16 HALAMAN
NOMOR 92 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Senin Pon, 19 November 2018
Toko Modern Berjaringan di Bali
Matikan Ekonomi Lokal, UMKM Belum Diberi Tempat Stigma bahwa kehadiran toko modern berjaringan telah mematikan ekonomi masyarakat lokal adalah suatu keniscayaan. Karena persaingan muncul karena adanya kebutuhan pasar. Maka dari itu toko tradisional atau warung harus mau meng-upgrade dirinya sesuai dengan kebutuhan pasar. Pemerintah harus pula bergerak melindungi pengusaha lokal dan UMKM. Demikian terungkap dalam Bali Post Editorial Forum, Kamis lalu. Diskusi menghadirkan praktisi, politisi dan pembuat regulasi.
I Gusti Ayu Laxmy Saraswati Petani yang juga pelaku UMKM kopi, Komang Sukarsana, mengatakan kehadiran toko modern belum berpihak pada petani dan pelaku UMKM. Padahal daerah sentra pertanian khu-
susnya, memiliki produk yang sangat bagus bahkan berorientasi ekspor. Namun rupanya produk lokal tidak mendapat tempat khususnya di toko modern berjaringan. Kata dia, ada beberapa kendala yang menyebabkan produk UMKM belum bisa masuk toko modern berjaringan. Pertama, toko modern berjaringan cenderung mencari pengusaha yang besar agar supply produk ke tokonya bisa kontinu, dan sistem pembayaran bisa diatur. Kedua, petani masih
khawatir masuk ke pasar modern karena sistem pembyaran yang lama. Maka dari itu ia berharap agar toko modern berjaringan di wilayah tersebut bisa menyerap hasil pertanian lokal. Hal serupa diakui AAA Mas Utari N. Pemilik Bee Handicraft ini mengatakan, ketika UMKM sudah mampu masuk ke toko modern berjaringan dan produknya laku, kendala yang dihadapi adalah dari sisi pembayaran. Dalam perjanjian memang ada ketentuan pembayaran satu bulan setelah
is lar
serba SUPER
I Ketut Karpiana
Ketut Suteja Kumara
Beri Subsidi pada Warung
barang diterima. Namun kenyataannya bisa sampai enam bulan baru terbayar, sehingga UMKM pun akhirnya terkendala untuk pengisian selanjutnya pada toko tersebut. ‘’Kalau kita enggak mengisinya, maka kita akan kehilangan kesempatan. Kalau kita mengisi, uang kita tertanam di sana,’’ ujarnya. Menurutnya, dengan adanya toko modern berjaringan nasional, juga membawa perpindahan ekonomi. Jika sebelumnya pusat ekonomi masyarakat ada di pasar rakyat, maka peredaran uang hanya terjadi di wilayah tersebut. Namun dengan adanya toko modern berjaringan, peredaran uang lebih banyak ke ibu kota negara. Hal. 15 Saling Melengkapi
KEKUATAN modal, SDM, dan teknologi menjadi keunggulan toko modern berjaringan. Tentu hal ini tidak bisa dilawan oleh warung dan pasar rakyat. Satu-satunya cara untuk menghidarkan warung dari kematian adalah memberikan mereka subsidi. Selain itu pelatihan manajemen dan penataan harus pula diberikan. Kalau tidak disubsidi, diberi pelatihan maka mereka akan tergerus dan mati. Anggota DPRD Badung Karyana mengatakan, pihaknya tetap komitmen menghidupkan UMKM dan pedagang tradisional dan menyejahterakan masyarakat Badung. Maka dengan adanya toko modern berjaringan yang dinilai akan mematikan pedagang lokal, telah di-
t
mar
b
ig
Karyana
siapkan peraturan dalam bentuk perda maupun perbup untuk mengatur hal itu. Toko berjaringan yang melanggar harus ditindak tegas oleh eksekutor yaitu Satpol PP. Pemerintah pun diharapkan memberikan pembinaan kepada pedagang lokal. Selain itu juga subsidi harus diberikan kepada pedagang lokal. Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar Ketut Suteja Kumara mengatakan, kelebihan yang dimiliki toko modern berjaringan agar diadopsi toko tradisional dan pasar rakyat. Hal. 15 Keinginan Pasar
bag
m
us m
a
aris
r
t
TOKO SUPER
kap
ng r le
e
sup
art
al erb
s
hemat murah dan lengkap
TOKO serba MURAH
I Wayan Roby Mega Nanta
WARUNG lokal
AAA Mas Utari N.
Badung 1.760 toko
Denpasar 295 toko
Gianyar 154 toko
Tabanan 55 toko
Bangli 34 toko
Jembrana 26 toko
Bulelelng 19 toko
Sehubungan hari raya Maulud Nabi Muhammad SAW yang juga merupakan hari libur nasional, maka Bali Post pada Selasa (20/11) besok tidak terbit. Bali Post kembali hadir pada Rabu (21/11) lusa. Untuk itu kepada pembaca dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit
Tahapan pemilu legislatif dan presiden 2019 sudah mulai berlangsung. Saat ini memasuki masa kampanye. Kini banyak ditemukan pemasangan APK yang melanggar ketentuan serta membahayakan. Halaman 2 Penganiaya Pensiunan PNS Paranoid Akibat Narkoba Gede AW yang melakukan penganiayaan terhadap Made Subakti (64) di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan diduga paranoid akibat pengaruh narkoba. Setelah tes urine, ternyata sampel urine pelaku itu positif mengandung narkoba. Halaman 8
KPK Amankan Enam Orang
Penyandang Disabilitas Mengeluh Penyandang disabilitas patut mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya pemerintah. Namun belum semua akses perkantoran, toilet umum hingga trotoar yang pro terhadap keperluan mereka. Halaman 9 Kemarau, Warga Tianyar Urunan Beli Air Bersih Setiap musim kemarau warga Banjar Dinas Dalem, Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, kesulitan peroleh air bersih. Untuk dapat memenuhi kebutuhan air setiap harinya warga terpaksa beli air bersih. Mereka urunan untuk membeli satu tangki air. Halaman 11
Karangasem 16 toko
OTT Bupati Pakpak Barat
Tidak Terbit
Senin Hari Ini Tim Tertibkan APK
Klungkung 19 toko
Bali Post/ant
DIKAWAL - Bupati Pakpak Barat Remigo Yolando Berutu (tengah) dikawal petugas KPK saat diamankan ke gedung KPK, Jakarta, Minggu (18/11) kemarin. Politikus Partai Demokrat itu diamankan KPK pasca-OTT terkait dugaan suap.
Jakarta (Bali Post) – KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pakpak Barat, Sumatera Utara, Remigo Yolanda Berutu. ‘’Benar ada giat dini hari tadi di Medan dan Jakarta. KPK lakukan kegiatan tangkap tangan terhadap seorang kepala daerah di Sumatera Utara, kepala dinas setempat, PNS dan pihak swasta,’’ kata Ketua KPK Agus Rahardjo, di Jakarta, Minggu (18/11) kemarin. Total ada enam orang yang diamankan, dua orang diamankan di Jakarta dan empat orang di Medan. ‘’Pihak yang diamankan di Jakarta sudah berada di kantor KPK untuk dilakukan pemerik-
saan lebih lanjut,’’ tambah Agus. Sementara empat orang yang diamankan di Medan mulai pukul 24.00 sampai pukul 03.00 WIB, termasuk Bupati Pakpak Barat akan dibawa ke kantor KPK. ‘’Dari kegiatan tersebut, teridentifikssi dugaan transaksi terkait proyek Dinas PU (Pekerjaan Umum) di Pakpak Barat. Diduga penerimaan telah terjadi beberapa kali, dengan nilai ratusan juta,’’ tutur Agus. Sebagian dari uang tersebut diamankan tim dan akan dibawa ke Jakarta. Sesuai KUHAP, KPK diberikan waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status pihak yang diamankan. (ant)
’’Job Fair’’ Zaman Now
PENCARI KERJA - Menteri Puspayoga bersilaturahmi dengan ribuan pencari kerja yang merupakan lulusan sarjana dan SMK usai membuka acara Job Fair untuk anak muda Indonesia.
CEO dan Co-Founder PT Top Karir Indonesia Bayu Janitra Wirjoatmodjo mengungkapkan bahwa acara job fair menggunakan sistem IT merupakan model baru yang belum lama diterapkan di Indonesia. ‘’Para peserta job fair cukup membawa aplikasi persyaratan dalam bentuk softcopy, tanpa harus repot bawa fotokopian. Untuk memilih perusahaan yang dituju pun terbilang sangat mudah, cukup pakai key barcode perusahaan yang bersangkutan yang ikut TopKarir Expo 2018,’’ jelas Bayu. Selain itu, kata Bayu, dari sisi perusahaan pun mendapat kemudahan dalam
menjaring kandidat pencari kerja yang diinginkan sesuai posisinya. ‘’Perusahaan bisa langsung melihat kandidatnya. Lebih dipermudah lagi karena TopKarir menerapkan teknologi scoring profil dari si kandidat. Secara otomatis, CV kandidat akan masuk ke perusahaan berikut dengan skor kualifikasinya. Sehingga CV yang masuk ke database perusahaan sudah terjaring dengan baik sesuai kebutuhan perusahaan. Intinya, CV yang masuk dijamin relevan dengan yang sedang dicari perusahaan,’’ imbuh Bayu. Bayu menambahkan, cara TopKarir Expo 2018
kali ini diikuti sekitar 13 ribu pencari kerja (register). Perusahaan besar pencari karyawan yang ikut dalam expo ini Grup Sinarmas, Grup Triputra, Grup Salim, Garuda Food, Djarum, Wings, Agung Sedayu, dan Grup Rajawali. ‘’Ada juga sekitar 48 perusahaan kecil yang ambil bagian dalam expo ini,’’ tukas Bayu. Sementara itu, Ayu Lestari, peserta TopKarir Expo 2018 lulusan Sastra Inggris (fresh graduate) dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), menyambut baik sistem lamaran atau rekrutmen kerja dengan sistem teknologi. ‘’Kita tidak perlu repot-repot
lagi menyiapkan berkasberkas fotokopi persyaratan. Cukup disiapkan secara software, semuanya menjadi sangat simpel dan mudah. Untuk memilih perusahaan yang mana pun cukup dengan mengakses barcode perusahaan dari HP kita,’’ ungkap Ayu. Hal senada dikatakan Andre, lulusan ITS Surabaya asal Jakarta. Menurutnya, sistem mencari kerja seperti yang dilakukan TopKarir Expo sangat membantu bagi para pencari kerja. ‘’Saya berharap hal seperti ini bisa terus diterapkan, bahkan dikembangkan,’’ pungkas Andre. (kmb)
DENPASAR
2
Senin Pon, 19 November 2018
FIGUR Vibrasi Positif SETELAH mengikuti seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji, seluruh jamaah asal Kota Denpasar yang berjumlah 341 orang telah kembali dari tanah suci dan tiba di Kota Denpasar. Kehadiran seluruh jamaah haji Kota Denpasar yang telah sukses menjalani kewajibannya ini disambut oleh sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Wali Kota, Minggu (18/11) kemarin di Aula Korem 163/Wira Satya. Rai Iswara mengatakan, sesuai dengan arahan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan selamat kepada seluruh jamaah haji yang telah sukses melaksanakan ibadahnya ke tanah suci. Ke depan dengan bertambahnya jumlah haji di Kota Denpasar ini, tentu diharapkan mampu memberikan vibrasi positif dalam pembangunan dan menjaga kerukunan umat beragama di Kota Denpasar. ‘’Besar harapan kami seluruh haji di Kota Denpasar dapat bersinergi memberikan sumbangsih ilmu serta pemikiran dalam mendukung pembangunan di segala lini di Kota Denpasar menuju peningkatan kesejahteraan rakyat,’’ harapnya. Rai Iswara menambahkan, haji harus mampu mengaplikasikan berbagai ilmu pengetahuannya di tengah masyarakat. Sehingga apa yang telah dipelajari dan menjadi kewajiban dapat terlaksana dengan baik. ‘’Sekali lagi selamat bagi para jamaah haji, semoga dapat menjalankan kewajiban dan tanggung jawab dengan baik,’’ pungkasnya. (ara)
TROTOAR - Suasana proyek fisik perbaikan trotoar di salah satu ruas jalan provinsi di Kota Denpasar beberapa waktu lalu.
Bali POst/dok
Usulan Perbaikan Infrastruktur Hari Ini, Tim Gabungan Tertibkan APK Masih Mendominasi
Denpasar (Bali Post) – Tahapan pemilu legislatif dan presiden 2019 sudah mulai berlangsung. Saat ini memasuki masa kampanye. Meski demikian, pemasangan alat peraga kampanye (APK) tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada aturan yang jelas dalam melakukan pemasangan APK. Kondisi di lapangan, banyak ditemukan pemasangan APK yang melanggar ketentuan serta membahayakan. Karena itu, tim gabungan akan melakukan penertiban APK yang sudah terpasang pada tempat-tempat terlarang. Ketua Bawaslu Kota Denpasar Putu Arnata, Minggu (18/11) kemarin, mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat rekomendasi kepada Satpol PP terkait adanya pemasangan APK yang melanggar tempat serta yang berkategori membahayakan. ‘’Kami sudah bersurat ke Satpol PP untuk bisa dilakukan penindakan terhadap APK-APK yang melanggar itu,’’ katanya. Tim yang akan turut serta dalam penertiban ini, di antaranya KPU, Satpol PP, Polresta dan PLN. Sebelumnya, katanya, Bawaslu Kota Denpasar sudah mengirim surat kepada pimpinan partai politik (parpol) peserta pemilu agar menurunkan APK yang menyalahi aturan tersebut. ‘’Kami sudah menyurati pimpinan parpol peserta pemilu, agar menurunkan sendiri APK yang melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku,’’ jelasnya. Dikatakan, pihaknya mengirim surat cegah dini kepada masing-masing parpol, tujuannya untuk mengajak semua peserta pemilu tertib dalam pemasangan APK. Jika memang ada yang menyalahi aturan, diharapkan diturunkan sendiri oleh parpol masing-masing. Namun, kata Arnata, karena masih ditemukan APK yang melanggar, maka akan ditindaklanjuti oleh tim gabungan. Tim yang terdiri dari unsur Bawaslu, KPU, Satpol PP Kota Denpasar, Polresta dan PLN akan melakukan penertiban secara serentak. APK yang melanggar itu, di antaranya terpasang di tiang telepon, tiang listrik, pohon perindang, kawasan sekolah, kantor pemerintah maupun di taman-taman kota. ‘’Senin nanti (hari ini - red) tim terpadu akan turun melakukan penertiban di seluruh Kota Denpasar. Sedangkan untuk APK yang menyentuh kabel listrik dan membahayakan, sudah diturunkan pihak PLN bersama Panwascam Kecamatan,’’ ujarnya. (kmb12)
Denpasar (Bali Post) -
Perbaikan infrastruktur di Kota Denpasar masih menjadi harapan sebagian besar masyarakat. Terutama untuk fasilitas jalan, trotoar, serta drainase. Terlebih menjelang musim hujan kali ini, keberadaan drainase harus mendapat penanganan lebih serius, sehingga ancaman banjir menjadi berkurang. Hal ini diungkapkan anggota DPRD Denpasar I Made Sukarmana, S.H., Minggu (18/11) kemarin. “Kami berharap instansi terkait mulai melakukan perbaikan terhadap infrastruktur, terutama dalam menghadapi musim hujan ini,” ujar politisi Demokrat ini. Dikatakan, usulan perbaikan infrastruktur juga telah didapatnya saat melakukan reses. Bahkan sebagian besar rekan-rekannya sesama de-
wan juga mendapatkan masukan serupa, yakni perbaikan infrastruktur. Kegiatan reses atau menjaring aspirasi masyarakat itu telah berlangsung 24-26 Oktober 2018. Pada masa reses ini, masingmasing anggota dewan turun menemui para konstituennya untuk menyerap aspirasi. Dari sejumlah masukan yang dihimpun wakil rakyat, masalah infrastruktur masih mendominasi. Dalam rapat paripurna
yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, S.H. didampingi Wakil Ketua I Wayan Mariyana Wandhira, S.T., beberapa waktu lalu, kelima fraksi sudah menyampaikan laporan hasil resesnya. Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan A.A. Ketut Sujana membagi hasil reses per kecamatan. Di mana aspirasi yang dihimpun umumnya didominasi masalah infrastruktur, seperti perlunya hotmix sejumlah
819446 / 081337032965
Topik : Minim Fasilitas, Penyandang Disabilitas Mengeluh
Bonjol. Selanjutnya, pemasangan lampu penerangan jalan serta perlunya renovasi kantor Lurah Sanur. Aspirasi serupa juga disampaikan fraksi lainnya. Fraksi Demokrat yang dibacakan A.A. Alit Putra, juga banyak mengungkap masalah perbaikan infrastruktur. Begitu juga Fraksi Gerindra yang dibacakan Umar Dany dan Fraksi Hanura yang disampaikan Nyoman Tamayasa. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Gugah Rasa Patriotisme Lewat Operet
Berkomplot Mencuri, ABG Ditangkap di Banyuwangi
Denpasar (Bali Post) Kasus pencurian di sebuah rumah di Jalan Raya Pemogan, Pondok Taman, Denpasar Selatan (Densel), Juni lalu akhirnya terungkap. Pelakunya dua anak baru gede (ABG) berinisial OS alias Molen (17) dan MNA (16). Tersangka OS ditangkap di kampungnya Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (17/11) lalu. ‘’Kalau tersangka MNA ditangkap di Denpasar, tepatnya di Jalan Pulau Bangka Gang IV,’’ ungkap Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya didampingi Kanitreskrim Iptu Hadimastika, Minggu (18/11) kemarin. Kejadian ini berawal pada Selasa (12/6) pukul 15.00 Wita, korban bernama Nofrizal (20) bersama teman-temannya minum miras di kamar kosnya sampai Rabu (13/6) pukul 03.00 Wita. Setelah itu korban tertidur dan bangun pukul 10.00 Wita. Korban panik karena HP-nya hilang dan dia melaporkan kasus ini ke Polsek Densel. Sekitar lima bulan melakukan penyelidikan, akhirnya pada Jumat (16/11) lalu petugas dapat informasi jika OS berada di kampungnya di Jalan Kedayunan, Desa Kabat, Banyuwangi. Berdasarkan informasi tersebut, tim Opsnal berangkat ke sana. ‘’Kami di-back-up anggota Polres Banyuwangi berhasil menangkap pelaku,’’ ujarnya. Selanjutnya pelaku dibawa ke Bali dan dilakukan pengembangan. Selanjutnya polisi meringkus tersangka MNA di rumahnya di Jalan Pulau Bangka Gang IV, Denpasar. Terkait kasus tersebut, diamankan barang bukti HP dan uang hasil menjual HP curian Rp 1,3 juta. ‘’Pelaku sudah kami proses sesuai prosedur dan masih didalami kasus ini,’’ ucap Hadimastika. (kmb36)
ruas jalan, penggelontoran got dan pemasangan lampu penerangan jalan (LPJ). Selain itu, juga diusulkan pamasangan paving, pembangunan wantilan di Pantai Padanggalak dan pengadaan separangkat gambelan. Usulan tentang perbaikan infrastruktur juga disampaikan empat fraksi lainnya. Fraksi Golkar dalam laporan reses yang dibacakan Drs. I Wayan Duaja juga membagi hasil reses per kecamatan. Aspirasi yang diserap Fraksi Golkar juga didominasi masalah pembangunan fisik, seperti perbaikan jalan, penggelontoran got, trotoar, penataan jalan melingkar, serta taman di Jalan Imam
Bali Post/ist
JAMBAN - Secara simbolis Dandim 1611/Badung Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo menyerahkan kloset kepada I Nyoman Runa.
Kodim Bangun Ratusan Jamban untuk Warga Miskin Denpasar (Bali Post) Upaya meningkatkan lingkungan bersih dan sehat untuk warga kurang mampu terus dilakukan Kodim 1611/Badung. Terkait program Jambanisasi, Kodim telah membangun 298 jamban bagi warga miskin di wilayah Denpasar dan Badung. Tujuannya agar kesehatan dan kebersihan lingkungan tetap terjaga dengan baik. ‘’Target membuat jamban semester II sebanyak 383 dan dikerjakan delapan koramil. Kodim Badung juga turut andil untuk mencapai target tersebut. Sampai saat ini baru dibangun 298 jamban,’’ tegas Dandim 1611/ Badung Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo, Minggu
(18/11) kemarin. Di sela-sela kesibukan tugasnya, Dandim Letkol Handoko menyempatkan diri menyambangi warga kurang mampu. Seperti pada Kamis (15/11) lalu, dia mengunjungi I Nyoman Runa (80) di Jalan Gunung Karang Gang 1, Denpasar Barat. Selain itu, Runa juga dibuatkan jamban. Menurut Handoko, pembuatan jamban tersebut dalam rangka mewujudkan lingkungan bersih dan sehat bagi masyarakat di wilayah Kodim 1611/Badung, khususnya warga yang kurang mampu. ‘’Ini merupakan pelaksanaan program jambanisasi. Kami sangat prihatin dengan kondisi Bapak Runa. Selain
tergolong kurang mampu, dia sedang menderita sakit penglihatan tidak normal atau sakit rabun,’’ ujarnya. Terkait pembuatan jamban tersebut, akan dilaksanakan secara gotong-royong antara anggota Kodim dan masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajak masyarakat hidup bersih dan sehat. Hal ini penting, karena lingkungan yang bersih terdapat jiwa yang sehat. ‘’Secara strategis, masyarakat yang memiliki jiwa yang sehat akan memiliki mental yang kuat untuk turut berpartisipasi membangun, membela bangsa dan negaranya,’’ tegasnya, didampingi Pasiterdim Kapten Inf. I Wayan Sudana. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) Guna menggugah dan menumbuhkan rasa patriotisme, Yayasan Kebaktian Proklamasi Provinsi Bali menggelar berbagai lomba untuk generasi penerus bangsa. Pada Minggu (18/11) kemarin, dilaksanakan lomba operet di aula yayasan di Jalan Cempaka, Denpasar Timur. Lomba ini juga dalam rangka memperingati Hari Puputan Margarana ke-72. Ketua Panitia Lomba Tantri Nur Hidayah mengungkapkan, tema yang diusung dalam lomba operet ini yaitu nilai-nilai Puputan Margarana merupakan cambuk akselerasi pembangunan. Penyelenggara kegiatan tersebut adalah Yayasan Kebaktian Proklamasi Provinsi Bali bersinergi dengan Pemuda Panca Marga Provinsi Bali, didukung Pemprov Bali dan SMK Teknologi Wira Bakti Denpasar. ‘’Maksud diselenggarakannya kegiatan ini supaya generasi muda tahu tentang perjuangan para pahlawan pada zaman dulu. Bagaimana susahnya mereka meraih kemerdekaan untuk
Indonesia. Jadi kita tuangkan lewat drama operet atau teater ini,’’ ungkapnya. Untuk peserta lomba, menurut Tantri, dibagi menjadi dua tingkat. Tingkat pertama teater dari SMP Negeri 10 Denpasar, SMP Negeri 12 Denpasar, SMP Negeri 5 Denpasar dan SMP Negeri 2 Denpasar. Untuk tingkat kedua, teater dari Politeknik, SMK Negeri 2 Denpasar, SMA PGRI 2 Denpasar dan teater dari SMK Teknologi Wira Bakti. Tantri menyampaikan, untuk lomba operet baru pertama kali diselenggarakan. Sementara lomba lainnya yaitu napak tilas, mewarnai, menyanyi dan baca puisi sudah empat kali dilaksanakan. ‘’Lomba-lomba ini diselenggarakan rangkaian memperingati Hari Puputan Margarana ke-72 ini, supaya kita bisa mengembangkan rasa patriotisme dan nasionalisme bagi generasi muda sebagai penerus bangsa. Jadi, kita tidak bisa diam-diam saja, harus tahu bagaimana perjuangan para pahlawan,’’ tandasnya. (kmb36)
Bali Post/rah
LOMBA - Lomba operet dalam rangka memperingati Hari Puputan Margarana ke-72 di aula Yayasan Kebaktian Proklamasi Provinsi Bali di Denpasar.
BADUNG
Senin Pon, 19 November 2018
3
ECENG GONDOK - Sampah eceng gondok di Pantai Nusa Dua.
Tangani Sampah Pantai
Hotel Wajib Bentuk URC Mandiri Mangupura (Bali Post) -
Beberapa hari terakhir, kawasan pantai timur Badung atau di Nusa Dua diserbu sampah eceng gondok. Volume sampah cukup besar. Jika tidak ditangani dengan baik akan merusak estetika kawasan pariwisata tersebut. Pada Sabtu (17/11) lalu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung mengangkut sebanyak lima truk sampah eceng gondok. Sedangkan Minggu (18/11) kemarin 10 truk atau sekitar 20 ton eceng gondok sudah dibersi-
hkan. Sebanyak 50 orang petugas dengan dua unit kendaraan dibantu unit kebersihan Nusa Dua, serta loader dikerahkan. Guna menangani permasalahan sampah di pantai, Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan berharap
semua komponen selalu siaga dalam hal penanganan berkesinambungan. Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil seluruh pengelola hotel yang memiliki garis pantai dari Tanjung Benoa hingga Sawangan, termasuk yang berada di pantai
Semangat Kepahlawanan I Gusti Ngurah Rai Tak Pernah Padam
Bali Post/eka
NAPAK TILAS - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa melepas pasukan pembawa panji-panji, pataka, dan surat sakti I Gusti Ngurah Rai beserta peserta napak tilas di Puspem Badung, Minggu (18/11) kemarin. Mangupura (Bali Post) Panji-panji, Pataka dan Surat Sakti Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai tiba di Kabupaten Badung, Minggu (18/11) kemarin. Prosesi serah terima digelar dengan apel bersama yang diikuti jajaran OPD Kabupaten Badung, pelajar, TNI, Polri dan lainnya di Lapangan Puspem Badung. Apel dipimpin Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Prosesi berlanjut dengan pelepasan pasukan pembawa panji-panji, pataka dan surat sakti menuju Puri Carang Sari, Badung, bersama sekitar 35 regu peserta napak tilas. Ditemui usai apel, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menerangkan, apel ini dimaksudkan untuk menjadikan nilai-nilai perjuangan
dan kepahlawanan I Gusti Ngurah Rai senantiasa diingat serta menjadi motivasi dalam melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan. Nilai dan semangat yang telah ditanamkan I Gusti Ngurah Rai patut diteruskan, ditumbuhkembangkan pada diri setiap insan, terlebih pada krama Bali. ‘’I Gusti Ngurah Rai merupakan sosok yang tidak mau menjual harga diri, tetap berusaha mempertahankan jati diri. Ini tersirat dari I Gusti Ngurah Rai bersama pasukannya tidak mau berkompromi dengan pasukan Belanda, dan terus bertempur mengusir penjajah dari Bali. Jadi, menjaga harga diri bangsa dan negara jauh lebih mulia, suci, bermartabat. Karena itu, sekarang ini kita
harus warisi itu. Bahwa kita jangan pernah dalam peradaban yang modern ini menjual harga diri kita, menghilangkan, mengendorkan dan juga menipiskan jati diri kita dalam mengisi kemerdekaan ini,’’ tegasnya. Dia menambahkan, dari sosok pahlawan I Gusti Ngurah rai dapat dipetik pelajaran mengenai perjuangan didasarkan atas hati yang tulus iklas. Dalam mengisi kemerdekaan ini, melakukan program-program pembangunan, perbaikan kesejahteraan masyarakat harus dilakukan secara tulus. Jangan berpikir untuk mendapatkan hasil terlebih dahulu sebelum berbuat. ‘’Jadi, semangat pahlawan I Gusti Ngurah Rai bersama pasukannya yang tulus ikhlas berjuang, patut untuk diwarisi. Selain hal tersebut, juga nilai bertanggung jawabnya. Kendati telah diketahui bahwa persenjataan pasukan penjajah Belanda lebih lengkap dan modern, namun perjuangan mengusir penjajah dari Bali terus dilakukan. Karena jati diri dan rasa tanggung jawab yang tinggi, bahkan nyawa pun dikorbankan,’’ katanya. Dikatakannya lebih lanjut, nilai-nilai yang ditanamkan I Gusti Ngurah Rai bersifat universal, berkesinambungan dan tidak pernah padam sampai kapanpun. Inilah yang harus ditanamkan pada generasi berikutnya. (kmb19/kmb27)
Medan Promosikan Potensi Pariwisata
Bali Post/edi
TARI PENYAMBUTAN - Penampilan sejumlah seniman membawakan tari penyambutan khas Medan saat promosi pariwisata, Jumat (16/11) di Kuta. Mangupura (Bali Post) Bali yang selama ini sudah dikenal di mancanegara, sering dijadikan tempat untuk mempromosikan potensi pariwisata di luar Bali. Seperti promosi langsung yang dilakukan Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (16/11) lalu di Kuta. Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kota Medan Agus Suriyono mengatakan, dipilihnya Bali sebagai lokasi untuk mempromosikan Kota Medan, karena Bali meru-
pakan destinasi paling utama di Indonesia. Kunjungan wisatawan ke Bali sangat dominan dalam menyumbang jumlah kunjungan wisatawan secara Nasional. ‘’Memang Bali kami pilih sebagai direct promotion. Apalagi dari Denpasar ke Kualanamu, Sumatera Utara ada direct flight untuk penerbangan,’’ ujarnya. Melalui promosi langsung ini, pihaknya berharap bisa menggaet wisatawan yang datang ke Bali untuk
mengunjungi Kota Medan. Agus ingin memperkenalkan keuinikan yang dimiliki Kota Medan, sehingga wisatawan yang datang ke Bali bisa menambah kunjungan ke Medan. Potensi yang dimiliki Medan yaitu dekat dengan danau Toba. Tidak hanya itu, masyarakat Medan yang sangat multikultural, tentunya bisa mempengaruhi interaksi budaya di Medan. Jumlah wisatawan paling banyak berasal dari Malaysia dan Singapura. Untuk kunjungan dari Malaysia, per tahun mencapai 150 ribu orang. Melalui kegiatan promosi langsung di Bali, pihaknya berharap bisa memperluas kunjungan bukan hanya dari Malaysia saja, namun juga dari negara lain. Menurut Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Bali I Ketut Ardana, meski Bali menjadi Hub untuk mempromosikan potensi daerah lain, namun mereka yang melakukan promosi tentunya harus didukung oleh akses maupun daya tarik wisata. Travel agent di Bali selalu menawarkan objek wisata beyond selain Bali. Tidak hanya Sumatera Utara, namun juga daerah lainnya. (kmb23)
barat. Pengelola hotel diharapkan membentuk tim mandiri dengan menyiapkan tenaga khusus, serta SOP khusus hingga pengangkutan sampai tuntas. Seluruh hotel wajib memiliki tim unit reaksi cepat (URC) penanganan sampah mandiri. ‘’Hotel wajib menganggarkan untuk ini. Minimal tim ini untuk langkah awal penanganan sampah,’’ tegasnya usai
penanganan sampah di Pantai Nusa Dua. Selama ini, kata Eka, pengelola hotel hanya bersih-bersih dan meletakkan sampah di pinggir pantai. Bahkan penanganan dilakukan dengan menanam rumput laut atau eceng gondok di pasir. Hal itu, menurutny,a kurang bagus, karena bisa merusak pasir. Rumput laut maupun eceng gondok, lama-kelamaan akan
menghitam dan menimbulkan bau. ‘’Pasir pantai akan menghitam. Akibat tergerus air laut, sampah yang ditanam tentu akan muncul lagi. Ini hanya memindahkan permasalahan sesaat,’’ keluhnya. DLHK siap membantu apabila masalah sudah parah. Bahkan siap menurunkan tim loader untuk menangani sampah tertentu, seperti kayu besar. Namun kalau hanya
sebatas rumput laut, eceng gondok, alias masalah ringan, pengelola hotel sebenarnya bisa menggunakan gerobak kecil untuk mengangkutnya. Ditambahkannya, jelang Bali Democracy Forum (BDF) pada Desember mendatang, penanganan sampah pantai menjadi prioritas. DLHK bersama ITDC akan terus menangani sampah kiriman pantai timur Badung. (kmb23)
Hadiri HUT ST Putra Mandala Giri, Banjar Bon
Giri Prasta Minta Sekaa Teruna Bersatu SEKAA Teruna di Badung diminta untuk bersatu untuk membangun Kabupaten Badung. ‘’Kami minta sekaa teruna sebagai generasi millenial untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, sehingga dapat mendukung pembangunan di Kabupaten Badung,’’ kata Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri acara HUT ke-16 Sekaa Teruna Putra Mandala Giri Banjar Bon Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Sabtu (17/11). Bupati asal Pelaga ini juga mengharapkan sekaa teruna menjauhkan diri dari pergaulan bebas, mabukmabukan, geng motor dan narkoba. Pemkab Badung komit mendukung kegiatan sekaa teruna. ‘’Apapun yang dibutuhkan sekaa teruna, baik itu gong, baleganjur maupun sarana olahraga, kami siap membantu,’’ tegas Bupati. Di samping itu, pihaknya telah memberikan beasiswa kepada generasi muda Badung yang berprestasi untuk kuliah ke luar negeri. ‘’Tamat dari sana pemuda Badung kami harapkan menjadi agen perubahan dan wirausahawan muda berbakat untuk diajak membangun Badung dan Bali,’’ tambahnya.
HADIRI HUT - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri peringatan HUT ke-16 Sekaa Teruna Putra Mandala Giri Banjar Bon, Sabtu (17/11). Sementara itu, Ketua ST Putra Mandala Giri I Wayan Wirawan, menyampaikan tema yang diangkat dalam perayaan HUT kali ini adalah ‘’Nyikiang Pikayun Kedasarin Dharma’’. Memiliki arti sekaa teruna belajar untuk bersatu dalam berorganisasi, guna mendukung sepenuhnya program-program banjar, desa adat, desa dinas dan Pemkab Badung. Kegiatan yang berupa
lomba meliputi lomba lari kelereng, lomba makan kerupuk, lomba menggambar, lomba lari karung, lomba membuat canang sari, lomba membuat pancak dan lomba lari terompak. Lomba diikuti siswa SD. Dana yang digunakan berasal dari kas sekaa teruna dibantu desa adat. Jumlah anggota sekaa teruna sebanyak 110 orang, yang terdiri dari laki-laki sebanyak
70 orang dan perempuan 40 orang. Guna memotivasi kegiatan HUT tersebut, Bupati menyerahkan bantuan sebesar Rp 20 juta. Secara pribadi dia juga menyumbang Rp 10 juta. Perbekel Belok Sidan menyumbangkan Rp 10 juta, Gusti Agung Ayu Inda Trimafo Yudha Rp 5 juta dan I Gusti Lanang Umbara Rp 5 juta. (ad767)
Dinas PUPR Bangun Sungai Buatan Senilai Rp 5 Miliar
Mangupura (Bali Post) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung tengah membangun sungai buatan di areal Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung. Sungai yang dibangun di depan gedung DPRD Badung ini rencananya berfungsi sebagai ring river taman. Kepala Dinas PUPR Badung Ida Bagus Surya Suamba, Minggu (18/11) kemarin mengatakan, proyek penataan taman ini menelan anggaran sebesar Rp
5.471.419.000. Sungai buatan ini akan mengalir di kawasan Puspem Badung. ‘’Sudah mulai dikerjakan dengan pengerukkan tanah menggunakan alat berat. Dengan adanya sungai ini, kami berharap akan membuat panorama alam di Puspem Badung semakin sejuk. Apalagi nanti airnya langsung mengalir. Belum lagi air mancur menari di kolam Jaba Pura Lingga Bhuwana,’’ ujarnya. Proyek yang ditargetkan rampung akhir tahun ini,
kata Surya Suamba, akan dialiri air dari saluran air yang mengalir secara alami di taman Puspem Badung. ‘’Air untuk pengairan sawah ini akan dialirkan ke Puspem, sehingga kesannya ada sungai yang akan memperindah taman di kawasan Puspem Badung,’’ ungkapnya. Pemkab Badung juga mempercantik kolam di Jaba Pura Lingga Bhuwana Puspem Badung dengan ornamen air mancur. Penambahan ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar, yang
berasal dari APBD Induk dan mengacu ke APBD Perubahan tahun 2018 dengan membutuhkan listrik 80 ribu watt atau setara 8 KVA. Tingginya biaya untuk mengoptimalkan operasional air mancur tersebut, membuat Bagian Perlengkapan dan Perawatan (Perwat) Setda Badung harus berhitung. Sebab, selain membutuhkan daya yang besar, kolam yang dulunya menimbulkan kesan kumuh akibat dipenuhi sampah ini juga membutuhkan air yang banyak. (kmb27)
Angka Kunjungan Wisatawan Tiongkok pada Oktober
Turun 7 Persen Dibandingkan September Mangupura (Bali Post) Kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Oktober 2018 mengalami penurunan sebesar tujuh persen atau 9.141 orang dibandingkan bulan sebelumnya. Meski mengalami penurunan, Tiongkok masih menjadi negara penyumbang turis terbesar di Bali, dengan jumlah sebanyak 120.138 orang pada bulan tersebut. Dari Januari hingga Oktober, total sebanyak 1.221.859 wisatawan Tiongkok yang
datang ke Bali. Bahkan dominasi Tiongkok masih bertahan pada persentase 23,47 persen untuk jumlah kunjungan wisman secara keseluruhan. Pada urutan dua dan tiga negara penyumbang wisatawan terbanyak hingga Oktober 2018 masih ditempati Australia dan India, masing-masing dengan jumlah 991.032 orang dan 293.300 orang. Menurut General Manager Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, kenaikan wisatawan setiap bulannya terus terjadi.
Tercatat terjadi kenaikan 6,58 persen atau sebanyak 321.370 wisman secara keseluruhan pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 5,2 juta wisman tercatat memasuki Bali melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai selama Januari hingga Oktober 2018. Beberapa negara yang masuk dalam 10 besar mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Salah satu yang mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni United State of America (USA) meningkat 50,83 persen atau sebesar
6.653 wisman dibandingkan tahun lalu. Perhelatan besar yang diselenggarakan pada Oktober seperti IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 dan Our Ocean Conference 2018 merupakan salah satu faktor peningkatan kedatangan wisman. ‘’Kami optimis kedatangan wisatawan mancanegara melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan mencapai 6,27 juta, sesuai dengan target yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata,’’ tegasnya. (kmb23)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Peringatan Dies Natalis Ke-9
CSR Program Jalinan Kasih sebagai Komitmen Sosial Monarch Bali
LEMBAGA pelatihan kerja di bidang perhotelan dan kapal pesiar Monarch Bali yang bernaung di bawah Yayasan Widhi Sastra Nugraha melaksanakan kegiatan Dies Natalis ke-9 dengan menyelenggarakan berbagai aktivitas di seluruh LPK, yakni Monarch Bali-Dalung, Monarch Bali-Candidasa, Monarch Bali-Gianyar, Monarch Bali-Singaraja dan Monarch Bali-Negara. Serangkaian kegiatan Dies Natalis ke-9 Monarch Bali diawali dengan berbagai aktivitas non-akademik pada Oktober 2018 dan dilanjutkan dengan CSR Program Jalinan Kasih sebagai bentuk komitmen sosial Monarch Bali terhadap masyarakat yang dilaksanakan secara rutin di setiap tahunnya. CSR Program Jalinan Kasih ini mendapatkan dukungan dan partisipasi langsung dari PT Ratu Oceaniaraya yang merupakan agen resmi penyalur tenaga kerja ke kapal pesiar yang merupakan mitra kerja dari Monarch Bali. Ketua Yayasan Widhi Sastra Nugraha I Made Sumitra, S.E., M.M., CHT. menyampaikan CSR Program Jalinan Kasih ini merupakan salah satu bagian dalam pengelolaan sistem manajemen mutu di Monarch Bali, khususnya pada manajemen hubungan masyarakat. Dalam pelaksanaan CSR Program Jalinan Kasih ini, Monarch Bali dapat meneruskan anugrah yang telah diberikan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat yang diyakini pantas mendapatkan anugrah tersebut. Melalui kegiatan ini diharapkan jalinan kasih antara Monarch Bali dengan masyarakat di Bali pada khususnya, dapat dirasakan secara nyata dengan hati yang tulus ikhlas dan dalam kebersamaan (togetherness). Monarch Bali-Negara melaksanakan kegiatan Jalinan Kasih pada 9 November 2018 di Kelurahan Baler Bale Agung yang bertempat di Balai Banjar Baler Bale Agung dan Kantor Lurah Baler Bale Agung dengan memberikan 200 paket sembako kepada lansia dan keluarga kurang mampu. Kegiatan ini dihadiri Ketua Yayasan Widhi Sastra Nugraha I Made Sumitra dan tim penjamin
DIES NATALIS - Lembaga pelatihan kerja di bidang perhotelan dan kapal pesiar Monarch Bali yang bernaung di bawah Yayasan Widhi Sastra Nugraha saat melaksanakan kegiatan Dies Natalis ke-9. mutu Monarch Bali serta keluarga besar Monarch Bali-Negara. Kepala lingkungan setempat mengucapkan rasa terima kasih kepada Monarch Bali-Negara karena telah berkunjung untuk memberikan bantuan dengan harapan setiap tahunnya dapat melaksanakan kembali kegiatan ini secara berkelanjutan. Kegiatan Jalinan Kasih Monarch Bali-Singaraja dilaksanakan di Panti Asuhan Narayan Seva pada 9 November 2018, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Panti ini dihuni beberapa anak-anak dengan kisaran umur 3 tahun sampai 20 tahun. Dalam kegiatan ini terdapat beberapa kegiatan yang dilaksanakan di panti, seperti games bersama anak panti, penyerahan beasiswa kepada anak panti dan penyerahan beberapa produk sembako dan lain-lain. Monarch Bali-Dalung melakukan program Jalinan Kasih pada 10 November 2018, dengan mengunjungi Panti Asuhan Dharma Jati II berlokasi di Jalan Trengguli, Denpasar. Kemudian dilanjutkan ke Panti Asuhan Tat Twam Asi berlokasi di Kota Denpasar. Monarch Bali-Dalung memberikan bantuan dalam bentuk sembako serta bingkisan kepada masing-masing anak panti asuhan, di mana rasa syukur dan doa dipanjatkan bersama-sama disertai penyerahan bantuan yang dilaksanakan secara langsung kepada anak-anak panti. Kegiatan Jalinan Kasih Monarch Bali-Gianyar kali ini diadakan di kampus Monarch Gianyar pada 17
November 2018. Bantuan diberikan kepada masyarakat kurang mampu dan yang membutuhkan di Kelurahan Samplangan yang masih merupakan areal Kampus Monarch Gianyar. Kegiatan ini diterima dengan baik dan penuh suka cita oleh warga Kelurahan Samplangan. Selain kegiatan penyerahan bantuan terdapat juga acara hiburan dari mahasiswa Monarch Bali-Gianyar yaitu akustik dan aksi Bar Flair. Program Jalinan Kasih Monarch Bali-Candidasa dilaksanakan pada 17 November 2018. Pada kesempatan ini, Monarch Bali-Candidasa melaksanakan kegiatan ini di Banjar Sampyang Desa Adat Jasri dan Desa Seraya Tengah dengan memberikan bantuan yang dikemas dalam bentuk paket sembako dan diperuntukkan bagi 126 orang lansia yang kurang mampu (66 orang di Banjar Sampyang dan 60 orang di Desa Seraya Tengah). Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karangasem dan Dinas Sosial Kabupaten Karangasem serta para perangkat desa terkait. Para lansia yang secara langsung menyampaikan apresiasi dan ucapakan terima kasih kepada Monarch Bali dengan harapan kegiatan ini senantiasa berkelanjutan. Monarch Bali dan PT Ratu Oceania Raya Bali meyakini melalui kegiatan CSR Program Jalinan Kasih ini senatiasa dapat menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan mempererat tali silaturahmi dalam hubungan bermasyarakat. (ad763)
Angkat Disertasi ”Etika Buddha Dalam Sistem Perekonomian’’
Senin Pon, 19 November 2018
10 Tahun Di-”pasupati’’, Tiga Caleg PDI-P Tanda Tangani Bendera
Sudirta, Tama Tenaya, dan Luwir Wiana Dapat Dukungan ”Satu Jalur’’
TIGA caleg dari PDI Perjuangan (PDI-P) yakni caleg DPR-RI Dapil Bali nomor urut 9 I Wayan Sudirta, S.H. bersama caleg DPRD Bali Dapil Badung nomor urut 1 I Ketut Tama Tenaya, S.S., M.Si. serta I Wayan Luwir Wiana, S.Sos. selaku caleg DPRD Kabupaten Badung Dapil Kuta Selatan nomor urut 4 dideklarasikan mendapat dukungan untuk ke legislatif secara serentak. Diiringi tabuh baleganjur langsung menandatangani Bendera PDI-P yang di-pasupati sejak 10 tahun dan tersimpan di Gedong Suci Pura Biluk. Ratusan krama Banjar Mumbul dan pangempon Pura Biluk, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung beserta jajaran dan simpatisan PDI-P tumpah ruah menyambut kehadiran paket caleg ‘’Satu Jalur’’ di Banjar Mumbul, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (17/11). Setelah ditandatangan ketiga caleg bersama tokoh partai dan masyarakat setempat, aura magis dan sakral menyelimuti pengibaran Bendera Banteng Moncong Putih dan membakar semangat simpatisan PDI-P ketiga caleg tersebut. Bahkan sejumlah warga dan pangempon pura karauhan (kesurupan) dalam pengerekan bendera ke tiang bambu setinggi kurang lebih 9 meter. Hadir tokoh masyarakat Banjar Mumbul Ir. I Nyoman Glebet beserta Ketua Anak Ranting Banjar Mumbul I Wayan Wara bersama jajaran, Ketua Anak Ranting Biluk Made Laba dan jajaran serta Made Sudarsa alias Dator, tokoh PDI-P yang mewakili Fungsionaris DPC PDI-P Kabupaten Badung. Ketua Penyambutan I Nyoman Kertiasa mengatakan kehadiran ketiga calon wakil rakyat ini sebagai bentuk apresiasi karena dinilai telah bekerja nyata dan berjuang untuk kesejahteraan masyarakat Bali, khususnya di Kuta Selatan. Dijelaskan, Bendera PDI-P di-pasupati itu baru pertama kali ini dikibarkan sejak tahun 1998 dan selama 10 tahun tersimpan rapi di Gedong Suci Pura Biluk untuk menunggu bukti kader PDI-P mampu berbuat dan mengabdi di masyarakat.
DEKLARASI - Caleg DPR RI Wayan Sudirta, Caleg DPRD Bali Tama Tenaya, Caleg DPRD Badung Luwir Wiana, dalam deklarasi dukungan di Desa Mumbul-Kuta Selatan. ‘’Satu dekade bendera ini di gedong suci, kali ini baru bisa dikibarkan kembali setelah wakil rakyat dari PDI Perjuangan mampu membawa perubahan di masyarakat. Jalan kami dipaving, pura diperbaiki dan usaha masyarakat dibantu. Ketiga tokoh ini akan kami dukung sekala dan niskala. Nanti kalau mereka membawa bukti baru bendera akan kami kibarkan kembali. Begitu sebaliknya akan tetap kami simpan di Gedong Suci Pura Biluk yang ada di salah satu rumah pangempon,’’ jelas Ketua Pangempon Pura Biluk ini. Dator selaku Fungsionaris DPC PDI-P Kabupaten Badung mengungkapkan, Banjar Mumbul punya sejarah panjang dalam politik. Mumbul layak diberikan penghargaan untuk menjaga marwah ideologi politik Bung Karno dengan ajaran Marhaennya. Kehadiran tokoh-tokoh PDI-P Mumbul bersama Nyoman Glebet dibuktikan dengan kuatnya dukungan di dua anak ranting di Banjar Mumbul. Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak simpatisan dan masyarakat secara umum mengawal kembali ketiga caleg PDI-P, baik di tingkat kabupaten, provinsi dan pusat. Tokoh masyarakat Mumbul Nyoman Glebet berpesan agar kader,
simpatisan dan jajaran pengurus partai semakin solid untuk mengantarkan calon satu jalur untuk duduk mewakili mereka di legislatif. Bendera yang diserahkan sebagai tanda perjuangan mengawal petugas partai sebagai wakil rakyat sudah dimulai. Simakrama dan soaialisasi Pemilu 17 April 2019 oleh ketiga caleg ini juga dihadiri pemuda dan pemudi Banjar Mumbul dan Biluk yang kini sudah tercatat sebagai pemilih baru di Pilpres dan Pileg 2019. Acara berlangsung sangat meriah dengan hiburan tari joged yang merupakan persembahan salah satu warga Mumbul untuk membayar kaul karena telah berjanji bila wakil rakyat dari PDI-P yang mereka dukung lima tahun lalu mampu memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan yang telah dirasakan masyarakat Mumbul yakni infrastruktur jalan dan renovasi dua pura yakni Pura Biluk dan Pura Ratu Ayu Mumbul, sehingga diharapkan ke depan ketiga caleg ini bisa duduk di legislatif. Salah satunya bisa mengawal pembangunan SMA baru di Kuta Selatan yang direncanakan ada di kawasan Mumbul. (ad768)
APAMT Gelar Kongres Ke-17 di Bali
Sapardi Lulus dengan Predikat ”Cumlaude’’ Penanganan Keracunan yang Komprehensif dari Pre ke In Hospital
PROGRAM Studi Doktor (Prodi S-3) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar ujian terbuka Promosi Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Program Pascasarjana Sapardi, S.Ag., M.Hum. di Gedung Rektorat Kampus Unhi Denpasar, Sabtu (17/11). Sapardi, S.Ag., M.Hum. merupakan doktor yang ke-51 Program Pascasarjana Unhi Denpasar. Ujian Terbuka Promosi Doktor ini dipimpin langsung Rektor Unhi Denpasar sekaligus selaku Ketua Sidang Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. dan selaku Promotor Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum., Ko-Promotor Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si. serta 8 dewan penguji lainnya. Dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan Program Pascasarjana Unhi tersebut, Sapardi, S.Ag., M.Hum. membawakan disertasi yang berjudul ‘’Etika Buddha Dalam Sistem Perekonomian’’. Sapardi dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude. Sapardi dalam disertasinya menjelaskan etika Buddha dalam sistem perekonomian terdapat tiga hal penting, yaitu etika Buddha, sistem perekonomian menurut ajaran Buddha dan manfaat etika Buddha dalam sistem perekonomian pada era persaingan global. Etika Buddha dalam Tipitaka/Tripitaka dapat ditemukan dalam aspek pembentukan pribadi, sikap peduli dengan sesama. Pada situasi perubahan dan kegelisahan yang serba tidak pasti ini, dikatakan sikap peduli kepada sesama sangat dibutuhkan untuk dapat menciptakan kehidupan yangg harmonis. Pada umumnya
DOKTOR - Dr. Sapardi, S.Ag., M.Hum. (tengah) berfoto bersama Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (5 dari kiri), Promotor, Ko-promotor dan keluarga seusai Ujian Terbuka Promosi Doktor, Sabtu (17/11) lalu. terdapat tiga sistem norma moral yang dijadikan patokan, yakni norma berdasarkan keyakinan akan kewajiban mutlak (deontologis), norma berdasarkan tujuan perbuatan (teleologis), atau norna berdasarkan hubungan-hubungan dengan orang lain (relasional). Moral atau etika Buddhis menyangkut tentang kebaikan. Etika juga menyangkut tentang kebaikan, yakni sebagai kemampuan untuk menilai mana yang baik dan mana yang buruk. Dalam agama etika merupakan faktor motivasi yang mendorong dan melandasi cita-cita dan amal perbuatan. Dalam agama Buddha, moral dan etika sangat ditekankan. Pengembangan moral merupakan perwujudan dari kebutuhan pengembangan diri dalam proses kehidupan manusia. Terkait dengan etika Buddha dalam sistem perekonomian keluarga bertujuan untuk menciptakan kehidupan perumah tangga
yang bahagia dan sejahtera, maka perlu mengatur sistem perekonomian dalam keluarga dengan baik dan benar agar kehidupan perumah tangga terbebas dari kemiskinan. Sementara itu, terkait dengan etika Buddha dalam sistem perekonomian negara pemerintah, menjadi pedoman pemimpin dalam pengambilan kebijakan perekonomian. Oleh karena itu, negara membutuhkan seorang pemimpin (raja/presiden) yang bermoralitas, mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam pengambilan keputusan untuk bersama, mencintai semua lapisan rakyatnya, mampu membangun kesejahteraan masyarakat semua lini dari kota sampai pelosok desa dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, serta mampu menghentikan kekacauan yang terjadi dalam masyarakat dalam memimpin negeri berdasarkan kebenaran. (ad765)
ASIA Pacific Association of Medical Toxicology (APAMT) menggelar Annual Scientific Congress ke-17 di Prime Plaza Hotel, Bali. Kongres berlangsung pada 15 - 18 November dengan peserta dokterdokter dari Asia Pasifik. Pesertanya dari 28 negara dengan jumlah total 230 peserta. Pada kongres kali ini mengangkat tema ‘’Providing Comprehensif Medical Toxicology Care from Pre Hospital to In Hospital’’. Ketua Panitia dr. Anak Agung Ayu Yuli Gayatri Sp.PD-kpti mengatakan, medical toxicology merupakan cabang kecil atau bagian kecil dari penyakit dalam dan di bawah divisi penyakit tropik dan infeksi. Sementara di Indonesia belum ada ahli toxicology. ‘’Divisi itulah yang bertanggung jawab terhadap ilmu ini karena belum ada ahlinya. Di samping itu kita juga bertanggung jawab terhadap travel medicine,’’ jelasnya, Minggu (18/11) kemarin. APAMT merupakan wadah perkumpulan dokter se-Asia Pasifik yang berminat mengembangkan ilmu medical toxicology, segala macam keracunan. Seperti keracunan overdosis obat, baik itu yang biasa dipakai untuk pengobatan tetapi berlebihan, karena kecelakaan ataupun bunuh diri, alkohol, bahan kimia rumah tangga, bisa ular, bisa tawon, gigitan hewan laut, keracunan gas, dan lainnya. Di Bali, terutama di RSUP Sanglah kasus yang paling banyak ditangani adalah gigitan ular, keracunan bahan kimia seperti bahan pembersih rumah tangga, obat-obatan seperti pemakaian ekstasi, dan alkohol. Tema ‘’Providing Comprehensif Medical
KONGRES - Dari kiri: Perwakilan IDI Bali, perwakilann Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketua Panitia Pelaksana Kongres ke17, Ketua Divisi Penyakit Infeksi dan Tropis, APAMT President, Dekan FK Unud, Asisten Gubernur Bali, Ketua Scientific Committee dari APAMT. Toxicology Care from Pre Hospital to In Hospital’’ ini diangkat agar penanganan awal bisa dilakukan dengan benar. Misalnya orang yang minum minuman beralkohol di sebuah pub tiba-tiba tak sadarkan diri, harus segera ditangani di awal dan dikirim ke rumah sakit. ‘’Tapi jika ada kejang dan hipotermia, paling tidak sebelum mengirim, orang yang menangani tahu tugasnya apa,’’ bebernya. Begitu juga ketika usai minum minuman beralkohol mengalami pusing hebat, muntah hingga tak sadarkan diri. Masyarakat biasanya menganggap hal itu sebagai efek minuman beralkohol atau mabuk. Padahal itu bisa merupakan tanda keracunan metanol. Juga ada kasus gigitan ular yang biasanya penanganan hanya diberikan yodium. Namun setelah beberapa lama terjadi kerusakan jaringan atau
Arya Wedakarna Utus The Hindu Center ke Palu
perdarahan pada daerah gigitan. Menurutnya, hal ini adalah tugas dari Poison Center. Namun di Bali belum ada pusat keracunan itu. Maka, dengan adanya kongres ini bisa dilakukan sharing informasi terkait guide line terbaru, informasi penelitian terbaru di Asia Pasifik yang bisa saja diadopsi untuk layanan kesehatan di Bali dan Indonesia. ‘’Karena acara ini adalah kumpulan dari ahlinya sehingga bisa kita percaya, bisa kita pakai pedoman untuk pengembangan pelayanan di sini,’’ imbuhnya. Cabang ilmu ini, menurutnya, kurang mendapat perhatian karena cabang kecil dan merasa sudah ditangani oleh penyakit infeksi dan tropik. Padahal masih banyak yang perlu dipelajari dan dibenahi. Seperti sistem informasi, lahan penelitiannya pun masih luas untuk bisa digarap. (ad771)
Serahkan Punia Senilai Rp 80 Juta untuk Bangun Padmasana Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha SETELAH memberikan bantuan ke sejumlah pura dan wihara di Lombok, NTB akibat gempa, rombongan The Hindu Center of Indonesia yang dipimpin Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III kembali menyalurkan bantuan dana ke Palu, Sulawesi Tengah. Kali ini, bantuan difokuskan kepada pembangunan Padmasana Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha Palu yang luluhlantah akibat bencana gempa beberapa waktu lalu. Tim Hindu Center of Indonesia Pusat hadir bersama Presiden Mahasiswa Universitas Mahendradatta (Unmar) dan disambut sejumlah tokoh Hindu di Sulteng yakni Drs. I Nengah Wandra, M.Si.
(Ketua PHDI Sulteng), Ir. Wayan Suyasa (Bendahara PHDI Sulteng), Ni Ketut Ratini (WHDI Provinsi Sulteng), Jero Mangku Gede Merthawan (Pemangku Pura), I Ketut Widiarsana (Ketua PD KMHDI Sulteng), I Ketut Dana Widanu (Sekretaris KMHDI Sulteng) dan I Nyoman Selamat, M.Si. (Direktur THCI Sulteng Wakil Ketua PHDI Sulteng). Dalam kesempatan itu, Nyoman Sindhu Gautama, S.H. menyampaikan pesan dari Shri Arya Wedakarna bahwa bantuan dana punia yang digalang dalam aksi sosial di sejumlah acara di Bali ini agar dimanfaatkan sebaik-baiknya, khusus untuk pembangunan Padmasana. ‘’Saya ingin menyampaikan
pesan dari Ratu Ngurah Wedakarna. Beliau sangat sedih dan prihatin atas bencana korban gempa bumi, khususnya dari masyarakat Palu keturunan Bali. Khususnya keberadaan Pura Jagatnatha ini memiliki arti khusus di hati Ratu Ngurah karena beliau sudah beberapa kali hadir di pura ini dalam sejumlah acara. Maka dari itu, atas perkenan beliau kami diutus untuk membawa bantuan demi Pura Jagatnatha ini. Semoga para donatur diberkati Tuhan dan dibalas segala kebaikannya. Dan perjalanan kami dari Bali ke pulau ini juga difasilitasi Ratu Ngurah Wedakarna. Salam hormat beliau kepada para tokoh Hindu dan umat di sini,’’ ungkap Sindhu Gautama
PUNIA – Tim Hindu Center, BEM Universitas Mahendradatta dan BDPHN menyerahkan punia di Pura Jagatnatha Palu. Sulteng kepada PHDI di Kota Palu.
yang mantan aktivis KMHDI Malang, Jawa Timur ini. Rasa terima kasih atas bantuan The Hindu Center of Indonesia disampaikan I Nyoman Slamet, M.Si. (Direktur The Hindu Center of Central Sulawesi) yang juga menyaksikan penyerahan bantuan dana punia tersebut. ‘’Terima kasih kami sampaikan kepada THCI Pusat, yang telah bersusah payah terbang dari Bali ke Palu untuk menengok kami. Kepada umat di Bali yang telah memberikan bantuan, kami sampaikan terima kasih. ini sangat berguna sekali bagi pembangunan pura kami,’’ ucap Nyoman Selamet yang juga anggota DPRD Provinsi Sulteng ini. Penggalian dana ini send-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
iri merupakan gagasan dari THCI Pusat bekerja sama dengan BEM Unmar, Badan Dana Punia Hindu Nasional (BDPHN) serta Aliansi Hindu Muda Indonesia (AHMI) dalam berbagai event penggalangan dana. Sebelumnya, Senator Arya Wedakarna (AWK) juga telah hadir di Lombok Utara NTB untuk menyalurkan bantuan dana punia Rp 60.000.000 kepada Pura Penataran Agung Rinjani dan Wihara Buddha di Lombok Utara. Kegiatan punia ini merupakan salah satu program Gerakan Satyagraha yang digagas Shri Arya Wedakarna. Total jumlah punia yang disalurkan untuk bencan Lombok dan Palu kurang lebih sekitar Rp 140.000.000. (ad770)
Senin Pon, 19 November 2018
info seremonial
Dewa Mahendra ”Launching’’ Proyek Perubahan ”Jubir Bali Wangun Sakti’’ PESERTA Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XXII Tematik Kepariwisataan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali Tahun 2018 me-launching proyek perubahan, Minggu (18/11) kemarin. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gde Mahendra Putra, S.H., M.H. yang ikut dalam Diklatpim II tahun ini me-launching proyek perubahan berjudul ‘’Jubir Bali Wangun Sakti Dukung Destinasi Wisata Bali’’. Dalam paparan singkatnya, Dewa Mahendra mengurai bahwa proyek perubahan ini sejalan dengan ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang menjadi visi Gubernur Bali Wayan Koster. Lebih jauh dikatakan, Biro Humas dan Protokol memiliki peran yang sangat penting dalam menginformasikan setiap program dan kebijakan pembangunan agar cepat diketahui masyarakat. Proyek perubahan ini nantinya akan difokuskan pada upaya menciptakan aksesibilitas informasi melalui sistem pengelolaan informasi yang efektif, efisien dan terstruktur dengan mengoordinasikan seluruh komponen yang ada, dalam rangka mendukung tugas sebagai Juru Bicara (Jubir) Gubernur. ‘’Sehingga nantinya segala informasi akan muncul dari satu pintu, one gate information,’’ tandasnya. Selain Dewa Mahendra, ada lima peserta Diklatpim Tematik Kepariwisataan yang juga me-launching proyek perubahan. Mereka adalah Kepala Dinas Koperasi dan UMKM I Gede Indra Dewa Putra, S.E., M.M. dengan proyek perubahan ‘’Kolaborasi Penta Helix Plus Memperkuat Daya Saing Produk KUKM Provinsi Bali Skala Regional’’, Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Bali I Gusti Agung Kartika Jaya Saputera, S.H., M.H. mengusung proyek perubahan ‘’Sistem Jaringan Konsultasi Hukum’’, Kepala Biro Organisasi I Wayan Serinah, S.Sos., M.Si. dengan proyek perubahan ‘’Pedang ASN Smart Touch Screen Job Description’’,
DIKLAT - Suasan Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XXII Tematik Kepariwisataan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali Tahun 2018 me-launching proyek perubahan, Minggu (18/11) kemarin. Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gede Pramana, S.T., M.T. mengusung inovasi ‘’Peri Lan Nu Bali (Perumahan Irit Lahan Nuansa Budaya Bali)’’ dan Sekretaris BPSDM Putu Yupi Wahyundari, S.H., M.H. dengan proyek perubahan ‘’Quality Edutourism’’. Sekda Provinsi Bali yang diwakili Kepala BPSDM Bali Ida Bagus Sedhawa mengapresiasi proyek perubahan tematik kepariwisataan yang diusung enam peserta Diklatpim II Tahun 2018. Dia mengingatkan sebuah inovasi dan proyek perubahan itu tak harus spektakuler, namun yang terpenting benar-benar dapat diiemplementasikan dan bermanfaat bagi masyarakat. ‘’Tak perlu membuat yang luar biasa, yang penting bermanfaat bagi daerah dan masyarakat,’’ ujarnya. I.B. Sedhawa menambahkan, peserta Diklatpim dari Pemprov Bali memang diwajibkan untuk mengusung tema perubahan yang berkaitan dengan tema kepariwisataan. Proyek perubahan yang di-launching enam peserta Diklatpim II Tematik Kepariwisataan Tahun 2018 BPSDM Bali juga mendapat apresiasi dari Kepala Ombudsman Republik Indonesia
Perwakilan Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab. Dalam sambutan singkatnya, ia mengatakan bahwa perubahan adalah inti kehidupan. Namun, ia mengingatkan agar proyek perubahan jangan hanya sebatas slogan yang di-launching semata. Ia berharap agar proyek perubahan yang diusung benar-benar dapat diimplementasikan dan bermanfaat bagi upaya meningkatkan kualitas layanan publik. ‘’Kami sangat berkepentingan dengan proyek perubahan ini. Tugas kami selanjutnya adalah mengawasi,’’ imbuhnya. Launching proyek perubahan peserta Diklatpim II Tematik Kepariwisataan Tahun 2018 dihadiri pula oleh sejumlah pimpinan OPD Pemprov Bali di antaranya Kepala Beppedalitbang Wayan Wiasthana Ika Putra, Kadis Pariwisata A.A. Gede Yuniartha Putra dan Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Dewa Sunarta. Launching proyek perubahan ditandai dengan pemukulan gong dan penendatanganan sertifikat oleh Kepala BPSDM IB Sedhawa. Sertifikat diserahkan langsung kepada enam peserta Diklatpim II Tahun 2018. (ad773)
33.675 Bikers Ramaikan HBD 2018
SEBANYAK 33.675 pecinta sepeda motor Honda meramaikan seluruh rangkaian Honda Bikers Day (HBD) 2018. Pesta akbar para bikers Honda yang diselenggarakan di tiga pulau besar di Indonesia ini berakhir di satu dekade HBD Nasional di Lapangan Ketapang Doyong, Pangandaran, Jawa Barat, pada 17 Oktober 2018. Perayaan sepuluh tahun ajang berkumpulnya para bikers Honda ini mencerminkan kekompakan dan kuatnya solidaritas antarpecinta sepeda motor Honda di Tanah Air. Di Sumatera, PT Astra Honda Motor (AHM) bersama dengan Astra Motor Palembang, main dealer area Sumatera Selatan membuka rangkaian HBD Regional 2018 di Lapangan OPI Mall, Palembang pada 6 Oktober 2018. Di pulau ini, ajang ini dihadiri 2.673 bikers. Keseruan pesta bikers Honda pun berlanjut di Pulau Kalimantan yang berlokasi di GOR Sempaja, Samarinda, pada 13 Oktober yang dihelat oleh main dealer area Kalimantan Timur, Astra Motor Samarinda. Di Pulau Kalimantan, tercatat 2.788 bikers hadir di acara ini. Tak kalah meriah HBD Regional di Sulawesi yang digelar main dealer wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, PT Daya Adicipta Wisesa. Sebanyak 1.872 bikers dari berbagai daerah di Sulawesi hadir di HBD Regional Sulawesi yang berlangsung di Kawasan Mega Mas, Manado, pada 27 Oktober 32018. Sebagai acara puncak, AHM bekerja sama dengan main dealer area Jawa Barat, PT Daya Adicipta Motora menggelar satu dekade HBD 2018, pada Sabtu (17/11). Melalui website resmi http://hondacommunity.net/, para bikers dari seluruh Indonesia mendaftarkan diri secara antusias untuk dapat hadir di gelaran satu dekade Honda Bikers Day 2018. Perayaan ke- 10 pesta bikers Honda ini menjadi ajang yang sangat dinanti. General Manager Marketing Planning and Analysisi AHM A Indraputra mengatakan perayaan satu dekade Honda Bikers Day 2018 ini menjadi sebuah momentum bagi para bikers untuk merayakan kebersamaan mereka yang sudah
BIKER DAY - Sebanyak 33.675 pecinta sepeda motor Honda meramaikan seluruh rangkaian Honda Bikers Day (HBD) 2018. berlangsung 10 tahun. Setiap tahun, jumlah komunitas dan pecinta sepeda motor Honda semakin bertambah. Jumlah peserta rangkaian HBD 2018 meningkat pelaksanaan tahun lalu, yaitu 32.964. Puncak HBD Nasional 2018 sendiri dihadiri 26.342 bikers yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Jumlah ini dipastikan lebih dari itu, karena hingga malam hari, bikers masih terus berdatangan. ‘’Honda Bikers Day telah menjadi wadah silaturahmi bikers Honda se- Tanah Air. Hal ini merupakan bentuk kecintaan dan persatuan para bikers Honda yang memilih berbagai tipe sepeda motor Honda sebagai partner berkendara terbaiknya. Inilah puncak HBD 2018, sepuluh tahun kami telah bersama dalam memperkuat persaudaraan sesama bikers,’’ ujar Indraputra. Gelaran ini diramaikan dengan berbagai aktivitas seperti special performance kesenian daerah Jawa Barat, lapak bikers, festival makanan laut, dan performance dari artis daerah. Untuk mengenang perjalanan dan pelaksanaan 10 tahun Honda Bikers Day, hadir pula Museum Honda Bikers Day yang menampilkan beragam motor bikers Honda dari masa ke masa. Sebagai penutup acara, kehadiran bikers dihibur oleh penampilan band nasional yang telah dikenal lama, Shelia On 7.
HBD pertama kali digelar di Pangandaran, Jawa Barat (2009), dilanjutkan di Kiara Payung – Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat (2010), Bromo – Pasuruan, Jawa Timur (2011), Komplek Candi Prambanan, Yogyakarta (2012), Tanjung Tum – Banten (2013), Pantai Pandawa – Bali (2014), Pantai Teleng, Pacitan – Jawa Timur (2015) dan Pantai Boom, Banyuwangi – Jawa timur (2016), Landasan Udara Gading, Gunung Kidul, Yogyakarta (2017). 10 aksi sosial pada gelaran satu dekade HBD Nasional, para bikers juga melakukan aktivitas sosial dengan memberikan bantuan berupa 10 macam hal yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh penduduk Pangandaran, seperti rekonstruksi koral, pemberian tempat sampah, pembaharuan tanda evakuasi, perlengkapan nelayan, buku sekolah, alat ibadah, peralatan medis, alat olahraga dan helm untuk anak. Selain itu para bikers juga melakukan pembersihan area pantai. Sebelumnya pada gelaran HBD Regional pun aksi sosial dan solidaritas juga dilakukan seperti pemberian bantuan kepada panti asuhan Yunida Rizki di daerah Bukit sangkal, Kalidoni, Palembang, pemberian perlengkapan alat ibadah ke Masjid Babussalam yang berada di area Gunung Kelua, Samarinda, dan pemberian bantuan untuk korban bencana Palu sebesar Rp 100 juta. (bns2)
5
Luxury Hideway Resort Award 2018 untuk The Payogan Villa Resort & Spa CHAMPLUNG Hotels & Resorts dengan bangga mengumumkan bahwa The Payogan Villa Resort & Spa Ubud berhasil meraih salah satu penghargaan tertinggi sebagai Luxury Hideaway Resort dari World Luxury Hotel 2018. Penghargaan diterima langsung Direktur Utama Pande Agus Widura & Corporate General Manager DM Edy Purnama pada acara Gala Dinner penyerahan penghargaan ke-12 World Luxury Hotel Awards di Ayana Resort & Spa , Jimbaran, pada 10 November 2018 yang di hadiri lebih dari 300 owner & general manager dari seluruh dunia. Lewat kesempatan tersebut Pande Agus dan Bpk. Edy Purnama ingin menyampaikan terima kasih banyak kepada semua pihak yang ikut memberikan voting mereka untuk The Payogan Villa Resort & Spa. Tak lupa juga kepada seluruh karyawan atas kerja keras dan dedikasi mereka. Didirikan pada tahun 2006, World Luxury Hotel Awards adalah puncak pencapaian dalam industri hotel mewah yang menawarkan pengakuan internasional yang dipilih oleh tamu, wisatawan dan pelaku industri perhotelan. Lebih dari 300.000 wisatawan internasional memberikan suara setiap tahun, selama periode empat minggu untuk memilih pemenang. Beberapa aspek penilaian berdasarkan nilai keunikan, kearifan lokal, desain dan arsitektur, fasilitas, komentar/review, beserta pelayanan. Hotel-hotel dan villa mewah memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam World Luxury Hotel Awards dengan memasukkan kategori hotel yang menampilkan nilai jual dan unique selling point setiap hotel. Setiap tahunnya ada
PENGHARGAAN - The Payogan Villa Resort & Spa Ubud berhasil meraih salah satu penghargaan tertinggi sebagai Luxury Hideaway Resort dari World Luxury Hotel 2018. 99 lebih penghargaan yang diberikan dengan 2.000 nominator yg memperebutkan penghargaan di masing-masing kategori The Payogan Villa Resort & Spa sendiri mulai beroperasi tahun 2001 dan berlokasi di Jalan Cocoa II No. 77 Banjar Bunutan, Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar, kurang lebih 1,5 jam dari Bandara Ngurah Rai. Berlokasi di area strategis dan bersanding dengan beberapa chain hotel Internasional serta tidak membutuhkan waktu lama untuk menjangkau destinasi pariwisata di Ubud, seperti Monkey Forest, rice terrace, pasar tradisional, dan destinasi lainnya. Dengan luas area vila 17 hektar mengapit dua sungai yang terpisah serta dilengkapi dengan jungle view serta landscaping yang menawan menjadikan The Payogan Villa Resort & Spa sebagai salah satu tempat memanjakan diri dan keluarga karena mata anda akan
di manjakan dengan panorama alam dan bukit hijau di sepanjang area vila. Memiliki 45 units vila dengan konsep Balinesse ethnic dan kolam renang pribadi dengan luas 200 m2 akan melengkapi liburan anda serta mengingatkan anda bahwa anda sedang berada di Ubud. Selain itu, The Payogan Villa Resort & Spa juga menyediakan Spa area ( Purnama Spa ) untuk menikmati Balinesse Massage yang tentunya akan menambah pengalaman berbeda liburan anda. Soal makanan, jangan khawatir karena Lesung Restaurant sudah menyiapkan varian menu yang bisa dipilih sesuai selera anda. Bebek garing dan iga babi bakar adalah favorit menu kami. Tidak terlewatkan pengalaman belajar memasak baik masakan lokal maupun Internasional dengan chef yang berpengalaman dalam sesi “The Payogan Cooking Class”. (ad774)
Pameran Internasional Makanan, Minuman, HORECA, Jasa Boga dan Bakery Kembali Digelar
SIAL Interfood untuk ke-18 kalinya akan kembali hadir di Jakarta, Indonesia. Pada tahun 2017 lalu, Sial Interfood telah sukses mengumpulkan lebih dari 900 peserta dari 33 negara dan 53.000 pengunjung dari 49 negara. Kini pada 21-24 November 2018, bertempat di JIEXPO Kemayoran, Sial Interfood 2018 hadir dengan lebih banyak acara dan peserta. Tercatat lebih dari 1.000 peserta pameran dari berbagai belahan dunia mewakili kategori produk. Di antaranya produk susu dan telur, daging dan unggas, ikan dan produk hasil laut, buah dan sayuran, produk makanan seharihari, bakery, cokelat, kopi dan teh, gelato dan es krim, minuman nonalkohol, produk makanan sehat, produk makanan kalengan, produk makanan organik, produk makanan beku, peralatan horeka dan catering, perlengkapan memasak dan peralatan memasak dengan teknologi terbaru siap menyambut 75.000 pengunjung yang ditargetkan akan memenuhi Sial Interfood 2018. Berkolaborasi dengan berbagai organisasi dan asosiasi, para pakar, chef, praktisi di bidang kuliner dan gastronomi bertaraf nasional dan internasional, Sial Interfood 2018 akan menghadirkan beragam program menarik yaitu trademark Sial Interfood, Sial Innovations Program acara yang memberikan penghargaan tertinggi kepada peserta Sial Interfood atas inovasi terbaik untuk produk makanan dan industri pendukungnya, seperti pengemasan dan container. Produk pemenang Sial Innovations akan dipertunjukkan dalam semua jaringan pameran Sial Interfood dari Prancis, Kanada, India, Tiongkok hingga Timur Tengah. La Cuisine Competition merupakan kolaborasi dari World’s Chef dan Associations of Culinary Proffesionals (ACP) merupakan ajang pertemuan para profesional dalam bidang jasa makanan. Para koki bertaraf internasional akan mendemonstrasikan keahliannya, sekaligus juga akan berlangsung kompetisi memasak dari berbagai negara. Pada tahun 2017 lalu sebanyak 312 peserta ikut bertanding dan pada tahun ini meningkat hingga mencapai 600 peserta, tersebar dari Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Bali, Batam hingga ke Malaysia -Penang dan Perak.
SIAL INTERFOOD - Sial Interfood 2018 akan hadir kembali di Jakarta dengan lebih banyak acara dan peserta. La Cuisine Competition selalu menghadirkan perpaduan juri lokal dan internasional. Pada Sial Interfood 2018 ini Grand Jury diketuai Chef Michael Strautmanis dari Australia, memimpin anggota juri yang terdiri dari 10 chef dengan WACS certified judge license, 21 chef juri lokal dan 11 chef rookie judge dari Malaysia. Berbagai pameran pendukung ‘’Seafood Show Asia’’ diselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Asosiasi Pengusaha Pengelolaan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia dan Vietnam Association of Seafood Exporters dan Producers (VASEP). International Tea Expo, Cake Decorator Display oleh Comexposium. Baking, Cake Decorating & Cooking, tea demo menghadirkan berbagai koki terkemuka. Yakni Chef Rudy, Degan, Billy, Diana Cahya, Ibu Achen, Garry, Beng, Master Tan See Fong, Master Andy Tan dan masih banyak chef lagi. Berbagai seminar Seafood Trade & Indonesia Cold Chain Challenges oleh Kementerian Kelautan & Perikanan, Asosiasi Pengusaha Pengelolaan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) dan Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia. ‘‘Disruptive Innovation in Tea Business’’ oleh Association of Indonesia Specialty Tea (AISTea), ‘’How to Identify, Choose, Buy, Brew and Taste Premium Quality Teas dan Tea for Millenials’’ oleh Asosiasi Teh Indonesia, ‘‘Do Good: Save Food in Reducing Food Waste Improve’’ oleh Indonesian Packaging
Federation (IPF). Seminar Franchise ‘’Mengembangkan BisnisKuliner Berbasis Waralaba’’ oleh Jahja B. Soenarjo (Founder & CCO Direxion). Berbagai Workshop ‘’3 Days Barista Regular Course’’ oleh Franky Angkawijaya – Founder & Director Esperto Barista Course; ‘’Wine Masterclass’’ oleh Hatten Education Center. Berbagai Acara Khusus Member Gathering Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) dan Asosiasi Pengusaha Pengelolaan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I); The 2nd Hosted Buyer Program – Program eksklusif bagi peserta Sial Interfood 2018 untuk bertemu langsung dengan para pembeli internasional (business matching). Sial Interfood 2018 merupakan sebuah platform B2B yang sempurna karena menyediakan berbagai peluang bisnis bagi seluruh peserta pameran untuk mempromosikan produk, melakukan bisnis dan mencari solusi untuk kebutuhan bisnis bersama. Juga merupakan pilihan yang tepat bagi perdagangan dan pengunjung di bidang bisnis makanan dan minuman yang ingin mencari dan menemukan inovasi baru dalam industri makanan dan minuman. Sial Interfood 2018 mendapat dukungan penuh dari berbagai kementerian, yaitu Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kementerian Kelautan & Perikanan. Pameran akan dibuka mulai Rabu Sabtu, 10.00 - 19.00. (bns1)
OPINI
6
Senin Pon, 19 November 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Perlu Perpustakaan yang Sediakan Buku ”Online’’
MEMBACA buku kini tak lagi diminati siswa. Salah satu indikasinya, kunjungan ke perpustakaan makin sedikit. Kenyataan ini membuat banyak orangtua mengeluh. Banyak guru juga mengakui hal tersebut. Siswa lebih banyak menggunakan handphone (HP). Mereka juga lebih banyak memanfaatkan perangkat teknologi itu untuk bermain-main. Sangat sedikit menggunakannya untuk menunjang pembelajaran di sekolah. Fenomena ini tak hanya di kalangan siswa. Mereka yang sudah bekerja pun demikian. Ada banyak penyebab mengapa membaca itu menjadi satu proses yang sangat melelahkan dan membosankan. Pemerintah pun menyadari hal tersebut. Salah satu kegiatan yang dilakukan pemerintah adalah memperbanyak perpustakaan keliling. Pemerintah juga menunjuk duta baca di tingkat nasional dan daerah. Ini artinya pemerintah juga sangat menginginkan agar generasi muda sekarang dan mendatang lebih banyak membaca buku. Banyak kalangan menyebutkan bahwa membaca belumlah menjadi satu budaya yang dianggap penting. Masih banyak yang belum memiliki kesadaran akan pentingnya membaca. Sangat berbeda dengan masyarakat di luar sana. Mereka selalu membawa buku. Pada kesempatan luang atau menunggu bahkan berjemur di pantai, mereka meluangkan waktu untuk membaca. Oleh karena itu, tanamkan kesadaran kepada anak atau siapa pun bahwa belajar adalah suatu kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang pelajar yang hasilnya akan diraih di masa mendatang. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menggugah kesadaran itu. Teladan orangtua adalah salah satunya. Orangtua dapat turut membaca buku-buku yang bermanfaat saat anak sedang belajar. Artinya orangtua sebaiknya juga menanamkan budaya membaca di lingkungan keluarga. Demikian pula agar diciptakan lingkungan yang mendukung kegiatan tersebut. Berikan motivasi kepada anak untuk belajar dengan cara yang baik. Jadikan waktu belajar ini menjadi kebiasaan sehari-hari. Bukan merasa dipaksa untuk belajar. Prihatin saja tentu tidak cukup. Untuk pejabat yang mengeluarkan kebijakan strategis, tentu harus ada hal-hal strategis yang cepat serta tepat untuk menanggulangi hal ini. Formula jitu harus segera ditemukan. Termasuk bagaimana meningkatkan budaya membaca di kalangan generasi muda. Bantuan buku lewat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) juga sudah digulirkan. Yang perlu sekarang adalah bagaimana membuat biaya pendidikan itu, termasuk harga buku menjadi lebih murah. Selain itu perlu pula penyadaran, sosialisasi bagaimana mereka menambah ilmu lewat internet secara online. Biasakan mereka mengunjungi perpustakaan yang menyediakan fasilitas secara online. Mereka tentu akan sangat cepat dan akan cepat akrab. Kini memang sudah eranya teknologi informasi. Kita mesti ikut arus, namun jangan terbawa arus. Untuk itu, semua komponen harus tergerak untuk mengedukasi generasi muda untuk gemar membaca. Hanya dengan gerakan gemar membaca, generasi muda bisa diarahkan untuk menjadi generasi yang beretika, tahu peradaban, serta cerdas dan bijak dalam mengelola perkembangan teknologi. Kita tentu pahami bersama bahwa dalam membangun budaya membaca kehadiran guru dan komitmennya sangat diharapkan. Guru tentunya harus menjadi teladan dan memberikan edukasi yang efektif untuk menggiring dan membiasakan anak untuk membaca buku. Mungkin gerakan ini bisa diawali dengan wajib baca di sekolah 15 menit tiap hari limit waktunya terus ditingkatkan. Penugasan dalam bentuk membuat resume isi sebuah buku juga penting dibudayakan agar anak-anak tak terus-menerus memegang HP karena semua penugasan berkaitan dengan Google. Perlu ada alternatif yang lebih elegan dan efektif agar anak-anak dekat dengan buku lalu membacanya. Dukungan lainnya tentu juga harus ditunjukkan anggota keluarga. Keluarga di rumah hendaknya memberikan support dalam memfasilitasi pengadaan buku yang dibutuhkan anak-anak. Jika ini bisa dilakukan maka gerakan terpadu dalam menumbuhkan budaya literasi memiliki harapan besar untuk dicapai. Yang jelas, gerakan literasi tak bisa hanya diwacanakan, melainkan harus dijabarkan. Budaya gemar membaca tak mungkin tumbuh begitu saja jika generasi muda kita tidak dibiasakan sejak dini gemar membaca.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Pemberdayaan LPD Di tengah makin seriusnya menjaga Bali dari pelestarian budaya, setidaknya krama Bali harus mulai mempersiapkan daya saing Bali. Upaya upaya melemahkan daya tahan Bali mesti kita sikapi dengan profesionalisme. Selain kita siap menjaga dan mengawal Bali, satu hal lain yang perlu kita perkuat adalah menyiapkan SDM yang andal. Dalam ini penguatan LPD dan pemberdayaannya harus dilakukan. LPD mestinya berkontribusi terhadap penguatan ekonomi dan SDM Hindu. Ini harus dirumuskan bersama untuk menjaga Bali. I Gede Sudira Denpasar, Bali
Perpustakaan dan Literasi Akar Rumput Memandang budaya baca sebagai salah satu ciri masyarakat modern dan untuk mewujudkan hal ini, pemerintah membangun berbagai perpustakaan. Namun ironis, perpustakaan gagal membawa masyarakat pada transformasi sosial dari masyarakat lisan menuju masyarakat beraksara atau literasi. Perpustakaan kota, apalagi perpustakaan desa hampir mati. Demikian pula perpustakaan sekolah sejak lama tidak berperan dengan berbagai dalih. Namun demikian, kegagalan bangsa untuk menjadi modern dari aspek keberaksaraan atau literasi, tidak pernah dipersoalkan.
Oleh Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. embaca yang terintegrasi dengan kehidupan masyarakat modern di Indonesia adalah hal yang ekslusif. Membeli buku untuk bacaan keluarga tidak prioritas karena itu sangat sulit menemukan koleksi buku di rumah-rumah, selain buku pelajaran sekolah dan kitab suci. Sementara itu, barangbarang yang harganya jauh lebih mahal dari buku, dengan mudah bisa dijumpai. Keadaan tersebut menimbulkan ketergantungan terhadap sumber informasi lisan di masyarakat melalui ngobrol atau bergosip. Masyarakat tidak mandiri dalam memperoleh informasi karena mereka selalu bertanya kepada orang lain yang sama-sama tidak mengetahui, ketimbang dengan cara membaca. Akibatnya, pertumbuhan intelektual atau kecerdasan masyarakat stagnan karena tidak mendapatkan asupan pengetahuan atau informasi yang berkualitas dan memadai jumlahnya. Sebelum internet menguasai kehidupan, ketimbang koran, masyarakat lebih tertarik menyimak
tayangan televisi dan dari sini mereka memperoleh sedikit informasi yang kualitasnya bergantung kepada program televisi yang lazimnya dangkal, karena dunia televisi adalah dunia lisan. Karena itulah koran tidak penting karena merupakan budaya aksara. Di era Revolusi 4.0 ini, dunia digital telah menggantikan dunia buku, koran, televisi, film, video, media yang telah menjadi amat kuno. Manusia menemukan dunia baru (digital). Pada dunia ini mereka hidup dalam komunalitas digital, ketika segala yang sosialfisik mengalami digitalisasi menjadi teks (kata) dan citra (visual). Manusia kini hidup dalam dunia baru, demikian pula dalam literasi. Perpustakaan buku, rak, ruang baca, gedung, semakin sunyi. Masyarakat berinteraksi tanpa batas dalam keasingan sosial-fisik dan pada waktu yang bersamaan hidup dalam komunalitas digital yang mengasikkan, karena hal-hal baru seperti kebebasan individu, perlindungan privacy, kemerdekaan berekspresi, narsisme, dll., menjadi bagian dari dunia digital. Dalam dunia digital
itu manusia sesungguhnya bersembunyi, saling intip, atas nama perkawanan atau persahabatan yang tidak jelas. Salah satu ciri modernisasi adalah pemujaan nalar, rasio, atau logika yang diwujudkan dengan produksi informasi pengetahuan dan kemerdekaan atau kebebasan memperolehnya dan sekaligus juga memproduksinya. Perpustakaan adalah pusat-pusat yang berpengaruh dalam pengembangan nalar masyarakat, pusat belajar di luar sekolah yang terjadi tanpa guru, sebagai ciri khas dari perpustakaan sebagai lembaga belajar. Seperti diawali dalam tulisan ini, perpustakaan Indonesia gagal mengubah masyarakat lisan menjadi masyarakat literasi atau beraksara. Karena itu, untuk merespons kritik internasional atas daya baca bangsa yang rendah dan adanya keinginan yang jauh melebihi respons itu, yakni menjadi bangsa literasi, maka sejak dua tahun lalu pemerintah menggagas Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang terwujud dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan Gerakan Kampung Literasi
(GKL). GLN sepertinya mengambil alih peran perpustakaan dan sekaligus sebagai pernyataan halus, bahwa lembaga ini sama sekali telah gagal. Kegagalan perpustakaan telah disadari sejak lama. Perpustakaan beroperasi hanya dengan menunggu pembaca datang, atau paling-paling menyelenggarakan perpustakaan keliling setengah hati. Cara kerja perpustakaan seperti ini cocok untuk masyarakat yang telah memasuki tahap literasi. Perpustakaan Indonesia tidak pernah melakukan gerakan membaca secara nasional, berkelanjutan untuk mengubah struktur masyarakat lisan menjadi masyarakat membaca. Di tengah kegagalan itu tumbuh gerakan-gerakan membaca di pelosok-pelosok tanah air. Kegiatan membaca buku memasuki komunitas-komunitas terpencil yang dikombinasi dengan berbagai kegiatan lain sehingga membaca buku tidak lagi ekslusif tetapi menjadi bagian dari aktivitas hidup di kampung-kampung dan tidak berjarak. Demikianlah seorang ibu melakukan gerakan membaca dengan memboyong buku-buku di atas motor, seperti bakul sayur di Jawa, memasuki pelosok kampung dan berjumpa dengan aneka kalangan yang tergiring membaca. Mengapa perpustakaan gagal dan tergantikan oleh gerakan-gerakn membaca di akar rumput? Perpustakaan gagal karena cara kerja atau operasinya pasif atau hanya melayani sebagaimana kantor-kantor birokrasi tempat masyarakat mengurus aneka jenis kartu atau formulir. Perpustakaan tak ubah
sebagai kantor dan gudang buku. Para petugas nonton TV, ngobrol, mengantuk, main gawai, hanya menanti pengunjung mengetuk pintu. Perpustakaan memperlakukan buku sebagai agen-agen birokrasi. Usaha membina, mendidik, merangsang, daya baca masyarakat tidak dilakukan. Peran dasar perpustakaan bagi masyarakat lisan adalah melakukan transformasi sosial menuju masyarakat beraksara. Jangankan perpustakaan umum, yang berurusan dengan berbagai lapisan masyarakat, perpustakaan sekolah saja yang hanya menghadapi siswa, gagal menjadikan siswa dan guru gemar membaca. Dalam rangka GLN, GLS, GKL, perpustakaan harus bangkit dan becermin pada kegagalannya menjadikan bangsa ini literate, meninggalkan sikap birokrasi gudang buku, bergandengan tangan dengan para pegiat gerakan membaca di akar rumput, mengadopsi cara-cara mereka bergerak atau memfasilitasi gerakan mereka, sehingga perpustakaan bukan lagi sebagai kantor di kota-kota, tetapi menjadi lapak-lapak di atas perahu tempel, rumah buku di banjar-banjar atau nagari, mobilmobil yang bergerak menembus kabut desa pegunungan, sepeda motor bakul sayur meretas ganggang kampung kumuh, semua bergerak di akar rumput Indonesia, menjadi bagian dari kesadaran besar untuk transformasi sosial menuju bangsa literasi. Penulis, Dosen Undiksha, Singaraja
Memahami Diksi ”Genderuwo’’ Dalam Politik
Ketika berbicara dengan awak pers seusai pembagian 3.000 sertifikat tanah di GOR Tri Sanja, Kabupaten Tegal, Presiden Joko Widodo menyindir lawan politiknya yang beliau tuduh sering menyebarkan perasaan takut dalam berkampanye dengan istilah “politik genderuwo”. Terlepas dari prokontra istilah yang digunakan Kepala Negara yang lebih dikenal dengan sebutan Jokowi tersebut, ada catatan kecil antropologismitologis yang menarik mengenai sosok genderuwo itu sendiri. Sosok ini ada di folklore atau mitos rakyat di budaya Jawa dan Sunda dan dikenal sebagai salah satu makhluk halus yang cenderung jahat dan usil sifatnya, meski tidak semuanya. Berkelamin laki-laki dengan tubuh tinggi besar dan berbulu lebat bak kera, genderuwo menjadi sosok menakutkan dalam alam bawah sadar orang-orang Indonesia yang tumbuh di kultur Jawa dan Sunda. Namun, jika ditilik dari berbagai sudut, genderuwo ini kemungkinan besar adalah korban hoax yang telah terjadi beratus-ratus tahun lamanya. Secara umum sudah diakui bahwa kata genderuwo berasal dari bahasa Jawa kuno (Kawi) gandharwa yang diambil dari kata Sansekerta gandharva. Dalam mitologi Hindu dan Budha, gandharva adalah sosok setengah dewa rupawan berjenis kelamin laki-laki yang berperan sebagai pemusik, penari maupun pembawa berita bagi para dewata. Sosok perempuan pasangan gandharva adalah hapsara atau apsara. Penggambaran ini secara pasti berlaku di Pulau Jawa sebelum kedatangan agama Islam, karena sosok gandharwa dan apsara yang seringkali berpasangan, maupun sendirian, ditemukan di berbagai relief yang terpahat di candi-candi
Oleh Johannes Nugroho kita, misalnya di Candi Mendut, Prambanan dan Borobudur. Gandharwa dan apsara pada saat itu kemungkinan besar dipercayai sebagai mahluk halus setara dengan bidadara dan bidadari, dan dalam perannya sebagai pembawa pesan dewata sering melakukan kontak dengan manusia. Kedekatan para gandharwa dan apsara dengan dunia manusia ini menarik, karena sosok genderuwo sendiri dipercayai bisa melakukan kontak dengan manusia dan sering menampakkan diri. Sering hadirnya sosok setengah dewa seperti bidadari dalam dunia manusia adalah salah satu motif cerita yang kerapkali muncul dalam cerita rakyat Nusantara, seperti legenda Jaka Tarub yang terkenal itu. Hal ini menguatkan tesis bahwa rakyat Nusantara di zaman lampau mempercayai kontak dengan makhluk supranatural semacam bidadari atau apsara dan gandharwa. Pertanyaannya bagaiman sosok gandharwa yang rupawan itu menjadi menakutkan seperti yang sudah terbentuk dewasa ini? Hal ini bisa dijelaskan dengan istilah antropologis yaitu demonisasi, sebuah proses pencitraan yang mengubah sesuatu menjadi sosok negatif yang menakutkan. Hal ini kerap terjadi pada sosok-sosok yang terdapat dalam agama atau sistem kepercayaan yang tergantikan oleh yang baru. Dalam ilmu mitologi komparatif misalnya, hal ini terjadi pada sosok dewa alam Yunani dan Romawi Pan yang berbentuk manusia setengah kambing. Setelah ma-
suknya agama Kristen di benua Eropa, sosok Pan yang populer di daerah pedesaan mengalami proses demonisasi menjadi sosok setan di budaya Eropa yang seringkali muncul di karya fiksi Barat saat ini, yaitu makhluk setengah manusia, setengah kambing, atau manusia bertanduk berekor. Di mitologi pulau Jawa sendiri, hal ini terjadi juga pada sosok Kanjeng Ratu Kidul. Antropolog Belanda Roy E. Joordan, setelah meneliti sosok Ratu Kidul, berpendapat bahwa sosok tersebut sudah lama ada di tanah Jawa, bahkan ada sebelum masuknya Hindu ke Nusantara. Pada zaman Hindu-Budha, menurut Roy sosok Ratu Kidul sering diidentikkan dengan Dewi Tara Hijau. Tapi, setelah masuknya Islam ke tanah Jawa, sosok ini menjelma menjadi semacam ratu bangsa jin, seperti yang digambarkan pada Babad Tanah Jawi. Sejak itu, sifat angker melekat pada Ratu Kidul, padahal sebagai Tara hijau, sosok ini dahulunya dianggap sebagai sosok penyelamat dari marabahaya. Proses yang sama terjadi pada sosok Kuntilanak yang berasal dari folklore Melayu. Sosok ini dikenal oleh bangsa-bangsa serumpun kita, baik di Malaysia maupun Filipina dengan berbagai variasi nama, seperti Matianak dan Pontianak. Dalam sebuah dokumenter disutradarai V. Williams yang ditayangkan National Geographic pada tahun 2002, sosok Kuntilanak dijelaskan berasal dari sosok-sosok magis yang dikenal oleh suku-suku dalam Melayu seperti suku Semelai yang masih tinggal di hutan.
Dalam kepercayaan suku Semelai, Pontianak adalah makhluk halus bersifat penyembuh yang dipanggil dukun Semelai (Puyang) untuk membantu dalam pencarian arwah yang hilang di hutan. Sosok Pontianak yang juga merupakan asal usul nama kota Pontianak, bergeser dari makhluk halus bersifat baik menjadi momok yang mengerikan seiring dengan masuknya agama-agama baru (Islam di Malaysia dan Indonesia dan Kristen Katolik di Filipina). Proses demonisasi yang dialami sosok Ratu Kidul dan Kuntilanak sangat mungkin telah terjadi pula pada genderuwo. Karena itu, genderuwo sebagai sebuah metafora lebih cocok untuk diaplikasikan pada fenomena hoax daripada politik menakuti (fear mongering), karena dengan semua disinformasi dan propaganda, sosok rupawan gandharwa bisa akhirnya menjelma menjadi menyeramkan dan jahil. Dalam pidatonya di World Economic Forum on ASEAN September lalu di Hanoi, Vietnam, Jokowi menyebut sosok-sosok Avengers dari Marvel Comics sebagai sebuah analogi. Avengers adalah sekelompok dewa dan sosok setengah dewa yang menjadi pahlawan pembela kemanusiaan. Dalam hal ini, gandharwa dahulu pun adalah sosok-sosok yang tidak jauh berbeda dengan Avengers: makhluk-makhluk yang bisa diminta tolongi untuk bermediasi dengan kekuatan alam dan para dewata. Sayang sekali jika para Nusantara ini, akibat hoaks yang berkepanjangan, tetap menajadi momok nasional akibat ketidaktahuan kita akan khasanah budaya sendiri.
POJOK
Dana desa bisa dipakai mendanai kegiatan kesehatan. - Sehatkan warga dengan mandiri. *** Bupati ingatkan warga jaga citra pariwisata Nusa Penida. - Jaga Bali dari Nusa Penida. *** Kehadiran toko modern berjaringan matikan ekonomi lokal. - Ayam mati di lumbung.
Penulis lepas asal Surabaya
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Pon, 19 November 2018
Bali Post/bit
PUJAWALI - Bendesa Pakraman Belulang I Nengah Sudana didampingi Manggala Karya I Nyoman Arnawa di sela-sela persiapan pujawali di Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes.
7 TABANAN ”Pujawali Jelih” di Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes Tabanan (Bali Post) Berbagai persiapan dilakukan serangkaian pujawali di Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes, Desa Pakraman Belulang Desa Mengesta Kecamatan Penebel yang akan berlangsung Rabu (21/11) atau tepatnya pada Buda Kliwon Gumbreg. Setelah puncak karya, dilanjutkan nyejer selama tiga hari dan masineb pada Sabtu (24/11). Pura berstatus Kahyangan Jagat yang berlokasi tepat di tengah-tengah Pulau Bali ini diyakini sebagai tempat memuja Siwa Pasupati. Ini dikuatkan dengan adanya peninggalan purbakala ber-
Dana Desa untuk Program Kesehatan Tabanan (Bali Post) Agar tidak terjadi tumpang tindih program kesehatan, Dinas Kesehatan Tabanan sejak Kamis (15/11) lalu melakukan sosialisasi ke kecamatankecamatan. Tujuan sosialisasi ini juga untuk memberikan informasi jika Dana Desa bisa digunakan untuk membiayai program kesehatan. Pemerintah kabupaten hanya mengeluarkan program kesehatan yang tidak bisa didanai dengan Dana Desa. ‘’Lewat cara ini, tidak akan terjadi tumpang tindih program dan tentunya lewat pendanaan dari Dana Desa dan dana Pemerintah Kabupaten, program kesehatan bisa lebih maksimal dan merata,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Minggu (18/11) kemarin. Ia melanjutkan, dalam sosialisasi yang baru menyasar Kecamatan Selemadeg dan Marga ini, pihaknya menawarkan item kegiatan kesehatan yang bisa dibuatkan program dan didanai oleh Dana Desa. Di samping itu, Dinas Kesehatan menampung aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan apa saja yang sangat diperlukan masingmasing daerah. Dari kegiatan ini, beberapa aspirasi yang ditampung adalah masyarakat ingin SDM di Puskesmas Pembantu (pustu) diperbanyak dan merupakan orang lokal sehingga bisa stand by. Masyarakat juga ingin fasilitas di Poskesdes dilengkapi hingga peningkatan Posk-
esdes menjadi pustu. ‘’Dari aspirasi ini kemudian disaring, mana yang bisa didanai oleh Dana Desa. Setelahnya, nanti disampaikan pada musrenbangcam,’’ ujar Suratmika. Ia menjelaskan, kegiatan kesehatan yang bisa dianggarkan dari Dana Desa adalah pemenuhan sarana dan prasarana posyandu, pemenuhan PMT (pemberian makanan tambahan), honor kader, kegiatan jumantik, penyediaan baju kader atau kegiatan
Tabanan (Bali Post) Setelah membentuk Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG) tahun ini, Pemkab Tabanan melalui Dinas Pertanian menyiapkan tenaga pendamping dan pengawal indikasi geografis. Tenaga ini dipandang perlu untuk memastikan jika MPIG diterapkan sesuai dengan SOP sehingga kopi yang dihasilkan petani terjamin kualitasnya. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan Dewa Ketut Budidana Susila, Minggu (18/11) kemarin mengatakan, Bimtek pendamping dan pengawal indikasi geografis adalah salah satu cara untuk mewujudkan indikasi geografis kopi Robusta secara berkelanjutan dan berkualitas. Menurutnya beberapa langkah telah diterapkan,
baik mulai dari sektor hulu seperti melakukan peremajaan tanaman, intensifikasi serta upaya-upaya pembinaan dan pemberian informasi mengenai perbenihan untuk menopang kebutuhan bibit. Untuk sektor hilir yakni di pascapanen telah diupayakan standar yang berlaku sesuai dengan manfaat indikasi geografis yaitu mengusahakan panen dengan sistem petik merah kemudian diolah sesuai dengan SOP. ‘’Kalau dari segi pemasaran, sudah diambil langkah melakukan temu usaha hingga mengikuti pameran,’’ ujar Budidana. Meski sudah menerapkan langkah dari hulu hingga hilir, diakuinya masih ada kekurangan yang ditemukan mulai dari adanya keti-
yang berkaitan dengan gizi. Setelah desa memutuskan program kesehatan mana yang akan diambil dan dilaksanakan dengan menggunakan Dana Desa, maka dari kabupaten akan membantu program lainnya yang tidak bisa didanai oleh dana desa baik lewat APBD maupun dana pusat. (kmb24)
bentuk lingga dan arca seperti arca Ganesha, arca Durga Mahisasuramardhini, dan arca Siwa. Bahkan ketiga arca tersebut sudah dikonservasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Gianyar Wilayah Kerja Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pura Kahyangan Jagat ini juga dipercaya untuk memohon keselamatan jagat, memohon perlindungan, kemakmuran dan keselamatan tanam tuwuh dari gangguan merana di sawah, tegalan, keajegan jagat dan sebagainya. Di pura ini juga terdapat sumber mata air panas atau Pura Luhur Beji
yang difungsikan sebagai tempat pasraman atau pasucian Ida Bhatara Luhur Batu Panes. Di Pura Luhur Beji terdapat sumber mata air panas yang debitnya cukup besar. Air yang bersumber dari mata air inilah dipakai sebagai tempat malukat ataupun permandian dan dipercaya mengobati beragam jenis penyakit kulit. Bendesa Pakraman Belulang Drs. I Nengah Sudana didampingi Manggala Karya yang juga anggota DPRD Tabanan asal Penebel I Nyoman Arnawa, Minggu (18/11) kemarin menjelaskan, beragam persiapan jelang pujawali
telah dilakukan oleh krama. Pura Luhur Batu Panes diempon sekitar 250 KK dari Desa Pakraman Belulang, Desa Pakraman Wangaya Betan dan sebagai Panganceng yakni Puri Kompyang Tabanan. ‘’Persiapan pujawali sudah dimulai Minggu ini. Krama sangat antusias membuat sarana upakara serta ada juga yang bertugas memasang wastra,’’ ucapnya. Pelaksanaan pujawali yang kali ini bertepatan dengan Purnama, dikatakan Nengah Sudana, tidak jauh beda dengan pujawali pada umumnya. Hanya ada penambahan upacara berupa padu-
dusan alit. Manggala Karya Nyoman Arnawa berharap umat Hindu bisa nangkil guna memohon keselamatan dan keajegan jagat Bali. Apalagi Pura kahyangan Jagat Luhur Batu Panes merupakan jajaran pura yang mempunyai hubungan yang erat dengan Pura Luhur Batukau. ‘’Pura ini terletak tepat di tengah-tengah Pulau Bali dan diyakini merupakan tempat berstana Batara Siwa Pasupati. Besar harapan kami agar umat se-dharma bisa menghaturkan sradha bhakti-nya nangkil demi keajegan jagat,’’ ucapnya. (kmb28)
Kawasan Pesisir Diserbu Sampah Plastik Tabanan (Bali Post)-
Sejak beberapa hari belakangan, wilayah pesisir Tabanan dipenuhi sampah kiriman. Volume sampah yang meningkat sangat mengganggu estetika khususnya wilayah pantai yang menjadi tempat wisata. Ketua HNSI Tabanan Ketut Arsana Yasa, Minggu (18/11) kemarin mengatakan, sampah menumpuk sejak hujan lebat mengguyur Tabanan. Sungai meluap dan membawa material sampah ke laut. Saat bersamaan, gelombang besar mengganas. Alhasil sampah kiriman itu terempas ke daratan dan ‘’membanjiri’’ pantai. Tak hanya mengganggu pemandangan, kehadiran sampah ini cukup membahayakan warga. Sebab potongan kayu yang berserakan bentuknya banyak yang runcing. Warga harus ekstra hati-hati ketika melintas. ‘’Kondisi ini selalu terjadi ketika musim hujan,’’ ujarnya. Meski rutin melakukan pembersihan
pantai, tak serta-merta bisa mengurangi kiriman sampah yang selalu muncul. Terkait kondisi ini, Arsana Yasa berharap seluruh Kepala Desa mengajak warganya tertib buang sampah dengan mengangkut sampah rumah tangga ke TPA. Karena yang terpenting bagi Arsana yakni bagaimana mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah di saluran irigasi atau sungai, karena sangat mengganggu ekosistem. ‘’Meski sudah ada aturan untuk tidak membuang sampah di sungai, tapi masih ada saja masyarakat yang melanggar. Intinya adalah kesadaran masyarakat sendiri,’’ imbuhnya. (kmb28)
Bali Post/ist
SAMPAH - Sampah kiriman di pesisir pantai selatan Tabanan meningkat setiap musim hujan.
Pawai Taaruf Meriahkan HUT Ke-30 Yayasan Al-Amin
Pemkab Siapkan Pendamping Indikasi Geografis daksesuaian harga di pasaran hingga kualitas mutu yang belum sesuai dengan harapan pembeli. ‘’Untuk mengatasi kekurangan ini, maka diperlukan adanya tenaga pendamping dan pengawal indikasi geografis,’’ ujar Budidana. Sebanyak 20 pendamping dan pengawal indikasi geografis ini diambil dari petani yang bersinggungan langsung dengan subak abian di Kawasan Kopi Robusta Tabanan. Di Pupuan ada 30 subak abian yang masuk MPIG. Lewat Bimtek yang dilangsungkan pada 13-16 November lalu, mereka akan memiliki kualifikasi dan kemampuan untuk memberikan jaminan bahwa mutu kopi yang dihasilkan telah sesuai standar mutu yang diharapkan konsumen. (kmb24)
YAYASAN Al-Amin Tabanan tahun 2018 ini memasuki usia ke-30. Beragam kegiatan pun dilakukan untuk lebih meningkatkan tali silaturahmi keluarga besar Al-amin. Pada Minggu (18/11) kemarin, puncak HUT diawali dengan pawai taaruf, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan serta donor darah, penampilan anak-anak Al-Amin dan bazar kuliner. Di sore hari dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi. Sebelum puncak HUT juga telah digelar kegiatan lainnya, seperti hataman Al-Quran pada Jumat (16/11) dan senam missal, serta beragam lomba pada Sabtu (17/11) lalu. Ketua Umum Yayasan Al-Amin H. Nana Suryana didampingi Ketua Bidang Pendidikan Al Amin Umi Kulsum dan Ketua Bidang Keagamaan H. Gun Supardi, M.Pd. menjelaskan, usia 30 tahun tentunya menjadi ajang evaluasi dan memotivasi untuk lebih meningkatkan kiprah Yayasan AlAmin ke depan. Yayasan ini memiliki sekolah terdiri dari Raudhatul Athfal (TK), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Diniah atau Taman Pendidikan Al-Quran. ‘’Selama perjalanan 30 tahun pastinya ada kendala, namun itu kami jadikan
tantangan untuk lebih baik lagi,’’ ucap H. Nana Suryana. Salah satu program yang tengah dilakukan, lanjut H. Nana, berupa pengembangan sarana dan prasarana, mengingat jumlah siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah di bawah naungan Yayasan Al amin tiap tahunnya meningkat. Sampai saat ini total sudah ada 859 siswa. Untuk bidang pendidikan, kata Umi Kulsum diharapkan bisa mewujudkan AlAmin Emas 2050. Di samping melengkapi sarana prasa-
rana, juga akan dilakukan penambahan ekstrakurikuler kuliner dan pembinaan guru. ‘’Kami terus berupaya membuat pendidikan lebih baik ke depan, dan ini tentunya tidak terlepas dari dukungan semua pihak,’’ ucapnya. Sementara di bidang keagamaan melalui Ketuanya H. Gun Supardi menyampaikan, bertambahnya usia, Yayasan Al-Amin diharapkan bisa menjadi tempat belajar yang baik untuk semua keluarga besar. Tidak hanya meng-cover anakanak mulai dari jenjang
TK sampai dengan SMA, yayasan juga memiliki pendidikan non-formal yakni menyasar orang tua (Majelis Taklim). ‘’Kami punya Majelis Taklim ibu-ibu dan bapak-bapak, dan digelar memang seminggu sekali dan telah berlangsung selama 30 tahun,’’ terangnya. Dikatakannya, pengajian atau Majelis Taklim inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya Yayasan Al-Amin. ‘’Khusus bagi mereka yang baru masuk Islam, kami juga ada Majelis Taklim Mualafah,’’ katanya. (ad766)
PAWAI - Pawai taaruf semarakkan HUT ke-30 Yayasan Al-Amin Tabanan.
BULELENG
8
Senin Pon, 19 November 2018
Atasi TPA Bengkala ’’Overload’’
Sampah Organik Dipilah Dijadikan Kompos BELAKANGAN ini relatif tinggi volume sampah rumah tangga di Buleleng. Faktanya hal itu mulai mengancam daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik pemerintah daerah. Buktinya, kondisi TPA di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan sekarang mulai overload. Karena itu lahan yang kini tersisa, hanya bisa berfungsi kurang dari empat tahun ke depan. Atas masalah tersebut, lalu bagaimanakah solusi Pemkab dalam hal mengatasi melubernya sampah di TPA Bengkala itu?
Dari data di DLH Buleleng diperoleh, sejak beroperasi DLH mengolah sampah di TPA Bengkala dengan teknik Sanitary Landfill. Teknik ini hanya menumpukkan sampah di atas bidang tanah. Ratarata jumlah volume sampah setiap harinya yang ditampung di TPA Bengkala bervariasi antara 400 sampai 450 meter kubik. Dari volume sebanyak itu, TPA yang luasnya tercatat 4,8 hektar itu hanya bisa bertahan kurang dari empat tahun ke depan. Kepala DLH Buleleng Putu Ariyadi Pribadi akhir pekan lalu mengatakan, atas persoalan sampah itu DLH Buleleng mulai mencari jalan keluar yang terbaik. Salah satunya melakukan pemilahan sampah. Gerakan pemilahan sampah ini hanya sampah-sampah organik yang akan diolah di TPA. Sampah organik itu akan dijadikan pupuk kompos. Se-
Penganiayaan Pensiunan PNS, Pelaku Alami Paranoid Akibat Narkoba Singaraja (Bali Post) – Pelaku Gede AW (38) yang melakukan penganiayaan terhadap korban Made Subakti (64) di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan itu diduga paranoid akibat pengaruh narkoba. Sebelumnya ditengarai kasus itu disebabkan pengaruh kejiwaan. Tetapi setelah dikuatkan dengan tes urine dari Satuan Narkoba Polres Buleleng, ternyata sampel urine pelaku itu positif mengandung narkoba. Demikian hasil temuan Unit Reskrim Polsek Sawan, Minggu (18/11) kemarin, yang intensif melakukan pengumpulan bukti-bukti. Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Minggu (18/11) kemarin mengatakan, sesuai pemeriksaan penyidik disebutkan saat kejadian pelaku itu sedang dalam pengaruh narkoba. Saat itu korban melintas di depan rumah pelaku. Sedangkan, pelaku yang mengalami kondisi paranoid (dalam kejiwaan merasakan situasi seolah-olah akan diserang korban), respons pelaku dengan secepat kilat, mengambil besi pipih panjang satu meter di rumahnya. Besi itu kemudian digunakan memukul kepala korban hingga terluka. Perbuatan itu dilakukan pelaku untuk melindungi diri karena ia merasakan diserang korban. “Modus pelaku mengania-
ya korban sudah terungkap. Pelaku menganiaya karena merasa akan disereng korban. Istilahnya paranoid. Hal seperti itu terjadi, akibat pengaruh mengonsumsi narkoba,’’ jelasnya. Dari hasil pemeriksaan, kata Sumarjaya, pelaku ada di bawah pengaruh narkoba. Hal itu dibuktikan setelah dilakukan tes urine. Hasilnya, uji sempel urine milik pelaku itu positif mengandung narkoba. Hanya jenis narkoba yang digunakan, masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku ditahan mulai Sabtu, 17 November 2018. ‘’Karena pelaku menggunakan narkoba, maka kasusnya dilimpahkan ke Satuan Narkoba Polres,” tegasnya. Sebelumnya, Jumat (16/11) lalu diberitakan, kasus penganiayaan yang diderita pensiunan PNS Made Subakti (64) hingga mengalami luka parah karena dipukul besi oleh pelaku yang dalam kondisi paranoid. Sebelum kejadian sekitar pukul 10.30 Wita, korban berkunjung ke rumah kerabatnya. Kebetulan rumah kerabatnya itu bersebelahan dengan rumah pelaku. Nahas, ketika melintas, korban langsung dipukul menggunakan besi. Korban yang terluka parah berteriak minta tolong, sehingga warga ramai mendatangi lokasi kejadian dan kemudian membawa korban ke rumah sakit. Tidak berselang lama, polisi berhasil mengamankan pelaku itu. (kmb38)
Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt
3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450
mentara sampah non organik, diarahkan didaur ulang. Pemerintah menyarankan agar sampah plastik atau sampah non organik lainnya dijual agar bisa didaur ulang. ‘’Memang kondisi TPA sekarang ini terancam overload. Sesuai hasil evaluasi Tim Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP), Pemkab diingatkan agar mengurangi timbunan sampah,’’ katanya Upaya itu efektif bisa dilakukan, kalau pemilahan sampah dilakukan dengan masif. Karena itu, sampah yang masuk ke TPA hanya dijadikan pupuk kompos. ‘’Dengan cara seperti itu saya yakin daya tampung TPA itu akan lebih lama bisa beroperasi. Kami sudah perintahkan agar lebih menggalakkan pemilahan sampah organik dan non organik,’’ katanya.
Strategi lain yang harus dilakukan mencegah TPA itu overload, kata Ariyadi, dengan penanganan sampah rumah tangga dan mengolah sampah di masing–masing TPS3R dan bank sampah. Selama ini desa atau kelompok masyarakat di daerahnya sudah banyak yang menggalakkan pemilahan sampah. DLH pun terus mendorong program ini, sehingga sekitar 50 persen sampah yang masuk di TPA berupa residu saja dan sisanya diolah di TPS3R dan Bank Sampah. Ariadi berharap kepada pemerintah pusat agar memberikan bantuan dana pengembangkan TPA Bengkala terkait pengolahan sampah maupun limbah IPLT. ‘’Dengan cara itu usia TPA ini akan lebih panjang. Ke depan kita memerlukan bantuan pengembangan TPA dan pengolahan sampah maupun limbah,’’ jelas mantan Camat Gerokgak ini. (mud)
Bali Post/kmb38
SAMPAH – Volume sampah rumah tangga belakangan ini terus meningkat. Situasi ini pun mulai mengancam kapasitas di TPA Desa Bengkala overload.
UU Desa Hapus Syarat Domisili Dikhawatirkan, Orang Luar Desa Jabat Kades
Singaraja (Bali Post) –
Sesuai UU Desa, saat ini persyaratan domisili bagi calon perangkat desa telah dihapus. Karena itu, otomatis ada kebebasan warga dari luar desa mencalonan diri sebagai perangkat desa di suatu desa. Hal itulah menjadi kekhawatiran Panitia Pansus (Panus) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan juga Bagian Hukum Pemkab Buleleng. Untuk menyiasati hal itu, pembahasan rencana perda (ranperda) itu terus diintensifkan. Ketua Pansus I Gusti Made Artana mengatakan, baik Pansus maupun eksekutif punya kekhawatiran sama dengan dihapusnya syarat domisili bagi calon perangkat desa. Maka, ada kemungki-
nan perangkat desa terutama klian banjar dinas, dipimpin oleh orang yang bukan dari warga desa bersangkutan. Jadi kalau hal itu dibiarkan, dikhawatirkan perangat desa bersangkutan tidak mampu
memimpin di desa itu dengan baik. Salah satu alasannya, karena mereka tidak mengenal secara sosial, budaya, topografi wilayahnya. Jelas hal itu akan menghambat penjabaran kebijakan perbekel
atau menyangkut administrasi kependudukan. Setelah mendapat berbagai masukan, maka akhirnya diputuskan syarat tersebut batal dimasukkan di ranperda. ‘’Namun karena perintah undang-undang seperti itu, maka mau tidak mau harus dilaksanakan. Tetapi kita harapkan nanti diatur lebih lanjut dalam peraturan desa (perdes),’’ katanya. Kepala Dinas PMD Made Subur mengatakan, pihaknya
sudah punya agenda menyosialisasikan perda pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Kewenangan pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa itu wewenangnya ada pada kepala desa, perbekel. ‘’Kita sudah jadwalkan pertemuan dengan aparat desa dan Forkumdes seminggu sekali. Pengangkatan perangat desa ini merupakan kewenangan perbekel itu sendiri,’’ jelasnya. (kmb38)
jelaskan jumlahnya minimal 20 persen dari kuota daya tampung setiap prodi. Seleksi ini berdasarkan penelusuran prestasi dan portofolio akademik. Pelamarnya pun hanya lulusan tahun 2019 dan setiap orang diperkenankan memilih dua prodi di satu atau di dua PTN, tidak lintas minat. Pada seleksi ini, pengisian dan verifikasi PDSS berlangsung 4 sampai 25 Januari 2019. Pendaftarannya dibuka 4 sampai 14 Februari dan pengumuman seleksi 23 maret 2019. Khusus pendaftaran ulang menunggu jadwal pengumuman kelulusan SMA/ SMK/MA. Khusus untuk SBMPTN, Sambung Arnyana, calon pelamar dari lulusan SMA/ SMK/MA tahun 2017, 2018 dan 2019 harus terlebih dahulu mengikuti Ujian Tulis berbasis komputer (UTBK). Undiksha memfasilitasi ujian yang baru pertama kali diterapkan itu. Pendaftaran dibuka 12 Januari sampai 27 Maret 2019 secara online melalui laman https://pendaftaranutbk.sbmptn.ac.id menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) untuk mendapatkan username dan password. Pelaksanaan ujiannya ter-
bagi dua sesi, pagi dan siang pada Sabtu dan Minggu yang dijadwalkan 30 Maret - 26 Mei 2019, dikelompokkan Saintek dan Soshum. Terdiri dari tes potensi skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Pengumuman hasil dijadwalkan 10 April sampai 2 Juni 2019. “Kalau tahun sebelumnya, dalam SBMPTN, mendaftar dulu baru tes. Namun sekarang UTBK dulu baru lanjut pendaftaran,” terangnya. Sementara itu, untuk jalur mandiri, akan dibuka setelah SNMPTN dan SBMPTN. Mekanismenya ditentukan langsung oleh universitas. Kepala SMA PGRI 1 Amlapura Drs. I Ketut Jelantik, M.Si. menyampaikan, lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi setiap tahun sekitar 20 persen dari jumlah keseluruhan. “Keinginan lulusan melanjutkan pendidikan sebenarnya cukup besar. Tetapi permasalahannya ada pada biaya,” katanya. Adanya program beasiswa yang ditawarkan perguruan tinggi, termasuk Undiksha, diharapkan bisa mewujudkan keinginan itu. “Kalau tahun lalu, kami ada keterlambatan menerima informasi soal beasiswa. Jadinya sekarang kami mohon ada sosialisasi lebih awal,” pungkasnya. (ad764)
Penerimaan Mahasiswa 2019, Undiksha Tawarkan Berbagai Beasiswa
SOSIALISASI penerimaan mahasiswa baru Undiksha tahun ajaran 2019/2020 dilaksanakan di SMA PGRI 1 Amlapura, Jumat (16/11) lalu. Ada yang menarik dalam kegiatan yang menyasar ratusan siswa kelas XII ini. Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. bersama Wakil Rektor I Prof. Dr. Ida Bagus Arnyana, M.Si. langsung turun memberikan pemaparan. Ditegaskan, universitas terbesar di Bali Utara itu menawarkan berbagai beasiswa untuk melangsungkan pendidikan. Rektor Jampel memberi gambaran mengenai kampus, termasuk Fakultas Kedokteran yang telah resmi dibuka di tahun ajaran 2018/2019. Demikian juga mengampanyekan visi Undiksha menjadi universitas unggul berlandaskan falsafah Tri Hita Karana di Asia tahun 2045. Di hadapan siswa jurusan IPA, IPS dan IPB, Rektor asal Kabupaten Badung ini juga menegaskan Undiksha berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan. “Kami ingin seluruh siswa bisa melanjutkan ke perguruan tinggi untuk mewujudkan hidup lebih baik,” tegasnya. Dalam upaya mewujudkan komitmen itu perguruan
UNDIKSHA - Sosialisasi penerimaan mahasiswa baru Undiksha tahun ajaran 2019/2020 dilaksanakan di SMA PGRI 1 Amlapura, Jumat (16/11) lalu. tinggi yang memiliki delapan fakultas ini menawarkan kemudahan. Yakni memberlakukan biaya pendidikan yang terjangkau. Tidak kalah penting juga, pemberikan beasiswa kepada mahasiswa yang kurang mampu. Jenis beasiswa itu mulai Bidikmisi, PPA, beasiswa perbankan dan rektor. “Kami tawarkan berbagai beasiswa untuk mendukung supaya tamatan SMA bisa menikmati pendidikan. Dari sisi jumlah, kami upayakan terus bertambah. Seperti bidikmisi,” ungkapnya. Ketertarikannya datang ke
sekolah yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman itu dalam rangka pemerataan informasi dengan sekolah lain. “Sekolah ini akreditasinya A. Sama seperti beberapa sekolah negeri di Karangasem,” imbuhnya. Khusus terkait mekanisme pendaftaran penerimaan mahasiswa, Wakil Rektor I, Ida Bagus Arnyana mengatakan, ada tiga jalur yang bisa ditempuh. Yakni, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan mandiri. Untuk SNMPTN, di-
Senin Pon, 19 November 2018
GIANYAR
9
Minim Fasilitas, Penyandang Terapkan Donasi hingga Dikelola CV Disabilitas Mengeluh Pengelolaan Objek Wisata
Gianyar (Bali Post) Penyandang disabilitas patut mendapat dukungan dari semua pihak, khususnya pemerintah. Namun belum semua akses perkantoran, toilet umum hingga trotoar yang pro terhadap keperluan mereka. Bahkan ada perkantoran yang tidak mendukung sama sekali, sehingga menyulitkan penyandang disabilitas. Hal ini diungkapkan Ketua Yayasan Bhakti Senang Hati Gianyar, I Nyoman Sukadana, mewakili penyandang disabilitas, Minggu (18/11) kemarin. Sukadana mengatakan, fasilitas untuk penyandang disabilitas di Kabupaten Gianyar masih tergolong minim. Ia mencontohkan akses masuk ke gedung-gedung belum memperhatikan penyandang disabilitas. ‘’Penyandang disabilitas ini berhak memperoleh dukungan dari semua pihak, baik swasta maupun pemerintah,’’ katanya. Diakui, di beberapa perkantoran, terutama kantor pemerintah sudah ada akses disabilitas masuk menuju gedung. Hanya saja, akses tersebut dianggap terlalu curam. ‘’Ada yang kurang landai kalau ukuran pengguna kursi roda. Kalau ketinggiannya sangat tinggi, kami keberatan naik (membawa kursi roda sendiri red),’’ ujarnya. Apabila akses terlalu curam, mereka khawatir kursi yang beroda dua berpotensi terbalik ke belakang. ‘’Itu bahayanya,
maka kami minta kalau mau membangun akses ke gedung, libatkan juga disabilitasnya, atau arsitek yang membuat bisa mengukur ketinggian,’’ jelasnya. Selain akses jalan masuk gedung, penyandang disabilitas meminta adanya toilet bagi pengguna kursi roda. Diakui selama ini, ada pintu toilet yang sempit sehingga kursi mereka tidak bisa masuk ke dalam toilet. Terkait permohonan ini, Sukadana mengaku tidak ada maksud atau keinginan untuk dimanja. Tetapi pihaknya hanya ingin sedikit difasilitasi dalam infrastruktur. sehingga penyandang disabilitas dapat lebih mandiri dalam beraktivitas. Sukadana menambahkan, di Gianyar pengguna kursi roda kurang lebih 80 orang. Dari jumlah itu tidak banyak penyandang disabilitas bisa keluar dengan bebas. Namun,
Bali Post/kmb35
DISABILITAS - Terlihat seorang disabilitas yang melakukan perbaikan kursi roda. bila fasilitas bagi penyandang disabilitas diberikan ruang yang besar, maka akan banyak disabilitas keluar. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar Made Watha yang dikonfirmasi untuk menanggapi keluhan ini menyatakan, secara umum fasilitas sudah ada di beberapa gedung. Dikatakan, penyiapan fasilitas ini dikerjakan oleh Dinas PUPR. ‘’Begitu juga di kantor Dinas Sosial untuk WC (toilet) dan masuk ke kantornya sudah ada,’’ jelasnya.
Kata Watha, bagi kantor yang belum tersedia fasilitas disabilitas akan dikoordinasikan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pihaknya pun sudah rutin menggelar hal ini. Disinggung mengenai akses masuk gedung yang terlalu tinggi, Dinas Sosial berjanji akan kembali berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Gianyar. ‘’Karena semua kegiatan fisik kan PU sebagai leading sector-nya,’’ tandasnya. (kmb35)
Target Penambahan Kursi DPR
Kader PDI-P Gianyar Diminta Solid
Gianyar (Bali Post) DPC PDI-P Gianyar ditarget penambahan kursi DPRD melalui Pemilu 2019. Partai besutan Megawati Soekarno Putri ini juga mematok 86% kemenangan pilpres untuk pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf Amin). Hal ini terungkap dalam rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) Pemenangan Pemilu 2019 di Kantor DPC PDI-P, Sabtu (17/11) lalu. Ketua DPD PDI-P Bali I Wayan Koster menekankan kepada kadernya untuk menembus target yang telah ditetapkan. Di mana untuk DPR-RI, saat ini PDI-P Bali punya 4 kursi, ditarget harus menjadi 5 kursi. Selanjutnya kursi DPRD Bali sekarang 24 kursi dari 55 kursi, harus naik menjadi 31-32
kursi. Sementara untuk dapil Kabupaten Gianyar, Koster menargetkan merebut 4 kursi dari 6 kursi yang diperebutkan. Target itu naik 1 kursi dari raihan 3 kursi saat ini. “Tiap kabupaten harus naik, termasuk Gianyar dari 6 kursi (diperebutkan), sekarang dapat 3 kursi, target kita naik menjadi 4 kursi,” tegasnya. Khusus untuk DPRD Gianyar, Koster juga memberikan target untuk bisa menguasai kursi Dewan Gianyar. Dari 40 kursi dewan, PDI-P ditargetkan harus mampu merebut 21 kursi. Rinciannya untuk dapil 1 Kecamatan Gianyar harus jadi 4 kursi dari raihan kursi saat ini sebanyak 3. Dapil 2 Kecamatan Blahbatuh dan Tampaksiring, dari saat ini 4 kursi harus naik menjadi 5. Dapil 3 Kecamatan
Sukawati, sekarang dapat 4, targetnya naik menjadi 5 kursi. Dapil 4 (Ubud) sekarang dapat 2, maka harus naik menjadi 3 kursi. Terakhir Dapil 4 (Tegallalang dan Payangan) sekarang dapat 3, harus menjadi 4 kursi. “Kalau bisa tercapai itu bisa 21 kursi dari (total) 40 kursi. Sehingga kuat di legislatif dan program pro rakyat bisa dijalankan,” katanya. Pada kesempatan itu Koster juga mengajak semua jajaran partai untuk solid. Mulai dari tingkat DPD, DPC hingga anak ranting. Dia juga mengingatkan dalam memenuhi target, para kader untuk tidak saling sikut antarsesama caleg. “Semua harus solid, partai harus solid, DPD, DPC sampai anak ranting harus solid,” tegas pria yang juga Gubernur Bali ini.
Sementara terkait target pilpres, Koster yang mendapat laporan pemetaan suara pemilih dari Ketua DPC PDI-P Gianyar mengatakan, untuk pilpres, target suara pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf Amin) dipatok 86 persen untuk Gianyar. Ketua DPC PDI-P Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, PDI-P Gianyar tidak pernah berhenti berjuang. Setelah pilkada serentak beberapa waktu lalu, kini kader partai bersiap menghadapi pemilu. Mengenai target 85 persen untuk kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, politisi asal Payangan ini mengatakan, angka itu realistis melihat peta kekuatan partai di Bali, khususnya Gianyar. (kmb35)
Gianyar (Bali Post)Pascakasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi di Pura Tirta Empul membuat desa adat waswas dalam mengelola objek wisata. Apalagi di kawasan seni ini sudah tercatat ada puluhan desa pakraman yang mengelola potensi desa sebagai objek wisata. Seperti Pura Puseh Desa Batuan atau Objek Wisata Air Terjun Tegenungan. Bendesa Desa Batuan I Made Djabur menjabarkan, terkait Pura Puseh Batuan yang sudah cukup lama dibuka untuk kunjungan wisata. Awal melejitnya kunjungan ini dari pramuwisata asal desa setempat yang memperkenalkan keberadaan pura ini, yang memiliki sejumlah artefak peninggalan sejarah. ‘’Namun lambat laun, mungkin dari mulut ke mulut, akhirnya ada paket wisata yang dipromosikan oleh pelaku pariwisata, hingga secara perlahan-lahan kunjungan semakin meningkat dan terus mengalami peningkatan,’’ katanya, Minggu (18/11) kemarin. Diungkapkan, saat ini ada sekitar 1.000 hingga 1.500 wisatawan yang berkunjung ke pura ini setiap harinya. Wisatawan yang datang ini pun berasal dari berbagai belahan negara di dunia. ‘’Sementara paling banyak berkunjung wisatawan Tiongkok yang datang ke Pura Puseh Desa Batuan,’’ katanya. Dikatakan, setiap menerima kunjungan wisatawan, pihaknya tidak memungut uang iuran apa pun. Hanya disiapkan kotak donasi, sehingga para wisatawan yang berkunjung dapat memberikan dana punia secara tulus ikhlas. ‘’Hanya diletakkan kotak donasi, untuk wisatawan berpunia,’’ jelasnya. Disinggung soal kasus OTT yang terjadi di objek wisata Tirta Empul Tampaksiring serta menyeret Bendesa Adat Manukaye Let sebagai calon tersangka, Made Djabur mengaku memang sempat terkejut membaca berita tersebut. Pihaknya pun langsung mengambil langkah dari kasus OTT itu, dengan berkoordinasi bersama para prajuru desa adat. Selain itu, pihak prajuru sudah bertemu dengan Bupati Gianyar I Made Mahayastra. ‘’Kami tidak ada melakukan pungutan dengan tiket atau semacamnya, karena yang kami gunakan itu sistem donasi untuk perawatan pura,’’ terangnya. Selain Pura Puseh Batuan yang dikelola desa adat, ada pula Air Terjun Tegenungan yang berada di bawah desa
adat, namun dikelola oleh CV Tegenungan Wahana Tirta. ‘’Objek wisata air terjun ini dikelola dengan CV,’’ ucap Manajer Operasional Objek Wisata Air Terjun Tegenungan Dewa Gede Oka. Melalui mekanisme ini pengelola bisa mematok tiket masuk pengujung. Yakni karcis masuk Rp 15.000/orang dan dipotong pajak 2 persen untuk disetor ke Pemkab Gianyar. Untuk anak di bawah 5 tahun digratiskan. Sementara untuk wisatawan domistik Rp 10.000. Bila yang berkunjung orang asal Sukawati dengan menunjukkan KTP tidak dikenakan pungutan alias gratis. ‘’Pungutan tiket ini juga berdasarkan hasil keputusan desa adat berupa pararem. Selain itu, objek ini dikelola oleh CV Tegenungan Wahana Tirta sudah membayar pajak ke Pemkab Gianyar,’’ jelas Dewa Oka. Melalui mekanisme ini bila pengunjung mengalami musibah kecelakaan dapat diberikan asuransi, yang bekerja sama dengan salah satu asuransi. ‘’Saat ini pihaknya sudah dua kali menyerahkan klaim asuransi terhadap pengunjung yang terkena musibah,’’ katanya. Ia mengatakan, kunjungan ke Objek Wisata Air Terjun Tegenungan antara 1.000 hingga 1.300 pengunjung tiap harinya, baik itu wisatawan mancenegara maupun wisatawan domistik. Untuk wisatawan domistik ramai pada hari liburan, Sabtu dan Minggu. Namun untuk wisatawan mancanegara hampir ramai setiap hari. Disinggung soal tenaga
kerja yang bertugas? Dewa Oka mengatakan pengelola menyiapkan sebanyak 52 orang secara bergantian. Meliputi petugas parkir, petugas tiket, petugas keamanan dan melakukan pengawasan di objek air terjun. Untuk menuju air terjun, pengunjung harus melalui anak tangga sebanyak 165 anak tangga dari tempat parkir. Tempat wisata ini juga disediakan dua WC umum. Kini pihaknya sedang melakukan pembenahan tempat parkir milik Desa Adat Tegenungan. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta, S.E. mengatakan, di Kabupaten Gianyar terdapat 54 objek tempat wisata. Dari jumlah itu sebanyak 10 tempat wisata yang bekerja sama antara Pemkab Gianyar dan pihak desa pakraman. Meliputi Tirta Empul, Goa Gajah, Gunung Kawi Tampaksiring, Gunung Kawi Sebatu, Yeh Pulu, Alam Sidan, Bukit Jati, Lingkungan Pura Mengening, Candi Tebing Tegallinggah dan Goa Garba serta lingkungan Pura Pengukur-ukur. ‘’Sementara ada 24 objek wisata yang dikelola pihak desa pakraman tanpa bekerja sama dengan Pemkab Gianyar,’’ katanya. Sementara sisanya, objek wisata buatan yang dikelola pihak swasta tanpa kerja sama dengan Pemkab Gianyar sebanyak 19 tempat. Selain itu, di Kabupaten Gianyar ada objek tempat wisata yang dikelola pemerintah pusat atau BPCB, yakni Museum Arkeologi atau Purbakala yang ada di Blahbatuh. (kmb35)
Bali POst/kmb35
PURA - Terlihat wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Pura Puseh Batuan menyerahkan donasi ke petugas setempat.
JEMBRANA
10
Senin Pon, 19 November 2018
Terkendala Kesiapan Orangtua
Belum Semua Sekolah Terapkan ”Full Day School” Negara (Bali Post) –
Hingga akhir tahun ini, penerapan full day school untuk tingkat SMA/SMK di Kabupaten Jembrana belum semuanya menjalankan. Terutama untuk SMK. Salah satu kendalanya adalah faktor belum siapnya orangtua dan siswa ketika sistem ini diterapkan. Para orangtua belum bersedia mengikuti kebijakan full day school karena siswa harus pulang sore mengingat sebagian besar siswa juga membantu orangtua sepulang sekolah. Bali Post/olo
UJI SAMPEL – Petugas dari Loka POM melakukan uji sampel makanan jajanan di kawasan CFD yang dicurigai mengandung pewarna ataupun pengawet. Dari 13 sampel yang dites, semuanya negatif.
Loka POM Periksa 13 Sampel Jajanan di CFD Negatif Pengawet dan Pewarna Makanan Negara (Bali Post) – Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Buleleng bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana sejak beberapa hari terakhir melakukan pengawasan makanan dan minuman di Jembrana. Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti Rhodamin B, metamin yellow, formalin dan borak. Minggu (18/11) kemarin dilakukan pemeriksaan jajanan di lokasi Car Free Day (CFD). Dari 13 sampel yang diuji di kawasan jajanan CFD Tower Jembrana, di antaranya kerupuk, lumpia, cilok, nugget, pangsit, roti dan saos menurutnya tidak mengandung zat-zat yang berbahaya. “Hal ini menunjukkan sudah ada kesadaran dari para pedagang tidak menggunakan bahan itu. Dari empat parameter itu (pengawet dan pewarna) semuanya hasilnya negatif,” ujar Kepala Kantor Loka POM Buleleng Made Ery Bahari Hantana. Upaya uji sampel ini memang sudah sangat sering dilakukan secara acak baik di pasar senggol, pasar tradisonal hingga kantin sekolah.
Hanya yang perlu ditekankan adalah terkait higienisasinya. “Kebersihan dan perilaku sehat dalam proses produksi yang perlu ditingkatkan lagi,” tambah dia. Loka POM Buleleng merupakan kepanjangan tangan (semacam UPT) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang arealnya mencakup Kabupaten Buleleng dan Jembrana. Selain pengawasan secara berkala, Loka POM Buleleng akan lebih intens melakukan pembinaan kepada masyarakat. Baik kepada konsumen maupun pelaku usaha. Termasuk sektor produksi, distribusi dan ritel. Menurutnya apabila pelaku usaha mengikuti regulasi yang ada, BPOM akan melindungi. “Jadi bukan hanya konsumen saja. Pelaku usaha pun kita berikan pembinaan,” tandasnya. Dalam pengawasan kali ini menurutnya memang ditekankan pada pembinaan. Artinya apabila ditemukan kesalahan yang tidak terlalu berbahaya, dilakukan pembinaan tidak sampai proses hukum. Akan tetapi, bila memang ditemukan produk yang berbahaya misalnya tanpa izin edar, illegal, akan diamankan dan tetap proses hukum. (kmb26)
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana, Gede Subandi, Minggu (18/11) kemarin mengatakan, untuk di Jembrana kebijakan full day school ini hampir sebagian besar sudah diterapkan. Namun, memang diakui hingga akhir tahun ini masih ada beberapa sekolah
menengah yang belum bisa menjalankan kebijaksanan itu. Khususnya SMK yang berada di pinggiran kota. Semisal SMK N 3 Negara dengan mayoritas siswanya dari sekitar Kecamatan Mendoyo. Rata-rata orangtua bekerja di sektor pertanian dan perkebunan perdesaan. Rata-rata siswa sepulang sekolah ikut membantu
orangtua mereka bekerja. “Kalau SMA sudah semua, hanya SMK ada yang masih belum bisa,” tandasnya. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Jembrana I Putu Wardana membenarkan dari beberapa SMK Negeri ada yang belum menerapkan full day school. Menurutnya, untuk SMK Negeri yang sudah
menerapkan di antaranya SMK N 1 Negara, SMK N 4 Negara dan SMK N 5 Negara. “Sudah sebulan ini kita terapkan, tapi dari provinsi juga tidak mengharuskan. Sekarang baru uji coba. Tergantung kesiapan dari sekolah,” tandas Wardana. Tapi dari koordinasi, SMK baru bisa menerapkan semuanya pada bulan Januari mendatang. Sementara itu untuk SMP di Jembrana, juga masih tahap uji coba di beberapa sekolah. Ketua MKKS SMP Jembrana Made Riantori terpisah mengungkapkan, baru beberapa SMP yang sudah menerapkan. Di antaranya
SMP N 1 Negara, SMP N 2 Negara, SMP 4 Mendoyo, SMP Negeri 5 Melaya dan SMP N 2 Melaya. “Ini juga masih uji coba. Nanti kita laporkan evaluasi sebulan atau dua bulan ini. Di SMP 1 baru dua minggu ini kita terapkan masuk sampai sore,” ujar Riantori yang juga Kepala SMP Negeri 1 Negara ini. Untuk evaluasi, selama dua pekan pelaksanaan sekolah di perkotaan tidak ada masalah. Justru yang masih terkendala adalah di pinggiran atau perdesaan. Siswa masih terbiasa membantu kerja orangtua mereka sepulang sekolah (sore hari). (kmb26)
Gubernur Koster Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Simantri GUBERNUR Bali Wayan Koster didampingi Bupati Jembrana I Putu Artha, Minggu (18/11) kemarin menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada pemenang Lomba Simantri Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018 di Desa Baluk, Kabupaten Jembrana. Penyerahan penghargaan untuk Simantri 569, Kelompok Tani Ternak Sato Amerta Utama juga disaksikan Wabup Kembang Hartawan, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sekda Jembrana Made Sudiada, Anggota DPRD Provinsi Bali, Kepala-kepala OPD Provinsi Bali dan kabupaten/kota se-Bali serta anggota Simantri se-Bali. Menyandang peringkat pertama dalam Lomba Simantri Tingkat Provinsi Bali Tahun 2018, Kelompok Tani Ternak Sato Amerta Utama, Desa Baluk berhak mendapat piagam penghargaan dan 4 ekor sapi. Sedangkan peringkat kedua diraih oleh Kelompok Tani Moncong Karya Bersatu, Desa Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung berhak mendapat piagam penghargaan dan 3 ekor sapi. Dan juara ketiga dari Kelompok Tani Tunas Merta, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karan-
gasem yang berhak mendapat piagam dan 2 ekor sapi. Bupati Artha dalam sambutannya menyampaikan Pemkab Jembrana menyambut baik dan gembira dengan adanya program Simantri dengan core bisnis peternakan akan memiliki efek antara lain sebagai penghasil bibit ternak sapi berkualitas, penghasil biogas untuk home industry, bio urine dan pupuk organik yang sangat dibutuhkan untuk mendukung program kakao lestari yang merupakan program unggulan Kabupaten Jembrana sebagai penghasil produk kakao fermentasi dengan kualitas Organik Aromatik Spesifik yang sudah merambah pangsa pasar internasional. Bupati Artha juga merasa bangga dan berbahagia karena dari beberapa kelompok Simantri berprestasi tingkat Provinsi Bali tahun 2018 salah satunya Kelompok Tani Ternak Sato Amerta Utama, Desa Baluk, Kecamatan Negara sebagai kelompok berprestasi terbaik. “Kebahagiaan itu makin lengkap karena pada tahun ini Lomba Kelompok Ternak Kambing “Domba Lestari” Batuagung meraih juara satu tingkat Provinsi Bali. Demikian pula pada tahun
sebelumnya Kelompok Ternak Sapi “Sari Bhuwana II” Desa Manistutu, Melaya juga meraih juara I dan akan maju mewakili Provinsi Bali ke Tingkat Nasional,” ujar Artha. Gubernur Bali Wayan Koster memuji hasil ternak sapi yang dihasilkan Kelompok Tani Ternak Sato Amerta Utama. “Saya lihat tadi sapinya sangat bagus dan gemuk,” ungkapnya. Menurut Koster, Jembrana sangatlah cocok untuk pengembangkan sektor peternakan seperti sapi, kambing dan juga sektor perikanan. Selain itu Koster akan membangun pengolahan gabah di dua lokasi yaitu Tabanan dan Jembrana. “Jangan sampai nanti gabah keluar dari Provinsi Bali, namun nanti diolah di Bali dan nantinya dinikmati oleh pasar di Bali dan wisatawan,” ungkap Koster. Koster menambahkan, di dalam tata pembangunan ke depan Pemprov akan duduk bersama Pemkab untuk menentukan sektor prioritas, dengan demikian akan timbul sinergi antara Pemprov dan Pemkab. “Kalau dari pemkab akan mengembangkan kambing dengan provinsi bersama-sama
Serahkan Penghargaan – Gubernur Bali I Wayan Koster didampingi Bupati Jembrana I Putu Artha menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada kelompok ternak pemenang Lomba Simantri Provinsi Bali. Kelompok Ternak Sato Amerta Utama, Desa Baluk, Jembrana meraih juara I. mengembangkan kambing. Mau berapa ekor dan tempatnya di mana, lahannya di mana, nantinya bisa didiskusikan bersama-sama. Jangan sampai berbeda,” tambah Koster. Di sisi lain Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa dirinya menerima sejumlah aspirasi dari masyarakat Jembrana yang menginginkan
dilaksanakannya Mekepung Gubernur Cup. Menjawab hal tersebut, Koster mengatakan, Gubernur Cup akan dilaksanakan pada tahun 2019 untuk mengakomodir aspirasi tersebut. “Melalui Gubernur Cup, saya berharap seni budaya dan tradisi makepung bisa bermanfaat bagi masyarakat Jembrana,” ungkapnya. (ad769)
Senin Pon, 19 November 2018
KARANGASEM
11
Tianyar Krisis Air
Warga Urunan Beli Air Bersih
Amlapura (Bali Post) Setiap musim kemarau warga Banjar Dinas Dalem, Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk dapat memenuhi keperluan memasak, mandi setiap harinya, warga terpaksa membeli air bersih. Mereka membelinya dengan cara urunan antartetangga. Lokasi relatif jauh di desa bagian bawah. Warga I Wayan Pujiyasa mengatakan, saat ini musim kemarau warga jarang mendapatkan air bersih dari air hujan. ‘’Sekarang kita hanya andalkan air bersih dengan cara membeli. Agar stok air bisa lebih lama, maka kita mempergunakan air seirit mungkin. Seperti untuk memasak dan minum saja. Untuk minum ternak kita
carikan sisa-sisa di cubang. Sampai hari ini memang belum turun hujan di Desa Tianyar,’’ ungkapnya. Kepala Dusun Dalem Nyoman Sujana mengakui kondisi itu. Warga memang terpaksa membeli air dengan cara urunan. Per tangki harganya Rp 300-400 ribu, tergantung medan yang dilalui. Harga di lokasi atas bisa menembus Rp 400-500 ribu per tangki. Air yang dibeli warga hanya cukup memenuhi keperluan selama seminggu. ‘’Warga biasanya patungan beli air. Setiap grup terdiri dari 4 KK. Setiap KK mengeluarkan uang Rp 100 ribu. Air itu hanya cukup digunakan seminggu,’’ imbuh Sujana, sembari mengaku beberapa sumber air di Desa Tianyar memang kering. Warga mengalami kesu-
litan air bersih sudah sejak awal tahun 2018. Sampai sekarang tidak pernah turun hujan. Jumlah KK yang kesulitan memperoleh air bersih mencapai 268 KK. Bantuan air gratis dari pemerintah daerah memang belum ada sama sekaki. Atas kondisi ini, pihaknya berharap pemerintah daerah bisa mendistribusikan air bersih guna membantu warga. Pada tahun 2016 pemerintah daerah memberikan bantuan embung lewat Dinas Pertanian. Embung itu untuk menampung air ketika turun hujan. Hanya, saat ini embung tidak bisa difungsikan akibat retak ketika awal-awal Gunung Agung erupsi tahun lalu. ‘’Sebelumnya embung sempat berisi air hujan. Tapi pas gempa menjelang erupsi,
embung retak di sejumlah titik, sehingga air yang ada di embung tersebut meresap ke tanah,’’ jelasnya. Agar embung nantinya bisa dipergunakan kembali, maka warga sudah sepakat melakukan penembelan untuk bagian-bagian yang retak. Dana yang akan dipakai untuk penembelan embung tersebut berasal dari urunan warga subak, atau dengan kas subak. Karena saat pembuatan embung atas nama subak. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Karangasem I.B. Ketut Arimbawa membenarkan kondisi tersebut. Kecamatan Kubu seperti Tianyar Tengah rawan kekeringan saat masuk musim kemarau. Sumber airnya tak ada. ‘’Di Kecamatan Kubu sampai sekarang belum turun hujan. Padahal sejak lama warga
menanti hujan turun. Akibat tak ada air, warga membeli air untuk keperluan mereka sehari-hari. Biasanya mereka membeli dengan cara urunan per tangki,’’ kata Arimbawa. Mantan Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Karangasem menyatakan, jika pihaknya mengaku bersedia membawakan air bersih ke daerah kering. Dengan catatan harus ada surat permohonan dari desa bersangkutan. Jika surat sudah masuk, BPBD langsung akan membawakan air. ‘’Perlu surat ditembuskan ke BPBD, PMI, atau Dinsos, pasti langsung dibawakan air,’’ janji Arimbawa. Sejauh ini desa yang sudah koordinasi meminta bantuan air bersih dari BPBD yakni Desa Nawakerti dan Datah, Kecamatan Abang. (kmb41)
Bali Post/kmb41
RETAK - Embung penampung air yang ada di Banjar Dinas Dalem, Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu. Embung banyak yang retak akibat gempa jelang erupsi Gunung Agung setahun lalu. Warga berencana akan menembel embung itu agar ketika turun hujan bisa menampung air.
KLUNGKUNG
12
Senin Pon, 19 November 2018
Warga Diingatkan, Jangan Rusak Citra Pariwisata Nusa Penida Semarapura (Bali Post) Kekurangan yang ada di daerah Nusa Penida diharapkan tidak disikapi secara reaktif. Hal ini dapat menjadikan citra pariwisata yang sedang berkembang di Nusa Penida menjadi rusak. Warga diajak untuk terlibat menata bersama-sama sehingga dapat memberikan hasil positif. Demikian disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat melakukan kunjungan ke Pantai Lumangan di Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, beberapa waktu lalu. Suwirta yang berkunjung bersama Dinas Pariwisata dan UPT Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kecamatan Nusa Penida mengakui objek Pantai Lumangan memang belum banyak yang mengenal dan belum banyak yang mengunjungi. Melihat kondisi tersebut pihaknya menegaskan akan melakukan penataan. Bupati berharap Pantai Lumangan bisa menjadi destinasi berikutnya setelah Pantai Kelingking, Angel Billabong dan Pasih Uwug yang lokasinya berdekatan. Terkait akses menuju pantai yang terbilang kurang bagus, Bupati asal Nusa Ceningan ini meminta masyarakat setempat tidak reaktif sehingga dapat merusak citra Nusa Penida. “Terlalu berlebihan, kalau kekurangan daerahnya justru dipakai merusak potensi wilayahnya
sendiri. Yang benar itu, kita jaga keindahan alamnya, dan pelan-pelan tata tempatnya. Kami ingin tekankan bahwa harus ada proses yang harus dilalui,” tegasnya. Oleh sebab itu, Bupati Suwirta mengaku khusus datang, untuk melihat dari dekat. Apakah yang bisa dikerjakan saat ini dan jangka panjang. “Saya datang hari ini, melihat hari ini dan memikirkan hari ini. Pertama, kita lihat akses jalan yang urgen. Kami akan membuat jalan ini menjadi lebih bagus,” ucapnya. Bupati juga sekaligus melakukan aksi bersih-bersih di sekitar Pantai Lumangan, melibatkan masyarakat setempat. Ini agar lingkungan pantai selalu terjaga kebersihannya, terlebih tempat ini akan dipromosikan sebagai destinasi wisata baru di Nusa Penida.
Disinggung mengenai sorotan aparat penegak hukum terhadap pungutan pengelolaan objek wisata oleh desa adat, Bupati Suwirta meminta desa dinas maupun desa adat tidak terburu-buru melakukan pungutan. Menurutnya, ini kurang bagus diterapkan dalam mengelola sebuah objek. Tetapi bagaimana objek wisata ini berproses, tamu datang dan tentu nanti akan diatur dengan regulasi oleh pemerintah daerah melalui peraturan daerah (perda) maupun badan pengelola. Sehingga apa yang dihasilkan dari pengelolaan objek bisa juga dinikmati oleh desa, tanpa harus melanggar aturan hukum. Penataan Pantai Lumangan akan menambah daftar daya tarik wisata di kepulauan Nusa Penida. Keberadaannya bisa memberi pilihan menarik, di antara
objek yang sudah tenar lebih dulu, seperti Pantai Kelingking, Anggel Billabong dan Pasih Uwug (Broken Beach). Pantai Lumangan butuh penataan lebih lanjut, khususnya terkait akses jalan dan penambahan fasilitas umum. Perbekel Desa Bunga Me-
kar Wayan Yasa belum lama ini menyampaikan objek wisata Pantai Lumangan masuk wilayah Banjar Dinas Penangkidan. Wilayah ini mempunyai daya tarik wisata yang sangat baik. Salah satu kelebihannya adalah di sekitarnya ada lokasi menyelam atau yang disebut manta
Kerugian Rp 53 Juta
PENYELIDIKAN- Petugas kepolisian saat melakukan penyelidikan di rumah Ni Made Sutrisni di Banjar Dinas Kawan, Desa Tohpati, Kecamatan Banjarangkan yang menjadi korban pencurian.
wisatawan domestik maupun mancanegara. Apalagi, setelah melihat letaknya yang juga berdekatan dengan destinasi Pantai Kelingking, Angel Billabong dan Pasih Uwug yang lebih awal sudah terkenal di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. (kmb31)
PENATAAN - Bupati bersama dinas terkait saat mengecek langsung kondisi Pantai Lumangan, sebelum melakukan langkah-langkah penataan.
Maling Gasak Emas Milik Sutrisni Semarapura(Bali Post) Aksi maling kian marak di Bumi Serombotan, Klungkung. Kali ini korbannya adalah Ni Made Sutrisni (53), seorang pensiunan PNS, di Banjar Dinas Kawan, Desa Tohpati, Kecamatan Banjarangkan, Jumat (16/11) lalu. Maling menggasak seluruh persiapan emas milik korban yang disimpan dalam sebuah tas. Kapolsek Banjarangkan AKP Luh Wirati dihubungi, Minggu (18/11) kemarin mengatakan, sudah menerima laporan Sutrisni ke Polsek Banjarangkan. Atas laporan Sutrisni, jajarannya langsung melakukan olah TKP. Hasilnya, diperoleh keterangan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh ipar korban, I Wayan Wija, yang melihat ada tas perempuan yang berserakan di belakang Bale Daja rumah korban. Di sana dia curiga, bahwa tas itu adalah tas Sutrisni. Ternyata benar, tas itu adalah milik iparnya. Wija
point. Terbukti, banyak boat setiap hari yang datang membawa wisatawan ke wilayah ini. Dia berharap pemerintah daerah bisa membantu penataan tempat tersebut. Sekaligus bersama-sama memperkenalkan objek wisata ini agar ramai dikunjungi
juga curiga melihat jendela rumah dalam keadaan tidak tertutup rapat, tidak seperti biasanya. Setelah mengecek kamar tidur Sutrisni, Wija melihat pintu lemari yang ada di dalam kamar juga sudah terbuka dan ditemukan adanya bekas congkelan. Semakin curiga bahwa kamarnya sudah dimasuki maling, Wija kemudian menghubungi anak Sutrisni, Ni Putu Sri Yuliani, untuk bersama-sama mengecek ke lokasi. Sebab, Sutrisni sendiri dikatakan tinggal di Kota Denpasar. ‘’Pelapornya tidak tinggal di rumah itu. Dia tinggal di Denpasar. Setelah kami cek ke TKP, barang-barang yang hilang berupa perhiasan,’’ kata AKP Luh Wirati. Hasil pengecekan petugas kepolisian, maling rupanya menyasar seluruh perhiasan emas korban. Barang-barang yang hilang dari tas tersebut, antara lain tiga buah bunga emas cempaka seberat 30 gram, satu emas bunga pucuk 1
gram, kalung rantai emas 21 gram, tiga gelang bulat (krincingan) 20 gram, gelang 20 gram, dan bros seberat 5 gram. Perhiasan lainnya, berupa sepasang giwang permata 3 gram, giwang mutiara 1,5 gram. Bahkan, cincin kawin seberat 4 gram pun dibawa kabur bersama cincin permata intan seberat 10 gram, kalung mas kecil 4 gram, serta uang tunai Rp 400 ribu. Total kerugian mencapai kurang lebih Rp 53 juta. Maling nampaknya memanfaatkan situasi yang sepi di rumah korban. Sehingga dengan leluasa mengambil seluruh benda berharga milik korban. Wirati menegaskan, hasil penyelidikan sementara, belum ada titik terang mengenai pelakunya. Serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi sedang dilakukan. Meski demikian, pihaknya tetap mendalami kasus ini, untuk segera mengungkap siapa pelakunya. (kmb31)
SOSOK Menggali Potensi Desa
BANYAK cara yang bisa dilakukan untuk membangun potensi desa, seperti yang dilakukan di Desa Akah, Kecamatan Klungkung yang menggali potensi desa melalui event Porsenides, Sabtu (17/11) lalu. Dari ajang itu desa ingin menggali warganya yang memiliki potensi, khususnya di bidang olahraga dan seni. Demikian disampaikan Perbekel Desa Akah Nyoman Sujati usai pembukaan acara itu. Dia menyampaikan tahun ini ada dua kegiatan. Selain Porsenides, ada juga gebyar cek golongan darah menuju smart Desa Akah. ‘’Unggul dalam olahraga dan seni, kita mulai dari desa,’’ kata Sujati. Porsenides melibatkan enam banjar di Desa Akah, di antaranya Banjar Sangging, Banjar Pekandelan, Banjar Tengah, Banjar Gingsir, Banjar Gede, dan Banjar Bungaya. Sementara di bidang olahraga dipertandingkan olahraga bulu tangkis, tenis meja dan lainnya. Sedangkan bidang seni ada lomba membuat penjor, lomba baleganjur, lomba tari Pendet, lomba mendaur ulang sampah non-organik menjadi karya seni dan lomba lainnya. ‘’Berbagai kegiatan yang kami laksanakan adalah menyambung program pemerintah daerah, khususnya program aksi Kabupaten Klungkung Gema Santi,’’ sebutnya. Di samping itu, kegiatan gebyar cek golongan darah untuk masyarakat Desa Akah dilaksanakan menuju smart Desa Akah, sehingga nanti pada saat mengklik smart Desa Akah akan terlihat semua data golongan darah masyarakat Desa Akah. ‘’Di sana nanti akan diketahui semua data masyarakat, sehingga mempermudah administrasi dan memudahkan pencarian golongan darah apabila dibutuhkan untuk donor,’’ ujar Perbekel Nyoman Sujati. (gik)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Pon, 19 November 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dicr Reservasi PT.Neverneverland Travel Agent Kuta / 757636 / 081337682886 B.BP.004.11.18.0000542
!!!Dicari PRT Max30Th Cew Tdr Dlm,Gaji 2,1 Jt H:081239337135 B.BP.001.11.18.0000759
Cr Sales,Helper,Staf Gdg gaji Tinggi H.081558096445/235062 B.BP.001.11.18.0000649
Cr Staf Adm Min SMA P/W Lam Jl.Antasura Dps Hp.08123803889 B.BP.001.11.18.0000762
Dcr Bagian Admin dan Serabutan untuk Garmen Hub.08123926999 B.BP.004.11.18.0000758
Dcr D3 Rekam Medik Pria/Wanita D3 Farmasi/Pria Hub Klinik SOS Gatotkaca Telp.(0361) 223555 / 08123814033 B.BP.001.11.18.0000721
Dcr Marketing Buku Slrh Bali min D3,max 40th, diut peng mrkt buku Pelajaran.Telp.9075695 Email:yudhistiradps@yahoo.com B.BP.001.11.18.0000706
Dicari Housekeeping Villa krj shift Area Umalas Krbokan Hub. Jam 10-4 sore di 081338908041 B.BP.001.11.18.0000743
ALUMINIUM
Dcr Segera 1 Orang Waitres Hub:9376132-33/089636747339 B.BP.001.11.18.0000684
Dcr Tng Srbutan,Laki2 Max.25Th DenBar,GjUMR,SMS.081936015543 B.BP.001.11.18.0000646
Dcr sopir srbtan SIM A,max35th tdr dlm KTP Bali, 085100492291 B.BP.001.11.18.0000753
Dcr tenaga kasir & petugas parkir umur 20-30th, 082122058414 B.BP.001.11.18.0000754
Dibutuhkan segera PT.Jari Menari Bali’S Best Massage *Supervisor*Receptionist *Cleaning Service Kualifikasi: pria,pddk min SMA,umur maks.35 thn,Bhs Inggris lbh diutamakan jujur & bertanggungjawab. Kirim CV ke:hr@jarimenari.com/ Jl.Raya Basangkasa No.47 Seminyak Kuta.Telp.736740 B.BP.004.11.18.0000705
Dicari Pembantu Gj1,5 yg antar dpt 500 T.087864696163/487612 B.BP.001.11.18.0000744
Dicr:Therapist,P,Min SMU(2.5Jt +16Rb/Jam Instv,Pengalaman.Lam ke Bodyworks Spa.Jln Kayu Jati No.2 Petitenget.Telp:735058. B.BP.001.11.18.0000355
Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi (082144355655)
Job Resmi Australia Kanada dg Student Visa Hp/Wa082112944815 B.BP.154.11.18.0000761
Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818
B.BP.001.10.18.0000900
G.01
Dicari Staf bagian Kitchen (Hot & Cold) syarat ada basic dan pengalaman di Kitchen Bawa CV langsung ke L’assiette Restaurant Jalan Mertanadi No.29 Kerobokan Bali 0361-735840 CP 081278003004 Dedi
Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.02
Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818 G.03
Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818
B.BP.004.11.18.0000700
Dicari Tukang Bangunan/kayu, Knek Hub.085100482576
G.04
Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar.
B.BP.004.11.18.0000699
Dicari Waitress untuk restoran di Ubud.Kirim lamaran ke Atman Kafe Jl.Hanoman Ubud. Email admin@atmankafe.com Tlp/WA 081239307827
G.05
STM Listrik - Sipil Pengawas Bangunan, Arsitek, 0818621818
B.BP.004.11.18.0000693
G.06
Dicari tukang jahit Jukki dan Staff Security segera. Hubungi 083114301738
Satpam, Sopir SIM A, B1. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88. SMS/WA 0818621818
B.BP.004.11.18.0000697
Lowongan SPG, Kasir, Staf Administrasi Akuntansi. Jl.Raya Kuta 88, SMS/WA 0818621818 G.09
G.07
Dicr Kurir yg punya Spd Motor Tau jln di Dps.Hb:081999436969 B.BP.001.11.18.0000724
Tukang Kebun/CS untuk Hotel/ Resto di Kuta. Lamaran SMS/WA 0818621818 G.08
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
DIJUAL TANAH
BMW
T.12A SHM 300m Pantai View Bgs Tinggi Tbn150Jt/A 085257539923
BMW 323i’98 Kondisi Bagus,Murah hanya 35 Jt Hub.081337866811 B.BP.001.11.18.0000757 SUZUKI
APV Pick Up’2011/Hitam,Mulus, Harga Rp75Nego H:081916280012 B.BP.001.11.18.0000053
DIJUAL RUMAH Dijual RumahLT.222M2LB.104M2 &104M2. Jln Gunung Seraya I No.10 & 12,Tegal Arum Denpasar Tlp:085733555185/081353315566 B.BP.001.11.18.0000624
Djl Rmh 200 m2 Lok:H.Wuruk G.8 Br.Kelandis,Dps, 08123665546 B.BP.012.11.18.0000594
DIJUAL TANAH Dijl Tanah Kav,Jl. Imam Bonjol & Padang Griya Hub.0811398086 B.BP.001.11.18.0000578
Dijual Cpt Tnh 2Are di Sanur, SHM,Strategis Hub.0811398772
B.BP.167.11.18.0000639
Tnh 1Are 3,5Are Sekarsari&Suradipa Aspk Prmhn,085937089333
B.BP.001.11.18.0000756
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228
B.BP.001.11.18.0000442
Sale Keramik Merk Roman semua ukuran disc 10rb/Box Jl.Batan Kendal No.16 Dps 082237888883
B.BP.001.11.18.0000747
KEHILANGAN Hlg BPKB F1685601-O AN Sarah Sabrina Jln Pemuda III No.4 LK Tengah Renon Dps 082146171089
B.BP.014.11.18.0000548
Hlg BPKB No.M08245676-0 a/n Nyoman Yudiana DK 6140 VS B.BP.159.11.18.0000760
Hlg Buku KIR Pick Up Suzuki ST 150 DK 8828 DF An I Wayan Kanta Alamat Br.Tegal Lantang Dps
B.BP.001.11.18.0000600
B.BP.165.11.18.0000736
Jual/SHM/LT=640M2/L Dpn=14M Jln Dewi Sri 2 Legian/Lokasi Premium/Hp:08113999108 (Adi)
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
B.BP.001.11.18.0000630
B.BP.001.11.18.0000009
BIRO JASA
SERVICE
DIJUAL RUMAH SERVICE
RUPA-RUPA
Informasi pasang iklan Telepon
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
BANGLI
14
Senin Pon, 19 November 2018
Disparbud Optimis Penataan Penelokan Tuntas Tepat Waktu Bangli (Bali Post) Proyek penataan objek wisata Penelokan, Kintamani sudah berjalan sejak beberapa bulan terakhir. Hingga pertengahan November ini, realisasi proyek tersebut mencapai 62 persen. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli optimis proyek yang menelan anggaran Rp 12 miliar itu bisa tuntas tepat waktu. Kepala Disparbud Kabupaten Bangli I Wayan Adnyana, Minggu (18/11) kemarin, mengatakan sesuai kontrak kerja, proyek penataan Penelokan dikerjakan selama 3 bulan kalender. Dimulai sekitar Oktober dan tuntas Desember mendatang. Dengan capaian 62 persen, artinya sudah melampaui target untuk bulan ini. Pihaknya pun memberikan apresiasi terhadap rekanan yang mengerjakan proyek itu dengan cepat. Adnyana mengatakan, saat ini masih ada beberapa item pekerjaan yang belum terselesaikan. Salah satunya pengerjaan bale panjang. Agar seluruh pekerjaan bisa tuntas tepat waktu, pihaknya telah meminta rekanan menggenjot pengerjaan. ‘’Kita minta rekanan untuk melemburkan pekerja mengingat limit waktunya sudah makin dekat,’’ terangnya. Sementara itu, belum lama ini Komisi III DPRD Bangli meninjau langsung proyek penataan Penelokan. Dipimpin Ketua Komisi Ketut Suastika, Komisi III mengapresiasi progres proyek tersebut lantaran realisasinya mampu melampaui target yang dibuat dalam time schedule. Meski demikian, Suastika tetap meminta rekanan untuk bekerja dengan baik dan konsisten mengacu time schedule yang telah dibuat sehingga proyek tersebut dapat selesai tepat waktu. ‘’Kami juga minta agar kualitas tetap diperhatikan dan disesuaikan dengan spek. Pengawas kami harapkan agar rutin hadir di sana mengawasi jalannya proyek. Jangan sampai setelah proyek selesai baru ditemukan persoalan pada kualitasnya,’’ kata Suastika belum lama ini. (kmb40)
JALAN JEBOL - Jalan jebol di Desa Sulahan, Susut.
Waktu Terbatas, Perbaikan Jalan di Sulahan Ditunda
Bangli (Bali Post) -
Perbaikan jalan jebol di Desa Sulahan, Susut, batal dilaksanakan tahun ini. Alasannya, terbentur waktu pelaksanaan yang mepet. Rencananya, perbaikan jalan yang sudah nyaris putus di kampung Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta itu dikerjakan tahun depan.
Bali Post/ina
PENELOKAN - Proyek penataan objek wisata Penelokan, Kintamani.
Tenggak Racun Ulat, Pria di Pengotan Tak Sadarkan Diri
Bangli (Bali Post) Seorang pria di Banjar Dajan Desa, Pengotan, Bangli ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di rumahnya. Diduga pria yang bernama I Wayan Bakat (33) itu nekat mencoba bunuh diri dengan cara menenggak racun ulat. Beruntung nyawa pria tersebut masih bisa diselamatkan setelah dilarikan keluarganya ke rumah sakit. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Minggu (18/11) kemarin, mengatakan, aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan I Wayan Bakat diketahui terjadi pada Sabtu (17/11) lalu. Korban ditemukan dalam keadaan tertelungkup di bale adat rumah korban oleh adiknya, I Nengah Tarsana. Ketika itu, Tarsana pulang untuk mencuci baju, sekitar pukul 11.00 Wita. Namun, saat sampai di rumah ia kaget melihat kakaknya sudah dalam keadaan tak sadarkan diri. Di dekat tubuh korban, ditemukan cairan muntahan dan berbau racun ulat. Kejadian itu disampaikan Tarsana ke saksi lainnya, I Nyoman Nyata. Tak berapa lama kemudian, keduanya langsung melarikan korban ke RSU Bangli. ‘’Saat ini korban sudah didampingi pihak keluarga dan sedang dilakukan perawatan di rumah sakit,’’ kata Sulhadi. Hingga siang kemarin, belum diketahui secara pasti apa motif dari aksi nekat yang dilakukan bapak satu anak tersebut. Namun, pihak kepolisian sudah mencatat dan mencari keterangan saksisaksi yang dianggap mengetahui kejadian itu. (kmb40)
Bali Post/ina
DIRAWAT - I Wayan Bakat saat dirawat di RSU Bangli.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUTRPerkim) Kabupaten Bangli Wayan Lawe, Minggu (18/11) kemarin, mengatakan jalan jebol tersebut awalnya direncanakan diperbaiki dengan menggunakan dana APBD Perubahan senilai Rp 400 juta. Akan tetapi, setelah dievaluasi dan dikaji oleh tim, rencana terpaksa ditunda.
Penyebabnya karena waktu efektif yang tersedia untuk memperbaiki jalan itu sangat minim yakni hanya 15 hari. ‘’Jadi, tidak bisa sekarang,’’ terangnya. Menurut Lawe, perbaikan jalan jebol di Sulahan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Dalam perbaikannya nanti, akan diawali dengan pembuatan dinding penahan tanah (DPT) sebelum dilakukan pengaspalan. ‘’Pembua-
tan DPT itu yang perlu waktu lama,’’ ujarnya. Karena belum bisa dilaksanakan saat ini, rencananya perbaikan jalan jebol itu dianggarkan kembali untuk dikerjakan tahun 2019 mendatang. Terkait tertundanya perbaikan, Lawe akan segera menyampaikannya ke Wabup. Jalan di Desa Sulahan itu mulai jebol sejak awal tahun lalu. Saat itu masih belum parah. Untuk memperbai-
Bangli (Bali Post) Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi para guru PNS di Kabupaten Bangli tak kunjung cair. Padahal sesuai penjelasan tertulis yang telah dikirimkan Kemendikbud beberapa bulan lalu, dinyatakan tidak ada larangan bagi Pemerintah Daerah untuk memberikan tambahan penghasilan bagi guru yang telah bersertifikasi maupun non- sertifikasi. Ketua PGRI Kabupaten Bangli Nengah Wikrama, Minggu (18/11) kemarin menyebutkan, TPP guru PNS di Bangli belum cair sejak Januari lalu. Sesuai Perbup No. 17 Tahun 2018 yang diterbitkan pada Juli, tercantum pencairan TPP untuk guru PNS di Bangli akan dilakukan mulai Juli. Sementara untuk Januari hingga Juni, nasib pencairannya tidak jelas. ‘’Sejak terbit Perbupnya, sampai sekarang belum dibayar. Kendalanya apa, mungkin karena laporan kinerja dan sebagainya. Yang tahu itu Disdik,’’ ungkapnya. Pihaknya berharap pencairan TPP tidak hanya dari Juli, melainkan dari Januari seperti halnya yang telah diterima PNS lainnya. Ini dalam rangka menjamin prinsip keadilan dan kes-
etaraan. Diungkapkan Wikrama, dalam Perbup terdapat ketimpangan yang cukup jauh antara nilai TPP yang diterima guru dengan pegawai fungsional umum lainnya. Meski golongannya sama, sesuai Perbup terbaru, guru non-sertifikasi hanya diberikan TPP Rp 250 ribu. Sementara untuk guru bersertifikasi golongan IV diberikan Rp 500 ribu per bulan dan Rp 490 ribu untuk guru bersertifikasi golongan III. Sedangkan pegawai fungsional umum seperti pegawai TU, nilai TPP jauh lebih besar yakni Rp 1,8 juta. ‘’Kalau tahun 2017 lalu, besaran TPP yang diterima sama. Sekarang terlalu timpang. Sangat-sangat tidak adil,’’ terangnya. Pihaknya menyayangkan adanya perbedaan yang jauh dalam pemberian TPP bagi guru dan tenaga fungsional umum lainnya. Padahal dari segi kriteria dan persyaratan, pengangkatan guru jauh lebih sulit dibandingkan pegawai lainnya, karena ada tambahan akta IV. Untuk mendapatkan akta IV, seorang guru membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. ‘’Kalau pegawai lain kan tidak pakai akta IV,’’ terangnya. Meski demikian, pi-
haknya tidak bisa berbuat banyak terkait pemberian TPP dari Pemkab Bangli tahun ini. Mengingat saat ini sudah menjelang akhir tahun, pihaknya berencana mengusulkan agar dilakukan perubahan nominal pemberian TPP pada tahun 2019 mendatang. Ada empat poin yang akan disampaikan. Pertama, untuk guru non-sertifikasi, pemberian TPP diusulkan 100 persen. Maksudnya, nilai TPP-nya diusulkan sama dengan nilai yang diterima PNS lainnya. Kedua, untuk guru sertifikasi, nilai TPP diusulkan 75 persen dari PNS lainnya. Pertimbangannya, karena guru sertifikasi sudah mendapat tunjangan sertifikasi dari pemerintah pusat. ‘’Sebenarnya, tunjangan sertifikasi yang kami terima ini prinsipnya berbeda dengan TPP yang diberikan daerah. Sertifikasi ini dananya dari pusat untuk meningkatkan profesionalisme guru. Kalau yang diberikan dari daerah kan untuk tamba-
kinya, Dinas PUTRPerkim sejatinya telah menganggarkan Rp 200 juta. Namun belum sempat diperbaiki, kerusakan jalan ternyata semakin bertambah parah lantaran terus menerus diguyur hujan. Terkait jebolnya jalan itu, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta sempat berkomentar. Saat memimpin apel disiplin beberapa bulan lalu, Sedana Arta mengaku bahwa dirinya sering menerima keluhan masyarakat. Bahkan di media sosial dia sering dimaki-maki warga yang kecewa dengan lambannya penanganan pemerintah. Atas kondisi itu, Sedana
Arta pun secara tegas meminta Kepala Dinas PUTRPerkim Wayan Lawe untuk profesional dalam melaksanakan tugasnya. Wayan Lawe diminta untuk menjalankan tugas utama dalam memperbaiki infrastruktur jalan. Sementara itu, berdasarkan pantauan Minggu (18/11) kemarin, kondisi jalan yang berada di barat simpang tiga Desa Sulahan tersebut sudah sangat parah. Panjang badan jalan yang jebol mencapai kurang lebih 10 meter. Jalan tersebut tak lagi bisa dilintasi kendaraan roda empat. Sudah ada dua warga yang terperosok di dalamnya. (kmb40)
han kesejahteraan pegawai. Walaupun demikian, kami legowo menerima TPP 75 persen saja,’’ kata Wikrama. Ketiga, pihaknya juga akan mengusulkan adanya pemberian tambahan TPP sebesar 50 persen, bagi guru-guru yang ditugaskan di daerah sulit. Tambahan ini dimaksudkan untuk membantu biaya transportasi dan biaya risiko kerja. Keempat, mengingat tugas dan tanggung jawab yang diemban cukup besar, PGRI juga akan mengusulkan adanya pemberian tambahan T P P 5 0
persen bagi kepala sekolah dan tenaga pengawas. ‘’Usulan ini masih kami proses dan akan segera kami sampaikan ke Bupati dan DPRD, mengingat sekarang sedang pembahasan APBD. Kami mohon eksekutif dan legislatif dapat merancang anggarannya dengan prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan dan penghargaan profesi guru,’’ jelasnya. (kmb40)
TPP Guru Tak Kunjung Cair
15
Senin Pon, 19 November 2018
Bersikap Inklusif di Era Ekonomi Digital Jakarta (Bali Post) –
Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya bersikap inklusif dalam era ekonomi digital. Jokowi mengatakan itu saat pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation Business Advisory Council (ABAC). Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangannya, Minggu (18/11) kemarin, menyebutkan dalam pertemuan dengan tema ‘’Inclusion in the Age of Disruption: Charting a Common Future’’, Presiden Jokowi bersama Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Perdana Menteri Vietnam Nguyn Xun Phc, dan Utusan Khusus Cina Taipei Morris Chang membahas isu perdagangan, ekonomi global dan digital ekonomi. Pertemuan yang dihelat di APEC Haus pada Sabtu (17/11) dihadiri pula oleh perwakilan ABAC dari keempat negara dan dimoderasi oleh Richard Cantor dari Amerika Serikat. Dari Indonesia hadir Ketua ABAC Indonesia Anindya Bakrie. Dalam dialog tersebut, sebagaimana disampaikan Direktur Kerja Sama Intra-Kawasan dan Antar-Kawasan Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri Andre Omer Siregar yang turut mendampingi Presiden Jokowi mengatakan bahwa Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa pembangunan ekonomi yang inklusif dengan menggunakan platform digital adalah prioritas pemerintah Indonesia sejak tahun 2014 dan Indonesia diperkirakan menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara tahun 2020. Sebagai gambaran, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa di Indonesia pada tahun 2017 tercatat 132,7 juta pengguna internet dan 92 juta pengguna smartphone, sehingga pemerintah harus terus menyelesaikan pembangunan infrastruktur digital dengan penambahan serat optik Palapa Ring dan penataan spektrum frekuensi untuk menyediakan akses digital yang terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, Indonesia akan terus mengimplementasikan Peta Jalan Kebijakan E-Commerce untuk mendukung pengembangan e-commerce sebanyak 17 persen dan mencetak 1.000 technopreneurs pada tahun 2020. Lebih lanjut Presiden Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia memberikan perhatian besar terhadap generasi muda untuk Revolusi 4.0 melalui pendidikan vokasi, politeknik, dan balai latihan kerja. Oleh karena itu, pemerintah mendukung pemanfaatan teknologi di semua sektor misalnya Ruangguru di bidang pendidikan, atau GoJek di bidang transportasi. Semua ini dilakukan untuk mendorong ekonomi yang inklusif, kata Presiden Jokowi. Untuk memastikan pembangunan yang inklusif di era digital, Presiden Jokowi mengingatkan agar ketimpangan digital harus diatasi melalui penyusunan peta jalan pengembangan internet of things, penyediaan pemasaran digital bagi UMKM misalnya Tokopedia, Qlapa, serta pemanfaatan digital bagi daerah tertinggal melalui kerjasama dengan marketplace dalam mengembangkan platform e-commerce berbasis potensi daerah seperti pertanian dan perikanan, dan perbaikan kurikulum sekolah agar lebih siap menyambut era digital atau digital-ready. Di era digital ini, jangan sampai dilupakan aspek inklusivitas di mana manfaat pembangunan melibatkan dan dapat dinikmati semua orang. Dikhawatirkan bahwa mengabaikan inklusivitas dapat memperburuk kesenjangan. Dan kesenjangan akan menciptakan masalah sosial dan bahkan konflik, ucap Presiden Jokowi. (ant)
Bali Post/ant
JATI BALI - Sejumlah umat Hindu membawa gebogan saat Festival Budaya Bali di Desa Jati Bali, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (18/11) kemarin. Festival Budaya Bali yang berlangsung setiap tahun ini bertujuan mempererat silaturahmi sesama umat Hindu di 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.
Sedot Pasir untuk Reklamasi
Abrasi di Sulsel Makin Parah Makassar (Bali Post) – Pascapenambangan pasir laut menggunakan kapal penyedot oleh perusahaan asal Belanda PT Royal Boskalis dan Jan De Nul di perairan laut Galesong Raya, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk keperluan proyek reklamasi Central Poin of Indonesia (CPI), menimbulkan abrasi parah. ‘’Sudah abrasi di pesisir Pantai Galesong Raya. Dampaknya sudah merusak pemakaman (kuburan) milik masyarakat di Desa Mangindara dan Desa Sampulungan. Dua pemakaman di desa itu terancam hilang karena abrasi pantai yang setiap bulan semakin bertambah,’’ ungkap Koordinator Aliasi Selamatkan Pesisir (ASP) Sulsel Muhaimin Arsenio di Makassar, Minggu (18/11) kemarin. Penambangan pasir laut itu, katanya, memberikan dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat pesisir dan nelayan
Keinginan Pasar Dari Hal. 1 Seperti kekuatan modal, adanya manajemen yang modern dan pengetahuan, memberi servis pada keinginan pasar. Keterlambatan pembayaran yang kerap dialami UMKM dan petani ketika menyuplai barang ke toko modern diharapkan agar pemerintah bisa hadir dalam keadaan itu. Pasalnya, persoalan tersebut kerap terjadi dan seakan tidak
ada solusi. Regulasi yang dimiliki Pemerintah Kota Denpasar sudah cukup baik, sehingga yang diperlukan adalah penindakan tegas dari eksekutor perda atau perwali yaitu Satpol PP melalui SOP-nya. ‘’Saya mengapresiasi pasar di Denpasar sampai meraih berbagai prestasi. Peran kita tetap memonitor agar jangan sampai pasar rakyat terjepit dan terhimpit dengan keberadaan toko modern berjaringan,’’
Agung Agra Putra
ujarnya. Pemerintah Kota pun sudah melakukan moratorium terhadap pembangunan atau pembukaan toko modern berjaringan. Permasalahan yang kerap dihadapi adalah masyarakat membangun tanpa mengurus izin terlebih dahulu, sehingga menyulitkan semua pihak dalam bertindak. Selain itu juga jumlah Satpol PP dinilai masih minim, sehingga dalam penindakan masih belum optimal. (kmb42)
Komang Sukarsana
Saling Melengkapi Dari Hal. 1 Ia pun memberi solusi agar keduanya bisa saling melengkapi. Toko tradisional dan pasar rakyat harus direvitalisasi agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Baik kelengkapan barang, penataan barang maupun pelayanan yang diberikan. Dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali A.A. Ngurah Agung Agra Putra mengatakan, toko modern dan toko tradisional dan pasar rakyat selalu dikotomikan. Namun, Aprindo sendiri beranggotakan tidak hanya toko modern berjaringan nasional tetapi juga toko ritel lokal dan toko ritel UMKM. Stigma bahwa kehadiran toko modern berjaringan telah mematikan ekonomi masyarakat lokal adalah suatu keniscayaan. Karena persaingan muncul karena adanya kebutuhan pasar. Maka dari itu toko tradisional atau warung harus
mau meng-upgrade dirinya sesuai dengan kebutuhan pasar. Memang dampak dari adanya toko modern pasti ada, maka dari itu pemerintah dengan regulasinya harus melindungi pengusaha lokal dan UMKM. Kabid Perdagangan Disperindag Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar bekerja sesuai regulasi yang ada. Regulasi tentang toko modern sudah diatur. Yang menjadi permasalahan belakangan ini adalah toko kelontong. Karena ada franchise di dalamnya yang sering menjadi backsite dari ritel modern. ‘’Kami terus mendata yang membuka gerai semacam ritel modern, itu tidak kami izinkan,’’ tandasnya. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Badung I Ketut Karpiana mengatakan, di era MEA, Pemerintah Kabupaten Badung tidak akan membatasi
investasi. Meski demikian, Diskop UKM, Perindag Badung tetap mengacu pada Perpres 112 dan Permendag. Badung juga memiliki perda pembinaan dan penataan pasar rakyat dan toko swalayan serta pusat perbelanjaan. ‘’Dari sana sudah jelas diatur siapa pun boleh berinvestasi, tapi tetap harus mengikuti aturan,’’ tandasnya. Perwakilan dari Disperindag Tabanan I Wayan Roby Mega Nanta mengatakan, hasil pertanian harus masuk ke toko modern. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Tabanan melakukan MoU dengan Aprindo yang menetapkan pengembangan produk UKM dan BUMDes pada toko modern. MoU tersebut ditindaklanjuti oleh PT Dharma Santika yang menghubungkan petani dengan toko ritel modern di bawah asosiasi Aprindo. Hal ini dilakukan agar produk pertanian Tabanan bisa masuk toko ritel modern melalui BUMDes. (kmb42)
serta keberlanjutan lingkungan hidup. Aktivitas tersebut sudah memiskinkan masyarakat pesisir dan nelayan, sebab wilayah kelola dan tangkap mereka hilang dan rusak. ‘’Sampai sekarang belum ada penanganan khusus dari pihak desa maupun pemerintah daerah serta pihak perusahaan pengeruk pasir laut itu untuk memperbaiki dan mencegah agar kerusakan ini tidak meluas,’’ ucapnya. Berdasarkan informasi masyarakat Desa Sampulungan, Daeng Muntu (Pabe), kondisi pesisir Desa Sampulungan sudah sangat memprihatikan. Abrasi mulai terjadi bulan Desember 2017 hingga bulan November 2018, yang paling parah abrasi pesisirnya terjadi dua bulan terakhir, itu disebabkan arus ombak yang besar. Abrasi terjadi pada saat
musim hujan, dan saat masuk musim kemarau, pasir ini kembali seperti semula. Tapi sekarang usai penambangan pasir laut panjang abrasi mencapai 25-30 meter dari pesisir. Belum ada respons baik dari pemerintah desa maupun kabupaten, padahal kerusakan pesisir semakin melebar. ‘’Sudah ada tiga jasad yang sudah kelihatan. Tulang belulang dan kain kafan mayatnya kelihatan di pinggir pesisir, ini belum termasuk jasad hayut di laut. Walhi bersama warga menuntut pihak pengelola reklamasi CPI bertanggung jawab,’’ tegas Muhaimin. Pascapenambangan pasir laut itu, terdapat 22 rumah kepala keluarga (KK) di Dusun Mandi, Desa Bontomaranu hilang dan kini menjadi laut. Mereka terpaksa pindah di tanah milik pemerintah desa. (ant)
WARUNG GLOBAL
Saber Pungli Jangan Menyasar yang Kecil
KASUS OTT di kawasan Pantai Matahari Terbit dan di Tirta Empul Tampaksiring menjadi sorotan. DPRD Bali bahkan sudah menggelar pertemuan dengan mengundang jajaran polisi, MUDP, desa pakraman terkait dan lainnya. DPRD Bali pun sudah mengeluarkan keputusan berupa hasil pertemuan atau kesimpulan rapat secara tertulis. Berikut tanggapan warga pada Warung Global, Sabtu (17/11). Semua harus berjalan sesuai dengan peraturan yang ada, demikian menurut Ari di Karangasem. Meskipun sudah diatur dalam awigawig atau pararem, jika ada yang melakukan pungutan liar, tetap ditindak, karena desa adat yang mengawal keajegan Bali. Sementara Made Bimasena di Gianyar berharap agar seluruh aparat, begitu juga pemimpin di masing-masing daerah jangan sampai membiarkan adanya pungli. Kepolisian juga harus menindak jika bertentangan dengan hukum. Menurut Fera di Tabanan, sebaiknya pihak kepolisian lebih concern menindak korupsi yang bernilai besar, berantas pungli apalagi soal karcis masuk, parkir itu mudah. Werdha di Gianyar menyatakan kepolisian pasti su-
dah sesuai prosedural dalam melakukan penangkapan sesuai bukti dan dasar hukum yang ada, bahkan ia mensinyalir bahwa ada banyak pungutan di masyarakat. Ini juga perlu dijelaskan mana yang liar dan mana yang sah. Semua pihak terkait harus menyamakan persepsi. Jika sudah berjalan di jalur yang benar tidak perlu takut. Sugi di Mambal menyarankan agar semua pihak mengambil tindakan persuasif agar tidak terjadi pungli. Sementara masyarakat juga ikut berperan melaporkan jika ada temuan pungli. Apa pun itu harus diperiksa lagi, diaudit, tidak ada yang lolos sensor. Demikian pendapat Ketut Dawi di Abiansemal. Jika semua punya aturan sendiri-sendiri, kacau jadinya. Semua harus tunduk pada hukum positif. (sikha)
Bali Memiliki Tiga Destinasi Digital SECARA nasional, Menteri Pariwisata Arief Yahya mencanangkan setidaknya 100 destinasi digital terbentuk di seluruh Indonesia. Di Bali ada tiga destinasi digital yaitu Tukad Bindu, Taman Edelweis di Karangasem. Dua destinasi digital itu sudah diluncurkan, namun satu lagi belum diluncurkan. Sungai biasanya diidentikkan dengan kotor dan kumuh. Namun di Tukad Bindu yang terletak di Desa Kesiman, Denpasar Timur disulap menjadi cantik dan indah, sehingga bisa menjadi destinasi digital sesuai dengan target Menpar. Bahkan 150 delegasi IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 belum lama ini kepincut dengan suasana asri dari objek wisata itu. Penggagas Yayasan Tukad Bindu I Gusti Rai Ari Temaja pada acara Peken Nusantara di Tukad Bindu menyampaikan dengan adanya gelaran event di Tukad Bindu dapat mengoptimalkan potensi masyarakat, seperti adanya Pekan Nusantara. ‘’Karena kita juga mendapat dampak positif dari apa yang diselenggarakan oleh kementerian itu sendiri,’’ ucapnya, Minggu (18/11) kemarin. Ari Temaja mengakui ke depan ada beberapa hal menjadi concern pengembangan destinasi wisata Tukad Bindu. Namun di balik itu semua, pihaknya tetap mengutamakan kebersihan lingkungan di lokasi tersebut. Selama ini banyak yang dilakukan di Tukad Bindu, mulai dari edukasi terkait dengan pola pikir masyarakat untuk lebih bisa menjaga
alam, termasuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung setelah melihat keasrian di sekitar Tukad Bindu ini. Berbagai hal yang ditawarkan itu nyatanya dapat memicu total kunjungan, yang setiap weekend jumlah masyarakat atau wisatawan yang datang ke sini bisa mencapai 500 atau bahkan 1.000 orang. Pekan Nusantara menjadi salah satu event penarik minat agar kunjungan ke destinasi digital meningkat. Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) GenPI (Generasi Pesona Indonesia) Bali yang menjadi pelaksana Pekan Nusantara Bobby Andalan mengatakan, GenPi sebagai perpanjangan tangan Kementerian Pariwisata menjadikan Tukad Bindu sebagai salah satu destinasi digital. Tujuannya untuk mengoptimalkan daya tarik Tukad Bindu yang selama ini masih tersembunyi. Lanjutnya, destinasi digital itu diwujudkan melalui event Pekan Nusantara. Melalui Pekan Nusantara, pihaknya berharap pengunjung tidak sekadar selfie (swafoto), melainkan dapat menikmati berbagai kuliner khas Pulau Dewata yang dijajakan di bantaran Tukad Bindu. ‘’Jadi destinasi digital itu destinasi yang eye catching, yang instagramable begitu sebetulnya definisinya. Nah GenPI, sebagai lokomotif dari Kementerian Pariwisata sebagai anak-anak muda kreatif, milenial, didorong oleh Kementerian Pariwisata untuk membentuk yang namanya destinasi-destinasi digital,’’ jelasnya. (kmb42)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Senin Pon, 19 november 2018
Kejuaraan SEATTA
HALANGI – Bintang Los Angeles Lakers, LeBron James (tengah), dihalangi dua pemain Orlando Magic dalam pertandingan kompetisi NBA, Minggu (18/11) kemarin.
Indonesia Peringkat Keempat Denpasar (Bali Post) Tim Indonesia hanya mendapat dua medali perunggu pada kejuaraan tenis meja Asia Tenggara bertajuk ‘’11th South East Asian Table Tennis Association (SEATTA) Championship 2018’’ di GOR Merpati, Denpasar, yang berakhir Minggu (18/11) kemarin. Indonesia merebut perunggu di nomor beregu putra dan nomor perorangan ganda putra yang dipersembahkan Deepash Bhagwani/Rahmat Taufik Pakaya. Dengan hasil itu, tim tuan rumah harus puas berada di peringkat keempat bersama Thailand sama-sama mendulang 2 perunggu. Gelar juara umum direbut Singapura yang menyabet 5 emas, 3 perak dan 6 perunggu, disusul Malaysia memperoleh 2 emas, 3 perak, dan 1 perunggu serta Filipina kebagian 4 perunggu. Menurut Bagian Luar Negeri Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMI) Jimmy Linando, prestasi atlet Singapura patut diperhitungkan ke depannya. Mereka menurunkan atlet hasil binaan dalam negeri (bukan atlet naturalisasi), namun mampu menguasai babak semifinal nomor tunggal putra dan putri. ‘’Empat atlet putra dan empat atlet putri mereka semuanya masuk babak empat besar,’’ terangnya. Jimmy yang menjabat Sekjen SEATTA dan Ketua Panpel menambahkan, pertimbangan PP PTMSI menurunkan pemain U-20, sebab selama ini Indonesia menampilkan pemain senior prestasinya biasa saja. ‘’Untuk itu, kami mencoba menurunkan skuad U-20,’’ sebutnya. Pihaknya akan fokus pada pembinaan atlet kadet (U-15), namun memerlukan biaya besar. Selain itu, dalam rangka memajukan tenis meja Indonesia, perlu dukungan pemerintah termasuk penayanangan kejuaraan di televisi. (022)
Tim Dayung Raih Dua Emas
Jakarta (Bali Post) – Sehari menjelang penutupan, tim dayung Indonesia meraih 2 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu pada Kejuaraan Perahu Naga Asia ke-13 (The 13th Asia Dragon Boat Championship) di Guangdong, Cina, yang berlangsung 14-18 November 2018. Menurut keterangan dari tim dayung Indonesia yang diterima Sabtu (17/11) malam, emas pertama Indonesia direbut dari nomor 200 meter 22 pedayung campuran dengan catatan waktu 00.45.817. Perak disabet Cina dan perunggu untuk Australia. Emas kedua Indonesia dihasilkan dari nomor 500 meter 22 pedayung campuran dengan catatan waktu 1.57.614. Perunggu dibawa pulang Australia. Kejuaraan Perahu Naga se-Asia ke-13 digelar di Danau Fosan, Provinsi Guangdong. Penyelenggara ajang ini adalah Asia Dragon Boat Federation (ADBF) dengan 18 nomor yangg dipertandingkan. Indonesia mengikuti sembilan nomor yakni 200 meter, 500 meter dan 1.000 meter masing-masing untuk 22 pedayung campuran, 12 pedayung putra dan 12 pedayung putri. Kejuaraan ini diikuti 10 negara yaitu Cina, Chinese Taipei, Makau, Indonesia, India, Australia, Jepang, Korea Selatan, Iran dan Hongkong. (ant)
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Guangzhou – Dua atlet panjat tebing Indonesia, Aspar Jaelolo dan Puji Lestari, berhasil masuk babak final nomor speed International Climbing Series Cina Open. Kejuaraan digelar di Guangzhou mulai Jumat (16/11) lalu hingga Minggu (18/11) kemarin. Di babak big final, Aspar gagal mengalahkan lawannya asal Cina Zhong QiXin dengan selisih waktu tipis 0,1 detik. Atas torehan waktunya 5,99 detik, Aspar harus puas membawa pulang medali perak dan merelakan emas untuk Zhong QiXin yang mencatat waktu 5,89 detik. Medali perunggu diraih Dmitrii Timofeev (Rusia) yang mengukir waktu 5,86 detik. Sementara di nomor women speed, hanya Puji Lestari yang berhasil masuk ke babak final. Ia gagal mengalahkan Iuliia Kaplina (Rusia) pada perebutan medali perunggu. Puji mencatat waktu 9,64 detik, sedangkan Kaplina mencatat 7,49 detik. Medali emas direbut Aleksandra Rudzinska (Polandia) dengan catatan waktu 7,69 detik, sedangkan perak diraih Mariia Krasavina (Rusia)
Magic Hentikan Lakers Florida – Orlando Magic berhasil menghentikan empat rentetan kemenangan Los Angeles Lakers dalam lanjutan pertandingan kompetisi NBA di Amway Center, Florida, Amerika Serikat, Minggu (18/11) kemarin. Magic membekuk tamunya dengan skor 130-117. Nikola Vucevic membukukan doubledouble 36 poin dan 13 rebound dalam kemenangan Magic tersebut. D.J. Augustusin menyumbangkan 22 poin, Evan Fournier 15 poin, Terrence Ross 13 poin serta Aaron Gordon dan Jonathan Simmons masing-masing membuat 12 poin. Di kubu Lakers, sang bintang LeBron James tetap menjadi pencetak angka terbanyak lewat 22 poin dan 7 rebound, diiringi 19 poin dari Lance Stephenson, 17 poin oleh Brandon Ingram, 13 poin Josh Hart, 11 poin JaVale McGee serta 10 poin yang dihasilkan
Kentavious Caldwell-Pope. Hasil itu membuat Lakers kini memiliki catatan delapan kali menang dan tujuh kalah (8-7), sedangkan Magic (8-8) meraih kemenangan kedelapan (8-8). Pada laga lainnya, Los Angeles Clippers meraih kemenangan keempat beruntun setelah mengalahkan Brooklyn Nets dengan skor 127-119, Indiana Pacers menaklukkan Atlanta Hawks 97-83, Dallas Mavericks mengatasi Golden State Warriors 112-109, Boston ditekuk Utah Jazz 86-98, Phoenix Suns dipermalukan Oklahoma City 100-110, Chicago Bulls diatasi Toronto Raptors 83-122, Houston Rockets menjungkalkan Sacramento Kings 132-112, Charlotte dikalahkan Philadelphia 76ers 119-122, Indiana Pacers memukul Atlanta Hawks 97-89 dan New Orleans memetik kemenangan 125-115 atas Denver Nuggets. (ant/rtr)
13 Atlet Cricket Bersedia Bela Bali Gianyar (Bali Post) Tercatat 13 atlet cricket Bali yang mengundurkan diri dan membela Papua dan DKI Jakarta pada Kejurnas Cricket 2018 di Lapangan Kampus Unud, Bukit, Jimbaran, Badung, pada akhir Juni lalu, kini bersedia kembali membela Pulau Dewata. Kepastian itu disampaikan Ketua Harian Pengprov Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Bali Made Erawan di Gianyar, Minggu (18/11) kemarin. ‘’Intinya, ke-13 atlet cricket itu siap mengibarkan kembali bendera Bali di ajang nasional,’’ sebutnya. Jumat (16/11) lalu bertempat di Kantor KONI Bali, Denpasar, Ketua Umum PCI Bali Cokorda Ibah Kertyasa bertemu dengan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi untuk membahas permasalahan atlet cricket ini. Di sisi lain, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi menilai permasalahan KONI Bali dengan PCI Bali telah cair. ‘’Seluruh atlet
telah bersedia membela Bali. Ke depannya yang diperlukan adalah koordinasi dan komunikasi semua pihak,’’ jelasnya. Erawan menambahkan, ke-13 atlet mengajukan surat pengunduran diri sebagai atlet. Artinya, mereka pensiun jadi atlet sehingga tak bisa membela Bali lagi atau provinsi lain. Padahal dalam AD/ART PCI Bali tidak dikenal istilah pengunduran diri, yang ada mutasi. Oleh sebab itulah mereka bersedia kembali
Bangkok – Tim nasional sepak bola Indonesia yang mengalami kekalahan 2-4 dari Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11) malam, langsung fokus menghadapi Filipina pada laga terakhir Grup B Piala
AFF 2018 di Jakarta, 25 November mendatang. Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan bertolak kembali ke Jakarta melalui Suvarnabhumi Airport Bangkok, Minggu (18/11) kemarin pukul 14.10 waktu setempat menggunakan maskapai pen-
Bali Post/ist
BELA BALI - Para atlet cricket Bali (bawah) yang sempat membela provinsi lain di kejurnas bersedia kembali membela Pulau Dewata. mengibarkan bendera daerah kelahirannya. Para atlet itu berasal dari Pengkot PCI Denpasar, Pengkab PCI Badung, Pengkab PCI Klungkung
dan Pengkab PCI Gianyar. Pada Kejurnas Cricket 2018, 12 atlet (8 putra dan 4 putri) membela Papua dan seorang atlet putri memperkuat DKI Jakarta. (022)
erbangan Garuda Indonesia. Pelatih Bima Sakti sebelumnya menyebutkan pihaknya akan menjalani semua pertandingan tanpa beban. Hal ini dilakukan agar apa yang diharapkan bisa diraih karena saat ini tinggal menyisakan satu pertandingan melawan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno. ‘’Kalau ditanya peluang kita nothing to lose saja. Kita selesaikan pertandingan fase grup ini dan yang terpenting bisa menang melawan Filipina,’’ katanya. Meski menargetkan menang atas Filipina, ada tugas besar yang harus dihadapi oleh Bima Sakti, yakni mengembalikan mental pemain setelah kalah dari Thailand meski mampu unggul terlebih dahulu. Indonesia kini berada di posisi keempat klasemen sementara Grup B dengan raihan 3 poin dari tiga pertandingan. Posisi
puncak ditempati Thailand (6) diikuti Filipina (6), Singapura (3) dan Timor Leste (0) sebagai juru kunci. Di bagian lain, Bima Sakti mengaku bertanggung jawab atas pemilihan Awan Setho menjadi penjaga gawang timnas saat menghadapi Thailand. Pemilihan kiper Bhayangkara FC ini jelas kejutan mengingat saat kalah dari Singapura 0-1 dan menang atas Timor Leste 3-1 gawang timnas di bawah kendali Andritany Ardhiyasa. ‘’Pertimbangannya begini. Andritany sudah main dua kali, sedangkan perkembangan Awan baik. Saya koordinasi dengan tim pelatih untuk menentukannya. Soal kesalahan Awan saya bertanggung jawab sepenuhnya,’’ paparnya terkait kiper yang membela timnas dari level U-19 dan tampil pada SEA Games 2017 di Malaysia itu. (ant)
Timnas Fokus Lawan Filipina
Bali Post/ant
LUPAKAN – Riko Simanjuntak (kiri) mesti melupakan kekalahan dari Thailand dan fokus bersiap menghadapi Filipina.
Aspar Jaelolo Rebut Perak di Cina yang menorehkan waktu 8,71 detik. Aries Susanti Rahayu yang biasanya tampil maksimal di speed, kali ini performanya menurun. Aries gagal masuk empat besar setelah catatan waktunya di babak perempatfinal memburuk yakni 9,48 detik. Padahal di perdelapanfinal membuat waktu 8,13 detik dan di kualifikasi menorehkan 7,80 detik. Sebelumnya, Ketua II PP FPTI Pristiawan Buntoro menjelaskan, pihaknya tidak menargetkan apa pun dalam laga kali ini. Sebab, Cina Terbuka baru pertama kali digelar dan menggunakan sistem yang agak berbeda dibanding kompetisi panjat tebing pada umumnya. Dalam kompetisi ini ada perbedaan antara atlet unggulan, yakni atlet yang menempati peringkat 10 besar dunia dan atlet lain. Dari Indonesia ada tiga atlet unggulan yang diundang secara khusus oleh pihak Chinese Mountaineering Association (CMA) yakni Aries Susanti Rahayu (peringkat ke-4 dunia), Aspar Jaelolo (8) dan Agustina Sari (10). Dua atlet yang turut diberangkatkan ke Cina adalah Puji Lestari dan Alfian M Fajri. (kmb)