskerta dan bahasa-bahasa lain yang termasuk keluarga Bahasa Sanskerta merupakan rumpun bahasa yang luar biasa. Terutama Sanskerta, sesuai dengan namanya sam (secara sempurna) krta (terbentuk, tertata) adalah bahasa yang terbentuk secara sempurna. NASA (The National Aeronautics and Space Administration) mempunyai “mission Sanskrit” karena para ahli NASA berpendapat bahwa Sanskerta merupakan bahasa yang paling bisa diterima oleh programprogram komputer (Sanskrit is the best language for computer programming). Disebabkan kesempurnaan dalam struktur bahasa, Sanskerta menjadi terkenal sebagai bahasa saintifik dan merupakan ibu dari bahasabahasa dunia. Bahasa Bali patut diakui sebagai bahasa maha mengagumkan karena dimatangkan oleh “seni bahasa” dan “rasa bahasa” yang tinggi. Putra-putri Bali patut berbangga dilahirkan dan dibe-

MIMBAR AGAMA

Jubileum Tahbisan Ke-50 Ignatius Suharto “Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan. Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu.” (Yes 66:12-13). DUA belas hari yang lalu (9/7) umat Katolik Denpasar dan sekitarnya merayakan Jubileum Tahbisan ke-50 Pesta Emas Imamat Pater Servatius Subhaga SVD, di gereja Yesus Gembala Yang Baik (Gereja YGYB) Ubung Kaja Paroki Santo Yoseph Denpasar. Jubilaris dilahirkan pada 23 Maret 1938 di Batu Lumbung Tuka, Kabupaten Badung; ditahbiskan menjadi imam pada 09 Juli 1969 di gereja Roh Kudus Babakan. Dalam sambutan tertulisnya, Uskup Denpasar Mgr. Dr. Silvester San antara lain menyatakan, “Syukur dan pujian pantas kita lambungkan ke hadirat Allah yang telah menyeleng-

Simaklah Bait Kedua! Naik kereta api tut…tut…tut Siapa hendak turut Ke Bandung Surabaya Bolehlah naik dengan percuma Ayo kawanku lekas naik Keretaku tak berhenti lama. “Aku teringat lirik lagu anak-anak ‘Naik Kereta Api‘ saat menyaksikan acara Mata Najwa di sebuah stasiun TV Swasta, Rabu malam lalu. Sebab, diskusi yang membahas ikhwal pertemuan Joko Widodo dengan Prabowo Subianto, Sabtu (13/7) dilatarbelakangi foto kereta api. Masalah yang dibincangkan sekitar rekonsiliasi antara dua tokoh bangsa yang terkesan berseteru sejak keduanya mencalonkan diri dalam Pilpres 2019. Memang lem perekat keharmonisan berbangsa dan bernegara sempat mencair akibat dipanasi kompor agitator dan demagog, sehingga masyarakat yang cinta damai merasa khawatir. Terlebih-leb-

garakan dan menyertai Pater S. Subhaga SVD dalam perjalanan meniti hidup imamatnya selama lima puluh tahun. Usia imamat yang disandangnya adalah sebuah peristiwa yang luar biasa, prestasi hidup imamat yang boleh dikatakan spektakuler, karena tidak banyak imam yang mengalaminya. “Kita semua mengenal Pater Subhaga SVD sebagai imam yang militan. Pater Subhaga SVD adalah putra Bali pertama yang menanggapi panggilan Allah bekerja di kebun anggurNya melalui kongregasi SVD. Menariknya, Pater Subhaga SVD terlahir dari kedua orang tua yang berkeyakinan Hindu. Apapun situasinya, jika Tuhan sudah berkehendak, maka hal itu terjadi. “Ia sungguh menghayati kaul kebiaraannya dalam Serikat Sabda Allah (SVD = Societatis Verbi Divini), yaitu kaul kemiskinan, kaul kemurnian, dan kaul ketaatan. Seluruh diri dan hidupnya diabdikan untuk melayani Tuhan dan sesama di wilayah Gereja Lokal Keuskupan Denpasar. “HUT emas Imamat P. Subhaga SVD bisa dikatakan memahkotai usianya yang pada 2019 ini merayakan HUT kela-

brolan BALE BANJAR ARIDUS ih terlibatnya kelompok antiPancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika mengeruhkan suasana membuat polarisasi kebangsaan kian menguat. Syukurlah Tuhan Yang Maha Esa cepat memberi kesadaran dan tanpa sepengetahuan kelompok pemancing di air keruh, kedua tokoh bangsa yang berseberangan tersebut, bertemu di sebuah tempat yang terkesan kurang lazim. Bukan di Istana Negara, bukan pula di rumah peristirahatan Hambalang, namun di sta-


Bali

6

Redité Paing, 21 Juli 2019

Rerainan Galungan

Ngaturang Suksmaning Manah ring Hyang Pramesti Guru

BPM/dok

GALUNGAN – Ngranjing ring raina Buda Kliwon Dungulan, majanten krama Hindu utamanipun ring Bali ngamargiang rerainan suci Galungan. Sinalih tunggil cihnanipun, kramané ngamargiang pamuspaan ring pura wiadin merajan.

Setata Ngamargiang Tri Kaya Parisudha RERAINAN Galungan wantah sinalih tunggil rerainan sané setata kajantosang pangrauhnyané olih krama Hindu ring Nusantara utamanipun ring Bali. Punika mawinan makéh sarana prasarana sané kasayagayang tur kajangkepang nyanggra rerainan inucap. Satios punika, rerainan punika ketah kabaosang pinaka patinget Dharma jayanti ngasorang Adharma sané manut pangandikan Ida Pinandita I Ketut Pasek Swastika wantah jayanti tatkala sampun prasida ngasorang lan nedunang ambek miwah sadripu ring soang-soang angga saha setata ngamargiang dharma. Sujatiné, Galungan wantah patingetan kémanten nanging sapatutné ring kauripan saraina kramané setata ngamargiang Tri Kaya Parisudha malarapan antuk catur marga, luiré; bakti marga, karma marga, jnana marga lan yoga marga mangda prasida ngamolihang jayanti . Ida malih nartayang, ring kauripan krama Hindu Bali, parikrama upacara minakadi rerainan Galungan durung prasida kabaosang sampun becik antuk pidabdab “spiritualitas” utawi ngutamayang mulat sarira lan nedunang sadripu ring angga soang-soang mangda dados sad guna. Santukan kantun akéhan sané ngamargiang rerainan inucap antuk ngutamayang “ritualitas” utawi maparikrama kémanten. "Nanging pungkuran puniki, pidabdab magama lan mayadnya utamanipun ring rainan Galungan sampun sayan-sayan ngamecikang tur kaucap sampun nuju ring Satvika utawi nganutin ring sastra agama yadiastun majanten nénten prasida jakti-jakti becik asapunika pidabdabipun.” baos Ida makenyem. (was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

BAhAsa INDONESIA

1. dedalu

1.

d)dlu,

laron

2. dedara

2.

d)dr,

merpati

3. dedaran

3.

d)drn/,

makanan

4. dedari

4.

d)dri,

bidadari

d)dhuhn/,

perintah

5. dedauhan 5. 6. dedeh

6.

d)d);,

halau

7. dedet

7.

d)d)t/,

gulita

8. degag

8.

d)gg/,

melawan

9. degdeg

9.

d)gÑ)g/,

tenang

10. degdegan 10. d)gÑ)gn/,

endapan

NÉNTEN karasa rainan Galungan sampun rauh. Ngawit rainané mangkin sampun ngranjing ring éédan rerainan suci Agama Hindu inucap. Galungan wantah rerainan sané rauh nyabran 210 raina apisan ring Buda Kliwon Wuku Dungulan. Nénten arang taler sané ngakitang rerainan suci sané ketah kasengguh antuk kawijayan Dharma ngasorang Adharma punika antuk tutur utawi satua kuna indik Raksasa Mayadanawa. Ipun kocap raksasa corah sané nyejehin krama sané nénten ngicén krama Baliné ngamargiang upacara yadnya sajabaning nyumbah déwékipuné satmaka Dewa. Punika mawinan Ida Bhatara Indra tedun ka mercapada ngasorang raksasa corah inucap. Ring raina inucap kaucap rainan Galungan. Galungan wantah rerainan suci Agama Hindu sané patut kamargiang. Manut pangandikan Ida Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, Galungan patut kamargiang madasar antuk tattwa lan sastra agama saha éling ring tetuekipun, nénten ulah-

ulah ngegalung kémanten. Duaning tetuek Galungan wantah raina pakéling manusané prasida jayanti ngasorang sekancan sadripu ring soang-soang angga sarirannyané. Sangkaning punika kramané ngaturang suksmaning manah majeng Ida Hyang Pramesti Guru pinaka panuntun malarapan antuk makatah upakara. Inggih punika canang meraka, canang sari, canang lenga wangi, burat wangi, penek, pasucian, sodan, banten guru miwah banten tiosan manut saking désa mawacara lan kasidan-sidan kramané. Rikala kahanannyané ring pakraman kacuntakan, sinah ngaturang sembah pangubhakti lan upakara Galungan prasida kamargiang kantos ring merajan soang-soang pakarangan kémanten, nénten prasida kantos ring sanggah paibon, dadia wiadin ring pura tiosan sawewidangan genah krama inucap napi malih ring pura désa. “Tatkala Galungan kramané majanten jagi maménjor tur katancebang ring soang-soang lebuh pakarangan. Patut kauratiang mangda setata nganutin sapunapi tata-titi manut

ring tattwa lan sastra rumasuk indik ilikita utawi sarana-sarana sané patut kawigunayang. Mangda pénjoré nénten dados sarana ngajumang raga tur milumilu kémanten,” Ida nartayang. Malih kawewehin, pénjor mateges “pering selonjor” utawi tiing makatihan sané kantun madaging antuk carang sané artos ipun wantah rwabinédha. Punika mawinan pénjor sané nganutin saking tattwa lan sastra wantah ngawigunayang tiing sané kantun madaging carangnyané. Yéning asiki maartos Ong tur pinih akéh tetiga utawi Ang Ung Mang. Ngeninin indik sarana utawi piranti sané kawigunayang ring pénjor inucap, minakadi kraras, bun-bunan, kolongkolong sané kakaryanin saking busung utawi ron miwah plawa. Kraras inucap prasida kawigunayang ngaput tiingnyané tur prasida taler kalilitang ka tengen utawi purwa daksina. Asapunika taler tatkala nglilitang bun-bunan patut ka tengen. Indik bun sané prasida kawigunayang wantah makéh soroh nanging sané pinih becik wantah don tebeltebel wiadin don pipis-pipis. Risampuné dados pepayas-

an pénjor kantos pénjor kacabut, sinah pepayasan minakadi kolong-kolong lan plawa i wawu warnanipun jagi masaih sareng warnan kraras sané nénten magentos saking pangawit kantos pamuput. Punika mawinan kraras inucap matetuek pikayunan sané tegteg lan kukuh sané becik kanggén nglintangin kauripan sané nénten lémpas saking rwabinédha. Tiing sané nglengkungnyané taler kapayasin satmaka niyasa pikayunan sané nénten jegjeg utawi sané kantun nglikung sapatutnyané kapayasang antuk sastra agama, estétika lan etika utawi prasida kabaosang antuk mulat sarira. Nancebang tiing sané leser punika niyasa pikayunan lan parilaksana sané jegjeg lan leser sapatutné setata kaajegang ring jagaté puniki. Pénjor inucap wawu dados kacabut ring raina Buda Kliwon Pahang sanja utawi raina Pegatwakan sané mateges muputang semaya utawi pabaos, duaning “pegat” maartos “puput” tur “wak” maartos “bebaosan” utawi “semaya”. Pidabdab ngabutnyané, kaancit tur katancebang ping tiga. Ring song pénjor i wawu kaupah antuk nasi kepel te-

tiga duaning ring Galungan inucap jadmané kagulgul olih Sang Kala Tiga. Wusan punika raris kaebahang kaja utawi kangin manut margi ring arep lebuh wusan punika wawu leluu saking pénjor inucap katunjel ring lebuh, ring tengahing pamesuan. Katunjel irika duaning punika cihna saking ngwaliang makasami ring Durga Bucari pinaka déwaning para bhuta tur raris buk ipun kasiratin antuk tirta pamralina sané katunas ring kemulan, ring taksu miwah panungun karang wus punika wawu kasambehang ring natah paumahan. Beciknyané kantos ka tiing saking pénjor inucap katunjel, nanging leluunyané kémanten prasida katunjel tur dados akidik-akidik pinaka jejatonannyané kémanten sané katunjel yéning kasinahang genahnyané cupit. “Pénjor wantah niyasa saking angga soang-soang kramané, inggih punika tiing sané béngkot satmaka pikayunan kaon lan sané leser satmaka pikayunan sané jegjeg tur becik. Pénjor sané katancebang wantah niyasa Purusa lan genah nancebangnyané wantah niyasa Pradana,” asapunika Ida ngwewehin. (was)

tin magegoréngan jaja gina lan jaja uli miwah sané siosan jagi kanggén upakara. Jaja gina madué tetuek mangda kramané setata éling ring swadharma utawi “geginan” ngamargiang Tri Rna manut ring panuntun sastra agama. Yéning jaja uli mateges mangda kramané setata éling “uli dija” ipun mawit, wantah saking rerama inggih punika Purusa utawi Kama Petak sané kasinahang saking jaja uli putih lan Pradana utawi Kama Bang sané kasinahang saking jaja uli barak. Tatkala punika kaaptiang taler mangda pianak éling “ngejot” ring i rerama sané ring masanné mangkin prasida kamargiang antuk ngaturang “jinah sakasidan” majeng ring rerama soang-soang mangda wénten kanggén ring rerainan Galungan. Ngranjing ring raina penampahan utawi panguntat saking gegodan Sang Kala Tiga mamargi wantah kasinahang antuk parikrama nampah bawi sané ulamipun jagi kanggén ring sarana upacara. Penampahan taler kaartos “nampa” utawi nampi lan nyanggra rerainan

Galungan. Bénjangnyané pidabdab rerainan Galungan kamargiang antuk upacara lan ngaturang upakara sakadi sapatutné. Ring raina Umanis Galungan kramané jagi masimakrama sareng sameton lan nyama soang-soang. Ngranjing ring raina Saniscara Pon Dunggulan kawastanin antuk Pamaridan Guru, raina kramané nunas wara nugraha duaning sampun prasida nedunang sad ripu ring soang-soang pikayunan. Indik teges ipun, kruna “marid” maartos “nyurud” tur “guru” maartos “wara nugraha” sané patut katunas. Risampuné Redité Wagé

Kuningan utawi raina Ulihan, kramané malih mamakuh jagi ngamargiang pakéling jayanti sané kaping kalih saha ngukuhang pikayunan soang-soang malarapan antuk upacara lan upakara soang-soang. “Ring raina Saniscara Kuningan wantah raina Kuningan sané kamargiang antuk nagingin tamiang lan kolem pinaka niyasa jadmané nyengker raga jagi ngamargiang parikrama kauripan sané becik antuk sida ngawi dharma jayanti kantos nem bulan malih tur eédan rerainan punika sami kauntatin ring Buda Kliwon Pegatwakan,” Ida maosang. (was)

sané nyinahang kahanan kedis merak. Sangkaning nilai kaluihan saking sesolahan merak puniki ngawinang sesolahan merak kadadosang pinaka sesolahan panyambutan, panyambutan ri kala upacara pawiwahan, miwah sesolahan sané nyinahang kahanan

budaya Indonesia, pamekas budaya Sunda. Sesolahan Tari merak nénten wantah nyinahang kaluihan, taler ngwedar nilai-nilai filosofi bangsa, utamanipun filosofi suku Sunda sané kawastanin filosofi Sunda Wiwitan. (pusat data/berbagai sumber)

Luas Mabaju Gadang Mulih Mabaju Kuning RAINAN Galungan manut pangandikan Ida Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, wantah maiketan sareng rerainan tiosan. Kakiwitin saking Saraswati pinaka raina tedunnyané waranugrahan marupa kaweruhan sané raris kapasupati ring raina Tumpek Landep saha najepang sekancan idep lan pikayunan. Kaweruhan inucap raris kawigunayang sané kapikélingin ring raina Tumpek Wariga. Duaning krama Bali wantah krama sané ngamargiang pidabdab agraris yadiastun sampun ngranjing ring aab jagat sakadi mangkin nanging pidabdab indik Tri Hita Karana sinalih tunggil indik palemahan nénten prasida kalémpasin. Pidabdabnyané kamargiang antuk ngaturang upakara majeng ring Dewa Sangkara pinaka déwaning sekancan tetanduran taler nguduh ring taru minakadi klapa saha ngicénin bubuh sumsum satmaka cihna sarisari ajengan sané katurang ring tetanduran. Tumpek Wariga taler kaartosang pinaka raina nandur sekancan pikayunan becik jagi nyanggra Galungan. Ngranjing ring raina Wraspati Wagé kawastanin antuk Sugihan Jawa, kruna jawa maartos jaba dadosné tatkala punika kramané ngamargiang pabersihan ring natah, mareresik ring

pura, merajan, marerebu taler ngaturang banten byakala lan prayascita miwah upakara tios manut saking loka dresta soangsoang pinaka pabersihan jagat nyanggra Galungan. Bénjangnyané ring Sukra Kliwon kawastanin antuk Sugihan Bali majanten kramané ngamargiang pabersihan ring angga soang-soang malarapan antuk banten byakala lan prayascita miwah upakara tiosan. Ngranjing ring raina panyekeban, kanggén krama ngawitin nyekeb biu sané kantun matah utawi kulitipun kantun mawarna gadang mangda dados tasak utawi sampun makulit kuning mangda prasida kanggén tetandingan upakara. “Tetuek saking parikrama nyekeb biu sané dados sesenggakan “luas mabaju gadang mulih mabaju kuning” inggih punika sekancan parisolah sané kaon mangda ical utawi makaon tur kagentosin antuk parisolah sané becik duaning jagi nyanggra rerainan suci utawi tegesnyané wantah mulat sarira,” Ida nartayang. Bénjangnyané utawi raina Panyajaan, kramané kaaptiang mangda prasida urati milihin sapunapi sané becik lan sapunapi sané kaon duaning tatkala punika Sang Kala Tiga tedun ka mercapada jagi ngulgul kramané sami. Ring raina inucap kramané ngawi-

Dura désa Tari Merak Jawa Barat

”Tari Penyambutan” ring Acara Pawiwahan INDONESIA kasub pinaka sinalih tunggil negara sané madué makatah seni lan budaya, sinalih tunggilnyané marupa seni sesolahan. Akéh sesolahan daerah sané nglimbak saha kawéntenannyané kantun lestari kantos mangkin. Sinalih tunggilnyané marupa Tari Merak sané wénten ring wewidangan Jawa Barat. Sesolahan puniki ketah kasolahang pinaka “Tari Penyambutan” majeng tamu agung taler panyambutan ri kala pawiwahan. Satios kasub ring Indonesia, Tari Merak taler kasub kantos ka dura Negara. Sesolahan puniki, satios pinaka “Tari Penyambutan” taler ketah kasolahang ring acara-acara festival taler

kasolahang antuk tetujon nyinahang budaya Indonesia pamekas budaya Sunda ring dura negara. Sesolahan merak wantah nyinahang semita miwah kahanan kahuripan kedis merak. Sakadi kedis merak, sesolahan puniki ngulangunin manah. Seniman sané ngripta sesolahan puniki wantah seniman Pasundan sané mawasta Raden Tjetje Somantri daweg warsa 1950an. Ipun nyinahang gerakangerakan kedis merak dados koreografi sané becik taler ngulangunin. Kasuén-suén, gerakan Tari Merak wénten sané kauwah utawi kalimbakang. Dra. Irawati Durban Arjon wantah seniman sané nglim-

bakang sesolahan inucap. Yadiastun kalimbakang, ipun nénten ngicalang gerakan sané pinaka roh saking sesolahan inucap. Sawaliknyané, sesolahan Merak sayan ngulangunin sangkaning gerakan-gerakan sané ngulangunin manah. Ngeninin indik busana sané kawigunayang, para pragina ngawigunayang busana antuk corak kedis merak. Kain saha kwacané nyinahang kahanan kedis merak, minakadi bulu merak sané mawarna gadang, pelung miwah selem. Kawewehin antuk kalih kampid sané nyinahang ikuh merah sané nedeng kembang. Para pragina taler ngawigunayang gelungan


Nyastra

Redité Paing, 21 Juli 2019 NYAMA brayané miwah krama suka dukané sampun pada mawali malipetan ka umahnyané soang-soang, sakéwanten I Gedé Rindik kantun ngeling ngisis ring samping gegumuk genah méménipunné mataném, sané lacur ring Rumah Sakit Sanglah ring rahinané sané dibi. Manah ipun kadi balon karet kembung, nambung ring langité pelung, karasayang genah ipuné maenjekan sampun maclempung, genah maglantingan ring ambungambung, pegat capleng putung, tan wénten nulung ri kala bingung, bingung bungeng. Kantun embok miwah Wa Nik ipun sané tan mari ngrumrum, ngajakin I Gedé mangda mawali mulih. Bok I Gedéné kausap-usap, sarwi mabaos: “Dé, suudang ja amonto ngeling, kudiang kénkénang i mémé suba las ngalahin iraga ajak makejang! Mirib tuah amonto wates tuuh iané. Apang danan jael-jael pajalan i mémé ka tanahé wayah. Slimah-slimahang kenehé, Dé!” Malih nimbal Wa Nik I Gedéné, “Dé, mai mulih, Dé! Suba telah nyamané pada mulih. Tegarang ja tolih, nyén totonan, anak luh-luh ajaka dadua, anak muani bin aukud, ngoyong mémbon betén claginé! Ajaka tetelu marep mai dogén. Nyama-nyamané dini di Tunjuk, sing ada magoba kéto. Tegarang paekin, Dé, nyén ya totonan!” Raris I Gedé Rindik matolihan ka tongosé sané kapatujuhang sambilang ipun nyadsadin yéh paningalané. “Yah Putu Juniati!” sapunika I Gedé ngamikmik tur makesiab, duaning kakantenang Ni Putu Rai Juniati sareng timpalipuné Ni Madé Mirah. Sané lanang I Ketut Bagia. Makasami saking Banjar Mertanadi Désa Kerobokan, Badung. I Ketut sampun naenin mulih kaumah ipuné I Gedé, iriki ring Tunjuk. I Gedé bangun alon-alon, kadandan olih embok ipunné, ngamaranin taru claginé, raris ipun nyambrama, “Om Swastyastu, Tu, Dé, Tut pada!” sapunika I Gedé sinambi kantun sigsigan, ngambil tangan sang tetiga. “Kéné lacur Beliné, Tu!” “Menengang, Beli Dé! Pademé tan dados kelidin, Beli Dé. Mangkin lipurang kayun Beli Déné, taler acepang, mogi-mogi sang padem molihang genah sané becik!” sapunika I Ketut Bagia nimbal. “Dong suba uli ditunian ngoyong dini? Sing ada anak ngrunguang!” “I tuni gigis, Pak Guru. Tur sampun polih ka jeron Pak Guru, kocap sampun mamargi ka sétrané. Tiang raris nugtug anaké sané mamargi siduri.” “Mbok, Wa Nik, né timpal-timpal tiangé uli Taman, sig tongos tiangé ngajahin! Né Ni Putu, bareng-bareng ajak tiang nongosin i mémé di Rumah Sakit. Ia nongosin méménné, kabenengan satu kamar ajaka i mémé. Mémén Ni Putuné suba seger, tur suba keluar uli Rumah Sakit Sanglah!” “Ooo kéto. Ajak mulih malu, Dé!” sapunika Wa Nik I Gédéné. “Sampunang ja malih simpang! Tiang ajak telu bantas rauh, sareng nyedihang kasedihan kulawargané iriki!” sapunika I Ketut Bagia ngimangang “Malih pidan Pak Guru mawali ka Taman? Muridmuridé kangen ring Pak Guru,” sapunika Ni Putu sakadi kimud, ngalih dalihan nyaruang kangennyané ring I Gedé. “Pang suud maklemigi gén, Beli pasti ka Taman. Makelo Beli tusing masuk, Tu! Nah, amun sing nyak singgah, kema ba majalan! Adeng-adeng nyen, Tut!” “Inggih, Beli Dé!” Raris makatiga munggah ka mobilé. Ni Putu ngenjuhang limannyané, raris kasalamin olih I Gedé, kakecup sarwi kabakta ka tangkahnyané. I Gedé ngeling, Ni Putu taler nurabias yéh paningalané. Saking mobilé makatiga ngulap-ulapin I Gedé antuk tangan. I Gedé taler sapunika. Sareng sami matinggal saking sétrané. Kantun asuné ramé makerah magarangin lungsuran banten duur gegumuké. Sapanjang margi, ring mobilé Ni Putu Sri Juniati, ngisis ipun ngeling, tan medal baos, raris katakénin olih I Ketut Bagia, “Kénkén dadi Mbok Tu sing pesu munyi, pragat jag ngeling? Apa pangelingin Mbok Tu?” “Padalem Mbok Pak Guru jani preragan, sing madué nyén-nyén!” Kangen Mbok, Tut!” “Pak Guru Dé, koné suba taén nglemesin Mbok, dugasé bareng-bareng di Rumah Sakit. Mbok koné sing masaut, pragat kenyem anggon Mbok Tu nyautin. Saja kéto?”

Tresna I Nyoman Jegog “Men jani kénkén keneh Mboké? Orahang! Ah, jangan malu-malu, kucing!” Jag kagimbel kajimpit tanganipun I Ketut “Yan saja saja-saja Mbok Tu madalem Pak Guru Dé, nto ciri Mbok tresna!” “Tawie. Kéto kénkén?” Nemonin Saniscara soré, ring balé daja Ni Putu Sri Juniati sareng mémé bapanipuné mapunduh mabebaosan. Men Juni ngawitin, “Beli, tiang suba maan nakonin pianaké, koné ia sanget tresna tekén Pak Guruné uli Tunjuk ento, ané ngajahin di SD Taman, Gedé Rindik adanné, Beli. Sesukat ajaka bareng-bareng nongosin tiang dugasé ngamar di Rumah Sakit. Sing kéto, Luh?” Luh Putu maanggutan. “Tiang masih cumpu tekén Pak Guruné ento, Beli. Apa buin Pak Guru ento lascarya dadi donatur darah dugasé tiang maoperasi kuangan darah. Men kénkén, Beli?” “Ah, urusan pianaké, Beli ngelah tanggung jawabé. Gung Aji Astawané, uli Krobokan Kaja, anggota Dewané, mikayunang pianaké lakar anggona rabi. Né suba ada paican dané marupa bungkung, kalung miwah gelang. Beli suba sanggup lakar ngaturang pianaké.” “Kénkén, Pa?” sapunika Ni Putu nyelag. “Tiang lakar jangkepang Bapa ngajak Gung Aji Astawané, kéto? Kaden ragané suba tua, bin okané ané nomer telu bareng-bareng ajak tiang di SMP pidan. Tiang sing nyak, Pa! Cendek sing nyak! Sing nyak!” “Adeng-adeng mapineh, Luh. Bapa ngorogang Luh kema, sangkaning sayang, tresna tekén Luh. Dané kamulan sugih, ngelah panginapan di Kuta, dadi anggota dewan di Kabupaten. Apa kitaang Luh lakar kaisinan.” “Sing nyak, Pa!” Ni Putu ngeling makakeb ring pabinan méménipuné. “Beli, da orog-oroganga pianaké! Iraga tua nugtug kitan pianaké! Pianaké tresna tekén I Gedé, baang ia ngantén ngajak I Gedé.” “Luh setata ngorahang tresna kén I Gedé. Mani puan dadi jakan tresnané? Aah? Dadi blanjaang tresnané? Beli nundén Ni Putu dadi rabin Gung Ajiné, tuah sangkaning Beli sayang kén pianak. Tawang?” “Yén cara tiang, sayangé kén pianak, baang kitan pianaké ngalih kurenan. Iraga tua tut wuri andayani, kadén

kéto pangajah Bapak Ki Hajar Dewantorone!” “Men, né jani tondén pianaké dadi rabi, suba ada pica gelang, kalung. Yén suba dadi rabi lakar tundéna ngurusin rumah penginapan danéné di Kuta.” “Yadyapin maliah kasugihané, yén tan madasar tresna, tondén karuan nemu bagia,” sapunika Mén Putu nyawis. “Nah, Nyai ba paling duega ngurusin pianak,” sapunika Pan Putu ngambrés ngadébras bangun raris ka margané gedé. Tan maletan apanginangan, rauh I Gedé Rindik kasarengin olih I Ketut Bagia, kakantenang sakadi sepi. Ni Putu Rai Juniati nyagjag ka natahé, jag kaplekur I Gedé, sinambi ngeling sigsigan, “Beli De, tulung tiang Beli! Tulungin Beli!” Makesiab I Gedé, duaning Ni Putu ngorahang Beli, tur matakén, “Ndén té malu, tulungin ngudiang tenénan?Apa pakéweh Tuné dini?” “Mai malu, Dé menékan. Ajak malu Beli Déné menékan, Tu!” Raris ngomong sada kisi-kisi Mén Putu, nyatuayang unduké mara, matungkas ngajak kurenané, tur lantur mapitakén, “Sawiréh kéto unduké, Dé, men kénkén paitungan Gedéné? Yan keneh Mémé, énggalang ja juang adiné! Kéwala pakaad nganténé eda uli jumah dini, apang ngelah masi tongos umahé dini! Kéto Dé. Men Putu kénkén?” “Kanggo ja Beli Dé!” “Yan suba ya kéto, reh sing tawang kenehné i bapa, doyan ka Jeron dané Gung Aji. Keneh Mémé, jani rorodang gén malu adiné! Mungpung suba makiré sanja, kinkinang déwéké, apang saruan pajalané!” “Nah, amun kéto keneh Méméné, sing sida baan tiang makelid, Mé. Keneh Putuné kénkén?” Ni Putu maanggutan, cihna nyumponin. I Gedé nunden I Ketut Bagia nyéwa mobil, tur sareng tiga nyepukang semaya, ring dija pacang katemu. Ring sandi kalané punika wénten mobil majantosan ring baler Lapas Krobokané, I Gedé Rindik ring tengah mobilé, I Ketut Bagia nyantos sapangrauh Ni Putu, ring sisi. Kaget wénten anak lanang, mabusana adat jangkep madestar nganggé kampuh, ngamaranin I Ketut, “Tiang numpang, Pak. Ngiring mamargi mangkin, tiang perlu ka Denpasar”. I Ketut tengkejut, kamemegan, “Tiang tan ngrereh panumpang, Pak.” “Mriki munggah, sampunang malih jantosanga!” sapunika anaké lanang punika, sarwi becat munggah ka mobilé, tur kedék. “Tut, sing kena baan ngingetin Mbok, Tut?” Putu Sri Juniati kedék, kakelés udengipuné. Ring mobilé, sami ica, tur mobilé ngungsi jeron Pak Nyoman Sugiarta, ring Pangubengan Kangin. Pak Nyoman timpal I Gede Rindik, sareng-sareng ngajahin ring SD Taman. Utusan pangandeg endehé, kasarengin Kepala Dusun Mertanadi, miwah Bapak Polisi Babinsa Krobokané, rauh ka umah Ni Putuné, makta surat Ni Putu, sané maosang ipun ngrorod sareng I Gedé Rindik sangkaning saling tresnain. Mén Putu mapi-mapi ngeling, gelurgelur, sarwi mantig-mantigang piring belah, gelas belah. Bapanné ngamuk, dedata katigtig, ayam sampun ring kandangé pules, katigtig, ngantos pabriak pitiké ring natahé. Sesampuné matilar pangandegé, rauh utusan Gung Aji Astawané, jaga mamadik Ni Putu Sri Juniati. Utusané sami kamemegan tur nakénang, awinan Men Juni ngeling. Men Juni raris matur, “Nawegang titiang majeng ring gustin-gustin titiang saking Krobokan, duaning pianak titiangé, nyalanang manahipuné ngrorod ka Tunjuk Tabanan. Puniki wénten surat saking ipun, sané i wawu kasaksiang olih Kepala Dusuné miwah Bapak Polisi Babinsa. Manawi sané i wawu panggihin gusti sareng sami ring lebuhé.” “Nah amun kéto, tiang pinaka utusan sing bisa nyatua apa! Tiang mapamit,” sapunika utusané sami matilar saking umah Pan Juniné mawali ka jeron dané Gung Aji Astawan. Rauh ring jeroan, kapanggihin anak mabyayuhan, duaning Gusti Biang, rabin dané Gung Aji, minum racun, mapakayunan nyédayang raga. Gusti Biang nénten cumpu ring kayun Gung Aji jaga malih ngrereh rabi. “Enggalang ajak ka Rumah Sakit!” geger mabyayuhan, makébék ngrampa Gusti Biang ngunggahang ka mobile. Utusan sané mamargi mamadik ka Mertanadi, tan wénten ngrunguang.

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 12. duru*medo;,

-0-

Ida Ayu Prabayoni

Satua

Nglestariang Kasenian Bali Majalaran Gambuh

I Belog Mantu (6) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) MASAUT bapan Luh Sariné, “Nguda ya sing, apa ya bebinané, lamun ditu jaen, dini ya jaen. Sajané apa ento cokot-cokot cai, taluh kakul saja?” Masaut I Belog, “Taluh kakulé liu pesan, dot atiné kadung pedalem.” Mara kéto bapan Luh Sariné marérén ia magaé, lantas milu ia ngalih-alihin taluh kakul. Tepukina taluh kakul majompot-jompot pang liu, teka jeg saup sampol lakuanga ka bungutné. Kriuk-kriuk pakpaka, napi andih kelen bin nyangket asananga di bungutné, buin ia ngutah-utah uékuék di tengahan umané. Jagjagina baan I Belog takonina, “Bapa, Bapa, apa sakit?” Makelo tusing dadi baana masaut Pan Luh Sari. Mara dadi baana mamunyi, “Andih, andih, andih.” Buin ngomong I Belog, “Busan icang suba ngorahang, Bapa sing ja bisa naar taluh kakul matahmatahan, nemin icang gegaén icangé majejambalan. Icang ngesop cara-carané icang ngamah jaja begina magoreng, da kéto baana suba singit jalan mulih.” Mulih koné ia bareng-bareng, teked jumahné orahanga kéto tekén pianakné. Luh Sari kedék pedih basangné madingehang. Suba mulih I Belog, mamunyi Ni Luh Sari tekén bapanné, “Bapa sing Bapa buka slokan anaké, tuah kabelog-belog anak belog. Kenehang icang kéto, sing ja ia I Belog ngamah tain siap magoreng, tain cicing madodol iwel, taluh kakul matah. Kenehang icang sing ja perah anaké naar ané kéto, da jani I Belog ngetaang. Sinahang icang I Bapa kena daya.” Masaut bapanné, “Luh dong kéto, katuiané ia suba biasa ngamah ané kéto. Kema kaukin buin ia. Orahang mani semengan kaajak ka alasé ngalih ubi kayu, pang gaénanga awakné kisa pang ngaba tambah kandik.” Majalan pianakné ngalih I Belog, ngaba raos bapanné amonto. I Belog masanggup nyak. (Masambung)

AKEH soroh sesolahan Bali sané patut kalestariang. Wénten sesolahan kontemporer, wénten taler sesolahan klasik sakadi sané katelebin olih anak alit antuk aran panjang Ida Ayu Prabayoni. Dané nelebin sesolahan Gambuh sané gerakannyané kabaos rimit. Antuk nelebin sesolahan Gambuh puniki, Gek Yoni—sapunika dané ketah kasambat meled sareng nglestariang kasenian Bali mangda ajeg kawéntenané kantos kawekas. Sesolahan Gambuh wantah sinalih tunggil sesolahan dramatari sané gerakannyané rimit. Gambuh kocap kabaosang p i n a k a dasar taler

sumber saking makudang-kudang soroh sesolahan klasik Bali. Yadiastun nyolahang Gambuh kabaos nénten dagan, nanging manut Gek Yoni samian pacang marasa dangan yéning kayun malajahin saha nelebin sesolahan inucap. Gek Yoni, mawit alit sampun nelebin widang seni sesolahan, pamekas sesolahan Gambuh ring Pasraman Bajra Jnana, Banjar Triwangsa, Budakeling, Karangasem. Daweg raina Saniscara, 29 Juni 2019 lintang, dané kasarengin sawitrané kajudi nyolahang Dramatari Gambuh pinaka duta Kabupatén Karangasem ring kalangan Pesta Kesenian Bali. “Yadiastun rimit taler nénten dangan, tiang seneng prasida nyolahang dramatari Gambuh sané pinaka kasenian klasik. Napimalih mangkin tiang prasida masolah ring kalangan Pesta Kesenian Bali pinaka duta Kabupaten Karangasem,” baos dané makenyem. Ring peméntasan daweg PKB, siswa kelas VI SD Insan Mandiri Karangasem puniki polih amongan pinaka pragina Galuh. Yadiastun kabaosang sukil, nanging dané setata mautsaha ngwedar sesolahan sané pinih becik. “Dados pragina galuh sané pinih sukeh nika ring basa kémanten. Tiang patut waged mabasa Kawi. Yadiastun tiang nénten resep ring artosnyané, nanging tiang tetep mautsaha malajah. Pamuput tiang prasida becik masolah pinaka pragina Galuh,” baos dané. Anak alit sané embas daweg 20 Februari 2007 puniki, satios waged masolah taler waged magending. Dané sareng para sawitrané taler kajudi pinaka d u t a K a b u p a t e n K a r a n g a sem nyarengin lomba vocal grup ring Pesta Kesenian Bali warsané mangkin. Ring lomba inucap, dané prasida molihang juara tiga. Antuk kasumekenan dané malajahin sesolahan Gambuh, dané meled ngwedar sesolahan inucap kantos ka dura negara. Dané mapangapti prasida nglestariang sesolahan Gambuh pinaka sinalih tunggil kasenian Klasik Bali kantos ka dura negara. “Tiang meled prasida masolah kantos ka dura negara,” baos dané makenyem.(kmb)

Durung madoh, pm)d)kuæenmpmit/,

pamedek sané mapamit, segtæÉpÓ, sagét prapta,

h\inßgÉiyu\n/,

angin magriungan, stßkjuruspueh,

satmaka juru sapuhé, \mæ)h*luhulnÑhun/,

ngampehang luhu lan daun, smiynÐpus(tsik/,

samian ka Pusar Tasik, eboejogÓ2(smibudl/, bojog taler sami budal, t)dunætilupÞ¡p/, tedun pati luplup,

zmãil*mueponinã¡w;,

nyambilang muponin buah, b)lnÑi\n/, belandingan,

rhuh&d)limbukit/, rauhing delima bukit, humãinæidæidßn)dun*.

umbin pidpid manedunang.

Saking Langit Bali Acepan Malaib labuh Mangda gelis pacang rauh Titiang driki nunas sesuluh Sekancan sastra anggén ngamargiang tuuh... Tabuh... Gelis sampun rauh Ida sané nuénang teluh Titiang nunas tamba nganti mapeluh Mangda rupakan titiang polih mabasuh Antuk bungkak pangenteg bayuh... Unteng cutet pangaptinnyané sami kasapuh Pinaka pinunas sang maraga tedun Mangda nutug sang numadi Ketut Sariani

Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


8

Minggu Paing, 21 Juli 2019

Aplikasi Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Selamat Ulang Tahun Sunyi 1/ engkau seperti jarak jeda di antara dua kata yang dibaca para pencari rahasia engkau tak teraba namun mengisi tarikan pada napas pembaca yang berjalan perlahan dan menghembuskan pelepasan angin yang berkesiur menyusur menyusun bermacam tafsir penerimaan 2/ engkau mengetuk ribuan pintu tubuh tubuh yang teramat sibuk karena diliput terka yang mengerkau hingga menaut pada gemuruh pertarungan tak pernah usai di lingkaran lingkaran perulangan jam jam yang asing dan terburu hingga memucat membiru

I Wayan Nuriarta

Ritus Mudik

telunjuk di layar-sentuh memutar jam kerja

kau ingin pulang

kita tak bersitatap: matamu tak bertemu mataku yang selalu rindu mengosongkan diri

setiap musim mudik sehimpun oleh-oleh dikemas dalam kotak kardus tertulis sejumlah nama

segera buka gawai sedetik telat, yang lain mendapat negeri bahagia

kardus diikat tali rapia merah kau jinjing sepanjang jalan

3/ engkau mengingatkan pada renung di relung diam yang mengusapkan pasi pada perayaan sepi sasar tahun yang mengusapkan getun dan waktu mengabarkan kisah kesiasiaan dari ketakutan yang teramat akut pada petualangan rasa usia

Sebuah Desember akhirnya desember mengendap di ruang terjauh, dan kita seperti tak punya jalan lagi untuk mengunjunginya kembali kita hanya mencatat betapa hari hari pernah menghangat dengan nyala kata yang diikuti oleh terang percakapan menyibak perdu dan semak yang acap sembunyikan berbagai variasi kemungkinan

lHelmi Y. Haska Yogyakarta, 2013

Buluh serumpun bambu menjulang disepuh cahaya keemasan berayun anggun di pinggir hutan searah sepoi angin kau tiup shakuhachi dari celah waktu sebatang buluh rindu sembunyi menyimpan tulus bebunyian dari kilau lima lubang menjulur nada hingga ruang renung ruh duduk berjaga raga luluh lebur alam menderu lHelmi Y. Haska Ubud, 2015

kuingat perbincangan di sebuah warung bercuaca remang tentang sengkarut sengketa dan perang lalu riuh dengan kelindan suara getas agama ada yang terbahak memecah di ruang kepala lalu kuingat bacaan humor masa kanak sambil sesekali terselip lelucon dewasa yang membuat sesak kudengar ada yang menjerit menangis di dalam otakku seperti suara bayi kehausan minta susu

dan di tubir kecemasan yang tua kita akan terus berjalan di gigil nasib masing masing menyusur musim dingin dengan guguran salju dalam ingatan tanpa gegap pertemuan, apalagi pelukan dan ciuman

dengan objek yang difoto. Pattern akan tampil lebih cantik jika memenuhi seluruh frame foto. Oleh karena itu, memotretlah dari jarak sedekat mungkin. Kecuali jika pat-

lBudhi Setyawan Jakarta, 2017

lBudhi Setyawan Bekasi, 2017

I Dewa Komang Mahadewa

PATTERN atau pola merupakan salah satu elemen komposisi dalam fotografi yang paling umum digunakan. Kejelian dalam mengeksplorasi pattern akan membuat sebuah foto tampil lebih indah dan dramatis. Secara sederhana, pattern bisa dimaknai sebagai elemen grafis yang berulang-ulang tampil dalam frame. Pengulangan ini bisa berupa pengulangan garis, bentuk, warna atau objek, baik secara teratur maupun acak. Pattern bisa dijumpai secara alami di alam maupun benda-benda buatan manusia seperti daun, bunga, sawah, susunan batu bata, gedung-gedung tinggi dan benda-benda lainnya. Bagus tidaknya penampilan suatu pattern sangat tergantung dari kejelian dan tingkat kreativitas sang fotografer. Ada sejumlah hal mendasar yang harus diperhatikan untuk memaksimalkan pattern sebagai elemen komposisi fotografi agar tampil menarik dan dramatis. Pertama, perhatikan jarak pemotretan

Ada yang Tertawa Lalu Menangis aku diam saja duduk di muka jendela kamarku yang telah menjadi seperti istri manja begitu maklum dengan aroma keringat juga nyanyian dengkurku meski kadang masih memaki dengan anyir atau nyinyir mulutku

ribuan alamat kita tuliskan dalam doa seperti akan mengekal segala kedekatan dengan lagu yang mengikat detak meski kita pun lalu tahu semua menghambur seperti asap sisa kembang api di malam yang menyimpan sangsi itu

The Beauty of Peacock karya I Wayan Sumatika

lHelmi Y. Haska Wagga Wagga, NSW, 2018

kau tak pernah tiba di undik

lBudhi Setyawan Jakarta, 2017

Fotografi

ruang absen percakapan kerja rampung tuliskan dalam 280 kata batas keluh: siapa peduli peluh

kotak kardus menyimpan kampung sungsang badan dalam kereta senja

4/ aku barangkali lupa tapi tidak pada luka dan sesaat kini ingatanku dikuasai desirmu pada gigil kelahiran yang mengoyak hiruk maka dari anjung kesendirianku kuucapkan selamat ulang tahun semoga kau selalu sehat dan baik baik saja sunyi

Cok Padmanaba

telah tiba saatnya: seperangkat lunak aplikasi mengolah hidup

Kreatif dengan ”Pattern” tern yang hendak dipotret tersebut berukuran raksasa sehingga tetap bisa memenuhi frame meskipun dipotret dari jarak jauh. Sebaliknya jika pattern ukuran kecil, maka tidak ada pilihan lain kita harus memotret dengan jarak sedekat mungkin. Perhatikan minimum focusing distance lensa Anda agar foto tetap tajam dan fokus. Untuk memotret pattern berukuran kecil, penggunaan lensa macro sangat direkomendasikan. Kedua, perhatikan sudut atau angle pemotretan. Kreatiflah dalam memotret. Jangan terpaku dengan sudut pemotretan yang sama dan berulang-ulang. Jika sebuah objek terlihat biasa saja dari satu sudut pemotretan, bisa jadi objek yang sama akan terlihat sangat indah dari sudut yang berbeda. Ketiga, perhatikan pencahayaan karena cahaya memegang peranan paling penting dalam pemotretam. Perhatikan arah jatuhnya cahaya ke objek dan pastikan intensitas cahaya yang tersedia cukup sehingga hasil foto tidak underexposure Upacara Ngaben karya Satmoko Tody

Petani Bawang di Tepi Danau Batur karya Wayan Gunayasa

(terlalu gelap) maupun overexposure (terlalu terang). Jangan lupa untuk memanfaatkan kedalaman bidang tajam dan bereksperimen dengan nilai nilai aperture pada lensa Anda. Memotret pattern memang menuntut kejelian dan kreativitas. Yang terpenting lagi, tentu saja harus terus-menerus melatih diri dengan memperbanyak memotret objek dengan pattern atau pola yang khas dan unik. Dengan “jam terbang” yang semakin tinggi, maka kemampuan untuk melihat pattern yang unik dari sebuah benda akan semakin terasah sehingga kualitas foto-foto yang dihasilkan juga akan semakin meningkat. Selamat berkreativitas dengan pattern! (ian)

Pattern of Rice Field karya Agus Sunantara


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Paing, 21 Juli 2019

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dibthkn Opr Gudang Laki2 Max30 Th,Min SMP Krm:POBOX 3138 Dps

Dcr Driver & Sales Counter bs Bhs.Inggris Hub. Merrys Tour 0361235700

Dicari Cepat!!!Tukang Kayu Utk Usaha Rumah Kayu Export.Jln.Ry Tojan 17 Gianyar.08123995608

B.BP.004.07.19.0000681

Dcr Pegawai brpnglman u/Kantor Notaris di Dps H:085100636111 B.BP.004.07.19.0000750

Dcr Sopir, punya SIM, kirim CV ke Bebek Tepi Sawah Resto Ubud B.BP.004.07.19.0000598

Dcr Tk.Jarit Pglmn,Gj+Tunjangan Kesehatan.Hp:0818566106/Ketut B.BP.001.07.19.0000659

B.BP.001.07.19.0000669

B.BP.001.07.19.0000617

Dicari Pemborong unt bangunan Lt.3 Luas 1100m2. 081339102188

B.BP.001.07.19.0000754

Dicari Sopir B1 bisa packing u.rest, minat Kirim CV ke 081353934845

Dicr Guru TK & FO,SMA Max 30Th Bs Kerja Team.Hub:082145707300 B.BP.001.07.19.0000426

Lowongon kerja dicari security perempuan Hub:087752379088 (Ditya) B.BP.031.07.19.0000724

Sopir u/Spa(antar jemput tamu) Hub.081246400852/081529427339. B.BP.001.07.19.0000716

Dicari Tamatan SMK/SMU yang suka Teknik Hub:08123807249

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

SERVICE

DIJUAL MOBIL

B.BP.031.07.19.0000707

B.BP.001.07.19.0000751

G.01

DIJUAL MOBIL

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

TOYOTA

DIJUAL TANAH

DIJUAL TANAH

DISEWAKAN RUKO

Dijual mobil Toyota Alphard S2.4 AT 2012, hitam,Bensin, 2.362 CC 450jt Nego, Hub. 081999250006 (Heri) BUC

Tnh 5A View Sawah Jl Raya DpsGilimanuk Tmr Pom Bensin Banyubiru,Jembrana Harga 60Jt/A,SHM 081236149380/081939193292.BU!!

Dijual Kav Samplangan Gianyar DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:082236881191/081805374433

Over Kontrak Ruko lantai 2 di Jalan Gunung Agung (depan Clandys), sisa 2 tahun 7 bulan.Minat hub.081338661942

B.BP.004.07.19.0000506

Djl Avanza 2014 Putih+Ijin Par Samsat baru (Juni) 143Jt Nego 081338718202 / 087762679877 B.BP.001.07.19.0000749

B.BP.001.07.19.0000746

Di jual, sebidang Tanah SHM, Luas 20 are/2000 M2, lokasi di Ungasan, belakang patung GWK. Hub.Kadek, Hp:081916362573. TP B.BP.004.07.19.0000709

Rush S TRD manual Putih asDK 2017BgsLowKM213Jt08123969166

Djl Tanah 7,5are Global 350Jt, 35 are 35Jt/Are H.081236966746

B.BP.001.07.19.0000756

B.BP.001.07.19.0000755

KURSUS

Hanya Rp.100 JUTA Per Unit Villa

Miliki Sekarang!!

VILLA Pinggir Pantai dengan pasir putih di SANUR BALI

PROPERTY

Informasi pasang iklan Telepon

TYA 081237675135 DONI 081338977777 www.7lazvillas.com C.0000593-BGN

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.07.19.0000093

Tanah+Bangunan Ls.23,3Are Lok. Pinggir Jln. Raya Kuta, Peminat Serius Hub.08192281012 Maaf TP

B.BP.001.07.19.0000623

PROPERTY DISEWAKAN TANAH

Diktrkan Tnh 3 Are Lok .Akasia XVI-A G.Melati Hub:08510323500

B.BP.001.07.19.0000736

B.BP.004.07.19.0000597

KEHILANGAN Hilang BPKB NO.K09110328-O DK 2876 BY AN.Siti Rohana B.BP.001.07.19.0000695

Hilang BPKB No.M11368471-O DK 5852 AAA AN.Untung Suyono

B.BP.001.07.19.0000694


10

Minggu Paing, 21 Juli 2019

Mendatar: 1. Cinta tanah air 5. Tusuk konde 8. Kereta api 9. Spons 12. Sejenis alat musik tiup 13. Penyanyi lagu-lagu cadas 15. Uzur ; Tua untuk wanita 16. Foto rontgen untuk melihat saluran perkencingan di dalam perut 17. Alu 19. Panggilan untuk perempuan 21. Menstruasi 22. Gunung berapi di Italia 23. Search and rescue 25. By the way 27. Pokok ; Inti 28. Minuman beralkohol dari penyulingan tebu 29. Hadir 30. Anak buah kapal 32. Mobil buatan Korea 34. Administrasi 36. Universitas Riau 37. Kacau ; Aduk (Bali) 38. Nama Nabi yang membelah laut 40. Manusia 43. Merek shampoo 44. Kepercayaan yang berkenaan dengan agama 45. Kandang kuda 47. Ada dan berkembang 48. Pecut 50. Senjata atau panah 52. Sebuah candi di Jawa Tengah Menurun: 1. Kelongsong peluru 2. Musang 3. Jangan 4. Dasar tuntunan hidup 5. Salam Hawaii 6. Makanan berupa pasta lekat manis dan berisi kacang-kacangan 7. Umbul-umbul (Bali) 10. Badai 11. Sejenis tumbuhan di sela-sela padi dan bisa dipakai sayur 14. Kecaman atau tanggapan 16. Kakek Pandawa dan Korawa 18. Titi nada 20. Ya 24. Film yang dibintangi Sylvester Stallone 25. Barang tambang yang merupakan bahan dasar aluminium 26. Warung internet 27. Lain dari pada yang lain ; luar biasa 31. Pisang 33. Induk (Bali) 35. Pabean 39. Bagian perahu yang sebelah muka 41. Menjadi berkurang 42. Hina 43. Penjepit kertas 46. Pembeslahan 49. Enterprise asset management

Mengenal potensi anak dengan Doodle Denpasar (Bali Post) Sebuah sistem yang dikenal dengan nama Doodle diyakini dapat membantu orang tua untuk mengenali dan mengembangkan potensi anak. Demikian terungkap dalam workshop yang digelar Sanur Independent School (SIS), Sabtu(20/7) kemarin. Menurut Rhiny Francisca, SE, CBHA, M.NLP, nara sumber workhop tersebut, doodle adalah coretan-coretan yang dibuat oleh anak-anak. “Ternyata gambar yang dibuat oleh anak bukan hanya coretan biasa tapi memiliki banyak makna,” imbuhnya. Rhiny juga menambahkan bahwa banyak hal bisa dilihat dari coretan seperti emosi anak dan mimpi serta keinginan terpendam seorang anak. “Analisa Doo-

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 407 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 27 Juli 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 4 Agustus 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 405 Mendatar: 1. RESTORASI 6. BEJ 8. KLONE 9. SAKUNTALA 10. GRAHA 11. KRAMA 13. SBO 14. ANDONG 16. EBI 18. MUANI 20. STASIONER 21. BRAKE 23. ARA 25. RAMPAI 27. ATK 28. TSURT (TRUST) 30. GETOL 31. AKADEMISI 32. INSAN 33. TUA 34. ANTROPODA

BPM/kmb33

Peserta workshop dle atau yang lebih dikenal dengan Doodle Analysis dan Doodle therapy. Hal ini bisa digunakan untuk analisis bakat, kecerdasan, perilaku dan kepribadian. Sedangkan untuk terapi bisa digunakan untuk alat bantu psikoterapi,”

kata Rhiny. Workshop kemarin diikuti oleh sekitar 30 anak-anak. “Orang tua sangat senang

dengan kegiatan seperti ini dan berharap agar acara rutin diselengarakan,” tutupnya.(kmb33)

Peran Pengobatan Herbal (Herbal Medicine) di Indonesia INDONESIA merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa nenek moyang kita memiliki pengetahuan dan keahlian yang mumpuni dalam mengidentifikasi, memproses, dan memanfaatkan bahan-bahan tanaman yang ada untuk kesehatan dan pengobatan. Olahan herbal tradisional seperti jamu atau loloh, boreh, parem, dan lain sebagainya telah digunakan sejak zaman dahulu dan sebagian besar diwariskan secara lisan sebagai obat atau minuman kesehatan tradisional keluarga. Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization, WHO) memperkirakan bahwa 80 persen populasi dunia bergantung pada herbal medicine atau pengobatan berbasis tanaman herbal dalam beberapa aspek dari kebutuhan pengobatan dasar mereka. Beberapa tanaman herbal seperti lidah buaya, kunyit, dan jahe telah umum digunakan untuk mengobati beberapa penyakit umum, dan dianggap sebagai bahan dasar obat rumahan di berbagai negara. Lidah buaya sering dimanfaatkan sebagai obat luka maupun luka bakar, kunyit memiliki khasiat sebagai antibakteri, sedangkan jahe dan cengkeh dapat digunakan untuk meredakan batuk. Bagian tanaman yang paling sering digunakan dalam pengobatan tradisional adalah daun, namun bagian tanaman lain seperti

bunga, buah, rimpang, akar, kulit batang, dan biji juga umum digunakan. Pengobatan dengan tanaman herbal dianggap sangat aman karena tidak memiliki efek samping atau efek sampingnya sangat minimal. Pengobatan herbal juga sangat selaras dengan alam, yang juga menjadi keunggulan utamanya. Selain itu, penggunaan tanaman herbal juga tidak dipengaruhi oleh usia maupun jenis kelamin. Hanya saja, efek terapi yang diinginkan biasanya tidak serta merta seperti obat modern/sintetik. Oleh sebab itu, obat herbal biasanya digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit ringan, pencegahan penyakit, serta menjaga kesehatan tubuh. Jika terdapat obat herbal yang diklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit dalam waktu singkat, kita patut untuk waspada dan mencari informasi mengenai keamanan dan legalitas produk tersebut, serta pastikan bahwa produk herbal tersebut tidak mengandung bahan kimia obat. Dalam memilih produk herbal yang beredar di pasaran, masyarakat juga perlu memastikan apakah obat herbal tersebut telah memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain sebagai obat tradisional, tanaman herbal juga dapat dimanfaatkan dalam pengembangan obat modern maupun sintetik. Contohnya adalah obat kina untuk malaria dari kulit batang tana-

man Cinchona pubescens, morfin dan kodein untuk analgesik atau penghilang rasa sakit dari tanaman Opium poppy, dan vinkristin sebagai antikanker dari tanaman Chatarantus roseus (tapak dara). Disamping itu, tanaman herbal juga digunakan sebagai pewarna alami, kontrol hama, makanan, parfum, the herbal, dan sebagainya. Pemanfaatan tanaman herbal di dunia meningkat drastis dalam beberapa dekade terakhir, seiring dengan keinginan masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature). Sayangnya, penelitian-penelitian ilmiah mengenai khasiat dan keamanan tanaman herbal masih sangat kurang. Hal ini sebenarnya merupakan kesempatan bagi peneliti-peneliti di Indonesia untuk lebih mengeksplorasi keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia untuk dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi jamu, obat herbal terstandar, maupun fitofarmaka. Ditambah lagi, Indonesia memiliki banyak sekali ramuan obat tradisional berupa jamu, loloh, dan lain sebagainya yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembangan obat herbal. Tentunya perlu disertai pula dengan standarisasi bahan baku obat dari tanaman herbal, sehingga diperoleh obat herbal yang terstandar dan memiliki baku mutu yang baik. Pentingnya pemahaman akan pengobatan herbal dalam masyarakat menjadi dasar bagi Fakultas Kedok-

teran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa untuk mengadakan seminar kesehatan bertajuk Warmadewa Global Health Conference 2019 dengan Herbal Medicine menjadi salah satu topik utamanya. Dalam seminar ini, akan dibahas mengenai tantangan dan peluang pengembangan bahan baku obat berbasis tanaman, aspek biomolekular dari herbal medicine, serta tantangan dan prospek masa depan dari tanaman herbal dalam pengobatan tradis-

ional di Bali. Seminar ini akan diadakan pada tanggal 13-14 September 2019 di Ruang Widya Sabha Utama, Gedung Rektorat Universitas Warmadewa, Jalan Terompong, no. 24 Denpasar. Info lebih lengkap dan registrasi dapat dilakukan melalui http://wghc2019. confcircle.org dan email: ghcwarmadewa@gmail.com Penulis, Made Dharmesti Wijaya S.Farm.,M.Sc.,Apt Dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unviersitas Warmadewa

Menurun: 1. RASISME 2. SUKSESI 3. ROTOR 4. IKATAN 5. KONGLOMERAT 6. BELANGA 7. JUMANJI 11. KONTEMPLASI 12. MASINIS 15. NUR 17. BOR (Bed Occupancy Ratio) 19. NIR 20. SKA 21. BONGKOT 22. ARITMIA 23. AKIHITO 24. ASUSILA 26. ATNANA (ANANTA) 29. RADAR

Pemenang TTS No. 405 1. Ni Luh Budi Hindari Br.Coblang, Desa Bengkala, Kec.Kubutambahan, Kab.Buleleng (HP:081-805-666-XXX) 2. I Ni Made Rai Irmawati Jl.Cempaka No.8, Br.Panglan, Desa Kapal, Kec.Mengwi, Kab.Badung (HP:085-739-967-XXX) 3. Ni Luh Parmini Br.Sambilaklak, Desa Kubu, Kec.Kubu, Kab.Karangasem (HP:081-999-745-XXX) 4. I Wayan Winda Jl.Tunjung Putih No.1, Br.Akta, Gianyar (HP:081-337-392-XXX) 5. Bagus Yasa Jl.Tibuan No.5, Br.Bernasi, Desa Buduk, Badung (HP:085-238-009-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Made Artini Alamat : Jl.Made Bina No.8, Br.Mertagangga, Desa Ubung Kaja, Denpasar (HP:087-754-462-XXX)


Minggu Paing, 21 Juli 2019

PHDI Bali Minta Umat Rayakan Galungan Tanpa Jor-joran Denpasar (Bali Post) Tinggal menghitung hari, umat Hindu akan merayakan hari suci Galungan, Rabu (24/7) mendatang. Galungan kali ini bisa dikatakan istimewa lantaran Bali sempat digoyang gempa dan Gunung Agung masih terbilang aktif. Oleh karena itu, umat Hindu hendaknya melaksanakan Galungan berdasarkan sastra dan tattwa tanpa perlu ada kesan jor-joran. Demikian disampaikan Ketua PHDI Bali, I Gusti Ngurah Sudiana, di sela-sela meng-

haturkan Bhakti Penganyar bersama Pemprov Bali di Pura Blambangan, Banyuwangi, dan Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (20/7) kemarin. “Supaya persembahan dan tata cara persembahan serta cara memusatkan pikiran untuk bersembahyang itu tepat menurut sastra dan tattwa, dan juga sesuai dengan keputusan Parisada Hindu Dharma Indonesia,” ujarnya. Sudiana menambahkan, di dalam perayaan Galungan

I Gusti Ngurah Sudiana

BPM/dok

yang terpenting tidak hanya persembahan. Tapi melakukan evaluasi diri, dimulai dari evaluasi pikiran yang paling utama, kemudian perkataan dan perilaku. Pada lontar Sundarigama telah diuraikan “Budha Kliwon Dungulan Ngaran Galungan patitis ikang janyana samadhi, galang apadang maryakena sarwa byapaning idep”. Dalam pelaksanaan Galungan itu, semua umat Hindu diharapkan memusatkan pikiran kepada Tuhan sehingga menemukan cahaya yang terang, mendapatkan pencerahan. Dengan mendapatkan pencerahan, lanjut Sudiana, maka seluruh pikiran yang negatif bisa dijauhkan dari perilaku hidup sehari-hari. Galungan juga harus dilaksanakan berdasarkan tattwa, dalam arti upacaranya tidak besar. Tapi memenuhi unsur satyam, siwam, sundaram yaitu kebenaran, kesucian, dan keindahan. Maksudnya, masyarakat menyucikan diri, memakai bahan yang suci, pikirannya ikhlas, dengan didasari oleh dharma. Hal itu akan berpengaruh kepada kesucian pikiran. “Pengendalian diri dan persembahyangan secara benar itu memenuhi unsur genep tanding. Semua unsur upacara terpenuhi tapi tidak berdasarkan perasaan dan perilaku jor-joran,” imbuhnya. Menurut Sudiana, Galungan akan menjadi jauh lebih bermakna jika dilaksanakan dengan ikhlas, sederhana, dan pikiran yang suci. Ketimbang dilakukan dengan wah, tapi tidak mengerti artinya dan tidak tahu tata cara persembahannya. (kmb32)

Bersaing Produk Lain Sepengetahuannya, pada bulan Juni hingga Agustus, jeruk Kintamani bersaing dengan produk dari Malang, Jember, dan Medan. Disinggung mengenai dampak yang dirasakan petani pascaterbitnya Peraturan Gubernur tentang pemanfaatan produk pertanian lokal, Murdana secara pribadi mengaku belum merasakan perubahan.

Sampai saat ini, ia masih menjual jeruk hasil panennya ke pengepul seperti sebelumsebelumnya. Ia tak terlalu paham apa dan bagaimana cara pengaturan produk pertanian lokal dalam Pergub tersebut. Ia hanya ketahui dalam Pergub itu pemerintah mengatur agar hotel dan restoran menyerap produk lokal petani. “Sekarang, apakah hotel beli langsung ke petani atau ambil melalui orang lain, saya kurang paham. Kalau mis-

alnya hotel atau restorannya terjun melihat kualitas dan membeli langsung ke petani, bisa jadi ada pengaruhnya. Tapi kalau saya pribadi sampai sekarang ini belum merasakan pengaruhnya,” ujarnya. Menurutnya, jika memang ada aturan itu, harus jelas aturan mainnya. Pemerintah juga mesti melakukan kontrol ke lapangan sehingga aturan yang dibuat bisa bermanfaat bagi petani sesuai harapan. (ina)

Menjamin Keamanan Terkait dengan kasus yang terjadi, ia berharap dapat segera diatasi mengingat bank juga telah melakukan komunikasi dan menjamin keamanan dana nasabah kepada masyarakat. BI juga mengimbau masyarakat atau nasabah tetap tenang, dan jika ingin tahu tentang saldo dan keamanan

rekeningnya, dapat mengkonfirmasi atau mengecek kepada bank, agar memperoleh informasi yang benar terkait keamanan saldo rekeningnya. Pascaproses normalisasi saldo rekening nasabah, Bank Mandiri mengungkapkan seluruh layanan kembali beroperasi normal. Layanan tersebut meliputi Mandiri Online, internet banking, SMS banking, ATM dan EDC. Corporate Secretary

Bank Mandiri Rohan Hafas menjelaskan nasabah dapat bertransaksi normal dengan seluruh alat pembayaran Mandiri. Nasabah sudah bisa bertransaksi seperti sediakala. “Sekali lagi mohon maaf atas ketidaknyamanannya, saat ini layanan sudah pulih dan kami senantiasa memastikan keamanan rekening nasabah.” kata Rohan dalam keterangannya Sabtu (20/7) kemarin. (kmb42/kmb)

Menghaturkan Gebogan Jika dulu umat menghaturkan gebogan, kini cukup dengan menghaturkan buah yang sederhana. Sampian yang digunakan kini juga lebih fleksibel dan dinamis. Seperti sampian dari ental yang bisa digunakan beberapa kali. Perubahan yang terjadi menyambut hari suci ini tidak mengurangi makna Galungan. Pengamat ekonomi Prof. Wayan Ramantha mengamati fenomena produk-produk upakara yang sudah jadi ini terjadi seiring dengan adanya permintaan. Ini memberi peluang usaha baru bagi masyarakat Bali. Sehingga secara ekonomi, akan menggerakkan ekonomi Bali. Fenomena ini terjadi seiring dengan aktivitas masyarakat khususnya ibu– ibu beragama Hindu yang bekerja di berbagai instansi, mengurus usaha, berprofesi, dan sebagainya. “Tapi sebetulnya tidak terlalu masalah pergeseran

itu ketika profesi di bidang itu tetap dikerjakan oleh krama Bali yang profesional di bidang itu. Misalnya tukang banten yang semula ngayah di pura saja, tapi kemudian beralih ke aktivitas ekonomi,” ujarnya. Fenomena sosial budaya ini memengaruhi ekonomi Bali. Kata dia, ekonomi Bali akan meningkat, karena dengan adanya penyediaan jasa dan produk-produk upakara ini. Ibu rumah tangga yang juga sebagai karyawati, pengusaha atau memiliki profesi tertentu, dapat fokus bekerja. Dengan demikian, daya belinya akan meningkat. Di lain sisi, yang membuat sarana prasarana upakara ini juga memiliki profesi atau muncul profesi baru di bidang budaya. “Kalau dulu pekerjaan membuat banten, membantu tetangganya dalam menyiapkan sarana prasarana upakara merupakan aktivitas sosial, sekarang pekerjaan itu bisa menjadi sumber penghidupan bagi golongan masyara-

kat tertentu, dengan demikian angka pengangguran bisa ditekan. Daya beli bisa meningkat dan perputaran ekonomi kita berkisar di Bali saja,” ujarnya. Aktivitas ekonomi yang berbasis budaya dan Agama Hindu itu termasuk bahan bakunya diharapkan juga dari lokal. Dengan adanya Pergub 99 tahun 2018 pada akhirnya diharapkan aktivitas sosial budaya ini bisa berdampak ekonomi pada masyarakat Bali. Namun ke depan, perlu dipikirkan ketergantungan komoditas dari luar pulau bahkan luar negeri dapat ditekan. Seiring dengan upaya itu, juga perlu dipikirkan tentang penggunaan teknologi di bidang pertanian untuk meningkatkan produktivitas, kontinuitas, dan kualitas sehingga dapat mandiri memenuhi kebutuhan Bali. Pemerintah juga harus mendukung petani dari sisi teknologi agar dapat meningkatkan kualitas, produktivitas dan kontinuitas pertanian. (may)

Minggu, 21 Juli 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Melarapan Karya Ngenteg Linggih Pinake Sarana Nincapang Srada Bakti Ring Ida Sang Hyang Widi (4) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Line Dance Cera Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Kartun

09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita

Ball Hanoman(1) Belajar Menggambar Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV DW TV Puja Trisandya Dharma Wacana Melarapan Karya Ngenteg Linggih Pinake Sarana Nincapang Srada Bakti Ring Ida Sang Hyang Widi (5) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali

15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Harmoni Bali Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Banjar Bali Quis Kris Samatra Artis Bali 3G Indi Band Generation Gus Rajes Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Pura Puseh Beng Carangsari (1) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song

BPM/ist

BERSAMA - Ketua Badan Pengawas Dr. AAN Subawa dan Kasek Made Budiadnyana bersama siswa saat parade ekstra MPLS SMA Saraswati 1 Denpasar.

Pemerintah Mesti Dengarkan Keluhan Sekolah Swasta SMA Saraswati1 Denpasar Gelar Parade Ekstra

Denpasar (Bali Post) Kisruh PPDB yang membuat sejumlah sekolah swasta kekeringan siswa ditanggapi serius oleh pengamat pendidikan Dr. dr. A.A. Ngurah Subawa, M.Si. Saat membuka acara ramah tamah siswa baru SMA Saraswati 1 Denpasar, Sabtu (20/7) kemarin, dia meminta pemerintah mendengarkan semua keluhan sekolah swasta. A.A.N. Subawa yang juga Ketua Badan Pengawas Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar ini menegaskan PPDB harus segera dievaluasi agar tahun depan lebih baik lagi. Jika ini dibiarkan jelas merugikan siswa, keluarga, dan akhirnya masyarakat. Sebab, sekolah swasta sangat berperan sejak

lama mendidik anak bangsa. Kepala SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar, I Made Budiadnyana, M.Si., mengucapkan astungkara tahun ini, SLUA Saraswati 1 Denpasar sebagai SMA swasta tertua di Bali didirikan tahun 1952, menjadi SMA swasta yang paling dipilih oleh masyarakat Bali di tengah ketatnya persaingan dan aturan PPDB yang selalu berubah. Ke depan, Budiadnyana meminta pemerintah memberdayakan sekolah swasta. PPDB tahun ini perlu dievaluasi sehingga tahun depan tak berdampak pada sekolah swasta. Acara ramah tamah kemarin, diisi dengan segala jenis potensi seni siswa baru, pen-

Sehingga dalam menyambutnya dilakukan dengan penuh kehitmatan, penuh keyakinan dan penuh dengan sradha yang menguatkan bahwa pada hari itulah anugerah akan datang pada umat. “Untuk itu, maka maknai yadnya sebagai persembahan suci, bukan korban suci. Jika pengorbanan saja tanpa lan-

dasan sastra dan ketulusan akan sia-sia. Karena persembahan, maka saat itu semua yang kita persembahkan adalah segala upakara yang sesuai dengan kemampuan agar tidak memberatkan,” ujar praktisi Agama Hindu, I Kadek Satria, S.Ag., M.Fil. H., Sabtu (20/7) kemarin. Dosen filsafat Unhi Denpasar ini menyarankan agar umat Hindu dalam melakukan persembahan harus disesuai-

carian bakat di akademis dan non-akademis. Sebelumnya, sekolah ini juga menggelar parade ekstrakurikuler. Seperti diketahui sekolah ini sukses merekrut jumlah siswa baru sesuai dengan kapasitas ruangan yang tersedia dan sesuai dengan target yang ditetapkan. Ini semua berkat dukungan masyarakat Bali, Yayasan PR Saraswati dan warga sekolah. Pada MPLS juga disosialisasikan moto sekolah yang berbunyi ‘’Smart is Crucial Personality is More’’ atau’’ Cerdas itu penting namun kepribadian jauh lebih penting’’. Made Budiadnyana didampingi Wakasek Dra. I.A. Kendran, Drs. Nyoman Musten, Drs.

Penuh Kehitmatan

kan dengan kemampuan yang dilatarbelakangi dengan kesucian dan ketulusan. Sehingga, yadnya yang dilakukan bermanfaat. Seperti halnya dalam pembuatan penjor yang merupakan instrumen penting pada hari suci Galungan. Dikatakan, penjor yang layak dalam galungan adalah yang berisi palabungkah, palagantung, palawija, dan palarambat, sehingga menjadi simbol kesuburan alam. Sebab,

I Made Resika, dan Ni Nyoman Jani Artini, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat atas kepercayaan mendidik putra-putrinya di SLUA Saraswati Denpasar. Kepercayaan ini akan diemban dengan baik melalui pelayanan pendidikan berkualitas. SLUA Saraswati akan terus berbenah diri dan meningkatkan kualitas sehingga menjadi sekolah pilihan pertama bagi lulusan SMP di Denpasar. Bahkan usai MPLS, sekolah melakukan seleksi untuk empat kelas unggulan atau kelas lab yakni tiga kelas jurusan IPA dan satu kelas IPS. Mereka diseleksi lewat tes wawancara, tes tulis penjaringan (TPA) kelas Lab. (bns)

hal itulah yang menjadi makna sesungguhnya dari penjor. “Saat Galungan adalah hari yang tepat untuk memenangkan diri yang sesungguhnya, sehingga kita menjadi menang yang sesungguhnya. Jangan jual tanah untuk yadnya besar, karena itu yadnya yang rajasika. Marilah memuliakan pertiwi untuk yadnya, sehingga hidup ini damai dan sentosa,” ujarnya. (win)

Menyatukan Kecerdasan

’’Jadi, hari suci Galungan dan Kuningan adalah menyatukan segala kecerdasan pikiran agar kehidupan ini bisa berjalan terang, menyejahterakan dunia lahir dan batin. Kemenangan berbasis kebenaran atau dharma, jika mampu mengarahkan segala kecerdasannya itu untuk menyejahterakan semesta ini. Kedua, aspek sarana atau material yakni segala alat atau sarana upakara dan upacara pada saat Galungan. Hal ini sesungguhnya lebih ke arah dimensi sosial agama, karena manusia juga hidup dalam tatanan sosial. Sehingga dituntut juga memenuhi social cost-nya, berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan. Maka ada kepuasan sosial jika mampu beragama sesuai dengan tuntutan nilai sosial itu, meskipun nilai itu tidak substantif. Persoalanya sekarang, kata Duija, bagaimana membangun kesadaran kolektif kita bahwa material hendaknya mengikuti substansi, sehingga dalam kondisi apa pun umat tetap ber-yadnya tanpa beban

religius dan beban sosial. Dikatakannya, kita tidak bisa menyalahkan praktik agama dalam berbagai tradisi, karena itu bagian dari sebuah realitas agama--sanatana dharma dan nutana dharma. Yang perlu dilakukan adalah sederhanakan cara berpikir. Seberapa yang bisa kita lakukan. Seperti ‘’saa’’ pemangku kita Iki manusanira angaturaken canang asebit sari. Artinya, kalau hanya mampu asebit atau sedikit, juga bisa. Hal yang sama disampaikan dosen IHDN Denpasar Prof. Dr. Made Surada bahwa makna Galungan adalah kemenangan dharma atas adharma. Yang penting saat ini kita mampu menyeimbangkan tattwa, susila dan upacara yadnya serta lebih banyak memaknai ke dalam diri atmanastuti. Kurangi ke luar atau hura-hura yang banyak menghabiskan dana yang kadang-kadang ke luar dari makna Galungan dan Kuningan itu. Kata Surada, dalam merayakan Galungan, penjor harus ada, tapi disesuaikan dengan tattwa bahwa ada palagantung dan palabungkah-nya. Tidak mesti penjor yang ma-

hal. Dosen Unhi Dr. Wayan Budi Utama juga sepakat bahwa perayaan hari raya keagamaan tidak perlu mewah. Sesuaikan dengan kemampuan. ‘’Tidak perlu mewah apalagi gengsi hanya untuk mendapatkan pengakuan,’’ ujarnya. Menurutnya, yang menjadi kelemahan kita bahwa perayaan hari raya keagamaan cenderung bersifat “ria” atau mewah dan megah. Kalau dana memungkinkan, silakanlah. Tetapi jangan sampai memaksakan demi gaya hidup. Oleh karena itu, saran Budi Utama, ungkapkanlah rasa syukur pada hari suci dengan

tulus ikhlas. Jangan sampai agama menjadi beban. Sebab agama sejatinya ingin membebaskan umat dari keterikatan dunia. Jadi, secara pelan dan pasti perayaan hari Galungan dan Kuningan harus dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Hyang Widhi atas hidup dan kehidupan ini. Janganlah dimaknai sebagai hari pesta dan perayaan gaya hidup yang tentu saja berbiaya mahal. ‘’Sekali lagi, perayaan hari raya Galungan harus dimaknai sebagai kesempatan bersyukur tanpa harus menonjolkan gaya hidup glamor. Kata kuncinya, agama harus dijadikan pengendali indria,’’ ujarnya. (lun)


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu PAING, 21 Juli 2019

BPM/ist

TENIS MEJA - Peserta turnamen internasional tenis meja bertajuk “Bali Open International Table Tennis Championship 2019” berbaris dalam acara pembukaan (kiri) dan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose saat membuka Turnamen tersebut.

Bali Open

Atlet Porprov Jajal Petenis Meja Dunia TURNAMEN tenis meja terbuka bertajuk “Bali Open International Table Tennis Championship 2019” dihelat di GOR Merpati 19-21 Juli. Event yang penyelenggaraannya di rangkaikan dengan Hari Bhayangkara ke-73 ini dimeriahkan atlet Porprov Bali dari seluruh kabupaten dan kota se-Bali, atlet pra PON dari berbagai provinsi termasuk petenis meja dari belasan negara. Negara yang menerjunkan atletnya, seperti Macau, Guangzhou, Guangdong, Tangshan, Sichuan, Guangxi, Taiwan, Hongkong, Filipina, Malaysia, Jerman, dan Republik Cezh. Ketua Umum Pengprov PTMSI Bali yang juga Kapolda Bali Irjen. Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menyebutkan suatu kehormatan bagi atlet Porprov Bali yang berlaga pada event ini, mengingat petenis meja mancanegara yang ikut berpartisipasi merupakan juara Thailand Terbuka, bahkan ada yang memperkuat klub liga 1 di China. “Atlet yang turun pada event akbar ini berkelas dunia,” tutur Irjen. Pol. Petrus Golose. Ia mengakui, potensi petenis meja Bali cukup bertalenta, hanya

mereka perlu menambah jam terbang dengan mengikuti berbagai turnamen level internasional. Kapolda Petrus Golose berobsesi kelak petenis meja Bali mampu berkiprah di kancah nasional maupun internasional asalkan pembinaannya dilakukan dengan serius. Pelatih Porprov Buleleng Gede Ardika menyambut antusias hajatan ini, sebab atlet asuhannya bisa menimba pengalaman dan jam terbang guna meladeni atlet–atlet nasional dan internasional. “Saya yakin anak–anak bisa

menambah wawasan dan teknik–teknik barunya pascaberlaga pada event bergengsi ini,” ujarnya. Untuk itu, Ardika patut berbangga karena seluruh Pengkab dan Pengkot PTMSI mengirimkan atlet Porprovnya sebagai ajang try in maupun try out. Ia tidak memungkiri atlet tenis meja provinsi lain juga menurunkan atlet Pelatda sebagai persiapan menyongsong gelaran pra PON. Ia menyebutkan DKI, Papua Barat, Kepri, Sumsel beramai–ramai mengirim atletnya, sekaligus saling

intip kekuatan provinsi lainnya. “Provinsi lain sudah getol menyiapkan atlet pra PON, walaupun jadwal pra PON juga belum dipastikan,” ungkapnya. Peraih emas tunggal putra pada PON XIX/2016 di Jabar, Vicky Supit (Jatim) juga ikut menyemarakkan kejuaraan ini. Bahkan putra dari mantan petenis meja nasional Sinyo Supit ini melaju sampai babak 16 besar hingga Sabtu (20/7) kemarin. “Saya mematok target juara pada event ini,” ungkap Vicky Supit yang juga meraih perunggu PON Jabar berpasangan dengan M. Husen. Vicky turun pada Bali Open ini mengusung bendera Telkom Indonesia. Menurut Vicky, event akbar seperti ini sangat jarang di Indonesia, karena itu dirinya ikut mendaftar dan berniat menjajal kekua-

tan petenis meja asing. Atlet Papua Barat M. Yahru Nainufar juga melaju sampai ke babak 16 besar. Ia bersama rekan se-timnya putra dan putri memang dipersiapkan mengikuti pra PON. “Atlet tenis meja Papua Barat ini ditangani pelatih Yon Mardiono,” terangnya. Yahru juga bangga berlaga pada turnamen ini, sebab bisa mencoba kekuatan petenis meja asing khususnya dari China. Usai kejuaraan ini, Yahru dan rekan–rekannya mengagendakan berlibur dan mengunjungi objek wisata di Pulau Seribu Pura ini. Disisi lain, pelatih tenis meja Kepulauan Riau (Kepri) Bobby Ertanto mengatakan pihaknya juga menurunkan atlet asuhannya, ia biasa melatih di Gedung PPLP Kepri. “Kami sehari berlatih dua kali selama 6 jam,” jelasnya. Bobby

Sepuluh Pebilliard Dipanggil Ikuti Selekda Denpasar (Bali Post)Pengptov POBSI Bali memanggil 10 atlet, guna mengikuti Selekda pembentukan tim Pra PON Bali di Obrigado. Selekda digelar mulai Sabtu (20/7) kemarin, sampai dengan Senin (22/7) besok. Ke sepuluh pebiliard yang dipanggil adalah Yudarman, Ngakan Nyoman Toni Cahaya Putra, Awan Parasola, A.A Diah, Dhitya Octora, Komang Wijaya, Edward Sandjaya Ikhwan, Eva Simanjuntak, Putu Widiarta dan Ketut Erawan. Wakil Ketua Umum Peng-

prov POBSI Bali Willy Soedarno, disela–sela Selekda menjelaskan dari 10 atlet ini akan dipanggil 4 atlet, yang terdiri atas 3 atlet putra dan seorang atlet putri. Untuk atlet putri di seleksi selama dua hari sampai dengan Minggu (21/7) ini, sedangkan atlet putra melakoni seleksi hingga Senin (22/7) besok. Keempat atlet yang lolos selanjutnya bergabung bersama enam atlet pra PON. Keenam atlet pra PON yang terjaring adalah Irwan Limardi, Made Marsel Tirta, Desak Raka Ka-

sih Ariati, Edi Wirawan dan Oei Kim Han (snooker), Gede Putrawan (english billiard). Willy Soedarno yang juga manajer tim pra PON menambahkan ke 10 pebilliard yang di seleksi merupakan atlet yang berprestasi pada Kejurnas dan PON XIX/2016 di Jabar lalu. Menurut Willy, pebilliard Bali akan turun pada 14 nomor dari total 17 nomor yang dipertandingkan. “Atlet kami absen di nomor charom,” jelasnya. Willy bertekad, pebilliard Bali lolos sebanyak–banyaknya menuju PON Papua. (022)

Jepun Bali Archery Raih 6 Perak di Bogor SEBAGAI klub panahan yang baru terbentuk delapan bulan silam, Jepun Bali Archery berhasil menorehkan prestasi menggembirakan. Dalam ajang the 3rd Bogor Open Archery Championship 2019 yang dilaksanakan 6-13 Juli 2019, Jepun Bali Archery meraih 6 perak dan 4 perunggu. Ketua Jepun Bali Archery Daniel Pandjaitan mengatakan klubnya baru mengikuti dua kali pertandingan dan ini pertama kali bertanding di luar Bali. “Target awal kami kejuaraan ini hanyalah sebagai eye opener. Kami ingin menunjukkan bahwa di Bali

ada klub panahan baru namanya Jepun Bali Archery,” ujarnya Jumat (17/7) kemarin. Tim Jepun Bali Archery menurunkan 25 atlet yang mayoritas berstatus pelajar. Mereka mengikuti 35 nomor pertandingan dari 3 divisi yakni nasional, recurve, dan compound. Ternyata dalam event yang pertama kali diikuti di luar Bali ini, para pemanah tampil penuh semangat. Hal ini sangat mengembirakan sebab sebagai klub yang baru berdiri delapan bulan lalu tampil di kejuaraan nasional berhasil pulang membawa 6 perak dan 4 perunggu. “Ini berkat dukungan para at-

Tim Jepun Bali Archery yang bertanding di Bogor.

let, orangtua, offisial serta bimbingan dua pelatih kami, Coach Made Suwatra dan Coach Wiryawan Richard, dan Asisten Coach Ong Sie Djin,” tegas Daniel. Selanjutnya tim Jepun Bali akan mengikuti event di Surabaya, Jawa Timur 3-11 Agustus 2019. Ke depannya, Daniel berharap Jepun Bali Archery bisa menjadi klub panahan yang menghasilkan atlet-atlet muda andal yang berpretasi di tingkat nasional maupun internasional. Mereka juga diharapkan menjadi atlet panah yang hebat, rendah hati dan terus mau belajar. (kmb33)

BPM/kmb

BPM/PBSI

Pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Blibli Indonesia Open 2019

Ganda Putra Pastikan Gelar

JakartaDua wakil ganda putra Indonesia akan bertarung memperebutkan titel juara Blibli Indonesia Open 2019. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan lebih dulu melaju dengan mengalahkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) dengan skor 1721, 21-19, 21-17. Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon kemudian menyusul dengan menang dua game langsung dari Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok), dengan skor 219, 21-13. Sebagai pelatih, tentunya Herry Iman Pierngadi merasa lega karena harapannya tercapai yakni Indonesia bisa menyegel gelar juara. “Yang pasti puji syukur bisa all Indonesian final, ini turnamen besar, seluruh pemain dunia ikut. Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang antusias menonton, banyak yang susah dapat tiket,” kata Herry dalam konferensi pers usai pertandingan Kevin/ Marcus. “Ini hadiah untuk ma-

syarakat Indonesia dari Hendra/Ahsan dan Kevin/Marcus,” lanjutnya. Herry juga menegaskan bahwa ia tak akan memberikan arahan atau pengaturan strategi kepada kedua pasangan. “Tidak ada, kan sama-sama mau mengumpulkan poin ke olimpiade sebagai pelatih, saya harus netral. Tidak ada arahan strategi untuk besok,” tutur Herry. Meskipun jika melihat kekuatan di atas kertas, Kevin/Marcus punya peluang yang lebih besar untuk meraih gelar juara, namun Herry mengatakan bisa saja terjadi kejutan, apalagi penampilan Hendra/Ahsan akhir-akhir ini tengah menanjak. “Memungkinkan sekali ada kejutan, karena mereka ini dua pasangan andalan Indonesia, saya rasa bisa memungkinkan ada kejutan,” pungkasnya. “Besok saya ngopi saja, seperti biasa, sambil nonton di tribun, ha ha ha,” canda Herry. Final ganda putra Blibli Indonesia Open 2019 akan dimainkan di partai terakhir. (kmb33)

yang juga merangkap atlet biasa melatih dari pukul 09.00 – 12.00 ditambah dari pukul 16.00 – 19.00. Pascamengikuti turnamen di Pulau Dewata ini, dirinya mengevaluasi

teknik permainan atlet asuhannya. “Saya yakin anak– anak selama bertanding di Bali ini mampu memperkaya teknik dan strategi bermainnya,” kata dia. (nel)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 21 Juli 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu