terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
8 HALAMAN
NOMOR 211 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
jumat kliwon, 20 Maret 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pelajar Terlibat Balapan Liar
Objek Wisata Masih Dibuka
Personel Polres Cek Suhu Tubuh
Bukannya belajar di rumah saat sekolah diliburkan untuk memutus mata rantai virus Corona, sejumlah pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa malah terlibat balapan liar. Mereka diamankan tim gabungan Polresta, Kamis (19/3) kemarin.
Badung belum menutup objek wisata di wilayahnya. Pantauan di lapangan Kamis (19/3) kemarin, sejumlah objek wisata masih dikunjungi oleh sejumlah wisatawan.
Menyikapi wabah Covid-19, pihak kepolisian terus melakukan upaya pencegahan. Proses pemeriksaan dipimpin Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana. Cek suhu tubuh langsung dilakukan setelah pelaksanaan apel pagi di halaman Polres Klungkung.
BADUNG | HAL. 3
DENPASAR | HAL. 2
KLUNGKUNG | HAL. 5
OJK - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Kepala OJK Regional VIII Bali Nusra Eliyanus Pongsoda dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali Trisno Nugroho di Jayasabha, Denpasar, Kamis (19/3) kemarin.
Gubernur Koster Sambut Baik Kebijakan OJK dan BI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan untuk menstimulus perekonomian nasional sebagai countercyclical dampak penyebaran Covid-19. Kebijakan relaksasi itu dituangkan dalam Peraturan OJK RI Nomor 11/POJK.03/2020. Adapun kebijakan yang menjadi acuan bagi industri perbankan meliputi kebijakan penetapan kualitas aset dan kebijakan restrukturisasi kredit atau pembiayaan. Demikian pula Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,50%.
OPINI
Modifikasi Perilaku Literasi di Sekolah Oleh : I Komang Warsa, S.Pd., M.Si., M.Pd.
T
erkait kebijakan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster berharap agar perbankan di Bali betul-betul melaksanakannya. Sebab, kebijakan tersebut sangat membantu di
dalam menghadapi situasi saat ini akibat wabah Covid-19. ‘’Dengan demikian, maka para pegawai hotel yang mungkin tidak dapat bayaran penuh, itu kalau kebetulan ada pinjaman di bank bisa bernegosiasi
dengan bank untuk misalnya memperpanjang masa cicilannya, menurunkan suku bunganya dan juga kemudahan-kemudahan yang lainnya,’’ ujar Gubernur Koster saat memberikan keterangan pers bersama
Kepala OJK Regional VIII Bali Nusra Eliyanus Pongsoda dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali Trisno Nugroho di Jayasabha, Denpasar, Kamis (19/3) kemarin. Hal. 7 Termasuk Debitur
Cadangan Pangan di Bali Cukup untuk Tiga Bulan DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali memantau enam distributor besar di Bali untuk memastikan stok pangan. Enam distributor besar itu berada di Bali dan berkontribusi besar terhadap pasokan pangan di Bali. Distributor ini mendatangkan produk dari luar Bali atau petani, digudangkan lalu disalurkan ke ritel–ritel dan pengecer. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Jarta mengatakan, dari keenam distributor itu ada yang menyatakan fasilitas gudangnya cukup untuk satu minggu ke pelanggannya. Sedangkan pasokan pangan dari produsen atau petani terus bergulir ke distributor. ‘’Sebetulnya yang datang dari petani kita langsung ini yang cukup besar,’’ ujarnya, Kamis (19/3) kemarin. Pemantauan telah dilakukan sejak Rabu (18/3) dan akan terus dipantau setiap satu – dua hari. Hasil pemantauan yang dilakukan sejak kemarin, ketersediaan pangan ada dan cukup untuk kebutuhan di gudang– gudang distributor selama satu
LITERASI abad ke-21 merupakan suatu kebutuhan terutama di kalangan siswa-siswi di sekolah. Abad ke-21 merupakan era kehidupan dengan keterbukaan informasi komunikasi, yang seakan tanpa batas dan tepi. Komunikasi abad ke-21 merupakan komunikasi abad digital dan tidak hanya terbatas pada literasi bacatulis, hal ini pasti membawa dampak positif dan negatif. Multiliterasi memang memiliki urgensi dalam menumbuhkembangkan potensi anak terutama literasi baca-tulis. Literasi baca-tulis merupakan dasar untuk melangkah ke literasi-literasi yang lain. Adagium lama mengatakan jika tidak pernah minum jangan pernah harap kencing jadi lancar, artinya kalau malas membaca tidak pernah akan bisa melahirkan satu tulisan. Jadi membaca dan menulis ibarat sisi mata uang yang selalu berdampingan. Semakin banyak membaca maka ide-ide inovatif bermunculan dan kerinduan untuk menulis sebagai arsip pikiran akan bertumbuh. Kegelisahan yang selalu menjadi momok di rumahrumah pendidikan (sekolah) karena rendahnya minat baca di kalangan siswa. Di sisi lain siswa dituntut sebuah kecakapan untuk berpikir kritis, komunikatif, kreativitas, dan inovasi. Semua kecakapan itu harus didasari oleh literasi baca-tulis. Hal. 7 Peran Sekolah
minggu. Dengan adanya surat edaran dari Satgas Pangan tentang pembatasan pembelian barang–barang kebutuhan di ritel, diakuinya, cukup terbantu. ‘’Dengan adanya pembatasan pembelian dari Satgas Pangan, mereka juga mengerem untuk mendistribusikan,’’ ungkapnya. Kepala Bidang Ketersediaan, Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pertanian Provinsi Bali Made Tresna Kumara mengatakan, hasil penghitungan atau prognosa ketahanan pangan Bali cukup untuk tiga bulan. Prognosa ini berdasarkan penghitungan kebutuhan dan produksi pangan, baik dari luar maupun diproduksi di dalam negeri atau provinsi itu sendiri. ‘’Ketersediaan kita untuk tiga bulan untuk beras, demikian pula komoditi yang lain. Ketahanan pangan itu bukan berarti menumpuk di gudang selama tiga bulan. Tapi kita mempunyai kemampuan menyediakan pangan untuk tiga bulan. Prognosa itu tidak berubah. Yang agak susah dikendalikan itu cabai,’’ ujarnya. (kmb42)
I Wayan Jarta
Made Tresna Kumara
Waspadai Potensi Gempa Makna Gempa pada Sasih Kasanga Besar di Bali Selatan Banyak Orang Sakit Panas dan Ekonomi Sulit Denpasar (Bali Post) Gempa bumi skala 6,3 SR terjadi Kamis (19/3) dini hari pukul 01.45 Wita. Gempa tektonik ini mengguncang wilayah Bali, Lombok, Sumbawa Barat, dan Jawa Timur. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam siaran persnya mengingatkan agar masyarakat mewaspadai zona sumber gempa di selatan Bali. Sebab, sumber gempa ini berpotensi menghasilkan gempa besar dan menimbulkan tsunami. Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono, zona outer rise selatan Bali ini patut diwaspadai dan tidak boleh diabaikan. Sebab, zona sumber gempa ini mampu memicu gempa besar dengan mekanisme turun sehingga dapat menjadi generator tsunami. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut memiliki parameter magnitudo 6,3 dengan episenter terletak pada koordinat 11,4 LS dan 115,04 BT tepatnya di laut pada jarak 305 kilometer (km) arah selatan Kota Denpasar, Bali, pada kedalaman 10 km. Gempa tersebut bersumber di zona outer rise Bali. BMKG mencatat hingga pukul 07.00 Wita terjadi 12 kali gempa susulan yang dipicu oleh adanya aktivitas patahan tepat di Zona Palung Jawa (Java Trench). Karena patahan batuan terjadi pada bagian Lempeng Indo-Australia, maka gempa ini dapat disebut sebagai gempa intraslab, tetapi masih berada di zona sumber gempa di luar zona subduksi (outer rise).(win)
GEMPA bumi dengan kekuatan 6,3 SR mengguncang Bali pada Kamis (19/3) dini hari sekitar pukul 01.45 Wita. Gempa ini terjadi bertepatan dengan Sasih Kasanga. Berdasarkan beberapa referensi lontar, yakni Lontar Palelindon dan Lontar Lebur Sangsa, gempa yang terjadi pada Sasih Kasanga memiliki makna yang kurang baik. Budayawan Sugi Lanus mengatakan, dalam Lontar Palalindon (koleksi Gedong Kirtya, Singaraja, No.519.III.a) disebutkan: Sasih Kasangan tekaning lindu, Bhatara Durga mayoga, ilan buta amenging Hyang Haruna, sasab mrana, bala lumarep pala bungkah dadi, wang lara panes, bala lumarep para bungkah dadi, wang lara panes, gering makweh kasambut dening Buta Paksi Raja, Këbo Raja, Buta Raja, Bayu Raja, Toya Raja. Artinya, bulan Kasanga (Maret) datangnya gempa, Batara Durga sedang beryoga, kekuatan negatif buta yang bertiup adalah Hyang Haruna. ‘’Hama wabah, melahap
umbi-umbian, orang menderita sakit panas, banyak penyakit disebabkan oleh Buta Paksi Raja, Kebo Raja, Buta Raja, Bayu Raja dan Toya Raja,’’ ujar Sugi Lanus, Kamis (19/3) kemarin. Ia menambahkan, isi Lontar Palalindon ini adalah berbagai ciri, termasuk ciri ‘’kedutan’’, tetapi tentang ciri linuh (gempa) itu halaman 1a-3a. ‘’Lontar ini menarik karena linuh (getaran) juga terjadi di bhuana alit (tubuh manusia), dikenal dengan nama ‘’kedutan’’. Makanya, ciri ‘’kedutan’’ dijelaskan dalam lontar ini. ‘’Kedutan’’ itu lindon di tubuh personal, berlaku sebagai ciri personal yang terjadi pada yang bersangkutan. Kalau linuh ini lindon bhuana agung, bumi yang menjadi ciri berlaku secara luasan geografis yang merasakan getaran (lindu, lindon),’’ jelasnya. Selain Lontar Palelindon, Sugi Lanus mengatakan ada Lontar Lebur Sangsa yang membahas gempa berdasarkan harinya. Walaupun gempa terjadi Kamis, namun menu-
rut perhitungan di Bali, kejadian gempa pada dini hari masih termasuk hari Rabu. ‘’Kalau gempa tengah malam itu masuk Rabu menurut wariga (perhitungan hari Bali), sebab peristiwa jam 2 itu biasanya dihitung masih hari sebelumnya. Beda dengan sekarang setiap lewat jam 00.00 disebut masuk hari berikutnya. Kalau menurut orang Bali gempa kemarin itu masih masuk hari Rabu,’’ tandas Sugi Lanus. Dalam Lontar Lebur Sangsa disebutkan: Bu, tekaning lindu, suka duhka ikang wang kapegataning sih, rana wang gering, nguyang, akreta kuning rupaning wang, adagang meweh, eweh sang amawa bumi. Artinya: Rabu, terjadinya gempa, suka-duka orang terputus kasih, menderita orang sakit, nguyang (gelisah), pucat-kuning wajah manusia, berjualan susah, susah pemerintahan (susah pemimpin masyarakat). ‘’Antara isi Lontar Palalindon dan Lebur Sangsa cocok,’’ ungkapnya. Hal. 7 Wabah Penyakit
’’Dalam Lontar Prekempa disebutkan rikala jagat gring sebagai pelindung alam semesta dan sarira/ bhuana alit wajib menghaturkan banten yang dinamakan sesayut pagehwsi. Banten ini dipersembahkan kepada Hyang Ibu Pertiwi dan Hyang Anantabhoga.’’ Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Darmita
’’Banyak yang mengungkap perlunya kerja keseimbangan alam. Melakukan sinkronisasi antara pekerjaan dengan hari. Saya berpikir lontar wariga itu bukan hanya lontar mencari hari baik, tetapi lontar yang isinya memberi tahu kewajiban apa saja yang perlu dilakukan setiap hari-hari tertentu.’’ Sugi Lanus
Jumat Kliwon, 20 Maret 2020
Cegah Penyebaran Covid-19
FIGUR
Pemkot Denpasar Terapkan ’’Social Distance’’ Semprotkan Disinfektan dengan Pengaturan Tempat Duduk
MENCEGAH penyebaran Covid-19 di kampus, Universitas Warmadewa (Unwar) telah meliburkan mahasiswanya selama tiga minggu (17 Maret - 4 April). Namun, proses pembelajaran tetap dilakukan dengan menggunakan sistem daring/online. Selain itu, guna mencegah penyebaran Covid-19, Unwar juga telah membentuk satuan tugas (satgas) yang tugasnya mengoordinasikan seluruh potensi yang ada di Unwar. Satgas ini memberikan pelayanan kepada civitas akademika agar terhindar dari paparan Covid-19. Bahkan, secara reguler Satgas ini akan menyemprotkan disinfektan dan meningkatkan sanitasi lingkungan di Unwar. ‘’Kita juga sudah memproduksi sendiri hand sanitizer yang akan diberikan kepada seluruh civitas akademika Unwar,’’ ujar Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., Kamis (19/3) kemarin. Selain membatasi perkuliahan face to face, pihaknya juga menunda penyelenggaraan pembelajaran yang tidak mungkin dijalankan secara daring, seperti praktikum, rapat kerja, seminar, pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan nonakademik lainnya. Di samping juga membatasi mobilitas civitas akademika dalam dan luar negeri dalam bentuk perjalanan dinas ke luar negeri atau ke luar kota, kecuali kegiatan mendesak. Pihaknya mengimbau seluruh civitas akademika Unwar untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan Covid-19 dengan menjaga kesehatan diri dan lingkungan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. (win)
Menurun, Pasien PDP Covid-19 di RSUP Sanglah
Denpasar (Bali Post) Pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang dirawat di RSUP Sanglah jumlahnya menurun. Hingga Kamis (19/3) kemarin jumlah PDP yang dirawat sebanyak 11 orang. Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah Dr. dr. I Ketut Sudartana, Sp.B.-KBD. menyampaikan, dari jumlah itu 4 orang WNA dan 7 orang WNI dengan jenis kelamim laki-laki 5 orang dan perempuan 6 orang. ‘’Semuanya dalam kondisi stabil dan masih menunggu hasil lab VCR
dari Balitbangkes Jakarta,’’ katanya. Pihaknya berharap hasil lab seluruh pasien cepat keluar dan hasilnya negatif. Khusus untuk penanganan kasus Covid-19, pihak RSUP Sanglah sudah membuat Posko Covid-19 yang berlokasi di dekat Ruang Nusa Indah. Masyarakat yang membutuhkan informasi dan pelayanan tentang Covid-19, bisa langsung datang ke posko yang akan buka setiap hari ini. ‘’Pelayanan dilakukan setiap hari pukul 09.00-22.00 Wita. Bahkan untuk hari libur juga buka pada jam yang sama,’’ ujarnya. (kmb23)
Rp 1,3 Triliun Kredit Terdampak Covid-19
Denpasar (Bali Post) OJK berencana mengeluarkan POJK tentang stimulus perekonomian nasional. Namun teknisnya akan diserahkan kembali pada masing-masing perbankan. Direktur Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan perbankan memberikan kemudahan dalam membayar kredit tergantung dari assessment masing-masing debitur. Kebijakan POJK dari OJK diperkirakan minggu ini akan terbit, karena harus dibuatkan landasan hukumnya. Saat ini masih diproses di Biro Hukum. Menurut Sudharma, POJK tersebut hampir sama dengan POJK saat erupsi Gunung Agung. Jika sebelumnya saat erupsi Gunung Agung kredit yang terdampak diakui lancar tiga tahun. Sedangkan saat kondisi wabah Covid-19, kredit yang terdampak diakui lancar satu tahun. Kualitas kredit dengan plafon hingga Rp 10 miliar dapat hanya didasarkan pada ketepatan pembayaran pokok atau bunga. ‘’Sehingga bank diberi keleluasaan memberikan keringanan kredit pada debitur dan mendorong dunia usaha setelah musibah ini berakhir bisa dibantu kredit lagi,’’ ujarnya.
Sudharma mengatakan, masing-masing debitur berbeda-beda treatment-nya. Debitur yang terdampak langsung, jika tidak bisa membayar pokok ataupun bunga, maka yang bisa dilakukan adalah penundaan pembayaran. Ada juga nasabah yang masih mampu membayar bunga dan pokok namun kemampuan bayarnya menurun, sehingga bank bisa memberikan perpanjangan jangka waktu pembayaran. Demikian juga debitur kredit konsumtif, contohnya karyawan hotel yang terdampak langsung dengan wabah Covid-19, maka pembayaran kredit tentu akan berdampak. Oleh karena itu, kemudahan yang bisa diberikan dengan membayar bunga, sedangkan pembayaran pokok kredit bisa belakangan. Total kredit yang terdampak langsung maupun tidak langsung, dikatakan nominalnya mencapai Rp 1,3 triliun. Nilai kredit terdampak ini dikatakan tidak membebankan BPD Bali, karena bank telah diberikan relaksasi dari OJK dan nasabah juga diberikan kemudahan. Setelah satu tahun POJK berjalan, ia menilai OJK akan melakukan evaluasi kembali dengan melihat masukan dari perbankan. (kmb42)
PEMKOT Denpasar mengupayakan beragam cara untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). Kali ini, guna meningkatkan kewaspadaan, Pemkot Denpasar kembali menerapkan beberapa gerakan, salah satunya dengan social distance melalui pengaturan tempat duduk saat mengantre di ruang tunggu pelayanan publik. Seperti halnya yang sudah diterapkan di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar. Selain itu, pemandangan yang sama juga terlihat di ruang tunggu Disdukcapil Kota Denpasar, Kamis (19/3) kemarin.
Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai mengatakan, Pemkot Denpasar tidak henti-hentinya memberikan rasa aman bagi masyarakat berkaitan dengan peningkatan kewaspadaan terhadap virus Corona. Setelah memaksimalkan beragam upaya, kali ini diterapkan social distance dengan pengaturan tempat duduk di fasilitas umum, termasuk pelayanan publik. ‘’Kendati sudah kami imbau sebelumnya bagi masyarakat untuk mengoptimalkan pelayanan berbasis online, namun kehadiran masyarakat juga tidak bisa kami
tolak, sehingga kami terapkan social distance dengan pengaturan tempat duduk di ruang tunggu,’’ jelasnya. Lebih lanjut dijelaskan, beberapa lokasi yang diterapkan, yakni MPP Sewaka Dharma Kota Denpasar, Disdukcapil Kota Denpasar, Bapenda Kota Denpasar, rumah sakit, puskesmas, dan berbagai fasilitas publik lainnya. ‘’Kami selalu meningkatkan kewaspadaan dengan berbagai cara, sehingga masyarakat dan kita semua dapat terhindar dari virus Corona,’’ ungkapnya. Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Denpasar
PENGATURAN - Suasana penerapan ‘’social distance’’ dengan pengaturan tempat duduk di Bapenda Kota Denpasar, Kamis (19/3) kemarin. Dewa Nyoman Semadi secara terpisah mengatakan bahwa pelayanan di Bapenda Kota Denpasar tetap berjalan. Kendati demikian kewaspadaan terus ditingkatkan, yakni dengan cara penyemprotan disinfektan, menyediakan
hand sanitizer serta mengatur tempat duduk sebagai wujud penerapan social distance. ‘’Mari bersama kita tingkatkan kewaspadaan, semoga kita semua dapat dianugerahi kesehatan,’’ ujar Dewa Semadi. (ad525)
Balapan Liar Terindikasi Judi
Puluhan Pelajar Diamankan Denpasar (Bali Post) -
Bukannya belajar di rumah saat sekolah diliburkan untuk memutus mata rantai virus Corona, sejumlah pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa malah terlibat balapan liar. Mereka diamankan tim gabungan Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali, Kamis (19/3) kemarin, di Jalan Gatot Subroto barat, Denpasar, dekat Hotel Aston. Bahkan balapan liar tersebut terindikasi judi. Dari kasus ini, polisi mengamankan 33 orang dan menyita 15 sepeda motor. Mereka adalah Azis Suswanto (20), GM (16) pelajar di Kuta, Rio Tufan Andika Putra (20), Greta Leoki Pratama (24), Komang HWA (17) siswa SMA, I Wayan Agus Budayasa (19) status mahasiswa, I Wayan AB (15) siswa SMP, I Made DSS (17) home schooling, MY (16) status pela-
jar, Komang MMP (17) siswa SMK, Gede Adnyana Putra (25), RM (16) siswa SMP, Komang APA (14) siswa SMP, I Wayan YA (14 ) siswa SMP, Kadek YDP (16), dan Kadek AY (14) siswa SMP. Pelaku selanjutnya, David Antonia (18), I Putu Bagus Beny Saputra (23), Kadek AWL (16) siswa SMP, Nengah Wid (17), I Putu Pr (16) siswa SMA, Made Krisna Pratama
Adnyana (24), TTJ (16), AD (16) siswa SMP, Kadek Res (16), RRF (15) siswa SMP, NDS (16) Kejar Paket, AA (15), Gede AS (17) pelajar SMA, Yeskial (18) karyawan di Bandara Ngurah Rai, Wiliam Zakarias (20), FM (15) pelajar SMP, dan Komang AKP (14) pelajar. ‘’Sebagai joki adalah Aziz. Pelaku ini ada yang tinggal di Denpasar, Badung, dan Taban-
Bali Post/rah
DIAMANKAN - Pelaku balapan liar dan barang bukti sepeda motor diamankan di Mapolresta Denpasar.
an,’’ kata Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan didampingi Wakapolresta AKBP I Wayan Jiartana. Kronologinya, kata Kapolresta, Tim Satgas CTOC bersama-sama dengan personel Polresta Denpasar melakukan patroli wilayah sampai di Pospol Ubung, Denpasar. Petugas dapat laporan dari masyarakat bahwa ada sekumpulan anak muda yang menyetop kendaraan yang melintas di Jalan Gatot Subroto barat karena ada trek-trekan liar. Berdasarkan pengaduan tersebut, polisi bergerak ke TKP dan berhasil mengamankan delapan orang. Beberapa anak muda lainnya kabur ke arah timur. Selanjutnya petugas melakukan pengejaran dan didapat 25 orang lagi di Jalan Mahendradatta, tepatnya di rumahnya warga yang biasa dipanggil Kaput. ‘’Tentu saja kami akan berupaya menindak kalau masih ada yang berani balapan liar,’’ tegas AKBP Jansen. Tersangka Azis Suswanto sebagai joki mengaku biasanya dapat bagian 20 persen dari total taruhan. Ditanya jumlah taruhannya, Azis mengaku tidak tahu karena belum mulai.
‘’Motornya sengaja dimodifikasi untuk balapan. Dari 33 orang (diamankan), hanya 10 orang dewasa dan sisanya anak-anak. Ini bagian bibit-bibit kenakalan remaja dan kalau dibiarkan bisa mengarah ke premanisme,’’ tegas Jansen. Balapan liar itu, katanya, sangat mengganggu dan juga membahayakan pengguna jalan lainnya. Dari para pelaku tersebut, hanya Azis diproses hukum dikenakan Pasal 503 KUHP. Sedangkan 32 orang lainnya dikenakan tindakan tilang. ‘’Azis dikenakan Pasal 503 KUHP dan proses sampai pengadilan supaya ada efek jera kepada yang lain. Bagi yang ingin coba-coba silakan karena akan berhadapan dengan kami,’’ ujarnya. Sementara terhadap 32 orang lainnya dilakukan pembinaan dan diundang orangtuanya untuk membuat surat pernyataan. Apabila ditemukan lagi, nasibnya akan sama dengan Azis yaitu diproses hukum. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Kupon GASPOL Hanya di Astra Motor Gratis Service Plus Oli Selama 1 Tahun
ASTRA Motor sebagai salah satu dealer resmi sepeda motor Honda di wilayah Bali terus berusaha meningkatkan pelayanan dan memberikan layanan istimewa kepada konsumen. Bentuk layanan yang diberikan adalah setiap pembelian sepeda motor Honda di Astra Motor khususnya wilayah Bali akan mendapatkan service gratis plus oli selama 1 tahun. Program yang diberi tajuk GASPOL (gratis service plus oli 1 tahun) berlaku di seluruh Astra Motor di wilayah Bali. Retail Manager Astra Motor, Yodi Setiawan Borobudi, mengatakan program GASPOL yang diberikan ini sebagai salah satu wujud apresiasi bagi
konsumen dalam melakukan perawatan motor khususnya di Astra Motor dengan berbagai kemudahan lainnya, di antaranya booking service, service motor, antre plus pit khusus. “Biasanya konsumen hanya mendapatkan gratis oli pada servis berkala pertama atau KPB 1. Kini konsumen Astra Motor mendapatkan benefit tambahan, yakni gratis oli untuk KPB 1, KPB 2, KPB 3, hingga KPB 4,” ungkap Yodi. Untuk mendapatkan benefit tersebut, konsumen wajib melakukan servis KPB di bengkel Astra Motor dengan membawa buku service yang telah ditempelkan kupon GASPOL dan STNK. Adapun jadwal
KPB (kartu perawatan berkala) yaitu: KPB 1 (km 1.000 atau 2 bulan), KPB 2 (km 4.000 atau 4 bulan), KPB 3 (km 8.000 atau 8 bulan), KPB 4 (km 12.000 atau 12 bulan). Program ini dibuat untuk memberi apresiasi kepada konsumen loyal Astra Motor yang giat merawat sepeda motornya melalui perawatan berkala di bengkel Astra Motor. Selain program GASPOL, benefit tambahan yang bisa dimanfaatkan oleh konsumen adalah Aplikasi Motorku X dimana dalam aplikasi tersebut konsumen setia sepeda motor Honda dapat melakukan service booking, claim service berkala (KPB), bermain games menarik dan program-program khusus
Sekolah Disemprot Disinfektan
Denpasar (Bali Post) Tidak hanya kawasan publik, sekolah juga disemprot disinfektan guna mengantisipasi penyebaran virus Corona. Seperti yang dilakukan di SMAN
1 Denpasar, Kamis (19/3) kemarin. Kepala SMAN 1 Denpasar Made Rida, S.Pd., M.Pd. menyampaikan, penyemprotan disinfektan ini dilakukan di seluruh
Topik : Harga sembako makin naik Bali Post/edi
DISINFEKTAN - Kepala SMAN 1 Denpasar turun langsung melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan, Kamis (19/3) kemarin.
ruang kelas, ruang guru dan ruang pegawai. Ini, katanya, dilakukan untuk mensterilisasi kawasan, sebagai langkah pencegahan virus Corona. ‘’Yang disemprot ada sebanyak 36 ruang belajar, ruang guru, ruang pegawai dan ruang laboratorium,’’ katanya. Penyemprotan ini, katanya, akan rutin dilakukan sepanjang pemerintah masih menganggap virus tersebut masih ada. Dikatakan, sampai saat ini memang tidak ada aktivitas di SMAN 1 Denpasar. Karena proses pembelajaran sudah dilakukan dengan sistem pembelajaran melalui daring atau online. Pihaknya berharap kasus virus Corona bisa segera berakhir supaya proses belajar mengajar bisa kembali normal. ‘’Jadi guru memberikan tugas melalui online dan siswa juga menjawab melalui jaringan tersebut,’’ ujarnya. (kmb23)
service & sparepart. Untuk road emergency, Astra Motor juga memberikan fasilitas Layanan
Honda CARE untuk konsumen yang mengalami darurat di jalan. (bns)
MEKANIK – Seorang mekanik melakukan perawatan sepeda motor Honda di Astra Motor Bali.
WNA Masuk Bali 160 Ribu Keluar 187 Ribu Orang Denpasar (Bali Post) Sepanjang memenuhi syarat dan tidak ada riwayat perjalanan ke Tiongkok, pembatasan kedatangan warga negara asing (WNA), khususnya ke Bali dilakukan sesuai prosedur. Termasuk delapan negara yang diusulkan tidak diizinkan ke Indonesia atau transit sekalipun. ‘’Penanganan orang asing biasa-biasa saja. Sama seperti wisatawan lainnya yang datang ke Bali,’’ jelas Kakanwil Kemenkum HAM Bali Sutrisno, Kamis (19/3) kemarin. Dikatakannya, sepanjang turis itu tidak mengunjungi atau transit selama 14 hari, misalnya ke Tiongkok, Italia, Korea Selatan dan Iran, mereka boleh masuk asal memenuhi syarat dan visa yang dimaksud.
Berdasarkan data yang diterima Bali Post, dari 1 hingga 17 Maret 2020, kedatangan WNA ke Bali sebanyak 160.298 orang. Mereka berasal dari 173 negara. Kedatangan melalui Bandara Ngurah Rai sebanyak 159.273 orang dan dari Pelabuhan Benoa sebanyak 1.025 orang. Sedangkan yang meninggalkan Bali lebih banyak yakni 187.226 orang dari 177 negara. Lewat Bandara Ngurah Rai 186.828 orang, sisanya lewat Pelabuhan Benoa sebanyak 398 orang. Sementara wisatawan yang ditolak masuk Bali masih di angka 117 orang yang berasal dari 38 negara. Sedangkan pemberian izin tinggal dalam keadaan terpaksa berjumlah 1.461 orang yang sebagian besar dari Tiongkok. (kmb37)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati, NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Percetakan: Tri Iriana, Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Kliwon, 20 Maret 2020
Langkah Badung Cegah Covid-19
Siapkan Anggaran Rp 14 Miliar, Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Areal Publik PEMERINTAH Kabupaten Badung di bawah arahan Bupati Giri Prasta terus berusaha mencegah penyebaran virus Corona alias Covid-19 di wilayahnya. Tak tanggung-tanggung, Pemkab Badung telah menyiapkan dana Rp 14 miliar lebih untuk penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid-19 ini. Selain itu, Badung juga masifkan peran Satgas Penanggulangan Covid-19, di mana setelah dibentuk pada Rabu (18/3) lalu, bahkan sehari pascadibentuk Satgas langsung melakukan aksi dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di areal publik. Seperti yang terlihat pada Kamis (19/3) kemarin, Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Badung turun langsung melakukan penyemprotan disinfektan. Langkah sterilisasi itu dimulai dari kawasan pariwisata internasional Kuta yang me-
liputi areal Ground Zero, Pasar Seni Kuta dan kawasan Pantai Kuta. Langkah preventif ini diambil Pemkab Badung untuk memberikan rasa aman di tengah kepanikan masyarakat terkait penyebaran virus Corona akhir-akhir ini. Dalam aksi ini, Pemkab Badung menerjunkan sejumlah petugas menyemprotkan disinfektan serta melibatkan OPD terkait yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Badung. Ketua Satgas Penanggulangan Corona Virus Desease (Covid-19) yang juga Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, sesuai arahan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, penyemprotan disinfektan ini diutamakan menyasar semua fasilitas umum atau areal publik. Pihaknya selaku Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Badung akan melakukan upaya sterilisasi terhadap tempat-
tempat di mana banyak orang berinteraksi. Adi Arnawa menambahkan, penyemprotan akan berjalan secara simultan dan kontinu sampai masa inkubasi Covid-19 benar-benar hilang. Sasaran selanjutnya nanti adalah titik-titik simpul tempat interaksi masyarakat, transportasi publik dan areal institusi pendidikan di masing-masing kecamatan. Untuk Jumat (20/3) ini, penyemprotan akan dilanjutkan di 12 titik, di antaranya Taman Ayun, Pantai Pandawa, Pantai Petitenget, Seputaran Patung Kuda Tuban, Rafting Bali Swing Bongkasa, Catus Pata Blahkiuh, Mes Bali United Legian, Pasar Beringkit, Pasar Petang, Pura Sada Kapal, Pantai Munggu dan Pantai Seseh. ‘’Nanti sebelum anak-anak masuk sekolah, semua sekolah, ruangan, dan tempat lainnya harus disemprot cairan disinfektan,’’ jelasnya.
Pejabat asal Pecatu ini menambahkan, call center khusus Corona 1500096 sudah aktif, ambulans beserta tenaga medis dengan alat pelindung diri (APD) juga siap 24 jam di Comand Center Puspem Badung. ‘’Call center juga sudah siap dengan ambulans dan tenaga medis lengkap dengan pengaman diri. Bila ada kerabat, keluarga atau siapa pun yang memiliki gejala-gejala Corona tinggal tekan call center,’’ imbuhnya seraya menambahkan, petugas di call centre akan dibagi dalam tiga shift, tiap shift petugas berasal dari unsur Kominfo, Diparda, BPBD dan Dinas Kesehatan. Terkait dengan dana tak terduga Rp 14 miliar lebih (bukan Rp 3 miliar), Adi Arnawa mengatakan, secara simultan juga akan dilakukan pengadaan sarana dan prasarana pendukung, seperti masker, hand sanitizer, disinfektan dan lainnya. ‘’Soal anggaran Rp 14 miliar, kalau
masih kurang akan ditambah dengan melakukan pergeseran anggaran,’’ tegasnya. Disebutkan juga RSD Mangusada telah menyiapkan satu ruangan isolasi khusus. Bahkan informasinya, jika masih belum cukup RS Udayana juga siap. ‘’Kita Pemkab Badung siap memberikan bantuan untuk mendukung RS Udayana, jika dibutuhkan sebagai tempat perawatan pasien Corona,’’ katanya. Ditegaskan pula, upaya melawan Covid-19 mesti dilakukan bersama-sama secara gotong royong antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Untuk itu, pihaknya juga mengajak dunia usaha dan masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi penyebaran Covid-19 dengan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat, serta selalu mematuhi imbauan protokol kesehatan dari pemerintah dalam hal meminimalisasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Badung, karena selaku
DISINFEKTAN - Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Badung turun langsung melakukan penyemprotan disinfektan, Kamis (19/3) kemarin. satgas penanggulangan yang dibentuk oleh Pemkab Badung berupaya untuk semaksimal mungkin melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kadis Perhubun-
gan A.A. Ngurah Rai Yuda Dharma, Kadis Kesehatan dr. Nyoman Gunarta, Kadis Pertanian dan Pangan Wayan Wijana, Kabag Humas Made Suardita, Camat Kuta I Nyoman Rudiarta, serta Lurah Kuta I Ketut Suwana. (ad531)
Pembuang Orok Ditangkap Pelakunya Siswi SMP
Mangupura (Bali Post) Kasus penemuan mayat orok di sungai wilayah Banjar Celuk, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, berhasil diungkap Tim Opsnal Polsek Mengwi, Rabu (18/3) lalu. Informasi di lapangan, pelakunya anak di bawah umur dan berstatus siswi SMP. Terkait kasus ini, diamankan tiga orang yang diduga terlibat. Menurut sumber Kamis (19/3) kemarin, hampir sebulan melakukan penyelidikan, polisi berhasil mengendus pelaku. ‘’Informasinya, pelaku tinggal di seputaran sana. Untuk identitas masih dirahasiakan karena kasusnya masih didalami,’’ ungkapnya. Terkait kasus tersebut, kata sumber, penyidik menangani dua kasus. Pertama, kasus persetubuhan anak di bawah umur. Kasus kedua yaitu pembuang mayat bayi tersebut di TKP. ‘’Untuk tersangka anak di bawah umur akan dilimpahkan ke Unit PPA Polres Badung. Sedangkan pembuang bayi ditangani Polsek Mengwi,’’ tandasnya. Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa saat dikonfirmasi mengatakan belum menerima laporan terkait hal tersebut. Sebelumnya, warga Banjar Celuk, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Senin (24/2) lalu dikagetnya dengan penemuan mayat bayi. Mayat orok perempuan tersebut tersangkut di sungai dalam kondisi membusuk. Pada saat ditemukan, mayat bayi terbungkus dalam tas plastik merah, panjang 50 sentimeter, dan ari-ari masih menempel. (kmb36)
SOSOK Stok Darah Aman STOK darah di PMI Kabupaten Badung dalam posisi aman. Sejauh ini, stok darah masih mencukupi kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menghadapi pandemi virus Corona. Hal ini diungkapkan Ketua Umum PMI Badung Kompyang R. Swandika, Kamis (19/3) kemarin. Ia menjelaskan, PMI Badung memiliki Unit Transfusi Darah (UTD) yang tugasnya selalu siaga dan memastikan stok darah mencukupi. ‘’Estimasi kami, ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah-tengah demam berdarah dan virus Corona. Stok darah di PMI Badung saat ini mencapai 210 kantong,’’ ujarnya. Sejauh ini pihaknya tidak menemui kesulitan dalam memenuhi kebutuhan darah. Sebab, pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan kegiatan donor darah ke masyarakat dan institusi pemerintah. Respons masyarakat untuk mengikuti donor darah cukup baik. ‘’Ini terbukti stok darah kami berkisar paling sedikit 100 hingga 300 kantong,’’ jelasnya. (eka)
Bali Post/kmb21
PANTAI PANDAWA - Objek Wisata Pantai Pandawa yang masih dibuka untuk wisatawan. Namun, jumlah wisatawan yang berkunjung menurun drastis.
Objek Wisata Masih Dibuka untuk Wisatawan
Mangupura (Bali Post) –
Pemerintah Kabupaten Badung belum menutup objek wisata yang ada di wilayahnya. Pantauan di lapangan Kamis (19/3) kemarin, sejumlah objek wisata masih dikungjungi oleh sejumlah wisatawan. Di Objek Wisata Taman Ayun, misalnya, wisatawan asing masih mengunjungi objek wisata warisan budaya dunia tersebut, meskipun Bali waspada Covid-19. Pengelola Objek Wisata Taman Ayun, Made Suandi mengatakan, wisatawan asing masih berkunjung ke Taman Ayun, meskipun jumlahnya menurun drastis dari hari-hari sebelumnya. Dengan adanya wabah virus Corona, wisatawan yang berkunjung disiapkan hand sanitizer. “Saat ini kami menerima kunjungan rata-rata 300 hingga 500 wisatawan. Biasanya kami menerima kunjungan perhari mencapai 1.000 lebih wisatawan mancanegara. Di sini masih ada wisatawan dari Eropa, Australia, dan Asia,” ujarnya. Suandi mengakui, pihaknya tidak melakukan penutupan objek wisata lan-
taran belum ada imbauan untuk melakukan penutupan. Pemkab Badung melalui Dinas Pariwisata juga belum berencana menutup objek-objek wisata yang ada di Gumi Keris. “Sebagai antisipasi, kami tetap melakukan pencegahan dengan penyemprotan disinfektan, pemberian masker serta pemberian hand sanitizer kepada pengunjung Objek Wisata Taman Ayun,” jelasnya. Manager Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, I Wayan Wijana, mengatakan pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Objek Wisata Uluwatu dan Labuan Sait. “Untuk wisatawan yang
masuk ke objek, kita wajibkan mencuci tangan terlebih dahulu dengan hand senitizer. Kalau memang membutuhkan masker, kita juga telah siapkan,” katanya. Objek Wisata Pantai Pandawa yang lokasinya di Desa Kutuh, Kuta Selatan juga masih dibuka untuk wisatawan. Menurut Bendesa Adat Kutuh, Drs. Nyoman Mesir, sebelum adanya wabah Covid-19, suasana di Pantai Pandawa biasanya sangat ramai. Ribuan orang lalulalang untuk menikmati suasana keindahan pantai. Namun, dua hari belakangan kondisinya sangat sepi dan hanya beberapa pengunjung yang terlihat.
“Untuk dua hari belakangan ini, rata-rata pengujung hanya 1.000 orang. Sebelum adanya wabah Covid-19, pengunjung yang datang ke Pantai Pandawa rata-rata 2.500 hingga 3.000 orang per hari,” katanya. Lantas, apakah akan ada rencana penutupan di Objek Wisata Pantai Pandawa? Mantan anggota DPRD Badung ini mengatakan, pihaknya tidak akan pernah menutup objek wisata. “Kita buka terus, kecuali Hari Raya Nyepi,” tegasnya. Dengan adanya kondisi seperti ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama masyarakat Desa Kutuh. “Jika merasakan tidak enak badan, segeralah periksakan diri ke puskesmas terdekat,” imbuhnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dispar Badung, I
Made Badra, mengatakan lebih mengedepankan langkah preventif. “Sejauh ini belum ada rencana menutup objek daya tarik wisata yang ada di Badung, namun kami utamakan langkah-langkah pencegahan,” ungkapnya. Menurut birokrat asal Kuta ini, Badung memiliki enam ODTW yaitu, Sangeh (Abiansemal), Taman Ayun (Mengwi), Air Terjun Nungnung (Petang), Uluwatu (Kuta Selatan), Pandawa (Kuta Selatan), dan Labuan Sait (Kuta Selatan). “Kami sudah memberikan imbauan agar kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah banyak, seperti festival ogoh-ogoh di GWK agar ditunda pelaksanaannya,” ungkapnya seraya menambahkan, kondisi pariwisata Badung akibat penyebaran wabah Corona mengalami penurunan yang cukup signifikan. (kmb27/kmb21)
Jumat Kliwon, 20 Maret 2020
Sebulan, Ratusan Babi Mati di Jembrana
Negara (Bali Post) – Selama kurun waktu sebulan terakhir, tercatat ratusan ekor babi mati di Jembrana. Data ini merupakan laporan dari masyarakat kepada petugas kesehatan hewan yang tersebar di lima kecamatan. Namun, belum diketahui pasti penyebab kematian ternak warga yang jumlahnya mencapai ratusan ekor tersebut. Dikonfirmasi Kamis (19/3) kemarin, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan
Jembrana I Wayan Widarsa mengatakan, berdasarkan laporan total ada 208 ekor babi yang mati sejak 11 Februari hingga 18 Maret. Widarsa seizin Kadis Pertanian dan Pangan I Wayan Sutama menjelaskan, kejadian babi mati itu tersebar di lima kecamatan dan belum bisa dipastikan penyebab kematiannya. Ditegaskan, petugas juga sulit melakukan pemeriksaan karena saat dilaporkan bangkai babi sudah dikubur oleh peternak. Memang ada beberapa ekor babi yang sempat didiagnosis petugas dan gejalanya
mengarah terjangkit ASF. Tetapi untuk memastikan itu harus ada pengecekan lab yang pasti. Sebagian besar babi yang mati itu merupakan ternak warga skala rumahan atau bukan di peternakan yang menerapkan prosedur biosecurity. Menurut Widarsa, pihaknya masih melakukan pemantauan dan sosialisasi edukasi kepada masyarakat terkait ASF. Ditegaskan, kunci untuk menjaga kesehatan babi dan terbebas dari ASF adalah kebersihan kandang dan rutin melakukan biosecurity. (kmb26)
Pendidikan
Bali Post/kmb28
PGRI Kota Denpasar Dukung Siswa Belajar di Rumah Minta Ortu Ikut Awasi ’’E-learning’’
KESIAPAN - Ketua Pengurus PGRI Kota Denpasar I Nyoman Winata dan Bendahara I Ketut Suarya mengomentari kesiapan guru dalam e-learning. PENGURUS PGRI Kota Denpasar mendukung program Wali Kota Denpasar dan Gubernur Bali dalam melaksanakan program PBM di rumah bagi siswa TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19). Ketua Pengurus PGRI Kota Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum. didampingi Bendahara PGRI Kota Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.M.Pd., Kamis (19/3) kemarin mengungkapkan, jajaran PGRI Kota Denpasar selaras dengan progam Pemkot Denpasar dan Pemprov Bali guna menyelamatkan anak bangsa dari virus mematikan banyak orang di Tiongkok tersebut. Bahkan semua guru di Denpasar siap menyukseskan program merumahkan siswa dan guru. Hal ini sudah dijalankan sejak empat hari yang lalu, kini hanya kasek dan wakasek serta TU yang standby di sekolah. Kendati demikian, kata Winata yang juga Kepala SMA PGRI 6 Denpasar ini, guru
juga diperkenankan masuk ke sekolah guna merancang secara berkelanjutan program e-learning, serta penugasan kepada siswa. Hal ini juga bisa dilakukan dari rumah bagi guru yang sudah memiliki fasilitas IT yang memadai. Hal ini penting dilakukan agar program belajar di rumah bukan diartikan sebagai liburan, melainkan menjalankan pembelajaran efektif. Makanya agar efektif, guru setiap hari wajib meng-update materi terbaru yang diberikan kepada siswa lewat WA wali kelas, sekaligus tugas-tugas yang terbarukan. Bisa juga menggunakan aplikasi lain seperti google class room atau teleconference. Winata menambahkan, PBM secara daring alias e-learning ini juga wajib dikontrol oleh para orangtua di rumah. Jangan sampai terjadi saat dirumahkan justru siswa tewas tenggelam di Bendungan Palasari. Ini artinya perlunya sinergisitas sekolah, orangtua dan masyarakat dalam mengawasi program ini. Termasuk aparat juga bisa mengambil tindakan jika menemukan saat jam efektif siswa ada di pusat keramaian. Makanya, Nyoman Winata mengatakan hasil pembelajaran ini tetap dilakukan evaluasi setiap satu materi pelajaran, sehingga guru benar-benar mendapat feedback dari efektivitas e-learning ini. Ny om a n Wina t a d a n Ket ut Sua ry a mengungkapkan, selama di rumah siswa diminta tetap menggunakan masker jika mengalami gejala sakit. Kemudian selalu berkomunikasi dengan orangtuanya, sehingga tak ada siswa berada di mall atau di pusat keramaian saat e-learning. Makanya, dia mengatakan momentum ini bisa dipakai oleh sekolah dan guru guna memperkuat program e-learning agar nantinya terbiasa dengan program ini. ‘’Ke depan, eranya pemebelajaran berbasis IT, kita harus siap. Tak ada istilah guru tak siap,’’ tegasnya. Waka Kurikulum SMA PGRI 6 Denpasar A.A. Gde Dalem HNWP, S.T. menambahkan, anak-anak SMA PGRI 6 Denpasar diberikan tugas dan soal serta portofolio yang dikirim lewat daring oleh gurunya. Artinya, kinerja guru dan siswa dipantau oleh pihak sekolah. Hal yang sama dilakukan Ketut Suarya di SMK PGRI 4 Denpasar dengan cara guru tiap hari mengevaluasi hasil belajar siswa. (ad523)
Kesehatan
Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) dr. Kevin Cherlie
ORANGTUA sudah sepatutnya memberikan perhatian sepenuhnya terhadap kondisi kesehatan bayinya. Mulai dari tumbuh kembangnya, asupan ASI dan makanan, imunisasi, serta kondisi tidur. Namun walaupun sudah memberikan perhatian yang penuh, beberapa orangtua secara mengejutkan mendapatkan bayi mereka meninggal mendadak ketika sedang tertidur. Apa yang terjadi pada bayi-bayi tersebut? Kematian mendadak pada bayi, Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) adalah kondisi kematian yang terjadi secara mendadak dan tidak terduga pada bayi di bawah usia satu tahun. Penyebab dari kondisi ini tidak diketahui secara pasti, namun faktor risiko yang paling berperan adalah posisi tidur terlungkup. Asosiasi American Academy of Pediatrics (AAP) memberikan rekomendasi mengenai kondisi tidur yang aman atau safe sleep environment untuk mengurangi risiko kematian mendadak pada bayi. Menurut penelitian, posisi telentang memiliki risiko paling rendah untuk terjadinya kematian mendadak pada bayi. Maka dari itu,
anak perlu ditidurkan dalam posisi telentang idealnya hingga berusia satu tahun. Ada pandangan di masyarakat bahwa bayi bisa tersedak saat sedang meludah atau muntah jika ditidurkan dalam posisi telentang. Sebetulnya pernyataan ini tidak tepat. Menurut penelitian, kematian karena tersedak saat bayi meludah atau muntah ketika tidur telentang menunjukkan angka yang sangat kecil. Bayi akan secara spontan menelan kembali karena itu merupakan refleks alamiahnya. Tempat tidur bayi juga perlu diperhatikan oleh para orangtua. Tempat tidur bayi idealnya memiliki alas yang tidak terlalu empuk, harus yang padat. Permukaan yang terlalu empuk bisa menyebabkan wajah dan leher bayi tertekan karena melekuk ke dalam permukaan alas yang berujung pada kematian bayi. Tidak diperbolehkan ada jarak antara alas tidur dan sisi penutup tempat tidur bayi. Jarak ini bisa menjadi lokasi yang berpotensi membahayakan. Selimut dan bantal juga sebaiknya tidak diletakkan di dalam tempat tidur bayi. Benda-benda ini bisa menyumbat pernapasan bayi dan menyebabkan overheat,
panas yang berlebih pada tubuh bayi yang merupakan risiko kematian mendadak pada bayi. Selain mengenai posisi tidur, faktor kebiasaan dari orangtua yang merawat bayi juga perlu diperhatikan. Merokok, konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang pada ibu yang sedang hamil ataupun yang sedang merawat bayi sangat meningkatkan risiko terjadinya kematian mendadak pada bayi. Konsumsi ASI dan imunisasi yang rutin juga harus terus diedukasi kepada orangtua untuk mencegah kematian mendadak pada bayi. Ada pandangan terdahulu yang menyatakan pemberian vaksin bisa menjadi faktor risiko utama yang menyebabkan kematian mendadak pada bayi. Hal ini didasari oleh kejadian puncak dari kematian mendadak pada bayi terjadi pada usia 2–4 bulan. Usia ini juga merupakan masa saat bayi mendapat berbagai vaksin yang menjadi regimen rutin. Pandangan ini dibuktikan tidak benar oleh CDC (Central of Disease Control) yang menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan antara imunisasi pada anak dengan kejadian kematian mendadak pada bayi. Maka dari itu, sebagai pencegahan utama kematian mendadak pada bayi, para orangtua harus sangat memperhatikan kondisi tidur anak. Hindari merokok, konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang selama hamil dan merawat bayi. Terus pertahankan pemberian ASI yang optimal dan imunisasi yang rutin dan tepat waktu. (ad529)
DISINFEKTAN - Penyemprotan disinfektan pada puluhan armada bus guna mencegah penyebaran Covid-19, Kamis (19/3) kemarin.
Antisipasi Penyebaran Covid-19
Puluhan Armada Bus Disemprot Disinfektan
Tabanan (Bali Post)-
Antisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) terus dilakukan berbagai pihak. Kini giliran puluhan armada angkutan jalan, baik bus Antar-Kota dan Antar-Provinsi (AKAP) maupun Antar-Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Tabanan disemprot disinfektan, Kamis (19/3) kemarin. Bahkan para awak bus juga diberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) oleh Kepala Dinas Kesehatan Tabanan. Dari pantauan di lapangan, penyemprotan disinfektan menyisir satu per satu bus yang tengah parkir di salah satu gudang di wilayah Kecamatan Kediri. Kepala Dinas Perhubungan Tabanan I Gusti Ngurah Darma Utama mengatakan, pengusaha transportasi baik barang maupun penumpang rentan akan penyebaran Covid-19, lantaran hampir tiap hari mereka berinteraksi dengan masyarakat secara umum, serta mobilitas ke luar daerah dan tempat-tempat tertentu. Sterilisasi alat transportasi
termasuk perlindungan diri terhadap awak bus baik sopir maupun kondektur tentunya harus mendapat perhatian. ‘’Ini bentuk sinergitas melakukan pemutusan penyebaran Covid-19, dan saya apresiasi pengusaha transportasi yang sudah mandiri melakukan SOP pencegahan penyebaran virus,’’ terangnya. Begitupun imbauan agar di tiap armada disediakan hand sanitizer untuk penumpang sebelum naik melakukan sterilisasi tangan. ‘’Jika ada penumpang yang kondisinya sakit, lebih baik yang ber-
sangkutan diimbau untuk menunda keberangkatannya atau ditolak meski sudah membawa tiket. Jangan berorientasi pada materi, namun kesehatan penumpang lainnya yang harus dijaga. Apalagi penyebaran sangat rentan di dalam bus,’’ ujar Darma Utama. Salah satu pengusaha transportasi, I Wayan Sutika, mengaku mendukung program pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19, di tiap armada yang dimilikinya telah disediakan sabun dan air bersih, serta
penyediaan hand sanitizer untuk sterilisasi tangan penumpang. Diakuinya, sejak mewabahnya Covid-19 memang terjadi penurunan penumpang di angka 5 persen sejak tiga hari lalu. ‘’Banyak rombongan wisata yang re-schedule. Bahkan ada juga pembatalan keberangkatan dari sekolah di luar Bali, begitupun penurunan keberangkatan dari Bali ke Jawa maupun dari Jawa ke Bali,’’ terangnya. Tidak hanya penurunan penumpang, kata Sutika, dampak Covid-19 juga membuat ekspedisi barang menurun drastis, bahkan sampai angka 40 persen sejak seminggu lalu. ‘’Pengiriman ekspedisi barang lumpuh. Normalnya tiap hari ada pengiriman, saat ini hanya seminggu sekali,’’ ujarnya. (kmb28)
Jumat Kliwon, 20 Maret 2020
Kasus TPPU Aset Mantan Bupati Candra
Terbukti, Wisnaya Dihukum 20 Bulan
Denpasar (Bali Post) Kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan objek sengketa empat bidang tanah sitaan jaksa dalam kasus korupsi, gratifikasi dan TPPU I Wayan Candra, dengan terdakwa I Nengah Nata Wisnaya, Rabu (18/3) lalu memasuki tahap akhir di Pengadilan Tipikor Denpasar. Majelis hakim pimpinan Esthar Oktavu sudah membacakan putusan atas perkara yang menjerat sepupu Wayan Candra itu. Dikonfirmasi atas vonis Nata Winaya, Kasipidsus Kejari Klungkung Kadek Wira Atmaja sekaligus sebagai JPU didampingi dua jaksa, Soma Dwipayana dan Tigana Barkah Maradona, Kamis (19/3) kemarin membenarkan kasus itu sudah divonis hakim. Terdakwa Nata Winaya dihukum selama satu tahun delapan bulan alias selama 20 bulan. Terdakwa oleh majelis hakim dinyatakan terbukti bersalah dan melanggar ketentuan Pasal 5 UU RI No. 08 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Tindak Pidana Pencucian Uang. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa. JPU dari Kejari Klungkung sebelumnya menuntut terdakwa dihukum selama dua tahun enam bulan. Sehingga atas putusan itu, jaksa belum mengambil langkah, apakah menerima atau banding. ‘’Kami masih pikir-pikir,’’ jelas Wira. JPU I Kadek Wira Atmaja, Soma Dwipayana dan Tigana Barkah Maradona sebelumnya menyatakan terdakwa yang kerabat dekat mantan Bupati Klungkung itu dinyatakan bersalah. Dia bersalah menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran, atau menggunakan harta kekayaan yang diketahui atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi, sebagaimana dakwaan ketiga. Terdakwa, kata jaksa, disebut melanggar Pasal 5 UU RI No. 08 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Tindak Pidana Pencucian Uang. (kmb37)
CATUS PATA - Terlihat suasana di Catus Pata Ubud yang mulai lengang beberapa hari lalu.
Imbas Covid-19, Okupansi Hotel di Ubud Turun Drastis
Gianyar (Bali Post) -
Situasi di kampung turis Ubud sepi menyusul merebaknya Covid-19. Imbasnya, okupansi hotel di Ubud dan sekitarnya menurun drastis. Kondisi ini diakui Ketua Ubud Hotel Asosiasi (UHA) Gede Karilo, Kamis (19/3) kemarin. Menurutnya, sepanjang Maret 2020 ini okupansi hotel di Ubud mengalami penurunan antara 20 sampai 30 persen. Saat ini okupansi berada pada kisaran ratarata antara 30-50 persen. Ironisnya, ada hotel dengan okupansi di bawah ratarata tersebut. ‘’Paling rendah
PEMERIKSAAN - Salah satu personel saat melakukan pemeriksaan suhu tubuh.
(okupansi satu hotel - red) bisa di bawah 10 persen,’’ bebernya. Ditambahkan, perubahan okupansi terus terjadi, terutama setelah sejumlah negara melakukan lockdown. Ia memprediksi memasuki April 2020 ini okupansi akan semakin menurun.
Pascaditutupnya tiga gili di NTB dan sejumlah turis pindah ke Bali, Gede Karilo memperkirakan kondisi ini juga memicu peningkatan okupansi secara general di Ubud dan sekitarnya. Asosiasi hotel di Ubud sudah melakukan pengecekan temperatur, melakukan disin-
karena masi banyak yang tidak sadar. Pihaknya juga menunggu surat resmi dari OJK. Banyak masyarakat, tambah Gede Karilo, yang ambil KUR atau pinjaman cicilan motor, namun kemudian banyak yang terkena unpaid leave. ‘’Sehingga mereka kesusahan membayar cicilan itu. Kita di tourism tidak bisa kerja dari rumah. Kita harus fight terus, berbeda dengan ASN,’’ tandasnya. (kmb35)
Suhu Tubuh Pengunjung Diperiksa, 38 Derajat Tak Boleh Masuk Polres
Personel Polres Klungkung Cek Suhu Tubuh
Semarapura (Bali Post) Menyikapi wabah Covid-19, pihak kepolisian terus melakukan upaya pencegahan. Tidak hanya rutin menyemprotkan cairan disinfektan, seluruh personel Polres Klungkung juga melakukan screening atau cek suhu tubuh menggunakan alat thermal scanner, Kamis (19/3) pagi. Proses screening ini dipimpin Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana. Cek suhu tubuh langsung dilakukan setelah pelaksanaan apel pagi di halaman Polres Klungkung. Pengecekan suhu tubuh dilakukan saat personel masuk ke Pura Mandara Kusuma Mapolres, sesaat setelah apel untuk melaksanakan persembahyangan bersama. Kapolres mengatakan, pengecekan suhu tubuh ini bertujuan mengantisipasi penyebaran virus Corona. Pengecekan suhu tubuh ini dilaksanakan setiap hari, untuk memastikan seluruh personel bebas dari wabah Covid-19. Tidak hanya bagi personel Polres Klungkung, juga kepada masyarakat yang datang ke Polres. (kmb31)
fektan secara rutin di saat tamu check in-check out di kamar dan publik areal. Termasuk memberikan penyuluhan-penyuluhan ke staf dan memberikan fasilitas hand sanitizer di areal hotel. Gede Karilo berharap pemerintah melakukan screening yang ketat di pintu masuk. Selalu memberikan sosialisasi guna memutus rantai penyebaran virus ini, terutama di daerah-daerah wisata, kabupaten/kota,
SUHU TUBUH - Petugas mengecek suhu tubuh pengunjung.
Bali Post/ist
Bangli (Bali Post) Di tengah merebaknya wabah virus Corona, upaya pencegahan terus dilakukan Polres Bangli. Setelah menyemprotkan cairan disinfektan ke setiap sudut ruangan, kini Polres menerapkan pemeriksaan suhu tubuh terhadap pengunjung maupun personelnya. Pemeriksaan suhu tubuh itu diterapkan sebagai bentuk antisipasi atau pencegahan penyebaran virus Corona. Pemeriksaan dilakukan di tempat pelayanan publik seperti pelayanan SIM, SKCK, SPKT, Samsat, dan pelayanan publik lainnya. Pengunjung yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius tidak diperbolehkan memasuki ruang pelayanan. Sementara bagi personel Polres yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat dipersilakan un-
tuk beristirahat di rumah. Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan mengatakan, pemeriksaan suhu tubuh ini sangat penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di ruang pelayanan publik. ‘’Pemeriksaan suhu tubuh ini sebagai bentuk screening awal kita mengetahui apakah orang itu sakit atau tidak, sehingga kita dapat meminimalisir penyebaran virus Corona,’’ ujarnya. Pihaknya mengimbau masyarakat apabila tidak ada kebutuhan mendesak agar sementara menghindari kerumunan dan bepergian. Polres Bangli juga melaksanakan kegiatan doa dan sembahyang bersama. Selain di Pura Giri Bratha juga dilaksanakan di Polsek. Jajaran personel nonHindu juga berdoa, sembahyang di masjid dan gereja. (kmb40)
Harga Sembako Mulai Naik
ADANYA panic buying di tengah merebaknya Covid-19, membuat TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) langsung terjun ke Pasar Umum Galiran, Kamis (19/3) kemarin. Rupanya, wabah Covid-19 ini juga membuat situasi pasar tidak karuan. Menjelang Nyepi biasanya permintaan sembako naik, kenyataannya pasar justru sepi. Sudah sepi, harga sembako malah naik. Lalu bagaimanakah situasi riil di Pasar Galiran? Aksi TPID turun ke pasar dipimpin Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Klungkung Luh Ketut Ari Citrawati didampingi Kabag Perekonomian dan SDA I Nyoman Susanta, Kasubag Perekonomian Tjokorda I.A. Wiradnyani dan Kasi Pembinaan Usaha Perdagangan I Gusti Ayu Sri Wahyuni serta unsur Polres Klungkung. Dari hasil tinjauan TPID, transaksi terlihat mengalami penurunan. Banyak pedagang mengeluhkan situasi sepi. Sebab, biasanya menjelang hari raya Nyepi itu, permintaan
sembako cukup ramai. ‘’Secara umum harga bahan pangan di tingkat eceran terpantau stabil dibandingkan minggu sebelumnya. Tetapi, ada beberapa komoditas cenderung mengalami kenaikan harga. Pedagang juga mengeluh sepi,’’ kata Citrawati. Kenaikan harga itu cukup signifikan setiap harinya. Seperti cabai rawit merah 16 Maret lalu harganya masih Rp 42.000/kg. Tetapi sejak Kamis (19/3) meningkat Rp 5.000 kemudian menjadi Rp 47.000/kg. Kondisi ini, menu-
rut Citrawati, karena terbatasnya pasokan, baik dari luar pulau maupun produksi lokal. Tidak hanya cabai, harga gula pasir di tingkat pengecer juga masih cukup tinggi yakni Rp 18.000/kg. Hal itu sudah terjadi sejak Februari karena pasokan terbatas. Citrawati menambahkan, harga buah-buahan, terutama buah impor, juga terpantau naik antara Rp 2.000 - 5.000/ kg. Beruntung, buah lokal masih tersedia cukup banyak
di pasaran. Dari pantauan beberapa toko oleh TPID, Citrawati menyimpulkan, walau terjadi kenaikan stok bahan pangan terutama gula pasir, minyak goreng dan beras mencukupi kebutuhan selama 1 s.d. 2 bulan ke depan. Rata-rata stok beras yang ada antara 10 s.d. 30 ton. Sedangkan stok beras di Kantor Gudang Bulog Banjarangkan masih tersedia sebanyak 33,5 ton, harganya Rp 8.100/kg.
TURUN - TPID Klungkung saat turun ke Pasar Umum Galiran. Pasokan gula dipenuhi dari Tambora (Sumbawa), cabai rawit merah dari Singaraja
dan Jawa serta pasokan beras dari Jembrana dan Banyuwangi. Sedangkan pasokan
bawang dari Bima berkurang karena belum memasuki masa panen raya. (gik)
Jumat Kliwon, 20 Maret 2020
Penjor Dicabut di Perbatasan
Ratusan Krama Desa Adat Jasri Turun ke Jalan
Amlapura (Bali Post) -
Ratusan krama Desa Adat Jasri turun ke jalan tepatnya di areal perbatasan antara Desa Adat Jasri dan Desa Adat Perasi, Kamis (19/3) kemarin. Warga turun ke jalan dipicu dicabutnya penjor upacara yang dipasang warga Desa Adat Jasri. Nah, penjor itu diduga dicabut salah satu warga Perasi. Untuk meredam agar tidak terjadi keributan antara kedua belah pihak, puluhan anggota Polres Karangasem diterjunkan mengamankan di lokasi tempat warga itu berkumpul. Bahkan, kondisi itu mengakibatkan akses lalu lintas di sana ditutup sementara agar tidak mengganggu. Berdasarkan pantauan di lokasi, ratusan krama Desa Adat Jasri itu berkumpul di perbatasan antara Desa Adat Jasri dan Desa Adat Perasi. Warga berkumpul di tengah jalan memenuhi jalan raya. Kondisi itu mengakibatkan arus lalu lintas terganggu. Akibatnya, pengendara yang datang dari dua arah Klungkung dan Karangasem tidak bisa melintas. Tidak pelak, kondisi itu memicu kemacetan panjang. Agar keributan itu tidak berlangsung lama, saat itu juga Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini melakukan mediasi. Dalam arahannya, Kapolres berjanji menuntaskan permasalahan yang terjadi. Karena itu, Suartini meminta kepada seluruh warga dari Desa Adat Jasri yang berada di jalan raya supaya kembali ke balai masyarakat desa adat setempat. Dua buah penjor itu dibawa ke Polres Karangasem dijadikan barang bukti terkait proses hukum selanjutnya. ‘’Saya minta kepada masyarakat supaya ke balai masyarakat. Jangan berkumpul di jalan raya seperti ini. Sebab, mengganggu pengendara yang
Bali Post/kmb41
WARGA TURUN KE JALAN - Ratusan warga atau krama Desa Adat Jasri turun ke jalan tepatnya di areal perbatasan antara Desa Adat Jasri dan Desa Adat Perasi, Kamis (19/3) kemarin. hendak melintas. Jalan raya ini merupakan fasilitas umum. Kalau masih seperti ini, saya tidak bisa ke mana-mana dan tidak juga bisa menyelesaikan persoalan ini. Karena harus menunggu warga di sini,’’ tegas Kapolres Suartini. Kepolisian akan segera melakukan mediasi mempertemukan kedua belah pihak yakni antara pengurus Desa Adat Jasri dan Desa Adat Perasi. ‘’Saya berusaha menyelesaikan persoalan hari ini dengan me-
diasi dari kedua belah pihak. Dengan catatan warga tenang dan kembali ke rumah masingmasing. Sehingga saya bisa bertemu pengurus di Desa Adat Perasi, sehingga persoalan agar bisa diselesaikan secepatnya,’’ pintanya. Terkait perusakan sarana upacara penjor yang dilakukan oknum warga di perbatasan itu, pihaknya mengaku segera memprosesnya sesuai undang-undang yang berlaku. ‘’Kalau ada pelangga-
ran hukum kita akan proses sesuai undang-undang. Siapa pun yang melakukan aksi perusakan itu, kita tindak sesuai hukum yang berlaku,’’ tegasnya. Seorang warga, Nyoman Mawi Yudistira, menjelaskan ratusan warga Jasri akhirnya turun ke jalan yang ada di pelang perbatasan Desa Adat Jasri dengan Desa Adat Perasi. Mereka turun karena ada oknum warga yang merusak dua penjor yang didirikan warga Desa Adat Jasri untuk persiapan upacara kasanga dan ngusaba nini. ‘’Dua buah penjor yang diduga ditumbangkan itu baru diketahui warga Jasri sekitar pukul 09.00 Wita. Penjor itu dipasang di sebelah kanan dan kiri. Mengetahui penjor yang dipasang rebah, salah seorang warga Jasri menyampaikan ke warga lainnya. Setelah itulah warga Jasri datang ke perbatasan,’’ jelas Yudistira sembari menyatakan kalau sebelum pemasangan penjor tersebut sudah ada pertemuan antara pengurus Desa Adat Jasri dan Desa Adat Perasi. Penasihat Desa Adat Jasri, I Nyoman Putra Adnyana. mengatakan pemasangan penjor itu dilakukan serangkaian kasanga dan upacara ngusaba nini. Penjor itu dipasang mengelilingi desa, dan dua penjor itu memang dipasang di perbatasan Desa Adat Jasri dengan Desa Adat Perasi. (kmb41)
Belum Ada Objek Wisata Ditutup Amlapura (Bali Post) Merebaknya penyebaran virus Corona atau Covid-19 mengakibatkan sejumlah objek wisata di sejumlah tempat ditutup sementara guna mengantisipasi ganasnya virus itu. Khusus di Karangasem, sampai saat ini belum ada objek wisata yang ditutup. Semua masih dibuka untuk wisatawan. Kadis Pariwisata Karangasem I Ketut Sedana Merta menegaskan hal itu, Kamis (19/3) kemarin. Sedana Merta mengatakan, sampai saat ini di Karangasem memang belum ada objek wisata yang ditutup. Objek wisata yang ada sampai sekarang tetap dibuka bagi wisatawan yang berkunjung. ‘’Belum ada objek
wisata yang tutup,’’ ucapnya. Kendati masih dibuka, pihaknya telah mengimbau kepada pengelola agar melakukan pencegahan penyebaran virus tersebut. Caranya, dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan serta menyediakan hand sanitizer dan scan thermal. Hal itu sesuai surat edaran yang dikeluarkan gubernur. ‘’Imbauan yang dikeluarkan setiap tempat wisata wajib menyediakan hand sanitizer untuk pengunjung dan petugas di objek setempat. Juga wajib melaksanakan disinfektan mandiri. Semua pihak agar tenang dan tidak menyebarkan informasi yang
Singaraja (Bali Post) Tim dokter RSUD Buleleng terus bekerja keras merawat empat orang yang dikategorikan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Keempat pasien itu dicurigai terinfeksi virus Corona (Covid-19). Namun, sampai Kamis (19/3) kemarin, derajat kesehatan mereka terus membaik dan menunjukkan tren kesembuhan. Tim dokter masih menunggu hasil uji laboratorium sampel hapusan tenggorokan yang belum dikeluarkan oleh Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes-RI. Hal itu ditegaskan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) usai meresmikan pemasangan tiga titik wastafel di ruang publik, Jumat (19/3) sore kemarin. Bupati mengatakan, dari update terakhri yang diterima tim dokter di RSUD, empat orang PDP yang
dicurigai terinfeksi Covid-19 suhu badannya tidak lagi panas. Gejala yang mirip tertular virus Corona tidak muncul kembali. Bahkan, sejak dirawat di ruang isolasi Lely I RSUD nafsu makan mereka kembali membaik. Dengan hasil ini, pihaknya tetap menginstruksikan agar tim dokter terus bekerja melakukan pengobatan sesuai protap sampai keempat pasien itu dinyatakan sembuh. Meski demikian, Bupati menyebut PDP dengan nomor 01, 02, 03, dan nomor 04 itu masih menunggu hasil uji laboratorium sempel hapusan tenggorokan yang diuji di Balitbangkes Kemenkes-RI. Hasil ini nantinya akan menentukan apakah keempat PDP itu positif atau negatif tertular Covid-19. Walau sudah negatif, namun tidak begitu saja pasien itu bisa dipulangkan. Alasannya, karena protap yang mengatur
Bali Post/kmb41
KUNJUNGAN - Wisatawan saat melakukan kunjungan ke objek wisata Pura Agung Besakih. sifatnya hoaks,’’ jelas Sedana Merta. Ketua MO Objek Wisata Pura Agung Besakih, Jro Mangku Ngawit, menjelaskan
sampai saat ini Besakih masih dibuka untuk kunjungan wisatawan. ‘’Belum ada penutupan kunjungan ke Besakih,’’ jelasnya. (kmb41)
masih ada tahapan pemeriksaan dua sampai empat kali harus dilewati. Kemudian kalau hasilnya terus negatif, maka saat itulah si pasien itu sudah bisa dipulangkan. Mengapa uji laboratorium ini lambat diketahui, karena sampel yang diuji begitu banyak, sehingga Balitbangkes Kemenkes kewalahan meneliti sampel dari berbagai daerah. Meski demikian, sejalan kebijakan Kemenkes-RI, sekarang di RSUP Sanglah bisa melakukan penelitian sampel kasus yang dicurigai terinfeksi virus Corona, sehingga hasilnya dipastikan lebih cepat dapat diketahui. Rumah Sakit Isolasi Pembuatan rumah sakit isolasi bagi pasien suspect terinfeksi Covid-19 terus dikebut. Sampai kemarin, pembuatan ruang isolasi dan
kelengkapan alat kesehatan (alkes) telah dikerjakan. Bupati menyebut pemasangan ini masih terus diupayakan dan dipastikan setelah hari raya Nyepi tanggal 25 Maret 2020, Rumah Sakit Giri Emas Kecamatan Sawan mulai beroperasi sebagai rumah sakit isolasi pasien suspect Covid-19. Hanya, soal pengadaan baju alat pelindung diri (APD) yang berstandar World Health Organination (WHO) sedikit terhambat. Ini karena selain stok terbatas, juga perkembangan harganya terus berubah-ubah. ‘’Memang, baju APD ini agak sulit kita beli sekarang. Kisaran harganya dari Rp 650 ribu sampai Rp 2 juta tiap stel. Kami minta didampingi Kejaksaan agar pembelian baju itu tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,’’ jelasnya. (kmb38)
yak 900 buah masker. Selain itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) juga dijatah sebanyak 300. Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng akan disasar, namun masih menghitung berapa kebutuhannya. ‘’Stok masker kita sudah mulai dibagikan. Memang kelangkaan ini terjadi dan kita akan bagikan stok yang ada di BPBD. Rencana kita memohon tambahan stok masker itu ke BPBD Bali,’’ katanya.
Di tempat terpisah, Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, kelangkaan masker yang terjadi sekarang ini karena permintaan yang begitu tinggi. Sementara pasokan dari para penyalur dari luar Bali sangat sedikit. Akibatnya, kelangkaan itu tidak bisa dihindari. Mencegah situasi ini dimanfaatkan oknum-oknum tertentu yang meraih keuntungan, pihaknya telah menugaskan semua kesatuan di Polres dan Polsek jajaran agar memantau ke apotek dan toko yang menjual masker dan hand sanitizer. Pihaknya ingin memastikan penjual itu bersikap jujur dan tidak malah sebaliknya mencoba berspekulasi menimbun masker untuk kemudian dijual dengan harga tinggi. ‘’Pemantauan sudah kami lakukan. Kami tegaskan kepada penjual dalam situasi seperti ini jangan berspekulasi. Sebab, masker itu sangat kita butuhkan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19,’’ tegasnya. (mud)
Makin Membaik, Kondisi Empat PDP yang Dicurigai Terinfeksi Corona
Atasi Krisis, BPBD Siapkan 2.000 Masker
DI TENGAH kesulitan warga mendapat masker sejak wabah Covid 19 menyebar, Pemkab Buleleng mengupayakan jaminan stok masker yang memadai. Guna memenuhi kebutuhan masker itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng itu menyiapkan sebanyak 2.000 buah maskes jenis N-95. Di tengah warga mengalami kesulitan membeli masker, lalu apa harapan BPBD kepada pihak-pihak sebagai distributor dan agen penjual masker itu? Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana, Kamis (19/3) kemarin mengatakan, sejak warga Buleleng kesulitan mendapat masker, pihaknya memantau di beberapa toko penjual masker di kota Singaraja. Hasilnya, memang sejak wabah Covid-19 itu permintaan masker terus meningkat. Akibatnya, sebagian besar penjual kehabisan stok, sehingga memicu kelangkaan. Untuk mencegah gejolak di masyarakat, BPBD membagikan masker kepada warga. Masker ini sendiri adalah stok yang dimiliki BPBD tahun ini. Pembagian ini selain untuk warga, pihaknya juga
memenuhi kebutuhan stok masker bagi petugas medis di rumah sakit. Termasuk di beberapa instansi pemerintah yang memberikan pelayanan publik juga diberikan ‘’jatah’’ masker itu, sehingga mereka tidak kesulitan lagi mencari masker ketika melaksanakan tugas-tugas dinasnya. Suadnyana mencontohkan, permintaan masker yang sudah masuk dari Dinas Perhubungan (Dishub) sebanyak 900. Awalnya, Dishub mengajukan 1.000 buah masker untuk para juru parkir. Namun karena pertimbangan stok juga dalam rangka memenuhi usulan instansi lain, sehingga baru diberikan seban-
Kesehatan
Ancaman Covid-19
Oleh: dr. Made Nian Anggara, S.Ked. PADA tanggal 31 Desember 2019, Tiongkok melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya. World Health Organization (WHO) menamakan virus baru tersebut Severa Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2), yang saat ini dikenal dengan nama Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Kejadian luar biasa oleh Coronavirus itu bukanlah kejadian pertama kali. Sebab, pada tahun 2002 Severa Acute Respiratory Syndrome (SARS) disebabkan oleh SARS-Coronavirus (SARS-CoV). Kemudian tahun 2012 Middle East Respiratory Syndrome (MERS) disebabkan MERSCoronavirus (MERS-CoV). Coronavirus hanya bisa memperbanyak diri melalui sel host-nya dan tidak bisa hidup tanpa sel host. Coronavirus itu sensitif terhadap panas dan dapat secara efektif dinonaktifkan oleh pelarut lipid seperti pemanasan pada suhu 560C selama 30 menit, eter, alkohol 75%, klorin yang mengandung disinfektan, asam peroksiasetat dan kloroform. Cara penularan Covid-19 yaitu melalui mata, hidung, dan mulut (via droplet) dari batuk atau bersin, kontak dekat dengan orang terinfeksi, dan kontak dengan permukaan benda kontaminan.
Gambar 1. Struktur Coronavirus Infeksi Covid-19 dapat menimbulkan gejala ringan, sedang atau berat. Gejala klinis utama yang muncul yaitu demam (suhu >380 C), batuk dan kesulitan bernapas. Selain itu dapat disertai sesak memberat, fatigue, mialgia, gejala gastrointestinal. Seperti diare dan gejala saluran napas. Pada kasus berat terjadi perburukan secara cepat dan progresif. Pada beberapa pasien, gejala yang muncul ringan. Bahkan tidak disertai demam. Kebanyakan pasien memiliki prognosis baik. Namun sebagian kecil dalam kondisi kritis bahkan meninggal. Individu dengan risiko tertinggi adalah orang berusia di atas 60 tahun dan memiliki komorbid (kondisi mendasar) seperti hipertensi, diabetes, penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan kronis dan kanker. Kasus pada anak-
anak relatif jarang dan ringan dengan sekitar 2,4% dari total kasus. Cara pencegahan Covid-19 yaitu: (1) kontrol sumber infeksi saat batuk atau bersin dengan cara setelah kontak harus segera mencuci tangan. (2) Pencegahan pribadi yaitu gunakan masker saat ke luar rumah, jaga jarak dengan orang sekitar minimal satu meter, asupan nutrisi yang cukup, ventilasi yang baik (buka jendela), berhenti merokok maupun konsumsi alkohol, dan hindari stres. Adapun menentukan pasien memenuhi kriteria kasus Covid-19, yaitu dengan swab faring, sekresi saluran pernapasan bawah, dan spesimen lainnya diuji oleh RT PCR fluoresensi real time untuk 2019-NCoV positif asam nukleat, dan diagnosis dikonfirmasi. (ad522)
Kesehatan Cegah Penyebaran Covid-19
PMI Badung Semprot Terminal Mengwi dan Pasar Beringkit UNTUK memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Badung melaksanakan penyemprotan disinfektan di Terminal Penumpang Tipe A Mengwi, Kamis (19/3) kemarin. PMI Badung menerjunkan sekitar 10 personel untuk menyisir sejumlah tempat berkumpulnya warga di terminal. Seperti di ruang tunggu penumpang, loket-loket penjualan karcis bus, kantin dan lainnya. Usai di terminal, penyemprotan dilanjutkan ke Pasar Beringkit. Tidak hanya dilakukan penyemprotan, PMI Badung juga menyerahkan sejumlah hand sanitizer dan brosur sosialisasi pencegahan Covid-19. Ketua Umum PMI Badung Kompyang R, Swandika mengatakan bahwa penyemprotan disinfektan ini bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Penyemprotan ini juga sesuai tugas pelayanan kesehatan PMI, yakni membantu pemerintah dan masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan itu tidak hanya saat terjadi bencana saja. ‘’Ini kan termasuk bencana. Maka kami merasa terpanggil, menggerakkan rasa kesetiakawanan sosial, membantu Pemerintah Kabupaten Badung bersama-sama agar masyarakat kita sadar akan
Bali Post/eka
PENYEMPROTAN - Ketua Umum PMI Badung Kompyang R. Swandika memberikan pengarahan sebelum melakukan penyemprotan di Terminal Mengwi, Kamis (19/3) kemarin. bahaya virus Corona,’’ terang Kompyang yang didampingi Kepala Markas PMI Badung Wayan Wardika. Ia menambahkan, idealnya kita secara bersamasama melawan penyebaran Covid-19 melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, diimbangi rutin berolahraga, makan-makanan bergizi. Action konstruktif itu hendaknya terus disosialisasikan, termasuk oleh pembina PMR di SD, SMP, dan SMA, walau sejauh ini sudah melakukan sosialisasi pencegahan virus menular itu. Menurutnya, action itu sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19 terus berlanjut hingga 29 Maret ini. Pelaksanaannya secara bergiliran menyasar sejumlah tempat berkum-
pulnya masyarakat. ‘’Mari kita hidup sehat menuju Badung sehat, sehingga kita bisa melaksanakan swadharma kita masing-masing secara optimal,’’ paparnya. Penyemprotan disinfektan di Terminal Mengwi ini sangat diapresiasi Camat Mengwi I Nyoman Suhartana bersama Koordinator Terminal Mengwi Cokorda Agung Swarmaya. Kegiatan ini, kata Nyoman Suhartana, sangat bermanfaat memerangi penyebaran Covid-19 secara bersama-sama. ‘’Kita harus bersatu padu dan kompak, baik itu pemerintah, lembaga, komponen masyarakat memerangi virus itu. Semoga kegiatan hari ini bisa berlanjut dan bisa diikuti tidak hanya PMI, namun seluruh komponen masyarakat,’’ harap Camat Mengwi. (ad524)
Jumat Kliwon, 20 Maret 2020
Peran Sekolah Sangat Penting Dan sangat mustahil lahir kecakapan anak untuk berpikir kritis inovatif jika leterasi baca-tulis di kalangan siswa masih rendah. Literasi bacatulis menumbuhkan keberanian menulis dan keberanian membaca secara kritis tulisantulisan orang lain. Keberanian tersebut bagian dari membumikan dunia literasi di zaman milenial. Keberanian menulis secara kritis ciri orang berpikir kritis dan inovatif. Jiwa harus bertumbuh dari pikiran kritis otomatis muncul keberanian dalam asas kepatutan. Pendidikan di sekolah harus memiliki prinsip belajar agar menyentuh kebermaknaan dalam hidup anak. Empat prinsip belajar sebagai rancangan abad ke-21 sebagai abad digital informasi. Pertama, belajar untuk mengetahui (learning to know). Kedua, belajar melakukan sesuatu (learning to do). Ketiga, belajar untuk hidup bersama (learning to live together).
Keempat belajar melakukan sesuatu (learning to be). Keempat kompetensi prinsip belajar itu, harus fondasi berliterasi kuat untuk bisa menumbuhkembangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Aspek kemampuan membaca sebagai pijakan jika mau mendulang prestasi untuk menguasai aspek-aspek kemampuan yang lain. Penguasaan aspek keterampilan berbicara harus didasari oleh kemampuan membaca yang maksimal. Mustahil bisa menguasai konten pembicaraan yang bermakna jika tidak pernah membaca. Peran sekolah sangat penting untuk menumbuhkembangkan budaya literasi baca-tulis. Hal ini tidak terlepas dari peran guru masing-masing dengan berbagai ide yang kreatif-inovatif sebagai merdeka dalam mengajar. Yang terpenting peran nakhoda sekolah dalam menuangkan program inovatifnya demi kemajuan sekolah dalam segala aspek terutama membumikan literasi sekolah sebagai bentuk Gerakan Lit-
erasi Sekolah (GLS). Guru harus bisa memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai salah satu sumber belajar. Menjadikan perpustakaan menjadi menara api bukan sebagai menara gading. Ide inovatif yang dikembangkan oleh seorang guru harus gayung bersambut dari penentu kebijakan sekolah. Program one student one writing --satu siswa satu tulisan-- sebagai bentuk spektrum berliterasi. Program tersebut diimplementasikan menjadi one student one poetry --satu siswa satu puisi-- atau one student one short story --satu siswa satu cerita pendek (cerpen)-- yang setiap tahun muncul dalam program sekolah sebagai GLS. Guru (sekolah) harus menghargai tulisan siswa yang baik dengan menjadikan satu buku sebagai wujud program literasi sekolah. Dengan program one student one writing -satu siswa satu tulisan-- akan melahirkan program one school one book --satu sekolah satu buku. Program ini salah satu
bentuk penghargaan terhadap tulisan siswa dan sebagai bentuk motivasi untuk berliterasi baca-tulis. Satu cara membumikan literasi di rumah-rumah pendidikan. Guru harus memformat tugas-tugas siswa dalam bentuk literasi baca-tulis. Tugas siswa mampu memberdayakan dan merangsang literasi anak. Sekolah tidak cukup hanya membaca lima belas menit sebelum belajar dan akan menjadi hampa makna tanpa diikuti kegiatan menulis. Tumbuhkan budaya literasi agar berjiwa pada anak-anak, sehingga bertumbuh kembang menjadi pemikir kritis-inovatif. Pikiran kritis-inovatif akan menumbuhkan kemandirian dalam belajar di kalangan siswa untuk membangun multikecerdasan. Ketika itu berjalan, konsep menteri pendidikan merdeka dalam belajar akan menyemai dan idah pada waktunya. Penulis, staf pengajar di SMAN 1 Rendang dan SMK Giri Pendawa
Wabah Penyakit Tanaman Merajalela Sementara itu, Sulinggih Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Darmita dari Geria Agung Sukawati mengatakan, gempa secara fisik disebabkan oleh adanya pergerakan atau pelepasan energi yang sangat besar pada lempengan bumi. Namun jika ditinjau dari metafisis gempa pada hari Rabu Pon Pujut, tepat sasih kasanga,
menurut Lontar Palelindon, Sanghyang Surya mayoga meditasi personifikasi Brahman. Di mana fenomena itu akan berimplikasi keadaan baik dan buruk di bumi. Seperti contoh, banjir akan berkurang karena hujan sudah mulai jarang turun, tanaman para petani panennya kurang baik karena wabah penyakit tanaman merajalela terutama tikus perusak, hama wereng dan balang sangit. Banyak orang ditimpa sakit,
bahkan ditimpa kematian agak lumayan drastis. Sementara itu, para pemimpin pemerintahan sangat risau akan fenomena yang jarang terjadi ini. Kendati demikian, masyarakat tidak usah risau, karena secara metafisis niskala untuk mereda wabah ini secepatnya wajib mengadakan pamahayu bumi ngaturang sesajen di kahyangan arthadewa dan pacaruan hasilnya rahayu jagat kabeh.
Batara asih dan punya pemimpin yang tangguh, maka penyakit akan berangsur-angsur lenyap dari bumi. ‘’Dalam Lontar Prekempa disebutkan rikala jagat gering sebagai pelindung alam semesta dan sarira/bhuana alit wajib menghaturkan banten yang dinamakan sesayut pagehwsi. Banten ini dipersembahkan kepada Hyang Ibu Pertiwi dan Hyang Anantabhoga,’’ ujarnya. (win)
Termasuk Debitur Usaha Mikro Demikian juga bagi debitur atau nasabah umum lainnya termasuk pengusaha kecil, menengah dan koperasi yang terdampak Covid-19 bisa melakukan restrukturisasi. Tentunya dengan sikap yang positif sehingga kebijakan ini bisa dilaksanakan dengan baik untuk memulihkan perekonomian di Bali.
‘’Juga kepada masyarakat, pentingnya kebijakan ini untuk menahan dampak negatif yang bisa memperparah keadaan akibat Covid-19 terhadap pariwisata dan perekonomian Bali secara keseluruhan,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala OJK Regional VIII Bali Nusra Eliyanus Pongsoda mengatakan, kebijakan ini berlaku untuk debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19, terma-
suk debitur usaha mikro, kecil dan menengah. Dikatakan, bank dapat memberikan kredit atau pembiayaan dan atau penyediaan dana lain yang baru kepada debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19. Termasuk debitur usaha mikro, kecil dan menengah. Kebijakan ini berlaku sampai 31 Maret 2021. Kebijakan mengatasi dampak ekonomi terkait merebaknya Covid-19 juga dilaku-
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
PROPERTY
KEHILANGAN
DIJUAL RUMAH
Admin penjualan,min SMK, bisa Komptr,Pglmn u/Pabrik Tabanan Lmrn Email: info@tsbali.com
Rumah Type 50/68,470Jt,Tnh Kav 1Are/270Jt,Lok Premium di Celuk Sukawati.Hub/WA:081237044471
HlgBPKBNo.L09829854-ODK5264 KAU An.Albertus Oni Sugiarta
Dcr PRT u/Jg anak Gj.Menarik Hub. Kadek 087860195288
PROPERTY
Dibutuhkan PRT Cewek u/ Rumah di Sanur SMS:08123877799
Dijual tanah 1&2 are aspek Perum Dentim, 081 337 141817
Dicari asisten Rumah Tangga 2 orang Hub.085100883990
Djl Tnh Kav Jl.Sekar Tunjung & Penamparan 0811398086 / 245460
B.BP.001.03.20.0000485
B.BP.031.03.20.0000528
B.BP.004.03.20.0000532
B.BP.001.03.20.0000431
B.BP.004.03.20.0000526
DIJUAL TANAH
B.BP.001.03.20.0000455
B.BP.001.03.20.0000363
Dicari karyawan Counter utk jg malam Hub.081906374255
B.BP.001.03.20.0000533
DIJUAL MOBIL KIA
Kia Rio Th 2013,Putih, Matic Hubungi :0821 4550 5544
KEHILANGAN Hlg BPKB No.M-03646538 DK8786HH AN. I Wayan Nuarta B.BP.001.03.20.0000530
Hlg BPKB No.K06776594-O An.Luh Nyoman Sri Anggraini
B.BP.001.03.20.0000501
B.BP.001.03.20.0000505
RUPA-RUPA
kan Bank Indonesia. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali Trisno Nugroho mengatakan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia juga telah memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,50%. ‘’Ini dalam rangka untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi di Indonesia maupun di daerah-daerah,’’ ujarnya. (kmb32)
Ekonomi
Senator Ri Harap Lpd, Koperasi dan Finance Tiru Kebijakan Ojk Atasi Krisis Usulan Wedakarna Terkait Keringanan Utang di Bank Selaras dengan Peraturan Ojk Menindaklanjuti aspirasi masyarakat Bali terkait dengan harapan keringanan kredit dan utang rakyat di sektor lembaga keuangan, Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mengadakan pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah VIII. Dalam pertemuan terbatas itu, Senator Arya Wedakarna (AWK) berharap agar pemerintah pusat juga memikirkan dampak ekonomi khususnya untuk Provinsi Bali yang hidup dan tergantung pada pariwisata. Adapun paket kebijakan ekonomi yang baru–baru ini digelontorkan, baik stimulus untuk destinasi wisata pilihan termasuk Bali, dan juga subsidi tiket pesawat dirasa tidak efektif. Karena masyarakat saat ini dihadang oleh ancaman wabah penyakit yang memaksa orang tidak banyak bepergian. Demikian diungkapkan Senator AWK di sela–sela rapat dengan OJK. ‘’Isu bulan lalu bergeser dari subsidi dan pemindahan sejumlah program dari pusat ke Bali menjadi isu bagaimana ketahanan kesehatan masyarakat untuk bertahan dari virus. Saat ini rakyat lebih mementingkan kesehatan dibandingkan semata-mata mencari mata pencaharian. Dan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah bagaimana rakyat mengatasi cicilan dan kredit seperti kredit rumah, kredit kendaraan, kredit usaha rakyat dan pinjaman baik di lembaga keuangan bank maupun lembaga keuangan non-bank. Dan usulan dari Bali memang agar ada semacam keringanan bagi kaum marhaen agar cicilan dan kredit di bank bisa dibijaksanai. Tidak saja di bank umum atau BPR tapi juga di LPD, koperasi dan perusahaan finance,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Pihak DPD-RI menghargai upaya OJK yang telah melakukan press conference pada 13 Maret terkait adanya pemiki-
SATYAGRAHA – Senator RI Dr. Arya Wedakarna bersama Elyanus Pongsode, Kepala OJK Wilayah VIII dan jajaran. ran untuk membantu sektor UMKM. ‘’Syukurlah pada hari ini (Kamis, 19/3) OJK Pusat telah mengeluarkan OPJK No.11/2020 dan isinya sudah selaras dengan harapan DPD-RI, yakni membantu masyarakat baik dalam hal reconditioning, restructuring dan rescheduling kredit masyarakat di lembaga perbankan. Tadi saya dan OJK sudah bersepakat bahwa masyarakat tidak perlu panik, karena bank akan melayani konsultasi terhadap hal ini. Untuk kebijakan seperti ini cukup diputuskan di provinsi tidak sampai ke pusat. Kita beri waktu untuk OJK dan perbankan untuk memikirkan solusi teknis di lapangan termasuk juga memberi kesempatan kepada bank di Bali untuk menyesuaikan POJK itu. Termasuk framing dari debitur kreditur dan juga profile konsumen. Intinya dalam kondisi darurat seperti ini bank harus mengutamakan elemen kemampuan bayar dibandingkan prospek usaha dan kondisi debitur. Semua
ada rumusnya,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Lalu bagaimana dengan masyarakat yang memiliki kredit di LPD, koperasi dan finance company. ‘’Khusus untuk finance company di Bali dari data OJK ada 70 unit. Dan ini kita tunggu keputusan pusat. Untuk koperasi itu wewenang Kementerian Koperasi dan OJK tidak ada wenang masuk ke ranah itu. Sedangkan LPD adalah lembaga keuangan yang tidak dalam pengawasan OJK. Tapi kita harap stakeholder LPD dan koperasi menjadikan POJK No.11/2020 sebagai acuan dalam menangani kredit masyarakat. Intinya bahu-membahu ekonomi rakyat di tengah kesusahan ini. Atas keputusan POJK ini kami ucapkan terima kasih atas perhatian Presiden Jokowi. Ini bagian dari program Bali Berdaulat dan implementasi Satyagraha,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang Senator Termuda dari Bali ini. (ad535)
B.BP.001.03.20.0000520
Hlg BPKB No.O00645 DK7081GR An.I Made Wiradana B.BP.001.03.20.0000461
BIRO JASA Saya siap bantu nyusun Lap. Pajak(PPH) Badan/pribadi, By murah H: 085931263189 B.BP.004.03.20.0000527
Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155 B.BP.001.03.20.0000204
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.03.20.0000399
BIRO JASA
BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee
BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL
}
PAKET
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE
Jumat KLIWON, 20 Maret 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Terbangun Komitmen Membudayakan Literasi LITERASI kita sepakati menjadi gerakan terukur menumbuhkan minat baca. Karena itu, membangun dan merumuskan strategi dan rencana aksi yang jelas dalam hal ini harus dilakukan. Membaca adalah salah satu cara untuk menambah wawasan terlebih di era digital ini. Ketika banyak orang memperdebatkan bahwa minat baca turun, sebagian pihak malah membantahnya. Minat baca tetap tinggi, namun medianya berbeda. Kini membaca mengarah pada produk-produk digital. Sedangkan membaca buku kini nyaris tak lagi menjadi pemandangan umum. Pada tahun 80-an, perpustakaan adalah gudang ilmu. Perpustakaan sekolah menjadi salah satu tempat yang paling strategis untuk mengisi waktu istirahat. Membaca menjadi salah satu cara mengisi waktu. Tetapi kini, ketika koleksi perpustakaan meningkat, buku-buku banyak dan baru, tingkat kunjungan ke perpustakaan malah turun. Sangat jarang ada siswa yang secara inisiatif sendiri mengunjungi perpustakaan. Mereka lebih banyak membunuh waktunya dengan handphone. Mereka asyik dengan dunia maya dan tentunya, pilihannya bukan materi pelajaran. Mereka lebih banyak bermain. Di sinilah pentingnya peran sekolah dalam membudayakan literasi. Peran sekolah sangat penting untuk menumbuhkembangkan budaya literasi baca-tulis. Hal ini tidak terlepas dari peran guru masing-masing dengan berbagai ide yang kreatif-inovatif sebagai merdeka dalam mengajar. Yang terpenting peran nakhoda sekolah dalam menuangkan program inovatifnya demi kemajuan sekolah dalam segala aspek, terutama membumikan literasi sekolah sebagai bentuk Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Guru harus bisa memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai salah satu sumber belajar. Menjadikan perpustakaan sebagai menara api, bukan sebagai menara gading. Perpustakaan harus dijadikan ruang kelas kedua dalam belajar. Perpustakaan harus ditata senyaman mungkin dengan ruangan adem agar siswa betah membaca di perpustakaan. Ide inovatif yang dikembangkan oleh seorang guru harus gayung bersambut dari penentu kebijakan sekolah. Program one student one writing --satu siswa satu tulisan-- sebagai bentuk spektrum berliterasi. Program tersebut diimplementasikan menjadi one student one poetry --satu siswa satu puisi-- atau one student one short story --satu siswa satu cerita pendek (cerpen)-- yang setiap tahun muncul dalam program sekolah sebagai GLS. Guru (sekolah) harus menghargai tulisan siswa yang baik dengan menjadikan satu buku sebagai wujud program literasi sekolah. Dengan program one student one writing akan melahirkan program one school one book -- satu sekolah satu buku. Program ini salah satu bentuk penghargaan terhadap tulisan siswa dan sebagai bentuk motivasi untuk berliterasi baca-tulis. Satu cara membumikan literasi di rumah-rumah pendidikan. Guru harus memformat tugas-tugas siswa dalam bentuk literasi baca-tulis. Tugas siswa mampu memberdayakan dan merangsang literasi anak. Sekolah tidak cukup hanya membaca lima belas menit sebelum belajar dan akan menjadi hampa makna tanpa diikuti kegiatan menulis. Tumbuhkan budaya literasi agar berjiwa pada anak-anak, sehingga bertumbuh kembang menjadi pemikir kritis-inovatif. Pikiran kritis-inovatif akan menumbuhkan kemandirian dalam belajar di kalangan siswa untuk membangun multikecerdasan. Ketika itu berjalan, konsep Menteri Pendidikan ‘’merdeka dalam belajar’’ akan menyemai dan indah pada waktunya. Literasi baca-tulis harus menjadi program sekolah yang diimplementasikan oleh masing-masing guru. Perpustakaan bukan pajangan buku semata, perpustakaan bukan pajangan buku yang dikeramatkan. Jadikan perpustakaan sebagai tempat bermain dan menyemaikan pikiran bagi warga sekolah (siswa, guru, dan pegawai). Guru jangan hanya menganjurkan anak didiknya rajin membaca buku di perpustakaan, sedangkan guru jarang datang ke perpustakaan, sungguh ironis. Guru harus bisa memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar, tempat belajar, dan tempat literasi baca-tulis. Hindari funisment atau hukuman kepada anak yang kurang mendidik dan tidak bermakna pada siswa. Ciptakan hukuman anak yang bermakna, misalnya siswa terlambat atau membuat kesalahan, anak disuruh membaca di perpustakaan dan membuat resume dari apa yang dibaca.
POJOK Dampak Covid-19, harga sembako di Bali makin melambung.
Grafis : Putu Suarsana
Dilema Perayaan Tahun Çaka 1942
PEMBATASAN aktivitas guna mengantisipasi penyebaran virus Corona tak hanya terbatas di lingkup pemerintah maupun pendidikan, namun juga aktivitas masyarakat secara umum. Polemik muncul ketika aktivitas keagamaan dan tradisi yang melibatkan banyak orang turut dibatasi. Demikian halnya untuk rangkaian hari raya Nyepi Tahun Çaka 1942. Arahan agar tak melibatkan banyak orang pada ritual melasti hingga pembatasan atau peniadaan pawai ogoh-ogoh, memicu pro dan kontra. Di akun Facebook @balipost, netizen turut memberikan pandangannya atas hal ini. Sebagian netizen mengingatkan agar ritual dan tradisi pada rangkaian Nyepi tetap dijalankan seperti biasanya. Masyarakat Bali tak boleh khawatir berlebihan, sebab ritual dan tradisi pada Sasih Kasanga bermakna menetralisir energi buruk di bhuana agung dan bhuana alit. Sebaliknya, sebagian netizen beranggapan, masyarakat Bali tidak boleh meremehkan seruan pemerintah mengenai social distancing. Mereka khawatir, jika upaya antisipasi tidak dilakukan serentak, Covid-19 tidak bisa ditangani maksimal.
Darmanta Wayan Pangerupukan datang setiap tahun, kalau sekarang kondisi dunia sedang gawat lalu kita kena karena bandel, bisa tahun depan kita tidak bisa melihat pawai ogoh-ogoh.
Kade Yasa Salut kepada Kabupaten Gianyar dan seharusnya bisa diikuti juga dengan kabupaten lain di Bali. Keselamatan paling utama. Nyepi ada tiap setahun sekali. I Gede Darmayasa Jangan bandel-bandel, toh demi kepentingan bersama, bukan untuk diri sendiri. Saatnya berpindah, bukan dolar yang utama tapi kesehatan lebih utama. Sudah sehat, dolar akan datang lagi. Budhi Setiawan Ajeg tradisi, pokoknya ikuti alur tradisi. Sastra Pratyahara Katanya pariwisata aman, sekarang batal.
Plinplan sama hal yang sangat serius. Kenapa tidak dari awal lakukan langkah yang menghambat lajunya? Demi dolar? DesyAntari Kan enggak selamanya, kalau mau dengar dan lakukan imbauan perintah. Astungkara semua selamat rahayu dan berikutnya bisa dilaksanakan lagi. Putra Dimas Junior Tidak apa tahun ini pak, tahun depan kan bisa. Daripada sekarang bisa, tahun berikunya terus enggak bisa. Dek Junn Junn Kasihan pemudanya tidak dapat bersenang-senang demi kesehatan. Setelah Corona arak ogoh-ogohnya supaya tidak rugi. Bajil Aks Terlalu takut, sekalian pasar tutup juga pak. Tempat-tempat keramaian tutup senggol, dll. Semua warga di rumah, terutama
bandara tutup, bukan hanya pas Nyepi.
Krisna Bali Buddy Saya kok gagal paham ya, yang ingin menghilangkan tradisi siapa ya? Berhubungan dengan kasus virus Corona, ini memang harus ditanggapi dengan serius untuk memutus penyebarannya dan harus dilakukan serentak. Astungkara selamat semuanya. Kalau sampai ada yang kena Corona, satu orang saja, akan berpotensi menyebar ke banyak orang. Jangan sampai Bali seperti Italia. Mereka yang punya fasilitas kesehatan dan alat-alat lebih canggih juga collaps apalagi kita. Ini yang tidak diinginkan pemerintah. Bukannya jadi bias dianggap melarang kegiatan keagamaan atau tradisi. Yan AR Mantap, harus yakin! Tidak perlu takut jero, laksanakan segala rentetan upacara menjelang Nyepi. I Gusti Agung Drughi
Tradisi harus dipertahankan, besok kalau banyak yang kena virus terus mati, siapa yang akan diminta mempertahankan tradisi? Pikirkan juga anak-anak penerus generasi. Dalam kondisi begini jangan ego beragama dijadikan pembenar. Sariani Dewi Bagus Jangan sampai ketakutan berlebih membuat kita mengabaikan upacara keagamaan kita. Astungkara rahayu sareng sinamian. I Gusti Agung Drughi Ingat, virus Corona bukanlah tanggung jawab pemerintah daerah, pusat, suatu atau beberapa negara, ataupun WHO. Bencana pandemi virus Corona ini merupakan tanggung jawab kita bersama selaku penduduk bumi. Dewa Setiawan Rendang Beragama dan logika jalankan. Kalau cuma ogoh-ogoh, Nyepi setahun lagi kan masih ada.
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Sala Kembangkan Agrowisata SETELAH berhasil mengembangkan Pura Taman Pacampuhan menjadi objek wisata spiritual, Desa Adat Sala, Kecamatan Susut, Bangli berencana menghadirkan pariwisata berbasis pertanian (agrowisata). Apa yang direncanakan itu dinilai sejalan dengan program Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ khususnya Wana Kertih.
Taman Pacampuhan Sala mulai ditata dan dibuka sebagai objek wisata spiritual sejak tahun 2017 lalu. Dalam jangka waktu tiga tahun berjalan, objek wisata tersebut sudah banyak dikunjungi wisatawan. Umumnya wisatawan yang berkunjung melakukan pelukatan. Kehadiran objek wisata spiritual tersebut, secara tidak langsung memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. ‘’Memang belum banyak. Tapi paling tidak dengan pengembangan itu, masyarakat bisa bekerja di sana sebagai buruh. Perekonomian juga tumbuh dengan adanya pedagang-pedagang yang berjualan di sekitar sana,’’ ujar Bendesa Adat Sala I Ketut Kayana, Kamis (19/3) kemarin. Kini pihaknya berencana mengembangkan potensi pariwisata dipadukan dengan pertanian. Dia menjelaskan, tak jauh dari Pura Taman Pacampuhan Sala, terdapat lahan milik masyarakat seluas 4 hingga 5
hektar. Di lahan itu nantinya bisa ditanami tanaman buah. Di lahan itu juga akan dibangun sebuah tempat untuk aktivitas yoga atau yang terkait dengan spiritual lainnya. ‘’Nanti di sana kita buat semacam yoga center dikelilingi tanaman buah. Dari konsep itu kita tidak hanya berpikir ke spiritual saja, tapi secara ekonomi juga. Kalaupun nantinya konsep wisatanya tidak jalan, paling tidak buah-buahan di sana bisa dijual,’’ terangnya. Di sekitar itu juga, lanjut Kayana, pihaknya sudah melakukan kontrak dengan pihak kehutanan untuk membuat kawasan hutan rakyat. Nantinya pihak desa adat akan disuport dan dibantu dalam hal bibit. Mantan pejabat Pemkab Bangli ini mengatakan pihaknya punya konsep untuk mengembangkan semacam home stay. Di mana nantinya wisatawan bisa menginap di rumah penduduk dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kegiatan sehari-hari maupun aktivitas yang berkaitan dengan seni dan budaya bisa langsung dinikmati oleh wisatawan di sana. Sebagai pelengkap akan dikembangkan juga wisata bersepeda (cycling). Menurutnya, apa yang direncanakannya dalam hal pengem-
- Rakyat makin susah. *** Okupansi hotel di Bali turun, sejumlah karyawan dirumahkan. - Ketatkan ikat pinggang. *** Bali akan tambah rumah sakit rujukan untuk penderita Covid-19. - Jangan ada yang ditelantarkan. Bali Post/ina
SPIRITUAL - Pura Taman Pacampuhan, objek wisata spiritual di Desa Adat Sala.
bangan pariwisata di Desa Adat Sala, sangat sejalan dengan visi Gubernur Bali Wayan Koster. Contohnya, soal rencana membuat agrowisata, itu merupakan bagian dari wana kertih. Ke depan pihaknya punya cita-cita menjadikan Desa Adat Sala sebagai desa adat yang betul-betul bersih dari sampah. Saat
I Ketut Kayana
Bali Post/ina
ini, diakuinya, sampah masih menjadi permasalahan krusial yang belum bisa diatasi secara maksimal. Tak hanya mengembangkan potensi pariwisata, Kayana menegaskan pihaknya juga peduli dengan pelestarian seni dan budaya. Termasuk juga dalam hal pembentukan karakter generasi muda. (ina)