Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
KPU Umumkan 72 Caleg Mantan Koruptor
Jakarta (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kembali mengumumkan 32 nama calon anggota legislatif dengan status mantan terpidana korupsi. Hasil ini didapat usai KPUD provinsi dan kabupaten/kota melakukan penyisiran data caleg selama 19 hari pasca KPU mengumumkan hal serupa pada 30 Januari lalu. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, penyisiran yang dilakukan KPUD provinsi dan kabupaten/kota itu sudah final, sehingga tidak mungkin ada lagi ditemukan caleg mantan narapidana korupsi dalam data diri caleg yang telah diunggah dalam sistem informasi pencalonan (SILON) KPU. Arief menjelaskan, dalam pengumuman caleg mantan narapidana korupsi pertama pada 30 Januari lalu, ditemukan ada 40 caleg DPRD kabupaten/kota dan 9 caleg DPD-RI. ‘’Setelah dilakukan penyisiran kembali selama 19 hari, ditemukan 32 caleg DPRD provinsi dan kabupaten/kota sehingga total caleg mantan narapidana korupsi menjadi 72,’’ ungkap Arief Budiman di Kantor KPU, Menteng, Jakarta, Selasa (19/2) kemarin. Kemudian untuk caleg DPD-RI mantan narapidana korupsi, ungkap Arief, jumlahnya masih tetap sama yakni 9 orang, sehingga total keseluruhan caleg mantan
narapidana korupsi, baik DPD dan DPRD provinsi dan kabupaten/kota menjadi 81 orang. Tindak lanjut KPU pascadiumumkannya 81 nama caleg mantan narapidana korupsi itu, KPU akan secepatnya meng-update nama-nama tersebut ke dalam laman (website) KPU. Namun untuk ditampilkan dalam laman KPU, www.KPU. go.id tersebut, KPU harus terlebih dahulu melengkapi format tampilan yang berisi nama caleg, dapil asal, jenis pemilunya (apakah DPD atau DPRD provinsi, kabupaten/ kota) si caleg. Ini ditujukan agar pemilih mengetahui siapa saja caleg yang berstatus mantan narapidana korupsi. Adapun alasan mengapa terhadap 81 caleg mantan narapidana korupsi tersebut hanya ditampilkan di laman KPU, tidak di tempat pemungutan suara (TPS), ungkap Arief, karena baik UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu maupun Peraturan KPU (PKPU) tidak menyebutkan itu. Kecuali terhadap caleg yang berstatus
Pemerintah dan Pengusaha Kerja Sama Jaga Ekonomi Jakarta (Bali Post) – Menteri Keuangan Sri Mulyani mendengarkan masukan dan saran dari para pengusaha terkait penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. ‘’Kami ingin mendengarkan lagi ke pelaku usaha bagaimana kami mendesain fiskal di 2020. Kalau saya bicara fiscal policy, itu ada dari sisi pajak, cukai, PNBP, ada sisi belanja negara, belanja pusat melalui bendahara umum negara, kementerian lembaga sampai desa,’’ ujar Sri Mulyani di depan pengusaha saat dialog ekonomi dan kebijakan fiscal, di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (19/2) kemarin. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan saat ini APBN Indonesia relatif sehat dan stabil. Hal tersebut tak lepas dari kerja sama yang baik antara pemerintah dan juga dunia usaha. Dengan kondisi tersebut, ia menilai perlu dipikirkan upaya-upaya bersama antara pemerintah dan pengusaha, untuk membuat perekonomian makin tumbuh sehat, kuat, stabil, dan berkelanjutan serta berkeadilan. ‘’Di semua negara di dunia APBN sehat adalah aset yang penting. Nah, mumpung ekonomi positif dan APBN sehat, saya mau menawarkan mari bersama-sama 2020 akan seperti apa. Saya ingin jadi tradisi yang kita bangun, sehingga Presiden menyampaikan ke DPR pada Agustus, RUU APBN, saya tahu nih,’’ kata Ani, panggilan akrab Menkeu. Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk terus berinteraksi dan berdialog dengan pengusaha untuk bersamasama menjaga perekonomian Indonesia menjadi kondusif. ‘’Bapak-ibu, kita sekarang fokus apa yang kita jaga dan kita kerjakan. Kita tetap ingin menjaga Indonesia tetap baik, ekonomi tetap baik, melihat bisnis bapak-ibu tetap jalan sehingga kita bisa mendapatkan dengan baik. Ekonomi kemudian bisa tumbuh, masyarakat punya confidence, policy jalan, investasi tumbuh, dan ekspor bisa tumbuh maksimal,’’ ujarnya. (ant)
Sebelas subak di Denpasar Timur (Dentim) tidak bisa bercocok tanam, baik padi maupun hortikulutura. Kondisi ini akan terjadi hingga Desember 2019 mendatang. Hal ini dikarenakan adanya perbaikan saluran irigasi. Halaman 2 UU KUHP Belum Atur Prostitusi ‘’Online’’
Patung Danghyang Nirartha di Uluwatu Di kawasan Uluwatu dibangun patung Danghyang Nirartha. Selain sebagai media edukasi, patung ini juga sebagai daya tarik baru untuk pengunjung kawasan Uluwatu. Ini merupakan patung yang monumental terkait dengan sejarah keberadaan Pura Uluwatu.
Kasus prostitusi online Vanessa Angel terungkap dalam diskusi. Anggota DPR-RI Nasir Djamil bercerita setelah bertemu Polda Jatim itu, jumlah artis dan mantan putri Indonesia yang terlibat ternyata jumlahnya mencapai ratusan. Mereka beralasan terjebak gaya hidup untuk memenuhi kebutuhan perawatan kecantikan, mencicil rumah, mobil, dan barang-barang bermerek lainnya yang harganya sangat mahal. Halaman 15
Bali Post/ade
KORUPSI - Ketua KPU Arief Budiman (kanan) didampingi Komisioner KPU Ilham Saputra mengumumkan caleg berstatus mantan terpidana korupsi di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (19/2) kemarin.
Kuasai Lahan Ratusan Ribu Hektar, Prabowo Tak Salah Jakarta (Bali Post) – Sorotan pada Prabowo terkait penguasaan lahan ratusan ribu hektar terus bergulir. Bahkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla pun tak tinggal diam atas pro-kontra tersebut. Menurut Jusuf Kalla (JK), tidak ada yang salah dengan penguasaan lahan oleh Calon Presien (Capres) Prabowo Subianto karena dilakukan sesuai dengan aturan perundang-undangan. JK mengatakan, dirinya sendiri yang memberikan izin saat Prabowo ingin membeli 220.000 hektar lahan di Kalimantan Timur pada tahun 2004 saat awal menjadi Wapres. ‘’Tidak ada yang salah sebenarnya, bahwa Pak Prabowo menguasai tapi sesuai undangundang, sesuai aturan. Apa yang salah? Kebetulan waktu
itu saya yang kasih (izin) itu,’’ kata JK, Selasa (19/2) kemarin. Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf itu pun menceritakan bahwa lahan yang dibeli Prabowo di Kalimantan Timur tersebut merupakan aset sitaan kredit macet yang diambil alih oleh Bank Mandiri. ‘’Itu di tangan Bank Mandiri karena itu kredit macet. Jadi kredit macet sama Bank Mandiri, (kemudian) datang Pak Prabowo sama saya bahwa dia mau beli,’’ katanya. Wapres JK saat itu mengizinkan Prabowo membeli aset tersebut dengan syarat harus dibayar secara tunai tanpa kredit atau cicilan. Selain itu diizinkan Prabowo membeli lahan hutan industri seluas 220.000 hek-
tar itu karena digunakan sebagai hak guna usaha untuk meningkatkan komoditas ekspor. ‘’(Prabowo bayar) 150 juta dolar AS, itu yang dia beli itu (lahan) kredit macet. Dan tujuannya untuk ekspor, jadi kita dukung karena itu untuk ekspor. Bahwa dia punya itu ya… otomatis saja. Sinar Mas punya, di Riau, di Palembang atau perusahaan lainnya,’’ kata JK. Prabowo meminta izin kepada JK, yang saat itu baru dilantik sebagai Wapres dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, untuk membeli lahan hutan industri tersebut karena ingin berbisnis perusahaan kertas. Hal. 15 Saya Objektif
Jakarta (Bali Post) – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Moeldoko menegaskan, calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, yang menyebutkan kepemilikan lahan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, dalam debat Pilpres 2019 adalah dalam konteks memberi contoh dalam reforma agraria pemerintahan. ‘’Dalam konteks reforma agraria, di antaranya ada perhutan-
an sosial dan redistribusi aset,’’ kata Moeldoko kepada media di Jakarta, Selasa (19/2) kemarin. Menurut Moeldoko, dalam reforma agraria pemerintah memberikan kepastian hukum atas lahan bagi para penggarap untuk dapat memanfaatkannya selama 35 tahun. Pemerintah memberikan Hak Guna Usaha bagi lahan berukuran kecil yang tidak produktif dan diamanahkan kepada masyarakat. ‘’Jadi
tidak ada keinginan untuk menyerang dan sebagainya. Tidak ada itu,’’ ungkap Moeldoko. Sebelumnya, dalam debat pilpres kedua pada Minggu (17/2), Jokowi menjelaskan tentang program konsesi lewat perhutanan sosial untuk masyarakat adat, ulayat dan petani agar lahan yang digunakan produktif. Hal. 15 Bagikan Sertifikat
Moeldoko Bantah Jokowi Menyerang
’’(Prabowo bayar) 150 juta dolar AS, itu yang dia beli itu (lahan) kredit macet. Dan tujuannya untuk ekspor, jadi kita dukung karena itu untuk ekspor. Bahwa dia punya itu ya… otomatis saja. Sinar Mas punya, di Riau, di Palembang atau perusahaan lainnya.’’ Jusuf Kalla Wakil Presiden
Minta Maaf, Sekda Papua Tetap Tersangka
Sri Mulyani
Setahun, 11 Subak Tak Bercocok Tanam
tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai peserta Pemilu 2019 oleh KPU karena beberapa faktor yang memang sudah diatur dalam regulasi. Namun jika si caleg yang TMS sudah terdapat di dalam surat suara pemilu maka tidak bisa dihapus. Sehingga untuk kasus tersebut, KPU akan memerintahkan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) mengumumkan caleg TMS tersebut di TPS pada hari pemungutan suara 17 April nanti. Dan bilamana si caleg TMS mendapatkan suara, maka suaranya menjadi tidak sah atau kembali ke partai pengusungnya. ‘’Di dalam regulasi (PKPU) yang kita buat, memang KPU merancang hanya akan mengumumkan caleg mantan narapidana korupsi di laman KPU saja. Sedangkan yang diumumkan di tempat pemungutan suara (TPS) itu adalah mereka yang sudah dinyatakan tidak memenuhi syarat,’’ ucapnya. Hal. 15 Buka Data
Halaman 3
Jakarta (Bali Post) – Polda Metro Jaya menetapkan Sekretaris Daerah Provinsi Papua TEA Hery Dosinaen sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan petugas KPK. Meski statusnya tersangka, Hery Dosinaen tidak ditahan karena ada subjektivitas penyidik. ‘’Kemarin (18/2) sudah dilakukan pemeriksaan pada Pak Hery hingga pukul 23.00 WIB, yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan karena ada subjektivitas penyidik contohnya yang bersangkutan kooperatif, kemudian sebagai pejabat publik,’’ kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/2) kemarin. Selain itu, lanjut Argo, yang bersangkutan melalui kuasa hukumnya melayangkan surat yang berisi permohonan untuk tidak dilakukan penahanan
karena pekerjaannya sebagai Sekda Papua. ‘’Namanya penyidik tidak bisa diintervensi, bekerja sesuai aturan dan sebagai etika penyidikan punya aturan sendiri,’’ katanya. Hery, tambah Argo, dalam kasus penganiayaan anggota KPK tersebut turut berperan dalam pemukulan dan mengintimidasi korban. ‘’Memukul. Tapi dalam pemeriksaan, dia menampar,’’ ucap Argo. Minta Maaf Sebelumnya, Hery Dosinaen telah meminta maaf kepada KPK. ‘’Kami hargai permintaan maaf tersebut. Sebagaimana yang kami sampaikan sebelumnya, KPK sejak awal memiliki niat baik untuk membantu Papua dan mendukung pembangunan di Papua dengan cara sesuai dengan kewenangan KPK,’’ kata Juru Bicara KPK RI Febri Diansyah,
di Jakarta, Selasa kemarin. Ia mengatakan bahwa pencegahan ataupun penindakan jika terjadi korupsi merupakan upaya bersama KPK untuk menjaga hakhak masyarakat Papua agar lebih bisa menikmati keuangan negara dengan lebih maksimal. ‘’Karena penyimpangan-penyimpangan keuangan termasuk korupsi hanya akan menguntungkan pejabat-pejabat yang korup dan pengusaha yang bersama-sama melakukan korupsi,’’ ucap Febri. Sebelumnya, Dosinaen di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (18/2), menyampaikan permohonan maaf usai menjalani pemeriksaan terkait dengan kasus penganiayaan petugas KPK. Dosinaen, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, mengaku menyesali perbuatannya atas insiden
penganiayaan itu. Dia mengakui pada saat itu emosi sesaat. ‘’Kami tadi di-BAP tentang status saya sebagai tersangka. Untuk itu, secara pribadi maupun kedinasan dan atas nama Pemerintah Provinsi Papua, atas emosional sesaat, refleks yang terjadi mengenai salah satu pegawai KPK di Hotel Borobudur, saya memohon maaf kepada pimpinan KPK dan segenap jajarannya,’’ katanya usai diperiksa. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan KPK terkait dengan pencegahan korupsi di sana sejak 2016. Dia berharap kerja sama tersebut tetap terjalin. ‘’Kami selama ini kerja sama didampingi KPK dalam rencana aksi pencegahan korupsi di Provinsi Papua sejak 2016. Kerja sama ini tetap terjalin agar semua pemerintahan menjadi baik
dan terarah sesuai dengan ketentuan,’’ ucapnya. Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menetapan Dosinaen sebagai tersangka. Kasus penganiayaan itu terungkap setelah salah satu penyelidik KPK bernama Gilang Wicaksono resmi membuat laporan ke Polda Metro Jaya, Minggu (3/2). Aksi penganiayaan itu terjadi saat dia dan penyelidik lain KPK, Indra, mengintai Gubernur Papua Lukas Enembe yang sedang rapat bersama Ketua DPRD Provinsi Papua, anggota DPRD Provinsi Papua, Dosinaen, dan sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2) malam. Kedua penyelidik KPK itu sedang mendapat tugas untuk menelusuri dugaan korupsi anggaran di Papua. (ant)
DENPASAR
2 FIGUR Sudah Pegang Kunci PARA pedagang di Pasar Badung dalam waktu dekat ini akan kembali berjualan di lokasi pasar lama, yakni di Jalan Gajah Mada. Mengingat, pada 24 Februari ini Pemkot Denpasar akan melakukan soft opening pasar tersebut. Pedagang akan mulai menempati gedung yang baru diselesaikan pengerjaannya oleh pihak rekanan. Dirut PD Pasar Denpasar I.B. Kompyang Wiranata mengungkapkan, segala persiapan untuk soft opening sudah dilakukan. Bahkan, kini pedagang sudah memegang kunci kios masing-masing. Para pedagang sudah bisa melakukan persiapan untuk bisa berjualan kembali di gedung yang baru itu. ‘’Karena sesuai agenda, pada 24 Februari para pedagang sudah bisa beraktivitas penuh di sana (Pasar Badung - red),’’ ujarnya, Selasa (19/2) kemarin. Ia mengingatkan para pedagang tidak diizinkan untuk mengubah kios atau los yang didapatkan. Mengubah struktur tidak diperbolehkan. Kalau hanya untuk menambah fungsinya, seperti menambah rak di bawah meja diperbolehkan. ‘’Intinya tidak boleh mengubah strukturnya,’’ jelasnya. (ara)
Rabu Umanis, 20 Februari 2019
Sebelas Subak di Dentim Tak Bisa Bercocok Tanam
Denpasar (Bali Post) –
Adanya peningkatan jaringan irigasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Ayung di Kabupaten Gianyar yang dilaksanakan Bali Wilayah Sungai Bali Penida (BWSBP) berdampak pada pertanian di Denpasar. Sedikitnya terdapat 625 hektar lahan pertanian dari 11 subak yang tersebar di Denpasar Timur (Dentim) tidak bisa bercocok tanam, baik padi maupun hortikulutura. Kondisi ini akan terjadi hingga Desember 2019 mendatang. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra mengatakan hal itu, Selasa (19/2) kemarin. Menurut Ambara Putra, subak yang terkena dampak dari peningkatan jaringan Tukad Ayung di antaranya Subak Umadesa, Subak Temaga, Subak Padanggalak, Subak Umalayu, Subak Paang, Subak Saba, Subak Longatad, dan Subak Taman. Dikatakannya,
pengerjaan penataan jaringan tersebut akan berlangsung mulai April 2019 ini. Artinya, sejak saat itu petani di 11 subak tersebut tidak bisa bercocok tanam. Seharusnya, setelah panen saat ini, petani akan menanam palawija. ‘’Kalau masih ada air sedikit-sedikit sebena-
rnya bisa. Tetapi kalau sama sekali tidak ada, mungkin sampai Desember 2019 nanti mereka tidak bisa bercocok tanam,’’ katanya. Ambara Putra mengungkapkan, para petani tidak bisa bercocok tanam selama delapan bulan, otomatis akan kehilangan penghasilan dari
panen padi maupun tanaman hortikultura. Mengurangi jumlah kerugian petani pada saat mereka bisa bercocok tanam, Dinas Pertanian sudah menyiapkan bantuan bibit. ‘’Kami akan bantu nanti bibitnya,’’ ujarnya. Ambara Putra menegaskan, pemberian bibit ini akan dilakukan pada lahan seluas 625 hektar yang terkena dampak perbaikan jaringan irigasi tersebut. ‘’Kalau airnya bisa mengalir per Oktober akan dibantu bibit benih padi di APBD Perubahan 2019. Jika tidak selesai November akan dibantu benihnya pada
Topik :
APBD Induk 2020,’’ katanya. Ambara Putra menambahkan, Dinas Pertanian pada tahun 2019 ini akan membantu kurang lebih 800 hektar benih padi kepada para petani. Selain itu, membuat demplot padi varietas unggul di masingmasing kecamatan 50 hektar. (kmb12)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Penjual Togel Diadili
Denpasar (Bali Post) Masyarakat masih mengeluhkan banyaknya peredaran judi togel. Bahkan, di Pengadilan Denpasar terungkap, judi togel itu dibuka lima kali dalam seminggu. Yakni Senin, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu. Hal itu terungkap dalam sidang dakwaan penjual kupon judi togel dengan terdakwa Djuli Widodo (45) dan A Sri Rahayu yang beralamat di Jalan Dewi Madri III, Denpasar. JPU Putu Oka Suryatmaja di hadapan majelis hakim pimpinan Wayan Kawisada dalam surat dakwannya, Selasa (19/2) kemarin menjelaskan, terdakwa ditangkap setelah polisi menerima pengaduan dari masyarakat bahwa sering terjadi transaksi kupon putih atau judi togel. Pada 28 November 2018 lalu, persisnya di Jalan Tukad Badung, Denpasar, polisi melakukan pengintaian. Terdakwa ditangkap saat menjual kupon togel. Sebagaimana dalam dakwaan, disebutkan yang tercatat sebagai pembeli adalah Bu Erna berstatus DPO dan Siti Anjarwati. Mereka membeli dengan nomor berbeda, yakni dua angka dan tiga angka. Hasil pemeriksaan, mereka hanyalah sebagai pengepul dan togel dibuka lima kali dalam seminggu. Siapakah bandar togel sebenarnya? Masyarakat berharap bandarnya bisa terungkap. (kmb37)
Kuasai 15 Paket Sabu-Sabu
Samsul Dibui 5,5 Tahun
Denpasar (Bali Post) Terdakwa Samsul Mustakim (29), Selasa (19/2) kemarin, dihukum selama lima tahun dan enam bulan (5,5 tahun). Ia dinyatakan terbukti menguasai sabu-sabu sebanyak 15 paket dengan berat keseluruhan 3,43 gram. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan Dewa Budi Watsara mengatakan, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotik, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. elain dihukum 5,5 tahun penjara, terdakwa juga diganjar denda Rp 1 miliar, subsider tiga bulan kurungan. Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa. JPU Ida Bagus Putu Swadharma Diputra sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum selama tujuh tahun. Atas putusan itu, terdakwa menyatakan menerima, sedangkan jaksa masih menyatakan pikir-pikir. (kmb37)
Topik : Sebelas Subak di Dentim Tak Bisa Bercocok Tanam
OGOH-OGOH - Salah satu ogoh-ogoh hasil kreativitas sekaa teruna di Denpasar pada tahun 2018 lalu.
Bali Post/kmb12
Pendaftaran Ditutup
163 Ogoh-ogoh Berebut Posisi 32 Besar Denpasar(Bali Post) Pendaftaran lomba ogohogoh serangkaian menyambut hari raya Nyepi Çaka 1941 di Kota Denpasar telah ditutup secara resmi, Senin (18/2) lalu. Dari pendaftaran yang telah dibuka sejak 18 Januari lalu, berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, sebanyak 163 ogoh-ogoh dari sekaa teruna-sekaa teruna di empat kecamatan di Kota Denpasar mengikuti tahapan penjurian. Adapun dari keseluruhan peserta yang terdaftar, sebanyak 47 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Den-
pasar Timur, 44 ogoh-ogoh dari Kecamatan Denpasar Utara, 37 ogoh-ogoh dari Kecamatan Denpasar Barat dan 35 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Selatan. Seluruh ogoh-ogoh ini bersiap untuk mengikuti tahap penjurian. Dikonfirmasi, Selasa (19/2) kemarin, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram mengatakan, seluruh rangkaian pendaftaran peserta lomba ogoh-ogoh telah usai. Seluruh peserta akan mengikuti tahap selanjutnya, yakni penjurian yang dimulai tanggal 25 hingga 28 Feb-
ruari mendatang dan secara berturut-turut dimulai dari Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Barat dan berakhir di Kecamatan Denpasar Selatan. Sedangkan pengumuman hasil penjurian akan dilaksanakan pada 1 Maret. “Selanjutnya akan dilaksanakan tahap penjurian, di mana juri beserta rombongan datang langsung ke banjar-banjar di mana ogohogoh disiagakan,” ujarnya. Menurut Mataram, rangkaian penilaian akan melibatkan sembilan orang dewan juri yang berasal dari kalangan profesional
jawab,’’ tegas mantan Kapolres Badung ini. Ada beberapa hal yang harus dipahami dan diterapkan anggota Polresta dalam pelaksanaan pengamanan Pesta Demokrasi 2019, yaitu membangun komunikasi dengan tim kampanye masing-masing paslon pada saat tahap kampanye. Tujuannya untuk mengetahui rencana kegiatan kampanye, baik itu kampanye dialogis maupun monologis, sehingga pihaknya bisa mempersiapkan pengamanan dengan baik. Membuat rencana kegiatan untuk memberikan ceramahceramah kepada mahasiswa sebagai generasi milenial untuk mengantisipasi adanya kampanye hitam dan melaporkan hasil pelaksanaan kegiatannya. ‘’Anggota yang tergabung dalam Operasi Mantap Brata Agung 2019 harus dicek kehadirannya dan diberikan haknya, sehingga kalau tidak hadir dalam tugas operasi maka akan dijatuhi sanksi yang lebih berat. Dalam pelaksanaan pesta demokrasi 2019 ini, saya ingatkan kembali sesuai penyampaian Kapolri bahwa kita menggunakan prin-
sip preventif, proaktif bukan represif responsif,’’ tegas Ruddi Setiawan. Pada upacara tersebut, Ruddi Setiawan memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih kepada personel yang berprestasi dengan kinerja terbaik dari masing-masing fungsi dan Polsek-polsek. Ini merupakan salah satu motivasi kepada seluruh personel agar bekerja lebih maksimal dan memberikan yang terbaik kepada kepolisian. Ada 18 personel Polresta Denpasar yang mendapat penghargaan. Mantan Wadir Reskrimsus ini juga menyampaikan, saat ini masyarakat lebih merasakan aman atas kehadiran dan lebih percaya polisi. Hal ini dibuktikan dengan hasil kuesioner yang dilakukan saat launching buku Kapolda Golose beberapa hari lalu di Hotel Aston, Denpasar. Sekitar 900 responden menyatakan bahwa rasa aman dan kepercayaan terhadap Polda Bali di bawah kepemimpinan Irjen Golose sangatlah baik. (kmb36)
PENGHARGAAN - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan menyerahkan penghargaan kepada personel yang berprestasi.
di bidangnya. Dari hasil penjurian ini akan dicari nominasi sebanyak delapan besar di masing-masing kecamatan, sehingga keseluruhannya akan berjumlah 32 yang akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta dipotong pajak. “Sebagai ajang pelestarian seni, budaya dan tradisi, kami beraharap seluruh sekaa teruna menampilkan k a r y a o g o h - o g o h t e r b a iknya,” jelasnya. Mataram menegaskan, seluruh peserta lomba dan hasil penilaian lomba akan diserahkan ke desa pakraman untuk selanjut-
nya dilaksanakan pawai di masing-masing desa. Pihaknya juga berharap seluruh elemen yang terlibat s a a t m a l a m P a n g e r u p ukan agar tetap menjaga keamanan serta kondusivitas rangkaian Hari Suci Nyepi ini. “Kepada semua pihak termasuk pesa pakraman, Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparat desa/lurah dan sekaa teruna agar senantiasa mengawasi lingkungan sekitar agar terjaga kondusivitasnya serta menaati aturan pelarangan penggunaan sound system saat pawai ogoh-ogoh,” tegasnya. (kmb12)
Tim Cyber Troop Awasi Penyebaran ’’Hoax’’ Terkait Pemilu DenpasarBerita (Bali iniPost) bisa dikomentari Menghangatnya perseterupada acara Citra Bali an antarpendukung Radio Globalpasangan FM Pukul 08.00 - 09.30 dan wita. calon (paslon) presiden wakil presiden serta masifnya penyebaran berita hoax di media sosial (medsos), mendapat perhatian serius Polresta Denpasar. Polresta melalui Tim Cyber Troop akan terus mengawasi perkembangan informasi di medsos demi terjaganya keamanan dan ketertiban. ‘’Tim Cyber Troop akan memantau dan men-take down bila ada penyebaran isu atau berita-berita hoax yang beredar di media sosial terkait Pemilu 2019,’’ kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat menjadi Irup Hari Kesadaran Nasional di Mapolresta Denpasar, Selasa (19/2) kemarin. Menurut Ruddi Setiawan, saat ini keamanan dan ketertiban suatu wilayah tidak hadir dengan sendirinya, tetapi harus diciptakan dan diupayakan untuk selanjutnya dijaga sehingga tetap kondusif. Di era kepemimpinan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, katanya, menunjukkan
hal positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Untuk mempertahankan dan meningkatkannya kembali, menjadi tugas dan tanggung jawab anggota Polri, semua stakeholder serta masyarakat Bali. Terkait masalah keamanan pada tahun politik 2019 ini, kepolisian sebagai salah satu pengemban fungsi pemerintahan di bidang harkamtibmas, gakkum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, harus menjaga netralitas dalam pelaksanaan pileg dan pilpres. Dengan demikian, pelaksanaan agenda nasional tersebut dapat berjalan dengan aman, damai, sejuk serta dilalui dengan situasi kondusif. ‘’Sebagai leading sector dalam pengamanan pesta demokrasi 2019, kita harus mampu menjadi cooling system dalam menghadapi peningkatan suhu politik sehingga tidak terjadi over heated. Untuk itu, baik Polda maupun Polresta dalam melakukan kegiatan yang tergabung dalam gugus tugas pengamanan pesta demokrasi 2019 agar betulbetul melaksanakan tanggung
Bali Post/ist
BADUNG
Rabu Umanis, 20 Februari 2019
Hadiri ”Karya Melaspas” di Pura Dalem Umacetra Karangasem
Bupati Giri Prasta Serahkan Hibah Rp 300 Juta
HIBAH - Bupati Giri Prasta menyerahkan hibah saat menghadiri puncak Karya Melaspas Ngresi Gana Ngenteg Linggih, Nubuk Padagingan Pura Dalem Desa Pakraman Umacetra Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Selasa (19/2) kemarin. SERANGKAIAN Puncak Karya Melaspas, Ngersi Gana, Ngenteg Linggih, Nubuk Padagingan Pura Dalem Desa Pakraman Umacetra Kecamatan Selat, Karangasem, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan dana hibah sebesar Rp 300 juta yang diterima langsung oleh Bendesa Desa Pakraman Umacetra I Nyoman Sukra dan disaksikan tokoh serta masyarakat setempat, Selasa (19/2) kemarin. Turut mendampingi Bupati, Kabag Humas Badung I Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Kepala BPD Cabang Mangupura I
Gst. Ngurah Agung Artawan, tokoh masyarakat Badung I Bagus Alit Sucipta. Usai melaksanakan persembahyangan bersama, Bupati Giri Prasta mengatakan, merasa bersyukur dapat hadir bersama masyarakat untuk ngaturang bhakti kepada sesuhunan di Pura Dalem Desa Umacetra. Dikatakannya, pelaksanaan upacara ini merupakan bentuk bhakti serta yadnya tulus dari kita kepada Ida Sang Hyang Widhi. Bupati mengutarakan bantuan dana hibah ini adalah wujud komitmen Kabupaten Badung
untuk ikut melestarikan agama, adat dan budaya serta untuk membantu kebutuhan komunal masyarakat. Bupati Giri Prasta berharap, dengan adanya bantuan dana hibah ini dapat membantu serta meringankan masyarakat pangempon pura dalam melaksanakan upacara Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih. “Semoga Karya ini dapat berlangsung lancar labda karya sida sidaningdon sesuai dengan harapan, dan masyarakat diberikan kerahayuan serta kerahajengan oleh Ida Sesuhunan,” terang Bupati Giri Prasta. Panitia Karya I Kadek Ngurah Astawa dalam kesempatan ini mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Badung dan seluruh jajaran yang telah menghadiri Puncak Karya Melaspas Ngersi Gana, Ngenteg Linggih, Nubuk Padagingan Pura Dalem Desa Pakraman Umacetra Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem yang dilaksanakan bertepatan pada Anggara Kasih Tambir Purnama Kesanga. “Kehadiran Bapak Bupati Badung ini sangat membantu kami masyarakat pangempon pura dalam melaksanakan sradha bhakti kepada sesuhunan di Pura Dalem Desa Pakraman Umacetra,” ungkapnya. Setelah melakukan persembahyangan, Bupati Giri Prasta berbaur bersama masyarakat melaksanakan santap siang bersama dengan tradisi Magibung. (ad673)
3
DLHK Badung Masif Perangi Sampah Plastik GIAT memerangi sampah plastik yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Badung, terus digaungkan. Tak hanya di kalangan masyarakat umum dan hotel bintang lima, masifnya program mengurangi sampah plastik yang dikomando Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan ini menyasar hingga ke Lembaga Pemasyarakatan (Laspas) Kelas II A Kerobokan. Kepala Dinas LHK Badung I Putu Eka Merthawan mengatakan, kehadirannya di Lapas Kerobokan, Senin (18/2) lalu menindaklanjuti Peraturan Bupati Badung Nomor 47 dan 48 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik dan pelaksanaan pedoman 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) melalui bank sampah. “Dengan sosialisasi ke seluruh lini, kami berharap pengolahan sampah bisa dilakukan dengan baik. Kami akan mulai dengan Badung darurat berbenah dari sampah dan limbah,” ungkapnya. Menurutnya, mekanisme kerja bank sampah yang diatur dalam Perbup ini meliputi pemilahan sampah, penyerahan sampah ke bank sampah, penimbangan sampah, pencatatan, hasil penjualan sampah yang diserahkan dimasukan ke dalam buku tabungan, dan bagi hasil penjualan sampah antara penabung dan pelaksana. Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan Tony Nainggolan mengapresiasi dan siap bekerja sama dengan DLHK Badung untuk mewujudkan kawasan antikantong plastik pembentukan bank sampah dan pengolahan kompos terpadu. “Kami bersyukur dan sangat
KANTONG PLASTIK - Kepala Dinas LHK Badung I Putu Eka Merthawan foto bersama Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan Tony Nainggolan dan jajarannya di sela-sela sosialisasi mengenai Peraturan Bupati Badung Nomor 47 dan 48 Tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik dan pelaksanaan pedoman 3R di Lapas Kelas II A Kerobokan, Senin (18/2) lalu. memberikan apresiasi kepada Pemkab Badung dalam upaya mengurangi sampah plastik, sehingga sampah ini nanti akan teratasi di Lapas Kelas 2 Kerobokan,” ucapnya. Seperti diketahui, Kabupaten Badung telah memiliki grand design penanganan sampah plastik yang berakar dari salah satu filosofi budaya adat Bali Tri Hita Karana, yaitu hubungan manusia dengan lingkungan. Adapun tahapan aksi penanganan sampah plastik di Kabupaten Badung, yaitu Tahun 2010-2015 melalui Gelatik (Gerakan
berkelanjutan anti sampah plastik, tahun 2016-2021 melalui Gotik (Gojek sampah plastik), dan tahun 2022-2027 melalui Badung Recycle Plaza (BRP). Di sana juga tengah dikembangkan inovasi yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui Batik (Badung Anti-Kantong Plastik). “Jadi sifatnya kuratif, preventif, selain dengan peraturan daerah, dilakukan juga dengan berdasarkan kearifan lokal yaitu pembuatan awigawig atau perarem yaitu semacam aturan adat pada masing-masing desa adat, dan ini berjalan lebih efektif,” pungkasnya. (kmb27)
Krisis Air Bersih, Pelanggan PDAM di Kuta Utara Mengeluh Mangupura (Bali Post) –
Masyarakat di Kuta Utara, Kabupaten Badung mengalami krisis air bersih sejak sepekan terakhir. Mereka harus rela menunggu giliran untuk mendapatkan air bersih yang dialirkan pihak Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Mangutama. “Ya airnya mengalir pakai jadwal. Itu pun alirannya sangat kecil, sehingga masyarakat yang jauh dari jaringan utama sering tak kebagian (air bersih),” ujar Eka, salah seorang warga di Dalung, Kuta Utara, Selasa (19/2) kemarin. Menurutnya, pihaknya
mengantisipasi kondisi tersebut dengan menyediakan bak penampungan sementara meski tetap merasa kesulitan lantaran debit air yang kecil, sehingga tidak sampai ke bak penampungan. “Bak penampungan kadang-kadang isi, kadangkadang kosong tergantung
air tekanan yang mengalir dari PDAM,” ucapnya. Krisis air tidak hanya dirasakan masyarakat Da lung, kondisi serupa juga terjadi di kawasan Dalung, Buduk, Tibubeneng, Abianbase, Muding, Kesambi, Sempidi, Darmasaba, dan sekitarnya.
WISATA - Aktivitas wisata di kawasan Pantai Kedonganan.
Bali Post/kmb23
Pantai Kedonganan Dikelola Berkonsep ”Private Public Community Partnership”
Mangupura (Bali Post) Kawasan Pantai Kedonganan yang dulu terkesan kumuh akibat limbah bekas ikan, kini terus ditata. Selain penanganan limbah, ke depan di pantai utara Kedonganan akan dibuat aktivitas seperti beach club. Hal ini untuk memfasilitasi wisatawan agar bisa menikmati panorama pantai. Menurut Bendesa Adat Kedonganan Wayan Mertha, tidak hanya di pantai barat bagian utara, penataan juga dilakukan di pantai barat bagian selatan. Kesejahteraan nelayan di sana juga akan ditingkatkan, mengingat saat ini mereka sudah sulit mencari ikan. Selain itu, wilayah tangkapan ikan cukup jauh, serta alat tangkap ikan semakin mahal. Ini juga mulai menyulitkan nelayan. Namun di sisi lain, keberadaan nelayan ini masih eksis sampai sekarang. “Mereka harus dikembangkan aktivitasnya. Tidak hanya menangkap ikan, namun juga menggaet turis,” ujarnya, Selasa (19/2) kemarin. Konsep pengembangannya nanti disebut Private Public Community Partnership (PPCP). Yaitu kerja sama an-
tarprivate, contohnya dengan hotel-hotel yang ada, untuk public yaitu dengan pemerintah daerah. Sedangkan community yaitu masyarakat lokal khususnya nelayan di sana. “Ketiga ini dikelompokkan menjadi konsep PPCP ini,” ucapnya. Diungkapkannya, penataan pantai barat bagian selatan ditargetkan bisa dilakukan Juni ini. Di sana bangunan yang sudah ada yaitu 6 bangunan bangsal. Dua bangsal akan digunakan untuk aktivitas nelayan, sedangkan yang lainnya akan dijadikan mini beach club. Sementara menu yang disajikan diharapkan berbeda dari menu yang disajikan di kafe-kafe yang ada di sana. Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan STP Nusa Dua maupun dengan ICA. Ditambahkannya, untuk tata kelolanya akan dilakukan satu pintu. Untuk harga baik yang di mini beach maupun aktivitas wisata nelayan juga akan diseragamkan. “Kepemilikannya nanti adalah nelayan, namun pengelolaanya akan dilakukan oleh anak-anak muda di Kedonganan,” pungkasnya. Namun diakuinya dalam
pengembangan nanti, nelayan sebagai warga masyarakat, tentu tidak mudah mencari dana. Untuk itu pihaknya akan membicarakan dengan LPD Kedonganan untuk bisa memberikan kemudahan dan prioritas kepada anak muda yang berusaha di sana. Mereka akan disuport dengan kredit yang sangat murah untuk pengembangan entrepreneurship. Untuk pantai barat bagian selatan, kata Mertha akan dikembangkan menjadi lokasi kecak dance dengan melibatkan nelayan. Kemudian aktivitas fishing yang juga ditangani kelompol nelayan serta juga penyewaan long chair. “Itu akan melibatkan seluruh nelayan lokal yang saat ini sebanyak 53,” ujarnya. Tidak hanya di wilayah barat, kawasan di wilayah timur yang berdampingan dengan hutan mangrove juga akan dikembangkan menjadi eco mangrove atau pariwisata berbasis mangrove. “Nelayan di kawasan timur juga sangat eksis. Di sana akan dikembangkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Akan ada dua pokdarwis, untuk di barat dan timur,” terangnya. (kmb23)
“Jangankan untuk mandi, terkadang untuk buang air saja warga mengaku kesulitan. Katanya ada perbaikan dan diminta menunggu sampai tanggal 18 kemarin, tapi sampai hari ini mati juga,” keluh warga lainnya. Menyikapi keluhan tersebut, Direktur Teknik PDAM Tirta Mangutama Wayan Suyasa meminta maaf kepada masyarakat Badung yang terdampak perbaikan jaringan PDAM di Belusung. “Ada dua pompa di IPA Be-
lusung yang rusak. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tegasnya. Diterangkan, kerusakan pompa diakibatkan pasokan air baku yang kotor, karena sampah dan pasir. Kendati telah melalui proses penyaringan hingga tiga tahap, namun permasalahan tetap muncul lantaran air langsung diambil di sungai tanpa melalui proses prasedimentasi. “Kami langsung mengambil di sungai (air baku - red),
jadi tidak ada prasedimentasi, karena tempat tidak ada,” jelasnya. Suyasa mengakui produksi air bersih anjlok hingga 50 persen akibat kondisi tersebut, sehingga diterapkan sistem giliran bagi pelanggan. “Kami juga dibantu oleh warga yang memiliki tandon-tandon air. Kami kirim air lewat mobil tangki,” paparnya. Diterangkan, saat ini pihaknya juga kekurangan reservoar. Di daerah Dalung
misalnya, tak ada satupun reservoar. Akibatnya, saat aliran air terganggu, tak ada cadangan. Padahal idealnya per 50 pelanggan tersedia satu reservoir. “Dalung pendudukanya begitu besar, tak ada satu pun reservoar. Jadi tidak ada stok air untuk mereka bertahan jika terjadi krodit,” sebutnya seraya menyebutkan pihaknya berencana menambah saringan dan reservoir, sehingga tidak terjadi hal serupa lagi. (kmb27)
S A A T ini d i ka wa sa n Uluwatu dibangun patung tokoh spiritual Danghyang Nirartha. Ini sebagai sarana edukasi terkait sejarah berdirinya Pura Uluwatu. Selain sebagai media edukasi, patung ini juga sebagai daya tarik baru untuk pengunjung kawasan Uluwatu. Manager Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, Wayan Wijana mengatakan, pendirian patung ini sebelumnya memang sudah melalui kajian dari Dinas PUPR Badung serta sudah dilakukan validasi dan sosialisasi kepada para sulinggih untuk penamaan patung ini. Dikatakan Wijana, ini merupakan patung yang monumental terkait dengan sejarah keberadaan Pura Uluwatu. Ini juga sebagai bagian untuk menambah destinasi daya dukung objek Uluwatu. “Semoga dengan adanya patung ini, wisatawan tidak hanya disuguhkan dengan alam dan budaya. Namun ditambah lagi satu destinasi yang erat kaitannya dengan
sejarah dan budaya. Tentunya dengan harapan bisa menarik minat wisatawan sehingga kunjungan bisa terus meningkat,” katanya saat ditemui di sela-sela pamelaspasan patung Danghyang Nirartha, Selasa (19/2) kemarin. Selain itu juga akan disiapkan prasasti yang berisi sejarah dari patung itu sendiri. Untuk nama patung kata Wijana memang diambil dari nama Danghyang Nirartha sebagai pendiri Pura Uluwatu. Dengan adanya patung ini, pihaknya menargetkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan, terutama wisatawan mancanegara ke sana. Dari data yang ada, tahun 2017, jumlah kunjungan tercatat sebanyak 2,2 juta. Sedangkan, tahun 2018 naik tajam hingga mencapai sebanyak 2,7 juta wisman. Untuk
tahun ini pihaknya menargetkan jumlah kunjungan bisa mencapai 2,8 juta, dan kalau bisa menembus hingga 3 juta. Camat Kuta Selatan Made Widiana menyebutkan, dengan dibangunnya patung Danghyang Nirarta di alas kekeran lingkungan Pura Uluwatu, ini bisa menjadi media pendidikan bagi generasi penerus. Dengan ini, mereka akan memahami, seperti apa perjalanan tokoh pendiri Pura Uluwatu. “Ini bisa menjadi media edukatif untuk generasi muda selain juga menjadi objek wisata,” kata Widiana. Kepala Dinas PUPR Badung IB Surya Suamba menjelaskan, patung ini berbahan perunggu dengan ketinggian 8,11 meter. Sementara untuk bantarannya memiliki tinggi sekitar 3 meter. Sedangkan untuk
luas area patung yaitu sekitar 400 m2. “Pembuatan patung ini butuh waktu tiga bulan. Secara keseluruhan pengerjaanya selama enam bulan, dengan anggaran sebesar Rp 5 miliar lebih,” terangnya. Diungkapkan Surya Suamba, dipilihnya tokoh Danghyang Nirarta, karena menurutnya, tokoh spiritual ini pada zamannya berhasil mencapai tingkatan kesadaran yang sempurna yaitu moksa. Selain itu, di sana memang karena ada perjalanan suci dari Danghyang Nirarta dalam mencapai moksa. Selain itu rencananya akan ada penataan lanscape, pengembangan parkir, dan penataan tembok. Di area patung ini juga akan disiapkan lokasi untuk spot foto. Sehingga wisatawan yang ingin berfoto bisa aman dan nyaman. Pada tahun 2019 ini, konsep master plan penataan sudah disiapkan termaauk juga untuk pembangunan gate masuk dan penataan parkir. (edi)
Patung Danghyang Nirartha Media Edukasi Sejarah Pura Uluwatu
Patung Danghyang Nirartha
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Gubernur Bali Tugaskan PNB Susun ’’ Roadmap’’ dan Skema Pengembangan Sumber Daya Air Bali
PROGRAM One Island, One Plan, and One Management untuk pengembangan sumber daya air (SDA) Bali harus segera diwujudkan sebagai upaya mencegah dan menghadapi berbagai bencana krisis air yang sudah menjadi isu strategis global. Demikian disampaikan Gubernur Bali I Wayan Koster saat menerima pimpinan Politeknik Negeri Bali (PNB), Selasa (19/2) kemarin di kantornya guna menanggapi rencana strategis PNB untuk menyosialisasikan hasil penelitian Tim PNB dalam bidang sumber daya air Bali yang akan disosialisasikan dalam peringatan Hari Air Sedunia, 22 Maret mendatang. Gubernur Bali yang secara ex officio juga sebagai Ketua Dewan Penyantun PNB langsung menunjuk dan menugaskan PNB agar segera membentuk tim untuk menyusun roadmap dan skema pengembangan sumber daya air Bali, mengidentifikasi potensi, menata, serta memberdayakan semua potensi SDA Bali. Direktur PNB I Nyoman Abdi yang didampingi Ketua Senat Mede Mudhina serta Wadir 1 A.A. Ngurah Bagus Mulawarman mengatakan audiensi dengan Gubernur Bali dilakukan untuk melaporkan rencana strategis PNB dalam perannya untuk ikut mewujudkan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui pola pembangunan semesta berencana. Di samping masalah sumber daya air, isu strategis lainnya yang dibahas adalah program peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) Bali melalui pelatihan dan sertifikasi. Menurutnya, revolusi industri 4.0 berpotensi mengubah tatanan kehidupan di segala aspek. Menghilangkan beberapa pekerjaan lama dan menciptakan pekerjaan baru dengan sentuhan teknologi canggih. Untuk menghadapi tantangan tersebut, maka diperlukan
FOTO BERSAMA - Gubernur Bali Wayan Koster (empat dari kanan) berfoto bersama dengan Direktur PNB I Nyoman Abdi dan jajaran, Selasa (19/2) kemarin. SDM yang memiliki kompetensi, kreativitas, inovasi, dan produktivitas yang tinggi. ‘’Oleh karena itu, akses peningkatan kompetensi dan produktivitas menjadi sangat penting dan hal ini sudah menjadi perhatian PNB sebagai pendidikan tinggi jalur vokasi,’’ pungkasnya. Dikatakannya, saat ini PNB sudah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 yang sudah terlisensi oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) dan sudah melaksanakan berbagai uji kompetensi. Dalam waktu dekat, PNB dengan dukungan Gubernur Bali akan segera melanjutkan pembangunan laboratorium inkubator bisnis sebagai pusat pelatihan dan sertifikasi vokasi (Vocational Training and Certification Center) untuk Bali, NTB, NTT, dan Indonesia Bagian Timur yang berlokasi di Jalan Tukad Badung, Denpasar. Penugasan lain dari Gubernur Bali, kata Abdi, adalah agar PNB mengembangkan Teknologi Tepat Guna (TTG) pengolah hasil pertanian. Hal ini sebenarnya sudah dilakukan PNB yang disalurkan ke Industri Kecil Menengah (IKM)
melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, PNB dengan dukungan Gubernur Bali akan terus mengembangkan berbagai TTG ini dengan lebih profesional untuk membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas produk hasil pertanian yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terkait World Water Day, Pudir IV I Wayan Arya didampingi Kepala Pusat Kerja Sama, Pemberdayaan Aset dan Hubungan Internasional Lilik Sudiajeng serta Duta Kerja Sama IPDP Salain menjelaskan, peringatan akan diselenggarakan pada 22 Maret 2019 dengan menghadirkan 450 peserta dari Triple Helix yang terdiri dari unsur pemerintah (50 orang), industri/NGO/tokoh masyarakat (100 orang) dan akademisi dari seluruh Bali (300 orang). Peringatan ini diselenggarakan sebagai wujud kepedulian PNB untuk mengajak dan melibatkan berbagai unsur terkait dalam membangun budaya hemat air dan peduli lingkungan, demi masa kini dan keberlangsungan hidup generasi yang akan datang. (ad667)
Pertama Kali Digelar
Bulan Bahasa Bali Dapat Sambutan Luar Biasa Masyarakat PELAKSANAAN Bulan Bahasa Bali 2019 yang baru pertama kali digelar nampaknya menunjukkan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat. ‘’Secara umum minat dan partisipasi masyarakat untuk mengikuti berbagai kegiatan terkait Bulan Bahasa Bali ini sangat luar biasa antusiasnya. Indikasinya seperti terlihat dari festival nyurat lontar yang pesertanya melebihi target yang dicanangkan,’’ kata Plt. Kepala Dinas Kebudayaan I Putu Astawa, Selasa (19/2) kemarin di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Renon, Denpasar. Astawa menyebut untuk festival dan lomba nyurat lontar di Kabupaten Klungkung lebih dari 4.000 peserta dan memeriahkan acara. ‘’Demikian pula dengan daerahdaerah lain yang juga jumlah pesertanya melebihi target. Kemudian kegiatan lain seperti seminar diikuti lebih dari 200 peserta, padahal awalnya hanya menargetkan 20 peserta. Saya sangat berbahagia dengan antusias warga yang punya minat besar terhadap Bahasa dan Sastra Bali sebagai jati dirinya,’’ ucap Astawa. Dijelaskannya, minat anak-anak muda dalam kegiatan ini juga terlihat dari membeludaknya pendaftar untuk beragam lomba berbasis digital seperti lomba pembuatan komik, opini, status hingga meme berbahasa Bali. ‘’Bahkan untuk lomba vlog berbahasa Bali yang awalnya kami sangka akan minim peserta, ternyata sudah melampaui target,’’ tambahnya lagi. Tak hanya itu, perlombaan yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti lomba sembrana wacana turut mendapatkan apresiasi yang positif, di mana semua kabupaten/kota di Bali telah memastikan diri untuk turut serta. ‘’Ini tentu sangat membanggakan di balik segala keterbatasan, baik dana dan singkatnya waktu yang diberikan. Nyatanya Bulan Bahasa Bali yang pertama kali dicanangkan ini bisa dikatakan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari semua kalangan,’’ tutur Astawa.
PAPARAN - Plt. Kepala Dinas Kebudayaan I Putu Astawa saat memaparkan Bulan Bahasa Bali di hadapan awak media, Selasa (19/2) kemarin. Astawa mengingatkan sebelum Juga etika dan kualitas sebagai puncak acara pada 28 Februari manusia yang punya akar budaya mendatang, juga diadakan pameran Bali. Peran ini yang kita sasar seBulan Bahasa Bali yang dimulai 26 bagai salah satu upaya peningkatan Februari di Kalangan Ksirarnawa, sumber daya manusia kita di Bali. Taman Budaya Art Centre. Ajang Sesuai dengan slogan Nangun Sat ini diikuti berbagai instansi, lem- Kerthi Loka Bali dari Bapak Guberbaga pendidikan dan pihak swasta nur,’’ terang Guru Besar Fakultas lain yang punya concern sama Sastra Universitas Udayana ini. dalam pelestarian Bahasa, Aksara Selain itu, tentu ini aksi yang riil dan Sastra Bali. Bahkan diadakan untuk melestarikan dan menjaga pula pengobatan gratis berdasarkan keberadaan Bahasa, Sastra dan lontar usadha alias pengobatan Aksara Bali. Setelah itu, baru bicara tradisional Bali. pengembangan Bahasa Bali ke deSementara itu, Ketua Panitia pannya menyambut digitalisasi dan Bulan Bahasa Bali Prof. I Nyoman revolusi industri 4.0 di berbagai sekSuarka mengungkapkan peran tor sebagai langkah untuk mewarispenting Bulan Bahasa Bali ini se- kan kepada generasi penerus. bagai sarana untuk memperkuat Paparan tersebut diamini Ketua jati diri masyarakat Bali yang salah Tim Ahli Bulan Bahasa Bali I Gde satu sumbernya adalah Bahasa, Nala Antara yang menyebut Bali Sastra dan Aksara Bali. ‘’Ini yang sudah mengambil langkah yang harus kita tekankan. Mengingat luar biasa dengan pelaksanaan pengaruh global, cepatnya infor- Bulan Bahasa ini. ‘’Penggunaan masi dan perkembangan zaman dan pelestarian bahasa daerah yang suka maupun tidak suka ini jadi lebih kuat dan lebih hidup berpengaruh juga pada identitas dengan kebijakan dari pemerintah kita sebagai masyarakat Bali. Kita daerah. Karena prosesnya akan bisa memaknai (budaya - red) yang terjadi di berbagai tataran dari ada dari dulu menjadi akar dan pen- atas hingga tingkat keluarga, guatan jati diri. Itu yang kita sasar menjawab berbagai pertanyaan sebenarnya,’’ papar Prof. Suarka. tentang bagaimana pewarisan itu Menurut Prof. Suarka, identitas dilakukan. Ini gerakan masif yang dan jati diri orang Bali dalam rang- tidak ditemui di daerah lain. Bali ka memperkuat profesionalitas dan kita ini luar biasa terlepas dari integritas. ‘’Dalam pekerjaan, mis- segala kekurangan di kali pertama alnya. Kita jadi punya rasa jengah, kali penyelenggarannya,’’ imbuh rasa memiliki sebagai orang Bali. Nala Antara. (ad670)
Rabu Umanis, 20 Februari 2019
Pansus RDTR Badung Lanjutkan Pembahasan di Wilayah Badung Utara SETELAH hampir empat tahun vakum pembahasan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Kabupaten Badung dan baru Kecamatan Kuta Selatan yang disahkan RDTR-nya, kali ini Panitia Khusus (Pansus) RDTR DPRD Kabupaten Badung kembali melakukan pembahasan bersama pihak eksekutif. Dalam pertemuan pembahasan RDTR Badung tersebut, yang menjadi fokus bahasan adalah di RDTR di wilayah Badung Utara yakni Petang, Abiansemal dan Mengwi. Ketua Pansus RDTR DPRD Badung untuk wilayah Badung Utara Wayan Suyasa, Selasa (19/2) kemarin, mengatakan dalam pembahasan RDTR Senin lalu, pihaknya meminta ada rasionalisasi terhadap kajian sebelumnya karena melihat kondisi saat ini. ‘’Dulu kan empat tahun lalu kita bahas RDTR ini dan hanya wilayah Kuta Selatan saja yang baru rampung. Kini kami lanjutkan untuk yang di Badung Utara. Melihat dari kondisi yang dulu dengan yang serkarang pastilah sudah berbeda, sehingga perlu ada kajian-kajian lagi oleh tim nantinya,’’ ujarnya. Lebih lanjut politisi Golkar Badung ini juga mengatakan tujuan pembahasan ini adalah
RAPAT PANSUS - Ketua Pansus RDTR DPRD Badung untuk wilayah Badung Utara Wayan Suyasa saat memimpin rapat pansus meminta ada rasionalisasi terhadap kajian sebelumnya karena melihat kondisi saat ini. untuk melakukan penataan kawasan agar lebih baik dari sebelumnya, sehingga nantinya pembangunan Badung tidak rancu. ‘’Hal ini dilakukan tidak hanya untuk menata kawasan agar lebih baik, tetapi juga memperjelas agar kawasan mana saja masyarakat nanti bisa berinvestasi. Dengan nanti ditetapkannya RDTR ini tata ruang kita di Badung tidak amburadul,’’ terangnya.
Sekretaris DPD II Partai Golkar Badung ini juga mengharapkan nanti pihak eksekutif, terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung melakukan studi ke lapangan untuk melihat situasi dulu dengan keadaan saat ini. ‘’Kalau sudah ada keselarasan, nanti akan ada pembahasan lebih lanjut dan bisa untuk ditetapkan,’’ papar tokoh dari Desa Penarungan Kecamatan Mengwi ini. (ad672)
Temui Warga Gulinten dan Resmikan Posko GPM Jasri
Dr. Wedakarna Prihatin Ada Warga Karangasem Tidak Bisa Melanjutkan SMA karena Akses Jalan Rusak SENATOR DPD-RI termuda dari Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III hadir di Kabupaten Karangasem atas undangan masyarakat untuk melihat langsung hasil pembangunan dan juga menyerap aspirasi masyarakat di waktu reses DPDRI. Hal ini terekam saat Senator Arya Wedakarna (AWK) hadir di Banjar Dinas Gulinten Kecamatan Abang dan juga di Posko Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) Banjar Kutuh Desa Jasri, Karangasem. Didampingi Sang Ketut Sarka (Ketua GPM Provinsi Bali) dan I Putu Yasa (Ketua GPM Karangasem), Senator AWK menerima aspirasi langsung, khususnya di Banjar Gulinten terkait dengan infrastruktur dan pendidikan anak bangsa. Salah satunya tingginya angka putus sekolah anak-anak di kawasan Gulinten yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yakni dari SMP dan SMA. ‘’Saya terus terang kaget di Provinsi Bali yang katanya daerah destinasi wisata kaya, tapi ada desa terisolasi dari akses jalan yang layak. Sehingga akibat terbatas akses ini, sebagian anak muda di desa tidak bisa mengenyam pendidikan SMA. Tadi saya dengar ada anak sekolah sampai berjalan kaki dua jam atau hampir tiga jam untuk tiap hari ke sekolah. Bahkan saat ujian mereka berangkat jam 4 pagi. Sekolah terdekat pun bagi mereka terasa jauh karena akses jalan yang tidak ada. Saya akan minta Dinas Pendidikan dan Dinas PUPR untuk bisa membantu menyelesaikan masalah ini. This is Bali ya, bukan daerah pinggir Indonesia yang memang miskin infrastruktur. Hal seperti ini yang harusnya mendapatkan perhatian utama dari pemerintah,’’ kata Gusti Wedakarna di hadapan ratusan masyarakat Gulinten saat bertatap muka. Lainnya, AWK juga memberikan nasihat kepada umat Hindu di Karangasem bahwa mulai saat ini kebiasaan menyelenggarakan upacara agama secara berlebihan harus dikurangi. Mengingat beban umat Hindu semakin besar dari waktu ke waktu. Dan AWK meminta agar SDM Hindu lebih diutamakan. ‘’Tadi bapak klian curhat pada tiang, bahwa masyarakat di sini walau banyak tidak mampu, tapi kalau upacara kepus
RESMIKAN - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama masyarakat di Jasri dan Abang, Karangasem. pungsed saja harus potong babi nggih? Belum lagi peturunan adat cukup tinggi. Maka dari itu, tiang minta segera ubah tradisi yang sampai memberatkan umat. Percuma berupacara manusa yadnya besar-besar, tapi kenyataannya secara sekala banyak anak muda di sini yang tidak mengenyam pendidikan SMA. Dalam agama Hindu, ilmu pengetahuan adalah mutlak. Dan pengetahuan Jnana adalah satu-satunya cara di zaman kaliyuga untuk bisa menyeberangi lautan material. Jika tiang bicara penyederhanaan upacara, maka bukan berarti bebantenan dihilangkan, tapi upacara nika diefisienkan. Lebih baik uang dipakai untuk pendidikan anakanak kita dan peningkatan gizi. Semoga secara perlahan tradisi ngabehin alias pemborosan bisa diubah sedikit demi sedikit,’’ ucap Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. Lebih lanjut, Senator AWK menyampaikan apresiasinya atas usaha dari anak-anak muda
di Jasri, Karangasem untuk mendirikan Posko AWK dalam rangka pemenangan Pemilu 2019. Khususnya bagaimana anak muda Karangasem diharapkan untuk selalu melek politik. ‘’Tiang diundang tuan rumah I Gede Arjana di Banjar Kutuh Desa Jasri Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem untuk hadir di acara GPM ini. Senang kembali napak tilas sejarah. Dahulunya di zaman pergerakan PNI dan Bung Karno, kawasan Jasri dan Karangasem ini banyak tokoh hebat dari PNI yang berkontribusi menjaga Merah Putih. Jika sekarang tanpa diminta tapi anak-anak muda Karangasem gandrung lagi terhadap simbol-simbol Bung Karno. Saya anggap itu kehendak sejarah. Semoga GPM mampu menjadi anak-anak muda yang cinta tanah air dan bangsa dalam kerjanya. Trima kasih atas segala usahanya untuk mendukung perjuangan kami di Pemilu 2019. Yang penting Pemilu 2019 aman dan stabil karena itu yang diperlukan oleh Bali saat ini yakni stabilitas,’’ imbuh Gusti Wedakarna. (ad666)
HUT Ke-37 LLDikti Wilayah VIII
Membina dan Bertekad Beri Pelayanan Terbaik, Bukan Membinasakan PTS PUNCAK HUT ke-37 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, Selasa (19/2) kemarin diperingati lewat apel bendera dengan pembina upacara Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa. Apel diikuti ratusan dosen dan pimpinan PTS se-Bali berlangsung semarak. Yang menarik, apel bendera penuh nuansa keberagaman. Ada yang mengenakan pakaian dinas seragam, pakaian endek, pakaian adat Bali dan berkerudung. Bagi Dasi Astawa itulah hebatnya SDM LLDikti Wilayah VIII yang menghargai semua perbedaan karena perbedaan itu indah. Usai apel dilanjutkan dengan potong tumpeng dilakukan Prof. Nengah Dasi Astawa didampimgi Sekretaris Ir. AAN Rai Indra Wardana, Kabag Umum Drs. I
Wayan Suarjaya, M.AP., Kabag Kelembagaan dan SI Drs. I Made Gunawan Swarnaya dan I Made Kresnawan, S.E., M.M., Kabag Akademik, Kemahasiswaan dan Sumber Daya. Potongan tumpeng diserahkan kepada Ketua Panitia Putu Darma Suyasa, Ph.D. Saat itu juga diserahkan hadiah bagi pemenang lomba serangkaian HUT. Dasi Astawa berterima kasih atas kerja keras panitia HUT sehingga baru kali ini bisa menggelar apel bendera dan puncak HUT secara meriah sejak 4,5 tahun memimpin Kopertis hingga menjadi LLDikti. Hal ini bisa terwujud berkat kerja sama semua, apalagi semua pimpinan PTS merespons semua kebijakan dan arahan LLDikti. Karena itu, di HUT ke-37 tahun ini, LLDikti bertekad memberikan
pelayanan berkualitas, penuh kasih sayang. Dia menegaskan tugas LLDikti adalah membina PTS, bukan membinasakan. Kuncinya, katanya, adalah semua PTS mengikuti regulasi yang ada. Jika semua ketentuan Kementerian ditaati, dia yakin akan berjalan baik. ‘’Tak pernah kami mau mencederai seseorang. Jika saya marah hanya di bibir saja,’’ ujarnya disambut tepuk tangan para dosen. Dia pun mengajak semua pihak untuk berpikir positif. PTS di Bali menjalin kerja sama dengan program keunggulan masing-masing. Kerja sama keunggulan antar-PTS di Bali, NTB dan NTT ini adalah salah satu strategi memperkuat benteng pertahanan menghadapi masuk PTS asing ke Bali. Hal ini diakui Dasi Astawa bahwa salah satu PTS asal Tion-
gkok akan membuka PT di Bali. Sayaratnya, mereka memiliki lima prodi yakni tiga prodi esksata dan dua prodi sosial. Mereka wajib menggandeng salah satu PTS di Indonesia atau di Bali. Bagi dia, Indonesia tak boleh lagi menolak kehadiran PT asing karena pusat sudah mengatur regulasinya. Untuk itu PTS diharapkan terus mengembangkan kualitas SDM dan fasilitas kampus. Salah satu hal yang mendapat penekanan Dasi Astawa adalah para dosen harus aktif menjalankan Tri Dharma PT. Jika ketahuan tak aktif selama sebulan, tanpa ada keterangan kegiatan yang lain, para dosen terancam tunjangan sertifikasi dosennya dihapuskan oleh pemerintah. Untuk itu, dia minta pimpinan prodi, dekan hingga rektor jangan mau meneken kinerja
PUNCAK HUT - Kepala LLDikti VIII Prof. Nengah Dasi Astawa menyerahkan potongan tumpeng ke Ketua Panitia Putu Darma Suyasa di puncak HUT LLDikti, Selasa (19/2) kemarin. dosen jika memang dosen bersangkutan malas dan tak menjalankan tugas Tri Dharma PT. ‘’LLDikti tak sampai ikut campur tangan, sebab pejabat yang meneken yang akan disalahkan,’’ tegasnya. Ketua Panitia HUT LLDikti VIII I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. Menambahkan,
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
serangkaian HUT LLDikti VIII diisi dengan jalan sehat, seminar kesehatan, pelayanan kesehatan dan gigi secara gratis, donor darah, pijat dan aneka lomba rekreasi. Tujuannya untuk membangun SDM yang cerdas dan sehat. Serta sebagai ajang masimakrama warga PTS di Bali. (ad668)
DAERAH
Rabu Umanis, 20 Februari 2019
’’Royal Wedding’’ Putra Ajik Krisna Bertabur Bintang
Angkat Potensi Desa Blangsinga dan Kedepankan Budaya Bali
PENGUSAHA asal Bali yang memiliki toko terkenal di Bali yakni Krisna Oleh-Oleh, I Gusti Anom atau yang akrab disapa Ajik Krisna, baru saja menggelar acara pernikahan supermewah untuk putranya, Berlin Bramantara dengan Anastasia Phanasta, perempuan asal Kupang, Nusa Tenggara Timur. Bahkan pernikahan supermewah putranya ini bisa disebut Royal Wedding. Sebab, pernikahan yang dilangsungkan di Desa Blangsinga ini dihadiri kurang lebih 10.000 tamu undangan. Pernikahan Berlin dan Anastasia ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Sabtu (16/2) dan Minggu (17/2). Pada Sabtu (16/2) diselenggarakan acara pernikahan secara adat. Sedangkan pada hari Minggu digelar resepsi pernikahkan nan mewah yang dihadiri ribuan undangan. Tak hanya itu, acara tersebut juga dihadiri komunitas mobil mewah Indonesia. Berbagai mobil Super Car, seperti Lamborghini dan Ferrari pun berjajar di latar lokasi resepsi. Sejumlah seleberiti Tanah Air seperti Hotman Paris, Kaka Slank, Prilly Latuconsina, Vicky Shu, Varrel Bramsta, Natasha Wilona, Glenn Alinskie, Chelsea Olivia, Gading Marten, Atta Halilintar dan banyak artis lainnya tampak hadir pada malam resepsi tersebut. Bertabur bintang, pernikahan Berlin dan Anastasia ini pun dipandu oleh Sule dan dimeriahkan oleh penampilan Band Yovie & Nuno. Bagaikan raja dan ratu, Berlin dan Anastasia pun datang ke lokasi pernikahan dengan menggunakan kereta kencana yang didukung oleh Sanggar Tari Paripurna. Dengan nuansa gold yang kental, seisi ruangan pun didekorasi dengan perpaduan warna emas dan putih oleh pendekor asal Ubud Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si. Kedua mempelai menggunakan pakaian adat pengantin Bali berwarna ungu hijau dan emas. Sedangkan Ajik Krisna berserta istri dan besannya menggunakan
ROYAL WEDDING - Ribuan tamu undangan antusias menyaksikan dan mengabadikan royal wedding putra Ajik Krisna, Berlin Bramantara dengan Anastasia Phanasta, yang berlangsung di Desa Blangsinga, Minggu (17/2) lalu. baju adat warna hijau. Ketua Panitia Royal Wedding yang juga Manajer Operasional Krisna Holding Company Ayu Saraswati mengatakan awalnya dirinya hanya menyebarkan undangan sebanyak 2.600 dan menyiapkan 4.000 kursi untuk tamu undangan. Namun tamu undangan yang hadir mencapai 8.000 orang. Persiapan telah dilakukan sejak dua bulan lalu dengan melibatkan 300 karyawan perusahaan Krisna Oleh-Oleh yang ada di Bali, yang juga dibantu sebanyak kurang lebih 1.200 pemuda dan masyarakat desa setempat. ‘’Alasan memilih Desa Blangsinga sebagai tempat wedding, karena Ajik ingin mengangkat Desa Blangsinga yang merupakan desa kelahirannya agar dikenal masyarakat Indonesia. Apalagi Desa Blangsinga terdapat waterfall yang indah, sehingga tamu undangan yang hadir bisa menikmati keindahan alam desa dan di-share di media sosial. Dengan demikian keindahan alam Desa Blangsinga diketahui dan dikunjungi oleh masyarakat nantinya,’’ ujar Ayu Saraswati saat presscon di Denpasar, Selasa (19/2) kemarin.
Pada kesempatn ini, atas nama Ajik Krisna dan perusahaan, pihaknya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali, khususnya masyarakat Desa Blangsinga yang telah berpartisipasi menyukseskan acara pernikahan Berlin dan Anastasia. Sekaligus memohon maaf kepada tamu undangan yang belum sempat disapa dan belum sempat naik ke VVIP. Sementara itu, Cokorda Gde Bayu Putra mengaku sangat berbahagia dan berbangga terlibat dalam acara pernikahan putra Ajik Krisna. Dikatakannya, sebagai pengusaha yang bersahaja di Bali, acara pernikahan yang digelar jauh dari kesan eksklusif. ‘’Saya salut di tengah modernitas yang tinggi, Ajik masih mengedepankan dan mengutamakan sentuhan budaya Bali dalam dekorasi pernikahan putranya. Taksu jagat Blangsinga tak terpisahkan dari keberadaan Pura Musen dan pesona penepi Tukad Petanu. Saya yakin ke depan Krisna Blangsinga akan sukses jika tetap mengutamakan Tri Hita Karana dalam bisnisnya,’’ tandas Cokorda Gde Bayu Putra. (ad665)
Antisipasi ’’Hoax’’ Jelang Pemilu Serentak
Denpasar (Bali Post) Pemilu serentak segera digelar 17 April mendatang. Persiapan tidak hanya dilakukan penyelenggara pemilu khususnya Komisi Pemilihan Umum (KPU), tetapi juga aparat kepolisian. Dalam hal ini melakukan pemetaan titik-titik rawan mengacu pada pemilu serentak sebelumnya. ‘’Semua rawan menurut saya, kalau untuk intel itu tidak ada yang underestimate. Harus overestimate, karena jangan kita sampai dininabobokan dengan aman, tapi ternyata tidak aman,’’ ujar Dir. Intelkam Polda Bali Kombes Pol. Drs. Wahyu Suyitno di sela-sela acara Silaturahmi Polda Bali dengan Komisioner KPU Bali dalam Rangka Mewujudkan Pemilu 2019 yang Jujur, Adil, dan Berintegritas, Selasa (19/2) kemarin. Menurut Wahyu Suyitno, permasalahan keamanan dalam pemilu tidak hanya dilihat dari satu sisi saja. Namun terkait astagatra, mulai dari geografi, demografi, sumber daya alam hingga aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta ketahanan dan keamanan. Aspek geografi misalnya, seperti gunung meletus, tsunami, atau gempa bumi saat pemilu. Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi hoax. ‘’Kita mengantisipasi hoax atau berita bohong yang dari luar. Jangan sampai berkembang di Bali ini, karena apa pun yang terjadi
Bali Post/ist
SILATURAHMI - Suasana silaturahmi Polda Bali dengan Komisioner KPU Bali dalam rangka mewujudkan Pemilu 2019 yang jujur, adil, dan berintegritas. Bali ini harus kondusif,’’ jelasnya seraya mengatakan selalu berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu Provinsi Bali. Sementara itu, Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan pihaknya saat ini masih fokus pada kegiatan sosialisasi pemilu dan logistik. Di samping tengah mempersiapkan pula kampanye rapat umum yang akan dimulai 24 Maret mendatang. ‘’Untuk logistik per hari ini (kemarin - red), surat suara sudah masuk full di beberapa kabupaten yaitu di Jembrana, Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Bangli,’’ ujarnya. Menurut Lidartawan, surat
Mayjen TNI Benny Susianto
suara yang masuk di kabupaten tersebut sudah diterima dengan baik dan sedang dilakukan penyortiran juga pelipatan. Jika hasil penyortiran dan pelipatan masih ada yang kurang, maka akan dilakukan pengusulan lagi ke pihak penyedia melalui KPU Provinsi ke KPU RI. Mantan Ketua KPU Bangli ini pun segera mengecek formulir yang sedang diproduksi oleh percetakan di Surabaya, Jawa Timur. ‘’Saya akan cek di sana apakah semuanya sudah siap cetak dan saya asumsikan kalau semua berjalan seperti apa yang kita rencanakan ini, pertengahan Maret itu kita sudah selesai semua,’’ tandasnya. (kmb32)
5
STD Bali ’’Launching’’ Program Studi Fashion Design SEKOLAH Tinggi Desain (STD) Bali menyelenggarakan launching Program Studi Fashion Design. Acara ini dibuka Ketua STD Bali Made Arini Handharputri, S.Sn., M.Sn. dan ditandai dengan sebuah pagelaran fashion show kolaborasi para fashion designer dari STD Bali dan Indonesia Fashion Chamber (IFC). Kegiatan yang diselenggarakan di Level 21 Mall Denpasar ini dihadiri segenap civitas akademika STD Bali dan para mitra kerja sama. Program Studi Fashion Design merupakan program terbaru dari STD Bali yang tahun ini mulai membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru TA 2019/2020. Program studi ini terbentuk karena tingginya minat generasi muda terutama calon mahasiswa yang ingin mengembangkan bakat dan talentanya di bidang fashion design serta didukung pesatnya perkembangan industri fashion, baik di Indonesia maupun dunia. Program studi ini juga bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia yang kreatif, profesional dan siap bersaing di dunia industri dengan keunggulannya dari segi fashion business, fashion product & management, teknologi digital & multimedia. Ketua Program Studi Fashion Design Sri Utami, S.Sn., M.Sn. dalam sambutannya menyampaikan, dengan visi dan misi mendu-
kung dan mengembangkan dunia bisnis dan industri kreatif dengan mengepankan pemutakhiran teknologi, manajemen yang profesional serta keunggulan kreatif, estetis dan tetap berpijak pada kearifan budaya lokal nusantara. Program Fashion Design STD Bali ini tentunya akan bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kecerdasan masyarakat. Khususnya dalam rangka mengenalkan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan akademis dan praktikal untuk menghadapai tantangan di masa depan serta mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya kreatif, namun juga profesional dan memiliki kecerdasan intelektual. Untuk itu, lulusan dari Program Studi Fashion Design ini nantinya akan mampu bersaing di indutrsi kreatif, baik nasional, regional maupun internasional. Hal tersebut dikuatkan dengan statemen dan dukungan dari Ketua Asosiasi Fashion Desainer Indonesian Fashion Chamber Weda Githa yang menyambut baik adanya Prodi Fashion Design di STD Bali. Dengan begitu talentatalenda muda berbakat di bidang fashion design dapat mengembangkan diri dan memperdalam skill-nya di lembaga ini. Dengan didukung kurikulum serta konsep kuat yang mengikuti perkembangan zaman tentu saja program
MOU - Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn. (nomor 1 dari kiri) dan Nyoman Suteja, Ak. (nomor 4 dari kiri) sesaat setelah penandatanganan MoU Prodi Fashion Design STD Bali bersama Indonesia Fashion Chamber dan Inez Cosmetic. studi ini akan mampu menjadi program studi yang terdepan dan dapat mencetak lulusan yang berkualitas. Pada kesempatan yang sama, Prodi Fashion Design menandatangani MoU dengan para pihak yang selama ini telah menjadi mitra kerja sama. Di antaranya Asosiasi Fashion Designer IFC Denpasar, Inez Cosmetic, dan Level 21 Mall. Dengan diadakannya launching Program Studi Fashion Design STD Bali ini diharapkan akan semakin menarik minat masyarakat, khusus-
nya calon mahasiswa untuk bergabung dan menempuh pendidikan di STD Bali. Saat ini STD Bali sudah membuka pendaftaran mahasiswa baru TA 2019/2020 untuk jenjang S-1 Desain Komunikasi Visual, Desain Interior dan Fashion Design. Informasi tentang pendaftaran dapat dilihat di http://www.std-bali.ac.id/ atau Instagram @stdbali serta Fanpage FB Sekolah Tinggi Desain Bali. Dapat juga menghubungi Customer Service di nomor telepon 0361-8955648. (ad669)
Angkat Perlindungan ’’Whistleblower’’
Dekan FH UNR Raih Gelar Doktor dengan Predikat ’’Cumlaude’’ DEKAN Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) Dr. IWP Sucana Aryana, S.E., S.H., M.H. baru saja menyelesaikan studi S-3-nya di Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya. Ujian terbukanya berlangsung pada 8 Februari lalu. Ia diuji oleh empat profesor dan enam doktor, Sucana mampu lulus dengan predikat cumlaude. Disertasinya berjudul ‘’Konstruksi Perlindungan terhadap Whistleblower Dalam Tindak Pidana Korupsi’’. Ditemui Selasa (19/2) kemarin di kampus UNR, Sucana menuturkan whistleblower adalah pelapor yang juga saksi. Penelitiannya ini khusus membahas whistleblower dalam t i nd a k p i d a na ko ru p s i . Whistleblower memiliki peranan penting dalam membongkar kasus dugaan korupsi. Peranan ini sangat membantu penegak hukum namun kontribusinya tidak diimbangi dengan perlindungan hukum. Tantangan yang begitu besar bagi whistleblower yang sebenarnya sudah berjasa dalam penegakan hukum wajib diayomi dengan perlindungan hukum. Dasar pertimbangan diperlukannya perlindungan hukum whistleblower dalam tindak pidana korupsi adalah dasar pertimbangan filosofis, yuridis dan sosiologis. Pria asal Banjar Tengah, Wanasari, Tabanan ini dalam penelitiannya mempermasalahkan mengenai kekosongan norma yang mengatur mengenai perlindungan hukum terhadap whistleblower dalam pengungkapan tindak pidana korupsi. Dalam penelitian ini dibahas mengenai dasar diperlukannya perlindungan dan
konstruksi perlindungan di masa yang akan datang bagi whistleblower yang mengungkap dugaan tindak pidana korupsi. Konstruksi perlindungan hukum terhadap whistleblower dalam tindak pidana korupsi sementara ini masih diatur dalam bentuk Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Menurutnya, pada masa yang akan datang, pengaturan tentang perlindungan bagi whistleblower perlu dituangkan dalam bentuk undang-undang. Konstruksi perlindungan harus menjangkau whistleblower yang berada di daerah yang mencakup perlindungan atas keselamatan dan keamanan pribadi, perlindungan dari tuntutan hukum, perlindungan dari publikasi identitas dan perlindungan yang terkait dengan pekerjaan dan jabatan. Materi yang perlu diatur dalam undang-undang nantinya adalah ketentuan mengenai kewajiban whistleblower, prosedur, mekanisme, larangan serta sanksi bagi yang membocorkan identitas whistleblower dan sistem pelaporan. ‘’Makanya pada kesimpulan saya menyarankan agar Presiden dan DPR segera membentuk UU berkaitan dengan perlindungan terhadap whistleblower. Walaupun waktunya lama dan perlu dana ya… itu konsekuensi. Misalnya kalau terlalu mendesak, ya… boleh saja diatur dalam Peraturan Pengganti UU (Perppu), yang penting whistleblower terlindungi,’’ tandasnya. (ad661)
Dr. IWP Sucana Aryana, S.E., S.H., M.H.
Kodam Antisipasi Potensi Konflik Saat Pemilu Denpasar (Bali Post) Menyikapi perkembangan situasi saat pesta demokrasi 2019, tidak menutup kemungkinan suhu politik dan potensi konflik dalam penyelenggaraan pemilu legislatif dan presiden tahun ini akan meningkat. Oleh karena itu, Kodam IX/Udayana melakukan antisipasi agar pelaksanaan pemilu serentak berjalan aman dan kondusif. Hal ini disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. saat acara Rapat Pimpinan (Rapim) di Aula Makodam, Denpasar, Selasa (19/2) kemarin. Untuk menyikapi proses demokrasi ini, lanjut Pangdam, harus meningkatkan kewaspadaan dan
bertindak sesuai prosedur, sehingga pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan lancar dan aman. Untuk rapim tahun ini mengusung tema ‘’Kodam IX/Udayana yang Profesional, Loyal dan Manunggal dengan Rakyat Siap Mendukung Tugas Pokok TNI-AD’’. tema ini diharapkan mampu menjadi pendorong para peserta rapim untuk semakin memantapkan keberhasilan tugas satuan dalam pelaksanaan program kerja dan anggaran tahun 2019. ‘’Tujuan rapim ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan anggaran tahun 2018. Di samping itu juga untuk menyampaikan pokok-pokok
kebijakan pimpinan TNI-AD, menyamakan visi, misi dan persepsi serta meningkatkan soliditas para unsur pimpinan di lingkungan Kodam IX/Udayana dalam rangka mendukung efektivitas pencapaian tugas pokok TNI-AD tahun 2019,’’ ujarnya. Sebagai pimpinan rapat, Mayjen Benny Susianto menyampaikan kebijakan dan program kerja Kodam IX/ Udayana tahun 2019 sebagai penjabaran dari kebijakan pimpinan TNI-AD agar dapat dijabarkan lebih lanjut di tiap satuan jajaran Kodam. De n g a n d e m i ki a n d a p a t mencapai sasaran dilandasi dengan tertib administrasi, sehingga mencapai Opini Wajar Tanpa Pengecualian
(WTP). Memasuki pembangunan postur TNI-AD tahap keempat dalam Rencana Strategis (Renstra) mendatang, Pangdam mengharapkan Renstra Kodam tahun 20202024 dapat disusun secara komprehensif dengan memperhatikan program prioritas TNI-AD. Utamanya pembangunan kekuatan Kodam IX/Udayana. ‘’Kepada seluruh peserta agar mengikuti rapim ini dengan fokus dan penuh kebanggaan terhadap profesi sebagai TNI. Bekerjalah dengan profesional dan loyalitas yang tinggi serta jalin kebersamaan dalam setiap pelaksanaan tugas,’’ tegas Benny Susianto. (kmb36)
OPINI
6
Rabu Umanis, 20 Februari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Memotong Generasi Miskin PADA tahun 1980-an awal, masyarakat Bali termasuk gengsi disebut desanya miskin. Apalagi warganya banyak yang menjadi KK miskin. Predikat ini mereka tak terima lantaran orang Bali nyaris sejahtera semuanya. Makanya jadilah masyarakat sebuah banjar di Kesiman Kertalangu merusak atribut mahasiswa KKN di desa itu lantaran di koran tertulis mahasiswa universitas tertentu menggarap desa miskin. Saat itu, pejabat setingkat kades pun belum terima desanya dikategorikan desa miskin. Setelah dipaparkan bahwa kriteria miskin indikatornya variabelnya diukur dari jumlah SD, SMP, dan SLTA negeri di desa, dominasi lulusan pendidikan warganya, banyak dan ada tidaknya fasilitas kesehatan seperti puskesmas hingga rumah sakit, dan angka harapan hidup warganya serta faktor lainnya. Barulah mereka paham menjadi desa miskin yang kemudian berubah nama menjadi kata tertinggal. Gengsi ini kian hilang ketika pemerintah menggelontorkan dana bantuan bagi warga miskin. Maka berlomba-lombalah bupatinya mendaftarkan warganya banyak yang miskin. Mereka tak memiliki rumah layak huni seperti berlantai tanah, tak memiliki MCK dan pendapatan tidak tetap. Kini, Bali ingin menekan angka kemiskinan menjadi 1 persen dari 4-5 persen tahun sebelumnya. Apakah bisa mencapai angka itu? Ini pertanyaan besar yang bisa dijawab mampu dan tidak. Jika pemerintah sekadar membantu KK miskin dengan cara membangun rumah mereka menjadi layak huni, kita pasti mengatakan sangat mampu. Apa artinya dana Rp 20-25 juta per KK miskin bagi Bali. Namun yang terpenting bukan itu sasaran akhirnya. Tujuan utama pemberantasan dan peningkatkan KK miskin menjadi sejahtera adalah pemberdayaan terutama pemberdayaan SDM-nya. Bukankah kemiskinan dekat dengan kemelaratan. Kemiskian juga diakibatkan tingkat pendidikan mereka sangat rendah bahkan nol persen memiliki keahlian atau kompetensi dasar memenangkan pendidikan. Nah, tujuan pengentasan kemiskinan pada dasarnya adalah memotong generasi miskin itu sendiri. Caranya ya… dengan memberikan pendidikan setinggi-tingginya generasi milenial KK miskin. Ini menjadi tugas pemerintah lewat SKPD-nya. Gubernur Bali Wayan Koster tak perlu sibuk karena serahkan saja pada BUMD dan BUMN di daerah yang notabene memiliki dana besar CSR untuk menangangi mereka sampai tuntas. Dikatakan tuntas karena tugas mengentaskan KK miskin tak berhenti hanya sampai membangun rumah layak huni. Dikatakan tuntas jika generasi KK miskin benar-benar berdaya saing tinggi. Tampung semua biaya pendidikan mereka setinggi-tingginya, kemudian carikan mereka pekerjaan hingga bisa mandiri. Jadi, sasaran pengentasan kemiskinan bukan menyasar para orangtua mereka dewasa ini, melainkan nex generation mereka agar berdaya saing. Jika sudah mandiri, mereka inilah yang memutus angka kemiskinan itu sendiri. Bukan sebaliknya melahirkan generasi miskin kembali. Makanya program pengentasan kemiskinan harus tepat sasaran, bukan dipolitisasi. Artinya, jika angka kemiskinan di Bali sudah tercapai satu persen sudah dianggap berhasil luar biasa, sementara anak dan cucunya menanti menjadi keluarga miskin lagi.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Kasus Paedofilia di Bali Kasus paedofilia yang terjadi di Bali beberapa tahun lalu kembali menjadi bola panas yang sudah menjadi isu nasional karena turunnya Komnas Anak dan pemberitaan di media daring nasional dan TV nasional. Tentu kita harus angkat topi pada kawankawan yang tergabung dalam SWAP (Solidaritas Warga Anti-Paedofilia) yang dengan lantang bersuara untuk menuntaskan kasus ini. Paedofilia adalah kejahatan luar biasa yang harus diungkap tuntas untuk memutus mata rantai pelaku dan mencegah korban jadi pelaku dan Bali menurut Komnas Anak menjadi surga paedofilia, ini sungguh mengerikan. Respons positif dari legislatif khususnya Komisi IV yang mendorong Polda Bali harus kita kawal bersama dan sebagai orangtua yang punya anak mari kita beri dukungan dan bukannya malah antipati dan menuduh gerakan ini ada tujuan tertentu selain benar-benar membuat Bali aman dan ramah anak. Made Rimanta Banjar Pande Abiansemal, Badung
Kemacetan di Ubud-Gentong Saya baru-baru ini sempat melintas di Jalur Ubud menuju Gentong, Gianyar. Secara umum, jalan di jalur ini sudah bagus dan tergolong lebar. Namun, kemacetan terjadi di jalur ini. Ketika saya terjebak macet, saya lihat banyak mobil parkir di sisi jalan. Ini menghambat laju kendaraan. Selain itu, truk-truk pengangkut barang kerajinan juga banyak melakukan pengakutan barang pada jam-jam sibuk. Mohon jalur ini ditertibkan atau diarahkan agar pemilik artshop tak mengirim barangnya pada siang hari. Kasihan wisatawan yang punya waktu terbatas terjebak macet di jalur ini. Mudah-mudahan keluhan ini ditangani pihak terkait. Ni Putu Sulandari Denpasar, Bali
Angka Kemiskinan Satu Persen, Mungkinkah? Persoalan kemiskinan selalu muncul menjadi program prioritas pemerintah untuk segera ditangani. Hal ini bisa dipahami mengingat penurunan angka kemiskinan merupakan salah satu pertaruhan pemerintah dalam menunjukkan keberhasilan kinerjanya dalam suatu periode pemerintahannya. Begitu prestisiusnya prestasi tersebut, menyebabkan Pemerintah Provinsi Bali juga telah mengagendakan untuk dapat menekan angka kemiskinan menjadi sekitar 1 (satu) persen (Antara News.com). Setelah selama 10 tahun ke belakang, kemiskinan di Provinsi Bali selalu bertengger pada kisaran 5-4 persen. Untuk mewujudkannya tentunya diperlukan pemetaan karakteristik kemiskinan di Bali. Selain pemetaan, evaluasi terhadap program pengentasan kemiskinan juga penting, sehingga dapat dilakukan perbaikan atau mungkin ditemukan formula yang lebih baik. Seperti seorang dokter hanya akan dapat mengobati pasiennya ketika telah melakukan suatu diagnosis yang tepat.
Oleh Kadek Muriadi Wirawan
B
eberapa konsep dan indikator kemiskinan dikembangkan dan diklasifikasikan sesuai jenis kemiskinan yang ada, di antaranya kemiskinan relatif, kemiskinan absolut, kemiskinan struktural, dan kemiskinan kultural. Namun, kemiskinan secara umum didefinisikan sebagai suatu keterbatasan seseorang dalam memenuhi kebutuhan dasarnya seperti makanan, pakaian, rumah, pendidikan dan kesehatan. Badan Pusat Statistik (BPS) telah menetapkan suatu ukuran standar untuk mengukur kemiskinan dengan menggunakan sebuah batasan yang disebut garis kemiskinan (GK). Garis kemiskinan dibentuk oleh dua kelompok besar pengeluaran yaitu makanan dan nonmakanan. Garis kemiskinan makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilogram kalori per kapita per bulan. Sedangkan garis kemiskinan non-makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk kebutuhan perumahan, pakaian, pendidikan dan kesehatan per kapita per bulan. Berdasarkan standar tersebut, besarnya garis kemiskinan per September 2018 di Provinsi Bali adalah 388.452 rupiah/per kapita/bulan. Jadi, seseorang akan disebut miskin jika mempunyai penghasilan di bawah angka tersebut. Sebagai salah satu destinasi pariwisata utama tidak serta merta membuat Bali terbebas dari kemiskinan. Jika mengacu pada konsep kemiskinan di atas, dalam kurun waktu 20 tahun, terlihat
bahwa tren penurunan angka kemiskinan mengalami perlambatan. Pada tahun 1999, tercatat angka kemiskinan di Provinsi Bali mencapai 8,53 persen. Angka tersebut berhasil ditekan hingga mencapai 4,88 persen pada tahun 2010. Namun setelah periode tersebut, nyaris penurunan angka kemiskinan tidak banyak mengalami perubahan. Hingga bulan September 2018, angka kemiskinan Provinsi Bali masih tercatat 3,91 persen. Beberapa kendala umum yang dijumpai dalam pengentasan kemiskinan di antaranya adanya pola pikir yang menganggap bahwa kemiskinan yang mereka alami bukanlah suatu masalah. Pola pikir tersebut memunculkan suatu agenda bagaimana mereka hidup bahagia di tengah belenggu kemiskinan dan bukannya berusaha untuk bisa keluar dari belenggu kemiskinan tersebut. Selain itu dengan tingkat kemiskinan yang cukup rendah, mengindikasikan bahwa kemiskinan yang ada saat ini sudah menyentuh lapisan kerak kemiskinan yang perlu penanganan khusus untuk mengentaskannya. Dari gambaran per kelompok umur, kondisi kemiskinan di Provinsi Bali, separuh lebih atau di atas 50 persen penduduk miskin berada dalam kelompok usia nonproduktif yaitu pada kelompok usia (<15 tahun) dan (>50 tahun). Sedangkan sisanya berada pada kelompok usia produktif yaitu rentang usia 15-50 tahun. Berdasarkan komposisi kemiskinan tersebut, secara matematis dapat dihitung. Jika saat ini, angka kemiskinan di Bali 3,91 persen, maka penanganan
yang efektif terhadap kelompok penduduk miskin usia produktif dengan mekanisme program pemberdayaan setidaknya akan dapat menekan angka kemiskinan di Bali baru sampai kisaran angka 2 (dua) persen. Sementara jika ingin menurunkan sampai 1 (persen) sisanya dapat ditangani dengan mekanisme pemberian bantuan sosial sebab penduduk miskin dalam kelompok usia nonproduktif agak sulit diberdayakan. Berkaca dari beberapa program pengentasan kemiskinan yang pernah dijalankan oleh pemerintah sebelumnya, seperti Simantri dalam bidang pertanian, Gerbangsadu (Gerakan Pembangunan Desa Terpadu), program beasiswa untuk orang miskin serta dana desa dari pemerintah pusat, hampir seluruh program tersebut tujuan utamanya yaitu meningkatkan pendapatan masyarakat miskin. Dengan demikian, pendapatan mereka diharapkan bisa naik dan berada di atas garis kemiskinan sehingga mereka tidak lagi disebut miskin. Keadaan ini tentunya agak rentan karena bisa saja mereka kembali tergelincir dan kembali berada di bawah garis kemiskinan. Idealnya, implementasi program kemiskinan tidak sebatas pemberian bantuan. Namun, program-program kemiskinan hendaknya diformulasi dan diimlementasikan sedemikian rupa sehingga menciptakan efek belajar dan memberdayakan kepada masyarakat miskin. Efek belajar dan memberdayakan tersebut tidak akan muncul tanpa adanya pembenahan pada tingkat penghantaran (delivery system) dan mekanisme penerimaan (receiving mechanism) terhadap program
pengentasan kemiskinan atau sumber daya dan bantuan yang didistribusikan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah kita perlu mengevaluasi program-program kemiskinan yang telah dijalankan selama ini. Dari sisi mekanisme penerimaan (receiving mechanism), pertama, perlu adanya penyadaran terhadap orang miskin. Sebab, pada dasarnya kemiskinan yang mengakar disebabkan karena adanya pola pikir atau mindset seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Penyadaran dimaksudkan sebagai upaya menanamkan kesadaran kritis tentang potensi yang dimiliki rakyat miskin untuk keluar dari kemiskinan. Selain itu, penyadaran diharapkan akan dapat mengubah pemahaman mereka terhadap kemiskinan. Bahwa pada prinsipnya kemiskinan bukanlah nasib atau turunan namun kemiskinan sangat terkait dengan ketidaktahuan masyarakat miskin dalam menemukan solusi dan hambatan dalam hal mengakses sumber daya dalam rangka mengatasi kondisi kemiskinan yang dihadapinya. Kedua, program pengentasan kemiskinan membutuhkan sistem pengorganisasian yang baik. Program pengentasan kemiskinan hendaknya benar-benar memerhatikan aksi kolektif. Program-program yang dijalankan hendaknya didesain untuk dapat menumbuhkan kesadaran kerja kolektif. Masyarakat miskin diarahkan untuk dapat mengatasi kondisinya secara kolektif, sehingga muncul tindakan dan aksi yang lebih kuat serta sesuai dengan kondisi yang mereka alami saat ini. Selama ini yang terjadi adalah rakyat miskin berupaya mengatasi masalah atau keluar dari kemiskinan lebih mengandalkan usaha individual atau tergantung kepada suatu golongan tertentu atau patron. Kedua proses di atas idealnya bersiklus dengan program-program pengentasan kemiskinan baik yang dijalankan oleh pemerintah maupun swasta sehingga selain dapat mengangkat derajat masyarakat secara ekonomi juga memberikan efek capability building atau peningkatan kapasitas dan institutional strengthening atau penguatan kelembagaan bagi masyarakat miskin. Selanjutnya dari sisi tingkat penghantaran (delivery system) atau pemberi bantuan (pemer-
Pengentasan Kemiskinan Ditransformasi Kesempatan Kerja SEKALIPUN kelesuan ekonomi secara global, namun Bank Dunia melaporkan angka kemiskinan turun secara signifikan. Negara yang sukses menghilangkan kemiskinan adalah mereka yang menerapkan kebijakkan untuk memastikan, bahwa 40% penduduk miskinnya bisa menikmati keuntungan terbesar dari pertumbuhan ekonomi negara tersebut, demikian pernyataan Bank Dunia. Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan penurunan angka kemiskinan pada September 2018 disumbang dari membaiknya sejumlah indikator seperti upah riil buruh tani, nilai tukar petani (NTP) dan inflasi rendah. Resep untuk sukses pengentasan kemiskinan umumnya sama yakni menjaga stabilitas makro-ekonomi dan inflasi rendah, memastikan pasar tenaga kerja berfungsi dengan baik, sehingga pertumbuhan ekonomi benar-benar meningkatkan lapangan kerja dan upah. Caranya dengan diversifikasi ekonomi, pembangunan industri manufaktur dan jasa, kebijakan sosial yang proaktif di sektor kesehatan dan pendidikan. Salah satu yang menjadi kendala adalah banyaknya pengangguran di pedesaan. Pemerintah dan
Oleh Adrid Indaryanto, S.H., M.M. swasta wajib membuka kesempatan kerja di desa agar masyarakat di pedesaan memiliki kesibukan dalam bekerja dan berkarya. Pihak lembaga desa juga wajib mencatat warganya, siapa saja yang membutuhkan aktivitas dan memastikan tidak ada satu pun warganya yang tidak memiliki aktivitas alias menganggur. Segera kita laporkan ke pemerintahan Dinas Sosial & Disnaker setempat, pemkab ataupun ke Disnaker Provinsi serta diinformasikan ke pihak swasta (perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut). Upaya-upaya mengentaskan/ menghilangkan kemiskinan dengan bantuan langsung kepada orang miskin (BLT, PKH dll), bantuan terhadap keadaan individu (pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dll), persiapan bagi yang lemah. Penyebab kemiskinan yang kita ketahui ada penyebab individu atau patologis, misalnya perilaku penggunaan keuangan tanpa mengukur pemasukan. Penyebab keluarga, misalnya jumlah anggota keluarga yang tidak seimbang dengan pemasu-
kan keuangan keluarga. Penyebab agensi, misalnya adanya perang, ekonomi, perbudakan, dll. Selain itu, ada penyebab struktural, seperti diterima secara luas bahwa kemiskinan dan pengangguran sebagai akibat dari kemalasan. Menteri Sosial Agus Gumiwang optimis angka kemiskinan di Indonesia bisa terus turun hingga 9% pada 2019 (Bali Post, 2/2). Kebijakan pengentasan kemiskinan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) kembali diserahkan oleh pemerintah pusat ke daerah, di Bali khususnya Kabupaten Buleleng total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) 26.720 kepala keluarga. Total dana untuk daerah ini saja Rp 37,7 miliar lebih. Walaupun bantuan telah mengalir cukup banyak, angka kemiskinan hanya sedikit bergerak turun. Hal ini bisa terjadi karena faktor tidak adanya aktivitas kerja dan karya dari masyarakat itu sendiri. Kita semua wajib memberi kesempatan kerja sebanyak mungkin kepada masyarakat miskin. Karena
pengangguran dan kemiskinan terjadi karena kemalasan, mari kita pantau masyarakat kita untuk tidak malas bekerja dan beraktivitas. Beberapa daerah di Jembrana, Karangasem, dan Buleleng yang banyak memiliki nelayan andalan, namun para istri nelayan yang berjumlah ribuan orang tersebut membutuhkan kerja agar waktu tidak sia-sia dan bisa lebih produktif saat mereka tinggal di rumah. Mohon pihak swasta dan pemerintah dapat memikirkan hal ini. Termasuk juga para nelayan yang pada saat ombak besar dan cuaca tak bersahabat berharihari mereka tidak bisa melaut dan sangat butuh pekerjaan di darat, agar tetap bisa menghidupi kebutuhan keluarga. Mari kita turun, lihat di sekitar kita, di desa kita dan sekitar rumah kita, bila ada kemiskinan, mari bantu carikan jalan keluar. Semua pihak diharapkan membantu tersedianya lapangan kerja dengan terkoneksinya antara pemberi kerja dan pencari kerja. Hal kecil yang bisa kita lakukan, semoga dapat membantu masyarakat entas dari kemiskinan.
intah atau swasta), yaitu terkait terhadap sistem penghantaran sumber daya kepada masyarakat miskin yang dilakukan oleh pengelola program/proyek pengentasan kemiskinan. Pertama, yang perlu diperhatikan adalah mencakup agenda penciptaan akuntabilitas, transparansi, partisipasi dan penegakan hukum yang jelas dalam pengelolaan proyek pengentasan kemiskinan. Terhadap gagasan tersebut diperlukan komitmen pemimpin yang jelas untuk menciptakan good governance serta mempunyai keberanian dan ketegasan dalam mewujudkannya. Kedua, diperlukan pemimpin yang menyadari bahwa kerja pembangunan adalah kerja kolaboratif yaitu bahwa pengentasan kemiskinan merupakan suatu siklus yang pada akhirnya dapat pula memberdayakan masyarakat dan terbentuk kelembagaan sehingga program bisa berjalan secara berkelanjutan. Ketiga diperlukan kebijakan anggaran yang mengarah pada upaya pengentasan kemiskinan, hal ini sangat penting karena pada era otonomi ini program-program cenderung berorientasi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Terlepas dari beberapa hal yang telah diuraikan, yang terpenting adalah bahwa keberhasilan pengentasan kemiskinan sangat tergantung dari peran semua pihak baik pemerintah, swasta, dan masyarakat. Selain itu, perlu upaya untuk terus menyadarkan dan membongkar pemahaman yang keliru tentang kemiskinan yang ada dalam masyarakat. Perlu pembenahan mekanisme penyaluran bantuan dan tentunya didukung oleh kebijakan anggaran yang jelas terkait reduksi kemiskinan (pro poor budgeting policy). Jika hal tersebut telah beririsan maka mudah-mudahan target kemiskinan 1 (satu) persen mungkin saja dapat terwujud. Penulis, PNS pada BPS Provinsi Bali
POJOK Petani di sebelas subak di Denpasar tidak bisa bercocok tanam. - Air sulit, dikepung perumahan. *** Gedung SD di Desa Tojan keropos, orangtua siswa waswas. - Kasihan. *** Serapan produk BUMDes ke toko modern terkendala sertifikasi. - Kalah bersaing.
Penulis, pemerhati bidang ketenagakerjaan
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Rabu Umanis, 20 Februari 2018
7
Harmonisasi Umat Beragama
Wabup Sanjaya Silaturahmi ke Vihara Dharma Catta Tabanan
PAHPAHAN - Acara penyerahan pahpahan hasil pengelolaan DTW Tanah Lot tahun 2018 secara simbolis kepada 22 desa pakraman se-Kecamatan Kediri, Selasa (19/2) kemarin di Wantilan Pura Luhur Pakendungan, Beraban, Tanah Lot, Kediri.
Serahkan ’’Pahpahan’’ Secara Simbolis
Bupati Eka Tekankan Penataan dan Kebersihan DTW Tanah Lot PENYERAHAN pahpahan hasil pengelolaan DTW Tanah Lot tahun 2018 secara simbolis kepada 22 desa pakraman se-Kecamatan Kediri dilakukan Selasa (19/2) kemarin di Wantilan Pura Luhur Pakendungan, Beraban, Tanah Lot. Atas kinerja dan dedikasi seluruh jajaran manajemen operasional Pengelola DTW Tanah Lot tahun 2018, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyampaikan apresiasinya. Sekaligus menginstruksikan agar pengelola DTW lebih bersyukur karena memiliki warisan leluhur yang sangat luar biasa, seperti Pura dan Pantai Tanah Lot. Turut hadir pada kesempatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tabanan A.A. Dalem Tresna Ngurah dan Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Tabanan I Made Sukada serta seluruh OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan dan para bendesa adat yang menerima pahpahan. Dijelaskan Eka, penyerahan pahpahan hasil pengelolaan DTW Tanah Lot tahun 2018 ini merupakan anugerah. ‘’Ini anugerah yang sangat besar, di daerah lain tidak punya yang seperti ini, satusatunya di Tabanan yang mempunyai warisan leluhur yaitu Pura Tanah Lot yang menghasilkan dan
memberikan berkah kepada masyarakat Tabanan. Astungkara kita harus bersyukur karena memiliki warisan leluhur yang sangat luar biasa. Ini harus dijaga, dirawat dan disyukuri,’’ ungkapnya. Untuk itu, Bupati Eka menginstruksikan kepada seluruh pengelola DTW Tanah Lot dan seluruh OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan agar terus meningkatkan kualitas, penataan, sarana dan prasarana di DTW Tanah Lot. Salah satunya adalah menata pasar dan meningkatkan kebersihan lingkungan di DTW Tanah Lot. Agar hal ini bisa terlaksana tentu harus melakukan koordinasi dan komunikasi yang intens antara pihak DTW dengan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Di samping penataan pasar dan kebersihan lingkungan DTW, Bupati Eka juga mendorong pihak pengelola agar lebih memperkenalkan potensi kuliner yang ada di Tabanan. ‘’Bagaimana caranya agar wisatawan tidak hanya beli tiket, namun juga belanja kuliner. Nanti bicarakan ini dengan BUMDa tentang pelaksanaan teknis dan rancangannya. Cari pedagangpedagang kuliner yang mempunyai kualitas makanan yang baik, sehingga nantinya kuliner di Tabanan bisa lebih dikenal oleh para wisatawan,’’ ujar Bupati Eka. Selain itu, Bupati Eka juga menginstruksikan agar mempercepat
penerapan e-ticketing, sehingga pengelolaan manajemen di DTW Tanah Lot semakin efektif dan lebih efisien. Manajer Tanah Lot Toya Adnyana melaporkan kunjungan wisatawan tahun 2018 mengalami penurunan sebanyak 3.335.882 dari tahun 2017 sebanyak 3.497.825. Hal ini dikarenakan oleh kondisi alam yang terjadi, seperti gempa dan banjir di Jawa merupakan salah satu penyebab, sehingga sangat berpengaruh pada jumlah kunjungan. ‘’Mudahmudahan pada tahun 2019 ini, Tanah Lot kembali eksis serta tetap menjadi DTW yang menarik di mata wisatawan, yang mana kunjungan wisatawan didominasi oleh tamu asing,’’ jelasnya. Pihaknya akan memaksimalkan pengembangan kawasan barat DTW Tanah Lot yang belum maksimal seperti pengembangan wisata kuliner dan pementasan kesenian daerah. Dengan begitu wisatawan merasa nyaman berkunjung dan tidak hanya melihat keindahan pantai dan sunset semata, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Dirinya juga berharap semua pihak khususnya desa adat seKecamatan Kediri serta seluruh komponen pariwisata bersamasama menjaga DTW Tanah Lot, sehingga memberikan keamanan kepada para wisatawan. (ad675)
Tabanan (Bali Post) Sempat di kisaran Rp 6.000 per kilogram, harga jagung pipil di Tabanan saat ini turun menjadi Rp 5.600 per kilogram. Turunnya harga tersebut karena panen raya di daerah pemasok jagung. Meski demikian, dengan harga tersebut, petani masih untung. Kepala Bidang Peningkatan Produksi dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan Wayan Suandra, Senin (18/2) mengatakan, sentra penghasil jagung di Tabanan adalah Kerambitan, Selemadeg Raya dan beberapa subak di Marga. Untuk memenuhi kebutuhan jagung di Tabanan, sentra penghasil
jagung ini belum bisa memenuhi dan harus mendapatkan pasokan dari daerah lain seperti Jawa, NTB dan NTT. ‘’Harga jagung sekarang memang turun karena daerah penghasil jagung sedang panen raya. Tetapi meski turun, harganya bisa dikatakan normal dan masih memberikan keuntungan untuk petani,’’ jelas Suandra. Untuk meningkatkan produksi jagung ini, beberapa waktu lalu Tabanan mendapatkan bantuan pusat berupa bantuan program tumpang sari seluas 213 hektar. Pada program ini dialokasikan ke Subak Kesiut, Kerambitan dan kelompok tani di Baturiti. Petani
mendapatkan bantuan bibit yang terdiri dari 1,3 ton bibit jagung dan 3,6 ton bibit kedelai. Pada program ini diharapkan petani bisa menghasilkan jagung sebanyak 10 ton hingga 12 ton per hektar dan 8 ton hingga 10 ton kedelai. Salah satu peternak babi Tabanan, Nyoman Ariadi, mengatakan jagung adalah bahan pokok untuk pakan ternak. Tidak hanya babi, jagung juga dibutuhkan untuk ternak ayam. Ia menilai harga jagung saat ini memang mahal jika dilihat dari sisi perternak. Sebab, harga ideal untuk peternak adalah Rp 4.000 per kilogram dan saat ini harga jagung Rp 5.600 per kilogram. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) Ni Komang Yuliani (46), pedagang nasi bubuh (bubur) di Banjar Wanasari Belodan, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan, Selasa (19/2) kemarin, ditemukan tewas tergantung di dalam kamar tidurnya. Sontak kejadian ini mengagetkan keluarga dan kerabat terdekat. Terlebih korban dikenal ceria oleh sejumlah pelanggan. Sebelum ditemukan tewas, seorang saksi yang masih kerabat korban sempat melihat korban selesai sembahyang. Kapolsek Kota Tabanan Kompol Wayan Nuriata saat dikonfirmasi mengatakan, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri diperkirakan pukul 11.30 Wita. Sebelumnya, saksi yang juga anak korban, I Made Windu (20), serta adik ipar korban I Nyoman Sugiadi (40) pulang ke rumah un-
tuk beristirahat dari pekerjaannya sebagai tukang bangunan. Keduanya mengaku tidak ada firasat apa pun. Namun saat melintas di depan kamar tidur, anak korban kaget melihat tubuh ibunya sudah tergantung di pojok kamar. Sontak Windu teriak, sembari mencoba menurunkan tubuh ibunya dengan cara mengangkat pinggangnya, namun tidak bisa. Kemudian datang adik ipar korban, Nyoman Sugiadi, dan bersama-sama menurunkan korban dan dibaringkan di tempat tidur. Setelah diperiksa ternyata korban sudah meninggal dunia. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Bhabinkamtibmas dan diteruskan ke Polsek Tabanan. “Mendapat laporan, anggota kami langsung ke lokasi guna melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi,” ucapnya. Dari pengakuan keluarga, kor-
ban tidak pernah mengeluh sakit atau memiliki masalah, serta tidak ada firasat atau gelagat mencurigakan sewaktu ditinggal pergi bekerja. “Bahkan, ada saksi yang melihat korban sekitar pukul 11.00 Wita selesai sembahyang langsung masuk ke dalam rumah dan tidak keluar, dan menduga korban tidur,” ucap Kompol Nuriata. Keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jasad korban serta menerima kematian korban sebagai musibah atau murni gantung diri. Sementara itu, Klian Dinas Wanasari Belodan I Nyoman Sutarma mengatakan, korban rencananya akan dikuburkan Kamis (21/2) besok. Menurut pengakuan Sutarma, keseharian korban tidak mencurigakan. Bahkan, korban dikenal ceria oleh sejumlah pelanggan. (kmb28)
Harga Jagung Pipil Turun
Pedagang Bubur Gantung Diri
WAKIL Bupati (Wabup) Tabanan I Komang Gede Sanjaya melakukan silaturahmi ke Vihara Dharma Catta, Tabanan, Selasa (19/2) kemarin, dalam rangka memperingati hari raya Cap Go Meh. Acara ini sekaligus mengapresiasi perayaan Cap Go Meh karena merupakan salah satu peringatan sejarah dan lahirnya budaya yang harus dilestarikan. Cap Go Meh merupakan perlambang dari hari ke-15 dan hari terakhir dalam perayaan Tahun Baru Imlek dan dirayakan dengan jamuan besar oleh masyarakat Tionghoa. Hadir pada kesempatan tersebut, Perwakilan Forkompinda Kabupaten Tabanan, Kepala Dinas Kebudayaan IGN Supanji, Kepala Dinas Dukcapil Agung Dwipayana, DPRD Tabanan Desta Kumara dan Komang Wastana, Kabag Kesra, Camat dan perbekel serta tokoh masyarakat setempat. Wabup Sanjaya mengatakan, silaturahmi dalam perayaan Cap Go Meh merupakan bentuk harmonisasi umat beragama di Tabanan, karena daerah ini memiliki warga yang majemuk dan memiliki agama serta latar belakang yang beragam. Karenanya, silaturahmi ini bisa dijadikan sebagai media pemersatu, karena pembangunan di Kabupaten Tabanan akan berjalan dengan sukses apabila harmonisasi serta kerukunan umat beragama terus dijaga. “Saya lahir di kota ini dan saya sudah mengenal adanya vihara ini sejak kecil dan merupakan tempat bermain saya dulu. Saudara-saudara saya dari Tionghoa inilah yang mengajarkan saya berbagai permainan seperti, pingpong, bulu tangkis, dan basket. Saya berharap silaturahmi tetap terjaga untuk kesuksesan pembangunan di Kabupaten Tabanan,” ungkapnya.
Karenanya, atas jalinan rasa yang kuat tersebut apalagi Tabanan meraih penghargaan Harmoni Award, Wabup Sanjaya menginginkan agar semua umat, tidak terkecuali umat Tionghoa di Tabanan agar selalu menjaga rasa dan persatuan dengan mengedepankan toleransi antarumat. Sehingga kerukunan antarumat beragama di Tabanan bisa terus dilakukan dan ditunjukkan oleh umat di Tabanan. “Dari dulu sampai sekarang, hampir saya tidak pernah melihat pergesekan antarumat di Tabanan, dan ke depannya juga harus tetap seperti itu. Karena toleransi sangat diutamakan, sehingga umat di Tabanan, baik Hindu, Muslim, Buddha, Kristen, dan
Konghucu, saling menghormati satu sama lainnya,” tegasnya. Dirinya berharap kerukunan ini tetap dijaga dan terus dipupuk sehingga bisa bermanfaat bagi Tabanan ataupun bagi daerah lainnya. Sementara itu, Panitia Penyelanggara Perayaan Cap Go Meh, Ferijanto Chonie, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan yang dalam hal ini diwakili oleh Wabup Sanjaya, atas perhatian dan kerja samanya. Ke depannya, dirinya berharap agar semua ini tetap terjalin sesuai dengan predikat Kabupaten Tabanan, yakni kabupaten atau kota yang penuh harmoni. (ad674)
SILATURAHMI - Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, saat melakukan silaturahmi ke Vihara Dharma Catta, Tabanan, Selasa (19/2) kemarin, dalam rangka memperingati Hari Raya Cap Go Meh.
Serapan Produk BUMDes Terkendala Sertifikasi
Baru Penuhi Sekitar 5 Persen
Tabanan (Bali Post) Terobosan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang mewajibkan toko modern berjaringan menyerap 30 persen produk BUMDes dan UKM, tampaknya belum terwujud. Pasalnya, BUMDa selaku badan yang mengoordinir produk BUMDes dan UKM, baru bisa memenuhi tidak lebih dari 5 persen dari target yang ditetapkan. Ini karena serapan BUMDes ke toko berjaringan masih terkendala sertifikasi produk. Di satu sisi, toko modern juga masih mengkaji apakah produk lokal yang diajukan itu nantinya bisa bersaing dan diterima pasar. “Untuk produk BUMDes Tabanan yang masuk, perkiraan kami tidak sampai 5 persen dari space display di toko modern yang ada. Tetapi produk lokal Bali sudah ada sekitar 15-20 persen. Produk beras saja kami pantau masih didominasi beras dari Jawa,” ujar Direktur PD Dharma Santika I Putu Sugi Darmawan, Selasa (19/2) kemarin. Kata Sugi, toko modern juga akan melakukan uji coba pada produk BUMDes selama tiga bulan mulai pertengahan Maret 2019, difokuskan dulu pada 30 outlet yang ada di Tabanan, sebelum mencakup seluruh outlet yang ada di Bali. Uji coba untuk memastikan apakah produk BUMDes bisa secara perlahan menggantikan produk luar Tabanan. Untuk produk BUMDes, ada tiga komoditas yang sedang dimantapkan yakni beras, kopi, dan keripik belut. “Triwulan I tahun ini, kami masih proses sertifikasi produk beras Tabanan, baik varietas beras wangi Mentik Susu, beras merah Cendana, beras hitam Penebel dan beras konvensional, untuk sertifikasi Pangan Segar Asal Tanaman (PSAT) yang sudah lolos dari Kementan,” terangnya. Nomor sertifikasinya juga sudah keluar, tinggal menunggu sertifikat fisiknya saja. “Info Dinas Ketahanan Provinsi Bali, hari Kamis ini, dijanjikan sertifikatnya sudah keluar,” ucapnya. Dengan mulai bertambahnya varian produk yang masuk toko modern, Sugi berharap pelan tapi pasti, kuota 30 persen produk lokal Bali khususnya Tabanan bisa tercapai. “Saat ini, kami juga sedang mengurus izin BPOM untuk
produk VCO dan turunannya agar produk tersebut bisa masuk toko modern. Memang sedikit agak alot karena kami harus merevisi ruang produksi dan pengemasan agar benar higienis dan sesuai standar yang berlaku,” ujarnya. Seperti diketahui, sebelumnya Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengeluarkan aturan tegas untuk 170 toko modern berjejaring yang ada di Kabupaten Tabanan. Mereka diminta bisa menyerap 30 persen produk Badan Usaha Milik Daerah (BUMDa) atau hasil UKM. Jika tak diindahkan, Bupati Eka tidak segan-segan akan mencabut izin usaha yang telah mereka kantongi, khususnya bagi toko modern berjejaring yang sudah beroperasional selama ini. Menguatkan aturan tersebut, pihaknya juga sudah membuat Perbup sebagai payung hukum pelaksanaan. Perbup ini merupakan turunan atau tindak lanjut dari Perda Toko M o d e r n yang telah disahkan tahun 2016 s i -
lam. Hal ini bentuk dukungan Pemda Tabanan pada petani, yang dinaungi dengan payung hukum jelas. (kmb28)
”Untuk produk BUMDes Tabanan yang masuk, perkiraan kami tidak sampai 5 persen dari space display di toko modern yang ada. Tetapi produk lokal Bali sudah ada sekitar 15-20 persen. Produk beras saja kami pantau masih didominasi beras dari Jawa.” I Putu Sugi Darmawan
’’Karya Padudusan Agung’’ di Pura Batur Suda Tabanan (Bali Post) Krama pangempon Pura Batur Suda antusias ngaturang ayah menjelang puncak Karya Agung Mamungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih, Mupuk Padagingan, Mapadudus Agung dan Wrespasti Kalpa Utama yang dilangsungkan Selasa (19/2) kemarin. Pasalnya, upacara yadnya ini baru pertama kali digelar setelah rampungnya renovasi total, baik itu bangunan maupun palinggih di Pura Batur Suda yang berlokasi di Banjar Suda Kanginan, Desa
KARYA - Puncak Karya Mamungkah dan Padudusan Agung Pura Batur Suda, Selasa (19/2) kemarin.
Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan. Ketua Panitia Pembangunan sekaligus Ketua Panitia Karya I Wayan Sudayasa didampingi sekretaris panitia Drs. Ketut Nama, M.Hum. menyampaikan, renovasi dilakukan secara bertahap mulai tahun 2006. Tahap pertama atau tahun 2006 sampai dengan 2008, dilakukan renovasi seluruh palinggih alit, kemudian tahun 2010-2011 dilanjutkan dengan renovasi palinggih ageng, cemanggen ageng dan piyasan. Tahun 2011-2013 pembangunan kori ageng, cemanggen madya mandala, serta panyengker kiri-kanan dan alingan, lanjut di tahun 2013-2016 pembangunan panyengker di bagian utara, selatan dan timur, dan tera-
khir tahun 2016-2017 untuk bagian mandala utama, bale gong, panyengker di madya mandala, dan apit curang. Total pembangunan sampai dengan rangkaian upacara yadnya telah menghabiskan dana sekitar Rp 1,5 miliar, dari iuran 141 KK pangempon tersebar di Pandak Gede, Kediri dan Banjar Suda Desa Nyitdah, dari Arya Kenceng, Bendesa Manik Mas, Pasek Gelgel dan Arya Tangkas Agung. Diakuinya, rasa bakti krama pangempon terhadap Ida Sesuhunan di Pura Batur Suda sangat kuat, secara bertahap dari iuran yang dikenakan pada masing-masing KK pangempon, renovasi rampung dengan baik, bahkan baik palinggih
maupun bangunan lainnya menggunakan bahan dengan kualitas baik. Aedan karya dimulai 15 Januari lalu dengan upacara matur pakeling lan ngaturang guru piduka. Dilanjutkan 29 Januari upacara ngingsirang Ida Batara sami, tanggal 13 Februari mapepada caru tawur manca kelud lantur makarya caru dan tanggal 14 Februari ngilenang caru tawur manca kelud agung. Puncak karya yang dilaksanakan nemonin Purnama Kasanga kemarin di-puput tiga sulinggih yakni Ida Pedanda Siwa Geria Taman Sari, Ida Pedanda Budha Geria Jadi dan Ida Rsi Geria Batan Poh, Tegal dibantu Jero Mangku Pura Batur dan Dewa Mangku Puseh. (kmb28)
BULELENG
8
Rabu Umanis, 20 Februari 2019
Bali Post/kmb38
EVAKUASI – Personel TRC BPBD Buleleng melakukan evakuasi pohon asam yang tumbang dan menutup Jalan Singaraja – Bangli tepatnya di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Selasa (19/2) kemarin.
Terhalang Pohon Tumbang
Jalur Singaraja-Bangli Macet 30 Menit Singaraja (Bali Post) – Jalan Singaraja – Bangli tepatnya di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan mengalami kemacetan, Selasa (19/2) kemarin. Ini karena sebatang pohon asam tumbang dan menutup penuh badan jalan tersebut. Akibatnya, arus lalu lintas dari kedua arah macet sekitar 30 menit. Dari informasi yang dikumpulkan di lokasi, sebelum kejadian hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Desa Bila dan sekitarnya. Situasi ini ditambah parah dengan tiupan angin ken-
cang. Guyuran hujan dan tiupan angin kencang membuat pohon asam yang tumbuh di pinggir jalan tumbang. Batang pohon dengan diameter sekitar 80 cm dengan ketinggian sekitar 8 meter,
Reformasi di Peradilan Dicanangkan Zona Integritas Singaraja (Bali Post) – Buleleng mendukung Pencanangan dan Pembangunan Zona Integritas di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja dan Pengadilan Agama (PA) Singaraja. Program ini dipandang urgen apalagi ada upaya dari pusat untuk meningkatkan reformasi birokrasi khususnya di lingkungan lembaga peradilan di daerah. Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan hal itu usai menghadiri Pencanangan dan Pembangunan Zona Integritas, Selasa (19/2) kemarin. Menurutnya, pelayanan ramah, cepat, dan berintegritas seperti itu memang sangat diperlukan dan sudah lama dinantikan masyarakat. Pencanangan itu merupakan program positif dari jajaran Mahkamah Agung (MA) terkait pelaksanaan pelayanan kepada publik yang optimal sebagai wujud reformasi bi-
rokrasi. Pemerintah daerah sangat komit dan memberikan dukungan pencanangan dan pembangunan Zona Integritas itu. “Sudah tentu kita dukung pencanangan ini. Ini merupakan bentuk terobosan efektif. Setiap warga sangat ingin mendapat pelayanan optimal terkait kasus-kasus di peradilan itu,” katanya. Ketua PN Singaraja Sudar, S.H., M.Hum. mengatakan, pencanangan Zona Integritas itu untuk mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kedua program itu tujuannya agar publik mendapat pelayanan peradilan maksimal. Untuk mencapai tujuan itu diperlukan dukungan semua komponen masyarakat dan jajaran pemerintahan, sehingga Zona Integritas itu bisa terlaksana dan memberikan hasil sebagaimana diharapkan. (kmb38)
Telepon Penting
BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan
3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900
roboh melintang ke tengah jalan. Beruntung, saat kejadian, arus lalu lintas masih sepi, sehingga kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, akibat halangan batang pohon, kendaraan
dari arah Bangli dan sebaliknya dari Singaraja tidak dapat melintas. Menyusul kejadian itu, warga di lokasi kejadian melapor ke Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Dengan sigap personel TRC yang dilengkapi peralatan gergaji mesin langsung mengevakuasi pohon yang melintang di tengah
jalan. Batang pohon itu dipotong menjadi beberapa bagian kemudian disingkirkan ke pinggir jalan. Sekitar 30 menit lalu lintas tertahan dan kembali normal setelah batang pohon itu dibersihkan. Namun, pembersihan secara keseluruhan dilakukan di pinggir jalan, sehingga penanganan tuntas dilakukan sekitar satu jam kemudian.
Anggota TRC BPBD Buleleng, Wawan, mengatakan penyebab pohon tumbang itu diduga karena tidak kuat menahan beban akibat angin kencang. Hal itu bertambah parah dengan kondisi batang yang sudah lapuk dan tanah tergerus air, sehingga pohon akhirnya tumbang. “Setelah kami assessment pohon itu tumbang, karena
hujan dan angin. Selain itu, batangnya juga lapuk, sehingga pohonnya tumbang dan menutup jalan,” katanya. Di sisi lain, Wawan mengatakan, sepanjang jalur Singaraja-Bangli banyak pohon perindang yang berusia tua. Atas kondisi itu, pengendara diimbau agar waspada ketika melintas saat hujan atau angin kencang. (kmb38)
Bangun Iradiasi Gamma Rp 150 Miliar Produk Bisa Diawetkan, Hindari Harga Murah dari Tengkulak Singaraja (Bali Post) – Masih ingat dengan wacana pembangunan iradiasi gamma di Buleleng? Rencana itu ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian (Distan) Buleleng dan Badan Perencana Pembangunan Daerah Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang) Buleleng. Buleleng telah mengajukan proposal ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia (KementanRI). Tidak tanggung-tanggung, nilai proposal untuk mendapat bantuan biaya pembangunan fasilitas pengawetan produk pertanian dan perkebunan tersebut mencapai Rp 150 miliar. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Made Sumiarta di ruang kerjanya Selasa (19/2) kemarin, mengatakan, sebelum mengajukan proposal, pemerintah daerah bersama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) telah melakukan kajian teknis dan perizinan iradiasi gamma pertama di Bali tersebut. Dari kajian itu kemudian ditindaklanjuti menyusun proposal untuk mendapatan biaya pembangunan infrastruktur penunjang pertanian dan perkebunan itu. Secara garis besarnya, untuk membangun iradiasi gamma yang menjadi proyek percontohan (pilot project - red) tersebut memerlukan anggaran Rp 150 miliar. “Ini tindak lanjut setelah pemerintah daerah menan-
datangani MoU dengan Batan. Selain itu, iradiasi gamma ini kebijakan kita di daerah yang fokus mengatasi permasalahan pertanian dan perkebunan,” katanya. Iradiasi gamma, kata Sumiarta, yang akan dibangun itu merupakan proyek strategis. Pasalnya, infrastruktur ini berfungsi mengawetkan komoditas produk pertanian dan perkebunan, termasuk produk pangan yang dihasilkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dengan teknologi pengawetan teruji itu petani atau penggiat UMKM dapat menyimpan kumoditasnya tanpa harus menjual, meskipun ditawar dengan harga murah. Sebaliknya, produk itu masih bisa disimpan sembari menunggu harga yang layak, sehingga terhindar dari kerugian yang kerap kali dilakukan oknum pengepul atau tengkulak. Pemanfaatan iradiasi gamma itu tidak saja untuk petani dan pelaku UMKM di Buleleng. Namun sentra pengawetan itu juga dibangun untuk menyerap produk pertanian perkebunan. Selain itu, produk UMKM dari kabupaten tetangga seperti Kabupaten Karangasem, Bangli, Tabanan, dan Kabupaten Jembrana. Karena pemanfaatan sebagian besar kabupaten di Bali, sehingga Gubernur Bali Wayan Koster turun tangan berjuang agar usulan proposal pembangunan iradiasi itu bisa dibangun di Bali Utara. “Pemprov
Bali dipimpin langsung Gubernur Bali mengawal seluruh proses. Bappeda dan Dinas Pertanian se-Bali sudah memetakan produk-produk pertanian yang ada di Bali, yang akan memanfaatkan iradiasi di daerah k i t a , ” jelasnya. (mud)
Hujan Deras, Atap Rumah Ambruk
Lari Selamatkan Diri, Lima Orang Terhindar dari Musibah Satu keluarga di Dusun Ideran, Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar nyaris tertimpa rangka kayu dan atap rumah yang ambruk karena hujan deras. Selain kerusakan bangunan, pemilik rumah tidak bisa menyelamatkan perlengkapan rumah tangga karena tertimpa rangka kayu yang patah dan pecahan atap rumah. Bagaimanakah selanjutnya nasib pemilik rumah yang tertimpa bencana itu?
Bali Post/ist
ATAP RUMAH AMBRUK – Diguyur hujan, rangka dan atap rumah Gede Suantara (29), warga Dusun Ideran, Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar ambruk.
INFORMASI yang diperoleh di lapangan, Selasa (19/2) kemarin, lima orang menghuni rumah seder hana itu. Mereka adalah Gede Suantara (29) bersama istrinya, Ida Ayu Putu
Maha Agustini, anaknya Putu Angga Mahesa Putra dan termasuk kedua orangtuanya, Made Kercis dan Made Budiasa. Keluarga itu sebelumnya memang sudah masuk daftar penerima bantuan bedah rumah dari pemerintah. Persoalan ekonomi, membuat keluarga itu belum mampu memperbaiki rumahnya secara mandiri. Sehingga rumah itu mengalami kerusakan parah. Meski rusak, Suantara dan keluarganya terpaksa tetap tinggal di rumah sederhana berdinding batako itu. Sebelum kejadian Minggu (17/2) malam, Suantara beristirahat di dalam rumah. Saat itu, hujan melanda Desa Kayuputih dan sekitarnya. Sekitar pukul 23.00 Wita, hujan semakin deras, bahkan disertai angin kencang. Saat itu, atap rumahnya ambruk. Beruntung, Suantara bersama keluarganya dengan cepat lari ke luar rumah
menyelamatkan diri. Rangka kayu itu diduga sudah rapuh, sehingga tidak kuat menahan atap asbes, akhirnya atap itu ambruk. Selain kerusakan rumah, keluarga ini juga gagal menyelamatkan barang perlengkapan rumah tangga yang tertimpa rangka kayu yang patah dan pecahan atap rumah. Pascakejadian itu, Suantara tinggal sementara di rumah kerabatnya yang tidak jauh dari lokasi rumahnya. Kemarin, keluarga dan tetangganya bergotong royong membersihkan atap rumah yang ambruk itu. Untuk sementara, atap rumahnya yang masih utuh kembali dipasang kemudian ditutup terpal plastik yang sebelumnya dibuat tiang penyangga dari batang bambu. Perbekel Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar I Made Sudiarta membenarkan, kerusakan rumah warganya itu akibat cuaca ekstrem.
Dia mengatakan bencana itu sudah dilaporkan kepada pemerintah kecamatan dan diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Menunggu atensi optimal dari pemerintah, sementara kerabat dan juga warga, serta aparat desa dan kecamatan bergotong royong memperbaiki kerusakan rumah korban itu. Sehingga rumah itu untuk sementara bisa ditinggali. Selanjutnya, masih menunggu perbaikan secara permanen. “Benar, rumah korban itu ada kerusakan. Keluarga Gede Suantara itu memang masuk warga kurang mampu. Penanganan darurat sudah dilakukan dengan cara gotong royong. Kerusakan rumah itu juga sudah kami laporkan ke pemerintah yang berwenang, agar bisa dibantu perbaikan rumah permanen,” harap Perbekel Made Sudiarta. (mud)
Rabu Umanis, 20 Februari 2019
GIANYAR
9
Bali Post/kmb35
PEDAGANG - Suasana aktivitas pedagang di Pasar Desa Singakerta, Ubud, Selasa (19/2) kemarin.
Pasar Desa Singakerta Sepi Pembeli Gianyar (Bali Post) Beberapa tahun dibuka, Pasar Ubud II yang dibangun di Desa Singakerta, Ubud tampak masih sepi pembeli. Tidak hanya sepi pembeli, pasar ini juga minim pedagang. Padahal, lokasi tersebut rencananya menjadi wadah untuk pedagang pagi di Pasar Ubud. Pantauan Bali Post Selasa (19/2) kemarin, aktivitas di pasar tersebut terlihat sepi. ‘’Sebelumnya, saya jualan di Pasar Ubud. Namun karena pedagang bermobil dibatasi waktunya, jadi saya pindah ke sini. Kalau
di Pasar Ubud, pukul 06.00 Wita, sudah harus bersih. Di sini (Pasar Desa Singakerta -red) sampai pukul 09.00 Wita, masih bisa berjualan. Namun, risikonya pembeli memang lebih sedikit,’’ kata salah satu pedagang di pasar
Kasus Laporan Palsu
Sukerti Dilimpahkan ke Kejaksaan
Gianyar (Bali Post) Kasus laporan palsu dengan tersangka Ni Wayan Sukerti dipastikan terus dilanjutkan oleh jajaran Polsek Sukawati. Bahkan, berkas dari tersangka berusia 38 tahun ini rencananya akan dilimpahkan ke kejaksaan, Rabu (20/2) hari ini. Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Jaya Winangun mengatakan, berkas kasus laporan palsu dengan tersangka Sukerti sudah diproses oleh polisi. ‘’Tersangka tetap diproses itu. Rabu ini, berkasnya akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk tahap II,’’ kata Jaya Winangun saat mendampingi Kapolsek Sukawati AKP Suryadi, Selasa (19/2) kemarin. Meskipun berkas kasus ini sudah masuk tahap II, kata Jaya Winangun, namun sejak ditetapkan sebagai tersangka pada November lalu, polisi tidak melakukan penahanan terhadap tersangka. ‘’Tidak kita tahan, karena pertimbangan dia juga punya anak yang masih kecil,’’ jelasnya. Sebelumnya, setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sukawati, akhirnya Ni Wayan Sukerti ditetapkan sebagai tersangka mulai Kamis (8/11). Namun, polisi belum melakukan penahanan terhadap wanita beralamat di Gang Walet, Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati itu. Dalam hal ini, polisi juga mempertimbangkan aspek tersangka yang masih punya balita. ‘’Kemarin anaknya juga sempat sakit, jadi kita tidak tahan. Namun, yang bersangkutan tetap wajib lapor. Kalau nanti ada indikasi mau kabur, barulah langsung ditahan,’’ katanya. Jaya Winangun mengatakan, polisi sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan terhadap Sukerti dan sejumlah saksi. ‘’Sukerti sudah beberapa kali diperiksa, termasuk juga tiga orang saksi yang saat kejadian berada di sekitar lokasi,’’ katanya. Polisi juga melakukan rekonstruksi di lapangan untuk menyinkronkan keterangan tersangka, saksi dan TKP. Hingga akhirnya polisi menemukan kejanggalan. ‘’Setelah kita interogasi lagi secara perlahan, akhirnya Sukerti mengakui berbohong,’’ jelasnya. Jaya Winangun mengatakan, perempuan asal Nusa Penida, Klungkung ini berbohong dengan tujuan menakut-nakuti anak nomor satunya yang sekolah di SDN 3 Batubulan Kangin. Selain itu, ibu dua anak ini terinspirasi berita-berita penculikan di medsos. Atas perbuatannya itu, ibu rumah tangga ini dijerat dengan Pasal 220 KUHP tentang membuat laporan palsu. (kmb35)
tersebut, Ni Nengah Yanti. Menurut perempuan asal Desa Pupuan Kecamatan Tegallalang ini, dia sudah lima tahun berjualan di pasar tersebut. Dibandingkan pada awal dibuka, memang sudah ada kemajuan pengunjung
meskipun tidak signifikan. ‘’Sudah ada peningkatan pengunjung pada pagi harinya. Itu pun dari masyarakat Desa Singakerta. Meskipun lahan di pasar ini luas, tapi jumlah pembeli atau pengunjung dikalahkan oleh Pasar Desa Sayan yang lebih belakangan dibangun,’’ katanya. Yanti mengatakan, pedagang yang berjualan di Pasar Ubud terkadang juga mencari barang dagangan
di Pasar Desa Singakerta, kemudin dijual di Ubud. Menurutnya, jika barang dagangannya tersisa, ia juga berjualan ke warungwarung yang ada di dekat pasar tersebut. ‘’Saya berangkat dari Tegallalang pukul 04.00 Wita dan berjualan di pasar ini hingga pukul 09.00 Wita. Selanjutnya sampai pukul 13.00 wita, saya melanjutkan berjualan dengan menjaja-
kan dagangan berupa buah dan sayuran ke warungwarung,’’ katanya. Yanti mengaku sangat menyayangkan sebagian gedung pasar yang berbentuk huruf U tersebut masih lengang atau tidak ditempati oleh pedagang. Gedung yang digunakan sejumlah pedagang hanya pada sisi timur, sedangkan sisanya masih kosong seperti aula yang tak dipergunakan. Dikonfirmasi terpisah,
Kepala Disperindag Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba mengatakan, rencananya bangunan pasar tersebut dihibahkan ke desa adat setempat. Namun sampai sekarang diakui belum ada informasi lebih lanjut terkait rencana tersebut. ‘’Belum ada info lebih lanjut. Rencananya, itu dikelola desa adat dan sudah lama sekali saya tidak mengecek ke sana,’’ katanya. (kmb35)
Pasar Tubuh Diharapkan Bisa Tingkatkan Perekonomian Masyarakat BUPATI Gianyar I Made Mahayastra meresmikan dan menyerahkan Pasar Tubuh, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Selasa (19/2) kemarin. Revitalisasi pasar yang menghabiskan anggaran Rp 2 miliar itu diharapkan bisa meningkatkan roda perekonomian
desa setempat. Terlebih penataan Pasar Tubuh merupakan salah satu pasar yang termasuk program kerja Gianyar Aman. Peresmian tersebut dihadiri pula oleh pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Gianyar terdiri atas Kesbangpol Kabupaten Gianyar,
MERESMIKAN - Bupati Gianyar I Made Mahayastra meresmikan Pasar Tubuh, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Selasa (19/2) kemarin.
Bappeda, PU, Camat Blahbatuh, Perbekel Bedulu dan Keramas, serta jajaran klian dinas kelima banjar yang ada. “Saya sengaja memilih hari baik, yaitu Purnama untuk meresmikan pasar ini. Tujuannya di hari yang baik ini penggunaan dan manfaat pasar bisa menjadikan masyarakat Bedulu lebih baik juga,” ujar Bupati Gianyar yang berasal dari Kecamatan Payangan ini. Pada kesempatan itu, bapak tiga orang anak ini juga memaparkan terkait beberapa pasar yang menjadi program penataannya. Seperti Pasar Tubuh, Pasar Silakarang, Pasar Lebih, Pasar Keramas, Pasar Batubulan Kangin, dan Pasar Medahan. Ia juga mengungkapkan, dengan target tiga tahun ke depan, beberapa desa sudah siap memiliki pasar yang bisa mengubah perekonomian masyarakat. “Menurut saya, Pasar Tubuh ini kelas satu, karena lokasinya sangat strategis. Begitu juga dagangan yang ada. Salah satunya, pusat anyaman. Artinya, Pasar Tubuh telah memiliki nama. Jika dibandingkan mencari brand atau nama itu sangatlah susah
dan memerlukan waktu bertahuntahun,” jelas Bupati yang sempat selama dua periode menjabat sebagai Ketua DPRD Gianyar ini. Sementara itu, Ketua Panitia Peresmian Pasar Tubuh I Gusti Ngurah Made Serana mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Gianyar. Pasalnya, para pedagang sudah bisa menempati tempat berjualannya. Ia memaparkan, jumlah pedagang pasar los 45 orang, dan pedagang yang menempati ruko 20 orang. “Ke depannya, saya mohon juga ditata di areal parkirnya, karena tempatnya masih semrawut dan sering memicu kemacetan yang disebabkan oleh pembeli parkir di bahu jalan,” imbuhnya. Pria yang juga menjabat Bendesa Bedulu ini menambahkan, Pasar Tubuh secara tempat memang berada di pusat keramaian, yakni jalur Goa Gajah – Tampaksiring yang sangat ramai. Ke depan, rencananya pasar tersebut akan menjadi pusat perekonomian Desa Pakraman Bedulu, mengingat pedagang semua adalah warga asli Bedulu. (ad664)
Produksi Air Minum Dalam Kemasan
Pemkab Perlu Anggaran Rp 20 Miliar Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar kini berencana menyiapkan unit usaha yang memproduksi produk air minum dalam kemasan. Berbagai persiapan tentunya harus dilakukan guna merealisasikan rencana tersebut. Salah satunya, diperlukan anggaran cukup besar yakni mencapai Rp 20 miliar. Bupati Gianyar Made Mahayastra menerangkan, sebelumnya pemerintah sudah menetapkan Perda Perumda Air Minum Tirta Anyar. Perda tersebut akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Peraturan Bupati dan Peraturan Direksi yang mengatur tentang stan-
dar kompetensi SDM, kebutuhan restrukturisasi organisasi, antisipasi SDM yang terkait hubungan keluarga, dan rencana pembentukan unit usaha baru. ‘’Termasuk juga akan diikuti dengan pembentukan unit usaha air minum dalam kemasan,’’ kata Mahayastra, belum lama ini. Mahayastra mengatakan, rencana ini tentunya tidak bisa langsung terwujud. Ada sejumlah persiapan yang harus dipenuhi. Bahkan, total investasi dari rencana ini mencapai Rp 20 miliar. ‘’Ini baru perkiraan. Investasinya senilai Rp 20 miliar. Namun, itu masih dalam kajian termasuk
perhitungan break event pointnya,’’ ujarnya. Menurut Mahayastra, rencana ini dicetuskan begitu melihat sasaran konsumen yang cukup banyak di Kabupaten Gianyar, seperti instansi pemerintah ataupun swasta yang meliputi hotel dan restoran. ‘’Melihat peluang ini, kenapa kita tidak menggunakan sumber yang ada yang nantinya bisa lebih higienis dan lebih murah. Toh, nanti keuntungannya bisa menjadi milik masyarakat,’’ tegasnya. Sementara itu, terkait dengan nama Perumda Tirta Anyar yang mengandung filosofi air minum baru, diusulkan dalam
Ranperda tentang Pendirian Perumda Air Minum. Namun, sebagai alternatif diusulkan perubahan nama Perumda Air Minum yang semula Tirta Anyar menjadi Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani yang mengandung filosofi air suci yang memberikan kehidupan. Sedangkan untuk logo akan diatur dengan Peraturan Bupati. ‘’Nama bisa saja Sanjiwani biar satu-kesatuan,’’ ujar Mahayastra. Sementara itu, Dirut PDAM Gianyar I Made Sastra Kencana mengatakan harus ada kajian terlebih dahulu untuk kelayakan sumber air, bila dijadikan air minum dalam kemasan.
Tentunya yang mendekati kelayakan ialah mata air. Ia mencontohkan mata air di Desa Bukian yang sudah dijadikan air minum dalam kemasan dan dikelola oleh BUMDes setempat. ‘’Seperti di Desa Bukian itu sudah bagus pengelolaannya,’’ katanya. Menurut Sastra Kencana, sumber air PDAM belum ada yang digunakan untuk rencana tersebut. Ditegaskan, harus ada pengujian pH air jika akan dijadikan air minum dalam kemasan. ‘’Belum ada sumber PDAM yang mau digunakan. Saya juga belum ada memeriksa PH sumber air kita,’’ ujarnya. (kmb35)
Dua Bulan, Polsek Sukawati Ungkap Delapan Kasus Gianyar (Bali Post) Dua bulan terakhir pada awal 2019 ini, jajaran Polsek Sukawati berhasil mengungkap delapan kasus kriminal. Delapan kasus itu meliputi kasus penipuan dan penggelapan dengan cek kosong, pencurian dengan pemberatan, pengancaman, penggelapan perhiasan dan pencurian biasa. Ancaman hukuman untuk delapan tersangka ini semuanya di atas lima tahun. Kapolsek Sukawati AKP Suryadi mengatakan, kasus menonjol yang terjadi di wilayah hukum Polsek Sukawati yakni pencurian. Khususnya Desa Batubulan dinilai paling rawan kasus pencurian. ‘’Desa Batubulan sangat rawan karena di sana heterogen, penduduknya padat dan dekat dengan Kota Denpasar,’’ jelas
AKP Suryadi didampingi Kanitreskrim Polsek Sukawati Iptu Gusti Ngurah Jaya Winangun, Selasa (19/2) kemarin. Selain faktor kepadatan penduduk, kata Suryadi, kesadaran masyarakat untuk menjaga barang berharganya juga masih rendah. Pihaknya sudah menyampaikan imbauan melalui Babhinkamtibmas, agar masyarakat jika keluar rumah meletakkan barang berharga di tempat yang aman dan terkunci. Sebab, mayoritas pencuri menyasar rumahrumah kosong dan keteledoran pengguna kendaraan yang menaruh dompet maupun HP dalam bagasi sepeda motor. ‘’’Jangan menaruh barang berharga sembarangan,’’ katanya. Kanitreskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Jaya Winangun menambahkan, dari
pengungkapan delapan kasus ini juga diamankan delapan orang tersangka. Tersangka penipuan dengan cek kosong, I Kadek Sukadana. Modus tersangka yang berusia 33 tahun asal Banjar Pekandelan, Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Badung ini dengan membeli barang jenis batu cadas pada korban I Wayan Suteja di Banjar Kederi, Desa Singapadu Kaler dan berulang kali menunggak pembayaran. Hingga tunggakan mencapai Rp 23 juta. ‘’Pelaku kemudian pura-pura membayar dengan cek, namun saat korban mencoba mencairkan ternyata cek tersebut kosong. Pelaku dikenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan,’’ jelas Winangun. Tersangka kedua yakni Mohammad Qufron (31). Tersang-
ka asal Jember, Jawa Timur ini mencuri uang dalam bagasi sepeda motor majikannya Rp 28 juta. Sebelum ditangkap, tersangka mempergunakan uang hasil curian tersebut untuk membeli sepeda motor bekas, sebuah HP dan untuk foya-foya. Terhadap tersangka dikenakan pasal 362 KUHP tentang pencurian. Selain itu, tersangka yang diamankan Rehu Yunus Maitang (19) bersama rekannya Esi Yesua Lapui (21) asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur yang melakukan tindak pidana pengancaman. Keduanya dikenakan pasal 335 KUHP ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke 1e tentang Pengancaman. Ada pula tersangka Gusti Ngurah Saputra alias Samson (35) asal Banjar Tatiapi Kaja, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan
Bali Post/kmb35
KASUS - Rilis pengungkapan kasus di wilayah hukum Polsek Sukawati selama dua bulan terakhir, Selasa (19/2) kemarin. Tampaksiring yang melakukan penggelapan barang kerajinan seharga Rp 348 juta. Tersangka Dewa Gede Emen asal Desa Kusamba, Klungkung yang mencuri HP di parkiran sebuah
minimart Jalan Pasekan, Desa Batubulan. Dua tersangka lagi, yakni Komang Budiantara (35) asal Banjar Budaireng, Desa Batubulan Kangin yang mencuri HP dan uang di wilayah
Desa Sukawati dan tersangka Martinus Kedu (28) asal Nusa Tenggara Timur yang mencuri HP dan powerbank di sebuah rumah di Banjar Pabean, Desa Ketewel. (kmb35)
JEMBRANA
10
Rabu Umanis, 20 Februari 2019
Dibantah, Kerusakan Hutan Akibat Program Hutan Desa Negara (Bali Post) –
Bali Post/olo
PEMERIKSAAN – Tim identifikasi melakukan olah TKP kasus gantung diri warga di Pancaseming, Desa Batuagung, kemarin pagi.
Diduga Depresi karena Sakit
Warga Pancaseming Gantung Diri di Pohon Cengkeh
Negara (Bali Post) – Diduga tertekan akibat kondisi sakit menahun, seorang warga Pancaseming, Desa Batuagung nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon cengkeh. Korban, I Made Lastra (57) ditemukan tergantung menggunakan kain sarung oleh keluarganya pada Selasa (19/2) dini hari. Dari informasi, korban sempat diketahui hilang tidak ada di dalam rumah. Oleh anaknya, I Putu Wira Utama (28), kemudian dicari di sekitar rumah dan sekitar
pukul 02.00 Wita korban terlihat tergantung di ranting pohon cengkeh. Setelah dilihat lebih dekat, korban diketahui sudah meninggal dunia. Kemudian oleh istri korban, Sayu Komang Suarni, korban diturunkan dan melaporkan kejadian itu ke klian subak setempat. Polsek Kota Negara bersama tim identifikasi kemudian turun melakukan pemeriksaan. Dari hasil olah TKP dan hasil pemeriksaan medis, dokter dari Puskesmas Jembrana 1 Dangintukadaya, dari fisik korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda
kekerasan. Kuat dugaan korban meninggal dunia karena gantung diri. Kapolsek Kota Negara Kompol I Ketut Maret dikonfirmasi kemarin membenarkan kejadian orang meninggal gantung diri itu. Dari penyelidikan, diduga korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran putus asa dipicu sakit yang dideritanya cukup lama. Korban diketahui menderita sakit typus dan katarak cukup lama. “Dari pihak korban telah menerima dan mengikhlaskan atas kejadian ini, diduga korban putus asa,” pungkas Kapolsek. (kmb26)
Meskipun telah ada Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan, hingga saat ini program Hutan Desa untuk sembilan desa di Kabupaten Jembrana belum berjalan. Hal ini ditegaskan untuk membantah tudingan terjadinya kerusakan hutan yang mengakibatkan banjir akibat dari Program Hutan Desa. Meskipun program Hutan Desa memberikan akses pengelolaan kepada masyarakat, prinsip kelestarian masih tetap dipertahankan. Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kehutanan Provinsi Bali Abdul Muthalib di sela-sela pengecekan di Tukad Biluk Poh, belum lama ini. Disebutkan Muthalib, dari total luas hutan di Jembrana, yakni 35 ribu hektar, diketahui sekitar 108 hektar lebih statusnya kritis. Rusak akibat alam sendiri maupun ulah manusia. Pihaknya menepis bahwa program Hutan Desa ini menjadi penyebab banjir bandang beberapa waktu lalu di Penyaringan. “Memang sudah ada SK Menteri Kehutanan, tetapi belum jalan. Sekarang sudah ada sembilan desa di Jembrana yang mendapatkan izin,” tegasnya. Saat ini Dinas Kehutanan masih menyusun rencana kerja hutan desa serta rencana kerja tahunan yang nantinya sebagai arahan pengelola hutan desa. Sehingga dipastikan hutan desa itu belum dimulai. Selain upaya pendekatan melalui Hutan Desa, Dinas juga melakukan upaya untuk rehabilitasi hutan. Baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan seperti dengan menanam bibit pohon. Tetapi upaya itu tidak
akan berjalan tanpa dukungan dari masyarakat sekitar Abdul Muthalib menjelaskan, melalui program Hutan Desa ini sejatinya merupakan upaya pemerintah dalam langkah rehabilitasi dan pelestarian hutan lindung melibatkan masyarakat sekitar. Program Hutan Desa menurutnya sebagai upaya pemerintah supaya masyarakat ikut mengelola hutan secara legal. Pendekatan keamanan hutan yang dilakukan, yakni dengan merangkul masyarakat. Bukan lagi kejar-kejaran dengan petugas seperti dulu. Tetapi meskipun hutan desa memberikan akses desa untuk mengelola, ada batasan-batasannya. “Ada hak dan kewajiban yang menerima hutan desa. Apa yang akan dilakukan nanti muaranya pada pelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat desa itu,” terangnya. Potensi yang dimiliki hutan itu bisa dimanfaatkan, misalnya sumber air, menanam pohon produksi, wisata, dan lainnya, tetapi tetap ada batasannya. “Masyarakat tetap harus menjaga agar lestari, jangan sampai hutan desa justru merusak lingkungan,” tambahnya. (kmb26)
Abdul Muthalib
Bali Post/olo
Upacara ”Melaspas Padma Genah Melasti” di Segara Desa Pengambengan Pemkab Jembrana Gelontorkan Rp 350 Juta
Bali Post/kmb
DIAMANKAN - Dua tersangka pencurian dan pemberatan (curat) serta barang bukti diamankan di Polres Jembrana.
Dua Pelaku Curat Ditahan Polres Jembrana Negara, (Bali Post) Jajaran Satuan Reskrim Polres Jembrana, menahan dua tersangka pencurian dan pemberatan (curat). Kedua pelaku yaitu Putu Suastika (25), seorang buruh harian lepas dari Banjar Dinas Tengah, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng dan Tu Bagus Prasetya Kusuma Nanda (20) dari Banyuwangi, Jawa Timur. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita didampingi oleh KBO Satuan Reskrim Polres Jembrana Iptu I Putu Merta dan Paur Subbag Humas Polres Jembrana Aiptu I Ketut Sudarma Wiyasa, Senin (18/2) mengatakan, kedua tersangka dijerat pasal 363 dan 362 jo 65 KUHP. Putu Suastika ditangkap karena ada laporan kehilangan sepeda motor yang terjadi di beberapa tempat di wilayah hukum Polres Jembrana, sehingga dengan kejadian tersebut tim opsnal
Polres Jembrana melakukan penyelidikan. Dan dari hasil penyelidikan mengarah kepada tersangka Putu Suastika sebagai pelakunya. Tersangka mengambil sepeda motor dengan kunci palsu dan kunci nyantol. Selasa (8/1) sekira pukul 00.30 WIB bertempat di Jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Curahrejo, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, tersangka berhasil diamankan. Dari hasil intrograsi tersangka Putu Suastika mengakui perbuatannya telah mengambil sepeda motor di beberapa tempat di wilayah hukum Polres Jembrana yang dilakukan bersama istrinya yang bernama Riskiati yang pada saat dilakukan penangkapan, yang bersangkutan telah melarikan diri. Selanjutnya polisi membawa tersangka dan barang bukti ke Polres Jembrana untuk proses lebih lanjut. Sementara Tu Bagus Prasetya Kusuma Nanda ditang-
kap karena ada laporan pada 11 Februari lalu tentang curat berupa uang tunai di warung Rahmiawati di Loloan Timur dan pencurian sepeda motor Yamaha R15 type 2PK tahun 2014 warna putih biru DK 3464 ZO. Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka ditangkap Selasa (12/2) di Banyuwangi. Dari hasil pemeriksaan tersangka melakukan perbuatan tersebut dengan cara awalnya masuk ke dalam warung yang sepi dengan cara memanjat tembok pagar pembatas warung. Kemudian setelah sampai di dalam warung dia langsung mengambil uang dan pergi. Pemilik warung sempat berteriak namun tersangka melarikan diri. Dari hasil pengembangan tersangka juga mengambil beberapa sepeda motor yang kuncinya nyantol. Kini kedua tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Jembrana untuk proses lebih lanjut. (kmb)
UPACARA Melaspas Padma Genah Melasti bertempat di Segara Desa Pengambengan dilaksanakan pada Selasa (19/2) sore. Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat I Gusti Ngurah Sumber Wijaya mewakili Bupati Jembrana, Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa, Majelis Madya Kabupaten Jembrana dan masyarakat umum. Bupati Jembrana dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Pem-
bangunan dan Kesejahteraan Rakyat I Gusti Ngurah Sumber Wijaya mengatakan, untuk pembangunan Padma Genah Melasti dan kelengkapannya, Pemkab Jembrana menggelontorkan dana Rp 350 juta yang dibagi dalam dua tahapan. “Tahap pertama pada tahun 2018 sebesar Rp 150 juta dalam bentuk padma dan genah pamelastian dan di tahun 2019 ini dikucurkan lagi sebesar Rp 200 juta dalam bentuk penyengker. Dan dana di tahun 2019 akan turun di akhir Februari atau
awal Maret,” ujar Sumber Wijaya. Sementara itu, Majelis Alit Desa Pakraman Kecamatan Negara Nengah Sudama mengatakan, sehubungan dengan pembangunan Padma Genah Melasti dirinya mewakili panitia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Jembrana, khususnya Bupati dan wakilnya atas bantuan yang diberikan dalam pembangunan Padma Genah Melasti. Lanjut menurut Sudama, bantuan yang diberikan berupa lokasi di tanah timbul
dan juga bantuan pembangunan Padma Genah Melasti. Nantinya, menurut Sudama, Padma Genah Melasti akan di pergunakan saat upacara melasti dan upacara pitra yadnya. “Kami merasa berbangga dan berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati,” ungkapnya. Selain dilaksanakan upacara melaspas, dilaksanakan juga tari Rejang Renteng massal yang diikuti kurang lebih 500an penari dari desa pekraman yang ada di Kecamatan Negara, Kecamatan Jembrana dan juga Kecamatan Melaya. (ad662)
REJANG RENTENG - Tarian Rejang Renteng secara massal sekitar 500 penari saat Melaspas Genah Melasti di Segara Pengambengan, Selasa (19/2) kemarin.
Menengok Potensi Wisata ”Mangrove Village” Budeng Desa Budeng yang berada di Kecamatan Jembrana, merupakan salah satu desa kecil di Jembrana. Meski luas permukiman desa yang kecil dengan dua banjar, tetapi desa yang berjarak sekitar tiga kilometer sebelah selatan Kota Negara ini memiliki potensi wisata yang menjanjikan.
Bali Post/olo
BERSIH-BERSIH – Gotong royong masyarakat Budeng dan Pokdarwis di sekitar areal Mangrove.
Desa kecil ini dikepung oleh lahan pertanian, rawarawa, tambak serta hutan mangrove. Potensi hutan mangrove yang kini mendominasi (puluhan hektar) wilayah Budeng menjadi salah satu daya tarik. Kawasan hutan mangrove yang berpadu dengan aliran sungai Perancak ini selain memiliki pemandangan alami, juga merupakan habitat flora dan fauna rawa Budeng. “Dulu di sini banyak binatang rawa dan tanaman untuk pengobatan. Sekarang bertambah rimbun dengan mangrove dan menurut kami harus dilestarikan,” ujar Ketua Pokdarwis Mangrove Village Budeng I Gede Wijaya. Hutan Mangrove yang berada di Budeng ini menjadi salah satu potensi untuk pariwisata. Hal itulah yang mendasari
sejumlah pemuda dan warga di Budeng membentuk Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) ini. Sebab, sejatinya di kawasan hutan mangrove itu banyak potensi tanpa harus mengganggu kawasan itu. Selain panorama dan suasana hutan mangrove, di bantaran sungai Perancak ini juga terdapat kawasan spiritual yang berkaitan dengan Jembrana, yakni Pura Kembar. Selain itu keberadaan Seacorm atau Balai Penelitian dan Observasi Laut (BPOL) untuk edukasi dan pelestarian lingkungan khususnya laut menjadikan daya tarik tersendiri bagi Desa Budeng untuk dikunjungi. Meskipun masih tergolong baru merintis, namun sejumlah upaya Pokdarwis dan masyarakat dari hal kecil mulai digalakkan. Seperti giat bersih mangrove dan akses jalan menuju
Pura Kembar, penanaman mangrove, hingga pembinaan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) terkait mangrove. Menjaga kebersihan kawasan mangrove sangat penting dilakukan, sebab aliran sungai Perancak yang bermuara ke Muara Perancak ini rentan tercemari sampah. “Untuk giat bersih mangrove, kita juga memanfaatkan jukung nelayan untuk memunguti sampah khususnya plastik di sungai. Tiap pekan kita telusuri sungai untuk pembersihan,” tambah Gede Wijaya. Selain itu, pengawasan tanaman dan satwa di sekitar mangrove ini juga dilakukan, apalagi saat ini sudah ada beberapa ekor kera yang dilepasliarkan. Perbekel Budeng Putu Libra Setiawan mengaku mendukung pelestarian kawasan mangrove yang lokasinya berada di Desa Budeng ini. Bahkan tak jarang pihaknya terjun langsung bersama Pokdarwis serta memberikan masukan kelompok dalam upaya pelestarian mangrove dan pengembangan
wisata. “Yang menjadi perhatian kita saat ini sampah. Kita awali dengan giat bersih-bersih rutin, bukan saja Pokdarwis tapi juga (pemerintah) desa dan masyarakat,” ungkap Libra. Estuari Perancak dengan kawasan hutan mangrovenya saat ini menjadi sangat penting. Kendati luas areal mangrove berkembang secara alami hingga sembilan hektar sejak tahun 2014, namun sampah menjadi masalah utama. Sebab ketika areal bakau dicemari sampah, akan berdampak pada pertumbuhan mangrove. Ke depan pihaknya berharap upaya mengembangkan potensi desa ini bisa mendapatkan dukungan seluruh pihak. Lahan lokasi hutan mangrove ini mencakup berbagai instansi. Mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelatan hingga Desa. Masyarakat sekitar Budeng juga memiliki keterampilan dalam pemanfaatan mangrove, seperti untuk bahan batik tulis dan makanan minuman seperti keripik hingga jus mangrove. (olo)
Rabu Umanis, 20 Februari 2019
Karangasem
11 PHDI Larang Ogoh-ogoh Bernuansa SARA
RAPAT GABUNGAN - Rapat gabungan komisi DPRD Karangasem dengan eksekutif, Selasa (19/2) kemarin.
Bali Post/kmb41
Dewan Pertanyakan Perekrutan PPPK Amlapura (Bali Post) Perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Karangasem, dipertanyakan dewan. Sebab, pihak eksekutif untuk perekrutan itu dianggap tidak pernah menyampaikan ke dewan sebelumnya. Hal itu terungkap pada rapat gabungan komisi, DPRD Karangasem dengan eksekutif, Selasa (19/2) kemarin. Ketua DPRD I Nengah Sumardi mempertanyakan perekrutan PPPK tersebut. Sebab, pihaknya belum menerima laporan secara resmi dari eksekutif terkait proses perekrutan PPPK tersebut. Malah pihaknya mendengar informasi itu justru dari media. ‘’Kita sayangkan belum ada informasi ke dewan terkait perekrutan ini. Kalau seperti
ini seakan-akan pemerintah itu berjalan sendiri. Padahal, eksekutif dengan legislatif itu harusnya berjalan bersama bergandeng saling koordinasi. Sehingga bila ada hal seperti itu seharusnya kita diberikan informasi. Sehingga kita tahu ada rekrutmen seperti ini,’’ ujar Sumardi. Sedangkan pihak eksekutif yang dipimpin asisten Setda Karangasem I Wayan Purna,
yang didampingi sejumlah kepala OPD, mengatakan, kalau perekrutan PPPK di Karangasem, baru dilakukan tahap pertama. Pada tahap pertama ini ada 23 orang yang dinyatakan memenuhi persyaratan. Mereka yang memenuhi syarat itu yakni dari pegawai K-2 sebanyak 23 orang. Rinciannya 20 orang dari penyuluh pertanian serta 3 orang adalah guru.
‘’Pegawai yang masuk kategori K-2 sudah terdaftar pada data base-nya BKN itu sudah langsung muncul di webnya BKN. Dari 23 orang yang masuk, malah satu orang memasuki masa pensiun,’’ katanya. Purna membantah bila ada surat edaran dari Kabag Hukum Setda Karangasem terkait proses perekrutan tersebut. Untuk pembiayaan gaji PPPK itu nantinya akan dibiayai Pemkab Karangasem. Sumber anggarannya berasal dari belanja tidak langsung. ‘’Jika tenaga kontrak itu gajinya bersumber dari belan-
ja langsung. Namun berbeda dengan gaji PNS dan PPPK itu justru diambil dari belanja tidak langsung,’’ tegasnya. Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Gusti Made Rinceg menjelaskan, perekrutan PPPK tahap pertama itu telah dilakukan. Dalam lima tahun ke depan, pihaknya akan mengoptimalkan tenaga kontrak untuk diarahkan ke PPPK. ‘’Kita punya target di tahun kelima, dipastikan semua tenaga kontrak itu menjadi PPPK. Terpenting mereka itu memenuhi persyaratan,’’ jelas Rinceg. (kmb41)
Dikepung Bencana Alam
Kerugian Material Capai Rp 4 Miliar Lebih
BENCANA - Bencana pohon tumbang menimpa permukiman warga.
Bali post/kmb41
Amlapura (Bali Post) Kerugian yang diakibatkan bencana alam yang melanda Kabupaten Karangasem relatif besar. Berdasarkan data BPBD Karangasem, kerugian bencana yang terjadi sejak awal tahun 2019 hingga saat ini mencapai Rp 4 miliar lebih. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa menjelaskan, fasilitas pemerintah dan rumah warga yang rusak akibat bencana alam itu tersebar di delapan kecamatan. Terbanyak di Kecamatan Manggis, serta Abang. ‘’Kerugian material akibat bencana alam yang melanda Karangasem sejak 1 Januari 2019 itu hingga sekarang, mencapai sekitar Rp 4 miliar. Kerusakan itu meliputi perumahan, jalan, jembatan, termasuk jukung para nelayan di Karangasem,’’ ujarnya. Berdasarkan hasil pengecekan sementara di lapangan, kata Arimbawa, kerusakan rumah dan warung di Karangasem kisarannya 15 sampai 25 unit. Kerusakan itu akibat tertimpa pohon perindang, tergerus aliran sungai dan diguyur hujan, serta dihantam material longsoran. ‘’Pemicu kerusakannya bervariatif. Ada rusak ringan, sedang, dan rusak berat. Untuk jembatan kerusakannya memang relatif berat, karena jalanan putus. Besok (hari ini) rencananya kita akan rapat kembali dengan Dinas PUPR Karangasem,’’ imbuh I.B. Arimbawa. Atas kondisi ini, Arimbawa menjelaskan, pihaknya akan mengusulkan bantuan pascabencana ke Pemerintah Provinsi Bali. Utamanya untuk perbaikan kerusakan rumah dan warung, serta jukung nelayan. Pihaknya berharap dana itu bisa dicairkan pemerintaah. ‘’Untuk kerusakan fasilitas pemerintah dan jalanan bisa pakai dana pemeliharaan masingmasing OPD. Sedangkan jembatan putus itu rencananya hari ini (kemarin) digelar rapat, namun diundur besok,’’ jelas Arimbawa. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Sekaa teruna-teruni diimbau tidak membuat ogoh-ogoh bernuansa SARA maupun politik saat pangerupukan serangakain hari raya Nyepi. Sekaa teruna-teruni diminta untuk membuat ogoh-ogoh sesuai filosofi bhutakala. Hal itu diungkapkan Ketua PHDI Karangasem I Wayan Astika, Selasa (19/2) kemarin. Astika mengatakan, terkait pembuatan ogoh-ogoh serangkaian hari raya Nyepi, sudah ada imbauan dari Parisada Provinsi Bali. Selain itu juga surat edaran dari provinsi. Hal itu sudah ditindaklanjuti PHDI Karangasem, dengan cara meneruskan ke masing-masing kecamatan yang ada di Karangasem. “Kita telah sampaikan imbauan itu. Pada intinya, ogoh-ogoh yang bukan menjadi sarana pangerupukan itu tidak diperkenankan,” ucapnya. Apalagi tahun ini, kata Astika, merupakan tahun politik. Pihaknya tetap mengimbau agar sekaa teruna-teruni itu membuat ogoh-ogoh dengan media bhutakala. Karena itu, tidak diperbolehkan membuat ogoh-ogoh menyinggung SARA dan juga bernuansa politik. Upaya itu dilakukan untuk menciptakan keamanan, kenyamanan di masyarakat, termasuk menjaga toleransi beragama. “Karena saat ngerupuk itu tidak ada kaitannya dengan kegiatan politik. Pembuatan ogoh-ogoh itu sesungguhnya untuk kegiatan ritual. Jadi, jelas ogoh-ogoh yang bernuansa SARA dan politik itu tak diperkenankan,” jelasnya. Dikatakannya, lomba ogoh-ogoh yang difasilitasi pemerintah memang tidak ada. Akan tetapi, ogoh-ogoh hasil dari kreativitas anak-anak muda ini lewat media ogoh-ogoh yang dikelola desa adat bersangkutan. Sebab, banyak desa adat justru melaksanakan kegiatan lomba saat pangerupukan. “Lomba itu dikoordinir desa adat, yang melaksakan kegiatan lomba pengarakan goh-ogoh saat pangerupukan. Itu pun di wilayah desa adat itu sendiri tanpa diizinkan keluar desa. Jadi, mari kita maknai kegiatan ritual itu dengan baik. Sehingga berangkat dari pemahaman dan kesadaran, kami berharap tidak ada gesekan-gesekan antarsekaa teruna-teruni. Dan prosesi pangerupukan itu bisa berjalan aman Bali Post/kmb41 dan lancar,” harap AsWayan Astika tika. (kmb41)
Harga Daging Ayam dan Telur Naik
Amlapura (Bali Post) Hampir sebulan lebih harga daging ayam potong dan telur ayam terus merangkak naik. Kondisi itu berdampak terhadap penjualan. Hal itu membuat penghasilan para pedagang justru menurun. Pedagang ayam potong, Hambali, Selasa (19/2) kemarin, mengatakan harga danging ayam terus naik sudah sekitar sebulan lalu. Saat ini, harga daging ayam potong di pasaran Rp 45 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga daging ada pada kisaran Rp 42 ribu per kg. “Harga daging masih lumayan mahal. Kondisi itu membuat jumlah pembeli menjadi menurun. Ini memengaruhi hasil jualan yang ikut menurun,” ujarnya. Tak hanya daging ayam yang mahal, harga telur
ayam juga terdongkrak naik. Hal itu diungkapkan pedagang telur, Ni Ketut Kari. Menurutnya, sekarang ini, harga telur ayam ukuran standar dijual Rp 39 ribu per trai. Harga telur ayam ukuran besar dijual Rp 45 ribu per trai. Mahalnya harga telur ayam ini membuat dirinya merugi. “Naiknya harga telur ini akibat harga pakan ayam juga naik,” katanya. Karena harga telur itu mahal, membuat penjualan telur menurun. Dirinya hanya bisa menjual 30 trai. Ketika harga telur normal seharinya bisa menjual 70100 trai. “Karena sedikit mampu menjual, maka omzet pendapatan juga ikut menurun. Semoga harga telur bisa kembali normal,” harap Kari. (kmb41)
Bali Post/kmb41
PEDAGANG - Pedagang daging ayam di pasar.
Karya Tawur Tabuh Gentuh di Desa Duda
Dianggarkan Rp 3 Miliar dari ’’Dana Punia’’ Desa Adat Duda akan menggelar Karya Tawur Tabuh Gentuh yang akan berlangsung 6 Maret 2019 mendatang. Mengawali prosesi itu pada Selasa (19/2) kemarin, dilaksanakan upacara melaspas Sanggar Tawang, Panggungan dan Palinggih Catur Desa di Pura Puseh Desa Adat Duda. Prosesi itu di-puput Ida Pedande Gede Putu Ngenjung dari Geria Duda. Lalu, berapa dana yang dihabiskan dan dari mana saja sumber dana Karya Tawur Tabuh Gentuh itu? PROSESI pamelaspasan itu merupakan simbol pembersihan terhadap tempat yang akan dipakai sebagai palinggihan sarana (banten) pada upacara mendatang. Masingmasing bagian yang memiliki fungsi tersendiri akan di-pelaspas. Seperti Sanggar Tawang sebagai tempat ditaruhnya upakara atau banten yang ditujukan untuk alam Swah (atas). Panggungan untuk tempat upakara itu ditujukan ke alam Bwah (tengah), dan alam Bhur (bawah) yang langsung dilakukan di atas pertiwi atau tanah. Prawartaka Karya Ida Bagus Gede Suyasa mengatakan, Karya Tawur Tabuh Gentuh itu dilaksankan sesuai
awig-awig yang ada di Desa Adat Duda yaitu pada Isaka Ngewindu atau Isaka ekor kosong. Jika dihitung kedatangan tahun Isaka Ngewindu ini relatif karena menggunakan perhitungan tahun Caka, sehingga bisa datangnya 10 tahun sekali. Tetapi bisa juga 11 tahun sekali, 12 tahun sekali, atau bahkan 14 tahun sekali seperti yang terjadi pada karya saat ini. Sebab, karya ini terakhir dilaksanakan tahun 2005. ‘’Setelah upacara melaspas, dudonan karya selanjutnya yakni upacara melasti yang akan berlangsung pada tanggal 3 Maret 2019 mendatang. Upacara melasti ini akan dilaksanakan di Pantai
Buitan, Manggis, Karangasem,’’ ujarnya. Suyasa menambahkan, sebelum puncak karya nanti pada 6 Maret 2019, terlebih dahulu dilaksanakan nuur tirta dari sejumlah Pura di Bali, di antaranya, Pura Ulundanau, Pura Besakih, Pura Pasar Agung, Pura Lempuyang, Tirta Segara, Pura Kentel Gumi, Pura Puser Bumi, Pura Kancing Gumi, dan Pura Pancer Bumi. Saat puncak karya, upakara-nya akan memakai sarana taur 10 ekor ayam. Selain itu, dalam sarana upakara utamanya juga memakai beberapa jenis binatang seperti menjangan, petu (sejenis kera), lubak (musang), kambing, kerbau, sapi, dan asu (anjing) bangbungkem serta satu ekor angsa. Dia menjelaskan, upacara Karya Tawur Tabuh Gentuh ini merupakan wujud terima kasih kepada ibu pertiwi karena semua makhluk di bumi sudah diberikan kehidupan, serta diberikan berkah hasil bumi yang belimpah. ‘’Karya ini bertujuan sebagai ungkapan terima kasih kepada ibu pertiwi. Karena beliau tidak pernah marah kepada kita
semua meskipun tingkah laku kita ada yang baik maupun buruk,’’ katanya. Jero Bendesa Adat Duda I Komang Sujana dalam karya itu menambahkan, ada ritual yang dilaksanakan di setiap palinggih Catur Desa, ritual ini selain memang sebagai wujud terima kasih kepada ibu pertiwi juga mengingatkan kepada generasi muda, tentang batas wilayah sehingga ke depan tidak lagi terjadi konflik permasalahan mengenai batas desa. ‘’Sebelum karya ini, terlebih dahulu kami selesaikan masalah batas desa yang berkoordinasi dengan desa tetangga. Juga ditandai dengan membuat palinggih agar ke depan tidak lagi menjadi konflik,’’ ucap Sujana. Tawur Tabuh Gentuh itu, kata Sujana, akan dilaksanakan di 21 tempat berbeda. Pada pagi harinya dilangsungkan di sepuluh tempat yakni di tengah tengah dan penyirang desa. Sedangkan sore harinya, sekitar pukul 14.00 Wita, dilanjutkan di sebelas tempat lainnya. Seperti di Penyatur Desa dan di Pura Desa. Desa Adat Duda itu terdiri
dari 27 banjar adat dengan 16 banjar dinas dan 3 desa. Selain itu, juga ada 3 banjar yang berada di wilayah Desa Ulakan, Manggis yang masuk ke Desa Adat Duda seperti Banjar Abiancanang Kaje dan Kelod serta Banjar Lemo.
Dengan jumlah penduduk sekitar 3.700 Kepala Keluarga. Ditanya anggaran karya itu menurut Prawartawa Ida Bagus Suyasa sebanyak Rp 3.076.000.000. Dana itu berasal dari dana punia tanpa adanya pungutan peturunan
dari warga. ‘’Warga tidak dikenakan pesuan. Seluruh dana berasal dari punia. Rp 1 miliar di antaranya adalah dana punia LPD yang sebetulnya sudah dianggarkan sejak tahun 2016,’’ jelasnya. (nan)
Bali Post/kmb41
MELASPAS - Upacara melaspas sanggar tawang jelang puncak Karya Tawur Tabuh Gentuh di Desa Adat Duda, Selat, Karangasem.
KLUNGKUNG
12
Rabu Umanis, 20 Februari 2019
Gedung SDN 1 Tojan Keropos, Orangtua Siswa Waswas Semarapura (Bali Post) Gedung SDN 1 Tojan, Klungkung, mulai keropos. Kondisi demikian mengundang keluhan warga, khususnya para orangtua siswa. Mereka merasa waswas, khawatir dengan anak-anaknya yang mengikuti kegiatan belajar-mengajar di tengah kondisi gedung yang rawan tersebut. Beberapa orangtua heran, kenapa gedung yang sudah rusak parah tak segera diperbaiki. GOR - GOR Nusa Penida kini sudah dapat dimanfaatkan.
Pembangunan Rampung
GOR Nusa Penida Minim Sarana Penunjang Semarapura (Bali Post) Setelah proses pembangunannya tertatih-tatih, GOR Nusa Penida yang dirintis sejak tahun 2009, akhirnya rampung di era pemerintahan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. GOR secara umum juga sudah dapat dimanfaatkan, minimal untuk kegiatan olahraga ringan yang membutuhkan tempat lapang. Namun, GOR Nusa Penida masih minim fasilitas umum, sebagai sarana pendukung kebutuhan berolahraga. Camat Nusa Penida Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, Senin (18/2) lalu, mengatakan aktivitas olahraga yang dapat dilakukan masih terbatas. Sarana lain yang dibutuhkan saat ini GOR, menurutnya adalah gawang untuk bermain futsal dan net voli. Ada juga areal lapangan ysng belum dilengkapi dengan garis pembatas. Demikian juga fasilitas untuk
cabang olahraga lain, seperti silat dan lainnya. Bahkan, pihak Kecamatan Nusa Penida juga berencana memanfaatkan GOR Nusa Penida untuk kegiatan resepsi pernikahan. Mengingat di sana juga sudah tersedia stage. ‘’Sejauh ini kami manfaatkan untuk kegiatan senam setiap Jumat. Masyarakat yang hendak memanfaatkan, juga dipersilakan. Asalkan koordinasi dulu,’’ tegas Mahajaya. Guna melengkapi kekurangan tersebut, Camat Nusa Penida asal Bongkasa, Badung ini akan merancang pemenuhan kebutuhannya pada APBD Perubahan tahun ini. Sehingga, fungsi GOR Nusa Penida dapat dimaksimalkan untuk fasilitas latihan seluruh cabang olahraga. Terlebih, selama ini wakil Nusa Penida kerap berprestasi dalam cabang olahraga tertentu. Fasilitas ini diharapkan
dapat menunjang proses pembinaan atlet dari usia dini hingga dewasa, untuk berkontribusi membantu Klungkung ke depan meningkatkan prestasi di bidang olahraga. Untuk diketahui, GOR Nusa Penida ini mulai dibangun tahun 2009 yang dananya bersumber dari dana APBN melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga RI di tahun 2009 sebesar Rp 1,5 miliar, APBD Provinsi tahun 2010 sebesar Rp 65 juta serta dana APBD Pemkab Klungkung tahun 2010 sebesar Rp 500 juta. Sempat tersandung kasus dugaan korupsi dan akhirnya mendapatkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Klungkung per bulan Maret 2017. Sejak saat itu, pembangunannya dilanjutkan dan akhirnya mulai dimanfaatkan. (kmb31)
Adanya keluhan para orangtua siswa, dibenarkan Kepala SDN 1 Tojan H.T. Umar Haini, S.Ag., Selasa (19/2) kemarin. Kondisi demikian diakui sudah cukup lama. Dirinya mengaku pasrah dengan kondisi sekolahnya seperti itu, setelah berbagai upaya mengusulkan kepada Dinas Pendidikan, belum mendapat respons. Dia mengaku sudah mengajukan bantuan dengan mengirim proposal lengkap dengan RAB gedung baru bertingkat kepada Bupati Klungkung cq. Dinas Pendidikan Klungkung agar bantuan pembangunan gedung bisa segera teralisasi. ‘’Karena kekurangan gedung, siswa kelas I dan II pelaksanaan kegiatan belajar mengajarnya digilir atau sementara menggunakan sistem double shift,’’ katanya. Anggota Komite SDN 1 Tojan, Wayan Sudarma, juga mengakui situasi demikian. Dia meminta Dinas Pendidikan segera merespons usulan tersebut, agar kerusakannya segera dapat tertangani. ‘’Mohon sekali-sekali tinjau gedung yang rusak itu. Kondisinya sudah amat rusak,’’
ujarnya. Warga lainnya, seperti Wayan Muliarsana juga meminta dinas terkait segera bersikap. Jangan sampai kerusakan yang terjadi pada gedung tersebut semakin parah dan bisa mengancam keselamatan siswa dalam belajar di kelas. ‘’Kami ingin gedungnya segera diperbaiki, biar anak-anak dapat belajar dengan tenang,’’ tegasnya. Menyikapi kondisi gedung SDN 1 Tojan, Kepala Dinas Pendidikan Klungkung Drs. Dewa Gde Darmawan mengaku sebelumnya sudah menerima laporan kerusakan gedung SDN 1 Tojan. Sebagai tindak lanjut, rehab beratnya dikatakan sudah dirancang akan dieksekusi pada tahun anggaran 2020. Karena sudah direncanakan, pihaknya berharap masyarakat setempat dapat bersabar. Karena Dinas Pendidikan tentu menggunakan skala prioritas sesuai dengan urgensinya kondisi gedung. ‘’Sementara sudah kami arahkan untuk jam mengajarnya digilir. Sementara untuk kerusakan ringan, bisa juga dimanfaatkan dana BOS,’’ katanya. (kmb31)
KEROPOS - Kondisi Gedung SDN 1 Tojan yang kondisinya sudah keropos dan bagian plafonnya pun banyak jebol.
DPRD Klungkung Sepakati 16 Ranperda Masuk Prolegda
SAMPAH PLASTIK - Tumpukan sampah dari aksi bersih-bersih sampah plastik di Pantai Temeling, Nusa Penida.
Keindahan Pantai Temeling Diganggu Sampah Plastik
Semarapura (Bali Post) Pantai Temeling, Desa Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, menjadi salah satu daya tarik wisata di daerah kepulauan Nusa Gede. Namun, keberadaannya belum steril dari sampah, khususnya sampah plastik. Situasi demikian membuat Sat Polair Polres Klungkung, belum lama ini, turun tangan mengajak komoditas peduli sampah, wisatawan dan masyarakat setempat menjaga kebersihan pantai itu dari gangguan sampah. Kasat Polair Polres Klungkung AKP I Nyoman Arnawa, Selasa (19/2) kemarin mengatakan, pihaknya ingin menunjukkan bentuk tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan di pantai. Dipilihnya lokasi di Pantai Temeling, lantaran di sana masih banyak ditemukan tebaran sampah plastik minu-
man kemasan dan bungkus makanan serta sampah lainnya. Hal ini membuat kawasan pantai yang sebenarnya cantik jadi tidak lagi indah. Turunnya seluruh personel Sat Polair ini juga sebagai bentuk kegiatan mengisi Hari Peduli Sampah Plastik yang jatuh pada 21 Februari nanti. Pihaknya juga ingin menggugah kesadaran masyarakat dan pihak lainnya untuk senantiasa menjaga lingkungan sekitar. ‘’Karena itulah diharapkan agar masyarakat yang berkunjung ke lokasi wisata khususnya ke pantai, tidak membuang sampah sembarangan agar kawasan pantai yang merupakan salah satu aset kita ini bisa terjaga kebersihan dan keindahannya,’’ tegasnya. Selain di Pantai Temeling, aksi bersih sampah plastik
juga dilakukan kawasan pinggiran Kali Unda. Di sana juga banyak ditemukan sampah plastik hasil kiriman dari hulu, ketika air Kali Unda naik saat terjadi hujan lebat. Dari hasil turun langsung di dua tempat ini, Sat Polair mengumpulkan belasan karung sampah plastik. Aksi ini juga sebagai bentuk dukungan Sat Polair terhadap program Pemerintah Provinsi Bali, yang semakin gencar menyatakan perang terhadap sampah plastik. Bahkan, sampai ada larangan menggunakan plastik. Dengan aksi ini AKP I Nyoman Arnawa berharap dapat menggugah kesadaran menjaga lingkungan dari ancaman sampah plastik. ‘’Kami juga punya tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan perairan. Selain menjaga keamanannya,’’ tegasnya. (kmb31)
DPRD Klungkung menyepakati 16 ranperda masuk ke dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) tahun 2019. Ini disepakati melalui rapat paripurna di gedung DPRD setempat Selasa (19/2) kemarin. Dari 16 ranperda tersebut, tiga di antaranya adalah ranperda inisiatif dewan, antara lain Ranperda tentang Penyelenggaraan Parkir, Ranperda Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Disabilitas, serta Ranperda Tata Cara Penyusunan Program Pembentukan Perda. Rapat paripurna dimulai pada pukul 10.20 Wita dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Klungkung I Nengah Ariyanta didampingi Wayan Buda Parwata serta dihadiri Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta. Keenambelas ranperda yang masuk dalam prolegda tahun 2019 meliputi Ranperda tentang RPJMD 2018-2023, Ranperda tentang Badan Permusyawarahan Desa, Ranperda Retribusi Layanan Kesehatan, Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2011 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan, Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pajak Hiburan, Ranperda Perubahan Atas Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah, Ranperda Penyelenggaraan Perparkiran, Ranperda Tata Cara Penyusunan Program Pembentukan Perda, Ranperda Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Disabilitas, Ranperda Kabupaten Layak Anak, Ranperda Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, Ranperda tentang Pinjaman Daerah, Ranperda Penyertaan Modal, Ranperda
PDNKK, Ranperda Izin Usaha Konstruksi, serta Ranperda Kepemudaan. Wakil Ketua DPRD Klungkung Nengah Ariyanta mengungkapkan, penetapan prolegda merupakan langkah awal bagi legislatif untuk melaksanakan tugas pokoknya dalam pembentukan legislasi. Menurut Ariyanta, dari 16 ranperda yang sudah ditetapkan dalam Prolegda 2019, Ranperda terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 sangat penting untuk dibahas. Mengingat ranperda tersebut akan menjadi rambu-rambu bagi pemerintah daerah untuk merancang pembangunan Klungkung hingga lima tahun mendatang. Termasuk juga sebagai realisasi janji-janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
Di sisi lain, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Klungkung Gde Artison Andarawata menyampaikan hal yang tak kalah penting yakni Ranperda Penyelenggaraan Parkir juga akan meng-cover parkir yang dikelola oleh desa pakraman. ‘’Dengan adanya perda ini, saya optimis penyelenggara parkir di desa pakraman akan terlindungi. Sehingga tidak terindikasi sebagai pungutan liar (pungli) dan ditindak oleh Tim Saber Pungli,’’ katanya. Nantinya, ketika desa adat punya lahan yang bisa dipakai tempat parkir, ranperda ini akan memberikan ruang ke desa adat untuk menjadi penyelenggara parkir dan tidak jadi sasaran saber pungli. Dia menyebut contohnya di Goa Lawah, desa adat bisa mengelola
parkir dan dilindungi dengan perda ini. ‘’Mereka jadi legal sebagai penyelenggara,’’ jelas Artison. Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, sejatinya Ranperda tentang Penyelenggaraan Parkir sudah digagas sejak lama. Bahkan sebelum mencuatnya sejumlah OTT tim Saber Pungli. Hanya memang diakui ranperda baru bisa masuk prolegda di tahun 2019. Mengingat hal ini juga berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga pihak dewan dikatakan sangat berhati-hati dan memerlukan banyak kajian. ‘’Karena kita juga perlu kajian, tidak mau sembarangan. Ini perda baru jadi perlu kajian dari daerah lain. Ini juga terkait dengan PAD dan juga orang banyak jadi perlu kehatihatian,’’ imbuhnya. (ad663)
MASUK PROLEGDA - Wakil Ketua DPRD Klungkung Nengah Ariyanta (baju merah) ketika mendampingi Wakil Bupati Klungkung Made Kasta saat menandatangani kesepakatan 16 ranperda masuk Prolegda.
Seleksi Jabatan Tinggi Pratama
20 Pejabat Lulus Administrasi Semarapura (Bali Post) Sebanyak 20 pejabat dinyatakan lulus administrasi terkait seleksi jabatan tinggi pratama oleh Panitia Seleksi (Pansel). Hasil ini diumumkan, Selasa (19/2) kemarin, setelah masa pendaftaran resmi ditutup ada Senin (18/2) lalu. Dari total 20 pejabat yang lolos seleksi terbanyak ada pada posisi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dengan total tujuh pelamar. Hasil ini disampaikan melalui pengumuman dengan nomor :09/Pansel/2019 tentang Hasil Seleksi Administrasi. Mengacu pada hasil ini, para pejabat yang
bersaing dalam formasi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, antara lain drg. Wayan Jaya Putra, MPH., Dewa Komang Aswin, A.P., M.M., I Ketut Arie Gunawan, S.STP., M.AP., I Nyoman Sarjana, Aks., M.Pd.H., I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, S.STP., I Dewa Made Sutarta, S.Sos. dan Drs. Ida Bagus Ketut Mas Ananda. Sementara pada formasi Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, antara lain Luh Ketut Ari Citrawati, S.Sos., M.M., Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, S.E., M.M., I Wayan Sumatra, S.P. dan
Cokorda Raka Sudarsana, S.H., Wayan Mustika, S.P. dan Drs. Anak Agung Gede Putra Wedana. Pada formasi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Ir. Dewa Putu Griawan, M.Agb., I Gusti Ngurah Made Suarba, S.Sos., M.Si., Ida Bagus Wirawan Adi Putra, S.STP, M.Si. dan I Dewa Nyoman Santika, S.E. Terakhir, pada formasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman, I Nyoman Susanta, S.T., M.T., A.A. Gede Lesmana, S.T., M.T. dan I Gusti Gede Gunarta, S.STP, M.AP. “Seluruh administrasi yang ikut seleksi, semuanya
lulus,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Klungkung Komang Susana. Dia menegaskan bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, diwajibkan memenuhi ketentuan mengumpulkan makalah paling lambat, Rabu (20/2) hari ini, sekaligus mengikuti technical meeting, pukul 09.00 di Ruang Rapat Praja Mandala. Selanjutnya mengikuti tes kompetensi manajerial yang dilaksanakan pada Kamis (21/2) besok sampai dengan Jumat (22/2) lusa, di Ruang Rapat Praja Mandala dan Widya Mandala Sekretariat Daerah Kabupaten Klung-
kung. Berikutnya, baru mengikuti tes presentasi dan wawancara yang dilaksanakan pada Minggu (24/2) s.d. Senin (25/2) nanti di Ruang Rapat Praja Mandala dan Widya Mandala Sekretariat Daerah Kabupaten Klungkung. Sedangkan untuk tahap pengumuman tiga nama calon terbaik dilaksanakan pada 27 Februari mendatang. Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Nengah Mudiana usai mengikuti sidang penetapan Prolegda, Selasa (19/2) kemarin, menyatakan agar proses seleksi dilakukan dengan profesional dan transparan. “Saya tidak mau
seleksi hingga melibatkan pansel ini, hanya sekadar formalitas saja,” tegasnya. Pemkab Klungkung sendiri sudah membentuk pansel (Panitia Seleksi) yang diketuai Sekda Klungkung I Putu Gede Winastra, Sekretaris Kepala Badan Kepegawaian Komang Susana dan tiga anggota dari akademisi, yakni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Prof. Wayan Supartha, Fakultas Hukum Prof. Parsa dan Fakultas Sospol Dr. Suka Arjawa. Sebelumnya, proses seleksi pejabat eselon II ini, tentu mengakibatkan kekosongan pada posisi eselon III. Seh-
ingga, setelah seleksi hingga dilantik, tentu akan diikuti dengan mutasi. Khusus untuk mengisi kekosongan eselon III, setiap pimpinan OPD, dikatakan sudah melakukan penilaian dan seleksi pada pejabat terkait di eselon III maupun eselon IV. Sejauh ini sudah ada lima jabatan eselon IIIa yang kosong, antara lain, Sekretaris Perpustakaan, Sekretaris Dinas Kesehatan, Kabag Ekonomi, Kabag Keuangan di Sekretariat DPRD dan Wakil Direktur Penunjang Pelayanan RSUD klungkung. “Eselon IIIb saat ini juga kosong 20 formasi,” jelas Susana. (kmb31)
Rabu Umanis, 20 Februari 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
AKUNTANSI
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818
G.06
Dibutuhkan: PT.Seven Dreams Nusa Penida Koordinator Lapangan (Korlap), Syarat: - Pria/30-50th - Minimal SMU CV kirim ke Email : contact7dreamsnp@gmail.com Hp: 082327774066 B.BP.001.02.19.0000269 WAITER
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818
G.07
DRIVER
Dibutuhkan Segera: PT Seven Dreams Nusa Penida,Supervisor, Teknik Bidang MEP. Syarat : - Pria / 30-50th - Berpengalaman min 3th CV kirim ke Email : contact7dreamsnp@gmail.com Hp.082327774066 B.BP.001.02.19.0000270
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
Owner 7 Luxurius Villas in Seminyak is looking for English Speaking Experienced Butler.CP:081238321945
B.BP.004.02.19.0000576
Need Urgently Experienced Butler Required With Light cooking Experience. Please Contact 081238321945
Dcr Tenaga Gudang,Sales(Khusus Pasar Tradisional Bumbu) SMA, SIM C+Kend&1 Tenaga Bersih2 (Serabutan)Lam Jl .Gn. Himalaya Slt 6 Dps,T-418531,08124646409 B.BP.001.02.19.0000645
Dcr Tukang Patrun + Sampel Hub : 081235101479 B.BP.004.02.19.0000611
Dicari Sopir Logistik Kontraktor Hub.081239693760 B.BP.001.02.19.0000640
Dicari Supir, Admin dan Karyawati Toko Jl.Gunung Andakasa No. 35 ,08123817910/083114837375 B.BP.031.02.19.0000656
Sekuriti (Pabrik Tabanan) Sertifikat, Pengalaman Hub.Dewi, Hp:081236222509
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur
*Dcr Receptionist,Therapist,OB Reborn Spa,Jl.SunsetA1 P:766744
BIRO JASA
BIRO JASA
TOUR
BIRO JASA
BIRO JASA
RUPA-RUPA
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
G.08
B.BP.001.02.19.0000492
B.BP.031.02.19.0000657
B.BP.001.02.19.0000638
B.BP.001.02.19.0000639
Perush Spa Membutuhkan Terapis Pria & Wanita,bisa Bhs Inggris Siap untuk di Training,Max 35 Tahun,Pngalaman tdk diutamakan Krm CV ke : Jari Menari, Jl.Pratama No.88 X Nusa Dua, Ph.081338991999 or Email ke ja rimenarinusadua@jarimenari.com B.BP.004.02.19.0000483
Office Staff Female Needed for Office in Kuta.Good English, Computer Literate,Max 30yo Fresh Graduate Welcome Send Applications,Photo,CV to GM:vacancyforlife@gmail.com B.BP.004.02.19.0000654
SERVICE
Dicr Sopir & Staf Administrasi Hub:081237002020/08174716050 B.BP.001.02.19.0000647
Sopir L300 & Sales.Blm Menikah Insentif,UM,Gaji, 081999251555 B.BP.001.02.19.0000644
Perlu Untuk Tour Information di Htl Nusa 2 Hub.085100469080 B.BP.001.02.19.0000643
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944
Tanah 150M2 10Mnt ByPass 5Mnt Simpang6Neg800JtH08111072500
G.04
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
TOYOTA
DISEWAKAN KANTOR
Avanza’14 Warna Silver,Manual Hrg 145Jt Nego.Hb:085101623292 B.BP.001.02.19.0000646
Dijual Avanza Th’2005 Harga 88Jt Nego Hub.081939393164 B.BP.001.02.19.0000660 WULLING
Dijual Cepat Wuling Confero S L Lux + Murah 0852 1050 9040 B.BP.001.02.19.0000651
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
Disewakan Ruang u/Kantor,Jln Ry Puputan 35 Dps.08123681251
B.BP.001.02.19.0000637
B.BP.001.02.19.0000561
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.02.19.0000573
PROPERTY
KEHILANGAN
DIJUAL TANAH
Hlg BPKB Nosin.G15A1D322261 DK9886BH An.I Kadek Tomiarta
Dijl Tnh Luas 2A Daerah Buduk MengwiBadung,Hub087862410205 B.BP.004.02.19.0000653
Dijual Tnh Kav Kaliasem Sgrj DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub.082236881191/081805374433 B.BP.004.01.19.0000851
Dikontrakan Rmh 2Lt Jl.By Pass Buruan Gianyar Hub 0817345147
Jual Murah Tnh Kav.1,5are Lok. Jimbaran,TP Hub.087877666655
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.02.19.0000635
B.BP.001.02.19.0000636
Tnh kavling di Buduk & Sempidi Hub.081337141817
B.BP.001.02.19.0000652
B.BP.001.02.19.0000650
Hlg Sertifikat Hak Milik 22.03 09.02.1.11426 A.n . Soraya B.BP.004.02.19.0000649
BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.02.19.0000578
DIJUAL RUMAH
BANGLI
14
Rabu Umanis, 20 Februari 2019
Implementasi Perda Disabilitas Tak Maksimal
Bangli (Bali Post) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli untuk mewujudkan hak-hak penyandang disabilitas dipertanyakan anggota Komisi II DPRD Bangli Dewa Sang Made Widana. Pasalnya, meski Peraturan daerah (Perda) tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas telah dibuat dan disahkan setahun lalu, hingga saat ini implementasi di lapangan belum sepenuhnya berjalan.
Bali Post/kmb40
SORTIR - Proses penyortiran dan pelipatan surat suara pemilu di Pasar Loka Crana, Selasa (19/2) kemarin.
KPU Temukan Surat Suara Rusak
Bangli (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli, Selasa (19/2) kemarin mulai melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara untuk Pemilu 2019. Dalam proses penyortiran dan pelipatan surat suara yang dilaksanakan di Pasar Loka Crana, KPU menemukan sejumlah surat suara yang kondisinya rusak. Bentuk kerusakannya berupa robek, permukaan tidak rata dan terdapat bercak noda tinta pada lembaran surat suara. Berdasarkan pantauan, proses penyortiran dan pelipatan surat suara dilakukan KPU Bangli dengan melibatkan puluhan warga yang sebagian besar merupakan kaum ibu. Dalam proses pelipatan, surat suara yang dikeluarkan dari dalam dus, disortir terlebih dahulu. Tujuannya untuk memastikan tidak adanya kerusakan pada kertas suara. Selanjutnya beberapa
lembar surat suara yang rusak tidak ikut dilipat melainkan disisihkan. Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan mengatakan, proses penyortiran dan pelipatan surat suara pada hari pertama diawali surat suara untuk pemilihan DPRD Kabupaten Dapil I. Dalam proses penyortiran pihaknya menemukan sejumlah surat suara yang rusak. Seluruh surat suara rusak itu disisihkan dan akan dibuatkan berita acara untuk selanjutnya dilaporkan ke KPU RI agar bisa diganti dengan yang baru. “Untuk sementara jumlahnya belum bisa kami sebutkan karena masih dalam proses penyortiran,” ujarnya ditemui di sela-sela kegiatan. Proses penyortiran dan pelipatan surat suara ditargetkan selesai dalam 10 hari ke depan. Warga yang dilibatkan diberikan imbalan bervariasi. Untuk
ya, korban mendapati kamera kesayangannya raib. Eka sempat mencari kamera miliknya di sekitar kamar tidurnya, namun tak berhasil menemukan. Korban seketika itu juga teringat dengan perhiasan emas miliknya yang disimpan di sebelah lemarinya. Ketika dicek, perhiasan emas miliknya yang terbungkus tas kresek itu juga ikut raib. Perhiasan yang ilang berupa satu buah cincin seberat 6 gram, 3 kalung seberat 11 gram dan satu buah liontin emas seberat 4 gram. Akibat pencurian itu, Eka mengalami kerugian Rp 25 juta. Korban yang tak terima barang miliknya dicuri lantas melapor ke pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Opsnal Polres Bangli
untuk penyandang disabilitas. Salah satu contohnya penyediaan jalan masuk kantor yang bisa dilalui pengguna kursi roda. Dengan keberadaan jalan itu, penyandang disabilitas tidak perlu turun dari kursi roda atau sampai mengangkat kursi rodanya untuk masuk ke dalam kantor. “Pemkab Bangli sampai saat ini belum bisa sepenuhnya menjalankan kewajibannya membuat fasilitas untuk para penyandang disabilitas di kantor-kantor,” katanya, Selasa (19/2) kemarin. Sebelum perda itu disahkan, pihaknya dalam proses pembahasan di DPRD sudah menekankan ke Pemerintah Kabupaten mengenai kesiapan untuk membuatkan fasilitas bagi penyandang disabilitas.
Pihaknya mengharapkan keberadaan perda bermanfaat dan memberikan perlindungan lebih bagi masyarakat khususnya penyandang disabilitas. “Kami kembali mengimbau agar pemerintah menyediakan akses dan fasilitas untuk penyandang disabilitas. Katanya kan disabilitas disamakan, tidak ada diskriminasi,” ujar Dewa Sang. Diwawancarai terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangli Nengah Sukarta mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah kantor pelayanan yang menyediakan fasilitas untuk penyandang disabilitas. Dia mencontohkan RSU Bangli dan RSU Provinsi Bali. Agar keberadaan Perda
Setra Terunyan Tetap Jadi Daya Tarik Wisatawan
pelipatan surat suara pemilihan presiden upahnya Rp 50 per lembar, surat suara DPD-RI Rp 80 per lembar serta Rp 120 untuk surat suara DPR-RI, DPR Provinsi dan DPR Kabupaten. Besarnya imbalan yang diberikan disesuaikan dengan jumlah surat suara dan tingkat kesulitan saat pelipatan. “Untuk penyortiran dan pelipatan, kami siapkan anggaran Rp 95 juta,” kata Pujawan. Menurutnya, tempat pelipatan menggunakan Pasar Loka Crana sudah seizin Bupati Bangli. Sesuai permohonan izin, Pasar Loka Crana yang baru selesai dibangun dan belum diresmikan itu, akan dimanfaatkan KPU Bangli hingga H-1 Pemilu (16 April). Selain surat suara, semua logistik yang selama ini disimpan di sejumlah gudang KPU juga rencananya dipindahkan ke Pasar Loka Crana agar terpusat. (kmb40)
Curi Kamera dan Perhiasan Emas, Pemuda Dibekuk Polisi
Bangli (Bali Post) Tim Opsnal Polres Bangli dan Polsek Kintamani membekuk seorang pria berinisial JSA (25) asal Desa Batur Utara, Kintamani. Ia diciduk lantaran terungkap melakukan aksi pencurian kamera dan perhiasan emas milik korban I Putu Eka Pramana (28), warga desa setempat. Kronologi penangkapan pelaku bermula dari adanya laporan korban ke polisi, Senin (18/2) lalu. Dalam laporannya, Eka Pramana mengaku kehilangan kamera merek Nikon pada Sabtu (16/2). Korban mengetahui kameranya hilang saat hendak menyimpan uang hasil berjualannya di dalam lemari plastik di bawah kamera merek Nikon. Saat membuka lemarin-
Dewa Sang sangat mengapresiasi keberadaan Perda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Menurutnya, perda tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah Kabupaten Bangli dalam memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas. Salah satu hal yang diatur yakni kewajiban menyediakan fasilitas untuk para penyandang disabiitas, seperti di perkantoran atau fasilitas umum lainnya. Akan tetapi keberadaan perda itu saat ini dinilai cukup mubazir, sebab implementasinya di lapangan belum berjalan sesuai harapan. Masih banyak kantor instansi pemerintahan di Bangli yang belum menyediakan akses dan fasilitas khusus
tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Pemkab Bangli bisa memberikan perlindungan kepada penyandang disabilitas dengan lebih maksimal, pihaknya mulai Mei mendatang akan melakukan sosialiasi ke seluruh kantor pelayanan baik pemerintah, swasta maupun kantor instansi vertikal di Bangli. Pihaknya akan mengimbau seluruh instansi untuk menyediakan fasilitas publik yang ramah terhadap penyandang disabilitas di kantor masingmasing, seperti penyediaan jalan untuk pengguna kursi roda. Khusus untuk intansi yang berencana membangun kantor gedung baru, penyediaan fasilitas itu akan diwajibkan. “Untuk gedung baru wajib hukumnya diisi fasilitas untuk penyandang disabilitas, seperti jalan untuk kursi roda, stang untuk pegangan, toilet dan lainnya. Nanti gambarnya akan kami kirimkan,” jelas Sukarta. (kmb40)
dan Polsek Kintamani kemudian melakukan serangkaian penyelidikan. Dalam proses penyelidikan, kecurigaan polisi mengarah kepada pelaku yang masih memiliki hubungan kerabat dengan korban. Pelaku kemudian dibekuk di rumahnya tanpa perlawanan. Ketika dilakukan interogasi, pelaku mengakui semua perbuatannya. Pelaku juga menunjukan barang bukti hasil curiannya. “Pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Bangli guna proses hukum lebih lanjut,” kata Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi. Atas aksinya tersebut, pelaku disangkakan pasal 362 KUHP. Pelaku terancam dijerat dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (kmb40)
Bali Post/ist
DIINTEROGRASI - Pelaku pencurian kamera dan perhiasan emas berinisial JSA (25) asal Desa Batur Utara, Kintamani, saat diinterogasi polisi.
SETRA (kuburan) Terunyan hingga saat ini tetap menjadi daya tarik wisatawan. Padahal, setra yang terkenal dengan keunikan pemakamannya itu, selama ini minim sentuhan penataan. Untuk menuju Setra Terunyan, satu-satunya akses yang bisa ditempuh adalah menggunakan sarana angkutan penyeberangan. Pengunjung bisa memilih menyeberang menggunakan kapal boat dari Dermaga Kedisan atau menggunakan boat/sampan dari pusat Desa Terunyan. Waktu yang ditempuh untuk mencapai lokasi itu relatif singkat yakni sekitar 25 menit dari Dermaga Kedisan, dan 10 menit dari pusat Desa Terunyan. Saat memasuki areal setra, pengunjung pertama kali akan disambut sepasang gapura kuno dan sebuah pohon besar. Oleh masyarkat setempat pohon yang disebut taru menyan itu merupakan pohon sakral dan diyakini sudah berusia lebih dari 1.100 tahun atau 11 abad. Tepat di sebelah pohon besar itu terdampat tumpukan teng-
korak kepala manusia. Tak jauh dari tempat jasad disemayamkan, juga terlihat sisa-sisa tulang belulang manusia dan sisa sarana upacara. Kesan tradisional benarbenar sangat kental terasa di areal setra yang berada di pinggiran danau itu. Tak seperti setra di desa lain pada umumnya, setra di Desa Terunyan sangat minim penataan. Masyarakat setempat masih sangat mempertahankan keasrian dan kealamian tempat tersebut yang telah diwariskan secara turuntemurun. Ketut Mandra, warga Desa Terunyan, mengatakan kealamian areal setra dan keunikan tradisi pemakaman di Setra Terunyan inilah yang sampai saat ini masih menjadi daya tarik wisatawan. Wisatawan yang berkunjung terkesan dengan cara pemakaman jenazah yang hanya diletakkan di atas tanah tanpa menimbulkan bau. “Menurut kepercayaan masyarakat di sini, jenazah tidak berbau karena keberadaan pohon taru menyan ini. Ini adalah
keajaiban alam yang menjadi daya tarik wisatawan,” terangnya. Tingkat kunjungan wisatawan ke Setra Terunyan selama ini fluktuatif. Pada hari biasa, dalam satu hari rata-rata tiga hingga lima boat dengan jumlah wisatawan tiga hingga lima orang per boat-nya. Kunjungan akan semakin meningkat saat memasuki Sabtu dan Minggu. “Saat memasuki Agustus juga
lebih ramai. Kunjungannya pada bulan itu kebanyakan wisatawan asing,” ungkapnya. Saking terkesannya dengan tradisi penguburan di Setra Terunyan, tak sedikit wisatawan yang berkunjung lebih dari dua kali. “Bahkan ada yang sampai lima kali kembali sambil mengantar teman-temannya yang belum pernah ke sini,” imbuhnya. (ina)
Setra Desa Terunyan
Bali Post/ina
Bahas Dua Ranperda, Pansus I Perlu Perpanjangan Waktu Bangli (Bali Post) Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Bangli memerlukan perpanjangan waktu untuk membahas dua rancangan peraturan daerah (ranperda) yakni Ranperda tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan serta Ranperda tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah (perda). Sebab, dari serangkaian proses pembahasan yang selama ini dilakukan bersama OPD terkait, Pansus I menilai masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan pendalaman.
Ketua Pansus I Nyoman Gelgel Wisnawa saat dihubungi, Selasa (19/2) kemarin, mengatakan telah menyampaikan laporan kerja pansus yang dipimpinnya ke Ketua DPRD Bangli. Dalam laporan pihaknya meminta agar diberikan perpanjangan waktu untuk membahas dua ranperda tersebut. Alasannya, kedua ranperda yang selama ini digodok masih perlu pembahasan secara detail dan dilakukan harmonisasi aturan terbaru. “Belum bisa ditetapkan tanggal 25 ini. Masih harus dilakukan pembahasan detail demi sempurnanya ranperda yang akan kami tetapkan, agar keberadaan
perda nanti bermanfaat untuk masyarakat dan tidak mubazir,” terangnya. Sebagaimana hasil rapat kerja terakhir yang dilakukan untuk membahas Ranperda tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, saat ini pihak Disperindag telah membentuk tim untuk mengkaji mengenai usulan pengaturan jarak antara satu toko swalayan dan toko swalayan lainnya. Dengan adanya pengaturan jarak antartoko modern ini, diharapkan nantinya tata ruang Bangli menjadi lebih baik. Dalam pembahasan itu pihaknya meminta agar diatur
mengenai kewajiban pusat perbelanjaan dan toko swalayan memasarkan dan memanfaatkan produk pertanian, perikanan dan industri lokal, termasuk kewajiban menyerap tenaga kerja lokal setempat. Sementara terkait pembahasan Ranperda tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Gelgel mengatakan, salah satu yang dibahas yakni soal adanya aturan terbaru yang mesti disesuaikan dengan ranperda tersebut. Mengacu keluarnya aturan terbaru dari pusat, ranperda itu juga harus dilakukan perubahan judul. (kmb40)
15
Rabu Umanis, 20 Februari 2019
UU KUHP Belum Atur Prostitusi ’’Online’’
Jakarta (Bali Post) Kasus prostitusi online Vanessa Angel membuka wacana publik tentang pentingnya undang-undang yang bersifat khusus (lex specialis) untuk mengatur secara rinci tentang kejahatan pidana seks yang difasilitasi dunia maya. UU KUHP (Kitab Undangundang Hukum Pidana) diakui belum mengatur soal prostitusi online. Untuk itu, UU yang sedang direvisi dan sedang dalam pembahasan DPR bersama pemerintah itu harus mengatur secara rinci, termasuk pemberian saksi atau ancaman pidana yang bukan hanya berlaku bagi mucikarinya, tetapi juga berlaku kepada pengguna maupun pelaku atau perempuan yang dilacurkan (pedila). Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil mengungkapkan dari kunjungan kerja ke Polda Jawa Timur terkait kasus postitusi online yang melibatkan sejumlah artis, Kepolisian Daerah (Polda) Jatim menyatakan hingga saat ini kesulitan dalam sejumlah hal termasuk men-
Rabu, 20 Februari 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi Mepala Sukertaning Pemangku (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Sunadra Kanda (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Ista Dewata Pura Pajenengan Tap Sai 10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi Mepala Sukertaning Pemangku (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Marion Sam Sugli Sinoil (3) 15:00 Wita Agrobisnis Jeruk Lemon Mulai Dilirik Masyarakat 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita DW TV 16:30 Wita Folk Song 17:00 Wita Dialog Interaktif Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif Kemenristek 21:00 Wita Wirasa Ketut Dapet 21:30 Wita Mahadewi 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Angantelu (3) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel
genakan sanksi pidana bagi pelaku yang memesan jasa Vannesa Angel. ‘’Jadi, sampai hari ini Polda Jatim pun sulit mengenakan pasal prostitusi online dalam kasus Surabaya itu, karena belum diatur dalam KUHP,’’ tegas Nasir Djamil dalam diskusi bertema ‘’Akankah Prostitusi Masuk RUU KUHP Seperti Keinginan Polisi’’ di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2) kemarin.
Nasir bercerita setelah bertemu Polda Jatim itu, jumlah artis dan mantan putri Indonesia yang terlibat ternyata jumlahnya mencapai ratusan. Mereka beralasan terjebak gaya hidup untuk memenuhi kebutuhan perawatan kecantikan, mencicil rumah, mobil, dan barang-barang bermerek lainnya yang harganya sangat mahal. Dari hasil pemeriksaan polisi juga diketahui bahwa harga sekali kencan yang dipatok sebesar Rp 80 juta, hanya diterima si artis setengahnya saja, bahkan ada yang menerima bayaran di bawah lagi setelah dikurangi bermacam biaya pengeluaran. Pascapenangkapan di Surabaya itu, memang dunia prostitusi online sepi, tetapi tak lama kemudian ramai lagi di tempat lain. Dari studi kasus prostitusi online yang terungkap, Nasir mengaku praktik prostitusi mengikuti peradaban manusia itu sendiri. Kemajuan teknologi telah disalahgunakan untuk pekerjaan yang disebut-sebut menjadi pekerjaan tertua di dunia itu. ‘’Tapi, intinya harus diatur oleh UU karena prostitusi ini melanggar etika masyarakat, aturan agama, dan tidak sejalan dengan Pancasila bahwa Indonesia sebagai negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa,’’ tegasnya. Anggota Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Sri Nurherwati mengakui dari hasil pemantauan dan kajian Komnas Perempuan diperoleh
kesimpulan bahwa tidak ada seorang perempuan yang terjebak di dalam prostitusi karena kerelaan memilih prostitusi sebagai pekerjaannya. ‘’Karena semua mengatakan sadar bahwa ini melanggar agama, ini tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat dan sebenarnya ini siksaan buat mereka, penderitaan buat kami yang ada di prostitusi,’’ ujarnya. Sri juga mengaku dari sejumlah kasus palacuran, aparat penegak hukum menggunakan perangkat aturan yang tidak secara spesifik mengenakan kasus pelacuran melalui UU KHUP, tetapi UU lainnya seperti UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Tetapi UU ini menyasar secara umum karerna dilahirkan untuk bisa mengatasi persoalan perdagangan orang yang melibatkan mafia-mafia besar, ‘’Tetapi ada juga yang prostitusi yang tidak bisa digunakan kedua undangundang ini (UU ITE dan UU TPPO) karena memang tidak menggambarkan situasi dua situasi ini,’’ ujarnya. Sri menjelaskan investigasi Komnas Perempuan, diketahui bahwa aparat penegak hukum kita tidak memiliki mekanisme hukum yang jelas untuk dipedomani untuk menindak prostitusi online. ‘’Sehingga yang jelas makanya tadi kesulitan kepolisian pokoknya ini harus dihukum, ya... undang-undang yang ada saja yang kita pakai, pakailah Undang-undang ITE,’’ sebut Sri. (kmb4)
Saya Objektif ‘’Itu 2004 awal, mungkin baru dua minggu saya menjabat Wapres. Tapi artinya waktu itu saya objektif ya, dengan rencana bisnis yang benar waktu itu dan sanggup bayar cash,’’ jelasnya. Lahan hutan industri seluas 220.000 hektar di Tanjung Redeb, Kalimantan Timur tersebut merupakan tanah hasil sitaan kredit macet di Bank Mandiri. JK pun memerintahkan Agus Martowardojo yang menjabat sebagai Dirut Bank Mandiri saat itu untuk menyerahkan lahan tersebut kepada pengusaha pribumi yang ingin
membeli. ‘’Saya bilang (ke Agus Martowardojo) ‘ini ada jenderal yang menjadi pengusaha’. Saya kasih tahu Agus, saya telepon Agus, ‘Agus, kasih ini tapi cash, tidak boleh ngutang lagi’,’’ katanya. JK pun mengatakan proses pembelian lahan oleh Prabowo saat itu pun tidak menyalahi aturan dan sudah sesuai dengan undang-undang. Pembelian lahan itu pun lebih baik dimiliki oleh Prabowo, sebagai pengusaha Indonesia, daripada oleh pengusaha asing; karena saat itu ada dua pengusaha dari Singapura dan Malaysia yang tertarik memiliki lahan tersebut. ‘’Ada orang Singapura mau beli waktu itu, pengusaha
Singapura dan Malaysia. Lebih baik dia (Prabowo) daripada perusahaan asing (yang beli) waktu itu. Tapi itu sesuai aturan yang ada, bayar cash di Mandiri dan saya tidak izinkan kalau itu tidak cash. Saya yang putuskan,’’ ujarnya. Dalam debat capres putaran kedua di Jakarta, Minggu (17/2) malam, capres petahana Joko Widodo menyampaikan kepemilikan lahan yang dikuasai Prabowo seluas 120.000 hektar di Kalimantan Timur dan 220.000 hektar di Aceh. Pernyataan Jokowi itu menanggapi tudingan Prabowo sebelumnya bahwa pembagian sertifikat lahan oleh Presiden Jokowi tidak memikirkan masa depan. (ant)
Bagikan Sertifikat Selain itu, pemerintah juga telah membagikan sertifikat hak atas tanah pada 2017 sebanyak lima juta dan pada 2018 sebanyak tujuh juta sertifikat. Menanggapi hal itu, Prabowo Subianto menjelaskan strategi yang akan dilakukannya akan menuruti UUD 1945. ‘’Jadi kami strateginya berbeda, kami strateginya adalah UndangUndang Dasar 1945 Pasal 33 bahwa bumi, air dan semua kekayaan alam yang terkan-
dung di dalamnya dikuasai oleh negara,’’ tegas Prabowo yang kemudian terhenti karena durasi kesempatan debat habis. Setelah itu, Jokowi menanggapinya dengan menjelaskan program pemerintahannya tidak membagikan konsesi kepada para pemilik lahan dengan luas yang besar seperti yang dimiliki oleh Prabowo antara lain 220 ribu hektar di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektar di Aceh Tengah. Terkait hal itu, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Priyo Budi Santoso
telah memprotes penjelasan Jokowi mengenai pengungkapan lahan Prabowo kepada KPU. Sementara itu, kuasa hukum Koalisi Masyarakat Anti Hoaks Eggy Sudjana melaporkan Jokowi ke Bawaslu karena dianggap menyebarkan data bohong saat debat Pilpres 2019 putaran kedua. ‘’Koalisi ini menyepakati untuk melaporkan Saudara Joko Widodo dalam posisinya sebagai capres. Nah yang poin dilaporkannya adalah Jokowi telah memberikan keterangan palsu,’’ ujar
Bali Post/ant
CAP GO MEH - Warga keturunan Tionghoa menggotong ‘’sipasan’’ yaitu kendaraan menyerupai lipan (kelabang) yang dinaiki anak-anak saat Festival Cap Go Meh 2570 di Padang, Sumatera Barat, Selasa (19/2) kemarin. Ratusan orang terlibat pada festival dalam rangka hari ke-15 perayaan Imlek tersebut.
Kasus SPAM, KPK Sita Rp 14,8 Miliar Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang sebesar Rp 14,8 miliar dalam penyidikan kasus suap pelaksanaan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun Anggaran 2017-2018. ‘’Terkait pengembalian uang, jumlah pihak yang mengembalikan terus bertambah,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (19/2) kemarin. Sampai saat ini, lanjut Febri, 37 orang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian PUPR yang memegang proyek SPAM di sejumlah daerah telah mengembalikan uang secara bertahap ke KPK dengan nilai total Rp 14,8 miliar, 128.500 ribu dolar AS, dan 28.100 dolar Singapura. ‘’Kami hargai pengembalian uang ini, yang berikutnya disita dan dimasukkan dalam berkas penanganan perkara yang sedang berjalan. KPK menghargai pengembalian uang ini,’’ ucap Febri. KPK pun menduga masih ada penerimaan lain yang Eggi di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Selasa (19/2) kemarin. Eggi menjelaskan pertama klaim Jokowi terkait impor jagung hanya menyatakan 160 ribu ton, sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar 700 ribu ton. Jokowi dilaporkan dengan berlapislapis pasal, yakni Pasal 14 dan 15 UU No. 1 Tahun 1946 jo UU ITE pasal 27 ayat 3 jo Pasal 421 KUHP jo Pasal 317 KUHP tentang Kebohongan Publik, Penyebaran Berita Bohong, Penyalahgunaan Wewenang, dan Keterangan Palsu. (ant)
diterima pejabat di Kementerian PUPR terkait proyek ini. ‘’Oleh karena itu, kami imbau agar pihak lain yang pernah menerima uang terkait kasus ini dapat bersikap kooperatif mengembalikan uang ke KPK,’’ ujar Febri. Untuk diketahui, KPK total telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus tersebut. Diduga sebagai pemberi yakni Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto (BS), Direktur PT WKE Lily Sundarsih (LSU), Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Irene Irma (IIR), dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL). Sedangkan diduga sebagai penerima, yaitu Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare (ARE), PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA). Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, Meina Woro
Kustinah, Teuku Moch Nazar, dan Donny Sofyan Arifin diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa. Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Untuk proyek tersebut, mereka menerima masing-masing sebagai berikut; Anggiat Partunggal Nahot Simaremare menerima Rp 350 juta dan 5.000 dolar AS untuk pembangunan SPAM Lampung. Selanjutnya, Rp 500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3, Pasuruan, Jawa Timur. Meina Woro Kustinah Rp 1,42 miliar dan 22.100 dolar Singapura untuk pembangunan SPAM Katulampa. Teuku Moch Nazar Rp 2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, dan Donny Sofyan Arifin Rp 170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1. (ant)
Buka Data KPU juga sudah berkirim surat sejak Desember 2018 lalu kepada masing-masing partai politik agar menyisir dan meminta agar caleg-calegnya mau membuka data dirinya
bilamana ada caleg yang belum membuka data dirinya dalam laman KPU. ‘’Kami sudah minta mereka (parpol) untuk segera menyatakan agar profil calegcalegnya yang belum membuka data dirinya agar bersedia untuk dibuka di web kita (KPU),’’ sebut Arief. (kmb4)
balipost http://facebook.com/balipost
Rabu Umanis, 20 Februari 2019
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Liga Champions Teco Minta Pemain Bali United Tetap Fokus Mangupura (Bali Post) – Bali United memetik kemenangan 1-0 atas tuan rumah Persela Lamongan dalam laga pertama babak 16 besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Surajaya, Senin (18/2) malam. Gol tunggal itu lahir akibat bunuh diri kapten Persela Jairo Rodrigues pada menit ke-34. Pelatih Kepala Bali United, Stefano Cugurra, sangat bersyukur atas poin penuh yang diraih timnya. Ia memberikan apresiasi terhadap kerja keras pemainnya selama pertandingan. ‘’Kemenangan yang patut kami disyukuri. Sebelumnya kami sudah tahu bila melawan Persela di kandangnya akan menjadi pertandingan yang sulit. Apresiasi kepada semua pemain karena sudah bekerja keras,’’ ujarnya seperti dikutif dari situs Bali United, Selasa (19/2) kemarin. Menurutnya, Bali United belum lolos karena masih ada pertandingan kedua di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar pada Jumat (22/2) nanti. Oleh karena itu, ia minta pemainnya tetap fokus dan kerja keras saat giliran menjadi tuan rumah. ‘’Intinya, babak 16 besar melawan Persela belum selesai,’’ tegas pelatih yang akrab disapa Teco ini. Ia sudah menyiapkan program pemulihan pascalaga tandang itu dan sebagai persiapan menghadapi laga kedua. ‘’Fokus kami adalah mengembalikan fisik pemain dengan sesi latihan recovery. Kami akan melihat bagaimana kondisi pemain setelah kami kembali ke Bali,’’ tambahnya. Di sisi lain, nama Wawan Hendrawan langsung menjadi perbincangan pascakemenangan atas Persela. Aksi kiper ini di pengujung babak kedua menjadi sajian berkualitas di Stadion Surajaya. Terus mendapat tekanan dari tuan rumah ternyata tidak membuatnya kehilangan fokus hingga akhir laga. Puncaknya, ia melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis eksekusi penalti Jairo Rodrigues. Wawan menyebut keberhasilannya menggagalkan tendangan penalti lawan dikarenakan beberapa hal. ‘’Saya pribadi sebenarnya tidak bisa memprediksi dia (Jairo) akan menendang ke arah mana. Saya hanya berusaha fokus bagaimana gawang saya tidak kebobolan. Selain itu, dalam latihan saya juga sering belajar mengantisipasi tendangan penalti,’’ ungkapnya. (kmb)
Juventus Kejar Gol, Atletico Punya Motivasi Madrid – Atletico Madrid kedatangan lawan tangguh pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions. Tim peringkat kedua klasemen sementara Liga Spanyol ini menjamu Juventus di kandangnya pada Kamis (21/2) pagi pukul 04.00 Wita. Dalam laga lainnya, Schalke 04 menjadi tuan rumah bagi Manchester City. Juventus dan Atletico Madrid telah mencapai 12 final Piala Eropa, namun musim lalu di Kiev yang pertama dalam lima tahun keduanya tidak tampil. Atletico kemudian memenangkan Liga Eropa, sedangkan Juve disingkirkan Real Madrid melalui penalti Cristiano Ronaldo yang kontroversial pada menit ke-98. Itu adalah gol ke-10 Ronaldo dalam tujuh pertandingan melawan Juventus, setelah mencetak dua gol di laga pertama dan dua kali di final
M a d r i d , t e t a p i melakukannya di Kota Wanda Metropolitano yang disebut sebagai miliknya. ‘’Tentu saja kami terinspirasi dengan memainkan final di stadion kami sendiri, di kota kami sendiri, di depan para penggemar kami sendiri. Tapi tidak ada gunanya hanya membay-
April, Muskot PSSI Denpasar Denpasar (Bali Post) Pemilihan Ketua Umum Asosiasi Kota (Askot) PSSI Denpasar masa bakti 2019-2023 akan digelar April mendatang. Sementara Ketua Umum Askot PSSI Kota Denpasar sekarang Eko Supriadi baru satu periode memimpin induk organisasi sepak bola di ibu kota Provinsi Bali ini. Humas Askot PSSI Denpasar Dewa Gede Rai menyatakan, keputusan menggelar muskot berdasarkan hasil rapat pengurus di Sekretariat Askot PSSI Kota Denpasar pada Sabtu (16/2) lalu. ‘’Meskipun kami menggelar muskot pada April nanti, sejauh ini tanggalnya belum diputuskan,’’ tuturnya, Selasa (19/2) kemarin. Sebelum menyelenggarakan muskot, pihaknya akan menembusi klub-klub anggota Perseden Denpasar yang aktif. ‘’Kami akan menyurati sekitar 15 klub yang masih eksis berkiprah di kancah sepak bola Denpasar, sebab mereka merupakan pemilik suara,’’ ucapnya. Dijelaskannya, muskot merupakan agenda pemilihan ketua umum baru berikut pertanggungjawaban segala kegiatan sebelumnya. Ketua umum terpilih langsung dihadapkan pada beberapa program, misalnya pembentukan tim Porprov. Hanya, pembentukan tim Porprov harus dikoordinasikan dengan KONI Kota Denpasar. Sebab, KONI yang akan menganggarkan tim Porprov, sedangkan pengurus baru berhak menentukan manajer, pelatih dan ofisial tim. (022)
pada 2017. Juve mengalahkan El Real di semifinal dua tahun sebelumnya, tetapi Ronaldo berhasil membuat gol di setiap putaran. Ronaldo kini berbaju Juventus. CR7 tetap haus gol dengan menjadi top skor Italia dan Juve dibawanya jauh meninggalkan pesaingnya di klasemen sementara. Juventus berada di jalur untuk memenangkan Seri A Liga Italia kedelapan berturut-turut, tetapi sudah 23 tahun tidak mengangkat trofi Liga Champions. Jadi, ini adalah gelar yang sangat mereka dambakan. Bintang Barcelona, Lionel Messi, memuji Si Nyonya Tua sudah memiliki tim yang bagus dan sekarang mempunyai Ronaldo. Meski begitu, Juve tetap mewaspadai Atletico. ‘’Kami harus menemukan momen yang tepat untuk mencetak gol. Sangat penting mendapatkan gol di sana, jika tidak kualifikasi akan sangat sulit,’’ ujar Manajer Juve Massimiliano Allegri, Selasa (19/2) kemarin. Atletico memiliki kesempatan memainkan final di kandangnya tahun ini. Tidak hanya merebut piala itu dari R e a l
angkannya,’’ kata bos Atletico, Diego Simeone. Menurut penyerang Antoine Griezmann, memenangkan piala di kandang sendiri akan lebih baik. ‘’Ini motivasi ekstra bagi kami dan para penggemar. Jalan menuju ke sana akan sulit tetapi kami akan memberikan semuanya,’’ sebut pemain asal Prancis ini. Schalke-City Manchester City akan melawan Chelsea pada final di Piala Liga Inggris di Wembley pada Minggu nanti. City menjadi favorit untuk mempertahankan Piala Liga, namun harus melewati Schalke yang mendekam di urutan ke-14 di Bundesliga untuk mencapai perempatfinal Liga Champions. City juga lolos ke delapan besar Piala FA dan berada di puncak Liga Inggris berkat keunggulan selisih gol atas Liverpool. ‘’Lebih baik berada dalam situasi ini. Sangat penting pada Februari untuk berada di sini di empat kompetisi. Sekarang kami pergi ke panggung Liga Champions. Kami akan melihat (apa yang terjadi) pada Mei dan Juni,’’ jelas pelatih Pep Guardiola. Schalke terakhir mencapai perempatfinal Liga Champions pada 2011 ketika mantan legenda Real Madrid Raul Gonzalez mengilhami langkah mereka sebelum kalah dalam empat besar terakhir dari Manchester United. Pelatih kepala Domenico Tedesco menegaskan timnya masih bisa mengejutkan City meskipun ditahan tanpa gol Freiburg yang membuatnya tanpa kemenangan dalam tiga laga Liga Jerman. (afp/kmb)
TERBAIK – Antoine Griezmann dan Cristiano Ronaldo akan beradu menjadi yang terbaik dalam duel Atletico Madrid kontra Juventus.
Askab Tunggu Status PS Badung Juara Asia Menang di Banyuwangi Mangupura (Bali Post) Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Badung masih menunggu status tim PS Badung pascaterhenti pada babak 32 besar kompetisi Liga 3 putaran nasional musim 2018 lalu. Askab PSSI Badung belum tahu status Tim Keris untuk musim kompetisi 2019 ini apakah langsung mengikuti putaran nasional atau harus merangkak dari bawah dan kembali mengikuti kompetisi Liga 3 Rayon Bali. ‘’Kami masih menanti kepastian dari PSSI Pusat tentang status PS Badung,’’ kata Ketua Umum Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana di Kuta, Selasa (19/2) kemarin.
Menurut pria yang akrab disapa Koming ini, Askab PSSI Badung juga akan mengagendakan Kongres Tahunan di Puspem Badung pekan depan. Kongres ini membahas tentang program kerja dan segala pertanggungjawaban 2018 lalu serta menyusun program kerja 2019. Koming menegaskan, saat ini Badung tengah menyeleksi tim Porprov yang ditangani duet pelatih Nyoman Sujata dan Nyoman Karton Sukadana. Rencananya tim Porprov Badung ditangani pelatih kepala Ida Bagus Komang Mahayasa, namun yang bersangkutan sudah dipercaya menangani kesebelasan Pra-PON Bali. (022)
Banyuwangi (Bali Post) Balap sepeda Chocolate Happy Cycling digelar pertama kali di perkebunan cokelat, Desa Kendenglembu, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Minggu (17/2) lalu. Event berkelas nasional ini menjadi milik pembalap mountain bike (MTB) Zainal Fanani. Juara Men Elite Asia Mountain Bike Series 2018 di Malaysia ini berhasil menyingkirkan ratusan peserta open race sepeda gunung pada medan terjal di kawasan PTPN XII tersebut. Pembalap berusia 29 tahun itu menempuh rute sejauh 20,4 kilometer dalam waktu 47 menit. Ia mendahului
Angga Dwi Wahyu Prahesta dan Ihza Muhammad yang harus puas finis di urutan kedua dan ketiga. Keseruan rute juga diakui oleh Linda. Pemenang seri Women Open Chocholate Happy Cycling ini menyebut rute yang ditaklukannya cukup ekstrem. Namun, jalannya cukup lebar, sehingga tidak terlalu merepotkan. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, Chocolate Happy Cycling sebagai bagian dari sport tourism yang sedang dikembangkan. Di Banyuwangi terdapat 16 festival yang masuk dalam agenda sport tourism. (udi)
Piala AFF U-22
Indonesia Punya Keuntungan Moral Lawan Malaysia
Bali Post/ant
TANGKAP BOLA - Penjaga gawang Indonesia Satria Tama Hardiyanto (kiri) berlatih menangkap bola di Lapangan AUPP Sport Club, Phnom Penh, Kamboja.
Phnom Penh – Pelatih tim nasional Indonesia U-22, Indra Sjafri, menyebut pasukan Garuda Muda memiliki setidaknya dua keuntungan moral menjelang menghadapi Malaysia dalam laga kedua penyisihan Grup B Piala AFF U-22 di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Rabu (20/2) sore ini. “Pertama, kita sekarang punya satu poin karena kemarin imbang, sedangkan mereka kalah. Yang kedua, kemarin kita main sore dan mereka main malam. Keberuntungan itu kita hitung,” ujar Indra selepas memimpin latihan di Lapangan AUPP, Phnom Penh, Selasa (19/2) kemarin. Indonesia ditahan Myanmar
dengan skor 1-1 dalam laga yang berlangsung sore hari di Stadion Nasional, sedangkan Malaysia terjungkal 0-1 di hadapan pendukung tuan rumah Kamboja dalam pertandingan yang dilangsungkan mulai pukul 18.30. Laga Indonesia menghadapi Malaysia digelar di Stadion Nasional yang menggunakan rumput sintetis dengan kondisi secara kasat mata tak terlihat terawat dengan baik. Di sisi lain, Indra Sjafri juga mengaku sudah menyiapkan perubahan susunan pemain demi mengantisipasi permainan yang bakal ditampilkan Malaysia. “Mungkin ada perbaikan dari sisi pemain yang turun besok (hari ini),” katanya.
Pada laga melawan Myanmar, ia menarik keluar Hanif Sjahbandi digantikan M. Rafi Syarahil pada 10 menit akhir babak pertama demi mengoptimalkan lini tengah Garuda Muda. Ia juga menghabiskan dua slot pergantian berikutnya untuk menggantikan Witan Sulaiman dan Samuel Christianson yang mengalami cedera, meski belakangan diketahui keduanya hanya menderita kram. Di bagian lain, penyerang sayap Witan Sulaiman memastikan kondisinya siap untuk dimainkan melawan Malaysia. Dalam sesi latihan kemarin, Witan terlihat mengikuti sesi latihan ringan berupa pemulihan stamina sebagaimana diikuti rekan-rekannya
yang bermain lebih dari 45 menit dalam laga kontra Myanmar. Remaja gemblengan SKO Ragunan itu bertekad memperbaiki permainannya dengan lebih banyak membantu rekan-rekannya dalam situasi bertahan, sesuatu yang tak banyak dilakukan di laga kontra Myanmar. “Evaluasi saya kurang bantu pertahanan,” ungkap Witan. Duel kontra Malaysia bakal menjadi penentuan bagi Indonesia jika ingin menjaga asa lolos ke babak semifinal semakin besar, mengingat pada pertandingan pamungkas harus menghadapi tuan rumah Kamboja yang mendapatkan keuntungan dukungan suporter dan tak harus beradaptasi dengan kondisi lapangan. (ant)