terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 64 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Deklarasi Damai Pilkel Serentak
Polisi Perketat Pemeriksaan Kendaraan
Sepanjang 2019, Puluhan ODGJ Diamankan
Pemilihan perbekel (pilkel) serentak di Kota Denpasar segera digelar. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan undang calon perbekel untuk deklarasi damai pilkel serentak.
Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, pihak kepolisian memperketat keamanan. Salah satunya dengan memeriksa kendaraan yang melintas di jalan nasional Denpasar-Gilimanuk.
Satpol PP Kabupaten Gianyar gencar melakukan penangkapan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sepanjang 2019 hingga awal Oktober ini, sudah ada 42 ODGJ yang diamankan
TABANAN | HAL. 7
DENPASAR | HAL. 2
GIANYAR | HAL. 9
Jokowi-JK Ucapkan Terima Kasih
Jakarta (Bali Post) – Setelah lima tahun bekerja keras bersama-sama mewujudkan program kerja, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyampaikan terima kasih kepada para menteri di Kabinet Kerja. Selain itu, Jokowi juga meminta maaf kepada para menterinya karena dalam menjalankan tugas melayani 260 juta penduduk Indonesia, ada kebijakan dan sikap yang tidak berkenan.
TERIMA KASIH JK - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bersama Menlu Retno Marsudi, Menkeu Sri Mulyani, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro), dan Wamenlu AM Fachir serta sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Luar Negeri berfoto bersama. Jusuf Kalla mendapat cenderamata lukisan serta kejutan perpisahan dari ASN Kementerian Luar Negeri karena akan purnatugas sebagai wakil presiden pada 20 Oktober.
Sampaikan Pidato Terakhir
Jakarta (Bali Post) – Wakil Presiden Jusuf Kalla akan mengakhiri masa jabatannya. Setidak-tidaknya selama menjabat sebagai wakil presiden, JK -- panggilan akrab putra asli Makassar ini -- telah berpidato sebanyak 600 kali. Pidatonya pada peluncuran Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Jumat (18/10) kemarin, merupakan pidato ke-601 sekaligus sebagai pidato terakhir sebagai wapres. ‘’Ini hari terakhir kerja bagi saya selama lima tahun menjadi wakil presiden, dan ini
pidato saya yang terakhir, setelah selama lima tahun kira-kira lebih dari 600 pidato, ini berarti pidato ke-601,’’ kata JK di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri. Selain pejabat dalam negeri dan undangan, pidato JK terakhir itu juga dihadiri para duta besar negara sahabat dan perwakilan organisasi internasional yang berkantor di Indonesia. Saat pidato, JK didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bam-
bang Brodjonegoro. Retno dan Sri Mulyani yang berdiri di dekat JK saat pidato terlihat sesekali menyeka mata mereka mendengar kata-kata perpisahan alias kata-kata pamit dari jajaran pemerintahan. Pada pidato terakhirnya di Gedung Pancasila itu, JK menyatakan, ‘’Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri yang selalu bekerja membantu saya selama lima tahun, barangkali saya pejabat yang paling sering ke luar negeri di samping menteri luar negeri tentu, yang paling
merepotkan.’’ Usai acara, JK mendapatkan kejutan dari pegawai di lingkungan Kementerian Luar Negeri yang sudah menunggu di luar Gedung Pancasila. Para duta besar perwakilan negara sahabat dan pegawai Kementerian Luar Negeri menyambut JK. Mereka membawa balon bertuliskan ‘’Terima Kasih Pak JK’’. Retno Marsudi juga secara simbolis menyerahkan lukisan foto JK ketika menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB di New York pada September lalu. (ant)
Persiapan Pelantikan 95 Persen
Bali Post/ant
SIMULASI - Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan simulasi pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden saat geladi kotor di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (18/10) kemarin.
Jakarta (Bali Post) Sekretaris Jenderal MPR Ma’ruf Cahyono memastikan persiapan pelantikan presiden dan wakil presiden sudah mencapai 95 persen. Pihak Kesetjenan juga menyebut persiapan sudah maksimal. Tidak hanya pada pengamanan saja, melainkan juga tata cara persidangan dan saranaprasarana. ‘’Dan besok ada gwladi resik, geladi resik ini sudah final saya kira dan lusa hari Minggu tentu tinggal pelaksanaan,’’ kata Ma’ruf kepada wartawan sebelum geladi kotor berlangsung Jumat (18/10) kemarin. Mengingat acara pelantikan nanti akan dihadiri sejumlah tamu undangan penting seperti kepala negara/ kepala pemerintahan, utusan khusus, serta para duta besar negara tetangga. Oleh karena itu, semuanya harus dipersiapkan agar jangan sampai salah dan memalukan bangsa dan negara. Hal. 15 Paranormal
Ucapan terima kasih dan permintaan maaf disampaikan Jokowi dan JK dalam acara Silaturahmi Presiden Republik Indonesia dengan Wakil Presiden Republik Indonesia dan para Menteri Kabinet Kerja di Istana Negara Jakarta, Jumat (18/10) kemarin. ‘’Ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Wakil Presiden beserta Ibu telah bersama-sama dengan kami, dengan kita semua kerja keras untuk negara ini atas amanah yang diberikan kepada kami berdua selama 2014-2019 ini,’’ kata Jokowi. Ia menambahkan, ucapan terima kasihnya kepada seluruh jajarannya sekaligus permohonan maaf. ‘’Saya juga minta maaf sering Bapak/Ibu saya ganggu tengah malam, saya enggak sekali dua kali telepon ke Pak Tito, Panglima, Kepala BIN, Bu Menkeu tengah malam saya telepon, Bu Menteri Retno Marsudi, Pak Basuki juga sama. Saya kira itu gangguan-gangguan yang sering saya harus lakukan karena negara ini memerlukan kerja
kita semua,’’ katanya. Sementara itu, JK juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada para menteri karena tanpa dorongan dan petunjuk Presiden tidak akan bisa mencapai hal-hal seperti saat ini. Ia pun meminta maaf atas semua yang menurut dia belum sempurna dan perlu untuk disempurnakan ke depan. JK mengucapkan selamat bekerja kepada para menteri yang akan berlanjut mengemban tugas dalam kabinet baru. ‘’Bagi teman-teman yang akan mengemban tugas bersama Bapak Presiden lagi saya sampaikan selamat bekerja semoga semuanya sukses kita doakan, bagi teman-teman yang ikut sama saya artinya istirahat, kita lanjutkan mendukung memberi pandangan dan juga harapan kepada Presiden dengan tim yang akan datang,’’ katanya. Jokowi dan JK mengaku sangat berterima kasih dan terbantu dengan dukungan pemikiran dan gagasan para pembantunya dalam lima tahun terakhir. (ant)
Kesan Bekerja Bersama Jokowi ’’Dalam satu bulan ini saya diwawancarai 35 kali, salah satu yang paling sering ditanyakan adalah apa yang paling menarik dalam lima tahun bekerja bersama Pak Jokowi, saya pikir apa yang paling menarik? Karena saya bilang semua menarik.’’ Jusuf Kalla Wakil Presiden
’’Selalu menarik karena Pak Presiden memberikan kewenangan penuh, dia menetapkan target dan arahan apa yang akan dikerjakan. Saya merasa sangat puas bergabung dalam tim Pak Jokowi dan bisa menyumbangkan sesuatu terutama industri pariwisata.’’ Arief Yahya Menteri Pariwisata
’’ Saya harus bisa mengimbangi kecepatan beliau. Jadi makanya kalau beliau ke lapangan satu kali, saya harus dua kali, dan hati-hati dengan beliau karena beliau kelihatannya iyaiya, tapi pasti dicek.’’ Basuki Hadimuljono Menteri PUPR
’’ Pak Presiden sangat jelas memberikan guidance sehingga kita juga paham bagaimana menyelesaikannya.’’ Sri Mulyani Menteri Keuangan
Harapan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin Harian Bisnis Bali Selamatkan dan Jaga Air Bali Sebagai kawasan pariwisata dunia, Bali dihadapkan dengan permasalahan keterbatasan pasokan air. Apa saja yang dilakukan? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Garam Kusamba Didaftarkan Melindungi dari pemalsuan, garam Kusamba didaftarkan lewat finalisasi fasilitasi pendaftaran indikasi geogafis oleh Badan Ekonomi Kreatif. www.denpostnews.com
Serius Bangun SDM Sesuai Janji Kampanye MINGGU (20/10) besok, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dilantik. Banyak harapan dari janji-janji politik yang diinginkan masyarakat kepada pemerintahan Jokowi pada jilid II ini. Salah satunya pada bidang pendidikan. Apalagi, setelah pada periode sebelumnya memprioritaskan pembangunan infrastruktur, kini Jokowi memiliki rencana pembangunan atau kebijakan strategis pada aspek peningkatan kualitas sumber
daya manusia (SDM). Tentu lembaga pendidikan, terutaman perguruan tinggi, mempunyai peran penting dalam hal mencetak lulusan SDM yang berkualitas, bermutu, dan berdaya saing. Ketua Pengurus Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BP-PTSI) Wilayah Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. menyambut baik kebijakan strategis yang dicanangkan Jokowi pada masa pemerintahan jilid II ini. Menurutnya, investasi pada aspek peningkatan kualitas SDM
bersifat jangka panjang. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan lebih mengoptimalkan bantuan dana dan perhatiannya kepada perguruan tinggi. Terlebih kepada PTS agar perhatian dan porsi bantuan dana lebih dimaksimalkan. Sebab, dikatakan, selama ini perhatian dan bantuan dana yang digelontorkan pemerintah timpang antara PTN dan PTS. Apalagi saat ini tidak ada perbedaan antara PTN dan PTS dari segi penilaian lembaga. Hal. 15 Kebijakan Anggaran
I Ketut Ardhana
A.A. Gede Oka Wisnumurti
Sabtu Paing, 19 Oktober 2019
FIGUR Tertib Administrasi Kependudukan ANAK-ANAK di Kota Denpasar masih ada yang belum memiliki akte kelahiran. Padahal akte kelahiran merupakan data keterangan administrasi kependudukan yang sangat vital, terutama saat anak-anak memasuki usia sekolah. ‘’Saya meminta kepada warga Denpasar tertib administrasi kependudukan. Bagi yang belum mengurus akte kelahiran putra-putrinya agar segera menyelesaikannya. Kasihan nanti tidak bisa diterima di sekolah atau terjadi gangguan,’’ tegas anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar I Nyoman Sumardika, Kamis (17/10). Pria yang akrab disapa Man Ligir ini meminta agar pemerintah segera mencarikan solusi terhadap anak yang belum punya akte kelahiran. Salah satunya dengan mempermudah birokrasi atau layanan. Menurut mantan Kepala PD Pasar Badung ini, jangan sampai persoalan administratif menjadi penghalang hak anak Indonesia dalam mendapatkan pendidikan yang layak, sesuai amanat UUD 1945. Terkait rencana pembangunan beberapa sekolah baru di Denpasar, politisi yang menekuni usaha dekorasi ini meminta Disdikpora Kota Denpasar agar lebih sering blusukan ke sekolah menengah yang menjadi kewenangan Kota Denpasar. Tujuannya agar bisa memetakan sektor prioritas, bukan semata-mata karena kedekatan. Persoalan guru juga tak lepas dari sorotannya. Penambahan sekolah harusnya diimbangi dengan penambahan jumlah guru. ‘’Sekarang kan sudah dibangun SMP Negeri 13 Denpasar dan mungkin akan ditambah lagi SMP negeri baru. Bagaimana soal gurunya? Kita harus duduk bersama mencari solusi, apakah diangkat guru kontrak, honor, atau bagaimana,’’ katanya mengingatkan. (win)
Bali Post/kmb36
DEKLARASI - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan dan Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto saat Deklarasi Damai Pilkel Serentak di Denpasar, Jumat (18/10) kemarin.
Perbekel Terpilih Diingatkan Pemprov Kejar 51 Persen Saham BPD Bali Jangan Korupsi Dana Desa
Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali kini tengah mengejar kepemilikan 51 persen saham di Bank BPD Bali, yakni dengan menambah penyertaan modal, baik secara tunai maupun berupa aset. Pasalnya, Pemprov juga berkeinginan menjadi pemegang saham pengendali sesuai aturan terbaru dalam PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). ‘’Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan sekarang tentang Badan Usaha Milik Daerah, disarankan ada satu pemegang saham yang bisa menguasai 51 persen. Kita menuju ke sana supaya menjadi pemegang saham pengendali,’’ ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra usai mengikuti rapat tertutup pembahasan Rancangan KUA-PPAS 2020 di DPRD Bali, Jumat (18/10) kemarin. Menurut Dewa Indra, saat ini memang belum ada pemegang saham pengendali di Bank BPD Bali. Namun hanya ada pemegang saham mayoritas yakni Pemkab Badung. Saham pengendali dan saham mayoritas dikatakan berbeda karena untuk menjadi pengendali harus memiliki saham 51 persen. Selain itu, bila menilik sejarah, Bank BPD Bali dulu didirikan oleh Pemprov Bali dengan mengajak pemerintah kabupaten/kota. Pemprov Bali dulunya juga merupakan pemegang saham mayoritas. ‘’Supaya Bank BPD ini juga memberikan kebijakan-kebijakan untuk seluruh Bali, maka alangkah baiknya kalau posisi saham itu bisa kembali ke provinsi. Kalau Pemprov pasti berpikir seluruh Bali, kalau kabupaten pasti kabupaten,’’ jelasnya. Oleh karena itu, lanjut Dewa Indra, Pemprov Bali berencana menambah modal tunai Rp 30 miliar dan aset pada tahun 2020. Aset Pemprov yang sekarang dimanfaatkan untuk Kantor Samsat Pembantu di sebelah barat Kantor Pusat Bank BPD Bali itu masih akan ditentukan nilainya oleh tim appraisal. Penyertaan aset lantaran Bank BPD Bali membutuhkan pengembangan kantor seiring dengan pertumbuhan bisnisnya. Dari tahun ke tahun, keuntungan Bank BPD Bali semakin meningkat sehingga deviden untuk para pemegang saham juga terus naik. ‘’Modalnya perlu ditambah karena tingkat keuntungannya makin baik, kemudian keinginan Pemprov dan pemerintah kabupaten/ kota untuk meningkatkan peran BPD dalam pembangunan daerah. Bukan hanya dalam penyaluran kredit konsumtif,’’ imbuhnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengatakan, Pemprov Bali bisa menjadi pemegang saham mayoritas jika total penyertaan modal dan aset bernilai Rp 230 miliar. Jika appraisal aset ternyata di bawah Rp 200 miliar, maka modal akan ditambah lagi pada anggaran berikutnya (APBD Perubahan 2020 atau APBD Induk 2021 - red). Dikatakan, pihaknya mendorong Pemprov menjadi pemegang saham mayoritas agar Bank BPD Bali bisa berperan serta untuk pembangunan ekonomi kerakyatan di seluruh Pulau Dewata. ‘’Kalau provinsi pemegang saham mayoritas dan pengendali, kebijakan-kebijakannya lebih terarah,’’ ujarnya. Menurut Sugawa Korry, penambahan penyertaan modal provinsi di Bank BPD Bali selama ini berjalan lambat karena sempat ada perbedaan pendapat di antara dewan. Artinya, dulu ada dewan yang tidak setuju dengan penambahan tersebut. (kmb32)
Denpasar (Bali Post) Pemilihan perbekel (pilkel) serentak di Kota Denpasar akan dilaksanakan Minggu (27/10). Untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif terkait pilkel tersebut, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan mengundang calon perbekel mengikuti Deklarasi Damai Pilkel Serentak 2019 untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif yang dilaksanakan di Mapolresta Denpasar, Jumat (18/10) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Kapolresta mengingatkan perbekel terpilih nanti supaya jangan sampai terlibat korupsi dana desa. ‘’Kalau nanti mereka terpilih akan menjadi pemimpin desa dan mendapat anggaran atau dana desa. Gunakanlah anggaran tersebut untuk pembangunan di desanya, misalnya bikin jembatan dan lainnya. Jangan dipakai untuk kepentingan pribadi. Kalau itu terjadi, pasti kami akan melakukan penyelidikan terkait Undang-undang Tindak Pidana Korupsi,’’ tegasnya.
Menurut mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini, pilkel tahun ini diikuti 62 orang calon di 23 desa. Deklarasi Damai Pilkel Serentak 2019 ini juga disaksikan Dandim 1611/ Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto. Pada kesempatan tersebut, calon perbekel se-Kota Denpasar sepakat menolak terorisme, radikalisme dan anarkisme, serta mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. ‘’Saya bersama Bapak Dandim, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar
memberikan beberapa arahan supaya sama-sama menjaga keamanan selama pilkel. Supaya Bali khususnya Kota Denpasar tetap aman, nyaman dan kondusif,’’ ujarnya. Mantan Kapolres Badung ini berharap calon perbekel yang kalah tetap mematuhi aturan-aturan hukum. Calon perbekel yang kalah juga diingatkan tidak mengajak massanya melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. ‘’Jika itu terjadi, maka kami dan TNI akan melakukan tindakan tegas. Yang kami antisipasi yaitu keributan antarpendukung. Tapi saya yakin dan percaya di Denpasar aman. Pilpres saja aman nyaman dan damai, apalagi pilkel ini,’’ ujarnya seraya meminta dukungan masyarakat dan calon perbekel untuk bersama-sama menjaga situasi aman dan kondusif. Dandim 1611/Badung Kolonel
Inf. Puguh Binawanto mengatakan, pihaknya akan bersinergi dengan Polresta Denpasar untuk membantu pengamanan pilkel serentak di Kota Denpasar. Ia mengharapkan dukungan semua pihak, termasuk pendukung calon perbekel agar melaksanakan pemilihan ini sesuai aturan yang berlaku. ‘’Pesan kami, siap bertanding, siap kalah. Jangan merusak status atau hubungan sosial yang berlaku selama ini, karena di Bali adat budaya serta kegiatan agamanya luar biasa,’’ tegasnya. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Kasus Dugaan Penyimpangan APBDes Dauh Puri Klod di Tangan BPKP Denpasar (Bali Post)Pihak Badan Pengawas Pembangunan dan Keuangan (BPKP) Perwakilan Provinsi Bali dikabarkan sudah merampungkan audit kerugian keuangan negara, dalam kasus dugaan penyimpangan dana APBDes Dauh Puri Klod, Denpasar Barat. Hanya, hingga Jumat (18/10) kemarin pihak BPKP belum melimpahkan hasil audit itu ke kejaksaan sebagai tindak lanjut, apakah akan ada tersangka atau tidak dalam kasus yang konon merugikan negara hingga Rp 1 miliar itu. Kunci dalam perkara ini saat ini ada di tangan BPKP. Informasi yang diterima Bali Post, BPKP memang sudah merampungkan audit. Namun belum ditandatangani oleh pihak yang berwenang. “Mungkin pekan depan baru bisa diserahkan ke kejaksaan. Masih menunggu
tanda tangan saja,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya. Dikonfirmasi terpisah, Kasi Intel Kejari Denpasar I Gusti Ngurah Agung Ary Kesuma tidak menampik jika hasil audit sampai saat ini belum diserahkan BPKP. “Kemungkinan pekan depan diserahkan,” katanya. Disinggung pengusutan kasus ini dinilai lamban, Ary Kesuma memberi jawaban diplomatis. “Kami sudah bekerja maksimal untuk pemeriksaan dan penyidikan. Sekarang tinggal menunggu audit,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, meski belum jelas tersangka dugaan korupsi APBDes Dauh Puri Klod, namun kerugian negara sudah bisa ditaksir nilainya mencapai Rp 1 miliar. Mantan Kajari Denpasar Jehezkiel Devy Sudarso kepada awak media mengungkapkan, BPKP telah merampungkan hasil per-
hitungan kerugian negara. Menurutnya, hasil BPKP ini hampir sama dengan perhitungan penyidik Pidsus Kejari Denpasar sebelumnya. Dalam kasus ini diduga ada penyelewengan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) sebesar Rp 1 miliar lebih. Dugaan penyelewengan muncul ketika selisihnya antara Silpa APBDes Dauh Puri Kelod tahun 2017 sebesar Rp 1,95 miliar berbeda dengan dana yang masih dipegang oleh mantan Perbekel I Gusti Made Wira Namiartha, bendahara, dan kaur keuangan. Dalam kasus ini sudah ada pengembalian ke kas daerah sekitar Rp 300 juta lebih. Yaitu dari mantan Perbekel Dauh Puri Klod I Gusti Made Wira Namiartha sebesar Rp 8,5 juta, kaur keuangan Rp 102 juta dan bendahara Rp 144 juta. Sedangkan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sekitar Rp 770 juta. (kmb37)
Dewan Siap Hibahnya Dipotong Rp 1 Miliar Bali Post/ist
CENDERAMATA - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menerima cenderamata dari pejabat FBI.
Polda Undang FBI Saat Peresmian Museum Bom Bali
Denpasar (Bali Post)Pejabat FBI bertemu dengan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose di Mako Brimob Tohpati, Denpasar Timur, Kamis (17/10) lalu. Pada kesempatan tersebut, Kapolda Golose mengundang FBI saat peresmian Museum Bom Bali di Lapangan Tembak Tohpati akhir tahun ini. Kapolda Golose mengungkapkan, selama ini Polda Bali sering mendapat bantuan dari FBI dalam menangani kasus yang ada di Pulau Dewata ini. Tentunya bantuan tersebut tetap sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Jhon Kim selaku FBI Legal Attache didampingi Nathan Le sebagai FBI Assistant Legal Attache mengatakan, maksud dan tujuannya berkunjung ke Polda Bali untuk memperkenalkan diri selaku FBI Legal Attache Indonesia yang baru sekaligus meningkatkan kerja sama yang sudah terjalin degan baik selama ini antara FBI dengan Polda Bali. Ia menyampaikan akan selalu siap membantu Polda Bali apabila ada permasalahan. Diharapkan, ke depan Polda Bali dan FBI selalu bekerja sama dengan baik dalam memberantas kejahatan. (kmb36)
Topik : Perbekel Terpilih Diingatkan Jangan Korupsi Dana Desa
Denpasar (Bali Post) Pemantapan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2020 berlangsung alot di DPRD Bali, Jumat (18/10) kemarin. Rapat antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bali dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi itu sempat diwarnai skorsing sekitar 15 menit. Salah satunya menyangkut rencana pemotongan hibah yang difasilitasi dewan untuk membiayai program prioritas Gubernur Bali. “Biasa itu kalau bicara anggaran kan harus ada kesepahaman, mana anggaran prioritas yang didahulukan,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry usai memimpin rapat yang berlangsung tertutup itu. Sugawa Korry menambahkan, dewan pada intinya memfasilitasi hibah untuk masyarakat. Kemudian saat ini ada pula kepentingan dalam rangka mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang membutuhkan anggaran lebih besar. Sedangkan peningkatan pendapatan daerah tidak sebesar kebutuhan, sehingga memang harus ada pos yang ‘diikhlaskan’. “Kita dari DPRD memahami itu. Jadi fasilitasi hibah dikurangi. Nanti kalau kondisi sudah memungkinkan, kembali lagi diberikan,” jelas Politisi Golkar ini. Menurut Sugawa Korry, fasilitasi hibah oleh dewan sebetulnya penting. Akan tetapi lebih penting program prioritas Gubernur. Awalnya eksekutif meminta agar alokasi hibah dipotong dari Rp 4 miliar per anggota dewan menjadi Rp 2,5 miliar. Setelah dilakukan diskusi, pemotongan disepakati Rp 1 miliar saja dari Rp 4 miliar menjadi Rp 3 miliar per anggota. Ini adalah bentuk kerja sama antara eksekutif dan legislatif di dalam menggunakan hak budgeting. “Sudah kita sepakati, walaupun sempat diskusinya panjang. Sempat ada skorsing juga kira-kira 15 menit, akhirnya sepakat semua,” tegasnya. Di sisi lain, lanjut Sugawa Korry, performance RAPBD 2020 yang awalnya terkesan negatif alias turun dari tahun anggaran 2019,
Bali Post/ist
RAPAT - Suasana rapat antara Banggar DPRD Bali dengan TAPD Provinsi Bali membahas rancangan KUA dan PPAS 2020 yang berlangsung tertutup. juga sempat disoroti. Sebab, dewan menghendaki agar performance RAPBD 2020 harus optimis atau meningkat dari sebelumnya. “Tetap kita harus mengesankan optimis,” imbuhnya. Dikonfirmasi terpisah, Ketua TAPD sekaligus Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, rancangan KUA-PPAS 2020 yang sudah disepakati akan dibawa ke dalam Rapat Paripurna Rabu (30/10). Rancangan pendapatan dan belanja daerah sebelum dihitung dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) memang lebih rendah bila dibandingkan APBD Induk 2019. Masing-masing Rp 5,313 triliun lebih untuk
pendapatan daerah dan Rp 5,756 triliun lebih untuk belanja daerah. Tapi setelah dihitung dengan DAK, pendapatan daerah dirancang Rp 6,605 triliun lebih dan belanja daerah dirancang Rp 7,048 triliun lebih, dengan defisit Rp 442 miliar lebih yang akan ditutupi dari Silpa. Khusus pendapatan asli daerah dirancang Rp 3,762 triliun lebih. Rancangan ini meningkat bila dibandingkan APBD 2019 yang menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp 6,323 triliun lebih, belanja daerah Rp 6,834 triliun lebih, dan pendapatan asli daerah Rp 3,587 triliun lebih. (kmb32)
Sabtu Paing, 19 Oktober 2019
Bupati Giri Prasta Inginkan Program Gertak Badung Bersih Menjadi ”Legacy” BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta melaksanakan evaluasi Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih Tahap III saat Krida bersama, di lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung Manguraja Mandala, Jumat (18/10) kemarin. Acara dirangkaikan dengan penyerahan trofi Penghargaan TOP 45 oleh Bupati Giri Prasta atas prestasi yang diraih dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Tahun 2019, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Badung I Wayan Suambara, dengan inovasi FishGo dan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan dengan inovasi Batik. Dalam arahannya, Bupati Giri Prasta menginginkan program Gertak Badung Bersih agar terus berlanjut dan berkesinambungan, dengan meningkatkan peran ASN sebagai duta Kabupaten Badung untuk memberikan
edukasi kepada masyarakat agar sadar dan peduli terhadap lingkungan. Bupati juga menegaskan ingin menjadikan program Gertak Badung Bersih menjadi legacy atau warisan yang akan dinikmati oleh generasi penerus di Kabupaten Badung. Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai Pemkab Badung yang telah melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai abdi negara dalam kaitannya dengan program Pemerintah Kabupaten Badung. ‘’Terima kasih yang setulus-tulusnya saya ucapkan kepada seluruh pegawai Pemkab Badung atas peran sertanya dalam mensukseskan program Gerakan Serentak Badung Bersih, dimana program ini juga sudah menjadi pertimbangan nasional dari 508 kabupaten/kota dan 34 provinsi se-Indonesia baru Kabupaten Badung yang bisa melaksanakan Gertak dengan tuntas,’’ terang Bupati Giri Prasta. Berbicara tentang PPNSB, program ini sudah masuk kepada pro environtment yaitu keberpihakan Pemerintah
Kabupaten Badung terhadap lingkungan. ‘’Ini merupakan salah satu contoh bahwa pegawai Pemkab Badung telah menunaikan tugas dengan baik. Maka, satu kata, kita luar biasa,’’ ujar Bupati Giri Prasta. Di sisi lain, Bupati juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Balitbang dan DLHK Kabupaten Badung yang telah menorehkan prestasinya di kancah nasional melalui dua inovasi yang mendapatkan penghargaan TOP 45 dalam kompetisi Sinovik Tahun 2019. Diharapkan dua inovasi ini menjadi kebanggaan Kabupaten Badung karena akan mewakili Indonesia di ajang UNPSA 2020. ‘’Kami berharap dua inovasi ini menjadi vibrasi utama memunculkan konsep Badung sebagai kabupaten yang inovatif, dan semoga Gertak menjadi kebanggan Badung, nasional, bahkan dunia,’’ harapnya. Sementara itu, Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan selaku fasilitator Gertak Badung Bersih dalam laporannya mengatakan, progres Gertak III yang telah dilaksanakan pada 4 Oktober
lalu mengalami perkembangan yang signifikan. Hal ini dilihat dari antusiasme serta kehadiran masyarakat yang jauh meningkat mencapai 45 ribu peserta. ‘’Ini menunjukkan kenaikan yang signifikan dari Gertak periode II,’’ ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan Gertak III tetap mengacu pada dasar Gertak I yaitu Gertak Badung Bersih dan Hijau dengan output jelas, yaitu tahun 2019 Badung mempunyai 1.000 bank sampah dan tahun 2020 Badung mempunyai 62 TPS3R yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan, sehingga tahun 2021 Kabupaten Badung sudah mandiri dalam pengolahan sampah. Eka Merthawan atas nama perangkat yang memperoleh penghargaan TOP 45 juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Badung, Wakil Bupati, Sekda, Asisten serta seluruh staf Pemkab Badung yang telah mendukung program ini. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan hadiah pemenang video dan foto Gertak tahap III kepada OPD yang
EVALUASI - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta melaksanakan evaluasi Gertak tahap III saat Krida bersama, Jumat (18/10) di lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung Manguraja Mandala. telah dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober lalu. Pemenang lomba video Gertak Badung Bersih tahap III, juara I diraih oleh Bappeda dengan lokasi areal aliran sungai Subak Banjar Selat, Desa Sobangan. Juara II diraih Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja dengan lokasi wilayah Banjar Telanga, Banjar Taman dan Banjar Tengah. Juara III diraih oleh Satpol PP dengan
lokasi seputaran pasar senggol Desa Adat Gerana. Sedangkan untuk pemenang lomba foto Gertak, juara I diraih Dinas Kesehatan dengan lokasi saluran Subak Sukajiwa dan Subak Bukti Batan Badung, juara II diraih Bappeda dengan lokasi areal aliran sungai Subak Sobangan, Banjar Selat, juara III RSD Mangusada dengan lokasi di sepanjang aliran sungai Lingkungan
Titih, Lingkungan Peken Baleran, Lingkungan Peken Delodan, Lingkungan Muncan dan Tambak Sari. Hadir mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut, Wabup I Ketut Suiasa, Sekda Wayan Adi Arnawa, para Asisten Pemkab Badung dan jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah serta karyawan dan karyawati Pemkab Badung. (ad544)
Gaji Belum Naik
Kaling Pertanyakan Kebijakan Pemkab Mangupura (Bali Post) -
Kepala lingkungan (kaling) di Kabupaten Badung mempertanyakan kebijakan Pemkab Badung menaikkan penghasilan tetap (siltap) per 1 September. Pasalnya, sejumlah kaling mengakui masih menerima penghasilan sesuai kebijakan sebelumnya. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta telah mengambil kebijakan untuk menyamakan siltap kaling dengan klian banjar dinas se-Badung. Mulai anggaran perubahan tahun 2019 tepatnya per 1 September gaji kaling dan klian dinas menjadi setara, yakni Rp 5,3 juta. Namun
pada kenyataannya, gaji yang diterima kaling per September hanya sebesar Rp 2,570 juta. Tak ayal masyarakat mempertanyakan kebijakan pemerintah tersebut. Bahkan ketimpangan penghasilan yang masih diterima ramai dipergunjingkan di media sosial (medsos) sejak Ka-
mis (17/10) lalu. Masyarakat mempertanyakan masalah gaji belum sesuai dengan apa yang diwacanakan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Badung I Putu Gede Sridana saat dikonfirmasi Jumat (18/10) kemarin mengakui para ka-
ling di Badung masih menerima pendapatan sesuai SK lama yakni Rp 2,570 juta. Namun, dia memastikan kekurangan akan dibayarkan segera. ‘’Kenaikkan gaji kaling baru ditetapkan per September 2019, maka kekurangan gaji pada bulan September 2019 akan dirapel pada bulan Oktober 2019. Kekurangannya tetap akan dibayar, kan ada hitung-hitungannya,’’ ujarnya. Birokrat asal Denpasar
itu mengatakan, saat ini SK baru sudah terbit. Bahkan SK dengan nomor: 153/0419/ HK/2019 tentang Pemberian Tunjangan Penghasilan Kepala Lingkungan di Kabupaten Badung telah disampaikan ke masing-masing kecamatan supaya bisa ditindaklanjuti. ‘’Dengan SK baru ini nanti tentu mulai Oktober 2019 Kaling se-Badung sudah menerima gaji baru yang disesuaikan. Termasuk kekurangan pada bulan sebelumnya. SK baru sudah kami sampai-
kan ke kecamatan, karena kewenangan membayar gaji kaling ada di kecamatan,’’ jelasnya. Sebelumnya, sesuai PP No. 11 Tahun 2019 bahwa kepala desa dan perangkat desa diberikan siltap disetarakan dengan PNS golongan II secara berjenjang mulai kepala desa sampai klian banjar dinas terhitung 1 Januari 2020. Sumber siltap itu dibebankan ke Alokasi Dana Desa (ADD), namun ADD yang diterima tidak mencukupi.
PP memberi peluang bahwa dapat dibebankan kepada APBD sesuai kemampuan keuangan daerah. Sementara untuk kelurahan, khususnya bagi kaling, Bupati Badung telah memutuskan mulai anggaran perubahan 2019 sudah dianggarkan di APBD, sehingga penghasilannya sama dengan klian dinas. Sedangkan mulai tahun 2020 nafkah klian dinas kembali naik menjadi Rp 6,4 juta dan nafkah kaling menyesuaikan. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) Kemampuan Sekretaris Dewan (Sekwan) harus melebihi birokrat dan memiliki peran ganda. Secara teknis operasional, Sekwan bertanggung jawab kepada pimpinan dewan, sedangkan secara administratif bertanggung jawab kepada Kepala Daerah. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat membuka Workshop Asosiasi Sekretaris DPRD Kabupaten/Kota seluruh Indonesia (Asdeksi) di Nusa Dua, Jumat (18/10) kemarin. Pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan itu mengatakan, dengan memiliki tanggung jawab ganda, Sekwan harus memiliki kemampuan lebih daripada pejabat lainnya. Sebab Sekwan bertugas di lembaga politis sekaligus teknis administrasi biokrasi, sedangkan perangkat daerah lain hanya ada di lingkungan
biokrasi saja. ‘’Sekwan harus memiliki kemampuan lebih di antaranya kemampuan birokrasi, kemampuan administratif, kemampuan keuangan dan memiliki kemampuan politis,’’ ujarnya. Kemampuan politis tersebut, kata Wabup Suiasa bukan berarti terjun dalam politik praktis, melainkan mampu mencermati dinamika politik. Politik ini pun bukan hanya secara umum tetapi mencermati politik dari himpunan partai-partai politik di himpunan fraksi-fraksi yang ada di DPRD itu sendiri. ‘’Melalui workshop ini saya berharap dapat mendiskusikan apa yang menjadi subjek materi substansi dan saling tukar pikiran sehingga memiliki rumusan b e rsa m a u n t u k kepentingan daerahnya,” jelasnya. (kmb27)
Ditabrak Korban, Jambret Tersungkur di Jalan Kemampuan Sekwan Diharapkan Lampaui Birokrat
Mangupura (Bali Post) Kasus penjambretan terjadi di Jalan Kedampang, Desa Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (18/10) kemarin. Korbannya bernama Gabriella Reinhard Putri (19) asal Jakarta Timur. Namun korban berhasil menabrak sepeda motor pelaku, Alim Ben Prayogo alias Ben (25) hingga tersungkur di jalan. Sedangkan temannya, Hari Subagiyo alias Hari (28) berhasil kabur. Kedua pelaku ini bekerja jadi ojek online. Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens R. Heselo didampingi KBO Reskrim Iptu Ketut Wiwin Wirahadi mengatakan, dari penyidikan pada Kamis (17/10) pukul 22.00 Wita, Ben dijemput oleh Hari di rumahnya di Jalan Tanimbar, Denpasar. Ben diajak jalan-jalan ke Kuta. Sekitar pukul 22.30 Wita, mereka tiba di Pantai Kuta, tepatnya depan Beach Walk. Hari bercerita bahwa dirinya lagi pusing cari duit karena banyak tanggungan. ‘’Tersangka Hari mengajak Ben mencari duit dengan cara menjambret. Ajakan tersebut ternyata disambut baik oleh
Ben,’’ tegasnya. Mereka lantas menuju wilayah Canggu. Dalam perjalanan menuju Canggu, Ben diajari cara menjambret oleh Hari. Beberapa menit kemudian mereka melihat korban mengendarai sepeda motor sendiri dengan tas kecil di selempang di bahunya. Hari menyuruh Ben memepet sepeda motor korban, selanjutnya Hari menarik tas korban. Setelah itu mereka langsung kabur. ‘’Korban langsung mengejar pelaku. Setibanya di pertigaan depan Puskesmas di Jalan Raya Kedampang, korban menabrak pelaku hingga jatuh,’’ ucap Iptu Wiwin. Hari bergegas bangun lalu kabur meninggalkan Ben yang terkapar di jalan. Waktu itu Ben juga melihat korban terkapar di jalan tersebut. ‘’Setelah menerima informasi ada kejadian itu, kami langsung ke TKP dan mengamankan pelaku. Korban dibawa ke RS Bali Med, Denpasar dan sampai saat ini Masih dirawat. Kami masih memburu satu pelaku lagi yaitu Hari,’’ ujarnya. (kmb36)
Bali Post/ist
DITAHAN - Alim Ben Prayogo alias Ben ditahan di Polres Badung terkait kasus penjambretan.
Pohon Waru Timpa Dua Mobil di Legian
Bali Post/edi
TUMBANG - Pohon waru di Legian, Jumat (18/10) kemarin tumbang dan menimpa dua mobil.
Mangupura (Bali Post) Tidak ada hujan dan angin, sebatang pohon waru di Jalan Pantai Kuta, Legian, Jumat (18/10) kemarin tumbang dan menimpa dua mobil yang diparkir di kawasan tersebut. Akibat kejadian ini, atap kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Menurut Lurah Legian Made Madia Surya Natha, pihaknya mendapat laporan
dari warga terkait kejadian tersebut sekitar pukul 16.28 Wita. Kemudian pihaknya menugaskan petugas Linmas untuk membantu melakukan penanganan. Akibat ukuran pohon yang cukup besar dan rimbun, pihaknya meminta petugas BPBD Badung untuk membantu. Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung Ni Nyoman Ermy
Setiari mengatakan, untuk menuju lokasi kejadian, petugas sempat mengalami kendala. Pasalnya, jalur menuju lokasi sangat macet. Dikatakannya, untuk membersihkan batang pohon tersebut pihaknya menerjunkan empat petugas BPBD, dibantu tiga petugas Damkar. ‘’Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,’’ katanya. (kmb23)
I Ketut Suiasa
PLN Terapkan Metode HDD Secara Bertahap PERTUMBUHAN listrik di Bali terus meningkat. Pada Oktober saja pertumbuhannya 6,7 persen. Dengan meningkatnya pertumbuhan listrik, jaringan listrik yang sudah ada atau eksisting sudah tidak mampu lagi menampung beban listrik. Maka dari itu, secara bertahap PLN menambah jaringan dan mengganti kabel udara menjadi kabel bawah tanah dengan metode Horizontal Direct Drilling (HDD). Senior Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali Eko Mulyo mengatakan, pertumbuhan listrik di Bali di atas rata-rata nasional yang sekitar lima persen. Pertumbuhan ini tidak hanya didukung dari pelanggan baru, tapi juga pelanggan eksisting yang melakukan penambahan daya listrik. Dari sisi jumlah pelanggan, dikatakannya sudah mulai
turun. ‘’Kita malah sudah melistriki pelanggan kita sampai ke gunung-gunung dan pelosok, makanya di PLN ada one man one hope. Kami di kantor setiap pegawai menyumbang uang untuk didonasikan pada masyarakat yang kurang mampu untuk biaya pasang listrik, kita bantu. Ini biasanya pelangganpelanggan yang menyalur dari tetangganya,’’ bebernya, Jumat (18/10) kemarin. Manajer Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya mengatakan, HDD adalah teknik atau metode yang paling efektif, efisien dan paling tidak mengganggu kenyamanan lalu lintas saat ini. Ke depan tidak menutup kemungkinan ada metode yang lebih canggih lagi. ‘’Sebelumnya kita lihat ada penggalian, bongkar tutup, gali-tutup lubang, menggang-
gu lagi di jalan raya. Dengan HDD kita hanya membuat lubang 1x1 meter sehingga bisa orang masuk ke lubang itu,’’ ujarnya. Petugas yang masuk ke lubang tersebut akan melakukan pengeboran secara manual dan horizontal. Pipa dipasang di bawah lubang. Hanya saja panjang lubang yang mampu dibuat dengan metode ini adalah sepanjang 200 meter. ‘’Ketika sudah tembus, kabel ini ditutup lalu disambung lagi sesuai jalur dan panjang yang dibutuhkan. Dengan demikian, sudah lumayan kita tidak terlalu mengganggu pengguna jalan. Itu kan sangat efektif, tidak seperti dulu sepanjang jalur kita menggali. Selama belum selesai selama itu pula jalanan terganggu,’’ jelasnya. HDD dilakukan dalam
rangka menambah jaringan baru dan penggantian kabel udara. Jaringan kabel udara yang bebannya sudah tinggi di atas 75 persen, dibagi menjadi dua jalur yaitu lewat kabel udara dan bawah tanah. ‘’Jadi kita memasang jaringan baru sehingga kita potong di tengah, bebannya menjadi lebih kecil. Memang ada yang benarbenar baru dan akan terus bertambah dengan prediksi pertumbuhan-pertumbuhan pelanggan dan daya listrik,’’ ujarnya. Tempat-tempat seperti di kota menjadi prioritas, sehingga dari sisi estetika bisa terpenuhi. Kabel udara pun secara bertahap dengan skala prioritas akan diganti dengan kabel bawah tanah. Dikatakannya, lebih mahal membangun jaringan bawah tanah dibandingkan di udara karena jenis
kabel yang digunakan berbeda. Kabel bawah tanah dengan metode HDD dipasang saat ini ada di beberapa titik. Jaringan kabel yang sedang dikerjakan yaitu jaringan 20 kV dan 150 kV. Jaringan 150 kV telah dikerjakan. Sedangkan jaringan 20 kV yang dikerjakan PLN UID Bali ada di empat titik, yaitu di Pecatu, Jalan Toyaning, pengerjaan telah mencapai 70 persen, sehingga diprediksi selesai awal Desember. Kemudian di Pesanggaran di depan Gardu Induk hingga Jembatan Suwung, progresnya 95 persen, sehingga estimasi selesai di akhir Oktober. Di Renon progresnya 85 persen, diprediksi selesai Oktober. Di Nusa Dua di depan GI baru mulai dikerjakan, sehingga progresnya baru 5 persen dan diperkirakan rampung pada Desember. (kmb42)
Bali Post/may
LISTRIK - Senior Manager PLN UID Bali Eko Mulyo (tengah) menjelaskan kondisi kelistrikan di Bali.
Sabtu Paing, 19 Oktober 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Antisipasi Kasus DBD
Diskes Denpasar Canangkan Gerakan PSN-3M-SMP
MENEKAN kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Denpasar, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Denpasar melaksanakan pencanangan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M (menguras, mengubur, dan menutup) barang bekas yang dapat menampung air hujan. Gerakan ini dilakukan Sebelum Musim Penularan (SMP) kasus DBD yang dipusatkan di Lapangan KNPI, Tembawu, Jumat (18/10) kemarin. Pencanangan yang dibuka Asisten I Setda Kota Denpasar I Made Toya mewakili Wali Kota ditandai dengan penyerahan bubuk abate kepada seluruh camat di Kota Denpasar dan memberi arahan cara menjaga kebersihan dan mengajak siswa serta masyarakat mempraktikkan langsung gerakan 3M. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan fogging di salah satu rumah penduduk. Penyakit DBD sudah menjadi masalah nasional karena jumlah penderita dan kematian yang diakibatkan cukup tinggi, sehingga dapat menimbulkan keresahan masyarakat terutama di kota-kota besar termasuk Kota Denpasar. Penyakit DBD merupakan penyakit yang bersifat endemis. Oleh karena itu, upaya strategis yang terbukti efisien dn efektif dalam pemberantasan penyakit tersebut adalah melalui Gerakan 3M Plus. ‘’Selama air tergenang dan ada larvanya maka sampai anak cucu kita akan berisiko terkena DBD. Untuk itu upaya gerakan satu rumah satu jumantik ini perlu kita gaungkan, agar ma-
MENGUBUR - Tampak kegiatan secara simbolis mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk di musim pancaroba. syarakat selalu menumbuhkembangkan budaya bersih dan sehat,’’ ujar Wali Kota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan I Made Toya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Ni Luh Putu Sri Armini, M.Kes. mengatakan, DBD merupakan penyakit yang bersifat endemis, karena dalam tiga tahun terakhir ini masih saja ada kasus ini. Bahkan cenderung terjadi KLB. ‘’Pemerintah sudah mengeluarkan dana yang cukup banyak untuk penanggulangan kasus ini, terlaih bila terjadi KLB,’’ ujar Sri Armini. Dikatakan, melalui gerakan 3M SMP DBD ini diharapkan akan dapat meningkatkan ang-
ka bebas jentik di rumah, sekolah, serta tempat umum lainnya. Menekan angka kesakitan DBD, mencegah terjadinya KLB DBD membudayakan perilaku PSN dan PHBS di masyarakat. ‘’Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 700 orang dari seluruh elemen masyarakat, termasuk siswa dan guru,’’ ujarnya. Dari hasil evaluasi kasus DBD di Kota Denpasar dari bulan Januari sampai September 2018 total kasus sebanyak 90 kasus dengan angka kematian (CFR) = 0%. Sedangkan untuk tahun 2019 pada periode yang sama mengalami peningkatan signifikan menjadi 1.144 kasus dengan (Insiden Rate/IR) = 120,79 per 100.000 penduduk. (ad529)
STIKI Indonesia Wisuda 238 Lulusan
Prof. Dasi Astawa Beri ’’Piteket’’ Khusus STIKI Indonesia (STMIK Stikom Indonesia) sebagai salah satu perguruan tinggi IT di Bali kembali menggelar Wisuda XIV yang diikuti 238 wisudawan bertempat di The Westin Bali International Convention Centre, Kamis (17/10). Wisudawan terdiri dari 210 lulusan Program Studi TI (Teknik Informatika) dan 28 lulusan dari Prodi SK (Sistem Komputer). Dalam sambutannya, Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T. menyampaikan kelulusan bukanlah sebuah akhir, tetapi merupakan sebuah awal untuk memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, kampus telah memberikan pembekalan yang luar biasa kepada mahasiswa, baik secara intelektual maupun secara sikap dan mental. Tidak hanya mahasiswa, Dewa Muku juga memberi pesan kepada para orangtua agar melepaskan anaknya dan jangan menanggung mereka lagi secara finansial. ‘’Anak bapak/ ibu ini sudah berbekal ilmu pengetahuan, keterampilan dan penerapannya serta memiliki kemampuan untuk mengarungi kehidupannya sendiri. Berilah mereka kesulitan karena dari kesulitanlah akan menjadi kuat,’’ imbuhnya. Sementara itu, Tanadi Santoso, MBA. selaku perwakilan Yayasan Wahana Widya Wisesa sekaligus sebagai motivator ternama di Indonesia memberikan sambutan serta mengupas singkat mengenai revolusi industri 4.0. Ia menuturkan, lima tahun ke depan, apa yang telah dipelajari akan terpakai dan dapat berubah keadaannya. Semangat untuk belajar lagi adalah kunci yang paling penting untuk maju. ‘’Sekarang ini merupakan zaman dengan mindset yang begitu hebat. Anda sebagai mahasiswa yang baru lulus mempunyai tantangan yang begitu besar untuk bisa menghadapi dunia yang baru ini yaitu rev-
olusi industri 4.0. Pola pikir, hati, jiwa, bahkan tubuh harus kita siapkan betul-betul untuk menghadapinya,’’ pungkasnya. Kepala LLDikti (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. juga berpesan, pengelola perguruan tinggi, di samping dituntut secara terus-menerus meningkatkan kualitas juga mampu berubah pola pikir (mindset) mahasiswa selama mengikuti pendidikan. Mahasiswa wajib mampu melakukan berbagai improvisasi yang mengarah kepada hal-hal yang inovatif, produktif dan efektif, sehingga mereka menjadi tunas-tunas muda yang dinamis, progresif dan mandiri. ‘’Generasi muda kita sebagai penerus pembangunan dan pemegang estafet kepemimpinan dapat menjadi pribadi-pribadi yang tangguh, unggul, pekerja keras, pekerja cerdas dan pekerja ikhlas berbasis iptek dan budaya,’’ ucap Prof. Dasi. Dalam prosesi wisuda tersebut yakni penobatan Paringga Nurlana Putra dari Prodi TI sebagai wisudawan dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tertinggi 3,88. Sedangkan IPK tertinggi dari Program Studi
SEPERTI yang kita ketahui, perokok aktif merupakan orang yang merokok secara langsung. Sedangkan perokok pasif merupakan orang yang secara tidak langsung terpapar asap rokok. Orang-orang yang terpapar asap rokok, baik dari asap yang berasal dari batang rokok atau asap yang diembuskan perokok disebut 2nd hand smoker (perokok tangan kedua). Tapi tahukah Anda bahwa asap rokok dapat menempel pada bagian tubuh dan benda-benda sekitar? Third hand smoker (perokok tangan ketiga) adalah sebutan untuk orang yang terpapar dengan sisa asap rokok yang menempel pada benda-benda atau bagian tubuh. Perokok, walaupun merokok di luar ruangan, sisa-sisa asap rokok dapat menempel pada baju dan kulit.
Untuk itu, jika perokok tersebut berinteraksi dengan orang lain, maka akan menjadikan orang lain tersebut menjadi third hand smoker. Bahaya dari third hand smoker pertama kali diberitakan pada tahun 2006. Sisa-sisa dari rokok dapat menempel pada permukaan benda dan debu dan bisa bertahan sampai berbulanbulan atau bertahun-tahun setelah lingkungan tersebut terpapar asap rokok. Third hand smoker lebih banyak menempel di ruang tertutup, bisa pada dinding, lantai, furniture, pakaian, alat-alat bermain atau bahkan rambut. Sisa-sisa asap rokok yang menempel dapat bereaksi dengan udara membentuk senyawa yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit mulai
Museum Patung Burung Unud Raih Anugerah Purwakalagrha Indonesia Museum Award 2019 MUSEUM Patung Burung Universitas Udayana (Unud) mendapatkan penghargaan bergengsi tingkat nasional berupa Anugerah Purwakalagrha Indonesia Museum Award 2019 untuk kategori Museum Unik, Minggu (13/10) lalu. Penyerahan anugerah dilaksanakan di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Kategori museum unik diberikan untuk insan museum yang memiliki koleksi tidak biasa, yang bisa memberikan edukasi kepada masyarakat. Untuk kategori unik, Museum Patung Burung Unud berkompetisi dengan empat nominasi lainnya yaitu House of Sampoerna (Surabaya), Museum Rumah Atsiri (Jawa Tengah), Museum Taman Prasasti (Jakarta) dan Museum Tembakau (Jember). Anugerah Purwakalagrha diterima Kepala Unit Museum Patung Burung Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni selaku Ketua Unit Museum Patung Burung Unud yang hadir dalam kesempatan tersebut. Indonesia Museum Award (IMA) digelar pertama kali pada tahun 2012. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penghargaan terhadap tokoh, pengelola museum dan pekerja di bidang sejarah, kepurbakalaan dan permuseuman yang diharapkan bisa meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap sejarah, kepurbakalaan, permuseuman dan para pencinta warisan budaya. Di tahun 2019 ini, IMA mengangkat tema ‘’Museum as a Cultural Hubs and the Future of Tradition’’. Proses seleksi IMA 2019 dilakukan komunitas jelajah melalui pengumpulan informasi tentang profil dan kinerja museum selama beberapa tahun terakhir. Dilakukan pula kunjungan ke museum yang terseleksi, serta wawancara kepada pengelola museum terkait konsep pengelolaan museum yang dipimpin beserta aktivitas-aktivitas terkait edukasi yang telah dilakukan. Dewan Juri Indonesia Museum Awards 2019 terdiri dari para to-
AWARD - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). bersama Ketua Unit Museum Patung Burung Unud Dra. Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni, M.Sc., Ph.D. koh yang kompeten dari berbagai kalangan dan memiliki perhatian serta kepedulian tinggi terhadap kemajuan kebudayaan Indonesia, khususnya permuseuman yaitu Prof. Dr. Wiendu Nuryanti (Ketua), Prof. Dr. Indroyono Soesilo (tokoh masyakarat), Samuel Wattimena (perancang busana), Anggit Hernowo (praktisi media) dan Yuliandre Darwis, Ph.D. (pakar komunikasi). Ketua Unit Museum Patung Burung Unud Dra. Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni, M.Sc., Ph.D. mengatakan museum ini dihibahkan warga Amerika Frank Williams kepada Unud beberapa tahun silam. Merupakan sebuah kebanggaan telah mendapat award tingkat nasional karena telah bersaing dengan museummuseum bergengsi di seluruh Indonesia. Museum Patung Burung Unud menyajikan konsep perpaduan art and science yang mana pahatan patung burung kayu (art) ditata dalam sajian diorama berdasarkan kategori ekologis burung-burung tersebut (science). Museum yang memiliki koleksi sekitar 500 replika burung dari 250 jenis yang ada di Indonesia ini merupakan sebuah unit yang
membantu di dalam pelaksanaan pendidikan dan pengabdian masyarakat di Unud. Di samping itu, museum juga memiliki koleksi berbagai jenis buku terkait burung dan habitatnya serta ruang audiovisual yang menampilkan film dokumenter terkait burung. Diharapkan museum ini tidak hanya berkontribusi bagi civitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat. Sementara itu, Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). memberikan apresiasi atas penghargaan yang telah diraih Museum Patung Burung. Lebih lanjut disampaikan, yang menarik dari museum ini adalah semua koleksinya dalam bentuk patung replika, sehingga tidak ada burung yang diawetkan. Jika dilihat mungkin museum ini belum dikenal masyarakat dan dimanfaatkan secara optimal. Dengan capaian ini diharapkan museum dapat berbenah dalam pengelolaan untuk meningkatkan kualitasnya, sehingga dapat dipakai sebagai laboratorium pendidikan untuk menambah wawasan mahasiswa. Dan mungkin juga bagi masyarakat, khususnya mengenai burung-burung yang ada di sekitar kita. (ad545)
Stikes Wira Medika Bali Tingkatkan Akreditasi B Melalui ’’Workshop’’
Raih Ranking I Regional X pada Uji Kompetensi Nasional Ners
SK diraih I Made Endi Sumahadi. Karya terbaik dari Prodi TI diraih Dewa Made Prasada Kusuma Adiputra. Karyanya yaitu ‘’Rancang Bangun Sistem Single Sign-on pada STIKI Indonesia Menggunakan Protokol Central Authentication Service dan Database No SQL’’. Sementara karya terbaik dari Prodi SK oleh I Made Andika Yana. Karyanya yaitu ‘’Rancang Bangun Sistem Penginputan Token Listrik Berbasis Internet of Things’’. Sebagai perwakilan wisudawan, Nurlana Putra memberikan kesan dan pesan. Nurlana mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran STIKI Indonesia ‘’Kita semua adalah wisudawan terbaik. Semoga dengan gelar ini, kita bisa menjadi berguna untuk diri sendiri, orang lain dan lingkungan,’’ imbuh Nurlana. Acara berlangsung dengan suasana kekeluargaan. Kendati demikian, acara ini tetap bernuansa akademis dan kecendekiawanan, seperti halnya pemaparan orasi ilmiah oleh kandidat Doktor I Nyoman Jayanegara, M.Sn. dengan judul ‘’“Disrupsi Desain Komunikasi Visual dan Revolusi Industri 4.0’’. (ad530)
PEMBERLAKUAN instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan menggunakan 9 kriteria menuntut setiap perguruan tinggi menyesuaikan diri, tidak terkecuali Stikes Wira Medika Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi terbaru terkait dengan instrumen akreditasi PT versi 3.0 dengan 9 kriteria. Dalam rangka menanggapi hal tersebut, Pusat Penjaminan Mutu Internal Stikes Wira Medika Bali pada 15-16 Oktober 2019 mengadakan Workshop ‘’Implementasi SPMI Mengacu pada 9 Kriteria Akreditasi Pendidikan Tinggi’’ dengan agenda utamanya adalah Identifikasi Dokumen Pendukung APT 9 Kriteria, baik dokumen sumber maupun dokumen-dokumen pendukung setiap kriteria yang disampaikan Dr. I Wayan Suardana, SST.Par., M.Par. Ketua Stikes Wira Medika Bali Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M. dalam sambutannya mengatakan, workshop ini sangat penting bagi keberlanjutan perjalanan Stikes Wira Medika Bali untuk menjadi perguruan tinggi yang bermutu dan mampu bersaing di tingkat global sesuai dengan visi dan misi Stikes Wira Medika Bali. ‘’Untuk itu, saya sangat berharap agar benar-benar dicermati dan diperhatikan, sehingga Stikes Wira Medika Bali yang telah terakreditasi B dari BAN-PT, nantinya akan menjadi yang terdepan dan mempunyai mutu yang tinggi,’’ katanya. Tidak hanya itu, dalam rentang waktu yang bersamaan, Stikes Wira Medika Bali juga melakukan kegiatan workshop
penyusunan roadmap penelitian dan pengabdian masyarakat untuk menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Seluruh dosen tetap 100 persen melakukan penelitian sesuai standar telah dipublis nasional dan internasional yang pendanaannya tidak hanya dari internal institusi, namun juga dari eksternal melalui hibah kompetisi. ‘’Seluruh kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat selalu melibatkan mahasiswa untuk membentuk intelektualitas dalam keilmuannya,’’ sebut Dewa Agung. Capaian keberhasilan tentunya ditimpali dengan fasilitas yang mendukung. Baru-baru ini dalam rapat anggota AIPNI di Bandung, Stikes Wira Medika Bali mendapat penghargaan sebagai perguruan tinggi telah memiliki CBT Center yang memenuhi kelayakan sesuai standar yang ditetapkan LPUK Nakes. Peng-
hargaan juga diberikan sebagai peraih nilai rata-rata terbaik Regional 10 ranking II pada Uji Kompetensi Nasional Ners 2018, peraih nilai rata-rata terbaik Regional 10 ranking I pada Uji Kompetensi Nasional Ners periode April 2019, dan penghargaan kepada Dosen Tetap Keperawatan (Ns. Ni Luh Putu Dewi Puspawati, M.Kep.) sebagai penulis soal Lolos Panel Expert Nasional Indonesia ke-17. Dengan kata lain, Stikes Wira Medika selalu berkomitmen untuk terus memajukan institusi dengan up-date ilmu dan pengembangan SDM yang ada, sehingga selalu unggul dan terdepan untuk memberikan yang terbaik untuk mahasiswanya. Saat ini, Stikes Wira Medika Bali kembali membuka penerimaan mahasiswa baru untuk tahun 2020 dengan pendaftaran offline dan online melalui pmb.stikeswiramedika. ac.id. (ad527)
dari batuk, asma, dan infeksi saluran napas, infeksi telinga, pneumonia (infeksi paru-paru) atau sampai kanker. Bahkan pada uji coba hewan, tikus yang terpapar third hand smoker terjangkit kanker paru dibandingkan dengan tikus yang tidak terpapar. Karena mudahnya orangorang terekspos third hand smoker, terlebih lagi anak-anak. Anak-anak sering beraktivitas dan berinteraksi dengan lingkungannya seperti merangkak di lantai, bermain di furnitur, dan tidak jarang memasukkan tangannya ke mulut atau memasukkan benda ke mulutnya, sehingga sisa-sisa asap rokok yang menempel dapat dengan mudah terekspos pada anak Anda. Sisa-sisa asap rokok di udara dan debu dapat dikurangi
dengan cara membersihkan rumah, mencuci pakaian dan memvakum. Sisa asap rokok tidak dapat hilang hanya dengan membuka pintu atau dengan kipas angin. Maka orangtua harus mengetahui jika ada yang pernah merokok di dalam mobil atau ruangan, anak-anak dapat menyerap berbagai macam zat kimia yang berbahaya. Walaupun saat itu tidak ada yang merokok. Selain itu, asap rokok yang mengendap dapat berinteraksi dengan senyawa di udara dan memancarkan bahan racun ke udara. Sekali lagi pentingnya untuk membersihkan rumah, mencuci pakaian, gorden, dan alat-alat yang pernah terpapar asap rokok. Jika ada anggota keluarga yang masih merokok, haruslah
mandi, cuci bersih, ganti pakaian saat ingin berinteraksi dengan si kecil. Ikatan Dokter Anak Indonesia setuju bahwa berhenti merokok merupakan
satu-satunya jalan untuk menghindarkan bahaya asap rokok bagi anak-anak.
Bahaya ’’Third Hand Smoker’’ pada Anak-anak Anda
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
* dr. Stanley Haryono
Sabtu Paing, 19 Oktober 2019
Universitas Dhyana Pura Lepas 388 Wisudawan
WISUDA - Rektor Undhira Bali Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA. saat melepas para wisudawan.
UNIVERSITAS Dhyana Pura (Undhira Bali), Jumat (18/10) kemarin melepas 388 mahasiswa dari 13 program studi (prodi). Mereka terdiri dari mahasiswa program Sarjana dan Ahli Madya. Wisuda dilakukan dalam rapat senat terbuka di Agung Bali Room, Grand Inna Grand Bali Beach. Hadir dalam dalam acara, perwakilan dari LLDikti Wilayah VIII, APTISI Wilayah VIII-A Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, pihak Yayasan Dhyana Pura, dan segenap civitas akademika serta pendamping dari wisudawan. Rektor Undhira Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA. mengatakan, dengan kelulusan mahasiswa dari jenjang pendidikan tinggi, nantinya akan membuka kesempatan berada pada po-
sisi sosial dan ekonomi yang lebih baik. Dijelaskan, Undhira Bali berdiri tahun 2011 melalui perubahan bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Dhyana Pura dengan menjadi pelopor dalam memasyarakatkan pariwisata terapan. Telah mengabdikan kemampuannya dalam dunia pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan yang dijiwai dengan semangat dalam mengemban tugas mencerdaskan dan membentuk insan yang teladan dan unggulan. Di tahun akademik 2019/2020, Undhira-Bali menjaring 693 mahasiswa baru dari 840 calon mahasiswa baru yang mendaftar. ‘’Saat ini total mahasiswa Undhira berjumlah 3.410. Dilepas sebanyak 388 orang, sehingga masih tersisa 3.022 orang dengan rincian 2.717
mahasiswa lama dan 693 mahasiswa baru,’’ jelasnya. Peran dan fungsi perguruan tinggi, khususnya Undhira dengan visi menjadikan perguruan tinggi teladan dan unggulan. Dilandasi pengembangan karakter kepribadian yang dikembangkan dalam 7 karakter sebagai budaya kerja dan diharapkan para lulusan lebih percaya diri, memiliki integritas, menghargai keberagaman, berjiwa entrepreneurship, yang dilandasi oleh semangat kepemimpinan yang melayani, namun tetap profesional, dan mampu berwawasan global. Bekerja dan melayani adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, ibarat sebuah mata uang logam. Seseorang akan mendapat upah selayak dengan pekerjaan
yang dilakukannya. Sedangkan pelayanan seseorang akan mendapat berkat dari ketulusan dan keikhlasan yang telah dilakukan. Sementara itu, Ketua Yayasan Dhyana Pura I Gusti Made Mustika, S.Sos., M.M. menyampaikan rasa syukurnya atas berlangsungnya Wisuda IX ini. ‘’Kita sadar, berharap ke depannya akan terus lebih maju dan baik. Dinamis dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi di Bali, khususnya di Badung. Mahasiswa yang selesai studi diharapkan bisa mandiri, baik di masyarakat dan bisa bekerja sesuai kemampuan masing-masing. Pihak yayasan senantiasa men-support mahasiswa dan para dosen dalam bidang akademik untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. (ad526)
Tingkatkan Pemahaman
Desa Adat Peminge Gelar Sosialisasi Perda Bali No.4/2019
Mangupura (Bali Post) – Lahirnya Peraturan Daerah Perda) Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, disambut positif prajuru dan krama Desa Adat Peminge, Kuta Selatan (Kutsel), Badung. Guna memahami lebih dalam aturan itu, prajuru desa adat setempat bahkan menggelar sosialisasi khusus membahas perda tersebut pada Kamis (17/10) petang. Hadir sebagai pembicara pada sosialisasi ini, Sekretaris Majelis Desa Adat Provinsi Bali Ketut Sumarta, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Wayan Adnyana, serta mantan Ketua Pansus Ranperda Desa Adat Nyoman Parta yang juga anggota DPR-RI. Salah seorang tokoh masyarakat Peminge Wayan Luwir Wiana yang juga selaku Bhaga Pawongan Desa Adat Peminge mengatakan, sebagai desa adat yang palemahan-
nya juga merupakan tujuan wisata internasional, lahirnya perda tersebut sangat penting. Untuk itu, diharapkan membuka peluang bagi usaha-usaha akomodasi pariwisata sekitar dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan desa adat. Perda ini, menurutnya, memang lebih menguatkan keberadaan desa adat. Karena itu, pihaknya sangat berharap ke depannya partisipasi usahausaha akomodasi pariwisata sekitar juga bisa dikelola untuk sepenuhnya mendukung berbagai aktivitas yang dilakukan di desa adat. ‘’Sosialisasi ini merupakan inisiatif desa adat, guna memberi pemahaman terkait Perda Bali 4/2019, khususnya kami di prajuru. Perda ini kami dorong agar secepatnya diimplementasikan di setiap kabupaten/kota di Bali,’’ katanya. Ditegaskan, setelah aturan tersebut dipahami, maka potensi pelanggaran terhadap
Bali Post/kmb
SOSIALISASI - Wayan Luwir Wiana (tengah) didampingi Wayan Muntra (kanan) dan Ketut Suartika di sela sosialisasi Perda Bali No.4/2019 yang digelar Desa Adat Peminge, Kamis (17/10).
aturan diyakini mampu diminimalisir. Karena semua program terancang secara hati-hati, mengacu aturan yang telah berlaku. ‘’Kami akan rancang semuanya agar tidak kebablasan,’’ tegasnya. Hal senada disampaikan Bhaga Palemahan Desa Adat Peminge Wayan Muntra. Menurutnya, Perda Bali 4/2019 merupakan sebuah produk hukum yang perlu dicermati bersama. Karena itu merupakan terobosan dari Pemprov Bali dalam rangka memperkuat eksistensi desa adat di Bali. Yang termuat dalam perda tersebut, katanya, sebenarnya sudah cukup lengkap. Namun tetap harus disosialisasikan, guna meningkatkan pemahaman agar tidak terjadi benturanbenturan ataupun pelanggaran di masyarakat. Ditambahkan, Peminge termasuk desa adat yang sudah lengkap. Bila mengacu perda tersebut, tata kelola desa adat hampir serupa dengan tata kelola di pemerintahan. Memiliki peran sebagai eksekutif, legislatif dan yudikatif. ‘’Di desa adat, kalau kita bicara eksekutif adalah Prajuru Desa. Sementara untuk legislatif adalah Sabha Desa dan yudikatif adalah Kertha Desa,’’ tambahnya. Sementara itu, Ketua Kertha Desa Desa Adat Peminge Ketut Suartika menambahkan, produk hukum tersebut sangat membanggakan, karena telah mengakomodir semua kepentingan desa adat. Baik itu berkaitan dengan parahyangan, pawongan dan palemahan untuk menuju masyarakat Bali yang sejahtera. (kmb/k150)
Coca-Cola Plastic Reborn 2.0
Kolaborasi Jadi Kunci Penanganan ’’Plastic Waste’’ BERDASARKAN data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali, jumlah timbunan atau volume sampah yang dihasilkan di Bali terus meningkat setiap tahun. Pada 2016 lalu, terdata 12.892 meter kubik timbunan sampah per hari. Sementara pada 2017 meningkat menjadi 13.351,13 meter kubik per hari. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa kemasan plastik pascakonsumsi periode 2017-2018 menempati posisi setelah sampah sisa makanan dengan jumlah sebesar 7,04 persen. Untuk itu, Coca-Cola memiliki program mewujudkan World Without Waste (WWW). Untuk menuju WWW, kolaborasi menjadi kunci dalam penanganan plastic waste. Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo pada acara Bincang-bincang Plastic Reborn 2.0 di Kanda Resto, Jumat (18/10) kemarin mengatakan, kemasan plastik pascakonsumsi telah menjadi sebuah persoalan yang mendapat perhatian masyarakat global dalam beberapa waktu terakhir. Jika dilihat dari sudut pandang industri, plastik merupakan bahan baku yang memiliki nilai ekonomi di
dalamnya, sehingga memiliki nilai manfaat ekonomi tidak hanya untuk industri tetapi juga untuk masyarakat. Menurut Triyono Prijosoesilo, Plastic Reborn merupakan upaya Coca-Cola Indonesia untuk memberikan pemahaman baru bahwa kemasan plastik pascakonsumsi dapat dimanfaatkan kembali atau menyulapnya agar memiliki nilai bisnis sehingga dapat tercipta sebuah ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dari Coca-Cola, pada tahun 2019 ini Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) bersama Ancora Foundation telah meluncurkan Plastic Reborn 2.0. ‘’Pada program Plastic Reborn 2.0, kami mempelajari bahwa dasar pengelolaan sampah yang berkelanjutan adalah pengumpulan limbah kemasan (waste collection) yang tepat dan harus dimulai dari pemilahan di rumah tangga. Ini yang menjadi kerangka utama dari Plastic Reborn 2.0, sebuah program kolaborasi dari para startup penggiat sampah yang akan bersinergi untuk membangun marketplace yang lebih efisien untuk sistem persampahan dan daur ulang,’’ tegasnya. Chief Operating Officer Ancora Foundation Ahmad Zakky
Bali Post/may
BERSAMA - Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo berfoto bersama Chief Operating Officer Ancora Foundation Ahmad Zakky Habibie (nomor dua dari kanan), Chief Technology Officer and Co Founder Gringgo Febri Pratama Putra.
Habibie mengatakan, Ancora Foundation sebagai mitra CCFI di Plastic Reborn 2.0 berperan sebagai pelaksana yang memiliki fungsi yaitu Engage (fase seleksi dan pitching), Nurture (fase akselerasi) dan Advance (fase amplifikasi). Ancora Foundation telah mengidentifikasi dan menyeleksi 20 organisasi yang berfokus pada pemanfaatan teknologi dalam hal sistem pengumpulan dan recycling sampah di Indonesia untuk dapat masuk ke dalam program ini. Plastic Reborn 2.0 memberikan hibah kepada tiga startup terpilih sebesar total USD 250.000. Dana tersebut akan dimanfaatkan oleh ketiga startup terpilih untuk meningkatkan kapabilitas perusahaan serta mengembangkan model bisnis dalam hal sistem pengumpulan dan pemrosesan limbah yang lebih baik. Ketiga startup tersebut adalah Clean Up, MallSampah dan Gringgo (Bali). Chief Technology Officer and Co Founder Gringgo Febri Pratama Putra mengatakan sangat bangga mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan Coca-Cola Indonesia dan Ancora Foundation. Ia tertarik mengikuti program Coca-Cola tersebut karena Coca-Cola merupakan perusahaan besar. Bekerja sama dengan perusahaan besar akan membuat upaya yang dilakukan untuk menangani plastic waste akan semakin mudah terwujud. Selain itu, Plastic Reborn 2.0 merupakan sebuah program yang sejalan dengan misi Gringgo yaitu untuk mengembangkan sayap bisnisnya ke wilayah Indonesia lain. Harapannya melalui program serta kolaborasi ini akan memperluas network serta membuka lebih banyak akses yang nantinya dapat mendukung Gringgo untuk mengoptimalkan sistem pengelolaan sampahnya. (may)
Bali Post/eka
PEMBUNUHAN - Wakapolresta Denpasar saat menggelar tersangka pembunuhan di Kreneng dan barang buktinya di Mako Polresta Denpasar, Jumat (18/10) kemarin.
Kasus Penikaman di Kreneng
Tersangka Awalnya Berencana Membunuh PIL Korban
Denpasar (Bali Post) -
Penyidik Reskrim Polresta Denpasar terus mendalami kasus pembunuhan yang terjadi di pintu masuk Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stispol) Wira Bhakti di Jalan Cempaka, Kereneng, Denpasar Timur, Selasa (15/10) lalu. Pendalaman itu dilakukan guna memastikan motif dari kasus ini. Tersangka Rudianto pun mengakui sebetulnya dia menargetkan pria idaman lain (PIL) sang istri yang biasa dipanggil Wawan. Akan tetapi, malah Halimah (istrinya red) yang ditikam hingga mengalami 14 luka. Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono didampingi Kanit I Satreskrim Iptu Made Yudistira, Jumat (18/10) kemarin menjelaskan, hasil visum jasad korban ditemukan 14 luka. Rinciannya 3 luka tusukan di punggung, 1 luka tusuk di dada kanan, 1 luka tusuk di dada kiri, 6 luka tusuk di perut, 2 luka tusuk di paha kiri depan dan 1 luka tusuk di paha kiri belakang. ‘’Hasil autopsi ditemukan 4 luka yang tembus di sebelah dada kiri, perut kiri hingga tembus ke hati. Sedangkan penyebab kematian korban yaitu luka tusukan pada perut kiri yang mengenai hati dan menimbulkan pendarahan,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakan,
tersangka mengaku bekerja sebagai buruh bangunan dan menikah siri dengan korban sejak tahun 2016. Dia tinggal di Surabaya, Jawa Timur. ‘’Sejak dua bulan lalu mereka pisah ranjang. Pelaku tinggal di Surabaya, sedangkan korban di Bali,’’ ungkap mantan Wakapolres Badung ini. Sebelum kejadian, lanjut AKBP Benny Pramono, pada 14 Oktober lalu, tersangka berangkat dari Probolingo mengendarai sepeda motor Suzuki Spin DK 5508 XM. Ia tiba di Denpasar pada 15 Oktober pukul 19.00 Wita dengan maksud mencari korban. ‘’Sebelum berangkat ke Bali, tersangka membeli sebilah pisau di Pasar Kebang,
Denpasar (Bali Post) Budi daya udang kembali menggeliat. Tahun 2019, para ‘’pemain’’ udang sudah mulai masuk daerah Jembrana untuk budi daya udang paname. Budi daya udang paname ini menggunakan teknologi baru yaitu menggunakan terpal dan efisiensi air. ‘’Sekarang teknologi yang digunakan sudah ada modifikasi. Ada inovasi yang dilakukan, contohnya seperti penggunaan terpal dan efisiensi penggunaan air. Kalau dulu, air kan dipakai bersama. Satu kena penyakit, akhirnya yang lain juga kena,’’ ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali Ir. I Made Sudarsana, M.Si., belum lama ini. Pembudi daya saat ini berupaya menekan agar lebih sedikit menggunakan air. Air diolah terlebih dulu sebelum digunakan untuk budi daya udang. Teknologi yang diterapkan sekarang dengan meminimalkan pemanfaatan air dari
luar, sehingga membuat udang tidak mudah kena penyakit. ‘’Dengan sistem sirkulasi air yang dikelola dengan metode baru, mereka lebih nyaman, sehingga stabil,’’ imbuhnya. Udang paname merupakan udang air payau, percampuran air laut dan air sungai, mengingat habitat udang di kawasan mangrove. Budi daya udang ini dilakukan di Jembrana dan Singaraja. Belakangan juga dibudidayakan di Karangasem, namun tidak terlalu banyak. Petani biasanya khawatir dengan penyakit udang karena dapat menyebabkan kematian massal sehingga merugi. Maka dari itu, petani ini membudidayakan udang paname karena lebih tahan terhadap penyakit. Menurutnya, teknologi penggunaan terpal untuk mencegah terjadinya tanah porous. Tanah yang terlalu sering dipakai, tingkat kesuburannya akan menjadi rusak. Maka dengan terpal, stabilisasi kon-
Surabaya dengan harga Rp 45 ribu. Sejadinya, tersangka berencana membunuh selingkuhan korban bernama Wawan,’’ ujarnya. Begitu tiba di Denpasar, tersangka menelepon korban dan janjian bertemu di Pasar Kreneng, Selasa (15/10) pukul 19.00 Wita. Saat bertemu terjadi perang mulut. Mereka meributkan masalah perselingkuhan korban. Karena emosi dengan ucapan korban, tersangka langsung menuju sepeda motornya untuk mengambil pisau. Korban berusaha merebut pisau tersebut dari tangan tersangka. Karena kalah kuat, korban lari ke TKP. Sayangnya korban jatuh dengan
posisi telungkup. Saat itulah tersangka menusuk tubuh korban dengan membabi buta. Setelah itu, pelaku melempar pisaunya ke bawah patung di samping sepeda motornya. Usai menikam korban, tersangka hendak kabur. Namun berhasil diamankan warga dan langsung diserahkan ke anggota Resmob Polresta. ‘’Motifnya cemburu karena korban menikah lagi,’’ jelasnya. Sementara tersangka mengaku menyesal telah membunuh istri sirinya tersebut. Dia memang jengkel dengan korban karena menutupnutupi alamat tinggalnya di Bali. ‘’Sempat bilang tinggal di Kuta, namun ketika saya cari-cari di sana tidak ada kos-kosan sesuai dibilang korban. Dia (korban - red) bilang sendiri punya selingkuhan. Bahkan dia bilang ‘terserah saya mau nikah lagi’. Sebenarnya bukan korban yang hendak saya bunuh, tapi selingkuhannya,’’ aku Rudianto. (kmb36)
Budi Daya Udang Paname Gunakan Terpal
Ir. I Made Sudarsana, M.Si. disi air bisa dijaga agar tanah tidak porous. ‘’Jika tidak menggunakan terpal, misalnya ada kepiting juga, maka tanahnya akan porous. Selain itu, faktor lingkungan tanah terkena pakan yang mengendap akan banyak tumbuh bakteri. Tapi dengan terpal gampang kita men-treatment,’’ jelasnya.
Bali Post/may
Udang paname diekspor, namun dipilih ukuran yang besar. Sedangkan ukuran kecil dijual ke pasar dalam negeri, baik restoran, pasar tradisional dan modern. Ia menilai permintaan udang cukup tinggi belakangan ini. Selain itu, kondisi alam membuat udang tidak mudah kena penyakit. (kmb42)
Sabtu Paing, 19 Oktober 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Pendekatan Budaya dalam Ketahanan Ekonomi PERKEMBANGAN dunia dengan kemajuan teknologi, terutama di bidang komunikasi semakin menciptakan peradaban masyarakat global yang tanpa sekat. Borderless society, yang mengandung berbagai aspek, baik yang sifatnya negatif maupun sebaliknya. Tinggal sekarang bagaimana masyarakat tersebut menciptakan suatu kondisi di mana mereka bisa beradaptasi secara nyaman dengan lingkungan baru tersebut. Syarat utamanya adalah, mereka tidak kehilangan identitas dan mampu menjaga entitas mereka sendiri. Karena itulah yang justru membedakan mereka dengan mesyarakat lainnya. Di samping itu, hal tersebut juga menjadi ciri serta nilai tambah dalam konteks hubungan dalam bentuk apa pun. Kalau kemudian ada semacam interaksi budaya, maka itu akan menimbulkan semacam akulturasi, menciptakan budaya baru dalam kondisi egalitarian. Tidak ada yang merasa budaya mereka superior maupun inferior. Dalam kondisi keseteraan ini, maka timbulkan semacam interdependensi. Saling ketergatungan karena pada dasarnya masyarakat itu adalah komunitas sosial bukan soliter. Bukan terkotak-kotak, bukan berusaha mengkotakkan diri atau sejenisnya. Soal agama pun begitu. Interaksi berbagai manusia dengan agama berbeda akan menimbulkan gesekan-gesekan mengarah ke konflik kalau tidak didasari oleh rasa toleransi. Sikap kearifan yang memandang semua agama itu sama karena mengajarkan kebaikan dalam memuja Tuhan Yang Maha Esa sebagai Sang Maha Segalanya. Menempatkan diri serta golongan sebagai komunitas yang lebih tinggi dan menganggap yang lainnya sebagai yang lebih rendah dalam kehidupan pribadi beragama akan sangat rentan menimbulkan konflik. Apalagi di negara yang sangat majemuk, seperti Indonesia ini. Nilai universalisme dalam konteks persamaan, kesejahteraan, serta keadilan yang menjadi tujuan semua agama menjadi dasar dalam pengembangan kehidupan peradaban manusia dalam semua sisi hidupnya. Baik dalam kehidupan politik, hukum, sosial, ekonomi dan sebagainya. Nilai universalisme itu menjadi dasarnya. Kalau kemudian, misalnya dalam pengembangan ekonomi mengacu pada agama tertentu, maka yang dijadikan dasar adalah nilai-nilai universalnya yakni menciptakan umat manusia yang sejahtera dan berkeadilan. Bukan semata-mata mempertentangkan ajarannya. Ini akan semakin sangat kentara manakala kita masuk ke dalam era teknologi yang maju sekarang ini. Embel-embel agama, sering kali justru dipandang mempersempit pasar. Memberikan sekat kepada calon konsumen untuk masuk ke dalamnya. Sehingga, ruang yang dibangun itu menjadi terbatas dan pergerakannya tidak akan lincah. Kalau cuma sebatas nilai komunal yang dipahami semua pihak, maka laju pergerakannya itu akan menjadi semakin dinamis. Tidak perlu terlalu dini membentengi diri atau membatasi diri dengan embel-embel keagamaan yang sifatnya sensitif. Dunia telah berubah. Teori-teori baru berkembang dengan pesat. Kita memilah dengan memilih mana yang benar-benar baik dan benar serta memberikan ruang gerak yang lega untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Tentu saja dengan catatan, tidak menyalahi kaidah agama serta nilai-nilai universal masyarakat global.
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mohon Informasi Perekrutan CPNS
Informasi adanya lowongan atau perekrutan CPNS mulai beredar di media massa. Saya sebagai warga negara sangat berharap informasi yang lebih terbuka terkait formasi CPNS ini. Pemerintah kabupaten/kota jangan hanya sibuk urus kepentingan politik. Sebaiknya berdayakan humas untuk menyosialisasikan program pemerintahan. Masyarakat butuh informasi yang valid. Meskipun informasi yang beredar banyak di media sosial, sepanjang belum ada pengumuman atau penjelasan publik di media-media yang kredibel, masyarakat masih ragu dengan informasi yang beredar. Untuk itu, saya berharap Badan Kepegawaian Daerah lebih awal menginformasikan formasi yang diperlukan dan apa persyaratannya. Ini penting agar jangan sampai menjelang pendaftaran masyarakat sibuk. Jika ada jeda waktu, masyarakat kan bisa mengatur waktu mengurus persyaratan melamar menjadi CPNS. Saya pikir, saat ini banyak lulusan perguruan tinggi yang menunggu pekerjaan. Persaingan juga akan makin ketat, sehingga informasi menjadi hal penting bagi masyarakat. I Made Putra Gianyar, Bali
Dana Punia Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah)
Dalam rangka menginformasikan dan menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah Loka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan ke hadapan para umat untuk ikut madana punia untuk mendukug pembangunan pura. Dengan adanya dukungan dari umat dalam hal ini akan sangat besar manfaatnya untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan agama, adat istiadat, dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan sradha bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat mengharapkan bantuan dari umat. Bantuan dapat disalurkan ke Rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari No. Rek. 4614-01-019031-53-6 BRI Unit Subagan. Demikianlah permohonan ini kami sampaikan ke hadapan Bapak/Ibu dan atas bantuannya, kami sampaikan terima kasih. Kelian Desa Pakraman Seraya, I Made Salin
Swadesi sebagai ”Branding’’ Ekonomi Hindu Swadesi dapat dijadikan sebagai konsep dasar branding ekonomi Hindu, karena eksistensinya sudah menyatu dalam perilaku kehidupan masyarakat Hindu Bali. Dengan demikian, kita sebagai pelaku ekonomi Hindu dapat memaknai sebagai rasa bangga memiliki komitmen yang kuat dalam mewujudkan sukla dan swadesi sebagai branding ekonomi Hindu.
Oleh
Bambang Gede Kiswardi ukla sebagai konsep dasar kesucian berdasarkan kitab (Reg Veda. X. 65.7) dinyatakan Divaksaso agnihjihvaa rtaavrdhah terjemahannya “Penyebar kebenaran, menuju yang suci bagaikan memiliki tubuh kedewataan” dalam hal ini dapat dijabarkan ke dalam: Pertama, makna kesucian, merupakan sebuah hal yang harus kita dengungkan. Sebab, kesucian merupakan pangkal segalanya dalam kehidupan. Kedua, makna kebenaran (dharma), kita diajarkan untuk menjalankan kebenaran dan kejujuran dalam kehidupan ini. Kebenaran dalam hal ini merupakan kebenaran dalam menjalankan usaha, baik dengan cara langsung maupun tidak langsung konteksnya harus tetap berada dalam kebenaran. Ketiga, makna menjaga kesehatan, kesehatan di sini berarti dalam konsep sukla yang merupakan sebuah usaha sadar untuk tidak mengonsumsi makanan serta makan dengan cara yang tidak dibenarkan seperti makanan yang sudah basi, hambar tanpa rasa, makanan dengan bau busuk dan kurang sedap. Makanan seperti itu tidak mencerminkan unsur kesehatan, unsur kebersihan, unsur kualitas, dan unsur keamanan. Swadesi adalah istilah yang berasal dari India yang dipopulerkan oleh Mahatma Gandhi terkenal sebagai bapak pergerakan nasional India yang mempunyai komitmen kuat untuk berdikari atau mandiri. swadesi dapat diartikan sebagai mandiri atau menyitir istilah Bung Karno “Berdikari” atau “berdiri di atas kaki sendiri. Dalam
arti universal swadesi dimaknai sebagai rasa bangga memiliki bangsa sendiri atau nasionalisme. Sistem ekonomi Hindu dengan ciri-cirinya: Pertama, tujuan dari sistem ini adalah tercapainya tujuan moksaartham jagadhita. Kedua, lembaga ekonomi yang merupakan wadah para pelaku ekonomi yang dilandasi oleh semangat kekeluargaan. Hal ini telah sesuai dengan rohnya pasal 33 ayat 1 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 yang mengatakan, “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Ketiga, motivasi untuk melakukan kegiatan ekonomi dilandasi oleh konsepsi triwarga (dharma, artha, kama) dan catur purusha artha (dharma, artha, kama, moksa). Keempat, kebijaksanaan ekonomi dalam sistem ekonomi Hindu diciptakan dan dilaksanakan dalam konsep dapat terciptanya dan terjaminnya keserasian hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, keserasian hubungan manusia dengan manusia, dan keserasian hubungan manusia dengan alam sekitarnya yang sering kita kenal sebagai konsep falsafah Tri Hita Karana. Kelima, pemimpin yang mengambil kebijaksanaan dalam bidang ekonomi dan bidang-bidang lainnya yang berhubungan dengan bidang ekonomi, mempunyai wawasan kepemimpinan model manajemen Asta Brata, untuk menjamin tercapainya keadilan ekonomi dan keadilan sosial. Cita-cita kehidupan menurut agama Hindu secara jelas dinyatakan dalam ungkapan
Info Singaraja FM radio_singaraja_92.0_fm
081933004217
Ada Program Inovatif JOKO Widodo dan Ma’ruf Amin, Minggu besok dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Sejumlah harapan warga disuarakan melalui Radio Singaraja FM. Kasi Data Gender Anak dan Keluarga Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB3PA) Kabupaten Buleleng Putu Agustini, S.ST. mengharapkan Joko Widodo yang didampingi Ma’ruf Amin dapat melanjutkan programprogram yang belum tuntas dan dapat menelurkan kembali program-program inovatif untuk kemajuan Indonesia di berbagai bidang. Selain mengharapkan program yang inovatif, dalam pelantikan besok sejumlah aparat juga melakukan penjagaan. Seperti Satuan Polisi Air (Satpol Air) Polres Buleleng, Jumat (19/10) kemarin melaksanakan pengawasan di pantai Kelurahan Kampung
Baru. Pengawasan ini untuk menjaga situasi kamtibmas di pesisir pantai dan jalur pelabuhan tradisional. Pengawasan ini dipimpin Kasat Pol Air AKP Wayan Parta. Selain mengawasi aktivitas nelayan, petugas juga mengawasi kapal yang berlabuh di pantai setempat. Selain itu, dalam mata acara Suara Buleleng ini juga tersiar adanya kebakaran lahan produktif di Dusun Dangin Margi Desa Bulian. Ketut Kusuma Arta Sedana, Kadus Dangin Margi, menginformasikan api pertama kali muncul pukul 08.00 Wita. Pada pukul 10.00 Wita api sudah terlihat membesar. Lahan berisi tanaman jati Belanda dan tanaman produktif lain milik tiga warga setempat. Diperkirakan api membakar lahan produktif seluas 3 hektar. Api berhasil dipadamkan setelah warga gotong royong menyekat api dan dibantu satu unit mobil pemadam kebakaran. (mud)
moksaartham jagadhita, yang secara umum diterjemahkan ke dalam arti “kesejahteraan universal dan moksa”. Dalam hal ini, cita-cita kesejahteraan universal mengandung makna lebih luas dari kesejahteraan umat manusia, karena di dunia ini masih ada makhluk kehidupan di luar manusia dan merupakan sarana utama untuk mencapai kesejahteraan umat manusia dalam rangka mewujudkan cita-cita kehidupan krama Bali. Beberapa pemikiran mengenai sukla dan swadesi sebagai branding ekonomi Hindu seperti: Pertama, dharma dalam artian agama dan kebenaran harus selalu melandasi kegiatan ekonomi Hindu, karena pencarian artha (harta) dan pemuas kama (nafsu) tetap mulia dan utama jika berlandaskan dharma. Kedua, pembagian pekerjaan (division of labour) yang terjadi di masyarakat yang kemudian melahirkan penjenjangan sosial dalam masyarakat dalam bentuk catur warna (brahmana karma, kesatria karma, wesia karma, sudra karma) yang secara riil di masyarakat telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara profesionalisme dalam upaya menggerakkan ekonomi Hindu untuk mewujudkan kesejahteraan krama Bali, dan bukan terarah kepada terciptanya kepincangan struktural dalam artian ekonomi, politik, dan sosial budaya. Ketiga, keyakinan akan doktrin karma, bahwa hukum karmaphala dapat dijadikan landasan bagi pelaku ekonomi Hindu untuk berbuat dan berperilaku yang berdasarkan etika bisnis yang baik dan benar
berdasarkan nilai-nilai agama Hindu dan undang-undang perekonomian yang berlaku saat ini. Melandasi perilaku individu maupun masyarakat para pelaku ekonomi Hindu akan selalu mendapat kepercayaan dari kalangan dunia bisnis baik di tingkat daerah, tingkat nasional, maupun tingkat internasional, sehingga tumbuh etos kerja keras harus bangkit dari doktrin karma ini, dan semangat kebersamaan menjiwai gerakan ekonomi Hindu. Keempat, persaingan dalam kegiatan ekonomi Hindu harus diterima sebagai kegiatan yang wajar dalam masyarakat, dan persaingan ini merupakan perwujudan dari upaya pemberian pelayanan prima kepada sesama krama Bali. Kelima, perolehan profit (keuntungan) dalam kegiatan ekonomi Hindu adalah sesuatu yang wajar dan nilai keuntungan ini sebanding dengan nilai kualitas pelayanan yang diberikan. Adapun keuntungan yang diperoleh pelaku ekonomi Hindu tersebut tiada lain adalah karma dalam mengelola ekonomi Hindu yang berlandaskan etika bisnis dengan kekuatan nilai-nilai agama dan sosial budaya. Dalam era globalisasi dan era revolusi industri 4.0 saat ini, ekonomi Hindu harus mampu mengadaptasi dengan berjalannya waktu akan memengaruhi perubahan ekonomi Hindu dari tatanan desa, kala, dan patra itu sendiri, bahwa persepsi krama Bali terhadap lingkungan fisik (desa), perjalanan waktu (kala), dan kehidupan manusia (patra) mengalami perubahan yang sangat dinamis. Adapun perubahan tersebut bisa memberikan tantangan dan peluang bagi ekonomi Hindu, karena lingkungan ekonomi Hindu akan merasakan dampaknya terhadap : 1) Pembangunan ekonomi Hindu sebagaimana lazim dikenal yang dilakukan sebagai upaya sadar dan berencana yang bertujuan melakukan transformasi terhadap perkembangan struktur ekonomi Bali. Apabila ditinjau dari kompo-
WARUNG GLOBAL
Jangan Lengah Jaga Bali JELANG pelantikan presiden-wapres terpilih pada 20 Oktober 2019, aparat keamanan disiagakan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Keamanan menurut Kawan Global, merupakan kebutuhan pokok yang sangat vital terlebih Bali sebagai destinasi tujuan wisata dunia, keamanan tak bisa ditawar lagi. Bukan hanya momen tertentu keamanan dilipatgandakan, setiap saat aparat keamanan bersama seluruh elemen masyarakat tetap waspada. Demikian saran yang disampaikan dalam acara Warung Global, Jumat (18/10) kemarin. Ketut Mursi di Denpasar berharap agar penjagaan dilakukan rutin, jangan hanya pada momen tertentu. Pintu masuk Bali diperketat pemeriksaannya, periksa orang, identitas, dan juga barang bawaannya. Jaga Bali jangan hanya kata-kata atau wacana. Pengamanan jangan hangat-hangat tahi ayam. Sridham di Mengwi dan Fera di Tabanan juga menegaskan hal senada. Keamanan merupakan harga mati. Sekarang sudah serbacanggih. Sebelum terjadi, aparat hendaknya bisa mengantisipasi dengan alat pendeteksi
yang canggih. Sama seperti kawan lainnya, Budiada di Tabanan, Febri di Denpasar, dan Ayu di Petang sepakat bahwa penjagaan bukan hanya insidental dan momen tertentu. Aparat harus mampu memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat dengan cara rutin melakukan penjagaan. Terlebih Bali, sudah memiliki konsep dalam menjaga Bali beserta isinya baik sekala maupun niskala. Soal keamanan tak boleh disepelekan. Siapa pun harus menjaga Bali. Setiap saat. (sikha)
sisi Produk Domestik Bruto (PDB) telah terjadi perubahan struktur ekonomi Bali dalam bentuk turunnya secara tajam sumbangsih di sektor pertanian dalam pembentukan pendapatan daerah. Sementara pada sisi lain, sektor nonpertanian dalam hal ini sektor pariwisata memberikan sumbangsih pembentukan pendapatan daerah yang begitu meningkat. Transformasi struktur ekonomi tersebut, sudah tentu sangat berpengaruh terhadap pola penciptaan lapangan kerja, pola kesempatan usaha, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pola perilaku krama Bali. 2) Pembangunan ekonomi Hindu dengan paradigma baru, secara umum lebih menitikberatkan pada semua potensi ekonomi yang mampu memberikan pertumbuhan dan peningkatan terhadap ekonomi Bali dengan menggunakan sistem ekonomi Hindu. Dengan kerangka berpikir melalui pengkajian terhadap sukla dan swadesi sebagai branding ekonomi Hindu tersebut, diharapkan para pelaku ekonomi Hindu dan masyarakat krama Bali telah terbangun komitmen yang kuat dan kokoh untuk menggerakkan dan memotivasi cita-cita, nilai-nilai, dan prinsip-prinsip kehidupan sebagaimana tertuang dalam catur purusa artha, karena ada unsur ekonomi moral, ekonomi spiritual yang mendasari gerakan ekonomi Hindu. Di samping itu, ada keterikatan kuat untuk mewujudkan cita-cita bersama dalam artian moksaartham jagadhita dan kesejahteraan jagat yang berkeadilan dengan menerapkan gaya kepemimpinan model sistem manajemen asta brata. Dengan demikian, dapat diyakini konsep sukla dan swadesi sebagai branding ekonomi Hindu akan menjadi produk kearifan lokal bagi para pelaku ekonomi Hindu maupun masyarakat krama Bali menuju ajegnya Bali. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan
POJOK Akhiri masa jabatan, Jokowi-JK ucapkan terima kasih. - Terima kasih Bung Jokowi-Jusuf Kalla karena telah berkeja untuk Indonesia. *** Harapan kepada Jokowi-Ma’Ruf Amin, serius bangun SDM sesuai janji kampanye. - Wujudkan cita-cita bangsa. *** Pemprov Bali kejar kepemilikan 51 persen saham BPD. - Wujudkan Bali Era Baru.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Paing, 19 Oktober 2019
Polisi Perketat Pemeriksaan Kendaraan
Bali Post/ist
PERIKSA - Polisi memeriksa kendaraan yang melintas di simpang patung Adipura, Tabanan.
Tabanan (Bali Post) Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, pihak kepolisian memperketat keamanan melalui Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung. Salah satunya dengan memeriksa kendaraan yang melintas di jalan nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di pos simpang patung Adipura, Tabanan, Kamis (17/10) malam. Operasi berlangsung mulai pukul 20.00 Wita. Petugas memeriksa satu per satu kendaraan yang melintas di kawasan tersebut. Petugas memeriksa 143 unit kendaraan roda dua, 21 unit roda empat dan empat unit mobil boks. Pada pemeriksaan yang dilakukan petugas, tidak ditemukan senjata tajam, senjata api, dan amunisi. Namun petugas menemukan satu orang yang kedapatan membawa dua botol minuman beralkohol.
Satgas Ops Cipkon Agung II Polres Tabanan dipimpin oleh Kasubag Dal Ops Iptu I Nengah Widya, S.H., M.H. dengan melibatkan 55 personel yang terdiri dari 40 personel Terseprin dan 15 personel Satlantas. Sasaran kegiatan ini berupa barang bawaan yang berpotensi membuat situasi tidak kondusif. Selain memeriksa kendaraan, petugas juga memberikan imbauan kepada pengendara agar menjaga ketertiban, menaati aturan, tidak terpengaruh hoax serta ikut menjaga situasi jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta mengatakan, selain memeriksa kendaraan, patroli dialogis pada masyarakat juga terus digencarkan oleh petugas Bhabinkamtibmas di tiap wilayah. Selain itu, objek wisata mendapat perhatian khusus. (kmb28)
Eksekutif Diminta Cermat Susun Target Pendapatan Tabanan (Bali Post) -
Ranperda tentang RAPBD 2020 dan Ranperda tentang Penambahan Penyertaan Modal pada Perusda Dharma Santika mulai dibahas DPRD Tabanan. Dalam rapat intern Badan Anggaran (Banggar), Jumat (18/10) kemarin, sebagian dewan menyoroti rendahnya target pada RAPBD 2020 yang disodorkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dewan pun meminta pemasangan target harus terukur dan sesuai data sehingga tidak terus stagnan, mengingat pembenahan sarana prasarana dan sistem untuk upaya peningkatan potensi pendapatan sudah dilakukan. Dari data yang dihimpun, target RAPBD 2020 yang dipasang oleh TP4D menunjukkan komponen pendapatan menurun dibandingkan APBD Perubahan 2019. Target pendapatan asli daerah (PAD) yang dipasang di APBD Perubahan 2019 sebesar Rp 398.220.070.658,99. Sedangkan pada rancangan KUA dan PPAS 2020 dipasang Rp 363.428.082.858,99. Artinya, ada penurunan Rp 34.799.987.800. Kemudian, pada RAPBD 2020 dipasang Rp 388.420.082.858 sehingga berkurang Rp
9.799.987.800,00 dari target di APBD Perubahan 2019. Usai rapat internal, anggota Banggar I Gusti Nyoman Omardani mengatakan, untuk penentuan target PAD perlu dikaji mendalam. Potensi pendapatan juga harus dicek dengan baik. Menurutnya, saat ini sudah ada perubahan sarana sehingga mendukung upaya peningkatan pendapatan daerah. Salah satunya pemasangan e-ticketing yang tentunya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan. ‘’Dengan pemasangan ini,
berapa potensi yang bisa ditingkatkan? Jangan terus stagnan,’’ ujar politisi PDI-P asal Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan ini. Selain itu, sudah dibangun sistem online untuk memaksimalkan potensi pendapatan dari sektor pajak. Hotel dan restoran saat membayar pajak sudah terintegrasi dengan bank. Artinya, kebocoran yang dikhawatirkan sebelumnya, otomatis dianggap sudah hilang. ‘’Dengan adanya sistem ini, kenapa tidak berani pasang target peningkatan,’’ tegasnya.
RAPAT - Rapat Banggar DPRD Tabanan yang digelar, Jumat (18/10) kemarin. Di sisi lain, juga sudah sistem di DPMPPTSP Online Single Submission (OSS) Goes Public, yang artinya pelayanan sampai ke desa. Ini juga menurutnya sangat berpotensi mendongkrak PAD. Omardani menyebutkan,
melihat berbagai sistem yang telah dibangun, seharusnya eksekutif tidak pesimis menyusun target pendapatan. Sebab melalui sistem tersebut, cukup banyak potensi pendapatan yang mampu diraih. ‘’Sebe-
lumnya TAPD memberikan target secara global tidak terinci. Apa itu hanya targettargetan?’’ imbuhnya. Anggota dewan lainnya, I Wayan Lara, mengatakan pihaknya menginginkan target PAD ditingkatkan. Namun
Bali Post/bit
untuk merealisasikannya, harus ada kerja nyata alias bukan sekadar wacana. ‘’Masalah untuk kenaikan PAD, seluruh Komisi bergerak. Tidak hanya Komisi III, termasuk Staf Ahli harus ikut,’’ tegasnya. (kmb28)
Sampah Plastik Perlu Penanganan Komprehensif Antisipasi Musim Hujan BPBD Kumpulkan TRC Tabanan (Bali Post) – Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik yang dicanangkan Gubernur Bali I Wayan Koster, kembali digelar Pemkab Tabanan. Pada Jumat (18/10) kemarin kegiatan dipusatkan di Lapangan Umum Kerambitan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabanan A.A. Gde Dalem Trisna Ngurah mengatakan, pengelolaan sampah plastik perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan aman bagi Lingkungan. Persoalan sampah plastik khususnya di Kabupaten Tabanan harus mendapat perhatian serius semua komponen, karena setiap hari timbunan sampah plastik meningkat. ‘’Kalau tidak ingin kita terpuruk tertimbun sampah plastik, mau tidak mau suka tidak suka kita bersama pemerintah dan masyarakat bersinergi bahu membahu menangani sampah plastik,’’ tegasnya. (kmb28)
BALI RESIK - Kegiatan Bali Resik Sampah Plastik di Lapangan Umum Kerambitan.
Bali Post/ist
Tabanan (Bali Post) Musim hujan yang diprediksi terjadi November telah diantisipasi jauh-jauh hari oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan. Pada Jumat (18/10) kemarin, seluruh petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) dikumpulkan dan diberikan pengarahan sebagai upaya kesiapsiagaan, bertempat di Museum Subak. ‘’Tidak ada pembicaraan serius. Sekadar ngobrol santai dengan TRC untuk kesiapsiagaan musim hujan yang diprediksi bulan November,’’ terang Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Sucita. Terkait kesiapsiagaan tersebut, Sucita lebih menekankan pada kesigapan petugas TRC saat terjadi bencana baik itu tanah longsor, banjir atau lainnya. ‘’Mungkin penekanan lebih pada selalu siap siaga dan ada di tempat saat jam kerja itu yang harus ditingkatkan,’’ ucapnya. Disinggung tentang penambahan personel TRC, Sucita mengaku belum dilakukan mengingat di tiap kecamatan sudah ada relawan yang siap
jika di wilayahnya terjadi bencana. ‘’Kami juga sudah bersurat di tingkat kecamatan, khususnya untuk kesiapsiagaan relawan sehingga lebih awal melakukan penanganan jika terjadi bencana. Jika perlu penanganan lanjutan segera lapor ke kami di BPBD,’’ tegasnya. Sementara untuk sarana dan prasarana penanganan bencana seperti alat berat, selain BPBD telah siaga dengan alat berat, juga telah bersurat pada OPD terkait, seperti Dinas PUPRPKP untuk menyiagakan alat berat. Terkait ancaman bencana tanah longsor, Sucita mengatakan, dari data BPBD setidaknya ada sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami bencana tersebut. Wilayah dimaksud, seperti Baturiti, Penebel, dan Pupuan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalisir korban jiwa saat terjadinya bencana. ‘’Kita tentu tidak berharap sampai terjadi bencana, tetapi paling tidak lebih meningkatkan kewaspadaan,’’ jelasnya. (kmb28)
Jeda Semester di SMPN 6 Tabanan
Siswa Diajak Membuat Pohon Baca Tabanan (Bali Post) SMPN 6 Tabanan memiliki cara tersendiri untuk menggugah minat baca siswanya. Selama jeda semester, siswa diajak membuat pohon baca yang berisikan daun literasi berupa cerpen, pantun, puisi maupun resume buku. Tidak hanya itu, para siswa juga diajak literasi budaya, seperti membuat klangsah bagi siswa putra dan canang sari bagi siswa putri. ‘’Selama lima hari jeda semester, siswa kami ajak dalam berbagai lomba. Lewat lomba ini kami juga selipkan upaya pelestarian budaya, seperti membuat klangsah dan canang,’’ kata Kepala SMPN 6 Tabanan Drs. I Gede Ketut Sedana, S.H., M.Pd., Jumat (18/10) kemarin. Melihat pentingnya pem-
belajaran dengan metode seperti ini, ke depan kegiatan ini akan menjadi agenda setiap jeda semester. Tentunya ide atau gagasan kegiatan beragam, disesuaikan dengan aktivitas atau kegiatan sehari-hari di masyarakat. ‘’Misalnya saja kalau sekarang membuat klangsah, jeda semester selanjutnya bikin klatkat, tusuk sate ataupun membuat lawar. Kegiatan ini sering dijumpai di masyarakat. Intinya b a g a i m ana tetap melestarikan budaya Bali tanpa melenceng jauh dari revolusi industri saat ini,’’ ucapnya. Sementara itu, guru yang juga koordinator literasi, Ni Made Ratnadi, M.Pd. mengatakan, perkembangan teknologi menyebabkan maraknya penggunaan gadget di kalangan pelajar.
Salah satu akibatnya, menurunnya minat membaca. ‘’Kami coba kemas kegiatan yang menyambungkan antara kegiatan literasi baca, literasi budaya dan literasi internet dalam beragam kegiatan. Hasilnya, mereka sangat antusias mengisi jeda semester kali ini,’’ ucapnya. Untuk literasi baca contohnya, tiap kelas diminta membuat pohon baca. Daun pohon baca itu adalah kreativitas siswa, seperti pantun, puisi, cerpen dan resume buku. ‘’Pohon baca ini nantinya diletakkan di sudut kelas sebagai ruang pojok baca, dan daun pohon baca itu nantinya wajin diganti setiap hari Sabtu oleh para siswa dengan tema yang berbeda sehingga secara tidak langsung mereka akan terbiasa membaca dan mencari tema untuk meng-
ganti isian daun literasi dari pohon baca tersebut,’’ terangnya. Demikian halnya literasi budaya. Siswa diajak belajar membuat klangsah dan canang. ‘’Bahan kami yang siapkan. Harapan kami di zaman globalisasi saat ini mereka tidak lupa budaya Bali,’’ terangnya. Selain literasi, siswa SMPN 6 Tabanan juga diajak ikut serta mengurangi sampah plastik dengan membuat ecobrick. ‘’Sudah ada yang membuat kursi dari ecobrick dengan memanfaatkan sampah plastik di lingkungan sekolah. Ini berkelanjutan tiap minggu mengumpulkan satu botol ecobrick untuk membantu pengurangan sampah plastik. Nanti dibuat untuk penataan taman dan lingkungan,’’ terangnya. (kmb28)
Bali Post/bit
POHON BACA - Siswa SMPN 6 Tabanan saat membuat pohon baca berisikan daun literasi.
Sabtu Paing, 19 Oktober 2019
Selamatkan Nelayan Tradisional
Satpol Air Beri Bantuan ’’Life Jacket’’
Bali Post/kmb38
SERAHKAN BANTUAN – Jajaran Satuan Polisi Air (Satpol Air) Polres Buleleng menggalakkan kampanye keselamatan pelayaran dengan menyerahkan bantuan life jacket kepada nelayan tradisional, Jumat (18/10) kemarin.
Terbitkan Dua Perbup Pemkab Optimalkan Penanganan Sampah Singaraja (Bali Post) – Setelah memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Persampahan, pemerintah daerah menerbitkan regulasi turunan perda tersebut. Peraturan Bupati (Perbup) No. 39 dan Perbup No. 40 Tahun 2019 diterbitkan sekaligus untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah terutama sampah plastik. Perbup No. 39 Tahun 2019 akan mengatur tentang waktu pembuangan dan pengangkutan sampah itu. Sedangkan Perbup No. 40 Tahun 2019 mengatur tentang izin pengelolaan sampah. Kedua regulasi terbawah itu mengatur sanksi bagi warga yang terbukti melakukan pelanggaran. Sanksi itu digunakan menjerat semua pihak yang terbukti melanggar seperti administrasi dan hukuman kurungan. Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Buleleng Ni Made Rousmini saat memimpin aksi Bali Resik di kawasan Museum Tematik Soenda Ketjil eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (18/10) kemarin mengatakan, perbup ini sebagai dasar pijakan kebijakan pemerintah dalam menangani persoalan sampah itu. Pihaknya berharap masyarakat lebih peduli kebersihan lingkungan dengan
cara mengelola sampah itu dengan baik. ‘’Ini bagian komitmen kita dalam mengedukasi masyarakat agar mereka itu peduli menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Setelah disosialisasikan, kami minta Satpol PP melaksanakan regulasi ini,’’ pinta Made Rousmini. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Putu Ariadi Pribadi mengatakan, kedua perbup itu merupakan regulasi turunan Perda No. 1 Tahun 2013. Menurutnya, materi perbup itu sudah detail mengatur tentang penanganan sampah. Untuk itu, dia mengajak masyarakat mengelola sampah yang dihasilkan dengan baik. Seperti dapat dilakukan pemilahan sampah antara organik dan nonorganik. Strategi itu selain mengurangi timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sampah yang bisa didaur ulang itu juga dapat memberikan manfaat untuk rumah tangga bersangkutan. ‘’Dengan diberikan sanksi, semoga bisa memberikan efek jera, sehingga masyarakat mulai sadar mengolah sampahnya dengan baik. Kami yakin hal itu memberikan manfaat untuk warga itu sendiri,’’ jelasnya. (kmb38)
BALI RESIK – ASN di lingkungan Pemkab Buleleng melakukan aksi Bali Resik di kawasan Museum Tematik Soenda Ketjil eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (18/10) kemarin.
Singaraja (Bali Post) – Satuan Polisi Air (Satpol Air) Polres Buleleng menggalakkan kampanye keselamatan pelayaran di laut. Terutama bagi nelayan tradisional yang menangkap ikan menggunakan perahu dengan bobot kecil. Selain itu, Satpol Air juga menyerahkan bantuan life jacket untuk menjaga keselamatan nelayan tradisional itu ketika menangkap ikan di laut lepas. Kasat Pol Air AKP Wayan Parta seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Jumat (18/10) kemarin mengatakan, sebagian besar nelayan di pesisir Bali Utara itu menggunakan perahu kecil. Hanya beberapa kelompok yang mengoperasikan kapal dengan bobot besar. Untuk itu, secara bertahap nelayan tradisional itu terus disasar. Bukan saja terkait pemberian edukasi pemahaman tentang keselamatan pelayaran, pihaknya juga sudah menyerahkan beberapa life jacket untuk nelayan tradisional Kelompok
Usaha Bersama (KUB) Baruna Bahari, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja. “Penyadaran dilakukan terkait keselamatan pelayaran. Selain itu, nelayan diberikan bantuan life jacket. Dengan cara itu, kita berharap bisa menekan angka kecelakaan di laut lepas,’’ ujarnya. Apalagi sebagian besar nelayan di daerah itu kapalnya kecil-kecil. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan terjadi musibah. Dengan cara pemberian life jacket itu, maka musibah di laut diyakini akan bisa ditekan. Di sisi lain, Wayan Parta mengatakan, tidak saja kampanye keselamatan pelayaran, pihaknya juga mengajak setiap nelayan itu agar tetap waspada dan berpartisipasi aktif menjaga situasi kamtibmas utamanya di kawasan pelabuhan tradisional atau di kampung nelayan. Upaya itu penting dilakukan, sebab tidak menutup kemungkinan ada penyebaran paham radikalisme dari pihak-pihak yang tidak bertangung jawab
masuk lewat perkampungan nelayan termasuk pelabuhan tradisional. “Kami berharap, nelayan agar waspada. Bila menemukan ada indikasi yang mengarah pada penyebaran radikalisme di wilayahnya agar segara menginformasikan, sehingga situasi kamtibmas di daerah kita tetap terjaga dengan baik,” jelasnya. Dengan cara patroli itu terus digencarkan belakangan ini, pihaknya berharap, situasi kamtibmas di wilayah perairan di Bali Utara itu bisa tetap terjaga. Apalagi, menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Minggu (20/10) besok, pengawasan kapal yang berlabuh di pelabuhan tradisional atau pelabuhan lain seperti di Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak agar terus ditingkatkan. Tidak ketinggalan, pemeriksaan dokumen dan identitas para anak buah kapal (ABK) yang berlabuh di pelabuhan daerah ini agar juga diperiksa secara ketat. (kmb38)
Tiga Hektar Lahan Pertanian di Bulian Terbakar
Singaraja (Bali Post) – Kebakaran lahan pertanian masih marak terjadi di Buleleng. Itu terbukti, lahan pertanian dengan tanaman kayu jati dan tanaman lain di Dusun Dangin Margi, Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan itu terbakar, Jumat (18/10) kemarin. Akibat kejadian ini, lahan pertanian dengan luas sekitar tiga hektar itu terpapar api. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, api pertama kali dilihat oleh warga yang kebetulan melintas sekitar pukul 08.00 Wita. Titik api yang semula kecil dengan cepat menjalar membakar semak, rumput liar, hingga tanaman produktif lainnya. Api semakin liar, hingga dikhawatirkan merembet ke perkebunan milik warga di sekitar. Warga akhirnya bergotong royong memadamkan api itu agar tidak meluas. Saat bersamaan, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Kubutambahan tiba di lokasi kejadian. Dengan bantuan pemadaman dari Damkar itu, sekitar pukul 10.00 Wita, api berhasil dipadamkan secara keseluruhan. Salah seorang saksi yang juga Klian Dusun (Kadus) Dangin Margi Ketut Arta Sedana mengatakan, lahan yang terbakar itu bukan saja perkebunan miliknya sendiri, juga kebun kepunyaan dua tetangganya yakni Wayan Sumantri dan Ketut Sumarka. Sebelum kejadian, lahan tersebut kondisinya memang dipenuhi semak dan rumput liar yang sudah kering. Saat menerima informasi dari warga, dia terkejut setelah ditengok api begitu cepat menjalar. Beruntung, upaya gotong royong dan bantuan pemadam dari warga itu membuat api berhasil dipadamkan, sehingga tidak memicu kebakaran lebih parah. Terkait penyebab kebakran itu, Arta Sedana mengaku tidak tahu pasti, walau titik api pertama kali ditemukan di lahan miliknya. “Karena angin kencang dan banyak
tanaman mengering, sehingga api cepat membesar. Untung saja, cepat ada penanganan dari pemadam. Jadi, api bisa dipadamkan lebih awal dari perkiraan. Dari mana sumber apinya, kami tidak tahu. Sebab, waktu dicek api sudah besar,” katanya. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Made Agus Jaya Sumpena usai sidang di gedung DPRD kemarin mengatakan, hingga bulan ini, kasus kebakaran baik bangunan, hutan, maupun lahan terjadi lebih dari 25 kali. Catatan kejadian yang tergolong tinggi itu karena musim keramau panjang masih berlangsung. Ditambah lagi angin kencang, kerap memudahkan api dengan cepat menjalar. Untuk itu, menyusul perkiraan kemarau masih berlangsung, sehingga pihaknya mengimbau agar warga tetap wapada dan cepat melaporkan bila ditemukan terjadi kebakaran hutan atau lahan. Selain itu, ada upaya penyadaran kepada warga agar tidak membuat titik api. Termasuk membuang puntung rokok sembarangan dan juga membakar sampah. Tindakan antisipasi itu diyakini dapat mencegah kasus kebakaran hutan atau lahan di tengah situasi kemarau panjang ini. “Selain dilakukan pemadaman kebakaran hutan itu dengan cara-cara manual, kebakaran lahan itu bisa kita bantu dengan penyemprotan air menggunakan mobil pemadam,” tegas mantan Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdishub) Buleleng ini. (kmb38)
Bali Post/ist
TERBAKAR – Lahan pertanian yang berisi kayu jati dan tanaman produktif lain di Dusun Dangin Margi, Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan terbakar, Jumat (18/10) kemarin.
Krisis Guru SD dan SMP
Diusulkan, Penambahan Guru Kontrak Krisis pengajar alias guru masih terjadi di Buleleng. Hal itu kembali mendapat sorotan anggota DPRD Buleleng. Dewan yang tergabung di Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu menilai pemerintah belum berhasil mengatasi kekurangan guru, khususnya untuk guru di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Lalu, bagaimanakah cara efektif untuk mengatasi krisis pengajar di Buleleng itu? SEBETULNYA masalah krisis guru itu sudah terjadi sejak lama. Pada sidang dewan itu, Fraksi Hanura meminta agar dalam pembahasan Rancangan Anggapan Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020 dialokasikan anggaran terutama untuk pengangkatan guru kontrak mulai jenjang SD dan SMP. Demikian juru bicara (jubir) Fraksi Hanura Ketut Wirsana mengatakan saat membacakan pemandangan umum fraksinya terhadap Nota Pengantar RAPBD tahun 2020 saat sidang paripurna di gedung dewan, Jumat (18/10)
kemarin. Ketut Wirsana menambahkan, masalah kekurangan guru SD dan SMP selama ini tidak terhindarkan. Alasannya, disebabkan kebijakan moratorium (menghentikan -red) perekrutan CPNS sejak beberapa tahun terakhir ini. Akibatnya, dalam waktu lama tidak ada penambahan. Apalagi disusul banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pensiun setiap tahun. Karena itu terjadinya krisis guru semakin parah saja. Selama ini memang pemerintah daerah sudah menambah guru kontrak. Bahkan,
guru kontrak itu disebar ke sekolah di pelosok desa. Walau pemerintah sudah bekerja keras mengupayakan
guru itu, pihaknya menilai persoalan itu belum juga dapat diatasi secara permanen. Karena itu, solusi yang harus
diambil ke depan adalah keseriusan pemerintah agar kembali menambah guru kontrak tersebut.
Bali Post/mud
TAMBAH GURU KONTRAK – Fraksi Partai Hanura mengusulkan agar tahun 2020, pemerintah mengalokasikan anggaran dalam APBD untuk menambah guru kontrak. Usulan itu disampaikan dalam sidang paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi, Jumat (18/10) kemarin.
Agar kebijakan itu terealisasi, pihaknya mendukung RAPBD tahun 2020 agar pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk mengangkat guru kontrak baru. Selain itu, tambahan anggaran itu untuk mengatasi masalah kecilnya gaji guru honor atau guru pengabdi yang selama ini membantu pendidikan di pelosok desa di Bali Utara itu. Wirsana mencontohkan, ada guru honor atau pengabdi yang bekerja dengan gaji Rp 400.000 tiap bulan. Sudah pasti, pihaknya sangat prihatin atas fakta tersebut. “Kekurangan guru itu adalah masalah serius. Kekurangan itu akan berdampak pada kualitas pendidikan di daerah. Karena itu, kami mendorong pemerintah mengalokasikan anggaran di RAPBD 2020, sehingga guru yang statusnya honor atau pengabdi diangkat menjadi guru kontrak,” katanya. Menanggapi usulan tersebut, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, pada masa kepemimpi-
nannya, penambahan guru kontrak jenjang SD dan SMP sudah dilakukan. Malah yang terbaru adalah kebijakan mengangkat guru honor kategori dua (K-2) menjadi guru kontrak. Tidak hanya itu, juga ada kebijakan menaikkan gaji. Itu sudah dilakukan pemerintah, gaji guru kontrak itu naik jadi Rp 1,2 juta lebih per bulan. Terkait usulan menambah guru kontrak itu, Bupati menyebut tahun 2020 mendatang, Buleleng mendapat formasi ASN dari pelamar umum dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Dengan perekrutan ini, pihaknya memastikan krisis guru di daerahnya dapat diatasi. “Saya setuju dilakukan penambahan dengan format anggaran efisiensi. Itu akan kita lakukan. Tahun depan, rencananya juga ada perekrutan ASN pelamar umum dan ada P3K. Dengan kebijakan itu, krisis guru di daerah kita akan segera bisa diatasi,” ujarnya. (mud)
Sabtu Paing, 19 Oktober 2019
SOSOK Literasi Berdasarkan Budaya TANTANGAN literasi ke depan tidak hannya pada kemampuan baca, tulis, dan hitung saja. Namun literasi yang berdasarkan pada budaya luhur saling menghargai, menyebarkan kebaikan dan kritis dalam setiap menerima informasi, semua ini menjadi tantangan yang patut dihadapi ke depan. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Gianyar I Wayan Sadra mengatakan hal itu di sela-sela peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) di Balai Budaya Gianyar, Jumat (18/10) kemarin. Pejabat bertubuh jangkung ini mengingatkan pentingnya upaya pemberantasan buta aksara yang kini sudah menjadi program nasional. Sehingga memberikan ruang pada seluruh bangsa Indonesia untuk melek huruf. “Setiap masyarakat sebenarnya sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca, menulis, dan berhitung. Itu merupakan pondasi yang sangat kuat untuk mewujudkan penuntasan Wajib Belajar Sembilan tahun,” katanya. Ia menilai pentingnya meningkatkan literasi masyarakat dengan ragam budaya lokal. Upaya ini dilakukan, mengingat pentingnya dalam menciptakan masyarakat yang berbudaya, terlebih Indonesia sebagai bangsa yang ragam budaya. “Jadi, ini juga dalam upaya menguatkan budaya warisan leluhur,” tegasnya. (nik)
Sepanjang 2019, Puluhan ODGJ Diamankan
Gianyar (Bali Post) Satpol PP Kabupaten Gianyar tergolong gencar dalam melakukan penangkapan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sepanjang 2019 hingga awal Oktober ini, sudah ada 42 ODGJ yang diamankan dan dibawa petugas ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli. Di antara puluhan ODGJ yang diamankan, ada sejumlah wisatawan yang depresi. Berdasarkan data rekap tangkapan ODGJ di Dinas Satpol PP Gianyar, tercatat ada 42 ODGJ yang sudah diamankan petugas. Mereka diamankan dari Januari hingga awal Oktober 2019. ODGJ yang paling banyak diamankan itu terjadi sepanjang Juli 2019. Dalam sebulan itu tercatat 10 ODGJ yang diamankan petugas. Menyusul awal hingga pertengahan Oktober ini, petugas sudah mengamankan delapan ODGJ dan dibawa ke RSJ Bangli. “Setiap ada laporan, petugas pasti meluncur ke lokasi,” kata Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha, Jumat (18/10) kemarin. ODGJ yang tidak bisa ditangani pihak keluarga, kata Watha seringkali mengganggu ketertiban umum. Sehingga tidak sedikit warga yang me-
milih melapor. Termasuk pihak keluarga yang sudah tidak bisa melakukan penanganan tentu akan memilih melapor ke Dinas Satpol PP Gianyar. “Apalagi kalau ada ODGJ yang mengamuk dan membawa sajam, ini kan berbahaya. Jadi, warga lebih percaya kepada Satpol PP untuk melakukan penanganan,” ujarnya. Watha menambahkan, ada pula ODGJ yang berulang kali diamankan petugas. Pasalnya, setelah usai pengobatan, penyakitnya kembali kambuh. Dikatakan, ada berbagai faktor yang menyebabkan seseorang mengidap gangguan jiwa. Ada yang depresi akibat faktor ekonomi, hingga frustasi karena putus cinta. Namun, ada juga ODGJ yang memang pembawaan. “Menurut petugas, ODGJ yang depresi ini biasanya yang suka mengamuk,” terangnya. Selain warga lokal, dari puluhan ODGJ itu ada yang berstatus sebagai warga negara asing (WNA). Khusus untuk WNA ini, mayoritas mengamuk akibat depresi kehabisan uang. “Beberapa WNA yang mengamuk di Ubud dan kami amankan, itu ada yang depresi karena kehabisan uang,” tegasnya. (kmb35)
MEMERIKSA Petugas Puskeswan Kecamatan Sukawati saat memeriksa sejumlah babi di wilayah Sukawati.
Puskeswan Antisipasi Virus ”African Swine Fever”
Gianyar (Bali Post) -
UPT Puskeswan Kecamatan Sukawati saat ini tengah gencar mengantisipasi tersebarnya virus pada ternak babi. Virus tersebut diketahui bernama African Swine Fever (ASF) yang bisa berdampak pada kematian babi. Kepala UPT Puskeswan Kecamatan Sukawati drh. Nyoman Arya Dharma mengatakan hal itu, belum lama ini. Menurut Arya Dharma, virus ASF sudah menyebar di negara tetangga Indonesia. Virus ini banyak menyebabkan kematian pada ternak babi. “ASF adalah penyakit menular yang berbahaya pada ternak babi maupun babi liar. Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegahnya.
Meskipun tidak berbahaya terhadap kesehatan manusia, tetapi sangat merugikan secara ekonomi produksi,” paparnya. Penyebaran virus itu, kata Arya Dharma bisa melalui pakan ternak babi hasil pengolahan limbah hotel. Hal tersebut disebabkannya dengan bahan makanan impor,
Polres Gelar Tatap Muka dengan Forkopimda
DIAMANKAN - ODGJ yang diamankan petugas Satpol PP Gianyar, beberapa waktu lalu.
stitusi. Kini pihaknya mengantisipasi kerawanan yang terjadi menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. “Hal-hal kerawanan yang mungkin dapat terjadi menjelang pelantikan adalah unjuk rasa, hate speech atau kerawan di media sosial dengan melakukan ujaran kebencian,” katanya. Priyanto Priyo Hutomo mengakui, belakangan banyak isu-isu negatif yang dihembuskan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Ia mengingatkan masyarakat untuk cerdas dalam memilah informasi dan tidak mudah terprovokasi. “Kami berharap masyarakat bijak dalam menanggapi isu-isu yang berkembang dan jangan terpancing,” katanya mengingatkan. Perwira melati dua di pundaknya ini berharap adanya peran serta dari berbagai komponen masyarakat untuk membantu menjaga kondusivitas pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. “Saya harap masyarakat Gianyar dapat membantu menjembatani kesuksesan pemilu ini tetap berjalan damai,” tegasnya. Priyanto Priyo Hutomo menambahkan, polisi juga melakukan pemasangan baliho, sebagai sosialisasi kepada
sa. Dikatakan, polisi sudah kembali meminta keterangan pihak keluarga. “Kemarin kami cek ke rumahnya. Kami minta keterangan pamannya yang diajak tinggal di sana, termasuk kakaknya. Korban ini memang tipe pendiam. Korban juga belum punya pacar,” katanya. Informasi terakhir, korban memang hendak bekerja ke luar negeri. Melalui sebuah LPK, korban terlebih dahulu diminta interview ke Jakarta. Selain itu juga ada oknum yang mengaku dari LPK meminta uang kepada korban. “Makanya korban ngirim uang (lewat rekening - red) itu Rp 3,9 juta. Setelah dicek,
kemungkinan itu modus penipuan,” katanya. Mendapat informasi itu, polisi juga langsung melakukan pemeriksaan ke rumah sakit tempat korban melakukan tes kesehatan. Namun diketahui tidak ada meminta uang terhadap korban. “Lembaga ini untuk pemeriksaan kesehatan di Denpasar, setelah cek ke sana memang tidak ada meminta uang seperti itu. Apakah kematian korban ada kaitan dengan ini, masih kita dalami,” katanya. Suastika menambahkan, proses transfer uang lewat rekening itu dibantu oleh kakak korban. Uang itu ditransfer ke rekening pribadi
oknum yang mengaku dari LPK tersebut. “Kami belum sampai melacak rekening itu,” katanya. Menurut Suastika, polisi juga sudah menemukan sepeda motor Honda Vario DK 6092 LI milik korban. Menurut keterangan warga, sepeda motor warna pink itu sudah terparkir di Pantai Pering, Desa Pering sejak Senin (14/10) lalu. Kini motor tersebut diamankan di Mapolsek Gianyar. “Menurut keterangan warga, motor milik korban sudah sejak Senin terparkir di sana. Jadi sesuai dengan keterangan, korban pergi dari rumah sejak Minggu malam,” katanya. (kmb35)
Pande Mahayasa Diduga Korban Penipuan Oknum LPK
Gianyar (Bali Post) Polisi terus mendalami kematian korban Pande Mahayasa yang ditemukan di pantai, beberapa waktu lalu. Informasi terbaru, korban yang berumur 24 tahun ini diduga kena tipu oknum yang mengaku dari Lembaga Pencari Kerja (LPK). Terlebih korban sudah mentransfer uang sebesar Rp 3,9 juta. Terkait dugaan itu, polisi masih menunggu hasil autopsi dari jenazah pemuda asal Ubud ini. Dikonfirmasi Jumat (18/10) kemarin, Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika mengatakan, jajarannya terus melakukan penyelidikan kasus tewasnya Pande Mahaya-
jaringan sampai lebih enam bulan dan dapat menjadi infeksius bagi hewan peka yang diberi makan danging tersebut. “Dari hasil pemeriksaan yang sudah kita lakukan masih aman. Namun kita harus tetap waspada. Selain itu, juga dapat melakukan antisipasi dengan cara-cara penanggulangan tersebut. Meski hanya berdampak pada kematian khusus hewan saja, kita tetap sarankan agar peternaknya melakukan pola hidup bersih,” tegasnya. (kmb35)
Kawal Pelantikan Presiden
Gianyar (Bali Post) Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Polres Gianyar menggelar tatap muka dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kegiatan yang juga menghadirkan sejumlah mahasiswa ini diselenggarakan di Aula Mapolres Gianyar Jumat (18/10) kemarin. Tatap muka ini bertujuan menjaga kondusivitas menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang diagendakan berlangsung Minggu (20/10) besok. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, pihaknya melaksanakan tatap muka kebangsaan Jumat kemarin untuk menyukseskan pelantikan Presiden terpilih Ir. H. Joko Widodo dan Wakil Presiden Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin. “Tatap muka kebangsaan ini bertujuan mengawal pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Kegiatan ini merupakan agenda dari Kepolisian dan Forkopimda untuk tahapan akhir pelaksanaan Pemilu 2019,” katanya. Priyanto Priyo Hutomo menegaskan, 20 Oktober 2019 merupakan puncak pelaksanaan pemilu yang dikerjakan secara bersama. Dikatakan, hasil ini merupakan pilihan rakyat dan kon-
Bali Post/kmb35
besar kemungkinan virus ASF tersebut akan sampai ke Indonesia. Dipaparkan juga beberapa negara yang telah terjangkit virus ASF terdiri atas Hungaria, Bulgaria, Latvia, Moldova, Polandia, Romania, Vietnam, Ukraina, dan Rusia. Arya Dharma mengatakan, pencegahannya
dapat dilakukan dengan pemusnahan sisa makanan yang berasal dari pesawat udara maupun dari kapal laut. Selain itu juga harus dilakukannya pengawasan secara rutin dan melakukan sosialisasi kepada peternak babi. Ditegaskan, sifat virus ASF ini memiliki kemampuan untuk bertahan dalam jangka waktu lama di lingkungan kaya protein. Tidak terpengaruh proses maturasi daging dan daging dari babi yang dipotong pada tahap infektif ASF. Virus ASF diketahui bertahan dalam
masyarakat bahwa TNI-Polri siap untuk mengamankan dan menjaga situasi kondusif jelang pelantikan Presiden. “Kami optimis situasi khususnya di wilayah Gianyar tetap kondusif menjelang, pada saat, dan setelah pelantikan,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Sek-
da Kabupaten Gianyar Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya, M.M. mengatakan, sinergi TNI/Polri dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat berujung pada damainya demokrasi di Kabupaten Gianyar. Hal ini menunjukkan kedewasaan
masyarakat dalam berdemokrasi. “Pada kesempatan ini, saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keanekaragaman dan menjaga ajang politik walau berbeda pilihan namun tetap bersaudara,” katanya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
TATAP MUKA – Unsur Forkopimda berfoto bersama usai acara tatap muka di Mapolres Gianyar terkait persipan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Jumat (18/10) kemarin.
Sabtu Paing, 19 Oktober 2019
Jelang Pelantikan Presiden
Kapolres Siagakan Seluruh Personel Negara (Bali Post) – Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Minggu (20/10) besok, aparat Kepolisian Resort Jembrana akan ikut mengamankan di wilayahnya. Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa, Jumat (18/10), di sela-sela Gema Kebangsaan yang digelar Polres Jembrana menginstruksikan seluruh anggotanya ikut pengamanan di wilayah hukumnya. “Meskipun pelaksanaan (pelantikan) di luar daerah kita, tetapi kita di daerah tetap mendukung pengamanan. Meskipun itu hari libur (Minggu, red), kami ikut siaga,” tegas Kapolres asal Tabanan ini. Masing-masing personel di Polres dan Polsek disiagakan untuk pengamanan di objek vital di wilayahnya. Terutama di Gilimanuk, sebagai pintu masuk Bali. Personel disiagakan kendatipun tidak ada penebalan personel. Selain pengamanan, Polres juga berupaya melakukan kegiatan, salah satunya kegiatan Gema Kebangsaan yang dipusatkan di Gedung Kesenian Bung Karno. Gema Kebangsaan yang diikuti ribuan warga ini mengajak masyarakat Jembrana menolak demo anarkis, menolak paham radikalis dan terorisme serta mensukseskan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. Hadir dalam aksi Gema Kebangsaan itu, Bupati Jembrana I Putu Artha, Kajari Jembrana Nur Elina Sari serta Kodim 1617/Jembrana. “Dengan kegiatan ini kita berharap, semoga situasi yang ada di Kabu-
paten Jembrana tetap kondusif,” tandas AKBP Adi Wibawa. Bupati Artha mengapresiasi kegiatan Gema Kebangsaan ini. Dari Jembrana, masyarakat mendoakan agar pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden berjalan sukses dan lancar. Masyarakat Jembrana juga diimbau ikut menjaga situasi keamanaan di lingkungannya masing-masing. Kegiatan Gema Kebangsaan ini diisi dengan jalan santai menyusuri jalur protokol dan dilanjutkan senam bersama. (kmb26) Gema Kebangsaan – Jalan santai yang diikuti ribuan peserta dalam Gema Kebangsaan yang dipusatkan di Gedung Kesenian Bung Karno, Jumat kemarin.
Dudonan Upacara Pujawali Pura Luhur Rambut Siwi Redite Pon, 20 Oktober 2019 Upakara : Nuur Tirta lan Mapiuning ring Pura-pura Nanceb Penjor Macaru (Ayam Selem) Galah : 08.00 Wita Anggara Kliwon, 22 Oktober 2019 Upakara : Pacaruan Nedunang Pratima Lunge Ngabejian Galah : 10.00 Wita Buda Umanis, 23 Oktober 2019
Bali Post/olo
Bersih Sampah Plastik di Parkir Rambut Siwi
Negara (Bali Post) Mewujudkan Bali bebas dari sampah khususnya yang berasal dari limbah plastik sekali pakai sejumlah upaya dilakukan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jembrana, Jumat (18/10) pagi, bersih-bersih serentak di semua kecamatan di Kabupaten Jembrana. Khusus kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Mendoyo, dilakukan di dua titik, yakni di pasar Yehembang dan lingkungan Pura Dangkayangan Rambut Siwi. Dari dua lokasi ini terkumpul ratusan kilogram sampah. Di pasar Yehembang 63 kg dan di areal Pura Rambut Siwi sebanyak 80 kg. Sedangkan untuk di tempat lain seperti pasar Melaya 20 kg, di Pasar Satria Kecamatan Jembrana 30 kg. Total sampah yang berasal dari limbah plastik sekali pakai yang terkumpul sebanyak 218 kg. Gerakan gotong royong serentak yang digelar di areal Pura Rambut Siwi, melibatkan ratusan warga yang terdiri dari pelajar baik SMP, SMA juga nampak dari kalangan TNI, Polri termasuk para pegawai dan juga kalangan peduli lingkungan yang ada di Kabupaten Jembrana. Kadis LH I Wayan Sudiarta mengatakan, kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap bulan. Khusus kemarin secara keseluruhan dikumpulkan sampah plastik sekali pakai sebanyak 218 kg. (kmb26)
Upakara : Mupulang Wangi/Banten Upakara Puncak Karya Persembahyangan Galah : 10.00 Wita
Belasan Penyu Hijau Diamankan
Dikirim dari Madura Negara (Bali Post) Belasan ekor Penyu Hijau yang dilindungi diamankan buser Polres Jembrana di salah satu rumah di Banjar Klatakan, Desa Melaya, Kamis (17/10) sore. Penyu dengan berbagai ukuran ini merupakan selundupan dari Madura dan akan dijual oleh pelaku, Tahwan (49) di Bali. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita, Jumat (18/10/) mengatakan, penyu ini diamankan jajarannya pada Kamis (17/10) sore sekitar pukul 16.00 Wita di salah satu bangunan di rumah tersangka. Saat digerebek petugas, penyu-penyu itu ditaruh di atas lantai tanah dengan kondisi sirip-siripnya terikat. Ikatan menggunakan plastik nylon tersebut dengan melubangi sirip. Sehingga penyu tidak bisa bergerak. “Penyu ini sudah di dalam bangunan bedek sejak Rabu. Dikirim oleh rekannya dari Madura dan pelaku menunggu pembeli,” ujar AKP Yogie. Jumlah total penyu yang diamankan sebanyak 13 ekor dengan berbagai ukuran. Ukuran paling besar dengan panjang kerapas 103 cm dan lebar 93 cm. Sedikitnya ada
dua ekor ukuran besar itu. Sedangkan yang terkecil dengan panjang kerapas 48 cm dan lebar 45 cm. Pelaku dijerat Pasal 21 ayat (2) huruf a UURI nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Ancaman hukuman paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta,” tandas AKP Yogie seizin Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa. Penyu-penyu ini selanjutnya diserahkan ke KSDA Resort Jembrana guna ditindaklanjuti agar tidak mati. Belasan ekor penyu tersebut selanjutnya dititipkan di Penangkaran Penyu Kurma Asih di Desa Perancak. Tersangka yang lulusan SD ini mengaku mendapatkan penyu tersebut dari rekannya bernama Pak Sangkal. Tahwan mengaku hanya dititipi sampai ada pembeli dari Denpasar dengan ongkos pemeliharaan Rp 100 ribu. Untuk satu ekor penyu berukuran besar dijual Rp 1 juta per ekor. Ia mendapatkan kiriman dari Pak Sangkal menggunakan perahu di Pantai Klatakan pada Rabu (16/10) malam sekitar pukul 20.00 Wita. Lalu penyu tersebut digotong satu per satu ke rumahnya. (kmb26)
Kamis-Sabtu, 24-26 Oktober Upacara Galah
: Ngaturang Banten Panganyar : 09.00 Wita
Redite Kliwon, 27 Oktober 2019 Upakara : Nyineb Karya Galah : 10.00 Wita Soma umanis, 28 Oktober 2019 Upakara Galah
: Ngalemekin : 09.00 Wita Pamucuk Karya I Gusti Made Sedana Panyarikan I Komang Gde Nuarta Kelian Pangempon I Wayan Suenden
Bali Post/olo
AREAL PARKIR - Warga dan pegawai berbagai instansi di Jembrana melakukan bersih-bersih di areal Parkir Pura Rambut Siwi.
Sampah di Pasar Pagi Satria Terbakar
Negara (Bali Post) Tumpukan sampah di bantaran sungai Barat Pasar Pagi Satria, Kelurahan Pendem, Jumat (18/10) pagi terbakar. Kepulan asap dari sampah yang terbakar itu sempat membuat khawatir warga sekitar. Lantaran api sulit dipadamkan dan khawatir merambat, petugas dari pemadam kebakaran Jembrana turun ke lokasi. Sekitar pukul 08.00 Wita petugas menyemprotkan air dari mobil pemadam ke sumber api. Lantaran tumpukan sampah sangat banyak, petugas sempat kesulitan mencari sumber api. Akhirnya setelah penanganan sekitar 30 menit dengan mencocor air, api bisa padam. Kepulan asap yang sebelumnya tebal berangsur hilang. Kasi Pemadam Kebakaran Kade Bagus Darmawan menyebutkan luas areal yang ditangani akibat kebakaran ini sekitar 10 meter x 6 meter. Pemadam kebakaran setidaknya memerlukan tiga tangki air untuk memadamkan api pada tumpukan sampah tersebut. (kmb26)
Bali Post/olo
Penyu – Belasan ekor Penyu Hijau yang diamankan petugas dari rumah tersangka di Klatakan, Desa Melaya sebelum dikarantina di penangkaran.
Jalan Beton di Perancak Rusak Negara (Bali Post) – Belum ada dua tahun pascadikerjakan, jalan tembus penghubung antarbanjar di Desa Perancak rusak. Ruas jalan berupa rabat beton itu terlihat terbelah (retak) hampir di sepanjang jalan tersebut. Padahal jalan yang hanya bisa dilewati satu mobil itu jarang dilintasi. Selain jarang ada penduduk yang tinggal di sekitar jalan tersebut, juga dikarenakan jalan tersebut sepi. Dari pengamatan di sepanjang jalan tembus dari perumahan Seacorm hingga ke jalan Sirkuit Perancak Banjar Dangin Berawah tersebut terbelah dengan retakanretakan. Lubang retakan bervariasi hingga yang paling besar sekitar lima centimenter. Dari pengamatan beberapa lubang nampak sudah ditambal. Sejumlah warga yang
Bali Post/olo
Retak – Salah satu ruas jalan yang retak dan kondisi ini hampir terjadi di sepanjang jalan tembus tersebut.
ditemui sedang melintas jalan tersebut mengungkapkan akses ini sebagai jalan tembus. Dari Seacorm ke Dangin Berawah dan jarang dilalui kendaraan besar. Jalan ini dikerjakan pada tahun 2017 atau sekitar dua tahun. Warga menduga jalan mengalami keretakan lantaran kondisi tanah yang keras. Di sepanjang jalan tersebut kebanyakan hanya tanah-tanah kosong yang sudah dikapling-kapling dan beberapa kandang ayam serta bangunan vila. Sedangkan bangunan rumah penduduk juga masih sangat jarang. “Ini memang jalan tembus, dari Budeng dan Loloan Timur ke Air Kuning atau Yeh Kuning lebih dekat,” ujar Ramlan, salah seorang pengguna jalan asal Loloan Timur. Dari informasi, pengerjaan jalan ini satu paket dengan jalan lainnya yakni peningkatan ruas jalan Mendoyo Dangin Tukad- banjar Pegok, Jalan Pohsanten – Pegok dan jalan Samblong Dauh Tukad- Sungai. Penggarapan dikerjakan tahun 2017 lalu. (kmb26)
Sabtu Paing, 19 Oktober 2019
Kegempaan Vulkanik Gunung Agung Masih Terekam Ada Hotspot di Dasar Kawah
Amlapura (Bali Post) Secara visual Gunung Agung terlihat cukup tenang. Bahkan, sejak tiga bulan lebih, gunung tertinggi di Bali itu tidak pernah mengalami erupsi lagi. Di puncak hanya terlihat ada embusan tipis saja. Kendati demikian, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih belum berani menurunkan status Gunung Agung itu menjadi level II (Waspada).
Bali Post/kmb41
TITIK PANAS - Visual Gunung Agung terlihat tenang. Namun, sampai saat ini masih terekam gempa-gempa vulkanik dan di puncak masih terdapat titik panas atau hotspot.
Kasubbid Gunung Api Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana, mengungkapkan saat ini keberadaan Gunung Agung memang cukup tenang. Namun, di balik ketenangannya, gunung tertinggi di Bali itu masih menunjukkan aktivitas vulkaniknya di dalam perut gunung itu. Hal itu, bisa dilihat dari gempa vulkanik sesekali masih terekam oleh alat seismograf. “Kegempaan vulkanik itu hanya terekam sesekali. Tidak terekam secara intens,” ucapnya. Devy menambahkan, tidak hanya kegempaan vulkanik yang masih terekam. Namun dari sisi deformasi juga masih menunjukkan kembang kempis pada tubuh Gunung Agung itu. Termasuk citra satelah
bulan September juga masih menunjukkan adanya titik panas atau hotspot di kawah Gunung Agung. “Tahun lalu, Gunung Agung juga sempat seperti ini, hampir lima bulan tidak mengalami erupsi. Namun, Desember akhirnya Gunung Agung itu kembali mengalami erupsi. Melihat kondisi Gunung Agung yang terlihat tenang itu, kita masih perlu mengantisipasi potensi kembalinya seperti tahun lalu,” ujar Devy. Pria asal Jawa Barat itu menambahkan, dilihat dari aktivitas saat ini, memang belum ada indikasi Gunung Agung itu mengarah terjadinya erupsi besar. “Belum ada indikasi Gunung Agung
erupsi besar bila kembali terjadi erupsi. Radius zona bahayanya masih tetap di radius empat kilometer dari puncak. Di luar itu, warga masih aman dalam melakukan aktivitasnya,” jelasnya. Disinggung apakah belum ada rencana PVMBG menurunkan status Gunung Agung ke level II (Waspada) itu, Devy menegaskan, PVMBG belum ada rencana menurunkan status lebih rendah lagi dari level III (Siaga) ke level II (Waspada). “Untuk penurunan status masih belum. Kita lihat saja perkembangan gunungnya dulu. Karena kita masih perlu menunggu, mudah-mudahan aktivitas Gunung Agung segera kembali stabil,” tegas Devy. (kmb41)
Bali Resik Sampah Plastik Sasar Kecamatan Amlapura (Bali Post) Aksi Gerakan Bali Resik Sampah Plastik dilakukan secara serentak Jumat (18/10) kemarin. Khusus di Kabupaten Karangasem, kegiatan konstruktif untuk lingkungan itu dilakukan di seluruh kecamatan di bumi lahar. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangasem I Gede Ngurah Yudiantara mengungkapkan, kegiatan aksi gerakan Bali Resik Sampah Plastik itu dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Karangasem. Kegiatan itu melibatkan berbagai
komponen masyarakat mulai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI/Polri, instansi vertikal, PKK, swasta, sekolah, dan komunitas lingkungan. “Kegiatan itu bertujuan memelihara dan juga melestarikan alam Bali ini dari kepungan sampah plastik. Dengan kegiatan konstruktif itu agar alam Bali selalu bersih dan hijau,” ujarnya. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengungkapkan peran masyarakat penting dalam agenda ini. Karena itu, masyarakat perlu semangatnya digugah dan
dimotivasi, agar ada kepedulian yang lebih baik terhadap lingkungan sekitarnya. Paling tidak, lingkungan itu bersih dari sampah sampah plastik. Aksi gerakan Bali Resik Sampah Plastik itu sangat perlu dilaksanakan hingga ke kecamatan-kecamatan, sehubungan masih terjadinya degradasi kebersihan lingkungan yang berdampak setiap tahun. Baik disebabkan ulah manusia itu sendiri maupun akibat faktor alam. “Perlu diambil langkah-langkah penyelamatan dengan cara
lebih intensif melestarikan lingkungan dari sampahsampah plastik itu,’’ harap Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri. Sampah plastik itu dapat memberikan kerusakan unsur hara tanah. Kalau dibiarkan yang baru bisa terurai di atas 200 tahun, maka sudah pasti dapat menghambat kesuburan tanah itu. ‘’Selain itu, proses pembangunan secara menyeluruh juga kurang baik. Bahkan, cenderung menimbulkan bencana,” ujar Bupati Sumatri. (kmb41)
Bali Post/kmb41
SOSIALISASI - KPU Karangasem saat melaksanakan sosialisasi dengan cara media gathering, Jumat (18/10) kemarin.
Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2020
KPU Gencarkan Sosialisasi ke Lapangan
Bali Post/kmb41
RESIK SAMPAH PLASTIK - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat mengikuti kegiatan aksi Gerakan Bali Resik Sampah Plastik.
Amlapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem berjuang keras meningkatkan partisipasi masyarakat pemilih pada hajatan politik pemilihan kepala daerah (pilkada) yang diselenggarakan 2020 tahun depan. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana, Jumat (18/10) kemarin mengungkapkan, pada momen hajatan politik Pilkada 2020 mendatang, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Gencarnya sosialisasi itu diupayakan semata-mata untuk meningkatkan partisipasi
masyarakat dalam pemilihan tersebut. ‘’Targetnya agar jumlah pemilih pada Pemilu 2020 pesertanya meningkat,’’ ujarnya. Sebab, dikatakan pada pemilu lalu, tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih itu hanya mencapai 78 persen. Jumlah itu masih di bawah target yang ditetapkan yakni 80 persen. ‘’Karena itu, pada Pilkada 2020 nanti, kami diberikan target agar tingkat partisipasi pemilih 85 persen. Semoga target yang diberikan itu bisa tercapai,” harapnya. Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan SDM,
Putu Deasy Natalia, menambahkan, untuk mencapai target yang diberikan itu, pihaknya sudah mulai melakukan pemutakhiran data pemilih. Selain itu, juga menggelar sosialisasi dengan cara tatap muka langsung ke pasar-pasar yang ada di Karangasem. “Selain media cetak, kami juga lakukan sosialisasi lewat media elektronik. Strategi itu kami lakukan supaya semua masyarakat bisa berpartisipasi pada pilkada nanti. Target sasaran pemilih di Karangasem mencapai 380 ribu lebih,’’ ujarnya. (kmb41)
Berlubang, Jalan Menuju Area Parkir Pura Lempuyang Akses jalan di Karangasem masih banyak dijumpai kerusakan. Seperti ruas jalan menuju parkiran Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur yang ada di Desa Adat Purwayu, Desa Tribuana, Kecamatan Abang. Kondisi jalan di sana bukan saja mulai bergelombang bahkan sudah berlubang. Kondisi tersebut cukup membahayakan pengemudi khususnya roda dua karena dapat memicu lakalantas. Apakah penyebab akses jalan menunju Pura Lempuyang Luhur itu berlubang? BERDASARKAN pantauan di lapangan, ternyata jalan yang berlubang itu ada di beberapa titik. Kedalaman dan diameternya tidak sama alias bervariasi. Di lokasi juga banyak terdapat kerikil dan pasir yang menutupi sebagian ruas jalan itu. Salah seorang warga menuturkan, kendaraan roda dua dan roda empat masih bisa melintasi jalan tersebut. Hanya, dirinya khawatir bus kesulitan melewati jalan tanjakan itu. Alasannya, kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang itu menyebabkan bus tidak bisa tancap gas optimal. Padahal agar bus itu bisa naik, perlu gas full sehingga laju bus bisa lebih leluasa menanjak di medan yang cukup terjal di sana.
“Rusaknya jalan itu karena sering dilalui kendaraan berat. Bahkan setiap harinya, ada puluhan bus maupun minibus tak terhitung jumlahnya, melintas di jalan tersebut,’’ tambahnya. Kondisi itu tentu memberikan kesan kurang elok bagi pamedek atau masyarakat yang hendak sembahyang. Bendesa Adat Purwayu I Nyoman Jati mengatakan, jalan tersebut sebetulnya sudah rusak sejak setahun lalu akibat beban kendaraan bertonase berat sering melintas di sana. Jalan tersebut merupakan akses satu-satunya warga yang hendak ke Sad Kahyangan Lempuyang Luhur. Akibat jalan berlubang itu, warga sebelumnya sempat menimbun jalan tersebut agar tidak memicu kecelakaan
terutama bagi pengguna jalan yang kurang awas. “Kami berharap ada bantuan perbaikan jalan itu, sehingga warga, pamedek maupun wisatawan yang berkunjung nyaman melintasi jalan itu,” harapnya. Kepala Bidang Bina Marga PUPR Karangasem, Ketut Prama Budarta, mengungkapkan, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu kondisi jalan itu, apakah jalan itu merupakan aset PUPR atau Dishub Karangasem. “Sempat jalan itu diperbaiki beberapa tahun lalu menjelang upacara besar di Pura Lempuyang. Perbaikan itu merupakan bantuan Dinas PU Provinsi Bali. Jadi, kami masih telusuri dulu agar jelas jalan itu milik siapa,” terangnya. (nan)
Bali Post/kmb4
JALAN BERLUBANG - Tampak akses jalan berlubang menuju parkiran Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, di Desa Adat Purwayu, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Karangasem.
Sabtu Paing, 19 Oktober 2019
Bupati Suwirta Tingkatkan Nilai Ekonomis Garam Tradisional Kusamba Lewat Sertifikasi Indikasi Geografis
PEMBUATAN GARAM - Bupati Suwirta bersama pihak Bekraf saat turun langsung melihat pembuatan garam Kusamba.
SOSOK Kuatkan Nelayan Kehidupan masyarakat di daerah pesisir pantai dulu sarat dengan kearifan lokal. Kearifan lokal itu sejalan dengan konsep Tri Hita Karana. Namun, kearifan lokal ini semakin memudar, seiring makin hilangnya kehidupan bendega yang sesungguhnya. Kehidupan masyarakat pesisir yang kental dengan kearifan lokal ini harus dikembalikan lagi, untuk menyelaraskan kembali kehidupan masyarakat pesisir dengan konsep Tri Hita Karana ini. Demikian disampaikan Ketua DPD HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Bali, I Nengah Manumudhita, saat beraudiensi dengan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di Ruang Kerjanya, Jumat (18/10) kemarin. Manumudhita menjelaskan, HNSI merupakan organisasi sosial kemasyarakatan di bidang kelautan, yang menghimpun kekuatan para nelayan di Bali. HNSI Bali dalam beberapa tahun terakhir, sudah berjuang dalam memperkuat kelembagaan nelayan tradisional berbasis kearifan lokal di Bali yang berada di pesisir. Sehingga HNSI Bali berkeinginan untuk mengadakan Musyawarah Cabang (Muscab) di Kabupaten Klungkung. Tujuannya untuk lebih memperkuat HNSI Cabang Klungkung, dengan menyusun pengurus yang mampu mengawal aspirasi dan kepentingan nelayan. “HNSI Bali ingin membuat kepengurusan baru dan membantu Pemkab Klungkung dalam menggali potensi Klungkung pada bidang kelautan,” katanya. Menurutnya, kehidupan masyarakat pesisir, bukan sekadar menangkap ikan. Tetapi, ada adat, tradisi budaya yang tetap harus dijaga dan dilestarikan. Ada nilai-nilai luhur yang harus dirawat untuk mengembalikan kearifan lokal warga pesisir di Bali. Sehingga, dia mendorong harus ada perhatian khusus terhadap masyarakat pesisir ini. Kehidupan mereka harus ditata, sehingga ada perkembangan yang lebih baik terhadap kehidupan warga pesisir. (gik)
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri acara Finalisasi Fasilitasi Pendaftaran Indikasi Geogafis Garam Kusamba Bali oleh Badan Ekonomi Kreatif di Kantor Desa Kusamba Kecamatan Dawan, Jumat (18/10) kemarin. Hadir dalam acara tersebut Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ahmad Rekotomo, Kasubdit Pengelolaan HKI Immanuel Rano Rohi dan Tim Ahli Indikasi Geografis, Riyaldi. Sertifikat Indikasi Geografis ini bertujuan untuk melindungi garam Kusamba dari pemalsuan dan menjaga kualitas yang sudah sangat terkenal sejak masa Kerajaan Klungkung. Selain itu dengan sertifikasi ini akan dapat meningkatkan nilai ekonomi garam Kusamba. Sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha garam Kusamba, khususnya masyarakat Kusamba. Bupati Suwirta mengatakan, sejak dulu garam
Kusamba sudah dikenal secara luas. Tidak hanya oleh masyarakat lokal, juga ke luar Pulau Bali. Bahkan hingga ke mancanegara seperti Negara Jepang. Namun, sejauh ini garam Kusamba ini ternyata belum mampu memberikan kesejahteraan masyarakatnya. Bahkan, menurutnya, belakangan ini produksi garam tradisional Kusamba cenderung hampir mati suri, padahal permintaan dan pasar cukup luas. “Apa yang saat ini dilaksanakan adalah upaya men-support garam Kusamba hingga bisa menjadi garam beryodium dan nanti bisa masuk ke pasar modern. Untuk itu branding garam Kusamba harus benar-benar kuat dan jangan sampai diklaim oleh orang atau daerah lain. Atas dasar itulah maka garam tradisional Kusamba didaftarkan lewat indikasi geografis,” ujar Bupati Suwirta. Ia juga berharap di samping promosi dan pemasaran, diharapkan nanti nilai harga garam Kusamba akan men-
jadi lebih tinggi sehingga masyarakat berminat kembali menjadi petani. Untuk mendukung program ini, Bupati Suwirta mengaku sudah banyak memberikan tanah negara melalui Kantor Pertanahan. Harapannya nanti masyarakat sekitarnya bisa memanfaatkan untuk kembali menjadi petani garam tradisional Kusamba. Tidak hanya produk garamnya, namun juga proses produksinya yang masih menggunakan metode tradisional dan bisa dikatakan primitif. Hal ini diharapkan akan dapat menjadi magnet bagi wisatawan. Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Badan Ekonomi Kreatif Ahmad Rekotomo mengatakan, garam tradisional Kusamba telah didaftarkan ke Badan Bekraf dan ini merupakan tahap final dari proses sertifikasi. Dengan didaftarkannya garam Kusamba ini maka akan otomatis meningkatkan daya saing terhadap produk kreatif ini di pasaran.
Harga garam Kusamba Bali alami saat ini di tingkat petani garam adalah Rp 20.000 per kilogram. Harga ini berlaku untuk garam Kusamba Bali kualitas baik atau mutu 1. Garam Kusamba Bali mutu 2 di tingkat petani garam saat ini harganya Rp 10.000 per kg. Secara umum dapat dikatakan bahwa setiap petani garam dapat menghasilkan 15-20 kg garam Kusamba Bali per harinya. Dari produksi tersebut tiga per empat bagiannya adalah garam Kusamba Bali mutu 1, dan sisanya merupakan garam Kusamba Bali mutu 2. Sebagian garam Kusamba Bali, terutama yang mutu 2 diolah kembali menjadi garam Kusamba Bali beryodium dengan menambahkan yodium. Garam Kusamba Bali beryodium saat ini dijual dengan nama merek Uyah Kusamba Bali dengan harga Rp 23.000 per kg dalam berbagai bentuk dan ukuran kemasan sesuai permintaan konsumen. (ad543)
Bupati Siap Panggil Distributor Produk Kemasan Plastik Semarapura (Bali Post) -
Aksi Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik sudah terlaksana ke tujuh kalinya, Jumat (18/10) kemarin. Namun, volume sampah plastik nampak belum berkurang. Ini menandakan kesadaran masyarakat yang masih rendah akan bahaya sampah plastik. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta memerintahkan Dinas LHP (Lingkungan Hidup dan Pertahanan) supaya menyortir sampah plastik berasal dari produk apa saja. Selanjutnya, para distributornya akan dipanggil guna turut bertanggung jawab, di tengah berbagai upaya dan kesulitan yang dialami Pemprov Bali dan Pemkab Klungkung dalam memerangi sampah plastik. Hal itu disampaikan Bupati Suwirta saat memimpin aksi perburuan sampah plastik, Jumat (18/10) kemarin. Aksi kali ini mengambil tempat di Pelabuhan Kampung Kusamba Kecamatan Dawan. Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik ini merupakan program Pemerintah Provinsi Bali yang dicetus Gubernur Bali Wayan Koster guna memerangi sampah plastik di seluruh Bali. Kegiatan ini selain untuk melakukan pembersihan, juga untuk mengingatkan kepada masyarakat untuk turut membersihkan sampah plastik dari lingkungan masing-masing. Namun, kenyataannya masih banyak ditemukan sampah plastik. Hal ini menandakan tingkat kepatuhan dan partisipasi masyarakat masih rendah. “Perburuan sampah plastik ini telah rutin dilakukan. Namun,
sampah plastik masih dengan mudah ditemui. Ini menunjukkan kepatuhan dan partisipasi warga dalam mengurangi sampah plastik masih rendah,” ujar Bupati Suwirta. Atas kondisi itu, Bupati Suwirta meminta Dinas LHP untuk merancang imbauan kepada masyarakat, supaya membuang sampah plastik dengan benar. Dinas LHP juga diminta merancang sebuah sistem dimana akan ada petugas yang akan menuntaskan sampah plastik. Dinas terkait memberlakukan denda tindak pidana ringan (Tipiring) kepada pelaku pembuangan sampah sembarangan. “Saya berani keluarkan dana Rp 10 miliar demi menciptakan kebersihan, ketimbang kehilangan Rp 100 miliar akibat kondisi lingkungan kita seperti ini terus. Wisatawan akan tidak betah dan menyebabkan pendapatan akan
Bali Post/gik
SAMPAH PLASTIK - Bupati Suwirta berbaur bersama warga lainnya saat aksi Gerakan Bali Resik Sampah Plastik di Kampung Kusamba. berkurang,” pungkasnya. Aksi Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik dimulai pada pukul 07.30 wita. Ribuan peserta yang terdiri dari TNI, Kepolisian, ASN lingkungan Pemkab
Klungkung serta siswa setingkat SMA/SMK dilepas Bupati Suwirta di area Parkir Pelabuhan Kampung Kusamba Kecamatan Dawan. Selanjutnya ribuan peserta bergerak menyebar mengambil sampah plastik
di lokasi yang telah ditentukan. Lokasi lainnya, sepanjang Jalan By-pass I.B. Mantra dari wilayah Desa Tangkas hingga ujung timur Jalan IB Mantra, yakni di wilayah Desa Kusamba. (kmb31)
Dikukuhkan, ’’Awig-awig’’ Desa Adat Sulang Semarapura (Bali Post) Sempat kesulitan dalam menyusun awig-awig, Desa Adat Sulang akhirnya mampu mengakhiri kebuntuan tersebut. Awig-awig desa ini akhirnya bisa disepakati bersama dan dikukuhkan, Kamis (17/10) lalu. Pengukuhan dilakukan bertepatan dengan piodalan di Pura Puseh Desa Adat Sulang, Kecamatan Dawan. Bendesa Adat Sulang Gusti Ngurah Bagus Putra menyampaikan hasil akhir ini tidak terlepas dari usaha Tim Penyusun Awig-awig. Dirinya mengaku sebelumnya Desa Adat Sulang belum memiliki awig-awig, karena ada berbagai halangan dan rintangan
dalam internal desa adat. Namun, perlahan persoalan di desa adat satu per satu dapat terurai, sehingga bisa dituntaskan. “Pada tahun 1995 masyarakat kami sudah mau membentuk awig-awig, tetapi saat itu masih banyak kendala,” katanya. Dia mengaku tergerak untuk menuntaskan awig-awig ini bersama tim penyusun, terlebih melihat perkembangan zaman sekarang, terutama bagi generasi muda yang nantinya akan melanjutkan kehidupan di banjar. Tentu sangat diperlukan awig-awig untuk mempertahankan dan memperkuat desa adat, khususnya adat budaya dan memperkuat peraturan
Bali Post/gik
AWIG-AWIG - Pengukuhan awig-awig Desa Adat Sulang, Kamis (17/10) lalu. Pengukuhan dilakukan bertepatan dengan Piodalan di Pura Puseh Desa Adat Sulang, Kecamatan Dawan.
yang ada di adat. Sehingga masyarakat Desa Sulang taat dan tertib menjalankan tugasnya di desa adat. Turut hadir menyaksikan pengukuhan ini, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Camat Dawan A.A. Gede Putra Wedana, Tim Pembina Penelitian Penyuratan dan Pengukuhan yang terdiri dari Staf Ahli Bidang Hukum, Kabag Hukum, Kabag Kesra, Departemen Kementerian Agama dan MUDP serta seluruh krama adat Desa Sulang. Bupati Suwirta mengatakan, awig-awig merupakan hukum adat yang disusun sebagai pengikat krama
dan harus ditaati oleh krama desa adat untuk mencapai Tri Sukerta, antara lain, Sukerta Tata Parahyangan (keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan), Sukerta Tata Pawongan (keharmonisan hubungan manusia dengan manusia), dan Sukerta Tata Palemahan (keharmonisan hubungan manusia dengan lingkungannya). Ini merupakan perwujudan dari ajaran Tri Hita Karana. Bupati Suwirta berharap setelah dikukuhkan awigawig Desa Sulang ini, masyarakat serta generasi muda setempat harus taat dengan peraturan yang tertuang di
dalamnya. Awig-awig yang disalin ke dalam tulisan latin dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, harus disebarluaskan ke seluruh krama supaya bisa dimengerti dan dipahami. “Awig-awig sebagai penuntun krama adat Desa Sulang. Ini harus bisa dipergunakan dengan baik. Hal yang paling terpenting, selalu mengajarkan generasi muda tentang peraturan awig-awig agar bisa semakin tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan bermartabat serta berguna bagi di desa,” ujar Bupati Suwirta. Pihaknya juga meminta desa adat harus mengikuti
perkembangan peraturan yang ada di pemerintah daerah. Misalnya, terkait sejumlah persoalan yang sangat membutuhkan peran desa
adat, sehingga harus dimasukkan ke dalam awig-awig, seperti Perda Kawasan Tanpa Rokok dan Perda Sampah. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Paing, 19 Oktober 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Terapist Spa & Salon Hub.087860600877
Dcr sgr krywti Rmh Mkn Basil. Jl.Popies 1Kuta H.081805461089
Dcr Office Boy u/ BPR Adiartha Sempidi. Hp. 0895413568886
DIJUAL MOBIL
Bth Waiter/S, Akunting,Kasir, Bar,CV ke:nexky1975@gmail.com
Butuh tenaga yang bisa pasang gordyn roller blind.lamaran kirim via email: designer.serbaantik@gmail.com atau WA : 0818911000
Dibthkn Sgra Satpam U/Ktor,Min PendSMA,Lam.ph.0361-729196/97
Welder Las Pipa,Admin Finance, Sales Marketing : 085103167222
Tyt Altis G 1.8 th’07 AT istmw Tgn I, Hub.081238169620 spt baru
B.BP.001.10.19.0000404
Butuh Sopir Brpnglmn Daerah Bali dan sekitarnya lamaran kirim via Email : designer.serbaantik@gmail.com atau WA:0818911000
B.BP.031.10.19.0000539
Dcr Sales/Mkt usaha kosmetik/ mknan,pglmn min2th/bdg,Pend.D3 Bhs Inggris,Team work & IT Email: info@bali-asli.com
B.BP.001.10.19.0000505
Dcr:Adm wnt,Sopir B1,Salesman/ Girl,Lam:Bedahulu 4 No.12 Dps email:gemilang_bali@yahoo.com
B.BP.004.10.19.0000535
SERVICE
SERVICE
SERVICE
B.BP.154.10.19.0000525
B.BP.031.10.19.0000540
Dbthkan drafter MEP.Wilayah Dps.CV kirim ke:tropikalbali@ yahoo.com 081236120653
B.BP.031.10.19.0000541
Dcr sgr Karyawati Butik Kebaya diutmakn KTP Bali,081236966746 B.BP.001.10.19.0000533
Dcr Pelaksana Lapangan min.SMK pglmn 4th Bw.Lam.ke Jl.Akasia XVI/130X Dps(dpn Gg.Leci Ruko Lt.2.Gaymal Mart) 0361-4743672 B.BP.001.10.19.0000542
B.BP.154.10.19.0000524
B.BP.001.10.19.0000437
Driver/sopir Berpengalaman secepatnya WA:081916468911 B.BP.001.10.19.0000507
Urgent,dicari Teknisi min.SMA/ D3/S1 IT, kejuruan Electronic, Bisa Service Alat Electronic, Gaji + Insentif menarik Hub. Kairos Sejahtera 0361-414882 B.BP.001.10.19.0000478
B.BP.004.10.19.0000536
B.BP.001.10.19.0000134
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
DIJUAL MOBIL HONDA
HRV 1,8 Prestige Des’15 silver Tgn I,asDK,trwt, 085333991919
Dcr:Tng Legal,bs Admin&belanja kantor.Wanita, bs Bhs.Inggris & Computer.Lamrn:Jl.D.Beratan 44 Sanur HP:08123818557 (Ibu Ayu)
Honda Brio E Mnual 2015 Putih Tgn 1,AsBali VR17.081238169620
B.BP.001.10.19.0000546
B.BP.001.10.19.0000550
B.BP.001.10.19.0000509
TOYOTA
B.BP.001.10.19.0000509
PROPERTY DISEWAKAN KAMAR
Disewakan 3Kamar+KM+Dpr Dalam @400Rb/Bln, Jln.Mulawarman 19 Blkg Taman Kota.H:082119432676 B.BP.001.10.19.0000510
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijual, sebidang Tanah SHM, Luas 20 are/2000 M2, lokasi di Ungasan, belakang patung GWK. Hub.Kadek, Hp:081916362573. TP
B.BP.004.10.19.0000531
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL TANAH
Dijual Tnh Jl.G. Talang,Soputan Padang Galak.Hb:08155733388 TP
B.BP.001.10.19.0000515
PROPERTY DICARI TANAH
Dicari Tanah 5 hektar Daerah Pecatu,0 jalan untuk kerjasama akan dibangun Musium Angkot Bali, Istana Boneka dan Villa Hub.081.333.010.600 B.BP.004.10.19.0000523
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.10.19.0000082
RUPA-RUPA Dijual Genzet Body Silent Ex Caterpilar,80KVA Kondisi Sngat Istimewa.Hub:081338528811, Harga 240.000.000 Nego. B.BP.001.10.19.0000271
PROPERTY DISEWAKAN GUDANG
KEHILANGAN
OverKontrakGudang+Ruko+2KMT, LT 2A,Lok.Jl.SMKI Celuk Sukwti sisa 3thn 7bln 081246111627 Ng
Hlg buku Keur No.DPR.79351K DK 9760 BN An.Ni Luh Pt Rusmawati
B.BP.001.10.19.0000508
B.BP.001.10.19.0000506
Sabtu Paing, 19 Oktober 2019
Polres Suplai Air untuk Warga Suter
Bali Post/ist
AIR - Warga Desa Suter antre untuk mendapatkan air bersih gratis yang dibagikan Polres dengan mobil water cannon.
SOSOK Mengalami Peningkatan BANK Pasar Bangli yang 100 persen sahamnya milik masyarakat Bangli terus bekerja keras memberikan pelayanan perbankan yang terbaik bagi masyarakat. Buah dari kerja keras selama ini adalah kepercayaan masyarakat Bangli khususnya untuk mencari kredit maupun menabungkan uangnya semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dengan perkembangan aset maupun jumlah nasabah Bank Pasar Bangli dalam kurun waktu 10 tahun yang terakhir terus mengalami peningkatan. Direktur Utama (Dirut) PD BPR Bank Pasar Bangli, Made Astawa, Jumat (18/10) menyebutkan, aset Bank Pasar Bangli tahun 2009 yang hanya Rp 33,6 miliar lebih. Di tahun 2019 berkembang menjadi Rp 287, 3 miliar lebih. Sedangkan jumlah nasabah pada tahun 2009 yang hanya 12.917 nasabah, tahun 2019 bertambah menjadi 18.827 nasabah. Peningkatan aset dan nasabah Bank Pasar Bangli ini menurutnya membuktikan kepercayaan dan kepuasan masyarakat Bangli terhadap layanan Bank Pasar Bangli sangat tinggi. Untuk menjamin simpanan nasabah tetap aman, sambung Made Astawa, Bank Pasar Bangli juga telah ikut dalam program Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan terdaftar di LPS tentu nasabah tidak perlu ragu lagi meyimpan uangnya di Bank Pasar karena sudat terjamin keamanannya. “Saya berharap ke depan Bank Pasar bisa terus berkembang. Mudahmudahan dengan berbagai prestasi yang sudah dicapai, kepercayaan masyarakat Bangli terhadap Bank Pasar bisa semakin meningkat, sehingga Bank Pasar Bangli bisa menjadi local champion di wilayah sendiri,” harap pria asli Desa Peninjoan, Tembuku itu. (ina)
menyuplai air bersih untuk warga di Desa Suter. Kedatangan mobil water cannon tersebut disambut gembira warga. Sambil membawa jerigen, warga rela antre untuk mendapat air bersih secara gratis. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat Desa Suter yang akhir-akhir ini mengalami kekeringan. “Kendaraan taktis AWC ini bisa mengangkut air dengan kapasitas 6.000 liter, dan kami berharap dapat membantu warga,” ujar Kapolres. Dalam pendistribusian
air ini, Polres Bangli bekerja sama dengan PDAM Kabupaten Bangli. Sehingga air yang didistribusikan benarbenar bersih. Salah seorang warga setempat, Ni Jero Nyarikan Kariani, mengaku bersyukur dengan bantuan air bersih yang diberian Polres Bangli. Sebab sejak empat bulan terakhir, dirinya dan warga lain di desanya kesulitan air. Untuk mendapatkan air bersih dirinya mengaku harus membeli dengan jeriken. Harganya lumayan mahal. Satu jeriken Rp 5 ribu. “Kalau cuma untuk minum sehari habis satu jeriken. Kalau untuk nyuci dan lain-lain bisa habis lima
jeriken,” ujarnya. Dia berharap pemberian sumbangan air ini dapat dilakukan berkesinambungan sehingga kesulitan yang dihadapi warga bisa sedikit teratasi. Harapan serupa juga disampaikan I Wayan Alit, Bendesa Suter. Untuk mengatasi kesulitan air bersih di desanya, Pemkab Bangli diharapkan dapat merealisasikan pembuatan embung sebagaimana yang selama ini diwacanakan. “Mudahmudahan dengan adanya embung nanti bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air untuk minum dan bercocok tanam,” katanya. (kmb40)
Didata, Peternak Babi yang Manfaatkan Limbah Restoran
Bangli (Bali Post) –
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli mewaspadai adanya penyebaran virus African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi afrika di Bangli. Sebagai langkah antisipasi, Dinas PKP mendata peternak babi yang memanfaatkan limbah restoran untuk pakan hewan ternaknya. Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas PKP Kabupaten Bangli drh. Sri Rahayu, Jumat (18/10) mengatakan, virus ASF merupakan virus yang mematikan bagi babi. Virus ini pertama muncul di China. Virus ASF bisa menular salah satunya melalui pakan yang tercemar. “Kebetulan kita banyak ada kunjungan wisatawan, mungkin ada yang bawa makanan atau ada yang berpotensi menyebarkan itu. Makanya kita adakan pendataan peternak yang memberikan pakan babinya dari limbah restoran,” terangnya. Pendataan sudah dilakukannya sejak beberapa hari lalu. Berdasarkan hasil pendataan, Sri Rahayu mengatakan ada sejumlah peternak babi di Bangli yang selama ini memanfaatkan limbah restoran sebagai salah satu bahan pakan ternaknya. Dari pendataan itu, pihaknya selanjutnya akan menjajaki langsung para peternak tersebut. Pihaknya akan mengimbau peternak agar memasak secara matang limbah restoran yang dimanfaatkan sebelum diberikan ke hewan ternaknya. Sri Rahayu mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan babi di Bangli yang terjangkit virus ASF. Ia berharap virus itu tidak masuk ke Bangli. Sebagaimana diketahuinya, kata Sri Rahayu gejala babi yang terjangkit virus itu yakni demam lalu mati. Tingkat kematiannya cepat. Hal itu tentu akan menimbulkan kerugian bagi petani. (kmb40)
Stepen Ditemukan Ngambang di Danau Batur
Bangli (Bali Post) Hilang tenggelam saat mandi di Danau Batur, Kamis (17/10), I Wayan Stepen,warga Desa Terunyan, Kintamani, akhirnya ditemukan, Jumat (18/10) pagi kemarin. Pelajar 15 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa, mengambang di pinggir danau oleh seorang nelayan setempat. Sebelum ditemukan, warga bersama petugas dari tim gabungan Polres Bangli, Polsek Kintamani, Pol Air dan Basarnas sempat melakukan pencarian pada Kamis sore hingga dini hari. Karena tak membuahkan hasil, pencarian dihentikan dan dilanjutkan Jumat pagi. Sekitar pukul 06.30 Wita, seorang nelayan I Nengah Lama alias Nang Liang menemukan korban mengambang tak jauh dari lokasi ditemukannya pakaian korban. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal. Oleh warga korban kemudian dibawa ke rumah duka. Kapolsek Kintamani Kompol Made Raka Sugita dikonfirmasi siang kemarin mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari hidung korban terus mengeluarkan darah. Diduga korban tewas tenggelam
Bangli (Bali Post) Krisis air bersih melanda sejumlah desa di Kintamani, salah satunya Desa Suter. Warga setempat sejak beberapa bulan terakhir terpaksa membeli air dengan biaya mahal. Guna membantu mengatasi kesulitan warga tersebut, Polres Bangli, Jumat (18/10) menyuplai air bersih dengan mengerahkan mobil water cannon. Seperti yang diketahui selama ini, mobil meriam air atau armored water cannon (AWC) biasanya digunakan polisi untuk menghalau pengunjuk rasa. Namun pagi kemarin, mobil berukuran besar itu dimanfaatkan untuk
di Danau Batur karena sakit epilepsinya kambuh saat sedang mandi di pinggir danau. “Menurut keterangan ayah korban, korban mengidap sakit epilepsi dan diduga penyakit epilepsinya kambuh saat korban sedang mandi sehingga korban tenggelam,” terangnya. Pihak keluarga korban, lanjut Raka Sugita sudah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Keluarga korban juga telah membuat pernyataan untuk tidak dilakukan proses hukum. I Wayan Stepen dilaporkan tenggelam di Danau Batur, Kintamani, Kamis (17/10) sore. Sebelum tenggelam, korban diketahui sempat mandi di pinggir Danau Batur sekitar pukul 18.00 Wita. Namun, hingga menjelang malam korban tak kunjung pulang. Pihak keluarga pun mencari korban di sekitar dermaga Terunyan. Ketika itu, hanya ditemukan pakaian korban di dermaga. Keluarga dibantu warga setempat kemudian berupaya melakukan pencarian korban di sekitar danau. Hingga pukul 01.40 Wita, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Korban baru ditemukan Jumat pagi, berjarak 4 meter dari tempat ditemukannya pakaian korban. Malangnya, korban ditemukan sudah tak bernyawa. (kmb40)
BABI - Beberapa ekor babi yang diternakkan warga.
Bali Post/kmb40
Ambil SS di Tiang Listrik, Dua Pria Dibekuk Bangli (Bali Post) – Satresnarkoba Polres Bangli menangkap dua orang pria di sebuah gang di Jalan Brigjen Ngurah Rai, Bangli. Predi Susanto (29) asal Banyuwangi dan Yogi Ariansyah (24) asal Sumbawa dibekuk petugas saat mengambil paket sabu-sabu (SS) di sebuah tiang listrik di gang tersebut. Dari tangan tersangka, diamankan barang bukti SS seberat 0,32 gram. Kasat Resnarkoba Polres Bangli Iptu I Gede Sudiarna Putra didampingi Kasubag Humas AKP Sulhadi, Jumat (18/10) kemarin menjelaskan, kedua tersangka ditangkap pada Selasa (15/10) sekitar pukul 22.30 Wita di Gang 8, Jalan Brigjen Ngurah Rai, tepatnya di selatan SPBU Kota Bangli. Keduanya datang ke gang itu untuk mengambil paket SS yang ditempel di sebuah tiang lampu penerangan jalan umum. “Modusnya, kedua tersangka berangkat dari Denpasar berboncengan. Tersangka PS (Predi Susanto) yang bawa motor, sementara YA (Yogi Ariansyah) turun mengambil barang. Setelah diambil, diserahkan ke PS,”
terangnya. Petugas kemudian langsung membekuk kedua tersangka di lokasi. Dari tangan Predi Susanto, polisi mengamankan satu buah plastik klip bening yang berisi SS. Selain itu diamankan juga barang bukti berupa satu buah bekas bungkus kemasan snack cokelat, satu lembar isolasi, dan satu buah potong pipet plastik warna oranye yang dipakai membungkus paket SS. Polisi juga mengamankan dua buah handphone, dan dua buah sepeda motor milik tersangka guna proses lebih lanjut. Berdasarkan hasil intero-
gasi, kedua tersangka mengambil paket SS atas suruhan seseorang berinisial PL yang kini mendekam di Lapas Kerobokan. Rencananya paket SS itu akan dibawa kedua tersangka ke Sesetan, Denpasar. Sekali jalan, mereka diimingimingi upah Rp 400 ribu. “Kalau dari pengakuannya, baru sekali melakukan perbuatan itu,” terang Sudiarna. Tak hanya bertindak menjadi peluncur paket narkoba, kedua tersangka juga merupakan pengguna. Mereka sudah menjadi pengguna narkoba sejak 2017 lalu. Tersangka Yogi Ardiansyah yang kini berstatus pengangguran dan Predi
Susanto yang merupakan pekerja di sebuah perusahan ikan di Benoa, mengaku terakhir kali mengosumsi narkoba tiga hari sebelum ditangkap polisi. Disinggung mengenai pengakuan sejumlah tersangka yang diamankan Polres Bangli, yang menyebutkan narkoba didapat dari seseorang di Lapas Kerobokan, Iptu Sudiarna mengatakan pihaknya akan melakukan lidik lanjutan. “Kami akan melakukan lidik lanjutan bekerja sama dengan rekan-rekan yang ada di Denpasar, Badung maupun Polda. Untuk menindaklanjuti apa yang kami dapat di lapangan,” imbuhnya. (kmb40)
15
Pelatih Tiongkok Puji Timnas U-19
Surabaya (Bali Post) – Performa Timnas Indonesia U-19 mendapat pujian dari pelatih Tiongkok U-19, Cheng Yao Dong, usai meraih kemenangan 3-1 pada laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis (17/10). Tiga gol dari Amiruddin Bagus Kahfi, Muhammad Fajar Fatur Rahman, dan Alfeandra Dewangga memastikan kemenangan Indonesia. Sementara satu gol Tiongkok baru tercipta di babak kedua melalui eksekusi penalti Qianglong Tao. Yao Dong menganggap Timnas Indonesia U-19 yang saat ini dilatih Fakhri Husaini memiliki kualitas lebih bagus daripada sebelumnya. Yao Dong membandingkanTIMNAS 19 - Pemain Timnas U-19 Indonesia Sutan Diego Armandoondriano (kedua kanan) bersama rekan melakukan selebrasi seusai menjebol gawang Timnas U-19 Iran Muhammad Reza Moharrami (kiri) saat laga uji coba di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (11/9). Dalam pertandingan itu Timnas U-19 Indonesia berhasil mengalahkan Timnas U-19 Iran dengan skor 1-0.
nya dengan Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri saat tampil di Piala Asia U-19 2018. ‘’Semua pemain Indonesia termasuk cadangan mempunyai kemampuan individu yang sangat bagus dan cepat. Bila melihat tim Indonesia di Piala Asia U-19 lalu, tim baru ini lebih baik daripada sebelumnya,’’ ujar Yao Dong, Jumat (18/10) kemarin. ‘’Hingga saya tidak bisa menilai pemain mereka yang
mana paling berpengaruh di pertandingan ini. Karena juga saya hanya fokus dengan tim kami saja,’’ ucap Yao Dong. Yao Dong mengklaim timnya mengalami kelelahan saat dikalahkan Timnas Indonesia U-19. Yao Dong yang juga melatih Tiongkok di Piala Asia U-19 tahun 2018 lalu yakin tim asuhannya bisa tampil lebih baik saat uji coba kedua di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Minggu (20/10) besok. (kmb33)
Rossi Ingin Naik Podium di Jepang
FORKI Denpasar Kecewa terhadap Merosotnya Prestasi Atlet
Tim karate Kota Denpasar pada ajang Porprov Bali XIV di Tabanan.
Bali Post/ist
Situasi Keamanan Tidak Kondusif, El Clasicco Ditunda Madrid – Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mengonfirmasi penundaan laga bertajuk El Clasico antara Barcelona kontra Real Madrid. Duel kedua tim seharusnya berlangsung pada 26 Oktober mendatang. Namun, pertandingan ini ditunda karena ketidakstabilan situasi politik di Catalunya. Situasi di Catalunya sedang tidak kondusif karena terjadinya protes besar-besaran. Protes ini merupakan efek dari keputusan pemerintah Spanyol menjatuhkan hukuman penjara bagi sembilan
tokoh separatis di Catalunya. Sebelumnya sempat ada tawaran untuk menukar posisi status kandang di laga El Clasico ini. Jadi laga 26 Oktober mendatang diadakan di Santiago Bernabeu dan Camp Nou baru akan menjadi tuan rumah di putaran kedua. Ide tersebut ditolak oleh kedua klub, sedangkan RFEF dan La Liga juga menolak laga El Clasico tetap dilangsungkan pada 26 Oktober mendatang. Perbedaan tersebut yang kemudian membuat muncul gagasan untuk pengunduran jadwal ke De-
sember, tepatnya pada 18 Desember. Perwakilan Barcelona dan Madrid akan kembali bertemu pada sidang RFEF untuk membahas jadwal pertandingan baru Senin (21/10) mendatang. Barcelona dan Real Madrid yang sempat tampil labil di awal musim kini sudah menguasai posisi dua besar klasemen Liga Spanyol. Real Madrid ada di puncak klasemen dengan nilai 18 poin, unggul dua angka dari Barcelona yang ada di posisi kedua. (kmb33)
Denpasar (Bali Post) Pengkot FORKI Kota Denpasar merasa kecewa terhadap hasil prestasi karatekanya pada ajang Porprov Bali XIV di Tabanan, September lalu. Tim karate Denpasar hanya kebagian 2 emas, 5 perak dan 6 perunggu, sementara atlet Denpasar menduduki juara umum II pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar dengan meraup 4 emas, 5 perak dan 5 perunggu. Sekum Pengkot FORKI Denpasar I Gede Putu Krisna Karang, di Denpasar, Jumat (18/10) kemarin menerangkan, merosotnya prestasi karateka Denpasar karena beberapa atlet andalan usianya melampaui batas sehingga tidak dapat bertanding. Pada Porprov di Tabanan usia untuk Kumite maksimal 25 tahun dan Kata
27 tahun. ‘’Padahal, pada usia itu karateka berada pada puncak prestasinya,’’ ungkap Krisna Karang. Ia menduga ada beberapa faktor nonteknis yang juga berpengaruh terhadap penurunan prestasi atletnya. Dia juga menduga terdapat sederet karateka yang melebihi batas usianya. Bahkan pencurian umur ini sudah tercium dan atlet bersangkutan dicoret, namun tidak diberi sanksi Pengprov FORKI Bali. Krisna Karang menerangkan, karateka Denpasar dipanggil masuk skuad Pra-PON seperti Yoginata (kata), Putri Eka Purnama (kumite -55 kg) dan Yuli (kumite -61 kg). ‘’Kami melihat kejanggalan karateka yang tidak berlaga di Porprov, bahkan tidak juara justru dipanggil,’’ keluhnya. (022)
Paranormal
‘’Harus begitu memang, harus maksimal,’’ ucap Ma’ruf. Terkait berita pelantikan melibatkan paranormal, Ma’ruf membantah Kesetjenan MPR tidak pernah mengundang paranormal dalam rangkaian kegiatan pelantikan presiden. ‘’Enggak ada, perencanaannya enggak ada itu ya,’’ tegas Ma’ruf. Penegasan Ma’ruf mengonfirmasi video viral di media sosial berisi ritual khusus paranomal yang mengaku Ki Sabdo yang mengenakan
pakaian serba hitam. Dalam video berdurasi tersebut Ki Sabdo melakukan ritual tepat di lobi Gedung Nusantara V MPR/DPR/DPD-RI yang bersebelahan dengan Gedung Nusantara (gedung kurakura) yang menjadi tempat acara pelantikan. Untuk diketahui, pada Jumat kemarin, publik dihebohkan video yang viral berisi ritual Ki Sabdo yang mengaku mendapat tugas pengawalan secara spiritual untuk prosesi pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin yang akan digelar Minggu (20/10) besok. (kmb4/ant)
Bali, baik di tingkat regional, nasional maupun internasional harus tetap menjalin kerja sama, sehingga ke depan Bali tetap ajeg. ‘’Saat ini kolaborasi perguruan tinggi Hindu di Indonesia belum tampak jelas. Inilah tugas pemerintah, rektor dan pengelola perguruan tinggi Hindu di Indonesia untuk meningkatkan sinergisitasnya, sehingga perguruan tinggi agama Hindu memi-
liki program-program yang terfokus tajam dan mengenai sasaran, bukan hanya menjadi ‘pemanis’ semata,’’ tegasnya. Selain itu, Prof. Ardhana juga mengaku bahwa dana penelitian untuk PTS masih sangat minim diberikan oleh pemerintah. Padahal, SDM PTS dituntut untuk berkualitas dan mampu manghasilkan lulusan berkualitas pula. (win)
Kebijakan Anggaran ‘’Justru yang timpang itu dari segi anggaran, sebab dari sisi penilaian lembaga disamakan dari standar Dikti. Mestinya kebijakan ini diikuti juga dengan kebijakan anggaran yang memadai. Karena bagaimanapun jumlah PTS itu 4.700-an lebih, sedangkan PTN kurang lebih 150-an. Bukan berarti kita minta ang-
garannya sama dengan PTN, tetapi bagaimana perhatian pemerintah kepada PTS, baik dari segi dana infrastruktur, dana riset, dan dana pengembangan kualitas mahasiswa,’’ tandas Ketua Yayasan Kesejanteraan Korpri Propinsi Bali ini. Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr.Phil. I Ketut Ardhana, M.A. sebagai penyelenggara pendidikan
tinggi Universitas Hindu Indonesi (Unhi Denpasar) mengatakan, selama masa kepemimpinan Jokowi pada jilid I banyak hal yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia yang pluralis. Berbagai ragam agama, etnis dan kebudayaan yang ada di Indonesia diberikan perlindungan. Meskipun demikian, Prof. Ardhana berharap lembaga pendidikan tinggi yang berbasis agama Hindu dan budaya
Sabtu, 19 Oktober 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerti, Mephala Sukertaning Pemangku (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Mix Dance 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 09:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Kolam Renang
10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik Indonesia 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerti, Mephala Sukertaning Pemangku (4) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Tim Karate SMPN 4 Denpasar Juara Umum Porjar Denpasar 15:00 Wita Seputar Bali Terkini
15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Solusi Alternatif Putra SBA 17:00 Wita Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Angel Band 21:00 Wita Classic Bali TV 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Gegelang Karangasem (2) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song
Motegi – Valentino Rossi merasa kecewa pada beberapa seri balapan MotoGP terakhir bersama tim Monster Yamaha. Dimulai dari GP Jepang akhir pekan nanti, Minggu (20/10), juara dunia tujuh kali itu akan menjajal hal baru guna kembali naik podium. Rossi lagi-lagi gagal meraih hasil manis pada seri GP Thailand. Total, ia sudah absen naik podium sebanyak 12 kali berturut-turut, terburuk sejak menunggangi Ducati tahun 2011 silam dan posisinya di papan klasemen kini terancam oleh Fabio Quartararo yang siap menyalip di tangga ke-7. The Doctor hanya terpaut dua poin saja dari Quartararo usai balapan terakhir di Sirkuit Buriram. Pembalap asal Italia itu masih merasa kecewa dengan performa mot-
ornya dan bertekad menemukan solusi lain di Sirkuit Motegi akhir pekan ini. ‘’Pada tiga seri terakhir nanti kami akan mencoba memecahkan permasalahan. Kami tidak senang terus-menerus gagal naik podium. Jadi, di Motegi kami ingin menjajal hal baru,’’ ujar Rossi, Jumat (18/10) kemarin. Sirkuit Motegi, diakui Rossi, merupakan salah satu trek favoritnya. Sayang, tahun lalu, rider yang akrab dengan angka 46 itu hanya mampu finis di tangga ke-4. ‘’Saya suka karakteristik sirkuit ini. Nanti saya akan menampilkan performa terbaik saya,’’ tambah Rossi. Gelar juara MotoGP 2019 sudah di genggaman Marc Marquez. Ini tentunya memupus harapan Rossi untuk meraih titel ke-8 sepanjang kariernya di usianya yang kini tengah menginjak angka 40. (kmb33)
Segiri (bali Post) – Entah apa yang terjadi dengan Bali United ketika melawat ke kandang Borneo FC. Serdadu Tridatu dibantai 6 gol tanpa balas di Stadion Segiri Samarinda, Jumat (18/10) kemarin. Pemain andalan Borneo FC Lerby Eliandry memecah kebuntuan timnya di menit 34. Skor 1-0 untuk keunggulan Borneo FC melalui Lerby Eliandry usai menyambut umpan Terens Puhiri. Bali United juga mencoba membongkar pertahanan Borneo FC, namun gagal. Tuan rumah Borneo FC beramin disiplin di laga ini, sehingga
membuat Bali United kesulitan menyarangkan bola ke gawang Pesut Etam. Di babak kedua, tuan rumah mulai mengamuk dengan mencetak 5 gol yakni melalui Renan da Silva yang mencetak 2 gol di menit ke-55 dan 75, Terens Puhiri juga dengan 2 gol serta Rifal Lastori. Kekalahan telak ini memang tidak menggeser posisi Bali United di posisi puncak klasemen Liga 1 musim ini karena berselisih 10 poin dari Madura United. Namun kekalahan ini mematahkan rekor tidak terkalahkan Bali United yang terbentang selama 12 pertandingan. (kmb33)
Bali United Dibantai Borneo FC
TOP IN VASI WONDERFUL BALI
SABTU PAING, 19 OKTOBER 2019
Payuk Prungpung dan Rare Angon BUDAYA Sarat Pendidikan Karakter PENDIDIKAN JARANG ada rektor yang memiliki bakat seni dan mengabdi untuk seni. Dialah Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Made Suarta, S.H., M.Hum. Selain kiprahnya banyak memajukan dan mengembangkan Arja Muani (pria), dia juga seorang akademisi bergelar doktor yang tak malu turun ke desa-desa ngayah ngigel dan ngengkal (istilah matembang Arja red). Bahkan sebagai seorang dosen banyak menghasilkan karya llmiah di bidang pelestarian budaya dan sastra Bali. Disertasi doktornya di Fakultas Sastra Unud mengupas masalah seni budaya yakni ‘’Wacana Cerita Payuk Prungpung (PP) dan Rare Angon (RA) Dramatari Arja’’. Hal ini dijadikan objek kajian dalam penelitian dilatarbelakangi oleh tiga hal yang meliputi menarik, unik dan belum ada yang meneliti. Dia ingin memberikan justifikasi empirik dinamika dramatari Arja, membangun formulasi tata bentuk wacana cerita, mengeksplanasi aksiologis konseptual fungsi wacana cerita PP dan RA dan mengungkap tata nilai wacana cerita PP dan RA. Landasan teori yang digunakan disebut ‘’pisau bedah’’ memadukan teori struktural dan teori semiotik. Di samping itu, wacana naratif, resepsi sastra dan teori estetika. Made Suarta mengakui konsep Payuk Prungpung
SENIMAN
Bali Post/san
TALKSHOW - Serangkaian acara IMO 2019, digelar acara talkshow dengan tema ‘’Transcending Beyond the Ordinary: to Hear to Feel and to Heal’’, Jumat (18/10) kemarin.
Serangkaian IMO 2019
Digelar ’’Talkshow’’ Penanganan Tunawicara SERANGKAIAN acara Indonesian International Medical Olympiad (IMO) 2019, digelar acara talkshow dengan tema ‘’Transcending Beyond the Ordinary: To Hear to Feel and to Heal’’ Jumat (18/10) kemarin di Bali Creative Industri Centre, Tohpati, Denpasar. IMO sendiri adalah kompetisi bidang kedokteran tahunan yang merupakan salah satu program Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia. Tahun ini Fakultas Kedokteran Universitas Udayana diberikan kehormatan menjadi tuan rumah IMO 2019. Wakil Ketua Bidang II
IMO 2019 Ivena Clairine Sulistio didampingi Lisa Amelia mengatakan, acara talkshow ini diselenggarakan serangkaian kegiatan IMO 2019. Peserta yang mengikuti acara talkshow adalah peserta IMO 2019 yang tidak lolos ke babak semifinal. ‘’Di waktu yang sama babak semifinal juga berjalan. Peserta yang tidak lolos babak semifinal kami ajak mengikuti talkshow,’’ ujarnya. Acara talkshow ini dibagi dua sesi yaitu mengenai bahaya dan penanganan penderita narkoba dari BNN Provinsi Bali, serta penanganan dan pemahaman mengenai pen-
derita tunawicara, baik dari dunia medis maupun praktisi di dunia tunawicara. ‘’Itu sesuai temanya ‘Transcending Beyond the Ordinary: To Hear to Feel and to Heal’,’’ ujar Ivena. Melalui talkshow ini diharapkan para peserta mendapatkan informasi mengenai bahaya narkoba dan cara penanganannya. Begitu juga dengan tunawicara. Lewat pemaparan ahlinya di bidang medis, mahasiswa kedokteran yang mengikuti acara ini akan tahu ke depan seperti apa penanganan pasien dengan tunawicara. Serta mengetahui juga jika beberapa kasus tunawicara
bisa ditangani dengan pemasangan alat bantu dengar. ‘’Dalam acara ini juga ada praktisi yang mengajarkan kita soal bahasa isyarat dan memaparkan kebutuhan penyandang tunawicara, khususnya dalam dunia kesehatan dan medis. Dengan mengetahui bahasa isyarat juga nantinya mahasiswa kedokteran saat ini ketika sudah menjadi dokter bisa memahami keinginan pasien dengan tunawicara,’’ jelas Ivena. Peserta IMO 2019 mencapai 588 orang berasal dari Fakultas Kedokteran dari 55 universitas di seluruh Indonesia. (san)
Optimalkan Seniman Lokal PESONA Nusa Dua Fiesta (NDF) 2019 akan kembali digelar pada 25-27 Oktober 2019. Dengan mengambil tema ‘’Coloring The Beauty of Bali’’ kegiatan ini akan di-
pusatkan di Pulau Peninsula, The Nusa Dua. Pada event ini, keterlibatan masyarakat lokal maupun seniman lokal akan dioptimalkan. Selain itu,
masing-masing desa adat dan juga paguyuban pedagang juga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi untuk ikut menbuka stan dagang.
SENI - Salah satu karya seni yang akan ditampilkan pada event NDF.
Bali Post/edi
‘’Selain sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat, khususnya masyarakat lokal yang ingin menampilkan seni dan budaya milik mereka di panggung berskala internasional, Pesona NDF kami selenggarakan untuk meningkatkan minat wisatawan berkunjung ke Bali dan khususnya ke kawasan pariwisata The Nusa Dua,’’ ucap Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita saat memberikan keterangan, Jumat (18/10) kemarin. Menurutnya, NDF tahun ini akan menampilkan berbagai pertunjukan budaya dan musik, seperti Culture Illusionist, Colossal Dance, dan tiga band Tanah Air ternama, yakni Hivi, Padi Reborn dan Fourtwenty. ‘’Kami targetkan pengunjung tahun ini dapat mencapai 15 ribu selama tiga hari penyelenggaraan,’’ katanya. (edi)
103 Seniman Tampil dalam Bali Megarupa SEBANYAK 103 seniman lintas rupa akan mengikuti pameran Bali Megarupa yang digelar Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Pameran perdana ini merupakan sebuah pembacaan awal dinamika seni rupa Bali dari tradisi hingga kontemporer. Ke depan Bali Megarupa akan dijadikan sebagai agenda tahunan untuk memamerkan seni rupa lintas batas, multimedia, baik pribadi maupun komunal. ‘’Kegiatan ini sebenarnya juga menjadi harapan para seniman yang telah lama memimpikan Bali memiliki kegiatan pameran seni rupa dalam skala besar,’’ ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Wayan ‘’Kun’’ Adnyana dalam keterangan pers, Jumat (18/10) kemarin. Sebab, lanjut Kun, hal ini diyakini dapat mendorong lahirnya karya bermutu, original, unggul, dan berkarakter serta menjadi ajang edukasi dan apresiasi bagi publik. Mengingat, pameran Bali Megarupa memang ditujukan untuk membangun ruang sinergi, interaksi, dan kolaborasi yang mengakomodasi seluruh potensi seni rupa yang berkembang. Pameran nantinya digelar di empat tempat, yakni Museum Puri Lukisan, Museum Seni Neka, Museum Arma, dan Bentara Budaya Bali. ‘’Pembukaan pameran dipusatkan di Museum Arma pada Selasa, 22 Oktober pukul 18.30 Wita. Rencananya
dibuka Gubernur Bali dan menampilkan Ritus Seni Tarirupabunyi ‘Kidung Megarupa’ karya Nyoman Erawan yang didukung sejumlah seniman lintas bidang,’’ imbuhnya. Menurut Kun, pameran ini sekaligus salah satu program untuk menerjemahkan visi pemajuan bidang kebudayaan, khususnya seni rupa, dalam kerangka Pola
Pembangunan Semesta Berencana Provinsi Bali (Nangun Sat Kerthi Loka Bali). Ada empat kurator yang dilibatkan yakni Wayan Sujana Suklu, Warih Wisatsana, Made Susanta Dwitanaya, dan Wayan Jengki Sunarta. Para kurator telah menetapkan tema pameran ‘’Tanah, Air dan Ibu’’, dengan empat pendekatan yakni hulu, arus, campuhan, dan muara yang mencerminkan dinamika seni rupa Bali dari tradisi hingga kontemporer. Pameran juga akan diisi dengan Diskusi Bali Megarupa bertajuk ‘’Gerakan Seni Rupa Bali sebagai Seruan Kesadaran’’ di Museum Neka, 23 Oktober 2019 mulai pukul 14.00 Wita. Kemudian, Artist Talk bertajuk ‘’Lintas Medis, Bebas Rupa’’ di Bentara Budaya Bali pada 26 Oktober 2019 pukul 18.30 hingga selesai, serta Workshop ‘’Mengenal Garis dan Rupa-rupa Seni Rupa’’ yang akan diikuti siswa SMP dan SMA di Museum Puri Lukisan, 9 November 2019. (rin) ’’Kun’’ Adnyana
dan Rare Angon masih relevan dengan edukasi masyarakat kekinian. Payuk Prungpung, katanya, tak mesti diikuti kata Misi Berem, karena payuk itu sendiri bisa berarti panci atau rumah atau sebuah institusi besar. Sedangkan isinya bisa beraneka ragam bisa energi negatif dan positif. Di sini ditekankan payuk prungpung saja guna mendedukasi masyarakat Bali tetap rendah hati (sederhana, tapi pola pikir, bicara dan tindakannya bermuara pada prestasi atau Tri Kaya Parisudha). Rare Angon selain berfungsi kependidikan, juga mengandung fungsi hiburan, informatif, makna religius, magis, rwa bhineda dan makna Tri Hita Karana dan etika. ‘’Inilah yang sebenarnya disebut pendidikan karakter. Dulu kan tak ada istilah itu,’’ tegasnya, Jumat (18/10) kemarin. Rare Angon bagi krama Bali bernilai magis karena ada Dewa Rare Angon yang menjadi taksu bagi pencinta layanglayang, memancing, dan seniman. Konsep ini sarat dengan pendidikan karakter dan tetap relevan bahwa hidup ini harus seimbang antara akademis dan seni, asalkan dilakoni tanpa berlebihan. Putra kelima dari tujuh bersaudara pasangan Nyoman Buda (alm) dan Nyoman Rening (alm) dari Banjar Lantang Bejuh, Sesetan, Denpasar ini sempat DO di Prodi Civic Hukum (PMP) FKIP Unud di Singaraja karena ditinggal kedua orangtuanya. Namun, suami tercinta Dra. Ni Made Ariatni, M.Pd. ini akhirnya melanjutkan S-2 di Linguistik Faksas Unud. Sejak 1999 sambil mengajar Made Suarta menjadi pemain Arja mantri buduh di Sekaa Coblong Pamor. Sekaa Arja Muani pertama di Bali. Lucunya dia menjadi Arja karena otodidak, hanya dari melihat, merekam dan melakoni. (sue) Dr. I Made Suarta
I Made Somadita
Semesta Tanpa Batas BALI memiliki banyak perupa muda yang karyanya mendunia. I Made Somadita, salah satunya. Perupa lulusan ISI Denpasar ini telah banyak mengikuti pameran, baik di dalam maupun luar negeri. Baginya, itu semua adalah proses berkesenian dan ke depan akan selalu berproses. Sebab, seni bagi perupa kelahiran 1982 ini adalah sebuah proses tanpa batas. Tak ada yang betul-betul disebut sebagai pencapaian puncak. Karena seni bagi Somadita adalah representasi dari hidup itu sendiri, yang selalu tunduk pada hukum yang absolut yaitu perubahan itu sendiri. ‘’Bagi saya, apa yang disebut sebagai sebuah pencapaian itu adalah sebuah kesadaran akan momen kita saat ini dengan segala hal yang dihasilkan oleh tindakan-tindakan kita,’’ ujar perupa asal Banjar Jelantik, Apuan, Baturiti, Tabanan ini. Karena seni sebuah proses tanpa batas, maka bagi Somadita, melihat banyak hal itu adalah suatu keharusan buatnya. Maka ‘’bepergian’’ adalah salah satu cara untuk mengetahui realitas. Sebab, pada dasarnya ia tidak mudah mempercayai sesuatu yang tidak benar-benar disaksikan dengan mata kepala sendiri. ‘’Kebetulan saya memiliki hobi traveling maka lengkaplah sudah apa yang saya butuhkan pada diri saya untuk menjalani proses semesta yang tanpa batas,’’ kata Soma yang telah mengunjungi lebih dari 15 negara, baik dalam rangka pameran maupun hanya sekadar traveling. Melalui ‘’bepergian’’ itulah salah satu cara Somadita membuka diri, menyerap nilai-nilai, baik itu yang berkenan dengan hal-hal spiritual maupun material. Banyak orang bilang, lukisannya cenderung bernuansa figuratif, tetapi buat dia hal itu tidaklah penting. Sejak beranjak dari bangku kuliah dia telah membebaskan diri dari teori-teori seni rupa. Bukan berarti dia anti. Namun, dia lebih memilih di jalan yang tidak berteori. Sebab, dengan cara itu dia dapat melepas bebas melakukan eksperimen untuk keseniannya dengan seluruh konsekuensi. Tentu, setiap seniman memiliki jalan yang berbeda dalam menjalani proses masing-masing. ‘’Jika ditanya, apa yang melatarbelakangi karya-karya lukis saya, maka saya akan menjawab, yang melatarbelakangi adalah kehendak
saya sendiri,’’ ujarnya. Dalam lukisan-lukisannya selalu muncul figur-figur binatang. Apakah secara verbal ia ingin menyampaikan pesan tentang dunia binatang? Soma menjawab: bisa iya, bisa tidak. ‘’Saya meyakini segala sesuatu terkoneksi antara yang satu dengan yang lain. Pengetahuan telah menunjukkan bahwa segala sesuatu terbentuk dari elemen yang sama, sebab pada dunia fenomena tidak ada yang benar-benar ‘menjadi’ secara absolut sendirian. Oleh sebab itulah kiranya apa yang hadir di atas kanvas secara visual selalu bertautan antara yang satu dengan yang lain. Entah apa pun figur-figur yang muncul, apakah itu figur manusia ataupun binatang. Saya rasa, keterkaitan, ketergantungan, dan saling membutuhkan antara satu dengan yang lain untuk ‘mewujud’ itulah pesan yang hendak disampaikan oleh karya-karya saya,’’ pungkasnya. Somadita tercatat banyak mengikuti pameran seni rupa. Di antaranya tahun 2019, Somadita mengikuti Art Exchange, ‘’Bali-Bhutan’’, Vast Gallery, Timphu, Bhutan, Art Exchange, ‘’Together’’ Mitila Yain Gallery, Kathmandu, Nepal. Juga mengikuti pameran ‘’Optimism’’ di Nuart, Bandung, Art Exchange, Bali-Bhutan, di ARMA Museum, Ubud. (lun)