Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pergub 99 Tahun 2018 Jadi Harapan Baru bagi Kesejahteraan Petani Lokal
Wayan Koster
GUBERNUR Bali Wayan Koster meyakinkan dengan digulirkannya Peraturan Gubernur (Pergub) No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali, petani lokal Bali akan memiliki kepastian harga dan keuntungan dalam menjual hasil panennya. ‘’Melalui Pergub 99 Tahun 2018, produk pertanian lokal akan dibeli pihak hotel, swalayan, restoran dan katering dengan harga minimal 20 persen di atas biaya produksi, sehingga sudah pasti menguntungkan para petani kita, tidak anjlok (harganya),’’ Kata Gubernur Koster, belum lama ini. Gubernur Koster membeberkan pemberlakuan pergub ini bertujuan untuk lebih menyatukan sektor pertanian dengan pariwisata di Bali, se-
hingga mampu memberikan dampak positif langsung bagi perekonomian kalangan petani. ‘’Bali ini dikunjungi wisatawan mancanegara 7-8 juta orang per tahun, domestiknya 9-10 juta. Misalnya, jika pada musim salak, kita suguhkan salak, musim manggis kita suguhkan manggis dan seterusnya, tidak ada lagi istilah buah lokal kita tidak laku. Saya wajibkan sekarang hotelnya, minimal di musim salak ada dua biji salak di tiap kamar. Musim manggis, jeruk dan buah lokal lainnya juga begitu. Dan harus dibayar buahnya, (kebijakan) ini diharuskan dan ditegaskan,’’ terang Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini. Dengan berjalan beriringan, menurut Koster, pariwisata bisa turut serta mengangkat ekonomi para petani lokal. ‘’Jangan jalan sendiri-sendiri,
pariwisatanya maju, petaninya mati, tidak boleh seperti itu,’’ tegasnya. Dilanjutkan Koster, pasar dari wisatawan yang demikian besar datang ke Bali selama ini belum diberdayakan, sehingga belum mampu menyentuh langsung para petani lokal yang di sisi lain seringkali menghadapi anjloknya harga pada saat musim panen dan akhirnya harus menerima produknya terbuang busuk karena tidak laku terjual. ‘’Ini tidak boleh lagi. Akan saya tata dan akan saya buatkan sentra pasar sesuai dengan potensi dan komoditasnya. Jeruk di Kintamani, salak di Karangasem, manggis di Tabanan dan seterusnya,’’ jelasnya sembari menyebut ke depannya juga akan dibentuk industri-industri pengolahan sebagai sarana menghindari
terbuangnya hasil pertanian untuk kemudian diolah menjadi produk-produk seperti jus, wine, dan lainnya. ‘’Sampai arak Bali pun akan saya benar-benar hidupkan lagi, suratnya sudah saya kirimkan dan saya fasilitasi industrinya, buat koperasi, agar masyarakat kita maju dan jadi bos, jangan jadi anak buah terus. Itu yang namanya berdikari secara ekonomi,’’ tukasnya. Di lain pihak, akademisi dan praktisi agribisnis Universitas Mahasaraswati Pande Komang Suparyana, S.TP., M.Ag. yang ditemui dalam kesempatan berbeda mengharapkan terbitnya Pergub 99 Tahun 2018 ini dapat membantu petani Bali utamanya dalam persaingan dengan produk pertanian dari luar Bali. Hal. 15 Kurang Bergairah
Ekonomi Melambat Tiga Hilang Tak Pengaruhi Target Ribuan Mengungsi 20 Juta Wisman
Longsor di Yogya
Yogyakarta (Bali Post) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah DI Yogyakarta masih melakukan pendataan dampak kerugian akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di daerah Yogyakarta pada Minggu (17/3) malam. ‘’Sekarang tim di lapangan masih melakukan pendataan dan inventarisasi kerusakan termasuk (bangunan) masjid dan sekolah. Untuk menentukan kerugian perlu data lebih lengkap dan cermat,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantana saat ditemui di Pusdalops, BPBD DIY, Senin (18/3) kemarin. Menurut Biwara, Kabupaten Bantul menjadi wilayah terdampak bencana banjir dan longsor paling parah akibat hujan lebat yang mengguyur daerah ini. Hal itu terindikasi dari banyaknya wilayah serta korban terdampak. ‘’Bantul paling parah, indikatornya paling banyak kecamatannya yang terdampak dan korbannya juga paling banyak,’’ katanya. Wilayah terdampak di Kabupaten Bantul meliputi 14 kecamatan 35 desa, dengan rincian 26 desa tersebar di 10 kecamatan terdampak banjir dan 9 desa di 4 kecamatan terdampak longsor. Sementara ada tiga orang korban lagi di Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul yang masih dalam proses pencarian. Di wilayah ini ada ratusan pengungsi yang tersebar di sejumlah pos. Selain Bantul, empat kecamatan di Kabupaten Kulon Progo yakni Panjatan, Wates, Sentolo, dan Temon mengalami genangan. Sedangkan longsor terjadi di Kecamatan Kokap dan Girimulyo. Sejumlah 580 warga mengungsi di enam titik pos penampungan. Di Kabupaten Gunung Kidul, wilayah terdampak longsor teridentifikasi di Kecamatan Wonosari, Purwosari, Semanu, Panggang, Tepus, Playen, Tanjungsari, Gedangsari, Karangmojo dan Patuk. Insiden ini menyebabkan 39 orang mengungsi. (ant) PENCARIAN KORBAN - Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor di Dusun Kedungbuweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (18/3) kemarin.
Jakarta (Bali Post) – Target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019 akan tercapai, meskipun industri parawisata dunia tengah dibayangi dampak perlambatan ekonomi global yang bisa memengaruhi daya beli dan kunjungan turis. ‘’Sampai hari ini kita belum ada indikasi ke sana. Kita sudah mengantisipasi sejumlah langkah,’’ ungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan usai Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah (Rakorpusda) di Jakarta, Senin (18/3) kemarin. Dalam Rakorpusda itu, pemerintah dan Bank Indonesia menetapkan proyeksi 20 juta kunjungan wisman pada tahun ini akan menghasilkan tambahan devisa 17,6 miliar dolar AS. Luhut bahkan yakin jumlah kunjungan wisman akan melebihi target 20 juta kunjungan pada tahun ini. ‘’Kami mungkin bisa lebih dari itu, tapi kita bikin angka konservatif,’’ ujarnya. Beberapa upaya untuk mencapai target itu, kata Luhut, pemerintah sedang mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur strategis untuk menarik wisman. Beberapa proyek infrastruktur strategis itu antara lain bandara baru internasional di Kulonprogo, Yogyakarta, New Yogyakarta International Airport (NYIA), yang akan beroperasi pada April 2019 untuk penerbangan mancanegara dan Oktober 2019 untuk mancanegara dan domestik. ‘’Selain infrastrtruktur, kami memperkuat promosi pariwisata nasional antara lain melalui promosi digital (marketplace), pengembangan paket wisata dan perluasan paket promo wisata (hot deals) di destinasi wisata,’’ ujarnya. Untuk semakin membantu pencapaian target pertumbuhan parawisata, Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman, Bank Indonesia, dan Kementerian Pariwisata juga menetapkan pembentukan sekretariat bersama (sekber). ‘’Ini juga sekaligus mempercepat sinergitas kebijakan-kebijakan untuk pariwisata,’’ ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Dengan penerimanaan devisa 17,6 miliar dolar AS, pada tahun ini BI yakin perolehan ini bisa menjadi penyumbang devisa terbesar kedua setelah kelapa sawit. ‘’Kalau tahun sebelumnya kalah dengan batu bara, sekarang sudah bisa menyalip batu bara,’’ ujarnya. Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (18/3) sore menguat seiring turunnya harga minyak dunia. Kurs rupiah Senin sore menguat 21 poin menjadi 14.239 per dolar AS dari sebelumnya 14.260 per dolar AS. Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penurunan harga minyak pada hari ini membuat rupiah bergerak positif. ‘’Penurunan harga minyak tentu membuat biaya impor komoditas ini menjadi lebih murah. (ant)
Banjir Sentani 77 Orang Tewas
KPK Geledah Ruang Menag, Seratusan Juta Rupiah Disita Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang dari hasil penggeledahan di ruang kerja Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin di gedung Kementerian Agama, Jakarta, Senin (18/3) kemarin. Penggeledahan dilakukan dalam penyidikan kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI tahun 2018-2019. ‘’Dari ruangan Menteri Agama termasuk juga disita sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dolar AS dengan nilai seratusan juta rupiah,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Ja-
karta, Senin kemarin. Febri mengatakan uang pecahan rupiah yang disita senilai seratusan juta rupiah. Sedangkan pecahan dolar AS masih dihitung oleh tim yang berada di lokasi. Selain ruang kerja Menag, KPK juga menggeledah dua ruangan lainnya di gedung Kemenag, yaitu ruang Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan dan ruang Kepala Biro Kepegawaian. ‘’Diamankan sejumlah dokumen terkait proses seleksi kepegawaian baik bagaimana tahapannya dan juga hasil seleksi dari kepegawaian tersebut,’’ ucap Febri. (ant)
Bali Post/ant
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar
Bali Post/ant
PERUMAHAN - Warga melintas di sebuah perumahan yang terendam banjir di Sentani, Jaya Pura, Papua, Senin (18/3) kemarin. Berdasarkan data BNPB mencatat sebanyak 77 orang meninggal dunia, 43 orang belum ditemukan, 74 orang luka-luka dan 4.226 orang mengungsi akibat peristiwa banjir bandang yang melanda Sentani pada Sabtu (16/3) lalu.
Jakarta (Bali Post) – Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, menjadi 77 orang. ‘’Korban meninggal dunia di Kabupaten Jayapura 70 orang dan 7 orang di Kota Jayapura,’’ kata Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Senin (18/3) kemarin. Dia mengatakan sebagian korban yang sudah teridentifikasi telah diserahkan kepada pihak keluarga. ‘’Pihak keluarga ada yang sudah memakamkan,’’ katanya. Sementara itu, BNPB mencatat korban luka-luka banjir Sentani mencapai 74 orang dan dirawat di sejumlah rumah sakit terdekat. Proses evakuasi, katanya, terus dilakukan mencari korban yang masih hilang, terutama 43 orang belum ditemukan. Akibat bencana itu, Sutopo mengatakan sebanyak 4.226 orang pengungsi tersebar di enam titik. (ant)
2
Selasa Pon, 19 Maret 2019
FIGUR
PERSIMPANGAN - Sejumlah pengendara memelankan laju kendaraannya di persimpangan Jalan Imam Bonjol dengan Pulau Galang, Senin (18/3) kemarin karena belum dipasangi traffic light.
Gelorakan Sektor Pertanian SEKTOR pertanian menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Bali yang harus terus digelorakan. Sektor ini harus dipertahankan agar pembangunan ekonomi menjadi lebih kuat, berdaulat, adil dan makmur. Demikian disampaikan Caleg DPR-RI dari Partai Gerindra, A.A. Ngurah Alit Wiraputra. Ia mengatakan, program memajukan sektor pertanian di Pulau Dewata ini sejalan dengan enam program aksi Partai Gerindra. Di antaranya, membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil dan makmur, melaksanakan ekonomi kerakyatan, membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamanan sumber daya alam, meningkatkan kualitas pemba-
ngunan manusia Indonesia, membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian alam dan lingkungan dan membangun pemerintahan yang bebas korupsi, kuat, tegas dan efektif. ‘’Saya terus berupaya merealisasikan enam program aksi Gerindra,’’ ujarnya. Pria yang juga memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali ini menambahkan, untuk membangun sektor pertanian, alokasi dana harus ditingkatkan. Dengan peningkatan anggaran pertanian, alih fungsi lahan akan berkurang. Selain itu insentif yang diterima petani tinggi, subsidi pajak dan bantuan bibit unggul, menyiapkan dana cadangan pascapanen juga diperlukan.
A.A. Ngurah Alit Wiraputra
Bali Post/ist
Ditegaskan, di Bali perlu ada peraturan daerah yang mengatur agar lahan-lahan di Bali diperuntukkan sesuai dengan fungsinya. Dengan ditetapkannya Peraturan Daerah tentang RTRW, maka pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama mengawal dan melaksanakan peraturan daerah tersebut secara konsisten. Pemerintah harus mengantisipasi lebih awal terhadap pihak-pihak yang ingin mengubah dan melaksanakan alih fungsi lahan. Ini terkait penataan Bali ke depan. Menurutnya, untuk mengantisipasi hal ini maka pemerintah harus memberikan subsidi kepada masyarakat, baik dalam penghapusan pajak tanah, mencegah alih fungsi lahan dengan memberikan bantuan kepada pemilik lahan dalam bentuk bantuan-bantuan langsung bibit tanaman dan sistem pengolahan, serta teknologi pengolahan lahan. Jika diperlukan, maka pemerintah harus berani mengambil alih lahan jalur hijau dan lahan basah lainnya untuk kepentingan fasilitas umum dan fasilitas sosial masyarakat sekitarnya. Dalam rangka penegakan Peraturan Daerah tentang RTRW, katanya, pemerintah juga harus berani mengambil tindakan tegas dalam rangka menertibkan bangunan-bangunan liar yang berdiri di atas jalur hijau dan lahan basah. ‘’Jika dipandang perlu, pemerintah juga harus membuat terobosan-terobosan memanfaatkan jalur hijau dan lahan basah tersebut untuk dipergunakan sebagai akses dan jalan alternatif, sehingga jalur-jalur hijau tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal,’’ tandasnya. (may)
DENPASAR & SEKITARNYA Dialog Interaktif Bali TV
BALI TV bekerja sama dengan The Marhaenisme Institute menggelar kerja sama acara Dialog Interaktif di Bali TV secara live edisi Mei, Selasa (19/3) hari ini pukul 16.00 17.00 Wita. Dialog interaktif ini menghadirkan Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedastraputra Suyasa III (Senator DPD/MPR-RI sekaligus Direktur The Marhaenisme Institute). Tema yang diusung adalah “Memperkuat Posisi Tawar Pekerja Hindu Bali.” Beberapa waktu terakhir, muncul aneka ragam permasalahan terkait dengan pekerja Hindu di sejumlah sektor. Hal ini disebabkan karena kurangnnya posisi tawar umat Hindu dalam sistem dunia kerja, di samping Bali yang saat ini mulai dikuasai secara per-
lahan oleh oknum radikal berkedok ekonomi. Munculnya masalah lowongan tenaga kerja non-Hindu di Bali termasuk sulitnya SDM Bali mencapai posisi puncak dalam karier. Lalu apakah ada penyebab internal dikalangan SDM lokal yang menyebabkan hal ini terjadi, dan sejauh mana peran pendidikan tinggi dalam menaikkan jenjang karier SDM Hindu Bali? Apakah benar UMR di Bali tergolong kecil dibanding beban yang dimiliki umat Hindu? Sejauh mana peran pemerintah di Bali untuk melahirkan regulasi yang kuat untuk memproteksi kaum marhaen dari rongrongan globalisasi? Semua akan dibahas dari sudut pandang Tri Sakti Marhaenisme dan Gerakan Satyagraha. (r)
Bali Post/eka
Dewan Usulkan Pemasangan ”Traffic Light” di Simpang Jalan Imam Bonjol-Pulau Galang Denpasar (Bali Post) Kondisi arus lalu lintas di Jalan Imam Bonjol dan sekitarnya semakin padat. Kondisi ini harus dilengkapi dengan rambu yang memadai. Terlebih di simpang-simpang jalan yang ramai, seperti simpang Jalan Imam Bonjol-Jalan Pulau Galang. Simpang ini diusulkan untuk dilengkapi dengan traffic light. Hal ini diungkapkan anggota Komisi I DPRD Kota Denpasar I Wayan Duaja, S.H., Senin (18/3) kemarin. Duaja mendesak pemerintah agar segera melakukan pengadaan dan pemasangan trafic light di persimpangan Jalan tersebut. “Sebelumnya di persimpangan Jalan Imam Bonjol-Jalan Gunung Soputan juga dilepas, kini sudah dipasang kembali,” ujarnya. Sementara di simpang Jalan Pulau Galang-Jalan Imam Bonjol hingga kini
belum terpasang. Duaja berharap Dinas Perhubungan (Dishub) Denpasar segera memasang traffic light di simpang jalan tersebut. Dikatakan, di persimpangan itu kerap terjadi kecelakaan akibat kroditnya lalu lintas. Terlebih jalur Imam Bonjol selatan sudah lebar, sehingga laju kendaraan cukup kencang. “Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya pemerintah segera melengkapi fasilitas jalan dengan rambu,” ujar politisi Golkar ini. Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra meminta kepada petugas ATCS yang bertugas di control room agar tetap memantau kondisi di lapangan. Seperti persimpangan Jalan Teuku Umar-Jalan Imam Bonjol yang sering mengalami kemacetan akibat durasi nyala lampu merah yang terlalu lama. “Kalau di
jalur lain sudah sepi, nyala lampu harus segera diubah. Inilah peran dari petugas di control room,” katanya. Kondisi serupa juga sering terjadi di simpang Jalan Imam Bonjol-Jalan Gunung Supotan. Durasi nyala lampu harus tetap dipantau, sehingga tidak menimbulkan kemacetan panjang. “Harus segera diubah bila ada jalur yang lengang,” ujar politisi Demokrat ini. Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Ketut Sriawan membenarkan di dua persimpangan tersebut kerap terjadi kemacetan dan terjadi kecelakaan. Dengan kondisi itu, pihaknya sudah melakukan pengadaan traffic light. Dikatakan, pihaknya sudah menganggarkan sekitar Rp 100 juta untuk dua persimpangan tersebut. (kmb12)
750 Hektar Hutan di Bali akan Direhabilitasi
Denpasar (Bali Post) Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, mulai tahun 2019 di seluruh Indonesia termasuk Bali dilakukan reklamasi dan rehabilitasi hutan secara besar-besaran. Reklamasi yang dimaksud adalah melakukan pemulihan terhadap kondisi hutan yang rusak. Rehabilitasi dan penanaman pohon diorientasikan untuk penyelamatan danau, waduk, permukiman serta menjaga keindahan alam sekaligus perluasan lapangan pekerjaan. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra manyampaikan hal itu saat membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam upacara Peringatan Hari Rimbawan ke-36 Tahun 2019 di Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Bali, Senin (18/3) kemarin. Lebih lanjut dikatakan, reklamasi dan rehabilitasi lahan dilakukan pada 15 Daerah Aliran Sungai (DAS), 15 danau dan wilayah bagian hulu DAM di 65 lokasi di seluruh Indonesia. Peringatan Hari Rimbawan diharapkan bisa dimanfaatkan untuk melakukan refleksi, menggali inspirasi, motivasi dan inovasi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. ‘’Rimbawan adalah sosok yang kuat, tangguh dan disiplin dalam bekerja. Rim-
bawan adalah patriot, punya keberanian dan dedikasi dalam menjaga lingkungan dan hutan kita,’’ ujarnya. Diwawancarai terpisah, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali I Made Gunaja mengatakan pihaknya telah melakukan penanaman pohon sesuai program pusat pada 16 Maret lalu di Serangan, Denpasar. Ada sekitar 400 pohon yang ditanam dengan jenis intaran, mahoni, dan rambutan. Sementara untuk kegiatan rehabilitasi, tahun 2019 ini akan dilakukan pada 750 hektar hutan yang tersebar di KPH Bali Timur (Karangasem), KPH Bali Utara (Buleleng), dan KPH Bali Barat (Jembrana). ‘’Kita upayakan ke depan bagaimana perlindungan terhadap kawasan
hutan, khususnya tutupan lahan di kawasan hutan, tutupan lahan di DAS, dan tutupan lahan di sumber-sumber mata air. Apalagi DAS yang sifatnya lintas kabupaten,’’ ujarnya. Menurut Gunaja, Bali memiliki satu DAS yakni DAS Unda Anyar. Untuk danau sesuai rencana akan dilakukan kajian mengenai kualitas air di Danau Beratan. Sementara wilayah bagian hulu DAM adalah kawasan hutan Batukaru yang lintasannya Danau Bulian (Buyan), Tamblingan, dan Beratan. ‘’Itu yang perlu kita pastikan supaya terlindungi, karena Bali ini pulau kecil. Riskan sekali terhadap penyediaan air,’’ jelas pria yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali. Sementara untuk lahan kritis, lanjut Gunaja, per tahun 2013 luasnya hampir 44 ribu hektar di dalam dan luar kawasan hutan. Sebagai contoh di Penulisan, membutuhkan upaya ekstra untuk menghijaukan kembali. Ada kalanya lahan-lahan kritis memang cukup berat dan sulit dihijaukan. Kedua, memang ada kenam-
pakan di citra landscape lahan yang tidak bervegetasi seperti di Dawan. Pihaknya sudah pernah melakukan pengecekan dan hendak menanam di sana, tapi ternyata itu adalah lahan masyarakat yang memang sengaja dibiarkan seperti itu untuk menghasilkan alang-alang. ‘’Contoh lagi di Karangasem, pas musim kering kelihatan terbuka padahal itu sebetulnya lahan produktif. Saat hujan tiba, masyarakat akan banyak menanam kacang-kacangan di situ. Ini nanti kita coba pelajari lagi, apakah lahan-lahan seperti itu masih kategori kritis atau sudah dikeluarkan,’’ terangnya. Kalaupun masih ada lahan kritis, Gunaja mengaku akan melakukan review. Sebab, pihaknya tidak bisa menangani lahan milik masyarakat yang peruntukkannya memang bukan untuk pepohonan. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Bank BPD Bali Serahkan Hadiah Undian Simpeda A.A. Ngurah Sedana Etana Peroleh Rp 500 Juta
Bali Post/ram
BERKUNJUNG - Ketua PHDI Kabupaten Gunung Kidul Purwanto, M.Pd.H. bersama rombongan saat berkunjung ke Warung 63 Jalan Veteran Denpasar, Senin (18/3) kemarin.
Pura Segara Wukir Gunung Kidul Direnovasi PURA Segara Wukir yang terletak di Dusun Ngobaran, Desa Kangoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta akan direnovasi dan diharapkan bisa melakukan prosesi Ngenteg Linggih pada 15 Agustus 2019. Ketua PHDI Kabupaten Gunung Kidul Purwanto, M.Pd.H. mengatakan hal itu di Warung 63 Jalan Veteran, Denpasar, Senin (18/3) kemarin. Purwanto mengatakan,
Topik :
pada Pura Segara Wukir akan distanakan Kanjeng Ratu Kidul. Menurutnya, umat Hindu di Dusun Ngobaran mempercayai Kanjeng Ratu Kidul merupakan titik sentral spiritual yang harus disakralkan. Karena itu, tidak ada usaha lain kecuali wajib ngalinggihang Kanjeng Ratu Kidul secara layak di Pura Segara Wukir. Purwanto yang pada kesempatan itu didampingi Jero Johny, Putu Candra
Banjir di sejumlah wilayah di bali
dan Jero Mangku Risma menambahkan, di Pura Wukir itu juga akan dibanggun Palinggih Hyang Brawijaya V yang diyakini moksha di sana. Selain itu Hyang Baruna, Palinggih Ratu Gede Mas Mecaling, Kori Agung Mandala Utama, apit lawang, candi bentar, balai wantilan, panyengker, pavingisasi, kamar mandi berikut upacara Ngenteg Linggih pada 15 Agustus mendatang. ‘’Dana yang diperlukan untuk menyelesaikan bangunan Pura Segara Wukir tersebut adalah Rp 1,4 miliar,’’ ujar Purwanto. Kepada umat sedharma yang berkenan beramal dipersilakan mengirimkan donasinya ke Rekening BRI Kanwil Depeg Yogyakarta, No. Rekening: 1531-01001711-53-7 dan atas nama panyungsung Pura Segara Wukir. (ram)
BANK BPD Bali menyerahkan hadiah kepada 35 pemenang undian Simpeda. Pemenang hadiah pertama Rp 500 juta jatuh kepada nasabah Cabang Denpasar atas nama A.A. Ngurah Sedana Etana. Nasabah lainnya, yaitu mendapatkan hadiah kedua sebesar Rp 100 juta dimenangkan nasabah cabang Denpasar, hadiah ketiga sebesar Rp 50 juta dimenangkan nasabah Capem Legian, hadiah keempat sebesar Rp 5 juta dimenangkan nasabah Capem Ubung, hadiah kelima sebesar masing-masing Rp 2,5 juta dimenangkan dua nasabah Bank BPD Bali, hadiah keenam masing-masing Rp 2 juta dimenangkan tiga nasabah Bank BPD Bali. Hadiah ketujuh sebesar masing-masing Rp 1,5 juta dimenangkan enam nasabah Bank BPD Bali dan hadiah kedelapan masing-masing sebesar Rp 1 juta dimenangkan 20 nasabah Bank BPD Bali. Direktur Utama Bank BPD Bali Nyoman Sudharma, S.H., M.H. di sela-sela penyerahan hadiah Simpeda periode ke-2 Tahun XXIX 2019 di Aula Bank BPD Bali, Senin (18/3) kemarin mengatakan, pelaksanaan Undian Simpeda periode ke-2 pada 2019 telah diselenggarakan pada Jumat (22/2) di Ballroom Hotel Alila, Solo, Jawa Tengah. Hasilnya 35 nasabah Bank BPD memperoleh hadiah. “Satu kebanggaan dari sekian BPD di nasional, nasabah Bank BPD Bali dari cabang Denpasar memperoleh hadiah pertama,”
PEMENANG UTAMA - Direktur Utama Bank BPD Bali dan Komisaris Utama Bank BPD Bali menyerahkan secara simbolis mock-up pada pemenang utama Undian Simpeda. katanya. Sudharma menyampaikan, perkembangan bank tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat dalam hal ini nasabah yang loyal kepada bank milik krama Bali ini. Ia berharap masyarakat tetap mempercayakan dananya di Bank BPD Bali, terlebih Bank BPD Bali banyak memiliki layanan. Hadiah Undian Simpeda merupakan program Undian Tabungan Simpeda Nasional yang memiliki total hadiah sebesar Rp 6 miliar. Hadiah ini diundi dua kali dalam setahun atau Rp 3 miliar untuk setiap periodenya diperuntukkan bagi 584 pemenang dengan hadiah utama Rp 500 juta untuk satu orang nasabah.
Kemudian hadiah kedua masing-masing Rp 100 juta untuk empat pemenang, hadiah ketiga masing-masing Rp 50 juta untuk 26 pemenang, hadiah keempat masing-masing Rp 5 juta untuk 26 pemenang dan hadiah kelima masingmasing Rp 2,5 juta untuk 26 pemenang. Kemudian hadiah keenam masing-masing Rp 2 juta untuk 52 pemenang, hadiah ketujuh masing-masing Rp 1,5 juta untuk 104 pemenang, dan hadiah kedelapan masing-masing Rp 1 juta untuk 345 pemenang. Menurut Sudharma, pada penarikan undian tersebut jumlah penabung seluruh Indonesia sampai dengan akhir Desember 2018 mencapai 7.653.175 pen-
abung dengan jumlah saldo Simpeda Rp 57,78 triliun. Jumlah penabung Simpeda khusus Bank BPD Bali per posisi 31 Desember 2018 adalah 127.101 penabung dengan saldo sebesar Rp 1,89 triliun. Dikatakan, untuk penarikan Undian Simpeda berikutnya akan diselenggarakan di Bali yaitu periode Juli 2019. Bank BPD Bali juga menyelenggarakan Undian Gratis Berhadiah Gong Bali Dwipa 2019 diselenggarakan pada Desember 2019. Undian Gratis Berhadiah Gong Bali Dwipa adalah undian berhadiah khusus bagi nasabah tabungan dan giro Bank BPD Bali. Dari sisi kinerja Bank BPD Bali hingga Februari 2019, asetnya mencapai Rp 23,57 triliun, kredit Rp 16,5 triliun, DPK Rp 19,15 triliun. Pemenang hadiah utama Undian Simpeda A.A. Ngurah Sedana Etana mengaku tidak menyangka akan memenangkan undian sebesar Rp 500 juta. Rencananya uang ini akan didepositokan kembali di Bank BPD Bali. Pengumuman sebagai pemenang diterima usai ia menghadiri acara wisuda anaknya. Awalnya ia tidak percaya, dikhawatirkan penipuan. Namun setelah dicek ke Kantor BPD Bali, ternyata benar ia memenangkan hadiah pertama Undian Simpeda. Ia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BPD Bali. Ke depan ia akan mengajak saudara dan kerabatnya untuk menjadi nasabah BPD Bali. (bns2)
BADUNG
Selasa Pon, 19 Maret 2019
Cetak SDM Berkualitas Perguruan Tinggi Wajib Berinovasi
SEIRING perkembangan zaman, persaingan di berbagai sektor semakin ketat. Untuk itu, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki profesionalisme tinggi, tak terkecuali pada perguruan tinggi. Terlebih perguruan tinggi memegang peran signifikan sebagai lembaga pencetak pemikir sekaligus tenaga kerja yang mampu mengantisipasi perubahan zaman. Hal
itu diungkapkan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, belum lama ini. Cok Ace berharap perguruan tinggi terus berinovasi agar mampu berkontribusi menyediakan SDM berkualifikasi dan berkompetensi tinggi sesuai kebutuhan pembangunan daerah. Selain itu, Ketua PHRI Provinsi Bali ini berharap perguruan tinggi terus meningkatkan
Dispar Khawatirkan Dampak Erupsi Gunung Agung
Dr. Nengah Dasi Astawa, M.Si. mengingatkan para pemimpin agar selalu mengutamakan kejujuran dalam bekerja, di samping sikap disiplin, inovatif, bekerja dengan tuntas, cerdas, serta berkualitas. Perguruan tinggi, khususnya swasta juga diharapkannya terus meningkatkan kualitas baik dari sisi pengelola maupun lulusannya, sehingga mampu bersaing di era revolusi industri 4.0. (win)
Tiga Pelamar Daftar Dewan Pengawas PDAM
sebanyak 6,8 juta wisatawan mancanegara mengunjungi kabupaten tersebut selama tahun 2019 bisa tercapai. Sedangkan hingga Februari tingkat kunjungan wisatawan telah mencapai 451.436 orang. ‘’Melihat dari sejarah, letusan Gunung Agung itu kan lama, tahunan. Kekhawatiran kami letusannya itu berdampak semburan abu hingga bandara tutup,’’ katanya. Seperti diketahui, jumlah kunjungan wisatawan man-
canegara ke Badung pada 2018 mencapai 6,5 juta orang. Padahal tahun lalu pariwisata masih dibayangi erupsi Gunung Agung. ‘’Kami akan terus melakukan peningkatan fasilitas dan infrastruktur berbagai objek wisata, peningkatan standar pelayanan pariwisata kepada wisatawan dan mengikuti berbagai pameran sales mission di sejumlah negara,’’ jelasnya. Terkait destinasi wisata unggulan untuk mendatangkan wisatawan, Badra menjelaskan, Kabupaten Badung memiliki berbagai objek wisata yang diyakini mampu menyedot kunjungan wisatawan, seperti Pantai Kuta, Pantai Pandawa, Uluwatu, dan Labuan Sait. (kmb27)
Pendaftaran sendiri masih kami buka hingga 20 Maret 2019. Ada satu orang lagi pendatang baru yakni I Made Agus Arsana. Dia berasal dari Kedonganan,’’ ungkapnya. Berdasarkan ketentuan yang tercantum pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2018 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas atau Anggota Komisaris dan Anggota Direksi Badan Usaha Milik Daerah, untuk menjadi seorang Dewan Pengawas haruslah memenuhi beberapa persyaratan. Persyaratan dimaksud antara lain memiliki keahlian, berintegritas, pengalaman, dan memahami penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dalam pendaftaran calon Dewan Pengawas, Pansel tidak memberikan batasan dari
segi jumlah. Yang terpenting adalah pendaftar harus memenuhi ketentuan. Namun Rosyawati menyatakan, setelah melalui serangkaian tahapan seleksi, Pansel akan menyerahkan hasil seleksi kepada Bupati. ‘’Nanti akan ada wawancara terakhir dengan Bapak Bupati, karena keputusan final Bapak Bupati sendiri yang akan menentukan,’’ katanya. Disebutkan, seluruh pendaftar akan melalui serangkaian tahapan seleksi, di antaranya seleksi administrasi, uji kompetensi dan kelayakan (UKK) dan wawancara akhir. Tahapan UKK yang harus dilalui tiap calon juga cukup banyak yaitu psikotes, ujian tertulis keahlian, penulisan makalah strategi pengawasan, presentasi makalah strategi pengawasan dan wawancara. (kmb27)
M E N G H A D A P I klien pecandu narkoba harus ada perlakuan khusus. Bagaimanapun juga mereka harus diselamatkan dari pengaruh barang terlarang itu dengan cara mengedepankan rasa empati. Selain itu, pola komunikasi dengan klien pecandu narkoba mesti dibangun secara harmonis dan peran petugas rehabilitasi diharapkan lebih proaktif. Banyak pecandu yang tersembunyi dan enggan direhabilitasi. Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., Senin (18/3) kemarin, peran petugas harus lebih agresif untuk menjangkau dan mendampingi mereka
untuk menjalani rehabilitasi. Dalam upaya menyelamatkan korban penyalahgunaan narkotika mesti didukung oleh semua pihak terkait, melalui koordinasi yang tiada henti antara lembaga yang menaungi rehabilitasi, yaitu BNN dengan yayasan, lembaga bahkan institusi pemerintah yang menangani rehabilitasi di masyarakat. ‘’Jumlah penyalah guna narkoba pada tahun 2018 di Bali sebanyak 31.178 orang di lingkungan pekerja dan 5.318 orang di lingkungan pelajar atau mahasiswa. Data tersebut dari Deputi Rehabilitasi BNN RI,’’ tegas Brigjen Suastawa didampingi Kabid Rehabilitasi AKBP I Gusti
Agung Alit Adnyana saat menjadi narasumber acara sosialisasi program rehabilitasi dan pascarehabilitasi di Kuta. Mantan Direktur Binmas Polda Bali ini mengatakan, rehabilitasi memiliki arti yang sangat penting dalam memulihkan korban penyalahgunaan narkotika. Selain itu merupakan upaya pemerintah dalam menyelamatkan generasi bangsa dari pengaruh buruk narkotika. ‘’Peserta kegiatan ini dapat menjadi perpanjangan tangan BNNP Bali dalam hal menyampaikan kepada lingkungan terdekat. Bagi pecandu dan penyalah guna narkoba diberi tahu supaya datang ke BNNP Bali dan institusi penerima wajib
lapor agar dapat mengikuti program rehabilitasi dan pascarehabilitasi. Yang penting adalah outcome dari kegiatan ini,’’ ungkapnya. Sementara fenomena rehabilitasi saat ini, yaitu pertama, masih besarnya jumlah penyalah guna narkoba. Kedua, rendahnya jumlah pecandu narkotika yang mengakses layanan kesehatan. Ketiga, wajib lapor menjadi jembatan guna pertolongan dan perawatan terapi rehabilitasi sedini mungkin serta terakhir adalah perawatan diharapkan mengendalikan perilaku adiksi dan meminimalisasi transmisi HIV atau virus lainnya. Oleh karena itu, peran rumah sakit atau puskesmas
dalam rehabilitasi yaitu menyiapkan SDM dan sarana dan prasarana. Memahami bahwa pecandu adalah orang sakit dan membantu menyosialisasikan bahwa pecandu lebih baik direhabilitasi. ‘’Kami berharap RSUP dapat menyiapkan fasilitas rawat inap untuk pecandu narkotika,’’ katanya. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengoptimalisasikan program rehabilitasi dan pascarehabilitasi yang diselenggarakan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang ada di Bali. Sehingga dapat memberikan informasi kepada masyarakat dapat memanfaatkan secara optimal layanan IPWL dalam rangka memulihkan pecandu narkoba. (bns3)
Gunung Agung kembali erupsi, Minggu 17/3) lalu. Kali ini kolom abu teramati setinggi sekitar 3,7 kilometer dari atas permukaan laut. Kondisi ini membuat Dinas Pariwisata (Dispar) Badung waswas jika dampak erupsi meluas hingga memengaruhi sektor pariwisata. terkini di Bali kepada wisatawan, sehingga tidak terjadi penurunan jumlah kunjungan. ‘’Informasi kepada wisatawan dilakukan satu pintu lewat Dispar Bali dan BTB agar satu bahasa. Mudahmudahan abu vulkanik tidak mengarah ke bandara. Kalau sampai kena, otomatis penerbangan terpengaruh, pariwisata pun juga kena,’’ ujarnya. Kendati demikian, birokrat asal Kuta itu tetap optimis kondisi pariwisata Badung tetap kondusif sehingga target
kualitas SDM pengelolanya. Sebab, dewasa ini persaingan antarperguruan tinggi dalam menarik minat masyarakat ditentukan oleh kualitas penyelenggaraan pendidikan, pelayanan kepada masyarakat, serta peran sosial yang diberikan kepada lingkungan sekitarnya. Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII Provinsi Bali-NTB Prof.
Mangupura (Bali Post) – Kursi Dewan Pengawas PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung, cukup banyak dilirik. Dibuka Senin (18/3) kemarin, tiga orang telah mengajukan lamaran. Dua dari tiga pendaftar tersebut telah memiliki pengalaman mengurus perusahaan milik pemerintah. Mereka adalah I Wayan Tirta yang berstatus incumbent dan IB Ngurah Wardana yang notabene mantan Direktur Umum PDAM Tirta Mangutama. Anggota Pansel Dewan Pengawas PDAM Tirta Mangutama Badung A.A. Sagung Rosyawati membenarkan perihal tersebut. Hingga penutupan pendaftaran pada hari pertama pukul 14.00 Wita, jumlah peserta yang melamar mencapai tiga orang. ‘’Jadi total pendaftar pada hari pertama berjumlah tiga orang.
Mangupura (Bali Post) –
Kadispar Badung Made Badra mengungkapkan, pihaknya terus mengamati informasi terkait erupsi Gunung Agung. ‘’Hingga sekarang masih aman-aman saja. Mudahmudahan abu vulkaniknya tidak mempengaruhi navigasi sehingga tidak memengaruhi penerbangan,’’ ungkap Made Badra, Senin (18/3) kemarin. Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dispar Bali dan Bali Tourism Board (BTB) guna menginformasikan kondisi
3
Kedepankan Rasa Empati dengan Klien Pecandu
Bali Post/ist
PROGRAM - Kepala BNNP Bali Brigjen Suastawa saat menyosialisasikan program rehabilitasi dan pascarehabilitasi.
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Selasa Pon, 19 Maret 2019
Pembicara dari Universitas Florida Penyederhanaan Upacara Mutlak agar Umat Hindu Amerika Serikat Beri Kuliah Umum di Unud Memiliki ’’Financial Platform’’ yang Kuat Senator RI Kunjungi Brambang Negara dan Penyaringan
ADA yang berbeda saat tokoh sekaliber Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III hadir di tengah masyarakat di desa. Jika politisi lainnya datang masimakrama hanya fokus pada agenda pragmatis, tetapi lain halnya dengan Arya Wedakarna (AWK) yang sejak dulu turun ke desa untuk memberikan pendidikan dan wawasan politik, ekonomi dan kebudayaan (Tri Sakti Bung Karno) pada masyarakat pedesaan. Hal ini terekam saat kunjungan kerja dalam masa reses DPD-RI ke wilayah Brambang Negara dan Penyaringan, Mendoyo di Kabupaten Jembrana. Kehadiran putra asli Jembrana ini disambut antusias umat Hindu yang menantikan kehadiran Senator termuda dalam sejarah Bali ini. Kali ini, AWK menyoroti tentang pelaksanaan upacara adat di Bali dari perspektif yang berbeda. ‘’Suka tidak suka, diakui atau tidak, salah satu penyebab dari menurunnya kualitas keluarga orang Bali baik dalam hal gizi, pendidikan dan juga kesejahteraan adalah karena sistem adat di Bali cenderung memberatkan umat Hindu. Maraknya upacara adat Hindu di Bali dan ditambah dengan kebijakan adat yang cenderung tajam pada krama Bali tapi tumpul pada krama tamiu akhirnya menyebabkan umat Hindu tidak maksimal berdaya saing. Kita bicara tentang kaum marhaen ya, kaum tani, kaum buruh dan kaum tidak berpunya yang mana penghasilan mereka rata-rata di bawah Rp 90.000 per hari alias setara UMR Bali yang hanya sekitar Rp 2 jutaan. Coba anda bayangkan bagaimana mungkin ada seorang anak muda Hindu bekerja dengan gaji UMR yang tidak seberapa, tapi memiliki beban adat dan agama yang luar biasa. Belum paturunan di banjar adat, desa adat, memelihara Pura Tri Khayangan Desa, belum lagi kewajiban terhadadap dadia dan merajan. Ditambah ada 100 hari raya Hindu per tahun yang harus mereka ikuti. Akhirnya kualitas SDM Hindu menjadi terhambat kan? Anak-anak tidak mendapat gizi yang sepantasnya karena uang makan keluarga terbatas. Begitu juga banyak generasi muda tidak
SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama tokoh umat Hindu di Kabupaten Jembrana. bisa melanjutkan pendidikan tinggi akibat pilihan sekolah menjadi nomor sekian dibanding beban adat. Harus diperlukan reformasi besarbesaran di Bali dalam hal adat dan budaya. Prinsipnya tidak menghilangkan ritual dan bebantenan, tapi diefisienkan dan gerakan penyederhanaan ini hanya bisa dimulai dari tokoh desa adat, dari bendesa dan klian adat serta pangempon pura. Sudah seharusnya Bali memiliki panglingsir yang bijaksana,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang merupakan putra Shri Wedastera Suyasa, salah seoranag pendiri Parisada Hindu Dharma pada 1959. Ia pun memuji peran umat Hindu di Kabupaten Jembrana yang sedari dulu dikenal sebagai komunitas Hindu yang paling sederhana di Bali. Hal ini dibuktikan dengan semakin bersahajanya umat Hindu di Bali Barat ini. ‘’Anak muda jangan pernah lupa sejarah, bahwa Jembrana serta Buleleng adalah pelopor upacara adat sederhana. Ngaben massal, matatah massal, dan juga gerakan kesetaraan sulinggih serta efisiensi dari aedan karya di Bali semua dimulai dari Bali Barat dan Bali Utara. Saya senang mendapatkan laporan bahwa tidak ada lagi upacara adat yang meng-
habiskan miliaran rupiah di sini, dan tolong dipertahankan. Kita beri contoh pada semeton di Bali Selatan dan Bali Timur agar mulat sarira. Lebih baik uang keluarga ditabung untuk pendidikan anakanak dan juga berwirausaha atau semakin banyak membeli tanah baru untuk dijadikan sebagai duwe keluarga. Itu lebih bermanfaat di saat umat Hindu bersaing dengan yang lain di zaman ini,’’ jelas Gusti Wedakarna. Ia pun berpesan, ke depan agar keluarga umat Hindu di Bali fokus pada tabungan keluarga (finansial platform) agar misi Catur Purusha Artha menjadi kenyataan. ‘’Dalam Hindu sudah jelas ada perintah agar orang Hindu menjadi kaya raya dalam Catur Purusha Arta. Kaya itu bisa didapat dengan bekerja keras, menciptakan anak sampai sarjana berpendidikan tinggi agar dapat pekerjaan yang layak dan gaji tinggi, sisanya stop ciptakan anak muda bergaya hedon dan social climbers. Semua hanya bisa didapat dengan Jnana (pendidikan) tidak ada jalan lain,’’ imbuh Gusti Wedakarna, cucu dari seorang tokoh besar Jembrana I Goesti Ngoerah Ketoet Soeyasa ini. (ad515)
Safari Kesehatan IIK Medika Persada Bali
Masyarakat Kelurahan Tonja Harus Hidup Sehat dan Sejahtera INSTITUT Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali kembali menyelenggarakan safari kesehatan di Banjar Tatasan Kaja, Kelurahan Tonja pada Minggu (17/3) lalu. Safari kesehatan yang dilakukan berupa pemeriksaan kesehatan seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, dan pemeriksaan mata serta pemberian kacamata gratis. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter, perawat dan tenaga kesehatan dari IIK Medika Persada Bali. Acara dibuka Rektor IIK Medika Persada Bali Prof. Dr. dr. Made Bakta, Sp.PD.-KHOM. dan Klian Banjar Tatasan Kaja. Usai pembukaan, masyarakat Banjar Tatasan Kaja segera mengisi kursikursi pemeriksaan. Mereka sangat antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan. Ketua Yayasan Anugrah Husada Bali Indonesia Dr. Drs. I Nyoman Astina, M.Pd., CHA., Cht. mengatakan kegiatan ini disebut safari kesehatan karena dilakukan dari satu tempat ke tempat yang lain di Kelurahan Tonja. IIK Medika Persada Bali melakukan safari kesehatan dalam rangka implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, khususnya di Kelurahan Tonja. ‘’Karena IIK Bali berlokasi di wewidangan Tonja, sehingga sudah sewajarnya IIK Bali membantu masyarakat Tonja. Karena IIK Medika Persada Bali bergerak di bidang kesehatan, jadi yang kita bantu adalah pelayanan kesehatan pada masyarakat dari banjar ke banjar,’’ ungkapnya. Ada 10 banjar di Kelurahan Tonja. Sebelumnya safari kesehatan dilakukan di Banjar Tatasan Kelod, dan kini di Tatasan Kaja. Nanti akan berlanjut ke banjar lain. Namun, mengingat institusi pendidi-
PELAYANAN - Tim medis IIK Medika Persada Bali melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Banjar Tatasan Kaja. kan kesehatan yang ia naungi ada dua, maka pengabdian di bidang kesehatan ini akan dibagi dengan institusi pendidikan yang lain. ‘’Kebetulan saya adalah warga Kelurahan Tonja. Saya asli orang Tonja dan kebetulan juga ketua yayasan yang membidangi Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali. Sehingga saya mempunyai mimpi, visi bahwa masyarakat Kelurahan Tonja harus hidup sehat, sejahtera berbudaya berlandasarkan Tri Hita Karana. Itu cita–cita saya sebagai pribadi dan sebagai bagian dari masyarakat Kelurahan Tonja di mana saya lahir di Kelurahan Tonja ini,’’ beber Astina. Ketua Panitia Safari Kesehatan yang juga Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IIK Medika Persada Bali dr. I Made Dharmadi, MPH., PKK. mengatakan, IIK Medika Persada Bali memiliki potensi di bidang kesehatan, sehingga apa pun yang dimiliki oleh IIK Medika Persada Bali akan diberikan kembali kepada masyarakat dalam bentuk
pengabdian. Dalam dunia kesehatan, pencegahan merupakan hal yang paling utama. Oleh karena itu, IIK Medika Persada Bali memberikan pelayanan kesehatan dalam rangka mencegah terjadinya penyakit. Safari kesehatan ini dikatakan bukan pengobatan gratis, melainkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu layanan kesehatan yang dimiliki yaitu teknik laboratorium medik. ‘’Makanya di sini ada pemeriksaan lab, pemeriksaan darah, kolesterol, gula. Itu ada kaitan dalam rangka pencegahan kesehatan,’’ ungkapnya. Jika dalam pelaksanaannya ditemukan masyarakat yang mempunyai penyakit atau gangguan kesehatan maka ada dokter yang memberi diagnosis dan memberikan obat sesuai dengan kebutuhan penyakit. ‘’Maka dari itu kami kalau dikatakan pengobatan gratis bukan, ini pengabdian supaya masyarakat bisa kita berikan sesuatu yang hubungannya dengan pemeliharaan kesehatan,’’ imbuhnya. (ad478)
DALAM rangka peningkatan kapasitas penelitian dosen di lingkungan Universitas Udayana (Unud), LPPM Unud bekerja sama dengan DRPMI Universitas Indonesia (UI) dalam Kolaborasi Riset Smart-City di bawah naungan USAID-SHERA, mengadakan kuliah umum dengan menghadirkan pembiacara dari Universitas Florida, Amerika Serikat. Kuliah umum ini membahas topik pariwisata, ekonomi dan riset. Kuliah umum ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng. Dua narasumber yang hadir yakni Dr. Mark Russel, Ph.D. dari university of Florida dengan materi ‘’Implementing Green Design in Comercial Tourism Building’’ dan Dr. Jorge Ruiz-Menjivar, Ph.D. yang membawakan materi ‘’Advance in Social Economic and Behavior Indicator for Sustainibility Research: Measures and Methodelogies’’. Kuliah umum ini dihadiri sekitar 200 peserta yang merupakan mahasiswa dan dosen Unud. Menurut Prof. Antara, kuliah tamu ini merupakan bagian dari program hibah yang dimenangkan Unud dari pemerintah Amerika Serikat melalui program USAID SHERA (The Sustainable Higher Education Research Alliances) untuk peningkatan kualitas perguruan tinggi. Unud bersama sejumlah universitas lainnya di Indonesia yang dipimpin Universitas Indonesia memenangkan hibah ini dan bekerja sama dengan universitas partner dari sejumlah universitas di Amerika. ‘’Sebagai wujud implementasi
KULIAH UMUM - Pembicara dari Universitas Florida, Amerika Serikat memberikan kuliah umum di Universitas Udayana, Senin (18/3) kemarin. hibah ini universitas partner di Amerika rutin menghadirkan akademisinya ke Unud untuk memberikan wawasan dan pengetahuan baru terkait berbagai bidang-bidang keilmuan yang diajarkan di universitas-universitas di Amerika,’’ katanya. Dikatakan Antara, hibah ini memiliki arti strategis dalam rangka meningkatkan rating Unud menuju kancah global. Para akademisi universitas patner dari Amerika Serikat ini nantinya akan memberikan pendampingan tentang peningkatan SDM, riset dan publikasi internasional. Bahkan pertukaran dosen dan mahasiswa dan lain sebagainya agar nantinya unud memiliki standar yang sama den-
gan universitas di Amerika. Sementara untuk mahasiswa yang mengikuti kuliah seperti ini akan sangat bermanfaat meningkatkan wawasan dan kompetensi. Mahasiswa akan bisa membandingkan apa yang mereka pelajari pada sistem pendidikan Indonesia dan sistem perkuliahan di luar negeri, khususnya Amerika. ‘’Kuliah tamu seperti ini akan menjadi program rutin dari program hibah ini. Di mana para pemenang hibah dari sejumlah universitas di Indonesia dan universitas partner di Amerika akan saling mengunjungi untuk berbagai pengalaman dan starategi meningkatkan kualitas dan mutu perguruan tinggi,’’ tambahnya. (ad520)
Senator RI Sapa Krama Adat di Lelateng dan Mendoyo Dauh Tukad
Dr. Wedakarna Minta Perbankan Tidak Persulit Pengajuan Kredit Usaha kepada Krama Adat Hindu SENATOR termuda asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III meminta kepada unsur perbankan di Bali agar membantu dan tidak mempersulit proses Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya yang diajukan para pengusaha Hindu. Hal ini semata-mata untuk pemerataan dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila. Hal ini perlu ia tegaskan karena banyak laporan yang masuk terkait dengan adanya perlakuan diskriminatif yang dilakukan oknum tertentu, khususnya mempersulit pengajuan KUR oleh krama adat. Salah satu alasan yang menonjol adalah karena faktor SARA. Belum lagi adanya temuan di lapangan terkait masifnya gerakan ekonomi berbau agama tertentu yang kini mulai menyasar desa serta sektor riil di Bali. Namun di satu sisi, Arya Wedakarna (AWK) juga mengakui faktor SDM umat Hindu, khususnya dalam hal kemampuan umat Hindu memenuhi persyaratan dan dokumen masih dianggap kurang rapi. Demikian disampaikan AWK yang ditemui usai menyapa warga adat di Lelateng Negara dan Mendoyo Dauh Tukad di Jembrana. ‘’Salah satu cara meningkatkan ekonomi satyagraha orang Bali adalah dengan cara memperbanyak wirausaha muda di desa-desa. Menjadi kaya adalah kebutuhan agama Hindu, jika umat ingin eksis maka kuasai (artha) atau kekayaan sebagaimana amanat ajaran Weda. Menjadi kaya raya adalah hal yang baik dan suci, karena jika semakin banyak pengusaha Bali lahir, maka akan semakin besar kesempatan membantu semeton bekerja. Dan diperlukan akses untuk itu, salah satunya adalah kemudahan KUR sebagaimana program pemerintah pusat. Apalagi di era Jokowi ini, suku bunga KUR sangat rendah, di samping juga pajak pengusaha kecil juga sudah tinggal 0,5% saat ini. Jadi tidak ada alasan untuk tidak berwirausaha. Bali memerlukan lebih banyak pengusaha, dibanding anak-anak muda yang bermental PNS, pegawai dan staf. Tugas saya selaku anggota DPDRI untuk memotivasi masyarakat,’’ ungkap AWK. Ia pun menyampaikan bahwa anak muda di Bali tidak usah khawatir jika ditolak saat pengajuan KUR, dan menjadikan proses pen-
MARHAENIS - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MW Suyasa III bersama masyarakat adat Lelateng dan Mendoyo Dauh Tukad, Jembrana. gajuan kredit ke bank sebagai salah satu wawasan sebagai generasi pengambil risiko (risk taker generation). ‘’Tugas saya untuk mengingatkan kalangan perbankan agar mereka adil terhadap krama adat. Jangan sampai profile penerima kredit hanya itu-itu saja, karena pegawai di bank malas mencari nasabah baru. Dan banyak dari yang itu-itu saja yang bukan semeton Bali. Saya sudah menerima laporan OJK pada 2018 bahwa jumlah penyaluran kredit di Bali tidak maksimal, bahkan tidak di atas 90%. Lalu apa gunanya wakil rakyat di Senayan teriak-teriak minta uang triliunan untuk Bali ya. Saya kira perlu digenjot lagi SDM perbankan di Bali agar lebih agresif dalam mencari nasabah. Apalagi kredit kecil sampai Rp 25.000.000 saya dengar tidak memakai jaminan. Saya kira banyak anak muda Bali tertarik, tapi masalahnya ya itu, bank-bank di Bali malas dalam menyosialisasikan. OJK di Bali perlu kita dorong kembali. Ini Bali ya, barometer ekonomi Indonesia, jadi memang perlu banyak pejabat bank yang bermental berani di Bali. Nanti saya akan periksa di semua bank di Bali termasuk OJK. Jika kerja tidak becus ya… kita bicara ke dirut dan komisaris dan
pemerintah pusat agar mereka dimutasi. Berani ditempatkan di Bali, maka harus berani menempatkan SDM yang pro-Pancasila, pro-adat dan pro dengan kebutuhan Bali,’’ jelas Gusti Wedakarna yang juga anggota Panitia Perancang UU DPD-RI ini. Di satu sisi, ia meminta agar pengusaha di Bali semakin rajin dalam merapikan dokumen-dokumen yang merupakan syarat untuk berproses kredit. ‘’Kita tidak bisa terus menyalahkan orang luar ya, kalau masyarakat Bali kurang rajin memperbaiki diri. Kita memang punya kultur agak kurang rapi kalau sudah urusan melengkapi dokumen ini dan itu. Makanya penting sekali punya anak-anak yang sekolah di universitas dan jadi sarjana, setidaknya itu akan menambah ‘’kredensial’’ mereka dalam berproses kredit. Dari dulu sudah saya ingatkan, ayo keluarga Hindu di Bali, sekolahkan anak setinggi-tingginya, ini akan sangat membantu wawasan menjadi pengusaha Indonesia yang tanggugh,’’ imbuh Gusti Wedakarna yang juga Duta Besar WUSME yang berbasis di San Morino, Eropa, sebuah lembaga yang concern ke ekonomi mikro dunia. (ad524)
Upacara Tumpek Kandang di Uluwatu Jadi Atraksi Wisata PERAYAAN Tumpek Uye atau Tumpek Kandang, Sabtu (16/3) lalu di objek wisata kawasan luar Pura Uluwatu, menjadi daya tarik bagi wisatawan. Persembahan gebogan buah untuk kawanan monyet di sana menjadi tontonan wisatawan yang berkunjung. Salah satu kearifan lokal ini, selain untuk atraksi wisatawan juga bisa menjadi daya tarik untuk promosi pariwisata. Menurut Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, melihat antusias wisatawan yang datang menyaksikan upacara tersebut, kemungkinan nanti juga akan disuguhkan tarian sebagai atraksi tambahan. ‘’Upacara ini juga bisa menjadi atraksi tambahan di sana. Mengin-
gat prosesi seperti ini merupakan sesuatu yang langka bagi pengunjung, baik domestik maupun mancanegara,’’ katanya. Menurutnya, upacara ini sebagai ungkapan rasa syukur, berterima kasih sehingga keberadaan monyet ini bisa hidup berdampingan dengan manusia/ pengunjung di lingkungan objek Uluwatu, sesuai dengan konsep Tri Hita Karana. Kegiatan ini memang rutin dilaksanakan enam bulan sekali dalam kalender Bali. ‘’Ini merupakan cerminan untuk melaksanakan konsep Tri Hita Karana, penghormatan terhadap alam beserta isinya. Salah satu isinya adalah monyet,’’ ucapnya. Selama itu, kata Sumerta,
wanara atau monyet di kawasan Uluwatu sudah memberikan kontribusi yang positif terhadap kelengkapan daripada objek wisata. Tentu ini merupakan satu perbedaan dari objek wisata lain karena menjadi daya dukung terhadap kesejahteraan di Desa Pecatu. ‘’Kawasan wisata luar Pura Uluwatu bisa dikatakan salah satu objek wisata yang cukup lengkap, dan melebihi dari objek wisata lain. Bahkan objek wisata Uluwatu sering disebut dengan The Five Wonderful Beauties at Uluwatu karena selain bisa melihat panorama alam, sunset, pura, kecak, forest tentu juga dilengkapi keberadaan monyet,’’ ujarnya. Hal senada juga disampaikan
Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, Wayan Wijana. Diakuinya, kegiatan seperti ini juga menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke objek wisata kawasan luar Pura Uluwatu. Untuk ke depan, pihaknya berkeinginan mengemas dan memformulasikan upacara Tumpek Kandang dalam bentuk yang lebih atraktif. Pihaknya berharap tradisi perayaan Tumpek Kandang ini bisa meningkatkan kunjungan ke Uluwatu. Dari data yang ada, jumlah kunjungan selama tahun 2017 yaitu sebanyak 2,2 juta wisatawan mancanegara (wisman). Sedangkan tahun 2018 mengalami peningkatan mencapai 2,6 juta wisman. ‘’Tahun
2019 ini, kami menargetkan bisa menarik wisatawan hingga mencapai 2,7 juta hingga 3 juta wisman,’’ tegasnya. Saat ini, kata Wijana,
populasi monyet di kawasan Uluwatu sebanyak 350 ekor. Bahkan seluruhnya sudah dilakukan perawatan. (kmb23/k150)
Bali Post/edi
TUMPEK KANDANG - Upacara Tumpek Kandang di kawasan Uluwatu menjadi tontonan wisatawan yang berkunjung.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Selasa Pon, 19 Maret 2019
24 Maret, KPU Gelar Deklarasi Kampanye Damai Denpasar (Bali Post) Deklarasi kampanye damai di Provinsi Bali akan dipusatkan di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar pada 24 Maret 2019. Kegiatan ini digelar sebagai tanda diawalinya kampanye rapat umum, serta kampanye di media massa cetak, elektronik, dan online. Selain itu, KPU Provinsi Bali sebagai penyelenggara juga ingin mempromosikan kepada masyarakat bahwa mereka bisa mengenal secara lebih dekat para calon DPD-RI, partai politik peserta Pemilu 2019 serta tim kampanye calon presiden dan wakil presiden yang ada di Bali. ‘’Acara ini memang kita sengaja rancang seharian dalam rangka sekalian kita membuat masyarakat bisa menyaksikan. Kalau ada paginya yang tidak sempat, mungkin sore. Yang sorenya tidak sempat juga bisa malam,’’ ujar Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, Senin (18/3) kemarin. Lidartawan menambahkan, deklarasi kampanye damai dimulai sejak pagi dengan kegiatan fun run dan zumba. Setelah itu baru dilaksanakan deklarasi yang diikuti seluruh peserta pemilu, dilanjutkan dengan orasi masing-masing peserta pemilu. Pihaknya memberikan waktu orasi masing-masing 5 menit untuk menyampaikan visi-misi calon maupun partai, serta langkah strategis yang akan dilakukan kalau terpilih. ‘’Saya ingin ini betul-betul ada transfer knowledge. Masyarakat pemilih yang kita undang untuk datang supaya mereka tahu apa dan siapa yang akan mereka pilih,’’ jelas mantan Ketua KPU Bangli ini. Sore hingga malam hari, lanjut Lidartawan, akan diisi pula dengan pengumuman juara lomba mural yang sudah dilaksanakan Minggu (17/3) lalu serta juara lomba band yang akan digelar Selasa (19/3) ini di Wantilan DPRD Bali. Dua kegiatan lomba tersebut merupakan upaya KPU untuk menyosialisasikan pemilu serentak 2019 kepada generasi milenial. Di samping acara lain seperti ngopi bareng, nonton bareng, serta KPU goes to campus dengan menghadirkan 300-400 massa. Sementara itu, bicara zonasi kampanye rapat umum dikatakan mengikuti ketentuan pusat yakni Bali berada di zona B (zona 2 - red). ‘’Masing-masing zona itu intervalnya dua hari. Misalnya pada 24-25, kalau di zona 2 itu adalah calon nomor 1 ya nomor 1. Begitu seterusnya, hanya pada saat satu hari raya besar yaitu Isra Miraj, itu dapat ditiadakan. Berarti dapat juga ada, itu tergantung nanti dari Jakarta,’’ terangnya. Untuk iklan kampanye, menurut Lidartawan, KPU Bali hanya memfasilitasi calon DPD saja. Untuk partai politik, presiden, dan wakil presiden difasilitasi KPU RI. Meski demikian, peserta pemilu diperbolehkan memasang iklan secara mandiri sesuai aturan yang ada. (kmb32)
Triwulan I 2019
Semua Lapangan Usaha akan Tumbuh Melambat Denpasar (Bali Post) Pada awal 2019, khususnya triwulan I diprediksi akan mengalami pelambatan pertumbuhan di semua lapangan usaha. Karena dari sisi konsumsi masyarakat diprediksi tidak akan mengalami pertumbuhan signifikan, pascaliburan pada triwulan sebelumnya. Selain itu, belanja pemerintah juga belum dilakukan pada triwulan I karena pada triwulan I biasanya realisasi proyek-proyek belum dilaksanakan. Demikian disampaikan Kepala Divisi SP PUR Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali Teguh Setiadi saat acara diseminasi hasil survei BI, Senin (18/3) kemarin. Pertumbuhan ekonomi Bali triwulan I 2019 dikatakan tumbuh positif. Namun dibandingkan dengan periode sebelumnya, mengalami perlambatan. Berdasarkan survei atau kajian BI KPw Bali, pertumbuhan ekonomi Bali triwulan I 2019 diperkirakan 6,1% - 6,5%. Selain pelambatan yang akan dialami Bali pada awal 2019, Bali juga akan menghadapi tantangan yang sangat banyak pada 2019. ‘’Kami perkirakan hampir semua lapangan usaha ekonomi itu akan mengalami pelambatan. Secara siklus memang seperti itu, triwulan I itu memang siklusnya cenderung melambat. Misalnya untuk proyekproyek biasanya masih dalam tahap pelelangan, belum ada realisasi, itu yang sangat memengaruhi,’’ bebernya. Dari sisi konsumsi masyarakat juga memengaruhi. Konsumsi masyarakat pada triwulan ini juga diprediksi tidak terlalu banyak. ‘’Setelah liburan kan konsumsinya dibandingkan triwulan sebelumnya relatif lebih rendah,’’ imbuhnya. Secara statistik terjadi penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Tapi secara pertumbuhan sebenarnya masih tumbuh positif. Komponen pengeluaran yaitu konsumsi masyarakat ini terkait dengan liburan karena liburan secara teori itu meningkatkan konsumsi. Liburan biasanya terjadi pada triwulan IV sehingga pada saat itu merupakan peak season. ‘’Jadi sebenarnya masalah siklus saja, sehingga triwlan I ini biasanya memang lebih rendah dari triwulan sebelumnya,’’ tandasnya. Siklus ini dikatakan siklus rutin yang terjadi setiap tahun. Triwulan IV selain musim liburan, belanja pemerintah juga mulai didorong untuk penyerapan anggaran dengan merealisasikan proyek-proyek. (kmb42)
Menjelma Menjadi Negara Jasa
Indonesia Harus Tumbuh Lebih Tinggi Lagi Denpasar (Bali Post) Indonesia telah menjelma menjadi negara jasa. Tidak lagi bertumpu pada hasil komoditi ekspor, pertambangan, pertanian, industry, dll. Ini berdasarkan data lima tahun terakhir yang menunjukkan pertumbuhan sektor jasa dari tinggi dari sektor lainnya. Tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh lebih rendah dari tahun lalu yang sebesar 5,17%. Tahun ini diperkirakan tumbuh 5%. Pengamat ekonomi Faisal Basri dalam acara ‘’Bali Business Round Table’’ yang diselenggarakan BPR Lestari, Sabtu (16/3), menyampaikan Indonesia sudah menjadi negara jasa. Ujung tombak pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah jasa. Dari 14 sektor jasa, 11 di antaranya mengalami pertumbuhan di atas rata-rata. Sedangkan Bali sudah lebih dulu menggenjot sektor jasa ini. ‘’Bali bukan negara industri yang cukup besar. Bali telah memilih jati dirinya sebagai provinsi jasa. 79 persen ekonomi Bali digerakkan oleh sektor jasa,’’ ungkapnya. Sektor jasa paling besar adalah akmamin. Sehingga jika
Pengamat ekonomi Faisal Basri dalam acara ‘’Bali Business Round Table’’ yang diselenggarakan BPR Lestari, Sabtu (16/3). ingin mengembangkan industri di Bali, yaitu industri yang menghasilkan barang yang dibutuhkan oleh lokomotif industri jasa pariwisata. Industri makanan, minuman, kerajinan yang akan dikembangkan agar tidak berdiri sendiri namun bergandengan dengan industri jasa lain. Selain akmamin, sektor yang besar di Bali adalah jasa konstruksi, yang berarti Bali terus membangun. Sektor
Bali Post/ist
jasa lain yang berkembang yaitu transportasi, ware housing. Pertumbuhan industri nasional turun, namun Bali naik 10 persen. Sektor yang berkembang lainnya di Bali yaitu perdagangan besar dan kecil. ‘’Maka bangunlah industri yang berkaitan dengan lokomotif industri jasa pariwisata. Industri yang tidak bergantung pada Jawa, namun membangun kekuatan sendiri,’’ bebernya.
Kondisi ekonomi Cina diprediksi tumbuh 6,2 persen tahun ini, terendah dalam 17 tahun terakhir. Sementara ekspor Indonesia lebih banyak ke Tiongkok. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi Cina yang melambat, ekspor ke Tiongkok sudah terlihat melambat pada Januari ke Februari. Harga komoditi tidak sebaik tahun lalu. Kecenderungan harga komoditi turun seperti kelapa sawit dan batu bara. Pengaruhnya untuk Bali yaitu berkurangnya wisatawan domestik ke Bali. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dikatakan ‘‘anteng’’ tumbuh di sekitar angka 5 persen saja. Meski demikian, ia menampik jika pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami stagnasi. ‘’Ekonomi Indonesia tidak mandek, resesi atau stagnasi karena jika stagnasi, maka pengangguran akan naik. Tapi sekarang malah turun,’’ tukasnya. Pertumbuhan ekonomi Bali sendiri di atas nasional, inflasinya juga rendah. Inflasi nasional 3%, sedangkan Bali cuma 1%. Pendapatan Bali naik, belanjanya menggunakan rupiah, kenaikan
harga sedikit, peningkatan kesejahteraan paling kencang. Oleh karena itu, pengangguran di Bali rendah dan kualitas hidup baik. ‘’Ini yang patut dicontoh provinsi lain. Bahkan Bali ini enggak ada kesamaan kedekatan dengan ekonomi nasional. Bali seperti negara sendiri. Kalau ada apa-apa dengan ekonomi nasional, Bali enggak akan terdampak karena struktur ekonominya berbeda,’’ ungkapnya. Tren pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang masih menunjukkan penurunan. Momentum pertumbuhan dikatakan sudah tiba, tetapi perlu tenaga lebih banyak untuk tumbuh lebih tinggi. ‘’Karena kalau 5% saja, masa depan akan sengsara. Kita tidak boleh tumbuh 5%, tapi harus lebih tinggi lagi,’’ tegasnya. Untuk mampu tumbuh lebih tinggi lagi, energi pertumbuhan Indonesia harus diperkuat. Dalam lima tahun terakhir bukan dari industri, pertanian, pertambangaan, meski Freeport sebagian besar sahamnya sudah milik Indonesia yang tumbuh tinggi, namun industri jasa. (kmb42)
Kebersamaan dalam PCX Luxurious Ride
Touring Honda PCX dengan Gaya Luxury SEBAGAI bentuk apresiasi kepada konsumen pecinta Honda PCX150, Astra Motor Bali bersama dengan konsumen dan komunitas Honda PCX menggelar kegiatan kebersamaan yang bertajuk ‘’PCX Luxurious Ride 2019’’. Kegiatan ini merupakan aktivitas fun touring yang dikemas berbeda, di mana seluruh peserta touring bergaya luxury, dengan menggunakan dresscode Great Gatsby. Bergabung Semeton PCX Gianyar, Honda Community Bali, dan konsumen loyal Astra Motor pengguna Honda PCX dengan total peserta 57 orang meramaikan kegiatan ini. Berkumpul di halaman Astra Motor Cokroaminoto, 17 Maret 2019, pengguna Honda PCX melakukan registrasi dan dilanjutkan dengan breafing bersama tim Safety Riding Astra Motor Bali me-refresh kembali terkait #Cari_aman saat naik motor seperti menggunakan jaket dan helm, sarung tangan. Ketika berkendara
beriringan/konvoi yang harus diperhatikan adalah menjaga jarak aman antarkendaraan, posisi motor dengan yang depan agak bersilangan (zig-zag), sehingga bisa mengantisipasi bila motor/kendaraan di depan tibatiba melakukan manuver/rem mendadak, sehingga kita bisa dengan cepat untuk mengambil keputusan apakah melakukan pengereman atau yang lain. ‘’Melalui kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi dan acara kebersamaan, namun juga untuk memperkenalkan komunitas Honda PCX kepada masyarakat yang memiliki kegiatan positif dengan kreativitas event salah satunya touring dengan tema dresscode great gatsby,’’ ungkap Ngurah Iswahyudi selaku Tim Safety Tiding & Community Astra Motor Bali. Fun touring diisi dengan foto bersama di Monumen Catur Muka dengan gaya luxury, setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju kota Gianyar, berhenti
sejenak di Taman Kota Gianyar kemudian dilanjutkan kembali untuk lunch bersama sebelum finis di Stadion Dipta. Sembari mengisi waktu lunch sekaligus silaturahmi dengan peserta touring, pada kesempatan itu pula dilakukan pemilihan The Best Man In Style dan dipilih 3 orang terbaik yang menggunakan dress code sesuai tema. ‘’Setelah penyerahan hadiah semua peserta kembali bersiap untuk lanjut lagi ke Stadion Dipta untuk nonton bareng bola. Peserta sangat antusias mengikuti acara ini, di mana beberapa peserta menggunakan perlengkapan riding gear lengkap dengan gaya luxury yang mencerminkan motor PCX, yaitu elegan dan styles dan berharap sering diadakannya acara seperti ini agar dapat mengenal satu sama lain, tentunya semakin banyak konsumen yang bergabung dengan komunitas PCX ini,’’ tutup Iswahyudi. Honda PCX yang nyaman
dan elegan, dikendarai para peserta PCX Luxurious Trip. Berbagai fitur canggih dari Honda PCX membantu para riders menaklukkan medan jalan, seperti Antilock Brake System (ABS), lampu LED di seluruh sistem pencahayaan, bagasi luas dengan volume 28,8 liter yang dapat menyimpan barang-barang riders
selama perjalanan, hingga panel instrumen yang lengkap menampilkan informasi motor. Desain velg baru, dan ban yang lebih lebar, yaitu depan 100/80-14 dan belakang 120/70-14. Wheelbase yang lebih pendek dengan ukuran 1.313 mm mempermudah pengendalian bagi pengendara. (bns1)
Penyakit Jantung pada Perempuan PENYAKIT jantung diklaim sebagai penyebab kematian nomor satu pada perempuan di atas usia 65 tahun. Diikuti oleh kanker dan stroke di negaranegara maju seperti Amerika, Eropa, dan Australia. Hal serupa juga terjadi di Indonesia, yang ikut berkontribusi atas hampir 9 juta kematian perempuan dunia setiap tahun akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab kematian terbesar. Padahal penyakit ini sebenarnya dapat dicegah seperti halnya mencegah stroke. Hormon esterogen berperan melindungi perempuan dari penyakit jantung koroner. Oleh karenanya gangguan aliran darah ke jantung yang menyebabkan sel otot jantung mengalami hipoksia atau dalam istilah medis disebut infark miokard akut terjadi pada usia yang lebih tua dibanding lakilaki. Mereka juga mempunyai risiko kematian yang lebih tinggi dan kemungkinan mempunyai lebih dari satu faktor risiko penyakit jantung koroner yang lebih besar. Esterogen berperan dalam pengaturan faktor metabolisme. Oleh karena itu, terjadinya
menopause berpengaruh terhadap kejadian PJK. Meskipun secara umum risiko PJK antara kedua jenis kelamin tidak berbeda, namun ada beberapa faktor yang mempunyai kecenderungan lebih besar. Di antaranyapada usia di bawah 50 tahun, perempuan yang merokok lebih buruk dampaknya dibanding laki-laki. Perempuan yang merokok mengalami menopause dua tahun lebih awal. Merokok merupakan salah satu faktor risiko kardiovaskular penting dan dapat diubah. Perempuan yang merokok mempunyai risiko lebih besar dibanding laki-laki terhadap kejadian penyakit kardiovaskular seperti infark miokard akut non-fatal dan akan menurun risikonya dengan menghentikan rokok. Selain itu juga obesitas pada perempuan merupakan faktor risiko independen terhadap penyakit kardiovaskular. Dampak obesitas pada risiko kardiovaskular lebih besar pada perempuan dibandingkan lakilaki. Risiko ini akan semakin meningkat jika obesitas disertai sindroma metabolik. Perubahan pola hidup, termasuk peningkatan aktivitas fisik dan perubahan pola diet telah terbukti secara signifikan menurunkan risiko kardiovaskular pada perempuan. Ketika mulai menopause, gangguan kadar lemak dalam darah (dislipidemia) meningkat; dislipidemia pada perempuan memiliki karakteristik yang
Tabung Gas Meledak, Pelajar SMP Kritis
KRITIS - Korban Andro Simanjuntak dalam kondisi kritis dan mengalami luka bakar.
5
Mangupura (Bali Post) Ledakan tabung gas terjadi di Perumahan Graha Pertiwi Blok A No. 29, Kelurahan Abianbase, Mengwi, Badung, Senin (18/3) kemarin. Akibat kejadian itu, siswa SMP Andro Simanjuntak (14) dalam kondisi kritis dan rumahnya rusak berat. Ledakan itu diduga dipicu tabung gas ukuran 12 kilogram bocor. Informasi yang diperoleh di lapangan, pada Senin pukul 13.15 Wita, korban baru tiba di rumahnya. Korban menelepon ibunya dan bilang kalau ada bau gas di dapur. Selanjutnya korban masuk ke dapur untuk masak dan langsung menyalakan kompor. ‘’Setelah korban menyalakan kompor terjadilah ledakan yang
mengakibatkan atap rumah, plafon, jendela dan kaca rumah hancur. Keluarga korban masih pulang kampung,’’ kata salah satu petugas kepolisian. Sementara korban mengalami luka bakar pada wajah, dada, kedua tangan, kepala bagian belakang dan luka robek di kedua paha. Korban langsung dilarikan ke RSUD Mangusada, Kapal. ‘’Rumah itu dikontrak oleh ayah korban,’’ ungkap petugas tadi yang enggan disebut identitasnya. Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Oka Bawa saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. ‘’Anggota Polsek Mengwi sudah ke TKP dan masih menyelidiki kejadian ini,’’ tegasnya. (kmb36)
berbeda dibanding laki-laki. Perubahan hormonal yang dialami perempuan sepanjang hidup, berpengaruh terhadap kadar lipoproteinnya. Pada fase menopause terjadi peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL), kolesterol total dan penurunan kadar kolesterol baik (HDL). Kemudian prempuan dengan diabetes mellitus juga mempunyai risiko kardiovaskular lebih tinggi dibanding laki-laki. Diabetes pada perempuan lebih sering dijumpai dibanding lakilaki, karena usia harapan hidup perempuan lebih lama. Gejala klasik diabetes adalah poliuri (sering buang air kecil terutama malam hari), polidipsi (sering merasa haus), polifagi (nafsu makan meningkat) baik dengan atau tanpa penurunan berat badan yang tak jelas penyebabnya. Pada perempuan, di samping gejala tersebut, ada kondisi spesifik yang harus diwaspadai terhadap kemungkinan diabetes yaitu sariawan, infeksi jamur (vaginal thrush), gatal sekitar kemaluan, disfungsi seksual baik karena masalah fisik maupun psikis yang ditandai dengan penurunan gairah seksual. Tak hanya itu, juga prevalensi hipertensi meningkat bersamaan dengan bertambah-
nya usia pada semua ras dan kelompok gender. Pada umumnya tekanan darah sistolik pada perempuan menpunyai nilai lebih rendah dibandingkan laki-laki pada masa dewasa muda. Sedangkan pada awal dekade keenam tekanan darah sistolik pada perempuan menjadi lebih tinggi mengakibatkan hipertrofi ventrikel kiri dan gangguan fungsi diastolik. Hipertensi dalam kehamilan merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan angka kematian pada kehamilan. Terakhir kebanyakan perempuan yang menggunakan kontrasepsi oral mengalami kenaikan tekanan darah,
walaupun persentase kenaikannya sangat kecil tetapi menunjukkan onset yang bermakna. Monitoring tekanan darah secara berkala selama penggunaan kontrasepsi sangat dianjurkan. Dengan memahami beberapa faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular pada perempuan, diharapkan dapat mendorong kepatuhan untuk menerapkan pola hidup sehat dan mematuhi manajemen pengobatan yang diperlukan. Dengan demikian, maka angka kejadian penyakit jantung pada perempuan dapat ditekan serendah mungkin. l dr. I Gusti Ayu Wijayanty Permatasari
OPINI
6
Selasa Pon, 19 Maret 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Pemilu untuk Pembangunan Berkelanjutan SEJARAH mencatat, Indonesia termasuk negara yang paling sukses dalam menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu). Sejak pemilu pertama tahun 1955 sampai yang kesebelas tahun 2014 lalu, pemilu di Indonesia tidak sampai memantik perpecahan dan perang saudara yang menyebabkan krisis kemanusiaan seperti kelaparan dan kemiskinan. Demikian halnya, pemilu tahun 2019 ini, meski ada dinamika “panas”, diharapkan tidak sampai memunculkan gesekan yang berujung kekacauan, apalagi krisis kemanusiaan. Karena jika sampai hal itu terjadi, sia-sialah hasil pembangunan selama ini. Tiada guna siapa pun yang terpilih menjadi pemimpin bangsa ini. Pemilu justru diharapkan menghasilkan pemimpin-pemimpin bangsa yang bisa melanjutkan pembangunan. Pemilu diharapkan bisa menghasilkan pemimpin yang bisa melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Negara-negara di dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mendeklarasikan pembangunan berkelanjutan ini. Pertama yang dikenal sebagai Millenium Development Goal’s (MDGs) dideklarasikan di New York, September 2000 dan ditargetkan selesai 2015 lalu. Beberapa target MDGs ini, di antaranya menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar, mendorong kesetaraan gender. Juga, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS dan penyakit menular lain, kelestarian lingkungan hidup dan membangun kemitraan global. Indonesia sebagai salah satu anggota PBB telah gencar melakukan semua ini. Masalah kelaparan misalnya, Indonesia cukup berhasil menanggulanginya. Di bidang pendidikan, Indonesia memprogramkan wajib belajar 12 tahun. Demikian halnya masalah kesetaraan gender, kesehatan ibu dan anak, terus mendapat perhatian. MDGs ini kini ditingkatkan lagi menjadi Sustainable Development Goal’s (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Targetnya tiada lain, tidak ada lagi manusia di muka bumi ini yang ketinggalan dalam pembangunan. Dalam hal ini, pembangunan fisik dan jiwa, seperti tercantum dalam syair lagu kebangsaan ‘‘Indonesia Raya’’, “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya…’’ Itulah yang disebut sebagai membangun manusia seutuhnya. Tujuannya, untuk kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Masyarakat yang makmur dan sejahtera. SDGs ini targetnya tercapai tahun 2030 mendatang. Target baik MDGs maupun SDGs memang sangatlah mulia. Namun, kadang situasi politik dan kondisi tertentu bisa menciptakan kemiskinan baru. Katakanlah kisruh politik yang berujung perang saudara di beberapa negara dunia, telah memantik krisis kemanusiaan seperti kelaparan dan kemiskinan. Ini telah membuat MDGs maupun SDGs tidak tercapai seperti yang ditargetkan. Indonesia yang sebentar lagi akan menyelenggarakan pesta demokrasi besar-besaran berupa pemilihan umum (pemilu) serentak, haruslah bekerja keras tetap menjaga situasi politik dan keamanan tetap kondusif. Pemilihan presiden dan wakil presiden berbarengan dengan pemilihan anggota DPR-RI, DPD dan DPRD secara serentak di seluruh Tanah Air, diharapkan tidak menyulut perpecahan yang bermuara pada konflik dan krisis kemanusiaan seperti terjadi di beberapa negara dunia. Pembangunan berkelanjutan seperti diamanatkan dalam SDGs, tidaklah semata menyasar fisik. Tetapi haruslah seperti tersurat dalam syair lagu ‘‘Indonesia Raya’’, pembangunan jiwa dan raga bangsa Indonesia. Apalah gunanya manusianya sejahtera makmur jika mental spiritualnya sakit. Pembangunan fisik telah digenjot pemerintah, maka pembangunan spiritual haruslah lebih banyak diperankan para pemuka masyarakat. Para pemuka masyarakat dan kaum spiritualis haruslah menanamkan kedamaian, toleransi, dan nilai-nilai kemanusiaan. Bukan sebaliknya, menebar fanatisme sempit mengarah radikalisme. Sekali lagi, kita semua tidak mengharapkan pemilu menjadi pemicu perang saudara yang menghasilkan krisis kemanusiaan. Pemilu harus melahirkan pemimpin yang bisa melakukan perbaikan dan melanjutkan pembangunan untuk mencapai masyarakat adil, makmur, dan sentosa.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Parkir di Kawasan Besakih Puncak Karya Panca Bali Krama di Pura Besakih, Karangasem, Bali sudah makin dekat. Mungkin sebagian umat sudah merencanakan untuk sembahyang ke pura. Bahkan, sekolahsekolah sudah mulai merencanakan jadwal bagi murid-muridnya untuk sembahyang. Untuk mengantisipasi kekurangan tempat parkir, saya berharap Desa Pakraman Besakih mengatur tempat parkir secara lebih jelas. Informasi daya tampung parkir mungkin juga perlu dijelaskan. Untuk bus-bus sekolah bisa sampai di mana dan untuk parkir pamedek sampai di mana. Tarif parkir yang menggunakan lahan milik pribadi hendaknya juga jangan terlalu mahal. Mohon hal ini dikoordinasikan oleh pemerintah daerah, agar kenyamanan pamedek terjamin. Mudahmudahan ketersediaan tempat parkir di sekitar kawasan Pura Besakih bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pamedek. I Made Sudana Wira Klungkung, Bali
SDG’s dan Pengentasan Kemiskinan SDG’s (Sustainable Development Goal’s) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) adalah program yang oleh UN (United Nation) atau PBB (Perserikatan BangsaBangsa) dicanangkan untuk dilaksanakan di seluruh negara anggotanya, termasuk Indonesia. Dalam SDG’s tersebut, ada 17 tujuan dan 169 target yang harus dikerjakan oleh seluruh pemerintah negara anggota PBB, termasuk pemerintah daerah di wilayah masing-masing negara tersebut. Sebagai kelanjutan dari MDG’s (Mileniun Development Goal’s) yang berakhir pada 2015 lalu, warga dunia menyadari, kemudian mengajak berbuat secara bersama-sama untuk mewujudkan sesuatu yang selama ini tidak kunjung gamblang terdefinisikan sebagai tujuan hidup umat manusia.
Oleh Adi Nugroho
A
da berbagai indikator untuk mengukur progres pembangunan tersebut. Mulai dari ukuran ekonomi (GDP/PDB), Indek Pembangunan Manusia (IPM), ukuran pemerataan/ketimpangan, inflasi, neraca transaksi, devisa, pengangguran, kemiskinan, indek kebahagiaan dan seterusnya. Program pembangunan kemudian dikerjakan di seluruh pemerintahan/negara dengan disertai upaya mendapatkan nilai indikator pada tingkatan yang disyaratkan. Tidak sedikit pemerintah yang mampu mewujudkan capaian nilai indikator pembangunan tersebut pada tingkatan yang memuaskan secara koheren dan, menjadikan negaranya sebagai negara yang mencapai kemakmuran secara definisi. Tetapi tidak sedikit pula pemerintahan negara yang hingga kini belum berhasil mencapainya, termasuk Indonesia di dalamnya. Bagus pada capaian indikator pertumbuhan ekonominya tetapi belum pada ukuran neraca transaksinya. Tidak atau belum koheren capaiannya. Demikian dan seterusnya yang dilakukan dan dicapai oleh setiap negara. Betapa pun kemudian disadari bahwa di negara yang telah mencapai tingkat kemakmuran, pun tidak jarang dijumpai keberadaan orang miskin. Orang yang (katakanlah) tertinggal
dari segala upaya pembangunan menuju kemakmuran, dari yang homeless sampai yang hopeless. Lalu, sudah benarkah kita manusia menempatkan kemakmuran sebagai tujuan hidup bersama? Atau, sudah benarkah paket indikator pembangun yang kita gunakan sejauh ini? Tidak mudah menjawab kedua pertanyaan ini. Tidak pula untuk diperdebatkan. Yang pasti, situasi itu kemudian meggugah kesadaran baru warga dunia bahwa; apa pun yang akan diusahakan seyogianya tidak membiarkan ada seorang pun tertinggal, “No One Left Behind”. Dan, itulah inti dari gerakan SDG’s atau TPB yang kalau dikerjakan dengan benar, diperhitungkan akan tercapai pada tahun 2030. Yaitu ketika semua orang, sekali lagi semua atau seluruh individu manusia di seluruh pelosok dunia, berkecukupan. Mulai dari tidak ada seorang pun yang menderita kelaparan, terbebas dari kemiskinan, dilanjutkan dengan tercukupi kebutuhan asupan gizinya. Berlanjut lagi pada terjaganya derajat kesehatannya, lalu terperhatikan tingkat pendidikannya dan seterusnya hingga 169 target seperti disebutkan di atas. Lalu apakah dengan itu kemudian tujuan pembangunan perlu diubah atau disesuaikan? Agaknya juga tidak. Karena
upaya yang sudah ditempuh sudah terlalu jauh dan terlalu mahal untuk ditanggalkan. Sementara di sisi lain, sudah cukup banyak negara yang berhasil mencapai kemakmurannya menggunakan panduan paket indikator tersebut. Karenanya, PBB kemudian merekomendasikan kepada seluruh negara anggotanya untuk terus mengerjakan program pembangunan “konvensional” dengan memberi tekanan lebih pada upaya mewujudkan tercapainya no one left behind. Setingkat apa pun derajat kemakmuran yang dicapai masing-masing negara melalui program pembangunannya, dituntut untuk membawa serta seluruh warga bangsanya keluar dari berbagai penderitaan yang tidak perlu, yang secara ringkas sering dicirikan sebagai bentuk kemiskinan. Beruntung Indonesia yang tinggal menyisakan 9,66 persen atau 25-an juta jiwa dan Bali yang menyisakan 3,91 persen atau 168an ribu jiwa penduduk yang dikategorikan miskin (September 2018). Sekalipun secara definisi mereka yang dihitung sebagai penduduk miskin tersebut tidak serta merta menyiratkan kelaparan ataupun kekurangan gizi, akan tetapi dari konteks upaya mewujudkan no one left behind, merekalah kelompok yang selayaknya ditempatkan sebagai sasaran amatan. Dan sekali lagi, kita beruntung karena
jumlah mereka relatif sudah tidak terlalu banyak lagi. Dikaitkan dengan anjuran PBB dalam SDG’s bahwa untuk mengerjakannya pemerintah dianjurkan untuk tidak bekerja sendiri, mengajak dan memberi ruang kepada berbagi potensi masyarakat (dunia usaha, akademisi, media, dan filantropi), maka kiranya tidak terlalu mustahil untuk diwujudkannya. Tinggal dicari caranya, pembagian tugasnya, sinergitasnya. Tentu saja semuanya harus didasarkan pada kesepakatan dan kerelaan bersama untuk masing-masing menyumbangkan pengorbanannya. Di sisi lain, angka 9,66 persen secara nasional dan apalagi di Bali yang tinggal 3,91 persen, adalah besaran yang bisa jadi sudah “mentok” untuk ukuran kemiskinan di suatu wilayah. Dalam banyak kesempatan, angka tersebt disebut sebagai hard rock poverty atau “keraknya kemiskinan” yang tidak mudah dijangkau dengan program pembangunan ekonomi konvensional yang umum. Tidak pula perlu dicari siapa jati diri mereka satu per satu. Sebab, sebagai bagian dari perekonomian makro, mereka akan silih berganti bertukar tempat antara yang sudah terhitung sebagai penduduk miskin dengan mereka yang sedikit lebih baik keadaan ekonominya. Karena perekonomian makro di setiap wilayah bergerak dinamis dan memberikan pengaruh yang dinamis pula kepada seluruh yang terlibat di dalamnya. Mereka yang tingkat perekonomiannya berada di sekitar garis kemiskinan adalah yang paling rentan keluar atau masuk kategori miskin. Pemerintah tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri seperti selama ini. Kita, masyarakat, dari berbagai arah punya berbagai kelebihan kemampuan untuk turut serta menyumbangkan sesuatu untuk maksud tidak membiarkan siapa pun tertinggal dalam kesengsaraan. Sekali lagi tidak harus
Primordialisme Jelang Pemilu 2019
P E M I L U 2019 semakin dekat. Selama masa kampanye bergulir politik identitas yang memanfaatkan isu SARA (suku, agama, ras, antargolongan) disebut primordialisme menguat. Polanya, isu SARA dijadikan umpan untuk memancing sentimen primordialisme masyarakat yang plural supaya tercerai berdasarkan kelompok identitas masing-masing. Setelah terpisah, kemudian dibenturkan satu sama lain. Benturan mengakibatkan ketegangan antarkelompok hingga situasi menjadi tidak seimbang. Dalam ketidakseimbangan, tim kampanye meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program mereka. Masyarakat yang sentimental mudah percaya tanpa sadar telah diperdaya. Melihat situasi yang demikian, lantas kita bertanya, jika tim kampanye dan calon yang bersangkutan rata-rata orang berpendidikan, seharusnya paham aturan. Mengapa dalam politik mereka terkadang bersikap seolah-olah tidak memiliki rasa perikemanusiaan dan akal sehat? Dalam KBBI, primordialisme adalah perasaan kesukuan yang berlebihan. Kecenderungan subjektif memandang budaya atau tingkah laku orang lain disebut primordialisme infleksibel. Psikologi manusia memang cenderung mengasosiasikan diri
Oleh Gomgom Lumbantoruan, S.Pd., Gr. terhadap sesuatu yang dianggapnya mewakili sebagian atau seluruh identitasnya, entah itu suku, agama, ras, maupun golongan. Secara filosofis, sentimen primordialisme merupakan aliran paham perenialisme yang menolak peradaban modern yang terlalu mengedepankan logika, rasio, dan materialistik. Padahal, peradaban kita sudah modern. Menjelang pilpres, perbedaan di antara kedua pasangan capres, seperti latar belakang, visi misi, dan strategi kampanye telah membagi masyarakat ke dalam dua golongan secara garis besar. Golongan pendukung capres nomor urut 01 dan golongan pendukung capres nomor urut 02. Pada masingmasing golongan masyarakat melekat berbagai stigma dan perbedaan seperti, (1) anggapan bahwa kepemimpinan adalah kualitas bawaan lahir, (2) anggapan bahwa kepemimpinan sebagai kualitas bawaan lahir tetapi dapat dipelajari juga, (3) ideologi, (4) perspektif tentang masa depan, (5) perspektif tentang lawan politik, (6) argumen, (7) teknik kampanye, dan (8) solidaritas. Kita menyayangkan ban-
yaknya masyarakat, tokoh dan kaum intelektual bahkan oknum pejabat yang terjebak primordialisme. Dalam konteks meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program, tapi bahasa yang digunakan tidak beretika dan kesan tentang lawan politik sengaja ditampilkan seolah-olah ancaman bagi negara. Melalui cara-cara semacam inilah, penyimpangan kampanye terjadi. Sangat disayangkan seseorang yang dianggap tokoh besar menyuarakan ‘persatuan dan kesatuan dalam kampanye’, justru memprovokasi masyarakat hingga saling berbenturan dan dikoyak-koyak oleh kebencian. Dengan penjelasan secara singkat; kita masih hidup dalam budaya santai sementara zaman menyeret kita dalam kemajuan teknologi dan informasi. Dalam kondisi belum siap secara mental dan wawasan, kita tertinggal di belakang sebagai manusia konsumtif, instan, dan individual. Kondisi tersebut memicu lahirnya sikap saling curiga karena minimnya interaksi. Maka untuk itu, kita membutuhkan interaksi yang hidup dan nyata. Kecanggungan antar-umat beragama dipicu oleh sikap saling
curiga, maka untuk itu kita membutuhkan diskusi lintas agama untuk menemukan kesamaan nilai-nilai agama demi kelangsungan hidup rukun. Keempat hal tersebut menggerogoti kita perlahan-lahan dari dalam seperti sebuah penyakit yang melemahkan sehingga mudah diserang. Itulah musuh yang ingin menjajah kita kembali. Musuh kita bukan dari luar, bukan negara lain. Sebagai warga negara yang memiliki hak pilih, kita berhak memperoleh kampanye sehat untuk mengetahui visi, misi, program, dan mengenal citra diri para calon yang hendak dipilih. Untuk mendapatkan kampanye yang sehat, maka kita sebagai warga negara memiliki tanggung jawab bersama untuk mengawal demokrasi dengan melaporkan kampanye yang terindikasi menyimpang, meng-unfollow akunakun yang menebarkan hoax atau kebencian, menyadari hak dan kewajiban warga negara, melek politik dan lain sebagainya. Negara membutuhkan perwakilan yang paham aturan dan berkomitmen untuk tidak melanggar aturan sekalipun terpaksa. Negara membutuhkan perwakilan yang jujur, berintegritas dan nasionalis melalui kampanye yang sehat.
dengan mencari jati diri mereka penduduk miskin satu per satu. Tetapi melalui bidang kompetensi kita masing-masing. Yang pengusaha, kembangkanlah usahanya sedemikian rupa sehingga bisa memberi kesempatan bekerja kepada semakin banyak penduduk, sambil mereka meningkatkan derajat kemakmurannya. Yang akademisi, buatlah penelitan untuk mengurai potensi penyebab kemiskinan dan mengurai pula program yang bisa dicobakan untuk menanggulanginya. Media seperti sudah banyak dilakukan dengan memberitakan berbagai ragam kemiskinan, latar belakang dan ancamannya serta dengan turut menyebarkan berbagai penelitian akademik. Filantropi dengan kelebihan dan kedermawanannya kiranya juga bisa merancang sebentuk program yang berkesinambungan. Pemerintah memang tidak seyoginya bekerja sendiri untuk maksud tersebut. Ada banyak pihak di luar pemerintahan yang menyimpan potensi untuk digerakkan. Akan tetapi tetap saja dibutuhkan kehadiran pemerintah untuk bisa memanggil seluruh potensi dan mengorganisasinya menjadi program yang sinergis. Kembali pada pertanyaan yang diajukan di awal; Sudah pernah mendengar SDG’s? Seyogianya semua sudah. Lagi pula sudah sejak 2015, rencana aksi global ini digelorakan. Sudah empat tahun, jangan menunggu lebih lama lagi. Karena dalam SDG’s ada panggilan kepada rasa tanggung jawab kita atas saudara kita yang tertinggal. Penulis, Kepala BPS Provinsi Bali
POJOK Pelambatan ekonomi global tak pengaruhi kunjungan turis ke Indonesia. - Astungkara segera membaik. *** Tahun 2019, seluas 750 hektar hutan di Bali akan direhabilitasi. - Astungkara alam Bali lestari. *** Di sejumlah wilayah kebanjiran, rumah jabatan Bupati Bangli terendam. - Pertanda alam Bali segera diselamatkan.
Penulis, pegiat pendidikan di Masyarakat SM3T Institute
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Selasa Pon, 19 Maret 2019
Penataan Bedugul Dilanjutkan
Bali Post/dok
BEDUGUL - Objek wisata Bedugul yang masih dalam tahap penataan belum lama ini.
Tabanan (Bali Post) Kabupaten Tabanan tahun ini kembali mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang pariwisata dari Kementerian Pariwisata sebesar Rp 3 miliar. Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk melanjutkan penataan Daya Tarik Wisata (DTW) Bedugul di Kecamatan Baturiti. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan I Made Yasa, Senin (18/3) kemarin, menjelaskan tidak semua anggaran tersebut digunakan untuk melanjutkan penataan Bedugul, karena sebagian juga dimanfaatkan untuk pengembangan SDM pariwisata. ‘’Dari total anggaran yang kami terima, Rp 2,3 miliar diperuntukkan untuk melanjutkan penataan dan Rp 700 juta untuk pengembangan SDM pariwisata,’’ ucapnya. Untuk lanjutan penataan kawasan Bedugul, tambahan dana tersebut akan diarahkan untuk membangun tampilan depan kawasan seperti candi bentar dan pendirian wantilan yang akan digunakan untuk kegiatan kesenian serta plaza oleh-oleh dan kuliner. ‘’Sebelumnya lahan parkir dan toilet sudah kami tata ulang. Intinya kami terus
berupaya melengkapi prasarana pariwisata guna dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada wisatawan,’’ terangnya. Untuk penataan lanjutan, saat ini sudah proses tender dan ditargetkan Juni mulai pengerjaan di lapangan. Selama ini anggaran penataan bersumber dari pusat. APBD kabupaten belum bisa mendukung hal itu lantaran terbatasnya keuangan daerah serta penerapan skala prioritas pembangunan. ‘’Jadi terus kita upayakan biar dapat bantuan dari pusat. Untuk DAK tahun ini sudah proses tender, target rampung tahun ini. Karena penataan ini untuk mempercantik dan menambah daya tarik,’’ jelasnya. Disinggung tentang kunjungan wisatawan, Yasa mengatakan, saat ini belum banyak wisatawan meski diakui ada saja wisatawan yang sekadar ingin melihatlihat. ‘’Rata-rata kunjungan masih sedikit, belum berani mempromosikan lebih banyak karena belum siap. Jadi ini sambil menjaga aset, apa lagi akses jalan masih rusak. Mudah-mudahan bisa dianggarkan oleh tim anggaran, ya… bertahap,’’ terangnya. (kmb28)
kredit, penyebab koperasi di Tabanan menjadi koperasi tidak aktif dikarenakan ketidaktahuan pengurus dalam membuat neraca pembukuan. Ada beberapa koperasi yang terpaksa tidak melakukan RAT. Untuk itu pihaknya selalu memberikan pembinaan dan pelatihan terhadap SDM koperasi yang ada di Tabanan. Kepala Bidang Kelembagaan Diskop dan UKM Tabanan Ni Nyoman Yudiani menambahkan, dari data terakhir tercatat 439 koperasi aktif yang 426 di antaranya
wajib melakukan RAT. Dari jumlah ini, baru 190 koperasi yang sudah melakukan RAT atau sebanyak 44,6 persen. Tahun ini pun sudah terdata sebanyak 60 koperasi yang terancam menjadi koperasi tidak aktif. ‘’Masih perlu dievaluasi kembali apakah mereka akan dijadikan koperasi tidak aktif untuk nanti diusulkan pembubarannya ke pusat. Tetapi untuk data sementara ada sekitar 60 yang berpotensi menjadi koperasi tidak aktif tahun ini,’’ ujar Yudiani. (kmb24)
Koperasi Didorong Kembangkan Sektor Riil Tabanan (Bali Post) -
Koperasi yang statusnya tidak aktif diakibatkan manajemen yang belum baik, seperti tidak bisa menyalurkan dana ke masyarakat karena adanya KUR yang menawarkan bunga jauh lebih rendah. Agar koperasi mampu bersaing sekaligus menjadi koperasi yang sehat dan berkualitas, koperasi di Tabanan diharapkan tidak hanya bergantung pada usaha simpan-pinjam, tetapi mulai bergerak di sektor riil. Di Tabanan terdapat 570 koperasi. Dari jumlah tersebut, yang aktif sebanyak 439 koperasi dan 129 koperasi tidak aktif. Sisanya yakni dua koperasi yang baru berdiri tahun ini. Tidak sedikit pula koperasi yang dibubarkan. Sejauh ini, sebanyak 38 sudah dibubarkan.
Kepala Dinas UKM dan Koperasi Tabanan I Made Yasa, Senin (18/3) kemarin mengatakan, program KUR dari pemerintah yang menawarkan bunga tujuh persen setahun tentu menjadi saingan berat bagi koperasi yang terjun hanya di usaha simpan pinjam. Akibatnya,
meski memiliki dana koperasi kesulitan menyalurkannya dalam bentuk kredit. Sementara di sisi lain koperasi memiliki kewajiban untuk memberikan bunga simpanan. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab koperasi di Tabanan menjadi tidak sehat dan akhirnya masuk
dalam kategori tidak aktif, kemudian dibubarkan. Menurut Yasa, koperasi saat ini memiliki peluang untuk membuka usaha di sektor riil. Hal ini didukung adanya Pergub No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Pergub mengharuskan hotel dan restoran wajib mengambil produk pertanian minimal 60 persen. Aturan ini memberikan angin segar bagi koperasi untuk menjual produknya.
‘’Jika dulu alasannya susah memasarkan produk, sekarang dengan aturan ini tentu pasar lebih terbuka. Tinggal bagaimana kemauan koperasi untuk bisa mengeluarkan produk yang sesuai dengan standar hotel dan restoran yang ada di Bali,’’ papar Yasa. Dengan mulai terjun ke sektor riil, tentunya dana yang ada di koperasi bisa diputar untuk menghasilkan keuntungan sehingga tidak hanya tergantung pada usaha simpan pinjam. Selain susahnya koperasi saat ini menyalurkan dana untuk
Kembangkan Potensi Pertanian dan Perikanan Tabanan MENJADI Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan selama tiga periode dan Ketua DPD Bali Asosiasi Petani Padi Palawija Indonesia (AP3I), membuat Ir. Ketut Arsana Yasa memahami potensi pertanian dan perikanan yang dimiliki Tabanan. Menurut Caleg PDI Perjuangan Dapil 1 Tabanan-Kerambitan ini, dari sisi pertanian, Tabanan memiliki potensi sawah dan lahan kering yang subur. Oleh karena itu, jika di legislatif, Sadam -- panggilan akrab Arsana Yasa -- telah menyiapkan jurus jitu agar pertanian Tabanan tetap bergairah. ‘’Salah satu langkah adalah mengembangkan pertanian milenial di mana kita ajak generasi muda untuk bertani. Jadi kita ubah mindset-nya karena pertanian tidak sekadar berkubang lumpur tetapi juga pertanian yang bersifat agrobisnis market oriented. Untuk itu perlu dibuatkan regulasi atau perda agar pasar modern wajib memb e l i
produk pertanian lokal, sehingga hasil pertanian dalam arti luas bisa langsung terjual,’’ papar Sadam. Sementara untuk perikanan, Sadam sangat familiar dengan potensi perikanan dan permasalahan nelayan
di Tabanan. Ia juga terus-menerus memperjuangkan hak-hak kelompok nelayan baik pemberdayaan, asuransi nelayan, juga beras CBP saat terjadi paceklik karena nelayan tidak bisa melaut. ‘’Perjuangan saya untuk memenuhi hak-hak nelayan tetap akan saya lakukan. Khususnya perjuangan untuk peraturan ekspor lobster yang sampai saat ini sedang diperjuangkan oleh nelayan Tabanan,’’ kata pria yang sejak 1989 bergabung di PDI Perjuangan ini. Sadam juga terus mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena sampah yang dibuang sembarangan akan berakhir di laut dan mengotori pantai. Ia terus melakukan pendekatan terutama ke generasi muda untuk membersihkan pantai serta mengajak mereka untuk sadar akan pentingnya melestarikan lingkungan. Ia melanjutkan, dirinya maju menjadi caleg dengan tujuan mulia yaitu mengarahkan anggaran pemerintah untuk membantu masyarakat mewujudkan pembangunan kahyangan tiga, balai banjar, panti, dadia agar tidak kena paturunan dan memberdayakan sekaa teruna, kelompok tani, ternak, perikanan, perkebunan dan sanggar seni. (san) Arsana Yasa
TES URIN - Tes urine yang diikuti jajaran Kodim 1619/Tabanan.
Bali Post/ist
Ratusan Anggota Kodim Dites Urine Tabanan (Bali Post) Para prajurit TNI dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kodim 1619/Tabanan menjalani tes urine, Senin (18/3) kemarin. Kegiatan ini sebagai upaya mencegah dan meminimalisir penyalahgunaan narkoba. Sebelum tes urine, digelar penyuluhan, pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di Lapangan Tenis Alit Saputra Tabanan. Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto mengatakan, ancaman narkoba di Bali sudah sangat mengkhawatirkan sebab merambah sampai ke desa-desa. Perkembangan kasus narkoba kian
hari menunjukkan peningkatan dan pelakunya pun dari beragam profesi. Bahkan oknum aparat dapat terjerat kasus narkoba. Kegiatan yamg bekerja sama dengan BNNK Tabanan ini ditujukan untuk mencegah keterlibatan anggota Kodim 1619/Tabanan dan keluarganya terjerumus ke dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba. Tes urine dilaksanakan secara rutin per triwulan. ‘’Ini komitmen kami mendukung program pemerintah dalam upaya perang terhadap narkoba dan memberantas peredarannya sampai ke akar-akarnya,’’ tegas Dandim. Ia juga menekankan agar para anggota Kodim dan Persit usai
penyuluhan dapat lebih memahami lagi bahaya narkoba serta mengenali jenis-jenis narkoba dan gejala-gejala pemakai narkoba. Pemahaman ini selanjutnya agar ditularkan kepada keluarga dan lingkungannya. ‘’Sehingga keluarga besar Kodim 1619/Tabanan terbebas dari bahaya narkoba dan secara umum masyarakat kita juga terbebas dari bahaya narkoba yang nyata-nyata dapat merusak generasi muda,’’ jelasnya. Dalam penyuluhan P4GN yang diisi oleh pemateri dari BNNK Tabanan Agung Witarini, S.Km. disampaikan, penggunaan narkoba bukan menyelesaikan masalah melainkan menambah masalah. (kmb)
Dua Pengguna Narkoba Dibekuk Polisi Tabanan (Bali Post) Jajaran Satresnarkoba Polres Tabanan kembali membekuk dua tersangka penyalahgunaan narkoba di lokasi berbeda. Keduanya yakni IB GWA (23), mahasiswa asal Banjar Perean Desa Perean Kecamatan Baturiti, dan Dewa PW alias Dewa Kuwir (32) asal Banjar Jadi Babakan Desa Banjar Anyar Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Dari penuturan kedua tersangka, mereka baru mengkonsumsi narkoba sejak enam bulan lalu. Alasannya, agar mereka bisa kuat melakukan pekerjaan. Para pelaku ada yang bekerja sambilan menjadi pemandu wisata serta jual beli ayam. Dalam sebulan, rata-
rata mereka mengkonsumsi narkoba dua hingga empat kali. Barang haram tersebut dibeli dari seseorang dengan sistem tempel dengan harga bervariasi dari Rp 350 ribu sampai Rp 400 ribu per satu buah plastik klip. ‘’Biar tidak ngantuk saat nyetir, karena keliling memandu turis,’’ ucap salah seorang tersangka. Wakapolres Tabanan Kompol Rahmawaty Ismail dalam rilis kasus tindak pidana narkotika di Makopolres Tabanan, Senin (18/3) kemarin, menyampaikan IB GWA diamankan di garasi mobil di Geriya Munggu di Banjar Sandan Dauh Yeh Desa Sesandan pada Selasa (26/2) lalu. Dua buah plastik klip berisi narkoba seberat 0,40
gram dan 0,10 gram ditemukan oleh petugas kepolisian di dalam pipet plastik warna biru terbungkus kain warna putih merah, serta satu plastik lagi ditemukan terbungkus tisu terlilit plester warna hitam. ‘’Barang bukti paket sabu ditemukan di dalam kotak plastik bekas bedak warna putih yang disimpan di bawah meja di dalam kamar milik tersangka. Oleh tersangka, plastik berisi narkoba itu diakui barang tersebut adalah miliknya,’’ ucapnya. Sementara untuk tersangka kedua yakni Dewa Kuwir, kata Kompol Rahmawaty dibekuk di depan minimarket di Jalan Pemenang, Desa Banjar Anyar Kecamatan Kediri pada Minggu (3/3) pukul 22.30 Wita.
Dari tersangka diamankan dua buah plastik klip berisi sabu-sabu dengan berat 0,19 gram di dalam pipet plastik warna putih dan 0,09 gram terbungkus kertas aluminium foil yang masing-masing disimpan dalam tas pinggang serta dipegang di tangan kiri tersangka. Tidak cukup sampai di sana, petugas juga melakukan pengecekan di rumah tersangka. Petugas tidak menemukan barang bukti narkotika, hanya ditemukan alat hisap atau bong di dalam kamar tidur tersangka. ‘’Setelah dilakukan uji lab, barang bukti tersebut positif jenis sabu,’’ terang Rahmawaty. Atas perbuatan kedua tersangka, mereka dikenakan pasal 112 ayat (1) UU No. 35
Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dengan denda paling sedikit 800 juta paling banyak Rp 8 miliar. Terkait kasus narkoba di wilayah Kabupaten Tabanan, Kompol Rahmawaty berharap kegiatan penindakan oleh aparat setidaknya bisa membuat efek jera sehingga tidak ada yang sampai jadi pengedar dan kasus narkoba bisa ditekan. Dengan begitu diharapkan generasi muda bisa terbebas dari jeratan narkoba. ‘’Setidaknya tiga bulan ini sudah ada empat kasus dengan lima tersangka ditangani oleh jajaran Satresnarkoba Polres Tabanan,’’ tegasnya. (kmb28)
Bali Post/bit
NARKOBA - Jajaran Polres Tabanan menjelaskan pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba.
BULELENG
8
Bangun Gedung BCC Sedot Anggaran Rp 5 Miliar Singaraja (Bali Post) – Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Kominfo Sandi) Buleleng mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk membangun gedung Buleleng Command Center (BCC). Gedung ini dibangun mulai tahun ini. Namun sekarang masih menunggu penyusunan dokumen detail engineering design (DED). BCC dijadikan pusat data milik Pemkab Buleleng. Selama ini, data tersebar di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Data itu akan dihimpun menjadi satu di BCC. Datadata itu kemudian akan diolah menjadi bentuk digital, sehingga lebih mudah diakses. Selain itu, BCC menjadi lokasi penyimpanan server milik pemerintah. Selama ini serverserver data milik pemerintah disimpan masing-masing OPD. Setelah server dipusatkan di satu lokasi pemerintah lebih mudah mengelola dan memelihara aplikasi. Apalagi, sekarang ada 54 aplikasi yang dikelola pemerintah. Kepala Dinas Kominfo Sandi Buleleng Ketut Suweca belum lama ini mengatakan, gedung itu akan dibangun di parkir lambung barat Kantor Bupati Buleleng. Luas arealnya sekitar 4,5 are. Gedung itu persis di sebelah barat Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng. Gedung yang ada di parkir barat itu rencananya diratakan. Sementara koperasi dan mailing room yang ada di areal, akan dipindahkan ke lokasi lain.
“Kami menunggu penyusunan DED dan tahun ini pasti kita bangun,” katanya. Terkait pengadaan perangkat elektronik, Suweca mengatakan, setelah pembangunan gedung itu tuntas, maka tahun 2020 mendatang, pihaknya mengalokasikan anggaran untuk pemasangan server dan membangun jaringan fiber optik. Setelah perangkat ini lengkap, maka BCC baru bisa beroperasi penuh pada pertengahan tahun 2020 nanti. “Program ini perlu waktu cukup, namun optimis bisa tuntas pada pertengahan tahun 2020. Kominfo Sandi nantinya berkantor di gedung BCC itu,” jelasnya. (kmb38)
Kasus Penusukan di Gitgit
Penyidik Segera Gelar Rekonstruksi
Singaraja (Bali Post) – Tim penyidik kasus penusukan di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada mengintensifkan berkas berita acara pemeriksaan (BAP). Berkas itu pun sudah mendekati rampung setelah penyidik mengumpulkan keterangan dari lima orang saksi. Untuk melengkapi BAP, dalam waktu dekat ini, penyidik akan menggelar reka ulang (rekonstruksi - red) di lokasi kejadian Jalan Singaraja-Bedugul Km 17 wilayah Dusun Wira Buana, Desa Gitgit. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung, S.H. seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Senin (18/3) kemarin mengatakan, selama proses penyidikan itu, anggotanya sudah bekerja profesional untuk bisa mengungkap apa motif kasus penusukan dengan belati tersebut. Keterangan lima saksi itu menyebut, kasus ini diawali selisih paham antara korban Ikram Tauhid (39) asal Tuban, Denpasar dengan terduga pelaku Nyoman Tri Antika Subanti Awantara alias Gunik (35), dari Desa Panji, Kecamatan Sukasada. Saat terduga pelaku yang berada satu mobil dengan saudaranya Gede Sueca Mus-
tika Putra (40) sama-sama melintas di TKP menuju Denpasar, terduga pelaku emosi karena tidak diberi prioritas mendahului korban yang melaju di depannya. Itu dibuktikan pengakuan terduga pelaku yang sempat berteriak dari dalam mobilnya, sehingga korban ikut emosi. Terjadilah perkelaian itu yang menyebabkan korban terkena tusukan belati hingga dinyatakan meninggal dunia. “BAP mendekati rampung dan ada lima orang saksi mulai dari terduga pelaku, pemilik warung di TKP, keluarga pelaku, dan rekan korban juga sudah kami mintai keterangan. Kami terus sempurnakan
sampai dinyatakan lengkap,” katanya. Menurut Kompol Landung, setelah keterangan BAP lengkap, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menggelar rekonstruksi melibatkan terduga pelaku dan para saksi. Rekonstruksi itu untuk mencocokan antara keterangan di BAP dengan adegan dalam rekonstruksi. Kalau dalam rekonstruksi nanti ada keterangan yang tidak cocok, maka penyidik kembali menyempurnakan sebelum BAP dinyataan lengkap dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng untuk disidangkan. “Kami masih mencari waktu. Jelas dalam waktu dekat ini, kami
gelar reka ulang. Itu kami lakukan sembari menunggu terbitnya hasil penyelidikan penyebab kematian korban dari hasil autopsi jenazah korban di Rumah Sakti Sanglah, Denpasar,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa perkelaian itu terjadi di pinggir jalan Singaraja – Bedugul Km 17 wilayah Dusun Wira Buana, Desa Gitgit Minggu (3/3) lalu, sekitar oukul 22.00 Wita. Dari kejadian ini, korban Ikram Tauhid (39) tewas di lokasi kejadian karena terkena tusukan belati di dada bagian kanan. Kasus ini diduga akibat salah paham saat korban dan pelaku yang melintas di TKP sama-sama menuju ke Denpasar. Dalam perjalanan itu, terduga pelaku berkelahi dengan korban. Terduga pelaku menusukkan belati dan mengenai dada, hingga korban tewas beberapa meter dari lokasi mobil yang ditumpangi pelaku bersama saudaranya. (kmb38)
Pemprov Naikkan Status Dua RS Pratama Ketut Suweca
Bali Post/ kmb38
Puluhan Desa Gulirkan Pilkel Serentak
PMD Siapkan Anggaran APBD Rp 2 Miliar
Singaraja (Bali Post) – Pemilihan perbekel (pilkel) serentak dijadwalkan digulirkan tahun 2019 ini. Pasalnya, ada 82 perbekel desa yang telah habis masa jabatannya tahun ini. Mendukung pilkel serentak itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng menyiapkan anggaran dari APBD Buleleng Rp 2 miliar. Anggaran itu diputuskan setelah disepakati dana penyelenggaraan pilkel serentak itu dialokasikan melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Kepala Dinas PMD Made Subur, Senin (18/3) kemarin mengatakan, berdasarkan data yang ada, 82 desa yang akan menggulirkan hajatan pilkel serentak itu pada Oktober 2019 mendatang. Ini karena, perhitungan masa jabatan berakhir pada bulan itu. Menyusul semakin dekatnya pelaksanan pilkel serentak itu, pihaknya su-
Selasa Pon, 19 Maret 2019
dah mengalokasikan anggaran pilkel serentak dalam APBD 2019. Dana yang dipersiapkan di antaranya untuk pengadaan surat suara, formulir, dan anggaran pelantikan perbekel terpilih. Total dana yang sudah dialokasikan mencapai Rp 2 miliar. Dana ini sebenarnya sudah dipangkas, karena desa yang melaksanakan pilkel serentak juga mengalokasikan anggaran pilkel melalui ADD yang diterima dari pemerintah. “Setelah Pemilu 2019 ini, pilkel serentak akan digulirkan. Sejauh ini, anggarannya sudah diusulkan dalam APBD,” katanya. Selain menyiapkan anggaran, Subur menyebut persiapan awal sebelum tahapan pilkel serentak itu digulirkan, desa lebih awal ditugaskan membentuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang definitif.
Ini karena puluhan desa yang akan menggelar pilkel serentak itu masa jabatan BPD-nya juga sudah berakhir. Ini karena, BPD baik yang baru dilantik maupun yang masih aktif ditugaskan melaksanakan pilkel serentak itu. Untuk itu, pihaknya meminta BPD yang akan mengakhiri jabatannya tahun ini, agar memproses pemilihan ketua dan anggota BPD baru. BPD itu nantinya melaksanakan tugas yang diwajibkan yakni mengikuti pembinaan singkat terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) terutama pelaksanaan pilkel. “BPD juga banyak yang habis masa jabatannya pada tahun ini. Kami sudah instruksikan kepada desa untuk memproses ini, sehingga tidak menghambat tahapan pilkel serentak,” ujar birokrat asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar itu. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Keberadaan dua rumah sakit (RS) pratama di Buleleng mulai dilirik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Rumah sakit di Desa Tangguwisia Kecamatan Seririt maupun RS di Desa Giri Emas Kecamatan Sawan akan dinaikkan menjadi rumah sakit tanpa kelas. Pemprov siap menanggung penuh anggaran rumah sakit tanpa kelas itu. Keinginan itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri simakrama di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Minggu (17/3) lalu. Gubernur mengatakan, ren-
cana menaikkan status rumah sakit pratama menjadi rumah sakit tanpa kelas itu, sejauh ini, sudah dibahas bersama Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali. Dari pembahasan itu, seluruh anggaran perubahan status itu dialokasikan pada APBD Provinsi Bali. Alasan menaikkan status kedua rumah sakit itu, karena sejalan dengan program prioritas bidang kesehatan. Apalagi sekarang, pemprov menyusun draf Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Standar Pelayanan Kesehatan. Sehingga perubahan status itu dibahas intens agar bisa segera direal-
isasikan. “Kami sudah koordinasikan masalah ini dengan Bupati. Kita diskusikan apakah memungkinkan menambah kamar lagi. Ini penting sehingga pelayanan kesehatan tak jadi masalah. Namun, jika bermasalah anggarannya nanti dialokasikan di pemprov,” tegasnya. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyambut positif keinginan pemprov mengoptimalkan kedua infrastruktur kesehatan yang sudah dibangun itu. Sekarang, pelayanan di kedua rumah sakit itu setara dengan puskesmas rawat inap. Setelah dijadikan rumah sakit
tanpa kelas, otomatis akan ada penambahan infrastruktur baik areal rumah sakit, penambahan ruang, fasilitas kesehatan, dan juga jumlah dokter. “Dinaikkan satu tingkat karena menyangkut penambahan kelengkapan alat dan jumlah dokternya,” katanya. Terkait penambahan lahan, Bupati mengatakan, di rumah sakit di Tangguwisia itu tidak ada masalah. Alasannya, lahan itu merupakan aset pemprov. Untuk di rumah sakit di Desa Giri Emas, pihaknya harus membahas lahan itu dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng. (kmb38)
Bali Post/kmb38
RUMAH SAKIT – Rumah sakit pratama di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt dan rumah sakit di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan diusulkan naik level menjadi rumah sakit tanpa kelas.
Diduga Diperdagangkan
Polisi Temukan Belasan Penyu di Keramba Tak Bertuan
Petugas Polisi Perairan (Polair) bersama TNI Angkatan Laut (TNI-AL) mengamankan 14 ekor penyu berumur dewasa di sekitar Pantai Dusun Goris, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Diduga, penyu yang masuk sebagai salah satu hewan terancam punah itu akan diperdagangkan ke luar daerah. Ini karena, penyu hijau itu ditemukan di lokasi keramba tidak bertuan. Lalu, bagaimanakah kondisi riil penyu hijau itu yang disinyalir akan diperdagangkan itu? DARI informasi yang dikumpulkan di lapangan Senin (18/3) kemarin, menyatakan, penyu hijau itu pertama kali ditemukan seorang warga di lokasi kejadian Minggu (17/3) lalu. Curiga temuan hewan laut yang dilindungi itu, warga kemudian melaporkan hal itu kepada anggota TNI-AL dan ke Pol Air. Dari hasil pemeriksaan petugas, ditemukan tujuh ekor penyu terdampar di daratan pantai. Sedangkan tujuh ekor lagi ditemukan di dalam keramba yang berjarak sekitar 500 meter dari daratan. Setelah diselidiki, belasan ekor penyu itu tidak diketahui siapa yang menaruh di lokasi kejadian itu. Khawatir kesehatan penyu itu terganggu, 7 ekor penyu itu dibawa ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Denpasar untuk dirawat. Sedangkan dari tujuh ekor lainnya, empat di antaranya ditemukan di keramba. Kondisinya masih normal. Penyu itu kemudian langsung dilepaskan ke habitat aslinya. Dari tujuh ekor itu, hanya tiga ekor penyu kesehatannya lemah, sehingga penyu itu sementara dirawat di penangkaran Save Penyu
di Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Kasat Polair AKP Putu Ariyana seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara pihaknya belum bisa memastikan siapa pihak yang menaruh belasan ekor penyu yang dilindungi negara itu. Hasil pemeriksaan di lapangan, pihaknya belum mendapatkan bukti-bukti akurat. Bahkan, keterangan dari nelayan termasuk warga yang menemukan tidak ada yang mengarah pada pihak yang bertangung jawab terhadap penyu itu. “Setelah kami selidiki, keterangan saksi masih minim. Kami masih terus menggali bukti-bukti untuk mencari siapa yang menempatkan penyu itu di TKP. Motifnya juga belum kita ketahui pasti,” katanya. Menurut AKP Ariayan, satu-satunya keterangan yang bisa memberikan petunjuk terkait keberadaan penyu itu adalah kelompok nelayan (KN) yang membuat keramba di tengah laut. Akan tetapi, keterangan itu tidak akurat, karena setelah ditelusui kelompok ne-
layan itu tidak lagi aktif alias bubar. Meskipun mengalami hambatan, polisi mencurigai belasan ekor penyu itu akan diperdagangkan. Beruntung, peristiwa itu diketahui lebih awal, sehingga hewan laut yang keberadaannya sudah
semakin langka itu, bisa diselamatkan. “Kita tanya siapa pemilik keramba itu. Dulu katanya kelompok nelayan. Namun, organisasinya sudah bubar, sehingga ini yang membuat kami kesulitan mendapatkan bukti untuk mengungkap
kasus ini,” jelasnya. Sementara tiga ekor penyu yang kondisi tubuhnya masih lemah itu, kemarin, mulai dirawat nelayan di penangkaran Save Penyu Pantai Penimbangan. Sebelum ditempatkan di bak penangkaran,
nelayan bersama dokter hewan melakukan identifikasi fisik penyu itu. Hasilnya, penyu ini sudah memasuki usia dewasa dan masih produktif. Penyebab penyu itu kesehatannya terganggu, diperkirakan sudah sebelum ditemukan
oleh warga bersama petugas. Untuk memulihkan kondisi tubuhnya, penyu itu masih memerlukan perawatan yang cukup. Setelah kesehatannya stabil nanti penyu itu akan dilepasliarkan ke habitat aslinya kembali. (mud)
Bali Post/mud
DIRAWAT - Tiga ekor penyu yang ditemukan di Pantai Dusun Goris, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak dirawat di penangkaran Save Penyu Pantai Penimbangan, Senin (18/3) kemarin.
GIANYAR
Selasa Pon, 19 Maret 2019
9
Puluhan Gepeng Diciduk Bali Post/kmb35
GEPENG - Satpol PP Gianyar mengamankan puluhan gepeng, Senin (18/3) kemarin. Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Gianyar mengamankan puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kerap beraksi di kawasan Ubud, Senin (18/3) kemarin. Di kawasan kampung turis itu, puluhan gepeng ini
meminta-minta dengan memaksa wisatawan. Kondisi ini banyak mengundang keluhan wisatawan yang hendak berlibur. Berdasarkan data, 31 orang itu berasal dari dua desa, yakni 20 orang berasal dari Pedahan dan 11 orang
Tiga SD Tak Ikut USBN
Gianyar (Bali Post) Ribuan siswa dari ratusan sekolah dasar (SD) di Gianyar akan mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada April mendatang. Namun dari ratusan sekolah itu, ada tiga sekolah dipastikan absen. Kondisi ini terjadi karena sekolah tersebut tidak memiliki siswa kelas VI. Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar Ni Ketut Astini mengatakan hal itu, Senin (18/3) kemarin. Menurut Astini, USBN tahun ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (22/4) hingga Rabu (24/4) mendatang. Tiga mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Berdasarkan data Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, ada sebanyak 294 SD di Gianyar. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya tidak mengikuti ujian tahap akhir jenjang SD ini. “Ada tiga SD yang tidak ikut USBN, yaitu SDN 4 Melinggih Kelod, Payangan, SD Sri Ganesa Sukawati dan SDN 6 Lodtunduh,” katanya. Astini menambahkan, ketiga SD itu tidak mengikuti USBN karena memang tidak memiliki siswa kelas VI untuk tahun pelajaran 2018/2019. Dikatakan, USBN tingkat SD memang tidak dijadikan sebagai standar kelulusan. Namun untuk tahun ini, hasil ujian tetap akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan penerimaan peserta didik baru selain ketentuan zonasi berdasarkan jarak. Selain digunakan sebagai bahan pertimbangan masuk ke jenjang selanjutnya, hasil USBN juga digunakan Kemendikbud untuk pemetaan kualitas mutu sekolah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Dikonfirmasi terpisah, Kepala SDN 6 Lodtunduh I Nyoman Nawa membenarkan, pada tahun pelajaran 2018/2019 sekolah yang dipimpinnya tidak memiliki siswa kelas VI. Hal ini terjadi lantaran pendukung dari sekolah ini hanya satu banjar yakni Banjar Gelogor, Desa Lodtunduh, Ubud. Satu banjar ini terdiri dari 120 KK. “Tahun ini sejatinya ada tiga siswa baru yang mendaftar di kelas I. Tapi karena tanggung akhirnya pindah ke SD lain,” ujarnya. Menurut Nawa, sekolah yang berdiri sejak 1984 ini kini hanya memiliki empat rombongan belajar, yakni kelas II, III, IV, dan kelas V. “Kelas I dan kelas VI kosong. Tidak ada siswa,” ujarnya. Nawa menambahkan, empat rombongan belajar ini pun jumlahnya sangat minim. Di antaranya, kelas II hanya terisi 12 siswa, kelas III enam siswa, kelas IV tujuh siswa dan kelas V sembilan siswa. Kondisi ini sudah terjadi sejak sekitar tahun 2010. Atas kondisi ini, Nyoman Nawa yang baru setahun bertugas sebagai Kepala SDN 6 Lodtunduh ini mengaku sudah berupaya. “Kami sudah sampaikan ke komite, kepala dusun, dan kepala desa. Informasinya, tahun ajaran baru nanti akan di-regrouping ke SDN 3 Lodtunduh,” ujarnya. (kmb35)
Telepon Penting gianyar
Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM KPA Gianyar
- 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233 - 942184
asal Munti Gunung, Karangasem. Setelah diamankan, para gepeng itu kemudian digiring ke Kantor Satpol PP Gianyar untuk didata kemudian diserahkan ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gianyar. Kasat Pol PP Gianyar Cokorda
Gde Agusnawa mengatakan, keberadaan gepeng yang minta-minta di kawasan Ubud sangat mengganggu wisatawan yang berkunjung. Satpol PP Gianyar yang menerima laporan ini langsung melakukan penangkapan. “Di wilayah Ubud
kami amankan gepeng asal Pedahan dan Munti Gunung,” ujarnya. Selain mengamankan gepeng di wilayah Ubud, petugas Satpol PP Gianyar juga melakukan penertiban gepeng di seputaran Pasar Umum Gianyar. Dalam penertiban
di wilayah Gianyar, petugas Satpol PP Gianyar berhasil menciduk 17 orang gepeng. “Puluhan gepeng yang kebanyakan anak-anak kemudian dikumpulkan di Kantor Satpol PP Gianyar untuk didata,” katanya Agusnawa. (kmb35)
Dipastikan sebagai WNA
Bawaslu Usulkan Pencoretan 12 DPT
Gianyar (Bali Post) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gianyar akhirnya memastikan terdapat 12 warga negara asing (WNA) yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Gianyar. Data ini pun sudah direkomendasikan ke Komisi pemilihan Umum (KPU) Gianyar agar segera dilakukan pencoretan. Sementara KPU Gianyar memastikan akan memverifikasi kembali data tersebut. Ketua Bawaslu Gianyar I Wayan Hartawan mengatakan, pihaknya memang terus melakukan verifikasi untuk validitas data DPT. Setelah pengecekan akhirnya dipastikan ada 12 DPT yang sesuai data kini tercatat sebagai WNA. “Hasil penyisiran
kita terakhir dipastikan 12 WNA,” kata Hartawan, Senin (8/3) kemarin. Hartawan mengatakan, data ini sudah dikoordinasikan ke KPU Gianyar untuk dilakukan pengecekan kembali. “Sekarang tugas KPU untuk memverifi-
kasi ke lapangan dan juga ke Disdukcapil. Selanjutnya hasil verifikasi faktual itu akan dijadikan dasar pencoretan oleh KPU,” katanya. Sementara itu, Ketua KPU Gianyar Putu Agus Saguna mengatakan, pihaknya juga
sedang melakukan verifikasi faktual terhadap rekomendasi DPT yang terindikasi WNA. “Kita verifikasi faktual, setelah itu baru dilakukan proses sesuai aturan,” katanya. Ditegaskan, jika DPT itu sudah dipastikan WNA memang harus segera dicoret. Apalagi jadwal pemilu sudah kian dekat. Namun sepeti apa proses pencoretan itu, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi ke pusat. “Bisa saja di-delete, tapi seperti apa
teknisnya akan kami koordinasikan dulu ke KPU pusat,” katanya. Agus Saguna menambahkan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan daftar pemilih tetap tambahan yang dikhususkan untuk pemilih yang pindah memilih. “Pada 20 Maret ini kita pleno. Laporan sementara, lumayan banyak yang pindah memilih. Hal ini terjadi karena sedang ada tugas atau menjalani masa tahanan,” tandasnya. (kmb35)
Sambut Piagam WCC, Dekranasda Kabupaten Gianyar Belajar ke DI Yogyakarta
KABUPATEN Gianyar ditetapkan sebagai Kota Kerajinan Dunia atau Wolrd Craft City (WCC) oleh World Craft Council pada 9 Oktober 2018. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Dekranas Pusat Ny. Mufidah Jusuf Kalla pada saat menerima audiensi Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra didampinggi pengurus Dekranasda lainnya, beberapa waktu lalu, terkait rencana penyerahan Piagam World Craft City yang direncanakan pada tanggal 22 April 2019 di Gianyar. Untuk mempersiapkan pelaksanaannya, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra yang juga istri Bupati Gianyar bergerak cepat. Bersama pengurus Dekranasda serta instansi terkait serta Tim ISI Denpasar, dia melakukan kunjungan kerja ke Dekranasda DI Yogyakarta (DIY), Senin (18/3) kemarin. Rombongan yang dipimpin Plt. Asisten Administrasi Pembangunan Setdakab Gianyar I Gede Widarma Suharta ini diterima Wakil Dekranasda DI Yogyakarta GKBRAA Paku Alam serta Asisten Perekonomian DI Yogyakarta Tri Saktiana di Ruang Dalem Kantor Gubenur DI Yogyakarta. Ny. Ida Ayu Surya Adnyani mengatakan, kunjungannya tersebut dalam rangka persiapan untuk penerimaan Piagam WCC yang direncanakan pada 22 April mendatang, dan persiapan pelaksanaan event internasional terkait pengembangan kerajinan Gianyar dua tahunan pada tahun 2020, pascaditetapkannya Gianyar sebagai WCC. Dipilihnya DI Yogyakarta sebagai lokasi kunjungan, karena DI Yogyakarta telah memiliki pengalaman melakukan kegiatan penerimaan
Piagam Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia pada 2014. “Kita ingin menimba pengalaman dalam mempersiapkan penerimaan piagam. Karena ini skalanya internasional, jadi kami ingin mempersiapkannya dengan matang,” terangnya. Surya Adnyani Mahayastra menambahkan, selain itu pihaknya juga ingin belajar tentang penyelenggaraan event yang berskala intenasional untuk memperkenalkan kerajinan Gianyar. “Dengan ditetapkan sebagai Kota Kerajinan Dunia, kita juga diwajibkan untuk menyelenggarakan event berskala internasional setiap dua tahun sekali untuk memperkenalkan kerajianan Gianyar ke dunia internasional,” ujarnya. Surya Adnyani Mahayastra menambahkan, tujuan Pemkab Gianyar dan Dekranasda Kabupaten Gianyar mengusulkan Gianyar masuk dalam keanggotaan World Craft City, yakni untuk mengenalkan para perajin Gianyar dengan perajin yang ada di luar negeri. Dengan tergabung dalam keanggotaan Worlf Craft City akan dapat membuka membuka peluang bagi perajin Gianyar untuk berinteraksi dengan perajin luar negeri, sehingga terjadi alih pengetahuan dan menjalin kerja sama dengan para perajin dari luar sehingga produk-produk seni kerajinan Gianyar bisa tembus pasar global. Seperti diketahui, industri kerajinan di Kabupaten Gianyar merupakan salah satu industri yang berlandaskan pada kreativitas para seniman, dikerjakan secara manual dan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa. Industri kerajinan di Kabupaten Gianyar juga terbukti mampu meningkatkan pendapatan keluarga serta membuka
KUNJUNGAN - Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra bersama pengurus Dekranasda serta instansi terkait serta Tim ISI Denpasar melakukan kunjungan kerja ke Dekranasda DI Yogyakarta. peluang kerja. “Segala bentuk seni dan kerajinan ada di Gianyar dan didukung para seniman-seniman muda yang kreatif dan inovatif. Sehingga untuk meningkatkan daya saing, diperlukan adanya kerja sama usaha dan teknologi informasi dengan para perajin yang ada di luar negeri,” katanya. Sementara itu, Ketua Dekranasda DI Yogyakarta GKBRAA Paku Alam mengatakan, salah satu tujuan Dekranasda untuk memajukan kerajinan di wilayahnya. Tak hanya dari segi produk kerajinannya tetapi juga dalam hal pengembangan sumber daya manusianya. Untuk itu, menjadi tugas pemerintah melalui Dekranasda untuk mengangkat kerajinan itu ke tingkat nasional maupun internasional. “Perte-
muan ini diharapkan bisa menjadi ajang saling bertukar pengalaman. Sehingga ke depannya bisa menjalin kerja sama antara Dekranada DI Yogyakarta dengan Dekranasda Kabupaten Gianyar,” katanya. Ia menambahkan, dalam mendukung event dalam rangka WCC, peran serta semua stakholder baik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pihak swasta sangat dibutuhkan. Di Yogyakarta sendiri, sebagai tindak lanjut penetapannya sebagai Kota Batik Dunia, rutin menggelar event baik skala kecil maupun skala internasional. Untuk skala kecil (nasional) dilaksanakan setiap tahun, sedangkan untuk skala internasional dilaksanakan dua tahun sekali berupa Jogya Batik Binale. (ad521)
Kamar Jenazah RSUD Sanjiwani ”Overload” Gianyar (Bali Post)Pasca-adanya imbauan pelaksanaan ngaben serangkaian Karya Agung Pancawali Wali Krama Pura Agung Besakih, kamar jenazah di RSUD Sanjiwani Gianyar mengalami overload. Pihak rumah sakit sebenarnya sudah menyiapkan solusi, seperti penambahan bed. Namun tetap saja kurang. Dikonfirmasi Senin (18/3) kemarin, Humas RSUD Sanjiwani Gianyar I.B. Punarbhawa membenarkan saat ini kamar OVERLOAD - Ruang jenazah RSUD Sanjiwani Gianyar yang sudah overload ditutup rapat, Senin (18/3 kemarin.
jenazah RSUD Sanjiwani overload. Kapasitas kamar yang semestinya 20 tempat tidur itu sekarang mencapai 36 hingga Senin kemarin. “Ini sudah overload, semestinya 20 saja tapi ini sudah lebih,” katanya. Menurut Punarbhawa, berbagai upaya telah dilakukan pihaknya untuk mengatasi kondisi ini. Salah satunya dengan menambah tempat tidur sebanyak 16 sehingga saat ini bisa untuk 36 jenazah. “Solusinya kita hanya bisa menambahkan bed saja. Membuat kamar jenazah di luar gedung belum bisa, karena memang harus khusus ditempatkan dalam satu ruangan,” ujarnya. Punarbhawa mengatakan, biaya penitipan jenazah di RSUD
Sanjiwani per hari Rp 50 ribu. Kondisi saat ini hampir keseluruhan penitipan akan berlangsung hingga pertengahan April mendatang. Disinggung jika ada keluarga yang ingin menitip jenazah lagi, pihaknya sudah menyetop penitipan. “Kami mengarahkan dengan menitipkan di kamar jenazah rumah sakit swasta yang ada di wilayah Gianyar maupun di luar Gianyar,” katanya. Pantauan Bali Post Senin kemarin, tampak kamar jenazah di RSUD Sanjiwani yang sudah overload ditutup rapat oleh petugas setempat. Hanya pihak keluarga yang diizinkan masuk untuk menghaturkan sesajen. (kmb35)
JEMBRANA
10
Selasa Pon, 19 Maret 2019
Ada Caleg Siapkan Rp 200 Ribu Per Suara Bawaslu Pastikan Tindak ”Money Politics”
Negara (Bali Post) – Praktik politik uang (money politics) nampaknya masih menjadi strategi andalan bagi caleg-caleg yang sedang bertarung memperebutkan suara 17 April nanti. Di Jembrana, berdasarkan informasi ada caleg yang telah melakukan konsolidasi menggunakan praktik money politics. Modusnya diberikan ke masyarakat pemilih sebelum pencoblosan. Dengan iming-iming uang antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per orang. Namun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan diri akan lebih Pande Made Ady Muliawan sigap dan awas terutama terkait praktik money politics. Beberapa warga di salah satu daerah pemilihan (dapil) ditemui, Minggu (17/3) lalu, mengakui untuk awalnya mereka didata oleh tim dari oknum calon legislatif. Untuk pendataan itu warga diberikan uang awal Rp 50 ribu dengan syarat memberikan nama-nama keluarga yang tercatat sebagai pemilih. “Hitungannya tidak per KK, per orang yang memiliki hak pilih. Satu orang Rp 50 ribu,” aku salah seorang sumber warga ini. Setelah didata, nantinya akan direkap lagi hingga menjelang pencoblosan mereka dijanjikan diberi Rp 200 ribu per kepala dengan syarat mencoblos salah satu caleg. Ketua Bawaslu Jembrana, Pande Made Ady Muliawan, mengungkapkan money politics merupakan salah satu pelanggaran yang harus dihindari peserta pemilu. Ancamannya bila terbukti, tidak main-main, pidana dan denda. “Kita awasi betul model-model seperti ini (politik uang). Bukan tidak mungkin terjadi. Bahkan kami dapat info tidak serangan fajar lagi, tapi serangan menjelang siang hari,” tandasnya. Artinya, secara terang-terangan dilakukan untuk mempengaruhi pemilih dengan uang. Bawaslu mengingatkan bahwa praktik semacam itu termasuk pidana pemilu. “Bahkan bila memang terbukti, bisa pidana jalan. Jelas itu tidak boleh,” ujar Pande. Namun hingga saat ini Bawaslu maupun jajaran di bawah memang belum mengendus praktik-praktik pelanggaran politik uang ini. Bawaslu memastikan hal ini juga masuk menjadi pengawasan selaku pengawas pemilu. (kmb26)
Bali Post/kmb26
BANJIR – Banjir menggenangi sebagian jalan utama Sudirman, Jembrana kemarin. Hujan yang tergolong hujan ekstrem mengguyur Jembrana selama tiga jam.
Hujan Ekstrem Tiga Jam
”Civic Center” dan Jalan Sudirman Tergenang Air Negara (Bali Post) – Sejumlah wilayah di Kabupaten Jembrana, Senin (18/3) terendam banjir dampak hujan yang tergolong ekstrem. Bahkan di sejumlah kawasan strategis di kota Negara, seperti Civic Center (pusat pemerintahan) tak luput dari genangan air. Tingginya debit air membuat beberapa titik ruas jalan tak dapat dilalui kendaraan. Selain tingginya curah hujan, saluran drainase yang tersumbat sebagai pemicu air tak dapat mengalir. Dari pengamatan kemarin, hujan deras mulai mengguyur sejak pukul 14.30 Wita. Tingginya curah hujan berdampak debit air naik di sejumlah
saluran air termasuk di saluran drainase perkotaan. Sejumlah kawasan terdampak banjir seperti di Civic Center Pecangakan Jembrana dan Jalan WR Supratman, Pendem. Di kawasan Civic Center, hampir seluruh areal yang lokasinya lebih rendah seperti Taman Pecangakan dan jalan masuk tergenang air. Bahkan jalan Surapati di sisi utara baik di timur maupun barat Taman Pecangakan terendam air. Sehingga menyulitkan kendaraan yang hendak melintas terutama sepeda motor. Beberapa pengemudi mobil nekat menerobos genangan air yang hampir setinggi setengah meter itu.
Aliran air juga menggenang hingga separuh Jalan Sudirman, depan PN Negara yang merupakan jalur jalan nasional. Beberapa kendaraan terpaksa menghentikan kendaraan dan memutar balik lantaran air cukup tinggi. Karena air terus meninggi, sejumlah petugas dari BPBD Jembrana melakukan pembersihan drainase di jalan Surapati. Kondisi serupa terjadi di WR Supratman, Pendem. Tepatnya di selatan Kampung Tinggi, selain menggenangi jalan, air juga masuk ke rumah-rumah warga. Di lokasi tersebut beberapa rumah warga tergenang air. Disinyalir penyebab utama jalur air mengarah ke
anak sungai Ijogading tersumbat. Sehingga air tidak bisa leluasa mengalir dan menggenang di permukiman. Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Jembrana, Rahmat Prasetia mengungkapkan, dari pengamatan hujan tertakar pada pukul 17.00 Wita selama tiga jam sudah 106.5mm. Hujan tersebut masuk dalam kategori hujan ekstrem. BMKG juga telah menyampaikan peringatan dini terkait prakiraan akan hujan sejak pukul 12.30 Wita kemarin. Di beberapa wilayah di Jembrana seperti di Mendoyo, kemudian diprakirakan meluas ke wilayah Melaya, Negara, Jembrana, dan Pekutatan. (kmb26)
Sudah Setahun Rampung
VAKSINASI – Vaksinasi anjing di salah satu desa di Jembrana. Di Jembrana ada 26 ribu ekor anjing yang berada di zona merah rabies dan menjadi target awal vaksinasi.
Ditargetkan, 26 Ribu Anjing di Zona Merah Divaksin
Negara (Bali Post) Belasan ribu ekor anjing di Jembrana, Senin (18/3) kemarin divaksinasi rabies. Vaksinasi anjing guna antisipasi penyakit rabies ini dilakukan secara serentak di lima kecamatan di Jembrana. Ditargetkan untuk desa-desa yang masuk zona merah 26 ribu ekor anjing disasar vaksinasi. Sedangkan total target keseluruhan nantinya 44 ribu ekor anjing di Jembrana. “Untuk tahap pertama ini kita targetkan 26 ribu ekor anjing di zona merah rabies,” ujar Kasi Keswan Kesmavet IGBN Rai Mulyawan, kemarin. Vaksinasi serentak dibagi beberapa regu dari masing-masing kecamatan menyasar anjing yang dipelihara warga maupun anjing liar. Dalam sehari kemarin, sudah ada 13.735 ekor yang telah diberikan vaksin. Beberapa desa yang masuk kategori zona merah disasar seperti di Kecamatan Pekutatan, Desa Asah Duren dalam sehari sudah 679 anjing yang divaksinasi. Desa Gumbrih 816 ekor, Desa Pangyangan, 295 ekor. Sementara di Kecamatan Melaya, Desa Wanasari, 385 anjing, Desa Melaya 1.480 anjing divaksin, Desa Tukadaya, Desa Blimbingsari, dan Desa Tuwed masing-masing 1.190 ekor, 279 ekor, dan 703 ekor. “Total di Melaya ada 4.037 ekor anjing yang sudah divaksin,” tambah Rai. Selanjutnya di Kecamatan Negara, menyasar Desa Berangbang sebanyak 982 ekor anjing. Total dalam sehari kemarin, menurutnya sudah mencapai 13 ribu ekor lebih yang telah tervaksin. Semua jenis anjing menurutnya disasar vaksinasi ini. Terutama anjing-anjing liar. Sebab menurutnya anjing liar itu lebih berbahaya, khususnya yang masih kecil. “Karena belum divaksin dan biasanya sering digigit anjing yang besar dan tertular rabies,” jelasnya. Vaksinasi ini menurutnya akan dilakukan setiap hari hingga seluruh anjing tervaksinasi. (kmb26)
Sarana Penunjang di PPPN Pengambengan Nganggur Negara (Bali Post) – Sejumlah prasarana penunjang di areal Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan hingga kini masih belum dimanfaatkan. Selain Tempat Pelelangan Ikan (TPI) higienis, beberapa gedung yang difungsikan untuk pabrik es dan cool storage juga nganggur. Padahal bangunan itu sudah rampung hampir setahun lalu. Hal tersebut juga mendapat perhatian khusus dari Direktorat Jenderal (ditjen) Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI saat datang ke Pengambengan, Senin (18/3) kemarin. PPN Pengambengan memiliki potensi tangkapan ikan yang bisa menggerakkan perekonomian. Karena itu adanya sejumlah sarana pendukung, termasuk sekolah tinggi (kampus) hingga sejumlah sarana lainnya, harus segera dimanfaatkan. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan, potensi tangkap ikan di Pengambengan untuk Selat Bali cukup menjanjikan. Di waktu tidak masa panen, produksi ikan seperti Lemuru, Cakalang dan Tongkol mencapai 30 ton. Dan dipastikan akan lebih banyak lagi saat musim tangkap ikan. Karena itu sejumlah bangunan penunjang di PPN Pengambengan ini seperti cool storage dan TPI higienis diperlukan untuk menunjang
hasil tangkap nelayan. Menjaga kestabilan harga jual ikan saat masa panen, sehingga nelayan bisa sejahtera. “Ke depan kita membuka pihakpihak untuk bisa mengelola bersama, terutama BUMN (badan usaha milik negara) perikanan,” ujarnya. Termasuk Perum Perindo dan Perikanan Nusantara (Perinus) yang sejak awal sudah diminta untuk bekerja sama. KKP belum lama ini juga telah mendorong dua BUMN itu untuk mengambil hasil produksi nelayan semaksimal mungkin. “Realisasinya segera,” tambahnya. Untuk diketahui, di Pengambengan beberapa fasilitas penunjang perikanan dan kelautan telah dibangun. Seperti Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Pengambengan hingga bangunan penunjang
TPI HIGIENIS – Salah satu bangunan penunjang perikanan di PPN Pengambengan yakni TPI higienis sejak setahun ini belum termanfaatkan. di PPN Pengambengan. Politeknik saat ini sudah mulai beroperasi, namun untuk TPI higienis dan cool storage masih belum dioperasikan. Bangunan tersebut sudah selesai dibangun sejak awal tahun 2018 lalu. Tetapi sudah setahun, bangunan-bangunan itu belum difungsikan. Pembangunan bangunan ini merupakan bagian dari pengerjaan proyek pengembangan pelabu-
han. Selain dari KKP yang datang ke PPN Pengambengan juga Komisi XI DPR RI, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, serta Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI. Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan dari KKP senilai Rp 5,034 miliar berupa benih ikan, bioflok, pakan mandiri, asuransi
nelayan, kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (KUSUKA), peralatan diversifikasi usaha, chest freezer, beasiswa pendidikan, pengembangan biofarmakologi, penggerak konservasi dan fasilitasi permodalan. Sementara bantuan dari Kementerian Pertanian sebesar Rp 650 juta berupa alat mesin pertanian (alsintan) pra dan pascapanen. (kmb26)
Menengok Suami-Istri KK Miskin di Sombang
Tinggal di Gubuk Reyot Satu Kamar, Alas Tidur Seadanya Kemiskinan yang membelit suami istri Ketut Suama (56) dan Wayan Suitri (55) membuat mereka harus tinggal di gubuk reyot. Lokasinya pun jauh dan harus melewati jalan terjal dan licin terutama di saat hujan. Tidak mungkin menerima bantuan bedah ruah, karena gubuk reyotnya ada di atas tanah milik orang lain.
Pasangan suami-istri dari KK miskin ini tinggal di pelosok Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Tepatnya rumah mereka berada di Banjar Kembangsari (Sombang) Desa Tukadaya, di atas bendungan Palasari sisi timur. Untuk mencapai tempat tinggal pasangan suami-istri yang hidup penuh kekurangan ini, dari jalan perbatasan desa harus berjalan kaki/naik sepeda motor sekitar 500 meter masuk ke wilayah perkebunan warga. Wayan Suitri, Minggu (17/3), ditemui di rumahnya yang berupa gubuk reyot mengatakan, suaminya sedang menghadiri upacara ke Badung. Mereka memiliki empat orang anak. Tiga orang sudah menikah dan satu orang masih bujang, Ketut Budiartawan (16), yang harus putus sekolah karena tidak punya biaya un-
tuk sekolah. Kini dia bekerja sebagai buruh/kernet truk yang mengangkut bahan material bangunan. Sementara anaknya yang lain dan sudah menikah juga tidak mampu. Kondisi keluarga ini sangat memprihatinkan. Tinggal di perbukitan di atas bendungan Palasari di wilayah Sombang dan menempati tanah milik orang lain. Pasangan suamiistri ini menempati gubuk reyot satu kamar dengan alas tidur seadanya. Demikian juga dapur, seadanya. Bahkan tidak memiliki tempat untuk MCK. “Kami tinggal di sini sudah 15 tahun lebih. Ya beginilah keadaan kami. Kami tidak punya tanah dan rumah. Jadi menumpang. Kami menggarap tanah milik orang. Ini katanya pecatu pura dan kami tanami ubi dan sayuran lainnya,” jelasnya. Untuk makan sehari-hari, apa yang bisa dijual itu yang
dipakai untuk membeli berbagai keperluan. “Untuk raskin/ rastra yang dapat sebulan sekali cukup hanya untuk 15 hari,” kata Suitri didampingi anaknya Budiartawan. Karena gubuknya hanya cukup untuk tidur mereka berdua, anaknya mengalah dan kerap menginap di rumah temannya. Suitri memaklumi jika belum mendapat bantuan bedah rumah karena memang belum memiliki tanah sendiri. Karena itulah dia menerima dengan pasrah dan ikhlas kehidupannya selama ini. “Kami tidak ingin menyusahkan orang lain. Kami syukuri apa yang ada. Beginilah hidup kami,” katanya sambil menunjukkan kondisi kamarnya. Dikatakan, suaminya memang terkadang ngayah di Pura Tulungagung, Sarikuning. “Ya namanya ngayah tentu harus dilakukan dengan ikhlas.
Untuk hidup kami berusaha bertani di tanah ini,” jelasnya. Suitri memang mengharapkan bantuan dari dermawan untuk kelangsungan hidupnya karena terkadang mereka kesulitan membeli beras dan keperluan lainnya. Sementara itu, Perbekel Tukadaya Made Budi Utama dikonfirmasi membenarkan Ketut Suama merupakan warganya dari keluarga miskin. “Mereka memang KK miskin buku merah. Tapi kami belum bisa memberikan bantuan bedah rumah karena tidak punya tanah sendiri,” katanya. Budi Utama mengatakan untuk bedah rumah ada aturan harus tanah sendiri atau boleh numpang asal ada surat pernyataan dari pemilik tanah bahwa diizinkan membangun permanen di tanah tersebut dan tidak akan diusir sekurangkurangnya 10 tahun. (kmb)
GUBUG REYOT- Wayan Suitri (55), KK miskin yang tinggal di gubuk reyot di Kembangsari (Sombang), Desa Tukadaya didampingi anaknya, Ketut Budiartawan (16).
Karangasem
Selasa Pon, 19 Maret 2019
11
Kota, Kubu, dan Seraya Banjir
Air Sungai Meluap, Pengendara Tak Bisa Lewat Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem selama enam jam membuat Kota Amlapura kebanjiran. Banjir bandang itu membuat air got meluap bahkan meluber hingga ke badan jalan. Seperti di Jalan utama menuju Kubu, tampak pengendara tidak dapat melintas akibat air sungai meluap melewati jalan raya itu. Begitu juga di daerah Seraya, warga tidak dapat melintas lantaran air sungainya mengalir deras.
BANJIR BANDANG - Pengendara tidak dapat melintas akibat banjir bandang di Kubu, Senin (18/3) kemarin.
Bali Post/kmb41
Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir itu terjadi di sejumlah titik ruas jalan raya di Kota Amlapura. Seperti di Jalan Brigjen Ngurah Rai dan Untung Surapati. Bahkan, air dari dalam got meluber ke jalan raya. Hal itu terjadi, disebabkan saluran draninase tidak berfungsi maksimal. Air meluber karena juga membawa material sampah yang cukup banyak. Tidak pelak, kondisi itu sangat mengganggu pengguna jalan raya. Faktanya, pengendara sulit lewat. Kalaupun memaksankan lewat, harus berhatihati. Sebab, air yang mengalir di jalan raya itu relatif besar. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, Senin (18/3) kemarin, mengatakan hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem itu memang menimbulkan banjir di mana-mana. Termasuk banjir bandang terjadi di beberapa titik. Di antaranya di Seraya dan juga akses jalan nasional di wilayah Kubu. “Lokasi banjir bandang itu merupakan jalan pintasan air (alur air) sungai mati. Setiap diguyur hujan lebat seperti ini, pasti di lokasi itu airnya meluap sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Karena air yang melintasi badan jalan itu, sangat besar,” terangnya. Atas kondisi itu, membuat akses lalu lintas menjadi sedikit terhambat. Para pengendara sampai antre panjang karena tidak bisa lewat akibat air yang lewat cukup deras. ”Kita tidak bisa berbuat banyak terkait kondisi darurat seperti ini. Jalan satu-satunya agar bisa dilewati, mau tidak mau harus menunggu air sampai surut kembali. Semoga air cepat surut, sehingga lalu lintas kembali normal,” harap Arimbawa. (kmb41)
Bupati Mas Sumatri Pimpin Apel HUT Ke-100 Damkar
Gunung Agung Sering Erupsi
Masyarakat Diajak Berperan Aktif dalam Pembangunan Akibat Aliran Fluida Magmatik
ke Permukaan Lancar
Amlapura (Bali Post) Selama sebulan ini, Gunung Agung mengalami erupsi lima kali. Terakhir, gunung tertinggi di Bali itu erupsi Minggu (17/3), malah dalam sehari dua kali. Seringnya Gunung Agung erupsi karena aliran fluida magmatik ke permukaan cukup lancar. Itu disebabkan sistemnya cenderung terbuka. Kepala PVMBG Kasbani, Senin (18/3) kemarin mengungkapkan, dilihat secara deformasi dalam satu bulan terakhir, Gunung Agung mengalami fluktuasi berupa inflasi (penggembungan) maupun deflasi (pengempisan). Itu artinya, volume magma yang bergerak di bawah permukaan teramati dalam jumlah
kecil hanya satu juta meter kubik. “Dengan kondisi ini, Gunung Agung masih belum stabil. Masih ada potensi Gunung Agung itu erupsi dalam skala kecil,” ujarnya. Kasbani menambahkan, seringnya Gunung Agung erupsi dalam sebulan terakhir ini, karena masih adanya pergerakan fluida magmatik ke permukaan. Hanya, lajunya masih rendah. Kawah itu memang masih ada, tetapi posisinya di dasar kawah. “Gunung Agung belakangan ini lebih sering erupsi karena aliran magmatik menuju ke permukaan relatif lancar. Sebab, sistemnya sudah terbuka. Tidak lagi perlu banyak gempa vulkanik agar
Gunung Agung
magma bisa naik ke permukaan,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, aktivitas Gunung Agung masih didominasi gempagempa dengan konten frekuensi rendah. Hal itu mencerminkan aktivitas di kedalaman dangkal berupa gempa embusan. Sesekali terjadi gempa diikuti dengan letusan. Adanya kegempaan dengan frekuensi tinggi. Hal itu mencerminkan ada peretakan batuan di dalam tubuh gunung. Itu disebabkan pergerakan magma di bawah permukaan berupa gempa vulkanik, dalam maupun vulkanik dangkal itu masih terekam dengan intensitas rendah. (kmb41)
Bali Post/kmb41
‘’PANTANG Pulang Sebelum Api Padam Walaupun Nyawa Taruhannya”. Hal itu adalah semboyan penyemangat yang dimiliki Institusi Pemadam Kebakaran (Damkar). Bertempat di Lapangan Tanah Aron, Amlapura, Senin (18/2) kemarin, diperingati satu abad Hari Ulang Tahun ke-100 Damkar Karangasem. Peringatan HUT itu dipimpin Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Bupati pada kesempatan itu membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tjahjo Kumolo, peringatan Hari Ulang Tahun Damkar ini sebagaimana kita lakukan hari ini, tentu tidak hanya dijadikan forum mengenang masa lalu. Peringatan HUT ke-100 Pemadam Kebakaran itu sejatinya mengajak seluruh bangsa Indonesia lebih meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu tetap menjunjung tinggi ideologi Pancasila yang dijadikan sarana pemersatu bangsa. Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara serta masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan. Hal itu wajib dilakukan dalam upaya mewujudkan ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan kepada masyarakat. Pada kesempatan itu, Bupati Mas Sumatri menambahkan, Pemadam Kebakaran dalam tupoksinya bukan hanya penjaga kota apalagi kemudian bertindak pasif. Diharapkan, Damkar itu mampu berperan aktif dalam proses pembangunan, melindungi hasil pembangunan, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Tujuan akhirnya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, harus terlibat aktif menyukseskan agenda nasional bangsa Indonesia. “Tugas Pemadam Kebakaran itu melakukan pencegahan, pengendalian, penyelamatan, dan
BUPATI PIMPIN UPACARA - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menjadi pemimpin upacara memperingati HUT ke-100 Pemadam Kebakaran (Damkar) Karangasem, di Lapangan Tanah Aron Amlapura, Senin (18/3) kemarin.
dan memperluas bangunan BPKAD. Pasalnya, staf BPKAD sebanyak 200 orang. Namun, faktanya mempergunakan ruangan yang relatif sempit. Jadi, proporsinya masih belum ideal. Sebab, ada yang sampai meminjam ruangan kepada Dharma Wanita. Ruang pinjaman itu dipergunakan untuk tempat penyimpanan aset. “Kalau memungkinkan perluas lagi kantor BPKAD. Benahi lagi supaya lebih bagus. Sehingga kantor itu benar-benar terlihat representatif. Kalau bias, ditambah taman agar kantor itu kelihatan asri dan lebih indah,” katanya. Kepala BPKAD Kabupaten Karangasem I Ne-
ngah Mindra menjelaskan, sejauh ini, pihaknya baru mengerjakan laporan 75%. Progres penyelesaiannya segera dilaporkan ke LKPD kepada Inspektorat Daerah. “Kita terus bekerja seoptimal mungkin agar laporan itu segera bisa diselesaikan,” paparnya. Terkait proses dan cakupan dari laporan itu, kata Mindra, proses Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang dituntut pemkab itu dapat menyajikan laporan keuangan detail dan komprehensif. Laporan itu relatif luas memang. Meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca Daerah, Laporan Aliran Kas, dan juga Catatan Atas Laporan Keuangan. (nan)
penanganan bahan berbahaya beracun selain juga kebakaran,” ucapnya. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Karangasem I Nyoman Sutirtayasa usai apel menegaskan, sesuai Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK) disebutkan, Karangasem ke depan mengarah pada pembentukan 5 wilayah manajemen kebakaran, 5 sektor, dan 16 Pos pemadam kebakaran. Namun, saat ini baru terpenuhi tiga Pos dari 16 Pos yang masuk dalam RISPK tersebut. Selain Pos di Karangasem yang termasuk ke dalam wilayah manajemen Karangasem-Bebandem dengan jumlah personel yang dimiliki 21 orang. Penambahan pos pada tahun 2018 itu telah dilakukan menyusul beberapa peristiwa kebakaran yang terjadi khususnya di wilayah Karangasem
bagian barat dan utara. Hal ini disebabkan petugas sering kali mengalami keterlambatan karena akses dari pos utama menuju wilayah itu diperlukan waktu berjam-jam agar tiba di lokasi. Kendala akses jalan berliku-liku itu membuat pelayanan menjadi kurang maksimal. “Penambahan dua pos pelayanan wilayah Karangasem bagian barat, seperti di Selat, Rendang, dan Sidemen. Pos Pemadam Kebakaran nanti dibuat di sebelah kantor camat Selat. Di sana akan dilengkapi satu unit truk pemadam beserta 12 orang petugas disiagakan 24 jam dengan skema tiga shift,’’ ujarnya. Untuk wilayah Karangasem bagian utara seperti di Kecamatan Abang dan Kubu, pos pemadam kebakaran itu berada di rumah Dinas Camat Abang Lapangan Gajah Wea. Di pos
jaga Abang itu ada 18 petugas, disiagakan selama 24 jam dibagi menjadi 3 shift beserta satu unit mobil pemadam Jepang dan satu unit mobil tangki,” katanya. Dibangunnya pos jaga Damkar itu, kata Nyoman Sutirtayasa, merupakan wujud riil pemerintah terkait peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Kendati beberapa fasilitas penunjang masih terbatas. Namun ke depannya diharapkan agar pemerintah selalu memberikan perhatian sehingga segala sesuatu seperti peralatan penunjang lainnya agar dibuat memadai. “Kami berharap 2019 selain penambahan fasilitas, nantinya juga dibarengi penambahan staf atau personel yang memenuhi kompetensi yang disarankan. Itu penting agar respons time 15 menit dapat tercapai,” jelas Sutirtayasa. (ad519)
Bupati Mas Sumatri Sidak Kantor BPKAD Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Pada sidak itu, Bupati hanya meminta Laporangan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Apa ada kendala atau tidak dalam proses pelaporannya. Lalu, bagaimanakah mekanisme LKPD itu? SIDAK ke Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karangasem dilakukan Senin (18/3) kemarin. Pada sidak itu, Bupati Mas Sumatri bukan saja turun sendiri memeriksa LKPD itu, namun, beberapa pejabat teras diikutkan untuk mendampingi bupati. Seperti Asisten III Setda Kabu-
paten Karangasem Wayan Purna, selain itu Kepala Inspektorat Daerah Wayan Sudarsana, Kepala Bagian Administrasi Pemerintah Kabupaten Karangasem Made Suartana. Mas Sumatri mengatakan sidak yang dilakukan itu, untuk mengetahui apakah masih ada kendala dan sejauh mana sudah progres
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Proses laporan itu perlu diketahui dalam upaya membuat transparansi dan akuntabilitas pelaporan. Dengan cara itu, pihaknya dapat mengetahui sejauh mana sudah kemajuan alias progres dari penyelesaian laporan itu. “Untuk menyelesaikan laporan harus dilakukan secara bersama-sama. Kita tidak bisa kerja sendiri-sendiri. Jadi, mari kita bersamasama bahu-membahu agar laporan itu segera selesai sebelum 29 Maret 2019,” ujarnya. Pada sidak kemarin, Mas Sumatri menekankan kepada Kepala BPKAD supaya dapat membenahi bangunan
Bali Post/kmb41
SIDAK - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat melakukan sidak ke Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karangasem, Senin (18/3) kemarin.
KLUNGKUNG
12
Selasa Pon, 19 Maret 2019
Hujan Lebat Disertai Angin Kencang
SOSOK Jaga Kehormatan Lembaga Dewan LEMBAGA Dewan memiliki tiga fungsi yang melekat di setiap pimpinan dan anggotanya, yakni fungsi legislasi, budgeting dan pengawasan. Setelah legislasi dan budgeting, proses pengawasan menjadi gong terakhir dari lembaga dewan dalam mewujudkan tanggung jawabnya mengemban amanah rakyat. Proses pengawasan akan menentukan realitas seluruh program pemerintah daerah dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat. Demikian disampaikan Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru, Senin (18/3) kemarin. Belajar dari persoalan hibah belakangan ini, dia berkomitmen sebagai pimpinan lembaga dewan untuk menjaga kehormatan lembaga. Output dari proses kemitraan eksekutif dan legis-
latif adalah pelayanan yang mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Maka, ketika bola liar persoalan hibah menggelinding ke gedung dewan maka ini harus disikapi secara serius oleh lembaga, bahwa sejatinya proses eksekusi dari eksekutif ada yang keliru. Ini patut diluruskan sesuai dengan tupoksi lembaga, sehingga tujuan utama pelayanan dalam program hibah bupati itu maupun program eksekutif lainnya dapat berjalan dengan baik. Sebab, kunci persoalan hibah ini dari sudut pandang pelayanan eksekutif adalah adanya keterlambatan proses pencairan dana hibah, yang terlalu mepet dengan batas akhir pengerjaan. “Ini lembaga dewan, maka persoalan ini juga harus disikapi secara lembaga. Mari jaga kehormatan
Wayan Baru
lembaga ini,” kata politisi Gerindra Dapil Kecamatan Nusa Penida ini, yang memastikan siap bersaing kembali. Sebagai pimpinan lembaga dewan, pihaknya juga menegaskan terbuka dengan kritik maupun aspirasi masyarakat. Sebab, legislator adalah wakil rakyat yang dalam menjalankan tugasnya akan selalu mendapat sorotan masyarakat. Namun, dia juga menyarankan agar bijak menggunakan media sosial agar ungkapan apapun tidak berujung menjadi fitnah. Apalagi, di tengah situasi politik menjelang Pilpres, Pileg DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten serta DPDRI. “Seperti rapat kerja waktu itu, sengaja kita buka untuk umum, bahkan live di media sosial. Biar masyarakat tahu situasi sesungguhnya,” kata Ketua DPC Gerindra Klungkung ini. Tokoh masyarakat asal Desa Sakti, Nusa Penida ini menyampaikan, sebagai pimpinan partai pihaknya juga menegaskan akan memaksimalkan seluruh potensi incumbent dan kader lainnya untuk memenangkan persaingan. “Target kita adalah menang. Menangkan Prabowo-Sandi di Pilres, dan mempertahankan Gerindra sebagai partai pemenang di Klungkung,” tegasnya. (gik)
Jelang Pemilu
Personel Polisi Dituntut Tingkatkan Disiplin Semarapura (Bali Post) Menjelang pemilu serentak, Polres Klungkung mulai intens melakukan penegakkan disiplin personel, Senin (18/3) kemarin. Polres Klungkung secara khusus melakukan pemeriksaan personel. Ini sebagai agenda rutin agar tidak ada personel yang lalai dengan tugas-tugasnya, di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kredibilitas personel polisi. Penegakan personel polisi dipimpin langsung Wakapolres Klungkung Kompol Ida Bagus Dedi Januartha di Mapolres Klungkung. Wakapolres melakukan pemeriksaan langsung kelengkapan diri personel, antara lain sikap tampang, identitas personel berupa KTA, KTP dan SIM serta Surat Izin Memegang Senjata Api (SIMSA) bagi pemegang senpi dinas. Hasilnya, ada dua personel yang mendapat hukuman langsung, karena tidak membawa KTA Kepolisian. Dua personel tersebut langsung dihukum disiplin push-up. Wakapolres menegaskan, penegakan disiplin ini secara rutin dilaksanakan, guna meningkat-
kan disiplin personel serta mengecek kerapian dan kelengkapan personel sebelum melaksanakan tugas melayani masyarakat. “Gaktiplin dilaksanakan secara rutin untuk meningkatkan kedisiplinan personel. Baik sikap tampang dan kelengkapan administrasi guna pengawasan, kesiapan dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Apalagi menjelang pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Presiden, DPD-RI, DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten,“ katanya. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meminimalisir pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polres Klungkung, sekaligus mengurangi tindakan indisipliner. Sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terlaksana dengan baik. Dia berharap seluruh personel dapat selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat hingga puncaknya nanti pada pengamanan pemilu yang memerlukan konsentrasi tinggi. (kmb31)
Bali Post/kmb31
KELENGKAPAN - Wakapolres Klungkung saat mengecek langsung kelengkapan administrasi personelnya.
Banjir di Semarapura Kelod Truk Tenggelam di Tukad Unda
Semarapura (Bali Post) Hujan lebat disertai angin kencang sekitar tiga jam, Senin (18/3) kemarin, menimbulkan banjir di sejumlah lokasi. Salah satunya di sekitar Kelurahan Semarapura Kelod. Penyebabnya, air hujan dari hulu disertai sampah membuat saluran drainase tersumbat, sehingga air meluap ke jalan setinggi lutut orang dewasa. Sementara di sekitar Tukad Unda Desa Tangkas, satu truk tenggelam lantaran air sungai mendadak besar dari hulu. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada mengatakan, luapan air dari got membuat badan jalan tepat di depan Kantor Semarapura Kelod tergenang air. Tim TRC BPBD Klungkung langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan, setelah menerima laporan dari warga setempat. Sebanyak 12 personel dibantu warga, membuka sejumlah tutup got dan mengeluarkan berbagai jenis sampah. Widiada menegaskan, setiap ada hujan deras, ada saja titik banjir di sekitar Kota Semarapura. Ini menandakan warga kota harus meningkatkan keseriusannya bersamasama menjaga kebersihan lingkungan. Sementara laporan warga lainnya menyebutkan ada satu
truk pengangkut pasir tenggelam di Tukad Unda. Truk ini terjebak di tengah arus deras Tukad Unda, persis di sekitar kubangan eks galian C. Sejak awal banyak yang mencurigai aktivitas tambang di lokasi masih berlangsung dengan cara sembunyi-sembunyi. Petugas Satpol PP sudah berulang kali melakukan sidak, tetapi keberadaan truk pengangkut pasir sulit ditemukan langsung oleh petugas. Bahkan, untuk mencegah truk keluar masuk ke lokasi eks galian C lagi, Satpol PP memasang portal di pintu masuk dari timur. Tetapi, kenyataannya truk kemarin sudah ada di sekitar alur Tukad Unda dan terjebak arus deras di sana. Kepala Pelaksana BPBD Kungkung Putu Widiada men-
gaku sudah mengevakuasi truk tersebut bersama dengan tim TRC BPBD Klungkung. Proses evakuasi dilakukan dengan
mengerahkan alat berat ke lokasi. “Truk yang hanyut itu sudah tertangani,” katanya. Kepala Satpol PP Pemkab Klungkung Putu Suarta setelah melihat truk tersebut, cukup heran. Padahal akses masuk jalan sudah dipasangi portal. “Kami akan cek lagi ke lapangan. Padahal di depan sudah dipasangi portal,” katanya. (kmb31)
Bali Post/ist
DIEVAKUASI - Truk tenggelam di alur Tukad Unda berhasil dievakuasi ke pinggir sungai dengan alat berat.
Bupati Suwirta Pimpin Rapat Persiapan Festival Semarapura IV BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Wakil Bupati I Made Kasta menghadiri rapat persiapan Festival Semarapura IV di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Senin (18/3) kemarin. Bupati Suwirta ingin mematangkan persiapan agar nanti pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat. Kepala Dinas pariwisata I Nengah Sukasta menyampaikan, Festival Semarapura merupakan festival yang diadakan oleh Pemkab Klungkung dengan sasarannya lebih banyak untuk pemberdayaan masyarakat dalam UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Tujuan lainnya, juga memaksimalkan promosi destinasi pariwisata maupun program city tour, salah satu program andalan Pemkab Klungkung. Festival Semarapura IV akan diadakan pada 28 April sampai 2 Mei 2019 nanti. Pada kesempatan itu, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengharapkan pada akhir Maret nanti, persiapan penyelenggaraan Festival Semarapura sudah selesai. Informasi tentang festival ini juga harus sudah mulai disebarkan baik melalui media elektronik maupun media cetak. Sementara untuk Gong Kebyar, Bupati Suwirta meminta Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klungkung, dapat menampilkan Gong Kebyar yang nantinya akan dipentaskan pada
Pesta Kesenian Bali. Agar, Gong Kebyar Duta Klungkung dapat dikoreksi lebih awal. Bupati Suwirta juga meminta agar dalam Pemilihan Jegeg Bagus Klungkung yang diadakan pada saat Festival Semarapura IV, ditambahkan satu kategori lagi, yakni Duta Enterpreneur. Tujuannya dengan harapan melalui Duta Enterpreneur ini dapat menjadi maskot entrepreneur Klungkung. Festival Semarapura IV akan menampilkan tari Telek Jumpai yang ditarikan oleh para siswa di Ka-
bupaten Klungkung. Tarian Telek akan ditarikan oleh siswa SMP dan SMA, kerja sama dengan Pemprov Bali. Bupati Suwirta meminta agar dalam penampilan tari Telek dilengkapi barong di empat arah mata angin. Bupati Suwirta juga meminta panitia untuk melaporkan berapa jumlah transaksi yang terjadi selama Festival Semarapura berlangsung. Baik pada stand kuliner, UMKM dan pameran serta stan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana minat pengunjung ketika
mengunjungi Festival Semarapura IV. Di akhir rapat persiapan itu, Bupati Suwirta meminta agar panitia dapat melakukan koordinasi dengan baik dalam hal persiapan maupun pelaksanaan Festival Semarapura IV. Supaya baik persiapan maupun pelaksanaannya, dapat berjalan dengan baik. OPD terkait juga harus berkomunikasi dengan baik, dan memperlihatkan kerja sama yang bertujuan mensukseskan acara tahunan bergengsi Pemkab Klungkung ini. (ad516)
RAPAT - Bupati Suwirta saat memimpin rapat persiapan Festival Semarapura IV di Ruang Praja Mandala Pemkab Klungkung.
Gali Bibit Atlet dengan Sistem ”Crossing” UPAYA membangun kekuatan atlet dari berbagai cabang olahraga, dimulai dari sekolah. Klungkung menerapkan sistem crossing untuk menggali kekuatan atlet yang mumpuni. Para guru olahraga di setiap sekolah diminta jeli melihat potensi siswa untuk selanjutnya dibina dengan serius. Demikian disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat membuka pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasiona|(O2SN) SD dan SMP se-Klungkung Tahun 2019, di GOR Swecapura, Senin (18/3) kemarin. O2SN ini diikuti oleh 161 atlet dari empat perwakilan kecamatan dan sekolah yang terdiri atas 87 atlet SD dan 74 atlet SMP. Cabang olahraga yang dipertandingkan, pada jenjang SD yaitu atletik, senam, renang, bulutangkis, pencak silat dan karate. Sedangkan untuk tingkat SMP yaitu atletik, renang, bulutangkis, pencak silat dan karate. Kepada para guru olahraga, Bupati Suwirta meminta supaya menindaklanjuti hasil pencarian bakat olahraga yang sudah diselenggarakan sebelumnya. Dengan menggunakan sistem crossing, guru olahraga masing-masing sekolah, supaya mengumpulkan anak didiknya yang berbakat. Selanjutnya, dilatih bersama anak berbakat dari sekolah lain sesuai dengan bakat dan prestasinya. “Guru yang melatih pun harus benarbenar berkompetensi, sehingga anakanak yang sudah berbakat ini semakin muncul bakat dan prestasinya,” kata Bupati Suwirta. Bupati Suwirta mengakui, memang
tidak mudah membentuk siswa menjadi berkarakter dan unggul. Namun melalui O2SN ini, diharapkan tumbuh bibit yang unggul dan berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. Bupati memperingatkan, agar tidak menganggap O2SN ini sebagai agenda seremonial saja. Namun, harus diikuti dengan sungguh-sungguh serta dimanfaatkan untuk mendidik karakter dan mental anak. Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Klungkung Dewa Gde Dharmawan mengatakan, O2SN ini sebagai upaya mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam bidang olahraga. Ini juga sekaligus membina dan mempersiapkan olahragawan berprestasi pada tingkat nasional maupun internasional sejak usia dini. Pelaksanaan pertandingan, dipusatkan di sejumlah tempat, seperti Cabor Renang di Kolam Wisata Tirta Srinadi, Cabor Bulutangkis di GOR Prajasanti, Cabor Pencak Silat dan Karate di GOR Swecapura Gelgel serta Atletik di Lapangan Umum Dawan. Untuk memotivasi para peserta, pada kesempatan itu, dihadirkan siswa peraih juara O2SN di tingkat nasional pada tahun 2018. Yaitu Luh Made Budiartini Bandem dari SDN 1 Semarapura Tengah meraih dua emas dan satu perak pada Cabor Renang SD Putri dan Putu Gatot Putra Wibawa dari SMPN 2 Banjarangkan meraih medali perunggu cabor Atletik SMP Putra. Mereka dinilai sebagai bukti, bahwa Klungkung memiliki atlet mumpuni hingga ke tingkat nasional. (gik)
ATLET- Para atlet mengikuti acara pembukaan O2SN di GOR Swecapura, Klungkung kemarin.
Bali Post/gik
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Pon, 19 Maret 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA 3,5-4Milion/Month Specialist Executive for Online Marketing Women Only,Degree in Business/ Marketing/Relevant Field. Strong Command of English,able to do Simple Graphics,FB&IG Savvy.Marketing/Sales Acumen & Experience is an Advantage. SMS/Call to 087850046710 B.BP.001.03.19.0000466
Dbth Tng Produksi u/Percetakan Laki2.Hub.Diponegoro 51, 228872 B.BP.001.03.19.0000490
BIRO JASA
Dcr:FO,Housekeeping,Security, Laundry,Engineering.Email: new arenahotelkutabali@gmail.com B.BP.164.03.19.0000505
BVC Kerja Luar negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.03.19.0000412
Canggu Dibth Therapis Spa, Pnglmn/Kursus Hub.08113804020 B.BP.004.03.19.0000452
Dicari Karyawan Laundry di Kerobokan Kuta utara 082147086628 B.BP.001.03.19.0000507
DIJUAL RUMAH
Dbthkn 2 tng Administrasi & Accounting Restauran Pria/Wnta Tmpt Jl.Kusuma Dewa 1 No.36 BungtomoUbungH:081999744747 B.BP.001.03.19.0000492
Dcr Admin Bisa Pajak Administrasi.Bw CV ke Jl.Pulau Kawe No.58 Hub.081238226287 B.BP.001.03.19.0000501
Dcr Disain Grafis Bs Photoshop Ai,Corel.WA:082236618181/Email afdruk.design@gmail.com B.BP.001.03.19.0000489
Dcr Terapis Wanita Kirim CV ke kiu-kiu spa Jln.Gatsu Tengah No.239 WA:081238136879 B.BP.001.03.19.0000500
Dicari Pembantu/Baby-Sitter u/Urus Anak 4Thn.Kami Bule tapi udah lamaaaa di Bali! Hub. I Made Rafi 0818850098 B.BP.004.03.19.0000463
DIJUAL MOBIL HONDA
Dijl Freed Th 2011 warna abu2 harga nego, Hub.081239519957 B.BP.001.03.19.0000491
SERVICE
SERVICE
SERVICE
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
PROPERTY
TOYOTA
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
Avanza’11 DK G Manual Silver kndsi bagus 110Jt 087861722981
Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara,087860846839/081805531078
Djl Tnh 3Are Umasari Dalung 29A 5A Buduk Hub.082147454248
B.BP.001.03.19.0000510
B.BP.164.03.19.0000506
Agya 2018 TRD AT Hitam Low KM Renon. Hub:081238433388 B.BP.001.03.19.0000488
PROPERTY
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rumah Type 36/80 Harga 200 Jt Sembung-Mengwi.Hp:082145612209 B.BP.001.03.19.0000493
B.BP.164.03.19.0000504
RUPA-RUPA
Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns B.BP.001.03.19.0000511
KEHILANGAN
Hlg BPKB I 026623110-O DK 7724UO AN Ni Luh Arsini
DIJUAL RUKO
PROPERTY
Suzuki APV Arena GX’2011 Hitam Manual Hub.0361753477 Pribadi
Jual/Sewa Ruko 2Lt murah BUC SHM 104/B.170 tepi jalan besar Cokroaminoto Nego 087856227779
Diswkan Ruko 2Lt JlMudingIndah Kerobokan Badung 081999397780
Hlg BPKB Minibus Nosin DB25280 DK1742KJ An.Ednawati La Bella
B.BP.154.03.19.0000508
B.BP.033.03.19.0000503
B.BP.001.03.19.0000467
B.BP.004.03.19.0000509
SUZUKI
DIJUAL MOBIL
BAHAN BANGUNAN DIJUAL RUMAH
DIJUAL MOBIL
Informasi pasang iklan Telepon
DISEWAKAN RUKO
B.BP.167.03.19.0000502
BANGLI
14
Selasa Pon, 19 Maret 2019
Banjir di Sejumlah Lokasi
Rumah Jabatan Bupati Terendam Bangli (Bali Post) -
Hujan deras yang melanda Kota Bangli, Senin (18/3) sore kemarin, menyebabkan banjir di sejumlah lokasi. Selain merendam sejumlah ruas jalan, banjir juga menggenangi rumah jabatan Bupati Bangli di Jalan Lettu Kanten. Banjir dipicu tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Bangli selama beberapa jam.
Bali Post/kmb40
BANJIR - Rumah jabatan Bupati Bangli terendam banjir, Senin kemarin.
Tertimpa Pohon Pengendara Motor Patah Tulang Bangli (Bali Post) – Dua orang pengendara sepeda motor tertimpa pohon tumbang saat hujan deras melanda wilayah Bangli, Senin (18/3) kemarin. Akibat kejadian itu, satu pengendara mengalami luka serius, yakni patah tulang pada kaki dan luka dalam pada perutnya. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, musibah pohon tumbang itu terjadi di jalan umum Tembuku menuju Jehem sekitar pukul 15.30 wita. Pengendara yang tertimpa pohon tumbang, yakni I Ketut Orson (39) asal Ke-
lurahan Kubu, Bangli dan I Nyoman Adnyana (40) asal Banjar Jehem Kaja, Desa Jehem Tembuku. Mereka mengendarai Jupiter MX DK 6455 PR. Saat melintas di lokasi, pohon kelapa yang tumbuh di dekat jalan raya tumbang dan menimpa keduanya. Akibat kejadian itu, korban I Ketut Orson yang mengemudikan sepeda motor tersebut mengalami luka berat yakni patah tulang kaki kiri, luka gores pada paha kanan, luka gores pada dahi kiri, dan luka dalam pada perut. Sedangkan korban I Nyoman Adnyana mengalami luka
memar pada kaki kiri dan pinggang kiri. Keduanya kemudian dibawa ke RSU Bangli untuk mendapatkan perawatan medis. “Akibat kejadian itu, sepeda motor korban mengalami kerusakan,” terangnya. Selain menyebabkan musibah pohon tumbang, hujan deras yang mengguyur Bangli kemarin juga memicu terjadinya tanah longsor di empat titik di sepanjang jalan umum Tembuku-Jehem. Sulhadi mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Longsor juga tidak sampai menghambat arus lalu lintas. (kmb40)
Karya di Pura Ulun Danu Batur
Arus Lalin Dialihkan Dua Minggu Bangli (Bali Post) Arus lalu lintas (lalin) dari Kintamani menuju Singaraja akan dialihkan selama dua minggu ke depan. Pengalihan arus lalin ke sejumlah jalur alternatif mulai Selasa (19/3) hari ini, dilakukan untuk menghindari kekroditan selama berlangsungnya karya Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Pakraman Batur. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Senin (18/3) kemarin menjelaskan, sesuai peta pengalihan arus lalin yang telah dirancang Satlantas Polres Bangli, kendaraan yang datang dari arah utara (Singaraja) menuju selatan, akan dialihkan di Simpang Tiga Belancan menuju Desa Belancan tembus ke simpang
empat Peludu. Sementara arus lalin yang datang dari arah Payangan akan dialihkan belok kanan di simpang empat Peludu menuju simpang empat Sekaan lalu belok kiri menuju Desa Batur. Arus lalin yang datang dari arah Penelokan sampai di Simpang tiga Katung akan dialihkan belok kiri menuju simpang tiga Gunung Kunyit hingga tembus di Simpang Tiga KUD. Pamedek yang akan ke Besakih dialihkan satu jalur. Dari jalan Parkir Tunon ke barat menuju Paket kemudian ke simpang empat Peludu belok kiri menuju Bayung Gede. Dari simpang tiga Sekardadi, kendaraan dialihkan belok kiri menuju simpang tiga Suter/ Museum Geopark Batur lalu belok kanan.
Sulhadi mengatakan, bagi pamedek yang hendak sembahyang ke Pura Ulun Danu Batur akan diarahkan parkir di Tunon dan di tempat-tempat parkir pribadi. Sementara untuk penganyar diarahkan memarkir kendaraannya di parkir VIP di depan Pura Ulun Danu Batur. “Pengalihan arus lalin akan diberlakukan dari tanggal 19 Maret sampai tanggal 2 April mendatang,” terangnya. Kasatlantas Polres Bangli AKP I Nengah Sona menambahkan, selama karya Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur berlangsung, Polres Bangli akan menerjunkan 151 personel. Untuk memberi kenyamanan kepada para pengguna jalan, pihaknya akan mendirikan 16 pos pelayanan. (kmb40)
Menurut beberapa petugas, banjir yang melanda rumah jabatan orang nomor satu di Bangli tersebut disebabkan pintu belakang areal rumah jabatan tersebut jebol diterjang air kiriman. Untuk mengurangi genangan banjir, sejumlah petugas BPBD telah melakukan upaya penyedotan air dengan menggunakan mesin. Selain di rumah jabatan bupati, banjir juga menggenangi rumah kos-kosan di Kelurahan Kawan. Tingginya genangan banjir memaksa tiga KK yang menghuni rumah kos-kosan tersebut harus dievakuasi. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Wayan Karmawan mengatakan, banjir yang melanda wilayah Kota Bangli kemarin disebabkan tingginya intensitas hujan. Sementara drainase yang ada tak cukup menampung volume air hingga menyebabkan terjadinya banjir. Untuk menangani dampak banjir, pihaknya mengaku telah melibatkan instansi terkait untuk
melakukan pemantauan dan penanganan. Estimasi total kerugian material yang ditimbulkan banjir diperkirakan Rp 300 juta hingga Rp 500 juta. Kendaraan Mogok Banjir juga menyebabkan banyak kendaraan mogok hingga mengakibatkan arus lalin tersendat. Seperti yang terjadi di Jalan Kusuma Yudha, tepatnya di dekat Kantor Pos. Kendaraan roda dua terlihat banyak mogok lantaran pengendara nekat menerobos banjir. Beberapa kendaraan roda empat juga mengalami nasib yang sama, hingga harus ditepikan ke pinggir jalan. Tingginya intensitas hujan juga menyebabkan beberapa toko yang ada di sepanjang jalan itu kemasukan banjir. Nyoman Heri, warga yang tinggal di sekitar lokasi mengatakan, banjir yang melanda ruas Jalan Kusuma Yudha terjadi lantaran debit air yang datang dari arah utara cukup besar. (kmb40)
Serahkan SK Naik Pangkat untuk 668 ASN
Sekda Giri Putra Minta ASN Tingkatkan Kinerja dan Pengabdian SEBANYAK 688 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari golongan I, II, dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli menerima Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat dari Bupati Bangli. SK kenaikan pangkat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sekda Kabupaten Bangli Ir. Ida Bagus Gde Giri Putra, M.M. di selasela pelaksanaan apel disiplin di Lapangan Kapten Mudita Bangli, Senin (18/3) kemarin. Sekda Giri Putra pada kesempatan itu mengatakan, kenaikan pangkat bagi seorang ASN bukanlah sebuah hak, tetapi merupakan penghargaan atas pengabdian ASN yang diberikan oleh pemerintah. Melalui penyerahan SK ini, Sekda Giri Putra berharap, ASN yang menerima kenaikan pangkat, bisa lebih termotivasi untuk bisa bekerja lebih keras, lebih profesional untuk kemajuan Kabupaten Bangli. “Melalui kesempatan ini, saya minta seluruh ASN di Bangli, tidak hanya yang naik pangkat hari ini, untuk terus bisa meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada kabupaten tercinta ini. Pimpinan dalam hal ini Bapak Bupati sudah berkomitmen, di sisa jabatan beliau, kesejahteraan ASN di Bangli akan terus ditingkatkan. Tentu komitmen pimpinan (Bapak Bupati) harus dijaga dengan kerja keras dari semua ASN,” pintanya. Sebagai Sekretaris Daerah, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas
soliditas, kerja keras dan koordinasi yang baik dari ASN, sehingga sudah cukup banyak prestasi yang bisa dicapai Pemerintah Kabupaten Bangli melalui kerja keras ASN. Terlebih sambung Sekda Giri Putra, saat exit pemeriksaan pendahuluan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu, di mana laporan dari ketua tim pemeriksa mengenai potret awal laporan keuangan dan tata keuangan Kabupaten Bangli, dipandang sangat baik. Bahkan Kepala perwakilan BPK Provinsi Bali juga sampai mengatakan, baru kali ini beliau mendengarkan laporan dari ketua tim, selalu menyampaikan laporan baik tentang tata kelola keuangan di Bangli. “Sebagai Sekretaris Daerah, saya sangat bangga. Ini tentu tidak lepas dari kerja nyata dan kerja keras para ASN di Bangli,” ucapnya. Pada kesempatan itu, Sekda Giri Putra juga menyampaikan permohonan maaf terkait dengan keterlambatan pembayaran gaji Pegawai Tidak Tetap (PTT) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebagai pimpinan ia menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini, meskipun ia secara tegas sudah memerintahkan deadline hari Selasa sebelum hari suci Nyepi, semua harus sudah dibayarkan. Namun nyatanya dari berbagai laporan, ternyata ada beberapa OPD yang belum bisa mencairkan gaji PTT. “Selaku pimpinan,
SK - Sekda Bangli Ir. Ida Bagus Gde Giri Putra, M.M. menyerahkan secara simbolis SK kenaikan pangkat di sela-sela apel disiplin yang dilaksanakan di Lapangan Kapten Mudita Bangli, Senin (18/3) kemarin. saya yang minta maaf kepada Bapak-Ibu PTT yang gajinya belum terbayar. Saya sudah minta ini segera dicairkan,” kata Sekda Giri Putra. Di sisi lain, menjelang hajatan politik pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPD-RI, DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, kembali Sekda Giri Putra secara tegas mengingatkan akan netralitas ASN. Ia meminta agar jangan sampai ada kecenderungan oknum ASN yang memihak pada salah satu calon, meskipun sudah memiliki pilihan masing-masing. Sebab pelanggaran yang dilakukan akan sangat mempengaruhi eksis-
tensi oknum ASN tersebut. “Meskipun sampai saat ini belum ada laporan masuk ke Sekretaris Daerah akan keterlibatan oknum-oknum ASN di Bangli dari Bawaslu dalam kegiatan Pemilu 2019, saya tetap mengingatkan akan netralitas ASN dalam pemilu. Saya minta berikan dukungan pada saatnya dan jangan sampai ikut melakukan mobilisasi masa. Untuk menjaga netralitas ASN di Bangli, saya juga sudah membuat edaran tertulis kepada seluruh perangkat daerah di Bangli tentang pemahaman akan netralitas ASN,” pungkasnya. (ad518)
OLAHRAGA
Selasa Pon, 19 Maret 2019
15
Messi Cetak ‘’Hattrick’’ Ke-51 Madrid – Lionel Messi mencetak hattrick spektakuler untuk membawa Barcelona meraih kemenangan 4-1 atas tuan rumah Real Betis dalam lanjutan kompetisi La Liga Spanyol, Senin (18/3) dini hari kemarin. Hasil ini mendekatkan Barca dengan raihan trofi La Liga.
Bali Post/ist
PIALA WALI KOTA - Kejuaraan tinju Piala Wali Kota Denpasar 2019 di Panjer.
Anggito dan Hendrik Petinju Terbaik Denpasar (Bali Post)Dua petinju Adi Swandana Boxing Camp (ASBC) yaitu Anggito yang turun di kelas 52 kg dan Hendrik di kelas 69 kg, dinobatkan menjadi petinju terbaik junior dan senior pada Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Denpasar 2019 di Endi Camp Tinju, Panjer, 16-17 Maret lalu. Kejuaraan dimeriahkan 41 petinju yang turun pada 14 kelas antara lain kelas 42 kg junior, 46 kg junior, 52 kg junior, 64 kg junior, 75 kg junior, 49 kg junior, 52 kg senior, 60 kg senior, 69 kg senior, 75 kg senior serta ekshibisi petinju putri. Para petinju yang berlaga berasal dari Sasana Cakti Gebor, Setia Budi, ASBC, Indi dan M. Fight. Ketua Umum Pengkot Pertina Kota Denpasar
Made Muliawan Arya menyatakan, Piala Wali Kota 2019 khusus dimeriahkan petinju yang berlatih di sasana yang ada di Kota Denpasar. Berbeda dengan tahun lalu yang melibatkan Pengkat Pertina se-Bali, Lombok dan Banyuwangi. Melihat kualitas petinju yang berlaga di Piala Wali Kota, ia optimis atletnya akan mendominasi pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September mendatang. Akan tetapi Denpasar tidak bisa menurunkan dua petinju andalannya, Julio Bria dan Kornelis Kwangu Langu, sebab sudah meraih medali di SEA Games. Pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, petinju Denpasar mendulang 7 medali emas dan 1 perak dari delapan kelas yang dipertandingkan. (022)
Venue Porprov Bali
Delegasi Teknis Diminta Beri Masukan
Denpasar (Bali Post)Para delegasi teknis (technical delegate) semua cabang olahraga (cabor) diminta memberi masukan terkait kelengkapan sarana tempat pertandingan (venue) pada Porprov Bali di Tabanan, September mendatang. Mereka dijadwalkan meninjau lokasi pertandingan pada Kamis (21/3) lusa. ‘’Kami minta kepada semua delegasi teknis agar memberikan masukan demi kelengkapan sarana pada pelaksanaan Porprov Bali. Intinya, kami ingin pelaksanaan Porprov menggunakan
Selasa, 19 Maret 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santhi (5) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Halo Kamtibmas 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Solusi Alternatif Soman 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Nangun Yadnya Usabha Dalem Pingit, Pura Dalem Bukit Karangasem 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dialog Interaktif Mahendradata 17:00 Wita Dialog Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Artha Buana Investama 21:00 Wita Solusi Alternatif Jamu Tetes HaGe 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Denkayu (Madri Pralaya) (3) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
venue berstandar walaupun dengan segala keterbatasan dana,” ucap Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi usai menggelar rapat bersama delegasi teknis di KONI Bali, Denpasar, Senin (18/3) kemarin. Di bagian lain, Tim Pengawas dan Pengarah (Wasrah) KONI Bali berharap pelaksanaan Porprov tetap memakai arena pertandingan yang memenuhi syarat untuk semua cabor. “Walaupun dengan keterbatasan venue dan dana, kami berharap pelaksanaan Porprov tetap berkualitas sehingga menelorkan atlet berprestasi,” jelasnya. Suwandi menekankan perlunya kebersamaan agar pada pelaksanaan Porprov tidak muncul keluhan mengenai honor. Porprov juga harus tetap mengutamakan semangat keolahragaan. Untuk itu, delegasi teknis sebagai pelaksana di lapangan diharapkan mampu mencatat seraya mengusulkan kekurangan kelengkapan venue. Ditambahkannya, nomor yang dipertandingkan di Porprov Bali mengacu pada pelaksanaan PON 2020 di Papua. Seandainya ada nomor yang belum masuk Porprov, cabor bisa menggelarnya pada Kejurprov sehingga pembinaan tetap berjalan. (022)
Trigol Messi yang kedua dalam sebulan, keempat musim ini dan yang ke-51 dalam kariernya, membuat Barca unggul 10 poin dari Atletico Madrid dengan 10 pertandingan tersisa. Selisih ini terlalu besar untuk ditutup oleh Atletico dan Real Madrid di posisi ketiga. Sebagian besar penggemar Betis yang datang ke Benito Villamarin merasa harus berdiri dan bertepuk tangan atas gol-gol yang dibuat Messi. ‘’Saya sangat berterima kasih kepada fans Betis. Kami memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesenjangan dengan Atletico.
Kami mengambilnya malam ini,’’ kata Messi yang menjadi top skor La Liga dengan 29 gol dan 39 gol di semua kompetisi. Satu-satunya noda bagi Barca adalah Luis Suarez yang tertatih-tatih di akhir laga. Pelatih Ernesto Valverde menduga sang striker yang membuat gol keempat Barca mengalami keseleo yang buruk di pergelangan kakinya. Kegarangan Messi dan kawankawan menjadi pertanda buruk bagi Manchester United di perempatfinal Liga Champions bulan depan dan Valencia di final Copa del Rey pada Mei nanti. Chelsea Sementara itu, Maurizio Sarri menyalahkan perubahan mental pemainnya saat Chelsea menderita kekalahan 0-2 atas Everton di Liga Utama Inggris. Pelatih asal Italia itu mengaku khawatir klubnya tidak akan mencapai empat besar bila dirinya tidak dapat memperbaiki masalah tersebut. ‘’Saya rasa sekarang ini adalah batas kami. Menurut saya, 45 menit pertama adalah permainan terbaik kami sepanjang musim, kemudian menjadi sebuah tim
yang berbeda. Kami lupa bagaimana caranya bertahan, lupa bagaimana melakukan serangan balik. Itu adalah masalah bagi kami,’’ ujarnya usai laga di Goodison. Liverpool merebut posisi Manchester City di
tempat teratas Liga Ing gris setelah mengalahkan Fulham 2-1 di Craven Cottage. Si Merah membutuhkan penalti James Milner untuk merebut poin penuh. Sadio Mane membuat tim tamu unggul di pertengahan babak pertama. Ryan Babel menyamakan kedudukan untuk Everton 16 menit kemudian. Pasukan Juergen Klopp kini unggul dua poin atas City, tetapi sang
Kurang Bergairah
‘’Seperti yang kita lihat di lapangan, banyaknya produk luar daerah yang masuk ke Bali membuat harga komoditas di tingkat petani lokal menjadi rendah dan berdampak pada kurang bergairahnya petani Bali untuk melakukan pengembangan dalam budi daya pertanian. Akibatnya kuantitas dan kualitas produk juga stagnan,’’ terangnya. Suparyana juga menyoroti banyaknya pengepul ‘’nakal’’ yang memanfaatkan banyaknya produk luar daerah masuk ke Bali yang makin memperparah kendala yang dihadapi petani lokal selama ini. ‘’Pergub ini kami harap benar-benar dikawal dan
dimonitor pelaksanaannya sesuai dengan tujuan penetapannya, yakni menyejahterakan petani Bali. Karena kesejahteraan petani juga berarti menuju pada kemandirian pangan di Bali. Selain itu juga memacu para petani untuk budi daya yang efektif dan efisien atau meningkatkan kompetensi petani itu sendiri. Apalagi kalau ada pengembangan kompetensi untuk pertanian secara organik dan berkelanjutan tentu kualitasnya bisa meningkat lebih jauh lagi,’’ paparnya. Sementara itu, salah seorang petani beras merah asal Wongaya Betan, Penebel, Tabanan, Nengah Suarsana, yang ditemui terpisah secara umum mendukung dan menyambut baik dilaksanakannya Pergub 99 Tahun 2018
yang disebutnya bisa menjadi harapan baru bagi para petani. ‘’Kalau dari pendapat dan pengalaman selama ini yang jadi kendala dalam pemasaran adalah kebanyakan pembeli hotel, supermarket atau restoran yang pembayarannya dilakukan belakangan alias ngebon dulu. Ini cukup memberatkan kami sebagai petani untuk memutar uang, karena ongkos produksi yang cukup tinggi. Dengan adanya regulasi ini tentu harapan kami hal yang demikian bisa dikurangi dan petani bisa mendapatkan pembayarannya secara tunai,’’ harap Ketua Kelompok Petani Somya Pertiwi yang mengkhususkan diri terhadap produksi beras organik tersebut. Suarsana melanjutkan, dirinya dan petani yang lain
juara bertahan memiliki satu pertandingan. ‘’Permainan biasa, hasil yang sensasional. City sepertinya tidak akan kehilangan banyak poin. Jadi, kami harus menang, menang dan menang. Itulah tugas kami,’’ tegas Klopp. Juventus Juventus menelan kekalahan pertama di Serie A Liga Italia musim ini di Genoa. Tanpa Cristiano Ronaldo yang diistirahatkan, Juve takluk 0-2 tetapi masih tetap nyaman di jalur untuk merebut gelar liga kedelapan berturut-turut. Juventus unggul 15 poin atas peringkat kedua Napoli yang menang 4-2 melawan Udinese. ‘’Ini bukan tragedi, tapi saya minta maaf karena kami ingin tetap tak terkalahkan. Kamu tidak bisa memainkan semua pertandingan dengan maksimal. Liga Champions tentu saja sangat berat,’’ jelas pelatih Massimiliano Allegri. Dalam laga lainnya, Inter unggul 3-2 atas AC Milan dalam derby Milan. Inter kini di posisi ketiga, sedangkan Milan turun ke peringkat keempat. Dalam lanjutan Liga Jerman, Bayern M u nich mencukur Mainz 6-0 di Allianz Arena. James Rodriguez membuat hattrick pertamanya di Bundesliga untuk membawa Bayern kembali ke puncak klasemen. ‘’Kami menunjukkan kekecewaan atas kekalahan dari Liverpool di Liga Champions. Jadi, penting untuk bereaksi,’’ tegas pelatih Niko Kovac. Gol Bayern lainnya dibukukan Robert Lewandowski, Leon Goretzka dan Kingsley Coman. (afp/kmb) GOL – Lionel Messi merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Real Betis dalam kompetisi La Liga Spanyol.
juga mengharapkan adanya kejelasan dan sistem yang transparan dalam pembayaran andaikata nantinya sistem pembayaran bekerja sama dengan pihak ketiga. ‘’Yang saya dengar pembayaran dilakukan oleh Perusahaan Daerah (Perusda) dan petani mendapatkan pembayaran secara tunai. Kalau bisa demikian saya pikir baik
sekali karena petani akan mendapatkan kejelasan mengenai penjualan produknya ditambah ada regulasi yang mengatur. Tinggal sekarang transparansi saja, baik harga atau sistemnya, karena kami petani inginnya cuma satu kepastian produk kami bisa terserap dan kepastian pula untuk harganya,’’ jelas Suarsana. (ad514)
balipost http://facebook.com/balipost
Selasa Pon, 19 MAret 2019
S
uara Kandidat VVV
VVV VV
VVV VV VV VVV V VV
VV VVV VVVVV VVVV
VV V VV V VVV
IN
B
H
VVVV VV V VVVV VVVVV VV V VVVVVVVVVV VVVVVVV VVVVVVV VVV
EK
AT UN
GGAL IKA
sura t su ar
a
VVV
VVV VVVVVV VV
VVV VVVVVVV
VVVV VVVV VVV
V V V V VV VV VVVVVV VV VV VV VV VV VVVVV VVVVV VVVVVVVV V VVV VVVVVVVV V
BH
INE
KA KA TUNGGAL I
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Perjuangkan Bansos Kembali Dianggarkan Cari Solusi Masalah Kemacetan dan Sampah
TIDAK bisa dimungkiri, pariwisata telah menjadi tulang punggung utama Bali. Khususnya di Kabupaten Badung yang APBD-nya lebih banyak mengandalkan dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Untuk menjaga kelangsungannya, maka objek-objek wisata yang ada harus betul-betul diperhatikan. Antara lain menyangkut masalah kebersihan, tamanisasi hingga infrastruktur jalan yang kini sudah mulai macet. ‘’Terutama kan yang di Badung Selatan ini. Kemarin juga ada banjir di jalan di Kutuh itu, perlu mendapat perhatian jalan-jalan pintas yang direncanakan segera bisa diwujudkan,’’ ujar I Ketut Tama Tenaya, calon anggota legislatif DPRD Bali dari PDI Perjuangan dapil Badung, di Denpasar, Senin (18/3) kemarin. Menurut Ketua Komisi I DPRD Bali ini, kemacetan akan membawa citra buruk bagi perkembangan pariwisata Bali. Begitu juga masalah kebersihan akibat sampah, masalah keamanan, dan air bersih. Mengingat, Ba-
dung didatangi oleh banyak orang, baik wisatawan maupun pendatang yang mengais rezeki. Hal ini berdampak pula pada menjamurnya permukiman. ‘’Banyaknya permukiman yang dibangun menyebabkan kekurangan air bersih. Ini juga perlu antisipasi,’’ jelas Tama Tenaya. Sementara bicara sampah, Badung tidak bisa hanya mengandalkan TPA Regional Sarbagita atau TPA Suwung. Perlu ada sistem lain pengelolaan sampah untuk jangka pendek. Misalnya dengan menyediakan alat untuk melebur sampah di tingkat desa. Sampah agar diolah dan jangan ditumpuk karena bisa menjadi sarang penyakit. Selain itu, mengimplementasikan dengan baik Pergub No.97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. ‘’Kabupaten juga harus mencari solusi. Kalau hanya menunggu, nanti sampah akan semakin menumpuk,’’ imbuh Tama Tenaya. Lebih lanjut dikatakan, pariwisata juga membawa dampak ikutan lain seperti narkoba yang berbahaya bagi generasi mendatang. Pemerintah harus segera mengantisipasi, bisa dengan melibatkan tokoh-tokoh adat dan agama untuk menyosialisasikan bahaya narkoba kepada generasi muda melalui sekaa teruna. Sebab, generasi muda inilah yang nanti menjadi ujung tombak pelestarian adat dan budaya sebagai roh pariwisata. ‘’Kalau sampai lumpuh karena narkoba, Bali ini akan berbahaya ke depan karena siapa lagi generasi muda yang akan melanjutkan termasuk mempertahankan adat, budaya Bali,’’ tandasnya. (rin)
SEJAK dua tahun terakhir, tidak ada dana bantuan sosial (bansos) berupa hibah yang diberikan kepada masyarakat di Karangasem. Padahal bansos ini sangat didamba-dambakan oleh masyarakat. ‘’Sudah dua tahun tidak ada alokasi dana bansos ini,’’ ujar I Gusti Agung Dwi Putra, Caleg DPRD Karangasem dari Partai Golkar. Selama ini, kata Ketua Komisi III DPRD Karangasem ini, aspirasi masyarakat selalu mempertanyakan bantuan itu. Melihat kondisi itu, Agung Dwi Putra menyatakan jika kembali dipercaya menjadi anggota DPRD Karangasem lima tahun ke depan, maka dirinya berupaya memperjuangkan agar Pemerintah Kabupaten Karangasem dapat mengalokasikan anggaran dana bansos tersebut. Caleg asal Banjar Dinas Padang Tunggal, Desa Duda, Selat ini menambahkan, melihat hal itu, jika dirinya kembali dipercaya oleh masyarakat kembali duduk di DPRD Karangasem lima tahun ke depan, maka dirinya bakal memperjuangkan supaya Pemerintah Kabupaten Karangasem pada tahun 2020 mendatang bisa mengalokasikan anggaran untuk bansos tersebut. ‘’Saya harapkan tahun 2020 ada bansos lagi. Karena di masa kepemimpinan bupati yang sebelumnya ada alokasi anggaran untuk bansos. Terkait itu, pemerintah harus mencari solusi supaya masyarakat bisa mendapatkan bansos berupa hibah ini lagi. Dan bisa mengikuti kabupaten yang lainnya bisa menjalankan bantuan hibah kepada masyarakat,’’ kata Caleg dari Partai Golkar nomor urut 1 itu. Dia menjelaskan, jika bansos itu sangat diharapkan oleh masyarakat untuk pembangunan salah satunya di pura dadia. Pasalnya, anggaran untuk pembangunan di pura cukup besar. Apalagi, bagi pura dadia yang pangempon-nya sedikit, sementara biaya pembangunannya besar sehingga cukup membebani mereka. Belum lagi dibebani dengan kegiatan upacara yadnya yang lainnya. Jelas beban mereka menjadi bertambah. Lain halnya jika pembangunan pura di dadia kecil, sementara pangempon-nya banyak maka tidak ada masalah. ‘’Astungkara jika saya kembali diberikan kepercayaan lagi duduk di legislatif akan memperjuangkan dana bansos itu. Sehingga ke depannya masyarakat dapat menikmati bansos ini untuk
pembangunan di pura. Dan saya juga akan melanjutkan program selama ini yang sudah berjalan selama saya duduk dua periode di DPRD Karangasem. Jadi, bagi program yang belum maksimal di tahun-tahun sebelumnya, bisa dilanjutkan di periode ketiga nanti. Pada intinya jika kembali menjabat saya bisa memfasilitasi kepentingan masyarakat dan bisa melayani apa saja kebutuhan masyarakat untuk diperjuangkan,’’ jelas caleg Dapil IV ini. Disinggung terkait kesiapan jelang pemilu nanti, Agung Dwi Putra menegaskan, kalau dirinya tidak terlalu menyiapkan diri seperti pada periode kedua. Di mana untuk sekarang ini, dirinya seperti air mengalir yakni apa adanya, terutama saat bertemu dengan masyarakat. ‘’Apa pun kegiatan yang dilakukan di masyarakat saya berusaha untuk menghadirinya. Sehingga kegiatan masyarakat yang bisa difasilitasi bakal diusahakan untuk difasilitasi,’’ tegas Gung Dwi. (kmb41)
Bali Post/kmb41
I Gusti Agung Dwi Putra
Dukung Penerbitan Buku-buku Agama Hindu untuk Anak Muda POLITISI PDI Perjuangan I Gusti Agung Putri Astrid Kartika, M.A. mendukung penerbitan bukubuku agama Hindu yang menyasar kalangan anak muda. Meski saat ini disebut sebagai era online, menurutnya, buku tetap diperlukan sebagai referensi yang lebih serius dan mendalam. ‘’Jadi kalau buku itu umumnya akan mengulas masalah secara lebih komprehensif dan lengkap sehingga pemahamannya juga akan lebh bagus,’’ katanya usai menghadiri peluncuran buku ‘’Sisya Parisudha, Menjadi Sisya Berkarakter Mulia’’ karya aktivis Aliansi Pemuda Hindu Bali (APHB) I Putu Heri Dianandika, Sabtu (16/3). Dia mencontohkan buku yang di-
luncurkan di mana penulisnya memberikan ulasan mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi para sisya saat ini. Buku itu sekaligus memberi pedoman bagaimana menyikapinya serta tindakan yang harus dilakukan dengan mengacu pada ajaran agama Hindu. Anggota Komisi VIII DPR-RI ini mengingatkan, para sisya saat ini menghadapi tantangan yang berat karena pola pembelajaran yang kian berubah. Kini selain pendidikan formal, pendidikan melalui internet pun menjadi tantangan. ‘’Banyak orang yang lebih percaya pada google yang bisa ditanya apa saja. Yang seperti itu jangan sampai melunturkan penghormatan kita kepada para guru
dan orangtua,’’ tegas Gung Tri, yang kini kembali dicalonkan partainya ke DPR-RI ini. Sementara itu, penulis buku Heri Dianandika menjelaskan, buku itu ditulisnya setelah mengamati berbagai kecenderungan perilaku para sisya saat ini. ‘’Saya melihat sepertinya penghormatan kepada guru dan orangtua mulai mengalami kelunturan,’’ jelasnya. Salah-satu penyebabnya adalah model pengajaran yang menekankan pengetahuan dan teknologi semata tanpa diimbangi wawasan etika dan spiritualitas. Ia lalu berusaha mempelajari dan menggali pustaka suci Bagavad-Gita khususnya pada Sloka XVII.14 untuk dijadikan dasar menulis tentang sisya
paripurna. Sloka itu sendiri berkisah ketika Sri Khrisna berperan sebagai guru bagi Arjuna. ‘’Saya berharap buku ini bisa disebarluaskan dan dibaca khususnya oleh anak-anak muda,’’ tegasnya mengenai buku yang penerbitannya mendapat dukungan dari I Gusti Agung Putri Astrid Kartika. (kmb) DUKUNG - Politisi PDI Perjuangan I Gusti Agung Putri Astrid Kartika, M.A. bersama aktivis Aliansi Pemuda Hindu Bali (APHB) I Putu Heri Dianandika yang merupakan penulis buku ‘’Sisya Parisudha, Menjadi Sisya Berkarakter Mulia”.
IGK Ayu Ariani
Jaga Hotel Bersejarah Jadi Pionir
PENAMPILANNYA sederhana, namun gurat kecantikannya masih jelas. Jika disapa, ia pasti membalasnya dengan senyuman, lalu menjawab dengan halus dan ramah. Maklum, sebagai pekerja pariwisata, ia selalu menjaga sikap tulus dan ramah. Terlebih lagi sebagai seorang General Manager (GM) Grand Inna Bali Beach (Tower), Sanur, ia mesti lebih desiplin dan bertanggung jawab. ‘’Saya memiliki komitmen dalam bekerja,’’ katanya. I Gusti Komang Ayu Ariani demikian namanya. Wanita asal Pandak Gede, Tabanan ini memang terkenal telaten dalam mengelola hotel. Memiliki pengalaman 35 tahun dalam dunia industri hospitality, membuatnya semakin tepat sebagai seorang GM. ‘’Kami punya semangat untuk mengembangkan hotel bersejarah. Apalagi, hotel yang sudah banyak diketahui orang. Intinya, tidak meninggalkan nilai-nilai budaya sebagai hotel heritage milik BUMN,’’ ucapnya. Brand hotel bersejarah memiliki nilai plus yang harus dijaga dengan baik. Keunggulan itu kemudian dikombinasi dengan servis serta pelayanan yang prima, sehingga mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi setiap wisatawan. ‘’Dengan memaksimalkan hal itu, sehingga kami masih tetap bisa diterima di pasaran. Walaupun, dalam perjalanan sering melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga tidak mengecewakan pelanggan dan tamu yang menginap di tempat kami,’’ tekadnya. Untuk mendukung hotel heritage ini, jelas Ayu Ariani, pihaknya juga menanam pohon-pohon lokal dan langka. Bahkan, memiliki program menanam pohon bagi tamu yang peduli lingkungan. Mereka menanam pohon, kemudian diisi nama dan negaranya, sehingga pada kunjungan berikutnya mereka akan melihat hasil tanamannya. ‘’Menanam pohon langka itu, sebagai upaya pelestarian serta tanggung jawab moral sebagai warga negara,’’ ujar wanita yang suka wisata spiritual ini. Kondisi hotel saat ini sangat baik. Okupansi hingga di awal Maret 2019 ini mencapai 100 persen yang didominasi wisatawan asal Cina, Asia yang menggelar MICE. Wisatawan MICE sangat mendukung okupansi hotel ini. Sebelumnya, di tahun 2018 lalu rata-rata 70–75 pesresn. ‘’Kami berharap, dengan peletakan batu pertama untuk ‘Kawasan Hotel Indonesia Bali’ ini pembangunan hotel tahap pertama tetap menjadi pionir,’’ harapnya. Ibu dari dua putra yang lahir dan dibesarkan di Denpasar ini dipromosikan sebagai General Manager Grand Inna Bali Beach, Sanur sejak tanggal 1
Februari 2017. Ia mengawali kariernya di dunia pariwisata pada tahun 1985 di Hotel Inna Putri Bali, Nusa Dua di bagian administrasi, Accounting Departemen yang kemudian mendapatkan promosi di bagian sekretaris di beberapa departemen. Ia kemudian mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kariernya di Inna Grand Bali Beach, Sanur sebagai Chief Personnel Administration (CPA) pada 2006, lalu diangkat sebagai Manpower Manager. Ia kemudian dipromosikan sebagai Resident Manager tanggal 1 Juli 2010, dan sebagai Ketua Tim Manajemen di hotel yang sama pada 1 Juni 2013. Wanita yang biasa disapa Ayu Ariani ini kemudian ditugaskan sebagai General Manager Inna Sindhu Beach, Sanur pada 2014. Lalu, kembali ke Grand Inna Bali Beach (sebelumnya Inna Grand Bali Beach) sebagai General Manager pada 1 Februari 2017. Untuk mencapai level yang tinggi itu, ia tidak memungkiri dalam mengabdikan diri tidak terlepas dari tantangan dari luar maupun dari dalam. ‘’Jika ada problem, harus diselesaikan,’’ ujarnya. Ayu yang juga memiliki hobi membaca ini senantiasa berusaha menyeimbangkan kesehariannya, baik itu dalam di lingkungan keluarga ataupun pada karier dengan selalu berpikir positif. ‘’Di samping itu, mengedepankan disiplin dan menjaga solidaritas team work agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi para tamu guna eksistensi dan kemajuan Grand Inna Bali Beach,’’ pungkasnya. (BTN/bud)
Bali
Wonderful Indonesia
Hotel, Villa dan Restoran
Bali Beach, Hotel Bersejarah Lestarikan Budaya Lokal
Pernah menginap di Hotel Bali Beach? Hotel pertama di kawasan Pantai Sanur ini menawarkan suasana yang beda. Di samping fasilitasnya tergolong lengkap dengan standar hotel berbintang, servis dan pelayanan juga maksimal dengan mengedepankan nilainilai budaya lokal. Hotel bersejarah ini menerapkan konsep Green Hotel yang berpedoman pada konsep Tri Hita Karana sebagai penguatan di bidang pawongan, palemahan dan parahyangan. Hotel Bali Beach berada di kawasan Pantai Sanur dengan suasana yang adem. Hotel ini merupakan hotel bintang lima pertama di Pulau Dewata. Lokasinya ada di kawasan wisata Pantai Sanur, tepatnya di Jalan Hangtuah, Sanur–Denpasar atau sekitar 6 km arah timur pusat kota Provinsi Bali. Bangunannya besar dan menjulang tinggi bertinkat 10. Halaman hotel merupakan kawasan hijau yang betul-betul ditata, baik kebersihannya, keindahan serta keamanan dan kenyamanannya. Tumbuhannya, lebih mengutamakan tanaman lokal dan langka yang bermanfaat sebagai
sarana upacara. Di halaman itu juga dilengkapi Stage Pendawa sebagai tempat pertunjukan kesenian, kolam renang, permainan catur dan lainnya. ‘’Pemaksan pura hotel yang melakukan pelestarian terhadap tanaman langka, baik yang dipergunakan untuk obat ataupun untuk persembahan kepada Tuhan,’’ kata Ida Ayu Apriyanti, Public Relations Manager. Fasilitas spa, tempat wisatawan massage menawarkan therapis profesional dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal. Areal spa dikombinasi dengan tanaman, sehingga suasana alami. Di pinggir pantai, Baruna
Beach Seafood Restaurant, tempat makan dan minum menawarkan keindahan sunrise (matahari terbit), serta aktivitas masyarakat lokal melakukan yoga. Turis yang memanfaatkan kolam renang, biasanya memanfaatkan garden hijau itu untuk tempat bersantai. Ida Ayu Aprianti mengatakan, program green hotel yang diterapkan Pemerintah Kota Denpasar dapat membangkitkan kembali semangat untuk melestarikan seni budaya serta kearifan lokal Bali lainnya. Semua itu tak hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga mampu menjadikan sebuah daya tarik wisata bagi wisatawan, serta sebagai upaya menjaga hotel bersejarah agar tetap asri. Semua kegiatan serta segala aktivitas yang dilakukan oleh pengelola hotel dari tingkat atas hingga tingkat bawah, dari top manajeman hingga para pekerja bawah menunjukkan adanya jalinan hubungan sistem komando untuk mewujudkan satu tujuan yakni lingkungan yang hijau. Sikap menumbuhkan rasa peduli lingkungan hotel dan lingkungan
sekitar serta menjaga pelestarian budaya Bali sebagai rohnya pariwisata. Hotel Bali Beach juga menciptakan ruang-ruang berkesenian sebagai atraksi wisata selain sebagai bentuk pelestarian seni budaya. Karyawan yang memiliki hobi dan bakat diberikan ruang berekspresi dengan jadwal yang tetap, seperti pesantian, menabuh (memainkan gong kebyar), dan menari. Hal tersebut juga dilakukan mengingat di wilayah hotel terdapat 11 pura yang piodalannya berbeda-beda. Pura itu sebagian di-sungsung karyawan hotel, sebagian lagi disungsung warga Sanur serta sebagian di-sungsung oleh kumpulan keluarga (Pura Paibon) di Sanur. ‘’Dalam menjaga hotel bersejarah sangat penting dalam mewujudkan sebuah ikon, namun akan lebih berkarakter bila diimbangi dengan mewujudkan lingkungan yang green serta menerapkan konsep Tri Hita Karana. Kami percaya, mengedepankan sejarah adalah sebuah penerapan ajaran tattwa,’’ imbuhnya.(BTN/bud)