Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
’’Shortcut’’ Mengwitani-Singaraja Dikebut, Gubernur Koster Percepat Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi GUBERNUR Bali Wayan Koster menekankan bahwa proses pembangunan shortcut Mengwitani-Singaraja merupakan program prioritas infrastruktur terintegrasi di bawah masa kepemimpinannya. ‘’Prioritas kita membangun infrastruktur yang terintegrasi, darat laut maupun udara. Semua harus saling mendukung,’’ tegas Gubernur Koster pada acara Ground Breaking Shortcut TEKAN TOMBOL - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti menekan tombol dan sirene menandai Ground Breaking Shortcut Mengwitani-Singaraja Km 47+800 (SC4), Kamis (18/7) pagi.
Hukuman Idrus Marham Diperberat Jakarta (Bali Post) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghargai putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang memperberat vonis mantan Menteri Sosial Idrus Marham menjadi lima tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. ‘’Kami menghargai pengadilan yang telah menerima banding yang diajukan KPK dan menegaskan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi. Vonis yang dijatuhkan adalah lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (18/7) kemarin. Putusan di tingkat banding itu diambil majelis hakim banding dengan ketua I Nyoman Sutama dan anggota Mohammad Zubaidi Rahmat dan Achmad Yusak pada 9 Juli 2019. KPK juga telah menerima putusan lengkap PT DKI Jakarta terkait dengan putusan banding terhadap terdakwa Idrus tersebut. ‘’Selain itu, cepatnya selesai dan diterimanya dokumen putusan lengkap juga menjadi poin yang kami pandang perlu diapresiasi karena hal ini sangat membantu KPK dan juga pihak terkait untuk bisa memahami secara lebih dalam bagaimana pertimbangan hakim sekaligus sebagai kebutuhan analisis apakah akan dilakukan upaya hukum atau tidak,’’ tuturnya. Atas putusan PT DKI Jakarta tersebut, Idrus pun langsung mengajukan kasasi. Sebelumnya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 23 April 2019 menjatuhkan vonis tiga tahun penjara ditambah denda Rp 150 juta subsider dua bulan kepada Idrus Marham karena terbukti menerima suap bersama-sama dengan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar non-aktif Eni Maulani Saragih. (ant)
Mengwitani-Singaraja Km 47+800 (SC4) yang berlokasi di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan, Kamis (18/7) pagi. Gubernur Koster menjelaskan, setelah menyelesaikan titik 3-6 yang dijadwalkan rampung akhir tahun 2019, proyek yang dikerjakan dengan dana patungan pemprov dan pemerintah pusat ini akan terus dikebut hingga keseluruhan bisa rampung di tahun 2021. ‘’Harus selesai, karena kita sudah dapat komitmen dari Pak Menteri PU dan akan saya kawal terus,’’ kata Gubernur Koster. Sementara terkait pembebasan lahan, Gubernur Koster memastikan akan tuntas dalam waktu dekat ini. ‘’Masalah pembebasan lahan tahun ini harus selesai hingga tahun depan, tinggal pembangunan fisik saja yang dikebut,’’ terangnya. Kemudian Gubernur kelahiran Desa Sembiran, Buleleng ini kembali mengingatkan agar
pembebasan lahan jangan sampai menimbulkan ketidakpuasan dari warga terdampak yang terkena lahan pembebasan pembangunan shortcut Mengwitani-Singaraja. ‘’Proyek shortcut ini secara umum mendapatkan apresiasi dari masyarakat, yang lahannya dibebaskan kita perlakukan dengan baik, kita ganti tanahnya dengan harga pantas, dan bahkan ada yang kita buatkan rumah baru lengkap dengan sanggah-nya,’’ jelas Ketua DPD PDI perjuangan Bali ini. Untuk pembebasan lahan, pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp 230 miliar ditambah dana dari APBD Perubahan. Selanjutnya dengan tuntasnya pembangunan ini, nantinya tak hanya mempersingkat jarak tempuh Mengwitani-Buleleng, juga meningkatkan kenyamanan berkendara. Hal. 15 Tingkatkan Ekonomi
BI Pangkas Suku Bunga Acuan, Rupiah Menguat Jakarta (Bali Post) – Bank Indonesia (BI) akhirnya memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 0,25 persen menjadi 5,75 persen untuk lebih menstimulus perekonomian domestik. Penurunan suku bunga acuan ini disebabkan meredanya tekanan eksternal yang akan membuat defisit transaksi berjalan pada 2019 diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2018. Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (18/7) kemarin, mengatakan berdasarkan kajian hingga Juli 2019, defisit transaksi berjalan tahun ini akan lebih rendah dibanding defisit pada 2018 yang sebesar 2,98 persen produk domestik bruto. Namun, Perry belum menyebutkan besaran spesifik perkiraan defisit transaksi berjalan 2019 tersebut. ‘’Defisit transaksi berjalan 2019 akan lebih rendah dibanding 2018 yang hampir menyentuh tiga persen PDB. Kira-kira di rentang 2,5-3,0 persen PDB,’’ ujarnya. Pemangkasan suku bunga acuan bank sentral ini adalah yang pertama kali sejak delapan bulan lalu atau November 2018 ketika suku bunga kebijakan dinaikkan ke level enam persen untuk membendung keluarnya aliran modal asing
pada 2018. Secara total, pada 2018, otoritas moneter menaikkan suku bunga acuan sebanyak 1,75 persen hingga ke level enam persen. Dengan pemangkasan suku bunga tersebut, bank sentral juga menurunkan suku bunga penyimpanan dana perbankan di BI (deposit facility) dan bunga penyediaan dana bagi perbankan (lending facility), masing-masing ke 5 persen dan 6,5 persen. Dewan Gubernur Bank Sentral menyatakan keputusan ini merupakan hasil pertimbangan bank sentral terhadap kondisi ekonomi global maupun domestik. Untuk ekonomi global, Perry menggarisbawahi dampak eskalasi perang dagang yang kian memanas antara Amerika Serikat dan China akan memperlemah perekonomian global dan volume perdagangan dunia.
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (18/7) sore menguat setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuannya. Rupiah menguat 23 poin atau 0,16 persen menjadi 13.960 per dolar AS dari sebelumnya 13.983 per dolar AS. ‘’Data fundamental baik secara eksternal maupun internal mendukung penguatan mata uang rupiah,’’ kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis kemarin. Dari internal, sentimen positif bagi rupiah yaitu Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Kamis kemarin, yang memutuskan menurunkan suku bunga acuannya 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Hal. 15 Pertumbuhan Global
Perry Warjiyo
Pascabentrok, Rumah Warga Dikosongkan
Idrus Marham
Buru ’’Tamu’’ Novel Baswedan Polisi Bentuk Tim Teknis Jakarta (Bali Post) – Polri akan menindaklanjuti hasil rekomendasi Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Novel Baswedan dengan membentuk tim teknis. ‘’Sebagai tindak lanjut rekomendasi Tim Pencari Fakta, maka kemudian diteruskan dengan pembentukan tim teknis,’’ kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol. Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/7) kemarin. Ia mengatakan tim teknis akan bekerja dalam jangka waktu yang akan ditentukan kemudian. Tim teknis seluruhnya beranggotakan personel Polri yang akan menjalankan berbagai tugas untuk mengungkap kasus ini di antaranya tugas investigasi dan bantuan teknis. Tugas investigasi mencakup penyelidikan dan penyidikan. Sedangkan bantuan teknis dikerjakan oleh Puslabfor, Inafis dan Dokkes. ‘’Sehingga komprehensif dalam sebuah penyelidikan dan penyidikan dan mendukung hasil penyelidikan dan penyidikan itu,’’ katanya. Sebelumnya Tim Pencari Fakta merekomendasikan kepada Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian untuk membentuk tim teknis untuk mendalami keberadaan tiga orang tak dikenal yang diduga terkait kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. ‘’TPF merekomendasikan Kapolri untuk melakukan pendalaman terhadap keberadaan tiga orang dengan membentuk tim teknis dengan kemampuan spesifik yang tidak dimiliki oleh TPF,’’ kata Juru Bicara Tim Pencari Fakta Nur Kholis. Tiga orang yang dicurigai itu adalah seorang tak dikenal yang mendatangi rumah Novel Baswedan pada 5 April 2017 dan dua orang tak dikenal yang berada di dekat tempat wudhu Masjid Al Ihsan menjelang subuh pada 10 April 2017. ‘’Keberadaan tiga orang tidak dikenal yang datang berbeda waktu itu diduga berhubungan dengan peristiwa penyiraman air keras,’’ kata Nur. (ant )
Bandarlampung (Bali Post) Warga di Register 45 Mekar Jaya Abadi Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung telah diungsikan ke Polsek Simpang Pematang dan tempat kerabatnya. ‘’Ada yang di Polsek, ada yang dijemput keluarganya diungsikan di lokasi yang aman,’’ kata Briptu Alfien, salah satu anggota Shabara Polres Mesuji, di lokasi kejadian, Kamis (18/7) kemarin. Alfien melanjutkan, kondisi di lokasi kejadian saat ini telah kondusif dan tidak ada lagi warga yang menempati rumahnya masingmasing. Di lokasi kejadian puluhan personel gabungan dari Brimob dan Shabara tetap berjaga mengantisipasi bentrok susulan. ‘’Meskipun sudah tidak ada warga, tapi kita tetap waspada menjaga lokasi kejadian,’’ katanya. Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad menyebutkan bahwa korban luka-luka akibat bentrok antarwarga di Register 45 Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, bertambah menjadi 10 orang sebelumnya tujuh
orang. ‘’Korban luka akibat bentrok antara kelompok Mekar Jaya Abadi KHP Register 45 SBM dan kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya saat ini terdata 10 orang,’’ kata Pandra, di Bandarlampung, Kamis kemarin. Kesepuluh korban luka-luka itu, tambahnya, kini telah dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung di Bandarlampung. Sementara korban tewas dalam bentrokan itu sebanyak tiga orang. ‘’Sebelumnya terdata empat orang meninggal, namun berdasarkan informasi terbaru dari Mesuji korban meninggal tiga orang, 10 korban luka-luka dengan satu di antaranya kritis,’’ katanya. Adapun penyebab dari bentroknya dua kelompok warga yakni Mekar Jaya Abadi KHP Register 45 SBM dan kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya tersebut dilatarbelakangi oleh pembajakan di area tanah seluas setengah hektar. Peristiwa tersebut Bali Post/ant terjadi pada Rabu siang sekitar pukul 14.00 WIB di Mekar Jaya Abadi KHP BERJAGA - Personel kepolisian tengah berjaga di lokasi bentrok antarwarga Mesuji Register 45 SBM. (ant)
Sidang Perselisihan Pemilu
Foto Terlalu Cantik Digugat ke MK
CALON anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Evi Apita Maya mengatakan pihak yang menggugatnya ke pengadilan dengan alasan fotonya terlalu cantik, ingin mendapatkan keuntungan semata. ‘’Jadi itu bisikan-bisikan anak buah (penggugat) yang ingin mendapat kepentingan dan keuntungan pribadi,’’ ujar Evi yang juga terpilih menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPD-RI dari NTB saat ditemui di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Kamis (18/7) kemarin. Sebelumnya, calon anggota DPDRI NTB Farouk Muhammad menggugat hasil pemilu DPD yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam dalilnya, Farouk mempersoalkan foto pencalonan pesaing politiknya bernama Evi Apita Maya yang juga maju di Dapil NTB.
Menurut Farouk, Evi telah melakukan manipulasi dengan mengedit foto pencalonan dirinya di luar batas wajar, sehingga hal ini dapat disebut sebagai pelanggaran administrasi pemilu. Atas kasus itu, Evi merasa harga dirinya dirugikan. Walau banyak masyarakat yang tetap mendukungnya, katanya, tidak sedikit pula masyarakat yang berpikir bahwa Evi benar-benar ‘’menipu’’ publik dengan mengedit fotonya. ‘’Seolah-olah saya itu melakukan kebohongan publik secara besar-besaran, seakan seperti saya terkena sihir dari yang mohon maaf, buruk rupa, menjadi cantik,’’ ucap Evi. Evi juga merasa yakin tidak terbukti bersalah, karena menurutnya, gugatan Farouk sudah melewati batas waktu, dan aneh karena masalah fotonya baru digugat saat Evi telah terpilih sebagai Caleg DPD-RI NTB.
Farouk juga menggugat Evi karena atas foto yang dianggapnya manipulatif tersebut menyebabkan selisih suara yang signifikan. ‘’Perbedaan suara saya dengan dia (Farouk) sangat jauh, mencapai 98.000 suara, sedangkan untuk mengejar satu suara saja sangat sulit, yang dituduhkan juga saya menggelembungkan 700 suara, kan sangat tidak signifikan,’’ tambah Evi. Perihal lain yang membuat Evi kecewa dan merasa dirugikan juga karena Farouk menggugat perihal foto Evi, namun belum pernah bertemu langsung dengan dirinya. ‘’Belum pernah (bertemu secara langsung), karena kalau dia sudah pernah bertemu tidak mungkin dia menggugat,’’ ujar Evi. (ant)
.
DENPASAR
2
Gubernur Koster Sambut Baik Bali Tuan Rumah Munas Ke-13 Kagama
FIGUR Kenakan Busana Adat PELANTIKAN anggota DPRD Bali terpilih telah dijadwalkan tanggal 2 September mendatang. Nantinya, 55 anggota dewan yang dilantik akan mengenakan busana adat Bali. Hal ini menjadi menarik lantaran pakaian untuk pelantikan umumnya adalah Pakaian Sipil Lengkap (PSL). “Memang tidak ada di tatib (tata tertib dewan - red). Ini adalah arahan dari pimpinan kita, baik Gubernur Bali maupun pimpinan kami di dewan,” ujar Sekretaris DPRD Bali Gede Suralaga, Rabu (17/7). Selain di DPRD Bali, katanya, pelantikan memakai busana adat juga dilakukan di DPRD Buleleng dan DPRD Klungkung. Saat ini anggota DPRD Bali terpilih sudah melakukan pengukuran busana adat. Baik yang incumbent maupun dewan new comer. Di sisi lain, untuk lokasi pelantikan yakni kantor DPRD Bali, rupanya ikut terdampak gempa bumi berkekuatan 5,8 SR yang mengguncang Bali, Selasa (16/7) lalu. Bagian atas gapura pintu masuk gedung dewan sedikit bergeser dan terlihat hampir jatuh. Oleh karena itu, hanya ada satu akses pintu keluar-masuk DPRD Bali melalui pintu keluar. “Kita tutup di pintu masuk untuk jaga-jaga. Nanti akan diperbaiki,” imbuhnya. Selain itu, ada bagian ornamen di gapura menuju ruang sidang utama yang sampai terjatuh. Ditegaskan, pihaknya segera memperbaikinya dengan memakai anggaran pemeliharaan gedung. (rin)
Terjaring OTT
Kasi di Pemkot Diduga Terima Suap Sejak Lama Denpasar (Bali Post) Oknum kepala seksi (kasi) di salah satu dinas di Pemkot Denpasar berinisial I Wayan Kar (44), terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Denpasar, Kamis (11/7) lalu. Pria asal Sesetan, Denpasar Selatan ini diamankan di Jalan Tukad Badung, Denpasar. Polisi juga mengamankan uang belasan juta rupiah. Dari hasil pemeriksaan, Kar diduga sejak lama sudah menerima suap. Informasi di lapangan, Kar ditangkap setelah bertemu dengan perwakilan perusahaan yang diduga dalam rangka pengurusan dokumen Usaha Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pengendalian Lingkungan Hidup (UPL). Pada Kamis (11/7) sekitar pukul 09.00 Wita, Kar rapat dengan sejumlah rekanan dalam rangka pembahasan dan peninjauan lapangan oleh Tim UKL-UPL. Selesai menggelar rapat, Kar kemudian makan siang bersama perwakilan rekanan perusahaan di restoran cepat saji di Jalan By-pass Ngurah Rai, Sanur. Saat makan siang, Kar diduga menerima sejumlah uang dari pihak perusahaan. Setelah menerima uang Rp 3 juta yang dikemas dalam amplop, Kar pulang kerumahnya. Setelah menerima informasi adanya kasus itu, Tim Unit Tipikor Satreskrim Polresta Denpasar melakukan penyelidikan dan penge-
Bali Post/kmb36
I Wayan Arta Ariawan
jaran. Akhirnya Kar diamankan di Jalan Tukad Badung, Denpasar Selatan, sekitar pukul 13.00 Wita. Polisi melakukan penggeledahan mobil Toyota Avanza milik Kar di kantornya. Dari hasil penggeledahan itu ditemukan barang bukti satu buah map merah berisi amplop warna putih berisikan uang tunai Rp 1 juta dan satu amplop berisi uang Rp 2 juta. Sedangkan di dalam mobil juga disita sebuah tas ransel yang di dalamnya berisi tiga amplop putih masing-masing berisi Rp 200.000 dan satu amplop berisi uang tunai Rp 150.000. Selain itu ditemukan pula sebuah tempat pensil berisi uang Rp 1.680.000 dan tas dompet berisi uang tunai sebesar Rp 14 juta. Dikonfirmasi Kamis (18/7) kemarin, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan menyampaikan, kasus tersebut masih dalam proses pembuktian. “Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap terlapor (Kar red) 1 x 24 jam. Kami masih lengkapi pembuktiannya, pemeriksaan saksi dari beberapa dinas terkait. Karena saat ke lapangan, terlapor bersama staf dinas terkait. Mereka akan kami klarifikasi,” ujarnya. Arta Ariawan menegaskan, Kar saat ditangkap usai menerima suap. Terkait status Kar, mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini mengungkapkan akan dilakukan gelar perkara dulu. “Nanti kami g e l a r k a n kembali kasus tersebut, baru ditentukan statusnya. Saat ini dia masih terlapor,” tegasnya. Perwira melati satu di pundak ini berharap bisa mengungkap kasus-kasus sebelumnya yang dilakukan Kar, sehingga memerlukan waktu panjang. “Perbuatan ini tidak waktu itu saja dilakukan oleh terlapor. Sudah jauh sebelumnya dan di mana saja sedang didalami,” ujarnya. Bagaimana dengan uang Rp 14 juta di tas Kar? “Terlapor saat diperiksa kooperatif. Dari pengakuannya, sebagian uang tersebut hasil perbuatan sebelumnya dan sisanya uang pribadi. Ini yang perlu pembuktian,” kata mantan Kapolsek Kuta Utara ini. (kmb36)
FM 96,5
Topik : Wali Kota Didesak Stop Perpindahan Siswa ke Negeri Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Denpasar (Bali Post) – Bali sebagai destinasi wisata dunia memiliki magnet tersendiri sehingga banyak kegiatan atau event nasional maupun internasional dilaksanakan di pulau berjuluk Seribu Pura ini. Kali ini Bali dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) ke-13 Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 15-17 November 2019. Terkait hal itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik rencana tersebut. Gubernur Koster mengatakan hal itu saat menerima kunjungan Panitia Pelaksana Munas ke-13 Kagama di Jaya Sabha Denpasar, Kamis (18/7) kemarin.
Secara khusus, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini juga menyatakan siap menerima peserta Munas tersebut di kediamannya di Jaya Sabha Denpasar. Kepada tamunya, Gubernur Koster mengapresiasi dipilihnya Bali sebagai tuan rumah pelaksanaan Munas keluarga alumni perguruan tinggi ternama di Yogyakarta itu. Bahkan, ia mengajak Kagama untuk bisa bersinergi ikut membangun Bali. “Ya, nanti saya akan terima di sini (Jaya Sabha-red) para pesertanya. Kita harus bersinergi untuk membangun Bali. Kita telah merancang program tematik yang akan disinergikan dengan perguruan tinggi mencakup pendidikan, penelitian serta pengabdian masyarakat. Saya berharap
Kagama bisa ikut berperan,” ujar Koster yang pada kesempatan itu didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa. Sementara itu Sekjen Kagama Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana mengucapkan terima kasih atas respons positif dari Gubernur Koster. Terkait dengan sinergi antara Kagama dengan Pemprov Bali, pihaknya menyambut baik ajakan tersebut. Menurut Ari Dwipayana, Kagama siap memberikan pemikiran untuk pembangunan Bali. “Kami siap untuk bersinergi memberikan buah pikiran untuk membangun Bali,” ujarnya. Ari Dwipayana yang saat ini merupakan salah satu Staf Khusus Presiden RI
mengatakan, Munas ke-13 Kagama rencananya dilaksanakan pada tanggal 15-17 November 2019, di Grand Ina
Bali Beach Sanur. Presiden Jokowi dijadwalkan membuka secara resmi kegiatan tersebut. (kmb)
Bali Post/ist
KAGAMA - Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan Panitia Pelaksana Munas ke-13 Kagama di Jaya Sabha Denpasar, Kamis (18/7) kemarin.
Wali Kota Didesak Stop Perpindahan Siswa ke Negeri Denpasar ( Bali Post) -
Kalangan sekolah swasta mendesak Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra agar menyetop perpindahan siswa baru dari sekolah swasta ke sekolah negeri. Perpindahan gelombang kedua diperkirakan terjadi usai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan pada pertengahan semester. Menurut Wakil Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M., sampai saat ini masih ada orangtua siswa baru yang menarik anaknya di sekolah swasta dengan gertakan kenal dengan sejumlah pejabat dan oknum anggota Dewan. Petinggi PGRI yang juga Kepala SMP PGRI 9 Denpasar ini mencontohkan, pada pendaftaran awal PPDB 2019, SMP PGRI 9 Denpasar
diserbu masyarakat. Bahkan jumlah peminatnya mencapai 396 calon siswa, sedangkan kursi yang tersedia hanya 240 orang. Namun sejak Pemkot Denpasar membuka pintu PPDB gelombang II, calon siswa baru di sekolah yang dipimpinnya hanya bertahan 120 orang saja. ‘’Saya kecewa, namun tetap tabah dan sabar. Mengapa sampai dibiarkan begitu. Percuma kita selama ini bicara mutu,’’ kata Sumi-
tra, Kamis (18/7) kemarin. Meskipun jumlah siswanya berkurang, Sumitra berbangga karena menjadi sekolah swasta pertama yang paling taat asas aturan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 dengan menyiapkan satu kelas untuk 32 siswa. Ketentuan Permendikbud ini mensyaratkan setiap rombongan belajar (rombel) diisi 32 siswa untuk SMP. Bahkan, ketentuan ini menunjukkan SMP PGRI 9 Denpasar
pertama yang menerapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kota Denpasar. ‘’Sekolah negeri saja kini diisi 40 hingga 42 siswa, kami konsisten menerapkan 32 siswa/ rombel,’’ tegasnya. Sumitra mengkritisi model PPDB yang banyak mengalami perubahan di tengah jalan. Untuk itu, ia mendesak Wali Kota untuk menyetop perpindahan siswa sekolah swasta ke sekolah negeri. Sebab, ia khawatir usai berakhirnya MPLS dan di pertengahan semester akan banyak lagi siswa yang “kabur” ke negeri. Sekolah swasta di Denpasar, baik SMP maupun
Bali Post/025
MPLS - Siswa baru di SMP PGRI 9 Denpasar tampak gembira menjelang penutupan MPLS, Kamis (18/7) kemarin.
SMA/SMK, memang ‘’berdukacita’’ tahun ini lantaran jumlah siswanya menurun drastis. Hal ini disebabkan adanya penambahan kuota siswa di SMP negeri dan SMA/SMK negeri. Sejumlah kepala SMP dan SMA/SMK swasta mengaku kecewa lantaran sistem PPDB 2019 yang marak dengan protes masyarakat berbuah pada berkurangnya kuota mereka menerima siswa baru. Di SMP PGRI 2 Denpasar yang tahun lalu menerima 500 siswa baru, tahun ini hanya kebagian 330 siswa. SMP Dwijendra Denpasar baru merekrut sembilan kelas dari target 11 kelas. SMP PGRI 5 Denpasar juga mengalami nasib serupa. Sekolah swasta di kawasan Monang-maning yang dikenal memiliki penduduk yang padat juga berdukacita. SMP PGRI 1 Denpasar dan SMP Sapta Andika jumlah siswa barunya menurun 100 hingga 150 siswa dibandingkan tahun lalu. Hanya SMP PGRI 3 Denpasar yang jumlah siswa barunya relatif konstan. Tehadap kondisi itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan berjanji akan mengawasi mutasi siswa swasta ke negeri secara ketat. Sesuai aturan, setelah MPLS dan proses belajar mengajar berjalan efektif tak diperbolehkan lagi ada perpindahan siswa baru, kecuali orangtuanya mengantongi surat pindah tugas. (025) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Proses ”Nganyud Pitra Yadnya ring Segara Sanur”
Sang Putra Gusti Wedakarna Siap Bangun Paviliun Museum Wastra dan Diabetic Center Kenang Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry KELUARGA Puri Tegeh Kori sedang menyiapkan pendirian Museum Wastra untuk mengenang kontribusi Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry Wedastera Suyasa yang telah wafat pada 7 Juli 2019. Pendirian Museum Wastra ini didedikasikan untuk menghormati keteladanan Ratu Biang sebagai istri seorang tokoh PNI yang sempat mengalami masa sulit di era orde baru, termasuk akan menyimpan memoribilia terkait dengan Ratu Biang baik peran almahurmah di bidang ekonomi, pendidikan, agama dan juga sosial. Demikian disampaikan oleh Penglingsir Puri Tegeh Kori yang juga putra kesayangan dari Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry di sela-sela menghadiri upacara Ngayud Abu Layon di Pantai Sanur, Denpasar Selatan. “Kami selaku putra-putri tidak akan larut dalam kesedihan karena ditinggal oleh Ratu Biang, tapi kami harus move on. Sejak kecil kami selalu dididik dan diberikan nasehat bahwa hidup sebagai putra, cucu, cicit dari tokoh besar di Bali tidaklah mudah. Menjaga sikap itu penting, sesana menurut laku agama Hindu juga menjadi kewajiban bagi kami, dan juga entah sengaja atau tidak,
sejak dahulu keluarga kami selalu mengajarkan ketidakterikatan terhadap duniawi dan saat ini kami diuji. Dan ini kami buktikan, selama prosesi karya, kami tidak menangis, malah bergembira akan pembebasan roh. Acara di Puri dipenuhi dengan acara mantra, pembacaan Kitab Suci Bhagawad-Gita, lantunan kidung, cahaya api agnihotra dan juga ritual yang didasari dengan konsepsi Veda Vedanta. Ini membuktikan bahwa seluruh pratisentana puri adalah orang-orang Bali yang cinta terhadap budaya Bali, menjalankan sesana adat istiadat tapi juga terbuka dengan kebudayaan Hindu yang universal. Ini semua berkat didikan Ratu Biang,” ungkap Gusti Wedakarna. Ia menyampaikan bahwa rencana pendirian sejumlah simbol Ratu Biang IGA Suwitry akan diluncurkan oleh pihak puri, di antaranya pendirian Museum Wastra, pendirian Yayasan Peduli Diabetes dan rencana pendirian Diabetic Center. “Kami sudah sepakat, dari putra-putri Ratu Biang akan mengambil bagian untuk melestarikan nama baik ibunda tercinta, dan kami akan salurkan energi kami untuk membantu orang lain, khususnya dalam
bidang kesehatan dan juga pelestarian budaya. Museum Wastra akan kami dirikan di salah satu Paviliun di kompleks Istana Jimbarwana di Penyaringan, Jembrana. Begitu juga di tanah kelahiran beliau di daerah Tamblang, Kubutambahan, Buleleng akan kami bangun simbol. Tim ahli sedang mempersiapkan, semoga bisa diluncurkan setelah selesai upacara Mamukur dan Maajar-ajar.
Astungkara niki kerja cepat. Kami mendapatkan energi yang luar biasa setelah upacara ini berlangsung. Semoga Ratu Biang, Amor Ring Acintya,” ungkap Gusti Wedakarna. Adapun pasangan Shri Wedastera dan Ratu Biang IGA Suwitry memiliki enam orang putra yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, S.E., (MTRU), M.Si. (Senator DPD-RI), Dr. IGA
KARYA PURI - Prosesi Pitra Yadnya Nganyud ring Segara usai Palebon Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry yang dipusatkan di Pantai Sanur. Diantarkan oleh sang Putra dan keluarga besar lan pengabih.
Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M. (Anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI Perjuangan), IGA Sri Wichaya Gangga Dewi WS, S.H., M.Kn. (Notari PPAT), IGA Dewi Wastu Manggala Marhaen WS, S.S., M.H. (Direktur Museum Perpustakaan Institute Sukarno di Bali), Shri IGN Wira Wedawitry WS, S.Sos., S.H., M.H. (Advokat/Ketua Umum Yayasan Mahendradatta/Sekretarus KNPI Bali/Sekretaris BP PTSI Wil Bali), IGA Sita Wedastiti WS, S.E., M.H. (Direktur The Mahendradatta Bali Holding Org membawahi properti, butique, sport center, studio, agrobisnis perkebunan dan sekuritas). Setelah usai upacara Nganyud ring Segara Sanur, sebagian abu jenazah (layon) dari Sang Palatra akan dilarung di Sungai Gangga di Kota Suci Hindu Haridwar India sebelum upacara Mamukur dan Maajarajar dilaksanakan. Pihak Puri melalui humas dan juru bicara, Ida Ayu Widyawati, S.H. menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali yang telah memberikan doa sehingga seluruh rangkaian karya Pitra Yadnya bisa berlangsung dengan baik tanpa kendala apapun. (ad691)
BADUNG
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
3
Sidang Paripurna DPRD Badung
Bupati Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2018 dan Rancangan KUA PPAS 2020 DPRD Kabupaten Badung menggelar sidang paripurna, Kamis (18/7) kemarin di ruang Sidang Uttama Gosana, Kantor DPRD, Puspem Badung. Sidang dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata, dihadiri para Wakil Ketua dan anggota DPRD Badung. Hadir pula Bupati Badung, Wabup, Sekda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah. Sidang paripurna mengagendakan penyampaian penjelasan Bupati Badung terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Badung tahun 2018 dan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2020. Selain itu, Bupati menyampaikan Rancangan KUA dan PPAS serta Ranperda APBD Perubahan
tahun 2019, Ranperda tentang Pelestarian dan Perlindungan Bendega serta Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mangutama. Selain Bupati, DPRD Badung juga menyampaikan penjelasan DPRD Badung terhadap tiga Ranperda, yaitu Ranperda perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Ranperda tentang Perubahan atas Perda No. 13 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Fasilitas Parkir, serta Ranperda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Dalam penyampaiannya, Bupati Nyoman Giri Prasta mengapresiasi dukungan anggota DPRD Badung sehingga Pemkab Badung kembali berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
atas LKPD Badung tahun 2018. LKPD tersebut telah menerapkan standar akuntansi pemerintahan berbasis aktual. Opini yang diraih di tahun ini merupakan opini WTP yang ketujuh kalinya sejak LKPD tahun 2011 dan kelima secara berturut-turut. Untuk APBD 2019, Bupati menjelaskan, pendapatan daerah merupakan asumsi besaran penerimaan daerah yang ingin dicapai. Sedangkan belanja daerah merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memenuhi layanan dasar masyarakat serta infrastruktur penunjang perekonomian masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap capaian PAD hingga semester I tahun 2019, realisasi PAD belum mampu memenuhi target. Untuk
itu Bupati memandang perlu melakukan perubahan terhadap target PAD, yang tentu mempengaruhi kapasitas keuangan daerah dalam membiayai belanja daerah yang telah dianggarkan pada APBD induk 2019. ‘’Kami memandang perlu melakukan penyesuaian terhadap belanja tidak langsung dan belanja langsung sesuai kapasitas keuangan daerah, sehingga terwujud APBD Kabupaten Badung yang sehat,’’ jelas Bupati. Sementara untuk Rancangan KUA dan PPAS tahun anggaran 2020, Bupati menjelaskan, pendapatan daerah pada PPAS 2020 dirancang sebesar Rp 6,8 triliun lebih atau menurun Rp 929 miliar lebih atau 11,95 persen dari APBD induk 2019 yang sebesar Rp.
Belasan Ribu Bandar Narkoba Ditahan
TINDAK pidana narkotika melibatkan banyak orang, hingga menjadi jaringan yang tersebar secara nasional dan internasional. Hingga Desember 2018, sebanyak 18.579 bandar narkotika ditahan di lapas dan rutan se-Indonesia. Oleh karena itu, perang terhadap narkoba harus melibatkan semua unsur aparat penegak hukum supaya hasilnya maksimal. Hal itu terungkap saat Direktorat Hukum Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI mengadakan sosialisasi
peraturan perundang-undangan di Hotel Aston Kuta. Acara mengusung tema “Millenials Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas” ini berlangsung dari Kamis (18/7) kemarin hingga Jumat (19/7) hari ini. Hadir dalam acara tersebut, Deputi Rehabilitasi BNN RI Dra. Yunis Farida Oktoris, M.Si., Direktur Hukum BNN RI Drs. Ersyiwo Zaimaru, S.H., M.H. Diharapkan penegak hukum dapat melakukan upaya pemberantasan secara terpadu dari hulu ke hilir,
SOSIALISASI - Deputi Rehabilitasi BNN RI Yunis Farida Oktoris menjadi narasumber sosialisasi peraturan perundang-undangan di Kuta, Badung, Kamis (18/7) kemarin.
melalui peraturan daerah. BNN melalui Direktorat Hukum ke depannya akan melakukan asistensi penyiapan rancangan peraturan daerah dan memberdayakan membantu aparat penegak hukum serta pemerintahan daerah melakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. ‘’Saat ini, fenomenanya Lapas mengalami overcapacty. 60 persen penghuni lapas atau rutan adalah napi narkotika,’’ ujar Yunis Farida. Menurutnya, dari data Dirjen Pemasyarakatan Desember tahun 2018, sebanyak 112.045 napi narkotika mendekam di Lapas dan rutan. Jumlah napi narkotika tersebut terbagi menjadi 23.501 pecandu atau pengguna, 18.579 bandar, 68.669 pengedar dan 1.266 produsen. Sedangkan arah kebijakan kegiatan tersebut, aparat dan penegak hukum bisa menyatukan persepsi untuk putusan penyalahguna dan atau korban penyalahguna narkoba. Bagi penyalahguna atau korban penyalahguna narkoba, seharusnya diputus sesuai Pasal 127 UU Narkotika tentang rehabilitasi dengan ketentuan barang buktinya di bawah 1 gram. Peserta acara tersebut antara lain, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa bersama jajarannya, kejaksaan, pengadilan, kepolisian dan seluruh unsur aparat penegak hukum. (bns1)
Penerbangan Langsung Turkish Airlines ke Bali
Diharapkan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Eropa Mangupura (Bali post) Maskapai asal Turki, Turkish Airlines secara resmi melakukan penerbangan langsung dari bandara Istanbul ke Bali, Rabu (17/7). Penerbangan perdana tersebut tiba di Bandara Ngurah Rai pukul 18.46 Wita, dari Bandar Udara Istanbul, Turki pada pukul 01.53 waktu setempat. Dengan hadirnya penerbangan langsung dari Turki ke Bali, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya mengatakan, ini bisa menjadi kesempatan yang bagus untuk menggarap pasar Turki dan negara lain seperti Eropa. Meskipun dari sisi jumlah tidak terlalu banyak, namun dari segi lama tinggal yang cukup lama dan juga spending money yang cukup besar, tentu akan bisa menambah devisa. ‘’Harapannya khusus untuk Eropa, dari sisi opportunity besar,’’ katanya, Kamis (18/7) kemarin di Nusa Dua. Diungkapkannya, selama ini Turki menjadi hub untuk penerbangan Eropa. Dari jumlah kunjungan ke Indonesia tahun lalu, untuk Eropa sebanyak 2,1 juta dari target 2 juta wisatawan. Tahun ini pihaknya menargetkan sebanyak 2,5 juta wisatawan Eropa. ‘’Untuk Turki sendiri, memang jumlahnya tidak terlalu banyak. Namun kita melihat dia menjadi hub, semacam pengumpul dari destinasi di Eropa. Saat ini penerbangan sebanyak 3 kali seminggu. Ke depan diharapkan bisa daily dan kalau bisa 3 kali sehari,’’ harapnya. Sementara itu, Consul General Indonesia untuk Istanbul Turkey Herry Sudrajat mengatakan, turis Turki ke Indonesia tahun lalu sebanyak 17 ribu orang. Warga Indonesia yang ke Turki juga cukup banyak yaitu 120 ribu orang. Dengan adanya penerbangan langsung ini pihaknya berharap, selain bisa mendorong peningkatan jumlah wisatawan, juga bisa mendorong sektor perdagangan. Apalagi selama ini Turki hanya mengekspor ke Indonesian senilai $ 500 juta. Sedangkan Indonesia bisa mengekspor sebesar $ 1.2 miliar. ‘’Mungkin potensinya nanti kalau sudah ada direct flight tentunya untuk kargo juga akan lebih mudah terutama
produk perikanan. Sehingga dengan ini, kargo akan lebih mudah dan lebih cepat untuk sampai ke Turki,’’ ujarnya. Terkait ekspor, kata Herry, tidak saja untuk hasil perikanan, namun juga untuk barang-barang seperi handycraft, jewelry, serta buah-buahan tropis juga akan mempunyai kesempatan untuk ekspor ke sana. ‘’Saya kira ke depannya ini bisa berkontribusi untuk peningkatan perdagangan,’’ ujarnya. Menurut jadwal, penerbangan rute Istanbul-Bali akan dilayani sebanyak 3 kali
dalam satu pekan yaitu Rabu, Jumat dan Minggu. Rute ini dilayani oleh pesawat dengan nomor penerbangan TK-66, dengan waktu keberangkatan pada pukul 01.30 waktu setempat, dan tiba di Bali pada 19.30 Wita. Setelah mendarat di Bali, pesawat yang sama akan melanjutkan penerbangan kembali ke Istanbul pada pukul 21.00 Wita, dengan menggunakan nomor penerbangan TK-67, dengan dijadwalkan mendarat di Istanbul pada pukul 05.25 waktu setempat di hari berikutnya. (kmb23)
Bali Post/edi
MINIATUR PESAWAT - Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya (dua dari kiri) menerima miniatur pesawat dari perwakilan Turkish Airlines, Kamis (18/7) kemarin di Nusa Dua.
7,7 triliun lebih. Pendapatan daerah bersumber dari PAD sebesar Rp 6 triliun lebih, dana perimbangan Rp 515,9 miliar lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 306 miliar lebih. Belanja daerah dirancang Rp 6,8 triliun lebih, terdiri dari belanja tidak langsung Rp 3,6 triliun lebih dan belanja langsung sebesar Rp 3,3 triliun lebih. Penerimaan pembiayaan daerah pada PPAS 2020 tidak dirancang. Sedangkan penerimaan pembiayaan daerah untuk APBD 2019 sebesar Rp 161 miliar. ‘’APBD 2020 anggaran belanja langsung diprioritaskan untuk membiayai program kegiatan strategis daerah sebagai implementasi Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB),’’ terang Bupati. (ad658)
SERAHKAN RANPERDA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup Ketut Suiasa menyerahkan dokumen ranperda kepada Ketua DPRD Badung Putu Parwata pada Sidang Paripurna DPRD, Kamis (18/7) kemarin.
Bupati Giri Prasta Instruksikan Penanganan Korban Gempa
Mangupura (Bali Post) -
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera menangani warga yang terdampak gempa bumi, yang terjadi pada Selasa (16/7) lalu. Pejabat asal Desa Pelaga, Petang ini juga telah menginstruksikan untuk melakukan pendataan dampak gempa, sehingga korban gempa dapat segera ditangani.
‘’Kami akan tangani semua korban yang terdampak gempa. Saya sudah menginstruksikan instansi terkait untuk melakukan pendataan dampak gempa, sehingga nantinya semua korban gempa terdata dan dapat tertangani,’’ ujar Bupati Giri Prasta, usai sidang paripurna di Gedung DPRD Badung, Kamis (18/7) kemarin. Politisi PDI Perjuangan ini juga mengajak masyarakat agar merawat dan menjaga alam, sehingga meminimalisir bencana yang diakibatkan faktor manusia. ‘’Cara kita harus dekat dengan
alam. Sederhana saja, kalau kita sayang dengan alam, alam itu pasti dekat dengan kita,’’ pesannya. Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung Ni Putu Ermy Setiari memastikan telah melakukan pendataan dampak gempa. ‘’Dari hasil pendataan di lapangan, kerusakan karena akibat gempa terjadi 36 titik kerusakan. Di Kecamatan Kuta Selatan ada 24 titik, Kuta ada 6 titik, Kuta Utara 3 titik, Abiansemal 2 titik, dan Mengwi 1 titik,’’ ungkapnya. Terkait penanganan pascagem-
pa, Ermy Setiari menyatakan, akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan OPD terkait. ‘’Setelah kita mendata di lapangan, kami akan membuat rekomendasi kepada OPD teknis untuk memperbaiki segera. Jadi, kami hanya memberikan rekomendasi kepada OPD teknis untuk segera menangani,’’ terangnya. Kendati demikian, pihaknya telah melakukan penanganan kedaruratan dengan pembersihan puing-puing bangunan yang rusak. ‘’Kami sifatnya memberikan rekomendasi saja,’’ tegasnya. (kmb27)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Dewan Badung Apresiasi Kebutuhan Dasar Tetap Prioritas DEWAN Badung memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung. Pasalnya, dalam masa tiga tahun kepemimpinan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa, pemerintah tetap menjadikan kebutuhan dasar masyarakat sebagai prioritas. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Badung I Putu Parwata usai Rapat Paripurna DPRD Badung di Ruang Sidang Uttama Gosana, Kantor DPRD, Puspem Badung, Kamis (18/7) kemarin. Parwata mengatakan, meski ada sejumlah program dilakukan rasionalisasi, ia mengapresiasi eksekutif mampu kembali kepada prioritas, yakni kebutuhan dasar tetap menjadi prioritas pemerintah. ‘’Misalnya kesehatan minimal kan 10 persen, sekarang dirancang 13 persen. Begitu juga pendidikan dipasang 21,3 persen. Ini yang saya berikan apresiasi. Jangan sampai masyarakat dirugikan,’’ ujarnya dalam acara yang dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Wakil Ketua I DPRD Badung I Nyoman Karyana, Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Badung. Selain itu, politisi asal Dalung ini juga mengapresiasi pemerintah telah mengintrospeksi terkait penggalian pendapatan yang stabil dan berkelanjutan. Menurutnya, Badung kembali harus melihat potensi yang belum tergarap maksimal. ‘’Yang harus ditingkatkan juga adalah sumber daya manusia, teknologi,
APRESIASI - Ketua DPRD Badung I Putu Parwata mengapresiasi tiga tahun kepemimpinan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa karena pemerintah tetap menjadikan kebutuhan dasar masyarakat sebagai prioritas. manajemen pengawasan, dan tanggung jawab bersama dalam hal memberikan potensi dan pengaruh terhadap pendapatan,’’ terangnya. Badung, lanjut Parwata, mempunyai leading sector di pariwisata. Pihak terkait harus mengawasi wisatawan yang datang dengan baik. Selain itu, promosi pariwisata harus dilakukan dengan research. Jangan sampai proyeksi dan asumsi yang digunakan baik secara makro ekonomi atau analisis lainnya error. ‘’Kami di dewan akan terus melakukan koordinasi dengan eksekutif terkait upayaupaya peningkatan pendapatan. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena program prioritas akan tetap berjalan,’’ ucapnya. DPRD Badung pada rapat kali ini juga menyampaikan tiga ran-
perda yaitu Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Ranperda Perubahan atas Perda No.13 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Fasilitas Perkir, dan Ranperda Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Sementara itu, Bupati Badung memberikan penjelasan terhadap Ranperda Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Badung Tahun 2018 dan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2020, Rancangan KUA dan PPAS serta Ranperda APBD Perubahan Tahun 2019, Ranperda Pelestarian dan Perlindungan Bendega serta Ranperda Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mangutama. (ad684)
ACE Manjakan Member dengan Program Khusus
SEBAGAI pusat kebutuhan rumah dan gaya hidup terlengkap, ACE secara konsisten menghadirkan berbagai program dan penawaran menarik untuk memanjakan para pelanggan setianya. Kali ini ACE menghadirkan program Member Always Gets More yang menawarkan berbagai keuntungan khusus untuk member ACE Rewards yang berlangsung di seluruh toko ACE hingga 30 Juli 2019. Malvin Tarigan, Promotion & Advertising Manager PT ACE Hardware Indonesia, mengatakan ACE Rewards merupakan loyalty program yang bertujuan menjaga kedekatan dengan pelanggan setia melalui berbagai keuntungan dan kemudahan berbelanja. Sejak diluncurkan pertama kali tahun 1995, saat ini hampir 2,4 juta pelanggan telah bergabung menjadi member. Sebagai apresiasi atas kesetiaan mereka, setiap tahun ACE menghadirkan program tematik yang hanya bisa dinikmati oleh member ACE Rewards. Tahun ini program yang diselenggarakan bertajuk Member Always Gets More melalui berbagai penawaran menarik seperti Tebus Murah, Harga Khusus, Potongan Harga, dan Beli Banyak Lebih Murah untuk produk pilihan, Pay Cash or Pay Less with Point, 2 x Point Rewards hingga ACE Access. Memberi keistimewaan berbelanja dengan harga yang hemat, ACE menghadirkan promo Tebus Murah untuk produk penghisap debu merek MAXIMUS hanya setengah harga setelah bertransaksi minimum Rp 1 juta. Harga khusus dan potongan harga dihadirkan dengan penghematan hingga 50%
untuk berbagai produk pilihan mulai dari kebutuhan rumah tangga, alat kesehatan, kebutuhan traveling, otomotif hingga perkakas. Promo lainnya adalah Buy More Save More untuk aneka produk pilihan, di antaranya koper merek LEGEND WALKER berbagai ukuran dengan harga hemat 60% atau hemat 70% jika beli lebih dari satu, koleksi kotak penyimpanan ukuran 6 dan 16 liter dengan harga hemat 20% atau hemat 40% jika beli lebih dari satu, hingga HUROM Slow Juicer untuk membuat minuman sehat dengan harga hemat 20% untuk pembelian produk kedua. Tidak ketinggalan promo Pay with Cash atau Pay Less with Points yaitu penawaran produk dengan harga khusus atau bayar lebih hemat menggunakan poin, seperti kasur lipat hanya 305 poin, rak penyimpanan serbaguna hanya 159 poin, rice cooker digital ukuran 0,8 liter hanya 272 poin, hingga meja setrika hanya 80 poin. Member bisa mendapatkan 2 x point rewards dengan melakukan pembelanjaan nominal tertentu.
Bagi pelanggan yang belum terdaftar menjadi member, dapat memanfaatkan program ACE Access yaitu gratis biaya keanggotaan dengan mendaftar di www.acehardware.co.id/membership/register periode hingga 30 Juli 2019 dan melakukan pembelanjaan minimal Rp 2 juta dalam waktu 6 bulan. ACE juga menyediakan beragam pilihan cara bertransaksi melalui fasilitas cicilan 0% hingga 12 bulan menggunakan kartu kredit dari bank partner atau cicilan tanpa kartu kredit menggunakan lembaga pembiayaan terpercaya. Salah satunya DanaKini yaitu layanan finansial terbaru di bawah naungan Kawan Lama Group. Khusus member, dapat menggunakan poin yang dimiliki untuk membayar hingga seluruh nilai transaksi melalui program Pay All with Points. Untuk membeli produk ACE kapan dan di mana saja, bisa dilakukan secara online di www.acehardware.co.id/shop atau melalui authorized online retailer Kawan Lama Retail di www.ruparupa. com. (bns2)
KESEHATAN
Deteksi Dini Kaki Diabetes
PERKEMBANGAN kondisi kesehatan masyarakat saat ini didominasi oleh meningkatnya angka kejadian dan kematian akibat penyakit kronis. Salah satunya yakni Diabetes Mellitus (DM) atau lebih sering dikenal dengan penyakit kencing manis. DM merupakan suatu kelompok penyakit yang menyerang sistem metabolik yang mengakibatkan terjadi peningkatan kadar gula dalam darah atau hiperglikemia. Ini menyebabkan fungsi organ dalam tubuh menjadi terganggu akibat sirkulasi peredaran darah yang terganggu. Gejala-gejala pada DM antara lain sering lapar, sering haus, dan sering kencing. Namun, gejala-gejala tersebut seringkali tidak terlihat jelas, sehingga penderita DM tidak tahu dan terlambat berobat ke pelayanan kesehatan. Kondisi yang sering tampak yakni pasien DM dengan komplikasi sedang hingga berat. Komplikasi DM terdiri atas komplikasi akut dan kronis. Komplikasi akut antara lain Hipoglikemia, Ketoasidosis Diabetik, dan Koma Hyperosmolar Hiperglikemik Nonketotik. Sementara komplikasi kronik dibedakan menjadi dua, yaitu Makroangiopati dan Mikroangiopati. Saat ini akan dibahas komplikasi kronik yang sering terjadi dan mudah terlihat yaitu kaki diabetes. Kaki Diabetes merupakan salah satu komplikasi kronik dari pembuluh darah yang besar (makroangiopati) yang cukup sering terjadi. Hal ini dikarenakan penderita DM sangat rentan terkena infeksi. Pada awalnya, penderita DM mengalami keluhan seperti kesemutan atau nyeri pada kakinya. Keluhan tersebut akhirnya akan menyebabkan kaki tidak merasakan apa-apa (mati rasa). Hal ini yang nantinya dapat menyebabkan perubahan struktur telapak kaki dari kulit hingga otot, sehingga kaki akan rentan untuk terluka dan terinfeksi. Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian khusus terhadap kesehatan dan kebersihan kaki dari pasien, keluarga, dan pelayanan kesehatan. Penanganan kaki diabetes dapat dibagi menjadi dua yakni pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan primer adalah suatu tindakan untuk menangani kaki penderita DM yang mengalami infeksi ringan hingga sedang dan mencegah kondisi kaki tersebut
menjadi lebih berat. Tindakan yang dilakukan yaitu memberikan penyuluhan kepada masyarakat akan kebersihan dan kesehatan kakinya. Selain dari masyarakat, tenaga kesehatan wajib memeriksa dengan cermat dan teliti prihal kondisi kaki penderita DM, sehingga kondisi yang terjadi dapat ditangani lebih cepat dan tepat. Pencegahan sekunder dalam penanganan kaki diabetes merupakan upaya mencegah kondisi kaki penderita DM menjadi lebih berat. Pencegahan sekunder meliputi beberapa aspek yaitu kontrol gula darah, kontrol luka pada kakinya, menghindari risiko yang memperparah kondisi dan edukasi. Penderita DM dengan kaki diabetik wajib menjaga kadar gula darah selalu normal atau terkontrol. Hal ini sangat memengaruhi kondisi pasien dan penyembuhan lukanya. Selain itu, luka pada kaki harus dirawat dengan baik dan steril. Pasien seringkali disarankan merawat lukanya di fasilitas kesehatan yang memiliki alat-alat steril. Pasien juga diharapkan menjauhi faktor-faktor yang memperparah kondisi, seperti merokok, makan makanan yang berlemak, dan lain-lain. Yang terakhir adalah edukasi kepada penderita dan keluarganya. Hal ini sangat penting untuk membantu proses penyembuhan dari penderita. l dr. Tjokorda Istri Ratih Pradnyandari Pemayun
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
Tes Seleksi Jalur Mandiri Diikuti 477 Calon Maba
ISI Denpasar Jamin Tak Ada ’’Jual-Beli’’ Kursi INSTITUT Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar tes seleksi jalur mandiri mahasiswa baru (maba) tahun akademik 2019/2020. Tes seleksi dilakukan selama tiga hari. Hari pertama, Selasa (16/7), dilakukan tes tulis. Hari kedua, Rabu (17/7), dilakukan tes wawancara, dan Kamis (18/7) kemarin dilakukan tes praktik untuk program studi tertentu. Tes seleksi diikuti 477 calon mahasiswa baru yang bersaing ketat merebut 253 kursi yang tersisa dari total kuota di ISI Denpasar. Pengumuman hasil seleksi akan disampaikan pada 30 Juli mendatang. Dalam proses tes seleksi ini, ISI Denpasar menjamin tidak ada ‘’jual-beli’’ kursi dalam seleksi jalur mandiri, meskipun pelaksanaannya berdasarkan otoritas pimpinan lembaga. ‘’Semua melalui tes, seleksi yang transparan. Tidak ada itu yang namanya titipan atau apalah,’’ tegas Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni ISI Denpasar Prof. Dr. I Nyoman Artayasa, M.Kes. di selasela memantau jalannya tes tulis seleksi jalur mandiri mahasiswa baru, Selasa (16/7) lalu. Menurutnya, dengan diterapkannya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) beberapa bulan sebelum jalur mandiri, jumlah peminat dan serapan daerah asal mahasiswa baru yang masuk ke institut seni yang terletak di Jalan Nusa Indah ini semakin meluas. Menariknya, sebagian besar mahasiswa baru berasal dari
TES SELEKSI - Suasana mahasiswa baru ISI Denpasar saat mengikuti tes seleksi jalur mandiri mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 di Kampus ISI Denpasar. kantong-kantong transmigran di berbagai wilayah di Nusantara. Artayasa menambahkan, SNMPTN dan SBMPTN telah memberi peluang warga Bali di daerah transmigran untuk memperdalam budaya Bali, selanjutnya akan dikembangkan di tempat tinggalnya. ‘’Mulai banyak mahasiswa baru (dari kantong transmigran - red) yang melamar ke ISI Denpasar. Kalau sebelum seleksi nasional, mahasiswa yang mendominasi dari Bali, Lombok, dan sedikit dari Jawa Timur,’’ ujarnya. Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerja Sama ISI Denpasar Drs. I Gusti Bagus Priatmaka, M.M. menambahkan, ISI Denpasar memiliki daya tampung sebanyak 500 orang untuk jenjang sarjana dan 90 orang untuk sarjana terapan (D-4). ‘’Pada
jalur mandiri ini kami hanya mencari 253 mahasiswa baru. Jumlah itu untuk memenuhi sisa kuota dari jalur SNMPTN dan SBMPTN,’’ imbuh Priatmaka didampingi Humas ISI Denpasar I Gede Eko Jaya Utama. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Priatmaka mengatakan peminat Program Studi Pedalangan dan Kriya masih minim. Walaupun demikian, ISI Denpasar tetap memberikan pelayanan maksimal terhadap jurusan langka peminat karena memang kampus setempat memiliki fungsi pelestarian. Sementara Jurusan Desain Komunikasi Visual dan Interior pada Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) masih menjadi primadona. ‘’Tren ini sudah terjadi jauh sebelum isu Revolusi Industri 4.0 digaungkan,’’ pungkasnya. (ad689)
Kerja Sama Internasional Stikes Wira Medika Bali-Lakeland University
STIKES Wira Medika Bali yang Terkareditasi B dari BANPT mengembangkan kerja sama internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan. Setelah sebelumnya melakukan kerja sama dengan mitra dari Taiwan, Thailand, Belanda, dan Jepang, perguruan tinggi yang dikenal dengan nama Stikes Wira Medika PPNI Bali ini kembali menandatangani kerja sama dengan Lakeland University dari Plymouth, Wiconsin, Amerika Serikat. Kerja sama dilakukan khususnya dalam pengembangan kurikulum pendidikan keperawatan, lecture exchange, student exchange, serta internship program. Nantinya Stikes Wira Medika Bali bisa memberikan peluang kepada anak didiknya untuk bekerja di Amerika Serikat. Profil kampus yang dipaparkan Ns. Ni Ketut Ayu Mirayanti, S.Kep., M.Kep., Wakil Ketua I Bidang Akademik, menekankan pada kurikulum, proses dan metode pembelajaran, serta pencapaian mahasiswa untuk menjadi tenaga siap kerja dan praktik mandiri sebagai wirausaha dengan keunggulan komplementer sangat mendapat apresiasi dari Presiden Lakeland University. ‘’Selain Prodi S-1 Keperawatan dan Profesi Ners, kami juga memiliki Prodi D-3 Teknologi Laboratroium Medik, D-3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan yang mempersiapkan tenaga kesehatan yang menjadi kebutuhan di era revolusi industri 4.0 bagi unit pelayanan kesehatan,’’ sebut Mirayanti. Drs. I Dewa Agung K. Sudarsana, M.M., Ketua Stikes Wira Medika Bali, dalam sambutannya
INTERNASIONAL – Stikes Wira Medika Bali menjalin kerja sama internasional dengan Lakeland University, Amerika Serikat. mengatakan sangat senang atas kedatangan Mr. Devid Black, Ph.D. sebagai Presiden Lakeland University (Amerika Serikat) dan Steven Siam, Ph.D. ‘’Saya berharap Mr. David dan Mr. Steven bisa selalu mendukung Stikes Wira Medika Bali untuk memajukan ilmu keperawatan di luar negeri, selain persamaan kurikulum dan pengembangan pendidikan keperawatan. Kami mengapresiasi kerja sama magang serta pertukaran pelajar dan dosen sehingga mahasiswa dan dosen terlebih dahulu mendapatkan pengalaman sebelum mereka bekerja di sana,’’ tambahnya. Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA., Ketua Yayasan Samodra Ilmu Cendekia Bali Stikes Wira Medika Bali dalam sambutannya menyatakan, pihaknya akan terus melebarkan sayap, mendapatkan mitra khususnya ke luar negeri. ‘’Kami akan selalu mem-
persiapkan anak didik kami untuk bersama-sama berjuang memajukan pendidikan keperawatan khususnya di luar negeri, sehingga lapangan pekerjaan mahasiswa di Stikes Wira Medika Bali semakin terbuka lebar. Peluang kerja tenaga kesehatan di luar negeri baik di fasilitas layanan kesehatan, hotel maupun kapal pesiar sangat terbuka lebar dan dibutuhkan tidak kalah dengan bidang hospitality,’’ ungkapnya. Kampus kesehatan yang pernah meraih Bali Best Brand Award beralamat di Jalan Kecak No.9A, Gatot Subroto Timur ini telah menyelenggarakan pelatihan bahasa Jepang di kampus yang mempersiapkan anak didiknya ke Jepang. Mereka akan berangkat pada September mendatang menyusul alumni lainnya yang sebelumnya telah bekerja di fasilitas kesehatan di Jepang. (ad686)
Matangkan ’’Skill’’ Mekanik, Astra Motor Bali Laksanakan ’’Training Camp Technical Skill Contest 2019’’ SETELAH ajang kompetisi Technical Skill Contest Regional Bali berlangsung di Mall Bali Galeria sepekan yang lalu, Astra Motor Bali melalui tim Technical Service-nya melanjutkan pemantapan kemampuan para juara Bali yang akan diadu lagi menuju ke tingkat nasional di Semarang, Agustus mendatang. Pemantapan skill yang dikemas dalam Training Camp Technicall Skill Contest 2019 ini dilaksanakan mulai awal Juni hingga akhir Juli 2019. Materi yang diajarkan berupa teori, skill praktik meja, troubleshooting dan roleplay, serta personal handling. Para juara kategori mekanik dan kategori service advisor melakukan persiapan diri sebelum menuju tingkat nasional dengan pematangan kemampuan di bidang teknis dan nonteknis tentang sepeda motor. Pembekalan dilaksanakan di Main Dealer Astra Motor Cokroaminoto dengan dukungan penuh dari trainer yang akan memberikan pembekalan serta support Kepala Wilayah Astra Motor Bali Wahyudi Saputra. Manager Technical Service Departement Agung Surya mengatakan, ajang Technical Skill Contest 2019 merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mekanik dan service advisor (SA)
MATANGKAN – Mekanik Astra Motor yang menjadi juara Bali dimatangkan ‘’skill’’-nya sebelum berlaga pada kontes tingkat nasional di Semarang. dalam hal mengasah kemampuan tidak hanya di lapangan, namun juga bagaimana mampu menyelesaian suatu problem di sepeda motor yang diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan juri. ‘’Dengan pembekalan yang diberikan kepara finalis yang akan menuju tingkat nasional, diharapkan mereka dapat lebih percaya diri untuk tampil. Karena biasanya rasa grogi sangat berpengaruh saat penjurian walaupun kesehariannya sudah mampu menyelesaikan kasus. Tapi kami yakin dengan ditonton banyak orang, pastinya perlu kepercayaan diri yang tinggi.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Untuk itu, kami juga membekali mereka dengan materi personal handling,’’ tambah Agung Surya. Berikut adalah para pemenang yang akan mewakili Bali ke ajang nasional di Semarang, Agustus mendatang. Kategori mekanik; juara I Gusti Putu Sunarta (ASMO Ubud), juara II Supriyanto (ASMO Sangsit), juara III Saputrayasa (MFM Denpasar). Kategori service advisor; juara I I Wayan Jiwa Adnyana (Anugerah Utama Motor), juara II I Wayan Sinartha (PT DAM Gianyar), juara III Dewa Gede Merta Kesuma (Astra Motor Cokroaminoto). (bns3)
DAERAH
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
WIP FS Unwar Lepas 51 Mahasiswa Asing ’’Batch 5’’
Meningkat, Unwar Semakin Berkibar di Pendidikan Tinggi Internasional
FAKULTAS Sastra Universitas Warmadewa (FS Unwar) melalui Warmadewa International Program (WIP) kembali melepas 51 orang mahasiswa internasional ‘’Batch 5’’ di Ruang Sri Kesari Warmadewa Mandapa, Kamis (18/7) kemarin. Mereka berasal dari 35 perguruan tinggi di enam negara Eropa yaitu Jerman, Prancis, Republik Ceko, Belgia, Belanda, dan Swiss. Pelepasan mahasiswa internasional WIP Fakultas Sastra Unwar ‘’Batch 5’’ semakin membuktikan bahwa Unwar semakin berkibar di dunia pendidikan internasional. Pelepasan dilakukan oleh Dekan FS Unwar Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum. bersama para wakil dekan. Acara ini dihadiri Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si., Asia Exchange, Kepala Internasional Office Unwar, Wakil Dekan I FTP Unwar, Wakil Dekan I FKIK Unwar, Wakil Dekan I FISIP Unwar, pejabat struktural di lingkungan Fakultas Sastra, serta dosen dan pegawai di lingkungan Fakultas Sastra Unwar. Dekan FS Unwar Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum. mengaku bahagia karena dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa asing yang mengikuti WIP di FS Unwar terus meningkat. Bahkan, untuk ‘’Batch 6’’ yang dibuka September mendatang, mahasiswa asing yang telah mendaftar lebih dari 60 orang. Hal ini membuktikan bahwa WIP FS Unwar semakin diminati oleh mahasiswa asing untuk belajar budaya Bali. Seluruh mahasiswa asing ‘’Batch 5’’ telah mengikuti proses pembelajaran selama satu semester (kurang lebih 4-5 bulan) dengan baik dan rajin. Bahkan, mereka mengikuti perkuliahan di dalam kelas
Penilaian opini BPK tahun 2018 atas laporan keuangan Kementerian Pertahanan dan TNI diperoleh hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Untuk mempertahankan prestasi tersebut, Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menggelar rapat evaluasi pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran (Progjagar) Kodam IX/Udayana Semester I Tahun Anggaran 2019, Kamis (18/7) kemarin. DILEPAS - Sebanyak 51 mahasiswa WIP ‘’Batch 5’’ FS Unwar dilepas oleh Dekan Fakultas Sastra Prof. Dr. I Nyoman Kardana, M.Hum. pada acara ‘’Graduation Day International Students’’ di Ruang Sri Kesari Warmadewa Mandapa. rata-rata di atas 75 persen. Mereka juga diberikan kesempatan mengikuti workshop, excursion dan diajak berkunjung ke beberapa objek wisata yang ada di Bali. Di samping itu, belajar menari Bali, gamelan Bali, dan bagaimana cara membuat canang sari atau gebogan bagi yang perempuan dan belajar membuat traditional food, seperti sate dan lawar bagi yang laki-laki. Saat mengikuti workshop, mahasiswa lokal sengaja dilibatkan untuk berkolaborasi dengan mahasiswa asing. Tujuannya agar mahasiswa lokal dapat belajar dan berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa asing, baik berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris maupun belajar budaya mahasiswa asing. Ini menjadikan suasana akademik di FS Unwar semakin hidup sesuai misi Unwar menuju universitas go global pada 2034 mendatang. ‘’Adanya kelas internasional ini sangat bermanfaat bagi pengembangan dan peningkatan kompetensi bahasa Inggris mahasiswa lokal kami, terutama mahasiswa Jurusan
Bahasa Inggris. Sebab, sebelum adanya kelas internasional, kemampuan bahasa Inggris mahasiswa lokal kami masih kurang. Tetapi sejak adanya kelas internasional, kemampuan bahasa Inggris mereka meningkat. Ini sungguh luar biasa,’’ ujar Prof. Kardana. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Rektor I Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. berharap seluruh mahasiswa asing yang dilepas bisa menjadi duta pertukaran mahasiswa di negara masing-masing, yang membuat orang-orang berkeinginan mengambil program WIP di kampus Warmadewa. Sebab, WIP merupakan program sangat penting dalam mendukung visi Unwar untuk menjadi World Class University tahun 2034. Ia mengharapkan WIP FS Unwar tetap berkolaborasi dan melangkah ke depan bersama Asian Exchange, sehingga pada tahun-tahun berikutnya akan ada program internasional lainnya yang bisa dikolaborasikan bersama Unwar. (ad688)
Mudahkan Pelanggan dan Merchant Kurangi Sampah Plastik Sekali Pakai
buat teknologi yang memudahkan hidup konsumen dan merchant kami, termasuk dalam penerapan gaya hidup mereka yang ramah lingkungan. Sebagai bagian dari ekosistem GoJek, Go-Food selalu berupaya memastikan terwujudnya dampak positif kepada tiap pihak yang berada dalam ekosistem kami, yaitu mitra merchant, mitra driver, dan pelanggan setia Go-Food. Melalui inovasi terbaru Go-Food, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama turut menyelamatkan lingkungan karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama,’’ ujarnya. Dua inisiatif utama dilakukan Go-Food. Pertama, pilihan untuk tidak memesan alat makan sekali pakai di dalam aplikasi. Kini, dengan memanfaatkan teknologi di platform Go-Food, pelanggan bisa memilih alat makan secara opsional di daftar pilihan menu dengan biaya tambahan mulai dari Rp 1.000. Ini merupakan cara GoFood mengajak masyarakat sebagai pelanggan setia Go-Food
dan mitra merchant untuk mulai sadar lingkungan dari hal kecil yang dekat dengan perilaku konsumsi sehari-hari. Untuk mengetahui mitra merchant yang bergabung dalam program ini, pelanggan dapat melihat daftarnya di halaman aplikasi Go-Food. Saat ini sudah ada lebih dari 750 outlet yang bergabung dalam inisiatif ini di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Bali. Kedua, delivery bag untuk pengemudi GoJek. Dari sisi driver, Go-Food juga akan menyediakan tas pengantaran makanan khusus yang desainnya lebih disempurnakan dari tas yang diberikan ke driver sejak tahun lalu. Tas pengantaran makanan terbaru ini didesain dengan pengaturan kompartemen lebih baik agar bisa digunakan untuk menyimpan dan membawa makanan dengan aman, praktis, dan nyaman, serta membuat para driver untuk tidak perlu menggunakan kantong plastik ketika mengantarkan makanan. (bns4)
menjelang hari raya Galungan. Hal ini dilakukan dengan pengecekan hewan sebelum disembelih oleh dokter hewan berwenang. Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Tata Usaha RPH Kota Denpasar A.A. Mayun me-
ngatakan, RPH Kota Denpasar dalam menunjang kelancaran pemotongan hewan menjelang hari besar keagamaan senantiasa melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan yang akan disembelih. (kmb12)
Masyarakat Diimbau Cek Kesehatan Babi Denpasar (Bali Post) Pelaksanaan hari raya Galungan dan Kuningan di Bali yang akan segera tiba memang memiliki keunikan tersendiri. Seperti halnya tradisi nampah atau memotong hewan khususnya babi yang dilaksanakan sehari sebelum pelaksanaan hari raya Galungan yang dikenal dengan istilah Penampahan Galungan. Terkait hal itu, Pemkot Denpasar melalui Dinas Pertanian dan UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Denpasar mengimbau masyarakat agar memeriksa kesehatan hewan sebelum disembelih. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra, Kamis (18/7) kemarin, meminta masyarakat turut memperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih
Pertahankan WTP Pangdam Evaluasi Progjagar
Denpasar (Bali Post) -
Go-Food Jadi Layanan Pesan-Antar Makanan Pertama di Indonesia
GO-FOOD kini telah berkembang menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara dengan menggandeng hampir 400.000 merchant di seluruh wilayah operasionalnya. Dengan jaringan yang semakin luas, Go-Food berkomitmen terus memperluas dampak sosial salah satunya dengan mendukung upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Go-Food mendorong inisiatif yang secara aktif dapat dilakukan oleh seluruh ekosistemnya secara berkelanjutan. Menurut data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan jumlah timbunan sampah secara nasional 175.000 ton per hari jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari 0,7 kg. Dari sampah tersebut, 15% di antaranya berasal dari plastik sekali pakai yang berasal dari kemasan makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, serta pembungkus barang lainnya. Jadi, penting bagi masyarakat untuk bisa mengendalikan penggunaan plastik yang berlebihan. Chief Food Officer GoJek Group Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, menjadi pelopor aplikasi layanan pesanantar makanan dengan pengguna dan merchant terbanyak, serta kontribusi ekonomi tertinggi harus diiringi dengan nilai-nilai lebih lainnya. Salah satunya adalah terus berupaya mendorong terwujudnya dampak-dampak sosial dan lingkungan. ‘’Kami berkomitmen mem-
5
Rapat tersebut membahas permasalahan menonjol tentang pelaksanaan Progjagar tahun anggaran yang sedang berjalan sebagai upaya meningkatkan kinerja satuan. Tujuannya untuk menilai atau mengukur pencapaian Progjagar hingga semester I tahun ini. Khususnya tentang pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebagai otorisasi (DIPA daerah) yang mengedepankan organisasi satker-satker yang ada di jajaran Kodam IX/Udayana. “Setiap pengelola anggaran agar selalu tertib dan menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Pedomani 12 kriteria dalam penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) mulai dari cara merevisi DIPA, daya serap, penyelesaian tagihan dan seterusnya, termasuk pengelolaan uang persediaan atau UP,” harap Pandam. Menurut Mayjen Benny Susianto, terkait penilaian opini
BPK atas laporan keuangan Kementerian Pertahanan dan TNI tahun anggaran 2018 diperoleh hasil WTP, setelah berturut-turut sejak tahun anggaran 2015 sampai dengan 2017 dengan opini WDP. “Opini WTP ini harus dipertahankan dengan melaksanakan pengelolaan anggaran yang bersumber dari APBN sesuai ketentuan yang berlaku, bertanggung jawab, transparan dan akuntabel,” tegasnya. Sementara terkait rapat evaluasi tersebut, Mayjen Benny Susianto menilai sangat penting dan harus dilakukan dengan maksud agar semua mengetahui kelemahan serta kendala yang dihadapi selama ini. Selanjutnya secara bertahap kesalahan dan kendala yang pernah terjadi dapat segera diperbaiki serta dicarikan solusi penyelesaiannya, sehingga tidak akan terulang kembali di masa yang akan datang. (kmb36)
Bali Post/ist
RAPAT - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto memimpin rapat evaluasi pelaksanaan Progjagar Semester I Tahun Anggaran 2019, Kamis (18/7) kemarin.
KESEHATAN
Waspadai Gangguan Pendengaran Akibat Paparan Suara Bising SUARA bising yang berlebihan belakangan ini semakin sering dijumpai di berbagai aspek dalam kehidupan kita sehari-hari. Sumber bising dapat berasal dari pekerjaan maupun aktivitas lain seperti lalu lintas saat berkendara maupun pergi ke fasilitas hiburan, serta yang belakangan ini sangat marak yakni penggunaan piranti hiburan seperti pemain musik, dan video games yang sering dioperasikan dalam mode tidak aman. Mengapa masalah ini menjadi penting? Berdasarkan laporan WHO, hampir separuh dari remaja dan dewasa muda (1235 tahun) di negara berkembang dan maju terekspos level suara yang tidak aman bagi pendengaran akibat penggunaan piranti audio personal. Penggunaan piranti audio personal yang semakin meningkat dan perilaku penggunaan yang tidak aman dengan menggunakannya pada volume tinggi pada jangka waktu yang lama menimbulkan ancaman terhadap fungsi pendengaran. Pada anakanak akan mengakibatkan gangguan dalam komunikasi
dan bahasa, gangguan belajar, yang berakibat pada menurunnya performa akademis. Tidak ada terapi yang dapat mengobati gangguan pendengaran ini karena sel rambut yang rusak tidak dapat meregenerasi. Bagaimana bising dapat memengaruhi pendengaran kita? Paparan berlebihan terhadap bising (baik jangka panjang, paparan berulang maupun paparan tunggal terhadap suara yang sangat keras) menyebabkan gangguan pendengaran yang disebut gangguan pendengaran akibat bising/noise-induced hearing loss (NIHL). Gangguan pendengaran akibat bising dapat bersifat permanen maupun sementara. Paparan terhadap suara keras pada jangka waktu singkat menyebabkan kelelahan pada sel sensori. Misalnya, seseorang yang baru saja menghadiri konser merasa sedikit tuli pendengarannya akan kembali dalam beberapa jam atau hari. Namun, paparan bising yang berlangsung lama dan terusmenerus menyebabkan kerusakan pada sel sensori secara permanen. Awalnya kerusa-
kan terjadi pada sel sensori yang merespons terhadap suara frekuensi tinggi seperti 4kHz, namun biasanya hal ini tidak disadari oleh seseorang sampai mengalami gangguan dalam komunikasi. Bagaimana cara mendengarkan dengan aman? Berikut adalah intensitas suara yang dihasilkan beberapa piranti dan rekomendasi waktu paparan:
volume suara agar rendah (di bawah 85 dB), menggunakan earphone/headphone yang dapat meredam suara bising, mengurangi waktu aktifitas pada situasi bising, menjauh dari sumber suara keras, mengetahui batas volume yang aman, usahakan tidak lebih dari 60% dari volume maksimal, melakukan pemeriksaan telinga dengan rutin, serta membekali diri dengan informasi mengenai ba-
Bagaimana Cara untuk Mencegahnya? Beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mecegah gengguan pendengaran akibat paparan bising yakni menjaga
tas aman volume suara, piranti yang digunakan dan cara aman untuk menggunakannya. l dr. Ni Wayan Sunardi Asih, S.Ked.
Warung Global
Setelah Jadi Menteri Jangan Korupsi KURSI menteri jangan dijatah-jatah, seperti ada politik balas budi di dalamnya. Presiden memiliki hak prerogatif dalam menentukan menteri yang akan membantunya. Siapa pun yang dipilih menjadi menteri dari Bali, bawa dan menjaga nama baik Pulau Dewata. Jangan melakukan korupsi. Itulah pendapat Kawan Global dalam acara dialog interaktif Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Kamis (18/7) kemarin.
Menurut Fera di Tabanan, seperti yang sudah-sudah, orang Bali dikenal jujur dan ramah. Malu melihat orang Bali jadi menteri atau pejabat terlibat korupsi. Jagalah nama baik Bali, jangan korupsi. Werdha di Tegallalang mengharapkan sebaiknya jangan ada jatah-jatahan. Baru dimenangkan, diberikan jatah menteri. Ini namanya politik balas budi. Yang jelas presiden memiliki hak prerogatif dalam menentukan siapa yang akan mem-
bantunya dalam menjalankan roda pemerintahan. Yang jelas SDM Bali tidak diragukan lagi. Menteri dari Bali tidak harus duduk sebagai menteri pariwisata, tetapi bisa juga membidangi budaya, pertanian, kesehatan atau lainnya. Saya mengusulkan dan berharap putra Bali ada yang terpilih jadi menteri. Tetapi ingat, jaga nama Bali ya, jangan korupsi. Ingat karma phala. Demikian pesan Yuli di Tabanan. (sikha)
OPINI
6
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menjadi Teladan Gerakan Membaca MINAT baca kini menjadi perdebatan. Ada yang bilang menurun ada yang bilang masih stabil. Rujukan silang pendapat ini ternyata berbeda. Minat baca turun dikaitkan dengan kegemaran anakanak membaca buku, koran dan majalah termasuk sejenisnya jauh merosot. Di pihak lain, ada yang bilang minat baca hanya pindah media dari konvensional ke bentuk digital. Dua pendapat ini tentu tetap perlu kita sejalankan. Yang jelas, anggapan publik bahwa kini lebih dominan pada menurunnya minta baca. Kita sadari semua bahwa kaum milenial lebih sering memegang handphone. Yang mereka lakukan bukanlah membaca ilmu seperti yang tersaji dalam buku. Mereka cenderung bermain dan menikmati hiburan. Saat ini, pemerintah Indonesia termasuk banyak memiliki program strategis di bidang pendidikan. Hanya sayang, pelaksanaannya yang kurang terkontrol dan berkesinambungan. Semuanya sekolah menjadi objek percobaan. Ketika minat baca turun, pemerintah mengampanyekan program literasi sekolah. Namun, lihat saja sekarang sekolah yang dijadikan pilot project juga mandek tak keruan. Ketika pendidikan karakter menjadi isu utama, pemerintah lagi-lagi menggelontorkan program sekolah mitra keluarga. Nah, yang ini juga sudah ditetapkan sekolah percontohan di Bali. Apakah nasibnya sama dengan program lainnya? Kita tunggu saja. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwasanya keluarga merupakan jalur pendidikan informal yang pertama dan yang paling utama bagi seorang anak dalam memperkenalkan proses sosialisasi. Selain itu, anak akan melalui jalur pendidikan formal yang biasa disebut dengan sekolah. Sekolah juga memegang peranan penting dalam proses sosialisasi anak, walaupun sekolah hanya merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab atas pendidikan anak. Namun, anak akan mengalami perubahan tingkah laku sosialnya setelah ia masuk ke sekolah. Dalam konteks literasi, orangtua hendaknya tak membebani guru dengan tanggung jawab berlebihan. Menumbuhkan kegemaran membaca hendaknya juga menjadi tanggug jawab orangtua. Di rumah hendaknya tetap disediakan bahanbahan bacaan yang menarik. Koran, majalah, dan buku-buku hendaknya tersedia di meja tamu. Dengan seringnya anak berhadapan dengan bahan bacaan ini, mereka diharapkan tertarik untuk membacanya. Di sinilah orangtua harus hadir dan menjadi teladan. Biasakan membaca di hadapan anak-anak saat rehat atau saat berkumpul di ruang keluarga. Jelaskan kepada anak manfaat membaca dan risikonya jika malas membaca. Mungkin ini akan lebih terkesan jika kita lakukan sejak dini. Kita hendaknya menyadari bahwa perkembangan fisik dan psikologis anak dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan sekitarnya. Orangtua dan guru hendaknya bersinergi, sama-sama menjadi teladan gerakan membaca.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Standar Pelayanan Publik Undang-undang No.25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik pasal 15 huruf f menyebutkan Penyelenggara berkewajiban: Melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan. Pasal 18 huruf i: Masyarakat berhak mendapat pelayanan yang berkualitas sesuai dengan asas dan tujuan pelayanan. Kami sekeluarga dari Sulawesi Tengah Kabupaten Banggai Laut berlibur ke Bali dengan mobil. Setelah tiga hari di Bali, kami kembali ke Surabaya. Tiba di Pelabuhan Gilimanuk tanggal 23 Juni 2019 pukul 21.00 waktu Bali. Saat antre membeli tiket kendaraan, kami melihat ada petugas polisi duduk di meja ruang terbuka dibantu oleh rekannya satu orang memeriksa setiap kendaraan yaitu SIM dan STNK. Kami mendapat info bahwa pemeriksaan seperti itu sudah berlangsung lama. Padahal PP No.80 Tahun 2012 tentang tata cara pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dan penindakan pelanggaran lalu lintas dan jalan raya. Sebagai standar pelayanan oleh penyelenggara. Bahwa pemeriksaan kendaraan bermotor yang dilakukan oleh Kepolisian RI dilakukan secara berkala atau insiden (pasal 15 ayat 1). Pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dilakukan setiap enam bulan atau sesuai kebutuhan (pasal 12). Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan kendaraan di jalan atas dasar operasi kepolisian (pasal 14 ayat 5a). Kami tidak melihat adanya papan tanda pemerikasaan (pasal 22 ayat 1). Pemeriksaan kendaraan bermotor tidak mengganggu kelancaran lalu lintas (pasal 21). Pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan pada malam hari petugas wajib memasang lampu isyarat berwarna kuning (pasal 22 ayat 5b), memakai rompi yang memantulkan cahaya (pasal 22 ayat 5c). Lampu isyarat tersebut, kami tidak lihat serta petugas tidak memakai rompi. Ini jelas petugas polisi yang memeriksa kendaraan bermotor di Pelabuhan Gilimanuk dapat diduga telah melanggar standar pelayanan sesuai PP No.80 Th. 2012. Kami minta agar Ombudsman perwakilan Provinsi Bali dapat meneliti pelayanan publik yang dilakukan oleh petugas polisi di Pelabuhan Gilimanuk. Go Ke Bun Ketua LSM SIKAT Banggai Laut, Sulawesi Tengah
Strategi Meningkatkan Budaya Literasi di Sekolah Karena sekolah adalah sebuah lembaga akademik, masyarakat dan pemerintah sendiri berusaha sekuat tenaga untuk memberikan jaminan pendidikan di sekolah bagi anak-anak bangsa usia sekolah. Akan tetapi, dalam kenyataannya, budaya akademik masih belum banyak kita temui di lingkungan sekolah. Masih ditemukan kesulitan dalam meningkatkan salah satu budaya akademik, yaitu membaca dan menulis. Walaupun warga sekolah selalu membaca dan menulis, yaitu membaca buku pelajaran dan menulis tugas-tugas belajar, itu hanyalah kegiatan rutinitas warga sekolah yang memang menjadi tugas pokoknya. Budaya membaca dan menulis yang dimaksudkan adalah membaca buku nonfiksi dan menyusun tulisan nontugas.
Oleh I Wayan Kerti
S
ulitnya meningkatkan budaya membaca dan menulis merupakan dampak yang ditimbulkan oleh rendahnya keinginan, perencanaan, dan keteladanan dari pihak yang menjadi sentral pendidikan. Dalam hal ini adalah guru dan pimpinan lembaga. Walaupun ada guru dan pimpinan lembaga pendidikan yang gemar membaca, menulis, atau kedua-duanya, jumlah mereka masih minim untuk menjadi sosok teladan bagi peserta didik agar aktif membaca dan menulis. Mereka yang sedikit memiliki kegemaran dan kemampuan membaca dan menulis justru seakan menjadi guru subkultur sebagai penyemai jiwa di sekolah-sekolah. Selebihnya adalah guru dan pimpinan lembaga pendidikan yang masih menjadi arus utama, merasa berada di zona nyaman. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, salah satunya dengan penyelenggaraan program sertifikasi
guru. Tujuan sertifikasi guru diklaim untuk mengadakan standardisasi performa guru. Akan tetapi, ternyata program ini tidak banyak memberi pengaruh dalam menjadikan guru agar lebih meningkat kemauannya membaca buku. Sepertinya, hal utama yang dicari guru dalam mengejar sertifikasi adalah tambahan penghasilan. Bagi yang sudah menikmati tunjangan profesi ini mungkin berangapan sudah berada di zona yang aman dan nyaman. Hal ini tentu sangat disayangkan. Di tengah gencarnya gerakan literasi sekolah (GLS) yang digalakkan oleh pemerintah, justru sosok sentral di lembaga pendidikan tidak menampilkan keteladanan bagi peserta didiknya. Suasana ruang kelas tentu akan menyenangkan jika guru mata pelajaran di luar bahasa Indonesia mampu menghadirkan cerita-cerita novel yang sedang tren sebagai media pengemas materi yang disampaikan. Misalnya, guru Agama atau PPKn mampu menghadirkan sosok Dilan dalam novel Dilannya Pidi Baiq untuk dikaji nilai-
nilai karakter atau keteladanan yang dapat dipetik. Guru IPA (Biologi) mendiskusikan wacana Ecological Intelligence-nya Daniel Goleman dengan cara yang menarik di ruang kelasnya, dijamin akan meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik lebih lanjut terhadap mata pelajaran tersebut. Intinya, guru-guru dan pimpinan lembaga pendidikanlah yang semestinya senantiasa memperbarui pengetahuan, dengan demikian juga akan memperbarui proses pembelajaran peserta didiknya sebagai hasil dari membaca buku. Guru hendaklah menjadi pembelajar sejati di tengah arus globalisasi yang semakin deras dewasa ini memasuki sendi-sendi kehidupan dan pendidikan kita. Bisa dibayangkan, apa jadinya jika guru hanya mengajarkan kepada peserta didiknya pengetahuan yang sama yang didapatkannya puluhan tahun yang lalu. Pelajaran di ruang kelas hanya akan menjadi pelajaran sejarah. Bagaimana peserta didik bisa menggapai dunia, jika informasi yang disampaikan gurunya sudah ketinggalan dan tidak representatif sesuai tun-
tutan zaman? Kita tidak bisa dan tidak boleh hanya mengharapkan kesadaran membaca dan menulis peserta didik tumbuh dengan sendirinya. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain bagi kaum pendidik dan pimpinan lembaga pendidikan selain memberikan keteladanan, kegiatan yang senantiasa diperbarui, dan sarana pendukung yang memadai. Kultur membaca-menulis perlu kita ciptakan, bukan dengan menunggu seperti datangnya musim hujan. Kultur ini perlu diarahkan agar benarbenar terealisasi dan muncul dari usaha yang terencana dan sistematis, bukan spontan dan sporadis. Apabila kita mengharapkan guru-guru menjadi teladan, logis pula rasanya jika kita mengharapkan kepala satuan pendidikan, guru bahasa, kepala perpustakaan turut sebagai pemicunya. Kepala satuan pendidikan semestinya merumuskan strategi demi terciptanya budaya-budaya akademik (membaca dan menulis) di lingkungan lembaga yang dipimpinnya. Di samping itu, perlu dipastikan juga bahwa benih budaya baca-tulis yang telah berhasil ditanamkan, mesti tetap dilestarikan. Ada berbagai strategi yang dapat dilakukan untuk mendukung berjalannya hal tersebut, baik melalui kegiatan yang sifatnya tampak seperti lomba-lomba, gerakan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai yang dilajutkan dengan membuat resume. Gerakan yang sifatnya tersembunyi, misalnya sanksi membaca dan menulis buku nonpelajaran bagi peserta didik yang tidak tertib atau melanggar peraturan akademik sekolah.
Merangkul Mahasiswa dalam Mitigasi Bencana
INDONESIA dan bencana seolah menjadi dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Satu bencana belum lagi hilang beritanya, bencana-bencana lain sudah saling menyusul seolah tanpa jeda. Berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Pacific Ring of Fire menyebabkan Indonesia rawan terdampak letusan gunung api, sementara berposisi di titik pertemuan sejumlah lempeng tektonik bumi mengharuskan kita waspada jika sewaktu-waktu terjadi gempa yang bisa memicu tsunami. Jika ditambah dengan kurangnya kepedulian dan pengetahuan manusianya, tak mengherankan jika kita belum bisa keluar dari jebakan panjang ini. Bencana sendiri dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis, yaitu bencana alam seperti banjir dan kekeringan, bencana nonalam seperti wabah penyakit, kecelakaan transportasi, dan bencana sosial seperti konflik antar-masyarakat. Berbicara mengenai kerawanan bencana, Indonesia sama sekali tidak sendirian. Banyak negara lain yang juga tinggi risiko bencananya, salah satunya Jepang. Pada tahun 2018, Indonesia dan Jepang sama-sama mengalami serangkaian gempa. Tepatnya pada bulan Juli-Agustus, gempa berkekuatan 6,4 dan 7 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok dan Sumbawa. Gempa ini menimbulkan 563 korban jiwa. Sementara di waktu berdekatan, Hokkaido Jepang juga mengalami gempa berkekuatan 6,6 SR dan ‘hanya’ menelan 44 korban jiwa. Ada banyak faktor yang dapat didiskusikan tentang kenapa
Oleh Wivaqussaniyyah gempa bumi di Indonesia dan di Jepang, meskipun tidak terlalu jauh beda magnitudonya, bisa menelan jumlah korban yang jauh berbeda. Bisa dari segi teknologi, infrastruktur, kesiapan pemerintah, dan kesiapan masyarakatnya sendiri. Kesiapan ini bisa dilihat dari sistem manajemen bencana yang meliputi tahap prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Dari tiga fase tersebut, salah satu yang paling penting diperhatikan adalah pada tahapan prabencana. Di tahap ini dilakukan pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta peringatan dini. Jepang melakukan banyak upaya untuk mengurangi risiko bencana yang mengintai mereka, misalnya dengan mensyaratkan setiap bangunan yang didirikan harus tahan gempa setidaknya dalam 100 tahun. Anak sekolah juga secara berkala diberikan sosialisasi dan simulasi untuk menghadapi bencana yang datang sewaktu-waktu. Selain kebijakan yang mendorong partisipasi masyarakat, pemerintah Jepang juga memberikan informasi dengan cepat misalnya melalui televisi atau saluran lain terkait bencana sehingga masyarakat bisa segera mengambil tindakan yang diperlukan. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kebencanaan yang diselenggarakan oleh BNPB dan dihadiri oleh perwakilan BPBD seluruh Indonesia pada
bulan Februari 2019 lalu, Presiden Joko Widodo menekankan agar korban pada setiap bencana dapat diminimalisasi, juga agar mitigasi bencana dilaksanakan secara maksimal. Supaya mitigasi bencana berjalan efektif, langkah-langkah yang diperlukan harus diambil sedini mungkin guna mengurangi risiko jatuhnya korban dan kerugian saat bencana benar-benar datang. Mitigasi juga merupakan upaya untuk mengubah paradigma penanganan bencana yang tadinya responsif menjadi preventif. Mitigasi bisa dilakukan dengan setidaknya dua langkah, yaitu: menganalisis risiko bencana apa yang mungkin terjadi di suatu wilayah (karena wilayah yang berbeda akan berbeda pula profil risikonya) dan mengupayakan pengurangan risiko yang terdeteksi dengan menggunakan sumber daya yang ada. Data dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyebutkan bahwa jumlah total mahasiswa di Indonesia mencapai 7,5 juta orang. Angka ini mungkin tidak besar jika dibandingkan dengan total populasi di Indonesia yang mencapai 250 juta lebih. Tapi jumlah ini jika dioptimalkan tentu bisa memberikan dampak terhadap peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi bencana. Ada beberapa langkah yang harus
dilakukan oleh pemerintah untuk merangkul mahasiswa dalam proses mitigasi bencana. Pertama, menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi agar materi kebencanaan menjadi salah satu materi wajib dalam masa orientasi pengenalan kampus. Kedua, bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk membentuk dan membina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang fokus terhadap isu-isu kebencanaan. Melalui UKM ini kajian-kajian kebencanaan diharapkan dapat lebih membumi dan dikuasai oleh semakin banyak mahasiswa. UKM juga bisa dirangkul untuk melakukan sosialisasi dan simulasi bencana untuk masyarakat yang lebih luas. Ketiga, menjadikan materi kebencanaan sebagai salah satu topik wajib dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang telah menjadi agenda rutin bagi mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi. Jika mahasiswa turut berperan aktif, diharapkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait bencana semakin meluas dan menguat, yang pada akhirnya dapat mengurangi risiko jika suatu saat bencana benar-benar terjadi. Langkah ini juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjawab permasalahan yang dialami oleh pemerintah terkait keterbatasan sumber daya dan pendanaan yang selama ini menghambat upaya mitigasi bencana.
Guru pun perlu bertindak lebih konkret dalam mengarahkan kemampuan membaca dan menulis peserta didik. Jangan hanya membiarkan peserta didik sekadar membaca, kemudian tidak memikirkan atau mendiskusikan hal-hal yang telah mereka baca tersebut. Untuk mendukung hal ini, kepala perpustakaan/pengelola perpustakaan sekolah pun sekiranya perlu menyediakan buku-buku yang bermutu, dan sesekali perlu dilaksanakan kegiatan ilmiah semacam bedah buku, lomba menulis esai/artikel, lomba meresume buku nonpelajaran, dan lain sebagainya di satuan pendidikannya. Peserta didik juga perlu menyadari bahwa peningkatan kompetensi diri tidak bisa dilakukan hanya dengan belajar dari buku pelajaran. Peserta didik perlu memperkaya diri dengan membaca buku-buku pengayaan sehingga pemahaman mereka tentang materi pembelajaran menjadi lebih utuh, holistik, dan terintegrasi. Jika ini terjadi, dikotomi ilmu pengetahuan atau disiplin ilmu tidak lagi relevan. Semuanya sama menjadi satu. Seiring dengan membaiknya kondisi budaya membaca di satuan pendidikan, budaya menulis pun akan membaik pula. Hal ini disebabkan proses menulis baru bisa membaik jika dimulai dengan membaca secara baik pula. Jadi, menanamkan tradisi membaca adalah langkah awal menciptakan penulis-penulis masa depan di negeri ini. Penulis, guru bahasa Indonesia, Ketua Gerakan Literasi Sekolah di SMP Negeri 1 Abang
POJOK Sekolah swasta minta Wali Kota stop perpindahan siswa ke sekolah negeri. - Tingkatkan kualitas sekolah swasta. *** Kecamatan Nusa Penida didorong masuk prioritas pembangunan nasional. - Tanpa eksploitasi budaya dan alam. *** Pembangunan ‘’shortcut’’ di Bali dorong pertumbuhan pusat ekonomi baru. - Dorong orang Bali tak jadi penonton.
Penulis, mahasiswi Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan, Universitas Gadjah Mada (2019 - sekarang)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
”Shortcut” Dorong Pertumbuhan Pusat Ekonomi Baru Tabanan (Bali Post) -
Pembangunan shortcut titik 4 sebagai sambungan dari shortcut titik 3 yang melintasi dua desa bertetangga di Kecamatan Baturiti, yakni Desa Batunya dan Desa Candikuning, secara resmi dimulai Kamis (18/7) kemarin. Namun sejatinya pengerjaan jalan pintas yang melintasi kawasan Bedugul itu sudah dimulai sejak sebulan lalu. Sehingga saat ini progres pembangunan shortcut titik 3 sudah 30 persen dan titik 4 yang nantinya akan melintasi pinggiran Danau Beratan mencapai 3 persen.
Bali Post/bit
MENINJAU PROYEK - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster saat meninjau proyek shortcut titik 4 Singaraja-Mengwitani.
Gubernur Bali Wayan Koster berharap pembangunan jalan pintas di 10 titik bisa tuntas seluruhnya di tahun 2021. Khusus titik 3-4 yang melintasi Kabupaten Tabanan, ditargetkan rampung Desember 2019 bersamaan dengan titik 5-6 di Kabupaten Buleleng. Pihaknya optimis proyek rampung tepat waktu. Apalagi dari segi pendanaan sudah tersedia dari APBN dan APBD. ‘’Target selesai Desember 2019 ini saya kira bisa dicapai. Apalagi dalam APBD Perubahan 2019 juga telah disiapkan untuk memenuhi kekurangan anggaran. Jumlahnya tidak banyak, hanya Rp 15 miliar,’’ terangnya. Menurut Koster, pembangunan jalan pintas merupakan bagian dari program infrastruktur, darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi yang saat ini tengah disiapkan masterplan-nya. ‘’Secara bertahap infrastruktur sudah mulai dibangun,’’ tegasnya. Lebih lanjut dia mempre-
diksi, shortcut akan mendukung pertumbuhan pusat perekonomian baru di Singaraja, Badung, Tabanan, Denpasar. ‘’Saya yakin wilayah yang dilewati shortcut akan tumbuh pusat-pusat perekonomian baru dan menggerakkan pelaku ekonomi di wilayah ini, yang tentunya meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat,’’ ucapnya. Hal senada disampaikan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Dia menyebutkan, jalan pintas ini akan menunjang perekonomian rakyat sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas. ‘’Ini adalah akses yang sudah ditunggu-tunggu untuk pemerataaan ekonomi, pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat kita,’’ ucapnya. Kepala BBPJN Wilayah VIII Jatim-Bali Ketut Darmawahana, di sela-sela ground breaking pembangunan jalan baru BTS Kota SingarajaMengwitani Km 47+800 me-
nyebutkan, untuk shortcut titik 3-4, prosesnya tidak begitu lama, karena tidak ada kendala dalam pembebasan lahan. Apalagi sebagian lahan adalah tanah milik Pemprov Bali, Kehutanan serta hibah aset tanah Pemkab Tabanan. Shortcut titik 3-4 ini nantinya bisa mengurai simpul kemacetan lalu lintas di simpang Kebun Raya Bedugul. ‘’Khusus shortcut titik 4, dari segi waktu hanya menghemat 5 menit. Tetapi dari segi panjang, hampir 800 meter efisiensinya, dimana dari jarak sebelumnya lebih dari 1,7 km menjadi hanya 1 km. Begitupun dari 15 tikungan yang ada, hanya tinggal 5 tikungan dengan tingkat kemiringan 6 derajat. Jadi, lebih landai sehingga mengurangi mabuk perjalanan,’’ terangnya. Dijelaskannya, dalam 1 km tersebut akan ada dua jembatan di shortcut titik 4. ‘’Jadi, 600 meter untuk jalan dan 400 meter untuk jembatan,’’ terangnya. (kmb28)
SMP Saraswati Tabanan Batal Terima Siswa Baru Tabanan (Bali Post) Yayasan PR Saraswati Tabanan akhirnya memutuskan keempat siswa baru yang mendaftar di SMP Saraswati Tabanan diserahkan kembali ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tabanan. Selanjutnya oleh Disdik, keempat siswa tersebut dibawa ke SMPN 3 Tabanan. Kepala SMP Saraswati Tabanan Ir. Ayu Arya Semerthi, Kamis (18/7) kemarin menyampaikan, dari hasil koordinasi dan rapat dengan yayasan terkait kelanjutan pendidikan empat siswa baru yang mendaftar di SMP Saraswati pada Rabu (17/7) lalu, diputuskan oleh pihak yayasan agar keempat siswa tersebut diserahkan kembali ke Disdik. Hal ini tentu saja sangat disayangkan oleh para guru setempat, namun mereka tidak bisa berbuat
banyak dan harus menerima keputusan tersebut. ‘’Alasannya tanggung. Kalau saja dapat 15 orang siswa, pasti kami akan jalan terus. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas, beliau juga mengucapkan minta maaf,’’ terangnya. Bahkan sebelum diserahkan ke Disdik, pihak sekolah telah memanggil keempat siswa tersebut berikut orangtuanya untuk diberikan penjelasan terkait alasan kepindahan mereka. ‘’Mereka mau menerima. Namun ada juga yang sempat mengeluh, kenapa tidak jadi sekolah di sini saja. Kami hanya jelaskan sesuai yang ada dan tidak bisa ngomong apalagi,’’ ucapnya. Meski tahun ini SMP Saraswati Tabanan akhirnya memutuskan untuk tidak menerima siswa, namun di-
pastikan tahun depan sekolah swasta pertama di Bali ini akan tetap membuka pendaftaran untuk tahun ajaran baru. ‘’Tetap akan kami buka, karena SMP Saraswati tetap terdaftar di pusat,’’ tegasnya. Pihaknya akan tetap fokus membimbing siswa yang masih duduk di kelas VIII dan IX agar bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik. ‘’Sementara kami fokus dengan dua kelas tersebut, memberikan pendidikan terbaik bagi mereka, apalagi belum lama ini siswa kami terbaik dalam OSN,’’ jelasnya. Sementara itu, Kabid SMP Disdik Tabanan I Made Darmawita membenarkan jika pihaknya menerima empat siswa dari SMP Saraswati Tabanan. Keempat siswa tersebut kemudian diarahkan untuk bersekolah di SMPN 3 Tabanan. (kmb28)
SOSOK Bali Post/bit
Tanamkan Disiplin
PASAR MURAH - Pasar murah selalu ditunggu masyarakat jelang hari raya Galungan dan Kuningan.
TIDAK hanya mengandeng unsur kepolisian, jajaran Kodim 1619/ Tabanan pun ikut serta mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) khususnya pada pemberian materi wawasan kebangsaan. Hal ini mengingat MPLS bertujuan membentuk karakter serta membekali siswa baru tentang kedisiplinan. Materi yang disuguhkan kepada peserta MPLS lebih bervariasi karena bukan hanya teori wawasan kebangsaan, namun juga materi lapangan peraturan baris berbaris (PBB) yang tujuannya membentuk fisik serta kedisiplinan peserta. Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto menjelaskan, keikutsertaan TNI dalam kegiatan tersebut untuk membentuk disiplin sekaligus mengenalkan lingkungan sekolah di SMP maupun SMA/SMK. Selain juga sebagai sarana beradaptasi pada lingkungan baru dan bersosialisasi dengan teman-teman baru dan ajang kebersamaan, kekeluargaan dan persaudaraan. Kodim melalui Babinsa telah membantu pihak sekolah sejak Senin (15/7). ‘’Dalam mewujudkan tujuan MPLS tersebut, berbagai bentuk kegiatan dilakukan seperti PBB, wawasan kebangsaan dan bela negara yang ada dalam pendidikan nasional,’’ ujarnya. Materi wawasan kebangsaan diberikan kepada siswa dengan tujuan membangun sikap disiplin, berkarakter, dan berperilaku yang bertanggungjawab. Materi ini, tegasnya, wajib diberikan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat juang tinggi serta kedisiplinan. (bit)
Pedagang Besar Dilibatkan di Pasar Murah Tabanan (Bali Post) Seakan sudah menjadi tradisi, jelang hari raya Galungan dan Kuningan pemerintah daerah menggelar pasar murah, dengan harapan bisa menstabilkan harga kebutuhan pokok yang cenderung meroket. Seperti halnya Pemkab Tabanan yang tahun ini kembali menggelar pasar murah selama tiga hari di areal parkir Gedung Kesenian Ketut Maria mulai Kamis (18/7) kemarin. Dari pantauan, warga antusias mendatangi pasar murah lantaran harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Apalagi komoditas yang ditawarkan beragam, seperti beras, telur ayam, jajan
upakara, minyak goreng, dan gula pasir. Pasar murah kali ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, Bulog, BUMDa, pedagang, pengepul dan Perpadi. ‘’Masyarakat paling tidak bisa mendapatkan harga beli yang lebih terjangkau dari pasaran, karena di sini ikut berjualan seperti para pengepul atau pedagang besar,’’ ucap Kepala Bidang Ekonomi Setda Tabanan sekaligus Ketua pelaksana Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tabanan I Gusti Putu Ekayana. Tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan harga yang terjangkau, kegiatan ini diharapkan bisa
MPLS, Polisi Berikan Materi Tertib Berlalu Lintas
Tabanan (Bali Post) Agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa tahun ajaran baru diisi dengan kegiatan yang diharapkan bisa memperluas wawasan siswa didik baru. Menariknya, tiap tahun dalam kegiatan MPLS pihak sekolah kerap menggandeng unsur kepolisian. Tahun ini jajaran Polres Tabanan, khususnya jajaran Satlantas Polres Tabanan memberikan materi ke sekolahsekolah baik jenjang SMP maupun SMA/SMK. Pengarahan yang diberikan lebih mengacu pada sosialisasi tertib berlalu lintas dan bahaya narkoba. ‘’Sudah sejak mulai kegiatan MPLS, hampir setiap hari dari jajaran Satlantas memberikan sosialisasi tentang tertib berlalu lintas bagi siswa baru. Tak hanya SMP, kami juga sambangi SMA dan SMK. Bahkan ada juga
permintaan untuk sosialisasi bahaya narkoba,’’ ucap Kasatlantas Polres Tabanan AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari, Kamis (18/7) kemarin. Sosialisasi tentang tertib berlalulintas, kata Kalpika, gencar dilakukan di kalangan generasi muda. Tujuannya, menekan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang melibatkan pelajar. Dalam sosialisasi tersebut juga kerap diselipkan tentang Commander Wish Kapolda Bali yakni pada Kamis wajib berbusana adat Bali Bali, hingga penggunaan helm bagi pengendara yang menggunakan pakaian ke rumah ibadah. ‘’Satu lagi yang terpenting, penekanan untuk tidak melawan arus,’’ terangnya. Diakuinya, lakalantas di Kabupaten Tabanan belakangan ini cenderung karena faktor kelalaian atau out of control
(OC). Kejadian terbanyak di jalur Denpasar-Gilimanuk. Jalan berlubang ditambah lampu penerangan jalan yang minim, terkadang menjadi salah satu faktor penyebab lakalantas. Ironisnya, korban sampai meninggal dunia. Seperti kejadian belum lama ini di jembatan Simpang Dukuh, Desa Dauh Peken Kecamatan Tabanan. Pengendara motor tewas setelah mengalami OC di lokasi yang minim lampu penerangan jalan tersebut. ‘’Meskipun sudah kami pasangi tanda agar bisa berhati-hati, tetap saja ada kejadian di lokasi tersebut. Ini sangat disayangkan penerangan jalan yang sangat minim,’’ jelasnya. Kalpika menambahkan, tertib berlalu lintas akan terus digaungkannya dalam berbagai kesempatan khususnya saat MPLS. (kmb28)
Bali Post/ist
MPLS - Jajaran Satlantas Polres Tabanan dilibatkan dalam kegiatan MPLS khususnya dalam memberikan pengarahan tentang tertib berlalu lintas.
menekan laju inflasi yang kemungkinan bisa terjadi, khususnya jelang hari raya Galungan dan Kuningan. Tidak hanya kali ini, kegiatan serupa juga telah digelar sebelumnya dengan menggandeng Polres Tabanan dan menyasar lima kecamatan, serta bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan pada 15 Juli lalu. ‘’Pasar murah ini juga sekaligus memutus panjangnya rantai distribusi barang ke konsumen,’’ terangnya. Di sisi lain, jelang Galungan dan Kuningan harga bahan pangan yang mengalami gejolak kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas cabai. Dari pantauan harga
di tingkat distributor, harga cabai kini berada di kisaran Rp 65 ribu per kg. ‘’Alasan distributor, lonjakan terjadi karena pasokan cabai terbatas. Dengan melonjaknya permintaan pasar terutama jelang hari raya, akhirnya membuat harganya melambung,’’ katanya. Salah seorang pembeli di pasar murah, Devi (35) asal Desa Dajan Peken mengatakan, dirinya kerap menunggu jadwal diadakannya pasar murah. Sebab dengan ini dia bisa mengurangi pengeluaran yang cukup banyak saat hari raya. ‘’Setiap ada pasar murah pasti saya ke sana. Lumayan dapat harga murah,’’ ucapnya. (kmb28)
BULELENG
8
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
Datangi BPN
SOSOK Kampanye Tebar Benih Ikan PERMINTAAN benih ikan air tawar yang diproduksi Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Perikanan (Diskan) Buleleng belakangan ini semakin meningkat. Itu terjadi karena penebaran benih ikan di kawasan perairan umum terus digalakkan dalam upaya menjaga kelestarian populasi ikan air tawar. Kepala Dinas Perikanan Ni Made Arnika mengatakan, permintaan benih ikan baik dari lembaga pemerintah, swasta, maupun kelompok masyarakat pembudi daya ikan air tawar terus bertambah. Tidak heran, stok benih ikan yang siap ditebar sekarang ini semakin berkurang. “Akibat permintaan masyarakat ramai, stok benih ikan yang cukup umur yang akan ditebar ke perairan umum jadi berkurang. Karena itu, BBI sedikit kewalahan memenuhi permintaan benih,” katanya. Perempuan yang sempat menjabat Kepala Dinas Koperasi Perdagangan Perindustrian (Diskopdagprin) ini menambahkan, banyaknya permintaan benih yang akan ditebar, berdampak positif terhadap kelestarian ekosistem di perairan umum. Seperti danau, bendungan, dan perairan umum lain di daerah. “Kita punya dua danau dan bendungan. Tugas kami senantiasa menjaga ekosistem dengan menyiapkan benih ikan yang ditebar. Penyiapan benih ikan itu penting untuk menjaga kelestarian populasi ikan air tawar,” jelasnya. Permintaan benih ikan yang ditebar di kolam budi daya atau pemeliharaan ikan air tawar lewat sistem mina padi, menandakan sektor budi daya ikan air tawar mulai tumbuh dan berkembang. Atas antusiasnya masyarakat itu, Arnika telah memerintahkan pengelola BBI untuk meningkatkan kinerjanya, sehingga produktivitas benih ikan air tawar meningkat. “Permintaan ikan air tawar juga tinggi, terutama jenis lele dan jenis lainnya. Peluang ini sudah digarap pembudi daya. Kita berusaha memfasilitasi dengan cara menyediakan benih ikan yang memadai,” jelas mantan Sekretaris Dinas Perikanan ini. (mud)
Warga Pertanyakan Penerbitan SHM Tanah Lapangan Desa Bungkulan Singaraja (Bali Post) –
Belasan perwakilan warga Desa Bungkulan Kecamatan Sawan mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng, Kamis (18/7) kemarin. Mereka meminta penjelasan terkait terbitnya sertifikat hak milik (SHM) tanah yang selama ini difungsikan untuk kepentingan umum. Selain sebagai lapangan olahraga, tanah di Dusun Dauh Munduk Desa Bungkulan itu juga telah dibangun gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Perwakilan warga yang mengenakan pakaian adat madia tiba di gedung BPN, Jalan Dewi Sartika Selatan sekitar pukul 09.00 Wita. Perwakilan warga kemudian berdiskusi dengan Kepala BPN Buleleng I Gusti Ngurah Pariatna Jaya bersama stafnya. Putu Kembar Budana, yang
mewakili warga, mengatakan tanah itu diduga telah bersertifikat atas nama perorangan ketika Desa Bungkulan mengikuti Program Nasional Agraria (Prona). Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) itu diubah tahun 2013 lalu. Tanah seluas sekitar satu hektar itu diketahui telah terbit SHM
yang dimohon oleh perorangan. Menyusul terbitnya sertifikat perorangan itu, Budana dan warga lainnya meminta penjelasan ke BPN. Warga mengetahui kalau tanah seluas sekitar satu hektar itu dipergunakan untuk kepentingan umum. Apakah penerbitan sertifikat perorangan itu
Bali Post/kmb38
MINTA PENJELASAN – Belasan warga meminta penjelasan terkait terbitnya SHM di atas tanah yang selama ini difungsikan sebagai lapangan dan puskesmas di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan.
sudah sah dilakukan secara prosedural sesuai ketentuan. Untuk itu, pihaknya meminta BPN menjelaskan kepada masyarakat. “Setelah diketahui sudah terbit SHM, banyak warga yang memperbincangkan. Sebab, tanah itu untuk kepentingan umum dan puskesmas. Kami tidak tahu setelah ditelusuri kok bisa terbit sertifikat perorangan, sehingga kami minta penjelasan ke BPN. Sebab, banyak warga yang mempertanyakan masalah itu,” katanya. Menanggapi pengaduan warga itu, Kepala BPN Buleleng Gusti Ngurah Pariatna Jaya mengatakan, sertifikat yang sudah terbit bisa saja dibatalkan, jika diajukan oleh pihak pemegang hak atas tanah bersangkutan. Untuk memperjelas proses terbitnya SHM atas tanah yang diklaim sebagai aset pemerintah itu, Pariatna berjanji menelusuri proses penerbitan SHM itu. Setelah menerima audiensi perwakilan warga, pihaknya mengutus staf untuk mengumpulkan data dari lapangan. “Kalau itu dibilang SHM terbit saat desa ikut prona tahapannya pasti sudah dilalui. Karena ini ada yang meminta kami menelusuri. Kami melakukan kajian dulu. Nanti akan ada mediasi para
pihak. Kami berharap pemerintah juga bisa memfasilitasi,” katanya. Setelah mendatangi BPN, perwakilan warga kemudian mengadukan masalah ini ke DPRD Buleleng. Warga diterima anggota DPRD Putu Tirta Adnyana, Ketut Sumardana, dan Luh Sri Seniwi. Di hadapan dewan, warga mengadukan tanah yang diketahui aset pemerintah dan digunakan untuk kepentingan umum itu telah bersertifikat atas nama perorangan. Menanggapi pengaduan itu, anggota dewan Putu Tirta Adnyana mengatakan, dewan tidak memiliki wewenang mencampuri urusan sertifikat tanah itu. Namun, pihaknya tetap memfasilitasi warga untuk menyelesaikan permasalahan itu agar tidak menjadi polemik. Sebab, bisa saja masalah itu memunculkan konflik di tengah masyarakat. “Sertifikat itu kewenangan BPN, namun adanya pengaduan warga ini perlu ditelusuri. Kalau benar memang tanah pemerintah itu bersertifikat perorangan, bisa saja sertifikatnya cacat. Kami harap BPN bisa menjelaskan persoalan ini kepada warga,” pinta politisi Partai Golkar asal Desa Bondalem,Tejakula ini. (kmb38)
Hindari Silpa
OPD Dituntut Percepat Realisasi DAK Singaraja (Bali Post) – Memasuki semester dua tahun anggaran 2019 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Buleleng dituntut mempercepat realisasi program yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Ini penting, jika realisasi program itu lambat, maka dampaknya serapan dana dari APBN itu akan rendah, sehingga sisa dana yang tidak terpakai itu otomatis menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) dalam APBD. Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. meminta hal itu usai memimpin sidang paripurna Kamis (18/7) kemarin. Menurutnya, pemerintah daerah selama ini telah berjuang keras ke pusat untuk mendapatkan kucuran DAK dengan jumlah memadai. Ini dilakukan karena keterbatasan anggaran di daerah. Akibat dana terbatas, daerah tidak mampu membiayai semua program di segala
Bali Post/kmb38
Nyoman Genep
bidang. Hal ini ditambah lagi, sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih rendah karena investasi berskala besar belum banyak yang menanamkan investasinya di gumi Den Bukit ini. Untuk itu, keberhasilan Buleleng mendapat kucuran DAK itu, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Untuk melaksanakan ini, setiap pimpinan OPD yang mengelola DAK dituntut menunjukkan kinerjanya dalam merealisasikan program yang sudah ada. Selain realisasi pelaksanaan program, pimpinan OPD juga dituntut tidak menunda-nunda pertanggungjawaban DAK yang dikelolanya. Dalam upaya mengoptimalkan pengawasan itu, Sutjidra menginstruksikan para asisten lebih gencar memonitoring pelaksanaan program dengan sumber dana DAK itu. “Bapak Bupati sudah berjuang mencari DAK ke pusat. Saya instruksikan DAK yang sudah disetujui direalisasikan hingga 100 persen. Sedangkan yang sudah jalan administrasi pertangungjawabannya agar jangan ditunda-tunda, melainkan segera diselesaikan,” pintanya. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pengembangan dan Penelitian (Bappeda-Litbang) Nyoman Genep mengatakan, tahun ini, Buleleng menerima kucuran DAK lebih dari Rp 306 miliar. Rinciannya, DAK bidang fisik Rp 110 miliar lebih, dan DAK bidang nonfisik Rp 196 miliar lebih. Kucuran DAK ini diterima beberapa OPD di Buleleng. OPD Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) tercatat yang paling besar mengelola DAK. “Pemerintah pusat sudah memberikan arahan bahwa tanggal 21 Juli 2019 ditargetkan sudah masuk pencairan tahap pertama, sehingga OPD harus menggenjot realisasi kegiatannya,” harapnya. Birokrat asal Dusun Kelod Kaud, Desa Panji, Kecamatan Sukasada itu me-
nambahkan, dalam pengelolaan DAK itu tercatat ada dua OPD baru melakukan tahap tender. Sedangkan, OPD lain telah menyelesaikan tahapan pengamprahan anggaran ke pemerintah pusat. Salah satu penyebab lamanya proses administrasi DAK itu karena Detail Engineering Design (DED) itu dimasukkan dalam satu paket kegiatan yang dibiayai DAK. Ini membuat OPD harus menyelesaikan DED terlebih dulu. Setelah itu, baru menginjak lelang kegiatan dan tahapan lainnya. Dokumen itu disusun sebelum tahun pelaksanaan kegiatan pada tahun yang berjalan. Sehingga begitu masuk tahun anggaran berikutnya, OPD hanya melaksanakan tender. Hanya, beberapa kegiatan dengan cara seperti itu tidak bisa diterapkan. Sebab, DED itu masuk satu paket kegiatan DAK pada satu tahun anggaran berjalan. (kmb38)
Bali Post/kmb38
dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG.
Bali Post/kmb38
SERTIFIKAT – Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menyerahkan Sertifikat Tingkat Kepatuhan terhadap Standar Pelayanan Publik Penyelenggara Pelayanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng 2019.
Enam OPD Raih Sertifikat Pelayanan Publik Singaraja (Bali Post) – Enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Buleleng meraih Sertifikat Tingkat Kepatuhan terhadap Standar Pelayanan Publik Penyelenggara Pelayanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng 2019. OPD yang dimaksud yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, (PMPPSP), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans). Sertifikat itu diserahkan Wakil Bupati
dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. didampingi Kepala Bagian Organisasi Setda Buleleng A.A. Sri Ambarawati, Kamis (18/7) kemarin. Ambarawati mengatakan, penilaian kepatuhan dalam menerapkan standar pelayanan publik ini dilakukan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali. Ini sesuai UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik tahun 2018. Kriteria penilaian berdasarkan indikator pelayanan publik itu harus dipenuhi secara fisik. Indikator lainnya adalah persepsi masyarakat terhadap pelayanan di OPD. “Karena adanya
rekomendasi Ombudsman Bali, untuk penghargaan dari daerah terhadap OPD yang nilai pelayanannya kategori zona hijau,” katanya. Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menginstruksikan, OPD yang masih berada di zona kuning, dan zona merah dalam menerapkan standar pelayanan publik itu, agar meningkatkan kinerjanya. Terutama memberikan pelayanan kepada masyarakat. Indikator yang belum tercapai, diharapkan segera ditingkatkan sehingga pada akhirnya dapat memenuhi standar pelayanan publik yang sudah ditetapkan. (kmb38)
Deteksi Dini Narkoba Perangkat Desa Bungkulan Lakukan Tes Urine SEBANYAK 15 orang perangkat desa dan tokoh masyarakat Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan mengikuti tes urine Rabu (17/7) lalu. Deteksi dini peredaran dan penyalahgunaan narkoba di desa ini pertama kali dilakukan oleh Desa Bungkulan. Ternyata belasan perangkat desa yang melakukan tes urine itu dinyatakan bersih dari pengaruh narkoba atau zat berbahaya lainnya. Lalu apa pula implikasi positifnya perangkat desa melakukan tes urine dengan biaya yang dialokasikan dari dana desa itu? TES urine di kalangan perangkat desa dan tokoh masyarakat belakangan ini memang belum banyak yang melakukan, walau Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng telah mengampanyekan perlunya partisipasi aktif dari pemerintahan desa dalam ikut mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba itu. Namun tes urine yang dilakukan perangkat Desa Bungkulan termasuk yang pertama kali itu merupakan gebrakan luar biasa. Apresiasi Perangkat Desa itu dipercaya dapat memberikan implika-
si konstruktif. Lebih lebih respon yang dilakukan dengan cara menyiapkan alat dan perlengkapan tes urine yang dilakukan dari pemerintahan desa setempat. Sedangkan, BNNK ditugaskan melakukan tes urine dengan metode alias protap yang sudah ada. Kepala BNNK AKBP Gede Astawa mengatakan, kejahatan penyalahgunaan narkoba sekarang tidak saja di kota, tetapi mulai masuk ke pedesaan. Situasi ini tidak menutup kemungkinan muncul kasus-kasus penyalahgunaan narkoba di pedesaan. Karena itu,
diperlukan kesadaran setiap komponen masyarakat termasuk perangkat desa agar melakukan pencegahan secara dini. “Apalagi tempat-tempat hiburan malam ada di beberapa desa. Ditambah lagi dampak pergaulan, sehingga kejahatan penyalahgunaan narkoba itu berpotensi terjadi di desa. Mari kita dengan komitmen diri bersamasama melakukan deteksi dini. Hal itu perlu terus kita galakkan,” pintanya. Partisipasi aktif warga, kata Astawa, seperti dilakukan perangkat desa dan tokoh masyarakat di Desa Bungkulan ini layak ditiru pemerintahan desa lainnya di Bali Utara. Partisipasi konstruktif seperti ini perlu dilakukan secara masif. Keterlibatan perangkat desa atau komponen masyarakat lain agar dapat dideteksi lebih awal sehingga terhindar dari jerat hukum polisi. “Desa Bungkulan satusatunya pemerintahan desa yang melakukan tes urine
i n i . K a m i h a n y a m e l a ksanakan sesuai SOP. Dukungan positif seperti ini
kami harap bisa merembet ke desa lainnya, sehingga pencegahan bisa dilakukan
secara masif. Dengan cara itu, pemberantasan kejahatan narkoba ini sema-
kin ke depan kami harapkan bisa kian optimal,” tegasnya. (mud)
Bali Post/kmb38
TES URINE – Belasan perangkat desa dan tokoh masyarakat Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan mengikuti tes urine, Rabu (17/7) lalu.
GIANYAR
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
9
SOSOK Jamin Faslitas Pendidikan PEMKAB Gianyar terus berupaya secara optimal untuk memenuhi fasilitas pendidikan di jenjang pendidikan SD dan SMP di wilayah Gianyar. Hal ini dilakukan untuk menjamin tersedianya fasilitas pendidikan yang merata untuk seluruh siswa. Kepala Dinas Pendidikan Gianyar I Wayan Sadra menegaskan hal itu, belum lama ini. Menurut pejabat bertubuh jangkung ini, pemerintah berkewajiban menyediakan fasilitas pendidikan, seperti yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. “Aturan itu menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat layanan pendidikan yang bermutu,” ujarnya. Menyikapi hal itu, kata dia Pemkab Gianyar sudah menyiapkan masing-masing satu SMP negeri baru di wilayah Kecamatan Sukawati dan Blahbatuh pada tahun anggaran ini. Sekolah baru ini dipastikan dapat beroperasi dalam waktu dekat. “Tanggung jawab pemerinah mendirikan sekolah negeri,” katanya. Ditegaskan, pihaknya berupaya mengisi sekolah baru tersebut dengan tenaga pendidik berkualitas. Sehingga anak didik bisa mendapat layanan pendidikan yang sama, meski belajar di sekolah yang baru berdiri. Disinggung terkait tersisihnya sejumlah sekolah swasta dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) beberapa waktu lalu, ia mengatakan sekolah negeri dan swasta sesunguhnya memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda. Namun, pihaknya tidak bisa mengarahkan pilihan masyarakat dalam menyekolahkan putra-putrinya. “Pemerintah tidak bisa memaksa anak ini sekolah di sana atau di sini. Kita serahkan semua kepada masyarakat yang mempunyai kewenangan memilih sekolah untuk putra-putrinya,” tegasnya. (nik)
Bupati Siapkan Lahan Dua Hektar untuk Rutan Baru
Gianyar (Bali Post) Sudah sekian tahun kondisi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Gianyar mengalami overload. Melihat kondisi itu, Pemkab Gianyar berencana menyiapkan lahan seluas dua hektar untuk lokasi rutan yang baru. Guna merealisasikan rencanan tersebut, pemerintah masih memproses permohonan izin ke pusat. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, pihaknya sedang mengajukan permohonan ke pusat untuk pemindahan lokasi Rutan Gianyar. Proses ini cukup panjang, sehingga membutuhkan jangka waktu. “Mohon izinnya sampai ke pusat, tetapi Kanwil sudah merespons. Juga sudah disampaikan ke Dirjen. Yang jelas, itu prosesnya panjang sekali,” ujar Mahayastra, Kamis (18/7) kemarin. Bupati Mahayastra berupaya pengajuan izin ini c e p a t d i r a m p u n g ka n . I a berharap sudah ada kesepakatan pada 2020. “Kita
berharap kesepakatan terjadi di 2020. Bila sudah fix, baru kita siapkan tanah, kemudian tanah itu kita hibahkan untuk dibangun dan rutan kita pindah,” katanya. Tidak tanggung-tanggung, Bupati Mahayastra berencana menyiapkan lahan dua hektar untuk pembangunan Rutan Gianyar yang baru. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang layak sebagai kawasan rutan. “Rutan yang ada sekarang kan tidak sampai satu hektar. Nanti kita siapkan dua hektar,” tegasnya. Lantas, di mana lokasi rutan tersebut? Bupati Mahayastra belum mau mengungkapkan. Namun ia mengatakan lokasi rutan tersebut akan dekat dengan pusat pemerintah. Sementara itu, lokasi Rutan Gianyar yang ada saat ini rencananya akan dijadikan Pura Jagatnata. Hal ini sejalan dengan rencana perubahan Kantor Bupati Gianyar menjadi Balai Kota Gianyar. (kmb35)
SAMPAH – Sejumlah siswa baru di SMPN 1 Gianyar membersihkan sampah di kawasan Pantai Masceti, Kamis (18/7) kemarin.
Aksi Bersih Sampah
Tumbuhkan Kecintaan Siswa terhadap Alam Bali
Gianyar (Bali Post) -
Kecintaan terhadap alam Bali beserta isinya merupakan salah satu unsur pembentukan karakter yang mesti dimiliki oleh setiap siswa. Untuk itulah dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMPN 1 Gianyar mengajak siswa-siswi baru ke Pantai Masceti, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. ‘’Di sini mereka bisa melihat pantai dengan segala permasalahannya. Apa fungsinya, mengapa mesti dibangun tanggul, bagaimana kehidupan pencari koral dan seb-
againya,’’ ujar Kepala SMPN 1 Gianyar Dewa Nyoman Bawa, S.Pd., M.Pd., Kamis (18/7) kemarin. Selain mencari jawaban langsung dari masyarakat
sekitarnya, kata Bawa, mereka juga bisa mencari jawabannya lewat internet. Salah satu sikap kecintaan terhadap alam Bali yang dicoba lebih ditekankan adalah tentang ke-
Trisna Jaya mengatakan, proses renovasi berlangsung sejak tiga minggu terakhir. Anggaran yang diplot untuk pembangunan tahap awal sebesar Rp 690 juta yang difokuskan untuk pembangunan lantai dasar. Sedangkan untuk pembangunan pada lantai dua, ia mengaku akan menunggu anggaran pada tahun mendatang. Trisna Jaya menambahkan, pada lantai satu akan ada empat ruangan. Mulai dari ruang perbekel, ruangan untuk para klianklian, ruang sekretaris desa, dapur, dan ruang tunggu yang berisi lobi. Dikatakan, luas areal 12 x 15 meter itu akan dimanfaatkan secara optimal, sehingga seluruh organisasi yang ada di desa memiliki ruangan pada kantor desa yang baru tersebut. Selama proses pembangunan tersebut, kata Trisna Jaya, pihaknya menyewa toko kosong yang berjarak sekitar 300 meter di selatan kantor sebelumnya. “Kami sewa artshop di selatan kantor desa selama enam bulan supaya proses pelayanan masyarakat tidak terhambat,” katanya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PEMBANGUNAN - Kantor Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh yang dalam proses pembangunan, Kamis (18/7) kemarin.
bersihan lingkungan. ‘’Anakanak kami ajak membersihkan tempat ini dari sampah, terutama sampah plastik,’’ ujar Bawa dan menambahkan, aksi kebersihan itu berhasil mengumpulkan sampah sekitar setengah truk. Setelah beberapa hari sebelumnya kegiatan MPLS dilakukan di sekolah, kata Bawa, kegiatan outdoor ke-
marin sangat dinikmati siswa baru ini. Selanjutnya, program ini diteruskan dengan Test IQ dan sembahyang bersama di Padmasana sekolah sebagai tanda berakhirnya seluruh kegiatan MPLS. ‘’Lewat test IQ, kami, anak didik serta orangtua murid tahu di mana sebenarnya potensi mereka sehingga lebih tepat mengarahkannya,’’ tegasnya. (055)
Siswa Dikenalkan dengan Budaya Literasi
Kantor Desa Belega Direnovasi Gianyar (Bali Post) Kantor Desa Belega Kecamatan Blahbatuh merupakan salah satu bangunan yang sudah berusia puluhan tahun. Kini kantor desa ini sedang direnovasi dengan anggaran Rp 650 juta. Sementara untuk pelayanan kepada masyarakat, pihak desa menyewa bangunan ruko yang berlokasi di dekat kantor desa tersebut. Menurut Perbekel Desa Belega I Ketut Trisna Jaya, pengajuan anggaran untuk pembangunan kantor desa itu merupakan program dari perbekel sebelumnya. Pihaknya hanya melanjutkan pembangunan tersebut. Dikatakan, bangunan kantor desa lama itu sudah berdiri sejak 1978. “Setahu saya, bangunan kantor ini sudah berdiri sejak 1978. Mungkin salah satu kantor desa yang tertua di Gianyar. Masyarakat juga sejak dulu minder dengan kondisi kantor desa yang setiap hujan selalu bocor, air masuk ke dalam kantor, sampai plafonnya ada yang jebol. Tapi saat ini semua keinginan masyarakat sudah terjawab,” ujar Trisna Jaya, Kamis (18/7) kemarin.
Bali Post/055
Bali Post/kmb35
SAMPAH - Sejumlah warga melakukan aksi pungut sampah di Desa Singakerta, Kamis (18/7) kemarin.
Atasi Masalah Sampah DLH Gandeng Pedagang Gianyar (Bali Post) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar bersama instansi terkait melakukan aksi pemungutan sampah di kawasan Desa Singakerta, Ubud, Kamis (18/7) kemarin. Aksi kebersihan ini juga menggandeng para pedagang di desa tersebut. Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra mengatakan, pihaknya bergerak cepat untuk menyikapi persoalan sampah. Dikatakan, aksi ini wajib melibatkan para pedagang, karena selama ini mereka sebagai komunitas yang dominan menghasilkan sampah dan limbah pasar. “Karena tak hanya sampah, selain di jalur desa wisata ini juga banyak digenangi limbah pasar,” katanya.
Mekipun para pedagang telah membayar retribusi, kata Kujus Pawitra, tapi mereka perlu punya kepedulian tentang kebersihan lingkungan. “Tidak boleh sembarangan membuang sampah hanya karena telah membayar sejumlah retribusi atau pajak,” tegas pejabat asal Desa Lebih ini. Kujus Pawitra juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan yang bersih dan asri. Hal ini dapat dilakukan dengan tidak membuang sampah sembarangan, termasuk mencegah para pembuang sampah liar. Bila perlu laporkan kepada pihak terkait. “Bila perlu videokan jika ada pembuang sampah sembarangan. Jika ada data video ini, kami akan berkoordinasi dengan
Satpol PP untuk mengambil langkah-langkah sesuai tata aturan yang berlaku,’’ jelasnya. Kujus Pawitra menambahkan, persoalan sampah tentu tidak hanya terjadi di Desa Singakerta, Ubud. Hal serupa juga terjadi di sejumlah lokasi lainnya, karena kurang terpantau petugas. Dikatakan, langkah terbaik yang harus dilakukan masyarakat adalah meningkatkan kesadaran dan kepedulian tentang pentingnya tradisi hidup bersih dan sehat. “Jika semua warga punya kesadaraan untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat, saya yakin tidak akan ada lagi timbunan sampah yang tidak pada tempatnya. Kuncinya, ayo sadar dan peduli,” ujarnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Suasana berbeda tampak terlihat di Jalan Bona, tepatnya di depan bekas sekolah dasar yang sejak dua tahun lalu dijadikan sebagai SMPN 3 Blahbatuh. Mobil biru berplat merah yang berisi banyak buku dikerumunin para siswa sehingga sedikit mengganggu arus lalu lintas. Perpustakaan keliling milik Pemkab Gianyar ini se ng a ja d iund a ng p iha k sekolah guna mengisi masa jeda selama tiga hari pascakegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk siswa baru. “Kami sengaja mendatangkan perpustakaan keliling untuk memperkenalkan budaya baca kepada siswa baru,” kata Kepala SMPN 3 Blahbatuh Wayan Nuratna, Kamis (18/7) kemarin. Mantan pengajar SMPN 3 Gianyar yang juga pernah meraih penghargaan sebagai guru berprestasi tingkat nasional ini sengaja mendatangkan perpustakaan keliling untuk memberikan kesan berbeda terhadap para siswa. Pada intinya, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan minat baca siswa seiring gerakan literasi sekolah. Sekolah yang memiliki 325 orang siswa dengan 10 rombongan belajar ini juga memiliki perpustakaan yang merupakan penerusan dari perpustakaan SD
sebelumnya. Koleksi bukubukunya cukup banyak, sudah diidentifikasi dan sudah banyak yang dipinjam dan dibaca oleh para siswa. “Kami mengundang perpustakaan keliling ini hanya untuk memberikan nuansa berbeda kepada para siswa,” kata Nuratna. Selain mengenalkan budaya literasi kepada para siswa, kata Nuratna, masa persiapan pembelajaran ini juga diisi dengan pembentukan pengurus kelas dan pemberian buku paket Kurikulum 13. Sedangkan dalam kegiatan MPLS, sekolah juga mengundang aparat dari Polsek Blahbatuh, BNN, dan Puskesmas dalam memberikan materi MPLS kepada siswa. Sementara petugas perpustakaan Keliling di bawah Bidang Layanan dan Pelestarian Bahan Pustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gianyar Ni Made Nadri mengatakan, program perpustakaan keliling didukung oleh tiga armada. Jadwalnya setiap bulan sebanyak delapan kali keliling ke sekolah dasar dan menengah. Dikatakan, minat baca pada perpustakaan keliling sangat luar biasa. “Pelayanan dilakukan selama satu jam, terpenting tidak mengganggu kegiatan belajar dari anak-anak sekolah,” katanya. (kmb16)
Bali Post/kmb16
LITERASI - SMPN 3 Blahbatuh mengundang perpustakaan keliling dalam rangka mengenalkan budaya literasi kepada siswa baru.
JEMBRANA
10
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
SOSOK Pendataan Ormas
BANYAKNYA organisasi masyarakat (ormas) maupun lembaga yang beroperasi di Jembrana, beberapa di antaranya diketahui belum mendaftarkan atau melaporkan lembaganya secara resmi. Hal ini mendapat perhatian, bahkan disinyalir ada lembaga asing yang selama bertahun-tahun bergerak tanpa pemberitahuan ke pemerintah daerah. Saat ini pemerintah daerah melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Jembrana melakukan pendataan terkait lembaga dan ormas yang ada di Bumi Makepung tersebut. “Laporan ke pemerintah daerah masih minim, kami sangat menghargai apabila lembaga atau ormas melaporkan ke kami,” terang Kepala Kantor Kesbanpol Jembrana, I Komang Dhyatmika. Mantan Camat Pekutatan ini mengungkapkan masyarakat juga diharapkan aktif menyampaikan atau melaporkan apabila ada lembaga atau ormas yang bergerak di wilayahnya. Sehingga Kesbangpol bisa melakukan deteksi dan menindaklanjuti. Diakuinya ada beberapa lembaga yang terdeteksi setelah adanya pertanyaan dari perangkat desa di Jembrana. Kesbangpol selanjutnya akan menelusuri dan melayangkan surat kepada pihak tersebut. Termasuk terhadap lembaga asing yang melakukan aktivitas di wilayah Jembrana. “Semestinya bila memang sudah lengkap kenapa harus takut melapor, itu amanat undang-undang, lembaga baik berbadan hukum maupun tidak wajib melaporkan keberadaannya,” ujarnya. Dari pendataan saat ini menurutnya ada 29 organisasi keagamaan, 16 organisasi kepemudaan, 13 organisasi profesi serta 22 ormas lain yang tercatat di Kantor Kesbangpol Jembrana. Selain keberadaannya harus diawasi, juga perlu dilakukan pembinaan serta pengendalian sesuai amanat UU Ormas. (olo)
Terdakwa Penipuan Catut Nama Caleg Dituntut 18 bulan Negara (Bali Post) – Dua pelaku penipuan pinjam uang mencatut nama calon legislatif (caleg) dituntut 18 bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang di PN Negara, Kamis (18/7) kemarin. JPU dari Kejari Jembrana, Gedion Ardana Reswari membacakan tuntutan terhadap dua terdakwa, yakni I Putu Adi Guna (44) dan I Kade Mardiana (40) melakukan tindak pidana melanggar pasal 372 KUHP dan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Akibat tindakan kedua terdakwa yang salah satunya pecatan polisi itu, korban mengalami kerugian puluhan juga rupiah. Atas pelanggaran itu, JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan 1,5 tahun penjara. Pertimbangan JPU menuntut dengan pidana penjara hingga 1,5 tahun karena salah satu terdakwa, I Putu Adi Guna merupakan residivis yang sudah tiga kali masuk penjara. Selain pernah terjerat kasus serupa (penipuan), terdakwa juga pernah masuk penjara karena kasus illegal logging
dan pencurian. Selain itu, pertimbangan yang memberatkan karena perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Kasus ini ditangani Polres Jembrana setelah korban Ni Gusti Ayu Putu Ariani saat masa kampanye Pemilu 2019 lalu beberapa kali dipinjami uang oleh terdakwa. Dalam aksinya, terdakwa mengaku kepada korban melalui telepon dari salah satu caleg bernama Dewa Putu Mertayasa. Dari modus tersebut, terdakwa beberapa kali melakukan peminjaman hingga total mencapai Rp 95 juta. Pinjaman dilakukan terdakwa berkisar Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Adi Guna mengaku nekat melakukan itu lantaran sudah beberapa bulan tidak membayar kredit motor. Sementara peran Kade Mardiana yang tidak lain adik Adi Guna, mengaku sebagai tim sukses. Kasus itu akhirnya terbongkar saat korban menemui Dewa Putu Mertayasa di rumahnya dengan tujuan meminta bunga uang pinjaman. Mertayasa yang merasa tidak pernah meminjam terkejut dan akhirnya dilaporkan ke polisi. (kmb26)
Mediasi – Mediasi yang dilakukan di Aula Kantor Dinas PMPTSPT Jembrana antara Perusda Bali, PT CIPL dan karyawan terkait belum terbayarkannya pensiunan.
Soal Pesangon Pensiunan Perusda Bali
Mediasi Alot Pembayaran Belum Pasti Negara (Bali Post) – Permasalahan belum terbayarnya pesangon pensiunan karyawan Perusahaan Daerah (Perusda) Bali unit Perkebunan Pekutatan akhirnya ditindaklanjuti dengan mediasi, Kamis (18/7) kemarin. Kedua belah pihak, baik karyawan maupun perusahaan (Perusda Bali dan PT CIPL) dipertemukan difasilitasi Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) Jembrana. Mediasi berjalan alot karena pihak perusda mengaku keuangan terpuruk sehingga tidak memiliki dana pembayaran pesangon. Sementara pensiunan karyawan sangat berharap haknya segera bisa dipenuhi. Pertemuan yang dimediasi langsung Kepala Dinas PMPTSPTK Jembrana I Komang Suparta tersebut sempat alot lantaran masih belum adanya keputusan pencairan dari pihak Direksi Perusda Bali yang diwakili Direktur Keuangan Ida Bagus Gede Purnamabawa serta dari Kepala Unit Perkebunan I Ketut Nasa. Sama halnya jawaban dari PT Citra Indah Praya Lestari (CIPL) yang dalam perjanjian ikut membayar 50 persen dari total pensiunan.
Akan tetapi dari keduanya baik Perusda Bali maupun CIPL berjanji akan membayarkan hak karyawan yang sudah pensiun tersebut. Pihak Perusda mengakui belum bisa dibayarkannya hak pesangon sesuai SK terhadap tujuh karyawan di Unit Perkebunan Pekutatan lantaran kondisi keuangan perusahaan yang sedang terpuruk. Sementara pihak karyawan Ketut Sudarma yang mengantongi SK, tetap bersikeras meminta solusi agar
haknya tersebut terbayar. Apalagi hampir setengah tahun berlalu pasca-SK diterima dan beberapa kali mediasi tidak ada realisasi pencairan dana. Sudarma yang berasal dari Manistutu ini sangat membutuhkan dana hasil pengabdiannya sejak tahun 1983 itu guna kebutuhan masa tuanya saat ini. Terlebih selama tidak ada pencairan itu, dirinya terbebani hutang dengan bunga yang tinggi. “Sudah beberapa kali kita diberikan janji. Terakhir
April, kami ingin kepastian dari Direksi,” ujarnya. Lantaran masih buntu, pihak dari pengawas ketenagakerjaan memberikan gambaran berpotensi dibawa ke tripartit bahkan berujung di Pengadilan Hubungan Industrial. Akhirnya pihak karyawan memberikan sejumlah solusi untuk penyelesaian. Salah satunya muncul solusi bahwa pembayaran dilakukan bertahap bagi karyawan yang memang benar-benar sudah lepas dari perusahan. Sebab, dari tujuh karyawan itu, lima di antaranya masih dipekerjakan di perusahaan. Namun dari solusi itu, pihak perusahaan juga belum memberikan keputusan pasti dan akan merundingkan kembali secepatnya. Perusda juga tidak berke-
inginan permasalahan ini hingga berujung ke PHI. Kepala Dinas PMPTSPT Jembrana I Komang Suparta mengatakan, pihaknya selaku penengah mengharapkan adanya kesepakatan dan solusi yang tercetus kemarin itu dapat dijalankan masing-masing pihak. Sehingga permasalahan bisa terselesaikan antara Perusda dan karyawan tanpa ada permasalahan lagi. Diberitakan sebelumnya, para karyawan Perusda Bali yang pensiun di Unit Usaha Perkebunan Pulukan, Pekutatan tak kunjung mendapatkan pesangon. Meskipun mereka telah menerima Surat Keputusan (SK) per awal tahun ini dan dijanjikan akan segera dicairkan, namun hingga setengah tahun berjalan janji belum terealisasi. (kmb26)
Truk Bermuatan Ketan Terguling Negara, (Bali Post) Sebuah truk bermuatan ketan, Kamis (18/7) dini hari terguling di Jalan Raya Gilimanuk-Denpasar KM 124-126, sebelah barat Pura Segara Rupek. Truk yang terguling tersebut nopol P 9170 UM yang dikemudikan oleh Abdul Halim (66 tahun), asal Jalan Kenyeri 3 Gg.3 No. 6 Denpasar. Penyebab kecelakan diduga karena posisi kendaraan yang terlalu ke pinggir saat memberikan kesempatan kendaraan di belakangnya mendahului. Dari informasi, truk yang bermuatan ketan datang dari arah Denpasar menuju Jawa Km 124-125. Saat berada di sebelah barat Pura Segara Rupek, truk beriringan dengan kendaraan
kecil yang ada di belakang. Kendaraan di belakang truk memberi isyarat lampu beam dengan maksud ingin mendahului sehingga kendaraan truk memberi jalan dan ke pinggir. Karena terlalu ke pinggir dimana kondisi jalan belum ada marka, kendaraan truk keluar dari jalan dan terperosok masuk got dan menabrak pohon sehingga terguling. Akibat kecelakaan itu sopir truk mengalami bengkak betis kaki kiri. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 10 juta. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko seizin Kapolres Jembrana dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tersebut. Truk kini sudah dievakuasi. (kmb)
TERGULING - Truk bermuatan ketan yang terguling di Jalan Raya GilimanukDenpasar KM 124-126 sebelah barat Pura Segara Rupek. Diduga, kecelakan terjadi akibat truk terlalu ke pinggir saat hendak memberikan kesempatan kendaraan di belakangnya mendahului.
Negara (Bali Post) – Jalan Hasanudin yang terletak di sebelah Barat Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) belakangan rawan pencurian. Di kawasan jalan kembar yang dipisah median jalan ini sering terjadi aksi pencurian yang menyasar barang-barang di kendaraan bermotor. Seperti yang terjadi, Rabu (17/7) pagi, salah seorang warga yang memarkirkan kendaraannya kehilangan sejumlah barang yang tersimpan di dalam jok sepeda motor. Korban yang sebelumnya melakukan aktivitas jogging ini baru menyadari jok motornya dibobol ketika hendak pulang. Meskipun kendaraan masih utuh, namun sejumlah barang berharga di antaranya uang dan surat-surat yang disimpan di motor raib. Sebelumnya, aksi pencurian helm juga terjadi di jalan tersebut. “Sudah sering di
sini, agak rawan sekarang. Dulu beberapa kali ada helm di atas motor hilang saat car free day,” ujar Ketut Antara, salah seorang warga yang ditemui seusai jogging. Di sepanjang jalan yang
menghubungkan Jalan Sudirman dan jalan Ngurah Rai ini sering digunakan untuk parkir kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor khususnya pada pagi hari. Bahkan se-
Jalan Hasanudin Rawan Pencurian
PENIPUAN – Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan terkait kasus penipuan dengan modus mencatut nama caleg. Terdakwa dituntut 18 bulan penjara karena merugikan korban puluhan juta rupiah.
tiap hari Minggu, di kedua ruas jalan ini penuh dengan kendaraan parkir. Kendaraan terpaksa diparkir di areal ini lantaran Jalan Sudirman ditutup untuk car free day. Kendatipun
RAWAN PENCURIAN – Jalan Hasanudin di barat GKBK belakangan rawan aksi pencurian barang-barang khususnya yang ditaruh di kendaraan yang parkir.
banyak kendaraan parkir, tidak ada penjagaan atau pengaturan untuk parkir. Biasanya warga yang parkir itu hendak berolahraga di sekitar jogging track yang mengelilingi GKBK. Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa terkait ruas Jalan Hasanudin itu memang diperbolehkan untuk parkir umum. Jalan tersebut sering dimanfaatkan untuk lahan parkir GKBK ketika ada acaraacara. Termasuk ketika ada kegiatan car free day di hari Minggu, masyarakat dibebaskan menggunakan ruas jalan itu untuk parkir. Sehingga masyarakat bebas untuk menggunakan parkir di jalan tersebut. Terkait pengamanan dan pengaturan, menurutnya merupakan ranah dari Satpol PP. (kmb26)
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
50 Jenis Kelapa Langka Ditampilkan di Festival Subak
Bali Post/kmb41
I Wayan Supandi
Amlapura (Bali Post) Sebanyak 50 lebih jenis kelapa langka akan ditampilkan pada pelaksanaan Festival Subak tahun ini. Kelapa itu merupakan jenis kelapa yang cukup langka yang didatangkan dari luar Bali maupun luar negeri. Kepala Dinas Pertanian Karangasem I Wayan Supandi, Kamis (18/7) kemarin mengungkapkan, jenis kelapa yang akan ditampilkan saat Festival Subak nanti di antaranya kelapa Kaliandra dari Lampung, kelapa Bojong Bulat dan kelapa Kulonprogo, dan jenis kelapa lainnya. “Kita datangkan jenis kelapa dari luar Bali.
Bahkan, sejumlah kelapa juga ada dari luar negeri,” ujarnya. Supandi menambahkan, untuk memeriahkan kegiatan, akan dibangun patung menggunakan serabut kelapa. Patung itu kini masih dalam proses pengerjaan di Duda Timur. Nantinya, patung dari serabut kelapa itu berbentuk Gunung Mandara Giri. Ketinggiannya mencapai 12 meter dan lebar 7,75 meter. “Patung itu akan dililit naga sebagai simbol Gunung Mandara Giri,’’ ujarnya sembari menyebutkan, tema yang diangkat dalam Festival Subak itu adalah ‘’Kelapa wariksa atau pohon kehidupan’’. Falsafahnya, kelapa merupakan pohon serbaguna. Disinggung berapa bibit pohon kelapa yang sudah ditanam selama ini, kata Supandi, pada tahun 2017 sudah ditanam kelapa di atas lahan 200 hektar. Tahun 2018 di lahan 250 hektar dan 2019 di lahan seluas 200 hektar. “Untuk tahun 2020 kembali akan ditanam di atas lahan seluas 200 hektar. Bibit kelapa yang dikembangkan yakni adalah kelapa Genjah,’’ tambahnya. Penanaman kelapa itu kata Supardi, akan disebar di sejumlah kecamatan. Seperti Manggis, Karangasem, dan Kubu. (kmb41)
KARANGASEM
11
Dua Nelayan Hilang di Selat Lombok
Ditemukan Selamat di Pantai Bunut Panggang Singaraja Amlapura (Bali Post) -
Dua nelayan kakak beradik yang dikabarkan hilang saat hendak pulang dari Lombok yakni I Made Wardika (35) dan I Nyoman Sunarti (40) akhirnya ditemukan. Kedua nelayan asal Seraya Timur itu, ditemukan di Pantai Bunut Panggang, Desa Kaliasem, Singaraja, Buleleng dalam kondisi selamat Kamis (18/7) kemarin.
Kembangkan Jambu Mete Petani Harus Tekun dan Sabar
Bali Post/kmb41
Wayan Gede Surya Kusuma
Amlapura (Bali Post) Warga di Desa Adat Datah, Abang, Karangasem sebagian besar berkecimpung di sektor pertanian. Salah satu komoditas pertanian yang dikembangkan di desa itu adalah jambu mete. Agar jambu mete bisa berkembang optimal, syaratnya para petani harus tekun dan bersabar. Klian Desa Adat Datah Wayan Gede Surya Kusuma mengungkapkan, sebagian besar warga Desa Datah berkecimpung di sektor pertanian. Komoditas pertanian yang menjadi salah satu andalan warga di sini adalah jambu mete. Prospek jambu mete sejatinya cukup bagus. Hanya, dalam perkembangannya sedikit terganggu. Jembu mete itu sering diserang hama gayas. Akibatnya, hasil produksi yang diperoleh petani sedikit menurun. “Hama gayas ini menyerang akar pohon. Dam-
paknya tanaman menjadi layu. Kalau serangan hama gayas itu ganas pohon bisa sampai mati,” ucapnya. Serangan hama gayas ini, kata Surya, tidak memandang musim. Ketika musim panas tiba, hama gayas tetap saja menyerang tanaman jambu mete itu. Bahkan, ketika memasuki musim penghujan, serangan semakin banyak. Hama gayas itu tidak hanya menyerang jambu mete, juga menyerang pisang, pijer, umbi-umbian, maupun jagung. “Petani sudah berusaha membasmi hama gayas ini, tetapi tak kunjung berhasil. Bahkan, tahun 2016, kita sempat melaksanakan upacara nangluk merana. Ritual itu dilakukan supaya tidak ada hama gayas menyerang lahan pertanian warga di sini. Tapi belum ada perubahan yang berarti. Gayas tetap saja masih ada,” katanya. Kendati diserang hama gayas, dirinya meminta kepada petani supaya tetap mengembangkan jambu mete ini. Pasalnya, jambu mete ini sudah menjadi warisan di Desa Datah. Karena itu, mau tidak mau harus tetap dikembangkan ke depannya. Apalagi, lahan yang dimiliki warga cukup luas untuk membudidayakan jambu mete ini. “Sebagai petani syaratnya harus tekun dan sabar. Petani itu harus tahan banting dan juga pantang menyerah. Kalau mau mengembangkan jambu mete secara serius dan berkesinambungan, maka hasilnya pasti bagus. Karena komoditas jambu mete ini sangat bagus untuk jangka panjang,” ujar Kusuma. (kmb41)
Bali Post/IST
KORBAN SELAMAT - Kedua korban yang dikabarkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di Pantai Bundut Panggang, Desa Kaliasem, Singaraja.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem I Gusti Ngurah Eka mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarganya, masingmasing pulang dari Lombok sekitar pukul 20.00 Wita menuju ke Seraya Timur. Sekitar pukul 22.00 Wita, keluarganya masih sempat diajak komunikasi. Saat itu, dikatakan jika posisinya masih berada di tengah Selat Lombok. “Biasanya kedua nelayan itu sudah tiba pukul 24.00 Wita. Namun, sampai pagi, mereka tidak kunjung balik ke Seraya. Karena situasi seperti itulah, keluarga korban melaporkan kejadian itu kepada kita,’’ kata I Gusti Ngurah Eka. Setelah mendapat laporan dan juga informasi dari keluarga korban sekitar pukul 06.30 Wita, pihaknya langsung turun ke Pantai Bugbug. ‘’Kami langsung turun melakukan pencarian bersama Satpolair Polres Karangasem, Bakamla, dan Balawista dengan cara menyisir laut Selat Bali-Lombok,” tambahnya. Dalam penyisiran itu, kata Eka, tim gabungan yang diperkuat lima personel kurang lebih melakukan upaya pencarian enam jam.
Namun, petugas tidak menemukan apa-apa. Setelah itu, pihaknya mendapatkan informasi dari pihak keluarga korban, dan petugas kalau keduanya sudah ditemukan dalam kondisi selamat di Buleleng. “Mereka ditemukan selamat dan mendarat di Pantai Bunut Panggang, Desa Kaliasem, Singaraja. Kini, keduanya dijembut pihak keluarga untuk dibawa pulang ke rumahnya di Seraya Timur,”jelas Eka. Sementara keluarga korban, I Nengah Wini, saat diwawancarai di Pantai Bugbug menuturkan, kalau keduanya merupakan kakak adik. Mereka ke Lombok untuk menjual ikan hasil tangkapan di laut sebanyak 400 ekor. Ikan itu dijual ke Lombok karena harga ikan di sana lebih mahal dibandingkan di Seraya, Karangasem. ‘’Kakak-adik itu ke Lombok dengan naik sampan/jukung,’’ tambahnya. Usai menjual ikan rencananya mereka menginap di rumah temannya yang ada di Lombok. Tetapi, karena mengalami kecelakaan dan saat ini dirawat di rumah sakit, makanya diputuskan pulang kembali ke Bali. (kmb41)
96 Vila Beroperasi Tanpa Izin Amlapura (Bali Post) Pendataan vila dilakukan Satpol PP Karangasem secara maraton sejak tahun lalu. Angkanya sangat mencengangkan, ternyata ada 96 vila di Bumi Lahar yang belum memiliki izin operasional. Dengan adanya vila bodong tetap saja beroperasi, sudah pasti mereka tidak ada kewajiban membayar pajak ke pemerintah. Hal itu diketahui setelah Satpol PP turun ke lapangan mengonfirmasi ke hotel-hotel yang ada di Karangasem. Kepala Satpol PP Karangasem, Wayan Sutapa, Kamis (18/7) kemarin mengungkapkan, sebetulnya pendataan vila itu sudah dilakukan sejak 2018 hingga sekarang ini. Itu pun pendataan baru sebagian saja. Artinya, belum semua vila didata. Hasilnya, ada sekitar 96 vila di Karangasem bodong alias belum miliki izin operasional. “Sebanyak 96 vila yang belum miliki izin operasional. Jadi, hal itu termasuk sudah melanggar peraturan daerah (perda). Vila itu tersebar di sejumlah kecamatan seperti Manggis, Abang, Kubu, dan Karangasem,’’ ujarnya. Ke depan, pihaknya terus melakukan pedataan vila yang ada di Karangasem. Atas kondisi itu, kata Sutapa, pihaknya sudah meminta ke pemilik vila agar segera mengurus izin operasionalnya. Pemilik vila sudah bersedia mengurus izinnya. Karena itu, ia
meminta, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Karangasem segera jemput bola, sehingga pemilik hotel bisa segera mengurus izin yang mereka perlukan sehingga legal beroperasi. “Kalau masih belum mengurus izin, maka Dinas Perizinan yang memiliki kewenangan itu agar melakukan upaya jemput bola ke bawah,” pintanya. Sebelumnya, Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi, telah mendorong OPD terkait dalam hal ini Badan Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah (BKPAD) serta Dinas Penanaman Modal untuk segera memunguti pajak dan membuatkan izin. “Kita minta jumlah vila di Karangasem agar didata. Sehingga kita tahu berapa ada vila, berapa vila dan hotel yang sudah bayar pajak. Sebaliknya, berapa yang belum. Hal itu merupakan salah satu penyebab PAD merosot. Sebab kenyataannya ada vila yang belum berizin. Sebab, vila yang belum memiliki izin itu otomatis mereka tidak membayar pajak,” jelas Sumardi. (kmb41)
Pokdarwis Dukuh Penaban Wakili Bali
Penilaian Kemenpar Dipusatkan di Museum Pusaka Lontar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dukuh Penaban, Karangasem ditunjuk mewakili Bali di tingkat nasional. Kamis (18/7) kemarin, Pokdarwis Dukuh Penaban dinilai tim Kementerian Pariwisata bertempat di Museum Pusaka Lontar Dukuh Penaban. Apa saja kontribusi Pokdarwis dalam usaha menggeliatkan kepariwisataan baik secara spesifik maupun umum terutama dari perspektif ekonomis dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat?
Bali Post/kmb41
POKDARWIS DINILAI - Pokdarwis Dukuh Penaban saat dinilai tim dari Kementerian Pariwisata.
KADIS Pariwisata Karangasem I Ketut Sedana Merta mengatakan, kegiatan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) tingkat nasional secara rutin dilaksanakan setiap tahun. Tetapi, Lomba Pokdarwis di Bali dilaksanakan dua tahun sekali. Karena pada tahun berikutnya dilaksanakan pembinaan kepada masingmasing Pokdarwis. Pokdarwis merupakan kelembagaan di masyarakat yang anggotanya terdiri dari para pelaku kepariwisataan. Lembaga itu memiliki kepedulian dan tanggung jawab serta berperan sebagai penggerak dalam
mendukung terciptanya iklim kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan kepariwisataan. Peran Pokdarwis juga mewujudkan sapta pesona dalam meningkatkan pembangunan daerah melalui kepariwisataan sehingga bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Pada intinya, masyarakat perlu diberdayakan agar mereka mempunyai kemampuan untuk dapat berperan aktif dalam program kepariwisataan. Karena keterlibatan atau partisipasi masyarakat lokal sangat penting termasuk dalam upaya keberlanjutan pariwisata itu sendiri,’’
ujarnya. Pokdarwis itu juga mencakup perlindungan terhadap alam dan lingkungan, budaya dan adat istiadat yang nantinya diharapkan secara ekonomi dapat menyejahterakan masyarakat. Karangasem kata Sedana Merta, merupakan salah satu destinasi pariwisata di Bali yang memiliki keragaman potensi daya tarik wisata, bukan saja alam yang asri, juga kekhasan serta keunikan budayanya. Sejauh ini, pengembangkan daya tarik wisata untuk menarik kunjungan wisatawan cukup signifikan di Karangasem. Diharapkan, agenda yang didesain dapat diimplementasikan dengan nyata, sehingga mampu berkembang menjadi bagian budaya yang melekat dalam keseharian hidup masyarakat. ‘’Dengan cara seperti itu, dipercaya akan berdampak signifikan terhadap citra dan kualitas destinasi pariwisata di Bumi Lahar ini,’’ tambahnya. Penilaian Pokdarwis ini sebagai upaya membangun
sinergi serta meningkatkan hubungan kemitraan di bidang pariwisata. Relasi yang dimaksud adalah adanya komunikasi yang baik antara pemerintah, akademisi, masyarakat dan komunitas, serta lembaga swasta yang bertujuan menumbuhkan kesadaran kita semua, dalam memperkuat perilaku berbudaya melalui Sadar Wisata. Dengan cara itu, maka Sapta Pesona dapat diwujudkan tim penilai. Salah satu tim penilai, Samta Tambunan, mengatakan model penilaian oleh tim juri dilakukan dalam dua tahap. Dalam menentukan nominasi pemenang, ada tahapan parameter penilaian. Pertama, 14 Juni 2019, penilaian administrasi. Penilaiannya berdasarkan formulir yang telah diisi berikut berkas-berkas pendukungnya. Penilaian tahap kedua, Juli-Agustus 2019 dalam desain peninjauan langsung di lapangan oleh tim juri terhadap Pokdarwis yang masuk nominasi. (nan)
KLUNGKUNG
12
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
Abrasi Pantai Tegal Besar Mengganas Semarapura (Bali Post)Abrasi di sepanjang Pantai Tegal Besar Desa Negari Kecamatan Banjarangkan, nampak kian mengkhawatirkan. Setelah abrasi menerjang dan menghancurkan tembok panyengker salah satu vila, kini gelombang abrasi terus mengganas dan mulai mendekati kolam renang Villa Rosita di pesisir Pantai Tegal Besar. Bila tidak segera dilakukan penanganan sebagai antisipasi, maka dampak abrasi bagi lingkungan sekitar akan semakin parah. Seperti yang terlihat,Kamis (18/7) kemarin, bagian kolam vila yang awalnya cukup jauh dari garis pantai ini, kini hanya tinggal beberapa meter saja. Gelombang yang mengganas mulai menyerang bangunan kolam vila tersebut. Situasi demikian membuat wisatawan enggan memanfaatkan fasilitas akomodasi pariwisata ini. Vila ini sudah mulai kosong sejak beberapa
bulan lalu karena ganasnya abrasi di pantai ini. Salah satu staf vila, Wayan Eka, menyampaikan wisatawan khawatir memanfaatkan vila ini karena dirasakan sudah tidak aman. Jika tidak segera tertangani dia khawatir Villa Rosita Tegal Besar tempatnya bekerja bernasib sama dengan Villa Basudewa yang terletak sekitar 20 meter di timur vila ini, yang lebih dulu ambruk sebagai dampak dari abrasi yang tak kunjung tertangani. Pihaknya berharap pemerintah melalui Balai Wilayah
Sungai Bali Penida bisa segera mungkin melakukan penanganan abrasi, dengan memasang krib atau dengan memasang struktur batu bronjong. Bila tidak, abrasi akan semakin merusak pantai yang dikenal sebagai habitat penyu tersebut. “Dalam setahun terakhir, sekitar 30 meter daratan di tepi pantai sudah hilang,” tegasnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PUPRKP) A.A. Gde Lesmana belum lama ini mengaku sudah mengetahui dampak
abrasi di Pantai Tegal Besar. Namun, pihaknya menyampaikan tahun ini tidak bisa dilakukan penanganan di sana dengan APBD. Sebab, sejak perencanaan dan pelaksanaan penanganan abrasi tahun ini diprioritaskan di Nusa Penida, tepatnya di Pantai Batununggul. Di sana abrasi juga tidak kalah serius, karena sudah mengancam keberadaan setra setempat. Dalam APBD Dinas PUPRKP tahun ini, penanganan abrasi hanya dianggarkan sebesar Rp 2 miliar. Anggaran sebesar itu hanya mampu menyelesaikan penanganan abrasi sekitar 100 meter. “Karena keterbatasan anggaran, penanganan abrasi kami lakukan secara bertahap,” kata Lesmana. (kmb31)
TERKIKIS - Bangunan kolam renang dari Villa Rosita di Pantai Tegal Besar sudah mulai terkikis abrasi. Perlu penanganan segera agar abrasi yang makin mengganas ini tidak semakin merusak pantai yang termasuk habitat penyu tersebut.
Nusa Penida Diperjuangkan Masuk Kepala SDN 1 Banjarangkan Prioritas Pembangunan Nasional Akui Dipanggil Kejati Bali Soal Pembangunan Gedung Lantai Dua
Semarapura (Bali Post) Pembangunan gedung SDN 1 Banjarangkan tiba-tiba menjadi sorotan aparat penegak hukum. Sejumlah pihak dipanggil Kejati Bali untuk dimintai keterangan terkait pengerjaan proyek tersebut. Salah satunya, Kepala SDN 1 Banjarangkan Ni Wayan Srinati. Saat dihubungi Kamis (18/7) kemarin, Srinati mengakui sudah dimintai keterangan oleh penyidik Kejati Bali. Saat ditemui di ruangannya, Srinati mengatakan sempat dipanggil pada 25 Juni lalu. Saat dipanggil itu, dia menjelaskan seluruh perihal perencanaan hingga terlaksananya proyek yang sudah diusulkan sejak era kepala sekolah sebelumnya. Anggarannya Rp 713 juta, bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) 2018. Anggaran sebesar itu dipakai untuk pembangunan tiga lokal ruangan di lantai dua dari gedung yang sudah ada sebelumnya. Pembangunannya tuntas pada Desember 2018. “Saya awalnya bingung, tiba-tiba mendapat panggilan dari Kejati Bali. Di sana, saya memberikan keterangan selama enam jam.
DIPERSOALKAN - Gedung lantai dua SDN 1 Banjarangkan yang kini sedang dipersoalkan Kejati Bali. Sejumlah pihak telah dipanggil Kejati di antaranya kepala sekolah dan bendesa adat setempat.
Padahal, pembangunan gedungnya sudah selesai. Bahkan, sudah serah terima dari dinas,” katanya. Tidak hanya Srinati sebagai penanggung jawab proyek, sejumlah pihak lainnya juga dimintai keterangan. Seperti Ketua Panitia Wayan Suartini, Bendahara Panitia Made Sudastini dan Bagian Pengadaan Nyoman Sumiana. Bahkan, Bendesa Adat Banjarangkan, juga sempat dipanggil untuk dimintai keterangan. Jaksa penyidik menanyakan peran masing-masing terhadap pembangunan lantai dua gedung SDN 1 Banjarangkan itu. Srinati menegaskan, proyek ini dikerjakan secara swakelola, sehingga panitianya diisi dari pihak sekolah dan warga sekitar. Dia juga sekaligus membantah kalau proyek tersebut dikerjakan secara tender. Pengerjaannya dilakukan dengan sistem swakelola, melibatkan belasan pekerja dari warga lokal. “Lantai dua gedung tersebut, sekarang dipakai untuk ruang kelas V dan VI serta lab,” imbuh Srinati. Dihubungi terpisah, Bendesa Adat Banjarangkan A.A Gede Dharma Putra juga mengakui sempat dipanggil Kejati Bali untuk dimintai keterangan perihal pembangunan gedung tersebut pada 10 Juli lalu. Namun, dia mengaku lebih banyak menjawab tidak tahu, walaupun pembangunan gedungnya menggunakan sistem swakelola. Dia mengakui terlibat dalam kepanitiaan. Tetapi, tidak banyak dilibatkan dalam pelaksanaannya di lapangan. Dia mengaku lebih banyak disibukkan dalam kegiatan adat. “Jujur saja, saya hanya diundang sekali saja ke sekolah, sewaktu awal pembentukan panitia. Setelah itu, saya tidak tahu lagi prosesnya seperti apa,” katanya. Demikian juga Klian Banjar Selat, Desa Banjarangkan, Wayan Norsa. Ditemui bersamaan dengan Bendesa Dharma Putra, dia mengaku hanya diundang sekali saja saat awal pembentukan panitia. Menurutnya, kalau proyeknya swakelola, semestinya yang dilibatkan tentulah warga sekitar atau warga dari anggota komite sekolah setempat. Itulah sebabnya, dia merasa aneh, bila proyeknya swakelola, tetapi dia sendiri sebagai kepala wilayah di sana justru tidak banyak dilibatkan. Bahkan, dia mengatakan dalam kepanitiaan pengerjaan proyek itu tidak ada warganya yang dilibatkan. Meski demikian, pihaknya meminta agar Kejati Bali memperjelas permasalahan ini. Agar, tidak menjadi bias di Desa Adat Banjarangkan. “Permasalahan pembangunan Gedung SDN 1 Banjarangkan ini, harus diperjelas. Kenapa sampai Kejati Bali turun tangan. Kalau ada permasalahan hukum, agar diusut tuntas,” katanya. (kmb31)
Curi HP, Mahasiswa Ditangkap Polisi Semarapura (Bali Post) Seorang mahasiswa Bahri Nur (22) yang sedang melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Selisihan, Klungkung ditangkap polisi dari Polsek Klungkung, Rabu (17/7). Dia diduga mencuri HP milik warga setempat. Ulah pelaku terekam CCTV di sekitar lokasi dan didukung keterangan para saksi yang melihat peristiwa tersebut sehingga membuat pelaku tak bisa mengelak. Kini, Bahri Nur harus berurusan dengan polisi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kapolsek Klungkung Kompol Wayan Sarjana, Kamis (18/7) kemarin mengatakan, awalnya korban Ni Wayan Natarini (29) berangkat dari rumahnya menuju salah satu toko di Banjar Kangin, Desa Selisihan untuk belanja peralatan sembahyang. Saat itu korban ceroboh, karena menaruh HP di bagasi depan motornya saat parkir di depan toko tersebut. Kebetulan saat itu juga banyak mahasiswa KKN sedang berbelanja di toko yang sama. Setelah balik ke motornya, korban mengaku sudah tidak melihat HP-nya di bagasi lagi. Dia curiga, ada orang sekitar yang mencuri HPnya saat itu, sehingga dia langsung melaporkannya ke Polsek Klungkung. Setelah menerima laporan tersebut, Kapolsek Kompol Sarjana segera memerintahkan Unit Opsnal Reskrim Polsek Klungkung dipimpin
Kanit Reskrim Iptu DW N. Agusman untuk melakukan penyelidikan. Polisi memeriksa CCTV serta mencari informasi dari sejumlah saksi yang berada di TKP. Kecurigaan langsung mengarah kepada kelompok mahasiswa yang melakukan KKN. Dari rekaman CCTV itulah menunjukkan pelaku sengaja mengambil HP korban, sehingga mengakibatkan korban menderita kerugian sekitar Rp 3 juta. “Berbekal hasil rekaman CCTV dan keterangan saksi,
kami langsung menangkap pelaku di lokasinya KKN,” kata Kompol Sarjana. Mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Hukum ini dikatakan nekat mencuri HP karena HP miliknya sendiri telah rusak. Atas perbuatannya, pemuda asal Desa Sapeken Kabupaten Sumenep Jawa Timur ini langsung ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun penjara. (kmb31)
Semarapura (Bali Post) Mengantisipasi pesatnya perkembangan Nusa Penida, sejumlah terobosan berskala besar terus dilakukan pemerintah daerah. Salah satunya dengan mendorong percepatan pembangunan infrakstruktur untuk mengimbangi pertumbuhan akomodasi pariwisata di wilayah kepulauan tersebut. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Kamis (18/7) kemarin, mengaku harus “menerobos” Kementerian PUPR untuk mendorong Klungkung, khususnya Nusa Penida masuk ke dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara) 2020-2024. Bupati Suwirta menegaskan, para pejabat yang ditemui di Kementerian PUPR, di antaranya Kepala Pusat Fasilitas Infrastuktur Daerah Riono Soeprapto dan Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Kota Kecil dan Pedesaan
Manggas Rudy Siahaan. Tidaklah mudah menemui kedua pejabat ini. Berdasarkan pengakuan Bupati Suwirta, dirinya harus berjalan kaki berpindah-pindah gedung untuk bisa bertemu langsung dengan kedua pejabat ini. Saat pertemuan itu, Bupati Suwirta menyampaikan semua kebutuhan dasar Klungkung khususnya Nusa Penida sebagai sumber pendapatan daerah dengan potensi pariwisatanya. Selain itu kepulauan Nusa Penida juga telah menyandang berbagai predikat dari sejumlah kementerian. Yakni sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), sebagai Pulau Terluar Kawasan Konservasi Perairan, Pusat Pembibitan Sapi Bali, dan Kawasan Wisata Pengembangan Energi Terbarukan. Namun demikian, berbagai predikat itu belum membuat pembangunan infrastruktur
di kecamatan kepulauan itu optimal. Saat bertemu dengan Kepala Pusat Fasilitas Infrastuktur Daerah Riono Soeprapto dikatakan sesuai arahan dan visi misi Presiden Jokowi, arah pembangunan hendaknya selalu mendukung pembangunan pariwisata. Ini sejalan dengan situasi yang dihadapi Klungkung. Sebab, semua daerah ingin percepatan pembangunan, namun tidak semua memiliki potensi seperti Klungkung dengan kepulauan Nusa Penida. Untuk itu, dari Pusat Fasilitas Infrastruktur Daerah, dikatakan siap mendorong pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) untuk mendukung pengembangan pariwisata di Nusa Penida. Sementara dari Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Kota Kecil dan Pedesaan, Manggas Rudy
Siahaan, kata Suwirta, menyarankan Kepulauan Nusa Penida yang sudah menyandang berbagai status nasional harus dijadikan ujung tombak dalam setiap usulan ke pusat. Nama Nusa Penida dengan berbagai potensinya harus selalu menjadi bahan utama dalam setiap usulan daerah. Apalagi saat ini wilayah ini mengalami perkembangan yang sangat pesat di bidang pariwisata, dengan terus bertumbuhnya akomodasi pariwisata. Dengan diserahkannya usulan tersebut, Bupati Suwirta berharap pembangunan kebutuhan dasar seperti air dan infrastruktur di Kepulauan Nusa Penida bisa cepat terwujud untuk mengimbangi pesatnya perkembangan pariwisata saat ini. Sebab, kebutuhan dasar air ini, yang paling urgen harus segera terpenuhi sebagai destinasi pariwisata. (kmb31)
DIPERJUANGKAN - Wisatawan saat turun dari fast boat di kepulauan Nusa Penida. Perkembangan pariwisata yang makin pesat di Nusa Penida perlu diimbangi pembangunan infrastruktur. Namun dengan minimnya APBD, pembangunan di Nusa Penida perlu diperjuangkan agar masuk dalam program pembangunan nasional.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr PRT Wanita! Tdr Dlm,Rajin, Jujur,KTP,Serius 087846166366
Kuta Ardenia need Security & Engineering.Send CV to Jl.Kubu Anyar No.28 Kuta/0361 8468828 by email:reception@kutaardenia residance.com
Dcr Supir, punya SIM, kirim CV ke Bebek Tepi Sawah Resto Ubud
B.BP.154.07.19.0000683
Bth Ass.Guru(W),Bimbel,Max30th SMA / Sdg Kuliah,HP.081237090999 B.BP.001.07.19.0000662
Dbthkn:Tng adm,Bs Komp,Min S1 Krm ke Jl.Kebo Iwa Utara No.32 Dps,E:buanaindah@hotmail.com B.BP.001.07.19.0000661
Dcr Driver & Sales Counter bs Bhs Inggris Hub. Merrys Tour 0361235700 B.BP.004.07.19.0000681
B.BP.001.07.19.0000679
B.BP.004.07.19.0000598
Dcr sgr Pegawai Toko d/a Jl.Gn Catur Gatsu Brt Dps Hub.krisna.m/082145521880 B.BP.004.07.19.0000677
Dibthkn Sgr staff reservasi & Sales, pria/Wanita, brpnglmn, single, WA:081239390607/ (0361)8495245
Dibutuhkan PRT Cewek&Cowok u/Rumah di Sanur SMS:08123877799
DIJUAL MOBIL
Dicari Cepat!!!Tukang Kayu Utk Usaha Rumah Kayu Export.Jln.Ry Tojan 17 Gianyar.08123995608
DAIHATSU
DIJUAL RUMAH
Dijual mobil Daihatsu Xenia XI Manual Tahun 2005, warna Silver, plat DK,jarak tempuh 190.000 KM, buka harga Rp. 77.000.000,- Hub:081339381496
Jual Rmh Kos Dlm Kota Denpasar 4are 16Kmr TP. Hub.08123655107
B.BP.001.07.19.0000667
B.BP.001.07.19.0000617
Dicr Guru TK & FO,SMA Max 30Th Bs Kerja Team.Hub:082145707300 B.BP.001.07.19.0000426
Dicr Kitchen,Waitres,Bartender Hub Email:sutoyo27@gmail.com B.BP.001.07.19.0000668
DIJUAL MOBIL DAIHATSU
Taft GTS Th’91 Warna Putih Cat Original Istimewa Siap Pakai. Hubungi:087861225255
B.BP.004.07.19.0000629
RUPA-RUPA
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
ISUZU
Penter LS’05 Manual+Inova’05 DK+Kjg LGX’01 Dsl 087862547783 B.BP.001.07.19.0000672
B.BP.004.07.19.0000642
Dibutuhkan Designer Grafis khusus motif kain, kirim ke Mahendra Data 52 Telp.8466689
B.BP.004.07.19.0000674
B.BP.001.07.19.0000660
TOYOTA
Dijual monil Toyota Alphard S2.4 AT 2012,hitam,Bensin, 2.362 CC 450jt Nego, Hub. 081999250006 (Heri) BUC B.BP.004.07.19.0000506
PROPERTY
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dijual Tnh Lok.Medewi Pinggir Pantai,Cocok utk Villa 5Are. 12,8Are &18,65Are Harga 120Jt150Jt/Are.HB:08123917970/Siong
B.BP.001.06.19.0000758
B.BP.001.07.19.0000665
Dijual Guesthouse Jimbaran Bdg DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.07.19.0000089
Djl Rmh Lngkp 100/70M2 Pemilik Abianbase Mengwi,Badung Hub:08113887678/08563781175 B.BP.001.07.19.0000666
PROPERTY Tanah+BangunanLs.23,3AreLok. Pinggir Jln Raya Kuta,Peminat Serius Hub.08192281012 Maaf TP B.BP.001.07.19.0000623
B.BP.001.07.19.0000627
PROPERTY
PENGUMUMAN
DIJUAL RUKO
Dijl Ruko 3lt diGn Agung Strat Hub.087861488111/081275390529
B.BP.004.07.19.0000639
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
B.BP.001.07.19.0000496
DIJUAL TANAH
KEHILANGAN Hlg IMB No.118/BPPT/IMB/2016 Tanggal 20 Januari 2016 AN.Ni Made Yuliana Dewi
KEHILANGAN HlgBPKBNO.A0571162-ODK697JE AN.Made Yenny Latrini,SE.Msi
B.BP.001.07.19.0000671
Sehubungan dengan pergantian pengurus Yayasan ELISAMA dg ini mengharapkan kepada Sdri Veronika Mudya Dihta Augustin untuk dtg/hubungi Ibu Kt.Ester Tinggalini,Jl.Batas Dukuh Sari Gg.Dara No.2 Sesetan Dps HP.08164708665/085100908314 yg mengetahui keberadaannya agar menginformasikan.Terima Kasih B.BP.001.07.19.0000664
BENGKEL LAS
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
Hanya Rp.100 JUTA Per Unit Villa
Miliki Sekarang!!
VILLA Pinggir Pantai dengan pasir putih di SANUR BALI
TYA 081237675135 DONI 081338977777 www.7lazvillas.com C.0000593-BGN
BANGLI
14
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
Masyarakat Diharapkan Lanjutkan Program Biopori
Gusti Laksana
Bangli (Bali Post) – Program pembuatan biopori sempat digalakkan Pemkab Bangli beberapa tahun lalu. Tujuannya untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Meski bagus namun program itu tak pernah lagi terdengar kelanjutannya. Bali Post/kmb40 Plt. Sekretaris Di-
nas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli Gusti Laksana dikonfirmasi belum lama ini mengatakan, program biopori dulunya merupakan program pusat. Program itu diposkan ke masyarakat. Masing-masing banjar/desa saat itu dibagikan alat pembuatan lubang biopori. “Per banjar dapat kebagian lima alat,” terangnya. Tak hanya dibagikan alat, dalam program itu masyarakat
juga diajarkan cara membuat lubang biopori di rumah. Dalam program itu, masing-masing rumah diharapkan membuat lubang biopori secara mandiri menggunakan alat yang sudah dibagikan. “Program itu sangat bagus untuk lingkungan karena bermanfaat untuk meningkatkan daya resap air pada tanah. Apalagi di tengah zaman modern seperti sekarang, banyak halaman rumah yang dilakukan
pengerasan, jalan, serba beton, perlu ada resapan,” jelasnya. Meski diakuinya sangat bagus untuk lingkungan, namun saat ini program itu tidak lagi berjalan. Ia mengatakan dalam menjaga lingkungan pemerintah tidak cukup hanya melaksanakan program biopori, namun juga program lainnya seperti reboisasi, dan pembersihan kali atau sungai. “Sekarang kita poskan pada program lain. Karena yang namanya lingkungan kan
tidak bisa dijaga dengan biopori saja,” terangnya. Meski demikian, Gusti Laksana mengharapkan program biopori masih bisa dilanjutkan dan diterapkan di masyarakat secara mandiri. Sehingga daya resap air pada tanah tetap terjaga. “Dengan pembuatan biopori, lingkungan akan terjaga. Biopori efektif untuk mencegah banjir. Dan saat musim kemarau, tidak akan gersang,” imbuhnya. (kmb40)
Bahu Jalan di Selat Amblas
Pemerintah Diminta Segera Memperbaiki Bangli (Bali Post) -
Jalan penghubung Banjar Selat Peken dengan Selat Tengah, Desa Selat, Susut terancam ambrol. Itu terjadi lantaran bahu jalan yang ada di salah satu sisinya sudah amblas terkikis air hujan. Agar kondisinya tak semakin parah, masyarakat setempat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. Perbekel Desa Selat I Wayan Windu Ardana, Kamis (18/7) kemarin mengatakan, kerusakan bahu jalan di desanya itu sudah terjadi cukup lama. Sejak sekitar tiga tahun terakhir. Penyebab amblasnya bahu jalan tersebut karena terkikis air hujan. Kondisi tersebut diakui cukup mengganggu warganya dan pengguna jalan lainnya. Kendaraan yang melintas harus berhati-hati melewati jalan itu. Sebab, amblasnya bahu jalan tersebut rawan menyebabkan aspal ikut tergerus. ‘’Sangat berbahaya. Kendaraan yang melintas harus agak ke
utara. Kalau ada kendaraan yang berpapasan, salah satu harus mengalah,’’ terangnya. Terkait kerusakan bahu jalan yang perbaikannya menjadi kewenangan pemerintah kabupaten itu, Windu mengaku sejatinya sudah mengajukan usulan perbaikan dalam musrenbang kecamatan. Namun, belum ada tindak lanjut sampai sekarang. Tahun ini pihaknya berencana kembali mengusulkan perbaikan itu ke pemerintah. Ia berharap amblasnya bahu jalan itu bisa secepatnya diperbaiki sebelum kondisinya bertambah parah.
‘’Kami harapkan supaya secepatnya diperbaiki untuk menghindari adanya kecelakaan,’’ katanya. Ditambahkannya bahwa jalan tersebut selama ini menjadi akses utama terdekat yang dilalui warganya. Kalau mau melalui jalan alternatif lainnya, warga harus memutar ke Susut dengan jarak cukup jauh. Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, bahu jalan yang amblas berada di sisi selatan jalan. Guna menghindari adanya warga yang jatuh atau kecelakaan di jalan itu, di sekitar lokasi sudah dipasangi bambu. (kmb40)
Bali Post/kmb40
AMBLAS - Kondisi bahu jalan yang amblas. Masyarakat minta agar kerusakan itu segera diperbaiki.
Hari Raya Tak Pengaruhi Harga Jeruk Kintamani Bangli (Bali Post) – Hari raya Galungan yang segera datang, tak berpengaruh terhadap harga jeruk Kintamani. Harga jeruk Kintamani di tingkat petani masih relatif murah di kisaran Rp 3.500 per kg. Menurut sejumlah petani, murahnya harga jeruk Kintamani saat ini terjadi lantaran melimpahnya buah jeruk di pasar yang dipasok dari Jawa. Salah seorang petani jeruk Kintamani, Nyoman Terus, Kamis (18/7) kemarin mengungkapkan, jika dibandingkan masa panen tahun lalu, harga jeruk saat ini terbilang murah. Pada tahun lalu, harga jeruk jenis siem laku dijual Rp 6 ribu per kilogram. Sekarang hanya Rp 3.500-4 ribu per kilogram. Sementara jeruk Kintamani jenis slayer, yang dulunya laku dijual Rp 4-5 ribu per kilogram, kini hanya laku Rp 1.500 per kilogram. Menurut petani asal Desa Awan ini, murahnya harga jeruk saat ini terjadi karena melimpahnya jeruk di pasaran. Ia mengungkapkan sebagaimana hasil pantauannya di pasar, buah jeruk yang masuk ke pasar tersebut tidak saja jeruk dari daerah Bali namun juga banyak dari daerah lain seperti Medan. ‘’Lumayan banyak. Malah melebihi jeruk Kintamani,’’ ungkapnya. Dikatakannya, datangnya hari raya Galungan di Bali tak banyak berpengaruh terhadap harga jeruk Kintamani saat ini.
Sebab pasar lokal tidak begitu banyak kebutuhannya. Kebutuhan jeruk selama ini lebih banyak datang dari pasar luar di Pulau Jawa. Terus memperkirakan harga jeruk Kintamani Rp 3.500 per kilogram saat ini akan bertengger selama satu hingga satu setengah bulan mendatang. ‘’Dari beberapa pedagang yang saya tanya di pasar induk, cukup lama biasanya. Karena jeruk Medan saat ini baru awal-awal masuk ke pasar. Berarti belum puncak panen di sana. Sehingga perkiraannya satu sampai satu setengah bulan, harga jeruk Kintamani stagnan,’’ katanya. Murahnya harga jeruk saat ini juga diakui petani lainnya I Ketut Sandia. Petani di Desa Manikliyu ini menyebutkan harga jeruk Kintamani jenis siem saat ini di kisaran Rp 3.500 - 4 ribu per kilogram, sementara jeruk slayer kisaran Rp 1.000 - 1.500 per kilogram. Ia mengatakan datangnya hari raya Galungan dan Kuningan selama ini tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap harga jeruk Kintamani. Harga jeruk sangat tergantung pada permintaan dari Pulau Jawa. ‘’Kalau Galungan biasanya tidak ada pengaruhnya karena kisaran pasar lokal saja. Pasar Jawa yang benar-benar menentukan. Kalau ada banjir saja di Jawa sudah berpngaruh dengan harga,’’ tandasnya. (kmb40)
Danau Buatan Segera Dibangun
Pengelolaan Dilakukan Tiga Desa
JERUK - Tanaman jeruk di wilayah Kintamani.
Bali Post/kmb40
Bangli (Bali Post) – Pembangunan danau buatan di wilayah Desa Pakraman Abang, Kintamani akan segera dikerjakan pemerintah dalam waktu dekat. Setelah jadi, pengelolaan danau tersebut akan dilakukan tiga desa yakni Desa Suter, Abang Batudinding dan Abang Songan, Kintamani. Perbekel Desa Abang Batudinding Made Diksa dihubungi, Kamis (18/7) kemarin mengungkapkan, belum lama ini Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli telah melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait rencana pembangunan danau buatan itu. Sosialisasi dilakukan sebanyak dua kali. Dalam sosialisasi tersebut, pihak Dinas PUPRPerkim menyampaikan bahwa pembangunan danau buatan akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat. Ditargetkan, pembangunannya selesai selama lima bulan. ‘’Informasi kemarin seperti itu,’’ ungkapnya. Dikatakan Diksa, lokasinya mengambil tempat di bawah areal Pura Bubung Renteng desa setempat. Bergeser dari lokasi semula yang direncanakan di timur Pura Desa Abang dan selatan Kantor Desa Abang Batudinding. Alasan
digesernya lokasi untuk memudahkan pendistribusian air. Jika dibangun di lokasi awal, biaya yang dikeluarkan bertambah untuk menarik air dan pembangunan bak penampungan tambahan. Lanjut dikatakannya, danau buatan yang akan dibangun tersebut luasnya 14x50 meter. Debit air Danau Batur yang akan diangkat untuk dibawa ke danau buatan 20 liter/detik. Pengangkatan air akan dilakukan menggunakan mesin. Nantinya setelah pembangunan danau buatan selesai, danau buatan akan dikelola tiga desa. Air danau buatan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Diksa mengatakan sebagaimana yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut, biaya operasional yang dibutuhkan untuk mengangkat air per harinya mencapai Rp 72 juta per bulan. Untuk menutupi biaya operasional tersebut, nantinya masyarakat akan dikenakan tagihan sesuai pemakaian. Biaya tagihan per kibiknya akan dirancang lebih ringan dibandingkan biaya yang selama ini dikeluarkan masyarakat untuk membeli air tangki. ‘’Kami harapkan pembangunannya bisa segera terealisasi,’’ harapnya. (kmb40)
OLAHRAGA
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
15
Jonatan Christie dan Kevin/Marcus Lolos Perempatfinal Indonesia Open Jakarta (Bali Post) – Jonatan Christie dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melaju ke perempatfinal Indonesia Open 2019. Mereka melenggang mudah.
289 Petenis Meja Marakkan Bali Open
Jonatan lebih dulu memastikan tempat di babak delapan besar Indonesia Open. Dia mengalahkan Hans-Kristian Vittinghus dari Denmark dalam laga di Istora, Kamis (18/7) kemarin, dengan skor 22-20 dan 21-13. Kemenangan itu membuat Jonatan melaju ke babak perempatfinal turnamen bulu tangkis BWF level 1000 itu. Jonatan akan berebut tiket semifinal dengan Chou Tien Chen. Pemain Taiwan itu sudah lebih dulu melaju ke babak perempatfinal usai mengalahkan Lin Dan dari China. Hasil positif itu sekaligus menjadikan Jonatan sebagai satu-satunya tunggal putra Indonesia di babak perempatfinal. Anthony Sinisuka Ginting tersingkir di babak kedua usai dikalahkan Kantaphon Wangcharoen (Thailand). Di laga lain, hasil bagus juga diraih Kevin/Marcus. Mereka memastikan tempat di babak delapan besar usai mengalahkan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dari India dengan skor 21-15, 21-14. Kevin/Marcus tinggal menunggu lawan di babak perempatfinal. Yakni pemenang laga antara Choi Solgyu/Seo Seung Jae dan wakil China Zhang Nan/Ou Xuan Yi. Ganda putra Indonesia lain, Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama memetik hasil berbeda. Mereka disingkirkan oleh unggulan ketiga dari China, Li Junhui/ Bali Post/PBSI Liu Yu Chen, dengan skor 10-21, 13-21. GANDA - Pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi (kmb33/ant) Gideon.
Bali United Tumbang Lagi
Lamongan (Bali Post) – Bali United kembali menelan kekalahan di Liga 1 2019, kali ini saat menghadapi Persela Lamongan di pekan kesembilan. Stefano Lilipaly cs. tumbang 0-2. Bertanding di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Kamis (18/7) kemarin, Persela langsung memimpin sejak menit ke-15. Alex Dos Santos Goncalves yang membobol gawang Wawan Hendrawan. Berawal dari tendangan penjuru Kei Hirose, Alex bisa memenangi duel udara dan menanduk bola masuk ke gawang Bali United. Persela unggul 1-0. Keunggulan Persela bertambah di injury time babak pertama. Lagi-lagi Alex yang men-
catatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan sodoran Delvin Rumbino, Alex melepaskan tendangan placing yang mengarahkan bola ke pojok kiri gawang Bali United. Skor 2-0 untuk keungulan Persela menutup babak pertama. Di babak kedua, laga berjalan ketat. Bali United cukup kesulitan membongkar pertahanan Persela yang cukup disiplin. Memasuki menit ke-80, kesulitan Bali United membuat salah satu stafnya di bench sempat protes keras. Alhasil, wasit memberi kartu merah. Pelatih Stefano Cugurra Teco mesti menenangkan benchnya. Hingga laga tuntas, tidak ada
Tingkatkan Ekonomi ‘’Lebih jauh lagi akan menciptakan titik perekonomian baru, bisa restoran, hotel yang ujungnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,’’ sebutnya. Selain itu, Gubernur Koster juga tak menampik terkait pembangunan shortcut lain untuk memperlancar integrasi infrastruktur. ‘’Jadi untuk Ban-
Jumat, 19 Juli 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Melarapan Karya Ngenteg Linggih Pinake Sarana Nincapang Srada Bakti Ring Ida Sang Hyang Widi (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Uttara Kanda (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Dialog Interaktif BNP2TKI 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Wirasa Peduli Sesama 10:30 Wita Ista Dewata Pura Durga Kutri 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Melarapan Karya Ngenteg Linggih Pinake Sarana Nincapang Srada Bakti Ring Ida Sang Hyang Widi (3) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita Sanggar Warini (1) 17:00 Wita DW TV 17:30 Wita Kartun Uttara Kanda (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Gek Munthi dan Anak Agung Gde Bagus Udayana 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Folk Song 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Sanggar Waringin Manik Suci(3) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel
dara Bali Utara, sabar dulu. Kita sempurnakan jalan pendukungnya, agar semuanya tertata dan terencana,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Balai Besar Perbaikan Jalan Nasional (BBPJN) VIII I Ketut Darma Wahana mengungkapkan, hingga saat ini progress pembangunan titik 5-6 telah rampung 60 persen. ‘’Sedangkan titik 3 telah rampung 30 persen, dan titik 4 sudah jalan 30 persen,’’ terangnya. Menurut Wahana, titik 3-4 akan mempersingkat waktu tempuh 5 menit dengan memperpendek panjang jarak 800
gol balasan dilesakkan Bali United. Tim asal Pulau Dewata itu pun kalah 0-2 dari Persela. Kekalahan ini menjadi yang kedua beruntun didapat Bali United, setelah akhir pekan lalu kalah 0-1 dari Barito Putera. Adapun sebaliknya, Persela meraih kemenangan kedua beruntunnya sejak dilatih Nilmaizar. Hasil ini pun membuat Bali United tertahan di peringkat kedua dengan 16 poin dari 8 laga. Sementara Persela perlahan keluar dari zona merah, dengan sementara naik ke peringkat ke-12 berkat raihan 8 poin. Di pertandingan lain, derby Papadaan dimenangkan Borneo FC
meter. ‘’Walaupun sedikit tapi jauh lebih nyamam karena dari 15 tikungan tinggal 5, juga jauh lebih landai dengan kemiringan 6 derajat,’’ jelasnya. ‘’Terima kasih untuk Pemkab Tabanan, desa adat dan warga yang turut membantu lancarnya pembangunan,’’ ucapnya. Acara Ground Breaking ditandai dengan penekanan tombol dan sirene oleh Gubernur Koster yang didampingi pula Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti. Dilanjutkan dengan peninjauan singkat ke lokasi proyek. (kmb)
Pertumbuhan Global Kebijakan tersebut diambil bank sentral dengan pertimbangan rendahnya inflasi ke depan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah prospek pertumbuhan global yang sedang turun. Dari eksternal, pelaku pasar kini kembali meyakini bahwa The Fed akan memangkas suku bunga tiga kali di tahun ini. Yang paling dekat pemangkasan akan dilakukan pada 31
Juli 2019 atau 1 Agustus 2019 waktu Indonesia, kemudian dua lagi di bulan September dan Desember 2019. Rupiah pada pagi hari dibuka menguat 13.979 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran 13.925 per dolar AS hingga 13.981 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi 13.976 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi 13.949 per dolar AS. (ant)
atas Barito Putera dengan skor 4-3. Gol Borneo dilesakkan Asri Akbar di menit ke-30, Terens Puhiri (42’), Renan Silva (58’), dan Matias Conti (76’). Adapun Barito Putera cuma membalas lewat aksi Rizky Pora (48’), Gavin Kwan Adsit (55’), dan Rafael Silva (65). Kemenangan membawa Borneo FC naik ke posisi 10 dengan 10 poin dari 6 laga. Sementara Barito Putera tertahan di posisi ke-14 dengan baru meraih 7 poin dari 8 laga. (kmb33/ant)
Denpasar (Bali Post) Tercatat 289 petenis meja dari 11 negara dipastikan ikut menyemarakkan turnamen internasional Bali Open di GOR Merpati Denpasar pada 19-21 Juli. Rencananya, Ketua Pengprov PTMSI Bali yang juga Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose membuka event tersebut pada Jumat (19/7) pagi ini. Referee Wayan Gede Eka Putra di Denpasar, Kamis (18/7) kemarin, menjelaskan petenis meja asing yang ikut berpartisipasi pada turnamen internasional ini berasal dari Macau, Guangzhou, Guangdong, Tangshan, Sichuan, Guangxi, Taiwan, Hongkong, Filipi-
na, Malaysia, Jerman dan Republik Cezh. Wayan Gede Eka Putra merinci per atlet yang turun di nomor tunggal putra (186), tunggal putri (112), ganda putra (87), ganda putri (49), serta di tambah ganda eksekutif (32). ‘’Jadi, turnamen ini mempertandingkan empat nomor prestasi’’ ungkapnya. Menurutnya, selain diikuti petenis meja asing, atlet beberapa provinsi juga ikut berpartisipasi seperti Jatim, Jateng, Sulut, Sumsel, Papua, DKI, Sulsel, DIY. Atlet andalan dari beberapa provinsi ini saling intip kekuatan, mengingat pra PON cabor tenis meja digelar tahun 2020 mendatang. Sementara petenis meja Pengkot dan Pengkab PTMSI se-Bali juga mengirimkan atlet terbaiknya sebagai ajang try out menjelang Porprov Bali di Tabanan pada September mendatang. ‘’Atlet Porprov juga turun membela daerahnya masing–masing pada event internasional ini,’’ terangnya. Sedangkan petenis meja Denpasar menurunka n atletn y a seperti Komang Abud Sumerta, Pasek, Puspawati, Galuh dan Manik. (022)
KESEHATAN
balipost http://facebook.com/balipost
Jumat Kliwon, 19 Juli 2019
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
TOP ARTOTEL Sanur
IN VASI
Perpaduan Seni dan Kenyamanan Demikian diungkapkan Shanty Arnaya, Marcom Manager Bali Cluster, baru-baru ini. ‘’Kami bekerja sama dengan beberapa artis kontemporer baik lokal maupun internasional yang berdomisili di Bali seperti Ines Katamso, Natisa Jones, Kemalezedine, I Made Wiguna Valasara, Pintor Sirait dan Cherry Virginia. Mereka memberikan karya terbaik mereka untuk mewarnai properti kami,’’ imbuh Shanty. Selain keunikan dari dekorasi interior, ARTOTEL Sanur memiliki eksterior unik menyerupai layanglayang. ‘’Kami terinspirasi festival layang-layang yang rutin diselengarakan di Bali. Kami berharap dengan desain yang unik, properti kami dapat menarik turis yang berlalu-lalang di kawasan Sanur. Selain itu kami ingin
WONDERFUL BALI ARTOTEL Sanur memang pantas menyandang namanya yakni art hotel. Properti ketiga dari ARTOTEL Indonesia ini mengedepankan seni yang mewarnai hampir seluruh bagian hotel. Dengan memancarkan energi keindahan Bali, ditambahkan dengan imajinasi, hasrat serta memadukannya dengan pelayanan berbasis ARTfelt, ARTOTEL Sanur memberikan warna baru bagi konsep akomodasi pariwisata di Bali.
BUDAYA
Hasilkan Kefir Bergizi Tinggi Sapi Bali Bisa Diperah SUSU sapi Bali ternyata memiliki kandungan gizi yang tinggi. Hampir sama dengan ASI. Lebih bagus dari susu kambing. Bahkan jika dibuat olahan seperti kefir, susu sapi Bali manfaatnya lebih bagus daripada yogurt. Namun, saat ini sapi Bali hanya dimanfaatkan untuk tenaga dan diambil dagingnya. Sementara pemanfaatan susunya belum dilakukan. Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, M.P. sekaligus Founder Ne Kefir menjelaskan, secara genetik, sapi Bali sama dengan sapi perah sehingga bisa diambil susunya. Ilmu pengetahuan tentang genetika tidak identik dengan rekayasa saja, tetapi juga dengan mengadaptasikan tanaman atau hewan menjadi seperti yang diinginkan. Misalnya kalau sapi, menjadi sapi perah. ‘’Genetik tidak saja direkayasa atau disilangkan. Apalagi sapi Bali tidak boleh disilangkan. Bahwa sudah ada peraturan pemerintah sejak lama, sapi Bali harus dilestarikan, maka yang bisa dilakukan adalah mengadaptasikan dengan lingkungan,’’ ungkapnya, Senin (15/7). Sapi Bali dapat diambil susunya setelah melahirkan sampai usia empat bulan. Namun semakin tua usia anaknya, semakin sedikit susu yang dihasilkan, yaitu sampai usia anaknya empat bulan sisa susunya tinggal
setengah liter. Pada periode awal pascamelahirkan, dari 3,5 liter susu yang dihasilkan sapi Bali, 1,5 liter untuk anaknya, sisanya 2 liter bisa diperah untuk dimanfaatkan manusia. Selama ini tidak banyak masyarakat yang memerah susu sapi Bali sehingga sisa susu dari hasil produksi di tubuh sapi hilang dan larut begitu saja dalam tubuh sapi. Ia berharap selain sapi Bali untuk sapi pekerja dan sapi potong, juga bisa dijadikan sapi perah untuk mendapatkan susunya karena kualitasnya bagus, lebih bagus dari susu kambing. Apalagi kalau diolah lagi menjadi produk– produk seperti kefir. ‘’Sementara kita punya keunggulan sapi Bali yang merupakan plasma nutfah,’’ ujarnya. Kegiatan memerah sapi Bali ini pun,
menurutnya, bisa dijadikan skala industri, namun untuk menjadi industri dibutuhkan inovasi dan kreativitas. Bali pun telah memiliki sistem pertanian terpadu (Sipadu). Dari Sipadu inilah nantinya bisa dikembangkan industri susu sapi perah. Dalam pertanian Sipadu, sapi hanya digunakan untuk sapi potong dan sedikit untuk sapi pekerja. Dikatakan, perlu juga edukasi pada petani untuk memerah susu sapi Bali. Upaya edukasi ini tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah tapi semua pihak. ‘’Dengan hasil riset yang dilakukan Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App. Sc. ternyata mendapatkan susu seperti itu tidak susah, hanya perlu mengedukasi teknik memerah,’’ ungkapnya. (may)
SMP PGRI 9 Denpasar
Sekolah Bermutu, Taat Pemendikbud, Pertama Terapkan SPM SENIMAN KULINER AWAL pendaftaran PPDB 2019, SMP PGRI 9 Denpasar diserbu masyarakat. Bahkan jumlah peminatnya mencapai 396 calon siswa, sedangkan kursi yang tersedia hanya 240 orang. Namun, sejak Pemkot Denpasar membuka pintu PPDB gelombang II, calon siswa barunya yang bertahan menjadi 120 orang. ‘’Saya kecewa, namun tetap tabah dan sabar, mengapa sampai dibiarkan begitu. Percuma kita selama ini bicara mutu,’’ tegas Kepala SMP PGRI 9 Denpasar Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M., M.Si. saat memimpin aksi bersih-bersih siswa baru serangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (18/7) kemarin. Sekalipun jumlah siswanya berkurang, dia berbangga karena menjadi sekolah swasta pertama yang paling taat asas aturan Permendikbud 51/2018 dengan menyiapkan satu kelas untuk 32 siswa. Ketentuan Permendikbud ini mensyaratkan setiap rombel diisi 32 siswa untuk SMP. Bahkan ketentuan ini menunjukkan SMP PGRI 9 Denpasar pertama yang menerapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kota Denpasar. ‘’Sekolah negeri saja kini diisi 4042 siswa, kami konsisten menerapkan 32 siswa/rombel,’’ tegasnya. A.A. Ketut Sumitra
KESEHATAN
TOP IN VASI MPLS - Kepala SMP PGRI 9 Denpasar A.A. Ketut Sumitra saat menutup MPLS bagi siswa baru.
WONDERFUL yang juga pangelingsir Puri BALI Padangluwih, Dalung (duwe
Puri Mengwi) didampingi Wakasek I Gusti Ngurah Pada Parnawa, S.Pd., A.A. Istri Hendriyani, M.Pd., I Gusti Ngurah Made Sudarmana, S.Pd. dan I Made Dana S.Pd. menegaskan, sejak awal SMP PGRI 9 Denpasar menerapkan pendidikan model kasih sayang. Orangtua yang menarik anaknya untuk ke sekolah negeri, dia persilakan. Bahkan semua uang pakaian dan bangunan ditarik 100 persen. Keikhlasan ini justru berbalik manis, karena sebagian orangtua siswa menyumbangkan biaya pendidikan yang sudah dibayar secara sukarela.
BUDAYA
PENDIDIKAN
Rebung Bambu Tabah
Banyak Peminat, Stok Terbatas
KOMODITAS unggulan Desa Pupuan, Tabanan, selain kopi adalah rebung bambu tabah. Rebung ini dikenal dengan tekstur yang khas. Karenanya banyak yang berminat membeli rebung ini untuk diolah menjadi makanan. Tak hanya masyarakat lokal, wisatawan terutama dari Jepang juga suka rebung jenis ini. Meski banyak permintaan, produk rebung ini terbatas, karena hanya tersedia saat musim hujan. Salah satu desa di Pupuan yang BUMDes-nya menjadikan rebung bambu tabah menjadi salah satu produk unggulan adalah BUMDes Padangan. Menurut Perbekel Desa Padangan Wayan Wardita, BUMDes Padangan mulai terjun mengolah rebung bambu tabah sejak tahun 2018. ‘’Pemerintah Kabupaten Tabanan telah mendorong agar rebung bambu tabah ini dilestarikan. Juga didorong untuk bisa menjadi pendapa-
PENDIDIKAN
tan lebih bagi petani. Mengingat rebung ini dihasilkan cukup banyak di Pupuan saat musim hujan,’’ katanya, belum lama ini. Pemkab Tabanan telah memberi bantuan lemari pendingin untuk penyimpanan rebung bambu tabah sebanyak empat unit ke BUMDes Padangan, selain bantuan alat vakum untuk pengemasan. Pemkab juga memberikan pelatihan bagi SDM di BUMDes Padangan,
sehingga mampu melakukan pengolahan rebung yang baik sebelum dilempar ke pasaran. Musim rebung, kata Wardita, umumnya terjadi pada bulan Desember hingga Maret atau saat musim hujan berlangsung. Tidak hanya Desa Padangan, bambu tabah ini hampir ada di seluruh wilayah Pupuan. Saat musim panen, biasanya BUMDes akan membeli ke petani seharga Rp 1.500 hingga Rp 3.000 per batang sesuai ukurannya. Setelah dibersihkan dan diolah serta dikemas, rebung ini kemudian dijual seharga Rp 17.000 per kemasan. Dalam memperluas pemasaran, BUMDes Padangan sudah bekerja sama dengan BUMDa dalam hal ini Perusahaan Daerah Dharma Santhika (PDDS) Tabanan. Menurut Direktur PDDS Tabanan Putu Sugi Darmawan, pemasaran produk rebung bambu tabah ini masih terbatas, karena pasokannya juga terbatas. Selain pasokan yang terbatas, PDDS juga belum bisa memasarkan ke toko modern yang bekerja sama dengan PDDS Tabanan karena produk ini belum memiliki izin PIRT. Ke depan, PDDS Tabanan akan mendorong BUMDes Padangan untuk mendapatkan PIRT ini dan tentu mendorong pengolahan pascapanen rebung sehingga bisa memenuhi stok selama satu tahun dan tidak terbatas seperti saat ini. ‘’Karena dari penelitian, stok rebung ini bisa terpenuhi selama satu tahun asalkan menerapkan prosedur pengolahan dan perlakuan pascapanen yang tepat,’’ ujarnya. (san)
memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi mereka yang tinggal di ARTOTEL,’’ kata Shanty. ARTOTEL juga menawarkan berbagai kelebihan yang mengedepankan kenyamanan bagi tamu yang menginap. Hotel ini memiliki kolam di rooftop yang pertama di daerah Sanur. Selain itu terdapat banyak pilihan kamar yang sesuai dengan minat para turis, seperti kamar yang memiliki sea view. Tamu yang menginap juga akan dimanjakan dengan berbagai pilihan menu di ROCA, restoran dan bar yang buka penuh selama 24 jam. ‘’Dengan keunikan dan kelengkapan fasilitas hotel ini, kami berharap tamu akan merasa nyaman tinggal di ARTOTEL Sanur,’’ terang Shintya. (gie)
SENIMAN
Ditambahkannya, dari 396 yang berminat, yang mendaftar ulang 189 orang dan pada PPDB tahap II pindah ke sekolah negeri sebanyak 60 orang. Un tuk itu Kasek A.A. Ketut Sumitra yang berpengalaman puluhan tahun mengelola sekolah berkualitas ini minta kepada Wali Kota untuk menyetop perpindahan siswa swasta ke sekolah negeri. Sebab, dia khawatir usai berakhirnya MPLS dan di tengah semester akan banyak lagi siswa yang hijrah ke negeri. ‘’Itu pun kalau saran kami didengar,’’ ujarnya. Terhadap kondisi ini, A.A. Sumitra memilih tabah dan mensyukuri apa ad-
anya. Dia tetap tak mau mengurangi jumlah guru, apalagi memotong gaji mereka. Dia dan dewan guru tetap semangat mengajar dengan penuh kasih sayang. ‘’Kami tak mau mengorbankan guru, kami harus tetap tampil berkualitas,’’ tegasnya. Dengan 120 siswa baru dia jadikan empat kelas. Ini juga bentuk keunggulan SMP PGRI 9 Denpasar dalam PPDB tahun depan sesuai dengan visi dan misinya yakni sekolah unggul, beriman, berdaya saing tinggi dan peduli dengan lingkungan berlandaskan moto ‘’Widya Jaya Jayanthi’’. ‘’Sedikit siswa, kami bisa proses secara berkualitas akan menghasilan lulusan berkualitas. Iniah yang disebut sekolah bermutu,’’ tegasnya. Selama tiga hari siswa baru SMP PGRI 9 Denpasar menjalani MPLS dengan penuh kasih sayang, gembira dan menyejukkan. MPLS dipusatkan di aula sekolah di Jalan Gatot Subroto VI.J No.15. Kasek A.A. Sumitra bangga ternyata siswa barunya banyak yang cerdas dengan perolehan NUN yang tinggi. Ini menjadi tantangan bagi guru untuk mengajar dengan metodologi berbasiskan digital. ‘’Kami sudah workshop -kan para guru menuju PBM berbasis digital,’’ tegas Wakil Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali ini. (ad690)
Alien Child Duta YMI
SUARA khas dan semangat berkarya dimiliki penyanyi duo bersaudara, Aya dan Laras. Menamakan diri ‘’Alien Child’’, penyanyi asal Nusa Penida ini kini tengah melejit di belantika musik Bali. Tak lama setelah melepas single dan video klip ‘’No Trust No Pain’’, kini Alien Child resmi didapuk menjadi duta ambassador artis Yamaha Music Indonesia (YMI) dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini tentu tidak d a t a n g b e g i t u s a j a . B utuh perjuangan dan kerja keras untuk bisa menghadirkan karya terbaik, sehingga mereka bisa terpilih. Hal itu bermula ketika Alien Child baru saja merilis video klip ‘’Taksu’’ dari album Taksu Trilogy, mereka mendapatkan publikasi yang luas. Tidak hanya di media lokal, namun juga nasional. Di antara sekian banyak pihak yang tertarik dengan pemunculan Alien Child, salah satunya pimpinan YMI yang kemudian menelusuri lebih jauh tentang Alien Child dari Spotify dan kanal digital lain, termasuk video-video yang sudah dipublikasikan di Youtube. Tidak berhenti di sana, salah satu anggota tim YMI kemudian menghubungi Alien Child lewat medsos dan tertarik untuk memberikan endorse alat musik secara cumacuma. Namun, pemberian alat
musik tersebut tidak segampang yang dikira. Alien Child harus menunjukkan secara langsung performa mereka. Itu terjadi kala mereka diminta tampil di booth YMI di ajang Java Jazz Festival 2019. ‘’Beruntung sekali, audiens begitu antusias dan suka melihat penampilan kami. Salah satu alasannya, karena Alien Child tak hanya tampil, namun juga mampu menulis lirik, mengaransemen musik, dan memproduksi lagulagu sendiri,’’ ujar Aya dan Laras beberapa waktu lalu. Terpilihnya mereka di YMI, menjadi babak baru dalam perjalanan karier mereka di musik. Maka sejak Juni lalu, YMI memberi dukungan secara cuma-cuma berupa fasilitas alat musik yang diperlukan Alien Child untuk mengembangkan talenta musiknya. Selain itu, Aya dan laras juga diberikan kesempatan untuk tampil dalam berbagai event musik bersama YMI di sejumlah kota di Tanah Air. Salah satunya, mereka akan tampil di Surabaya Music Expo 2019, pada 28 Juli mendatang. Selaku orang tua sekaligus produser, Ketut Suarma mengaku bangga putri-putrinya bisa terpilih menjadi duta ambassador YMI. Hal ini menunjukkan bahwa karya-karya musik Alien Child bisa bersaing dengan karya-karya musik lainnya. Pihaknya pun akan terus mendukung Alien Child untuk bisa mengejar mimpinya. (win)