Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Tarik Alat Bukti C1
Jakarta (Bali Post) Sidang lanjutan hari ketiga Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Pemilu Presiden (PHPU Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (19/6) kemarin, mendengarkan keterangan saksi-saksi serta bukti yang diajukan Tim Hukum Paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandiaga) selaku pemohon. Sejumlah saksi dihadirkan Tim Hukum Prabowo-Sandiaga sesuai dengan materi gugatan yang diajukan. Sebanyak 15 saksi dan dua ahli disiapkan oleh tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga. Pada sidang lanjutan tersebut, Tim Hukum Prabowo-Sandi menarik alat bukti C1 (formulir pencatatan penghitungan suara) yang sebelumnya sudah diserahkan ke Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi (MK). Jumlahnya sebanyak 28 kontainer. Alat bukti tersebut ditarik setelah majelis hakim konstitusi yang dipimpin Ketua MK Anwar Usman mempersoalkan alat bukti yang diajukan. Menurut majelis, banyak alat bukti tidak disu-
sun sebagaimana kelayakan dan kelaziman dalam hukum acara. Karena itu, alat bukti tersebut tidak bisa diverifikasi. Majelis memberi waktu bagi tim Prabowo untuk memperbaiki hingga pukul 12.00 WIB. Jika tidak diperbaiki, MK tidak akan mengesahkan seluruhnya menjadi alat bukti. Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto, mengatakan pihaknya akan menggunakan kelonggaran waktu tersebut untuk melakukan perbaikan. Namun, jika waktunya tak mencukupi, alat bukti tetap ditarik. ‘’Ada lebih dari 30 kontainer dan mungkin dari 28 bukti di sini yang sudah diterima oleh MK, barang (bukti) sekarang ini memang
C1 Pak Ketua, dan saya akan cabut saja ini akan kita ambil tidak kami ajukan,’’ urai Bambang Widjojanto (BW). Sebagai gantinya terdapat kurang lebih 30 kontainer yang sudah diverifikasi oleh kepaniteraan MK. BW mengatakan pihaknya juga akan merapikan barang-barang bukti tersebut. ‘’Bukti-bukti ini kami akan tarik dulu, akan kami susun kalau memang pada saatnya memang tidak terpenuhi bukti ini tidak kita ajukan,’’ ucap BW. BW mengatakan pihaknya menggunakan alat bukti lain yang sudah disusun menurut kelaziman hukum acara. ‘’Sekarang ada bukti nomor 146 yang sudah tersusun dan nanti bisa dicek dan kami
serahkan sepenuhnya kepada mekanisme untuk konfirmasi dan klarifikasi dan mudahmudahan ini juga bisa disahkan sesuai dengan hukum acara. Kami minta maaf untuk ini,’’ katanya. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU)-RI Arief Budiman menegaskan untuk menjawab keterangan saksi-saksi dan bukti yang diajukan Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, KPU selaku pihak termohon pada sidang selanjutnya akan menghadirkan saksisaksi yang relevan, sesuai dengan dalil permohonan Prabowo-Sandi. ‘’KPU akan menghadirkan saksi yang relevan dengan apa yang didalilkan oleh pemohon,’’ tegas Arief. (kmb4)
Bali Post/ade
SAKSI - Direktur IT BPN Agus Maksum memberikan kesaksian dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019, Rabu (19/6) kemarin.
Hakim Arief Hidayat Ancam Usir BW Dewa Palguna Cecar Saksi Hermansyah
Bali Post/ant
Sidang - Ketua KPU-RI Arief Budiman (tiga kanan) saat sidang di MK, Rabu kemarin.
Menhan Harapkan Polisi Pertimbangkan Posisi Kivlan Zen Jakarta (Bali Post) – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyatakan pernah diminta bantuan Kivlan Zen. Namun, ia menyatakan tak bisa membantu banyak karena masalah politik dan hukum. Walaupun demikian, Menhan mengharapkan agar polisi mempertimbangkan posisi Kivlan Zen yang kini tersangkut kasus senjata ilegal. Terkait kasus tersebut, Menhan meminta polisi agar menegakkan aturan. ‘’Kalau hukum ya… tegakkan hukum yang benar. Kalau polisi sudah benar, kenapa tidak nyaman. Tegakkan saja, siapa pun, menteri pun, presiden pun bisa kena hukum kok,’’ kata Ryamizard saat ditemui di Gedung Nusantara II Kompleks MPR/DPR-RI, di Senayan, Jakarta, Rabu (19/6) kemarin. Meski demikian, mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini mengharapkan Kivlan Zen tidak disamakan dengan kasus kejahatan lain, meski saat ini terjerat kasus hukum. ‘’Penjahat narkoba salahnya sama dengan yang sudah banyak jasanya itu kan lain dong, nah itu harus dibedakan,’’ ujarnya lagi. Ia juga mengharapkan petugas kepolisian mempertimbangkan posisi Kivlan Zen yang ia sebut sebagai seniornya dulu di TNI. Pertimbangan itu, lanjutnya, karena mantan kepala Kostrad itu salah satunya juga berjasa kepada negara. ‘’Saya sudah bisik-bisiklah dengan teman polisi, coba dipertimbangkan lagilah. Saya kan cuma pertimbangkan, bukan tidak boleh dihukum, tidak. Pertimbangkan,’’ katanya. Meski mengakui Kivlan Zen sempat meminta bantuan kepada dirinya, Ryamizard mengungkapkan ia tidak bisa membantu banyak karena masalah politik dan hukum di luar kemampuannya. ‘’Makanya, saya tidak berani itu. Hukum harus ditegakkan,’’ katanya pula. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut anggapan Kivlan Zen bahwa dirinya merasa difitnah setelah menjalani konfrontasi di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/6), adalah hak konstitusional. ‘’Itu merupakan hak konstitusional dari yang bersangkutan dalam pemeriksaan. Silakan saja,’’ ujar Brigjen Dedi di Jakarta, Rabu kemarin. Ia menjamin pihak kepolisian tetap profesional selama proses penyidikan dengan berpegang teguh pada Pasal 184 KUHP yang mengatur tentang alat bukti. Dalam proses penyidikan, Dedi menyebutkan pihak penyidik tidak hanya menggali keterangan dari tersangka Kivlan Zen dan Habil Marati. ‘’Polri juga menggali alat bukti yang lain. Baik berupa keterangan saksi, kemudian keterangan saksi ahli, kemudian bukti petunjuk dan surat,’’ ujar Dedi. (ant)
Bali Post/ant
RENCANA PEMBUNUHAN - Tersangka dugaan rencana pembunuhan pejabat negara, Iwan Kurniawan (kanan), berjalan dengan pengawalan polisi, Rabu (19/6) dini hari.
Jakarta (Bali Post) – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat mengancam akan mengusir Ketua Tim Kuasa Hukum PrabowoSandi, Bambang Widjojanto (BW), dari ruang sidang karena memotong jawaban dari saksi saat diberi pertanyaan oleh hakim. Awalnya Arief Hidayat menanyakan kepada saksi kedua yang dihadirkan pemohon, Idham, tentang kesaksian yang akan diberikan serta keberadaan saksi terkait
kesaksiannya. Idham yang merupakan seorang konsultan menjawab berada di kampung, tetapi akan memberikan kesaksian tentang daftar pemilih tetap (DPT) tingkat nasional yang didapatnya dari DPP Partai Gerindra. ‘’Kalau Anda dari kampung mestinya yang Anda ketahui kan situasi di kampung itu, bukan nasional kan,’’ tutur Arief Hidayat. Bambang Widjojanto memotong dengan men-
gatakan saat seseorang berada di kampung tetap dapat mengakses informasi dari mana saja. ‘’Mohon maaf, saya di kampung, tetapi saya bisa mengakses dunia melalui kampung, Pak. Bapak sudah men-judgement seolah-olah orang kampung tidak tahu apa-apa, juga tidak benar,’’ kata Bambang. Saat hakim hendak menjawab, Bambang terus memotong dan meminta hakim untuk mendengarkan kesaksian ter-
lebih dahulu, sehingga hakim menegur Bambang agar diam dan membiarkan hakim berdialog dengan saksi. ‘’Begini Pak Bambang, saya kira sudah cukup, saya akan dialog dengan dia. Saya mohon juga Pak Bambang diam, kalau tidak stop Pak Bambang saya suruh keluar,’’ kata Arief Hidayat. Bambang Widjojanto kemudian menyebut akan menolak apabila hakim melakukan tekanan, khususnya kepada saksi yang dihadirkan. Hakim
selanjutnya menegur kembali Bambang untuk diam agar dialog dengan saksi dapat diteruskan. Sementara itu, hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna mencecar saksi yang dihadirkan kuasa hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tentang keamanan selama memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU). Hal. 15 Merasa Terancam
Pada KTT ASEAN
Jokowi Angkat Isu Perang Dagang
Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo membahas persiapan kunjungan kerja menghadiri KTT ASEAN di Bangkok, Thailand serta KTT G-20 di Osaka, Jepang. ‘’Di dua pertemuan penting ini kita harus menggunakan momentum sebaik-baiknya untuk merebut peluang-peluang yang ada, terutama dalam rangka penguatan ekonomi negara dan kepentingan nasional kita,’’ kata Presiden Jokowi saat membuka rapat di Kantor Presiden, Jakarta pada Rabu (19/6) kemarin. Menurut Presiden, Indonesia dalam KTT ke-34 ASEAN akan mengajak seluruh negara anggota bersatu mengantisipasi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Hal itu perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga mengangkat pemberantasan sampah di laut. ‘’Kemudian yang ketiga yang berkaitan dengan percepatan perdamaian di Rakhine State, Myanmar,’’ ungkap Jokowi terkait hal yang akan diangkat Indonesia dalam KTT ASEAN. Sementara itu, dalam KTT G-20, Indonesia akan mengangkat persoalan ekonomi dan keuangan global.
KTT Ke-34 ASEAN di Bangkok akan diselenggarakan pada 22-23 Juni 2019. Forum tersebut mengangkat tema ‘’Memperkuat Kemitraan bagi Keberlanjutan’’. Sejumlah hal yang rencananya dibahas yakni mengenai pertumbuhan ekonomi, pertahanan dan keamanan, serta konektivitas di kawasan. Sementara itu, KTT G-20 akan diselenggarakan pada 28-29 Juni 2019 di Osaka, Jepang. Forum itu akan mempertemukan sejumlah pemimpin negara anggota G-20 yakni Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Tiongkok, Uni Eropa, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Kerajaan Inggris, dan Amerika Serikat. Perhelatan itu akan mengangkat sejumlah tema yakni ekonomi dunia, investasi dan perdagangan, inovasi, lingkungan dan energi, lapangan kerja, pemberdayaan perempuan, pembangunan, serta kesehatan. Beberapa hal yang juga akan dibahas ditengah-tengah KTT G-20 yakni mengenai perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). (ant)
Bali Post/ant
KTT G-20 - Presiden Joko Widodo berbincang dengan Mensesneg Pratikno saat memimpin rapat terbatas persiapan KTT ASEAN dan KTT G-20 di Kantor Presiden, Rabu (19/6) kemarin.
Kunjungan Wisatawan Domestik ke Objek Wisata Turun Drastis MAHALNYA harga tiket pesawat berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan domestik ke Bali. Jika dibandingkan Mei 2018, kunjungan wisatawan pada Mei 2019 turun sebesar 12 persen. Khusus wisatawan domestik, penurunan bahkan mencapai 20 hingga 30 persen. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Bali, Rabu (19/6) kemarin. ‘’Besar sekali (dampaknya). Jadi kondisi pariwisata kita agak menurun, khususnya yang domestik. Kami kemarin sempat pantau ke beberapa objek yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan domestik, menurun drastis,’’ ujar pria yang akrab disapa Cok Ace ini. Menurut Cok Ace, penurunan kunjungan wisatawan domestik memang tidak 100 persen disebabkan oleh mahalnya tiket pesawat. Namun
terimbas pula dengan dibukanya jalan tol Jakarta-Jawa Timur. Kebanyakan wisatawan naik kendaraan pribadi melewati infrastruktur tersebut dan akhirnya tidak sampai ke Bali. ‘’Mereka kebanyakan hanya sampai di Malang. Jadi kalau ini bisa dilanjutkan, memang overland kita bisa hidup lagi. Tapi di Bali harus diperbaiki juga,’’ jelas mantan Bupati Gianyar ini. Saat ini, lanjut Cok Ace, jalur darat memang belum banyak mendongkrak kunjungan wisatawan. Sebaliknya, kehadiran jalan tol Jakarta-Jawa Timur justru memunculkan pesaing bagi pariwisata Bali. Oleh karena itu, infrastruktur DenpasarGilimanuk harus segera diwujudkan untuk menyambung trans Jawa-Bali. Penurunan kunjungan wisatawan domestik telah berpengaruh pada semua aspek pariwisata, baik akomodasi maupun objek wisata. ‘’Semua kena. Kalau hotel, lebih banyak kena di hotel-hotel
yang bintang tiga. Kemudian objek-objek seperti Tanah Lot yang merupakan objek favorit wisatawan domestik, terasa sekali,’’ imbuhnya. Tak hanya domestik, Cok Ace menyebut kunjungan wisatawan mancanegara juga mengalami penurunan. Termasuk wisatawan dari Tiongkok yang menduduki peringkat teratas. Hanya dua negara yang tercatat naik, yakni Jerman dan Amerika. Itu pun dengan volume yang relatif kecil. Wisatawan Tiongkok kini enggan ke Bali dan beralih ke destinasi lain, karena sistem pembayaran di Bali tidak memakai WeChat dan Alipay. ‘’Mereka mendesak kita untuk segera bisa membuka atau menggunakan sistem pembayaran mereka,’’ pungkasnya seraya mengatakan target kunjungan wisatawan mancanegara kini sudah direvisi dari 8 juta menjadi 7 juta di tahun 2019. Sementara kunjungan wisatawan domestik ditarget 9 juta.
Anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, bisnis pariwisata di mana pun pasti akan mengalami penurunan jika biaya transportasi meningkat. Hal ini perlu diantisipasi oleh pemerintah pusat, kendati sudah ada upaya untuk menurunkan harga tiket pesawat hingga 15 persen. Namun kembali lagi, kemampuan masyarakat tidak bisa dihitung sesederhana itu. ‘’Ini risiko di dalam bisnis. Kalau penurunan kunjungan wisatawan domestik, yang jelas terpengaruh adalah atraksi karena wisatawan domestik lebih banyak datang berulangulang,’’ ujar politisi PDI-P ini. Adhi Ardhana menambahkan, berbagai macam bentuk atraksi baru yang muncul belum tentu dapat terus menarik wisatawan untuk datang. Apalagi ada faktor harga mahal seperti naiknya tiket pesawat. Kemudian tidak ada sinergi yang kuat dengan pemerintah. (kmb32)
Cok Ace
A.A. Ngurah Adhi Ardhana
DENPASAR
2 FIGUR
Utamakan ’’Krama Ngarep’’ MODEL Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP 2019 untuk tahun pelajaran 2019/2020 di Denpasar mulai dievaluasi. Terutama diberikannya warga luar Denpasar ikut PPDB asalkan dengan menyertakan surat keterangan domisili. Surat keterangan domisili tersebut cukup diteken wali/orangtua siswa, kepala dusun/kepala lingkungan dan kepala desa/lurah. Namun, peluang ini sangat berpotensi disalahgunakan agar tempat tinggal di surat domisili dekat dengan letak sekolah. Guna mengantisipasi hal itu, Kepala SMP PGRI 9 Denpasar Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M., M.Si. meminta agar kepala desa/lurah dan kepala dusun/kepala lingkungan selektif mengeluarkan surat domisili. Alasannya, PPDB juga mesti berpihak dengan mengutamakan krama ngarep atau warga terdekat di sekitar sekolah. Panglingsir Puri Padangluwih, Dalung ini mengatakan, Denpasar bisa meniru Badung dalam PPDB dengan memprioritaskan warga ngarep dekat sekolah. Jika surat domisili dibiarkan liar, ia khawatir hak warga ngarep Denpasar tereliminasi. Saran itu, katanya, demi kebaikan bersama, tanpa mengurangi peran krama luar Denpasar. “Utamakan dulu krama ngarep, setelah itu baru untuk siswa luar Denpasar,” tegasnya. Sebagai pimpinan sekolah swasta, ia berharap pemerintah tetap berkomitmen untuk memberdayakan sekolah swasta. Hal ini sudah ditunjukkan oleh Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra melalui kebijakan membatasi jumlah siswa per kelas dan jumlah kelas siswa baru di sekolah negeri dan swasta. “Yang enak itu kan kita hidup bersama-sama, karena sekolah swasta juga berperan banyak mencerdaskan anak bangsa,” tegasnya. Untuk PPDB model zonasi ini, sekolah swasta diprediksi akan mendapat limpahan calon siswa berkualitas. Namun di SMP PGRI 9 Denpasar tetap membatasi menerima siswa baru hanya 202 orang, guna mempertahankan mutu. Model pengajarannya juga menerapkan proses belajar mengajar penuh senyum dan kasih sayang. (sue)
Dugaan Korupsi Uang Parkir
Polisi Bidik Satu Calon Tersangka
Denpasar (Bali Post) Penyidik Satreskrim Polresta Denpasar terus mendalami dugaan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) uang parkir di Pasar Kumbasari, Denpasar. Saat ini penyidik membidik satu calon tersangka dan masih dilengkapi alat buktinya. “Sudah ada calon tersangka. Tapi banyak tahapan yang harus kami lakukan,” ujar Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan, Rabu (19/6) kemarin. Arta Ariawan menambahkan, saat ini sedang dilakukan audit terhadap uang retribusi parkir. Oleh karena itu, pihaknya masih menunggu hasil audit. Selain itu, penyidik akan berkoodinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
(BPKP) Provinsi Bali. Tidak hanya itu saja, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan. Berapa jumlah tersangka yang dibidik? “Semakin banyak, makin bagus. Mohon sabar,” tegas Arta Ariawan. Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Satreskrim Polresta Denpasar mengamankan Kepala Pasar Kumbasari berinisial AN (51), Selasa (28/5) lalu. AN diamankan karena diduga terlibat kasus korupsi uang pungutan parkir Rp 6 juta. AN diamankan di Pos Sekuriti Pasar Kumbasari. AN yang beralamat di Jalan Waribang, Denpasar Timur ini memerintahkan juru parkir menyisihkan hasil pungutan. Uang parkir tersebut lalu diserahkan kepada AN. (kmb36)
Kamis Umanis, 20 Juni 2019
Ny. Putri Koster: Cintai Produk Dalam Negeri, Gunakan Produksi Daerah Sendiri DEWAN Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali melakukan pembinaan serta menyerap aspirasi dari para perajin dengan turun langsung ke kabupaten/kota se-Bali. Hal ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Bali dalam memajukan industri kerajinan Bali. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menggairahkan kembali industri kerajinan yang ada di Bali. Selain itu, juga untuk memastikan ketersediaan produk produksi lokal Bali sebagai wujud dukungan untuk pengimplementasian Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali Ny. Putri Suastini Koster di sela kunjungannya ke perajin tenun di Desa Sidemen, Karangasem, Rabu (19/6) pagi. Mengawali kegiatan, Ny. Putri Koster mengunjungi Bali Arta Nadi di Banjar Lantang Katik, Telaga Tawang, Sidemen, Karangasem. Usaha kerajinan tenun ikat tradisional Bali berupa endek dan songket ini merupakan usaha milik Wayan Suartana atau yang biasa dipanggil Pak Kawi. Namun ketika rombongan Dekranasda Bali hadir di lokasi usahanya, Pak Kawi
sedang berada di Denpasar untuk mengikuti pameran di event Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI Tahun 2019 dan diterima oleh sang istri Ketut Murni. Diakui Murni, selain kendala menjangkau pembeli langsung, terbatasnya apresiasi masyarakat terhadap tenun ikat serta rendahnya pemakaian tenun ikat sebagai pakaian sehari-hari menjadi permasalahan yang dihadapi saat ini. ‘’Saat ini sudah mulai sedikit peminatnya, selain konsumennya sedikit, perajinnya pun tidak terlalu banyak. Sebenarnya ini warisan leluhur yang harus kita jaga, harus ada regenerasinya,’’ ujarnya. Usai meninjau IKM Bali Arta Nadi, selanjutnya rombongan menuju IKM binaan Dekranasda Kabupaten Karangasem lainnya yakni Loka Madya milik Gusti Ayu Oka Rukmini. Loka Madya adalah salah satu perajin tenun ikat, endek, songket yang sudah terkenal di hampir seluruh wilayah Bali, bahkan Indonesia, karena proses pengerjaan yang masih menggunakan alat-alat tradisional yang biasa disebut dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). ‘’Tenun Bali bisa dikatakan hampir mengalami kepunahan. Karena saya melihat sulitnya regenerasi di antara para penenun, juga pembeli yang tidak berkem-
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali Ny. Putri Suastini Koster saat mengunjungi perajin. bang,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali Ny. Putri Suastini Koster mengakui jika selama ini regenerasi para penenun masih belum banyak. Selain itu, permasalahan yang terjadi selama ini adalah menjamurnya tenun bordiran di pasaran dengan harga yang murah, tentu hal ini akan dapat mematikan para perajin tenun secara perlahan. ‘’Harus diakui memang sekarang masyarakat lebih memil-
ih yang harganya murah, kalau hasil tenun asli kan memang mahal seperti songket. Kalau bordir ini kan menggunakan mesin dan tidak memerlukan waktu lama proses pembuatannya, tentu warisan budaya tenun oleh leluhur kita akan bisa punah seiring berjalannya waktu,’’ jelasnya. Melihat kondisi yang ada saat ini, Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan
Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Dengan peraturan ini, diharapkan masyarakat mencintai produk dalam negeri dan menggunakan produk hasil produksi daerahnya sendiri. ‘’Pemprov Bali serius terkait masalah ini, kita ingin melindungi warisan leluhur terdahulu kita. Dengan diberlakukannya pergub ini, diharapkan para pelaku industri kerajinan Bali dapat menerima manfaatnya secara maksimal,’’ katanya. (kmb)
Janji Presiden Jokowi Direalisasikan
Tukad Badung Dipasangi Alat Penjernih Air
Denpasar (Bali Post) – Pada kunjungan kedua ke Pasar Badung pada 18 Mei 2019, Presiden RI Joko Widodo menjanjikan alat penjernih air untuk dipasang di Taman Kumbasari, Tukad Badung. Kini alat tersebut sudah dipasang petugas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Dua petugas telah melakukan pemasangan sejak Senin (17/6) hingga Rabu (19/6) kemarin. Alat tersebut bernama Plasma Nanobubble. Tim Pengawas dari Kementerian LHK Johan mengatakan, alat ini dipasang untuk menghilangkan bau yang sering muncul pada air. Selain itu, dengan alat ini ikan akan bisa lebih banyak hidup di air tersebut. “Biasanya alat ini dipasang di danau,” katanya. Sementara untuk tingkat kejernihan air, katanya, tergantung besarnya alat yang
dipasang. Selain itu, kondisi air juga sangat berpengaruh. Terlebih airnya mengalir, karena bisa terganggu dengan material yang lain seperti pasir. Sehingga biaya perawatannya di air yang mengalir lebih tinggi. Johan menambahkan, teknologi Plasma Nanobubble ini untuk memulihkan atau pemurnian kualitas air. Konsep ini disebut dengan istilah ekoriparian. Alat ini juga telah
dipasang di Sungai Ciliwung, Jakarta, dan Sungai Cidadap, Jawa Barat. Kini Kementerian LHK juga memasang alat serupa di Tukad Badung, tepatnya di Taman Kumbasari. “Teknologi ini merupakan hasil inovasi penelitian dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia - red). Selain sebagai penjernih air, alat ini mampu meningkatkan pertumbuhan ikan hingga 40 persen dari
bobot biasa. Teknologi Nano Bubble untuk perikanan bisa mempercepat pertumbuhan ikan sampai 40 persen. Prinsip kerja teknologi ini adalah menginjeksi atau memasukkan gas, baik nitrogen, oksigen atau ozon ke dalam cairan kemudian akan menghasilkan gelembung yang sangat kecil hingga dapat larut ke air,” katanya memaparkan. Seperti diberitkan sebelumnya, saat Presiden Jokowi ke Pasar Badung, juga sempat mengunjungi Taman Kumbasari, Tukad Badung. Bahkan Jokowi sempat duduk santai di pinggir sungai sambil ngobrol dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda
Kota Denpasar. Sambil melihat kondisi sungai, Jokowi sangat mengapresiasi penataan bantaran Tukad Badung tersebut. Karena dengan penataan ini mampu mengubah kebiasaan masyarakat yang sebelumnya membuang sampah ke sungai, sekarang sudah tidak lagi. Namun Jokowi mengatakan kondisi air Tukad Badung perlu dijernihkan. “Airnya harus dijernihkan,” kata Presiden Jokowi. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Agenda PKB XLI-2019 Kamis, 20 Juni 2019
Pukul : 10.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Lomba Membuat Kostum Tari Bali ”Badong Tari Condong Legong Keraton Lasem” Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Kesenian Tradisional Jepang, partisipasi Grup Musik Tradisional Sanshin Shitamchi, Okinawa, Tokyo - Jepang Berkolaborasi dengan Sanggar Seni Kembang Waru Denpasar Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Lomba Taman Penasar, Sanggar Sekar Tunjung Biru, Desa Tanjung Benoa, Kec. Kuta Selatan, Duta Kabupaten Badung Pukul : 19.30 Wita Tempat : Depan Gedung Kriya Kegiatan : Lomba Wayang Kulit Parwa Tingkat Anakanak, Sanggar Seni
Topik :
Karsa Tengah, Br. Curah, Desa Gubug, Kec. Tabanan, Duta Kabupaten Tabanan Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Lomba Balaganjur Tingkat Remaja : - Sekaa Balaganjur Candra Buana, Kec. Banjarangkan, Duta Kabupaten Klungkung - Sanggar Tari dan Tabuh Swara Cita, Br. Tengah Kangin, Desa Kerambitan, Kec. Kerambitan, Duta Kabupaten Tabanan - Sekaa Balaganjur Janari Adhimukti, Desa Pakraman Padangsambian, Kec. Denpasar Barat, Duta Kota Denpasar - SMAN 1 Kuta Utara, Duta Kabupaten Badung - Sanggar Siman Arts, Desa Lumbuan, Duta Kabupaten Bangli
Bali Post/eka
KUALITAS AIR - Pengawas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meninjau pemasangan alat penjernih air di Taman Kumbasari, Rabu (19/6) kemarin.
Jokowi Terima Komunitas Alumni PT Ponglik dan Bambang Wiyono Wakili Bali Denpasar (Bali Post) – Presiden Jokowi menerima rombongan Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (PT) yang resah akibat makin merebaknya perilaku radikalisme yang mengarah pada intoleransi dan politik identitas sempit. Di antara 42 alumni yang menghadap Presiden Jokowi, ada Nyoman “Ponglik” Sudiantara dan Bambang “Bom” Wiyono mewakili Bali. Mereka diterima Jokowi yang didampingi Menseskab Pramono Anung di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/6). Rombongan alumni dipimpin Amarsyah dari ITB Bandung dan Bambang “Gembos” Joedopramono dari ITS Surabaya. Jokowi berdialog dengan para alumni dari berbagai daerah di Indonesia tersebut sekitar dua jam. Dihubungi Rabu (19/6) kemarin, Ponglik membenarkan
adanya pertemuan para alumni dengan Presiden tersebut. Ditanya tentang materi pembicaraan, Ponglik menjelaskan bahwa itu pertemuan internal dan tertutup. Namun Ponglik menyebutkan masalah radikalisme dan intoleransi menjadi pembicaraan paling fokus. “Boleh dibilang, itu (masalah radikalisme dan intoleransi red) menjadi fokus utama pembicaraan. Semua setuju harus ditangani serius karena bisa mengancam keutuhan bangsa,” ujar Ponglik. Soal masukan dari Bali, kata Ponglik, perwakilan Bali menyampaikan kepada Presiden Jokowi agar pembangunan Bali tetap harus memperhatikan lingkungan, alam dan budaya. “Kami sampaikan agar pembangunan berpihak kepada masyarakat lokal, tidak meminggirkan
masyarakat Bali. Karena peminggiran masyarakat lokal, bukan tidak mungkin juga bisa memunculkan radikalisme bentuk lain,” ujarnya. Ditanya tentang masukan untuk kabinet, Ponglik menjelaskan, memang ada yang menyampaikan. “Tapi sepintas saja,” ujarnya. Soal aspirasi dari Bali, menurutnya, Presiden Jokowi mengapresiasi masukan dari para alumni. Presiden juga mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat sehingga memenangi Pilpres 2019. “Bapak Presiden sangat baik menerima kami. Mencatat masukan kami, akan terus membuka diri menerima masukan para alumni dan berbicara banyak hal. Tapi saya belum bisa sampaikan semua. Itu dulu ya,” katanya. (kmb)
Bali Post/ist
PERTEMUAN - Nyoman “Ponglik” Sudiantara bersalaman dengan Presiden Jokowi saat pertemuan dengan Komunitas Alumni PT, Selasa (18/6).
BADUNG 3 Bupati Giri Prasta Serahkan 565 Dana Bantuan Rumah Layak Huni Kamis Umanis, 20 Juni 2019
Dibangun Gotong Royong dan Bentuknya Seragam
SERAHKAN BRLH - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menyerahkan dana BRLH kepada 565 masyarakat Badung di Wantilan Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Rabu (19/6) kemarin.
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan dana Bantuan Rumah Layak Huni (BRLH) kepada 565 masyarakat Badung. Masyarakat penerima masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp 55 juta. Total bantuan tersebut mencapai Rp 31,57 miliar. Dana BRLH telah ditransfer ke rekening penerima melalui Bank BPD Bali dan tidak dikenakan pajak. Acara penyerahan BRLH berlangsung di Wantilan Desa Punggul Kecamatan Abiansemal, Rabu (19/6) kemarin. Bupati Giri Prasta menekankan, kegiatan ini merupakan pelaksanaan Pola Pembagunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Kabupaten Badung poin pertama yaitu sandang, pangan, dan papan. Di dalamnya terdapat program bedah rumah, rehab berat dan ringan.
Bupati menegaskan, yang mendapat dana BRLH adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Dari BRLH akan berlanjut ke bantuan bedah warung dan bedah WC. ‘’Untuk program bantuan bedah rumah sebanyak 3.000 bagi masyarakat kategori KK miskin sesuai data Dinas Sosial, telah kami tuntaskan di tahun 2018. Sekarang berlanjut dengan program bantuan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah,’’ terangnya. Pembangunan rumah dimintanya dilakukan secara gotong royong dan bentuknya seragam, dilengkapi dua kamar tidur, satu ruang tamu, kamar mandi dan dapur. ‘’Bantuan ini agar dimanfaatkan dengan baik. Ke depan juga akan diberi bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk meningkatkan
lakukan kesemua kecamatan se-Badung,’’ ujarnya. Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra mengatakan, akomodasi pariwisata di Badung yakni restoran sebanyak 1.189 unit, rumah sewa 1.095 unit, hotel non-bintang 1.014 unit, 1.054 pondok wisata, 298 hotel berbintang, 47 kondotel dan 315 spa. ‘’Saat ini sedang di-input di sistem informasi pariwisata pada website Pemkab
Badung yang diproses pada Diskominfo. Namun, pada intinya data sudah masuk semuanya,’’ katanya. Seperti diketahui, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta telah mengeluarkan Instruksi Bupati Badung Nomor 1 Tahun 2016 agar semua perbekel dan lurah di Badung mendata dan menyetorkan hasil pendataan akomodasi pariwisata di masing-masing wilayahnya. (kmb27)
Satpol PP Temukan Puluhan Akomodasi Pariwisata Bodong Mangupura (Bali Post) –
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kabupaten Badung menemukan puluhan akomodasi pariwisata tak berizin alias bodong yang beroperasi di Badung. Hasil sidak yang dilakukan selama periode Januari hingga April, Satpol PP menemukan 234 bangunan yang melanggar aturan. Dari jumlah tersebut, 97 bangunan disinyalir akan menjadi bangunan yang disewakan khususnya untuk kepentingan pariwisata seperti losmen, hotel melati, vila dan sejenisnya. Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara, Rabu (19/6) kemarin menjelaskan, pelanggaran paling banyak ditemukan di Kecamatan Mengwi yakni
di Munggu, Cemagi, Tumbak Bayuh dan Pererenan. Pelanggaran juga cukup banyak di Kecamatan lain, seperti Kuta Utara, Kuta Selatan dan Kuta.
‘’Pelanggaran yang kami temukan rata-rata baru mengurus perizinan. Kami juga akan terus pantau bagi yang belum memiliki izin. Penertiban ini akan terus kami
ULUWATU - Sejumlah wisatawan menikmati panorama Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu.
Bali Post/edi
Terkait Proyek Penguatan Tebing Uluwatu
Antisipasi Gagal Tender, Dinas PUPR Gencarkan Sosialisasi Mangupura (Bali Post) Penanganan keretakan tebing Pura Uluwatu akan segera dilakukan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung membuka proses tender untuk survei, desain dan konstruksi, Jumat (20/6) hari ini. Diharapkan banyak rekanan yang memenuhi persyaratan baik dari dalam maupun luar negeri, berminat mengikuti tender tersebut. Diharapkan pula gagal tender tidak terulang. Kepala Bidang Sumber
Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Badung A.A. Gede Agung Dalem, Rabu (19/6) kemarin mengungkapkan, MK nantinya akan mengkaji dan mengawasi pelaksanaan penyusunan desain dan konstruksi. Sementara kajian teknis penguatan tebing Uluwatu sudah dibuat dua tahun lalu, bekerja sama dengan Politeknik Negeri Bali. Namun itu baru sebatas kajian makro. Soal metode yang dapat digunakan untuk penguatan tebing adalah dengan memasang angkur, jaring
pengaman dan grouting. Dia menyebutkan, untuk mengatasi persoalan keretakan tebing di Uluwatu, Pemkab Badung menganggarkan Rp 29 miliar. Anggaran sebesar itu dinilai sangat wajar karena penguatan melalui penyuntikan tebing dikategorikan sebagai pekerjaan khusus, sehingga harus melalui berbagai tahapan dan persiapan khusus sebelum dikerjakan. Belajar dari kegagalan tender pada tahun 2018, pihaknya akan melakukan
koordinasi dan sosialiasi dengan berbagai pihak dalam melakukan penyuntikan tebing. ‘’Karena pekerjaan ini membutuhkan keahlian khusus, maka semuanya harus dipertimbangkan. Kita akan terus koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemenang tender nantinya. Ini untuk pengerjaan terbaik untuk tebing Pura Uluwatu,’’ jelasnya. Proses tender, kata Agung Dalem, akan dilakukan secara online dan semua kontraktor baik dari dalam maupun luar
negeri bisa terlibat. Diharapkan hanya kontraktor yang memenuhi standar pengerjaan berminat mengikuti tender. ‘’Harapannya, semoga banyak peminat dan tidak lagi gagal,’’ katanya. Meski sempat gagal tender, Agung Dalem mengaku optimis akan banyak kontraktor yang akan terlibat. ‘’Kalau nanti gagal, harus diulang lagi, karena ini pengerjaan khusus. Kemudian kita juga akan terus sosialisasi dengan kontraktor yang memungkinkan,’’ ujarnya. (kmb23)
usaha dan ekonomi masyarakat,’’ tambah Bupati. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Badung A.A. Bayu Kumara mengatakan, dalam mewujudkan salah satu misi Bupati Badung yaitu meningkatkan daya saing daerah melalui peningkatan SDM dan infrastruktur daerah, maka dalam rencana kerja pemerintah daerah direncanakan BRLH setiap tahun. Program ini sejalan dengan agenda menuntaskan masyarakat miskin dan memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini digulirkan sejak tahun 2016 dan tahun ini memasuki tahun ketiga. Jumlah pemohon bantuan sebanyak 6.846 KK atau 4,8 persen dari jumlah KK di Badung. Setelah verifikasi, yang layak mendapat ban-
tuan sebanyak 2.180 KK atau 31,84 persen dari seluruh permohonan. Yang sudah mendapat bantuan sebanyak 775 KK dengan jumlah dana Rp 42,185 miliar. Untuk tahun ini, dibantu 565 KK dengan nilai Rp 31,75 miliar. Jadi, BRLH yang digulirkan hingga tahun 2019 sebanyak 1.332 KK atau 0,94 persen dari total jumlah KK di Badung dengan jumlah anggaran Rp 73,260 miliar. Kriteria calon penerima BRLH yaitu KK warga Badung, memiliki atau menguasai tanah dengan legalitas dan tidak dalam sengketa, belum memiliki rumah, atau menempati rumah satu-satunya dengan kondisi tidak layak huni, belum pernah memperoleh bantuan rumah dari pemerintah, serta berpenghasilan paling banyak senilai upah minimun daerah. (ad482)
Bali Post/rah
KASUS NARKOBA - Kepala Bidang Penindakan dan Penyelidikan Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT Husni Syaiful menjelaskan pengungkapan kasus narkoba.
Bawa Ganja Pegawai Bank Asal Amerika Ditangkap
Mangupura (Bali Post) Petugas Bea Cukai Ngurah Rai menangkap turis asal Amerika, Jasel Ajaykumar Patel (24), di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai, Rabu (12/6). Pria yang berprofesi sebagai pegawai bank ini membawa empat paket ganja. Selain itu, juga dibekuk Asep Wahyudin (36), karyawan hotel, karena menerima paket ratusan butir ekstasi dan sabu-sabu (SS). Kepala Bidang Penindakan dan Penyelidikan Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT Husni Syaiful, Rabu (19/6) kemarin mengatakan, tersangka Jasel tiba di Bandara Ngurah Rai pada Rabu pukul 17.00 Wita. ‘’JAP (Jasel) dicurigai petugas saat melewati area pemeriksaan Bea dan Cukai di terminal kedatangan internasional. Pelaku naik maskapai penerbangan Cathay Pacific CX 785 rute HongkongDenpasar,’’ ungkap Husni saat mendampingi Kakanwil DJBC Untung Basuki. Pelaku kala itu diperiksa karena berdasarkan hasil pencintraan mesin X-ray, barang bawaannya ada yang mencurigakan. Setelah tasnya diperiksa, petugas menemukan empat linting ganja seberat 4,07 gram bruto. ‘’Ganja tersebut disembunyikan di dalam
tas punggung warna biru tua,’’ ucap Husni. Sementara kasus narkoba melibatkan tersangka Asep asal Bandung, Jawa Barat, kata Husni, berawal dari Selasa (16/4), petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan terhadap barang kiriman asal Malaysia dengan nomor karal 2753320636. Dalam paket tersebut tertera nama penerima Asep Wahyudin yang beralamat di Banjar Abian Timbul, Denpasar. ‘’Anggota kami melakukan pemeriksaan fisik lebih mendalam. Ternyata isi paket pakaian bayi tersebut ditemukan satu buah plastik klip berisi 99 butir MDMA atau ekstasi. Juga ditemukan satu plastik klip berisi 96 butir ekstasi dan tiga buah plastik berisi sabu-sabu,’’ tegasnya. Petugas Bea dan Cukai yang melakukan control delivery terhadap paket yang dicurigai tersebut lantas berkoordinasi dengan Polda Bali dan DHL yang dalam hal ini jasa pengiriman yang digunakan pelaku untuk mengonfirmasi teknis pengiriman ke lokasi tujuan dengan yang bersangkutan. Saat ditelepon, pelaku menyuruh agar paket dikirimkan ke alamat yang tercantum pada paket yang merupakan toko kelontong yang dikelola oleh istrinya, YY. (kmb36)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Kamis Umanis, 20 Juni 2019
Senator Tegaskan Surat Keterangan Hasil Ukur Tanah BPN Bukan Bukti Kepemilikan
Wedakarna Minta BPN Tunda Proses Pensertifikatan Terkait Batas Tanah SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kembali hadir menangani masalah penembokan tanah milik warga secara sepihak yang menggunakan dasar hukum surat keterangan hasil ukur oleh BPN. Kejadian ini hampir sama terjadi di Peguyangan, Denpasar dan di Tamanbali, Bangli. Saat kunker di Denpasar, Senator Arya Wedakarna (AWK) didampingi sejumlah pejabat yakni Made Poniman (Satpol PP Kota Denpasar), B. Simangunsong (BPN Kota Denpasar), I Wayan Suita (Perwakilan Camat Denpasar Utara), A.A. Made Sukarata (Perbekel Desa Peguyangan Kangin), I Ketut Semiarta (Bendesa Adat Jenah), Ngakan Ketut Purna Astawa (Klian Adat Jenah), I Ketut Parta (Kadus Jenah) dan langsung mengadakan pertemuan di lingkungan setempat. Dalam keterangan yang diperoleh, penembokan sepihak yang dilakukan tetangga korban yakni keluarga I Nyoman Dibia telah dilaporkan ke aparat kepolisian dan pejabat desa. Namun belum ada kejelasan sampai saat ini. Akibat penembokan tersebut, pihak keluarga I Made Suparka menyampaikan keberatannya karena tidak memiliki jalan untuk kendaraan, termasuk mengha-
langi akses ke pura. Wedakarna juga meminta keterangan dari BPN yang menyampaikan terkait status dari tanah dimaksud, juga jalan (fasum). Terhadap masalah ini, AWK menyampaikan keprihatinan dan meminta kepada korban untuk melaporkan hal ini ke Polri sembari mengingatkan agar dapat menangani kasus ini dengan baik. ‘’Posisi per hari ini, respons dari gugatan pihak keluarga korban sudah diproses Polresta Denpasar dan saya apresiasi. Karena jika usaha mediasi sudah dilaksanakan dengan iktikad baik oleh pemerintah di desa, adat dan juga terkait, namun tidak ada respons positif dari pihak terlapor. Ya... jalan satu-satunya ya... hukum. Saya sudah memeriksa bukti hukum, baik penjelasan tentang status tanah dimaksud, termasuk penjelasan BPN Denpasar serta saksi bahwa jalan yang ditembok adalah fasum, maka silakan saja digugat hukum. Kita tidak mainmain urusan ini dan konteks perhatian saya adalah membela yang benar. Acuannya adalah UU,’’ ungkap Senator AWK. Hal senada juga terjadi di Desa Tamanbali Kabupaten Bangli. Yang mana terdapat dua kelompok warga bertikai masalah penembokan jalan secara sepihak.
Korban dan keluarganya merasa tidak mendapatkan akses jalan keluar-masuk. Masalah ini pun sudah dimediasi oleh desa yang bekerja sama dengan desa adat dan akhirnya membuahkan hasil dibongkarnya tembok yang dibangun oleh keluarga Sujana. Justru pihak desa adat mampu menyelesaikan dan memberikan solusi, termasuk juga pembuatan untuk jalan masuk bagi sejumlah KK yang tidak memiliki akses. ‘’Jujur, pihak keluagra Ketut Sujana sudah audiensi dengan saya di Istana Mancawarna Tampaksiring. Walau begitu, saya harus mencari kebenaran dengan turun ke lokasi. Ternyata saya nilai apa yang disampaikan keluarga Ketut Sujana tidak sepenuhnya benar. Justru melawan data hukum yang dimiliki desa. Tadi sudah saya mintakan data dari BPN, ternyata sebagian lahan dimaksud adalah lahan umum yang diperuntukkan untuk SD negeri setempat. Asal muasal semua ini adalah dengan disalahgunakannya surat keterangan hasil ukur oleh BPN yang memang dimintakan terlapor secara resmi ke BPN. Atas dasar itulah penembokan itu terjadi. Ternyata data BPN Bangli baru dibuka hari ini. Artinya ada yang salah dalam manajemen agraria ini,’’ ungkap Senator AWK.
Setelah mendengarkan penjelasan dan nasihat Senator AWK, kedua belah pihak beriktikad untuk berdamai dan juga tidak lagi memasalahkan terkait dengan batas lahan dimaksud serta tunduk pada keputusan adat istiadat. ‘’Keputusan penanganan masalah Ketut Sujana vs Nengah Ariyasa sudah diselesaikan secara adat walau dengan koordinasi dengan kantor desa. Maka dari itu, saya minta agar keluarga Ketut Sujana mulat sarira, dan ikuti aturan hukum. Apalagi saat ini posisi keluarga Anda sedang memohonkan pensertifikatan tanah untuk program PTSL/prona karena status tanah dimaksud adalah PKD. Anda tahu proses itu membutuhkan persetujuan dari adat. Jadi mohon tahan emosi agar tidak ada sanksi kasepekang lagi. Ini jadi pelajaran, jangan sampai sembarang menembok tanah orang atau merebut fasum,’’ ungkap Senator AWK. Lebih lanjut, pihak DPD-RI akan menyampaikan nota dinas ke Menteri Agraria/Kepala BPN yakni untuk menghindari masalah semacam ini. Diperlukan adanya penyempurnaan SOP pengukuran tanah. ‘’Tanah di Bali ini sangat strategis dan mahal. Jadi banyak orang dibutakan karena masalah ini. Saya minta minimal
TANGANI MASALAH - Senator Dr. Arya Wedakarna saat menangani masalah penembokan sepihak di Peguyangan, Denpasar dan Tamanbali, Bangli. untuk di Provinsi Bali, jika ada pihak yang ingin mengukur tanah khusus di desa termasuk tanah ayahan desa agar petugas ukur didampingi penyanding. Hati-hati mengeluarkan surat keterangan hasil pengukuran. Sebab, dari dua kasus di Tamanbali dan Pe-
guyangan surat dimaksud malah disalahgunakan. Padahal dalam keterangan surat pengukuran bukan bukti kepemilikan. SPPT pun tidak menjamin kepemilikan atas tanah menurut aturan. Segera kita perbaiki,’’ imbuh Senator AWK. (ad483)
Ahli Waris Nasabah BPR Udary Terima Klaim Asuransi
BBPOM Bentuk Kader Mahasiswa POPA BBPOM di Denpasar melirik mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Revolusi Mental Universitas Udayana, Rabu (19/6) kemarin. Mahasiswa adalah iron stock yaitu kader dari generasi-generasi sebelumnya, sosok terpelajar yang merupakan aset dan harapan masa depan bangsa Indonesia. Mahasiswa pembawa perubahan harus bersinergi, berpikir kritis, dan bertindak riil dengan penuh rasa ikhlas sebagai penyampai aspirasi dan pelayan masyarakat, seperti peran sebagai Kader Mahasiswa POPA (Peduli Obat dan Pangan Aman). Demikian tertuang dalam laporan Kepala BBPOM di Denpasar yang disampaikan Plh. Kepala Balai I Wayan Eka Ratnata.
Acara kolaborasi BBPOM di Denpasar dengan LPPM Universitas Udayana ini dibuka secara resmi Ketua LPPM Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, M.P. Dalam sambutannya, Ketua LPPM menyampaikan terima kasih karena BBPOM di Denpasar memberikan kepercayaan kepada mahasiswa KKN Revolusi Mental sebagai kader mahasiswa POPA. Rai Maya Temaja juga memastikan materi tentang keamanan obat, makanan, kosmetik, obat tradisional, dan suplemen kesehatan akan disampaikan saat praktik KKN di masing-masing desa. Hal ini adalah konsep penerapan dari aksi nyata gerakan Indone-
sia melayani, di samping empat gerakan lainnya dalam revolusi mental yaitu Indonesia Bersih, Indonesia Tertib, Indonesia Mandiri dan Indonesia Bersatu. Saat acara berlangsung, seluruh peserta sangat antusias. Respons mahasiswa sangat luar biasa, tergambar dari pertanyaanpertanyaan yang terlontar kepada narasumber. Hal ini menunjukkan semangat peserta sebagai kader POPA, serta hasil post test juga menunjukkan nilai sempurna 100. Besar harapan BBPOM di Denpasar kader mahasiswa POPA dapat memberikan perubahan yang bermakna untuk terwujudnya keamanan obat dan makanan di desa tempat KKN. (ad992)
Tingkatkan Populasi Sapi Bali
Disnak Target 70.000 Ekor Diikutkan Siwab Denpasar (Bali Post) Populasi sapi Bali saat ini kurang lebih 526 ribu ekor. Untuk mempertahankan dan meningkatkan populasinya, pemerintah mengeluarkan program Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab) sejak tahun 2017. Pada tahun 2019 ini, ditargetkan 70.000 sapi betina diikutkan program Siwab dan diharapkan akan terjadi kelahiran sapi baru sebanyak 39 ribu ekor. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Wayan Mardiana, Rabu (19/6) kemarin, mengatakan sapi Bali merupakan plasma nutfah yang perlu dilestarikan. Kelebihan sapi Bali dibandingkan sapi jenis lainnya adalah selain cepat beradaptasi, tekstur dagingnya juga lembut dan tidak kasar serta tingkat fertilitasnya besar yaitu 80 persen. Untuk meningkatkan jumlah kelahiran pada sapi Bali, dikeluarkan program Siwab di mana proses reproduksi dilakukan secara inseminasi buatan oleh petugas
dan biayanya digratiskan. Tahun ini ditargetkan 70.000 ekor induk betina yang mengikuti program Siwab. Dari 70.000 ini diharapkan 70 persennya bunting atau sebanyak 49.200 ekor dan dari jumlah ini diharapkan 80 persennya terjadi kelahiran sapi baru atau sebanyak 39 ribu ekor. Menurut Mardiana, keberhasilan Siwab untuk menambah populasi baru sapi Bali selalu melebihi target. Ini bisa dilihat dari tahun 2018, dari 76.300 aseptor atau induk betina yang menjalani program Siwab, berhasil bunting sebanyak 60.806 ekor atau sebanyak 79,69 persen. Melebihi target yang ditetapkan sebanyak 70 persen. Dari induk betina yang berhasil bunting ini, sapi yang lahir sebanyak 50.169 ekor atau sebanyak 82,5 persen. Melebihi target yang ditetapkan sebanyak 70 persen. Pentingnya sapi Bali dilestarikan dan ditingkatkan populasinya, karena permintaan akan
sapi Bali cukup banyak setiap tahunnya. Menurutnya, setiap tahunnya kuota sapi potong untuk memenuhi kebutuhan luar Bali sebanyak 48 ribu ekor dan untuk kebutuhan Bali sebanyak 33 ribu ekor. Sehingga tiap tahun terjadi pengurangan kurang lebih 81 ribu ekor. Adapun daerah penghasil sapi Bali adalah Karangasem, Klungkung, Badung, Tabanan dan Buleleng. Tidak hanya di lima kabupaten ini, provinsi lain pun mengembangkan populasi Bali antara lain di NTT, Lampung dan Sulawesi Selatan. Diakui Mardiana, sapi Bali yang dikembangkan di provinsi lain memiliki sedikit perbedaan dalam hal tekstur daging. ‘’Misalkan di NTT, karena di sana ladangnya luas membuat sapi lebih banyak bergerak dan membuat dagingnya lebih alot karena berotot. Kalau di Bali, lebih lembut karena sapi tidak banyak bergerak karena dikandangkan atau diikat,’’ papar Mardiana. (kmb24)
BANK Perkreditan Rakyat Ulatidana Rahayu atau BPR Udary bekerja sama dengan PT Jamkrida Bali Mandara menyerahkan klaim asuransi kredit atas nama nasabah BPR Udary I Gusti Made Suarjana (alm) kepada ahli warisnya, I Gusti Agung Ardika, Rabu (19/6) kemarin. Penyerahan klaim asuransi kredit dilakukan di Kantor BPR Udary di Jalan Ida Bagus Mantra, No. 77 X oleh Dirut PT Jamkrida Bali Mandara Ketut Widiana Karya kepada ahli waris, disaksikan Komisaris Utama Bank Udary Made Buda Astawa, Direktur Utama Bank Udary Made Suarja serta Direktur Bank Udary Luh Gede Padmawati. Gusti Ardika usai menerima kembali jaminan berupa sertifikat tanah menyampaikan terima kasihnya kepada pihak BPR Udary dan PT Jamkrida Bali Mandara, yang melalui program asuransi kredit ini setidaknya telah meringankan dirinya sebagai ahli waris yang ditinggalkan utang oleh orangtuanya setelah meninggal. ‘’Dengan klaim asuransi kredit PT Jamkrida Bali Mandara, kini utang almarhum ayahnya sudah lunas,’’ katanya. Dirut Bank Udary Made Suarja mengatakan saat meminjam kredit, almarhum Gusti Made Suarjana telah mengambil proteksi. Almarhum mendapatkan plafon kredit Rp 185.000.000 dari Bank
AGUNAN - Dirut Bank Udary Made Suarja mengembalikan agunan berupa sertifikat kepada ahli waris nasabah BPR Udary setelah menerima klaim asuransi kredit dari PT Jamkrida Bali Mandara. Udary. Premi proteksi penjaminan kredit dari Jamkrida hanya dikenakan Rp 1.905.500. Saat orangtuanya meninggal, Gusti Ardika selaku ahli waris mendapat klaim pertanggungan dari Jamkrida Rp 169.375.900. Selama ini, BPR Udary memang selalu menawarkan ke calon dibitur asuransi kredit untuk dijadikan pertimbangan proteksi risiko bagi kreditnya. Apabila nasabah tidak mau, guna menghindari hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, maka dibuatkan surat pernyataan tidak mau ikut dalam program asuransi kredit. ‘’Sekecil apa pun jumlah kreditnya, kita selalu ta-
warkan asuransi,’’ katanya. Selama ini, 50 persen lebih nasabah debitur BPR Udary saat mencairkan kredit langsung mengikuti program asuransi kredit. Hal ini untuk memproteksi dirinya apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama menjadi nasabah. Bank Udary telah mengantisipasi dan memindahkan risiko debitur ke lembaga penjaminan PT Jamkrida Bali Mandara. Jamkrida terbukti fleksibel melakukan perikatan hak dan kewajiban. Pada bagian lain, dengan dukungan transfer risiko dengan Jamkrida, Bank Udary juga bisa menjaga kualitas kredit tetap sehat. (ad481)
Polda Ajak Masyarakat Cerdas Bermedsos
Denpasar (Bali Post) Bidang Humas Polda Bali mengundang pengelola informasi publik instansi pemerintah di Gedung Rupatama Polda Bali, Rabu (19/6) kemarin. Pertemuan ini dilakukan untuk meningkatkan sinergitas pelayanan informasi publik sesuai dengan tuntutan zaman. Selain itu kepolisian juga mengajak masyarakat cerdas menggunakan media sosial (medsos) untuk menangkal informasi hoax. Sambutan Kabid Humas Polda Bali yang dibacakan Kasubbid PID AKBP I Made Rustawan menyampaikan, pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran humas pemerintah dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. Di samping itu, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi atau berita tidak jelas sumbernya atau berita bohong (hoax). Pasalnya, informasi hoax dan ujaran kebencian akan membuat situasi kamtibmas menjadi tidak kondusif, serta dapat memecah belah persatuan dan kesatuan antar-
Bali Post/ist
PENGELOLA - Polda Bali mengundang pengelola informasi publik instansi pemerintah terkait upaya menangkal informasi atau berita hoax. masyarakat dan antarumat beragama. ‘’Pesatnya perkembangan media khususnya media sosial dan online ada yang bersifat positif dan negatif. Di sisi lain masyarakat dengan mudah mempercayai berita-berita yang terekspos tanpa mengecek kebenarannya,’’ ujarnya. Perwira melati dua di pundak ini mengimbau para pejabat pengelola informasi publik agar menyebarkan ha-hal yang positif. Selain itu tidak menyebarkan
informasi yang dapat memicu perselisihan. ‘’Jangan sampai berita hoax menyebar dengan leluasa. Kita yang tahu kondisi sebenarnya justru diam dan akhirnya informasi atau berita hoax tersebut dianggap benar,’’ tegas Rustawan. Kondisi itulah yang disebut dengan fire hoose of false hood (semburan berita-berita bohong) yang diembuskan oleh segelintir orang tidak bertanggung jawab dan harus dilawan bersama. (kmb36)
Soroti Oknum Pejabat ’’Nakal’’ di Gianyar
Sejumlah Kendaraan Dinas Diganti Pelat Hitam
Bali Post/nik
KENDARAAN - Sejumlah kendaraan milik pemerintah yang seharusnya berpelat merah diganti dengan pelat hitam
Gianyar (Bali Post) Sejumlah aset pemerintah telah disalahgunakan oleh oknum pejabat di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gianyar. Kendaraan dinas berupa sepeda motor dan mobil, yang seharusnya berpelat merah mendadak diganti menjadi pelat hitam. Informasi yang dihimpun Rabu (19/6) kemarin, terlihat motor dinas Honda Vario warna putih tampak parkir berjejer di halaman kantor Kesbangpol Gianyar. Ada yang berpelat merah dan ada juga berpelat hitam. Rupanya, ada beberapa motor dengan nopol DK 6151 K dan DK 6147 K, namun nopolnya diganti pelat hitam.
Tidak hanya sepeda motor, ada dua mobil yang juga berganti menjadi pelat hitam. Mobil itu yakni Toyota Avanza DK 220 L dan DK 224 L. Meski dijadikan pelat hitam, untuk pelat mobil tampak ada kode dan berisi logo kepolisian. Sekilas dari pelat, sejumlah kendaraan itu tampak seperti milik pribadi karena tidak ada kode khusus berupa huruf SP atau Spesialis Pejabat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gianyar Made Wisnu Wijaya saat dikonfrimasi kemarin menjelaskan, sesuai keputusan Bupati Gianyar, kendaraan dengan pelat merah yang dijadikan hitam ada ketentuannya. Itu pun tidak sembarangan dan tidak semua kendaraan dijadikan pelat hitam. ‘’Biasanya SP
itu pun hanya beberapa kendaraan saja. Kalau tidak SP berarti ilegal,’’ jelasnya. Sekda Gianyar menyatakan perubahan pelat merah menjadi hitam itu sudah menyalahi ketentuan. Ia menegaskan tidak ada yang namanya pelat hitam di luar kode SP. ‘’Foto saja mobilnya. Itu pelat bodong,’’ tegasnya. Melihat fenomena ini, Sekda Gianyar mengajak semua pihak untuk turut serta mengamankan aset pemerintah. Bila ada yang melanggar seperti ini agar secepatnya dilaporkan. Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Di lain pihak, Kanit Regident Polres Gianyar Iptu Untung men-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
egaskan, penggantian pelat merah menjadi hitam merupakan pelanggaran. Sekalipun berisi kode berlogo kepolisian, pelat itu dianggap tidak sah. ‘’Di pinggir jalan banyak itu yang jual. Itu tanpa konfirmasi dari kami,’’ jelasnya. Menurut Iptu Untung, kendaraan pemerintah yang diberikan pelat hitam hanya Bupati Gianyar saja. Sementara mengenai banyaknya oknum pegawai yang nakal itu, pihaknya sudah beberapa kali memergoki mereka. ‘’Kami sudah beberapa kali menilang mereka. Banyak kendaraan pemerintah dijadikan pelat hitam. Sudah kami tilang dan yang bawa sudah ke kantor kami,’’ ucapnya. (kmb35)
DAERAH
Kamis Umanis, 20 Juni 2019
Sekolah Swasta Jadi Pilihan Alternatif dalam PPDB SMA/SMK Denpasar (Bali Post) Sekolah swasta kini wajib menjadi pilihan alternatif bagi calon peserta didik baru yang akan mengikuti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK. Namun, pilihan ini tidak akan muncul pada saat melakukan pendaftaran online. Terutama pada jalur zonasi dalam PPDB SMA, calon peserta didik tetap bisa memilih dua SMA negeri dan satu SMK negeri. Pilihan alternatif SMA/SMK swasta baru akan ditanyakan saat proses verifikasi di sekolah. “Nanti tim verifikasi bertanya, seandainya tidak dapat di negeri, mau memilih di sekolah swasta yang mana di zona tersebut,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, Rabu (19/6) kemarin. Menurut Boy Jayawibawa, pilihan alternatif sekolah swasta pasti akan ditanyakan petugas verifikasi di sekolah kepada calon peserta didik, meskipun tujuannya hanya untuk pendataan dan pemetaan. Jika calon peserta didik tidak diterima di sekolah pilihannya, bisa disalurkan ke sekolah tersebut. Selain itu, pendataan dan pemetaan sekolah swasta juga terkait dengan skema pembiayaan dalam bentuk
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah yang tengah disiapkan untuk sekolah swasta. Pihaknya berharap dapat mengetahui jumlah siswa yang diterima di sekolah swasta. “Selama ini yang dapat BOS daerah dari APBD kan sekolah negeri saja. Untuk merealisasikan Wajib Belajar 12 Tahun, tentu sekolah swasta juga akan dibiayai,” katanya.
Semarapura (Bali Post) Proses pencarian WNA asal Amerika Serikat, Aviv Meshil (23), tetap dilakukan Basarnas Bali, Rabu (19/6) kemarin. Memasuki hari ketiga, proses pencarian melibatkan Polair dan Sabhara Polda Bali. Kali ini, proses pencarian diperluas, hingga ke perairan di sekitar Benoa, Serangan, dan Lebih. Kepala Seksi Siaga dan Operasi Basarnas Bali I.B. Surya Wirawan menyampaikan, dua hari proses pencarian sebelumnya di sekitar TKP belum membuahkan hasil. Belum ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban maupun paddle board yang dipakai terakhir saat di sekitar TKP di perairan Musroom Bay Beach, Pulau Nusa Lembongan. Sehingga pada hari ketiga proses pencarian,
diputuskan areal penyisiran diperluas hingga ke Benoa, Serangan, dan Lebih, dengan mengerahkan dua RIB (Rigit Inflatable Boat). Ada juga satu RIB lainnya dikerahkan ke sekitar Nusa Dua. Sementara dari Sabhara Polda Bali ada pula yang tetap melakukan penyisiran di sekitar. Meski sudah dilakukan proses pencarian sejak pagi sampai sore, Wirawan mengatakan, korban sama sekali belum ditemukan. Sehingga belum pula dapat dipastikan, apakah korban masih dalam keadaan selamat atau tidak. ‘’Proses pencarian korban sesuai aturan akan dilakukan selama tujuh hari. Kalau hari ini belum ditemukan, kami lanjutkan besok lagi, dengan lokasi penyisiran yang lain,’’ kata Wirawan. (kmb31)
Bali Mandara Berkaitan dengan SMA dan SMK Bali Mandara, Boy Jayawibawa mengatakan waktu pendaftarannya lebih awal dari PPDB SMA/SMK negeri. Hal ini sudah diatur dalam Permendikbud, bahwa sekolah berbasis asrama memang dapat dikecualikan. Saat ini sudah mulai dilakukan penerimaan peserta didik baru di SMA dan SMK Bali Mandara. “Dalam seminggu ini sudah harus pendaftaran kembali,” ujarnya. Boy Jayawibawa mengatakan, para siswa yang nanti diterima di SMA dan SMK Bali Mandara utamanya berasal dari keluarga tidak mampu. Ada tim yang turun untuk mengecek langsung kondisi siswa bersangkutan di lapangan. Termasuk melihat rumah atau tempat tinggalnya. (kmb32)
Pencarian Warga Amerika yang Hilang Diperluas
Bali Post/ist
KOMSOS - Kodim 1611/Badung menggelar komsos dengan aparat pemerintah.
Komsos Perkuat Karakter Bangsa Denpasar (Bali Post) Berbagai ancaman dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Di antaranya nilai-nilai Pancasila yang tergerus. Oleh karena itu, Kodim 1611/Badung mengumpulkan aparat pemerintah daerah untuk membangun komunikasi sosial (komsos) sehingga karakter bangsa dan Pancasila semakin kuat. Hal itu disampaikan Dandim 1611/Badung Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo saat membuka kegiatan komsos dengan aparat dan pemerintah daerah guna meningkatkan sinergitas dan kerja sama menyiapkan wilayah pertahanan, Rabu (19/6) kemarin. ‘’Diselenggarakan kegiatan ini merupakan sarana yang efektif untuk memelihara dan meningkatkan kebersamaan. Tujuannya untuk membangun komunikasi dialogis antara aparat pemerintah,’’ ujarnya. Dengan demikian akan terpelihara keharmonisan dan sinergitas. Selain itu, dalam rangka membangun karakter bangsa yang kuat serta dapat menjaga pertahanan negara. Di hadapan 100 orang undangan, Letkol Handoko juga menyampaikan komsos ini merupakan salah satu metode pembinaan teritorial sebagai wahana untuk mencapai kesepahaman dan persamaan persepsi tentang pemberdayaan wilayah pertahanan di darat kepada seluruh komponen bangsa, termasuk aparat dan pemerintah daerah. Dengan demikian tumbuh kepekaan terhadap berbagai aspek kehidupan dalam melaksanakan tugas di wilayah dan meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sementara salah satu narasumber yang hadir, Kepala Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Badung Nyoman Suwendi mengatakan Pancasila adalah falsafah hidup bangsa dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. ‘’Marilah kita memperkuat Pancasila yang semakin hari semakin tergerus oleh perkembangan zaman,’’ ungkapnya. (kmb36)
5
TPA Temesi Keluarkan Asap
Ganggu Kesehatan Warga Desa Lebih Mengeluh Gianyar (Bali Post) -
Pascaterbakarnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi, warga Desa Lebih, Gianyar rupanya masih mengeluh. Pasalnya asap masih mengepul ke udara yang membuat warga desa setempat merasa sangat terganggu. Bahkan kepulan asap itu sampai membuat warga pesisir sesak napas. Warga Desa Lebih pun mengancam akan melakukan aksi demo ke TPA Temesi. Hal ini diungkapkan Perbekel Desa Lebih Ni Wayan Griya Wahyuni, Rabu (19/6) kemarin. Griya Wahyuni mengungkapkan, sejak beberapa hari lalu warganya mengeluhkan kepulan asap dari TPA Temesi tersebut. Kepulan asap ini mengganggu aktivitas warga setempat. ‘’Masyarakat mengeluhkan masih ada kepulan asap. Ini sangat mengganggu, apalagi terhadap balita dan ibu-ibu yang sedang hamil,’’ ungkapnya. Ia juga menerangkan, masyarakatnya sempat beberapa kali berkeinginan untuk melakukan demo ke TPA. Namun selaku perbekel, ia berupaya meredam agar dibicarakan terlebih dulu dan mencarikan solusinya. ‘’Sebelum ke sini warga sudah kumpul. Saya minta tolong agar bersabar. Akhirnya saya ajak perwakilan warga ke sini agar dilihat langsung. Mulai klian dan tokoh-tokoh desa yang lainnya,’’ ujarnya. Dalam menanggulangi timbulnya asap secara jangka pendek, ia mengaku pihak pemerintah hanya bisa melakukan penyiraman yang dibantu petugas
damkar. Griya Wahyuni pun berharap agar ke depannya ada gagasan untuk mengurangi timbunan sampah yang dibuang ke TPA. Salah satunya dengan sampah rumah tangga agar dikelola sendiri di desa masing-masing dan TPA Temesi ditutup. ‘’Kalau pemerintah peka, dampaknya yang paling keras ya… ke kita di Desa Lebih. Saya berharap ada kajiannya agar masing-masing desa mulai mengelola sampahnya sendiri. Kalau kita di Desa Lebih sudah mulai, meskipun belum kelihatan sekali hasilnya. Paling tidak jangan lagi sampai buang sampah ke TPA,’’ ungkap Perbekel yang memiliki ribuan warga tersebut. Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya mengaku akan segera mencarikan solusi persoalan ini. Mulai dari jangka pendek sampai jangka panjangnya. ‘’Jangka pendeknya, kita pikirkan bagaimana caranya agar tidak menimbulkan asap lagi. Kita buatkan akses dulu menuju lahan yang ada, kemudian
Denpasar (Bali Post) – Bercermin dari kasus verifikasi dan pengambilan token yang membeludak, kini Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar mulai melakukan antisipasi. Khususnya untuk proses pendaftaran online yang akan mulai pada 24 Juni ini. Langkah yang dilakukan Disdikpora yakni membuka posko PPDB di Rumah Pintar, Jalan Kamboja. Posko ini akan dibuka Kamis (20/6) hari ini sampai berakhirnya tahapan PPDB 2019. Hal ini ditegaskan Kadisdikpora Denpasar I Wayan Gunawan didampingi Sekdis A.A. Wijaya dan Kabag Humas Dewa Gede Rai, Rabu (19/6) kemarin. Posko ini didirikan untuk membantu masyarakat
yang akan mendaftarkan anaknya mencari sekolah negeri pada jadwal yang sudah ditentukan. Kini, semua siswa yang akan mendaftar sudah memiliki token. Token itu harus diaktifkan untuk bisa masuk ke akun pendaftaran PPDB. ‘’Kami akan bantu siswa atau orangtua siswa untuk mengaktifkan token tersebut,’’ katanya. Dikatakan, saat pendaftaran nanti, sistem akan mulai bisa diakses pada pukul 08.00. Jadi masyarakat yang hendak mendaftarkan anaknya masuk sekolah negeri melalui online, tidak perlu harus begadang untuk bisa masuk ke aplikasi. Karena sebelum pukul 08.00 tidak akan bisa masuk. ‘’Akun PPDB ini akan aktif pada pukul 08.00.
Bali Post/nik
TINJAU TPA - Anggota DPRD Bali Nyoman Parta bersama sejumlah OPD saat melakukan peninjauan TPA Temesi, Rabu (19/6) kemarin. kita dorong sampahnya yang mengeluarkan asap tersebut,’’ terangnya. Ia menyebut ke depannya sudah ada perjanjian agar bisa sewa lahan untuk memperluas sekitar 4 hektar. Ia berharap tahapan itu cepat selesai sehingga bisa menanggulangi timbulan sampah yang ada. ‘’Tahapan dengan sewa ini tidak gampang, apalagi sekarang kita tidak ada anggaran dan harus menunggu di perubahan. Itu jangka panjangnya, kalau jangka pendek dengan penanganan asapnya saja dulu,’’ tandas Wisnu
Wijaya. Ditambahkan, pihaknya akan merapatkan kembali untuk mencarikan solusi, apa saja yang harus dikerjakan. Mulai dengan pihak Dinas Pekerja Umum, Dinas Sosial sampai Dinas Kesehatan. Karena dampak dari TPA tersebut sudah merambat kepada faktor sosial masyarakat dan kesehatannya. Sementara itu, anggota DPRD Gianyar Nyoman Parta melakukan peninjau lokasi ke TPA. Politisi asal Sukawati ini mengaku kepalanya pusing dan mual
Jadi sebelum itu tidak bisa masuk,’’ katanya. Gunawan juga mengingatkan agar memperhatikan waktu pendaftaran per jalur. Karena setiap jalur berbeda waktu pendaftarannya. Misalnya saja, pada tanggal 24-25 Juni hanya untuk jalur zonasi jarak lingkungan. Sedangkan untuk jalur zonasi wilayah kawasan akan dilakukan pada 27-29 Juni mendatang. Waktu mendaftarnya mulai pukul 08.00 Wita sampai pukul 14.00 Wita. ‘’Untuk jalur zonasi jarak lingkungan tidak digunakan cepat-cepatan. Jadi kalaupun terakhir mendaftar, namun jarak rumah dengan sekolah sangat dekat, ini yang akan diprioritaskan,’’ jelasnya. (kmb12)
POSKO - Kadisdikpora Wayan Gunawan (tengah) saat menyampaikan akan membuka Posko PPDB di Rumah Pintar, Jalan Kamboja, Rabu (19/6) kemarin.
ketika berlama-lama berada di areal TPA tersebut. Parta pun menilai wajar jika masyarakat Desa Lebih mengeluh dengan kepulan asap tersebut. Menurut Parta, ke depan Pemkab Gianyar harus membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di beberapa kecamatan. Selain itu, juga membuat tempat komposting di setiap desa dan pemilahan sampah rumah tangga. ‘’Karena sampah adalah masalah setiap orang, tidak benar juga kalau seluruhnya dibebankan kepada pemerintah,’’ tandasnya. (kmb35)
Aktivasi Token, Disdikpora Buat Posko PPDB
Bali Post/ara
Warung Global
Pemerintah Mesti Bantu Promosikan Kerajinan Perak di Bali PENGEMBANGAN kembali kerajinan perak di Desa Celuk Kecamatan Sukawati memang masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya persoalan ekspor bagi para perajin yang masih produktif. Melihat kondisi ini, pemerintah diminta meningkatkan kualitas SDM perajin perak di desa setempat untuk meningkatkan daya saing di pasar global. Seperti apa pendapat pendengar Kawan Global ketika hal ini menjadi topik interaktif yang disiarkan Radio Global 96,5 FM? Budiada di Tabanan menyebutkan teknologi harus dikuasai untuk menambah wawasan dan memasarkan produk perak secara online. Hasil kerajinan perak harus punya hak paten yang dilindungi pemerintah. Ia juga berharap dengan sinergi dengan pemerintah dan
perajin dapat berpengaruh positif bagi kelestarian budaya yang menjadi kearifan lokal dan membangkitkan ekonomi kerakyatan masyarakat. Arya di Denpasar mengatakan perlu dibuat perda perlindungan terhadap perajin perak. Di samp-
ing itu, para perajin harus mengikuti perkembangan desain agar produk mereka semakin diminati. Di era persaingan ini, para perajin dan pelaku usaha harus kreatif dan inovatif agar produknya berdaya saing. Sementara Lanang Sudira di Gianyar menilai perajin perak Bali sebenarnya sudah lama menghadapi persaingan dari Yogyakarta. Contohnya seperti Borobudur Silver dan HS Silver. Pemerintah agar membantu perajin perak dalam mempromosikan dan membuka pasar yang lebih luas untuk hasil kerajinan agar perajin semakin bergairah dalam meningkatkan
produksinya. Pendapat Sukadana di Mengwi, Kementerian Perindustrian agar berupaya untuk mendorong peningkatan daya saing kerajinan masyarakat melalui bantuan teknik, dana dan akses pasar agar perajin dapat bangkit kembali dan skalanya bisa diperluas. Bantuan teknik bisa meliputi pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan. Sedangkan peningkatan akses pasar dapat melalui promosi dan keikutsertaan pada pameran. Werda di Gianyar berpendapat perlu ada dorongan agar pelaku UKM dapat tumbuh, yakni membutuhkan keberpihakan
dari pemerintah dalam hal permodalan. Selama ini, orang yang baru menjalankan usaha sangat kesulitan dalam modal. Diperlukan juga p end amp ingan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan. Sementara itu, Darasetia di Tabanan menambahkan, kerajinan perak perlu didorong untuk tumbuh karena mampu menyerap tenaga kerja yang banyak. Kreativitas akan mendorong inovasi yang menciptakan nilai tambah lebih tinggi. Upaya untuk menggerakkan sektor ekonomi ini memerlukan sinergi dari semua pihak pelaku ekonomi kreatif. (dika)
OPINI
6
Kamis Umanis, 20 Juni 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Perlu Gerakan Nasional Membudayakan Minat Baca BUDAYA membaca buku di kalangan masyarakat kita masih sangat rendah. Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan hal itu. Masih kalah jauh dibandingkan masyarakat negara-negara lain, khususnya di Asia Tenggara. Lalu, di mana sebenarnya letak masalahnya? Ada yang mengatakan lingkaran kemiskinan dan kebodohan itu mesti diputus segera dengan meningkatkan minat baca buku. Sangat masuk akal, bagaimana caranya? Sebenarnya, pemerintah juga sudah berusaha. Masyarakat di luar pemerintah juga sudah melakukan gebrakan. Mungkin sinerginya yang belum optimal. Atau boleh jadi, upaya yang dilakukan juga kurang maksimal. Untuk itu, perlu sebuah gerakan nasional untuk melakukan langkah-langkah strategis bagaimana kecintaan membaca buku ini dibangun secara terstruktur, sistematis dan masif. Sebuah gerakan moral, semua pihak terlibat. Ini sebuah misi suci untuk menyelamatkan bangsa dari kebodohan. Menularkan virus semangat membaca mutlak dilakukan. Membaca buku apa saja. Setidaknya satu buku sehari. Saat ini, kalau dilihat, sangat jarang guru di sekolah menyuruh muridnya membaca buku yang kemudian dibuatkan resensinya. Atau dijadikan sebuah topik diskusi. Buku yang dibaca mesti beda, karena untuk menghindari anak-anak itu hanya main copy paste. Ini juga pelajaran sebuah kejujuran. Sebuah integritas sebagai siswa yang nantinya akan membangun sebuah identitas dan tanggung jawab. Ini masalah karakter yang sulit. Itu makanya perlu langkah sinergis yang terstruktur, sistematis serta masif. Jangan parsial dan terkesan hangat-hangat tahi ayam. Buku jenis apa saja? Pada hakikatnya, semua jenis buku baik. Tetapi, untuk tahap awal, kita perlu juga menggarisbawahi ada kepentingan yang lebih mendesak. Buku tentang Indonesia, dalam konteks nusantara, sejarah, pergerakan nasional, para pahlawan, dan sebagainya. Ini akan membangun sebuah karakter nasionalis secara bertahap. Mari membaca buku-buku berkualitas. Jangan hanya membaca di media sosial, meskipun tidak semua jelek. Sebab, buku yang baik pun kini migrasi ke e-book karena perkembangan teknologi. Jadi intinya, mari kita galakkan semangat membaca. Jadikan itu sebuah budaya. Buku merupakan salah satu cerminan tingkat intelektualitas seseorang. Ini juga menyangkut kualitas pribadi. Dari buku, kita banyak belajar tentang segala macam kehidupan. Kehidupan suatu bangsa sangat bergantung kepada kualitas manusianya. Ini nantinya tidak hanya merangsang minat membaca tetapi juga dampak ikutannya yang lain. Semangat untuk menulis bagi para penulis. Untuk lebih banyak lagi menghasilkan karya bermutu. Semangat dari pemerintah serta peran swasta agar tidak pernah kendur mendukung dalam segala bentuk yag bisa dikerjakan. Ini hajatan bersama untuk kepentingan bersama.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Semangat Kebangsaan dan Toleransi Saya sependapat dengan harapan Gubernur Bali Wayan Koster bahwa Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun ini tidak hanya menjadi ruang untuk mengapresiasi seni dan budaya. Pesta kesenian ini hendaknya bisa menumbuhkan dan merawat semangat kebangsaan di tengah menguatnya perdebatan nasionalisme dan ideologi. Kita memang harus segera bangkit dan bersatu menjaga dan merawat kebangsaan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai budaya yang ada. Selama ini kita telah bergerak menuju penguatan rasa nasionalisme dengan adanya rasa kebersamaan dalam membangun bangsa. Terlebih kini menjelang 17 Agustus, dalam konteks kebangsaan hendaknya gerak dan perilaku kita mengarah pada upaya-upaya menjaga rasa nasionalis serta mengawal ideologi Pancasila. Pihak-pihak yang selama ini membangun opini lain terkait ideologi kebangsaan hendaknya segera melakukan reorientasi perilaku. Mari kita jaga rasa nasionalisme kita jangan gara-gara kepentingan politik nasionlisme kita dikaburkan. Dalam konteks membangun toleransi, mari kita kedepankan rasa persaudaraan dan saling memahami sesama. Jangan ada pihak-pihak yang merasa berkuasa atas pihak lainnya. Sepanjang kita menjaga toleransi kebangsaan, kita yakin hidup harmonis akan terbangun dan terjaga di negeri ini. Mudah-mudahan Pesta Kesenian Bali tahun ini benar-benar memiliki vibrasi dan keyataan untuk menguatkan nasionalisme dan toleransi. Saya juga menaruh harapan besar agar pada Bali era baru ini, seniman Bali benar-benar bisa terakomodasi dan memiliki ruang untuk menguatkan budaya Bali. I Gede Sudana Putra Buleleng, Bali
Membangkitkan Budaya Literasi Dalam Pendidikan Education is the most powerful weopon which you can use to change the world. (Pendidikan adalah senjata terampuh yang dapat kamu gunakan untuk mengubah dunia) - Nelson Mandela. Tak dapat dimungkiri, pendidikan adalah salah satu faktor terpenting dalam kemajuan bangsa. Bahkan, tingkat keberhasilan suatu bangsa dalam pendidikan dapat meningkatkan muruah suatu bangsa di mata dunia. Sebagai sebuah negara berkembang, Indonesia masih terus berbenah demi kesuksesan pendidikan yang dapat menghasilkan generasi unggul pada masa mendatang.
Oleh Anggi Arigusman, M.Pd.
B
udaya literasi khususnya membaca adalah salah satu kunci yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan. Karena membaca adalah gerbang untuk membuka cakrawala dunia. Ironisnya hingga saat ini, tingkat budaya literasi siswa Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan hasil PISA (Programme for International Student Assessment) rilisan Organisation for Economic Co-Operation and Develompent (OECD) tahun 2015, Indonesia memperoleh nilai rata-rata 395,3 dari tiga aspek penilaian yaitu literasi membaca, matematika, dan sains. Hasil ini menempatkan Indonesia di urutan ke-62 dari 70 negara yang dinilai. Jauh di bawah Vietnam, sesama negara ASEAN yang memperoleh nilai rata-rata 502,3 dan menempati peringkat ke-22. Apalagi Singapura yang menempati peringkat ke-1 dengan nilai rata-rata 551,7. Penelitian lain yaitu penilaian literasi bertajuk ‘’World’s Most Literate Nations’’ yang diumumkan pada Maret 2016 dan dirilis oleh Central Connecticut State University (CCSU) menempatkan
Indonesia pada posisi 60 dari 61 negara yang dinilai. Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat literasi siswa Indonesia. Pertama, dari sisi orangtua, jarang sekali orangtua yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan budaya literasi dalam keluarga. Padahal, keluarga adalah lingkungan pertama yang dikenal anak. Anak akan melihat bagaimana kebiasaan orangtuanya dalam ‘’berliterasi’’. Kedua adalah faktor guru dan kebiasaan di sekolah. Kebanyakan guru masih belum mampu mendorong dan memotivasi siswa untuk gemar membaca. Faktor ketiga adalah masih belum maksimalnya usaha pemerintah dalam menyuplai buku-buku yang sesuai dan menarik minat siswa untuk membaca. Keempat adalah faktor ekonomi. Harga buku yang relatif tinggi bagi kebanyakan masyarakat Indonesia sangat berpengaruh terhadap minat baca masyarakat. Karena pada saat masyarakat berpikir untuk membeli buku bacaan keluarga, mereka juga terpikir dengan kebutuhan mendesak lainnya yang tidak bisa dikesampingkan seperti kebutuhan pangan dan biaya hidup lainnya.
Selain keempat faktor di atas, sulitnya mendapatkan buku bacaan yang menarik di pasaran khususnya di daerah-daerah turut menjadi penyebab rendahnya tingkat membaca siswa dan masyarakat. Di lain sisi, ada juga yang menemukan bahwa ternyata minat baca masyarakat sangat tinggi apabila disodorkan buku yang sesuai dengan minat mereka seperti yang dituturkan oleh Nirwan, seorang aktivis literasi di Indonesia. Permasalahan rendahnya budaya literasi tidak bisa dianggap enteng. Budaya literasi akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan pola pikir. Berbagai dampak buruk bisa terjadi pada masa sekarang ataupun yang akan datang. Dalam kondisi saat ini, mudahnya masyarakat mempercayai berita hoax adalah salah satu gejala dari rendahnya literasi kita. Karena orang yang memiliki budaya literasi tinggi tidak akan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. Tingginya angka kemiskinan -- satu masalah yang belum pernah berhasil dituntaskan hingga detik ini -- adalah salah satu dampak tidak langsung dari rendahnya budaya literasi.
Rendahnya budaya literasi membuat perhatian masyarakat pada pendidikan juga rendah karena minimnya pengetahuan. Hal ini membuat kualitas sumber daya manusia jauh tertinggal. Di sisi lain, Indonesia sedang menuju puncak bonus demografi dan Indonesia emas 2045, di mana 70% masyarakat Indonesia berada pada usia produktif. Tentu kita semua berharap bahwa bonus demografi membuat Indonesia menjadi negara besar yang maju dengan kekuatan politik, ekonomi, sosial, pertahanan, dan keamanan. Namun, dengan budaya literasi yang sangat rendah maka hasil ini akan sangat sulit bahkan mustahil untuk dicapai. Justru kekhawatiran akan semakin tingginya pengangguran dan kemiskinan akibat ketidakmampuan bersaing dengan dunia global mungkin saja terjadi dan bahkan lebih buruk dari itu. Saat ini, produktivitas pekerja Indonesia masih belum berdaya saing. Hal ini bisa dilihat dari peringkat Indonesia di ASEAN yang berada pada urutan keempat di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Hal ini adalah sebuah ironi, mengingat potensi Indonesia dengan jumlah penduduk yang jauh lebih besar dibanding negara-negara tersebut. Tak ayal, meningkatkan iklim literasi yang baik mutlak diperlukan sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM demi kesiapan warga negara Indonesia dalam kancah persaingan global. Untuk mengatasi permasalahan literasi Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan salah satu pihak seperti bergantung pada pemerintah saja. Perlu sinergitas yang solid dari seluruh elemen yang terkait. Mulai dari orangtua,
Menyoal Impor Guru
PEMERINTAH berencana impor guru. Ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani pada diskusi Musrenbangnas, di Jakarta (Kamis, 9/5). Rencana mendatangkan guru dari luar negeri amat ironis di tengah berbagai persoalan guru di Tanah Air yang belum tertangani. Tak ayal dapat sambutan negatif dari masyarakat khususnya guruguru di Tanah Air. Tanggapan negatif masyarakat kemudian dijawab oleh pemerintah melalui pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, bahwa guru-guru asing yang diundang akan berperan sebagai pemberi pelatihan (training of trainers/ToT) dan bukan untuk mengajar di sekolahsekolah. Mendatangkan tenaga pengajar ahli tersebut dinilai oleh pemerintah akan meningkatkan efisiensi pembiayaan pelatihan sumber daya manusia Indonesia tanpa harus mengirim mereka ke luar negeri. Jadi, pemerintah mendatangkan guru asing sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas guru di Tanah Air. Ya, memang harus kita akui kualitas guru kita masih belum baik. Kompetensi guru masih rendah. Secara umum ada dua kompetensi yang harus dikuasai guru, yaitu kemampuan pedagogik dan profesional. Sederhananya pedagogik adalah cara mengajar dan profesional adalah penguasaan isi materi pelajaran. Pada dua kompetensi tersebut, guru Indonesia masih dianggap rendah.
Oleh Kurniawan Adi Santoso Ini bisa dilihat dari hasil uji kompetensi guru (UKG) 2017, rata-rata nasional TK 68,23; SD 62,22; SMP 67,76; SMA 69,55 berada jauh di bawah nilai yang ditargetkan 80,00. Bahkan, kompetensi pedagogik, yang menjadi kompetensi utama guru pun belum menggembirakan. Masih banyak guru yang cara mengajarnya masih text book, cara mengajar di kelas yang membosankan, cara mengajar layaknya ‘’menuang air dari teko ke gelas’’. Yang kemudian berdampak pada capaian pendidikan Indonesia yang belum menggembirakan. Hasil tes Programme for International Student Assessment (PISA), yaitu tes untuk mengukur kemampuan membaca, matematika, dan sains anak usia 15 tahun yang hasilnya pada 2015 Indonesia berada di peringkat ke-69 dari 76 negara peserta. Peringkat Indonesia di bawah negara-negara ASEAN seperti Singapura (peringkat ke-2), Vietnam (peringkat ke17), Thailand (peringkat ke50), dan Malaysia (peringkat ke-52). Saat ini, Indonesia masih menghadapi persoalan guru yang tidak ringan. Selain mengenai kompetensi, disparitas kuantitas dan kualitas guru antarwilayah dan antardaerah secara nasional sangat tinggi. Masih banyak guru mengajar tidak sesuai dengan latar belakang akademiknya. Ini karena
perekrutan guru tidak melalui mekanisme profesional. Guru honorer untuk memenuhi kebutuhan jumlah guru direkrut berdasar ‘’siapa yang mau’’. Akibatnya, selain menimbulkan kesulitan pengangkatan juga kompetensinya tidak memadai. Persoalan kurangnya guru pada bidang studi tertentu disebabkan keterlambatan perekrutan guru TK dan guru SD/MI yang berlatar belakang akademik PGTK dan PGSD/ MI. Kualifikasi guru yang belum setara sarjana (S-1), dari 3,9 juta guru yang ada saat ini terdapat 25% yang belum memenuhi syarat kualifikasi akademik. Konsekuensinya, standar keilmuan yang dimiliki guru menjadi tidak memadai untuk mengajarkan bidang studi yang menjadi tugasnya. Di sisi lain, tidak sedikit guru yang sarjana pendidikan, tetapi bermasalah dalam aspek pedagogik. Ini ditengarai mudahnya menjadi mahasiswa calon guru. Padahal, semestinya yang menjadi mahasiswa calon guru adalah mahasiswa-mahasiswa terbaik dari sisi akademis, psikologis, dan pedagogik karena mereka akan menjadi guru yang mendidik anak-anak bangsa. Jadi, pemerintah harus membenahi seleksi calon guru yang saat ini ditangani lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). Peningkatan keprofesian berkelanjutan (PKB) guru rendah. Tidak jarang pelatihan-
pelatihan guru semata-mata berorientasi proyek. Guru mengikuti pelatihan sekadar menggugurkan kewajiban. Jangankan meningkat kompetensinya, selesai pelatihan cara mengajarnya tidak berubah sama sekali. Persoalannya, tidak adanya kesinambungan dan kontinuitas pelatihan guru dalam jabatan. Pelatihan guru masih sebatas formalitas dengan mengumpulkan guru untuk diberi pelatihan tetapi tindak lanjutnya di kelas tidak terpantau. Akibatnya, pelatihan tidak berimbas pada perbaikan keterampilan guru dalam mengajar. Pada kasus ini, pemerintah sebenarnya dapat memberdayakan kepala sekolah dan pengawas sekolah. Keduanya dapat dioptimalkan pada kerja-kerja supervisi dan pembimbingan. Namun faktanya, kerja-kerja mereka lebih pada persoalan administratif untuk melengkapi formalitas laporan. Selain itu, tidak ada mekanisme baku bagi guru yang telah mengikuti pelatihan untuk mengimbaskan pada guru lain. Sebetulnya jika mekanisme pengimbasan berjalan, tidak perlu impor guru. Pada Maret 2019, Kemdikbud telah memberangkatkan 1.200 guru selama tiga minggu ke beberapa negara untuk menimba ilmu pendidikan. Pengalaman guru-guru ini dapat disebarkan ke guru-guru lain. Penyebaran itu sebenarnya bisa dilakukan dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG).
mereka seharusnya mengenalkan dunia literasi membaca pada anak sejak dini, sehingga hal ini menjadi kebiasaan positif bagi anak-anak dalam mengembangkan budaya literasi. Di sekolah, guru juga punya andil yang sangat menentukan terhadap tingkat minat baca siswa. Orangtua dan guru harus selalu menjadi teladan bagi siswa dalam membudayakan literasi dalam keseharian. Orangtua dan guru juga harus meningkatkan upaya dalam memotivasi siswa untuk meningkatkan minat baca dan rasa ingin tahu. Arahkan siswa untuk membaca bacaan yang mereka sukai dan harus bernilai positif tentunya. Siswa juga harus dibimbing untuk dapat menyisihkan waktu yang nyaman untuk membaca. Pemerintah perlu memperbanyak suplai buku-buku yang disukai oleh siswa sesuai dengan tingkatan mereka. Kemudahan akses untuk memperoleh buku-buku yang mendidik dan berkualitas khususnya di daerahdaerah yang jauh dari ibu kota juga perlu diwujudkan. Adapun berkenaan dengan kendala ekonomi, perlu adanya kebijakan pemerintah yang memungkinkan untuk membuat harga buku menjadi lebih terjangkau. Di samping tentu saja sangat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam membangun budaya literasi yang baik untuk hasil pendidikan yang baik. Penulis, guru Bahasa Inggris SMPN 1 Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Alumnus S-2 program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.
POJOK Tiket pesawat mahal, kunjungan ke objek wisata di Bali turun. - Kembali hidupkan pertanian. *** Jokowi angkat isu lingkungan dan ekonomi global pada KTT G-20. - Ekonomi nasional jangan dilupakan. *** Anggota DPRD Gianyar usulkan dana partai politik dihapus. - Alihkan untuk kesejahteraan rakyat.
Penulis adalah guru SDN Sidorejo, Kabupaten Sidoarjo, Jatim
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Umanis, 20 Juni 2019
7
TABANAN
Pusat Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Baturiti
Tabanan (Bali Post) -
Pasar Baturiti tahun ini akan kembali direvitalisasi, setelah Pemerintah Pusat memutuskan menggelontorkan dana Rp 4 miliar. Pasar Baturiti mendesak direvitalisasi, mengingat sampai sekarang belum mendapatkan penanganan setelah ambruk akibat gempa Lombok 7 SR pada 5 Agustus 2018. Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Tabanan Ni Wayan Primayani, Rabu (19/6) kemarin menyampaikan, Pemkab Tabanan melalaui Disperindag telah mengajukan anggaran ke pusat untuk membangun kembali pasar terbesar di Baturiti tersebut. ‘’Pemerintah pusat menyetujui dan telah menggelontorkan dana sebesar Rp 4 miliar untuk revitalisasi Pasar Baturiti. Proyeknya baru akan lelang, masih persiapan,’’ ungkap Primayani. Dikatakannya, setelah ada keputusan pusat memberikan bantuan, pihaknya telah melakukan proses administrasi
termasuk menyusun Detail Engineering Design (DED) pembangunan Pasar Rakyat Baturiti yang baru. Dengan demikian, tender sudah siap dilaksanakan. Diharapkan proses tender dan pembangunan pasar dapat berjalan sesuai rencana sehingga pedagang yang terdampak gempa dapat kembali berjualan di dalam pasar yang refresentatif dan tidak lagi berjualan di areal parkir. Selain Pasar Baturiti, tahun ini Disperindag telah mengajukan revitalisasi Pasar Bajera. Primayani mengatakan, Pasar Bajera sebenarnya sudah mendapatkan dana revitalisasi yang bersumber dari Dana Alo-
kasi Khusus (DAK) dua tahun lalu. ‘’Tetapi dana tersebut hanya bisa merevitalisasi setengah dari Pasar Bajera. Sehingga tahun ini kami usulkan lagi dan sedang kami koordinasikan dengan pemerintah pusat,’’ ujarnya. Setelah Pasar Baturiti dan Pasar Bajera direvitalisasi, masih ada lima pasar tradisional di Kabupaten Tabanan yang memerlukan revitalisasi, karena kondisinya yang sudah tidak layak. Disperindag sudah mengajukan anggaran untuk tahun 2020 ke Direktorat Jenderal Cipta Karya terkait revitalisasi tiga pasar, yaitu Pasar Sayur Baturiti, Pasar Dauh Pala, dan Pasar Pupuan. Sementara untuk dua pasar
lainnya yaitu Pasar Candikuning dan Pasar Kerambitan, diajukan melalui DAK. Untuk diketahui, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong revitalisasi pasar tradisional. Revitalisasi pasar bertujuan menarik minat konsumen. Pasar tradisional harus dipertahankan sebab di dalamnya terdapat sesuatu yang khas, yakni interaksi sosial antara pedagang dan pembeli. Selama ini Disperindag juga terus melakukan pendataan pasar yang perlu diperbaiki. ‘’Revitalisasi ini juga bertujuan untuk menghilangkan kesan kumuh dan bau dari pasar tradisional. Paling tidak, dengan menciptakan suasana pasar tradisional yang bersih dan sehat masyarakat tidak akan beralih ke pasar modern,’’ ujar Primayani. (kmb28)
Bali Post/dok
PASAR KEDIRI - Revitalisasi pasar tradisional di Tabanan dilaksanakan secara bertahap. Salah satu pasar yang sudah direvitalisasi adalah Pasar Kediri.
Sakit, 50 Koperasi akan Dibina
REJANG RENTENG - Geladi pementasan Rejang Renteng sebagai persiapan penyelenggaraan Festival Yeh Gangga.
Bali Post/bit
Festival Yeh Gangga Angkat Potensi Kuliner Lokal Tabanan (Bali Post) Berbagai persiapan dimatangkan dalam menyambut Festival Yeh Gangga yang akan digelar 22-23 Juni. Sejumlah potensi lokal akan dikemas secara apik agar dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Di deretan potensi lokal yang disiapkan, yang menjadi perhatian publik berupa demo memasak timbungan ikan laut yang dikemas atraktif sepanjang lebih kurang 50 meter, dengan dukungan dari Indonesian Chef Association. Selain itu, festival akan dimeriahkan jukung hias yang diyakini akan menyedot perhatian pengunjung festival. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Setda Tabanan A.A. Gd. Dalem Trisna Ngurah didampingi Pj. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Made Yasa, Rabu (19/6) kemarin memaparkan, Festival Yeh Gangga selain mengangkat potensi alam juga bertujuan mengaktualisasikan potensi maritim Yeh Gangga yang sudah dikenal sebagai salah satu pusat produk perikanan laut. ‘’Yeh Gangga terkenal dengan pindang dan lobster pasirnya. Kuliner lokal ini juga akan ditampilkan di festival. Yang berbeda kali ini juga akan kita sajikan sajian khas lainnya seperti timbungan ikan laut,’’ ucapnya. Sebagai tuan rumah, lanjut Dalem Trisna, masyarakat Yeh Gangga terlibat total. Masyara-
kat pun sangat antusias. Itu terlihat dari sejak awal agenda ini disampaikan, mereka telah menyiapkan diri untuk meramaikannya. Contohnya keterlibatan 500 sampai 600 penari Rejang Renteng yang merupakan krama istri Yeh Gangga. Sebelum festival dibuka, akan dilaksanakan upacara ngeruwat laut, diiringi tari Rejang Renteng. Tarian wali ini bahkan langsung mendapat pembinaan dari Ida Ayu Made Diastini, S.ST., M.Si. agar tari tersebut sesuai dengan pakem. Ida Ayu Made Diastini adalah peneliti yang diberi mandat menyosialisasikan tarian ini ke seluruh Bali dan pemeluk agama Hindu di luar daerah. ‘’Masyarakat yang akan
menari memang bukan penari. Mereka dari unsur pedagang, petani, buruh, tetapi sangat bergembira bisa menjadi bagian dalam event ini,’’ terangnya. Begitu pula dalam Festival Yeh Gangga ini masyarakat setempat akan memperkenalkan dan mempromosikan kuliner laut seperti pesan pindang, aneka olahan lobster, sup ikan dan sebagainya. ‘’Siapa yang tidak kenal pindang Yeh Gangga, dan lobster pasir yang berlimpah. Kalau potensi kuliner lokal ini terus digaungkan, bisa jadi Yeh Gangga akan menjadi sentra kuliner laut, layaknya Badung yang memiliki Jimbaran,’’ ucapnya. Sementara itu, Pj. Kepala
Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Made Yasa menambahkan, festival kali ini mengambil tema ‘’Laut Sumber Kehidupan’’. Dengan anggaran sebesar Rp 1 miliar bersumber dari BKK Badung, konsep festival dibuat bekerja sama dengan masyarakat desa adat. Ini dilakukan untuk memberikan kesempatan penuh kepada krama Desa Pakraman Yeh Gangga untuk mengelola kegiatan. Diharapkan masyarakat dapat berperan secara optimal, tidak hanya menjadi penonton. Sementara itu, Bendesa Adat Yeh Gangga I Ketut Dolia selaku Ketua Panitia mengatakan, warga Yeh Gangga mendukung penuh pagelaran festival ini. (kmb28)
Peringati Hari Bhayangkara Ke-73
Polres Anjangsana ke Tokoh Agama
Bali Post/bit
ANJANGSANA - Suasana anjangsana Polres Tabanan dengan para tokoh agama.
Tabanan (Bali Post) Polres Tabanan belakangan ini terus melakukan kegiatan sosial menyambut hari Bhayangkara ke-73 yang jatuh pada 1 Juli mendatang. Salah satunya kegiatan anjangsana yang diikuti seluruh pejabat utama Polres Tabanan yang dipimpin Wakapolres Tabanan Kompol Rahmawaty Ismail, S.E., S.IK. pada Selasa (18/6). Rombongan Polres Tabanan melakukan anjangsana ke kediaman Ketua MUI Tabanan M. Rifan. S.Ag. di Banjar Gerang Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan dan ke-
diaman tokoh Nasrani Romo Sebastian Yordan Ado, Pr. di Jalan Singosari, Tabanan. Wakapolres Tabanan Kompol Rahmawaty Ismail mengatakan, tidak hanya anjangsana ke sejumlah tokoh agama, sebelumnya juga dilakukan anjangsana ke purnawirawan Polri dan anggota Polri yang tengah sakit. Anjangsana merupakan bentuk berbagi kasih kepada keluarga besar Polri termasuk para tokoh agama dan masyarakat. Khusus anjangsana ke para tokoh agama, Polres ingin meminta doa restu. ‘’Dengan
doa restu diharapkan Polri di usia ke-73 selalu dan tetap menjadi institusi negara yang kuat dalam menberikan pengamanan kepada masyarakat dengan tugas pokoknya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta sebagai penegak hukum,’’ jelasnya. Tidak hanya kegiatan anjangsana, kegiatan sosial lainnya juga digelar serangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-73, seperti bakti kesehatan di Gedung Kesenian Ketut Maria, bakti religi dan bazar. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) bantu untuk melakukan Dari 570 koperasi yang pendampingan. tercatat di Dinas Koperasi ‘’Kendala pembuatan dan UKM Kabupaten Ta- laporan keuangan ini tidak banan, ada 50 koperasi yang saja terjadi pada koperasi akan dipantau dan dibina yang baru berdiri, namun tahun ini. Ke-50 koperasi hal sama juga terjadi pada tersebut masuk kategori koperasi yang sudah lama sakit alias tidak aktif. Ke- beroperasi. Sebab, sistem pala Dinas koperasi dan pencatatan akuntansi juga UKM Tabanan I Made Yasa, berubah sekarang ini, seRabu (19/6) kemarin, men- hingga harus dilakukan g a t a k a n p i h a k n y a t e l a h lagi penyesuaian terhadap membentuk tim bersama sistem yang baru,’’ ujarnya. dengan Dekopinda untuk Di sisi lain, di tengah m e l a k u k a n p e m a n t a u a n persaingan ketat cukup bandan pembinaan terhadap yak koperasi yang didirikan 50 koperasi tersebut. ‘’Jadi, tiap tahunnya. Tahun ini bukan langsung kita bubar- tercatat ada tujuh koperasi kan, melainkan bagaimana baru. ‘’Pengajuan itupun kita bina terlebih dulu agar harus kita verifikasi terlebih sehat dan aktif kembali. dulu, apa sudah memenuhi Kalau tetap tidak bisa, baru syarat baik permodalan dan dibubarkan,’’ ucapnya. sebagainya. Jika sudah, Menurutnya, Dinas Ko- baru turun SK,’’ terangnya. perasi dan UKM Tabanan (kmb28) melalui tim monev turun langsung ke lapangan untuk mencari tahu kendala yang dihadapi ke-50 koperasi tersebut dalam mengembangkan usahanya. Hasil monitoring akan menjadi dasar untuk melakukan pembinaan dan pelatihan yang tepat untuk pertumbuhan koperasi di Kabupaten Tabanan. Ditegaskan Yasa, kebanyakan koperasi kurang sehat salah satu indikatornya yakni tidak menggelar RAT selama dua tahun berturutturut. Yasa pun memprediksi, hingga kini masih banyak koperasi di Tabanan yang belum bisa menyusun pembukuan secara benar. Terkait hal ini, pihaknya Bali Post/bit s a n g a t I Made Yasa siap mem-
BULELENG
8 Bimtek Pedoman Manajemen Risiko Singaraja (Bali Post) – Meningkatkan maturitas Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP), Inspektorat Buleleng bekerja sama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Bali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Pedoman Manajemen Risiko (PMR), Selasa (18/6) lalu. Bimtek diikuti Kepala SubBagian (Kasubag) seluruh Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) dan Sekretaris Camat (Sekcam) se-Buleleng. Bimtek dibuka Kepala Inspektorat Buleleng I Putu Yasa. Dia mengatakan, pimpinan OPD wajib menguasai dan menerapkan manajemen risiko yang timbul dalam melaksanakan kegiatan dinas. Para kasubag dan sekcam dituntut untuk menguasai dan menjabarkan kepada semua jajarannya di bawah. Menurut Yasa, tingkat maturitas SPIP sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) tingkat nasional dan daerah sudah di-quality assurance (QA) oleh BPKP pada level 3. Rinciannya, Setda Buleleng, Inspektorat, Bappeda Litbang, BKPSDM, BKD, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Sosial, Disdukcapil, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Disdikpora, PUPR, dan Dishub Buleleng. ‘’Nanti yang belum mencapai level 3 akan kita gelar Focus Group Discussion (FGD) dalam mendiskusikan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai level 3,’’ katanya.
Kamis Umanis, 20 Juni 2019
Hindari Monopoli Pemanfaatan Sumber Air
Dewan Bahas Ranperda Pengelolaan Air Minum Pedesaan Singaraja (Bali Post) –
Narasumber dari BPKP Komang Indah Mediani mengatakan, ada lima unsur pada SPIP yakni lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan pengendalian internal. Unsur ke-2 yaitu penilaian risiko yang terdiri dari dua subunsur yaitu identifikasi risiko dan analisis risiko. ‘’Ini yang akan kita tekankan pada bimtek kali ini. Karena cikal bakal atau pokok SPIP berada pada unsur ke-2,’’ katanya. Jika penilaian risiko atau manajemen risiko tersebut tidak disentuh secara khusus, maka tidak ada pergerakan dan kemajuan dalam rangka maturitasnya. Yang akan dinilai adalah efektivitas dari kegiatan program sasaran dari tiap-tiap SKPD. Yakni, apakah sudah berbasis risiko atau sudah direncanakan dengan memetakan risiko kegiatan. ‘’Para peserta bimtek adalah nantinya menyiapkan data dalam rangka penilaian SPIP,’’ tegasnya. (kmb38)
Pengelolaan air minum pedesaan mendapat perhatian serius pemerintah Buleleng. Pemerintah bersama DPRD Buleleng saat ini membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pengelolaan Air Minum Pedesaan. Regulasi ini dibentuk untuk menguatkan dan memberi legitimasi kepada lembaga pengelola air minum pedesaan. Selain itu, regulasi ini mengatur tarif dan menghindari terjadinya permasalahan dalam pemanfaatan sumber air baku di suatu desa. Mengawali pembahasannya, pemerintah telah mngusulkan draf ranperda melalui nota pengantar kepada DPRD Buleleng belum lama ini. Menindaklanjuti usulan itu, DPRD membentuk panitia khusus (pansus) dan mulai melakukan pembahasan. Pembahasan awal dilakukan, Selasa (18/6) lalu. Pansus menggelar rapat dengar pendapat dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Nyoman Suparta Wijaya dan Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekkab Buleleng Bagus Gede Bratha. Rapat dipimpin Ketua Pansus Ketut Ngurah Arya. Kepala Dinas PUPR Buleleng
Ketut Suparta Wijaya mengatakan, dari 149 desa dan kelurahan saat ini, ada 81 desa yang belum dilayani air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng. Puluhan desa itu mengelola air minum pedesaan dengan sistem grafitasi. Meskipun sudah mengelola sumber air baku mandiri, namun kebanyakan pengelolaan air minum pedesaan masih mengalami permasalahan serius. Dia mencontohkan pelayanan yang belum memenuhi aspek kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan layanan. Tidak hanya itu, banyak persoalan terjadi karena konflik pemanfaatan sumber air baku yang ada. ‘’Seperti itu persoalan yang dihadapi. Se-
hingga pemerintah hadir dengan cara menyusun peraturan ini, dan misi besarnya adalah menata, melindungi, dan memberi legitimasi setiap pengelolaan air minum pedesaan,’’ katanya. Menurut Suparta Wijaya, beberapa materi penting diatur dalam klausul pasal dalam rancangan perda ini. Pengaturan itu adalah penetapan tarif air minum pedesaan yang ditentukan berdasarkan aspek dan prinsip yang ada di setiap desa dengan mengedepankan jalur musyawarah. Selain itu, masalah pemanfaatan sumber air baku juga diatur dengan detail melalui kewajiban mendapatkan izin dari pemerintah daerah melalui Tim Pembina
Puluhan Duktang Terjaring Razia Singaraja (Bali Post) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng, Rabu (19/6) kemarin, melakukan razia penertiban penduduk pendatang (duktang) di kawasan Labuhan Lalang, Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak. Tercatat 23 orang duktang dari luar Bali itu terjaring razia. Dua orang dari mereka tanpa membawa KTP, 21 orang sisanya tanpa Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD). Atas pelanggaran itu, mereka dikenakan sanksi teguran dan diwajibkan untuk mengurus SKLD dari aparat terdekat di mana mereka tinggal sementara. Razia dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Pemanfaatan Data Informasi Penduduk Disdukcapil Gede Odantara. Tim gabungan ini terdiri atas unsur Dinas Perhubungan (Dishub), Polsek Gerokgak, TNI, Satpol PP, Linmas, dan pecalang. Satu per satu mereka diminta menunjukkan KTP. Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan duktang ke Buleleng tanpa membawa KTP dari daerah asal. Gede Odantara mengatakan, razia duktang ini adalah lanjutan dari kegiatan setelah libur Idul Fitri. Sudah menjadi tradisi, seha-
bis Lebaran akan memunculkan duktang dari luar Bali. Mereka juga ditanya tujuannya, apakah mencari pekerjaan atau melakukan kegiatan lain di Buleleng. Sehingga duktang tersebut tidak menjadi pendatang liar. Untuk itu, duktang yang terjaring razia diberikan penjelasan terkait kewajibannya untuk mengantongi SKLD yang diterbitkan aparat pemerintahan desa atau kelurahan di mana mereka tinggal sementara. Kewajiban ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) No. 12 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan. “Dari 23 duktang yang terjaring, kita berikan sanksi pembinaan dengan mewajibkan mereka melapor ke aparat desa atau kelurahan dengan bukti mendapatkan SKLD,” tandasnya. Odantara menambahkan, sejak Januari 2019 hingga bulan ini, Disdukcapil mencatat 1.290 orang duktang yang telah memadati beberapa kantong duktang di Buleleng. Ribuan duktang itu sebagian besar asal Jawa, Sumatera, dan Lombok. Mereka merantau untuk bekerja di sektor perdagangan, jasa, dan menjadi buruh serabutan. (kmb38)
Bali Post/kmb38
RAZIA – Sebanyak 23 duktang asal luar Bali, terjaring dalam razia administrasi kependudukan, Rabu (19/6) kemarin.
BAHAS - Pansus mulai membahas Ranperda Pengelolaan Air Minum Pedesaan.
Bali Post/kmb38
Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Ini penting karena selama ini banyak terjadi konflik pemanfaatan sumber air baku, sehinga dengan pengaturan ini pihaknya meyakini permasalahan seperti itu tidak akan terjadi dan pengelolaan air minum di pedesaan akan memberikan manfaat sebesarbesarnya untuk masyarakat umum. ‘’Termasuk nanti bagaimana pengelolaan kelebihan debit sumber air baku bisa dialihkan ke desa lain, sehingga ini akan mengatasi krisis air bersih di beberapa desa di daerah kita,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua Pansus Ketut Ngurah Arya mengatakan, Buleleng salah satu daerah di Indonesia yang menyusun Perda Pengelolaan Air Minum Pedesaan. Bahkan, dari hasil konsultasi ke Kementerian PUPR, dipastikan daerah lain akan belajar ke Buleleng dalam menyusun perda pengelolaan air minum pedesaan. Untuk itu, politisi PDI Perjuangan asal Gerokgak ini mendorong agar dalam sisa masa jabatan DPRD berakhir Agustus mendatang perda ini bisa disahkan. Dengan demikian, desa yang mengelola air minum mandiri akan terlindungi dan keberadaannya diakui dengan produk hukum daerah. Selain itu, pihaknya yakin ke depan tata kelola air minum pedesaan akan jauh lebih baik dan mencegah terjadinya masalah monopoli pemanfaatan sumber air baku baik oleh kelompok masyarakat atau perseorangan. ‘’Kami mendorong perda ini disahkan karena dengan produk hukum semacam ini bagaimana tata kelola air minum pedesaan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat dan tidak ada monopoli pemanfaatan oleh perseorangan atau kelompok masyarakat tertentu di desa,’’ jelasnya. (kmb38)
Awal Juli, Pedagang Pasar Banyuasri Direlokasi ke Pasar Darurat Singaraja (Bali Post) – Pembangunan Pasar Darurat di kawasan Terminal Banyuasri dan ruas Jalan Samudra, Singaraja terus dikebut. Sesuai kontrak, proyek ini sudah tuntas pada 30 Juni 2019 ini. Jika selesai sesuai kontrak, dipastikan awal Juli 2019 mendatang, pedagang yang menempati kios, los, dan rumah toko (ruko) di Pasar Banyuasri akan direlokasi ke Pasar Darurat. Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Buleleng Ketut Suparto, Rabu (19/6) kemarin, mengatakan setelah proyek dikerjakan, rekanan saat ini telah merealisasikan pelaksanaan proyek 71 persen. Capaian progres ini lebih maju dibandingan dengan target dalam perencanaan pelaksanaan. Dengan catatan itu, pihaknya optimis sebelum kontrak pelaksanaan berakhir, pembangunan pasar darurat ini bisa diselesaikan dengan tuntas. ‘’Sekarang tinggal melanjutkan sisa pekerjaan seperti pemasangan pintu ruko dan pemasangan jaringan listrik. Sesuai evaluasi kami dengan rekanan bersama pengawas, progresnya mencapai 71 persen dan sisa ini akan dituntaskan sampai kontrak pekerjaan berakhir 30 Juni 2019 ini,’’ katanya. Menurut mantan Kepala Bagian (Kabag) Ekbang Sekkab Buleleng ini, setelah pasar dadurat rampung, pihaknya bersama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng untuk merelokasi pedagang yang saat
ini menempati kios, los, dan ruko di Pasar Banyuasri. Tahapan ini dipastikan mulai dilakukan awal Juli 2019 setelah dilakukan upacara pamelaspasan di lokasi pasar darurat. Nantinya, berdasarkan jumlah pedagang yang tercatat di PD Pasar Buleleng akan diberikan tempat berjualan di pasar tersebut. Menurut Suparto, teknis pembagiannya diserahkan kepada Direksi PD Pasar selaku pengelola pasar.
Yang jelas, teknis yang akan ditempuh adalah melalui cara musyawarh atau dengan cara diundi. Suparto mengatakan, relokasi yang mulai dilakukan bulan depan itu sebelum pelaksanaan pengerjaan revitalisasi Pasar Banyuasri menjadi pasar semimodern pertama di Bali Utara. Sesuai perencanaan, revitalisasi paling lambat dimulai Agustus 2019 ini. Sehingga relokasi lebih
awal itu dipastikan akan memberikan waktu yang cukup bagi pedagang memindahkan perlengkapan berjualan mereka di pasar yang lama. ‘’Walaupun pengerjaan revitalisasi belum, kita sudah merelokasi lebih awal. Dan ini baik untuk pedagang untuk bisa memindahkan perlengkapan mereka atau membongkar sendiri lapak tempat berjualan ke pasar darurat,’’ jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PASAR – Proyek pembangunan pasar darurat di areal Terminal Banyuasri dan ruas Jalan Samudra Singaraja mendekati rampung.
Kamis Umanis, 20 Juni 2019
SOSOK Terapkan PPDB Manual PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri di Kabupaten Gianyar dipastikan tetap menggunakan cara manual. Hal ini karena Dinas Pendidikan Gianyar belum siap melakukan PPDB secara online. Kebijakan ini juga untuk mengantisipasi kebingungan para siswa dan orangtua yang belum memahami sistem online. “Kami belum siap menerapkan PPDB online karena server tidak ada. Aplikasi juga belum,” ujar Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra, Rabu (19/6) kemarin.Menurutnya, pertimbangan utama dari keputusan ini adalah mengantisipasi orangtua dan siswa yang juga tidak siap mendaftar secara online. Sehingga pihaknya tidak bisa memaksakan pendaftaran PPDB secara online. Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan masyarakat di daerah terpencil yang diperkirakan masih awam dengan sistem online, termasuk ada sejumlah siswa yang belum memiliki gadget. “Kami tidak mau gagah-gagahan menerapkan PPDB online, tapi dampaknya masyarakat dirugikan,” katanya seraya menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait PPDB melalui rapat yang melibatkan para kepala sekolah, pengawas, dan forum perbekel. (nik)
GIANYAR
9
Dana Parpol Diusulkan Dihapus
Gianyar (Bali Post) Dana partai politik (parpol) yang selama ini dianggarkan oleh Pemkab Gianyar diusulkan untuk dihapus. Anggaran yang nilainya mencapai miliaran rupiah itu lebih baik dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dan kepentingan masyarakat yang lebih urgent. Ketua Komisi I DPRD Gianyar Ngakan Ketut Putra menegaskan hal itu, Rabu (19/6) kemarin. Ngakan Ketut Putra yang terpilih kembali sebagai anggota DPRD Gianyar periode 2019-2024 ini meminta dana untuk parpol itu tak perlu lagi dianggarkan. Menurutnya, parpol yang memiliki kursi di DPRD Gianyar tetap bisa hidup meski tanpa dana tersebut. ‘’Parpol semestinya bisa hidup sendiri. Jadi, tidak perlu ada dana parpol,’’ kata politisi yang juga pimpinan Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Gianyar ini. Menurut Ngakan Ketut Putra, anggaran yang selama ini dialokasikan untuk partai politik itu bisa
diarahkan untuk kepentingan infrastruktur yang masih banyak rusak atau dialihkan untuk warga kurang mampu di Gianyar. ‘’Anggaran itu bisa diplot untuk kepentingan lain atau dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gianyar Drs. Wayan Subrata mengatakan, dana parpol memang rutin dialokasikan setiap satu tahun anggaran. Dana itu mengacu pada suara hasil pemilu untuk parpol yang meraih kursi di DPRD Gianyar. ‘’Itu per suara dihitung Rp 3.304. Tinggal dikalikan total jumlah suara yang diperoleh parpol,’’ katanya. Berdasarkan data pemberian bantuan keuangan kepada parpol di Kabupaten Gianyar pada 2018, tercatat tujuh parpol yang memiliki kursi di DPRD Gianyar mendapat dana tersebut sesuai hasil Pemilu 2014. Dana terbesar diperoleh PDI-P dengan 117.069 suara pada Pemilu 2014
dengan total dana Rp 386.795.976. Diikuti Partai Golkar yang memiliki 48.934 suara memperoleh dana Rp 161.677.936. Partai demokrat yang memiliki 42.142 suara memperoleh dana Rp 139.237.168. Partai Gerindra yang memiliki 28.773 suara memperoleh dana sebesar Rp 95.065.992. Posisi kelima ada Partai Hanura dengan 19.038 suara memperoleh dana Rp 62.901.552. Partai NasDem dengan 16.806 suara memperoleh dana Rp 55.527.024. Terakhir PKPI dengan 13.028 suara memperoleh dana Rp 43.044.512. Sementara untuk DPRD Gianyar periode 2019-2024, hanya lima parpol yang akan menerima bantuan dana tersebut. Dua partai politik yakni Hanura dan NasDem tidak memperoleh dana tersebut karena calon legislatifnya tidak berhasil meraih kursi di DPRD Gianyar. ‘’Untuk lebih pastinya, kami masih menunggu keputusan KPU. Kalau sudah ada keputusan KPU, baru akan kami anggarkan dana itu,’’ tegasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10 Caleg Banyak Absen
Bimtek Tata Cara Penetapan Calon Terpilih Minim Peserta Negara (Bali Post) KPU Jembrana, Rabu (19/6) kemarin menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Jembrana Pemilu Tahun 2019. Sayangnya para calon legislatif terpilih di Pileg April lalu justru banyak yang tidak hadir. Akibatnya Bimtek minim peserta. Sedianya undangan 90 orang, namun yang hadir hanya 20 orang. Para calon legislatif (caleg) terpilih yang diundang tampak tidak ada satu pun yang hadir, sehingga kegiatan minim peserta. Ketua KPU Kabupaten Jembrana Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengatakan, dari keterangan para LO para caleg ada kegiatan masingmasing sehingga tidak bisa hadir. Tangkas mengatakan penetapan calon yang terpilih rencana akan dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2019, karena dalam Pemilu 2019 ini berbeda dengan tata cara Pemilu 2014 dengan masih menggunakan bilangan pembagi (BP) pemilih, melainkan dengan sistem saint league. ‘’Bintek ini bertujuan bagi yang terpilih sebagai Calon Anggota DPRD Kabupaten Jembrana sebanyak 35 orang agar betul-betul paham, serta agar tidak ada pertanyaan dengan sistem. Karena kami lihat masih ada caleg yang
tidak terpilih masih memposting status dan menyatakan diri terpilih. Jangan sampai nanti ini menjadi mis,’’ kata Tangkas. Saat Bimtek pemberian materi diberikan oleh komisioner Divisi Teknis KPU Jembrana I Ketut Adi Sanjaya, yang memberikan materi tentang Penetapan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum, yaitu pada intinya dalam perolehan suara dari para calon anggota DPRD Kabupaten Jembrana yang terpilih dalam pileg dengan menggunakan kontrak saint league ganjil 1, 3, 5, dan seterusnya, sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu serta tahapan penetapan para Calon Anggota DPRD Kabupaten yang terpilih. Bimtek dipimpin Ketua KPU Kabupaten Jembrana Ketut Gde Tangkas Sudiantara. Dihadiri Dandim 1617/Jembrana diwakili Danramil 1617-01/ Negara Kapten Inf. I Wayan Yudana. Kapolres Jembrana diwakili Kasat Intelkam AKP I Made Berata, Ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana diwakili anggota Nyoman Westra, Komisioner KPU Kabupaten Jembrana, Kakan Kesbang Pol Kabupaten Jembrana diwakili Kasi Poldagri Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra dan Para LO (petugas penghubung parpol). (kmb)
SERING SEPI - Rest area Pengeragoan Pekutatan sejak setahun dioperasikan masih sering sepi. Rest area yang dibangun pemerintah daerah itu justru lebih banyak dimanfaatkan truk-truk terutama pada malam hari hingga pagi.
Bali Post/kmb26
”Rest Area” Pengeragoan Sepi Pengunjung Negara (Bali Post) Rest area Pengeragoan yang berada di desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan sejak setahun dioperasikan masih jauh dari harapan. Para pengguna jalan khususnya mobil dan sepeda motor justru lebih memilih beristirahat di sekitar perbatasan Yeh Leh, antara Jembrana dan Tabanan. Rest area yang dibangun pemerintah daerah itu justru lebih banyak dimanfaatkan truk-truk singgah. Terutama pada malam hari hingga pagi.
“Kalau pagi banyak truk yang parkir istirahat di sini. Di belakang banyak gazebo biasanya dimanfaatkan untuk istirahat tidur melepas lelah,” ujar Anom (46), salah seorang pengguna jalan. Kondisi tersebut juga terlihat pada Rabu (19/6) pagi kemarin. Sejumlah truk nampak parkir di halaman parkir rest area di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk itu. Meskipun minim penerangan, namun banyak sopir truk yang memilih memarkirkan sementara kendaraan mereka
sebelum lanjut perjalanan. “Di sini lumayan bisa istirahat sejenak, tidur juga bisa di bawah (pinggir pantai). Sayangnya sulit cari pedagang,” tandas Yopi, salah seorang sopir truk ditemui kemarin. Kondisi bangunan dan taman rest area ini masih kokoh dan baru. Tetapi sampah nampak masih banyak berserakan terutama di bagian depan tempat parkir kendaraan. Beberapa warung juga nampak buka meskipun kondisinya sepi. Satu dari tiga warung
pengguna jalan yang mampir atau sekadar berfoto di wilayah perbatasan tersebut. “Ya lebih enak di sini, kalau di sana kebanyakan truk yang parkir, di sini juga banyak dagang,” terang Anik Hariyati (32) salah seorang pemudik dari Jawa Timur yang singgah di Yeh Leh. Ibu dua anak ini mengaku pernah mampir ke rest area yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Yeh Leh itu. Tetapi menurutnya lebih nyaman di sekitar Yeh Leh. (kmb26)
Sertifikat Tanah Sejumlah Warga Tak Kunjung Selesai Permasalahan dugaan pungutan PTSL kembali terjadi di Desa Yehembang Kangin, Mendoyo. Tiga orang warga di Banjar Tegak Gede, Desa Yehembang Kangin, Mendoyo, mengaku sudah setahun lebih mengurus sertifikat tanah melalui PTSL, namun tak kunjung selesai. Padahal warga sudah membayar senilai Rp 600 ribu kepada aparat desa tepatnya klian dinas setempat. Tetapi beberapa warga mengaku belum selesai hingga sekarang.
Bali Post/wit
yang ada di rest area yang tutup. Situasi berbeda terlihat di sekitar objek wisata Yeh Leh di perbatasan Jembrana dan Tabanan. Warung-warung di tepi pantai tersebut nampak ramai dengan pengunjung. Terutama pengendara kendaraan yang beristirahat. Warung-warung yang menjajakan makanan seperti bakso ayam, mie dan kelapa muda ini di antaranya buka hingga dini hari. Hampir setiap saat ada
Ikut Program PTSL dan Setor Uang
Negara (Bali Post) -
BIMTEK - Bimtek Tata Cara Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Jembrana Pemilu Tahun 2019 yang dilaksanakan KPU Jembrana.
Kamis Umanis, 20 Juni 2019
Warga mempertanyakan kegunaan dana tersebut. Sebab, meskipun ada belasan orang yang mengurus PTSL, masih ada tiga pemohon yang belum selesai. Dua warga pemohon sertifikat, I Ketut Talun dan I Ketut
Tarma, masing-masing memohonkan dua bagian tanah hingga kini sertifikatnya belum keluar. Setelah muncul pertanyaan warga, dari informasi sertifikatnya baru diurus ulang. Permohonan itu baru diajukan ke
BPN Kantor Pertanahan (Kantah) Negara beberapa waktu lalu. Sumber warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan ada empat pemohon yang dimintai Rp 3 juta tetapi dua pemohon,
sertifikatnya belum kelar sampai sekarang. Selain itu, juga ada satu warga lagi yang hingga kini belum menerima sertifikat. Menurut sumber ini, permohonan sertifikat itu baru diajukan lagi tahun ini. Padahal warga itu sudah memberikan dana Rp 400 ribu. Sayangnya tidak ada penjelasan oleh pihak klian kepada warga ini. Terkait dugaan tersebut, Klian Banjar Tegak Gede I Putu Eka Merta Adi dikon-
firmasi wartawan Rabu (19/6) sore, membenarkan di antara warga yang mengajukan PTSL 2018 di Banjar Tegak Gede ada dua pemohon yang belum keluar sertifikat. Hal itu, menurutnya, ada sejumlah kendala. Klian menjelaskan hanya dua yang belum keluar sertifikatnya. Tidak seperti yang disebutkan ada tiga. Namun terkait yang belum keluar itu, pihaknya sudah kembali mengajukan pada tahun ini. (kmb26)
Kamis Umanis, 20 Juni 2019
KARANGASEM
11
Puluhan Bantara Ikuti Sosialisasi Penanganan Kebencanaan
HASIL TANGKAPAN - Nelayan saat menurunkan hasil tangkapan, Rabu (19/6) kemarin.
Golombang Membaik, Sebagian Nelayan Kembali Melaut Amlapura (Bali Post) -
Sempat beberapa hari tidak melalut akibat gelombang tinggi, Rabu (19/6) kemarin sebagian nelayan sudah kembali melakukan aktivitasnya. Pasalnya, cuaca semakin membaik dan gelombang sudah mulai bersahabat. Tetapi, ada juga beberapa nelayan yang enggan melaut karena masih khawatir dengan gelombang yang tinggi. Icik, salah seorang nelayan di Pesisir Ujung, Desa Tumbu, Karangasem, kemarin, mengungkapkan bahwa dia sudah kembali melaut sejak Selasa (18/6). Sebelumnya
saat cuaca buruk, dia memilih istirahat. ‘’Saya baru kemarin (Selasa - red) berani melaut. Gelombangnya sedikit mulai bersahabat. Selama tak me-
laut, saya diam saja di rumah sama keluarga. Tidak ada aktivitas apa-apa. Saya hanya bisa melaut saja,’’ ujarnya. Icik menambahkan, saat ini sejumlah nelayan sudah
ada yang memberanikan diri melaut. Namun, sambungnya, banyak pula nelayan yang hingga saat ini belum berani melaut, dengan dalih khawatir gelombang tinggi di tengah laut. ‘’Ini baru sebagian nelayan yang melaut. Masih banyak nelayan di sini yang tidak melaut. Mungkin mereka belum berani karena gelombang masih tinggi,’’ katanya.
Icik menyatakan sudah berani menerjang ombak dan berangkat ke tengah laut pukul 03.00 Wita. Dia kembali ke pesisir sekitar pukul 08.00 Wita. Jelas dia, hasil tangkapan yang diperoleh lumayan banyak. Untuk hari ini saja, katanya, sudah dapat menangkap ikan sekitar 300 ekor. Ikan hasil tangkapan ini dujual untuk memenuhi kebutuhan keluarga. (kmb41)
Novi Wijayanti Jabat Waka PN Karangasem
Bali Post/kmb41
LANTIK - Novi Wijayanti dilantik sebagai Waka PN Amlapura, Rabu (19/6) kemarin.
Amlapura (Bali Post) Novi Wijayanti, Rabu (19/6) kemarin resmi menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri (Waka PN) Amlapura. Dia dilantik Ketua Pengadilan Nageri Amlapura I Gede Putra Astawa untuk menggantikan posisi Ni Luh Putu Ayu Sudariasih. KPN Amlapura I Gede Putra Astawa mengatakan, Novi Wijayanti dilantik untuk menggantikan hakim
lainnya yakni Ayu Sudariasih yang dimutasi ke Kalimantan Barat. Wijayanti sebelumnya bertugas di PN Kelas 1 A Klaten. ‘’Saya harap setelah dilantik ini, dia mampu beradaptasi dengan rekanrekan yang ada di sini. Dan nantinya mampu menjalankan tugas dengan baik sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,’’ harap Astawa. Sementara itu, Novi Wi-
jayanti berharap semua pihak bisa diajak kerja sama selama mengemban tugas di Pengadilan Negeri Amlapura. ‘’Saya harap kehadiran saya di sini bisa diterima di tengah-tengah semua petugas. Saya juga minta bimbingannya dalam menjalankan tugas ini. Apabila ada hal-hal yang masih kurang jangan segan-segan meminta pendapat dan sarannya,’’ tandas Wijayanti. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Rabu (19/6) kemarin, memberikan sosialisasi penananganan kebencanaan terhadap puluhan calon bantara siswa-siswa dari SMAN 1 Bebandem dan SMAN 2 Amlapura di Wantilan Desa Tribhuana, Basangalah, Abang, Karangasem. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, siswa yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini mencapai 50 orang. Kata dia, kegiatan yang dilakukan ini untuk memberikan pemahaman pada siswa di dalam penanganan kebencanaan. Sehingga mereka selalu siap siaga dalam menghadapi bencana, jika itu timbul di kemudian hari. ‘’Siswa yang terlibat dalam pramuka harus tahu bagaimana cara penanggulangan ben-
cana. Baik dari sisi pencegahan dan kesiapsiagaan, maupun penanganan bencana dalam skala kecil dan tanggap darurat. Termasuk penanganan pascabencana atau pemulihan,’’ tandas Arimbawa. Dikatakan, misi pramuka tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah dilakukan BPBD termasuk relawan kebencanaan di dalam mengemban tugas kemanusiaan. Arimbawa menambahkan, pihaknya sangat berharap dengan sosialisasi yang diberikan ini, nantinya mereka dapat memberikan edukasi kepada keluarga maupun masyarakat luas tentang masalah kebencanaan. ‘’Kita harap ilmu yang kita berikan bisa dibagi atau disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat menjadi mengerti dan paham tentang kebencaan,’’ harap Arimbawa. (kmb41)
Bali Post/kmb41
SOSIALISASI - BPBD Karangasem melakukan sosialisasi penanganan kebencanaa terhadap puluhan calon bantara di Wantilan Desa Tribhuana, Basangalah, Abang, Karangasem.
KLUNGKUNG
12 LPK Glory International Klungkung
Bentuk Generasi Muda Berkompeten Bidang Pariwisata hingga Kapal Pesiar SEBANYAK 169 orang tahun ini telah menentukan pilihannya mengasah kemampuan pada bidang pariwisata di LPK Glory International Cruise Knowledge. LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) ini, kini semakin dipercaya masyarakat Klungkung, agar siap terjun ke dunia pariwisata, baik pada bidang perhotelan hingga cita-cita kerja ke luar negeri melalui kapal pesiar. Untuk mewujudkan impian bekerja di kapal pesiar, seluruh siswa ini mengikuti PDSP (Pendidikan Dasar Sikap dan Profesi) yang dipusatkan di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Klungkung, Rabu (19/6) kemarin. LPK Glory International berdiri sejak tahun 2015 berlokasi di Jalan Ngurah Rai nomor 99 Semarapura Kauh. LPK ini bernaung di bawah Yayasan Ganesh Aksara Wiguna. Ketua Panitia PDSP Dedy Eka Suriyana, menyampaikan sebanyak 169 peserta didik ini hasil penjaringan serta penyisihan dari 210 orang yang mendaftar melalui beberapa rangkaian tes, baik tes tertulis maupun lisan (interviu). Saat mendaftar, mereka memilih empat program studi sesuai yang diminati. Di antaranya, Tata Hidangan 68 orang, Tata Graha 46 orang, Tata Boga 51 orang, dan Spa Therapist 4 orang. “PDSP tahun ini kami mengambil tema ‘Membentuk Generasi Muda Berkompeten di Dunia Industri Pariwisata, Perhotelan dan Kapal Pesiar’. Agar PDSP ini berpengaruh untuk proses pembelajaran serta kesiapan untuk mereka ke depan, untuk siap bersaing di dalam maupun luar negeri,” katanya. PDSP menjadi kegiatan yang sangat penting dan merupakan awal pembentukan karakter peserta pelatihan. Apalagi, ditegaskan bahwa LPK Glory International
Cruise Knowledge Klungkung, terbentuk dari para tokoh pemuda asli Klungkung yang dulu pernah sebagai praktisi kapal pesiar yang sudah berkeliling dunia. Direktur LPK Glory International Cruise Knowledge Ida Bagus Putra Astawa mengatakan setelah kegiatan PDSP ini, karakter anak didik akan kian terbentuk. Sehingga semakin mudah mencetak mereka sesuai prodi yang dipilih dan proses belajar terlaksana sebagaimana mestinya melalui komunikasi, interaksi dan praktik di lapangan. Dari empat prodi di LPK setempat, menurutnya prodi Spa Therapist paling berpeluang lebih cepat terserap di dunia kerja. “Carilah pengalaman kerja ke luar sebanyak-banyaknya. Setelah itu kembalilah, garap seluruh potensi pariwisata di daerah sendiri. Kitalah tuan di daerah ini, bukan orang lain,” tegas Astawa yang sudah 12 tahun berpengalaman di kapal pesiar. Ketua Yayasan Ganesh Aksara Wiguna, Ketut Suarnata, menambahkan kerja sama dengan LPK Glory International Cruise Knowledge Klungkung, sebagai jawaban atas kebutuhan anak muda Klungkung berkancah di dunia pariwisata hingga kapal pesiar. “Mendukung anak muda untuk berdikari atau merantau akan sangat membantu dalam pembentukan karakter demi menunjang kesiapannya menata masa depan,” katanya. Kabid Pelatihan, Produktivitas dan Transmigrasi, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja I Made Sukadana menegaskan, proses PDSP ini mampu membuka pintu lebar-lebar ke dunia kerja. Maka, dia berpesan agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, untuk membekali diri masuk ke dunia industri pariwisata, perhotelan dan kapal pesiar. (k250)
PEMBUKAAN PDSP - Pada kegiatan PDSP usai kegiatan pembukaan, juga diisi dengan pelepasan burung bersama di sisi utara Balai Budaya Ida I Dewa Istri Kanya.
Kamis Umanis, 20 Juni 2019
Tingkatkan Nilai Jual, Pemkab Siapkan Sertifikasi Sapi Bali Semarapura (Bali Post) -
Pemkab Klungkung kian mematangkan program sertifikasi sapi Bali. Upaya ini untuk mengangkat nilai jual sapi Bali, agar memiliki nilai jual lebih tinggi, sehingga bisa menguntungkan para peternaknya. Upaya ini juga untuk mendukung program Pemprov Bali yang ingin menjadikan Nusa Penida sebagai pusat pembibitan sapi Bali. Rencana sertifikasi sapi Bali ini terungkap dari kedatangan Tim Pusat Kajian Sapi Bali dari Universitas Udayana yang dipimpin Ketua Pusat Kajian Sapi Bali Prof. Dr. drh. Ni Ketut Suwiti, M.Kes. ke Pemkab Klungkung, Rabu (19/6) kemarin. Ini sebagai tindak lanjut untuk membahas tentang program sapi Bali yang tersertifikasi dalam upaya peningkatan nilai jual/harga sapi Bali. Menurut Suwiti, sejak tahun 2015, Pusat Kajian Sapi Bali bersama Dinas Pertanian Klungkung telah meran-
cang kegiatan yang bertujuan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas sapi Bali di Nusa Penida. Agenda besar untuk mengangkat nilai sapi Bali ini, sudah diawali dengan melakukan seminar, menyusun perencanaan Village Breeding Center (VBC), melakukan pendampingan kepada peternak, verifikasi dan validasi SKLB (Surat Keterangan Layak Bibit), serta lomba ternak pada tahun 2017. “Ternyata seluruh program tersebut belum mampu memberikan outcome kepada peternak dan terbukti dengan masih rendahnya
nilai jual sapi Bali,” ujarnya. Dengan program sertifikasi sapi Bali ini, Sekda I Gede Putu Winastra menyampaikan, sapi nantinya harus memiliki kualitas yang lebih baik, menghasilkan daging dan bibit yang bagus pula. Setelah nantinya sapi menjadi banyak di pasaran, pemerintah juga harus menjamin harga sapi tetap stabil. “Jika kualitas daging sapi Bali dianggap kurang bagus, maka ini selanjutnya menjadi tugas dari para peneliti, akademisi, dan juru masak untuk meneliti dan mengolah daging sapi Bali. Sehingga bisa menyaingi daging lainnya yang kualitasnya lebih bagus,” kata Winastra. Lebih lanjut, Sekda Winastra menambahkan, melalui program Padat Karya Produktif bagi warga miskin, Pemkab Klungkung akan membantu warga kurang mampu yang mau
menjadi peternak dengan pemberian bibit sapi tersertifikasi. “Semoga dengan agenda ini, Lembaga Pusat Kajian Sapi Bali mampu menciptakan bibit sapi yang berkualitas dan tersertifikasi,” tegas Sekda. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung Ida Bagus Juanida menyampaikan, terkait sertifikasi bibit sapi di Nusa Penida itu, mesti ditentukan dari indikatorindikatornya. Seperti soal induknya, berat lahirnya dan berapa tinggi dan lingkar badan yang ideal. Sehingga, sertifikat bibit sapi itu ditentukan bukan karena gemuknya saja, tetapi harus dicari seleksi induknya hingga urutan kelahiran dan keturunannya. “Jika sudah memenuhi persyaratan tersebut baru bisa diterbitkan sertifikat. Sehingga, nantinya berkelanjutan,” katanya. (kmb31)
Pemkab Klungkung Siapkan Pungutan Retribusi Wisatawan Bertahap Gelontor Dana Perbaikan Infrastruktur Nusa Penida
TERHITUNG mulai 1 Juli 2019 nanti, semua wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida akan dikenakan retribusi. Pengenaan retribusi ini menunjuk Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Terkait rencana ini, Dinas Pariwisata Klungkung telah melakukan sosialisasi dengan mengundang seluruh perbekel di Kecamatan Nusa Penida. Dari pertemuan tersebut dan masukan-masukan Perbekel, pada prinsipnya mendukung pelaksanaan Perda ini. Kadis Pariwisata Nengah Sukasta menjelaskan, sesuai Perda tersebut, besaran retribusi yang akan dikenakan kepada wisatawan masing-masing Rp 25.000/orang dewasa dan Rp 15.000/anak-anak. Karena keterbatasan petugas dan prasarana, untuk sementara pemungutan akan dilakukan di empat lokasi. Masing-masing di Pulau Nusa Penida di Pelabuhan Banjar Nyuh 1 dan Banjar Nyuh 2. Sedangkan di Pulau Lembongan masing-masing di Pelabuhan Tanjung Sang Hyang dan di halaman Balai Desa Jungutbatu. “Mengingat waktu pemungutan sudah dekat dan terbatasnya petugas dan prasarana, untuk sementara kami hanya melakukan pemungutan di empat lokasi,” ujar Sukasta saat rapat teknis di ruang
rapat Bupati Klungkung, Rabu (19/6) kemarin. Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra menyebutkan, pemungutan retribusi bagi wisatawan ini sudah dilakukan pembahasan teknis tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan terkait beberapa tempat di Nusa Penida sebagai pilot project pelaksanaan Perda tersebut. Pejabat asal Tabanan ini mengimbau dan berharap semua komponen, baik itu pengusaha, masyarakat dan pemerintah untuk bersamasama berkomitmen dan bersinergi melaksanakan Perda ini sehingga nantinya semaksimal mungkin bisa digunakan untuk terus meningkatkan pembangunan pariwisata di Nusa Penida. “Mari kita bersama-sama mempunyai komitmen yang sama, bersinergi guna melaksanakan Perda ini sehingga nantinya semaksimal mungkin bisa kita gunakan untuk terus meningkatkan pembangunan pariwisata di Nusa Penida,” ujarnya. Sementara itu, dari data yang dihimpun terkait pendapatan pajak dan retribusi daerah dari sektor pariwisata di Kecamatan Nusa Penida tahun 2016 sebesar Rp 17.212.875.396 dengan masing-masing sumber pendapatan dari Pajak Hotel sebesar Rp 6.670.515.660, Pajak Restoran Rp 7.405.644.200 Pajak Hiburan Rp
104.346.893, Pajak Air Bawah Tanah (ABT) Rp 186.074.643 dan pendapatan Retribusi Tempat Rekreasi sebesar Rp 2.846.294.000. Jumlah tersebut meningkat pada tahun berikutnya menjadi Rp 21.003.591.571. Sumber pendapatan pada tahun 2017 ini masing-masing dari Pajak Hotel sebesar Rp 8.603.859.256, Pajak Restoran Rp 9.230.212.758, Pajak Hiburan Rp 89.484.442, Pajak ABT Rp 182.080.115 dan Retribusi Tempat Rekreasi Rp 2.897.955.000. Sementara pada tahun 2018 pendapatan pajak dan retribusi juga mengalami peningkatan menjadi Rp 25.819.862.158
dengan sumber pendapatan Pajak Hotel sebesar Rp 12.365.858.345, Pajak Restoran Rp 10.372.694.243, Pajak Hiburan Rp 46.335.703, Pajak ABT Rp 194.663.867 dan pendapatan Retribusi Tempat Rekreasi sebesar Rp 2.840.310.000. Sementara secara bertahap anggaran yang disalurkan untuk pembangunan infrastruktur dan penunjang lainnya di Nusa Penida masing-masing pada tahun 2016 sebesar Rp 95.434.743.634, tahun 2017 sebesar Rp 46.832.239.752, dan tahun 2018 sebesar Rp 38.172.453.975. (ad480)
PIMPIN RAPAT - Sekda Klungkung Gede Putu Winastra saat memimpin rapat rencana pemungutan retribusi wisatawan di Nusa Penida.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Umanis, 20 Juni 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Serabutan L/P Hub.082266539835
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA 081375409869 & 087754689692
Dcr pembantu wanita bw KTP Tdr dlm lok Gatsu 0811394465
B.BP.001.06.19.0000441
B.BP.004.06.19.0000470
Dcr tng krim lele (pke spd mtr) H.081246682139 / 081916982311
B.BP.004.06.19.0000361
B.BP.004.06.19.0000467
Cr Sopir SPA Antar Jemput Tamu Hub.081246400852/081936214009
Dicari 2 Sopir dan 1 PRT Hub. 085333221579 (segera) Nusadua
B.BP.001.06.19.0000460
B.BP.001.06.19.0000466
Dbthkan tambhn Guru u/ tambhn kls br th aj 2019/2020 S1 Ing, IPS/PKN/IPA/BP.Gaji mnrk u kan ddt bgs lok Tbn H.082144522282
Dicari Baker yg pglmn di roti& Pastry Hub.082233447777/ Jl.By Pass Ngr Rai 19X Tuban sebelah Kioski Galerry lsg interview
B.BP.167.06.19.0000471
B.BP.001.06.19.0000452
Dcr Pria u/Sopir&Staff Laundry Jl.Kerobokan78X T081933110424 B.BP.001.06.19.0000408
Dicari Karyawan Toko Kain Hubungi:081353631359 B.BP.001.06.19.0000456
Dicari Admin dan Kasir utk CV.Dayuhsini.Hub:081939084292 Tohpati Denpasar. B.BP.001.06.19.0000437
Dicari Sopir untuk kantor PT. Korea Travel Hub:081338060220 B.BP.154.06.19.0000479
Job Australi Korea Jpang WA: 08563925015 FB:Kadek Kizuna Bali B.BP.166.06.19.0000478
PT.Sarin Ubud Membutuhkn Staf Accounting Hub.085811441628 B.BP.001.06.19.0000462
Prshn Cargo Mbthkn Sopir Truk Hub.081246134247 max:1minggu B.BP.001.06.19.0000461
Sales Marketing,Telemarketing, Account Officer : 085103167222 B.BP.001.06.19.0000220
Ubud Raya Resort mbt :Marketing (E-Commerce),FO(Front Office), Security,Driver Hub.0818359084 B.BP.001.06.19.0000468
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara 087860846839/081805531078 B.BP.164.06.19.0000399
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
DATSUN
DIJUAL TANAH
Dilelang Datsun Go Panca T’14 Asli Bali,Hub.089619874461
Tnh 1Ha di Kristal Bay View Nusa PenidaSHM,081236296636
B.BP.001.06.19.0000455 NISSAN
Djl Nissan Teana 250 XV’2010 Htm,087860846839/081805531078 B.BP.164.06.19.0000398 TOYOTA
B.BP.001.06.19.0000477
BIRO JASA
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUP NPWP 081338344155 B.BP.001.05.19.0001020
KEHILANGAN
BUC K.Innova 2013 M/T Bensin Prwtn Toyota,175Jt.08124606355
Hlg Buku Kir Pick Up DK8838BE No K02658 an.Wyn Suparta, Dps
B.BP.001.06.19.0000469
B.BP.001.06.19.0000474
SERVICE
SERVICE
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
SERVICE
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
14
BANGLI
Kamis Umanis, 20 Juni 2019
Berjualan di Jalan, Disperindag Diminta Tata Pedagang Bangli (Bali Post) –
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli diminta menata kembali pedagang di Pasar Singamandawa, Kintamani. Pasalnya saat ini kondisi pasar tradisional tersebut sangat semrawut lantaran banyak pedagang memilih berjualan di jalan yang baru saja di-hotmix. ‘’Kami minta ditata segera. Tidak harus menunggu pasar selesai dibangun,’’ kata Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles ditemui usai rapat kerja di DPRD Bangli, Selasa (18/6) lalu.
PASAR - Kondisi Pasar Singamandawa, Kintamani.
Bali Post/kmb40
Dikatakan Carles, pihaknya sekitar beberapa bulan lalu sudah sempat menyampaikan soal kondisi kesemrawutan kondisi Pasar Singamandawa ke Bupati lengkap dengan foto suasana pasar. Ia meminta Bupati segera memerintahkan instansi terkait untuk melakukan penataan pedagang. Sebagaimana pantauannya selama ini, Carles mengungkapkan kesemrawutan Pasar Singamandawa terjadi karena
Setwan Rehab Sebelum Pelantikan Dewan Baru
dikonfirmasi tak menampik hal itu. Menurutnya, kerusakan disebabkan usia bangunan kantor yang sudah tua. Meski demikian, ia mengaku akan segera memperbaiki kerusakan gedung dewan dalam waktu dekat. ‘’Kita akan lakukan rehab. Fokus pada rangka atas termasuk plafonnya,’’ terangnya. Untuk kegiatan perehaban tersebut, Agung Panji mengatakan menyiapkan anggaran Rp 75 juta. Rencananya perbaikan akan dikerjakan pada Juli mendatang, sebelum acara pelantikan anggota DPRD Bangli periode 2019-2024. Selain merehab gedung dewan, pihaknya juga akan melakukan pengecatan ulang pada rumah jabatan Ketua DPRD Bangli. ‘’Pengajuan anggaran sebenarnya dilakukan secara rutin. Hanya turunnya anggaran baru sekarang jelang acara pelantikan DPRD yang baru. Jadi kesannya rehab sebagai persiapan pelantikan,’’ tandasnya. (kmb40)
Pemkab Ajukan Kebutuhan CPNS dan PPPK ke Kemen-PAN RB Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli mengajukan usulan kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) ke pemerintah pusat. Total jumlah usulan yang diajukan 2.856 formasi. Berdasarkan data yang dihimpun di Badan Kepegawaian Daerah, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kabupaten Bangli, 2.856 formasi yang diusulkan tersebut terdiri atas 1.572 formasi CPNS, dan 1.284 PPPK. Rinciannya, untuk formasi guru, kebutuhan yang diajukan 471 CPNS dan 416 PPPK, tenaga kesehatan diusulkan 224 CPNS dan 6 PPPK, dan tenaga teknis diusulkan 857 CPNS dan 862 PPPK. Pada Rabu (19/6) kemarin, dokumen usulan kebutuhan CPNS dan PPPK tersebut telah dibawa untuk diajukan langsung oleh Bupati melalui Kepala BKD-PSDM Kabupaten Bangli Putu Koesalireni ke Kemen-PAN RB. ‘’Hari ini kami membawa usulannya. Semoga semua usulan Bupati bisa diterima,’’ kata Koesalireni via whatsapp. Sementara itu, Kabid Formasi Ketut Mega Ada seizin Kepala BKD-PSDM Bangli menjelaskan, pengajuan usulan kebutuhan ASN berawal dari adanya surat Kemen-PAN RB Nomor : B/671/M.SM.01.00/2019 tanggal 17 Mei 2019 perihal pengadaan ASN tahun 2019. Berdasarkan surat tersebut, pihaknya kemudian menindaklanjutinya dengan meminta data kebutuhan pegawai ke masing-masing OPD. Setelah semua data terkumpul, BKD-PSDM selanjutnya menghimpunnya dan mengajukannya ke Kemen-PAN RB. ‘’Jadi, yang kami ajukan ini jumlahnya sesuai kebutuhan dari masing-masing OPD,’’ kata Mega Ada. (kmb40)
dagangannya. Jika mau serius dikerjakan, diyakini penataan akan tuntas dalam sebulan. ‘’Sekarang ini, pedagang kan maunya semua bisa berjualan di jalan. Kalau dibiarkan seperti itu kondisinya tentu akan tambah amburadul,’’ terangnya. Ia meyakini jika penataan dilakukan dengan baik, pedagang tak akan kehilangan pembeli. Di mana pun pedagang berjualan pasti akan tetap di-
Terapkan Program BPNT Pemkab Sediakan 10 Unit E-Warong
Plafon Gedung DPRD Mengelupas
Bangli (Bali Post) – Kondisi gedung DPRD Bangli makin memprihatinkan. Tak hanya mengalami bocor saat hujan, plafon di lantai dua gedung itu kini sudah banyak yang mengelupas. Hingga saat ini belum ada upaya perbaikan terhadap bangunan gedung DPRD tersebut. Padahal dalam waktu dekat gedung tersebut akan dipakai menggelar acara pelantikan anggota dewan yang baru. Berdasarkan pantauan Rabu (19/6) kemarin, plafon berbahan teriplek di lantai dua gedung dewan mengelupas di beberapa titik. Kondisi tersebut cukup membahayakan karena kerusakannya berada persis di atas tempat duduk yang sering dipakai pimpinan dewan saat menggelar rapat kerja. Tak hanya mengelupas, kondisi tembok bangunan juga mulai retak di beberapa titik. Seperti halnya yang terlihat di tembok dekat ruang sekretariat. Sekretaris DPRD Bangli A.A. Panji Awatarayana saat
banyak pedagang yang pindah berjualan ke jalan. Meski hal itu sudah berlangsung lama dan sudah dilaporkannya ke Bupati, sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari dinas terkait. Menurutnya, semestinya instansi terkait bisa cepat menyikapi hal itu dengan melakukan penataan dan memasukkan pedagang ke tengah bangunan pasar yang sudah ada. Pedagang harus dikelompokkan sesuai jenis barang
cari pembeli jika sudah ditata dan dikelompokkan. ‘’Karena itu, kami minta segera ditata, berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Dinas Perhubungan dan DLH. Tidak harus menunggu bangunan pasar yang baru. Apalagi pembangunan (revitalisasi) pasar sekarang kan masih belum pasti. Masih menunggu persetujuan Kemendagri terkait dana pinjaman daerahnya,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Bangli Nengah Sudibya saat dikonfirmasi terpisah mengaku akan segera menindaklanjuti usulan penataan pedagang Pasar Singamandawa. ‘’Nanti kami akan lakukan koordinasi lintas OPD,’’ ujarnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
MENGELUPAS - Plafon lantai dua gedung DPRD Bangli mengelupas.
Bangli (Bali Post) Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) mulai diterapkan Pemkab Bangli. Tercatat ada sebanyak 8.506 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bangli yang menerima bantuan BPNT dan Program Keluarga Harapan (PKH). Untuk melayani masyarakat penerima BPNT, Pemkab telah menyiapkan 10 unit E-Warong. Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra, Rabu (19/6) kemarin, mengatakan berbagai upaya selama ini sudah dilakukan pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan. Salah satunya melalui program bantuan sosial pangan yang pelaksanaannya terus disempurnakan. Mulai dari bantuan Beras Miskin (Raskin), kemudian berubah menjadi Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) dan sekarang menjadi Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Menurut Giri Putra, bantuan sosial pangan baik berupa Raskin, Bansos Rastra
maupun BPNT, semuannya bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan akses masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan pokok yang menjadi hak dasarnya. Sedangkan tujuan utama dari pemberian BPNT adalah untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan dan memberikan gizi yang seimbang kepada KPM, meningkatkan efisiensi penyaluran bantuan sosial, serta meningkatkan transaksi nontunai dalam mendukung gerakan nasional nontunai. Selama ini raskin sempat menimbulkan polemik, seperti adanya biaya tebus untuk memperoleh raskin, sulit menentukan penerima sehingga ada yang dibagi rata atau dibagi secara bergilir, bahkan yang paling kotroversial, bantuan raskin dijadikan sebagai pakan ternak dengan alasan kualitas beras yang jelek. Namun sekarang, melalui program BPNT, masyarakat tidak lagi menerima beras secara langsung. KPM diberikan semacam kartu ATM
yang bisa digunakan untuk berbelanja kebutuhan berupa beras dan telur di tempattempat yang telah ditentukan. ‘’Sekarang melalui program BPNT, masyarakat penerima bantuan pangan sosial tidak perlu takut lagi dapat beras yang tidak bagus,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta mengatakan, besaran bantuan yang didapat melalui PKH rata-rata lebih dari Rp 2 juta setiap tahun, dengan jumlah maksimal mencapai Rp 9,75 juta per tahun. Besaran bantuan PHK yang diterima masyarakat satu dengan lainnya berbeda. Sebab, ada lima komponen yang menentukan besaran bantuan yang diterima, seperti keberadaan ibu hamil, balita, anak sekolah SD-SMA, disabilitas dan lansia. Sedangkan besaran program BPNT adalah Rp 110 ribu/bulan yang bisa dimanfaatkan untuk membeli beras maupun telur di E-Warong maupun tempat-tempat yang sudah ditentukan. (kmb40)
Kamis Umanis, 20 Juni 2019
OLAHRAGA
15
Copa America
Brazil Tanpa Kreativitas Rio de Janeiro – Brazil secara mengejutkan ditahan imbang 0-0 oleh Venezuela dalam pertandingan Grup A Copa America di Arena Fonte Nova, Salvador, Rio de Janeiro, Rabu (19/6) pagi kemarin. Tim Samba tetap berada di puncak klasemen dengan mengoleksi 4 poin dari dua pertandingan.
Bali Post/kmb38
HARUM - I Kadek Agus Suardana mengharumkan nama Undiksha dan Indonesia di ajang internasional.
Mahasiswa Undiksha Juarai Kejuaraan Woodball di Korsel Singaraja (Bali Post) – Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyabet prestasi dalam Kejuaraan AWbF University Woodball Championship 2019 dan 7th Korea Open International Woodball Championship 2019. Dia adalah I Kadek Agus Suardana, mahasiswa semester VIII Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni, yang dipercaya mewakili Indonesia. Pada kejuaraan dua tahunan yang berlangsung 13-19 Juni itu, Agus Suardana yang berangkat sendiri dari Undiksha turun di tiga nomor bergengsi, yaitu single stroke competition, single fairway competition dan team stroke competition. Dia bersaing melawan 52 atlet dari delapan negara. Total lima medali yang dibawanya pulang yaitu 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Berkat sederet prestasinya itu, Agus Suardana menduduki peringkat delapan dunia putra. Prestasi membanggakan ini
disambut rasa syukur karena bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan Undiksha di kancah dunia. ‘’Saya bersyukur bisa mempersembahkan yang terbaik untuk nama baik Undiksha di kancah internasional,’’ kata Suardana ditemui, Rabu (19/6) kemarin. Atlet yang kerap disapa Agus ini berhasil menyabet juara I di nomor men’s single stroke competiton, juara II di men’s single fairway competition dan juara I di nomor men’s team stroke competition bergabung dengan atlet dari Universitas Negeri Semarang (Unnes). Tidak hanya berjaya di ajang mahasiswa, atlet yang sudah malang-melintang di berbagai jenis kejuaraan ini juga menunjukkan prestasinya di kelompok senior, yaitu 7th Korea Open International Woodball Championship. Hanya boleh turun di dua nomor, ia berhasil meraih dua juara III men’s single stroke competition dan juara I men’s team stroke competition. Pembina Unit Kegiatan
Mahasiswa (UKM) Woodball Undiksha I Gede Doddy Tisna M.S., S.Or., M.Or. menyatakan bangga atas keberhasilan Suardana. Ia mengharapkan mahasiswa lain dapat menorehkan hal serupa bahkan di kejuaraan lebih besar. ‘’Kami berharap semakin banyak ada Agus lainnya, khususnya dalam cabang woodball,’’ ungkapnya. Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. juga memberikan apresiasi terhadap prestasi Suardana. ‘’Kami sangat bangga karena mahasiswa Undiksha bisa meraih juara di tingkat internasional. Itu bukan hal yang mudah,’’ ujarnya. Ditegaskannya, prestasi demikian tak hanya mampu mengharumkan nama lembaga, namun juga penting untuk menunjang peningkatan grade lembaga baik di tingkat nasional maupun internasional. ‘’Kami berharap prestasi semakin banyak muncul di bidang lain. Pembinaan tentu juga semakin dimaksimalkan,’’ tandas Jampel. (kmb38)
Venezuela memiliki 2 poin dari dua laga. Peluang mereka maju ke babak delapan besar akan ditentukan pada pertandingan terakhir melawan Bolivia yang menderita kekalahan kedua beruntun setelah ditaklukkan Peru dengan skor 3-1. Peru di tempat kedua memiliki nilai sama dengan Brazil. Philippe Coutinho mencetak gol untuk Brazil pada menit ke-87, namun dikesampingkan oleh VAR. Everton Soares juga membuat gol, namun untuk kedua kalinya wasit Chile Julio Bascunan membatalkan keunggulan tim tuan rumah. Melalui VAR, wasit melihat striker Roberto Firmino telah offside saat terkena bola dalam perjalanan ke gawang. Pelatih Brazil Tite tidak memiliki masalah dengan dua keputusan yang dibantu VAR yang menggagalkan kemenangan timnya. ‘’Mereka melakukan panggilan yang tepat dengan kedua gol. VAR benar. Saya sama sekali tidak menuntut, kami mendapat keadilan,’’ ujarnya usai pertandingan. Sementara itu, pelatih Venezuela Rafael Dudamel memuji penampilan hampir sempurna pasukannya. ‘’Hari ini sangat penting, tetapi hasil ini tidak akan berarti apa-apa jika kami tidak lolos dari grup,’’ kata Dudamel. Brazil yang harus bekerja keras untuk mengalahkan Bolivia 3-0 dalam pertandingan pembuka, sekali lagi berjuang untuk menemukan
permainan kreatif melawan lawan yang terorganisir dengan baik. ‘’Kami tidak memiliki kreativitas yang kami cari. Tim agak cemas dalam hal itu. Kami tidak memberikan banyak hal kepada kiper lawan. Kami harus meningkatkan dan bergegas menyelesaikannya,’’ tambah Tite. Pemain Brazil menikmati 75 persen penguasaan bola, namun sepanjang babak pertama hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran. Tite memasukkan Gabriel Jesus, namun tetap tidak banyak menolong. Sementara peluang terbaik Venezuela yang dibuat Salomon Rondon hanya beberapa inci melebar dari gawang tuan rumah yang dijaga Alisson. Wanita Marta mengamankan tempatnya di antara legenda sepak bola setelah pemain Brazil ini menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia Wanita 2019 dalam kemenangan 1-0 atas Italia di Valenciennes, Prancis. Marta membuat gol pada menit ke74 yang membawanya unggul satu gol di depan Miroslav Klose (Jerman) dalam buku rekor. ‘’Rekor ini bukan milik saya, itu milik kita semua. Aku membaginya dengan siapa pun yang berjuang untuk kesetaraan lebih,’’ kata pemain berusia 33 tahun itu setelah mencetak gol penalti pada 16 menit tersisa yang menjadi golnya yang ke-17 di Piala Dunia.
Lala Studio Gelar Uji Kompetensi Senam Denpasar (Bali Post) – Lala Studio menggelar uji kompetensi senam level 2 angkatan VI di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Lala Studio Veteran, Denpasar, Rabu (19/6) kemarin. Sebagai penguji adalah Sumardiyanto dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi Senam Indonesia (LSKSI). Sumardiyanto di sela-sela acara menerangkan, saat ini instruktur senam asing bersertifikat telah menyerbu Indonesia. Mereka berdatangan dari Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam. ‘’Tanpa kita sadari saat ini banyak instruktur senam asing mengajar di kotakota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta,’’ ungkapnya. Untuk itu, pihaknya mengingatkan kepada instruktur senam Indonesia agar melengkapi diri dengan sertifikat.
Caranya, dengan mengikuti uji kompetensi senam yang telah diakui pemerintah. Sertifikat dari pemerintah membuktikan bahwa instruktur senam Indonesia sejajar dengan instruktur senam asing. Jika instruktur senam Indonesia tidak melengkapi diri dengan sertifikat, dikhawatirkan instruktur senam asing akan menyerbu ke Indonesia. ‘’Sertifikat ini sangat penting disodorkan kepada instansi atau sanggar senam ketika mengajar atau memerlukan jasa tenaga instruktur. Sertifikat ini bertujuan meningkatkan derajat instruktur senam Indonesia. Instruktur senam Indonesia harus sadar dan mengantongi sertifikat hingga mampu bersaing di pasar bebas atau era globalisasi ini,’’ ujarnya. Pemilik Lala Studio Adolfina Grace Tangkudung mengaku
bangga peminat senam di Bali makin sadar akan pentingnya sertifikat. Hal ini dibuktikan peserta uji kompetensi berdatangan dari Denpasar, Tabanan, Bangli, Karangasem, dan Buleleng. ‘’Bagi kalangan pesenam, sertifikat ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM yang diakui pemerintah serta tuntutan harus mampu bersaing di era globalisasi,’’ tuturnya. Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan NonFormal Ni Made Sugiantini menjelaskan, uji kompetensi bertujuan mengukur kemampuan diri sendiri. Selama ini ada instruktur yang sudah merasa level papan atas namun tidak percaya diri ketika diuji kompetensi. (022)
Kamis, 20 Juni 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Lingih, Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa, Mapahayu Nini lan Nila Pati (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Khrisna Karna 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Agrobisnis Peternakan Anjing Siberian Aski
09:30 Wita Ocydia Home Shopping 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Lingih, Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa, Mapahayu Nini lan Nila Pati (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:05 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Kidung Interaktif 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Kidung Interaktif
15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Taman Sari TK Negeri Pembina Rendang (1) 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Lipsus SMP PGRI 2 Denpasar 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Profit Indonesia 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Sistem Zonasi Dalam PPDB 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
Bali Post/ist
PESERTA - Peserta Uji Kompetensi Senam Level 2 Angkatan VI di Lala Studio Veteran, Denpasar.
Bali Post/afp
KECEWA – Filipe Luis dan Philippe Coutinho kecewa setelah Brazil ditahan Venezuela. Brazil berada di urutan ketiga klasemen akhir Grup C di belakang Italia dan Australia yang mengalahkan Jamaika 4-1. Ketiga tim ini memiliki 6 poin dan sama-sama lolos ke babak 16 besar. Keempat gol Australia diborong oleh Sam Kerr. Pemain ini menjadi orang Australia pertama yang mencetak hattrick di Piala Dunia.
Marta tidak terganggu oleh kemungkinan menghadapi Prancis yang memuncaki Grup A dengan poin sempurna 9. ‘’Bermain melawan negara tuan rumah akan menjadi hak istimewa. Stadion akan dipenuhi oleh penggemar yang bernyanyi, apakah itu mendukung atau menentang saya,’’ tambahnya. (afp/kmb)
Merasa Terancam
‘’Saya mau menegaskan saja, karena tadi ada jawaban yang ragu-ragu. Saya mau tanya pada saat ini ketika saudara memberikan keterangan ini, saudara merasa terancam?’’ tanya I Dewa Gede Palguna, Rabu kemarin. Saksi ketiga dari pemohon yang bernama Hermansyah itu mengaku merasa terancam, sehingga hakim menanyakan alasan yang membuat saksi merasa terancam. Ahli
teknologi informasi itu mengaku terancam saat terdapat beberapa mobil berhenti di dekat lingkungannya lantaran sebelumnya dia pernah mengalami kekerasan fisik saat di jalan tol pada 2017. Hakim selanjutnya menanyakan apakah saksi sudah melapor kepada polisi karena merasa terancam, yang dijawab Hermansyah belum karena belum terdapat ancaman. ‘’Katanya tadi merasa terancam, bagaimana? Hanya asumsi saudara?’’ ujar I Dewa Gede Palguna yang diiyakan oleh saksi. (ant)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
KAMIS UMANIS, 20 Juni 2019
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Memuliakan Sumber Daya Angin Lewat Tari Rare Angon ’’Anglayang’’ KULINER KULINER
KESEHATAN
KESEHATAN
TOP IN VASI
TOP IN VASI
SEMARA DUDU - Tarian ‘’Semara Dudu’’ yang ditampilkan duta Kabupaten Badung pada PKB XLI di Taman Budaya, Denpasar, Rabu (19/6) kemarin. Tarian ‘’Semara Dudu’’ mengambil kisah percintaan Raja Jaya Pangus dengan Kang Cing Wi, kemudian menjadi cerita Barong Landung.
WONDERFUL BALI
WONDERFUL BALI
BUDAYA
SinglePENDIDIKAN ’’Cantik’’ Terinspirasi dari Kisah Pribadi SENIMAN SUKSES dengan album ‘’Move On’’ yang diluncurkan September tahun lalu, kini biduanita pop Bali Galuh Bilen kembali berkarya. Tak tanggung-tanggung, kali ini tak hanya melibatkan D’Go Vaspa sebagai pencipta lagu dan diaransemen Dek Artha, namun model video klipnya melibatkan video creator kenamaan Bali ‘’Hai Puja’’. Karya berupa single tersebut diberi judul ‘’Cantik’’. Lagu ‘’Cantik’’ terinspirasi dari kisah pribadinya. ‘’Ya, ini kisah pribadi saya,’’ ujar wanita kelahiran Bangli, 25 Oktober tersebut, Rabu (19/6) kemarin. Untuk menunjukkan keseriusan dan totalitasnya dalam berkarya, single ‘’Cantik’’ ini langsung dibuat-
TERBANG, melayang dan mengudara merupakan spirit dari permainan tradisional layang-layang yang memanfaatkan kekuatan sumber daya angin. Tradisi seni dan budaya inilah yang ditransformasikan dalam karya inovatif tari Rare Angon ‘’Anglayang’’ yang diiringi Tabuh Bebarongan ‘’Ewer’’ oleh Sanggar Seni Kalingga, Banjar Teba, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Rabu (19/6) kemarin. Sanggar ini merupakan Duta Kabupaten Badung pada PKB ke-41. Tidak hanya itu, pementasan yang melibatkan 70 orang seniman, yang terdiri dari 10 orang penari, 40 orang penabuh dan 20 orang instruktur ini juga menampilkan tarian Semara Dudu yang mengisahkan tentang cinta segitiga antara Raja Jayapangus dengan istrinya Kang Cing Wei dan Dewi Danu. Pementasan yang berdurasi kurang lebih 45 menit ini diawali dengan Tabuh Bebarungan ‘’Ewer’’ karya I Wayan Bayu Antara yang terinspirasi dari sifat dan tingkah laku jahil manusia. Namun, sifat dan tingkah laku tersebut dikemas dalam sebuah karya yang
kan video klip. Video klip yang digarap Andy Duarsa ini mengusung konsep casual ellegance yang mengambil tiga lokasi syuting. Yaitu Pantai Melasti, Puri Tresna Villa, dan Beachwalk Bali. ‘’Konsep video klipnya casual ellegance. Modelnya juga bukan mainmain, seorang video creator kenamaan Bali Hai Puja,’’ tandasnya. Lewat karya terbarunya ini, pemilik nama lengkap Ni Luh Karyawati ini mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk tetap tampil cantik dan semenarik mungkin. Sebab, dengan berpenampilan cantik dan menarik akan dapat menjaga keharmonisan rumah tangga. ‘’Maknanya (singel ‘’Cantik’’ - red) lebih kepada self love seorang wanita, meskipun dia sudah berumah tangga, tapi sangat perlu tampil cantik dan menarik untuk menjaga keharmonisan rumah tangga,’’ tandas ibu tiga orang anak ini. Lewat karya terbarunya ini, Galuh Bilen juga berharap bisa lebih meramaikan belantika musik Bali yang tahun ini semakin semarak. (win)
kreatif yang menghasilkan keyakinan serta kekompakan untuk terbentuknya sebuah komunitas yang menjadi kebanggaan hingga saat ini. Kekompakan dalam sebuah komunitas tersebut, melahirkan tari Rare Angon ‘’Anglayang’’. Tari Anglayang merupakan sebuah refleksi dari permaianan layang-layang yang merupakan salah satu permainan tradisional anak-anak di Bali yang sampai saat ini masih digemari masyarakat. Dalam permainan ini dibutuhkan kekompakan dan kerja sama antartim agar bisa menerbangkan layang-layang. Di samping juga memanfaatkan sumber daya angin sebagai sarana utama menerbangkan layangan. ‘’Kita ketahui, malayangan membutuhkan angin untuk bisa menerbangkan layangan tersebut, sehingga tarian ini sangat cocok dengan tema PKB tahun ini yaitu Bayu Pramana: Memuliakan Sumber Daya Angin. Dari tradisi malayangan inilah sebenarnya mengajarkan kita bagaimana melakukan sesuatu itu membutuhkan kerja sama dan kekompakan, sehingga apa pun yang dilakukan
bisa terwujud,’’ ujar Koordinator Seni yang juga Ketua Listibya Kuta Selatan I Wayan Eka Santa Purwita. Terkait tari Semara Dudu, tarian ini terinspirasi dari fenomena mamitra. Sehingga diangkatkanlah tari Semara Dudu yang merupakan kisah dari Raja Jayapangus yang menjalin kisah cinta terlarang dengan Dewi Danu. Padahal, Raja Jayapangus memiliki seorang permaisuri Kang Cing Wei. Namun karena pasangan suami-istri tersebut tidak dikaruniai seorang anak, Jayapangus pun memutuskan bertapa. Dalam pertapaan itu, Jayapangus bertemu dengan Dewi Danu dan menjalin hubungan cinta, hingga diketahui oleh Kang Cing Wei. Terjadilah pertengkaran di antara mereka, Dewi Danu pun marah dan mengutuk Raja Jayapangus dan Kang Cing We menjadi Barong Landung. Sosok di balik uniknya tari Semara Dudu adalah Kadek Ayu Era Pinatih. Era yang menjadi penggarap sekaligus penari dalam garapannya sendiri merasa tertantang dalam menarikan tarian ini. ‘’Ide ini tercetus tahun 2015 saat itu saya sedang ada ujian di ISI Denpasar,’’ ujar Era. (win)
SD Saraswati BUDAYA 2 Denpasar Ajegkan Bali Lewat Pasraman dan Tassia PENDIDIKAN SD Saraswati 2 Denpasar di Jalan Kamboja secara konsisten memberi penguatan pendidikan karakter dengan program pasraman kilat dan pentas seni. Pasraman dikhususkan bagi siswa kelas VI mengisi libur semester digelar Senin lalu dan berakhir Rabu (19/6) kemarin. Ketua Panitia Pasraman Kilat Ida Ayu Ketut Kartikawati, S.Ag. menjelaskan, anak-anak pasraman diberikan materi persembahyangan, majejahitan, membuat klakat, menari, membuat sengkui, canang sari, pesantaian, yoga serta menganyam ketupat. Pasraman dibuka Kepala SD Saraswati 2 Denpasar,Drs. I Nyoman Suwasta, M.Pd. Sehari sebelum rapotan, siswa SD Saraswtai 2 Denpasar juga menggelar Tassia (Pentas Aksi dan Kreasi Anak) Rasda (SD Saraswati 2). Ketua Panitia I Nyoman Tina, S.Pd. mengatakan Tassia ke-15 diisi dengan penampilan baleganjur, tari, menyanyi, dance modern dan tradisional, dan penyerahan bintang kelas. Acara dihadiri orangtua siswa dan alumni ditutup dengan pelepasan 153 siswa kelas VI. Peraih nilai tertinggi masing-
masing Gede Ngurah Nanda Dharma Giri Putra, Ni Komang Krisna Ayu Candra Kumara, Putu Dima Raditya Putra dan Putu Gde Indra Mahotama. Kepala SD Saraswati 2 Denpasar I Nyoman Suwasta mengungkapkan Tassia rutin digelar untuk menyalurkan bakat dan potensi anak yang dibina lewat ekstrakurikuler. Sementara pasraman untuk memperkuat ajeg Bali dan karakter siswa. Makanya materi pasraman juga untuk melatih kemandirian siswa dalam bentuk membuat sarana upakara atau uparengga. Siswa dan guru SD Saraswati juga dikenal disiplin dan memilki jiwa wirang dengan Saraswati. Ini dibuktikan pada PPDB tahun ini sukses merekrut empat kelas siswa baru atau 128 siswa dan sejak lama memenuhi kuota yang ada. Setiap tahun 90 persen lulusannya diterima di SMP negeri di Denpasar. Nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah ini diperkuat lewat upacara bendera, sembahyang bersama, senam tiap Jumat, literasi 15 menit oleh guru dan siswa. Guru wajib masatua dan membaca lewat
SENIMAN
KULINER
KESEHATAN
Bali Post/sue
TASSIA - Suasana SD Saraswati 2 Denpasar tampak semarak saat menggelar Tassia. program dongeng pagi hari (dopari) setiap Sabtu. Kasek Nyoman Suwasta didampingi Kaur Kurikulum Drs. Dewa Putu Ardi Wilaga, Kaur Kesiswaaan Ni Made Raihati, S.Pd., Kaur Sarpras Dra. Ni Putu Suastini Saraswati dan Kaur Humas Drs. I Made Suarta mengatakan siswanya menjadi nominasi LKTI SD se-Kota Denpasar. MB Putra Ganesa meraih juara umum tingkat nasional. Tim basket meraih juara umum Liga Bali 2019, juara I Wali Kota Cup, juara I Disdikpora Cup dan
Santho Yoseph Cup. Sementara Pramuka sukses memboyong juara I LKBB di semua ajang lomba. Juara I bercerita oleh Ni Luh Dewi Antila Dewi. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. mengapresiasi semangat siswa dan guru SD Saraswati 2 Denpasar. Ia menenkankan pentingnya menanamkan dan mentransfer nilai-nilai pendidikan karakter lewat lomba dan ekstra karena sarat dengan disiplin, tanggung jawab, kebersamaan dan kemandirian. (sue)
Kerajinan Akar Bambu TOP IN VASI Dari Kulkul hingga Patung SALAH satu kerajinan unik yang tersaji di stan pameran Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 adalah kerajinan akar bambu produksi Akah Bali. Akar bambu disulap menjadi kulkul, patung wajah, asbak, cermin, bingkai foto, lampu hias dan sebagainya. Kerajinan ini juga diminati wisatawan mancanegara. Rata-rata omzet kerajinan akar bambu ini mencapai Rp 30 juta per bulan. Perajin Akah Bali, Putu Budi, saat ditemui di stan PKB, Rabu (19/6) kemarin, mengatakan awal kerajinan ini dibuat sekitar empat tahun lalu dari keisengan mengolah akar bambu yang tidak terpakai menjadi kulkul. ‘’Bangli memiliki kebun bambu yang luas. Kami temukan akar bambu tidak terpakai, iseng dibuat kulkul,’’ ujar Budi. Karena kulkul-nya berbentuk unik dan tidak seperti biasa, banyak yang mulai memesan. Pihak Akah Bali
kemudian mencoba membuat bentuk kerajinan lainnya dan menjualnya ke desa wisata di Bangli. Hasilnya banyak wisatawan yang tertarik dan membeli sehingga mendorong Akah Bali berproduksi lebih banyak. Awalnya untuk mendapatkan bahan baku, pihaknya mencari di TPA. Jumlahnya cukup banyak terlebih jika ada pembangunan yang mengharuskan pohon bambu ditebang dan dicabut hingga akarnya. Namun saat ini, karena nama Akah Bali sudah dikenal sebagai perajin akar bambu, warga pun membawakannya. Akah Bali membelinya dengan harga Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per buah, tergantung besar dan karakter akar. Keunikan dari kerajinan Akah Bali adalah satu karya tidak ada yang sama. Karena akar bambu memiliki karakter yang berbedabeda. Dari jenis kerajinan akar bambu yang dibuat, yang paling diminati adalah kerajinan berbentuk wajah dengan karakter Santa ataupun Narasinga. Di PKB, harga yang ditawarkan sama dengan harga jual di pasaran. (san)
WONDERFUL BALI
BUDAYA
PENDIDIKAN
Bali Post/san
AKAR BAMBU – Berbagai jenis kerajinan dari akar bambu.