16 HALAMAN
NOMOR 62 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Jumat Paing, 19 Oktober 2018
Air Danau Batur Tercemar KONDISI Danau Batur di Kintamani kategorinya memprihatinkan. Tak hanya mengalami sedimentasi (pendangkalan), air Danau Batur ini juga tercemar. Paparan zat kimia ditemukan dalam air danau. Meski sesuai hasil pengujian tingkat pencemarannya dinyatakan tergolong rendah, namun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli menyatakan air Danau Batur tidak layak untuk dikonsumsi. Paparan itu disampaikan Sekretaris DLH Kabupaten Bangli Ida Bagus Sobya, Kamis (18/10) kemarin. Simpulan ini disampaikan setelah pihaknya mengatakan pengujian terhadap kualitas air Danau Batur selama ini rutin dilakukan DLH dua
kali dalam setahun. Dalam pengujian terakhir, pihaknya melakukan pengambilan sampel air di delapan titik. Hasil pengujian, sampel air yang diambil dari lima titik dinyatakan masih memenuhi syarat baku mutu lingkungan. Sementara sampel air yang diambil di tiga titik lainnya yakni di dekat keramba jaring apung (KJA), dekat Dermaga Kedisan dan di wilayah Hulundanu Songan, dinyatakan tercemar. Dijelaskannya, ada lima parameter yang digunakan dalam pengujian kualitas air Danau Batur di antaranya PH, TTS, BOD, COD dan Total Coliform. Hal. 15 Baku Mutu
Wisatawan Masuk Ruang Pribadi di Puri Ubud
Badan Pengelola Batur Bekerja Awal November
Warga Puri Agung Ubud digegerkan dengan aksi seorang bule, yang masuk ke ruang pribadi di puri tersebut pada Kamis (18/10) kemarin. Petugas Satpol PP yang diminta melakukan pengamanan, sempat kejar-kejaran saat berupaya meringkus warga negara asing (WNA) tanpa identitas tersebut. Berhasil diringkus dia akhirnya diamankan ke Dinas Sosial Kabupaten Gianyar. Halaman 9
Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark hingga saat ini belum juga terbentuk. Sebelumnya Bupati Bangli I Made Gianyar sempat menargetkan badan pengelola tersebut sudah terbentuk dan mulai bekerja pada 1 September 2018. Halaman 14
Hektaran Padi di Kusamba Kekeringan Musim kemarau yang semakin parah menyebabkan hektaran padi di Subak/ Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung kekeringan. Petani pun dibuat kelimpungan dengan kondisi tersebut. Petani pasrah. Berdasarkan pantauan,
Kamis (18/10) kemarin, kekeringan terjadi pada padi berumur sekitar 45 hari. Beberapa petak sudah ada yang menguning dan mati. Tanahnya pun pecah-pecah. Halaman 12
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Sungai di Bali Kategori Krisis Air
POTENSI krisis air di Bali bisa makin mengkhawatirkan. Selain sumber air mulai krisis air, separuh dari 391 sungai yang ada di Bali juga masuk kategori krisis air. Ratusan sungai di berbagai kabupaten/kota di Bali kini berstatus sungai mati atau keberadaan airnya tergantung musim hujan. Sungai semacam ini oleh Balai Wilayah Sungai Bali-Penida diistilahkan sungai temporer.
Penindakan Pelanggaran di Danau Lemah
TIDAK hanya Danau Batur yang tercemar, tiga danau lainnya di Bali juga menghadapi masalah kompleks. Menguatnya kecenderungan danau sebagai ruang ekonomis memperparah dan menghambat upaya penyelamatan danau-danau di Bali. ‘’Bali mestinya punya komitmen yang jelas dalam menjaga danau. Yang memprihatinkan saat ini adalah adanya konflik kepentingan dalam pengelolaan danau sebagai ruang ekonomis dan sebagai sumber mata air,’’ ujar pengamat lingkungan Unud Dr. Ir. Luh Kartini, M.S. kepada Bali Post, Kamis (18/10) kemarin. Ia mengatakan saat ini ada banyak regulasi yang mengatur tentang penyelamatan dan pengawalan ruang danau. Bahkan sejak 2009 danau ditangani sembilan kementerian. Sayangnya, penindakan atas pelanggaran ruang di areal danau tidak tegas. Pelanggaran tetap marak. Penggunaan zat kimia marak, penebangan hutan tak terkontrol serta pertanian di kawasan danau tak menggunakan pola tanam organik. Inilah beberapa indikator yang memicu kehancuran ekosistem danau. ‘’Saya mendukung upaya penyelamatan danau yang kini menjadi salah satu concern pemerintah Bali dalam menjaga lingkungan. Ini bagian dari gerakan menjaga palemahan Bali,’’ ujarnya. Hal. 15 Bali Post/dok Masuk Prioritas Luh Kartini
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
Bali Post/dok
DANAU BATUR – Baku mutu air di Danau Batur, Kintamani, Bangli tercemar. Kondisi ini diakibatkan berbagai kepentingan, baik ekonomis, pariwisata, pertanian dan berbagai kepentingan lainnya terkonsentrasi di kawasan ini. Penggunaan zat kimia dalam pertanian diyakini menjadi salah satu faktor tercemarnya air danau.
Bali Mulai Defisit Air Tawar
BALI harus berbenah dari segala lini. Tak hanya dalam pengawalan budaya, tetapi juga harus fokus pada lingkungan. Lingkungan pun tak hanya laut dan daratan. Sungai sebagai urat nadi kehidupan krama Bali dan penduduk Bali mutlak harus dijaga. ‘’Jujur saya akui kepedulian penduduk Bali terhadap sungai sangat minim,’’ jelas Ketua Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Udayana Dr. Made Sudarma kepada Bali Post, Kamis (18/10) kemarin. Pakar lingkungan Unud ini mengatakan, saat ini secara kasat mata krama Bali memang belum merasakan krisis air. Tetapi secara faktual dan kajian ilmiah Bali telah kehilangan ratusan sumber mata air dan turunya debit air sungai. Ini fakta yang harus diantisipasi. ‘’Air bagi dominan penduduk Bali memang masih terasa aman. Tatapi di beberapa dusun dan desa di Bali, krisis air sudah menjadi masalah serius,’’ ujarnya.
Sudarma mengatakan tak hanya krisis air bersih yang mengkhawatirkan. Kini air bersih kita sudah dijadikan barang ekonomis dengan harga relatif mahal. Padahal jika kita memiliki kepedulian terhadap kawasan hulu, rakyat Bali tak perlu tergantung dengan suplai air bersih bernilai ekonomis. ‘’Kini Bali juga berpotensi krisis air tawar. Turunnya debit air sungai di Bali telah berdampak pada mengeringnya pada sejumlah sungai. Mata air juga banyak hilang. Kini petani juga sudah mulai merasakan air irigasi mereka menyusut,’’ jelasnya. Ia bahkan sangat meyakini, ke depan kompetisi perebutan air antara petani dan pelaku bisnis akan terjadi. Kompetisi ini cenderung menyisihkan petani mengingat dengan dalih berbagai kepentingan, regulasi juga banyak menguntungkan pelaku bisnis. Hal. 15 Aliran Sungai
Tak hanya soal kondisi aliran air sepanjang tahun, sejumlah sungai yang masih mengalir juga mengalami pencemaran. Kualitas baku mutu air sungai maragukan. Sungai di Bali tidak hanya mengalami masalah pencemaran sampah dan limbah, juga mulai mengalami sedimentasi akibat tingginya volume sampah plastik tertimbun lumpur di badan sungai. Kepala BWS Bali-Penida I Ketut Jayada, S.T. dalam perbincangan dengan Bali Post, Kamis (18/10) kemarin, mengungkapkan hanya sedikit sungai yang mengalir terus-menerus sepanjang tahun. Separuhnyalah kirakira. Selebihnya itu sungai
temporer. Kalau musim hujan ada airnya, kalau musim kemarau kayak gini tidak ada air. Jayada menambahkan, sungai yang mengalir sepanjang tahun pun debitnya tak selalu tinggi. Pada saat musim kemarau, air sungai bisa surut atau volumenya mengecil. Teori klasiknya, hal itu memang terjadi karena daerah resapan air di hulu kini mulai berkurang jumlahnya. Daerah yang dulunya hutan, sekarang banyak berubah menjadi kebun. Selain itu, disebabkan juga oleh penggunaan air saat ini yang tinggi sekali bila dibandingkan dulu. Hal. 15 Mata Air
’’Empat danau yang ada yakni Danau Batur, Buyan, Beratan, dan Tamblingan berkontribusi besar untuk keberlangsungan 1.300-an mata air yang terdeteksi di Bali. Mata air inilah yang mengalir menjadi sungai. Itu artinya, danau memegang peranan penting dalam siklus air di pulau dewata sehingga harus dijaga agar jangan sampai kering.’’
I Ketut Jayada
Bali Post/rin
KEDALAMAN DANAU 90 M DANAU DI BALI BUYAN 87 M DANAU
DANAU TAMBLINGAN
( PENYUSUTAN 2,5 M)
BATUR
58 M
DANAU BATUR DANAU BUYAN DANAU TAMBLINGAN DANAU BERATAN
379 Ha
( PENYUSUTAN 1-1,5 M)
DANAU BERATAN
luas DANAU DI BALI
LUAS DANAU
35 M
360 Ha
110
Ha
1.607,50 Ha
jembrana tabanan badung gianyar
: : : :
sungai
40 sungai 25 sungai 21 sungai 11 sungai klungkung
bangli karangasem buleleng denpasar : 14 sungai
: : : :
40 sungai 25 sungai 21 sungai 11 sungai
Buka IJCST 2018
Gubernur Koster Berharap Hasilkan Konsep Pembangunan Berkesinambungan
Gubernur Bali Wayan Koster
Bali Post/ist
P E M B A NGUN A N s e cara berkesinambungan di berbagai aspek kehidupan semakin digalakkan seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi era 4.0. Oleh karena itu diperlukan berbagai inovasi yang mampu menjadi alternatif pemecahan beragam permasalahan sosial dari disiplin ilmu terkait, baik bidang sains maupun sosial. Sehingga pembangunan berkelanjutan perlu mendapatkan perhatian lebih dengan menghadirkan penelitian terkini berbasis pembangunan masyarakat dari akademisi, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan secara optimal. Hal ini dikatakan Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya saat membuka secara resmi International Joint Conference On Science and Technology (IJCST)
di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Kamis (18/10) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster menyampaikan selamat datang kepada para peserta yang datang dari berbagai negara. Menurut Koster, merupakan suatu kehormatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Bali, karena Bali kembali dijadikan sebagai tempat konferensi bertaraf internasional. ‘’Kehadiran Bapak/Ibu di Bali turut memberi kontribusi bagi pembangunan perekonomian di Bali,’’ ucapnya. Lebih lanjut Koster mengatakan, Bali merupakan pulau kecil dengan luas wilayah 5.636,66 km 2, terdiri dari 9 kabupaten/kota, 57 kecamatan, 716 desa/ kelurahan, dan 1.493 desa adat, dengan jumlah penduduk 4,2 juta jiwa. Bali
memiliki lebih dari 5.000 pura sehingga dikenal sebagai pulau seribu pura. ‘’Karateristik yang lain, Bali dikenal sebagai pulau yang unik karena memiliki alam, manusia, dan budaya yang menyatu dalam satukesatuan tatanan kehidupan, yang terus hidup di tengah-tengah masyarakat dalam dinamika perubahan global,’’ ujarnya. Ke depan, dikatakan Koster, pembangunan Bali akan fokus dengan memprioritaskan konservasi alam, manusia, dan budaya sesuai dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, yang arti-
nya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera dan bahagia secara sekala dan niskala. Oleh karena itu, orientasi, arah kebijakan dan program pembangunan Bali ke depan akan ditata kembali yang diselenggarakan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi, dengan pendekatan dari hulu sampai ke hilir, dalam satu-kesatuan wilayah Bali yang berpihak dan taat asas pada Genuine Bali. Hal. 15 Konsep Pembangunan
”Pembangunan Bali akan fokus dengan memprioritaskan konservasi alam, manusia, dan budaya sesuai dengan visi ’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, yang artinya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali.”
DENPASAR
2
Jumat Paing, 19 Oktober 2018
Empat Toko Jaringan Tiongkok Disidak
FIGUR Tidak Adil PERUSAHAAN-perusahaan yang beroperasi di Bali tidak semua membayar pajak di Bali, namun di Jakarta. Dengan demikian, potensi pajak yang seharusnya didapat oleh Bali sebesar Rp 50 triliun – Rp 100 triliun, hanya bisa didapat Rp 12 triliun. Ini tidak adil bagi pengusaha Bali. Demikian diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra, Kamis (18/10) kemarin. Menurut caleg DPR-RI Dapil Bali ini, kondisi itu jelas tidak adil karena mereka mengeksplorasi alam Bali dan sumber daya Bali, namun tidak memberikan kontribusi berupa pajak kepada Bali. “Istilahnya, mereka mengotori alam Bali,” ujarnya. Maka dari itu, ia meminta perusahaanperusahaan nasional atau internasional yang beroperasi di Bali agar membayar pajaknya di Bali, jangan di Jakarta (pusat). Dengan demikian, Kadin bisa tahu potensi pajak yang bisa dipungut dari Bali. Sehingga Kadin bisa memberikan masukan kepada pemerintah dengan pajak yang dipungut di Bali, dan potensi perkembangan dunia usaha itu sebetulnya. Selama ini banyak perusahaan yang beroperasi di Bali bayar pajaknya di Jakarta. Alasannya, domisili perusahaannya di Jakarta. “Ini yang kurang fair bagi teman-teman Kadin di Bali,” tegasnya. Ia memprediksi, potensi pajak yang bisa didapatkan sekitar Rp 50 triliun - Rp 100 triliun. Prediksi itu berdasarkan data lebih dari 300 perusahaan yang beroperasi di Bali, membayar pajaknya di Jakarta, terutama rekanan BUMN. “Sebenarnya bisa (dibayar-red) di domisili perusahaan itu, cuma tidak adil bagi kita pengusahan Bali, kalau dia makan, mendapatkan keuntungan, mengotori Bali, tapi membayar pajaknya di Jakarta. Ini yang kami keberatan sebagai pengusaha Bali,” ungkapnya. Sementara perusahaan swasta nasional yang izinnya di Jakarta, lebih dari 1.500 perusahaan. Perusahaan yang mendapatkan untung besar lebih dari 500 perusahaan. Perusahaan besar misalnya kategori mall dan rekanan, hotel dan rekanannya, BUMN dan rekanannya, restoran. Perusahaan itu adalah perusahaan berbentuk PT, CV yang berada di Bali dan untung besar di Bali. Meskipun pembayaran pajak dipungut oleh Direktorat Jendral Pajak perwakilan masing-masing wilayah dan akan dikirim ke pusat, namun setidaknya Bali tahu seberapa besar potensinya dan persentase pajak yang didapatkan Bali langsung bisa lebih besar untuk pembangunan Bali sendiri. (may)
Wagub Sedih Garuda Dijadikan Stempel di ”Invoice” Denpasar (Bali Post) -
Bali dijual murah, bukan sekadar isu di lapangan belaka. Hal ini dibuktikan langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang melakukan sidak ke empat toko jaringan Tiongkok di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kamis (18/10) kemarin. Rombongan Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini bahkan sempat dihalang-halangi masuk oleh petugas keamanan toko. Ketika berhasil menerobos, toko-toko itu diakui tidak ada yang menjual produk khas Bali. Parahnya lagi, gambar garuda yang menyerupai lambang negara RI justru dipakai untuk cap stempel pada invoice toko-toko tersebut. “Kita coba tadi melihat di empat toko, tapi kita masuk di tiga toko karena satunya kayaknya sudah dipersiapkan semua. Ada beberapa hal yang kita lihat bahwa betul ada toko yang menjual latex, silk (sutera) dan kristal,” ujar Cok Ace saat tiba di Kantor Gubernur Bali usai melakukan sidak. Cok Ace merasa agak aneh saat melihat satu dari empat toko itu menjual latex di Bali. Apalagi barang-barang latex seperti kasur dan bantal yang semuanya dari Tiongkok itu dijual kepada wisatawan Tiongkok. “Alurnya, para wisatawan dimasukkan dalam satu ruangan dulu, dikasi penjelasan. Kemudian mencoba latex-nya. Saya pikir tadi mau spa tidurtiduran di latex-nya itu,” jelasnya. Di toko kedua yang menjual sutera, lanjut Cok Ace, juga menerapkan pola sama. Ada ruangan yang disediakan sebagai tempat untuk melakukan presentasi kepada wisatawan. Kemudian ada foto Presiden RI Joko Widodo, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan tokoh lain yang dipasang tengah mengenakan baju batik. “Saya yakin itu batik Indonesia. Tapi, disampingnya justru yang dijual bukan dari Indonesia. Saya khawatir (foto Presiden mengenakan batik
- red) menjadi bahan promosi seolah-olah disejajarkan, yang dipakai Presiden RI ini lho barangnya. Kalau saya sepintas, wisatawan melihat seolah-olah begitu jadinya,” papar Ketua PHRI Bali ini. Cok Ace menambahkan, ada pula toko yang menjual obatobatan. Rasa curiga muncul saat penjaga toko langsung menggulung dan membungkus barang dagangan ketika dirinya bersama rombongan datang. Kalau memang tidak ada persoalan, mestinya tidak perlu ada aksi seperti itu. “Terakhir, kita melihat toko kristal, itu sama. Mungkin kita agak terlambat sedikit, mereka tahu kita datang. Agak magrudugan larinya. Hanya berhasil menangkap satu (penjaga toko - red),” imbuhnya. Di semua toko, kata Cok Ace, para pekerja merupakan tenaga kerja Tiongkok. Pihaknya memaklumi jika mereka menjadi tim ahli di sana. Namun, nyatanya menjadi penjaga toko, sehingga muncul dugaan mereka menggunakan visa wisatawan untuk bekerja. Kemudian untuk transaksi, para penjaga toko sempat mengaku transaksi dilakukan dalam rupiah. Tapi pihaknya sempat melihat transaksi dilakukan memakai aplikasi WeChat. Unsur pemaksaan juga tampak dalam pola belanja di tokotoko tersebut. Setidaknya ada 10 toko jaringan Tiongkok, termasuk empat toko yang disidaknya bersama GIPI Bali, ASITA Bali, dan HPI Bali. “Satu lagi yang sangat menyedihkan kita, dia pakai stempel garuda untuk menguatkan di invoicenya bahwa ini jaminan Indonesia. Seolah-olah kalau saya menjadi wisatawan, dengan
Bali Post/ist
SIDAK - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat melakukan sidak di toko-toko jaringan Tiongkok yang diduga mensubsidi wisata murah ke Bali. stempel garuda ini menguatkan bahwa ini jaminan Indonesia,” terangnya. Cok Ace mengaku akan membicarakan lagi masalah ini bersama pihak terkait dengan lebih detail untuk tindakan selanjutnya. Tentu ada ancaman pidana bila memang ada pelanggaran izin kerja, imigrasi, atau barang dagangan. Sementara ini, pihaknya memang baru menelusuri cara toko-toko jaringan Tiongkok ini mencari uang untuk mensponsori wisata murah ke Bali. Sebab, mereka rupanya tidak bermain pada hotel karena hotel tetap dibayar. Kalaupun harganya ditekan, itu lebih karena oversuplay hotel di Bali. Namun yang jelas, persoalan ini tetap akan merusak citra pariwisata Bali. “Kita dirugikan dari segi transaksi, dari sisi tenaga kerja, devisa, hampir semua yang dirugikan kita. Ada beberapa negara juga
sedang mengalami seperti yang kita alami di sini, ya... tidak ada salahnya kita belajar pada negara-negara yang sudah berhasil mengatasi persoalan ini,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Divisi Bali Liang (Pangsa Pasar Mandarin) Asita Bali, Elsye Deliana, mengungkap Bali dijual murah di Tiongkok sejak 2-3 tahun terakhir. Diduga ada permainan mafia yang sangat merugikan Bali. Data setahun terakhir, Bali hanya “dijual” seharga 999 renminbi atau sekitar Rp 2 juta. Harga miring tersebut sudah termasuk tiket pesawat pergi-pulang, makan dan menginap di hotel selama lima hari empat malam. Belakangan harga itu bahkan sudah turun menjadi 777 renminbi atau sekitar Rp 1,5 juta. Lalu turun lagi menjadi
499 renminbi atau sekitar Rp 1 juta dan yang teranyar 299 renminbi atau sekitar Rp 600 ribu. Wisatawan Tiongkok hanya satu hari saja diajak berkunjung ke objek wisata selama di Bali. Selebihnya, mereka diajak keluar-masuk artshop milik pengusaha Tiongkok. Artshop-artshop milik pengusaha Tiongkok itu justru tidak menjual barang-barang kerajinan khas Bali. Tapi malah menjajakan barang-barang berbahan latex seperti kasur, sofa, dan bantal. Toko-toko inilah yang disebut mensubsidi wisatawan Tiongkok sehingga mendapat harga murah untuk datang ke Bali. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Penerimaan CPNS
Bali Post/ist
PENERTIBAN - Beberapa anak punk dan gepeng yang ditertibkan di beberapa persimpangan jalan di Kota Denpasar, Rabu (17/10) malam.
Satpol PP Tertibkan Gepeng dan Anak Punk
Denpasar (Bali Post) Dalam rangka memastikan keamanan, ketertiban serta wujud nyata penegakan perda, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali menggelar penertiban dengan menyasar gepeng dan anak punk yang masih berkeliaran di sudut jalanan kota. Sedikitnya tiga anak punk yang sedang mengamen dan satu orang gepeng ditertibkan dalam operasi penertiban yang digelar di beberapa persimpangan jalan Kota Denpasar, Rabu (17/10) malam. Kepala Satpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, Satpol PP Kota Denpasar secara rutin menggelar monitoring dengan menyasar seluruh wilayah Kota Denpasar. Hal ini sebagai wujud nyata guna meminimalisasi gangguan keamanan, ketertiban masyarakat serta sebagai upaya penegakan Perda Nomor 1 Tahun 2015 pasal 32 tentang Ketertiban Umum dan Kegaduhan. “Kami akan terus melaksanakan penertiban ini hingga masyarakat menyadari bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Anom Sayoga, Kamis (18/10) kemarin. Anom Sayoga menambahkan, saat ini msih banyak aktivitas masyarakat yang belum taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga, nantinya untuk memberikan efek jera keempat pelanggar ini akan diberikan pembinaan dan selanjutnya dipulangkan ke daerah asal yang sebagian besar berasal dari luar Bali. “Nanti kami akan pulangkan ke daerah asal, karena di Denpasar mereka belum memiliki pekerjaan yang jelas dan hanya menggelandang,” paparnya. Anom Sayoga menegaskan, Satpol PP Kota Denpasar sebagai penegak perda memberikan ruang seluas-luasnya bagi siapapun yang hendak mencari rezeki di Kota Denpasar. Kendati demikian, apa yang menjadi aturan, khususnya ketertiban dan keamanan masyarakat harus ditaati bersama-sama. Selain itu, sebelum ke Denpasar harus dipastikan tujuan dan pekerjaan yang akan diambil. Sehingga ke depannya keinginan untuk mendapatkan rezeki tidak justru menjadikan masyarakat berurusan dengan hukum. “Kami imbau masyarakat untuk bersama-sama menaati aturan yang ada, utamanya melengkapi administrasi kependudukan, sehingga dalam melaksanakan kegiatan guna mencari rezeki tidak menimbulkan permasalahan, terutama masalah keamanan dan ketertiban masyarakat,” paparnya. (kmb12)
819446 / 081337032965
Topik : Wagub Sedih Garuda Dijadikan Stempel Di ”Invoice”
Formasi Disabilitas Minim Sosialisasi menawarkan dan mengaku bisa meloloskan, jangan percaya. Sekalipun mengaku bisa bantu, sebenarnya mereka tetap tidak bisa bermain. Yang bisa bantu hanya diri pelamar sendiri, leluhur, dan Tuhan,” ujarnya. Dewa Indra juga menyampaikan kepada masyarakat
agar membantu pemerintahan supaya dapat dipercaya. Yaitu dengan cara masyarakat tidak mudah percaya atau memiliki pikiran bahwa pejabat bisa mengatur dan meluluskan CPNS. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan seleksi saat ini telah mempergunakan sistem. Sedan-
gkan kewenangan panitia hanya membantu saja dalam prosesnya dan tidak dapat mengambil keputusan. “Soalnya ada di komputer, jawabnya di komputer, dan hasilnya juga ada di sana. Siapapun tidak ada bisa membantu, kecuali diri sendiri,” tegasnya. (kmb12)
Denpasar (Bali Post)– Tahapan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mendapat pemantauan khusus dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali. Karena itu, ORI Bali telah melakukan pemantauan ke beberapa kabupaten/kota terkait proses CPNS ini. Dari hasil pemantauan selama beberapa hari, ditemukan proses sosialisasi terhadap formasi untuk disabilitas masih minim. Sedangkan item yang lainnya sudah berjalan dengan baik. Hal ini mengemuka dalam pemaparan ORI Bali di hadapan para Sekda dan Kepala BKPSDM kabupaten/kota seBali, Kamis (18/10) kemarin. Ketua ORI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab mengatakan, proses seleksi CPNS saat ini sudah dilakukan dengan kredibel dan baik. Terkait pengumuman dan pelaksanaan selesai CAT, pihaknya juga akan turun melakukan pengawasan. “Tadi dikatakan ada empat titik tempat tes CAT. Dua di Denpasar, satu di Tabanan dan satu lagi di Gianyar. Itu semua kita juga akan awasi,”
terangnya. Meski menggunakan sistem komputer, ia memperkirakan tak menutup kemungkinan akan terjadinya kecurangan. Sehingga itu digunakan sebagai celah kecurangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. “Kita akan turun ke lapangan setiap saat. Diharapkan juga verifikator harus ketat dalam menyeleksi. Jangan sampai memberikan peluang-peluang terjadinya KKN,” ujar Umar. Sementara itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, pihaknya ingin menggunakan perekrutan CPNS kali ini sebagai pintu gerbang memperbaiki citra pemerintahan saat ini. Karena itu, Dewa Made Indra menjelaskan bahwa tidak ada yang main titip. Jikapun ada pejabat yang mengaku bisa membantu, masyarakat diharapkan tidak mudah percaya. Sebab, tidak ada yang bisa membantu dalam proses seleksi CPNS ini. “Untuk mencegah tindakan yang tidak diinginkan, tim verifikatornya juga kita seleksi. Jika ada pejabat yang
CPNS - Suasana pertemuan ORI Bali dengan Sekda dan Kepala BKPSDM kabupaten/ kota se-Bali terkait proses penerimaan CPNS.
Denpasar (Bali Post) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perizinan Bidang Kesehatan mulai dibahas Pansus XV DPRD Kota Denpasar. Pembahasan diawali dengan menggelar rapat kerja dengan pihak eksekutif, seperti Asisten I Sekda Kota Denpasar, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya. Namun, draf Ranperda tentang Perizinan Bidang Kesehatan tersebut diminta untuk diubah secara menyeluruh. Pasalnya, draf Ranperda tersebut belum sesuai dengan Permen PAN-RB Nomor 23 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik. Hal itu terungkap dalam pertemuan Pansus XV DPRD Kota Denpasar dengan pihak eksekutif, Kamis (18/10) kemarin. Pertemuan dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota
Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira, didampingi Ketua Pansus XV I Wayan Suadi Putra dan Asisten I Pemkot Denpasar I Made Toya. Juga hadir Kadiskes Kota Denpasar dr. Luh Putu Armini, perwakilan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kota Denpasar, serta anggota Pansus XV, seperti A.A. Susruta Ngurah Putra, I Ketut Suteja Kumara, I Made Sukarmana, I Wayan Suwirya, M. Nuh Fatah dan Ketut Beji. Ketua Pansus XV Suadi Putra didampingi anggotanya Susruta Ngurah Putra, membenarkan pembahasan Ranperda tentang Perizinan Bidang Kesehatan tidak dilanjutkan. Pasalnya, draf Ranperda termasuk nomenklaturnya akan diubah, disesuaikan dengan Permen PAN-RB Nomor 23 Tahun 2017. Salah satu yang men-
galami perubahan terkait dengan lembaga yang berwenang mengeluarkan izin. Jika sebelumnya mengacu pada UU Kesehatan, izin kesehatan dikeluarkan Dinas Kesehatan. Namun dengan ketentuan yang baru (Permen PAN-RB), yang berwenang menerbitkan izn adalah BPMPTSP. Dengan adanya penyesuaian dengan Permen PAN-RB Nomor 23 Tahun 2017 itu, kata Susruta Ngurah Putra perizinan dikeluarkan BPMPTSP. Itu artinya, ada perubahan substansi atas Renperda yang lama. “Karena adanya perubahan itulah maka tadi kami mempertanyakan terkait izin kesehatan ini. Mengingat ada dua jenis, yakni izin fisik berupa fasilitas kesehatan dan izin pelakunya atau SDM-nya, seperti dokter, bidan, dan paramedic lainnya,” ujarnya.
Bali Post/eka
Pansus Minta Ranperda Perizinan Kesehatan Disesuaikan Permen PAN-RB Susruta Ngurah Putra menambahkan, jika mengacu UU Kesehatan disebutkan izin dokter dan bidan dikeluarkan Dinas Kesehatan. Karena itulah Pansus meminta eksekutif, dalam hal ini Asisten I untuk lebih mencermati isi Permen PAN-RB itu. Terutama terkait dengan kedua izin kesehatan tersebut. “Jika berkaitan dengan fisik, berupa faslitas kesehatan, seperti rumah sakit, poliklinik dan lain sebagainya, tak masalah bila izin dikeluarkan BPMPTSP atas rekomendasi Dinas Kesehatan. Tapi terkait dengan tenaga-tenaga atau sumber daya manusiannya ini, kami minta dicermati lagi. Apakah izinnya dikeluarkan BPMPTSP ataukah Dinas Kesehatan. Kami di Pansus belum bisa memutuskan, walaupun ada Permen PANRB yang baru,” ujar politisi
Demokrat itu. Harapan senada juga disampaikan Ketua Pansus XV Suadi Putra. Menurutnya, judul Ranperda yang baru juga perlu dicermati. “Kita menyerahkan kepada Asisten I dan Dinas Kesehatan untuk mencari judul yang tepat, sehingga mencakup kedua hal itu tadi. Yakni, masalah fasilitas kesehatan dan orang atau SDM yang akan bekerja,” paparnya. Di samping itu, kata Suadi Putra, pihaknya juga mengingatkan soal higienitas. Karena dalam draf yang lama banyak sekali ada kata higienis. Permasalahannya nanti, siapa yang akan mengeluarkan sertifikat higienis itu. Apakah Dinas Kesehatan atau badan usaha yang lain. Seperti menyangkut pengolahan limbah, karena limbah medis itu lumayan besar dan kontinyuitasnya tinggi. (kmb12)
BADUNG
Jumat Paing, 19 Oktober 2018
Plafon Ruang Sidang Dewan Jebol Mangupura (Bali Post) -
Tempat penyelenggaraan rapat paripurna DPRD Badung, Kamis (18/10) kemarin terpaksa dipindahkan. Sebab, plafon Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III DPRD Badung yang seyogyanya digunakan untuk agenda tersebut jebol. Beruntung insiden ini terjadi sebelum rapat paripurna dimulai. Rapat pun dipindahkan ke Ruang Madya Gosana. Berdasarkan informasi, jebolnya plafon seluas 5x5 meter itu terjadi sekitar pukul 08.20 Wita. Saat itu sejumlah staf Setwan Badung tengah melakukan pengecekan dan persiapan rapat paripurna. Sekretaris DPRD Badung Nyoman Predangga yang turun langsung mengecek kesiapan rapat terkejut mendengar suara gaduh dari plafon ambruk. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati Ketut Suiasa dan pimpinan DPRD Badung sempat memantau kondisi plafon pada ruangan berkapasitas ratusan orang itu. Rapat paripurna dengan agenda membahas RAPBD Badung tahun 2019 akhirnya menggunakan Ruang
Madya Gosana yang berada di samping selatan ruang sidang utama. Ketua DPRD Badung Putu Parwata yang memimpin rapat paripurna juga sempat meminta maaf kepada peserta rapat, karena pemindahan tempat rapat. Politisi PDI-P ini juga memohon permakluman karena rapat paripurna terpaksa harus dipindahkan ke ruangan yang lebih aman. Sekretaris Dewan Nyoman Predangga mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan dewan untuk proses perbaikan. Insiden ini juga telah disampaikan ke Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. ‘’Perbaikannya kapan,
nanti menunggu keputusan pimpinan. Yang jelas segera dilakukan perbaikan. Syukur tidak menimpa siapa-siapa. Saya waktu itu juga baru saja ngecek untuk persiapan rapat paripurna,’’ ucapnya. Di sisi lain, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta yang ditemui usai sidang mengaku memaklumi insiden tersebut. Sebab, gedung yang dibangun era kepemimpinan Bupati A.A. Gde Agung itu sudah berusia 10 tahun lebih. Namun, pihaknya pun bersyukur runtuhnya plafon berukuran besar ini terjadi menjelang rapat, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. ‘’Yang namanya kekuatan bangunan itu kita kan tidak bisa lihat ke
Rapat Paripurna DPRD Badung
Bupati Giri Prasta Sampaikan Rancangan APBD 2019
DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung menggelar rapat paripurna di Ruang Madya Gosana, kantor DPRD Badung, Kamis (18/10) kemarin. Rapat paripurna mengagendakan penjelasan Bupati Badung terhadap Ranperda tentang APBD Kabupaten Badung Tahun 2019 dan Ranperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 29 Tahun 2013 tentang Lembaga Perkreditan Desa. Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi Wakil Ketua I Nyoman Karyana dan I Made Sunarta. Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wakil Bupati I Ketut Suiasa dan Sekda I Wayan Adi Arnawa. Selain itu, hadir pula Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkumpinda) serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Badung. Selaku pimpinan rapat, Putu Parwata sempat menyampaikan permakluman kepada peserta rapat paripurna lantaran Ruang Rapat Paripurna Gosana Utrama DPRD Badung tidak bisa dipakai setelah plafon jebol pada pukul 08.20 Wita. Oleh karena itu, rapat paripurna dipindah ke Ruang Rapat Madya Gosana DPRD Badung. Meski pindah tempat, rapat peripurna tetap berlangsung tertib dan lancar. Bupati Giri Prasta pada kesempatan tersebut dengan gamblang menjelaskan mengenai Ranperda tentang APBD Badung Tahun 2019. Di hadapan peserta rapat paripurna Giri Prasta mengatakan secara substansi, RAPBD 2019 telah selaras dengan KUA dan PPAS yang telah disepakati. Sedangkan secara normatif, Ranperda tentang APBD Badung 2019 telah mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2019, serta merujuk kepada Perda Kabupaten Badung Nomor 9 Tahun 2017 tentang Perubahan RPJMD Semesta Berencana Tahun 2016-2021. ‘’Mencermati dinamika perkembangan ekonomi daerah selama kurun waktu tahun 2018, perlu menjadi perhatian
RANPERDA - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyerahkan Ranperda tentang APBD Badung Tahun 2019 kepada Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi jajaran, Kamis (18/10) kemarin. kita bersama atas rancangan APBD Tahun 2019 yang disusun berdasarkan asumsiasumsi maupun komparasi dengan tahun sebelumnya. Untuk itu kita perlu melakukan penajaman melalui rapat kerja dan pembahasan dengan dewan, sehingga akan menghasilkan rumusan yang dapat memenuhi berbagai aspirasi serta kebutuhan berkembang dalam masyarakat,’’ jelasnya. Lanjut dikatakan, pada RAPBD 2019, Pendapatan Daerah dirancang sebesar Rp 10.091.988.256.029,90, meningkat sebesar Rp 3.524.504.652.492,41, atau 53 persen dari APBD Induk 2018. Pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dirancang sebesar Rp 9.348.461.983.067,47. Dana Perimbangan dirancang Rp 494.454.682.000,00. Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah dirancang Rp 213.071.590.962,41. Untuk Belanja Daerah dirancang Rp 10.454.207.957.820,40. Rinciannya, Belanja Tidak Langsung Rp 5.041.474.443.631,59, dan Belanja Langsung dirancang Rp 5.412.733.514.188,83. Sementara untuk Pembiayaan Daerah dirancang Rp 362.219.701.790,54. Di samping itu, Bupati Giri Prasta juga turut menyampaikan beberapa program prioritas yang dirancang pada tahun anggaran 2019. Meliputi, bidang pangan, sandang, dan papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan, bi-
dang adat, agama, dan budaya, bidang pariwisata, serta bidang infrastruktur lainnya, bidang legislasi. Mengenai Ranperda tentang Pencabutan Perda Badung Nomor 29 Tahun 2013 tentang Lembaga Perkreditan Desa, menurut Bupati Giri Prasta, sudah tidak sesuai dengan perkembangan hukum dan kebutuhan masyarakat. ‘’Dengan dicabutnya Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2012 tentang Lembaga Perkreditan Desa, maka di Badung perlu diadakan pencabutan Peraturan Daerah Nomor 29 Tahun 2013 tentang Lembaga Perkreditan Desa,’’ tegasnya. Terkait kedua Ranperda tersebut, Bupati Giri Prasta pun berharap agar perlu dipertajam dan dibahas lebih cermat melalui rapat-rapat kerja antara dewan dengan TAPD atau perangkat daerah terkait. ‘’Harapan kami, hasil pembahasan ini nantinya akan menjadi dasar pijakan untuk melakukan penyesuaian terhadap rancangan APBD tahun 2019, sehingga menghasilkan keputusan bersama atas rancangan APBD dalam rangka memenuhi kepentingan pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang lebih baik,’’ imbuhnya. Penjelasan Bupati ini pun kemudian diserahkan langsung ke pimpinan rapat. Selanjunya diserahkan kepada masing-masing ketua Fraksi di DPRD Badung, yakni Fraksi PDI-P, Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, dan Fraksi Gerindra. (ad765)
Target PAD Dikhawatirkan Tak Tercapai
Bupati Berencana Efisiensikan Program 2019 Mangupura (Bali Post) – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung tahun 2018 terancam tidak tercapai. Sebab, hingga bulan ini target pajak Rp 5,9 triliun lebih, baru terealisasi Rp 2,7 triliun atau masih kurang Rp 3,2 triliun lebih. Menyikapi hal itu, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menyatakan akan melakukan efisiensi di 2019. ‘’Sudah barang tentu kami akan melakukan efisiensi program yang dilakukan tahun 2019, tapi bukan di tahun 2018,’’ ungkap Giri Prasta saat ditemui usai rapat paripurna di kantor DPRD Badung, Kamis (18/10) kemarin. Menurutnya, efisiensi dapat dilakukan mengingat APBD adalah asumsi dan belanja daerah adalah sebuah komitmen. Karena itu, efisiensi diperbolehkan untuk program yang belum berjalan. Sayangnya pria asal Desa Pelaga, Petang ini belum menentukan program atau proyek yang terimbas pendapatan yang belum tercapai.
‘’Kalau program yang telah dianggarkan dan sudah berjalan itu harus tuntas sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan dari perangkat daerah yang sudah dibuat dari sisi perencanaan dan pelaksanaan. Namun, masih ada waktu untuk mengejar, karena masih ada waktu sampai bulan Desember mendatang,’’ tegasnya. Dia mengakui, Kabupaten Badung darurat berbenah, di mana yang telah baik dipertahankan, yang jelek dibuang dan yang belum sempurna disempurnakan lagi. Misalnya, Badung telah melakukan kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) dan negara Swiss. Ketika telah melakukan kerja sama, dipilihlah Kecamatan Kuta sebagai role model atau percontohan untuk mendeteksi potensi pajak. Karena daerah Kuta tingkat pajak tinggi dan mudah mendeteksi. ‘’Nah, ketika di-back-up oleh ADB, Badung mendapatkan banyak potensi pajak baru. Selain itu, mengenai mendeteksi melalui booking hotel secara
online berbasis online tentu akan dilakukan,’’ terangnya. Giri Prasta memiliki ide meminta ADB melobi menteri untuk membuat regulasi di tingkat pusat, sehingga daerah dapat memproteksi pengenaan pajak transaksi berbasis online. ‘’Saya selaku Bupati tidak berhenti sampai di sini. Mari kita proteksi dengan baik dan bahkan kita garansi, bagaimana di Badung bisa memunculkan rasa aman dan nyaman,’’ katanya. Sebelumnya, Kepala Bapenda dan Pasedahan Agung Badung I Made Sutama mengaku terus berupaya meningkatkan PAD dengan berbagai inovasi. Selain meningkatkan pemasangan tapping box dan cash register online, pihaknya juga mengincar pajak transaksi online. ‘’Selama ini banyak hotel yang memasarkan kamar lewat online system. Ini yang sedang kami cari formulanya agar bisa mengenakan pajak, karena tidak dipungkiri ini tinggi potensinya,’’ ujarnya. (kmb27)
dalam. Di dalamnya itu juga ada tingkat kelembaban dan ini (perawatan-red) kita lakukan dengan baik,’’ katanya. Menurutnya, gedung dewan ini sudah masuk masa perawatan. ‘’Ini sudah masuk pemeliharaan. Karena kita melihat juga kemarin itu ada goyangan, beberapa kali goyangan gempa juga,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Bagian Perawatan dan Perlengkapan (Perwat) Setda Badung I Wayan Puja mengaku segera melakukan perbaikan plafon yang jebol. Menurut dia, ada beberapa dana yang bisa digunakan untuk memperbaiki kerusakan tersebut. ‘’Bisa digunakan dana pemeliharaan gedung atau dana penataan yang sedang berlangsung di gedung dewan. Namun, ini masih kita bicarakan, dana yang mana saja bisa dipilih yang penting nanti pertanggungjawabannya,’’ jelasnya. (kmb27)
3
Bali Post/ist
JEBOL - Plafon Ruang Sidang Utama DPRD Badung yang jebol, Kamis (18/10) kemarin.
Badung Terima Penghargaan dari Kemenkeu
Sukses Susun Laporan Keuangan dengan Capaian Standar Tinggi
KABUPATEN Badung, Kamis (18/10) kemarin menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan RI atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2017 dengan capaian standar tinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah. Penghargaan yang ditandatangani Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati itu diserahkan oleh Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Pembendaharaan Kantor Wilayah Provinsi Bali Mohamad Yasin, dan diterima Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H. di ruang pertemuan Wakil Bupati Badung, Puspem Badung. Turut hadir di acara tersebut Kepala Inspektorat Kabupaten Badung Luh Suryaniti, Kepala BPKAD I Ketut Gede Suyasa, Sekretaris Bappeda I Ketut
Wirawan dan Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta. Wabup Suiasa mengatakan, penghargaan opini WTP yang diterima Pemkab Badung tidak hanya sebagai prestasi administrasi laporan keuangan, namun juga merupakan pencapaian terkait laporan keuangan yang kredibel, akuntabel yang benar-benar berorientasi pada pelayanan publik dan untuk kesejahteraan masyarakat. Ini juga cerminan pengelolaan keuangan Pemkab Badung yang transparan. Dikatakannya, raihan penghargaan opini WTP 2017 yang diberikan oleh pemerintah pusat tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Badung. Ke depannya, pemerintah tidak boleh melakukan hal-hal di luar per-
PENGHARGAAN - Wabup Suiasa menerima penghargaan opini WTP dari Kementerian Keuangan RI di ruang pertemuan Wakil Bupati Badung Puspem Badung, Kamis (18/10) kemarin. aturan perundang-undangan yang berlaku. ‘’Opini WTP ini bagi Pemkab Badung merupakan cambuk untuk tetap bekerja secara benar dan transparan dan lebih
berhati-hati. Ini tentu untuk pelayanan kepada masyarakat yang muaranya mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Badung,’’ jelasnya. (ad762)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
RAPBD 2019 Sesuai Kebutuhan Masyarakat DPRD Badung, Kamis (18/10) kemarin menggelar Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi kedua wakilnya, I Nyoman Karyana dan I Made Sunarta. Hadir Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa serta sejumlah pimpinan OPD Badung. Pada rapat yang dihadiri oleh 35 anggota Dewan Badung tersebut dibahas Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Badung tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung Tahun 2019 dan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Badung tentang Pencabutan Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 29 Tahun 2013 tentang Lembaga Perkreditan Desa. Menurut Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Rancangan APBD 2018 telah disesuaikan dengan kebutuhan masyakarat Badung. Meski begitu, ada beberapa hal yang harus dipertajam kembali demi menyempurnakan RAPBD tersebut. ‘’Pemerintah melihat secara fakta apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,’’ katanya usai berlangsungnya rapat. Rancangan APBD Tahun 2019 ini, kata Parwata, akan dipertajam dalam pembahasan lebih lanjut. Sementara terkait APBD Badung Tahun 2019 yang dirancang Rp 10 triliun lebih dan pendapatan Rp 9,3
PARIPURNA - Ketua DPRD Badung I Putu Parwata memimpin Rapat Paripurna DPRD Badung didampingi kedua wakilnya, I Nyoman Karyana dan I Made Sunarta, Kamis (18/10) kemarin. Rapat dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, serta sejumlah pimpinan OPD Badung. triliun lebih, Parwata mengaku san- kemudian potensi yang ada dianggat mengapresiasi sikap pemerin- kat agar bisa menjadi pendapatah. ‘’Ini sangat luar biasa. Pendapa- tan. Karena pendapatan ini juga tan dirancang hampir mendekati disesuaikan dengan kebutuhan APBD. Sementara belanja langsung masyarakat Kabupaten Badung,’’ kepada masyarakat dirancang 81,9 pungkasnya. persen, belanja tidak langsung 18 Sementara itu, terkait potensipersen. Tentu ini merupakan satu potensi pajak yang bisa digali langkah maju. Meski begitu tetap tersebut, politisi PDI Perjuangan akan kami koreksi,’’ pungkasnya. asal Dalung ini mengaku segera Dengan target pendapatan di akan berkoordinasi dengan Badan tahun 2019 yang cukup tinggi, Pendapatan Daerah (Bapenda) dan pihaknya mengimbau agar apa Dinas Pariwisata Badung. ‘’Segera yang menjadi potensi pendapatan akan kami lakukan pembahasan daerah harus dioptimalkan. ‘’Meng- bersama terkait ini. Secepatnya agar gali potensi-potensi yang kita miliki sudah clear,’’ ujarnya. (ad767)
Konsorsium Sembilan Perguruan Tinggi
Jumat Paing, 19 Oktober 2018
Serangkaian Karya Mamungkah di Pura Desa
Krama Serangan Gelar Melasti ke Segara SERANGKAIAN Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama, Ngusaba Desa di Pura Desa dan Padudusan Agung di Pura Desa, Puseh, dan Bale Agung Desa Pakraman Serangan dilangsungkan sejumlah kegiatan. Seperti yang dilakukan Kamis (18/10) kemarin. Krama dari enam banjar adat se-Desa Pakraman Serangan melakukan upacara melasti. Dengan berjalan kaki, krama yang merupakan pangempon Pura Desa, Puseh dan Bale Agung melaksanakan pamelastian ke Pantai Melasti, Serangan. Ketua Panitia Karya I Made Yatna didampingi Sekretarisnya Nyoman Kemuantara, Bendesa I Made Sedana dan Lurah Serangan I Wayan Karma yang ditemui di sela-sela upacara melasti mengungkapkan, karya agung mamungkah ngenteg linggih, tawur balik sumpah utama dan ngusaba desa ini sebenarnya sudah direncanakan sejak 1991 lalu. Namun, baru kali ini bisa terealisasi. Pada upacara melasti kemarin, di-puput tiga sulinggih di antaranya Ida Pedanda Made Putra Timbul, Ida Pedanda Budha Jelantik Giri, dan Ida Pedanda Putra Ngenjung. Sarana banten yang digunakan meliputi nyatur rebah, caru gempong asu. Sedangkan untuk pakelem di segara berupa kambing, angsa, bebek, dan ayam hitam. Sebelum upacara melasti, juga diawali dengan ngiyas
MELASTI - Suasana melasti serangkaian karya mamungkah, ngenteg linggih, tawur balik sumpah utama, nguasaba desa di Desa Pakraman Serangan, kemarin. Ida Batara, ngiyas Dewa Hyang Kawitan di masing-masing paibon. Made Yatna mengungkapkan, serangkaian karya ini diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp 4 miliar. Meski demikian, tidak memungut dari krama pangempon, karena sudah sumber dananya berasal dari desa pakraman. Selain itu, ada juga punia dari para pengusaha yang ada di Serangan, serta punia dari berbagai pihak. Karena itu, krama pangempon yang berjumlah 682 KK tidak lagi kena iuran wajib. Lurah Serangan I Wayan Karma mengungkapkan, karya ini merupakan bagian dari yadnya kepada
Ida Hyang Widhi. Ini merupakan sebuah kewajiban sebagai umat untuk melakukan persembahan kepada Ida Hyang Widhi Wasa sebagai wujud syukur atas apa yang telah diberikanNya kepada umatnya. Karya ini sudah dimulai sejak 12 Juli 2018 lalu dengan melakukan ngiasin palinggih di Pura Desa, Puseh dan Bale Agung. Kemudian disusul pada 14 Juli 2018 dengan kegiatan matur piuning. Selanjutnya pada 22 Oktober mendatang akan digelar caru balik sumpah utama, dan puncak karya pada 27 Oktober dan puncak karya pangusaban pada 31 Oktober mendatang. (ad760)
Senator Inspeksi Jembatan Motor di SMK Pariwisata Mengwitani
Gelar ”International Joint Conference on Science and Technology’’ Kunjungi SMA Widya Brata Mengwi, Wedakarna Periksa
KONSORSIUM dari 9 perguruan tinggi di Indonesia, kembali mengadakan International Joint Conference on Science and Technology (IJCST), Kamis (18/10) kemarin. Bertempat di BNDCC Nusa Dua, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi host untuk penyelenggaraan IJCST tahun ini, dan Politeknik Negeri Bali (PNB) menjadi panitia lokal. Kegiatan yang memasuki tahun ke-4 ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Bali Wayan Koster ditandai dengan pemukulan gong. IJCST tahun ini mengambil tema ‘’Social, Science, Humanities, Inovation and Education for Sustainable Development to Support Community Empowerment’’. Gubernur Bali Wayan Koster ditemui usai pembukaan menyampaikan, melalui tema yang diambil, ini sangat penting untuk pengelolaan pembangunan di masa yang akan datang. Pihaknya berharap konferensi ini bisa menghasilkan rumusan untuk pembangunan berkelanjutan. Termasuk juga bermanfaat untuk pembangunan daerah. ‘’Kami berharap para akademisi ini agar juga dilibatkan secara langsung dalam penelitian kajian maupun perumusan kebijakan agar pembangunan itu lebih berkualitas,’’ harapnya. Sementara itu, Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc. menyampaikan,
Langsung Dampak Amburadulnya Sistem Zonasi 2018
BUKA - Gubernur Bali Wayan Koster memukul gong menandai dibukanya International Joint Conference on Science and Technology, Kamis (18/10) kemarin, di BNDCC Nusa Dua. kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk melakukan diseminasi hasil penelitian. Dikatakannya, tahun ini Kemenristekdikti sudah mendanai sebanyak 18.433 proposal penelitian. Melalui kegiatan ini, semua hasil penelitian bisa dipertanggungjawabkan dengan diseminasi. Pihaknya mengatakan, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan jumlah publikasi internasional. Pihaknya melalui Kemenristekdikti tahun ini menargetkan sebanyak 14.000 publikasi internasional. Saat ini sudah mencapai 18.000. ‘’Ini merupakan kegiatan internasional, yang dihadiri oleh 18 negara. Ini sangat bagus untuk menjalin dan membangun networking,’’ ucapnya. Wakil Rektor Universitas Neg-
eri Surabaya Prof. Dr. Djodjok Soepardjo, M.Litt. mengatakan, kegiatan ini merupakan konferensi tahunan yang digelar oleh konsorsium dari 9 perguruan tinggi di Indonesia. Pihaknya berharap konsorsium ini bisa terus berjalan di kemudian hari, sehingga apa yang sudah dilakukan bisa terus dikembangkan. Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.Ecom. menyebutkan, ada enam pembicara kunci internasional yang dihadirkan, serta sebanyak 600 peserta secara keseluruhan. Ini merupakan joint conference yang ke-4. Harapannya supaya hasil dari konferensi ini bisa membawa perubahan signifikan terhadap kemajuan teknologi dan upaya kita menuju kepada teknologi ramah lingkungan,’’ pungkasnya. (ad763)
Gelar FGD Penyusunan Revisi Renstra Bisnis 2019
Undiksha Terus Berupaya Menjadi PTN BLU Berkualitas
UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Revisi Rencana Strategis (Renstra) Bisnis 2015-2019 di Kuta Paradiso Hotel, Kuta, Kamis (18/10) kemarin. FGD ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Kepala Biro Keuangan dan Umum Kemenristekdikti Moch. Wiwin Darwina, S.E., M.Si., Rusma dari PKBLU, dan Adi yang merupakan Kasubdit Perencanaan PKBLU Kemenkeu RI. FGD Penyusunan Revisi Renstra Bisnis Undiksha ini melibatkan 25 orang peserta dari staf perencanaan dan kerja sama di lingkungan Undiksha. Tujuannya untuk mendapatkan masukan tentang Renstra Bisnis Undiksha Tahun 2019, sehingga bisa disesuaikan dengan peraturan di Kemenristekdikti. Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Undiksha Prof. Dr. Wayan Lasmawan, M.Pd. mengatakan, Renstra Bisnis Undiksha telah ditetapkan sejak tiga tahun lalu pada saat Undiksha diberikan kewenangan sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melaksanakan Badan Layanan Umum (BLU). Namun, karena adanya perubahan pilar BLU di Kemenristekdikti, lembaga yang berBLU harus menyesuaikan diri dengan peraturan di Kemenristekdiskti. Hal inilah yang menyebabkan tata kelola di pendidikan tinggi berubahubah yang menyesuaikan dengan predikat semi yang diberlakukan di Kemenristekdikti. Oleh karena itu, penyesuaian manajerial harus dilakukan agar kewenangan dan akses pengelolaan keuangan di BLU tidak memunculkan persoalan. Apalagi, Undiksha terletak di pinggiran Pulau Bali yang aksesbilitas dengan perekonomiannya seadanya, yang menyebabkan pengelolaan keuangan masih menjadi persoalan. ‘’Renstra Bisnis ini
SESUAI amanat UU MD3 tahun 2018, Senator DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait dunia pendidikan dengan turun ke lapangan. Adapun dua sekolah SMA/SMK di Kabupaten Badung langsung dikunjungi yakni SMK Pariwisata Mengwitani yakni terkait aspirasi tentang jembatan sepeda motor dari halaman ke lantai tiga gedung sekolah yang dilaporkan curam dan kunjungan ke SMA Widya Brata Mengwi terkait keluhan biaya sekolah dan fasilitas laboratorium. Dalam kunjungan di SMK Pariwisata Mengwitani, Senator Wedakarna mengadakan pertemuan langsung dengan jajaran sekolah dan memberikan pandangan terkait dengan laporan tersebut. ‘’Sebelum rapat saya sempat melihat langsung keberadaan jembatan motor yang dianggap berbahaya, dan kami sudah menerima penjelasan dari pihak sekolah. Astungkara sampai sekarang tidak pernah terjadi kecelakaan atau musibah. Tapi sebagai pengawas UU, saya wajib memberikan nasihat kepada pihak sekolah. Ada dua hal yang kami rekomendasikan, yakni opsi pertama, jika memang jembatan ini dipertahankan, maka pihak sekolah agar menyiapkan seluruh dokumen terkait pembangunan jembatan yang dimaksud baik gambar, data kontraktor, juga sejumlah bukti uji ketahanan secara berkala dari tahun ke tahun dan komitmen peningkatan pengawasan oleh petugas jaga. Jika ke depan terjadi musibah, pasti pihak aparat hukum dan pengadilan akan meminta dokumen-dokumen dimaksud. Istilahnya sedia payung sebelum hujan. Opsi kedua, karena tadi pihak sekolah melaporkan sudah memiliki lahan baru, sebaiknya jembatan dimaksud tidak dipakai lagi di lantai tiga. Pindahkan saja parkir ke lantai satu dan lantai tiga bisa digunakan untuk kegiatan belajar. Kesimpulannya DPD serahkan pada pihak sekolah, kami hanya menasihati termasuk
SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di SMK Pariwisata Mengwitani dan SMA Widya Brata Badung. konsekuensi dan risikonya termasuk pertimbangan situasi gempa bumi yang akhir-akhir ini marak terjadi,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Lainnya, saat berkunjung ke SMA Widya Brata Mengwi, Senator Wedakarna menyatakan keprihatinannya akan nasib sekolah-sekolah swasta di Kabupaten Badung yang menjadi korban dari amburadulnya sistem zonasi khususnya di wilayah Badung Utara. ‘’Mendapat penjelasan dari kepala sekolah, saya kaget, bagaimana dengan eksistensi sekolah di Badung ini setiap tahun selalu jumlah siswanya menurun. Tahun 2018 ini puncaknya, akibat kisruh zonasi yang terjadi saat penerimaan siswa baru. Bagaimana mungkin peraturan Menteri dilanggar oleh pemerintah, belum juga intervensi dari oknum pejabat. Ini tidak sehat ya, dan juga siswa di Badung yang
tidak lolos SMA negeri diajarkan berbohong untuk mencari surat keterangan palsu, bahkan ada yang melakukan ancaman kepada SMA swasta dari pihak orangtua demi si anak sekolah di negeri. Ini bukan revolusi mental ala Bung Karno yang kita idamkan. Saya sudah kantongi nama SMA di Mengwi dan di Abiansemal yang overload sampai membuat kelas pagi dan sore. Saya akan periksa juga kesejahteraan para guru apa sudah sepadan dengan jam kerja dengan sistem pagi-sore ini,’’ ungkap Arya Wedakarna. Terhadap keberadaan sekolah swasta di Badung yang kini bersiap-siap ditutup akibat tidak ada muridnya, Senator Wedakarna mengatakan bahwa hal ini tidak bisa lagi dibiarkan terjadi, dan pemerintah harus ingat dengan pesan Bung Karno, Jas Merah. (ad771)
Menanggapi Kebutuhan Panti Jompo di Jepang
LPK Karunia Dewata Kirim 12 Tenaga ”Care Giver’’
BERSAMA - Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Undiksha Prof. Dr. Wayan Lasmawan, M.Pd. (empat dari kanan) didampingi Ketua Panitia Dr. I Nyoman Tika, M.Si. (kiri) berfoto bersama dengan para narasumber di Kuta Paradiso Hotel, Kuta, Kamis (18/10) kemarin. merupakan suatu jawaban, mau dibawa ke mana, mau seperti apa dan target apa yang ingin kita tuju. Ini adalah sesuatu yang substansial sifatnya. Oleh sebab itu, Renstra Bisnis ini suatu saat kita sesuaikan dengan merujuk pada peraturan formal di atasnya,’’ tandas Prof. Lasmawan. Prof. Lasmawan berharap dengan FGD ini bisa memberikan wawasan yang baru terkait dengan pengelolaan BLU ke depan, terutama pada konteks kebisnisannya kepada staf perencanaan dan kerja sama Undiksha. Dengan harapan, pada saat pembahasan RKA tahun 2019 nanti di Kemenristekdikti tidak ada lagi diskusi yang berkepanjangan yang dapat menghambat segala sesuatunya. ‘’Sampai saat ini, Undiksha sebagai pelaksana PTN BLU telah berbenah sedemikian rupa dengan perolehan predikat WTP dua tahun berturut-turut, serta pencapaian PNBP yang melampaui target,’’ ujarnya. Selain itu, pihaknya juga ber-
harap dengan FGD tersebut dapat menghasilkan dokumen Renstra Bisnis yang sesuai dengan visi-misi kelembagaan Undiksha dan visi-misi Kemenristekdikti. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan Undiksha ke depannya, sehingga Undiksha lebih diperhitungkan secara nasional. Kepala Biro Keuangan dan Umum Kemenristekdikti Moch. Wiwin Darwina, S.E., M.Si. mengapresiasi kegiatan FGD Penyusunan Revisi Renstra Bisnis yang dilakukan Undiksha. Dikatakan bahwa Undiksha sangat tanggap dan cepat dalam menghadapi perubahan yang terjadi dalam menyesuaikan diri dengan peraturan yang terjadi di Kemenristekdikti. Sehingga apa yang direncanakan oleh Undiksha bisa In-Line dengan Renstra Bisnis di Kemenristekdikti untuk lima tahun ke depan. Sebab, dengan adanya Renstra Bisnis yang baik tentu apa yang ingin dicapai ke depannya bisa dicapai dengan mudah. (ad770)
MEMENUHI permintaan perusahaan di Jepang untuk tenaga perawat orang lanjut usia di beberapa panti jompo, Rabu (17/10) malam lalu Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Karunia Dewata memberangkatkan 12 tenaga care giver. Jumlah ini terlalu sedikit dibandingkan permintaan yang sangat banyak. Hal ini dikatakan Ignatia Sundari, Direktur LPK Karunia Dewata, Kamis (18/10) kemarin di kantornya. Menurut Ignatia Sundari, pada Rabu malam LPK Karunia Dewata telah memberangkatkan 12 orang tenaga magang perawat care giver ke Hiroshima, Jepang. Mereka terdiri atas 10 orang perempuan dan 2 orang laki-laki. Mereka akan dimagangkerjakan di tiga perusahaan panti jompo yang berada di bawah naungan koperasi Nihon Kaigo Jigyo Kyodo Kumiai. ‘’Pemberangkatan ini memiliki arti penting bagi LPK Karunia Dewata yang berkedudukan di Kedonganan, Kuta, Badung. Karena sejak program magang care giver digulirkan oleh pemerintah Jepang pada 1 November 2017 lalu, kelompok ini merupakan peserta magang care giver angkatan ke-3 yang masuk ke Jepang. Setelah peserta dari Cina (angkatan pertama), peserta dari LPK Minori Jakarta (angkatan kedua), sedangkan peserta dari LPK Karunia Dewata adalah angkatan ketiga. Untuk kebutuhan sebenarnya sangat banyak, namun minimnya peserta magang kerja care
CARE GIVER - Direktur LPK Karunia Dewata Ignatia Sundari berfoto bersama 12 tenaga care giver asal Bali. giver bisa masuk ke Jepang karena persyaratan dari Imigrasi Jepang yang menuntut peserta harus memiliki Sertifikat Kemampuan Bahasa Jepang minimal N4 atau bahkan N3,’’ katanya. Sebenarnya LPK Karunia Dewata menargetkan 100 tenaga care giver yang diberangkatkan dalam setahun. Namun akibat kendala sertifikat bahasa, maka baru 12 orang yang sudah berangkat. Ignatia Sundari menegaskan, keberangkatan ini baru angkatan pertama dari Karunia Dewata dan angkatan kedua di Indonesia dan angkatan ke-3 yang masuk ke Jepang. ‘’Sementara ini kendala kami memang masalah bahasa. Bukan hanya dapat berbahasa, tapi wajib memegang sertifikat sampai tingkat intermediate N3. Sedangkan untuk sampai level tersebut diperlukan
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
waktu sampai satu tahun. Inilah yang menjadi kendala,’’ jelas Sundari. Disebutkan, ke-12 orang tersebut semuanya dari Bali. Sundari menambahkan, LPK Karunia Dewata menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang, di antaranya perusahaan Iryo Houjin Meiwakai, persusahaan Kaigo Fukushi Service, Yuugen Gaisha Life Create, Social Welfare Corp Kabe Daimonji, dll. Perusahaan tersebut memerlukan banyak tenaga care giver yang akan dipekerjakan di panti jompo untuk mengurus orang lansia. ‘’Ke depan kami akan mempersiapkan tenaga yang lebih profesional dilengkapi dengan kemampuan berbahasa Jepang sesuai dengan tuntutan perusahaan sehingga tenaga kerja dapat bekerja aman dan nyaman,’’ harapnya. (k250)
DAERAH
Jumat Paing, 19 Oktober 2018
5
Impor Dibatasi, Eksportir Terancam Kehilangan ”Customer’’
Denpasar (Bali Post) Kebijakan pemerintah membatasi impor, ternyata tidak sepenuhnya menguntungkan. Malah membuat kalangan pengusaha buntung, lantaran tidak bisa memenuhi permintaan pasar. Akibatnya, eksportir tidak mampu memenuhi permintaan dan terancam kehilangan customer.
Bali Post/rah
BARANG BUKTI - Empat paket SS hendak diserahkan oleh Herman kepada adiknya, Budihartono alias Rajus, di Lapas Kerobokan.
Kerap Ditelepon Adiknya dari Lapas
Salah satu Owner CV Tarum Bali I Made Andika Putra belum lama ini menyampaikan keluhannya sulit mengimpor bahan baku. Kebijakan pembatasan impor, misalnya mengimpor pakaian jadi tidak lebih dari 12 pcs. Sedangkan untuk bahan baku tidak lebih dari 100 kg atau 100 meter. Bahan baku memang ia dapatkan dari Jawa. Namun, ia yakin bahan baku tersebut didatangkan dari Cina. Seperti benang yang dibelinya dalam jumlah besar (bal) didatangkan dari Cina. ‘’Karena kita di sini enggak punya pertanian kapas sehingga enggak bisa buat bahan baku benang,’’ ungkapnya. CV Tarum Bali bergerak di bidang tekstil. Produknya berupa kain dengan pewarna alam dan 99 persen diekspor. Ekspornya telah merambah ke lima benua.
Australia yang paling banyak. Namun juga ada ke Jepang, Amerika, Jerman, California, Afrika, Portugal, dll. Ia mengatakan, sebelumnya customernya berproduksi di Bali, karena impor bahan baku susah sehingga memutuskan berhenti berproduksi di Bali. Permasalahannya adalah bahan baku didapat dari Cina, sehingga customer-nya cenderung berproduksi di Cina. ‘’Karena selama ini dia jahit dan nyelup (mewarnai) di Bali, sementara beli kainnya dari Cina. Kalau dibawa ke Bali, dijahit dan diwarnai di Bali kemudian diekspor ke luar, itu costnya panjang dan mahal sekali,’’ bebernya. Hal itu akhirnya berpengaruh pada ekspor dari Bali. Ia pun berpotensi kehilangan customer karena hambatan tersebut.
Selain itu, dengan menguatnya dolar, seharusnya membuatnya untung. Karena customer-nya bisa membeli lebih banyak dengan harga murah. ‘’Kemarin tamu saya juga bilang begitu, terutama yang ke Eropa karena euronya bagus sekali,’’ ungkapnya. Namun tidak semudah itu terjadi. Karena kain tersebut ketika dijual kembali, harganya menjadi lebih mahal. Meski dolar menguat tak berpengaruh signifikan bagi pengusaha eksportir seperti dirinya. Ia hanya berharap bahan baku tidak naik. Karena selama ini bahan baku terus mengalami kenaikan. Meski ia membeli bahan baku di Jawa, namun harganya terus naik. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra mengatakan, bahan baku sebagian besar diimpor. Dengan membatasi impor membuat ekspor juga tersendat. ‘’Ini dilema, seharusnya impor barang yang diperlukan untuk ekspor itu harus digalakkan,’’ tegasnya. (kmb42)
Pemetik Cengkeh Nekat Selundupkan Narkoba Melinda Gates Bertemu Empat Mitra Go-Jek Mangupura (Bali Post) Penyidik Reskrim Polsek Kuta Utara mendalami penyelundupan narkoba ke Lapas Kerobokan oleh tersangka Herman alias Rumput. Buruh pemetik cengkeh ini ditangkap pada Jumat (12/10) lalu saat membesuk adiknya, Budihartono alias Rajus, yang saat ini mendekam di Lapas Kerobokan terkait kasus narkoba. Dari pemeriksaan tersangka Herman terungkap jika dia sering ditelepon oleh adiknya itu. ‘’Pelaku mengaku mendapat upah Rp 100 ribu. Adik pelaku (Rajus - red) terlebih dulu ditangkap Satresnarkoba Polres Badung atas kepemilikan sabu-sabu seberat 9 gram. Diduga pelaku ini dipakai kurir oleh adiknya,’’ tegas Kapolsek Kuta Utara AKP Johannes, Kamis (18/10) kemarin. Kronologinya, sipir yang jaga saat itu, Ni Luh Putu Siki Astari Dewi (19), bertugas memeriksa barang bawaan pembesuk warga binaan Lapas Kerobokan. Saat pemeriksaan dilakukan barang bawaan Herman asal Bangkalan, Jawa Timur yaitu tas plastik merah. Petugas membuka dan memeriksa satu per satu barang bawaan tersebut. Saat memeriksa celana jeans ternyata di saku depan sebelah kiri ditemukan empat pipet warna merah berisikan empat klip plastik berisi SS. Kemudian petugas mengamankan pria beralamat di Jalan Bajataki, Denpasar ini dan menghubungi Polsek Kuta Utara. Polisi langsung ke lapas untuk menjemput pelaku.
‘’Paket tersebut beratnya masing-masing dua paket 0,2 gram dan dua paket 0,3 gram. Jadi berat keseluruhan 1 gram netto. Kami masih mengembangkan kasus ini,’’ ujar Kapolsek Johannes didampingi Kanitreskrim Iptu Androyoan Elim. Kanitreskrim Androyuan menambahkan, tersangka Herman juga mengonsumsi sabusabu (SS), diajari oleh adiknya. Sejak saat itu dia menjadi pecandu barang terlarang tersebut. ‘’Dari pengakuan tersangka selama ini dia bekerja jadi buruh pemetik cengkeh di Buleleng. Baru-baru saja dia tinggal di Denpasar dan kos di Jalan Bajataki. Selama tinggal di Denpasar, pelaku merupakan pengangguran,’’ ungkapnya. Keterangan ayah dua anak ini tidak konsisten. Awalnya dia mengaku bila sengaja memasukkan paket SS di saku celana jeans untuk diantar ke adiknya. Beberapa menit kemudian, dia mengaku tidak tahu kalau ada narkoba di celana tersebut. Padahal tas plastik isi pakaian tersebut dia yang membawanya. ‘’Asal barang terlarang itu kami masih mendalaminya. Kata pelaku disuruh adiknya mengambil empat paket sabu-sabu tersebut di suatu tempat,’’ tegas Johannes. Dalam waktu dekat, lanjut Kapolsek, penyidik akan memeriksa adik tersangka. Pemeriksaan itu penting karena tersangka mengaku sering berkomunikasi dengan adiknya lewat telepon. (kmb36)
Kuasai Tembakau Gorila, Pria Asal Palembang Diadili
Denpasar (Bali Post) Ditangkap polisi atas penguasaan tembakau gorila atau tembakau sintesis seberat 3,18 gram, pria asal Palembang, terdakwa Rifqi Deparbo, Kamis (18/10) kemarin diadili di PN Denpasar. JPU Dewa Narapati di hadapan majelis hakim pimpinan Bambang Eka Putra dalam surat dakwaannya menyebutkan pada 5 Juli sekitar pukul 17.45, polisi mendapati informasi bahwa terdakwa masuk ke sebuah kamar kos di Jalan Batas Dukuh Sari, Gang Beo, Pedungan, Denpasar Selatan. Dari peng-
geledahan badan dan pakaian, persis di saku celana ditemukan tembakau gorila dengan berat total 3,18 gram. Atas perkara ini, terdakwa dijerat Pasal 112 ayat 1, Pasal 115 ayat 1, dan atau Pasal 127 ayat 1 huruf a UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas dakwaan itu, Rifqi Deparbo didampingi kuasa hukumnya Agus Suparman tidak akan mengajukan eksepsi. Majelis hakim kemudian memerintahkan JPU menghadirkan saksi-saksi untuk membuktikan dakwaannya. (kmb37)
BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Gelar ”Media Gathering’’
Sistem Rujukan ”Online’’ Tingkatkan Pelayanan Program JKN-KIS
Denpasar (Bali Post) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Denpasar menggelar media gathering dengan insan media di Kanda Restaurant, Sanur, Rabu (17/10). Kegiatan ini dihadiri Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Parasamya Dewi Cipta beserta jajarannya. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan bertukar informasi antara BPJS Kesehatan dan wartawan. Pada kesempatan ini, pihak BPJS Kesehatan menginformasikan tentang sistem rujukan online BPJS Kesehatan dalam Digitalisasi Pelayanan Program JKN-KIS. Mengingat pentingnya informasi tersebut agar dapat diketahui oleh masyarakat. Rujukan online adalah inovasi sistem yang terbaru yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan yang bersifat digitalisasi untuk kemudahan dan kepastian peserta dalam memperoleh layanan di rumah sakit yang disesuaikan dengan kompetensi, jarak dan kepasitas rumah sakit tujuan rujukan berdasarkan kebutuhan medis pasien. ‘’Sistem rujukan online berbasis digital ini sudah berjalan. Dengan adanya sistem rujukan online ini diharapkan dapat mengurangi antrean peserta, memudahkan peserta JKN-KIS untuk memperoleh pelayanan lebih cepat dan meminimalkan ditolaknya peserta JKN-KIS akibat kehilangan atau lupa membawa surat rujukan ke rumah sakit karena seluruh data informasi rujukan
Bali Post/win
KETERANGAN - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Parasamya Dewi Cipta saat memberikan keterangan pers pada kegiatan media gathering, Rabu (17/10). peserta sudah terekam secara otomatis di rumah sakit,’’ ujar Parasamya Dewi Cipta. Menurutnya, sistem rujukan online tidak hanya memberikan kemudahan bagi peserta JKN-KIS, tetapi juga bagi fasilitas kesehatan. Di antaranya dapat memberikan rujukan secara real time dengan data pada fasilitas kesehatan yang merujuk dan akan langsung terkoneksi ke fasilitas kesehatan yang dituju atau penerima rujukan. Selain itu, sistem rujukan online ini juga dapat membantu fasilitas kesehatan untuk melakukan rujukan sesuai dengan kompetensi
dan sarana-prasarana yang dibutuhkan, sehingga dapat mengurangi kemungkinan adanya rujukan berulang bagi peserta akibat tidak adanya sarana dan SDM yang dibutuhkan. ‘’Kami berharap media ikut serta untuk menyosialisasikan kepada masyarakat tentang aturanaturan yang ada di BPJS Kesehatan. Selain itu dalam hal mencapai Universal Health Coverage (UHC), semua pihak akan kami rangkul untuk bersama-sama ikut serta melakukan sosialisasi program JKN-KIS ini termasuk pemerintah daerah,’’ tandasnya. (win)
MELINDA GATES dalam kunjungannya ke Bali untuk menghadiri pertemuan tahunan IMF-WB 2018, menyempatkan diri bertemu dengan sejumlah mitra GoJek. Pertemuan ini adalah permintaan dari pihak istri Bill Gates sendiri. Ada empat mitra Go-Jek yang mendapat kesempatan langka untuk berjumpa langsung dengan Melinda pada 10 Oktober 2018 itu. Salah satunya adalah Pipit Pitriasih. Pipit menceritakan bagaimana dirinya bisa ikut dalam pertemuan tersebut. ‘’Pada 9 September lalu, saya dipilih Go-Jek untuk ikut pertemuan dengan dua orang perempuan yang kalau saya tidak salah ingat, itu mereka berasal dari New York (AS) dan United Kingdom di salah satu merchant Go-Food di wilayah Tebet untuk studi kasus,’’ terangnya. Pipit mengaku pada awalnya dirinya tidak terlalu mengetahui dengan pasti siapa dua perempuan tersebut. Walau begitu, ia mengikutinya saja karena ibu tiga orang anak ini mengaku sebagai tipe orang yang tidak mau buang kesempatan sekecil apa pun. ‘’Mereka itu ingin mengetahui tentang bagaimana teknologi bisa membantu banyak orang untuk memberikan kesejahteraan hidup banyak orang, bukan malah menggantikan orang dalam banyak pekerjaan. Jadi mereka memilih Go-Jek untuk studi kasusnya, dan permintaan khusus untuk driver wanitanya,’’ paparnya. Kemudian, Pipit menceritakan, beberapa
Bali Post/ist
GO-JEK - Melinda Gates bersama mitra Go-Jek. Melinda Gates dalam kunjungannya ke Bali untuk menghadiri pertemuan tahunan IMF-WB 2018, menyempatkan diri bertemu dengan sejumlah mitra Go-Jek. pekan setelah pertemuan tersebut, dirinya dihubungi oleh pihak Go-Jek dan mendapat informasi bahwa dia menjadi salah satu driver yang terpilih untuk ikut ke Bali dan bertemu Melinda Gates. ‘’Sesuatu banget tahu hal itu karena saya merasa menjadi seseorang yang spesial. Saya merasa terpilih dari sekian ribu mitra Go-Jek yang ada, saya
merasa bangga sekali,’’ ujarnya. Bukan hanya pada dua kesempatan itu saja Pipit mendapat panggilan dari Go-Jek untuk menghadiri acara tertentu. Sebelumnya, ia juga sempat ke Vietnam dalam rangka peresmian Go-Viet. Di sana, ia bertugas untuk membuat film dokumenter. (kmb)
OPINI
6
Jumat Paing, 19 Oktober 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Siaga Hadapi Bencana BERITA tentang bencana lebih dari sebulan belakangan menjadi topik utama media massa. Bencana yang tak bisa diprediksi kapan datangnya ini telah merenggut ribuan nyawa dan tak terhitung lagi kerugiannya. Bencana sejatinya tetap mengintai kehidupan manusia, mengingat bumi juga terus bergerak. Namun, bencana tetap harus kita waspadai dan kita harus berada dalam posisi tanggap. Kita tentu tak boleh mengeluh dan menyalahkan alam ketika bencana datang. Manusia harus melakukan upaya yang memungkinkan kita selamat jika bencana datang. Belajar dari beragam bencana yang terjadi belakangan ini, maka Bali tentu juga harus berbenah. Badan penanggulangan bencana jangan lagi dianggap lembaga kelas dua dan tak dianggap strategis. Kini, ketika bencana intensitasnya meningkat peran lembaga ini justru sangat strategis. Kepedulian dan perhatian terhadap lembaga ini harus dibangun. Fasilitas, sarana dan prasarana harus memadai. Dana cadangan untuk penanggulangan bencana juga harus memadai. Ini baru dari sisi peralatan dan dukungan dana. Dalam menuju siaga bencana hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengedukasi masyarakat tanggap bencana. Masyarakat harus memiliki kesadaran dan manajemen mandiri untuk menyelamatkan diri. Untuk itulah, pendidikan tentang kebencanaan mestinya mulai diajarkan. Tentu membuat orang tanggap bencana tak bisa hanya lewat jalur formal pendidikan di kalangan informal juga harus dilakukan. Model pembelajaran untuk membuat masyarakat sadar dan tanggap bencana bisa dilakukan dengan berbagai pelatihan. Lalu, Bali yang juga merupakan pulau yang rawan bencana baik tektonik maupun vulkanik tentu harus melakukan upaya-upaya yang lebih jelas. Terlebih Bali menjadi destinasi pariwisata internasional yang memungkinkan di wilayah ini berkumpul jutaan warga asing. Maka, Bali haruslah menjadi pulau yang tanggap dan tangkas hadapi bencana. Bali tak boleh lalai mengantisipasi dampak bencana. Belajar dari dampak gempa Lombok dan Palu, Bali mestinya lebih dini melakukan manajamen risiko atas bencana. Bali harus siaga bencana. Mengedukasi masyarakat tetap waspada mestinya segera dilakukan. Terkait dengan informasi tentang likuifaksi yang terjadi di Bali juga penting diketahui publik. Pemerintah Bali mestinya menyikapi informasi ini dengan melakukan pembenahan manajemen tangani bencana. Tentu ada banyak hal yang bisa dilakukan menuju Bali siaga bencana. Salah satunya adalah melakukan pengalokasian anggaran bencana yang memadai untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Evaluasi dan melengkapi fasilitas dan prasarana BPBD tentu menjadi hal mutlak. Penelitian tentang likuifaksi Bali layak terus dilakukan untuk memetakan kawasan yang rawan bencana sejenis ini. Bali yang dikelilingi lautan dan memiliki wilayah yang berdekatan dengan sesar aktif yakni subduksi lempeng Indo-Asia tentu harus memiliki menajemen risiko bencana yang memadai. Saatnya, Bali melakukan kebijakan yang terpola untuk membangun manajemen risiko bencana yang jelas. Potensi likuifaksi di Bali Selatan juga perlu disikapi dengan pendekatan ilmiah dan pendekatan Tri Hita Karana yang selama ini sudah membudaya di Bali. Perlu dilakukan penelitian terhadap likuifaksi secara lebih intensif di Bali. Ini untuk mengetahui tingkat risiko jika terjadi konsentrasi penduduk dan investasi di atas lahan yang berpotensi likuifaksi. Data ilmiah terkait hal ini harus teruji. Yang jelas, data ini bisa membuat kita di Bali lebih siaga bencana dan memiliki manajemen risiko yang memadai. Kalau memang ada potensi seperti itu, lebih baik dihindari untuk membangun di atas lahan tersebut. Maka, hal terpenting yang dilakukan Bali adalah melakukan pembenahan manajemen bencana serta melakukan kajian yang intensif terkait potensi bencana. Pendekatan secara ritual mestinya juga menjadi langkah strategis mengingat kita hidup sebagai umat beragama yang meyakini kebesaran Hyang Mahakuasa.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Perbaikan Jalan dan Trotoar di Denpasar Sudah menjadi tradisi perbaikan jalan di Denpasar tambal sulam. Ini disebabkan infrastruktur jalan di kota ini memang klasik, pipa PDAM, kabel PLN, hingga pipa ESDP menjadi satu ada di tubuh jalan. Kita masih merasakan jalan yang di bawahnya ada pipa PDAM, terasa lebih menonjol dan tak merata. Kualitas pengaspalan jalan juga beda jauh dengan sebelumnya. Di sejumlah jalan di Denpasar kini dilakukan perbaikan tambal sulam. Termasuk perbaikan trotoar yang tak kunjung selesai. Lihat saja di Jl. Noja Denpasar, perbaikan trotoarnya agak amburadul. Satu sisi jalan saja ada yang tuntas ada yang mangkrak. Belum finishing sudah membongkar trotoar yang di seberang jalan. Ini tak dipikirkan kroditnya lalu lintas. Belum lagi tak adanya pengaman proyek yang membiarkan got terbuka lebar, jelas membahayakan pemakai jalan. Kondisi ini beda jauh dengan jalan-jalan di Gianyar yang dengan sepenuh hati semua perbaikan jalan di-hotmix. Perbaikan trotoarnya juga lebih rapi. Ayo Denpasar perlu belajar dari daerah lainnya. Nang Eca Denpasar
Likuifaksi dan Tata Ruang Wilayah Bali Likuifaksi berpotensi terjadi di Bali Selatan. Demikian headline Bali Post (17/10) yang menyiratkan adanya potensi bencana alam ikutan akibat gempa bumi di Pulau Dewata. Informasi tersebut – jika akurasinya tinggi – tentu akan membuat masyarakat Bali mengernyitkan dahi. Mengingat bahwa kewaspadaan atas daerah rawan gempa bukan masalah gempa akan terjadi atau tidak, namun lebih pada kapan gempa akan terjadi, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci menghindari terjadinya bencana yang lebih buruk.
Oleh Agung Kresna
T
entu masih terekam dalam benak kita, bagaimana Perumnas Balaroa di Kecamatan Palu Barat dan kawasan Perumahan Petobo “lenyap” akibat peristiwa likuifaksi (liquefaction) sebagai dampak gempa Donggala-Palu yang bermagnitudo 7,4. Sebuah harga sangat mahal yang harus dibayar, akibat ketidaksiapan kita dalam menyikapi kenyataan bahwa warga bangsa ini bermukim di negeri rawan bencana. Bertemunya tiga lempeng tektonik dunia, telah menjadikan wilayah Indonesia rawan terhadap gempa bumi. Ketiga lempeng tektonik bergerak dalam arahnya masing-masing dan saling bertumbukan di wilayah Indonesia. Lempeng Indo-Australia bergerak ke arah utara dan menyusup ke dalam Lempeng Eurasia yang bergerak ke arah selatan. Sementara Lempeng Pasifik bergerak dari arah timur ke Indonesia. Sementara bahaya bencana erupsi gunung berapi datang dari kenyataan bahwa jalur gunung api paling aktif di dunia Pacific Ring of Fire (cincin api Pasifik) terbentang sepanjang 40.000 km dari pantai barat Amerika Selatan mengelilingi Samudera Pasifik, melintasi nusantara dari Aceh hingga tanah Papua menuju New Zealand. Masih ditimpali dengan jalur gunung api aktif nomor
dua di dunia Alpide Belt (sabuk Alpide) yang membelit dari Timor melintas ke arah Jawa, Sumatera, menuju Himalaya hingga ke Samudera Atlantik. Bali Ramah Bencana Kawasan permukiman di suatu wilayah sudah selayaknya merupakan area yang nyaman dan aman untuk bertempat tinggal bagi para penghuninya. Apalagi jika lingkungan permukiman tersebut merupakan suatu kawasan yang direncanakan, bukan kawasan yang tumbuh alami akibat aglomerasi perkotaan. Sehingga berbagai faktor kenyamanan (convenience) dan keselamatan (safety) harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan lokasi suatu kawasan permukiman. Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi (RTRWP) sebagai perangkat menata suatu provinsi harus benar-benar dijadikan pedoman dan panduan sebelum pelaksanaan pembangunan suatu lingkungan buatan. Utamanya untuk kawasan publik yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat dalam jumlah besar. Melalui RTRWP semua kawasan publik dapat disiapkan dan direncanakan dengan baik sesuai kaidah tata ruang dan peruntukannya. Sehingga pada kelanjutannya, para pengguna kawasan akan terjaga keselamatan dan kenyamanannya dalam melakukan kegiatan kehidupan
kesehariannya. Data publikasi LIPI pada 2017 tentang kerawanan Bali terhadap gempa, mencatat adanya jalur back-arch (busur belakang) yang terbentang dari utara Flores menerus hingga utara Bali, dan masuk ke daratan di Jawa Timur menjadi Sesar Kendeng yang membentang dari Surabaya, Semarang, hingga Cirebon. Sementara data penelitian lain menunjukkan adanya wilayah rawan likuifaksi di area Bali Selatan, yang banyak berfungsi sebagai area akomodasi pariwisata. Sedang subduksi aktif lempeng IndoAustralia yang menghunjam lempeng Eurasia, berada hanya sekitar 100 kilometer di selatan
Bali. Realitas kondisi rawan bencana ini harus menjadi catatan dalam merencanakan Bali yang ramah terhadap bencana alam. Pertama, perlu dilakukan peninjauan kembali atas berbagai Rencana Tata Ruang Kota dan Wilayah yang sudah ada selama ini. Apakah Rencana Tata Ruang Kota tersebut sudah mengantisipasi keberadaan kawasan rawan bencana. Kawasan rawan bencana berat harus menjadi area yang tidak boleh dihuni. Sementara kawasan dengan kerawanan bencana sedang masih mungkin menjadi area terbangun, dengan zonasi kawasan dan building codes yang ketat. Kedua, harus ada komitmen kuat dalam menegakkan peraturan dan perizinan yang terkait tata ruang dan tata bangunan. RTRW itu sendiri harus dibuat turunannya berupa Rencana Tata Ruang Kota/Kabupaten (RTRK) hingga Rencana Detail Tata Ruang Kota/Kabupaten (RDTRK). Berlanjut dengan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) sebagai panduan dalam penyusunan aturan yang bersifat teknis tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Komitmen ini diperlukan untuk menangkal
Oleh I Wayan Sariasa di dalam lumpur tanah yang berair. Sedangkan asana adalah sikap duduk seorang yogi, tenang mengheningkan jiwa, tak terpengaruh oleh hiruk pikuk yang ada di luar dirinya, seakan-akan sang yogi berada di ruang kosong tak berbatas atau acintya. Sulinggih juga dipandang sebagai status seseorang yang tadinya berpredikat walaka naik menjadi sulinggih setelah melalui prosesi sakral madwijati/madiksa/mawinten. Karma utama seseorang yang berstatus sulinggh bernilai niskama karma (tanpa pamrih), tidak hanya dalam hal muput yadnya, tetapi juga dalam memberi wejangan dan atau dharma wacana yang mencerahkan umat, tidak menimbulkan pro-kontra dalam keumatan. Dharma wacana seorang sulinggih tidak membuat umat bagai memperoleh buah si malakama; dimakan mati bapa, tidak dimakan mati ibu. Tanpa pamrih yang imanen dari karma seorang sulinggih, adalah tidak berharap sesuatu apa pun dan dari siapa pun atas karmanya di dunia, dan juga tidak berharap untuk disucikan oleh orang-orang yang ada di luar dirinya. Sulinggih dalam
Penulis, arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar
’’Penelitian lain menunjukkan adanya wilayah rawan likuifaksi di area Bali Selatan, yang banyak berfungsi sebagai area akomodasi pariwisata. Perlu dilakukan peninjauan kembali atas berbagai Rencana Tata Ruang Kota dan Wilayah yang sudah ada selama ini. Apakah Rencana Tata Ruang Kota tersebut sudah mengantisipasi keberadaan kawasan rawan bencana. Kawasan rawan bencana berat harus menjadi area yang tidak boleh dihuni. Kedua, harus ada komitmen kuat dalam menegakkan peraturan dan perizinan yang terkait tata ruang dan tata bangunan.’’
Sulinggih Itu Bernilai ’’Padma’’
SULINGGIH pada hakikatnya adalah tempat duduk (lingga, linggih) bagi yang diutamakan, dimuliakan. Sulinggih dimaksud, posisinya tidak mutlak harus berada lebih tinggi dari muka bumi, seperti dalam bangunan bale pawedan. Sebagaimana juga keyakinan kita kepada Tuhan, dengan segala manifestasi-Nya beliau ada di mana-mana, bisa di atas kita sebagai Bapa Akasa, bisa di bawah kita sebagai Ibu Pertiwi. Dalam manifestasi-Nya sebagai Dewata Nawa Sanggha, sembilan kekuatan penyangga keseimbangan alam semesta Beliau berada di timur, barat, utara, selatan, timur laut, barat laut, tenggara, barat daya, dan di tengah kita. Di mana pun keberadaan-Nya di udara, di darat, di laut, dan atau di tanah berlumpur sekalipun. Beliau selalu disucimuliakan oleh umat ciptaan-Nya. Dalam religi Bali, hal itu sejak abad ke-15 oleh Mpu Dwidjendra yang kabhiseka Danghyang Nirarta, linggih Beliau yang sulinggih diekspresikan dalam wujud bangunan yang disebut Padmasana. Secara etimologi, Padmasana berasal dari kata padma dan asana. Kata padma diartikan tidak lain merupakan sejenis tanaman teratai/tunjung, yang bunganya akan mekar bercahaya memancar semakin terang cemerlang di atas air jika padma dimaksud tumbuh
jatuhnya korban yang sia-sia dalam suatu bencana akibat tidak diterapkannya aturan tata ruang dan tata bangunan dengan benar. Pada akhirnya, optimalisasi teknologi harus dilakukan pada era serba-digital ini. Kemajuan teknologi konstruksi harus dioptimalkan seiring perkembangan teknologi bahan bangunan, guna menjawab tantangan kerawanan bencana yang ada. Nenek moyang kita telah berhasil melahirkan local genius pada eranya, sehingga generasi masa kini juga harus dapat menciptakan local genius pada era digital. Sementara mitigasi bencana harus dioptimalkan bagi masyarakat Bali dengan notifikasi melalui perangkat gadget yang sudah menjadi perangkat umum di masyarakat. Masyarakat harus menjadi warga yang sadar bencana, mengingat kita semua bermukim di negeri rawan bencana. Tidak ada salahnya jika kita mengingat wejangan para leluhur: “Jika kita tidak pandai menari, jangan salahkan lantai yang berjungkit”.
kesulinggihannya tidak mempermasalahkan apakah dirinya mapuja di atas tanah atau di atas bale pawedan, bahkan dirinya tidak menjadi rendah jika harus melakukan puja di atas tanah berlumpur sekalipun. Sulinggih itu bagai bunga padma dimaksud di atas, yang kesuciannya tak ternoda walau berada di atas lumpur tanah berair. Mapuja di atas bale pawedan dan atau di atas tanah, itu bukan hal penting bagi seorang sulinggih yang niskama karma. Jika secara transitif ada orangorang di luar dirinya, atau para walaka mensuci-muliakan diri seorang sulinggih, itu adalah sebuah kesadaran para walaka dalam bertattwa, beretika, bertata cara dalam menjalani dan menjalin hubungan dengan sang sulinggih yang disucikan. Sulinggih maupun para walaka percaya bahwa setiap karma akan menghasilkan pahala bagi dirinya. Selain niskama karma, seorang sulinggih juga selalu berpegang pada nilai dresta yang ada. Seperti misalnya nilai dresta pada Pura Dasar Buana Gelgel yang pada akhir tahun 2018 ini akan menyelenggarakan
Karya Agung Homa Yadnya, yang dalam sejarahnya hal serupa pernah dilaksanakan sekitar 500 tahun yang silam. Sebagaimana diketahui, Pura Dasar Buana Gelgel adalah Dang Kahyangan, linggih Mpu Ghana yang disucimuliakan oleh umat, dibangun oleh Mpu Dwijaksara pada abad ke-12, disempurnakan dengan bangunan Padmasana oleh Danghyang Nirarta pada abad ke-15. Pura dimaksud, secara catur dresta baik sastra dresta (sumber sastra; di lontar-lontar hingga tulisan-tulisan dalam buku zaman now), kuna dresta (nak mula keto sejak pra-Hindu), loka dresta (tempat yang diyakini sebagai dasar gumi), maupun desa dresta (tempat mensejarahnya Mpu Ghana menjalankan yoga semadi pada abad ke-9). Semua itu adanya di Gelgel. Dresta itulah penegak dan pelurus dalam bersikap menyucimuliakan Pura Dasar Buana Gelgel, tidak hanya oleh para sulinggih tetapi juga oleh kita semua dalam konteks catur warna. Seseorang yang sudah berstatus sulinggih, tentunya tidak akan mau menodai kesulinggihannya dengan mengingkari nilai-nilai kesucian yang telah ditanamkan di Bali oleh brahmana suci zaman old sebelum abad ke-16. Nilai kesucian seorang sulinggih tidak harus di atas bale pawedan, tetapi bagai bunga padma.
POJOK
Ratusan sungai di Bali krisis air. - Air pun di Bali ikut krisis. *** Petani pasrah, hektaran padi di Kusamba kekeringan. - Petani Bali juga krisis. *** Tarik investasi, insentif perpajakan diperkuat. - Pemerintah pun lagi susah.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Jumat Paing, 19 Oktober 2018
7
Made Rasa
Petani Harus Bisa Manfaatkan Teknologi MENJADI petani selalu buntung. Inilah anggapan sebagian besar generasi muda saat ini terhadap profesi petani. Padahal, dengan penerapan teknologi pertanian mampu menciptakan pendapatan yang besar dan tidak kalah dengan profesi lainnya. Salah satu petani Tabanan yang menerapkan teknologi adalah Made Rasa. Ia merupakan Klian Subak Pegedangan Kediri. Menurutnya, jika petani hanya menerapkan sistem penanaman yang begitu-begitu saja, jelas tidak akan untung. ‘’Kalau teknologi diterapkan, pasti untung. Seperti saya panen sekarang dapatnya Rp 450 ribu per are dari jual gabah. Kalau dibandingkan yang tidak menerapkan teknologi, hanya dapat Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per are,’’ jelasnya. Keuntungan tersebut, jika per hektar berarti mencapai Rp 45 juta untuk yang menerapkan teknologi dan Rp 20 juta hingga Rp 30 juta untuk yang tidak. Jika dipotong biaya produksi tanam sebesar Rp 12 juta, tentu lebih besar keuntungan dengan menerapkan teknologi. Rasa mengatakan, penerapan teknologi tidak selamanya menggunakan peralatan super canggih. Petani harus tahu ilmu terbaru saat ini, mulai dari penanaman harus memilih bibit yang unggul, bagaimana cara mengelola tanah yang benar dan kapan padi harus diberikan pupuk dan lainnya. ‘’Kita harus tahu bibit yang unggul, jarak tanam yang baik hingga tipe tanahnya seperti apa. Jangan asal tanam dan memberi pupuk. Padi itu memiliki waktu kapan harus diberi makan untuk meningkatkan produksinya. Jadi, hal-hal itu petani harus terus mencari informasi dan belajar,’’ jelasnya. Rasa yang berusia kepala empat ini sudah 17 tahun menjadi petani. Selama itu pula ia selalu belajar mengenai pertanian dan menerapkannya. ‘’Janganlah sampai pendapatan petani dianggap rendah terus. Setidaknya samalah dengan gaji Kepala Sekolah,’’ katanya. Ia juga menekankan satu hal. Agar untung, petani tidak boleh menjual gabah dengan sistem tebasan. Menurutnya, menjual dengan tebasan mungkin dianggap gampang, tetapi menjual hasil panen dalam bentuk gabah jauh lebih menguntungkan. Apalagi jika gabahnya berkualitas. (kmb24)
VARIETAS UNGGUl - Klon G0 diunggulkan Batan untuk menjadi varietas unggul lokal beras merah cendana yang baru.
Pengembangan Beras Merah Cendana
Klon G0 Disarankan Jadi Varietas Unggul Lokal Tabanan (Bali Post) -
Tahap pemurnian dan adaptasi dalam menemukan varietas unggulan lokal beras merah cendana yang baru, sudah memasuki tahap akhir. Tiga klon yang diunggulkan yaitu G0, G10 dan C20 dipanen, Kamis (18/10) kemarin, di Subak Pegedangan, Desa Pangkung Tibah Kecamatan Kediri oleh petani, Dinas Pertanian Tabanan dan Batan. Masing-masing klon diambil sampelnya dan dibandingkan dengan induknya. Dari tahap ini, Batan melihat G0 memiliki sifat morfologis induknya serta kelebihan yang tidak dimiliki klon lainnya. Batan pun merekomendasikan G0 sebagai pilihan pertama varietas unggul lokal baru, disusul kemudian G10 dan C20.
Bali Post/bit
PERTEMUAN - Suasana pertemuan antara dewan dengan perwakilan manajemen PT Kasmil Kosmos dan instansi terkait.
PT Kasmil Kosmos Diminta Benahi Manajemen
Dewan akan Panggil ”Owner” Perusahaan Tabanan (Bali Post)Tiga orang dari perwakilan manajemen PT Kasmil Kosmos akhirnya memenuhi panggilan DPRD Tabanan untuk memberikan jawaban terkait persoalan 80 karyawan yang dikabarkan di-rolling atau dirumahkan serta pemberian upah di bawah UMK yang terjadi pada perusahaan ekspor furniture yang berlokasi di Jalan Rajawali, Pesiapan, Tabanan tersebut. Namun pada pertemuan Kamis (18/10) kemarin, owner perusahaan tidak bisa hadir dengan alasan berada di luar negeri. ‘’Sebenarnya kami ingin owner juga datang untuk memberi penjelasan terkait persoalan di perusahaan Kasmil Kosmos. Karena sepengetahuan saya, sudah sejak lama ada permasalahan yang kerap muncul di perusahaan ini. Terakhir masalah karyawan yang khawatir akan di-PHK dan upah yang tidak memenuhi standar UMK,’’ ucap Ketua Fraksi PDI-P DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa saat memimpin pertemuan tersebut didampingi sejumlah perwakilan Komisi DPRD yang membidangi, seperti Gusti Komang Wastana dan I Wayan Lara. Arnawa menyampaikan, pertemuan tersebut sempat diwarnai debat. Meski demikian, pertemuan antara perwakilan manajemen PT Kasmil Kosmos dan jajaran terkait seperti Disnakertrans, Perbekel Dauh Peken dan Camat Tabanan yang diinisiasi DPRD Tabanan itu berjalan kondusif sehingga diharapkan ada solusi untuk mengatasi persoalan di tubuh perusahaan tersebut. ‘’Intinya bagaimana mengacu pada pembenahan dan perbaikan, agar perusahaan besar di Tabanan ini ke depan bisa lebih baik lagi, yang tentunya bermuara pada kesejahteraan karyawan yang juga merupakan warga Tabanan,’’ harapnya. Hal senada disampaikan Wayan Lara. Menurutnya, pertemuan ini tidak bermaksud mencari siapa yang benar ataupun salah, melainkan bagaimana ada komunikasi yang baik antara pihak manajemen dan karyawan. Kalaupun nantinya ada PHK lantaran kondisi keuangan perusahaan yang kurang baik, perusahaan diharapkan tetap memberikan hak dan kewajiban karyawan sesuai dengan masa kerja karyawan. Di sisi lain, perwakilan Komisi IV Gusti Komang Wastana mengeluhkan sejumlah persoalan di perusahaan ini yang sudah terjadi sejak lama, bahkan semenjak dirinya masih menjabat sebagai Kepala Desa Dauh Peken. Persoalan dimaksud seperti debu yang dihasilkan serta ada istilah suka dan tidak suka untuk pemilihan karyawan. ‘’Ini yang harus dicarikan solusinya, karena sudah seperti api dalam sekam yang meledak saat ini,’’ tegasnya. Sementara itu, perwakilan PT Kasmil Kosmos yang menjabat sebagai Manajer Operasional, Nina Gracia, mengatakan hasil pertemuan ini nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan untuk dapat ditindaklanjuti. Terkait keluhan karyawan, ditegaskan oleh Nina, dari manajemen justru tidak mengetahuinya, karena karyawan bersangkutan langsung mengadukan ke dewan. ‘’Setiap kebijakan dan tindakan selalu kami diskusikan dengan Disnaker, dan selalu kami sampaikan kondisi perusahaan. Jadi, untuk keluhan dari karyawan kami memang tidak tahu,’’ ucapnya. Meski demikian, dari pertemuan itu Nina telah mencatat sejumlah poin masukan, salah satunya menciptakan komunikasi yang baik dengan karyawan dan ini akan menjadi bahan pertimbangan. Disinggung tentang 80 karyawan yang dikabarkan dirumahkan, dia menyebut semuanya telah kembali bekerja seperti biasa. Sedangkan terkait gaji, Nina menegaskan, tahun 2016 dan 2017 sudah ada penyesuaian upah karyawan. ‘’Kalau 2018 memang belum karena kondisi keuangan perusahaan,’’ terangnya. (kmb28)
Bali Post/san
Peneliti Batan Ita Dwi Mahyani mengatakan, dasar tindakan perlakuan beras merah cendana ini adalah menemukan varietas unggul lokal yang baru, dengan morfologis yang sama dengan induknya tetapi waktu tanamnya lebih singkat dan tanaman yang lebih pendek. Dari puluhan klon yang dihasilkan, tiga klon terpilih
menjadi unggulan karena memenuhi semua persyaratan tersebut. Tiga klon ini juga memiliki kelebihan dari induknya, yaitu daunnya yang tetap hijau meski gabah sudah mulai matang. ‘’Karena masih hijau, maka proses fotosintesis atau pembuatan makanan masih bisa berlangsung. Ini menyebabkan isi gabah menjadi
Kolaborasi Diskes dan Kodim
Masuk Nominasi ”Smart Sanitation Award” Tabanan (Bali Post)Program jambanisasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang gencar dilakukan jajaran Kodim 1619/ Tabanan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan RI. Bahkan saat Tim Kerja Smart Sanitation Award turun mengadakan wawancara dan verifikasi terkait program tersebut Kamis (18/10) kemarin, Tabanan dinyatakan masuk 10 besar terbaik dari sisi jamban atau septic tank sehat. Dari informasi yang dihimpun, tim mengadakan wawancara dan verifikasi dengan Danramil 1619-04/Kediri Kapten I Nengah Sudiana. Wawancara meliputi inovasi dan inisiatif di bidang pengelolaan sanitasi. Salah satu
inovasi berupa pembangunan septic tank atau jamban sehat bagi MBR. ‘’Dari tim mengucapkan terima kasih atas kolaborasi, terutama dari TNI-AD Kodim 1619/Tabanan yang membantu masyarakat dan Dinas Kesehatan. Dari 270 kabupaten yang sudah diverifikasi, dikatakan Tabanan masuk 10 besar terbaik dilihat dari jamban atau septic tank sehat,’’ ucap Kapten I Nengah Sudiana. Usai melakukan wawancara dan verifikasi, tim meninjau lokasi kolaborasi di Desa Kukuh Marga. Sekitar pukul 12.30 Wita, tim penilai sampai di lokasi pemilik atas nama Ni Made Murni di Banjar Munggal Desa Kukuh Kecamatan Marga yang didampingi jajaran Bappeda Tabanan dan Diskes Tabanan. (kmb28)
Bali Post/ist
TINJAU LOKASI - Peninjauan lokasi kolaborasi di Desa Kukuh, Marga.
lebih baik proses matangnya dan tentu berpengaruh pada produktivitas padi yang baik dan berkualitas,’’ jelas Ita. Ia merekomendasikan G0 sebagai pilihan pertama untuk menjadi varietas unggul lokal, karena selain daunnya yang masih hijau juga memiliki daun bendera yang tegak meski gabahnya sudah matang. Daun bendera yang
ujungnya tajam ini menjadi pelindung padi dari serangan hama khususnya burung. Meski demikian, pilihan klon mana yang akan menjadi varietas unggul lokal baru, diserahkan kepada Kabupaten Tabanan. Namun ia berharap ketiganya bisa menjadi varietas unggul lokal yang baru. Ita melanjutkan, setelah tahap pemurnian dan adaptasi, tiga klon ini akan memasuki uji tanam adaptasi di semua dataran yaitu tinggi, menengah dan rendah. ‘’Dalam tahap ini, uji tanam yang dilakukan lebih memenuhi kaidah statistik seperti adanya ulangan, jarak tanam hingga ada plot-plotnya,’’ ujar Ita. Data statistik dari tiga dataran ini akan dikumpul-
kan, diolah dan dibuatkan proposal. Proposal diajukan ke Kementerian Pertanian melalui sidang pelepasan varietas. Direktorat Jenderal Pembenihan, dalam hal ini Tim Pelepas Varietas akan merekomendasikan klon-klon yang diajukan dalam proposal ini menjadi varietas unggul lokal dan siap dilepas. Impiannya tidak sampai di sana. Ia menginginkan varietas beras merah yang baru nanti tidak hanya menjadi varietas unggul lokal, tetapi juga menjadi varietas unggul nasional. Maka dari itu, pemenuhan syaratnya berbeda. Untuk uji adaptasi tidak hanya dilakukan di Tabanan, tetapi secara nasional mencakup 16 kabupaten/kota di Indonesia. (kmb24)
BULELENG
8 Dewan Dorong Pembentukan Ranperda Penyandang Disabilitas Singaraja (Bali Post) Pertengahan tahun ini, Pemkab Buleleng mengusulkan Ranc angan Peraturan Daerah (Ranpeda) tentang Penyandang Disabilitas. Hal itu dilakukan karena pemerintah pusat sudah menerbitkan UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Dengan disusunnya ranperda itu, maka otomatis hakhak penyandang disabilitas di daerah ini bisa dipenuhi dengan baik. Upaya ini mendapat respons positif kalangan DPRD, karena melalui regulasi itu tidak saja hak-hak penyandang disabilitas dioptimalkan, juga kesejahteraan para disabilitas di daerah ini bisa dijamin melalui program-program yang merupakan kebijakan pemerintah. Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Penyandang Disabilitas, Nyoman Gede Wandira Adi, Rabu (17/10) lalu, mengatakan, regulasi yang lebih tinggi mengatur bagaimana setiap penyandang disabilitas yang harus dibelaskasihani. Regulasi lebih detail yang mengatur pemenuhan semua hak penyandang disabilitas belum dirumuskan. Karena itu, penyusunan ranperda ini dinilai tepat guna mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka menangani permasalahan penyandang disabilitas di daerah. “Sejak eksekutif mengajukan rancangan perda itu memang dasarnya sudah ada UU-nya. Namun, perlakuan kepada penyandang disabilitas ini sebatas belas kasihan, sehinga kami dorong pembentukan ranperda ini dalam mendukung kebijakan penanganan hak penyandang disabilitas,” katanya. Politisi Partai Golkar itu setelah mempelajari draf rancangan perda dan mengikuti UU, pada intinya pada regulaai itu diatur tiga aspek yakni, hak mendapatkan pendidikan, pelayanan yang diperlukan, dan hak mendapat kesejahteraan. Ketiga aspek ini sifatnya umum dan dipastikan ada aspek penting lainnya yang akan diatur secara detail dalam rangka perda ini. Aspek yang diatur itu diakuinya sangat urgen direalisasikan, sehingga siapa pun penyandang disabilitas di daerah itu mendapat perlakuan sama seperti umat manusia umumnya. “Bagi kami, ketiga aspek itu urgen dan layak diatur sesuai regulasi ini, namun begitu aspek lain kita bahas lebih detail lagi dalam pembahasan lanjutan nanti,” jelasnya. Di sisi lain, pria yang menjabat Ketua Gabungan Pengusaha Jasa Konstruksi (Gapensi) Buleleng ini mengatakan, hak mendapatkan bantuan sosial (bansos) bagi penyandang disabilitas dipastikan akan diatur dalam ranperda ini. Ini diakuinya jauh lebih baik dari sekarang karena hak mendapat bansos selama ini masih perlu ditingkatkan lagi. “Memang selama ini bansos untuk penyandang disabilitas masih perlu ditingkatkan. Ini akan kita atur lagi, sehingga penyandang disabilitas itu bisa diberdayakan. Mereka memang tidak mampu mandiri, maka kewajiban pemerintah lewat regulasi untuk memanusiakan mereka sama dengan manusia normal,” jelasnya. (kmb38)
Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt Polsek Busungbiu Polsek Gerokgak KP3 Celukan Bawang Pospol Wisata Lovina Pospol Pancasari
3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450 92126 92999 92842 41010 25755
Jumat Paing, 19 Oktober 2018
Bangunan Museum Buleleng Rusak
Dewan Desak Pemkab Ambil Alih Pengelolaannya Singaraja (Bali Post) Gedung Museum Buleleng mengalami kerusakan parah sejak lama. Paling parah kerusakannya pada bagian atap. Ketika musim hujan, air masuk ke dalam museum. Tidak pelak, hal itu memgancam keselamatan benda peninggalan sejarah di museum ini. Menyusul situasi ini, Komisi II DPRD Buleleng meninjau Museum Buleleng, Kamis (18/10) kemarin. Rombongan Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa bersama anggotanya. Turut menerima kunjungan itu Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Gede Komang. Dewan melihat langsung bagaimana kondisi bangunan dalam gedung terutama bagian plafon yang mengalami kerusakan pada beberapa tempat. Beberapa plafon yang berlubang bahkan ada yang tepat di atas barang yang dipajang dalam museum. Sehingga mambahayakan benda pajangan termasuk benda purbakala yang ada di museum tersebut. Selain karena kondisi bangunan sudah mengalami kerusakan,
kondisi penataan barang juga belum bisa dimaksimalkan. Pasalnya, sebagian ruangan yang dulunya merupakan tempat pameran Museum Buleleng, kini dimanfaatkan untuk ruangan Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan. Barang-barang purbakala berupa mesin ketik hingga sejumlah lukisan kini dipajang sekadarnya di Kantor Pengelola Museum Buleleng. Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa mendesak Disbud segera mengambil alih pengelolaan Museum Buleleng, sehingga bisa lebih maksimal memberikan perhatian dalam mengelola museum. Apalagi kondisi bangunan saat ini sangat mengkhawatirkan dengan kerusakan pada beberapa tempat. ‘’Kami minta Disbud bergerak cepat mengambil alih pengelolaan museum ini. Kalau tidak ada penanganan serius, kita khawatir benda bersejarah itu tidak terawat dengan baik,’’ jelasnya. Mantan Perbekel Desa Selat, Sukasada ini menambahkan, jika hal itu terwujud, DPRD Buleleng pun berjanji ikut serta
mengawal dan melakukan lobi ke pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan dana guna penanganan Museum Purbakala tersebut.
Sudah Sejak Lama Kepala Museum Buleleng I Wayan Santika menuturkan jika kondisi kerusakan pada plafon bangunan itu sudah terjadi sejak lama. Selama ini bangunan yang dimanfaatkan merupakan aset milik Pemkab Buleleng dengan status pinjam pakai. Pemkab Buleleng, diakuinya, sudah pernah melakukan renovasi tahun 2008 lalu pada bagian atap. Kondisi kerusakan pada bagian plafon itu memang cukup membuat pihak pengelola kerepotan, terutama saat hujan. Karena air hujan masuk ke dalam bangunan. Tak jarang, para staf penjaga museum harus memindahkan dan menutupi barang pajangan museum itu agar terhindar dari air hujan. ‘’Ketika hujan turun, kami bukan saja takut atap itu jebol juga benda purbakala di
Bali Post/ist
BOCOR -- Tampak Museum Buleleng, yang tua dan tidak terawat optimal sudah mulai banyak bocor di sana sini. museum ini keselamatannya mau menyerahkan pengelolaan terancam rusak. Perbaikan ke- Museum Buleleng itu kepada cil sudah dilakukan untuk me- Pemkab Buleleng. Rencana ini lindungi benda bersejarah itu memang sudah mencuat sejak dari air, tetapi memang belum beberapa tahun terakhir, agar berjalan optimal,’’ jelasnya. pengelolaan diserahkan kepada Kepala Disbud Gede Ko- Pemkab melalui Unit Pelaksamang mengatakan, dalam na Tugas Daerah (UPTD) yang waktu dekat ini pihaknya akan akan dibentuk, untuk memaksiberkoordinasi dengan Pengu- malkan fungsi dan kinerja salah rus Yayasan Pelestarian Bu- satu museum tertua di Pulau daya Bali Utara (YPBBU), agar Dewata itu. (kmb38)
Bekerja di Taiwan
Tiga Naker Den Bukit Diduga Ilegal Singaraja (Bali Post) –
Naker ini sebelumnya direkrut sebuah LPK di Singaraja. Diduga, LPK itu menyalurkannya secara nonprosedural. Awalnya, oknum LPK itu berjanji menyalurkan calon naker itu ke sektor perkebunan di Taiwan dengan gaji Rp 20 juta. Agar dapat bekerja di sana, calon naker itu harus membayar Rp 75 juta. Mereka diberangkatkan menggunakan visa liburan. Konon visa kerjanya dijanjikan akan diberikan setelah mereka menyelesaikan masa training dua bulan. Akan tetapi, faktanya, setelah enam bulan bekerja, mereka tidak juga diberikan visa kerja. Karena itu, mau tidak mau mereka jadi naker ilegal di luar negeri.
Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) Kantor Imigrasi SingarajaThomas Aries Munandar, Kamis (18/10) kemarin, mengatakan sejak mencuatnya dugaan tersebut, Imigrasi telah menjalin komunikasi dengan Atase Imigrasi di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei. Ketiganya akan dijemput agar bisa kembali ke Indonesia. Sayangnya, upaya itu gagal dilakukan. Alasannya, di mana alamat pasti ketiga naker itu belum diketahui secara gamblang. “Mencari orang di wilayah provinsi itu memerlukan waktu cukup lama. Kami tahu sebatas alamatnya di Nantao. Wilayah
itu termasuk kota sebuah provinsi,’’ katanya. Untuk mempermudah proses pencarian, pihak Imigrasi Singaraja juga telah mendatangi keluarga TKI ilegal itu. Tujuannya, agar Imigrasi bisa meminta alamat pasti yang bersangkutan. Sayangnya, komunikasi antara pihak Imigrasi dengan TKI ilegal itu tidak berjalan mulus. Komunikasi terakhir terjalin 3 Oktober lalu. “Untuk konfirmasi alamat pastinya, sampai sekarang belum ada jawaban. Sejak saat itu terputus. Kami sangat berharap mereka mau menyampaikan alamat pastinya. Atau setidaknya
datang ke KDEI di Taipei agar mereka bisa kami pulangkan segera ke tanah air,” imbuhnya. Apabila tak kunjung pulang, pihaknya khawatir TKI ilegal itu keburu ditangkap pihak imigrasi Taiwan. Apabila ditangkap, maka mereka harus menjalani proses hukum cukup panjang. Sebab, selain dikenakan tuduhan overstay, mereka juga akan dikenakan tuduhan bekerja secara ilegal di Taiwan. Sementara itu, selama pertemuan tahunan IMF-WB yang dipusatkan di Nusa Dua Denpasar, Imigrasi Singaraja mengamankan dua orang warga negara asing (WNA). Kedua WNA ini diamankan karena tidak mampu menunjukkan identitas diri mereka masing-masing. Hingga sekarang, pihak Imigrasi Singaraja masih menangani kasus itu. ‘’Kami akan dalami lebih saksama,’’ ujar Thomas Aries Munandar. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Angin kencang yang bertiup beberapa hari terakhir ini mengakibatkan pohon trenggulun tumbang, Kamis (18/10) pagi kemarin. Pohon yang tumbuh di lapangan SDN 1 Tangguwisia, Seririt itu tumbang yang mengakibatkan, dua ruang kelas di sekolah ini kena imbasnya. Beruntung, saat kejadian tidak ada siswa yang ikut tertimpa pohon tersebut.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 07.48 Wita. Dahan pohon di sebelah barat gedung sekolah itu tiba-tiba saja tumbang. Dahan itu kemudian menimpa atap ruang kelas V dan kelas III. Saat kejadian, siswa baru saja masuk kelas. Mereka akhirnya dipulangkan pihak sekolah lebih awal, atas permintaan aparat pemerintah desa, dan juga orang tua siswa. Sementara siswa lainnya, tetap belajar seperti
biasa. Kejadian kedua kembali terjadi pukul 10.35 Wita. Giliran bagian batang pohon yang sama roboh ke arah timur. Pohon yang tingginya sekitar 20 meter itu tumbang menimpa atap ruangan kelas di bawahnya. Beruntung ruang kelas itu dalam kondisi kosong, sehingga tidak ada siswa yang menjadi korban. Kepala SDN 1 Tangguwisia, Seririt, Ida Bagus Ngurah
Yasa, mengatakan, setelah kejadian itu, pihak sekolah langsung melapor kepada aparat desa untuk diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selanjutnya, batang pohon itu dibersihkan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Buleleng. Dua ruang kelas itu rusak pada bagian atap, rangka kayu, dan selasar ruang kelas. Meski rusak, ruang kelas ini masih ditempati siswa bah-
Tiga orang tenaga kerja (naker) asal Buleleng yang bekerja di Taiwan diduga tanpa menggunakan dokumen izin resmi. Dugaan tidak mengenakkan itu mencuat sejak beberapa bulan lalu, hingga sekarang ketiga naker asal Denbukit itu belum juga dipulangkan ke Tanah Air. Ketiga naker yang diduga ilegal itu masing-masing berinisial GE, TM, dan KY. Selama berada di Taiwan, ketiganya bekerja menjadi tenaga serabutan. Mereka digaji dengan upah harian yang berlaku di luar negeri.
Mencari orang di wilayah provinsi itu memerlukan waktu relatif lama. Kami hanya tahu sebatas alamatnya di Nantao. Wilayah itu termasuk Kota sebuah provinsi. Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) Kantor Imigrasi Singaraja Thomas Aries Munandar
Tertimpa Pohon Tumbang, Dua Ruang Kelas SDN 1 Tangguwisia kan untuk menjalankan proses belajar mengajar (PBM) seperti biasanya. Pihak sekolah meminta kejadian ini segera mendapat penanganan. “Kalau jumlah genting harus diganti kita perlu sekitar 600 buah. Rangka atap dari kayu juga patah dengan selasar ruang kelas patah. Kami sudah laporkan ke kabupatan. Mudah-mudahan sesegera mungkin dapat penanganan,” katanya. (kmb38)
Tiga WBTB Indonesia Asli Buleleng
Agar Lestari, Perlu Didukung Perajin dan Instansi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) menetapkan tiga jenis Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia asli Buleleng. Ketiga WBTB itu masing-masing Tari Truna Jaya, Tradisi Nyakan Diwang (Memasak -red), dan produk Kerajinan Songket. Sertifikat penetapan tiga WBTB itu diserahkan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan diteruskan kepada Pemkab Buleleng belum lama ini. Bagaimanakah cara-cara melestarikan WBTB itu sehingga bisa tetap hidup sepanjang masa? KEPALA Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng Gede Komang mengatakan, setelah ditetapkannya tiga WBTB itu dari Kemendikbud RI, maka mau tidak mau pemerintah daerah harus menjaga kelestarian warisan budaya dan tradisi tersebut. Strateginya, dapat dilakukan dengan cara melaksanakan pembinaan dan edukasi yang intensif kepada generasi muda. Selain itu, pembuatan sarana dan prasarana, agar bisa disiapkan secara
berkelanjutan. Pembinaan dan edukasi ini diakuinya sangat penting. Alasannya, di tengah perkembangan era globaliasi seperti sekarang ini, warisan seni dan budaya asli daerah sangat mudah terkubur oleh perkembangan zaman. Ini terjadi karena pemahaman atau edukasi yang ditransformasikan masih kurang masif dan sistematis, sehingga ada kesan kalau warisan seni dan budaya lokal itu tidak dicintai. Bahkan, terkesan ditinggalkan generas-
Setelah adanya pengakuan itu, idealnya semua komponen harus bekerja sama. Itu penting agar warisan ini tetap lestari, tidak mudah dijiplak, dan ada kecintaan menggeluti sebagai usaha meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud), Gede Komang
inya. Untuk itu, pembinaan dan edukasi itu penting, sehingga masyarakat utamanya generasi muda tidak gengsi dengan warisan seni budaya lokal. Justru sebaliknya ada rasa bangga warga, sehingga mereka bisa lebih mencintai khazanah seni dan budayanya sendiri. “Salah satu upaya kita setelah WBTB ini ditetapkan adalah pembinaan dan edukasi, sehingga semua elemen masyarakat cinta terhadap
budaya dan seni lokal yang diwariskan leluhur,” katanya. Pengakuan UNESCO Setelah menerima sertifikat warisan budaya tak benda itu, pemerintah pusat rencananya mengusulkan tiga karya WBTB ke tingkat internasional. Sasarannya bagaimana WBTB asli dari Gumi Den Bukit ini mendapat pengakuan UNESCO. Kalau tidak ada halangan, usulan itu dilakukan November 2018 mendatang.
“Berkas kami kirim ke Kementerian. Dalam waktu dekat, akan diusulkan oleh pemerintah pusat ke UNESCO. Mudahmudahan awal tahun depan, UNESCO dapat mengakui warisan budaya tak benda ini,” katanya. Terkait keberadaan perajin songket di Kelurahan Beratan, Singaraja, birokrat yang juga menekuni Seni Wayang Wong ini mengakui, jumlah perajin selama ini kian berkurang saja. Akibatnya, produksi songket
Bali Post/mud
NYAKAN DIWANG – Tradisi Nyakan Diwang yang rutin digelar warga di beberapa desa di Kecamatan Banjar saat hari Ngembak Geni (setelah Nyepi -red) ditetapkan sebagai WBTB Indonesia. Selain itu, Tari Truna Jaya dan Produk Kerajinan Songket Berata juga ditetapkan sebagai WBTB.
kurang. Hal itu juga diperparah akibat akses pasar lemah. Tidak hanya itu, masalah pelik perajin sendiri adalah kesulitan modal usaha. Karena itu, pemerintah akan memberikan daya dukung berupa sarana dan prasarana, promosi dan edukasi agar profesi menenun ini bisa digemari sama seperti pekerjaan lainnya. Sehingga harapannya pencari kerja banyak menggandrungi profesi menenun ini.
“Upaya pelestarian dan pengembangan tidak bisa sebatas Disbud, tetapi perlu dukungan instansi terkait lainnya termasuk perajin sendiri diperlukan. Setelah adanya pengakuan itu idealnya semua komponen harus bekerja sama. Itu penting agar warisan ini tetap lestari, tidak mudah dijiplak, dan ada kecintaan menggeluti sebagai usaha meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tegasnya. (mud)
GIANYAR
Jumat Paing, 19 Oktober 2018
9
Jaga Warisan Budaya
Desa Batuan Gelar Lomba ”Gebogan” Tradisi Gianyar (Bali Post) Gebogan merupakan sarana upacara yang dipersembahkan pada setiap piodalan. Namun, saat ini desain gebogan justru mengalami pergeseran dengan menggunakan sarana kekinian seperti minuman kaleng. Sementara penggunaan buah lokal mulai dikesampingkan. Melihat kondisi ini, Desa Batuan Kecamatan Sukawati melalui Porsenides menggelar lomba gebogan, dengan mengangkat pakem gebogan menggunakan buah lokal. Kegiatan ini digelar di Wantilan Pura Puseh Desa Pakraman Negara, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kamis (18/10) kemarin. Ketua Panitia Porsenides I Komang Susana mengatakan, lomba bertema “Banten Gebogan Tradisi” ini digelar karena melihat perkembangan banten gebogan era kekinian semakin keblablasan. Tidak saja tekniknya yang berubah, bahan-bahan yang digunakan juga makin kebarat-baratan. Seperti penggunaan minuman dan makanan kekinian yang tidak munggah atau diatur dalam sastra agama Hindu. Sebelum terlambat, melalui lomba ini diharapkan masyarakat Bali khususnya kaum perempuan tergugah niatnya untuk belajar membuat banten gebogan yang baik dan benar. “Saat ini sudah marak banten gebogan pakai dulang fiber. Penataan buahnya tinggal taruh. Jauh berbeda dengan tradisi leluhur kita, bahwa gebogan tersebut ditata satu per satu sehingga tampak unsur seninya,” jelasnya. Suasana menegaskan, kriteria perlombaan menggunakan bahan-bahan serba lokal. Teknik penataannya diwajibkan dengan cara menusuk
semua bahan. Selain ada unsur seni, penataan gebogan berdasarkan tradisi sudah jelas mengandung makna filosofis yang tinggi. “Takutnya, generasi ke depan tidak paham lagi kenapa harus berisi taledan, porosan dan komponen-komponen penting lain,” ujarnya. Susana menambahkan, tujuan dari lomba ini menggugah para bendesa dan klian adat menerapkan gebogan tradisi saat pujawali di banjar masing-masing. Lomba gebogan ini diikuti 17 banjar dinas. Masing-masing banjar mengirimkan tiga delegasi untuk berlomba. “Lomba ini hanya mampu memberikan suatu gambaran. Mengenai penerapannya di masing-masing banjar, kita kembalikan pada masing-masing prajuru,” ujarnya. Sementara itu, Perbekel Desa Batuan I Nyoman Netra mengatakan, Porsenides merupakan salah satu cara melestarikan adat istiadat. Selain itu, juga untuk menjaga keharmonisan di desa. “Kami ingin mengajak bendesa, klian adat untuk menguatkan adat kita,” katanya. Selain sebabagi ajang pelestarian budaya, kata Netra, upaya ini juga merupakan sebuah investasi pariwisata. Terlebih, Desa Batuan memiliki Pura Puseh yang setiap hari dikunjungi ribuan wisatawan. “Selain melihat warisan artefak, wisatawan ke sini juga ingin menyaksikan budaya sebagai kearifan lokal,” katanya. Menurut Netra, pada Porsenides Batuan dipertandingkan sembilan cabang olahraga dan 14 lomba bidang seni. Porsenides ini akan dibuka secara resmi di Lapangan Yudistira, Jumat (19/10) sore ini. (kmb35)
Tingkatkan Pemahaman Generasi Muda terhadap Bahaya Narkotika Gianyar (Bali Post) Narkotika hingga kini menjadi persoalan yang tak kunjung tuntas. Melihat kondisi ini, generasi muda wajib meningkatkan pemahaman terhadap bahaya narkotika, sehingga bisa membentengi diri dari barang haram itu. Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun menegaskan hal itu saat membuka Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba (Kipan) di Wantilan Pura Desa Cangi, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kamis (18/10) kemarin. Pejabat asal Puri Agung Gianyar ini mengatakan, sejumlah zat dalam narkotika mungkin memiliki sejumlah manfaat di bidang kesehatan. Namun, penyalahgunaan narkotika memberikan persoalan yang lebih besar. “Narkotika jika disalahgunakan dapat menimbulkan ancaman yang besar. Penyalahgunaan narkotika dapat menimbulkan ketergantungan. Sekali lagi saya tekankan, bahwa berguna dan bermanfaat bagi bidang kesehatan jika dipergunakan sesuai dosis, pengawasan, dan pengendalian yang tepat,” ujarnya. Menurut Mayun, pelatihan ini penting untuk meningkatkan pengetahuan pemuda tentang bahaya narkotika, penyalahgunaan narkotika dan peredaran gelap narkotika. Ia berpesan agar pelatihan anti narkotika terhadap generasi muda dilakukan secara berkelanjutan, agar mereka tidak sampai tersentuh oleh barang haram itu. “Ini harus berkelanjutan, sehingga mampu menekan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Gianyar,” tegasnya. Pelatihan Kipan di Kabupaten Gianyar akan dilaksanakan di tiga tempat, yakni di Desa Batuan Kaler, Desa Tegallalang dan Balai Budaya Gianyar. Sementara di Provinsi Bali, kegiatan ini akan digelar pada lima kabupaten yaitu Kabupaten Gianyar, Klungkung, Denpasar, Badung, dan Tabanan. (kmb35)
Eksekutif Diminta Rutin Salurkan Bantuan Truk Sampah
Gianyar (Bali Post) Kesadaran masyarakat dalam memungut sampah kini mulai tumbuh pada desa-desa di Kabupaten Gianyar. Namun, masyarakat di desa masih terkendala sarana pengangkut sampah. Melihat kondisi ini, angggota DPRD Kabupaten Gianyar Wayan Gede Sudarta meminta pihak eksekutif rutin menganggarkan pengadaan truk pengangkut sampah setiap tahunnya, sehingga seluruh desa di Bumi Seni, Gianyar memiliki peralatan lengkap untuk menangani sampah.
Masuk ke Ruang ”Private” Puri Agung Ubud
Wisatawan Asing Diamankan Satpol PP Gianyar (Bali Post) Seorang wisatawan yang merupakan warga negara asing (WNA) yang berkunjung ke Puri Agung Ubud, Kamis (18/10) kemarin diamankan petugas Satpol PP Gianyar. Pasalnya, wisatawan tanpa identitas ini nekat masuk ke ruang private di puri tersebut. Setelah berhasil diringkus, ia akhirnya diserahkan ke Dinas Sosial Gianyar. Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Agusnawa mengatakan, wisatawan asing yang ditangkap petugas itu bukan kategori gangguan jiwa. Namun, wisatawan perempuan tersebut purapura hilang ingatan. ”Bagaimana bisa dibilang gangguan jiwa, karena diajak bicara nyambung. Tapi, dia tidak mau menyebut nama dan negara asalnya,” ujarnya. Agusnawa menjelaskan, penangkapan wisa-
Bali Post/kmb35
MENGAMANKAN - Petugas Satpol PP Gianyar mengamankan wisatawan asing yang masuk ke area private di Puri Agung Ubud.
Bali Post/kmb35
GEBOGAN - Suasana lomba gebogan di Wantilan Pura Puseh Desa Pakraman Negara, Desa Batuan, Kamis (18/10) kemarin.
tawan asing itu berawal dari laporan satpam di Puri Ubud. Dikatakan, perempuan berambut pirang itu masuk ke areal private keluarga puri, dengan alasan kehilangan dompet. “Dia bilang kehilangan dompet. Karena tahu itu bule tidak beres, maka satpam melapor ke Satpol PP,” katanya. Berdasarkan laporan tersebut, kata Agusnawa, wisatawan yang belum diketahui identitasnya itu akhirnya diamankan lalu dibawa ke Kantor Satpol PP Gianyar. Saat dinterogasi petugas, ia tidak mau menyebutkan namanya. Dia hanya bilang bernama Love dan berasal dari negeri cinta. “Setelah kami ajak bicara, dia sepertinya terlantar. Makanya kami ajak ke Dinas Sosial,” terangnya. Saat hendak dibawa ke Dinas Sosial, bule itu malah melarikan diri ke Pasar Gianyar. Aksi kejar-kejaran terjadi sampai ke barat pasar, bahkan sampai ke Jalan Darmagiri Gianyar. “Berkat kesigapan petugas, maka kami bisa tangkap kembali. Sempat singgah di Polres Gianyar,” jelasnya. Di Polres Gianyar bule itu kembali tidak mau menyebutkan nama dan asal negaranya. Ia sempat menggambar hati yang berarti namanya Love. “Setelah itu, kami kembali bawa ke Dinas Sosial,” jelasnya. Di Dinas Sosial bule itu ditangani oleh Bidang Rehabilitasi Sosial (Resos). Namun dia tetap tidak mau menyebutkan identitasnya. “Ketika diajak bicara, tidak mau menyebutkan tinggal di hotel mana dan dari negara mana. Maksudnya, kalau memang kebingungan di sini, kami antar pulang ke Imigrasi,” ujar Kepala Bidang Resos Dinas Sosial Gianyar Ida Bagus Rawisnu. Kepada petugas, bule itu mengaku tidak gila dan justru senang tinggal di Bali. Bahkan selama dimintai keterangan, wisatawan ini minta istirahat dan tiduran di ruangan Kabid Resos. Setelah bangun dari tidurnya, bule itu dibawa ke Kantor Dinas Sosial Provinsi Bali. Kasus turis asing membuat resah bukan kali ini terjadi di Gianyar. Sebelumnya warga negara Rusia diamankan oleh warga Banjar Pande, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Selasa (6/2) lalu. Perempuan berusia 35 tahun yang tidak diketahui namanya itu depresi berat dan sempat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Bangli. (kmb35)
Menurut Sudarta, hampir seluruh desa di Kabupaten Gianyar kini aktif dalam aksi pengelolaan sampah. Khususnya diawali pengelolaan sampah di lingkungan rumah tangga. “Tidak hanya mengumpulkan sampah, tapi banyak masyarakat juga mulai memilah sampah organik dan non-organik,” ujar Sudarta, Kamis (18/10) kemarin. Namun, kata wakil rakyat dapil Ubud ini, kini yang menjadi persoalan adalah proses pengangkutan sampah. Dikatakan, dalam satu tempat terjadi
beberapa kali keterlambatan pengangkutan sampah. “Kondisi ini terjadi karena tidak adanya truk pengangkut sampah di sejumlah desa. Kalau hanya mengandalkan Viar, ya sangat lama,” katanya. Melihat kondisi ini, politisi Partai Golkar ini meminta eksekutif menyiapkan pengadaan truk pengangkut sampah untuk disalurkan ke seluruh desa di Kabupaten Gianyar. Pengadaan truk ini tidak dilakukan sekaligus, namun dilakukan secara bertahap setiap tahunnya. “Pengadaan truk sampah itu bisa dilakukan secara bertahap, karena saat ini keberadaan truk sampah sudah menjadi kebutuhan mutlak di setiap desa,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar Wayan Kujus Pawitra menerangkan, pemerintah melalui Bupati Gianyar sudah rutin memberikan
bantuan sarana berupa truk kepada desa-desa di Kabupaten Gianyar. Bantuan ini sudah disalurkan secara bertahap dan berkelanjutan. “Tujuannya adalah membangun partisipasi aktif dan keterlibatan masyarakat untuk bersama melakukan penanganan dan pengelolaan masalah sampah,” katanya. Kujus Pawitra menambahkan, kebijakan ini juga merupakan upaya jemput bola dan pola penanganan pada sumber sampah. Ditegaskan, di desa-desa wajib ada sarana pengangkut sampah, hingga petugas melakukan pelayanan mengoperasikan armada. “Bahkan, Bapak Bupati punya konsep di setiap desa ada sistem pengelolaan sampah terpadu, ada armada pengangkutnya, ada petugas pelayanan dan operasional, ada bank sampah, ada alat pengolah sampah menjadi kompos, ada daur ulang, dan ada Kube,” tegasnya. Kujus Pawitra menegaskan, pola pengelolaan sampah yang baik adalah penanganan dari sumber terbesar yakni sampah rumah tangga. Oleh karena itu, masyarakat wajib memiliki kesadaran mengelola sampah. “Saya mengharapkan partisipasi semua kalangan masyarakat untuk konsisten dalam menangani masalah sampah,” ujarnya. (kmb35)
Restoran di Jalan Monkey Forest Terbakar Gianyar (Bali Post) Wisatawan digegerkan dengan kebakaran yang terjadi pada Restoran Cinta Grill & Inn yang berlokasi di Jalan Raya Monkey Forest, Kelurahan Ubud, Kamis (18/10) kemarin. Kebakaran pada restoran milik Ida Bagus Suarsana itu dipicu percikan api dari kabel listrik yang terputus. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini, namun pemilik restoran mengalami kerugian Rp 10 juta. Informasi yang dihimpun di lapangan, awalnya manajemen hotel yang bersebelahan dengan restoran tersebut melakukan penebangan pohon di sekitar hotel, Kamis pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Memasuki siang hari, proses pemotongan dilakukan pada pohon perindang di pinggir jalan. Usai dilakukan pemotongan, dahan pohon perindang jatuh menimpa kabel listrik. Akibatnya kabel listrik itu putus dan jatuh tepat di atas atap restoran yang berbahan ilalang. Kabel listrik yang putus itu memicu percikan api. Atap restoran yang berbahan ilalang pun dengan cepat terbakar. Kondisi ini sempat menggegerkan wisatawan dan karyawan di restoran tersebut. Proses pemadaman dengan alat seadanya sempat dilakukan oleh warga setempat, namun api tetap membesar. Akhirnya tiga unit pemadam kebakaran
Bali Post/kmb35
KEBAKARAN - Petugas Pemadam Kebakaran Gianyar melakukan penanganan kebakaran pada atap restoran, Kamis (18/10) kemarin. tiba di lokasi tersebut dan melakukan pemadaman api. Kapolsek Ubud Kompol Made Raka Sugita membenarkan adanya insiden kebakaran pada Restoran Cinta Grill & Inn yang
berlokasi di Jalan Raya Monkey Forest Ubud. Akibat kejadian itu, pihak manajemen restoran mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” katanya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Jumat Paing, 19 Oktober 2018
Meluas, Giliran Warga Benel Krisis Air Bersih
Negara (Bali Post) – Musim kemarau panjang yang terjadi belakangan ini membuat krisis air di Jembrana meluas. Setelah di Desa Warnasari dan Banjar Katulampo, Desa Manistutu, kini giliran warga Banjar Benel yang kekurangan air bersih. Untuk itu, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana langsung mendistribusikan air bersih ke puluhan warga. Meski di Banjar Benel ini terdapat bendungan, namun warga mengaku tidak dapat mengambil air di sana. Sebab, volume air bendungan juga menyusut. Selain dipicu karena tidak ada hujan juga kondisi sumber mata air sudah mulai kering. Dengan demikian, sangat memengaruhi pasokan air yang tertampung di bendungan. Sejumlah warga mengaku kondisi kekurangan air bersih di Benel ini sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Sejatinya warga sudah memanfaatkan sumber air di sekitar bendungan untuk ditampung di bak penampungan. Namun, sejak sepekan ini airnya tidak
mengalir sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka pun melaporkan hal itu ke pihak desa dan petugas BPBD Jembrana menyalurkan air bersih pada Kamis (18/10) kemarin. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana membenarkan penyaluran air bersih untuk warga di Benel itu. Pihaknya mendistribusikan 5.000 liter untuk ditampung di penampungan. Nantinya air tersebut akan mengalir ke rumah-rumah warga. Penampungan air yang digarap secara swadaya itu sengaja difungsikan untuk menampung air bersih warga
sekitar. Pihaknya menyalurkan air bersih lagi apabila warga membutuhkan. Selama dua pekan terakhir, BPBD telah mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekurangan air bersih di Kecamatan Melaya. Total sudah 21 tangki dengan kapasitas per tangki 5.000 liter. Saat ini memang sebagian besar yang mengalami kekurangan air bersih ini berada di Kecamatan Melaya. Namun BPBD saat ini melakukan pemantauan dengan Stasiun Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jembrana untuk pemetaan wilayah yang rawan kekeringan. (kmb26)
Bali Post/olo
TAMPUNG AIR - Petugas BPBD Jembrana ketika menampung air ke bak penampungan milik warga di Banjar Benel, Desa Manistutu, Kamis (18/10) kemarin.
Bupati Artha Terima Penghargaan WTP dari Kemenkeu RI
PENGHARGAAN - Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Sekda Jembrana dan OPD ketika menerima penghargaan dari Kemenkeu RI. Untuk kesekiankalinya, Pemkab Jembrana mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan daerah.
PENGHARGAAN Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari pemerintah Republik Indonesia atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2017, diterima Bupati Jembrana I Putu Artha di ruang VIP Kantor Bupati Jembrana, Kamis (18/10) kemarin. Piagam penghargaan yang ditandatangani Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati itu diserahkan Kepala KPPN Singaraja Slamet Mulyono bersama Kepala Bidang Pembinaan Akuntasi dan Laporan Keuangan Kanwil Direktorat Jenderal Pembendaharaan Keuangan Provinsi Bali Zajri. Didampingi Sekda I Made Sudiada, Inspektur Ni Wayan Koriani, Kepala BPKAD Dewa Gede Kusuma Antara, Kabag Humas Protokol I Komang Suparta, Bupati Artha mengaku bangga atas keberhasilan pemerintah Kabupaten Jembrana meraih penghargaan tertinggi dari pemerintah RI. “Keberhasilan ini tentu berkat kerja keras
seluruh komponen masyarakat. Transfer dana dari pemerintah pusat khususnya anggaran yang bersumber dari DAK dan Dana Desa dapat digunakan dengan baik sehingga mampu memberikan nilai manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,“ ujarnya. Meski Pemkab Jembrana telah empat kali secara berturut-turut meraih penghargaan dari Pemerintah RI, pihaknya juga optimis WTP ke-5 akan mampu diraihnya. “Kita jangan puas sampai di sini saja. Ke depan WTP ke-5 kalinya optimis akan bisa kita raih. Untuk itu, kami ajak semua komponen, mulai dari OPD termasuk segenap jajaran di tingkat desa/kelurahan agar bekerja keras, disiplin dalam mempertanggungjawabkan anggaran, ikuti pedoman yang ada serta hindarkan niat yang cenderung melanggar aturan. Monitoring dan evaluasi agar secara kontinu dilakukan. Jika itu dilakukan kami
yakin WTP berikutnya akan kembali kita raih,“ harapnya. Sementara itu, Kepala KPPN Singaraja Slamet Mulyono di sela-sela penyerahan penghargaan itu mengaku sangat mengapresiasi pemerintah Kabupaten Jembrana. Ke depan keberhasilan yang sudah baik ini bisa lebih ditingkatkan lagi. “Kami apresiasi terhadap upaya pemkab. Saat ini, WTP yang berhasil diraih merupakan keempat kali berturut-turut. Ini patut dipertahankan, bahkan ke depan bisa lebih baik lagi,“ ucapnya. Keberhasilan Pemkab Jembrana, kata Slamet Mulyono, terkait dengan penyaluran dana transfer DAK fisik dan Dana Desa. “Dari sisi kualitas terhadap laporan pertanggungjawaban keuangan daerah di Kabupaten Jembrana, baik internal, eksternal maupun mitra kerja pemerintah selama ini sudah baik. Kami berharap ke depan akan lebih baik lagi,“ pungkasnya. (ad766)
Dewan Harapkan Janji Pembangunan Jalan Tol Terealisasi Negara (Bali Post) – Realisasi jalan tol Denpasar-Gilimanuk sebagai solusi transportasi dan pemerataan pariwisata di Bali Barat diharapkan bisa diwujudkan. Saat ini jalan nasional Jawa-Bali ini sudah sangat krodit dan sering memakan korban jiwa akibat kecelakaan. Masalah transportasi yang tidak tentu ini juga menjadi kendala pengembangan daerah, khususnya pariwisata. “Jalan tol ini tentu sangat ditunggu masyarakat Jembrana. Sesuai janji calon gubernur dan wakil gubernur lalu. Dengan mempercepat akses (jalan tol - red) dampaknya akan sangat banyak,” ujar Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jembrana I Ketut Catur, Kamis (18/10) kemarin. Dewan asal Lateng ini sepakat dengan dibangunnya jalan tol akan memangkas waktu dan mengurai kroditnya kendaraan yang melintas, baik dari Jawa maupun Bali. Selama ini jalan nasional yang ada kurang representatif dan sering terjadi kemacetan yang mengakibatkan tidak pastinya waktu perjalanan. Hal tersebut sangat berdampak pada kunjungan wisatawan ke Jembrana yang saat ini sedang getol-getolnya menata pariwisata. “Akan membuka peluang pekerjaan, usaha, termasuk pariwisata Bali Barat. Jadinya tidak hanya terfokus di Bali Selatan,”
tambah Catur. Karena itu, masyarakat sangat menunggu janji-janji ini bisa diwujudkan. Apalagi saat ini pembangunan jalan tol sudah cukup gencar di luar Bali. Seperti di Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, Papua hingga Sulawesi. “Yang menjadi pertanyaan, Bali kapan? Padahal Bali penyumbang pendapatan nasional yang cukup besar,” ketusnya. Jalan tol, menurutnya menjadi solusi jitu untuk mengatasi ketimpangan pembangunan dan perekonomian di Bali Barat. Pariwisata yang saat ini dikelola akan sulit berkembang bila aksesnya memakan waktu cukup lama, bahkan tidak menentu. Apalagi saat ini pemerintah daerah banyak memiliki rest area di sepanjang jalan untuk menggaet minat wisatawan yang melintas. Menurutnya akan semakin berkembang apabila ditambah dengan jalan tol. Anggota Komisi B DPRD Jembrana ini mencontohkan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Gilimanuk yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Baik wisata alam, religi, maupun kulinernya. Sejatinya saat ini sudah mulai diminati, namun baru wisatawan Jawa Timur dan Buleleng yang lokasinya lebih dekat. Bila nantinya ada jalan tol, bukan tidak mungkin wisata Gilimanuk akan semakin berkembang. (kmb26)
I Ketut Catur
Bali Post/olo
KOTAK SUARA - Kotak suara pileg dan pilpres sudah tiba di KPU Jembrana, Kamis (18/10) kemarin.
KPU Terima Ribuan Kotak Suara
Negara (Bali Post) Ribuan kotak suara distribusi dari KPU Pusat untuk pemilihan umum legislatif (pileg) dan presiden 2019 diterima KPU Jembrana, Kamis (18/10) kemarin. Total kotak suara berbahan kertas karton yang diterima yakni 4.370 buah. Namun dari pengecekan petugas KPU diketahui ada 5 kotak suara yang
mengalami kerusakan. Sejatinya kebutuhan kotak suara untuk 871 TPS mencapai 4.415 buah. Jadi masih ada kekurangan sebanyak 45 buah. Dari pengamatan kemarin, logistik untuk di ratusan TPS itu dikirim menggunakan truk tronton. Penempatan logistik untuk pileg dan pilpres ini ditempatkan di gudang yang disewa KPU Jembrana.
Kebun Kakao dan Jati Terbakar Negara (Bali Post) Kebun kakao dan jati yang berada di Banjar Anyar Sari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Kamis (18/10) kemarin, terbakar. Kebakaran terjadi diduga dipicu sisa pembakaran sampah. Akibat kejadian ini, kebun yang memiliki luas 50 are, 10 di antaranya ludes terbakar. Kebakaran ini baru diketahui sekitar pukul 14.00 Wita. Dari keterangan sejumlah saksi, api dengan cepat menyambar ranting-ranting yang sudah kering. Bahkan, tanaman kakao dan jati yang hidup juga tak luput dari jilatan api. Khawatir api semakin meluas, kebakaran itu dilaporkan ke petugas Pemadam Kebakaran. Tak lama kemudian, mobil damkar dari Melaya dan juga di-back-up damkar Satpol PP Jembrana tiba di TKP. “Total dua armada damkar kita turunkan dari Melaya dan Mako,” ujar Kasi Pemadam Kebakaran Kade Bagus Darmawan. Agar tak melebar, petugas PMK disebar mengelilingi areal yang terbakar dan menyemprotkan air hingga api padam.
Sekitar satu jam kemudian api bisa dipadamkan keseluruhan. Petugas memerlukan dua tangki air untuk memastikan api sudah mati. “Api cepat menyebar karena banyak ranting kering dan daun jati. Sehingga ada sekitar 10 are lahan yang terbakar,” tandasnya. Sebelumnya petugas damkar juga beberapa kali melakukan pemadaman api di lahan kebun. Banyaknya ranting, semak dan daun kering memicu cepatnya api menyebar. Pada saat musim kering seperti ini diakui memang rawan terjadi kebakaran. Karena itu warga diharapkan untuk waspada. Sebelumnya, sepekan lalu juga dilaporkan ada lahan kebun di Banyubiru, Negara dan kandang sapi di Desa Penyaringan, Mendoyo juga terbakar. (kmb26) KEBAKARAN - Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke titik api yang membakar lahan kebun kakao dan jati di Melaya, Kamis (18/10) kemarin.
Ketua KPU Jembrana Ketut Gede Tangkas Sudiantara di sela-sela penerimaan kemarin mengatakan, untuk kekurangan kotak suara tersebut pihaknya sudah melaporkan langsung ke KPU Pusat. Selain kotak suara, KPU juga kekurangan bilik suara sebanyak 1.464. Saat ini KPU Jembrana baru memiliki 2.020 dari total 3.484 bilik yang dibutuhkan.
Bali Post/olo
Berbeda dengan pemilihan umum sebelum-sebelumnya yang menggunakan kotak suara berbahan metal. Namun pada pilpres dan pileg tahun 2019 ini menggunakan kotak suara dari karton. Karena itulah menurut Tangkas perlu perhatian dan penanganan ekstra saat pendistribusian ke masing-masing TPS nanti. (kmb26)
Jumat Paing, 19 Oktober 2018
Karangasem
11
Dampak Gempa Lombok
Warga Minta Kejelasan Bantuan Pemerintah Amlapura (Bali Post) Warga di Banjar Babakan, Desa Purwakerti, Abang, mempertanyakan kejelasan bantuan perbaikan rumah dari pemerintah Karangasem. Sejauh ini, rumah warga yang rusak akibat gempa Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) awal Agustus, belum diatensi serius. Karena itu masih belum jelas wujud dan bentuk bantuan apa yang akan diberikan untuk rumah mereka yang terkena bencana. Salah seorang warga Banjar Babakan, Desa Purwakerti, Abang, I Wayan Tangun, mengatakan pascagempa di Lombok awal Agustus lalu, rumahnya mengalami kerusakan cukup parah. Atas kondisi itu, dirinya terpaksa
tidur di tenda darurat. Tenda darurat itu merupakan bantuan BPBD. Warga lainnya yang rumahnya terdampak gempa, juga menempati tenda yang dibangun di dekat rumah warga. “Saya sudah tiga bulan tidur di tenda darurat ini. Ada empat KK yang tidur menggunakan tenda,” ucapnya. Tidur di dalam tenda, kata Tangun, kondisinya diakui sangat panas. Apalagi saat musim kemarau, sehingga sulit dapat tidur nyenyak, akibat hawa yang panas. Dirinya juga khawatir, di samping tenda itu ada pohon sangat besar, sehingga takut sewaktu-waktu pohon itu tumbang. Alasannya, angin di sana sangat kencang. Terjangan angin kencang itu
memicu pohon tumbang. “Anginnya kencang sekali. Saya jadi takut kalau tibatiba ranting pohon itu patah atau pohon tumbang. Semoga saja tidak sampai terjadi seperti itu,” harapnya. Sampai saat ini, dirinya beserta warga lainnya masih menunggu kejelasan bantuan Pemkab Karangasem untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak, akibat guncangan gempa itu. Sebab, sampai saat ini belum ada kepastian terkait bantuan yang akan diberikan pemerintah. “Sudah tiga bulan belum ada kejelasan dalam bentuk apa bantuan itu akan turun. Kita berharap diberikan bantuan agar bisa memperbaiki rumah. Saya belum bisa membenahi rumah itu
karena tidak ada uang,” jelasnya. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, bagi rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, anggaran perbaikannya nanti menggunakan dana APBD daerah. Sedangkan untuk kerusakan kategori berat telah diajukan ke Provinsi Bali. “Kita sudah ajukan bantuan ke provinsi termasuk ke pusat. Kita belum tahu kapan bantuan itu akan turun. Pasalnya, kejadian alam itu tidak hanya di Karangasem yang terdampak gempa. Kabupaten/kota lainnya juga ikut terdampak. Masih proses. Semoga bantuannya bisa cepat turun,” harap Arimbawa. (kmb41)
Bali Post/kmb41
RUSAK BERAT - Rumah warga di Banjar Babakan, Desa Purwakerti, Abang, Karangasem mengalami kerusakan berat terkena imbas gempa di Lombok awal Agustus lalu.
Coba Bunuh Diri
SOSOK
ODGJ Akhirnya Terkapar di RSUD Amlapura (Bali Post) I Made Armada (45) terkapar di Gedung Wijaya Kesuma RSUD Karangasem. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berasal dari Banjar Cucut, Desa Ban, Kecamatan Kubu itu sebelumnya sempat mencoba bunuh diri dengan cara menusukkan pisau dapur ke perut. Malah juga sempat menggorok lehernya. Akhirnya, dia terkapar di RSUD Karangasem, setelah pihak keluarganya membawa ke rumah sakit. Dari informasi yang dihimpun Kamis (18/10) kemarin, aksi nekat pria dua anak itu dilakukan Minggu (15/10) lalu. Tanpa sebab, tiba-tiba dia mengambil pisau dapur. Sesaat berikut-
nya, dengan cepat menusukkan ke perutnya hingga berdarah-darah. Parahnya lagi setelah menusuk perutnya, pria yang kini ditinggal istrinya itu menggorok lehernya. Untung aksi neka-
tnya diketahui pihak keluarganya, sehingga nyawanya tertolong setelah mendapat perawatan dari pihak RSUD Karangasem. “Tak hanya mencoba bunuh diri, sehari sebel-
umnya, dia juga menusuk perut kakak iparnya memakai pisau dapur. Armada tengah mengidap gangguan jiwa sejak empat tahun lalu. Dia sempat diinapkan di RSJ Bangli,” ujar I Gede Tamu Sugiantara, tetangga korban. Humas RSUD Karangasem Sang Ayu Damayanti mengungkapkan, kalau korban tidak dalam kondisi menderita gangguan jiwa. Pernyataan itu disampai-
kan setelah menyimak hasil tes dokter psikiatri RSUD Karangasem, yang disebutkan kalau yang bersangkutan memang tidak gila. Percobaan bunuh diri itu bukan karena gangguan sakit jiwa, tetapi dia melakukannnya dengan sadar. “Bagaimana bisa dibilang dia gila. Sebab, semua kronologis perbuatannya bisa dituturkan dengan benar dan lancar,” ujarnya. (kmb41)
Buka Pintu Lebar-lebar KARANGASEM menempatkan sektor pariwisata sebagai penggerak pembangunan ekonomi. Berbagai upaya dilakukan untuk memperkenalkan aneka potensi pariwisata kepada dunia, melalui event kepariwisataan. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan pihaknya menggelar Festival Pesona Taman Soekasada Ujung, 16-17 Oktober. Event yang didukung penuh Kementerian Pariwisata itu resmi ditutup, Rabu (17/10) lalu. “Event seperti itu tentu mampu mendongkrak promosi dan pengembangan sektor pariwisata itu kepada dunia,” tegas Bupati Mas Sumatri. Beberapa aktivitas dilaksanakan untuk memeriahkan event itu di antaranya lomba mewarnai, workshop pemanfaatan sampah plastik, pameran fotografi, parade seni dan budaya, termasuk kegiatan pameran potensi Karangasem. Selain Festival Pesona Taman Soekasada Ujung, dengan adanya dukungan Kementerian Pariwisata membuat Dinas Pariwisata Karangasem memprogramkan empat event kepariwisataan lainnya dengan tujuan menampilkan potensi Karangasem. Antara lain, Tenganan Pegeringsingan Festival 2018, Festival Pesona Tulamben 2018, Festival Pesona Tirtagangga 2018, dan juga Festival Subak 2018. Sejauh ini, keempat event itu telah memberikan pengaruh positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kami membuka pintu lebar-lebar kepada pihak mana pun yang memiliki tujuan baik memperkenalkan potensi Kabupaten Karangasem kepada dunia. Muara yang dijadikan target adalah kesejahteraan masyarakat agar meningkat,’’ tegas Bupati Mas Sumatri. (gik)
Peringati Hari Sumpah Pemuda
Ditampilkan 18 Ribu Peserta Genjek Kolosal
Amlapura (Bali Post) Genjek merupakan kombinasi tarian dan lagu yang ketika ditampilkan menjadi hiburan yang sangat atraktif. Genjek yang jadi ikon Karangasem itu rencananya akan dibuat kolosal dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda yang akan dilaksanakan di objek wisata Taman Soekasada Ujung 28 Oktober mendatang. Peserta yang dilibatkan pada genjek kolosal itu dirancang mencapai 18 ribu. Rencana itu terungkap saat rapat rutin di wantilan kantor bupati, Kamis (18/10) kemarin. Sekda Karangasem, Gede Adnya Mulyadi, mengatakan, peserta direncanakan mencapai 18 ribu yang terdiri dari perwakilan OPD 3.450 orang. Selain itu, aparat Polres/ TNI, OKP, para siswa dan sejumlah delegasi peserta lainnya. “Perwakilan TNI/ Polri masing-masing 100 orang,” ucap Adnya Mulyadi. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), I Made Sudiarsa, mengatakan genjek kolosal diharapkan agar dipersiapkan dengan baik dan matang. Alasannya, mengacu pelaksanaan genjek kolosal beberapa
tahun lalu yang masih harus dilakukan perbaikanperbaikan. Antara lain, para pesertanya banyak yang berhamburan. Selain itu, sound system-nya juga harus lebih bagus lagi. “Kita harus berbenah dengan berkaca pada pengalaman pelaksanaan yang dulu,” ujarnya. Ketua Panitia Genjek Kolosal, Ida Dayu Ratih, menyampaikan untuk saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan, berupa latihan bersama antara genjek inti dan para peserta lainnya. Latihannya kata Dayu Ratih, dilakukan di masing-masing kecamatan. Terkait pakaian sudah disiapkan panitianya. “Nanti ada latihan bersama antara genjek inti dan genjek yang di kecamatan,” katanya. TNI yang diwakili Kapten Inf. I Wayan Suatma mengatakan, TNI saat ini masih fokus program TMMD di Kecamatan Sidemen, sehingga tidak memungkinkan mengikuti genjek kolosal itu. Personel TNI hanya 160 orang, mayoritas ikut TMMD. Namun, terkait tanggung jawab pengamanan, pihaknya mengaku siap menjaga jalannya acara itu. (kmb41)
DIRAWAT - I Made Armada (45) saat dirawat di Gedung Wijaya Kesuma RSUD Karangasem.
Bali Post/kmb41
Kejaksaan Terima Pelimpahan Kasus Dugaan Penggelapan Dana PNPM Kasus dugaan penggelapan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kecamatan Rendang, belum lama ini Polres Karangasem menyerahkan berkas-berkas kepada Kejari Amlapura. Saat ini, pihak Kejari Amlapura sedang melakukan penelitian berkas perkaranya itu. Apabila berkasnya dinyatakan sudah lengkap, P-21, maka prosesnya baru berlanjut dengan penunjukan JPU (Jaksa Penuntut Umum), sebelum diajukan ke Pengadilan Negeri Tipikor Denpasar. Bagaimanakah dan berapa besarkah kasus penggelapan dana PNPM itu? KEPALA Kejari Amlapura I Nyoman Sucitrawan, Kamis (18/10) kemarin, mengatakan penggelapan dana PNPM Mandiri itu diduga melibatkan dua tersangka perempuan. Dikatakan, pihak penyidik kepolisian sudah membuat dua berkas kasus berbeda. Proses penyelidikannya sejak awal dilakukan oleh jajaran Polres Karangasem. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan Rp 300 juta. “Laporannya diduga dibuat fiktif. Dananya dipakai, tetapi
realisasi fisiknya tidak ada. Di laporannya dibuat seolah-olah ada anggotanya,” kata Sucitrawan. Disinggung soal identitas para tersangka, Sucitrawan enggan menyebutkannya. Termasuk, di mana saja realisasi PNPM itu bermasalah, juga masih enggan secara terbuka dibeberkan. “Setelah selesai penelitian, kemudian berkasnya lengkap. Nanti kami umumkan tersangkanya sekaligus melakukan penahanan. Tetapi, ka-
lau berkasnya masih ada kekurangan, kami kembalikan lagi kepada polisinya, agar kekurangannya dilengkapi,” tegasnya. Di pihak lain, jajaran kepolisian saat dikonfirmasi perihal kasus itu juga belum berkenan memberikan penjelasan. Kasat Reskrim Polres
Karangasem AKP Losa Lusiano Araujo saat dihubungi melalui hanphone tidak memberikan tanggapan. Demikian juga pesan singkat melalui whatsApp belum dijawab. Hal senada terjadi ketika hendak konformasi kepada Kapolres Karangasem, AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji
Anom. Saat coba dihubungi, hingga berita ini ditulis, juga belum bisa memberikan tanggapan, untuk memperjelas informasi seputar penanganan kasus ini. “Berikan saya tempo mempelajari kasus itu. Saya akan coba cek terlebih dulu,” jawab Kapolres Panji Anom. (gik)
Kajari Sucitrawan dan Kapolres AKBP Agung Panji Anom
KLUNGKUNG
12
Jumat Paing, 19 Oktober 2018
Musim Kemarau
SOSOK Berdayakan Lansia WARGA lanjut usia (lansia) di Kabupaten Klungkung cukup banyak. Ada yang masih produktif maupun yang hanya bisa berdiam diri. Menghilangkan rasa penat, mereka diikutkan dalam kegiatan pemberdayaan, salah satunya tirtayatra ke sejumlah pura. “Kegiatan ini sudah berjalan. Sebagai salah satu bagian pemberdayaan lansia,” jelas Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial Klungkung Ny. Ayu Suwirta, baru-baru ini. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun. Pesertanya berasal dari desa-desa yang terpilih mengikuti lomba desa tingkat kabupaten tahun 2018. Yakni Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Desa Selisihan, Kecamatan Klungkung dan Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan. “Ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada mereka karena turut menjadi bagian dalam lomba desa,” katanya. Perempuan yang juga sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Klungkung ini menyebutkan kegiatan tersebut juga mampu memberikan suasana baru untuk para lansia. Mereka bisa berinteraksi, berbagi cerita dan pengalaman. Diharapkan hal seperti ini mendapat dukungan dari PKK dan bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kami juga mendorong PKK bisa turut memberikan perhatian,” sebutnya. Pemerintah Kabupaten Klungkung telah turut menaruh perhatian. Bagi lansia yang masih produktif, diberikan pembinaan dan pelatihan untuk menciptakan berbagai produk yang memiliki nilai jual, seperti perlengkapan upacara. Melalui itu, akan muncul kemandirian yang pada akhirnya mampu mengurangi beban keluarga, terutama yang kondisi ekonominya kurang mampu. “Untuk bantuan juga sudah diberikan saat bedah desa. Seperti sembako dan kebutuhan lain,” imbuhnya. (sos)
Hektaran Padi di Kusamba Kekeringan
Semarapura (Bali Post) Musim kemarau yang semakin parah menyebabkan hektaran padi di Subak/ Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung kekeringan. Petani pun dibuat kelimpungan dengan kondisi tersebut. Berdasarkan pantauan, Kamis (18/10) kemarin kekeringan terjadi pada padi berumur sekitar 45 hari. Beberapa petak sudah ada yang menguning dan mati. Tanahnya pun pecah-pecah. Klian Subak Ketut Tanggin mengatakan, kesulitan air sudah berlangsung sekitar tiga pekan lalu. Petani hanya bisa pasrah menghadapi kondisi itu. Niatnya untuk mendapatkan penghasilan sudah dilakukan dengan me-
nanam jagung, namun juga turut mati. “Untuk padi, satu hektar sudah mati. Untuk lahan yang lain sudah mulai mengering. Umur padi sekitar 45 hari. Masih sangat membutuhkan air,” tuturnya. Disampaikan lebih lanjut, fenomena alam itu baru pertama kali terjadi. Bertepatan pula, tak ada petani yang ikut asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang digulirkan pemerintah. “Untuk petani sudah sempat diimbau su-
paya ikut asuransi. Tetapi tidak ada yang mau karena sebelummnya tidak pernah seperti ini. Kalau padi rusak, paling sekitar dua sampai lima persen. Tidak banyak,” jelas klian yang juga bertugas di Dinas Pertanian Klungkung ini. Seorang petani, Wayan Kari mengatakan, kekeringan membuat pertumbuhan tanaman bunganya lebih lambat dan kerdil. Hal tersebut berimbas pada hasil panennya yang menurun.
“Untuk panen tidak seperti sebelumnya. Sekarang lebih sedikit karena kurang air,” terangnya. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Wayan Wiarta menjelaskan, petani sudah berupaya untuk lepas dari jeratan kekeringan dengan membagi air bersama tempek lain. Namun, akibat lahan berpasir yang membutuhkan air lebih banyak, membuatnya tak mendatangkan hasil maksimal. “Petani sudah berupaya menangani ini. Tapi kondisi tanahnya berbeda,” jelasnya. Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Gde J u a n i d a mengaku
belum menerima laporan soal itu. Namun dirinya mengimbau petani untuk selanjutnya ikut program asuransi. “Potensi gagal panen kan tidak hanya karena serangan hama. Tetapi juga karena kekeringan. Kami terus sosialisasikan asuransi ini kepada petani,” jelasnya. Dinyatakan pula, musim kemarau ini memang menyebabkan debit air menurun. “Subak juga sudah kami sarankan untuk membersihkan saluran irigasi supaya aliran air lebih lancar,” imbuhnya. (kmb45)
Pertanyakan BKK Badung
Puluhan Warga Nusa Penida Datangi Bupati Semarapura (Bali Post) Puluhan warga Kecamatan Nusa Penida mendatangi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Kamis (18/10) kemarin. Mereka yang mengenakan pakaian adat madya ini mempertanyakan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Kabupaten Badung yang tidak cair. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 1,5 jam. Bupati Suwirta saat itu didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BKPD) I Wayan Sumarta, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) I Wayan Wasta serta Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Klungkung I Nyoman Mudarta. Perwakilan warga Wayan Muka Udiana mengungkapkan usulan permohonan BKK ke Kabupaten Badung disampaikan pada 2017 dan 2018. Pada Mei 2018, turun Surat Keputusan (SK) Bupati Badung terkait penerimanya. “Kami menghadap bupati untuk mempertanyakan sekaligus memohon dana BKK dari Badung yang menurut SK sudah dikirim ke Pemkab Klungkung sebesar Rp 30 miliar dari Rp 66 miliar,” ungkapnya. Dijelaskan lebih lanjut, usulan tersebut untuk perbaikan 45 bangunan yang sebagian besar berupa pura dengan nilai Rp 19 miliar. Sejumlah warga menyatakan sudah ada yang melakukan pembongkaran. Belum cairnya bantuan tersebut membuatnya harus menelan kekecewaan. “Masyarakat sudah ada membongkar pura, wantilan, dan membuat perencanaan untuk makarya sesuai agama Hindu. Karena itu masyarakat dan tokoh-tokoh dan para manggala prajuru itu datang ke Bupati Klungkung,” jelasnya. “Dengan tidak cairnya BKK, perasaan masyarakat pasti kecewa. Pura yang diusulkan sudah dibongkar. Tapi ternyata ada sebuah aturan yang mengatur di sini yang kami tidak tahu. Apakah itu aturan mutlak atau memang dibuat oleh pemerintah Klungkung sehingga dananya tidak bisa keluar,” sambung pria berambut panjang ini. Pada pertemuan itu, dari pihak Pemkab Klungkung menjelaskan sesuai aturan bantuan dapat dicairkan jika sudah masuk Sistem Rencana Pembangunan Daerah (Sirenbangda) paling lambat 31 Juli 2018. Namun usulan yang disampaikan warga tersebut tidak tercatat karena verifikasinya setelah itu. Dihadapkan dengan hal demikian, Udiana mengaku akan kembali mempertanyakan hal ini ke Pemkab Badung. “Kami sudah menanyakan ke Badung, dikatakan dana itu cair pada tahun ini dan sudah dipastikan langsung oleh Bupati (Giri Prasta - red). Kami akan pertanyakan lagi karena ini murni kebutuhan masyarakat,” ucapnya. Ditegaskan, bantuan itu diusulkan langsung oleh masyarakat. Tidak ada yang difasilitasi anggota DPRD Klungkung. “Usulan ke Badung karena memiliki PAD yang cukup tinggi dan memiliki solidaritas dan loyalitas yang tinggi terhadap kabupaten lain. Bahkan sudah dibukakan pintu bahwa masyarakat boleh langsung memohon. Usulan yang disampaikan murni dari masyarakat. Saya selaku wakil masyarakat tidak begitu mengerti tentang permainan politik era sekarang. Politik saya hanya beli sayur ke pasar untuk bisa makan,” tegasnya. Sementara itu, terkait bangunan yang sudah dibongkar, warga dipastikan sangat sulit mencari solusi pendanaan supaya bisa melanjutkan pembangunan. Jika meminjam ke lembaga keuangan, diyakini memerlukan jaminan yang tidak kecil. “Satu-satunnya kami harus berkoordinasi dengan Bupati Badung. Kami yakin akan diberikan solusi untuk membantu masyarakat,” imbuh Udiana. Bupati Suwirta menegaskan tidak akan mencairkan bantuan jika tak ada regulasi jelas. “Usulan itu tidak masuk Sirenbangda. Bagaimana mencairkan,” katanya. Bupati asal Nusa Ceningan Kecamatan Nusa Penida ini membeberkan usulan permohonan BKK Pemkab Klungkung ke Kabupaten Badung awalnya sebesar Rp 62 miliar dan disetujui Rp 50 miliar. Dalam perjalanannya, kembali keluar SK Bupati Badung yang menyatakan besarannya Rp 66 miliar. Hanya saja jumlah tersebut peruntukannya dibagi dua. Yakni Rp 40 miliar untuk mendanai kegiatan pemkab dan sisanya untuk kegiatan masyarakat. “Usulan masyarakat ini yang tidak masuk Sirenbangda. Jadinya pencairannya tidak bisa diproses,” pungkasnya. Pada persoalan ini, pemkab tidak ada menyalahkan siapasiapa. Pemkab juga berupaya bisa memberikan bantuan kepada masyarakat. Disarankan, usulan kembali disampaikan pada APBD Perubahan 2019. “Ini pun kalau Pemkab Badung bisa mencairkannya. Jika tidak, bisa diusulkan pada tahun anggaran berikutnya,” imbuh mantan Manager Koperasi Pasar Srinadi, Klungkung ini. (kmb45)
Bali Post/sos
PERTEMUAN - Suasana pertemuan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang didampingi sejumlah pimpinan OPD bersama sejumlah warga Nusa Penida yang mempertanyakan BKK dari Kabupaten Badung yang tak cair, Kamis (18/10) kemarin.
PADI - Tanaman padi di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung kekeringan.
Bali Post/sos
Penggunaan Busana Adat dan Bahasa Bali
Bupati Suwirta Minta ASN Taati Pergub
PENGGUNAAN Busana Adat Bali sesuai Peraturan Gubernur Bali No. 79 Tahun 2018 telah diresmikan di Kabupaten Klungkung. Demikian juga dengan penggunaan Bahasa, Aksara dan Satra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali sesuai Peraturan Gubernur No. 80 Tahun 2018. Sepekan berjalan, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat apel, Kamis (18/10) kemarin, kembali meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) tak melakukan pelanggaran. “Penggunaan busana Adat Bali yang digunakan harus yang sederhana dan sopan sesuai dengan aturan berpakaian adat Bali yang benar, baik itu untuk setiap Kamis serta rahina Purnama dan Tilem,”
tegasnya. Disampaikan lagi, dalam berbusana, untuk pria wajib mengenakan baju kemeja lengan pendek berwarna putih, udeng putih dengan saput berwarna kuning. Sementara untuk wanita, mengenakan kebaya putih sederhana yang tidak transparan dengan selendang berwarna. “Itu sudah diinstruksikan. Supaya seragam,” ucapnya. Selain busana, penggunaan bahasa Bali juga wajib digunakan dalam komunikasi antarpegawai dan itu menjadi budaya. Sempat diutarakan, dalam meningkatkan pemahaman kebahasaan, Majelis Alit Desa Pakraman diminta untuk menyiapkan anggaran pembinaan. Dalam hal ini juga akan dilibatkan para Penyuluh
Bahasa Bali yang ada di setiap desa. “Selama ini penyuluh lebih banyak bergerak dalam dunia pendidikan. Tentu dengan adanya pergub, diharapkan perannya bisa semakin luas,” ungkapnya. Ditegaskan pula, penerapan peraturan ini menjadi sebuah kewajiban, bukan paksaan. Seluruh pihak harus turut mendukung, termasuk masyarakat umum. “Untuk sekarang jangan dilihat dulu kesalahannya. Tetapi yang terpenting memiliki kemauan yang kuat untuk memulai program ini. Tercatat sudah seluruh kantor instansi pemerintah di Kabupaten Klungkung sudah memasang papan nama baru yang dilengkapi dengan aksara Bali,” tegasnya. (ad764)
Wacana Libatkan PDNKK Jual Pelet TOSS
Dewan Minta Awali Penguatan Manajemen Semarapura (Bali Post) but sulit mendatangkan hasil maksimal maupun Wacana Bupati Klungkung I Nyoman Su- menjadi mandiri. wirta untuk melibatkan Perusahaan Daerah Seperti berita sebelumnya, wacana bupati itu Nusa Kertha Kosala (PDNKK) dalam jual beli muncul setelah program TOSS dikritisi Fraksi pelet produksi Tempat Olah Sampah Setempat Persatuan Nasional. Dinyatakan, sesuai yang (TOSS) memantik komentar dari kalangan leg- didengungkan Bupati, program tersebut akan islatif. Anggota Komisi III DPRD Klungkung I sangat efektif untuk mengurangi dampak penceKetut Sukma Sucita mengaku mendukung hal maran lingkungan dan bahkan mempunyai nilai itu. Hanya saja terlebih dahulu ada penguatan ekonomis tinggi sehingga mampu meningkatkan manajemen perusahaan. ekonomi masyarakat kecil. Namun fakta di “Sekarang kondisi perusahaan kan tidak lapangan, program yang bergulir sejak akhir sehat. Kalau mau memberikan peluang untuk 2017 itu dinilai belum adanya peningkatan yang menggarap potensi usaha lain, manajemen har- signifikan. “Untuk pelet, akan dibeli PT Indoneus dikuatkan dulu,” ungkapnya, Kamis (18/10) sia Power. Nanti PDNKK yang membeli dulu kemarin. Politikus Partai Nasional Demokrasi dari TOSS yang ada di desa,” jelas Suwirta. (NasDem) ini menyebutkan keterlibatan peruSejauh ini, TOSS baru berjalan di 12 desa sahaan daerah untuk menggarap potensi yang tersebar di Klungkung daratan. Beberapa sudah ada memang sangat tepat. ada yang menjual pelet ke PT Indonesia Bukan hanya pelet yang bisa dijual ke Power untuk diuji coba menjadi energi PT Indonesia Power, namun juga yang listrik. Bupati asal Nusa Ceningan, lain, seperti pariwisata maupun hal Kecamatan Nusa Penida ini menlain yang berkaitan dengan kebutuhan egaskan program bidang lingkunmasyarakat. Namun faktanya, PDNKK gan itu sudah masuk sebagai Top kondisinya masih karut-marut, menga99 Inovasi Pelayanan Publik yang lami keterpurukan. Unit usaha yang diselenggarakan Kementerian digarap, yakni berupa penjualan alat Pendayagunaan Aparatur Sipil tulis kantor dan percetakan nyaris Negara dan Reformasi Birokrasi kolaps. (Menpan-RB) 2018. “Menggarap itu saja belum maksimal. Menurutnya, itu perlu mendaJadi harus benar-benar diperhitungkan pat dukungan dari seluruh pihak, jika ingin mengarap yang baik legeslatif maupun lain. SDM di dalamnya masyarakat. “Pusat saja harus kreatif. Pangmengakui, jadi saya sa pasar kan sudah berharap dukungan jelas selama ini. Tapi dari semua pihak,” sekarang bagaimana tegasnya. Terhupayanya untuk adap PDNKK, bisa mendatangkan Bupati Suwirta pembeli,” ucapmengaku akan nya. Jika tidak melakukan raada gebrakan sesionalisasi terhrius, menggarap adap karyawansektor apapun, nya yang dinilai Bali Post/sos menurutnya pekurang gereget. I Ketut Sukma Sucita rusahaan terse(kmb45)
Bali Post/ist
APEL - Suasana apel ASN Pemkab Klungkung yang dipimpin Bupati Suwirta, Kamis (18/10) kemarin. Kembali ditekankan tentang penggunaan busana adat dan bahasa Bali.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Paing, 19 Oktober 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dcr Receptionist & Kasir Hub:0361289700/081802987999
B.BP.153.10.18.0000610
BPRSdgBerkembangMembutuhkan Tng Kasir&AO.Krm Lam ke:PT.BPR Kusuma Mandala Jl.Gatsu Barat No.98X/3 Telp:416204/Email ke: bprkusumamandala@ymail.com
B.BP.001.10.18.0000739
BVC Kerja luar Negri resmi biaya Koperasi LPD unt semua usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto pasti Berangkat line WA081375409869&087754689692
B.BP.004.10.18.0000566
Bakery di PH Tiara Dewata Bth Produksi,L/PMax35,085101979497
B.BP.001.10.18.0000654
Dcr Acc+Pjk S1Acc,Penulis/Writer D3,Tng Operasional &Transport&Airpt, hrd@melali-mice.com
B.BP.004.10.18.0000755
Dcr Admin Wnt Min SMA Max.30 Hub:081216312993 Steve
B.BP.001.10.18.0000664
Dcr Cook,Waiter,Bartender Hub .bali.corp.01@gmail.com
B.BP.001.10.18.0000756
Dcr Krywati Laundry Bs Tdr Dlm Gaji Menarik Hub.087861070289
B.BP.001.10.18.0000740
Dcr Sgr Sopir Brpngalaman Gaji UMK Hub.(0361)420590/423054
B.BP.001.10.18.0000735
Dcr Supir,Min SMA,Pglm 2Thn Dcr OB Ktr,Pglm,085829145389
Dcr karyawan laki,SIM C,rajin, jujur, Hub.081353099090
Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818
Dcr:1 HK Wnt SMK/Sdrjt u/Villa Holiday Rental di Umalas,Jujur Krj Keras,Bonus,Tips,Jamsostek Krj/Kes.LamaranHub.0818353310
Perush Mebel Bth Sales,Pria Max.26Th,Min SMA,Kndraan Sndri SIMC,Brpnglmn,LbhDutmkn.Lmrn Krm:margajayamebel@gmail.com
Dibthkan Sgr Cleaning Service, Hub:723593/723637/081246400852
Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar BurungSatriaHub:0818621818
Dcr Tk.Masak u/Vila Pribadi di Seiminyak bisa Masakan Indo & Barat. Hub.081338908041
B.BP.001.10.18.0000674
B.BP.001.10.18.0000728
B.BP.001.10.18.0000736
B.BP.001.10.18.0000632
Dicari Karyawan/ti Production Controller, Staff Produksi, Driver, Staff Office, bisa Komputer,Bahasa Inggris,Serius Kerja,Gaji Memuaskan+Tunjangan CP085100804392,082339261209, 085737010806,Alamat Gianyar
B.BP.001.10.18.0000597
Dicari Mekanik,Security,Driver OB,Hub:082236182035/0361722222 B.BP.001.10.18.0000730
Dicari Staf Admin,Gudang,Kurir Max 35th,Gj 2,5-5Jt,Bawa CV Ke Jl.Raya Uluwatu, Jimbaran Arcade 081360793789 Lisa B.BP.001.10.18.0000732
Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps,Gaji 2Jt SMS.0816571027 B.BP.004.10.18.0000753
Dicari:Housekeeping & Waitress Casablanca Sanur, 087755763368
PT.Alco Sarijaya,Dicari Staf Administrasi,Kirim CV Email: ssiawidjaja@gmail.com
DIJUAL MOBIL
RUPA-RUPA
SERVICE
RUPA-RUPA
B.BP.004.10.18.0000754
B.BP.001.10.18.0000722
B.BP.031.10.18.0000743
RUPA-RUPA
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
Telemarketing Walk Interview Experience 2yr/Basic+Komisi+ Bonus, Nusa Dua Hub: Iwan 081398760235
B.BP.004.10.18.0000746
G.04
DIJUAL MOBIL ISUZU
ELF’15Short,Silver,Ac Cool,Tkd Pancoran IVi/5B, 085100841195
B.BP.001.10.18.0000741
MINI COOPER
Jual Mini Cooper 1.6 S.Turbo 2 Pintu Th 2012 Hub.081246068999
B.BP.001.10.18.0000660
TOYOTA
Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar
G.07
DIJUAL TANAH 20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud-Bali CP+6281318685007,NoBrokerage B.BP.004.10.18.0000745
BUC 1,5Are SHM Prm Bhayangkara Jl.5mtBadungHub.081338593219 B.BP.001.10.18.0000761
Dijual Tanah 2 Are Hub.081338488286/(0361)9004288 B.BP.001.10.18.0000727
DIJUAL RUMAH
Dijual Rumah di Griya Loka Tbn DP 10% Bunga Krd 0.9% perbln Hub:082236881191/081805374433
B.BP.004.09.18.0001007
Dijual murah Rumah/Villa Terrace Pavillion No.22 Jimbaran. Ada pool besar,parkir 3 mobil. Rp.2,5 M HP.0812 88888 67 B.BP.031.10.18.0000709
PENGUMUMAN
B.BP.004.10.18.0000747
T.10A SHM dkt Jln Utama&Pantai LksTabanan 85Jt/A 085257539923
B.BP.001.10.18.0000760
Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar
DISEWAKAN RUKO Sewa/Jual 3Ruko Imam Bonjol 75 Dps,LT 4x13 LB 170 SHM, PAM, PLN, 3Lt Hub.081216538279
Djl Tnh 4.50 Are,Pesanggaran H.085100888379/08124622492
Rmh 1,33Are Turun Hrg 975Jt Panjer,3KTdr.085100937334Cepat
G.02
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Toyota Harrier Th’2000 Mesin & Body Ok,Murah, 081337866811
B.BP.001.10.18.0000758
G.01
Shankara Kuta lowongan Waiter,Barista Kuta Square Blok D33 Hub: 0818621818
B.BP.001.10.18.0000659
Shankara Sanur lowongan Waiter,Barista Jl.Danau Toba 7 Sanur Hub: 0818621818
G.06
B.BP.031.10.18.0000742
G.03
Sopir Galon Sim A Kuta + Admin Kuli Serabutan H.082144877778
Informasi pasang iklan Telepon
B.BP.004.10.18.0000759
B.BP.167.10.18.0000749
Tnh SHM 400M2(Bonus Rmh Mungil 2Lantai) di Jl.Ciung Wenara V/5 Renon (Selatan Bajrasandi), Lingk Elit/Nyaman,087839410497 B.BP.033.10.18.0000738
DISEWAKAN TANAH Disewakan Tnh Jl.Danau Tempe Utama No.22 Sanur,Luas 35 are Hub:081339513829/08123604193 B.BP.001.10.18.0000724
DICARI TANAH Dcr Tanah Memojok Lok Dps Tbn,Gianyar 0811388438
B.BP.001.10.18.0000757
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.10.18.0000559
KEHILANGAN Hilang SHM No.00634 Luas 900M2 An.Ni Ketut Rinun Wartini,SH B.BP.001.10.18.0000734
Hlg 2 sertifikat Tnh A.n Ir. Harry Wiradjaja,HGB 00076-Dauh Puri, Luas 1.050m2. A.n DRG. Benny Minthara,HGB 00071-Dauh Puri, Luas 1.143m2 B.BP.001.10.18.0000723
HlgBPKBNo.L09863511-ODK3465 OR A.n Ni Wayan Wartini,Bdung B.BP.001.10.18.0000733
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
Rumah Mungil LT400M2,LB180M2 di Jl.Ciung Wenara V/5 Renon (Selatan Bajrasandi), Lingkungan Elit/Nyaman,Hub:087839410497
BU Cepat Sewa/Jual Cash/KPR Ruko2Lt SHM 103m2 Tepi Jl CokroaminotoH.085100141368NegoCpt
Bantu Murah Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
G.05
B.BP.033.10.18.0000737
B.BP.033.10.18.0000750
B.BP.001.10.18.0000121
DIJUAL RUKO
BIRO JASA
BANGLI
14
Jumat Paing, 19 Oktober 2018
Bawaslu Temukan Sejumlah Warga Belum Masuk DPT
PENATAAN - Proyek penataan Penelokan, Kintamani.
Bali Post/ina
Progres Proyek Penataan Penelokan 25 Persen Bangli (Bali Post) – Proyek penataan objek wisata Penelokan, Kintamani sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu. Hingga pertengahan Oktober ini, realisasi proyek tersebut telah mencapai 25 persen atau melampaui target yang 20 persen. Komisi III DPRD Bangli berharap rekanan konsisten melaksanakan pekerjaan agar sesuai time schedule sehingga proyek yang menelan anggaran belasan miliar rupiah itu bisa selesai tepat waktu.
Ketua Komisi III DPRD Bangli Ketut Suastika, Kamis (18/10) kemarin, mengatakan pihaknya beberapa hari lalu sudah sempat turun ke lokasi untuk meninjau langsung proyek tersebut. Sejauh ini, proyek itu masih dalam tahap pembuatan struktur bangunan, pemasangan tiang dan beton. Dari sisi progres, pihaknya cukup mengapresiasi, lantaran realisasinya melampaui target yang dibuat dalam time schedule. Demikian juga dari sisi kualitas,
pengerjaannya dinilai sudah sesuai dengan bestek. Meski demikian, Suastika menyatakan, Komisi III tetap meminta rekanan bekerja dengan baik dan konsisten mengacu time schedule. ‘’Agar proyek selesai tepat waktu. Kami juga minta agar kualitas tetap diperhatikan dan disesuaikan dengan aspek. Pengawas kami harapkan agar rutin hadir di sana mengawasi jalannya proyek. Jangan sampai setelah proyek selesai baru ditemukan persoalan pada kualitasnya,’’
Bangli (Bali Post) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangli menemukan sejumlah pemilih di Bangli yang belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Hal ini ditemukan Bawaslu Bangli saat menggelar acara Gerakan Menjaga Hak Pilih di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Bangli, Kamis (18/10) kemarin. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh warga negara Indonesia khususnya di Kabupaten Bangli yang sudah mempunyai hak pilih terdaftar dan masuk DPT. Untuk melaksanakan kegiatan itu, Bawaslu Bangli bersama Bawaslu Provinsi Bali menggandeng Polres Bangli dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bangli. Tempat keramaian yang menjadi sasaran kegiatan kemarin, yakni Pasar Kidul Bangli dan Pasar Kayuambua di Susut. Satu per satu warga yang telah mempunyai hak pilih dicek untuk memastikan yang bersangkutan sudah terdaftar dalam DPT. Caranya, dengan menginput NIK KTP dan nama
warga pada aplikasi online KPU. Dari kegiatan itu, Bawaslu menemukan adanya sejumlah warga yang telah memiliki KTP namun belum terdaftar dalam DPT. Padahal sebelumnya mereka sudah pernah menggunakan hak pilihnya. Ketua Bawaslu Bangli Nengah Purna mengatakan, terhadap temuan tersebut, pihaknya akan langsung merekomendasikan KPU untuk segera ditindaklanjuti. Ditegaskannya, satu suara sangat menentukan nasib bangsa dalam lima tahun ke depan. Apalagi pada Pemilu April 2019 mendatang, Indonesia akan melaksanakan pemilu serentak yang terdiri dari Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. ‘’Untuk itulah kami turun langsung untuk memastikan agar DPT di Bangli benar-benar valid dan bisa dipertanggungjawabkan,’’ ujarnya. Untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas di Kabupaten Bangli, ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik sesuai dengan hati
nurani. Selain itu, ia meminta masyarakat menghindari politik uang. Karena jika terjadi dan ditemukan oleh Bawaslu maupun kepolisian, maka baik yang menerima maupun yang memberi akan diproses secara hukum. ‘’Hari ini (kemarin - red) kita turun ke lapangan, selain untuk memastikan masyarakat yang sudah memiliki hak pilih bisa menggunakan haknya pada Pemilu April 2019 mendatang, kita juga menyampaikan imbauan agar masyarakat bisa menghidari politik uang. Mudah-mudahan masyarakat semakin cerdas dan memahami bahwa politik uang sangat dilarang,’’ kata Purna. Anggota Bawaslu Provinsi Bali I Ketut Rudia menambahkan, Bawaslu Jaga Hak Pilih merupakan gerakan yang diinisiasi Bawaslu RI dalam rangka memastikan warga negara yang memenuhi syarat sebagai pemilih dalam Pemilu 2019, benar-benar masuk DPT. Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sebagai pengawas guna memastikan hak pilih warga negara tidak hilang dalam Pemilu mendatang. (kmb40)
tegas Suastika. Hal serupa dikatakan Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata. Dia yang sempat turun langsung bersama Komisi III ke lokasi menilai, proyek sudah berjalan dengan baik tanpa adanya kendala berarti. Sebagaimana diketahui, untuk menata objek wisata andalan tersebut, Pemkab Bangli mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12 miliar lebih. Ditargetkan proyek tersebut rampung akhir tahun 2018. (kmb40)
Kemarau, Harga Komoditi Badan Pengelola Batur Ditargetkan Pertanian Meningkat Bekerja Awal November
Bali Post/ina
BAWASLU - Gerakan Menjaga Hak Pilih yang dilaksanakan Bawaslu Bangli di Pasar Kidul, Kamis (18/10) kemarin.
Bangli (Bali Post) Musim kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami kesulitan air bersih. Namun di sisi lain, kemarau ternyata berdampak positif bagi petani, yaitu kenaikan harga komoditi pertanian. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli I Wayan Sukartana, Kamis (18/10) kemarin. Dikatakan Sukartana, di tengah musim kemarau saat ini harga sejumlah komoditi pertanian khususnya jenis tanaman holtikultura harganya cukup bagus dan cenderung naik. Contohnya, bawang merah yang sebelumnya dijual Rp 12 ribu, sejak sepekan terakhir naik
menjadi Rp 16 ribu. Demikian juga dengan kol atau kubis, kini naik menjadi Rp 7 ribu dari sebelumnya Rp 5 ribu. Sayur hijau juga mengalami kenaikan menjadi Rp 10 ribu. Tak hanya itu, buncis yang sebelumnya hanya laku dijual Rp 5 ribu,
kini Rp 7 ribu. Sementara untuk cabai merah besar, harganya tergolong stabil, berkisar antara Rp 23 ribu. Demikian juga cabai rawit hijau saat ini laku dijual Rp 15 ribu. Menurut Sukartana, naiknya harga beberapa komoditi pertanian itu ke-
mungkinan terjadi karena pengaruh kemarau. Lantaran kemarau, beberapa daerah yang selama ini juga memproduksi komoditas jenis yang sama, mengalami kendala kesulitan produksi. Terkait hal itu, pihaknya pun mengimbau kepada para petani di Bangli untuk lebih intensif melakukan perawatan tanaman terutama dalam hal penyiraman. Dengan perawatan yang baik, maka hasil produksi dapat tetap berkualitas. (kmb40)
Kodim Rehab Rumah Dua Veteran
Bangli (Bali Post) Kodim 1625/Bangli merampungkan perbaikan rumah tidak layak huni milik dua veteran, yakni di Desa Abang Batudinding Kecamatan Kintamani yang dihuni janda veteran Ni Jero Sunara dan rumah veteran I Komang Cau di Desa Bangbang Kecamatan Tembuku. Serah terima digelar, Kamis (18/10) kemarin. Kegiatan tersebut sebagai rangkaian peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Rehab rumah veteran terselenggara atas kerja
sama Kodim dengan Pemkab Bangli dan Bank BRI Cabang Bangli. Proses perbaikan oleh anggota TNI dan masyarakat berlangsung selama 21 hari, yaitu 25 Juli hingga 16 Agustus. Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto, M.Sc. mengungkapkan serah terima rehab rumah baru bisa dilaksanakan kemarin. Hal ini lantaran agenda kegiatan Kodim cukup padat khususnya terkait pengamanan pertemuan tahunan IMF-WB. Dandim pun menyampaikan terima kasih kepada
semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dia berharap, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, BUMN dan komponen masyarakat lainnya tetap terjaga dalam kaitannya membangun daerah. ‘’Ini merupakan upaya bersama komponen bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dengan tinggal di rumah yang sehat dan layak huni,’’ ujarnya. Dia pun menegaskan, TNI akan terus berupaya membantu pemerintah da-
lam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dengan memperbaiki tempat tinggal mereka. Bahkan, TNI akan menjadikan kegiatan semacam ini rutin dilaksanakan setiap tahun. ‘’Target kami, tidak akan ada lagi veteran di wilayah Bangli yang tinggal di rumah tidak layak huni atau tidak sehat. Semoga rumah yang sudah diperbaiki ini dapat memberikan bermanfaat bagi keluarga veteran serta dapat selalu dirawat dengan baik,’’ katanya. (kmb40)
Bali Post/ina
SERAH TERIMA - Kodim Bangli melakukan serah terima rehab rumah milik dua veteran, Kamis (18/10) kemarin.
Bangli (Bali Post) Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark hingga saat ini belum juga terbentuk. Padahal sebelumnya Bupati Bangli I Made Gianyar sempat menargetkan badan pengelola tersebut sudah terbentuk dan mulai bekerja pada 1 September 2018. Dikonfirmasi terkait hal ini, Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, proses pembentukan lembaga tersebut tinggal sedikit lagi. Pihaknya saat ini tinggal mengeluarkan surat keputusan (SK) penetapan badan pengelola. Ditargetkan, badan pengelola pariwisata yang dibentuk untuk mengelola pariwisata di Kintamani secara profesional, bisa ditetapkan dan mulai bisa bekerja 1 November mendatang. Made Gianyar yang diwawancarai Rabu (17/10) lalu, juga mengatakan sebelum
mengeluarkan SK penetapan, pihaknya berencana melakukan rapat finalisasi bersama tim transisi untuk memantapkan hal tersebut. Ia mengakui, realisasi penetapan badan pengelola mundur dari target sebelumnya. Alasannya, terdapat kendala teknis terkait perubahan perbup. ‘’Kita sudah punya perbup, dengan masuknya tim transisi, ada keinginan perbup disempurnakan dengan berorientasi kepada Perseroda. Tapi rupanya setelah dikoordinasikan dengan Bagian Hukum, kayaknya belum bisa dilakukan perubahan perbup. Sehingga sekarang perbup yang lama dijalankan dulu, sambil badan pengelola yang diisi ini membuat rancangan perda Perseroda. ini yang menyebabkan lambat dari target 1 September,’’ terangnya. Lanjut dikatakan Made Gianyar, jika badan pengelola pariwisata ini sudah terbentuk,
kemungkinan akan berkantor di bangunan milik Yayasan Bintang Danu yang di sebelah utara Pasar Seni Geopark. Untuk itu pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi dengan yayasan terkait. ‘’Karena toh juga orang-orang di Yayasan itu nantinya akan masuk menjadi pegawai badan pengelola,’’ ujarnya. Jika tidak memungkinkan, badan pengelola pariwisata dirancang berkantor sementara di Pasar Seni atau kantor Camat Kintamani yang lama. ‘’Intinya, badan pengelola ini bisa hadir untuk wisatawan. Jika ada sampah di tempat wisata, maka bidang kebersihan yang langsung menangani. Demikian juga kalau ada gangguan, maka bidang ketertiban yang menangani. Mereka harus berkoordinasi dengan Satpol PP, polisi maupun Dinas Perhubungan,’’ kata Made Gianyar. (kmb40)
15
Jumat Paing, 1918 Oktober 2018 Kamis Umanis, Oktober 2018
Presiden Pastikan Kemudahan Pencairan Dana Bantuan Gempa
Soal Potensi Likuifaksi
Kadis PUPR Badung: Itu Kehendak Tuhan
PTAgung Paradise Indah & International Anak AyuBali Putri Rp 500.000 Depelovers, Inc. $ 2.500 Wacika Rp 400.000 SD Negeri 12 Padangsambian Rp 2.456.000 UDWarung WS Pangyangan 200.000 Bu Kadek Wati Rp 1.000.000 Hotel Ganitri Oka (Made Ganitri), Karangasem Rp Jumlah penerimaan hari ini Rp 500.000 1.100.000 Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 411.738.748 Jumlah penerimaan hari ini Rp 3.956.000 Jumlah penerimaan seluruhnya 412.838.748 $Rp 2.500 Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 412.838.748 Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 416.797.248 $ 2.500 Arsitektur Tradisional ‘’Menurut saya, hubungan di masing-masing struktur bangunan tradisi itu sanDari sana sebetulnya bisa gat dinamis, tidak statis. ditelusuri apa yang men- Sedangkan konstruksi bandasari pendapat para ahli gunan modern itu statis, sehingga kalau salah meletaktersebut. Terkait dengan bangun kan posisi struktur, kalau di atas lahan yang berpo- tidak retak ya… kolaps atau t e n s i b e n c a n a t e r m a s u k roboh,’’ jelasnya. Kendati demikian, lanjut terdampak likuifaksi, ia mengatakan arsitektur tra- Rumawan, tidak bisa juga disional Bali sudah pernah langsung dikatakan bahwa mengalami berbagai kondisi bangunan modern memiliki gempa. Dan yang membuat daya tahan yang buruk terhtakjub, sebagian besar ban- adap gempa. Sepanjang pengunan berarsitektur Bali getahuannya di lapangan tetap berdiri kokoh alias sebagai seorang praktisi, selamat. Dalam tanda pe- beban ataupun ketahanan bangunan pada gempa tik, arsitektur -tradisional SUMBANGAN Staf Guru dan Siswa SDskala Negeri 12 sebetulnya untuk sudah Bali boleh dikatakan sudah tertentu Padangsambian menyerahkan titipan sumbangan dihitung. teruji oleh waktu. ‘’Saya kan sebesar gempa dan tsunami Palu Rp Teknologi 2.456.000, terbaru Kamis boleh dibilang menjadi saksi di Jepang, fondasi bangunan (18/10) kemarin. hidup. Katakan ketika di dibuat elastis mengikuti Seririt mengalami gempa, gerak agar pada saat gempa hampir sebagian besar ban- tidak roboh. Tetapi teknologi gunan Bali itu selamat,’’ itu pun diyakini hanya berMoratorium investasi tahan pada skala gempa terujarnya, Rabu (17/10) Dari Hal. 1 ke- dijaga. di kawasan huluada jugatsunami. penting tentu dan tidak marin. Selain masyara‘’Bali harus ‘’Apalagi adaitu, likuifaksi, Rumaw a n msadar e n a m bdan a h - dilakukan. diedukasi agar bergerak cepat menyelamatbisaharus hanyut seperti dihemat Palu. kan, hal serupa terjadi pula kat mengingat krisis kan aliran sungainya. Orang Bali ituancaman sudah sangat di Yogyakarta saat Jangan gempa air, tawar mulai mengancam biarkan ratusan Bali air hebat melakukan filosofi dahsyat padasungai 2006 dilalu. jugaKarana, menjadi indikator menjadi Tri Ini Hita bersaG e m p asungai Y o g ytemporer, a k a r t a jyang u g a Bali. kelola ruang di airnya tergantung pada air buruknya habat dantata harmoni dengan menyisakan gedung-gedung Gerakan selamatkan hujan,’’ alam. Tapi kalau alam Bali sutradisisarannya. seperti bangunan Bali. menjadi komitmen Untuk itu,Jawa ia mengusulkan dah marah, kita tidak bisa tradisional dan pen- haruslah bersama. (dir)lagi,’’ imagar hulu segera kita ngapa-ngapain dopo. kawasan Sementara bangunan dengan struktur beton atau buh akademisi Universitas rangka baja malah roboh. Udayana ini. (rin)
Aliran Sungai
Masuk Prioritas
Dari Hal. 1 Khusus Danau Batur, kata Kartini, sebenarnya sejak tahun 2009 sudah termasuk Per September 2018 saat agenda nasional. Danau Baprogram hadiahsalah langsung tur merupakan satu tabungan siMantap tentudari 15 danau di Indonesia kan hadiahmu dijalankan, yang harus diselamatkan. Bank Mantap menghimpun Bahkan masuk prioritas. DPK senilai Rp 13,73 triliun. Kenyataannya, hingga kini Dengan Danau komposisi deposito kondisi Batur justru Rp 10,88 triliun yang tercatat makin mengkhawatirkan. Di tumbuhBatur 51,66kini persen secara Danau terakumuyear berbagai on year (yoy) dan tabunlasi kepentingan, gan senilai Rp 2,58 triliun yang naik 71,22 persen secara yoy. Secara khusus, pihaknya berterima kasih kepada se1 jumlahDari LPD diHal. Bali termasuk LPD Jero Kuta yang sudah ‘’Pengguna terbesar air itu mempercayakan tabunganadalah pertanian, sawah. Jadi, nya di Bank hampir semuaMantap. sungai bertum‘’Bank Mantap ini juga puk-tumpuk dibendung (untuk) bermula dari Bali (dulu irigasi. Sisa-sisanya di Bank hilir Sinarkita Harapan Bali -untuk red), baru pergunakan berkembang dari Bali awalair minum,’’ jelasnya. nya sehingga kita harus Sementara itu,juga menurut mempunyai keterikatan denJayada, empat danau yang gan yakni lokal.Danau Caranya adalah ada Batur, BuykitaBeratan, juga melakukan kerja an, dan Tamblingan sama dengan LPD. Tidak berkontribusi besar untuk kemenutup kemungkinan berlangsungan 1.300-anuntuk mata lebih lanjut lagi ke di depanair yang terdeteksi Bali. nya seperti apa, apakah kita Mata air inilah yang mengalir melakukan pelatihan kepada menjadi sungai. Itu artinya, daLPD,memegang bisa saja,’’peranan jelasnya. nau pentHead IVpulau Bank ingDistribution dalam siklus air di Mandirisehingga Taspen Iharus Dewadijaga Gede dewata Suardana kepeagar janganmengatakan, sampai kering. milikan oleh ‘’DanauBank harusMantap dilestarikan, dua BUMN besar menjadi kemudian secara umum tutumodal untuk meyakinkan LPD. Selain menawarkan produk seperti tabungan siMantap. Mengingat, LPD Dari Hal. 1 menpasti memiliki dana Hanya, dalam wawancara kemarin, pihaknya tidak bisa menyebutkan berapa baku mutu lima parameter tersebut termasuk hasil pengukuran sampel air Danau Batur. ‘’Datanya masih dibawa staf saya. Secara umum hasil pengujian terakhir, air Danau Batur mengalami pencemaran dengan kategori pencemaran ringan,’’ terangnya. Menurut Ida Bagus Sobya, pencemaran air Danau Batur disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya karena keberadaan aktivitas KJA, aktivitas boat di dermaga, dan aktivitas pertanian di sekitar Danau Batur yang banyak menggunakan zat kimia. Meski tingkat pencemaran dinyatakan tergolong ringan, Sobya menyatakan air Danau Batur tetap tidak layak untuk dikonsumsi. Sekalipun air danau diproses dengan cara perebusan. Dengan kualitasnya saat ini air Danau Batur hanya layak dimanfaatkan untuk aktivitas pertanian dan peter-
baik itu pariwisata, bisnis, Tentukan Hadiahmu ekonomis dan pertanian. Pengendap atas berupa modal gelolaan ruang danaudinini gin yang bisa diawasi didepositokan yang mestinya secara selama tiga tahun. Seperti ketat, mengingat danau mendilakukan Jero Kuta jadi sumberLPD kehidupan dan yang mendepositokan modal suplai air ke berbagai wilayah dingin 2,6 miliar di Bali.Rp ‘’Tiga danauselama yakni tiga tahun, Danau Batur,sehingga Beratan bisa dan memilih hadiah potensi sendiri madan Buyan memiliki juga mendapatkan rate. salah yang relatif kompleks, ‘’Ini yang baik dari sisi membedakan, ekonomi, pelekita sangat fleksibeltempat untuk starian lingkungan, dari dan sisi pertanian. funding mau nomisuci Sedimen nal berapa, tenor dia juga terjadi di tigaberapa, danau ini,’’ dapat apa,’’ imbuhnya. Kepala LPD Jero Kuta Ni Wayan Ersi mengucapkan terima kasih kepada pan hutan harus kita jaga terBank Mantap yang telah us. Alih fungsi lahan harus kita memberikan pelayanan prihindari, kemudian adaSebelum satu lagi oritas dengan baik. yang penting yakni menambah mendapatkan hadiah mobil, danau baru dengan membuat LPD yang memiliki aset bendungan,’’ paparnya. Rp 58 miliar ini juga suBicara pencemaran sungai, dah pernah menerima tiga lanjut Jayada, secaraSeluruh umum unit sepeda motor. sungai-sungai perkotaan hadiah itu kinididipergunakyang terganggu denganLPD itu. an untuk operasional Sebagai contoh, Tukad Badung, yang mulai mempercayakan Tukad Ayung dan Tukad Mati, tabungan pada Bank Mantap yang mengalir di Kota Denpasar. Padahal debit airnya terbilang cukup, namun kualitas air sudah berkurang akibat sampah dan limbah rumah tangga. Pencemaran yang sama juga terjadi di Tukad Buleleng di tengah kota Singaraja. ‘’Kalau sungai-sungai lain seperti Tukad Unda itu bagus kualitasnya, belum tercemar. Yang di Tabanan, Negara, Bule-
Mata Air
Baku Mutu
nakan. ‘’Selama ini masyarakat di sekitar danau tidak ada yang memanfaatkan air Danau Batur untuk dikonsumsi secara langsung. Melainkan melalui sumur-sumur dangkal yang dibuat di dekat danau. Dengan sumur itu tentu air Danau Batur sudah melalui proses penyaringan di tanah,’’ jelasnya. Untuk mengatasi pencemaran yang terjadi, termasuk masalah lainnya yang mendera Danau Batur, Sobya mengatakan, Pemkab Bangli sejauh ini sudah mulai melakukan upaya penyelamatan dengan membentuk kelompok kerja (pokja) pengelolaan Danau Batur. Pokja sudah menyusun dan mengajukan rencana kerja (masterplan) penanganan masalah Danau Batur ke pemerintah pusat. Sesuai rencana kerja yang dibuat, ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan Danau Batur. Khusus untuk mengatasi pencemaran, akan dilakukan penataan ruang kawasan danau, pengendalian jumlah KJA melalui teknologi biofolk,
Jakarta (Bali Post) dahkan masyarakat dalam Presiden Joko Widodo pencairan,’’ jelas Jokowi. melakukan kunjungan kerja Pemerintah menyerahkan ke Sumbawa Barat untuk me- 2.081 bantuan bagi masyarakat mastikan kemudahan proses dalam bentuk buku tabungan pemindahbukuan dana ban- untuk kembali membangun tuan bagi masyarakat terdam- rumahnya. Kendati belum selupak gempa bumi di daerah itu. ruh warga dapat bantuan terse‘’Tadi saya sudah cek apa benar but, namun pemerintah terus Denpasar (Bali Post) hasil-hasil penelitian mengesarana akomodasi penunjang gampang agar bantuan diterima naisudah likuifaksi di Balidicairkan? menemu- berupaya pariwisata. Hasil penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi (LIPI) terkait likuifaksi cukup ini ikutipeneliti tadi dipada sanaPusat saya masyarakat dengan cepat. kan hasil Hasil penelitian Eko Wimencengangkan. Sebab, fenomena yang terjadi ketika tanah yang jenuh atau Saya Ada yang nulis-nulisLIPI ke- bowo ‘’Yang rusak ini tidakbahwa hanya Penelitian Geoteknologi menunjukkan agak jenuh kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya tegangan atau lihat. masuk yang ke mobil BRI di rumah. 830 sekolah yang Eko Wibowo meneliti daerahAda Serangan-Tuban disebut likuifaksi berpotensi terjadi di wilayah Kuta Selatan, seperti Kedonga- mudian dalam, cair 334 rumah ibapotensilangsung lukuifkasi diuangnya,’’ kawasan ambruk. memilikiAda lapisan lempung nan dan Tanjung Benoa. kata yanglunak juga ambruk. Bali Presiden Selatan. di halaman Kan- dah sangat hingga Rumah lunak, Bupatijurnal Sumbawa Barat, dantinggi puskesmas ada 61. Menyikapi hasil kajian dapat dilakukan kalau ada tika terjadi kerusakan infra- torDalam RISET ter- sakit plastitas dan kuat geser Taliwang, adaHal 12. Jadi banyak yang tersebut, Kadis Pekerjaan gempa adalah mengaktifkan struktur. ‘’Pada saat terjadi Kecamatan bitan Juni 2016 artikelKamis pene- Pasar rendah. ini mengakibatkemarin. Presiden juga harus kita di kerjakan,’’ ungkap Umum dan Perumahan Raky- early warning system (EWS). bencana harus hidup (EWS (18/10) litian Eko Wibowo tersebut kan tanah daerah tersebut buku tabungan at (PUPR) Badung I.B. Surya Jadi ketika terjadi gempa ma- – red), sehingga masyarakat menyerahkan menyimpulkan tentang ba- Presiden. rentan mengalami amblesan. pembangunan rumah Turut hadir mendampingi Suamba mengatakan tidak syarakat bisa dengan cepat bisa lari. Kalau sudah ada stimulan haya amblesan, likuifaksi di Sedangkan daerah Kedongadan Ibu Negara Iriana ada yang dapat memprediksi menyelamatkan diri, karena bencana ada rumah roboh korban bagiangempa. selatan Pulai Bali. Presiden nan-Tanjung Benoa-Serangan Kepala Negara menjelaskan Widodo dalamlanau-pasir kunjungan kehendak alam. Bahkan, tidak ada teknologi yang bisa atau jalan rekah kita perbai- Kawasan yang diteliti adalah Joko memiliki lapisan penerima bantuan tetap itu adalah Menteri Sekretaris negara maju sekalipun tidak memprediksi hal itu,’’ ungkap ki, karena belum ada kajian bahwa Serangan-TubanTanjung sangat lepas-lepas. Dengan Menteri ini, PU dapat memprediksi kehendak I.B. Surya Suamba, Rabu atau yang menyampaikan harus B e n o amengikuti , B a l i . D isejumlah p i l i h n y a Negara kondisiPratikno, geologi seperti sebagai per- dan Perumahan Rakyat Basuki Pencipta. ‘’Jepang saja yang (17/10) kemarin. wilayah karena tersebut sebagai adanya penelitian seperti itu,’’ prosedur wilayah tersebut memiliki tanggungjawaban menyangkut Menteri Sosial teknologinya tinggi tidak bisa, Menurutnya, pemerin- terangnya. penelitian mengingat adanya Hadimuljono, kerentanan terhadap likuinegara. Namun dalam Gumiwang Kartasaskarena itu kehendak alam, tah hanya dapat melakukan pengembangan kawasan yang Agus Seperti diberitakan, pen- uang faksi yang dipicu oleh gempa di lapangan, masyara- mita, Jenderal Polisi kehendak Tuhan. Jadi yang pemulihan pascabencana ke- elusuran Bali Post terhadap praktik cukup masif untuk kebutuhan bumi. Kapolri (kmb27) kat ternyata mengalami kesu- Tito Karnavian, Panglima TNI litan untuk mencairkan dana Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Tangguh Bencana akibat 17 prosedur Kepala BNPB Willem RamWARUNG GLOBALbantuan yang harus dilalui oleh pe- pangilei, Gubernur NTB ZulkSedangkan untuk Badung nerima bantuan. ‘’Sebab itu ieflimansyah, Bupati Sumbawa Selatan, antisipasi terkait Bali Post/ant minggu lalu kita rapat lagi, Barat Musyafirin, dan Wakil angin kencang dan ombak TINJAU - Presiden Widodo bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau kita putuskan menjadi hanya Bupati Sumbawa Barat Fud Sementara itu, Joko Plt. Ketinggi. pembangunan gempa di Lombok Timur, pala Pelaksanarumah BPBD korban KaTerkait penelitian yangNTB, Kamis (18/10) kemarin. 1 prosedur, sehingga memu- Syaifuddin. (ant) bupaten Badung I Wayan menyebutkan kawasan BaWirya, S.E., M.Si. menye- dung Selatan rawan likuibutkan, sebagai langkah faksi, pihaknya belum bek e s i a p s i a g a a n t e r h a d a p rani memastikan hal tersebencana, pihaknya terus but. Yang jelas pihaknya PenGeLOLaan parkir di kawasan wisata Ubud, Gianyar tak kunjung tuntas. mengefektifkan sosialisasi akan tetap mengefektifkan Selain memang keterbatasan kantong parkir, pelanggaran juga masih terjadi. kegiatan desa tangguh ben- untuk kesiapsiagaan sesuai Penindakan pelanggaran parkir secara tegas disarankan dilakukan. Selain itu cana (Destana). Kegiatan dengan potensi bencana layanan antar-jemput dari sentral parkir perlu dimaksimalkan. Demikian termaupun luar negeri di PMK 35/2018 memperluas biJakarta (Baliuntuk Post)memini bertujuan yang ada di masing-masing ungkap pada acara Warungdalam Global yang disiarkan Radio Global FM, Rabu dang cakupan96,5 usaha penerima Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pihaknya terus mengu- pasar keuangan. berikan pembinaan kepada wilayah. Untuk dimengatakan Badung (17/10) kemarin. Pemerintah juga mem- insentif serta menurunkan payakan untuk memperkuat insentifpihaknya perpajakan guna memperkuat pendalaman masyarakat, supaya mas- Selatan, mengankemungkinan untuk nilai minimal investasi. ‘’Telah pasar keuangan mendorong minat penanaman investasi masuk ke di Indonesia. ing-masing desa ituserta tangguh Febri Denpasar ‘’Kita men- buka pariwisata di Ubud, padahal Untuk mengatasi kemacetan tisipasi dengan merevisi PMKterus 35/ terjadi simplifikasi menerapkan instrumen perpajakan industri keuangan menghadapi bencana. gatakan agak sulit menga- kembali kunjungan wisatawan di sana proses yakni dengan parkir mangrove. dalam negeri kepada tentang yangyang luar sudah biasa, ditiTidak hanyaagar melakukan dan investasi tidak hanya menciptakan of playing field tapi tasi kemacetan di juga Ubud penyang PMK.010/2018 meningkat. Banyak hal pemteru- prosedur pada tempat Tidak hanya itu,level terkait fasilitas pengurangan ada pertimbangan seperti langkah antisipatif, pihak daerah tujuan berian tama sarana jalan dan parkir dak tentukan, menambah volume dalaman pasar untuk menaruh dana ke sini,’’ katanya,merupakan Kamis (18/10) kemarin. kesiapsiagaan, pihaknya penghasilan asalkan sudah BPBD juga mempersiapkan juga memberikan sosial- wisata tersebut. Tak hanya pajak di kawasan wisatabadan Ubudatau ha- dulu. jalanSekarang dan kesadaran tertib guna mengundang mempunyai kode baku terkait lapanSri Mulyani lain insentif Insentif perpajakan lain tax langkah saat mengatakan, terjadi ben- antara sentral parkir rusholiday segera dibenahi. berlalu lintas. Petugas isasi melalui sekolahuntuk aman penyediaan darimenamsektor gan dunia usaha bisa instrumen perpajakan ini mendorong pembiayaan in- terkait instrumen derivatif, cana. Seperti penyiapan di beberapa titik. Untuk me- investasi Sugi dimasuk Mambal agarusaha, melakukan tindakan bencana (SAB). Pihaknya unggulan. Salah satu usulan mendapatkan kepastian menbisa menciptakan keadilan berbasis ekuitas serta yaitu pemberian bunga untuk dalam hal kedaruratan dan vestasi melakukan pemetaan mana nyokong program larangan bahkan, di kawasan Ubud tegas terhadap yang parkir tersebut adalah genai insentif ini,’’ ujarnya. dan ketahanan agar penghapusan pajak untuk sebesarjalan lima perslogistik serta ekonomi penanganan parkir di badan juga revisi seringPMK terjadi kemacetan sembarangan. sekolah yang kategori rawan reksadana minimal Ia juga mengakui kemunginvestasi maupun risiko yang PPh Pasalbencana. 22 atau PPnBM atau sama seperti pascabencana seperti rekonperlu disiapkan armada dana yang menurunkan karena parkir nilai sembarangan, Artana di Gianyar meterkena Seperti en investasi di bawah batas saat kinan adanya revisi peraturan ditimbulkan bisa memenuhi di sektor properti yang dapat investasi real estate (DIRE), struksi dan rehabilitasi. di daerah Tanjung Benoa, kecil untuk mengangkut wisa- apalagi jika bus-bus besar ma- nyampaikan, untuk menumRp 500 miliar. holiday untuk mendorong minat yang ingin multiplier effect dana infrastruktur Untuk investor kesiapsiagaan dan memberikan tawaninvestasi ke tempat tujuan mer- ini suksebesar ke wilayah Ubud sehing- tax buhkan kesadaran berlalu Jimbaran, Kedonganan-, Kepala Badan Kebijakan kegiatan investasi, meski peberinvestasi tidak hanya di berupa penciptaan lapangan (dinfra) dan reksa dana pepenanggulangan bencana, eka karena jalan di kawasan ga semakin menambah parah lintas dan tidak melakukan Kuta, Legian dan Seminyak. Kementerian Keuanperaturan ini harus pasar finansial ‘’Insentif lainnya yang nyertaan terbatas (RDPT). wilayah Badungnamun Utara juga dan kerja. Ubud rata-rata sempit. Petu- Fiskal kemacetan karena jalan kecil rubahan pelanggaran parkir tidak mu‘’Seperti di Badung Selatan Nazara menamterlebih dahulu investasi di bidangmemang lainnya. termasuk dalam bencana pipeline Penurunan bunga obligasi ini gan Badung Selatan gas juga agar menindak tegas dan Suahasil sempit. Wisatawan sering didiskusikan dah. Selain memberikan peryang berpotensi bahkan, pemberian PerekonoBeberapa insentif yang se- adalah bisa di menambah memiliki karakter berbeda. pelanggar parkir sana. mengeluhkan hal ini.tax holi- dengan ingatan,Kemenko petugas juga harus ombak pengurangan besar, anginbeban ken- diharapkan telah mengundang minat mian, BKPM maupun dang akan sosiadiru- PPN mendorong pihak ketiga di- dayWisarja Untukmaupun Badung Utara, Natadana di Tabanan me di Tabanan menamemberikan sanksi Kemenhukum cang,untuk bahkan tsunamiekspor perlu jumlah investor, terutama setelah Perindustrian. muskan pemerintah kata Sri Mulyani. dan investasi dari takan, Ubud merupakan terian lisasi yangoleh diberikan terkait jasa,’’ nyatakan banyaknya pelangbagi yang melanggar(ant) untuk diantisipasi dengan lima perbankan antisipasi tanah longsor alarm tsunami di Badung,’’ garan parker dan kemac- daerah tujuan pariwisata membangkitkan kesadaran maupun pohon tumbang. ucapnya. (kmb23) etan dapat menjadi ancaman mestinya dibuat nyaman. mereka. (dika)
Tindak Tegas Pelanggar Larangan Parkir
Insentif Perpajakan Diperkuat
ujarnya. Kondisi danau yang relatif sejak empat tahun silam. aman dan sangat mungkin ‘’Pertimbangan medijaga adalah Danaukami TamblinmilihDanau Bank Mantap, pertama, gan. ini relatif minim dari segi ‘’Hanya pelayanan dan juga masalah. sedimentasi saya mengkhawatirkan lihat bank ini bagus,’’ yang di Daujarnya seraya berharap kernau Tamblinganm’’ ujarnya. Ia ja sama ini dapat terus ditingmengatakan, terhitung mulai katkan2018 dan lebih berkualitas. tahun ini konsentrasi Hingga September pemerintah pusat dalam2018, metotal aset Bank Mantap Rp nyelamatkan danau sudah 17,84 triliun makin bagus, atau yaknitumbuh danau sekitar 41 persen.pengaturan Sedangkan menjadi wilayah posisi DPK Rp 13,52 18 kementerian. (dir) triliun atau tumbuh sampai dengan 55,1 persen, penyaluran kredit berkisar Rp 14,31 triliun atau meningkat sampai leng juga untuk bagus 56,4 (kualitasnya persen. Khusus -penyaluran red). Kondisi secara umum, kredit pensiunan kalau yang di luartriliun perkotaan sebesar Rp 12,72 denkualitasnya bagus, cuma yang gan persentase tumbuh 82 menjadi masalah adalah ketpersen. Laba bersih Rp 259,5 ersediaan airnya,’’ terangnya. miliar atau naik 135,8 persen Upaya menangani masalah dari periode tahun sebelumini, tengah gennya.pihaknya Saat ini,kini Bank Mantap car melakukan penataan sunmemiliki 220 jaringan kantor gai-sungai di perkotaan. Dalam tersebar di 28 provinsi dan hal sungai diperlakukan se190ini, ribu nasabah penabung bagai beranda. Semua rumah di di seluruh Indonesia. (ad718) sekitar sungai agar menghadap ke sungai. Sebab, rumah yang membelakangi sungai cenderung membuat penghuninya membuang sampah sembarangan. ‘’Untuk menjadi beranda itu tidak mudah, yang memegang peranan ini pemerintah daerah karena terkait tata ruang dan perizinan. Harus ditata lagi. Harus ditaati sempadan sungai,’’ pungkasnya. (rin)
PT Paradise Bali Indah dan International Developers Inc. Bali-OH Bantu Korban Gempa Palu
Bali Post/wan
SERAHKAN SUMBANGAN - Presiden PT Paradise Bali Indah I Gusti Alit Oka bersama Presiden International Developer Inc. (IDI) MR Harayama Kurayoshi menyerahkan sumbangan Bantuan Simpati Anda Bali Post untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Kamis (18/10) kemarin.
Konsep Pembangunan Dari Hal. 1
pengadaan IPAL komunal, hingga melakukan treatment air Danau Batur menggunakan teknologi/alat nano buble. Sementara untuk mengatasi masalah sedimentasi di dasar danau akibat pengendapan material, pemerintah rencananya akan melakukan pembangunan semacam dam untuk menangkap lumpur. Ini dimaksudkan agar ketika terjadi banjir/erosi di wilayah hulu, lumpur tidak langsung masuk ke Danau Batur. Di samping itu, penanganan sedimentasi juga akan dilakukan dengan cara penyedotan lumpur. Hanya terkait teknis penyedotan lumpur agar tak sampai berdampak terhadap kerusakan lingkungan danau, pihaknya menyerahkannya pada pemerintah pusat. ‘’Penanganan masalah Danau Batur akan mulai dilaksanakan tahun 2019 mendatang hingga tahun 2023. Mulai pembuatan regulasi hingga aksinya. Kami harapkan pemerintah pusat ikut berperan melalui instansi terkait yang ada di provinsi,’’ jelasnya. (kmb40)
Dua travel agent yang melayani wisatawan asal Jepang masing-masing PT Paradise Bali Indah dan International Developers Inc. (IDI) Bali-OH menyerahkan bantuan senilai 2.500 USD kepada korban gempa bumi dan tsunami PaluDonggala. Bantuan dana diserahkan melalui Bali Post, Kamis (18/10) kemarin oleh Presiden PT Paradise Bali Indah I Gusti Alit Oka dan Presiden International Developers Inc. (IDI) Bali-OH MR Harayama Kurayoshi. Dua travel agent asal Bali dan Jepang ini, menurut I Gusti Alit Oka, memiliki kepedulian atas musibah bencana yang terjadi di Indonesia. ‘’Ini merupakan bentuk kepedulian warga Jepang atas musibah bencana yang melanda saudarasaudara kami di Indonesia,’’ kata Alit Oka. Pada bencana tsunami Aceh dan gempa di Yogyakarta beberapa tahun silam, kata Harayama Kurayoshi, kedua travel agent ini juga bersama-sama memberikan bantuan. Dana bantuan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kedua perusahaan yang sudah sejak tahun 1991 menjadi travel agent utama bagi wisatawan Jepang yang berwisata ke Bali. ‘’Kami berharap bantuan dana yang kami serahkan hari ini melalui Bali Post dapat meringankan beban saudara-saudara kami yang mengalami musibah bencana gempa bumi dan tsunami di Palu,’’ tegas Alit Oka. (kmb14/k50)
Untuk itu, Gubernur Koster berharap konferensi ini dapat menghasilkan berbagai rumusan dan konsep pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk mendukung pemberdayaan komunitas masyarakat. ‘’Tentu
saja, rumusan dan konsep pembangunan yang dihasilkan secara nyata akan dapat diimplementasikan oleh pemerintah termasuk pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pembangunan demi kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Oleh karena itu, sebagai Guber-
nur Bali sekaligus mewakili masyarakat Bali, saya menyambut baik penyelenggaraan konferensi ini,’’ pungkasnya. IJCST merupakan konferensi tahunan dengan penyelenggaraan berbasis konsorsium perguruan tinggi di Indonesia sejak tahun 2016. Konferensi ini merupakan
platform internasional bagi ilmuwan, peneliti, praktisi, dan pemerintah untuk mendiskusikan penelitian dan praktik interdisipliner yang berfokus pada tema ‘’Social, Science, Humanities and Education for Sustainable Development to Support Community Empowerment’’. (ad769)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Jumat Paing, 19 oktober 2018
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Festival Kerambitan IV Bali Post/kmbist
KOLOSAL - Tari kreasi, salah satu kesenian kolosal yang ditampilkan dalam pembukaan Festival Kerambitan IV.
Bangun Kerambitan Lewat Seni Budaya
FESTIVAL Kerambitan IV yang digelar di Lapangan Kerambitan, Kamis (18/10) kemarin, berlangsung spektakuler. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada festival IV tahun 2018 ini melibatkan seluruh komponen masyarakat Kerambitan. Festival dibuka Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti ditandai dengan penancapan Kayon. Banyak kesenian kolosal yang ditampilkan dan ditarikan oleh komponen masyarakat dari lima belas desa yang ada di Kecamatan Kerambitan. Hal ini dimaksudkan bahwa Festival Kerambitan adalah festival milik rakyat. Seperti tari Rejang yang ditarikan oleh 525 penari, sesuai dengan HUT kota Tabanan, dan tari Pendet lintas generasi anak-anak PAUD, SD, SMP, SMA, PKK, serta penari yang pernah membawa nama Kerambitan dan Tabanan di kancah nasional. Serta tari Bunga Sandat Serasi sebagai maskot Kabupaten Tabanan. Hadir pula dalam pembukaan tersebut, anggota DPR-RI I Made Urip, Ketua DPRD Bali N. Adi Wiryatama, Ida Anglurah Puri Gede Kerambitan, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ketua DPRD Tabanan Ketut Suryadi dan sejumlah anggota DPRD Tabanan asal Kerambitan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tabanan, serta jajaran Muspika Kerambitan. Antusias warga yang datang untuk menyaksikan festival tahun ini juga terbilang luar biasa. Lapangan Kerambitan sebagai lokasi festival bak lautan manusia. Selain menampilkan seni dan budaya Bali, Festival Kerambitan juga menampil-
kan potensi kuliner khas dari 15 desa yang ada di Kecamatan Kerambitan. Tema yang diangkat dalam festival tahun ini ‘’Yowana Masikian’’ Harmoni di Tanah Penuh Berkah. Tema ini mengangkat nilai-nilai dan kesadaran akan rasa kebersamaan sebagai kesatuan masyarakat yang utuh. Dengan harapan para Yowana Kerambitan bahu-membahu membangun Kecamatan Kerambitan dengan segala potensi seni dan budayanya, sehingga dapat tumbuh menjadi destinasi wisata yang berkualitas. Ketua Panitia Festival Kerambitan IV mengatakan sesuai tema yang diangkat kali ini beragam kegiatan melibatkan para yowana di Kecamatan Kerambitan seperti pementasan kolosal tarian Kecak, Okokan dan Tektekan massal persembahan dari Desa Kerambitan dan pagelaran gong kebyar dari seluruh desa. Juga dilakukan berbagai kegiatan seperti peluncuran program UMaurip, yakni program yang diarahkan untuk pelestarian burung hantu (tyto alba), pagelaran busana adat Bali dari tamu asing dan beragam kegiatan lain yang diarahkan
untuk menampilkan semua potensi yowana di Kecamatan Kerambitan. Camat Kerambitan I Gede Sukanada mengatakan, hingga memasuki pelaksanaan festival ke-4 tahun 2018 ini, Kecamatan Kerambitan telah melakukan beragam terobosan, salah satunya melakukan reformasi pelayanan publik melalui program ‘’Pelayanan Publik Terintegrasi’’ (Taman Serasi). Dan untuk lebih memaknai upaya–upaya progresif tersebut, kembali digulirkan terobosan inovatif yaitu ‘’UMaurip, Utamaning Uma lan Urip’’ dengan fokus utama berupa pengembangan burung hantu (tyto alba) dengan tagline ‘’Kerambitan, Rumah Ramah untuk Tyto Alba’’ serta pengembangan bibit dan kuliner babi Bali hitam melalui konsep pemberdayaan rumah tangga miskin melalui Unit Pengelola Kecamatan (UPK) Kerambitan dengan tagline ‘’Nguling Celeng Bali, Jhon Son Biyang Sayu!’’ Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengaku bangga dengan gelaran festival ini, karena sangat dinanti oleh masyarakat Tabanan, khususnya masyarakat Kerambitan. ‘’Selain menyatu rakyat dengan puri dan menyatukan anak muda, di mana festival tahun ini mengangkat tema ‘Yowana Masikian’ yang artinya generasi muda saling bersatu untuk memajukan Kerambitan dalam seni dan budaya, dan saya cukup bangga akan hal itu,’’ ucapnya. (kmb28)
Piala Asia U-19
Bali Post/kmb24
FESTIVAL - Pembukaan Festival Kerambitan IV oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti ditandai dengan penancapan Kayon.
Ade Lewati Rintangan Kedua Indonesia Raih Modal Berharga
Jakarta (Bali Post) – Tim nasional sepak bola Indonesia sukses memetik poin penuh setelah menekuk Taiwan dengan skor 3-1 (0-0) pada laga pertama Grup A Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (18/10) malam kemarin. Ini menjadi modal berharga menghadapi pertandingan berikutnya. Dalam laga sebelumnya, Uni Emirat Arab (UEA) menaklukkan Qatar 2-1. Dua gol UEA dicetak Ahmad Fawzi pada menit ke-16 dan Ali Saleh Amro menit ke-41, sedangkan gol balasan Qatar ditorehkan Abdulrasheed Umaru menit ke-36. Hasil ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin klasemen sementara Grup A dengan nilai 3, disusul UEA dengan poin sama namun kalah selisih gol. Qatar (0) di peringkat ketiga, sedangkan Taiwan (0) harus rela berada di posisi keempat. Indonesia mendominasi jalannya pertandingan. Pada menit kedua tim tuan rumah langsung mendapatkan kesempatan
mencetak gol pertama melalui sepakan Asnawi Mangkualam yang melebar dari gawang. Anak-anak asuh Indra Sjafri yang mengandalkan penguasaan bola dengan umpan-umpan pendek terus menekan setelahnya. Namun, pertahanan ketat Taiwan memaksa pemain Indonesia harus melakukan tendangan dari luar kotak penalti. Kebuntuan pemain Indonesia baru pecah di babak kedua. Egy Maulana Vikri membawa Garuda Nusantara memimpin lewat golnya dari jarak dekat pada menit ke-50 memanfatkan bola yang lepas dari kaki pemain belakang Taiwan. Keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama, karena Taiwan langsung membalas berkat gol Wang Chung-Yu pada menit ke-52 hasil serangan balik. Bola tembakan pemain Wang mengenai kaki kiper Muhamad Riyandi sebelum masuk ke gawang. Kemenangan timnas Merah Putih ditentukan oleh dua gol yang diborong Witan Sulaeman. Pemain termuda di skuad timnas
U-19 berusia 17 tahun ini mencetak gol pada menit ke-70 melalui sundulan dan gol keduanya dipersembahkan pada menit ke-89. Gol pertama Witan diawali sepakan bebas Muhammad Luthfi Kamal yang ditepis kiper Taiwan. Bola pantulan tersebut disundul Witan masuk ke dalam gawang. Witan mengakhiri penampilan impresifnya dengan gol keduanya. Pada laga pertama, Qatar sejatinya mendominasi serangan pada 15 menit pertama pertandingan, namun justru UEA yang berhasil menghadirkan gol pertama tepatnya pada menit ke-16. UEA yang tertekan melakukan serangan balik cepat. Bola yang melebar ke sisi kanan serang UEA dioper ke Ahmed Fawzi yang berlari cepat dari tengah. Gol Qatar baru lahir pada menit ke-36 melalui Abdulrasheed Umaru. Pemain bernomor punggung 7 ini sukses menyundul masuk bola hasil umpan tendangan sudut. Lima menit setelah gol itu, UEA kembali memimpin kali ini dari tendangan bebas Ali Saleh Amro. (ant/kmb)
Lala Studio Luluskan 65 Pesenam Bersertifikat
Denpasar (Bali Post) Lala Studio yang merupakan satu-satunya Tempat Uji Kompetensi (TUK) di Bali telah meluluskan 65 instruktur senam bersertifikat. Sebanyak 25 instruktur lulus pada uji kompetensi level 2 angkatan ketiga Oktober ini. Sebelumnya, Lala Studio meluluskan 20 instruktur senam bersertifikat pada angkatan pertama November 2017 dan 20 instruktur senam bersertifikat resmi pemerintah pada angkatan kedua April lalu. Pemilik Lala Studio Adolfina Grace Tangkudung menyatakan bangga sebab masyarakat insan senam makin sadar akan pentingnya uji kompetensi. Bahkan, sehari setelah pelaksanaan uji kompetensi, delapan orang mendaftar untuk ikut uji kompetensi
angkatan berikutnya. ‘’Bagi pesenam yang ingin menjadi instruktur harus dikuatkan dengan sertifikat yang legal dari pemerintah,’’ ucapnya di Denpasar, Kamis (18/10) kemarin. Dalam menghadapi persaingan global Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sertifikat instruktur senam yang diterbitkan pemerintah diakui oleh seluruh negara di Asia. ‘’Jadi, instruktur yang mengantongi sertifikat dari pemerintah berhak mengajar senam atau membagi ilmunya sampai ke luar negeri,’’ ungkapnya. Menurutnya, instansi pemerintah dan swasta yang berniat menggunakan jasa instruktur senam, berhak menanyakan apakah yang bersangkutan sudah mengantongi sertifikat senam yang diterbitkan
Bali Post/ist
LULUS - Instruktur senam bersertifikat yang lulus dalam uji kompetensi senam level 2 di Lala Studio Veteran pada Oktober ini. pemerintah. Pemilik sertifikat menunjukkan bahwa SDM instruktur senam tersebut berkualitas, mahir di bidangnya dan diakui pemerintah. Tercatat 25 instruktur senam yang lulus sertifikasi be-
rasal dari Denpasar, Badung, Gianyar, Jembrana, Buleleng, Jawa Timur dan Jawa Barat. Uji kompetensi senam level 2 angkatan ketiga melibatkan penguji dari pusat yaitu Pramita. (022)
Denpasar (Bali Post) Ni Made Sulistya Devi yang akrab disapa Ade berhasil melewati rintangan keduanya dalam turnamen bulu tangkis Singapura Terbuka 2018. Pemain asal Bali ini melenggang ke babak delapan besar setelah menaklukkan Chieh Yu dari Taiwan dengan skor 21-13, 1421, 21-16 pada babak 16 besar di Singapore Badminton Hall, Kamis (18/10) kemarin. Di perempatfinal, Jumat (19/10) ini, Ade yang berada di peringkat 298 Badminton World Federation (BWF) meladeni atlet pelatnas Choirunnisa yang menempati peringkat 7 BWF. Choirunnisa melaju ke babak delapan besar usai mengatasi Manassanan Lerthattasin (Thailand) dengan skor 21-15, 21-17. Sekum Pengprov PBSI Bali Made Darmiasa mengatakan, pada turnamen USM Sema-
rang, Ade menyerah dua set langsung dari Choirunnisa. Meski begitu, ia menilai secara teknik permainan dan kemampuan keduanya berimbang. ‘’Peluangnya fifty-fifty. Penentu kemenangan nanti tergantung pola permainan dan mental bertanding mereka di lapangan,’’ tuturnya.
Denmark Terbuka Indonesia mengirim satu wakil ke babak perempatfinal turnamen bulu tangkis Denmark Terbuka 2018 lewat pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang mengalahkan Mark Lamfuss/Marvin Emil Seidel (Jerman) 21-17, 21-14. Langkah Kevin/Marcus menembus delapan besar tidak diikuti tunggal putra Tommy Sugiarto yang dihentikan unggulan keenam Son Wan Ho
(Korsel) 21-13, 16-21, 9-21. Kegagalan juga dialami ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang ditundukkan Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris) pada babak kedua dengan skor 12-21, 1821. “Kami kalah di ketahanan, mereka lebih siap untuk main reli. Lebih berani dan konsisten di lapangan,” ujar Hafiz setelah pertandingan. Pasangan Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan lolos ke babak kedua dengan mengalahkan Lee Yang/Lee Jhe-Huei (Taiwan) 21-8, 19-21, 21-13. Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga melewati babak pertama berkat kemenangan atas Ben Lane/ Jessica Pugh (Inggris) 21-11, 21-16. Di babak kedua, Tontowi/ Liliyana berhadapan dengan Lee Yang/Hsu Ya Ching (Taiwan) atau Mark Lamfuss/Isabel Herttrich (Jerman). (022/kmb)
Ribuan Taekwondoin Turun di Denpasar Terbuka Denpasar (Bali Post) – Sekitar 1.200 taekwondoin putra dan putri dipastikan ambil bagian dalam kejuaraan taekwondo bertajuk Denpasar Terbuka yang digelar di GOR Lila Bhuana, Denpasar, mulai Jumat (19/10) ini hingga Minggu (21/10) lusa. Para atlet itu turun di kategori festival dan prestasi. Menurut Ketua Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Denpasar Laksmi Duarsa, sebanyak 800 taekwondoin merupakan utusan delapan kabupaten dan kota di Bali, sedangkan sisanya dari Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, NTB, Jawa Barat dan DKI Jakarta. ‘’Jadi, kejuaraan ini benar-benar bergengsi dan berkualitas,’’ katanya, Kamis (18/10) kemarin. Para taekwondoin turun mengusung
nama dojang, TI kabupaten dan kota, serta TI provinsi masing-masing. ‘’Kondisi itu yang bakal membuat duel akan berjalan ketat dan sengit,’’ sebut wanita yang berprofesi sebagai dokter dan juga pengurus KONI Bali itu. Ditambahkannya, Denpasar Terbuka memiliki banyak fungsi dan kepentingan. Dojang dan TI masing-masing taekwondoin dapat memantau perkembangan kualitas teknik dan fisik taekwondoinnya serta menyiapkan mereka mengikuti ajang lainnya. ‘’Bagi TI Denpasar pastinya untuk menyiapkan taekwondoin untuk menghuni pelatihan kota (pelatkot) guna menghadapi Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. Saya rasa itu juga yang dilakukan TI kabupaten lainnya di Bali,’’ tandas Laksmi Duarsa. (kmb)