Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Debat Capres-Cawapres
Kering Pesan Visioner
Jakarta (Bali Post) – Debat perdana capres-cawapres, Kamis (17/1) malam, banyak menuai kritisi. Pakar komunikasi politik Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo menilai debat kurang gereget dan terkesan kaku. ‘’Saya menyaksikan debat pertama masih belum menemukan suasana gereget dan terasa ada kekeringan pesan yang visioner,’’ katanya, Jumat (18/1) kemarin. Dosen FISIP Unair itu mencatat, kedua kandidat belum memperlihatkan visinya dalam persoalan atau topik yang dibahas, kemudian jawaban yang mengemuka dari panelis seharusnya bersifat konsep strategi mendatang, bukan membahas per kasus. ‘’Belum muncul gagasan visioner yang bisa menarik perhatian audiens. Malahan, topiknya membelok soal ekonomi, padahal kasus yang dibahas soal hukum, korupsi, dan HAM,’’ ucapnya. Menurutnya, agar ke depan lebih baik, pemandu juga harus lebih santai dan penataan panggung dihindarkan dari ‘’gangguan’’ penonton atau pendukung. ‘’Ini agar kandidat bisa leluasa mengeksplorasi gagasan visinya. Semoga debat ke depan akan lebih baik,’’ ucap Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair tersebut. Sementara itu, Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo mengatakan kedua pasangan capres-cawapres tidak mampu mengelaborasi visi-misinya dalam bidang hukum, HAM, korupsi dan terorisme dengan baik dalam debat capres pertama. ‘’Dari visi-misi yang sudah disusun, tidak dielaborasi dengan baik
dalam debat,’’ kata Ari Nurcahyo dalam diskusi bertema ‘’Bedah Visi Misi Capres dan Telaah Debat Capres Pertama’’, yang diselenggarakan Parasyndicate di Jakarta, Jumat kemarin. Menurutnya, visi-misi Jokowi-Ma’ruf sejatinya sangat baik. Tetapi banyak hal yang tidak disampaikan kepada publik dalam debat. ‘’Misalnya, persoalan tumpang tindih hukum,’’ jelasnya. Sementara visi-misi Prabowo-Sandi di bidang hukum, HAM, korupsi dan terorisme yang telah direvisi, banyak yang langsung ‘’menyerang’’ kelemahan pemerintahan Jokowi yang juga tidak disampaikan dengan baik dalam debat. ‘’Visi-misi Prabowo-Sandi lebih bernuansa program aksi yang langsung straight forward, ‘menyerang’ persoalan yang eksis di pemerintahan Jokowi sekarang,’’ jelasnya. Dia mencontohkan dalam salah satu visi-misinya, Prabowo-Sandiaga sejatinya mengangkat keadilan di bidang hukum, dan menghentikan ancaman persekusi terhadap individu, institusi maupun kelompok, tetapi tidak dijabarkan dengan baik. Tanggapan serupa juga disampaikan dosen Administrasi
Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) Vishnu Juwono. Ia menyatakan kedua pasangan calon belum menyediakan terobosan dalam memberikan solusi untuk memberantas akar permasalahan korupsi di Indonesia. Vishnu mengatakan pada babak pertama menanggapi pertanyaan terkait politik biaya tinggi di Indonesia, calon presiden petahana Jokowi lebih menekankan aspek meritrokrasi di dalam Aparatur Sipil Negara, terutama dalam mendapatkan birokrat dan pejabat negara yang kompeten. ‘’Di mana titik beratnya adalah merekrut pemimpin dan aparat birokrasi yang lebih transparan serta akuntabel,’’ ucapnya. Di sisi lain, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto lebih spesifik mengangkat gaji pejabat tinggi yang telalu kecil dibandingkan tanggung jawab dalam pengelolaan dana pada level pemerintah daerah serta pemerintah pusat. ‘’Aspek gaji dan rekrutmen sebenarnya relevansinya tidak terlalu besar dengan masalah politik biaya tinggi,’’ ujar penulis buku ‘’Melawan Korupsi’’ (2018) ini. Hal. 15 Reformasi Parpol
Bali Post/ant
PIJAT - Prabowo Subianto dipijat pasangannya, Sandiaga Uno, saat jeda Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1).
Pijat Punggung dan Irit Bicara DEBAT perdana calon presiden dan wakil presiden yang diikuti Joko Widodo (Jokowi)-Ma-ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jakarta, Kamis (17/1) malam, telah usai. Monica Kumalasari, pakar bahasa tubuh berbasis sains yang mendapat lisensi dari Paul Ekman, mengupas bahasa tubuh dua pasang calon pemimpin Indonesia periode 2019-2024. Ada perubahan gaya dari Jokowi dan Prabowo dalam debat perdana ini. Jokowi yang biasanya santai jadi
lebih tegas, sementara Prabowo jadi lebih kalem. Para kandidat punya cara yang berbeda dalam menegaskan suatu argumen. Prabowo cenderung mengekspresikannya lewat gerak tangan menunjuknunjuk, sedangkan Jokowi menandakannya dengan mengulang-ulang kata tersebut. ‘’Juga bicaranya pakai tone suara perut,’’ imbuh Monica mengenai Jokowi. Dari gaya verbal, Jokowi banyak menyajikan data saat berargumen. Pesaing-
nya, Prabowo-Sandi, dinilai lebih banyak mengutarakan soal persepsi daripada data. Contohnya, pernyataan ‘’… Yang kita ketemukan ada perasaan di masyarakat bahwa kadang-kadang aparat itu berat sebelah,’’ yang diutarakan Prabowo. Ketika bicara, pasangan nomor urut 02 sering memakai kata ‘’kami’’ atau ‘’Prabowo-Sandi’’ alihalih ‘’saya’’. Tapi ada juga gaya verbal Prabowo yang menekankan kata ‘’saya’’, ketika bercerita tentang pembentukan pasukan an-
titeror pertama yang dilakukannya bertahun-tahun silam. Pada umumnya, Sandiaga Uno terlihat tenang di atas panggung. Tetapi ada satu kalimat yang menyiratkan tingkat kepercayaan diri yang mungkin rendah di persaingan ini. Ketika bicara soal kepastian hukum, dia bertanya kepada Jokowi mengenai apa yang akan dia lakukan seandainya terpilih lagi jadi presiden selama lima tahun ke depan. Hal. 15 Bawah Sadar
Ma’ruf Sengaja Tak Banyak Jawab Pertanyaan
Bali Post/ant
SALAMAN - Jokowi dan Prabowo usai debat, Kamis (17/1). Debat tersebut mengangkat tema ‘’Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme’’.
CAWAPRES RI Ma’ruf Amin mengaku sengaja tidak banyak menjawab pertanyaan dalam debat capres perdana di Jakarta, Kamis (17/1) malam, karena ingin memberikan kesempatan kepada Jokowi selaku petahana. ‘’Debat itu kan pertama, lebih kepada Presiden, dia harus lebih dominan, saya hanya menambahkan saja,’’ kata Ma’ruf Amin di Rumah Situbondo, Jakarta, Jumat (18/1) kemarin. Ma’ruf mengatakan bahwa dirinya lebih banyak menambahkan jawaban Jokowi dalam debat itu agar tidak tumpang-tindih dengan Jokowi. ‘’Kalau sudah dijelaskan oleh Presiden, ya… saya tinggal menyetujui, mendukung, jangan seperti orang balapan
‘ngomong’,’’ ujar Ma’ruf. Ma’ruf mengatakan bahwa pasangan Prabowo-Sandi banyak mempersoalkan kinerja Jokowi. Maka, yang lebih memahami menjawab adalah Jokowi sendiri. Ia mengakui lebih fokus menjawab isu seputar terorisme di samping juga berbicara soal disabilitas, reformasi hukum, dan penataan regulasi. Adapun pada debat kedua nanti, debat hanya akan diikuti oleh masing-masing cawapres. Ma’ruf mengatakan bahwa dirinya terus mengumpulkan data sebagai persiapan. Debat kedua akan berlangsung 17 Februari mendatang. (ant)
Ba’asyir Segera Dibebaskan 1983
Abu Bakar Ba’asyir ditangkap bersama dengan Abdullah Sungkar. Ia dituduh menghasut orang untuk menolak asas tunggal Pancasila. Di pengadilan, keduanya divonis 9 tahun penjara.
1985
Ketika kasusnya masuk kasasi Ba’asyir dan Sungkar dikenai tahanan rumah, saat itulah Ba’asyir dan Abdullah Sungkar melarikan diri ke Malaysia.
1999
Sekembalinya dari Malaysia, Ba’asyir langsung terlibat dalam pengorganisasian Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Organisasi ini bertekad menegakkan Syariah Islam di Indonesia.
2002
Ba’asyir ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian RI menyusul pengakuan Omar Al Faruq kepada Tim Mabes Polri di Afghanistan juga sebagai salah seorang tersangka pelaku pengeboman di Bali.
2005
Ba’asyir dinyatakan bersalah atas konspirasi serangan bom 2002, tetapi tidak bersalah atas tuduhan terkait dengan bom 2003. Dia divonis 2,5 tahun penjara.
2011
Ba’asyir dijatuhi hukuman penjara 15 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah dinyatakan terlibat dalam pendanaan latihan teroris di Aceh dan mendukung terorisme di Indonesia.
Sumber: Pusat Data Bali Post
Garut (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menyebut pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir dilakukan demi dan atas dasar pertimbangan alasan kemanusiaan. ‘’Ya, yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya beliau kan sudah sepuh, ya… pertimbangannya kemanusiaan,’’ kata Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (18/1) kemarin. Presiden yang menugaskan kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra untuk mengupayakan pembebasan Ba’asyir membenarkan bahwa kondisi kesehatan Ba’asyir yang menurun menjadi pertimbangan utama. Meski begitu, ia menegaskan, ada banyak pertimbangan lain yang diperhatikan. ‘’Ya, termasuk kondisi kesehatan masuk dalam pertimbangan itu,’’ ujarnya. Presiden mengatakan pembebasan tersebut sudah melalui
pertimbangan yang panjang. ‘’Ini pertimbangan yang panjang. Pertimbangan dari sisi keamanan dengan Kapolri, dengan pakar, terakhir dengan Pak Yusril. Tapi prosesnya nanti dengan Kapolri,’’ katanya. Ia menambahkan, berbagai pertimbangan sudah dibahas sejak sekitar setahun lalu. ‘’Sudah pertimbangan lama. Sudah sejak awal tahun yang lalu. Pertimbangan lama Kapolri, kita, Menkopolhukam, dan dengan pakar-pakar. Terakhir dengan Pak Prof. Yusril Ihza Mahendra,’’ tuturnya. Hal. 15 Faktor Utama TERORISME - Yusril Ihza Mahendra mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/1) kemarin.
DENPASAR
2
Sabtu Wage, 19 Januari 2019
FIGUR Mengubah Paradigma SUDAH tiga pekan Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Namun, hingga saat ini masih disusun pokja untuk merumuskan juklak dan juknis pelaksanaan di lapangan. ‘’Kita ada rencana aksi, sudah disusun juga. Tapi nanti biar pokja dulu selesai, baru kita menyusun siapa berbuat apa agar tidak tumpang tindih di lapangan,’’ ujar Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali Luh Ayu Aryani, belum lama ini. Ia menambahkan, upaya sosialisasi juga sudah dilakukan melalui media online, cetak, dan elektronik. Di sisi lain, pihaknya ingin mendata ulang produsen, distributor, pemasok, dan setiap pelaku usaha yang selama ini memproduksi, mendistribusikan, memasok, dan menyediakan plastik sekali pakai. Sebab, merekalah yang menjadi sasaran utama Pergub agar tidak lagi memproduksi, mendistribusikan, memasok dan menyediakan plastik sekali pakai serta sekaligus agar menyediakan penggantinya. ‘’Semua lini itu sampai ke masyarakat harus sinkron dulu dan berkomitmen, kemudian baru mengubah perilaku. Sudah itu harus berani mengatakan menolak untuk diberikan kantong plastik, styrofoam, dan sedotan sekali pakai,’’ jelasnya. Untuk pengganti plastik sekali pakai, katanya, akan berjalan seiring dengan waktu. Sebab, pihaknya juga tidak ingin pengganti plastik sekali pakai nantinya tetap sejenis karena justru akan mengacaukan. Yang terpenting sekarang adalah mengubah paradigma di masyarakat agar tidak memakai plastik sekali pakai. Oleh karena itu, pihaknya juga akan menyasar pasar-pasar untuk memberikan edukasi, sosialisasi, sekaligus kampanye bahwa lingkungan akan rusak dengan pemakaian plastik sekali pakai lantaran tidak mudah terurai. ‘’Kalau ada pengganti, siapa yang menilai bahwa pengganti itu ramah lingkungan atau tidak? Kalau bisa memang kita akan memberikan pengganti itu berupa tas yang bisa berkali-kali pakai. Tapi kalau saya justru tidak ada pengganti untuk itu. Yang penting, kalau membeli ikan misalnya, memakai tempat yang dibawa sendiri dari rumah,’’ tegasnya. Perempuan yang juga Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali ini mengatakan, pembatasan plastik sekali pakai sebetulnya merupakan kebijakan strategis nasional yang ditindaklanjuti oleh Pemprov Bali. Sejauh ini Pemkot Denpasar juga sudah membuat Perwali dan diharapkan bisa diikuti oleh kabupaten lain di Pulau Dewata. (rin)
Polda Buka Pendaftaran SIPSS
Denpasar (Bali Post) Putra-putri terbaik Bali yang memiliki gelar sarjana dan ingin menjadi anggota Polri bisa mendaftar Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun 2019. Polda Bali telah membuka pendaftaran sejak tanggal 15 Januari sampai dengan 31 Januari 2019. ‘’Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang memenuhi syarat, silakan mendaftarkan diri melalui website yang telah disediakan. Karena tanpa pendaftaran online, panitia tidak bisa menerimanya,’’ kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Jumat (18/1) kemarin. Mantan Kabag Binkar Biro SDM Polda Bali ini menyampaikan, pendaftaran dilakukan dengan sistem online melalui situs www.penerimaan.polri.go.id. Setelah
masa pendaftaran berakhir, pada tanggal 31 Januari 2019 akan dilanjutkan dengan verifikasi data pendaftar yang dilakukan oleh panitia daerah tingkat Polda Bali. Proses seleksi SIPSS akan dilakukan dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis untuk mendapatkan sumber daya manusia Polri yang unggul dan kompetitif. Hengky Widjaja mengatakan, para peserta yang lulus akan mengikuti pendidikan kebhayangkaraan di Lemdik. Setelah lulus, penugasannya akan disebar ke Polda seluruh Indonesia. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya tinggi badan pendaftar pria minimal 158 sentimeter dan pendaftar wanita minimal 155 sentimeter. Program Studi yang diperlukan yakni S-2 profesi, S-1 profesi dan D-4. Akreditasi A dan B serta IPK minimal 2,75. (kmb36)
Jual Seribu Pil Koplo
Buruh Bangunan Dituntut Delapan Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Penjual obat sembarangan harus siap-siap berurusan dengan hukum. Begitu juga dengan yang dilakoni Mulyadi alias Gendut (35). Pria asal Jember itu, Kamis (17/1) kemarin dituntut hukuman pidana penjara selama delapan tahun. Terdakwa dinyatakan bersalah tanpa izin menjual obat jenis pil koplo. JPU Mia Fida di depan majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada menyatakan, terdakwa yang seharihari menjadi buruh bangunan itu bersalah dan melanggar Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No.36/2009 tentang Kesehatan. Selain dipidana penjara selama delapan tahun, terdakwa juga dituntut pidana denda sebesar Rp 300.000.000 dengan ketentuan apabila tidak mampu membayar maka diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan. Saat sidang lelaki yang mengenakan peci itu dinya-
takan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya, Desi Purnami dan Vita dari PBH Peradi Denpasar, akan mengajukan pembelaan yang akan disampaikan dalam sidang berikutnya. Terdakwa disidangkan setelah aparat kepolisian Satresnarkoba Polresta Denpasar menangkapnya pada 20 Agustus 2018, sekitar pukul 18.30 Wita. Penangkapan berlangsung di sebuah rumah kos di Jalan Tukad Oos Nomor 4X, Banjar Kelod, Desa Renon Denpasar. Petugas saat itu menyita 1.000 butir pil warna putih Logo “Y”. Dari pangakuannya, pil koplo itu didapat dengan cara membeli dari seseorang bernama Tomblok dengan harga Rp 1.500.000 ribu. (kmb37)
LONGSOR - Kondisi dinding sungai yang longsor di dekat bangunan SDN 6 Ubung, Denpasar, Jumat (18/1) kemarin.
SDN 6 Ubung Terancam Longsor Pemkot Didesak Lakukan Antisipasi
Denpasar (Bali Post) -
Lokasi SDN 6 Ubung yang berada di tepi sungai, kini mulai menimbulkan kekhawatiran. Menyusul beberapa kali tebing sungai tersebut longsor setelah hujan yang mengguyur Denpasar, dalam beberapa hari terakhir ini. Untuk menghindari adanya korban, Pemkot Denpasar didesak untuk melakukan langkah antisipasi lebih awal. Salah satunya, yakni merelokasi tempat siswa belajar ke tempat yang lebih aman. Anggota Komisi III DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra menegaskan hal itu, Jumat (18/1) kemarin Susruta Ngurah Putra menegaskan, perlu ada tindakan yang cepat dalam mengantisipasi ambruknya gedung sekolah tersebut. ‘’Kita tidak ingin ada korban bila seandainya terjadi bencana longsor. Karena itu, pihak sekolah atau Pemkot Denpasar harus
melakukan langkah antisipasi lebih awal,’’ katanya mengingatkan. Menurut politisi Partai Demokrat ini, penanganan tebing di pinggir sungai memang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Namun, bila hanya menunggu tinda-
Denpasar (Bali Post)Menjelang Hari Suci Nyepi, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga. Imbauan ini agar pada saat Nyepi, terutama malam pangerupukan kondisi tetap berjalan kondusif. Imbauan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama antara beberapa komponen, seperti Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP), Sabha Upadesa, Dandim 1611/Badung, Kapolresta dan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Denpasar. “Agar pelaksanaan Hari Suci Nyepi ini berjalan lancar, kami sudah rapatkan dengan berbagai pihak terkait tentang pengamanan, baik saat pawai ogoh-ogoh pada malam Pangerupakan dan Nyepi,” kata Kepala Disbud Kota Denpasar I Gusti Ngu-
rah Bagus Mataram, Jumat (18/1) kemarin. Menurut Mataram, dalam keputusan bersama itu terdapat sebelas poin yang diatur terkait pelaksanaan Nyepi mendatang. Salah satu poin yang utama, yakni melarang penggunaan mercon pada saat mengarak ogoh-ogoh. Masyarakat yang membuat ogoh-ogoh agar membuat bentuk dalam rupa bhuta kala, raksasa, pewayangan, pamurthian, dan tidak mengandung unsur politik, pornografi dan tidak mengandung unsur SARA. Tak kalah pentingnya, ogoh-ogoh tidak menggunakan styrofoam dan bahan lain yang tidak ramah lingkungan. Dalam mengarak ogoh-ogoh, wajib menggunakan instrumen atau gamelan tradisional Bali dan dilarang menggunakan sound system. Pengusung ogoh-ogoh wajib
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Denpasar sudah mengatensi longsornya tebing Sungai Mertangganga, Ubung Kaja, Denpasar Utara itu. Mengingat bangunan SDN 6 Ubung di Jalan Kertanegara, Banjar Anyar-anyar, Ubung Kaja ini sangat dekat dengan bibir tebing. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-819446
menggunakan pakaian adat. Pengarakan ogoh-ogoh dilakukan di desa pakraman masing-masing. Dalam surat Keputusan Bersama itu juga diatur tentang penempatan ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh tidak boleh ditaruh di badan jalan raya sebelum hari pangerupukan dan setelah pawai usai pangerupukan. “Sebaiknya harus dipralina setelah diarak keliling desa,” kata Mataram. Dalam surat tersebut juga diimbau agar para pengusung wajib menyiapkan tenaga kebersihan agar ogoh-ogoh tak berserakan di badan jalan. Untuk pengamanan pengarakan ogoh-ogoh dibentuk tim terpadu yang terdiri dari prajuru desa pakraman, aparat pemerintah di tingkat desa atau lurah, tokoh masyarakat, hingga pecalang. (kmb12)
Bali Post/eka
OGOH-OGOH – Sejumlah anak-anak melihat ogoh-ogoh yang belum selesai dibuat di Banjar Yangbatu Kauh, Denpasar, Jumat (18/1) kemarin.
Wali Kota, Wawali dan Sekda Serentak Gelar Monev Perwali Nomor 36 Tahun 2018 Maksimalkan Sosialisasi, Bagikan 600 Tas Belanja di Empat Pasar
TIDAK ingin menjadi sekadar aturan di atas kertas, berbagai upaya terus dilakukan Pemkot Denpasar guna memaksimalkan penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Sampah Plastik. Kali ini, dalam mendukung sosialisasi dan penerapan Perwali ini, Pemkot Denpasar menggelar monitoring dan evaluasi (monev) yang dipimpin oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekda Kota
Denpasar secara bersamaan dengan menyasar empat pasar rakyat di Kota Denpasar, Jumat (18/1) kemarin. Monev yang dirangkaikan dengan sosialisas ini digelar dengan menyasar empat pasar rakyat. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra memimpin jalannya monev di Pasar Agung, Peninjoan,
FM 96,5
web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
kan dari provinsi memerlukan waktu yang lama. ‘’Sekarang harus ada upaya yang cepat, seperti relokasi siswa dari ruangan yang rawan ke lokasi yang lebih aman,’’ ujarnya. Ia mengatakan, lokasi sekolah ini sudah tidak aman. Karena itu pemerintah
memiliki kewajiban untuk memberikan rasa aman bagi warganya. Artinya, pemerintah wajib mengamankan warganya dari ancaman bahaya. ‘’Jangan sampai bencana longsor seperti yang terjadi di Batubulan terulang kembali. Lakukan segera pemindahan siswa atau tindakan lainnya untuk menghindari risiko longsor,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, longsor di tebing yang berdekatan dengan bangunan SDN 6 Ubung tersebut sudah terjadi berkali-kali sejak beberapa tahun lalu. Badan
Lagi, Disbud Larang Ogoh-ogoh Berbahan ”Styrofoam”
(0361) 819446 / 081337032965
Topik : penyebab diare di sandan masih diselidiki Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5
Bali Post/eka
MONEV - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra saat menggelar monev terkait penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018, Jumat (18/1) kemarin.
dan Pasar Waringin Sari Angabaya, Penatih. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara memimpin monev di Pasar Poh Gading, dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara memimpin pelaksanaan monev di Pasar Nyanggelan Panjer. Pada kesempatan itu dibagikan secara gratis sedikitnya 600 tas belanja oleh Pemkot Kota Denpasar di empat pasar. Tampak satu per satu pembeli yang masih menggunakan kantong plastik diberikan tas belanja dan turut disosialisasikan tentang pentingnya penggunaan tas belanja ramah lingkungan. ‘’Pakai tas belanja ini ya, Bu! Nanti kalau belanja ke pasar lagi, jangan pakai kantong plastik yang sekali pakai langsung dibuang, pakai tas belanja ini secara berulangulang untuk ikut menjaga lingkungan,’’ kata Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra kepada salah seorang pembeli di Pasar Angabaya, Penatih. Rai Mantra mengatakan, pelaksanaan kegiatan operasi kantong plastik, sosialisasi Perwali Nomor 36 Tahun 2018 dan pemberian tas belanja di pasar rakyat ini bertujuan un-
tuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk ikut peduli mengurangi sampah plastik dengan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan tas belanja yang dapat dipakai secara berulang-ulang tentu dapat membantu meminimalisasi penggunaan tas belanja sekali pakai. ‘’Kami akan terus memantau penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 ini. Sehingga kita bersama mampu mengurangi potensi sampah plastik di Kota Denpasar, karena permasalahan sampah plastik menjadi ancaman di segala lini kehidupan manusia,’’ ujarnya. Kepala DLHK Kota Denpasar I Ketut Wisada yang ikut mendampingi Wali Kota menekankan, kegiatan ini akan terus dilaksanakan hingga penerapan Perwali tentang Pengurangan Sampah Plastik ini dapat berjalan maksimal. Menurutnya, seluruh pedagang pasar sebelumnya sudah diberikan sosialisasi, dan sekarang sosialisasi dilaksanakan dengan menyasar pembeli sehingga ada perubahan perilaku dan program ini dapat terus dimaksimalkan. ‘’Tas belanja ramah lingkungan ini merupakan bantuan
CSR dari pihak ketiga yang peduli terhadap lingkungan. Diharapkan semua pihak mendukung gerakan ini lantaran diketahui bersama bahwa plastik merupakan salah satu bahan yang sulit terurai,’’ paparnya. Ni Nyoman Kerni Arwati, salah seorang pembeli yang sedang berbelanja di Pasar Nyanggelan Panjer, mengatakan program ini sangat baik dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Saat ini sampah plastik sudah banyak dan dapat dijumpai di mana-mana. ‘’Ini sangat bagus, dan kita harus bijak menggunakan plastik,’’ katanya. Hal senada juga disampaikan Ni Nyoman Suprapti asal Kayumas. Ia mangaku sering mendengar sosialisasi tentang pengurangan sampah plastik. Dengan adanya pemberian tas belanja ini, diharapkan mampu mendidik masyarakat tentang pengurangan kantong plastik. ‘’Kita harus mengurangi plastik bersama-sama, dan dengan adanya tas belanja ini dapat mempermudah sekaligus menjadi solusi guna mengurangi penggunaan plastik,’’ katanya. (ad736)
BADUNG
Sabtu Wage, 19 Januari 2019
3
Pemkab Diminta Kaji Ulang Rencana Pembangunan Stadion Internasional Mangupura (Bali Post) –
Rencana pembangunan stadion bertaraf internasional memantik reaksi kalangan wakil rakyat Badung. Dewan meminta eksekutif menuntaskan program kebutuhan dasar terlebih dulu, sebelum berpikir membangun stadion. ‘’Kami bukan tidak setuju untuk pembangunan stadion bertaraf internasional, tetapi harus melihat tema pembangunan Badung yang menjadi prioritas,’’ kata Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Jumat (18/1) kemarin. Menurutnya, legislatif akan mendukung program pemerintah, namun harus mengutamakan skala prioritas sesuai tema pembangunan Badung. Contoh program priorias, upaya mengendalikan banjir saat musim hujan dan pelayanan
kesehatan memadai. ‘’Ketua TAPD yang juga Sekda Badung mempunyai peran maksimal untuk mengatur (anggaran). Oke, kita bangun stadion tetapi ada sejumlah tagihan yang belum dibayarkan. Tentu itu harus
dialokasikan dulu,’’ katanya. Politisi asal Dalung, Kuta Utara itu menegaskan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Badung harus mengatur anggaran dengan baik. Anggaran masih bisa diprioritaskan ke program-
program bersifat wajib yang merupakan tema pembangunan Badung 2019, yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuwan dan teknologi, kesehatan, pembangunan ekonomi, tata kelola pemerintah dan pelayanan publik. ‘’Sarana prasarana wilayah, perumahan dan permukiman juga perlu mendapat perhatian. Perlindungan sosial dan pengarusutamaan gender. Begitu juga penataan ruang dan lingkungan hidup, pariwi-
sata, pertanian, dan kebudayaan, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat,’’ paparnya. Hal senada diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Badung AAN Ketut Agus Nadhi Putra. Politisi asal Kerobokan, Kuta Utara ini mengakui Badung bakal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2021. Tentu, stadion representatif dibutuhkan untuk menyukseskan event tersebut. Hanya, jika ada kebutuhan
yang mendesak, perlu dikaji mendalam rencana pembangunan stadion. ‘’Kalau ada mendesak, program kebutuhan dasar tentu itu yang diutamakan dilakukan. Namun, kalau bisa, ya... sama-sama jalan kan bagus itu. Intinya harus direncanakan dengan matang dan dikajilah dulu,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung I.B. Surya Suamba menyebutkan, feasibility study
(FS) pembangunan stadion internasional akan masuk proses tender. Penyusunan FS dan Detail Engineering Design (DED) dilakukan tahun ini. Seperti diketahui, Pemkab Badung akan menyulap GOR Mengwi menjadi stadion bertaraf internasional. Pembangunan stadion ini diperkirakan menelan dana Rp 600 miliar. Stadion ini diproyeksikan sebagai venue Porprov Bali 2021. Pembangunan fisik ditargetkan terlaksana tahun 2020. (kmb27)
Satpol PP Perketat Pengawasan Pembuangan Sampah Mangupura (Bali Post) – Kebiasaan membuang sampah ke sungai maupun selokan masih terjadi di Kabupaten Badung. Prilaku buruk ini memicu banjir terlebih saat musim hujan. Sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, prilaku ini merupakan sebuah pelanggaran dan akan dikenakan sanksi. Kepala Satpol PP Badung I GAK Suryanegara mengatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan terutama terhadap masyarakat yang masih memiliki prilaku buruk membuang sampah sembarangan, baik di jalan, sungai, maupun selokan. ‘’Mereka yang masih kedapatan membuang sampah ke sungai maupun selokan akan dikenakan sanksi denda maksimal Rp 25 juta atau kurangan penjara tiga bulan. Kami akan awasi di wilayah-wilayah titik-titik yang sering membuang sampah,’’ ungkap Suryanegara, Jumat (18/1) kemarin. Pihaknya telah menggelar sidang tindak pidana ringan terhadap warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Langkah ini untuk memberikan efek jera. ‘’Ini sudah kami lakukan di Jimbaran dan Kuta dengan mengenakan denda Rp 1 juta sesuai ketentuan Perda,’’ katanya seraya menyebutkan, telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung dalam mengungkap prilaku membuang sampah sembarangan. Sementara itu, Kabid SDA Dinas PUPR Badung Anak Agung Dalem juga mengakui kerap menangani sampah yang menumpuk di selokan maupun di sungai. ‘’Hampir setiap hari terjadi penumpukan sampah di sungai-sungai dan selokan. Sekarang dibersihkan, besok numpuk lagi,’’ keluhnya. Disebutkannya, sampah yang terbawa arus hingga menyumbat aliran sungai banyak terjadi di wilayah Badung. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah. ‘’Sepertinya kesadaran masyarakat masih kurang. Sungai masih top jadi tempat pembuangan sampah,’’ katanya seraya mengimbau masyarakat membuang sampah pada tempatnya. (kmb27)
Bali Post/edi
PENGARAHAN - Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi memberikan pengarahan di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kamis (17/1).
Pangkoopsau Tekankan Pentingnya Budaya ”Safety” Mangupura (Bali Post)Panglima Komando Operasi TNI-AU (Pangkoopsau) II Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi melaksanakan kunjungan kerja ke Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kamis (17/1). Ini merupakan kunjungan pertama dirinya sebagai Pangkoopsau II. Kunjungan kerja ini untuk melihat langsung kesiapan, situasi serta permasalahan yang dihadapi jajaran Lanud I Gusti Ngurah Rai dalam pelaksanaan tugas. Henri Alfiandi dalam pengarahannya menegaskan pentingnya budaya safety dalam rangka mencapai zero accident pada tahun 2019. Dia menyebutkan, keselamatan terbang dan kerja merupakan harga mati dalam setiap pelaksanaan tugas. Kepada sejumlah perwira Lanud I Gusti Ngurah Rai, dia menyampaikan pentingnya visi dan misi seorang pemimpin. Dalam hal ini, yang menjadi visinya adalah ‘’Koopsau II Yang Unggul’’, sedangkan misinya ‘’Menjalankan Tugas Pokok’’. Untuk menjalankan visi dan misi tersebut, ada empat hal yang penting dilaksanakan yaitu planning, organizing, actuating dan controlling. ‘’Sebagai pemimpin harus bisa mem-planning pekerjaannya dengan cara membuat
perencanaan pekerjaan yang efektif di dalam organisasi,’’ jelasnya. Dia pun menyatakan, pemimpin harus bisa menginspirasi bawahan atau harus mampu menjadi contoh ideal untuk timnya. Selain itu, mampu menciptakan kerja sama solid dalam tim, mampu menghilangkan segala keegoisan, saling pengertian terhadap perbedaan karakter, memiliki kreativitas yang tinggi serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan. Sementara itu, Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi, S.Sos. menyatakan kunjungan Pangkoopsau II merupakan sesuatu yang dinantikan dalam rangka peningkatan spirit dan motivasi kerja di Lanud I Gusti Ngurah Rai. Sebagai satuan pelaksana, Lanud Ngurah Rai akan seoptimal mungkin melaksanakan segala perintah dan tugas yang diberikan satuan atas khususnya Koopsau II. Untuk itu, Danlanud mengharapkan bimbingan dan petunjuk-petunjuk yang baik, dalam upaya melaksanakan loyalitas kepada Koopsau II, terutama yang berkaitan dengan peningkatan profesionalitas yang sangat berkaitan erat dalam keberhasilan tugas. (kmb23)
Bali Post/par
Selesaikan Kasus Klaim Lahan Publik
Bupati Giri Prasta Imbau Warga Kuta Jaga Kondusivitas Wilayah GUNA menyelesaikan kisruh akibat proyek pemindahan jalan paving oleh manajemen Holiday Inn Resort Baruna Bali yang merupakan lahan publik, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Jumat (18/1) kemarin menepati janjinya menemui krama Desa Adat Kuta di Pantai Jerman. Giri Prasta yang didampingi anggota DPRD Badung dapil Kuta I Gusti Anom Gumanti dan Ni Luh Made Sri Mediastuti serta sejumlah Kepala OPD di Pemkab Badung, perangkat Kecamatan Kuta dan Kelurahan Kuta tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 Wita. Kedatangan Bupati disambut oleh sejumlah tokoh adat, agama dan masyarakat, serta dikawal oleh aparat kepolisian, TNI, Satpol PP serta pecalang setempat. Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta mengajak masyarakat untuk mengedepankan proses dialogis untuk menyelesaikan masalah tersebut. Menyikapi permasalahan tersebut, pihaknya meminta warga agar tetap tenang dan menjaga situasi di lapangan. Pihaknya mempercayakan hal tersebut kepada anggota DPRD Badung dapil Kuta, Bendesa Adat Kuta, Camat, Lurah, tokoh masyarakat, untuk senantiasa menjaga citra Kuta. Sementara urusan terkait permasalahan tersebut akan diambil alih oleh pemerintah. ‘’Kita akan membentuk tim secara teknis. Nanti akan kita gali, tunjukkan buktinya dengan kuat sehingga keberpihakan kami itu berdasarkan aspek regulasi dan low enforce-
TEMUI WARGA - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menemui warga Kuta untuk menyelesaikan kisruh klaim lahan publik di Pantai Jerman. ment,’’ ucapnya. Bupati Giri Prasta juga menyampaikan rasa bangga melihat antusiasme masyarakat Kuta yang mengawal proses tersebut. Hal itu menandakan ikatan persaudaraan masyarakat Kuta sangat kuat. ‘’Jaga semangat ini, pupuk selalu kebersamaan dan rasa persaudaraan ini,’’ ujarnya. Terkait kegiatan penataan pantai yang dilakukan di atas lahan tersebut, pihaknya mengaku telah berkomunikasi dengan Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Selain itu, ia juga telah didampingi Badan Pertanahan Negara Kabupaten Badung untuk memperjelas kasus tersebut. Ia juga mengaku telah melihat gambaran awal kondisi lahan terkait. Hal inilah yang akan dituntaskan terlebih dahulu, untuk nantinya diperlihatkan kepada publik. ‘’Gam-
baran itu yang nantinya akan menjadi fakta riil bukti atas tanah terkait. Kaitannya dengan paving tempat kita jalan itu, bukan milik hotel. Saya akan bekerja keras, bekerja ikhlas, bekerja cerdas dan bekerja tuntas untuk menyelesaikan kasus ini,’’ tegasnya. Dalam kesempatan tersebut ia kembali mewanti-wanti warga Kuta untuk senantiasa menjaga kondusivitas wilayah dengan baik. Sebab Kuta merupakan jantung atau dapurnya Kabupaten Badung. Jangan sampai permasalahan tersebut justru membuat citra kawasan menjadi negatif dan dinilai tidak kondusif sehingga akan berdampak negatif kepada masyarakat Kuta. ‘’Jangan sampai masalah ini dipolitisasi oleh oknum yang berniat tidak baik,’’ tambahnya. Bendesa Adat Kuta Wayan
Wasista mengaku lega dengan kedatangan Bupati Giri Prasta yang merespons langsung permasalahan warga Kuta yang sangat pelik. Dengan turunnya Bupati Giri, pihaknya berharap permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan baik dan tuntas. Desa Adat Kuta, kata dia sangat mendukung komitmen Bupati yang mau menyelesaikan permasalahan tersebut dan tak lupa ia mengucapkan terima kasih. ‘’Kita akan tetap mengawasi, baik melalui Satgas Pantai, Pedagang, atau masyarakat. Jika ada temuan proyek ini beraktivitas, kita akan langsung sampaikan kepada Bupati dan lakukan pendekatan agar tidak dilanjutkan. Sebab Bupati sudah menyarankan agar aktivitas tersebut dihentikan sementara waktu,’’ ujar Wasista. (ad732)
SAMPAH - Masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai atau selokan. Untuk itu, Satpol PP Badung akan memperketat pengawasan di sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah.
info seremonial
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Parwata Beri Bantuan Stimulus untuk UMKM Dorong Pertumbuhan UMKM di Tingkat Banjar dan Desa
BANTUAN - Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat menyerahkan bantuan stimulus kepada Sila Niaga, salah satu UMKM yang ada di Dalung, Jumat (8/1) kemarin. DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung terus mendorong pertumbuhan dan penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di gumi keris. Pasalnya, UMKM adalah sektor penggerak ekonomi kerakyatan yang diharapkan bisa membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan ujungnya mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Badung. Nah, sebagai dukungan lembaga dewan terhadap UMKM ini, Jumat (18/1) kemarin, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menggelontorkan bantuan stimulus kepada salah satu usaha, Sila Niaga, di ruang Ketua DPRD Badung. Sila Niaga adalah salah satu UMKM yang bergerak di bidang percetakan, printing dan sablon. Usaha kecil yang beralamat di kawasan Dalung, Kuta Utara ini diberikan bantuan langsung sebesar Rp 15 juta. Sumber dana adalah dana operasional DPRD Badung yang diposkan untuk pimpinan. Putu Parwata menyatakan bantuan ini sebagai bentuk dukungan wakil rakyat terhadap UMKM. Ke depan, pihaknya akan berupaya bantuan serupa menyentuh seluruh UMKM yang ada. Bantuan untuk pelaku usaha
ini tidak hanya digelontor eksekutif, namun juga akan diarahkan legislatif. ‘’Tahun 2019 ini, program Badung temanya penguatan dan pembangunan ekonomi. Jadi kita harapkan UMKM ini bisa tumbuh dan menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat Badung,’’ ujarnya. Dengan dukungan pemerintah dan DPRD, Parwata berharap potensi-potensi usaha yang ada di desa dan banjar bisa bangkit. Pasalnya, usaha milik masyarakat kecil ini akan disuport sepenuhnya oleh pemerintah, baik dalam bentuk bantuan hibah, bantuan stimulus dan kemudahan dalam proses perizinan. ‘’Ke depan pembangunan Badung tidak hanya dalam bentuk fisik, pembangunan ekonomi juga harus sejalan. Oleh karena itu, potensi masingmasing usaha di desa dan banjar ini harus bangkit. Kita bersama pemerintah siap membantu baik dari segi kemudahan berusaha dan permodalan,’’ kata Parwata. Untuk memudahkan tumbuh kembangnya usaha baru, politisi asal Dalung, Kuta Utara ini bahkan meminta aparat desa, baik di tingkat klian dinas/kaling maupun perbekel memberi kemudahan bagi masyarakat yang memiliki usaha atau ingin
membuat usaha dalam mengurus perizinan dan akses mencari bantuan ke pemerintah. ‘’Kita akan mapping potensi ekonomi tiap lingkungan. Baik UMK maupun industrinya. Ini akan kita gerakkan untuk menuju kesejahteraan masyarakat melalui UMKM-nya. Kita akan beri peran klian dinas/kaling dan perbekel agar tidak bertele-tele mengurus persyaratan usaha,’’ terangnya. Selain memberi kemudahan akses memperoleh bantuan permodalan, pihaknya juga akan melakukan evaluasi secara berkala berkaitan dengan bantuan yang telah diberikan, sehingga progres penguatan ekonomi ini jalan dan tidak mubazir. ‘’Program ekonomi kerakyatan ini tidak hanya dibantu oleh bupati lewat hibah. Kita di dewan juga akan memberikan bantuan, sehingga pertumbuhan UMKM ini bisa cepat,’’ tegasnya. Khusus untuk usaha Sila Niaga yang digelontor bantuan, Parwata berharap bantuan yang diberikan bisa digunakan sebaikbaiknya untuk mengembangkan usahanya. ‘’Kita harapkan dengan adanya bantuan ini, pengusaha kecil ini tidak lagi jadi ‘ladang’ bagi para retenir. Ke depan semua usaha kita upayaka untuk dibantu, asal usahanya jelas,’’ ujar Parwata. Sementara itu, Made Susila Anjasmana selaku pemilik Sila Niaga mengaku sangat berterima kasih karena sudah diberikan bantuan oleh Ketua DPRD Badung. Bantuan ini, katanya, akan digunakan untuk mengembangkan usahanya yang bergerak di bidang percetakan, printing dan sablon. ‘’Bantuan ini sangat kami perlukan untuk modal usaha. Program seperti ini adalah bukti nyata keberpihakan dewan kepada usaha kecil, biar usaha kecil seperti kami ini tidak terusterusan menjadi cengkraman rentenir,’’ katanya. Pria asal Dalung ini pun berharap bantuan seperti ini bisa berlanjut dan diterima seluruh UMKM yang ada di Badung. Sebab, hampir sebagian besar UMKM di Badung terkendala masalah permodalan. (ad734)
Jawab Tingginya Animo terhadap MPV yang Andal
Grand New Xenia Diperkenalkan di Bali
PELUNCURAN - Suasana peluncuran Grand New Xenia, Jumat (18/1) kemarin di Sanur. SETELAH peluncurannya di Astra Biz Center, BSD pada 15 Januari 2019, Grand New Xenia mulai diperkenalkan di Bali, Jumat (18/1) kemarin. Bertempat di Sector Bar & Restaurant, Inna Bali Beach Sanur, peluncuran Grand New Xenia juga dihadiri Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Yasuharu Shimizu, Deputi Chief Executive PT Astra International, Tbk-Daihatsu Sales Operation (Al DSO) Supranoto, serta komunitas Daihatsu di Bali. Peluncuran Grand New Xenia ini dilakukan untuk menjawab tingginya animo masyarakat terhadap produk MPV yang andal. Oleh karenanya Grand New Xenia hadir dengan tagline ‘’Terbukti 15timewa’’ bertepatan dengan 15 tahun kehadiran Xenia di Indonesia. Menurut Supranoto, Deputi
Chief Executive PT Astra International, Tbk-Daihatsu Sales Operation (Al DSO), Grand New Xenia hadir dengan varian baru dengan mesin 1.500 cc berteknologi Dual VVT-i. Hal ini sesuai dengan permintaan masyarakat yang menginginkan performa mesin yang lebih bertenaga. ‘’Hadir dengan konsep Modern, Tough & Sporty, Grand New Xenia tampil lebih modern, gagah, juga memperhatikan sisi sporty sehingga tampak lebih dinamis,’’ katanya. Sementara itu, Edy Susanto selaku Koordinator Wilayah BaliNusra, PT Al DSO, di tahun 2018 pasar otomotif Bali mengalami pertumbuhan positif sebesar 13 persen dibanding 2017 dengan rata-rata market total auto per bulan sebesar 2.351 unit. Di mana MPV Low Bonet memberikan kontribusi sebesar 28 persen. Tahun 2018, katanya,
menjadi tahun dengan tantangan kompetisi yang sangat ketat di segmen MPV Low dengan makin banyaknya pemain baru. Dengan volume rata-rata per bulan sebesar 670 unit, segmen ini mengalami kenaikan sebesar 28 persen dibanding 2017. Namun di tengah ketatnya kompetisi di segmen ini, Xenia tetap berhasil tumbuh 18 persen dan meraup market share sebesar 26,9 persen di tahun 2018. Sehingga masih menempati posisi nomor 2 dengan rata-rata penjualan per bulan sebesar 180 unit. Sedangkan untuk Daihatsu sendiri di tahun 2018 tetap berhasil mempertahankan posisi nomor 2 di Bali dengan perolehan market share sebesar 22,8 persen. ‘’Melalui peluncuran Grand New Xenia, kami berharap dapat terus memberikan pilihan kendaraan terbaik dengan kualitas pelayanan yang akan terus ditingkatkan dari hari ke hari kepada masyarakat Bali,’’ pungkasnya. Menurutnya, satu hal yang membuat Grand New Xenia ini makin istimewa adalah generasi terbaru ini tidak mengalami kenaikan harga OTR dari generasi yang sebelumnya untuk varian yang 1.300 cc. Untuk OTR Bali, Grand New Xenia dibanderol dengan harga mulai dari Rp 192.000.000 sampai dengan Rp 237.800.000. Rangkaian acara launching Grand New Xenia di Bali akan dilanjutkan dengan Regional Exhibition di Atrium Level 21 Mall pada 21-27 Januari 2019. Selama event tersebut customer akan dimanjakan dengan berbagai hiburan & promo yang menarik. (bns1)
Sabtu Wage, 19 Januari 2019
Mahasiswa Unmas Diminta Jadi Jubir Sosialisasikan OJK
UNIVERSITAS Mahasaraswati (Unmas) Denpasar terus memberi penguatan akademik kepada civitas akademika. Jumat (18/1) kemarin, Unnmas mengadakan sosialisasi soal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI dengan tema ‘’Mengenal Otoritas Jasa Keuangan, Fungsi dan Kewenangannya’’. Sosialisasi dibuka Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., menghadirkan narasumber Dewi Bunga, S.H., M.H., Angga Haryadi dan Komisi XI DPR-RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, S.E., M.M. soal hubungan OJK dengan BI, lembaga penjamin simpanan dan DPR-RI. Direktur Pengawasan Lembaga OJK Regional Bali dan Nusra Rochman Pamungkas mengungkapkan rasa gembiranya karena bisa bekerja sama dengan Unmas untuk menyosialisasikan peran fungsi dan pemahaman soal OJK. Di Bali, katanya, OJK seusai UU No. 21/2011 bertugas mengatur, mengawasi, memeriksa dan melayani semua sektor jasa keuangan. Jasa keuangan itu meliputi perbankan, pasar modal dan perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya. Di Bali, katanya, per Desember 2018, terdapat 347 jasa keuangan yang dilayani. Namun, ia mengakui tidak semua lapisan masyarakat mengenal dan mengetahui fungsi OJK. Hasil survei 2016 menunjukkan angka literasi dan inklusi Bali di atas rata-rata nasional. Literasi keuangan Bali berada di ranking ke-5 nasional dan inklusi keuangan Bali berada di ranking ke-3. Namun kenyataannya banyak masyarakat menjadi korban praktik investasi. Seperti di Bali ada kasus koperasi yang merugikan warga hingga Rp 150 miliar.
SOSIALISASI - Rektor Unmas bersama Direktur Pengawasan Lembaga OJK Bali-Nusra Rochman Pamungkas saat sosialisasi di Unmas. Meski tingkat inkusi keuangan tinggi, namun belum diikuti pemahaman oleh masyarakat. Artinya pemahanan soal OJK masih rendah. Salah satunya masyarakat Bali masih mudah tergiur dengan iming-iming bunga tinggi hingga 4 persen sebulan, tanpa melakukan analisis produk yang ditawarkan. Menurut Richman Pamungkas, bank mana pun tak ada bisa memberi pelayanan bunga 4 persen sebulan. Untuk itu, dia berharap mahasiswa Unmas menjadi jubir ujung tombak OJK dalam menjelaskan soal investasi legal di Bali. Untuk mencegah praktik kriminal keuangan, OJK sudah membentuk Satgas Waspadai Investasi (SWI) yang terdiri dari unsur OJK, kepolisian, kejaksaan, Depad dan masyarakat. SWI ini, kata Pamungkas, untuk mencegah tindak pidana melawan hukum dalam hal investasi dan menghimpun dana masyarakat. Cara yang paling mudah untuk tidak menjadi korban praktik tawaran investasi
bodong dengan 2-L yakni logis dan legal. Mahasiswa diminta melaporkan ke OJK jika mengetahui praktik penghimpunan dana secara tak jelas. Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. didampingi WR I Dr. Made Gede Wiryawan, S.H., M.H., WR II Dr. Nengah Landra, S.E., M.M., WR III Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg. menekankan OJK yang diatur oleh UU No. 21/2011 perlu dipahami kedudukan dan fungsinya. Berbagai kasus keuangan terjadi di Bali akibat ketidaktahuan kita sendiri soal OJK. Untuk itu mahasiswa dan dosen Unmas berhati-hati menerima tawaran investasi. Kedua, menjadi jubir menyosialisasikan tugas dan kewenangan OJK kepada masyarakat. Dia berjanji mahasiswa baru Unmas tahun ini penting diberikan sosialisasi soal OJK. Mahasiswa Unmas selain menjadi jubir sosialisasi soal OJK, juga melaporkan ke OJK Bali jika menemukan praktik keuangan yang mencurigakan. (ad735)
STP Bali Gelar ’’Workshop’’ Pendirian Kelas Internasional
JUMAT (18/1), dengan semangat Shifting to The Front (STTF) bertempat di Gedung Widyatula, STP Bali menggelar Workshop Pendirian Kelas Internasional. Workshop ini diselenggarkan untuk menindaklanjuti arahan Menteri Pariwisata untuk segera me-launching kelas internasional yang direncanakan pada akhir Maret 2019. STP Bali dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi diharapkan dapat lebih meningkatkan SDM-nya, karena menjadi capital asset dan sesuai dengan program Kementerian Pariwisata dalam 3C (curicullum, certification dan centre of excellent). Curriculum mengacu pada standar global/regional yaitu kelas internasional (Tedqual UNWTO - 6 UPT), certification yaitu peningkatan kapasitas dosen dan center of excellence yaitu sebagai pusat pengembangan wisata religi dan budaya, english learning center, pembelajaran wirausaha oleh profesional industri pariwisata (6 UPT). Tujuan dari workshop ini untuk menghasilkan joint, dual/ double degree program dengan twinning program atau kredit transfer bagi STP Bali/Bandung dengan Victoria Polytechnic, menghasilkan program kerja sama internship (program magang) kelas internasional antara STP Bali/Bandung dengan Victoria Polytechnic dan menghasilkan model kelas internasional antara STP Bali/Bandung dengan Victoria Polytechnic. Narasumber dalam acara ini adalah Dirjen Kelembagaan Kemenristekdikti Patdono Suwignjo, Ph.D. yang sangat mendorong pendirian kelas interna-
WORKSHOP - STP Bali ketika menggelar Workshop Pendirian Kelas Internasional di Gedung Widyatula, Jumat (18/1). sional di STP Bali dan STP NHI Bandung. Di samping itu juga hadir Deputi BPIK Kemenpar Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc., Mentor Kelas Internasional Priyantono Rudito, Dewan Pembina STP Bali Prof. IG Pitana B. M.Sc., E-VITO Australia, Siam Nugraha dan Victoria Polytechnic Team (via skype). Ketua STP Bali Drs. DGN Byomantara, M.Ed. dalam laporannya menyampaikan kelas internasional ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi negeri Kementerian Pariwisata. Ia juga menyampaikan agenda workshop ini adalah untuk memetakan peraturan dan teknis pelaksanaan kelas internasional, memetakan kurikulum kelas internasional dan menyusun MoA dengan lembaga partner di luar negeri.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc. mengharapkan workshop ini menghasilkan action plan yang jelas dan berkaca kepada universitas lain semua harus jelas hitam di atas putih dalam MoA, karena mahasiswa dan dosen yang akan menjalani dan membawa misi institusi pendidikan vokasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di mata dunia. Sebelumnya pada 14 Januari 2019 telah dilakukan Lesson Learning Class International di Bandung, sharing dari perguruan-perguruan tinggi yang telah lebih dahulu membuka kelas internasional yaitu Universitas Indonesia, Universitas Udayana, Universitas Trisakti, dan SBM ITB. (ad733)
Sosialisasikan Pergub Nomor 99 Tahun 2018
Pemprov Kumpulkan Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Se-Bali DALAM rangka menindaklanjuti Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018 terkait Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali yang sebelumnya telah diluncurkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada tanggal 7 Januari 2019, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali mengumpulkan dinas yang menangani Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten/ Kota se-Bali, bertempat di Ruang Rapat Sabha Utama I, Jumat (18/1) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan, sosialisasi pergub ini akan dilakukan secara masif. Karena peraturan tersebut bertujuan untuk menjadikan pan-
duan dalam memberikan kepastian dan kesinambungan dalam pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali. Selain itu juga bertujuan untuk memberikan kepastian harga jual, dan mengatur tata niaga terhadap produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali. Untuk itu, nantinya dalam rangka pemasaran produk lokal tersebut maka Pergub ini mewajibkan toko swalayan membeli dan menjual dengan besaran masing-masing: 1) Produk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan serta peternakan paling sedikit 60 persen dari total volume produk yang dipasarkan dan; 2) Produk perikanan lokal Bali dan industri lokal Bali paling sedikt 30 persen dari total volume produk yang dipasarkan. Selain itu, Pergub Nomor 99 ini juga mewajibkan setiap hotel, restoran dan katering meman-
faatkan produk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan paling sedikit 30 persen dari volume produk yang dibutuhkan, dan produk peternakan paling sedikit 30 persen dari kebutuhan hotel dan restoran dan paling sedikit 10 persen dari kebutuhan industri pengolahan. Untuk produk perikanan lokal Bali dan industri lokal Bali paling sedikit 30 persen dari volume produk yang dibutuhkan dan produk industri lokal Bali paling sedikit 20 persen dari volume produk yang dibutuhkan. Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa dalam upaya mendekatkan petani dengan pengusaha maka pergub ini juga mewajibkan hotel, restoran, katering dan toko swalayan bermitra dengan petani, subak, kelompok tani, UMKM dan badan usaha. Selain itu mereka juga diwajibkan untuk membeli produk pertanian lokal Bali dengan harga paling sedikit 20 persen di atas biaya produksi
dari petani, kelompok tani, subak dan pelaku usaha tani. Sedangkan untuk pembayarannya, dalam pergub ini diatur bahwa hotel, restoran, katering dan toko swalayan dalam melakukan pembelian dari petani maka pembayaran wajib dilakukan secara tunai, namun jika melakukan pembelian secara tunda bayar maka wajib melakukan pembelian produk pertanian lokal Bali melalui Perusahaan Daerah. Terakhir dalam sosialisasinya, Wisnuardhana mengatakan bahwa untuk memastikan pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali dapat berjalan dengan baik maka Pemprov Bali akan melakukan pembinaan dan pengawasan. ‘’Dan untuk pihak-pihak yang konsisten melaksanakan pergub ini akan diberikan pernghargaan, sedangkan yang tidak mengindahkan pergub ini akan diberikan sanksi,’’ pungkasnya. (ad738)
SOSIALISASI PERGUB - Sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018 terkait Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Pergub ini diluncurkan Gubernur Bali Wayan Koster 7 Januari 2019.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Sabtu Wage, 19 Januari 2019
5
figur Sasar Kaum Milenial UPAYA mewujudkan tertib berlalu lintas terus dilakukan aparat kepolisian, terutama pihak Ditlantas Polda Bali. Saat ini Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polda Bali menyasar masyarakat usia milenial untuk ikut menjadi agen keselamatan di jalan. Caranya dengan menumbuhkan kesadaran tentang keselamatan berlalu lintas. Untuk menggaet kaum milenial ini, Polantas Polda Bali bergerilya ke sekolah, kampus dan komunitas serta ke tempat lainnya guna menyosialisasikan pentingnya tertib berlalu lintas. ‘’Dari evaluasi, angka kecelakaan yang mendominasi akhir-akhir ini adalah kaum milenial. Untuk itu, sasaran utama kami adalah kalangan milineal dengan kisaran umur 17 hingga 35 tahun,’’ kata Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana, Jumat (18/1) kemarin. Kombes Sudana mengatakan pihaknya ingin mengajak generasi milenial untuk menumbuhkan budaya tertib lalu lintas. Dengan tumbuhnya kesadaran mereka ini, tentunya bisa menekan angka kecelakaan dan angka fatalitas korban meninggal dunia. ‘’Kami terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Selain memberikan pemahaman tentang tertib berlalu lintas, kami juga membina para anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS),’’ ucapnya. Kegiatan sosialisasi ini, lanjut mantan Kapolresta Denpasar ini, untuk memberdayakan generasi milenial dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas di jalan raya. ‘’Sosialisasi ini merupakan pendekatan intelektual tentang bagaimana cara berkendara dengan selamat, aman, efisien dan bertanggung jawab serta memberikan pengetahuan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan dan pengetahuan tentang ramburambu lalu lintas,’’ terangnya. Untuk itu, Kombes Sudana berharap melalui kegiatan itu nantinya membentuk peloporpelopor berkendaraan yang aman. Selain itu juga memberitahukan contoh praktik berkendaraan, sekaligus memberitahukan kepada para kaum milenial bahwa membawa kendaraan itu berbahaya, dan harus patuh terhadap aturan berlalu lintas. ‘’Nantinya kami juga akan berencana membuat acara khusus untuk para kaum milenial. Acara itu akan digelar di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar pada 17 Februari 2019,’’ imbuhnya. (jay)
Amankan Kongres PSSI
Polda Bali Kerahkan Ratusan Personel
Denpasar (Bali Post) Dipimpin Karo Ops Polda Bali Kombes Pol. I Nyoman Sumanajaya rapat koordinasi pengamanan kongres tahunan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) dilaksanakan di Mapolda, Jumat (18/1) kemarin. Terkait kegiatan ini Polda Bali mengerahkan 220 personel. Kongres ini akan digelar di Hotel Sofitel, Nusa Dua pada 20 Januari 2019. Kombes Sumanajaya menyampaikan, Polda Bali akan menggelar Operasi Gapura Agung I untuk mengamankan jalannya kongres PSSI ini. Pihaknya akan menerjunkan sebanyak 220 personel terdiri dari Polda Bali, Polresta Denpasar dan Polres Gianyar. Ratusan personel tersebut akan melaksanakan tugas sesuai tupoksinya masing-masing. ‘’Operasi Gapura Agung I akan dilaksanakan mulai 19 sampai 20 Januari 2019. Yang dikedepankan adalah kegiatan preventif didukung dengan preemtif, intelijen, penegakan hukum kuratif dan rehabilitasi guna mengamankan seluruh rangkaian kegiatan kongres tahunan PSSI 2019 serta mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif dan aman,’’ ujar mantan Direktur Intelkam Polda Bali ini. Menurutnya, Polda Bali sudah siap mengamankan kongres tahunan PSSI ini. Meskipun tidak ada membahas agenda besar, tetapi pihaknya tidak boleh underestimate dan akan tetap melaksanakan pengamanan secara maksimal dan sesuai SOP (Standar Operasi Prosedur). Kongres PSSI merupakan kegiatan rutin tahunan yang akan dihadiri sekitar 250 orang, terdiri dari pengurus liga 1, 2, 3, asisten provinsi (asprov) dan peninjau. Selain itu akan dihadiri Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi yang saat ini juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara, Kemenpora RI dan pengurus FIFA. (kmb36)
Bali Post/ist
FGD - Menjelang pelaksanaan Millennial Road Safety Festival 2019, Satlantas Polres Badung menggelar FGD melibatkan pelajar dan klub motor, Jumat (18/1) kemarin.
Polres Badung Ajak Pelajar Diskusikan Keselamatan Berkendara
Mangupura (Bali Post) Jumlah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) khususnya yang dialami penduduk usia produktif di Indonesia tergolong tinggi. Untuk itu pemerintah pusat akan menggelar program Millennial Road Safety Festival 2019, yang tujuannya menekan angka lakalantas pada generasi penerus bangsa. Menindaklanjuti rencana program tersebut, Satlantas Polres Badung melaksanakan Focus Group
Discussion (FGD) dengan melibatkan pelajar dan klub motor di Puspem Badung, Jumat (18/1) kemarin. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta dalam sambutannya menyampaikan, generasi milenial merupakan generasi yang produktif. Dalam FGD, dijelaskan tentang tertib lalu lintas, dilanjutkan dengan diskusi. Diharapkan para peserta memberikan masukan dalam pelaksanaan tertib berlalu lintas.
mensosialisasikan peraturan lalu lintas. ‘’Kegiatan ini untuk bersama-sama mengenal aturan berlalu lintas agar ke depan kecelakaan lalu lintas dapat menurun. Diharapkan kepada seluruh adik-adik (pelajar-red) yang terlibat dalam kegiatan Millennial Road Safety dapat mengedukasi seluruh elemen masyarakat untuk tertib berlalu lintas saat berkendara di jalan raya,’’ tegasnya. Terkait program ini, ada
beberapa usulan dari peserta, di antaranya pembuatan stand penjualan helm untuk menarik pengunjung, lomba bondres tentang lalu lintas (lalin), lomba ide kreatif tentang lalu lintas di medsos dan melaksanakan tournament Player Unknown’s Battle Grounds Mobile (PUBG). ‘’Ada juga yang mengusulkan digelar pameran tentang safety riding, perlengkapan berkendara, aturan konvoi dan tertib berlalu lintas,’’ ungkap Kanisius. (kmb36)
Harga Beras Bulog Lebih Mahal daripada Swasta Denpasar (Bali Post) -
Tahun 2018, dari target serapan beras sebesar 2.500 ton, Bulog Divisi Regional (Divre) Bali hanya mampu menyerap 900 ton. Hal ini karena dari sisi harga, beras Bulog lebih mahal daripada penjual beras dan penggilingan swasta.
Curi Perhiasan Teman
Pelaku Mengaku Uangnya Digunakan Beli SS
Denpasar (Bali Post) Wanita cantik asal Buleleng, Putu Dea Augynia Shanti (23), kini meringkuk di sel tahanan Polresta Denpasar. Pelaku ditangkap lantaran mencuri perhiasan temannya, Kadek Widiari (21), Rabu (16/1) lalu. Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku nekat mencuri perhiasan korban untuk keperluan sehari-hari dan membeli narkoba jenis sabusabu (SS). ‘’Saat diperiksa dipakai apa uang tersebut, pelaku mengaku untuk beli narkoba. Dia sudah setahun menggunakan narkoba,’’ kata Wakasatreskrim Polresta Denpasar AKP Nyoman Darsana didampingi Kanit I Iptu Made Yudistira, Jumat (18/1) kemarin. Kasus ini berawal ketika tersangka dipanggil oleh korban datang ke rumah kosnya untuk bersih-bersih. Setibanya di sana tidak ada korban. Pelaku bertemu dengan Dicky yang merupakan adik korban. Selanjutnya pelaku masuk ke kamar korban. Selanjutnya Dicky pergi karena ada keperluan. Setelah Dicky pergi, pelaku membersihkan kamar korban. Saat itulah dia melihat lemari pakaian terbuka. ‘’Pelaku melihat ada gelang emas dan cincin emas, termasuk surat pembeliannya. Pelaku langsung mengambilnya,’’ ujarnya. Perhiasan curian itu lalu dijual di toko emas di Jalan Sulawesi, Denpasar. Berhubung ada nota pembeliannya, perhiasan itu laku Rp 6 juta. Uang hasil menjual perhiasan itu dipakai membeli pakaian dan make-up. Sisanya Rp 4.650.000 digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli narkoba. Setelah kasus ini dilaporkan ke Polresta Denpasar, Tim Resmob dipimpin Kanit I Iptu Made Yudistira melakukan penyelidikan. Setelah mengantongi alat bukti, pelaku ditangkap pada Rabu (16/1) pukul 17.00 Wita di Banjar Tegal Sari, Desa Bubunan, Seririt, Buleleng. Dea mengaku sering pakai barang terlarang ini bersama pacarnya berinisial Y. ‘’Memang pelaku pernah kerja jadi waitress. Mungkin waktu itu pelaku kenal narkoba,’’ ujar mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Timur ini. Selain itu, pelaku dan korban Kadek Widiari teman sekolah. Oleh karena itu, dia sering diminta tolong bersihbersih di kamar kos korban. (kmb36)
‘’Penyelenggaraan ini juga untuk menjalin persatuan dan kesatuan generasi muda sebagai penerus bangsa,’’ ujarnya. Sedangkan Kasatlantas Iptu Kanisius Franata menjelaskan, Millennial Road Safety Festival 2019 akan dilaksanakan 17 Februari mendatang di Renon. Tujuannya, seluruh pelajar dan komunitas sepeda motor di wilayah Badung bisa menyampaikan kepada orangtuanya untuk ikut
Yosef Wijaya
Kepala Bulog Divre Bali Yosef Wijaya mengatakan, sebanyak 900 ton beras tersebut diserahkan untuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Beras ini diserap dari petani lokal Bali, khususnya dari Tabanan. Beras ini juga diedarkan ke pasar-pasar dan RPK (Rumah Pangan Kita). Hanya, ia menghadapi persaingan berat dengan penjual dan penggilingan swasta. Karena pihak swasta bisa menjual beras kepada pengecer atau pedagang dengan harga lebih murah dari Bulog. Harga beras yang dijual Bulog ke pedagang adalah Rp 10.000 per kilogram. Sementara ia membeli beras di penggilingan Rp 9.500 pe kilogram. ‘’Kalau ada swasta yang jual di bawah Rp 10.000, pasti pedagangnya mau,’’ tandasnya. Yosef mengatakan harga yang lebih tinggi disebabkan biaya operasional dan perawatan beras Bulog juga tinggi. Sementara swasta tidak melakukan perawatan beras. ‘’Karena kalau swasta bisa menyerap dengan harga murah ke petani karena dia tidak melalui prosedur-prose-
dur. Misalnya kalau beras masuk ke gudang harus disurvei, ada biaya survei di situ. Dia (swasta) tidak. Kita seleksi dulu. Beras itu juga kadar airnya maksimal 14%. Dia (swasta) tidak, walaupun 15% kadar airnya, bisa dijual. Kita juga ada biaya perawatan yang cukup besar, setiap 3 bulan yaitu fumigasi dan spraying,’’ bebernya. Bulog dengan distributor dan penggilingan padi bersaing secara komersial. ‘’Siapa yang menjual dengan harga rendah, dia yang dapat. Kita bersaing dengan penggilingan dan distributor lain. Ini menyulitkan Bulog,’’ ungkapnya. Sementara Bulog berfungsi melindungi produsen dan konsumen. Jika harga di pasar tinggi maka Bulog melakukan OP (operasi pasar) untuk menstabilkan harga pasar. Sedangkan jika harga gabah murah, Bulog wajib menyerap gabah petani dengan harga HPP (harga pembelian pemerintah). ‘’Kalau tidak diberikan pasar yang pasti oleh pemerintah, bagaimana kita bisa menyerap sebanyakbanyaknya produksi petani,’’
selorohnya. Per 1 April 2019, beras rastra tidak akan ada lagi. Nantinya beras rastra digantikan dengan BNPT yang disalurkan melalui e-warong. Penduduk miskin yang mendapat bantuan sosial dari pemerintah berupa bantuan tunai yang masuk melalui e-money, mereka mengambil bahan pangan di e-warong. Termasuk beras BNPT dari Bulog. Dengan demikian, beras Bulog semakin berkurang serapannya oleh masyarakat. Beruntung ada BNPT yang berasnya dari Bulog, sehingga bisa menyalurkan beras hasil serapan di petani. Meski bersaing ketat, beras Bulog mampu terserap masyarakat Bali sekitar 50 persen. Dikatakan, provinsi lain lebih kecil lagi. Ia berharap Bulog diberikan privilige, misalnya semua BNPT harus dipasok dari Bulog, maka pihaknya bisa menyerap gabah atau beras dari petani sebanyak-banyaknya. ‘’Kalau tidak, ya… permintaan beras atau bahan pangan lain mengikuti mekanisme pasar,’’ tandasnya. (kmb42)
Kodam Renovasi Belasan Rumah Veteran Denpasar (Bali Post) Wujud penghargaan terhadap jasa-jasa para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, Kodam IX/ Udayana merenovasi 19 rumah veteran di Denpasar. Penyerahannya dilaksanakan di rumah I Nyoman Kapar yang merupakan veteran PKRI di Banjar Tegeh Sari, Desa Padangsambian, Denpasar Barat. Secara simbolis penyerahannya dilakukan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan dihadiri 19 veteran yang rumahnya dibedah, Kamis (17/1). Bedah rumah tidak layak huni (RTLH) ini dilaksanakan Kodam bekerja sama dengan bank dan Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB). Kapendam Kolonel Kav. Jonny Harianto G. mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa para pejuang kemerdekaan dalam membela dan menjaga keutuhan NKRI. Selain itu untuk mengenang kembali sejarah lahirnya TNI-AD dan berharap dengan dapat memupuk semangat dan jiwa korsa dalam meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Menurut Kapendam, Pangdam saat memberi sambutan menyampaikan apresiasi atas terlaksananya renovasi rumah milik veteran tersebut. ‘’Bapak Pangdam mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya kepada pihak bank dan AMPB yang berpartisipasi dan memberikan bantuan dalam pelaksanaan bedah rumah tersebut,’’ ujarnya. Tujuan dilaksanakan program karya bakti TNI ini merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap para veteran pejuang PKRI yang saat ini masih dalam kondisi keterbatasan dan memerlukan kontribusi. Kontribusi tersebut dapat dilakukan semua elemen bangsa untuk ikut membantu meningkatkan kesejahteraan para veteran, mengingat sebagian masih ada yang memprihatinkan terutama rumah milik mereka yang kurang layak huni. Oleh karena itu, terlaksananya rehab rumah tidak layak huni ini diharapkan dapat meringankan beban terhadap pemenuhan kebutuhan pokok, terutama kepemilikan tempat tinggal yang lebih layak huni. (kmb36)
Bali Post/ist
RUMAH - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto di selasela acara penyerahan 19 rumah veteran PKRI yang direnovasi.
OPINI
6
Sabtu Wage, 19 Januari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Debat Awal yang Monoton
KITA sudah sama-sama menyaksikan debat colon presiden dan wakil presiden. Pada akhirnya, masyarakat Indonesia kembali menyaksikan ritual seperti ini. Waktu berjalan terus dan bergulir seolah tidak memerhatikan berbagai persoalan yang dihadapi manusia. Lima tahun yang lalu, kita juga menyaksikan acara seperti ini dengan calon presiden yang sama. Kali ini demikian juga halnya. Ini adalah debat pertama dari serangkaian debat televisi yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum. Tentunya, itu berguna bagi masyarakat untuk menambah wawasan tentang kemampuan para pasangan calon. Kita akan melihat kemampuan mereka dalam mengungkap gagasan yang ada di dalam benaknya. Sekali lagi, kita katakan bahwa ini adalah upaya untuk mengungkap segala gagasan. Kita masih belum tahu bagaimana kelanjutan dari berbagai gagasan yang muncul tersebut. Dari sisi materi dalam acara debat ini, kita lihat bagaimana para kandidat telah mengutarakan ide dan gagasan yang dimiliki. Kita tentu salut dengan ide dan upaya mempertahankan ide tersebut. Misalnya soal gaji pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negara kita. Kalau pasangan nomor urut 02 mengatakan gaji masih kecil, pasangan nomor urut 01 mengatakan sudah cukup dengan berbagai tunjangan yang telah didapatkan. Tetapi ide-ide mendasar yang mampu menggugah kesadaran sosial untuk itu, sama sekali tidak ada. Masih monoton. Kedua belah pihak juga mencoba menahan diri untuk tidak terlalu mengumbar segala janji. Kita maklum dengan hal ini karena acara debat di televisi disaksikan masyarakat di seluruh pelosok. Karena itu, ada kemungkinan janji-janji yang dikeluarkan mempunyai risiko besar secara politik. Artinya, masyarakat tahu sejauh mana hal itu akan dapat terwujud. Jika dirasa mustahil, maka kandidat bersangkutan akan dapat dijauhi oleh masyarakat. Tidak akan terpilih dan dipilih. Hemat kita, itulah gunanya debat televisi tersebut diselenggarakan. Bagi para kandidat, dan tentu tim pendukungnya, agar mampu bersikap rasional tidak muluk-muluk dalam mengutarakan gagasannya. Sebaliknya agar mengutarakan ide dan gagasannya secara jujur dan terjangkau dalam kebijakan. Hanya dengan cara demikian akan mampu meyakinkan masyarakat pemilih untuk mencoblos gambarnya nanti pada pemilu. Pada pihak lain, bagi masyarakat debat ini adalah untuk membuka wawasan rasionalitas dalam menjatuhkan pilihannya. Memilih calon tidak boleh hanya asal memilih atau fanatik buta dengan kandidat tertentu. Fanatisme seperti ini sangat merugikan karena bisa memelesetkan tujuan. Debat televisi berguna untuk menghindarkan hal itu dan mampu menambah wawasan pengetahuan politik masyarakat. Memang ada yang menyebutkan bahwa debat politisi di televisi tidak kondusif bagi masyarakat di negara berkembang. Artinya, tidak cocok dan kurang bermanfaat. Kiranya hal ini tidak seluruhnya benar. Bagi Indonesia, hal ini penting untuk menambah pendidikan politik sekaligus mendidik sikap berdemokrasi masyarakat. Pendidikan demokrasi akan didapatkan manakala anggota masyarakat dapat mendiskusikan acara ini dengan baik, di ruang keluarga maupun ruang publik. Tentu saja diskusi itu berlangsung secara positif. Sikap positif masyarakat dalam mendiskusikan hasil yang disimak di televisi juga akan menjadi ukuran bagi kita untuk melihat sejauh mana demokrasi itu telah dimaknai dan dimengerti oleh masyarakat. Juga dapat dipakai ukuran, siapa sesungguhnya yang lebih demokratis sikapnya, apakah rakyat atau elite politik tersebut. Lebih dari apa yang telah kita ungkapkan, kita haruslah juga sadar bahwa apa yang kita saksikan kemarin, merupakan yang pertama. Masih ada acara debat lain yang harus kita saksikan secara bersama-sama lagi. Dengan cara itulah, kita mengumpulkan pengetahuan terhadap kedua kandidat tersebut sebelum menjatuhkan pilihannya nanti pada bulan April.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Saatnya Cerdas Memilih Wakil Rakyat
Di tengah maraknya pembicaraan soal debat kandidat presiden, wacana pemilihan legislator malah terkesan sepi. Padahal, para legislator nanti akan mewakili aspirasi kewilayahan. Saat ini mungkin beberpa calon sudah melakukan simakrama politik secara rutin. Mereka mendatangi basis-basis suara yang mereka telah berikan bansos. Ini bagi petahana, yang bisa melakukan komunikasi dengan calon pemilihnya lewat iming-iming bansos. Namun bagi calon pemula, hal itu tentu sulit dilakukan. Mereka hanya modal awal investasi sosial, atau mungkin juga sisa-sisa jabatan di pemerintahan. Yang pasti ada persaingan tak sehat dalam melakukan simakrama ke masyrakat. Kepincangan situasi ini akan membuat kecenderungan calon wakil rakyat yang terpilih dominan dari petahana jika tak ada edukasi politik yang cerdas dari berbagai lembaga swadaya masyarakat. Artinya, karena ini pemilihan keterwakilan, ada baiknya calon pemilih memilih calon yang ada dari wilayahnya. Ini sebatas saran dan pemikiran saya pribadi. Dengan memilih calon terdekat dengan aspirasi pemilih maka komunikasi dengan para calon wakil rakyat akan mudah. Ini juga akan lebih aspiratif jika mereka terpilih. Jadi, dana reses bisa dioptimalkan untuk kepentingan komunikasi kewilayahan. I Wayan Suarsana Putra Gianyar, Bali
Pekerjaan Rumah Debat Berikutnya Masyarakat Indonesia akhirnya kembali dapat menyaksikan acara debat televisi pasangan calon presiden dan wakil presiden. Lima tahun yang lalu, hal seperti ini juga sudah tersaji. Tentu saja sudah ada perbedaaan penampilan masyarakat terhadap debat seperti ini. Selama lima tahun, mereka juga sudah sempat menonton perdebatan calon gubernur dan calon bupati. Bahkan, mungkin pula perdebatan calon anggota legislatif. Dari sisi ini harus dilihat bahwa rasionalitas masyarakat dalam melihat perdebatan akan meningkat. Tentu kita berharap agar kelak mereka mampu menunggu acara debat berikutnya untuk membuat keputusan untuk memilih bulan April mendatang. Pada sisi kandidat, keduanya merupakan bagian dari peserta debat tahun 2014 yang lalu, terutama dari sisi calon presiden. Tentu ini memberikan tambahan ketenangan bagi mereka untuk tampil.
D
ari konteks itulah dapat dilihat pada debat pertama yang lalu, sisi sosial dan humanisnya kelihatan. Acara debat dibuatkan panggung nonton bersama ibaratnya nonton bola di daerah-daerah. Juga ada hiburan musik. Dan terlihat juga para kandidat berupaya menguasai panggung dengan sebaik-baiknya, mencoba menjawab pertanyaan dengan tenang. Panggung nonton bareng, musik serta menenangkan diri untuk menjawab pertanyaan merupakan upaya menonformalkan suasana. Cara ini bagus dan positif serta merupakan refleksi diri untuk menghindar dari ketegangan. Bisa dibayangkan, bagaimana tegangnya bangsa Indonesia menjelang debat ini karena demikian banyaknya pendapat yang berseliweran melalui jagat sosial. Artinya, baik pada perbincangan masyarakat, tulisan di koran, bincang-bincang televisi dan radio sampai dengan media sosial, dari pagi hingga ke pagi berikutnya, isinya politik
Oleh GPB Suka Arjawa saja dan itu mengerucut kepada pemilihan presiden. Sesuatu yang tidak adil karena sesungguhnya yang terjadi bukan hanya pemilihan presiden, tetapi juga legislatif (DPR, DPRD, dan DPD). Karena itulah, penting adanya upaya penurunan ketegangan tersebut. Itulah juga makna lagu Zambud Khatulistiwa yang dinyanyikan pada pembukaan debat pertama lalu. Artinya, tidak usah terlalu berisik dalam perhelatan pemilu kali ini tetapi ingatlah bahwa Indonesia tersebut merupakan negara yang kaya raya, dan itulah yang harus dipertahankan dan dilindungi oleh siapa pun yang terpilih menjdi presiden mendatang. Upaya menguasai ketenangan itulah yang terlihat pada debat calon presiden dan wakil presiden ini pada awal-awal debat. Merupakan hal yang manusiawi jika kedua pasangan berusaha menguasai itu, dan pada awalnya kelihatan gagal. Dengan gayanya masingmasing, kedua pasangan kelihatan berupaya untuk itu. Pasangan urut 01 yang memang sipil mempunyai
gaya bicara pelan kelihatan dengan mengatur diksi bicara. Sebagai mantan tentara pasangan nomor 02 terkesan berusaha tegar untuk menjawab pertanyaan dengan volume suara yang lebih besar dan tegas. Ketegangan yang masih kelihatan pada dua pasangan pada awal-awal debat ini sangat kelihatan ketika pasangan 01 menyisakan waktu yang cukup signifikan dan calon wakil presiden pasangan ini tidak berupaya untuk memanfaatkan waktu yang tersisa. Sementara pasangan 02 mencoba menyerang dengan mengungkap soal kepala desa yang dihukum karena mendukung pasangan nomor urut 02. Ini merupakan wujud kegugupan dari dua pasangan tersebut. Sesungguhnya tema-tema yang ditampilkan pada debat pertama ini lumayan bagus, karena itu merupakan hal mendesak yang dibereskan pemimpin ke depan. Terorisme, HAM, korupsi dan penataan hukum merupakan masalah yang boleh dikatakan mendasar bagi bangsa Indonesia. Jika misalnya disandingkan
dengan kemiskinan, maka tema ini seharusnya menjadi komplet untuk debat yang pertama karena itulah yang menjadi tantangan Indonesia ke depan. Maka, jika persoalan tersebut ditampilkan paling dahulu dalam kerangka debat calon presiden Indonesia, itu menyimbolkan keseriusan penanganan bagi pemerintah dan mempunyai makna bahwa presiden terpilih nanti, dengan pasangannya, akan memberikan prioritas untuk menangani masalah tersebut. Keberhasilan presiden untuk mengatasi persoalan-persoalan sesuai tema itu, maka Indonesia akan benar-benar menjadi negara yang makmur. Kelemahan paling kelihatan dalam debat yang berlangsung kemarinn adalah lemahnya jawaban dari para kandidat. Antara pertanyaan dan jawaban banyak yang tidak nyambung. Katakanlah yang paling sederhana adalah pertanyaan yang meminta agar paslon memberikan contoh konkret terhadap masalah yang diungkapkan. Tetapi kemudian dari jawaban yang muncul tidak ada yang memberikan contoh konkret seperti itu. Dalam kontestasi politik setingkat presiden, ini yang harus diperhatikan betul sebab sangat berpengaruh langsung kepada masyarakat. Pengaruh ini sifatnya kompleks, baik bagi kandidat maupun bagi masyarakat. Bagi kandidat, jawaban yang tidak nyambung itu akan memberikan kesan bahwa para pasangan kandidat ini tidak menguasai persoalan. Pada tataran masyarakat, hal itu akan menurunkan keyakinan mereka untuk membuat pilihan saat pencoblosan nanti. Namun sebaliknya, karena ini merupakan kontestasi bagi
jabatan paling tinggi di sebuah negara, maka jawaban yang tidak nyambung itu dapat memberikan dorongan bagi anggota-anggota masyarakat untuk ikut-ikutan menjawab sekenanya. Ini bisa terjadi pada berbagai level. Jawaban tidak nyambung ini akan dapat memberikan inspirasi kepada pelajar atau mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari humaniora, untuk sekenya membuat jawaban. Dengaan demikian, pekerjaan ke depan adalah agar para penasihat atau juru latih kandidat dalam debat, mampu mengubah cara menjawab agar dapat nyambung. Meskipun mengharapkan adu argumentasi sepertinya masih jauh dari harapan, tetapi apabila masing-masing kandidat mampu memberikan jawaban yang nyambung dengan pertanyaan, ini sudah merupakan pencapaiann yang bagus. Masih ada beberapa debat lagi yang akan digelar dengan tema yang berbeda. Maka inilah kesempatan bagi para kandidat untuk memperbaiki diri. Jangan dilupakan bahwa penampilan juga akan sangat memengaruhi nilai masyarakat untuk memilih. Masyarakat juga masih mempunyai waktu untuk melihat penampilan mereka dalam debat-debat mendatang sebelum memutuskan untuk mencoblos pada hari “H” nanti. Indonesia benar-benar menginginkan agar pemimpinnya memahami kondisi sosial yang ada. Dengan itulah diharapkan akan membuat kebijakan politik. Jadi, masih ada pekerjaan rumah para kandidat untuk debat berikutnya.
tivasi tinggi dari seluruh pihak. Pribadi atau keluarga bisa memulai meminimalisasi sampah melalui kebiasaan ramah lingkungan. Seperti penggunaan tas yang bisa dipakai berulang-ulang sebagai pengganti kresek belanja. Menyiapkan wadah-wadah kecil untuk belanja. Belanja bulanan lebih baik ketimbang belanja harian karena akan meminimalisasi sampah kemasan. Hambatannya tidak semua orang sanggup menyiapkan budget belanja bulanan. Mengganti kebiasaan beli air kemasan dengan membawa botol minum dari rumah ketika perjalanan. Menyiapkan gelas untuk mengganti air kemasan gelas plastik bagi tamu. Jamuan makanan kemasan kotak bisa diganti prasmanan. Kebiasaan ini bisa diterapkan di perkantoran. Memanfaatkan sisa makanan sebagai kompos organik rumah tangga. Ini juga lebih sulit terutama permukiman perkotaan yang minim lahan. Membiasakan anak-anak makan makanan basah atau tidak dalam kemasan plastik. Ini lebih sehat dan ramah lingkungan. Generasi milenial punya andil terutama sebagai konsumen untuk lebih bijak dalam penggunaan plastik. Menerapkan gaya hidup ramah lingkungan akan mengurangi penggunaan plastik. Awal memulai pasti akan terasa ribet dan tidak praktis. Ada rasa malu seolah tidak menghargai tamu memberi sajian tanpa kemasan. Wajar ini sebagai kebiasaan baru. Jika hilir penggunaan plastik adalah rumah tangga atau perkantoran, maka hulu dari plastik adalah industri plastik. Pertumbuhan industri plastik sejalan dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi terutama makanan. Mungkinkah industri plastik dihentikan. Alasan ekonomi dan lapangan pekerjaan akan menjadi persoalan baru ketika langsung dihentikan. Data Kemenperin menyebutkan 925 perusahaan bergerak di industri plastik. Total produksi plastik per tahun mencapai 4,68 juta ton. Industri plastik menyerap tenaga kerja mencapai 37.327 orang. Solusi bisa dilakukan
secara bertahap dengan beralih ke produksi plastik degredable dan biodegredable. Meski tidak 100% ramah lingkungan, setidaknya dapat diurai lebih cepat dari plastik biasa. Atau mengubah produksi plastik sekali pakai ke produksi plastik yang bisa digunakan secara berulang. Serta memastikan industri plastik mempunyai kemampuam daur ulang.
Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
Solusi Holistik Tangani Sampah Milenial
Kotor, bau, jelek itulah gambaran sampah. Tidak sedap dipandang. Sengaja dibuang, karena dianggap merusak pandangan. Dibersihkan lantaran tidak bermanfaat. Sampah ada dua bentuk. Pertama, sampah fisik, merupakan hasil buang rumah tangga atau industri. Kedua, sampah digital berupa informasi tidak bermanfaat atau bahkan hoax. Dua jenis sampah ini kian melimpah di era milenial. Era internet dan media sosial (medsos) menjadi kebutuhan primer. Terutama bagi generasi kelahiran mulai tahun 1980 sampai sekarang. Sajian informasi tentang dampak sampah telah banyak beredar di medsos. Termasuk ajakan untuk mengurangi sampah cukup banyak ditemukan. Sangat disayangkan informasi sekadar dibaca, bahkan mungkin dilewatkan. Tanpa ada tindakan nyata untuk menciptakan lingkungan positif atau minim sampah. Kini, Indonesia sedang darurat sampah. Tapi tidak semua orang menyadari, karena mungkin tidak merasakan dampaknya secara langsung. Padahal, efek negatif sampah sangat membahayakan bagi kehidupan manusia dan alam. Menurut data Science Magazine, produksi sampah di dunia telah mencapai angka 381 juta ton per tahun. Diperkirakan akan terus bertambah setiap tahunnya. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa produksi sampah nasional mencapai 65,8 juta ton per tahun. Enam belas persen berupa sampah plastik. Angka capaian sampah sedemikian fantastis. Produksi sampah fisik seolah tidak terbendung seiring kenaikan konsumsi masyarakat. Ekonomi masyarakat membaik konsumsi turut membaik. Konsumsi meningkat produksi sampah turut meningkat. Sampah fisik berasal dari berbagai sumber. Di antaranya dihasilkan dari aktivitas rumah tangga. Hampir setiap hari sampah dihasilkan. Sampah berupa sisa makanan, kemasan plastik, kardus. Hari ini, kita menyaksikan gairah usaha terus berkembang. Usaha
Oleh Andy Krisna, S.Sos. kuliner tumbuh bak jamur. Kuliner memberikan kontribusi PDB subsektor Ekraf sebesar 41,40% pada tahun 2016. Sisi lain, kuliner memberikan kontribusi sampah sangat besar. Menurut data FAO, 13 juta ton makanan dihasilkan setiap tahun di Indonesia. Sampah makanan dari usaha gerobak, warung, ritel, catering, sampai restoran. Belum jumlah sampah plastik dan sampah kertas. Ditambah sampah dari industri, pertanian, rumah sakit, perkantoran, perhotelan, dan tempat-tempat hiburan. Kenaikan volume sampah semakin tidak terkendali. Dampak sampah sangat membahayakan bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Penggunaan plastik dalam jangka panjang membahayakan tubuh manusia. Mikroplastik atau potongan plastik yang berukuran hanya beberapa milimeter dapat memengaruhi metabolisme kesuburan, infeksi bagi organ manusia. Plastik juga memicu suburnya sel kanker. Hewan, biota laut yang tercemar sampah plastik bisa menyebabkan kematian. Seperti nasib paus sperma, diduga mati karena menelan sampah plastik. Bahkan, dampak sampah plastik akan kembali ke manusia jika mengonsumsi bahan pangan yang mengandung mikroplastik. Sampah Digital Sampah ini tidak berwujud fisik. Istilah kerennya intangible. Sampah digital berupa data dan informasi yang tersebar di internet. Sampah ini dihasilkan manusia melalui kreativitas otak, lalu diinput oleh jari-jemari ke web dan medsos. Di internet sebagian besar informasi tidak dihapus. Setiap hari ada jutaan email. Postingan informasi dari seluruh akun penjuru dunia terus update. Konten informasi berupa tulisan, gambar, voice, dan video sangat besar jumlahnya. Menurut Seagate, perusa-
haan penyimpan data, pada 2025 diperkirakan data akan mencapai 163 ZB (Zettabyte) atau setara 163 triliun GB (Gigabyte). Kini, miliaran informasi itu disebut big data. Data-data ini rumit, berserakan di jagat maya. Sulit diolah jika hanya mengandalkan database konvensional. Hanya, dari sekian data itu sebagian berupa informasi tidak bermanfaat, spam, bahkan hoax atau palsu. Meski tidak berupa fisik, sampah ini bisa membuat kronis kehidupan sosial. Informasi tidak bermanfaat membuat orang menjadi sangat sibuk. Setiap detik akan terdorong membuka sejumlah notifikasi medsos. Sebagian informasi itu tidak memberi dampak ke produktivitas kerja. Tsunami informasi sedemikian dahsyat. Semakin parah dampaknya dengan adanya hoax. Informasi hoax alias bohong atau palsu. Kabarnya informasi hoax ini dilakukan oleh sekelompok orang untuk melakukan kejahatan atau menjatuhkan figur tertentu. Hoax membuat kehidupan manusia jadi tidak tenang. Membuat psikis terganggu. Diliputi rasa resah, takut, dan cemas. Bisa dibayangkan ketika terjadi bencana alam seperti tsunami, gempa, dan banjir. Masyarakat menderita kehilangan anggota keluarga dan harta. Duka belum usai, beredar informasi hoax akan datang bencana lebih besar. Lambat laun, informasi hoax berpotensi membunuh manusia. Kebahagiaan semakin menipis. Umur manusia semakin pendek karena terus tertekan secara psikis. Hoax sangat berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat. Dampaknya, tatanan sosial bisa porak-poranda. Menghentikan produksi sampah secara total dan drastis tidak mudah. Dibutuhkan solusi holistik dan komitmen bersama untuk mengatasi penumpukan sampah. Tantangan untuk memulai dan konsistensi membutuhkan mo-
Penulis, Direktur Yayasan Dompet Sosial Madani Bali (DSM)
POJOK SDN 6 Ubung terancam longsor, Pemkot didesak lakukan antisipasi. - Jangan sampai ada korban. *** Pemkab Badung diminta kaji ulang rencana lapangan internasional. - Kaji untung-ruginya. *** Pekerja pariwisata di Gianyar menjadi relawan antinarkoba. - Selamatkan manusia Bali.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda , Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Penyebab Diare di Sandan Masih Diselidiki Tabanan (Bali Post) Hasil pemeriksaan sementara oleh Dinas Kesehatan Tabanan pada sampel air minum yang diduga menyebabkan ratusan warga Banjar Sandan Desa Bangli, Kecamatan Baturiti mengalami diare, telah rampung. Kualitas air dinyatakan masih bagus. Meski demikian, Dinas Kesehatan Tabanan tetap menunggu hasil pemeriksaan Pemprov Bali. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Jumat (18/1) kemarin mengatakan, pihaknya tetap menunggu hasil dari provinsi terutama untuk pemeriksaan bakteri. ‘’Kualitas kimianya bisa jadi bagus. Tetapi pemeriksaan bakteri belum selesai. Harus dikultur dulu, paling tidak 10 hari. Menunggu hasil provinsi dulu untuk ini,’’ jelasnya. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan uji sampel lain di samping air minum, yaitu berupa makanan dan tinja penderita. Sambil menunggu hasil laboratorium, lanjut Suratmika, pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan begitu juga penyuluhan mengenai pencegahan diare. Selain itu, pihaknya saat ini bekerja sama den-
gan Universitas Udayana melakukan penelitian epidemiologi diare di Banjar Sandan. Dari sana juga akan diketahui sumber serta proses penularan diare di Banjar Sandan. Lebih lanjut Suratmika mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat, terutama di musim hujan seperti saat ini. ‘’Kuncinya tetap menerapkan PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat-red). Sumber bakteri maupun virus penyebab diare sebagian besar didapatkan dari makanan dan minuman yang tidak bersih. Untuk itu masyarakat harus selalu mengolah makanan dan minumannya sebelum mengkonsumsinya,’’ ujar Suratmika. Selain itu, tinja juga merupakan sumber virus atau bakteri penyebab diare. Inilah yang menjadi alasan pentingnya jamban sehat dalam sebuah keluarga. Jangan sampai prilaku buang air besar (BAB) sembarangan masih dipelihara. ‘’Jangan lupa juga cuci bersih tangan setelah BAB atau saat hendak makan atau saat pulang dari berpergian. Langkah sederhana tetapi bisa mencegah terjangkit diare,’’ imbuhnya. (kmb24)
PETANI - Petani di Tabanan tengah membersihkan tanaman liar di lahan garapannya.
Bali Post/dok
Bali Post/san
Meningkat, Alokasi Pupuk Organik Bersubsidi Tabanan (Bali Post) -
Alokasi pupuk bersubsidi yang diterima Tabanan tahun ini secara umum menurun dibandingkan tahun 2018. Hanya alokasi pupuk organik yang meningkat. Hal ini menggambarkan pemerintah mendorong petani menggunakan pupuk organik.
dr. Nyoman Suratmika
7
TABANAN
Sabtu Wage, 19 Januari 2019
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2018 untuk Urea sebanyak 9.460 ton sedangkan tahun ini turun menjadi 8.022 ton. Pupuk SP36 tahun ini dialokasikan hanya 665 ton yang sebelumnya atau tahun lalu sebanyak 882 ton. Untuk pupuk ZA, tahun 2018 dialokasikan 168 ton dan turun menjadi 140 ton tahun ini. Pupuk NPK turun dari 5.390 ton dari sebelumnya sebanyak 6.719 ton. Sementara alokasi pupuk organik tahun ini 1.670 ton atau naik dari sebelumnya yang hanya
1.220 ton. Kasi Pupuk, Pestisida, Alat dan Mesin Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan Kadek Ari Herlinayanti memaparkan, alokasi pupuk bersubsidi merupakan kewenangan pusat. ‘’Organik ditingkatkan karena tujuan pemerintah meningkatkan pemanfaatan pupuk organik. Di samping itu, untuk meng-cover kebutuhan pupuk organik petani kebun,’’ ujarnya. Untuk serapan pupuk bersubsidi tahun 2018, kata Lina tidak sampai 100 persen. Untuk Urea terserap 98,41
persen, SP36 89,12 persen, ZA sebanyak 97,41 persen, NPK 99,98 persen dan organik sebanyak 98,94 persen. ‘’Alokasi pupuk bersubsidi tahun 2018 juga menurun dibandingkan tahun 2017. Namun secara keseluruhan cukup, bahkan ada sisa alokasi karena serapan tidak semua 100 persen. Jadi tahun 2019 ini diharapkan juga cukup,’’ ujarnya, Jumat (18/1) kemarin. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian I Gusti Putu Wiadnyana menambahkan, meski alokasi turun, namun untuk Urea dan ZA pihaknya optimis
bisa memenuhi kebutuhan petani di Tabanan. ‘’Namun saya agak ragu dengan NPK dan SP36. Ditakutkan alokasi untuk kedua jenis pupuk ini tidak mencukupi,’’ ujarnya. Menurutnya, penurunan kuota pupuk bersubsidi ini tidak hanya dialami Tabanan tetapi secara nasional. Penurunan disebabkan adanya indikasi luas baku sawah yang terdata selama ini tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan atau mengalami kelebihan dari yang seharusnya. Kondisi tersebut diketahui ketika adanya kebijakan pemerintah yang melakukan pendataan ulang terkait luas baku sawah. Dari pendataan ulang yang dilakukan pemerintah pusat, kelebihan luas baku sawah di Bali mencapai 10 ribuan hektar. Sedangkan untuk di
Kabupaten Tabanan kelebihannya mencapai 1.000 hektar. Menyikapi potensi kekurangan pupuk bersubsidi terutama untuk SP36 dan NPK, rencananya tahun ini Pemkab Tabanan akan mengajukan penambahan atau realokasi. Pengajuannya kemungkinan dilakukan pada pertengahan tahun atau menyesuaikan kondisi di lapangan. Mengenai pupuk organik yang mengalami peningkatan, menurut Wiadnyana, selain tujuan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan pupuk organik, saat ini petani pun sudah mulai menerapkan pemakaian pupuk berimbang. Petani sekarang sudah tidak hanya bergantung pada pupuk kimia. (kmb24)
Deklarasi Kebinekaan Membumikan Pancasila Satpol PP Sidak Administrasi Kependudukan di Penebel Wujud Nyata Keharmonisan Kehidupan Masyarakat Tabanan (Bali Post) Meski kesadaran masyarakat untuk melengkapi diri dengan kartu identitas khususnya KTP sudah mulai meningkat, namun masih saja ada warga khususnya penduduk pendatang (duktang) yang mengabaikan kewajiban tersebut. Terbukti dalam sidak administrasi kependudukan oleh Tim Buru Sergap Satpol PP Tabanan yang digelar Kamis (17/1) malam, di Desa Pitera Kecamatan Penebel, ditemukan duktang yang tidak memiliki KTP. ‘’Masih ada yang tidak mengantongi identitas, namun jumlahnya kecil. Dari 50 duktang yang disasar, hanya ada tiga orang yang terjaring,’’ kata Sekretaris Satpol PP Tabanan I Putu Adi Supraja, Jumat (18/1) kemarin. Dijelaskannya, sidak dalam upaya pembinaan penyelenggaraan administrasi kependudukan yang diatur dalam Perda No. 5 tahun 2010 ini dimulai pukul 19.00 Wita sampai pukul 20.30 Wita. Sidak kali ini menindaklanjuti permohonan dari Perbekel desa terkait yang tujuannya menciptakan rasa aman dan nyaman sekaligus tertib administrasi kependudukan. Sidak administrasi kependudukan dirasa penting dilaksanakan, mengingat di Desa Pitera banyak tempat kos yang dihuni duktang dari berbagai daerah. ‘’Ada surat permohonan dari Perbekel Desa Pitera, kemudian kami tindak lanjuti,’’ terangnya. Ada sembilan tempat kos yang didatangi petugas. Khusus duktang yang terjaring, Adi Supraja menyebutkan, ketiganya telah diminta datang ke kantor Satpol PP Tabanan untuk mendapatkan pembinaan. Mantan Camat Baturiti ini juga menyampaikan, sidak kependudukan ini juga digelar terkait penegakan Perda tentang kependudukan. Karena bagaimanapun ketatnya penjagaan di
Bali Post/ist
SIDAK - Petugas Satpol PP Tabanan saat sidak administrasi kependudukan di salah satu tempat kos di Desa Pitera. pintu-pintu masuk menuju Bali, selalu saja masih banyak ditemukan pelanggaran kependudukan. ‘’Kami tidak kaku atau mengekang. Ini wilayah
NKRI, di manapun boleh tinggal dan mencari kehidupan sepanjang prosedur dan aturan-aturan yang mengikat harus ditaati,’’ tegasnya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Guna memperkuat pemahaman nilai-nilai kebhinnekaan, Sabtu (19/1) hari ini, digelar deklarasi Kebinekaan Membumikan Pancasila di Lapangan Alit Saputra, Tabanan. Deklarasi yang merupakan rangkaian doa bersama Tabanan Harmoni Shalawat itu rencananya diikuti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan diikuti sekitar lima ribu warga Muslim di Kabupaten Tabanan khususnya dan Bali pada umumnya. Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya didampingi Ketua GP Ansor Tabanan yang juga ketua panitia, Antoni didampingi perwakilan Yayasan Ekalaya, Putu Yuni Widyadnyani, Jumat (18/1) kemarin berharap doa bersama itu mampu memperkokoh toleransi di tengah berbagai persoalan yang menyelimuti bangsa Indonesia seperti hoax, ujaran kebencian hingga terorisme. Kegiatan ini juga untuk menegaskan Pancasila sebagai ideologi bangsa. ‘’Ada masalah radikalisme, intoleransi, pergeseran
paham. Dengan kegiatan semacam ini, meski kota kecil, tetapi berani membumikan Pancasila. Bahkan menurut panitia, nanti juga ada pementasan beragam budaya nusantara. Ada barongsai, budaya Bali dan budaya nusantara lainnya. Ini luar biasa,’’ ucapnya. Wabup Sanjaya juga menegaskan, kegiatan ini tidak ada hubungannya dengan politik. Lantaran urusan membumikan Pancasila, kapanpun kegiatan ini bisa dilaksanakan. Bahkan dirinya memberikan apresiasi atas inisiatif warga Muslim di Tabanan untuk mendoakan bangsa, karena itu adalah wujud nyata keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebelumnya, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyampaikan kegiatan ini adalah wujud nyata menumbuhkembangkan perilaku dan karakter yang bijak, toleran dan cinta NKRI. ‘’Saya harap umat Muslim harus semakin kuat dalam menyuarakan perdamaian, menyejukkan hati dan pikiran dengan selalu menjaga persatuan,’’
Bali Post/bit
KEBINEKAAN - Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memberikan penjelasan mengenai deklarasi kebinekaan. tegasnya. Lebih jauh Bupati Eka menuturkan, dipilihnya Kabupaten Tabanan sebagai lokasi kegiatan, karena Tabanan dinobatkan sebagai kabupaten yang toleran dengan diraihnya Harmony Award 2017. Penghargaan tersebut yang merupakan apresiasi Kementerian Agama RI terhadap
program penguatan kualitas kerukunan umat beragama. Kabupaten Tabanan dinilai berkontribusi luar biasa dan terbaik dalam memberikan pelayanan kerukunan umat beragama. Kontribusi itu mengacu pada berbagai aspek, di antaranya dukungan anggaran dan dukungan kebijakan pemerintah daerah. (kmb28)
BULELENG
8
Sabtu Wage, 19 Januari 2019
Gelar Seni dan Budaya Dukung Paket Wisata ’’City Tour’’ Singaraja (Bali Post) – Pemerintah daerah semakin intens menggali, melestarikan dan mempromosikan potensi kesenian dan warisan budaya di Buleleng. Selain ragam festival yang sudah masuk calendar of event (agenda tetap - red), sekarang warisan kesenian dan budaya itu dikemas dalam Gelar Seni dan Budaya (GSB). Terobosan Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng ini secara resmi dimulai di Puri Seni Sesana Budaya, Singaraja, Jumat (18/1) kemarin. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana usai menyaksikan peluncuran GSB itu mengatakan, dari dulu pihaknya mencitacitakan Disbud menggulirkan GSB. Selain memberikan ruang bagi seniman dan budayawan menunjukkan hasil karyanya, event ini juga mendorong penggalian dan pelestarian. Hal itu merupakan ‘’modal’’ mendukung pengembangan paket wisata kota (city tour). Pementasan yang rutin digelar itu diyakini memberikan hiburan kepada wisatawan, sehingga hal itu dapat menambah pengalaman indah wisatawan ketika berkunjung ke Buleleng. Tidak menutup kemungkinan, masa kunjungan wisatawan akan lebih lama dibandingkan sebelumnya. Setelah diluncurkan, GSB itu akan dijadikan paket city tour yang sejak lama diwacanakan. Selain itu juga ada wisata sejarah, paket ini dilengkapi pementasan warisan kesenian dan budaya asli Buleleng melalui GSB. ‘’Dari dulu saya ingin ada pementasan seni dan budaya rutin. Sekarang sudah dilakukan. Saya yakin setelah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno sudah tuntas, maka program city tour itu nantinya tidak saja melihat bangunan peninggalan Belanda, puri saja, namun wisatawan juga dihibur pementasan seni lewat GSB ini,’’ katanya. Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng Gede Komang mengatakan, beberapa warisan kesenian seperti tari Truna Jaya, Wiran Jaya, Gong Kebyar, Wayang Wong, dan kesenian asli Buleleng menarik dipentaskan di ruang publik. GSB ini dipercaya dapat merangsang seniman dan budayawan menunjukkan kreativitas mereka, sehingga tumbuh rasa mencintai warisan kesenian di tengah hiburan modern belakangan ini. Sebelum dijadikan paket city tour, GSB terlebih dulu diujicobakan selama 6 minggu ke depan. Hal itu sebagai evaluasi efektivitas dan respons penonton. Selain itu, teknis dan dukungan perangkat pementasan juga dievaluasi, sehingga kekurangannya dicoba dilengkapi, sehingga setelah dinyatakan layak, GSB masuk paket city tour. ‘’Untuk tahap awal kita uji coba dulu. Banyak masukan mulai panggung, sound agar ditata lebih baik, selain fasilitas lain perlu dilengkapi. Sambil jalan kita lengkapi, sampai GSB menjadi paket city tour yang diprogramkan pemerintah,’’ katanya. Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng Dewa Ketut Suardipa mengatakan, pementasan seni dan budaya dibutuhan dalam pengembangan pariwisata di daerah. Dengan potensi kesenian dan warisan budaya itu, Suardipa yakin daya tarik wisatawan akan lebih bertambah berkunjung ke daerahnya. Selain itu, dia yakin masa tinggal wisatawan pun bertambah dari biasanya. Sebab, ada pengalaman berkesan hingga pementasan kesenian tradisional yang beragam dan unik. ‘’Ini sudah bagus dan tinggal pementasan rutin, tanpa harus terpengaruh penonton. Kalau bisa seperti itu dan dukungan fasilitas memadai, kami yakin ini menarik minat kunjungan wisatawan ke daerah kita,’’ katanya. (kmb38)
ANCAM DENGAN PEDANG – Tersangka pengancaman dengan pedang diamankan anggota Reksrim Polsek Kota Singaraja.
Bali Poat/kmb38
Utangnya Ditagih, Ancam Korban Gunakan Sajam
Singaraja (Bali Post) –
Pelaku pengancaman yang menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pedang ditangkap Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja. Tersangka Nengah RM (44) adalah warga Kelurahan Banyuning, Singaraja. Polisi akhirnya menangkap RM setelah mengancam korban menggunakan sajam. Diduga, tersangka emosi setelah berkali-kali diminta membayar angsuran kredit di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Indra Candra, Singaraja. Kasus pengancaman dengan pedang itu terjadi di rumah tersangka BTN Lestari Blok F No. 2. Kisahnya, berawal ketika korban Gede Butiartama (27) asal Desa Kubutambahan, datang ke rumah pelaku pada 16 Januari 2019 lalu. Karyawan BPR Indra Candra itu datang sendiri. Korban dan rekannya Komang Trisna Aryayasa (21) dari Kelurahan Kampung Baru, Singaraja itu ditugaskan menanyakan pembayaran angsuran kredit kepada pelaku. Pasalnya, pelaku sudah tiga bulan belum membayar anguran kreditnya sebesar Rp 4 juta setiap bulan. Sekitar pukul 18.00 Wita, korban bertemu pelaku bersama istrinya Wayan Kamawati (42). Mengetahui karyawan bank itu datang, istri pelaku menemui di halaman rumah-
nya. Sedangkan pelaku tinggal di dalam rumah. Rencananya, korban menyampaikan maksud kedatangannya, tetapi pelaku keluar dengan wajah emosi. Dia mendorong istrinya hingga terjatuh. Karena takut, istrinya meninggalkan korban di rumahnya. Melihat istrinya kabur, pelaku masuk ke dalam rumah kemudian kembali keluar menemui korban. Emosinya semakin memuncak, pelaku kemudian menghunus sajam, langsung mengancam korban. Ancaman itu membuat korban dan rekannya ketakutan bahkan panik. Melihat korban ketakutan, pelaku kemudian menarik pedang yang sudah ditempelan di leher korban itu. Dia meminta agar teman korban mencari istrinya. Bukannya mencari istri pelaku, tetapi teman korban itu me-
lapor ke Mapolsek Kota Singaraja. Tidak berselang lama, anggota Buser Reskrim Polsek Kota menangkap pelaku di rumahnya tanpa perlawanan. Sedangkan sajam yang digunakan untuk mengancam korban itu diamankan sebagai barang bukti. Mengarah Aksi Premanisme Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Jumat (18/1) kemarin, mengatakan hasil pemeriksaan saksi dan interogasi pelaku, kasus pengancaman mengarah pada aksi premanisme. Pengancaman itu membuat korban ketakutan. Diduga, pelaku mengancam korban karena emosi setelah berkali-kali didatangi
korban yang menanyakan pembayaran cicilan kredit Rp 200 juta di Bank Indra Candra itu. Bukan kali ini saja, karyawan bank itu saat menagih angsuran mendapat perlakuan buruk. Sebelumnya, korban pernah diusir pelaku dengan dilempari batu. Pelaku menunggak membayar cicilan sudah tiga bulan terakhir. Hanya, korban tidak melaporkan kejadian itu ke polisi. ‘’Kami cek TKP dan tersangka langsung kita tangkap dan pedang sepanjang 60 sentimeter itu kita sita,’’ katanya. Perbuatan pelaku itu, kata Wiranata, tidak saja mengancam dan menakut-nakuti korbannya, tetapi perbuatan pelaku itu sudah mengarah premanisme. Kasus ini sedang ditangani intensif. Apalagi, Polda Bali telah menginstruksikan aksi yang mengarah premanisme harus ditindak tegas. ‘’Kami tidak main-main, kasus ini akan terus dikem-
bangkan. Jangan coba-coba melakukan premanisme. Tersangka melanggar Pasal 335 KUHP ayat (1). Ancaman satu tahun penjara jo UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara,’’ jelasnya. Pelaku Nengah RM mengaku bingung setelah tidak mampu membayar cicilan kreditnya. Ia punya total kredit Rp 200 juta yang diangsur selama 15 tahun. Dirinya sudah menunggak tiga bulan. Atas kenyataan itu, tersangka nekat mengancam korban untuk menakut-nakuti korban. Terkait alasan menyimpan sajam, tersangka mengaku sajam itu hanya pajangan di rumahnya. ‘’Saya bingung tidak bisa bayar cicilan. Saya menyesal dan memohon maaf kepada korban dan Bank Indra Candra atas perlakuan ini. Saya hanya menakut-nakuti. Benar saya tidak ingin melukai apalagi membunuh. Jujur potong ayam saja saya takut, apalagi saya membunuh. Apa pun hukuman saya akan jalani,’’ katanya. (kmb38)
Jelang Revitalisasi Pasar
Terminal Banyuasri Dijadikan Pasar Darurat Bali Post/kmb38
GELAR SENI – Disbud Buleleng menggulirkan Gelar Seni dan Budaya (GSB) rutin, Jumat (19/1) kemarin di Puri Seni Sesana Budaya, Singaraja.
Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja Polsek Sukasada Polsek Banjar Polsek Seririt
3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566 25791 93347 92450
Singaraja (Bali Post) – Terminal Banyuasri dipastikan beralih fungsi menjadi pasar darurat untuk menampung pedagang pasar yang tumpah ke sana. Ini karena revitalisasi Pasar Banyuasri akan dijadikan pasar semimodern. Tahun ini, proyek pasar itu mulai digarap. Seluruh lahan terminal akan difungsikan untuk menampung ribuan pedagang yang direlokasi itu. Rencananya, aktivitas terminal sementara dialihkan ke Terminal Barang di Jalan Ahmad Yani Barat. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng Gede Gunawan Adnyana Putra di lobi kantor Bupati, Jumat (18/1) kemarin, mengatakan menyusul rencana pemerintah merelokasi pedagang Pasar Banyuasri, sejauh ini pihaknya menyusun lay out rekayasa arus lalu lintas. Ini untuk memberikan akses bagi warga yang tinggal di ruas Jalan Samudra, Singaraja. Di
ruas jalan ini akan dibangun rumah toko (ruko) darurat. Meski badan jalan difungsikan ruko darurat, akses penduduk di wilayah itu dipastikan tetap dibuka, sehingga tidak memicu masalah di lapangan. Dishub akan selalu berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Buleleng, memohon izin pemanfaatan badan Jalan Ahmad Yani mulai depan Terminal Banyuasri ke barat. Ruas jalan itu kalau diizinkan, nantinya difungsikan sementara untuk parkir angkutan kota (angkot) maupun angkutan desa (angdes) yang menunggu atau menurunkan penumpang. Pemindahan parkir armada angkot dan angdes, karena lambung barat akan dibangun kios darurat. Kios darurat itu untuk pedagang Pasar Banyuasri. Di lambung selatan difungsikan menampung pedagang pasar tumpah. Situasi ini membuat, aktivitas terminal seratus
Bali Post/kmb38
Gede Gunawan Adnyana Putra persen akan beralih fungsi.
Ngetem di Luar Terminal Alternatif armada angkot dan angdes akan ada yang ngetem di luar terminal. Hal itu diakui Gunawan karena tidak ada pilihan tempat selain ruas jalan tersebut. Areal parkir di Kantor Dishub memang cukup luas. Namun, la-
han itu selama ini difungsikan untuk parkir kendaraan yang melaksanakan uji kir. Terkait parkir armada bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP - red), Gunawan mengatakan, selama ini ada 4 armada bus AKAP yang memanfaatkan Terminal Banyuasri. Armada bus itu nanti diarahkan memanfaatkan lahan parkir di Terminal Barang Jalan Ahmad Yani Barat. Selain menyiapkan tempat parkir, Dishub dalam waktu dekat ini juga akan mensosialisasikan kepada awak angkutan, sehingga pengalihan sementara ini bisa dimaklumi karena menyangkut pembangunan infrastruktur untuk masyarakat umum. “Nanti kami atur dan di sana (Terminal Barang -red), lahan parkirnya masih cukup. Kami akan sosialisasikan dengan semua awak bus,” jelas mantan Kabag Humas dan Protokol, Sekkab Buleleng ini. Seperti diberitakan sebelum-
nya, revitalisasi Pasar Banyuasri memasuki tahapan tender di Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa. Dalam pembangunan tahap awal ini, pemkab mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar. Dana ini bersumber dari APBD Buleleng Rp 50 miliar, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali Rp 25 miliar, dan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Hotel Restoran (PHR) dari Kabupaten Badung. Dana itu selanjutnya dialokasikan untuk konstruksi pasar Rp 95 miliar lebih. Sisanya sekitar Rp 1,4 miliar dialokasikan untuk menyusun Detail Engineering Design (DED) dan pembangunan kios dan ruko darurat untuk menampung lebih dari 1.000 pedagang. Jika tidak ada hambatan, awal Maret 2019 ini, kios dan ruko darurat itu sudah selesai dibangun, sehingga pedagang mulai bisa direlokasi. (kmb38)
Awal Tahun 2019
Puluhan Pejabat Dimutasi, Kadistan Lowong Pada awal tahun, 76 orang pejabat di lingkungan Pemkab Buleleng menjalani mutasi Jumat (18/1) kemarin. Mereka itu merupakan pejabat eselon II, III, dan eselon IV. Dari mutasi ini, jabatan Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) masih lowong. Ini karena, pemkab krisis stok pejabat yang memiliki pangkat yang sesuai. Lalu, bagaimana solusi sekaligus pertimbangan Bupati Buleleng Agus Suradnyana mengisi jabatan lowong tersebut? BUPATI Putu Agus Suradnyana (PAS) didampingi Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. mengatakan, mutasi ini sebenarnya dijadwalkan Juni 2019, namun terpaksa dimajukan. Alasannya, selain ada pejabat memasuki persiapan pensiun, ada juga karena pengisian jabatan yang telah lama kosong. Meski demikian, Bupati memastikan mutasi ini tidak ada maksud suka atau tidak suka. Upaya pergeseran itu sebagai wujud penyegaran sekaligus memberikan ruang karier dan adu inovasi dalam menjabarkan kebijakan pemerintah. Setelah ini, Bupati
menyebut mutasi susulan akan kembali dilakukan. Ini karena memasuki April sampai Juni 2019, pejabatnya banyak yang pensiun. Karena itu, pihaknya menginstruksikan kepada pejabat untuk mempersiapkan diri dan bersaing sehat dalam meningkatkan kinerja, sehingga dalam mutasi yang akan datang, bisa memangku jabatan yang lowong. Terkait jabatan Kepala Distan yang belum diisi, Bupati menjamin tidak akan mengganggu penjabaran program yang fokus di sektor pertanian mulai 2019. Ini arena, pihaknya menugaskan Pelaksana Tugas (Plt) Made Sumiarta yang
memiliki kemampuan di sektor pertanian. Selanjutnya, pemerintah akan mempersiapkan seleksi lelang jabatan Kepala Distan yang dijadwalkan Juni 2019 sudah menghasilkan pejabat definitif dan memiliki kualifikasi yang layak. “Pertimbangan mengapa Pak Genep ke Bappeda-Litbang ya dia memiliki pengalaman di perencanaan. Sementara, Distan walau sekarang kosong tetapi orang yang tahu pertanian saya tugaskan Plt. di sana menunggu pejabat definitif yang kita leleng Juni mendatang,” katanya. Untuk pejabat eselon II Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Kadiskpora) Gede Suyasa ditarik menduduki jabatan Asisten Administrasi Umum Sekkab Buleleng. Sebagai Kadisdikpora kemudian ditunjuk Gede Dharmaja yang lama memangku jabatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Pengembangan (BappedaLitbang). Jabatan itu selanjutnya diberikan kepada Nyoman
Genep yang belum ada setahun menjabat Kadistan. Jabatan yang ditinggakan Nyoman Genep untuk sementara dibiarkan lowong. Sementara Made Arya Sukerta yang menjabat Asisten Administrasi Pemerintahan Sekkab Buleleng dimutasi mengganti Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dr. Made Sukarmini. Jabatan yang ditinggalkan Arya Sukerta, kemudian diserahkan kepada Putu Karuna yang selama ini menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu. Putu Artawan yang selama ini menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pindu. Jabatan yang ditinggalkan Artawan dipercayakan kepada dr. Made Sukarmini. Sementara itu, Ni Komang Surattini yang dua tahun memangku jabatan Pelaksana
Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) akhirnya baru dinyatakan definitif. Dia sebelumnya terpilih dalam lelang jabatan, namun karena belum memiliki masa jabatan di bawah kepala dinas, sehingga penetapannya ditunda. Dia pun ditugasi sebagai Sekretaris Dinas Perkimta selama dua tahun. Setelah definitif, jabatan Sekretaris Dinas Perkimta itu lalu dipercayakan kepada Gede Melandrat. Sementara mutasi pejabat eselon III-a (camat - red), Made Supartawan yang belum ada setahun menjabat Camat Busungbiu dimutasi sebagai Kepala Bagian (Kabag) Pengawasan dan Humas Sekretariat DPRD Buleleng. Jabatan camat yang ditinggalkan Supartawan kemudian diserahkan kepada I Gede Putra Aryana. Selain itu, Camat Buleleng Dewa Made Ardika dimutasi menjadi Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Sekkab Buleleng menggantikan Made Sudama Diana. Jabatan yang
Bali Post/kmb38
MUTASI – Sebanyak 76 orang pejabat eselon II, III, dan IV dimutasi Jumat (18/1) kemarin. ditinggalkan Ardika digantikan Gede Dody Sukma Oktiva Askara yang sebelumnya menjabat Sekretaris Kecamatan Kubutambahan. Sementara, Sudama Diana digeser menjadi Sekretaris Dinas Pariwisata menggantikan Ketut Arjana yang kini ditunjuk Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub)
Buleleng. Selain itu, nama Cokorda Adithya Wira Putra Yudha yang sebelumnya memangku jabatan Kabid Pengelolaan Kumunikasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominfosandi) ditugaskan menjadi Sekretaris Kecamatan Banjar. (mud)
GIANYAR
Sabtu Wage, 19 Januari 2019
9
Bersihkan Kolam Renang, Karyawan Hotel Tewas Tersetrum Listrik Gianyar (Bali Post) Nasib tragis dialami I Wayan Martana sekitar pukul 14.00 Wita, Kamis (17/1). Pria berusia 34 tahun ini tewas tersetrum listrik saat bekerja di salah satu hotel di Desa Melinggih, Kecamatan Payangan. Saat itu korban hendak membersihkan kolam renang di hotel tersebut. Korban sempat dilarikan ke klinik terdekat, namun nyawanya tetap tidak tertolong. Dikonfirmasi Jumat (18/1) kemarin, Kapolsek Payangan AKP I Gede Sudyatmaja membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan, korban meninggal saat hendak membersihkan kolam renang. “Dapat disimpulkam sementara, penyebab kematian korban karena tersetrum aliran listrik yang berada di areal kolam renang hotel tersebut,” katanya. Sudyatmaja mengatakan, awalnya Martana bermaksud membersihkan kolam renang
di hotel tersebut dengan menggunakan alat pembersih kolam berupa hydroterapi. Kala itu korban menghidupkan mesin tersebut dengan cara menyambungkan kabel yang berada di atas areal kolam renang. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba korban dengan tinggi tubuh 167 sentimeter ini berteriak kesakitan. Karyawan hotel lainnya ada yang melihat korban sampai terpental ke arah kolam renang tersebut. Terkejut dengan kejadian tersebut, sejumlah karyawan langsung memadamkan listrik pada alat pembersih tersebut dengan cara mencabut cuk kontak yang ada di lobi hotel tersebut. Karyawan di hotel itu langsung memberikan pertolongan kepada korban yang berkulit sawo matang ini. Korban yang berasal Desa Melinggih ini dilarikan ke klinik terdekat, namun nyawanya tetap tidak tertolong. (kmb35)
PKL di By-pass I.B. Mantra Ditertibkan Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Kabupaten Gianyar melakukan penertiban terhadap sejumlah pedagang yang berjualan di bahu jalan di seputaran Desa Ketewel, By-pass Prof. I.B. Mantra, Jumat (18/1) kemarin. Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) ditertibkan karena berjualan di kawasan terlarang dan melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa mengatakan, petugas Satpol PP Gianyar turun menertibkan pedagang di seputaran By-pass Prof. I.B. Mantra, khususnya di wilayah Desa Ketewel. Di kawasan tersebut memang paling banyak PKL. Pedagang yang ditertibkan, yakni pedagang bakso, pedagang kaca hias, pedagang es buah, pedagang ayunan dan pedagang lainnya. “Dalam penertiban kemarin, petugas
Satpol PP Gianyar berhasil menjaring sembilan orang pedagang,” katanya. Agusnawa menambahkan, pedagang ini ditertibkan karena berjualan di kawasan terlarang, yakni berjualan di bahu jalan. Selain melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, kehadiran pedagang ini menimbulkan kesan kumuh. ”Keberadaan pedagang ini menggunakan terpal sehingga menimbulkan kesan kumuh. Kami sering disoroti,” jelasnya. Dalam penertiban itu, kata Agusnawa petugas menyita sejumlah barang dagangan sebagai alat bukti. Dikatakan, para pedagang ini rata-rata sudah pernah ditertibkansebelumnya. “Mereka membandel sehingga petugas menyita barang dan KTP miliknya dengan tujuan datang ke Kantor Satpol PP Gianyar untuk diberikan pembinaan lebih lanjut,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MENERTIBKAN - Petugas Satpol PP Gianyar menertibkan pedagang di By-pass Prof I.B. Mantra, Jumat (18/1) kemarin.
Bali Post/kmb35
BALIHO – Alat peraga kampanye berupa baliho salah satu calon presiden dan wakil presiden yang dipasang di dekat sebuah pura di Banjar Mas, Sayan, Ubud.
Warga Pertanyakan Pemasangan APK di Dekat Pura
Gianyar (Bali Post) -
Warga mempertanyakan alat peraga kampanye (APK) berupa baliho yang berdiri mepet dengan panyengker pura di Banjar Mas Desa Sayang, Kecamatan Ubud. Kondisi ini dipertanyakan warga, karena titik pemasangannya yang dekat dengan tempat suci. Selain itu, baliho yang terpasang hanya satu pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres). Dikonfirmasi Jumat (18/1) kemarin, Klian Dinas Banjar Mas, Desa Sayan I Kadek Dwi Putra Yoga dikonfirmasi membenarkan jika warganya memang sempat mempertanyakan pemasangan APK yang mepet dengan pura di Banjar Mas. “Ada yang menanyakan. Tapi sudah saya jelaskan, bahwa pemasangan baliho salah satu pasangan caprescawapres tersebut memang berdiri pada titik yang sudah
ditentukan,” katanya. Dwi Putra Yoga mengakui, selama ini koordinasi pemasangan APK di wilayahnya sudah rutin digelar di tingkat desa. Berdasarkan hasil konfirmasi yang ia lakukan, pemasangan tersebut sudah sesuai SOP yakni pada zona pemasangan APK. “Terpenting tidak menempel sekali dengan pura, begitu juga menurut PPK sudah bekerja sesuai SOP yang berlaku,”
melakukan perekaman e-KTP sebanyak 25 orang. Dari jumlah tersebut, hanya tiga orang yang berdomisili di Kabupaten Gianyar, sisanya berasal dari luar Kabupaten Gianyar, seperti Jakarta, Jember, Pasuruan, Lampung Timur, Sumba Barat, Bondowoso, Bogor, Sumbawa, Bandung dan Probolinggo. Menurut Bayangkara, untuk warga binaan yang berdomisili di Kabupaten Gianyar tidak ada
lokasi pemasangannya. Jika itu dinilai mengganggu dan masyarakat keberatan, bisa dikoordinasikan. Kami arahkan mencari ruang yang lainnya. Intinya, sudah dapat koordinasi dengan setiap kepala desa,” terangnya. Jika ada masyarakat kurang paham terkait pemasangan APK, kata Hartawan agar menghubungi anggotanya terlebih dahulu. Yakni di tingkat desa yang menjembatani adalah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di setiap desa. “Sehingga dalam mengatasinya dapat diselesaikan lebih cepat dengan berkoordinasi terlebih dahulu,” tegasnya. (kmb35)
Pekerja Pariwisata Jadi Relawan Antinarkoba Gianyar (Bali Post) Kabupaten Gianyar sebagai kawasan pariwisata dihantui oleh peredaran gelap narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) berupaya melakukan langkah antisipasi peredaran barang haram itu. Salah satunya dengan mengukuhkan relawan antinarkoba dari kalangan pekerja pariwisata. Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. mengatakan, Bali khususnya Gianyar merupakan daerah yang padat dengan destinasi wisata, sehingga menjadi tempat berkumpulnya wisatawan dari berbagai negara. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada peredaran gelap narkoba. “Maka dari itu, perlu adanya langkah antisipasi untuk menekan angka penyalahguna narkoba di Bali khususnya Gianyar,” kata Suastawa didampingi Kepala BNN Kabupaten Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa. Pengukuhan relawan dari pelaku pariwisata yang terdiri dari karyawan hotel ini
merupakan yang pertama kali dilakukan BNN. Kegiatan yang diisi dengan sosialisasi ini juga bertujuan membekali seluruh peserta agar peduli terhadap pemasalahan narkoba di lingkungan kerja pariwisata. Apalagi lingkungan pariwisata cukup riskan dengan penyalahgunaan narkoba. “Hal ini jadi momentum yang baik, untuk pertama kalinya saya mengukuhkan relawan dari pekerja pariwisata. Relawan ini adalah perpanjangan tangan BNN di masyarakat, menjadi agent of change, berperan aktif dalam melakukan kegiatan pencegahan narkoba minimal di lingkungan kerja dan keluarganya,” tegas Suastawa. Menurut Suastawa, kegiatan ini merupakan salah satu program Badan Narkotika Nasiobal (BNN) untuk menekan angka prevalensi penyalahguna narkoba. “Ini jadi momentum yang baik karena pertama kali saya mengukuhkan relawan dari pekerja pariwisata,” ujarnya. Relawan ini adalah perpanjangan tangan BNN di
Jelang Pemilu, Puluhan Warga Binaan Rutan Lakukan Perekaman E-KTP Gianyar (Bali Post) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gianyar menggelar pelayanan perekaman e-KTP di Rutan Kelas IIB Gianyar, Jumat (17/1) kemarin. Ada puluhan warga binaan yang melakukan perekaman. Hal ini dilakukan untuk pemutakhiran data kependudukan bagi warga binaan pemasyarakatan, sekaligus untuk memastikan terpenuhinya hak pilih warga negara yang ada di lembaga pemasyarakatan atau rutan. Kepala Disdukcapil Gianyar I Gede Bayangkara, S.H., M.H. mengatakan, kegiatan ini merupakan sistem jemput bola khususnya bagi warga binaan yang sudah pernah atau belum pernah melakukan perekaman e-KTP agar memiliki identitas resmi. “Perekaman e-KTP di Rutan Kelas IIB Gianyar lumayan istimewa, karena kita juga melakukan perekaman bagi warga binaan di luar domisili Kabupaten Gianyar,” kata Bayangkara didampingi Kepala Rutan Klas IIB Gianyar I Nyoman Moedana, S.H., M.H. Berdasarkan data di Rutan Klas IIB Gianyar, jumlah warga binaan saat ini sebanyak 131 orang dan yang
imbuhnya. Selain itu, sejumlah warga juga disebut menyoroti pemasangan yang hanya dilakukan untuk satu pasangan calon. Sementara baliho untuk capres-cawapres lain belum diketahui di mana akan dipasang. “Itu memang hanya satu pasangan caprescawapres saja. Sedangkan pasangan capres-cawapres yang lagi satu entah akan dipasang di sana atau di
mana. Itu bukan ranah kita,” paparnya. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Bawaslu Gianyar Wayan Hartawan menjelaskan, jika ada APK yang mengganggu aktivitas masyarakat dapat dikoordinasikan ke Bawaslu Gianyar. Dikatakan, sampai saat ini penempatan APK tersebut, baik capres-cawapres maupun parpol dan caleg sudah ditentukan berdasarkan zona yang disepakati di setiap desa. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi pemasangan dengan pihak desa, yaitu masingmasing kepala desa. “Semua APK itu sudah ditentukan
masalah. Seusai melakukan perekaman, sudah bisa dilakukan pencetakan. Sedangkan bagi warga binaan yang berdomisili di luar Kabupaten Gianyar, saat ini dilakukan perekaman, proses pencetakan e-KTP paling lambat sehari. “Jadi, harus menunggu karena harus melakukan konsolidasi data dengan pusat,” katanya. Bayangkara menambahkan, perekaman di rutan ini
sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat. Selain untuk tertib administrasi, warga binaan yang tidak dicabut hak politiknya oleh putusan hakim tetap berhak menggunakan hak pilihnya. “Jadi, mereka masih memiliki hak politik seperti Warga Negara Indonesia pada umumnya dan pemerintah bertanggung jawab penuh atas hak-hak tersebut,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PEREKAMAN - Suasana perekaman e-KTP di Rutan Kelas IIB Gianyar, Jumat (18/1) kemarin.
masyarakat. Mereka menjadi agent of change, berperan aktif dalam melakukan kegiatan pencegahan narkoba minimal di lingkungan kerja dan keluarganya. “Kenapa kami terus melakukan sosialisasi? Karena penting dan tujuannya adalah memberi bekal kepada peserta agar paham dan peduli terhadap pemasalahan narkoba di lingkungan pariwisata yang sangat riskan terkena penyalahgunaan narkoba,” kata mantan Direktur Binmas Polda Bali ini. Pengukuhan ini diikuti 30 orang, yang terdiri dari manajemen serta pegawai hotel Dedary Kriyamaha Ubud, Kabupaten Gianyar. Usai pengukuhan, Suastawa juga menyerahkan sertifikat dan penyematan pin relawan. Sementara itu, General Manager Dedary Kriyamaha Ubud Eka Riksnawan berharap terbentuknya relawan di tempat kerja mereka dapat memberikan nilai positif sehingga tercipta lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. (kmb36/kmb35)
Bali Post/ist
MENGUKUHKAN - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa mengukuhkan pekerja pariwisata sebagai relawan antinarkoba.
JEMBRANA
10
Sabtu Wage, 19 Januari 2019
Korupsi Santunan Kematian
Dua Kadus Ditetapkan sebagai Tersangka
Negara (Bali Post) – Setelah menjerat oknum PNS di Dinas Sosial Kabupaten Jembrana hingga ke meja hijau, Polres Jembrana pada Jumat (18/1) kemarin menetapkan dua oknum kepala dusun (kadus) di Desa Tukadaya Kecamatan Melaya menjadi tersangka kasus korupsi Santunan Kematian. Tersangka dengan inisial I Gede As dari Banjar Munduk Ranti dan IDKA dari Dusun Sarikuning Tulungagung ini diketahui bersekongkol dengan terpidana korupsi Indah Suryaningsih (oknum PNS) membuat data kematian fiktif dengan tujuan mencairkan dana santunan kematian. Wakapolres Jembrana Kompol Komang Budiartha di Mapolres Jembrana kemarin mengatakan, penetapan I Gede As dan IDKA sebagai tersangka merupakan kelanjutan dari tersangka sebelumnya yakni Indah Suryaningsih yang sudah lebih dulu divonis empat tahun enam bulan penjara. Indah bertugas sebagai verifikator, yakni untuk memverifikasi dan memvalidasi dokumen pengajuan santunan kematian dari
masyarakat. Sedangkan dua tersangka kadus ini membuat pengajuan seolah-olah ada warga yang meninggal dunia. Setelah nanti dana santunan tersebut cair, maka akan dibagi sesuai peran masing-masing. Pembagiannya, apabila Indah yang membuat dokumen fiktif, maka mendapatkan bagian Rp 1 juta dan kadus menerima masingmasing Rp 500 ribu. Namun bila dua kadus tersebut yang membuat dokumen fiktif
SOSOK
maka pembagiannya, Indah Rp 800 ribu dan kadus Rp 700 ribu. Santunan kematian yang merupakan program Pemkab Jembrana menganggarkan Rp 1,5 juta untuk setiap warga meninggal. Dengan adanya kerja sama ini, maka dana santunan ini bisa lolos hingga ratusan berkas. ‘’Jadi mereka ini bekerja sama, Indah berperan untuk meloloskan,’’ terang Budhiarta. Selama kurun waktu setahun mulai Januari sampai
Desember 2015, kerugian negara akibat ulah IDKA mencapai Rp 210 juta. Dengan 140 berkas fiktif pengajuan santunan kematian. Sementara I Gede As membuat negara rugi sebesar Rp 88 juta lebih. Ditambahkan Budhiarta, jumlah kerugian negara ini berdasarkan penghitungan yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Bali. Berkas fiktif yang diajukan beragam. Di antaranya ada berkas lama warga yang meninggal diajukan kembali, ada juga warga yang masih hidup dibuatkan berkas meninggal. Selanjutnya, setelah penetapan tersangka ini, keduanya langsung ditahan dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana. (kmb26)
Bali Post/kmb26
KADUS KORUPSI – Dua oknum kadus ditetapkan oleh Sat Reskrim Polres Jembrana sebagai tersangka kasus korupsi santunan dana kematian
Sempat Ditahan Karantina Gilimanuk
Utamakan Kualitas
Lima Ton Ikan Ilegal Dikembalikan ke Daerah Asal Negara (Bali Post) – Lima ton Ikan ilegal pada Selasa (15/1) lalu diamankan di Karantina Ikan Wilayah Kerja (wilker) Gilimanuk, akhirnya dilakukan penolakan (dikembalikan ke tempat asal). Ikan-ikan busuk yang dikemas dalam tong plastik diangkut dengan truk dari Jawa Timur ini sebelumnya tidak melengkapi dokumen karantina dari tempat asal. Apalagi diketahui ikan-ikan tersebut sudah dalam kondisi busuk. Penanggungjawab Karantina Ikan Wilker Gilimanuk, Wayan Diana, Jumat (18/1) kemarin mengatakan, tindakan karantina ini sesuai dengan prosedur, yakni 8 P yakni pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan dan pembebasan. Dalam kasus ikan ilegal dari Jawa Timur ke Bali ini, Karantina Ikan melakukan tindakan penolakan. Menurut Diana, sesuai instruksi dari pimpinan, ikan tanpa dokumen tersebut dilakukan tindakan karantina yakni penolakan. ‘’Setelah dilakukan penahanan, pemilik kita panggil dan diberikan pembinaan. Pemilik juga diminta membuat surat pernyataan terkait pelanggaran ini,’’ terangnya. Kemudian ikan beserta alat angkut berupa truk dengan nomor polisi L 9114 AY ini dilakukan penolakan kembali ke Jawa. ‘’Kami mengawal sampai masuk pelabuhan, agar truk kembali ke daerah asal,’’ tambah Diana. Total ada 42 drum plastik berisi sekitar 5 ton ikan yang dikirim masuk ke Bali tanpa dokumen. Dokumen yang wajib dimiliki untuk memastikan kesehatan ikan tersebut. Sebab menurutnya, komoditi ikan merupakan salah satu pembawa parasit atau penyakit yang bisa mengganggu kesehatan manusia. Sebelum dibawa dari satu pulau ke pulau lainnya, diedarkan dan dikonsumsi oleh halayak, maka perlu pemeriksaan kelayakan atau kesehatan oleh dokter hewan. ‘’Hasil pemeriksaan itulah sebagai dasar dikeluarkannya sertifikat Kesehatan Karantina oleh Petugas Karantina Ikan setempat,’’ katanya. Digagalkannya pengiriman ikan tanpa dokumen ini berawal dari kecurigaan petugas Polsek Kawasan Laut Gilimanuk bersama Karantina Ikan yang memeriksa di pintu masuk Bali. Ikan busuk yang dikemas dalam drum-drum plastik dari Tuban, Jawa Timur ini rencananya akan dikirim ke Pengambengan, Jembrana (kmb26)
MEMASUKI awal 2019, sejumlah cabang olahraga di Jembrana mulai mempersiapkan diri untuk ajang Porprov Bali XIV di Tabanan. Tahapan seleksi sudah mulai dilakukan guna menjaring atletatlet yang mampu mewakili Kabupaten Jembrana. ‘’Dari 35 cabor, harapan kami semua bisa kirim (ke Porprov), tapi tentu saja kita seleksi dulu,’’ terang Ketua KONI Jembrana, I Gede Gunadnya. Menurutnya, Jembrana juga telah siap berkompetisi adanya beberapa cabor baru yang kemungkinan akan dipertandingkan dalam pekan olahraga tingkat provinsi itu. Namun, Gunadnya mengaku tidak mengesampingkan prestasi. ‘’Karena ini adalah olahraga untuk prestasi, yang besar kemungkinan berprestasi yang akan kita kirim,’’ tandas mantan Sekda Jembrana ini. KONI Jembrana untuk Porprov tahun ini akan lebih mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas. Tidak seperti sebelumnya yang memberikan kuota masing-masing cabor. Apabila memang atlet dalam cabor itu sangat berpeluang mendulang prestasi, maka akan diprioritaskan. Untuk persiapan, pria asal Buleleng ini menyebutkan akhir Januari ini seleksi kebugaran atlet. Seleksi itu berlanjut hingga nantinya pada bulan Mei akan ditetapkan atlet yang akan dikirim. ‘’Setiap bulan kita tiga kali (proses seleksi) kerja sama dengan Undiksa,’’ pungkasnya. (olo)
ILEGAL - Ikan ilegal yang sempat ditahan pihak Karantina Ikan Wilker Gilimanuk akhirnya dikembalikan ke daerah asal. Hal ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Kasus Oknum PNS Ikut Kampanye
Target PTSL Tuntas 100 Persen
PPDK Perancak Diperiksa Bawaslu Jembrana 18.100 Sertifikat Diserahkan Bupati Artha Negara, (Bali Post) Dugaan pelanggaran oknum PNS menghadiri kampanye masih terus ditindaklanjuti Bawaslu Jembrana. Setelah memeriksa Ketut Sumantra oknum PNS terduga pelaku pelanggaran Kamis (17/1) lalu, Bawaslu Kabupaten Jembrana mengklarifikasi Pengawas Pemilu Desa Kelurahan (PPDK) Desa Perancak I Ketut Udiana, Jumat (18/1) kemarin. Udiana diklarifikasi oleh Koordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OrSDM) Bawaslu Jembrana Ni Made Wartini didampingi Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Mulyawan. Seusai larifikasi yang dilakukan selama 1,5 jam. Pande Made Ady Mulyawan mengatakan awalnya Panwascam Jembrana menerima informasi terkait oknum PNS menghadiri kampanye di Muara/ Ujung Perancak. Kemudian Panwascam memerintahkan PPDK Perancak untuk menelusuri. Setelah dicek dan ditelusuri, Udiana memang melihat ada Ketut Sumantra dalam pertemuan tersebut. Namun saat itu tidak ada kampanye/penyampaian visi dan misi. Saat itu PPDK hanya mengenal empat orang dari Perancak. Namun setelah acara berlangsung PPDK melihat ada pembagian stiker salah seorang caleg Wayan Geredeg. Barang bukti tersebut sudah diamankan oleh PPDK. “Ya kegiatan itu memang tidak ada pemberitahuan. Tidak ada STTP (surat tanda terima pemberitahuan) kegiatan tersebut. Sehingga Panwascam tidak tahu,” katanya.
Bali Post/kmb26
KLARIFIKASI - PPDK Perancak menerima hasil klarifikasi dari anggota Bawaslu Jembrana. Pande mengatakan, setelah memeriksa Ketut Sumantra dan PPDK pihaknya akan melakukan kroscek dengan membandingkan keterangan. Setelah itu baru diputuskan lewat mekanisme pleno internal. Ketut Sumantra sebelumnya diduga menghadiri kegiatan kampanye caleg DPR-RI Dapil Bali dari Partai Golkar, Wayan Geredeg karena ada informasi dari masyarakat. Seusai diperiksa, Sumantra membantah kalau dia menghadiri kegiatan kampanye caleg. Dikatakan, pihaknya datang ke pertemuan tersebut karena diundang. Apalagi dirinya dipercaya sebagai panglingsir pada Pasemetonan Sira Arya Kanuruhan di Jembrana. “Itu pertemuan pasemetonan (keluarga
besar Sira Arya Kanuruhan). Yang hadir itu Pak Wayan Gredeg, pengurus pusat. Tidak ada kampanye,” ujarnya. Ia mengaku tidak tahu apakah Wayan Gredeg itu caleg atau tidak, namun yang diketahuinya Wayan Gedeg adalah pengurus pusat Pasemetonan Sira Arya Kanuruhan. Saat menghadiri undangan tersebut, ia mengaku mengenakan pakaian PGRI karena sebelumnya sempat pemimpin rapat dengan sejumlah guru pada hari Sabtu (12/1) lalu. Surat undangan diterima hari Rabu. “Acaranya hari Sabtu bersamaan dengan rapat guru. Karena terus ditelpon supaya datang jadi lupa ganti pakaian,” pungkasnya. (kmb)
TARGET untuk Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di Kabupaten Jembrana tahun 2018 sebanyak 20.321 peta bidang tanah dan 18.100 bidang sertifikat Hak atas Tanah tuntas 100 persen. Hal itu dilakukan seusai kegiatan jalan santai serangkaian perayaan HUT ke-73 Kementerian Agama Kabupaten Jembrana yang dipusatkan di Areal Gedung Kesenian Bung Karno, Jumat (18/1) kemarin. Kepala ATR/BPN Kantor Petanahan (Kantah) Jembrana I Made Sujana mengaku kalau PTSL merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk pertama kali dan serentak bagi semua objek pendaftaran tanah di Indonesia. ‘’Ini bertujuan untuk percepatan pemberian kepastian hukum Hak atas Tanah masyarakat secara pasti, sederhana, cepat, lancar, aman, adil, merata dan terbuka serta akuntabel, selain itu mengurangi dan mencegah sengketa dan konflik pertanahan,’’ ujarnya. Sujana juga menegaskan, PTSL yang dilakukan di Kabupaten Jembrana di tahun 2018 mampu diselesaikan tepat waktu alias tuntas 100 persen. ‘’Tahun 2018 BPN Kabupaten Jembrana mendapat target sebanyak 20.321 peta bidang tanah dan 18.100 bidang sertifikat Hak atas Tanah dapat diselesaikan seratus persen. Untuk menuju Jembrana lengkap di tahun 2019, Kabupaten Jembrana mendapat target PTSL 15.000 peta bidang tanah dan 10.000 bidang sertifikat Hak atas Tanah yang tersebar di 50 desa/kelurahan di Kabupaten Jembrana,’’ tegasnya. Pejabat asal Tabanan ini juga memohon dukungan semua pihak dari lapisan masyarakat pemilik tanah, klian subak, klian dinas/kepala lingkungan, kepala desa/
kepala kelurahan, bendesa adat/ bendesa pakraman, bhabinkamtibmas, camat dan pemerintah daerah demi suksesnya Bali Lengkap 2019. Sementara itu, Bupati I Putu Artha di hadapan penerima sertifikat tanah terkait dengan program PTSL oleh BPN Kabupaten Jembrana menegaskan, kalau upaya PTSL yang dilaksanakan oleh BPN merupakan langkah yang sungguhsungguh. Dari target 20.321 dan 18.100 sertifikat tanah rampung diselesaikan 100 persen. ‘’Ini tentu kita patut salut dengan upaya yang telah dilakukan BPN melalui program PTSL itu. Mengingat PTSL pada intinya untuk mencegah terjadinya sengketa atau konflik di kemudian hari. Untuk tahun 2019 masyarakat kita harapkan mendukung dan berpartisipasi secara penuh, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi,’’ tegasnya.
PTSL adalah kegiatan Pendaftaran Tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak bagi semua objek Pendaftaran Tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia dalam satu wilayah desa/ kelurahan atau nama lainnya, yang setingkat dengan itu, yang meliputi pengumpulan dan penetapan kebenaran data fisik dan data yuridis mengenai satu atau beberapa objek Pendaftaran Tanah untuk keperluan pendaftarannya. Tujuan PTSL guna percepatan pemberian kepastian hukum dan perlindungan hukum Hak atas Tanah masyarakat secara Pasti, Sederhana, Cepat, Lancar, Aman, Adil, Merata dan Terbuka serta Akuntabel, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dan ekonomi Negara, serta mengurangi dan mencegah sengketa dan konflik pertanahan. (ad737)
PTSL – Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Kepala Kantor Pertanahan Jembrana I Made Sujana menyerahkan sertifikat kepada warga yang mengikuti PTSL tahun 2018.
Sabtu Wage, 19 Januari 2019
Karangasem
11
SOSOK
Kaum Milenial Taat Berlalu Lintas KAUM milenial diajak taat berlalu lintas. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang difokuskan pada ‘’Millenial Road Safety Festival’’, yang rencananya digelar Polres Karangasem pada 3 Februari mendatang. Kapolres AKBP I Gusti Agung Ade Panji Anom mengatakan, para siswa SMA dan SMK se-Karangasem akan dilibatkan dalam agenda itu. Hanya, siswa yang diundang merupakan perwakilan. Dilibatkan juga Sekaa Teruna-tenuni se-Kabupatan Karangasem. Peserta yang merupakan undangan itu berjumlah 61 orang. “Kami senang, kalangan milenial itu akan hadir pada diskusi itu. Kami optimis dengan kegiatan ini. Pemahaman kalangan milenial berlalu lintas bisa lebih bagus. Kami ingin sekali ada hasil konkret. Kegiatan ini mampu secara signifikan menekan angka lakalantas di Karangasem yang belakangan cukup tajam,” harapnya. Sejauh ini, kata Kapolres, Kasat Lantas AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti sudah gencar melakukan aktivitas konstruktif terkait keterlibatan kaum milenial itu. ‘’Sosialisasinya sudah cukup gencar terkait keselamatan lalu lintas,’’ tambah Kapolres. “Sudah pasti kami juga minta masukan konstruktif dari kalangan remaja. Apa saja yang mereka bisa lakukan secara disiplin yang kami harap nantinya bisa menjadi kebiasaan yang baik, dalam upaya ikut memberikan dukungan sehingga agenda itu bisa berjalan sukses,’’ pinta AKBP IGA Ade Panji Anom. (nan)
DISERANG WERENG - Tanaman padi milik petani di Desa Rendang rusak akibat diserang hama tikus dan wereng.
Bali Post/kmb41
Produksi Gabah Turun Drastis Padi Petani Diserang Tikus dan Wereng
Amlapura (Bali Post) -
Bali Post/kmb41
WISATAWAN - Kunjungan wisatawan ke objek wisata Pura Agung Besakih.
Dibangun Bioskop di Objek Wisata Besakih Amlapura (Bali Post) Adanya rencana pembangunan bioskop di Kawasan Suci Pura Agung Besakih disambut baik banyak pihak termasuk pihak Manajeman Operasional Kawasan Pura Agung Besakih. Adanya bioskop itu diharapkan pelayanan yang diberikan kepada pengunjung terkait sejarah Pura Besakih menjadi lebih maksimal. Humas Manajer Operasional Kawasan Pura Agung Besakih I Gusti Bagus Karyawan mengungkapkan, pihaknya menyambut baik wacana pembangunan bioskop itu. Dipercaya, bioskop itu akan dapat menunjang pariwisata khususnya objek wisata Pura Agung Besakih. Apalagi, bioskop yang dibangun itu nantinya memutar sejarah atau cikal bakal Pura Agung Besakih. ‘’Pembangunan bioskop itu memang bagus. Seperti objek wisata lainnya yang ada bioskopnya. Sebelum tamu mengelilingi Pura Agung Besakih, pengunjung lebih dulu bisa melihat film pendek seperti apa sejarah Pura Agung Besakih itu. Sehingga mer-
eka memiliki bayangan lebih detail tentang Pura Agung Besakih,’’ ujarnya. Dengan adanya bioskop seperti itu, kata Karyawan, maka pengunjung bisa mendapatkan informasi pasti dari satu sumber tentang sejarah Pura Agung Besakih. Selama ini, wisatawan mendapartkan informasi yang berbeda dari guide yang mengantarnya. ‘’Adanya bioskop ini bisa jati tidak membuat wisatawan bertanya terlalu menjelimet kepada guide. Sebab, mereka sudah mendapatkan informasi sangat memadai dari pemuteran film pendek sejarah Pura Besakih,’’ jelasnya. Disinggung lokasi yang strategis dibangunnya bioskop tersebut, kata Karyawan, sebaiknya di bawah tempat membeli tiket masuk. Sehingga setelah memiliki tiket masuk ke Pura Agung Besakih, mereka bisa diputarkan film tentang sejarah Pura Agung Besakih. Setelah itu, baru wisatawan itu diantar ke atas untuk mengelilingi kawasan Pura Agung Besakih. (kmb41)
Akibat ganasnya serangan tikus dan hama wereng, membuat puluhan are tanaman padi petani yang sudah siap panen di Desa Rendang, rusak. Atas kondisi itu, tidak pelak petani harus gigit jari. Pasalnya, produksi gabah yang dihasilkan menurun drastis nyaris setengahnya. Akibatnya, hal itu membuat petani merugi cukup banyak. Salah seorang petani, I Wayan Karya, mengungkapkan serangan tikus dan hama wereng ini hampir rutin terjadi. Kondisi ini bukan kali pertama dialami petani. Sebab, sejauh ini, peristiwa seperti itu sudah terjadi tiga kali. ‘’Sudah tiga kali, tanaman padi seperti ini. Bukan saja
diserang tikus juga hama wereng. Luas tanaman padi yang diserang tikus dan hama wereng ini mencapai puluhan are,’’ ungkapnya. Karya menambahkan, atas serangan hama itu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menekan kerugian. Caranya dilakukan penyemprotan menggunakan
obat khusus pembasmi hama. Tetapi, herannya cara yang dilakukan itu tidak membuahkan hasil. Serangan hama justru terus terjadi. Serangan hama tersebut kata Karya, membuat daun tanamam padi kering, busuk, dan bulir padi menjadi kosong. ‘’Akibat serangan hama
itu, membuat pertumbuhan padi menjadi tidak bagus karena terhambat,’’ ujarnya. Serangan hama itu menyebabkan hasil produk gabah setiap tahunnya terus menurun secara drastis. Jika padi tumbuh normal, dan tidak ada serangan hama, biasanya dengan lahan seluas sekitar 25 are, maka petani mampu mendapatkan 45 karung gabah. Namun akibat serangan hama itu, produksi gabah petani tinggal setengahnya yakni 20 karung gabah.
Harga Ayam Mulai Stabil
JUAL AYAM - Penjual ayam di Pasar Menanga saat melayani pembeli.
Bali Post/kmb41
Amlapura (Bali Post) Harga ayam hidup saat hari raya Galungan sempat melonjak tinggi. Selain karena hari raya, sedikitnya pasokan ayam menyebabkan mahalnya harga ayam di pasar. Tetapi sekarang ini, harga ayam mulai stabil. Salah seorang pedagang ayam di Pasar Menanga, Rendang, Ni Komang Eka, mengungkapkan saat ini harga ayam hidup mulai stabil. Sebelumnya, ayam hidup ukuran besar sempat menembus Rp 80 ribu per ekornya terutama saat hari raya Galungan. Tetapi sekarang ini, harga ayam besar mulai turun jadi Rp 50 ribu. ‘’Harga ayam yang besar mencapai Rp 50 ribu. Saat Galungan sebelumnya, harga melonjak naik menembus Rp 80 ribu. Bahkan, bisa lebih,’’
Proses Belajar Mengajar Terhambat
Siswa SMPN 2 Rendang Manfaatkan Ruang Lab Kenyataannya di Karangasem masih relatif banyak Sekolah Menengah Pertama (SMP) kekurangan sarana-prasarana khususnya ruangan kelas untuk belajar. Salah satu SMP yang masih kekurangan ruang belajar itu adalah SMPN 2 Rendang. Atas kondisi itu pihak sekolah melakukan terobosan. Caranya, mau tidak mau sekolah yang ada di Desa Pempatan itu memanfaatkan ruang laboratorium untuk menjalani proses belajar mengajar siswanya. Lalu, bagaimanakah konkretnya sekolah itu memecahkan permasalahan kelas secara intern, sehingga proses belajar mengajar di sekolah itu bisa berjalan baik? KEPALA SMPN 2 Rendang I Ketut Suparjana mengungkapkan, jumlah siswa secara keseluruhan dari kelas VII sampai IX sebanyak 716
orang. Sesuai dengan ketentuan saat penerimaaan siswa baru tahun ini, per rombel terdiri dari 32 siswa. ‘’Idealnya sesuai dengan jumlah
‘’Menurunnya produksi gabah jelas membuat petani merugi. Tapi mau gimana lagi. Segala upaya sudah dilakukan, tapi tetap saja seperti ini. Semoga pada musim tanam nanti tidak ada lagi serangan hama seperti ini,’’ harapnya. Atas kondisi tersebut, pihaknya berharap ke depannya ada perhatian dari pemerintah. Misalnya memberikan bantuan obat pembasmi hama yang bagus. Hal itu menjadi penting, agar produksi padi petani itu kembali normal. (kmb41)
itu harusnya punya 24 kelas. Namun jumlah kelas yang kita miliki hanya 17 ruang belajar. Jadi kita saat ini masih kekurangan tujuh ruang belajar,’’ ujarnya. Suparjana menambahkan, untuk menyiasati agar proses belajar mengajar bisa berjalan baik, pihak sekolah memanfaatkan ruangan lainnya. Seperti ruang keterampilan termasuk ruang laboratorium. Selain itu, pihak sekolah juga menggunakan sistem kelas bergerak. Artinya, ketika kelas B mendapatkan pelajaran olahraga sedang di lapangan, maka siswa kelas C untuk sementara meman-
faatkan ruang kelas B itu. Seperti itulah proses belajar mengajar harus didesain untuk menutupi kekurangan 7 kelas itu. ‘’Dengan situasi seperti ini memang sedikit mengganggu proses belajar mengajar siswa. Meskipun begitu, tetapi siswa tetap fokus mengikuti setiap pelajaran yang diberikan,’’ katanya. Dia menjelaskan, atas kondisi ini pihaknya telah mengajukan proposal untuk pembangunan tambahan gedung sekolah. Hal itu penting, supaya nantinya tidak lagi sampai kekurangan kelas. ‘’Saya sudah usulkan tambahan ruang kelas itu ke Disdik-
pora Karangasem termasuk ke pusat,’’ ujarnya . Pasalnya pada tahun ajaran 2019 mendatang sekolahnya ini kembali menerima siswa baru. Jika masih kekurangan kelas seperti saat ini, jelas nantinya siswa tidak akan semuanya bisa tertampung. Apalagi, jika pihak sekokah wajib menerima siswa sesuai instruksi pemerintah yakni program wajib belajar sembilan tahun. ‘’Untuk pembangunan gedung sudah kita usulkan. Jika nantinya usulan disetujui, maka pembangunan ruang kelas harus dibangun secara bertingkat. Sebab, ti-
dak ada lahan ‘ tersisa untuk ‘ membangun gedung secara horizontal. Jadi solusi satusatunya harus dibangun bertingkat mengacu bangunan vertikal,’’ tambah Suparjana. Sampai saat ini belum ada ruang kelas bertingkat di sekokah ini. Semoga saja usulan itu bisa disetujui pemerintah tahun ini. (nan)
ujarnya. Stabilnya harga ayam saat ini kata Eka, karena sekarang tidak ada upacara agama. Di samping itu, stok ayam juga mulai banyak. Sebelumnya, stok ayam sedikit, apalagi saat banyak hari raya. Hal itu yang membuat harga ayam melambung. ‘’Saya beli ayam ini dari Pengotan Bangli. Ada pengepul yang membawa ayam itu langsung ke sini,’’ jelasnya. Pembeli Putu Suyasa mengatakan harga ayam saat ini jauh lebih murah ketimbang saat Galungan. Pada hari Galungan harga ayam mahal. ‘’Sekarang, harganya mulai stabil, Rp 50 ribu. Saat Galungan menembus Rp 70-80 ribu,’’ ujarnya. (kmb41)
KLUNGKUNG
12
Sabtu Wage, 19 Januari 2019
SOSOK Perangi Rokok PEMKAB Klungkung cukup gencar dalam penerapan Perda KTR (Kawasan Tanpa Rokok). Tidak hanya bupati yang gencar sidak dan memberikan peringatan, OPD di bawahnya juga proaktif menindaklanjutinya dengan pelarangan segala jenis bentuk iklan rokok. ‘’Tujuannya adalah membangun kesadaran masyarakat, agar tidak ada lagi keinginan untuk merokok,’’ kata Camat Klungkung Komang Wisnuadi saat turun melakukan monitoring penerapan Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang KTR tersebut ke Desa Jumpai, belum lama ini.Menurutnya, penegakan aturan diperlukan pengawasan. Apalagi regulasi berupa peraturan daerah (perda), penerapannya harus dipantau secara konsisten, agar dapat dipastikan berjalan dengan baik. Ini sejalan dengan instruksi Wakil Bupati Made Kasta, yang sebelumnya meminta jajarannya agar melihat penerapan tiga perda, meliputi Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah, dan Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum. Wisnuadi menegaskan, pihaknya harus proaktif memberikan penjelasan ke setiap desa, supaya juga diketahui lebih jelas isi perda tersebut oleh masyarakat. Jangan sampai masyarakat jadi melanggar karena alasan tidak tahu. Menurutnya, peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam mensinergikan dan menjalankan perdaperda yang dibuat oleh pemerintah. Sehingga, pihaknya proaktif melakukan penertiban iklan rokok agar tidak ada keinginan untuk merokok setelah melihat gambar iklan, terutama anak-anak. Tidak hanya iklan rokok, monitoring juga dilakukan di semua kelurahan memantau keberadaan penduduk pendatang sekaligus pemantauan sampahnya. Dia berharap dengan ini, para penduduk pendatang menjadi tertib administrasi sekaligus sadar menjaga kebersihan lingkungan. (gik)
Saptawan, Korban Pohon Tumbang Akhirnya Meninggal Semarapura (Bali Post) Korban yang tertimpa pohon santan, Putu Gede Saptawan (44), warga asal Banjar Lebah Kelurahan Semarapura Kangin, di jalan raya Banjar LosanBanjar Lepang, Desa Takmung, Klungkung akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RSUD Klungkung. Dia sempat bertahan pascamusibah itu, tetapi luka parah pada organ dalamnya membuatnya mengembuskan napas terakhir di ruang ICU rumah sakit. Suami dari Ni Komang Sri Mirayani (40) tersebut meninggal Jumat (18/1) kemarin sekitar pukul 01.00 Wita, usai dirawat intensif di Ruang ICU RSUD Klungkung. Ayah dua anak ini meninggal dunia akibat cedera parah di bagian kepala, patah pada lengan kanan, pergelangan tangan kiri, dan paha kiri. Pihak rumah sakit sudah berupaya keras menangani korban, namun upaya itu belum berhasil. ‘’Meninggal tadi dini hari. Rencananya besok dikremasi di Mumbul. Info dari keluarganya, usus ada yang luka sama hati serta ginjalnya,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada. Sebelumnya, Gede Saptawan tertimpa pohon perindang berdiameter 80 cm dan tinggi sekitar 14 meter saat hendak berangkat berkerja menuju daerah Canggu, Badung, Rabu (16/1) lalu. Pohon perindang itu menghantamnya saat sedang
melintas hingga terjatuh dalam posisi terjepit. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Pohon santan itu langsung roboh tepat ketika Saptawan melintas. Akibatnya, Saptawan yang mengendarai sepeda motor Vixion DK 3354 MN lengkap dengan mengenakan jas hujan terjepit di antara sepeda motor dan pohon yang menindihnya. Melihat kondisi yang dialami korban, warga setempat berinisiatif menghubungi BPBD Klungkung. Tim TRC BPBD Klungkung langsung turun ke lokasi dengan perlengkapan satu unit rescue dan gergaji mesin, dibantu jajaran kepolisian, Kris Klungkung, Damkar Klungkung, RAPI, ORARI, dan masyarakat sekitar. Setelah 30 menit penanganan, pohon besar ini akhirnya bisa dipotong-potong untuk mengeluarkan korban yang sedang terjepit. Putu Widiada memperingatkan warga agar lebih berhati-hati dengan ancaman pohon tumbang. Pada Jumat (18/1) kemarin, pihaknya juga kembali melakukan penanganan pohon tumbang di Jalan Raya Tojan, Desa Tojan. Beruntung pohon tumbang itu tidak menimbulkan korban jiwa. Sehari sebelumnya, juga terjadi pohon tumbang di Desa Jumpai, menimpa sebuah bale bengong warga setempat. Penanganan dengan cepat dilakukan dan memastikan tidak ada korban jiwa. (kmb31)
Bali Post/kmb31
PERSEMBAHYANGAN - Pamedek saat melaksanakan persembahyangan di Pura Goa Lawah serangkaian upacara Padudusan Agung Pura Sad Kahyangan Goa Lawah yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali bertepatan dengan rahina Anggara Kliwon Medangsia.
Membeludak, ’’Pamedek’’ ke Pura Goa Lawah Semarapura (Bali Post) Serangkaian upacara Padudusan Agung di Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, ribuan pamedek datang setiap harinya guna pedek tangkil melaksanakan persembahyangan. Selama Ida Batara nyejer tujuh hari, sejak puncak karya 15 Januari lalu, kepadatan pamedek setiap harinya terjadi sejak pagi hingga malam. Ini membuat jajaran kepolisian bekerja ekstra mengatur lalu lintas di sekitar pura, untuk memberi rasa nyaman kepada pamedek. Pada ruas jalan menuju Pura Goa Lawah, polisi memasang puluhan barikade di tengah jalan yang dihubung-
kan dengan police line. Pemasangan barikade itu bertujuan untuk menertibkan para pengguna jalan saat melintas di ruas jalan sekitar Pura Goa Lawah. Soalnya, pengguna jalan sering ugal-ugalan saat melintas di ruas jalan tersebut, sehingga sering mengancam keselamatan para pamedek saat menyeberang ke pura. Menurut Bendesa Desa Pakraman Pesinggahan I Wayan Sujana didampingi Panitia Upacara Putu Juliadi, Jumat (18/1) kemarin, upacara Padudusan Agung Pura Sad Kahyangan Goa Lawah dilaksanakan setiap enam bulan sekali bertepatan dengan Rahina Anggara Kliwon Medangsia.
Ida Batara nyejer selama tujuh hari, hingga Karya Padudusan Agung masineb 22 Januari nanti, tepat pukul 15.00 Wita. Diharapkan melalui upacara ini, seluruh umat senantiasa diberikan kerahayuan, keselamatan dan keharmonisan alam dengan segala isinya. ‘’Semoga melalui upacara ini Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa selalu memberikan sinar sucinya kepada kita semua,’’ ujar Sujana. Kepadatan pamedek diantisipasi dengan penyediaan tempat parkir yang memadai. Mulai dari areal yang luas di barat pura dan timur pura, yang cukup memudahkan umat memarkir kendaraan-
nya. Ada pula rest area Pantai Goa Lawah, yang cukup luas untuk parkir kendaraan. Selain mengatur lalu lintas dan menata parkir, panitia juga mengatur pamedek yang ingin sembahyang dengan sistem kartu antrean. Tujuannya, agar pamedek yang akan melaksanakan persembahyangan bisa teratur dan nyaman. Pada Jumat (18/1) kemarin, nampak Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra hadir muspayang panganyar dari Pemkab Klungkung. Dia menyampaikan terima kasih kepada pangempon maupun panitia karya yang telah mempersiapkan upacara ini
dengan baik. Selain itu, Putu Gede Winastra juga berharap agar pangempon/panitia karya maupun masyarakat untuk bersama-sama ngayah di pura dengan semangat yang tulus ikhlas. Di sisi lain, padatnya aktivitas umat juga menyedot perhatian para wisatawan. Mereka banyak berhenti sejenak dan melihat langsung, bagaimana umat Hindu melaksanakan persembahyangan. Namun, para wisatawan yang hendak berkunjung ke Goa Lawah, selama pelaksanaan Karya Padudusan Agung ini, hanya diperkenankan masuk sampai di Madya Mandala. (kmb31)
sejak tahun 2017. Saat tahun 2018 pada wilayah Klungkung di Pulau Bali, dibebankan target sebanyak 11.700 bidang tanah. Hasilnya telah mampu direalisasikan 100 persen. Program ini tetap berjalan di tahun 2019 dengan menyasar wilayah Klungkung lainnya yang belum tuntas ditangani tahun 2018, serta di enam desa di wilayah Kecamatan Nusa Penida, antara lain Desa Ped, Desa/Kampung Toya Pakeh, Desa Kutampi Kaler, Desa Batu Kandik dan Desa Batu Madeg. Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta mengingatkan agar BPN Kabupaten Klungkung berhati-hati dalam mengeluarkan sertifikat tanah. Jangan sampai sertifikat tanah dimiliki oleh dua orang, atau orang yang tidak berhak terhadap tanah tersebut, sebagaimana pengalaman yang sering terungkap di tengah masyarakat. ‘’Data dari BPN harus jelas, dan BPN harus mengetahui silsilah dari tanah yang akan disertifikatkan, jangan sampai di kemudian hari terjadi permasalahan mengenai tanah yang sudah disertifikatkan tersebut,’’ ujar Wabup Kasta. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung Anak Agung Kirana menyampaikan bahwa pada tahun
2019 pemerintah pusat melalui BPN Kabupaten Klungkung sudah memprogram untuk di wilayah Kabupaten Klungkung daratan (wilayah Klungkung di Pulau Bali) sebanyak 3.000 sertifikat, dan di wilayah Kepulauan Nusa Penida sebanyak 3.000 sertifikat. Sementara untuk pemetaan di wilayah Klungkung daratan, pemetaannya berjumlah 5.000 pemetaan, dan di Nusa Penida berjumlah 5.000 pemetaan. Sebagai tindak lanjut dari program tersebut, maka pemerintah daerah perlu memberikan sosialisasi agar dapat dipahami masyarakat. Sosialisasi ini, khusus dipusatkan untuk memberikan pemahaman Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada masyarakat, khususnya di Kecamatan Nusa Penida melalui Camat dan Perbekel se-Kecamatan Nusa Penida. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Klungkung Drs. Cok Gde Agung Astawa Putra, Kepala Bidang Infrastruktur Kantor Wilayah BPN Provinsi Bali Komang Wedana dan Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya menyatakan siap merealisasikan seluruh agenda ini, bekerja sama dengan pemerintah daerah. (kmb31)
Wabup Ingatkan BPN Hati-hati Terbitkan Sertifikat Tanah
Semarapura (Bali Post) -
Sertfikat tanah kerap menimbulkan masalah baru. Pemkab Klungkung kembali mengingatkan BPN Klungkung agar cermat sebelum sertifikat itu keluar. Ini ditekankan Wakil Bupati Klungkung Made Kasta saat sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dilaksanakan oleh BPN Klungkung di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, belum lama ini. Pemerintah pusat mencanangkan program percepatan pendaftaran tanah melalui
pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang tertuang dalam regulasi Instruksi Pres-
iden Nomor 2 Tahun 2018. Saat itu, Wabup Kasta menegaskan, program PTSL telah berjalan
Bali Post/kmb31
SOSIALISASI PTSL - Wakil Bupati Klungkung Made Kasta saat sosialisasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dilaksanakan oleh BPN Klungkung di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung.
Kejayaan Rumput Laut Kembali Dibangkitkan Rumput laut telah menjadi ikon Kecamatan Nusa Penida. Pada masa jayanya, banyak produk yang bisa dihasilkan, mulai dari produk kosmetik hingga berbagai bentuk makanan. Anggapan bahwa rumput laut kerap diserang penyakit hingga banyak warga beralih profesi, membuat Pemkab Klungkung membuat kajian khusus. Hasilnya, Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, Jumat (18/1) kemarin, menegaskan bahwa rumput laut masih layak dibudidayakan dan kejayaannya harus dibangkitkan kembali.
Bali Post/kmb31
SAAT DIEVAKUASI - Proses evakuasi korban Putu Gede Saptawan yang tertimpa pohon tumbang di Banjar Losan di Desa Takmung. Korban akhirnya meninggal dunia, setelah mendapat perawatan serius di ICU RSUD Klungkung.
KEBANGKITAN kejayaan rumput laut disampaikan Bupati Suwirta saat bertemu langsung dengan masyarakat Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Jumat kemarin. Hasil kajian soal rumput laut tersebut akan disampaikan kepada seluruh warga Kecamatan Nusa Penida, agar kembali bangkit untuk melestarikan budi daya rumput laut yang sejak dulu sesungguhnya sudah menjadi identitas masyarakat
setempat. “Hasil kajiannya jelas, bahwa rumput laut di Nusa Penida masih hidup normal dan masih sangat layak untuk dibudidayakan,” tegas Bupati asal Nusa Ceningan ini. Hasil kajiannya lainnya, juga terungkap bahwa penurunan produksi rumput laut selama ini, lebih disebabkan karena masyarakat cenderung beralih profesi menekuni dunia pariwisata, terutama generasi muda. Sebab, pesatnya perkembangan Nusa Penida, membuat generasi muda setempat lebih melirik dunia pariwisata karena dinilai memperlihatkan hasil lebih menjanjikan. “Tetapi, sebagian mereka yang tidak berkecimpung di dunia pariwisata cenderung kembali menanam rumput laut,” katanya. Dengan hasil tersebut, pihaknya mengajak beberapa pihak terkait, dari yang menangani rumput laut di hulu dan hilir, untuk kembali mengembangkan budi daya rumput laut. Selain itu, pembudidayaan udang, kepiting, abalon dan krapu termasuk hidroponik, juga diminta lebih dikembangkan lagi, untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sektor pariwisata di Nusa Penida. “Saya sudah tugaskan perbekel bersama dinas terkait
mendata dengan pasti berapa masyarakat yang serius kembali ke budi daya rumput laut. Kalau hasilnya memang tidak ada lagi warga yang mau, sekalian areal tersebut digunakan atraksi wisata atau water sport,” tegas Suwirta seraya meminta agar di desa segera membentuk kelompok untuk budi daya udang, kepiting, dan krapu. Sebelumnya, menurut I Wayan Suarbawa, sebagai petugas lapangan Dinas Perikanan dan Kelautan Klungkung, menyampaikan hasil demplot rumput laut tersebut. Demplot tersebut bertujuan untuk menguji hasil produksi rumput laut. Demplot dipusatkan di tiga tempat, antara lain di Semaya, Batununggul, dan Lembongan. Demplot sudah dibuat sejak April 2018. Sementara, hasilnya dikatakan cukup bagus, karena rumput laut yang tumbuh cukup subur dan dijauhkan dari penyakit. Tetapi, menurutnya proses ini perlu diperpanjang untuk mengetahui validitas hasilnya, agar lebih akurat berdasarkan siklus tahunan rumput laut, bukan lagi bulanan. “Penyakit yang menyerang rumput laut, kerap membuat petani mengeluh. Kami ingin tahu sekaligus mencari solusi menghadapi
penyakit ini, kemudian menyebarkannya kepada petani, agar mereka tetap menekuni menjadi petani rumput laut. Sebab, rumput laut adalah salah satu identitas Nusa Penida,” katanya. Penyakit ice-ice ini, menurutnya adalah faktor utama kenapa produksi rumput laut semakin menurun. Ditambah lagi perkembangan pariwisata Nusa Penida yang kian pesat. Padahal, daerah pesisir rumput laut merupakan andalan penopang kehidupan warga di pesisir. Seharusnya,
antara pariwisata dan petani rumput laut, bisa saling berkolaborasi sehingga saling menguntungkan. Sejak rumput laut terus diserang penyakit, warga yang biasa bekerja sebagai petani rumput laut kian beralih pekerjan lainnya. Sisi lain, pariwisata kecamatan Nusa Penida berkembang pesat sehingga warga yang dulunya sebagai petani rumput laut beralih sebagai pekerja pariwisata atau penopang pariwisata dan buruh bangunan. (gik)
Bali Post/gik
RUMPUT LAUT - Petani rumput laut Nusa Penida saat memperlihatkan hasil pertaniannya yang siap panen. Bupati Suwirta mengajak masyarakat terutama Nusa Penida kembali membangkitkan kejayaan rumput laut.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Wage, 19 Januari 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN
Bali International Spa Academy Seeks Spa Trainers, Excellent English 3years as Spa Therapist required.Indonesian Candidates M/F Apply Ph:081337070584 / 281289 hr@balibisa.com www.balibisa.com
B.BP.004.01.19.0000704
Bth Sgr S1 Ekonomi Akuntansi utk Kontraktor Hb.085237320489
B.BP.001.01.19.0000595
Lowongan Teknisi Mesin di Tabanan, Hub.081805625205
B.BP.004.01.19.0000584
Administrative Assistant / Assistant to Manager in international company (CangguBali Office). Basic Computer Skills required (Excel,Word Email,etc Good organizational skills, ability Please contact Tom at: tom@wla.us.com/ Whats app +49 176 8305 9432
B.BP.004.01.19.0000585
Dicari: Junior Estimator,S1 degree Comp:Ms.Office,Auto CAD 3D max photoshop, ilustrator/ freehandmax. 27th. Send CV to: benchmarks.widya@gmail.com
B.BP.004.01.19.0000666
A Position is Available at Shima,Leading Japanese Restaurant for a Waitress. Send CV to : shimateppanyaki@gmail.com
B.BP.004.01.19.0000713
Admin Garment Production Hub: Call/WA: 085100050706 Email: hrd@buddhawear.com B.BP.004.01.19.0000582
Dbthkn Management Training utk Operasional&Marketing S1 Comp Speak English,Inovatif,Target Job.KrmCV:hrdsil2011@gmail.com B.BP.004.01.19.0000710
Bth staf pria umur max.36 thn bs Bhs Inggris,Hub.03614745713 Lam ke Jl.T.Badung 18/9 Renon
B.BP.001.01.19.0000624
Butuh Apoteker (untuk Pabrik di Tabanan).Kirim Lamaran ke Email: info@tsbali.com B.BP.031.01.19.0000724
Centrin Online,Mencari Account Manager Corporate Umur Max 30 Pernah jadi Sales ISP,Mengerti Internet, Min D3,Tinggal di Bali pny Motor,SIM C&A,Foto Trakhir hrdcentrin@dps.centrin.net.id atau Istana Kuta Galeria BW2 No.12A Jl.Patih Jelantik,Kuta
B.BP.004.01.19.0000718
Coco Group Bali Mmbuka Kesmptn Krj Sbgai:1Finance Mgr:P/W Max 35th,min S1 Akuntansi brpglman min 2th bid yg sama.2.Marketng Grosir:P/W.Min S1,Brpglman min 2th.Mmliki networking luas & memahami Market Bali,Terbiasa dg trsaski B2B.Krm CV+Lam ke asthrm@cocogroupbali.com & cc recruitment@cocogroupbali.com B.BP.803.01.19.0000708
Dcr Staff Marketing,Accounting (Min S1)Supir,Cleaning Service (Min SMA).Single.Lam Krm ke Jl.Tukad Barito Timur/18 Renon Dps.081916549599 B.BP.004.01.19.0000676
BIRO JASA
SERVICE BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
KONSULTASI
Dbthkn T.Ahli Lingk.S1 Lingk E:hrdmitrakonsultan@gmail.com Hp:085829031735/0361 415437
B.BP.001.01.19.0000726
Dcr Kolektor P/W Min SMA/SMK Hub.Kop SWM Jl.Tangeb 55, Hp:08113933200 E:kopswm@gmail.com
B.BP.166.01.19.0000722
Dcr PRT Wnt Max 30th,Tidur Dlm Gj 1,5Jt+Makan,HP:082145530990
B.BP.001.01.19.0000646
Dcr SPG/SPB Toko,Satpam Toko Gaji UMK + BPJS Hub: 081934761333 (Feby)
B.BP.004.01.19.0000711
Dcr Sopir Pribadi utk di Kesiman Gaji 2,2jt Hub.08123850501
B.BP.101.01.19.0000674
Dcr Sopir SIM B1, Penglmn, Domsili Dps.Langsung Interview ke Yamaha Hasanudin 78 Dps
B.BP.001.01.19.0000614
Dcr Sopir u/Travel Windys Bali Tour Lmrn:Jl.Gelogor Carik No.3 Hub:08113980682/08113865154
B.BP.001.01.19.0000594
Dcr Steward,Valet parking (SIM A),Housekeeping u/villa Jl. Tirta Akasa 28 Sanur T.270260
B.BP.001.01.19.0000703
Dibthkan Sgr:SPG/SPB(Energik, SIM C,Spd Motor)Krm Lmrn:Madu Nusantara Jl Gatsu Tgh 100X/2 Dps.0361-239462/085738212883 (Siswati)
B.BP.001.01.19.0000571
Mrktng Pendingin&Pembeku Prtable Hmt Lstrk,bs Kmpter/Medsos CV:devitatanner@yahoo.co.id B.BP.031.01.19.0000720
Dibutuhkan Staf Admin,Laki/Perempuan Pend S1,Berpengalaman, Menguasai Komputer(Ms.Word/ Exel/Offc).Gaji 3,8-6Jt,Penempatan Jimbaran 0361-4465228
B.BP.001.01.19.0000702
Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799
B.BP.001.01.19.0000723
Dicari 1)Admin:Wanita,Min D3 Max.30Th.2)Design Grafis:Pria Min.SMU,Max.30Th,Pengalaman. CV Dibawa Langsung ke : Bangunan Ekspres Jl.Gatot Subroto Barat 20E Telp.0361-9071986
B.BP.004.01.19.0000712
Dicari Karyawan untuk Bengkel Las Hub.081805375739
B.BP.001.01.19.0000692
Dicari Marketing Hub. Segera 081230838933
B.BP.001.01.19.0000695
Dicari Sopir SIM B1 untuk Truk Lok.Tabanan,Gaji+THR+Asuransi. Hub.081236014733/085237535534 B.BP.001.01.19.0000612
Dicari Tenaga Security Sebyk 3 orang Hub.082111032679 Lsg ke:Jl.Danau Poso 35 Sanur
B.BP.004.01.19.0000203
Dicari Waitres,Gaji 2,4 Juta Hub:Sate Pelecing Arjuna
B.BP.001.01.19.0000608
Dicari karyawti utk admin.SMA/ SMK bs.Excel/Word,Supir Truk SIM B, berpengalaman. Tukad Petanu Hub.08123941180
B.BP.004.01.19.0000664
Dicari, Manager Koperasi BerpengalamanHub:081338097333
B.BP.001.01.19.0000699
Dicr,Admin Wnt, Berpengalaman Hub:081338097333
B.BP.001.01.19.0000700
Dicr,Terapis Wnt,Max 35Th Utk Spa.Hub:081529293028
B.BP.001.01.19.0000698
Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp.081238553358 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.03
Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.01
Need Admin Staff,Good Salary, Good English,Speak & Written Send:sari.iskawari@ckabali.org
B.BP.001.01.19.0000655
Need Marketing Staff. Must Speak English.Have Worked as Marketing.Position will be with an Advertising firm in Bali.Good Salary & Commission Email:vacancyforlife@gmail.com with Application,CV,References & Salary Expectation
B.BP.004.01.19.0000717
Seminyak Restaurant is Looking for Dinning Manager Must Speak English Experienced Please Send Photograph and CV at Email: johndory2013@yahoo.com
B.BP.141.01.19.0000590
Social Media Marketing / some Graphics design / Photoshop skills required in international company (Canggu-Bali Office) Please contact Tom at: tom@wla.us.com/ Whats app +49 176 8305 9432
B.BP.004.01.19.0000586
Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.02
Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.04
Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.05
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PT Starfish Bali: Dicari Staff Teknisi Filter Air,Pompa,Dan Perpipaan.Hubungi:08113999159
B.BP.001.01.19.0000693
Salon&Butik Bth Staf Salon&Serabutn.Gji1,5-2Jt*085934778271
B.BP.001.01.19.0000569
Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.06
Satpam Waker. Lamaran datang langsung ke Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818
G.07
DIJUAL MOBIL SUZUKI
Djl Ertiga GL Th’2013 Pmkian’14 Hitam Mulus Stylist, Bagus Hub.08123978527 B.BP.004.01.19.0000716 TOYOTA
Innova Putih’13 Mulus,Terawat Pakai Pribadi.Hub:081999681668
B.BP.001.01.19.0000694
DIJUAL RUMAH BUC-Griyaloka Tbn Uk.45/91m2 Rp.420Jt Nego, 081932236003 B.BP.004.01.19.0000715
Dijual Rmh KT4,KM3,KP1,Luas Tnh 1,55Are Jl.Bajataki V, Dijual Rmh Luas Tnh 1Are ada Hal Blkg Jl.Mudutaki VI/Kav Hub.082340968266 B.BP.001.01.19.0000727
Jl Cpt Rmh Lt.2,Tkd.Badung 18 Renon.LT.5A,LB540m2,8KT+KM,2KP 2Gdg,2Dpr,2RT,1KM luar,PLN23rb klm renang,CCTV,Indihome,PDAM WA 08113866733 / 081338336235 B.BP.001.01.19.0000626
Jual Rumah Jl.Pulau Ayu T.Umar DpsLT185m23KTH0895376021036
B.BP.166.01.19.0000721
DISEWAKAN RUKO Disewakan Ruko lok. Strategis Jl.Bakung No.11 Tohpati, Hub: 081905604444 / 081237886800
B.BP.001.01.19.0000696
DIJUAL TANAH 1Ha,30Jt/A,di Kristal Bay View NusaPenida,SHM,H.081236296636
B.BP.001.01.19.0000706
Dijual Tnh Umalas,Tk.Badung,Jl Ratna.H.08123940424(Pemilik)TP
B.BP.001.01.19.0000421
Djl Tnh 1 Are Jl.Batu Intan III Batu bulan Hub.081338797212
B.BP.004.01.19.0000714
Djl Tnh pgr Pantai, Grokgak, Sngrja 1.50A Tlp.081805625285 B.BP.004.01.19.0000101
Jl cpt Tanah 40are,60are,1.268 are, lokasi Ds.lembongan,view tebing/Pantai,SHM. Minat WA : 08113866733 / 081338336235 B.BP.001.01.19.0000623
Jual Tnh Kav 1Are Lok TmnBaruna TP Hrg Damai H.087877666655 B.BP.001.01.19.0000709
DICARI TANAH Sgr Beli Tnh Jimbrn Uluwtu dkt Pdg2 Beach,view,akses jln mbl 5A smp 10A Hub.0877-5109-8349 B.BP.001.01.19.0000492 TABANAN
DIJUAL RUKO Ruko Kediri Tabanan 2 1/2Lt Mrh 730jt nego 089682829933 BU
B.BP.001.01.19.0000705
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
B.BP.001.12.18.0000879
BANGLI
14
Sabtu Wage, 19 Januari 2019
Pascalongsor, Aktivitas Warga di Tiga Desa Lumpuh Bangli (Bali Post) -
Aktivitas warga di tiga desa di Kecamatan Kintamani yakni Desa Abang Batudinding, Abang Songan, dan Terunyan lumpuh pascatebing Bukit Abang di wilayah Desa Buahan mengalami longsor, Kamis (17/1). Selain menghambat aktivitas perekonomian warga, longsor yang menimbun badan jalan juga mengakibatkan para siswa di ketiga desa tak bisa bersekolah. Sementara itu, untuk mengatasi keterisolasian warga, Satuan Polisi Air Polres Bangli bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli telah menyiagakan beberapa boat sesaat pascalongsor terjadi.
LONGSOR - Kondisi tebing Bukit Abang yang mengalami longsor.
Bali Post/kmb40
Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (18/1) pagi kemarin, longsor yang dipicu hujan deras menyebabkan badan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter tertimbun material berupa tanah dan bebatuan besar. Longsor juga menyebabkan sebagian badan jalan ambrol dan tergerus ke danau. Sejumlah petugas kepolisian, TNI, BPBD dan warga terlihat di lokasi untuk memantau kondisi tebing. Dari hasil pantauan kemarin, tampak tebing setinggi ratusan meter itu masih sangat labil. Bebatuan besar dan tanah yang berada di atas tebing terlihat rawan ambrol. Perbekel Desa Abang Batudinding I Made Diksa yang ditemui di lokasi kemarin mengatakan sedikitnya ada 198 KK warganya yang tinggal di wilayah Banjar Dukuh kini terisolasi. Kondisi itu mengakibatkan aktivitas perekonomian terganggu. Karena jalur darat terputus total, petani di Banjar Dukuh terpaksa
mengangkut hasil panennya melalui jalur danau yang difasilitasi Dinas Perhubungan dan Kepolisian. ‘’Akibat longsor ini, para siswa juga tidak bisa bersekolah,’’ katanya. Terkait hal itu, pihaknya mengaku sudah menghubungi beberapa kepala sekolah untuk memintakan izin. Pihaknya berharap longsor yang terjadi di Bukit Abang ini bisa segera ditangani pemerintah, sehingga warga dari tiga desa bisa terbebas dari keterisolasian. Untuk mempercepat penanganan bencana yang sering terjadi di wilayah Kintamani terutama saat musim hujan, dirinya sangat berharap Pemkab Bangli dapat menyiagakan satu unit alat berat di Kecamatan Kintamani. ‘’Kalau sekarang pembersihan material dilakukan secara manual, tidak bisa. Materialnya sangat banyak dan batu besar-besar. Selain itu juga kondisi tebing rawan longsor susulan. Tadi saja ma-
sih ada bebatuan yang runtuh dari atas bukit,’’ jelasnya. Sementara itu, Wakapolres Bangli Kompol I Made Krishna yang ditemui di tempat yang sama mengatakan, untuk mengatasi keterisolasian warga, pihaknya telah menyiagakan dua unit boat milik Satpol Air sejak Kamis (17/1) sore. Dua unit boat itu digunakan untuk mengantar warga dari ketiga wilayah yang terdampak. ‘’Ada dua kapal yang kita siagakan. Yang satu berukuran kecil dan satunya lebih besar,’’ ujarnya. Boat yang berukuran kecil digunakan untuk menyeberangkan warga dari desa terisolasi hingga sekitaran Buahan. Sementara yang berukuran besar digunakan untuk menyeberangkan warga dari desa terisolasi ke Dermaga Kedisan. Rencananya boat itu akan disiagakan untuk membantu warga hingga akses jalan darat bisa kembali dilalui warga. (kmb40)
Pembersihan Material Longsor Ditargetkan Selesai Tiga Hari Bangli (Bali Post) Pascabencana longsor yang terjadi di Bukit Abang, sebuah alat berat diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan tumpukan material yang menimbun badan jalan. Mengingat banyaknya volume material tanah dan bebatuan besar yang menimbun jalan serta kendala cuaca hujan, upaya pembersihkan diperkirakan memakan waktu lebih dari dua hari. Berdasarkan pantauan Jumat (18/1) kemarin, petugas tampak membersihakn material longsor dengan meng-
gunakan alat berat berupa loader di lokasi. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangli Ketut Agus Sutapa yang ditemui di lokasi mengatakan, pascamendapat laporan kejadian longsor Kamis sore, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan kepolisian, TNI, dan instansi terkait di provinsi. Untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor, pihaknya menerjunkan alat berat milik Dinas PU Provinsi. Alat berat milik Pemkab Bangli belum bisa diterjunkan ke lokasi karena masih digunakan un-
tuk menangani longsor di wilayah Desa Terunyan. Agus mengatakan, kendala yang dihadapi dalam menangani longsor yakni hujan. Sesuai prediksi BMKG, curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi melanda wilayah Kintamani. Jika cuaca bersahabat, ditargetkan penanganan material longsor bisa selesai dua sampai tiga hari ke depan. ‘’Mudahmudahan tidak hujan. Kalau tidak terkendala, target kami dua sampai tiga hari ke depan penanganan bisa selesai dan akses jalan ini sudah
bisa kembali dilalui warga,’’ ujarnya. Karena akses jalan darat saat ini tak bisa dilalui, Agus mengatakan, warga dari ketiga desa terisolasi yang memiliki kepentingan di luar desa, untuk sementara waktu harus melewati jalur danau. Terkait hal itu, pihaknya di BPBD bersama Sat Pol Air dan Dishub telah menyiagakan beberapa perahu yang bisa dipakai warga untuk menyeberang. ‘’Tapi yang sementara beroperasi cukup dari Satpol Air dan Dinas Perhubungan,’’ katanya. Sementara itu, disinggung
mengenai wilayah lainnya yang rawan bencana longsor, Agus menyebutkan sesuai pemetaan yang dilakukan ada beberapa wilayah lain di Kintamani yang juga cukup rawan longsor yakni Desa Bayung Gede. Selain itu, jalur SuterRendang, jalur KintamaniBuleleng juga rawan longsor dan pohon tumbang. Jalur Penyebeh Desa Pengotan Bangli menuju Kayuambua, Susut juga rawan longsor. Sementara di Kecamatan Tembuku wilayah yang rawan longsor mulai dari Sidembunut hingga Rendang. (kmb40)
Bali Post/kmb40
ALAT BERAT - Sebuah alat berat tengah membersihkan material longsor Bukit Abang di wilayah Desa Buahan, Kintamani, Jumat (18/1) kemarin.
Undang Caleg ’’Simakrama’’, Perbekel Dausa dan Tiga Bendesa Dipanggil Bawaslu
Bali Post/kmb40
PARIPURNA - Rapat paripurna di DPRD Bangli,- Jumat (18/1) kemarin.
Fraksi Pertanyakan Komitmen Pemkab Lindungi Usaha Kecil Bangli (Bali Post) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan yang diajukan eksekutif, mendapat apresiasi dari sejumlah fraksi di DPRD Bangli. Ranperda tersebut dianggap tepat mengingat belakangan ini keberadaan toko modern berjaringan di Bangli semakin menjamur. Hanya, beberapa fraksi mempertanyakan sejauh mana kehadiran perda tersebut nantinya bisa memihak dan memberikan pelindungan terhadap usaha kecil di Bangli. Fraksi Demokrat dalam pemandangan umumnya yang disampaikan I Made Sudiasa mengatakan, terkait Ranperda tersebut, sangat mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam rangka memberikan perlindungan kepada pedagang kecil. Fakta di lapangan saat ini sudah banyak minimarket yang beroperasi di Bangli serta tidak memerhatikan peraturan yang ada. Mulai dari radius antara pasar tradisional dan minimarket yang tidak diperhatikan, kewajiban menampung produk lokal, kewajiban menampung tenaga kerja local, dan mengevaluasi izin yang sudah ada. “Pertanyaan kami, sudahkah pemerintah daerah memerhatikan
dan melakukan hal tersebut? Mohon penjelasan,” kata Sudiasa dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma dan dihadiri Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta, Jumat (18/1) kemarin. Fraksi Golkar dalam p emandangan umumnya yang disampaikan I Nengah Darsana mempertanyakan sejauh mana perda yang diusulkan pemerintah tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan nantinya bisa melindungi dan berdampak terhadap usaha rakyat kecil. Mengingat saat ini situasinya dihadapkan pada ekonomi pasar bebas. Dengan situasi itu usaha rakyat kecil akan selalu kalah dengan pemodal besar. “Mengacu pada perda yang sama sebelumnya termasuk penataan pasar dan atau toko modern, perda tersebut justru ibarat macan kertas. Karena kenyataannya justru toko modern berjaringan semakin menjamur,” kata Darsana. Tak jauh berbeda dengan Golkar, Fraksi PDI-P melalui pembicara Nengah Dwi Madya Yani juga mempertanyakan sejauh mana Perda tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan nantinya bisa memihak kepentingan rakyat. Fraksi Partai Ger-
indra dalam pemandangan umumnya yang dibacakan Joko Arnawa mempertanyakan kebijakan-kebijakan yang akan diambil pemerintah daerah dalam mengatasi problematika pembangunan minimarket atau pasarpasar swalayan dalam menstabilkan perekonomian di masyarakat. Sementara itu I Nyoman Gelgel Wisnawa yang membacakan pemandangan umum Fraksi PKPI meminta penjelasan mengenai langkah-lang kah yang sudah dilakukan Pemkab Bangli terhadap maraknya toko modern di Bangli. “Apakah dalam pengurusan perizinannya sudah memenuhi ketentuan yang berlaku,” tanyanya. Selain memberikan pemandangan umumnya terhadap Ranperda tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, kelima fraksi di DPRD Bangli juga memberikan pemadangan umumnya terhadap tiga ranperda lainnya. Adapun tiga ranperda lainnya yang sudah diajukan eksekutif pada Kamis (17/1) yakni Ranperda tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Ranperda tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Kepelabuhanan. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli melakukan pemanggilan terhadap Perbekel Dausa dan tiga bendesa di wilayah Desa Dausa, Kintamani yaitu Bendesa Adat Dausa, Bendesa Adat Cenigan dan Bendesa Adat Lateng. Mereka dimintai klarifikasi atas surat undangan simakrama yang ditandatangani Perbekel Dausa I Ketut Samiarta untuk calon anggota DPR-RI Nyoman Parta. Pemanggilan terhadap perbekel dan tiga bendesa di Desa Dausa dilakukan Bawaslu Kabupaten Bangli, Jumat (18/1) kemarin. Keempatnya dipanggil untuk dimintai klarifikasi dalam waktu yang tidak bersamaan. Komisioner Bawaslu Kabupaten Bangli, Koordinator Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran Nengah Mudana Atmaja mengatakan Perbekel Dausa dan tiga bendesa tersebut diundang
untuk dimintai klarifikasi menyusul adanya informasi dari Pengawas Pemilu Desa Kelurahan (PPDK) soal rencana kegiatan simakrama salah satu Caleg PDI Perjuangan itu di Desa Dausa. Sesuai surat undangan yang ditandatangani Perbekel Dausa dan ditunjukan untuk krama di ketiga desa adat tersebut, kegiatan simakrama itu rencananya dilaksanakan pada Minggu (13/1) lalu. ‘’Setelah mendapat informasi itu dari PPDK, kami dari Bawaslu kemudian menyampaikan ke Panwascam untuk melakukan upaya cegah dini supaya pertemuan simakrama tidak terjadi. Sehingga pada akhirnya simakrama itu tidak jadi dilaksanakan,’’ jelasnya. Menurut Mudana, jika sampai pertemuan simakrama itu jadi digelar, Perbekel Dausa bisa dipidanakan karena dianggap melanggar UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu serta UU Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 29 huruf j.
Bali Post/ist
KLARIFIKASI – Perbekel Dausa saat diminta klarifikasi di kantor Bawaslu Bangli, kemarin. Atas perbuatannya, Perbekel Dausa bisa terancam sanksi pidana satu tahun penjara dan denda. ‘’Dengan surat undangan simakrama yang ditandatanganinya itu, yang bersangkutan terindikasi tidak netral. Sesuai aturan, kepala desa tidak boleh memfasilitasi, terlibat kampanye dan bepolitik praktis,’’ ujarnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa, Mudana kembali mengimbau kepada seluruh perbekel dan aparat desa di Kabupaten Bangli untuk bersikap netral. Dalam pelaksanaan pemilu ini, seluruh perbekel dan aparat desa diminta supaya memperhatikan UU Nomor 7 Tahun 2017 dan Undang-undang Pemerintah Desa. (kmb40)
15
Sabtu Wage, 19 Januari 2019
BI Yakin Pertumbuhan Kredit 2019 Lampaui Target ’’Perbankan bisa saja mencapai 12-13 persen tahun ini, didukung ekonomi yang membaik dan investasi yang terus tumbuh.’’
Jakarta (Bali Post) Bank Indonesia (BI) memandang pertumbuhan kredit perbankan pada tahun 2019 ini bisa menyentuh 13 persen (yoy) atau melampaui target bank sentral di kisaran 10-12 persen. Itu karena ditopang terjaganya likuiditas untuk mendanai ekspansi intermediasi perbankan. Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (18/1) kemarin, mengatakan hal tersebut sembari menjanjikan bahwa bank sentral akan sekuat tenaga pada tahun ini untuk menjaga kecukupan likuditas dan mencegah kekurangan likuiditas dengan menyiapkan berbagai instrumen pendalaman pasar keuangan. ‘’Kalau dilihat Rencana Bisnis Bank itu 13 persen, 13 persen lebih sedikit, itu bisa dicapai,’’ kata Perry. Pernyataan Perry tersebut muncul setelah sebelumnya pimpinan perbankan besar di Tanah Air saat bertandang ke Komisi XI DPR mengungkapkan kekhawatirannya terkait
potensi pengetatan likuiditas pada 2019. ‘’Perbankan bisa saja mencapai 12-13 persen tahun ini, didukung ekonomi yang membaik dan investasi yang terus tumbuh,’’ tegas Perry. Pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, lanjut Perry, juga berpeluang besar lebih baik dibandingkan pada 2018 karena ketidakpastian dari tekanan ekonomi eksternal yang mereda. Berkurangnya tekanan ekonomi global diharapkan akan meningkatkan permintaan ekspor dan mendorong ekspansi dunia usaha. Maka itu permintaan kredit diyakini akan menggeliat. ‘’Optimisme tumbuh, itu akan
Gubernur BI Perry Warjiyo
naikkan suplai dan permintaan kredit perbankan,’’ ujarnya. Bank sentral dan OJK, kata Perry, akan memantau industri dan masing-masing entitas perbankan untuk mengantisipasi tekanan yang muncul, seperti pengetatan likuiditas. Perry juga menjanjikan pihaknya dan OJK akan membuat regulasi yang mendukung industri perbankan untuk menggenjot fungsi intermediasinya. ‘’BI dan OJK akan koordinatif untuk
mencermati suplai dan permintaan kredit, ditambah saat ini optimisme itu sudah tumbuh,’’ ujarnya. BI dalam Rapat Dewan Gubernur 16-17 Januari 2019 masih memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan berkisar di 10-12 persen (yoy). Sementara OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan di level 12-14 persen. Pada 2018, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 12,9 persen (yoy). (ant)
dian mengajukan permohonan praperadilan ke PN Semarang yang kemudian diregister dalam perkara Nomor: 13/PId. Pra/2017/PN.Smg. Ahmad Marzuqi mencoba mendekati hakim tunggal Lasito melalui panitera muda di PN Semarang. Hakim tunggal memutuskan praperadilan yang diajukan Ahmad Marzuqi dikabulkan dan menyatakan penetapan tersangka Ahmad Marzuqi tidak sah dan batal demi hukum. Diduga Ahmad Marzuqi selaku Bupati Jepara memberikan total dana sebesar Rp 700 juta (dalam bentuk rupiah sebesar Rp 500 juta dan sisanya dalam bentuk dolar AS setara dengan Rp 200 juta) kepada hakim Lasito terkait dengan putusan atas praperadilan tersebut. Diduga uang dis-
erahkan ke rumah Lasito di Solo dalam bungkusan tas plastik bandeng presto dan uang ditutup dengan kotak bandeng presto agar tidak terlihat. Sebagai pihak yang diduga penerima, Lasito disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf c atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagai pihak yang diduga pemberi, Ahmad Marzuqi d i s a n g k a k a n m e l a n ggar Pasal 6 ayat (1) Huruf a atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undangundang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ant)
KPK Periksa Ketua PN Semarang sebagai Saksi
SERTIFIKAT - Presiden Joko Widodo memakai sepatu seusai salat Jumat di Masjid Besar Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1) kemarin. Pada kunjungan ke Garut tersebut, Presiden menyerahkan 257 sertifikat wakaf untuk masjid, musala, pondok pesantren dan lembaga pendidikan lainnya untuk wilayah Jabar.
Rupiah Terapresiasi Seiring Optimisme Kesepakatan Dagang AS-Cina
Jakarta (Bali Post) Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (18/1) sore kemarin menguat sebesar lima poin ke posisi 14.175 dibandingkan sebelumnya 14.180 per dolar AS. Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta mengatakan, mata uang dolar AS cenderung mengalami pelemahan terhadap mata uang utama dunia didorong oleh optimisme investor terhadap perundingan kerja
sama perdagangan antara AS-Cina akan tercapai. ‘’Investor optimis perang dagang antara kedua negara itu akan mereda seperti pernyataan Presiden AS Donnald Trump sebelumnya yang optimis perundingan akan tercapai,’’ katanya. Ia menilai sikap optimis investor itu menurunkan permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS. Situasi itu, berdampak pada apresiasi mata uang di negara berkembang, termasuk rupiah. Hal senada dikatakan Ke-
pala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra. Menurutnya, kedua pihak akan melonggarkan kebijakan tarif impor karena telah memicu perlambatan ekonomi kedua negara. ‘’Trump memulai perang dagang dengan Cina pada kuartal kedua 2018 lalu. Sejak itu, kedua belah pihak telah memberlakukan tarif impor satu sama lain yang menyebabkan ketidakstabilan pasar dan meningkatkan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global,’’ paparnya. (ant)
Warung Global
Jangan Jadikan Adat Kendala Terima Naker Lokal JANGAN karena alasan adapt istiadat perusahaan tidak menerima tenaga kerja (naker) lokal Bali. Sebab, soal izin kerja, sudah diatur dalam peraturan perusahaan. Jadi hendaknya tidak menjadikan adat istiadat sebagai kendala dalam menerima naker lokal. Demikian antara lain terungkap dalama cara Warung Global yang disiarkan Radio , Jumat (18/1) kemarin. Berikut rangkuman selengkapnya. Ardana dan Ketut Mursi di Denpasar tak sepakat jika lantaran adat istiadat dijadikan alasan oleh perusahaan tidak menerima naker lokal. Karena semua sudah diatur soal izin dan sebagainya di dalam perusahaan, mengenai izin atau meninggalkan pekerjaan sebelumnya diatur dengan karyawan lainnya. Sehingga tidak merugikan atau mengganggu operasional perusahaan tentunya. Jika dilihat dari daya saing naker, menurut mereka, naker Bali tidak kalah mutunya. Fera di Tabanan dan Ayu di Petang juga menyarankan kepada perusahaan yang ada di Bali agar tidak menjadikan adat istiadat sebagai kendala dalam menerima naker lokal.
Bekerja di sektor pariwisata, Bratayasa di Sangeh tahu banyak soal izin perusahaan, semua jelas diatur oleh perusahaan. Jika dibilang naker Bali banyak libur itu tidak benar, ada juga naker luar sampai berminggu-minggu libur meninggalkan pekerjaan. Tiap tahun dapat 12 kali libur (cuti). Semoga ini bukan perongrongan terhadap naker lokal kita. Di mana bumi dipijak, di sana tanah dijunjung, demikian Bimasena di Gianyar. Segala cuti atau izin pastilah sudah diatur dalam perusahaan sesuai dengan prosedur. Ikatan adat istiadat tidak melemahkan naker lokal, demikian ditegaskan Mahayadi di Kuta Selatan. Aparat
diharapkan turun tangan jika ada diskriminasi terhadap naker lokal kita. Ke depan hal seperti ini harus dibenahi oleh semua pihak, demikian Werdha di Gianyar. Kita tidak bisa menutup mata jika selama ini ada yang sampai diberhentikan karena izin ada kegiatan adat. Sisi lainnya, kalau terus meninggalkan pekerjaan, produktivitas akan turun dan rugi perusahaannya. Untuk itu mari kita semua berbenah terhadap persoalan naker lokal ini. Bagaimana agar perusahaan jalan, karyawan jalan, dan adat istiadat juga berjalan lancar. Jangan sampai alasan adat istiadat perusahaan menolak naker lokal. Febri di Denpasar juga sepakat dengan hal ini. (sikha p)
Sabtu, 19 Januari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pelatihan Serati Banten (6) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Bali Channel Tourist TV Kartun Ball Ganesh (2) Belajar Menggambar
10:05 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 16:00 Wita
Membuat Adpaper Burung Galeri Musik Indonesia Bali Channel Tourist TV Dunia Kita Dharma Wacana Pelatihan Serati Banten (7) Bali Channel Tourist TV Solusi Alternatif Klip Bali Yowana Magz Parameter Lila Cita Sanggar Tari Kundalini Jimbaran (3)
17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:30 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:05 Wita
DW TV Kartun Ball Ganesh (3) Puja Trisandya Seputar Bali Malam Giliran Anda Orti Bali Satu Jam Classic Bali TV Lila Cita Calonarang I Binor Poh Gading (2) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:30 Wita Folk Song
Jakarta (Bali Post) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Pengadilan Negeri Semarang Purwono Edi Santosa dalam penyidikan kasus suap kepada hakim praperadilan terkait dengan putusan atas praperadilan kasus korupsi yang ditangani PN Semarang. Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan dua tersangka yakni Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (AM) dan hakim pada Pengadilan Negeri Semarang Lasito (LAS). ‘’Penyidik hari ini (kemarin - red) memeriksa Ketua PN Semarang Purwono Edi Santosa sebagai saksi untuk tersangka LAS,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (18/1) kemarin. Sebelumnya, pada tanggal 12 Desember 2018, KPK telah
memeriksa Purwono juga sebagai saksi untuk tersangka Lasito. Usai diperiksa saat itu, Purwono memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media terkait dengan materi pemeriksaan yang dijalaninya. Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK masih mendalami pengetahuan para saksi yang dipanggil terkait dugaan aliran suap kepada hakim dan sumber dana. Lasito selaku hakim pada PN Semarang diduga menerima hadiah atau janji dari Ahmad Marzuqi. Pada pertengahan 2017, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011 sampai dengan 2014 dengan tersangka Ahmad Marzuqi. Ahmad Marzuqi kemu-
Reformasi Parpol
Sebenarnya yang paling penting perlu diangkat adalah apa program kedua kandidat dalam melakukan reformasi partai politik. Misalnya, bagaimana negara dapat memberikan subsidi yang cukup besar kepada partai politik yang lolos dalam pemilihan umum untuk menanggung biaya operasional politik
Faktor Utama
mereka. Selama ini partai politik tidak memiliki dana yang cukup, sehingga memberikan peluang kepada oligarki untuk menanggung biaya operasional politik tersebut. ‘’Tidak heran di era reformasi ini jabatan politik strategis baik di eksekutif, yudikatif dan legislatif di dominasi oleh para pemodal melalui partai politik,’’ tutur putra dari Juwono Sudarsono ini. (ant)
Terkait dampak atau ancaman yang mungkin timbul dari pembebasan tersebut, Presiden mengatakan juga sudah dipertimbangkan, namun alasan kemanusiaan tetap menjadi faktor utama. ‘’Tadi saya sampaikan pertimbangan kemanusiaan dan juga karena yang berkaitan
dengan peralatan kesehatan,’’ tambahnya. Abu Bakar Ba’asyir telah menjalani masa hukuman selama 9 tahun dari total pidana 15 tahun atas kasus terorisme yang dijatuhkan kepadanya. Fakta itu sesuai aturan hukum tata negara menjadikan Ba’asyir memenuhi syarat untuk bebas murni tanpa hal-hal yang memberatkan. (ant)
Bawah Sadar
Menurut Monica, Sandi terlihat gerogi ketika tanpa sadar omongan itu spontan keluar dari mulutnya, yang berasal dari alam bawah sadar yang selama ini ditekan. Di sisi lain, Sandi terlihat paling ramah. Gayanya santai dan tidak terlalu ‘’menyerang’’. Gestur dan kontrol emosinya bagus. Dia bisa menjalin hubungan interpersonal yang bagus, siapa pun pasangannya. Ketika berbicara, Sandi banyak memakai kata ‘’kami’’ atau menyebut ‘’Prabowo-Sandi’’. ‘’Lebih humble,’’ katanya. Kesantunan Sandiaga terlihat juga dari caranya memberi salam pada Ma’ruf Amin, dengan mencium tangan beberapa kali. Dibandingkan JokowiMa’ruf, pasangan PrabowoSandi memang terlihat lebih ‘’mesra’’ karena mereka memang lebih lama menjalin chemistry. Prabowo terlihat kehilangan kesabaran saat Jokowi bertanya menyebut data ICW mengenai mantan koruptor yang jadi calon legislatif dari partai Prabowo.
Sebelum waktunya dimulai, Prabowo tak sabar ingin menjawab. Ucapan ‘’tidak boleh’’ yang tegas dari moderator Ira Koesno membuat seisi ruangan tertawa. Pada saat itu Prabowo dianggap ‘’lupa’’ untuk menahan diri, sehingga ‘’aslinya keluar’’. ‘’Karena sepertinya dia memang ditahan oleh (tim sukses) untuk ‘jangan kelihatan meledak-ledak’ tetapi ‘bocor’ juga,’’ katanya. Prabowo kemudian mengalihkannya berjoget, sementara Sandi memijat-mijat punggung Prabowo seakan memintanya untuk tenang. Pengalihan ini juga terjadi ketika Prabowo menjawab soal perempuan dalam struktur Partai Gerindra, lalu Sandi diberi kesempatan untuk menambahkan argumen, tetapi ditolak karena dirinya bukan lagi bagian dari partai Prabowo. ‘’Saya bukan Gerindra lagi pak, enggak bisa jawab, pak,’’ ujar Sandi yang ditimpali Prabowo dengan permintaan maaf. Ekspresi malu dialihkan dengan senda gurau PrabowoSandi hingga akhirnya bel penanda waktu berbunyi. Ekspresi subtil campur aduk antara geram dan malu sekilas
nampak di wajah Prabowo saat Jokowi menyebut soal juru kampanyenya yang mengaku babak belur dianiaya, padahal bekas operasi plastik. Jokowi bicara soal kebohongan Ratna Sarumpaet pada akhir 2018. Ketika kebohongan Ratna terkuak, Prabowo pun minta maaf karena menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Ekspresi subtil itu muncul kemungkinan karena Prabowo ingat dirinya pernah dibohongi, serta malu karena tak menyangka hal tersebut tiba-tiba diungkit. Irit bicara Ma’ruf Amin bisa dibilang paling pendiam selama debat perdana karena panggung lebih didominasi oleh Joko Widodo. Pada awal debat, dia sempat diberi kesempatan untuk menambahkan argumen Jokowi, tetapi memilih untuk diam. ‘’Saya tidak menambah, saya mendukung pernyataan Pak Jokowi,’’ ujar Ma’ruf. Monica melihat situasi itu memang sudah ditentukan sejak awal, di mana Ma’ruf memang berkontribusi pada tema-tema tertentu yang dia kuasai. Ketika menolak untuk
menambahkan pernyataan Jokowi, Ma’ruf terlihat masih grogi karena panggungnya berbeda dari aktivitas ceramah. Namun, belakangan kegugupannya mereda dan dia menambahkan sedikit komentar di sana-sini. ‘’Jokowi mendominasi, tapi Ma’ruf tetap dikasih kesempatan untuk bicara.’’ Dibandingkan Prabowo-Sandi, interaksinya dengan Jokowi lebih terbatas. Monica berpendapat ini karena Jokowi bersikap hormat terhadap Ma’ruf sebagai seorang figur besar. Meski dinilai sebagai kandidat yang paling gugup, Ma’ruf dianggap banyak memperlihatkan senyum tulus selama debat berlangsung. ‘’Ada senyum tulus, ada senyum sosial. Banyak senyum tulus yang terlihat dari Ma’ruf,’’ tuturnya. Kedua kubu, meski dipersilakan untuk memberikan katakata penutup ‘’menyejukkan’’ untuk mengapresiasi pesaing, memilih untuk tidak saling memuji. Namun, suasana dingin itu kembali menghangat ketika debat usai, di mana Jokowi berjalan lebih dulu ke arah Prabowo dan mereka saling berpelukan. (ant)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
SAbtu Wage, 19 Januari 2019
30 Tim Bersaing di Futsal Competition BEM IKIP PGRI Bali
UNTUK kali pertama pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP PGRI Bali 2018-2019 menggelar futsal competition memperebutkan piala bergilir Rektor IKIP PGRI Bali. Sebanyak 30 tim bersaing di turnamen bergengsi ini yang dibuka Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. didampingi Ketua YPLP IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. Pembukaan ditandai tendangan bola pertama oleh Rektor I Made Suarta. Peserta, kata Ketua Panitia Ni Gusti Ayu Gede Rosma Dewi dan Sekretaris Ni Wayan Haris Handayani, dibagi dua kategori. Kategori SMA dan SMK se-Bali diikuti 8 tim masing-masing Rahayu FC, Eagle FC, SMK TI Global, Semarapura FC, Trijata, SMK PGRI 3, Resman dan SMA 1 Kutsel. Sementara
perguruan tinggi melibatkan 22 tim yakni Mahendradatta, Hukum Unud, Mella FC, Ganesha Unmas, Dwijendra, Himacibb FC, STPBI A dan B, FPOK A dan B, Teknik Unud, Broken FC, Stikom FC, Kesari FC, PNB, KBMK, Sekedemen FC, Kardioroama, Sahabat Mardana dan FPMIPA. Futsal Competition ini menggunakan sistem setengah kompetisi dan partai final akan digelar Minggu (20/1). Rektor I Made Suarta tampak tersenyum usai membuka agenda ini karena pengurus BEM IKIP PGRI Bali mampu menyelenggarakan turnamen besar. Ini semua untuk penguatan pendidikan karakater bagi mahasiswa IKIP PGRI Bali dan peserta turnamen futsal. Rektor yang juga peneliti soal pendidikan karakter ini mengungkapkan,
Piala Asia 2019 Hasil Kamis (17/1) Malam Qatar vs Arab Saudi Lebanon vs Korea Utara Oman vs Turkmenistan Jepang vs Uzbekistan
2-0 4-1 3-1 2-1
Klasemen Akhir Grup E Qatar Arab Saudi Lebanon Korea Utara
3 3 3 3
3 2 1 0
0 0 0 0
0 10-0 9 1 6-2 6 2 4-5 3 3 1-14 0
Grup F Jepang Uzbekistan Oman Turkmenistan
3 3 3 3
3 2 1 0
0 0 0 0
0 6-3 1 7-3 2 4-4 3 3-10
9 6 3 0
Babak 16 Besar Minggu (20/1) Yordania Thailand Senin (21/1) Iran Jepang Australia Uni Emirat Arab Selasa (22/1) Korea Selatan Qatar
vs Vietnam vs Cina vs Oman vs Arab Saudi vs Uzbekistan vs Kirgistan vs Bahrain vs Irak
Gianyar Minta Ketegasan KONI Terkait Senam Gianyar (Bali Post) Cabang olahraga senam dicoret pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Cabor ini kembali dipertandingkan pada Porprov Bali XIV di Tabanan, September mendatang, tetapi KONI Bali membatasi atlet yang boleh turun. Jajaran Pengprov Persani sudah menghadap Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi untuk meminta supaya atlet yang tampil tanpa batasan usia. Akan tetapi KONI Bali tetap pada keputusan hanya pesenam berumur 16-18 tahun yang bisa berlaga di Porprov Tabanan. Ketua Umum KONI Gianyar Pande Made Purwata mengharapkan ketegasan KONI Bali apakah senam dipertandingkan atau tidak di Tabanan. ‘’Jika merujuk pada pembinaan, sejak Porprov Bali XII/2015 di Buleleng hingga 2019 ini, Persani berhasil melakukan pemassalan, pembibitan, berikut regenerasi atet di Pengkot dan Pengkab Persani se-Bali,’’ ujarnya di Gianyar, Jumat (18/1) kemarin. Menurutnya, Gianyar telah menyiapkan atlet Porprov. ‘’Kalau memang batasan usia pesenam yang tampil 16-18 tahun, silakan jalankan aturannya. Yang penting keputusannya fleksibel dan memikirkan nasib pesenam,’’ tegasnya seraya mengaku kasihan terhadap atlet seandainya senam dicoret. Di sisi lain, Humas KONI Denpasar Dewa Gede Rai menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pengprov Persani Bali dan sepakat senam tetap dipertandingkan di Porprov. Alasannya, senam dilombakan nyaris dalam tiap hajatan multievent. ‘’Kalau sampai cabor senam dicoret sama artinya kemunduran. Porprov adalah wahana menguji ketangkasan atlet,’’ jelasnya. (022)
dalam ajang ini banyak nilai pendidikan karakter yang ditanamkan seperti sikap bertanggung jawab, bekerja keras, berjuang untuk menjadi yang terbaik dan sikap fair play. Dia berharap melalui futsal competition ini makin banyak tumbuh atlet futsal terbaik Bali. Selain itu, untuk mempromosikan keberadaan IKIP PGRI Bali kepada anak-anak SMA, SMK dan PT di Bali beserta kegiatan kemahasiswaannya. Ketua Umum BEM IKIP PGRI Bali I Wayan Wahyu Mandala menegaskan, Futsal Competition 2019 ini merupakan bagian dari program BEM yang dipimpinnya. BEM IKIP PGRI Bali juga pernah menggelar kejuaraan bola voli dan basket, semuanya diarahkan untuk pengembangan bakat dan minat siswa dan mahasiswa.
Tema yang diangkat kali ini yakni ‘’Membangun jiwa pemenang dengan menjunjung tinggi sportivitas dan solidaritas’’. Melalui futsal competition ini, Wahyu berharap akan tampil pemain terbaik Bali di kancah nasional sekaligus membangun bibit-bibit baru di kalangan siswa SMA dan SMK serta terjalinnya keakraban antar-BEM PT di Bali. Hal ini dibenarkan WR III IKIP PGRI Bali yang membidangi kemahasiswaan, Dr. Drs. I Wayan Citrawan, M.Pd. Kejuaraan ini juga untuk melahirkan atlet-atlet terbaik Bali guna diterjunkan di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas). Futsal dijadikan kompetisi karena olahraga ini sedang ngetren di kalangan anak muda Bali.
FUTSAL - Rektor IKIP PGRI Bali I Made Suarta bersama IGB Arthanegara dan pengurus BEM saat membuka Futsal Competition BM IKIP PGRI Bali. Sementara itu, WR I yang juga Ketua Penmaru IKIP PGRI Bali Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si. menambahkan, lulusan SMA dan SMK yang ingin menjadi guru profesional bisa mendaftar di IKIP PGRI Bali, Jalan Seroja, Denpasar. Calon mahasiswa baru
Liverpool Vs Crystal Palace
Fabinho Solusi di belakang Liverpool – Serangkaian cedera yang tak terduga menimpa pemain bertahan Liverpool belakangan ini. Bek kanan Trent Alexander-Arnold bermasalah pada lututnya yang bisa membuatnya absen sebulan. Bek tengah Joe Gomez, Dejan Lovren dan Joel Matip masih menjalani pemulihan, sedangkan Nathaniel Clyne pergi dengan status pinjaman ke Bournemouth awal bulan ini. Kondisi itu menyulitkan manajer Liverpool, Juergen Klopp, yang berusaha menjaga timnya tetap pemimpin klasemen dan di jalur untuk meraih gelar pertama dalam 29 tahun. Apalagi Mohamed Salah dan kawan-kawan akan diuji Crystal Palace dalam lanjutan kompetisi Liga Utama Inggris di Anfield, Sabtu (19/1) malam ini. Beruntung pelatih asal Jerman itu mempunyai Fabinho. Pemain asal Brazil ini bisa diandalkan untuk menutupi kekosongan di lini belakang The Reds bersama Virgil van Dijk. Pria berusia 25 tahun yang dikontrak dari Monaco ini dalam beberapa minggu terakhir telah menunjukkan bahwa visi Klopp untuknya sebagai roda vital dan serbaguna dalam skuadnya telah membuahkan hasil. ‘’Fabinho adalah pemain yang brilian. Memiliki pesepak bola yang bagus di posisi itu saat Anda menguasai bola sangat bagus. Dia memiliki otak defensif dan dapat bermain di banyak posisi,’’ kata Klopp, Jumat (18/1) kemarin. Fabinho bisa bermain di bek kanan yang baru saja dimulainya untuk Brazil dan sebagai gelandang bertahan di Monaco. Namun, Klopp juga melihat
Karateka Jaya Murti Tampil di Malang Mangupura (Bali Post) Dojo Jaya Murti, Dalung, Badung, menerjunkan 23 karateka pada kejuaraan karate se-Jawa–Bali Ujwala Cup IV/2019 memperebutkan Piala Danyonif Para Raider 502/UY Kostrad di Gedung Serbaguna Soegondo Yonif Para Raider 502/Kostrad, Jabung, Kabupaten Malang, 19-20 Januari. Pemilik Dojo Jaya Murti, Ketut Murti, Kamis (17/1) menerangkan, atlet yang diturunkan mulai kategori usia dini, pra-pemula, pemula, kadet, hingga junior. Karateka asuhannya telah dibekali latihan dan sebulan terakhir digenjot tiap hari ditangani dirinya bersama Ketut Sutika dan Made Sudana. Ia menampilkan karatekanya ke Malang untuk menambah jam terbang dan mengevaluasi hasil latihan. ‘’Kami ingin memberikan pengalaman bertanding kepada anak-anak. Selain itu, mereka bisa mempraktikkan jurus yang diajarkan pelatih saat meladeni lawan,’’ jelasnya. Kendati demikian, Murti tetap mematok asuhannya mendulang medali emas. Sebab, mereka telah membawa pulang empat medai emas pada ajang Jombang Terbuka sebelumnya. ‘’Kami yakin persaingan ketat karena seluruh tim menurunkan karateka terbaiknya. Namun, kami berharap mereka bisa menyumbang medali emas lebih banyak lagi,’’ tegasnya. Dojo Jaya Murti ke Malang didukung Pembina Made Penting dan Made Sudiana. (022)
potensinya sebagai pelapis di posisi tengah. Bersama Van Dijk yang apik, Fabinho tampil dengan baik saat Liverpool mempertahankan clean sheet ke-13 dalam 22 pertandingan Liga Primer untuk mempertahankan keunggulan empat poin atas rival terdekat Manchester City. ‘’Kami hanya memiliki dua bek tengah. Ketika Dejan cedera, saya tahu akan logis bahwa saya bermain di posisi itu. Saya menjalani beberapa sesi latihan di posisi ini yang membantu saya beradaptasi dengan lebih baik dan mengambil aspek-aspek tertentu, seperti penentuan posisi dan gerakan yang harus dialami,’’ ujar Fabinho kepada situs Liverpool. Lukaku Masa depan Romelu Lukaku di Manchester United sedang dalam sorotan karena pelatih sementara Ole Gunnar Solskjaer merencanakan mempertahankan rekor kemenangan 100 persen melawan Brighton pada Sabtu (19/1) malam ini. Solskjaer adalah manajer pertama dalam sejarah klub yang memulai kariernya di Old Trafford dengan enam kemenangan beruntun. Sharapova Maria Sharapova lolos ke babak perempatfinal tunggal putri turnamen tenis Australia Terbuka setelah menyingkirkan juara bertahan Caroline Wozniacki 6-4, 4-6, 6-3 di Melbourne, Jumat (18/1) kemarin. Petenis Rusia itu melaju bersama Rafael Nadal dan Roger Federer di bagian putra.
Solskjaer memperingatkan para pemainnya ketika mengambil alih posisi Jose Mourinho bahwa dirinya harus memberikan peluang kepada para pemain yang sebelumnya berada di bangku cadangan. Lukaku telah menjadi salah satu pecundang dari pergantian taktik manajer asal Norwegia itu. Marcus Rashford menerima manfaat dari kebijakan mantan penyerang MU tersebut. Ia memulai semua lima pertandingan liga di bawah Solskjaer dengan mencetak empat gol saat beroperasi sebagai titik fokus serangan United. Di belakangnya, Anthony Martial dan Jesse Lingard juga telah membuat kontribusi yang jelas. Sebagai bagian dari perombakan taktik itu, Solskjaer juga bisa mendapatkan lebih banyak dari Paul Pogba dengan mendorongnya ke posisi lini tengah yang lebih maju. Alexis Sanchez pun sepenuhnya fit dari masalah hamstring dalam dua bulan terakhir. Penyerang asal Chile ini lebih cocok dengan gaya permainan Solskjaer dengan fleksibilitas dan mobilitasnya yang dapat mengisi berbagai peran menyerang. (afp/kmb)
boleh memilih FPOK, Prodi BK (FIP), di FPBS ada Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Seni Rupa, Tari, Drama dan Musik, Bahasa dan Sastra Daerah Bali. Di FIPS ada Prodi Sejarah dan Ekonmi dan di FPMIPA ada Prodi Matematika dan Biologi. (ad739)
Pupuk Soliditas Lewat Olahraga Bersama Denpasar (Bali Post) Olahraga bersama melibatkan perwira Kodam IX/Udayana, Lanal Denpasar dan Lanud Ngurah Rai di Lapangan Praja Raksaka Kepaon, Denpasar, Jumat (18/1) kemarin. Tujuannya untuk memupuk kebersamaan, soliditas dan jiwa korsa di kalangan para perwira menengah jajaran Kodam IX/Udayana. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. menyampaikan, olahraga bersama ini diinisiasi Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Benny Susianto. Pesertanya ratusan perwira menengah satuan jajaran Kodam IX/Udayana seGarnizun Denpasar, Lanal dan Lanud Ngurah Rai. ‘’Sesuai arahan Bapak Pangdam, paling tidak dilaksanakan sebulan sekali. Selain sangat bermanfaat untuk menjaga vitalitas, kesegaran dan kesehatan jasmani, juga bertujuan memupuk kebersamaan, soliditas dan jiwa korsa,’’ tegasnya. Kali ini dilaksanakan pertandingan sepak bola antara kesebelasan yang dipimpin Pangdam dan tim Kasdam IX/ Udayana Brigjen TNI Kasuri. Pertandingan berlangsung 2 x 30 menit. Kedua tim saling serang dan mencari peluang untuk menyarangkan bola ke gawang lawan. Pada babak pertama kesebelasan yang dipimpin Pangdam sempat kecolongan satu gol. Tidak berselang lama dapat disamakan melalui tendangan Pangdam IX/Udayana. Kesebelasan Pangdam akhirnya berhasil mengalahkan tim Kasdam dengan skor 4-3 melalui adu penalti. (kmb36)
Bali Post/ist
BERSAMA - Kodam IX/Udayana menggelar olahraga bersama melibatkan para perwira Kodam, Lanal Denpasar dan Lanud Ngurah Rai.