Skip to main content

Edisi Kamis 19 September 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 34 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Wisatawan Polandia Pelaku Skimming

Enam Anak Sapi Mati Misterius

Lagi, Wisman Tewas di Nusa Penida

Wisatawan asal Polandia ditangkap di Karangasem, Rabu (18/9) kemarin. Pasalnya, kedua wisman ini terlibat kasus skimming. Selanjutnya, mereka dibawa ke Ditreskrimsus Polda Bali.

Beberapa hari terkahir, warga Desa Taro dan Desa Sebatu dikejutkan dengan ditemukannya enam ekor anak sapi yang mendadak mati dengan luka di bagian perut. Seluruh anak sapi itu mati dengan kondisi jeroan hilang, sementara bagian tubuh luar lainnya masih utuh. GIANYAR | HAL. 9

Objek wisata di Nusa Penida kembali memakan korban. Setelah Devil Tear Lembongan, yang baru saja menelan korban dua wisman, kini giliran di objek wisata Pantai Diamond, Banjar Pelilit, Desa Pejukutan. Seorang wisman Shahfulnizam Bin Jamaludin (40) tewas dihantam ombak besar.

KLUNGKUNG | HAL. 12

’’JANGKEP’’ SUDAH KEBIJAKAN PENGUATAN DESA ADAT DI BALI

AKHIRNYA perjuangan Bali agar desa adat mendapat pengakuan secara hukum berhasil dituntaskan. Menteri Dalam Negeri telah menyetujui Perda No.4 Tahun 2019 tentang Desa Adat. Demikian pula dengan sejumlah perangkat hukum lainnya yang terkait telah diundangkan mulai tanggal 17 September 2019. Gubernur Bali Wayan Koster, Rabu (18/9) kemarin menyebutkan bahwa kebijakan tentang desa adat di Bali sudah jangkep (lengkap). Pertama, terbitnya Perda Provinsi Bali No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, yang secara resmi diberlakukan tanggal 4 Juni 2019. Kedua, Peraturan Gubernur Bali No. 34 Tahun

Menpora Imam Nahrawi Tersangka Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (18/9) kemarin, resmi menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum, sebagai tersangka dalam pengembangan kasus suap dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Terkait penetapan tersangka, KPK akan segera memanggil Nahrawi. ‘’Segera, tanggalnya berapa penyidik yang memanggil,’’ kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/9) kemarin. Imam diduga menerima suap dengan total Rp 26,5 miliar. ‘’Uang tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan IMR selaku Menpora,’’ ungkap Alexander. Ia menyatakan bahwa uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak lain yang terkait. Adapun rinciannya, lanjut Alexander, dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui Miftahul diduga telah menerima uang sejumlah Rp 14,7 miliar. ‘’Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, IMR selaku Menpora diduga juga meminta uang sejumlah total Rp 11,8 miliar,’’ kata Alexander. Imam dan Miftahul disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (ant)

2019 tentang Pengelolaan Keuangan Desa Adat di Bali, yang diundangkan tanggal 17 September 2019. Ketiga, dibentuk Dinas Pemajuan Masyarakat Adat, yang diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali No. 7 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah No.10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, telah diundangkan tanggal 17 September 2019. Selain telah diundangkannya perangkat hukum tersebut, pembangunan Kantor Majelis Desa Adat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali, menurut Koster, akan dimulai pada tahun 2020. Kembali dijelaskan bahwa penguatan desa adat di Bali dalam Perda Provinsi Bali No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali mencakup beberapa poin. Di antaranya pengakuan dan penghormatan atas kedudukan dan peran desa adat yang sudah ada dengan keberagamannya sebelum dan sesudah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Desa adat yang berkedudukan di wilayah Provinsi Bali kini berstatus sebagai subjek hukum dalam sistem pemerintahan Provinsi Bali. Perda juga menjadikan desa adat sebagai

pelembagaan dalam pelaksanaan tatanan kehidupan masyarakat Bali sesuai dengan kearifan lokal Sad Kerthi. Di dalamnya pengaturan yang jelas mengenai kategori krama beserta swadharma (kewajiban) dan swadikara (hak) masing-masing terdiri atas krama desa adat, krama tamiu, dan tamiu. Hal krusial yang diatur terkait pula perubahan status hak dan fungsi atas tanah desa adat harus dilakukan berdasarkan kesepakatan melalui paruman desa adat/banjar adat bersangkutan. Selain itu, penegasan dan perluasan tugas serta wewenang desa adat termasuk kewenangan lokal berskala desa adat yang meliputi penyelenggaraan parahyangan, pawongan dan palemahan. Banyak lagi tata aturan yang dimuat dengan tujuan memberi kejelasan atas tugas, wewenang dan termasuk anggaran pendapatan dan belanja desa adat. Pengaturan tata hubungan dan kerja sama desa adat juga kini dimungkinkan. Sementara Peraturan Gubernur Bali No. 34 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Desa Adat di Bali mengatur antara lain: (a) Pendapatan Desa Adat bersumber dari: pendapatan asli desa adat; hasil pengelolaan padruwen desa adat; alokasi APBD Provinsi;

bantuan pemerintah kabupaten/kota; bantuan pemerintah pusat; hibah dan sumbangan (dana punia) pihak ketiga yang tidak mengikat; dan pendapatan lain-lain desa adat yang sah. (b) Dana alokasi APBD Provinsi, bantuan pemerintah kabupaten/kota, dan bantuan pemerintah pusat, ditransfer langsung ke rekening desa adat; tidak lagi melalui BKK (Bantuan Keuangan Khusus) ke desa dinas. (c) Dengan pergub ini penggunaan keuangan desa adat menjadi lebih terencana, terarah, dan akuntabel, sehingga prajuru desa adat dapat melaksanakan tugasnya dengan aman, nyaman, dan tidak dihantui ketakutan masalah hukum. (d) Dana desa adat yang bersumber dari APBD Provinsi dapat digunakan untuk membiayai operasional, menunjang kelancaran penyelenggaraan pemerintahan desa adat, dan meningkatkan pelayanan krama desa adat. Dengan dibentuknya Dinas Pemajuan Masyarakat Adat, yang diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali No. 7 Tahun 2019, maka untuk pertama kali sepanjang sejarah Pemerintah Provinsi memiliki perangkat daerah yang khusus menangani urusan yang berkaitan dengan desa adat. Hal. 15 Bukti Nyata

Keterbukaan dan Toleransi Kunci Kemajuan Bangsa

Jakarta (Bali Post) – Indonesia mengalami perkembangan menuju negara maju yang lambat. Banyak negara lain yang belakangan mengusahakan kemajuannya, kini jauh melesat melampaui Indonesia. Salah satu contoh adalah negara Uni Emirat Arab (UEA). Kunci kemajuan negara seperti UEA adalah keterbukaan dan toleransi. Terbuka dengan kerja sama dengan negaranegara di dunia dan toleran terhadap perbedaan yang ada. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo di Forum Titik Temu: Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan yang diselenggarakan oleh Nurcholis Madjid Society, jaringan Gusdurian dan Maarif Institute di Jakarta, Rabu (18/9) kemarin. Jokowi meminta agar masyarakat dapat menerima kerja sama dengan orang asing di Indonesia dan tidak langsung mengecap sebagai antek asing. Hal. 15 Menguntungkan Bangsa

Bali Post/ant

KEMAJUAN BANGSA - Presiden Joko Widodo bersama istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid, cendekiawan Muslim Quraish Shihab (kiri) dan istri Nurcholish Madjid, Omi Komaria Madjid, menabuh tifa saat membuka Forum Titik Temu, di Jakarta, Rabu (18/9) kemarin. Di forum yang diprakarsai oleh Nurcholish Madjid Society, Jaringan Gusdurian ini, Presiden Jokowi menyebutkan kunci kemajuan bangsa adalah keterbukaan dan toleransi.

Wagub Cok Ace Ajak Semua Pihak Dukung Gerakan Suksma Bali

Imam Nahrawi

Bali Post/ist

Harian Bisnis Bali Implementasi Pergub 99/2018 Belum Penuhi Harapan Petani Pergub No.99/2018 dapat menjadi penambah semangat petani untuk mengintensifkan pengelolaan usaha taninya. Sayangnya, implementasi dari pergub tersebut belum menyentuh harapan petani. Apa sebabnya?

www.bisnisbali.com

GERRAKAN Suksma Bali tahun ini bergulir untuk kedua kalinya. Gerakan yang mengajak dan mengedukasi semua elemen menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali diapresiasi banyak kalangan. Dukungan dan partisipasi pun mengalir. Tahun ini puluhan ribu orang akan bergerak menjaga alam Bali.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengajak semua pihak untuk mendukung Gerakan Suksma Bali 2019. Gerakan ini mengajak masyarakat Bali untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pulau Dewata. Kata ‘’Suksma Bali’’ juga disebut memiliki taksu yang amat kuat sehingga patut didukung oleh semua stakeholder Bali. ‘’Wujud terima kasihnya seperti apa? Ada banyak kegiatan, misalnya terhadap alam melalui kegiatan bersih-bersih, penghijauan, memperbaiki terumbu karang yang rusak dan sebagainya, yang intinya merupakan tindakan nyata terhadap alam Bali,’’ ujar pria yang akrab disapa Cok Ace ini saat dikonfirmasi, Rabu (18/9) kemarin. Menurut Cok Ace, ucapan terima kasih itu pun tidak han-

ya ditujukan kepada alam Bali yang selama ini telah memberikan kehidupan dan kenikmatan bagi seluruh masyarakat Bali. Tetapi juga bisa untuk orang atau kelompok orang yang telah berjasa terhadap Bali. Misalnya dengan memberikan penghargaan, kunjungan ke beberapa sulinggih, veteran, dan sebagainya. ‘’Tentunya ucapan terima kasih juga kita sampaikan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang selama ini telah memberikan kita kedamaian, kesempatan untuk menjalankan kehidupan di tanah Bali ini,’’ jelas mantan Bupati Gianyar ini. Sementara itu, Steering Committee Suksma Bali 2019 Yoga Iswara, B.BA., B.BM., M.M., CHA. mengatakan Suksma Bali atau gerakan terima kasih kepada Bali ini merupakan inisiasi Paiketan Krama Bali pada 2018 lalu. Yakni untuk mewujudkan sebuah karya nyata dengan harapan semua

stakeholder dapat mengekspresikan terima kasihnya lebih rekat secara kejiwaan dan lebih konkret secara kekiniannya. ‘’Gerakan Suksma Bali 2018 telah berjalan dengan baik atas dukungan semua pihak dengan outcomenya adalah Zero Waste for Single Plastic Use, atau deklarasi bersama dalam pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai,’’ ujarnya dalam keterangan pers, Rabu kemarin. Tahun ini, lanjut Yoga Iswara, Gerakan Suksma Bali 2019 yang akan kembali dilaksanakan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali. Suksma Bali akan dikolaborasikan dengan program-program pemerintah untuk bersama-sama berterima kasih kepada Bali dalam bentuk Suksma Parahyangan, Suksma Pawongan dan Suks-

ma Palemahan. Ini sekaligus bentuk pengimplementasian ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang mempunyai arti menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia. Hal. 15 Mendapatkan Kepercayaan


Kamis Paing, 19 September 2019

Penetapan AKD

FIGUR Serapan Dana KUR SEBAGAI orang Bali, I Made Sukajaya yang kini menjabat sebagai Pemimpin Wilayah BNI Denpasar tentunya ingin bertugas di tanah kelahirannya. Akhirnya keinginan pria asal Penebel, Tabanan ini tercapai. Ia yang pernah lama bertugas di Tokyo, Jepang ini pun ditugaskan di Bali. “Ini baru pertama kalinya saya tugas di Bali. Dulunya lama di Jakarta, kemudian di Tokyo selama empat tahun, dan sempat di sejumlah daerah,” ungkapnya saat masimakrama ke Bali Post, Rabu (18/9) kemarin. Pria ramah yang punya empat anak ini mengatakan sangat senang bisa bertugas di Bali. Di BNI baru ada empat orang Bali yang menjabat menjadi Pinwil Denpasar, salah satunya adalah dirinya. Ia pun mengutarakan komitmennya untuk tetap berupaya menjadikan BNI sebagai agent development. “Apa pun yang kita buat, sebagai bank pemerintah, salah satu tugas adalah agent development. Salah satunya dengan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), misalnya untuk sektor pertanian,” jelasnya. Ia mengatakan, serapan dana KUR Bali sangat baik, bahkan paling tinggi. Tak heran target untuk 2019 yang ditetapkan pusat, dikatakannya pada Agustus sudah tercapai. Dijelaskannya, dalam menyalurkan kredit, BNI mempunyai sejumlah produk yang diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Untuk mereka yang belum bankable, disalurkan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang merupakan bagian dari CSR BNI. Kemudian ada KUR yang dibagi menjadi dua, yakni KUR retail dan normal. “Setelah KUR, kami punya BNI Wirausaha (BWU) yang nilai pinjamannya mencapai Rp 1 miliar. Ini untuk pengguna KUR yang naik kelas. Setelah BWU ada kredit komersial,” paparnya. Soal kendala yang dihadapi pelaku UMKM, ia mengutarakan masih banyak yang dari sisi pencatatan keuangan mencampurnya antara pribadi dan usaha. Untuk itu, pihaknya berupaya mengajarkan pelaku usaha untuk memiliki catatan sederhana terkait keuangan. “Minimal punya pembukuan sederhana sehingga lama-lama terbiasa. Itu yang coba di-encourage (didorong - red), sehingga pelaku usaha mikro bisa memisahkan antara kebutuhan pribadi dan usahanya,” ujar pria yang hobi bermain golf ini. (iah)

Edukasi Bahaya Rhodamin B Libatkan PKK

Denpasar (Bali Post) Pewarna tekstil Rhodamin B atau kesumbe merah seringkali dipakai untuk mewarnai makanan tradisional. Termasuk beberapa jenis jajan untuk upacara,seperti jaje uli, jaje begine dan jaje cacalan. Meskipun akhirnya tidak dikonsumsi, namun kue-kue itu biasanya diberikan kepada hewan ternak, seperti babi. “Rhodamin B tidak bisa dimetabolisme. Menumpuk terus di dalam tubuh. Dia tidak bisa diekskresi, jadi tetap menumpuk di hewan. Hewan kita makan, kita kena, begitu siklusnya,” ujar Kepala Balai Besar POM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni di Denpasar, Rabu (18/9) kemarin. Menurut Adhi Aryapatni, hal inilah yang belum dipahami oleh masyarakat. Dari hasil pengawasan menunjukkan peredaran bahan berbahaya yang disalahgunakan pada pangan masih dijual secara bebas di pasar. Selain Rhodamin B, ada pula formalin, boraks, dan Methanil Yellow yang um-

umnya dijual dalam kemasan kecil dengan harga relatif murah. Imbasnya, kemungkinan penyalahgunaan bahan berbahaya tersebut akan semakin besar. Ditambah lagi dampak terhadap kesehatan tidak langsung terlihat atau dirasakan sehingga masyarakat menjadi kurang peduli dengan keamanan pangan. “Kami mengimbau agar masyarakat tidak lagi menggunakan pewarna tekstil untuk pangan karena efek jangka panjangnya kan karsinogenik, memicu pertumbuhan sel kanker,” jelasnya. Selain terus melakukan upaya edukasi dan pengawasan yang lebih intensif, lanjut Adhi Aryapatni, pihaknya juga melakukan kerja sama lintas sektor. Salah satu yang sangat strategis adalah kerja sama menggandeng Tim Penggerak PKK. Materi terkait keamanan pangan kini selalu diselipkan dalam program-program PKK. Khususnya dalam program Hatinya PKK ke desa-desa. “Kita diikutkan menjadi narasumber. Selain kita sendiri, PKK juga sudah menyebarkan. Mudah-mudahan bisa menurunkan angka penggunaan bahan berbahaya pada pangan, khususnya Rhodamin B,” tegasnya. (kmb32)

Golkar Geser Demokrat

Denpasar (Bali Post) – Setelah melalui proses yang cukup panjang, jajaran DPRD Denpasar akhirnya berhasil membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Penetapan AKD ini dilakukan dalam sidang paripurna intern, Rabu (18/9) kemarin. Dari sidang tersebut, terungkap bila kursi Ketua Komisi IV yang pada periode sebelumnya dipegang kader Demokrat, kini harus rela diserahkan kepada Golkar. Sidang yang dipimpin Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede didampingi dua wakilnya, yakni Wayan Mariyana Wandhira dan Made Mulyawan Arya berlangsung dalam dua sesi. Pertama, sidang membacakan susunan para anggota dewan yang duduk di masing-masing komisi dan badan. Namun belum dilengkapi dengan susunan struktur. Setelah pimpinan sidang selesai membacakan nama-nama anggota yang duduk di komisi dan badan, sidang kemudian diskor untuk membentuk struktur pimpinan komisi dan badan. “Saya skor sidang untuk memberikan kesempatan kepada masing-masing komisi dan badan membentuk pengurus, sepeti ketua, wakil ketua dan juga sekretaris. Namun untuk badan tidak perlu lagi ada sekretarisnya, karena langsung akan diisi oleh Pak Sekwan secara langsung,” ujar Ngurah Gede. Setelah dibahas di masing-masing ruang komisi dan badan, siding akhirnya dibuka kembali. Pimpinan sidang membacakan susunan struktur komisi. Untuk Komisi I masih dipercayakan kepada Ketut Suteja Kumara dari Fraksi PDI-P, Komisi II Wayan Suadi Putra (PDI-P), Komisi III masih tetap dipercayakan kepada Eko Supriadi (PDI-P) dan Komisi IV yang sebelumnya dipegang kader Demokrat, kini dipercayakan kepada Wayan Duaja

Bali Post/kmb12

SIDANG - Penetapan alat kelengkapan dewan dalam sidang paripurna intern di Gedung DPRD Denpasar, Rabu (18/9) kemarin. dari Fraksi Golkar. Artinya, dari empat komisi yang ada di DPRD Denpasar, hanya Komisi IV yang dipimpin oleh anggota di luar PDI-P. Sedangkan untuk pimpinan badan, seperti Badan Kehormatan dipercayakan kepada Nyoman Darsa (PDI-P),

Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Baperda) masih dipegang anggota dari Fraksi PDI-P A.A. Putu Wibawa. Sementara untuk Badan Anggaran dan Badan Musyawarah secara langsung dipegang oleh pimpinan dewan. (kmb12)

Pelaku ”Skimming” Asal Polandia Diringkus Denpasar (Bali Post) Wisatawan mancanegara (wisman) Dawid Przemyslaw Lachowski (21) dan Gawel Amadeusz Wojcik (35) ditangkap di Jalan Raya Candidasa, Karangasem, Rabu (18/9) kemarin. Pasalnya, kedua wisatawan asal Polandia ini terlibat kasus skimming. Selanjutnya mereka dibawa ke Ditreskrimsus Polda Bali. Informasi di lapangan, penangkapan kedua pelaku skimming itu berawal dari kecurigaan warga terkait keberadaan dua orang wisman. Mendapat informasi tersebut, tim gabungan Ditreskrimsus dan Satreskrim Polres Karangasem melakukan penyelidikan. Pada Selasa (17/9) pukul 11.00 Wita, polisi melakukan pengintaian sejumlah ATM di seputaran Candidasa. “Informasi, pihak bank di mesin ATM di sebelah Alfamart Candidasa telah terpasang satu perangkat hidden camera,” ungkap sumber. Selanjutnya, Rabu kemarin pukul 00.30 Wita datang pelaku mengendarai Yamaha NMax DK 2053 ABC. Selanjutnya pelaku dengan ciri-ciri badan besar dan kepala plontos memarkir sepeda motornya di depan Alfamart dan masuk untuk berbelanja. Usai belanja, pelaku duduk di depan Alfamart, seperti mengawasi situasi di sekitarnya. Selanjutnya pelaku meninggalkan Alfamart menuju ke arah timur. Pukul 01.30 Wita, mobil Toyota Avansa warna putih mondar-man-

dir di sekitar ATM. Selanjutnya mobil tersebut berhenti, lalu keluar pelaku berperawakan kurus tinggi dan masuk ke ATM. Petugas melihat pelaku mematikan mesin ATM. “Saat itulah polisi melakukan penyergapan dan menangkap pelaku. Jadi, pelaku tertangkap tangan saat beraksi,” ujarnya. Polisi langsung mengejar pelaku yang berkepala plontos. Ternyata pelaku bertubuh gemuk tersebut sembunyi di Pantai Cadidasa dan berhasil diringkus. Terkait kasus ini, petugas mengamankan barang bukti satu set hidden camera, satu buah ruter (penyimpan data), tiga buah HP, satu buah gunting baja, satu unit mobil Toyota Avansa warna putih DK 1936 DJ, satu unit sepeda motor Yamaha NMax warna abu-abu DK 2053 ABC, satu buah pisau lipat, dua buah paspor, satu pasang slop tangan, dua buah tas selempang, satu buah tongkat besi otomatis, satu buah stop kontak dan uang tunai Rp 127.000. Kasubdit V (Cyber Crime) Di-

Bali Post/ist

DITANGKAP - Pelaku skimming asal Polandia, Dawid Przemyslaw Lachowski dan Gawel Amadeusz Wojcik, ditangkap di Karangasem. treskrimsus Polda Bali AKBP I Gusti Ayu Putu Suinaci saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. “Nanti Bapak Direktur (Reskrimsus) yang akan menyampaikan pengungkapan kasus ini,” ujarnya. (kmb36)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.

DLHK Dorong Partisipasi Masyarakat Peduli Lingkungan Denpasar (Bali Post) Meningkatkan kualitas dan kuantitas ruang terbuka hijau, Pemkot Denpasar melakukan berbagai kegiatan. Selain menjaga ketersediaan sawah, upaya lain juga telah dilakukan, seperti menggelar berbagai kegiatan festival. Salah satunya Festival Kota Hijau yang digarap Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar di Tukad Bindu, Kesiman. Kepala DLHK Kota Denpasar Ketut Wisada mengatakan, upaya ini merupakan kolaborasi pemerintah dengan komunitas untuk menyukseskan program penguatan lingkungan dan berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. “Bagaimana ini bisa kita lakukan secara berkolaborasi, khususnya dalam mempertahankan ruang terbuka hijau agar tetap 30 persen,” ujar Wisada, Rabu (18/9) kemarin. Wisada menambahkan, pihaknya menyampaikan terima kasih atas peran aktif masyarakat karena telah mempertahankan kota yang bersih dan hijau. “Tim Komunitas Hijau ini sangat membantu kami dengan partner kerja PPT di Kota Denpasar tentu ini akan semakin memaksimalkan kebermanfaatan untuk masyarakat,” ungkapnya. Tiga pilar dalam rangka menuju pembangunan yang baik adalah pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. “Inilah yang dilakukan di Kota Denpasar, salah satu contoh nyatanya adalah bantuan kendaraan untuk sampah,” kata Wisada. (kmb12)

Topik : KRISIS AIR DI BALI BELUM TERTANGANI

BERSAMA - Ketua DPD KAI Bali Nyoman Sudiantara foto bersama dengan korban dan LPSK.

Bali Post/kmb37

Dipantau LPSK

Korban Penyiraman Air Panas Ditawari Kuliah Denpasar (Bali Post) Proses persidangan perkara dugaan penyiraman air panas dan penganiayaan terhadap dua orang pembantu rumah tangga (PRT) di Gianyar Mei lalu, dengan korban Eka Febriyanti dan Santi Yuni Astuti, masih berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar. Perkara yang mendudukkan sang majikan, terdakwa Desak Made Wiratiningsih, sebagai terdakwa itu sedang dalam pembuktian. Masalah yang menyita perhatian publik itu juga mendapat perhatian Lembaga Perlindungan Korban Saksi (LPSK). Bahkan korban saat ini berada di rumah yang aman dengan difasilitasi oleh LPSK itu sendiri. Yang menarik dan juga tak kalah menyentuh hati, pengacara senior sekaligus Ketua DPD KAI Bali I Nyoman Sudiantara juga tergugah hatinya untuk membantu kedua korban tersebut. Yakni,

Eka Febriyanti dan Santi Yuni Astuti mendapatkan tawaran untuk melanjutkan kuliah, supaya mereka dapat mengemban ilmu serta menaikkan derajat intelektualnya. “Sejak awal saya terharu mendengar kisah mereka. Tapi, baru bisa komunikasi sekarang melalui koordinasi dengan LPSK,” ujar Sudiantara saat ditemui di Denpasar, Rabu (18/9) kemarin. Tokoh masyarakat yang akrab dipanggil Ponglik itu juga mengaku sudah bertemu dengan kedua korban Selasa (17/9) lalu. Dari pertemuan itulah hati Ponglik makin tergugah, sehingga ingin memberikan sumbangsih pada korban. Walau hanya memberikan, sekaligus menawarkan kuliah, hal itu dapat diyakini mengangkat derajat Eka Febriyanti dan Santi Yuni Astuti yang kelak akan bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Sehingga tawaran kuliah disampaikan secara langsung

oleh owner sekaligus pendiri Yudistira Association itu kepada kedua korban. “Alasannya semata-mata karena kemanusiaan. Juga agar jangan sampai ada pemikiran bahwa seperti itu sikap orang Bali terhadap orang luar,” ujarnya. Sudiantara menjelaskan, tawaran untuk melanjutkan kuliah itu bersifat terbuka. Artinya, ke depan dimana keduanya juga boleh memilih untuk bekerja sesuai dengan keterampilannya nanti. Yang paling penting, kata dia, keduanya bisa melepaskan diri dari trauma dan rasa takut dari ancaman-ancaman yang sempat diterima sebelumnya. Menanggapi tawaran dari salah satu tokoh masyarakat di Denpasar itu, korban Eka menyatakan sangat berterima kasih. “Ini sungguh tidak kami duga sebelumnya,” ujar Eka. Ia dan adik tirinya Yuni mengaku masih ingin kuliah dan kalau bisa sambil bekerja. Tapi meminta waktu

untuk meminta izin kepada orangtua terlebih dahulu. Sementara itu, pihak LPSK yang diwakili petugas Biro Pemenuhan Hak Saksi dan Korban, Paskalis Prasetya, menyebutkan adanya tawaran semacam itu (kuliah-red) merupakan hal yang sangat diharapkan lembaganya. “Sebab ini bagian dari tanggung jawab masyarakat yang juga diatur dalam UU untuk memenuhi hak rehabilitasi dari korban,” ujarnya. Selama ini hak tersebut diupayakan LPSK untuk dipenuhi oleh pemerintah melalui instansi yang terkait. Tetapi umumnya prosesnya menjadi lebih rumit karena adanya prosedur administrasi dan birokrasi. Bila bantuan itu bisa terwujud, menurutnya juga adalah yang pertama terjadi di Indonesia dan bisa menjadi model untuk dikembangkan dalam berbagai kasus. (kmb37)


Kamis Paing, 19 September 2019

Dana Hibah Tahap II

Pemkab Badung Serahkan Rp 12,5 Miliar ke Kabupaten Gianyar PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Badung kembali menyerahkan dana hibah untuk Pemkab Gianyar sebesar Rp 12,5 miliar, Rabu (18/9) kemarin, bertempat di jaba Pura Dalem Bangunliman, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Dana hibah yang diserahkan ini adalah yang kedua kalinya dilakukan, sebab sebelumnya Pemkab Badung juga menyerahkan dana hibah kepada Pemkab Gianyar sebesar Rp 18 miliar. Penyerahan hibah pertama dilakukan pada 10 April 2019. Kehadiran Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta untuk menyerahkan dana hibah disambut antusias masyarakat Gianyar. Kedatangan Bupati Giri Prasta disambut dengan tari Anoman, tari baris tumbak, tari kecak dan tari pendet dari ibu-ibu PKK. Turut mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut

Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Badung I Wayan Suambara, Kepala Bappeda Badung I Made Wira Dharmajaya, Kepala DPMPTSP Badung I Made Agus Aryawan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Badung A.A. Ngurah Bayu Kumara Putra, Kepala Bagian Hukum Setda Badung I Nyoman Argawa, Kepala BPKAD Badung I Ketut Suyasa, Kabag Humas Setda Badung I Made Suardita dan Kabag Umum I Nyoman Suardana. Sementara dari Pemkab Gianyar yang datang menyambut di antaranya, Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun, Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya dan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani. Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Tagel Winarta,

anggota DPRD Kabupaten Gianyar, serta sejumlah tokoh masyarakat Gianyar. Bupati Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan penyerahan dana hibah ini merupakan program “Badung Angelus Bhuana” yang bermakna, Badung Berbagi dari Badung untuk Bali. Menurutnya, sudah menjadi komitmen Pemkab Badung sejak awal untuk meringankan beban masyarakat, khususnya umat se-dharma dalam melestarikan dan menjaga adat, tradisi, seni dan budaya Bali. ‘’Kebijakan politik anggaran Bupati Badung bersama Bupati Gianyar yang sudah mengadakan kesepakatan dengan penandatanganan MoU, dimana Bupati Giri Prasta memberikan hibah untuk Kabupaten Gianyar sekitar Rp 30,5 miliar dan dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama sudah diberikan sebesar Rp 18 miliar

dan sekarang berlanjut ke tahap kedua sebesar Rp 12,5 miliar,’’ terang Bupati Giri Prasta. Bantuan hibah ini dalam rangka meringankan beban masyarakat. Tidak saja masyarakat di Kabupaten Badung, melainkan Bali secara umum. ‘’Saya kira mari bersama-sama ke depan bersatu-padu membangun Bali ini, karena dengan bersatu setengah perjuangan akan berhasil. Tetapi sebaliknya, jika tidak bersatu, setengah perjuangan akan gagal. Untuk nencapai keberhasilan maka masyarakat diharapakan untuk bersatu agar segilik, seguluk, seluwung-luwung, sebayantaka nyujur gemah, ripah, loh jinawi,’’ tegas Bupati Giri Prasta. Dia menegaskan, pihaknya memiliki konsep one island one management. ‘’Satu pola satu tata kelola, satu pulau satu wawasan. Semakin

SERAHKAN HIBAH - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan dana hibah untuk Pemkab Gianyar sebesar Rp 12 miliar, Rabu (18/9) kemarin di jaba Pura Dalem Bangunliman, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. banyak yang akan kita ajak bekerja semakin ringan beban krama Bali ini. Karena itu saya mengajak semeton, tokoh-tokoh krama Bali mari kita membangun, menjaga dan melestarikan pulau dewata yang kita cintai ini di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia,’’ tegasnya. Sementara itu, Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun yang mewakili Bupati Gianyar, menyampaikan terima kasih dan selamat

datang kepada Bupati Badung berserta jajarannya untuk melanjutkan pemberian bantuan hibah. ‘’Mewakili Pemkab Gianyar dan segenap masyarakat Gianyar, kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya berupa dana hibah untuk membangun Kabupaten Gianyar dari Badung,’’ ujarnya. Wabup pun berjanji akan mengawasi penuh pengelolaan bantuan ini, sehingga pemanfaatannya betul-betul bisa

Pemkab Siap Blokir Rekening Wajib Pajak Bandel

Mangupura (Bali Post) –

Bali Post/ist

SURVEI - Karo Lemtala Srena Mabes Polri Brigjen Pol. Drs. Yasdan Rivai saat mensurvei Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai.

Direncanakan Jadi Polres

Polsek Kawasan Udara Disurvei Tim Mabes Polri Mangupura (Bali Post) Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose merencanakan pengembangan Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai menjadi Polres. Alasannya, karena aktivitas penerbangan yang tinggi dan Bali merupakan halaman depan Indonesia. Menindaklanjuti rencana tersebut, Tim Srena Mabes Polri dipimpin Karo Lemtala Brigjen Pol. Drs. Yasdan Rivai melakukan survei ke Polsek yang berlokasi di areal Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Selasa (17/9) lalu. Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin, Rabu (18/9) kemarin menyampaikan, kunjungan tim dari Mabes Polri disambut Wakapol-

resta Denpasar AKBP Benny Pramono dan Kapolsek Kawasan Udara Ngurah Rai Kompol Agung Budiarto. Maksud kunjungan tersebut untuk studi kelayakan dalam rangka perubahan status Polsek menjadi Polres. Setibanya di Mapolsek, tim melakukan pengecekan ruang kerja masing-masing fungsi. Brigjen Yasdan Rivai juga melakukan peninjauan ke terminal domestik dan internasional Bandara Ngurah Rai. Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose merencanakan pengembangan Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai menjadi Polres. Namun ini perlu kajian karena berkai-

tan dengan lahan, personel, anggaran dan sebagainya. Namun melihat aktivitas yang tinggi di bandara dan Bali merupakan halaman depan Indonesia, Kapolda berharap rencana ini bisa terwujud. Menurut Golose, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai melayani lebih dari Polsek yang lain, khususnya wisatawan yang menghasilkan devisa untuk Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya sedang membuat kajian dalam rangka meningkatkan status Polsek tersebut menjadi Polres. Golose menyadari, untuk mewujudkannya tidak bisa cepat karena perlu penyesuaian di tingkat Mabes Polri, Kemenpan, anggaran, Bapenas dan lainnya. (kmb36)

dipertanggung jawabkan dan tidak ada masalah di kemudian hari. ‘’Untuk bantuan hibah tahap kedua ini dialokasikan untuk pembangunan bale banjar dan wantilan untuk Kecamatan Sukawati, Ubud, Blahbatuh dan Gianyar. Sebanyak 18 unit bangunan bale banjar dan wantilan. Dengan adanya bantuan ini, masyarakat Gianyar pada umumnya sangat merasa terbantu di bidang pembangunan,’’ jelasnya. (ad601)

Wajib pajak di Kabupaten Badung harap-harap cemas dengan kebijakan Pemkab Badung. Pasalnya, Pemkab Badung akan memblokir rekening wajib pajak yang tidak patuh membayar pajak alias bandel. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, meski telah menggunakan sistem online, masalah pajak merupakan hal yang pelik dan rumit. Terlebih lagi dalam upaya mengoptimalisasikan pendapatan daerah dari sektor tersebut. Hal ini mengingat banyak wajib pajak yang kurang memiliki integritas. Guna mengoptimalkan pendapatan dari sektor pajak inilah, Pemkab Badung mengambil langkah tegas dengan menyegel rekening wajib yang membandel. ‘’Kami minta instansi terkait mempelajari regulasi tentang penyegelan rekening wajib yang tidak patuh pajak ini. Kalau ada aturan yang membenarkan, kita blokir saja.

Yang penting ada aturannya,’’ ujar Wabup Suiasa saat menerima Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Khusus Budi Susanto di Puspem Badung, Rabu (18/9) kemarin. Seperti diketahui, Badan Pendapatan/Pasedahan Agung (Bapenda) Badung telah memasang 1.640 sistem perekam transaksi yang ter-

diri dari tapping box, web service, dan cash register. Alat monitoring ini terpasang di 1.523 wajib pajak. Pemasangan alat monitoring ini telah dilakukan sejak 2013 hingga 2018, yakni tapping box sebanyak 400 unit, web service sebanyak 530 unit dan cash register sebanyak 710 unit. Setelah pemasangan alat ada peningkatan seban-

yak 21 persen, yakni dari Rp 492.183.897.838,92 menjadi Rp 594.431.263.318,18. Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus Budi Susanto mengatakan pihaknya memohon izin mengadakan edukasi perpajakan kepada 60 wajib pajak yang terdaftar di KPP Penanaman Modal Asing yang bergerak di bidang usaha perhotelan. Pertemuan dengan Wabup Suiasa ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dan Menteri Keuangan untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan penerimaan negara di sektor pariwisata. (kmb27)

Kecelakaan di Perairan Masih Tinggi

Basarnas Tingkatkan Kesiapsiagaan Pelayanan SAR Mangupura (Bali Post) Salah satu andalan pariwisata Bali adalah wisata tirta. Wisata yang menawarkan kegiatan seperti diving, snorkeling dan olahraga air lainnya ini sangat diminati wisatawan. Namun di balik daya tarik wisata tirta, ada bahaya yang terus mengintai. Hal itu diungkapkan Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Didi Hamzar. Dia mengatakan, banyak

kejadian di perairan Bali yang sudah ditangani Basarnas Bali. Berdasarkan data musibah Kantor Basarnas Bali, tahun 2018 tercatat penanganan kondisi membahayakan manusia sebanyak 61 kejadian dan tahun ini dari Januari hingga Agustus sebanyak 31 kejadian. Untuk itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar selaku perpanjangan tangan dari Basarnas memiliki tugas melaksanakan siaga SAR 24

jam, melaksanakan operasi SAR, dan pembinaan potensi SAR. Salah satu upaya dalam memantapkannya yakni melalui latihan SAR yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya. ‘’Latihan SAR merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam pelayanan SAR di Provinsi Bali secara komprehensif,’’ kata Didi ditemui di sela-sela pembukaan pelatihan SAR,

Rabu (18/9) kemarin. Latihan yang berlangsung selama dua hari tersebut difokuskan pada penanganan kondisi membahayakan manusia di wilayah perairan pantai. Turut hadir pada pembukaan pelatihan yakni dari jajaran Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Lanud Ngurah Rai, Lanal Denpasar, Korem 163/Wirasatya, Polair Polda Bali, BPBD Provinsi Bali dan KSOP Benoa. (kmb23)

Taman Nandiswara Diresmikan Sebelum Rampung

Bali Post/par

TAMAN - Taman Nandiswara yang diresmikan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta bersamaan dengan diresmikannya Balai Budaya Giri Natha Mandala, Sabtu (14/9) lalu.

Mangupura (Bali Post) Proyek Taman Nandiswara yang diresmikan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta pada 14 September lalu ternyata belum rampung. Sejumlah pekerja Rabu (18/9) kemarin masih terlihat melakukan penataan taman, toilet, serta pos satpam. Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Badung I G.A. Ngurah Arinda Trisnawati saat dikonfirmasi, tak menampik prihal tersebut. Menurutnya, proyek pembangunan gate di Puspem Badung itu baru rampung 98,95 persen. ‘’Ada beberapa proyek yang belum dikerjakan oleh rekanan, yakni toilet masih sedang proses pengerjaan. Begitu juga tulisan nama Puspem Badung belum dipasang permanen,’’ ujar Arinda. Ia juga mengakui tak hanya proyek penataan halaman dan pengadaan patung lembu senilai Rp 25,5 miliar yang belum rampung. Penataan taman di Balai Budaya Giri Natha Mandala juga masih menyisakan sejumlah pekerjaan, seperti pemasangan tiang lampu di sekitarnya. ‘’Walaupun sudah diresmikan tapi memang belum rampung 100 persen. Hal ini karena kontrak pengerjaannya habis di bulan Oktober,’’ ungkapnya. Kendati demikian, Arinda menegaskan, rekanan penggarap proyek masih mempunyai waktu beberapa hari untuk

menyelesaikan proyek tersebut. ‘’Kontraknya habis pada 17 Oktober 2019. Cuma ada lagi sedikit-sedikit yang belum dikerjakan. Namun sudah sesuai dengan target,’’ tegasnya. Keberadaan Taman Nandiswara di gerbang utama Puspem Badung juga menyita banyak perhatian masyarakat. Jika ditelisik dari penamaan, Nandiswara memiliki arti lembu yang menjadi Wahana Dewa Siwa dalam mitologi Hindu. Namun, bila diamati patung yang berjumlah sembilan ini lebih menyerupai banteng. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat meresmikan tak menampik adanya banyak pertanyaan yang tertuju kepada dirinya terkait sembilan lembu tersebut. Namun, pejabat asal Desa Pelaga Petang ini menegaskan, taman yang berisi patung lembu tersebut tidak ada kaitannya dengan politik. ‘’Ada pertanyaan, Pak itu kok pakai sapi? Baru Bapak PDI Perjuangan ya? Tidak ada hubungannya (dengan PDI-P),’’ tegas Giri Prasta. Menurutnya, secara nasional sapi adalah lambang kekuatan, sedangkan kuda lambang kejantanan. Taman Nandiswara itu sejatinya sebuah taman yang berisi lembu. ‘’Taman Nandiswara itu adalah patung lembu. Lembu itu lambang kemakmuran dan sebagai kendaraan Dewa Siwa,’’ jelasnya. (kmb27)


Kamis Paing, 19 September 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

The Hindu Center Sosialisasikan Alat Pemutar Otomatis

STPBI Gelar Program Kemitraan Masyarakat

Jaga Bali Tetap Bali, Shri Arya Wedakarna Minta Semua Pura Peningkatan Kompetensi Berkomunikasi ’’Caddy Golf’’ dan Balai Banjar Pasang ’’Loudspeaker’’ Puja Trisandya KEPEDULIAN akan lestarinya nilai-nilai agama Hindu di Pulau Dewata terus digelorakan tokoh muda Hindu Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Tidak hanya ahli memotivasi umat untuk jengah lan matangi, Arya Wedakarna (AWK) juga memberikan teladan dengan langsung turun ke masyarakat memberikan bantuan dengan dana pribadi alias tanpa menggunakan APBD dan APBN. Setidaknya inilah yang ditunjukkan ketika AWK menyerahkan seperangkat mesin pemutar Puja Trisandya secara otomatis lengkap dengan player dan speaker kepada pangempon Pura Terate Bang di Bedugul, Tabanan dan pangempon Pura Mertha Sari Bhuana di Perumahan Kori Nuansa Utama Selatan, Jimbaran, Badung. Ditemui terpisah, Shri Gusti Wedakarna menyampaikan maksud dari dikumandangkannya Puja Trisandya di seluruh Bali untuk tetap menjaga Bali akan indetitas ke-Hindu-annya. Mengingat saat ini banyak gempuran budaya asing yang membawa budaya toa dan speaker ke tanah Bali tanpa berkoordinasi dengan pihak adat dan di beberapa kasus wilayah di Bali. Hal ini cukup dirasa mengganggu keheningan Bali sebagai Pulau Siwa. ‘’Program penyebaran loudspeaker di seluruh Bali ini adalah murni dorongan dari umat Hindu Bali yang mulai khawatir akan eksistensi budaya Bali. Kini di setiap perumahan, setiap sudut jalan dan juga di tempat-tempat yang padat penduduk, khususnya di kota besar, masyarakat Hindu yang mayoritas di Bali sudah mulai khawatir dengan maraknya speaker-speaker mengumandangkan bunyi-bunyian yang belum tentu sejalan dengan semangat Perda Desa Adat Tahun 2019 dan Perda Kepariwisataan Tahun 2012 yang tegas mengatur dresta kebudayaan Bali. Lewat gerakan Satyagraha Indonesia, para umat Hindu khususnya pebisnis dan pengusaha muda memiliki ide untuk memberikan sumbangan kepada Pura-pura di Bali agar ikut serta dalam memasang loudspeaker untuk lebih mengumandangkan Puja Trisandya hingga pelosok-

SATYTAGRAHA – Penyerahan punia loudspeaker dan soundsystem perangkat Trisandya dan papan nama pura di Pura Mertha Sari Bhuana, Jimbaran, Badung dan Pura Terate Bang, Bedugul, Tabanan. pelosok Bali. Bahkan banyak bule dan pecinta Bali dari internasional yang mendukung ide ini karena mereka kaum internasional merasa bahagia mendengar alunan musik Bali, puja Sansekerta dan mantram suci Trisandya berkumandang. Jadi kita sambut dan ini prakarsa langsung dimulai oleh Ratu Ngurah Wedakarna melalui The Hindu Center of Indonesia,’’ kata I Made Adi Suryawan, S.E. (Ketua Kampanye Sanathana Dharma Satyagraha). Hal senada diungkapkan Shri Arya Wedakarna yang menyatakan program ini adalah program sederhana dengan memiliki pesan dan makna, khususnnya otokritik terhadap pemerintah termasuk para bendesa adat yang tidak berani dengan tegas mengatur loudspeaker di sejumlah tempat di Bali yang tidak sesuai dengan aturan dan juga dresta di Bali. ‘’Dari data kami dan masukan masyarakat, kini Denpasar, Badung Selatan, Jembrana, Buleleng, Klungkung, Karangasem dan Tabanan, khusus di pusat kota, menjadi bising dan sumpek akan polusi suara. Ini saya rasa akibat ketidaktegasan pejabat yang memiliki wilayah. Padahal Bali itu dikenal sebagai Pulau Siwa, Pulau Meditasi, Pulau Sipeng dan ini

dibuktikan dengan adanya hari raya Nyepi. Maka dari itu, ketika rakyat Bali melakukan perlawanan dengan bergotong royong memasang loudspeaker secara berdikari ala Bung Karno, maka itu sebenarnya tamparan keras bagi pejabat eksekutif yang harusnya memberikan solusi serta pro-adat. Saya rasa, gerakan speaker Puja Trisandya ikut memberikan aura kesucian bagi Bali. Astungkara ini sejalan juga dengan Piagam Tantular yang menolak desa dan wisata bernuansa agama tertentu yang dinilai anti-Pancasila. Syukurlah 90 persen umat Hindu di Bali sudah terus sadar akan hal ini. Gerakan ini juga untuk mengurangi kecemburuan dan isu SARA di suatu wilayah di Bali yang kadang warga adat Bali merasa terdiskriminasi dengan polusi suara. Kita sudah siap memetakan 1.498 desa adat dan 716 desa dinas. Pada tahun 2020 tinggal eksekusi saja,’’ jelas Gusti Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia. Kini, The Hindu Center terus menyosialisasikan adanya mesin player otomatis untuk pemutar Puja Trisandya, sehingga akan meringankan beban masyarakat dalam menyiarkan sanathana dharma. (ad602)

BPN Terapkan Program HT-Elektronik

BPR Lestari Bali sebagai Pionir di Indonesia BPR Lestari Bali resmi menjadi pionir di Indonesia dalam rangka penerapan program HT-Elektronik yang dicanangkan Badan Pertahanan Nasional (BPN), Rabu (18/9) kemarin. Pertemuan bertempat di Kantor BPR Lestari Teuku Umar, dihadiri Direktur Utama BPR Lestari Bali Pribadi Budiono, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali Rudy Rubijaya, S.P., M.Sc., Kepala Kantor Pertanahan Kota Denpasar Sudarman Harjasaputra, S.T., M.Si. dan Perwakilan Notaris/PPAT Kota Denpasar Ferry Aditya Haryadi, S.H., M.Kn. Keberadaan server diibaratkan sebagai merpati yang tak ingkar janji. ‘’Kehadiran HT-Elektronik ini tentu semakin mempermudah pekerjaan di masing-masing pihak. Berkas di BPN pun tidak menumpuk. Selain itu, bagi setiap pihak pun akan ada kepastian waktu. Bekerja dengan server tentu meminimalisir keterlambatan dalam pengerjaan berkas,’’ ujar Pribadi Budiono. HT-Elektronik adalah program BPN yang dilakukan secara kontinu. Kehadiran program ini semakin mendukung semangat pemerintah untuk kerja cepat dan kerja cerdas, sehingga semakin akurat dan teliti untuk menjawab seluruh kebutuhan masyarakat. Hal serupa pun diungkapkan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali. ‘’Kami berterima

kasih atas kerja sama sinergi ini. Momen ini bisa dibilang sangat bersejarah karena untuk kali pertama HT-Elektronik di Indonesia lahir di BPR Lestari Bali. Program berstandar online ini dinilai sangat penting, mengingat sekarang ini pertukaran informasi menjadi poin nomor satu,’’ ujar Rudy. Bersamaan dengan resminya BPR Lestari Bali sebagai pionir pilot project program BPN ini, maka sudah sah pula terbitnya 1 (satu) HT-Elektronik tersebut. Tidak hanya sampai di sini saja, di hari berikutnya juga akan menyusul empat HT-Elektronik untuk diterbitkan. ‘’Kehadiran HT-Elektronik ini diharapkan menjadi gerbang pembuka untuk memudahkan para wirausaha mengelola usahanya dan harapan bagi para investor untuk datang.

Kami tidak akan lepas tangan begitu saja. Setelah pelaksanaan ini pun kami akan melakukan evaluasi yang berkelanjutan untuk melihat performa keseluruhan,’’ ucap Sudarman Harjasaputra yang akrab disapa Darman. ‘’Saya sangat mengapresiasi adanya sinergi antara BPN dan BPR Lestari Bali. Tentu kami dari pihak PPAT sangat terbantu dengan kehadiran program ini khususnya dalam hal pengarsipan berkas,’’ kata Ferry menambahkan. Hingga saat ini, BPR Lestari Bali menjadi satu-satunya bank yang telah mengeluarkan HT-Elektronik di wilayah Bal yang nantinya akan disusul instansi perbankan lainnya. ‘’Semoga kehadiran program ini membawa kemudahan bagi masing-masing instansi terkait,’’ imbuh Pribadi. (ad607)

SEBAGAI bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi Pariwisata Bali International (STPBI) concern melakukan dharma pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya dengan memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk caddy golf, bertempat di New Kuta Golf, Pecatu, Rabu (18/9) kemarin. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua STPBI Ni Made Ayu Sulasmini, S.Pd., M.Pd., CHE. ini juga dihadiri Ketua P3M Made Semara S.T., M.M. dan GM New Kuta Golf Bagus Waluyo Kurniadji. Untuk tahap pertama, pelatihan ini dikuti 20 caddy golf. Ditemui di sela kegiatan, Wakil Ketua STPBI Sulasmini mengatakan kegiatan ini merupakan kerja sama dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah stunya pengabdian kepada masyarakat. Diakuinya, kewajiban seorang dosen, selain mengajar juga harus melakukan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya memberikan pelatihan khusus untuk caddy golf di New Kuta Golf, Pecatu. Dikatakannya, dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, memang perlu dilakukan pembenahan kompetensi terutama bahasa Inggris. ‘’Namun ke depan juga tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pendampingan di bidang lain yang tentunya bermanfaat bagi kedua pihak,’’ katanya didampingi Ketua P3M STPBI Semara. Dalam pelatihan ini, lanjut Sulasmini, yang diajarkan mengenai kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris lisan, baik verbal maupun nonverbal.

‘’Di sana juga diberikan pengenalan budaya yang disisipkan dalam ajaran berbahasa. Sehingga ketika mereka menggunakannya, tidak melewati batas-batas norma kedua bangsa. Disinggung juga nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bali yang dianggap positif di dalam berinteraksi dengan tamu mancanegara. Ke depan progran ini kami harap bisa memberikan manfaat untuk New Kuta Golf maupun bagi STPBI. Tentu ini juga diharapkan bisa berkelanjutan,’’ pungkasnya. Sementara itu, GM New Kuta Golf Waluyo Kurniadji pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas program yang dilaksanakan STPBI, dalam rangka meningkatkan kualitas SDM. Ke depan, kata Bagus, program yang digagas ini diharapkan bisa dilanjutkan lebih dalam. Mengingat kebutuhan dari perusahaan, terutama SDM caddy ini sangat penting. Hal itu karena sebagian besar, hampir 60 persen yang datang ke New

Kuta Golf ini adalah wisatawan mancanegara (wisman). Untuk bisa memberikan pelayanan terbaik, tentunya bahasa menjadi kebutuhan yang sentral. Apalagi, katanya, para caddy ini dalam memandu tamu ini menghabiskan waktu kurang lebih 4,5 jam. Tentu dengan pelatihan ini akan memberikan nilai tambah bagi para caddy. ‘’Mudah-mudahan dengan program ini dapat meningkatkan kualitas bahasa dan kualitas komunikasi. Karena bagaimanapun, kualitas komunikasi ini akan meningkatkan kualitas servis,’’ pungkasnya. Ketua Panitia Kegiatan Eka Susanti menyampaikan pelatihan bahasa Inggris untuk caddy golf ini berdasarkan kesepakatan. Pelatihan ini akan dilaksanakan selama sebulan dan diadakan setiap Rabu. ‘’Kami berharap ke depan bisa menjalin kerja sama yang lebih erat, sehingha New Kuta Golf bisa menghasilkan caddy yang profesional,’’ harapnya. (ad605)

LPK Darma ITB Stikom Bali Lepas Peserta Magang ke Jepang LEMBAGA Pelatihan Kerja (LPK) Darma ITB Stikom Bali melepas peserta siap magang ke Jepang di Aula ITB Stikom Bali, Rabu (18/9) kemarin. Pelepasan dilakukan Kadisnaker ESDM Provinsi Bali didampingi Rektor ITB Stikom Bali dan Direktur LPK Darma ITB Stikom Bali. Hadir dalam acara pelepasan Kadisnaker Sertifikasi dan Kompetensi Kota Denpasar, Ketua dan Sekretaris Yayasan Widya Dharma Shanti, Ketua Yayasan Sakura Adonara, Ketua KSP ITB Stikom Bali, Ketua AP2LN Bali-Nusra, Direktur LPBA Bali, Pimpinan Bank Fajar Bali, dan seluruh orangtua/wali peserta magang. Direktur LPK Darma ITB Stikom Bali Drs. Dede Heryadhy, M.M. mengatakan tahun 2019 ini, LPK Darma mendapat kepercayaan untuk melatih 30 peserta Jurusan Bahasa Jepang selama tiga bulan dan berhasil meluluskan 21 orang untuk magang. Sementara 9 orang masih mengikuti proses tes wawancara pada 25 September mendatang. Dari 21 orang yang lulus magang di Jepang, terdiri dari bidang kerja restoran 6 orang (berangkat 19 September), tofu 4 orang (berangkat 18 September), pabrik roti 8 orang dan pertanian 3 orang (berangkat 7 Agustus lalu). ‘’Jadi keseluruhan yang kerja sama Disnaker ESDM Bali sampai saat ini sudah 13 orang berangkat ke Jepang. Sedangkan 8 orang lainnya akan berangkat 8 November mendatang. Rata-rata penempatannya di daerah Kyoto Jepang,’’ ujar Dede Heryadhy, Rabu (18/9) kemarin. Sementara itu, untuk penempatan pemagangan ke Jepang, sampai September 2019, LPK Darma telah meluluskan 113

PELEPASAN - Kadisnaker ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda didampingi Rektor ITB Stikom Bali Dadang Hermawan dan Direktur LPK Darma ITB Stikom Bali Drs. Dede Heryadhy, M.M. berfoto bersama guru dan para peserta seusai pelepasan peserta magang ke Jepang, Rabu (18/9) kemarin. orang dan yang sudah berangkat sebanyak 58 orang. Sedangkan 55 orang lainnya masih di asrama/ belajar dan telah dijadwalkan akan berangkat sampai akhir tahun 2019 (November dan Desember). ‘’Asal peserta mayoritas dari Bali dan sebagian kecil dari luar Bali, seperti Jawa dan Sumatera. Anak-anak yang berangkat nanti malam (kemarin - red) 10 orang, jagoan semuanya (laki-laki). Mereka akan berada di Kyoto kurang lebih tiga tahun,’’ tandasnya. Rektor ITB Stikom Bali Dadang Hermawan mengatakan, dibukanya LPK Darma merupakan perpanjangan tangan ITB Stikom Bali agar bisa memberangkatkan tenaga magang ke Jepang. Di samping juga memberi kesempatan mahasiswa ITB Stikom Bali untuk magang ke Jepang. Syaratnya pada dua semester pertama mahasiswa diberikan cuti, sedangkan pada empat

semester berikutnya bisa mengikuti perkuliahan melalui sistem online (e-learning) yang izin dan ketentuannya tengah diajukan ke LLDikti. Kadisnaker ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda mengatakan, dari 243 LPK yang ada di Bali, hanya 16 LPK yang melatih dan memberangkatkan langsung tenaga magang ke luar negeri. Salah satunya adalah LPK Darma ITB Stikom Bali yang telah memiliki izin lengkap. Pihaknya berharap LPK-LPK yang ada di Bali bisa berinovasi, sehingga mampu memberangkatkan tenaga magang ke luar negeri. Dengan demikian, pengangguran di Bali dapat diminimalisir. Kepada para peserta magang yang dilepas, disarankan agar tetap menjunjung tinggi dan menghormati kebudayaan Jepang. Di samping juga jaga nama baik daerah masing-masing, bangsa dan negara. (ad603)

tidak pernah menyalahkan anak atas kondisinya, dan selalu mendampingi anak dalam belajar. Anak dapat dibantu dengan buku bergambar pola titik-titik yang dapat melatih kemampuan motorik halusnya. Melatih ingatan anak dapat dilakukan dengan mengingatkan anak setiap hari tanggal ataupun hari saat ini. Bila anak kesultian membedakan tangan kanan dan kiri, disiasati dengan memberikan tanda seperti gelang pada salah satu tangannya. Guru juga memiliki peran penting dalam pengelolaan anak dengan disleksia karena guru dapat yang menemukan pertama kali gejala anak. Apabila guru sadar dan mampu mengenali ge-

jala anak dengan disleksia, maka intrvensi dapat segera dilakukan. Dukungan guru dalam belajar dan pencegahan bullying dari temanteman juga sangat membantu di sekolah. Terlepas dari segala kesulitan, anak dengan disleksia memiliki kemampuan, minat, dan bakat yang luar biasa dalam aspek-aspek yang lain, misalnya kemampuan imaginatif, bermain konstruktif yang melebihi kemampuan usianya, bermusik atau berolahraga yang sangat terampil, serta dalam permainan yang membutuhkan strategi atau penyelesaian masalah.

Apakah Anak Susah Belajar Berarti Bodoh? ORANGTUA sering khawatir apabila anaknya sudah berusia 6 atau 7 tahun, namun masih tidak bisa membaca dengan lancar atau tulisan anaknya yang jelek sehingga susah dibaca. Masih banyak orangtua yang kurang paham mengenai disleksia sehingga menganggap anak mereka bodoh. Disleksia berasal dari kata dis dan lexis. Dis dalam bahasa Yunani memiliki arti tidak kuat atau kesulitan dan lexis berarti kata atau bahasa. Dengan demikian, disleksia adalah salah satu bentuk kesulitan belajar spesifik. Kesulitan pada anak disleksia tidak terbatas pada masalah berbahasa saja, namun dapat melibatkan kemampuan berbahasa yang lain yang menyebabkan anak mengalami masalah saat membaca, mengeja, menulis, berbicara, dan juga mengerti yang didengar. Anak dengan disleksia tidak berarti bodoh, malahan mereka memiliki potensi kognitif yang baik dan seringkali tingkat kecerdasannya berada di atas rata-rata. Disleksia tidak tergantung dari jenis kelamin, status sosio-ekonomi, atau etnis seseorang. Pada anak dengan disleksia, akan terjadi

perbedaan dalam proses mengolah informasi yang masuk, yaitu informasi bahasa, sehingga terdapat kesusahan dalam memahami informasi, mengingatnya, serta mengaturnya dalam pikiran mereka yang memberikan hasil bagaimana cara mereka menanggapi dan menyampaikan tanggapan tersebut. Penyebab seorang anak terkena disleksia kebanyakan dikarenakan faktor keturunan. Sebanyak 2065% anak dengan disleksia memiliki orangtua yang disleksia. Selain faktor keturunan, disleksia dapat disebabkan masalah yang terdapat pada saraf, seperti adanya hipoksiiskemik di otak atau pengaruh hormonal pada prenatal. Teori lain mengaitkan dislekisa dengan kelainan gen yang disebabkan paparan nikotik, alkohol, dan NAPZA saat kehamilan, infeksi, dan kelahiran prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah. Diagnosis disleksia sendiri didasarkan pada kriteria diagnosis menurut DSM V yang dapat dilakukan pada saat anak usia sekolah atau sekitar 7 tahun. Namun, tanda dan gejala disleksia dapat ditemui dan dapat dikenali sebelum usia tersebut. Disleksia dapat diketahui

secara dini dengan cara mengenali tanda-tanda waspada. Apabila pada anak prasekolah ditemukan adanya kesulitan dalam memahami fonem atau kemampuan mengidentifikasi dan memanipulasi suara dalam kata, maka anak dapat dicurigai mengalami disleksia. Kesulitan memahami fonem dapat berbentuk kesulitan pemecahan suku kata dalam kalimat, kesulitan mengucapakan kata-kata yang memiliki persamaan bunyi seperti anak ingin mengatakan pemadam kebakaran menjadi pedadam kebaran, kebingungan dalam membedakan bentuk huruf (seperti huruf b dengan d), sulit membedakan bunyi huruf dalam kata yang berbeda (bunyi huruf e pada kata enak dan kenyang), penghilangan huruf, membaca dengan kata terbalik-balik, dan kesulitan mengidentifikasi bunyi huruf apakah huruf tersebut pada awal atau akhir suatu kata. Istilah yang digunakan seringkali tidak tepat, seperti saat anak bermaksud mengucapkan buku itu tebal dapat menjadi buku itu dalam. Apabila anak telah masuk pada usia sekolah dasar, harus diwaspadai apabila anak membaca dan menulis di bawah dari kemampuan kecer-

dasannya. Hal ini dapat berupa kesulitan melakukan pengurutan, membedakan bunyi huruf, menamai suatu benda atau aktivitas, mengatur kegiatan, menceritakan peristiwa, memiliki pembendaharaan kata yang cenderung sedikit, dan menghindari membaca. Dampaknya, anak akan mengalami kesulitan menyelesaikan tugas, sulit mengingat instruksi dan mempelajari bahasa asing. Orangtua penting mengenali secara dini karena apabila anak dengan disleksia salah diperlakukan, maka dapat berdampak serius di mana anak tidak dapat memperoleh pertolongan dalam kesulitan akademis yang dialami sehingga anak menjadi terasingkan dari teman-temannya. Orangtua dengan anak yang mengalami disleksia harus mengetahui dan menyadari bahwa disleksia bukan kondisi akut yang dapat sembuh. Walaupun tidak dapat sembuh, dampak negatif dari disleksia dapat dicegah. Orangtua dapat membatu anak dengan disleksia dengan cara menggunakan media dalam belajar, meningkatkan motivasi belajar pada anak, membangun rasa percaya diri anak,

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

l dr. Grace Lydia Budiputri


Kamis Paing, 19 September 2019

Balai Besar POM di Denpasar Gelar Bimtek KKPD

Beri Pemahaman Soal Keamanan Pangan BALAI Besar POM di Denpasar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD) bekerja sama dengan Dinas PMD Provinsi dan kabupaten/kota di aula kantor setempat, Rabu (18/9) kemarin. Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman para peserta yang terdiri dari pendamping desa bidang pemberdayaan, pendamping lokal desa bidang pemberdayaan, PKK dan perangkat desa terkait keamanan pangan. Kepala Balai Besar POM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan Bimtek KKPD masih terkait dengan program nasional Badan POM yakni Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) sejak 2014. Di Bali, dalam rentang 2014-2019, telah ada 25 desa di 7 kabupaten/kota yang diintervensi penuh serta dibentuk KKPD sebanyak 15 orang per desa. Namun, Bimtek kali ini ditujukan untuk KKPD dengan program yang lebih sederhana dalam rangka pembentukan 248 Desa Pangan Aman di Bali pada 2019. Jumlah desa yang terpapar lebih banyak ketimbang program GKPD intervensi penuh karena hanya ada satu kader di setiap desa. ‘’Hari ini yang kita lakukan adalah yang sederhana terhadap 44 desa dari 3 kabupaten. Badung, Gianyar dan Denpasar. Kemarin kita sudah lakukan di Tabanan terhadap 88 desa. Totalnya di 2019 ini ada 248 desa,’’ ujarnya. Menurut Adhi Aryapatni, tahun lalu kegiatan serupa juga sudah dilaksanakan oleh Badan POM menyasar 254 desa. Dikatakan, Bali masih menghadapi masalah utama penyalahgunaan bahan berbahaya yang dilarang pada pangan seperti boraks, formalin, dan pewarna rhodamin B serta methanil yellow. Di samping masalah keamanan pangan lain seperti

MATERI - Kepala Balai Besar POM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni saat memberikan materi keamanan pangan dan lima kunci keamanan pangan untuk keluarga dalam Bimtek KKPD. penggunaan pemanis dan pengawet yang melebihi takaran, keracunan setelah mengonsumsi pangan, serta kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan dalam memasak atau menyajikan makanan. Berdasarkan hasil pengawasan Badan POM pada pasar tradisional, Pulau Dewata termasuk 4 besar penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan dan berada di atas rata-rata nasional. Dalam hal ini, nasional 6 persen, sedangkan Bali 9 persen. Bahan berbahaya yang banyak disalahgunakan adalah pewarna tekstil rhodamin B atau kesumba merah. ‘’Upaya kita sudah macammacam. Kita buat iklan, kita juga buat tim koordinasi tingkat provinsi yang diketuai oleh Bapak Sekda. Kita juga melakukan pengawasan, edukasi kepada masyarakat dan menggandeng kerja sama lintas sektor. Salah satunya yang strategis Tim Penggerak PKK,’’ imbuhnya. Pengawasan, lanjut Adhi Aryapatni, tidak hanya dilakukan pada produk yang mengandung rhodamin B di hilir. Karena tahun ini,

enam distributor kesumba juga dicegah agar tidak menjual ke masyarakat dengan memusnahkan produknya. Para distributor kemudian disarankan untuk menjual pewarna makanan. Rhodamin B masih beredar di masyarakat lantaran masih ada yang mau membeli produk dengan kandungan bahan berbahaya tersebut. Kalau mengganti ke pewarna makanan, produsen beralasan tidak ada yang mau membeli produknya. ‘’Berarti konsumen demand-nya masih ada. Selain itu dampak yang ditimbulkan oleh rhodamin B ini kan tidak langsung, sehingga masyarakat kurang aware,’’ jelasnya. Pascamengikuti bimtek, Adhi Aryapatni berharap para kader mampu menyosialisasikan secara mandiri tentang keamanan pangan di masyarakat. Dengan begitu, pemahaman dan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk tidak lagi memakai rhodamin B pada makanan, sehingga Bali dapat segera bebas dari bahan berbahaya itu. Paling tidak ada penurunan. (ad027)

Karya Agung Pura Dang Khayangan Petitenget

Krama Desa Adat Kerobokan Gelar Upacara ’’Nyineb’’ KRAMA Desa Adat Kerobokan menggelar upakara panyineban karya, Rabu (18/9) kemarin, yang merupakan rangkaian dari Karya Agung, Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Utama lan Segara Kertih Pura Dang Khayangan Petitenget yang telah dilaksanakan sejak Agustus lalu. Upacara nyineb di-puput dua orang sulinggih yakni Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Geria Tegal dan Ida Rsi Agung Wayabia Karang dari Geria Buduk. Mangku Gede Pura Dang Khayangan Petitenget Jro Mangku I Made Windra menjelaskan, karya ini sudah dilaksanakan sejak Agustus lalu dan puncaknya pada Rabu (11/9). Untuk upacara selanjutnya pada Rabu (18/9) kemarin,

krama Desa Adat Kerobokan menggelar sejumlah upacara yakni melaksanakan upacara pamendakan lan prani pukul 08.00 Wita. Sedangkan pukul 10.00 menggelar upacara ngeremek lan nyineb. ‘’Kegiatan lain juga sudah dilakukan seperti upacara mapasaran, nyenuk, rsi bojana lan panganyaran. Dan hari ini (kemarin - red) adalah kegiatan upacara nyineb lan ngeremek,’’ ujarnya. Sementara itu, Bendesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja mengungkapkan, untuk kegiatan pangeremek lan panyineban ini adalah bagian dari rangkaian karya akhir dalam karya agung di Pura Dang Khayangan Petitenget. ‘’Nanti pada 22 September 2019, kami krama Desa Adat kerobokan akan menggelar rangkaian upacara nyegara-gunung untuk men-

NYINEB - Upacara Ngeremek lan Nyineb Karya Agung di Pura Dang Khayangan Petitenget yang dilaksanakan krama Desa Adat Kerobokan, Rabu (18/9) kemarin. gucapkan terima kasih kepada menyukseskan karya agung semesta karena telah lancarnya ini. Semoga selesainya karya kegiatan karya agung ini. Kami ini kita semua mendapatkan juga mengucapkan terima kasih berkah kebaikan dari alam dan kepada semua pihak yang telah seisinya,’’ paparnya. (ad604)

Penyebaran Hindu di Indonesia

Aktualisasikan Ajaran Agama Berbasis Budaya Lokal PENYEBARAN dan berkembangnya agama Hindu di Indonesia mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran agama dengan memberi basis pengembangan budaya lokal. Seni budaya nusantara walaupun memiliki akar sejarah yang sangat tua, dan melintasi zaman beberapa generasi yang berbeda, hingga kini masih dirawat dan dipegang teguh umat Hindu di Indonesia. Penegasan itu dikemukakan Ketua Panitia Festival Seni Keagamaan Hindu Tingkat Nasional III I Made Sutresna, S.Ag., M.A. Festival yang berlangsung lima hari ini dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin di Hotel Sangri-La Surabaya, Rabu (18/9) malam. Tampak hadir Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Tri Rismahrini, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Ketut Widnya, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jatim, Ketua DPRD Jatim, serta SKPD Jatim. Menurut Sutresna, ritual agama Hindu yang dilaksanakan pada etnis di Indonesia memiliki karakteristik yang sangat khas dan berbeda-beda. Kekhususan itu terletak pada diberinya ruang pada pengaruh adat atau budaya lokal, senantiasa mengiringi prosesi keagamaan Hindu

yang membuat rasa keagamaan umat Hindu semakin khusyuk dalam membantu menghayati hakikat makna yang terkandung dalam ajaran agama Hindu yang pada akhirnya melakukan bakti yang begitu tulus pada Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa, penguasa alam semesta, guna meraih Jagadhita (kebahagiaan material) dan Moksa (kebahagiaan rohani). Seni budaya, katanya, ikut berperan memperkaya tata ibadah dan ritual agama Hindu. Agama dan seni menyatu sedemikian rupa dan saling melengkapi. Dalam agama Hindu, ajaran agama berfungsi dan menuntut mencapai tujuan hidup dan kehidupan. Sedangkan seni berfungsi untuk memperhalus dan memperindah kehidupan dalam hubungan dengan manusia, dengan alam lingkungan dan hubungan dengan Tuhan. ‘’Seni tidak pernah berhenti menghasilkan kreasi dan variasi. Oleh sebab itu, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Hindu melalui seni dan budaya perlu terus dikembangkan dan dilestarikan,’’ kata Sutresna. Karena itu, melalui festival ini, diharapkan agama dapat diimplementasikan

Gianyar (Bali Post) Polres Gianyar akan menggelar operasi katarak gratis, Senin (23/9) mendatang. Operasi ini akan dilakukan untuk puluhan masyarakat Gianyar yang menderita katarak. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo meninjau persiapan pelaksanaan operasi katarak di Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar, Rabu (18/9) kemarin. Kasubag Humas Polres Gianyar Iptu I Ketut Suarnatha

Denpasar (Bali Post) Sidang kasus dugaan korupsi pembangunan ruang kelas baru di SMA Negeri Satu Atap (SMAN Satap) Nusa Penida, Rabu (18/9) kemarin memasuki agenda pledoi atau pembelaan. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, terdakwa oleh JPU dari Kejari Klungkung sebelumnya dituntut pidana penjara selama empat tahun. Dalam pembelaanya, terdakwa I Nyoman Beres didampingi penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi meminta keringanan hukuman. Dalam nota pembelaannya, terdakwa yang sebelumnya

FESTIVAL - I Made Sutresna, S.Ag., M.A. (kanan) didampingi Ketua PHDI Jatim Nyoman Anom Mediana (kiri). dan dikolaborasikan dengan adat dan budaya setempat. Konsep ideal tersebut diakomodir melalui sejumlah kegiatan yang dilombakan dalam festival ini. Yaitu, lomba musik tradisional ritual keagamaan Hindu, tari tradisional ritual keagamaan Hindu, tari kreasi keagamaan Hindu, Sandyagita dan lawak keagamaan Hindu. Sementara itu, Ketua PHDI Jatim Nyoman Anom Mediana menambahkan, di Jatim ada sekitar 400.000 umat Hindu yang terdiri dari empat etnis. Yakni Hindu Madura, Hindu Gresik, Hindu Tengger dan umat Hindu pendatang dari Bali. ‘’Jatim itu multi-etnis dan

sangat pluralis. Itu semua bisa disampaikan lewat seni dan budaya,’’ kata Nyoman Anom Mudiana yang didampingi Sekretaris PHDI Jatim Gusti Ketut Budiarta, S.Ag., M.Pd. Karena itu, menurut Anom Mediana, dalam pawai budaya nusantara seni keagamaan Hindu, umat Hindu di Jatim menurunkan 18 tim kesenian Hindu. Festival Seni Keagamaan Hindu Tingkat Nasional III yang diselenggarakan Dirjen Bimas Hindu Kemenag untuk ketiga kalinya digelar di Surabaya mulai 17-21 September 2019 ini diikuti 3.000 peserta dari 21 provinsi di Indonesia. (ad610)

menerangkan, kegiatan ini diselenggarakan serangkaian Tahun Bakti SDDM berupa operasi katarak. Operasi ini akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Bali, termasuk di Kabupaten Gianyar. Di Gianyar, operasi katarak akan terpusat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani. Sementara Rabu kemarin, persiapan operasi gratis ini sudah memasuki tahapan scanning, sebagai deteksi lebih awal sebelum pelak-

sanan operasi. ‘’Untuk tahapan operasi mata ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak 9 September 2019, menyasar seluruh kecamatan di Kabupaten Gianyar,’’ katanya. Rabu kemarin, Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo didampingi Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani dr. Ida Komang Upeksa memantau pelaksanaan scanning untuk peserta operasi dari Kecamatan

Payangan yang berjumlah 31 orang. Terdiri dari warga Desa Bukian 17 orang, Desa Bresela 9 orang, Desa Kelusa, 2 orang, Desa Milko 3 orang. Iptu I Ketut Suarnatha menerangkan, tahapan scanning dilakukan secara bergiliran per kecamatan yang ada di Kabupaten Gianyar. ‘’Hingga saat ini jumlah pasien yang positif mengikuti operasi mata atau katarak mencapai 20 orang,’’ katanya. (kmb35)

menjabat Kepala Sekolah (Kasek) SMAN Satap Nusa Penida mengatakan tuntutan yang diajukan JPU terlalu berat. Untuk itu, dalam sidang yang dipimpin hakim Wayan Sukanila itu, terdakwa menyampaikan sejumlah pertimbangan. Salah satunya belum pernah dihukum, bersikap sopan selama persidangan dan terdakwa adalah tulang punggung keluarga. Selain itu, terdakwa menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Masih menurut penasihat hukum terdakwa, kliennya sedang mengusahakan mengembalikan kerugian negara. ‘’Tuntu-

tan jaksa penuntut sangatlah berat bagi terdakwa,’’ tandas Vita selaku anggota tim penasihat hukum terdakwa. Oleh karenanya, terdakwa minta diampuni segala perbuatan terdakwa dan memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk bertobat. ‘’Apabila majelis hakim berpendapat lain, maka kami mohon memberikan putusan seadil-adilnya dan seringanringannya bagi terdakwa,’’ tandas Vita. Dalam sidang sebelumnya di Pengadilan Tipikor Denpasar, jaksa Dwi Prima Satya dkk. menuntut terdakwa Beres dengan pidana penjara selama empat tahun,

dikurangi selama berada dalam tahanan dengan perintah tetap ditahan. Dia juga dituntut pidana denda sebesar Rp 60 juta, subsider dua bulan penjara. Selain itu, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 166.061.838,62. Apabila terdakwa tidak membayar paling lambat satu bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Jika terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup, diganti dengan pidana penjara selama dua tahun tiga bulan. (kmb37)

Polres Gianyar akan Gelar Operasi Katarak Gratis

Bali Post/bit

SETOR FORMULIR - Empat kandidat setor formulir sehari jelang penutupan pendaftaran.

Empat Kandidat Cabup Tabanan Setor Formulir Pendaftaran

Tabanan (Bali Post) Sehari menjelang penutupan pendaftaran penjaringan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Tabanan, Rabu (18/9) kemarin sudah ada empat kandidat yang menyetorkan berkas pendaftaran kepada tim panitia penjaringan. Meski ada juga yang baru mengambil formulir berkas pendaftaran sebanyak lima orang kader yang semuanya untuk posisi cawabup. Seperti I Putu Eka Nurcahyadi, I Nyoman Arnawa, I Nyoman Mulyadi, I Made Arimbawa dan I Gede Suamba. Sementara mereka yang telah menyetorkan berkas pendaftaran satu cabup yakni Ketua DPC PDI-P Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan tiga cawabup yakni A.A. Nyoman Dharma Putra, I Gede Made Dedy Pratama (adik dari Bupati Tabanan), serta senior PDI-P I Made Arimbawa yang

hanya berselang beberapa jam usai pengambilan formulir pendaftaran sudah langsung menyetorkan berkas pendaftaran sore itu juga. Keempatnya diterima Ketua Tim Penjaringan I Gusti Nyoman Omardani yang langsung memverifikasi berkas pendaftaran. Hasilnya, dari verifikasi berkas yang disetor keempat kandidat seluruhnya dianggap sudah lengkap. ‘’Masih ada waktu bagi yang belum menyetorkan berkas pendafataran karena batas akhir penyerahan sampai Kamis besok (hari ini - red) pukul 17.00 waktu panitia, dan tidak boleh lewat satu detik pun. Kalau lewat out,’’ ucapnya. Penyetoran berkas pendaftaran pertama kali dilakukan A.A. Nyoman Dharma Putra atau Gung Baron, disusul putra Adi Wiryatama, Gede Made Dedy Pratama, dan terakhir menyerahkan Komang Gede

Sanjaya. Keempatnya mengaku memilih tanggal 18 sebagai hari baik untuk memulai sebuah proses. Seperti disampaikan Dedy, angka 18 mengandung makna yakni 1 itu adalah kemenangan dan 8 adalah makna kasih sayang. ‘’Sudah plong, dan saya tetap santai ikuti mekanisme yang ada, karena apa pun itu kami serahkan ke partai,’’ ucapnya. Hal senada juga disampaikan Ketua DPC PDI-P Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang melengkapi berkas pendaftaran dengan visi-misi menjadi calon bupati. ‘’Saya lihat proses penjaringan berjalan baik dan demokrasi. Prediksi awal tidak begitu banyak. Ternyata banyak juga yang mendaftar. Artinya tatanan demokrasi di Tabanan cukup baik,’’ terangnya. Ia pun mengingatkan kembali urusan rekomendasi 100 persen kewenangan DPP partai. (kmb28)

Dituntut Empat Tahun, Terdakwa Beres Minta Hukuman Ringan


Kamis Paing, 19 September 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Fokus pada Pencapaian Prestasi POLEMIK seputar masalah KPAI dengan proses penggalian bibit atlet bulu tangkis yang dilakukan PB Djarum menyita perhatian banyak kalangan. Tidak hanya para pencinta olahraga badminton itu tetapi sudah meluas. Melibatkan banyak kalangan, apalagi kemudian tersedia medium dunia maya. Lewat media sosial ini pula, panggung silang sengketa itu berlanjut. Akhirnya tercipta titik temu. Sehingga kedua pihak sama-sama merasa sudah punya kanalisasi untuk kepentingannya masing-masing. KPAI merasa lega karena tidak ada lagi brand Djarum yang sudah sangat lekat dengan rokok dan Djarum sendiri sudah merasa legawa bahwa niat baiknya itu tidak lagi ditafsirkan dengan hal-hal lain. Tajuk ini bukan membicarakan soal substansi masalah antara KPAI dan PB Djarum karena hal itu sudah diulas panjang lebar oleh kedua belah pihak dan juga para pengamat, ahli, pihak berkompeten, pemerintah dan juga para warganet. Tetapi lebih banyak pada kebiasaan atau mungkin ‘’budaya’’ kita yang senantiasa lebih banyak disibukkan oleh hal-hal yang sifatnya sampingan, bukan inti. Kalau di sini ditulis atau dipilih kata sampingan, mungkin akan disanggah karena masalah rokok bukanlah masalah sampingan. Bukan itu masalahnya. Kita sering kali lebih terjebak pada hal-hal yang sepertinya tidak perlu dibuat besar. Soal olahraga, kita lebih sering memikirkan atau menyebabkan masalah hiruk-pikuknya. Gempitanya, seremonialnya, masalahnya serta wacananya. Bukan soal yang menukik pada prestasi. Tidak hanya bulu tangkis. Terlebih-lebih lagi sepak bola. Padahal yang dijunjung tinggi di olahraga itu adalah sportivitas, kejujuran, kelegawaan, serta saling menghargai lawan serta menerima kemenangan ataupun kekalahan secara terhormat. Itu inti olahraga. Tetapi yang lebih banyak dipertontonkan adalah kebalikannya. Banyak kalangan sekarang lebih mengutamakan eksistensi. Selalu ingin dianggap eksis walau tidak bermutu sama sekali. Kembali kepada soal olahraga tepok bulu ini. Kita sudah melihat bagaimana bulu tangkis sudah mengharumkan nama bangsa di arena internasional. Ada nama Rudi Hartono, Liem Swie King, Susi Susanti, dan lain-lain. Mereka mengibarkan bendera Merah Putih di berbagai arena pertandingan di dunia. Pembinaan atlet sejak dini adalah sebuah keniscyaan. Tidak semua perusahaan besar mau dan mampu melakukan itu. Ada catatan sejarah penting yang ditorehkan. Bukan kemarin sore. Itu sebuah proses. Kalau kemudian datang sekelompok orang mengatakan ini itu dan membuat sebuah sistem itu tidak jalan, siapa yang akan bertanggung jawab? Menciptakan sebuah kegaduhan itu gampang. Menciptakan sebuah prestasi itu sulitnya minta ampun. Bukan sekadar dianggap eksis maka bisa semaunya dengan menjungkirbalikkan fakta serta logika. Tidak semudah itu. Jangan terlalu terbawa perasaan dan mengajak masyarakat lain untuk ikut berada di dalamnya. Kita sering kali kehilangan fokus. Ini salah satu kelemahan bangsa ini. Hanya dengan berusaha menciptakan opini dan berharap sesuatu yang baru terjadi dengan waktu sekejap. Kita juga sering kali apriori. Lebih mendahulukan perasaan ketimbang logika. Bahasa kininya, lebay. Kita sering kali seperti itu dalam mendukung ataupun menentang sesuatu. Bersikap wajar serta objektif itu perlu diasah dan dibangun. Konstruksi masyarakat madani memerlukan sebuah kesatuan pemikiran dari masyarakat yang cerdas.

Dilema Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia Perdebatan pendapat yang terjadi seputar pemakaian kostum bertuliskan ‘’Djarum’’ yang dikenakan oleh anak-anak pada acara seleksi beasiswa bagi calon-calon atlet bulu tangkis Indonesia kini menuai polemik di masyarakat. Tidak sedikit yang menyayangkan protes dari KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) terhadap PB Djarum (Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum) yang menyatakan bahwa pemakaian kostum tersebut merupakan eksploitasi terhadap anak-anak. Pasalnya, pihak Djarum menanggapi protes tersebut dengan berencana akan menghentikan sementara proses seleksi pada tahun 2020 mendatang. Sudah tertutupkah pintu negosiasi antara kedua belah pihak demi calon-calon atlet bulu tangkis Indonesia? Akankah kebanggaan kita terhadap bulu tangkis padam pascapolemik yang terjadi terkait dengan protes dari KPAI yang ditujukan kepada PB Djarum? Akankah mimpi Indonesia untuk melahirkan atlet-atlet besar bulu tangkis menjadi tersendat?

R

Oleh I Made Mulyawan Subawa

encana dihentikannya ajang pencarian bakat yang telah berlangsung selama puluhan tahun memang cukup menyita perhatian publik, cukup beralasan karena seleksi beasiswa atlet yang diselenggarakan oleh PB Djarum merupakan salah satu pintu masuk yang paling memiliki harapan besar. Bulu tangkis (badminton) merupakan salah satu cabang olahraga yang membuat kita bangga sebagai warga negara Indonesia. Dulu pada era tahun tujuh puluhan dan delapan puluhan, Indonesia sangat mendominasi setiap kejuaraan bulu tangkis dan di setiap pertandingan bulu tangkis berskala internasional dapat dipastikan masyarakat lebih memilih tinggal di rumah untuk menonton

televisi menyaksikan pahlawanpahlawannya berjuang. Antusias warga ketika itu sangat tampak dari riuhnya gemuruh penonton (supporter), dukungan yang luar biasa ditunjukkan baik saat atlet-atlet kita menjadi tuan rumah maupun bertandang ke negara lain. Masih terbayang dalam ingatan, nama-nama yang kini menjadi legenda seperti Liem Swie King, Christian Hardinata, Ardy. B Wiranata, Alan Budi Kusuma, dan banyak lagi atlet terkenal lainnya. Mereka adalah atlet-atlet yang lahir dari binaan PB Djarum yang berdiri pada tahun 1969 dan sejak tahun 1974 dibuka untuk masyarakat umum. Saat ini, meski prestasi bulu tangkis Indonesia tidak secemerlang dulu, Indonesia masih tercatat sebagai negara yang cukup disegani di cabang olahraga

Warung Global

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Tanggapan UD Putri

Kami dari UD Putri ingin memberi tanggapan atas berita yang dimuat di Bali Post Jumat, 13 September 2019 halaman 4 dengan judul ‘’Senator Wedakarna Adakan RDP di Disnaker Kota Terkait Aspirasi Penahanan Ijazah di UD Putri’’. Pertama, Senator Wedakarna harus melihat dari dua sisi, perusahaan dan karyawan. Mereka yang dibantu agar mendapat pekerjaan itu merugikan apa tidak. Perusahaan dan karyawan punya kontrak kerja yang sudah disepakati dan dihormati. Kedua, Senator Wedakarna hanya melihat dari satu sisi. Hanya menerima pengaduan dari karyawan yang bermasalah. Kasus ini sudah lama dan sudah diselesaikan. Kalau memang mau memediasi dan memberi solusi, harusnya dilakukan dulu. Jangan sekarang

memberi komentar saat urusan sudah selesai. Ketiga, kami tahu ada perusahaan lain yang menahan ijazah karyawannya. Ini tujuannya untuk saling menjaga dan saling bertanggung jawab. Sebagai perusahaan lokal, kami perlu dukungan. Jangan main komentar tanpa melihat fakta bagaimana kami berusaha untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat. Keempat, jika mau membuat aturan tentang ketenagakerjaan, apalagi yang berkaitan dengan penahanan ijazah, tolong libatkan juga pengusaha. Semua komponen harus diajak duduk bareng agar menghasilkan solusi terbaik. Putu Agus Aryawan Manajer UD Putri

Balai Budaya Badung Perlu Ruang Pameran Selasa, 17 September pagi, saya sempat datang ke Balai Budaya Giri Nata Mandala yang berlokali di areal Puspem Badung. Balai budaya yang di-pelaspas secara agama Hindu pada Sabtu 14 September lalu, saya perhatikan belum ada ruang khusus yang representatif untuk memajang lukisan. Berita yang saya baca di koran, Bupati Badung mengatakan bahwa di lokasi yang masih kosong akan dibangun ruang khusus untuk memajang karya seni oleh perajin dan seniman Badung. Di samping pameran, karya seni tersebut juga dijual. Nah berhubung belum dibangunnya ruang pameran ini saya sarankan, maaf para arsitek agar merencanakan secara profesional bagaimana ruang pameran yang benar dan baik. Khusus untuk memajang lukisan jangan terlalu banyak jendela. Pada dinding harus ada gantungan khusus lukisan yang bisa digeser-geser. Ada lampu sorot yang khusus menyorot lukisan, tetapi tidak menyorot

bulu tangkis dan lagi-lagi di antara yang menjadi juara saat ini terlahir dari binaan PB Djarum. Dan, kita masih memiliki harapan besar untuk kembali mendulang prestasi seperti dulu lagi mengingat sampai dengan saat ini regenerasi terhadap atletatlet muda masih dilakukan, dan harus kita akui di tengah anggaran yang terbatas, PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) masih mampu mengadakan pembinaan terhadap atlet-atlet muda berbakat, tentu saja salah satunya melalui kerja sama yang baik dengan PB Djarum. Jika demikian adanya, lalu apa yang menjadi alasan dari KPAI sehingga harus memprotes sedemikian rupa pemakaian T-shirt berlogo ‘’Djarum’’ pada pakaian anakanak peserta seleksi tersebut? Kalau alasannya semata-mata

karena pelaksanaan undangundang perlindungan anak dan peraturan turunannya tentu berdasar dan tidak juga dapat disalahkan begitu saja. Tetapi sudahkah hal ini dikaji secara mendalam sehingga tidak menjadi keputusan yang tergesagesa yang akhirnya akan merugikan kepentingan yang lebih besar. Kenapa tidak dilihat dari sisi yang lain, yang lebih objektif, misalnya; PB Djarum bukanlah sebagai produsen rokok, dan yang bertuliskan pada kostum yang dipakai anak-anak calon atlet tersebut bukanlah produk rokok ‘’Djarum Super’’ melainkan murni ‘’Djarum’’ sebagai nama yang mewakili yayasan yang mempunyai maksud dan tujuan sosial kemanusiaan, bertujuan mendidik bakat-bakat muda melalui pendidikan gratis (beasiswa). Bukankah sejatinya tujuan hukum itu bukan hanya kepastian, melainkan keadilan dan kemanfaatan. Jika penerapan aturan hukum tersebut ternyata justru sangat tidak bermanfaat kenapa kita tidak berpikir untuk menerapkan aturan yang lebih fleksibel, sehingga keadilan dan kemanfaatan yang lebih besar dirasakan oleh anakanak Indonesia mampu kita hadirkan. Menanggapi situasi seperti sekarang ini tentu banyak kalangan yang setuju jika masingmasing pihak yang berseteru segera menurunkan egonya dan duduk bersama untuk mencari jalan yang terbaik, se-

pengunjung agar pengunjung tidak silau penglihatannya. Bangunan ruang pameran ini janganlah terlau mewah seperti gedung budaya yang sudah ada ini. Tambahan juga, jika akan membangun ruang pameran libatkan beberapa pelukis senior agar gedung tersebut bisa terwujud memuaskan bagi pengunjung dan seniman itu sendiri. Saat saya datang ke balai budaya ini sebelum saya masuk ruangan, saya disuruh melepas alas kaki oleh petugas di sana. Waduh, bagaimana nanti jika ratusan malahan ribuan penonton yang akan menyaksikan pertunjukan kesenian di teater yang bertarap internasional itu. Saya berharap nanti pengunjung jangan sampai melepas alas kaki jika menyaksikan karya seni tersebut. W. Beratha Yasa Kapal, Badung

Tari Sakral Jangan untuk Cari Uang PEMENTASAN tari sakral kini sudah diatur. Tarian tersebut hanya boleh dipentaskan pada saat piodalan dan hari keagamaan. Bahkan secara tegas bahwa tari sakral dilarang untuk menyambut wisatawan dan mencari Rekor Muri. Beratayasa di Sangeh sependapat dan mengapresiasi kebijakan yang dilakukan Gubernur sebagai langkah penting untuk memajukan kebudayaan Bali. Ia mengatakan tidak pas dan menyalahi aturan bila tarian sakral dipentaskan di sembarang tempat dan tidak sebagaimana mestinya. Harus dibedakan mana yang bisa dijadikan tontonan dan dikreasikan. Sesuatu yang sakral dan disucikan mesti dijaga dan tidak diobral. Werda di Tegallalang menilai bagus sekali. Tarian sakral diciptakan untuk kepentingan upakara keagamaan Hindu Bali. Janganlah kita mendewakan uang. Ia mengatakan harus dipetakan dan disosialisasikan, mana yang dikategorikan sakral dan tidak agar tidak ada kerancuan. Tut Dawi dan Sridam di Badung mengharapkan seni tari sakral tidak dipentaskan di sembarang tempat dan untuk tujuan

mendapatkan keuntungan atau bisnis terlebih dijadikan untuk mendapatkan penghargaan Rekor Muri. Tarian sakral harus dijaga dan dilestarikan. Vera di Tabanan setuju tari sakral kini dilarang untuk dipentaskan atau dipertontonkan untuk tujuan komersial, apalagi untuk pemecahan Rekor Muri agar tidak merusak seni dan tatanan yang diwariskan para leluhur kita. Tarian sakral harus dilestarikan agar tidak punah tergerus oleh perubahanperubahan zaman. Sudana di Tabanan mengatakan, pemerintah harus melakukan pengawasan dan pembinaan dalam rangka penguatan, pelestarian dan pelindungan tari sakral. Ia mengatakan, banyak tarian kreasi yang bisa dipertontonkan sehingga tidak harus mengambil tari sakral untuk dipertontonkan secara sembarangan untuk memecahkan Rekor Muri. (dika)

hingga pembinaan atlet-atlet bulu tangkis Indonesia dapat terus berlangsung bukan malah melahirkan dilema tak berujung. Harapannya tentu agar keputusan sepihak dari PB Djarum untuk menghentikan beasiswa yang sudah berjalan baik selama berpuluh-puluh tahun dipikirkan ulang. Agar KPAI sebagai komisi yang melindungi anak-anak pun tidak tergesa-gesa memberikan peringatan keras, tidak salah menafsirkan apa yang semestinya diterapkan mengingat masih banyak hal lain yang menjadi prioritas dalam hal melindungi anak-anak, misalnya dengan cara pencegahan kekerasan terhadap anak yang masih banyak terjadi, eksploitasi anak-anak dalam demonstrasi yang ujungujungnya bertujuan memecah belah persatuan bangsa. Sebaliknya berprestasinya cabang olahraga justru bisa menjadi perekat persatuan. Yang terpenting yang harus dipikirkan dan disadari bersama adalah pengkaderan atlet-atlet muda wajib dilakukan. Untuk mewujudkan itu memang masih memerlukan uluran tangan dari para dermawan tentu saja dalam hal ini yang paling mungkin melakukannya selain pemerintah adalah dari kalangan pengusaha, sehingga bulu tangkis tetap disegani dan membawa harum nama Indonesia. Penulis, Praktisi Hukum tinggal di Denpasar

POJOK Kata Jokowi, keterbukaan dan toleransi kunci kemajuan bangsa. - Sudah waktunya Indonesia jaya. *** Bangli peringkat ke-3 rabies di Bali. - Peringkat tak baik. *** Pemkab Badung siap blokir wajib pajak bandel - Supaya tak bandel lagi.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Paing, 19 September 2019

Gagal Jadi Ketua Dewan

Arnawa Ramaikan Bursa Penjaringan Cawabup Tabanan (Bali Post) Ada yang menarik dalam penjaringan Cabup dan Cawabup PDI-P di Kabupaten Tabanan hari ketiga, Rabu (18/9) kemarin. Sosok yang sempat kontroversial karena gagal menduduki jabatan Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa alias Komet mencoba peruntungan meraih jabatan Wakil Bupati (Wabup) Tabanan. Sekretaris DPC PDI-P Tabanan ini datang ke kantor Sekretariat DPC PDI-P guna mengambil formulir penjaringan cawabup. Arnawa tiba sekitar pukul 11.30 Wita diantarkan oleh sejumlah kader partai dari Ranting Penebel. Ia mengatakan, sesuai asas kepatutan dan asas kepantasan, dirinya memilih formulir bakal cawabup dan tetap mendukung I Komang Gede Sanjaya sebagai calon kuat Bupati Tabanan, dengan kalkulasi politik, seperti berhasil meningkatkan raihan suara PDI-P baik di pileg, pilpres maupun pilgub.

Ia pun tidak mau jika keputusannya ikut dalam bursa penjaringan cawabup hanya dianggap sebagai pelengkap. ‘’Saya ini petarung sejati. Bahkan meski pasti sudah ada lobi-lobi, saya berharap DPP bisa melihat kelayakan kader di Tabanan secara jernih melihat secara objektif persoalan di Tabanan,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua PAC Marga I Putu Eka Nurcahyadi, politisi asal Marga yang santer digadang-gadang sebagai calon terkuat untuk posisi cawabup, juga datang di hari ketiga diantar puluhan simpatisan baik dari pengurus PAC dan anggota DPRD Tabanan, seperti Ni Putu Yuni Widyatnyani, Ni Made Dewi Trisnayanti dan I Made Muskadana. Eka mengatakan, keikutsertaannya dalam bursa penjaringan cawabup juga atas dasar pertimbangan dan masukan kader baik di tingkat PAC dan fraksi. ‘’Saya hanya menghormati mekanisme

partai. Mudah-mudahan proses ini menunjukkan PDI-P adalah partai besar yang banyak potensi kader yang memiliki kemampuan untuk membawa Tabanan lebih baik lagi,’’ ucapnya sembari menegaskan, siap mengawal keputusan induk partai. Ada satu tokoh masyarakat Kediri yang datang dengan penampilan agak berbeda saat mengambil formulir. I Nyoman Muliyadi alias Mang Beruk juga meramaikan bursa bakal cawabup. Penasihat PAC Kediri inipun mengatakan keinginannya maju karena hati nurani. ‘’Sebagai penasihat partai, saya melihat untuk PDI-P seperti daun kering yang mudah dikumpulkan tapi sulit diikat,’’ ucapnya. Bursa cawabup semakin semarak dengan hadirnya dua kader senior PDI-P Tabanan. Mereka adalah I Made Arimbawa dan I Gede Suamba yang mengambil formulir hampir bersamaan.

Arimbawa yang menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Cabang DPC PDI-P Tabanan serta Tim Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan (Staf Gubernur Bali) mengatakan, keikutsertaannya dalam penjaringan ini untuk menjamin terlaksananya visi dan misi Gubernur Bali di Kabupaten Tabanan. Selain itu, ia juga melihat potensi Tabanan yang luar biasa, yang sudah sepantasnya mendapatkan pemimpin yang mumpuni mengelola potensi tersebut. Sementara itu, I Gede Suamba yang merupakan kader asal Pupuan menyatakan, pihaknya mengapresiasi langkah DPC yang membuka peluang bagi semua kader untuk ikut bursa cabup dan cawabup Tabanan. Keinginan kuat Suamba mendaftar berdasarkan desakan para kader di dapil Selemadeg Raya-Pupuan, khususnya di Kecamatan Pupuan. (kmb28)

Bali Post/bit

AMBIL FORMULIR - I Nyoman Arnawa mencoba keberuntungan dengan mengambil formulir penjaringan Cawabup.


Kamis Paing, 19 September 2019

Dihapuskan, Ratusan Aset Tak Bernilai Ekonomis

Singaraja (Bali Post) – Penataan aset di lingkungan pemerintah daerah tidak saja melalui lelang online. Penertiban aset itu juga dilakukan dengan cara penghapusan aset yang memang tidak lagi memiliki nilai ekonomis. Seperti yang dilakukan Bagian Perlengkapan dan Perawatan (Perwat) Sekretariat Daerah (Setda) Buleleng. Ratusan lebih jenis yang tercatat sebagai aset di Setda Buleleng itu dihapuskan. Cara ini dilakukan karena, aset yang sudah menjadi rongsokan itu tidak memiliki nilai ekonomis. Penghapusan itu sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 19 Tahun 2016 dan Peraturan Daerah (Perda) Buleleng No. 6 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Ratusan jenis aset itu seperti meja kerja, kursi, dan perlengkapan kantor lain dimusnahkan di areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Bengkela, Kecamatan Kubutambahan, Rabu (18/9) kemarin. Aset yang tidak dapat dimanfaatkan dan tidak bernilai ekonomis

itu dihancurkan menggunakan alat berat. Sebelum dihancurkan dilakukan penandatanganan dokumen aset oleh Asisten Administrasi Umum Gede Suyasa didampingi Kepala Bagian (Kabag) Perwat Putu Gede Yudana. Gede Suyasa mengatakan, sesuai ketentuan, aset yang tidak lagi digunakan karena rusak berat dan tidak lagi memiliki nilai secara ekonomis itu, maka pemerintah daerah dibenarkan menghapuskan aset tersebut. Meski dibenarkan sesuai regulasi, pihaknya tidak gegabah memutuskan penghapusan aset itu. Sebelum dihapuskan, Bagian Perwat lebih dulu melakukan pengajuan penghapusan. Aset yang diajukan dihapus itu, kemudian dihitung nilai ekonomisnya. Dari proses itu, ratusan aset itu dinyatakan tidak memiliki nilai ekonomis. “Sebelumnya dilakukan pengajuan dan penghitungan oleh tim pemanfaatan aset. Memang aset ini tidak bisa dimanfaatkan lagi. Nilai ekonomisnya sudah tidak ada, sehingga hari ini kami musnahkan,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

DEKLARASI DAMAI – 37 calon perbekel dari 12 desa di Kecamatan Busungbiu menandatangani ‘’Deklarasi Pilkel Serentak Damai’’ Rabu (18/9) kemarin.

Calon Perbekel Tanda Tangani Deklarasi Damai

Singaraja (Bali Post) –

Pencoblosan pemilihan perbekel (pilkel) serentak telah ditetapkan 31 Oktober 2019 mendatang. Saat ini, panitia desa dan panitia di kabupaten yang dimotori Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Buleleng melaksanakan tahapan pilkel serentak itu.

Bali Post/kmb38

DIHAPUSKAN – Ratusan jenis aset di lingkungan Setda Buleleng dihapuskan di kawasan TPA Desa Bengkela, Kubutambahan, Rabu (18/9) kemarin.

LINTAS Penyuluhan Bahasa Media Luar Ruang BALAI Bahasa Bali dan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberi penyuluhan penggunaan bahasa media luar ruang, Rabu (18/9) kemarin. Penyuluhan diikuti perwakilan Organisasi Perangkat

Daerah (OPD). Kepala Balai Bahasa Bali Toha Machsum mengatakan, pemakaian tata bahasa selama ini masih banyak yang keliru. Mengatasi masalah itu, penyuluhan itu dilakukan guna meningkatkan wawasan dan memberi pencerahan tentang tata bahasa yang baik

dan benar. Asisten Administrasi Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahtraan Rakyat Ni Made Rousmini mengatakan, penyuluhan ini meningkatkan pengetahuan tentang tata bahasa, pemilihan dan penggunaan bahasa yang baik dan benar. (kmb38)

Di tengah berlangsungnya tahapan pilkel serentak dan menjelang pencoblosan, upaya menjaga kondusivitas desa yang menghelat pilkel serentak itu mulai gencar dilakukan. Seperti di Kecamatan Busungbiu. Dinas DPM bersama panitia pilkel serentak serta jajaran Muspika Busungbiu, Rabu (18/9) kemarin, melakukan penandatanganan “Deklarasi Mewujudkan Pilkel Serentak Damai”. Deklarasi ini diikuti 37 calon perbekel dari 12 desa di Kecamatan Busungbiu yang menghelat pilkel serentak itu. Camat Busungbiu I Gede Putra Aryana mengatakan, penandatanganan deklarasi damai itu sengaja dilakukan.

Penting dijadikan prioritas dalam upaya menjaga situasi desa, agar tetap kondusif baik saat masa tahapan pilkel serentak itu hingga hari H pencoblosan nanti. Meskipun hajatan demokrasi di tingkat desa, tetapi tidak dimungkiri kalau tensi politik di desa itu juga akan meningkat. Sehingga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, pihaknya kemudian menggagas penandatanganan “Deklarasi Pilkel Serentak Damai” itu. “Semua pihak termasuk calon perbekel ini telah bersepakat menyukseskan pilkel serentak damai di wilayah kami. Situasi di wilayah desa yang menggelar pilkel harus dijaga agar tetap

kondusif, walaupun terjadi peningkatan tensi politik di desa,” katanya. Birokrat asal Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu ini menambahkan, kesuksesan pilkel serentak itu, tidak saja diharapkan datang dari calon perbekel terpilih. Namun tingkat partisipasi pemilih yang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pilkel serentak itu juga diminta menjadi penentu sukses atau tidaknya pilkel serentak itu. Untuk itu, mantan Kepala Bagian (Kabag) Humas Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng ini mengajak para calon perbekel dan semua komponen terkait agar berpartisipasi aktif menyukseskan pilkel serentak itu.

“Kesuksesan pilkel serentak itu juga ditentukan tingkat partisipasi pemilih saat hari H nanti. Kami mengajak semua pihak berpartisipasi aktif meningkatkan partisipasi pemilih,” harapnya. Sementara itu, dalam penandatanganan “Deklarasi Pilkel Serentak Damai” itu dibuat empat poin. Pertama menaati semua ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku terkait pilkel serentak, menjunjung tinggi dan menerapkan etika berpolitik yang bersumber pada nilai Pancasila, budaya bangsa, dan agama mengutamakan kepentingan umum dan menghormati HAM. Kedua, siap menyukseskan pilkel serentak itu secara aman, damai, dan suasana sejuk. Poin tiga, siap kalah dan siap menang, dan poin keempat, sepakat menolak ujaran kebencian dan bersama-sama menangkal hoax. (kmb38)

DAK Tak Kunjung Cair

Pembangunan Tempat MCK SDN 2 Tigawasa Dihentikan Pihak SDN 2 Tigawasa, Kecamatan Banjar terpaksa menghentikan pembangunan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK - red) di sekolah tersebut. Penyebabnya, anggaran pembangunannya yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 belum terealisasi. Akibatnya, proyek dengan biaya Rp 125 juta lebih itu gagal dituntaskan sesuai kontrak berakhir 17 September 2019. Apa saja langkah langkah efektif yang sudah dilakukan pihak swakelola untuk mewujudkan proyek yang tidak dilanjutkan pembangunannya itu? D A R I informasi yang dikumpulkan di lapangan, tempat MCK ini dibangun di areal sekolah. Proyek ini dikerjakan dengan sistem swakelola oleh pihak sekolah. Sesuai desain perencanan, MCK untuk siswa itu dikerjakan selama 38 hari kalender. Padahal, pemborong sudah mulai mengerjakan pembangunan MCK 17 Juni 2019. Seharusnya, pembangunan tempat MCK itu sudah berakhir 17 September 2019. Namun fakta di lokasi, realisasi pekerjaan proyek itu baru 70 persen. Dari pelaksanaan awal proyek, pihak panitia swakelola baru menerima pencairan anggaran untuk termin pertama Rp 37 juta. Proyek ini gagal dituntaskan sesuai kontrak.

Alasannya, kucuran DAK dari pemerintah pusat untuk realisasi termin kedua tidak ada kejelasan kapan dananya akan dicairkan. Tukang bangunan yang mengerjakan proyek tempat MCK itu, Made Wilis, menuturkan, dirinya telah bekerja sesuai petunjuk pihak panitia swakelola. Pada awalnya, material dan pembayaran jasa tukang bangunan lancar. Hanya, mendekati tahap akhir pembangunan, pembayaran jasa tukang itu macet. Atas kondisi itu, Wilis memutuskan menghentikan pekerjaannya sejak 30 Juni 2019 lalu. Dia pun sempat menanyakan dan ternyata, memang panitia swakelola menghentikan proyek itu karena realisasi anggaran

dari pemerintah mandek. “Di awal lancer, tetapi setelah pekerjaan tinggal finishing, keuangan proyek itu sepertinya tidak beres. Sehingga kami berhenti mengerjakan pembangunan tempat MCK itu sampai saat ini,” katanya. Kepala SDN 2 Tigawasa, Kecamatan Banjar, Ni Luh Ayu Marleni, tidak menampik pembangunan tempat MCK di sekolahnya itu gagal dituntaskan sesuai kontrak pekerjaan. Ayu Marleni mengatakan, sekolahnya tahun 2019 mendapat kucuran DAK untuk membangun tempat MCK sebesar Rp 125 juta lebih. Sesuai prosedur, pembangunan dilakukan dengan sistem swakelola. Setelah membentuk panitia, tempat MCK mulai dikerjakan

pada 17 Juni dan selesai 17 Septemebr 2019. Termin Pertama Selama pembangunan berlangsung, pihak sekolah bersama panitia swakelola mencairkan DAK itu pada termin pertama Rp 37 juta. Dana yang terealisasi itu telah digunakan untuk pembelian material dan ongkos tukang bangunan. Dana pembayaran termin pertama itu telah habis. Sedangkan volume pekerjaan justru masih tersisa. Pihaknya bersama panitia kembali mengajukan pencairan untuk termin kedua dan ketiga. Setelah pengajuan pembayaran itu diproses, dirinya tidak mendapat kepastian kapan sisa DAK itu direalisasikan. “Kami baru gunakan DAK untuk termin satu. Setelah dibayarkan pembangunan masih berlanjut. Karena pembangunan sudah sampai 70 persen, kami mengajukan pembayaran termin berikutnya tapi belum disetujui,” katanya.

Tempat MCK itu kata Marleni, sangat dibutuhkan siswa, sehingga panitia swakelola tetap melanjutkan sisa pekerjaannya. Panitia kemudian menalangi dengan mencari pinjaman kepada pihak ketiga. Cara ini dilakukan setelah mendapat petunjuk dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Sisa DAK direalisasikan dalam waktu dekat ini. Setelah panitia swakelola menalangi melalui dana pinjaman pribadi senilai Rp 10 juta, sisa DAK itu tidak kunjung cair. Masalahnya tidak berani mencari dana talangan dalam jumlah besar. Sehingga pembangunan tempat MCK itu dihentikan dengan realisasi 70 persen. “Kami sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan. Memang kami dan panitia tidak berani mencari dana talangan untuk menuntaskan proyek ini, sehingga pembangunannya dihentikan. Waktu pekerjaan juga sudah berakhir,” jelasnya. Di tempat terpisah,

Kepala Disdikpora Gede Dharmaja mengaku, permasalahan proyek pembangunan tempat MCK itu belum diterima. Dharmaja berjanji akan berkoordinasi dengan

Bidang Pembinaan SD yang bertanggung jawab untuk mencari jalan keluar persoalan pembangunan fasilitas penunjang di SDN 2 Tigawasa itu. (mud)

Bali Post/kmb38

TEMPAT MCK – Pembangunan tempat MCK di SDN 2 Tigawasa, Kecamatan Banjar dihentikan. Ini karena anggaran pembangunan dari DAK tahun 2019 belum direalisasikan.


Kamis Paing, 19 September 2019

Parpol Keluhkan Bendera yang Hilang Gianyar (Bali Post Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar mendapat keluhan dari salah satu partai politik (parpol) di kawasan seni ini. Keluhan itu lantaran KPU yang dinilai tidak bertanggung jawab menjaga bendera parpol. Hal ini diungkapkan Bendahara PKS Gianyar Subur Permana, Rabu (18/9) kemarin. Subur Permana mengaku saat hajatan pemilu lalu KPU meminta parpol menyetor bendera masing-masing, lengkap dengan tiang bendera. Selanjutnya bendera dengan tiang itu dipasang di halaman Kantor KPU Gianyar. “Itu kami beli bendera sama tiangnya sekitar Rp 600 ribu,” ujarnya. Usai pemilu, jejeran tiang dan bendera pun tidak dipakai lagi. Pihaknya pun meminta kembali bendera tersebut, sebab rencananya mau dipasang di Sekretariat PKS. Namun ketika dicari ke Kantor KPU Gianyar malah dikatakan hilang. Mendapat informasi itu, pihaknya langsung mempertanyakan hal itu ke Kantor KPU Gianyar. “Sudah dicari-cari oleh petugas di sana, tapi tidak ketemu. Katanya hilang,” terangnya. Subur Permana mengaku kecewa berat dengan tindakan KPU tersebut. Sebab, bendera parpol itu merupakan simbol yang selalu dijaga. “Itu kan simbol partai kami. Kalau sudah selesai, mestinya dilipat dengan baik atau dikembalikan,” keluhnya. Sementara untuk tiang bendera yang sudah terpakai, parpol malah diminta menurunkan sendiri. Melihat kondisi ini, Subur Permana mempertanyakan terkait bendera hingga tiang yang harus dianggarkan oleh parpol. “Apakah bendera sampai tiang harus partai yang menyediakan? Apakah KPU tidak bisa menyediakan sendiri? Padahal saat kampanye anggaran untuk buat baliho besar bisa. Masak bendera dan tiang yang harganya Rp 600 ribu tidak bisa mengadakan sendiri,” keluhnya. Dihubungi terpisah, Ketua KPU Gianyar Agus Tirta Suguna mengatakan, bendera parpol itu kebanyakan sudah robek. Itu karena diminta dipasang dari penetapan parpol menjadi peserta pemilu pada 2018. Bendera terus berkibar hingga akhir Pemilu 2019. “Kami sudah serahkan ke yang bersangkutan untuk permakluman. Sudah diketahui itu. Hampir semua partai begitu,” terangnya. Disinggung terkait pengadaan bendera dan tiangnya, Agus Saguna mengatakan KPU memang tidak menganggarkan hal tersebut. Ditambahkan, hal ini berlaku di seluruh Indonesia. “Tidak, itu masing-masing partai harus menyerahkan. Itu seluruh Indonesia. Memang proses itu masing-masing parpol menyerahkan untuk dipajang sebagai simbol. Ya, termasuk tiang dan bendera,” tegasnya. (kmb35)

MEMERIKSA - Salah seorang peternak di Desa Taro memeriksa ternak sapinya yang masih tersisa, Rabu (18/9) kemarin.

Warga Taro dan Sebatu Resah

Enam Sapi Mati dengan Jeroan Hilang

Gianyar (Bali Post) -

Beberapa hari terkahir, warga Desa Taro dan Desa Sebatu dikejutkan dengan ditemukannya enam ekor anak sapi yang mendadak mati dengan luka di bagian perut. Seluruh anak sapi itu mati dengan kondisi jeroan hilang, sementara bagian tubuh luar lainnya masih utuh. Dinas Pertanian Gianyar yang membawahi kesehatan hewan sudah mendatangi lokasi tersebut.

Bali Post/kmb35

TIANG - Sejumlah tiang yang berdiri tanpa bendera parpol di halaman Kantor KPU Gianyar.

Pemilik Bangunan di Atas Tanah Negara Diberikan SP II Gianyar (Bali Post) Petugas gabungan Satpol PP Kabupaten Gianyar dan Satpol PP Provinsi Bali kembali melakukan sidak ke lokasi tanah negara yang digunakan sebagai tempat usaha. Oknum yang sebelumnya sudah pernah disidak ini kini diberikan Surat Peringatan (SP) II. Apabila mereka masih membandel menempati lahan tersebut, petugas dipastikan akan mengambil langkah tegas. Kasat Pol PP Gianyar I Made Watha menerangkan, sejumlah oknum yang memanfaatkan tanah negara ini sebelumnya sudah disidak oleh petugas Satpol PP Kabupaten Gianyar. Mereka juga sudah diberikan SP I, namun pascaperingatan itu tidak ada itikad baik untuk melakukan pembongkaran. “Makanya pemilik bangunan di areal lahan dengan plang tanah negara itu kembali disidak,” kata Watha, Rabu (18/9) kemarin.

Menurut Watha, ada lima titik lokasi tanah negara di seputaran By-pass I.B. Mantra yang disidak petugas. Dari jumlah itu seluruh pemilik bangunan dijatuhi SP II. Rata-rata oknum yang mendirikan bangunan di atas tanah negara itu merupakan warga lokal, namun ada juga warga luar Gianyar. “Semua sudah diberikan SP II dan ada yang membuat surat pernyataan siap membongkar sendiri,” ujarnya. Watha menambahkan, para pemilik bangunan ini meminta tenggang waktu hingga akhir September ini untuk memindahkan sendiri barang-barangnya. Selain itu, mereka juga sudah membuat surat pernyataan bersedia membongkar sendiri bangunannya. “Sebelum akhir September ini, mereka siap membongkar. Jika tidak, kami akan ambil tindakan tegas berupa SP III dan eksekusi paksa,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

BANGUNAN - Petugas satpol PP Gianyar menyidak bangunan yang berdiri di atas tanah negara.

Bali Post/kmb35

Kondisi anak sapi yang mati dengan jeroan hilang ini terjadi di tiga lokasi. Yakni Banjar Patas, dan Banjar Pisang Kaja, Desa Taro, serta Banjar Jati, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang. Warga di tiga banjar itu merasa resah dan khawatir bila anak sapi lainnya yang masih tersisa akan

mengalami hal serupa. “Dua anak sapi saya mati, isi jeroannya hilang. Sedangkan daging sapi tersebut tidak dikomsumsi dan sudah dikubur di dekat kandang sapi,” terang salah satu pemilik sapi, I Wayan Suarsana, Rabu (18/9) kemarin. Suarsana mengaku sangat terpukul karena anak sapinya

yang mati mengenaskan itu berumur belum seminggu. “Tentu sangat terpukul sekali. Semoga saja anak sapi yang lain tidak mengalami hal seperti ini,” katanya. Hal senada juga diungkapkan oleh pemilik sapi lainnya, yaitu I Wayan Asi dan Made Mendra. Anak sapi yang mereka pelihara juga mati dengan

Gianyar (Bali Post) Serangkaian operasi Anti Narkotika (Antik), jajaran Sat Narkoba Polres Gianyar telah meringkus seorang pengguna Karina (28) dan seorang pengedar Aldi. Dari tangan pengedar berusia 31 tahun asal Surabaya itu polisi mengamankan tiga paket sabu-sabu (SS) lengkap dengan timbangan. Kini kedua pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Gianyar. Kabag Ops Polres Gianyar Kompol I Dewa Gede Mahaputra didampingi Kasat Resnarkoba Polres Gianyar AKP Nyoman Pawana Jaya Negara menerangkan, pengungkapan ini bermula dari penangkapan pelaku Karina Jumat (13/9) lalu. Polisi yang melakukan pemantauan melihat wanita berusia 28 tahun asal Jember itu tengah melintas menggunakan sepeda motor Honda Beat nopol 3268 KAB dengan gerak-gerik mencurigakan. “Saat itu pelaku terlihat membuang sesuatu ke tempat sampah,” kata Mahaputra, Rabu (18/9) kemarin. Melihat gerak-gerik mencurigakan itu, kata Mahaputra polisi langsung menghentikan laju wanita yang sudah tiga kali menjanda ini. Polisi yang melakukan penggeledahan menemukan

barang yang dibuang di tempat sampah itu ternyata satu plastik klip berisi SS. “Barang tersebut diakuinya sabu-sabu seberat 0.17 gram neto yang baru saja diambilnya dari seseorang di Batubulan,” ujarnya. Berdasarkan interogasi, wanita bertubuh mungil ini mengaku mendapat SS dari seorang pengedar bernama Aldi. Polisi lantas melakukan perburuan pengedar dengan ciri bertubuh tambun itu. Aldi berhasil ditangkap saat melintas menggunakan Honda Beat warna putih nopol L 3646 LR di Jalan Raya Singapadu, Sukawati, malam itu juga. “Saat digeledah, petugas menemukan satu plastik klip berisi sabu-sabu,” jelas Mahaputra. Tidak berhenti sampai di situ, polisi melakukan pengembangan ke tempat kos Aldi di Desa Batubulan, Sukawati. Di lokasi itu petugas menemukan barang bukti berupa alat timbang digital, bendel plastik klip, alat isap berupa bong, tiga bendel kertas rokok merk Radjamas dan satu buah potongan pipet dengan ujung runcing. Polisi juga melanjutkan penggeledahan pada konter HP milik Aldi. Di sana polisi menemukan barang bukti

SS terbungkus plastik klip seberat 0,35 gram dan 0,30 gram. “Selain itu juga kami menemukan ganja seberat 0,46 gram. Temuan ini mengarahkan tersangka sebagai perantara atau pengedar,” imbuh AKP Pawana. Menurut Pawana, tersangka Aldi mengaku mendapatkan SS dari Surabaya yang dikirim lewat jasa pengiriman. Dikatakan, setiap pengiriman itu jumlahnya hanya beberapa gram, kemudian dipecah menjadi paket kecil. “Kalau ditanya sejak kapan dia mengedarkan barang haram tersebut, jawaban tersangka selalu baru pertama kali. Tetapi untuk kami aparat kepolisian, Aldi ini sudah cukup lama menjadi target operasi,” tegasnya. Aldi yang menjadi target operasi Antik Agung 2019 ini dijerat dengan pasal 114 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang perantara dalam jual beli narkotika dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun. Sedangkan Karina dijerat dengan pasal 112 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang menguasai, menyimpan atau membawa narkotika golongan I dengan ancaman pidana penjara minimal empat tahun. (kmb35)

kondisi mengenaskan. Kondisi anak sapi mereka bagian jeroan dan pantatnya habis yang diperkirakan dimakan oleh binatang buas. “Dugaan kami ada binatang buas. Anehnya, kenapa anjing peliharaan kami tidak menggonggong saat ada binatang buas datang,” terangnya. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar Ngakan Putu Readi mengaku sudah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian di Kecamatan Tegallalang. Ia menjelaskan kepada warga

bahwa sapi tersebut dimakan oleh gerombolan anjing liar. “Wilayah tersebut dekat dengan hutan, anjing hutan liar ini keluar mencari mangsa,” ungkapnya. Readi menambahkan, kasus anak sapi mati tersebut sama dengan kasus yang terjadi di Bangli beberapa waktu lalu. “Kasusnya sama, ini ulah anjing hutan liar dan kami kesulitan mencari tempat persembunyiannya. Saran kami, kandang sapi itu dibuatkan pagar supaya anjing liar tidak bisa masuk,” katanya. (kmb35)

Pengguna dan Pengedar Narkoba Ditangkap

Bali Post/kmb35

NARKOBA - Kabag Ops Polres Gianyar Kompol I Dewa Gede Mahaputra didampingi Kasat Resnarkoba Polres Gianyar AKP Nyoman Pawana Jaya Negara menunjukkan barang bukti dan tersanga penyalah guna dan pengedar narkoba, Rabu (18/9) kemarin.


Kamis Paing, 19 September 2019

Keempat Kalinya, Jembrana Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha

Pemkab Jembrana menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha 2019 dari pemerintah karena dinilai sukses menata transportasi dan fasilitas publik dengan baik. Penghargaan diserahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertepatan Hari Perhubungan Nasional, di Jakarta, Minggu (15/9) lalu. Penghargaan diterima Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa mewakili Bupati Jembrana I Putu Artha. Menhub dalam sambutannya menegaskan, pemberian WTN merupakan upaya pembinaan dari Kementerian Perhubungan kepada pemerintah daerah agar memenuhi kriteria bagi penyelenggaraan pelayanan transportasi dan fasilitas publik. Ada beberapa kriteria penilaian WTN tahun ini. Pertama, sistem lalu lintas yang baik. Kedua, sarana transportasi yang baik, mulai armada angkutan umum dan komponen pendukungnya. Ketiga, prasarana angkutan umum, seperti terminal, halte, pedestrian, rambu-rambu lalu lintas dan lainnya. Keempat, faktor umum yang mendukung penyelenggaraan dan pelay-

anan angkutan umum termasuk inovasi dan terobosan daerah. Kelima, perhatian dan kepedulian Pemda kepada angkutan umum. I Made Dwi Maharimbawa menjelaskan, penghargaan diterima Jembrana setelah melewati sejumlahan tahapan penilaian. Meliputi kondisi lalu lintas, kesiapan personel, angkutan, fasilitas jalan termasuk berbagai kelengkapan serta penerangan jalan yang memadai. “Dari sisi transportasi kita sudah siapkan terminal persiapan untuk barang dan orang, termasuk juga pengamanan jalur lalu lintas, karena Jembrana dilintasi jalan nasional. Pelayanan itu yang kita utamakan,” terang Maharimbawa. Dengan penghargaan ini, tentunya Pemkab Jembrana tidak akan berpuas diri. Langkah berikutnya, dipaparkan Maharimbawa, Pemkab akan mempersiapkan lebih banyak lagi kantong-kantong parkir bagi pengemudi agar lebih aman dan nyaman dalam perjalanan. “Jadi ada pengaturan pada jam-jam tertentu agar tidak semrawut. Termasuk juga menambah penerangan jalan, agar lalu lintas lebih aman bagi masyarakat.

Selain itu disiapkan titik-titik kilometer tempat beristirahat serta petunjuk jalan pendukung,” terang Maharimbawa. Bupati Artha berterima kasih serta mengapresiasi upaya sinergis yang telah dilakukan jajarannya bersama seluruh pihak terkait. Dengan raihan WTN tersebut, dirinya berharap pembangunan di bidang perhubungan dan transportasi di Kabupaten Jembrana semakin meningkat. “Jembrana, kota kecil namun memiliki lalu lintas padat dan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Itu dibuktikan tingkat kecelakanan tidak terlalu besar. Ada penurunan dibanding sebelumnya,” ujar Artha, Rabu (18/9) kemarin. Artha berharap penghargaan WTN yang sudah empat kali diraih ini bisa dipertahankan serta memacu kesadaran masyarakat sebagai pengguna jalan lebih tertib lagi terutama dalam pemakaian alat-alat keselamatan berkendaraan. “Penghargaan ini tentunya memotivasi kita agar lebih baik lagi dan hal itu tentu perlu dukungan semua pihak serta kerja sama selama ini sudah baik khususnya dengan Polres Jembrana bisa lebih ditingkatkan,” pungkas Artha. (ad606)

Wahana Tata Nugraha - Bupati Jembrana (tengah) bersama Kadis I Made Maharimbawa dan Kabid Perhubungan Gusti Agung Oka Kade Oka Diputra di lobi Kantor Bupati Jembrana, Rabu (18/9) kemarin saat menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha.

Berkas Tersangka Pepadu Diserahkan ke Kejari

Negara (Bali Post) – Berkas kasus dugaan korupsi Pepadu dengan tersangka Ketut Wisada diserahkan kembali oleh Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Jembrana ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana. Berkas setebal hampir satu meter itu diterima Kejari Jembrana, Selasa (17/9) lalu. Kasi Pidsus Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra dikonfirmasi, Rabu (18/9) kemarin, membenarkan penyerahan berkas yang telah dilengkapi terkait kasus dugaan korupsi Pepadu tersebut. Jaksa memiliki waktu dua minggu setelah berkas diterima untuk diteliti. Bila sudah dinyatakan lengkap, maka akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Berkas dengan tersangka Ketut Wisada yang diterima ini merupakan perbaikan dari berkas sebelum-

nya yang dikembalikan jaksa. Jaksa juga memberikan sejumlah petunjuk untuk dilengkapi. Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita mengatakan, berkas yang sebelumnya dikembalikan oleh jaksa beberapa waktu lalu, diberikan petunjuk untuk dilengkapi dan sudah dipenuhi. Salah satunya keterangan dari saksi ahli terkait adanya unsur korupsi. Setelah berkas diserahkan, penyidik menyerahkan sepenuhnya pada jaksa Kejari

Jembrana guna mengkaji dan meneliti berkas. Bilamana nantinya masih dinilai kurang (P19), akan dilengkapi lagi. Dalam kasus dugaan korupsi Pepadu ini, Ketut Wisada bertugas sebagai pejabat pembuat komitmen tender pengadaan sapi. Status tersangka terhadap Ketut Wisada, mengharuskan pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pertanian Jembrana yang pensiun 1 Januari lalu belum menerima haknya. Sementara tersangka lainnya, Rawi K. Adnyani, yang berperan sebagai rekanan pengadaan sapi, diputus bebas oleh putusan kasasi MA. Rawi dinyatakan bebas dari segala tuntutan seperti dalam putusan pengadilan tingkat pertama dan tingkat kedua. (kmb26)

Satlantas Bantu Kursi Roda Korban Lakalantas

Ni Ketut Nik Rasmini, Selasa (17/9), menerima bantuan kursi roda dan sembako dari Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana. Rasmini merupakan korban lakalantas di

wilayah Polres Jembrana. Bantuan diserahkan di Banjar Tibu Beleng Tengah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana.

Bali Post/kmb

KURSI RODA - Penyerahan kursi roda oleh jajaran Satlantas Polres Jembrana kepada korban kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan anjangsana ini merupakan rangkaian dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-64 serta bentuk kepedulian Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana kepada masyarakat terutama korban laka lantas. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko mengatakan, penyerahan bantuan kursi roda kepada korban merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap korban lakalantas yang terjadi di wilayah hukum Polres Jembrana. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mematuhi peraturan dan rambu-rambu lalu lintas saat berkendaraan. “Saya mengimbau kepada para pengendara kendaraan bermotor agar selalu mematuhi peraturan dan ramburambu lalu lintas untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain. Sebagian besar kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Polres Jembrana diawali dengan pelanggaran,” jelas Yoga. (kmb)

Bali Post/olo

BERKAS - Berkas kasus korupsi Pepadu dengan tersangka Ketut Wisada diserahkan penyidik Polres Jembrana ke Kejari Jembrana, Rabu kemarin.

Dieksekusi, Terpidana Kasus Persetubuhan Negara (Bali Post) Sempat mendapatkan hukuman percobaan terkait kasus persetubuhan dengan anak di bawah umur, seorang anak yang masih berstatus pelajar IGPJW (18), Rabu (18/9) kemarin ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara. JW sebelumnya terpidana kasus persetubuhan itu dieksekusi dan ditahan setelah putusan kasasi diterima jaksa. Putusan kasasi tersebut ini memperbaiki putusan sebelumnya, di mana pada putusan tingkat pertama di Pengadilan Negeri (PN) Negara, terpidana divonis hukuman percobaan selama 8 bulan. Terdakwa menjalani pembinaan di luar lembaga selama 10 bulan dan pelatihan kerja selama 3 bulan. Kasi Pidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan dikonfirmasi membenarkan telah melakukan eksekusi terhadap terdakwa berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait kasasi terdakwa IGPJW. Dalam amar putusan Kasasi, terdakwa dikenai pidana penjara selama 1 tahun dan pelatihan kerja selama tiga bulan di balai latihan kerja (BLK). Sebelumnya, saat terjerat kasus hukum ini, terdakwa masih di bawah umur. Tetapi sekarang terdakwa sudah dewasa namun masih berstatus pelajar. Sebelumnya upaya hukum kasasi dilakukan setelah dalam putusan PN dan PT tidak sesuai dengan tuntutan JPU. Saat itu terpidana dituntut pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan.(kmb26)


Kamis Paing, 19 September 2019

Dua Warga Asah Teben Dikeroyok

Satu Pelaku Kepala Dusun Asah Dulu

Amlapura (Bali Post) Dua warga Asah Teben, Desa Datah, Abang, I Nyoman Juniarta (20) dan I Nyoman Gelis alias I Nyoman Tunas (51), dikeroyok Sabtu (14/9) lalu. Bahkan, salah satu warga yang melakukan aksi pengeroyokan itu Kadek Juli, yang diketahui sebagai Kepala Dusun Asah Dulu. Salah seorang warga mengatakan, sebelum pengeroyokan terhadap I Nyoman Juniarta itu, korban diketahui sedang melakukan upacara melaspas palinggih di rumahnya. Pada upacara itu, korban sempat minum-minum. Kemudian korban keluar rumah mengendarai sepeda motor. Setelah itu, korban dikabarkan dikeroyok warga Asah Dulu. “Pengeroyoknya sekitar lima orang. Apa latar belakang hingga dikeroyok, saya kurang tahu pasti,’’ ujar sumber yang enggan disebut identitasnya. Informasinya, salah seorang yang melakukan aksi pengeroyokan itu yakni Kadek Juli sebagai Kadus Asah Dulu. Setelah dikeroyok, korban melaporkan kasus itu ke Polsek Abang. Kapolsek Abang, AKP I Nyoman Wiranata, Rabu (18/9) kemarin mengungkapkan, pihaknya memang menerima kasus pengeroyokan yang dilakukan warga Asah Dulu. Kasus pengeroyokan itu terjadi Sabtu (14/9) lalu, sekitar pukul 17.00 wita. Saksi atau pelapor I Nyoman Gelis alias Nyoman Tunas (50) datang ke rumah keluarganya dalam rangka upacara melaspas sanggah. Ia pada prosesi itu bersama dua orang rekannya yakni Nyoman Sudarsana dan Kadek Sudira. Di sana, dia dan dua rekannya itu minum minuman alkohol jenis arak. Sedangkan lima orang rekan lainnya minum minuman alkohol jenis bir. Sekitar pukul 22.30 Wita saudara Nyoman Sudarsana hendak pulang ke rumahnya. Namun karena saat itu mabuk, saksi berinisiatif mengantarkan Nyoman Sudarsana pulang ke rumahnya karena rumah saksi dan I Nyoman Sudarsana berdekatan dan merupakan sepupu dari pelapor/saksi. Saat hendak melewati rumah Godogan alias Sutiman, di sana ada juga Kadek Juli sedang pesta miras. Tiba-tiba Nyoman Sudarsana berteriak “kuukkkk” dengan suara keras. Teriakan itu didengar Kadek Juli dan teman-temannya. Selanjutnya, saksi bersama Nyoman Sudarsana dikejar Juli dan teman-temannya. Karena merasa takut, akhirnya Sudarsana terus melarikan sepeda motornya. Tiba di de-

pan rumahnya, saksi duduk menunggu di atas sepeda motornya. Sedangkan Nyoman Sudarsana lari masuk ke dalam rumah saksi untuk memanggil Bapak saksi atas nama Nyoman Gelis. Namun saat Nyoman Sudarsana dan bapak saksi hendak keluar rumah, tiba-tiba datang dua orang yakni Godogan dan Wira. Saat itu, bapak saksi sempat bertanya, ‘’Kenken ne?’’ Dijawab Wira, “Kenken engkuk engkuk? (kenapa teriakteriak?)’’ Selanjutnya dijawab Nyoman Sudarsana, “Rage ngengkuk, rage ngengkukin timpale (saya teriak, tapi saya teriak memanggil teman saya.’’ “Setelah itu tiba-tiba datang lagi satu sepeda motor yang terdiri dari tiga orang yaitu Kadek Juli, Sudira, dan Oka. Ketiganya berteriak menantang saksi dan kemudian keempat orang tersebut yakni Kadek Juli, Oka, Sudira, dan Wira mendorong dan memukul korban. Melihat kejadian itu, bapak korban sempat hendak melerai. Namun disekap dari belakang oleh Wira. Kemudian, Kadek Juli mencakar wajah dan leher I Nyoman Gelis,” ujar Wiranata. Wiranata menambahkan atas pengeroyokan itu, dua korban itu mengalami lebam/memar pada pipi bagian sebelah kiri, luka gores di bibir, hidung serta leher. “Saat ini, kasus pengeroyokan itu masih dalam pengembangan,” jelasnya. Terkait satu pelaku yang terlibat kasus pengeroyokan itu adalah Kadek Juli yang notabene merupakan Kepala Dusun Asah Dulu, Wiranata masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Masih kita selidiki. Apakah yang bersangkutan sebagai Kepala Dusun Asah Dulu atau tidak,” tegas Wiranata. (kmb41)

Bali Post/kmb41

JUNIARTA DIKEROYOK Korban I Nyoman Juniarta mengalami luka-luka akibat dikeroyok warga Asah Dulu, Desa Datah, Abang, Karangasem.

Abrasi di Karangasem Kian Parah Amlapura (Bali Post) –

Pengikisan pinggiran pantai yang dikenal dengan abrasi ternyata kian parah di Kabupaten Karangasem. Tidak hanya menyebabkan pesisir pantai tergerus, juga tempat suci. Bahkan, pura yang berada di pinggir pantai mulai diserang abrasi. Jika dibiarkan tanpa ada solusi pemecahannya yang efektif, maka pada masa mendatang, abrasi itu akan jauh lebih parah.

Bali Post/kmb41

TERKIKIS ABRASI - Bangunan palinggih nyaris roboh akibat terus terkikis abrasi.

Berdasarkan pantauan, untuk wilayah di Desa Seraya, abrasi nyaris menghabiskan halaman Pura Segara. Termasuk kuburan Muslim di sekitar pantai juga termakan abrasi. Bahkan, satu unit palinggih, fondasinya ambruk akibat terus dikikis abrasi yang kian masif. Salah seorang nelayan Seraya, Ketut Guna, mengatakan abrasi yang terjadi saat ini sudah mencaplok semua titik Pantai Ujung sampai Seraya. Jika kondisi tersebut dibiarkan, ke depannya abrasi akan semakin parah. Bahkan, bukan tidak mungkin bisa mengancam para nelayan. “Semoga ada penanganan yang memadai dari pemerintah, sehingga abrasi tidak meluas dan tambah parah lagi,” harapnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem Nyoman Sutirtayasa mengungkapkan, Karangasem sejatinya memiliki panjang pantai 85 kilometer. Dari panjang itu, 31 kilometer berpotensi terjadi abrasi. Levelnya bahkan dari tinggi hingga menengah. Sementara itu, di Pantai Yeh Malet yang merupakan lokasi strategis perbatasan dengan Klungkung, kemudian Padangbai, Buitan, Candidasa, sampai Bugbug relatif stabil. Tercatat di kecamatan Kubu paling banyak terjadi abrasi itu. Sutirtayasa menambahkan, beberapa titik yang terkena abrasi di Pantai Jasri sebelumnya sudah ditangani. Caranya dengan dibangun revetment. Termasuk di Pantai Ujung, Desa Tumbu, Karangasem. Yang menjadi perhatian pemerintah adalah dilakukan normalisasi pantai. Normalisasi itu terutama dilangsungkan di Kecamatan Kubu yang memiliki wilayah pantai paling banyak berpotensi terjadi abrasi. “Dari 31 kilometer yang berpotensi abrasi, sepanjang 4 kilometer sudah tertangani dengan pembuatan revetment dan penanaman bakau. Sedangkan sepanjang 27 kilometer masih berupa PR alias belum ditangani,” katanya. (kmb41)

Gede Dana Ambil Formulir Cabup Wirta Daftar Wakil Bupati

Amlapura (Bali Post) Ketua DPRD Karangasem terpilih periode 2019-2024, Gede Dana, yang selama ini digadang-gadang akan bertarung pada pemilihan Bupati Karangasem pada 2020 menjadi kenyataan. Gede Dana secara resmi mengambil formulir calon bupati di Kantor Sekretariat PDI Perjuangan, Rabu (18/9) kemarin. Sedangkan I Made Wirta juga mengambil formulir sebagai calon wakil bupati. Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI Perjuangan Karangasem Nyoman Oka Antara mengungkapkan hanya dua orang, Gede Dana dan Made Wirta, yang mengambil formulir sebagai cabup dan cawabup. “Pengambilan formulir itu

dilakukan seluruh PAC yang ada di Karangasem,’’ ungkapnya. Terkait koalisi disebutsebut mengarah pada Partai Golkar. “Koalisi dengan Golkar sudah pasti. Namun, di Golkar kita belum tahu siapa orangnya,’’ tegasnya. Gede Dana mengatakan, terkait koalisi nantinya yang menentukan adalah DPP. Dia mengakui, kalau dirinya belum tentu akan direkomendasikan maju oleh DPP. “Dilihat tidak kompeten, bisa jadi tidak direkomendasi,” katanya. Dana menambahkan, sejatinya banyak sekali figur di Karangasem yang bisa maju seperti Darmini, Sumantara dan lainnya. Hanya, untuk menjaga soli-

ditas di internal partai, juga dengan melihat perkembangan, akhirnya dialah yang diberikan kesempatan maju. “Hanya menghormati senior partai. Sebetulnya, banyak kader yang berpotensi maju,” jelas pria yang juga sebagai Ketua DPRD Karangasem itu. Terkait koalisi, selain sudah berkomunikasi dengan Golkar, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan sejumlah partai. Seperti Hanura dan Perindo. “Komunikasi itu dilakukan untuk penjajakan. Keputusan masih jauh. Jadi, masih ada waktu,” jelasnya. Jika gagal, Gede Dana sudah paham dan akan diberhentikan dari Ketua DPRD Karangasem. Namun,

pihaknya tidak mempermasalahkan hal itu. Bila sudah partai yang menugaskan, maka dirinya siap segalanya.

“Ini penugasan partai. Jadi, hukumnya wajib. Semuanya harus siap,” tegas Gede Dana. (kmb41)

Bali Post/kmb41

AMBIL FORMULIR - Ketua DPRD Karangasem Gede Dana saat mengambil formulir pendaftaran sebagai calon bupati dan Made Wirta sebagai cawabup di Kantor DPC PDI-P Karangasem, Rabu (18/9) kemarin.

Diwacanakan Gratis

Petugas Punguti Tiket Masuk Pengunjung Pelaksanaan Festival Kelapa International serta Festival Subak di Taman Soekasada Ujung, Karangasem sedikit ternoda. Penyebabnya, oknum petugas masih melakukan pungutan kepada pengunjung yang datang untuk menikmati kegiatan tersebut. Padahal, informasi awalnya selama kegiatan festival berlangsung, para pengunjung akan digratiskan biaya tiket masuk. Lalu, mengapa tidak konsisten, karena kenyataan di lapangan sebaliknya, pengunjung yang tidak menjadi panitia harus beli tiket? SALAH seorang pengunjung, Agus Ani, mengatakan kalau sebelumnya dirinya mendapatkan informasi bahwa para pengunjung

yang hendak masuk untuk menyaksikan kegiatan tersebut tidak dipungut tiket masuk alias digratiskan. Tidak bayar tiket itu tentu

selama perhelatan Festival Kelapa International itu. Tetapi kenyataannya, dirinya dikenai tiket masuk Rp 15 ribu. “Saya sempat

ragu membayarnya. Karena sebelumya untuk datang ke hajatan Festival Kelapa itu diwacanakan gratis. Setelah ditanya, petugas bilang yang gratis untuk pengunjung ber-KTP Karangasem saja,” ucapnya. Ani mengakui, pihaknya sejatinya tidak mempermasalahkan bila harus dipungut tiket masuk. Hanya, informasi yang diterima

tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Bahkan, dirinya sedikit curiga, sebab setelah pulang malah tidak ada petugas di loket tiket itu. “Memang jadinya sedikit kecewa dengan kondisi tidak nyaman seperti itu,” keluhnya. Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian I Wayan Supandi mengatakan, pihaknya

telah berkoordinasi dengan pihak pengelola Taman Soekasada Ujung untuk menggratiskan tiket masuk selama festival berlangsung. Namun justru sebaliknya. Karena itu, Supandi mengakui kalau pengelola memang tetap melakukan pemungutan bukan saja terhadap tamu domestik, termasuk tamu mancanegara yang memang melaku-

kan kunjungan ke sana. “Tiket masuk gratis hanya bagi panitia. Namun, untuk pengunjung yang tidak ada kegiatan dengan festival subak tetap dipungut biaya masuk,” tegasnya. Disinggung tiket gratis khusus untuk pengunjung ber-KTP Karangasem, Supandi membantah hal tersebut. “Tidak ada kesepakatan seperti itu,” katanya. (nan)


Kamis Paing, 19 September 2019

Ternak Warga Nusa Penida Mati Misterius Semarapura (Bali Post) -

Ternak warga di Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, banyak ditemukan mati misterius. Ada yang terlihat seperti bekas gigitan, ada pula yang mati dengan kondisi isi jeroannya sudah hilang. Ternak warga yang menjadi korban, mulai dari godel (anak sapi), ayam hingga babi peliharaan warga setempat. Situasi demikian sudah amat meresahkan warga sekitar. Perbekel Bunga Mekar, Wayan Yasa, Rabu (18/9) kemarin mengatakan, peristiwa terakhir terjadi pekan ini. Empat godel warga mati misterius di Banjar Pundukaha Kaja. Tiga godel sekaligus mati misterius pada Senin (16/9) malam. Lokasinya persis di tempat Simantri Pondok Indah, Desa Bunga Mekar. Ada tiga godel mati. Salah satunya milik Mangku Sulatri

atau Wayan Darma. Sementara, satu godel lainnya milik warga lainnya yang dilepasliarkan. Warga, kata dia, sangat penasaran dengan rangkaian peristiwa ini. Ada yang menduga, ini dilakukan gerombolan anjing liar, melihat luka serius yang ditimbulkan pada sapi. Selain itu, sesaat sebelum kejadian, warga kerap melihat gerombolan anjing liar di sekitar

Pascatewasnya Dua Wisman Polisi Periksa Enam Saksi

lokasi peternakan warga. Tetapi, anehnya setelah mati godel-nya tidak dimakan. Sejauh ini, dugaan itu belum cukup kuat. Sebab, ada juga yang mati dengan kondisi jeroannya sudah hilang. Peristiwa ini bukan sesuatu hal baru bagi warga. Sebab, ini sering terjadi. Tidak hanya di Banjar Pundukaha Kaja, juga ternak milik warga di Banjar Gelagah, Banjar Pundukahan

Kelod dan Karangdawa. “Ini sudah sangat meresahkan. Sebab, sekarang sasarannya bukan cuma godel. Juga ayam, bahkan babi warga. Babi yang menjadi korban, salah satunya milik warga Sumantra di pinggir jalan. Kami juga tidak tahu, itu anjing siapa,” kata Yasa. Mengingat peristiwa ini sudah berulang kali terjadi, pihaknya meminta kepada warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan. Bagi para peternak, agar mengandangkan semua ternaknya, baik itu berupa sapi, babi maupun ayamnya. Arealnya agar dilengkapi dengan pagar dan ditutup dengan

jaring. Sehingga, tempatnya menjadi lebih aman. Dia juga meminta warga kalau memelihara anjing, agar diikat di dalam rumah. Sementara, untuk anjing liar, dia meminta bantuan pemerintah daerah untuk melakukan eliminasi. “Saya dengar di desa lain juga ada ternak warga yang mati dengan tanda-tanda serupa,” tegasnya. Camat Nusa Penida Komang Widyasa Putra mengaku masih koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah secepatnya. Misalnya, mengintensifkan eliminasi anjing liar. (kmb31)

Bali Post/gik

MATI - Salah satu godel yang mati dengan bekas luka pada tubuhnya.

Lagi, Wisman Tewas di Nusa Penida Sempat Mengambang Satu Jam

Semarapura (Bali Post) Peristiwa terbaliknya fast boat yang ditumpangi dua WNA di Perairan Devil’s Tear, terus didalami jajaran kepolisian. Polsek Nusa Penida langsung melakukan pemeriksaan terhadap enam saksi. Salah satunya adalah Kapten Boat Suandak (35) asal Banyuwangi, Rabu (18/9) kemarin. Suandak langsung diinterogasi polisi, usai menjalani perawatan di East Medical Care Lembongan. Kapolsek Nusa Penida Kompol Komang Reka Sanjaya, Rabu kemarin, mengatakan, proses pemeriksaan dipusatkan di Polsubsektor Lembongan. Saat dihubungi, dia menegaskan proses pemeriksaan masih berjalan, sehingga pihaknya belum bisa menyampaikan seperti apa hasilnya. Selain kapten boat, petugas juga memeriksa pemilik boat yakni I Made Artana (43) asal Desa Jungut Batu, termasuk saksi yang membantu korban dan melihat kejadian tersebut. Reka Sanjaya menegaskan belum berani menyimpulkan, apakah ada unsur kelalaian yang dilakukan oleh kapten boat. Sebab, pemeriksaan saksi-saksi masih akan dilakukan untuk mengumpulkan fakta-fakta di lapangan. “Kami tentu akan memberikan kesimpulan, setelah merampungkan pemeriksaan saksi-saksi. Kami belum bisa sampaikan, siapa yang bersalah ataukah ada kelalaian,” tegasnya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, fast boat yang ditumpangi dua wisatawan mancanegara (wisman), terbalik dihantam gelombang di Devil’s Tear, Senin (16/9) lalu. Mereka sempat dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Nusa Penida II, tetapi nyawanya tak tertolong lagi. Ada tiga orang di atas fast boat Nagasima-Go tersebut. Mereka antara lain Kapten Suandak (35) bersama dua penumpang; Caval Heir O Biron (48) asal Brazil dan Victor Johannes Allers (43), asal Afrika Selatan. Kapten Suandak bisa menyelamatkan diri. Tetapi dua wisman ini terus diterjang gelombang, hingga tewas tenggelam. (kmb31)

EVAKUASI - Polisi melakukan evakuasi korban.

Bali Post/gik

Semarapura (Bali Post) Objek wisata di Nusa Penida kembali memakan korban. Setelah Devil’s Tear Lembongan, yang baru saja menelan korban dua wisman, kini giliran di objek wisata Pantai Diamond, Banjar Pelilit, Desa Pejukutan. Seorang wisman, Shahfulnizam Bin Jamaludin (40), tewas dihantam ombak kemudian terseret ke tengah laut, Rabu (18/9) kemarin. Dua warga setempat sudah berusaha menolongnya dan segera melarikannya ke Puskesmas Nusa Penida I, namun nyawanya tak tertolong lagi. Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Gede Putu Ardana mengatakan, korban merupakan wisatawan asal Malaysia yang sedang berlibur ke Nusa Penida. Saat itu, korban hendak menikmati keindahan Pantai Diamond, bersama istrinya, Sharlene Binti Sharifuddin (37), sekitar pukul 12.30 Wita. Di sana, Jamaludin langsung berenang sendirian. Sementara, istrinya memilih duduk di tepi pantai, sambil menikmati keindahan alam setempat. Beberapa saat setelah berenang, tiba-tiba korban dihantam ombak besar dan terseret arus ke tengah laut. Saat itu, korban masih bisa bertahan dengan cara berenang. Dia sempat mengambang di tengah laut kurang lebih sekitar satu jam. Tetapi, karena arus laut yang kuat dan ombak yang besar, korban terus dihantam ombak hingga tenggelam. Di lokasi, sekitar pukul 14.15 Wita, datang dua warga local, I Kadek

Rano (25) dan I Nyoman Bawa (23), berupaya untuk menyelamatkan korban. Keduanya menggunakan jukung, melakukan pertolongan dengan cara mengangkat korban ke atas jukung. “Pada saat korban diangkat, sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Wajahnya sudah membiru, selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Nusa Penida I,” katanya. Di sana, korban sempat mendapat pemeriksaan oleh Tim Medis. Hasilnya, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya langsung dititipkan di Ruang Jenazah RS Pratama Nusa Penida, sambil menunggu keputusan pihak keluarga dan konsulat. Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Basarnas untuk melakukan evakuasi dan menginformasikan kepada tempatnya menginap, di Villa Travelly Ceningan, Desa Lembongan. Kapolsek Nusa Penida Kompol Komang Reka Sanjaya menambahkan, proses evakuasi cukup sulit dilakukan. Karena posisi pantai berpasir putih ini, persis berada di bawah tebing yang curam. Sehingga, untuk menjangkaunya wisatawan harus berjalan kaki menuruni anak tangga. Sehingga, proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan jukung dari arah Desa Sakti. Selain terhambat tempat, kondisi ombak yang cukup besar, juga sangat menyulitkan perahu untuk mendekati posisi korban saat bertahan hidup selama satu jam, sebelum tenggelam. (kmb31)

Dibangun Jalan Lingkar Besan, Dawan Klod dan Dawan Kaler

Bali Post/gik

ASPIRASI - Warga saat menyampaikan aspirasi dalam Temu Wirasa di Desa Besan, Rabu kemarin.

Semarapura (Bali Post) Rencana pembangunan jalan lingkar Desa Besan, Desa Dawan Klod dan Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan, mulai ditindaklanjuti Pemkab Klungkung. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta langsung menginstruksikan Kepala Dinas PUPR-PKP (Pekerjaan Umum Penataan Ruang- Perumahan Kawasan Pemukiman), untuk mematangkan rencana tersebut, agar setidaknya tahun 2020 sudah terbangun badan jalan. Demikian terungkap dalam Temu Wirasa yang dipusatkan di Desa Besan, Rabu (18/9) kemarin. Salah satu warga setempat, Jro Mangku Reni, dari Besan Kawan, dalam pertemuan tersebut, sempat mempertanyakan mengenai

kepastian proyek tersebut. Menurutnya, akses tersebut akan dapat menjadi jalan alternatif dan dapat membantu perekonomian masyarakat, khususnya di Desa Besan. Dia berharap pemerintah daerah serius menuntaskan rencana tersebut dan tidak terus menerus tertunda. Bupati Suwirta menegaskan, sudah menyikapi dengan melakukan pembebasan tanah yang dilalui rencana jalan lingkar tersebut. Jalan lingkar ini menjadi vital, karena merupakan akses untuk mempermudah mengangkut hasil pertanian setempat. Selain itu, jalan lingkar ini juga untuk mendukung akses desa wisata. Jika pembebasan tanah sudah selesai, maka tahun 2020 akan dilakukan dengan pembukaan

badan jalan. “Tanah yang akan digunakan, agar sudah bersertifikat dan sesuai fungsinya. Ini kami garap serius, karena selain bisa membantu pendistribusian hasil pertanian masyarakat, pada sepanjang jalan tersebut juga bisa dipakai untuk membuat akomodasi pariwisata. Terlebih di sini sudah terbentuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata),” katanya. Dalam temu wirasa kali ini, selain soal pembangunan jalan lingkar, banyak persoalan lain yang juga dibahas. Antara lain, bidang infrastruktur, SDM, kesehatan, pendidikan, dan beberapa program kerja yang sedang berjalan. Seperti Perbup KTR dan Program Inovasi TOSS, dan Interpreneur Masuk Desa serta beberapa program

lainnya yang sudah dilakukan dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Khusus kepada para perbekel, Bupati Suwirta meminta agar dalam menggunakan dana desa, pemerintah desa dapat menjalin komunikasi baik dengan pemerintah daerah. Agar dalam mengelola dana desa dapat menghasilkan output yang jelas. Sehingga penggunaan dana desa juga dapat digunakan dalam menekan kemiskinan. Demikian juga mengenai kesulitan air bersih, Pemkab Klungkung juga siap mengajukan permohonan ke Kementerian ESDM un tuk pengadaan sumur bor dengan skala prioritas di Desa Besan dan Desa Pikat. (kmb31)


Kamis Paing, 19 September 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA !!!Dicari PRT Max30Th Cew Tdr Dlm,Gaji 2,5 Jt H:081237850879

B.BP.001.09.19.0000561

Accounting/Cost Control&Income Ubud Raya Hotel,H.085103075999 B.BP.001.09.19.0000545

Bar in Legian need Bartender min 2 years experience open 24hours Email CV crusoesbarbal i@gmail.com / WA 082266034910

B.BP.154.09.19.0000599

Dbthkn:Tng Adm,Bs Komp,Min S1 Krm ke Jl.Kebo Iwa No.32 Dps Email:buanaindah@hotmail.com B.BP.001.09.19.0000577

SERVICE

Dcr PRT Wnt ,Tgl Dlm,Area Kuta Gj:2 jt Hub/WA:087862389529 B.BP.001.09.19.0000598

Dicari Pendamping Paud bisa kerja team Hub:08977357234 B.BP.001.09.19.0000230

Cr Admin Min.SMA,PT Prudential Jl.Kebo Iwa 8 Dps H.0817562025

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Dcr Karyawati toko Gj.1,8Jt (Renon) Hp:081339801122

Innova G Manual Th 2006 Tgn 1 Silver Asli Bali, 08123605780 B.BP.001.09.19.0000579

Kjg LGX Desel’01+Inova’05 AsDK Panther LS’05, 087862547783/TT B.BP.001.09.19.0000589

B.BP.001.09.19.0000588

PROPERTY

B.BP.001.09.19.0000584

Cr Sopir+Tng Srbtn,Sedap Malam Hub.081999064199/085100098936 B.BP.001.09.19.0000590

Sales agent property,Age Limit 35 yrs,Gander:Male / Female, Location:Denpasar Bali,exp min 2 years field work in sales. Apply with confidence at hello@balinirmanaproperty.com

B.BP.001.09.19.0000582

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL HONDA

Dijual HRV Mugen Matic 2017, TP.Tangan 1 Hub:081237544219 B.BP.001.09.19.0000516

DIJUAL TANAH

Djl Tnh 160m2 Jl.Toyaning II Ungasan(KawsnVila)08123662408

B.BP.004.09.19.0000553

Jual Kebun Kopi 3,5HA Karya Sari Tbn @25Jt/A H:0811392629

B.BP.001.09.19.0000578

TOYOTA

BUC Avanza Veloz 1,5 Th 2016 Hub:08123948199 B.BP.001.09.19.0000586

DIJUAL RUMAH

Jual Tanah Kebun Luas 7,08Ha SelemadegTabanan,081353191119

B.BP.001.09.19.0000591

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

Tnh L.225M2SHM BaturSari Sanur Ling.Vila 1,250M Hp08123829471

B.BP.001.09.19.0000583

Tnh, 1,10A, 1,25A. Buduk Gunung, 350/A, 081999231333 B.BP.004.09.19.0000597

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Djl Rmh LT 1,32A Lt 2 Jl.Tkd Balian G.Pasupati, 085102714858 B.BP.001.09.19.0000585

PROPERTY DISEWAKAN RUKO

Dikontrakkan Ruko 2 Lantai Jl.Trenggana Penatih Dps Hrg 150 Jt/3 thn Hub.089516072686 B.BP.001.09.19.0000592

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY DISEWAKAN GUDANG

Dikontrakan Gudang 6Are/Jl.IB. Mantra 188 Denpasar Timur(sisa 10th) Hub.HP/WA:08113862300 B.BP.001.09.19.0000600

KEHILANGAN Hlg Sertipikat SHM:972 Ls200m2 AN.I Wajan Tengah Rijasa & SHM 409 Ls580M2 AN.Ni Nyoman Nardi B.BP.001.09.19.0000548

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.09.19.0000334

PENGUMUMAN


Kamis Paing, 19 September 2019

Jika Tak Dapat Kontribusi sebagai Daerah Penyangga

Dewan Nilai Wajar Bupati Ancam Uruk ’’Pangkung’’ Bangli (Bali Post) –

Ancaman Bupati Bangli I Made Gianyar yang akan menguruk pangkung di Bangli dengan sampah jika tidak ada kontribusi dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lainnya atas udara dan air bersih yang dihasilkan Bangli, mendapat perhatian Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles. Dia menilai sikap Bupati tersebut wajar. Sebab, diakuinya, selama puluhan tahun, Kabupaten Bangli yang ditetapkan sebagai daerah penyangga dan konservasi dalam RTRW Provinsi Bali, hanya mendapat tugas menjaga kelestarian hutan. Sementara perhatian dan kontribusi dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota lainnya atas udara dan air bersih yang dihasilkan Bangli masih nihil. Kepada Bali Post, Rabu (18/9) kemarin, Carles mengatakan, selama puluhan tahun Kabupaten Bangli hanya bisa jadi penonton berkaitan dengan status yang disandang sebagai daerah penyangga. Bangli tidak bisa berkembang menyamai kabupaten

lainnya karena tidak punya kawasan pariwisata. Diungkapkannya, sejak lama Bangli hanya dijanji-janjikan akan diperjuangkan untuk bisa mendapat kontribusi dari kabupaten/kota lain. “Waktu Bapak Koster sempat ke Bangli sebelum jadi calon gubernur, katanya akan memperjuangkan kontribusi terhadap Bangli.

Semestinya ini harus ditindaklanjuti, diperhatikan. Kalau tidak mendapat perhatian seperti itu, jadi tidak bisa disalahkan Bupati bersikap seperti itu. Karena selama ini kita sudah jaga hutan, melestarikan lingkungan,” ungkapnya. Politisi Demokrat asal Batur itu pun berharap Gubernur bisa mendukung dan memfasilitasi usulan Bupati Bangli, agar kabupaten/kota lainnya dapat memberikan kontribusi atas pemanfaatan air dan udara bersih yang dihasilkan Bangli. Termasuk menindaklanjuti usulan agar beberapa daerah yang sudah berkembang di Bangli bisa ditetapkan menjadi kawasan pariwisata. “Saya harapkan Gubernur bisa memfasilitasi. Coba dinegoisasi. Kalau memang tidak bisa, ya gunakan cara lain. Cara lain yang dimaksud, membuat regulasi. Kita siapkan aturan yang memungkinkan Bangli untuk

melakukan penarikan retribusi bagi daerah-daerah yang memanfaatkan air dari Bangli,” kata Carles. Dengan adanya kontribusi tersebut, diharapkan pendapatan asli daerah (PAD) Bangli bisa meningkat. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kabupaten Bangli sebagai daerah penyangga dan penghasil air bersih di Provinsi Bali, belum mendapat perhatian yang cukup dari Pemerintah Provinsi Bali maupun kabupaten lainnya di Bali. Karenanya Bupati Bangli I Made Gianyar mengusulkan pasal dalam RTRW Provinsi Bali, agar sebagai daerah konservasi, udara bersih dan air bersih yang dihasilkan oleh Kabupaten Bangli, diberikan kontribusi oleh kabupaten/kota yang menikmatinya. Jika pasal yang sudah diusulkannya itu tak mendapat persetujuan, Made Gianyar mengancam akan mereklamasi pangkung (sungai mati) di Bangli dengan sampah. Made Gianyar mengatakan, sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali, Kabupaten Bangli ditetapkan sebagai daerah penyangga dan daerah konservasi. Sehingga hutan yang ada di Kabupaten Bangli menjadi hutan lindung. (kmb40)

Kasus Rabies Peringkat Tiga di Bali

Dinas PKP Sisir Anjing Belum Divaksin

Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli telah melakukan berbagai upaya untuk memberantas rabies. Namun sampai sekarang, kasus rabies masih saja ditemukan. Bahkan angka kasus rabies di Bangli disebut menduduki peringkat tiga besar di Bali. Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli drh. Sri Rahayu dikonfirmasi, Rabu (18/9), tak menampik hal itu. Diakuinya, Bangli menduduki peringkat tiga besar kasus rabies di Bali. Berdasarkan data yang dimilikinya, sejak Januari hingga September, kasus rabies di Kabupaten Bangli tercatat sebanyak 29 kasus. Angka

tersebut hampir mendekati jumlah kasus rabies sepanjang tahun 2018 lalu yang mencapai 31 kasus. “Kalau tahun lalu sampai bulan Desember tercatat 31 kasus. Mudah-mudahan angka 29 kasus saat ini tidak lagi bertambah,” terangnya. Guna menekan dan memberantas penyakit rabies, pihaknya sejatinya telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan rutin dan gencar melakukan vaksinasi massal hewan penular rabies seperti anjing ke desa-desa. Namun, vaksinasi yang dilakukan belum mencapai hasil maksimal, lantaran masih banyak anjing liar dan anjing peliharaan yang dibiarkan hidup liar sehingga menyulitkan petugas melaku-

Bali Post/ist

RABIES - Petugas Dinas PKP Bangli melakukan vaksinasi anjing untuk mencegah rabies.

kan vaksinasi. “Bangli dan dua kabupaten lainnya ini punya kesamaan topografis. Ada perbukitan dan hutan-hutan. Saat vaksinasi, tim kesulitan menangkap anjingnya. Walaupun berpemilik, pasti anjingnya lari ke hutan, ke bukit, jadinya tidak dapat kita vaksin,” ujarnya. Karenanya untuk menekan dan memberantas kasus rabies pihaknya sangat mengharapkan kesadaran dan peran serta seluruh masyarakat. Yakni dengan melakukan pemeliharaan anjing dengan benar seperti diikat atau dikandangkan. “Kita imbau agar jangan diliarkan,” terangnya. Untuk menekan kasus rabies di Bangli, Dinas PKP Bangli akan kembali melakukan penyisiran anjing-anjing yang belum tervaksin. Penyisiran segera dilakukan ke desa-desa yang cakupan vaksinasinya masih rendah. Sri Rahayu menyebutkan saat ini terdapat 18 desa yang masuk zona rabies di Kabupaten Bangli. Delapan belas desa tersebut tersebar di 4 kecamatan, dengan rincian empat desa di Kecamatan Bangli, dua desa di Kecaatan Susut, lima desa di Kecamatan Tembuku dan tujuh desa di Kecamatan Kintamani. (kmb40)

Bupati Optimis ”Hotmix” Jalan Tuntas Dalam Dua Kali APBD

Bangli (Bali Post) Hotmix masuk desa menjadi salah satu program yang ingin dituntaskan Bupati Bangli I Made Gianyar sebelum masa kepemimpinannya berakhir 2021 mendatang. Untuk itu, dari ratusan kilometer sisa ruas jalan yang belum ter-hotmix, 60 persen di antaranya rencananya akan diusulkan dalam APBD 2020. Ditemui Rabu (18/9) kemarin, Made Gianyar mengatakan dalam masa kepemimpinannya, perbaikan infrastuktur menjadi salah satu fokus utamanya. Karena dengan jalan yang baik, transportasi masyarakat menjadi lancar dan berdampak pada meningkatkanya kesejahteraan masyarakat. “Saya ingat dulu harga semen di Songan Rp 40 ribu, di balik bukit Rp 150 ribu. Sekarang dengan sudah di-hotmix, harga barang tidak sampai segitu. Distribusi sudah tidak sulit lagi,” ungkapnya. Karenanya ia mengupayakan perbaikan infrastruktur jalan bisa segera selesai. Made Gianyar optimis ratusan kilometer ruas jalan yang sekarang belum ter-hotmix bisa dituntaskan dalam dua tahun ke depan. “Lagi dua kali APBD kayaknya optimis bisa. Tapi kalau mau fokus semuanya,” terangnya. Untuk tahun 2020 mendatang, pihaknya akan mengupayakan meng-hotmix 60 persen dari ruas jalan yang tersisa. Sementara sisanya bakal dilanjutkan di tahun 2021. Kalau pun rencana itu gagal tuntas saat masa jabatannya berakhir, menurutnya itu bukan salah Bupati. Masyarakat diharapkan dapat memahami kondisi keuangan Bangli yang terbatas. “APBD Bangli kan kecil, tidak bisa menyelesaikan semua persoalan. Tapi saya akan berusaha menyelesaikan di tahun 2021. Kalau ternyata tidak bisa selesai, saya

APBD Bangli kan kecil, tidak bisa menyelesaikan semua persoalan. Tapi saya akan berusaha menyelesaikan di tahun 2021. Kalau ternyata tidak bisa selesai, saya akan koordinasi dengan bupati yang baru, saya akan sampaikan bahwa saya masih punya utang infrastruktur dengan harapan bisa dilanjutkan. Bupati I Made Gianyar

akan koordinasi dengan Bupati yang baru, saya akan sampaikan bahwa saya masih punya hutang infrastruktur dengan harapan bisa dilanjutkan,” terangnya. Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Pemukiman (PUTRPerkim) Kabupaten Bangli, total panjang ruas jalan di Kabupaten Bangli saat ini yang berstatus jalan kabupaten mencapai 966,727 km. Dari seluruh panjang ruas jalan yang jadi kewenangan Pemkab Bangli tersebut, hingga tahun ini masih tersisa 281

km yang belum ter-hotmix. Paling banyak berada di wilayah Kecamatan Kintamani. Sekretaris Dinas PUTRPerkim Kabupaten Bangli Made Soma diwawancara belum lama ini mengatakan, untuk bisa menuntaskan hotmix jalan kabupaten sepanjang 281 km, anggaran yang dibutuhkan lumayan besar mencapai Rp 300-an miliar. Untuk menghotmix satu kilometer jalan, biaya yang d i b u tuhkan sekitar Rp 1 miliar. (kmb40)


Kamis Paing, 19 September 2019

Spaso Enggan Remehkan Persija Jakarta (Bali Post) – Bali United akan menantang Persija Jakarta pada laga pekan ke-19 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Kamis (19/9) sore nanti. Striker Serdadu Tridatu, Ilija Spasojevic, tak menganggap Macan Kemayoran sebagai tim papan bawah. Padahal, faktanya adalah Persija Jakarta menjadi satu di antara tim yang kesulitan bersaing di Liga 1 2019. Skuad asuhan pelatih Julio Banuelos itu saat ini tercecer di peringkat ke15 dengan raihan 17 poin dari 16 laga. Persija hanya berada satu tingkat di atas zona degradasi. Meski demikian, Spaso mengaku tak menjadikan hal tersebut sebagai acuan dalam pertandingan nanti. Pemain naturalisasi itu menyebut Persija adalah tim yang berkualitas karena dihuni pemain bagus. ‘’Saya rasa Persija tetap Persija yang merupakan tim besar. Kami menghormati mereka. Saya pribadi tak ingin melihat klasemen, karena sebenarnya dalam

tim Persija ada banyak pemain berkualitas di semua lini,’’ kata Spasojevic, Rabu (18/9) kemarin. Spasojevic memprediksi laga melawan Persija akan berlangsung sulit. Namun, Spasojevic menegaskan timnya tak gentar, meski lawan bakal didukung puluhan ribu suporter. ‘’Saya lebih senang bermain dalam kondisi stadion penuh karena akan menambah motivasi kami. Walau akan bermain tandang dan suporter mendukung tim tuan rumah, kami juga punya motivasi untuk tampil maksimal,’’ imbuhnya. Pertandingan ini akan menjadi pertemuan keempat buat Persija Jakarta dan Bali United sepanjang 2019. Statistik mencatat, Bali United meraih dua kemenangan dan kalah sekali melawan Persija tahun ini. Sementara itu, bagi Pela-

tih Bali United Stefano Cugurra alias Teco, laga nanti akan berarti lebih. Musim lalu, ia mengantar Persija jadi juara, tapi kini sepeninggalnya tim itu terpuruk di papan bawah. Teco menegaskan bila dirinya tetap menaruh rasa hormat pada tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut. ‘’Saya tetap akan respek dengan semua tim termasuk Persija. Apalagi saya juga pernah bekerja di Persija dan sampai saat ini saya masih berhubungan baik dengan para pemain, tim pelatih, manajemen, hingga Jak Mania. Jadi kalau ada yang menganggap saya ingin mempermalukan Persija, itu sama sekali tidak benar,’’ ujar Teco. ‘’Tapi kami juga punya keinginan untuk dapat poin agar bisa terus berada di posisi pertama,’’ tutupnya. (kmb33)

Tabanan Merangkak dari Juru Kunci

Bali Post/022

Dewa Gede Ary Wirawan

Tabanan (Bali Post) Kontingen Tabanan pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar menduduki posisi juru kunci. Akan tetapi, saat

menjadi tuan rumah pada Porprov Bali XIV/2019, posisi Tabanan menyodok ke peringkat V, di bawah Badung, Denpasar, Buleleng dan Gianyar. Ketua Umum KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan, di Tabanan, Rabu (18/9) kemarin, menegaskan awalnya Tabanan hanya mematok target peringkat ketujuh, dengan estimasi perolehan medali 20 emas. Kenyataannya, Tabanan mampu merebut lebih dari 20 emas hingga peringkatnya bercokol di peringkat kelima. ‘’Kami menyadari harus menjadi tuan rumah yang baik. Terbukti, walaupun belum memiliki Pengkab PCI Tabanan, cabor cricket tetap dipertandingkan,’’ tandasnya. Prestasi Tabanan di ajang Porprov ini seiring kontingen Porjar Tabanan yang men-

duduki juru kunci melonjak ke urutan keempat. Ia menilai beberapa cabor tak diduga mampu menyumbang medali, misalnya biliar mendulang 3 emas, kemudian wushu menyabet 6 emas. Sebaliknya, cabor andalan justru hasilnya kurang menggembirakan, seperti woodball dan petanque. Yang membanggakan, Tabanan kini memiliki venue panjat tebing dan lintasan atletik. ‘’Kami kira potensi bibit–bibit panjat tebing dan atletik perlu diberdayakan,’’ ungkapnya. Sementara itu, persiapan Tabanan pada Porprov dua tahun lagi, berniat menggulirkan pelatda jangka panjang. Untuk menggairahkan semangat atlet, Tabanan memberikan bonus bagi peraih emas sebesar Rp 50 juta. (022)

Menguntungkan Bangsa ‘’Di internal kita sendiri termasuk makin mampu mengelola orang asing yang ingin bekerja sama dengan kita, dengan catatan menguntungkan bangsa kita. Jangan apa-apa, belum-belum sudah antek asing, antek aseng, itu namanya emosi keagamaan,’’ kata Jokowi. Presiden mencontohkan kondisi Uni Emirat Arab dari cerita Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. 40 tahun lalu UEA merupakan negara tertinggal, pendapatan rendah. ‘’Saya dapatkan langsung dari Sheikh Mohamed bahkan tahun ini di sana menyebut sebagai tahun toleransi. Mereka mengundang talenta-talenta top dunia,

CEO dan tenaga ahli, mengundang puluhan perguruan tinggi ternama di dunia, rektor tenaga asing,’’ katanya. Keterbukaan menjadikan income per kapita di UEA sekarang mencapai 43 ribu dolar AS. Soverign wealth fund UEA mencapai 700 miliar dolar AS dan menduduki peringkat ke-3 besar dunia. Tahun 1970-an, kata Jokowi, dari Dubai ke Abu Dhabi masih naik unta, Indonesia sudah naik Holden dan Impala. Tapi UEA meloncat begitu cepatnya. ‘’UEA menjadi ikon kemajuan dunia dengan kota termodern dan terindah kemajuan di dunia apa kuncinya? Apakah SDA? Saya yakin bukan yang utama dan SDA Indonesia lebih kaya dibanding UEA, mereka punya minyak, kita juga punya, kita punya

hutan dan kayu, tambang mineral batu bara, lahan subur. Menurut saya salah satu kunci utamanya keterbukaan dan toleransi,’’ tegas Presiden. Presiden pun menggarisbawahi salah satu hal yang disampaikan oleh Quraish Shihab dalam acara tersebut tentang emosi keagamaan dan cinta keagamaan. Emosi keagamaan dikurangi atau dihilangkan kemudian yang dikuatkan, yang ditingkatkan cinta keagamaan. ‘’Mari kembalikan ke semangat berdirinya negara ini yaitu Bhinneka Tunggal Ika, yang mampu mengelola kemajemukan di internal bangsa kita yang mampu menjadi teladan merawat toleransi dan persatuan dan berani terbuka untuk kemajuan bangsa,’’ kata Jokowi. (ant)

Mendapatkan Kepercayaan ‘’Indonesian Hotel General Manager chapter Bali tahun ini kembali mendapatkan kepercayaan untuk mengemban tugas ini, tentunya juga atas dukungan semua stakeholder pariwisata dan nonpariwisata termasuk juga lembaga-lembaga swadaya masyarakat,’’ imbuhnya. Menurut Yoga Iswara, ada tiga kegiatan utama tahun ini. Pertama, berpartisipasi dalam kegiatan world cleanup day pada 21 September 2019 sebagai wujud berterima kasih kepada alam/suksma

palemahan. Kegiatan bersihbersih di sembilan kabupaten/ kota ini melibatkan seluruh industri pariwisata, baik yang terkait langsung maupun tidak, dunia pendidikan, LSM, dan masyarakat lokal. Kedua, akan diadakan simposium pada 17 Oktober 2019 yang mengambil tema ‘’Menjaga dan Menyelamatkan Keberlangsungan Air Bali’’. Ketiga, di pengujung tahun akan diadakan social and charity dinner pada 6 Desember 2019. ‘’Di mana saat itu akan ada penganugerahan award kepada tokoh-tokoh yang memberikan kontribusi besar kepada Pulau Bali,’’

ucapnya. Yoga Iswara menambahkan, Suksma Bali dirancang menjadi acara tahunan tetap dan diharapkan ke depan bisa menjadi tradisi tambahan bagi masyarakat khususnya di kalangan industri pariwisata maupun nonpariwisata. Gerakan yang berkesinambungan juga diharapkan tercipta destinasi Bali yang semakin berkualitas dan berkelanjutan. Di samping untuk memupuk kebersamaan dan sebagai refleksi dukungan terhadap budaya, lingkungan, dan seluruh masyarakat Bali. (kmb)

Kamis, 19 September 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Kasuksman Dewa Pitara Pratistha (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Krishna Karna Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Agrobisnis Budidaya Ikan Nila dan Ikan Bawal Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini

10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Agung Ngenteg Linggih Padudusan Agung (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:30 Wita Bali TV Shop 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Nangun Yadnya Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa,

Ngusaba Nini, Tawur Balik Sumpah Utama, Pedudusan Agung lan Segara Kertih Ring Pura Desa lan Puseh Kerobokan 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Kartun Krishna Sudama 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Kartu Tani Untuk Subsidi Pupuk 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

Prediksi Susunan Pemain Persija Jakarta kontra Bali United Persija Jakarta A. Ardhiyasa, T. Sucipto, M. Abdrurrahman, Xandao, R. Hehanusa, J. Tomas, R. Chand, R. Lestaluhu, R. Simanjuntak, M. Simic, N. Setiawan. Bali United W. Hendrawan, M. Orah, Willian, L. Tupamahu, D. Putra, P. Sergio, F. Sausu, B. Nouri, S. Lilipaly, I. Spasojevic, M. Platje.

MotoGP Aragon

Marquez Buru Kemenangan Ke-8

Aragon – Marc Marquez berjanji memberikan penampilan terbaik bagi fans-nya di balapan MotoGP Aragon. Keunggulan di klasemen membuat Marquez siap ambil risiko. Rider Repsol Honda itu baru saja memetik kemenangan ketujuh di musim ini usai mengalahkan Fabio Quartararo di MotoGP San Marino, akhir pekan lalu. Ditambah dengan finis keenam yang diperoleh Andrea Dovizioso, Marquez kian tak terbendung di klasemen sementara MotoGP. Sampai balapan ke-13, Marquez mengumpulkan 275 poin unggul 93 poin dari Dovizioso di posisi kedua. Dengan keunggulan tersebut, Marquez enggan jumawa terlebih di depan pendukungnya sendiri. ‘’Setelah sebuah kemenangan fantastis di Misano, aku bersemangat untuk balapan lagi terutama di Aragon di

mana aku benar-benar merasa seperti di rumah sendiri karena dekat dengan Cervera,’’ ujar Marquez, Rabu (18/9) kemarin. ‘’Tempat itu di mana orangorang dari kampung halamanku datang untuk menyaksikan balapan dan fans selalu memberiku energi ekstra,’’ lanjutnya. ‘’Kami memiliki sebuah keunggulan yang bagus di kejuaraan tapi hal itu tidak akan mengubah bagaimana pendekatan kami di akhir pekan. Kami akan terus mendesak dan berusaha mencapai hasil terbaik. Kita lihat saja apa yang terjadi,’’ imbuh juara dunia tujuh kali itu. Marquez tercatat sebagai penguasa Aragon sejak menggelar kejuaraan dunia balap motor pada 2010. Rider berusia 26 tahun itu sudah empat kali juara di kelas primer, terbanyak di antara pembalap-pembalap lainnya. (kmb33/afp)

Bukti Nyata Majelis Desa Adat Provinsi dan Kabupaten/ Kota se-Bali akan disediakan kantor, dilengkapi dengan tenaga administrasi, peralatan kantor, dan biaya operasional untuk menunjang tugas majelis dalam melakukan pembinaan dan

pemberdayaan desa adat. Semua kebijakan tersebut merupakan bukti nyata kesungguhan Gubernur Bali dalam memperkuat desa adat sebagai jantung peradaban Bali sebagai implementasi visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. (kmb)

Badung Rebut Emas Sepak Bola Tabanan (Bali Post) Tim sepak bola Badung tampil sebagai juara usai menang tipis 1-0 atas Denpasar pada Porprov Bali XIV di Lapangan Debes, Rabu (18/9) kemarin. Gol tunggal kemenangan Badung dicetak Ryan Egy Saputra di menit ke-80. Pelatih Badung Nyoman Sujata menjelaskan, cuaca agak terik ditambah asuhannya tampil grogi membuat permainan timnya kurang berkembang. Selain itu, benteng pertahanan Denpasar cukup kokoh hingga sulit ditembus. ‘’Kami banyak tekanan dan merasa jengah untuk menjuarai Porprov,’’ sebut Sujata. Soal protes pemain Denpasar, Sujata menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Askab PSSI Badung. Di sisi lain, Ketua Kontin-

gen Denpasar Nyoman Mardika mengakui pemain Denpasar berada di bawah tekanan, mengingat enam pemainnya diperkarakan dan akan menjalani sidang. ‘’Kami mengamati anak–anak tidak bisa mengembangkan permainan,’’ ujar Mardika. Menurutnya, seandainya Denpasar menang pun ada kemungkinan akan dianulir. Mardika justru memprotes pemain futsal Badung asal Papua Jeremy, yang mutasi 6 September 2018, sedangkan batas akhir 31 Agustus 2018. Selain itu, KTP yang bersangkutan baru terbit 15 Februari 2019. Sementara Sekum Askab PSSI Badung Gede Eka Surawan mempersilakan mengajukan protes, demi menjunjung tinggi sportivitas. (022)


KAMIS PAING, 19 September 2019

Ratu Patni

Desain Toga Bernuansa Bali TOGA merupakan pakaian ‘’sakral’’ yang lazim digunakan pada saat wisuda. Biarpun bentuk toga tak modis dan keren, tetap saja busana ini paling dinantikan oleh mahasiswa untuk dipakai saat wisuda. Tak heran jika harga toga mahal bagi kalangan mahasiswa. Apalagi pada tahun 1980-an. Mahalnya toga pada era 1980-an dirasakan Dra. A.A. Sagung Dewi Parwathi, M.Psi. atau yang akrab dipanggil Ratu Patni. Pada tahun 1974, wanita kelahiran Tabanan, 23 Desember 1953 ini menempuh pendidikan S-1 di IHD yang saat ini bernama Unhi Denpasar. Setelah menempuh pendidikan S-1 Pendidikan Agama Hindu selama lima tahun, istri dari A.A. Manguwangsa berhasil lulus pada tahun 1979. Kala itu Ratu Patni merasakan mahalnya harga toga, karena harus didatangkan dari luar Bali. Sebab, di Bali belum ada konfeksi yang

memproduksi pakaian toga. Melihat kondisi tersebut, Ratu Patni kemudian berpikir untuk mengembangkan usaha konfeksi untuk keperluan wisuda, terutama pakaian toga. Ternyata usahanya tersebut membuahkan hasil. Usaha konfeksi UD Ratu Patni yang dikembangkan ini menjadi konfeksi pertama yang mendesain dan menghasilkan toga untuk wisuda para sarjana di perguruan tinggi di Bali. Bahkan, pakaian toga yang diproduksi selalu inovatif mengikuti perkembangan zaman. Menariknya, desain toga yang dihasilkan mengusung nuansa Bali. Kemahirannya mendesain pakaian telah dipelajarinya sejak duduk di bangku SMP. Kala itu, ibu dari tiga anak ini telah belajar menjahit. Dari sana ia kerap menerima pesanan menjahit baju-baju sekolah. Sembari menjadi tenaga pengajar, Ratu Patni terus mengembangkan usaha konfeksinya, terutama pembuatan toga

wisuda. Bermodalkan keterampilan menjahit dan bordir yang pernah didapatkannya saat kursus waktu SMP, berbagai inovasi bernuansa Hindu dikembangkan dalam pembuatan toga wisuda. Saat ini hampir seluruh perguruan tinggi pariwisata dan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali berlangganan perlengkapan wisuda. Mulai dari toga, gordon, berbagai bentuk patung wisuda, map, tabung ijazah, slempang, pin, bendera bordir/sablon, pedel, dan lain sebagainya. Tidak hanya perlengkapan toga, UD Ratu Patni juga menerima pesanan baju kaos dan polo, jas almamater, jas lab, jaket, dan seragam kantor. Menariknya, dalam menjalankan bisnis, Ratu Patni selalu menerapkan dan mengedepankan nilai-nilai agama, tertutama kejujuran. Jujur dalam memilih bahan, dan jujur terhadap konsumen. Wanita yang ge-

mar memelihara anjing dan ikan ini mengaku bahwa ilmu yang didapatkannya selama di Unhi Denpasar sangat membantunya dalam mengembangkan usahanya hingga besar seperti saat ini. ‘’Nilai-nilai keagamaan yang saya dapatkan di Unhi Denpasar sampai saat ini saya gunakan dalam bekerja dan berbuat yang sesuai apa yang disebutkan dalam nilai-nilai agama,’’ ujar Ratu Patni, Rabu (18/9) kemarin. Selain mengembangkan usaha konfeksi, Ratu Patni juga memiliki Ratu Petshop. Selain itu, Ratu Patni juga pernah menjadi guru di STM Negeri Denpasar, SPG Dwijendra, SMA Dwijendra, dan SMPN 2 Denpasar, hingga akhirnya menjadi dosen di IKIP PGRI Denpasar setelah lulus S-2 di Surabaya. Selama menjadi guru, berbagai prestasi juga pernah diraihnya. Di antaranya masuk 10 besar guru teladan, juara I Guru Agama berprestasi Kota

Denpasar dan juara I Guru Agama berprestasi Provinsi Bali. (win)

Bawa Antara

Kagumi Segala Bentuk Keindahan

Warung Sintha Cofee & Grill IBHH

Sajikan Menu Klasik dengan Suasana Asyik JIKA Anda sedang menikmati kawasan wisata heritage di Kota Denpasar, mampirlah ke Inna Bali Heritage Hotel (IBHH) sekadar minum atau makan. Hotel yang dibangun pada 1927 di zaman Kolonial Belanda itu memiliki dua tempat minum dan makan dengan nuansa desa yang klasik, namun memberi pelayanan berstandar internasional. Dua restoran yang ada di hotel menerapkan konsep green itu adalah Warung Sintha Cofee & Grill dan Launge atau lebih dikenal dengan Taman Tirta. Kedua tempat minum dan makan ini menawarkan view yang eksotik. Taman Tirta bertempat di lobby hotel berhadapan langsung dengan kolam renang dan kebun hotel yang teduh. Dibuka setiap hari mulai pukul 06.30 Wita hingga 10.00 Wita yang khusus untuk sarapan pagi (breakfast). Menu yang disajikan berupa Indonesian Food, Amerikan Food dan Continental Food yang disajikan

dalam bentuk buffet, sehingga bebas memilihnya. ‘’Selain tamu hotel, ada pula tamu umum yang menikmati menu-menu di Lobby Launge,’’ kata Marketing Manager I Made Sukadana, baru-baru ini. Suasana makan dan minum akan terasa lebih damai, jika memilih tempat di Warung Sintha Cofee & Grill. Lokasinya sangat strategis, suasana adem, santai, nyaman dan rileks. Letaknya di titik nol Kota Provinsi Bali dan merupakan jalur City Tour. Tanaman kecil dan besar tumbuh subur, sehingga membuat suasana menjadi sangat sejuk dan free wifi. Karena itu, Warung Sintha sering dipilih sebagai tempat menggelar sebuah kegiatan, seperti arisan, seminar, wisuda, wedding dan kegiatan melibatkan banyak orang lainnya. Meski warung berkapasitas 50 – 75 orang itu buka mulai pukul 11.30 Wita hingga pukul 24.00 Wita, namun banyak tamu yang memesan

makanan pada dini hari, bahkan subuh, sehingga dibuka 24 jam. ‘’Tamu hotel dan juga masyarakat umum yang sedang menikmati suasana heritage Kota Denpasar banyak yang mampir ke Warung Sintha ini. Mereka ada yang sekadar ngopi dan ngeteh, bahkan makan. Kami memiliki aroma kopi yang sangat klasik,’’ ucapnya. Ngopi di Warung Sintha memang terasa pas. Di samping suasana yang mendukung, jenis kopi yang ditawarkan begitu terasa. Menyajikan kopi asli Bali yang diolah mulai dari biji hingga proses menghaluskannya. ‘’Kami juga mendukung kawasan hotel ini sebagai kawasan heritage, sehingga menyajikan minuman jenis juice timun, lemon serta juice nanas dan sayur ijo. Kami juga menyajikan jaja (kue) laklak Bali dengan bahan buah naga dan daun kayu sugih. Lalak ini banyak dicari juga,’’ imbuh Made Sukadana dan Chef Waiter I Gst. Komaradana. (bud)

SEGALA bentuk keindahan, baik alam maupun budaya, memiliki daya tarik tersendiri bagi pelukis I Wayan Bawa Antara. Bagi perupa asal Banjar Tebesaya, Ubud, Gianyar ini, keindahan itu selalu membuat hatinya penuh sukacita. ‘’Saya sangat bersyukur lahir dan hidup di Bali yang penuh dengan keindahan. Alam yang indah, aktivitas budaya dan kehidupan sehari-hari orang Bali, selalu menarik diangkat ke dalam lukisan,’’ kata Bawa Antara, lulusan STSI kini ISI Denpasar, baru-baru ini. Pada periode saat ini, ia memang banyak mengangkat tema aktivitas budaya atau ritual dan figur orang Bali ke dalam bidang-bidang kanvasnya. Sebab, dalam setiap ritual itu ia melihat begitu banyak keindahan visual seperti busana adat, taritarian sakral, beraneka bentuk warna-warni banten atau sesaji dan beraneka ekspresi wajah yang begitu tulus ikhlas, gembira, mistis, ber-taksu dan sebagainya. ‘’Selain itu yang membuat saya tertarik mengangkat tema-tema budaya karena di dalam setiap kegiatan budaya atau ritual itu selalu terkandung nilai-nilai kearifan dan berbagai filosofi yang sangat mulia untuk keharmonisan dalam kehidupan,’’ ujar pemilik Studio Bawa Antara Art di Jalan Sawah Indah, Banjar Teges Kanginan, Peliatan, Ubud ini. Untuk menambah nilainilai estetika dalam karya diperlukan teknik yang bagus, sehingga menurutnya teknik itu sangat penting dan jangan diabaikan, selain konsep

dan ide atau gagasan. Karena dengan teknik yang spesial itu bisa memperkuat dan menambah keunikan atau keartistikan karya, juga bisa menjadi ciri khas atau identitas diri sang pelukis. ‘’Dari pengalaman saya mencoba berbagai teknik, baik teknik tradisional maupun modern, saya ingin memadukan semua itu dalam karya, sehingga karya saya terlihat modern tetapi spirit tradisionalnya masih terasa,’’ ujar pelukis yang telah banyak pameran di beberapa tempat ini. Tahun 2019 ini ia pameran bertajuk ‘’Tribute to Hadip-

rana Gallery’’, Jakarta. Ketika ditanya soal lukisan gaya realis, Bawa Antara menyampaikan saat ini pihaknya melihat di Bali tidak begitu banyak yang menekuni gaya realis. Pasalnya, memang gaya realis itu tidak gampang. Perlu kesabaran dan ketelitian dalam menangkap bentuk, tone warna, karakter objek dan ekspresi wajah manusia. Mungkin hal ini yang menyebabkan para pelukis tidak tahan dan memilih aliran yang lain. Padahal sesungguhnya kalau ingin kuat dalam gaya seni lukis yang lain seperti impresionis, ekspresionis,

figuratif, abstraksi dan yang lainnya maka terlebih dahulu harus kuat realisnya. Ia berharap seni rupa Bali ke depan, khususnya seni lukis di Bali lebih bergairah dan semarak seperti yang pernah terjadi pada masa lalu. ‘’Saat ini saya sangat prihatin melihat minimnya minat anakanak menekuni dunia seni rupa. Untuk itu saya sangat berharap ada dukungan dari berbagai pihak terkait, mencari solusi agar dunia seni rupa Bali lebih bergairah. Apa jadinya kalau kelak Bali tidak ada seniman atau perupanya,’’ pungkasnya. (lun)

BALI sejak lama telah menjadi motor penggerak industri pariwisata di Indonesia. Tak heran pergerakan ekonomi di Pulau Dewata tersebut bertumbuh dengan sangat baik yang berdampak pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat di Bali. Saat ini, investasi dalam bentuk mata uang asing mulai banyak. Bahkan, selain untuk antisipasi berbagai kondisi ke depan, berinvestasi dalam mata uang asing juga semakin menarik dalam beberapa tahun belakangan ini. Seperti disampaikan Senior Vice President Intermediary Business PT Schroder Investment Management Indonesia Adrian Maulana, bahwa dalam lima tahun terakhir berinvestasi di pasar negara maju, khususnya Amerika Serikat, memberikan imbal hasil yang lebih tinggi daripada di dalam negeri. ‘’Karena itu, meskipun terdapat tantangan dalam pertumbuhan global yang muncul akibat

dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China, namun tak bisa dimungkiri terdapat perkembangan menarik dengan terjadinya penguatan mata uang USD terhadap rupiah,’’ jelas Adrian di sela-sela acara Customer Gathering Tokio Marine Life Insurance Indonesia dengan tajuk ‘’Maximize Your Protection with Global Investment’’ di Denpasar, belum lama ini. Terkait dengan itu, Adrian menyarankan untuk melakukan diversifikasi investasi. Diversifikasi tersebut hendaknya tidak terbatas pada jenis aset saja seperti pasar uang, pendapatan tetap, dan atau saham, melainkan juga pada mata uang, sektor, hingga pada pilihan wilayahnya. ‘’Karena memang kita mengamati berinvestasi di pasar saham Amerika Serikat lebih menarik dalam lima tahun terakhir terlihat dari USD yang terus menguat, seiring dengan membaiknya perekonomian di negara tersebut,’’ tambah Adrian. Menyambut peluang in-

vestasi yang dipaparkan Adrian, Head of Investment Tokio Marine Life Insurance Indonesia Cholil Ridwan turut memperkenalkan peluang investasi dalam mata uang USD. Sesuai dengan nilai perusahaan yang ditanamkan Tokio Marine Life Insurance Indonesia, To Be a Good

Company, di mana salah satu pilarnya adalah Look Beyond Profit, bahwa Tokio Marine Life Insurance Indonesia selalu memprioritaskan kebutuhan nasabahnya dalam berbagai aspek. Salah satunya melalui produk unit-linked Tokio Marine Life Insurance Indonesia. (edi)

Makin Menarik, Investasi Mata Uang Asing

Bali Post/edi

KETERANGAN - Adrian Maulana (kanan) saat memberikan keterangan terkait investasi dalam mata uang asing.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook