Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Sandiaga Uno Puji Prabowo Jakarta (Bali Post) – Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno merasa puas dengan pemaparan dari pasangannya calon presiden Prabowo Subianto saat debat calon presiden (capres) kedua di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/2) malam. ‘’Pak Prabowo berhasil menyampaikan suatu keberpi-
hakan kepada rakyat terkait harga pangan yang terjangkau dan stabil, listrik yang lebih murah untuk masyarakat,’’ kata Sandiaga Salahuddin Uno (bukan Sandiwara Salahudin Uno seperti yang tertulis pada Bali Post, Senin kemarin - red). Hal. 15 Lapangan Kerja
Jokowi Bantah Gunakan Alat Bantu Dengar
PASCADEBAT ada tuduhan bahwa Jokowi memakai alat bantu dengar. Tuduhan itu langsung dibantah Jokowi. Ia pun meminta pendukung rival untuk tidak membuat isu yang tidak bermutu terkait tudingan menggunakan alat bantu dengar. ‘’Ah… ada-ada saja. Itu soal fitnah seperti itu jangan diterus-terusinlah,’’ kata Jokowi, Senin (18/2)
kemarin. Sebelumnya beberapa warganet di media sosial membahas kecurigaan kepada capres 01 mengenai penggunaan earpiece dan repeater dari pulpen pada saat debat. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungkap tidak ada hal curang di dalam pulpen yang dikenakannya. Hal. 15 Isu Fitnah
TKN Jenguk Dua Korban Ledakan Jakarta (Bali Post) – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menjenguk dua korban ledakan yang terjadi di dekat area debat calon presiden (capres). Keduanya dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Dr. Mintohardjo. Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Farhat Abbas, mengatakan kedua korban tersebut adalah Karsikin Edy Anwar dan Asma Dahlia, merupakan anggota Seknas Jokowi-Ma’ruf Amin. ‘’Keduanya saat kejadian berada di dekat panggung dan mengalami gangguan telinga serta gangguan perut,’’ kata Farhat di RSAL Mintohardjo, Jakarta, Minggu (17/2). Dia mengatakan keduanya tidak mengalami luka berdarah namun harus menjalani rawat inap untuk penyembuhan. Farhat meminta aparat kepolisian mengusut tuntas apakah ledakan tersebut akibat teror atau memang ada sejenis tabung yang meledak. Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan ledakan yang terjadi di parkir timur Gelora Bung Karno disebabkan petasan yang dilakukan orang usil. ‘’Saya sudah dapat laporan Kapolda dan Pangdam. Itu ledakan dari petasan yang besar, mungkin ada yang usil,’’ kata Wiranto, Minggu (17/2) malam. Wiranto mengatakan ledakan itu bukan merupakan ancaman. Dia meminta seluruh pihak tidak berspekulasi. ‘’Enggak usah mengada-ada, enggak usah mengarang. Sementara penjelasan Kapolda yang langsung di lokasi ledakan, diidentifikasi dari mercon besar. Kita dalami lagi,’’ ujar Wiranto. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan insiden ledakan di sekitar lokasi debat capres bertujuan untuk menakut-nakuti masyarakat. ‘’Tapi ini kan kelihatannya di balik pohon kan letusan ini. Jadi tidak menimbulkan akibat yang besar. Di situ kan ada nobarnya juga dekat situ kan, jadi ini berarti hanya menakut-nakuti saja,’’ kata JK. Seperti berita sebelumnya (BP, 18/2), dua kali ledakan terdengar di sekitar lokasi debat calon presiden putaran kedua di kawasan Hotel Sultan Jakarta Pusat, Minggu malam, pukul 20.20 WIB. Lokasi sumber ledakan tersebut tepatnya di depan Stadion Akuatik Gelora Bung Karno. (ant)
Prabowo Akui Kuasai Tanah Ratusan Ribu Hektar
Jakarta (Bali Post) – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengakui kepemilikan sejumlah lahan di berbagai daerah yang disinggung oleh calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, dalam debat capres. ‘’Tadi disinggung tanah yang saya kuasai ratusan ribu hektar di beberapa tempat, itu benar, tapi itu adalah HGU (Hak Guna Usaha), milik negara,’’ kata Prabowo saat menyampaikan pernyataan pamungkas dalam Debat Capres 2019 putaran kedua di Jakarta, Minggu (17/2) malam. Prabowo mengatakan status tanah tersebut merupakan Hak Guna Usaha (HGU) yang sewaktu-waktu bisa diambil kembali oleh negara. Oleh karena itu, ia tidak mempermasalahkan apabila negara membutuhkan kembali tanah tersebut untuk rakyat, asalkan tidak dimiliki oleh asing. ‘’Setiap saat negara bisa ambil kembali dan kalau untuk negara, saya rela mengembalikan itu semua. Tapi daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola,’’ katanya. Sebelumnya, calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, menyebut pemerintahannya tidak ikut membagikan beberapa hektar lahan kepada calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan Jokowi saat menanggapi Prabowo terkait pemberian konsesi lahan guna mewujudkan reforma agraria. Jokowi menegaskan pembagian konsesi lahan dilakukan hanya bagi rakyat yang mempunyai tingkat ekonomi sulit agar bisa menjadi aset produktif. ‘’Pembagian yang saya sampaikan sebesar 2,6 juta hektar itu agar produktif, kami tidak berikan ke perusahaan yang gede-gede. Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan luas di Kaltim sebesar 220 ribu hektar dan di Aceh Tengah 120 ribu hektar. Saya hanya ingin sampaikan pembagian seperti ini tidak dilakukan di masa pemerintahan saya,’’ ujarnya. Calon petahana ini menuturkan, dalam dua tahun terakhir, telah membagikan konsesi lahan lewat kehutanan sosial hingga hak ulayat sebanyak 2,6 juta hektar dari 12,7 juta hektar
lahan yang telah disiapkan. ‘’Kita juga mendampingi mereka agar tanahtanah ini jadi produktif. Ada yang ditanami kopi, buah, jagung. Artinya, kami tidak hanya berikan konsesi lahannya tapi juga mendampingi agar tanahnya bisa produktif,’’ ujarnya. Sementara itu, Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf mengakui bahwa calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memiliki lahan yang cukup luas di provinsi tersebut. ‘’Ada lahan 150 ribu hektar, sekarang mungkin yang aman 100 ribu hektar, gede lho. Tapi itu sebelum saya jadi Gubernur Aceh,’’ kata Irwandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin kemarin. Irwandi menyampaikan hal itu sebelum sidang untuk perkara dugaan penerimaan suap Rp 1,05 miliar dari Ahmadi selaku Bupati Kabupaten Bener Meriah kepada Irwandi Yusuf dan penerimaan gratifikasi berupa hadiah dengan jumlah seluruhnya sebesar Rp 8,717 miliar. Menurut Irwandi, Jokowi juga pernah bekerja di Bener Meriah. ‘’Pak Jokowi lebih tahu sebab Pak Jokowi kerja di sana juga dulu, di Bener Meriah. Pokoknya di sana tiga tahun dia dengan Pak Prabowo di bidang pinus hutan industri, pinusnya dipakai untuk bahan paper (kertas), ada pabrik kertas di sana. Jadi, memang terjadi penebangan tapi minim penanaman,’’ ungkap Irwandi. Namun, menurut Irwandi, pabrik kertas tersebut punya masalah. ‘’Sudah bermasalah, pabriknya bermasalah, hutannya bermasalah, masa
aku, masih ada penebangan-penebangan, tahun pertama dan kedua, tapi kuhentikan, kok banyak ditebang tapi yang lama-lama ditebang kok masih botak, tidak ditanam, mau diajukan perpanjangan izin, tidak aku teken,’’ ungkap Irwandi. (ant)
LPD di Era Global
Jadi Kekuatan Ekonomi Bali
Berbekal SK Gubernur Bali No. 972 Tahun 1984, pengembangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) mulai dirintis. Perlahan, lembaga keuangan berbasis adat dan budaya Bali ini mampu meraih kepercayaan krama Bali. Bahkan LPD menjelma jadi benteng ekonomi Bali. Di balik eksistensinya selama 35 tahun, LPD tentu menghadapi berbagai macam tantangan. Terlebih di era global, ujian bagi LPD tentunya akan semakin besar. Bukan semata soal bagaimana mempertahankan eksistensi LPD, tetapi juga menyangkut kontribusinya terhadap pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi krama Bali. Maka dari itu, solusi dan strateginya harus dirumuskan dengan baik oleh seluruh stakeholder. Strategi pengembangan LPD dalam menghadapi tantangan di era global menjadi pembahasan khusus dalam temu wirasa di Hotel The Vasini, Denpasar, Senin (18/2) kemarin. Temu wirasa dengan moderator Guru Besar Unhi Prof. Ketut Sudha tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan LPD, bendesa, BKS LPD, LPLPD, MMDP Denpasar, dan perintis LPD. Ketua BKS LPD Provinsi Bali I Nyoman Cendikiawan menyampaikan, dalam persaingan dunia perbankan, LPD ibarat berada di kandang macan. LPD harus bertahan dari persaingan ketat bank yang memiliki jangkauan program dan
pelayanan luas. Memang ini sangat mengkhawatirkan. Namun nyatanya LPD tetap eksis. Kunci eksistensi LPD adalah dukungan desa pakraman atau desa adat. Kepercayaan krama desa pakraman sangat menentukan keberlangsungan LPD yang mengusung konsep persatuan dan kebersamaan. Tetapi, untuk menghadapi persaingan lebih ketat lagi di era revolusi industri 4.0, LPD harus memperkuat implementasi konsep tersebut. Ditambah, SDM LPD wajib menguasai informasi dan teknologi (IT). Dalam hal ini, BKS LPD merancang digitalisasi LPD, salah satunya melalui LPD mobile. Hal. 15 Ujung Jari
Bali Post/wan
KOTA DENPASAR - Temu wirasa LPD se-Kota Denpasar, Senin (18/2) kemarin. Temu wirasa ini mengungkap strategi pengembangan LPD dalam menghadapi tantangan di era global.
Pernikahan Putra Ajik Krisna
Digelar Meriah, Kental dengan Nuansa Adat Bali
PERNIKAHAN - Gusti Ngurah Berlin Bramantara dan Anastasia Francisca Phanasta saat prosesi pernikahan di Desa Blangsinga, Gianyar, Minggu (17/2).
KENTAL budaya Bali, demikian kesan yang ditampilkan dalam pernikahan putra I Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna. Dalam pawiwahan Gusti Ngurah Berlin Bramantara dengan Anastasia Francisca Phanasta tersebut diwarnai dengan berbagai ornamen khas budaya Bali. ‘’Saya sangat ingin mempromosikan adat dan budaya Bali melalui acara ini. Selain itu, saya memilih untuk menyelenggarakan upacara pernikahan ini di Desa Blangsinga karena desa ini kini tengah dikembangkan menjadi desa wisata. Saya sangat berharap banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat ini,’’ ujar Ajik Krisna dalam sambutannya,
Minggu (17/8). Memang, mulai dari dekorasi lokasi pernikahan yang digelar di Desa Wisata Blangsinga, Gianyar tersebut hingga suvenir dihiasi dengan berbagai ornamen Bali. Bahkan, arak-arakan penganten menggunakan dokar yang dihiasi pernakpernik Bali. Ajik Krisna menambahkan bahwa adat Bali memiliki keunikan yang menarik minat wisatawan untuk datang ke Pulau Dewata. Maka dari itu adat Bali harus dilestarikan. Dari sekitar 8.000 undangan yang hadir dalam pernikahan Berlin dan Annie tersebut, tampak beberapa pejabat negara seperti Menteri Pariwisata Arief Yahya,
Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo, Wakil Gubernur Bali Cok Ace, Bupati Badung Giri Prasta, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. dan masih banyak lagi. Selain itu, banyak selebriti juga hadir. Sebut saja Hotman Paris, Natasha Wilona, Chelsea Olivia, Glenn Alinskie, Vicky Shu, Prilly Latuconsina, Tika Ramlan dan Cakra Khan yang sempat menyumbangkan tiga buah lagu. Ada pula putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dan istrinya, Selvi Ananda, yang turut hadir mengajak putra mereka, Jan Ethes. Bahkan, ada Miss International United Kingdom Rosemary Lloyd yang juga
hadir. Rosemary tampak gembira menyaksikan pesta pernikahan Berlin dan Annie. Dia juga hadir pada prosesi adat yang digelar sehari sebelumnya. Meskipun ada banyak tempat yang menawarkan konsep pernikahan, namun Ajik Krisna tetap berpegang teguh pada adat dan budaya leluhurnya. ‘’Saya mengadakan resepsi pernikahan anak saya di Krisna Oleh-oleh dan tanpa menggunakan wedding organizer karena saya ingin rekanrekan karyawan saya belajar untuk mandiri. Siapa tahu ke depan mereka bisa berbisnis wedding organizer,’’ tutup pengusaha asal Seririt, Buleleng ini. (ad632)
DENPASAR
2
Selasa Kliwon19 Februari 2019
FIGUR Semua Bisa Jadi Dosen REKTOR Undiknas Prof. Gede Sri Darma, DBA. termasuk guru besar yang produktif menghasilkan buku. Hampir tiap tahun dia melahirkan buku ilmiah dan populer. Tahun lalu dia meluncurkan buku “Kepemimpinan Profesor Sri Darma: From Zero to Hero”. Bertepatan dengan ultah ke-50 tahunnya, Senin (18/2) kemarin, ia meluncurkan buku berjudul “Digital Education 4.0”. Di buku yang baru ini dia membuka mata masyarakat bahwa era digital membawa dampak yang luar biasa dalam dunia pendidikan. Buku ‘‘Digital Education 4.0’’ karya Gede Sri Darma memaparkan bahwa ada mimpi yang lebih besar yang harus diwujudkan di masa depan, yakni digital education. Posisi dosen dan wartawan akan hilang karena semua orang bisa menjadi dosen dan wartawan. Semua orang bisa men-share materi dan ilmunya secara digital. Makanya dosen harus migrasi dari Tri Dharma PT menjadi Dwi Dharma PT, yakni penelitian dan pengabdian masyarakat. Cara mengajar kaum intelektual dan dosen bukan lagi di papan tulis, tetapi di vlog. Vlog ini diberikan gratis kepada pemakai dari premium (cepat dan mahal) menjadi free alias gratis. Dari vlog ini dosen bisa menjadi ambassador, dengan follower yang banyak, iklan akan masuk. Makanya, siapa ilmunya berkualitas dialah yang akan laris dikejar mahasiswa dan iklan. Dengan serba cepat dan serba gratis, katanya, makin banyak juga orang miskin berpendidikan tinggi. Diakuinya, era digital ini berjalan sangat cepat. Indonesia sendiri tertinggal 10 tahun dari negara maju. Untuk itu, dia minta pada sejumlah tokoh Bali saat simakrama kemarin harus mengejar ketertinggalannya, Bali serta Undiknas wajib menjadi yang terdepan dalam digital education 4.0. Fondasi itu sudah dia letakkan sejak meluncurkan slogan “Move to Global and Digital” pada 2008. Kini Undiknas mengumandangkan platform GSD -- Global, Smart, and Digital -- sebagai landasan untuk terbang menuju titik koordinat yang lebih jauh di depan. (sue)
Juli, ”Bali: Beats of Paradise” Tayang di Indonesia Denpasar (Bali Post)Film tentang gamelan Bali, “Bali: Beats of Paradise” akan tayang di Indonesia pada Juli 2019. Film yang mengangkat gamelan Bali ini disutradarai Livi Zheng, yang berkarier di Amerika Serikat (AS). Menurut Livi Zheng yang berkunjung ke Kantor Bali Post, Senin (18/2) kemarin, perlu waktu setahun untuk merampungkan film yang mengangkat tentang kehidupan Nyoman Wenten dan istrinya, Nanik Wenten, seniman Bali yang tinggal di Amerika Serikat. Film ini tak hanya syuting di Amerika Serikat, namun juga di Bali. Livi Zheng yang berkarier di Hollywood ini mengutarakan, film tentang gamelan Bali mendapat apresiasi luar biasa di AS. Tak hanya di AS, filmnya ini juga sempat ditayangkan di Filipina dan Korea Selatan. “Semoga apresiasi yang sama juga bisa diperoleh dari masyarakat Indonesia, khususnya Bali,” ujarnya. Sebelumnya film ini mendapat sambutan positif saat World Premiere di Academy of Motion Picture Arts and Sciences, Samuel Goldwyn Theater, Beverly Hills, Amerika Serikat. Bahkan, Walt Disney Animation Studios juga menyediakan tempat untuk menayangkan film ini. Penonton yang hadir, mulai dari produser film Moana sampai Head of Story Frozen. Sejak awal keluar film “Bali: Beats of Paradise”, disebutkannya mampu menyedot perhatian sineas asal Negeri Paman Sam. Film ini mulai tayang di bioskop-bioskop Amerika pada 16 November 2018. Sampai akhirnya mendapat undangan tayang di Walt Disney Animation Studios. Di Walt Disney Animation Studios, penayangan dan sesi tanya jawab dihadiri langsung oleh Livi Zheng, composer gamelan Nyoman Wenten, dan Executive Producer Julia Gouw. Setelah penayangan film selesai, Livi Zheng, Nyoman Wenten dan Julia Gouw berdiskusi dengan tim kreatif Disney. Mereka berdiskusi tentang pembuatan film dan kebudayaan Indonesia hampir dua jam. Ia mengatakan, film “Bali: Beats of Paradise” mengisahkan perjalanan hidup Nyoman Wenten, seniman gamelan yang tinggal di Los Angeles. Wenten dikenal juga sebagai pengajar etnomusikologi di UCLA dan Herb Alpert School of Music, serta CalArts School of Music. Film itu juga mengupas persinggungan Wenten dengan gamelan sejak kecil di Bali, yang membawanya melanglang buana. Nyoman Wenten kemudian bekerja sama juga dengan musisi Judith Hill yang sebelumnya kontestan The Voice dan pemenang Grammy Award. Bersama Judith Hill, Nyoman Wenten menggabungkan gamelan dan tari Bali dengan musik funk dalam musik Queen of the Hill. (kmb18)
Bali Post/ist
SERTIJAB - Sertijab Kepala Bidang Pemberantas BNNP Bali dan Kepala BNNK Karangasem dilaksanakan di Kantor BNNP Bali, Senin (18/2) kemarin.
Sukseskan Program P4GN
Pejabat BNNP Dituntut Inovatif
Denpasar (Bali Post) Guna memperkuat soliditas dan menyukseskan program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), personel BNNP Bali dan BNNK dituntut inovatif. Hal ini sangat penting dilakukan, karena strategi sindikat narkoba dalam menjalankan bisnis ilegalnya terus berkembang. “Saya berharap pejabat BNNP Bali dan BNNK mampu mengambil langkah inovatif dalam melaksanakan P4GN di lingkungan kerja masing-ma-
sing,” ujar Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa di sela-sela acara sertijab Kepala Bidang Pemberantas BNNP Bali dan Kepala BNNK Karangasem, Senin (18/2) kemarin. Adapun yang dilantik adalah AKBP I Ketut Arta yang sebelummya Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali menjadi Kepala BNNK Karangasem. Sedangkan Kepala BNNK Karangasem AKBP I Nyoman Sebudi dilantik menjadi Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali. Menurut Brigjen Suastawa, mu-
tasi tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka memperkuat langkah BNNP Bali dalam melaksanakan P4GN. “Terkait pelantikan pejabat baru hari ini, merupakan bagian dari upaya penyegaran dalam rangka peningkatan kinerja di lingkungan BNN Provinsi Bali dan BNN Kabupaten Karangasem. Ini adalah bentuk promosi dari pimpinan,” ujarnya. Kepada para pejabat yang baru, Suastawa berharap senantiasa memegang sumpah jabatan yang telah
diucapkan dengan penuh tanggung jawab, integritas serta mampu berbaur dengan lingkungan. Di samping itu, pejabat yang baru didorong agar segera mengenali persoalan yang dihadapi dan mampu mengambil langkah inovatif. Selain itu, para pejabat baru juga ditekankan agar mampu memperkuat jajaran internalnya. Termasuk menjalin kerja sama yang sinergis dengan pihak pemerintahan provinsi maupun kabupaten/kota dan senantiasa menjunjung komitmen serta semangat juang yang tinggi. (kmb36)
Belum Semua Toko Modern Pasang Imbauan Pengurangan Kantong Plastik
Denpasar (Bali Post) Pemantauan terhadap pelaksanaan kebijakan pengurangan sampah plastik terus dilakukan. Setelah sebelumnya dilakukan di beberapa wilayah, kini giliran tim Kecamatan Denpasar Selatan (Densel) melakukan pemantauan ke sejumlah toko modern. Kegiatan ini untuk memaksimalkan penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Sampah Plastik. Pembinaan dan monitoring yang digelar Tim Kecamatan Denpasar Selatan ini menyasar sedikitnya 10 toko modern di kawasan Kelurahan Sesetan dan Kelurahan Panjer, Senin (18/2) kemarin. Pada sidak kemarin, masih ditemukan adanya toko modern yang belum memasang banner terkait Topik : imbauan pengurangan kantong plastic, serta sosialisasi bagi para pelanggan untuk membawa tas belanja dari rumah. Kasi Trantib Kecamatan Denpasar Selatan Dewa Kendel mengatakan, kegiatan sidak, monitoring serta pembinaan ini rutin dilaksanakan guna memastikan seluruh stakeholder Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
terkait menaati aturan yang berlaku. Seperti halnya pengurangan penggunaan plastik yang telah diatur dalam Perwali Nomor 36 Tahun 2018. Kemarin tim melibatkan berbagai unsur terkait seperti DLHK, Satpol PP serta OPD terkait lainnya. “Monitoring dan pembinaan ini dilakukan guna memastikan seluruh stakehloder menaati aturan yang telah berlaku,” jelasnya. Menurut Kendel, secara bertahap seluruh usaha akan terus dimonitoring dengan menggandeng instansi terkait serta pihak desa/kelurahan. Sehingga ke depan pengurangan sampah plastik ini dapat berjalan dengan maksimal dengan dukungan seluruh stakeholder terkait. “Secara bertahap akan kami sasar seluruh usaha di Kecamatan Denpasar Selatan,” jelasnya. Dari hasil monitoring ini, sepuluh usaha yang disasar telah mendukung pengurangan sampah plastik dengan
tidak menyediakan kantong plastik serta mengurangi kemasan plastik lainnya. Kendati demikian, masih ditemukan toko modern yang belum memasang banner terkait imbauan pengurangan kantong plastik, serta sosialisasi bagi para pelanggan untuk membawa tas belanja dari rumah. “Masih ditemukan beberapa toko dan mereka sudah siap untuk memasang banner atau spanduk ajakan untuk mengurangi sampah plastik dan mengimbau pembeli membawa tas belanja sendiri,” terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar I Ketut Wisada berharap partisipasi semua pihak untuk mendukung suksesnya penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Sampah Plastik. Dengan adanya partisipasi pengawasan, monitoring, serta pembinaan dengan menggandeng semua pihak hingga tingkat terbawah, maka penerapan pengurangan sampah plastik ini dapat dimaksimalkan. “Dengan sinergitas semua pihak, maka penerapan Perwali Nomor 36 tahun 2018 ini dapat dimaksimalkan,” tegasnya. (kmb12)
Bali Post/kmb36
SIDAK - Tim Kecamatan Densel saat melakukan sidak terkait penerapan Perwali tentang Pengurangan Sampah Plastik, Senin (18/2) kemarin.
DLHK Badung Luncurkan Inovasi Revolusi Pengelolaan Sampah 3R+ Implementasikan Badung Darurat Berbenah Pengelolaan Sampah dan Limbah
Bali Post/eka
FILM - Sutradara film “Bali: Beats of Paradise”, Livi Zheng, saat berkunjung ke Kantor Bali Post, Denpasar, Senin (18/2) kemarin.
Topik : NYEPI TANPA INTERNET
DINAS Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung di bawah komando birokrat yang kaya inovasi pelestarian lingkungan, Putu Eka Merthawan, memberikan pendampingan kepada hotel agar memiliki ISO 1401. Dengan konsep pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, diharapkan akan dapat mendukung Badung sebagai destinasi wisata kelas dunia. Bertempat di Ruang Sandat Kantor DLHK, Puspem Mangupraja Mandala, Sempidi, Jumat (15/2), DLHK Badung mengundang sebanyak 39 hotel bintang lima untuk diberikan pendampingan dalam meraih sertifikat ISO 1401/2015, sebagai wujud konsistensi mengelola lingkungan yang berkelanjutan. Kepala DLHK Kabupaten Badung Putu Eka Merthawan menyampaikan, fenomena Badung dengan permasalah sampah dan limbah merupakan latar belakang utama dilakukannya pendampingan ini. DLHK membuat terobosan baru mencari sumber
permasalahan Badung sebagai destinasi wisata kelas dunia. Kabupaten Badung dikatakannya darurat berbenah untuk pengelolaan sampah dan limbah. “Salah satu solusi dari permasalahan tersebut, dengan memberikan pendampingan akomodasi wisata, yakni hotel harus mempunyai ISO 1401 dengan konsep pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” pungkasnya. Diambilnya hotel bintang lima dan sekelasnya, kata Eka Merthawan mengingat akomodasi tersebut merupakan rohnya pariwisata Bali. Karena merupakan hotel terbesar dan terbaik, sehinga wajib memiliki pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Birokrat asal Sempidi dengan ratusan inovasi dalam pelestarian lingkungannya, selain menyatakan prihatin juga mengakui sampai saat ini hotel berbintang lima di Kabupaten Badung belum ada yang memiliki ISO 1401. Sehingga pertemuan
ini merupakan langkah awal dan ke depan seluruh komponen pariwisata dan non pariwisata akan mengikuti. Pihaknya berharap dengan adanya ISO 14001, Badung yang mengandalkan PAD dari sektor pariwisata tentu tidak ingin dikalahkan oleh konsep Bali baru yang merupakan pesaing Bali di dalam negeri. Sebagai bentuk kewaspadaan, dari segi lingkungan yang merupakan isu berbahaya bagi pariwisata, yakni sampah dan limbah. Sementara itu, Managing Consultancy Q International Edy Putrajati menyatakan isu lingkungan tidak lepas dari aspek dan pengendalian. Pegendalian lingkungan sampah dan limbah merupakan masalah bersama, sehingga tata kelola harus satu bahasa. Standar tata kelola yang diakui dunia yakni ISO 14001-2015. Standar ini selalui dievaluasi dan diaudit berdasarkan isu-isu lingkungan terkini termasuk di dunia dan Bali sebagai barometer tata kelola pariwisata di Indo-
nesia dan telah menjadi role model pemerintah melalui program Bali baru. Untuk diketahui, DLHK Badung telah meraih secara bersamaan ISO 14001 maupun 9001 yang merupakan bagian integral dari sebuah skenario agar lingkungan dijadikan standar utama dalam
peningkatan kualitas pariwisata. Pemkab Badung akan menyerahkan Mangupura Award berupa green hotel, green school, green hospital maupun instansi pariwisata lainnya yang mempunyai dedikasi tinggi dan kepedulian terhadap lingkungan. (kmb27)
PENDAMPINGAN - DLHK Badung mengundang 39 hotel bintang lima untuk diberikan pendampingan dalam meraih sertifikat ISO 1401/2015, sebagai wujud konsistensi mengelola lingkungan yang berkelanjutan.
BADUNG
Selasa Kliwon, 19 Februari 2019
3
APRESIASI - Pemerintah Kabupaten Badung mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat dengan dianugerahi penghargaan di Bidang kesehatan yakni Universal Health Coverage (UHC) oleh BPJS Pusat. Penghargaan yang diterima Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta.
Tiga Warsa di Bawah Kepemimpinan Giriasa
”Krama” Badung Bahagia dan Sejahtera TIGA warsa sudah pasangan I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. dan Drs. Ketut Suiasa, S.H. memimpin Kabupaten Badung. Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Badung yang dilantik 17 Februari 2016 ini mampu membawa krama Badung hidup dalam kebahagiaan dan kesejahteraan. Bukan isapan jempol semata, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas paket Giriasa dapat dilihat dari hasil survei Pengukuran Indeks Kebahagiaan Masyarakat Badung yang dilakukan pada 2018. Kajian Badan Litbang
Kabupaten Badung bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) ini menunjukkan indeks kebahagiaan di Kabupaten Badung mencapai 75,47. Angka ini melampaui capaian nasional yang berada pada angka 70,69, dan
Provinsi Bali sebesar 72,48 di tahun 2017. Survei tersebut dilakukan untuk mengetahui dampak dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat terhadap berbagai kebijakan dan kegiatan terobosan yang dilakukan oleh Bupati Giri
Prasta serta Wabup Suiasa. Kepala Balitbang Kabupaten Badung I Wayan Suambara, mengatakan pendekatan yang digunakan dalam pengukuran indeks kebahagiaan hidup ini meliputi dimensi kepuasan hidup personal dan sosial, perasaan (affect) dan makna hidup. Dari ketiga dimensi tersebut di dalamnya terdapat aspek pendidikan, kesehatan, pe-
kerjaan, pendapatan rumah tangga, kondisi rumah, keharmonisan keluarga, kondisi keamanan, keadaan lingkungan, hubungan sosial, perasaan senang, tidak tertekan dan aspek-aspek lainnya. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan, dari capaian tersebut dapat disimpulkan berbagai program dan kegiatan yang di-
laksanakan selama ini manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat. Hal itu adalah janjinya bersama Wakil Bupati Ketut Suiasa kepada masyarakat Badung untuk mewujudkan kesejahteraan hidup masyarakat sekaligus mengimplementasikan RPJMD Kabupaten Badung. “Saya mengajak segenap jajaran pemerintah khususnya birokrasi, termasuk
masyarakat untuk bekerja lebih keras lagi agar kehidupan kita di masa datang lebih baik lagi. Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh krama Badung dan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung yang telah bekerja keras mendukung berbagai program dan kegiatan yang saya canangkan,” ungkapnya. (*)
Wujudkan Ajaran Tri Sakti Bung Karno Sama Rasa dan Sama Rata
MASYARAKAT di Gumi Keris telah menikmati lima bidang prioritas, selama tiga tahun kepemimpinan paket Giriasa. Seperti bidang sandang, pangan dan papan; kesehatan dan pendidikan; jaminan sosial dan ketenagakerjaan; seni, adat, agama dan budaya; dan pariwisata. Giriasa juga ingin mewujudkan masyarakat Badung yang berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang budaya, sesuai ajaran Tri Sakti Bung Karno. Bidang sandang, pangan dan papan, kepemimpinan Giriasa telah melahirkan terobosan mewujudkan lahan pertanian abadi, membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2). Juga melaksanakan program dengan melakukan peningkatan rumah sehat (bedah rumah) untuk rumah tangga sasaran (RTS) se-Kabupaten Badung. Peningkatan rumah sehat terbagi menjadi tiga jenis, rehab total dengan bantuan dana Rp 55 juta, peningkatan kualitas rehab sedang dengan bantuan dana Rp 30 juta dan peningkatan kualitas rehab ringan dengan bantuan dana Rp 15 juta. Bangunan rumah sehat terdiri atas dua kamar tidur, satu ruang tamu dan satu kamar mandi/toilet. “Dengan programprogram yang telah kami luncurkan, diharapkan masyarakat Bali, khususnya Badung bisa sejahtera
dan bahagia,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga ingin masyarakat Badung bersatu tanpa membeda-bedakan suku, ras dan agama. “Walaupun saya agama Hindu, saya dalam membuat program tidak pernah menganaktirikan agama lain. Mereka juga harus mendapat sentuhan. Semua insan sama rasa, sama rata. Yang beda tidak boleh dipaksakan untuk menjadi sama. Yang sudah sama jangan sekali-sekali dibedakan. Kami ingin Badung menjadi role model kerukunan umat beragama di Nusantara,” terangnya. Bidang kesehatan dan pendidikan diwujudkan sejumlah program. Di antaranya biaya sekolah gratis tingkat SD dan SMP, pemberian laptop gratis, pemberian seragam gratis untuk siswa baru. Bahkan Bupati Giri Prasta juga memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Dengan pendidikan gratis tersebut, tidak ada pungutan sepeser pun yang dibebankan kepada siswa/orangtua siswa. Sementara itu, bidang kesehatan, pemerintah telah meluncurkan program Tri Kona yaitu lahir, hidup, mati ditanggung pemerintah, lahir juga langsung mendapatkan akte kelahiran gratis. Biaya kesehatan telah ditanggung penuh melalui program Krama Badung Sehat (KBS). Untuk bidang sosial dan ketenagakerjaan, pemerintah juga memberikan santunan kematian sebesar Rp 10 juta yang diterima langsung oleh ahli waris. Selain itu, juga ada santunan penunggu pasien maksimal Rp 5 juta, santunan bagi usia lanjut (lansia) sebesar Rp 1 juta per bulan. Dan tak kalah pentingnya, menjembatani sertifikasi kompetensi kepada tenaga kerja sektor pariwisata. Sementara di bidang adat, agama, dan budaya, pemerintah telah membantu masyarakat dengan mengurangi beban komunal. Seperti, pembangunan, pura, bantuan perangkat gambelan, tempat ibadah, yakni gereja dan masjid, memberikan dana motivasi untuk Sekaa Teruna (ST). Adapun bidang pariwisata, bupati menyisihkan pendapatannya untuk enam kabupaten. Penyisihan dana Pajak Hotel dan Restoran (PHR) diberikan
kepada Kabupaten Bangli, Karangasem, Klungkung, Tabanan, Jembarana, dan Buleleng. Pemkab Badung juga memberikan 2.000 bedah rumah bagi masyarakat di enam kabupaten tersebut. Pemerintah kabupaten/kota bisa memberikan bantuan berupa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan Bantuan Keuangan Umum (BKU). Selama ini BKK dari Badung ke kabupaten lain telah berjalan. BKU bisa diberikan kepada pemerintah lain melalui APBD dan dikelola oleh mereka sendiri. “Ini murni kami lakukan untuk membantu kabupaten lainnya. Kalau pusat membantu, provinsi membantu, kami di kabupaten juga membantu, sehingga bedah rumah cepat terselesaikan,” katanya didampingi Wakil Bupati I Ketut Suiasa. Guna merealisasikan program bedah rumah tersebut, alokasi anggaran sudah disiapkan. Tinggal menunggu tindak lanjut dari kabupaten penerima. Anggaran baru bisa cair setelah ada pengajuan proposal. Setiap orang akan diberikan Rp 50 juta. “Yang perlu bedah rumah kan sudah pasti ekonominya sangat di bawah. Misalnya, jika masyarakat membutuhkan bedah rumah Rp 50 juta tapi hanya dibantu Rp 25 juta, masak mereka harus berhutang lagi. Lebih baik diberikan lebih tapi volumenya dikurangi. Yang belum, nanti dilanjutkan lagi di tahun berikutnya,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Badung itu. (*)
”Smart City” Permudah Masyarakat Akses Informasi PEMERINTAH Kabupaten Badung berupaya meningkatkan layanan publik bagi masyarakatnya. Salah satunya memberikan akses informasi yang seluas-luasnya untuk kesejahteraan masyarakat dengan melengkapi dari ujung selatan hingga ujung utara dengan fasilitas wifi gratis. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengungkapkan, Badung Command Center merupakan satu hal yang positif, sebagai Platform terpusat untuk mengakses seluruh aplikasi pemerintah daerah sehingga menjadikan Badung sebagai Smart City. “Smart City Badung ini kontennya adalah Connecting, Controlling dan Monitoring. untuk itu, saat ini kami sudah bisa memantau segala sesuatunya melalui video wall yang ada di Command Center, dan juga Wifi gratis di seluruh Kabupaten Badung,” terang I Nyoman Giri Prasta. Lebih lanjut Giri Prasta menambahkan, dengan adanya command center, data center, dan wifi gratis, merupakan bukti nyata komitmen
pemerintah kepada masyarakat Badung untuk memberikan pelayanan yang transparan, cepat, pasti dan murah. “Kami berharap hal ini dapat meningkatkan pelayanan masyarakat yang efisien, terintegrasi dan berkesinambungan,” tegasnya. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Badung Wayan Weda Dharmaja mengatakan, Smart City merupakan pengembangan dan pengelolaan kota dengan memanfaatkan Teknologi Infomasi (TI) untuk menghubungkan memonitor dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien. Hal ini juga memaksimalkan pelayanan kepada warga dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. “Salah satu langkah untuk mewujudkan Smart City di Kabupaten Badung adalah dengan membangun Badung Command Center atau kami sebut sebagai Kidung Mangupura. BCC dengan tagline Kidung adalah kepanjangan dari Komunikasi Infor-
masi Badung, ini merupakan pusat pemantauan seluruh sensor dan data-data dari aplikasi yang ada di perangkat daerah Kabupaten Badung, sehingga terintegrasi dan ditampilkan dalam wall display BCC,” paparnya. Lebih lanjut dikatakan, BCC ini saat ini boleh dibilang terbaik seIndonesia dan menempati bangunan berlantai tiga dengan luas 5.184 meter persegi. Adapun data-data yang dapat ditampilkan, antara lain CCTV dan video analitik, data-data pelayanan publik, seperti perizinan, perpajakan, kependudukan, serta data-data kinerja perangkat daerah Kabupaten Badung meliputi absensi pegawai serta kinerja fisik dan keuangan perangkat daerah. “Bersamaan dengan peresmian BCC pada hari ini juga diresmikan Data Center Kabupaten yang merupakan pusat data pemerintah Kabupaten Badung. Data Center ini dibangun dengan menggunakan teknologi Hyperconvergence agar dapat melayani transaksi data dengan optimal. Selain itu, juga diresmikan
akses internet gratis/free wifi, CCTV surveillance, ATCS, Whistle Blower System (WBS), layanan NTPD Call Center 112, layanan pengaduan 14084 dan Unit Reaksi Cepat Pelayanan Publik (URCP2),” jelasnya sembari mengatakan, kondisi saat ini sudah ada 72 aplikasi, 994 titik wifi gratis yang tersebar dari ujung selatan sampai ujung utara wilayah Kabupaten Badung, dan 568 CCTV yang terpasang di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, sekolah, puskesmas, objek wisata dan tempat-tempat strategis di Kabupaten Badung. (*)
PELAYANAN PUBLIK - Penghargaan pertama dari Menteri PAN dan RB diberikan kepada Bupati Badung diterima Wakil Bupati Ketut Suiasa, sebagai Kepala Daerah yang berhasil sebagai pembina penyelenggaraan pelayanan publik di daerah dengan kategori sangat baik.
ad629
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Apresiasi Sehatnya Ekonomi Bali
Gubernur Tetap Harapkan Terobosan Baru Sumber PAD GUBERNUR Bali Wayan Koster mengharapkan ada terobosan baru dalam menggali potensi pendapatan daerah ke depannya. ‘’Seperti kita tahu, sumber pendapatan terbesar kita selama ini pajak kendaraan dan bea balik nama kendaraan. Kita harus pikirkan celah-celah lain sebagai sumber pendapatan,’’ kata Gubernur Koster dalam pembukaan Forum Perencanaan Pendapatan Daerah, khususnya PAD Provinsi Bali Tahun 2020 di Rumah Luwih Resort, Gianyar, Senin (18/2) kemarin. Namun, Koster mengingatkan agar sumber pendapatan tetap pada koridor perundangundangan. ‘’Untuk tahun 2018, saya apresiasi karena PAD bisa tercapai, bahkan melebihi target,’’ Kata Koster. Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini juga mengatakan perancangan dan target pendapatan harus berpegang pada konsep pendapatan yang optimal dan pengeluaran yang sehematnya. ‘’Ini akan menjadikan perencanaan yang dibuat dapat berjalan baik dan tepat. Harus realistis, jangan juga terlalu ambisius. Bermasalah nanti apalagi kalau defisit, tambah masalah. Namun di luar itu sekali lagi, saya sangat mengapresiasi keuangan pemprov yang bisa dikatakan sangat sehat. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras,’’ puji Koster. Selain itu, Koster juga mengungkapkan wacana untuk menggratiskan sewa tempat pameran pada gelaran Pesta Kesenian Bali
PEMBUKAAN - Gubernur Bali Wayan Koster dalam pembukaan Forum Perencanaan Pendapatan Daerah, khususnya PAD Provinsi Bali Tahun 2020 di Rumah Luwih Resort, Gianyar, Senin (18/2) kemarin. (PKB). ‘’Saya kira lebih baik gratis saja karena di sana kan yang pameran kebanyakan usaha kecil. Tinggal kita tata saja nanti biar baik dan kalau perlu agar lebih banyak yang ikut pameran,’’ tandasnya. Sementara itu, Ketua Panit ia Made Santha m enyebut kegiatan ini ditujukan untuk mengoordinasikan PAD secara sinergis dengan instansi, lembaga dan penghasil pendapatan lain seperti rumah sakit. ‘’Target yang dicanangkan bisa optimal dan realistis melalui
kesepakatan bersama instansi sehingga diketahui besaran potensi sumber pendapatan,’’ tutur Santha. Dirinya juga mengungkapkan dalam pelaksanaan pra-forum sebelumnya telah dicapai target Rp 3,6 triliun untuk PAD 2020 mendatang. Dalam forum yang dihadiri perwakilan instansi dan DPRD tersebut, hadir pula Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama serta Wakil Ketua Nyoman Sugawa Korry dan IGB Alit Putra. (ad628)
Deklarasi Relawan Forum Intelektual for Jokowi DUKUNGAN terhadap Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ir. Joko Widodo (Jokowi) dan KH. Ma’ruf Amin, di Bali terus mengalir. Kali ini Relawan Forum Intelektual for Jokowi mendeklarasikan diri untuk mendukung pasangan Jokowi-Amin pada Pilpres 17 April mendatang. Deklarasi dihadiri Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Bali I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan, para Relawan Pro Jokowi dan ribuan anggota Forum Intelektual for Jokowi di Wantilan Desa Budaya Kertalangu, Kesiman, Denpasar, Minggu (17/2) malam. Koordinator Forum Intelektual for Jokowi Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD.(KHOM). didampingi Ketua Panitia Deklarasi Forum Intelektual for Jokowi dr. I Gusti Lanang Md. Rudiartha, M.HA. mengatakan forum para intelektual dari seluruh Bali mempunyai visi yang sama tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila dan tentang nasib bangsa Indonesia ke depannya. Selama empat tahun lebih kepemimpinan Jokowi, dikatakan telah memberikan prospek yang bagus terhadap bangsa Indonesia ke depannya. Selain itu, Jokowi mempunyai rekam jejak pribadi dan keluarga yang membanggakan dan dapat menjadi teladan bagi seluruh keluarga di Indonesia. Di samping juga memiliki jiwa kesetiaan dan keteguhan terhadap NKRI, Pancasila, UUD 45, dan Bhinneka Tunggal Ika. ‘’Kami juga melihat ketegasan Pak Jokowi dalam melawan kelompok ekstrem yang berniat mengubah 4 pilar kebangsaan kita, tegas melawan korupsi, termasuk melacak dan menyelesaikan hasil korupsi yang disimpan di luar negeri. Pak Jokowi juga memiliki sifat dan sikap yang jujur, merakyat tanpa sekat, dan antinepotisme. Beliau juga sabar namun tegas melawan berita bohong dan fitnah kejam yang menyerang dirinya,’’ tandas Prof. Bakta di sela-sela deklarasi, Minggu (17/2) malam. Oleh karena itu, secara individu kaum intelektual bersepakat untuk mendukung Forum Intelektual for Jokowi untuk memenang-
Selasa Kliwon, 19 Februari 2019
Seminar Kesehatan HUT LLDikti Wilayah VIII
Menjaga Stamina Dosen Tetap Fit dan Nyaman Mengajar SERANGKAIAN HUT ke-37, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, Senin (18/2) kemarin menggelar seminar kesehatan dengan menghadirkan 800 dosen dari 63 PTS di Bali. Seminar dibuka Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa. Seminar menghadirkan pembicara dr. Pande Made Ngurah Geriawan soal penyakit kanker serviks, Prof. dr. I Dewa Putu Widjana soal libido di usia senja, soal paradigma baru kesehatan gigi dan mulut oleh Dr. Drg. Ewa Made Wedagama, dan soal osteoporosis pada lansia oleh Dr. RA Tuty Kuswardhani. Seminar yang dipandu dr. I Gusti Lanang Made Rudiartha itu berlangsung menarik karena menyentuh kepentingan para dosen yang sudah mulai menua. Menurut Tuty Kuswardhani, penyakit osteoporosis cenderung dialami kaum wanita ditandai dengan punggung membungkuk. Setelah 10 tahun manupause wanita dipastikan mengalami osteoporosis. Makanya hati-hati mengendalikan karena bisa mengalami patah tulang. Sementara itu, Dewa Widjana memaparkan strategi fit di usia senja dengan menjaga pola hidup sehat, keseimbangan libido, berolahraga dan istirahat. Dewa Wedagama menekankan sekalipun sibuk mengajar para dosen tetap konisten merawat gigi dan mulut. Sebab, masalah gigi erat kaitannya dengan perilaku sehat. Hasil survei di Bali menunjukkan 93,8 persen masyarakat Bali mengalami masalah pada gigi dan mulut. Sedankan Pande Ngurah Geriawan memaparkan berbagai jenis kanker mengancam di usia senja. Ketua Panitia HUT ke-37 LLDikti Wilayah VIII I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. mengungkapkan seminar
KESEHATAN - Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Dasi Astawa didampingi Ketua Panitia Putu Darma Suyasa dan para dosen di acara seminar kesehatan, Senin (18/2) kemarin. bertema kesehatan ini sangat penting bagi civitas akademika PTS di Bali, mengingat mereka sudah berada pada usia lanjut. Namun tuntutan kerja sebagai dosen harus tetap prima. Unuk itu, dia mengharapkan lewat seminar ini para dosen lebih awal mengetahui segala jenis penyakit usia tua dan mengantisipasinya secara benar. Selain menggelar seminar, HUT LLDikti Wilayah VIII juga diisi dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan selama dua hari, donor darah, jalan sehat dan aneka lomba rekreasi. Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa membenarkan para dosen memerlukan informasi penting soal kesehatan dirinya. Mereka tak menyadari semakin tua umur, semakin banyak penyakit yang mendekatinya. Apalagi saat ini usia pensiun para dosen bisa diperpanjang dari 65 tahun menjadi 70 tahun dan untuk guru besar bisa mengajar sampai umur 79 tahun. Ini artinya, mereka dituntut bisa
mengajar dengan kondisi tubuh tetap prima. Pada prisipnya, penyembuhan terhadap penyakit ditentukan oleh dirinya sendiri. Diakuinya, aturan baru Kemenristek Dikti bahwa sejak 2015 usia pensiun dosen yang memiliki NIDN bisa diperpanjang menjadi 70 tahun dengan syarat mendapatkan NIDK. Asalkan profesi keilmuannya diperlukan lembaga yang bersangkutan. Apalagi pada usia dosen 65 tahun, masih dalam masa kenceng-kencengnya. Namun, di sisi lain kondisi kesehatannya dipastikan makin menurun setiap tahun. Untuk mengantisipasi perpanjangan masa pensiun, para dosen diharapkan untuk tetap menjaga kesehatan. Dengan tampil sehat, para dosen akan nyaman mengajar. Seperti melakukan diet seimbang, merawat tulang, menjaga kesehatan gigi dan mulut serta menjaga libido. Bagi dosen wanita tetap melakukan kontrol terhadap ancaman kanker serviks. (ad631)
Taspen Denpasar Serahkan Bantuan Bina Lingkungan ke Tabanan
DEKLARASI - Para kaum intelektual di Bali mendeklarasikan diri dalam Relawan Forum Intelektual for Jokowi untuk memenangkan Jokowi-Amin menjadi Presiden RI periode 2019-2024 di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman-Denpasar, Minggu (17/2) malam. kan Jokowi-Amin menjadi presiden RI 2019-2024. Prof. Bakta mengatakan saat ini yang sudah tercatat sebagai relawan mencapai sekitar 1.200 orang yang terdiri dari 15 profesor, 50 doktor, 200 master, dan intelektual muda yaitu para mahasiswa dan sebagainya. ‘’Kita melakukan deklarasi sebagai tonggak pertama untuk berdirinya Forum Intelektual for Jokowi. Terbentuknya ini, sangat jelas supaya kita bisa memenangkan paslon nomor urut 01,’’ ujarnya. Sekretaris Forum Intelektual for Jokowi Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And. menambahkan, kondisi politik menjelang pilpres begitu panas. Bahkan dirasakan tidak nyaman. ‘’Sebagai warga bangsa yang sehat tubuh dan jiwa, dengan otak dan nurani yang berfungsi normal, maka dengan ini kami warga bangsa yang tergabung dalam Forum Intelektual for Jokowi yang saat ini hadir di tempat ini menyatakan bersatu mendukung dan memenangkan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024,’’ serunya saat membacakan deklarasi. Selain itu, isi deklarasi Rela-
wan Forum Intelektual for Jokowi yaitu bertekad mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, meminta pihak keamanan mengambil tindakan tegas terhadap setiap pelaku penyebar kebohongan dan fitnah, perbuatan anarkis dan intoleran yang mengganggu ketenangan dan rasa nyaman masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya untuk memilih presiden. Kemudian mendukung setiap upaya pemerintah menegakkan pelaksanaan hukum kepada semua orang yang melakukan pelanggaran tanpa perbedaan atas dasar apa pun, mendukung setiap program pembangunan pro-rakyat yang dilaksanakan oleh pemerintah, khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan, harkat, dan martabat rakyat yang tergolong miskin, akan mengawal dan membela kepemimpinan Presiden Joko Widodo secara intelektual dan moral dari berbagai gangguan yang berniat buruk menghambat karya nyatanya dalam membangun bangsa dan negara. (kmb)
PT TASPEN (Persero) dalam rangka BUMN hadir untuk negeri, melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) memberikan bantuan dana hibah perbaikan sarana dan prasarana tempat sembahyang, Senin (18/2) kemarin di Tabanan. PKBL melalui dana hibah Bina Lingkungan ini diserahkan di dua lokasi oleh PT Taspen (Persero) Cabang Denpasar. Dana hibah Bina Lingkungan untuk lokasi pertama diberikan renovasi tempat sembahyang, dalam hal ini Merajan Agung Grya Kediri, Banjar Tengah Kangin, Desa Kerambitan, Kerambitan. Lokasi kedua untuk Merajan Pasek Gelgel yang berlokasi di Banjar Karadan Desa Penebel, Penebel. Bantuan di dua lokasi ini langsung diberikan Kepala Cabang PT Taspen (Persero) Cabang Denpasar Hestraningtyas Wira Yoga didampingi Kabid Umum Muhammad Syakhirial Yuda dan Humas I Wayan Sutasma. Dalam penyerahan dana hibah Bina Lingkungan di Kerambitan, Wira Yoga menyampaikan Bina Lingkungan merupakan bagian dari PKBL, di mana fokus pada perbaikan sarana umum salah satunya tempat ibadah. Untuk mendapatkan bantuan ini, masyarakat sebelumnya memasukkan proposal ke Taspen (Persero) Cabang Denpasar yang nantinya akan diteruskan ke pusat untuk diverifikasi. Bantuan Bina Lingkungan yang turun di Tabanan sebesar Rp 30 juta untuk di Kerambitan dan Rp 15 juta untuk di Penebel. Sementara itu, untuk dana Bina Lingkungan sepanjang tahun 2018 telah berhasil disalurkan oleh PT Taspen (Persero)
DANA HIBAH - Penyerahan dana hibah Bina Lingkungan dari PT Taspen (Persero) Cabang Denpasar untuk perbaikan Merajan Agung Grya Kediri, Kerambitan, Senin (18/2) kemarin. Cabang Denpasar sebanyak Rp 234.256.000. Selain Bina Lingkungan dalam PKBL juga ada yang namanya program kemitraan. Untuk program kemitraan berupa penyaluran kredit lunak dengan bunga 0,3 persen per bulan. ‘’Kredit ini bunganya lebih rendah dari KUR dan menyasar UMKM yang ada di Bali,’’ ujarnya. Selama tahun 2018 kredit dari program kemitraan ini telah disalurkan kepada delapan UMKM dengan besaran dana Rp 400 juta. Dalam mengakses program kemitraan, kata Wira Yoga, pelaku usaha UMKM harus menjalani usahanya setidaknya setahun. Tentunya akan ada penilaian sebelum memberikan kredit program
kemitraan ini. ‘’Tetapi besaran kredit yang disalurkan tidak dibatasi. Berapa pun UMKM yang lolos akan diberikan dananya,’’ ujarnya. PT Taspen (Persero) adalah BUMN yang terjun di bidang asuransi, di mana anggota atau nasabahnya adalah Aparatur Sipil Negara. Ada empat produk yang dikeluarkan yaitu Tabungan Hari Tua, Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Dana Pensiun. Tetapi jika ada masyarakat umum yang ingin menjadi peserta produk ini bisa mendatangi Taspenlife dan jika hendak mengakses kredit bisa ke Bank Mantap, di mana keduanya adalah anak perusahaan dari PT Taspen (Persero). (ad622)
Senator Hadiri Hari Jadi ’’Titian Art Space’’ di Ubud
Dr. Wedakarna Minta Pemerintah Fasilitasi Seniman Muda agar Lahir Maestro Baru DI ANTARA para wakil rakyat yang dimiliki Bali, bisa jadi senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III adalah sosok yang paling kerap diundang kumunitas seni dalam acara-acara seni budaya. Hal ini terekam saat Senator Arya Wedakarna (AWK) hadir di Titian Art Space di kawasan Jalan Bisma Ubud. Untuk mengapresiasi Hari Ulang Tahun Yayasan Titian, sebagai lembaga pemerhati seniman muda. Disambut pengurus yayasan dan juga seniman muda, Senator AWK mendapatkan penjelasan terkait dengan sejumlah program yang dimiliki Yayasan Titian, khususnya dalam membina generasi muda di
bidang seni, termasuk penyerahan penghargaan Pusaka Titian dan Titian Prize kepada seniman muda untuk hadir di Leiden, Belanda secara konsisten. Apresiasi terhadap Titian Art Space disampaikan Senator AWK saat memberikan sambutan ke hadapan undangan. ‘’Yayasan Titian, walau organisasi baru, tapi sudah punya kerja luar biasa. Saya salut bagaimana anak-anak muda seni dan pencinta seni mereka menjalankan tugas sebagai pengayom seni. Ini membanggakan sekali dan saya mendukung eksistensi mereka. Belum pernah ada yayasan seni di usia muda, tapi mampu menjadi teladan yang konsisten berprogram
dengan tingkat kurasi yang tinggi. Saya sebagai pemerhati seni takjub dengan kinerja dari Titian Foundation ini,’’ kata AWK yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. Ia pun menyebut sejumlah program yang dianggap mampu menjembatani generasi seni yang dilakukan konsisten dan mampu mendapatkan perhatiannya. Yakni yayasan ini secara rutin mengadakan pelatihan untuk siswa-siswa di kawasan Batuan, Gianyar, baik di sekolah maupun di kantor desa setiap Sabtu dan Minggu serta pelaksanaan Titian Prize kepada seniman muda Bali dengan re-
ward mengikuti kegiatan seni di Leiden, Belanda. ‘’Tiang dapat profil dari yayasan ini, mereka menjalankan program secara transparan, dan konsisten. Pertanggungjawaban dana juga bagus, sehingga ini menjadi contoh teladan. Saya banyak kenal yayasan seni, tapi yang kerjanya baik dan akuntabel seperti ini yang kita harapkan. Hebat dan semoga tetap bisa konsisten,’’ ungkap AWK yang juga President The Sukarno Center Tampaksiring. Di akhir acara, AWK didaulat untuk menyerahkan penghargaan kepada sejumlah seniman muda yang telah berpartisipasi dalam acara Titian Art Space. (ad630)
HUT - Senator Arya Wedakarna bersama Prof. I.B. Yudha Triguna dan pengurus Titian Art Space serta seniman muda saat acara hari ulang tahun yayasan ini di Ubud.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Selasa Kliwon, 19 Februari 2019
5
Setahun RSBM Dioperasikan
Terbanyak Tangani Kasus Bedah dan Kulit Denpasar (Bali Post) Setahun lebih perjalanan Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM). Selama setahun itu, data terbanyak kunjungan adalah ke bagian bedah karena menangani kasus kecelakaan dan patah tulang. Tak heran kasus ini terbanyak karena akses rumah sakit yang terdekat dari jalur jalan utama yaitu By-pass I Gusti Ngurah Rai. ‘’Kebanyakan kita dapat dari rujukan rumah sakit lain. Terbanyak kasus bedah. Kalau emergensi itu paling sering ke sini karena lokasi itu di daerah jalur utama, kalau ada kecelakaan di Nusa Dua, Kuta dan dari timur pasti dibawa ke sini,’’ ungkap dr. Bagus Darmayasa, M.Repro., Direktur RSBM, Minggu (17/2). Kasus bedah yang tertinggi adalah bedah tulang. Selain bedah, terbanyak kedua yang datang ke RSBM adalah kasus penyakit kulit. RSBM memiliki alat spektra yang tercanggih. Sehingga, menurutnya, karena ada alat ini jumlah kunjungan penyakit kulit tinggi. Alat spektra ini khusus untuk menangani kulit yang belang
akibat kebakaran atau kelainan kulit. Tujuan penggunaan alat ini untuk menyamakan warna kulit pasien. Sebanyak 80% pasien RSBM merupakan peserta BPJS, sehingga yang datang ke RSBM harus sesuai dengan sistem rujukan. Oleh karena sebagian besar pasien yang datang merupakan pasien BPJS Kesehatan, pihaknya berupaya untuk melakukan efisiensi namun tanpa mengurangi kualitas. RSBM juga merupakan RS tipe B yang menjadi pusat rujukan rumah sakit tipe C dan D, sehingga kasus– kasus yang ditangani adalah kasus level 3. Sampai saat ini jumlah kamar yang dimiliki sebanyak 235 kamar rawat inap. Rencananya akan dibuka layanan kamar VIP dan suite dalam waktu dekat. Rata–rata kunjungan per hari ke RSBM adalah 200 orang. Pada Senin bisa lebih dari itu. Dengan jumlah rata– rata kunjungan itu, pada 2018, RSBM memperoleh laba bersih Rp 38 miliar, padahal targetnya hanya Rp 20 miliar. ‘’Jadi capaian kita hampir 200% dari target. Per Januari kemarin kita sudah dapat laba Rp 4,5 miliar. Belum lagi kita akan buka layanan VIP nantinya, sehingga akan meningakatkan pendapatan rumah sakit. (kmb42)
Dewan Minta SKPD Jangan Lama-lama Dijabat Plt.
Banyuwangi (Bali Post) Banyaknya satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemkab Banyuwangi mendapat sorotan dari DPRD setempat. Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Ruliono meminta jabatan pelaksana tugas (Plt) tak terlalu lama. Khususnya SKPD yang menjadi mesin penghasil pendapatan asli daerah (PAD). Menurut Ruliono, pemilihan kepala SKPD merupakan hak prerogatif Bupati. Meski begitu, pihaknya berharap jabatan Plt. tidak berlangsung lama, sehingga kinerja pejabat SKPD bisa maksimal. ‘’Memilih pejabat SKPD memang hak Bupati. Tapi, alangkah baiknya jika SKPD tidak terlalu lama diserahkan ke pejabat Plt,’’ tegas politisi Golkar ini, Senin (18/2) kemarin. Ditambahkan, terdapat
tujuh SKPD yang dijabat Plt. Dari jumlah ini, kata Ruliono, baru satu jabatan SKPD yang sedang dalam tahap lelang. Yakni Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB. Lelang jabatan memang bagus. Ini menghindari like and dislike. Hanya, jika ada jabatan lowong, sebaiknya segera dilelang juga. Jangan terlalu lama dijabat Plt,’’ tegasnya lagi. Selain Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, SKPD lain yang dijabat Plt. masing-masing Kepala RSUD Blambangan, Kadis PU Cipta Karya, Perizinan Terpadu, Disperindag dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Ruliono sepakat jika pemilihan pejabat SKPD menggunakan sistem lelang. Sebab, lelang akan menghasilkan pejabat yang berkualitas,
memenuhi syarat yang diharapkan. ‘’Kami tidak tahu, kenapa baru satu SKPD yang jabatannya dilelang. Apakah menunggu waktu, biaya atau seperti apa. Itu memang haknya Bupati,’’ imbuhnya. Menurut Ruliono, semakin cepat jabatan SKPD dilelang, tentunya akan cepat mendapatkan pejabat yang memenuhi syarat. Khususnya, SKPD penghasil yang menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) cukup tinggi. Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi melakukan lelang jabatan bagi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB yang kosong. Lelang dilakukan jajaran Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi. Ketua Panitia Lelang dijabat Sekdaprov Jatim. (udi)
Bali Post/ist
ACARA HIBURAN - Millenial Road Safety Festival (MRSF) 2019 diisi acara hiburan dan penontonnya diperkirakan 100 ribu orang.
Usai Kegiatan MRSF 2019
Puluhan Polisi Bersihkan Sampah di Lapangan Renon Denpasar (Bali Post) Acara Millennial Road Safety Festival (MRSF) 2019, Minggu (17/2) lalu, menyisakan banyak sampah di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur. Sebagai tanggung jawab, puluhan personel Polda Bali dan Polsek Denpasar Timur (Dentim) dipimpin Wakapolda Brigjen Pol. Wayan Sunartha membersihkan sampah di lapangan tersebut, Senin (18/2) kemarin. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan itu merupakan wujud tanggung jawab. Apalagi lapangan tersebut
setiap hari digunakan untuk aktivitas olahraga. Sebagai aparat harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. ‘’Anggota yang dilibatkan giat bersih-bersih ini mayoritas dari Ditsabhara Polda Bali dan Polsek Denpasar Timur. Ada juga dari personel Polda Bali yang tidak melaksanakan pelayanan kepada masyakat dalam pengaturan lalu lintas. Termasuk PNS,’’ ungkapnya. Kata Hengky, MRSF dilaksanakan hingga pukul 23.00 Wita. Semakin malam pengunjung acara tersebut semakin banyak, terutama pecinta musik genre reggae
yang ingin menyaksikan penampilan Band Joni Agung. Penontonnya diperkirakan lebih dari 100 ribu orang dan didominasi kaum milenial. Diisi acara hiburan, katanya, karena Polda ingin mengajak generasi milenial untuk membangun budaya tertib lalu lintas. Pasalnya selama kegiatan disisipi imbauan dan ajakan kepada generasi muda untuk mewujudkan program keselamatan berlalu lintas secara terprogram dan berkesinambungan. Harapannya ada peningkatan kualitas keselamatan di jalan dan menurunkan tingkat fatalitas
korban lakalantas, membentuk relawan lalu lintas milenial. Tidak hanya supaya tertib berlalu lintas, kegiatan ini juga mengajak para generasi milenial untuk menjaga keutuhan NKRI, semangat nasionalisme membangun patriotisme serta menggelorakan persatuan dan kesatuan di kalangan generasi muda. ‘’Acara ini berjalan sukses dan luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh generasi milenial Bali yang sudah datang ke acara ini,’’ tegas mantan Kabag Binkar Biro SDM Polda Bali ini. (kmb36)
PLTU Celukan Bawang Diperbaiki
PLN akan Lakukan Pemadaman Bergilir di Seluruh Bali Denpasar (Bali Post) -
Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali I Nyoman Swiranata menjelaskan, PLTU Celukan Bawang saat ini sedang dibongkar. Proses perbaikan ini akan berlangsung selama dua hari. ‘’Kalau perbaikan seperti ini biasanya tidak lama. Yang susah itu, kalau sudah mati nunggu dingin. Nanti untuk menghidupkannya, 8 jam baru bisa hidup lagi,’’ ungkapnya, Senin (18/2) kemarin. Kerusakan yang terjadi di PLTU Celukan Bawang, dikatakan, karena ada gas masuk dalam salurannya. Ini terjadi akibat dari katup yang mengalami gangguan. ‘’Bukan perawatan berkala,’’ tandasnya.
Untuk menyiasati kekurangan pasokan 125 MW ini, PLN melakukan pemadaman ke seluruh Bali dengan metode bergilir. Durasi pemadamannya kurang lebih satu jam. ‘’Setiap satu jam sekali kita pindahkan ke tempat lain untuk meminimalisir keluhan pelanggan,’’ tandasnya. Pemadaman bergilir dilakukan karena sistem kelistrikan di Bali menjadi satukesatuan pasokan. Setelah itu baru kemudian didistribusikan ke seluruh Bali. ‘’Pasokan dari pembangkit di Jawa, Pesanggaran, dari Gilimanuk, Celukan Bawang jadi satu dulu, baru kita distribusikan,’’ jelasnya. Pemadaman diperkirakan akan
terjadi pada waktu beban puncak yaitu sekitar pukul 18.00 – 22.00 Wita dari tanggal 18 – 29 Februari. Hemat Listrik Satu unit PLTU Celukan Bawang dilakukan perbaikan. Oleh karena itu, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali mengajak seluruh masyarakat Bali untuk hemat listrik, terutama pada jam beban puncak yaitu 18.00-22.00 Wita. General Manager PLN UID Bali Nyoman Suwarjoni Astawa mengatakan perbaikan dilakukan guna meningkatkan performa mesin pembangkit agar ke depannya bisa memberikan pelayanan lebih baik kepada pelang-
gan. ‘’Rencana perbaikan satu unit mesin pembangkit pada PLTU Celukan Bawang dilakukan pada 18-19 Februari 2019. Kami berjanji pasokan daya akan kembali normal pada 20 Februari 2019,’’ ujarnya, Senin (18/2) kemarin. PLN UID Bali mencatat saat ini daya mampu sistem kelistrikan di Bali yaitu sebesar 782,6 MW, dengan prediksi beban puncak diperkirakan mencapai 856 MW. Mengenai perbaikan ini, Astawa menjelaskan bahwa akan terjadi penurunan pasokan daya sebesar 125 MW. ‘’Dikarenakan kondisi tersebut, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, kami juga berharap kerja sama dari seluruh masyarakat untuk berhemat selama perbaikan pembangkit dilakukan,’’ imbuhnya Astawa. (kmb42)
Denpasar (Bali Post) Tingginya libido seksual tak mampu dibendung oknum dosen yang mengajar di sebuah perguruan tinggi swasta di Denpasar. Setelah berhasil menggagahi mahasiswinya, oknum dosen berinisial I Putu Ek (27) asal Gianyar mengancam mahasiswinya karena tidak mau berhubungan badan untuk kesekian kalinya. Ancaman dimaksud adalah menyebar foto telanjang mahasiswi berinisial Ma dan rekaman video saat Ek dengan Ma melakukan adegan seksual. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke polisi, dan perkara ini disidangkan di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (18/2) kemarin, dan sudah memasuki agenda pemeriksaan saksi. Sidang yang dipimpin Gede Ginarsa itu dilakukan secara tertutup. Sebelumnya informasi yang diterima di PN Denpasar, JPU I Gusti Ayu Rai Artini dalam surat dakwaannya menjelaskan bahwa kasus ini berawal dari perkenalan korban dengan terdakwa yang seorang dosen pada 2015. Saat itu korban mengenal terdakwa sebagai dosen muda. Dosen itu juga akrab dengan
mahasiswi-mahasiswi lainnya. Tahun 2017, mulailah mereka akrab dan mulai sang dosen menawarkan diri untuk mengajak Ma jalan-jalan. Awalnya diajak ke sebuah tempat di Tegallalang, Gianyar. Saat itu terdakwa sebagaimana dakwaan jaksa, mengaku akan mengajak teman-teman korban juga. Namun akhirnya teman korban tidak datang dan malah selesai jalanjalan korban diajak ke rumah terdakwa di Gianyar. Usai mandi itulah terdakwa mencoba mengajak korban, namun saat itu korban menolak dan persetubuhan tidak terjadi. Ma si h d i t a hun 2 0 1 7 , terdakwa yang pertama gagal kembali mengajak korban jalan-jalan. Ucapannya sama, yakni bahwa rekan korban juga ikut jalan-jalan. Namun setelah diiyakan dan jalan-jalan, malah teman korban tidak ada yang datang. Di sanalah terdakwa mengajak korban ke rumahnya dan akhirnya terjadi adegan layak sensor. Sebagaimana dalam dakwaan jaksa, disebutkan korban mau melayani nafsu dosennya karena ancaman yang berbunyi ‘’Kalau saksi baik dengan terdakwa, terdakwa tetap akan baik dan
berperilaku profesional di kampus’’. Perkataan itu diartikan oleh korban, jika korban tidak mau berhubungan badan dan memuaskan nafsu terdakwa (oknum dosen itu), nilai dan nama baik saksi korban akan dirusak di kampus. Sehingga untuk menjaga nama baik, korban mau menuruti nafsu birahi dosennya. Bahkan adegan panas itu dilakukan hingga tiga kali. Dalam adegan itu, ternyata terdakwa juga sempat memotret tubuh bugil korban dan juga sempat merekamnya saat berhubungan badan. Foto dan rekaman itu kemudian disimpan di Iphone 5S. Karena memori HP terdakwa penuh, kemudian dipindahkan ke laptop. Namun sebelum itu korban sempat meminta terdakwa untuk menghapus semua file foto dan video itu. Oleh terdakwa diiyakan saja. Masalah muncul pada 4 Juni 2018. Oknum dosen ini mengirim foto telanjang korban hingga keliatan, maaf, payudaranya. Kontan korban kaget dan meminta kembali supaya sang dosen menghapusnya. Oknum dosen itu malah kembali mengajak korban bertemu di sebuah restoran cepat saji di Jalan Nangka, Den-
pasar. Karena korban ingin menghapus foto itu, dia mau mendatangi sang dosen. Rupanya setelah bertemu, kembali sang dosen mengajak korban indehoi dan mengendarai satu motor. Namun lagi-lagi korban menolak dan bahkan di area parkiran korban sempat teriak. Korban Ma kemudian pergi dan ternyata dibuntuti, hingga berhenti di sebuah toko. Dosen itu kembali mengajak korban berhubungan badan dan bertemu di tempat terakhir mereka melakukan hubungan badan, yakni di hotel. Korban menolak dan memilih pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah dan membuka HP, dia kembali menerima kiriman chat yang isinya ancaman-ancaman supaya korban mau kembali melakukan hubungan badan dengan dosen ini. Jika tidak mau maka foto telanjang dan video mesum korban bersama terdakwa akan disebar ke teman-teman dekat korban. Percakapan itulah kemudian di-screenshot, kemudian dugaan pengancaman itu dilaporkan ke pihak berwajib. Kini kasus persetubuhan antara mahasiswi dengan dosen itu sedang dalam proses persidangan di PN Denpasar. (kmb37)
Perbaikan katup di PLTU Celukan Bawang berdampak pada berkurangnya pasokan daya listrik sebesar 125 MW. Untuk itu pelanggan listrik PLN akan mengalami pemadaman bergilir selama satu jam.
Oknum Dosen Diadili Kasus Pornografi
Bali Post/edi
TEKNIS MEMILIH - Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta saat memberikan keterangan terkait teknis memilih pada pilpres dan pileg pada April mendatang.
500 Warga Binaan Lapas Kerobokan Pindah Memilih KPU Badung Tambah Dua TPS
Mangupura (Bali Post) Jumlah pemilih di Badung untuk Pilpres dan Pileg pada 17 April mendatang sebanyak 384.609 orang yang sudah ditetapkan per 10 Desember 2018. Sedangkan pada 17 Februari ini ada peningkatan jumlah pemilih sebanyak 601 orang, terutama mereka yang pindah memilih, sehingga jumlah totalnya menjadi 385.210 orang. Menurut Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta, yang akan pindah memilih paling banyak terjadi di Kuta Utara. Yaitu di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kerobokan sebanyak 500 orang. Warga binaan yang ada di Lapas Kerobokan ini, menurutnya, mereka yang dari luar Badung dan memang sudah terdaftar sebagai pemilih di daerahnya. Pihaknya mengatakan mereka memang perlu diakomodir supaya hak suara
mereka bisa disampaikan pada pemilu nanti. Untuk itu, di Lapas Kerobokan, KPU Badung akan melakukan penambahan sebanyak dua TPS. Dengan adanya penambahan dua TPS di sana, tentunya konsekuensi bagi KPU dan ini menjadi tantangan. Karena di satu sisi KPU Badung menargetkan tingkat partisipasi pemilih dari Badung mencapai 80 persen. Target tersebut, menurut Kayun, berkaca pada capaian yang diraih pada pilgub tahun 2018, dengan tingkat partisipasi mencapai 77,7 persen. Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, pihaknya terus melakukan pendataan terhadap warga yang pindah memilih. Kemudian juga bekerja sama dengan perusahaan dan sekolah. Bahkan sebelumnya juga sudah melakukan pembukaan posko pindah
memilih di kampus Unud. Di sana terdata sebanyak 153 mahasiawa yang berasal dari luar Bali untuk menggunakan hak pilihnya di Kabupaten Badung, khususnya di Jimbaran. ‘’Ini upaya kita untuk meningkatkan partisipaai hak pilih,’’ pungkasnya, Senin (18/2) kemarin. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kab Badung I Nyoman Suendi mengatakan, tugas KPU pada pilpres dan pileg nanti sangat berat, terutama di wilayah Tuban. Karena di situ akan ada penambahan sebanyak 20 TPS. Sebagai bentuk pelayanan, pertanyaan semacam itu tentu harus bisa terjawab. Mengingat para calon pemilih juga memiliki kepentingan untuk mendapatkan informasi pemberitahuan memilih. ‘’Tapi semua pihak sudah kami ajak berkomunikasi,’’ pungkasnya. (kmb23)
OPINI
6
Selasa Kliwon, 19 Februari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Belajar Bicara dengan Data BEBERAPA tokoh dunia dikenal sebagai seorang orator (pembicara) hebat. Keterampilan berbicara mereka bahkan mampu menghipnotis publik. Beberapa orator politik terkenal di antaranya Wisnston Churchill, Adolf Hitler, Franklin D. Roosevelt, dan Bapak Bangsa Indonesia Soekarno. Namun, pada zaman milenial dengan kecanggihan digital sekarang, kemampuan orator haruslah didukung penguasaan data (digital) pula. Penguasaan dalam hal ini tidak hanya mampu membaca data (statistik) sebagai dasar pidato (pembicaraan). Melainkan, juga kemampuan menerjemahkan dan mengolah data yang ada untuk diambil langkah tindak lanjut yang diinginkan. Data yang dimiliki/diperoleh sang orotor diterjemahkan ke dalam fakta di lapangan. Data dan fakta itu kemudian diolah menjadi sebuah langkah, kebijakan dan sejenisnya sebagai solusi permasalahan yang terungkap dari data dan fakta itu sendiri. Ini sangat penting pada era digital ini, karena jejak rekam digital tidak bisa dibohongi. Ini sangat penting tidak hanya bagi pemimpin, pemegang kebijakan dan sejenisnya, tetapi bagi semua masyarakat milenial (digital). Berbicara tanpa data dan fakta, itu sama dengan menebar dan menyebarkan hoax (berita bohong) bahkan fitnah bila bersentuhan dengan pihak lain. Beberapa kasus yang terjadi belakangan, menunjukkan hal itu. Betapa data (statistik) yang disampaikan suatu pihak bisa langsung menjebol apa yang disampaikan pihak lain sebelumnya, yang berbicara tanpa data. Tudingan menyebar hoax bahkan fitnah pun dijatuhkan pada mereka yang berani berbicara tanpa data pada era digital ini. Bahkan, meski berbicara dengan data valid pun tetap bisa dipersoalkan ketika data tersebut sudah kedaluwarsa atau tidak sesuai lagi waktunya. Bercermin dari berbagai kasus menyangkut data yang terjadi belakangan ini, pelajaran bagi semua pihak utamanya mereka yang ingin dipercaya publik. Terlebih, ingin menjadi pemimpin dan sudah menjadi public figure. Seorang pemimpin baik lembaga pemerintah maupun swasta, terlebih pemimpin negara, haruslah memegang teguh selalu berbicara berdasarkan data. Mengingat data merupakan sumber informasi yang memiliki tiga fungsi. Pertama, menjadi dasar penyusunan kebijakan. Kedua, mendukung pengambilan keputusan. Ketiga, sebagai sumber penyusunan informasi dan komunikasi publik. Pada zaman milenial, rekam jejak digital tidak bisa terbantahkan, masyarakat malah akan menjadi apriori dan antipati. Terlebih pada era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, masyarakat begitu mudahnya mengakses data informasi. Masyarakat tidak bisa lagi dibohongi dengan data palsu, tidak akurat, tidak valid, tidak update dan sejenisnya. Data pun akan berubah menjadi sebuah penghakiman publik, bahwa kita itu telah berbohong, menebar hoax, bahkan fitnah. Hati-hatilah berbicara di publik jika tidak mempunyai data tentang apa yang kita bicarakan. Jadilah sang orator tersohor berdasarkan data, bukan berdasarkan kabar burung.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Gerakan Hemat Energi Debat kandidat presiden telah dua kali berlangsung. Temanya memang beragam namun yang saya rasakan tak ada yang begitu khusus yang harus dijadikan catatan. Terobosan dan tawaran solusinya masih biasa-biasa saja. Saya mendukung semua gagasan untuk menuju kita hemat energi. Namun, ada baiknya kita juga melakukan gerakan hemat energi. Jangan terlalu jor-joran menggunakan energi fosil, sepanjang kita belum mampu mengembangkan energi terbarukan secara signifikan. Mari lakukan gerakan hemat energi untuk menjaga kesinambungan. Jangan pula mengorbankan lingkungan hanya untuk pemenuhan kebutuhan energi investasi, yang untuknya juga lebih banyak dinikmati korporasi. Mudah-mudahan program hemat energi ini benar-benar bisa dibuatkan pemetaannya oleh presiden hasil Pilpres 2019 ini. Mudah-mudahan pilpres berjalan lancar tanpa ada riak-riak yang menondai stabilitas bangsa. I Kade Trinatha Gianyar, Bali
Sekolah Swasta Perlu Perhatian Perekrutan siswa baru pada bulan Mei atau Juni biasanya selalu memancing kegaduhan. Aturan baru selalu muncul tiap tahun. Jika sudah ada program dan sistem penerimaan siswa baru bulan Juni ini, saya sebagai orangtua siswa berharap segera diumumkan. Model dan tata cara menjadi siswa baru di satu sekolah hendaknya diinformasikan lebih awal. Selain itu, saya juga merasa prihatin dengan makin banyaknya sekolah swasta yang tutup. Ini karena kesulitan mendapatkan siswa baru. Mudah-mudahan ke depan, dukungan kepada sekolah swasta juga diperhatikan, sehingga program pembangunan sekolah negeri baru tak terus menjadi solusi ketika ada penumpukan jumlah siswa. Bantuan fasilitas pembelajaran juga layak diberikan kepada sekolah swasta. I Dewa Suparta Denpasar, Bali
Data Statistik Dalam Debat Politik Debat politik merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat sebagai bahan pertimbangan dalam memilih calon yang pantas menjadi orang nomor satu di Indonesia. Melalui debat, pemilih berharap bisa mendapatkan gambaran yang akurat mengenai visi dan misi masing-masing kandidat. Dalam penyampaian visi dan misi, penguasaan terhadap data statistik menjadi suatu indikator penguasaan materi dan permasalahan. Bagai sayur tanpa garam, debat tanpa data statistik akan terasa hambar, membosankan, dan berakhir hanya dengan adu retorika.
Oleh Putu Simpen Arini
D
ebat merupakan kegiatan tentang mengadu opini atau asumsi beberapa pihak untuk menentang sebuah pernyataan. Dalam sejarah pilpres di Indonesia, debat antarkandidat baru dilaksanakan pada dua periode pilpres. Sedangkan di negara maju, debat sudah dimulai sejak bertahun-tahun lalu. Debat pertama dalam pemilu di dunia diadakan pada Pilpres Amerika Serikat (AS) tahun 1960 antara Richard Nixon dan John F. Kennedy. Melalui debat, pemilih seharusnya bisa mendapatkan gambaran yang akurat mengenai visi dan misi masing-masing kandidat. Debat menjadi sangat penting karena banyaknya pemilih pemula pada pemilu kali ini. Penyampaian visi dan misi yang jelas tentu memudahkan masyarakat dalam menilai kualitas program yang ditawarkan masingmasing kandidat. Melalui
debatlah pemilih mendapat pertimbangan-pertimbangan yang rasional dalam menentukan pilihan. Dalam penyampaian visi dan misi, penguasaan terhadap data statistik merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap kandidat dalam meyakinkan dan memikat hati pemilih. Penguasaan data statistik dan kemampuan menerjemahkannya dengan benar merupakan petunjuk bahwa seseorang menguasai permasalahan dengan baik. Itulah sebabnya dalam debat calon presiden (capres) atau calon perdana menteri di negara-negara maju, kemampuan kandidat dalam membedah masalah dengan data sangat menentukan performanya di mata publik (Kadir Ruslan, 2014). Kekuatan penguasaan data statistik sudah terbukti di berbagai negara di dunia. John F. Kennedy yang dalam beberapa polling sebelumnya selalu berada di belakang Richard Nix-
on, setelah pertunjukan debat perdana 26 September 1960, pada polling berikutnya mulai unggul. Saat debat, Kennedy menunjukkan kemampuannya dalam membedah masalah dengan dukungan penguasaan data statistik yang sangat baik, lalu menawarkan solusi perbaikan masalah-masalah yang dihadapi Amerika kala itu. Penggunaan data statistik oleh masing-masing kandidat dalam penyusunan program tentu akan berguna bila dibarengi dengan kemampuan menerjemahkan data statistik dengan benar. Jousairi Hasbullah mencontohkan tentang pertumbuhan ekonomi yang dikaitkan dengan kemiskinan. Jika tidak hati-hati dalam menerjemahkan kedua data ini, kita mungkin saja terjebak pada pemahaman yang keliru. Dalam jangka waktu tertentu, pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan negatif dengan kemiskinan. Jika pertumbuhan ekonomi naik maka kemiski-
nan akan turun. Dalam periode tertentu, pertumbuhan ekonomi secara terus-menerus dan berasal dari pertumbuhan semua sektor ekonomi tentu akan menurunkan kemiskinan. Namun dalam jangka pendek, hubungan ini tidak terlalu jelas. Kenaikan tingkat pertumbuhan ekonomi belum tentu langsung terkait dengan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tergantung pada struktur pertumbuhan ekonomi yang terjadi. Kita harus melihat terlebih dahulu sektor mana yang tumbuh tinggi dan mana yang pertumbuhannya relatif rendah. Jika kontribusi pertumbuhan tersebut datang dari sektor yang padat modal berarti daya serap tenaga kerjanya rendah dan dampaknya pada penguatan ekonomi rakyat akan kurang signifikan. Saat debat capres putaran pertama, kedua pasangan tidak banyak menyampaikan data-data statistik yang mendukung argumen mereka. Tema debat kala itu adalah hukum, HAM, korupsi, terorisme. Jika debat didasari data statistik dan pemahaman yang benar, tentu permasalahan hukum, HAM, korupsi, terorisme bisa di urai lebih baik. Namun faktanya, ucapan yang dikemukakan terkesan meluncur begitu saja tanpa pijakan data yang jelas. Begitu pun dengan jawaban-jawaban atas pertanyaan lawan yang diberikan belum menyentuh pokok-pokok persoalan. Bah-
Perempuan Dalam Pusaran Politik PEREMPUAN merupakan tiang negara karena menjadi penentu kualitas generasi bangsa. Kepentingan perempuan mesti mendapatkan perhatian dan perlindungan secara kebijakan. Untuk itu, peran politik yang ramah perempuan menjadi penting. Kaum perempuan atau kini lebih akrab disebut emak-emak cenderung dimanfaatkan sebagai lumbung suara atau objek politik elektal. Saatnya politik emakemak secara signifikan turut menentukan kualitas demokrasi saat proses pemilu hingga pascapemilu. Pusaran Pemilu 2019 jangan sampai menjadi pusara bagi politik perempuan Indonesia. Komnas Perempuan mencatat 348.446 kasus kekerasan terhadap perempuan terjadi di Indonesia baik yang dilaporkan maupun ditangani sepanjang tahun 2017. Di ranah privat, persentase tinggi adalah kekerasan fisik 3.982 kasus (41%). Kekerasan seksual 2.979 kasus (31%), kekerasan psikis 1.404 kasus (15%), dan kekerasan ekonomi 1.244 kasus (13%). Angka kekerasan sepanjang 2017 meningkat karena budaya masyarakat yang masih menempatkan posisi perempuan lebih rendah dibanding laki-laki. Hal ini dilihat dari sisi pengambilan keputusan yang masih didominasi oleh laki-laki (Azriana, 2018). Ayu Utami (2013) mengungkapkan, kekerasan seksual tidak hanya dimaknai sempit secara fisik berbasis peristiwa seks. Kekerasan seksual dapat berupa jejak hubungan seksual yang secara emosional dan psikilogis tidak beradab, tidak manusiawi, serta tidak terselesaikan secara pantas dan seimbang. Indonesia memiliki beberapa perundangan sebagai jaminan perlindungan dari tindak kekerasan seksual. Peraturan itu,
caleg perempuan. Pemenuhan keterwakilan perempuan bukan tanpa hambatan. Permasalahan mendasar parpol, salah satunya adalah kaderisasi. Geliat perekrutan dan pembinaan kader hanya santer terdengar menjelang pemilu. Ini khususnya untuk mengisi daftar caleg. Pembukaan pendaftaran caleg di satu sisi menunjukkan iklim keterbukaan parpol. Di sisi lain, ini mengindikasikan problem kaderisasi yang tidak teratasi. Problematika kaderisasi menyebabkan parpol kesulitan dalam menyiapkan daftar caleg. Sistem pemilu dengan suara terbanyak semakin membuat sulit. Itu karena kader yang merasa minim modal sosial dan finansial menjadi minder. Jika caleg secara umum saja mengalami kesulitan, apalagi caleg perempuan. Belum lagi dengan mencuatnya kasus korupsi anggota DPR perempuan. Tidak dimungkiri ini membuat ketakutan tersendiri. Ujung-ujungnya, sebagian besar parpol ditengarai sekadar mendaftarkan caleg perempuan untuk formalitas. Hal ini dapat diamati dalam komposisi nomor urut. Jarang caleg perempuan ditempatkan pada nomor satu atau dua. Meskipun nomor urut sudah tidak sepenuhnya berpengaruh, angka kecil masih dipersepsikan publik sebagai caleg yang diproyeksikan jadi. Jika akal-akalan ini terjadi, sungguh tragis nasib caleg perempuan yang sebenarnya memiliki nilai strategis.
nyak menuntut signifikansi keseriusan memenangkan politik afirmasi caleg perempuan. Parpol mesti serius memenangkan caleg perempuan. Caleg perempuan memiliki peran strategis dan ikut andil memenangkan suatu parpol meraih kursi. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaporkan 49,13 persen penduduk Indonesia adalah perempuan. Artinya, perempuan adalah pasar politik yang potensial. Pencalonan 30 persen caleg perempuan mestinya dimaknai sebagai strategi mendulang banyak suara. Berbagai pihak dapat mendukung pemenangan caleg perempuan yang berkualitas. Parpol penting mengubah pola pikir terkait perempuan, dari sekadar menempatkannya “jadi caleg” menjadi “caleg jadi”. Pengubahan ini bukan tindakan emosional, melainkan membawa konsekuensi pada penyiapan kualitas caleg perempuan untuk siap berkompetisi. Caleg perempuan mesti optimistis, serius, dan tidak minder dalam persaingan. Sistem suara terbanyak memberi peluang sama rata. Nomor urut tidak berpengaruh. Caleg perempuan bahkan memiliki energi ekstra karena didukung suami atau keluarganya. Keterwakilan 30 persen diprediksi belum mampu memuluskan caleg perempuan duduk di kursi dewan. Apa pun hasilnya legislasi di parlemen mendatang, itu mesti dikawal agar tidak mendiskriminasikan perempuan. Suara perempuan dan kelompok yang memperjuangkannya masih dibutuhkan agar tetap lantang lima tahun ke depan.
Politik Afirmasi Kebutuhan lapangan dengan kasus-kasus yang semakin ba-
Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)
Oleh Ribut Lupiyanto antara lain Undang-undang (UU) No. 7/1984 tentang Pengesahan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Cedaw), UU No. 5/1998 tentang Pengesahan Konvensi Antipenyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan Martabat Manusia, UU No. 24/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, UU No. 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, UU Hukum Pidana (Pasal 285-289, 291, 294), UU Hukum Perdata (Pasal 1365 dan 1367), serta UU No. 1/1947. Ini khususnya pasal 6 tentang Syaratsyarat perkawinan. Faktanya, hukum masih jarang berpihak kepada korban. Korban justru semakin termarginalkan. Kasus kekerasan yang memakan korban kaum perempuan terus bertebaran. Kondisi ini menuntut perhatian serius bagi pengambil kebijakan. Ini untuk mengurusi perlindungan perempuan. Pemilu 2019 merupakan momentum yang tepat untuk menakar komitmen calon legislatif (caleg) dan partai politik (parpol) dalam merealisasikannya. Angin segar didapatkan melalui pemenuhan sistem afirmatif. Ini terkait keterwakilan caleg perempuan. Kesetaraan gender dan semangat menjamin kepentingan perempuan dalam legislasi menjadi landasan peraturan ini. Pemilu 2019 kembali menegaskan kewajiban pencapaian kuota 30 persen bagi caleg perempuan. KPU hingga KPU kabupaten/kota layak diapresiasi karena tegas menerapkan peraturan kuota
kan, adanya bocoran kisi-kisi debat dari Komisi Pemilihan Umum sepertinya tidak berguna. Data statistik yang dapat menerangkan masalah dan persoalan sesuai kisi-kisi debat tersingkirkan dan tidak digunakan dengan optimal. Semoga kedua kandidat mampu merealisasaikan tawaran programnya sesuai permasalahan yang terjadi. Tema yang diangkat pada debat kedua itu sangat penting karena menyangkut hal yang sangat dasar bagi kehidupan masyarakat Indonesia yaitu energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Kita tentu mengharapkan solusi untuk masalah-masalah tersebut. Terlebih lagi, data-data statistik mengenai tema tersebut banyak tersedia dan bisa dimanfaatkan untuk merancang program kerja masing-masing kandidat. Untuk itulah, mari kita luangkan waktu untuk menggunakan hak pilih kita dalam memilih pemimpin bangsa ini lima tahun ke depan. Umumnya terobosan dan program kandidat presiden akan bisa diwujudkan jika dukungan dari masyarakat juga optimal. Mudah-mudahan Pilpres berjalan lancar dan damai dan negeri bisa mewujudkan cita-citanya mewujudkan masyarakat adil makmur. Penulis Statistisi BPS Provinsi Bali
POJOK Ledakan saat nonton bareng debat capres hanya nakutnakuti rakyat. - Siapa takut, tetap pilih jangan golput. *** Air hujan meluber ke jalan, jalur Bedugul-Singaraja macet 30 menit. - Bukan soal macet, waspada banjir. *** Belum semua toko modern di Denpasar pasang imbauan kurangi kantong plastik. - Di kabupaten lain juga belum.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Selasa Kliwon, 19 Februari 2019
7
TABANAN
Satpol PP Berangus Reklame Tanpa Izin Tabanan (Bali Post) -
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tabanan kembali melakukan bersihbersih, Senin (18/2) kemarin. Petugas melakukan penertiban reklame di seputaran Pasar Kediri. Bahkan sejumlah reklame liar dalam bentuk spanduk dan banner langsung diberangus aparat penegak perda ini.
PENERTIBAN - Petugas Pol PP saat melakukan penertiban di seputaran Pasar Kediri.
Bali Post/ist
Pendaftaran PPPK Singkat, Hanya 121 Peserta Teregistrasi Tabanan (Bali Post) Jadwal pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1 secara online tahun ini terkesan singkat dan mendadak. Pendaftaran dibuka pada hari Jumat (15/2) sampai Minggu (17/2). Hasilnya, banyak tenaga honorer (K-2) yang belum berhasil teregistrasi online dari portal resmi BKN. Di Kabupaten Tabanan, hingga batas akhir pendaftaran setidaknya hanya terdaftar 121 peserta, padahal kuota atau formasi yang diberikan oleh pusat untuk tenaga K-2 dalam rekrutmen PPPK tahap I sebanyak 236 orang. Rinciannya, tenaga pendidik/guru sebanyak 213 orang, tenaga kesehatan tujuh orang, dan tenaga penyuluh pertanian 16 orang. “Benar, sampai batas akhir pendaftaran hanya 121 yang berhasil teregistrasi online. Saat ini masih ta-
hap verifikasi berkas. Target kami sehari selesai,” ujar Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra, Senin (18/2) kemarin. Meski jadwal pendaftaran untuk PPPK dibuka saat hari libur, kata Sugatra jajarannya terus stand-by menerima berkas dari pendaftar. Bahkan kata Sugatra, Senin pagi kemarin ada salah seorang pegawai honorer atau K-2 yang berencana mendaftar. Namun sayang masa pendaftaran sudah ditutup Minggu. “Ada guru SD dari Kediri, dia mengaku sudah dengar informasi Sabtu dari temannya, karena tidak detail baca pengumuman dan mengira BKPSDM libur tidak melayani, dia datang tadi (Senin, red) coba daftar. Kami hanya sarankan agar datang ke unit kerja dan mencoba membuka pengumuman portal resmi, siapa tahu masih ada peluang,” terangnya.
Usai tahap verifikasi, rencananya pengumuman seleksi administrasi dilakukan hari ini (Selasa - red), lanjut ke tahap tes. “Informasi ujian saya dengar tanggal 23 Februari, namun kembali tunggu info resmi dari pusat. Rencana rapat penyiapan tes CAT dalam waktu dekat ini,” ucapnya. Terkait data jumlah K-2 di Kabupaten Tabanan, Sugatra mengatakan sampai saat ini belum tahu pasti berapa jumlah terakhir, karena database di pusat masih menggunakan data tahun 2013 yang berjumlah 549 orang. Apalagi belum ada data baru, di mana mereka yang bisa mendaftar menurut Sugatra karena link dengan dapodik. Kalau tidak ada, berarti ada kemungkinan yang bersangkutan sudah resign atau pindah tugas sehingga tidak bisa terdaftar saat registrasi online. (kmb28)
Bali Post/kmb28
VERIFIKASI - Petugas BKPSDM Tabanan saat melakukan verifikasi berkas rekrutmen PPPK tahap I.
“Setidaknya ada 22 buah spanduk dan banner yang diterbitkan oleh petugas yang membuat kumuh wajah kota dan tergolong iklan tanpa bayar retribusi,” ucap Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba. Kata dia, penurunan iklan dan spanduk ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban seputaran Kota Tabanan untuk menghindari kesan kumuh. Termasuk salah satu langkah untuk tingkatkan PAD. “Jadi yang tanpa izin diberangus, nanti supaya iklan atau spanduk yang resmi bisa dipasang,” tegasnya. Untuk itu pihaknya menyiapkan regu patroli untuk memprioritaskan penertiban, sampai wajah Kota Tabanan bersih. Dan tentunya semua ruas jalan setiap harinya akan terus dilakukan penyisiran sampai bebas dari spanduk, iklan dan baliho tanpa izin. Namun upaya yang terus dilakukan itu terkadang masih belum menimbulkan efek jera bagi sejumlah oknum yang membandel. “Ada yang sangat bandel, baru kemarin dicopot oleh petugas Pol PP, besoknya sudah nekat pasang lagi, ini tentu melanggar Perda No.12 /2002 tentang ketertiban umum. Apalagi tidak bayar retribusi, yang model ini kita akan proses tipiring,” tegasnya. Selain di Pasar Kediri, sebelumnya petugas juga melakukan penertiban di lapangan Kediri. Dua mobil jenis pick up ditahan lantaran kedapatan berjualan di badan jalan pinggir lapangan. “Hasil penertiban di lapangan Kediri akan ditipiring pada tanggal 26 Februari, bahkan karena bandel dua mobil pick up diamankan sebagai barang bukti,” pungkasnya. Di sisi lain, sejumlah barang bukti hasil penertiban yang berada di areal parkir kantor Satpol PP Tabanan juga mendapat atensi langsung Setda Tabanan I Gede Susila usai memimpin apel di Satpol PP, Senin pagi. Setda langsung turun melihat lebih dekat sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas lantaran terbukti melanggar perda. (kmb28)
Bali Post/kmb28
PIAGAM - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto saat memberikan piagam kepada tiga prajurit yang berprestasi pada masa pendidikan.
Pangdam Udayana Tutup Pendidikan Pertama Bintara TNI-AD
Tabanan (Bali Post) Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. menutup pendidikan pertama Bintara TNI-AD tahun anggaran 2018. Sebanyak 205 prajurit Bintara TNI AD telah digembleng selama lima bulan di Rindam IX/ Udayana. Ratusan prajurit mengikuti acara penutupan, Senin (18/2) kemarin. Para orangtua prajurit hadir mengikuti penutupan pendidikan putra terbaik mereka. Pada kesempatan itu, para Bintara TNI-AD juga melakukan pertunjukan mulai bongkar pasang senjata, demonstrasi senam senjata dan pertunjukan bela diri yongmodo. Penutupan pendidikan pertama bintara ditandai dengan pen-
andatanganan pelepasan prajurit Bintara TNI-AD oleh Pangdam Udayana serta pemberian piagam kepada tiga prajurit yang berprestasi pada masa pendidikan. Yakni Serda I Kadek Isang Maha Hartawan nilai tertinggi aspek sikap dan perilaku, Serda AA Gede Sandita Yasa nilai tertinggi aspek pengetahuan dan keterampilan dan Serda Imam Mahdin nilai tertinggi aspek jasmani militer. Pangdam Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. dalam amanahnya mengatakan para bintara dari beragam jenjang pendidikan ini diharapkan bisa menjadi generasi milineal bangsa yang bertanggung jawab dan mampu menunjukkan profesionalisme sebagai pra-
jurit, serta memiliki royalitas sebagai wujud kesetiaan dan ketaatan pada bangsa negara dan bangga dengan profesi, serta mampu bersinergi dengan semua komponen bangsa. “Prajurit TNI-AD harus selalu berbuat yang terbaik dan memegang teguh sapta marga,” tandasnya. Terkait pendidikan tahap pertama selama lima bulan di Rindam IX/Udayana, Danrindam IX/Udayana Kolonel Infantri Esy Suharto, S.Sos. menerangkan, pendidikan dibagi dalam dua tahap yakni tahap dasar prajurit selama tiga bulan dengan materi pembinaan mental, militer umum, taktik dan teknik militer, intelijen, pengetahuan hukum dan jasmani militer. Selanjutnya tahap dasar
golongan bintara selama dua bulan dengan materi pembinaan mental, pengetahuan perundang-undangan, militer umum, taktik dan teknik militer, intelijen teritorial dan pengetahuan teritorial. Pendidikan selama lima bulan tersebut ditujukan untuk menyiapkan seorang prajurit berpangkat dua membawa satu regu dalam organisasi TNI-AD dan memiliki profesionalisme dalam bidang tugasnya, serta memperkuat loyalitas dan jasmani. “Selepas dari sini, para prajurit ini selanjutnya akan menempuh pendidikan kecabangan kurang lebih tiga bulan seperti invanteri di Pulaki, kaveleri, satpur dan banpur di Jawa,” terangnya. (kmb28)
Baru 18 Desa Dideklarasi ODF TABANAN memiliki 133 desa. Tercatat 18 desa sudah dideklarasi sebagai desa Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan. Artinya, pencapaian sanitasi sehat dalam hal ini sarana jamban sehat di desa tersebut sudah 100 persen bebas dari perilaku buang air besar sembarangan. Sementara, jika dihitung secara total ODF Tabanan sudah mencapai 97,53 persen yang menandakan masih ada warga buang air besar sembarangan (BABS) dan tidak memiliki jamban sehat. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Tabanan I Made Supardiyadnya, Senin (18/2) kemarin, mengatakan 18 desa yang sudah ODF adalah Desa Pejaten, Cepaka, Kesiut, Timpag, Tua, Peken Belayu, Selanbawak, Jatiluwih, Belatungan, Munduk Temu, Pajahan, Sanda, Bajera Utara, Manikyang, Serampingan, Wanagiri Kauh, Bantas dan Beraban.
Untuk bisa mencapai target nasional ODF 100 persen, Dinas Kesehatan Tabanan menggelar berbagai program dan menentukan target penambahan jamban sehat. Penambahan jamban di tahun 2019 ditargetkan sebanyak 3.262 KK dan tahun 2020 sebanyak 3.262 KK. Diharapkan dalam dua tahun mendatang target ODF 100 persen bisa tercapai. Menurut Supardi, dari data kondisi akses sanitasi tahun 2019 terdata yang memiliki JSP (jamban sehat permanen) sebanyak 107.776 KK, JSSP (jamban sehat semi permanen) sebanyak 2.673 KK, sharing sebanyak 16.648 KK dan KK yang masih BABS sebanyak 3.262. Selain menambah pencapaian akses jamban sehat, langkah lain Dinas Kesehatan Tabanan untuk mengubah perilaku masyarakat dari BABS menjadi stop BABS adalah melakukan pendampingan pemicuan mencapai ODF untuk desa yang belum mendeklarasi sebagai
desa ODF. Ada juga kegiatan lintas program seperti program Pamsimas. Masyarakat tidak hanya mendapatkan akses jamban sehat tetapi juga air minum. “Ada juga kerja sama dengan desa pakraman yang memasukkan dalam pararem mengenai Stop BABS dan juga kerja sama dengan TNI dalam mewujudkan fisik jamban sehat,” jelas Supardi. Dari pengalamannya turun ke lapangan, kata Supardi BABS di Tabanan lebih pada kebiasaan masyarakat yang sulit diubah. Sama halnya dengan perilaku buang sampah sembarangan yang harus diakui masih menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia pada umumnya. “Jadi tidak semua yang BABS ini adalah warga kurang mampu yang tidak bisa membangun jamban sehat. Tetapi ada juga yang karena terbiasa BAB di tegalan ataupun di sungai,” ujarnya. Meski belum ada penelitian,
apakah masih ada masyarakat yang BAB ke sungai maupun tegalan walaupun sudah memiliki jamban sehat, namun perilaku BAB ini masih ada. Karenanya masih diperlukan langkah pemicu secara terus menerus untuk bisa mengubah prilaku ini. Sehingga masyarakat menyadari jika prilaku BABS ini merugikan bagi dirinya sendiri, terutama dari sisi kesehatan. “BABS artinya akan ada bakteri E. coli yang mencemari sumber air baik air tanah maupun sungai, maupun tanaman seperti sayur-sayuran yang ditanam di kebun. E. coli dari kotoran
manusia yang dibuang sembarangan ini akan terminum atau termakan lewat makanan yang tidak tercuci bersih sehingga menyebabkan penyakit seperti diare ataupun muntaber yang berbahaya jika tidak ditangani segera,” jelas Supardi. Selain itu, perilaku BABS juga tidak aman apalagi jika dilakukan di sungai maupun tegalan karena berpotensi terjadinya kecelakaan seperti terseret arus sungai atau terpeleset di kebun. “Karenanya, selain sehat dengan BAB di jamban, keluarga juga lebih aman,” ujar Supardi. (san)
“BABS artinya akan ada bakteri E. coli yang mencemari sumber air baik air tanah maupun sungai, maupun tanaman seperti sayur-sayuran yang ditanam di kebun. E. coli dari kotoran manusia yang dibuang sembarangan ini akan terminum atau termakan lewat makanan yang tidak tercuci bersih sehingga menyebabkan penyakit seperti diare ataupun muntaber yang berbahaya jika tidak ditangani segera.” I Made Supardiyadnya
Bali Post/san
JAMBAN - Salah satu kegiatan pembangunan fisik jamban sehat oleh TNI dan masyarakat untuk mencapai ODF 100 persen di Tabanan.
BULELENG
8
Selasa Kliwon, 19 Februari 2019
Air Hujan Meluber ke Jalan
Jalur Singaraja-Bedugul Macet 30 Menit
Singaraja (Bali Post) – Kendaraan yang melintas di jalan Singaraja-Bedugul tepatnya di kilometer 11 Dusun Gitgit dan kilometer 12 Dusun Pererenan Bunut, Desa Gotgit, Kecamatan Sukasada mengalami kemacetan. Ini karena air bercampur kerikil dan batu kali mengalir ke badan jalan. Air ini meluber ke jalan disebabkan got di pinggir jalan ini tertutup tanah longsor dan batang pohon tumbang. Informasi yang dikumpulkan di lapangan, sebelum kejadian di Desa Gitgit dan sekitarnya, diawali hujan lebat. Sekitar pukul 12.00 Wita, terjadi dua lokasi tanah longsor yakni di Dusun Gitgit dan Dusun Pererenan Bunut. Tanah dan batang pohon yang tumbang itu menutup got di pinggir jalan. Saat itu juga, volume air yang besar tertahan dan meluber ke badan jalan. Luberan air itu alirannya semakin deras. Bahkan, kemudian menghayutkan batu kali berukuran sedang. Atas kejadian itu, pengendara dari arah Denpasar maupun arah Singaraja tertahan. Peng-
endara yang didominasi sepeda motor dan kendaraan roda empat itu tidak berani melintas akibat derasnya aliran di bahu jalan. Apalagi, medan jalan menurun dan batu kali berserakan, sehingga ditengarai rawan terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas - red). Perbekel Desa Gitgit Kecamatan Sukasada Putu Wardana mengatakan, akibat kejadian itu, arus kendaraan dari kedua arah macet sekitar 30 menit. Tidak ingin situasi itu bertambah parah, sejumlah Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) diturunkan sembari menunggu bantuan
penanganan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng dan aparat kepolisian yang mengatur arus lalu lintas. Dua lokasi got yang tertimbun tanah longsor dan akar pohon tumbang itu dibersihkan dengan cepat. Bersamaan dengan itu, hujan mulai reda, sehingga aliran air yang mengalir di bahu jalan menjadi surut. Para relawan dan instansi lain kemudian membersihkan kerikil dan batu yang dihanyutkan saat air itu meluber, sehingga arus kendaraan kembali normal. “Karena hujan deras dan berlangsung singkat, kemudian saluran tertutup tanah longsor.
Air dari selatan agak besar dan tertahan. Kemudian air itu mengalir ke jalan. Kami bersama relawan dan polisi melakukan penanganan dan setelah reda airnya surut dan jalan bisa dilalui,” katanya. Di sisi lain, Wardana memastikan tidak ada material galian badan jalan shortcut di lokasi lima dan enam (di Desa Pegayaman) yang hayut dan melubar ke badan jalan. Dia menyayangkan, kalau informasi yang beredar melalui jejeraing media sosial itu. Disebutkan, ada tanah bekas galian shortcut tersebut. “Informasinya banyak dibumbubumbui seolah tanah dari galian shortcut itu hanyut meluber ke jalan. Padahal yang sebenarnya air dari got yang tersumbat itu meluber ke tengah jalan,” jelasnya. (kmb38)
DLH Tutup TPS Liar di Desa Busungbiu
Bali Post/ist
AIR GOT MELUBER – Akibat got di pinggir jalan Singaraja – Bedugul tertimbun tanah longsor dan batang pohon yang tumbang, Senin (18/2) kemarin, air meluber dan mengalir deras ke bahu jalan dan menyebabkan kemacetan sekitar 30 menit.
Evaluasi Proyek RTH Taman Bung Karno
Dewan Temukan Rekanan Kesulitan Finansial
Singaraja (Bali Post) – Komisi II DPRD Buleleng melakukan evaluasi pelaksanaan proyek tahap ketiga Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada Senin (18/2) kemarin. Dari evaluasi ini, terungkap penyebab proyek itu tidak bisa dituntaskan sesuai perjanjian kontrak, karena rekanan pelaksana proyek itu mengalami kesulitan finansial. Selain itu, peran dan tanggung jawab konsultan pengawas dan supervisi dinilai tidak optimal. Bahkan, muncul kesan cuci tangan dan hanya mengawasi dokumen. Evaluasi kemarin dipimpin Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa bersama anggotanya. Pihak eksekutif dihadiri Kepala Dinas Perumahan Permukiman Pertanahan (Perkimta) Ni Komang Surattini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Ketut Suparta Wijaya, Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa Pemerintah Putu Adipta Ekaputra, Ketua Gabungan Pengusaha Jasa Konstruksi (Gapensi) Nyoman Gede Wandira Adi dan jajaran TP4D. Putu Mangku Budiasa mengatakan, proyek RTH Taman Bung Karno itu merupakan satu dari lima paket proyek tahun 2018 yang gagal dituntaskan sampai rekanan pelaksana proyek diberikan perpanjangan waktu selama 50 hari. Fakta ini menunjukkan kalau terjadi permasalah a n s e r iu s . S e b e t u l n y a , masalah itu harus dicarikan jalan keluarnya, sehingga pelaksanaan proyek tahun
berikutnya bisa lancar. Untuk proyek RTH Taman Bung Karno, Budiasa menegaskan sesuai penjelasan teknis, pemasangan patung Bung Karno, pembuatan relief, pemasangan patung singa, dan pembuatan minor itu tidak tuntas. Proyek itu tidak tuntas, karena rekanan pelaksana proyek sendiri mengalami kesulitan finansial. Kalau rekanan pelaksana proyek profesional, sebenarnya faktor biaya pengerjaan paket proyek tersebut bisa ditangani. “Adanya faktor internal rekanan adalah finansial. Dengan keterbatasan dana pada mereka membuat penyelesaian proyek itu tertunda. Ini harusnya diantisipasi sejak awal, jika pelaksananya profesional,” katanya. Selain persoalan itu, Mangku Budiasa menilai peran konsultan pengawas dan supervisi yang dibiayai APBD kontribusinya tidak optimal. Bahkan, dia sendiri menilai setelah proyek berjalan, pengawas dan supervisi seperti cuci tangan tanpa ada tanggung jawab terkait proyek yang diawasi sebelumnya. “Yang paling bertanggung jawab adalah konsultan pengawas yang dibayar. Ini perlu dievaluasi biar tidak kesannya cuci tangan. Yang diawasi dokumen saja. Padahal, pengawasannya di lapangan yang lebih penting,’’ tegasnya. Di sisi lain, politisi PDI Perjuangan asal Desa Selat, Sukasada itu mengatakan, pascapemutusan kontrak, Dinas Perkimta memiliki tugas berat melanjutkan proyek itu agar tuntas sesuai dokumen perencanaan yang
ada. Apalagi, APBD tahun ini sudah berjalan. Sementara penuntasan proyek itu tidak masuk usulan APBD setahun lalu. Atas kondisi ini, Komisi II merencanakan memberikan kajian kepada pimpinan terkait penyusunan anggaran melanjutkan proyek RTH Taman Bung Karno. Selain itu, tender pekerjaan sesuai mekanisme dan pemenang tender wajib diaudit. Hal itu untuk memastikan kondisi finansial setelah rekanan mendapatkan pekerjaan. “Kami sampaikan kajian kepada pimpinan. Anggaran yang tidak terpakai karena proyek tidak selesai itu jangan dialihkan untuk program lain. Tetapi harus dipakai untuk melanjutkan pekerjana yang belum tuntas,” jelasnya. Kepala Dinas Perkimta Ni Komang Surattini mengatakan, setelah perpanjangan waktu sepuluh hari, realisasi pelaksanaan proyek 74,932 persen. Ini terdiri dari, pemasangan patung baru 63,93 persen, relief 55,65 persen, pemasangan patung singa 85,72 persen, dan pembuatan prasasti 100 persen. Untuk menutup pekerjaan yang belum diselesaikan, Surattini menyebut pihaknya masih melakukan kajian dan konsultasi ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Pusat. Upaya ini untuk mendapatkan petunjuk terkait mekanisme yang dipakai untuk melanjutkan pekerjaan yang tersisa tersebut. “Kami akan melakukan konsultasi dulu. Seperti apa mekanismenya apakah tender ulang, atau menggunakan mekanisme lain melanjutkan pekerjaan itu,” katanya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
EVALUASI – Komisi II DPRD Buleleng melakukan evaluasi menyeluruh terkait tidak tuntasnya pengerjaan proyek RTH Taman Bung Karno Kelurahan Sukasada, Senin (18/2) kemarin.
Singaraja (Bali Post) – Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Dusun Kelod, Desa Busungbiu ditutup mulai Selasa (19/2) ini. Penutupan ini karena TPS itu liar dan berpotensi mencemari sungai yang persis ada di bawah TPS itu. Selain itu, keberadaan TPS itu mengganggu estetika ibu kota Kecamatan Busungbiu. Alasannya,lokasi TPS itu di pinggir jalan Seririt-Pupuan (Kabupaten Tabanan - red ). Keputusan menutup TPS liar di atas sungai itu dilakukan setelah DLH Buleleng menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Muspika Busungbiu dan perangkat Desa Busungbiu Senin (18/2) kemarin. Rapat dipimpin Kepala DLH Putu Ariadi Pribadi, Camat Busungbiu Gede Putra Aryana, Perwakilan Polsek Busungbiu, Satpol PP dan Perangkat Desa Busungbiu. Kepala DLH Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan, penutupan TPS itu dilakukan
karena selama ini DLH melakukan kajian dan pengamatan langsung ke lokasi. Dari kajian itu, sampah rumah tangga yang tidak ditampung di TPS 3R, yang dikelola pemerintahan desa itu dibuang ke TPS di atas sungai. Padahal, TPS itu berbatasan dengan jembatan. Tumpukan sampah yang tidak terurai, dikhawatirkan mencemari sungai yang bermuara ke pantai. Selain itu, katanya, keberadaan dan aktivitas di TPS liar itu kurang baik dari segi estetika. Apalagi, TPS itu ada di pintu masuk ibu kota Kecamatan Busungbiu. Dengan pertimbangan itu, DLH menutup TPS yang berada di atas tanah milik warga tersebut. Setelah ditutup, DLH telah berkoordinasi dengan Muspika dan Satpol PP untuk melakukan pengawasan di lokasi itu. Kalau setelah penutupan itu ditemukan ada warga tetap membuang sampah di lokasi itu, maka
akan ditindak tegas sesuai Peraturan Daerah (Perda) tentang Persampahan. “Mulai tahun 2015 digunakan menampung sampah yang tidak diolah di TPS 3R. Kalau dibiarkan, maka dampaknya akan memicu pencemaran di sungai. Hal itu berbanding terbalik dengan di pantai. Justru kita lakukan bersih-bersih di pantai. Jadi, lucu di pantai bersih sedangkan di hulunya malah ada TPS di bibir sungai, apalagi mencemari sungai,” katanya. Mengatasi kelebihan volume sampah yang tidak dikelola di TPS 3R, kata Ariadi, setiap hari DLH akan mengangkut kelebihan volume sampah dengan menggunakan tiga armada truk pengangkut sampah. Dari perhitungan teknis, rata-rata volume sampah di Busungbiu itu setiap harinya 35 meter kubik. Tak Optimal Dari jumlah 35 meter ku-
bik itu, baru 10 meter kubik sampah yang bisa ditangani di TPS 3R yang ada. Ini karena kapasitas TPS 3R itu belum mendukung, dan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga tak optimal. Sampah yang belum dipilah di TPS 3R, akan diangkut DLH ke TPA Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. Dari pengangkutan rutin setiap hari, Ariadi memastikan 18 meter kubik per hari sampah akan diangkut ke TPA. “Agar kapasitas di TPS 3R tidak bertambah, pemerintahan desa diharapkan menyadarkan masyarakat. Warga diminta untuk mengolah sampah organik itu karena bisa dijadikan pupuk organik. Hal itu sebetulnya untuk kepentingan warga sendiri, sehingga kelebihan volume sampah yang ada itu tidak tertampung di TPS 3R. Namun, sampah yang lebih itu akan kami angkut rutin setiap hari,” ujarnya. (kmb38)
TPS LIAR – Kepala DLH Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, meninjau lokasi TPS liar di Dusun Kelod, Desa Busungbiu, Senin (18/2) kemarin. TPS ini akan ditutup karena dikhawatirkan mencemari sungai di bawahnya.
Tangani Banjir di Desa Baktiseraga
BWS Bali-Penida Bangun Sodetan Pemecah Aliran Air Ruas Jalan Serma Karma di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng menjadi daerah rawan terdampak banjir ketika volume air dari Daerah Irigasi (DI - red) Tiing Tali, Desa Panji, Kecamatan Sukasada meningkat. Mengatasi masalah itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida mengucurkan dana Rp 9,2 miliar. Dana itu bersumber dari APBN Induk 2019. Dengan dana ini, BWS membangun sodetan untuk memecah aliran air dari DI Tiing Tali. Apakah sejatinya pemicu langganan banjir tepatnya di SDN 1 Baktiseraga tersebut? KEPALA Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Buleleng Ketut Suparta Wijaya usai rapat di DPRD Buleleng, Senin (18/2) kemarin, mengatakan penanganan daerah rawan banjir dalam kota sudah ditindaklanjuti. Hal itu bisa dilakukan setelah Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) mengusulkan ke Kementerian PUPR Pusat. Dari perencanaan yang ada, tepat di depan SDN 1 Baktiseraga akan dibangun sodetan. Di lokasi itu, aliran DI Tiing Tali dialirkan ke arah utara melintasi permukiman dan sebagian ke barat sepanjang Jalan Serma Karma. Hanya, karena saluran yang sekarang menyempit dan tertutup sedimentasi, sehingga volume air besar itu tidak dapat dialirkan dan memicu banjir bandang. Lokasi terparah ada di Desa Baktiseraga dan sebagian permukiman Jalan Jalak. Dalam penanganan nanti, sodetan yang akan dibangun itu difungsikan untuk
memecah aliran air dari daerah hulu (DI Tiing Tali). Sebagian air dialirkan ke Sungai (Tukad - red) Banyumala. Sebagian lagi dialir-
kan ke arah barat dan ke utara. Mengawali proyek itu, BWS bersama PUPR sudah melakukan survei dan melengkapi dokumen administrasi lelang paket pekerjaan. Dalam waktu dekat ini, BWS akan mengumumkan lelang proyek untuk pemenang tender. “Sesuai usulan Bapak Bupati, Kementerian PUPR melalui BWS Bali – Penida tahun ini menangani daerah rawan terdampak banjir di Baktiseraga dan permukiman Jalan Jalak Putih. Daerah itu merupakan langganan banjir. Karena memang volume air dari hulu begitu tinggi ketika musim hujan tiba,” katanya. Selain membangun sode-
Ketut Suparta Wijaya
Bali post/ kmb 38
tan, BWS juga membuat pintu air di sepanjang Jalan Serma Karma dan Jalan Jalak Putih. Saluran yang sudah ada juga akan dinormalisasi. Sebab, selama ini, saluran itu menyempit karena dampak pembangunan permukiman dan tutupan sedimentasi akibat pembuangan limbah rumah tangga. Setelah penanganan saluran, BWS juga telah memprogramkan penanganan banjir di kawasan permukiman. Hanya, secara pasti desain dan besaran anggaran yang akan dikucurkan saat ini, masih menunggu hasil kajian teknis. “Dengan dua program penanganan oleh BWS itu, langganan banjir setiap tahun itu kita tangani secara permanen,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, awal tahun 2018 lalu, banjir menerjang Desa Baktiseraga dan kawasan permukiman di Jalan Jalak Putih. Aliran air dari hulu itu merobohkan pagar SDN 1 Baktiseraga. Bahkan, ruang kelas dan peralatan pembelajaran di sekolah ini rusak karena terendam banjir. Pascabencana dahsyat itu, Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) telah memperbaiki kerusakan infrastruktur SDN 1 Baktiseraga. Selain sekolah, banjir juga merendam beberapa rumah penduduk di Jalan Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri. Banjir bandang itu tidak terhindarkan karena saluran menyempit. Selain itu, permukaan menjadi dangkal akibat tertutup material sedimentasi. (mud)
GIANYAR
Selasa Kliwon, 19 Februari 2019
9
Hari Ini, ”Karya Padudusan” di Pura Penataran Sasih Digelar Ritual ”Nedunang” Sanghyang Jaran
Gianyar (Bali Post) Puncak Karya Padudusan di Pura Penataran Sasih digelar pada Purnamaning Kasanga, Selasa (19/2) hari ini. Di tengah puncak karya itu akan dilaksanakan ritual Ngelamuk Baa dengan nedunang Sanghyang Jaran. Guna menggelar puncak upacara tersebut, sejumlah persiapan sudah dimatangkan. Bendesa Pakraman Jero Kuta Pejeng Cokorda Gede Putra Pemayun menerangkan, ritual Ngelamuk Baa dengan nedunang Sanghyang Jaran terakhir kali dilaksanakan pada puncak Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Penataran Sasih tahun 2015 silam. Dikatakan, pada karya Padudusan tahun ini kembali dilaksanakan ritual nedunang Sanghyang Jaran. “Ritual ini kembali digelar setelah tiga kali karya Padudusan, sebelumnya ritual ini ditiadakan,” ujarnya. Guna menyukseskan ritual Ngelamuk Baa dengan nedunang Sanghyang Jaran, kata Putra Pemayun, pihak panitia telah melakukan berbagai persiapan. Termasuk di anta-
PERSIAPAN - Suasana persiapan karya Padudusan di Pura Penataran Sasih yang puncaknya akan digelar pada Purnamaning Kasanga, Selasa (19/2) hari ini.
Bertahap, Pengiriman Surat Suara Pemilu 2019
Gianyar (Bali Post) Pengiriman surat suara untuk Pemilu April 2019, mulai dikirim ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gianyar. Pengiriman surat suara ini dilakukan secara bertahap. Seperti pengiriman surat suara untuk Pemilu DPRD Gianyar yang baru tiba di Kantor KPU Gianyar, Senin (18/2) kemarin. “Ini pengiriman surat suara DPRD Kabupaten,” ujar Ketua KPU Gianyar Putu Agus Tirta Suguna. Agus Tirta Suguna mengatakan, pengiriman surat suara pemilu ini memang
dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, pihaknya sudah menerima pengiriman surat suara untuk Pemilu DPR-RI dan surat suara Pemilu Presiden. Surat suara itu disimpan pada Gudang Erlangga. “Dalam beberapa hari ke depan, kami juga masih menunggu pengiriman surat suara Pemilu DPD. Kemungkinan surat suara itu juga akan disimpan di Gudang Erlangga,” katanya. Sementara itu, surat suara Pemilu DPRD Gianyar dan DPRD Provinsi akan disimpan di Kantor KPU. Penyimpanan di Kantor KPU termasuk per-
Bali Post/kmb35
DITURNKAN - Surat suara untuk Pemilu 2019 saat diturunkan dari mobil box di Kantor KPU Gianyar, Senin (18/2) kemarin.
tama kali dilakukan, sementara pemilu sebelumnya kerap memanfaatkan Balai Budaya Gianyar. “Kalau sekarang kan Balai Budaya yang gedung bawah itu digunakan untuk perpustakaan. Jadi, tidak bisa di sana lagi,” ujar Agus Tirta Suguna. Usai menerima surat suara tersebut, kata Agus Tirta Suguna pihaknya langsung melakukan proses penyortiran. Sementara untuk pelipatan masih menunggu koordinasi dengan KPU Provinsi Bali. “Kami tunggu instruksi provinsi, kapan kita akan melakukan pelipatan surat suara. Sehingga secara bersama dilakukan pelipatan surat suara,” katanya. Agus Tirta Suguna menegaskan, pengamanan surat suara ini sudah dibantu jajaran kepolisian. Termasuk juga dibantu oleh petugas KPU Gianyar. “Pengamanan surat suara ini dilakukan selama 24 jam,” tegasnya. Agus Tirta Suguna mengungkapkan, pada Pemilu 2019 terjadi penambahan TPS yang cukup signifikan. Pada Pemilu 2014, satu TPS untuk 500 pemilih. Sedangkan pada Pemilu 2019 dirancang maksimal 300 pemilih per TPS. “Pada Pileg 2014 ada 1.061 TPS. Untuk Pemilu 2019 jumlah TPS mencapai 1.502 TPS. Alasan penambahan ini karena digabung dengan Pilpres,” ujarnya. (kmb35)
Bangun Jalan Alternatif di Sukawati
Pemkab Matangkan Proses Pembebasan Lahan Gianyar (Bali Post) Pembuatan jalan alternatif di Desa Sukawati menuju Desa Kemenuh terus dimatangkan oleh Pemkab Gianyar. Bupati Gianyar beserta jajarannya sudah turun ke Desa Sukawati untuk memastikan proses pembebasan lahan di lokasi tersebut. Perbekel Desa Sukawati Dewa Gede Dwi Putra mengatakan, proses pembebasan lahan di lokasi tersebut memang sudah berjalan. Dikatakan, Bupati Gianyar beserta jajaran sudah langsung terjun ke lokasi tersebut. “Semua pemilik tanah sudah diundang oleh Bapak Bupati untuk membahas pembebasan lahan,” kata Dwi Putra, belum lama ini. Menurut Dwi Putra, sampai saat ini semua pemilik tanah setuju untuk membebaskan lahan tersebut dijadikan jalan alternatif. Jalan tersebut akan memiliki panjang sekitar 30 meter dengan lebar sekitar 12 meter. “Bapak Bupati juga memutuskan untuk lebar jalan lebih dari 12 meter dibebaskan, lebihnya ini untuk penataan pertamanan juga. Biar indah jalannya,” jelasnya. Jumat (15/2) lalu Bupati Gianyar I Made Mahayastra juga melakukan penanaman beton pembatas di lokasi jalan alternatif itu. Disinggung berapa harga lahan tersebut, estimasi sementara masih kisaran Rp 250 juta. “Nanti akan
Bupati Mahayastra Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD Gianyar USAI mendengarkan penyampaian pandangan umum fraksi anggota DPRD Kabupaten Gianyar terhadap penyampaian rancangan peraturan daerah (ranperda) pada sidang seblumnya, pada sidang ketiga masa persidangan I DPRD Kabupaten Gianyar, Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyampaikan jawaban atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Gianyar yang dipimpin Wakil DPRD Gianyar I Ketut Jata, S.H., Senin (18/2) kemarin. Sidang juga dihadiri Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun, Sekda Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya serta pimpinan OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Pada sidang sebelumnya, dari enam ranperda yang disampaikan Bupati Gianyar, tiga ranperda mendapat perhatian serius DPRD Kabupaten Gianyar. Ketiga ranperda tersebut telah dikaji dan dicermati DPRD Kabupaten Gianyar yang disampaikan melalui Pandangan Umum Fraksifraksi pada sidang sebelumnya. Tiga ranperda tersebut, yakni Ranperda RPJMD Kabupaten Gianyar Tahun 2018-2023, Ranperda tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh, serta Ranperda tentang Pendirian Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Anyar. “Ini menunjukkan adanya kesepahaman dan komitmen yang sama untuk menciptakan ruang lebih luas bagi pelayanan masyarakat dan efektivitas penyelenggaraan pemerintah di Kabupaten Gianyar,” kata Mahayastra. Bupati Mahayastra juga
menyampaikan apresiasi yang tinggi atas usul dan saran yang disampaikan oleh lima fraksi, yakni Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai PDI-P, Partai Golkar serta Partai Hanura-NasDem. Kesungguhan anggota DPRD Kabupaten Gianyar dalam mengkaji dan mencermati tiga ranperda tersebut, sebagai bukti pemenuhan amanat konstitusi dalam hal pembentukan pemerintah daerah. Hal tersebut juga merupakan benang merah adanya kesamaan visi, misi dan kebijakan pembangunan yang sedang maupun akan dilaksanakan. “Itu semua merupakan tanggung jawab kita bersama, dan keberhasilannya tidak akan lepas dari partisipasi serta dukungan seluruh masyarakat Gianyar,” imbuhnya. Terkait dengan kawasan kumuh, Bupati Mahayastra menyampaikan telah dilakukan penanganan pada lokasi yang telah ditentukan dalam Keputusan Bupati Gianyar Nomor 936/04-A/HK/2014 tentang Penetapan Kawasan Permukiman Kumuh di Kabupaten Gianyar yang mencakup areal seluas 30,84 Ha tersebar di tiga kecamatan, yaitu Sukawati, Blahbatuh dan Ubud. Begitu juga upaya penanggulangan terjadinya permukiman kumuh, tercemarnya aliran irigasi akibat pembuangan limbah usaha dan rumah tangga di kawasan LC, telah dilakukan melalui sosialisasi dan penertiban bangunan kumuh serta penduduk pendatang. Arah kebijakan dan penanganan permukiman kumuh tersebut juga telah dituangkan dalam dokumen Rencana Kawasan Permukiman (RKP) dan Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKPKP),
JAWABAN - Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat menyampaikan jawaban atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Gianyar, Senin (18/2) kemarin. sehingga penanganannya menjadi lebih fokus dan terarah. Dilakukan dengan berbasis pada rencana tata ruang, dengan pendekatan kawasan, serta dilakukan secara terintegrasi dan terpadu. “Saya sependapat, penanganan permukiman kumuh tidak saja terfokus pada pembagunan infrastruktur, namun ke depan perlu menyentuh aspek sosial dan ekonomi,” katanya. Begitu juga dengan penetapan Ranperda Perumda Air Minum Tirta Anyar menjadi Perda akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Peraturan Bupati dan Peraturan Direksi yang mengatur tentang standar kompetensi SDM, kebutuhan restrukturisasi organisasi, antisipasi SDM yang terkait hubungan keluarga, dan rencana pembentukan unit usaha baru. “Pembentukan unit usaha air dalam kemasan yang diprediksi memerlukan investasi senilai Rp 20 miliar masih dalam kajian termasuk per-
ranya latihan Gerong dan Cak untuk melantunkan kidungkidung suci mengiringi ritual nedunang Sanghyang Jaran. Sekaa Gerong ini melibatkan ibu-ibu PKK, serta anggota karang taruna se-Desa Pakraman Jero Kuta Pejeng sebagai sekaa Cak. Putra Pemayun menambahkan, pada saat upacara Ngusabha atau Mapadudusan ini selalu digelar tari-tarian sakral seperti yang digelar pada zaman pemerintahan Prabhu Candrasangka 884 Çaka (962 Masehi) silam, seperti Nampiyog, Anten-antenan, Siyat Sampiyan, Maplengkungan, dan Siyat Pajeng. Selain itu juga ada Ngeber dan Ombak-ombakan. Khusus untuk ritual Ngelamuk Baa dengan nedunang Sanghyang Jaran ini pertama kali dilaksanakan sekitar tahun 1966 silam. Setelah itu tidak pernah lagi upacara nedunang Sanghyang Jaran. Baru tahun 2015 silam, ritual Ngelamuk Baa dan nedunang Sanghyang Jaran ini kembali dilaksanakan serangkaian karya Panca Wali Krama. (kmb35)
hitungan break event pointnya,” terang Mahayastra. Terkait dengan nama, kata Mahayastra nama Perumda Tirta Anyar yang mengandung filosofi “Air Minum Baru” sebagaimana diusulkan dalam Ranperda tentang Pendirian Perumda Air Minum. Namun sebagai alternatif diusulkan perubahan nama Perumda Air Minum yang semula Tirta Anyar menjadi Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani yang mengandung filosofi “Air Suci yang Memberikan Kehidupan”. Sedangkan untuk logo akan diatur dengan Peraturan Bupati. Upaya untuk mendukung PAD melalui peningkatan pendapatan PDAM, juga akan dilakukan dengan penjajakan terhadap perusahaan yang belum menjadi pelanggan PDAM, dan merealisasikan kerja sama pemasangan dan pembacaan meter air pada hotel, restoran, dan usaha lainnya yang menggunakan air bawah tanah. (ad)
Bali Post/ist
dihitung oleh presel, berapa nilainya. Estimasi sementara ya... segitu,” katanya. Sebelumnya, Sekda Gianyar Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya, M.M. mengatakan, untuk pembuatan senderan di jalur yang putus karena longsor di Desa Sukawati tidak dibatalkan. Pihaknya tetap mengajukan anggaran pembangunan senderan ke Jakarta. “Kami masih mengajukan ke Jakarta meminta dana kebencanaan (pembangunan senderan - red), karena itu penanganan tanah longsor,” jelasnya. Diakuinya, pembangunan senderan tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar. Meski demikian, tidak me-
MENGECEK - Bupati Gianyar I Made Mahayastra beserta jajaran saat mengecek lokasi pembebasan lahan di Desa Sukawati. nutup risiko terjadi longsor susulan. Apalagi kondisi tanah masih labil, dengan ketinggian tebing yang mencapai puluhan meter. Mengantisipasi kekhawatiran itu, kata Wisnu Wijaya, Bupati Gianyar Made Mahayastra lantas berinisiatif membuat jalur alternatif, sebagai langkah antisipasi bila terjadi longsor susulan. Jalur alternatif tersebut diarahkan dari Kemenuh setelah melewati jembatan langsung berbelok ke kanan. Saat ini pihaknya sedang berupaya memproses pembebasan lahan. “Pembelian
lahan belum, tapi di sana baru akan dilakukan pembebasan lahan,” katanya. Diungkapkan, pembebasan lahan untuk jalur alternatif tersebut kurang lebih 48 are. Pengerjaan jalan alternatif itu dipastikan akan terealisasi tahun ini. Dikatakan, saat ini masih proses pengumpulan data pemilik lahan, setelah itu akan dilanjutkan dengan sosialisasi. “Kalau sudah OK, nanti akan diterbitkan SK Bupati untuk penetapan sebagai lokasi,” tandasnya. (kmb35)
TERKAIT musibah amb l a s n y a b a ng u na n P ur a Dalem di Banjar Badung, Desa Pakraman Melinggih, Payangan akibat hujan lebat pada 12 Januari lalu, Pemkab Gianyar merespons cepat atas musibah tersebut. Pemkab Gianyar memberikan bansos sebesar Rp 1 miliar untuk rehab pura tersebut. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Gianyar Made Mahayastra kepada Bendesa Adat Banjar Badung I Wayan Darmika, yang disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat di lokasi Pura Dalem setempat pada Sabtu (17/2) lalu. Dihubungi Senin (18/2) kemarin, Bendesa Adat Banjar Badung I Wayan Darmika menjelaskan musibah tersebut. Dikatakan, pada tanggal 12 Januari sebuah bangunan Pura Dalem, tepatnya Pura Prajapati amblas ke dalam jurang sedalam 15 meter pada pukul 14.00 Wita akibat hujan deras yang mengguyur. Bangunan yang amblas akibat longsor tersebut terdiri dari dua Palinggih Prajapati beserta tembok, Palinggih Ulun Pangkung dan sebuah bangunan perantengan (dapur) berukuran 6 x 12 meter. Menurut Darmika, saat ini proses perbaikan bangunan sudah dimulai dengan mendatangkan alat berat untuk membersihkan dan meratakan tanah di di lokasi longsor. Prioritas utama proses rehab ini adalah membangun tembok senderan sepanjang 35 meter dan bangunan Palinggih Prajapati. “Bangunan Palinggih Prajapati ini harus segera dibangun, karena terkait jika ada kematian di masyarakat. Begitu pula halnya dengan tembok send-
eran karena jika tidak segera dibangun, takutnya apabila terjadi hujan deras akan terulang musibah serupa,” jelasnya. Darmika menambahkan, setelah rembuk dengan para tokoh masyarakat dan pihak terkait, rehab bangunan palinggih dan senderan diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 3,5 miliar, dan itu akan dilakukan secara bertahap, mengingat besarnya biaya yang dibutuhkan. Selain bantuan dari pemerintah, untuk sisanya akan dilakukan penggalian dana dan mungkin juga paturunan dari warga desa yang berjumlah sekitar 411 KK. Kendati begitu, pihaknya tidak bisa mengharuskan warga untuk urunan dalam jumlah yang besar, mengingat kebanyakan mata pencaharian warganya adalah petani. Darmika bersama masyarakat di Banjar Badung, Desa Pakraman Melinggih
mengucapkan terima kasih yang sebasar-besarnya kepada Pemkab Gianyar, khususnya Bupati Gianyar I Made Mahayastra atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan atas musibah longsor yang menimpa bangunan Pura Dalem di Banjar Badung, Desa Melinggih. Sementara itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra berpesan, agar masyarakat selalu waspada akan bencana alam yang tiba-tiba saja bisa terjadi. Saat ini hujan masih sering mengguyur Gianyar, masyarakat harus tetap waspada. Terkait rehab bangunan di Pura Dalem di Banjar Badung, Desa Melinggih, Payangan, Bupati berpesan agar rehab segera dilakukan karena terkait dengan proses agama dan adat istiadat di wilayah setempat. Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban paturunan masyarakat. (kmb35)
Bupati Mahayastra Serahkan Bansos Rp 1 Miliar untuk Pura Dalem Banjar Badung
BANSOS - Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat menyerahkan bansos.
JEMBRANA
10
Selasa Kliwon, 19 Februari 2019
Pindah Lokasi Pemilihan, Pemilih Jembrana Berkurang Negara (Bali Post) – Daftar Pemilih Pemilu 2019 di Jembrana kembali terjadi perubahan. Hal tersebut dipicu adanya sejumlah pemilih yang mendaftarkan diri untuk pindah lokasi pemilihan. Dalam Rapat Pleno Terbuka terkait Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), Minggu (17/2) malam, terjadi perubahan dengan berkurangnya pemilih. Dari mulanya 235.284 pemilih, menjadi 235.267 orang. Selain ada yang pindah pilih keluar kabupaten, juga ada pemilih masuk. Dari total jumlah pemilih masuk di lima kecamatan ada 133 orang. Sementara yang keluar berdasarkan data Sidalih ada 150 orang. Dalam rapat pleno yang dihadiri Bawaslu Jembrana, perwakilan parpol peserta pemilu dan Kepolisian serta Kodim 1617/Jembrana itu sempat muncul pertanyaan dari Bawaslu. Hal ini terkait adanya perbedaan data dalam rapat pleno kemarin dengan rekapitulasi di masing-masing PPK (kecamatan). Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudi-
antara mengatakan, terkait adanya perbedaan itu dikarenakan adanya sinkronisasi dengan jumlah pemilih yang mengajukan pindah pilih di KPU Jembrana dan KPU lainnya. “Batas akhir sampai Minggu, pukul 16.00, sehingga memang ada perbedaan karena ditambah yang dari KPU dan Sidalih,” terangnya. Terkait adanya perubahan jumlah pemilih ini dikarenakan adanya pemilih yang melakukan pindah pilih. Hingga hari terakhir Minggu kemarin, sudah 17 pemilih berkurang. Mereka mendaftarkan pindah pilih ke penyelenggara desa maupun di KPU langsung. “Kita juga melakukan sinkronisasi dengan KPU lainnya di seluruh Indonesia, sehingga diketahui berapa pemilih di Jembrana yang melakukan pindah pilih,” terangnya. Menurut Tangkas, mereka mendapatkan formulir A5 dan nantinya digunakan untuk mencoblos di lokasi pindah. Untuk Pemilu 2019 ini menurutnya ada tiga jenis pindah pilih. Yakni antardaerah pemilihan (dapil) dalam
kabupaten, antarkabupaten dalam provinsi, dan antarprovinsi. Masing-masing saat pencoblosan nanti mendapatkan surat suara lebih sedikit. Misalnya, antardapil dalam kabupaten, pemilih hanya mendapatkan empat kertas suara, yakni Presiden, DPD, DPR-RI dan DPRD Provinsi. Pemilih ini tidak bisa memilih DPRD Kabupaten karena pindah dapil. Sementara pindah pilih antarkabupaten dalam provinsi, hanya berhak mendapatkan tiga surat suara, yakni Presiden, DPD dan DPR-RI. Dan untuk antarprovinsi, hanya menerima satu surat suara, yakni pemilihan Presiden. Tangkas menambahkan jumlah pemilih tambahan ini masih bisa terjadi hingga sebulan menjelang pemilihan. “Masih ada waktu lagi untuk pindah pilih, sampai sebulan sebelum pemilihan,” terangnya. Form A5 juga akan disediakan khusus untuk pemilih di RSU. Formulir pindah pilih itu disediakan untuk para pasien yang sedang mendapatkan perawatan di RS saat hari pencoblosan nanti. (kmb26)
RAPAT PLENO – Rapat Pleno KPU Jembrana terkait Daftar Pemilih Tambahan Minggu malam ditetapkan menjadi 235.267, berkurang dari DPT sebelumnya.
Disoroti, Minimnya Kehadiran Perbekel dan Lurah di Sidang Paripurna Negara, (Bali Post) Kehadiran perbekel dan lurah saat sidang paripurna DPRD Jembrana kerap menjadi sorotan anggota dewan dan sejumlah pihak. Pasalnya kehadiran mereka sangat minim. Jikapun hadir, hanya segelintir dan itu juga diwakili oleh sekdes atau BPD bahkan LPM. Mirisnya, dari pengamatan perwakilan yang hadir juga hanya numpang tidur di kursi belakang. Padahal kehadiran mereka sangat penting untuk mengetahui pembahasan dan sosialisasi perda. Seperti saat sidang Paripurna II DPRD Jembrana masa persidangan II tahun 2018/2019, Senin (18/2) dengan agenda pembacaan pandangan umum fraksi terhadap Ranperda, hanya satu perbekel yang hadir, yaitu Perbekel Medewi Nyoman Suartika. Sementara beberapa kursi lainnya diisi perwakilan bahkan yang datang anggota LPM. Sebagian kursi tampak kosong. Terkait hal ini Sekda Jembrana Made Sudiada mengatakan, untuk sidang paripurna DPRD merupakan tugas Sekwan untuk mengundang para perbekel/lurah. “Tiap kesempatan Bupati
selalu menekankan agar perbekel dan lurah hadir saat sidang paripurna sehingga tahu apa saja program pemkab dan produk hukum yang dibuat. Sehingga bisa disosialisasikan nantinya,” jelasnya. Namun, pihaknya memahami mungkin saja saat sidang kegiatan berbarengan. “Hari ini ada Musrenbang juga di Kecamatan Mendoyo. Para perbekel di kecamatan Mendoyo menghadiri musrenbang. Untuk kecamatan lain saya tidak tahu mungkin ada kegiatan,” jelasnya. Namun, pihaknya mengharapkan nantinya para perbekel/lurah bisa semangat hadir saat sidang paripurna dewan. Perbekel Medewi Nyoman Suartika (Bolle), satu-satunya perbekel yang hadir saat sidang mengaku dia semangat hadir saat sidang karena ingin tahu dan mendukung program eksekutif dan legislatif demi kemajuan desa khususnya Jembrana. Sekwan Jembrana Made Sudantra dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mengundang para perbekel/lurah baik lewat surat maupun WA. “Sudah semua kami undang setiap sidang,” jelasnya. Sementara itu saat sidang, Senin pagi hingga siang ma-
sing-masing fraksi memberikan masukan terkait ranperda yang diajukan. Pada persidangan sebelumnya diajukan Ranperda tentang Kearsipan dan Ranperda tentang Retribusi tempat Rekreasi oleh Bupati Jembrana I Putu Artha. Juga usulan agar Ranperda tentang perubahan atas Peraturan daerah nomor 14 Tahun 2011 yakni, Retribusi Jasa Usaha yang pada masa persidangan sebelumnya belum mendapat persetujuan agar dibahas kembali. Pimpinan komisi A DPRD Jembrana juga mengajukan rancangan Perda tentang Kabupaten Layak Anak (KLA) yang dibacakan Ketua Komisi A Ni Made Sri Sutharmi. Sidang kemarin dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta pimpinan OPD, camat dan para perbekel/lurah se-Kabupaten Jembrana. Sidang dipimpin Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa. Saat persidangan kemarin, selain masing-masing fraksi menyampaikan pandangannya, Bupati Jembrana I Putu Artha juga menyampaikan pendapatnya terkait Ranperda tentang Kabupaten Layak Anak. (kmb)
HANYA SATU - Sidang paripurna DPRD Jembrana hanya dihadiri satu orang perbekel, yaitu Perbekel Medewi dari 51 desa/kelurahan di Jembrana. Yang lainnya hanya beberapa perwakilan, bahkan yang diutus anggota LPM. Selebihnya kursi untuk perbekel/lurah banyak yang kosong.
PENANGANAN – Komisi III DPRD Bali bersama pihak terkait dari BWS dan Dinas Kehutanan serta Balai Pengelolaan DAS berkoordinasi di Tukad Biluk Poh terkait penanganan pascabencana banjir bandang.
Solusi Pascabanjir Bandang Tukad Bilok Poh
Diusulkan Normalisasi dan Sistem Peringatan Dini Negara (Bali Post) – Pascabencana banjir bandang di aliran sungai Tukad Biluk Poh, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo diusulkan untuk normalisasi. Selain itu perlunya sistem peringatan dini berupa pemasangan alat untuk peringatan (early warning system) bilamana berpotensi terjadi banjir bandang. Hal tersebut tercetus saat pemantauan Komisi III DPRD Bali bersama pihak terkait termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Senin (18/2) kemarin di Bale Tempek Banjar Penyaringan Kelod. Selain dari BWS, pertemuan juga dihadiri Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Unda-Anyar dan Dinas Kehutanan Provinsi Bali. Komisi III DPRD Bali yang diwakili sejumlah anggota, yakni I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi, Nyoman Laka dan I Ketut Purnaya itu juga memfasilitasi langsung masukan dari Desa Penyaringan terkait permasalahan pascabanjir. Diah Srikandi mengungkapkan dampak dari banjir bandang yang terjadi 22 Desember 2018 lalu kerugian materi hingga Rp 2 miliar dan 54 KK terdampak terkena banjir. Dari pengecekan di hulu, banyaknya pohon yang tercerabut karena tekanan air dari sungai dan anak-anak sungai
yang cukup tinggi. Sehingga banyak pohon di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) yang tumbang dan terseret arus karena debit air naik. Solusi selanjutnya, perlu adanya normalisasi aliran sungai ini, seperti pemasangan senderan dengan batu bronjong dan normalisasi sungai. “Jembatan Tukad Biluk Poh ini juga kita sarankan agar diganti tanpa pilar seperti di jembatan Dangintukadaya,” tandas Diah Srikandi. Politisi PDI Perjuangan itu juga mengungkapkan perlunya sistem peringatan dini yang dipasang di hulu bila hal
serupa terjadi, bisa dilakukan antisipasi di hilir. Di sisi lain, Kepala Satker Pengelolaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Bali Penida, Denny Satya W. menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan ke depan adalah normalisasi dan perbaikian tanggul sungai. Pihaknya juga menekankan bahwa meskipun pengelolaan menjadi tupoksi BWS, namun tidak harus dari BWS yang mengerjakan perbaikan. Bisa provinsi, kabupaten dan pihak-pihak lain termasuk swasta. Pascabanjir bandang lalu, BWS telah melakukan langkah awal berkoordinasi dengan Bina Marga terkait penanggulangan bencana dan identifikasi alur sungai tersebut. “Identifikasi sudah kami lakukan, seperti kondisi tebing sungai yang ada, apakah mengalami kerusakan (longsor), sudah ada kekuatan teknis (pasang batu) atau belum. Sudah kami lakukan, sekarang kami usulkan,” terangnya. Pihaknya berharap di anggaran perubahan 2019 bisa disetujui. Bila
tidak memungkinkan, akan diusulkan kembali di awal tahun 2020. “Kita lakukan percepatan, di hilir yang perlu kita lihat, kondisi di hilir terutama dekat laut kita cek lagi ke lapangan. Pastikan ada kerusakan yang perlu ditangani sesuai skala prioritas,” tambahnya. Terkait sistem peringatan dini, menurutnya memang bisa dilakukan namun tetap harus dikaji lebih lanjut. Sistem itu bekerja bila sungai di luar kondisi normal dan dapat menjadi perhatian masyarakat sekitar sebagai peringatan. “Ini pernah kita terapkan, tapi perlu dikaji lagi,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Desa Penyaringan Made Dresta juga berharap agar dilakukan normalisasi alur sungai Tukad Biluk Poh ini. Pascabanjir Desember lalu, banjir di sekitar aliran sungai khususnya di hilir masih terjadi. Bahkan jalan di pinggir sungai juga saat ini masih terputus. Warga berharap ada penanganan sungai tersebut. (kmb26)
Peringatan HUT Kepemimpinan Artha-Kembang Tahun Ke-3 Periode II
Artha: Jadikan sebagai Ajang Evaluasi PERINGATAN HUT Kepemimpinan Bupati Artha dan Wakil Bupati Made Kembang Hartawan yang merupakan Tahun ke-3 Periode II dilaksanakan pada Minggu (17/2) di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno. Peringatan tersebut dilaksanakan dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Bupati Artha yang diserahkan kepada Bupati Jembrana periode tahun 1990-2000 Ida Bagus Indugosa. Turut hadir, Wabup Made Kembang Hartawan, Sekda Made Sudiada, anggota Forkopimda Jembrana, Kepala- kepala OPD Pemkab Jembrana dan masyarakat Jembrana. Dalam sambutannya, Bupati Artha mengatakan, pada periode kedua ini, tiga tahun sudah mereka berjuang dengan slogan “Membangun Jembrana dari Desa dan Kelurahan”. “Tujuan kegiatan peringatan ini, adalah sebagai langkah-langkah evaluasi, apresiasi dan perbaikan terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, agar arah pembangunan Kabupaten Jembrana sejalan dengan visi-misi Kabupaten Jembrana sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Jembrana Tahun 2016-2021,” ujar Artha. Artha melanjutkan selama kurun waktu 3 (tiga) tahun pada periode kedua ini, mereka telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan yang dapat memenuhi kepentingan dasar masyarakat Jembrana sebagai tindak lanjut dari program Pemerintah Pusat. Pada bidang pendidikan, telah dilaksanakan rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah, pembangunan perpustakaan dan perekrutan guru.
POTONG TUMPENG – Bupati Artha dan Wabup Kembang Hartawan menyerahkan potongan l;tumpeng kepada Bupati Jembrana periode 1990-2000 Ida Bagus Indugosa dalam peringatan HUT Kepemimpinan Bupati Artha dan Wakil Bupati Made Kembang Hartawan yang merupakan Tahun ke-3 Periode II. Di samping itu, program beasiswa bagi mahasiwa berprestasi asal Jembrana terus dilanjutkan dan terus berupaya untuk mengoptimalkan peran Akademi Komunitas yang ada di Desa Baluk, serta mendorong beroperasinya Politeknik Kelautan dan Perikanan yang ada di Desa Pengambengan. Hal ini bertujuan agar putra-putri Jembrana dapat mengenyam pendidikan tinggi secara adil, mudah dan merata sehingga mereka dapat bersaing di dunia kerja yang sekaligus akan mengurangi angka pengangguran di Jembrana. Pada bidang kesehatan, Artha mengatakan telah dilakukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui peningkatan sarana Puskesmas Rawat Inap di setiap Kecamatan dan Pustu di tiap-tiap desa/kelurahan, pembangunan dan peningkatan RSU Negara menjadi rumah sakit tipe B, perekrutan dokter dan paramedis serta memberikan bantuan iuran premi BPJS kepada seluruh masyarakat kurang
mampu melalui sharing anggaran dengan Pemerintah Provinsi Bali sehingga pada tahun 2019 seluruh masyarakat Jembrana telah 100 % memiliki kartu JKN-KIS dengan total anggaran mencapai 53 miliar lebih. Di samping itu, pada bidang pariwisata juga telah dikembangkan beberapa titik daerah wisata, di antaranya penataan Teluk Gilimanuk, Rest Area Pengeragoan, Anjungan Cerdas Mandiri Rambut Siwi, pembangunan Kebun Raya Jagatnatha dan pengembangan wisata lainnya bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang ada di tiap-tiap desa. Dan pembangunan pada bidang-bidang lainnya yang terkait dengan kebutuhan masyarakat seperti Terminal Kaliakah, revitalisasi pasar, pembangunan bank sampah dan TPS 3R di beberapa desa dan kelurahan. Artha mengatakan, perjuangannya membangun Jembrana telah mendapat respons positif dan apresiasi dari Pemerintah Pusat, terbukti telah beberapa kali
mendapat penghargaan di tingkat nasional, di antaranya dalam bidang pengelolaan keuangan telah 3 kali berturut-turut mendapat Predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian); penghargaan “Anugerah Kencana” Tingkat Nasional atas keberhasilan membentuk Kampung KB di sejumlah desa, penghargaan tingkat nasional “Anugerah Parahita Ekapraya” Kategori Madya atas keberhasilan Kabupaten Jembrana sebagai Kabupaten Layak Anak, dalam bidang pelayanan publik, Ombudsman Republik Indonesia telah menganugerahkan Kabupaten Jembrana sebagai Kabupaten Predikat Kepatuhan Tinggi terhadap standar pelayanan publik, serta beberapa penghargaanpenghargaan lainnya. “Kita patut berbangga atas prestasi dan beberapa penghargaan tersebut, namun tidak boleh terlena dan cepat berpuas diri, sebab kesejahteraan masyarakat Jembranalah yang menjadi fokus utama perjuangan kita bersama ini. Kami menyadari apa yang telah kita laksanakan belumlah sempurna dan dapat memuaskan keinginan semua pihak. Untuk itu, saya mewakili seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jembrana menyampaikan komitmen untuk terus berjuang tegak lurus mewujudkan Jembrana yang maju, damai dan sejahtera sesuai dengan visi misi Kabupaten Jembrana yang kita cintai” ujar Artha. Selain melaksanakan seremoni, dilaksanakan juga hiburan untuk masyarakat Jembrana seperti Vana Band, Lawak Ketekung Buntut, Mr Botax Band, Made Gimbal Band, KIS Band dan penampilan ditutup oleh Nanoe Biroe. (ad620)
Karangasem
Selasa Kliwon, 19 Februari 2019
11
SOSOK Terjangkau dan Berkualitas SEJATINYA masih relatif banyak penyakit mematikan yang melanda warga Karangasem. Guna meminimalisasi penyakit tersebut, persoalan kesehatan itu harus mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa menegaskan hal itu saat apel disiplin di Lapangan Tanah Aron Amlapura, Senin (18/2) kemarin. Penanganan masalah kesehatan itu kata Artha Dipa, masih harus terus ditingkatkan di Karangasem, di tengah menghadapi tantangan besar terkait kesehatan yang ditandai penyakit menular seperti tuberkulosa, diare, demam berdarah atau DBD serta penyakit lainnya. Penyakit tidak menular, seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan diabetes juga ada peningkatan. Salah satu penyebabnya, adanya perubahan gaya hidup di masyarakat. Karena itu, pemerintah tidak henti-hentinya sela|u mengingatkan warga agar menjaga kesehatan dengan baik mela|ui gerakan masyarakat hidup sehat. Gerakan itu disingkat Germas. Pelaksanaan Germas itu harus diawali secara sistematis dari keluarga. ‘’Kenapa, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian penduduk itu,” ujarnya. Sebagai aparatur pemerintah, pihaknya meminta supaya bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam penerapan Germas dalam praktik sehari-hari. Artha Dipa mencontohkan, saat penyelenggaraan rapat-rapat di kantor masing-masing, agar dikurangi penggunaan snack berbahan tepung, gula, dan minyak. Kue-kue yang enak itu disarankan diganti buah-buahan segar. Tentunya cara penyajian buahbuahan itu harus dibuat lebih menarik. Untuk memenuhi keperluan dasar kesehatan masyarakat yang layak, pemerintah melaksanakan Program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN yang dimulai per 1 Januari 2014. Pemerintah menargetkan Januari 2019, sekitar 95% penduduk Indonesia sudah menjadi peserta JKN. Hal ini untuk mewujudkan UHC (Universal Health Coverage). ‘’UHC itu sejatinya merupakan salah satu bukti keseriusan pemkab mewujudkan masyarakat Karangasem yang sejahtera melalui pelayanan kesehatan yang terjangkau sekaligus berkualitas,” tegas Artha Dipa. (eka)
SURAT SUARA - KPU mulai melakukan pelipatan surat suara pemilu di GOR Gunung Agung, Senin (18/2) kemarin.
Bali Post/kmb41
Pelipatan Surat Suara Pemilu
Ratusan Warga dari Kaki Gunung Agung Dilibatkan
Amlapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem terus kerja ekstra keras untuk mengejar agar persiapan logistik khususnya pelipatan surat suara pemilu pada 17 April 2019 mendatang, segera rampung. Untuk melakukan pelipatan surat suara itu, KPU melibatkan ratusan warga yang berasal dari kaki Gunung Agung. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana, Senin (18/2) kemarin, mengatakan pelipatan surat suara ini sudah mulai dilakukan sejak Sabtu (16/2) dan berlanjut Minggu (17/2). Me-
kanisme pelipatan itu dimulai dengan cara sortir, lipat, hitung, ikat surat suara DPR RI. Selama sortir, lipat, hitung, ikat surat DPR-RI itu, ditemukan 1.263 surat suara rusak. Dan, ternyata masih
ada kekurangan 18 lembar. “Proses pelipatan surat suara ini melibatkan 285 warga dari kaki Gunung Agung. Jumlah itu kita bagi menjadi 28 kelompok,” ujarnya.
Senin kemarin, kata Krisna, sudah dilakukan proses sortir, lipat, hitung, ikat surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden. Dalam pelipatan surat itu ada 194 dus. Masing-masing dus berisi 2.000 surat suara. “Kita harap pelipatan surat suara Pilpres itu bisa selesai sore ini,” katanya. Setelah pelipatan surat suara pemilihan presiden,
akan dilanjutkan pelipatan surat suara pemilihan DPD. Untuk surat suara DPD, 776 dus, dengan jumlah surat suara 387.799 lembar. Untuk surat suara DPRD provinsi 776 dus. “Setelah itu, baru dilanjutkan pelipatan surat suara DPRD Kabupaten. Setelah semua selesai dilipat baru akan dilakukan sortir per dapil,” jelas Krisna. (kmb41)
Tiga Tahun Kepemimpinan Masdipa
Ajak Seluruh OPD ’’Mulat Sarira’’ Majukan Karangasem 172 Pemilih Pindah dan 138 Masuk
Amlapura (Bali Post) Di Karangasem lebih banyak pemilih yang pindah daripada yang masuk. Tercatat 172 pemilih dilaporkan pindah memilih. Kendati ada pindah pemilih, ada juga 138 pemilih yang masuk menjadi pemilih baru di Karangasem. Ada berbagai alasan pemilih itu pindah. Salah satunya karena mereka pindah domisili. Komisioner KPU Divisi Hukum dan Pengawasan Ngurah Maharjana mengatakan hal itu, Minggu (17/2) lalu. Menurutnya, berdasarkan hasil pleno Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Minggu malam, hal itu membuat jumlah pemilih di Karangasem mengalami pengurangan. Sebelumnya, kata Ngurah Maharjana, jumlah pemilih Karangasem mencapai 380.195 pemilih. “Memang ada penurunan jumlah pemilih dari pleno DPTHP. Namun, karena proses pemindahan pemilih itu masih bisa dilakukan,
bisa saja jumlahnya nanti kembali akan bergeser,” ujarnya. Jumlah pemilih yang keluar-masuk kata Ngurah Maharjana, paling banyak terjadi di Kecamatan Karangasem, yakni 125 pemilih sedangkan yang keluar 43 pemilih. Sedangkan sisanya dibagi rata di masing-masing kecamatan lainnya di Karangasem. “Warga yang pindah memilih ini kebanyakan karena pindah domisili. Ada juga mereka kawin. Namun, tidak sedikit ada yang masuk sebagai pemilih di Karangasem,” ujarnya. Dari hasil pleno KPU Karangasem, katanya, jumlah daftar pemilih tetap 380.161. Dengan demikian, ada pengurangan dari jumlah sebelumnya. Maharjana juga mengatakan, jumlah pemilih itu bisa saja kembali akan berubah. Pasalnya, waktunya masih ada bagi masyarakat melakukan perpindahan tempat pemungutan suara, hingga tanggal 17 Maret mendatang. (kmb41)
MASA kepemimpinan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa (Masdipa) sudah berjalan selama tiga tahun. Memperingati tahun ketiga kepemimpinan Masdipa, Bupati Mas Sumatri mengajak seluruh OPD mulat sarira juga senantiasa penuh kreativitas dan inovasi, melakukan kinerja optimal, tugas-tugas negara demi kemajuan Karangasem. Tiga tahun kepemimpinan Masdipa itu diperingati secara sederhana di Wantilan Bupati Karangasem, Senin (18/2) kemarin. Acara
itu dihadiri Ketua Pengadilan Amlapura Gede Putra Astawa, Kajari I Nyoman Sucitrawan, Dandim 1623 Bima Santosa, Kapolres I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom. Sebelum memberikan laporannya, Sekda I Gede Adnya Mulyadi mewakili OPD menyerahkan hand buquet bunga kepada Bupati Mas Sumatri dan Wabup Artha Dipa. Adnya Mulyadi mengatakan ada makna delapan kuntum bunga mawar merah yang diserahkan itu. Mawar merah yang diikuti angka delapan melambangkan angka yang tidak terputus.
“Seperti halnya hubungan kami dengan Ibu Bupati dan Wakil Bupati yang senantiasa tersambung alias tidak pernah terputus,” ujarnya. Adnya Mulyadi menambahkan, mawar putih di tengah buquet itu sebagai lambang cahaya. Cahaya itu selalu menyemangati dirinya dari OPD lainnya dalam kaitan melaksanakan tugas. “Seperti halnya keberadaan lbu Bupati dan Bapak Wakil Bupati di tengah-tengah kami. Delapan mawar merah dan satu mawar putih jumlahnya sembilan, melambangkan
RAYAKAN KEPEMIMPINAN MASDIPA - Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa dengan Sekda I Gede Adnya Mulyadi saat merayakan tiga tahun kepemimpin Masdipa secara sederhana di Wantilan Bupati Karangasem, Senin (18/2) kemarin.
Nawa Satya Dharma Masdipa yang kami harus sukseskan,” imbuh Adnya Mulyadi. Di hadapan Bupati Mas Sumatri dan Wabup Artha Dipa dan undangan, Adnya Mulyadi menyatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk refleksi terhadap perjalanan pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem Periode 2016-2021 yang Iebih populer dengan sebutan Masdipa. Sejauh mana prestasi pembangunan yang telah dicapai selama tiga tahun pemerintahan, serta menjadi bahan evaluasi guna semakin memantapkan strategi mencapai visi misi Bupati dan Wakil Bupati Karangasem 2016-2021. Bupati Mas Sumatri memaparkan, selama tiga tahun masa kepemimpinannya, sejumlah prestasi berhasil diraih untuk Gumi Lahar. Kepemimpinannya bersama sudah berjalan selama tiga tahun, tepatnya sejak 17 Februari 2016. Walaupun perayaan ini dilaksanakan secara sederhana, namun yang lebih penting esensi kegiatan ini yang menjadi refleksi sejauh mana capaian yang telah kita raih dan berbagai kendala serta hambatan yang dihadapi untuk merealisasikan janji politik yang tertuang pada visi misi Bupati dan Wakil Bupati Karangasem periode 2016-2021. “Kami berharap kegiatan yang dilaksanakan ini dapat
menjadi bahan introspeksi diri, mulat sarira, serta dijadikan sebagai momentum untuk semakin menyatukan kebersamaan seluruh stakeholder lainnya untuk mewujudkan kemajuan Karangasem khususnya. Karena tanpa kebersamaan, tentunya tidak mungkin Karangasem itu dapat mencapai kemajuan hingga seperti sekarang ini. Untuk itu, kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Karangasem, kepada mitra kerja pemerintah, utamanya kepada seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem selama tiga tahun bersama, bahu-membahu saling mendukung guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karangasem,” ujarnya. Mas Sumatri menambahkan, saat ini Karangasem juga sedang gencar-gencarnya mempromosikan pariwisata melalui destination branding. Itu yang menjadi salah satu program unggulan yang banyak menuai pujian dari daerah lainnya. Pada tahun ini, ada beberapa event prestisius internasional akan dilaksanakan. Seperti menjadi tuan rumah Festival Kelapa. Bahkan, program itu disinkronkan dengan Festival Subak 2019, Rakornas JKPI yang akan dilaksanakan berbarengan dengan momentum HUT ke-379 Kota Amlapura. (ad 626)
Kasus Pelanggaran Pemilu
Rumana Divonis Satu Bulan Penjara Perbekel Sinduwati, I Nengah Rumana, kembali menjalani sidang terkait kasus pelanggaran pemilu di Pengadilan Negeri Amlapura, Senin (18/2) kemarin. Pada sidang yang dipimpin hakim ketua I Gede Putra Astawa didampungi anggota I Gusti Putu Yastriani dan Ni Made Kushandari itu, Rumana akhirnya divonis satu bulan kurungan penjara dengan denda Rp 2 juta. Lalu, apakah kubu Rumana dan penasihat hukumnya menerima vonis dari hakim itu? PADA sidang kemarin, terlihat puluhan perbekel memberikan dukungan dengan cara mereka mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Amlapura. Kedatangan mereka untuk memberikan semangat kepada Rumana ketika menjalani putusan sidang. Sidang berjalan sekitar satu jam. Setelah itu, hakim ketua membacakan vonis kepada terdakwa Rumana. Vonisnya selama satu bulan penjara, dan enam bulan masa
percobaan subsider satu bulan kurungan penjara. Sedangkan jumlah dendanya Rp 2 juta. Atas vonis hakim itu, seluruh perbekel langsung tepuk tangan. Hakim ketua I Gede Putra Astawa yang membacarakan surat vonis Rumana itu menyatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Dia dengan sengaja melakukan tindak pidana yang menguntungkan salah satu peserta pemilu pada
masa kampanye sebelumnya. Seandainya nanti putusan itu diterima, namun tidak membayar denda Rp 2 juta, maka denda itu bisa diganti dengan kurungan selama satu bulan. “Karena keberadaannya selaku perbekel yang diperlukan masyarakat. Maka Rumana tidak ditahan. Apabila selama enam bulan hukuman masa percobaan itu, Rumana kembali melakukan pelanggaran tindak pidana, maka nanti yang bersangkutan akan menjalani hukuman selama satu bulan penjara ditambah hukuman kasus yang baru itu,” ujar Putra Astawa. Penasihat hukum terdakwa ,Nyoman Agung Sariawan, mengakui pihaknya masih pikir-pikir mengajukan banding. Pihaknya masih akan melakukan kajian. Selain itu, mencari sumber-sumber hukum agar hukuman terdakwa Rumana itu diringankan lagi.
Bahkan, kalau bisa bebas sama sekali. Karena pihaknya memiliki keyakinan Rumana tidak bersalah dan bisa bebas. “Kita juga masih belum baca putusan hakim itu. Untuk mengajukan banding, kita masih akan koordinasikan lagi dengan tim. Karena bila nanti mengajukan banding harus melalui keputusan bersama dari tim. Keputusan banding itu bukan keputusan pribadi. Jadi, kami masih pikir-pikir mengajukan banding. Mengajukan banding atau tidak tergantung keputusan tim,” tegasnya. Penuntut umum dari Kejaksaaan Negeri Karangasem, I Made Santiawan, mengatakan vonis terdakwa jauh dari tuntutan. Jadi, pihaknya masih menunggu salinan dari hakim ketua. Selanjutnya pihaknya akan melaporkan hal itu ke Bawaslu Karangasem. (nan)
Bali Post/kmb41
RUMANA DIVONIS - Perbekel Sinduwati, I Nengah Rumana, kembali menjalani sidang terkait kasus pelanggaran pemilu di Pengadilan Negeri Amlapura, Senin (18/2) kemarin. Rumana divonis hukuman satu bulan penjara dan denda Rp 2 juta, hukuman masa percobaan enam bulan dan subsider satu bulan penjara.
KLUNGKUNG
12
Pemberantasan Prostitusi di Nusa Penida
WTS Dipulangkan, Camat Monitoring Warung-warung Kecil Semarapura (Bali Post) Setelah diketahui modus prostitusi berubah dari kafe remang-remang ke warung-warung kecil, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta kembali meminta jajarannya melakukan monitoring ke warung-warung kecil hingga ke Nusa Penida. Pemkab Klungkung tidak mau WTS (wanita tunasusila) mendapat tempat baru di warung-warung kecil, pascadiminta pulang ke kampung halamannya. Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya ditemui Senin (18/2) kemarin, mengaku pascasidak kafe esek-esek sebelumnya, banyak WTS sudah dipulangkan pemilik kafe ke kampung halamannya di Kalimantan. Dia memastikan tidak ada lagi aktivitas seperti itu di kafekafe tersebut. “Ada dua kafe di Nusa Gede. Keduanya sudah memulangkan cewek kafenya ke Kalimantan,” kata Camat asal Bongkasa, Badung ini. Sebagaimana instruksi Bupati Suwirta, pihaknya juga sudah meningkatkan monitoring ke warung-warung kecil. Namun, sejauh ini tidak ada ditemukan adanya perubahan modus sebagaimana temuan Bupati Suwirta saat sidak ke sebuah warung di Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, belum lama ini. Guna memperkuat upaya pencegahan, pihaknya juga
melibatkan desa adat, agar larangan adanya tempat esek-esek dapat diatur melalui awig-awig atau minimal sebuah perarem. Sehingga, kalau ada berkembang praktik prostitusi, maka desa adat tentu akan tahu lebih dulu. Di sana juga diatur mengenai upaya pencegahan narkoba. “Jadi kami mendorong apa yang sudah diatur di dalam awig-awig, dapat dilaksanakan. Kita lakukan pencegahan bersama-sama,” tegas pejabat yang pernah menjadi Kabid Sarana dan Prasarana DKP Klungkung ini. Persoalan peredaran gelap narkoba ini dikatakan juga menjadi salah satu atensi serius. Apalagi, setelah berulang kali BNNK Klungkung maupun pihak kepolisian menyatakan daerah kepulauan Lembongan dan Ceningan begitu rawan dengan peredaran gelap narkoba.
Bahkan, sudah berulang kali melakukan sosialisasi khusus bahaya narkoba kepada warga setempat. Sebelumnya, Setelah kafe ditertibkan, kini praktik tersebut merubah bentuk transaksi ke dalam warungwarung kecil di pinggir jalan sepanjang Jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra Klungkung. Kecurigaan dibuktikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Jumat (15/2) lalu. Bahkan, dalam sidaknya, dia membuat sejumlah wanita tuna susila tak bisa lagi berkelit. Sidak saat itu dilakukan Bupati Suwirta bersama Satpol PP Pemkab Klungkung, di sepanjang jalur By-pass Prof. Ida Bagus Mantra di Desa Negari. Bupati Suwirta mengaku sejak awal sudah mencurigai adanya perubahan bentuk
pelayanan seks bebas, setelah semua kafe esek-esek di seluruh Klungkung hingga ke kepulauan Nusa Penida, dilakukan penertiban besarbesaran. “Ternyata, tidak hanya kebijakan pemerintah saja yang berinovasi. Praktik prostitusi juga sudah berinovasi,” kata Bupati Suwirta, usai sidak di Desa Negari. (kmb31)
I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya
Dalam Musrenbang
Camat Klungkung Sodorkan 156 Usulan Senilai Rp 42,2 Miliar Semarapura (Bali Post) Agenda Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) dilanjutkan di Kecamatan Klungkung, di Ruang Rapat Bhinneka Guna Praja Kantor Camat Klungkung, Senin (18/2) kemarin. Camat Klungkung Komang Wisnuadi mengatakan, pada musren-
bang kali ini tercatat ada sebanyak 156 usulan dari 18 desa/kelurahan senilai Rp 42.297.506.000. Dari total usulan tersebut, didominasi usulan bidang infrakstruktur. Wisnuadi mengatakan, usulan tersebut, terbagi dalam tiga bidang, di antaranya bidang infrastruktur den-
gan 108 usulan senilai Rp 36.758.443.000, bidang sosial budaya dengan 38 usulan senilai Rp 4.157.943.000, serta bidang perekonomian dengan 10 usulan senilai Rp 1.381.120.000. Dari 156 usulan program kegiatan desa/kelurahan yang sudah masuk ke dalam ap-
MUSRENBANG - Camat Klungkung Komang Wisnuadi (kiri) saat mendampingi Bupati Suwirta dalam Musrenbang Kecamatan Klungkung, Senin (18/2) kemarin.
likasi Sirenbangda Kabupaten Klungkung, terdapat 3 usulan yang sudah ditindaklanjuti oleh OPD terkait, dengan total dana Rp 136.000.000. Ketiga usulan tersebut, di antaranya Pemberian Asupan Gizi di Kelurahan Semarapura Kaja, Rehab Gedung Puskesmas Pembantu Desa Akah serta Penataan Halaman Puskesmas Pembantu Desa Selisihan. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat datang ke tempat Musrenbang Kecamatan Klungkung menegaskan Musrenbang adalah forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan/stakeholders di tingkat kecamatan. Ini bertujuan untuk mendapatkan masukan mengenai kegiatan prioritas pembangunan di wilayah Kecamatan Klungkung yang didasarkan pada masukan dari hasil musrenbang desa/ kelurahan, serta menyepakati rencana kegiatan lintas desa/ kelurahan. Bupati Suwirta mengatakan, perbaikan sumber daya manusia (SDM) akan men-
jadi prioritas dalam program pembangunannya ke depan. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan ekonomi sesungguhnya lebih ditentukan oleh SDM yang berpengetahuan, berkompeten dan berketerampilan. “Perbaikan SDM harus menjadi prioritas, karena peningkatan kesejahteraan ekonomi sesungguhnya lebih ditentukan oleh SDM yang berpengetahuan, berkompeten dan berketerampilan. Ini sejalan dengan tema dan prioritas Pembangunan Daerah Tahun 2020 adalah terwujudnya SDM berkualitas dan berdaya saing yang didukung pelayanan dasar dan infrastruktur,” ujar Bupati Suwirta. Kepada para seluruh Perbekel se-Kecamatan Klungkung, Bupati Suwirta juga mengingatkan untuk secepatnya mengumpulkan data warganya yang akan diberikan bantuan Bedah rumah atau rehab rumah. Sehingga pada tahun 2020 semua permasalahan ini bisa tuntas dan fokus pada pengembangan SDM. (kmb31)
Komisi II DPRD Sikapi Dugaan Kasus Paedofillia Semarapura (Bali Post) Dugaan kasus paedofillia kian memanas. Komisi II DPRD Klungkung memanggil Solidaritas Warga Anti Paedofillia (SWAP), untuk dimintai keterangan, Senin (18/2) kemarin. Bergulirnya kembali kasus ini, disikapi serius lembaga legislatif dengan rencana membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna membongkar benang
kusut kasus ini. Kedatangan mereka diterima Ketua Komisi II DPRD Klungkung I Komang Suantara dan anggota Gde Artison Andarawata. Salah satu tokoh dari SWAP, Siti Safurah, mengungkapkan kekecewaannya, kenapa pihak kepolisian yang tidak kunjung melakukan penyelidikan. Dia pun mendesak Komi-
TERIMA SWAP - Komisi II DPRD Klungkung saat menerima Solidaritas Warga Anti Paedofillia SWAP di ruangannya, Senin (18/2) kemarin.
si II DPRD Klungkung membentuk Pansus, karena TKP dugaan kasus paedofillia ini ada di Klungkung. Tokoh lainnya, Dwitra J. Ariana, menegaskan kasus ini butuh cara luar biasa dari tokohtokoh di Bali, yang peduli terhadap nasib anak-anak di Bali. Terlebih, kasus paedofillia, yang selalu menjadi perhatian khusus. Tetapi, anehnya di Bali, banyak tokoh justru tak bergeming, melihat kasus ini berlarutlarut. Dia menyayangkan, banyak tokoh terkesan cuek dengan isu ini. Padahal, hal ini menyangkut nama baik Bali dan bagaimana penanganan kasus ini agar tuntas. “Jangan sampai kami ribut di Denpasar, teriak agar pelakunya terseret. Tetapi, lembaga terkait Klungkung
justru diam saja,” katanya. Menanggapi aspirasi yang masuk ke Komisi II DPRD Klungkung Gde Artison mengaku siap mendorong penanganan dugaan kasus ini ditangani pansus di DPRD Klungkung. Apalagi, melihat Klungkung sebagai Kota Layak Anak. Menurut politisi Partai Demokrat ini, kasus ini justru bisa memberi tendensi buruk bagi Bumi Serombotan. “Saya sepakat, kasus ini dilanjutkan ke pansus. Jangan sampai ini hanya jadi gosip, harus jelas informasinya,” tegas anak d ari p elukis legendaris Bali Nyoman Gunarsa ini. Ketua Komisi II Komang Suantara menegaskan siap mendorong kasus ini digarap melalui pansus. Pihaknya siap mengusulkan
pembentukan pansus ke tingkat pimpinan lembaga dewan. Tetapi, pihaknya ingin SWAP lebih dulu bisa menunjukkan siapa saja identitas para korban dugaan paedofillia ini, untuk menguatkan usulan pansus ke tingkat pimpinan, agar mendapat dukungan legislator lain. Menanggapi permintaan Suantara tersebut, SWAP mengaku untuk sementara tidak bisa memenuhinya. Siti Safurah mengaku harus menjaga identitas sejumlah korbannya, karena ini akan memengaruhi kondisi psikologis korban itu, kalau diungkap ke pansus atau ke publik. “Kalau sementara menghadirkan rekaman suara korbannya, kami siap,” kata Siti Safurah. (kmb31)
Selasa Kliwon, 19 Februari 2019
SOSOK Siap Gelar RDP Komisi II DPRD Klungkung cukup tersengat dengan adanya dugaan kasus paedofillia. Setelah menerima pengaduan dari SWAP (Solidaritas Warga Anti Paedofillia), Senin (18/2) kemarin, Komisi II DPRD Klungkung, segera melakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat). Ini segera bisa dilakukan tanpa harus menunggu pembentukan pansus. “Siapapun pihak yang mengetahui detail persoalan ini. Bisa kami undang untuk dimintai keterangan,” kata Ketua Komisi II DPRD Klungkung Komang Suantara. Sebagaimana aspirasi dari tokoh-tokoh di dalam SWAP tersebut, disebutkan salah satu tokoh pemerhati anak dikatakan mengetahui banyak informasi perihal kasus dugaan paedofillia ini. Bahkan, dikatakan tokoh tersebut menyimpan banyak bukti dan identitas korban kasus paedofillia. RDP akan segera dilakukan, setelah mempelajari dokumen perjalanan kasus dugaan paedofillia tersebut. Selanjutnya, Suantara menegaskan juga akan menindaklanjuti aspirasi ini dengan memanggil OPD terkait. Seperti Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bagian Pemerintahan dan instansi terkait lainnya. “Kami ingin lebih jauh mengetahui apa yang sudah dilakukan pemerintah daerah menyikapi kasus ini. Apalagi kasusnya sudah ramai begini. Mengingat Klungkung sebagai Kota Layak Anak. Sekarang di sana anak-anak diduga menjadi korban paedofillia. Langkah hukum pemerintah daerah selama ini apa,” tegas politisi Gerindra ini. (gik)
Lawan Bahaya Rokok, Pemkab Bentuk Kader Gebrak
Semarapura (Bali Post)-Bahaya rokok kian disikapi serius pemerintah daerah. Setelah memastikan menolak segala macam reklame rokok, pemerintah melalui Dinas Kesehatan Klungkung, membentuk Kader Gebrak (Gerakan Bersama Remaja Anti Rokok). Ini dalam rangka penerapan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan upaya menyelamatkan generasi muda dari bahaya yang diakibatkan oleh rokok. “Kader Gebrak melibatkan Karang Taruna yang ada di desa. Kader Gebrak ini berasal dari 21 desa di Klungkung, setiap desa diambil lima orang kader. Sehingga jumlah keseluruhan menjadi 105 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan dr. Ni Made Adi Swapatni, saat pembentukannya di Ruang Rapat Praja Mandala, belum lama ini. Mantan Direktur RSUD Klungkung ini menegaskan, pihaknya hanya mengambil kader Gebrak dari desa-desa yang menerima indeks kesehatannya kurang, berdasarkan Tes PK yang diambil di tingkat puskesmas. Sebagaimana instruksi Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, dr. Adi Swapatni menegaskan bahwa dengan terbentuknya Kader Gebrak ini, dapat membantu pemerintah memberikan pemahaman kepada masyarakat dan generasi muda di daerah pedesaan. Khususnya mengenai Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok di desa masing-masing, serta mengimbau para generasi muda dan masyarakat Klungkung lainnya, untuk bersama-sama menerapkan perda tersebut. Pemkab Klungkung berkomitmen untuk menegakan KTR secara berkelanjutan, bukan sporadis. Sehingga, tetap akan melarang iklan dan sponsor rokok dalam bentuk apapun di Klungkung. Sehingga, kader inilah dibentuk agar mampu memberikan pemahaman ke masyarakat terkait bahaya kebiasaan merdr. Suapatni okok. (kmb31)
Selasa Kliwon, 19 Februari 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Tukang Patrun + Sampel Hub : 081235101479
!Dcr Sgr Akunting Wnt,Max 30th dan Cook Pengalaman,Inggris email:electricagnez@yahoo.com
Dcr sgr Sales wanita Merangkap Penagihan Hp/WA:081337452299
B.BP.001.02.19.0000618
AKUNTANSI
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818
G.06
WAITER
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818
G.07
B.BP.001.02.19.0000599
!Part Time Female Receptionist Need For Fitness Club,English Email:electricagnez@yahoo.com B.BP.001.02.19.0000600
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.02.19.0000576
DRIVER
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur G.08
BIRO JASA
Cr 2 PRT+1B.Sister Gj.2jt Tdr Dlm 081999776071/082237995324
Butuh Kurir Pria Min SMA, Max.30th CV:Jl.Tukad Unda III No.8A, Renon Ph.085100067500 B.BP.001.02.19.0000605
B.BP.004.02.19.0000611
B.BP.001.02.19.0000606
Dcr:Cook U/dipsr KulinerLegian Hub:0818553392/081212810595
B.BP.001.02.19.0000597
Dcri Waiter Min Exp 1 Th, bisa Bahasa,Singgle,Pls Sent CV to anthonie@monsieurspoon.com or +62 819-9907-7316
B.BP.004.02.19.0000480
Dicari Karyawan/ti untuk Perusahaan Perak yang Bisa Computer Hub.(0361) 8446108
B.BP.001.02.19.0000513
Dicari Ass Apt SMK Farmasi utk bagian prod Obat Trad.Hub:0855 3783737/handoyobali@yahoo.com
B.BP.004.02.19.0000607
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH SERVICE
TOUR
DIJUAL RUMAH SERVICE
Dicr 2 Navigator/Pengiriman Motor,Umur 25-35Thn.Hubungi: Sekar Sari Jl.Hasanudin 40 Dps B.BP.001.02.19.0000602
Dicr Sales Farmasi,Pria,Punya Motor Max30Th,Tdk Merokok,Lam: PT.BKS Jl.Bung Tomo V/14 DPS B.BP.001.02.19.0000555
Drafter Autocad Proyek Sipil Lgs Kerja.Hub:Ktr 081999548111 B.BP.001.02.19.0000601
Segera Pembantu Bisa Kerja, Tdr Dalam Hub:082147068989 B.BP.001.02.19.0000598
DIJUAL MOBIL SUZUKI
Dilelang Ertiga’15,Pickup’15 APV’15 Asbali.Hub:089619874461 B.BP.001.02.19.0000596
DIJUAL MOBIL
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
TOYOTA
DIJUAL VILLA
Toyota Hardtop’84 Diesel Original karpet, jok istimewa penggemar 08123661915
Jual Villa.Banyuwangi Pusat Kota,Pantai.082237670250/Elena
B.BP.004.02.19.0000617
Avanza G Th’2010 Automatic Audio TV Tg1 Slvr,087862270180
B.BP.001.02.19.0000616
VW
Dijual VW Kodok’1974 di Darmasaba Hub.087861366610 B.BP.001.02.19.0000614
PROPERTY DIJUAL RUKO
Dijual Ruko di Pemenang Tbn DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub.081338183031/081805374433
B.BP.004.01.19.0000848
B.BP.001.02.19.0000472
Dijual Rmh Jl.Kaswari Gg.Iris No.14 Hub :081338267624 B.BP.004.02.19.0000608
PROPERTY DISEWAKAN BENGKEL
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tnh 800m2 LuasDpn 20x40m2 di Jl UtamaDps-GlmnkH.085100956934 B.BP.001.02.19.0000613
Dikontrakan Bengkel Resmi Sepeda Motor Jl.A.Yani Dps,Hub 08123636462 WA.082144341228 B.BP.001.02.19.0000619
PROPERTY
KEHILANGAN
DIJUAL RUMAH
Hlg BPKB Spd Mtr AN Gst Pt Gd Sidaparna,Panji DK 7367 UN
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
G.04
B.BP.001.02.19.0000579
B.BP.158.02.19.0000612
BIRO JASA
BANGLI
14
Selasa Kliwon, 19 Februari 2019
Resmikan ’’Hatchery’’ di Desa Penglumbaran
Bupati Made Gianyar Minta Anak Muda Tak Malu Jadi Petani BUPATI Bangli I Made Gianyar minta masyarakat khususnya generasi muda di Bangli tak malu menjadi petani. Menurutnya, selain pekerjaan mulia, menjadi petani juga bisa mengantar seseorang meraih sukses, asalkan dijalani dengan serius. Hal itu disampaikan Bupati Made Gianyar saat meresmikan Hatchery (tempat penetasan) Cabang Bangli milik PT Sumber Unggas Indonesia di Banjar Malet Gusti, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Senin (18/2) kemarin. Made Gianyar mengatakan, meskipun kini menjadi seorang bupati, dirinya juga sudah mulai menjadi petani dan memelihara beberapa ekor sapi. “Sekarang bupatinya saja menjadi petani dan melihara sapi, masak masyarakatnya masih ada yang malu jadi petani. Saya pagi-pagi sebelum ke kantor sudah nyabit (cari rumput) di sawah. Saya ingin anakanak muda termotivasi dan bangga menjadi petani,” terangnya. Ia menjelaskan, dari dulu masyarakat Bangli sebagian besar
beternak ayam, baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun untuk kepentingan upacara keagamaan. Menurutnya, Bangli memiliki potensi pertanian dan peternakan yang luar biasa. Saat ini produksi ayam petelur sebagian besar ada di daerah Susut. Produksinya banyak, bahkan pemasarannya sudah sampai ke daerah timur. Peternakan sapi, itik, ayam pedaging juga sudah luar biasa. “Di Bangli sudah banyak sekali orang sukses karena jadi petani. Untuk itu, saya minta generasi muda tidak ragu jadi petani,” pintanya. Terkait keberadaan hatchery di Kabupaten Bangli, Bupati Made Gianyar menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT Sumber Unggas Indonesia yang sudah memilih Kabupaten Bangli sebagai tempat penetasan ayam. Dengan keberadaan hatchery di Kabupaten Bangli, petani yang ingin mengembangkan ayam lokal tidak akan kesulitan lagi mencari bibit. Apalagi harga yang ditawarkan hatchery san-
gat kompetitif yang tentunya akan memberikan dampak luar biasa bagi perkembangan peternakan di Kabupaten Bangli. “Dengan adanya Hatchery, sekarang petani yang ingin mengembangkan ayam lokal sudah sangat dimudahkan. Saya dengar PT Sumber Unggas Indonesia berencana membuat breeding (mengembangbiakkan hewan ternak dalam hal ini ayam). Saya ingin program ini (breeding) bisa kembali dibawa ke Bangli, sehingga sebagai daerah konservasi, masyarakat Bangli bisa sejahtera melalui pertanian,” ujar Made Gianyar. Sementara itu, Kepala PT Sumber Unggas Indonesia Naryanto mengatakan, kemarin merupakan hari yang bersejarah bagi peternak unggas lokal di Bali, karena Hatchery yang diresmikan merupakan Herchery terbesar yang ada di luar Pulau Jawa dengan kapasitas produksi mencapai 24 ribu ekor ayam kampung setiap hari. Ia berharap ke depan keberadaan
hatchery bisa membawa unggas lokal semakin berjaya dan menjadi tuan rumah di Bali. Selain itu, keberadaan hatchery juga diharapkan membawa peternak ayam lokal di Bali lebih bergairah, karena bisa mendapat bibit ayam Day Old Chicken (DOC) dengan harga yang lebih kompetitif. “Selama ini peternak di luar Jawa selalu dibebani oleh harga transport dan DOC yang lebih mahal dua sampai tiga ribu rupiah per ekor. Oleh karenanya, keberadan Hatchery di Bangli akan jauh lebih menekan biaya produksi. Jadi, bisa meringankan beban peternak lokal Bali,” jelasnya. Ditambahkannya, dalam satu minggu, Hatchery di Bangli bisa menghasilkan 48 ribu ekor DOC. Jika dikalkulasi, dalam waktu satu tahun mampu menghasilkan 2,5 juta ekor DOC ayam kampung. “Saat ini produksi DOC yang dihasilkan di sini lebih diprioritaskan untuk kepentingan lokal Bali, sisanya baru dikirim ke NTB, NTT dan daerah Indonesia timur lainnya,” pungkas Naryanto. (ad625)
RESMIKAN - Bupati Made Gianyar saat meresmikan Hatchery Cabang Bangli milik PT Sumber Unggas Indonesia, di Banjar Malet Gusti, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut, Senin (18/2) kemarin.
Belum Diresmikan, Tempat Peninjauan Panorama Penelokan Sudah Rusak Bangli (Bali Post) –
Kualitas proyek pembangunan tempat peninjauan panorama Penelokan yang menelan anggaran belasan miliar rupiah disoroti Komisi III DPRD Bangli. Pasalnya, proyek pemerintah yang baru selesai dibangun sekitar dua bulan lalu dan belum diresmikan itu, kondisinya kini sudah rusak. Kerusakan terlihat pada bagian lantai menurun menuju stage yang kondisinya mulai mengelupas. Dewan juga menyoroti kualitas lantai kayu di sekitar stage yang bergelombang.
Bali Post/kmb40
MENGELUPAS - Kondisi lantai menurun menuju stage di lantai bawah yang mulai mengelupas.
Dalam kunjungannya ke tempat peninjauan panorama Penelokan, Senin (18/2) kemarin, Ketua Komisi III DPRD Bangli Ketut Suastika didampingi anggota Komisi III Wayan Karyasa terlihat heran melihat kondisi lantai menurun menuju stage. Lantai yang permukaannya mirip karpet itu sudah mulai banyak mengelupas. Bahkan di satu titik, permukaan lantainya hancur saat disentuh. Lantai menurun itu juga terlihat jorok lantaran berisi banyak kotoran anjing. Saat berada di lantai bawah di dekat stage, Suastika dan Karyasa menemukan tembok yang mulai retak dan lantai kayu yang permukaannya tidak rata alias bergelombang. Anak tangga yang ada di lokasi juga tak luput dari perhatian-
Godok Ranperda Retribusi Pelayanan Kepelabuhan
nya. Menurut Karyasa, anak tangga yang ada di lokasi, kondisinya cukup membahayakan karena memiliki ukuran tidak sama. Beberapa anak tangga ada yang ukuran lebarnya kurang dari panjang telapak kaki dewasa. “Minimal anak tangga itu lebarnya 30 centimeter. Karena kalau seperti ini kondisinya, cukup membahayakan. Bisa menyebabkan orang terjatuh,” terangnya seraya meragukan anak tangga itu dibuat sesuai bestek. Baik Karyasa maupun Suastika mengaku cukup miris melihat kondisi proyek yang baru selesai dibangun itu. Mereka menilai tidak ratanya permukaan lantai kayu dan kerusakan lantai di jalanan menurun menuju stage disebabkan proses pengerjaan proyek yang tergesa-gesa. Agar
kerusakan tak semakin parah, keduanya minta segera dilakukan perbaikan. Mumpung tempat peninjauan panorama Penelokan itu masih dalam masa pemeliharaan. “Anak tangganya itu harus diperbaiki, dibuat dengan ukuran lebar yang sama agar tidak membahayakan. Lantai kayunya juga harus dibuat rata. Karena kalau dibiarkan, lamakelamaan bisa tambah rusak dan jebol,” kata Karyasa. Dikonfirmasi terpisah terkait hal itu, Kabid Bina Obyek Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli Wayan Bona tak menampik kondisi lantai menurun menuju stage yang sudah mulai mengelupas. Menurutnya, kerusakan itu disebabkan oleh ulah kawanan anjing yang sering masuk
ke areal tersebut. “Itu karena keskes kuluk. Kalau malammalam anjing banyak sekali yang masuk ke sana. Dulu sempat ditutupi tripleks, tapi diterobos juga,” ujarnya. Untuk menghindari masuknya hewan ke areal stage, Wayan Bona memandang perlu dibuatkan semacam pintu. Dalam pengerjaan proyek, jalan menuju stage tidak dipasangi pintu karena memang tidak masuk dalam perencanaan. Mengenai kondisi permukaan lantai kayu yang bergelombang, Bona minta agar dimaklumi mengingat proyek pembangunan tempat peninjauan panorama Penelokan dikerjakan dalam waktu yang sangat singkat yakni hanya tiga setengah bulan. Proses pengerjaannya dilakukan hingga tengah malam. Oleh karena tempat peninjoan panorama Penelokan itu sudah diserahkan ke Badan Pengelola Pariwisata BUGG, saat ini perawatannya dilakukan oleh pihak badan pengelola. (kmb40)
Sortir dan Lipat Surat Suara
Pansus II Tinjau Dermaga di Danau Batur KPU Bangli Pinjam Pasar Loka Crana
Bangli (Bali Post) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Retribusi Pelayanan Kepelabuhan terus digodok Pansus II DPRD Bangli. Untuk menyerap berbagai masukan terkait ranperda tersebut, Pansus II yang diketuai Dewa Sang Made Widana turun langsung ke lapangan menemui perwakilan pengusaha angkutan penyeberangan, Senin (18/2) kemarin. Pansus II juga meninjau kondisi dermaga di Kedisan dan Kuburan Desa Terunyan yang akhir-akhir ini terendam luapan air Danau Batur. Dalam kunjungan itu, hadir Wakil Ketua DPRD Bangli I Nyoman Basma dan Komang Carles serta beberapa anggota Pansus II. Kedatangan rombongan diterima Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli Gede Arta di Kantor UPT Dinas Perhubungan yang ada di Desa Kedisan. Sebelum meninjau dermaga, Pansus II terlebih dahulu menemui Kepala Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Danau Batur I Nengah Dester. Saat pertemuan, Dewan meminta masukan terkait adanya rencana kenaikan tarif operasional pelabuhan dan biaya sandar. Sesuai rencana Pemkab Bangli, dalam Perda tentang Retribusi Pelayanan Kepelabuhan nanti, tarif operasional pelabuhan dinaikkan dari Rp 5 ribu menjadi Rp 10 ribu. Sementara tarif biaya sandar di tiga dermaga dinaikkan dari Rp 4.900 menjadi Rp 20 ribu. Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma mengatakan, alasan dinaikkannya tarif tersebut lantaran biaya yang diberlakukan selama ini sebagaimana diatur dalam Perda tentang Retribusi Kepelabuhan Tahun 2011 lalu dinilai cukup rendah. Kenaikan tarif biaya sandar dan operasional kepelabuhan sejatinya tidak ada konsekuensinya terhadap para pengusaha angkutan penyeberangan, sebab tarif itu dibebankan kepada wisatawan. Meski
demikian, pihaknya memandang perlu turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan pengusaha angkutan penyeberangan. Ini dimaksudkan agar setelah Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Kepelabuhan disahkan tidak menimbulkan pro dan kontra. Sementara itu, Ketua Gapasdap Nengah Dester menyatakan, tidak keberatan terhadap rencana kenaikan tarif tersebut jika untuk meningkatkan pendapatan daerah. Pihaknya hanya berharap pemerintah dapat mengupayakan peningkatan tingkat kunjungan wisatawan ke Kuburan Terunyan dengan menggunakan jasa penyeberangan. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Gede Artha, alasan pihaknya mengajukan Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Kepelabuhan untuk dibahas DPRD Bangli, karena tarif biaya sandar dan operasional kepelabuhan yang diberlakukan dalam perda sebelumnya terlalu rendah. Pihaknya disarank-
Bali Post/kmb40
TINJAU DERMAGA - Pansus II DPRD Bangli bersama Dinas Perhubungan meninjau kondisi dermaga di Danau Batur. an BPK untuk mengevaluasi perda sebelumnya karena dinilai sudah terlalu lama. “Sejak 2011 perda tidak pernah dievaluasi,” ungkapnya. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli meminjam Pasar Loka Crana untuk dijadikan tempat kegiatan penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2019. Sesuai jadwal kegiatan penyortiran dan pelipatan surat suara akan dilakukan KPU mulai Selasa (19/2) ini dengan pengawasan ekstra ketat. Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan mengatakan, sebelum proses penyortiran dan pelipatan surat suara mulai dilakukan, pihaknya pada Senin (18/2) kemarin melaksanakan kegiatan pencermatan dan pencocokan terhadap surat suara yang dikirim dengan dami surat suara yang telah ditandatangani masing-masing peserta pemilu di Bangli. Kegiatan pencermatan dan pengecekan surat suara pemilu dilakukan dengan melibatkan Bawaslu, Polres dan Kodim Bangli. Pencermatan ini guna memastikan bahwa surat suara yang diterima KPU Bangli sudah benar dan sesuai, sebelum dilakukan proses sortir dan lipat. “Kami cocokan antara surat suara yang kami terima dan dami surat suara. Kami cocokan namanya per dapil,
apakah sudah sesuai. Hasilnya tadi sudah sesuai semua,” terangnya. Sebagaimana jadwal yang disusunnya, kegiatan penyortiran dan pelipatan surat suara akan mulai dilakukan Selasa (19/2) ini. Untuk menyortir dan melipat surat suara yang jumlahnya mencapai ratusan ribu lembar, KPU Bangli melibatkan 68 orang warga. Sebelum kegiatan dimulai, warga yang akan dilibatkan tersebut sudah diberi sosialisasi dan pelatihan mengenai tata cara penyortiran dan pelipatan surat suara sesuai petunjuk KPU RI. Mereka juga diberikan simulasi menggunakan specimen surat suara. “Tujuannya agar mulai besok (hari ini, red) mereka bisa langsung menyortir dan melipat,” terangnya. Dalam proses penyortiran dan pelipatan surat suara yang dilakukan di Pasar Loka Crana, tenaga pelipat akan diawasi secara ketat. Proses tersebut dijadwalkan berlangsung selama 10 hari ke depan. Dalam sehari, proses penyortiran dan pelipatan akan dilakukan selama delapan jam mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00 Wita. (kmb40)
15
Selasa Kliwon, 19 Februari 2019
Nyepi Tanpa Internet Masih Dibicarakan Denpasar (Bali Post) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali bersama Pemprov dan DPRD Bali telah menandatangani nota kesepakatan terkait imbauan tidak bersiaran serta merelay siaran pada saat hari raya Nyepi, 7 Maret mendatang. Nota kesepakatan itu diserahkan oleh DPRD Bali lewat Komisi I bersama Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfos) Provinsi Bali dan KPID Bali kepada KPI Pusat dan Kementerian Kominfo di Jakarta, Senin (18/2) kemarin. ‘’Kami mengimbau agar seluruh lembaga penyiaran un-
tuk tidak bersiaran dan atau merelay siarannya pada hari raya Nyepi, 7 Maret 2019 mulai pukul 06.00 Wita sampai dengan hari Jumat, 8 Maret 2019 pukul 06.00 Wita,’’ ujar Ketua Komisi I DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya dikonfirmasi via telepon, kemarin. Menurut Tama, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) NTB dan Jawa Timur agar siarannya tidak masuk ke Bali saat Nyepi. Sementara terkait data seluler (internet) yang dimatikan seperti tahun lalu, masih menunggu adanya surat edaran dari Kement-
erian Kominfo. ‘’Meskipun sempat ada pro dan kontra, tapi tahun lalu kan tetap berjalan dengan baik. Saya mengharapkan pengertian semua pihak dan stakeholder untuk menghormati catur brata panyepian di Bali selama 24 jam,’’ imbuh politisi PDI-P ini. Tama mengajak seluruh komponen masyarakat di Bali agar menciptakan perayaan Nyepi yang berkualitas. Kalaupun internet kembali dimatikan tahun ini, namun terbatas pada paket data seluler. Sedangkan internet untuk pelayanan vital seperti keamanan, rumah sakit,
bandara, dan kebencanaan dipastikan tetap hidup. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kominfos Provinsi Bali I Nyoman Sujaya menyebutkan, pertemuan dengan KPI Pusat dan Kementerian Kominfo memang belum menjurus ke internet. Namun, baru membahas soal penghentian siaran TV dan radio. ‘’Internet masih dalam pembicaraan. Hari ini (kemarin - red) berkaitan dengan siaran radio dan TV. Biasanya kementerian yang undang provider, diajak ketemuan sama kita. Tadi belum ada ke arah sana,’’ jelasnya. (kmb32)
Bali Post/ist
NOTA KESEPAKATAN - Komisi I DPRD Bali bersama Dinas Kominfos Provinsi Bali dan KPID Bali saat menyerahkan nota kesepakatan kepada KPI Pusat dan Kemenkominfo di Jakarta.
Diprediksi Turun, Golput Pemilu 2019
Penilaian disampaikan anggota MPR dari Fraksi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria dalam diskusi ‘’Potensi Golput di Pemilu 2019’ di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/2) kemarin. ‘’Jika dibandingkan pilkada, pileg dan pilpres maka golput lebih tinggi pada pilpres. Sekarang pileg dan pilpres serentak, saya meyakini masyarakat punya kepedulian dengan adanya pileg dan pilpres secara serentak,’’ kata Riza Patria. Menurut Riza Patria, semua tim sukses, caleg, akan menggiring konstituen dan kelompok masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam pemilu. Media sosial juga banyak berpengaruh. ‘’Saya kira
masyarakat semakin peduli pada demokrasi. Karena itu saya menduga golput tidak akan besar, malah bisa turun karena pileg dan pilpres dilakukan serentak,’’ ujarnya. Selain itu, kelompok masyarakat semakin kritis dan peduli pada politik. Contohnya emak-emak, milenial, kalangan akademisi, serta kalangan agama. ‘’Emak-emak lebih militan, solid dan jujur,’’ imbuhnya. Belum lagi kelompok milenial atau kelompok pemilih pemula yang jumlahnya 35– 40% dari jumlah pemilih juga mulai melek politik. Pemilih pemula yang sebelumnya tidak mengerti dan tidak tahu politik akhirnya menjadi me-
lek dan peduli politik. Riza memperkirakan kalangan akademisi seperti dosen, pengurus kampus dan yayasan yang selama ini peduli pada pendidikan, riset, akan aktif dalam pemilu. Ini dapat dilihat dari deklarasideklarasi perguruan tinggi untuk memberi dukungan pada calon presiden. Ulama, santri, ustad, habib, pendeta dan sebagainya juga peduli dengan politik. ‘ ’ M e r e k a mulai menyadari pentingnya politik. Dari kelompok masyarakat itu, saya meyakini angka golput akan menurun,’’ kata Riza Patria merangkap Wakil Ketua Komisi II DPRRI. Senada, anggota Komisi II DPR Ahmad Baidhowi berpendapat angka golput dalam Pemilu 2019 tidak besar karena pemilu dilakukan serentak. ‘’Kita yakin ada penurunan angka golput. Dengan pemilu serentak ini maka semua elemen ikut bergerak,’’ kata politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini. Untuk mengurangi angka
Denpasar(Bali Post) Bawaslu Provinsi Bali menggelar sidang pendahuluan terkait laporan dugaan pelanggaran administrasi pemilu yang melibatkan tiga calon legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan dan satu calon anggota DPD-RI, Senin (18/2) kemarin. Sidang pendahuluan digelar untuk menyampaikan kepada terlapor dan pelapor bahwa laporan tersebut sudah memenuhi syarat formil dan materiil. ‘’Waktu penanganan 14 hari sejak diregistrasi. Registrasi kan tanggal 14 kemarin, karena
hitungannya hari kerja jadi setelah kita hitung paling lambat 5 Maret sudah harus ada putusan. Lebih cepat lebih baik,’’ ujar Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bali I Ketut Rudia. Menurut Rudia, sidang pendahuluan akan dilanjutkan dengan sidang pemeriksaan terhadap pelapor, terlapor, dan saksi-saksi, sebelum akhirnya mengeluarkan putusan atau sanksi. Sanksi yang diberikan tentu berdasarkan faktafakta persidangan. ‘’Karena ini pelanggaran administrasi,
kita kan lihat ya berdasarkan fakta-fakta persidangan. Kalau di beberapa tempat diberikan sanksi peringatan tertulis, atau ada juga yang diberikan sanksi untuk tidak melakukan kegiatan kampanye selama sekian hari di tempat tersebut,’’ jelasnya. Sementara itu, ketiga caleg PDI Perjuangan dan satu calon anggota DPD-RI dilaporkan telah melaksanakan kampanye pertemuan terbatas di Balai Banjar Adat Sumberbatok, Desa Sumberklampok pada 5 Februari lalu sekitar pukul
Jakarta (Bali Post) -
Pemilu 2019 yang diselenggarakan secara serentak untuk pertama kalinya diyakini memiliki daya tarik dan semangat di masyarakat untuk benar-benar menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 nanti. Kelebihan dari daya tarik pemilu serentak itulah yang membuat angka golongan putih (golput) alias mereka yang tidak menggunakan hak pilih menurun dibanding pemilu sebelumnya.
golput, ia menekankan pentingnya sosialisasi tentang Pemilu 2019 kepada masyarakat. Baidhowi mengaku masih ada masyarakat terutama di daerah yang sulit terjangkau belum mengetahui pemilu dilakukan secara serentak. Peran media massa juga penting untuk menginformasikan berita pemilu serentak yang baru pertamakali diadakan di Indonesia. Pakar Komunikasi Politik Umaimah Wahid melihat masih terbuka peluang golput dalam Pemilu 2019. Berdasarkan hasil survei sekitar 20–30% pemilih yang golput. ‘’Karena itu, golput pada Pemilu 2019 ini diperkirakan naik dibanding golput pada Pemilu 2014. Tapi masih ada waktu sekitar dua bulan untuk mengurangi golput,’’ katanya. Menurut Umaimah, untuk mengurangi angka golput, KPU agar lebih gencar untuk melakukan sosialisasi. Partai politik juga punya tanggung jawab untuk melakukan sosialiasi dan meyakinkan ma-
syarakat agar mau memilih. Selain itu para kandidat politik, baik capres, cawapres maupun caleg, memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk ikut pemilu. Pemuka masyarakat dan media massa punya tanggung jawab untuk memberikan informasi yang menggugah masyarakat untuk berpartisipasi secara maksimal dalam Pemilu 2019. ‘’Tanpa partisipasi bisa mengurangi legitimasi pemilu. Ini tanggung jawab kita semua untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pemilu,’’ terangnya. Kalau tidak maka sangat disayangkan dana yang dihabiskan cukup besar Rp 24,9 triliun tidak digunakan maksimal. Sosialisasi harus maksimal dilakukan kepada masyarakat dan memberikan kepercayaan bahwa pemilu menentukan pemimpin dan perwakilan di lembaga legislatif. ‘’Pemilu ini penting untuk melahirkan kebijakan yang lebih baik di masa depan,’’ tegasnya. (kmb4)
13.40 Wita sampai dengan 14.45 Wita. Kegiatan kampanye yang dihadiri sekitar 200 warga tersebut sama sekali tidak menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada pihak kepolisian. Mereka adalah Ketut Ngurah Arya (calon anggota DPRD Buleleng), I Gusti Ayu Aries Sujati (calon anggota DPRD Bali Dapil 5 Kabupaten Buleleng), I Ketut Kariyasa Adnyana (calon anggota DPRRI), dan Gede Lanang Darma Wiweka (calon anggota DPDRI). Tiga di antaranya menghadiri langsung sidang penda-
huluan, sedangkan Kariyasa Adnyana diwakili oleh tim hukumnya. Sesuai ketentuan, lanjut Rudia, peserta pemilu dalam melakukan kegiatan kampanye memang harus menyampaikan pemberitahuan kepada kepolisian. Setelah itu, ditembuskan kepada KPU dan Bawaslu. ‘’Dalam proses pengawasan, itu (surat pemberitahuan kepolisian) yang tidak ada, sehingga oleh jajaran Bawaslu Buleleng ditemukan sebagai dugaan pelanggaran,’’ tandasnya. (kmb32)
tupi kekalahan penampilan Pak Prabowo tadi malam. Ketidakmampuan Pak Prabowo jelaskan unicorn sebaiknya menjadi bahan evaluasi tim 02,’’ kata Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Senin kemarin. Menurut Hasto, tanggung jawab juru bicara
(jubir) kampanye seperti Andre Rosiade melekat dengan tanggung jawab Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga. ‘’Jubir seharusnya bicara aspek kenegarawanan dan memiliki kerendahan hati untuk berbicara secara objektif,’’ katanya. (ant)
Bawaslu Bali Sidangkan Empat Politisi
Isu Fitnah
Dia pun mengeluarkan dan menunjukkan pulpen yang sama yang dipakainya pada saat debat kepada me-
dia. ‘’Ini kan pulpen ini? ini kan. Coba saja. Jadi jangan buat isu fitnah-fitnah yang enggak bermutulah,’’ tegas Jokowi. Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin menyesalkan pernyataan Juru Bicara Capres 02
Prabowo Subianto, Andre Rosiade, yang berupaya cari kambing hitam atas tuduhan penggunaan earpiece atau alat bantu dengar. ‘’Lagi-lagi tim 02 menerapkan politik kambing hitam. Jangan hanya karena kalah debat, lalu menggunakan berbagai cara untuk menu-
Ujung Jari
Selasa, 19 Februari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 11:05 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 17:05 Wita 18:00 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi Mepala Sukertaning Pemangku (3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus and Friend Bali Channel Tourist TV Hallo Kamtibmas Bali Channel Tourist TV Solusi Alternatif Soman Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi Mepala Sukertaning Pemangku (4) Berita Siang Klip Bali Bali Channel Tourist TV Klip Bali Marion Sam Suggi Sinoil Folk Song Bali Channel Tourist TV Upakara Banten Pengeruak Nangun Periayangan Dialog Interaktif Putra SBA Puja Trisandya Seputar Bali Orti Bali Dialog Interaktif Artha Buana Investama Wawancara I Putu Supadma Rudana Sansekerta Lila Cita Calonarang Angentelu (3) Berita dan Bincang Terkini Folk Song Bali Channel
‘’Sekarang dunia di ujung jari. Semua orang pakai smartphone. LPD mobile sudah diterapkan 60 LPD di Bali. Cek saldo bisa lewat smartphone. Beberapa hal akan kita kembangkan lagi,’’ ujarnya seraya menambahkan, pemerintah diharapkan mendukung pengembangan IT dan kualitas SDM pengurus LPD. Hal senada disampaikan Ketua LP LPD Provinsi Bali I Nyoman Arnaya, S.E. Menurutnya, tantangan paling berat dirasakan LPD di Kota Denpasar. Sebab, LPD harus bersaing dengan perbankan dan lembaga keuangan lainnya yang tumbuh subur di kota ini. Meski demikian, perkembangan LPD di Denpasar terbilang sangat baik. Meski dari sisi kuantitas paling sedikit di Bali yakni 35 LPD, namun dari
rata-rata aset, LPD di Denpasar yang paling tinggi. Aset LPD di Denpasar rata-rata Rp 62 miliar per tahun, atau lebih besar dibandingkan di Kabupaten Badung yang rata-rata Rp 59 miliar dan Kabupaten Gianyar sebesar Rp 17 miliar. ‘’Jadi jika kita berbicara globalisasi, Denpasar bisa menjadi pilot project atau barometer dari LPD menuju go digital, karena aset rata-ratanya yang paling tinggi,’’ ujarnya. Di Denpasar terjadi persaingan yang luar biasa. Untuk menjawab tantangan tersebut, apalagi dengan aset yang besar, LPD diharapkannya membangun wirausaha di desa. Calon wirausahawan dididik dan diberikan pelatihan kewirausahaan kemudian diberikan modal usaha. Setelah usaha berkembang pun, LPD mesti tetap memberikan pembinaan. Jika upaya ini mampu ditularkan ke LPD lain seluruh
Bali, maka ini akan menjadi kekuatan ekonomi Bali. Ketua MMDP Kota Denpasar Drs. A.A. Ketut Sudiana, S.H., M.H. mengatakan, regulasi sangat penting untuk pengembangan LPD ke depan. Karena LPD sudah diberi keistimewaan yaitu dikecualikan dari UU No. 1 Tahun 2013 tentang LKM. ‘’LPD tinggal diatur dalam tatanan adat dan budaya, tidak diatur dalam tatanan regulasi yang bersifat hukum positif yang tentunya tidak bertentangan dengan UU No.1 Tahun 2013,’’ tegasnya. Strategi penguatan LPD yang lain yaitu dari sisi tata kelola perekonomian adat. Ia meminta agar core business LPD dikembangkan lagi sehingga hasilnya bisa memberikan kontribusi lebih banyak pada desa adat. Peningkatan SDM untuk menggunakan sarana digital di layanan LPD juga harus ditingkatkan.
Sementara itu, Ketua Parum Bendesa se-Kota Denpasar Drs. I Wayan Butu Antara, M.Si. mengibaratkan LPD seperti Arjuna sedang bertapa. Banyak godaan yang menghampiri para pengurus LPD, baik dari internal maupun eksternal, sehingga perlu strategi untuk menghadapinya demi keajegan LPD. Salah satu godaan atau tantangan pengelolaan LPD adalah perubahan peraturan. Ia pun berharap peraturan LPD tetap seperti sekarang. Jangan ada lagi perubahan yang justru menimbulkan polemik dan kontraproduktif terhadap pengembangan LPD. ‘’Para bendesa di Denpasar menginginkan LPD tetap ajeg. Juga sudah diusulkan agar LPD tetap seperti sekarang. Ini penting, agar LPD bisa melaksanakan swadharma agama dengan baik,’’ ungkapnya. (kmb42/kmb25)
WARUNG GLOBAL
Terbukti Korupsi, Pecat Saja SAAT ini fenomena korupsi menjadi sangat memprihatinkan dan hampir terjadi di segala lini. Saking masifnya, korupsi sudah dikonotasikan sebagai budaya. Lalu bagaimana semestinya penanganan korupsi yang sudah merasuki ke semua lembaga termasuk lembaga kepolisian kita? Berikut rangkuman opini Kawan Global yang disiarkan Radio Global FM, Senin (18/2) kemarin. ‘’Saya pernah membaca sebuah survei bahwa lembaga kepolisian kita masuk sebagai salah satu lembaga yang korupsinya cukup besar,’’ demikian Febri di Denpasar. Kalau seperti ini adanya, korupsi akan sulit diberantas sampai kapan pun. Barangkali kesejahteraan aparat kurang diperhatikan sehingga melakukan perbuatan melanggar hukum. Ini sebuah pernyataan sekaligus pengakuan. Demikian, menurut Suardana di Tabanan. Ia juga bertanya, memangnya selama ini ada korupsi di korps kepolisian? Ayu di Petang juga demikian, seperti baru tahu jika ada perilaku korup. Meskipun kesejahteraan ditingkatkan jika mental dan perilakunya memang korup, susah dihilangkan. Jika ada yang demikian dipecat saja. Perilaku korup itu terjadi
karena ada sebab dan akibat, menurut Ketut Dawi di Abiansemal. Barangkali mereka melakukan korupsi lantaran penghasilannya tidak cukup/ kurang. Apa pun itu, korupsi adalah tindakan yang merugikan negara. Selama ini masyarakat melakukan suap lantaran ingin instan sehingga jadilah simbiosis yang saling menguntungkan. Dari situlah korupsi itu terjadi. Sementara Budiada di Tabanan berharap jangan sampai korps kepolisian ini tercoreng karena ulah segelintir orang. Menurut Werdha di Gianyar, wajar-wajar saja imbauan ini. Yang penting adalah tindakan tegasnya. Korupsi jadi budaya sebaiknya pelaku korupsi ini dimiskinkan saja. Meskipun kesejahteraan ditingkatkan, kaya pun tak jamin korupsi akan hilang karena tak pernah ada rasa puas. (sikha p)
Lapangan Kerja Hal lain yang dianggap Prabowo berhasil mengikuti debat dengan baik adalah, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut juga berkomitmen untuk membuka lapangan kerja lebih banyak yang diberikan kepada rakyat Indonesia. ‘’Pak Prabowo juga menyampaikan mengenai lapangan kerja untuk kita bukan untuk tenaga kerja asing disampaikan secara gamblang,’’ katanya. Menurutnya, keberpihakan kepada pendukung sumbersumber produksi nasional itu disampaikan Prabowo dengan cukup jelas dan bisa diterima oleh masyarakat. Mengenai gerak tubuh Prabowo, Sandi juga turut memuji. Ia melihat Prabowo tidak terpengaruh dengan lawan debatnya yang menurut sebagian masyarakat tampak menyerang persoalan
pribadi yang dilarang oleh KPU. ‘’Terakhir adalah Pak Prabowo banyak senyum. Di sini yang menurut saya sangat positif dampaknya,’’ kata Sandiaga. Saat debat berlangsung, Sandiaga menggelar nonton bareng (nobar) dengan warga Kelurahan Nangewer, Bogor, Jawa Barat. ‘’Kedatangan saya ingin melihat langsung reaksi masyarakat Bogor Debat Capres,’’ kata Sandiaga Uno. Para relawan yang kebanyakan emak-emak itu bersorak-sorak meneriakkan ‘’Prabowo-Sandi Menang’’. Dia sebelumnya menyampaikan tidak akan hadir tetapi akan nobar dengan masyarakat. ‘’Untuk menangkap aspirasi masyarakat, yang paling berpotensi menambah momentum kita. Karena sekarang, momentum ada di Prabowo-Sandi,’’ kata Sandiaga. (ant)
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Selasa kliwon, 19 februari 2019
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
KONI Jamin Wushu Tak Liga Champions Bagi-bagi Medali di Porprov Denpasar (Bali Post) KONI Bali menjamin caang olahraga (cabor) wushu tidak akan membagi-bagi medali pada Porprov Bali XIV di Tabanan, September mendatang. Apalagi tuan rumah Tabanan bertekad tak meminta-minta medali, melainkan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. Itu dilontarkan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi di Denpasar, Senin (18/2) kemarin. Menurutnya, seluruh pengprov cabor dan KONI se-Bali sepakat menBali Post/ist junjung tinggi sportivitas dan Ketut Suwandi fair play. ‘’Kami menegaskan tidak ada istilah bagi-bagi medali pada semua cabor, bahkan tidak ada kontingen kabupaten dan kota yang meminta jatah medali,’’ tandasnya. Oleh sebab itu, Suwandi menjamin penyelenggaraan Porprov tetap menjunjung tinggi sportivitas hingga memunculkan atlet juara sejati. ‘’Kalau sampai ada cabor bagi-bagi medali, kami akan habisi,’’ tegas mantan Ketua Umum KONI Badung ini. Persiapan penyelenggaraan Porprov Bali 2019 akan dibahas pada Rapat Anggota Tahunan di Kantor KONI Bali, Denpasar, Jumat (22/2) mendatang. Dalam RAT akan dilaporkan segala pertanggungjawaban program kerja 2018, termasuk laporan keuangan berikut prestasi selama tahun lalu. Selain itu, RAT juga menyusun program kerja 2019, Pra-PON dan Porprov Bali. ‘’KONI Tabanan akan mempresentasikan persiapan menjadi tuan rumah Porprov utamanya menyangkut venues yang tersebar di sembilan kecamatan,’’ ungkapnya. Sementara terkait Porprov, pihaknya akan bertatap muka dengan pengprov cabor terutama dalam pengiriman atlet ke Pra-PON dan PON. Suwandi menjelaskan, pemberangkatan atlet ke Pra-PON harus disesuaikan dengan dana dan peluang mendapatkan medali di PON. ‘’Jadi, kami akan berembuk dengan pengprov cabor apakah perlu mengirim atlet ke Pra-PON mengingat jika atletnya lolos kemudian absen di PON akan terkena sanksi,’’ terangnya. Pengiriman atlet ke PON XX/2020 di Papua juga dibatasi karena minimnya dana. ‘’Pada acara RAT akan disepakati pengiriman atlet apakah hanya peringkat empat besar atau yang berpeluang mendulang medali dan berprestasi di kancah nasional. Semuanya tergantung kesepakatan dengan pengprov cabor,’’ papar Suwandi. (022)
Kornelis Dipanggil ke Pelatnas SEA Games
Liverpool Mesti Kerja Keras, Bayern akan Tampil Beda
London – Lini pertahanan Liverpool semakin sulit ditembus dalam 13 bulan terakhir sejak kedatangan Virgil van Dijk. Akan tetapi bek paling mahal di dunia ini absen saat Si Merah menerima kunjungan Bayern Munich pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions di Anfield, Rabu (20/2) pagi pukul 04.00 Wita. Kondisi ini membuat pelatih Juergen Klopp pusing. Van Dijk dilarang turun di 16 besar akibat kartu yang diterima di penyisihan grup yang dihuni Napoli, Paris Saint-Germain dan Red Star Belgrade. Kehilangan pemain asal Belanda berharga
75 juta dolar ini merupakan pukulan besar buat Liverpool. Situasi yang menuntut trio lini depan Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Sadio Mane serta pemain lainnya bekerja keras untuk memberi kemenangan buat The Reds. ‘’Dia mengatur
pertahanan, pemimpin di belakang dan seiring berjalannya waktu bahkan lebih penting. Dia memberi kepercayaan diri kepada para pemain dan membuat banyak pemain lain bermain lebih baik. Sangat sulit menemukan kelemahan. Dia adalah bek tengah yang hebat,’’ kata mantan kapten Liverpool Sami Hyypia, Senin (18/2) kemarin. Liverpool juga tanpa Joe Gomez dan kemungkinan besar Dejan Lovren karena cedera. Oleh karena itu, pasangan bek tengah Joel Matip dan Fabinho kemungkinan ditugasi menghentikan mant a n murid Klopp lainnya, Robert Lewandowski. Striker subur ini memenangkan dua gelar
Bundesliga di bawah Klopp ketika di Borussia Dortmund sebelum pindah ke Bayern. Bayern dominan di Bundesliga sejak Dortmund memenangkan gelar pada 2011 dan 2012, tetapi kini berada di bawah Dortmund dalam perburuan gelar Liga Jerman. ‘’Selama bertahuntahun saya telah menyaksikan banyak pertandingan Bayern. Mereka enam kali berturut-turut juara Jerman dan salah satu tim yang dalam 10 tahun terakhir lolos ke perempatfinal, semifinal dan final Champions,’’ ujar Klopp. Bayern menuju Liverpool memikul harapan Jerman setelah Borussia Dortmund dibantai Tottenham Hotspur 0-3 pekan lalu. Sejak musim 2005-06, setidaknya satu tim Jerman selalu mencapai babak delapan besar. Misi membanggakan itu akan berada di bawah ancaman jika Bayern menderita kekalahan pada laga pertama meski menjadi tuan rumah pada 13 Maret. ‘’Anda tidak dapat membuat kesalahan dalam pertandinganpertandingan ini, tetapi saya pikir kami dapat menyebabkan masalah bagi Liverpool,’’ ungkap gelandang Bayern, James Rodriguez. ‘’Semuanya harus lebih baik. Kami harus tampil berbeda,’’ tambah pelatih Niko Kovac. Bayern telah terbiasa mencapai tahap akhir di kancah Eropa. ‘’Dortmund telah membuat Bundesliga tetap menarik tahun ini, tetapi pada level ini Anda tidak dapat membuat tiga kes-
Denpasar (Bali Post) Petinju Kota Denpasar Kornelis Kwangu Langu yang mendulang medali emas kelas layang (49 kg) pada Kejurnas Tinju di Lampung dipanggil memasuki Pelatnas SEA Games. Sementara petinju Denpasar lainnya, Julio Bria, yang juga merebut medali emas kelas bantam (56 kg) tidak dipanggil. Pelatih Tinju Kota Denpasar Yulianus Leo Bunga menyatakan, di kelas Julio yang dipanggil justru peringkat kedua dan ketiga. Ia telah mengecek ke pelatih pelatnas asal Bali I Gusti Made Adi Swandana yang membenarkan bahwa hanya satu petinju Denpasar yang dipanggil menghuni Pelatnas SEA Games. ‘’Kami harapkan Kornelis memberikan prestasi terbaik pada SEA Games 2019 di Filipina,’’ ungkapnya, Senin (18/2) kemarin. Ia menambahkan, Pengkot Pertina Kota Denpasar akan menggelar kejuaraan tinju memperebutkan Piala Wali Kota. Sebagaimana penyelenggaraan tahun lalu, batas akhir penyelenggaran Piala Wali Kota adalah pada minggu keempat Maret mendatang. Yulianus juga menerima informasi bahwa PP Pertina mengeluarkan jadwal Pra-PON untuk Wilayah Tengah dan Timur di Ternate pada Agustus, sedangkan di Bogor pada November mendatang. Pihaknya menyiapkan petinju untuk turun di Pra-PON yaitu Kornelis, Julio, Gregorius Ghedadende di kelas welter ringan (64 kg), Yohanes (kelas welter/69 kg), Agung Gede (kelas menengah/75 kg), Krispinus Mariano (kelas layang ringan/46 kg), Ferdinandus Seran (kelas terbang/52 kg) dan Jackri Riwu (kelas ringan/60 kg). (022)
Kevin Durant Raih MVP
Piala Presiden
Bali United Masuk Grup B
Mangupura (Bali Post) – PSSI sebagai operator penyelenggara turnamen Piala Presiden 2019 telah melakukan pengundian di Jakarta, Minggu (17/2). Hasilnya, Bali United berada di Grup B bersama Bhayangkara FC, Semen Padang dan Mitra Kukar. Seluruh pertandingan Grup B akan digelar di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi. Stadion ini merupakan markas Bhayangkara FC untuk kompetisi tahun 2019. Turnamen Piala Presiden 2019 akan dibuka 2 Maret 2019 mendatang. Sama seperti edisi sebelumnya, babak penyisihan grup menggunakan sistem kandang yang dibagi lima grup. Lima kota yang ditunjuk menjadi tuan rumah adalah Bandung, Bekasi, Magelang, Sleman dan Malang. Di bagian lain, manajemen Bali United telah resmi menetapkan jadwal Bali United Festival 2019 yang akan digelar pada 16 Maret 2019. Acara yang merupakan hiburan bagi suporter Bali United ini nantinya menampilkan performa artis ternama di Indonesia. Seperti dikutif dari situs Bali United, Senin (18/2) kemarin, band dan penyanyi solo yang dipastikan tampil dalam Bali United Festival 2019 yaitu The Resistance, Bebangkan Oi, Joni Agung, Lolot Band, Cita Citata, dan D’Masiv. Keenam pengisi acara ini tentunya akan membuat acara Bali United semakin meriah. (kmb)
Pelita Atasi Satria Muda Jakarta (Bali Post) – Tim bola basket Pelita Jaya mengatasi perlawanan Satria Muda Pertamina dengan skor 58-56 pada hari terakhir seri kedelapan IBL Pertamax 2018-2019 di GOR UNY Yogyakarta, Minggu (17/2) malam. Pelita Jaya membuka keunggulan 13 poin atas Satria Muda yang mengoleksi 12 poin pada kuarter pertama. Kemenangan itu lantas berlanjut pada kuarter kedua dengan poin 27-23 atas lawannya. Permainan Ponsianus Nyoman Indrawan dan kawan-kawan seakan tidak terbendung pada kuarter ketiga dengan dominasi angka 48-34. Hanya, Satria Muda menampilkan kekuatan pada kuarter keempat walau harus takluk 56-58. Respati Ragil Pamungkas yang telah mencetak 14 angka bagi Pelita mengaku gembira telah menutup musim reguler dengan kemenangan atas Satria Muda. Pemain berusia 25 tahun itu akan menjadi andalan Pelita Jaya menyusul larangan bermain untuk Xaverius Prawiro serta Andakara Prastawa yang mengalami cedera. Satria Muda juga memberikan kesempatan kepada para pemain pelapisnya menyusul kepastian tim itu menuju babak playoff. Avan Seputra menjadi pencetak angka terbanyak pada kubu Satria Muda dengan 12 angka. (ant)
alahan individu seperti itu (melawan Spurs). Itu sebabnya saya percaya Bayern adalah pemimpin dalam hal ini,’’ sebut mantan pelatih Dortmund, Matthias Sammer, yang kini menjadi pakar Eurosport. (afp/kmb)
Bali Post/ant
DIHADANG – Penyerang sayap Indonesia Osvaldo Haay (kanan) dihadang pemain Myanmar dalam pertandingan Grup B Piala AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Senin (18/2) kemarin.
Nort Carolina – Kevin Durant mencetak 31 poin dan meraih penghargaan MVP ketika Tim LeBron bangkit dari defisit 20 poin untuk mengalahkan Tim Giannis dengan skor 178-164 dalam 2019 NBA All-Star Game di Spectrum Center, Charlotte, North Carolina, AS, Senin (18/2) kemarin. Laga disaksikan 19.070 penonton. Durant juga memenangkan penghargaan MVP pada tahun 2012. Ia merasa terhormat menjadi bagian dari perayaan ini. ‘’Berada di sini di antara begitu banyak kehebatan, saya sangat menghargainya,’’ katanya usai pertandingan. Giannis Antetokounmpo, salah satu dari dua kapten bersama LeBron James, memimpin dengan 38 poin ketika skuad pilihannya mencetak rekor 53 poin pada kuarter pertama dan memimpin 95-82 di babak pertama. ‘’Pada all-star pertama dan kedua, saya agak gugup. Yang ini aku sedikit lebih santai. Aku punya nama di MVP sampai kuartal ketiga. Mereka kemudian panas dan mengambilnya dariku,’’ ujar Antetokounmpo yang memimpin Milwaukee Bucks ke rekor terbaik NBA. Tim LeBron juga mencetak rekor dengan total 91 percobaan tiga poin. ‘’Mereka mencetak poin terlalu mudah. Saya tahu ini All-Star Game tetapi kami harus membuatnya lebih baik,’’ ungkap pemain Tim LeBron, Damian Lillard, yang selesai dengan 18 poin. Paul George dan Khris Middleton masing-masing mencetak 20 poin untuk Tim Giannis, serta 17 poin dari Stephen Curry. Kemba Walker dari Charlotte Hornets mendapat satu dari sorak-sorai paling keras dari Tim Giannis. James Harden dari Houston Rockets, pemimpin pencetak gol NBA dan liga MVP tahun lalu, menyumbang 12 poin untuk Tim LeBron. Anthony Davis yang kecewa dan telah meminta Pelikan New Orleans untuk memperdagangkannya, bermain hanya empat menit dan menyumbang 5 poin untuk Tim LeBron. Bintang kehormatan Dirk Nowitzki dan Dwyane Wade bermain selama 13 menit dan masing-masing mencetak 9 dan 7 poin. Pasangan ini diundang ke permainan oleh Komisaris Adam Silver untuk memperingati karier NBA mereka yang brilian. (afp/kmb)
Piala AFF U-22
Penampilan Indonesia Belum Sebaik Uji Coba Phnom Penh – Pelatih tim nasional Indonesia Indra Sjafri menilai penampilan para pemainnya saat ditahan imbang Myanmar 1-1 dalam pertandingan pertama penyisihan Grup B Piala AFF U-22 belum sebaik di tiga laga uji coba. Ia mengatakan balasan Myanmar yang dilesakkan sayap kanan Myat Kaung Khant yang mengimbangi keunggulan Indonesia berkat gol Rachmat Irianto seharusnya tidak terjadi. ‘’Itu kesalahan dari pemain kita. Setelah itu pelan-pelan kita mulai membaik, tapi belum seperti dalam tiga laga uji coba di Indonesia,’’ kata Indra dalam jumpa pers purnalaga di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Senin (18/2) kemarin. Padahal, hasil tersebut tidak jauh berbeda dibandingkan tiga laga uji coba yang semuanya juga berakhir imbang, yakni 2-2 kontra Bhayangkara FC, 1-1 melawan Arema FC, dan 1-1 menghadapi Madura United.
Indra juga mengaku tidak mau menjadikan kondisi permukaan lapangan yang tak cukup baik sebagai alasan, namun tetap tak bisa menghindarkan diri untuk mengeluhkan situasi tersebut. ‘’Myanmar juga pakai lapangan yang sama. Itu bukan alasan. Tapi mungkin adaptasi lapangan memang jadi soal. Bukan kami saja yang mengeluh, tim lain juga mengeluhkan hal yang sama,’’ ujar Indra menambahkan. Di sisi lain, ia menyebut dua pergantian pemain yang terpaksa dilakukan lantaran cedera yang dialami Witan Sulaiman dan Samuel Christianson Simanjuntak cukup mengganggu penerapan skema permainan yang direncanakan. Akibat itu pula, Indra kehabisan kesempatan untuk melakukan strategi khasnya ketika berada dalam kondisi tertekan dengan memasukkan supersub andalannya, Todd Rivaldo Ferre, lantaran tiga slot pergantian telah dilakukan. Indra kini memiliki tugas berat untuk meraih hasil lebih
positif saat melakoni laga kedua melawan Malaysia pada Rabu (20/2) besok pukul 15.30 WIB. Menang Dalam laga sebelumnya, Minggu (17/2), Vietnam dan Thailand sukses meraih kemenangan pada fase penyisihan Grup A. Vietnam mengalahkan Filipina dengan skor 2-1 lewat gol dua pemain pengganti Tran Danh Thung dan Lee Minh Binh yang menguburkan keunggulan yang sempat dimiliki Filipina melalui Jeremiah Chaboun Borlongan. Di laga kedua, Thailand menundukkan Timor Leste 1-0 berkat gol semata wayang kapten Saringkan Promsupa. Setelah turun minum dalam keadaan tanpa gol, Promsupa membawa Thailand unggul saat babak kedua baru berjalan dua menit. Thailand hampir menggandakan keunggulan lima menit berselang, namun tendangan voli Tanpisit Khukalamo meleset dari sasaran. (ant)
Kevin Durant
Bali Post/afp