terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 154 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
senin kliwon, 20 januari 2020
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Jalan Rusak 159 Kilometer
Disperindag agar Inovatif
Awasi Masuknya Daging Kambing
Persoalan jalan rusak masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab Tabanan. Adapun panjang jalan kabupaten mencapai 863,218 kilometer. Dari total jalan itu, sepanjang 159,063 kilometer dalam kondisi rusak berat.
Pasar Seni Geopark, Kintamani belum termanfaatkan secara optimal. Pasar geopark ini sepi sejak dioperasionalkan enam tahun lalu. Anggota Komisi II DPRD Bangli Gede Tindih menyayangkan kondisi itu. Disperindag pun agar melakukan kajian. BANGLI | HAL. 9
Antisipasi sejumlah penyakit dari luar, Karantina Pertanian Terpadu di Gilimanuk mengintensifkan pemeriksaan komoditi yang masuk dari Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk. Salah satunya daging kambing potong. Mengapa?
TABANAN | HAL. 7
JEMBRANA | HAL. 11
Demi Eksistensi Budaya Jaga Tanah Bali Salah satu kebijakan ‘’manusiawi’’ Pemerintah Hindia Belanda di era penjajahan adalah larangan orang Bali menjual tanah kepada orang asing. Tujuannya menjaga Bali dengan kebudayaan eksotis yang tiada duanya di dunia. Pemerintah Provinsi Bali saat ini yang mengusung visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ menuju Bali Era Baru, perlu mempertegas kembali kebijakan tersebut, yakni menjaga tanah Bali tetap dalam kepemilikan krama Bali.
T
anah Bali merupakan wadah berkembangnya budaya dan desa adat umat Hindu di Bali. Oleh karenanya, tanah Bali harus menjadi prioritas untuk dijaga demi eksistensi budaya Bali. Apalagi saat ini tanah Bali banyak yang telah beralih kepemilikan ke tangan orang non-Hindu untuk berbagai kepentingan mulai dari usaha hingga perumahan. ‘’Alam Bali, termasuk tanahnya harus dijaga. Karena tanah Bali merupakan wadah berkembangnya budaya Bali. Saat ini banyak alih fungsi lahan. Tidak hanya itu, saat ini banyak tanah Bali sudah beralih tangan ke tangan orang non-Hindu,’’ tandas budayawan Dr. Drs. A.A. Gde Raka, M.Si. Hal. 11 Tetap Eksis
Everton Siapkan Rp533 M Datangkan Emre Can EVERTON dikabarkan menyiapkan 30 juta poundsterling (setara Rp533 miliar) untuk mendatangkan mantan gelandang Liverpool asal Jerman, Emre Can, menurut laporan The Sun, Minggu (19/1) kemarin. Gelandang Juventus asal Jerman tersebut kini menjadi incaran pelatih anyar Everton, Carlo Ancelotti, setelah mengetahui bahwa Can tidak masuk rencana Sarri di klub Italia itu. Inter Milan juga telah memantau situasi pemain berusia 26 tahun itu, tetapi tidak setuju dengan harga yang diminta Juventus atau tingginya gaji sang pemain sebesar 100.000 poundsterling per pekan. Situasi tersebut telah membuka pintu bagi Everton untuk bergerak, tetapi dikhawatirkan ia tidak akan bergabung dengan rival sekota Liverpool itu. Mantan pemain Bayern Munchen itu telah menegaskan bahwa ia tidak akan setuju untuk pindah ke Manchester United karena menghormati Liverpool. Jadi masih harus dilihat apakah Can bersedia untuk gabung dengan rival bekas klubnya itu. Ancelotti memang ingin memperkuat skuad yang diwariskan pelatih sebelumnya, Marco Silva, yang dipecat bulan lalu. Bahkan, Ancelotti ingin mengontrak Can di bursa transfer musim panas lalu, ketika ia masih melatih Napoli. Namun, harga yang diminta oleh Juventus dianggap terlalu tinggi. Hal. 11 Tetap Bertahan
Harian Bisnis Bali Kebijakan Elpiji 3 Kg Dalam Kajian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan rencana pemerintah mengatur ulang kebijakan distribusi elpiji 3 kg. Saat ini masih dalam tahap kajian. www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Ratusan Orang Lakukan Reboisasi Kondisi hutan di kawasan Bali Barat kini memprihatinkan. Ini membuat Relawan Peduli Hutan bersama KPH Bali Barat untuk melakukan gerakan reboisasi. www.denpostnews.com
Bali Binasa: Di Ambang Kenyataan? Miguel Covarrubias penulis buku ‘’The Island of Bali’’ pernah menulis sebuah artikel berjudul ‘’Bali Binasa: Sebuah Spekulasi’’. Tulisan tersebut menjadi salah satu artikel di buku ‘’Bali Tempoe Doeloe’’ yang disusun Adrian Vickers. Sebagai seorang pencinta Bali, Covarrubias juga memiliki kekhawatiran mengenai keruntuhan kebudayaan Bali akibat ancaman pariwisata dan modernisasi. Namun, berbeda dengan para
pengamat keruntuhan kebudayaan Bali, seniman multitalenta ini mengajukan optimismenya tentang ketahanan kebudayaan Bali. Bahwa manusia Bali memiliki kemampuan untuk tetap tegak menjaga otentisitasnya karena memiliki kepribadian yang unik. Optimisme Covarrubias sepertinya terbukti. Meski para pengamat keruntuhan kebudayaan Bali telah menentukan waktu kehancuran yaitu dari 1334 hingga 1908, lalu pada 1920, 1935, 1942, 1950, 1969, dan 1987, kenyataannya kebudayaan Bali masih tetap eksis. Pemerintah Hindia Belanda, sebagai penjajah di Bali, disebutkan Covarrubias, berperan cukup besar dalam menjaga
kebudayaan Bali. Salah satunya dengan mengeluarkan larangan menjual tanah kepada orang asing untuk dieksploitasi. Ini menjadi salah satu kebijakan manusiawi, selain larangan menghentikan tradisi satia yakni bunuh diri janda yang ditinggal mati dengan menceburkan diri ke api serta mengurangi kesewenang-wenangan kaum bangsawan terhadap rakyat jelata. Larangan menjual tanah kepada orang asing, sepertinya lahir dari kesadaran bahwa manusia Bali sangatlah lekat dengan tanahnya. Kebudayaan Bali tidak bisa eksis jika manusia Bali dipisahkan dari tanahnya. Artinya, jika tanah sampai dikuasai bukan lagi
oleh manusia Bali, maka kebudayaan Bali akan meredup hingga akhirnya menghilang. Tantangan yang dihadapi Bali kini, tidak seperti masa-masa sebelumnya terutama karena berlipat-lipatnya kekuatan arus modernisasi dan ekonomi kapitalistik. Utamanya dampak terhadap status kepemilkan tanah. Sebagai sebuah gambaran, saat ini begitu banyak warga negara asing (WNA) yang ‘’menguasai’’ properti di Bali, baik dalam bentuk tanah maupun vila. Penelitian dari Kelompok Kerja Krisis Nominee Indonesia (K3NI) di tahun 2015 lalu mengungkapkan data mengejutkan yakni ada hampir 10.500 bidang tanah dan 7.500
vila di Bali ‘’dikuasai’’ WNA. Ini belum termasuk peralihan kepemilikan tanah dari warga Hindu Bali kepada yang nonHindu yang jumlahnya semakin masif. Maka, Bali Binasa, sepertinya tidak lagi sebuah spekulasi namun sedang berada di ambang kenyataan. Bali binasa berarti kebudayaan Bali tidak lagi memiliki eksistensi. Karena tanpa kebudayaannya, apalah Bali yang tidak lebih hanya sebuah pulau tanpa memiliki lagi otentisitas yang membuatnya tiada duanya di dunia. Jika saja Covarrubias masih hidup dan tinggal di Bali, mungkin ia akan menulis ‘’Bali Binasa: Di Ambang Kenyataan’’. (nyoman winata)
China Ungkap Lagi Kemunculan 17 Kasus Corona Beijing – China pada Minggu (19/1) kemarin melaporkan kemunculan 17 kasus pneumonia lagi, yang disebabkan oleh jenis virus Corona baru. Peningkatan jumlah kasus tersebut menimbulkan kekhawatiran pada saat negara itu bersiap-siap merayakan Tahun Baru China, ketika banyak penduduk melakukan perjalanan. Tiga dari pasien-pasien tersebut mengalami sakit parah, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Komisi Kesehatan Kota Wuhan. Jumlah keseluruhan pasien yang terinfeksi penyakit itu, yang semuanya berada di Kota Wuhan di China Tengah, saat ini telah meningkat menjadi
62 orang. Dua di antaranya meninggal. Tahun Baru China merupakan liburan hari raya selama satu pekan, yang tahun ini dimulai pada 24 Januari. Virus terbaru itu berasal dari kelompok besar virus Korona, yang termasuk Sindrom Pernapasan Akut (SARS). Sebanyak hampir 800 orang di seluruh dunia meninggal karena SARS selama wabah pada 2002-2003, yang juga dimulai dari China. Amerika Serikat pada Jumat (17/1) mengatakan akan memulai upaya penyaringan di tiga bandar udara Amerika Serikat untuk melacak orangorang yang tiba dari Wuhan dan kemungkinan memiliki gejala demam. Kendati para
pakar mengatakan virus baru itu tidak tampak mematikan seperti SARS, tidak banyak yang tahu dari mana virus itu berasal. Juga tidak ada kejelasan soal apakah penularan bisa terjadi dari manusia ke manusia. Thailand telah melaporkan ada dua kasus virus tersebut, sementara Jepang melaporkan satu kasus. Sejauh ini semua kasus yang muncul berkaitan dengan orang-orang yang tinggal di Wuhan atau yang sempat bepergian ke kota itu. Bali juga mewaspadai ancaman virus Corona tersebut. Terlebih Bali kedatangan dua penerbangan langsung dari Kota Wuhan, China Tengah. Hal. 11 Penumpang Sakit
Bali Post/afp
PASIEN - Staf medis membawa pasien ke Rumah Sakit Jinyintan, Wuhan, Sabtu lalu.
Senin Kliwon, 20 Januari 2020
Belum Semua Tempat Usaha Pasang Aksara Bali Denpasar (Bali Post) Pemberlakuan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali sudah berjalan lebih dari satu tahun. Akan tetapi, rupanya masih banyak pengusaha di Bali belum mematuhi pergub ini, terutama dalam penggunaan aksara Bali di tempat usahanya. Buktinya, saat petugas gabungan Satpol PP Provinsi Bali dan Satpol PP Kota Denpasar melakukan sidak di seputaran Jalan Diponegoro, Denpasar, Sabtu (18/1) lalu, masih banyak usaha yang belum memasang aksara Bali di papan nama usahanya. Ironisnya, setelah ditertibkan para pemilik usaha berdalih tidak mengerti tentang penulisan yang benar seperti apa. Meski berdalih seperti itu, tidak serta merta para pemilik usaha tak luput dari tindakan tegas
petugas dalam menegakkan pelaksanaan Pergub ini. Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi, S.H., M.H. mengatakan, sidak Sabtu lalu menyasar sebanyak 41 toko di kawasan Jalan Diponegoro, Denpasar. Ternyata masih banyak belum mengindahkan Pergub Nomor 80 Tahun 2018 ini, khususnya tentang penggunaan aksara Bali. Memang ada beberapa yang ditemukan salah ejaan dalam penulisan aksara Bali di papan nama usaha mereka. Hal ini dikarenakan masih kurangnya sosialisasi dari dinas terkait, sehingga banyak yang tidak tahu jika penulisan aksara Bali merupakan wajib harus dipatuhi. ‘’Ini menjadi PR besar kami untuk terusmenerus melakukan pendekatan langsung ke objek-objek untuk pembinaan. Untuk pembinaan lebih lanjut, nantinya perlu difasilitasi pihak
Disbud,’’ katanya, Minggu (19/1) kemarin. Lebih lanjut ditegaskan, penggunaan aksara Bali sud ah sering di lakukan sosialisasi melalui media massa, media online, medsos, radio, televisi, dan baliho. Akan tetapi, imbauan tersebut tetap saja kurang diperhatikan. ‘’Kami sangat berharap semua komponen masyarakat berperan aktif terus menyuarakan pentingnya hal ini. Sebab semua ini untuk Bali,’’ jelasnya. (kmb16)
SIDAK - Satpol PP Provinsi Bali dan Satpol PP Kota Denpasar melakukan sidak di seputaran Jalan Diponegoro, Denpasar, Sabtu (18/1) lalu, terkait Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali.
Bali Post/kmb16
BNNP Bali Ungkap Penyelundupan 31,6 Kg Ganja
Denpasar (Bali Post) -
Awal tahun ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba dan pelakunya terbilang kelas kakap. Petugas menyita barang bukti (BB) narkotika jenis ganja seberat 31,6 kilogram bruto. BB ini disita dari rumah kos pria yang berinisial GR di wilayah Canggu, Kuta Utara, Badung, Kamis (16/1) lalu. ‘’Barang terlarang ini dikirim dari Medan, Sumatera Utara. Sudah beberapa kali BNNP Bali menangkap pelaku yang merupakan jaringan Bali-Medan. Jumlah barang buktinya pun cukup
banyak,’’ kata salah satu sumber, Minggu (19/1) kemarin. Hasil penyelidikan Tim Berantas BNNP Bali, kata sumber yang enggan disebut identitasnya ini, paket ganja tersebut dikirim dari Medan.
FIGUR Lelang Ribuan Aset ANGKA non-performing loan (NPL) atau kredit macet terus mengalami peningkatan. Kredit macet itu selain dilihat dari NPL, juga terlihat dari aset yang dilelang di Balai Lelang Bali Indonesia yang mencapai 2.716 unit lahan maupun rumah. Belum lagi aset berupa kendaraan, kapal dan kayu. Demikian disampaikan Direktur Utama Balai Lelang Bali Indonesia (BLBI), I Wayan Laya, S.H., Sabtu (18/1). Dikatakan, barang lelang itu tidak hanya dari Lembaga Jasa Keuangan (LJK), termasuk juga aset pemerintah yang noneksekusi, seperti mobil pelat merah yang habis pakai, dll. Wayan Laya menjelaskan, tugas Balai Lelang untuk melakukan pembinaan terhadap seluruh LJK agar mengerti dan memahami ketika terjadi kredit macet melalui Balai Lelang Bali. Apabila hasil akhir tidak sesuai dengan harapannya, nantinya akan ada lembaga eksekusi yang bernama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), apabila yang bersangkutan tetap tidak bisa dibina BLBI. ‘’Kita di Balai Lelang B a l i memberikan pembinaan dalam pra lelang seperti turun ke lapangan, mengarahkan kepada debitur bank yang kreditnya macet agar yang bersangkutan bersedia membayar, kemudian langkah solusi yang kita berikan seperti untuk menjual asetnya sendiri, atau meminjam kepada bank lain lewat LPD maupun koperasi,’’ kata Wayan Laya. Ia mengungkapkan, kehadiran balai lelang diharapkan memberikan kontribusi mengatasi kualitas kredit di LJK yang mengalami permasalahan. (may)
Topik : JAGA TANAH BALI
Diduga pengirimnya seorang bandar besar di sana dan ditujukan kepada GR yang stand-by di Bali. Ganja tersebut diselundupkan menggunakan paket ekspedisi, Rabu (15/1) lalu.
Paket ganja tersebut tiba di Bali keesokan harinya. ‘’Begitu paket tersebut diterima, pelaku langsung ditangkap. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamarnya ditemukan ganja sedang dijemur,’’ ungkapnya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Kantor BNNP Bali di Jalan Kamboja, Kereneng, Denpasar Timur. Petugas masih mengembangkan kasus
tersebut. ‘’Besok (Senin - red) kami rilis pengungkapan kasus ini,’’ terang Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. kemarin. Perlu diketahui, BNNP Bali menangkap dua pengedar ganja, Iwan Boris Marbun (20) dan David Purba (25), di areal toko elektronik di Jalan Gatot Subroto Timur, Denpasar pada Mei 2019. Barang bukti yang
diamankan satu paket ganja seberat 427 gram bruto. Kedua pelaku ini merupakan jaringan Medan-Bali spesialis ganja. Modusnya, paket dikirim dari Medan melalui jasa ekspedisi dengan nama penerima palsu ke TKP. Awal tahun 2019, Tim Berantas BNNP Bali dipimpin Kasi Intelijen Kompol Saifudin Jupri berhasil menggagalkan peredaran 25 kilogram ganja asal Medan, Sumatera
Utara. Ganja tersebut dipesan napi Lapas Kerobokan berinisial RZ dan dikirim lewat jasa pengiriman paket. Terkait kasus ini, petugas menangkap dua kurir, Kurniawan Risdianto dan Muh Haryono. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Tidak Ada Jual-Beli Ginjal Prevalensi ”Stunting” OPERASI transplantasi ginjal saat ini sudah bisa dilakukan di RSUP Sanglah. Bahkan pada 30 Januari mendatang akan dilakukan operasi transplantasi ginjal ke-18. Dalam mendapatkan organ ginjal untuk pasien, RSUP Sanglah memastikan diberikan secara sukarela. Tidak ada jual-beli ginjal antara pasien dengan penyumbang ginjal. Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah Dr. dr. I Ketut Sudartana, Sp.B.-KBD. mengatakan, layanan transplantasi ginjal telah dilakukan RSUP Sanglah sejak tahun 2016. Dalam mendapatkan transplantasi ginjal, selama ini didapatkan dari keluarga dekat pasien. ‘’Organ ginjal didapatkan dari orang hidup dan biasanya dari lingkungan keluarga. RSUP Sanglah belum berani mengambil organ ginjal dari orang yang baru meninggal,’’ ujarnya. Ia mengakui memang sempat ada orang yang datang menawarkan ginjalnya untuk dijual ke pasien. Namun, hal itu dilakukan karena melakukan transplantasi ginjal tidak ada transaksi seperti itu. Ada hukumnya. Sebelum melakukan donor, pendonor biasanya menjalani serangkaian tes untuk mengetahui seberapa besar persentase kecocokan ginjalnya untuk pasien. Pendonor harus dari keluarga dekat, baik itu orangtua atau saudara kandung. Jika diberikan dari orang lain yang tidak ada ikatan darah, maka kecocokannya akan semakin rendah. Selain menjalani serangkaian pemeriksaan medis, pendonor juga menjalani tes psikiater untuk menyiapkan diri secara mental serta ada perjanjian bahwa mereka secara ikhlas dan tanpa paksaan menyumbangkan ginjalnya. Rangkaian proses ini, menurut Sudartana, membutuhkan waktu hingga bulanan. Sementara untuk pembiayaan, transplantasi ginjal tetap ditanggung BPJS Kesehatan sesuai dengan besaran yang telah ditentukan. Selama ini keberhasilan transplantasi ginjal di RSUP Sanglah adalah 100 persen. Tidak ada proses penolakan dari penerima donor setelah
di Bali Menurun
Organ ginjal didapatkan dari orang hidup dan biasanya dari lingkungan keluarga. RSUP Sanglah belum berani mengambil organ ginjal dari orang yang baru meninggal.
transplantasi dilakukan. Ke depan transplantasi ginjal akan menjadi layanan unggulan di RSUP Sanglah. ‘’Rencananya menjadi layanan unggulan kami. Sementara ini belum unggulan, namun masih pengembangan. Mungkin Renstra 2020-2024 bisa masuk sebagai layanan unggulan,’’ tegasnya. (san)
PREVALENSI stunting (kekerdilan anak) di Bali telah menurun menjadi 19,8 persen pada tahun 2018 atau turun 10 persen sejak 2013. Prevalensi stunting di Provinsi Bali pada 2013 cukup tinggi, yakni mencapai sekitar 30 persen. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dian Nardiani, mengatakan Gianyar sebelumnya tercatat sebagai wilayah dengan angka stunting tertinggi di Bali. Namun, saat ini posisi Gianyar telah digantikan dua kabupaten lainnya, yaitu Buleleng dan Bangli. Keduanya memiliki prevelansi stunting sekitar 20 - 23 persen. Kondisi ini berbeda dengan kabupaten lainnya di Bali yang prevalensi stunting di bawah 20 persen. Kedua kabupaten ini menjadi prioritas penanggulangan stunting saat ini dan memerlukan intervensi gizi dari hulu tidak hanya di hilir saja, khususnya mulai dari remaja perlu mendapatkan edukasi gizi dengan baik. Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap daya saing bangsa. Sebab, anak stunted, tak hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/ kerdil), melainkan juga terganggu perkembangan otaknya. Sehingga mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di
usia produktif. Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tua. Sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apaapa untuk mencegahnya. Padahal seperti diketahui, genetika atau keturunan merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan baik sosial, ekonomi, budaya, politik dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah. Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih. “Seringkali masalah-masalah non-kesehatan menjadi akar dari masalah stunting, baik itu masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, kemiskinan, kurangnya pemberdayaan perempuan, serta masalah degradasi lingkungan. Karena itu, kesehatan membutuhkan peran semua sektor dan tatanan masyarakat,” imbuh Dian. Untuk mencegah stunting, 1.000 hari pertama kehidupan harus benar-benar diperhatikan. Pada 1.000 hari pertama itu calon ibu dan bayi harus mengonsumsi makanan bergizi, konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil dan remaja putri. (may)
Umat Buddha Diminta Tak Ikut Sebar ’’Hoax’’
Denpasar (Bali Post) Provokasi lewat berita-berita bohong atau hoax sangat rentan mengganggu stabilitas bangsa. Hal ini turut menjadi perhatian Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi). Seluruh umat Buddha termasuk yang ada di Bali, diimbau ikut menjaga keamanan serta ketenteraman bangsa dan negara. ‘’Umat Buddha agar tidak ikut menyebar hoax lewat perkataan maupun media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum jelas sumbernya,’’ ujar Ketua Umum Permabudhi Arief Harsono dalam acara pelantikan dan pengukuhan
pengurus daerah Permabudhi Bali masa bakti 2019-2023 di Maha Vihara dan Pusdiklat Buddha Maitreya, Denpasar, Minggu (19/1) kemarin. Acara ini juga dihadiri Asisten III Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Bali Wayan Suarjana mewakili Gubernur dan Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI Caliadi. Arief menambahkan, Permabudhi merupakan wadah pemersatu umat Buddha Indonesia. Salah satunya lewat pembentukan pengurus daerah di semua provinsi agar bisa memberikan pelayanan maksimal kepada umat Buddha. Sampai saat ini, pengurus daerah sudah terbentuk
di 31 provinsi dan akan terus dilakukan sampai 34 provinsi. ‘’Pelantikan pengurus daerah di Bali memiliki daya tarik tersendiri. Terbukti dari kehadiran pemimpin, tokoh pemerintah dan agama di Bali, mencerminkan persaudaraan, perdamaian dan kerukunan,’’ imbuhnya. Ketua Permabudhi Bali, Pandita Muda Tommy Chiuputra, mengatakan Permabudhi berasal dari berbagai aliran dengan tata cara ibadah yang berbeda-beda. Namun memiliki tujuan yang sama dan mulia. Perbedaan ini dikatakan sebagai sebuah anugerah yang harus dijaga. ‘’Sebagai ketua, saya men-
gajak agar kita selalu bisa bergandengan tangan, bersama-sama dalam bingkai NKRI,’’ ujarnya. Terkait sinergi dengan pemerintah, menurut Tommy, Permabudhi Bali mendukung visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ khususnya tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Yakni tidak menggunakan kantong plastik, styrofoam, dan sedotan plastik serta mengelola sampah berbasis sumber. Program ini sudah disosialisasikan dan dilaksanakan pada beberapa tempat di Bali. ‘’Seperti pengolahan sampah dapur organik menjadi cairan serba guna, yaitu eco
enzyme dan juga pengolahan sampah plastik menjadi baju, jas atau selimut. Semoga ke depannya Permabudhi bisa bekerja sama dengan pemerintah,’’ imbuhnya seraya meminta bimbingan dan motivasi dalam menjalankan tugas sebagai Ketua Permabudhi Bali. Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI Caliadi mengatakan umat Buddha harus bisa menjaga keberagaman yang ada di internal, maupun menjalin kerukunan antarumat beragama dan bersinergi dengan pemerintah. Dengan demikian, pembangunan nasional dapat berjalan dengan baik. (kmb32)
Senin Kliwon, 20 Januari 2020
Bali Post/eka
BUAH LOKAL - Jeruk merupakan salah satu komoditas buah lokal yang memiliki potensi pasar cukup tinggi di Bali.
Enam Koperasi Diinisiasi Terjun di Komoditas Buah Lokal KEBERADAAN sentra produk pertanian berbasis koperasi merupakan salah satu langkah Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Bali untuk mengimplementasikan Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Karenanya Perusda menginisiasi delapan koperasi sebagai pilot project, enam di antaranya sudah
melalui proses inisiasi. Adapun enam koperasi yang diinisiasi oleh Perusda Bali terjun ke komoditas buah lokal. Dikonfirmasi Minggu (19/1) kemarin, Kepala Unit Industri dan Perdagangan Divisi Pangan Perusda Bali, David Setiawan, mengatakan rencananya ada delapan koperasi yang akan diinisiasi pembentukannya oleh Perusda Bali sebagai pilot project sentra produk
SOSOK
David Setiawan memaparkan, kelompok tani yang sudah membentuk koperasi ini terjun ke komoditas buah lokal. Ditegaskan, komoditas buah lokal sebenarnya memiliki potensi pasar yang tinggi di Bali. Sayangnya, petani masih belum mampu memenuhi baik secara kuantitas, kualitas dan kontinuitas karena sifatnya musiman. David Setiawan memaparkan, produksi jeruk
di Bali mencapai 98.052 ton per tahun, salak 18.622 ton per tahun dan anggur 10.298 ton per tahun. ‘’Tetapi hasil panen ini penyebarannya tidak banyak yang sampai ke swalayan besar maupun hotel. Lebih banyak ke pengepul, bahkan ada yang dibawa ke Jawa dulu baru kembali masuk Bali dengan harga lebih tinggi,’’ jelasnya. Dengan adanya koperasi ini, katanya, nantinya akan menekankan enam hal, yaitu
sertifikat kompetensi, akses kapital, akses pasar, bimbingan manajemen, kerja sama dengan instansi terkait dan logistik. ‘’Nantinya ada tiga hal yang saling terkait, yaitu koperasi, kelompok tani dan petani itu sendiri. Koperasi menekankan enam hal, sementara kelompok tani berperan membeli dari petani, grading dan packaging dan petani bertugas melakukan penanaman dan pemeliharaan sampai panen
serta penjualan langsung ke kelompok,’’ ujarnya. Dengan langkah ini, kata David Setiawan, diharapkan memutuskan mata rantai penjualan sehingga kestabilan harga bisa dipertahankan dan produk bisa dihasilkan secara kontinu sepanjang tahun dan berkualitas. Dengan demikian, komoditas buah lokal Bali ini akan terserap lebih banyak oleh hotel dan swalayan besar. (san)
Garap Memori Banding
Cetak SDM Unggul WAKIL Bupati Badung, I Ketut Suiasa, membuka Edufair Bali di Ruang Kerta Gosana Puspem Badung, Minggu (19/1). Kegiatan yang mengusung tema “ABC Generation Becoming Adaptive, Brave, and Competitive Millennials to Prepare For the Future” ini merupakan program tahunan yang diinisiasi Forum Mahasiswa Bali se-Jawa dalam memfasilitasi tingginya animo siswa-siswi SMA/SMK dan MA untuk mendapatkan informasi mengenai perguruan tinggi favorit di Jawa di tengah ketersediaan akses informasi yang minim. Orang nomor dua di Pemkab Badung ini mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Bali se-Jawa tersebut. Ditegaskan, hal ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa daerah yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang ada di Pulau Jawa dalam memberikan edukasi dan informasi kepada siswa kelas XII yang berkeinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Berbekal pada pemaparan dari perwakilan berbagai perguruan tinggi yang ada di Pulau Jawa, tentu menjadi bahan pertimbangan siswa sebelum memutuskan memilih perguruan tinggi. “Rangkaian kegiatan Edufair sangat bermanfaat bagi siswa dalam menentukan pemilihan universitas dan fakultas yang diminati. Kami selaku pemerintah daerah akan selalu men-support kegiatan dan upaya dalam mencetak SDM unggul guna mengantisipasi perkembangan dan persaingan di era global yang serba cepat ini,” tegasnya. (par)
Distan Terima Laporan Kematian Ternak Babi
Mangupura (Bali Post) Dinas Pertanian dan Pangan melalui Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) mendapatkan banyak laporan tentang kematian ternak babi pada sejumlah sentra peternakan di Kabupaten Badung. Sampel dari ternak yang mati sudah dibawa ke Balai Besar Veteriner Denpasar untuk dilakukan pengujian penyebab kematian. Ada tiga penyakit utama yang menyerang babi, yaitu cholera atau umum pula dikenal sebagai classical swine fever (CSF), Streptococcus Suis, serta yang paling berbahaya dan belum ditemukan obatnya adalah african swine fever, disingkat ASF. Dikonfirmasi Minggu (19/1) kemarin, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijaya, yang dikonfirmasi membenarkan pihaknya menerima banyak laporan kematian ternak babi. ‘’Ada sejumlah laporan tentang kematian ternak babi, tapi kita sudah ambil langkah-langkah dengan menurunkan tim langsung ke peternak,’’ katanya. Selain membawa sampel ternak babi yang mati ke Laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar untuk diuji, kata Wijaya, pihaknya juga telah membagikan disinfektan kepada peternak. Disinfektan ini akan disemprotkan ke kandang, dan
pertanian berbasis koperasi. Enam kelompok tani sudah menjalani inisiasi pembentukan koperasi, yaitu Kelompok Tani Dana Lestari, Bangli (jeruk), Kelompok Tani Amertha Nadhi, Buleleng (anggur), Kelompok Tani Uma Hyang Gangga, Karangasem (salak), Kelompok Tani Lestari, Bangli (jeruk), Kelompok Tani Tirtha Mandiri, Bangli (jeruk) dan Kelompok Tani Tumpang Lestari, Karangasem (salak).
yang tak kalah penting menurutnya peternak agar tetap menjaga kebersihan kandang. Sementara itu, Kabid Keswan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Gde Asrama, mengatakan laporan kematian babi terutama dari sentra-sentra peternakan babi di Kecamatan Abiansemal dan Kecamatan Mengwi. ‘’Kami masih menunggu hasil analisa sampel yang telah kita bawa ke laboratorium Veteriner Denpasar. Semoga hasilnya bisa keluar dalam waktu dekat,’’ ujarnya. Untuk data pasti jumlah kematian, kata Asrama, pihaknya masih melakukan perekapan dari laporan-laporan yang telah masuk. Untuk membandingkan antara jumlah populasi dengan tingkat kematian. Sebelum keluar hasil resmi dari Laboratorium Bali Besar Veteriner Denpasar, pihaknya belum berani banyak berkomentar. Akan tetapi secara umum ada tiga jenis penyakit utama yang menyerang babi, yaitu classical swine fever (CSF), Streptococcus Suis. Untuk kedua penyakit ini masih bisa diobati, dengan melakukan vaksinasi. Penyakit yang paling berbahaya adalah african swine fever (ASF). Penyakit yang sering disebut virus flu babi Afrika ini ditemukan pada peternak babi di Sumatera Utara ini sampai sekarang belum ditemukan obatnya. (kmb)
Sudikerta Tunjuk Pengacara Baru VONIS atas perkara dugaan penipuan, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan terdakwa mantan Wagub Bali Drs. I Ketut Sudikerta sudah dibacakan, Jumat (20/12) lalu. Saat itu juga, pria yang sempat menjabat Wakil Bupati Badung itu mengajukan upaya hukum banding atas vonis 12 tahun yang diberikan majelis hakim pimpinam Esthar Oktavi. Hanya hingga Minggu (19/1) kemarin atau hampir satu bulan setelah putusan, memori banding belum diajukan ke pengadilan. Informasi yang didapat, Sudikerta merombak tim kuasa hukumnya untuk mendampingi di pengadilan tingkat banding. Pengacara yang digandeng kali ini adalah pengacara senior seperti Suryatin Lijaya, Nyoman Putra dan Warsa T Bhuana. Dikonfirmasi atas infor-
masi itu, Warsa T Bhuana membenarkannya. ‘’Ya, saya ditunjuk untuk mendampingi Pak Sudikerta di tingkat banding. Kami bertiga. Ada Pak Suryatin dan juga Pak Nyoman Putra,’’ tandas Warsa. Lantas soal memori banding? Warsa yang juga politisi senior itu mengatakan, pihaknya sedang menyusun memori banding yang nantinya akan disampaikan ke pengadilan. ‘’Sedang disusun. Semoga minggu ini bisa kami
ajukan memori bandingnya,’’ tegas pria asal Kintamani itu. Sebelumnya dalam sidang di PN Denpasar, majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi dengan hakim anggota Konny Hartanto dan Heriyanti menyebut terdakwa Sudikerta terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Yakni melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri, atau orang lain se-
cara melawan hukum. Terdakwa juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Oleh majelis hakim PN Denpasar, terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda Rp5 miliar, subsider empat bulan kurungan. Sebelum pada pembacaan kesimpulan dalam amar putusannya, majelis hakim mempertimbangkan sejumlah hal. Yang meringankan, terdakwa bersikap sopan, pernah menjabat Wakil Bupati Badung, pernah menjabat Wakil Gubernur Bali. Sedangkan yang memberatkan perbuatan terdakwa merugikan saksi korban Alim Markus.
Atas putusan itu, terdakwa Sudikerta langsung menyatakan banding. Dengan membawa secarik kertas, dia menyatakan sendiri bahwa atas putusan itu pihaknya mengajukan upaya hukum banding. JPU I Ketut Sujaya dkk. sebelumnya menuntut supaya Sudikerta dihukum selama 15 tahun penjara, denda Rp5 miliar, subsider enam bulan kurungan. Terdakwa Sudikerta disebut majelis hakim melanggar Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan dakwaan kedua melanggar Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. (asa)
Turis India Dijambret di Kuta
Mangupura (Bali Post) -
Kasus penjambretan dengan korban warga negara asing kembali terjadi di Kuta. Sabtu (18/1) lalu, Dr. David Mansuria (33) asal India, dijambret di Jalan Raya Kuta, tepatnya di depan Dewi Sri Food
Court, Badung. Akibat kejadian tersebut, David kehilangan Iphone senilai Rp20 juta. Informasi yang diperoleh di lapangan, Minggu (19/1) kemarin, selama di Bali korban menginap di Hotel Grand Zun, Kuta. Pada
Sabtu pukul 21.00 Wita, korban berhenti di TKP karena melihat Google Maps. ‘’Diduga penjambret mengintai korban. Saat di TKP dan melihat korban pegang HP, pelaku langsung beraksi,’’ kata sumber.
Korban berusaha mengejar pelaku, tetapi kehilangan jejak. Kasus ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kuta. Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian tersebut. (kmb36)
Pelanggar Parkir Ditindak Mangupura (Bali Post) Meskipun sudah disediakan areal parkir, tetapi masih ada saja pemilik mobil memarkir kendaraannya di jalur dilarang parkir. Aki batnya, kemacetan tak terelakkan. Oleh karena itu, anggota Unit Lantas Polsek Kuta menindak pelanggar tersebut dengan memberi sanksi tilang, seperti yang dilaksanakan Polantas Polsek Kuta, Sabtu (18/1). Tim yang dipimpin Panit Lantas, Ipda I Nyoman Wina, melakukan penindakan sanksi tilang kepada pelanggar rambu larangan parkir di ruas Jalan Pantai Kuta. ‘’Tindakan tegas berupa sanksi tilang kami laku-
kan agar menjadi contoh bagi yang lain dan biar ada efek jera,’’ ujar Wina. Menurut Wina, sejumlah pemilik mobil ditilang karena melanggar rambu lalu lintas. Petugas akan terus melakukan pengawasan di jalan tersebut. Ia berharap, pengunjung Pantai Kuta memarkir kendaraannya di tempat yang disediakan. Sementara itu, Kapolsek Kuta Kompol Teuku Ricki Fadlianshah menegaskan, pemberian sanksi tilang agar timbul efek jera bagi pelanggar larangan parkir dan rambu lalu lintas lainnya. Dengan begitu, tidak terjadi kemacetan pada ruas jalan tersebut. (kmb36)
DITILANG - Pelanggar rambu lalu lintas di Jalan Pantai Kuta ditilang polisi.
Senin Kliwon, 20 Januari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Mewujudkan Desa sebagai Kekuatan Ekonomi Baru PRESIDEN Jokowi telah menjadikan desa sebagai kekuatan ekonomi baru. Digelontorkannya dana desa merupakan bukti kesungguhan dari program tersebut. Tinggal sekarang bagaimana aparat di bawah mengawasi pemanfaatannya. Apalagi Jokowi telah menggariskan, pemanfaatan dana desa harus mampu mendorong tumbuhnya ekonomi desa. Sungguh sebuah program yang menyentuh kepentingan rakyat kecil dan berimplikasi besar terhadap kesejahteraan rakyat. Indonesia telah menerapkan otonomi daerah di tingkat II. Jika mencermati hal ini, tentu kita memiliki pemahaman yang lebih jelas bahwa pada pengelolaan otonomi daerah ada kemandirian yang lebih utuh bagi pejabat dan birokrat daerah dalam mengelola daerahnya untuk kesejahteraan rakyatnya. Kata kuncinya tentu bukan pada hak–hak politis, melainkan hak mengelola potensi daerah untuk kesejahteraan warganya. Kucuran dana desa merupakan implementasi dari program menyejahterakan rakyat yang berkeadilan. Tugasnya, bagaimana memadukan dana desa tersebut dengan potensi yang ada di daerah. Di Bali, misalnya. Pariwisata sudah menjadi ikon. Karenanya tak salah kalau memadukan dana desa itu dalam pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan. Tujuannya jelas. Pariwisata tak lagi didominasi pemodal. Pariwisata tak hanya menjadikan orang Bali sebagai buruh. Semestinya pariwisata menjadikan orang Bali sebagai pelaku. Sebab, merekalah yang selama ini menjadi pemelihara budaya dan lingkungan. Jadi tidak salah merekalah yang semestinya mendapat manfaat paling besar dari pariwisata Bali. Adalah menjadi lebih penting saat ini adalah bagaimana menguatkan sisi desa adat dari bidang ekonomi. Banyak contoh bagaimana sebuah desa adat dikelola dengan manajemen bisnis yang cukup andal. Contohnya di kantong-kantong pariwisata di mana mindset masyarakatnya sudah tumbuh serta berkembang sedemikian rupa dalam memaknai sebuah institusi sosial budaya yang berbasiskan keagamaan. Perlu juga digarisbawahi bahwa keberadaan sebuah institusi ekonomi, katakanlah LPD, harus diberikan ruang yang agak lapang dalam mengembangkan potensinya, terutama dalam menjalin sebuah hubungan dengan pihak ketiga, terutama dalam lembaga finansial. Dengan demikian, dasar pembangunan fondasi ekonomi sudah mulai dikembangkan. Dengan catatan, yang mengendalikan ini pun harus benar-benar profesional dan nonpartisan. Efektivitas dana desa sangat tergantung dari kemampuan sumber daya manusia (SDM) desa. Dibutuhkan pemimpin-pemimpin desa yang visioner dan arif dalam membuat tata kelola keuangan mulai dari perencanaan sampai dengan pengawasan. Paradigma pembangunan desa adalah pembangunan yang berkelanjutan, suatu pembangunan yang tidak hanya memperhatikan generasi sekarang tetapi juga memperhatikan kebutuhan generasi yang akan datang.
Dana Desa dan Perilaku Disfungsional Euforia akselerasi ekonomi desa begitu bergelora sejak pengesahan Undang- undang (UU) Desa. Hal terpenting dari UU Desa sesungguhnya bukan sekadar uang Rp1 miliar per desa, tetapi kewenangan yang lebih luas dan pengakuan kedaulatan ekonomi desa itu apakah sudah berjalan sesuai dengan tujuan hakikinya. Dengan berbagai indikasi kasus (meskipun persentasenya kecil) yang melibatkan oknum perbekel dan atau aparat desa lainnya di Bali menjadi pertanyaan apakah ada yang salah dengan tata kelolanya ataukah rasionalisasi keperilakuan yang akut?
Oleh I Wayan Suartana esa mengalami metamorfosis menjadi ajang pesta demokrasi lokal dan proses politik dalam pengambilan keputusan. Hal menarik di suatu desa pemilihan perbekel diisi dengan debat publik. Tidak ada yang salah dan merupakan edukasi yang baik supaya tidak membeli kucing dalam karung, tetapi pertanyaan mengemuka apakah itu sinyal menguntungkan bagi demokrasi sementara publik belum tentu faham esensi debat yang dimaksud. Jabatan perbekel menjadi incaran banyak pihak, tetapi jangan sampai seperti pepatah ‘’ada gula ada semut’’, yang kemarin heboh dengan kasus desa fiktif di belahan Indonesia lainnya. Ranah tata kelola merupakan kombinasi antara proses politik pimpinan desa, elite desa beserta perangkat lainnya dengan partisipasi masyarakat di kutub berbeda. Budaya gotong royong dan guyub adalah tradisi media pemampu kebersamaan. UU Desa menjadi bentuk kesadaran baru, bahwa jauh sebelum Indonesia merdeka, desa sudah ada dengan segala norma, adat istiadat serta kekayaan yang ada di dalamnya. Pengukuhan kembali desa sebagai satuan masyarakat yang berhak dan berdaulat mengatur tata kehidupan dan perekonomian desa sesuai potensi dan kearifan lokal patut didukung dan dijaga bersama. Di Bali terlihat khas dan unik karena desa ada dua dan keduanya mengalami institusionalisasi Purusha Pradana dan sampai saat ini tidak menimbulkan masalah, harmoni dengan tugas masingmasing. Keunikan ini seharusnya menjadi modal sosial yang bisa dikapitalisasi untuk legacy sepanjang masa. BUMDes menjadi pilar kegiatan ekonomi desa dinas yang memiliki fungsi sebagai lembaga sosial dan komersial, sebaliknya LPD menjadi kebanggaan desa adat memampukan
ekonomi krama secara berkelanjutan. Kolaborasi keduanya bukan sesuatu yang mustahil. Amanah penggunaan dana desa yaitu infrastruktur dasar dan pemberdayaan sebetulnya memberikan fleksibilitas membangun desa berdasarkan atas potensi yang dimiliki. Di sini kejujuran dan kemampuan berinovasi diuji, tidak sekadar bermotifkan penyerapan anggaran lalu serampangan membuat rencana atau proyek yang tidak realistik. Mitigasi Area Kritis Keseriusan pemerintah memajukan desa terlihat dari bantuan desa yang terus meningkat dari tahun ke tahun serta diikuti dengan sistem tata kelola yang cocok sesuai dengan regulasi. Pemerintah desa wajib mengelola dana yang ada dengan akuntabel dan transparan agar tidak terjadi penyalahgunaan. Dana desa yang relatif besar mesti linear dengan kompetensi aparatur desa. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa permasalahan tentang pengelolaan keuangan desa bersumber dari rendahnya SDM aparatur desa khususnya dalam pengetahuan tata kelola dan pelaporan keuangan, sehingga berpotensi rawan korupsi. Dalam pengelolaan keuangan desa terdapat area kritis perhatian serius, salah satunya pengadaan barang dan jasa, karena zona ini ada ruang dan celah terjadinya berbagai bentuk kecurangan yang disebabkan juga karena ada skema insentif diniatkan. Teorinya, kesempatan akan menjadi peluang emas orang untuk berbuat yang tidak simetris dengan aturan. Atmosfer yang tidak bagus ini akan menjadi kekuatan yang destruktif bila oknum melakukan rasionalisasi bahwa hal seperti ini sudah biasa terjadi. Pola pembenaran menjadi alasan atau benteng perilaku. Perilaku disfungsional menjadi anomali yang memiliki pola tertentu dan terkadang tidak bisa dimitigasi oleh kibaran bendera bahaya saja.
Kecurangan berdimensi dari sederhana sampai canggih, misalnya robohnya bangunan akibat konstruksi yang salah berbiaya murah dan kemaruk keuntungan serta terjadinya disparitas harga perkiraan sendiri (HPS) barang sejenis yang tidak wajar antara satu toko dengan toko lainnya. Tindakan kecurangan tidak terlepas dari berbagai aspek yaitu kurang kompetennya tim, rendahnya integritas dan indepedensi panitia pengadaan itu sendiri. Memitigasi terjadinya pelanggaran tersebut, maka panitia pengadaan dituntut untuk memiliki empat komponen: profesionalitas, integritas, independensi dan kompensasi moneter sebagai penyeimbang risiko yang harus ditanggung. Komponen ini menjadi proteksi diri menghadapi lingkungan yang sulit ditebak. Kasus kecurangan pengadaan barang dan jasa pernah terjadi di salah satu desa di Bali. Terungkapnya kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat. Ada oknum perbekel menghadapi masalah hukum karena indikasi korupsi APBDes. Kasus-kasus lain setali tiga uang juga muncul dengan sebagian besar modus terduga membuat rekening untuk menampung dana APBDes, namun rekening tersebut dibawa, dikelola dan disimpannya sendiri. Selain itu, juga diduga melakukan penarikan dana berulang kali untuk kepentingan pribadinya. Penggunaan dana APBDes untuk kepentingan pribadi ini selanjutnya bisa jadi dicatatkan sebagai sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) fiktif. Mereka bekerja tidak hati-hati dari sisi prosedur maupun pengisian satuan nilai dan ada unsur nekatnya padahal jejak akuntansi mudah ditelusuri. Berbasis Risiko dan Digital Konsekuensi logis desa menjadi entitas baru dengan siklus anggaran yang baku sama seperti di pemerintah daerah, mengharuskan perangkat pimpinan
di desa tidak hanya sebagai pemimpin tetapi juga administrator yang baik. Area abuabu sebisa mungkin dikurangi dengan ketidakpastian berubah menjadi kepastian paling tidak bisa diprediksi. Dana desa bukan merupakan teror bagi pihak-pihak yang mengeksekusi, bukan juga colek pamor seluruh desa atau gebyah uyah hanya karena kasus di satu desa lalu semua dicurigai seperti itu. Banyak desa yang bisa dijadikan rujukan dalam tata kelolanya. Banyak perbekel menjalankan tugasnya didorong oleh ngayah yang tulus dan penuh rasa taat. Maka itu, diksi pembinaan dan pencegahan menjadi kebutuhan paling prioritas. Bantulah mereka karena banyak yang belum faham. Mereka butuh solusi, bukan ditakut-takuti. Proses perencanaan sebagai bagian yang harus diawasi khususnya menyangkut pendapatan juga memungkinkan terjadinya senjangan anggaran, suatu kondisi di mana si pembuat anggaran membuat penganggaran yang tidak sesuai dengan potensi yang dimiliki atau meninggikan belanja dari harga wajarnya. Penganggaran berbasis digital (e-budgeting) barangkali bisa menjadi solusi untuk mencegah terjadinya kesenjangan anggaran khususnya desa-desa yang tergolong mandiri dalam pengertian mampu berinvestasi untuk kemajuan. Sebuah keniscayaan dalam zaman milenial saat ini. Sistem informasi berbasis digital membutuhkan operator yang berintegritas, sebab tetap saja berlaku dalil ‘’garbage in garbage out’’ -- sampah yang dimasukkan begitu juga sampah yang keluar. Proses bisnis dikenali secara detail sehingga sistem informasi menangkap seluruh konstruksi peningkatan kapasitas pembangunan desa. Pengawasan berbasis risiko berpeduli terhadap risiko bawaan dan risiko karena kontrol lemah, yang dimulai dari proses penilaian dan profil risiko, sehingga dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan lebih difokuskan pada area-area sensitif. Kegiatan pengawasan akan diarahkan ke area yang dianggap berisiko tinggi, kemudian ke area risiko menengah dan seterusnya ke area risiko yang lebih rendah. Pengelolaan dana desa dekat dengan risiko operasional yang terkait dinamika perilaku personal dan
sasaran program maupun lebih spesifik risiko kecurangan oleh oknum yang memanfaatkan kesempatan karena adanya peluang melakukan korupsi. Pengawasan berbasis risiko khususnya risiko operasional menjadi alat pencegahan dan deteksi dini kebocoran dalam penggunaan anggaran. Otoritas kepengawasan dana desa harus mempunyai desain dan strategi agar aparat desa tidak merasa ketakutan dan fobia dengan kata audit, sebaliknya audit harus diartikulasikan sebagai umpan balik untuk perbaikan kinerja. Aparat desa menjalankan proses ini dengan nyaman karena sistem telah memasukkan seluruh proses bisnis entitas desa serta didukung oleh lingkungan pengendalian perilaku etis dan panutan dalam menjalankan sistem tata laksana maupun tata kelola dana desa. Penulis, Guru Besar FEB Unud
POJOK
Sebanyak 7.500 vila di Bali ‘’dikuasai’’ warga negara asing. - Sisanya dikuasai luar daerah. *** Demi eksistensi budaya, tanah Bali mesti tetap dijaga. - Jangan diobral. *** Kelola Pasar Seni Geopark, Dewan minta Disperindag inovatif. - Dewan jangan hanya ketok palu.
Ekonomi
’’Customer Gathering’’ Bank BPD Bali dengan Tunas Jaya Sanur Group
CSR HardysPeduli Gerakan Semesta Berencana
Bali Resik Sampah Plastik di Kawasan Pura Kahyangan Jagat Erjeruk Gianyar HardysCorp yang didirikan oleh putra Bali Gede Hardy dan Ketut Rukmini Hardy pada 11 Juli 1997, yang saat ini telah melepaskan seluruh aset unit bisnisnya guna penyelesaian kewajiban kepada seluruh krediturnya. Akan tetapi HardysCorp tetap melakukan CSR HardysPeduli yang dilaksanakan melalui HardysFoundation dengan mendukung program Pemerintah Provinsi Bali untuk mewujudkan cita-cita dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali yang terkonsep dalam visi Gubernur Bali Wayan Koster yakni ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Implementasi dari konsep Tri Hita Karana yang berlandaskan Tri Kaya Parisuda ini juga tercantum dalam 9 Pilar HardysCorp. Melalui CSR HardysPeduli ikut melaksanakan secara nyata program Pemerintah Provinsi Bali yaitu Gerakan Semesta Berencana: Bali Resik Sampah Plastik dan menunjukkan bahwa Bali terus berbenah untuk masalah sampah plastik di tengah masifnya pemberitaan media asing yang mencantumkan Bali dalam daftar destinasi wisata yang tidak layak dikunjungi di tahun 2020. CSR HardysPeduli kali
ini melaksanakan kegiatan di kawasan Pura Kahyangan Jagat Erjeruk Gianyar pada Sabtu, 18 Januari 2020. Kegiatan CSR HardysPeduli ini dilaksanakan dan dihadiri oleh perwakilan Keluarga HardysCorp, rekanan bisnis, masyarakat setempat dengan mengajak anakanak karyawan, generasi muda HardysCorp, Hillary Angelina Gardenia Hardy (Hillary Hardy yang saat ini sedang bersekolah di Grade 11 UWC SEA Singapore),
Lilly Harmony Hardy, dan Jasmine Lovely Hardy yang saat ini keduanya bersekolah di GMIS Bali, untuk mendapatkan edukasi secara nyata di lapangan. Konsep CSR HardysPeduli adalah mengutamakan pemberian bantuan dalam bentuk Jnana Yadnya melalui proses edukasi kepada masyarakat. Tidak hanya dilaksanakan di public area atau kawasan wisata, HardysCorp juga melaksanakan CSR di tempat ibadah. Me-
lalui CSR HardysPeduli diharapkan mampu membangun partisipasi masyarakat terutama generasi muda untuk berperan aktif dalam perlindungan lingkungan hidup dan pentingnya menjaga keseimbangan alam dalam ajaran Tri Hita Karana yang berlandaskan Tri Kaya Parisuda yaitu ketika kita memberi pelayanan kepada alam semesta, maka alam semesta akan memberi pelayanan terbaiknya kepada kita. (ad467)
HardysPeduli - Pelaksanaan kegiatan CSR HardysPeduli Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik di kawasan Pura Kahyangan Jagat Erjeruk, Gianyar, Bali, Sabtu (18/1).
BANK BPD Bali mengadakan Customer Gathering dengan Tunas Jaya Sanur Group, Sabtu (18/1) di Gedung Dharmanegara Alaya, Lumintang. Dalam customer gathering itu juga dirangkaikan dengan seminar motivasi dari Remaja Tampubolon. Seminar yang bertemakan ‘’Start 2020 Faster Stronger’’ diikuti ratusan karyawan Tunas Jaya Sanur Group. Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma menyampaikan, kegiatan customer gathering ini merupakan apresiasi Bank BPD Bali pada Tunas Jaya Sanur Group karena telah mempercayakan urusan perbankan pada Bank BPD Bali. Diharapkan ke depan kerja sama yang saling menguntungkan ini dapat terus berlanjut. Tidak lupa Nyoman Sudharma mengucapkan selamat atas hari jadi Tunas Jaya Sanur yang ke -41 dan selama usianya masih setia dengan Bank BPD Bali. Hubungan baik antara Bank BPD Bali dan Tunas Jaya Sanur terus terjalin. Hubungan keduanya ibarat cermin, ketika satu diantaranya sedih, yang satu lagi juga sedih. Begitu sebaliknya ketika Bank BPD Bali gembira, Tunas Jaya Sanur juga bergembira. Ke depan Bank BPD Bali akan terus meningkatkan kualitas dan layanannya. Direktur Utama Tunas Jaya Sanur Group I Made Budiatmika mengatakan, Tunas Jaya Sanur akan tetap menjaga pertumbuhan dari sisi omzet dan sale. Bersyukur dari pemerintah pusat memprioritaskan program dan kebijakan pembangunan infrastruktur dan program 10 Bali baru. ‘’Kami
BPD BALI - Customer gathering Bank BPD Bali dengan Tunas Jaya Sanur. berharap Tunas Jaya Sanur menjadi bagian di dalam program tersebut. Oleh karena itu, Tunas Jaya Sanur sangat bergantung dengan Bank BPD Bali sebagai partner,’’ ujarnya. Tahun 2021 Tunas Jaya Sanur memiliki target agar mendapat project di Labuan Bajo. Jika tercapai maka Tunas Jaya Sanur dan Bank BPD Bali bisa bersinergi membangun di Labuan Bajo. Membaca arah ke depan, ia melihat konsep pembangunan infrastruktur yang dicanangkan adalah lebih banyak dengan metode KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha). Maka strategi marketingnya juga akan berbeda yaitu membuat project dan mencari project, tidak lagi menunggu project. Maka dari itu, Tunas Jaya Sanur akan sangat tergantung lagi dengan Bank BPD Bali. Owner Tunas Jaya Sanur Made Dapir menuturkan, kerja sama dengan Bank BPD Bali dimulai sejak tahun 1975. Diawali dengan membuka rek-
ening tabungan. Usaha yang bergerak di bidang properti pun terus berjalan. Pertama kali ia diberikan kredit oleh Bank BPD Bali tahun 1979. Made Dapir pun bisa mengembangkan sayap usahanya. Termasuk proyek-proyek yang nilainya miliaran. Mencari kredit pada zaman itu, menurutnya, sangat susah, apalagi ia belum memiliki jaminan. Bank BPD Bali hadir untuk membantunya untuk mendapatkan pendanaan. Bank BPD Bali pun, dikatakan, selalu membantu meski kondisi ekonomi mengalami pasang-surut. ‘’Ketika pasang-surut kami tetap dipercaya Bank BPD Bali untuk mendapat fasilitas,’’ ujarnya. Tahun 2019, ia mampu mendapatkan penjualan Rp1,2 triliun. Tahun 2020 ia menargetkan penjualan Rp1,5 triliun. Ia berharap Bank BPD Bali turut membantu Tunas Jaya Sanur dalam pencapaian target tersebut. (ad472)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaktur Eksekutif: Parwata Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Kliwon, 20 Januari 2020
Digelontor DAK, Enam Ruas Di-”hotmix”
Jalan Rusak Berat Tersisa 159,063 Km Tabanan (Bali Post) -
Persoalan jalan rusak masih menjadi pekerjaan rumah yang belum rampung diselesaikan pemerintah daerah kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan. Bahkan dinas terkait kerap dibuat kerepotan dengan kondisi jalan rusak itu. Jalan itu cepat rusak akibat semakin bertambahnya beban kendaraan. Selain itu juga jumlah kendaraan ramai melintas di berbagai ruas jalan kabupaten.
HOTMIX - Salah satu ruas jalan di Kabupaten Tabanan yang sudah mendapatkan jatah hotmix.
Dosen FH Undwi Pengabdian di Kekeran Penebel
Beri Pencerahan Warga Soal Hukum Keluarga dan HKI DOSEN S-1 dan Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum (FH) Undwi sejak tiga hari lalu padat dengan kegiatan akademik dan pengabdian, Minggu (19/1) kemarin. Dosen FH Undwi bersama BEM dan UKM melakukan pengabdian di Banjar Kekeran, Desa Penatahan, Penebel, Tabanan. Mereka memberikan pendampingan pada komunitas binaan LBH Women Crisis Center (BCC) yang memiliki usaha mikro, kecil dan menengah. Acara juga diisi penyerahan tong sampah dan penanaman pohon bersama Perbekel Penatahan I Nengah Suartika, dan masyarakat. Pengabdian dipimpin Dekan FH Undwi Dr. I Wayan Arka, S.H., M.H. Pengabdian kali ini, kata Wayan Arka, guna memberikan kontribusi berupa pendampingan kepada warga Kekeran yang banyak menggeluti usaha kecil pembuatan dupa dan makanan ringan. FH Undwi saat itu juga memberikan pencerahan soal kewirausahaan menyangkut membantu pelaku usaha memenuhi standar produk, kemasan yang menarik serta membantu pemasaran. Makanya dia mengatakan pengabdian kali ini tak an sich aspek hukum namun membina kewirausahaan. Pencerahan hukum dilakukan dengan memberikan ceramah soal Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Bagaimana persyaratannya dibawakan Kaprodi Magister Ilmu Hukum (MIH) Dr. A.A. Sagung Ngurah Indradewi, S.H., M.H. dan soal Hukum Keluarga oleh Dekan FH Undwi Wayan Arka. Wayan Arka memaparkan hukum keluarga meliputi persiapan menghadapi perkawinan baik dari sudut kacamata adat Bali dan hukum nasional. Bentuk
PENGABDIAN - Dekan FH Undwi Wayan Arka dan Kaprodi MIH A.A. Sagung Ngurah Indradewi bersama dosen dan Perbekel Nengah Suartika saat pengabdian di Banjar Kekeran, Penatahan, Penebel. perkawinan di Bali terdiri dari perkawinan nyentana, meminang, ngerorod dan pilihan terakhir ada jenis perkawinan padagelahang. Hukum Keluarga dalam konteks perkawinan, kata Wayan Arka, menggunakan kesempatan itu untuk menyosialisasikan UU Perkawinan No. 16 Tahun 2019. Pada UU lama diatur umur menikah untuk pria minimal 19 tahun dan wanita 16 tahun. Sedangkan di UU Perkawinan No. 16/2019 umur minimal pria dan wanita sama, yakni 19 tahun. Sementara A.A. Sagung Ngurah Indradewi memaparkan soal Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dikatakan, untuk sampai ke HKI, banyak langkah awal dilakukan karena HKI banyak ragamnya. Seperti hak cipta, hak merek, hak paten, desain industri, rahasia dagang, varietas tanaman, desain tata letak, dll. Jika berkaitan UKM produk dupa yang mesti dilakukan warga setempat apakah sudah memiliki merek dan didaftarkan haknya. Sebab banyak merek beredar di masyarakat namun belum didaftarkan haknya. Yang urgen, kata dia, perlu ditelusuri apakah merek yang digunakan sudah digu-
nakan orang lain atau belum? Hal itu penting, agar warga tak terkena tuntutan hukum. Setelah memiliki merek, kata Indradewi, bisa didaftarkan untuk mendapatkan hak desain industri. Alasannya, agar tidak ditiru orang lain. Dua hal ini merupakan prosedur mendasar jika kita ingin mendapatkan hak paten. Hak paten itu, kata dia ada dua, yakni hak paten biasa dengan syarat produk baru, atau hak paten sederhana dengan syarat ditemukan proses baru. Namun, FH Undwi tetap membantu pendampingan pelaku UKM di Kekeran mendaftarkan merek, desain hingga HKI. Dekan Wayan Arka didampingi Kaprodi Ilmu Hukum, Drs. I Ketut Windia, S.H., M.H., mengajak masyarakat Bali dan lulusan SMA dan SMK tahun ini, menentukan pilihan studi lanjut di S-1 Fakultas Hukum Undwi di Jalan Kamboja, Denpasar. Pendaftaran calon mahasiswa baru itu dibuka awal Februari dengan kapasitas 300 calon mahasiswa baru. Perkuliahan dilakukan sore hari sehingga bisa kuliah sambil bekerja. FH Undwi juga membuka Prodi S-2 MIH. (ad469)
Diabetik Retinopati Oleh dr. Andry Lukandy
Retinopati diabetik merupakan salah satu penyebab kebutaan di Indonesia pada pasien berusia 20-64 tahun. Diabetik Retinopati (DR) merupakan penyakit mikrovaskular retina akibat hiperglikemia kronis pada penderita diabetes melitus (DM). Faktor risiko utama terjadinya diabetik retinopati adalah durasi menderita diabetes, kontrol gula darah buruk, hipertensi, peningkatan lemak darah dan merokok. Prevalensi diabetik retinopati di RS Cipto Mangunkusumo sebesar 24%. Penelitian Urban Eye Health Study melaporkan prevalensi diabetik retinopati sebesar 58,3%. Pada penderita diabetes, hiperglikemia dalam jangka waktu lama akan menyebabkan sejumlah perubahan biokimiawi secara fisiologik, termasuk gangguan polyol, aktivasi protein kinase C, peningkatan ekspresi faktor pertumbuhan terutama faktor pertumbuhan endotel vaskular, peningkatan pembentukan advanced glycation endproducts dan stres oksidatif. Akibat perubahan tersebut terjadi kerusakan endotel pembuluh darah. Sebagai akibat dari oklusi pembuluh darah, terjadi iskemia retina yang merangsang neovaskularisasi retina patologik yang dimediasi oleh faktor angiogenik. Seringkali pasien diabetik retinopati tidak mengeluhkan gejala apapun pada tahap awal penyakit. Penglihatan kabur pada diabetik retinopati baru terjadi setelah stadium lanjut. Seperti pada edema makula atau neovaskularisasi yang pecah sehingga terjadi pendarahan vitreus. Karena itu, setiap penyandang diabetes melitus perlu menjalani pemeriksaan mata secara kom-
prehensif, setidaknya sekali setahun. Pasien dengan diabetes melitus tipe 1 direkomendasikan untuk pemeriksaan mata inisial 3-5 tahun setelah di diagnosis DM dan rekomendasi pemeriksaan berkala setiap tahun. Untuk pasien dengan diabetes melitus tipe 2 direkomendasikan untuk pemeriksaan mata inisial saat didiagnosis DM dan rekomendasi pemeriksaan berkala setiap tahun ke dokter spesialis mata. Tatalaksana utama pasien diabetik retinopati adalah dengan mengontrol faktor risiko, yaitu dengan cara mengatur kadar glukosa darah, tekanan darah, kadar lemak darah dan menghindari rokok. Pengobatan standar untuk DR adalah fotokoagulasi laser. Tujuan laser adalah menutup kebocoran pembuluh darah dan mencegah pembentukan neovaskular guna mencegah penurunan tajam penglihatan lebih lanjut. Pasien yang tidak terjadi perbaikan klinis dengan fotokoagulasi laser dapat direkomendasikan operasi vitreus atau vitrektomi. (ad470)
Terkait jalan rusak itu, Kabid Bina Marga PUPRPKP Tabanan, I Gede Partana, seizin Kepala Dinas terkait mengatakan, panjang jalan Kabupaten Tabanan sejauh 863,218 kilometer. Dari total jalan itu sepanjang 675,830 kilometer dalam kondisi baik, sedangkan 159,063 kilometer dalam kondisi rusak berat. Sisanya rusak sedang dan rusak ringan. “Dari data rekapan hingga akhir tahun 2019, jalan dengan kondisi rusak berat itu ada di lima kecamatan. Namun, terbanyak di Selemadeg Timur sejauh 46,060 kilometer, Penebel 20,550 kilometer, Kediri 20,305 kilometer, Marga 16,250 ki-
lometer dan Pupuan 15,400 kilometer,” terangnya, Minggu (19/1) kemarin. Jalan yang belum mendapat perbaikan hotmix itu, kata Partana memiliki tingkat kerusakan beragam. Mulai rusak ringan, sedang dan rusak berat. Perbaikannya, diterapkan skala prioritas. Tingkat kerusakan yang berat itulah lebih didahulukan diperbaiki. Sisanya secara bertahap. Pihaknya juga terus mengajukan usulan bantuan baik melalui DAK, Provinsi Bali maupun BKK Badung. “Kami selalu mencari celah bantuan anggaran untuk bisa segera menuntaskan program hotmix ini,” terangnya.
Di tahun 2020, dipastikan sepanjang 18,50 kilometer jalan akan di-hotmix. Sumber dananya dari DAK. “Dari 20 ruas jalan yang kami coba usulkan untuk bisa mendapatkan perbaikan. Namun, hanya enam ruas jalan yang disetujui tahun ini. Untuk bantuan itu pusat memang membaginya setiap daerah,” terangnya. Dari kegiatan peningkatan jalan di enam ruas jalan di Kabupaten Tabanan ini, kata Partana, empat ruas jalan bersumber dari DAK reguler (Rp19.372.072.000), yakni kompleks Batu Sangiang di Kecamatan Tabanan sepanjang 2,6 kilometer, Pemanis - Kutabali di Keca-
matan Penebel sepanjang 4,1 kilometer, Pekarangan - Titi Galar di Kecamatan Baturiti sepanjang 2,1 kilometer, dan Bantas-Gadungan di Selemadeg Timur sepanjang 3 kilometer. Dan dua ruas jalan dari DAK penugasan (Rp9.719.511.000), yakni Rejasa Pesagi Kecamatan Penebel sepanjang 2 kilometer, dan Payangan Kambangan Kecamatan Marga sepanjang 4,7 kilometer. “Pusat punya indikator penilaian sebagai dasar pemberian DAK, tetapi kami terus akan usulkan ruas jalan lainnya. Ini baru DAK, belum lagi bantuan provinsi dan BKK Badung,” terangnya. Untuk pengerjaan peningkatan jalan dengan cara hotmix itu sudah tinggal tender. “Kalau lancar pengerjaan bisa mulai Maret atau April 2020. Karena itu harus tuntas di tahun 2020,” pungkasnya. (kmb28)
Tradisi ”Ngerebeg” Keris Ki Baru Gajah Jadi Warisan Budaya Nasional Tabanan (Bali Post) Suatu kebanggaan bagi K a b u p a t e n T a b a n a n s ebab untuk pertama kalinya pelaksanaan sebuah tradisi diakui secara nasional. Tradisi Ngerebeg Keris Ki Baru Gajah itu dilaksanakan Puri Kediri bersama Desa Adat Kediri. Setiap enam bulan sekali bertepatan hari raya Kuningan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Sertifikat WBTB diserahkan Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan IG. Ngurah Supanji kepada Pangelingsir Puri Kediri A.A. Ngurah Anom Widnyana di sela-sela acara Forum Diskusi dan Doa Bersama dengan tema “Keris Ki Baru Gajah Panugrahan Ida Hyang Dwijendra” di Puri Kediri, Kecamatan Kediri, Minggu (19/1) kemarin. Sejumlah panglingsir, tokoh puri dan geria se-Bali, pedanda, dan kalangan masyarakat mengikuti kegiatan itu. Ketua Panitia sekaligus Penggagas Acara, I.B. Suamba Bhayangkara, mengatakan forum diskusi dan doa bersama itu bertujuan agar tradisi Ngerebeg Keris Ki Baru Gajah ini diketahui masyarakat luas. Karena tradisi yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali itu juga melibatkan semua unsur. Baik unsur puri, geria dan masyarakat, sehingga dapat tercipta suatu persatuan luar biasa. Kepala Dinas Kebudayaan, Gusti Ngurah Supanji, mengatakan ditetapkannya tradisi Ngerebeg Keris Ki Baru Gajah itu sebagai WBTB ini berawal dari konvensi di UNESCO.
DOA BERSAMA - Acara Forum Diskusi dan Doa Bersama dengan tema “Keris Ki Baru Gajah Panugrahan Ida Hyang Dwijendra” di Puri Kediri diikuti panglingsir, tokoh puri dan geria se-Bali, pedanda, dan kalangan masyarakat, Minggu (19/1) kemarin.
Semua negara diwajibkan mencatatkan warisan budaya di negaranya masing-masing. Hal itulah yang mendasari Indonesia melakukan pencatatan warisan budaya yang ada di daerah, baik berupa benda maupun tak benda. Dan Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kebudayaannya mengusulkan mendapatkan pengakuan sekaligus pencatatan WBTB, yakni ritual atau tradisi Ngerebeg Keris Ki Baru Gajah di Kecamatan Kediri. “Ada sepuluh tingkatan proses pengusulan itu. Seperti mencatatkannya di Register Nasional (Regnas) Kementerian dan Kebudayaan RI, penyiapan berkas, penelitian dari tim ahli, sidang penetapan hingga sampai ke apreasi penetapan,” paparnya. Semua pengusulan itu tentunya memerlukan waktu. Pihaknya banyak dibantu
sejumlah tokoh puri dan masyarakat di Kecamatan Kediri. Hingga akhirnya tradisi Ngerebeg Keris Ki Baru Gajah ini berhasil ditetapkan sebagai WBTB. Pengakuan itu yang pertama kalinya sebagai warisan yang diakui secara nasional. Dengan telah dikantonginya sebagai WBTB, artinya tradisi ini sudah dapat pengakuan nasional. Ritual itu merupakan budaya leluhur masa lalu yang diwariskan kepada generasi saat ini. Manfaat yang diperoleh ada peningkatan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa, ada rasa kegotongroyongan, peningkatan keakraban dan keeratan masyarakat. Termasuk pelestarian melalui pendidikan di sekolah. “Kami terus sosialisasikan WBTB baik pendidikan formal dan nonformal,” jelasnya.
Panglingsir Puri Kediri, A.A. Ngurah Anom Widnyana, menyambut baik diakuinya tradisi Ngerebeg Keris Ki Baru Gajah sebagai WBTB. Karena diakui nasional. Secara tak langsung tradisi ini wajib dilestarikan generasi berikutnya. Keris Ki Baru Gajah yang ditempatkan (di-linggih-kan) di Puri Kediri itu merupakan panugrahan Ida Dang Hyang Dwijendra. Setiap hari raya Kuningan bertepatan pujawali di Pura Luhur Pekendungan, Keris Ki Baru Gajah ini di-iring menuju Pura Luhur Pekendungan. Tradisi itu dikenal dengan ngerebeg. Keris Ki Baru Gajah dipercaya sebagai media saat umat menghaturkan sembah bhakti kepada Dang Hyang Dwijendra. Bisa juga difungsikan saat ritual nangluk merana. (kmb28)
Senin Kliwon, 20 Januari 2020
Bupati Mahayastra Pantau Pelaksanaan Pilkel Serentak BUPATI Gianyar, I Made Mahyastra, menaruh perhatian serius terhadap pelaksanaan pemilihan perbekel (pilkel) yang berlangsung di sejumlah desa di Kabupaten Gianyar. Bersama Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana, Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun, Sekdakab Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, Wakil Ketua DPRD Gianyar I Gusti Ngurah Anom Masta, serta beberapa pimpinan OPD, Bupati Mahayastra melakukan pemantauan langsung pelaksanaan pemungutan suara di sejumlah TPS, Minggu (19/1) kemarin. Pemantauan langsung dilakukan guna memastikan proses pelaksanaan pilkel
serentak di 29 desa dari 64 desa yang ada di Kabupaten Gianyar dapat berlangsung aman dan damai, sehingga mampu menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Dari hasil pemantauan, Bupati Mahayastra mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksaan pilkel ini sangat bagus dengan tingkat kehadiran yang tinggi. Bahkan, di beberapa TPS pada saat dikunjungi sudah hampir mencapai 90%. ‘’Antusiasme masyarakat bagus. Tingkat kehadiran tinggi, situasi tenang, nyaman dan semua senyum. Sehingga sebentar lagi sudah ada calon kepala desa terpilih yang akan memimpin desanya enam tahun
ke depan,’’ katanya. Mahayastra menambahkan, untuk mengetahui hasil hitung cepat dari pilkel ini, pihaknya sudah menyiapkan perangkat serta sumber daya manusia termasuk aplikasinya. Sehingga begitu dibuka, hasil dari penghitungan suara di masing-masing desa sudah dapat dilihat. Mahayastra berharap, setelah pelaksanaan pilkel ini tidak ada lagi istilah yang kalah dan menang. Namun, yang ada adalah yang diberi kesempatan untuk mengabdi kepada desanya. ‘’Yang terpilih, akomodir programprogram calon yang tidak terpilih. Satukan, sesuaikan dengan visi-misi Gianyar Aman,’’ imbuhnya.
Untuk menyelaraskan pembangunan di Kabupaten Gianyar, Bupati Mahayastra juga berencana mengumpulkan kepala desa terpilih untuk menyatukan visi dan misi kepala desa terpilih dengan visi-misi Gianyar Aman. Dengan demikian, pembangunan di Gianyar betul-betul berada dalam satu jalur pembangunan. ‘’Kita akan kumpulkan, tidak ada istilah kalah dan menang. Yang ada adalah yang diberi kesempatan untuk mengabdi kepada desanya,’’ tegasnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi, mengatakan pilkel dilaksanakan
di 29 desa dengan jumlah calon perbekel sebanyak 77 orang, dan jumlah pemilih sesuai DPT, 160.970 jiwa. Desa yang melaksanakan pilkel, yakni Desa Lodtunduh, Desa Petak Kaja, Desa Bedulu, Desa Bakbakan, Desa Ketewel, Desa Saba, Desa Batubulan, Desa Batubulan Kangin, Desa Batuan, Desa Taro, Desa Tegallalang, Desa Sumita, Desa Batuan Kaler, Desa Pupuan, Desa Melinggih, Desa Pejeng Kaja, Desa Guwang, Desa Singapadu, Desa Tampaksiring, Desa Sidan, Desa Singakerta, Desa Kerta, Desa Bresela, Desa Petulu, Desa Keliki, Desa Melinggih Kelod, Desa Bukian, Desa Pering dan Desa Medahan. (ad473)
PILKEL - Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat memantau pelaksanaan pilkel yang berlangsung Minggu (19/1) kemarin.
Pilkel Serentak
Delapan Petahana Tumbang Gianyar (Bali Post) -
Bali Post/nik
IKAN - Kawanan ikan berukuran besar yang hidup di kelebutan Tirta Malela, Pura Mengening.
Ratusan Ikan Hiasi ”Kelebutan” di Pura Mengening
KELEBUTAN Tirta Malela merupakan salah satu dari 10 sumber mata air yang ada di Pura Mengening, Desa Adat Saraseda, Kecamatan Tampaksiring. Sumber mata air ini tempak menarik karena dihiasi banyak ikan bawal dan koi. Uniknya, ikan yang mayoritas berukuran hingga satu meter lebih itu ada yang berusia 10 tahun lebih. Bendesa Adat Saraseda, I Nyoman Weda, mengatakan ikan koi dan bawal yang ada di kelebutan Tirta Malela ada yang sengaja ditabur oleh pamedek. Namun, ada juga yang merupakan pindahan dari kolam di jaba pura tersebut. “Ikan-ikan itu awalnya ada di kolam jaba pura, karena dikuras sehingga dipindah ke sumber kelebutan. Sisanya baru ditabur oleh pamedek,” jelasnya. Dipilihnya kawasan tersebut sebagai tempat ikan berukuran besar itu, kata Weda, karena mempertimbangkan kelebutan Tirta Malela yang cukup luas. Selain itu, air yang ada di kelebutan itu jernih, sehingga ikan akan terlihat lebih jelas
dari permukaan. “Karena air jernih, sehingga banyak pamedek yang malukat juga tertarik menyaksikan ikan-ikan ini. Ada juga masyarakat yang berkunjung untuk sekadar berfoto,” ujarnya. Selain ikan yang memang sudah ada sebelumnya, komunitas pecinta ikan koi juga melakukan penaburan ikan di lokasi tersebut pada tahun 2017 lalu. Dikatakan, ikan yang ada di kelebutan itu ada yang sudah berusia 10 tahun lebih. Menurut Weda, kelebutan Tirta Malela merupakan tirta yang diyakini berkhasiat untuk awet muda bagi seseorang yang malukat di sana. Selain itu, semua tirta di areal Pura Mengening yang digunakan untuk yadnya tidak perlu di-pasupati lagi. Dalam artian, tidak diupacarai sebelum digunakan. Setelah nunas bisa langsung digunakan sebagaimana yang diperlukan, karena sudah dianggap suci. Sedangkan jika tirta itu diupacarai lagi oleh sulinggih atau pandita, akan menyebabkan surutnya sumber mata air terdekat pelaksanaan upacara tersebut. (nik)
Proses pemilihan perbekel (pilkel) serentak di 29 desa di Kabupaten Gianyar sudah berlangsung, Minggu (19/1) kemarin. Pada pilkel serentak kemarin, ada 19 incumbent atau petahana kembali bertarung, namun hanya 11 di antaranya yang lolos. Berdasarkan penghitungan real count Pemkab Gianyar, ada delapan petahana yang tumbang. Sebelas petahana yang berhasil lolos atau kembali dipercaya menjadi perbekel untuk enam tahun ke depan, meliputi petahana dari Desa Batubulan, Batuan Kaler, Tampaksiring, Petak Kaja, Bukian, Melinggih, Kerta, Petulu, Singakerta, Pupuan dan Desa Lod Tunduh. Sedangkan delapan petahana yang tumbang berdasarkan penghitungan real count Pemkab Gianyar, meliputi petahana dari Desa Guwang (Cokorda Rai), Singapadu (Kadek Sutisna), Batuan (I Wayan Netra), Saba (Gusti Ngurah Mahendradinata), Pering (I Gusti Agung Ngurah Arika Sudewa), Bedulu (Ketut Rinata), Bakbakan (Ketut Darsa) dan Desa Bresela (I Made Budiasa). Selain itu, ada 18 new comer yang berhasil lolos dalam pemilihan perbekel serentak ini. Sebagian dari mereka yang lolos merupakan jebolan partai politik. Delapan di antara calon pendatang baru ini berhasil menumbangkan petahana yang sebelumnya sudah mengabdi di desa. Salah satu new comer yang merupakan jebolan partai politik adalah Putu
Ariawan yang sebelumnya Ketua PAC PDI-P Kecamatan Blahbatuh. Pria bertubuh gempal ini berhasil unggul di tujuh TPS, dengan total perolehan dari 19 TPS mencapai 2.231 suara dari suara sah 5.984. Pria yang akrab disapa Putu Lae ini menang melawan petahana, Ketut Rinata. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gianyar, Ngakan Ngurah Adi, mengatakan petugas yang merekap dan memasukkan data ke aplikasi tersebar di setiap TPS pada masing-masing desa yang menyelenggarakan pilkel. “Petugas real count ada di masing-masing TPS. Sekarang sentralnya di Dinas Infokom, aplikasi hingga server semua di sana,” katanya. Begitu di TPS selesai penghitungan, kata Ngurah Adi, data langsung dikirim dengan aplikasi. Tidak sampai satu jam usai penghitungan, data perolehan suara di setiap TPS sudah ada di aplikasi tersebut. ”Jadi, keakuratannya 100 persen, karena kita ambil dari masing-masing TPS. Kalau di desa juga ambil dari TPS,
tapi dengan cara manual,” ujarnya. Menurut Ngurah Adi, saat ini data penghitungan di setiap TPS sudah dibawa ke kantor desa untuk dilaksanakan sidang pleno. Ditegaskan, pihaknya sudah menginformasikan ke masing-masing desa agar sidang pleno langsung diselenggarakan. Sampai saat ini belum ada calon yang mengajukan keberatan dalam pleno. “Sementara belum ada calon di desa yang komplain. Sekarang sedang proses pleno, kami sudah sampaikan langsung hari ini sampai malam (kemarin - red) plenonya jangan ada ditunda, sampai jam berapapun,” katanya. Ngurah Adi menambahkan, hasil sidang pleno yang sudah ditandatangani pihak terkait akan diserahkan ke Bupati Gianyar. Selanjutnya Bupati Gianyar I Made Mahayastra akan menyiapkan SK perbekel. Agenda pelantikan perbekel terpilih diperkirakan akan berlangsung pada pertengahan Februari mendatang. “Kalau tidak ada halangan, pertengahan Februari. Namun, masih diupayakan hari baik
Bali Post/kmb35
UNIK - Salah satu TPS unik di Desa Bukian. Petugas TPS manggunakan atribut dari pelepah daun kelapa. dengan tangkil ke geria,” tegasnya. Sementara itu, Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana mengatakan dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh petugas lintas instansi hingga Minggu sore kemarin, semua proses pilkel di 29 desa berjalan dengan kondusif. “Dari hasil pemantauan termasuk pengamanan oleh anggota terkait, secara umum kondusif,” katanya. Disinggung terkait kondisi pilkel pada sejumlah desa yang petahananya tumbang, Adnyana memastikan di delapan desa itu suasananya masih kondusif. “Intinya, kegiatan sudah berjalan sesuai
mekanisme. Semua bisa mengetahui di masing-masing TPS dengan saksi lengkap. Jadi, sampai saat ini belum ada informasi yang berkaitan dengan komplain atau semacamnya,” tegasnya. Kepada calon perbekel yang kalah, Adnyana kembali mengingatkan terkait deklarasi damai yang sudah disepakati. Apa pun hasilnya, itulah yang menjadi pilihan masyarakat. “Tujuan dari pilkel ini bagaimana kita membangun desa. Mekanismenya melalui de mokrasi ini, harus dihargai sebagai pilihan masyarakat. Jaga situasi di Gianyar agar tetap kondusif,” katanya mengingatkan. (kmb35)
Senin Kliwon, 20 Januari 2020
81 KK Warga Lebah Tempati Tanah Provinsi Semarapura (Bali Post) -
Masalah aset tanah Pemprov Bali yang ditempati warga suka-duka di Lingkungan Lebah, Semarapura Kangin, akhirnya mulai dibahas pemerintah daerah. Pemkab ingin memfasilitasi masalah ini dengan Pemprov Bali, agar segera dapat diselesaikan. Dari total areal tanah seluas 1,88 hektar itu tercatat seluas 84,97 are ditempati sebanyak 81 KK warga Lingkungan Lebah. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kemudian menggelar pertemuan mendadak dengan para warga, Sabtu (18/1) sore. Pertemuan ini dilaksanakan dalam upaya membahas permasalahan lahan yang tak tuntas sejak dulu. Di mana warga sebanyak 81 KK ini tidak bisa mendapatkan sertifikat atas lahan yang ditempati bertahun-tahun. Lurah Semarapura Kangin Wayan Mastana mengatakan, tercatat sebanyak 1,88 hektar
lahan milik Pemprov Bali itu, lokasinya persis berada di sekitar Sungai Unda. Tepatnya di sekitar Lingkungan Lebah, Semarapura Kangin. Sebanyak 84,97 are lahan telah ditempati oleh warga itu sejak tahun 1977. Dan saat ini tercatat sudah 81 KK yang menempati lahan milik Pemprov Bali itu. Bahkan, mereka ingin menyertifikatkan tanah tersebut. Alasannya, karena sudah ditempati bertahun-tahun. Namun mentok di Pemprov Bali.
Bupati Suwirta mengatakan, dalam sejumlah pertemuan dengan Gubernur Bali, pihaknya telah menyampaikan tentang permasalahan lahan di sekitar Tukad Unda itu. Gubernur Bali Wayan Koster, kata Bupati, telah meresponsnya. Malah meminta dirinya menyelesaikan masalah itu secepatnya. Atas dasar itulah, maka pihaknya berinisiatif mengumpulkan warga untuk mengumumkan supaya secepatnya membuat dokumen
pendukung. Selanjutnya diajukan ke Pemprov Bali. ‘’Saya optimis, upaya ini membuahkan hasil. Permasalahan ini akan dapat terselesaikan,’’ katanya. Warga selanjutnya diminta melengkapi dokumen pendukung seperti surat kuasa warga untuk klian suka duka bermaterai Rp6.000, surat bukti pembayaran pajak, denah tanah yang dimaksud, serta surat-surat kelengkapan yang sudah diajukan di tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, maka proses penyelesaian masalah itu bisa dipercepat. Salah satu Pengurus Suka Duka, Made Kertiyasa, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Suwirta, karena
telah memberikan harapan masalah pelik itu dapat diselesaikan. Ini menjadi kabar positif warga suka duka dalam menyelesaikan persoalan ini. Dirinya berharap semoga apa yang diupayakan Bupati Suwirta bisa segera diselesaikan. Turut hadir pada pertemuan tersebut Camat Klungkung Komang Wisnuadi, Lurah Semarapura Kangin Wayan Mastana serta Perbekel Desa Akah Nyoman Sujati. Perbekel Desa Akah turut diundang dalam pertemuan ini karena juga mengalami masalah serupa. Sebab, Kantor dan Balai Desa Akah itu ternyata berdiri pada lahan milik Pemprov Bali. (kmb31)
TANAH PEMPROV - Bupati Suwirta saat turun ke Lingkungan Lebah dan berupaya menyelesaikan persoalan tanah Pemprov Bali.
Senin Kliwon, 20 Januari 2020
TPA Butus Nyaris ’’Overload’’
Pemkab Rancang Penanganan Sampah dengan Teknologi Amlapura (Bali Post) -
Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dusun Butus, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem nyaris overload. Melihat kondisi itu, Pemkab Karangasem merancang penanganan sampah dengan teknologi. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa mengatakan hal itu, belum lama ini.
Bali Post/kmb41
SAMPAH – Kondisi sampah yang menumpuk di TPA Butus, Desa Buana Giri, Bebandem, Karangasem.
Artha Dipa menegaskan, persoalan sampah tidak akan pernah selesai dibahas. Pasalnya, saat ini sampah menjadi permasalahan nasional. Untuk itu, diperlukan penanganan yang serius. ‘’Kondisi TPA Butus ini nyaris overload. Kalau tidak segera ditangani maka sampah bisa menumpuk di TPA,’’ ujarnya. Menurut Artha Dipa, sampah yang perlu mendapatkan penanganan serius adalah sampah plastik. Pasalnya, sampah plastik sangat sulit terurai dan dapat merusak lingkungan. Dengan adanya Peraturan Gubernur Nomor
97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, maka pihaknya senantiasa berupaya untuk mengajak seluruh masyarakat Karangasem mengurangi penggunaan sampah plastik. ‘’Ajakan ini dimulai dari tataran desa adat,’’ katanya. Selain itu, kata Artha Dipa, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari sampah rumah tangga. Termasuk mendorong desa-desa untuk dapat membangun TPSP. ‘’Kalau sudah dipilah, maka sampah ke TPA akan berkurang. Bahkan, kami
merencanakan penanganan sampah dengan menerapkan teknologi,’’ tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangasem I Gede Ngurah Yudiantara mengatakan, pihaknya memiliki rencana untuk memanfaatkan sampah yang ada di TPA Linggasana dan Butus, Desa Bhuana Giri, Bebandem untuk dijadikan gas metana guna mencegah terjadinya tumpukan sampah organik maupun nonorganik yang semakin banyak di TPA. Kalau sudah menjadi gas metana, katanya, gas tersebut nantinya disalurkan untuk warga sekitar. ‘’Kami sudah
sempat bicarakan dengan tim ahli dari Malang. Sebab, di Malang sampah yang ada di TPA dimanfaatkan oleh pemerintah sebagai gas metana yang dapat dipakai warga untuk memasak,’’ katanya. Hanya, kata Yudiantara, pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Malang. Sampai saat ini hasil kajian tersebut belum keluar, apakah sampah-sampah yang ada di TPA Linggasana dan Butus dapat dikelola untuk dijadikan sebagai gas metana atau tidak. ‘’Tim sudah melakukan survei lokasi ke TPA Linggasana dan Butus. Apabila sampah di sana bisa dijadikan gas metana, kami belum tahu berapa anggaran yang dibutuhkan untuk itu. Kami akan lakukan pembahasan lebih lanjut terkait hal itu,’’ tegasnya. (kmb41)
Mendesak, Pendirian Pembangunan Lima Jembatan Perguruan Tinggi di Karangasem Dianggarkan Belasan Miliar Rupiah Amlapura (Bali Post) – Kabupaten Karangasem memiliki luas wilayah terbesar setelah Kabupaten Singaraja dengan jumlah penduduk yang cukup padat. Hanya, sampai saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Karangasem masih terendah di Bali. Melihat kondisi itu, sudah saatnya dirancang pendirian sebuah perguruan tinggi (PT) di Gumi Lahar ini. Dengan adanya PT tersebut maka akan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu diungkapkan tokoh masyarakat Karangasem, I Nengah Suriata, Minggu (19/1) kemarin. Suriata menegaskan, saat ini masyarakat Karangasem sangat membutuhkan adanya sebuah PT berupa politeknik negeri. Keberadaan PT tersebut nantinya mampu meningkatkan kualitas SDM menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat ke depannya. ‘’Selama ini IPM masyarakat Karangasem masih terendah di Bali. Sudah
saatnya dirangsang dengan pendirian sebuah perguruan tinggi,’’ ujarnya. Menurut Suriata, di Kabupaten Karangasem rencananya dibangun sebuah politeknik negeri. Lokasi pembangunan kampusnya direncanakan di UPTD Dinas Pertanian di Kecamatan Rendang. Termasuk di Sibakan, Nongan yang merupakan l a h a n milik Pemerin-
tah Provinsi Bali. Bahkan, warga Desa Nongan sudah siap menyerahkan tanah seluas 10 hektar jika tidak ada peralihan hak, karena tanah milik Pemprov cukup luas di sejumlah titik. ‘’Masyarakat Nongan pola pikirnya sudah maju tentang pendidikan. Pemilik tanah hanya meminta kompensasi dari mahasiswa baru. Saat ini proses untuk pembangunan kampus itu masih menunggu rekomendasi dari Gubernur Bali Wayan Koster, karena tahapannya belum selesai dan masih berjalan,’’ katanya. Dipilihnya lokasi di Rendang untuk pembangunan perguruan tinggi itu, kata Suriata, karena ditujukan untuk menjaring mahasiswa dari Klungkung, Gianyar dan Bangli. Termasuk masyarakat dari Kubu, Manggis dan wilayah yang lainnya. Mengingat, jalan di Rendang merupakan akses utama. ‘’Dengan adanya perguruan tinggi ini, maka para lulusannya akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan siap bekerja,’’ tegas dosen Stispol Wira Bhakti Denpasar ini. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karangasem akan membangun lima jembatan pada tahun anggaran 2020 ini. Pembangunan lima jembatan itu membutuhkan anggaran mencapai belasan miliar rupiah. Menurut Kabid Bina Marga Dinas PUPR Karangasem I Wayan Surata Jaya, pembangunan lima jembatan itu meliputi jembatan menuju Pura Tunggul Besi Desa Besakih dengan anggaran Rp1,4 miliar, Subagan Asak (Rp1,6 miliar), Tukad Apad Batudawa Kubu (Rp1,3 miliar), Butus (Rp5 miliar), dan Antiga-Pengalon (Rp4,1 miliar). ‘’Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan lima jembatan itu mencapai belasan miliar,’’ ujar Surata Jaya, Minggu (19/1) kemarin. Surata Jaya menambahkan, pihaknya berharap proses pembangunan jembatan ini bisa dilakukan secepatnya. Pasalnya, saat ini sudah ada Detail Engineering Design (DED) jembatan yang akan dibangun.
Bali Post/kmb41
JEMBATAN - Jembatan kayu menuju Pura Tunggul Besi, Dusun Temukus, Desa Besakih yang dibuat warga. Tahun 2020 ini, jembatan itu rencananya dibangun permanen oleh Dinas PUPR Karangasem. Kalau sudah ada tender proyek, maka pembangunan bisa secepatnya dilakukan. ‘’Kalau proses berjalan dengan lancar atau tidak ada halangan, maka kita harap pertengahan Maret pembangunan sudah bisa dilakukan,’’ katanya. Dari pembangunan lima jembatan tersebut, katanya, salah satunya yakni pem-
bangunan jembatan di Pura Tunggul Besi yang medannya dinilai cukup berat, karena untuk membawa material cukup sulit dan jauh. Dengan kondisi itu, pihaknya berharap ada kontraktor yang mau mengambil proyek tersebut. ‘’Kita berharap ada rekanan yang bersedia mengambil proyek di sana (Tunggul Besi -
red). Semoga mereka mau ikut ngayah karena jembatan yang dibangun menuju pura. Kita tetap berdoa agar pembangunan jembatan bisa dilakukan tahun ini, sehingga tidak lagi tertunda seperti tahun 2019 lalu. Kalau untuk pembangunan jembatan lainnya, medannya masih mudah dijangkau,’’ ujarnya. (kmb41)
Senin Kliwon, 20 Januari 2020
Pasar Seni Geopark Sepi Sejak Awal
Dewan Minta Disperindag Inovatif Bangli (Bali Post) –
Pasar Seni Geopark di Penelokan, Kintamani yang dibangun Pemkab Bangli dengan dana miliaran rupiah belum termanfaatkan secara optimal. Sejak beroperasi sekitar enam tahun lalu, pasar geopark sepi sudah sejak awal. Hanya ada beberapa pedagang yang berjualan di lantai satu pasar tersebut. Sementara lantai dua dan tiga pasar tersebut tampak kosong. Anggota Komisi II DPRD Bangli, Gede Tindih, menyayangkan kondisi itu. Menurutnya, OPD Disperindag yang membidangi, perlu melakukan kajian terhadap pasar itu. Apakah pasar itu memang layak dijadikan pasar seni. Agar pasar yang berdiri di objek wisata itu bisa termanfaatkan optimal, ia mendorong Disperindag lebih inovatif mengelola pasar. Meski namanya pasar seni, namun barang yang dijual tidak harus produk-produk kerajinan
seperti kain-kain. Perlu dibuatkan aktivitas yang mampu menarik pengunjung. Misalnya, diadakan workshop tentang produk kerajinan Bangli. Atau sebagian bangunan bisa dipakai coffe shop, mengingat kopi adalah produk unggulan Bangli. “Jadi pasar seni itu bukan sekadar kios memajang dan menjual kain-kain Bali saja tapi harus ada aktivitas yang bisa menarik wisatawan di sana,” ujarnya. Untuk mengetahui apa yang
dibutuhkan wisatawan dan cocok disediakan di pasar itu, bila perlu Disperindag disarankan melakukan komunikasi dengan para praktisi pariwisata. Pria yang akrab disapa Jero Tindih itu juga menyarankan Pemkab mengkaji pemanfaatan lahan hutan milik pihak Kehutanan yang ada di atas gua di Penelokan. Menurutnya dari lahan itu keindahan pemandangan alam gunung dan danau batur sangat jelas terlihat. Jika diizinkan Kehu-
tanan, lahan itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pasar. “Sekarang ini wisatawan kan suka selfi, buat saja cofee shop dan tempat-tempat selfi di sana. Kan tinggal membersihkan saja, kalau diberikan izin,” kata Jero Tindih. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disperindag Kabupaten Bangli, Wayan Gunawan, mengatakan pihaknya sedang menyiapkan formulasi yang tepat untuk mengoptimalkan keberadaan pasar seni Geopark. Pihaknya berencana kerja sama dengan badan pengelola pariwisata di Kintamani untuk membantu promosi produk industri kecil menengah (IKM) Bangli yang dijual di pasar itu. (kmb40)
PASAR GEOPARK - Pasar Seni Geopark di Penelokan, Kintamani.
Kundapil Made Urip Gelontorkan Alsintan Rp1,394 Miliar Loket Retribusi Wisata akan Dipasangi CCTV Tak Ada Alasan Generasi Muda Tak Mau Geluti Pertanian
ANGGOTA Komisi IV DPR-RI Fraksi PDI-P Drs. I Made Urip, M.Si. kembali menggelontorkan bantuan kepada petani dan krama subak. Secara simbolis dipusatkan di Balai Banjar Pulu, Desa Songan, Kintamani, Bangli, Sabtu (18/1). Banyak kalangan dikenal Made Urip turun ke bawah (turba) dengan Kundapil (Kunjungan Dapil) ke daerah Kintamani menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diinginkan dan diusulkan masyarakat. Selain itu juga menyerap aspirasi kaum marhaen di pelosok desa. Anggota DPR-RI lima periode itu yang dijuluki wakil rakyat sejuta traktor itu memberikan bantuan aspirasi Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Departemen Pertanian tahun 2019 senilai total Rp1,394 miliar untuk petani dan krama subak di Bangli. Bantuan itu berupa 8 paket perpompaan Rp800 juta, 1 unit traktor roda 4 Rp250 juta, 10 traktor roda dua Rp250 juta, 7 unit pompa air Rp70 juta dan 3 unit cultivator Rp24 juta. Made Urip saat penyerahan itu didampingi Ketua PAC PDI-P Kintamani Jro Mangku I Wayan Artom. Hadir perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kepala Dinas Bangli, Perbekel, Klian Adat dan Dinas Songan A dan Songan B Banjar Pulu, serta ratusan masyarakat Bangli, termasuk para petani dan krama subak penerima bantuan. Perbekel Songan A Jro Artawan, S.E., M.Pd.H. bersama Perbekel
BANTUAN - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. usai menggelontorkan bantuan kepada petani dan krama subak secara simbolis di Balai Banjar Pulu, Desa Songan, Kintamani, Bangli. Songan B Jro Lanang, S.E. menegaskan bantuan Made Urip ini, tidak pertama kalinya. Bahkan sudah tak dihitung lagi. Setiap tahun programnya selalu menyentuh petani, termasuk di Desa Songan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Made Urip. Kita amati terus konsisten membidangi pertanian. Terbukti bantuannya sudah menyentuh langsung para petani. Jujur Pak Made sebelum di Komisi IV tidak pernah ada program bantuan seperti ini. Jadi sebelumnya, kalau bercocok tanam hanya setahun sekali panen. Tetapi sekarang setahun bisa empat kali sampai lima kali panen. Bukannya saya memuji, tetapi memang betul seperti itu. Sudah berapa traktor Pak Urip bawa. Sekarang lanjut bantuan pompa air. Warga kami tidak melupakan Pak Urip, apalagi bantuannya terus meningkat,” bebernya. Salah satu penerima bantu-
an, Ketua Kelompok Bangun Merta, I Putu Gede, merasa bersyukur dapat bantuan dari Made Urip. Karena sangat jarang ada anggaran bantuan pertanian selama ini. Bantuan seperti pompa air, hand traktor maupun cultivator akan dijaga dengan baik. “Kita ucapkan terima kasih atas bantuan Pak Urip. Kita siap memilih Pak Urip, agar lagi terpilih menjadi anggota DPRRI. Petani di Bali, khususnya di Kintamani, sudah banyak dibantu. Jadi tidak ada alasan generasi muda tidak mau menggeluti sektor pertanian ke depannya,” jelasnya. Made Urip mengatakan bantuan yang diserahkan secara simbolis di Kintamani itu hanya sebagai penyambung lidah saja sesuai bantuan yang diusulkan. Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang saat ini membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup itu juga mengucapkan terima kasih atas dukungan suara
saat Pileg 2019, sehingga memperoleh sebanyak 11 ribu lebih suara di Bangli. Totalnya 255.130 suara terbesar di Bali dan tujuh besar nasional. “Ini berkat dukungan dan kerja sama ida dane sareng sami (masyarakat Bali - red), khususnya di Songan A dan Songan B. Kita harapkan sesuai arahan, agar diikuti aturan mainnya. Jika diberikan bantuan gunakan dengan baik. Jangan baru ada bantuan baru bentuk kelompok yang saru gremeng (tidak jelas), karena melalui bantuan ini akan menggenjot pertumbuhan ekonomi. Jadi jika tidak dipilih pun, saya akan tetap membantu, karena tetap duduk di komisi yang membidangi pertanian. Karena bantuan ini jangan semata-mata membantu hanya untuk mencari suara,” tegas anggota DPR-RI terpilih lima periode itu, seraya menegaskan pemerintah pusat dan Presiden Joko Widodo sangat memperhatikan sektor pertanian ini. Bahkan, Pemprov Bali sendiri dari arahan Gubernur Bali Wayan Koster mendorong ekspor tiga kali lipat. “Sektor pertanian di Bali harus digenjot, baik lewat sentuhan penguatan modal, bantuan infrastruktur pertanian dan perjuangan alsitan, termasuk subsidi pupuk hingga Rp26,6 triliun,” tandas Made Urip. Semua akan diakomodasi, termasuk bantuan kelompok pertanian dan krama subak itu akan terus diperjuangkan untuk penguatan kelembagaan sektor pertanian. (ad476)
Bangli (Bali Post) Dinas Komunikasi, Informasi, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Bangli berencana memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik. Seperti loketloket pemungutan retribusi wisata di Kintamani. Pemasangan dimaksudkan sebagai upaya mengantisipasi adanya kebocoran retribusi di tempat itu. Kepala Diskominfosan Kabupaten Bangli, Wayan Dirgayusa, mengungkapkan pemasangan CCTV di loket retribusi itu sudah direncanakan sejak lama. Pemasangan CCTV itu juga sudah lama diharapkan tim saber pungli. Mengingat beberapa tahun lalu pernah terjadi masalah pungli terkait aktivitas pemungutan retribusi tersebut. “Begitu juga Polda Bali, sering menanyakan soal pemasangan CCTV di sana. Namun, anggarannya belum bisa kami realisasikan,” ungkapnya, Minggu (19/1) kemarin. Selain di loket pemungutan retribusi, lanjut Dirgayusa, pihaknya juga berencana memasang CCTV di jalur Culali, wilayah Desa Batur, Kintamani. Alasannya, karena jalur itu rawan kecelakaan. Dengan adanya CCTV di sana,
maka aktivitas di jalur itu nantinya bisa dimonitor setiap saat terutama oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli. “Selain di loket-loket pemungutan retribusi dan jalur Culali, kami juga berencana pasang CCTV di tempat publik lainnya. Seperti pintu masuk Bangli dan lapangan Kapten Mudita,” ujarnya. Sedikitnya, sekitar 10 unit CCTV akan dipasang di sana nantinya. Mantan Camat Kintamani itu mengatakan, sejatinya pemasangan CCTV itu sudah direncanakan tahun 2019 lalu. Anggaran yang digunakan bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung. Nilainya Rp500 juta. Karena keterbatasan waktu, rencana itu akhirnya tidak bisa terealisasi. Kini pihaknya berkeinginan memohon kembali ke Pemkab Badung untuk bisa menggunakan anggaran tersebut. Pihaknya pengadaan CCTV itu dengan sistem sewa. Sebab kalau beli, harganya lumayan mahal dan untuk perbaikan komponen yang rusak agak sulit. Dengan sewa, kalau terjadi kerusakan nantinya jadi tanggung jawab pihak rekanan. (kmb40)
Senin Kliwon, 20 Januari 2020
Lelang Jabatan Direktur PD Swatantra
Enam Pelamar Lolos Administrasi
Singaraja (Bali Post) Panitia seleksi (pansel) lelang jabatan Direktur PD Swatantra Buleleng mengumumkan enam orang pelamar lolos administrasi. Hanya satu pelamar yang tidak lolos karena kualifikasi pendidikannya tidak memenuhi syarat. Pelamar yang berhak mengikuti seleksi tahap selanjutnya adalah Ida Bagus Girinata, S.E., Ir. Nyoman Widiarsa, Putu Tegeh Aryawangsa, S.E., Janarti, S.E., I Gede Adi Gawata, S.H. dan I Gede Bobi Suryanto, S.E. Anggota pansel yang juga Asisten Perekonomian dan Kesejahtraan Rakyat Setda Buleleng Ni Made Rosumini, Minggu (19/1) kemarin mengatakan, nama pelamar yang lolos seleksi administrasi itu diumumkan di masing-masing kantor camat, dan sekretariat pansel di Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Buleleng. Pelamar ini selanjutnya akan mengikuti tahapan seleksi mulai dari menyusun makalah yang temanya ditentukan pansel. Makalah itu selanjutnya dipresentasikan di hadapan anggota pansel yang terdiri atas Sekda Buleleng, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Bagian Ekbang, dan akademisi dari Undiksha, Singaraja. Selanjutnya mereka mengikuti tes wawancara. “Sesuai
Bali Post/kmb38
Ni Made Rousmini
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dicari Manager utk Hotel dan HK,FO,Security,Garden Hub: new arenahotelkutabali@gmail.com
jadwal tanggal 20 Januari 2020 mereka mengumpulkan makalah. Kemudian 27 Januari 2020 presentasi dan juga dilanjutkan tes wawancara,” katanya. Selain itu, pelamar juga akan menjalani fit and proper test yang langsung dilakukan Bupati Putu Agus Suradnyana untuk mendapatkan direktur PD yang memiliki kemampuan, sehingga perusahaan berkembang dan memberi keuntungan untuk kepentingan daerah. “Pimpinan menginginkan kualitas direktur dan apalagi beliau seorang pengusaha, jadi ditambahkan fit and proper test, sehingga siapapun calonnya adalah memiliki kemampuan di bidangnya,” jelasnya. Setelah tahapan seleksi itu dilalui, tugas pansel akan mengumumkan tiga calon yang meraih ranking tiga besar. Ketiga nama calon direktur itu kemudian diserahkan kepada Bupati untuk dipilih satu dari ketiga yang terbaik. Satu orang calon direktur itu akan menggantikan direktur utama saat ini, Ketut Siwa. Sementara satu-satunya calon direktur, Janarti, mengatakan ketertarikannya mengikuti seleksi lelang jabatan direktur PD Swatantra karena ingin mengabdikan diri dalam mengelola perusahaan daerah. Janarti yang aktif dalam Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng ini memiliki obsesi mengembangkan perusahaan berbasis digitalisasi. Ini dilakukan dalam hal promosi dan pemasaran produk pertanian seperti olahan kopi dan cengkeh. Selain itu, dirinya mengembangkan potensi perkebunan sebagai pendukung pengembangan pariwisata desa yang belakangan mulai mengeliat. “Kalau dipercaya dan saya dinilai mampu, maka pengalaman dalam bidang UMKM saya gunakan dan memanfaatkan era digitalsiasi dalam pemasaran produk dan promosi,” jelas istri Kadispar Buleleng Nyoman Sutrisna, M.M. ini. (kmb38)
4* Htl in Seminyak is looking for Eng.Crew can take weak current(Male) 1 Exp years,Bell boy(SIM B),Captain Rest.(Male) 2Exp Years, Apply to hrdseminyak@yahoo.co.id
B.BP.001.01.20.0000464
!!! 2 Karyawati, 2Checker pria Mekar Abadi Bangunan Jl.By Pass 777 Jimbaran(dekat SPBU)
B.BP.001.01.20.0000454
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
B.BP.004.01.20.0000461
G.01
LOKER
Perbekel Dituntut Miliki Inovasi Singaraja (Bali Post) -
Perbekel dituntut memiliki kecerdasan dan melahirkan inovasi dalam menjalankan roda pemerintahan. Di samping itu mampu mengembangkan potensi yang ada. Hal ini wajib dilakukan karena perbekel bersama perangkatnya akan menyusun RPJMDes dan APBDes.
Bali Post/kmb38
PELATIHAN - Puluhan perbekel desa mengikuti pelatihan masa awal jabatan, akhir pekan lalu.
Kasus Penipuan CPNS
Penyidik Belum Tetapkan Tersangka Singaraja (Bali Post) Masih ingat dengan kasus dugaan penipuan CPNS? Setelah bergulir tahun 2019, kasus ini masih tahap penyelidikan oleh Unit Reskrim Polres Buleleng. Penyidik belum menetapkan tersangka dalam dugaan kasus penipuan oleh onum ASN di lingkup Pemkab Buleleng itu. Sementara saksi yang diduga ikut terlibat dalam jaringan kasus ini dua kali mangkir dari panggilan polisi. KBO Reskrim Iptu Dewa Putu Sudiasa didampingi Kabag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, akhir pekan lalu mengatakan, sejak kasus ini dilaporkan, penyidik masih
fokus mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti, termasuk korban Ida Bagus Indra Kusuma, warga Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan. Dari penyelidikan itu, penyidik telah menemukan fakta yang menyebut kalau dalam kasus ini diduga dilakukan oleh jaringan di Jakarta. Bahkan, polisi telah melayangkan surat panggilan kepada satu saksi yang disebut-sebut membantu terduga pelaku dalam kasus ini. Peran saksi asal Jakarta itu adalah membantu terduga pelaku mengurus SK CPNS yang dijanjikan kepada korban. Saksi yang berinisial HT itu turut menerima uang dari terduga pelaku. Menurut Dewa Sudiasa,
saksi HT ini sudah diundang hadir ke Polres Buleleng sebagai saksi. Tercatat penyidik dua kali telah melayangkan surat undangan untuk dimintai keterangan. Namun, HT dua kali tidak mengindahkan panggilan polisi. “Dari keterangan saksi lain menyebut kalau orang itu menerima uang dari terduga pelaku. Maunya kita ingin gali keterangannya, namun dua kali tidak mau hadir ke polres tanpa alasan jelas,” katanya. Menyusul tidak kooperatifnya saksi itu, Dewa Sudiasa menyebut penyidik belum bisa melakukan panggilan paksa. Ini karena status dugaan kasus ini masih tahap penyelidikan. Untuk itu, dalam waktu dekat, penyidik akan
melakukan gelar perkara. Setelah gelar perkara di mana dugaan kasusnya sudah memenuhi unsur pidana, maka statusnya akan ditingkatkan menjadi penyidikan. Setelah status kasusnya penyidikan, maka polisi diberikan wewenang melakukan pemanggilan paksa terhadap saksi yang dibutuhkan keterangannya. Selain itu, dalam status penyidikan, polisi akan menetapkan siapa tersangka yang bertangung jawab dalam dugaan kasus penipuan calon CPNS ini. Seperti diberitakan sebelumnya, oknum ASN berinisial PYS dilaporkan ke polisi karena diduga terlibat dalam penipuan perekrutan CPNS yang mengakibatkan korban
Ida Bagus Indra Kusuma mengalami kerugian Rp200 juta. Mengetahui korban gagal dalam perekrutan CPNS 2014, PYS menawarkan diri membantu Indra agar diterima sebagai CPNS pada formasi guru. Setelah ada kesepakatan, pada 19 Mei 2015 terduga pelaku menunjukkan fotokopi SK Komulatif BKN yang diduga palsu. Dalam SK bernomor 682 itu, tertera nama lengkap Indra. Karena yakin akan lolos, korban diminta sejumlah uang, hingga total uang yang diserahkan kepada terduga pelaku mencapai Rp200 juta. Setelah ditunggu, korban tidak kunjung diterima sebagai CPNS hingga sekarang. (kmb38)
Dcr Sopir SIMA/B1,Ceker,Gudang usia max 35th,min SMA,Lamaran PT.Maya Bali Utama Jl.Gatsu II BI No.6 Dps Hp.08124646409
Dicari Kasir Jln.WR.Supratman 275 dpn SPBU 081939085292
Dcr Sopir berpengalaman,Laki2, SIM A/B,Ijasah SMA,Lam.bawa ke Kampus II ITEKES Bali Jl.Tukad Balian 180 Renon.T.0361-895620
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
B.BP.001.01.20.0000416
Dcr Tng krim Lele (pke spd mtr) H;081246682139/081916982311 B.BP.004.01.20.0000466
Dibutuhkan Admin Wanita Hubungi :087 861 340 445 B.BP.001.01.20.0000458
B.BP.004.01.20.0000455
Dicari Koki Wanita untuk rumah Dps. Tinggal dlm berpengalaman pintar masak. Gaji 3,5Jt SMS WA 0816571027 B.BP.004.01.20.0000392
Dicari SPG min SMA/SMK utk di Seminyak Hub.0361-8475290 B.BP.001.01.20.0000450
ALUMINIUM
SERVICE
BIRO JASA
DIJUAL MOTOR
BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee
Tuntutan itu disampaikan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat membuka pelatihan awal masa jabatan bagi 68 perbekel terpilih periode 2019-2025, akhir pekan lalu. Bupati didampingi Kepala Dinas PMD Buleleng Made Subur mengatakan, semua perbekel diinstruksikan agar mengikuti regulasi dalam menjalankan roda pemerintahan desa. Memahami tata cara menyusun APBDes dan RPJM Des. Sebab, keberhasilan pembangunan di desa menunjukan capaian visi misi pembangunan di kabupaten. “Saya memiliki capaian kerja yang terukur, parameternya jelas, sehingga perbekel harus menyesuaikan RPJMD,” tegasnya. Kepala Dinas PMD Made Subur mengatakan, pelatihan ini menguatkan kapasitas perbekel sesuai visi misi masing-masing. Tiga bulan setelah dilantik, perbekel harus sudah menyusun RPJMDes. Dokumen ini menjadi landasan perbekel menjalankan roda pemerintahan dan merealisasikan janji saat masa pemilihan sebelumnya. “Kita akan sinkronkan dengan SKPD terkait dalam rangka penguatan kapasitas perbekel,” katanya. Pelatihan perbekel ini dibagi menjadi dua tahap. Pertama diselenggarakan dari 17 sampai 22 Januari 2020, dan pelatihan tahap kedua akan dilaksanakan in house training di Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri RI. (kmb38)
B.BP.001.01.20.0000144
DAIHATSU
DIJUAL TANAH
Espass Box’2003 Putih hub.082147280999
BUC Tanah 4Are Jl. Kalanganyar Sudimara Tbn. untuk Perumahan. 275jt/are nego,Hp.082144212121
B.BP.001.01.20.0000463
B.BP.004.01.20.0000387
BIRO JASA Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155 B.BP.001.01.20.0000105
KEHILANGAN Hlg BPKB DK 379 CI No.7960796G an Kdk Cindra Dewi Adi B.BP.167.01.20.0000451
KEHILANGAN Hlg BPKB NO.C6918842-O DK 1126 SB AN.Diah Candra Nurani M
B.BP.001.01.20.0000410
Senin Kliwon, 20 Januari 2020
Selama 9 Tahun Selesaikan Jalan 720 Km
INFRASTRUKTUR, utamanya jalan, menjadi sektor prioritas pembangunan di bawah kepemimpinan I Putu Artha – Made Kembang Hartawan. Selama sembilan tahun (2011-2019), pasangan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana Artha–Kembang (ABANG) sukses melakukan perbaikan jalan kabupaten sepanjang 720 km. Perbaikan berupa peningkatan kualitas jalan dari jalan krokol dan lapen diganti menjadi hotmix atau beton. Keterbatasan APBD yang dimiliki, namun perbaikan jalan diupayakan tiap tahun meningkat. Karena terbatasnya APBD Jembarana itu, perbaikan jalan juga diupayakan datang melalui bantuan pemerintah pusat dengan Dana Alokasi Khsusus (DAK) Diawali 2011 mampu diselesaikan jalan kabupaten sepanjang 51,99 km di lima kecamatan, tahun 2012 meningkat sepanjang 82 km, tahun 2013 sepanjang 73,59 km, tahun
2014 sepanjang 85,53 km. Sementara pada tahun 2015 total jalan yang diperbaiki meningkat jumlahnya setelah diperbaiki sepanjang 80,34 km, tahun 2016 diperbaiki lagi menjadi 164,17 km, tahun 2017 sepanjang 87,35 km, tahun 2018 diperbaiki 66,89 km, sedangkan di tahun 2019 total jalan yang diperbaiki sepanjang 29,02 km. Sehingga dengan total panjang jalan kabupaten di Jembrana yang mencapai 1075 km (terpanjang nomor dua di Bali), berhasil diperbaiki Artha-Kembang sepanjang 720 km. Jumlah itu meningkat hampir 148% dibandingkan pemerintahan sebelumnya yang menyelesaikan perbaikan jalan sepanjang 290 km. Jumlah jalan itu di luar jalan-jalan desa yang panjang totalnya mencapai 713 km. Jalan desa menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah desa. Selain diperbaiki menggunakan APBDes masingmasing, juga dibantu Pemer-
intah Kabupaten Jembrana perbaikan hotmix atau beton. ‘’Dengan panjang 1.075 km, jalan kabupaten di Jembrana termasuk salah satu yang terpanjang di Bali. Sembilan tahun terakhir (2011-2019), meski APBD kita tergolong kecil di Bali, berhasil membangun jalan kabupaten sepanjang 720 km. Tentunya masih ada yang kurang baik, secara bertahap akan diperbaiki,’’ ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman I Wayan Darwin ditemui, Jumat (17/1). Termasuk tahun ini (2020), ditambahkan Darwin, juga ada perbaikan jalan kabupaten. Untuk di awal dianggarkan perbaikan jalan kabupaten sepanjang 31 km. Jumlah itu masih akan ditambah lagi atas kebijakan pimpinan daerah direncanakan pada anggaran perubahan. Untuk menambah umur jalan, Pemkab Jembrana sejak 2018 juga telah membuat
jalan hotmix yang dilebarkan bagian bahunya (di kanan-kiri) menggunakan beton. Tujuannya untuk memperkuat umur jalan, khususnya mencegah kerusakan dari pinggir. Kerusakan ini biasanya terjadi saat dua kendaraan besar berpapasan. Model jalan bahu beton ini diyakini menambah umur jalan minimal lima tahun. ‘’Model jalan bahu beton itu kita sudah bangun di Dauh Waru - Sawerangsasa sepanjang 4,150 km, di Pendem - Dewasana 3,850 km, Yeh Embang - Bungbungan 7,9 km, di Pulukan Banjar Arca 2,8 km, di Banjar Sari Gumbrih 2,5 km. Ada lagi di Samblong menuju Dangin Tukadaya 1,560 km, Kaliakah, Baluk dan banyak lagi yang lain,’’ tambahnya. Dengan keterbatasan anggaran tadi, Darwin juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga umur jalan. Di antaranya merawat saluran air di kanan-kiri jalan, agar air tidak mengaliri jalan. Selain
Pilkada
Tiga Orang Tak Lanjutkan Pendaftaran di Koalisi
RAPAT KOALISI - Rapat antar-parpol koalisi untuk Pilkada 2020 di Kantor Golkar, Minggu kemarin. Tiga dari sembilan bakal calon bupati dipastikan tidak melanjutkan proses berikutnya. Negara (Bali Post) Tiga dari sembilan orang yang mengikuti pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Jembrana di Partai Golkar dipastikan terpental. Hal tersebut diketahui setelah saat tim pansel melakukan pemanggilan beberapa waktu lalu terhadap semua kandidat. Tiga orang yang tidak melanjutkan proses itu di antaranya Made Suardana (Plt. Ketua DPD II
Golkar Jembrana), Wayan Suardika (Wakil Ketua DPRD Jembrana) dan I Nengah Nurlaba (independen). Ketua Pansel Balon Bupati dan Wakil Bupati Partai Golkar Jembrana, Nyoman Birawan, seusai rapat koalisi Minggu (19/1) kemarin mengatakan, dari sembilan balon yang mendaftar ke Golkar, hanya enam orang yang sudah memenuhi syarat serta kepastian untuk mengikuti
proses selanjutnya. Dua di antara yang tidak melanjutkan itu adalah kader internal Golkar yakni I Made Suardana dan Wayan Suardika. ‘’Keduanya tidak melanjutkan karena fokus ngayah di posisi yang dijabatnya saat ini. Pak Suardana di (DPRD) Provinsi dan Pak Suardika di Kabupaten,’’ terangnya. Sedangkan untuk Nengah Nurlaba terpental karena belum lengkapnya persyaratan
Tetap Eksis Kaprodi Magister Administrasi Publik PPs Unwar ini mengatakan bahwa selama agama Hindu ada di Bali, maka budaya Bali akan tetap eksis. Namun, untuk menjaga agar agama Hindu di Bali tetap eksis, tanah Bali harus menjadi prioritas untuk dijaga. Ia mencontohkan, pada masa Kerajaan Majapahit, agama Hindu berkembang di Tanah Jawa. Namun, setelah tanah Kerajaan Majapahit dikuasai umat non-Hindu, agama Hindu beserta kebudayaannya di
Jawa mulai pudar. ‘’Orang Bali mempunyai kewajiban untuk menjaga tanah Bali, termasuk yang terkandung di dalamnya. Karena tidak cukup hanya melestarikan isinya, tetapi wadahnya harus dijaga,’’ ujarnya. Untuk bisa menjaga wewengkon tanah Bali, strategi yang perlu dilakukan yaitu Pemerintah Bali harus membuat payung hukum (perda) yang ketat terkait jual-beli tanah Bali ke orang-orang nonHindu. Apalagi, saat ini Pemerintah Provinsi Bali concern terhadap penguatan desa adat. Tidak hanya kepada Pemerintah Bali, seluruh elemen masyarakat Hindu di Bali harus
Tetap Bertahan
Juventus memboyong Can dari Liverpool dengan harga 13 juta poundsterling
(sekitar Rp231 miliar) pada musim panas 2018 setelah ia menolak perpanjangan kontrak untuk tetap bertahan di Merseyside. Can menghabiskan waktu em-
berperan dalam menjaga tanah Bali ke depan. ‘’Kita tidak menolak orang non-Hindu di Bali, tetapi bagaimana di tengah keharmonisan antarumat di Bali, krama Bali tetap mempertahankan tanah Bali, agar agama Hindu dan kebudayaannya bisa tetap berkembang di Bali untuk anak-cucu nantinya,’’ tukas Gung Raka. Selain itu, masyarakat Bali juga harus bisa menggerakkan budaya yang ada di Bali. Budaya yang telah ada harus mampu disesuaikan dengan perkembangan zaman dengan tetap mempertahankan taksu budaya Bali. (win) pat tahun di Anfield dan menjadi pemain kunci ketika The Reds finis sebagai runner-up di Liga Premier Inggris musim 2014. (ant/afp)
Penumpang Sakit Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar Dr. H. Lucky Tjahjono, M.Kes. (BP, 18/2) mengatakan, setelah
di-allert oleh WHO, ia langsung berkoordinasi dengan otoritas bandara dan lintas sektor terutama bandara. Thermal scanner, dikatakan, sudah aktif untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang. ‘’Kita
tinggal mengantisipasi dan koordinasi dengan para kru airlines saja. Jadi kita sudah edukasi untuk segera menginformasikan kalau ada keluhan penumpang sakit,’’ ujarnya. (kmb42/ant)
Senin, 20 Januari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pesrama Pemangku Dan Serati (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Krishna Karna Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini
10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita
Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Klip Bali Yowana Live Komunitas Wikipedia Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Puja Trisandya Seputar Bali
19:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:00 Wita Taksu Made Kontensi, Seniman Lukis Pasir 21:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Durga Bairawi, Sanggar Aswini Kembar (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:05 Wita Bali Chanel
yang harus dipenuhi sebagai balon. Sisanya enam orang tetap melanjutkan proses yakni empat memastikan balon bupati dan dua orang balon wakil bupati. Empat orang yang dimaksud di antaranya untuk balon bupati, I Nengah Tamba, Ketut Widastra, I Made Prihenjagat dan I Gede Budi Santosa. Sedangkan balon wakil bupati H. Nasrun dan I Komang Adiyasa. Keenam nama ini selanjutnya akan diteruskan ke DPD I untuk kembali digodok menunggu rekomendasi dari pusat. ‘’Yang jelas semuanya ini visinya sama yakni bagaimana bisa Jembrana ke depan maju,’’ terangnya. Sementara itu, Plt. Ketua DPD I Golkar Jembrana I Made Suardana mengatakan, koalisi Jembrana Maju dengan tujuh partai politik (parpol) masih solid dan kemarin juga sudah digelar rapat koalisi untuk langkah dan tahapan selanjutnya. Yang terdekat adalah deklarasi koalisi parpol yang direncanakan akhir bulan Januari ini. ‘’Tadi kita sudah rapat dan intinya tanggal 27 Januari ini kita gelar deklarasi koalisi. Dan setelah itu kita bicarakan bersama paket yang kita usung. Target kami Maret sudah ada paket calon bupati dan wakil bupati,’’ ujarnya. (kmb26)
JALAN HOTMIX – Salah satu ruas jalan yang sudah dihotmix sekaligus dipasang bahu beton untuk menambah umur jalan. itu dengan membatasi tonase penggunaan jalan. Kendaraan/ truk bermuatan besar hingga 11 kubik harus dilarang masuk
mengingat kemampuan jalan dilintasi hanya bisa maksimal 12 ton. ‘’Dua faktor tadi mempercepat rusaknya jalan.
Sehingga kalau dibiarkan, jalan yang sudah bagus tidak akan bertahan lama, cepat rusak kembali,’’ Pungkasnya. (ad468)
Karantina Awasi Masuknya Daging Kambing dari Jawa
Negara (Bali Post) – Antisipasi sejumlah penyakit dari luar, Karantina Pertanian Terpadu di Gilimanuk mengintensifkan pemeriksaan komoditi yang masuk dari Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk. Salah satunya daging kambing. Hal ini untuk antisipasi sejumlah penyakit hewan yang bersifat zoonosis (menular) yang belakangan muncul di wilayah Pulau Jawa. Seperti penyakit antrax yang belum lama ini muncul menyerang sapi dan kambing. Penanggung Jawab Karantina Pertanian Terpadu Wilayah Kerja Gilimanuk, Ida Bagus Eka Ludra, Minggu (19/1) kemarin, mengatakan untuk pengawasan khususnya lalu lintas komoditi hewan menjadi tupoksi Karantina. Khususnya untuk kambing potong yang masuk berkaitan dengan antrax. ‘’Kalau ada
dokumen kita periksa lebih teliti. Tetapi kalau tidak ada dokumen, pasti kita tolak ke daerah asalnya,’’ terang Eka Ludra. Memang bila instruksi dari pusat belum ada. Tetapi sesuai SOP (standar operasional prosedur) di mana ada outbreak penyakit, Karantina harus menolak hewan yang peka penyakit tersebut masuk. ‘’Kita tidak tahu hewan bisa saja berasal (dari) daerah outbreak. Jawa Timur bukan daerah outbreak, tetapi kami instruksikan ke jajaran lebih ketat pengawasan hewan terutama kambing potong,’’ tambahnya. Sementara untuk sapi, menurutnya, kecil kemungkinan terutama sapi hidup karena ada larangan masuk ke Bali. Yang paling berpeluang dan sering menjadi kebutuhan di Bali adalah daging kambing. (kmb26) Bagus Eka Ludra
Pendidikan Pertemuan The Sukarno Center dan Badan Pembina Ideologi Pancasila
Try Sutrisno Peluk Erat Arya Wedakarna dan Dukung Perjuangan Berantas Radikalisme BADAN Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) bentukan Presiden Joko Widodo mendapat dukungan penuh dari The Sukarno Center Tampaksiring. Keberadaan BPIP yang langsung di bawah koordinasi Presiden RI membuat lembaga ini menjadi salah satu think thank dalam hal pembinaan ideologi Pancasila, dan komitmen menjaga Pancasila sebagai satu–satunya dasar ideologi bangsa disampaikan oleh The Sukarno Center. Diterima di Kantor BPIP yang masih dalam satu kawasan Istana Presiden, hadir Sukmawati Soekarno (Ketua Dewan Pembina The Sukarno Center), Enong Ismal (Ketua Kurator Museum Sukarno), Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (President The Sukarno Center) dan jajaran pengurus TSC dari Jakarta. Di jajaran BPIP hadir Try Sutrisno (Dewan Pengarah), Hariono (Plt. Ketua BPIP), Wisnu Bawa Tenaya (Sekretaris BPIP) berserta para deputi. Dalam kesempatan itu, Sukmawati Soekarno menyampaikan rasa bangga dan dukungannya pada kegiatan BPIP yang dinilai sangat pas untuk bisa menjaga nilai–nilai Pancasila khususnya menghadapi dunia politik Indonesia pasca 2024. ‘’Saya menilai bahwa tantangan para kaum nasionalis ini yakni pasca 2024. Sekarang banyak di antara pembela Pancasila sudah berusia sepuh, tapi kaderisasi masih belum maksimal. Saya
yakin Presiden Joko Widodo akan menyelesaikan tugas dengan baik hingga 2024 termasuk membasmi radikalisme. Tapi setelah Jokowi apa ada lagi? Maka dari itu The Sukarno Center wajib mendukung BPIP ini agar menjadi lembaga permanen, jangan sampai nanti ganti presiden maka lembaga ini bubar. Saya hadir di sini bersama rekan seperjuangan saya Bung Arya Wedakarna adalah untuk mendukung BPIP,’’ ungkap Sukmawati yang juga adik kandung Megawati Soekarno Putri ini. Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Arya Wedakarna yang menyatakan di tahun 2020 ini, The Sukarno Center akan bersinergi dengan lembaga nasionalis khususnya dalam acara–acara kebangsaan khususnya di wilayah–wilayah yang dirasa minim wawasan kebangsaannya. ‘’Pertama–tama kita harus petakan dulu mana wilayah yang tergolong banyak sel radikalismenya, baik di desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi. Parameternya jelas, ada di hasil Pemilu 2019 kemarin, silakan saja periksa wilayah mana yang Jokowi kalah, pasti banyak simpatisan radikal di sana. Begitu juga pemetaan politik, silakan discreening wilayah mana saja partai politik pendukung khilafaf, di sana yang harus digarap oleh kaum nasionalis, termasuk juga alat negara seperti TNI dan Polri. Jadi sebenarnya, akar masalah radikalisme dan khilafah
ini muncul adalah karena mesin politik pendukung khilafah ini bekerja. Dan target tahun 2024 hasilnya bisa maksimal,’’ ungkap Dr. Gusti Wedakarna yang juga Senator DPD-RI. Terkait dengan hal itu, Try Sutrisno yang juga mantan Wakil Presiden RI dan mantan Panglima ABRI (TNI) menyampaikan apresiasinya terhadap apa yang disampaikan oleh Sukmawati Soekarno dan Arya We-
dakarna. Bahkan sebelum meninggalkan tempat acara usai pertemuan, beberapa kali Try Sutrisno memeluk erat Arya Wedakarna sembali membisikkan sesuatu dan menepuk bahu dari tokoh Hindu Indonesia ini. ‘’Maju terus anak muda, jangan lelah berjuang untuk Pancasila dan NKRI,’’ ungkap Try Sutrisno kepada Arya Wedakarna yang dikenal pendukung militan Joko Widodo ini. (ad471)
NASIONALIS - Dewan Pengarah BPIP Try Sutrisno (mantan Wapres dan Panglima ABRI) memeluk erat Arya Wedakarna (AWK) disaksikan Sukmawati Soekarno, Hariono (Ketua BPIP), Wisnu Bawa Tenaya (Sekretaris BPIP) dan Enong Ismail (The Sukarno Center) di Jakarta.
Senin Kliwon, 20 Januari 2020
Lontar, Relevan dengan Urusan Kekinian SELAMA ini lontar dipahami khalayak umum berkaitan dengan aspek niskala, seperti mantra, pengobatan dengan ilmu gaib dan sebagainya. Tetapi sesungguhnya isi lontar sangat relevan dengan urusan kekinian dan masa depan berkaitan dengan ketangguhan pangan, bercocok tanam dan menjaga lingkungan.
Lontar juga berkaitan dengan aspek sekala yang justru memperkuat aspek niskala. Misalnya, dengan menanam tumbuhan, ekologi menjadi lebih baik, lebih asri, lebih sejuk dan oksigen tersedia berlimpah. ‘’Lontar Usada, misalnya, sesungguhnya bukan hanya lontar pengobatan, tapi lontar yang merumuskan tanaman apa saja yang berguna untuk menjamin kesehatan dan sekaligus menyokong pangan harian yang menjadi penopang berjalannya kehidupan sehari-hari, baik dalam keadaan tanpa penyakit dan saat perlu pengobatan herbal atau usada,’’ ujar Sugi Lanus, peneliti dan pembaca lontar, Sabtu (18/1). Lontar
Usada yang memuat daftar tumbuhan adalah pusaka bersama yang perlu dibuka untuk dirumuskan dan dibudidayakan agar kita mampu memperkuat diri dari serbuan berbagai makanan yang kebanyakan tidak sehat. Jika ingin mengukuhkan kesehatan lahir batin masyarakat Bali, ketahanan pangan keluarga, maka pustaka Lontar Usada dirujuk sebagai panduan bersama dalam memperkuat ketahanan pangan. Menurut Sugi Lanus, Lontar Usada bukan lontar klenik. Leluhur kita mewariskan lontarlontar sebagai panduan menghadapi kehidupan nyata yang penuh tantangan, baik akibat kita lalai merawat diri, atau memang abai membiarkan sesuatu yang tidak organik yang berasal dari luar bumi pertiwi kita konsumsi secara serampangan. Sugi Lanus yang kurator Museum Lontar Karangasem ini menegaskan, ancaman Bali hari ini memang bukan kelaparan. Tetapi yang dikonsumsi harian oleh anak-anak di Bali sudah jauh apa yang semestinya dihasilkan secara swadaya dari Pulau Bali. Celakanya, hampir sebagian besar makanan kudapan ringan yang dijual di gerai makanan, tidak hasil dari tanah Bali dan kurang sehat, karena ditengarai berisi penyedap, pewarna dan pengawet. Lontar Usada bukan hanya tabel mempersehat diri ketika sakit, tetapi tabel pohon dan tumbuhan yang harus kita tanam untuk penguatan swasembada pangan atau lumbung pangan bagi keluarga kita. ‘’Jadi, lontar berisi hal-hal yang berkaitan dengan aspek sekala untuk menggarap hal-hal yang real saat ini. Misalnya Lontar Usada, berhubungan dengan pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman atau tumbuh-tumbuhan untuk meringankan sakit sehari-hari seperti sakit perut, flu, batuk, sakit mata, diare, bibir pecah-pecah dan sebagainya,’’ ujarnya. Dalam Lontar Usada Sari, misalnya, terdapat 90 jenis tanaman yang bisa digunakan untuk mengobati sakit. Demikian juga Lontar Taru Premana, setidaknya ada 200 tanaman dipakai pengobatan, baik dengan cara direbus, dipakai boreh, loloh, dan dipakai pupuk di ubun-ubun dan dijadikan bahan
LONTAR - Sejumlah lontar koleksi Sugi Lanus di rumahnya. makanan. Seperti berbagai jenis umbi-umbian atau rempah-rempah yang dipakai bumbu. Bali mengenal basa genep dalam kuliner. Di Jawa dikenal dengan jamu yang bahannya hampir sama. Kita memiliki tanaman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan. Tinggal sekarang pihak farmakologi melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kandungannya dan mengemasnya agar lebih baik dan higienis. Tegas Sugi Lanus, lontar yang kita miliki ini mesti dibuka, dibaca dan dipahami isinya,
Lontar Usada dan Ketahanan Pangan Apakah Bali punya panduan tertulis tentang ketahanan pangan? Jawabannya adalah subak. Adakah naskah yang menyajikan bagaimana tanaman di subak ditanam, dirawat, dijaga dan diupakarai? Ada, yaitu Lontar Dharma Pamaculan. Peneliti lontar, Sugi Lanus, mengatakan Lontar Dharma Pamaculan berisi pengaturan masa bercocok tanam, upakara dan siklus perjalanan bertani di sawah. Sementara itu, berbagai Lontar Usada berisi ratusan bahkan sampai beribu pohon yang harus dibudidayakan untuk pegobatan herbal. ‘’Bukan hanya khasiat herbal sebagai obat yang diperoleh kalau menanamnya, tapi beribu pohon tersebut kalau ditanam akan memberi hasil berlimpah untuk meningkatkan ketahanan pangan,’’ ujarnya. Sugi Lanus menyebut ada sejumlah lontar di Bali yang berisi nama tanaman dan kegunaannya dalam kehidupan orang Bali. Lontar itu di antaranya Aji Janantaka, Aji Pangintar Padum Lumbung, Aji Pari, Aksara Swara Wianjana, Asta Kosali, Astakosala/ Astakosali, Bangkruk, Banyuawang, Buda Kecapi (Usada Kacacar), Çri Purana Tatwa, Darmaning Asta Kosali, Darmaning Usada Cemeng, Dasa Nama, Dasanamaning Taru, Dharma Pamaculan, Dharma Sangging, Dharma Usada, Dharma Usada Kling, Dharmalaksana Undhagi, Dharmaning Asta Koçala, Dharmaning Hasta Kosali, Dharmaning Pamakuhan, Dharma-Usada, Gring Hanut Oton, Hasta Kosala, Hasta Kosala Kosali, Husada Rare, Husada Wisnu Japa, Indik Makarya Badhe, Kanda Pat Rare, Kap. Punggung Tiwas, Kapi Usadha, Kawisesan & Husada, Kawisesan/Usada, Kep. Taru Pramana, Kertta Bhasa, Klimosada-cemeng, Kreta Basa Taru, Kutipan Indik Linggih Bhatara, Mendem Hari-hari, Osadi, Pacaron Pratiti, Padedewaning Pratiti, Pagelaran Tenung, Pamelaspas, Panawar Gringsing Wayang, Panengeran Kusta, Pangancingan Babahi, Pangukuran Karang, Parisuddhan Taru Salah Pati, Patatiwan/Hasta Kosala Kosali, Patenungan Lara, Pawadonan, Pawatekan/ Hanut Pancawara, Pawurung Pantun,
Pratiti Samutpada, Prembon Kaputusan, Prembon Usada, Puja Kosala-Kosali, Punggung Tiwas, Pupulaning Usadha, Usada Masa, Usada Melayu, Usada Meyong Garong, Usada Paleleburan Gring,dll. Dikatakan, masing-masing lontar tersebut berisi puluhan sampai 200 lebih tumbuhan atau tanaman yang menjadi keperluan usada, pembuatan upakara, perumahan, parahyangan dan sebagainya. ‘’Kesemuanya itu menjadi pasokan pangan kita bersama jika ditanam seperti petunjuk lontar-lontar tersebut yang mengamanatkan kita untuk bercocok tanam untuk keperluan pasokan pangan, obat herbal, dan pelestarian lingkungan,’’ katanya. Dari sekitar 33 lontar usada saja, Sugi Lanus telah mendata tidak kurang dari sekitar 1.000 tanaman yang perlu ditanam di Bali sebagai pasokan herbal atau bahan pengobatan. Sebagian dari jumlah itu adalah bumbu dapur dan panganan yang bisa menjadi makanan harian yang punya potensi dan nilai ekonomi yang tinggi. Meski demikian, situasinya yang terjadi di lapangan semua sumber pangan dalam lontar usada mulai langka. Sebagai contoh: Suweg (Amorphophallus campanulatus B) dan Biaung atau Gembili (Discorea esculenta) telah langka di Bali. Padahal di masa lalu ubi ini sangat penting sebagai pasokan pangan di Bali. Ada belasan ubi yang disebutkan sebagai bahan obat dalam lontar usada, yang sebenarnya tidak hanya bahan obat, tetapi bisa dikonsumsi menjadi pangan harian. Ada belasan tanaman rambat yang disebut sebagai bahan obat, sebenarnya bisa menjadi sayur harian, demikian juga dengan buah-buahan dan kacangkacangan. Jumlahnya sampai ratusan varietas tumbuhan yang bisa menjadi bahan obat ada di sekitar kita tetapi kita abai dan tidak tekun membudidayakan sebagai pasokan pangan harian kita. Sebuah riset dilangsungkan di Buleleng Timur telah berhasil mendata 50-an lebih obat usada yang masih dipakai masyarakat sekaligus sumber pangan yang bisa menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan kita. Tumbuhan tersebut masih
akrab tumbuh sekitar kita tetapi tidak dibudidayakan secara baik di pekarangan rumah atau teba (belakang rumah) atau tegalan kita, seperti kayu manis (Sauropus androgynus Merrill), sembung hutan (Blumea sp), ubi dara, mahkota dewa (Phaleria macrocarpa Boerl), buangit (Polanisia viscose L.), Phyllanthus niruri Blanco (kemeniran), silangjana, Physalis angulata Heyne (angket), Justicia gendarussa Burmf (sekling), Coccinia cordifolia Gogn (paspasan), menuri putih, Jatropha gossypifolia Linn (jarak iodium), Gossypium obstusifolium Roxb (kapas), Vitex trifolia Linn (liligundi), Premna sp (daluman), Acorus calamus Linn (jangu), Begonia sp, Kalanchoe pinnata Pers (kayu urip), Elephanto-
pus scaber Linn (tapak liman), Syzygium aromaticum L. (cengkeh), Curcuma domestica Val. (kunyit putih), Melodius laevigatus Blume (palit sedangan), Areca cathecu L (buah), Amomum cordamomum Willd (kapulaga), Woodfordia floribunda Salisb (sidowayah), Amomum cordamomum Willd Var (kapulaga merah), Piper betle L. (sirih), Ehretia microphylla Lamk. (kesinen), Morinda citrifolia (mengkudu), Zingiber sp (jahe merah), sambang darah, Tinospora tuberculata Beume ex K. Heyne (kantawali), Dressing, Citrus aurantifolia Sw. (juwuk lengis), Averrhoa carambola Linn. (belimbing besi), Averrhoa blimbi Linn (blimbing buluh), Jatropha curcas Linn (jarak pagar), Hibiscus tiliaceus Linn
untuk pemperkuat ketangguhan pangan dan pengobatan kita. ‘’Jadikanlah lontar untuk memperkuat penalaran dengan logika. Memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan dan meningkatkan nilainilai budi pakerti atau kebajikan. Peninggalan tertulis ini hendaknya dirayakan untuk mengingatkan kita akan nilai-nilai kearifan lokal yang bermanfaat untuk kehidupan,’’ ujar Sugi Lanus, pendiri Hanacaraka Institute (2006), untuk meneliti lontar Bali dan Lombok. (lun)
(waru taluh), Ocimum basilicum Linn (selasih), Ocimum sanctum Linn (lampes), Vitis quadrangularis Cord (tikel balung), Basella rubra Linn (gendola), Zingiber officinale Rosc (jahe pahit), Clinacanthus nutans Lindau (dandang gendis), Alpinia galangal Willd (laos), Polygonum chinense Houtt (padang alia), Cerbera odollam Gaertn (bintaro), Alstonia scholaris R. Br. (pule), Plumeria accuminata W.t Ait (jepun putih), dan Strobilanthes crispus Bl (keji beling). Dari temuan 50 tanaman yang masih dipakai dalam pengobatan herbal di Buleleng ini, sebagian dari tumbuhan ini adalah pasokan buat ketahanan pangan kita. Semua tumbuhan tersebut jika dibudidayakan punya nilai ekonomi, bisa disuplai ke pasar tradisional terdekat sebagai pasokan bumbu dan juga kebutuhan pengobatan herbal. Tanaman dalam puluhan
Lontar Usada tidak memerlukan subak atau areal persawahan yang besar untuk dibudidayakan. Bisa menjadi tanaman pagar, rambat, pohon peneduh dan pohon peng-
Jenis-jenis Lontar di Bali Aji Janantaka Aji Pangintar Padum Lumbung Aji Pari Aksara Swara Wianjana Asta Kosali Astakosala/Astakosali Bangkruk Banyu-awang Buda Kecapi (Usada Kacacar) Çri Purana Tatwa Darmaning Asta Kosali Darmaning Usada Cemeng Dasa Nama Dasanamaning Taru Dharma Pamaculan Dharma Sangging Dharma Usada Dharma Usada Kling Dharmalaksana Undhagi Dharmaning Asta Koçala Dharmaning Hasta Kosali Dharmaning Pamakuhan Dharma-Usada Gring Hanut Oton Husada Rare Husada Wisnu Japa Indik Makarya Badhe Kanda Pat Rare Kapi Usadha Kawisesan/Husada Taru Pramana Kertta Bhasa Klimosada-cemeng Kreta Basa Taru Kutipan Indik Linggih Bhatara Padedewaning Pratiti Pagelaran Tenung Panawar Gringsing Wayang Panengeran Kusta Pangancingan Babahi Pangukuran Karang Patenungan Lara Pawadonan Pawatekan/Hanut Pancawara Pawurung Pantun Pratiti Samutpada Prembon Kaputusan Prembon Usada Punggung Tiwas Purwaning Gagulitan Rarajahan Pakakas Usada Aswinodewa/Rare Usada Babahi Usada Banyu, dll.
hasil buah, yang bisa tumbuh kita budi dayakan di halaman rumah atau di lahan kosong milik desa yang bisa dikelola oleh masyarakat secara bersama. (lun)
Bukan hanya khasiat herbal sebagai obat yang diperoleh kalau menanamnya, tapi beribu pohon tersebut kalau ditanam akan memberi hasil berlimpah untuk meningkatkan ketahanan pangan.