Skip to main content

Edisi 19 Juni 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 295 TAHUN KE 68

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (141 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

minggu kliwon, 19 juni 2016

INDONESIAKU “ORANG kelas menengah itu belum kaya, namun sudah genit.” – Hermawan Kartajaya Bulan Mei lalu, saya pergi ke Yogyakarta. Ada kolega yang kawinan. Jadi ceritanya kita kondangan. Pernikahannya digelar di Hotel Hyatt

Yogyakarta. It was a beautiful wedding! Namun, saya bukan mau cerita wedding-nya. Yang saya mau ceritakan adalah kondisi Yogyakarta pada long weekend itu. Penuh, rame, macet! Saya bermaksud membeli pia buat oleh-oleh, kata penjualnya, “Cuma tersisa yang

di-display saja”. Tempat makan gudeg juga sama. Tidak kebagian ayamnya (nah lho… makan gudeg tanpa ayam). Kondisi yang sama juga terjadi di Bali setiap long weekend. Dan ternyata terjadi juga di Bandung dan Bogor dan seterusnya. Padahal, kondisi perekonomian Indonesia katanya sedang lesu. Omzet bisnis drop. Ekonomi yang mulai rebound di kuartal terakhir 2015 (naik dari terendah 4,7% di semester

www.alexpchandra.com

@balipostcom (4.195 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

pertama 2015 menjadi 5,1% di kuartal terakhir 2015) slowing down lagi ke 4,9% (kuartal pertama 2016). Momentum pertumbuhannya tidak berlanjut. Ekspansi kredit perbankan melemah. Beberapa bank juga mencatat pertumbuhan kredit yang negatif semester pertama 2016 ini. Risiko kredit naik, NPL perbankan merangkak naik. Tapi orang pelesiran terus. Orang belanja terus. Piye iki?

Kelas Menengah Penjelasannya adalah karena kelas menengah Indonesia yang sedang bangkit. Pak Hermawan Kartajaya selalu mengatakan “Kelas menengah ini belum kaya, namun sudah genit.” Artinya, nafsu belanjanya tinggi. Konsumtif. Misalnya suka gonta-ganti handphone. Bahkan ada survei yang mengatakan bahwa orang Indonesia itu ganti handphone setiap enam bulan sekali. Liburan

yang dulu barang mewah sekarang menjadi life-style. Yang dulu tidak pernah bisa ngajak keluarganya makan di luar, sekarang seminggu sekali mengajak keluarganya makan di mal. Mal jadi rame. Yang dulu-dulu kagak pernah berlibur keluar kota, sekarang bisa main ke Bali atau Yogyakarta atau Bandung atau Bogor atau kota-kota tempat pelesir lainnya. Hal. 19 Jadi Ramai

Mega Tak Hambat Pemilihan Kapolri

Jakarta (Bali Post) PDI-P menjadi salah satu fraksi yang meminta agar rapat paripurna DPR pembahasan calon Kapolri ditunda. Namun, PDI-P menegaskan bahwa sikap itu bukan untuk menghambat proses pemilihan Kapolri.

Ricardo Rodríguez

Prancis Vs Swiss

Partai Balas Dendam

Lyon – Prancis ingin menutup perjalanan mereka di babak penyisihan dengan sempurna. Sedangkan Swiss perlu kemenangan untuk lolos ke babak 16 besar. Memang berat bagi tim tamu untuk menghadang dominasi tuan rumah, namun Swiss memiliki motivasi lebih tinggi pada laga yang digelar Senin (20/6) dini hari nanti. Hal. 19 Sangat Sulit

“Kami akan ikuti proses yang berlaku di DPR. Bamus, paripurna, Komisi III. Kita tidak akan menghambat atau menghalangi proses pemilihan Kapolri,” kata Ketua DPP PDI-P, Trimedya Pandjaitan. Trimedya tidak hadir di rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR yang menunda paripurna. Tetapi, dia meyakini hal itu pun hanya masalah teknis. “Itu soal teknis saja. Karena semuanya dadakan. Ya kan memang tidak ada yang perlu dikebut. Libur Lebaran masih lama. Kalau (surat) dibacakan hari Senin juga tidak masalah,” ucap Wakil Ketua Komisi III DPR ini. “Kami PDI-P tidak ingin menghalangi fit and proper test. ‘’Arahan Ibu Megawati begitu,” tambah Trimedya Sabtu (18/6) kemarin. Ketua DPP PDI-P, Trimedya Pandjaitan, menambahkan akhirnya, paripurna DPR direncanakan pada Senin (20/6). Selanjutnya, fit and proper test dijadwalkan pada Rabu (22/6). “Semua proses di DPR akan kita

Jika dulu mencari calon kades/perbekel begitu sulit, namun kini jabatan itu menjadi rebutan. Hal ini terlihat di sejumlah daerah di Bali seperti Badung dan Denpasar. Sebelumnya berlakunya Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, minat mengabdi menjadi kades atau perbekel bukan pilihan masyarakat. Hal. 19 Menggiurkan

Membantah Pernyataannya itu juga membantah pendapat pakar hukum tata negara, Margarito, yang menilai Presiden Joko Widodo tak lagi menghitung PDI-P dalam mengambil keputusan. Padahal, PDI-P adalah partai pengusung utama Jokowi. Hal tersebut tampak dari sikap Jokowi ketika menunjuk Komisaris Jenderal (Pol) Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri. Padahal, selama ini partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu terang-terangan mendukung Komjen Pol. Budi Gunawan untuk menjadi Kapolri. Hal. 19 Pansus Pelindo

Soal Dana Desa

Kelola Miliaran Dana Desa

Kursi Perbekel Jadi Rebutan

ikuti. Apalagi prinsip Ibu Mega, kalau ada RI-nya tidak boleh ada hambatan, seperti ini Kapolri,” ujarnya.

Takut atau Tak Paham? Pengelolaan dana desa yang mulai dikucurkan sejak 2015 lalu, belum sepenuhnya terserap dengan baik. Mengingat, banyaknya aturan yang harus disesuaikan untuk bisa merealisasikan dana yang ada. Ibarat gajah, badannya besar namun sulit digerakkan. SEJAK keluarnya UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa, kucuran dana ke desa cukup banyak. Namun, kondisi di lapangan, banyak kepala desa yang belum siap untuk memanfaatkan dana tersebut. Sejumlah anggota DPRD Denpasar, seperti Wayan Suwirya, Wayan Narsa, dan I.B. Mayun Komala Putra di kantornya belum lama ini mengakui, pemanfaatan dana desa belum maksimal. Karena beberapa kepala desa takut memanfaatkan dana tersebut.

MISKIN - KK miskin di Bali perlu dibantu lewat dana desa.

BPM/dok

Evaluasi Penggunaan Dana Desa

Bangli Keliru secara Administrasi, Tabanan Salah Pos Anggaran Dana desa dari pemerintah pusat tahun ini telah dikucurkan ke rekening pemerintah kabupaten/ kota pada pertengahan April. Hal itu pun telah kembali diamprah desa yang nantinya digunakan untuk merealisasikan sejumlah program yang telah dirancang.

DI Bangli dana desa hanya difokuskan untuk bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, menjelaskan dana desa yang diterima Bangli tahun ini Rp 43.090.305.000. Namun, pencairannya dari pemerintah pusat dilakukan dalam dua tahap, yakni pada April sebesar 60 persen atau Rp 25.854.183.000 dan sisanya 40 persen pada Agustus mendatang. Guna menyalurkan ke tingkat desa, pengamparahannya akan langsung dilakukan pemerintah desa ke Bagian Tata Pemerintahan maupun Keuangan Setda Bangli. Hal. 19 Tinggal Diamprah

BPM/dok

JALAN - Pembangunan infrastruktur jalan desa dianggarkan lewat dana desa.

Sugawa Korry

Selain itu, penggunaan dana tersebut juga masih terbentur dengan pekerjaan yang bisa ditangani. Misalnya saja, untuk infrastruktur, terbentur dengan status infrastruktur tersebut, seperti jalan kabupaten, tidak bisa menggunakan dana desa untuk perbaikan. “Saya melihat beberapa kepala desa belum paham sepenuhnya memanfaatkan dana desa ini,” kata Wayan Narsa. Hal. 19 Program Kerja

Adnyana

Perlunya Akuntabilitas Keuangan Desa DESA menyimpan begitu banyak potensi yang besar untuk dikembangkan. Data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, 50,21% penduduk Indonesia tinggal di desa dan 52,9% di antaranya berusia produktif. Dari 74.754 desa di Indonesia, 82,77% desa memiliki potensi di bidang pertanian, 86,44% di bidang energi baru terbarukan, dan 26,89% di bidang perkebunan. “Sekarang dengan kebijakan membangun dari desa dan dalam rangka pemerataan pembangunan, semakin banyak pula dana yang dikel-

ola di desa. Salah satunya adalah dana desa,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry, di Denpasar, Sabtu (18/6) kemarin. Sugawa menambahkan, memerlukan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola dan mempertanggungjawabkan dana desa. Apalagi tahun ini, bantuan dana desa dianggarkan dua kali lipat dibanding tahun lalu. Oleh karena itu, pemerintahan desa harus didukung untuk penyiapan SDM yang memadai. Hal. 19 Tak Intens


DAERAH

2

Minggu Kliwon, 19 Juni 2016

MA Vonis 4 Tahun Penjara Mantan Kadis Perindagkop

Negara (Bali Post) Mantan Kadis Perindagkop Jembrana, Made Ayu Ardini, yang sebelumnya divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, kini malah harus gigit jari. Pasalnya, mantan kadis yang mengajukan pensiun dini ini divonis empat tahun penjara oleh hakim Mahkamah Agung (MA). Kajari Negara, Anton Delianto, melalui Kasi Pidsus Suhadi belum lama ini mengatakan selain hukuman penjara empat tahun, Ayu Ardini juga dihukum membayar denda Rp 200 juta. Apabila denda ini tidak dibayar, ia harus menggantinya dengan pidana kurungan selama enam bulan. Dikatakan, putusan Hakim Mahkamah Agung ini disampaikan dalam petikan putusan No. 2017 K/Pidsus/2015 yang baru diterima Kajari Negara, Selasa (13/6) lalu. Dalam petikan putusan tersebut, hakim MA yang diketuai Artidjo Alkostar menilai Ayu Ardini bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Kesalahan terletak pada memberikan kupon pembelian solar bersubsidi kepada UD Sumber Maju milik anggota DPRD Jembrana, Made Sueca Antara, yang juga divonis bebas di pengadilan Tipikor. Menurut Suhadi, putusan MA ini jauh lebih tinggi dari tuntutan jaksa penuntut umum dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar. Karena dalam tuntutannya, jaksa meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman satu tahun dan enam bulan penjara dengan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Namun, dalam putusan manjelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar tanggal 8 April 2015 lalu, majelis hakim pengadilan Tipikor Denpasar menjatuhkan vonis bebas kepada Made Ayu Ardini. Jaksa penuntut umum langsung mengajukan kasasi atas putusan Hakim Pengadilan Tipikor Denpasar tersebut dan majelis hakim MA memutuskan sebaliknya. (kmb)

Riyanto Tewas Tersetrum Listrik

Singaraja (Bali Post) Ledakan kecil disertai percikan api muncul saat Riyanto (32) memperbaiki instalasi listrik. Dia mendadak tergantung pingsan terkena sengatan kabel listrik. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Paramasidhi Singaraja. Namun dalam perjalanan, korban meninggal dunia. Aliran listrik mengenai Riyanto di Jalan Arjuna Desa Kaliasem Kecamatan Banjar, Buleleng, Jumat (17/6) pukul 11.30 wita. Awalnya, pria asal Banyuwangi, Jawa Timur, ini dibantu tiga teman kerjanya. Korban bekerja di PT Deby Pratama, salah satu perusahaan rekanan PLN. “Korban Riyanto tinggal di Desa Tukadmungga, Buleleng. Saat itu, korban sudah menggunakan standar pengamanan kerja. Mendadak tiga teman kerja korban mendengar bunyi ledakan. Ternyata dilihat korban sudah tergantung pingsan dengan telapak tangan kanan terbakar sengatan listrik,” ujar Kapolsek Banjar Anak Agung Gede Sena, yang dikonfirmasi Bali Post, Sabtu (18/6) kemarin. Tiga teman kerjanya menurunkan korban kemudian membawa ke rumah sakit terdekat. Sayang, nyawa korban tidak terselamatkan. Dia dinyatakan tewas dalam perjalanan. “Korban dibawa ke rumah sakit oleh rekannya. Tim medis menyatakan korban telah meninggal dalam perjalanan,” imbuhnya.(kmb34)

Saat Gali Tanah

Buruh Proyek Temukan Guci Kuno Berisi Uang Kepeng

BPM/kmb

TERGERUS - Kondisi rumah Nenek Sriani yang hidup sendirian di pinggir pantai dan termasuk KK miskin rumahnya tinggal separuh karena abrasi.

Kampung Nelayan Habis karena Abrasi

Negara (Bali Post) Kampung nelayan di Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, terancam habis karena tergerus abrasi. Kini, belasan rumah sudah rusak karena abrasi bahkan akses jalan juga mulai putus. Bahkan, yang memprihatinkan beberapa rumah KK miskin seperti rumah Nenek Sriani (75) kini tinggal separuh. Dari pengamatan belum lama ini di Dusun Ketapang Desa Pengambengan, hantaman ombak setiap hari bisa menggerus dua hingga tiga meter tanah. Aan, seorang warga, juga mengatakan dua sampai tiga meter, setiap hari tanah tergerus. “Dalam waktu sebulan sudah berapa meter? Kalau satu tahun, pasti habis kampung ini,” kata Aan. Untuk menghindar dari abrasi yang merusak rumahnya, beberapa nelayan memutuskan pindah dengan rata-rata menumpang di rumah saudara, atau menyewa

tanah di lokasi yang lebih aman. Namun, ada juga warga yang bertahan, meskipun sebagian rumahnya sudah nyaris roboh dihantam ombak seperti Pak Parno dan nenek Sriani yang hidup sendirian. “Meskipun tidak bisa secepatnya mengatasi abrasi ini, karena katanya wewenang pemerintah pusat, tapi setidaknya ada bantuan seperti material untuk membangun rumah warga yang pindah,” harap salah seorang nelayan. Sementara Kepala Dusun Keta-

pang, Kamaruzaman, mengatakan, terkait abrasi ini, ada inisiatif dari warganya untuk menanam pohon bakau, namun saat disurvei petugas dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Kehutanan dinyatakan kondisi tanahnya tidak cocok. “Katanya bakau hanya bisa tumbuh di lahan yang berlumpur seperti rawa. Kalau pasir kering seperti di dusun ini, pohon tersebut akan mati meskipun rajin disiram,” katanya. Sementara itu, beberapa waktu lalu, saat mengunjungi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Menteri Kelautan Dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat jumpa pers, memerintahkan bawahannya untuk membangun break water di kampung nelayan yang terancam abrasi sehingga kampung menjadi aman. (kmb)

Denpasar (Bali Post) Jelang aksi deklarasi bersama, pemuda dari tiga Desa Pakraman Pedungan, Kepaon, dan Pemogan melakukan pemasangan baliho di catus pata di Desa Pakraman Pedungan. Selain melakukan pemasangan baliho, juga dilakukan pengibaran kurang lebih 300an bendera ForBALI. Pemasangan bendera di seputar wilayah Banjar Pesanggaran dan juga Banjar Ambengan untuk menyambut aksi deklarasi yang akan mereka lakukan pada Minggu (19/6). “Minggu ini, kami dari Desa Pakraman Pedungan, Kepaon, dan Pemogan akan menggelar aksi deklarasi untuk menegaskan penolakan reklamasi Teluk Benoa,” ujar I Putu Reza Parwita. Sementara itu, Penolakan reklamasi oleh pemuda terus

Waktu : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Lomba Gender Wayang Tingkat Anak-anak : Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kebupaten Badung, Kabupaten Bangli, Kota Denpasar

Waktu : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Kriya dan Panggung Terbuka Ksirarnawa Kegiatan : Parade Ngelawang oleh Sanggar Taksu Banjar Agung Uma Kuta Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar Waktu : 20.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Prembon Inovatif oleh Sanggar Seni Baliseng Kota Denpasar Waktu : 20.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Tarin – tarian Khas Provinsi Kalimantan Barat oleh Partisipasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Waktu : 20.00 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Partisipasi Tim Kesenian Negara Timor Leste Waktu : 20.00 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Dewasa oleh Sekaa Gong Asti Sueta Suara Kelurahan Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan Kota Denpasar dengan Sekaa Gong Yowana Gita Samudra Desa Adat Kuta Kecamatan Kuta Kabupaten Badung

BPM/kmb

UANG KEPENG - Guci berisi ratusan uang kepeng ditemukan buruh penggali tanah galian proyek pemasangan pipa.

Tatasan Kaja Pasang Baliho Tolak Reklamasi

: 10.00 Wita : Gedung Kriya : Lomba Melukis

Waktu : 11.00 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Partisipasi Tim Dinas Pariwisata dan Kabudayaan Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah Waktu : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Prembon Inovatif oleh Sanggar Wimuda Sastra IKIP PGRI Bali

bantuan warga sekitar untuk mengangkatnya dan melaporkan penemuannya kepada Kepala Dusun Taman, Ida Bagus Arnawa. Menurut Ismail, ada yang aneh saat guci itu ditemukan. Meskipun tanpa tutup, tidak ada tanah yang masuk ke dalam guci. “Uang kepengnya bersih dan rapi tidak berisi tanah,” ungkap Ismail. Guci tersebut kini diamankan di Balai Dusun Taman, Desa Batuagung, Jembrana. Sejumlah warga silih berganti datang melihat dari dekat guci tersebut. Belum diketahui bagaimana guci itu ada di wilayah Banjar Taman. “Kami simpan dulu di balai banjar. Untuk langkah selanjutnya nanti kami akan bahas dalam paruman,” jelas Ida Bagus Arnawa. (kmb)

Rumah Nenek Miskin Tinggal Separuh

Jadwal PKB, Minggu 19 Juni 2016 Waktu Tempat Kegiatan

Negara (Bali Post) Seorang tenaga proyek galian pipa Sabtu (18/6) sore kemarin, menemukan guci kuno berisi ratusan uang kepeng di areal pinggir jalan Banjar Taman Batuagung, Jembrana. Adanya penemuan tersebut membuat masyarakat Desa Batuagung, Jembrana gempar. Ismail (44), pria asal Banyuwangi, yang menemukan guci tersebut menuturkan, saat itu dia tengah menggali tanah dan merasakan ada benda keras. Ia menyangka itu batu besar, namun setelah digali sedalam satu meter, ia pun berusaha mengangkat benda tersebut, yang ternyata sebuah guci kuno berisi uang kepeng. Bobotnya yang lumayan berat sekitar 25 kg, membuat Ismail lantas meminta

meluas. Kali ini, pemuda yang tergabung dalam Sekaa Teruna (ST) Panca Kumara melakukan aksi penolakan reklamasi teluk benoa dengan melakukan pemasangan baliho dan pengibaran bendera ForBALI. Pemasangan baliho dan bendera tersebut dilakukan di wilayah mereka tepatnya di sebelah Banjar Tatasan Kaja, Jalan Ratna . Pemasangan baliho tolak reklalmasi berkedok revitalisasi Teluk Benoa, menurut I Putu Ananda Arif Pradipa merupakan wujud solidaritas terhadap penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa yang telah berlangsung selama ini. “Teluk benoa memiliki kawasan suci yang harus kita jaga bersama karena kawasan suci itu milik seluruh masyarakat Hindu Bali,” ujar Ketua ST Panca Kumara. (kmb)

BPM/kmb40

SOKASI - Perajin sokasi di Dusun Penida Kelod Desa Tembuku sedang melapisi sokasi dengan kain bermotif tenun Bali.

’’Sokasi’’ Kain Paling Laku di Pasaran

Bangli (Bali Post) Sejumlah inovasi dan kreasi terus dilakukan oleh para perajin sokasi di Bangli agar produk yang dihasilkannya dapat terus diminati konsumen. Jika beberapa tahun lalu, perajin pernah berkreasi menghias sokasi dengan motif lukis prada dan batik, sejak setahun terakhir, para perajin sokasi di Bangli mengembangkan kreasi barunya yakni melapisi sokasi dengan kain beraneka motif dan warna. Seperti yang dilakukan oleh salah seorang perajin sokasi di Dusun Penida Kelod Desa Tembuku, Wayan Parniasih. Ditemui di rumahnya, Sabtu (18/6) kemarin, Parniasih mengungkapkan bahwa sokasi kain ini tergolong kreasi baru. Sokasi ini baru mulai diproduksi para perajin di Bangli sejak setahun terakhir. Selain di Dusun Penida, sokasi kain yang kini sedang tren

di pasaran ini juga dihasilkan oleh sejumlah perajin di beberapa Dusun Tegalasah, Tembuku dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Susut dan Bangli. Parniasih mengatakan, dibandingkan dengan motif sokasi lainnya, sokasi kain baginya lebih mudah dibuat. Kain yang dipakai melapisi bisa menggunakan kain brokat maupun kain yang bermotif tenun Bali. Agar terlihat lebih cantik, pada pinggiran kain juga diisi hiasan pita permata. Untuk merekatkan kain dan hiasan pita pada anyaman sokasi, Parniasih menggunakan lem tembak sebagai perekat agar lapisan kain dan hiasan pita pada sokasi tak mudah lepas saat dibersihkan. “Kalau dibanding sokasi batik, sokasi kain lebih mudah dibuat. Per hari saya bisa buat sampai 50 buah,” katanya. Parniasih mengatakan, sama

seperti sokasi motif batik dan lukis prada yang pernah dibuatnya, produk sokasi kain yang dihasilkannya selama ini juga sudah banyak dipasarkan ke sejumlah daerah di Bali, salah satunya Denpasar. Harga yang ditawarkan pun relatif murah dibandingkan motif sokasi lainnya yakni berkisar Rp 40-60 ribu tergantung ukuran dan jenis kain yang digunakan untuk melapisi sokasi. “Untuk saat ini, sokasi kain masih yang terlaris di pasaran,” ujarnya. Jika tren sokasi model lukis prada bisa bertahan hingga enam tahun, dia memprediksi tren sokasi kain akan mampu bertahan hingga tiga tahun ke depan. “Sama seperti baju kebaya, sokasi kain akan tetap bertahan. Hanya, kainnya mungkin yang akan berganti-ganti mengikuti tren,” imbuhnya. (kmb40)

BPM/kmb

BALIHO - Banjar Tatasan Kaja memasang baliho tolak reklamasi.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


seremonial

Minggu Kliwon, 19 Juni 2016

Hadiri Malam Buka Puasa Bersama

Bupati Mas Sumatri : Bangun Karangasem dalam Kebersamaan, Jalin Silaturahmi, Tingkatkan Toleransi dan Saling Menghargai

“MARI kita bersama-sama membangun Karangasem dalam keberagaman. Tuhan Yang Maha Esa mentakdirkan kita sebagai umat yang berbeda agama, berbeda keyakinan dan itu adalah takdir yang Kuasa, bukan rekayasa manusia itu sendiri. Oleh karenanya, perbedaan agama itu takdir Tuhan, maka jalan terbaik bagi kita adalah menghormati dan menghargai takdir tersebut,” ujar Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat membuka acara silaturahmi dan buka puasa bersama, Pemerintah Kabupaten Karangasem dengan umat Muslim se-Kabupaten Karangasem, di Masjid AlMukhlisin, Jln. Kiyai Haji Saman Hudi, Kelurahan Subagan Kec. Karangasem, Jumat (17/6) lalu. Bupati Mas Sumatri kembali menegaskan, untuk itu mari bersama-sama mem-

bangun Karangasem menjadi lebih maju, cerdas dan bermartabat. ”Beragam apapun kita, kita punya kewajiban yang sama untuk berkontribusi dalam membangun Karangasem, tanpa harus mencampur adukkan ajaran agama. Yang Muslim bebas menjalankan ajaran agamanya. Demikian juga yang beragama Hindu, Kristen, Protestan dan Budha juga bebas untuk menjalankan ajaran agamanya. Tentu masing-masing umat punya cara dan kemampuan sendiri. Maksudnya tanpa harus membebani umat beragama lain, tidak diperkenankan kegiatan agama tertentu menjadi beban penganut agama lain,” tegasnya. Pada malam kebersamaan buka puasa yang mengambil tema ”Dengan Silahturahmi dan Buka Puasa Bersama, Kita Kuatkan Ukhuwah Is-

lamiah dan Kerukunan antar Umat Beragama Demi Terwujudnya Karangasem yang Bermartabat” dihadiri seluruh masyarakat Muslim seKabupaten Karangasem itu, Bupati menyerukan kehadiran semua umat beragama di Karangasem diperlukan dalam pembangunan Karangasem ke depan. ”Saya mengajak kita sekalian umat beragama untuk menjalankan ajaran agamanya masing-masing dengan baik dan sungguhsungguh. Sehingga nantinya akan melahirkan sikap toleransi dan saling menghargai. Jika sikap ini kita pegang bersama, maka akan damai kehidupan antar umat beragama ini, yang pada akhirnya pembangunan mudah dijalankan dan keberhasilan akan mudah diraih, yaitu menuju masyarakat yang maju, cerdas, dan bermarta-

BUKA - Suasana buka bersama yang digelar Pemkab Karangasem.

bat,” ucapnya Pada kesempatan itu, Bupati pula menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pembangunan Karangasem melalui jalur agama. ”Saya bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa, karena telah kita rasakan bersama, betapa kehidupan beragama yang hiterogen di Karangasem telah tercipta suasana kedamaian dan ketentraman tanpa ada gejolak yang berarti, khususnya antar umat beragama. Mudah-mudahan situasi yang kondusif ini terus terjaga dan dipertahankan,” harapnya. Bupati pun menyampaikan ucapan terima kasih pada masyarakat Muslim dan Dewan Pimpinan MUI Kab. Karangasem yang telah bersama-sama menjaga situasi dan kondisi yang nyaman dan aman di Kab. Karangasem, begitu pula atas kerja samanya dalam membantu pemerintah MUI Karangasem sebagai fasilitator dalam kegiatan-kegiatan keagamaan.

Akhir sambutan, Bupati tidak lupa menyampaikan kepada seluruh Umat Muslim, khususnya di Kab. Karangasem selamat menunaikan ibadah puasa. “Kepada seluruh Umat Muslim saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Dan pada tanggal 6 Juli 2016, Umat Muslim akan merayakan hari kemenangan pula. Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karangasem mengucapkan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriyah. Kami mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya. Turut hadir pada malam kebersamaan buka puasa, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Sekdakab. Karangasem I Gede Adnya Mulyadi, Sesepuh Gapensi Karangasem I Gusti Made Tusan, Kapolres Karangasem AKBP Sugeng Sudarso, S.H., serta Kepala SKPD terkait dijajaran Pemkab. Karanasem, para tokoh umat Muslim dan masyarakat Muslim se-Kabupaten Karangasem. (ad821)

3 Pembetulan Bali post, Sabtu ( 18/6) lalu menerbitkan berita FKIP Unmas Susun Kurikukum KKNI di Info Seremonial. Pada alinea kedua tertulis ‘Kurikulum KKNI akan diterapkan bagi mahasiswa baru IKIP PGRI Bali’, seharusnya ‘’ Kurikulum KKNI akan diterapkan bagi mahasiswa baru FKIP Unmas’’. redaksi


4

Minggu Kliwon, 19 Juni 2016

DISLEKSIA - Tentu tidak bijak memarahi anak disleksia yang kesulitan membaca atau menulis. Karena hal itu akan berdampak buruk bagi perkembangan mental si anak. Orangtua mesti berperan aktif dan penuh kesabaran membantu anak belajar membaca. Dan, akan lebih mengasikkan bila pelajaran membaca dikombinasikan dengan permainan, misalnya menyusun huruf dan kata dari puzzle.

Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak Disleksia SUATU hari, orangtua murid mendapat laporan dari wali kelas. Anaknya yang duduk di kelas dua SD sangat lambat dalam pelajaran membaca dan menulis. Guru telah berusaha keras mengajari anak itu, namun tak membuahkan hasil. Sang guru merasa putus asa. Orangtua murid pun bingung. Namun, belakangan diketahui anak itu mengalami disleksia.

Banyak orang tidak mengetahui dan menyadari gejala disleksia. Namun, seperti halnya autis, disleksia bukanlah penyakit kejiwaan. Disleksia adalah gangguan neourologis yang bersifat genetis dan berakibat pada kesulitan belajar yang spesifik. Ada tiga aspek kognitif yang berpengaruh pada penyandang disleksia, yakni pendengaran, penglihatan, dan perhatian. Hal ini disebabkan ketidakstabilan biokimia pada daerah abu-abu otak yang mengatur fungsi fonologis (berbahasa). Gangguan disleksia lebih banyak dialami anak laki-laki. Dan, disleksia tidak bisa disembuhkan. Mengenali gejalanya sejak dini dan penanganan yang tepat akan sangat menentukan perkembangan anak dalam menyerap pelajaran. Penyandang disleksia perlu dibimbing untuk menyadari kelemahan dan kelebihannya, sehingga mampu mengembangkan potensinya secara maksimal. Disleksia (dyslexia) berasal dari bahasa Yunani, yakni “dys” berarti kesulitan, dan “lexis” berarti kata atau bahasa. Dari sini berkembang pengertian, disleksia adalah gangguan neourologis yang menyebabkan anak sulit membaca dan menulis. Disleksia pertama kali diidentifikasi oleh Oswald

Berkhan pada tahun 1881. Sedangkan istilah “disleksia” diperkenalkan oleh Rudolf Berlin pada 1887.

berkecil hati. Sebab, anak disleksia memiliki potensi yang sangat besar bila diarahkan dan dikembangkan dengan benar.

Membaca Selain kesulitan membaca, ada sejumlah gejala lain yang bisa diidentifikasi sebagai gangguan disleksia. Misalnya, anak sulit berbicara bahkan gagap, artikulasi tidak jelas, bingung membedakan kanan dan kiri, tidak bisa mengikat tali sepatu, sulit memahami instruksi yang terlalu cepat atau panjang. Selain itu, sulit mengingat nama temannya, bingung membedakan angka, kurang mampu membedakan irama dan menyanyikan lirik lagu, bahkan sulit mengancing baju dengan benar atau mengenakan baju kaos terbalik. Gangguan disleksia umumnya dialami anak usia prasekolah dan usia sekolah. Namun, sebenarnya, penyandang disleksia memiliki tingkat kecerdasan normal, bahkan banyak yang di atas rata-rata. Ada banyak tokoh terkenal yang diketahui menyandang disleksia, antara lain Leonardo da Vinci, Albert Einstein, George Washington, Lee Kuan Yew, Thomas Alva Edison, Alexander Graham Bell, Steven Spielberg, Tom Cruise. Jadi, penyandang disleksia atau orangtua yang memiliki anak disleksia tidak perlu

Peran Orangtua Sedini mungkin, orangtua harus mengetahui dan menyadari gejala disleksia pada anaknya. Hal ini sangat penting agar orangtua bisa bekerja sama dengan pihak sekolah dalam pendidikan anaknya. Sebab, dalam proses pendidikan, anak disleksia cenderung memerlukan perhatian dan perlakuan khusus. Umumnya, banyak orangtua tidak menyadari gejala disleksia tersebut. Orangtua cenderung memrotes pihak sekolah ketika prestasi anaknya menurun, hanya karena kesulitan membaca dan menulis. Bahkan, guru di sekolah pun banyak yang tidak memahami gangguan disleksia yang menyebabkan anak sulit menerima pelajaran. Prihatin Yang memprihatinkan lagi, anak disleksia sering diejek, dianggap bodoh, idiot, dan sebagainya. Penyandang disleksia pun menjadi tidak percaya diri, frustasi, suka menyendiri, mudah cemas, bolos sekolah, dan berbagai efek negatif lainnya.

Diperparah lagi dengan perlakuan orangtua yang mudah marah atau menuntut anaknya dengan standardisasi tinggi. Seharusnya, orangtua bijaksana menangani anak disleksia. Sebab mereka memiliki cara berpikir yang berbeda dan cenderung inovatif, daya kreativitasnya sangat tinggi, serta cenderung mencari solusi secara intuitif. Setiap upaya dan hasil yang dicapai anak disleksia dalam proses belajar perlu didukung. Dan, jangan pernah membandingkan anak disleksia dengan anak yang tidak disleksia. Sebab, hal itu akan membuat mereka menjadi pesimis dan frustasi. Karena kesulitan membedakan angka, anak disleksia cenderung lemah dalam pelajaran matematika. Mereka biasanya menggunakan cara yang berbeda dalam menyelesaikan suatu soal matematika. Dalam hal ini, guru dan orang tua harus bijaksana. Jangan memaksa anak melakukan cara standar dalam menyelesaikan soal matematika jika dianggap sukar oleh si anak. Kesabaran Tentu tidak bijak memarahi anak disleksia yang kesulitan membaca atau

menulis. Karena hal itu akan berdampak buruk bagi perkembangan mental si anak. Orangtua mesti berperan aktif dan penuh kesabaran membantu anak belajar membaca. Dan, akan lebih mengasikkan bila pelajaran membaca dikombinasikan dengan permainan, misalnya menyusun huruf dan kata dari puzzle. Anak disleksia mempunyai bakat dan potensi tersendiri. Mereka bukanlah anak bodoh, idiot, malas belajar, atau tidak mau belajar. Mereka hanya mengalami kesulitan dalam belajar, terutama membaca. Tingkat pemahaman setiap anak tidaklah sama. Kepedulian, pengarahan, dan pengajaran yang tepat menjadi kunci dari keberhasilan belajar anak disleksia. Dukungan penuh orangtua dan guru merupakan cara paling ampuh dalam menangani anak disleksia. Sebab, mereka tercipta bukan untuk dijauhi tapi untuk didekati dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Dan, agar masyarakat lebih memahami disleksia, alangkah baiknya bila pemerintah lewat Kemdikbud menerbitkan buku panduan khusus untuk menangani anak-anak penyandang disleksia.*** lWayan Sunarta

Catatan dari Olimpiade Bahasa dan Sastra 2016

Memahami Bahasa Melalui Kemampuan Menulis Dari mana sesungguhnya memulai menarik siswa untuk mencintai bahasa Indonesia? Jawabnya, buku-buku. Pertanyaan berikut, buku apa sesungguhnya yang layak dan tidak layak dibaca oleh pelajar Indonesia? Dengan aturan yang rumit, dan serba tidak jelas. Generasi sekarang sesungguhnya lebih “merdeka” dibanding generasi terdahulu. Generasi saat ini sangat dimanjakan oleh perkembangan teknologi yang begitu maju. Tetapi di sisi lain, kemudahan itu juga ibarat pisau bermata dua. Bahasa Indonesia belakangan ini justru jadi “momok” yang mengerikan bagi pelajar Indonesia. Para pelajar di Indonesia saat ini lebih tertarik membaca-menulis dalam bahasa Inggris. Dengan mahir berbahasa Inggris mereka merasa menempati strata yang lebih tinggi, “lebih gaul” dan dianggap maju dan tidak kampungan. Persoalan ini sesungguhnya sudah sering jadi pembicaraan, anehnya tidak pernah ada solusi yang tuntas. Bagaimana mengangkat harkat dan martabat bahasa Indonesia menjadi bahasa kebanggaan para pelajar di Indonesia. Menjawabnya tentu tidak mudah. Kesalahan besar telah terjadi, solusinya, siswa harus mulai dilatih kembali untuk membaca. Hanya itu salah satu solusi jangka pendek. Hasil penelitian Programme for International Student Assessment (PISA) menyebut, budaya literasi masyarakat Indonesia pada 2012 terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia. Indonesia menempati urutan ke-64 dari 65 negara tersebut. Sementara Vietnam justru menempati urutan ke-20 besar. Bahkan data statistik UNESCO 2012 yang menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, setiap 1.000 penduduk, hanya satu orang yang memiliki minat baca. Angka

Padatnya aktivitas selama bulan puasa dapatlah diisi dengan latihan peregangan ringan di teras rumah, di ruang tamu, dengan gerakan yang sangat sederhana namun besar manfaatnya. Lakukan dengan posisi duduk di lantai yaitu untuk otot lengan, paha, kaki dan punggung. Janganlah menghentakkan gerakan namun lakukan dengan lembut dan dengan hitungan yang disesuaikan dengan kemampuan. Cukup 20 menit setiap pagi maka aliran darah akan lancar dan pikiran jernih, khususnya dalam mempersiapkan hari-hari yang penuh kedamaian, ketenangan di bulan puasa ini. Ikuti peragaan berikut ini bersama Maria Jeni dari Lala Studio.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

UNDP juga mengejutkan bahwa angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen, sedangkan Malaysia sudah 86,4 persen. Menulis Tercengang dengan beragam data memang bukan solusi yang baik. Harus ada tindakan yang nyata, yang paling utama adalah mencari jalan keluar yang dilakukan oleh instansi-instansi yang memegang peranan penting untuk menjaga bahasa Indonesia tetap diminati oleh pelajar di Indonesia. Caranya, memperkenalkan karya sastra yang dibuat oleh pengarang Indonesia yang memiliki nilai-nilai kultural dalam masyarakat Indonesia. Selain memperkenalkan karya sastra yang memiliki muatan lokalitas, para pelajar juga belajar memasuki “rimba bahasa” yang dibuat oleh pengarang. Balai bahasa Denpasar mencoba menjembatani dengan mengadakan Lomba Menulis Cerpen tingkat SMP se-Bali. Menarik mencermati lima puluh naskah yang masuk yang datang dari seluruh kabupaten yang ada di Bali. Rata-rata para peserta yang ikut lomba memang terlihat masih terbata-bata menggunakan bahasa Indonesia. Ejaan yang tidak sempurna dan babak belur. Tanda baca yang kacau. Dan banyak persoalan yang menyangkut hal yang paling dasar, lemahnya kemampuan mereka menulis dan benar-benar tidak memahami tanda baca. Tanda baca, pemenggalan huruf dan hal-hal teknik tentang struktur kalimat juga tidak dikuasai oleh para pelajar tingkat SMP di Bali. Cerita Salah satu dewan Juri, Ida Bagus Merta mengatakan bahwa kelemahan siswa juga terlihat dari caranya menyusun cerita, kadang antara alinea satu dan alinea berikutnya tidak memiliki koherensi sebagai sebuah cerita yang utuh. Cerita meloncat-loncat dan berdiri sendiri. Nuryana Asmaudi justru melihat bahwa kecenderungan siswa menulis cerpen terkesan terburu-buru. ”Padahal alur cerita sudah matang, endingnya kedodoran,” paparnya

serius. Pembinaan terus menerus memang harus dilakukan, dan yang unik dari Olimpiade Bahasa dan Sastra 2016 ini, para pelajar di kota-kota besar justru memiliki tema-tema yang tidak menarik. Banyak naskah yang ditulis oleh para siswa di Kota Denpasar hanya mengambil tema-tema percintaan yang tidak matang dan cengeng. Yang mencengangkan justru karya-karya siswa yang berada di luar Denpasar. Tema-tema yang ditawarkan lebih beragam dan komplek. Teknik menulis yang lebih matang dibanding para pelajar yang tinggal di perkotaan. Dewan juri memutuskan pemenang sebagai berikut: Juara I, Ni Kadek Mia Lestari, “Selepas Kematian Niang”, SMPN 1 Manggis, Karangasem. Juara II, Lorena Samanta Adelina, “Tari di Bulan Purnama”, SMPN 2 Amlapura. Juara III, Mutiara Diva Ramadhani, “Aku Rela demi Bapak’, SMPN 3 Denpasar. Harapan I, Ni Ketut Yuni Lestariani, ”Kado Terakhir untuk Naya”, SMPN 1 Manggis, Karangasem. Harapan II, Ni Kadek Sulastrini, “Permulaan Cinta”, SMPN 3 Dawan, Klungkung. Harapan III, Ni Kadek Pina Ayu Sintia, “Histori Batin di Pohon Manggis”, SMPN 1 Manggis, Karangasem. Mari kita mulai mengajak siswa untuk mulai membaca dan menulis. Hanya itu satu-satunya solusi untuk membuat siswa cinta pada literasi, yang tentu akan membuat mereka makin merasa memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa yang patut mereka pelajari dan kembangkan. Yang tidak kalah hebat dengan bahasa asing. (osi) Bahasa - Pembinaan terus menerus memang harus dilakukan, dan yang unik dari Olimpiade Bahasa dan Sastra 2016 ini, para pelajar di kota-kota besar justru memiliki tema-tema yang tidak menarik. Banyak naskah yang ditulis oleh para siswa di Kota Denpasar hanya mengambil tema-tema percintaan yang tidak matang dan cengeng. Yang mencengangkan justru karya-karya siswa yang berada di luar Denpasar.

Peregangan Ringan Selama Puasa Gb. 1 : Posisi duduk tegak di lantai dengan kedua kaki ditekuk dan dibuka sedikit, kedua lengan lurus ke belakang. Luruskan kaki kanan dan kiri bergantian hingga pada 2x8 hitungan.

Gb. 2 : Tetaplah pada posisi badan tegak, kaki kanan lurus dan kaki kiri ditekuk dan kedua telapak tangan memegang lutut kiri, tahan 1x8 hitungan, lalu rilekskan setelah itu lakukan pada arah kebalikannya dengan cara yang sama.

Gb. 3 : Dengan posisi kedua lutut ditekuk dan dibuka lebar, kedua telapak kaki saling bertemu. Kedua lengan lurus depan dada, lalu mendorong badan sejauh mungkin ke arah depan, tahan 1x8 hitungan lalu tegakkan kembali dan ulangi beberapa kali.

Dengan melakukan peregangan ringan maka kebugaran tubuh dapat tetap terjaga, pikiran jernih dan pengasuh mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa serta salam bugar dari Lala Studio.

Gb. 4 : Posisi bersila dengan kedua lengan ke belakang, lalu memutar badan ke arah kanan sejauh mungkin. Setelah itu rilekskan ke arah depan dan lakukan juga ke arah kiri.

Kupon


5

Minggu Kliwon, 19 Juni 2016

Resensi Buku

Tamasya ke Masa Lalu

Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Perjalanan Danghyang Nirartha : Soegianto Sastrodiwiryo : Bali Post : Juni 2010 : 268 halaman

BUKU ini cocok dibaca kembali, kemudian layak untuk didiskusikan kembali. Saat Dalem Waturenggong berkuasa, datanglah Dang Hyang Nirartha seorang pendeta Budha yang kemudian beralih menjadi pendeta Siwa. Perjalanan orang suci yang juga bernama Mpu Dwijendra dan dijuluki Pedanda Sakti Wawu Rauh itu sangat indah untuk ditelusuri kembali. Dalam beberapa sumber disebutkan, Dang Hyang Nirartha tiba di Bali dari Kediri, Jawa Timur, pada tahun 1489. Setelah mengalami pelbagai peristiwa spiritual, beliau tiba di Gelgel. Dalam bidang upacara, Danghyang Nirartha memprakarsai upacara yadnya Eka Dasa Rudra di Besakih. Buku ini, meski pun tidak lengkap sekali mengisahkan riwayat perjalanan Danghyang Nirartha, namun bisa sangat bermanfaat bagi pembaca, karena tidak banyak buku yang mencatat Bali di masa silam. (osi)

Perjalanan Lensa Rudi Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Pasung : Rudi Waisnawa : Komunitas Foto : 2016 : 100 halaman

MENARIK menikmati beragam foto dalam buku ini, Rudi sang fotografer dalam buku ini menyukai karya foto sejak duduk di bangku SMA. Pelbagai macam genre foto sempat ditekuni. Yang membuat Rudi menghasilkan karya yang mampu berbicara dalam buku ini adalah perkenalannya dengan SIMH (Suryani Institute for Mental Healt). Hal inilah yang membuatnya tanpa sadar ikut dan tenggelam dalam kampanye membantu penderita penyakit jiwa dengan berkampanye, “Bali Bebas Pasung”. Satire, mengerikan, menyedihkan, sebuah potret kelam dalam hidup melata bagi siapa saja yang melihat hasil jepretan Rudi yang dibuat hitam-putih. Seolah sang fotografer ingin menyampaikan pesan, sekaligus pertanyaan pada hidup, sungguhkah hidup itu hanya memiliki dua warna? Hitam-putih? Menikmati buku ini, sebagai pembaca, kita dihidangkan dengan pandangan visual tentang arti hidup. Rasa syukur, kegetiran, dan banyak perasaan yang tidak bisa diuntai dengan menyusun satu huruf demi satu huruf. Buku fotografi yang menarik, yang merobek sisi lain dari rahasia sunyi seorang manusia. (osi)

Demi Bapak

CERPEN

Oleh Mutiara Diva Ramadhani Gumpalan awan hitam pekat mulai memenuhi langit. Angin berhembus dengan kencang. Daun-daun berguguran dari rantingnya. Butiran-butiran air hujan mulai membasahi setiap helai rambutku yang terjalin dua. Siang ini, cuaca sangat tidak bersahabat. Ku langkahkan kaki telanjangku dengan cepat menuju rumah sambil membawa sebuah tas plastik yang di dalamnya berisi sepatu hitam yang sudah bulak dan dipenuhi dengan sisa-sisa lem di ujung depannya. Udara dingin yang memasuki poriporiku mulai terasa menusuk, saat angin kencang menambah banyaknya rintik hujan menjadi lebih deras. Namun aku tak menghentikan langkahku. Aku tetap berlari menerobos hujan, meski sering kali terkena cipratan dari genangan air yang dilewati kendaraan. Suara dari bel motor yang berulang terus menerus, menambah bisingnya suasana hujan siang itu. Aku menoleh ke belakang. Suara bel itu berasal dari sebuah motor matic berwarna merah yang dikendarai oleh seorang wanita dengan jas hujan birunya. Langkahku terhenti, ketika motor itu mulai mendekatiku. “Ayu, ngapain kamu hujan-hujanan gini? Sini, ibu anter kamu pulang. Daripada kamu sakit nanti” kata wanita itu yang ternyata adalah Bu Rai, wali kelasku. “Ga usah Bu, Ayu bisa pulang sendiri. Sedikit lagi sampai kok Bu. Ayu juga mau ke pasar dulu, jemput ibu.” Aku menolak tawaranya. “Sudahsudah, kamu ikut ibu saja. Ibu bisa anter kamu ke mana saja. Yang penting kamu sampai rumah selamat,” ucap Bu Rai dengan nada sedikit memaksa. Aku mengangguk, tak bisa menolak permintaannya. “Musim hujan gini, pasti ibumu beli persiapan makanan di pasar ya?” tanya Bu Rai. “Bukan Bu, ibu saya setiap hari berjualan di pasar,” sahutku. Beliau hanya terdiam. Tiba-tiba, motor yang kunaiki terhenti. Aku membuka sedikit jas hujan yang menutupi kepalaku, dan mengedarkan pandanganku ke sekitar. Suasana pasar yang sudah tidak asing lagi bagiku. Aku dan Bu Rai memasuki areal pasar, menuju tempat ibu ku berdagang. Terdengar dari jauh, suara yang sudah familiar di telingaku. “Jaje laklak, jaje laklak, jaje laklak!” Aku menghampiri sumber suara. “Yih, Tu Ayu suba teka,” sapa ibu. “Nih, ibu beli nasi bungkus dua, buat Ayu sama bapak. Mau makan sekarang?” tanyanya. “Nanti aja bu, di rumah makan bareng. Ibu udah makan?” tanya ku. “Udah kok,” balasnya. Tiba-tiba aku tersadar, aku pun menoleh ke belakang. Bu Rai telah berdiri di belakangku sedari tadi. Beliau tersenyum kepadaku. “Oh iya bu, ini Bu Rai, wali kelas Ayu di sekolah. Tadi Bu Rai yang nganter Ayu ke sini.” Aku memperkenalkan Bu Rai ke ibu. “Ohh, makasih banyak ya Bu. Maaf ngerepotin.” Ibu menyapa Bu Rai dan saling berjabat tangan. “Iya, nggak ngerepotin kok. Tadi saya ketemu Ayu di jalan. Daripada Ayu hujan-hujanan, mending ikut saya aja,” balas Bu Rai. Mereka saling berbalas senyum. Begitu pula denganku. Hujan tak terasa mulai berhenti. Bu Rai berpamitan kepada kami dan segera pulang. Setelah Bu Rai pulang, aku membantu Ibu membereskan barang-barang dagangannya, dan membersihkan tempat berdagangnya itu. Aku memandangi ibu dengan senyum. Peluh mulai mambasahi wajah keriput nya. Ibu adalah sosok yang paling berarti bagiku. Ia adalah seorang pejuang sejati. Setiap hari ia pergi ke pasar dan menjajakan dagangannya, untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecil kami. Meski penghasilannya tidak seberapa, ia tidak pernah mengeluh. Ia selalu berusaha memenuhi setiap kebutuhan sekolahku. “Ayu, mai mulih!” ajaknya yang membuyarkan lamunanku. Setelah selesai membereskan semuanya, kami pun pulang dengan berjalan kaki.

“Pak, Bu, Ayu berangkat sekolah dulu ya. Diah udah nunggu di depan.” Aku berpamitan dengan kedua orangtua ku dan mencium tangan mereka secara bergiliran. Bapak memberiku selembar uang Rp 5.000 untuk bekal ku hari ini dan besok. Meski bekalku ini tak sebanding dengan remaja-remaja SMP zaman sekarang, tapi aku sangat bersyukur karena orangtua ku masih mampu memberiku bekal dan menyekolahkanku hingga sekarang. Mereka tersenyum kepadaku. Kemudian aku segera menuju ke sanggah di halaman rumah untuk sembahyang. Setelah menggunakan bija di kening, aku menuju ke pagar rumah yang terbuat dari kayu dan sudah mulai lapuk karena digerogoti rayap. Gadis berkulit putih dengan rambut panjang yang dijalin dua, serta kacamata merah mudanya telah menungguku di depan rumah sambil duduk di atas motor matic nya itu. Dia adalah Diah. Sahabatku sejak pertama kali duduk di bangku SMP. Diah berasal dari keluarga yang serba mampu. Namun, ia tidak besar kepala. Begitu pula dengan orang tuanya. Diah adalah anak yang baik dan ramah. Setiap hari ia selalu menjemputku dengan motornya dan pergi ke sekolah bersama. “Nah, sekarang coba sebutkan satu per satu, nama makanan yang kalian sukai dalam Bahasa Inggris! Dimulai dari Surya.” Hari ini diawali dengan pelajaran Bahasa Inggris oleh Bu Sari. Tema pembelajaran kita sekarang adalah tentang teks deskripsi suatu benda terutama makanan dan minuman. “Pizza!” “Spaghetti!” “Burger!” “Fried chicken!” ucap teman-temanku satu per satu. Aku terdiam melamunkan HP milik Diah tadi. “Hei, Ayu! Ayo giliranmu!” ucap Bu Sari yang membuyarkan lamunanku. “Hah..erghh..erggh..ohh iya, jaje laklak!” jawabku terbata-bata karena kaget. Tiba-tiba seisi kelas menjadi hening. Semua memandangku dengan tatapan mengejek sambil menahan tawa. Kemudian mereka semua tertawa terbahak-bahak. “Apa itu jaje laklak? Jijik banget deh!” Telingaku mulai panas mendengarnya. Tanganku mulai mengepal. Mukaku memerah padam. “Hey class, silent please!” Bu Sari menenangkan suasana kelas. “Ibu tahu, makanan yang disebutkan Ayu memang berbeda dari jenis makanan favorit kalian. Tapi kalian harus belajar dari Ayu. Di zaman dimana masakan junk food berkembang pesat, ia masih mencintai makanan tradisional Bali. Kalian tidak boleh mentertawakan Ayu seperti itu. Kalian paham?” Seisi kelas mengangguk mendengarkan penjelasan Bu Sari tadi. Bel istirahat pun berbunyi. Semua berhamburan menuju kantin. Tapi tidak denganku. Bagiku, uang bekal yang diberikan lebih baik ditabung daripada harus dibelanjakan. Ketika bel pulang sekolah berbunyi, aku dan Diah segera menuju ke parkiran. “Eh, anterin ke Bank LPD lagi ya, mau nabung lagi nih! Hehehe” pintaku ke Diah sambil menghitung uang sisa bekalku dan hasil jual gambaranku selama seminggu. Di sekolah, aku terkenal sebagai gadis yang suka menawarkan jasa menggambar ke seluruh siswa. Aku memang cukup ahli dalam bidang menggambar. Aku menjual hasil gambaranku kisaran Rp 5.000 – Rp 10.000. Dalam seminggu, aku bisa menghasilkan sebanyak Rp 30.000. Dan uangnya selalu aku tabung di bank LPD. “Siap bos! Eh minggu ini berapa banyak yang mau kamu tabung?” tanya Diah. “Hmm.. Rp 60.000,” sahutku dengan bahagia. “Wihh.. kalau dihitung-hitung, udah banyak banget tabunganmu ya. Nanti kamu mau pakai apa tabunganmu?” tanya Diah. “Aku pengen beliin ibu sama bapak baju baru. Baju mereka udah banyak yang robek. Aku juga pengen beliin mereka selimut baru. Soalnya, kalau setiap hujan, kita selalu kedinginan, gara-gara nggak ada selimut” jawabku.

Diah hanya tersenyum. Kemudian ia bertanya lagi “Kamu nggak beli sesuatu untuk diri kamu sendiri? Itu kan uang kamu” Aku terdiam sejenak. Di dalam otakku, terbayang dengan jelas sebuah HP yang sudah tidak asing lagi di kalangan remaja jaman sekarang. “Hmm... Sebenarnya, aku pengen banget punya HP kayak kamu dan temen-temen, Diah. Tapi, mengingat keadaan keluargaku, kayaknya itu cuma bakal menjadi khayalan aja.” Aku menundukkan kepalaku dengan pasrah. Dan tanpa ku sadari, air mataku mulai berjatuhan. “Temanya tentang pria dan profesinya. Ini bapak sudah siapkan peralatan untuk melukisnya. Mulai nanti sore dan besok, kamu bisa latihan melukis di rumah saya. Ini nggak susah untuk kamu, Yu. Bapak tau kamu punya bakat di bidang melukis. Jadi kenapa kamu nggak kembangkan bakat itu?” Aku terdiam sambil memikirkan perkataannya. Diah menggenggam kedua tanganku. “Ayo Yu, kamu pasti bisa! Inget kan kata-kata ku? Usaha tak akan menghianati hasil. Berusahalah, Yu!” Diah menyemangatiku. Aku tersenyum. Terbayang di pikiranku, wajah kedua orang tua ku. Semangatku mulai muncul. Aku harus berusaha. Aku akan membuat orang tua ku dan sekolah bangga. Meski aku berasal dari keluarga yang tak mampu, namun aku tidak boleh menyerah. Aku pasti bisa. Menit demi menit, ku lalui untuk berlatih melukis bersama Pak Jaya. Ditemani Diah, aku semakin bersemangat untuk lomba esok hari. Aku akan melukis seorang lelaki tua dengan profesinya yang hanya sebagai tukang parkir. Inspirasiku ini berasal dari bapak. Bapak hanyalah seorang tukang parkir di pasar, tempat ibu berjualan. Setiap hari, ia selalu pergi ke pasar bersama ibu, dan mengatur lalu lintas di pasar. Hasil kerjanya itu mungkin tidak seberapa, sama seperti ibu. Tapi menurutku, bapak dan ibu adalah orang yang hebat. Mereka berjuang bersama untuk menghidupi keluarga, tanpa mengenal lelah. Hari yang ku tunggu, telah tiba. Hari ini, adalah hari pertama kalinya aku mengikuti lomba melukis. Di rumah, aku telah mempersiapkan semua peralatan. Telur goreng dan nasi putih, menjadi sarapanku hari ini, bahkan setiap hari. Seusai sarapan, aku pamit kepada kedua orang tua ku. “Pak, Bu, doain Ayu ya! Ayu bakal berusaha semampunya. Ayu bakal buat Bapak sama Ibu bangga,” ucapku dengan senyum. “Yu, Ayu udah mau berjuang bareng sama ibu dan bapak aja, bapak udah bangga. Ayu masih mau jalan kaki dari sekolah ke rumah. Ayu nggak pernah minta apa pun. Ayu selalu ngerti dengan kondisi kita. Bapak sama ibu bersyukur, punya anak seperti Ayu.” Bapak memelukku erat. Aku membalas pelukannya. Aku juga memeluk ibu, sebagaimana bapak tadi. Seusai berpamitan, seperti biasa, aku sembahyang di sanggah. Dan langsung pergi menuju Museum Bali, bersama sahabatku tercinta, Diah. Kebetulan hari ini hari Minggu, jadi Diah bisa menemaniku. Setelah mendapatkan nomor peserta, aku mulai melukis. Ku torehkan warna-warna di atas kanvas dengan indah. Aku melukis dngan sangat hatihati. Apapun yang terjadi dengan lingkungan sekitar, aku masih tetap fokus pada kanvas yang ada di hadapanku. Waktunya masih 30 menit lagi, namun aku sudah selesai dengan kanvas yang berlukiskan seorang lelaki tua yang keriput, berkumis, dengan pakaian seragam dan topi berwarna biru, lengkap dengan peluit yang tergantung di lehernya. Aku melirik sedikit lukisan lawan di sebelahku. Ia melukis seorang lelaki dengan jas putih, dan stetoskop yang menggantung di lehernya. Apalagi kalau bukan dokter. Percampuran warna yang ia pilih sangat indah. Mungkin dia akan menjadi saingan

yang cukup berat hari ini. Saatnya pengumuman juara pun tiba. Aku duduk di kursi yang telah disediakan, ditemani Pak Jaya dan Diah. Aku tak berhenti berdoa di dalam hati. Jantungku berdetak dengan kencang. Pertama kalinya aku merasakan ketakutan, panik, tegang yang menjadi satu. Keringat tak berhenti bercucuran dari keningku. Pandanganku hanya fokus ke arah MC. “Juara 3 kategori SMP, diraih oleh Gede Artha dari SMP Bali Mulya!” MC mulai menyebutkan juaranya. “Juara 2 kategori SMP, diraih oleh Ni Kadek Putri Wijayanti dari SMP Permata!” Harapanku seakan hilang ketika mendengar pengumuman juara itu. Badanku mulai lemas. Aku menatap Pak Jaya dengan tak bersemangat. Ia hanya tersenyum dan menepuk pundakku. “Dan juara 1 kategori SMP, diraih oleh...” jantungku mulai berdetak tak beraturan. “Putu Ayu Saraswati, dari SMP Mandala!” Setelah bapak selesai ditangani dokter, bapak dipindahkan ke kamar pasien. Kami dipersilahkan untuk menemui bapak. Sedangkan ibu, masih mengurusi biaya administrasi. Bapak terlihat sudah sadar. Aku memeluknya erat. Aku tak kuasa menahan air mata ku. “Pak, bapak nggak kenapa-kenapa kan? Ayu khawatir banget sama bapak.” Aku menggenggam tangan bapak dengan erat. “Sudahlah Yu, bapak nggak kenapa. Yang penting bapak sekarang masih selamat. Ayu nggak usah khawatir lagi ya.” Bapak hanya tersenyum sambil mengelus-elus rambutku. Tiba-tiba, ibu memasuki ruangan dengan muka sedih dan lesu. “Bapak, Ayu, total biaya rumah sakitnya, Rp 5.750.000,” ucap ibu dengan pasrah. Bapak hanya menghela nafas panjang. “Darimana kita bisa dapat uang sebanyak itu, Bu? Uang tabungan kita kan, sudah habis untuk memperbaiki atap rumah kita yang waktu itu bocor.” Aku hanya menunduk lesu. Tak kuasa melihat keadaan orang tua ku yang seperti ini. Aku seperti kehilangan semangat. Aku menoleh ke samping, dan mendapati Pak Jaya dan Diah yang sedari tadi hanya terpaku diam. Wajah mereka mengingatkanku pada suatu hal. Aku meraih tas ransel kecil berwarna merah, dan mengambil amplop putih yang di dalamnya berisi hadiah lomba tadi. Aku menatap amplop itu dalam-dalam. Segera ku serahkan amplop itu ke ibu. “Bu, ini untuk biaya rumah sakit Bapak. Uang ini adalah hadiah lomba Ayu tadi. Ayu ikhlas, yang penting Bapak sembuh. Kalau kurang, Ayu masih punya tabungan kok.” Wajah kaget terpampang dari wajah ibu dan bapak. “Nggak usah Yu, itu kan hasil perjuangan kamu,” ucap Bapak. “Nggak kenapa Pak, Ayu ikhlas. Kesehatan Bapak jauh lebih penting. Uang kan bisa dicari lagi,” sahutku dengan senyum. Ibu dan bapak nampak berkaca-kaca. Mereka langsung memelukku. “Makasih banyak ya Ayu, ibu bangga dan beruntung punya anak seperti Ayu.” Ibu mencium lembut keningku. Hari ini adalah hari yang tak akan aku lupakan. Aku bisa merasakan arti sebuah pengorbanan. Tak selamanya, orang tua yang harus berkorban demi anaknya. Tapi seorang anak pun, harus rela berkorban demi orang tuanya. Meski aku terlahir dari keluarga yang tidak mampu, tapi aku bangga dan bahagia menjadi anak mereka. Harta tidak selamanya bisa menggantikan kebahagiaan. Harta juga tak bisa menghalangiku untuk meraih mimpi. Aku masih memiliki banyak waktu untuk mewujudkan semua yang aku impikan. Aku berjanji akan selalu berusaha membahagiakan orang tuaku. Karena hanya aku satu-satunya harapan mereka untuk merubah kehidupan kami jadi lebih baik.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

GAB Sanjaya

Wied. N

Adi Wiryadarma K. Ngurah

Satya Dewi


DIMENSI

6 ramalan

bintang

Capricorn Peruntungan: Jangan biarkan obsesi Anda melayang tidak karuan tanpa bisa diraih barang satupun. Cobalah Anda imbangi dengan kerja keras dan tahan banting terhadap perbagai masalah dan hambatan yang muncul. Jangan bersikap lembek, apalagi cepat menyerah. Karier: Apa gunanya panas-panasan hati karena yang rugi juga diri Anda sendiri. Kesehatan: Aturlah mengatur menu makanan semenarik mungkin, untuk yang banyak mengandung lemak sebaikya bisa dihindari. Keuangan: Jangan karena uang di saku tampak tebal sehingga ingin beli yang macam-macam, ingatlah akan kebutuhan yang lebih penting yang harus Anda cukupi segera. Asmara: Jangan keburu ngambek, sebab si dia belum tentu bertujuan seburuk seperti apa yana Anda bayangkan. Aquarius Peruntungan: Jangan cepat merasa puas dulu dengan keberhasilan yang telah diraih selama ini, sebab ini masih kecil, karena yang besar masih ada dan sudah dekat lagi. Karier: Tingkatkan kinerja dan prestasi kerjanya agar karier cepat menanjak. Kesehatan: Jangan sampai timbul masalah kembali hanya karena Anda beraktivitas terlalu berat. Keuangan: Jauhilah bertindak yang dapat memperburuk kondisi keuangan Anda, apalagi kebutuhan yang cukup tinggi sedangkan pemasukan mulai berkurang. Asmara: Berkaca dululah sebelum memberikan koreksi kepada dirinya. Pisces Peruntungan: Jaga statment Anda jangan sampai menimbulkan konflik panjang. Di minggu ini perasaan hati tampak labil dan kurang tenang, sehingga kalau tidak bisa mengendalikan emosi, maka hal yang buruk bisa menimpa diri Anda. Karier: Ucapan minor yang Anda dengar sebaiknya dihadapi dengan senyum saja atau pura-pura tidak tahu agar permasalahan itu tidak semakin bertambah besar saja. Kesehatan: Kalau badan terasa capek sebaiknya tak perlu dipaksa untuk terus beraktivitas, hentikan dulu sementara waktu dan pergunakan untuk beristirahat. Keuangan: Masih tetap stabil dan terjaga. Bila akan melakukan usaha baru, sebaiknya telah dipikir matang dan jauh kedepan. Asmara: Agar suasana bisa tetap harmonis maka Anda harus bisa mengalah bila bertemu dengannya. Aries Peruntungan: Di minggu ini cukup berat bagi Anda untuk bisa melampaui rintangan karena selain tidak ada dorongan juga kurang ada keseriusan Anda dalam menghadapi berbagai permasalahan yang muncul, sehingga permasalahan ini menjadi semakin meluas dan semakin rumit untuk diselesaikan. Karier: Tenangkan pikiran dan hati Anda, sehingga bisa terhindar dari membuat keputusan yang hanya menambah kerugian saja. Kesehatan: Minum-minuman keras sebaiknya dijauhi saja sekalipun itu berdalih untuk menghilangkan segala persoalan. Keuangan: Kebutuhan yang cukup tinggi masih merupakan masalah yang memusingkan bagi keuangan Anda. Asmara: Suasana sudah lebih menghangat lagi, maka dari itu cobalah untuk tetap lebih sabar dan bersikap hangat kepadanya. Taurus Peruntungan: Ada kejanggalan yang perlu diwaspadai, dan jangan ragu untuk menegurnya, cobalah Anda bisa bersikap lebih tegas kepada siapa saja yang berusaha mengganggu Anda. Karier: Segala ide dan rencana masih bisa berjalan dengan lancar. Kesehatan: Rutinitas tampak tinggi, sehingga kondisi badan harus selalu siap kapanpun. Keuangan: Jangan terlalu cemas, pemasukan masih relatif lebih tinggi dibanding mingguminggu kemarin dan pengeluaran tampak berhasil ditekan. Asmara: Tetaplah dikonfirmasikan dulu dengannya, agar tidak ada masalah baru yang muncul di kemudian minggu. Gemini Peruntungan: Mengapa harus pusing-pusing memikirkan target yang menurun, bukankah hal ini sudah biasa dan memang harus dialami oleh bintang Gemini di minggu ini. Karier: Tetaplah komitmen dengan ucapan serta berusaha ingin bangkit kembali. Kesehatan: Kurangi banyak jajan di luar rumah sebab selain faktor higienis yang perlu dicermati juga akan mengurangi biaya pengeluaran yang kurang efisien. Keuangan: Hindarilah segala bentuk spekulasi, kerjakan saja hal-hal yang sudah pasti karena itu akan lebih mendatangkan hasil daripada usaha yang belum tentu keberadaannya. Keuangan masih relatif stabil di minggu ini. Asmara: Ada baiknya refresing makan malam di luar rumah agar ketegangan segera berubah menjadi keakraban sebagai mana mestinya. Cancer Peruntungan: Minggu ini cukup memuaskan karena banyak income yang masuk dan semuanya membuahkan hasil memuaskan. Sekalipun pada awalnya nampak sulit dan menggoda emosi namun jika Anda bisa tenang dan kalem maka rezeki itu tak bakalan lari. Karier: Tataplah dan jalani minggu ini dengan senyum sekalipun bertemu dengan orang yang membikin jengkel hati Anda. Kesehatan: Jaga kebersihan makanan sebab akhir-akhir ini banyak berjangkit penyakit perut. Keuangan: income masih mengalir dengan derasnya sehingga segala kebutuhan bisa tercukupi. Asmara: Cemburu berarti asmara namun jangan sampai cemburu buta, sebab bukannya keuntungan yang didapat namun penyesalan akibat percecokan tidak bisa dihindari. Leo Peruntungan: Jangan terlalu menuruti panasnya hati hanya karena ketidak puasan Anda selama ini, bukankah minggu ini merupakan minggu baik yang penuh ceria berkat adanya bintang penolong yang siap membantu dengan tidak diduga semula. Karier: Yang penting ada keyakinan maka semuanya bisa beres dan kembali seperti semula. Kesehatan: Jangan biarkan ketidak tenangan mengganggu makan dan tidur Anda, untuk itu jangan ragu untuk bersikap tegas asalkan telah dipikir benar-benar. Keuangan: Bila ingin spekulasi tidak ada masalah karena minggu ini lagi mujur. Asmara: Keinginan yang belum terwujud apa salahnya dibicarakan minggu ini sebab peruntungan Anda lagi bagus. Virgo Peruntungan: Tak perlu menyesali apa yang sudah terjadi, biarkan yang lalu biarlah berlalu, sekarang tataplah lurus kedepan dan biarkan itu menjadi sesuatu pelajaran yang berharga dalam menjalani hidup. Karier: Gunjingan dari orang lain anggaplah sebagai angin lalu tidak perlu terlalu dimasukkan hati. Kesehatan: Terkadang pusing dan sulit untuk dihilangkan dengan obat seperti biasanya. Jika sudah begini ada baiknya segera Anda bawa ke dokter jangan tunggu nanti, agar pusing segera hilang dan pikiran bisa segar kembali. Keuangan: Segera dipikirkan kebutuhan baru yang tampak harus Anda penuhi, jangan sampai Anda mengabaikannya. Asmara: Untuk memadamkan api tidak mungkin menggunakan api, oleh karena itu jangan ikutan panas. Libra Peruntungan: Masalah di minggu ini timbul dikarenakan sikap Anda yang teledor dan suka memandang remeh suatu pekerjaan. Untuk itu jika ada peluang sebaiknya ditindaklanjuti dengan secermat mungkin agar hasilnya benar-benar maksimal. Karier: Intropeksi diri dan mau untuk berubah sikap agar semuanya segera dapat diatasi. Kesehatan: Masalah masih seputar kepala yang terasa pening akan tetapi itu tidak terlalu berbahaya, hanya cukup mengganggu aktivitas kerja. Keuangan: Pandai-pandailah mengatur uang pemasukan agar tak habis dengan percuma. Asmara: Memang manis kelihatannya tapi kalau sudah kita cicipi akan terasa pahit juga, oleh sebab itu jagalah diri dengan baik. Scorpio Peruntungan: Banyak sekali yang menawari untuk bekerja sama dan itu semua ada korelasi dengan kinerja Anda selama ini yang cukup ulet dan teliti. Maka dari itu jangan sia-siakan kesempatan ini untuk bisa lebih berimprovisasi dengan melakukan gebrakan-gebrakan yang lebih menggigit lagi. Karier: Tugas dari atasan usahakan diselesaikan tepat waktu, dan jangan suka menunda-nunda pekerjaan. Kesehatan: Bila ingin menurunkan berat badan diet sajalah, ini jalan yang terbaik untuk Anda saat ini. Keuangan: Di saat seperti ini ada baiknya jika Anda rajin berhemat dan menabung, karena masa depan masih terbentang luas dan memerlukan dana yang tidak sedikit. Asmara: Buat apa pikir dua kali, jika memang dia adalah pilihan Anda langsung saja utarakan. Sagitarius Peruntungan: Di minggu ini peluang cukup terbuka lebar dan kesempatan Anda untuk meraihnya juga sangat besar sekali, maka dari itu cobalah untuk lebhi kreatif di minggu ini. Karier: Tetaplah bertahan dengan kesabaran dan tidak perlu terlalu terhanyut oleh perasaan hati agar rencana besar Anda tidak sampai terganggu dan terhambat hanya gara-gara sikap yang seharusnya bisa disadari. Kesehatan: Pikiran diusahakan serileks mungkin dan jangan terlalu dibuat tegang, apalagi situasinya di minggu ini memang cukup baik untuk beristirahat. Keuangan: Masih harus di-manage dengan benar dana yang ada agar Anda tidak Diasuh Oleh malah pusing dengan adanya pemasukan Putri Wong Kam Fu tersebut. Asmara: Apapun yang terjadi Berlaku lebih baik tetap asmara padanya dan jan19-25 Juni 2016 gan mudah dihasut.

Minggu Kliwon, 19 Juni 2016

Weda Wakya

Menjadi Wayang di Tangan Dalang Semesta tasmat tvam uttistha yaso labhasva jitva satran bhunksva rajyam samrddham mayaivaite nihatah purvam eva nimitta-matram bhava savya-sacin (Bhagavad-gita 11.33) Sri Bhagavan bersabda, “Aku adalah Sang Kala, Sang Waktu yang berkembang tanpa batas, Penghancur seluruh alam semesta, dan saat-saat ini Aku hadir di sini dengan tujuan untuk menghancurkan semuanya. Seluruh ksatria yang hadir di sini berada di pihak musuhmu, tanpa bertempur denganmu pun mereka tidak akan ada yang hidup lagi. Oleh karena itu, bangkitlah untuk bertempur dan capailah kemuliaan, dan setelah mengalahkan musuh nikmatilah kerajaan yang gemah ripah loh jinawi, subur sejahtera. Mereka semua ini jauh-jauh sebelumnya sudah Aku binasakan. Wahai Savyasaci Arjuna, jadikanlah dirimu sebagai alat di tangan-Ku.” Yudhisthira dikenal sebagai rajanya dharma. Ia bahkan dalam bercanda pun bukan menghindari berbohong tetapi Yudhisthira TIDAK berbohong. Ia sepenuhnya berada dan menempatkan dirinya di jalan dharma. Oleh karena itulah ia menjadi kepercayaan 101 % Sang Mahagurunya. Seorang Mahaguru militer “number one” di seluruh dunia pada zaman itu, Drona Acarya menaruh kepercayaannya kepada seorang muridnya seratus satu persen alias melebihi batas orang boleh menaruh kepercayaan. Tentu saja kebijaksanaan seorang Mahaguru Militer level dunia seperti itu patut “dipertanyakan”. Akan tetapi, keteguhan Yudhisthira pada Kejujuran Sejati mengalahkan “kebijaksanaan” dan “niti” (political policy) dari seorang Mahaguru maha hebat. Yudhisthira juga merupakan titisan dari Dewa Dharma, Dewa Kebenaran dan Kejujuran. Ia sepenuhnya berada di jalan kejujuran dan kebenaran Sejati yang tanpa bingkai desa (tempat), kala (waktu), dan patra (orang, individu, kelompok). Atas tingkah laku dan perbuatannya yang senantiasa berada di dalam jalan dharma maka ia dijuluki Dharmaraja, yaitu Sang Raja Kebenaran dan Kejujuran Sejati. Dalam sejarah, selain Dewa Kebenaran dan Yudhisthira, tidak ada lagi yang “berani” mempergunakan nama atau julukan Dharmaraja. Itulah seorang Yudhisthira, Sang Dharmaraja atau di Bali sangat terkenal dengan nama Dharmawangsa, keturunan orang-orang teguh di jalan dharma. Arjuna tidaklah seperti sang

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa kakak (Yudhisthira), khususnya dalam kejujuran dan kebenaran. Akan tetapi, ia dikenal sebagai orang yang sangat patuh dan pasrah pada Sri Krsna. Ia siap melakukan apa saja yang diperintahkan oleh Sri Krsna, bahkan di dalam medan perang Kuruksetra ia mematuhi perintah Sri Krsna untuk membunuh saudara-saudara, guru-guru yang dihormati serta dipujanya dan lain-lain yang membela pihak yang jahat (Kaurava), itu pun dilakukan oleh Arjuna. Lebih jauh lagi, ketika Sri Krsna memerintahkan Arjuna untuk melepaskan anak panahnya kepada Ksatria Agung Karna justru pada waktu Karna sedang berusaha keras untuk mengangkat roda keretanya yang sedang masuk lumpur. Arjuna terkenal sebagai Ksatria Sejati, ia sangat pantang membunuh musuh yang sedang tidak bersenjata atau tidak sedang siaga tempur. Akan tetapi, karena diperintahkan oleh Sri Krsna maka Arjuna melakukannya. Ia pun membunuh Karna yang sedang tidak dalam keadaan siap tempur, yang juga adalah kakaknya sendiri. Itulah seorang Arjuna, seorang yang sangat sederhana tetapi sangat patuh pada perintah Sri Krsna yang adalah kawan dan sekaligus Gurunya. Bhagavad-gita bukanlah kitab suci yang (hanya) mengajarkan kebaikan dan/atau kebaikan yang hanya berada pada tingkatan sattva-guna. Bhagavad-gita tidak seperti sejumlah kitab-kitab lainnya yang “menjanjikan” kesenangan-kesenangan dunia seperti harta-benda, nama, dan kepuasankepuasan duniawi lainnya, melainkan Bhagavad-gita dipenuhi oleh “manik-manik emas” dalam level Suddha-sattva (kebaikan murni) atau visuddha-sattva (kebaikan sangat murni). Bhagavad-gita tidak mengarahkan orang kepada pencapaian surga-surga melainkan pada arah sangkan paraning dumadhi, yaitu tujuan puncak dari hidup manusia di dunia ini. Untuk itu, Bhavagad-gita tidak ada urusan dengan Sang Yudhisthira yang Dharmaraja dan berada mantap di dalam sifat sattva-guna tetapi belum berada di dalam tingkat Suddha atau visuddha-sattva. Ketidaksiapan Sang Dharmaraja untuk menjadi Wayang alias “direct tool” (alat kerja langsung) di tangan Dalang Semesta, Ida

Hyang Parama Iswara dibuktikan oleh kejadian di medan perang Kuruksetra. Pada waktu itu, ketika Sri Krsna memerintahkan Bhima membunuh gajah bernama Asvatthama, Krsna meminta agar Bhima berteriak lantang bahwa ia sudah berhasil membunuh Asvatthama. Bhima walau sempat ragu untuk berbohong, namun ia pun melakukannya. Drona Acarya yang sedang sibuk menghadapi musuh dengan pedang saktinya tebas kanan dan tebas kiri, mendengar suara sayupsayup yang menyatakan bahwa putra kesayangannya, Asvatthama sudah terbunuh, maka Drona pun menjadi kaget setengah mati. Dalam batinnya 99% Drona tidak percaya terhadap teriakan tersebut karena ia mengetahui kesaktian putranya, Asvatthama yang luar biasa dan tidak sembarang musuh dapat mengalahkannya. Akan tetapi, disebabkan oleh rasa sayangnya yang berlebihan pada putranya, maka ia mulai mempercayai berita itu, lalu mulailah Drona kehilangan semangat tempurnya. Ia sangat mencintai putranya tanpa batas. Drona tidak bisa hidup tanpa putranya. Untuk memastikan berita tersebut, akhirnya ia mendatangi Yudhisthira, Sang Raja Kejujuran. Drona bertanya lemah pada Yudhisthira, “Wahai anakku Dharmaraja..., engkau dikenal sebagai orang yang tidak pernah berbohong. Aku percaya pada apa pun yang engkau katakan karena kata-katamu pasti selalu dalam kebenaran.” Pada saat yang sama Yudhisthira melihat lirikan Sri Krsna, akhirnya ia menjawab perlahan, “Ya... benar..., Asvatthama hatohatah... (benar Asvatthama telah meningggal)”, tapi pas pada saat yang sama Yudhisthira mengatakan kalimat berikutnya... Sri Krsna meminta Bhima Vrkodara untuk meniup Sangkhakala sehingga kata-kata Dharmaraja yang mengatakan “naro va...” (mungkin Asvatthama yang manusia), “kuñjaro va...” (atau Asvatthama yang gajah) menjadi tidak kedengaran karena dikalahkan oleh bunyi Sangkhakalanya Bhima. Melihat cerita tersebut, dapat dipastikan bahwa Yudhisthira tidak mengikuti 101% perintah Sri Krsna, maka ia bukanlah 101% “alat langsung” dari Sri Krsna. Dharmaraja tereliminasi pada langkah “asvathama hatohatah naro va kuñjaro va”, memang benar Asvathama sudah terbunuh, mungkin asvathama gajah mungkin pula Asvathama putranda. Oleh karena tidak “menyerah total” maka Yudhisthira gagal menjadi alat di tangan-Nya. Sejak kejadian itu, bagaikan ular “Lipi Aon” yang biasa terbang tetapi sekali menyentuh tanah maka ia tidak bisa terbang lagi, seperti itulah kereta Dharmaraja Yudhisthira yang biasanya ter-

bang, akhirnya tidak bisa terbang lagi, disebabkan ia tidak mau berbohong demi perintah-Nya. Menariknya, versi penuturan Dalang Wayang di Indonesia mengatakan kereta Dharmaraja tidak bisa terbang lagi justru karena Dharmaraja Yudhisthira berbohong (pada Gurunya). Arjuna, bukan hanya disuruh berbohong oleh Sri Krsna melainkan membunuh. Krsna menyuruh Arjuna untuk membunuh para kulawarga dan Gurugana..., para guru yang ia hormati dan sembah, para guru yang membuatnya menjadi sangat hebat seperti ia berada pada waktu itu. Semua perintah Sri Krsna dilakukan tanpa tanda tanya lagi, dan di hadapan Sri Krsna ia tidak memakai “kepala”-nya lagi. Logika dan pertimbangannya dibuang jauh-jauh. Seperti dikatakan oleh Acharya-shri Kamal Kishore Goswami: “Collapse your mind, open your heart”, - tutup logikamu dan bukalah hatimu. Upanisad pun mewantikan dengan tegas bahwa orang tidak akan mampu merealisasikan rahasia Tuhan melalui ketajaman kecerdasan yang maha tinggi, na medhaya na bahuna srutena. Na...sama sekali tidak ... medhaya ... melalui kecerdasan maha cerdas... Sedangkan Arjuna mengatakan, “Wahai Sri Krsna... sisyas te’ham sadhi mam tvam prapannam, hamba adalah siswa Anda dan hamba menyerahkan diri sepenuhnya di kaki Anda. Pada akhirnya Arjuna mengatakan, “Karisye vacanam tava..., apa pun perintah Anda..hamba akan lakukan...” Penyerahan diri total itulah yang menyebabkan Arjuna “lolos” dalam “seleksi” Tuhan untuk layak menjadi alat langsung-Nya. Sebagai pembelajaran diri sendiri, jalan atau cara apa pun yang ditempuh, patut dilakukan tanpa “sentuh kanan-kiri” apalagi sibuk mencerca serta “mengadili” jalan pendekatan diri kepada Tuhan yang dipraktikkan oleh orang lain, melainkan berusaha semaksimal mungkin meningkatkan rasa penyerahan diri kepadaNya. Hanya penyerahan diri total yang mampu “mempertemukan” Sang Diri dengan Sumber Sang Diri, Hyang Paramatma. Hanya penyerahan diri total seperti totalitas penyerahan diri Arjuna yang akan menjadi “alasan” Tuhan memakai sebagai alat di tanganNya. Dan hanya inilah yang dimiliki oleh para leluhur umat Sanatana Dharma di Bali, penyerahan diri total dengan “mantra sakti” ampuh bhakti: “Ratu Sang Hyang Widhi Wasa..., druwenin titiang...”, duhai Hyang Widhi..., mohon berkenan memiliki (kembali) dan mempergunakan diri hamba ini. Hamba berpasrah sepenuhnya pada Debu Kaki Tuhan, “ring buk-padan Palungguh I Ratu”.

MIMBAR AGAMA

Buah Puasa: Menebar Kedamaian

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Q.S. al-Baqarah [2]: 183).

Sungguh indah budi pekerti mereka yang berhasil dengan baik menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan, yakni mereka yang sukses meraih predikat sebagai orang yang bertakwa (Q.S. 2: 183), sebuah pencapaian tingkatan ruhaniyah yang tentu diidamidamkan oleh orang-orang yang beriman. Cobalah cermati tentang keindahan akhlak (budi pekerti) orang yang bertakwa sebagaimana dilukiskan dalam surah Ali Imran berikut ini. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Q.S. Ali Imran [3]: 133-134). Tidak perduli, apakah sedang dalam kondisi banyak (lapang) rezeki atau sedang dalam keadaan sempit rezeki, mereka yang telah mencapai derajat takwa, tetap saja menafkahkan hartanya untuk membantu sesamanya yang memerlukan bantuan. “Pelatihan” yang telah dilakukan pada saat berpuasa Ramadan dalam menahan lapar dan dahaga mengantarkan mereka untuk mudah berempati dan membantu sesamanya. Shaum (berpuasa), hakikatnya adalah aktivitas menahan diri dari godaan hawa nafsu dalam rangka menaati Allah SWT. Begitupun dalam hal mengendalikan nafsu amarah, orang bertakwa sangat piawai mengelola emosinya, sehingga kemarahan sebesar apa pun dapat dikendalikan dengan baik, sehingga tidak menimbulkan dampak buruk, baik bagi dirinya, maupun bagi orang lain. Sebagaimana diketahui, nafsu amarah yang tidak terkendali, bisa menimbulkan kerusakan dalam skala yang mengerikan,

Redaktur Khusus MIMBAR

ISLAM H. Kusnadi Musthofa bahkan juga pembunuhan. Ciri lain dari budi pekerti orang bertakwa yang sangat indah adalah memaafkan kesalahan sesama manusia. Semakin banyak orang yang bertakwa, tentu akan semakin damai kehidupan ini. Merekalah “oase” kehidupan yang menyejukkan. Merekalah penebar kedamaian yang selalu dirindukan oleh orang-orang yang mendambakan ketenteraman. Betapapun orang bertakwa tidak akan mengikuti (sifat) setan yang senantiasa mengobarkan api dendam dan permusuhan, yang kemudian berujung pada kerusakaan dan kebinasaan. Namun mereka yang bertakwa akan senantiasa meneladani akhlak Allah SWT AlA’fu (Yang Maha Pemaaf). Maka bisa difahami jika Allah SWT mencintai hamba-hamba-Nya yang bertakwa itu. Sedangkan ciri khas lainnya yang digambarkan oleh Allah SWT adalah, “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. al-Baqarah [2]: 177). Mereka yang bertakwa adalah mereka yang memiliki “kesalehan sosial”, yang peka, penuh empati

dan ringan tangan dalam membantu sesamanya. Jelas mereka yang bertakwa menjauhi sifat-sifat buruk seperti egoististis, hanya mementingkan diri sendiri atau kelompoknya semata dan menjauhi sifat arogan yang mudah menyepelekan dan merendahkan orang lain. Begitu indah budi pekerti orangorang bertakwa yang digambarkan dalam Al Qur’an. Persoalannya kini adalah, sudahkah keindahan akhlak yang mempesona itu ada pada diri kita yang saat ini sedang dan kemudian akan mengakhiri ibadah puasa Ramadan tahun ini? Pertanyaan ini penting dihujamkan kepada diri sendiri, sebab bagaimanapun kita tidak ingin berpuasa hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, puasa yang tidak membuahkan ketakwaan kepada-Nya. Meraih derajat takwa, jelas diperlukan perjuangan yang tidak sepi dari tantangan dan kendala yang menghadang. Karenanya apabila derajat takwa itu bisa diraih oleh seseorang, maka imbalan yang disediakan oleh Allah SWT pun sangat mengagumkan. Inilah “super bonus” yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar (atas problema) yang dihadapinya.

Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya, Allah akan mencukupkan (keperluannya).” (Q.S. at-Talaaq [65]: 2-3). Itu pun masih ditambah dengan imbalan berupa karunia kemudahan dalam menangani suatu urusan yang dihadapi, dihapus kesalahan-kesalahannya dan akan dilipat gandakan pahala baginya, ya, bagi mereka yang bertakwa (Q.S. at-Talaaq [65]: 2-3). Yang tidak kalah mengagumkannya imbalan bagi mereka adalah: Surga! Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya. Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang kami kehendaki; maka syurga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.” (Q.S. az-Zumar [39]: 73-74).

PERMATA HATI

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) Made Chahya Pradnyandika lahir pada 17 Juni 2013, beralamat di Blahbatuh, Gianyar. Anak dari Nyoman Chahya Kurniadi dan Putu Ika Suarmayani baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang ke-3. “Untuk jagoan kecilku semoga selalu memberi kebahagiaan di tengah-tengah keluarga kami. I love you, aishiteru, wo ai ni.”


Redité Kliwon, 19 Juni 2016

Bali L e m b a r

Bencingah

Jero Mangku Jati

Patut Kadruénang NÉNTEN dangan tatkala dados krama Bali sané magama Hindu, duaning krama patut naminin makudang-kudang parindikan sané sampun dados tetamian para panglingsir saking nguni. Sorohnyané makéh, wénten sané marupa kalewihan palemahan, wénten marupa makudang-kudang soroh kasenian miwah budaya. Indiké punika sané manados cecihnan taler kalewihan pariwisata kantos mangkin. Krama Bali taler nami makudang-kudang tetamian marupa tradisi miwah kapatutan utawi awig-awig sané patut becik kamargiang antuk manah lascarya tur pikayunan ngayah. Punika mawinan tradisi adat Bali patut kalestariang, sakadi sané kabaosang Jero Mangku Jati. Pinaka undagi wangunan Bali, Jero Mangku Jati nguningayang indik makudang-kudang soroh wangunan punika wantah tetamian budaya sané madué kawigunan soang-soang ring pakraman, utamanipun balé delod. Duaning sakadi sané sampun sering kapanggihin, balé adat utawi balé delod punika wantah cihna saking tradisi Hindu-Bali pinaka genah ngamargiang makudang-kudang parikrama upacara yadnya. Minakadi upacara masakapan, ngotonin, matelubulanan, masangih miwah upacara Manusa Yadnya siosan. Tios punika, tatkala wénten kalayusekaran utawi krama sané padem, sawa prasida kagenahang ring balé inucap. “Yadiastun pinaka balé upacara yadnya tur sering kanggén ngenahang sawa, nanging balé inucap prasida kanggén sirep. Sakéwanten, wus ilén-ilén karya patut kaicén galah malih tigang raina sadurung kanggén pasirepan. Napi malih yéning sadurungnyané kanggén ngenahang sawa majanten risampun nglintangin tigang raina patut kamargiang upacara pabersihan antuk banten Pakelemiji,” baos dané sané ngawitin dados undagi duk warsa 1966 puniki. Jero Mangku sané embas duk 1950 puniki malih maosang, sangkaning kawigunan sané mabuat, irika lantas krama Hindu-Bali patut ngutsahayang mangda prasida ngwangun utawi madué balé delod ring pakarangan umah utawi jero soang-soang. Sakéwanten yéning ring tegak umah utawi kulawarga inucap nénten madué balé delod, sinah parikrama punika jagi kamargiang utawi kalaksanayang ring balé dauh rumasuk ngenahang sawa. Sakéwanten yadiastun asapunika majanten krama Bali setata mautsaha mangda prasida madué balé delod. Sangkaning balé delod pateh kaulapin risampunné wusan kakaryanin, sinah jagi baya manawita wénten kaiwangan indik parikrama ngwangun utawi becik-kaon lakar sané kanggén. Bapa saking I Kadek Puspayasa, Ni Nyoman Sudani, miwah Ni Ketut Suryani puniki maosang, soroh-soroh cacat balé kajantenang jagi ngawinang biuta utawi kahanan nénten becik ring sang sané nuénang. Cacatnyané minakadi kayu sané kanggén saka utawi adegan bolong utawi borok. Wénten taler song sunduknyané bedah utawi sunduk kaja-kelod nénten mabelat sareng sunduk kangin-kauhnyane, taler song sunduk sané beneng sareng socan kayu. Nénten wantah amunika, wénten taler cacat marupa socan kayu majepit antuk waton sané majanten nénten kanggén olih undagi miwah adegan belah tuun sané mawasta mud ati. “Ala utawi pikobetannyané minakadi sané meneng irika nénten prasida becik sirep, ketah ngrasayang semutan, miwah uyang. Sané pinih baya wantah sikutnyané, yéning iwang prasida ngawinang krama inucap sering mauyutan, ngamanggihin ala nerus utawi seret rejeki,” undagi sané meneng ring Br. Nyelati, Kuwum, Mengwi, Badung puniki nugesang. (wan)

(32)

B a s a

7

B a l i

Balé Murda

Maplangkan Asiki, Matugeh Garuda SAMPUN saking nguni krama Bali katami makudang-kudang kawagedan utawi kawikanan sané mabuat pisan ring kahuripannyané soang-soang. Sané katami saking para panglingsir punika nénten ja marupa kawikanan indik ngolah utawi nglemékin palemahan mangda prasida ngamedalang merta sané becik kémanten, nanging wénten taler sané sané marupa kalewihan palemahan, makudang-kudang budaya, miwah kasenian sané dados cecihnan wisata Bali sané ngulangunin. Nénten wantah amunika, krama Bali taler katami indik makudang-kudang kapatutan utawi tata-titi indik wewangunan Bali sané patut kakaryanin ring soang-soang pakarangan wiadin paumahan duaning madué kawigunan soang-soang. Sinalih tunggilnyané marupa wangunan balé delod. Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain M.Si., dosén mata kuliah Arsitektur Indonesia ring Universitas Udayana maosang wewangunan paumahan tradisional Bali akéhan kawastanin sangkaning nganutin saking dija genahnyané ring pakarangan, minakadi balé delod, mawasta bale delod sangkaning genahipun ring delod. Wénten taler kawastanin sangkaning nganutin akéh adegan utawi saka, minakadi balé saka nem duaning akéh adeganipun nenem, miwah saka kutus duaning akéh adeganipun akutus. Makekalih soroh wangunan punika akéhan kadruénang olih

krama. Yéning krama sané madué tegak linggih becikan minakadi ring Puri utawi polih kapaicayang saking Raja, wawu prasida ngaryanin utawi nuénang balé saka roras utawi sané masaka roras. Balé saka roras taler kabaosang olih Jero Mangku Jati, undagi wewangunan Bali saking Br. Nyelati Kuwum madué cecihnan sios, inggih punika madaging antuk plangkan asiki sané kagenahang ring tengah-tengah balé. “Balé punika kawastanin Balé Murda, prasida kakaryanin utawi kadruénang olih akidik warga kémanten, minabang tiang sang sané ngranjing ring warga triwangsa kémanten sané prasida nuénang Balé Murda inucap,” asapunika dané maosang. Malih kalanturang, ring balé delod saka nem miwah kutus akéhan madaging antuk dipan utawi plangkan asiki kémanten sané genahnyané ring bucu kelod kangin, sakéwanten yéning marupa balé gede utawi balé saka roras ring pakraman akéhan plangkannyané kalih diri sané genahnyané madampingan ring dajanan delodan. Kawigunan balé sané madué kalih plangkan inucap mabinayan. Plangkan sané delodan kanggén genah sawa tatkala wénten kalayusekaran utawi pangabénan, plangkan sané dajanan kanggén ri kala wénten upacara ngotonin, masakapan, masangih miwah sané siosan. Punika nénten dados kasilang-silur napi malih tatkala wénten sawa kalih, kautsahayang mangda makakalih sawa prasida

BPM/wan

MURDA – Balé delod sané madaging plangkan asiki kawastain balé Murda. Cihnanipun, plangkan sané asiki punika magenah ring tengah-tengah balé. kagenahang ring plangkan sané delodan kémanten. Bantennyané wawu kagenahang ring plangkan sané dajanan. Yéning wantah asiki, sinah plangkan inucap prasida kanggén ring sakancan upacara tan pabinayan. Katakénin indik togog garuda sané ketah kapanggih ring makudang-kudang balé delod, Jero Mangku maosang yéning punika kawigunayang dados sendi utawi

ngisiang adegan sané wénten ring lambang balé nyantos ka tanggun langit-langit. Adegan inucap kawastanin antuk Tugeh. Sané ketah kapanggihin, balé saka nem utawi saka kutus sané madaging antuk tugeh akéhan nganggén sendi marupa togog garuda yadiastun dados nganggén sendi marupa pepayasan bunga miwah sané siosan. Sakéwanten yéning balé inucap nénten madag-

ing tugeh, sinah nénten nganggén sendi punapa-punapi malih. “Yéning punika wantah balé delod sané madaging antuk adegan sia diri utawi sané mawasta balé tiang sanga, sinah saka ring tengah-tengahipun taler manados tugeh. Tugeh punika patut ngawigunayang sendi marupa togog Singa makampid sané kawastanin antuk Singasari,” asapunika Jero Mangku Jati nartayang. (wan)

Tegeh Saka Balé Delod

Masikut Selikur Rai Maurip Anyari Kacing

BPM/wan

TUGEH – Ketah pisan kapanggih balé delod madaging antuk togog garuda, togog punika kanggén sendi saking tugeh utawi adegan sané wénten ring duur lambang balé delod. Manawita nénten madaging sendi, majanten balé inucap nénten madaging tugeh. “TUAJI, daweg malali ka Ujung titiang simpang ka jeron timpal titiangé Gusti Bagus Cakra Yudana kelas kalih SMA. Ajinné mapeséngan Gusti Bagus Saputra. Kocap dumun daweg Tuaji Karang ngantén sareng Bibi Sisu raganné mengkeb irika. Sejaba punika okanné sané alitan kari kelas tiga SMP mapeséngan Gusti Bagus Catra Andana wiyakti bagus, kelusné persis sakadi Ayu Citra Andini. Yéning sandingang manawi cocok pisan sakadi anak kembar buncing,” aturné Gusti Ngurah Jelada éling ring jejeleg, kulit, prerai miwah kenyemné Gusti Bagus Catra Andana. “Saja Ning di Ujung mula ditu sig Gus Putrané tongos Bibi Sisuné mengkeb ngrorod. Aji buung negdeg ngetut Bibiné kema sawiréh tusing icéna tekén pekaké. Kadén mara ené Aji ajak Bibiné kema kundangan ada anak mapandes? Kanti Gég Citra koné ulung lantas opname awai di RSU Amlapura?” patakénné Gusti Madé Taman. Ibunné lan Gég Jeladi kagiat wau mirengang.

PINAKA krama Bali, patut pisan uning tur éling ring tata-titi genah wewangunan sané wénten ring pakarangan utawi paumahan. Duaning wénten makudang-kudang wewangunan utawi parindikan sané genahipun nénten prasida kagulgul utawi maidehan kagenahang, minakadi genah suci marupa sanggah sané genahipun patut ring kaja kangin utawi utamaning utama mandala. Nénten wantah genahnyané kémanten, sané patut taler kauningin wantah rerincikan parikrama makarya. Duaning ring gama utawi sima adat Bali ngwangun balé utawi wewangunan nénten dados masikut “panjang kali lebar kali tinggi” kémanten, sajabaning patut ngawigunayang tata-titi sané kawastanin antuk Asta Kosala-Kosali. Indiké punika kawigunayang ring sakancan wewangunan, utamanipun ri kala makarya balé delod. Jero Mangku Jati, undagi wewangunan Bali maosang, ri kala ngwangun balé delod majanten jagi kakawitin saking tegeh adegan utawi saka sané taler setata kaadungang sareng tegeh bataran balé saking natahnyané. Tegehipun minakadi 80 cm, 60 cm tur wénten taler sané tegehan malih nyantos améter, makasami punika ngawigunayang sikut adegan “selikur rai maurip anyari kacing”. A rai punika nganutin saking jimbar utawi linggah saka inucap, minakadi sané akéh kanggén kirang langkung 10 cm. Anyari kacing wantah jimbar

“Inggih wiyakti Tuaji. Titiang taler sareng merika. Duk punika sedeng becik otonné Gus Catra Andana, raina Anggara Umanis Kurulut. Aji Karang sareng Bibi miwah Gég Citra ménjangang sampun rauh ngrerep irika. Gég Citra magandéng sareng Beli Gus Cakra gumanti jaga nelokin sapisanan ngundang titiang mangda rauh ring dinan karyané. Nanging lacur raganné labuh nabrak asu ring marginé sané durung maaspal becik. Beli Gus Cakra babak belur, nanging Gég Citra kanin pas ring tirus pahanné keni tiing lanying ring pinggir marginé. Sedeng becik wénten montor liwat raris baktana ka Rumah Sakit. Gég Citra sempat ngebél titiang saking RSU. Titiang sedek nyetrika. Raris ngabarin Pak Madé Tusan, saha ngelisang mrika. Panggihin titiang Aji Karang sareng Bibi sampun dumunan irika. Gég Citra keeb-keeb limuh santukan darahné akéh sané medal. Dokteré bingung santukan wau priksana golongan darahné Gég Citra yukti O. Duk punika persediaan darah golon-

utawi linggah kacing undaginé sané kirang langkung wantah 1,5 cm. “Sikut tegeh adegan marupa selikur rai maurip anyari kacing punika wantah sikut sané pinih akéh kanggén olih undagi. Wilanganipun inggih punika a rai wantah 10 cm kakaliang utawi kaketek ping selikur wawu katambahang utawi kadagingin malih antuk anyari kacing utawi 1,5 cm. Pamuputné kapolihang 211,5 cm. Amunika dadosné tegeh adegan utawi saka wangunané,” baos Jero Mangku Jati. Yéning ngrereh genah plangkan sinah ngawigunayang sikut “a bah-an adegan nyirang anyari kacing” saking sisi kauh balé. A bah-an punika wantah ketékan sané kamargiang antuk parikrama ngebah kangin tegeh saka, sios punika “nyirang” wantah nagingin malih a bah-an antuk segitiga siku-siku sané kawangun satmaka kapunggel nyirang. Risampuné kapolihang segitiga siku-siku sané sampun kaketék punika, wawu kadagingin malih ring muncuk kaketekan saka sané ka-bah-ang inucap. Risampuné kapolihang ketékan a bah-an adegan nyirang anyari kacing wawu prasida kadagingin dipan nampek saking témbok kelod saking balé delod sané kawangun. Sios punika indik tegeh plangkan ngawigunayang ketékan “telung rai anyari kacing” inggih punika kirang langkung 31,5 cm. Sesampuné punika wawu kadagingin sunduk bawak utawi sunduk kaja-kelod miwah sunduk dawa utawi sunduk

gan O-né telas pisan ring RSU. Nika awinan perlu donor darah segar mangda nyidang transfusi langsung. Sami katakénin. Bibi Sisu golongan darahné B, Aji Karang nénten kayun. Raganné kocap lesu saha madué sungkan deabetes. Kantun titiang sareng Gus Catra Andana sané golongan darahné O. Punika awinan titiang sané nunas dados donor dumunan, yén kantun kirang wau Gus Catra. Angayubagia pisan darah saking titiang kémanten sampun cukup.” “Bééh, syukur wénten Beli Ngurah ané patuh golongan darahné. Ten kénten Beli Ngurah loyo suud madonor? Amongkén juanga darahé? Uuuh yén tiang takuut,” baosné Ayu Jeladi miris. “Nggih suud madonor lantas baanga ngajeng nasi, susu, taluh siap patpat lan suntikan napi kadén. Pokokné istirahat pules malu ajebos sambilang nongosin Ayu Citra,” pasaur rakanné lesu. Kantun kanten marawat-rawat swabawanné Ayu Citra kembang lémlém tan pabayu. Wau éling panggihina Ngurah Jelada ring sampingné,

kangin-kauh plangkan. Duur sunduk inucap wawu prasida kadagingin waton utawi plangkan. Nénten wantah amunika kémanten, sikut balé delod punika patut kawilangin saking genah balé daja ri kala nyikut nglintangin natah. Prasida kawilangin saking lemah dengdeng balé daja ka lemah dengdeng balé delod, saking undag balé daja ka undag balé delod tur wénten taler saking saka balé daja ka genah saka balé delod. Akéh wilangan sané prasida kanggén inggih punika pat likur tampak nanggu asampel, pitulas tampak nanggu asampel tur wénten sané pinih alit inggih punika dasa tampak nanggu asampel sané makasami punika wantah wilangan Gedong Pasimpenan tur jagi kadungang sareng agengalit genah sané kadruénang. Indiké punika taler kabaosang Jero Mangku I Nyoman Artana, undagi saking Padang Tegal, Ubud. Dané maosang nyikut balé delod saking balé daja punika jagi ngawigunayang tlapakan batis tur kaurip antuk atapakan batis ngandang taler ngrereh wilangan Gedong Pasimpenan. “Belat balé daja ka balé delod nglintangin natah punika patut ngamolihang wilangan Gedong Pasimpenan, duaning sakadi sané kauningin punika jagi mapikolih becik ring sang sané madué balé minakadi ngrauhang kalewihan, karahajengan taler kasukertan,” asapunika Jero Artana maosang. (wan)

raganné nangis sigsigan ngelut rakanné. “Beli Ngurah, tiang kangen pesan kén Beli. Ten sabaran tiang milu Beli Gus Cakra nelokin Beli Rah di dunungan, tapi.. kakéné tepukin. Untung darah Beli Ngurahé cocok ajak tiang satmaka nyambung urip tiangé. Yén ten kénten kénkén kadén, darahné Tuaji ajak Ibu malah ten cocok. Sujatinné tiang niki okan sira, dadi ten nurutang Ibu utawi Aji?” Ayu Citra makeengan bengong. “Nah, sampunang nika lantanganga. Beli Rah mula bani ngecorang getih mélanin Gég Citra. Tresnan adiné lakar nelokin Beli bayah baan tatu magetih-getih,” Ngurah Jelada ngecup rainné. “Ten kénkén Beli Rah. Sakité matatu di paa dadi ubadin, asal ten matatu di ati aba kayang mati. Tiang kangen Beli Rah kapah mulih,” aturné Ayu Citra nangis manying ngepes toyan panonné. Siang wau aji sareng ibunné ngrereh antuk mobil ka RSU raris mantuk ka Ujung ajebos mangda polih nyingakin

sané mapandes ngayab lan mapeningan. Soréné punika raris mantuk ka Selat, mangda nyidang rainané mangkin raganné taler mabiakala saha maodalan alit sapisanan. Sapunika Ngurah Jelada bengong éling daweg nongosin rainé ring RSU marawat-rawat tangis. “Apa saja Ajinné kencing manis. Sing nyen golongan darahné malénan? Dasar mula celang, takut katangehan belangné. Perlu masih selehin, nguda darahné Gus Catra cocok teken darahné Gég Citra. Sing nyen saja-sajaan mula kembar buncing?” pitakéné Gusti Madé Taman nyesedang. “Yén antuk punika sedeng becik daweg mabresih-bresih ring lemariné, titiang manggihin KTP- né Aji sareng Bibi Sisu sané sampun padem, golongan darahné Tuaji A sareng Bibi Sisu B. Dados tawah pisan yéning okanné Gég Citra golonganné O,” aturné Ngurah Jelada kadi tandruh. (Masambung)


Upacara

8 Bebantenan Banten Byakala

Sarana Panyucian Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit SADURUNG ngawit ngamargiang upacara yadnya, inggian upacara Manusa Yadnya kantos Déwa Yadnya, pastika setata kakawitin antuk upacara pabersihan antuk bebantenan Byakala miwah Prayascita. Banten Byakala wantah wentuk panyucian lahiriah, Prayascita wantah wentuk panyucian/pabersihan rohaniah. Ring pakraman, banten Byakala ketah kawigunayang pinaka manggala (upacara pangawit), pinaka upacara panyucian, inggian nyuciang Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit. Tetujonnyané nyujuh rasa imbang lahir bhatin. Saking niskala, banten Byakala kawigunayang pinaka sarana ngicalang sakancan parindikan kaon sané metu sangkaning Bhuta Kala tur kawaliang ka wit-nyané mangda nénten ngusak-asik pamargin upacara. Byakala mawit saking kruna baya miwah kala/kaon. Baya mateges sahananing sané ngametuang baya. Kala/kaon mateges ngicalang. Mawinan banten Byakala kategesin pinaka sarana ngicalang sahananing sané prasida ngwetuang baya. Sajeroning Lontar Rare Angon kaunggahang: “Banten Byakala makasarana ngicalang sekancan pikobetpikobet sané nénten becik, dumugi sidha galang apadang”. Antuk punika banten Byakala kawigunanipun pinaka sarana pabersihan, ngicalang sakancan pikayunan sané nénten becik sané metu sangkaning ahamkara (egoisme). Mawinan punika, ri kala natab banten Byakala, tirta kasiratang ka sor miwah kaayab utawi natab ka sor/ka ungkur. Indik sarana sané kawigunayang makarya banten Byakala minakada alasnyané ngawigunayang ayakan, ring basa Bali kasengguh sidi. Sidi sajeroning banten Byakala kategesin pinaka panyaringan, nyaring sakancan parindikan sané kaon mangda dados becik. Ring duur sidi kaaledin kulit sesayut. Kulit sesayut puniki pinaka pralambang kahuripan ring sekala kautsahayang sayan becik antuk pamargi mapantapanta. Kulit sesayut taler mateges karahayuan. Wus punika kadagingin kulit peras pandan wong pinaka pralambang senjata. Sajeroning Lontar Yajna Prakerti kaunggahang, peras taler maartos prasidha, utawi sida ngeret Tri Guna. Sangkaning prasida ngeret Tri Guna ring Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit, iraga prasida molihang kekuatan kanggén nyuciang parindikan sané kabaos mala majalaran sekala. Ring banten Byakala taler madaging nasi matajuh matimpuh madaging tasik sajangkepnyané tur mabungkus antuk daun pisang. Nasi taler panyangkepnyané pinaka lambang bhuwana agung miwah dagingnyané. Nasi matajuh (makaput antuk wentuk mrepat) miwah nasi matimpuh (makaput mawentuk segitiga) pinaka niyasa purusa predana mateges makekalih patut ngamolihang pabersihan. Tios punika taler madaging pisang, woh-wohan, miwah sanganan sajangkepnyané. Satios sarana ring ajeng, ring banten Byakala taler madaging lis alit/lis bebuu sané mateges pinaka sarana ngicalang Dasa Mala (Slokantara 84) inggih punika adasa parilaksana kaon/leteh sané nénten patut margiang. Wus punika kadagingin sampyan padma miwah sampian nagasari. Sampian padma pinaka simbol Dewa Siwa sané ngicalang sakancan sané kaon. Sampian nagasari kakaryanin antuk daun endong bang. Nagasari mawit saking kalih kruna, ‘naga’ miwah ‘sari’. Kruna naga sajeroning basa Sansekerta mateges lelipi taler mateges bhuwana agung/ jagat, sari mateges sané pinih utama. Mawinan nagasari kategesin pinaka sarana panyucian bhuwana agung miwah bhuwana alit sané utama. Pamekasnyané banten Byakala, samian jejahitannyané ngawigunayang slépan miwah sampian nagasari saking daun éndong bang. Slepan miwah éndong bang sané mawarna selem/bang wantah nyihnayang sané kaon, mawinan banten Byakala sané pacang ngicalang mala/ kaon sané wénten ring sajeroning Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit puniki. Matiosan sareng Prayascita sané kakaryanin saking janur putih/kuning sané mateges suci/bresih. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Wijaya Kusuma Sebali)

Redité Kliwon, 19 Juni 2016

Sang Hyang Aji Saraswati Cihna Pangweruhan

Malarapan Arca, Angganing Sekolah Sayan Sumeken Malajah NGRURUH kaweruhan sajeroning aguron-guron ring sekolah majanten kalaksanayang sawilang raina olih para yowana miwah angganing sekolah. Sakatah pakéling pangweruhan taler kaloktah ring Indonesia, inggian kapakélingin majalaran pakeling tradisional yadian nasional. Makélingin majalaran tradisional minakadi ring Bali kapakélingin sawilang nem bulan nepet raina Saraswati antuk ngamargiang upacara ngastiti majeng Déwi Saraswati, santukan Ida pinaka pralambang pangweruhan antuk sakatah atribut ring tangan. Ngeninin indik Déwi Saraswati pinaka sakti Dewa Brahma kawangun ring sekolah-sekolah marupa patung, manut Dr. Dra. Ida Ayu Tary Puspa, S.Ag., M.Par. katilik saking Padma Purana irika katlatarang yéning konsep indik Ardha Nareswari taler yéning Déwa Brahma nadosang seket persen anggannyané masikian sareng Déwi Saraswati. Santukan umat ngastawa Déwi Saraswati pinaka Déwi Pangweruhan. Nglantur dané negesang, ring jagaté krama nampénin pangweruhan kapolihang saking widang pendidikan. Pendidikan kacihnayang majalaran sekolahsekolah sané wénten, gumanti Ida kapuja saking niskala ring palinggih sané wénten ring padmasana. Nanging, yéning ngastawa majalaran nyembah ring padmasana kémanten alitalit karasayang durung prasida nelebin Ida sané nénten katon. “Ida sané nénten makanten raris kacihnayang marupa arca sané kagenahang ring soangsoang sekolah, gumanti prasida kacingakin saking sekala. Da-

dosné alit-alité uning Ida pinaka déwi sané ayu, pinaka anak istri taler sakti déwa kaumpamiang madué jiwa sané lembut miwah kasih sayang sané inggih,” Kabid Agama WHDI Bali puniki maosang. Antuk cihna déwi sakadi punika, manut dané, ring widang pendidikan para guru pamekas sané istri kaptiang mangda prasida sakadi Déwi Saraswati. Santukan sajabaning para guru madué pangweruhan pacang kaicén majeng alit-alit, nyinahang conto laksana sané lembut, nyayangin tan papamrih majeng alit-alité. “Déwi sajeroning arca makanten mabusana putih antuk seléndangnyané mawarna kuning pinaka pralambang kasucian miwah kasukertan. Antuk atribut Ida sané akéh, iraga pinaka manusa nyihnayang Ida madué kaagungan sané luwihan saking iraga,” tuturnyané. Sekretariat Program Doktor PPS IHDN, Denpasar puniki malih nlatarang, ring tangan Dewi Saraswati wénten kropak sané ring tengahnyané madaging lontar patut kabahbah tur kawacén. Punika awinan, nepet raina Saraswati lontar utawi pustaka indik pangweruhan katedunang pacang kaupacarain. Ri kala alit-alit pacang ngranjing sekolah, mangkin sampun wénten pawintenan alit-alit sané nénten kalaksanayang olih mahasiswa kémanten. Pawintenan matetujon ngawi jernih pikayunan alit-alit gumanti sayaga nerima pangweruhan. Genitri ring tangan Ida nyihnayang pangweruhan inucap nénten putus utawi telas kaplajahin. Pangweruhan patut setata kaplajahin, nénten

kaplajahin olih yowana ring sekolah kémanten. Santukan Ida taler magelar Ardha Nareswari gumanti krama samian patut nyembah Ida Sang Hyang Aji Saraswati ri kala raina Saraswati. Arca Saraswati makanten akéhan kawangun ring pamedal sekolah, wawu ngranjing pamedal sekolah sampun makanten patung Saraswati. Yéning kadasarin pikayunan, tetujonnyané samian angganing sekolah wawu ngranjing sampun prasida ngantenang Sang Hyang Aji Saraswati pinaka pralambang pangweruhan gumanti angganing sekolah sumeken madué tetujon malajah. Ngninin indik ring sekolah Hindu napi ké samian kapatutang utawi nénten ngwangun patung Saraswati, manut dané, indiké punika mapaiketan sareng umat Hindu ngamargiang agama madasar Saguna miwah Nirguna. Yéning madasar Nirguna Brahman sané kapuja ring padmasana rumasuk Sang Hyang Aji Saraswati indiké inucap nénten dados pikobet. Samaliha patung Saraswati wawu ramia kawangun ring sekolah-sekolah. “Iraga wawu malih ngawitin nata kauripan magama. Indiké punika kacihnayang antuk pawangunan arca utawi patung pinaka cihna sekolah madasar Hindu, yadiastun sekolah nyanggra becik siswa saking samian agama. Wénten utawi nénten patung Saraswati ring sekolah nénten dados pikobet, santukan Sang Hyang Aji Saraswati sampun malingga ring padmasana,” baosnyané negesang. (yan)

BPM/dok

DEWI - Patung Dewi Saraswati pinaka pralambang pangweruhan antuk sakatah atribut ring tangan.

Satua

Nunas Toya Kaweruhan ring Raina Banyu Pinaruh MALIH nem raina ngawit mangkin, krama pacang makélingin rainan Saraswati miwah bénjangnyané ngamargiang palukatan banyu pinaruh utawi ketah kawastanin mabanyupinaruhan. Banyu Pinaruh sajeroning umat Hindu kategesin mawit saking kekalih kruna inggih punika kruna ‘banyu’ mateges toya, miwah ‘pinaruh’ mateges pangweruh (pengetahuan). Cutetnyané banyu pinaruh punika kategesin pinaka toya kaweruhan. Sakadi toya sané membah, sakadi punika taler kawéntenan ilmu pengetahuan (kaweruhan) sané nerus patut karuruh, kaplajahin. Parindikan inucap kabaosang olih Sekretariat Program Doktor PPS IHDN Dénpasar, Dr. Dra. Ida Ayu Tary Puspa, S.Ag., M.Par., daweg kacunduk ring gedung Pascasarjana IHDN Dénpasar (17/6) lintang. “Arahina sadurung banyu pinaruh kawastanin rainan Saraswati. Ring raina punika pangweruhan katedunang. Bénjangnyané, ring raina Redite Paing Sinta utawi ketah kawastanin Banyu Pi-

BPM/dok

Pinaruh - Mabanyu Pinaruh tios kamargiang ring genah panglukatan taler prasida kamargiang ring pasisi.

naruh, iraga nunas toya kaweruhan majalaran malukat taler nunas layuban nasi kuning sané katur ring raina inucap,” baosnyané. Parindikan sané pateh taler kabaosang olih Sekretaris Lembaga Konsultan Upacara Unhi, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H. Manut Satria, rainan Banyu Pinaruh taler kategesin pinaka rainan nunas toya kaweruhan majalaran mabersih utawi malukat taler ngamargiang pamuspan. Ring raina Banyu Pinaruh, krama malukat malarapan masiram ngrisikin raga miwah keramas saking sekala, yéning saking niskala Banyu Pinaruh mateges ngicalang mala, leteh sané neket ring angga sarira i manusa, pinih utama sané neket sajeroning pikayunan sadurung mawali pacang kadagingin pangweruhan. Krama sajeroning mabanyu pinaruh manut Satria wénten runtutanyané. “Reruntutannyané kakawitin saking semengan umat malukat (asuci laksana) nganggén toya kumkuman, toya sané madaging sakatah sekar sané miyik miwah tirta griya. Sesampuné punika kalanturang ngaturang nasi pradnyan/nasi kuning (nasi yasa), jamu sadrasa miwah toya kumkuman pinaka pasucian. Raris nunas toya kumkuman kalanturang ngaturang bakti miwah nunas tirta. Pinih untat nunas labaan Saraswati marupa nasi pradnyan. Nasi pradnyan kawigunayang ring raina Banyu Pinaruh santukan nasi punika pralambang kawikanan/kaweruhan. Malarapan ngajeng surudan nasi pradnyan, i manusa nunas kasidian. Yéning nginum loloh pinaka pralambang sadrasa, pait, pakeh, manis, masem pacang karasayang ri kala nunas ajah-ajahan, mawinan risampun wikan pacang mangguh kasukertan miwah bagia,” baosnyané. Satria ngaptiang, para yowanané mangkin prasida nyemertiang raina Saraswati miwah Banyu Pinaruh malarapan ngwacén sastra-sastra miwah nglaksanayang dharmatula manut ajahajahan agama sané prasida kalaksanayang ring banjar-banjar, pura, sekolah miwah kampus gumanti yowanané yakti prasida uning ring semertin Banyu Pinaruh. (uma)

Olih : Madé Taro

Kedis Sangsiah Tekén I Bojog “KEWALA ada gantiné Cai lakar gelem,” kéto I Kedis Sangsiah buin mamunyi. “Sabilang wai awak Cainé kena ai, disubané masan ujan, Cai lakar ujanan. Ditu Cai bakal kadinginan, ngebus dingin kanti mati.” I Bojog tusing masaut kéwala kenehné gedeg sajan. Dot pesan kenehné bakal nyagrep kedis makadadua totonan, kéwala tusing bakal ngidaang. Kedisé ento pastika énggal bakal makeber sambilanga ngedekin awakné. “Cai patutné malajah tekén Icang, ih Bojog timpal Icange!” kéto I Sangsiah buin mamunyi. Ia makeber lantas matinggah tusing joh uli tongosné I Bojog. “Edengang yén wangsa bojog ento tusing ja buron males. Apa buin Cai ngelah batis patpat, ikuh lantang, turing kuku rangap. To nguda ngaé umah dogén Cai tusing ngidang.” I Bojog lantas bangun. Tuturané I Kedis Sangsiah ngaénang I Bojog brangti lan pedih pesan. Matané ané gedé entu neneng makekalih kedis ané ada di arepné. “Dadiné Cai tusing nawang kénkén welas wangsa bojogé ipidan. Jele pesan yén pekak-dadong Caine tusing taen nuturang satuané ento. Dugasé Ida Sang Rama ngungsi ka Alengkapura lakar ngamatiang Sang Rahwana, wangsa bojogé liu pesan nulungin Ida Sang Rama. Kapucukin tekén Ida Sang Anoman, wangsa bojogé ngaé jembatan apang Ida Sang Rama ngidaang nyebrang uling Ayodya jagi ka Alengkapura. Apa men artiné sebun uli akah, don-donan, lan bulu-bulu kedis ento yén kasaihang tekén ngaé jembatan? I Bojog masaut bangga. “Icang nawang wangsa bojog bisa ngaé jembatan majeng ring Ida Sang Rama. Kéwala yén ngaé anggon déwék padidi kéweh, ngaé umah anggon déwék padidi tusing bisa. Sinah ngelek-lekin ati, sawireh kemu mai cai malalung ngédengang silit,” kéto I Kedis Sangsiah uyut mamunyi sambilanga makeber ka sebunné. Anginé baret, sebun I Kedis Sangsiah ento maglayutan satmaka girang nyanggra ané ngelahang. Di lebuhan sebunne, I Kedis Sangsiah magending girang. Uli bulu, akah lan don-donan Icang ngaé umah né melah Nyén ké ento kedis né wikan Tuah Icang, I Kedis Sangsiah Ditu I Bojog mamedih marasa tekén déwékné kena walek. Apa buin nepukin sebun kedisé ento maglayutan. Sambilanga kedek i kedis muani jak luh matinggah duur sebunné apang glayutané nyangetang. Kedis-kedis lénan ané uli busan tuah ngintip makejang kasisi satmaka girang nepukin I Bojog ané sedeng memedih. Bojogé ento makecaskecos di punyan-punyanané lantas nglanting di carang sebun I Kedis Sangsiah. Aji kuku lam giginé ané rangap ia lantas nyétsét ngusakin sebun kedis ané maglayutan ento. Sebun kedisé ento benyah latig, carang kayu, akah miwah bulun-bulun kedisé makeber maidehan ulian kena angin baret. Makadadua Kedis Sangsiah ento sebet pesan manépukin sebunne benyah sing masisa. Kedisé lénan masliweran makeber tur masuryaksuryak sambilanga macruetan. Kewala sing ada ané nepukin kedis sangsiahé daduanan mekeber ilang. (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU KLIWON, 19 JUNI 2016

9

Copa America

Tugas Berat Menanti Chile HAL 10

Alasan Hooligans Lempar ”Flare” ke Lapangan

Kroasia Tertimpa Sial Saint Etienne –

Kroasia seharusnya sudah lolos ke babak knockout Euro 2016, berkat penampilan dominan mereka saat melawan Republik Ceko, namun kemudian terganggu dan akhirnya tergelincir oleh ulah pendukungnya sendiri.

Begitu keributan terjadi di antara suporter Kroasia menjelang akhir pertandingan Grup D, Sabtu (18/6) kemarin saat mereka memimpin 2-1 yang segalanya telah dikendalikan mereka, maka seluruh kompleksitas pertandingan pun berubah, sehingga Ceko bisa memaksakan hasil seri. Kekacauan dan interupsi singkat pertandingan setelah kembang api dilemparkan ke dalam lapangan dan para pemain Kroasia terlihat berusaha keras menenangkan para pendukung, jelas membuat para pemain Kroasia kehilangan fokus. Selanjutnya Ceko merangsek ke depan. Handball ceroboh Domagoj Vida ketika dia melompat untuk menyambut bola atas di kotak penalty, membuat wasit Mark Clattenburg tidak mempunyai pilihan selain menghadiahi penalti yang dengan tenang dieksekusi mulus oleh pemain pengganti Tomas Necid untuk menyamakan kedudukan 2-2. “Saya percaya pada diri saya sendiri. Sekalipun saat itu pertama

kali saya menyentuh bola, saya yakin saya akan menciptakan gol,” kata necid. Lima belas menit sebelum itu, skenario semacam itu terlihat mustahil. Kroasia tengah meluncur dengan satu kaki sudah berada di 16 Besar untuk pertama kali sejak 2008, berkat penampilan luar biasa mereka. Sejak peluit tanda pertandingan mulai, mereka mendominasi lawannya dengan cepat menyapu permainan dari sisi ke sisi dan menyerang secara kilat dari sudutsudut yang sulit. Mereka juga bertahan dengan gagah perkasa. Bek petempur Vedran Corluka dengan kepala dibalut karena luka yang dideritanya, melambangkan metode defensif yang pantang menyerah yang merasuki seluruh anggota tim Kroasia. Mereka terus mengganggu pemain lawan dengan tekel-tekelnya, turut menekan ke depan dan memenangkan bola sebelum mendorong sejumlah pemain melancarkan serangan balik nan cepat dan mendapatkan hasil lewat dua gol ciptaan duo Ivan nan perkasa,

Saint Etienne – Yang dilakukan hooligans Kroasia saat laga melawan Republik Ceko, dengan melempar flare ke lapangan, bukanlah aksi yang tidak direncanakan. Hooligans Kroasia melemparkan sejumlah flare ke lapangan yang membuat laga, Sabtu (18/6) kemarin harus dihentikan selama beberapa menit. Yang menghebohkan kemudian adalah salah satu flare meletus yang membuat salah satu steward lapangan terkena percikan api saat berusaha memadamkan flare tersebut. Namun, rupanya pelemparan flare dan petasan ke lapangan dilakukan hooligans Kroasia dengan memiliki misi tersendiri. Pelemparan tersebut ternyata merupakan bentuk protes kepada Federasi Sepak bola Kroasia, utamanya kepada presiden federasi Zdravko Mamic. Pendukung garis keras tim nasional Kroasia memang memiliki hubungan yang tak harmonis dengan Mamic, yang sejak November lalu ditahan karena proses transfer yang mencurigakan di Dinamo Zagreb, saat Mamic masih menjadi chief eksekutif klub tersebut. Mamic diduga telah melakukan korupsi atas keuangan Dinamo sejak 2008. Ia beserta saudaranya Zoran juga ditahan Juli silam dengan tuduhan menghindari kewajiban membayar pajak terkait proses transfer pemain yang dilakukannya. Mamic kemudian memutuskan mundur dari posisinya di Dinamo pada Februari silam, meski masih memegang posisi sebagai penasihat klub. Citra buruk yang melekat pada diri Mamic membuat fans gerah, terutama saat ia menjadi bagian penting dalam Federasi Sepak bola Kroasia yang dipresideni oleh Davor Suker saat ini. Karena alasan tersebut, beberapa kali hooligans Kroasia beraksi untuk menunjukkan protes mereka, mulai dari kompetisi domestik hingga akhirnya terjadi insiden pelemparan flare dan petasan ke lapangan dini hari tadi. Aksi serupa sempat dilakukan di laga kualifikasi Euro 2016, di San Siro saat melawan Italia pada 2014, yang membuat Federasi Sepak bola Kroasia mendapat sanksi denda sebesar €80.000. Sanksi serupa, atau bahkan lebih berat kemungkinan akan didapat Kroasia atas insiden tersebut. Namun juga ada kekhawatiran UEFA akan memberikan sanksi yang lebih tegas, termasuk diantaranya keputusan diskualifikasi. “Kami harus melihat apakah kami akan bermain melawan Spanyol. Mungkin mereka (UEFA) mengirim kami pulang setelah insiden ini,” kata Ivan Rakitic seusai laga. “Banyak fans yang mencintai tim nasional dan mereka tak bisa menyaksikan Kroasia bermain. Sulit dikatakan, tapi kami jadi merasa lebih nyaman bermain di luar kandang. Kami beruntung laga bisa terus dilanjutkan. Wasit sempat menginginkan laga diakhiri secepatnya,” tutupnya. (kmb33/rtr)

Ivan Perisic dan Ivan Rakitic. Statistik menunjukkan ada perbedaan kelas yang jauh antara kedua tim, di mana Kroasia memaksakan 11 tendangan penjuru melawan dua sepak pojok Ceko dan 19 tembakan ke arah gawang melawan tujuh yang dibuat Ceko. Bahkan ketika pemain pengganti Milan Skoda memperkecil ketertinggalan lewat sundulan pada 14 menit sebelum pertandingan usai, terlihat mustahil Ceko akan selamat dari kekalahan di pertandingan ini. Namun, Kroasia ambruk pada menit-menit terakhir. Padahal enam poin dari dua pertandingan sudah terlihat dekat di depan mata yang cukup melenggangkan mereka ke 16 Besar. Penampilan mereka pada sejam pertama itu seharusnya dikonsentrasikan kepada lawannya. Sebaliknya, Ceko malah bangkit dari ketinggalan dua gol. Andai saat itu Kroasia memiliki ketangguhan dan fokus menutup pertandingan pada level ini, hasilnya akan lain. Yang jelas mereka bisa melakukan semua hal itu dengan sedikit bantuan dari pendukungnya di tribun penonton. (kmb33/rtr)

Presiden Kroasia Ngamuk Zagreb – Ulah pendukung kesebelasan Kroasia yang melempar flare ke Stadion Geoffrey Guichard dalam pertandingan melawan Republik Ceko, ternyata ditonton langsung sang presiden Kolinda Grabar-Kitarovic. Imbasnya, orang nomor satu di Kroasia langsung ngamuk. Suporter Kroasia menyalakan flare dalam laga kedua Grup D Piala Eropa 2016, Sabtu (18/6) kemarin. Pada menit ke-85, sepuluh flare dilempar ke lapangan yang membuat laga langsung dihentikan selama beberapa menit. Hal itu membuat UEFA jelas bakal memberi hukuman kepada Kroasia. Setelah pemain Ivan Rakitic yang mengaku takut didiskualifikasi, Presiden

BPM/rtr

Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic

Kroasia Grabar-Kitarovic rupanya juga mengecam tindakan warganya di Prancis. “Bravo, petasan! Bravo, fans Kroasia! Anda bakal jadi musuh Kroasia sebab membenci tim dan negara. Anda adalah Orjunasima (pro-Yugoslavia Nazi). Saya katakan Anda mesti tanggung jawab atas hal ini. Dasar tidak tahu malu!,” umpat sang presiden lewat akun Facebook-nya.

Padahal ketika flare berhamburan, Kroasia sedang unggul 2-1. Namun pada menit ke-90, penalti Republik Ceko memaksa pertandingan berakhir jadi 2-2. Tiket babak 16 besar yang sudah diambang mata pun Sirna. Kroasia mesti menjalani laga penentuan melawan Spanyol di Stadion Nouveau Stade de Bourdeaux, Rabu (22/6) nanti. (kmb33/ap)

BPM/rtr

BERHAMBURAN - Para petugas dan pemain berhamburan ke tengah lapangan setelah pendukung Kroasia berulah dengan melempar flare ke tengah lapangan, Sabtu (18/6) kemarin.


10

Minggu Kliwon, 19 Juni 2016

Morata Menangkan Spanyol

Nice – Tren positif Spanyol di Euro 2016 berlanjut. Turki menjadi korban keganasan anak asuh Vicente Del Bosque di Allianz Riviera. La Furia Roja menumbangkan lawanya dengan skor 3-0, Sabtu (18/6) kemarin melalui dua gol Alvaro Morata. Spanyol langsung menguasai kendali permainan usai kick-off babak pertama dimulai. Dua peluang awal Spanyol diciptakan oleh Alvaro Morata. Namun upaya penyerang Juventus itu belum mampu mengancam menembus gawang Turki yang dikawal oleh Volkan Babacan. Gerard Pique hampir membawa Spanyol unggul pada menit ke-12. Babacan dipaksa melakukan penyelamatan untuk menepis tandukkan Pique yang menyambut umpan David Silva dari sepak pojok. Hakan Calhanoglu bernafsu untuk memecah kebuntuan Turki. Dua percobaan tembakkan yang dilakukan oleh dia belum mengancam gawang Spanyol yang dikawal oleh David De Gea. Nolito memiliki dua kesempatan untuk mencatatkan nama di papan skor. Sayangnya winger Celta Vigo itu menyia-nyiakannya. Spanyol akhirnya membuka keran golnya dalam laga ini pada menit ke-34. Nolito mengirim umpan ke kotak penalti Turki yang disambut oleh Morata dengan sundulan dan memperdaya Babacan. Hanya butuh tiga menit bagi Spanyol untuk menggandakan keunggulan. Memanfaatkan blunder Mehmet Topal dalam mengantisipasi umpan Cesc Fabregas, Nolito menyontek bola dan meluncur ke gawang Turki. Keunggulan dua gol Spanyol atas Turki bertahan sampai turun minum, demikian dilaporkan Goal. Spanyol kian leluasa mengalirkan bola pada babak kedua. Morata bahkan kembali mencetak gol setelah memaksimalkan umpan Jordi Alba yang menusuk ke kotak penalti Turki pada menit ke-48. Burak Yilmaz menusuk ke sektor belakang Spanyol. Penyelesaian akhir Yilmaz melebar dari sasaran pada menit ke-52. Turki menghadapi dua ancaman serius dari Spanyol. Beruntung tembakan Silva melebar dan tandukkan Pique mampu diantisipasi oleh Babacan. Olcay Sahan tidak bisa memanfaatkan dua peluang sekaligus pada pengujung babak kedua. Tembakan pertamanya diblok pemain Spanyol sebelum percobaan kedua tidak menemui gawang Spanyol. Spanyol menang tiga gol tanpa balas atas Turki. Tambahan poin sempurna mengokohkan posisi Spanyol di puncak klasemen Grup E dengan enam poin dari dua laga, sementara Turki kembali mencatatkan kekalahan. Kemenangan tersebut memastikan Spanyol lolos ke-16 besar. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

Alvaro Morata

Leicester Incar Ben Arfa

Leicester – Riyad Mahrez mendapat tawaran dari beberapa tim besar untuk segera meninggalkan Leicester City. Tawaran tersebut datang setelah Mahrez berhasil menunjukkan performa apik bersama juara Premier League musim 2015-2016 tersebut. Sejauh ini Arsenal dan Paris Saint Germain menjadi dua tim yang sangat tertarik untuk mendatangkan Mahrez. Tahu pemain bintangnya akan pergi, Leicester dikabarkan telah mempersiapkan calon pengganti Mahrez. Pemain Nice, Hatem Ben Arfa dikabarkan akan menjadi sosok yang akan menggantikan Mahrez. Pada musim 2015-2016, Ben Arfa telah mencetak 17 gol dan enam assist bersama Nice. Menurut pemberitaan harian setempat, Sabtu (18/6) kemarin pemain yang saat ini berstatus free transfer tersebut telah mendapat tawaran dari Sevilla. Pelatih baru Sevilla, Jorge Sampaoli dikabarkan tertarik merebut Ben Arfa dari incaran Leicester. Selain Leicester dan Sevilla, Ben Arfa dikabarkan tertarik untuk bergabung dengan PSG. Namun ia tak menutup kemungkinan untuk meninggalkan Prancis. Sementara itu, di sisi lain PSG belum berani memastikan nasib Ben Arfa karena mereka masih memikirkan pelatih di musim mendatang. (kmb33/rtr)

Hatem Ben Arfa

BPM/rtr

Copa America

Tugas Berat Menanti Chile California

–

Juara Bertahan Copa America, Chile mendapat ujian yang berat di babak perempat final Copa America Centenario 2016. Anak asuh Juan Antonio Pizzi harus menghadapi salah satu tim kuat pada turnamen itu, yaitu Meksiko d Levi’s Stadium hari ini. Pertemuan kali ini merupakan kali ketiga Meksiko dan Chile saling berhadapan di ajang Copa America. Pada tahun 2011, Chile mengalahkan Meksiko dengan skor 2-1 di fase grup, sedangkan di Copa America 2015, Meksiko berhasil menahan imbang Chile dengan skor yang sangat ketat 3-3. Maka dari itu, pertandingan ini diprediksi akan berjalan dengan sengit semenjak awal pertandingan. Chile selaku juara bertahan wajib waspada dengan Mek-

BPM/ap

ANDALAN - Gelandang Arturo Vidal akan menjadi andalan Chile saat menghadapi Meksiko di perempatfinal Copa America, Sabtu (18/6) kemarin.

siko. Semenjak kursi kepemimpinan, Timnas Meksiko diambil alih oleh Juan Carlos Osorio, Los Tricolores sudah berkembang menjadi salah satu tim yang mematikan di lini serang. Sebagai bukti, mereka mengalahkan unggulan juara di Copa America ini, yaitu Uruguay dengan skor 3-1. Belum lagi Chile sudah merasakan pahitnya kekalahan atas Meksiko pada partai uji coba di awal bulan Juni lalu, sehingga Arturo Vidal dkk., harus mulai menemukan cara untuk kembali menjinakkan Meksiko. Pelatih Juan Antonio Pizzi sendiri cenderung memainkan skema yang sama selama babak grup. Pada laga ini kemungkinan besar ia akan kembali menurunkan formasi 4-3-3 dengan trio Alexis Sanchez, Eduardo Vargas dan Jose Fuenzalida sebagai motor serangan La Roja pada laga ini. Sedangkan di lini pertahanan ada duet bek tangguh Gonzalo Jara dan Gary Medel, yang akan menjaga pertahanan Chile dari gempuran serangan Meksiko, di mana gawang mereka akan tetap di jaga oleh Kiper Barcelona, Claudio Bravo. Satu-satunya pemain yang absen adalah Mauricio Isla. “Saya yakin kami akan terus menang dan juara. Setelah melihat penampilan kami di babak penyisihan, tidak ada

tim yang akan mampu mengalahkan kami,” ujar Pizzi, Sabtu (186) kemarin. “Tim Meksiko memiliki gaya yang telah berubah. Jika kami melakukan kesalahan, mereka akan menghukum kami. Jadi kami harus bermain dengan baik,” terang Fuenzalida Sementara itu, selama tiga pertandingan babak grup pelatih Juan Carlos Osorio selalu melakukan perubahan taktik di setiap pertandingan. Pada laga ini kemungkinan Osorio akan memainkan skema 4-3-3 dengan Javier Hernandez sebagai ujung tombaknya. Chicharito sendiri nantinya akan dibantu oleh Raul Jimenez dan Jesus Corona di sisi kiri dan kanan penyerangan. Di lini

Kolombia ke Semifinal East Rutherford – Kolombia memastikan satu tempat di semifinal Copa America Centenario. Kolombia melaju usai mengalahkan Peru lewat adu penalti setelah laga berakhir 0-0. Dalam pertandingan di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Sabtu (18/6) kemarin kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga waktu normal habis. Pertandingan lantas dilanjutkan dengan adu penalti. Di babak adu penalti, Kolombia menang 4-2 atas Peru. Empat eksekutor Kolombia sukses menjalankan tugasnya. Sementara dua penendang Peru gagal menceploskan bola ke dalam gawang. Kolombia sedikit lebih unggul dalam penguasaan bola dengan 54 persen berbanding 46 persen milik Peru. Kolombia juga tercatat melepaskan sembilan tembakan, namun hanya satu yang mengarah ke gawang. Sementara Peru juga satu tembakan on target dari empat kali percobaan. Kolombia memulai dengan baik usai mendapat peluang di menit ketiga. Tapi tendangan Carlos Bacca usai menerima Juan Cuadrado masih bisa ditepis kiper Peru, Pedro Gallese. Peluang terbaik didapat Kolombia di menit ke-22 lewat tembakan James Rodriguez dari luar kotak penalti. Namun bola membentur tiang gawang. Bola muntah coba disambar oleh Bacca, tapi masih melebar. Di babak kedua, Kolombia

dan Peru sama-sama kesulitan menciptakan peluang. Satu kans bagus didapat Peru di masa injury time, usai mendapat tendangan sudut. Namun sundulan Christian Ramos bisa ditepis oleh David Ospina. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Di babak adu penalti, James Rodriguez, Juan Cuadrado, Dayro Moreno, dan Sebastian Perez menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk Kolombia. David Ospina juga tercatat menggagalkan tendangan Miguel Trauco. Christian Cueva yang maju sebagai eksekutor berikutnya kemudian justru gagal mengeksekusi bola dengan sempurna. Tendangannya melambung, sehingga mengunci kemenangan untuk Kolombia. Kemenangan ini mengantar Kolombia ke semifinal. Di babak empat besar, Kolombia akan menghadapi pemenang dari laga antara Meksiko dan Chile. BPM/ap (kmb33/rtr) LOLOS - Kiper Kolombia David Ospina merayakan keberhasilan negaranya lolos ke semifinal Copa America.

Vs Albania Laga Hidup Mati

Rumania

Lyon – Macthday terakhir dari grup A yang digelar bersamaan. Rumania akan berhadapan dengan Albania, Senin (20/6) dini hari nanti. pemenang dalam pertandingan yang akan berlangsung di Stade de Lyon tersebut memelihara peluang lolos ke babak selanjutnya. Sedangkan yang kalah harus pulang lebih awal. Romania asuhan Iordaneschu kecewa setelah tak bisa mempertahankan keunggulan lawan Swiss di laga keduanya. Meskipun Swiss mengusai laga, justru Rumania unggul lewat penalti kedua Bogdan Stancu di turnamen ini. Rumania juga bertahan bagus, seperti melawan Prancis dalam 72 menit pertandingan, namun akhirnya kebobolan juga. Dengan poin satu, tentunya kemenangan melawan Albania akan mengirim membawa Stancu cs mendapat empat poin dan jika Swiss kalah Perancis Sangat mungkin bahwa Rumania bisa mengambil posisi 2 di

akhir laga. Namun jika tanpa bantuan Prancis, Rumania berharap dapat lolos sebagai 1 dari 4 tim peringkat 3 terbaik. Ini juga berlaku untuk Albania. Namun untuk dapat meraih tiket tersebut tentunya kedua negara harus meninggalkan pakem permainan mereka selama ini. Di dua laga awal Rumania dan Albania mengandalkan pertahanan kuat dan hanya mengandalkan serangan balik. “Ini adalah pertandingan hidup dan mati. Hasil seri tidak akan menguntungkan bagi kami berdua. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat berat. Kami telah melihat bagaimana Albania bermain. Meski mereka kalah di 2 pertandingan, tapi mereka tampil sangat baik,” ujar striker Florin Andone, Sabtu (18/6) kemarin. Dalam laga ini Rumania akan tetap dengan formasi 4-3-2-1, di mana pencetak dua gol Bogdan Stancu bisa lebih dikedepankan menjadi partner Claudiu Keseru

di depan. Albania yang diasuh Antonio De Blasi membutuhkan kemenangan dan Albania telah membuktikan bahwa mereka bukan lawan enteng sejauh ini meski kalah kedua pertandingan. Permainan mereka melawan Swiss, melihat mereka kebobolan awal melalui kesalahan kiper. Namun sepanjang laga meski bermain 10 pemain tetap terorganisir di belakang, dan bahkan memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol. Pertandingan mereka melawan tuan rumah Prancis, mereka bermain rapi dengan formasi 4-5-1 yang lebih defensif dan sangat tangguh hampir sepanjang pertandingan. Butuh waktu sampai menit ke-90 untuk Antoine Griezman untuk membobol gawang berisha dari umpan silang Adil Rami, dan gol kedua dari Dimitri Payet hanya datang dari serangan balik cepat setelah Albania berani menyerang. Albania bisa kembali diperkuat kapten dan bek Lorik Cana yang kembali dari suspense, namun gelandang bertahan Burim Kukeli absen karena akumulasi kartu. Albania akan kembali menggunakan kembali formasi 4-3-3 untuk mencetak gol, di mana Sadiku akan ditemani Abrashi dan Lenjani. (kmb33/ rtr)

Head to Head 02/06/16 Meksiko 16/06/15 Chile 07/09/14 Chile 05/09/11 Meksiko 05/07/11 Chile

1-0 3-3 0-0 1-0 2-1

tengah akan ada trio Hector Herrera, Rafael Marquez, dan Miguel Layud akan mengontrol tempo, serta aliran bola pada laga nanti. Osorio telah menggunakan 3 penjaga gawang yang berbeda di turnamen ini, plus 21 dari 23 pemain yang dibawanya ke AS. “Saya suka rotasi, karena hal ini akan mejaga kebugaran rekan-rekan saya. Saya sangat menghormati keputusan pelatih,” kata bek Paul Aguilar. Meksiko kini berada di peringkat 16 FIFA dan tidak terkalahkan dalam 22 pertandingan terakhirnya. Tentunya akan cukup sulit bagi sang juara bertahan untuk menumbangkan tim berjuluk El Tri tersebut. (kmb33/ap)

Chile Meksiko Meksiko Chile Meksiko

(Uji Coba) (Copa America) (Uji Coba) (Uji Coba) (Copa America)

Lima Pertandingan Terakhir Meksiko (M-M-M-M-S) 29/05/16 Meksiko 1 - 0 Paraguay (Uji Coba) 02/06/16 Meksiko 1 - 0 Chile (Uji Coba) 06/06/16 Meksiko 3 - 1 Uruguay (Copa America) 10/06/16 Meksiko 2 - 0 Jamaika (Copa America) 14/06/16 Meksiko 1 - 1 Venezuela (Copa America) Lima Pertandingan Terakhir Chile (K-K-K-M-M) 28/05/16 Chile 1 - 2 Jamaika (Uji Coba) 02/06/16 Meksiko 1 - 0 Chile (Uji Coba) 07/06/16 Argentina 2 - 1 Chile (Copa America) 11/06/16 Chile 2 - 1 Bolivia (Copa America) 15/06/16 Chile 4 - 2 Panama (Copa America)

Sepatu Baru, Sinyal Ibra ke MU Toulouse – Bomber Swedia Zlatan Ibrahimovic, memberikan sinyal telah menentukan klub barunya musim depan. Hal tersebut terlihat dari tampilan barunya saat sesi latihan Swedia pada tengah pekan ini dan BPM/rtr pada laga m e l a w a n Sepatu baru Ibrahimovic. Italia, Jumat (15/6) kemarin. Dalam foto terlihat Ibrahimovic mengenakan sepatu apparel asal Jerman, Adidas. Padahal Ibrahimovic hampir selalu mengenakan sepatu Nike Merkurial Vapors, termasuk saat menghadapi Irlandia, Senin (13/06) lalu. Ibrahimovic memang sedang santer dikabarkan akan bergabung ke Manchester United. Pemain 34 tahun itu ingin reuni dengan pelatih anyar Manchester United, Jose Mourinho. Dengan tampilan barunya, Ibrahimovic kabarnya semakin mantap untuk berlabuh ke klub berjuluk The Red Devils tersebut. Pasalnya, Adidas telah menjalin kerja sama dengan Manchester United yang juga dianggap sebagai kesepakatan terbesar di dunia. Hal serupa juga pernah dialami oleh bintang sepak bola lainnya, seperti Sergio Aguero dan Luis Suarez. Aguero yang memakai Puma beralih ke Nike saat bergabung ke Manchester City. Sedangkan Suarez yang memakai Adidas beralih ke Nike saat bermain untuk Barcelona. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

GOL - Pencetak 2 gol Rumania di Euro 2016, Bogdan Stancu. Grup A Tim 1 Prancis 2 Swiss 3 Rumania 4 Albania

MP 2 2 2 2

W 2 1 0 0

D 0 1 1 0

L 0 0 1 2

D +3 +1 -1 -3

P 6 4 1 0


Minggu Kliwon, 19 Juni 2016

GELANGGANG

11

Linus dan Soeratin Pakai Sistem “Home Tournament” Denpasar (Bali Post)-

TEMU - Pertemuan teknik (technical meeting) panitia dengan para peserta Kejuaraan Renang Nirmala Tirta Cup X/2016, Sabtu (18/6) kemarin.

Nirmala Tirta Cup X Diikuti Perenang NTB dan Jakarta KEJUARAAN renang Nirmala Tirta Cup X, kembali digelar 23-24 Juni mendatang di kolam renang Nirmala Waterpark, Jimbaran, Badung. Berbeda dengan kejuaraan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini kejuaraan diikuti pula perenang dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Bahkan ada tim renang dari DKI Jakarta untuk melakukan sparring. Demikian diungkapkan Ketua Panitia Putu Riawan Jono, Sabtu (18/6) kemarin saat technical meeting panitia dengan para peserta kejuaraan. Menurut Putu Riawan Jono, kejuaraan kali ini melibakan 527 atlet, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 514 perenang. Hal ini disebabkan bertambahnya zona lomba, yang awalnya hanya atlet Bali kini diperluas sampai ke NTB. “Bulan puasa ternyata tidak mengurangi minat peserta untuk ikut serta dalam kejuaraan kali ini, dan kami sangat bersyukur kejuaraan Nirmala Tirta Cup kembali bisa digelar untuk yang kesepuluh kalinya,” ujarnya didampingi penanggung jawab acara I Made Astra Wibawa. I Kadek Sudiyasa, S.Pd., perwakilan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Provinsi Bali, mengatakan kejuaraan ini merupakan agenda rutin yang sudah menjadi kalender olahraga PRSI Bali. Dalam kejuaraan inilah para atlet Bali bisa melakukan uji kemampuan dan tes prestasi untuk bersaing dengan atlet lainnya. Sudiyasa menambahkan, kejuaraan memperlombakan beberapa gaya, yakni gaya ganti, gaya punggung, kupukupu, bebas dan gaya dada. Untuk klub yang ikut serta 19 klub atau perkumpulan dari Bali dan NTB. Sementara di sela- sela kejuaraan akan digelar pula sparring dua klub dari Jakarta dengan klub renang di Bali. Kedua klub itu adalah Jakarta BOA SC dan Ragunan. Dari jumlah klub yang ikut berasal dari 8 Taman Kanak-kanak, 120 SD, 25 SMP, 15 SMA dan 1 perguruan tinggi. Tahun lalu tampil sebagai juara umum adalah Elang Laut SC, disusul Bali Pari SC dan Telaga Biru SC di tempat ketiga. Presiden Direktur Nirmala Group Made Sujana, mengatakan kejuaraan renang Nirmala Tirta Cup dimulai pertama kali pada tahun 2007. Hal ini merupakan wujud kontribusi Nirmala Group dalam mendukung program pemerintah di bidang olahraga, khususnya renang. Di samping itu, untuk memberikan wahana mencari bibitbibit potensial dalam kejuaraan renang yang nantinya bisa berprestasi mewakili Bali di tingkat nasional. “Kejuaraan ini juga sebagai tolak ukur keberhasilan klub dalam melakukan pembinaan kepada anggota klub dan perenangnya. Kami akan terus menjadikan kejuaraan ini sebagai program rutin di masa mendatang,” tegasnya. (ad1555)

Jabar Turunkan 1.170 Atlet PON Bandung (Bali Post)Jawa Barat mendaftarkan 1.170 atlet dan 390 pelatih, serta ofisial pada menit-menit akhir menjelang penutupan tahapan entry by name PON XIX/2016, Jabar, Jumat (17/6) malam lalu. “Jabar telah melewati momen penting yang merupakan titik kulminasi dari tahapan persiapan menuju PON XIX/2016, Jabar, yakni pendaftaran atlet pada tahapan entry by name. Kekuatan atlet Jabar 1.170 atlet dan 398 pelatih, serta ofisial dan merupakan sejarah kontingen terbesar Jawa Barat,” kata Ketua Umum KONI Jawa Barat Ahmad Saefuddin di Bandung, Sabtu (18/6) kemarin. Prosesi pendaftaran nama terakhir atlet Jabar dalam tahapan itu ditandai dengan penekanan data terakhir yang ditayangkan langsung pada big sceen di loby sekretariat KONI Jawa Barat, Jalan Pajajaran Kota Bandung. Dengan pendaftaran terakhir itu, Kontingen PON XIX/2016, Jabar dipastikan akan berkekuatan 1.560 orang. Meningkat dibandingkan dengan jumlah Kontingen Jabar di PON XVIII/2016, Riau yang hanya berkekuatan 980 atlet. Hampir selama dua tahun para atlet Pelatda PON XIX/2016, Jabar ditempa dalam latihan spartan. Sedangkan try out, baik di dalam maupun di luar negeri menurut Ahmad Saefuddin merupakan agenda untuk mempertahankan agar para atlet tetap enjoy dalam berlatih. Sementara itu, Sekum KONI Jabar yang juga Ketua Tim Entry by Name Kontingen Jabar MQ Iswara, menyatakan data atlet itu merupakan hasil penghimpunan selama sebulan terakhir. Pendaftaran entry by name atlet Jabar juga disertakan persyaratan, antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga, Akta Kelahiran dan Izasah terakhir dari atlet. Namun demikian, ia mengakui dari atlet yang didaftarkan itu, beberapa nama masih harus diselesaikan karena nama sama didaftarkan oleh daerah lain. “Ada tiga atlet yang masih harus diselesaikan, namun kami sudah siap untuk melakukan advokasi. Kami tunggu hasil tim keabsahan dan juga kemungkinan putusan dari Dewan Hakim,” kata MQ Iswara. Namun demikian, kata dia jika nama itu masih dipermasalahkan oleh daerah asalnya, dan masuk ke Dewan hakim, pihaknya optimistis pada PON XIX/2016, mereka bisa berlaga untuk Jawa Barat. (ant)

Pelaksanaan Liga Nusantara (Linus) dan Piala Soeratin U-17, untuk wilayah Bali menggunakan sistem home tournament. Hanya pihak Asprov PSSI Bali masih menunggu pengajuan tim yang ingin menjadi tuan rumah. Itu dilontarkan Ketua Umum Asprov PSSI Bali IGG Putra Wirasana, usai memimpin pertemuan para manajer tim (manager meeting) klub Linus dan Piala Soeratin di sekretariat Asprov PSSI Bali, Sabtu (18/6) kemarin. Dijelaskannya, untuk Linus digelar mulai 31 Juli,

dan pengajuan tuan rumah 20 Juni-15 Juli. Sedangkan Piala Soeratin Rayon Bali mulai dihelat 20 Agustus, dan pengajuan tuan rumah 20 Juni-30 Juli. Di sisi lain, Direktur Kompetisi Putu Sugi Darmawan menambahkan, tim Linus yang anggota PSSI, yakni

Perseden Denpasar, Pro Kundalini, Perst Tabanan, Persibu Buleleng, Persada Jembrana, Persaka Karangasem, PS Bangli, FSK Klungkung, PS Gianyar, Putra Tresna Denpasar, Undiksha Singaraja, Bali All Star, dan Persegi Bali FC. Untukl klub amatir calon

anggota PSSI, seperti Tunas Muda Ubud, Putra Pemenang Badung, Kubu Prawira Bangli, Putra Dewata Mumbul, POPP Pegok Denpasar. “Estimasi kami 12 kontestan dibagi dalam 2 pul, juaranya mewakili Bali ke babak 32 besar nasional,” ucap Sugi. Pelaksanaan Piala Soeratin, menurut dia pesertanya bisa dari ISL (Bali United), divisi utama (PS Badung), ditambah anggota PSSI

Linus, yakni Perseden, Pro Kundalini, Perst, Persibu, Persada, PS Bangli, FSK Klungkung, PS Gianyar, Putra Tresna, Undiksha, Bali All Star, dan Persegi Bali FC. Sugi menuturkan, jika perkiraan pesertanya 12 tim, maka dibagi dalam 2 grup dan juaranya mewakili Bali ke level nasional. “Untuk pemain Soeratin kami bebaskan, yang penting disertakan pernyataan orang tua,” ucapnya. (022)

Afem Sayangkan Pemangkasan Pembalap PON

BPM/022

INTERNASIONAL - Suasana turnamen gateball internasional bertajuk “Sport Week Open Tournament 2016”, di Istana Taman Jepun, Sabtu (18/6) kemarin.

Putra Lahar Raih Poin Tertinggi Grup A Denpasar (Bali PostUntuk sementara Putra Lahar Karangasem meraih poin tertinggi di nomor tunggal (single) Grup A, pada hari pertama turnamen gateball internasional bertajuk “Sport Week Open Tournament 2016”, di Istana Taman Jepun, Sabtu (18/6) kemarin. Di Grup B, poin tertinggi Badung A, di Grup C Badung B dan Dozer Manado, Grup D Pergatsi Sulteng dan Dozer Manado B, Grup E Pergatsi NTB dan BWS Kaltim, Grup F Bungan Sandat dan Pergatsi

Suleng B, Grup G Bungan Sandat C, Grup H Buldozer DKI. Untuk nomor ganda (double), peraih nilai tertinggi sementara Grup A Rajawali Klungkung dan Buldozer DKI, Grup B Putra Lahar dan Bungan Sandat A, Grup C Tunas Dewata dan Mutiara Bima A, Grup D Bungan Sandat B dan Badung C, Grup E Badung A dan Nusantara, Grup F Pergatsi Sulteng B dan Bali All Star A, Grup G Mutiara Bima B dan Pergatsi Tabanan, Grup H Pergatsi NTB dan Cruzzer Papua.

Di nomor beregu (group) tim yang meraih poin tertinggi sementara, yakni Grup A BWS Kaltim dan Bajra Sandhi, Grup B Pergatsi Sulteng dan Ekapaksi, Grup C Pergatsi Jembrana dan Pergatsi Lampung, Grup D Putra Lahar dan Golden Star. Babak penyisihan masih dilanjutkan, Minggu (19/6) ini untuk nomor tunggal 2 partai, ganda 2 partai, dan beregu 2 partai. Usai babak penyisihan diteruskan babak 16 besar, 8 besar, semifinal, dan final. (022)

Jakarta (Bali Post)Panahan diharapkan sukses membawa pulang medali pada multi event olahraga Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil 2016, setelah adanya tambahan tiket atlet. Dengan lolosnya tim panahan putra ke olimpiade setelah merebut medali emas di kejuaraan dunia panahan di Antalya, Turki, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi ingin panahan mengulang kembali prestasi di olimpiade. Ia berpendapat Olimpiade 2016, merupakan momentum yang tepat untuk cabang olahraga panahan Indonesia mengembalikan kejayaan. “Sudah hampir tiga dekade setelah Olimpiade 1988, panahan kini memiliki peluang

yang besar untuk mengukir lagi prestasi menggapai podium di arena olimpiade,” katanya. Tim panahan putra akhirnya lolos ke Olimpiade 2016, di Rio de Janeiro, Brazil, setelah tim recurve Indonesia merebut medali emas pada kejuaraan dunia panahan di Antalya Archery Club Field, Antalya, Turki yang berakhir, Kamis (16/6) lalu. Tim recurve Indonesia yang lolos ke kejuaraan empat tahunan itu terdiri atas Riau Ega Salsabila, Muhammad Hanif dan Hendra Wijaya. Di final trio ini mampu mengalahkan Prancis dengan skor 6-0. Sebelum tampil di final, tim yang merebut tiket terakhir ke Brazil dari cabang panahan ini sukses mengalahkan Finlandia dengan skor 6-2 di babak

penyisihan menang 5-3 atas Rusia di perempat final, dan menang atas tim Malaysia 6-0 di semifinal. Dengan lolosnya tim recurve ini, maka panahan menambah jumlah kuota setelah sebelumnya meloloskan dua atletnya di nomor perseorangan yaitu Ika Yuliana Rochmawati dan Riau Ega Salsabila. Ada lima atlet yang nantinya bertolak menuju Brazil. Para atlet yang lolos diharapkan bisa mengembalikan kejayaan panahan di Olimpiade minimal bisa menyamai trio srikandi Nurfitriyana S. Lantang, Lilies Handayani dan Kusuma Wardhani yang sukses meraih medali perak pada Olimpiade 1988 di Seoul, Korea Selatan. (ant)

Panahan Diharapkan Sumbang Medali Olimpiade

Denpasar (Bali Post)Salah seorang pembalap PON Bali I Ketut Afem Madiasta menyayangkan adanya pencoretan seorang pembalap yang dipersiapkan ke PON XIX/2016, Bandung, Jawa Barat, September mendatang. Dengan dipangkasnya seorang pembalap, otomatis satu pembalap Pulau Dewata harus berbesar hati melihat rekan-rekannya mengusung Bali pada hajatan multi event empat tahunan antarprovinsi itu. Keempat pembalap yang lolos prakualifikasi PON, yakni I Ketut Afem Madiasta, Putu Roy Nugraha, Yaasin Somma, dan Gede Arya Kurniawan alias Ucil. “Saya pribadi menyayangkan pengurangan kuota dari PB PON. Padahal pembalap yang lolos prakualifikasi PON lalu semuanya merupakan pembalap terbaik Bali,” ungkap Afem Madiasta saat dikonfirmasi, Sabtu (18/6) kemarin. Afem berharap, kalau keempat bembalap yang sukses meraih tiket ke PON, semuanya bisa dikirim. Mengingat semua racer yang lolos ini mempunyai kualitas, ditopang skill dan mental bertanding yang mumpuni lantaran sudah sering mengikuti kejuaraan level nasional. “Jika memang harus dilakukan pencoretan mau bagaimana lagi. Ya harus mengikuti keputusan itu. Yang penting pencoretan yang dilakukan nanti benar-benar sesuai prosedur yang benar” jelasnya. Sementara pembalap PON Bali lainnya Putu Roy Nugraha tidak mempermasalahkan jika nantinya ada pencoretan pembalap, yang penting pemilihan racer yang dikirim ke PON nanti bisa dilakukan secara objektif. “Saya tidak mempermasalahkan pengurangan satu pembalap dari empat pembalap PON. Yang penting penciutan nanti bisa dilakukan secara objektif,” jelas pembalap juara Region III 2014 itu. (kmb41)


12

Minggu Kliwon, 19 Juni 2016


Sastra

Redité Kliwon, 19 Juni 2016

I Kaki Dengkil

Jugul Agung SAMPUN jagi ngedaslemahang, I Kaki Dengkil durung mrasidayang masaré. Sapunapi sané ngawinang, Ipun nénten uning. Kocap sakadi dawegé kaonina padem antuk Dadong Dengkil, kawéntenané mangkin. Jeg puyung rasaanga sirahné, jeg suung rasaanga pangliatné, jeg amam rasaanga manahné. “Kénkén né, apa ya lakar ada jani? Bunbunané suba kanti isis kena damuh, kondén masé enyak kiap Sang Nétra. Suba kanti maluang awaké, tusing masé awaké lemet nagih mabahan. Suba puyungang kenehé apang tusing papak kenehang. Sawai-wai ngenehang reklamasi Teluk Benoané, tusing ada kawigunané. Buaya mategul bakat borosin, bisa ngamasin sagrepa nyanan!” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon santukan nénten mrasidayang masaré. Sabehé tedun kairingang kerug klepég soréné inunian ngawinang marasa gesit wenginé puniki. Sekancan buroné nengsil makasami. I Kririk kamanten sané iteh kerik-kerik nénten pegat-pegat. I Ayang Godeg Jambul kamanten sakadi ngakohngakohan makruyukan. Mangkin kréok-kréok basang I Kaki Dengkilé santukan ngepah saking inunian soré. Minab santukan sampun jagi semengan, Sang Baga sampun ngruda ngarsaang dagingin panyampah. Pating sabsab I Kaki Dengkil ngrereh ajeng-ajengan jagi dahara. Panggihina sambel bawang sampun jagi masem tur akebisan daging ayam mapanggang sané wéhina antuk mantuné tengainé lintang. Punika raris kinyukanga alon-alon antuk gigi pawahné. Kenjekan iteh makinyukan, piragina kepirkepir ring kuping I Kaki Dengkilé baos Bagus Gedéné malih. Ngemasih enggang bibihné mangda sumeken piragina baos kantiné sané sampun seda punika. “Mimih... Kaki, kenjekan masayuban di tukadé sambilang mabalih kedokdakan yéhné meluab dilap-dilap api jeg pesu uli ditu Jugul Agung. Mimih... rangap pesan giginé di bungutné lanying cara buaya. Calingné nglélam tajep, mangané aéngan tekén tajiné Bagus Karang. Dong né madan Jugul Agung ané satuanga ban Lontar Atma Prasangsané?” Bagus Gedé sakadi matakén majeng I Kaki Dengkil. Tan maa I Kaki Dengkil antuka antuk baos Bagus Gedéné sané piragina semengané puniki. Biasané, baosé punika piragina ring tengahing daluné. Mangkin dados sampun jagi semengan piragina? Sapunika manahanga. Wantah ring guminé puniki semengan, napi irika naler semengan? Kocap irika nénten wénten semengan tur nénten wénten wengi. Luputing lemah peteng, luputing dauh. Sané kobetanga antuk I Kaki Dengkil, nyanan ngraina piragina baos Bagus Gedéné. Kenjekan mamanah asapunika, sagét malih Bagus Gedé mawicara. “Béh Kaki da ja ento kenehanga. Kali kénkén dogén tiang nyidaang ngorta ajak Kaki. Tusing ada watesné ento. Tusing ké Baliané, sakeneh bisa ngaukin atma? Da sangsaya ajak tiang, tusing ja tiang lakar marerasan ajak Kaki sabilang dauh. Apa buin lamun Kaki kenjekan nureksa sakancan sliwahé ka Kutanegara!” Sakadi prasida antuka nuréksa manah I Kaki Dengkilé sané jejeh karahuin antuk Bagus Gedé. “Sajan Kaki, tiang suba kamemegan nagih caploka tekén Jugul Agungé. Kenjekan kalangen nyiup roko ané bekelang uling mrecapada. Jeg kesiabanga tekén I Jugul Agung. Kanti makecos rokoné abungkus ka tukadé. Sawiréh inget tekén satuan Kakiné indik Jugul Agungé ento, jeg kasatuain tiang ia. Beneh sing satuan Kakiné ngorahang I Jugul Agung sujatiné nyama soang-soang jatmané. Ané ajak lekad bareng dugasé manumadi. Satuané ento suba anggon tiang nyatuain, kewala di keneh dogén tiang bani marerasan kakéto. Jeg sajan ia ngembeng waspa, ngetél yéh paningalané. Cara anak kalangen mara matepuk. Kiseh-kiseh laut ia maceleban ka yéhé maluab di tukadé ento. Suba ilang, jeg nadak ongkeb awak tiangé, pesu peluh ngrécék. Sekaté ento jeg marasa jaya tiang Kaki. Jani sabatak cikrabalané asané bani mapas. Aéngan tekén Sang Bima kenehé lakar ngaduk-aduk kawah jambangané.” Bagus Gedé nyihnayang wantah mangkin marasa ragané kuat mawat kawat mabalung besi sambilanga kékékkékék ica sakadi dawegé kantun nyeneng. I Kaki Dengkil engsek manahné. Wawu marasa déwék sujatiné kamula lekad masarengan sareng I Jugul Agung. Punika sané ngawinang i manusa marasa déwékné jaya, jagi mrajaya manusané siosan. Masruét manahanga, mangkin sayan ngilis manusané karangsuk antuk I Jugul Agung. Ring pasar, soang-soang dagangé jagi mrajaya dagangé siosan. Ring kantor, soangsoang danéswarané mamanah mrajaya sané siosan. Makasami mamanah jagi nguasain sané siosan. “Lamun kéto, apa panempurné?”. Nadak engsap I Kaki Dengkil ring suaran Bagus Gedéné. Jeg magésonan ngadubug malaib ka Telabah Sampuan jagi mandus. Kocap Ipun jagi ka Kuthanegara mamanah nuréksa sapusira sané karangsukin antuk I Jugul Agung. Sesampuné panggihina, jagi tuturina mangda nuturin Jugul Agungné soangsoang. Mangda kedikan byutan jagaté. (Jelantik)

Guru Léak I Gédé Putra Ariawan “DI sekolah liu ada léak!” saut Putri Semaraung. “Kikikiiiiiikiki…” Dadong Tibubeneng kedék ngerikik ningehang cucunné nyambatang léak di sekolah. Kendel atiné jani, pangléakan aji sumawang rangkup ané plajahina limang dasa tiban ngancan teguh. Sakadi undangan umahé, ilmu pangléakan i dadong suba neked di muncuk undangan paling tegeha. Nyansan wai nyansan wayah ilmuné. I dadong jani marasa andal tekén déwék, marasa ibané sakti tan patanding. Lamun ngomongang aji pangléakan sakadi: bajera kalika, aras ijo maya, garuda putih, camaour tala, kebo wangsul, bintang sumambang, jaya satru muang aji pangléakan ané lénan, makejang ento suba bakat plajahina tekén i dadong. “Kikikikiiiiiii…” Dadong Tibubeneng buin ngerikik. Kedékina cucuné. Buin kejepné, paningalan i dadong ané itunian cekok nadak malontod. Pabahané ngendih pesu api. “Putri Semaraung, cucu dadong paling sayangang!” “Engkén Dong?” saut i cucu. “Adah, né mara sing nawang

awig-awig léak. Lamun pabahan dadongé suba ngendih, ené maciri dadong suba nglekas. Suud ngaukin dadong, kaukin guru!” “Hihihiiiii…” Putri Semaraung kedék. “Dadi kedék Ning? Payu malajah?” Putri Semaraung prajani siep, tanggehanga kedekné. Limané jani cakupanga duur pabahanné tur matimpuh di arep i dadong. “Inggih Guru, inggih!” saut i cucu. “Nah, nah, lamun suba sayaga lan tuutin guru. Tegarang jani majujuk, adéng-adéng penékang batisé. Da bes tegeh ning! Ulung nyanan!” Tondén pragat i dadong mamunyi, dapetang i cucu suba ulung di betén kasuré. Batisné kajengklok kanti mapangsegan di tehelé. “Kikikiiiiikiki...” i dadong kedék ingkél-ingkél nepukin cucuné malajah ngaléak. “Aduh…duh…sakit...” “Ento suba adané cening bengkung, rengas, sing demen ngidepang munyi guru. Do lén-lén Ning!” I dadong jani jengat ngajahin cucuné ngaléak. Putri Sema-

13

raung ané itunian aduh-aduh di betén kasuré paling ngalihin saklar lampu, idupanga lantas lampu kamarné. Paningalan i dadong ané itunian malontod prajani cekok. Api di pabahanné masi ilang. I dadong ulap nepukin galang lampuné nyénterin awakné. “Duh! Né mara ye cucu beler! Nak ngudiang ngidupang lampu? Buung malajah ngaléak?” patakon i dadong. “Éngkénang malajah ngaléak? Batis icangé sakit! Saut i cucu. Putri Semaraung ngeling sengi-sengi nanggehang sakit. Keweh asané ia majujuk. Ilmu léaké ngundang sengkala. I dadong marasa pelih nepukin batis cucuné beseh. Paekina cucuné, lantas kaubadin baan aji pangléakan. “Leserang batisé, suud nyebak!” Dadong Tibubeneng lantas makecuh di limané. Kecuhné ento lantas anggona ngusapin batis cucuné apanga ilang sakitné. “Cuh, cih, cah cuh nitya deha anggara saksi, pramaja musti atma kawikan angga nira. Cuh, cih, cah, cuh semara kecuh nira ning putri semaraung tan pejah api ning kala ah ah ah” Suud ngacep aji pangléakanné ento ping telu, i dadong lantas ngorahin cucuné majujuk adéngadéng. “Engkén, nyak iyingan batisé?” “Hihihihihihi…” Putri Semaraung makenyem. Kendel atiné jani. Beseh batisné ilang, kaubadin kecuh i dadong. “Hihihihi…” “Gigisin kedék Ning! Elek atiné tekén pisaga dajan umahé” “He he, ampura guru!” Jam satu peteng Dadong Tibubeneng lantas magampilgampil. Lontar aji pangléakan ane itunian di duur dulangé kakaputin kasa putih misi rarajahan léak. Lontaré celepanga ka kotak cenik di tengah lemariné, lantas kuncina apanga sing ada anak ngamaling. “Lan jani sirep!” saut i dadong *** Jam lima semengan dadong Tibubeneng suba makupuk di paon. Nyakan padidina, ngaé daran nasi padidina, ngaé jaja padidi, muang inget ngaé yéh panes anggona cucuné manjus. I Dadong uli pidan biasa idup padidi. I Pekak suba ngalahin mati, makejang pianak lan cucu-cucuné merantau kota. Di désa tepukina kuno, keweh maju ulian kéweh ngalih gagaén. Paling aget suba mukak warung sembako, bin sada warungé sasai uyak anggehan. Éngkenang nagih maju di désa, meli sera dogén biasa nganggeh kanti abulan. Ulian ento, Dadong Tibubeneng las nepukin pianak lan cucucucuné marantau kanti ka luar Bali. Nyén nawang mani puan pianak lan cucuné ento suksés.

Aswamédha Parwa

Pitutur Ida Sang Prabhu Krishna Olih : I K. Satria, S.Ag SADURUNG Ida Sang Arjuna memargi nuju genah Ida Sang Yudhistira, Ida Sang Arjuna nglanturang malilacita sareng Ida Sang Prabhu Krishna. Ida Sang Arjuna setata kaksiang sareng kekalih, sareng Ida Sang Prabhu Krishna. Irika raris Ida sang kalih mabebaosan maosang kawéntenan jagaté duke riin, taler maosang indik satua-satua mautama. Sang kalih nyatuayang carita sané ngawinang égar angga sarira miwah Sang Jiwatman sané maha suksma. Ri sedek dina anu, sang kalih ngwéntenang pamargi nuju genah sané dahat becik tur ngulangunin pisan. Irika dané sang kekalih mabebaosan antuk bebaosan sané dahat suksma. Genahé punika kawangun antuk kaluihan sané dahat mautama, winaluya swargan. Pepindaan saha ukir-ukirané dahat ngulangunin pisan. Sang kekalih dahat angayubagia pisan sangkaning bebaosané saha kairing olih akéh tanda mantra sané pacang ngemit angga sariran dané risedek mabebaosan. Irika raris Ida Sang Arjuna éling ring angga duké riin ri kala sadurung payudané memargi. Ida bengong saha sungsut ring pikayunan ri kala ngayunin galahé punika. Ida Sang Arjuna raris matur ring Sang Prabhu Krishna. “Uduh Beli sané dahat kajunjung ring jagaté saha maraga ksatria sané dahat mautama, titiang pinaka ksatria sané sareng ring payudané dahat angayu bagia duaning manggihin Beli tatkala ngamijilang angga pinaka Déwata sané dahat kautamayang. Beli sané taler pinaka putran Ida Déwi Déwaki sané tatkala punika nyihnayang kawisésan ngawinang angob jagaté sané nyaksiang. Uduh Beli…, angayu bagia tan kadi anggan titiang duaning prasida nyaksiang kawéntenané punika. Sané mangkin, Uduh Beli sané dahat utamayang titiang, kadirasa titiang sampun lali ring makasami pituduh sané kaicénin tatkala punika, ampurayang pisan kawéntenan tiangé sakadi puniki Beli. Sakémaon, sangkaning kautaman dharmané sané dahat suksma ngawinang Beli mabela ring anggan titiang kasarengin Pandawané. Sané mangkin titiang banget pisan nunas mangda Beli mawali ngamedalang kautaman susastrané sakadi asapunika ring rainané mangkin, punika pinaka kaluwihan Beliné sané lédang ngicénin angga sariran titiangé aji kaweruhan sadurungé mawali ka Jagat Dwaraka.” Mirengang sakadi asapunika pinunas Ida Sang Arjuna, Ida Sang Prabhu Krishna ngraris nampek saha makenyung nyunyur manis pisan: “Inggih Adi, punika sampun cumpu kadagingin pinunas Adiné. Sané mangkin aptiang Beli, Adi mirengang tutur kasukseman sané nénten sami sida ngresepang kawéntenané puniki. Sujatiné, pituturé punika méweh pisan kapolihang sangkaning dahat rahasya. Sakémaon ring rainané

puniki Beli pacang mituturang kapining Adi, cutetnyané mangda Adi nguningin susastra saha tutur sané masuksma sané ngawinang liang jiwa pramanan Adiné sangkaning mirengang susastrané puniki. Sujatiné napi sané wedarang Beli mangkin wantah pinaka tutur kasuksman tur pinaka pamargin agama sané sujati. Sujatiné nirguna pisan pikayunan Beliné yéning napi sané kapituturang sané dahat suksma puniki nénten karesepang saha kalaliang olih sang sané mirengang, napi malih Adi. Napi sané tlatarang Beli duk sadurung payudané mamargi nénten prasida malih tlatarang Beli sakadi asapunika ring galahé mangkin Adi. Beli sampun cumpu pisan indiké punika nénten pacang kalaliang olih Adi sané taler kasumbung ring jagaté. Yéning pet prade wénten sané kalaliang, sinah punika pinaka cihna Adi nénten cumpu ring pamargin agamané punika. Utawi minab Adi nénten teleb ri kala punika malajahin. Duaning nénten pisan prasida Adi, Beli nlatarang unduké punika sané mangkin. Napi malih sané pateh sakadi punika tunasang I Déwa. Élingang pisan Cening, indiké punika sampun puput kabaosang yéning I Déwa teleb malajahin daging kasuksman saha nguningin kawéntenan Ida Sang Brahman. Tatkala punika Beli sampun nlatarang indik kasuksman Ida Sang Brahman sané pinaka ngutpti, nytiti saha mralina kawéntenan jagaté. Duaning I Déwa sarat pisan mangda nguningin indiké punika, sané mangkin Beli pacang mautsaha nlatarang mangda Adi pedas nguningin.” Sesampuné mabaos asapunika, Ida Sang Prabhu Krishna raris malih ngandika dahat mawibawa pisan kawéntenanidané. “Uduh para ksatriané makasami, élingang pisan mangda ngresepang daging tattwané puniki, patut kanggén mangda prasida nasarin kahuripané sané patut.” Kadi asapunika kawéntenan Ida Sang Prabhu Krishna, sami sané wénten irika rumasa sarat pacang mirengang satuané. Ida nglanturang nyarita; “Uduh para ksatria, sedek dina sané becik, wénten brahmana mautama rauh saking swargan saha nlatarang indiké punika. Antuk kawisésanidané mijil ka jagaté gumanti pacang nyatuayang daging kasuksmané puniki. Ri kala punika sapangrawuh Ida Sang Maha Muni katampi antuk pamargi sané dahat becik, saluiring daging tattwa sané kacaritayang taler ketampi antuk pamargi sané patut. Durusang sané mangkin pirengang sané patut kalaksanayang olih para ksatriané. Kapatutané sané katlatarang punika wantah pateh sakadi sané memargi ring swargan. Sami sapituduh Ida Sang maragama Brahmana punika pacang nerangang pikayunan Ida Sang Arjuna. (Masambung)

Tusing cara i dadong ané sabilang wai ngindeng di désa madagang jaja Bali. Ené suba mabukti, ulian merantau, cucuné ané madan Putri Semaraung suba dadi sarjana lan kaangkat dadi PNS. Bin sada agetné suba maan tugas dadi guru SMP di désa padidi. “Dong!” Sagétan Putri Semaraung majujuk di jelanan paonné. Ia lantas negak di kursi barak plastik sambilanga mataktakan jagut. Toliha dadongné makupuk padidina di paon uyak andus. “Mih… cucu dadong jegeg bulan suba bangun?” patakon i dadong ngaénang i cucu makenyem. Dapetang i dadong suba ngaba klepon, laklak, lan klaudan matatakan tékor. Duur jajané misi nyuh makikih macampur gula bali a bedik. Putri Semaraung lantas nyemak jajané, ajenga ulian dot jaja uli pidan. Dadong Tibubeneng lantas ngaénang cucune téh anget misi jahé. Lamun kenehang, miribang makelo i dadong mapisah ngajak cucuné. Ada nem tiban sasukat Putri Semaraung kuliah S1 lan S2 keguruan di Jawa. Putri semaraung kapah ka Bali, sasaian ngomong di telepon dogén. Bin sada kapah-kapah ulian i dadong sing ngelah telepon. Aget ada pisaga delod umahé ané sasasi ngemang nyilih telepon. “Dadi malengok?” I Dadong nepukin cucuné ada kenahanga uli tuni. “Pelih icang ibi sanja. Tusing ningehang munyi tondén apa-apa suba ngaku dueg ngaléak.” “Nah da ento uyutina. Tusing dadi nyambatang léak. Telahang jajané” Sambilang ngajeng jaja, Putri Semaraung mapineh. Ia sujatine iri tekén dadongné padidi. Pidan ia bisa cara i dadong? Ngelah aji pangléakan ane paling sakti, ngelah aji ugig ané ngidang ngaé anake jerih. Diastun suba lingsir, i dadong tusing taén marasa tua. Awakné cenik, gilik, kenceng, enu siteng masuunan ngindeng ngaba jaja. Tusing cara anak tua lénan ané rengkod lamun suba maumur pitung dasa tiban. Jam nem semengan, kruyukan siapé ngancan ramé. Putri Semaraung suba suud manjus, i dadong seleg ngantiang cucuné makikén. Makelo antosanga cucuné di ambén bale daja. I dadong suba ngebatang tikeh cenik. Ada nasi baas barak mawadah bakul cenik katimpalin bé siap makukus misi sambil tomat lalah manis apang cucuné nyak madaar makiré majalan ka sekolah. “Dong, mai milu ka sekolah! Léaké makacakan, icang jejeh lan sakit ati ulian léak. Diolas isinin sekolahé panyengker apang aman!” “Léak apa makacakan di sekolah! Awak guru tusing pantes

ngomongang léak di sekolah. Tusing ada leaké ngaenang jejeh apa buin kanti ngaé anaké sakit ati. Léak ento maraga suci kaplajahin baan keneh suci. Inget ibi sanja? Batis ceningé kajengklok ulian keneh ceningé kasaput iri.” Saut i dadong tekén cucuné. Putri Semaraung prajani masemu galak lantas ngalahin dadongné. Sujatiné ia makeneh ngajakin dadongné ka sekolah apanga nawang, di sekolahan liu ada léak. Guru-gurune di sekolah nyakit ati nepukin leaké makacakan, demen ngaé uyut kanti guruné nyakit ati ngemasin mati ulian léak. Mara neked di gang delod umahé, Putri Semaraung malipetan ulian kaliwat gedeg ngenehang sekolah di tongosné ngajahin. “Dong! Icang sakit ati dadi guru!” saut Putri Semaraung nyangjagin dadongné. I Dadong makenyem nepukin cucuné mamedih di arepné. “Duh… cening jegeg bulan, cucu dadong paling sayangan. Nak ngudiang sakit ati? Suba aget cening dadi guru, maan gagaén melah, dadi pegawai negeri sipil maan gaji tetep lan tunjangan kéné-kéto. Anaké kanti nombok satusan yuta apang ngidang dadi PNS. Né cening suba aluh-aluhan maan gagaén. Ento ngudiang sakit ati?” “Dadong nawang? Léaké makacakan di sekolah! Léaké ngaénang icang sakit ati! ” saut Putri Semaraung tungkas. “Dija ada léak di sekolah? Eda ngawang-ngawag ngomong léak!” I Dadong pedih ningehang cucuné setata nyambatang léak di sekolah. “Makejang muridé di sekolah adané leak! Panak léak demen nguluh munyi! Léak jelé! Léak beler! Léak berung! Léak tain sampi! Léak tain cicing!” saut Putri Semaraung ané setata sakit ati ulian ulah murid-muridé di sekolah. Muridé demen ngaé masalah. Sabilang ka tengah kelasé, satata kaukina Ibu Ceking tekén muridé ulian Putri Semaraung berag aking. “Oh… ulian ento cening nyambat murid ceningé di sekolah panak léak? Madasar sakit ati cening cara kéné? Duh…Déwa ratu, bawak san papineh ceningé. Precuma cening masekolah tegehtegeh pamuputné cara jani. Elek dadong ningehang munyi ceningé. Ilmu léaké nagih anggon cening nyakitin murid padidi! Nak saja kenehé malajah ngaléak?” “Saja!” Putri Semaraung gencang nyautin patakon dadongné. “Lamun cening dueg ngaléak, suud lakar cening kaunina Ibu Ceking apa buin guru pengajian tekén murid ceningé di sekolah!” “Apa kaunina?” “Guru léak!” saut I Dadong nengkik. Putri Semaraung makelo mapineh lantas malaib ka tengah kamarné.

Saking Langit Bali Mémé Ragané pinaka déwa sakala ngembasang pianak ka jagat madasar lascarya anaké maosang magantung bok akatih setata wirang nindihin pianak ngetélang getih Mémé……. sinampura aturang titiang antuk katambetan lan kasombongan titiang tan prasida ngwales kaluihan mémé matatimbang adakin kuku tan prasida ngicénin liang Doh drika ring guminé wayah mémé makenyem pinaka ubad malaksana melah anggén sesuluh idup ring natahé linggah mangda nénten kentuk antuk sesolah asiki bekel mémé, cening jemetang ragané masolah bisaang ragané mabraya apang melah eda stata ngaba basang layah apang tusing guminé benyah Sadwika


Kruna

14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;gind, Pupuh Ginada 25.muulli\ái;pj)n)\n/, Mula linggih Pajenengan,

ekoeb(d)lzÇ*lnÐ)ris/, kobér delancang lan keris,

pusÓkp\e\ánæ)r*,

pustaka panganggén perang, s)esocnßnikÞnãtu, sesocan manik lan batu,

enmulphicnuæunê, né mula paican sunia, smiluwi;,

sami luwih, siÏpßg2*ke) ropk/. sirep magaleng keropak.

I Wayan Santa

Makarya Rumasuk Mayadnya SIANGOLAS warsa pinaka guru agama ring SD No. 4 Peguyangan, Dénpasar Utara, limolas warsa pinaka Kepala Désa Penatih Dangin Puri, Dénpasar Timur raris muputang ngayah ring PNS pinaka Kepala UPT Disdikpora Dénpasar Timur panguntat warsa puniki, ngicén akéh pengalaman majeng I Wayan Santa. Ngamel prinsip malajah nénten wantah ring sekolah miwah kuliah, malajah prasida ring dija ugi, tur sareng sapa sira kémanten, ngawinang dané nénten naen rered ngarepin piambeng. Samaliha ri kala dané ngarepin pikobet, motivasi sajeroning muputang pikobet inucap dados tetujon utamannyané. Sakéwanten Santa mautsaha ngrereh pamargi pinih becik anggén muputang pikobet sané karepin. “Titiang mautsaha ngwangun saha ngukuhang napi sané percayain tiang. Yadiastun tiang éling pisan, tuwuh sané sampun nénten muda malih sering ngawinang tiang kirang percaya ring angga,” angken Santa. Sakadi menek gunung, sajeroning pamargi dawa nuju puncak, majanten pa- c ang ngarepin akéh piambeng. Pikobet nénten samian mawit saking sisi, nanging pikobet taler rauh saking padéwékan. Sesampun ring puncak pacang marasa trepti tur bagia. Minab dados guru agama sané becik, nénten sukilan saking dados kepala désa utawi kepala UPT Disdikpora Dénpasar Timur. Dados guru agama sané becik ring SD No. 4 Peguyangan, prasida kalaksanayang majalaran ngicén conto sané becik majeng alit-alit. Nyayangin saha ngurukang alit-alit madasar hati, nilai becik taler p a -

cang kapolihang Santa. Nanging nénten asapunika ri kala ngamel tegak pinaka kepala désa. Ri kala dados guru agama, Santa molihang akéh teori saking sekolah miwah genah kuliahnyané. Nanging nénten asapunika ri kala lulus macentok sajeroning molihang tegak Kepala Désa Penatih Dangin Puri. Aget dané rumasuk krama sané aktif ring banjar adat, dusun utawi désa. Aktivitas punika banget ngwantu dané ri kala ngarepin pikobet. “Sapa sira pacang cumpu, nénten wénten pendidikan khusus utawi perguruan tinggi sané tamatannyané madué kawagedan khusus pinaka kepala désa. Matiosan sareng dokter sané ngrereh spesialis, pamuputnyané pacang dados dokter spesialis sané andel,” baos Santa mabanyolan. Boya paindikan sané lintangan yéning wénten pejabat sané manggihin kasidan muputang pikobet, santukan kasayagan malajah. Malajah sané janten punika ring pakraman. Krama pinaka lab. alam sané becik anggén jalaran malajah. Sakatah prestasi sané naen kapolihang pinaka guru agama miwah kepala désa, kaangkenin Santa sangkaning kawagedannyané masawitra. Rumasuk kasenengannyané ring widang sastra miwah budaya sané banget ngawinang terinspirasi miwah termotivasi nglaksanayang makudang-kudang parikrama. Seneng magegitan, prasida ngawi imbang otak tengen miwah kiwa. Sikap inovatif setata kaédéngang. Dané taler sumeken yéning sampun mautsaha pacang prasida manggih sané karereh. Sakatah prestasi naen kapolihang, minakadi désa terbaik lomba désa terpadu miwah désa terbersih ring Kota Dénpasar. “Sujatiné sederhana kémanten, ring dija ugi molihang tugas, punika patehpateh ngabdi. Makarya punika yadnya. Prinsip punika sané setata anggén tiang dasar sajeroning makarya,” weweh suami Ni Made Martini. (ast/yan)

26.r&pewo\nßl;i ekocp/,

ewnÓ)næli\ái;er*okli;, wénten palinggih rong kalih, t)pesmhulukj,

tepasé maulu kaja, li\ái;hirtumkuzÇ¡*, linggih I Ratu Makuncung,

lnÀidmæubhul, lan Ida Mpu Bahula, pdskÓi,

pada sakti, v`rd*dk & elokÓ;.

Isin Gumi

Turis Ngrimikang Kamacetan ring Bali PULO Bali yukti kasub kantos ka dura negara. Sakéwanten, kahanané mangkin ngangenin pisan. Pawangunan genah pariwisata nénten kaimbangin sarana prasarana sané becik, minakadi kahanan margi. Akéh para turis sané malancaran ka Bali pakrimik indik kamacetan sané kapanggihin pamekasnyané ring Dénpasar. Para turis inucap marasa sebet manggihin kahanan sakadi punika. Sangkaning punika ipun

taler ngirangin kunjungan ka genah-genah pariwisata sané nedeng kasub. Jadwal salami liburan taler nénten sakadi sané kaaptiang. Kawéntenan sakadi punika doh matiosan sareng gatra sané kapolihang salami puniki, sané ngunggahang Bali pinaka destinasi wisata sané aman, trepti, taler nyaman. Parindikan puniki kabligagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 14 Juni 2016 lin-

tang. Komang Suparta, Kerobokan Kahanan inucap janten ngawinang para wisatawan pakrimik antuk kamacetan sané karasayang ring Bali ri kala ipun malancaran ka genah objék wisata. Indiké punika nénten anut sareng promosi sané kapolihang ring média online utawi média masa. Mawinan tunas titiang, indik pawangunan pariwisata sampunang wan-

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

jatukarma

1. jtuk(m,

1. jodoh

2.

kanin

2.

knin/,

2. luka

3.

kantu

3.

knÓ¡,

3. pingsan

4.

kanjekan

4.

kzé)kn/,

4. ketika itu

5.

mareresik

5.

mÏÏsik/,

5. bersih-bersih

6.

masadok

6.

msedok/,

6. melapor

7.

parikosa

7.

priekos,

7. memaksa

8.

kanca

8.

kzÇ,

8. arak

9.

kantah

9.

knÓ;,

9. gadai

10. linyok

10. liezok/,

Bahasa Indonésia

10. mungkir/ingkar

Ni Komang Rani

Nglanturang Usaha Rerama KOMANG Rani, sapunika aran anak istri sané jenek ring Banjar Badung, Désa Lukluk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung puniki. Dané mageginan pinaka dagang nasi sané kaloktah pisan ring désannyané. Sawilang rahina pelanggan warungnyané setata ramia matumbasan, samaliha wénten sané fanatik saking lami kantos mangkin. Indiké punika sangkaning rasan ajengan adol-adolannyané sané madué rasa khas tur nénten mauwah ngawit dumun kantos mangkin kantun pateh. Dumun geginan madagang nasi boya cita-citanyané, nanging santukan musti nglanturang usaha madagang punika dané sanggup malajah tur kantos prasida ngukuhang para pelanggan matuannyané. “Titiang bagia pisantur bangga prasida nglanturang usaha matuan tiang puniki. Yadiastun sadurungnyané tiang nénten madué dasar pinaka dagang nasi, nanging santukan meled sané ageng malajah pamuputnyané tiang prasida nglanturang usaha madagang. Mangda prasida ngelola Warung Nasi Lukluk puniki, tiang patut waged ngolah, gumanti rasannyané tetep pateh. Titiang patut ngukuhang pelanggan sané akéhan fanatik majeng rasan nasi puniki,” baos ibu saking I Putu Rama Astra Arimbawa, I Made Prema Astra Arimbawa, Ni Komang Praba Putri Maharani miwah I Ketut Prana Astra Arimbawa puniki makenyung.

Ring pawongan malih kocap,

Bhatara Dangding kaloktah.

Redité Kliwon, 19 Juni 2016

tah ring Dénpasar utawi Badung kémanten. Nengah Sudik, Seririt Sinalih tunggil sané ngawinang kahanan inucap wantah nénten imbangnyané pawangunan ring Bali. Buktiné, makéh krama saking makudangkudang kabupatén ring Bali pastika ngrereh pakaryan ring Dénpasar. Durung malih krama saking dura Bali akéh taler ngebekin wewidangan Badung lan Dénpasar. Iriki patut wénten pemerataan. Indiké punika pinaka tugas sang amengkurat. Gung De, Jl. Ngurah Rai Singaraja Indik kamacetan, akéh parindikan sané ngawinang, minakadi kahanan margi sané kaon. Yadiastun wénten promosi pariwisata, nanging nénten kaimbangin antuk sarana prasarana, utamané jalan. Indiké punika majanten ngwetuang kamacetan mawinan akéh para turis sané komplin. Tanaya, Kapung Tinggi Pariwisata Bali sampun nincap pisan. Kawéntenan inucap prasida kapanggihin sayan akéhnyané bus-bus ageng sané rauh ka Bali nyabran liburan. Samian puniki patut kapikayunin samian angganing. Pungkuran mangda citra pariwisata Bali nénten kaon. (ama)

Rani ngawitin geginan pinaka dagang daweg warsa 2000-an. Pangawitnyané Rani wantah ngwantu matuannyané Ni Wayan Sembrog (Alm). Ngawit punika Rani malajah, utamannyané ngukuhang pelanggan sané satya tetep matumbasan ring warungnyané. Ngawit punika dané kaajahin olih matuannyané saking milihin lakar (bumbu), ngolah kantos nyajiang majeng pelanggan. “Pangawitnyané jakti méweh, nanging kadasarin sabar tiang malajah,” dané ngwewehin. Maosang indik ajengan khas ring warung nasi lukluk, Rani nlatarang minakadi babi kecap, déndéng, kerupuk sané tetep madué rasa sané pateh ngawit dumun kantos mangkin. Sayurnyané marupa lawar nangka. Yéning ri kala nangka sedek méweh ngrereh, biasannyané pacang kacampur sareng gedang utawi kacang panjang. Katakénin cita-cita, anak istri sané embas ring Mengwi, 2 Juni 1980 puniki maosang nénten naen madué cita-cita . dané wantah meled ngwantu rerama kémanten, gumanti sajeroning pikayun tiang idup puniki wantah makarya. “Ri kala tiang embas, reraman tiang naen mataken majeng anak wikan, sira sané sujatinnyané numitis dados tiang. Madasar asil mapinunas punika, kabaosang dumun tiang wantah dagang nasi,” tuturnyané. (bud/yan)

Gulgul Suung MINAB ida dané pastika seneng ngulgul utawi kagugul. Napi malih punika pacang ngawé bebanyolan, makedékan. Sané mangkin, méweh pisan polih makedékan santukan pada ijek ngrureh jinah, makarya. Kadi rasa telas galahé morosin jinah. Nika mawinan seneng pisan polih selah saling gulgul. Wénten sané ngulgulin sameton, wénten ngulgulin rerama, wénten taler ngulgul sang sané katresnain. Nanging boya sané kanten kémanten sané seneng ngulgul. Sané suung taler seneng pisan ngulgul. Napi malih, gulgul suung punika rumasa matiosan pisan. Ring jagaté wayah puniki, makéh wénten anak gulgul suung. Wénten sané karasayang wénten sané nénten karasayang. Yéning ida dané nyaratang pisan tatas uning kawéntenan taler rumasan gulgul suung punika, titiang naen ngatonang taler miragi parindikan sané naut manah indik gulgul suung punika, ngiring magendu wirasa sareng sami. Daweg wengi ring Pelabuan Padang Bay, Kapal Wimala Darma mamargi nglintangin segara pacang ka Lombok. Kapal puniki luih pisan, makéh anaké dot numpangin. Sagét wénten anak petang diri kasépan rauh sangkaning katiban ala ring marginé, nemah ngunduh makajang ngubat-abit anaké punika. Nénten sué sampun iur ortiné indik Kapal Wimala Darma sané wawu mamargi kelem ring tengah segara, wit ngubat-abit mawalik dados ngamé-ngamé Ida Bhatara, sekancan Ida Bhatara sambata. Bengong tiang ngatonang indiké punika. Sukané akijapan dados metu duka.

Sané kaping kalih, puniki kawéntenané ring désan titiangé, Désa Wana Agung. Daweg punika masan mabunga waniné, bunganné nyeled pisan kadi rasa jaga empak ngajak buah. Lega pisan keneh titiangé jaga ngalap wani yéning katut bungan waniné punika. Ngenah-ngenah pipisné yéning adep. Langité tuara keni antuk narka. Sagét angin nglinus mapas bungan wanin tiangé aas. Béh kagulgul tekén suungé. Witné suka manados duka. Sané kapang tiga, daweg punika titiang miragi orti saking timpal tiangé sané dados guru agama. Liang pisan daweg punika ipun lan timpaltimpalné kapanggil pacang PLPG dados guru profesional. Santukan pacang polih tunjangan, samian timpal tiangé girang, wénten sané kompénsasi, makéh ngrereh kredit. Sakadi anak ngantiang ulungan durén pengumumané daweg punika, sagét guru sané kanggkat sadurung warsa 2005 sané gumanti PLPG siosan punika keni BMP (belum memenuhi persyaratan) kocap. Nénten kamanah sampun yéning durung memenuhi syarat napi mawinan sampun panggila nyarengin PLPG? Samaliha wénten sané sinarengan tamat, sinarengan maangkat, kuliah ring Badung raris madué pengabdian dados guru

warsa 2005 ring dija minab polih? Napi saking langit suungé ngulungang. Béh gulgula tekén suungé, sapunika timpaltimpal tiangé sané keni BMP. Kagulgul suung sukané nyuti rupa manados duka. Sapunika caritan titiangé yén kamanah wantah punika rasan kagulgul suung wénten witné sebét dados liang. Wénten witné sedih kingking kagulgulin suung dados kedék ngakak. Sapunika sawaliknya sangkaning kagulgulin suung. Yéning iraga kantun maurip sampun pastika néanin kagulgul suung sakéwanten galahnyané sané tan pastika. Nika awinan patut pisan resepang pitutur anak lingsir. Ri kala sedih sampunang sedih kingking, ri kala kedék sampunang bas ngakak. Amunapi sukané amunika dukané, punika sawaliknyané akidapan mata sukané pacang manados duka, dukané pacang manados suka. Patut iraga nyahsaang keneh nuturin padéwékan mangda pada sama rasa, suka kalawan duka, duka kalawan suka. Sami wantah rasa pacang lina mabuah karma. Sapunika suksmané gulgul suung. Yéning pisarat gulgul suung rarisang nampekin jujuh suung punika. Yéning sampun nampek sinah suung punika pacang ngulgul pinaka asih tekén iraga. (Pasek Sekar Mas)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Kliwon, 19 Juni 2016

Puncak Rasa Utama sang Maharasa l Membaca Momentum Titik Balik (1)

PURNAMA RAYA bulan ke-12 (sasih Sada) dalam sistem perkalenderan Bali Tradisi kini hadir bertepatan dengan hari Matahari (Raditya, Redite, Sun-day) Minggu Kliwon, wuku Watugunung, 19 Juni 2016, hari ini. Dalam perhitungan kewaktuan Bali Tradisi, bulan Purnama Sada pada hari Matahari (Redite) Minggu Kliwon, wuku Watugunung, ini terbilang rada pusuh atau muda. Artinya, belum puncak kematangannya mekar. Puncak matang-mekar Purnama Sada secara astronomis justru baru terjadi pada hari Rembulan (Soma, Moon-day) Senin Umanis, Watugunung, 20 Juni 2016 besok. Nama-nama hari dalam kebanyakan tradisi sistem kewaktuan dunia, tak terkecuali sistem kewaktuan Bali Tradisi, merujuk pada tujuh planet utama di Langit. Dalam sistem kewaktuan Bali Tradisi, hari dimulai dari Redite yang merujuk pada RaAditya sebagai nama Surya, sang Puncak Terang Cemerlang. Dia-lah yang menjadikan Matahari bersinar gilang-gemilang terang-cemerlang, terus menerus. Dalam bentang arah keruangan, Redite diposisikan di arah purwa. Selain berarti timur, purwa juga berarti awal. Dari semantik ini dapat dirajut dirunut rangkaian pemaknaan: Surya Matahari itu timur, timur itu awal. Ini berarti, Redite, Raditya, atau Surya Matahari itu dipahami oleh Bali Tradisi sebagai Awal. Kenapa timur itu Awal? Karena dari Timur itulah Terang Cermerlang Kehidupan ber-Awal mula.

Tapi, Surya Matahari bukan berhenti sekadar Timur sekaligus Awal. Dalam konstelasi keplanetan, Surya Matahari juga merupakan Pusat Tata Surya. Dialah Sumbu-Poros-Pusat Pengendali sekaligus Sumber Segala Sumber Energi yang Terang Cemerlang itu. Pusat berarti di Tengah. Apakah yang berposisi di Tengah dalam sistem tradisi kewaktuan Bali? “Kliwon,” begitu jawaban Bali Tradisi. Itu dalam posisi bentang arah keruangan. Namun, dalam tata urutan penamaan lima unsur kesemestaan material yang membentuk urutan limaharian (pancawara), Kliwon justru menempati urutan terakhir. Dia merupakan unsur ether yang vacuum, sekaligus terhalus, tiada lapisan, sehingga tradisi menamainya Akasha. Karena halus, tanpa lapisan, maka Kliwon juga merepresentasikan rasa tawar. Tawar berarti bukan manis (Umanis), pahit atau pedas (Pahing), bukan pula sepet, kecut (Pon), apalagi asin (Wage). Rasa tawar itu adalah mula-awal sekaligus puncak segala rasa utama sang Maharasa. Kliwon, dengan demikian, membentangkan kemaknaan: Tengah, Pusat, sekaligus Akhir. Dia Akasha halus sekaligus Rasa Tawar. Sampai di sini, momentum kewaktuan Redite Kliwon telah merajutkan kemaknaan perihal “perjalanan” Hidup: sang Awal bertemu Akhir di Tengah Pusat Terhalus yang Terang Cemerlang sekaligus Puncak Rasa Utama sang Maharasa. lnirta ks

Menyatu dengan sang Maha Terang l Membaca Momentum Titik Balik (4)

MOMENTUM kewaktuan sepanjang ruas pekan Watugunung kali ini memberi rajutan makna hari-hari terpilih khusus, memang. Dimulai dari Redite Kajeng Kliwon: Purnama bulan terakhir Sada bersamaan dengan Kajeng Kliwon Pamelas Tali, Watugunung Runtuh diawal pekan. Lalu, disusul dengan Paid-paidan bersamaan Hari Titik Balik Summer Solstice, Selasa Paing, 21 Juni yang pas sejak tahun lalu ditetapkan PBB sebagai Hari Yoga Dunia. Ini tentu masih ditambah lagi dengan rangkaian rutin siklus hari-hari Bali Tradisi: Candung Watang (pertaruhan perjuangan, Senin Umanis), Urip Kalantas (hidup berkelanjutan, Rabu Pon), Panegtegan (jeda pengheningan, Kamis Wage), dan Pangredanaan (puji syukur tulus ikhlas, Jumat Kliwon), dan Saraswati di akhir pekan, Sabtu Umanis. Rangkaian tahapan hari-hari ini seakan bertutur bernas mengajak para putra-putri utama kehidupan yang berkesadaran supaya senantiasa eling terhubung dengan sang Mahacahaya Mahaterang, Sumber Penghidup segala yang Hidup. Senantiasa eling terhubung dengan sang Mahacahaya Mahaterang, Sumber Penghidup segala yang Hidup, itulah dinamakan yoga. Yoga inilah yang mendasari seluruh tatanan kehidupan sosio-religius manusia Bali pada awalnya, baik dalam tatanan kewaktuan, keruangan, sosial, maupun ekonomi. Sayangnya, modernitas rendah diri yang melupakan akar-dasar Bali justru hendak mencerabut Bali Tradisi dari Bumi Kauripan-nya. Modernitas Barat juga telah mengobrak-abrik kemurnian yoga yang sepatutnya berpuncak pada padamnya ego— sehingga memekar-suburkan rasa bakti kepada sang Mahadasar Maha Penghidup Kehidupan—kini justru sebatas menjadi olahraga, senam kebugaran, dan pamer tubuh, layaknya balet dan gymnastic. Yoga sebagai metodologi hidup yang utuh dalam kesatu-serasi-selaras-seimbangan raga-

pikiran-napas-dan jiwa Diri Jagat Alit ini dengan raga-pikiran-napas-jiwa Semesta Jagat Raya, oleh modernitas Barat justru diobrak-abrik sebatas serba material. Bukan lagi jalan spiritual menuju pembebasan pemerdekaan sang Diri seutuhnya dalam penyatuan dengan sang Mahajiwa. Manakala kini momentum kewaktuan hadir pas tepat pada ruas pekan Watugunung ini, bersamaan dengan Hari Titik Balik sekaligus Hari Yoga Dunia (World Yoga Day), sepatutnyalah disadari untuk senantiasa terhubung menyatu utuh penuh seluruh: raga dengan alam lingkungan, pikiran dengan kecerdasan Semesta Agung, napas dengan tarian Kosmik, dan jiwa dengan Mahajiwa Mahaagung. Keterhubungan yoga itulah yang menjadikan batu gunung-ego runtuh sehingga sang Jiwa di Diri menemu sang Maha Terang Langgeng Abadi—Sumber Segala Sumber Terang, lebih tinimbang Surya Matahari. lnirta ks

lAcara : pesta baca puisi, diskusi seputar puisi (sastra) Alternatif tema diskusi: Peran Puisi dalam Perubahan Sosial (mampukah puisi dalam mendorong perubahan sosial?) Alternatif Tema: Peran Puisi dalam Penggalian Jati Diri Sabtu, 25 Juni 2016, pukul 19.00 wita - selesai Di Jatijagat Kampung Puisi, Jl. Cok Tresna No. 109 Renon, Denpasar. Agenda ‘’Malam Ngampoeng Seni’’ JKP 25 Juni 2016

Purnama Terakhir, Bulan Terakhir l Membaca Momentum Titik Balik (2)

PURNAMA RAYA bulan ke-12 (sasih Sada) dalam sistem perkalenderan Bali Tradisi berarti purnama terakhir dalam satu tahun kalender Bali. Dalam Bali Tradisi, bulan pertama dimulai dari sasih Kasa (ka-esa), artinya kesatu. Lalu, berlanjut ke sasih Karo (ka-rwa, kedua), Katiga (ketiga), Kapat (keempat), dan seterusnya sampai pada sasih Jyestha (ke-11), dan terakhir Sada (ke-12). Sada sebagai bulan terakhir dalam sistem kewaktuan Bali Tradisi dimulai saat Surya Matahari berada di ujung Kutub Utara Bumi (Uttarayana) sekitar Juni. Lalu, berakhir dan digantikan sasih Kasa (bulan Kesatu) sekitar Juli, saat Surya Matahari mulai beranjak “bergerak semu” ke arah Kutub Selatan Bumi (Daksinayana). Sebelum sampai di ujung Kutub Selatan Bumi (Winter Solstice, 21/22 Desember) Surya Matahari terlebih dahulu melewati fase Bajeging Surya kedua Autumnal Equinox titik tengah Khatulistiwa, 22/23 September, sebagaimana sebelum mencapai Ujung Kutub Utara terlebih dahulu melewati fase Bajeging Surya pertama Vernal Equinox, 20/21 Maret. Dua kali pergerakan Surya Matahari melewati fase Bajeging Surya ini menjadikan Bumi Kauripan di kawasan tropis Khatulistiwa Nusantara Raya mendapatkan anugerah alam dua kali pula musim semi, masing-masing pada bulan April (sasih Kadasa) usai Vernal Equinox, dan pada bulan Oktober (sasih Kapat) usai Autumnal Equinox. Kearifan komunal agraris Bali Tradisi merespons momentum musim semi khas Khatulistiwa Nusantara Raya ini dengan persembahan pe-RAYA-an sang Mahacahaya Terang Benderang Gilang Gemilang Maharaya. Pada saat-sat itu, Bali Tradisi memahami sebagai fase momentum emas babah ing swarga, terbuka lebar leluasanya Pintu Jalan Terang Surga. Kabar eloknya kini, Purnama Raya bulan terakhir ala Bali Tradisi di bulan Juni ini justru hadir pas tepat bersamaan pula dengan wuku (ruas pekan) terakhir dalam sistem kewaktuan kalender Pawukon Bali Pulina Nusantara Raya. Ruas pekan (wuku) terakhir ini dinamakan Watugunung. Artinya: Batu Gunung. Manakala bersamaan dengan hari Redite Kajeng Kliwon, dinamakan hari Watugunung Runtuh (= Batu Gunung Jatuh Runtuh) sekaligus pas tepat bersamaan pula

Seribu Keheningan Menebar di Langit lVariasi Atas Cerita Nang Gondang

Kutukan

KAU HIDUP dalam sangkar terali pohon jati dengan empat pilar sungai tanpa hilir. Aku hafal benar riwayatmu kala ingatan menyentuhkan tangan gigilnya di kepalaku, uap pagi, wangi dendeng kakul, dan sorak sorai cangak lemodang adalah seladang-ladang candu untuk melenturkan kulit perut dan waktu yang selalu memberiku usia. Seribu tahun tanah kemudian, kutukmu telah melanggar pantang. Tak berhak menantang hujan turun hanya karena sorakmu tak lagi berarak ke ladang. Terik tak lagi mengirim uap padi ke ubun-ubun. Lereng pangkung tak lagi membiakkan kakulkakul, apalagi dendeng yang matang wangi saat pagi dengan rempah yang menyusup ke lambung. Maka terimalah pastu ladan-

Pilih Dija Megae Atau Apa Gae?....? lDistorsi Kerja, Waktu dan Ruang

ENTAH karena budayakah atau hanya keterbatasan imajinasi orang-orang Bali. Setiap bertanya soal pekerjaan, selalu saja diwakili dengan kalimat ‘’dija magae jani?’’ Bagi mereka yang mempunyai tempat kerja yang jelas, tak akan kesulitan menjawab pertanyaan semacam ini. Kapal pesiar, sekolah, hotel, pasar kantor pemda, rumah sakit, bank, dan sebagainya merupakan tempat-tempat yang lazim menjadi jawaban. Sementara, mereka yang terikat dengan tempat kerjanya, bagaimana mesti memberi jawaban yang pas pada si penanya? Jika ia seorang pemain teater, bisakah menjawab uli panggung ke panggung. Begitu pula dengan penyair, arsitek, editor film, desainer, komposer, serta pekerjaan sejenisnya, adakah yang cocok buat menyebut tempat mereka bekerja? DILIHAT dari kesehariannya, Bali memang tak pernah hirau tentang pekerjaan. Masih teringat jelas bayangan kanak, saat kumpi, pekak, iwa menyeruput kopi pagi hari sembari menikmati jaja lungsuran odalan malam kemarin. Begitu damai, begitu santainya. Tegalan dan carik hanyalah sepetak taman hias pengisi waktu senggang. Sedang sisa waktu lainnya dihabiskan dengan mayadnya, manyama braya, atau malali ke tempat-tempat sekitar desa. Tak khayal begitu banyak dalam keseharian, pertanyaan semacam kija to?

Bertebaran setiap berpapasan dengan orang sekitar. Penanda tempat dalam hal ini menjadi pamahbah untuk menjelaskan keberadaan seseorang bahkan sudah jadi keterangan pengganti penanda kerja. Saat orang mengatakan ka carik, konteks pekerjaan pasti tertuju pada bertani, begitu seterusnya. Sampai pada akhirnya, tempat bekerja pun menjadi semacam prestise terhadap tingkatan status sosial seseorang. SEIRING perkembangan zaman, meluapnya kebutuhan manusia melahirkan berjibum jenis pekerjaan dengan bermacam tawaran dan kompeksitasnya. Ruang, waktu, dan keadaan suatu jenis pekerjaan seolah mengalami distorsi yang tak mampu lagi menunjukan tingkatan status sosial seseorang. Pun tak cukup diwakilkan hanya dengan pertanyaan, dija magae jani. Ironisnya, saat alam menyodorkan banyak hal yang bisa dikerjakan, tetap saja ada nyama Bali yang semasa muda jadi pelukis, kini bekerja di hotel atau pesiar. Pula anakanak yang dilarang orang tuanya saat ingin kuliah karawitan dengan alasan, ‘’Dija cai lakar magae nyanan?’’ Jika semua orang Bali masih berpikir demikian, patutlah kita sambut mereka dengan pertanyaan, ‘’Yen onyang sibuk ngalih tongos magae, nyen ane lakar dadi bosne?’’ lI Wayan Sumahardika

lAsrina Novianti Stasiun Gambir

lNMI Merisa Purnamasari Demam

berapa banyak jadwal terhampar? roda kereta menderit menjerit dalam sakit bangku peron dingin angin menggerus mata rindu dan kenangan tersendak kini keberangkatan hanya saat jeda yang panjang sebelum peluit atau tanda sirine melengking padahal masih kusimpan

Ke dalam rumi yang diri ke dalam siapa yang demam. tangkai mawar kamar kamar riang tangkai diri baru di tangan jadi debu-debu jadi tangan penyuka cahaya dan penyair baik hati melompati bulan

tubuhmu dari kelopak kenangan yang belum saatnya kupanen

Rumi, rumi, deman-demamku mungkin cuma igau tarian berputar daun kurma yang berputar semua jalan tertutup untuk kita yang sekali waktu bertanya apakah hari suka jadi malam

berapa banyak napas waktu memburu? saat engkau gegas duduk di dalam gerbong menghitung langkah jalan yang pernah terlupa dalam cuaca

Memaknai Saraswati, Merayakan Puisi....

gmu kini yang tinggal bangkai keringnya, yang disentuh kutuk sepagi ini. Kau lihat, kakul-kakul menggusur koloninya ke hutan semak berair yang baru. Seperti seorang juru perang yang pergi setelah berhasil menghunus jantung benteng musuh. Sekarang tepatilah ia, sebab setiap janji harus ditepati kadang dengan luka menganga. Ladang kering sekering lambungmu yang tak pernah khatam oleh lapar. Begitulah kutuk datang selalu tanpa ampun

Pengakuan di Hadapan Dewi Sri

DI HADAPAN Dewi Sri, kau berdalih siasat telah mengacaukah kenyataan. Dan apa-apa yang menimpamu, selalu kau pandang dengan kelam seperti seorang pengecut yang lemah dan tak ingin dihampiri kekalahan. Lihat, lihat sesekali matamu yang memandang setajam jarum luka. Mata yang dulu selalu membela di telapak tangan Tuhan ‘’Akan kubawa luka ladangku ke hadapan Dewi Sri, maka ia menerima dengan lapang, dan segala kembali dumadi.’’ Tidak. Tidak begitu. Segala maaf tak lahir sepongah itu. Tak sepongah segepok sesaji tanganmu. Segalanya tetap enyah sekalipun kan tabur ritus doa dengan usia seribu tahun tanah. Karma tetaplah karma. Sekarang hirup lebih dalam aroma luka itu. Hingga bercampur gemerutuk lidah dan gigimu. Dan di hadapan Dewi Sri, kenyataan tak seperti dugaanmu. Dewi Sri tak memberi tangan lembut pengampunan pada para peladang yang bebal. Ia memang dewi yang tanpa cela, seperti katamu. Namun jangan

lNunung Noor El Niel Gayo Dalam Uap Kopi -- catatan yang tercecer dari gempa gayo

tanah-tanah runtuh rumah rubuh anak-anak dan wanita berlari dalam tangis dan kecemasan yang memburu tak ada harapan untuk dipijak keputusasaan membentang menghamparkan kepingan-kepingan menggoyang iman dalam keyakinan dan di bibir yang tersisa hanya doa terhambur penuh pengampunan jika semua adalah sebuah pertanda untuk selalu mengingat kehadiran-Mu perlahan kau pun bangkit dari sujud ketika langit kelabu terbuka luas dan biru kau pun tengadah dan menyebut nama-Nya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan di pelupuk matamu tanah-tanah kembali menyatu kebun kopi membentang jauh ke kedai-kedai kehidupan biji-biji kopi berbuah dan dituangkan ke dalam cawan-cawan kehidupan gayo kembali ke dalam impian nyata dari bumi yang mengharumkan uap kopi ke seluruh penjuru negeri

Memetik Hari Titik Balik l Membaca Momentum Titik Balik (3)

SATU lagi momentum kewaktuan yang memikat dimaknai pada pekan ini adalah bahwa setelah puncak matang-mekar Purnama Sada, secara astronomis pas tepat terjadi pula detik-detik momentum Solstice. Arti leksikalnya adalah “Matahari Diam”. Bukankah Matahari memang telah senantiasa Diam Abadi, tiada bergerak, di titik diamnya? Matahari “bergerak” itu memang cuma ungkapan semu dalam pandangan mata ragawi manusia yang amat sangat terbatas ini. Yang sejati sesejatisejatinya bergerak itu adalah Bumi Kauripan tempat makhluk hidup berkehidupan dan berpenghidupan ini. Bumi sekaligus melakukan dua pergerakan: Rotasi maupun Revolusi. Rotasi manakala Bumi bergerak mengitari porosnya sendiri, sedangkan Revolusi manakala Bumi bergerak mengitari Matahari. Pergerakan Rotasi Bumi Kauripan inilah yang menjadikan kehidupan mengenal dinamika perubahan terang dan gelap secara alamiah sekaligus ilmiah. Tiada terelakkan, tiada terhindarkan, tiada pula terbendung. Terang-gelap memunculkan keadaan yang dinamai siang-malam, menimbulkan keadaan mata jaga-tidur, kondisi laut pasang-surut, kenyataan kehidupan mendapat-melepaskan, memberimenerima, napas masuk-keluar, ekonomi mengenal pemasukan-pengeluaran, pendapatan-biaya, debet-kredit, dan seterusnya. Lalu, kalangan kimia merumuskan dengan nama fusi-difusi, fisika menamai gerakan sentripetal-sentrifugal. Tubuh mengenal bahasa sehat-sakit, usia mengenal mudatua, dan seterusnya—deretan dualitas nyaris tanpa batas. Pergerakan Bumi Kauripan itu jualah yang menimbulkan perubahan musim di Bumi Kauripan: musim panasmusim dingin atau musim kemarau-musim penghujan ditambah musim gugur dan musim semi. Sungguh beruntung Bumi Kauripan di kawasan tropis Khatulistiwa Bali Pulina Nusantara Raya ini: memperoleh limpahan anugerah siang dan malam relatif sama dan merata setiap hari (rerata

12 jam per hari) sepanjang 12 bulan, ditambah pula dua kali “musim semi” dalam setahun khas Khatulistiwa Nusantara Raya. Di kawasan Kutub Utara maupun Kutub Selatan Bumi, sinar Matahari bahkan hanya didapat selama 6 bulan (= setengah putaran Revolusi Bumi). Sepanjang Maret-September belahan Kutub Utara menerima limpahan terang sinar Matahari, sedangkan belahan Kutub Selatan gelap. Giliran kemudian sepanjang September-Maret barulah belahan Kutub Selatan terang benderang, sedangkan Kutub Utara gelap. Saat momentum Purnama terakhir Sada, pada hari Watugunung Runtuh, Redite-Kajeng-Kliwon Pamelas Tali, wuku terakhir Watugunung ini, belahan Kutub Utara Bumi Kauripan justru sedang berada pada detik-detik menjelang Solstice. Puncak Solstice terjadi pas tepat pada hari Paid-paidan, Anggara (Selasa) Paing, Watugunung, 21 Juni. India menyebut ini sebagai Hari Titik Balik, karena pada tanggal 21 Juni ini Matahari tepat berada pada titik paling Utara Bumi (Summer Solstice) untuk mengakhiri “perjalanan semu” ke belahan Utara, dan selanjutnya berbalik arah ke belahan Selatan Bumi. Tradisi menamakan ini Daksinayana. Pada 21 Desember, Matahari berada pada titik paling Selatan Bumi (Winter Solstice), lalu berbalik lagi ke arah Utara Bumi— dinamakan Uttarayana. Pergerakan Utara-Selatan itu senantiasa menjadi fokus amatan nan cermat para penempuh teguh-tekun-tabah jalan terjal kerohanian, guna mendapatkan momentum pas-tepat-benar untuk Pulang ke Asal Mula sang Mahacahaya Mahalanggeng Abadi. Pergerakan ke Utara (uttarayana) paling diharap-harapkan, perlintasan ke Selatan (daksinayana) sebisanya dihindarkan. Sang Mahacahaya Terang Cemerlang Gilang Gemilang nan Mahadiam Langgeng Abadi itulah, memang, yang paling dirindu untuk dituju, selalu, saat berbalik kembali pulang ke Titik Balik—hingga sampai di Titik Tanpa Balik. lnirta ks

dengan hari Kajeng Kliwon Pamelas Tali. Inilah titik momentum pertemuan siklus tiga harian (triwara) dengan lima harian (pancawara) sebagai Kajeng Kliwon terakhir, sehingga dinamakan pamelas tali, dalam satu putaran siklus enam bulan Pawukon (masing-masing ruas wuku 7 hari x 30 ruas, sehingga sama dengan = 210 hari) kalender. Para peniti tekun teguh jalan terjal kerohanian tentu paham benar, apa arti sejati Akhir bertemu Akhir ini. Dia bisa membentuk satu lingkaran utuh penuh seluruh. Dia juga bisa bermakna Titik Awal sekaligus Titik Akhir dalam perjalanan yang

sempurna paripurna. Akhir Bertemu Akhir bisa juga bermakna Hening Diam, Apa Adanya: Tiada ke Mana-mana, karena memang telah Ada di Manamana, dengan Sendirinya. lnirta ks

salah, setiap yang menikam, akan balik ditikam. Lebih kejam. ‘’Sebuah kutuk pastu yang datang dari pantang akan menghukum lelakumu. Dan di sini, akulah sang penentu. Tak perlu lagi sebuah degup punarbhawa. Kau akan kubiarkan mati dalam keabadian,” ujar Sang Dewi Maka segera kau diseret pada tali kematian. Kau menelan sesak seketika.

Hukuman Gantung

Karena bagi yang mengutuk lading, hidup harus berakhir di tiang gantung DI TENGAH sawah yang kini telah kering kau tak boleh berdiri tegang. Di tiang gantungan, kematian adalah sebagaimana kelahiran. Rayakan! Hentakkan kakimu yang kejang. Telan sedikit napasmu yang perlahan menipis, sebab tali kematian tak akan menghentikan cekikannya, ia justru menambah keras tanpa sempat kau mengumbar kata terakhir. Tapi sebelum itu, dalam satu tarikan napas, kau boleh membayangkan ladang gondang yang dulu mengajarimu mencium uap pagi, beternak kakul, dan belajar mengatur alir air. Atau sejenak, kau boleh membayangkan anak-anakmu meniup batang padi dan suaranya melengking ke hulu hati. Istrimu tersenyum di pematang. Sebelum semuanya tinggal tiada.

lNMF Ririse Aswarini Patung Kisah : purnama

Patung dari perunggu wajah sarat isyarat di ujung kota sajakmu mengirim petunjuk lewat pudar warna tubuhnya disentuh jemari peziarah yang sebagian tak saling mengenal meraba zaman yang silam menimbang takdir masa depan Patung kisah dari Tilburg ke leiden terpajang di batin puisi tempat gadis merantau meniup angan ke atas jembatan angkat menyusuri nama-nama jalan yang dulu terasa sebatas kiasan di dinding perpustakaan gadis lahir dari kisah gunung bertuah

lSantiasa Putu Putra Sajak ini Jika aku dan garis tangan tidak ingin mengenalmu mungkin sajak-sajak ini hanya dibaca mereka yang tidak sengaja singgah ke rumahmu Tapi jika setelahnya kau menjadi teman baik mungkin sajak-sajak ini hanya terbaca saat jeda antara nafas berburu dan langkah berpadu sebab kita tidak menyiapkan diri yuntuk saling membaca mencari titik, koma atau spasi dalam pertemuan. Tapi jika benar-benar kau merungkuh bersama akan kutulis sajak terakhir untuk mengulang mengenang Kemudian tanganmu tanganku bertemu. menghilang cemas dari sejumlah tahun yang aku simpan.

Setelah Kematian

Seribu keheningan menebar di langit. Sesekali terdengar sorak-sorai cangak lemodang. Samar. Kemudian berselang wangi uap pagi, selebihnya hanyalah aroma kematian dan darah mengalir yang kelak menjadi sungai bagi hunian baru. Babad baru. lI Putu Agus Phebi Rosadi dari legenda raja pembangkang kini datang ke tanah nun ziarah pada arca di Volkenkunde yang lama ditinggalkan para dewa setelah lewat dari tanah keramat diam-diam kau berdoa di depannya berharap maih terpendam restu moyang di celah batu pahatan di mana mungkin tersembunyi cerita yang sejati tentang muasal kita tutur leluhur yang tak retak di giri waktu tak menyilaukan pandang di panggung-panggung semu pada tepi kanal sajakmu terhampar peta dan penanda dari Tilburg ke Leiden menunggu kita menerka isyarat selanjutnya

lNisika Idayati Cermin Bertahun kemudian, aku adalah dirimu yang tak lagi mengenali dirimu. Entah siapa yang bersuara dari akar hatiku, seperti ketika aku tak menemukan siapa dirimu yang menjelma di dalam diriku. Barangkali seperti itu pula aku selalu menjadi yang tak dikenali angin yang melintasi pohonan. Bertahun kemudian, aku adalah dirimu yang tak tahu siapa dalam dirimu hari ini. Siapa yang selain aku menjelma sebagai aku yang tak ku kenal? Seperti mata air yang menyembunyikan riak air mata di pelupuk kegelisahan sepasang anak domba tersesat. Siapa ia yang menjelma dirimu di dalam diriku bertahun kemudian? Adakah itu dirimu yang bertahun lalu hidup di antara aku dan ia yang kini adalah aku? Apakah engkau mengenal dirimu yang memantul bayang di balik cermin? Bila ia bukan lagi aku, tahukah engkau siapa ia bernama?


sENI DAN budaya

16

’’Titian Hati’’ Panca Abhinaya di Sanur

Kepedulian Sosial

KETIKA hasrat untuk berkuasa berkelindan dengan hasrat untuk kaya di kalangan elite politik, maka egoisme, individualism, dan materialisme tumbuh subur. Laksana lokomotif, fenomena tersebut menarik gerbong-gerbong kemunafikan, kebohongan, penipuan, kekerasan, dan segala jenis tindakan kasar tanpa etika. Hebatnya, kelancungan dalam segala lini dipertontonkan pada publik sebagai tindakan wajar. Syukur, kemajuan teknologi informasi, yang bersebutan dunia maya, menjadi fakultas bagi masyarakat untuk belajar secara autodidak. Sebab, semua perilaku tidak terpuji dari kalangan elite politik dan kekuasaan berkolaborasi dengan kaum saudagar rakus, yang terpentas di televisi dan internet menjadi bahan ajar yang relevan bagi masyarakat awam. Lambat namun pasti, mereka mahfum membedakan loyang dengan emas, kebohongan dengan kebenaran, kebaikan dengan keburukan, kepura-puraan dengan kejujuran. “Masyarakat agaknya menyadari keluhan Buya Syafii Maarif bahwa Ibu Pertiwi sekarang sangat pelit untuk melahirkan negarawan, sebaliknya banyak melahirkan politisi busuk. Juga nyaris tidak ada tokoh yang patut disebut Bapak Bangsa, yang kata-kata dan perbuatannya bisa dijadikan panutan. Ironisnya, banyak tokoh yang dipandang dari usia dan kiprah di kancah kekuasaan cukup mumpuni, namun ucapan serta tindak-tanduknya seperti mengalami postpower syndrome. Fitnah, adu domba, meleceh dan megalomania menjadi napas ucapan dan perilakunya, karena kursi empuk yang pernah didudukinya ingin direbutnya kembali. Sekali lagi, syukur ada teknologi elektronik dan digital yang menyampaikan segala isu ke masyarakat, sehingga kuping, mata, hati dan otak mereka tidak jadi tuli, buta dan bisu menyikapi kelancungan yang dipertontonkan orang yang seharusnya menjadi panutan dan teladan. Meski kita semua tahu bahwa di internet maupun TV, sering ada pemutarbalikan fakta dan hoax, namun lewat pengalaman bertubi-tubi, masyarakat akhirnya tahu membedakan yang asli dan palsu. Berbagai istilah mutakhir, keren yang diklaim ilmiah, yang dulu hanya monopoli kaum terdidik, kini dimahfumi mereka yang hanya tamatan SD, berprofesi dagang canang, tukang parkir, tukang ojek dan sejenisnya. Karena gadget yang mereka kantongi tidak kalah canggih daripada yang ada di saku

guru besar, birokrat, dan pengusaha,” tutur Rubag. “Jangan memandang rendah masyarakat yang berpenampilan ndeso dan terkesan tidak berpendidikan, sebab kalau tidak punya anak, kemenakan, cucu, saudara, mereka bisa menanyakan pada kawan yang lebih tahu, ikhwal istilah teknologi informasi itu. Bila sampai mereka membeli barang mahal untuk mengisi tas atau saku mereka, tentu barang tersebut tidak hanya untuk pajangan. Selain untuk komunikasi, mereka pasti ingin menggunakan HP secara maksimal, termasuk mendayagunakan semua aplikasi yang terkandung di dalamnya. Karena itulah bank, jawatan pajak, toko, perusahaan transportasi dan jasa membuka layanan online, untuk menyerap konsumen sebanyak-banyaknya. Seperti gayung bersambut, tawaran mendapat respons, kendati banyak masyarakat yang tertipu akibat jenis layanan baru tersebut dimanfaatkan para penipu lewat online shop. Namun, pengalaman jelek membuat mereka lebih hatihati, sebab keledai saja tidak akan jatuh lebih dari sekali di lubang yang sama. Bila untuk aplikasi yang rumit saja mereka mampu, untuk mengklik tautan berita di media online, bukanlah terlalu sulit bagi mereka. Memang dalam berita online juga tidak tertutup tersebar kebohongan, provokasi dan segala jenis kebusukan yang dikemas sebagai fakta dan kebaikan, tapi lewat pengalaman mereka bisa membebaskan diri dari hasutan. Fenomena Ahok, yang seakan dikeroyok para politisi dan partai politik yang membencinya, bisa dijadikan contoh, bahwa masyarakat semakin pintar membedakan emas dengan loyang. Ternyata dunia maya lebih mampu menyajikan praktik demokrasi dibanding parpol yang dicanangkan sebagai media untuk mewujudkan kebebasan, persaudaraan dan kesataraan atau liberty, fraternity and equality,” papar Kadek Wahyudita. “Persis, di era informasi dan komunikasi ini, dunia maya seperti facebook, tweeter, instagram, whatsapp, benar-benar melaksanakan demokrasi seperti slogan Revolusi Prancis itu. Netizen juga bebas tanpa intimidasi untuk menunda atau tidak percaya terhadap segala isu yang disebarkan. Aku masih ingat kasus Prita Mulyasari yang dituntut secara pidana dan perdata oleh sebuah rumah sakit karena dituduh mencemarkan nama baik RS itu di e-mail. Dalam tiga minggu para netizen menggalang dana secara viral di medsos dan berhasil mengumpulkan Rp 825 juta, padahal dia cuma didenda Rp 204 juta oleh pengadilan. Yang memprihatinkan Komisi Pembrantasan Korupsi tahun 2012 pernah berkehendak membangun sebuah gedung baru, mengingat gedung yang ditempatinya kurang mampu menampung jumlah karyawan, namun dananya dihambat DPR-RI. Persoalan itu terberitakan di dunia

maya, maka para netizen dan masyarakat menggalang dana yang diinisiasi lewat online dan offline, sehingga di akhir 2012 terkumpul dana Rp 402 juta. Aku tidak tahu apakah para wakil rakyat di gedung terhormat, merasa malu atau tidak menyaksikan solidaritas rakyat untuk negara atau masa bodoh? Sebuah kejadian yang membuatku bangga adalah kepedulian netizen terhadap wanita paruh baya penjual nasi uduk sejenis Warung Tegal, yang dagangannya diangkut Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang, karena berjualan pada saat bulan Ramadhan. Lewat akun tweeter-nya, seorang Stand Up Commedian, Dwika Putra, mengimbau para netizen untuk menyumbang buat mengobati kepiluan hati Saeni atau Ibu Eni. Dalam tempo kurang dari 36 jam, terkumpul dana Rp 265 juta, yang pengumpulannya dilakukan secara transparan yang diumumkan lewat tweeter,“ komentar Pacet Sudiarsa. “Kalau aku jadi penguasa saat ini, aku harus sangat hati-hati dalam bertingkah dan berbicara, karena sebagai pejabat publik, apa pun yang kuucapkan dan lakukan, akan segera tersebar di dunia maya. Segala argumen dan alasan yang kugunakan membungkus kesalahan, justru akan membuatku dicap pembohong besar atau Pinokio, yang hidungnya tambah panjang dan semakin merah setiap ngomong, karena terus menambah kebohongan. Memang, kelancungan dan kebohongan akan terdengar janggal bila dipoles kata-kata melingkar bagai ular. Seperti peristiwa pemukulan pada beberapa penonton saat dibukanya Pesta Kesenian Bali ke-38 baru-baru ini. Lantaran mereka mengenakan T-Shirt berlogo ‘Bali Tolak Reklamasi‘, ada beberapa oknum yang mengaku aparat melarang mereka masuk kerumunan penonton dan menyuruh mereka mengganti baju. Ketika ditanya dasar hukum larangan itu, bogem mentah dan tendangan menyasar ke beberapa bagian tubuh penonton malang itu. Insiden ini menjadi viral di internet dan foto serta video yang diduga memukul juga tersebar dalam tempo singkat. Komisi untuk orang hilang dan korban tindakan kekerasan (Kontras) menganggap kasus itu sebagai kejahatan, sekaligus ancaman terhadap kebebasan berekspresi dan berpendapat. Ternyata perilaku egois, individualis, dan materialis para elite kekuasaan dan politik bertolak belakang dengan kecenderungan masyarakat yang kian peduli terhadap sesamanya, terutama yang terzolimi dan dirampas hak asasinya. Empati dan simpati masyarakat bukan sekadar ikut-ikutan, namun lahir dari rasa peduli terhadap mereka yang diperlakukan tidak adil dan dirampas hak asasinya. Kepedulian sosial justru padam di kalangan penguasa, pengusaha, dan para begundalnya yang dijuluki Pasukan Nasi Bungkus disingkat Panasbung,“ tandas Adi Saputra. (aridus)

Siswa Deklarasikan Gerakan Preventif Perlindungan Anak

Singaraja (Bali Post) Kekerasan anak di bawah umur mendapat perhatian aktivis di Buleleng. Mereka tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Anak Indonesia wilayah Bali. Sebanyak 165 siswa-siswi tingkat SD dan SMP mengikuti deklarasi di Pantai Pasir Putih Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Deklarasi gerakan preventif perlindungan anak melibatkan simpatisan masyarakat peduli anak di bawah umur. Aksi ini dilakukan mengingat minimnya kasih sayang orang tua berimbas terhadap perilaku menyimpang anak. Mereka kerap menjadi korban pelecehan seksual dan pemerkosaan. Tindakan pemaksaan dipengaruhi faktor lingkungan dan orang terdekat. “Kami juga melakukan acara tabur bunga di pinggir pantai. Itu dimaknai

BPM/kmb34

DEKLARASI – TRC deklarasikan gerakan preventif perlindungan anak di Pantai Pasir Putih Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak. sebagai simbol kalau anak-anak masih suci dan bersih. Mereka agar terhindar dari tindakan kekerasan seksual orang tidak bertanggung jawab,” ujar Eka Tirtayana salah satu panitia, Sabtu (18/6) kemarin. Di pinggir Pantai Pasir Putih, anak-anak berinteraksi bermain kuis sambil mendengarkan nasihat. Mereka mendeklarasi-

kan diri membawa kertas berisi tulisan stop kekerasan terhadap anak. “Kami tekankan anak-anak supaya membentengi diri dari aksi pelecehan seksual. Orangtua juga kami imbau memberi perlindungan ketat kepada anak dari tindak kekerasan,” imbuh Tugek Dewi sekaligus sebagai kordinator TRC. (kmb34)

Minggu, 19 Juni 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana 06.35 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Sehat Bugar 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It 08.45 BCTTV 09.05 Taman Sari TK Negeri Tabanan 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Education On Bali TV 10.30 Lila Cita Sanggar Pentas Marak Lestari (2)

11.30 Dunia Otomotif 12.00 Dharma Wacana 12.30 Traventure 12.45 BCTTV/Glimpse Of The Island 13.00 Wirata 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.05 Dunia Kita 17.30 Gita Shanti SS. Dharma Gita Dewata Kedewatan (1) 18.00 Puja Trisandya

18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz (BBQ) 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Spot News 21.30 Sekilas Berita 21.35 Ajeg Bali Siat Sampian 22.00 Sekilas Berita 22.05 Lila Cita Calonarang Pura Sakti Pengerebongan Negari Klungkung (3) 23.05 Solusi Alternatif Herbal Putih 00.00 Lejel Home Shopping

Minggu Kliwon, 19 Juni 2016

BISA jadi anak muda berbakat yanag tergabung dalam kelompok Panca Abhinaya paling berani tampil lewat pameran di tengah keringnya musim pameran seni lukis Bali saat ini. Panca Abhinaya yang terdiri dari lima perupa menggelar pameran bertajuk ‘’Titian Hati’’ di Sanur Independent School sejak Sabtu (19/6) hingga 2 Juli mendatang. Di pameran itu perupa Ni Made Anta Kesumadewi, S.E., menampilkan karya unggulannya ‘’Hari Pembebasan’’ dan ‘’Kupu-kupu Pembawa Pesan’’. Kadek Agus Satia Dwi Putra, S.Pd. menampilkan Tri Kaya Parisudha ‘’Perbuatan yang baik’’ dan ‘’Perkataan yang baik’’. Ketut Pande Sudaryana, S.Pd., memamerkan ‘’Doa untuk Indonesia’’ dan ‘’Masihkah ada harapan’’. Perupa I Gusti Ngurah Agung Eka Putra,S.Pd. dengan karya ‘’Mistik dalam sebuah tarian’’ dan ‘’Tak terlupakan oleh waktu’’. Sementara Gusti Ngurah Agung Dwi Putra, S.Pd., memamerkan ‘’Imajination :Aku seorang dewi’’ dan ‘’Child and colors’’. Pameran ini tak lepas dari prakarsa Ketua Yayasan Anak Mandiri Sanur, Kadek Anggreni dan Ketua Kelom-

LUKISAN - Salah satu karya lukisan perupa Panca Abhinaya. pok Perupa Panca Abhinaya, Ni Made Anta Kesumadewi. Keduanya mengatakan pelukis yang tampil hingga 2 Juli mendatang adalah anak muda berbakat dengan karya yang dahsyat. Semua belesutan kuwasnya meng-

hasilkan karya seni yang menakjubkan. Asiten III Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, S.E., M.Si., menekankan pentingnya aksen-aksen tradisional Bali diwariskan lewat lukisan. Ini sudah digambar-

BPM/sue

kan lewat pesan karya perupa Panca Abhinaya melalui Tri Kaya Parisuda dan karya lukis alam Bali lainnya. Bagi dia, anak muda Bali jangan berhenti berkreasi, tuangkan imajinasi lewat pangung seni rupa. (sue)

Males Keluarkan ’’Single’’

Dewi Pradewi Memilih Nge-MC

BPM/win

DEWI - Penampilan Dewi Pradewi saat menyanyi sekaligus menjadi MC dalam acara seminar.

VAKUM dibelantika musik Bali, Dewi Pradewi memilih menjadi pembawa acara (MC) pada event-event besar di Bali. Selain menjadi MC, ia juga aktif menyanyi sebelum acara dibuka. Hal itu terlihat saat penyanyi kelahiran Denpasar, 12 Januari 1987 ini menjadi MC dalam acara seminar di Sanur, Jumat (3/6) lalu. Saat ditemui, wanita yang mempunyai ciri khas suara rock ini mengatakan, saat ini aktif menjadi MC mengisi acara-acara resmi. Selain itu, ia juga masih aktif menjadi guru yoga dan menyanyikan lagu Bhagawadgita. Bahkan, saat ini sudah dua album Bhagawadgita yang dinyanyikannya dan akan segera meluncurkan album Bhagawadgita yang ketiga. “Sebenarnya saya sudah punya single terbaru, tetapi males ngeluarin. Saat ini menjadi asisten ketua PHRI Bali dan mengajar yoga. Jadi, belum sempat mempublikasikan lagu terbaru tersebut,” ungkap wanita yang mempunyai nama lengkap Putu Dewi Ariantini ini. Kendati demikian, untuk tetap menjaga kualitas suaranya yang berbau rock itu, di sela-sela nge-MC, ia sempatkan untuk bernyanyi terlebih dahulu. Selain untuk menjaga kualitas suara, juga untuk menghibur para peserta acara. Seperti diketahui, Dewi Pradewi sudah pernah mengeluarkan beberapa album dibelantika musik pop Bali. Salah satunya “Muani Buaya” pada tahun 2005 yang sempat booming pada kala itu. (win)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Kliwon, 19 Juni 2016

17

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) z Jakarta : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris

Sardine Restaurant Looking for Cook, Waitress,Female Bartendres, Gardener, Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com

B.BP.141.06.16.0000755

***Dicari Tng Serabutan Pria utk Villa Hub.08179780125

B.BP.166.06.16.0000811

!!Bth Karyawati SMA/ Diploma & 5 or Sopir B1,Gaji Tinggi Mekar Abadi Bgn, Jl.By Pass Ngurah Rai 777 Jimbaran

A.BP.153.06.16.0001542

Dcr CS/Serabutan Pria, 18-30Thn,SLTA Hub:082146808888

A.BP.001.06.16.0001553

PT.Fuji Home Japan Dcr: Marketing Property,Peng.Min2Th Brpnampln Mnrik,Jujur,TeamWork Disiplin(Gaji+Bonus)Hb:4723564 Email:info@fujihomejapan.com

A.BP.001.06.16.0001547

Job Australia Prkbnan & Rest. Biaya 50% Ptng Gj,brngkt Cpt, Gji Bsr, Resmi,Trbts! Hub.Bu Dinapertiwi.Sh,Indopower Pt. Hp.081 217 127 822 Segera.

A.BP.817.06.16.0001466

!Acct,Admin,Operator L/P Max35 Th,minSMU/SdrjtKirim:sdm.bks@ gmail.com sblm tgl 26/6/2016

A.BP.001.06.16.0001302

!Looking for Butler,Junior Engineer for Villa komplex in Canggu CV:sudarsana_wn@yahoo.com

B.BP.166.06.16.0000813

Dcr Sopir SIM B1 Brpglmn,Jl. !Sopir Box,Serabutan,Gudang,L Angsoka Cargo 7 H.081999472965 minSMP,Max40Th.Hub081916107576 A.BP.001.06.16.0001404 Lmrn Diterima sblm tgl 26/6/16 *Urgent! Bar Waitress,Waiter, A.BP.001.06.16.0001303 Waitress,Cook Send CV to:Mamas ***Dicari Driver Max 35Th, German Rest Telp:036175483 / Tinggal dalam Hub:081337737060 B.BP.154.06.16.0000815 kadimamas@yahoo.co.id **Dcr Driver Private Villa Spk A.BP.001.06.16.0001540 ****Looking for Control Stock, English SMS P.Wyn 081238107881 B.BP.166.06.16.0000810 Very Good English,Own Transport Cr TngDlm Cuci&Sopir Laundry Seminyak.Send CV+Photo to: Pnglmn,Gj+Bns Hub.0818343214 mercredi.home@gmail.com A.BP.001.06.16.0001155

A.BP.001.06.16.0001502

Bth Sgr SPG/SPM & Sales AC Pria,min SMA/Sdrjt,Kmnktf, menarik utk di PT.Gree Electrical Appliances,Bali Email ke:hensa.gree.id@gmail.com CP:085213848621

A.BP.001.06.16.0000844

Bth Terapis wnt min 18th di Beachwalk Mall, SMK/Sdrjt Pglm/tdk Gji & Tunj, Rosy 08573741171

B.BP.004.06.16.0000466

Cari Guru Bimba u/Kedonganan Wanita Single,PGTK/Sederajat Hub.081338644555

B.BP.154.06.16.0000817

Cari:Driver Mobil+Kurir Motor Tmt SMU Usia Max.25 Th Gaji + Insentiv Segera Hub.PCP Ry.Sesetan 337 DpsTelp:710021

A.BP.001.06.16.0001518

Cr Guru PKN/IPS/BIng/Mipa/TU u Mts.Lam:mts.bi.mulia@gmail.com

A.BP.001.06.16.0001442

Cr Satpam bisa Nyetir u Aniniraka Ubud,Jl Campuhan 0361975213

B.BP.120.06.16.0000804

Dbthkn Krywti Kasir dan Gudang Min.SMA Brpnglmn 082236404777 di Gatsu I/29 Sumber Pangan

B.BP.004.06.16.0000694

Dbthkn Pmbntu Tgl Luar Pmogan Densel 081246381509

Dcr Experienced Engineering, u/ubud Area.Hub.081337405551

Dcr Kasir,Reception min SMU Pe nampilan menarik,Hb New Melati Badak Agung No.11,085100818787

Dcr Therapist wanita max 35Th u/Spa di Jimbaran Hub: 0361-704664/085100638867

Dicari Staf Cook & Waiter/ssGaharu Garden Resto Kemenuh, Hub.081338288503 / 954075

Dcr tenaga kerja pria upah 85Rb/8jam Hub.082144810258

Dcr PRT Wnt Brpnglman,U30-40Th TglDalam Gj 2Juta 082146808888

Dcr: Reseptionist/FO,HK,Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40, Kuta

Dicari Tenaga scurity,baik Pria/wanita,lamaran dibawa ke Rosani Hotel Alamat Jl.Melati Gg Lebak Bene,Kuta 0361761042/ 082147231199

Dcr PRT, tidur di luar, gaji besar,Kerobokan 081236700700

Dcr:Ast.TkgMasak/CookHelper u/ RM di Legian Hub:081236109808

Dcr PRT/Jaga ank TglDlm G1,5jt 081237903622/087861412911LgsKr

Dcr: Sales u/Dstbr Kertas. PT.BMMS Ph.415998, novia_sari88@hotmail.com

B.BP.004.06.16.0000778

A.BP.001.06.16.0001086

A.BP.001.06.16.0001545

B.BP.001.06.16.0000733

B.BP.135.06.16.0000814

Dcr Sgr Acc E-Comm&Villa bs Ingg Hub.087761881062

A.BP.001.06.16.0001092

Dcr Sgr Tukang Payet Kebaya Hubungi:081999866888

B.BP.004.06.16.0000820

Dcr Sgr karyawan/ti.Krm Lmrn Sylvia Bali Jl.Tkd.Baru Timur Pemogan

A.BP.001.06.16.0001437

Dcr Spa Therapist Lngsng Kerja &Siap Training H.08123688131

A.BP.153.06.16.0001529

Dcr Staf Operational SMU/SMK, Staf IT D1-D3.Kirim CV&Lamaran Email hrm@probalitours.com atau Jl.Pulau Singkep No3B Dps

B.BP.004.06.16.0000747

B.BP.004.06.16.0000794

Dcr Staf Wanita,Pekerja keras, Dcr 5Sales Counter ditempatkan Htl*5Kuta+10Sopir+1 Accounting Brpenampilan mnarik,kerja toko jual beli emas,pend.min S1, Bs Bhs Ing.MerrysTour,T.238041 usia min 26th, gaji 2,2Jt-7Jt. A.BP.001.06.16.0001128 Dcr Accounting S1 Akuntansi & 082146660000 Jl.Gn.Soputan 36B A.BP.001.06.16.0001270 SMK Akuntansi 081547333936 089613405424 Jl.Pulau Moyo 66 Dcr Therapis Wnt,Gaji 2,6Jt A.BP.001.06.16.0001332 lebih Seminyak,730920 Dcr Admin,Waiter,Waitres utk A.BP.001.06.16.0001266 Bar di Petitenget T:4739659 Dicari Sales&Driver Min.SMU, B.BP.004.06.16.0000613

Dcr Dokter/Perawat utk di jadikan tenaga sulam alis Gj.pokok 2,5jt-10Jt Hub:081915670217

Pengalaman,Maks.35Th,Diutamakan SIM B1, Lam ke PT.Delta Group Jl.Imam Bonjol 226A Dps

B.BP.803.06.16.0000604

A.BP.001.06.16.0001508

B.BP.101.06.16.0000771

B.BP.101.06.16.0000758

A.BP.001.06.16.0001528

A.BP.001.06.16.0001382

B.BP.004.06.16.0000750

Dibthkan Staff Adm-Keu Min D3 Akunt Keuangan-Maks.28th Brpglman Lbh Diutamakan Hub:Dapur Prima Jln.Gn. Batukaru 51 Dps,Ph:482704

A.BP.001.06.16.0000734

Dibutuhkan Polri atau TNI yang Status Single untuk Kerja Sampngan Jaga Rumah Pribadi di malam Hari dari Jam 7 Malam Sampai Jam 7 Pagi Bagi yang Sudah Berkeluarga Ditunjukan Surat Persetujuan Dari Istri.Hub: No. Tlp:081337718899 Gaji Perbulan 2.000.000 (Dua Juta)

A.BP.001.06.16.0001327

Dibutuhkan SPG max 28Th min SMU Hub.085100421164

B.BP.154.06.16.0000819

Dicari PRT Tinggal Dalam,Gaji Memuaskan Hub.08123660036

A.BP.001.06.16.0001499

Dicari Sales Property Kirim CV psuartini.ljhcanggu@gmail.com 081246401663

A.BP.001.06.16.0001514

Dicari Segera FO;Staf Produksi CS min SMU-085100421164

B.BP.154.06.16.0000769

Dicari Sopir Shutele MMD fast Boat Tlp.0818349192

B.BP.004.06.16.0000619

A.BP.001.06.16.0001476

Dicr Staff (bisa Bhs Inggris), dan Waitress,Sgr Hub.723593 / 723637 / 082147596115

Lotus Enterprises (Jimbaran) Looking for acct.Staff,male/ female, university degree, min 2 years experience in acct Excellent English,knowledge of MYOB & Ms Office.Send complete CV (English) to hr@lotus-enterprises.com

A.BP.001.06.16.0001289

Need HK for Hotel saimaikuta@yahoo.com

B.BP.154.06.16.0000816

Open!! PT.Duta Krisna MG Bth A.BP.001.06.16.0001198 Kry/iPss:SPG/B,Csir,Adm,Acct, Dicri Karyawati Koperasi Gdg,OB,Gj/bln 2,4Jt.MD,Spv,TR, Hub:087860711144/0361488342 4Jt tdk bth pngl/lngs krja,SMS A.BP.001.06.16.0001521 :081236776772(15 plmr tnp tes) High-end furniture Design A.BP.001.06.16.0001533 Company located in Renon Resto dSanur Cri Waiter,Waitress looking for:Product Developer: Hub.Md.Dharsana 08123614559 To assist designers,projects A.BP.001.06.16.0001438 and presentations(CAD,sketchup Seeking Office Administrator photoshop)Long term position -Excellent written & spoken send CV and Portfolio: English,strong computer expert recruitmenbaliagency@gmail.com ise including photoshop & B.BP.004.06.16.0000753 Microsoft office. Job Australia Perkebunan Resmi -Ability to think&Act quickly, Hubungi Kadek 085847815295 commucative and multitasking A.BP.001.06.16.0001321 Please send your cv and refere Karyawan Toko Donat Hub Hp. nces to admin@balibisa.com A.BP.001.06.16.0001483 087869347562/Jl.Yudistira 30X A.BP.001.06.16.0001366 SegeraDibutuhkanAkunting&Sale/ Looking Senior Acct,Speak EngMarketing min D3 Pengalaman lish,Min3y exp.Operate MYOB Se Tdk Diutamakan Jujur,Tekun,Krm nd CV to:mail@zuttion.com.au CV ke:karisma_group@yahoo.com B.BP.004.06.16.0000378

Looking for Reservation Staff, must be Expert&Good English Both in Written&Oral,High Salary T.0361-289745 & 9381372

A.BP.001.06.16.0001028

Looking for:Production Controlling for Handicraft.Able to speak English.Please send cv to dewiasri.bali@gmail.com or call to 085100804392

A.BP.001.06.16.0001484

A.BP.001.06.16.0001103

B.BP.101.06.16.0000808

Sekolah Chis Dps Bth Sgr Guru Bhs Mandarin utk TK Kirim lam ke:sekolahchisbali@gmail.com

A.BP.001.06.16.0001486

Sopir/pekerja Serabutan,gaji & fasilitas bagus 08121750207 A.BP.001.06.16.0001415

Urgently Required Butler,Villa Attendant for Seminyak villa CV to:hrd@baliandvillas.com A.BP.001.06.16.0001373

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post APV SGX’08Htm AsDK 88Jt TT/Krd P.Saelus2Kamboja7/085101850689

DAIHATSU

Feroza’94 Ban 31 Velg 10in Harga 48Jt H.087860002341

A.BP.001.06.16.0001550

A.BP.153.06.16.0001536

Xenia Xi Dlx’07MrhMron 87Nego P.Saelus2Kamboja 7/085101850689

A.BP.001.06.16.0001551

Xenia Xi 2011 Htm AsDK Tg1 Jl.P.Morotai 14 H.085100439729

Djl Splash’2011 Istimewa Harga 100Jt hub.081213672655

A.BP.001.06.16.0001478

Splash GL Th’2011 Terawat Biru DK Tgn 1 Hub.085 333 124 554

B.BP.164.06.16.0000818

A.BP.001.06.16.0001515

Xenia Xi’10Hitam Fmly Asli Bali FVar BrgSuper Istw082144723168

A.BP.153.06.16.0001526

Isuzu Panther Hisporty’1997 Siap Pakai Prbd 08123964665

Toyota Nav1’13 Akhir Jok Kulit Putih Istimewa 082144277772

NISSAN

Yaris New E’12 DK Putih Manual Istmw 0818-0561-3699 Ng 157

Nissan Juke’2013 Merah,Asli Bali VR20 Hub.085100421453

B.BP.164.06.16.0000807

A.BP.001.06.16.0001475

MITSUBISHI

Mitsubishi-Pick Up Putih ss120 AC,Audio Th’2010,082231008882

TOYOTA

APV X’2007 Asli Bali Silver 82Nego 081246481964Prbd

A.BP.001.06.16.0001552

A.BP.001.06.16.0001510

SUZUKI

A.BP.001.06.16.0001188

Swift GT3 Th’10 Manual VR17 TV Audio Slvr AsBali, 085100856999

A.BP.153.06.16.0001525

ISUZU

AvanzaG’07 Pmk Htm BanBru 100Jt Dijual Rukan LT 228m2,LB 300m2 P.Saelus2Kamboja7/085101850689 IMB Rukan,cocok untuk usaha, A.BP.001.06.16.0001548 siap pakai,strategis didekat InovaG’10+07+06+05 H.106Jt,Avz Hardys Panjer,Hub:081246386588 Veloz13,Xnia’12AT,087860856999 -08174757682,087761202588 A.BP.153.06.16.0001524 B.BP.001.06.16.0000730 Jual Yaris S Putih’12 Matic Dijual rumah+isi Jl.Pulau Moyo Harga 169Jt Hub.081338280458 LT.200M, LB.190M, 4KT, 2KM

All New Avanza’2012 Putih Super Istmw 150Jt 081239600292

A.BP.001.06.16.0001177

A.BP.001.06.16.0001516

DIJUAL MOTOR HONDA

A.BP.001.06.16.0001414

APV GL AC Dobel’2007 Silver H.085100748748 TT/Krdt

Kjg LGX’97 BiruMet Super Istw Full Variasi 73Jt 082340383441

Karimun GX’2004 Hitam Gress Original 087861681168 Pribadi

Agya TRD Sprtv’14Slvr M/T 107Jt P.Saelus2Kamboja7/085101850689

DIJUAL RUMAH Strategis,Jakal,Ring Road Utr (dktUGM),LT:600/LB:300,1Lt,5KT 3KM,1KmPem,Dpr,Grs,Hal Luas TmnAsri cck u/Kost 08111043821

Avanza 12’14 DP 25 sisa teken Jl.P.Kawe No.44 Dpn Alfamart

BUC Djl Kost 10 Kmr Isi Penuh 1,5A Dalung T.08113807049

A.BP.153.06.16.0001535

A.BP.153.06.16.0001527

Szk APV X’2004 Silver Met DK Istw Jl.P.Menjangan 15 Sanglah A.BP.153.06.16.0001538

BIRO JASA

A.BP.001.06.16.0001546

A.BP.001.06.16.0001549

A.BP.001.06.16.0001517

BIRO JASA

A.BP.001.06.16.0001418

A.BP.001.06.16.0001494

DIJUAL MOTOR

DIJUAL TANAH *Tnh 1A,265Jt/Are Buduk Abianbase Jl6m,081238920022

A.BP.001.06.16.0000807

Hanya

7

Jt

!!Tanah Kav 2,5 Hg 195Jt/A,Jl. 4,5m Lok.Pengalon,081999924700

A.BP.153.06.16.0001543

Murah Jl Cpt Timur Puspem Bdg 1-2A Jl5m Pav.081337332121Nego A.BP.001.06.16.0001005

Dj Rmh T70/93 3KT 2KM 650Jt Ng PICK UP Proses Cepat G.Lebah,Mhndrdata 087861497000 Syarat Mudah | Langsung Kirim A.BP.001.06.16.0001539 Jl Rmh Baru Mnmls DalungPermai 081919188899 Hrg.730JtNego Hub.081999378500 A.BP.153.06.16.0001522

Vario’09 merah Hub Jl.Gunung Agung No.69 Brt Bks Psr Loak BUC

ERTIGA

Hub.081239911918

B.BP.004.06.16.0000610

A.BP.001.06.16.0001509

Way of Life !!!

SUZUKI PERMAI GATSU

Rmh Br Tp 65/100 3KT 1KM Jl.Siulan Dps 08123833999

A.BP.001.06.16.0001441

Rmh Mnmls Type 100x120m2 Perum Sading Elit 535Jt Net 081338719148,087761855545

A.BP.001.06.16.0001530

Rmh Padang Indah 6/7LT105/LB80 KT3 KM1 Grs 825Jt 082146771875

A.BP.001.06.16.0001493

Rmh Renon Jl.Tk.Balian Gg.XXII No.3 L90m2 450Jt 081236037733

A.BP.001.06.16.0001497

T70/134,Lok:Jl.Saridana VIIB Cargo 087862339157

A.BP.001.06.16.0001429

RUPA-RUPA

Dijual Tanah kavling 1-2Are di Jl.Piranha 2A Sesetan, Lebar Jln.6m, sisa 1Kav. Segera Hub:081246386588-08174757682

Tnh 1,5A Jl6 mtr,dikrjasamakan 10-15A Lok Sempidi, 08164846986

A.BP.001.06.16.0001488

B.BP.001.06.16.0000732

Tnh Kav 95Jt/A View Bgs Bajera Tbn Jln 5m Aspal,081338681038

A.BP.001.06.16.0000943

Tnh3A Jl.Utm Tibungsari Kwanji Dalung 800Jt/Are,08123688133

Djl Kav Baru 1 Are Bitra Gianyar Jln 5 Mtr Hub:081999025757 Djl Tnh Kav 2A di Mengwi H.300Jt/A 085237866176

A.BP.169.06.16.0001206

A.BP.153.06.16.0001537

TABANAN

A.BP.169.06.16.0001489

A.BP.001.06.16.0001495

KURSUS

B.BP.001.06.16.0000731

DIJUAL MOBIL

A.BP.001.06.16.0001282

A.BP.153.06.16.0001523

DIJUAL MOBIL

ASTRA DAIHATSU

BIRO JASA

KONTRAKTOR

BAHAN BANGUNAN

KERJASAMA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

AYLA

DP 4jt-an XENIA TERIOS SIRION LUXIO

DP DP DP DP

READY STOCK

8jt-an 14jt-an 24jt-an 25jt-an

Grand Max PU

DP 4jt-an

BUNGA RINGAN PROSES CEPAT KREDIT S/D 6TH KOST/KONTRAK BISA BISA NEGO SAMPAI DEAL

081236900168/082146270224 C.0001212-MBL-2

BIRO JASA

SPA

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL MO LEBARAN PRO ASTRA DAIHATSU

XENIA DP 6 Jt

BAHAN BANGUNAN

PICK UP DP 4 Jt AYLA DP 4 Jt TERIOS DP 14 Jt

BAHAN BANGUNAN

HUB : AGUS

081216529883 08176638278 *TUKAR TAMBAH

C.0001309-MBL

BIRO JASA

BIRO JASA

A.BP.001.06.16.0001544

Terima Kredit Korden TT/Servis Sofa,Spring Bed H.085100894644

A.BP.001.06.16.0001520

KEHILANGAN Hlg 1 Bendel Berkas Keur No Pol B 9802 PAG An.Zuraida

Tn 35A Sawah Pandak Kediri Tbn A.BP.001.06.16.0001409 BU Dijual tanah 1 are di PengiDjl Tnh Sawah 52,5Are Ds. Den- 105Jt/A Ng Strgs 087862392060 Hlg BPKB DK 367 AH No BPKB:L01 lian Dalung Hub.08123870042 carik Buleleng SHM085857890002 A.BP.001.06.16.0001534. 024744-O AN:Dr Nyoman Golden A.BP.004.06.16.0001491 A.BP.001.06.16.0001482 A.BP.001.06.16.0001358 DISEWAKAN TOKO BU Jl Tnh Lok Br Kutuh Kuta Jual Tanah Kavling Tegal Besar Hlg IMB Atas Nama:I Wayan 08123844556 Sltn Bdg L 4,5 Are SHM H.500 Negari Over Kontrak Toko Plastik Klungkung Hub:082237972 Sumarta.No IMB: 396 Th 2008 C.0000680-MBL Jl.Pemogan Hub: 081338753609 Jt / Are Nego H.08123983641 A.BP.001.06.16.0001405 363/085954186411 A.BP.001.06.16.0001191 A.BP.001.06.16.0001375 A.BP.014.06.16.0001454 SINGARAJA PELUANG BISNIS BUC 80m2 225Jt Mbl Msk Pasekan DIJUAL RUKO Kv 200JtNego + 300JtNego + SHM Djl Rmh 4KT,3KM Jl.P.Samosir Mau Income harian 300ribuBt Bulan SMPN3 085935245558 Batubln 350Jt Nego 087761245398 *BUC,Ruko2Lt,di Perum Ry KampiSgr 081339414444/081936666656 50Jt? Hub.BIC Jl.Sentanu 37 A.BP.001.06.16.0001532 A.BP.001.06.16.0001411 al hanya 650Jt,Hub:08179729992 B.BP.009.06.16.0000802 Peguyangan kaja, Denpasar Utara BUC Dijual Tanah Kapling Murah Tanah 1,5A Jl.Gajah Sura A.BP.001.06.16.0001281 A.BP.817.06.16.0001041 /Global, lokasi Jl.Raya Cica DISEWAKAN RUMAH H.500Jt/A 081338319558 Djl Ruko 2Lt Tnh L.210m2 Bgn Abianbase-Buduk,H:081338667353 DIJUAL KAPAL Dikontrakkan/Dijual Rmh 2lt A.BP.001.06.16.0001357 L.160m2 Hrg 1,9M Ng Jl.Raya -081999712676 Djl Boat Second Model Tuna Jl.Nangka Utara Gg.Sangging Tnh 52A Kawasan Villa Drh.KamPemaron Tengah,Brt Pura Desa A.BP.001.06.16.0001395 Hunter Produksi Gona Fishing 11A Dps H.081936067258 pial/Arah Kepantai Pendawa, Hub.081936385000 Singaraja Dijual Tanah kavling1-2Are Mulus Trwt Dimensi5,2x2m 4Seat A.BP.001.06.16.0001513 Nusa2 (dekat STP)Lok.Pariwisata yg A.BP.001.06.16.0001500 di Kerobokan,lebar Jln.4.5m, Fas:GPS,FishFinder,Dayung, Atap Dkont.Rumah Jl.Gn.Patuha IV/68 Berkembang IMB 59Kamar,Siap Ba- Ruko Lt2 Tnh2Are Ada Usaha 6KT Galangan,Jangkar H:145Jt Nego dekat kantor camat Kuta utara, Perum MM Dps Hub.081337667777 Hub:081246386588-08174757682 ngun H.600Jt/A,Hub:081806333787 4KM Glogor Carik 08123806414 Foto WA P.Wayan 085792372440

PROMO HARI RAYA

BIRO JASA

RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Grnsi&Renovasi Rmh.Pak Sefri 085100774702

PELUANG BISNIS

DIJUAL MOBIL FRE TH E PAKET SERVICE 3

Jazz RS DP

52jt-an

HR-V DP

59jt-an

Tersedia : BRIO | BRV | CRV | FREED | MOBILIO

HUB 087 861 965 007 INDRA 081 337 281 539 C.0001313-MBL

DIJUAL MOBIL

B.BP.166.06.16.0000809


18

REKREASI

Minggu Kliwon, 19 Juni 2016

TTS Bali Post

Pertanyaan Mendatar 1. Saluran pembuangan air di tepi jalan 4. Bujang 8. Pakar 9. Damar 11. Pulau Sumatra 12. Gejala penyakit dengan tanda kuning pada sebagian atau seluruh tubuh 13. Dibalik : Kuno 15. Air sadapan mayang enau 18. Pulau 19. Ketupat panjang Khas Buleleng (Bali) 21. Di balik : sehari sebelum ngembak geni 23. Pisah (Bali) 25. Respon 27. Aspek 28. Berhenti 31. Benda yang disucikan dan dianggap bertuah 33. Sebutan atau nama khusus 35. Bular mata 36. Tuna netra 37. Tingkatan atau lapisan 38. Seroja 39. Tidak ada menang tidak ada yang kalah

Rangkaian Kegiatan HUT XXIV FPMHD-Unud INOVASI terbaru yang diberikan FPMHD (Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma) Universitas Udayana untuk ulang tahunnya yang XXIV, yakni menyelenggarakan workshop Wariga. Workshop Wariga berlangsung selama dua hari, yakni 18-19 Juni 2016, bertempat di Gedung Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Provinsi Bali Jalan Cok Agung Tresna, No. 89 Denpasar. Workshop Wariga diikuti oleh 100 orang yang berasal dari Sabha Purohita, Sabha Walaka, PHDI, Peradah Bali, Peradah Kota Denpasar, KMHD Stikom, PMHD Universitas Warmadewa, UNHI, IHDN, KMHD STP Nusa Dua, dan masih banyak lagi akademisi kebudayaan dan sastra. Workshop Wariga sesi pertama dan kedua diisi oleh Romo Ageng Wijoyo Buntoro selaku praktisi di bidang wariga. Pembicaraan utama Workshop Wariga ini adalah untuk mengetahui

dan memahami ala ayuning dewasa. Penjelasan materi dimulai dengan kisah bagaimana Agama Hindu bisa menyatu dengan peradaban di bumi Nusantara. Kisah ini dimulai pada tahun 78 Masehi, yakni daerah Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah didatangi oleh seorang Brahmana yang dijuluki Sang Aji Saka yang berasal dari India. Beliau melanjutkan perjalanan ke arah utara hingga sampai di daerah Dieng dan bertemu dengan seorang raja yang bernama Prabhu Dewata. Pertemuan mereka akhirnya menciptakan adab dan sinergi antara budaya yang ada di Pulau Jawa dan budaya yang ada di India. Beberapa tahun belakangan ini mencuat juga isu, bahwa agama Hindu di Bali itu berasal dari Jawa, bukan dari India. Materi pendukung yang diberikan untuk memahami ala ayuning dewasa antara lain Saptawara (nama-nama hari), Pancawara, Pawukon,

nama-nama tahun, dan nama-nama Windu. Pemberian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab tentang perspektif wariga di Jawa (primbon) dan mengenai hubungan benang merah (keterkaitan) antara wariga Jawa dan wariga Bali. Acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada Romo Ageng Wijoyo Buntoro, serta foto bersama antara peserta

dn pembicara. Kepala Dinas Kebudayaan yang mewakili Gubernur Bali berharap agar generasi muda berikutnya mema-

2

9

10

perkebunan dan persawahan sekaligus menikmati aliran air irigasi. “Kami suguhkan demo melukis, musik tradisonal bambu dan Tari Barong Bangkung,” terang Sukanta Wahyu. Sejak objek ini dibuka, sudah banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sanggarnya mulai dari Australia (Aborign), Belgia, Jerman hingga Spanyol. Yang menariknya lagi, pengunjung tidak perlu mengeluarkan uang untuk datang ke objek wisata ini. Lahan seluas 40 are dengan view masih alami tersebut diisi bangunan untuk duduk bersantai dan tracking pendek sekitar 1 km. “Terserah wisatawan mau kasi atau tidak, namun kami layani dengan baik,” beber Sukanta Wahyu. Salah satu wisatawan Miss Dorotthy Summers yang

mengajak siswa ke objek wisata tersebut mengatakan, kunjungannya beserta rombongan ini untuk mengajak para siswa mengenal alam secara langsung. “Saya sangat senang bisa mengajak siswa saya ke sini, selain siswa bisa menikmati alam juga mendapat pendidikan terkait budaya Bali dan aktivitasnya,” jelas Miss Dee. Di samping itu, Dee menjelaskan sangat suka dengan apa yang disuguhkan Sanggar Wahyu Para, penataan wisata agro dan budaya sangat akrab dengan alam. “Ini masih alami, siswa kami sangat senang bisa belajar sambil bermain,” tuntas Miss Dee. (dwa) AGRO - Wisata Agro satu-satunya di Klungkung terdapat di Dusun Sengkiding.

5

6

7

11

12 13 15

16

17 19

23

20

24

21

25

22

26

27 31

14

18

28

29

30

32 33

34

35

36 37

38

39

KUPON TTS No.251 Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 251 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 25 Juni 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 3 Juli 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 249 Mendatar 1. Selesma 4. Stadium 8. Pengetahuan 10. Edan 11. Remo 12. Betot 14. Telope (Epolet) 16. Imersi 18. Tradisional 21. Tambun 23. Pimpro 25. Amril

26. Reog 28. USNO 29. Klasifikasi 30. Retensi 31. Stempel Menurun 1. Semesta 2. Eben 3. Mugabe 5. Tahiti 6. Daar 7. Mitosis 8. Pail (Luap)

hami wariga sebagai bentuk warisan leluhur masyarakat Bali dalam menentukan dan melaksanakan upacara panca yadnya. (r)

WARIGA - Susana pembukaan Workshop Wariga digelar FPMHD (Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma) Universitas Udayana

DI Dusun Sengkiding Desa Aan, Klungkung terdapat objek wisata rintisan yang dibuat Sanggar Wahyu Para. Wisata agrowisata yang dikombinasikan dengan wisata budaya ini menjadi satu-satunya wisata agrowisata di Kabupaten Klungkung. Meski menyuguhkan berbagai atraksi dan pemandangan alam yang eksotis, para pengunjung ke objek wisata ini tidak dikenakan biaya sepeser pun alias gratis.

4

8

Klungkung Miliki Wisata Agro Sukanta Wahyu yang terkenal sebagai seniman perupa ini menjadi konseptor dari agrowisata di Dusun Sengkiding tersebut. Objek wisata di atas lahan 40 hektar tersebut selain menawarkan keindahan alam yang masih asri, juga ditampilkan berbagai atraksi kebudayaan dan hasil seninya. Menurut seniman yang pernah meramaikan objek wisata Goa Jepang tersebut, agrowisata ini mulai dibuka pada awal Januari 2016. Di tempat ini, wisatawan dapat melihat-lihat ratusan karya patung dan lukisannya dan juga diajak berkeliling menikmati keindahan alam dan agrowisata yang isinya sayuran terong, cabai, pisang, pepaya dan tanaman lainnya. Bahkan wisatawan juga disuguhkan dengan tracking pendek melintasi alam

3

SPT2016

FPMHD-Unud Gelar ”Workshop Wariga”

Menurun 1. Kawasan atau Daerah 2. Makhluk jadi-jadian atau ilmu hitam (Bali) 3. Keadaan dengan rasa capai atau loyo 4. Anggapan kurang baik terhadap sesuatu 5. Badan penentu apakah suatu tulisan bisa dimuat / tidak 6. Olah ragawan 7. Tidak menentukan sikap 10. Tidak dipiara orang 14. Dibalik : gelang-gelang dari rotan yang berguna untuk penegang atau mengeratkan 16. Gagasan (Inggris) 17. Pengikisan atau pengausan 20. Pengadilan atau daerah hukum 22. Seni bela diri Jepang 23. Lem 24. Menjelang ajal tiba 26. Tahun yang Februarinya berusia 29 hari 29. Terbuat dari kedelai 30. Dukun bayi 32. Bengkak berair atau lepuh 34. Tebas (Bali)

1

9. Netral 13. Tekstur 15. Prabu 17. Munyi 18. Tembok 19. Starter 20. Kolonel 22. Narsis 23. Plaket 24. PGSI 27. Glue 28. Usam

Pemenang TTS No. 249 1. Ni Wayan Karti Banjar Dauh Tukad, Desa Pengeragon, Pekutatan, Jembrana-Negara 2. I Gede Suriadnya Desa Mengening, Tajun, Buleleng 3. Ni Komang Chandra Trisna Br. Panglan, Desa Kapal, Kec. Badung, Kab.Badung (083114688994) 4. IA. Made Margarini Jl. Diponogoro Gg. Maderi No. 11B, Denpasar Barat 5. Putu Evin SDN 3 Abiansemal 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Okta Rini Alamat : SD No. 1 Ubung, Jl. Cokroaminoto Denpasar 80116


19

Minggu Kliwon, 19 Juni 2016

Jadi Ramai Dari Hal. 1

Kota-kota tersebut jadi ramai, macet kagak ketulungan. Restoran berjaya, toko oleh-oleh jadi ramai. Oh ya, airport juga ramai. Kelas menengah ini, tidak begitu terpengaruh dengan economic slowing down yang terjadi. Incomenya rata-rata sudah di atas kebutuhan hidup minimal, jadi sudah tidak kesulitan membeli beras dan kebutuhan hidup dasar lainnya. Rasanya kalau resesi tidak berkelanjutan, buat kelas menengah ini life goes on! Beberapa data yang pernah saya baca walaupun bervariasi (110 kelas menengah versi Faisal Basri atau 80 juta versi McKinsey) mengkonfirmasikan bahwa jumlahnya memang banyak (110 juta atau 80 juta tetaplah banyak). Ini yang menggerakkan perekonomian. Sekarang dan nanti di masa yang akan datang. Menurut Faisal Basri dari 110 juta orang kelas menengah tadi, 90 juta di antaranya adalah orang kelas menengah yang baru naik kelas dari miskin (menengah bawah). Jadi, sebenarnya yang belanja, pelesiran, dan menggerakkan ekonomi Indonesia ini baru 20%-an-nya saja. Bayangkan kalau yang 90 juta itu naik kelas menjadi menengah tengah, kemudian menengah atas, sebagian menjadi kaya. Kalau saja potensi ini bisa dimanfaatkan, perekonomian Indonesia akan tumbuh dengan masif. Sebagai perbandingan, total jumlah penduduk Singapura kurang lebih 5 juta orang saja. Total penduduk Australia cuma 20 juta. Bayangkan di Indonesia ada 110 juta orang yang daya belinya akan tumbuh dari waktu ke waktu. Bonus Demografi Sebuah negara akan tumbuh jika jumlah penduduk yang produktifnya cukup banyak dibandingkan penduduk yang tidak produktif (anak-anak dan orang tua). Di banyak negara maju sekarang mereka sedang bergulat dengan masalah demografi ini. Banyak yang golongan tuanya lebih banyak dibandingkan dengan golongan produktifnya. Jepang contohnya. Jepang ini setelah mencapai puncak pertumbuhannya di tahun 1990-an sampai sekarang kondisinya resesi. Tiongkok juga akan menghadapi masalah serupa di masa yang akan datang. Seorang ahli demografi Harry

S. Dent pernah mengatakan, ‘’Tiongkok will grow old before going rich.” Tiongkok ini akan tua duluan sebelum mereka kaya. Nah demografi Indonesia justru berada pada posisi yang menguntungkan. Jumlah penduduknya yang produktifnya lebih banyak dibandingkan golongan orang tua dan anak-anak. Menurut Harry S. Dent pula, komposisinya akan terus membaik sampai 2050. Apakah ini by design atau karunia Tuhan karena kita adalah bangsa yang sangat religius, saya tidak tahu. Jadi, Indonesia diramalkan by demographic studies akan terus tumbuh sampai 2050. Tentu ada beberapa prasyaratnya supaya bangsa kita bisa memetik hasil maksimum dari 2 bonus istimewa ini. Salah satunya adalah pendidikan. Karena orang terdidik akan lebih produktif. Kedua adalah penyediaan infrastruktur. Karena orang yang terdidik juga tidak bisa bekerja kalau tidak ada lapangan pekerjaan. Lapangan pekerjaan tersedia jika ada investasi. Tanpa infrastruktur investasi terhambat. Coba misalnya, bagaimana mau bikin pabrik kalau listrik tidak tersedia. Syarat berikutnya adalah kepastian hukum dan politik. Kalau tidak aman atau hukumnya bengkokbengkok, siapa juga yang mau berinvestasi. Artinya adalah kalau kita mengerjakan pekerjaan rumah kita dengan baik, negara kita walaupun kelihatannya sekarang compang-camping, korupsi dan tawuran di mana-mana, ternyata menyimpan potensi yang besar. Kita punya kesempatan menjadi bangsa yang sejahtera. Dan buat kita-kita yang berusaha di Bali, kita juga harusnya melihat peluang bahwa Indonesia bukan cuma Bali. Jangan cuma mengeluh kalau para pendatang berusaha di Bali, seolah-olah kuenya direbut oleh para pendatang. Bukankah kita bisa juga berusaha di Surabaya, Malang, Semarang, Jakarta, Manado, Balikpapan, Bandar Lampung, Tangerang dan seterusnya. Karena ketika Indonesia tumbuh, yang bertumbuh bukan cuma Bali. Kota-kota lain ikut bertumbuh. Dan market Indonesia lebih besar daripada Bali. Semoga bermanfaat, salam dahsyat!

Program Kerja Dari Hal. 1

Pendapat berbeda justru datang dari Ketua Komisi I DPRD Denpasar I Ketut Suteja Kumara. Politisi PDI-P Denut ini mengatakan, sebenarnya tidak sulit untuk memanfaatkan dana desa. Sepanjang aparat desa memiliki program kerja yang baik dan program yang bisa menggunakan dana desa. Karena dalam aturannya, penggunaan dana desa sudah ada rambu-rambunya, sehingga tidak sulit bila sudah direncanakan. “Harus ada ide kreatif, sehingga bisa memanfaatkan dana itu. Misalnya peningkatan SDM di desa, serta pelatihan lainnya yang memungkinkan,” katanya. Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa Kota Denpasar I.B. Bima mengungkapkan penggunaan dana desa pada 2015 lalu cukup baik, khususnya di Kota Denpasar. Hanya, pencairan tahap pertama yang mengalami keterlambatan, karena terbentur aturan dari pusat. Sebelumnya, Alokasi Dana Desa (ADD) yang dikucurkan Pemerintah Kota Denpasar pada 2015 ini cukup besar. Pada APBD alokasi dana desa mencapai Rp 69.708.008.949,70. Pencairan dilakukan secara

bertahap. Tahap pertama pada Juli 2015, semua desa sudah mendapatkannya. Besarnya 40 persen dari total dana yang akan diterima masing-masing desa. Sementara itu, terkait dengan dana desa di tahun ini, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMD) Denpasar, I Made Mertajaya, belum bisa dihubungi. Namun, saat rapat kerja antara Badan Anggaran DPRD dengan tim APBD Pemkot Denpasar sempat mengemuka pertanyaan tentang alokasi dana desa. Asisten III Setda Kota Denpasar IGN Edy Mulia mengatakan, pada 2016 ini, Pemkot Denpasar mengalokasikan dana desa Rp 21,8 miliar yang bersumber dari transper pusat yang dianggarkan pada pos belanja tidak langsung di bagian keuangan. Kemudian ada pula alokasi dana desa Rp 73 miliar pada APBD Induk dan bertambah 1 Rp miliar lebih pada APBD Perubahan, sehingga menjadi Rp 74 miliar lebih. Besaran ini mengacu pada UU yang pada intinya mengatur tentang besaran ADD, yakni 10 persen dari dana perimbangan setelah dikurangi dana DAK (dana alokasi khusus) yang diterima. (ara)

Pansus Pelindo Dari Hal. 1

“PDI-P sudah tidak dianggap sama Pak Jokowi, itu saja,” ujar Margarito dalam sebuah diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Sebelumnya, lanjut Margarito, sikap serupa juga pernah ditunjukkan Jokowi. Yakni, ketika dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II. Pansus yang dimotori oleh Fraksi PDI-P di DPR itu merekomendasikan

Jokowi agar memberhentikan Menteri BUMN, Rini M. Soemarno, dan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II, RJ Lino, dari jabatannya. Hingga saat ini, kata dia, Rini Soemarno masih tetap menjabat sebagai menteri. “Bolak-balik bikin Pansus BUMN. Aku dibolak-balik supaya kencang Pelindo. Berakhir? Enggak. Enggak dihitung (PDI-P). Ibu Rini tetap jadi Menteri BUMN,” ucap Margarito. (kmb)

Tinggal Diamprah Dari Hal. 1

“Dana desa tahap pertama sudah masuk ke rekening daerah pada 18 April lalu. Sekarang, desa tinggal mengamprah saja,” jelasnya belum lama ini. Dana itu, kata mantan Camat Bangli ini, diterima oleh 68 desa. Pemanfaatannya hanya fokus dalam bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Bidang pembangunan desa dijelaskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan. Salah satu programnya meliputi pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur atau sarana prasarana fisik untuk penghidupan termasuk ketahanan pangan dan permukiman. Sementara untuk bidang pemberdayaan masyarakat dijelaskan dana tersebut dialokasikan untuk mendanai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas warga atau masyarakat desa dalam pengembangan wirausaha, peningkatan pendapatan serta perluasan skala ekonomi individu warga atau kelompok masyarakat dan desa. “Itu (dana desa -red) harus digunakan sesuai juklak dan juknis yang ada,” tegasnya. Guna mengantisipasi penggunaannya yang menyimpang dengan hukum, pengawasan secara langsng ke lapangan rutin dilakukan setiap bulannya. Hal yang belum berjalan maksimal, langsung dievaluasi dengan melibatkan perangkat desa. “Sejauh ini, persoalan yang muncul dalam pengelolaan dana desa hanya kekeliruan dalam administrasi. Kalau sampai mengarah ke pelanggaran aturan, belum pernah kami temukan. Semua berjalan lancar,” imbuh Riana Putra. Perbekel Siakin, Kintamani, I Gede Disi, mengatakan di tengah ketatnya pengawasan, tak mengakibatkan pihaknya ketakutan dalam menggunakan dana desa karena sudah ada juklak dan juknis yang

sangat jelas. “Biarpun ada pemeriksaan, kami tak takut menggunakan dana itu. Kami hanya ikuti juklak dan juknis. Perangkat desa juga wajib mengetahui itu,” tegasnya. Guna meningkatkan pemahaman penggunaannya, perbekel jebolan IHDN Denpasar ini bersinergi dengan pendamping desa. Diharapkan, keberadaannya tak hanya bersifat sementara. “Pendamping desa ini sangat berperan penting di masyarakat,” imbuhnya. Ketua DPRD Bangli Ngakan Made Kutha Parwata mengatakan kucuran dana desa tersebut dijadikan salah satu upaya untuk meningkatkan pembangunan desa, baik dari segi lingkungan maupun masyarakatnya. Supaya penggunaannya tak menyimpang dari aturan yang ada, sosialisasi serta bimbingan teknis harus rutin dilakukan. Pemberi materi tak hanya dari instansi yang menanganinya. Namun, perlu juga melibatkan lembaga hukum lainnya, seperti kejaksaan. “Kinerja pendamping desa juga harus dimaksimalkan. Mereka yang harus lebih rutin memberikan pemahaman kepada pemerintah desa,” tegasnya.

Di Tabanan Sementara itu tahun ini, Kabupaten Tabanan mendapatkan kucuran dana desa Rp 83 miliar lebih. Realisasi tahap I telah digelontorkan pusat Rp 49,9 miliar lebih dan ditransfer ke rekening masing-masing desa. Kabag Keuangan Pemkab Tabanan, I Wayan Arimbawa, mengatakan, untuk penggunaan dan realisasi dana yang digelontorkan pemerintah pusat selama ini lancar dan tidak ada hambatan. Meski memang diakuinya di awal pelaksanaannya sempat terjadi salah pos anggaran, namun saat ini sudah bisa diatasi. “Karena masa transisi aturan baru, memang di awal-awal masih timbul kesalahan pos anggaran, tapisekarang sudah mulai bisa diatasi,” ujarnya.

Menggiurkan Dari Hal. 1

Wajar saja, pemerintah kabupaten kini memberikan Alokasi Dana Desa (ADD) yang cukup menggiurkan, sehingga kuris perbekel kini menjadi rebutan. Bahkan, mereka yang sempat menduduki kursi wakil rakyat pun turun gunung dalam Pilkel. Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemerintahan Desa (BPMD-PD) Badung pun mencatat, saat Pilkel di Badung terdapat dua mantan anggota dewan DPRD Badung yang turut mencalonkan diri. Berdasarkan data yang diperoleh, dua dari lima calon di Desa Bongkasa yang merupakan mantan anggota DPRD Badung adalah I Wayan Astika (periode 2004-2009) dan I Ketut Luki (periode 2009-2014). Hanya, dalam perhitungan suara sementara I Ketut Luki unggul dengan perolehan suara 1.753 orang, sedangkan lawannya memperoleh 830 suara. Tak heran jika jabatan perbekel menjadi pilihan kedua bagi politisi. Seperti diketahui, Undang-undang Desa bertujuan memberikan pengakuan dan kejelasan kepada desa akan status dan kedudukannya dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Negara memberikan kewenangan desa dalam melestarikan adat dan tradisi serta budaya masyarakat desa. Desa juga diberikan kewenangan dalam pembangunan untuk memprakarsai dan peran partisipasi yang besar dalam rangka menggali potensi desa dengan mendorong pemerintahan desa yang profesional, efisien dan efektif, terbuka serta bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan di desa. Tujuannya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang akhirnya

memberikan kesejahteraan bersama dan menempatkan desa sebagai subjek dari pembangunan. Kedudukan tersebut memberikan angin segar kepada desa dalam proses percepatan dan pemberdayaan masyarakat di desa. Tentu kedudukan tersebut harus didukung dengan sumber pembiayaan yang memadai. Pasal 71 sampai dengan 75 Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa mengatur sumber-sumber pembiayaan di desa, sumber-sumber pendapatatan di desa. Di Kabupaten Badung sendiri, dana desa yang tersebar mencapai sekitar Rp 399 miliar lebih. Ini bersumber dari dari pajak dan retribusi Rp 266 miliar lebih, APBD Badung sebesar Rp 42 miliar lebih dan APBN sebesar Rp 31 miliar lebih. Setidaknya, 46 desa di Badung yang tercatat memperoleh bantuan dana. Bantuan tersebut, dominan terserap di Desa Dalung dengan memperoleh dana paling besar yakni Rp 11,5 miliar. Sedangkan, tahun lalu hanya memperoleh alokasi dana desa sebesar Rp 9 miliar lebih. Besarnya dana yang dikelola di tengah pengetahuan tata kelola kekuangan yang kurang diperlukan adanya pengawasan dari pemerintah. Untuk itu, Kepala Inspektur Kabupaten Badung, Ni Luh Putu Suryaniti, telah melakukan pengawasan terhadap pengunaan dana desa. Upaya ini guna menekan adanya penyimpangan dalam peruntukanya. “Pengawasan yang kami lakukan adalah pengawasan yang bernuansa pembinaan. Ini sudah dilakukan di 2015 dan awal 2016, sembari mengawal para perbekel, mengawal dana yang masuk ke desa agar tidak menyimpang

Tak Intens

Dari Hal. 1

“Penyiapan SDM yang memadai terkait sistem perencanaan program, sistem pengelolaan keuangan desa dan pengawasan,” jelas politisi Golkar ini. Anggota Komisi I DPRD Bali, Nyoman Adnyana, mengatakan, DPRD Bali selama ini memang tidak intens melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dana desa. Pasalnya, kewenangan pengawasan memang ada di BPMPD Provinsi maupun kabupaten/kota, serta Inspektorat. “Tapi kalau ada persoalan, kita akan turun,” ujarnya. Politisi PDI-P asal Bangli ini menambahkan, langkah eksekutif sudah bagus karena memberikan pula bimtek serta

pelatihan tentang mekanisme dan pertanggungjawaban dana desa. Hanya, perlu dipastikan lagi, apakah pelatihan itu sudah dimengerti dan cukup efektif bagi peserta pelatihan/ bimtek. Sebelumnya, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Bali, I Ketut Lihadnyana, mencatat sejumlah kendala pelaksanaan dana desa yang harus diperbaiki. Pertama, suatu perencanaan desa harus disusun berdasarkan atas potensi dan masalah yang ada. Itulah yang kemudian menjadi prioritas pembangunan desa. Kedua, bagaimana SDM yang mengelola dana itu. Selanjutnya, bagaimana dia bisa mewujudkan semacam transparansi anggaran kepada

Pengawasan penggunaan dana desa, pihaknya bersama leading sector lainnya seperti inspektorat sudah sering turun ke desa-desa untuk melakukan pembinaan. “Jadi, jika ada temuan kesalahan bisa langsung diperbaiki,” katanya. Upaya lain untuk mengawasi penggunaan dana desa yakni dengan melakukan kegiatan rekonsiliasi. Hal ini merupakan kegiatan rutin untuk menyeimbangkan dana yang diterima dengan penggunaannya, sebelum pencairan dana desa bulan berikutnya. “Rekonsiliasi ini syarat untuk mengamprah dana desa termin berikutnya. Kita cek di buku kas dan pertanggungjawabannya seperti apa,” ucapnya. Arimbawa menekankan penggunaan dana desa tidak bisa dilakukan dengan mainmain, ini harus betul-betul dilakukan dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab. Alokasi dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat maupun dari APBD harus diumumkan secara transparan kepada publik, khususnya warga desa setempat. Hal ini untuk menghindari terjadinya penyelewengan dana, kecurigaan publik, dan supaya pembangunan di desa dapat berlangsung secara kondusif. “Transparansi mutlak dilakukan pemerintah desa agar kepercayaan publik dan warga akan penggunaan dana desa menguat,” sarannya. Dia menambahkan nilai kucuran dana dari pusat ke desa tidak sama. Semua tergantung luas wilayah dan jumlah penduduk. “Namun, berapa pun jumlah dana yang didapatkan harus dipergunakan untuk pembangunan masyarakat,” katanya. Tahun 2016, Tabanan mendapatkan kucuran dana Rp 83 miliar lebih. Sampai triwulan pertama dan yang telah digelontorkan pusat Rp 49,9 miliar lebih. Hal ini bisa dilakukan karena desa sudah mampu membuat program dan pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku. (sos/bit)

dari sisi aturan,” ujarnya. Mantan Kadisnaker Badung ini mengakui aparat desa kini dihadapkan dengan anggaran yang begitu besar. Di satu sisi, mereka belum memahami betul aturan main yang harus dituruti, sehingga tidak sedikit aparat desa yang tidak berani memanfaatkan bantuan tersebut. “Karena itu, kami lebih mengedepankan pembinaan, sebab desa dihadapkan dengan anggaran yang begitu besar dan regulasi yang rumit,” katanya. Luh Suryaniti menyebutkan, turunan PP 60 tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN memiliki banyak permendagri. Seperti halya, penerima dana desa terikat dengan peraturan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, dan Kementerian Keuangan. “Kalau sebelumnya Kementerian Keuangan tidak turut mengatur. Namun, dengan turunnya dana desa dari APBN yang ditransfer ini mereka juga terikat,” ucapnya. Ditanya apakah ketidaktahuan perangkat desa terhadap regulasi menimbulkan banyak penyimpangan? Luh Suryaniti mengatakan, jika bicara normatif empiris memang banyak ditemukan penyimpangan. “Suatu hal yang wajar, tidak berarti kami membenarkan suatu kesalahan, tapi karena kondisi besarnya dana yang dikelola desa sudah tentu memerlukan pendampingan lebih optimal,” tegasnya. Karena itu, selain disiapkan tim verifikasi, kami juga tetap melakukan monitoring dan review. Ini dalam rangka pembinaan sekaligus pengarahan, sehingga tidak ada lagi hal-hal yang diragukan oleh desa. (par)

masyarakat dan bagaimana bentuk pengawasan dan pengendalian. ‘’Ini harus menjadi satu poin yang penting di dalam mewujudkan satu akuntabilitas keuangan desa,” paparnya. Lihadnyana juga mengingatkan agar Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) yang sumber penerimaannya dari dana desa harus match dengan Rencana Kerja Pemerintahan Desa (RKPD). Pemerintahan desa mesti mengelola dana desa dengan perencanaan benar. Dalam hal ini menyusun perencanaan bersama masyarakat, setelah itu bisa memetakan mana skala prioritas pembangunan. “Saya kira ini akan lebih cepat terwujudnya desa mandiri,” tandasnya. (rin)

Sangat Sulit Dari Hal. 1

Laga ini juga disebut partai balas dendam. Selain memerlukan tambahan tiga angka, Swiss ingin membalas dendam atas kekalahan telak 5-2 dari Prancis di Piala Dunia, dua tahun lalu. “Akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Kami mendapatkan pelajaran berharga dari Prancis di Piala Dunia dan kami tidak boleh melakukannya lagi,” ujar gelandang Swiss, Valon Behrami, Sabtu (18/6) kemarin. Swiss akan mencoba memanfaatkan kelemahan tuan rumah dalam menghadapi bola-bola mati. Swiss mencetak gol-gol di Piala Eropa kali ini dari sepak pojok yakni ketika bermain imbang 1-1 kontra Rumania dan mengalahkan Albania 1-0. Pelatih Vladimir Petkovic juga diperkirakan akan menurunkan skuat terbaiknya pada laga ini. Mengusung taktik 4-2-3-1, Haris Seferovic akan diturunkan sebagai ujung tombak pada laga ini. Ia akan dibantu oleh tiga gelandang serang yaitu Admir Mehmedi, Blerim Demaili, dan Xherdan Shaqiri. Selain ketiga pemain tersebut ada nama gelandang anyar Arsenal, Granit Xhaka, yang siap mengatur tempo permainan La Nati pada pertandingan yang penting ini. Prancis sudah dipastikan lolos ke babak knockout Euro 2016 setelah mereka meraih dua kemenangan beruntun

atas Rumania dan Albania. Meski sudah dipastikan lolos, Prancis akan mengincar posisi juara grup pada laga ini, mengingat juara grup memiliki posisi yang strategis di babak knockout nanti. Dengan Swiss yang membayang-bayangi di peringkat dua, anak asuh Didier Deschamps harus tampil maksimal pada laga ini. Prancis tidak boleh meremehkan Swiss jelang laga ini. Meskipun mereka tidak terkalahkan di lima pertemuan kontra Swiss, namun skuat La Nati juga tengah berambisi untuk mengamankan posisi. Dengan mengumpulkan 4 poin, posisi mereka masih bisa digeser oleh Rumania yang berada di peringkat ketiga. Oleh karena itu, anak asuh Vladimir Petkovic ini akan berusaha keras untuk mengamankan posisi mereka pada pertandingan nanti. Mengingat pertandingan ini punya peran yang cukup penting, maka pelatih Didier Deschamps diprediksi akan menurunkan tim terbaiknya pada laga ini. Paul Pogba dan Antoine Griezmann yang dicadangkan pada laga kontra Albania kemungkinan besar akan kembali mendapat tempat di starting line up. Selain itu, namanama seperti Dimitri Payet, Blaise Matuidi, dan duet Laurent Koscielny dan Adil Rami juga diprediksi akan turun semenjak menit pertama. Laga ini akan menjadi pertandingan yang sangat menarik. (kmb33/ap)


20

Minggu Kliwon, 19 Juni 2016


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 19 Juni 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu