Skip to main content

Edisi Minggu 19 Januari 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

12 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 153 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Minggu WAGE, 19 Januari 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pegawai Kontrak Dipecat

Tumpek Wariga

Tingkah Laku Satwa

Tiga pegawai kontrak di Klungkung dipecat, lantaran dinilai malas bekerja. Langkah ini patut dicontoh agar tak disebut pemboroskan APBD.

Tumpek Wariga atau Tumpek Uduh sarat makna. Apa saja sarana bantennya?

Jangan ragu-ragu menjadikan satwa kesayangan dijadikan “model” fotografi. Baca ulasan lengkapnya.

Bali Orti | HAL. 7

Daerah | HAL. 2

Fotografi | HAL. 8

Mafia Migas Belum Diberantas Jakarta ( Bali Post)-

Janji pemerintah memberantas mafia migas belum ada bukti. Sementara di tengah kondisi ekonomi sulit, pemerintah justru akan menaikkan harga elpiji 3 kg karena elpiji jenis ini hanya diperuntukkan bagi KK miskin dengan sistem penyaluran yang berbeda. Anggota Komisi VII DPR, Sartono Hutomo, Sabtu (18/1) kemarin menyebutkan hingga saat ini belum ada mafia migas yang diperangi oleh pemerintah. Niat pemberantasan ini dia sambut baik agar sektor ini bisa berkontribusi maksimal terhadap ekonomi nasional termasuk mengurangi beban impor. “Setelah Petral dibubarkan dan kemudian Satgas Mafia Migas dibentuk, sepengetahuan kita belum ada yang diberantas atau diperangi, karena seperti dugaan ban-

yak orang, bahwa mafia migas ini seperti hantu genderuwo, ditakuti tapi tidak kelihatan,” kata Sartono. Menurut politisi Partai Demokrat ini, selepas pembubaran Petral pada 2015, dia belum melihat lagi perhatian yang serius dari pemerintah dalam rangka memerangi mafia migas, sehingga bisa diduga mafia tersebut masih tetap ada. Namun, pada awal periode keduanya memimpin Indonesia, Presiden Joko Widodo telah terang-terangan akan memerangi mafia migas.

Saat membuka Musrembangnas 2020-2024, Presiden Jokowi mengaku sudah mengetahui siapa saja pihak yang mendapatkan keuntungan tidak wajar dari hasil impor minyak dan gas. Hal itu pun ditindaklanjuti Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengelar pertemuan dengan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purmana atau Ahok yang salah satu agendanya membicarakan mafia migas. Hal. 11 Perlu Kolaborasi

Di Bali

Pemakaian Elpiji 3 Kg Berbanding Terbalik dengan Angka Kemiskinan

BPM/dok

ELPIJI - Elpiji 3 Kg dikembalikan hanya untuk masyarakat miskin.

izin,” ungkap Kasatpol PP Badung, I Gst. Agung Ketut Suryanegara, Sabtu (18/1). Menurutnya, pihaknya telah melayangkan surat teguran terhadap akomodasi tersebut. Jika dalam batas waktu yang ditentukan belum dapat melengkapi persyaratan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas. Hal. 11 Teguran Dulu

Berpotensi Pakai Narkoba JAGAT maya beberapa hari lalu dihebohkan dengan iklan vila khusus gay berlokasi di wilayah Seminyak, Kuta. Iklan tersebut jelas membuat publik kaget, khususnya masyarakat Bali dan instansi terkait turun ke lapangan untuk mengecek kebenarkan iklan tersebut. Menyikapi hal tersebut, Kepala BNNK Badung, AKBP Ni Ketut Masmini, S.H.,

M.H., Sabtu (17/1) kemarin menjelaskan, melihat kondisi Bali sekarang, peredaran narkoba bisa di mana saja. Apalagi ada komunitas yang menggelar kegiatan di ruang tertutup seperti vila. Oleh karena itu, adanya rencana vila khusus gay tentu saja berpotensi praktik penyalahgunaan narkoba. Hal. 11 Perlu Diawasi

Bali termasuk surga bagi kaum gay. Di sini ada pijat khusus untuk gay dan juga terapis kaum gay. Juga ada hotel dan vila lengkap dengan pesta malam kaum gay. Makanya peminatnya bukan saja gay dari Jakarta, juga dari luar negeri. Warga Bali belum lama ini sempat dihebohkan adanya vila yang diduga disewakan khusus untuk para kaum gay atau penyuka sesama pria. Vila yang disebut-sebut disewa warga asal Belanda itu, berlokasi di Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Hal ini pun masih ramai menjadi perbincangan publik. Sebab, baru kali ini di Bali ada orang yang terang-terangan mempromosikan di media sosial terkait penyewaan vila khusus gay. Sejumlah sopir mengaku sering mendroping tamu berstatus gay

ke vila tersebut. Mereka berkumpul dengan sesama jenis sejak pagi hingga malam hari. Bahkan dia menduga ada pesta gay di tengah malam karena sang tamu baru diminta dijemput pagi keesokan harinya. ‘’Sudah bukan rahasia Pak, kaum gay mendapat posisi aman di Bali,’’ tegas sopir travel tersebut. Lalu seperti apa perilaku keseharian seorang gay? Dalam kesehariannya, seorang pria gay akan selalu menjaga penampilannya. “Beberapa gay yang saya kenal, pastinya akan menampilkan dirinya seperti laki-laki sejati. Hal. 11 Menjaga Bodi

TEMPAT HIBURAN MALAM DI BADUNG

Hati-hati Baca Komik Bertema ”Gay” Populasi LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual) tidak dipungkiri ada di masyarakat. Dokter spesialis kejiwaan, Dr. dr. A.A. Sri Wahyuni, SpKJ, Sabtu (18/1) kemarin mengatakan, populasi LGBT di Bali selama ini hidup seperti biasa. Bagi yang tidak memiliki kelainan genetik atau biologis, selain karena kesehatan mental ternyata bisa dipicu terlalu banyak membaca komik tema gay atau lesbian. Terjadinya perilaku menyimpang seksual, menurut Sri Wahyuni, selain karena adanya kelainan genetik juga dipicu oleh kesehatan mental. Seperti depresi, marah, sedih terhadap sebuah hubungan baik dengan orangtua, pasangan atau pacar menyebabkan korban mencarikan cara untuk melampiaskannya. Ia melanjutkan, selain itu beberapa terjun ke dunia gay atau lesbian karena memiliki kesukaan membaca komik dengan tema gay atau lesbian. ‘’Ada beberapa yang mengaku saat membaca komik maupun anime soal gay, mereka berkumpul untuk membicarakan komik dan anime tersebut. Hal. 11 Drama ”Gay”

Tahun Baru 2020, penjualan gas elpiji 3 kg di Bali mencapai 690 MT (Metrik Ton) per hari dari rata–rata normal 682 MT per hari. Dari tahun 2015, penjualan elpiji 3 kg meningkat dari 155.883 menjadi 168.371 pada 2016, meningkat lagi menjadi 180.957 tahun 2017 dan 194.133 pada tahun 2018. Hal. 11 Angka Kemiskinan

Pesta ”Gay” di Bali

Ternyata Vila ”Gay” Tak Kantongi Izin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, terus menelusuri keberadaan Vila Angelo yang disebutsebut menawarkan penginapan khusus untuk pencinta sesama jenis atau kerap disebut gay. Ternyata, vila yang menghebohkan jagat maya ini tidak mengantongin izin rumah sewa atau guest house. “Iya, setelah kami telusuri izinnya hanya rumah tinggal bukan rumah sewa, karena itu kami meminta mengurus perubahan

Denpasar (Bali Post)Pada awal kemunculannya, elpiji 3 kg, memang disalurkan untuk masyarakat miskin. Masyarakat miskin bisa membeli elpiji tersebut berkisar Rp18.000 karena disubsidi pemerintah. Namun, dalam perjalanannya, elpiji 3 kg juga dinikmati masyarakat nonmiskin atau masyarakat yang tidak berhak mendapatkannya. Untuk diketahui, pada Natal 2019 dan

grafis : tomik cahya

WIRAMA KARAOKE & BAR GRAHADI KARAOKE BIDADARI KARAOKE NAV KARAOKE BOSHE KARAOKE MIRROR NIGHT CLUB RED RUBY S2 KTV & CLUB NAV FAMILY KARAOKE SOKA NIGHT CLUB DIVA FAMILY KARAOKE PT. BALI BREAVER KARAOKE VAULT BALI AYU TING TING KARAOKE THE NEW BOUNTY ENGINE ROOM OP3RA

TEMPAT HIBURAN MALAM DI DENPASAR DISKOTIK KARAOKE PANTI PIJAT SPA

4 11 35 51

Beri Kesempatan Siswa Mencintai Lawan Jenisnya Kasus penyimpangan seks, seperti gay dan lesbian selalu ada di belahan dunia manapun. Hanya saja bedanya di negara tertentu cinta dan kawin sesama jenis diperbolehkan, sedangkan di Indonesia tidak. Secara kodrati mereka memang dilahirkan dengan bentuk tubuh dan libido yang berbeda. Namun, faktor lingkungan makin menguat jika guru dan orangtua tak pernah memperhatikan perkembangan dan pertumbuhannya sejak masa kanak-kanak. Jika disimpulkan bahwa bentuk tubuh dan perilaku laki-laki yang cenderung feminim akan menjadi gay, tidak selamanya benar. Sebab, banyak laki-laki berperilaku kewanitaan menjalani kehidupan dengan normal. Pengamat pendidikan yang juga Kepala SMAN 1 Denpasar, M.

Rida, M.Pd., mengungkapkan sejak dini anak-anak mesti diperhatikan pertumbuhan dan perkembangnya di rumah, sekolah dan di masyarakat. Di rumah, jika anak-anak mengarah pada perkembangan yang menyimpang dari kodratnya, menjadi tugas orangtua untuk meluruskan. Orangtua juga memberi pemahaman apa itu laki-laki dan perempuan. ‘’Budaya nak mole keto perlu dihilangkan,’’ ujarnya. Di sekolah, seperti yang diterapkan di Smansa, memberi ruang dan kesempatan kepada siswa untuk mencintai lawan jenisnya. Hal. 11 Berhak Dicintai

BPM/dok

DEKAT - Berikan siswa kesempatan dekat dengan lawan jenisnya.


2

Minggu Wage, 19 Januari 2020

Bangga Ajegkan Bali OSIS SMP Dwijendra tiap tahun menggelar lomba tari Bali dan yoga asanas bagi siswa SD. Di balik semua itu ada tujuan mulia yang ingin dicapai, yakni membentuk insan Bali yang bangga ikut meng-ajeg-kan Bali. Kepala SMP Dwijendra, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini,M.Pd., di sela-sela lomba tari Bali serangkaian HUT ke-67 Yayasan Dwijendra, Sabtu (18/1) kemarin mengungkapkan, dengan mengusai tari Bali generasi zaman now Bali memiliki kebanggaan secara langsung melestarikan ajeg Bali. Sekaligus dua seni ini menjadi unggulan SMP Dwijendra. Nadi Supartini menegaskan, bagaimanapun hebatnya perubahan di zaman digital, generasi zaman now Bali tak boleh meninggalkan tari Bali dan yoga. Dengan dua kompetensi ini membuat mereka bangga menjadi SDM yang ikut mengajegkan Bali. Selain itu, tari dan yoga juga merupakan salah satu identitas Bali sangat penting ditanamkan sejak anak-anak. Melalui seni, kata dia bias membentuk karakter yang tangguh, berbudi luhur dan memiliki kehalusan budi dan tampil lebih rendah hati. Makanya dia setuju sejumlah sekolah memasukkan yoga dalam pelajaran agama Hindu. (sue)

Tinggi, Permintaan Rumah Menengah ke Bawah Denpasar (Bali Post) Sektor properti meski dikatakan lesu, nyatanya bisnis ini tetap tumbuh setiap tahunnya. Tumbuhnya mencapai 10 persen. Bahkan penyumbang pertumbuhan sektor properti adalah perumahan bersubsidi dan perumahan untuk kalangan menengah ke bawah. Sedangkan pertumbuhan perumahan menegah ke atas, stagnan. Sekretaris DPD REI Bali Tino Wijaya beberapa waktu lalu mengatakan, pada tahun 2019, rumah subsidi yang telah terbangun sebanyak 2.954 unit dan perumahan non subsidi sebanyak 1.729. Sedangkan pada tahun 2018, rumah subsidi yang terbangun sebanyak 2.474 unit, non subsidi sebanyak 1.368 unit. Tahun 2019 sektor properti masih bertumbuh tapi kecil dibandingkan 5 tahun sebelumnya. Pembelinya juga lebih banyak end user, konsumen yang dulunya belum pernah bermimpi mempunyai rumah, saat ini sudah berani membeli rumah. Pembeli rumah lebih banyak datang dari kalangan menengah ke bawah dan rumah bersubsidi. Peningkatan permintaan terlihat dari jumlah rumah yang dibuat anggota REI. “Saat ini perumahan subsidi sedang ramai karena program pemerintah. Kalau dipantau dari survei BI juga pertumbuhannya 10 persen setahun,” ujarnya. Meski permintaan rumah subsidi tinggi, namun ada beberapa kabupaten yang belum merealisasikan perumahan subsidi, seperti Bangli, Karangasem, Klungkung, Gianyar. Potensi market saat ini dikatakan lebih banyak masyarakat menengah ke

bawah dan kecil. Pertumbuhannya 10 persen dalam setahun. Sementera permintaan menengah dan ke atas hampir menurun, tidak ada peningkatan sejak sekian tahun. Permintaan rumah yang tinggi lebih banyak menginginkan berlokasi di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. “Pengembang bisa menjawab permintaan pasar itu, namun produknya dikemas menjadi lebih terjangkau baik dari bangunannya, lahannya lebih kecil sehingga lebih terjangkau dibeli karena nilai lahan di Badung dan Denpasar sudah sangat tinggi,” ungkapnya. Permintaan dari kalangan menengah ke bawah biasanya rumah konvensional, yaitu berlantai satu, rumah sederhana. Sementara permintaan rumah masa kini terbanyak berkonsep town house, rumah studio, rumah berlantai dua namun jumlah kamarnya dua. Untuk kalangan menengah atas, biasanya permintaannya di lokasi strategis seperti pusat perkotaan, perkantoran atau dekat dengan pusat pariwisata. Contohnya di Badung daerah Jimbaran, Pandawa, Pantai Kuta, Legian, Seminyak. Selain itu, ciri bangunannya semi vila, bisa sebagai hunian, bisa komersial. Sedangkan di daerah Denpasar, kalangan menengah atas lebih banyak menginginkan lokasinya di Renon dan pusat kota. Kalangan menengah ke bawah lebih banyak lokasi rumahnya di Gatot Subroto Timur, Barat, A.Yani Utara, Nangka, Denpasar, karena daya beli market di bawah Rp 600 juta - Rp 700 juta. (kmb42)

Mangupura (Bali Post) Garasi milik I Wayan Gandi (45) di Banjar Mambul, Desa Taman, Abiansemal, Badung, Sabtu (18/1) kemarin ludes tebakar. Akibatnya, dua mobil, satu sepeda motor, dua ekor babi dan barang lainnya ludes dilalap api. “Di sana juga ada 10 tabung gas 3 kilogram dan tiga jerigen isi bensin, membuat api tambah besar. Keru-

giannya diperkirakan Rp 259 juta,” kata Kasubbag Humas Polres Badung, Iptu Ketut Gede Oka Bawa. Iptu Oka menyampaikan, dari keterangan saksi, I Made Gandu (40), saat itu I Wayan Gandi sedang memasak di tungku memakai batu bara dan kayu bakar. Setelah api menyala lalu ditinggal jualan di warung. Padahal di sana ada sejumlah tabung elpiji

Malas Kerja, Tiga Pegawai Kontrak Pemkab Klungkung Dipecat Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung mulai menerapkan aturan ketat perihal kinerja pegawai kontrak. Setelah sempat di-warning dengan penerapan e-Jasa, tidak lama berselang peringatan itu sudah memakan korban. Tiga pegawai kontrak akhirnya dipecat lantaran dinilai malas bekerja. Bahkan tidak mengindahkan tiga kali SP (Surat Peringatan). Ketiga pegawai tersebut adalah pegawai yang bertugas di Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung. Mereka antara lain, Edy, Suardana, dan Wayan Adnyana. Kepala DLHP Klungkung, A.A. Ngurah Kirana, menjelaskan ketiga pegawai tersebut merupakan tenaga administrasi. Sebelum dipecat pihaknya sempat melakukan pembinaan langsung maupun melalui tindakan formal seperti SP. Namun ketiganya tetap

tidak mau berubah. “Mereka tetap saja melanggar disiplin dan tidak bisa bertanggung jawab penuh dengan tugas-tugasnya. Sehingga ketiganya akhirnya diberhentikan,” kata Kirana, Sabtu (18/1). Surat pemecatan sebagai pegawai kontrak tersebut diberikan kepada ketiga pegawai itu pada Jumat (17/1). Kirana menambahkan, salah satu dari pegawai kontrak tersebut memang memiliki pekerjaan sampingan, sehing-

ga tidak bisa bertugas secara maksimal. Pihaknya berharap pada tenaga kontrak lainnya di DLHP Klungkung tidak meniru rekannya ini, dan bisa melaksanakan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab. “Untuk pengganti ketiga pegawai yang diberhentikan, kami menunggu instruksi Bapak Bupati lebih lanjut,” sebutnya. Di pihak lain, Bupati Suwirta merasa kecewa dengan kinerja ketiga pegawai kontrak tersebut hingga harus dipecat.

Dia meminta proses ini bisa menjadi pelajaran bagi pegawai kontrak lainnya di Pemkab Klungkung agar tidak meniru ketiga pegawai tersebut. Jika masih saja ada pegawai kontrak yang mengingkari perjanjian kerja yang sudah disepakati sebelumnya, maka pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan serupa. Selain itu, Bupati Suwirta juga berharap kepada semua pegawai kontrak di Pemkab Klungkung untuk selalu mematuhi aturan, disiplin dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Bupati Suwirta sebelumnya sudah mengingatkan seluruh pegawai kontrak agar tidak bermalasmalasan lagi. Sebab, seluruh

aktivitas mereka bakal terukur lewat aplikasi e-Jasa, layaknya e-Tukin di kalangan ASN. Bupati Suwirta menekankan e-Jasa ini menjadi salah satu cara Pemkab untuk melihat lebih jelas, mana pegawai kontrak dengan kinerja yang efektif dan mana yang sekadar memenuhi kantor-kantor OPD. Total sudah ada 3.000 lebih pegawai kontrak. Jumlah ini dinilai sudah penuh sesak dan harus dievaluasi agar keberadaannya benar-benar efektif bekerja untuk pembangunan daerah. “E-Jasa memberi saya gambaran, mana tenaga kontrak yang layak dipertahankan dan dievaluasi,” tegas Bupati Suwirta. (kmb31)

”Palinggih” Pura Dalem Teges Terbakar Denpasar (Bali Post) Kebakaran pura kembali terjadi di Bali. Pada Sabtu (18/1), salah satu palinggih Pura Dalem Teges di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Denpasar Barat, terbakar. Sebelum kebakaran terjadi, di sebelah pura ada upacara ngaben. Informasi di lapangan, kejadiannya sekitar pukul 17.00 Wita. Keterangan salah satu saksi Made Dana (50), pangempon pura sekitar pukul 16.30 Wita di setra (kuburan) sebelah selatan pura ada upacara ngaben. Pada upacara pengabenan tersebut dilaksanakan pembakaran bade (tempat jenazah) dan api cukup besar. Tiba-tiba Made Dana melihat kepulan asap dari dalam areal Pura Dalem. Selanjutnya dia masuk ke dalam pura dan melihat api sudah melalap palinggih Bale Pepelik. “Saksi (Made Dana) langsung berteriak minta tolong kepada warga setempat. Warga bergotong royong berupaya memadamkan api dengan alat

seadanya. Selanjutnya ditelepon pemadam kebakaran,” kata sumber. Pukul 17.15 Wita 5 unit mobil pemadam dari Dinas Kebakaran Kota Denpasar tiba di TKP dan langsung melakukan pemadaman. Adapun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. “Coba saya cek dulu ke Polsek Denbar (Denpasar Barat),” tegas Kasubbag Humas Polresta Denpasar, Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin, saat dikonfirmasi kejadian tersebut. Sementara itu, Kepala BPBD Denpasar, I.B.Jhony Ari Wibawa, dikonfirmasi menyebutkan petugas pemadam serta kelengkapannya, seperti ambulan segera meluncur ke lokasi setelah mendapat laporan kebakaran. Sedikitnya empat unit armada pemadam dari empat pos dikerahkan untuk menjinakkan api yang melalap atas palinggih. “Kini sudah berhasil dipadamkan,” ujar mantan Camat Denbar ini. (kmb36/kmb12)

TERBAKAR - Palinggih di Pura Dalem Teges, Padangsambian, terbakar.

Tahun Baru Imlek 2571

Vihara Dharmayana Kuta Mulai Lakukan Persiapan

BPM/ist

Badan Riset dan Inovasi Daerah Identifikasi Kekayaan Intelektual

IMLEK - Suasana Vihara menjelang Imlek, Sabtu (25/1) mendatang.

berbagai persiapan, Sabtu (18/1). Seperti tahun-tahun sebelumnya, pembersihan yang dilakukan yaitu pembersihan Arca atau patung yang disucikan serta altar di Vihara Dharmayana yang terletak di Jalan Blambangan, Kuta. Selain itu, dilakukan pemasangan ratusan lampion dan pernak-pernik menyambut hari raya Imlek. “Sebanyak 200 warga terlibat langsung dan mengambil bagian setiap proses pengerjaan,” katanya. Sebelum melakukan pembersihan, sudah dilakukan persembahyangan bersama. Kegiatan pembersihan ini biasanya dilakukan seminggu sebelum perayaan Imlek, yakni tanggal 24, bulan 12 lunar. ”Pembersihan dilakukan sehari saja,” kata Adi Dharmaja. Rangkaian perayaan Imlek ini kata Adi Dharmaja, yakni pada tangal 24 Januari akan dilaksanakan persembahyangan tolak bala. Kemudian tanggal 25 dilakukan persembahyangan bersama yang dilanjutkan dengan silaturahmi. Rangkaian penutupan akan dilaksanakan pada tanggal 8 Februari yakni Cap Gomeh. (kmb23)

Denpasar (Bali Post) Kekayaan intelektual mendapatkan perhatian lebih dalam masa kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah, akan dilakukan identifikasi dan inventarisasi terhadap kekayaan intelektual di Bali. Baik berupa hak paten, merk, hak cipta, maupun indikasi geografis. “Seperti contoh mengenai hak cipta, sekarang kan kita sedang melakukan identifikasi dan inventarisasi terhadap hak-hak cipta yang sudah terdaftar. Kita koordinasi dengan instansi terkait,” ujar Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali, I Made Gunaja, di Denpasar belum lama ini. Instansi yang dilibatkan, lanjut Gunaja, antara lain Dinas Kebudayaan, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga. Kerja sama dengan Dinas Kebudayaan salah satunya menyangkut hak cipta karya seni. Sementara di bidang pendidikan ada kalanya anak-anak didik membuat karya-karya inovatif yang perlu dilihat prospek ke depannya. Apakah hasil riset tersebut bisa dimasyarakatkan atau masih memerlukan inovasi berikutnya supaya bisa dikembangkan di masyarakat. “Di bidang kesehatan, kan ada juga laboratorium yang melakukan pengujian obat tradisional. Mungkin nanti ada temuan dari laboratorium yang mengelola formula obat untuk mengatasi diabetes misalnya,” imbuhnya. Bila nanti ingin dikomersialkan, Gunaja menyebut perlu dilakukan kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk menunjuk pengusaha mana yang bisa mengkomersialkan formula itu. Terutama setelah formula obat tradisional dipatenkan sehingga pemilik hak paten juga mendapat hasil dan tidak merasa rugi. Mengingat, proses dari awal melakukan riset hingga mengurus hak paten butuh biaya yang tidak sedikit. “Dalam pemrosesan ini, ada kalanya dan banyak terjadi pemilik, penghasil inovasi tidak mengerti mengurus hak paten. Karena hak paten itu bisa diurus secara online pendaftarannya, kadangkala nggak ngerti juga. Itulah yang harus kita fasilitasi,” katanya. Menurut Gunaja, sudah ada cita-cita membangun Klinik HaKI untuk pengelolaan kekayaan intelektual. Tujuannya memfasilitasi masyarakat yang mempunyai kekayaan intelektual untuk dipatenkan. Kalau tidak memiliki biaya, Klinik tersebut akan berusaha memfasilitasi dan membantu. Salah satunya dengan mengkomunikasikan kepada instansi terkait di kementerian yang memiliki fasilitas biaya. (kmb32)

dan bensin. Pasalnya korban jual gas dan bensin. Selang berapa menit kemudian api yang ada ditungku membesar dan menyambar bensin serta gas yang ada di sana. Api tambah membesar dan menimbulkan kebakaran serta suara ledakan gas yang terbakar. Api langsung menyambar dua buah Mobil yang parkir digarasi, Carry DK 8981 GK dan Toyota

madamkan karena takut ada suara ledakan,” ujarnya. Tak berselang lama mobil pemadam tiba di TKP. Petugas langsung memadamkan api. Api dapat dipadamkan pada pukul 08.45 Wita. “Penyebab kebakaran ini diduga kelalaian pemilik rumah karena pada saat memasak ditinggal jualan di warung,” ungkap Oka. (kmb36)

API - Mobil ludes dilalap api di Abiansemal.

Mangupura (Bali Post) Tahun baru Imlek 2571 tahun ini merupakan shio Tikus Logam. Tahun ini masyarakat diharapkan tetap semangat dan selalu menjaga keamanan demi kenyamanan bersama. Penanggungjawab Vihara Dharmayana Kuta, Adi Dharmaja Kusuma, berharap kepada seluruh warga yang sudah diberikan ruang untuk berkiprah baik dalam

abdi negara maupun darma agama, diharapkan bisa terus tetap eksis. Tetap menjalankan tugas sesuai dengan kemampuan serta menjaga kejujuran. “Kami berharap mereka selalu bisa diberikan kesehatan maupun rejeki yang berlimpah,” ucapnya. Sementara, menjelang tahun baru Imlek 2571, keluarga besar warga Tionghoa di Banjar Dharma Semadhi, Kuta, Badung, melakukan

BPM/kmb23

Kebakaran Hanguskan Dua Mobil dan Babi Kijang Super DK 1575 QE, serta sepeda motor Kymco. Si jago merah juga menjalar ke kandang babi, kamar mandi, dan warung. Beruntung isi warung dapat diselamatkan oleh pemiliknya yang letaknya tidak jauh dari tempat memasak. “Karena api cukup besar dan menjulang tinggi sampai pohon kelapa, warga tidak berani mendekat untuk me-

BPM/ist

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya,Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Wage, 19 Januari 2020

HMPS FH Unmas Gelar Aksos

Bersihkan Kampus dan Bangun Kesadaran Remaja Berlalu Lintas

DIKUKUHKAN - Rektor Unud, Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K) (kiri) berfoto bersama dengan lima Guru Besar yang baru dikukuhkan, Sabtu (18/1).

Unud Kukuhkan Lima Guru Besar dari Fakultas Kedokteran dan MIIPA

UNIVERSITAS Udayana (Unud), Sabtu (18/1) melakukan pengukuhan sebanyak 5 orang guru besar dari dua Fakultas. Yakni dua orang dari Fakultas Kedokteran dan tiga orang dari Fakultas MIIPA, bertempat di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K)., usai mengukuhkan menyampaikan, guru besar merupakan jabatan fungsional tertinggi bagi dosen dan tentu untuk mencapainya tidak mudah karena harus memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satu persyaratan yang sering menjadi kendala adalah memiliki jurnal internasional bereputasi. Bagi Perguruan Tinggi, jumlah guru besar yang dimiliki sangat memiliki peranan penting sebagai prime mover yang menggerakkan perputaran roda Tridharma Perguruan Tinggi. “Hampir setiap tahun terdapat guru besar yang memasuki masa purnatugas dan hal ini harus segera diantisipasi dengan

langkah strategis agar dosen yang sudah bergelar doktor berupaya meningkatkan statusnya menjadi guru besar,” ucapnya. Keberadaan guru besar ini, lanjut Raka Sudewi, disamping bermanfaat bagi dosen itu sendiri, juga memberikan manfaat yang besar bagi universitas, fakultas, program studi maupun mahasiswa. Dengan dikukuhkannya lima orang guru besar ini, jumlah guru besar yang dimiliki Universitas Udayana sebanyak 146 orang, dengan ini rasionya telah mencapai 10 persen dari jumlah dosen. “Jumlah ini juga kami harapkan dapat meningkat setiap tahunnya,” harapnya. Kepada guru besar yang telah dikukuhkan, diharapkan senantiasa meningkatkan keilmuannya, karena dibalik jabatan ini mengandung makna yang besar serta tuntutan tanggung jawab yang lebih besar dalam mengemban tugas dan kewajiban sebagai seorang guru besar. Yakni untuk mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang timbul di masyarakat melalui ilmu yang dimiliki sehingga berguna

bagi kemajuan bangsa dan negara. Unud, kata dia saat ini masih memiliki doktor sebanyak 500 orang lebih yang bisa ditingkatkan kejenjang akademiknya menuju jenjang akademik tertinggi. Target untuk tahun 2020 bisa mencapai 12 persen jumlah guru besar dari seluruh dosen yang ada. Kelima Guru Besar yang dikukuhkan, yakni Prof. Dr. dr. Ketut Suega, Sp.PD (KHOM) sebagai guru besar tetap dalam Bidang Ilmu Biomedik pada Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. I Wayan Gede Gunawan, S.Si., M.Si. sebagai guru besar tetap dalam Bidang Ilmu Kimia Bahan Alam pada Fakultas MIPA, Prof. Dr. Ir. Sri Wahjuni, M.Kes., sebagai guru besar tetap dalam Bidang Ilmu Biokimia pada Fakultas MIPA, Prof. Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si., sebagai guru besar tetap dalam Bidang Ilmu Kedokteran Biomedik pada Fakultas Kedokteran, dan Prof. Dr. Drs. I Made Oka Adi Parwata, M.Si. sebagai guru besar tetap dalam Bidang Ilmu Kimia pada Fakultas MIPA. (ad456)

MAHASISWA Fakultas Hukum (FH) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Hukum dikenal aktif melakukan pengabdian masyarakat dan menyentuh kalangan remaja. Sabtu (18/1) kemarin, 312 mahasiswa semester II dikerahkan melakukan aksi sosial (Aksos) dan memberikan ceramah soal kenakalan remaja, khususnya dalam berlalu lintas. Aksos dilepas Rektor Unmas diwakili WR I, Dr. Wayan Gde Wiryawan, S.H., M.H., didampingi WD I FH Unmas, A.A. Putu Wiwik Sugiantari, S.H., M.H., WD II Lis Julianti, S.H., M.H., WD III, I Wayan Wahyu Wira Udytama, S.H., M.H., dan Kaprodi Ni Putu Noni Suharyanti, S.H., M.H., ditandai dengan penyematan peserta. Ketua Panitia yang juga Ketua HMPS Ilmu Hukum FH Unmas, Parkalis Madur, mengungkapkan aksi sosial diisi dengan membersihkan kampus dan sekitar kampus termasuk dalam memungut sampah plastik guna mendukung program Wali Kota dan Pergub Bali. Setelah itu mereka memberikan ceramah soal kenakalan remaja, khususnya dalam berlalu lintas diberikan tim Polda Bali dan akademisi FH Unmas. Ini sesuai dengan tema Aksos kali

ini yakni ‘’Strategi Peningkatan Kesadaran Hukun bagi Remaja’’. Aksos, kata dia merupakan program unggukan HMPS FH Unmas selain sering melakukan kunjungan ke panti jompo dan panti asuhan. Tujuannya, guna menginventarisir permasalahan remaja dan bentuk kenakalannya, seperti ugal–ugalan dan kebut kebutan. Kemudian menganalisa dan mengkaji permasalahan remaja dan kenakalannya, serta membangun persepsi masyarakat penegak hukum dan PT dalam mencegah kenakalan remaja. Denga demikian, tujuan akhirnya membentuk generasi muda yang berkarakter dan beraklhak mulia akan tercapai. Dekan FH Unmas diwakili WD I A.A. Putu Wiwik Sugiantari mengacungkan jempol karena Aksos HMPS ini mampu memperkuat sinergisitas FH Unmas khususnya dan PT pada umumnya kepada dunia sekolah dan masyarakat. Masalah kenakalan remaja, kata dia sangat penting dibahas dan dikaji secara hukum, guna memberikan pengalaman bagi mahasiswa ikut memberikan pemikiran dan pemecahan masalah terhadap masalah sosial yang ada dari kajian keilmuan. Kedua, jika mahasiswa sebagai bagian dari remaja juga ikut berpikir mencari letak permasalahan kenakalan remaja

diyakini akan berdampak positif bagi generasi milenial Bali. Apalagi Bali Post belum lama ini menurunkan laporan bahwa remaja Bali banyak yang meningga sia-sia akibat laka lantas. Hal itu dibenarkan WR I Unmas, Wayan Gde Wiryawan, karena persoalan hukum muncul akibat persoalan sosial. Makanya dia setuju program pengabdian masyarakat HMPS FH Unmas ini perlu sentuhan hokum, sebab persoalan hukum dan sosial selain ada di interral kampus juga di luar kampus. Hanya saja dia ingatkan sistem pelaporan pengabdian masyarakat tetap taat dengan SOP. Sebab dia yakini Aksos ini sangat bermanfaat bagi lembaga dari prodi hingga Unmas. Dia setuju anak muda Bali lewat mahasiswa FH Unmas menggarap kalangan anak muda (SMA) guna membangun kesadarannya soal lakalantas. Sedangkan faktor lain seperti kesadaran masyarakat digarap oleh komponen lain. Dosen FH Unmas, Dr. A.A. Ketut Sudiana, S.H., M.H. yang juga Bendesa Madya MDA Kota Denpasar mengungkapkan, bahwa Polri tak bisa bekerja sendirian. Kesadaran beberlalu lintas juga harus menyasar orangtua/ masyarakat yang bisa dilakukan oleh desa adat. (ad457)

AKSOS - WR I Unmas, Wayan Gde Wiyawan, didampingi wakil dekan dan panitia, menyematkan tanda peserta Aksos HMPS FH Unmas.

Bidik Pasar Tiongkok Jalankan Roda Pemerintahan Suiasa Minta ASN di Badung Kompak Dispar Kembali Gelar Festival di Bangli Mangupura (Bali Post) – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjalankan roda pemeritahan tidak terlepas dari peran Aparatus Sipil Negara (ASN). Karena itu, Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, meminta seluruh jajaran untuk kompak mendukung program yang telah dirancang pemerintah. “Membangun semangat kebersamaan sangat penting untuk semakin meningkatkan kualitas dan performa kinerja dalam rangka menyongsong tantangan tugas di tahun 2020, yang dinamikanya semakin berat dan komplek,” ujar Wabup Suiasa, Jumat (17/1) lalu. Karena itu, Wabup Suiasa mengajak para ASN untuk lebih

bekerja keras dalam menghadapi tantangan tersebut. Terlebih tahun ini Indonesia sudah menapaki era Industi 4.0 yang ditandai dengan digitalisasi dan otomasi. “Perubahan yang sangat besar ini menjadi tidak terhindarkan ketika dunia harus bertransformasi mengikuti perubahan zaman,” katanya. Pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan ini mengajak seluruh pegawai untuk bersiap-siap dalam menghadapi dan merespons perubahan yang terjadi. Dengan cara ini menjadi pekerja yang kompetitif dan produktif. “Revolusi Industri 4.0 ini merupakan babak baru dunia, khususnya manusia untuk selangkah lebih maju menatap

peradaban dunia. Untuk itu, mari bersama-sama berperan dalam perkembangan industri 4.0 ini,” ungkapnya. Wabup Suiasa juga mengajak seluruh ASN di Pemerintah Kabupaten Badung membangun jiwa korsa, semangat kebersamaan serta memantapkan spirit kebanggaan dan kehormatan. “Dalam jiwa korsa terkandung inisiatif, tanggung jawab, loyalitas, dan dedikasi untuk hal yang mulia,” tegasnya seraya menambahkan, ASN harus dengan tetap mengedepankan semangat kebersamaan dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat bangsa serta kesejahteraan seluruh masyarakat. (kmb27)

”Coronavirus” Versi Baru dari China

Denpasar (Bali Post) Untuk menarik kedatangan wisatawan Tiongkok, akan digelar Kintamani Chinese Festival pada 8 Februari mendatang. Tahun lalu, bagian dari upaya promosi pariwisata Bali ini dikenal dengan nama Balingkang Festival. Menariknya, festival yang akan digelar di kawasan Geopark, Kintamani, Bangli tidak hanya menampilkan akulturasi budaya antara Bali dan Tiongkok. Tapi juga akan dimeriahkan dengan parade anjing Kintamani. “Anjing Kintamani adalah spesies asli dari Kintamani yang perlu kita lestarikan dan perkenalkan kepada dunia. Jadi saya harap melalui festival ini keberadaan anjing Kintamani akan

diketahui dan kelak bisa sejajar dengan jenis anjing kelas dunia,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa, usai memimpin rapat persiapan Kintamani Chinese Festival 2020 di kantor setempat, belum lama ini. Menurut Astawa, tujuan utama festival tetap membidik pasar Tiongkok melalui akulturasi budaya antara Tiongkok dan Bali yang sudah terjalin sejak zaman dahulu dan masih berlangsung turun temurun hingga sekarang. Mengingat negeri tirai bambu kini juga banyak menyumbang kunjungan wisatawan ke Bali, disamping pasar Australia. Pihaknya menggandeng ASITA yang menangani wisatawan Tiongkok untuk mendatangkan seki-

tar 1.500 wisatawan menonton parade tersebut. “Tidak menutup kemungkinan jumlah wisatawan yang datang bisa lebih banyak lagi. Sehingga gaung dari festival ini bisa lebih luas di dunia internasional,” imbuhnya. Astawa menambahkan, festival yang bisa disaksikan secara gratis dan terbuka untuk semua kalangan ini akan menampilkan pertunjukan seni dari Tiongkok dan pertunjukan seni tradisional Bali. Pihaknya berharap masyarakat Bali, wisatawan domestik maupun mancanegara di luar Tiongkok bisa turut menyaksikan festival tersebut. Dengan harapan, gaungnya bisa terdengar hingga ke seluruh dunia. (kmb32)

Masa Depan Asuransi Suram

Proses Progresifnya Cepat Ketidakpercayaan Masyarakat Menguat

Denpasar (Bali Post) Coronavirus yang saat ini menginfeksi daerah Wuhan, China diketahui merupakan virus terbaru dari jenis coronavirus. Dokter konsultan paru RSUP Sanglah, dr. I Made Bagiada, Sp.PD. (KP), Sabtu (18/1) mengatakan coronavirus terdiri banyak variasi, mulai dari virus yang bisa menyebabkan flu sampai SARS. ‘’Untuk coronavirus yang saat ini sedang merebak di Wuhan, China dari informasi merupakan coronavirus tipe baru,’’ ujar Bagiada. Karena tipe baru, masih belum dipastikan apakah virus ini bisa menular dari manusia ke manusia. Menurut Bagiada, dari informasi virus ini menular lewat ikan. ‘’Jadi diduga virus ini berada dilendir maupun darah pada ikan terpapar virus ini. Orang yang memegangnya kemudian mengusap hidung atau mulut sehingga masuk melalui saluran nafas dan menyebabkan pneumonia,’’ jelas Bagiada. Perbedaan coronavirus dengan bakteri penyebab pneumonia ada pada progresifitasnya. Jika disebabkan karena virus, orang yang terinfeksi bisa mengalami gejala memburuk hanya dalam beberapa hari atau ada yang juga dalam hitungan jam. Sehingga memerlukan penanganan yang cepat. Sementara dari segi gejala hampir sama yaitu dimulai dari pilek, batuk, panas dan kemudian sesak, dan terjadi infeksi paru. ‘’Kalau bakteri proses dari pilek

sampai terjadi infeksi paru itu butuh proses yang agak lama. Tetapi kalau virus, bisa saja hitungan jam sudah menyebabkan infeksi paru. Progresifnya cepat,’’ ujarnya. Dalam menangani kasus pneumonia baik karena virus maupun bakteri, lanjut Bagiada, pihak rumah sakit merawat pasien di ruang isolasi dan kemudian mengobati gejala yang timbul. Sebagai langkah kewaspadaan untuk coronavirus ini setiap ada pilek, batuk, demam, dan sesak yang terjadi dalam waktu singkat, maka rumah sakit harus waspada dan melakukan protap penanganan pasien pneumonia dan merawat pasien di ruang isolasi. Tetapi menurut Bagiada, hingga saat ini belum ada kasus karena coronavirus tipe baru ini. Sementara mengenai langkahlangkah pencegahan hal yang paling utama, tentunya menghindari bepergian ke negara-negara terinfeksi. Selain itu seperti penyakit virus lainnya hal yang terpenting adalah menjaga daya tahan tubuh, makanan dan minum, serta tidur yang cukup. Untuk makanan dengan bahan baku ikan, tentunya disarankan untuk memasak ikan sampai matang atau dalam suhu 70 derajat selama 10 menit. Selain itu, juga diterapkan cuci tangan baik sebelum dan sesudah makan serta setelah datang dari bepergian. Adanya penularan coronavirus di China menyebabkan Bali mengambil langkah kewaspadaan. Dalam

menangani penyebaran coronavirus yang menyebabkan pneumonia ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah melakukan koordinasi dengan KKP Denpasar dengan memasang therma scaner untuk menjaring wisatawan dari negara China. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, mengatakan selain berkoordinasi dengan KKP Denpasar untuk menjaring wisatawan dari negara terinfeksi, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk kewaspadaan dini terhadap kasus pneumonia serta menyiapkan rumah sakit untuk kasus tersebut. ‘’Bali menjadi waspada terhadap coronavirus ini karena negara terinfeksi, yaitu China memiliki penerbangan langsung ke Bali. Sehingga perlu dilakukan penjaringan di pintu kemasukan dalam hal ini Bandara,’’ ujar Suarjaya. Ia menegaskan, jika masyarakat tidak usah khawatir karena meski penyebaran virus ini cepat dalam menginfeksi dan menyebabkan pneumonia, tetapi bisa disembuhkan jika cepat mendapatkan penanganan. ‘’Pneumonia adalah infeksi paru yang akut dengan gejala panas, sesak nafas, batuk dan lainnya. Bahayanya penyakit ini menular, gejala akut dan jika tidak ditangani menimbulkan gagal nafas dan kematian. Tetapi jika ditangani dini, bisa diobati. Rumah sakit pun sudah siap menangani jika ada kasus,’’ ujarnya. (san)

Denpasar (Bali Post) Kemunculan kasus-kasus terkait gagal bayar lembaga asuransi seperti Jiwa Sraya, Bumi Putra, dan Asabri, membuat masyarakat mempertanyakan keamanan uang mereka di lembaga tersebut. Namun sebelum kasus asuransi tersebut muncul, nama asuransi sudah tercoreng dengan praktek agen asuransi nakal. Asuransi milik pribumi, Jiwa Sraya pun mencuat dan fakta mengejutkan terkuak. Melihat kondisi beberapa asuransi milik Indonesia, seperti apa masa depan asuransi di Indonesia? Pengamat Asuransi Prof. Gede Sri Darma mengatakan, asuransi yang sudah dikenal kasusnya oleh masyarakat seperti Jiwa Sraya, jika tidak ditangani dengan baik akan berdampak pada ketidakpercayaan masyarakat pada industri asuransi di Indonesia. “Kalau dibiarkan terus, tidak ditangani serius dengan solusi terbaik pada pemegang polis, maka akan terjadi ketidakpercayaan pada pemegang asuransi yang nantinya akan berefek pada asuransi-asuransi lain,” ujarnya belum lama ini. Saat ini saja dikatakan pendapatan seluruh asuransi jiwa stagnan akibat dari kasus-kasus asuransi yang muncul. Artinya, tidak ada premi lanjutan yang

bisa ditagih, bahkan bisnis barunya pun tidak bisa berkembang. Pembeli polis baru pun berkurang karena kasus asuransi jiwa di Indonesia ini seluruh masyarakat sudah mendengarnya. “Maka kemungkinan mereka enggan berasuransi atau membeli polis baru. Sedangkan premi lanjutan, mereka berpikir ulang, wait and see,” ungkapnya. Menurutnya, pemerintah harus cepat mengambil keputusan. Menteri BUMN, Erick Tohir, telah mencarikan solusi dengan skema baru yaitu dengan cara mencicil bagi nasabah yang sudah jatuh tempo dan nasabah yang meninggal. “Karena tidak mungkin bell out, minta dana Rp 32 triliun. Sementara strategi partner tidak mungkin dilakukan karena tidak ada yang mau, siapa yang mau suntik dana,” selorohnya. Dalam kondisi ini, menurutnya pemegang polis hanya bisa bersabar dan ikhlas. Ia berharap kasus yang menimpa tiga asuransi milik Indonesia itu tidak berdampak sistemik. Peluang terjadinya ekonomi chaos atau resesi, atau krisis bisa berdampak pada perbankan juga. Karena masyarakat yang tidak paham akan ikut-ikutan menarik uangnya di bank dan di asuransi tersebut. Perbankan diminta bersiap-siap mengantisipasi dengan

menyiapkan likuiditas lebih dari 120 persen. Selain Jiwa Sraya dan Bumi Putra, yang terbaru adalah Asabri, Sri Darma menyebut ada satu bank juga akan mengalami masalah yang sama. Dari keempat lembaga jasa keuangan itu, hampir semua kasus diawalan dengan tidak GCG (good corporate governance) nya pengurus lembaga. Menurutnya, negara tidak pernah peduli dengan asuransi. Karena sampai saat ini tidak permah membuat lembaga penjaminan polis seperti lembaga penjamin simpanan di bank. “Padahal kami di asuransi, saya sempat usulkan, minta pada DPR, audiensi tahun 2013 agar dibuatkan UU lembaga penjamin asuransi atau polis, tapi tidak ada sampai sekarang. Artinya, anggota dewan kurang peduli, pemerintah tidak juga membuatkan PP-nya,” pungkasnya. Dengan adanya lembaga penjamin asuransi atau polis, nasabah pemegang polis akan merasa tenang. Sehingga kekhawatiran terjadinya rush money bisa diredam, jika nasabah memiliki uang di bawah Rp 2 miliar. Masyarakat akan merasa tenang karena jika terjadi sesuatu dengan perusahaan asuransinya, uangnya sudah dijamin. Jadi kalau terjadi chaos akibat lalai negara juga, lalai DPR RI,” tandasnya. (kmb42)


4

Minggu Wage, 19 Januari 2020

BPM/ist

SUSAH MAKAN - Salah satu penyebab anak susah makan karena pola makan yang salah dan pemberian susu tambahan. Makanan padat termasuk sayur dan buah harus diajarkan sejak awal dengan cara penyajian yang berbeda. Jika tidak dikenalkan dari awal, saat besar anak menjadi asing dengan rasa sayur atau rasa makanan yang lain.

Belajar Makan

Bayi Enam Bulan Harus Diperkenalkan Sayur dan Buah POLA makan yang dibangun sebuah keluarga harus dimulai dari bayi. Kesadaran memberi gizi yang baik dan memperkenalkan makanan harus jadi prioritas agar tumbuh kembang anak terjamin. Jika pola makan dikawal sejak awal anak pun akan mudah mengomsumsi sayur dan buah. Peran keluarga untuk memperkenal menu makan sehat sangat besar.

B

agi pasangan muda Ida Bagus Try Darma Diaksa dan A.A. Istri Windha Fahmiswari K. yang baru dikaruniai seorang putra, IB Raybawana Kesaputra Diaksa, kesadaran memperkenalkan makanan padat terutama sayur dan buah sudah dimulai sejak menginjak usia 6 bulan. “Memperkenalkan makanan padat pada bayi memang bukan hal mudah, diperlukan ketelatenan dan banyak mencari informasi,” papar Windha yang menikah 21 September 2018 . Sebagai ibu muda yang juga bekerja, Windha pun harus berkolaborasi dengan sang suami, Gus Try. Di mulai dari memperkenalkan dengan buah; alpukat, pisang, buah naga, bahkan Windha pun memperkenalkan dengan umbi-umbian, juga sayur; dari brokoli, wortel, dan kacang panjang. Untuk karbohidrat dipilih beras organik. Semua makanan di-steam. “Sekarang ini di toko perabot rumah tangga mudah didapat alat-alat untuk mempermudah menyiapkan menu makan bayi,” papar Gus Try yang ikut berburu dan mengolah menu-menu bervariasi untuk buah hatinya yang sudah berusia 6 bulan. Disadari oleh pasangan muda itu bahwa bayi mulai makan makanan padat sejak usia 6 bulan. Sebelum usia tersebut, bayi hanya diberi

ASI eksklusif. Walaupun di awal kelahiran, jumlah ASI sedikit tapi tetap diberikan ASI. Semakin sering bayi mengisap payudara ibu, maka produksi ASI-nya akan semakin bertambah. Sehingga produksi ASI mencukupi kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan. Bidan Praktik Mandiri (BPM), Ketut Sunarthi, menjelaskan saat usia 6 bulan, bayi memerlukan makanan tambahan yang disebut makanan pendamping (MP) ASI. MP ASI diberikan secara bertahap. Dimulai dengan memberikan makanan lumat pada bayi berusia 6 – 9 bulan, namun ASI tetap menjadi makanan utama bayi. Tekstur dan Frekuensi Makanan lumat adalah makanan yang mengandung gizi seperti orang dewasa tapi dilumatkan, seperti bubur susu. Frekuensi pemberiannya 2 – 3 kali sehari. Di antara pemberian makanan lumat, juga harus diselingi dengan pemberian snack 1 sampai dua kali, seperti sari buah (pisang dilumatkan), biskuit. Cara memberikannya bertahap. Mulai dari 2 – 3 sendok makan per kali pemberian. “Jadi jangan terlalu banyak atau setengah mangkok. Takutnya kebanyakan jadi bosan. Pelan–pelan nanti ditingkatkan jum-

lahnya,” ujarnya, Rabu lalu. Setelah berusia 9 bulan, baru kemudian diberikan nasi tim atau nasi lembek dengan catatan ASI tetap diberikan hingga usia bayi dua tahun. Pada usia 9 – 12 bulan, MP ASI yang diberikan teksturnya lebih padat. Cara pengolahan makanan lembek, bisa dicincang, yang penting mudah ditelan. Makanan selingan yang dianjurkan, yang bisa dipegang oleh anak seperti biskuit atau buah potong. Tujuan pemberian makanan lembek ini salah satunya adalah untuk merangsang tumbuhnya gigi. Pemberian makanan lembek 3 – 4 kali sehari dan makanan selingannya 1 – 2 kali sehari. Porsi pemberiannya setengah sampai ¾ mangkok. Contohnya makanan pokoknya, nasi, bisa ubi, sagu, namun dimasak lembek. Sedangkan lauk hewani bisa didapat dari ikan, telur, hati ayam, daging. Sedangkan lauk nabati bisa berupa tempe, tahu, kacang– kacangan, sayur dan buah–buahan, namun bervariasi. Yang terpenting berasal dari bahan makanan yang kandungan zat gizinya bagus, contohnya bubur kacang hijau, pisang, jajan tradisional. Setelah anak berusia 1 tahun, makannya seperti orang dewasa. Tekstur nasi seperti orang dewasa,

padat karena anak sudah memiliki gigi. Lauknya juga seperti orang dewasa namun tidak berbumbu pedas. Anak harus dikenalkan dan diajarkan rasa makanan baik sayur, berbagai macam ikan dan daging. Yang penting makanannya sehat, yaitu tanpa pengawet dan makanan yang manis. Tahapan pemberian makanan ini penting dilakukan termasuk tekstur makanannya. Karena jika anak terlalu lama diberi bubur padahal usianya sudah di atas 1 tahun, dikhawatirkan anak tidak menelan makanan, namun disimpan di sela–sela gusi dan gigi. “Diam di mulutnya lama, karena bayi sudah kebiasaan makan bubur seperti itu. Jadi setahun itu harus dikenalkan makanan padat,” tandasnya. MP ASI dianjurkan yang mengandung padat energi, protein dan zat gizi mikro, yaitu zat besi, zing, kalsium, vitamin A, vitamin C, dan asam folat. MP ASI juga diharapkan tidak berbumbu tajam, tidak mengandung gula, garam, penyedap rasa, pewarna dan pengawet tapi mudah ditelan dan disukai anak. Bahan makanan lokal dan yang mudah didapat diharapkan menjadi makanan yang selalu diberikan pada bayi. “Takutnya nanti kalau sudah kebiasaan makan makanan yang produk dari luar, ketika tidak tersedia, anak menjadi tidak mau makan. Makanya cari produk lokal. Sehingga ketersediaan bahan makana itu bisa

kontinu,” jelas bidan yang berpraktik di Jalan Nusakambangan ini. Pada usia 9 bulan, biasanya anak sudah bisa duduk. Ajarkan anak makan di meja makan atau kursi bayi lengkap dengan mejanya. Selain itu juga mengajarkan anak makan dengan menggunakan sendok sangat penting. “Jadi memegang sendok sendiri dan minum dengan gelas, dan memegang gelas sendiri, tapi bahannya tidak mudah pecah. Tapi usahakan jangan plastik, bisa beling, atau bahan plastik nomor 5 seperti bahan botol susu. Intinya gunakan alat makan yang jika kena panas tidak mengeluarkan partikel berbahaya,” imbuhnya. Anak Susah Makan Salah satu penyebab anak susah makan karena pola makan yang salah dan pemberian susu tambahan. Makanan padat termasuk sayur dan buah harus diajarkan dari sejak awal. Hanya saja cara penyajiannya yang berbeda. Jika tidak dikenalkan dari awal, saat besar anak menjadi asing dengan rasa sayur atau rasa makanan yang lain. Tumbuh kembang anak harus jadi perhatian keluarga. Tidak hanya fokus pada imunisasi, tetapi pola dan teknik memperkenalkan makanan padat pada bayi juga bisa jadi gaya hidup sehat anak kelak. Selain itu pemberian susu tambahan juga bisa menjadi penyebab anak tidak mudah makan. Sehingga

menjadi kebiasaan anak minum susu di saat jam makan. “Baru bangun tidur, diberikan susu. Jadinya anak kenyang, sehingga anak tidak mau makan. Jadi jangan berikan susu dulu, tapi makan dulu. Susu itu sebagai selingan,” bebernya. Susu boleh diberikan hingga dewasa namun menyesuaikan antara usia dan kebutuhan susu. Mengingat ada beberapa jenis susu seperti susu untuk anak usia 6 bulan, 1 – 3 tahun. Masyarakat beranggapan, ketika ASI tidak keluar makan pemberian susu formula menjadi solusi. Pemberian susu formula tersebut juga menggunakan dot. Jika harus menggunakan susu formula dan pemberiannya menggunakan dot, setelah anak berusia 2 tahun, pemberian susu harus disapih dari penggunaan dot. Anak harus belajar minum dari gelas. Banyak anak sulit untuk lepas dari dotnya sehingga minum susu dari dot terus dilakukan hingga usianya lebih dari dua tahun. Hal yang dapat terjadi adalah gigi anak menjadi busuk di bagian gigi depan, mengingat dot mudah kotor dan tidak bisa dibersihkan secara sempurna. Selain itu, banyak orang tua yang tidak membersihkan gigi anak sesudah minum susu dari dot sehingga sisa susu lama kelamaan menjadi jamur di gigi. “Sebenarnya dari umur satu tahun, anak harus diajarkan minum dari gelas,” tandasnya. (may)

Mengenal Lebih Dekat Tugas Dokter Anestesi Saat Operasi DOKTER anestesi adalah dokter spesialis yang memiliki tanggung jawab memberikan anestesi (pembiusan) sebelum pasien menjalani operasi atau prosedur medis lainnya. Secara garis besar, anesthesia dibagi menjadi tiga jenis, yaitu anestesi lokal, anestesi regional, dan anestesi umum. * Anestesi lokal. Jenis anestesi ini hanya membuat kebal/ mati rasa pada satu bagian tubuh secara spesifik. Pada umumnya pasien langsung dapat pulang di hari yang sama. * Anestesi regional. JenANESTESI - Selama operasi berlangsung, dokter anestesi akan selalu mengecek dan memastikan tanda-tanda vital pada pasien selalu terkendali. Setelah operasi, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan hingga sadar dan dokter memonitor keadaan pasien hingga pasien layak dipindahkan ke ruang perawatan.

Kisara KALAU ditanya soal kecantikan, menurut kalian cantik itu yang kayak gimana sih? Apakah cantik itu yang berkulit putih, berambut panjang, langsing dan tinggi? Atau yang punya hidung mancung, dagu lancip dan body goals? Percaya atau enggak, negeri kita ini, Indonesia punya beauty standarnya sendiri dan nyatanya lagi tren di kalangan remaja putri. Kayak gimana sih itu? Indonesian Beauty Standard (IBS) adalah sebutan khas untuk standar kecantikan yang biasa orang Indonesia ikuti. Cantik itu harus punya beauty standarnya sendiri. Di antaranya punya kulit putih (white skin) yang bening hampir mirip artis Korea. Cantik juga menurut orang Indonesia kebanyakan kalau

punya hidung mancung (pointed nose) yang setajam para bule dari negeri Barat, ada juga bahwa cantik berarti harus punya badan langsing (skinny) yang malah bikin para remaja putri berlomba-lomba buat diet mati-matian, dan yang terakhir itu cantik haruslah tinggi (tall) antara 150-170 cm. Tapi, yang jadi

is anestesi ini dengan cara menyuntikkan obat anestesi didekat saraf atau percabangan saraf yang mensarafi daerah tertentu. Contohnya seperti anestesi epidural dan spinal yang diberikan pada saat wanita operasi sectio caesar. * Anestesi umum. Anestesi ini bertujuan untuk membuat pasien tidak sadar/tertidur selama prosedur operasi. Obat disuntikkan ke pembuluh vena di tangan atau lengan yang biasanya sudah terpasang selang infus, dan juga melalui gas yang dihirup. Anestesi umum ini diberikan pada prosedur-prosedur operasi yang memerlukan waktu tindakan yang berjam-jam. Tugas Dokter Anestesi Dokter anestesi berperan penting dalam membantu dokter yang melakukan pembeda-

han dan bekerja sama dengan perawat dalam mengerjakan persiapan preoperasi. Tujuannya adalah untuk mencari dan memprediksi hal-hal apa saja yang dapat menyulitkan. Misal, pada pasien yang memiliki riwayat hipertensi, penyakit jantung, diabetes, pasien manula, dll. Selain itu, tindakan premedikasi sangat penting untuk dilakukan sebelum pasien dibius umum. Tindakan premedikasi ini adalah tindakan awal anesthesia dengan memberikan obat-obat pendahuluan yang bertujuan untuk menimbulkan rasa nyaman bagi pasien, yang meliputi bebas dari rasa cemas, tegang, khawatir, mencegah mual muntah, dan memudahkan prosedur operasi yang nantinya akan dijalani. Selama operasi berlangsung, dokter anestesi akan selalu mengecek dan memastikan tanda-tanda vital pada pasien akan selalu terkendali, di antaranya pernapasan, detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh,

jumlah cairan tubuh, kadar oksigen dalam darah. Setelah operasi selesai, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan hingga sadar. Dokter anestesi kemudian memonitor keadaan pasien di ruang pemulihan dalam batas waktu tertentu hingga semua kriteria pasien layak dipindahkan ke ruangan perawatan terpenuhi. Bila Anda akan direncanakan melakukan suatu prosedur operasi tertentu, Anda dapat konsultasikan jenis prosedur operasi yang dilakukan dengan tipe anestesi yang akan diberikan, bagian tubuh yang akan dilakukan operasi, kondisi kesehatan saat ini, riwayat kesehatan, durasi tindakan medis, riwayat alergi obat-obatan, hingga riwayat operasi yang sebelumnya jika ada. Konsultasi ini sangat penting dilakukan agar tindakan operasi dapat berjalan dengan baik dan lancar. n dr. N. Guruh Dirga Saputra

Standar Kecantikan pertanyaannya adalah, apakah itu yang sesungguhnya menjadi standar untuk disebut cantik? Sebuah penelitian membahas tentang “Gadis cantik dari sudut pandang laki-laki” baru-baru ini diadakan di Jakarta, sebagian besar yang ditanya menyebutkan “putih dan rambut panjang” sebagai kriteria cantik bagi mereka. Ada apa dengan kulit putih? Ada apa dengan rambut lurus panjang? Siapa yang mengharuskan cantik itu kulitnya putih? Tanpa sadar, masyarakat kita sudah tertanamkan tentang standar kecantikan ini. Bahkan tanpa kita tahu siapa yang membuatnya.

Kamu bahkan tanpa sadar membuat standar kecantikan untuk orang lain loh. Sama Beauty Standards yang dibuat masyarakat kita sendiri secara nggak sadar bikin kita berbondongbondong berusaha keras agar terlihat ‘sama’ dengan yang selama ini ditampilkan orang lain. Kalau semua orang berusaha terlihat ‘sama’, bukankah malah membosankan? Justru dengan adanya yang ‘beda’ maka segala sesuatu terlihat lebih indah. Kamu cantik dan kamu harus tahu itu! Kamu adalah dirimu. Dan kamu gak perlu berusaha

susah payah jadi cewek kulit putih rambut lurus panjang. Bersyukur saja dengan dirimu sendiri. Cewek cantik itu adalah orang yang sehat dan bisa menerima dirinya sendiri. Coba deh kamu mulai bercermin dan sadar betapa cantiknya dirimu ketika kamu tampil sebagai dirimu dan bukan orang lain. Masa bodoh dengan beauty standards yang ada. Kamu cantik. Standar kecantikan untuk

dirimu ditentukan oleh dirimu sendiri. Kamu gak akan bisa bahagia ketika kamu memenuhi standar orang lain yang selalu berubah. Kamu gak perlu mengubah keindahan dirimu, karena kamu indah apa adanya dan itu adalah alasan Tuhan menciptakanmu. Jika menurutmu kamu cantik dengan kulit gelap, rambut panjang dengan badan cukup berisi, maka kamu sudah cantik semasih kamu sehat. Ingatlah bahwa, gadis yang cantik adalah mereka yang menerima dirinya apa adanya dan sehat secara mental maupun fisik.


5

Minggu Wage, 19 Januari 2020

Capricorn Peruntungan: Minggu ini Anda harus mampu bergerak cepat bila ada peluang datang. Jangan sampai enak-enakan dan terkesan santai karena itu akan sangat merugikan sekali. Kesehatan: Tidak mengalami masalah, bahkan kondisi badan dan pikiran benar-benar prima dan segar minggu ini. Asmara: Sikap mengalah akan bisa melunakkan hatinya dan membikin si dia bertambah sayang pada Anda. Aquarius Peruntungan: Pikiran jangan sampai terpecah oleh suatu hal yang seharusnya tidak perlu terlalu dipikirkan. Dalam mengambil keputusan sebaiknya Anda tetap mendahulukan rasio daripada perasaan. Kesehatan: Hati boleh saja panas, akan tetapi pikiran harus tetap dingin dan jernih, sehingga kesehatan bisa tetap terjamin. Asmara: Jangan membicarakan setiap permasalahan kepada pihak ketiga, karena hanya akan memicu permasalahan baru saja. Pisces Peruntungan: Harus mau bersabar dalam meniti lika-liku kehidupan, walaupun harapan terasa masih di angan-angan. Hanya dengan kerja keraslah maka semua itu akan bisa diraih. Kesehatan: Bila malam sudah tiba, walaupun pekerjaan setumpuk, ada baiknya Anda berhenti untuk tidur. Asmara: Cobalah bersikap lebih dewasa agar hubungan tetap tenang dan jauh dari cekcok mulut. Aries Peruntungan: Jangan panik. Jika Anda tetap tenang, tidak akan sulit menemukan jalan keluarnya. Tak perlu takut melakukan inovasi, walaupun orang menganggapnya itu cukup aneh. Kesehatan: Tak perlu ragu melakukan aktivitas yang berat karena kondisi badan cukup sehat. Asmara: Suasana romantis bisa saja tercipta minggu ini selama Anda tidak melakukan perbuatan yang bisa merusak suasana. Taurus Peruntungan: Bersabar merupakan kunci yang harus dijalankan karena medan yang harus Anda lalui saat ini cukup berat. Tak perlu berhenti, teruslah berjalan dengan penuh kewaspadaan. Kesehatan: Goncangan cukup berat akan tetapi dengan kesabaran maka segalanya akan bisa dilalui. Asmara: Alangkah baiknya jika Anda mencoba bersikap manis baik dalam bertutur kata maupun dalam bertindak. Gemini Peruntungan: Harus lebih disiplin lagi dalam melaksanakan segala rencana yang telah Anda buat sendiri agar segalanya bisa berjalan sesuai rencana. Kesehatan: Harus berhati-hati, terutama dalam mengonsumsi makanan sebaiknya benar-benar diperhatikan kebersihannya. Asmara: Tahu dirilah dengan tidak menuntutnya secara berlebihan. Cancer Peruntungan: Cobalah berhati-hati dari segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi karena ada sentimen dari orang terdekat Anda. Maka jangan mudah begitu percaya dengan omongan orang. Kesehatan: Bila ingin berpergian masih aman-aman saja dan tidak akan berdampak pada kondisi badan Anda. Asmara: Jangan berkeluh kesah bila berada di sampingnya, agar tidak semakin menambah pusing dirinya. Leo Peruntungan: Tidak perlu memaksakan diri, jika keadaan mengharuskan Anda untuk mengalah dulu. Minggu ini saat yang tepat untuk observasi agar dapat mengetahui situasi yang sebenarnya. Kesehatan: Segala sesuatunya ada baiknya diambil sisi positifnya sehingga tidak sampai menimbulkan jengkel di hati. Asmara: Mengalah sajalah, buat apa bersikap ingin menang sendiri hanya untuk urusan yang sepele. Virgo Peruntungan: Bekerjalah dengan semangat karena minggu ini peruntungan Anda cukup bagus dan cukup menjanjikan. Jangan jadikan pengalaman pahit sebagai vonis mati bagi Anda untuk mencobanya kembali. Kesehatan: Berpikir dengan jernih serta hati tetap tenang walau menghadapi banyak godaan sekali pun. Asmara: Semakin kuat saja hubungan cinta Anda, karena pengertian dan rasa saling percaya. Libra Peruntungan: Minggu ini di balik kemujuran muncul hambatan-hambatan, sehingga dalam melangkahkan kaki harus lebih berhati-hati. Jangan asal sudah yakin lalu mengabaikan segalanya. Kesehatan: Omongan tak perlu dimasukkan dalam hati karena itu hanya akan membikin hati panas. Asmara: Pahami segala keinginannya. Selama tidak melanggar prinsip yang ada, mengapa tidak Anda penuhi saja. Scorpio Peruntungan: Suasana berprospek cerah minggu ini sebaiknya benar-benar bisa dimanfaatkan, jangan hanya mengandalkan bisnis yang sudah ada. Kesehatan: Hindari konsumsi buah yang terlalu masam, ada baiknya konsumsi buah-buah yang manis saja. Asmara: Ucapannya muncul karena terbawa oleh suasana hati yang masih kacau. Sagitarius Peruntungan: Ini merupakan ujian untuk bisa meraih kesuksessan di masa mendatang. Hadapilah semua itu dengan sabar, bila perlu positive thinking saja. Kesehatan: Enjoy saja dengan semua permasalahan yang ada. Tak perlu hati panas dibawa ke tempat istirahat karena itu akan mengganggu sekali. Asmara: Dengan menghindari perkataan kasar, maka hari-hari yang Anda lalui bersamanya akan terasa indah dan romantis.

Diasuh Oleh : Astrologer Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 19 - 25 Januari 2020

Menjadi Damai Oleh dan di Dalam Sang Diri Srī-bhagavān uvāca prajahāti yadā kāmān sarvān pārtha mano-gatān ātmany evātmanā tustah sthita-prajñas tadocyate (Bhagavad-gītā 2.55)

“Śrī Bhagavān bersabda, ”Wahai Pārtha..., ketika seorang Sādhaka (praktisi spiritual) berhasil mengatasi segala jenis keinginan duniawi yang memasuki pikirannya, dan melalui Sang Diri berpuas hati hanya di dalam Sang Diri, maka pada saat itu dikatakan ia sudah mencapai tingkat kesadaran terlelap di dalam Tuhan Yang Maha Esa.” “Yadā prajahāti kāmān”, ketika seseorang meninggalkan keinginan-keinginan. Apa yang ditinggalkan? Sarvān kāmān, yaitu segala keinginan. Kāma artinya keinginan, kāmān artinya keinginan-keinginan, segala keinginan. Kata sarvān berarti semua, seluruh. Manah berarti pikiran dan gatā berarti memasuki. Jadi terjemahannya adalah: ketika seseorang meninggalkan segala keinginan yang masuk ke dalam pikirannya (yang menjadi pikirannya, yang mengacaukan pikirannya, yang mengendalikan pikirannya). Ātmany evātmanā tustah, berpuas hati atau berbahagia melalui Sang Diri dan di dalam Sang Diri. “Yadā kāmān sarvān manogatān prajahati”, ketika orang meninggalkan segala keinginan yang bersembunyi di dalam pikiran/menjadi pikiran/dikendalikan oleh pikiran, tadā, maka pada saat itu, ātmany evātmanā tustah, dia berbahagia dan perpuas hati melalui dan/atau di dalam sang diri. Saat itulah, sthita-prajñas tadocyate, kecerdasan spiritualnya menjadi mantap. Seseorang dikatakan mantap secara spiritual, yaitu

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

ketika mampu meninggalkan segala keinginannya dan berpuas hati di dalam dirinya sendiri. Ketika seseorang berhasil berpuas hati terhadap Sang Diri di dalam dirinya maka saat itulah dia dianggap sebagai orang yang mantap sempurna di dalam kehidupan spiritual. Itulah pentingnya orang meninggalkan berbagai keinginan. Kadang dapat terjadi, ketika seseorang mulai belajar spiritual ia malah menambah sesuatu yang banyak dalam hidupnya, menambahkan berbagai keinginan untuk dipuaskan. Tanpa sadar, praktik spiritualnya digunakan untuk memenuhi berbagai keinginannya. Sangat berbahaya jika seseorang tidak awas terhadap hal ini ketika ia mulai memasuki medan kehidupan spiritual. Sarvān kāmān atau segala macam keinginan harus di-prajahāti alias dimusnahkan. Dengan cara ini barulah orang bisa mantap di dalam hidup spiritual. Sārasamuccaya mengajarkan bahwa keinginan itu lebih banyak dari rumput (akweh těměn angenangen sangkeng dukut). Keinginan itu bagaikan api sedangkan memenuhi keinginan ibarat menyiram api dengan minyak, bukannya menjadi puas melainkan api keinginan menjadi semakin berkobar-kobar (kadi kramaning apuy, dumilah dening miñak, mangkin sinyukan miñak, mangkin dumilah). Kata kāmān sudah berarti banyak keinginan dan itu seharusnya sudah cukup untuk menunjukkan apa yang dimaksud. Akan tetapi, kemudian di depannya ditambah dengan kata sarvān yang berarti semua. Sarvān kāmān kemudian bisa diartikan sebagai: segala macam

pernak-pernik keinginan. Keinginan sifatnya tidak terbatas sehingga dalam śloka ini tidak cukup hanya menggunakan kata “banyak”, tetapi yang banyak itu ditegaskan lagi dengan kata “semua” (sarvān). Semua yang banyak itu harus dikalahkan hingga ke akar-akarnya. Perlahan-lahan, orang yang belajar spiritual harus meninggalkan berbagai keinginan. Target dari perjalanan spiritual adalah terhapusnya keinginan-keinginan. Namun demikian, semua itu perlu dilakukan dalam teknik step-bystep, selangkah demi selangkah. Ini adalah pendakian; orang melangkah dari anak tangga di bawah, mendaki perlahan-lahan hingga sampai di puncak. Inilah yang disebut pendakian spiritual. Meninggalkan hal-hal yang lebih rendah untuk mencapai puncak yang tinggi. Tentu saja orang harus bijak dalam memahami mana keinginan yang harus tetap dijaga dan mana keinginan yang harus dihilangkan. Ada keinginan yang harus dibuat targetnya dan harus dicapai, tetapi ada keinginan yang sesungguhnya hanya sambil lalu saja, yang kalau dihilangkan tidak akan merusak hidup, tetapi kalau dipenuhi malah akan merusak kehidupan spiritual. Ada keinginan yang harus dipenuhi yang harus dilandasi oleh Dharma. Kesempurnaan spiritual dapat dicapai dengan mengalahkan keinginan-keinginan yang muncul dalam diri dan berpuas hati dengan apa yang didapat. Orang tidak memenuhi keinginan untuk memunculkan keterikatan. Orang tidak sedang mengundang angin untuk menimbulkan gelombang, dan tidak mengundang ombak untuk menimbulkan tsunami. Melalui langkah pasti stepby-step ini orang akan melihat kekurangan masing-masing. Ada kelemahan yang berasal dari diri sendiri, ada juga kelemahan yang terjadi akibat orang lain/kondisi lingkungan. Kemalasan, ketidakdisiplinan adalah kelemahan yang berasal dari diri sendiri. Orang ingin

jujur, sesuai aturan, tetapi orang sering dihadapkan pada suatu sistem yang tidak memungkinkan untuk menjaga kejujuran, ini adalah salah satu kelemahan akibat kondisi lingkungan. Semua kelemahan ini memang harus mampu dihilangkan. Untuk menghilangkan segala kekurangan itu, orang mempunyai agendanya masingmasing. Tidak setiap orang bisa menempuh cara yang sama, mempunyai langkah seribu. Ada yang langkah seperti keong atau onta, jalannya pelan, tenang damai. Yang melangkah sedikit demi sedikit, pelan-pelan, tidak terasa, tetapi dia bisa melangkah maju bahkan melebihi si langkah seribu. Dalam hal ini, usaha dari pribadi masing-masing memang harus ada untuk menghapus semua keinginan. Cara paling bagus untuk dilakukan adalah dengan memulai dari yang kecil-kecil. Misalnya keinginan “menikmati” pagi, asyik memeluk bantal guling, balikkan badan ke kanan, atau ke kiri. Apalagi kalau musim hujan, malas bangun, malas bekerja atau sekolah sering dialami oleh semua. Asyik di dalam selimut tebal. Keinginan kecil inilah yang mulai harus dilawan. Pastikan alarm berbunyi, bangun pagi dan segera mandi bersihkan diri, dilanjutkan dengan kegiatan spiritual (sembahyang) pada saat Brahma Muhurta. Pada pagi hari, saat-saat Brahma Muhurta adalah saat-saat mulia yang penuh karunia yang dihantarkan Brahman kepada setiap makhluk. Kegiatan spiritual yang dilakukan pada saat penuh berkah itu akan memberikan hasil yang berlipat. Di pagi hari orang lebih mudah berkonsentrasi karena kesadarannya masih bersih. Orang tidak perlu melakukan langkah besar seperti yang dilakukan oleh para nitya siddha, yaitu orang-orang yang lahir sempurna. Langkah mereka bukan lagi seribu, tetapi ratusan ribu. Mereka terlahirkan demi sebuah misi. Sedangkan manusia pada umumnya terlahir karena papa dosa. Misalnya,

Śrī Adi Sankarācarya, adalah seorang yang berada dalam tingkatan nitya siddha. Beliau telah menjadi sannyasi, meninggalkan keduniawian, sejak usia masih sangat muda. Manusia biasa pada umumnya lahir karena papa dosa dan oleh karenanya kualitas hidup dan kesadaran pun berbeda, sangat rendah. Oleh karena itulah sarvān kāmān prajahāti harus dilakukan selangkah demi selangkah. Terkadang orang juga memburu sesuatu sampai bertengkar dan saling fitnah satu sama lain. Orang-orang yang sudah mantap di jalan spiritual akan jijik melihatnya. Sedangkan orangorang biasa sangat menikmati medan pertengkaran dan saling fitnah. Orang mengorbankan apa saja untuk mendapatkan yang diinginkan. Orang selalu berharap agar keinginannya bisa terpenuhi. Kekurangan ini juga harus dihilangkan selangkah demi selangkah. Menurut Sārasamuccaya, bagi orang yang selalu berharap agar keinginannya terpebuhi maka dia harus diberi pengetahuan tentang kemahakuasaan Tuhan dan agar dia siap menerima kehendak Tuhan (kunang ikang buddhi harepharep, ri siddhaning istasādhya, widhiwaśa panghilanganterika, titahning widhi ta pwa herakena). Yang penting tekad orang harus ada dan kuat serta tegas. Tidak perlu memaksakan diri. Selanjutnya ada langkah untuk melenyapkan keinginan lidah yang tak terkendali, yang ingin makan hanya untuk menikmati, bukan untuk kelangsungan hidup yang sehat. Bahkan ada yang membeli makanan hanya untuk ditunjukkan di media sosial bahwa orang pernah membeli makanan ini dan itu. Kini keinginan memuaskan lidah bisa dilakukan dengan lebih mudah. Tak perlu keluar rumah, cukup gunakan aplikasi pada hape dalam sesaat makanan/minuman yang diinginkan datang ke rumah. Pwa ya kawiśesang pangan tunu, ksaya tekang cetana kasedek dening tamah, jika yang diutamakan adalah makan dan tidur maka terjadilah kehancuran kesadaran yang diikuti oleh sifat tamah (Wrehaspati tattwa).

MIMBAR AGAMA

Imlek adalah Hari Raya Agama Khonghucu Js. Ang Cuan Yen SISTEM penanggalan lazimnya terkait dengan suatu kepercayaan/keyakinan (agama). Karena memang penanggalan diadakan untuk memberikan penanggalan bagi umat (beragama), utamanya dalam melakukan ritual/persembahyangan (ibadah), seperti yang dituntunkan dalam Kitab Suci sebagai panggilan iman. Ada tiga sistem penanggalan yang dikenal. Pertama Lunar (Bulan) system (penanggalan Hijriah: satu tahun 354 hari), perhitungannya bulan mengelilingi bumi. Kedua Solar (Matahari) system (penanggalan Masehi: satu tahun 365 ¼ hari). Perhitungannya bumi mengelilingi matahari. Selisih inilah yang menyebabkan Idul Fitri setiap tahunnya maju 11 hari dibandingkan penanggalan Masehi. Ketiga Luni-Solar

Politik Asal Bukan TIDAK hanya rakyat biasa, pejabat negara setingkat menteri juga mengagumi kemajuan Jepang dalam teknologi, industri dan ekonomi. Negara kepulauan yang miskin sumber daya alam, namun sempat perkasa di bidang militer, kemudian jadi raksasa ekonomi di bawah Amerika Serikat, sejak lepas landas tahun 1950. Tidak sedikit yang mengusulkan agar Indonesia meniru kemajuan tersebut, namun melongo saat ditanya, caranya bagaimana? “Meniru tidak dosa, bahkan manusia bisa dewasa dan hebat, berkat peniruan atau mimikri. Namun, untuk meniru, perlu perlengkapan fisik dan psikis, tak terkecuali pengalaman hidup dan sejarah. Jepang maju juga karena meniru bangsa Eropa dan Amerika, karena mereka bukan bangsa penemu namun mau dan suka belajar. Satu hal yang perlu dibahas, Jepang tidak punya sejarah

system, merupakan gabungan dari kedua sistem di atas (penanggalan Pertanian (Nong Li) yang kemudian dikenal sebagai penanggalan Khonghucu (Kongzi li). Selisih hari dari kedua sistem itu dikonversikan dengan apa yang disebut bulan kabisat (Run Yue) dengan perhitungan setiap (siklus) 19 tahun dilakukan penyesuaian (disisipkan bulan kabisat) tujuh kali (19 x 11 = 209 equivalent dengan 7 bulan). Dengan demikian, Tahun Baru penanggalan Khonghucu, Kongzi li, setiap tahunnya jatuh pada kisaran da han (20/21 Januari) dan yu shui (18/19 Februari), karena perhitungan tertentu dengan adanya bulan kabisat tujuh kali dalam 19 tahun. Baginda (Yao) bersabda, “O! kamu, Xi dan He, camkan, setahun itu ada 366 hari. Dengan mengingat adanya bulan kabisat, tetapkanlah keempat musim dalam setahun. Aturlah beratus pekerja itu sehingga semua pekerjaan sepanjang tahun terselengga-

brolan BALE BANJAR ARIDUS dijajah bangsa lain. Secara ras dan etnis, mereka nyaris homogen. Kebudayaan termasuk kepercayaan juga sama, sehingga nasionalismenya nyaris chauvinistik. Karena SDA miskin, selain tidak ada bangsa asing ingin menjajahnya, pun kemiskinan mendera mereka untuk ulet, disiplin dan irit. Pada abad ke-13, Khubilai Khan ingin menyerang Jepang, namun armadanya dihancurkan taufan dahsyat yang bagi orang Jepang disebut Kamikaze. Tahun 1853, Laksmana Matthew Perry dan armada lautnya menyerang Pelabuhan Edo (nama Tokyo sebelumnya), karena Jepang menerapkan

ra baik’’. (Tang Shu-Yao Dian). Penyebutan penanggalan Yinli/Imlek untuk penanggalan Khonghucu, sebenarnya salah kaprah. Karena Yinli/ Imlek menunjuk pada Lunar system sedang untuk Solar system disebut Yangli/Yanglek. Maka untuk penyebutan penanggalan Khonghucu, Kongzi li yang merupakan gabungan dari Lunar system dengan Solar system (LuniSolar system), seharusnya Yinyangli/ Imyanglek. Kenapa disebut penanggalan Khonghucu-Kongzi li? Sistem penanggalan ini mempunyai sejarah yang panjang dan unik. Sejak pertama kali dibuat (era Huang Di; 2697 s.M-2598 s.M), penentuan Tahun Baru-nya mengalami perubahan dari satu dinasti ke dinasti yang lain. Nabi Khongcu (551 s.M- 479 s.M) yang hidup pada zaman Chun Qiu akhir era dinasti Zhou (1122 s.M-255 s.M), menyerukan untuk menggunakan penanggalan dinasti Xia (2205 s.M-1766 s.M)

karena Nabi Khongcu melihat bahwa penentuan Tahun Baru seyogyanya dikaitkan dengan ketepatan perhitungan musim yang juga merupakan aspek kultural-filosofis yang akan memudahkan rakyat dalam bercocok-tanam. Hal ini mengingat pula begitu pentingnya aspek ketepatan musim tanam di awal musim semi bagi masyarakat agraris, yang menumpukan hidupnya dari bersawah-ladang dan hasilnya untuk memenuhi kebutuhan pokok umat manusia. Mereka adalah rakyat berbagai bangsa, berabad-abad sehingga sekarang. Inilah Wahyu Tian (Tian Ci) yang diturunkan bagi kesejahteraan insan ciptaanNya melalui Nabi Khongcu! Apa makna Tahun Baru Imlek bagi Umat Khonghucu? Secara garis besar dapat dibagi menjadi dua aspek. Aspek Iman, terkait dengan ritual/persembahyangan sesuai yang dituntunkan dalam Kitab Suci, berikut ejawantah (kewajiban) dalam kehidupan

sosialnya sebagai panggilan dari ibadahnya. Aspek Cultural-Filosofis, terkait dengan musim awal tanam (musim semi) dan spirit San Cai: Tian, Tuhan sang Khalik memberi Kesempatan (baru) Di, Bumi/ sarana menyediakan Harapan (baru) Ren, manusia memperjuangkan/usaha (baru). Posisinya dengan makna tahun baru bagi Etnis Tionghoa? Sejarah mencatat, Ru Jiao (agama Khonghucu) adalah agama yang paling tua (awal) di Tiongkok. Agama ini sangat mempengaruhi kehidupan rakyat Tiongkok dan diajarkan turun-temurun (dalam keluarga) hingga sekarang. Ketika agama lain masuk ke Tiongkok, ajaran ini tetap membudaya dalam kehidupan sosial masyarakat Tionghoa sebagai etika moral (Khonghucu).Demikian pula halnya terkait Tahun Baru Khonghucu, orang Tionghoa (apa pun agamanya) masih ada ikatan batin, sehingga mereka tetap merayakannya sebagai budaya. Shanzai

politik pintu tertutup. Setelah dikuak dan Jepang membuka pintu, serdadu Amrik tidak menduduki Jepang. Lalu pasca-Perang Dunia II, pasukan Sekutu sempat menduduki Negeri Sakura di bawah komando Jenderal AS, Mac Arthur, yang setelah mewakafkan Konstitusi Jepang tahun 1950, balik pulang kampung. Cuma saat Perang Dingin melanda dunia, AS mendirikan pangkalan militer di Okinawa dan Chitose, yang tentunya tidak bisa disebut penjajahan,“ tutur Rubag. “Benar, kecuali orang nyinyir pasti menyebutnya penjajahan bentuk baru. Sebab, sedikit yang paham, justru Amrik, Inggris, Prancis dan Jerman merupakan negara dan bangsa yang diidolakan dan ingin ditiru bangsa Jepang. Ini melahirkan ungkapan, bangsa Jepang secara lahiriah Amerika, tapi batiniah tetap memuja Yamato Damashii, yakni semangat asli Jepang. Embrio keuletan, disiplin, etos kerja dan cinta Tanah Air dimulai pada Zaman Yamato, abad 4-6 Masehi. Ini kemudian dilanjutkan dan diperkaya dengan budaya Cina di Era Tokugawa

(1600-1868). Karena itulah di era keshogunan, bangsa atau pedagang Cina dan Belanda diberikan keleluasaan berniaga di beberapa wilayah Jepang, sedangkan bangsabangsa lain dilarang masuk, kecuali untuk kepentingan logistik hanya diizinkan di Pulau Dejima. Sebab, sejak 1633 Jepang menerapkan Politik Pintu Tertutup buat niaga dan hubungan luar negeri, yang diberi nama Sakoku. Selama dua setengah abad Jepang melakukan konsolidasi, kristalisasi dan patriotisme secara ketat. Lalu, kalau kita ingin meniru Jepang, punyakah sejarah seperti itu? Bukan melecehkan bangsa sendiri, justru pada tahun 1602 memberi izin perusahaan dagang Belanda, Vereenigde Oostindische Compagnie disingkat VOC, berdiri di Jayakarta. Hebatnya, VOC yang disindir sebagai negara dalam Negara, punya pemimpin berpredikat gubernur jenderal. Perusahaan dagang yang lebih dikenal dengan nama kompeni ini memulai sejarah perbudakan, perkulian dan kolonisasi di Nusantara,“ komentar Nyoman Sudiantara. “Setelah Perry membuka

Jepang tahun 1853 dengan rentetan tembakan meriam dari kapal-kapal yang digerakkan mesin, mata orang Jepang terbelalak, baru sadar kalau di atas langit masih ada langit. Terjadi gonjangganjing dan pertumpahan darah internal selama belasan tahun, akhirnya kekuasaan selama ratusan tahun rezim Tokugawa, dikembalikan ke tangan kaisar. Kaisar muda Meiji yang tergila-gila kemajuan teknologi, modernisasi dan peradaban Barat memulai restorasi tahun 1868. Meski demikian, peninggalan dan warisan kebijakan pendahulu yang baik dan cocok untuk kemajuan terus dipelihara dan dikembangkan. Nah, jiwa kepemimpinan seperti ini ada nggak di kalangan pemimpin kita? Menghilangkan dendam dan sakit hati perlu dilakukan, agar tidak muncul kredo Asal Bukan Sukarno, Asal Bukan Suharto, Asal Bukan SBY dan lain-lain. Padahal kita sering menggunakan frasa sustainable development atau pembangunan berkelanjutan, sehingga sangat ironis menerapkan politik asal bukan,“ pungkas Made Surjanegara.


Bali

6

Redité Wagé, 19 Januari 2020

Rerahinan Tumpek Wariga

Yadnya Mapangarah lan Ngaturang Bubuh ring Tetanduran RERAHINAN wantah parindikan sané mabuat tur nénten prasida lémpas saking kahuripan krama Hindu pamekas ring Bali. Duaning krama Bali matingetin makudang-kudang rahina suci utawi rerahinan sané rauhipun kadasarin antuk wewilangan tradisional sané ketah kasinahang ring kalender Bali. Manut kapatutan miwah dresta sané kamargiang ring pakraman Hindu Bali, makudang-kudang rerahinan kapatingetin utawi kalintangin antuk ngamargiang makudang-kudang upacara yadnya nganutin dresta ring soang-soang genah utawi wewidangan. Sinalih tunggil rerainan inucap minakadi upacara Tumpek Wariga. Tumpek Wariga wantah rerahinan suci sané rauh nyabran rahina Saniscara Kliwon wuku Wariga. Rerainan suci punika kadabdabang antuk ngamargiang upacara yadnya sané katurang majeng sarwa tumuwuh utawi tetanduran pamekas sané sampun setata ngicénin kawigunannyané miwah ngawi kasukertan ring kahuripan kramané.

Sakéwanten yéning katilik sajeroning dasar agama, upakara sané katurang wantah majeng ring Ida Sanghyang Sangkara pinaka déwaning sarwa tumuwuh pinaka atur bhakti saha pangapti mangda makasami tetanduran pamekas sané sampun ngicénin makudang-kudang pikolihnyané minakadi taru woh-wohan, klapa, taru sané mabunga miwah sané siosan mangda setata rahayu entiknyané. Sios punika, yéning kahuripan bunga miwah wohwohan sampun becik sinah prasida kawigunayang ring rerahinan Galungan sané jagi rauh malih selaé rahina saking Tumpek Wariga. Punika ngawinang Tumpek Wariga mapaiketan pisan sareng Rerainan Galungan. Ngeninin indik sarana upakara Tumpek Wariga, sané ketah kawigunayang minakadi peras, tulung tumpeng, bubuh sumsum, tumpeng agung, guling bawi utawi bébék, rakaraka, panyeneng, tatebus miwah sesayut cakra geni sané kaayab olih angga kulawarga. Sios punika banten sané kaucap patut kawigunayang

wantah banten isehan sané ngawinang pidabdab upacara inucap kawastanin antuk upacara ngiseh. Banten isehan ngawigunayang sampian éndongan sané marupa kompék madaging bubuh, nasi, wohwohan miwah sampian sané ngawinang banten inucap kawastanin banten ubagabig. Banten isehan punika katurang ring laapan sané kadagingin ring taru klapa sané sampun kajantenang. Banten minakadi canang, daksina, sesodaan, sesayut banten guru lan jerimpen wakula taler kawigunayang. Manawita sané kaupacarayang wantah taru asoroh antuk akéhipun minakadi ategalan, sinah prasida kamargiang ring taru apuun kémanten pinaka panyeledii saking taru lianan sané malih jebosnyané jagi kasiratin antuk tirta kémanten. Tumpek Wariga puniki taler madué aran tiosan, minakadi kawastanin antuk Tumpek Pangarah, Tumpek Pangatag, Tumpek Bubuh lan Tumpek Uduh. Kawastanin antuk Tumpek Pangarah duaning ring rahina inucap krama Hindu ma-

Ngamedalang Dharma Pamaculan TUMPEK Wariga wantah sinalih tunggil upacara sané mabuat kamargiang olih krama Hindu pamekas ring Bali. Duaning napi sané kaupacarayang wantah sarwa tumuwuh ring sajebag jagat tur majanten jagi mawiguna sajeroning kahuripan krama. Ida Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, Wakil Ketua PHDI Bali ring widang Agama lan Kesulinggihan ngandikayang, rahina suci Tumpek Wariga ring konséptual lan etika wantah rahina nyinggihang lan ngrastitiang sekancan tetanduran sinambi ngicénin pawarah-warah ring manusané mangda setata uning tur éling indik sapunapi sapatutnyané ngupapira tetanduran ring jagaté puniki. Sangkaning punika, pidabdab dresta inucap sané raris kajantenang pinaka jalaran sané ngamedalang dresta Dharma Pamaculan sané madaging antuk kapatutan indik tata-titi ngamargiang pidabdab matetanduran ring kahuripan sané becik, rumasuk ring rahina-rahina melah utawi padéwasan ayu matetanduran utawi sané ketah kawastanin antuk Kerta Masa. Ida malih ngandikayang, tatkala ngamargiang upacara Tumpek Bubuh, wénten kapanggihin pidabdab ngawigunayang sarana marupa bubuh barak lan bubuh putih sané matetuek utawi niyasa saking kama bang lan kama petak utawi i mémé lan i bapa. Bubuh sané lemuh kacolékang ring taru antuk pangapti jagi ngaturang pikayunan sané lemuh tur alep majeng ring jagaté. Uudannyané utawi sisannyané raris kaajeng olih krama lan kulawarga sané ngamargiang upacara inucap satmaka cihna yéning manusa lan tetanduran wantah manyama masikian, pinaka pakardin Ida Sanghyang Widhi Wasa sané kasinahang saking maduman ajengan bubuh sumsum inucap. “Punika ngawinang tios saking maupacara tatkala Tumpek Wariga, iraga patut taler nyinggihang miwah nyuciang sekancan tetanduran pinaka sinalih tunggil daging ring jagat miwah ring kahuripan puniki. Sios punika pidabdab sané kamargiang taler pinaka sinalih tunggil daging Tri Hita Karana,” Ida Pinandita nartayang. (was)

TUMPEK – Ring kahuripan krama Hindu pamekas ring Bali, majanten kramané ngamargiang makudang-kudang upacara manut pangrauh rerainan jagat. Minakadi Tumpek Wariga sané ketah kamargiang antuk makatah pidabdab lan upakara.

Tetuek Sastra Suci Mangda Sarwa Tumuwuh Prasida Lestari TUMPEK wantah sinalih tunggil rerahinan suci Agama Hindu sané manut saking dresta kamargiang antuk makudangkudang upacara yadnya. Wangun utawi soroh upacara sané kamargiang majanten mabinabinayan nganutin soroh tumpek sané akéhnyane nem soroh pinaka rahinan ngupacarayang makudang-kudang parindikan sané mabuat sajeroning pakraman. Ngeninin indik Tumpek Wariga puniki wantah tumpek sané kamargiang pinaka cihna nyuksmayang miwah ngrastitiang sarwa tumuwuh sané wénten ring jagat mangda kahanannyané setata rahayu tur becik pamekas sané sampun mawiguna ring padéwékan manusa utawi kramané soangsoang. Tumpek Wariga sané ketah kasengguh antuk Tumpek Uduh wantah sinalih tunggil dresta sané mabuat sajeroning pakraman pinaka jalaran nyinggihang lan ngupapira tetanduran pinaka sinalih tunggil pakardin Ida Sanghyang Widhi Wasa. Yadiastun Tumpek Wariga sané kamargiang ring rahina Saniscara Kliwon wuku Wariga ketah kawastanin “Hari Flora” wantah sinalih tunggil dresta tetamian budaya panglingsir Bali, nanging nénten makacihna yéning punika wantah dresta “local genius” krama kémanten sané tan padasarin antuk makudang-kudang daging sastra agama. Duaning

BAhAsa INDONESIA

1. gidat

1.

gidt/,

dahi

2. gigir

2.

gig^,

punggung

3. gigis

3.

gigis/,

sedikit

4. gilap

4.

gilp/,

kilau

5. gili

5.

gili,

pulau

6. giling

6.

gil&,

gulung

7. gilir

7.

gil^,

bergantian

8. gimbel

8.

gimã)l/,

cubit

9. gimeh

9.

gim);,

repot

10. gingsir

10. gi\uæ^,

geser

BPM/was

BUBUH – Sinalih tunggil sarana sané majanten kawigunayang sajeroning pidabdab upacara tumpek Wariga inggih punika bubuh utawi bubuh sumsum sané jagi kacolékang ring gaguétan taru klapa utawi taru siosan sané kaupacarayang punika. wénten makatah sloka sané maosang indik tetanduran satmaka dasar ring pamidabdab dresta tumpek. Minakadi ring lontar Sundarigama kabaosang,

Tumpek Bubuh wantah rahina ngaturang upakara yadnya ring Ida Bhatara Sangkara sané ring Agama Hindu wantah déwaning sarwa tumuwuh.

Tios punika ring Bhagawad Gita Bab XVIII, 44 kabaosang indik sang Vaisya Varna nglimbakang kasukertan ring kahuripan antuk ngamargiang makudang-kudang kapatutan sané sinalih tunggilnyané kawastanin antuk Krsi utawi ngamargiang pidabdab matani utawi matetanduran. Ring Rg.Veda III.51.5 munggah sloka: Indraa ya dyaava osadhir uta aapah. Rayim raksanti jirayo vanani sané maartos manusa patut ngamecikang druén palemahan minakadi atmosfir, tetanduran, tetanduran ubad, tukad, toya klebutan miwah alas. Malih ring sastra Sarasamuscaya 135 kabaosang: Mayangnyan piken tikang bhuta hita aywa tan maasih ring sarwa prani, apan ikang prana ngarania, ya ika nimitaning kapangehan ikang Catur Warga, nang dharma, artha, kama, moksa sané artos ipun manusané patut miara kawéntenan jagat mangda prasida becik tur kawastanin bhuta hita duaning kahanan punika sané ngawinang kawéntenan Catur Warga, luiré; Dharma, Artha, Kama lan Moksa prasida becik. Ring sastra Agastia Parwa kabaosang: Bhuta yadnya ngarania tawur muang sang kapujan ring tuwuh sané artosipun bhuta yadnya wantah ngwaliang daging-daging palemahan miwah pidabdab nglestariang sarwa tumuwuh. Dasar sakadi i wawu satmaka

nyinahang indik pidabdab nglestariang flora mangda kawéntenanipun setata ajeg lan lestari ring jagaté. Kadasarin antuk makudang-kudang daging sastra suci sakadi i wawu, sampun satmaka cihna yéning dresta sané katamiang saking para panglingsiré nguni marupa Tumpek Wariga wantah dresta sané madué dasar saking sastra-sastra suci Agama Hindu. Tios punika kapatutan sané munggah ring sastra-sastra suci inucap sampun satmaka matetuek mangda manusa pinaka pakardin utama Ida Sanghyang Widhi Wasa setata mautsaha ngupapira lan ngamecikang kawéntenan sarwa prani pamekas tetanduran lan sarwa tumuwuh. Yéning sampun becik kawéntenannyané sinah dados sinalih tunggil parindikan sané ngawinang tetujon kahuripan manusané prasida kapanggih. Dharma, Artha lan Kama sané katuju ring kauripan sekala sané jagi kanggén dasar ngruruh tetujon ring niskala inggih punika Moksa. Dadosné Tumpek Uduh satmaka dresta ngawitin lan ngamucukin pamidabdab krama nyagra lan ngaestariang kawéntenan tetanduran di Bali. Sakéwanten boya ja marupa upacara yadnyanyané kémanten sajabaning taler kasarengin antuk pidabdab lan parikrama sané sapatutnyané.(was)

Dura désa

Upacara Rebo Bontong

Dresta Panulak Bala ring Lombok

Kruna AKSARA BALI

BPM/was

Dasar Upacara Tumpek Wariga

Bencingah

Basa Bali

pangarah utawi matur uning ring tetanduran sané kaupacarayang antuk sesapan : kaki kaki, dadong jumah? Tiang mapangarah buin selaé dina Galungan mangda jeroné nged mabuah. Punika kamargiang antuk pangapti mangda tetanduran prasida ngicénin woh-wohan utawi bunga sané akéh tur prasida kawigunayang ring rahina Suci Galungan. Kawastanin Tumpek Pangatag duaning ring pidabdab upacara wusan mapangarah kalanturang antuk pangatag utawi netek miwah nuésang taru inucap saha masesapan “nged… nged…nged…”. Genah tuésan ring taru inucap raris kadagingin utawi kacolékang antuk bubuh sumsum pinaka niyasa ngicénin ajengan ring taru sané ngawinang rerainan punika kawastanin taler antuk Tumpek Bubuh. Kawastanin antuk Tumpek Uduh duaning ring pidabdab upacaranyané wénten pangapti utawi panguduh saking manusa ring sarwa tumuwuh mangda ipun setata ngicénin pikolih sané becik. (was)

LOMBOK madué soroh seni lan budaya sané ‘unik’. Budaya inucap sané ngarad para wisatawan, inggian lo-

kal wiadin wisatawan mancanegara rauh malila cita ka Lombok. Sakadi pamargin upacara Rebo Bontong sané

BPM/ist

kamargiang nyabran warsa olih krama Pringgabaya ring Lombok Timur. Upacara Rebo Bontong puniki kamargiang antuk tetujon panulak bala majeng krama Pringgabaya. Upacara adat puniki kamargiang ring Pasisi Ketapang Pringgabaya. Dresta inucap kadadosang sinalih tunggil daya tarik wisata, santukan satios pinaka ritual, upacara Rebo Bontong taler kadadosang pinaka event wisata tahunan ring Pasisi Ketapang lan Tanjung Menangis sané wénten ring Pringgabaya, Lombok Timur Kasenggung upacara Rebo Bontong snatukan pucak pamarginnyané kamargiang ring rahina Buda (Rabu) pinih untat ring bulan Syafar manut pawilangan Hijriah utawi Sasak. Sadurung kamargiangnyané acara pucak Rebo Bontong, krama Pringgabaya ngamargiang acara tetulaq

desa, tetulaq gubuk, miwah tetulaq otak reban. Makatiga acara inucap kamargiang ring bulan Muharram. Antuk kamargiangnyané tetiga acara tetulaq inucap, krama sampun mataki-taki jagi ngamargiang upacara Rebo Bontong. Kalih minggu sadurung upacara Rebo Bontong kamargiang, pemerintah Désa Pringgabaya kasarengin para lelingsir adat miwah para krama sampun mataki-taki nyayagayang piranti saha sarana sané kabuatang ring upacara Rebo Bontong. Ring rahina inucap, ring Pasisi Ketapang miwah Tanjung Menangis taler kamargiang makudang-kudang acara, mawit acara lomba pacuan kuda, balap sampan, tarik tambang, lomba lari, miwah lomba-lomba tiosan. Satios ngamargiang lomba, wenginé kamargiang acara peméntasan drama téater Cupak Grantang,

pagelaran wayang kulit, sesolahan rudat, ngwacén takepan (wewacan), gendang beleq, cilokaq, janggér, miwah sané tiosan. Ring rahina pucak upacara Rebo Bontong, kamariang ritual Tetulak Tamparan, inggih punika ritual selametan sané kamargiang ring pasisi pasih. Tetulak Tamparan kamargiang pinaka pucak upacara adat Rebo Bontong. Sajeroning pamargin upacara, wénten krama sané sampun sayaga makta sesajén sané pacang kararus ka tengahing pasih. Aturan inucap katurang majeng sang sané ngemit segara antuk tetujon mangda nénten ngulgul krama sané nedeng makarya. Satios nunas kaselametan taler kasukertan miwah nulak sakancan baya sané prasida nibénin samian krama ring Pringgabaya. (pusdat/berbagai sumber)


Nyastra

Redité Wagé, 19 Januari 2020 DAWEG titiang alit naen reraman titiangé ka balian tenungé. Kocap titiang dumuné naen nué utang sané durung sida kataur. Mamanah-manah mémén titiangé, “Apa lantas anggon mayahin sentanané bes nagih bayahin utang ngrahinin di sanggah. Kéné makejang mael. Pipis gedé ngenahné sakéwala barang ané bakat tuah akikit.” Reraman titiangé masangké sayaga jaga naurin wantah sampun déwék titiangé midep makamen. Manahang titiang daweg punika wau masekolah ring kelas satu SD. Titiang rumasa bagia santukan reraman titiangé sida naurin utang. Sayan kelih titiang mamanah sapuniki, “Dong ipidan iraga mati ngaba utang. Men yén manian iraga suba tua lantas ka umah wayah dong ngaba utang buin. Buin pidan lantas pegat baan utangé ené. Sakondén pegat sinah lakar tusing suud-suud numintis. Ngujang ento bakat itungang munyin tenung bakat sangetang. Anak bisa ngaé-ngaé. Ané melah jani mayasa kérti apang melah tepukin di guminé.” Titiang rumasa bagia santukan nué rerama sané midep ngenahang déwék titiang dados jadma. Janten sampun katah prabéa sané kamedalang. Janten sampun katah galah sané katelasang mangda déwék titiang midep uning ring kajatimuliaan. Titiang seseda pisan mangda urati ring anggah ungguhing basa. Titiang mangda midep ngenahang padéwékan. Iseng pisan titiang makemélan antuk meledé uning ring ius jagat. Iseng titiang ngrumrum mémé bapan titiangé sapuniki. “Mé beliang ja tiang hapé android.” Reraman titiangé nénten makesiab santukan sampun katah anak-anak alité ring wewidangan titiangé ngatekul ring hapé android kantos lali malajah. Lali matulung ring pisaga. Kantos lali ring kawéntanan anak lian. Iju ngetekul ring pekak gogel. Wénten ica-ica. Wénten kedék nénten wénten sané ajaka kedék. Arang sané maosin orti utawi kawéntenan panegara lian utawi panagara néwék santukan iju ring timpal ring dija nawi magenah. “Dadi meli sakéwala eda engsap malajah. Mémé bapa suba tuna mantas Madé apang duegan buin bedik. Nyén lantas anggon mémé bapa sesuluh lénan tekén sentanané.” Wawu asapunika kimud pisan titiang. Saurip titiangé durung naen ngaturin punapa-punapi ring rerama. Titiang nyesel déwék, “Malah pesan bibihi makemélan. Sajan uli munyi nepukin pakéwéh. Sinah i mémé ajak i bapa ngengkebang gedegné.” “Eda Madé lek tekén mémé bapa. Apang tusing sambantang tuna pesan. Mani meli suba hapé androidé ento. Koné dadi anggon moto. Bisa dadi anggon nyatwa ajak rerama ané joh misi ningalin muané.” “Beneh pesan Pa. Dibi tepukin tiang timpal tiangé ngorta ajak belinné di pulo lén. Tiang meled masi apang bisa buka kéto.” “Nah mani meli. Bapa ajak mémé

Tenung IBW Widiasa Keniten mantas metu inget apang tetep inget malajah. Eda hapéné nungkulang kenehé.” “Nah Pa. Nah Mé. Tiang lakar tetep seken dadi sentanan méméné.” Semengan pisan titiang sampun kicén jinah. Titiang kendel. Beliang titiang hapé saregep sareng pulsa lan pakétan. Rauh jumah édéngin titiang reraman tiiangé. “Saja melah. Bapa tusing kakekeh baan isinné. Madé dogén suba ané nganggon. Depang suba mémé ajak i bapa tetep buka kéné. Madé apang duegan tekén mémé-bapa.” Wawu édengin titiang timpal-timpal titiangé sami ngajumang titiang. “Tusing rugi ngelah timpal. Tusing katrok dadiné. Tusing kuper dadiné. Tiang orahina magabung ring WA. Titiang kadi banteng matluluk. Sareng-sareng manten. Titiang orahina sareng pésbukan. Titiang orahina ngalih gambar-gambar. Gelis pisan titiang ngresepang. “Dé tulungin bapa!” “Buin jebos enu ada gambar melah pesan.” “Dé mai malu. Tulungin mémé!” “Bin jebos. Kadong timpalé ngajak ngorta.” Reraman titiangé bengong mabalih déwék titiangé. “Ngujang dadi Madé buka kéné jani? Malah pesan beliang hapé. Yén tawang kakéné tusing kabeliang apa.” Kantenang titiang kedésam-kedésem mémé-bapan titiangé ngantenang déwék titiang sané kalangen ngulik hapé kantos lali manjus. Reraman titiangé maosang

titiang jadma tuwel. Jadma sané nénten demen ring tutur anak tua. Jadma sané méweh pisan tuturina. Mangda nungkalik manah reraman titiangé. Édengin titiang wénten tenung ring hapéné. “Mémé-Bapa ada tenung di hapéné. Ené tiang mara suud matenung.” “Miiiiiiiiiiiiiih Déwa Ratu. Jani suba dadi adep tukang tenungé. Man encén ento. Mémé meled katenungin.” Mémén titiangé kanten kendel pisan. “Ené Mé. Tekén dogén ené nyanan pesu suba. Ené tenung tiangé.” “Encén?” “Ené. Tiang manian lakar dadi pejabat gedé Mé.” “Pejabat gedé. Man nyén ané ngangkat?” “Ento suba ané tusing orahanga.” “Kendel masi mémé baana. Sina nyak buka tenungé. Madé dadi pejabat gedé. Indayang tenungin apa wit panumadian Madéné?” “Sinah manusa, Mé. Sinah kawitan tiangé. Ngujang lén?” “Indayangin dogen. Apa i pekak? Apa i kumpi? Apa i canggah waréng? Melah pesan guminé jani. Énggal nawang dadiné ané tusing kakeneh. Aluh baana.” Titiang raris neken tenung ané mrasidayang nuréksain sapasira titiang dugasé rihin. Wau tekén titiang raris medal bikul. Palekadan titiangé dumun dados bikul? “Suba Dé?” “Dadi kakéné Mé.” “Kenapa?” “Tiang lekadan bikul, Mé.”

“Badah. Tukang tenung ngawag adana ento. Man nyanan Madé lantas orahina ngrotrot. Nyén kodag.” Saking tenung palekadan déwék titiangé punika titiang nénten nué rasa becik. Sanunggil rahina, sanunggil wengi setata bikul manten sané marawat ring matan keneh titiangé. “Cai mula tumitisan bikul. Cai mula sorohan tukang rotrot.” Sapunika manten ring manah titiangé. Kantos sapuniki titiang mamanah. “Dadi degag gati munyiné misi macai-cai. Reraman titiangé nénten naen sapunika mabaos.” Titiang nénten rumasa ring jagaté. Sanunggil majrepjepan warnan bikul panggih titiang. Bikul putih, bikul barak, bikul kuning, bikul selem, bikul brumbun. Sakadi paideran warna manten panggihin titiang. “Eda cai gedeg orahanga tumitisan bikul. Bikul masi mabénang patuh cara manusa. Baan karman cainé melah dugasé dadi bikul sangkananga numitis dadi manusa. Jatiné cai mula bikul mawak manusa.” Mingkin titiang jejeh kadi nénten nué bayu. “Jani ajaka malali!” “Kija malali?” “Eda liunan patakon.” Degag pisan bikulé puniki. Titiang ajaka malali ka kota. Panggihin titiang umah mapanta-panta. Panggihin titiang montor sané mategepan rupanipun. “Encén pilihin.” “Pilihin kénkén?” “Rotrot!” “Rotrot?” “Beneh!” “Tiang manusa. Ngujang orahin ngrotrot.” “Tusing! Cai bikul. Lamun tusing ngugu. Rotrot ento!” ipun nengéng kadi ngamedalang geni. “Bikul apa kéné dadi ngendih matanné,” titiang ngrieng ring manah. “Eda liunan keneh. Rotrot jani! Lamun tusing nyak cai akar mati amah bikul.” Titiang jejeh pisan. Rotrot titiang sami sané tujuhangipun. Yukti pisan sami sané rotrot titiang sami bolong. “Ento tingalin. Saja cai tumitisan bikul. Tusing pelih munyin tenungé ento.” Tiang ngusap-ngusap mata. Apa saja titiang tumitisan bikul. Malah pesan kelangen tekén tenung. “Dé suba adep mémé hapéné krana tusing ngelah pipis anggon meli baes buin mani. Eno tusing nyandang tenungang suba seken tusing ngelah baas lakar jakan.” Titiang kipek-kipek nénten ngega santukan ring hapéné punika wénten poto anak malalung. -0Cerpen antuk Murda TOGEL sané sampun kamuat daweg Redité, 12 Januari 2020 boya reriptan I Made Suarsa. Wénten kaiwangan, sané patut wantah reriptan I Ketut Aryawan Kenceng. Ampura antuk kaiwangan puniki, suksma.

I Wayan Wahyu Amerta

Satua

Waged Magendér Wayang

Galuh Payuk (8) Kaketus saking Satua-satua Bali (V) NGOMONG buin anaké i busan, “Ah, lamun tusing ada ngakuin lakar duduk koné, ada ja anggon wadah baas.” Suba suud ia meli baas, lantas penpena ka tengah payuké, ngon ia ngajinang payuké, wiréh amon apa ja penpenina baas, teka sedeng dogén. Lantas ngomong, “Yé, ih embok, tingalin ja, tusing madaya tiang tekén payuké ené, amonto cenikné, teka asador penpenin baas. Né tiang makingsan koné malu, lakar kalahin mablanja.” Mara lenga akijapan anaké mliat, sagétan ilang payuké, magedi uli ditu lakar mulih. Di jalan tan mari ia mamunyi, “Troktoktok dengkok-dengkok-dengkok.” Kacarita payuké suba neked jumah I Tiwasé, lantas baasé pejanga di baléné wadahina lumpian. Lantas ia buin menék ka lenggatané. Mara teked Mén Tiwas, tengkejut ia ngajinang ada baas, laut ngomong. “Ih bapané, dadi ada baas dini, nyén ngejang aah?” Masaut Pan Tiwas, “Tawisin, awaké ané barengan teka ajak ia. Jog jakan dogén té suba, buin basang seduk tondén madaar, misi ja cetik dong mati ya, apang suud kasakitan!” Baasé lantas jakana tekén Mén Tiwas. Maniné semengan buin Radén Galuh Payuk luas ka peken tur mulih ngaba magenep, lakar basa, lakar jukut muah ané lén-lénan. Suba koné teked jumah lantas makepotan malebengan di paon, sawiréh payuké jani suba dadi anak luh tur jegeg gati. Mén Tiwas ngelah siap aukud, lantas ento ejuka, abuta buluné akatih lantas lablaba anggona jukut. Suud magarapan di paon, lantas nyampat makekelud uli jumahan metén nganteg ka natahé. Suba pragat kéto, lantas ia ka lenggatané buin dadi payuk. (Masambung)

ANAK alit bagus puniki seneng ring gambelan Bali. Sajeroning gambelan Bali, Wahyu— sapunika dané ketah kasambat ketah nabuhang gambelan gendér wayang. Dané ketah ngaturang ngayah taler ngamiletin makudangkudang lomba magendér. Kawagedan magendér wayang kasinahang antuk kakacepan dané ngambelang gending-gending gendér antuk suara sané becik tur ngulangunin saha pageh ring pakem ngembang miwah ngisep. “Pantara nabuhang gambelan gong kebyar, baleganjur, miwah rindik, tiang pinih seneng magendér wayang,” baos wahyu. I Wayan Wahyu Amerta sapunika aran panjang anak alit sané kantun ngranjing ring kelas VI SD Saraswati 4 Denpasar maosang sampun ketah magendér saking alit. Manut Wahyu, gambelan puniki ‘unik’ tur klasik, mawinan dané sayan kadaut ngambelang gendér. Wahyu naen ngamolihang juara Harapan I miwah Harapan II Lomba Gender Wayang Porsenijar Art Center wa rs a 2 0 1 8 m i w a h 2 0 1 9 lintang. “Sujatiné tiang meled mangda ketah ngamiletin lomba magendér, santukan nyabran lomba tiang polih paplajahan anyar. Sakéwanten, ketah kabanda antuk galah,” baos Wahyu kalem. Pianak pasangan I Nyoman Suraja — Ni Made Yulianingsih puniki ngangken seneng ngamiletin lomba sangkaning meled ngamolihang pengalaman, wawasan, paplajahan saha sawitra anyar. “Sané utama, kayun nyarengin taler mautsaha nyinahang sané pinih becik. Yadiastun durung prasida ngamolihang juara, titiang tetep semangat ngamiletin lomba salanturnyané,” weweh Wahyu. Satios s e n e n g magambel, anak alit sané embas ring D e n pasar, 29 Desember

2007 puniki taler ketah ngamiletin makudangkudang olimpiade. Kalih parindikan sané matiosan (akademik lan non akademik) punika kamargiang sinarengan antuk asil sané becik. Punika ngawinang kalih widang sané katelebin prasida ngateh dané ngamolihang makudangkudang prestasi sané ngawinang bangga. “Tiang ketah nyarengin olimpiade, ketah taler ngayah magambel tur magendér,” baos Wahyu. Wahyu ketah nyarengin olimpiade ring tingkat provinsi miwah nasional, inggian pinaka duta saking sekolah miwah nyarengin preragan. Nyabran lomba sané kamiletin, Wahyu setata ngaptiang polih juara, santukan pinaka penyemangat nyabran lomba. “Yadiastun durung prasida ngamolihang sané pinih becik, tiang setata mapangapti tur mautsaha mangda prasida dados sané pinih becik. Dumogi kapungkuran tiang prasida ngamiikang aran sekolah taler Pulo Bali,” baos Wahyu makenyem. Saking makudang-kudang lomba sané kasarengin, akéh piala wiadin piagam sané sampun kapolihang, minakadi Juara II Bahasa Inggris, Ephotech SMAN 2 Denpasar warsa 2015, Juara II Sispres seDenpasar Selatan warsa 2019, Juara II Olimpiade Matematika tingkat SD seBali, Finalis Primagama Mencari Juara Jogjakarta warsa 2019, Juara 1 Olimpiade Matematika Denpasar Selatan warsa 2019, miwah Juara II Sispres se-Den pasar warsa 2019.

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;mijil/. Pupuh Mijil 7.kp$tmhnÂmyekosi,

Kapertama Annamaya Kosi, h\án&srir,

angganing sarira, enkw\unÀnÓ¡kuæ(webog,

né kawangun antuk sarwa boga, pili;senstÙik\Ézé&,

pilih sané satwika ngranjing, eyn&sidhugi,

yéning sida ugi, \j)\*somæun*rkus/.

ngajengang sampunang rakus. 8.kp&kli;pÉnmyekosi,

Kaping kalih Pranamaya Kosi, h\ásk&pÉn,

angga saking Prana, enkw\unÀnÓ¡kÀ\Ðihen,

né kawangun antuk angkihané, enmw[Õk)kuwtnáhib/,

né mawasta kakuatan gaib, senm\idupin/,

sané mangidupin, sk&jgt±nsãyu.

saking jagat nunas bayu.

Saking Langit Bali Sapta Timira Kaliput peteng sintru Beneh pelihé dadi saru Parilaksana tanpa sepat siku Sakadi tan maguru Maseteru paturu satru Makanti momoné di malu Mamokak pada jumbuh Timira ing tengahing dalu Manados jalu ngenain ampru I Nyoman Sutarjana

Mamilih Jaman suba canggih Teknologi masih suba canggih Manusané patut ririh Apang bisa milih-milih Ané cén patut ané cén pelih Apang tusing kanti kalilih Bilih-bilih mamilih ané pelih I Putu Eka Mudiartika Yasa


8

Minggu Wage, 19 Januari 2020

Lampu dan Pintu Gerbang Geliat Muram dalam Senyum Ketahuimu dalam berat sungging senyumu Mata kurang berbinar menjawabi tanya Memilih biasa menepi dalam tawa Selaraskah kita di senda gurau? Atau ada maksud suara tak sanggup Bertutur sungkan sesungguhnya Melihat tak ada cahaya dalam tabir Senyum tak berasa sedikit pun Dijawab oleh wajahmu Norman Maulana Pemalang, Januari 2020

Kapan hari pernah kudengar Percakapan lampu dan pintu gerbang “Siapa yang akan kuterangi Jika jalan sepi begini?” Lampu yang memang tak begitu terang itu Seolah makin redup Si Pintu gerbang berdecit Bergerak sedikit sambil berbisik “Aku juga bosan begini Bersalaman, lalu ditinggal pergi. Kecuali burung yang pagi-pagi Tangkring di rusuk paling tinggi Siapa mau peduli?” Maka ingin aku cepat-cepat Malam berlalu Berganti pagi Mentari meninggi

Deja Vu Kali ini lagi kutemui Seberang jalan perempatan Berkisah bonanza tak sempurna Dimakan zaman tapi muncul lagi Suasana mendukung kehadiran itu Kudipaksa jauh bertanya pada hari itu Di perempatan terbayang lalu Sekarang tanpa berkisah deja vu Menjadi renung selanjutnya

Ingin segera kuberangkat Mematikan lampu yang semalam terjaga Melewati pintu gerbang lalu berucap “Assalamu’alaikum” Adi Purnomo Wangon, 05 Februari 2015

Norman Maulana Pemalang, Januari 2020

Narasi Tuhan Di Teluk Penyu Matahari menjadi topi api bagi kepalaku Sedangkan kulit lenganku, kuhidangkan Bagi panasnya yang membabibuta Aku melihat seorang anak Menerbangkan layang-layang Dengan benang waktu Matahari pecah di bibirnya

Tercatatlah kejadian Seumpama sungai, hulu hilirnya ditentukan Demikianlah, Kak Manusia membuat jembatan Dari kayu-kayu bernama harapan Dipukul paku, dikuati tekad Meski begitu, patah dan jatuh tetap ada Menakut-nakuti pikiran Membentuk resah gusar di dada yang gemetar

Aku memesan kopi dan seporsi mendoan Duduk di hadapanku dua perempuan Dadanya yang pasir itu menjadi tepi lautan

Namun, pembuat narasi tak pernah salah Jembatan patah membuat kita mengenal beton Siap menopang beban berton-ton

Tidak ada perahu yang berlayar Menuju Pulau Nusakambangan Ombak terlalu pasang Nelayan menanggalkan takdir Di atas pohon kelapa

Terkadang, kita cukup jumawa Menjadi apa-apa yang kuat Seakan melampaui batasan Tujuan-tujuan tergenggam Lantas lupa dan lalai

Di Teluk Penyu Matahari menjadi topi api bagi kepalaku Sedangkan mataku disilaukan cahayanya Saat aku pejamkan mata Air laut sudah setinggi dada

Kaubenar, Kak Manusia mereka-reka jalan Mengubah alur dengan yakin Tuhan, mungkin saja berubah pikiran

Wahyu Budiantoro 2020

Ika Marwah Madiun, 2019

”Stroboscopic Effect”

Membangun Cerita dari Tingkah Laku Satwa Peliharaan SUKA memelihara anjing, kucing, b u - rung, dan berbagai jenis satwa eksotik lainnya, seperti reptil, amfibi, serangga dan ikan hias? Jangan ragu-ragu, jadikan satwa klagenan itu sebagai “model” untuk mengasah skill fotografi Anda. Saat ini cukup banyak fotografer yang mengkhususkan diri memotret satwa peliharaan ini sebagai sumber imajinasi dan kreativitas karyakarya fotografinya. Bahkan, tidak sedikit dari mereka rela meluangkan waktunya untuk memelihara, merawat dan menjinakkan sendiri satwa-satwa yang kelak akan dijadikan sasaran bidik lensa kameranya. Jika Anda menyukai genre macro photography, misalnya, Anda bisa membeli berbagai jenis serangga dari breeder atau penangkarnya. Begitu pula dengan satwa eksotik seperti iguana, chameleon (bunglon), salamander, dan berbagai jenis reptil lainnya sudah banyak yang mengembangbiakkannya di Indonesia. Apapun jenis satwa yang Anda pelihara untuk dijadikan objek pemotretan, pastikan dulu satwa itu bukan berstatus satwa dilindungi agar tidak sampai tersangkut ma-

salah hukum. Jika Anda tetap ingin memotret satwa yang dilindungi seperti jalak Bali, Anda bisa menyiasatinya dengan meminjam koleksi penangkar yang memiliki izin khusus untuk kepentingan tersebut dan pemotretan langsung dilakukan di tempat yang bersangkutan. Sebelum melakukan pemotretan, ada baiknya terlebih mengamati karakter dan tingkah laku satwa yang akan dijadikan objek pemotretan. Hal ini akan memudahkan kita membangun cerita dalam foto tersebut. Jika pemotretan dilakukan di dalam kandang, akan jauh lebih menarik jika suasana kandang satwa tersebut di-setting seperti habitat alaminya sehingga foto-foto yang dihasilkan lebih natural. Singkirkan benda-benda yang mengganggu terlebih dahulu. Jika elemen di latar belakang objek tidak berfungsi untuk meningkatkan kualitas foto, pindahkan ke lokasi yang tidak akan masuk dalam frame foto. Selanjutnya, bersabarlah menunggu momen-momen terbaik yang diperagakan oleh “sang model” dan Anda tinggal menekan shutter kamera di saat yang tepat. Perilaku satwa peliharaan yang sering-

Scorpion and It’s Babies karya I Wayan Sumatika kali tak terduga memang menjadi objek yang menantang bagi seorang fotografer untuk menghasilkan foto-foto satwa yang menarik. Perlu diingat, foto satwa yang paling menarik adalah foto yang memiliki konsep dan menunjukkan konteks yang sesuai dengan citra hewan. Misalnya, sekawanan iguana yang sedang berjemur karena jenis reptil ini mengawali aktivitas hariannya dengan berjemur sebelum melakukan aktivitas utamanya seperti berburu mangsa dan sebagainya. Saat berjemur, reptil biasanya sangat mudah diabadikan karena cenderung tenang/ diam dan tidak bergerak aktif. S e l a m a pemotretan, berusahalah untuk selalu bersikap ten-

a ng . J a ng a n m e l a ku ka n gerakan-gerakan berlebihan karena hal itu justru akan membuat satwa yang dijadikan model merasa terganggu bahkan stress. Hewan yang stress akan menunjukkan ekspresi yang cenderung datar sehingga foto yang dihasilkan akan terlihat biasa-biasa saja. Fokuskan ke Mata Satwa Cahaya yang bagus adalah segalanya dalam fotografi, maka carilah lokasi dengan pencahayaan yang bagus saat memotret satwa peliharaan. Tentunya pemanfaatan pencahayaan alami secara optimal sangat disarankan. Hindari pemakaian flash (lampu kilat) berlebihan karena bisa membuat hewan terkejut kemudian lari menghindar dari lokasi pemotretan. Saat memotret satwa peliharaan, pastikan untuk memfokuskan kamera pada mata dan ekspresi wajahnya, karena mata adalah bagian yang paling ekspresif dari satwa

tersebut. Apabila Anda melakukan pemotretan di luar ruangan (outdoor), sebaiknya pemotretan dilakukan sekitar pukul 06.00-08.00 Wita saat sinar matahari tidak terlalu terik. Sedangkan sore hari waktu terbaik sekitar pukul 16.00-17.00 Wits. Level ISO kamera saat pemotretan pagi dan sore hari hampir sama, berkisar 200. Sedangkan pengaturan shutter speed atau kecepatan kamera sangat tergantung dari jenis satwa yang dipotret. Apabila objeknya cenderung lincah dan bergerak aktif seperti anjing dan kucing, shutter speed diatur di angka 1/250 hingga 1/500. Sementara hewan yang cenderung pasif seperti ular dan jenis reptilia lainnya, shutter speed bisa diatur di angka 1/100. Apabila Anda ingin “bermain” aman, atur kamera ke mode Aperture Priority (AP) atau mode Sports, sehingga kecepatan akan langsung mengikuti gerakan si objek yang dipotret. (ian)

The Beauty of Bali Mynah karya I Wayan Sumatika

Little Chihuhua and It’s Friend karya I Wayan Sumatika


Bud aya

Minggu Wage, 19 Januari 2020

9

Lomba Tari Bali dan Yoga

Memperhalus Jiwa dan Membentuk Siswa Berbudi Luhur Menguasai tari Bali dan menekuni yoga asanas sangat penting nilainya dalam membentuk ketahanan mental seseorang. Selain bermanfaat dalam kesehatan fisik, jiwa dan mental, melalui tari Bali dan yoga asanas kita mampu memperhalus jiwa dan membentuk siswa berbudi luhur. Hal itu diungkapkan Kepala SMP Dwijendra Denpasar, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd., di sela-sela lomba tari Bali dan yoga tingkat SD se-Kota Denpasar, Sabtu (18/1) kemarin. Sebanyak 100 penari dan 20 klub yoga bersaing dalam lomba tari Bali dan yoga asanas tingkat SD se-Kota Denpasar. Lomba diadakan OSIS SMP Dwijendra Denpasar bersinergis dengan Wiyata Mandala. Lomba dibuka Wakil Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar, Ida Bagus Bayu Brahmantia, S.H., M.H. Menurut Ketua Panitia, I Ketut Rangkuman, S.Pd., didampingi Ketua

OSIS Krisna Mahesa, lomba meliputi tari Condong kelompok A (umur 6-9-tahun), tari Condong B (umur 1012 tahun). Untuk tari baris kelompok A (6-9 tahun) dan tari Baris kelompok B (10-12 tahun). Sementara itu lomba yoga diikuti 20 SD masing-masing berkekuatan enam siswa. Ketua OSIS Putu Krisna Mahesa Putra mengatakan, lomba tari ini juga memberi penguatan generasi zaman now untuk pelestarian seni tari Bali dan yoga. Sekaligus dua seni ini menjadi unggulan SMP Dwijendra. Kasek Nadi Supartini menegaskan Tari Condong dan Baris dilestarikan karena dua tari ini sebagai dasar tari Bali juga bisa dipakai ngayah di masyarakat. Dia sendiri merasakan manfaat siswa menguasai tari Bali dan yoga, yakni makin tumbuhnya kepercayaan diri siswa, konsentrasi belajar, menjadi insan penuh disiplin dan memiliki ketahanan mental yang baik. Selain itu tari dan yoga juga

merupakan salah satu identitas Bali sangat penting ditanamkan sejak anak-anak. Melalui seni, kata dia, bisa membentuk karakter yang tangguh, berbudi luhur dan memiliki keh-

alusan budi dan tampil lebih rendah hati. Juga bisa mengerem kenakalan remaja. Khusus soal yoga, Nadi Supartini didampingi Wakasek I Made Yoga

Mahendra Andika, dan Ida Bagus Putra Arsana, S.Pd. mengungkapkan, saat ini yoga sudah berkembang dan diminati anak-anak SD. Makanya dia setuju sejumlah sekolah memasuk-

kan yoga dalam pelajaran agama Hindu. Lomba ini dikatakannya juga mendukung visi Yayasan Dwijendra dalam pelestarian nilai seni dan budaya Bali. (sue)

TARI DAN YOGA - Siswa SD di Denpasar tampak antusias mengikuti lomba tari dan yoga di SMP Dwijendra Denpasar.

’’Wira Satya’’ Mahakarya Warga Trisma

FRAGMEN - Cuplikan fragmen Wira Satya saat Arjuna dan Subadra membicarakan strategi perang melawan Korawa.

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA 4* Htl in Seminyak is looking for Eng. Crew can take weak current (Male) 1 Exp years,Bell boy(SIM B),Captain Rest.(Male) 2 Exp Years, Apply to hrdseminyak@yahoo.co.id

B.BP.001.01.20.0000454

Cr Sgr Tng Keamanan&Kebersihan Hub.085338137163,085714767043 B.BP.001.01.20.0000379

Dcr Adm&Acct bs Kompt,ByPas IB Mantra 112B Dps, 087754434981 B.BP.001.01.20.0000413

Dcr Tng 2 wnt+3laki serabutan min SMA,UD Kabik, 081999415788 B.BP.001.01.20.0000397

Bth Receptionis, sopir, terapis Hb:Lluvia Spa 8475903, 8475662

Dibutuhkan SPI untuk BPR pengalamanKAPHub.0361-224025

LOKER

DIJUAL MOTOR

B.BP.001.01.20.0000402

B.BP.001.01.20.0000403

RUPA-RUPA

BIRO JASA

BIRO JASA

Dicari Koki Wanita untuk rumah Dps. Tinggal dlm berpengalaman pintar masak. Gaji 3,5Jt SMS WA 0816571027 B.BP.004.01.20.0000392

Dicari Sopir Serabutan SMS/WA 081999917824 B.BP.001.01.20.0000459

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Dicari Marketing menguasai:Web Excel,Windows Untuk Perusahaan Jepang, Hub.081237170506

B.BP.001.01.20.0000316

Anak-anak SMAN 3 Denpasar dikenal banyak memiliki bakat seni budaya Bali, khususnya seni tari dan kerawitan. Setiap HUT mereka mementaskan mahakarya terbaik dalam seni tari. Pada puncak HUT ke-43, Jumat (17/1) lalu, anak-anak Trisma mempersembahkan fragmen kolosal berjudul ‘’Wira Satya’’. Fragmen ini mengambil cuplikan hari ketiga belas Bharatayuddha. Korawa menantang Pandawa untuk mematahkan formasi perang Chakrawyuha. Pandawa mengutus Abimanyu untuk meruntuhkan formasi Chakrawyuha meski mereka tahu bahwa Abimanyu hanya mampu masuk tapi belum mampu keluar dari strategi perang tersebut. Abimanyu tampil dengan gagah berani dan menggunakan kecerdikannya untuk menembus formasi. Pandawa bersaudara mencoba untuk mengikuti, namun mereka dihadang oleh Raja Sindhu Jayadrata. Melihat keberanian Abimanyu, pihak Korawa di bawah

HONDA

HRV Mugen Matic Th 2017, Putih Tgn 1,A/N sendiri.081237544219

B.BP.001.01.20.0000449

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

TOYOTA

DIJUAL TANAH

pimpinan Guru Drona mulai terusik. Abimanyu mampu bertahan dengan segala kemampuan yang ia miliki, walaupun akhirnya ia harus gugur karena upaya licik yang dilancarkan Korawa. Mahakarya ini menurut penanggung jawab yang juga Kepala SMAN 3 Denpasar, Drs. Ida Bagus Sudirga, M.Pd.H., memberi pelajaran kepada kita untuk menjalankan swadharma dengan gagah dan berani. Seperti Abimanyu, sekalipun gugur dia sukses menjalankan swadharma sebagai kesatria dan mengikuti perintah Guru Drona. Demikian juga pelajar harus belajar dan menjalankan swadharma saat Brahmacari. Penampilan apik ini didukung penata tari I Wayan Gede Bimantara, I Made Agus Tresna Tanaya, Komang Ayu Anom Swandewi. Penata kerawitan I Made Gede Adi Praginata, Konsultan I Gede Anom Ranuara, S.Pd., S.Sn., M.Si., I Gede Yogi Pramana, Koordinator I Wayan Phala Suwara, S.Pd., H., M.Pd. (sue)

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL TANAH

KONTRAKTOR

BUC Tanah 4Are Jl. Kalanganyar Sudimara Tbn. untuk Perumahan. 275jt/are nego,Hp.082144212121

Jasa Borongan Bangunan/Renov Rmh,Kos,Villa Dll, 087760041349 B.BP.001.01.20.0000408

B.BP.004.01.20.0000387

Agya TRD Htm Matic Spr Ors asli DK, 0895-8039-44666

80 A Mengesta Penebel Tabanan Menuju Jatiluwih 08113934393

KEHILANGAN

Avanza G AT Th 2014 putih DK Denpasar Hub.085333124554

87A utr Rest Area Rambutsiwi Negara Hp.08174792710

HlgBPKBNo.H05349422DK6040UQ An. Made Sandiada, Buleleng

Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 081.338.344.155 & 087887729409

B.BP.001.01.20.0000452

B.BP.001.01.20.0000107

B.BP.004.01.20.0000462

B.BP.001.01.20.0000453

B.BP.001.01.20.0000380

B.BP.001.01.20.0000460

BIRO JASA


10

Rem a ja

Minggu Wage, 19 Januari 2020

Perpustakaan Kampus Hadapi Era Kekinian dengan Integrasi ”Online” MENGELOLA perpustakaan dengan koleksi ribuan buku bukanlah persoalan mudah. Bila terjadi salah kelola, maka perpustakaan tak ubahnya menjadi sebuah gudang buku. Terlebih di era kekinian, berbagai layanan informasi disediakan dalam dunia digital. Minat generasi milenial pun semakin minim untuk datang ke perpustakaan.

BPM/dar

PERPUSTAKAAN - Sejumlah mahasiswa Unud beraktivitas di perpustakaan kampus.

Apalagi dunia kampus merupakan tempat komunitas muda yang kesehariannya tidak terlepas dari dunia digital. Hal ini menjadi tantangan pengelola perpustakaan kampus untuk ke depannya memperbaiki pelayanan dan koleksi buku perpustakaan sehingga dapat mempertahankan minat generasi muda untuk tetap datang ke perpustakaan. ‘’Manajemen perpustakaan harus melakukan terobosan, harus berbenah sehingga perpustakaan masih memiliki daya tarik untuk dikunjungi. Untuk itu, pelayanan harus disesuaikan dengan standar perpustakaan nasional,’’ kata Kepala UPT Perspustakaan Universitas Udayana, Ketut Ayu Sanjiwani, S.E. M.H. Pustakawan Unud itu menyatakan, selain mengi-

kuti standar pelayanan perpustakaan nasional, terpenting dalam pelayanan bagi pengunjung perpustakaan adalah tidak boleh judes. Memberikan pelayanan harus ramah dengan memberikan 3S (senyum, salam, dan sapa) bagi setiap pengunjung. Menghadapi tantangan era digital saat ini, Unud telah melakukan inovasi dengan mengintegrasikan semua perpustakaan yang ada di lingkungan kampus. Integrasi online sudah dilakukan di tiga tempat, yakni perpustakaan Kampus Denpasar, Kampus Bukit, dan Kampus Sanglah. Integrasi online juga dirancang untuk perpustakaan di setiap fakultas, pasca dan prodi. Integrasi online pada perpustakaan ini untuk lebih memudahkan mahasiswa,

dosen dan civitas akademik lainnya untuk mencari buku. Pemustaka sebelum datang ke perpustakaan kampus sudah bisa terlebih dahulu melihat buku apa yang ingin dicari melalui katalog online terlebih dahulu. Setelah ketemu di perpustakaan apa buku tersebut berada, maka pemustaka bisa langsung melakukan pemesanan dan menyepakati untuk waktu pengambilan. “Jadi, mahasiswa tidak lagi bingung datang ke perpustakaan mana guna mencari buku yang diinginkan. Melalui katalog online terlebih dahulu diketahui di mana buku tersebut berada, sehingga tidak perlu wara-wiri ke Kampus Denpasar maupun Kampus Bukit,” ujar Ayu Sanjiwani. Minat baca mahasiswa ke perpustakaan selama ini masih

cukup tinggi. Rata-rata kunjungan per hari mencapai 500 orang, khusus di perpustakaan Kampus Bukit Jimbaran. Perpustakaan Unud juga dilengkapi wifi. Perpustakaan kampus bukan saja menjadi tempat untuk membaca, melainkan juga sebagai tempat bagi mahasiswa untuk mengerjakan tugas. Dengan koleksi buku yang ada di perpustakaan, mahasiswa dibantu dalam mengerjakan tugasnya. Di samping itu, perpustakaan yang dilengkapi taman internet juga sebagai tempat beristirahat sambil menunggu jam kuliah. Layanan perpustakaan di Unud buka hingga pukul 19.00 Wita. Koleksi buku mencapai 87.041, belum lagi jurnal dan e-Book online. Jumlah anggota sebanyak 37.471 orang, terdiri atas dosen, pegawai, dan mahasiswa. Layanan integrasi online dalam pengelolaan perpustakaan kampus ini mengantarkan Unud meraih akreditasi A. (dar)

Yong Sagita

Hadirkan Lagu Milenial Ingin Berbasis Digital Bahasa Buleleng PENYANYI pop Bali senior, Yong Sagita, kembali menyapa para penggemar setianya akhir tahun lalu. Pria asal Singaraja ini menghadirkan single dengan konsep berbeda dibandingkan lagulagu sebelumnya. Pasalnya, lagu berjudul “CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali)” yang sudah dirilis bertepatan hari Natal 2019 menggunakan bahasa Bali khas Buleleng. Lagu ini pun didesain sesederhana mungkin dengan video lirik yang digarapnya dalam waktu singkat. Menariknya, tak peduli dengan tren musik saat ini, Yong Sagita tetap percaya diri dengan gaya khasnya sedari dulu. Lagu dengan lirik berbahasa lugas kadang usil dan nakal tetap dipertahankan. Bahkan pada lagu ini ia sengaja memainkan lagu dengan nuansa dangdut dan lirik menggunakan bahasa Bali khas ala Buleleng. Soal kata-kata khas Buleleng, penyanyi yang masih banyak dikenal dengan hits-nya, seperti “Buleleng 3010” dan “Jaja Kak Ne” ini mengaku memang sudah berencana sejak dulu. Ia ingin membuat satu lagu menggunakan bahasa Bali yang memang khas Bali sehari-hari. “Ya, hitung-hitung daripada pakai ungkapan aku, kamu. Ada dua alternatif yang terlintas dalam benak saya, kalau nggak ake ente, ya pakai ake engko, bahasa Tigawasa, Pujungan. Akhirnya saya putuskan pilih ake ente,” ungkap Yong Sagita belum lama ini. Penyanyi yang sudah berkiprah sejak awal 80-an ini juga mengaku sempat dibuat

kaget m e n dengar omongan atau komentar orang-orang terdekat soal karya terbarunya ini. Namun ia tetap berkomitmen dan memutuskan menggunakan bahasa tersebut. Alasannya, agar bisa memberikan warna baru di belantika musik pop Bali. “Saya siap dengan segala risikonya,” tandasnya. (win)

SALAH satu mahasiswa FKIP Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, I Wayan Darmayasa, berharap desain perpustakaan kreatif, inovatif, dan berbasis digital, sehingga informasi dari buku bacaan dapat diakses lewat dunia maya. “Artinya, perpustakaan mesti menyiapkan bahan bacaan yang mudah diakses secara digital. Sebab, kecenderungan generasi milenial adalah serba simpel. Maka dari itu perlu adanya perpustakaan digital. Konsep demikian adalah salah satu pendekatan yang efektif sekaligus efisien. Jadi, generasi milenial mudah mengakses di mana pun dan kapan pun,” ujar pria asal Nusa Penida ini.

Hal senada diungkapkan oleh Ni Putu Dhea Eka Pramana Putri. Menurut mahasiswi Prodi Hukum Fakultas Dharma Duta IHDN Denpasar ini, untuk meningkatkan minat baca di kalangan pelajar, perpustakaan harus ditata senyaman mungkin yang didukung teknologi, seperti komputer atau wifi, furniture yang tertata rapi, kursi dan lain-lain. Selain itu, pencahayaan dalam ruang perpustakaan penting. Sebab, apabila ruangan redup, minat baca pasti berkurang. Yang tak kalah penting, perpustakaan terletak di tempat-tempat strategis sekolah atau kampus. “Kalau bisa setiap perpustakaan berbasis teknologi, koleksi bahan bacaan tidak

Minim Pustakawan, Mesti Kreatif dan Inovatif DALAM dunia pendidikan, perpustakaan menjadi salah satu pilar penting untuk meningkatkan kecerdasan sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, pengelolaan dan pengembangan perpustakaan, baik dari segi persediaan buku, penerapan teknologi dan SDM pustakawan yang andal, sangatlah penting. Kualitas tenaga kerja, khususnya terkait tenaga pustakawan masih menjadi persoalan. Tenaga pustakawan yang berlatar ilmu perpustakaan masih sangat minim. Bahkan, perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah di Bali tidak memiliki tenaga kepustakawanan, sehingga guru yang tidak memiliki keahlian di bidang ini ‘dipaksa’ menjadi tenaga perpustakaan. Padahal kemampuan dan keterampilan pustakawan menjadi hal yang penting bagi keberlangsungan dan kemanfaatan suatu perpustakaan, termasuk dalam memahami kebutuhan masyarakat di mana perpustakaan tersebut berada. Selain itu, di era milenial saat ini konsep perpustakaan harus representatif, kreatif, bahkan inovatif, sehingga menarik para pembaca untuk berkunjung dan membaca buku. Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali, Luh Putu Haryani, belum lama ini mengatakan, minimnya tenaga perpustakaan di Bali dikarenakan kurang minatnya generasi muda bekerja sebagai pustakawan. Salah satu faktornya, pustakawan masih dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Padahal pekerjaan pustakawan sangat mulia, yaitu

membantu meningkatkan minat baca anak-anak untuk mencerdaskan kehidupan generasi muda bangsa. Di era globalisasi sekarang ini, menumbuhkembangkan minat baca anak-anak tidaklah mudah. Harus dilakukan upaya yang kreatif dan inovatif dalam mendesain perpustakaan, sehingga tampil lebih representatif. Perpustakaan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak milenial. Seperti menyediakan buku yang sesuai selera anakanak, dan melengkapi perpustakaan dengan berbagai fasilitas yang menarik, di antaranya wifi. Sebab, selain sebagai tempat membaca, perpustakaan juga berfungsi sebagai arena rekreasi bagi anak-anak. “Di sinilah dibutuhkan tenaga-tenaga perpustakaan yang benar-benar paham bagaimana mengelola dan mengembangkan perpustakaan, sehingga sesuai dengan kebutuhan dan mampu mendesain konsep perpustakaan semenarik mungkin,” tandas Luh Putu Haryani. Pada zaman revolusi industri 4.0 ini, perpustakaan mesti berbasis digital, sehingga buku-buku mudah dijangkau dan bisa dibaca melalui gadget masingmasing. “Saya berharap perpustakaan disebar lebih luas, baik di sekolah-sekolah, banjar-banjar, masyarakat maupun di tempat umum dengan perpustakaan keliling. Di bawah Menteri Pendidikan yang baru, perpustakaan tidak perlu luas, namun digital harus dikembangkan dengan jumlah referensi yang beragam,” ujarnya. Menurut Kadis Kearsipan dan Perpustakaan

”Trend Fashion” 2020

Beragam, Tetap Kedepankan Budaya Bali TAHUN 2020 menjadi awal yang baru untuk semua lini. Awal baru ini pun dimanfaatkan sejumlah orang untuk bisa mengembangkan banyak hal. Mulai dari ilmu teknologi, bisnis, media sosial, pendidikan, hingga gaya fashion pun menjadi sangat penting dikembangkan saat ini. Gaya fashion atau trend fashion saat ini sangat diperhitungkan. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja, hingga orangtua sangat antusias mengikuti trend yang ada. “Trend fashion pada tahun 2020 pun masih beragam. Banyak perpaduan gaya dan warna yang masih digunakan para remaja. Contohnya anak didik Luh Muani Academy, di setiap kegiatan dalam kesehariannya dan saat bersekolah selalu menggunakan endek Bali. Ini menjadikan endek Bali menjadi banyak peminatnya dari semua kalangan masyarakat,” ujar Ketua Luh Muani Academy, Ryan Indra Darmawan, Sabtu (18/1) kemarin. Dikatakannya, anak didik Luh Muani Academy khususnya

yang mengikuti kelas modeling memberikan nuansa berbeda terhadap trend fashion, yaitu dengan berani memperpadukan gaya trendy mereka saat fashion show ditambahkan unsur-unsur

hanya buku, melainkan beragam variasi bisa melalui e-Book, video pembelajaran dan lainnya, yang semuanya bisa disimpan secara digital,” ungkapnya. Menurutnya, semua teknologi mesti tersedia di perpustakaan. Dengan demikian, kalangan remaja tidak perlu merogoh kocek untuk pergi ke warnet. Hal ini tentunya akan mempermudah pencarian informasi bagi pengguna perpustakaan. (win)

endek Bali yang serasi. Menurut mentor Modeling Luh Muani Academy, Bella Indra Octavia, trend fashion 2020 sebenarnya bisa menggunakan apa saja yang membuat diri kita tetap percaya diri dan nya- man. Bahkan bias

’dibumbui’ dengan trend yang berkembang saat ini, yaitu ditambahkan dengan gaya boyband/girl band Korea yang trendi, perpaduan warna pakaian yang sedikit lebih berani, namun tidak lepas dari unsur budaya, yaitu

endek atau bahkan batik yang membuat kita tetap ingat dengan budaya yang kita miliki. “Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memamerkan dan bangga terhadap jerih payah anak bangsa,” pungkasnya. (win)

LUH MUANI ACADEMY - Modeling Class Show Denpasar Festival 2019 dari Luh Muani Academy.

BPM/win

Kota Denpasar, I Putu Budiasa, pustakawan di sekolah-sekolah belum maksimal. Bahkan ada sekolah yang tidak memiliki perpustakaan. Ruang perpustakaan dan lahan parkir terbatas dan sempit. Kendati demikian, minat masyarakat datang ke perpustakaan Denpasar masih tinggi. Ke depan, perpustakaan berbasis digital juga harus dikembangkan dengan varian-varian inovatif dan kreatif, sehingga buku-buku yang ada bisa dibaca lewat HP oleh masyarakat (e-Book). Sementara itu, guna meningkatkan minat baca masyarakat, perpustakaan di Kabupaten Badung telah menerapkan sejumlah inovasi yang kreatif dan menarik. Kasi Layanan dan Pelestarian Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Badung, Tjokorda Istri Mas Karikawati, menyatakan Kearsipan dan Perpustakaan Badung terletak di Puspem Badung yang terdiri atas tiga gedung. Salah satu gedungnya dinamakan gedung baca “Sastra Mangutama” yang pelayanannya berbasis sirkulasi yang terintegrasi. Gedung ini rutin dikunjungi anak-anak sekolah se-Badung. Ada dua inovasi yang dikembangkan tahun ini, yaitu layanan khusus tuna netra bekerja sama dengan BLBI di Cimahi, Bandung, dan layanan baca Bung Karno berbasis digital dengan 700 judul buku. Dalam pelestarian, anak-anak diajarkan menjilid koran serta memperbaiki buku-buku yang rusak dan langka. “Kami memiliki empat mobil perpustakaan keliling, lima pustakawan ahli, dan satu pustakawan fungsional,’’ jelas Karikawati. (win)


INspirasi

Minggu Wage, 19 Januari 2020

Pengakuan Pekerja Vila

Selain Keluarga Ada juga Tamu ”Gay”

BPM/jay

VILA - Suasana vila yang mempromosikan diri sebagai vila gay di Seminyak, Badung.

Mereka (seorang gay) tidak akan menujukkan dirinya seorang gay. Buktinya, mereka menjaga bodi agar terlihat kekar. Makanya mereka melakukan aktivitas nge-gym dan olahraga lainnya,” kata seorang wanita berinisial KS, tinggal di seputaran Denpasar, Sabtu (18/1) kemarin. Wanita ini menjelaskan ia kenal dengan laki-laki yang merupakan gay lebih dari 10 orang. Dari jumlah itu, mereka kebanyakan mengaku bisa menjadi seorang gay lantaran sudah tidak percaya dengan wanita. Artinya, mereka ratarata disakiti wanita, sehingga berpaling kepada laki-laki. “Mereka sebelumnya pacaran dengan wanita, tapi selalu disakiti. Dari sakit hati yang dialaminya, mereka pun menutup diri untuk wanita. Makanya mereka mencoba mendekati laki-laki, setelah sama-sama punya perasaan suka, akhirnya ketagihan,” terangnya.

Selain itu, ada juga beberapa orang yang sejak SMP sudah menyukai lawan jenis. Ia tidak akan mau bergaul dengan wanita. Bahkan, secantik apa pun wanita itu, tidak akan pernah membuatnya tertarik. “Seorang gay itu akan lebih terbuka dengan teman wanitanya. Kalau sudah menjadi teman dekatnya, apa pun yang dilakukan dengan pasangannya pasti cerita. Bahkan hingga hubungan intim dengan pasangannya pun diulas secara detail,” terang wanita yang namanya tidak mau dikorankan ini. Lebih lanjut dikatakan, dari sisi karakternya, seorang gay itu memiliki rasa cemburu yang sangat tinggi. Karena mereka menilai menjalin hubungan dengan sesama jenisnya itu selalu romantis. Bahkan, kalau mereka sudah saling suka dan cinta, namun sekali dikhianati, mereka akan mengejarnya. “Gay yang saya kenal itu

M.Rida.

BPM/sue

pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) mesti gencar diimplementasikan oleh semua pihak. Tujuannya agar masyarakat bisa membentengi diri terhadap bahaya narkoba. “Pemilik vila jangan cuma memikirkan profit saja. Semestinya mereka memikirkan dan berperan menyelamatkan Bali dari hal-hal negatif, khususnya narkoba,” ungkap

mantan Kabag Sumda Polres Badung ini. Apalagi Kuta merupakan tujuan utama turis dunia. Semakin banyak turis berkunjung ke wilayah tersebut, maka dimanfaatkan sindikat narkoba untuk melancarkan aksinya. Jika tidak diawasi dan diatasi maka berdampak negatif terhadap masyarakat setempat dan Bali pada umumnya. (rah)

BPM/sue

Wenten Aryasuda

IGN Wirata

BPM/sue

Berhak Dicintai

Dari Hal. 1 Selain umur sudah memasuki usia 17 tahun, siswa juga merasa dihargai dan berhak dicintai oleh lawan jenisnya. Hanya saja, kata M. Rida, tetap dalam koridor cinta sehat atau sewajarnya. Hal ini dibenarkan Sekretaris Umum PGRI Bali, Dr. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. Sebab rasa mencintai jika dikekang, dia khawatir membuat remaja antipati kepada lawan jenisnya. Di SMP PGRI 2 Denpasar, kata dia, anak-anak diberi waktu untuk menyatakan senang kepada lawan jenis. Tiap kelompok belajar dicampur siswa dan siswi. Jika ini dilarang, mereka akan mencari kelompok yang memperhatikan dan peduli dengan dirinya. Akhirnya mereka bisa

kebanyakan dari luar Bali. Biasanya mereka kebanyakan memiliki pasangan seorang bule. Kenapa mencari bule? Karena hidupnya dijamin,” imbuhnya. Sementara itu, hal berbeda dikatakan wanita yang tinggal di Kuta berinisial CA. Ia mengaku juga memiliki sejumlah teman yang merupakan gay. Diceritakan, perilaku kesehariannya tidak ada yang aneh. Akan tetapi, ia akan kelihatan gay ketika bertemu dengan laki-laki yang disukainya. Pandangannya pasti selalu ke laki-laki tersebut. Bahkan, kalau ada respons balik, ia akan cepat akrab. “Saya pernah pengalaman, saat mengajak seorang gay dan ketemu dengan lakilaki, ternyata si gay ini suka. Setelah pertemuan itu, saya disuruh nyomblangin. Eh, ternyata mereka sama-sama suka. Sampai sekarang mereka berhubungan,” tuturnya sambil ketawa. (jay)

Perlu Diawasi

Dari Hal. 1 “Kalau tidak diawasi dan dipantau akan berpotensi adanya penyalahgunaan narkoba. Apalagi ada vila khusus gay, itu kan sifatnya tertutup sekali. Kami ada merehabilitasi gay karena mengonsumsi narkotika,” ujarnya. Di mengharapkan proteksi masyarakat khususnya instansi terkait harus terus ditingkatkan. Penyuluhan dan sosialisasi terkait pencegahan,

Drama ”Gay”

Menjaga Bodi

Dari Hal. 1

terjerumus ke cinta sesama jenis. Kedua, kata dia, jika di sekolah ditemukan siswa laki-laki agak kemayu, tidak boleh dipojokkan. Termasuk lingkungan sekolah tak boleh membiarkan mereka bergaul dengan kesepian. Ajaklah mereka bergaul dan buatkan kelompok siswa campuran. Dengan demikian mereka saling menaruh perhatian dengan lawan jenisnya. Hal itu juga diterapkan di SMK PGRI 1 Denpasar oleh Kepala SMK PGRI 1, Drs. IGN Wirata, M.M. Pasalnya di SMK berbasis teknologi yang dipimpinnya kebanyakan siswa laki. Namun, dia memiliki strategi khusus agar semua siswa merasa diperhatikan. Semua jurusan

diisi pula oleh siswi. Kedua, semua siswa diberi kesempatan jatuh cinta dalam batas normatif. Hal ini dilakukan dalam kompetensi apapun harus diisi siswa perempuan karena kehadirannya mereka sering bisa mengerem ‘’kenakalan’’ siswa laki. Dia mencontohkan di Jurusan Mekanik, juga ada siswa perempuan. Demikian juga di bangunan dan elektronik. Sedangkan di Multi Media, didominasi siswa wanita. IGN Wirata mengatakan, faktor lingkungan sangat berpengaruh besar munculnya perilaku seks menyimpang. Di sinilah dia mengritisi pentingnya kontrol masyarakat agar segera melaporkan jika ada pesta sesama jenis dan sejenisnya. (sue)

Minggu, 19 Januari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pesrama Pemangku Dan Serati (4) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Edan Zumba Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar Menggambar Iguana

10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita

Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali Dampak Turunnya Gusi Terhadap Rasa Ngilu

17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita

Salah seorang pekerja di vila gay di Seminyak, Badung yang berinisial NS mengaku sangat terkejut dan tidak menyangka akan ada iklan yang menyudutkan vila tempatnya bekerja. Ia menceritakan, vila tersebut sebenarnya dikontrak selama dua tahun oleh Mr. Martinus (76) yang berkewarganegaraan Belanda dari sang pemilik vila bernama Anggie. Selama periode kontrak, Mr. Martinus jarang menempatinya, sehingga vila seluas 2,5 are dengan 4 kamar ini disewakan lagi secara harian,

Pada Gigi Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Samatra Artis Bali HUT Genta Bali TV Shop Kalung Omkara Indi Band Generation Brother JOG Bali TV Shop Kalung Omkara Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Kris - Kriminal Sepekan Solusi Alternatif Marion Sam

Dari Hal. 1 Dari berdikusi berlanjut pada mempraktikannya. Jadi bisa dikatakan karena sering membaca komik maupun menonton anime dan drama soal gay atau lesbian, menginduksi dan akhirnya mengubah prefensi seksualnya,’’ jelas Sri. Membaca komik ataupun menonton drama dan anime gay atau lesbian pada awalnya mungkin biasa saja. Tetapi lama-

lama memberikan rasa nyaman dan bahagia yang berlanjut pada berdikusi, berkumpul dan kemudian mempraktikannya. Untuk bisa menjadi normal, diakui Sri cukup sulit. Ini memerlukan keteguhan bagi pelaku dan dukungan dari keluarga. ‘’Apabila tidak ada faktor biologis atau genetik sebenarnya bisa disembuhkan. Hanya memang sulit. Untuk itu perlu keteguhan dan dukungan dari keluarga,’’ ujar Sri Wahyuni. (san)

Angka Kemiskinan Dari Hal. 1 Data ini berbanding terbalik dengan angka kemiskinan di Bali yang terus menurun. Pada Maret 2017 angka kemiskinan di Bali hanya 4,25 persen, September 2017 menurun menjadi 4,14 persen, Maret 2018 menurun lagi menjadi 4,01 persen, pada September 2018 menjadi 3,91 persen. Sehingga penjualan elpiji 3 kg berbanding terbalik dengan angka kemiskinan di Bali. Kini, elpiji 3 kg akan diperdagangkan secara tertutup, langsung ke penerima atau masyarakat yang berhak. Pertamina pun mengaku siap dengan kebijakan tersebut. Unit Manager Communication, Relation and CSR Pertamina MOR V Rustam Aji mengatakan, sebagai operator, pada prinsipnya Pertamina siap dengan kebijakan pemerintah terkait mekanisme distribusi elpiji 3 kg. Termasuk jika nanti Pertamina ditugaskan untuk menyalurkan elpiji 3 kg dengan sistem tertutup. Pertamina akan selalu memastikan ketersediaan produk. Setelah ada keputusan akan memastikan lembaga penyalur siap dengan mekanisme distribusi tertutup tersebut. “Saat ini kami juga masih menunggu arahan selanjutnya dari pemerintah untuk skema dan waktu pelaksanaannya,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Bali, Dewa Ananta, menilai Hiswana telah

menyalurkan elpiji 3 kg sesuai SOP. Hanya saja, terkadang ada orang–orang yang tidak berhak juga mendapatkannya. Elpiji 3 kg bisa bebas dibeli oleh masyarakat, termasuk masyarakat mampu. Dengan adanya rencana perdagangan tertutup elpiji 3 kg, nantinya Pertamina dikatakan akan bekerja sama dengan Kemensos. Penduduk miskin akan menggunakan kartu kendali untuk membeli gas subsidi. “Supaya yang disubsidi itu adalah orangnya, bukan produknya. Masyarakat umum nantinya boleh membeli tapi dengan harga keekonomiannya, sekitar Rp35.000, sedangkan masyarakat miskin membelinya dengan harga subsidi,” bebernya Sabtu (18/1) kemarin. Namun, pihaknya mengaku belum mendapat sosialisasi terkait perdagangan tertutup elpiji 3 kg secara khusus. “Pemerintah melalui Pertamina ke Hiswana Migas belum ada sosialisasi tapi kami mendengar secara informal, pada saat kumpul–kumpul dengan DPD, DPC,” pungkasnya. Ia menilai kebijakan ini akan dieksekusi serius oleh pemerintah pertengahan tahun 2020. “Tapi kami di Hiswana belum diberikan petunjuk pelaksanaan sosialisasi, SOP penjualan tertutup juga belum,” tandasnya. Dengan adanya kebijakan ini, penjualan elpiji 12 kg atau 50 kg akan kembali bergairah. Karena selama ini elpiji 3 kg yang menjadi primadona. (kmb42)

dimana promosinya lewat media sosial oleh Mr. Martinus. Tamu yang menginap sebenarnya kebanyakan keluarga. Namun, ada juga tamu gay, dan mereka biasanya membawa pasangan sendiri. Mereka kebanyakan warga negara asing. “Martinus jarang ada di vila, dia sering di Belanda. Jadi saya dimintai tolong untuk bantu-bantu di vila. Untuk bantu bersih-bersih, terkadang bantu check in tamunya,” terang NS. Menurutnya, Mr. Martinus sendiri merupakan seorang gay dan memiliki pasangan yang kerap dipang-

gil Bob. Karena mengalami sakit, Bob pun sempat beberapa kali melakukan check up dan perawatan di rumah sakit. ‘’Saat Mr. Martinus meninggalkan vila, ia memberitahu bahwa ia akan ke Singapura untuk mengantar pasangannya perawatan. Kemungkinan saat di rumah sakit tersebut ia menulis di medsos. Saya tidak menyangka akan ulah si Martinus di medsos. Kemarin saya sudah peringatkan dia, jangan bikin yang aneh-aneh di Bali. Dia pun minta maaf serta bilang stop,’’ kata NS. (jay)

Teguran Dulu Dari Hal. 1 “Kami belum segel karena SOP berdasarkan Perbup harus melalui teguran dulu, terus mendapat keputusan bersama tim yustisi, setelah buat pernyataan, 14 hari kerja baru kita layangkan teguran 1 sampai 3,” jelasnya. Birokrat asal Denpasar ini menegaskan akan melakukan penyegelan jika pemilik akomodasi tidak menaati peraturan dengan tidak mengurus perubahan izin dari rumah tinggal menjadi rumah sewa. “Kontrak vila berakhir per 1 Februari 2020. Intinya dia memohon maaf, karena awalnya promosi untuk

internal saja. Namun, yang namanya medsos, akhirnya semua membaca. Sementara foto-foto (yang disertai dalam promosi, red), dia ambil di internet. Penyediaannya bukan di vila. Itu hanya pemanis saja,” pungkasnya. Seperti diketahui, ributribut soal dugaan promosi salah satu vila di Kelurahan Seminyak, Kuta khusus untuk gay terjawab. Satpol PP Badung telah menerima pengakuan pengontrak Vila Angelo. Warga asal Belanda tersebut membenarkan vila milik warga Manado tersebut sempat dipromosikan untuk gay. Sayang, pengontrak mengaku kini telah berada di Singapura. (par)

Perlu Kolaborasi Dari Hal. 1 Sartono melanjutkan, pihaknya mengapresiasi langkah itu, namun dia menunggu langkah selanjutnya dari pemerintah dalam upaya memerangi mafia migas. Sartono menambahkan, untuk itu, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dengan Pertamina agar keinginan Jokowi memberantas mafia migas bisa terealisasi. Sementara itu, Ahok memastikan telah mengantongi dukungan dari Moeldoko untuk membasmi mafia migas. Pertamina sudah memiliki jalan keluar menurunkan harga migas. Belum Diputuskan Salah satu dugaan kuat penyimpangan migas saat ini adalah penyaluran elpiji 3 kg yang tak tepat sasaran. Kementerian ESDM akan mencabut subsidi elpiji 3 kilogram (kg). Subsidi tak lagi diberikan per tabung, melainkan langsung ke penerima manfaat. Nantinya, harga jual ‘gas melon’ ini akan disesuaikan dengan harga pasar. Jika benar, diperkirakan harganya bisa mencapai Rp35.000 per tabung.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menyatakan pemerintah akan mengubah pola penyaluran subsidi elpiji 3 kg dari yang saat ini dilakukan secara terbuka menjadi tertutup. Dengan perubahan skema tersebut, nantinya subsidi diharapkan bisa dinikmati oleh masyarakat miskin yang berhak menerima. Nantinya hanya masyarakat miskin terdaftar saja yang bisa mendapatkan subsidi. Nantinya, mereka yang terdaftar akan diberikan subsidi berbentuk dana tunai yang ditransfer ke rekening masyarakat yang sudah didaftar. Namun Presiden Jokowi, J um a t l a l u m e ne g a s ka n bahwa rencana pencabutan subsidi elpiji 3 kg belum diputuskan. Menurut Jokowi, keputusan pencabutan subsidi harus melalui rapat terbatas (ratas) terlebih dahulu. Dia mengatakan keputusan mengenai subsidi elpiji 3 kg dicabut atau tidak pun harus mendengar penjelasan dari kementerian terkait terlebih dahulu. Bisa dari Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan. (ant/kmb)


Minggu wage, 19 januari 2020

Indonesia Masters

Tiga Wakil Tuan Rumah ke Final Jakarta (Bali Post) –

Indonesia menempatkan tiga wakilnya pada babak final turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2020 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, hingga Sabtu (18/1) malam kemarin. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Ketut Suardana

BPM/ist

Bali Siapkan Usulan di Kongres PSSI Pusat Denpasar (Bali Post) Kongres Tahunan PSSI Pusat akan diselenggarakan di Jalan Kartika Plaza, Kuta, Badung, Sabtu (25/1) mendatang. Rapat yang dihadiri seluruh delegasi Asprov PSSI se-Indonesia itu bakal membahas laporan pertanggungjawaban kegiatan 2019 dan menyusun program kerja tahun 2020. Direktur Kompetisi Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Bali, Gede Made Anom Prenatha, di Denpasar baru-baru ini menyatakan, agenda kongres tahunan ini bukan untuk memilih ketua umum PSSI, tetapi mengevaluasi seluruh kegiatan berikut laporan selama 2019 dan menyusun program kerja 2020. Selain itu, membahas rencana pembentukan badan yudisial. Menurutnya, biasanya kongres tahunan PSSI Pusat akan disusul dengan Kongres Asprov PSSI, kemudian dilanjutkan Kongres Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Asosiasi Kota (Askot) PSSI. Utusan Asprov PSSI Bali yang menghadiri Kongres PSSI Pusat adalah Ketum Ketut Suardana dan Sekum Dewa Teges. Sementara itu, Ketua Umum Asprov PSSI Bali Ketut Suardana dihubungi Sabtu (18/1) kemarin, menyatakan telah menyiapkan usulan untuk disampaikan pada kongres nanti. Ia minta gelaran kompetisi profesional seperti Liga 1 dan Liga 2 agar menyisihkan sebagian kecil keuntungannya untuk Asprov PSSI. Dana tersebut akan dikembalikan kepada klub–klub sepak bola sebagai wujud pembinaan di daerah. Suardana juga mengharapkan pertandingan kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 menjunjung tinggi fair play, berjalan transparan dan sesuai dengan aturan main. “Kami ingin seluruh partai kompetisi di Tanah Air berjalan normal dan seluruh perangkat pertandingan menjunjung tinggi sportivitas,” ungkapnya. (022)

Anthony mengamankan satu tiket ke final tunggal putra melalui kemenangan atas Viktor Axelsen (Denmark) di babak empat besar dengan skor 22-20, 21-11. ‘’Bersyukur hari ini bisa bertanding dengan baik. Yang pasti senang bukan hanya bisa ke final, tapi juga karena permainan saya bagus dan puas dengan performa setelah mengatasi lawan yang tidak mudah,” katanya usai pertandingan. Anthony yang menjadi unggulan ketujuh harus melalui pertandingan ketat yang sarat kejar-mengejar poin dengan lawannya yang merupakan unggulan kelima. Meski agak kesulitan meladeni lawannya yang unggul di aspek kecepatan, Anthony mampu menghadirkan pertahanan yang sulit ditembus Axelsen. Sementara Axelsen sering membuat kesalahan yang memberikan keuntungan bagi pebulu tangkis tuan rumah asal Cimahi, Jawa Barat. Ganda putri Greysia Polii/ Apriyani Rahayu melaju ke partai puncak usai mengatasi unggulan kelima Kim So Yeong/Kong Hee Yong (Korsel) 21-19, 21-15. Greysia/Apriyani menantang Maiken Fruergaard/Sara Thygesen (Den-

mark) pada final yang digelar, Minggu (19/1) ini. Gim pertama tidak terlalu sulit bagi Greysia/ Apriyani. Mereka dapat mengumpulkan poin dengan lancar, meskipun Kim/Kong terus mengekor di belakangnya. Di akhir gim, Greysia/Apriyani pun unggul 21-19. Pada gim kedua, permainan menjadi lebih sulit bagi Greysia/Apriyani karena lawannya bermain agresif. Namun Kim/Kong juga beberapa kali membuat kesalahan sendiri, sehingga membuat mereka kehilangan banyak poin. Kondisi tersebut tentu saja menguntungkan bagi Greysia/Apriyani hingga akhirnya memenangkan pertarungan tersebut dengan skor penutup 21-15. “Tentu saja kami ingin memberikan yang terbaik, jadi semuanya sudah mulai kami persiapkan dari sekarang. Tapi kami istirahat dulu,” ujar Greysia usai laga. Menurut dia, modal terpenting untuk menghadapi laga final adalah menjaga semangat serta pikiran dan emosi positif. Selain

Perairan Terbuka atau Kolam Renang ATLET renang Kota Denpasar, Agus Nuarta, sudah mengantongi tiket ke PON 2020 di Papua pada nomor gaya bebas 200 meter dan 400 meter. Perenang yang akrab disapa Ipo ini menduduki peringkat kelima pada kedua nomor tersebut. Meski begitu, Ipo juga menyiapkan diri berlomba di perairan terbuka (open water swimming) pada Pra-PON yang rencananya digelar April mendatang. Seandainya lolos berarti ia akan turun di kolam renang sekaligus perairan terbuka pada PON 2020. Sementara pada kejuaraan renang perairan terbuka di Kepulauan Seribu tahun lalu, dirinya menduduki peringkat kelima. “Saya masih memikirkan apakah turun di perairan terbuka atau di kolam renang pada PON Papua nanti. Berlomba di jarak berapa, saya juga belum tahu, masih menunggu instruksi pelatih,” tutur perenang kelahiran Denpasar, 12 Februari 2001 ini. Yang jelas Ipo disiplin menjaga kondisi fisiknya dengan rutin berlatih di fitness dan berenang di Pantai Mertasari, Sanur. Sebab, renang di perairan terbuka jaraknya 3.000 meter, 5.000 meter, dan 10.000 meter. Jadi, dibutuhkan stamina prima untuk bisa menempuhnya. Ipo mulai menekuni olahraga air sejak duduk di bangku kelas II SDN 9 Peguyangan. Mahasiswa semester II jurusan Penjaskesrek Undiksha Singaraja ini sempat berlatih di klub Elang Laut dan Telaga Biru. “Saya bercita-cita menjadi dosen,” jelasnya. Pada PON 2016 di Jabar, Ipo turun di perairan terbuka dan menduduki urutan kelima. Sementara pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, putra kedua pasangan Wayan Kariasa dan Ni Wayan Riki ini mendulang 4 emas untuk kontingen Denpasar. (nel)

sudah unggul 14-12 mereka malah melakukan kesalahan beruntun dengan gagal mengembalikan servis Ahsan yang begitu tipis. Hendra/ Ahsan pun balik unggul dan akhirnya memegang kendali permainan. Tanding dengan sesama pemain Indonesia, keduanya tak didampingi oleh pelatih. Ahsan/Hendra dan Fajat/Rian mengatakan hal ini memiliki dampak positif dan negatif-

nya. “Kalau tidak didampingi pelatih ada bagusnya juga kami bisa kasih masukan ke partner masing-masing. Jadi, bisa rundingkan taktiknya bagaimana,” sebut Hendra. Indonesia berpeluang menciptakan all Indonesian final jika Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon berhasil mengatasi perlawanan wakil Malaysia, Aaron Chia/ Soh Wooi Yik, di semifinal lainnya. (ant)

Pagi Berlatih di Samudra, Malam ke Australia Mangupura (Bali Post) – Skuad Bali United bertolak menuju Melbourne, Australia, Sabtu (18/1) malam kemarin dan dijadwalkan menjalani uji coba lapangan di Stadion AAMI Park, Melbourne pada Senin (20/1) lusa. Esoknya, Selasa (21/1), Bali United dijamu Melbourne Victory pada laga kedua babak penyisihan Liga Champions Asia. Pemain Bali United menjalani sesi latihan di Stadion Samudra, Kuta, Sabtu (18/1) pagi. Para pemain sangat antusias menjalani sesi latihan ini, tidak terkecuali pemain belakang Haudi Abdillah. Haudi yang ditemui usai latihan buka suara terkait persiapan timnya sebelum terbang ke Melbourne. “Tim pelatih sudah memberik a n materi taktikal

Merpati Bali Kembali Menang

Agus Nuarta

mental, Greysia/Apriyani juga mempersiapkan kondisi fisik dengan sebaik-baiknya. Ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menembus partai puncak setelah mengatasi rekan senegaranya Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto 21-12, 18-21, 21-17. Di gim pertama Fajar/Rian tidak dapat mengeluarkan permainan. Pada gim kedua Fajar/Rian mampu membalas. Di gim penentuan

Bali United Bersiap Lawan Melbourne Victory

Haudi Abdillah

BPM/ist

BPM/ant

GANDA PUTRI - Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu (kiri) dan Greysia Polii.

Denpasar (Bali Post) Tim bola basket putri Merpati Bali berhasil mengatasi Penang Stallions (Malaysia) dengan skor 94-40 pada ajang Pramusim Piala Srikandi di GOR Remaja, Pekanbaru, Riau, Jumat (17/1) lalu. Ini merupakan kemenangan beruntun kedua yang dipetik Merpati Bali setelah sebelumnya, Kamis (16/1) menundukkan Scorpio Jakarta 62-55. Tirsa Cecillia Londa penyumbang poin tertinggi 19 angka untuk Merpati Bali. Kapten tim Fitria Ramadhani Madjid juga tampil gemilang dengan memberikan kontribusi 14 poin bagi Merpati Bali. Kendati menang mudah, pelatih Merpati Bali, Bambang Asdianto Pribadi, mengaku belum puas melihat penampilan timnya. Sebab, tim Negeri Jiran menurunkan skuad juniornya. Terbukti pebasket Merpati Bali mampu meraup 35 poin berkat kesalahan pemain lawan. Pemain cadangan Merpati Bali juga unjuk gigi. Di pihak Penang Stallions, Lo Chier Jia dan Christine Goh Khang Yuin banyak menyumbang angka untuk timnya. Penasihat tim Penang, Tan Chee Wan, berdalih cuaca di Pekanbaru cukup panas, sehingga stamina dan fisik pemainnya kedodoran. (022)

BPM/ist

DIREBUT – Pemain Merpati Bali direbut tiga lawannya dari Penang Stallions.

kepada kami. Secara keseluruhan kami sudah siap kerja keras di pertandingan melawan Melbourne Victory. Kami tahu para pemain Australia punya kelebihan pada fisik serta taktikal organisasi yang bagus, tapi kami juga siap dengan kekompakan,’’ ujar Haudi dikutip dari situs Bali United. Terkait kemungkinan laga berakhir imbang di waktu normal dan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, Haudi pun menegaskan kesiapannya. Laga sebelumnya kontra Tampines Rovers (Singapura) menurutnya menjadi pengalaman berharga untuk skuad Serdadu Tridatu. ‘’Kami harus fokus dua kali lipat dari awal sampai pertandingan benar-benar selesai. Jangan sampai kebobolan karena hilang fokus,” tegasnya. Selain menjalani sesi latihan, tim pelatih Bali United juga me-

nyaksikan rekaman pertandingan lawan. Melbourne Victory baru saja menjalani laga lanjutan kompetisi Liga Australia menghadapi Adelaide United, Jumat (17/1). Laga tersebut tidak luput dari pantauan pelatih kepala Bali United, Stefano Cugurra. ‘’Meskipun kalah 1-0, saya lihat mereka punya pemain-pemain berkualitas. Kami harus punya marking bagus ketika hilang bola saat menghadapi para pemain Melbourne Victory,” jelas Teco. Pelatih asal Brazil itu juga mengaku sangat terbantu dengan masukan dari Andy Petterson, pelatih kiper Bali United asal Australia. “Coach Andy Petterson orang Australia yang ada di dalam tim kami. Dia tahu beberapa pemain di sana. Saya sudah berdiskusi dengan dia dan sangat membantu saya,” tambahnya. (kmb)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 19 Januari 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu