Skip to main content

Edisi Minggu 18 November 2018 |balipost.com

Page 1

12 HALAMAN

NOMOR 91 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha

Bali Post

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

JUARA I - Peserta dari SMK PGRI 3 Denpasar terpilih sebagai juara I lomba lagu dan gerak Porsenijar Sekolah PGRI dan Bali Post Goes to School 2018.

BPM/edi

Mega Keluarkan Lima Butir Perintah Harian Jakarta (Bali Post) Suhu politik dewasa ini kian memanas. Semua parpol berlomba mencari simpati. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak mau kalah cepat. Dia membekali surat perintah harian bagi kadernya untuk solid memenangi pemilu tahun depan.

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto membacakan perintah harian Megawati di hadapan para kader Sabtu (17/11) kemarin. Megawati menyampaikan lima butir perintahnya yang terangkum agar bertanggung jawab mengemban

kepercayaan amanat rakyat. Lima butir perintah harian itu yakni memerhatikan kedaulatan politik, berdikari di bidang ekonomi dan budaya. Selanjutnya, berjuang dengan sepenuh hati memenangkan PDI Perjuangan dan terakhir memenangkan pasangan

Jokowi-KH Ma’ruf Amin dalam Pileg dan Pilpres 17 April 2019 mendatang. Menurut Hasto, perintah harian itu berlaku bagi kader di seluruh Indonesia. Kemenangan pemilu legislatif dan presiden yang digelar serentak, wajib meningkatkan

Kita Lupa Perkuat SDM Desa Pakraman TINGGALKAN SIKAP KONSUMTIF

rp

rp

rp rp

lembaga perkreditan desa

SDM Bali Masih Malu-malu

SDM Bali tidak hanya lemah tapi juga gengsi atau malu–malu. Hal inilah menjadi penyebab SDM Bali tersaingi bahkan tergantikan oleh SDM luar Bali. Padahal dari sisi regulasi dan kesempatan kerja telah diutamakan tenaga lokal. Direktur Eksekutif Bali Bisnis Network I Ketut Saetanju mengamati, SDM Bali kebanyakan gengsi sehingga enggan mengambil pekerjaan kelas dua misalnya menjadi pramuniaga toko modern atau toko berjejaring modern. Padahal, dari sisi gaji yang diterima mungkin lebih besar dari gaji sebagai seorang admin sebuah perusahaan. Fenomena inilah yang membuat toko–toko tersebut mau tidak mau mengambil tenaga dari luar Bali. Menurutnya, industri yang sudah berjejaring tentu memiliki legalitas sehingga tidak akan berani memberikan hak karyawan yang tidak sesuai dengan aturan. Hal. 11 Masih Gengsi

kerja bersama antartiga pilar partai. Tiga pilar dimaksud yaitu untuk mengisi posisi di struktur partai, legislatif, dan eksekutif. “Mengedepankan strategi gotong royong sebagai manifestasi ideologi partai dalam perjuangan memenangi Pileg maupun Pilpres serentak

Tanamkan Budaya Modern pada Masyarakat Hindu

Bantuan pemerintah untuk desa pakraman selama ini terkesan hanya untuk membangun fisik pura dan wantilan. Sementara upaya untuk meningkatkan kualitas SDM Hindu sebagai pendukung utama desa pakraman terkesan dilupakan atau diabaikan.

KITA bisa melihat kemajuan seorang bendesa pakraman selama ini hanya diukur dari mampukah membangun atau memperbaiki pura. Atau mampu menggelar upacara yang bersifat massal. Kita masih mengabaikan upaya memperkuat kualitas SDM pendukung desa pakraman itu sendiri. Dengan adanya momentum revisi Perda No.3 tahun 2003 tentang Desa Pakraman, penguatan SDM harus menjadi prioritas. “Ke depan, desa pakraman wajib diperkuat dengan peningkatan kualitas SDM,” tegas Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry, di Denpasar, Sabtu (17/11) kemarin. Sugawa Korry mengingatkan, persaingan global ke depan akan semakin meningkat. Sedangkan kehidupan SDM Bali dilandasi atas budaya dan adat istiadat yang dijiwai oleh Agama Hindu.

“SDM Bali harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan informasi serta persaingan di bidang ekonomi global,” jelas politisi Golkar ini. Oleh karena itu, dia menegaskan, basis-basis pembinaan SDM harus diperkuat. Terutama desa pakraman sebagai garda depan pembinaan SDM dan masyarakat Hindu di Bali. “Untuk itu, penguatan aspek regulasi melalui revisi perda desa pakraman mutlak menyentuh hal-hal tersebut,” tandasnya. Ketua Komisi I DPRD Bali, I Ketut Tama Tenaya, mengatakan, pembangunan fisik di desa pakraman mestinya seimbang dengan upaya pemberdayaan masyarakat. Terutama peningkatan kualitas SDM Hindu agar mampu bersaing di era global. Hal. 11 Mulai dari Pendidikan

nasional 2019,” ujarnya. Lebih jauh, ia meminta perintah harian Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk dilakukan setiap hari. Perintah harian itu disampaikan ke masyarakat hingga di pasar. Hal. 11 Hingga ke Pasar

Oleh Drs. I Putu Sarjana, M.Si. BERKENAAN dengan pemberdayaan masyarakat Hindu maka hendaknya dipahami tentang pemberdayaan masyarakat Hindu secara lebih luas. Pemberdayaan adalah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai masyarakat untuk membangun paradigma baru dalam pembangunan yang bersifat people-centered, participatory (Chamber, 1995). Dalam kerangka ini upaya untuk memberdayakan masyarakat (empowering) dapat dikaji dari tiga aspek. Pertama, enabling yaitu menciptakan suasana yang memungkinkan potensi masyarakat dapat berkembang. Kedua, empowering yaitu

memperkuat potensi yang dimiliki masyarakat melalui langkah-langkah nyata yang menyangkut penyediaan berbagai input dan pembukaan dalam berbagai peluang yang akan membuat masyarakat semakin berdaya. Ketiga, protecting yaitu melindungi dan membela kepentingan masyarakat lemah (Munawar Noor, 2011). Pendekatan pemberdayaan pada intinya memberikan tekanan pada otonomi pengambilan keputusan dari kelompok masyarakat yang berlandaskan pada sumber daya pribadi, langsung, demokratis dan pembelajaran sosial. Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat bawah (grass root) yang dengan segala keterbatasannya belum mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat tidak hanya penguatan individu tetapi juga pranata-pranata sosial yang ada. Menanamkan nilai-nilai budaya modern seperti kerja keras, hemat, keterbukaan, tanggung jawab adalah bagian penting dalam upaya pemberdayaan SDM desa pakraman. Hal. 11 Mengurus Masyarakat

Peran LPD Mesti Diperluas

Mencetak Inkubator Bisnis di Desa Pakraman

I Wayan Ramantha

DI samping membiayai kredit yang sifatnya konsumtif, LPD juga seharusnya membangun ekonomi masyarakat dengan menjadi inisiator, menggerakkan ekonomi masyarakat dengan merangsang tumbuhnya wirausaha di desa. Akademisi dari Universitas Udayana Prof. I Wayan Ramantha, mengatakan, LPD diharapkan tidak hanya membiayai yang sifatnya konsumtif seperti membiayai pepeson untuk odalan atau iuran pembangunan pura tapi juga merangsang membidani anak–anak muda pede-

saan menjadi enterpreneur. “Mereka dilatih, ibaratnya mencetak inkubator bisnis, merangsang anak muda atau masyarakat pedesaan untuk berbisnis dan mereka menyediakan pembiayaannya,” ujarnya Sabtu (17/11) kemarin. Seperti inovasi yang dilakukan bank umum mencetak wirausaha mandiri. Hal seperti ini yang juga harus dilakukan oleh LPD. Dengan begitu, LPD bisa menyalurkan dananya. Jika perusahaan itu sudah berkembang, nantinya keuntungannya disimpan di LPD.

“Jadi, LPD dapat sumber dana baru lagi,” imbuhnya. Fungsi utama LPD, kata dia, sebagaimana sejak tahun 1984 sudah dirancang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat pedesaaan. Sejak didirikan, salah satu tujuan utamanya menggerakkan ekonomi pedesaaan termasuk di dalamnya merangsang tumbuhnya wirausaha baru. Selama ini di desa adat, secara ekonomi masyarakat dibiayai oleh lembaga jasa keuangan (LJK) yang mereka miliki yaitu LPD. LPD di Bali tercatat di 1.433 desa pakra-

man. Urusan keuangan masyarakat baik dalam bentuk simpanan maupun pinjaman itu sudah terbantu dengan adanya LPD. Terbukti dari peredaran aset atau dana LPD yang mencapai Rp 21,2 triliun di Bali. Angka ini mengalahkan LJK sejenis seperti BPR dan koperasi yang berada jauh di angka itu, antara Rp 12 triliun dan Rp 14 triliun. Jadi, secara finansial di desa adat khususnya di seluruh Bali sudah terbantu dengan adanya LPD ini. Hal. 11 Konsumsi Ritual


2

Semarak, Porsenijar PGRI dan ’’Bali Post Goes to School’’ Ingatkan Siswa Gemar Membaca

Denpasar (Bali Post) -

Sekalipun Prosenijar Sekolah PGRI Denpasar dan Bali Post Goes to School (BPGS) baru dibuka Senin (19/11), namun sejumlah lomba sudah dipertandingkan. Lomba bernuansa ajeg Bali dan gemar membaca ini berlangsung semarak Sabtu (17/11) kemarin. Berbagai lomba serangkaian Porsenijar Sekolah PGRI digelar merata di semua persekolahan PGRI. Sementara itu, lomba serangkaian Bali Post Goes to School dipusatkan di SMK PGRI 3 Denpasar. Bali Post Goes to School diisi dengan berbagai kegiatan seperti lomba dan workshop fotografi, lomba

gerak, dan lagu Bali Post, serta lomba dan pelatihan jurnalistik (cetak, online, TV). Di TK dan SD PGRI Denpasar digelar lomba mewarnai. Porsenijar Sekolah PGRI antara lain diisi dengan lomba pidarta Bali, sekar alit, tari condong, lagu pop Bali, rindik, pidato bahasa Inggris, catur,

senam PGRI, dan tenis meja untuk tingkat SMP. Sementara di tingkat SMA/SMK, ada lomba dharma wacana, sekar agung, tari terunajaya, lagu pop Bali, kendang tunggal, pidato bahasa Inggris, catur, senam PGRI, dan tenis meja. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Ma-

diadnyana, M.M., mengatakan, Bali Post turut bersinergi dalam kegiatan Porsenijar menyambut HUT ke-73 PGRI dan Hari Guru. Pihaknya mengapresiasi adanya sinergi ini lantaran sekolah tidak hanya memerlukan informasi, juga publikasi kegiatannya oleh media massa seperti Bali Post agar diketahui masyarakat. Porsenijar yang sudah digelar keenam kalinya oleh YPLP Kota PGRI Denpasar ini merupakan arena bagi siswa untuk mengukur prestasi dan kemampuan di dalam kegiatan intra maupun ekstrakurikuler. “Saya ucapkan terima kasih kepada Bali Post yang selalu bekerja sama dengan YPLP demi kemajuan pendidikan di Kota Denpasar,” ujarnya. Kini dengan adanya Bali Post Goes to School, lanjut Madiadnyana, sinergi antara sekolah dan media massa semakin luas untuk menumbuhkan minat baca di kalangan siswa. “Di seluruh sekolah, terutama di PGRI disiapkan waktu sekitar lima menit untuk membaca. Ini artinya, menumbuhkan rasa cinta mau membaca karena kita tahu bahwa ilmu pengetahuan itu kan salah satu didapatkan dari membaca,” ujarnya. Ketua YPLP PGRI Provinsi Bali, Dr. I Made Suada, M.M., M.Si., mengapresiasi Bali Post Goes to School lantaran mengajak seluruh warga sekolah untuk memulai membaca. Terlebih dengan adanya lomba gerak dan lagu Bali Post. Siswasiswi SMP dan SMA yang terlibat tidak hanya dituntut untuk kreatif membuat kreasi baju atau kostum berbahan koran Bali Post. Sedikit tidaknya, mereka juga akan membaca konten berita Bali Post tanpa disuruh. “Lebih baik lagi kalau kita semuanya mampu mendorong anak-anak gemar membaca,” jelasnya. Ke depan, lanjut Suada, peserta Bali Post Goes to School juga dapat meresume apa saja berita dalam koran yang mereka pakai untuk kostum. Pihaknya mengaku terkesan dengan lirik lagu Bali Post tentang budaya membaca untuk bisa mencapai citacita. Bali Post Goes to School diharapkan dapat digelar secara rutin setiap tahun. “Saya sangat salut kalau semua sekolah digerakkan seperti ini, ya dalam satu tahun dua harilah kan tidak apa,” tandasnya. (kmb32) PESERTA - Penampilan salah satu peserta lomba gerak dan lagu.

BAKSO - Antusias peserta Bali Post Goes to School menikmati Bakso Krama Bali (Karya Putu Angga Maysa).

RINDIK - Salah satu peserta lomba rindik Porsenijar Sekolah PGRI (Karya Indra Putra).

Minggu Paing, 18 November 2018

Bentuk Karakter Anak-anak Lewat Lomba Mewarnai PERINGATAN Hari Guru Nasional dan HUT PGRI mulai berlangsung di Denpasar. Serangkaian momentum tersebut, Kelompok Media Bali Post turut mengisi kegiatan dengan menggelar lomba mewarnai di TK dan SD PGRI Denpasar, Sabtu (17/11) kemarin. Kegiatan ini diikuti 111 anak-anak TK, yang terdiri dari kelas TK A dan kelas TK B. Sedangkan tingkat SD diikuti 276 pelajar dari kelas I hingga kelas VI. Suasana lomba tampak tertib. Guru mengarahkan agar anak-anak menggunakan kemampuannya sendiri dalam berkompetisi, sehingga menghasilkan karya terbaik, yang dinilai dari kerapian, teknik gradasi dan imajinasi warna yang menyesuaikan tema lingkungan. Menurut Ketua TK, Ni Made Naderi, S.Pd., kegiatan ini berkorelasi dengan pendidikan pada anak usia dini guna membentuk karakter dan jiwa kompetisi. Ia mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait, khususnya Kelompok Media Bali Post yang setia memberi ruang dalam menunjang kualitas-kualitas SDM sejak dini. “Tentu kami berterima kasih kepada Kelompok Media Bali Post, anak didik kami disertakan dalam lomba-lomba untuk menunjang kreativitasnya. Kegiatan ini berkorelasi dengan tujuan pendidikan kami dalam membentuk karakter anak-anak,” jelasnya. Menurut Naderi, lembaga pendidikan dasar mempunyai tugas berat sebagai lembaga inkubator tunas-tunas generasi penerus. Sebab, cerminan bangsa pada masa mendatang bisa dilihat melalui kualitas pelajar dan generasi muda. Dalam upaya membentuk karakter pelajar. Naderi menegaskan, kearifan lokal menjadi materi yang mudah diresap oleh anakanak. Meliputi kegiatan menari, menabuh, bernyanyi Bali, berbahasa Bali, pendidikan agama dan budaya. “Kami

tetap gunakan materi kearifan lokal. Sebab, itu mudah dipahami anak-anak. Terbukti anak didik kami beberapa kali lolos pada beberapa kompetisi hingga tingkat nasional,” imbuhnya. Ada hal unik dari penerapan materi kearifan lokal, yakni rutinitas Puja Tri Sandya. Salah satu orangtua murid mengatakan, anaknya selalu mengingatkan keluarganya untuk sembahyang Puja Tri Sandya. Bahkan, anak tersebut menawarkan diri memimpin keluarga untuk sembahyang. “Ini kebanggaan bagi kami. Selain cerita tadi, kami banyak menerima ucapan terima kasih dari orangtua murid sebab anaknya meraih prestasi,” kata Naderi seraya berharap, kegiatan semacam ini menjalin komunikasi yang baik antara lembaga pendidik dan media, sehingga saling mengisi. Perwakilan Kelompok Media Bali Post yakni Pimpinan Redaksi DenPost I Gede Suyadnyana menjelaskan, kualitas karya anak-anak cukup mumpuni. Teknik mewarnai, komposisi warna, dan kerapian diakui membuat juri dilema untuk memilih karya terbaik di antara yang baik. “Hasil yang diumumkan ini objektif, sesuai kemampuan anak-anak. Jadi, yang belum mendapat

juara, ayo belajar lagi. Orangtua harus memberi semangat dan dukungan kepada anak,” ujarnya. Pada ujung acara, Suyadnyana mengumumkan peraih juara yang meliputi juara I, II, dan III lomba mewarnai tingkat TK yakni Ni Made Mutiara Larasati kelas B4, Harum kelas B2, dan Trisna Kartika Dewi kelas B1. Selain itu, juara harapan I, II, dan III diraih Bagus Abhinaya Satwika Arsa kelas B1, Adesina Santika Putri kelas B1, dan Kadek Devan Okta Danuarta kelas PAUD PGRI. Sedangkan lomba mewarnai tingkat SD kelas I - III, juara I, II, dan III diraih Ni Putu Risaka Cantika Putri kelas III A, Ardi kelas I A, Aira kelas I B. Juara harapan I, II, dan III diraih Luh Putu Mita Dewi kelas III B, Putu Ayu Sarisha kelas II B, dan Ni Luh Putu Widya Nareswari kelas II B. Sedangkan lomba mewarnai SD dari kelas IV dan VI, juara I, II, dan III diraih I Gusti Agung Anggie Suci R kelas IV B, Ni Wayan Keysa Anindita Krisnadewi kelas VI, dan Gede Bagus Pradnya Sedana kelas V, dan juara harapan I, II, dan III diraih Komang Cahua Raditya kelas VI, Ni Putu Ananda Diah Saraswati kelas V, dan I Gede Rana Wiraguna kelas V. (kmb)

Bali Post/kmb

LOMBA MEWARNAI - Juara lomba mewarnai Bali Post Goes to School.

Peringatan Ke-72 Puputan Margarana

Dari Apel Bendera Hingga Gerak Jalan Perjuangan GUNA mengenang perjuangan pahlawan Bali sekaligus untuk menanamkan jiwa nasionalisme, memupuk kesatuan dan persatuan bangsa, Pemkot Denpasar menggelar Apel Peringatan Hari Puputan Margarana yang ke-72 tahun 2018, sekaligus gerak jalan napak tilas yang dipusatkan di halaman Puri Agung Kesiman, Sabtu (17/11) kemarin. Sejak pagi, sejumlah pelajar terlihat mengikuti gerak jalan dengan mengenakan pakaian perjuangan dalam kegiatan peringatan Hari Puputan Margarana. Diawali dengan upacara yang dipimpin Sekda Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara, sekaligus melepas gerak jalan. Kegiatan ini juga dihadiri Panglingsir Puri Kesiman A.A. Ngurah Gede Kusuma Wardana, Sekda Kabupaten Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya, seluruh pejabat Pemkot Denpasar, unsur Korpri, LVRI, kepemudaan, organisasi masyarakat, TNI, dan Polri. Rai Iswara mengatakan, semangat perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pahlawan perjuangan ini diharapkan dapat

menjadi inspirasi generasi penerus bangsa untuk berjuang bahu-membahu untuk mengisi kemerdekaan dengan melakukan pembangunan di segala bidang untuk mencapai tujuan nasional. “Untuk itu, para generasi muda bangsa memiliki kewajiban untuk bersama-sama meneruskan perjuangan para pejuang agar bangsa Indonesia bisa mewujudkan bangsa yang sejahtera, adil, dan makmur,” ujarnya. Rai Iswara menambahkan, nilai-nilai kepahlawanan yang digerakkan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai diharapkan dapat memberi vibrasi kepada semua komponen anak bangsa untuk tulus mengabdi di dalam memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Mari kita tingkatkan kualitas diri untuk bekerja, bekerja, dan terus bekerja dengan ketulusan, sehingga tercapai profesionalisme untuk dapat meningkatkan derajat kehidupan masyarakat terutama peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kota

Denpasar Raka Purwantara mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Puputan Margarana. Dalam hal ini, Pemkot Denpasar menerima kirab panji-panji pahlawan dan surat sakti pahlawan I Gusti Ngurah Rai, dari Kabupaten Gianyar. Setelah itu, dilanjutkan dengan napak tilas yang diikuti 16 regu dari SMA/SMK se-Kota Denpasar, yang dimulai dari depan Puri Agung Kesiman dan berakhir di Wantilan Pura Desa Pakraman Peguyangan. “Setelah mencapai finis, kegiatan akan dilanjutkan dengan lomba yelyel bertemakan jiwa semangat dan nilai-nilai kepahlawanan I Gusti Ngurah Rai, dan sorenya dilaksanakan sarasehan yang bertemakan empat pilar kebangsaan dikaitkan dengan kondisi kekinian berbangsa dan bernegara,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Rai Iswara menerima piala bergilir Wali Kota Denpasar dalam lomba napak tilas perjuangan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, dari juara tahun lalu yakni SMKN 5 Denpasar. (kmb)

Mendidik Budi Pekerti Anak Lewat Seni Denpasar (Bali Post) Pada era milenial ini perlu cara berbeda mengajarkan dan mendidik anak agar berbudi pekerti luhur. Salah satu cara adalah lewat media seni. Pasalnya, seni adalah mengolah cipta, rasa, dan karsa, sehingga berdampak ke dalam diri anak. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putu Putri Suastini Koster, menegaskan hal itu Jumat (16/11). Putri Suastini mengatakan, tujuan luhur berkesenian sejatinya adalah untuk

menanamkan karakter. Hal ini yang menurutnya sudah agak terlupakan. Istri Gubernur Bali Wayan Koster yang juga seorang sastrawan dan seniman ini merasa tujuan dari berkesenian saat ini sudah menurun. “Kita diingatkan karena lewat kesenian benar-benar kita mengolah cipta, rasa, dan karsa. Di dalam berkesenian di Bali ada olah wirasa, wirama, dan wiraga. Itu benar-benar harus diresapi,” ujarnya saat acara The International Nature Loving

Association (INLA) Indonesia Goes to School. Dalam berkesenian, kata dia, tidak hanya melakukan kegiatan berkesenian. Tapi juga perlu meresapi ke dalam diri sendiri. Karena di dalam berkesenian ada unsur magis dan spiritual. Itulah yang menyebabkan banyak seniman Bali mataksu, karena mereka menyatukan unsur makro (alam) dengan mikro (manusia) sehingga memunculkan kekuatan yang mahadahsyat. Dari tujuan luhur berkesenian itu, kata Putri Suastini,

muncullah insan-insan seni. Maka dari itu, insan seni pada zaman dulu dalam melakukan kegiatan berkesenian dengan ngayah. Menurutnya, kata ngayah memiliki makna yang luar biasa. Yakni, bersama-sama mewujudkan masyarakat yang berkarakter, berbudi pekerti luhur pada masa depan. Putri Suastini menambahkan, mendidik lewat seni inilah yang akan memunculkan generasi yang sradha bhakti-nya tinggi dan berbudi pekerti luhur. Hanya, dengan

perubahan zaman disertai dengan perubahan karakter dari generasi ke generasi, di mana generasi saat ini merupakan generasi Z, maka perlu cara penyampaian seni yang berbeda pula. “Generasi Z ini lebih individual tapi lebih pintar. Jangan salah, mereka lebih pintar dari kita apalagi urusan teknologi. Kalau kita ngomong masih dengan cara kita seperti zaman dulu, tidak dengan cara yang mereka inginkan, ini bentrok jadinya. Ini yang harus sinkron,” ujarnya.

Dewan Penasihat DPD INLA Bali Tjong Adhi Sunyata mengatakan, akhir-akhir ini semakin banyak anak di dunia menjadi korban kekerasan, masalah-masalah sosial, kurangnya sikap saling menghargai antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam lingkungan sekitarnya. “Pada saat kritis seperti ini, setiap orang semestinya kembali berada pada titik di mana mengakui pentingnya pendidikan berbudi pekerti luhur dengan nilai-nilai kehidupan positif,”

ujarnya. Untuk mewujudkan generasi Z yang berkarakter, kata Tjong Adhi Sunyata, salah satunya dengan pendidikan budi pekerti yang diajarkan sejak dini dengan teratur, terarah, dan terencana. Tujuan pendidikan budi pekerti luhur adalah sesuatu yang dituju atau sesuatu yang akan dicapai untuk peserta didik dengan menampilkan nilai-nilai kehidupan positif yakni suasana antusias yang sesuai dengan yang ingin diwujudkan. (kmb42)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Daerah

Minggu Paing, 18 November 2018

3

Diusulkan Punya Hubungan Vertikal dengan BUMDes

Perusda Kini Kembangkan Kreatif Hub

Bali Post/kmb23

SAMPAH - Petugas DLHK Badung membersihkan sampah eceng gondok di Pantai Nusa Dua, Sabtu (17/11).

Pantai Nusa Dua Diserbu Sampah Eceng Gondok

Mangupura (Bali Post)Sepanjang pantai di Nusa Dua, terutama Pantai Bengiat, Sabtu (17/11) kemarin dipenuhi sampah eceng gondok. Ini fenomena baru, karena biasanya yang muncul adalah sampah plastik maupun sampah rumpu laut. Tapi untuk saat ini pantai dipenuhi sampah eceng gondok yang masih baru dan belum hancur. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan mengatakan, sampah eceng gondok ini diduga merupakan bekas pembuangan saat hujan lebat beberapa hari lalu dari sekitar sungai yang berada di sebelah timur Badung. Sehingga sampah ini terbawa ombak dan bermuara di pantai Nusa dua. “Pantai Nusa Dua sekarang menjadi penampungan,”

ujarnya. Dikatakan, sampah eceng gondok ini tergolong masih baru. Karena dilihat dari fisiknya, eceng gongok ini masih segar. Sedangkan bila sudah lama, tentu akan hancur dan airnya akan berwarna coklat. Untuk menangani, pihaknya menurunkan tim Kuta Selatan dan URC DLHK Badung. Sebanyak lima truk sudah berhasil diangkut. Untuk selanjutnya pi-

haknya meminta kepada ITDC bersama nelayan Bengiat mengecek apakah 25 mil ke tengah masih ada sampah ini. “Ini semua sudah menepi. Nelayan maupun pihak ITDC kami harap melakukan pengecekan ke dalam, apakah masih ada gundukan eceng gondok,” harapnya. Sampah eceng gondok ini harus segera ditangani. Karena sampah ini apabila sudah lama akan sangat lengket.

Tentunya, apabila bercampur dengan air laut maupun pasir, ini sangat kurang bagus untuk wisatawan di sekitar sana. “Ini kalau sudah hancur akan lengket. Tentu sangat menjijikkan bagi wisatawan,” tegasnya. Sebelumnya, Ketua Paguyuban Yasa Segara Bengiat Nusa Dua I Ketut Koder mengatakan, sampah ini berasal dari timur sejak, Jumat (16/11) lalu. Saat itu pihaknya bersama dengan kelompok nelayan bersamasama melakukan pembersihan secara manual. Namun sampah ini masih cukup banyak. (kmb23)

Denpasar (Bali Post)Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba mengusulkan agar Perusda memiliki hubungan vertikal dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dalam hal ini, Perusda bisa menjadi bapak angkat dari BUMDes. Selanjutnya BUMDes digerakkan agar orang Bali bisa berbelanja semua kebutuhan hidupnya di sana. “Ini akan menjadi pilar dan kekuatan ekonomi rakyat Bali yang kuat,” ujar Tamba, belum lama ini. Tamba menambahkan, saat ini di Bali ada banyak toko modern yang tidak bisa dibendung keberadaannya. Sementara yang disalahkan selalu soal perizinan. Begitu juga soal toko-toko modern itu yang dituding menghabisi kesempatan usaha-usaha kecil untuk berkembang. “Padahal itu hak mereka. Semestinya kita hadapi dengan berani, bertanding sesuai kebutuhan pasar yang ada. Perusda bisa lakukan itu,

hidupkan BUMDes menjadi potensial trade. Support dengan teknologi, barang dan modal,” jelas politisi Demokrat ini. Sementara itu, kata Tamba, Perusda saat ini justru tengah mengembangkan kantornya di Kereneng menjadi kreatif hub. Tanpa mengganggu operasional Perusda, kantor ini diharapkan menjadi hub komunitaskomunitas kreatif yang banyak ada di Bali. Perusda antaralain menyiapkan instrument berupa tempat nongkrong yang nyaman dengan wifi, pustaka kecil, hingga ruangan indoor dan outdoor untuk berdiskusi. Direktur Utama Perusda Bali I Nyoman Baskara mengatakan, kreatif hub memang lebih menonjolkan fungsi sosial. Namun, tetap akan menghasilkan keuntungan finansial yang nantinya disetor untuk PAD Provinsi Bali. “Polanya bukan sewa, tapi revenue sharing. Jadi yang mempunyai produk kreatif itu tidak terbebani di awal.

Diberikan dia ruang, disiapkan dia etalase lalu diperkenalkan kepada masyarakat, publik yang diundang Perusda,” ujarnya. Baskara menambahkan, ketika produknya diperlihatkan lalu dikenal masyarakat dan ada transaksi, barulah disisihkan revenue sharing untuk Perusda. Sejauh ini sudah ada beberapa komunitas yang bergabung, seperti komunitas psikolog, kuliner, UMKM, kartunis, komunitas agro, dan sastrawan muda. Masyarakat di lingkungan sekitar Perusda khususnya PKK juga dilibatkan untuk menyiapkan menumenu pilihan terbaik. “Kita menonjolkan ruang kreatifnya dengan makanan dan minuman sebagai pendukung. Kita memfasilitasi misalnya ada UMKM di sini, kita mediasi dengan pemerintah atau stakeholder yang lain sehingga produkproduknya lebih diberdayakan,” jelasnya. (kmb32)

Bali Post/kmb42

PUISI - Salah satu peserta sedang menunjukkan kepiawaiannya di atas panggung.

Tanamkan Nilai Perjuangan Kunjungan Wisatawan Tiongkok Melalui Kepanitiaan Acara ke Bali Diprediksi Turun

Denpasar (Bali Post)Menyusul dilakukannya penertiban terhadap tokotoko Tiongkok berjaringan yang melanggar aturan, Bali Tourism Board (BTB) telah memprediksi terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok yang akan berlangsung selama 3-6 bulan ke depan. Maka dari itu, BTB (GIPI Bali) telah melakukan langkah antisipasi. Ketua BTB I.B. Agung Partha Adnyana bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A.A. Gede Yuniartha Putra mengatakan, awal Desember stakeholder pariwisata Bali di bawah payung BTB dan Pemerintah Provinsi Bali akan melakukan Sales Mission ke Shanghai, Beijing, dan Tiongkok. Dalam Sales Mission tersebut, rombongan yang dipimpin Wakil Gubernur Bali akan memberikan informasi yang benar tentang situasi dan kondisi kepariwisataan Bali. Menurut Partha Adnyana, Bali sedang gencar-gen-

carnya memperbaiki kualitas pelayanan terhadap wisatawan Tiongkok agar Bali bisa bersaing dengan kompetitor (destinasi lain) yang sama-sama ingin merebut pasar wisatawan Tiongkok. Komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah Tiongkok melalui Konjen Tiongkok yang bertugas di Bali terus ditingkatkan. Peningkatan kualitas pelayanan juga dilakukan dengan memperbaiki tata niaga dan menghapus praktik zero tour fee dan menambah jumlah pramuwisata berbahasa Mandarin yang memiliki kompetensi dan memahami kebudayaan Bali. Sejauh ini, kata Partha Adnyana, disinyalir 60 persen wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Bali membeli paket zero tour fee, membayar paket wisata sangat murah karena paket wisata tersebut disubsidi oleh pihak lain dan dalam praktiknya banyak melanggar hukum. Dalam praktik zero tour fee ini juga tidak mengindahkan keselamatan (safety) wisa-

tawan Tiongkok. Dengan komunikasi yang intensif antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Tiongkok, Partha Adnyana berharap jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok akan mulai meningkat sesuai dengan tata niaga

yang lebih baik dan sehat. Komponen pariwisata di Bali diharapkan bersabar dan dapat mendukung kebijakan pemerintah yang berusaha keras menegakkan hukum dan perbaikan tata niaga kepariwisataan. (kmb42)

Batan Kulkul milik A.A. Gede Yudantara yang beralamat di wilayah Taman Bali, Bangli, Tim Opsnal Satresnarkoba menemukan satu botol yang berisi dua liter miras jenis arak. Berdasarkan keterangan pemilik, arak tersebut biasa digunakan untuk meracik minuman yang bernama Mojito. Kemudian di warung milik Ni Ketut Padminingsih di Desa Batur Selatan, Kintamani, polisi menemukan tiga jeriken berisi 90 liter miras. Seluruh arak yang ditemukan dari tiga warung tersebut disita dan dibawa ke Mapolres Bangli untuk dilakukan proses lebih lanjut. Sulhadi menjelaskan, penyitaan arak tersebut dilakukan Polres Bangli dalam rangka Operasi Pekat Agung II 2018. Operasi ini dilaksanakan mulai tanggal 14 November sampai dengan 5 Desember 2018 dengan sasaran miras, narkoba, dan perjudian. (kmb40)

Bali Post/kmb40

MIRAS - Petugas dari Polres Bangli mengamankan miras jenis arak di salah satu warung di Bangli.

gih, menggiring generasi muda kita seolah-olah melupakan segalanya, termasuk melupakan bagaimana pengorbanan para pahlawan kita dulu,” ujarnya. Maka dari itu, tahun ini ia mengajarkan OSIS SMK Teknologi Wira Bhakti untuk bekerja memanajemen pekerjaan kepanitiaan lomba dari awal. Mulai dari pendaftaran, merekrut peserta sampai puncak acara, semua ditangani oleh OSIS. “Dari situ step by step kita mengajarkan mereka berjuang mulai dari mencari peserta, berjuang untuk membuat acara ini sukses,” katanya. Kesuksesan acara ini juga sekaligus menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa OSIS SMK Teknologi Wira Bhakti bisa menjadi teladan untuk sekolah-sekolah lain dengan basik dan ikon sekolah kepahlawanan I Gusti Ngurah Rai dan berwawasan kebangsaan. Ada empat lomba yang harus

ditangani OSIS SMK Teknologi Wira Bhakti, yaitu lomba membaca puisi, lomba menyanyi, lomba operet, lomba mewarnai. Semua kegiatan tersebut bertemakan kepahlawanan atau patriotisme. Menurut Ketua Panitia Pelaksana kegiatan tersebut, Tantri Nur Hidayah, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kecintaannya sebagai generasi muda terhadap Tanah Air. “Saya sebagai OSIS bisa menuangkan nilai-nilai perjuangan saya lewat ini. Jadi, pahlawan saja mau berjuang dari perang membela tanah air, sehingga generasi muda juga harus bisa melakukan hal yang sama,” tandasnya. Menurut Tantri Nur Hidayah, nilai-nilai perjuangan ini bisa ditunjukkan dengan mengikuti lomba-lomba yang positif, aktif dalam kegiatan sekolah dan menjadi siswa yang berprestasi. (kmb42)

Pengobatan Tradisional Jnana Marga

Bali Post/kmb42

KOORDINASI - Rapat koordinasi antara BTB, Gubernur Bali, Wagub Bali dan stakeholder pariwisata terkait wisatawan Tiongkok.

Puluhan Liter Arak Disita Siswi SMP Tewas

Bangli (Bali Post) Puluhan liter minuman keras jenis arak disita aparat kepolisian dari Polres Bangli. Puluhan liter minuman memabukkan ini disita dari tiga warung yang berbeda. Penyitaan ini dilakukan dalam rangka kegiatan Operasi Pekat Agung II 2018 yang dilaksanakan sejak 14 November lalu. Dikonfirmasi Sabtu (17/11) kemarin, Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, puluhan liter arak tersebut diamankan petugas kepolisian dari tiga warung milik warga yang ada di wilayah Bangli dan Batur, Kintamani. Dalam penggeledahan yang dilakukan di warung milik I Wayan Sutika di Jalan Sriwijaya, Bangli beberapa hari lalu, polisi berhasil mengamankan beberapa botol arak dan tiga botol bir tanpa dilengkapi Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB). Selanjutnya di Warung

Denpasar (Bali Post)Menanamkan nilai-nilai perjuangan pahlawan Indonesia di zaman milenial, bisa dengan berbagai cara. Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Provinsi Bali dengan ikon kepahlawanan I Gusti Ngurah Rai mendidik anak didiknya dengan nilai-nilai perjuangan melalui kepanitiaan acara. Koordinator Humas YKP Porvinsi Bali A.A. Putu Sugiantiningsih, SIP., MAP. mengatakan, kegiatan keempat yang dilakukan kali ini melibatkan OSIS SMK Teknologi Wira Bhakti sebagai panitia pelaksananya. Tujuan kegiatan ini adalah memupuk rasa nasionalisme, patriotisme dan menumbuhkan nilai-nilai juang 1945. “Yang ditanamkan oleh para pejuang kita dulu sekarang harus diimplementasikan pada generasi muda. Mengingat perkembangan teknologi sekarang sudah semakin cang-

Gantung Diri

Negara (Bali Post)Kasus bunuh diri dengan cara gantung diri kembali terjadi di Jembrana. Kali ini terjadi di Dusun Mekar Sari, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana, Jumat (16/11) malam. Seorang siswi kelas II SMP Ni Made Susi Darmini (14) dari Dusun Mekar Sari, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana dilihat sudah gantung diri oleh I Putu Astawa (46), Putu Indrayana (40), bapak korban I Made Narma (60) dan ibunya Ni Ketut Kenti (50). Berdasarkan informasi di lapangan, Jumat (16/11) pukul 17.30 Wita korban dilihat oleh keluarga dan tetangganya masih mengobrol dengan saudara sepupunya yang berada di sebelah barat rumah korban. Kemudian sekitar pukul 18.00 Wita, korban tidak kelihatan dan keluarga tidak melihat kemana korban pergi. Pihak keluarga kebingungan dan berusaha mencari korban di sekitar rumah. Sekitar pukul 19.00 Wita korban ditemukan oleh saksi I Putu Astawa sudah dalam posisi tergantung di dahan pohon cempaka dengan menggunakan tali nilon warna hijau, yang posisinya di selatan rumah korban yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumah korban. Putu Astawa terkejut dan berteriak minta tolong kemudian datang saksi Putu Indrayana dan warga sekitarnya untuk

menolong korban. Dari hasil olah TKP tim identifikasi Polres Jembrana dan pemeriksaan dr. Sita Dewi dari Puskesmas Melaya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat meninggal korban menggunakan baju kaos warna pink, celana trening warna biru dongker. Menurut keterangan orangtua korban, korban tidak pernah ada masalah di rumah maupun di sekolah. Belum diketahui penyebab pasti korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Hanya keterangan dari ayah korban bahwa korban sebelumnya sempat mau meminjam sepeda motor untuk latihan bulu tangkis dengan temannya. Namun orangtuanya melarang karena sepeda motor tersebut disiagakan untuk ke dokter. Saat itu bapak korban dalam kondisi sakit. Menurut Klian Dusun Mekar Sari Gede Suardana, ayah korban memang mengalami gejala kencing batu dan akan pergi ke dokter. Mereka juga termasuk KK miskin dan ayah korban hanya seorang petani. Korban dua orang bersaudara dan kakaknya juga sudah meninggal karena sakit. Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Melaya AKP Ketut Wijaya Kesuma membenarkan kejadian gantung diri siswi SMP tersebut. (kmb)

Kembali ”Greeng” dengan Terapi Janur Sakti DI dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang. Seks adalah salah satu cara sederhana untuk bahagia. Seks menjadi bumbu penyedap, bahan pengawet dan pondasi penting yang memperkokoh bangunan sebuah rumah tangga. Ketika kesibukan menyita waktu, para suami tanpa sengaja melupakan kebutuhan sang istri. Mereka tidak sadar kalau istri ingin selalu dirindukan oleh pasangannya. Jika para suami tak dapat mengakomodasi kebutuhan istrinya, bukan tak mungkin istri mencari kepuasan tersebut dari orang lain. Hal ini pula yang dialami Panglingsir Desa Pakraman Dauh Waru, Ketut Arya Tangkas, S.H. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Yowana dan Penasehat Darma Soentana. Dia menuturkan aktivitas dan kesibukannya di luar rumah membuat aktivitas ranjangnya bersama istri berada di urutan kesekian, bahkan nyaris terlupakan. Gairah seakan hilang akibat kelelahan yang ia rasakan. Sempat merasa putus asa, namun akhirnya bersyukur setelah bertemu dengan ahli seksual dan Grandmaster Metafisika Kejantanan, I Nengah Edy Warsiata dari Pengobatan Tradisional Jnana Marga. Setelah beberapa kali terapi Janur Sakti, kini pria yang aktif sebagai Ketua Karang Taruna dan menjabat Ketua Harian DPD KNPI Jembrana ini mengaku sudah kembali “Greeng”. Tiada hari tanpa merindukan istri tercinta dan mem-

buatnya selalu tersenyum. Tak lupa dia menyarankan kepada para pria, apabila bermasalah dalam hubungan seksual untuk segera mengunjungi Pengobatan Tradisional Jnana Marga, yang beralamat

di Jalan Gatot Subroto I Gang Jnana, Gatsu Tengah, Denpasar, Bali (1 kilometer ke arah utara Apotik Anugerah II). HP/WA 085102111600. Buka mulai Senin-Sabtu, pukul 10.00 – 17.00 Wita. (ad738)

I Ketut Arya Tangkas, S.H.


4

Minggu Paing, 18 November 2018

”Wiku Wita Raga”

Penjaga Benteng Rohani DI tengah hiruk-pikuk panggung politik, narasi tentang surga-neraka kembali menguat. Persoalan “agama” menjadi hal yang sangat sensitif di negeri ini, beberapa golongan manusia merasa dirinya paling benar dan paling memahami makna surga. Menempatkan diri lebih tinggi dari manusia lainnya. Sesungguhnya beragam karya sastra tradisional telah mendokumentasikan secara arif tentang surga dan neraka dengan apik dan penuh kelenturan. Putu Eka Guna Yasa – penekun lontar dan teks-teks kuno -- dosen muda Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana menjabarkan dengan detail khazanah sastra masa lalu untuk jadi renungan di hari Minggu untuk kita semua yang mencintai hidup damai dengan beragam onak perbedaan antarmanusia. Sementara surga diperjuangkan oleh satu kelompok keyakinan tertentu bahkan dengan mengorbankan nyawa manusia, warisan sastra Jawa Kuna dan Bali justru menarasikan betapa rentannya tempat itu terhadap ancaman. Adikawya Kakawin Ramayana menceritakan bahwa motif yang menyebabkan Indra meminjamkan panah rahasia bernama guhya wijaya kepada Rama karena kekhawatirannya terhadap kemenangan Rawana. Jika Sang Dasanana (nama lain Rawana) menang, maka ‘kado’ persembahannya kepada Sita tiada lain adalah surga itu sendiri. Tidak hanya pada zaman Rama, Kakawin Arjuna Wiwaha juga mengisahkan keadaan Indra ‘penguasa surga’ yang penuh tekanan. Seorang raksasa bernama Niwatakawaca yang telah mendapatkan anugerah tak akan mati oleh dewa, yaksa, dan asura hanya memiliki satu cita-cita dalam hidupnya yaitu merebut surga dari kekuasaan Sang Sakra.

Stabilitas surga yang tak selalu terjaga itulah barangkali yang menyebabkan sejumlah karya sastra menyarankan agar seseorang menempatkan diri di antara surga dan neraka. Dalam arti, pencariannya secara ideal mesti mencapai pembebasan penuh yang disebut moksa. Kakawin Dharma Sunya menyebutkan ri pantaranikang rwa mungguha kita. Sementara itu, Geguritan Kawiswara menyatakan ri selaning rahina mwang ratri. Di sisi lain, sejumlah teks Tutur menegaskan ri selaning tutur mwang turu. Mengetahui bahwa surga penuh dengan intervensi para raksasa, dalam Kakawin Arjuna Wiwaha kita tahu strategi Indra untuk mengamankan wilayahnya, yaitu meminta bantuan kepada seorang manusa sakti. Siapakah yang dimaksud dengan manusa sakti? Seseorang yang telah sampai pada cadu sakti alias empat kekuatan Siwa. Dengan kekuatan itu, ia bisa memikirkan

segalanya dan mengerjakan semuanya. Kaputusan Calonarang menyebut manusa sakti sama dengan Atman. Meski sangat menggiurkan, konon anugerah tapa itu mahasulit didapatkan, kecuali bagi ia yang langgeng memuja Siwa (yan langgĕng ikang śiwasmrĕti datĕng srĕddha Bhatareśwara). Tikar tempatnya memuja adalah batin yang telah bebas dari segala ikatan objek-objek indria. Jiwa itu hening, bagai bulir embun yang ada di pucuk ilalang saat fajar menyingsing di ufuk timur. Di tengah bulir embun itu ada kilau kirana yang menawan, sebagai pusat orientasi manusia ingin mendapatkan pencerahan total. Bidadari Dengan perasaan ragu, Dewa Indra tidak tanggung-tanggung untuk mengutus tujuh bidadari yang telah teruji melumat tapa brata para pertapa untuk menguji kualitas Arjuna. Nilottama dan Suprabha sebelumnya sudah berhasil menggugurkan tapa dua raksasa kembar bernama Sunda dan Upasunda. Mereka juga telah sukses membuat Brahma terpesona hingga membuat empat wajah (catur muka) dan Indra menciptakan beberapa mata hanya untuk menyaksikan kemolekan dua bidadari itu. Dengan sejumlah prestasi gemilang dalam bidang ‘menggoda’ , mereka yakin dengan sepenuh hati bahwa tugas dari Indra tidak akan disia-siakan. Melalui penggambaran para bidadari itulah Mpu Kanwa, pengarang Kakawin Arjuna Wiwaha memberi kita lawatan klasifikasi cantik dalam sastra klasik. Cantik topeng (hayu rakĕt) memesona karena sifatnya yang manis sekaligus kejam dalam membangkitkan asmara. Kecantikannya laksana sekar cempaka, dengan pandangan yang tulus, menembus jantung hati. Dalam hubungan seksual, jika ia tak bergairah, pantang diajak beradu asmara. Cantik tulis (wwang atulis) pandangan matanya anggun, sayu, kadangkadang terlihat cemberut. Meski berpakaian sederhana dengan sanggul kusut sekalipun, ia tetap mempesona. Tubuh dan payudaranya subur, dengan warna kulit kekuning-kuningan, ia bagai pudak yang selalu ingin memunculkan kecantikan dari pisau tulis. Cantik dayang-dayang (rūpagundik) adalah ia yang bagaikan bunga danda. Matanya senantiasa berpijar sembari mengulum senyum. Ia pandai menyembunyikan pandangan, berlagak lesu, dan piawai menyembunyikan perasaan. Sesekali ia menggigit bibir dengan kedua giginya tanda asmara. Cantik ningrat (rupa dyah) adalah ia yang memiliki kulit kehitaman, tubuhnya lentur seakan kelelahan. Ia tak suka tertawa, tetapi dengan sengaja memeram gusinya. Bibirnya yang berkilau, akan menggetarkan orang yang memandang. Cantik keraton (warņakryan) pandangan matanya galak manis, cenderung diam ketika ada orang yang membaca kitab,

KAKAWIN - Mengetahui bahwa surga penuh dengan intervensi para raksasa, dalam Kakawin Arjuna Wiwaha kita tahu strategi Indra untuk mengamankan wilayahnya, yaitu meminta bantuan kepada seorang manusa sakti. Seseorang yang telah sampai pada cadu sakti alias empat kekuatan Siwa. Dengan kekuatan itu, ia bisa memikirkan segalanya dan mengerjakan semuanya. tetapi pada malam hari tak kuasa menahan asmara. Kecantikan Para bidadari dengan kaliber kecantikan seperti itu tak mampu menggoda Arjuna dalam tapanya. Telah tiga malam mereka mengerahkan berbagai jurus pembangkit asmara, tetapi Sang Parta tak bergeming. Para bidadari yang gagal dalam misinya itu, justru menyebabkan hati Indra menjadi lega. Akan tetapi, satu hal yang membuat Sang Sakra ragu, karena yoga Arjuna telah mencapai puncak. Akankah

Arjuna memilih moksa atau menjalankan darmanya sebagai ksatria? Dengan berwujud pendeta, Indra turun ke tempat Arjuna bertapa. Di sana, terjadilah dialog antara Arjuna yang sudah sampai pada tingkat Wiku Wita Raga dengan Indra yang berwujud Wiku Samaran. Wiku Wita Raga berarti ‘pendeta yang telah mampu menaklukkan indria’. Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Wiku Samaran untuk mengetahui motif Arjuna menggelar tapa. Ia menandaskan bahwa tujuannya melaksanakan tapa adalah untuk menadapatkan

anugerah yang akan diabdikannya kepada Sang Darma Putra sebagai simbol kebenaran (nghulun teki katalyan dening bakti lawan asih…hana kakangkwa n Sri Dharmatja… mahyun digjaya wijaya). Dalam fragmen karya sastra ini kita mencatat bahwa Indra menyamar menjadi pendeta untuk menggoda Arjuna dengan berbagai pertanyaan. Pada karya sastra yang berbeda, kita belum merenungkan secara kritis sejumlah penyamaran raksasa yang menjadi pendeta seperti Rawana ketika menculik Sita. Demikian pula, ketika Taksaka akan membunuh raja Parikesit, di hutan ia juga menyamar menjadi pendeta. Apa yang dinarasikan dalam karya sastra, tidak selalu berjalan lurus dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Di tengahtengah kebebasan menjadi pendeta saat ini, jangan-jangan ada juga ‘raksasa’ yang tengah melakukan penyamaran? Lalu pendeta seperti apa yang ideal? Berbeda sumber yang dicari, jawaban yang didapatkanpun tak sama. Teks Brahma Wangsa menyarankan pendeta yang ideal adalah ia yang bersahabat dengan sastra. Pustaka Nirartha Prakertha menyatakan ia yang bertongkatkan sastra (atĕkĕn lambang). Sementara itu, pustaka Niti Raja Sasana menegaskan bahwa pendeta yang sebaiknya menjadi patirtan jagat adalah ia yang aktivitasnya membadankan sastra, terutama yoga Samadhi, sebab beliaulah penjaga benteng rohani (panditane wicaksana, dados papagĕring gumi, reh karyane ngaji sastra miwah yoga samadhi). lPutu Eka Guna Yasa

Kapan Perlu Khawatir Bayi Sulit BAB? SEBERAPA sering seharusnya bayi buang air besar? Pertanyaan sederhana ini sulit untuk dijawab dengan pasti. Dua bayi pada umur yang sama, dengan keduanya ASI eksklusif, bisa jadi salah satu BAB beberapa kali per hari dan satunya empat kali seminggu, dan keduanya masih dianggap normal. Pada umur sampai beberapa minggu, bayi cenderung sering BAB, sampai beberapa kali per hari. Seiring pertumbuhan, ususnya pun berkembang dan waktu transit melambat. Pada umur dua bulan termasuk biasa bayi sehari dua hari tidak BAB. Tapi sekali lagi, batas normal di sini masih sangat luas. Bayi yang diberi susu formula cenderung BAB lebih jarang daripada yang ASI eksklusif, dan cenderung punya tinja lebih keras. Setelah makanan padat diberikan, frekuensi cenderung sama. Ada beberapa kemungkinan penjelasan kenapa terdapat perbedaan tersebut. ASI eksklusif mungkin lebih mudah dicerna sehingga waktu transit lebih cepat. ASI eksklusif mungkin cenderung diberikan lebih sering, sehingga menstimulasi refleks gastrokolik yang menyebabkan aktivitas usus besar lebih sering. ASI juga memiliki beberapa kandungan zat khas yang berfungsi sebagai prebiotik yang mungkin memiliki efek ke mikrobiota usus

Kisara

sehingga mempengaruhi frekuensi dan konsistensi BAB. Transisi Masa transisi ke makanan padat merupakan masa di mana kesulitan BAB sering terjadi. Pada masa ini, penting untuk memperhatikan asupan serat dan cairan sejak awal untuk menghindari konstipasi. Jadi kapan seorang anak bisa dibilang konstipasi? Karena frekuensi yang sangat bervariasi sehingga itu sendiri tidak bisa menjadi patokan, tenaga kesehatan menggunakan kriteria untuk bisa menyebut anak mengalami konstipasi (dengan catatan anak tersebut tidak mempunyai kelainan fisik bawaan). Kriteria tersebut pada anak kurang dari 4 tahun adalah jika terdapat dua atau lebih faktor di bawah selama lebih dari satu bulan: - BAB kurang dari 3 kali seminggu - Riwayat nyeri saat BAB - Adanya massa tinja besar di dubur - Riwayat tinja dalam jumlah berlebih dalam sekali BAB

Konstipasi Meskipun frekuensi BAB merupakan salah satu kriteria, perlu diingat kembali bahwa perlu dua atau lebih kriteria untuk menyebutkan anak mengalami konstipasi. Jadi selain frekuensi, perlu diawasi juga apakah misalnya anak mengalami kesakitan saat BAB sehingga anak mulai menghindari mencoba BAB. Karena kriteria ini dapat sangat subjektif, salah satu pertimbangan yang penting adalah bagaimana pola BAB normal sebelumnya dan apakah terjadi perubahan yang bermakna. Bila bayi normalnya BAB 1-2 kali per minggu dan selama 7 hari belum BAB, kemungkinan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, namun jika bayi normalnya BAB satu kali per hari dan 7 hari belum BAB, pantaslah mulai khawatir. Bagaimanapun juga, tidak pernah salah untuk konsultasi ke dokter spesialis anak apabila terlihat ada hal yang perlu dikhawatirkan, karena mereka bisa menilai secara langsung apakah kekhawatiran tersebut pantas atau tidak. lDr. Fransiskus Aryo Pratomo Puskesmas Tanah Merah, Teluk Bintuni, Papua Barat

BAYI - Bayi yang diberi susu formula cenderung BAB lebih jarang daripada yang ASI eksklusif, dan cenderung punya tinja lebih keras. Setelah makanan padat diberikan, frekuensi cenderung sama. ASI eksklusif mungkin lebih mudah dicerna sehingga waktu transit lebih cepat. ASI eksklusif mungkin cenderung diberikan lebih sering, sehingga menstimulasi refleks gastrokolik yang menyebabkan aktivitas usus besar lebih sering. ASI juga memiliki beberapa kandungan zat khas yang berfungsi sebagai prebiotik yang mungkin memiliki efek ke mikrobiota usus sehingga mempengaruhi frekuensi dan konsistensi BAB.

Cinta Tidak Hanya Tentang Hubungan Seksual?

Halo Kisara! Perkenalkan namaku Ami, umurku 15 tahun dan saat ini baru masuk SMA. Nah, aku punya pacar sudah lama sejak SMP tapi aku sangat kaget Kak karena belakangan ini dia malah mengajak aku berhubungan seksual. Aku sangat mencintai dia Kak, bagaimana cara aku menolaknya agar dia tidak marah? Apakah berhubungan seksual itu memang benar bukti tanda sayang Kak? Mohon dijawab Kak ya, terima kasih Kak. Halo Ami, pacaran merupakan hubungan antara 2 orang untuk menjalani proses mengenal pasanganmu lebih dalam lagi sehingga harapannya nanti kalian akan cocok dan bahagia saat membangun keluarga bersama. Nah, dalam proses berpacaran ini terkadang pasanganmu mungkin saja akan keluar dari tujuan dan komitmen awal kalian. Contohnya, pacarmu mengajak berhubungan seks sebelum waktunya bahkan tak main-main, dia akan mengancammu dengan kata-kata seperti; “Kalau kamu benar-benar cinta kamu harus buktikan sekarang” atau “Kalau kamu gak mau berhubungan seks sama aku, kita putus aja”, dan kalimat-kalimat ancaman lainnya. Perlu kamu catat, hubungan seksual itu sama

sekali bukan bukti cinta ya! Bukti cinta dan sayang itu misalnya perhatian, mendukung keputusan kalian jika itu adalah hal yang positif, membantu kalian untuk terus maju, dan hal positif lainnya. Nah, lalu bagaiamana cara menolak agar pasanganmu tidak marah dan hubungan berpacaran kalian tetap berjalan? Berikut hal-hal yang bisa kalian lakukan: Katakan ‘Tidak’ Meskipun dia adalah laki-laki yang kamu cintai, namun jika memang hubungan kalian belum memasuki hubungan pernikahan maka jangan ragu untuk berkata ‘Tidak’ kepadanya jika diajak berhubungan seksual. Ingat, mencintai seseorang bukan berarti kita harus menuruti semua perkataan dan ajakannya ya!

Hindari Tempat-tempat Sepi Ketika pacarmu menunjukkan ciri-ciri ingin mengajakmu berhubungan seksual atau pernah mengajak kamu untuk berhubungan seksual, jangan pernah mau dan menerima ketika kamu diajak ke tempat-tempat sepi ya. Pergilah ke tempat yang ramai dan menyenangkan sehingga pacar kamu tidak akan memiliki niatan untuk mengajakmu berhubungan seksual. Gunakan Bahasa Tubuh untuk Menolak Tidak hanya dengan berkata tidak kamu bisa menunjukkan kamu tidak menerima apa yang dia mau dengan ekspresi dan bahasa tubuh seperti menutupi badanmu dengan tangan atau menghindari sentuhannya. Alihkan Pembicaran dan Beri Alasan Jelas Jika pasanganmu sudah terlihat menunjukan bahwa dia ingin mengajak kamu berhubungan seksual segeralah buat pembahasan yang mampu mengalihkan pembicaran kalian. Berikan alasan yang jelas kenapa kamu meno-

laknya. Jangan takut dan beranikanlah dirimu untuk mengatakan yang sejujurnya alasanmu kenapa kamu menolaknya untuk berhubungan seksual. Berikan alasan yang logis dan jelas kepadanya. Sehingga dia bisa paham dan mengerti kenapa kamu menolaknya. Ingat ya, kalian sebagai perempuan juga harus memiliki prinsip dan pendirian kuat. Meskipun kalian sedang dalam hubungan pacaran, namun bukan berarti bisa memberikan segala hal yang kamu miliki untuk pasangan. Cinta tidak harus ditunjukkan dengan berhubungan seksual, banyak bentuk cinta yang bisa kamu tunjukkan seperti saling mendukung dan memberi semangat. Masa remaja hanya sekali jadi manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya ya! Kalau sahabat Kisara masih memiliki pertanyaan yang menganjal bisa hubungi kami di sosial media Kisara! Bisa kirim ke OA KISARA (@ozy7685j), Instagram (@kisara_bali), atau fanspage FB Konseling Kisara, ya! Cheers!


Minggu Paing, 18 November 2018

Capricorn Di minggu ini Anda harus melakukan start lebih baik dan penuh semangat, tidak perlu terhalang oleh bayang-bayang orang lain yang belum tentu bisa Anda samai dalam sekejap waktu. Urusilah urusan Anda sendiri yang cukup banyak dan mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit daripada ikut campur urusan orang lain yang belum pasti hasilnya. Asmara: Berusahalah untuk selalu jujur dan tidak mengingkari cintanya yang tulus. Aquarius Minggu yang cerah dan lancar, suasananya juga sangat menyenangkan walaupun posisi sebenarnya sudah bergeser, akan tetapi cahaya masih menyinari, sehingga masih dekat dengan kejayaan. Tak perlu menuruti hawa malas yang tampak terus merongrong Anda. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah bila berada di sampingnya, agar tidak semakin menambah pusing dirinya. Pisces Tak perlu bertingkah macammacam di minggu ini, yang penting cari selamatnya saja. Karena jika dipaksakan akan percuma saja hasilnya, bisa-bisa malah akan membikin rugi dan pusing. Terhadap urusan yang membosankan sebaiknya tetaplah dijalani dengan biasa-biasa saja, jangan sampai Anda biarkan begitu saja. Asmara: Jangan suka membesarbesarkan masalah, semua itu tidak ada untungnya lebih baik memandang suatu permasalahan dari sisi baiknya saja. Aries Tak perlu berputus asa dalam menghadapi berbagai rintangan yang tiba-tiba datang menghadang di minggu ini, hadapi dengan tenang dan semangat, sehingga bisa cepat teratasi. Usulan dari luar sebaiknya jangan cepat diterima mentah-mentah begitu saja, ulas dan pertimbangkan dulu sebelum memulai langkah yang baru. Asmara: Suasana di minggu ini tetaplah ceria dan hampir tidak ada gangguan yang harus dikhawatirkan. Taurus Tidak perlu memaksakan diri, jika keadaan mengharuskan Anda untuk mengalah dulu, ya lakukan saja. Apa sulitnya mengalah demi kemenangan, itu adalah langkah yang tepat dan harus dipikirkan minggu ini. Asmara: Bagaimanapun yang namanya bunga kehidupan itu pasti ada, jadi bila hubungan lagi memanas jangan lantas cepat ambil keputusan penting. Gemini Jangan malas untuk mem-follow up kembali janji-janji yang ada dan tak perlu malu untuk memulainya dari awal. Karena di minggu ini sangatlah berprospek sekali untuk melakukan terobosanterobosan baru, walau untuk itu tidak semudah seperti yang dibayangkan. Asmara: Bersabarlah dan yakinlah bahwa semua ini pasti akan berlalu, untuk itu yang tenang saja. Cancer Tak perlu cemas, karena pemasukan masih lumayan lancar. Hanya saja kerja sama dengan pihak luar, sebaiknya benar-benar dipikir secara mendalam, jangan hanya berlandaskan faktor perasaan saja. Di minggu ini cukup baik bila ingin melaksanakan terobosan-terobosan penting, karena peruntungan masih lumayan mujur. Asmara: Mengalah sajalah, buat apa bersikap ingin menangnya sendiri hanya untuk urusan yang sepele. Leo Bertindaklah lebih hati-hati dan tidak grusa-grusu dalam mengambil keputusan. Karena faktor kecerobohan akan dominan sekali menghiasi langkah Anda di minggu ini, begitu juga terhadap tawaran yang datang secara mendadak, sebaiknya jangan diberi keputusan dulu. Asmara: Terimalah realita yang ada dengan hati yang senang, tidak perlu cemas dengan situasi yang cukup sulit itu. Virgo Manfaatkan kesempatan baik yang sudah di pelupuk mata, pengalaman pahit di masa lalu hendaknya dijadikan cermin bukan sebagai trauma. Bekerjalah dengan semangat karena di minggu ini peruntungan Anda cukup bagus dan cukup menjanjikan. Asmara: Tidak ada gunanya terlalu mendengarkan omongan orang. Libra Bintang penyakit tampak mulai mengganggu Anda. Maka dari itu cobalah untuk bisa bekerja serileks mungkin, agar rencana dapat berjalan dengan lancar dan tidak terganggu dengan munculnya bintang penyakit itu. Terhadap berbagai rongrongan yang muncul dari orang lain, sebaiknya biarkan saja. Asmara: Tampak mulai goyah karena kurang adanya pengertian dan rasa saling percaya, maka dari itu segera instropeksi diri Anda. Scorpio Perlu konsentrasi tinggi untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang muncul di minggu ini. Terhadap omongan sumbang dari luar sebaiknya ditanggapi dengan hati dingin tidak perlu terlalu menuruti maksud mereka karena segalanya akan bisa hancur berantakan. Asmara: Hubungan yang agak merenggang ini sebaiknya bisa disikapi dengan hati yang sabar dan perasaan yang selalu mengalah. Sagitarius Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan orang lain, ada baiknya Anda konsen saja dengan urusan yang sedang dihadapi. Agar bisa tepat pada sasaran dan hasilnya bisa memuaskan hati. Begitu juga terhadap orang yang mencari kesalahan Anda, sebaiknya tak perlu ditanggapi, anggap saja mereka iri dengan keberhasilan yagn telah diraih selama ini. Asmara: Jangan selalu menyakiti hatinya, karena itu akan menjadi bumerang buat Anda sendiri.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 18 - 24 November 2018

Refleksi

Memanggil Lupa (2-Habis) Punnama-narakad yasmat pitaram trayate sutah Tasmat putra iti proktah iha capi paratra ca (Garuda Purana 21.32)

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

“Seorang anak adalah dia yang menyelamatkan orang tua atau leluhurnya dari neraka bernama ‘put’. Oleh karena itulah ia dinamakan putra, di dunia ini maupun (nanti) di dunia setelah meninggal” Putra, berasal dari kata pu dan tra. Pu menunjuk pada Putnaraka, nama Neraka tempat para leluhur menjalani “dunia barunya” setelah meninggal, atau tempat menerima pahala dari karma-karma yang dilakukannya selama hidup di dunia. Kata tra adalah trayate berarti yang menyelamatkan, yang menyeberangkan. Putra berarti seorang anak yang mampu menyelamatkan dan menyeberangkan roh para leluhurnya dari neraka Put. Oleh karena itulah seorang anak dinamakan Putra (punnama narakat yasmat pitaram trayate). Para leluhur memberikan perhatian sangat penting pada pentingnya grhastha (orang berumah tangga) untuk menurunkan putra. Kebanggaan leluhur adalah mempunyai putra yang suputra dan bukan sekadar mempunyai anak atau keturunan. Karena, leluhur dan keturunan sangat tergantung oleh kehadiran putra suputra dalam keluarga. Putra yang suputra memberikan kedamaian kepada leluhur dan menciptakan “wajah” generasi penerus garis keturunan. Semua usaha di dalam jalan pembentukan suputra dilakukan sebagai kewajiban

suci demi hormat bhakti pada leluhurnya. Mereka akan mengusahakan anak cucunya membentuk putra yang suputra mulai dari pemilihan pasangan hidup secara jyotisa, kecocokan kelahiran dari pasangan yang akan berumah tangga. Setelah itu, setiap langkah “kejadian” berumah tangga dijadikan “sejarah” melalui tradisi suci leluhur serta usaha “tanpa lelah” menasihati anak cucu melalui berbagai cara. Ada peristiwa menarik yang penulis merasa “wajib” untuk menceritakan sehubungan dengan kemuliaan leluhur. Ketika nangkil ke Pura Batukaru di Tabanan, kami pulang dari Pura sudah agak malam. Teman-teman yang kami ajak sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda bahwa mereka lapar. Setiap warung makan yang kami kunjungi ternyata sudah tutup. Kemudian penulis menelepon salah seorang teman yang tinggal di Tabanan, Sdr. Hendra. Ternyata teman itu dan istrinya mempunyai feeling (firasat) bahwa kami akan berkunjung ke rumahnya. Mereka sudah memasak makanan serta ingin mengundang kami untuk mampir dan mengisi perut di rumahnya, tetapi merasa malu untuk menyampaikannya kepada kami. Kami semua makan lahap. Usai makan, dalam perbincangan Sdr. Hendra menyampaikan sebuah pesan indah yang diperoleh dari leluhurnya. Mendengar pesan tersebut penulis berkata, “Pesan

luhur seperti itu merupakan pesan leluhur yang sangat umum di Bali pada zaman dahulu disampaikan kepada keturunannya. Dapat dikatakan, tidak ada leluhur yang tidak memberikan pesan seperti itu kepada anak-cucunya.” Zaman dahulu, orang Bali tidak begitu banyak yang tertarik membaca kitab suci. Namun demikian, orang-orang Bali menjadi contoh di dunia, atau setidaknya di Indonesia. Bagi orang Bali pada waktu itu, ijazah atau sertifikat tidak begitu penting dalam usaha mencari pekerjaan. Begitu mendengar orang berasal dari Bali, pihak perusahaan langsung menawarkan pekerjaan di kantor perusahaannya tanpa melalui tes atau memperlihatkan ijazah. Orang-orang Bali sangat dikagumi karena mempunyai sifat jujur, ulet, dan percaya pada hukum karmaphala, takut berbuat hal-hal yang tidak baik. Orang-orang Bali dipercaya penuh tidak akan melakukan perbuatan curang, menipu, mencuri, dan sebagainya. Penyebabnya adalah karena orang-orang Bali sejak kecil dibesarkan melalui cerita-cerita yang membentuk karakter dan budi pekerti, atau nasihat-nasihat mulia dan agung. Adapun pesan yang disampaikan oleh leluhur Sdr. Hendra kepada keturunannya adalah sebagai berikut: “Man, lamun Nyoman makeneh apang anake hormat, (Man, jika Nyoman menginginkan orang lain hormat kepadamu) hormatin nak len, (hormatilah orang lain juga). Lamun ngelah timpal, lamun suba matimpal luung, dadiang ento panyamaan (jika Nyoman mempunyai kawan dan bisa menjadi kawan akrab, jadikanlah dia sebagai anggota keluarga (saudara). Diapin (yadyapin) sing satu garis keturunan (walaupun tidak di dalam satu garis keturunan), la-

mun manyama satu keturunan (dan jika kamu sudah berkeluarga dalam satu keturunan/dalam satu keluarga keturunan), dadiyang to manyama tugelan (jadikanlah dia saudara kandung). Kengken ja pang leketan panyamane (entah apa pun caranya, kau lekatkan persaudaraan dengan baik). Lamun suba manyama tugelan (dan jika saudara kandung), dadiyang to cara dewek pedidi (jadikan hubungan itu sebagai hubungan dirimu dengan dirimu/bawa ke dalam diri). Kenken ja baan ngerawat (deweke) pedidi (bagimana kamu merawat dirimu sendiri), keto nyen ngajak nyama tugelan (begitulah dengan saudara kandung). Yen ade nyamane sakit, ubadin (jika ada saudaramu mengalami kesakitan, obatilah, artinya bawa ke dokter atau lakukan tindakan apa saja yang diperlukan). Yen sing ngelah nasi, baang ya nasi (jika tidak punya cukup makanan, berikanlah makanan). Pang eda nyen lega maan nepukang tugelane kesakitan, makenta (jangan puas melihat saudara kandung kesakitan atau kelaparan). Bareng-bareng manyama, ngelah abedik, bedik dum, (samalah dalam persaudaraan, punya sedikit, sedikit dibagi). Eda pesen nyan ngelah keneh corah (jangan sama sekali mempunyai pikiran jahat, licik, pelit, dan kikir), demen mapisuna kema mai (senang memfitnah, bawa berita tidak benar ke sana kemari, jangan seperti itu). Nak nto suba kal ngae keluargane usak (itu yang menyebabkan keluarga itu nanti hancur. Kekurangan-kekurangan di rumah atau saudara janganlah diobral ke mana-mana karena akan merusak dan menghancurkan keluarga sendiri). Ento nyen piteket bapane ajak panak-panak bapane, cucun-cucun bapane (itulah pesanku untuk anak-anakku dan untuk cucu-cucuku). Pesan indah dan mulia seperti ini diteruskan turun temurun kepada generasi penerus. Jika orang

5

sudah mendapatkan “warisan berharga” seperti ini, orang tidak perlu lagi membaca aneka ragam kitab karena ia sudah berada pada tujuan kitab. Inilah yang dinamakan kula-dharma, tradisi suci keluarga yang harus dijaga oleh semua. Bagi mereka yang sudah berhasil menegakkan kuladharma, mereka tidak merasa penting untuk menjadi orang pintar, tidak menghayal menjadi ini dan itu karena di mana ia berada, ia sudah berada di “puncak” destinasi. Pesan seperti ini zaman dahulu selalu diutamakan untuk disampaikan kepada anak cucu. Apalagi jika ada yang bisa menjadi orang pintar, bisa menjadi pejabat, bisa menjadi tokoh, bisa menjadi orang berguna di masyarakat, maka ia sudah mempunyai dasar yang kuat dan indah, yaitu tradisi kula-dharma. Inilah cara “memanggil lupa”, supaya menjadi ingat dengan kula-dharma, kewajiban-kewajiban suci leluhur. Ajaran-ajaran leluhur seperti tertuang, tersurat dan tersirat dalam lontar-lontar serta dalam “gudang tanpa batas” literatur Veda mengingatkan semua untuk mengutamakan tradisi meneruskan pesan-pesan dan tradisitradisi leluhur yang indah kepada anak cucu. Sesungguhnya setiap daerah memiliki pesan-pesan dan tradisi-tradisi warisan leluhur yang tidak kalah indahnya dengan tradisi leluhur di belahan dunia lainnya. Tradisi-tradisi tersebut seharusnya tetap dijaga oleh para generasi penerus sebagai identitas suatu masyarakat. Pesan dan tradisi tersebut tidak berdiri sendiri, ternyata ada sumber sastranya, menunjukkan bahwa ia bukan tradisi ringan tanpa makna. Di samping itu, bantuan pemahaman dari para orang tua ternyata sangat membantu. Pengakuan banyak orang memastikan bahwa bimbingan orang-orang tua sangat membantu orang untuk memahami lebih jelas akan pesan indah leluhur.

MIMBAR AGAMA

Doa di Hadapan Tuan Yang Mahatahu

tahu bahwa tidak akan pernah sendirian dalam menghadapi apapun. Perikop dalam Mazmur 139 menyadarkan saya. Dalam perikop yang diberi judul “Doa di hadapan Allah yang maha tahu”, pemazmur masuk langsung pada intinya. Katanya: “Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku.” (ay 1). Tuhan menyelami dan tahu semua yang ada dalam pikiran dan perasaan kita. Dia tahu apa yang tengah menjadi kesulitan kita. Dan Tuhan mengenal kita. Dia yang menciptakan, maka Dia tentunya yang paling mengenal atau mengetahui segala sesuatu tentang kita. Bahkan lebih dari kita mengenal diri kita sendiri Pemazmur menyadari dan paham sepenuhnya akan pengenalan Tuhan tentang dirinya. Lanjut nya lagi: “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.” (ay 2-3). Tuhan tahu apapun yang pemazmur lakukan atau perbuat. Dan Tuhan ada di sekelilingnya dari segala penjuru, bahkan ia merasakan tangan Tuhan melindunginya dari atas (ay 5). Pemazmur menggambarkannya begini: “Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.”. (ay 6). “Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!” (ay 17).

Betapa banyaknya yang Tuhan tahu dari kita, betapa istimewa dan pentingnya kita dalam hati Tuhan. Jadi jelas, Tuhan mengenal kita dengan teramat sangat baik. Pemazmur tahu bahwa Tuhan tidak sekadar mengenal kita, tapi Dia juga peduli. Sangat peduli. Dia berkata: “Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.” (ay 8-10). Tidak peduli di manapun kita berada, apakah dalam keadaan baik maupun tidak, Tuhan akan selalu ada bersama kita. Dia akan selalu mengulurkan tangan-Nya menuntun, menolong, memegang, membimbing dan melindungi kita. Jadi kalau Tuhan mengenal dan sangat peduli pada kita, kenapa kita harus merasa sendirian menghadapi segalanya? Yang luar biasa, Pemazmur tidak sekadar menyadari bahwa Tuhan mengenal dan peduli untuk melepaskannya dari kesulitan, tapi terlebih penting baginya adalah Tuhan menyelidiki hati dan pikirannya. Ia berkata “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiranpikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (ay 23-24). Pemazmur tahu betapa pentingnya hal itu, karena ia tidak mau ada sedikit pun yang

melenceng dari kebenaran. Sekiranya ada, Dia meminta Tuhan untuk memeriksa dan sekiranya mendapati, agar Tuhan membimbingnya pada jalan yang benar. Yesaya 29 menggambarkan betapa Tuhan sungguh mengetahui kita, karena kita adalah ciptaanNya sendiri. Kalau Tuhan diibaratkan sebagai tukang periuk, dan kita adalah bejana yang dibentuk dari tanah liat, mungkinkah Tuhan, Sang Pencipta, tidak mengenal apaapa tentang kita? “..Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: “Bukan dia yang membuat aku”; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: “Ia tidak tahu apa-apa”? (Yesaya 29:16). Kita dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua kita. Mereka merawat dan mendidik sejak kita kecil. Karenanya mereka tentu mengenal kita dengan sangat baik. Kalau orang tua kita di dunia saja mengenal kita secara pribadi dan mendalam, apalagi Bapa di Surga yang membentuk atau menciptakan kita. Kembali kita mendapati sebuah kesadaran akan pengenalan dan kepedulian Tuhan yang sangat mendalam pada kita. Tuhan sungguh mengenal kita dengan baik, Dia sungguh peduli, tapi seringkali kitalah tidak mau mengenal Dia dengan sungguh-sungguh. Ketika Tuhan peduli, kita malah tidak peduli pada-Nya dan hanya

menggantungkan harapan kepada manusia. Kita hanya berharap bisa dimengerti oleh orang lain dan melupakan kasih Tuhan yang selalu dicurahkan atas kita semua. Manusia bisa mengecewakan, tapi Tuhan tidak akan pernah mengecewakan. Karenanya, andalkanlah Tuhan selalu.”Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!” (Yeremia 17:7). Ayat ini menyebutkan dengan jelas bahwa menaruh pengharapan kepada Tuhan tidak akan pernah berujung sia-sia.Penegasan lainnya disampaikan pula oleh Yesus. “Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah,bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” (Lukas 12:6-7).Kalau burung saja diperhatikan Tuhan, apalagi kita yang diciptakan secara sangat istimewa, secara dahsyat dan ajaib menurut gambar-Nya sendiri. Bayangkan, sampai jumlah rambut kita helai demi helai pun Dia ketahui. Sedekat-dekatnya dan sepeduli-pedulinya manusia, adakah yang sampai tahu jumlah rambut kita? Manusia tidak akan pernah tahu, tapi Tuhan tahu itu. Itu menunjukkan bagaimana kepedulian dan pengenalan-Nya akan kita dengan sangat detail.

I Gusti Ngurah Rai

rah Rai dengan diseberangkan ke Jawa. Sikap pengecut pimpinan Prayoda membuat apresiasi pria berdarah biru tersebut sirna, malah patriotisme dan kesetiannya pada NKRI setelah proklamasi kemerdekaan mengental,“ tutur Rubag. “Ya, kubaca berbagai ulasan, konon Prayoda sebenarnya didoktrin untuk menjaga seluruh kawasan pantai, yang diduga sebagai tempat pendaratan musuh. Namun saat Dai Nippon mendarat di Benoa, justru pimpinannya memerintahkan seluruh anggota pasukannya mundur ke gunung dan memusnahkan senjata dan tank, membuat Ngurah Rai kecewa. Tamatan Officier’s Opleiding atau Pendidikan Calon Perwira yang berpangkat letnan dua setelah menyelesaikan pendidikan, merasa rugi berlatih perang kalau harus melucuti diri saat musuh datang. Padahal menurut informasi, pria ningrat itu tidak bertubuh tinggi, besar dan gempal bertampang macho ketika memimpin Pasukan Ciung Wanara di bawah Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Tinggi tubuhnya konon hanya 154 Cm dengan berat 45 Kg dan berwajah

lembut namun nyalinya sebesar buah semangka! Membaca penggalan lain dari suratnya pada Termeulen aku jadi merinding dan kagum. “Soal perundingan, kami serahkan kepada kebijaksanaan pemimpin-pemimpin kita di Jawa. Bali bukan tempatnya perundingan diplomatik. Dan saya bukan kompromis. Saya atas nama rakyat hanya menghendaki lenyapnya Belanda dari Pulau Bali atau kami sanggup dan berjanji bertempur terus sampai cita-cita kita tercapai.” Bukankah kalimat tersebut sangat luar biasa mengagumkan, malah bukan hanya omong kosong namun dibuktikan dengan tindakan yakni Puputan Margarana!“ komentar Nyoman Sudiantara. “Kalau saja beliau berjiwa oportunis dan gemaruk kekuasaan serta materialistis, bisa jadi jabatan tinggi di bawah Ratu Wihelmina mudah diraih. Apalagi dalam perjanjian Renville, Linggarjati dan Konferensi Meja Bundar, Bali ditempatkan di luar NKRI, bahkan dihimpun dalam Negara Indonesia Timur. Ternyata almarhum bukan pemimpin sontoloyo dan cintanya pada NKRI sangat kental. Itu terbukti dari penggalan surat yang

kau baca tadi, diplomasi adalah urusan para pemimpin kita di Jawa. Malah dalam kalimat berikut, aku sangat kagum. “Selama Tuan tinggal di Bali, Pulau Bali tetap menjadi belanga pertumpahan darah, antara kita dan pihak Tuan. Sekian harap menjadikan maklum adanya. Sekali merdeka, tetap merdeka!” Almarhum adalah orang yang satyawacana, melakukan apa yang dikatakannya, bukan sore tempe, esok dele! Almarhum gugur bersama 95 anggota pasukannya dalam Puputan Margarana dalam usia 29 tahun. Meninggalkan istri yang sangat elok dan dua putra sedangkan putra ketiga masih dalam kandungan saat napas terakhir almarhum melesat dari badan. Sekiranya para elite yang kini sibuk saling ejek, fitnah dalam ujaran kebencian menyimak dan mengikuti tauladan I Gusti Ngurah Rai, maka cita-cita kemerdekaan, yakni masyarakat adil, makmur berdasarkan Pancasila bukanlah pepesan kosong, tapi menjadi kenyataan. Tentu kuncinya adalan persatuan dan kesatuan sesame warga bangsa, bukan perpecahan dan saling cabik!“ ujar Made Surjanegara.

PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku” Mazmur 139:1 A pa k a h A n d a p e r n a h merasa bahwa tidak ada orang yang mengerti Anda? Sudah berusaha berbuat sebaik mungkin, orang bisa menyalahartikan. Atau saat kita sedang membutuhkan bantuan, tidak ada satupun yang mau meluangkan waktunya buat kita di saat sulit. Kita merasa sendirian menghadapi sesuatu, tidak ada yang mengerti, tidak ada yang peduli. Akan ada waktu-waktu di mana kita berada dalam situasi seperti itu. Terkadang kita sulit mengharapkan orang untuk mengerti atau peduli keadaan kita, karena mungkin mereka juga sedang bergumul dengan banyak masalah seperti kita. Sekarang tidak lagi merasa seperti itu, juga tidak mau berpikir seperti itu. Mungkin ada masa-masa di mana kebetulan tidak ada satupun yang bisa atau bersedia. Tapi meski demikian, jangan lupakan bahwa ada Tuhan bersama kita. Mindset saya berubah sejak menyadari bahwa saya punya Tuhan yang tidak pernah terlalu sibuk untuk saya. Dia ada, keberadaan-Nya nyata. Dia mengenal, mengerti, dan peduli. Itu saya tahu pasti dengan keyakinan penuh. Karena itu saya

“Lihatlah penderitaan rakyat menghebat! Mengancam keselamatan rakyat bersama. Tambah-tambah kekacauan ekonomi menjerat leher rakyat. Keamanan terganggu, karena Tuan memperkosa kehendak rakyat yang telah menyatakan kemerdekaannya.” “Rangkaian kalimat tersebut bukan hoax atau isu palsu dan berlebihan seperti kita sering tonton dan baca di media sosial dan televisi saat ini. Bukan pula kampanye hitam gara-gara libido kekuasaan yang menggelegak. Tapi penggalan surat heroik dari seorang patriot tulen yang rela menukar nyawa dengan kemerdekaan di usia relatif muda. I Gusti Ngurah Rai, putra kedua I Gusti Ngurah Palung, kelahiran Puri Carangsari, Badung, 30 Januari 1917, mengirim surat penolakan pada komandan Pasukan Hajah Merah KNIL, Overste Termeulen Sebab Termeulen pernah menyuruh anak buahnya, Kapten JBT Konig

brolan BALE BANJAR ARIDUS untuk membujuk Ngurah Rai buat bergabung dengan KNIL, yang mendarat kembali di Benoa awal Desember 1945, setelah Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu, 15 Agustus 1945. Termeulen tahu Konig adalah mantan atasan Ngurah Rai di Pasukan Prayoda sebelum Dai Nippon menyerbu Bali tahun 1942. Namun pasukan besutan KNIL itu takluk tanpa perlawanan pada Jepang, bahkan nyawa Konig diselamatkan Ngu-


Bali

6

Redité Paing, 18 November 2018

Pidabdab Krama Adat ring Bali

Kadasarin antuk UUD 1945 , Ngamargiang Daging Tri Hita Karana Pinaka pikardin Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané kapaicayang antuk budhi lan wiwéka, jadmané ketah ngamargiang kauripan ipun antuk pidabdab mapupulan yadiastun wénten taler sané prasida ngamargiang kauripannyané pararagan kémanten. Sakéwanten pidabdab kauripan antuk mapupulan punika ngawinang ipun prasida saling tulungin, ngembasang sentana utawi madué pianak sinambi saling jagra sareng krama utawi jadma siosan. Kasuén-suén pidabdab wiadin pamargi kauripan mapupulan antuk dasar-dasar biologis i wawu dados nglimbak tur nincap nganutin saking panglimbak kawéntenan jadma inucap. Inggih punika sayan katreptiang antuk makudangkudang tata-titi utawi kapatutan sané majanten kaanutang olih para krama ring sajeroning wewidangan inucap. Yéning sané ketah kamargiang ring Bali, kauripan kramanyané kamargiang antuk dasar marupa tata-titi adat ring pidabdabnyane sarahina. Punika mawinan genah maparikrama ring sa-

jeroning pakraman Bali ketah kawastanin antuk Désa Adat utawi sané alitan kawastanin antuk Banjar Adat. Risampunné Indonesia ngamolihang kamahardikan ring pinanggal 17 Agustus 1945, raris pidabdab kauripan krama ring sajebag wewidangan Indonesia utamanipun ring Bali ngranjing ring sajeroning Negara Kesatuan Republik Indonesia sané katreptiang antuk sakancan tata-titi wiadin hukum negara. Nanging panegara Indonesiané kantun eling tur becik nabdabang makudangkudang désa adat sané wénten ring Indonesia utamanipun ring Bali sané sampun kamargiang saking masan para panglingsir i nguni. Punika kasinahang saking kawéntenan Pasal 18B ayat (2) Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945 sané maosang ; “Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara

Bencingah

Parikrama Ulu Apad PIDABDAB ring désa pakraman utawi sané alitan luiré ring banjar adat wantah parikrama tradisional sané sampun kamargiang saking nguni. Kawéntenannyané kantun becik duaning kantun kamargiang olih kramané saha nganutin panglimbak masané mangkin. Daweg dumun, manut I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., M.Si., wénten sané kawastanin “Ulu-Apad”. Ulu apad wantah pidabdab nreptiang pakraman kadasarin antuk sapasira sané pinaka panglingsir pamucuk ring krama inucap. Parikrama punika kamargiang antuk pamucuk sané kasengguh Kubayan, Jero Duuran miwah Jero Alitan pinaka undagundagan pamucuk ring Ulu apad. Sané kawastanin Kubayan wantah dané sané sampun ngamargiang parikrama Ekajati wiadin dados pamangku sané patut kasinggihang, Jero Duuran wantah pamucuk sané nénten dados pamangku utawi ketah kasengguh bendésa ring wewidangan Badung utawi wewidangan tiosan. Yéning Jero Alitan wantah wakil saking bendasa inucap. Pidabdab Ulu apad ring adésa pakraman punika kamargiang utawi kadabdabang ring banjar wiadin tempékan sané kaamong, minakadi ring Batur wénten désadésa cenik sané ketah kasengguh antuk Banua Kidul utawi Kelod, Banua Kawan utawi Kauh, Banua Kaleran miwah sané siosan. Ngeninin indik nepasin pikobet ring wewidangan inucap, sinah katepasin dumun olih prajuru adat ring soang-soang banjar utawi banua, manawita nénten mrasidayang kapuputang, wawu nedunang Jero Duuran saking Ulu apad sané nabdabang banua punika. “Pidabdab ulu apad ngranjing ring wewidangan désa pakraman utawi banjar adat antuk pidabdab sané sayan kaadungang ring masané mangkin. Sios punika taler kamargiang olih Kelian utawi Kelian adat sané mawit saking kruna “Kelihanga” utawi sané kalingsirang ring wewidangan irika. pidabdab Ulu apad kantos mangkin kantun kamargiang olih krama ring wewidangan Batur miwah Tenganan,” dané nartayang. (was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

aran

1.

hrn/,

2.

arang

2.

hr*,

3.

aras

3.

hrs/,

4.

ari

4.

hri,

5.

arig

5.

hrig/,

6.

aring

6.

hr&,

7.

arip

7.

hrip/,

8.

aris

8.

hris/,

9.

arod

9.

herod/,

10.

arum

10.

hrum/,

Kesatuan Rebulik Indonesia, yang diatur dalam undangundang.”. Punika satmaka cihna yéning kawéntenan désa adat wantah kabecikang pisan olih panegara Indonesia manut saking tata-titi miwah undangundang ipun. Nénten wantah amunika, nanging désa adat ring Bali sané i nguni ketah kasengguh antuk banwa utawi banua punika taler katreptiang ring sajeroning Perda Tingkat I Bali Nomor : 06 Tahun 1986 indik Kedudukan, Fungsi miwah Peranan Désa Adat pinaka Kesatuan Masyarakat Hukum Adat Dalam Propinsi Daerah Tingkat I Bali. Sakéwanten risampunné kamargiang Perda Propinsi Bali Nomor 3 Tahun 2001, sané kawastanin antuk “désa adat” inucap raris magentos dados “désa pakraman” antuk teges inggih punika “kesatuan masyarakat hukum adat di Propinsi Bali yang mempunyai satu kesatuan tradisi dan tata krama pergaulan hidup masyarakat umat Hindu secara turun temurun dalam ikatan Kahyangan Tiga atau Kahyangan Désa yang mem-

BPM/was

ADAT – Kawéntenan banjar adat wiadin désa pakraman ring Bali wantah sinalih tunggil tetamian saking para panglingsiré nguni. Kapatutanipun wantah nglestariang dresta tetamian panglingsir sinarengan antuk ngamargiang kauripan nganutin saking kahanan masané mangkin. punyai wilayah tertentu dan harta kekayaan sendiri serta berhak mengurus rumah tangganya sendiri” inggih punika kantun pateh sareng teges désa adat sané dumun. Sangkaning punika pidabdab adat ring sajeroning pakraman ring Bali wantah macihna pisan, sakadi sané kabaosang olih I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., M.Si. inggih punika budayawan sané taler angga tim Pembina Désa Pakraman Kota Denpasar. Sinalih tunggil sané

ketah kapanggih ring sajeroning pidabdab adat ring banjar wiadin désa pakraman wantah kadasarin antuk rasa masukaduka tur malih pamidanda sané katibakang ring sang sané madué kaiwangan punika wantah pamidanda sané jagi ngawinang ipun rumasa lek wiadin kimud ring sajeroning adat. Minakadi wénten awig nénten dados ngutang leluu ring tlabah, sapasira sané lémpas saking tata-titi punika sinah jagi kasepékang utawi

nénten ngamolihang sakancan “hak-hak” ipun ring sajeroning adat. Sakéwanten indik awigawig sané kamargiang punika ketah kaepah tur kadasarin antuk Tri Hita Karana utawi tigang pariindikan inggih punika Parahyangan, Pawongan miwah Palemahan. “Soang-soang pariindikan i wawu raris kaepah malih dados pariindikan sané alitan. Minakadi conto tatkala nreptiang indik pidabdab kramané magama ring sajeroning banjar adat utawi désa pakra-

man sané majanten ngranjing ring parahyangan, sinah kaepah malih dados tetiga. Inggih punika parahyangan utawi sapunapi ilén-ilén yadnyanyané kamargiang, pawongan utawi sapunapi kapatutan krama ring sajeroning maparikrama wiadin nyinggihang dané Jero Mangku taler indik palemahan ipun utawi sapunapi pidabdab wewangunan miwah wewidangan pura wiadin genah suci irika kabecikang,” dané nartayang. (was)

Kawéntenan Sekaa Teruna

Ngabih Pidabdab Banjar Adat PIDABDAB kahuripan krama Hindu ring Bali kadasarin antuk tata-titi sané sampun kataminin saking para panglingsiré nguni. Sangkaning punika, paileh ring pakraman nganutin tata-titi wiadin kapatutan ring banjar adat wiadin désa pakraman satios nganutin hukum miwah UU sané kamargiang ring Indonesia. Banjar adat wiadin désa pakraman nénten nabdabang indik krama sané meneng madampingan kémanten, nanging taler ngeninin indik daging ring wewidangan adat inucap utawi indik Tri Hita Karana ring sawewidangan irika. Sané taler patut kauratiang wantah pidabdab naminin tetuek, tattwa agama taler dresta budaya miwah kapatutan ring krama adat majeng para yowanané. Pangaptinnyané, dresta sané becik nénten ical sangkaning nénten becik katami. Indiké punika raris kacawis antuk kawéntenan sekaa sané kawastanin sekaa teruna, pupulan para yowana ring banjar

BPM/was

TRUNA – Pidabdab nglestariang dresta wiadin budaya patut kamargiang olih para yowana pamekas sekaa teruna sané wénten ring désa wiadin banjar adat. adat sané raris kasikiang ring pidabdab sekaa. Sakadi sané ketah kapanggihin, kawéntenanipun nganutin ring sapunapi kawéntenan banjar adat, nanging pidabdabipun mabina-binayan. Wénten sané sampun becik kamargiang, wénten taler sané kirang santukan durung resep tur éling ring kauta-

man sekaa truna. Sujatiné sekaa teruna punika wantah jalaran kanggén mupulang para yowana mangda nami saha nyagra dresta budaya sané kadruenang ring désa wiadin banjar adat. Angga sekaa truna punika wantah yowana saking krama banjar, dadosné manut Dr. Drs. I.B. Gede Candrawan,

M.Ag. saking Karang Taruna Kabupaten Badung sané taler dados Dosen Kewarganegaraan lan Komunikasi Politik IHDN Denpasar wantah patut kasarengengang ring makudang-kudang parikrama utawi pidabdab sané kamargiang ring banjar adat minakadi ri kala piodalan miwah pakaryan tiosan. Sangkaning punika, parikrama sané kamargiang olih sekaa teruna punika nénten lempas saking widang sosial-budaya miwah keagamaan Hindu madasar Tri Kaya Parisudha. Sios punika, dané malih maosang, ring aab modérn antuk panglimbak IPTEK sakadi mangkin, sekaa teruna madué kawigunan sané utama ring banjar adat inggih punika ngabih banjar adat ngeninin indik gatra anyar. Antuk pendidikan miwah kawagedan SDM para yowana sané becik, sinah gelis ipun prasida uning ring gatra anyar miwah panglimbak jagat sakadi mangkin saha éling ring pikobet-pikobet sané taler jagi kapanggihin. Punika wantah cihna saking parikrama “saling menopang”

utawi saling sarengin saking banjar adat miwah sekaa teruna. Napi malih antuk kahanan para panglingsir banjar adat sané majanten nénten akéh sané waged ring panglimbak IPTEK, sinah irika dados kautaman saking sekaa teruna ngabih saha ngicénin para panglingsir daging-daging gatra anyar wiadin pikobet saha tetimbang indik sapunapi sané prasida kamargiang kanggén nepasin indiké punika. “Yéning selehin, ring panglimbak SDM, sekaa teruna wantah “aset” sané mautama tur patut becik kawéntenanipun. Napi malih jagi nepasin pikobet wiadin kawéntenan ring masan anyar sané majanten sayan ngewuhang. Samian banjar adat majanten jagi ngamanggihin panglimbak masa antuk sekancan kahananipun, punika majanten ngaptiang pisan parikrama saking sekaa teruna jagi ngabih sekancan pidabdab saking banjar adat,” dané nartayang.(was)

Dura désa

”Relief ” Candi Penataran

Ngwedar Indik Carita Ramayana miwah Kresnayana CANDI Penataran wantah sinalih tunggil candi macorak Hindu sané sampun wénten daweg Kerajaan Kediri. Candi pinih ageng saha pinih jimbar ring Jawa Timur puniki magenah ring Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Ngeninin indik relief dinding ring candi Penataran ngwedar indik carita Ramayana antuk tokoh Rama miwah Shinta, saha carita Kresnayana antuk tokoh Krisna miwah Rukmini. Aran sujati Candi Penataran wantah Candi Palah manut sané munggah ring Prasasti Palah, miwah kawangun daweg warsa 1194 olih Raja Çrnga (Syrenggra) sané polih gelar Sri Maharaja Sri Sarweqwara Triwikramawataranindita Çrengalancana Digwijayottungadewa. Ring pangawit pawangunan candi inucap, Candi Penataran kawigunayang pinaka genah upacara agama Hindu. Tetujon saking upacara sané kamargiang minakadi mangda kadohang saking baya letusan Gunung Kelud. Ring warsa 1286, Candi Naga kawangun ring komplek Candi Penataran. Ring Candi Naga puniki, wénten relief sia diri manusa ngamel naga. Naga punika wantah niyasa candrasengkala utawi warsa 1208 Saka. Daweg Jayanegara madeg agung, Candi Penataran malih polih uratian sané becik. Pemimpin salanturnyané, Tribuanatunggadewi miwah Hayam Wuruk taler urati ring

kahanan candi, mawinan candi puniki dados candi negara resmi antuk status dharma lepas. Sajeroning Kitab Negarakertagama reriptan Mpu Prapanca (1365), kabaosang yéning Raja Hayam Wuruk sané daweg punika madeg ratu ring Kerajaan Majapahit warsa 1350 rauh ring warsa 1389 M, rauh ka Candi Penataran, Jawa Timur. Raja Hayam Wuruk rauh ka candi inucap antuk tetujon ngamargiang pemujaan Hyang Acalapat, pinaka prabhawan Ida Bhatara Siwa pinaka Girindra utawi Raja Penguasa Gunung. Ring sumber tiosan, sinunggil kronik saking abad XV, kabaosang, Candi Penataran rumasuk genah sané kawigunayang pinaka genah malajahin agama miwah genah ziarah sané ramia karauhin krama. Kronik puniki nyaritayang indik pamargin sinunggil bangsawan Kerajaan Sunda ka Candi Penataran sané kasengguh Rabut Palah. Sakadi sané kabaosang sadurungnyané, Candi Penaratan rumasuk candi sané pinih jimbar miwah pinih ageng ring Jawa Timur. Candi puniki madué jimbar 12.946 m2. Ring komplek candi, wénten makudang-kudang soroh wangunan. Ring ungkur candi wénten telabah sané ning. Ring ajeng candi wénten makudang-kudang wangunan candi perwara miwah balé pendopo. (pusat data/berbagai sumber)

BPM/net


Redité Paing, 18 November 2018

NUJU pasemengan, wusan magampil-gampil taler ngiringang Ida Pranda Gedé Maitriya nyurya sewana ring Griya Gedé Tegal Kuta, I Wayan Pasek negak ngacontol di batan kayu sabo keciké, ngantosang Mén Sandat miwah pianakipuné Ni Nengah Santi puput maratengan ring parantenan. Méh sampun langkungan ring dasa warsa, I Wayan mamarekan iriki ring Griya Gedé, mawit saking wawu tamat ring Sekolah Dasar, ngantos mangkin sampun tamat D-II Akutansi, sangkaning pasuécan Ida Pranda lanang istri nuduk tur nyekolahang, masarengan ring Ni Nengah Santi, rérad-rérod, magandéng ngungsi sekolah. Ni Nengah masekolah ring sekolah Perawat, sané mangkin taler sampun tamat. I Wayan bengong, nrawang manahnyané, ngélingang pamarginnyané sané sampun langkung. Ipun mawit saking bongkol Gunung Batukaruné ring Tabanan, Desa Tunjuk, kalunta-lunta mriki ka Kuta. Wawu tamat Sekolah Dasar, ninggal mémé miwah umah, mamanah jaga ngrereh pakaryan. Ngawitin dados pedagang acung ring Pasisi Kuta, lantur makuli dados dagang ajengan sakadi ajengan kuning, jagung, sumangka maiyis-iyis, nylupsup ka sekolah-sekolah miwah ka umah-umah. Duaning sering madolan ka griya, kapariangenan Ida Pranda, ngraris kaduduk olih Ida Pranda ring Griya Gedé Tegal. Sangkaning pasuécan Ida Pranda, I Wayan kasekolahang sareng Ni Nengah Santi, pianak panyeroanidané, Mén Sandat. Kocap sané riin ida Pranda madué putra lanang adiri, sakéwanten sampun séda. Ida Pranda istri, duk ida kantun nyeneng, naenin ngandikayang, yan ta kocap warnin putranidane punika, mesib sakadi rupan I Wayan, madué kadengan ring pangarasan tur sujénan. Punika kocap sané ngawinang ida kadaut ring I Wayan. I Wayan kasekolahang ring D-II Akutansi, Ni Nengah ring Sekolah Perawat. Manawi sangkaning sering crarat-crurut, ngawinang I Wayan kadaut manahné ring Ni Nengah. Sakéwanten kémad manahipun nglekahang ring Ni Nengah, duaning I Wayan marasa ring pasikian tan madué pakaryan, makamiwah pajongkokan. Manahipuné bimbang ngumbang, nglayang ring langité embang, kadi layang-layang daun kumbang, matali antuk benang, nguntingin ampehang angin ngatimang. “Taaag..., dini ko Beli Wayan! Paling tiang ngalihin!” sapunika Ni Nengah Santi nengkejutang, sahasa ngelut baongipuné I Wayan saking ungkur. “Aduuh, mimih, tengkejut Beli, Ngah!” sambrag buyar rerambangan ipun I Wayan. “Beli bengong, pasti Beli ngenehang Dék Erik, timpal Beliné sakelas pidan! Pasti, oo..., pasti! Kema alih énggalang! Da bengong nglamun kakéné!” “Aah, sing ada kéto, Ngah! Nyén ya nyak ngugu, jadma kakéné, tiwas, pangangguran. Yan ngalih kurenan, apa lakar baang? Apa pragat ajak medem dogén?” “Aah, nguda Beli pesimis. Gedénang bayuné! Gantungkan cita-cita setinggi langit! Kadén kéto pangajahné Bung Karno!” “Kéto ja. Lek Beli nglekahang kenehé. Doyan nyen éwérina Beli tekén luhluhé.” “Amun Beli sing juari, tiang ja nulungin!” Kaplekur Ni Nengah olih I Wayan, ipun mabaos kisi-kisi: “Anu, Ngah, Beli tresna tekén Nengah. Uli makelo Beli

Nyastra

Punyah I Nyoman Jegog

makita ngorahang, jag makeledan munyiné mara mapaekan.” “Saja, Beli? Aaah, masak Saja Beli ! Uli makelo tiang nyantos raos Beliné éné.” Kasaksiang olih i taru sabo keciké, I Wayan sareng Ni Nengah saling dopdopin, saling peluk, ngempahang tresnané, saling gelut tur maeling-elingan sang kalih, antuk bagia manahipuné. “Gus, Gék!” sapunika Ida Pranda Gedé nauhin. “Tiaaang, Ratu,” sapunika nandes sinarengan sang kalih matur, tur gelis nyagjag nangkil ring Ida Pranda sarwi ngusap-usap paningalan lan bibih ipuné. Sesampuné nampek I Wayan sareng Ni Nengah, Ida Pranda ngandika: “Men, kénkén Cening ajak dadua bengul paningalané? Apa Cening maan magerengan?” “Nawegang, Ratu. Titiang nénten magerengan. Anu Ratu.” I Wayan sareng Ni Nengah saling tolih tur saling singguk. “Da mengkeb-engkeban, aturang tekén Pranda. Pranda tuara lakar duka.” Pamuput saking nglawan-lawanin, I Wayan nguningang indik ipun saking tetuian, sareng kalih saling tresnain, indik yan kadurusan nganten, ring dija pacang jenek. Bingung manahipuné. “Ooo, kéto!” Ratu Pranda pawikan nampenin daging manah I Wayané, ngraris ngandika: “Cening ajak dadua suba pantes makurenan, sawireh umur Ceningé suba cukup. Pangidih Pranda, yan suba makurenan, lanturang dini di griya ngoyong, apang ada ngayahin Pranda. To dangin panyengker griyané ada tegal pakarangan druén griya, ditu Cening ngaé umah. Pranda madué same-

ton, ida suba transmigrasi ka Lampung tur suba madiksa ditu. Lakar énggalang Pranda nauhin warginé dini, ngaénang Cening upacara pawidiwidanan. Apang eda, satondén mawidi-widana suba ngelah pianak. Panak astra adané, patuh tekén panak bebinjat. Bibi jaat, kéto kojarannya, Ning!” Tan maletan tigang sasih, jangkep puput upacara pasakapanipun I Wayan Pasek sareng ring Ni Nengah Santi. Wusan matamped-tamped, I Wayan sareng Ni Nengah ka kamar pakalihan magentos panganggé. Ni Nengah nganggé daster tipis arang, nyrangcang nrawang, si bukit kembar tanpa kutang. Angkihané I Wayan ngangsur, sahasa kadiman kaplekur, alon-alon mabriug di duur kasur, limané slasar-slusur, kausap-usap saking duur, ka gigir nuli ka ungkur, kempol padet ngardi makesiur, ngabag alus lemi sebun kukur. Awak sang kalih sayan anget, panganggé sané neket, daster nyrangcang mabungset, sang kalih magulet, Ni Nengah nglier gietgiet, nyigitin siet-siet. Angkihan sang kalih noos, kadi plaib maboros, peluh nurabias makebios, puput. Pamuput kasirep leplep, masaput matekep, punyah namtamin kasukan idep, ngantos semeng atep. Sapunika nemuang smara setata, ngrasanin swarga sekala. Kasuén-suén ida Pranda nauhin I Wayan miwah kurenanipun, sareng ring Mén Sandat. Ida ngandika: “Gus, Gek, nyai Mén Sandat, Pranda sumayan lingsir, rasa énggal panumayan Pranda lakar nutug pamargin Pranda Istri.” Wawu sapunika pangandikan ida, sareng sami engsek miragiang, raris matur I Wayan: “Sampunang palungguh Ratu mawacana sapunika. Punapi keman

titiangé iriki? Manawi I Ratu kaléson, dwaning sarahina-rahina lunga muput yadnyan warginé. Becikan mangkin makolem, mangda polih masandekan.” “Gus, Gek, nyeneng kalawan sedané tuara dadi pasahang. Ingetang pabesen Pranda, eda Cening ninggal griyané dini. Lanturang baktin Ceningé, Mén Sandat pada, apang ada ngrunguang Pamrajan Agengé, ngayahin warginé ané teka tangkil ka Pamrajan Ageng....” Durung puput ida ngandika, ngandikayang raga lesu, raris kairingang ka pakolemanidané. I Wayan gelis nelpon ipahipuné, Ni Putu Sandat sané dados perawat ring Puskesmas Kuta. Ni Putu gelis rauh kasarengin Dokter Gunawan, Kepala Puskesmas Kuta. Ida Pranda kapréksa, denyut jantungidané kaukur, tur kasuntik. Ida nglilir tur éling ajahan, mapiteket: “Cening ajak makejang, uncarang Gayatri mantramé!” Sareng sami sané wenten irika nguncarang Gayatri mantra. Durung jangkep ping tiga, Ida Pranda lebar, lelep sakadi makolem. I Wayan, Ni Nengah, Ni Putu, Mén Sandat pasleguk pada ngeling. Kramané sami ngrasayang kaicalan, sami sumuyug mrateka layon Ida Pranda, ngantos puput nglinggihang ring pamrajan. Sesampuné madabdaban, malih I Wayan sareng kurenanipuné madolan ring warung, ring sisin marginé. Saking pasuécan sang maraga Hyang, nyabran rahina ngagengang daganganipun. Ngawit madolan canang, sané mangkin mrasidayang ngwangun toko, Toko BAGUS , wastan tokonipuné. “Gus, wénten anak ngrereh! Kocap saking Tunjuk, Tabanan!” sapunika baos silih tunggil pisagan I Wayané, ri kala ipun wénten ring toko. Makesiab I Wayan wawu miragi wastan désanipuné. Sedek ipun bengong, saget rauh tamiuné punika tur macempléng. “Yah dini ko I Wayan, paling Beli nakonang umah Wayané!” “Wih, Jero! Sampunang ngawag Jeroné ngraos! Tiang boya I Wayan! Sapasira Jeroné?” “Ah, sing ja pelih matan Beliné! Wayan sing ké Wayan Pasek, pianak Mén Paseké uli Tunjuk. Kadengan di pipiné to ingetang Beli. Beli teka mai saking tetundénan mémén Wayané apang delokin ja, ia sakit keras, jani ngamar di Rumah Sakit Tabanan.” “Wih Jero! Sampunang mledped nyatua, mémén tiangé to ané negak, nu seger!”sapunika I Wayan matujuhang Mén Sandat. “Tiang tenenan Gede Bagus Astra Wijaya! Makaad, Jero! Makaad!” Wiréh katundung, tamiuné mawali ka Rumah Sakit Tabanan, kacunduk ring Mén Pasek sané sungkan rahat. Mén Pasek ngurimik nglawan-lawanin masambatan. “Inggih Ratu Bhatara Surya, Hyang Guru, yan yukti pianak tiangé kadi punika, durus Ratu Bhatara ngicénin panyisip, duaning ipun punyah, tan éling ring kawitan! Titiang nénten kangkenin memen.” Sapunika Mén Pasek masambatan. Pegat munyi, pegat angkihané Mén Pasek, ngulati jagat suung. Nénten maletan asasih, byur mabyayuhan krama Désa Tegal Kutané, kadulurin suaran kulkulé bulus, maka cihna wénten kapancabayan. “Tulung, tuluung, ada toko puun! Toko Bagus, druwén Gede Bagus Astra Wijayané puun. Tulung, tuluuuung….” -0-

Ni Wayan Ria Andayani

Satua

Ngripta Pepitu Sesolahan Anyar

I Pucung (6)

Kaketus saking Satua-satua Bali (VIII)

DI makiréné ia tuun lakar kayeh, matur koné ia tekén Radén Galuh, “Ratu Radén Galuh Cokor I Déwa driki dumun, kénakang kayuné driki. Titiang ngaonin Cokor I Déwa ajebos, titiang jaga tuunan manjus, déning ongkeb pesan tan dugi antuk titiang naanang kebusé.” Déning Ida Radén Galuh mawadah peti, dadi sing koné pirenga atur I Pucungé. Suud I Pucung matur kéto, tuunan lantas ia ka tukadé kayeh baan klangené maan yéh ning. Ditu rauh lantas Ida Radén Mantri sametoné Ida Radén Galuh nandan macan pacang kanggén Ida ngentosin sametoné. Sesubané Ida Radén Mantri rauh ring tongos petiné ento, ngelisang raris Ida Radén Mantri nyereg petiné tur kamedalang arinné. Sesubané Ida Radén Galuh medal, jani macané koné celepang Ida tur kakancing, seregné buin koné duur petiné genahang Ida. Ngelisang raris Ida Radén Mantri mlaib sareng Ida Raden Galuh budal ka Koripan. Buat isin petiné kasilurin tusing koné tawanga tekén I Pucung. Sesubané ia suud kayeh lantas ia menékan, teked ba duuran dingeha koné krasak-krosok di tengah petiné. Ngomong lantas I Pucung, “Inggih Ratu Radén Galuh, menggah menawi Cokor I Déwa dados krasak-krosok wau kaonin titiang manjus. Margi mangkin Cokor I Déwa budal ka umah titiangé, drika mangkin Cokor I Dewa malinggih sareng titiang. Cokor I Déwa pacang anggén titiang kurenan. Samalihipun titiang sampun ngadianang Cokor I Déwa woh-wohan luir ipun: buluan, salak, ceroring miwah manggis. Pacang rayunan Palungguh Cokor I Dewa sampun wénten jumah titiang kagianang antuk panyeroan Palungguh Cokor I Dewa, tiang maderbé mémé. Sampunang te kénten menggah Cokor I Déwa, mangkin iringa ja Cokor I Déwa budal.” (Masambung)

MAKUDANG-kudang parikrama seni sané kamargiang janten prasida ngamedalang rasa bagia miwah molihang préstasi. Satios punika, parikrama makesenian taler prasida kawigunayang dasar wiadin daging pikayunan tatkala makarya sesolahan anyar. Parindikan punika sané kamargiang Ni Wayan Ria Andayani sajeroning ngripta sesolahan anyar. Kantos mangkin, sampun pepitu sesolahan anyar sané prasida karipta, inggian marupa sesolahan palégongan, miwah sesolahan kontemporer. Yowana sané embas ring Denpasar, 18 Maret 1996 puniki ngangken ngawit malajah ngigel saking wawu mayusa petang warsa. Sakéwanten, ngranjing ring kelas 3 SD, ipun muputang malajah ngigel. Ria— sapunika ipun ketah kasambat nuturang, ragané raris ngranjing ring seni téater miwah magending kantos SMP kelas 1, salanturnyané taler nelebin gendér wayang kantos kelas 3 SMP. “Tatkala ngranjing ring SMKN 3 Sukawati Gianyar, tiang ngwanénang raga nyelehin jurusan tari tur kantos mangkin kantun nyumekenang raga ring widang seni tari yadiastun ketah taler ngamargiang kasenian tiosan,” baosnyané. Sesolahan sané pinih kasenengin Ria wantah sesolahan légong, duaning paileh masolah karasayang adung ring sesolahan inucap. Kantos mangkin, Ria sampun prasida ngripta pepitu sesolahan anyar, minakadi sesolahan Palégongan Kumara Dika, sesolahan Légong Wali, sesolahan Ginatria, sesolahan Nara Puja, sesolahan Palégongan Juan miwah sesolahan kontemporer sané mamurda Mapineh. Ria taler ngripta sesolahan sané kakaryanin sareng timpal-timpalnyané ri kala polih

kelas koreografi. “Reriptan sané pinih senengin tiang wantah sesolahan Ginatria sané kakaryanin pinaka kapatutan mangda prasida lulus S1 ring ISI Denpasar. Unteng pikayunan sané kalampahang sajeroning sesolahan puniki wantah pulah-palih kahuripan tiangé saking alit kantos mangkin sané sampun ngamargiang tigang soroh kasenian, luiré mangigel, matembang miwah magendér wayang. Makatiga kawagedan inucap raris sikiang tiang malarapan antuk sesolahan. Sakéwanten sesolahan puniki boya selah nyinahang pidabdab kahuripan tiang sakémawon sinahang tiang malarapan antuk tuuh para praginannyané sané mabinayan, wénten sané kantun alit, yowana tur sampun kelih,” baosnyané. Parikrama ngaryanin sesolahan punika, kabaosang olih yowana sané meneng ring Banjar Kanginan, Désa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung puniki wantah ngamiletin manah sané karasayang aluh-aluh kéweh. Duaning nyikiang makatetiga kawagedan seni inucap dados sesolahan antuk tuuh pragina sané mabinayan. Ria prasida nguningin sapunapi pabinayan ngajahin pragina nganutin tuuhnyané sané mabinayan. “ Ti a n g t a l e r b a g i a tatkala prasida masolah dados panyeledii kampus ring Korea Selatan, irika makéh pisan parindikan anyar sané prasida plajahin tiang. Napi malih ring pikayunan para yowanané mangkin, Korea Selatan wantah parindikan sané pinih booming…,” baosnyané sumeken. Ring Korea Selatan Ria makéh pisan polih paplajahan indik manajemen seni sané nénten kapolihang ring Bali. Tatkala punika Ria nyolahang kalih sesolahan antuk panganggé jangkep antuk selang galah wantah 7 menit tatkala jagi magentos panganggé siki ka pangganggé tiosan. “Pengalaman punika mabuat pisan anggén nincapang kemandirian raga taler nincapang kawagedan,” baos Ria makenyem.

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 31.kdikumã*\is)puæri, Kadi kumbang ngisep sari, z)puk*cumãÛnrs, nyepukang cumbwana rasa, cmæu;jiwpÊmnen, campuh jiwa premanané, edbzé(mulpÊks, Dé Banjar mula prekasa, s*putÉikdiksw*, sang putri kadi kasawang, rskditnæbyu, rasa kadi tan pabayu, r&l\iet\w*\w*.

ring langité ngawang-ngawang.

Saking Langit Bali Ngayah Sakantun wénten galah Ngiring ngayah Lascaryaning manah Ngayah sida mapala melah Widhiné sembah Manyama braya élah Ngayah tan ngaptiang jinah Tan ngitungang kantah Tan corah saling cograh Lascarya ngayah Ring dija ya magenah Sinah karmané sayan dumilah Nengah Kologan

Layu Tan Kembang sampun malabuh ka tanah masangu tangis ring natar wayah runtuh nyelap kapunggelang pituduh saking sang carang ngulayang kadi kapetengan kasapa tan sida mageluran mawali urung kayun matangi reh uripé sampun kawidi cerik pusuh kapejahang lusuh tan mari matembang puput sariné ring pertiwi ngungsi ring genahé sepi I Gede Suwartama

Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


8

Minggu Paing, 18 November 2018

Sanggar CAKRAWALA Kampus Kuning FAKSAS-FIB Unud Jalan Nias 13 Denpasar

Sanggar PURBACARAKA Kampus Kuning FAKSAS-FIB Unud Nias 13 Dps

Stop Press Jatijagat Kampung Puisi-109 Pembacaan Puisi-puisi ALIT S RINI Kamis Umanis 22 November 2018 Pukul 19.30 Wita di JKP-109

Selasa Umanis 27 November 2018 Pembacaan Puisi-puisi TOETI HERATY Pukul 19.30 Wita di JKP 109

Tetes (DK) Tetes... MATA Kemerdekaan, mata untuk menatap kemerdekaan Kemampuan untuk menemukan kemerdekaan Kesanggupan untuk menembus semesta hingga ufuk... SELAMA Kita mengawal perkembangan anak, tidak boleh ada satu tahapanpun dimana orang tua dan guru tidak melibatkan Allah...

runalong deepSMSoliloquy ... in the longrun longsilent..., run, sail

Coming on Age in Balidwipamandala...

16 Agustus 2018

HIDUP ITU nomor satu bukan memetik, tapi menanam Hidup itu bukan sukses yang nomor satu, tapi berjuang Temukan kegembiraan dalam berjuang, melebihi kegembiraan saat keberhasilan dari perjuangan itu...

16 Agustus 2020

lEmha Ainun Nadjib

l Ternyata Tigabaris Puisi Besar Sumpah Pemuda, 90 tahun membelai dan dibelai nafas kita l Spirit

lArifin Chairin Noer

Dalam Bayangan Tuhan

Beratus-ratus tahun sudah Kita tak pernah istirahat Betapa panjang ini perjalanan Betapa panjang bayangan Tuhan Betapa menyilaukan cahaya Tuhan

Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an

November-Rememberance 27 in 73…, 73 in 27

l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 dr. Ketut Ngurah

Fotografi

Catatan Lomba Foto ”Bali Post Goes to School”

Kebangkitan Fotografer Pelajar

Juara I Kategori SMA/SMK Cokorda Weda (SMA PGRI 1 Denpasar) MENGGEMBIRAKAN. Barangkali, kata itu sangat tepat untuk menggambarkan kegairahan para pelajar mengikuti lomba “Fotografi Bali Post Goes to School” yang dipusatkan di SMK PGRI 3 Denpasar, Sabtu (17/11) kemarin. Meskipun dikhususkan untuk para pelajar dari SMP dan SMA/SMK yang bernaung di bawah YPLP Kota PGRI Denpasar, lomba fotografi yang dirangkaikan dengan perhelatan Porsenijar PGRI Denpasar ini diikuti sekitar 100 orang pelajar. Dari segi jumlah peserta, tentunya angka ini bisa menjadi representasi tingginya animo para pelajar di Bali untuk menekuni dunia fotografi. Diharapkan, event Bali Post Goes to School yang secara rutin menggelar lomba fotografi sebagai salah satu materi kegiatannya ini bisa menjadi tonggak kebangkitan komunitas fotografer pelajar di Bali untuk berkiprah di tingkat nasional bahkan internasional. Serupa dengan event Bali Post Goes to School sebelumnya, lomba fotografi di SMK PGRI 3 Denpasar juga mengusung konsep lomba foto on the spot. Pada event kali ini para peserta tidak hanya dibatasi membidik kegiatan Bali Post Goes to School, namun mereka juga dipersilakan mengabadikan beragam cabang lomba dalam Porsenijar PGRI Kota Denpasar dengan lokasi yang tersebar di sejumlah sekolah

Juara I Kategori SMP Dersya Virtisari M (SMP PGRI 2 Denpasar)

PGRI di Denpasar. Namun, para peserta tetap diwa- peserta lainnya untuk mengeksekusi momen atau jibkan sudah mengumpulkan tiga file foto terbaiknya kegiatan yang kurang diminati peserta lainnya pada pukul 11.00 Wita hari itu juga. Dengan kata justru bisa melenggang mulus hingga ke babak final lain, mereka dituntut mampu membidik momen- karena fotonya terlihat berbeda. momen terbaik dalam event tersebut dalam waktu Sebagai contoh, para lomba fotografi kemarin, yang relatif singkat. Lazimnya mayoritas peserta terkesan lomba foto on the spot, mereka terpaku pada lomba gerak juga diwajibkan mengumpuldan lagu yang secara visual kan file foto original alias memang paling fotogenik. tanpa proses pengolahan (post Padahal, pada waktu yang processing). bersamaan juga ada beragam Mengamati sekitar 300 lomba lainnya yang bisa dijakarya foto yang masuk proses dikan sasaran bidik seperti penjurian, tidak terlihat perlomba mewarnai, berbagai bedaan dari segi kualitas antalomba kesenian dan pertandra karya foto peserta kategori ingan olahraga seperti catur. pelajar SMP dengan kategori Tentunya, peluang peserta pelajar SMA/SMK. Untuk levyang berani mengambil risiko el pemula, mayoritas peserta membidik event-event yang boleh dibilang sudah menkurang diminati ini untuk guasai teknik-teknik dasar menjadi juara lebih besar fotografi. Kelemahannya, sekarena mereka punya potensi bagian besar peserta masih untuk mendapatkan foto-foto “kering” dalam ide dan kreatiyang berbeda dengan mayvitas sehingga foto-foto yang oritas peserta lainnya. Dendihasilkan cenderung kurang gan kata lain, mereka akan greget alias biasa-biasa saja. lebih mudah melaju ke tahap Mayoritas peserta juga belum penjurian lainnya karena berani bereksprimen dengan fotonya jarang atau bahkan angle dan komposisi untuk tidak ada yang menyamai. menciptakan foto yang unik Dalam lomba foto on the spot, dan terlihat berbeda dengan strategi untuk mendapatkan peserta lainnya. Kelemahan foto yang berbeda dari kemendasar lainnya, mayoritas banyakan peserta lainnya ini Juara III Kategori SMA/SMK peserta juga kurang mampu merupakan modal awal untuk Annisa Nurul Islami mengeksplorasi tema yang menjadi juara. (SMK Kesehatan PGRI Denpasar) diberikan panitia sehingga Dalam lomba foto “Bali karya-karya foto yang diserahPost Goes to School” di SMK kan untuk materi penilaian juri terkesan “seragam”. PGRI 3 Denpasar kemarin, dewan juri yang berintiPadahal, dalam sebuah lomba foto on the spot, kej- kan I Wayan Sumatika, Yudi Karnaedi dan I Wayan elian peserta untuk menemukan momen, angle atau Suka Adnyana menetapkan foto karya Cokorda sudut bidik, ide serta kreativitas yang berbeda dari Weda (SMA PGRI 1 Denpasar) sebagai juara I , diikarya peserta lainnya merupakan sebuah garansi kuti I Gede Mudita (SMK PGRI 1 Denpasar) dan Anuntuk bisa melenggang mulus dalam proses penju- nisa Nurul Islami (SMK Kesehatan PGRI Denpasar) rian hingga mendapatkan gelar juara. sebagai juara II dan III kategori pelajar SMA/ Akibat banyaknya SMK. Sedangkan untuk foto-foto “seragam”, juri kategori pelajar SMP, terpaksa harus menyisijuara I diraih Dersya hkan banyak sekali fotoVirtisari M (SMP PGRI foto dengan ide, momen 2 Denpasar), diikuti I.B. dan angle yang sejenis Putra Swabawa (SMP di babak awal meskiPGRI 2 Denpasar) dan pun secara teknis fotoI Gede Krusiawan Budi foto tersebut sebenarnya (SMP PGRI 5 Denpasar) cukup bagus. Artinya, sebagai juara II dan III. hanya satu foto terbaik Dewan juri juga memilih dari sekian banyak 10 karya nominasi untuk foto “seragam” tersebut masing-masing kategori. yang akan dipilih untuk Dari segi momen, kedmengikuti tahapan penua karya foto terbaik unjurian selanjutnya. Setuk kategori SMA/SMK baliknya, peserta yang dan SMP ini memang berani tampil beda dan Juara II Kategori SMP tidak lebih istimewa dari memisahkan diri dari I.B. Putra Swabawa (SMP PGRI 2 Denpasar) foto-foto peserta lainnya.

Juara II Kategori SMA/SMK I Gede Mudita (SMK PGRI 1 Denpasar) Keduanya sama-sama mengabadikan peserta lomba gerak dan lagu yang mengenakan kostum dan properti berbahan baku koran bekas. Momen ini seolah menjadi momen wajib bagi peserta lomba foto karena hampir seluruh peserta yang menyerahkan file foto ini untuk penjurian. Beruntung, kedua peserta terbaik ini sangat jeli dan sabar menunggu saat-saat terbaik untuk menekan shutter kamera. Yakni, menunggu objek foto menampilkan ekspresi yang kuat sehingga foto yang dihasilkan terlihat sangat ekspresif. Kekuatan lainnya, kedua foto juara I ini juga dieksekusi dengan teknik candid sehingga objek foto tidak sadar dijadikan sasaran bidik sehingga ekspresinya terlihat sangat wajar, natural dan tidak terkesan dibuat-buat. Kekuatan ekspresi inilah yang dijadikan pertimbangan utama oleh juri untuk menobatkan kedua foto tersebut sebagai yang terbaik. Sementara juara lainnya, cenderung mendapatkan penilaian lebih dari para juri karena berani mengeksplorasi kegiatan yang kurang diminati peserta lainnya. Misalnya, lomba catur dan kesenian sehingga fotonya tampak menonjol di antara foto-foto yang “seragam”. Akhirnya, selamat kepada para juara. Sampai jumpa di event lomba foto Bali Post Goes to School berikutnya! (ian)

Juara III Kategori SMP I Gede Krusiawan Budi (SMP PGRI 5 Denpasar)


Minggu Paing, 18 November 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN

!Admin Min SMA-S1 CV:kencanasuryahrd@gmail.com

B.BP.001.11.18.0000677

Butuh Waitress,Kasir,Akunting, Cook,Bartender,Manager Resto CV Email:nexky1975@gmail.com

B.BP.001.11.18.0000727

Sardine Restaurant Looking for Hostess Speak English Mail:sardine@sardinebali.com Telp.733617 Jl.Petitenget 21

B.BP.001.11.18.0000749

Dicr Reservasi PT.Neverneverland Travel Agent Kuta / 757636 / 081337682886 B.BP.004.11.18.0000542

Sardine Restaurant Looking for Cook, Kitchen Cleaning Must Speak English Mail : sardine@sardinebali.com Telp.733617 Jl.Petitenget 21 B.BP.141.11.18.0000549

BIRO JASA

Coco Group Bali membuka peluang kerja untuk posisi: 1.Buyer Manager Grosir 2.Asst. Grosir Manager 3.Supervisor Grosir 4.Sopir No.1 & 3 minimal mempunyai pengalaman 1 th di bid.grosir Krm Lam:hrm@cocogroupbali.com recruitment@cocogroupbali.com

B.BP.803.11.18.0000532

Dcr Sopir SIM A & SIM B1 Penglmn Bisa Manual & Matic Lamaran Langs ke Yamaha Hasanudin 78 Dps

B.BP.001.11.18.0000734

Dcr Therapist Pengalaman&Tidak Jln Camplung Tanduk Seminyak. “Balidise Spa”Hub:082235854027

B.BP.001.11.18.0000619

Dcr Tng Srbutan,Laki2 Max.25Th DenBar,GjUMR,SMS.081936015543

B.BP.001.11.18.0000646

Dicari Tukang Bangunan/Kayu, Knek Hub.085100482576 B.BP.004.11.18.0000733

SERVICE

DIJUAL RUMAH

RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH

Dcr waiter/ss, kitchen di Santa Fe Restaurant Jl.Camplung Tanduk Seminyak Tlpn 731147 / WA 081999418286

B.BP.154.11.18.0000742

Dibthkan Accounting, E-mail CV ke komang_ribek@yahoo.com

B.BP.001.11.18.0000487

Dibutuhkan PRT Tinggal didalam Hub.0817359590

Dicari tukang jahit Jukki dan Staff Security segera. Hubungi 083114301738

B.BP.004.11.18.0000697

Dicr Karyawati u/Toko Buah di KotaDenpasar.Hub:087862280623

B.BP.001.11.18.0000682

Dicr Sgr Tng Garden u/di Hotel Hub:Diponegoro 51 Dps T:247111

B.BP.001.11.18.0000359

Dicari Admin,Waiter/waitris Engginer Resto Krobokan. Hp:0811399130 Kirim CV : www.mutiatrattoria@hotmal.com

Looking SPG For Boutique At Maldives Country 18-30 Yr Old Fluent In English.Email CV To: reyyy_2003@yahoo.com Contac :Bu Ketut 08123890647

Dicari Pembantu Gj1,5 yg antar dpt 500 T.087864696163/487612

Sgr Desain/Tkg Sablon Garment Jl. Patih Nambi 7A.085100061049

Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi(082144355655)

Tenaga Butler untuk Villa Hub.081237688699

B.BP.001.11.18.0000745

B.BP.001.10.18.0000731

B.BP.001.11.18.0000744

B.BP.001.10.18.0000900

Dicari sopir pribadi, berpengalaman, bisa manual matic. Tlp/WA:085238966662 B.BP.031.11.18.0000710

Dicr Karyawan Bag.Administrasi Hub:Sumber Sari Expedisi,Jln Gatsu I Gg V/2 HP:085100423875 /081917467686 B.BP.001.11.18.0000731

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.11.18.0000536

B.BP.001.11.18.0000718

B.BP.001.11.18.0000752

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

G.01

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

G.02

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818 G.03

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.04

DIJUAL RUMAH

Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar.

G.05

STM Listrik - Sipil Pengawas Bangunan, Arsitek, 0818621818

G.06

Satpam, Sopir SIM A, B1. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88. SMS/WA 0818621818

G.07

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

TOYOTA

Tnh Kvl Di Mengwi 130Jt/A & 50Jt/A Bs Kredit.087862450004

DIJUAL MOTOR

20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud - Bali Cp+6281318685007,No Brokerage

B.BP.001.11.18.0000739

HONDA

Vario 150 Sporty Hitam 28000KM Hrg 16,5Jt.HP/WA:081246000216

B.BP.001.11.18.0000726

DIJUAL RUMAH

Tukang Kebun/CS untuk Hotel/ Resto di Kuta. Lamaran SMS/WA 0818621818

Rmh Lt3 Lws 1,5 Stil Bali 900jt Ng Pusp Badung 087765311974

Lowongan SPG, Kasir, Staf Administrasi Akuntansi. Jl.Raya Kuta 88, SMS/WA 0818621818

Rmh Type 165/130 Lt2 kmr tdr 6 Toilet 3, garase, joglo Kmr tamu 900Ng087765311974KotaTabanan

G.08

G.09

DIJUAL MOBIL FORD

Dijual Ford Everest Thn 2011 Tipe 2,5 XLT.Hub:087861284640 B.BP.001.11.18.0000725 HONDA

City Z VVTi th00 Silver AsBali VR17AudioDVD081238169620BUC B.BP.001.11.18.0000748 TOYOTA

Dijual Avanza’08 Silver Metalik Hp:081237904019 B.BP.155.11.18.0000732

DIJUAL TANAH

Innova 2008 mulus Hub.081338799114

B.BP.155.11.18.0000750

B.BP.155.11.18.0000751

DISEWAKAN RUMAH Dikontrakkan Rumah Jln.Tukad Batanghari I Denpasar Hub: 0361 942470 B.BP.014.11.18.0000720

Diswkan Rmh di Perum DukuhSari Permai Sesetan,Hub.08113989994 B.BP.001.11.18.0000735

RUANG USAHA Djl Bangunan 2lantai, Jl.Raya Jemursari Sby strategis cocok u/Ktr Cab,BU Hub:08123321223 B.BP.031.11.18.0000709

B.BP.001.11.18.0000625

B.BP.004.11.18.0000637

Djl Tanah 14800 m2,Lok:Bukit Cinta,Ubud,Gianyar,08123665546

B.BP.012.11.18.0000595

Jual Cpt Tnh 2,10 M2 Cau Blayu Hub.085792285632/0811395148

B.BP.001.11.18.0000737

Tanah 1Are Siap Bangun Pemogan Densel. Hub:082146606918

B.BP.001.11.18.0000719

JASA KONTRUKSI Servis Rumah/Vila,Borong Bangunan,Design.081239460955

B.BP.004.11.18.0000545

KEHILANGAN Hilang BPKB Nosin:C-A403569 DK 164 GE An.I Gede Sudiasa

B.BP.001.11.18.0000674

Hilang No.334259-I DK 5455 DT A.n.I Made Ardana B.BP.001.11.18.0000722

BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.11.18.0000008


10

Minggu Paing, 18 November 2018

Mendatar: 1. Harga murah 4. Modal ; Kekayaan 7. Faedah (Inggris) 8. Sengketa ; Perselisihan 10. Tidak mutlak ; Relatif 12. Samudra 14. Salah satu cabang olahraga 15. Lagu irama pembangkit semangat 16. Obat penenang ; Analgetik dengan efek adiksi 19. Mempunyai arti kebahagiaan yang sempurna 22. Kota besar di Jepang 24. Berupa khayalan ; Tidak praktis 26. Tidak keluarnya air susu 28. Air terjun dangkal ; Aliran airnya sangat deras 29. Dibalik ; Paling menguntungkan ; terbaik 32. Beribu Kota Ankara 34. Tengkorak (Inggris) 35. Pulau di sebelah barat Pulau Sumatera 36. Kaca ; Gelas 37. Berakhir 38. Tumbuk (Bali) Menurun:

Burung Hantu Seharusnya Bukan untuk Dipelihara ORGANISASI peduli burung hantu The Owl World of Indonesia mengatakan burung hantu seharusnya bukan untuk dipelihara, karena hewan tersebut termasuk satwa liar. “Burung hantu yang diperdagangkan diambil langsung dari alam. Jika burung hantu terus di jual-belikan untuk dijadikan hewan peliharaan, maka keberlangsungan hidupnya dan populasi burung hantu akan terancam,” kata antropolog dari The Owl World of Indonesia, Dyah Wara Restiati di Jakarta, Jumat (16/11). Dia mengatakan kebanyakan pemelihara burung hantu tidak memperhatikan kesejahteraan hewan, misalnya burung hantu Tyto Alba yang memiliki tubuh besar disimpan di dalam kandang yang sempit. Sering juga kandang dibiarkan kotor, sehingga dapat membuat burung hantu stres. “Burung hantu ini hewan yang bersih, kalau tempat tinggalnya kotor maka kakinya bisa kutilan,” kata dia. Burung-burung ini juga kadang dibiarkan bertengger di luar, namun dengan kaki terikat sehingga mereka tidak bebas bergerak. Belum lagi beberapa pemi-

lik memberi makan burung hantu dengan buah-buahan, padahal burung hantu adalah karnivora. “Selama kami melakukan pemantauan, banyak orang yang memelihara untuk dipamerkan saja. Sehingga tak jarang usia burung hantu yang dipelihara hanya beberapa hari saja ditangan para pemelihara,” papartnya. Saat dipelihara, burung hantu sebagai hewan nocturnal juga dipaksa untuk bangun pada siang hari oleh pemiliknya. Hal itu dapat menyebabkan stres pada hewan. Dia mengatakan jenis burung hantu yang banyak dijual-belikan adalah Celepuk Reban, karena harganya murah yaitu sekitar Rp 50 ribu untuk satu ekor. Perdagangan burung hantu pun banyak dilakukan secara daring, biasanya burung hantu yang dibeli akan dimasukkan ke dalam kardus oleh penjual dan dikirim lewat bus atau kendaraan umum lainnya. Saat ini diperkirakan ada 54 jenis burung hantu di Indonesia, di mana 16 jenis telah masuk daftar hewan yang dilindungi. “Kami harap burung hantu yang tidak masuk daftar hewan dilindungi tetap menjadi

PETUGAS Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membawa harimau Sumatera yang masuk ke kawasan pasar Pulau Burung di Indragiri Hilir, Riau, ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PRHS) Dharmasraya, Sumatera Barat, karena Riau belum memiliki pusat rehabilitasi harimau. “Kita akan observasi harimau di sana bekerja sama dengan Yayasan Arsari PHRS Dharmasraya,” kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Sabtu (17/11) kemarin. Selama di PHRS, ia

menjelaskan tim medis dari BBKSDA Riau dan Yayasan Arsari akan mengobservasi perilaku harimau jantan berusia tiga tahun itu, termasuk mencari tahu penyebab si harimau sampai terjebak di kawasan pasar Pulau Burung. “Jika nanti observasi dan penanganan rehabilitasi selesai, kita akan segera melepasliarkannya,” katanya tentang harimau yang terjebak di pasar selama tiga hari sejak Rabu (14/11). Harimau itu akan tinggal di PRHS Dharmasraya menyusul Bonita, harimau betina berusia empat tahun yang masuk ke

perhatian pemerintah dan masyarakat. Jangan sampai hewan tersebut punah,” kata dia. (ant)

Ketentuan Menjawab

1. Hiasan 2. Pasak (Bali) 3. Rapat kerja nasional 4. Campuran dua logam atau lebih 5. Taman guru atas 6. Maaf (Bali) 9. Satuan sajak ; Syair ; Serangkai sajak 11. Olahraga sejenis kasti (Inggris) 13. Istilah dalam catur 17. Garpu kendaraan roda dua 18. Kain tenun ikat kepala Suku Badui 20. Ringan (Bali) 21. Dibalik ; Bel mobil atau sepeda motor 23. Baik buruknya sesuatu 25. Hinggap ; Melekat ; Datang ; Rezeki 26. Senjata parang khas Banjar 27. Nadi utama 30. Asosiasi industry glukosa Indonesia 31. Persatuan sepakbola Indonesia 33. Sebuah perguruan tinggi di Sumatera Utara

BPM/ist

LIAR - Burung hantu seharusnya bukan untuk dipelihara, karena hewan tersebut termasuk satwa liar.

Harimau yang Masuk ke Pasar Dibawa ke Dharmasraya

Harimau Sumatera

BPM/ant

sana awal tahun ini. Bonita sempat menjadi perhatian publik karena masuk ke per-

mukiman dan perkebunan, serta menerkam tiga warga hingga tewas. (ant)

Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 373 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 24 Nopember 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 2 Desember 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 371 Mendatar: 1. CETI 3. ANCAM 5. GAYO 7. DOP 8. ADE 9. COBA 11. AMPAT 13. MUTE 14. RIAC (CAIR) 15. RIBA 17. GONGSENG 19. LIR 20. KAIDAH 24. IMPALA 28. OHP

29. UPAKARTI 31. ALOT 32. GRAM 34. SCAR 35. KENES 36. DAUR 37. STO 38. UNO 39. SAJI 40. PILAR 41. LAVA Menurun: 1. CECUNGUK 2. IDAI 3. APACHE

4. MATAHARI 5. GEMERLAP 6. OMEGA 10. BRUNEI 12. PENGLIPURAN 16. BEOL 18. SPA 21. AKAL 22. DISTORSI 23. HOROSKOP 25. MOK 26. ASRAMA 27. ADIKARYA 30. ANGSUR 31. AKSES 33. ADOL

Pemenang TTS No. 371 1. 2. 3. 4. 5.

Putu Yogi Pardita Br.Subuk, Desa Subuk, Kec.Busungbiu, Kab.Buleleng (HP:081239 677888) I Wayan Suwena SD Negeri 1 Ketewel, Sukawati,Kab.Gianyar (HP:085738 283810) Ni Wayan Mandri Jl.Serma Natih, Desa Karangasem, Kec.Karangasem, Kab.Karangasem (HP:081338 319234) Iluh Veronika Br.Dinas Pasek, Desa Tajun, Kec.Kubutambahan, Kab. Buleleng (HP:087762 663929) Ni Luh Wati Jl.Kenyeri, Br./Lingk.Sima, Kel. Sumerta Kaja, Denpasar Timur (HP:085338 296096)

1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Gusti Gede Putu Bajra Alamat : Lingk.Padangkerta Kelod, Kel.Padangkerta, Kec.Karangasem, Kab.Karangasem (HP:081805 559333)


11

Minggu Paing, 18 November 2018

PBNU Desak Pemerintah Larang Bendera Tauhid Dijadikan Politik

BPM/ist

PILPRES - Mendagri Tjahjo Kumolo saat memberikan keterangan kepada wartawan soal ASN yang harus bersikap netral dalam Pilpres 2019.

Mendagri Tegaskan Kepala Daerah Boleh Tak Netral

Jakarta (Bali Post) Mendagri Tjahjo Kumolo kembali menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bersikap netral dalam Pilpres 2019. Sedangkan kepala daerah boleh tidak netral asalkan sesuai aturan Bawaslu. Sebab, kepala daerah merupakan jabatan politik yang dipilih rakyat melalui pesta demokrasi. “Penting netralitas ASN. Kami ikut dengan apa yang menjadi prinsip Kapolri dan TNI, Polri dan ASN itu harus netral. Yang boleh tidak netral tapi ada batas aturan Panwas dan Bawaslu adalah kepala daerah. Kepala daerah kan dipilih oleh satu partai atau gabungan partai,” ujar Tjahjo di Ecovention Ancol, Jl. Lodan Timur, Jakarta Utara, Sabtu (17/11) kemarin. Menurutnya, kepala daerah harus mengajukan cuti jika in-

gin melakukan deklarasi terhadap pasangan capres-cawapres. Kepala daerah juga tidak boleh membawa ajudan dan staf PNSnya ketika menghadiri acara dukungan terhadap caprescawapres. “Saya sampaikan, kalau mau mendukung dan deklarasi paslon 01 dan 02, tolong ajukan cuti. Kalau mau deklarasi itu, silakan tolong gunakan SabtuMinggu tanpa menggunakan anggaran, bawa ajudan, dan

Masih Gengsi “Jika berani tidak memberikan nilai yang seharusnya didapatkan karyawan, contoh sesuai UMK atau UMR mungkin dia akan bermasalah ketika diadukan. Hanya pandangan tenaga kerja lokal Bali tidak melihat itu, gengsi, malu,” tandasnya. Selain itu, ketika ia mengalami masalah soal cashflow. Masalah cashflow yang terjadi juga tak lepas dari dampak pembeli atau toko modern yang membayar barang terlambat,

molor hingga berbulan–bulan. Cashflow ini berdampak pada pembayaran gaji SDM. Ia mengalami, SDM Bali cenderung tidak bisa diajak bekerja sama ketika diajak berbicara pengembangan usaha. Sehingga pilihan yang diambil adalah mengambil tenaga kerja dari luar Bali atau tenaga kerja yang mau. Banyaknya kasus seperti itu, kata dia, orang Bali khususnya para yowana Bali harus siap bersaing. “Apa pun kondisinya, kita harus memandang sebuah usaha itu sebagai proses menuju hasil yang lebih baik,” tegasnya. (may)

staf-staf dari ASN. Semua sudah diatur oleh MenPAN-RB,” ucap Tjahjo. Sedangkan bagi PNS di bawah kepala daerah hanya boleh menjelaskan mengenai keberhasilan program pemerintah. Namun tetap tidak boleh menyerukan dukungan terhadap pasangan calon tertentu. “Kalau aparat itu bolehnya hanya, satu, menjelaskan kepada masyarakat tentang keberhasilan Pak Jokowi dan JK sebagai presiden

terpilih. Tapi kalau sudah kampanye pilih nomor 1, 2, itu nggak boleh. Program pembangunan dan pileg-pilpres harus bisa dibedakan,” kata Tjahjo. Lebih lanjut, Tjahjo mengatakan, bagi aparat sipil maupun TNI serta Polri juga dipersilakan bila ingin menyampaikan pencapaian kinerja pemerintah asalkan tidak menyebutkan nomor dan nama calon tertentu pada pemilu. “Ya enggak, kalau kampanye kan sebut nama, nomor urut. Ini kan enggak. Sepanjang tidak menyebut pilih capres ini itu, kan enggak apa-apa. Tugas pemerintah ya menjelaskan masyarakat, mana yang sudah dijalankan, mana yang belum,” kata dia. (kmb)

Mulai dari Pendidikan “Untuk menyeimbangkannya, ini harus mulai dari pendidikan Agama Hindu sejak dini. Berlanjut dengan pembinaan umat yang terus-menerus,” katanya. Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta mengatakan, dewan kemungkinan besar akan membuat perda baru tentang desa pakraman. Pasalnya, ada cukup banyak materi yang akan direvisi pada Perda No.3 tahun 2003. “Memang di dalam drafnya, perubahannya mung-

kin sekitar 60 persen lebih,” ujarnya. Menurut Parta, beberapa hal mendasar yang akan diubah meliputi posisi desa pakraman, tata kelola termasuk penguatan SDM, serta hak dan kewajibannya. Hal ini sejalan dengan harapan Gubernur Bali, Wayan Koster, bahwa poin-poin yang akan direvisi dalam perda tentang desa adat juga meliputi kewenangan desa adat, keuangan desa adat, program-program desa adat, keamanan, keekonomian, hingga LPD. (rin)

Mengurus Masyarakat Desa pakraman sebagai unit pemerintahan yang dikelola oleh masyarakat adat dan mempunyai hak untuk mengurus wilayah dan kehidupan masyarakat dalam lingkungan desa adat harus diberdayakan. Caranya, dengan melibatkan pemerintah secara sengaja pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat desa pakraman dalam merencanakan, memutuskan, dan mengelola sumber daya yang dimiliki sehingga pada akhirnya mereka memiliki kemampuan dan kemandirian secara ekonomi, ekologi, dan sosial secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat Hindu pada hakikatnya berkaitan erat dengan sustainable development yang memerlukan prasyarat keberlanjutan kemandirian masyarakat secara ekonomi, ekologi, dan sosial yang selalu dinamis. Pemberdayaan masyarakat adalah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai masyarakat untuk membangun paradigma baru dalam pembangunan yang bersifat peoplecentered, participatory, empowerment and sustainable (Chamber, 1995). Lebih jauh, Chamber menjelaskan

bahwa konsep pembangunan dengan model pemberdayaan masyarakat tidak semata-mata memenuhi kebutuhan dasar (basic need) masyarakat tetapi lebih sebagai upaya mencari alternatif pertumbuhan ekonomi lokal. Lembaga-lembaga ekonomi Desa seperti LPD, KUD, dan BUMDes yang telah memiliki aset dan keuntungan yang besar hendaknya mampu menjadi motor dalam pembangunan ekonomi pedesaan. Salah satu fungsi dari LPD adalah menciptakan pemerataan dan kesempatan berusaha bagi warga desa dan tenaga kerja pedesaan dengan misi ini harapannya adalah LPD dan Badan Usaha Desa yang lainnnya mampu menggerakkan masyarakat Hindu melalui anggaran pendidikan, peningkatan sumber daya untuk melakukan pendampingan pelatihanpelatihan usaha nyata kepada anggota masyarakat sesuai dengan kompetensi masyarakat yang ada bergandengan dengan pemerintah kabupaten/kota se-Bali. Ini yang belum dilakukan secara bersama. Pada akhirnya, pemerintah harus mampu memfasilitasi dalam mencarikan pemasaran terhadap hasil produksi yang dihasilkan oleh masyarakat pakraman tersebut. Kalau hanya berhenti pada produksi

maka keberlanjutan usahausaha kecil yang dicoba akan terhenti pada proses pelatihan saja, tidak akan sampai pada produksi dan pemasaran. Upaya pemerintah membangun perekonomian dengan merevitalisasi pasar tradisional belum berjalan maksimal. Jika ini berhasil maka akan dapat mengubah paradigma masyarakat untuk bisa berbelanja tidak lagi di toko yang berjejaring yang terus berkembang tanpa kendali dan ini juga menjadi pertanyaan kepada kebijakan pemerintah kabupaten kota dan jika ini terus diberikan berkembang tidaklah ada artinya merevitalisasi pasar tradisional. Menanamkan nilai-nilai budaya modern seperti kerja keras, hemat, keterbukaan, tanggung jawab adalah bagian penting dalam upaya pemberdayaan masyarakat Hindu. Masyarakat Hindu dari kecil harus dibudayakan untuk menyiasati perubahan yang terus berkembang dibarengi oleh kerja keras dengan mengurangi berbagai bentuk judi, tidak menjadi priyayi/merasa selalu berpunya, harus berhemat dalam sagala hal. Jangan hanya lihat warisan yang salalu bisa dijual, adanya keterbukaan dalam segala hal untuk mendorong profesionalisme dan bertanggung jawab.

Penanaman semacam ini hendaknya melembaga mulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan jadikalah banjar adat sebagai sarana untuk pembangunan karakter Hindu. Banjar jangan hanya dijadikan sebagai tempat paum/paruman. Jika dilakukan secara bersinergi upaya partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan astungkara bisa dilaksanakan secara maksimal. Penulis, Dekan Fakultas lmu Agama dan Kebudayaan Unhi

Jakarta (Bali Post) Ketum PBNU K.H. Saiq Aqil Siradj mendesak pemerintah melarang penggunaan bendera berkalimat tauhid untuk kepentingan politik. Ia tidak ingin segala kepentingan agama dijadikan kepentingan politik. “Dari ormas, kita mohon agar pemerintah tegas melarang bendera tauhid untuk kepentingan politik, kalimat thayyibah, kalimat yang sakral juga jangan dijadikan untuk kepentingan politik yang penuh dengan kepentingan-kepentingan interes. Agama harus kita hormati, jauhkan dari kepentingan politik,” ujar Said Aqil di Gedung LPOI, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11) kemarin. Said Aqil pun kembali berbicara soal insiden pembakaran bendera di Garut yang melibatkan Banser. PBNU, selaku induk dari Banser, juga sudah meminta

maaf karena kejadian tersebut. “Kemudian Banser lepas kendali, lepas kontrol, membakar sendiri, itu salah. Kita sudah minta maaf juga. Hari santri aja bendera NU tidak boleh dibawa pawai. Hanya merah putih yang dibawa, hanya nama pesantren. Masalah bendera selesai ya, yang penting pemerintah melarang bendera tauhid untuk dipakai kepentingan politik,” pintanya. Selain itu, Said Aqil men y a m p a i ka n p e n t i n g n y a peran organisasi kemasyarakatan berbasis Islam bagi Indonesia. Ormas-ormas seperti Nahdlatul Ulama (NU) hingga Muhammadiyah sendiri sudah lahir sebelum Indonesia merdeka. “Tanpa ormas yang lahir sebelum ada NKRI, belum tentu ada NKRI, yang pasti nggak ada NKRI. Ada NU, Muhammadiyah, Sarikat Islam, Al Washliyah, Per-

satuan Umat Islam, dan lain-lain. Semua merupakan pilar masyarakat bangsa yang dengan pilar itu Indonesia bisa berdiri. Artinya, ormas Islam mempunyai peran yang sangat penting dalam berbangsa dan bernegara walaupun kita bukan eksekutif atau pelaku,” kata dia. Said Aqil membandingkan dengan ormas di Indonesia yang memiliki struktur hingga ideologi yang jelas. Ia membandingkan dengan kondisi di negara lain seperti Suriah. “Kita harus bersyukur Indonesia ada struktur ormas jelas, ideologinya jelas, ketuanya jelas, kantornya jelas. Di Timur Tengah tidak ada komunitas yang jelas seperti kita, yang ada hanya suku dan parpol, makanya kalau ada konflik politik dan sosial nggak ada yang bisa jadi mediator,” ucapnya. (kmb)

Hingga ke Pasar ‘’Tugas kita, perintah harian jalankan setiap hari jalan ke pasar,’’ tegasnya. Selain itu, Megawati mengimbau, untuk menjaga martabat partai ketika turun ke masyarakat. Ia meminta, kadernya menjaga dan membumikan Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI, dan kebinekaan. Hasto melanjutkan, dari surat perintah harian Megawati, jika kemenangan partai dan Jokowi-Ma’ruf Amin terwujud, maka akan menorehkan sejarah politik di Indonesia dengan memenangi pemilu serentak secara berturut-turut. Di bagian lain, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaruh perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di

Jawa Barat. Proyek yang mangkrak, seperti waduk, diselesaikan Jokowi. “Di sana bisanya hanya memanfaatkan emak-emak untuk kepentingan politik. Pak Jokowi menghadirkan kebijakan untuk emak,” ujar Hasto. Hasto juga menyebut capres Jokowi saat mengambil nomor urut di KPU memberikan pesan untuk beradu program, gagasan, dan rekam jejak. Jokowi disebut tidak ingin ada berita bohong atau hoax yang bisa mengadu domba masyarakat. “Bu Mega mengatakan kalau diserang hoax, tanggapi dengan senyum karena mereka saudara sebangsa dan setanah air,’’ ujarnya. Dibantah Demokrat Sementara itu, Ketua Divisi Komunikasi Partai Demokrat, Imelda Sari, membantah ucapan Juru Bicara Tim Kampanye Na-

Konsumsi Ritual Namun di sisi lain pada sektor riil, dengan adanya hasil penelitian bahwa 32 persen pendapatan masyarakat digunakan untuk konsumsi ritual yaitu panca yadnya. Hal ini berarti, masyarakat membelanjakan uangnya tidak ke lembaga yang mereka miliki. Sementara desa pakraman pun tidak mengakomodasi konsumsi masyarakat baik berupa banten, pejati, wastra, buah, sanggah, pura, dan sarana upakara yang lain. Oleh karena itu, perlu adanya badan usaha desa adat (BUMDes) yang bergerak di sektor riil yaitu perdagangan. Misalnya perdagangan alat–alat yadnya.

Seperti tedung, lontek, tumbak bahkan sekarang pejati pun cenderung beli, wastra, sanggah, dll. Saat ini belum ada desa pakraman yang jualan seperti itu. Padahal, menurutnya, usaha itu cukup menguntungkan dan konsumennya pasti masyarakat setempat. Namun yang terjadi saat ini usaha itu banyak dilakukan pihak swasta bahkan bukan warga desa adat atau umat lain. “Jadi, kalau itu dibuka maka mereka akan punya potensi usaha yang bagus seperti LPD. Ini yang bisa memenuhi kebutuhan potensi pasar yang 32 persen dari pendapatan masyarakat untuk konsumsi ritual,” ungkapnya sembari menyebut laba dari usaha BUM-

sional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ruhut Sitompul, yang mengatakan jika Demokrat setengah hati mendukung pasangan calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Imelda mengatakan bahwa kritik yang dilontarkan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY hanya sebagai pengingat untuk kebaikan pasangan capres nomor urut 02 tersebut. “Kalau Demokrat dibilang setengah hati dan enggak sayang ke PrabowoSandiaga, kenapa Pak SBY yang mengingatkan,” ucap Imelda di Jakarta, Sabtu (17/11) kemarin. Selain itu, Imelda menilai jika kritik SBY juga ditujukan kepada pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin. Saat ini, pihak Demokrat sedang meminta para kader untuk fokus memenangi pemilihan legislatif. (kmb)

Des itu bisa dipergunakan untuk membiayai kegiatan adat. Namun ia menekankan, LPD hanya pemberi dana atau membiayai, bukan membuka usaha di sektor riil itu. “Itu salah. Sama seperti koperasi dulu, mereka bikin koperasi serba-usaha. Usaha simpan pinjamnya yang membiayai pertokoan. Kalau seperti itu, bisa kesulitan dana LPD-nya. Sebagaimana dulu koperasi simpan pinjam pernah kesulitan dana disebabkan mereka membiayai sektor riil membeli gabah, dll. Kemudian masyarakat mau tarik dananya, tapi enggak ada uang. Jadi, LPD hanya meminjamkan kepada badan usaha yang dibentuk oleh desa adat,” ujarnya. (may)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu Paing, 18 November 2018

t r o p S

Singa Oranye Bangkit Lagi Rotterdam –

Belanda sepertinya sudah bisa move on dari keterpurukan mereka dalam dua tahun terakhir ini. Penampilan lawan Prancis jadi bukti Singa Oranye mengaung lagi. Belanda begitu terpuruk usai finis posisi ketiga di Piala Dunia 2014. Regenerasi yang lambat membuat persepakbolaan di negara itu terjun bebas. Masih mengandalkan bintang-bintang tuanya, Belanda gagal melaju ke Piala Eropa 2016, yang mana hal itu berlanjut di kualifikasi Piala Dunia 2018. Diwarnai beberapa pergantian pelatih, De Oranje hancur total di kualifikasi dan urung tampil di Rusia. Absen di dua turnamen besar beruntun membuat pemangku kepentingan sepak bola di sana berbenah. Para pemain yang berumur mulai ditinggalkan dan Ronald Koeman yang kenyang pen-

galaman di Premier League ditunjuk untuk menangani tim Belanda yang lebih segar saat ini. Di tangan Koeman, Belanda memang tak langsung moncer karena dia butuh penyesuaian taktik dan juga seleksi pemain yang dianggap pas untuk konsep permainannya. Pelan tapi pasti, Belanda mulai membaik lagi permainannya sedari awal tahun ini. Meski kalah 0-1 dari Inggris pada laga debut Maret lalu, Koeman lantas menjalani delapan laga selanjutnya dengan torehan empat kemenangan, tiga seri, dan satu kekalahan. Dua dari empat kemenan-

gan Koeman terhitung penting, karena itu diraih di ajang UEFA Nations League. Setelah mengalahkan Jerman 3-0 Oktober lalu, Belanda tampil apik saat menekuk juara dunia Prancis 2-0 di De Kuip, Sabtu (17/11) dinihari kemarin. Gol-gol kemenangan dibuat Georginio Wijnaldum dan penalti Memphis Depay yang sekaligus menjaga peluang Belanda lolos ke semifinal. Belanda kini ada di posisi kedua klasemen dan hanya butuh hasil imbang kontra Jerman di laga terakhir untuk menggeser Prancis dari posisi teratas. “Kami sudah menunjukkan bahwa kami bisa bangkit

setelah terpuruk, tapi saya tidak mengira kami bisa tampil sebaik ini selama 90 menit,” ujar Koeman. “Saya sendiri tidak mengira tim ini bisa sebaik ini membaca pertandingan. Kami sudah tunjukkan malam ini bahwa kami sudah melakukan langkah luar biasa. Dari awal hingga akhir kami bermain sangat baik,” sambungnya. Belanda kini mengemas enam poin dan masih menyisakan satu laga kontra Jerman. De Oranje hanya butuh hasil imbang demi lolos ke semifinal, karena unggul catatan pertemuan atas Prancis. Jerman terpaksa terdegradasi ke Liga B. Der Panzer hanya mengemas satu poin sehingga dipastikan menduduki posisi buncit Liga A Grup 1 UEFA Nations League. (kmb33/afp)

PENCETAK GOL - Dua pencetak gol Belanda saat melawan Prancis di UEFA Nations League, Sabtu (17/11) kemarin, Memphis Depay (atas) dan Georginio Wijnaldum.

Vinales Ganti Nomor

Valencia – Rider Yamaha Movistar Maverick Vinales ingin awal baru di musim 2019. Sebagai permulaan, Vinales memutuskan mengganti nomornya dari 25 menjadi 12. Keputusan itu dibuat Vinales setelah menyebut dua tahun pertama bersama Yamaha sebagai periode terburuk dalam kariernya. Sejak bergabung Yamaha pada 2017, Vinales baru bisa mempersembahkan empat kemenangan, termasuk 12 podium bahkan baru sekali kemenangan di 2018. Vinales membuat keju-

tan ketika daftar peserta MotoGP 2019 dirilis, yang memperlihatkan bahwa pembalap Spanyol itu memakai nomor baru. Nomor 12 memang lowong karena Thomas Luthi akan meninggalkan MotoGP setelah musim ini selesai. Vinales mengungkapkan bahwa dirinya memakai nomor 12 semasa berkarier di level junior. Hasil jauh lebih baik diharapkan Vinales mulai musim depan. “Ketika aku masih bocah, aku selalu membalap dengan nomor 12. Aku memakai nomor antara 12 dan 100, karena 100 ketika aku masih di motocross, tapi 12 yang sebenarnya,” ucap Vinales,

Sabtu (17/11) kemarin. “Sudah bertahun-tahun aku ingin mengubah nomor namun belum menemukan jalannya, tapi sekarang aku merasa aku perlu melakukan sesuatu yang berbeda,” imbuhnya. “Tahun depan akan ada mesin baru, kepala kru baru, semuanya baru jadi memang waktunya berubah, Maverick yang baru. Jadi kita lihat saja apakah aku bisa lebih bersyukur daripada sekarang,” katanya lagi. “Ini adalah dua tahun terburuk bagiku di kejuaraan dunia, jadi aku ingin mengubah semuanya. Aku cuma ingin kembali ketika aku sangat bagus,” tutup Vinales. (kmb33/afp)

Kejuaraan SEATTA

Ganda Deepash/Rahmat Rebut Perunggu

BPM/afp

REBUT - Bek Krosia Dejan Lovren berebut bola dengan pemain Spanyol Saul Niguez saat kedua kesebelasan bertemu di ajang UEFA Nation League, Jumat (16/11) kemarin.

Lovren Berhasil Hentikan Ramos Zagreb – Dejan Lovren kecewa dengan sikap Spanyol setelah kalah dari Kroasia. Namun, bek Liverpool itu senang sudah mampu menghentikan Sergio Ramos. Kroasia berhasil menekuk Spanyol 3-2 dalam lanjutan UEFA Nations League, Jumat (16/11) dinihari. Kemenangan itu membuka lebar peluang Kroasia melaju ke empat besar dan Spanyol malah terancam gagal. Bek Kroasia Lovren, mengutarakan ketidaksenangannya dengan Ramos usai laga. Dia menyebut sudah berhasil membunuh bek Real Madrid tersebut dengan sikunya. “Saya senang, saya membunuhnya dengan siku saya, saya membunuhnya...”, tulis Lovren dalam akun Instagram pribadinya. Selain menyerang Ramos, Lovren juga menyerang sikap Timnas Spanyol secara keseluruhan. Baginya Spanyol tidak fair play. “Anda harus menjunjung fair play dan mengapresiasi lawan ketika mereka menang, tetapi Spanyol telah menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki sikap semacam itu, yang akhirnya justru menyerang mereka sendiri,” ungkap Lovren. “Ketika kami kalah 6-0 kami menyambut mereka dan menunjukkan bahwa kami adalah tim yang sopan dan menjunjung kehormatan. Hanya (Alvaro) Morata yang datang untuk memberi selamat kepada kami, sisanya tidak ada, dan saya belum pernah melihat yang seperti itu,” sesalnya. (kmb33/afp)

Denpasar (Bali Post)Ganda putra tuan rumah Indonesia Deepash Bhagwani/Rahmat Taufik Pakaya, meraih juara III dan menyumbang perunggu pada Kejuaraan Tenis Meja Asia Tenggara, bertajuk ‘’11th South East Asian Table Tennis Association (SEATTA) Championship” di GOR Merpati Denpasar, Sabtu (17/11) kemarin. Fi semifinal langkah Deepash/Rahmat dihentikan lawannya ganda Singapura Ethan/ Poh Yew dengan skor 0-3 (8-11, 8-11, 8-11). Semifinalis lainnya, Leong Chee Feng/ Wong Gi Shen (Malaysia) menaklukkan Tan Lucas/Yu Xhong Jun Gerald (Siangoyra) Juag Dengfan skro 3-0. Dengan demikian, pada ganda

putra akan bertemu Malaysia melawan Singapura. Dinomor ganda putri, semifinal mempertemukan Ho Ying/Karen Lymee (Malaysia) mengalahkan Goi Rui Xuan/Wong Xin RU (Singapura) dengan skor 3-2, kemudian Tan En Hui/Koh Kai Xin (Singapura) menundukkan Rose Jean/Sandriana (Filipina) 3-1. Dengan demikian, di nomor ganda putri kembali Malaysia meladeni Singapura. Sedangkan nomor campuran (mix) terjadi all Singapre final. Sekjen PP PTMSI Lilik Hanafi menjelaksan, harapan Indonesia masih ada di tunggal putra. ‘’Secara realistis kami berat mendulang emas, kemungkinan perunggu dan perak,’’ kata Lilik. Dikemu-

kakan pasaca-event SEATTA ini masih ada lagi ITB Open di Bandung, serta kejuarana di Surabaya. ‘’Bahkan kejurnas awal tahun 2019 akan diselenggarakan,’’ ucap Lilik. Pascakejurnas akan dibentuk skuad SEA Games di Filipina Desember nanti. ‘’Tuan rumah minta dipertandingkan tunggal putra dan putri serta campuran, tetapi SEATTA mengusulkan ditambah ganda putra dan putri, serta beregu putra dan putri. Lilik mengakui prestasi petenis meja Thailand, Singapura, Filipina, dan Malaysia lumayan. ‘’Petenis meja Malaysia ada yang turun di Liga Spanyol, otomatis jam terbang mereka lebih tinggi,’’ kata Hanafi. (022)

BPM/wan

PERUNGGU - Ganda putra Indonesia Rahmat Taufik Pakaya (kiri) bersama Deepash Bhagwani harus puas merebut perunggu.

Widodo Sebut Persebaya bakal Menyerang Gianyar (Bali Post)Pelatih Kepala Bali United Widodo Cahyon Putro, menyebutkan Persebaya Surabaya bakal menerapkan pola menyerang saat meladeni Tim Laskar Serdadu Tridatu, dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadionm Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (18/11) malam ini. pukul 19.30 WIB. Upaya meredam serangan Tim Bajul Ijo, kata Widodo bisa dilakukan barisna penyerang Bali United buat menghadang laju bola di areal benteng pertahanan Persebaya. Jika luput, lini tengah bisa meredamnya, namun jika bola masih lolos, terpaksa barisna lini belakang Bali United yang mematahkannya. ‘’Ada tiga lapis barisan Bali United yang siap mengahalau alur serangan Bajul Ijo,’’ sebut Widodo di Gianyar, Sabtu (17/11) kemarin. Widodo menerangkan asuhannya tak bisa semua tampil, seperti Komang Sukarja, Ahmad Agung Setia Budi, Yabesroni, serta Stafano Lilipaly dan Ricky Fajrin yang membela timnas. Widodo justru senang jika belasan ribu pendukung Persebaya Bonek, memadati Stadion Dipta, sebab bertujuan meningkatkan kualitas pertandingan, mutu kompetisi, skill individu pemain,

platih, sampai perangkat pertandingan. Sementara pemain belakang Bali United Dallen D, menyatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan rekan setimnya di posisi lini belakang, dan siap berjibaku mematahkan serangan Bajul Ijo. Gelandang serang Persebaya Rendi Irwan menegaskan, timnya ingin memetik kemenangan, apalagi saat meladeni Persib Bandung di Stadion Dipta, Persebaya unggul 1-0. ‘’15 ribu lebih Bonek bakal menyerbu Dipta, mudah-mudahan kami bisa memetik kemenangan,’’ tutur Rendi. Di sisi lain, pelatih Persebaya Djadjang Nurjaman juga berharap timnya bisa memetik kemenangan, apalagi perjuangan asuhannya didampingi belasan ribu Bonek. Djadjan Nurjaman tak mempersoalkan absennya Stefano, sebab skuad Bali United dihuni pemain asing, naturalisasi, dan pemain lokal berkualitas. Sementara di kubu Persebaya juga diperkuat pemain muda bertalenta. ‘’Saya kira pertandingan seru, sebab persiapan matang, ditambah pemain kami siap, tak ada pemain kami absen dan cedera,” ucap Djadjang Nurjaman. (022)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 18 November 2018 |balipost.com by e-Paper KMB - Issuu