terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 63 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Jumat Umanis, 18 OKTOBER 2019 Videotron Taman Nandiswara Rusak Videotron di kawasan Taman Nandiswara, Puspem Badung, rusak. Padahal, digital visual advertising ini baru diresmikan 14 September lalu. BADUNG | HAL. 3
Orang Hebat di Kabinet Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menyatakan akan memilih orang-orang hebat menjadi menteri dan pembantunya pada periode kedua pemerintahan atau kepemimpinannya 2019-2024. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi melalui akun media sosialnya Twitter @jokowi dan Instagram-nya, Kamis (17/10) kemarin, yang membahas tentang kabinet periode keduanya. Jokowi meminta masyarakat bersabar menunggu pengumuman siapa-siapa saja yang akan membantunya di pemerintahan. ‘’Sabarlah. Indonesia ini tak kekurangan orang-orang hebat dan mampu memimpin kementerian dan lembaga, dan bersedia untuk mengabdi kepada bangsa ini,’’ sebut Jokowi melalui akun Instagram-nya. Menurut Jokowi, orang-orang hebat itu terserak di semua bidang pekerjaan dan profesi: akademisi, birokrasi, politisi, santri, juga TNI dan Polri. ‘’Tidak sulit menemukan mereka,’’ katanya. Jokowi, baik melalui Instagram maupun Twitter-nya mengungkapkan bahwa ia juga membaca beberapa versi ‘’bocoran’’ menteri kabinet periode 2019-2024, kalau-kalau itu benar adalah bocoran. Yang jelas, lanjut Jokowi, susunan kabinet sudah rampung. ‘’Saya umumkan segera setelah pelantikan Presiden pada 20 Oktober, bisa hari yang sama, atau setelahnya,’’ kata Jokowi. (ant)
’’Delivery Service’’ Adminduk Layanan delivery service gagasan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan mulai resmi beroperasi. Pemohon bisa menerima dokumen tanpa harus mengambil ke kantor pusat di Disdukcapil. TABANAN | HAL. 7
Tak Minta Jatah
Jakarta (Bali Post) – Gerindra mengaku tidak pernah meminta jatah jabatan menteri. Prabowo sebagai Ketua Umum juga tak pernah berubah sikap. Namun, jika negara membutuhkan Gerindra siap membantu. Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (17/10) kemarin. ‘’Prabowo dan Gerindra tidak pernah berubah sikapnya, kami tidak dalam posisi meminta-minta, menawarkan apalagi ikut campur atau mengintervensi,’’ kata Riza Patria. Dia mengatakan, terkait koalisi mau pun kursi menteri, sepenuhnya jadi kewenangan Jokowi, Presiden terpilih untuk menentukan. Sikap Gerindra, menurutnya, seperti yang disampaikan Prabowo, apabila pemerintah dan memerlukan maka Prabowo serta Gerindra siap membantu. Hal. 15 Bangsa dan Negara
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Kera Liar Ditangkap Sudah sebulan warga kota Negara diresahkan seekor kera liar. Berbagai upaya untuk menangkapnya dilakukan. Akhirnya kera jantan itu pun masuk perangkap. JEMBRANA | HAL. 10
Gubernur Koster Gelar Doa Bersama Pancarkan Vibrasi Perdamaian Bali untuk Indonesia ’’Di hadapan Ida Sesuhunan dan Ida Batara Kawitan inilah kita sekarang bersujud, memohon agar taksu spiritual serta vibrasi perdamaian Bali bisa mendinginkan suasana politik Indonesia, khususnya di Jakarta.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
Dipastikan Ada Menteri dari Bali
KEMENANGAN Jokowi-Ma’ruf Amin di Bali pada pilpres April lalu sangat mutlak yakni mencapai hampir 92 persen. Menjadi hal yang wajar jika publik di Bali berharap ada menteri yang merupakan putra kelahiran Bali. Apalagi dalam sejarahnya di semua presiden nama putra Bali selalu ada. Namun demikian, penentuan nama-nama menteri mutlak hak dari presiden. Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster tak mau berbicara banyak mengenai jatah menteri untuk Bali dalam kabinet Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Walaupun pelantikan Jokowi-Ma’ruf sudah tinggal menghitung hari yakni pada 20 Oktober 2019. ‘’Kalau jatah menteri itu, kewenangan penuh, hak prerogatif presiden, saya tidak memberikan masukan apa-apa,’’ ujarnya usai mengikuti kegiatan doa bersama di Pura Besakih, Karangasem, Kamis (17/10) kemarin. Menurut Koster, Jokowi sudah memiliki cara tersendiri untuk menilai siapa-siapa saja yang pantas mendampinginya sebagai menteri. Kendati demikian, ditegaskan, bila ada jatah menteri dari Bali. ‘’Beliau sudah punya cara untuk menilai siapa yang pantas mendampingi beliau. Yang penting ada dari Bali, gitu aja,’’ tegasnya. (kmb32)
balipost http://facebook.com/balipost
KEKHUSYUKAN mewarnai gelaran doa bersama yang dilangsungkan di Penataran Agung Pura Besakih, Karangasem, Kamis (17/10) kemarin. Gubernur Bali Wayan Koster secara khusus menggelar acara doa bersama, sebagai langkah untuk secara bersama-sama mendoakan agar acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan damai. Doa bersama yang diikuti oleh ratusan orang yang terdiri dari bupati/wali kota, anggota DPRD, kepala OPD, bendesa adat, pemangku, serta masyarakat umum di-puput oleh Ida Pedanda Gede Kerta Yoga dari Geria Panji Budakeling, Ida Pedanda Gede Wayan Tianyar dari Geria Menara Sinduwati Desa Sidemen, dan Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun dari Kedatuan Kawista Belatungan, Pupuan. Tampak hadir Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Ketua DPRD Karangasem I
Gede Dana, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana, Bendesa Agung Majelis Desa Adat Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet dan Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha. ‘’Saya juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk mengimbau agar pada hari Kamis ini semua komponen masyarakat Bali baik yang beragama Hindu maupun saudara-saudara kita pemeluk agama Islam, Katholik, Protestan, Buddha, Khong Hu Cu, serta aliran kepercayaan untuk melakukan doa bersama pada jam yang sama di tempat masing-masing di seluruh Bali,’’ kata Gubernur Koster. Gubernur mengatakan, doa bersama diselenggarakan bukan karena motif politik, bukan juga karena pasangan presiden-wakil presiden terpilih memenangkan suara mayoritas di Bali. Hal. 15 Damai dan Sejahtera
DOA BERSAMA - Gubernur Bali Wayan Koster secara khusus menggelar acara doa bersama di Penataran Agung Pura Besakih, Karangasem pada Kamis (17/10) kemarin, diikuti ratusan orang yang terdiri dari bupati/ wali kota, anggota DPRD, kepala OPD, bendesa adat, pemangku serta masyarakat umum. Doa bersama ini sebagai langkah untuk mendoakan agar acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan damai.
Periode Pertama Sukses dengan Catatan Jakarta (Bali P ost) – Periode pertama Jokowi sebagai presiden akan segera berakhir. Mulai tanggal 20 Oktober 2019, lembar baru periode kedua akan dimulai. Kinerja periode pertama sudah dinilai baik, namun masih menyisakan sejumlah catatan kritis. Di antaranya soal ekonomi dan kesejahteraan rakyat serta pemberantasan korupsi. ‘’Publik yang menilai kinerja Jokowi baik mencapai 41,0 persen, biasa saja 33,4 persen, buruk 23,3 persen. Selebihnya tak menjawab. Itu artinya, jika diringkas secara sederhana kinerja Jokowi sebenarnya sudah baik, namun belum maksimal karena menyisakan sejumlah pekerjaan rumah,’’ kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dalam rilis survei ‘’Evaluasi Kinerja Jokowi dan Harapan Publik di Periode Kedua’’, di Kantornya, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/10) kemarin. Saat ini publik berharap Jokowi bisa mewujudkan semua janji Nawacita jilid keduanya dengan maksimal. Terutama soal pertumbuhan ekonomi, lapangan pekerjaan baru, mengentaskan kemiskinan dan pengangguran, serta prospek hukum dan korupsi yang lebih menjanjikan. Hal. 15 Kurang Maksimal
Bali Post/ant
SYUKURAN - Keluarga Alumnus Universitas Gadjah Mada (Kagama) Soloraya menggelar syukuran dan potong nasi tumpeng di Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/10) kemarin. Kegiatan itu digelar untuk mendoakan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin yang akan dilantik sebagai Presiden dan Wapres periode 2019-2024 pada Minggu (20/10) mendatang.
Demi Martabat Bangsa Harian Bisnis Bali Stok Pupuk Mengkhawatirkan Musim tanam padi di Bali diprediksi berlangsung November dan Desember. Namun stok pupuk bersubsidi mengkhawatirkan. Kenapa?
www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Kulit Anjani Terus Mengelupas Keinginan Ni Komang Anjani, warga Semarapura Kaja, Klungkung, bermain dengan teman sebayanya di sekolah pupus sudah, gara-gara kulitnya terus mengelupas. www.denpostnews.com
Diimbau Tak Ada Unjuk Rasa Saat Pelantikan BOLEH tidaknya unjuk rasa saat acara pelantikan presiden dan wakil presiden sempat terjadi tarik-ulur. Ketua MPR menyampaikan bahwa sebaiknya unjuk rasa dilarang. Namun, Presiden Jokowi kemudian mempersilakan asal tertib. Sementara Kapolri mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak melakukan mobilisasi massa karena rentan disusupi. Terlebih lagi, sejumlah kepala negara, kepala pemerintahan dan utusan negara sahabat akan hadir.
‘’Kita ingin memberikan imbauan kepada masyarakat sebaiknya tidak melakukan mobilisasi massa, massa memiliki psikologi publik, kumpulan massa bisa menjadi massa yang rusuh, anarkistis,’’ kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat apel pasukan pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada 20 Oktober 2019, di Silang Monas, Jakarta, Kamis (17/10) kemarin. Hal. 15 Tindakan Anarkistis
PASUKAN PENGAMAN - Anggota Polri dan TNI mengikuti Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 20192024 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis (17/10) kemarin. Setidaknya 30 ribu personel TNI-Polri disiagakan dalam pengamanan pelantikan tersebut.
Jumat Umanis, 18 Oktober 2019
Wagub Cok Ace: Selamatkan Air Bali Melalui Jaga Lingkungan dan Lestarikan Alam DARI potensi sumber air yang mencapai 7,55 miliar meter kubik/tahun yang berasal dari empat danau, 1.323 mata air, 391 sungai dan delapan Cekungan Air Tanah (CAT), Provinsi Bali hanya mampu mengelola 3,16 miliar meter kubik/tahun untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat yang mencapai 3,72 miliar meter kubik/tahun, sehingga masih kekurangan kemampuan penyediaan. Di samping mengalami permasalahan kuantitas air, Provinsi Bali juga mengalami permasalahan semakin menurunnya kualitas air dan kemampuan kontinyuitas penyediaannya untuk masyarakat. “Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai pencemaran di tiga danau kita dan juga berbagai sungai di Bali,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat membuka acara Symposium Suksma Bali dengan tema, “Menyelamatkan dan Menjaga Keberlangsungan Air Bali” di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (17/10) kemarin. Untuk itu, Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini mengajak segenap lapisan masyarakat untuk serius menjaga lingkungan dan kelestarian alam Bali, demi keberlangsungan hidup generasi berikutnya. “Mari kita gelorakan gerakan untuk kebersihan, seperti Gerakan Bali Resik Sampah Plastik, Gerakan Danau Lestari (Gendari),
Aksi Program Kali Bersih (Prokasih), Aksi Perlindungan Mata Air (Permata) dan lain-lain secara berkesinambungan,” jelasnya dalam acara yang juga dihadiri oleh praktisi lingkungan hidup, pariwisata, serta perwakilan Forkompinda tersebut. Wagub Cok Ace menambahkan, pelibatan para pihak baik dengan instansi, masyarakat dan swasta sangat diperlukan. “Mari kita secara gotong royong melakukan konservasi sumber daya air, agar kadar sifat dan fungsinya senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai,” imbuhnya. Disamping aksi dan gerakan peduli lingkungan tersebut, Wagub Cok Ace juga mengajak semua pihak untuk terus secara efisien dan bertanggung jawab menggunakan air. “Pada kawasan budidaya pertanian dan perkebunan agar menggunakan pupuk dan pestisida secara bijaksana dan ramah lingkungan agar limbahnya tidak mencemari danau, sungai dan mata air,” tandasnya sembari menyatakan jika usaha tersebut sangat sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali menjaga Bumi Bali beserta isinya. Sementara sebelumnya, Ketua Panitia Symposium IGAN Dharma Suyasa menyatakan Suksma Bali merupakan event besar tahunan yang tahun ini telah menginjak tahun kedua penyelenggaraan.
Ia menambahkan, jika tujuan utama dari pelaksanaan Suksma Bali adalah sebuah sikap rasa terima kasih serta kebanggaan dan kecintaan para pelaku pariwisata kepada Ibu Pertiwi. “Di sini kita ingin mempersembahkan rasa syukur kepada Bali dengan usaha-usaha pelestarian dan menjaga kelestarian alam Bali,” ujarnya. Hal tersebut, lanjutnya, sudah dilakukan dengan berbagai upaya stakeholder dalam memerangi sampah plastik sekali pakai melalui kegiatan Bali Resik Sampah Plastik. “Di sini saya juga sangat mengapresiasi Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster yang telah menerbitkan Pergub 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai,” jelasnya. Ia juga berharap, melalui kegiatan ini stakeholder terkait bisa menjadi lokomotif dalam menggerakkan upaya pelestarian lingkungan secara kontinyuitas dan berkelanjutan dengan berbasis karakter. Sementara mengenai acara symposium yang bertajuk “Menyelamatkan dan Menjaga Keberlangsungan Air Bali,” ia mengaku telah mengundang praktisi baik dari praktisi lingkungan, pariwisata serta stakeholder terkait untuk menjadi pembicara. “Saya ingin kita berkumpul di sini, serta berdiskusi memberikan pandangan dan arahan terkait keadaan air kita, serta mengatasi permasalahan air di Bali,” tandasnya. (kmb)
Dokumen Lelang Diharapkan Sudah Masuk April 2020 Denpasar (Bali Post) – Proyek fisik yang pengerjaannya memerlukan waktu di atas 100 hari kembali mendapat perhatian, mengingat proyek fisik yang digarap dalam waktu lama rawan terjadi keterlambatan. Terlebih proses lelang memerlukan waktu yang cukup lama. Karena itu, pada tahun anggaran 2020 diharapkan dokumen lelang sudah masuk maksimal per April. Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Denpasar A.A. Gede Risnawan mengatakan hal itu saat rapat kerja dengan jajaran Komisi III DPRD setempat, belum lama ini. Rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi III Eko Supriadi itu juga menghadirkan instansi terkait lainnya, seperti Dinas Perhubungan, PUPR, serta Dinas Kominfo. Menurut Risnawan, tahun
ini pihaknya sudah melakukan proses pelelangan sejumlah kegiatan fisik. Hingga Agustus lalu sudah masuk 65 paket. Hanya beberapa yang mengalami kendala, karena dalam proses ada yang gagal tender. Belum lagi banyak peraturan yang harus ditaati, seperti Peraturan Menteri serta regulasi terkait lainnya. Ke depan pihaknya berharap kepada pimpinan OPD untuk bisa menyerahkan dokumen lelang pada April untuk pekerjaan yang memerlukan waktu di atas 100 hari. Apabila pada bulan itu dokumen sudah masuk, proses pengerjaan fisik sudah bisa dipastikan akan rampung per Oktober atau November. ‘’Kalaupun ada yang tender ulang, masih cukup waktu. Berbeda bila dokumen masuk Juni-Juli, dipastikan akan mengoreksi waktu pelaksa-
naan proyek,’’ ujarnya. Mantan Camat Denpasar Selatan ini menambahkan, apabila proyek fisiknya di bawah 100 hari, masih bisa dilakukan pada Juni-Juli. Kalau pun ada kendala dalam proses tender, masih bisa terkejar di akhir tahun. ‘’Kami akan segera buatkan edaran, dan diharapkan SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan - red) sudah bisa masuk Desember untuk proyek tahun berikutnya,’’ katanya. Terhadap pemaparan yang disampaikan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa tersebut, jajaran Komisi III sangat mengapresiasi. Komisi III berharap agar pelaksanaan proyek fisik jangan sampai ada yang molor. Karena itu, pihak pengawas agar benar-benar melakukan tupoksinya dengan baik. (kmb12)
Bali Post/kmb36
TATAP MUKA - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat acara tatap muka dengan mahasiswa dan pelajar se-Kota Denpasar.
Beri Pemahaman Bahaya Terorisme Sejak Dini
Denpasar (Bali Post) Ratusan mahasiswa dan pelajar se-Kota Denpasar berkumpul di Gedung Wanita Narigraha, Renon, Denpasar Timur, Rabu (16/10) lalu. Mereka diundang Polresta Denpasar untuk diberikan pengarahan tentang bahaya radikalisme, terorisme dan intoleransi. “Hari ini kami mengajak mahasiswa dan pelajar Kota Denpasar memberikan arahan tentang bahaya radikalisme, intoleransi dan terorisme. Kami menanamkan kepada generasi muda empat konsensus kebangsaan yaitu Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika. Mari menjaga Pulau Bali ini supaya aman, nyaman dan damai,” tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan. Dalam arahannya, Kapolresta Ruddi Setiawan menjelaskan mengenai hate speech atau ujaran kebencian yang disebabkan oleh perkembangan media sosial,
adanya paham radikal terorisme, memudarnya nilai-nilai Pancasila, terjadi intoleransi baik antarumat beragama, memaksakan mengganti ideologi/ dasar negara dengan ideologi tertentu. “Intoleransi itu orientasinya negatif atau penolakan seseorang terhadap hak-hak politik dan sosial dari kelompok yang ia tidak setujui. Kalau radikalisme adalah suatu ideologi yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial,” ujarnya. Dansatgas CTOC Polda Bali ini juga menyampaikan terkait ancaman terorisme di Indonesia, yaitu frustrated traveler, unexpected actors, teroris group, returnes, lone wolf dan leaderless jihad, yaitu kelompok teroris yang terdiri dari beberapa orang yang tidak terstruktur dalam kelompok teroris lain. Sedangkan ciri-ciri orang berpaham radikalisme adalah antisosial, perubahan sikap emosional, memutus komunikasi dengan keluarga, tampil beda dan kritis terhadap
Topik : Bangun Kekuatan Swakarsa untuk Jaga Bali
ulama serta organisasi. “Kalau ciri-ciri gerakan radikalisme yaitu mengklaim kebenaran tunggal, menganggap agamanya paling benar, penampilan beribadah lebih dari biasanya, mengkafirkan orang lain, berburuk sangka kepada orang yang tidak sepaham, menggunakan cara-cara kekerasan kepada aparat, tertutup dengan masyarakat, cenderung bergaul dengan yang sepaham dan anti pemerintah,” ujar mantan Kapolres Badung ini. Sarana yang dipakai penganut paham radikalisme, di antaranya media sosial, komunikasi langsung, hubungan kekeluargaan, dan lembaga pendidikan. Proses radikalisme yakni perekrutan, identifikasi diri, doktrin dan jihad sesat. “Modus terorisme adalah propaganda, rekrutmen, pelatihan, penyediaan logistik, perencanaan, pengeksekusian dan pendanaan. Terorisme saat ini juga melanda semua agama. Oleh karena itu, kita harus menanamkan wawasan kebangsaan sejak dini. Tujuan wawasan kebangsaan, yaitu membuat bangsa yang kuat, rukun dan bersatu. Terjaganya sejarah kebangsaan Indonesia,” ujarnya. Selain itu, kata Ruddi Setiawan mahasiswa dan pelajar berikrar menolak anarkhisme, radikalisme, terorisme, hoax serta mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019. “NKRI harga mati,” pekik ratusan mahasiswa dan pelajar tersebut. (kmb36)
MEMBUKA - Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat membuka acara Symposium Suksma Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (17/10) kemarin.
Dewan Minta Peran Sektor Industri Pengolahan Ditingkatkan Denpasar (Bali Post)Eksekutif di Pemprov Bali segera mengajukan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) ke DPRD Bali. Sesuai rencana, Jumat (18/10) hari ini akan dilakukan pemantapan pembahasan KUA-PPAS sebagai pedoman pembahasan RAPBD Provinsi Bali Tahun 2020. Apabila pembahasan KUA-PPAS tuntas, akan ditindaklanjuti dengan sidang paripurna KUAPPAS serta penandatanganan KUA-PPAS antara pimpinan DPRD Bali dengan Gubernur Bali. “Setelah itu baru penyampaian RAPBD 2020 oleh Gubernur pada sidang paripurna DPRD,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry, Rabu (16/10) lalu. Menurut Sugawa Korry, sebagian besar pokok-pokok pikiran (pokkir) DPRD Bali serta hasil Musrenbang sudah terakomodasi dalam KUA-PPAS 2020. Kendati demikian, masih ada beberapa hal yang harus didiskusikan lebih intensif. Di antaranya menyangkut usulan dewan agar saham pengendali BPD Bali dikembalikan ke Pemprov. Kemudian penyertaan modal untuk PT Jamkrida Bali Mandara agar ditambah, baik oleh provinsi, maupun kabupaten/kota se-Bali. “Untuk dapat lebih memperbesar jumlah penjaminan kepada UMKM, koperasi dan LPD di Bali, diwajibkan menambah penyertaan modal sehingga gearing ratio bisa ditingkatkan lagi,” jelas politisi Golkar asal Buleleng ini. Sugawa Korry berharap
penyertaan modal untuk Jamkrida bisa ditambah hingga Rp 40 miliar dari provinsi dan penyisihan anggaran kabupaten/ kota. Dari jumlah itu, provinsi diharapkan menyumbang minimal Rp 30 miliar. Dengan demikian, gearing rationya menjadi 40 kali sehingga Jamkrida bisa memberikan tambahan penjaminan sebesar Rp 1,6 triliun. “Tambahan penjaminan itu paling tidak bisa membantu minimal 30.000 UMKM, koperasi dan LPD di Bali,” terangnya. Selain itu, lanjut Sugawa Korry, dewan juga mendorong peningkatan alokasi anggaran untuk sektor industri pengolahan. Ini sebagai wujud komitmen untuk meningkatkan peran sektor tersebut dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Terlebih dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Salah satunya meningkatkan
I Nyoman Sugawa Korry kapasitas bahan baku pertanian yang bisa diolah menjadi produk industri sehingga value added-nya bertambah. “Secara komprehensif, mulai dari penyiapan bahan baku berkualitas, pembinaan sistem pengolahan, packing, marketing dan kemudahan perizinan, dan lainlain,” imbuhnya. Pada prinsipnya, Sugawa Korry menyebut upaya mensejahterakan masyarakat melalui pembangunan bidang ekonomi yang terarah, terencana dan berkesinambungan secara konsisten harus tetap dilakukan. Namun upaya tersebut
Bali Post/kmb35
tetap dibarengi dengan menjaga adat dan budaya Bali. Dikonfirmasi terpisah, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra membenarkan bila rancangan KUA-PPAS akan diajukan ke DPRD Bali, Jumat (18/10) hari ini. “Tanggal 18 Oktober kita sampaikan rancangan KUA-PPAS APBD 2020,” ujarnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Bangun Kekuatan Swakarsa untuk Jaga Bali
Denpasar (Bali Post) Gedung Lembah Pujian, Denpasar Utara disesaki pecalang, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kapolsek, Danramil, Dandim dan Kapolres seluruh Bali yang berjumlah empat ribu orang, Kamis (17/10) kemarin. Mereka dikumpulkan dalam rangka menyatukan komitmen kesiapan Bali mendukung kelancaran pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. Selain itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose ingin membangun kekuatan swakarsa untuk menjaga Pulau Seribu Pura ini. ‘’Saya ingin di Bali bukan hanya aparat (jaga keamanan - red). Memang tugas saya membuat masyarakat Bali aman dan tenang. Tapi saya berharap pecalang memiliki kekuatan luar biasa mendukung aparat penegak keamanan,’’ tegasnya. Petrus Reinhard Golose menambahkan, pihaknya tetap menjaga koridor yang telah ditentukan dan tetap setia sebagai aparat negara yang dipercayakan oleh undangundang tetap menjaga Pulau Bali serta memberikan rasa aman. Ditegaskan, acara ini dalam rangka persiapan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. Walaupun saat ini tidak ada hal-hal yang signifikan, tetapi menjaga kesiapan dan kewaspadaan. Pihaknya selalu pegang moto lebih baik selalu waspada dan tidak boleh underestimate. ‘’Saya berterima kasih karena pecalang seluruh Bali bersama-sama dengan kami dari kepolisian dan tentunya dengan saudara-saudara dari Tentara Nasional Indonesia dari jajaran Kodam IX/Udayana bersiap-siap menghadapi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden,’’ ujarnya. Sebagai penanggung jawab keamanan dan ketertiban di Bali, ia yakin dan percaya tidak akan ada gejolak yang mengganggu keamanan ketertiban dari Pulau Dewata. Terkait pengamanan secara keseluruhan, pihaknya bukan mengedepankan hard power tapi soft power approach. Kalau dilihat bersama-sama bahwa pecalang ini mewakili rakyat Bali. Mereka adalah penanggung jawab keamanan swakarsa yang berasal dari desa adat masing-masing, dan sudah bersama-sama menjaga keamanan. ‘’Ini pecalang seluruh Bali dan jumlahnya pun menurut saya lebih banyak karena sampai banyak yang berdiri. Tapi di situ kelihatan bahwa rakyat Bali siap mendukung pelantikan, menjaga dan mengamankan bersama-sama dengan warga negara Indonesia lainnya untuk menyukseskan
Bali Post/kmb36
PECALANG - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose berfoto bersama dengan ribuan pecalang, Bhabinkamtibas dan Babinsa se-Bali, Kamis (17/10) kemarin. beralihnya serta terlaksananya kembali pelantikan Presiden kita tahun 2019 (bertugas-red) sampai dengan (tahun - red) 2024,’’ ungkap lulusan Akpol 1988 ini. Lantas bagaimana perkembangan terduga teroris yang ditangkap di Jembrana? ‘’Saya sendiri sudah katakan bahwa kami juga memonitor mereka. Dua terduga teroris ini terlibat ujaran kebencian. Tetapi saya selalu mengutamakan menjaga yang disebut dengan soft power approach,’’ ujarnya. Jenderal asal Manado, Sulawesi Utara ini menegaskan, pihaknya juga mengamati mereka mempunyai cyber army. ‘’Kami juga mempunyai cyber team untuk mengamatinya. Saya sudah katakan Bali ini amat sangat sensitif, sehingga memilih waktu yang tepat (menangkapnya - red) bersama-sama dan bekerja sama rekanrekan penegak hukum dengan Densus 88 dan tentunya dengan didukung oleh Satuan Tugas Antiteror,’’ katanya. Petrus Reinhard Golose menambahkan, pihaknya melakukan monitoring dan sebagainya, mulai dari tempat terduga teroris tinggal dan perpindahannya. Sebagai aparat penegak hukum, pihaknya tidak boleh underestimate. ‘’Kalau kita aparat keamanan tidak melakukan tindakan, maka akan menerima akibat yang tidak diinginkan. Ingat bahwa Bali ini adalah penghasil devisa Indonesia. Selain dari
sumber daya mineral, juga berasal dari pariwisata Bali sebanyak 40 persen dari penghasilan devisa Indonesia. Kita tidak boleh membuat rakyat merasa ketakutan. Hal yang paling penting dan amat sangat penting tentunya adalah kerja sama antara rakyat dengan aparat kemanan seluruh Indonesia, termasuk di Bali. Di Bali saya perintahkan (anggota - red) semua 13 ribu orang standby dan siaga,’’ ungkapnya. Sementara itu, Pangdam IX/Udayana diwakili Staf Ahli Pangdam Bidang Manajemen dan Sishanneg Kolonel Inf. Eko Suprihanto mengatakan, pertemuan seperti ini jarang terjadi dan baru pertama kali terjadi. ‘’Ini hal sangat positif dan mungkin mesti ditiru di jajaran kami. TNI mendukung apa yang digariskan pemerintah. Apalagi semua proses (pilpres - red) terkendali berkat kerja keras aparat keamanan,’’ ujarnya. Eko Suprihanto menegaskan, Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) paling aman di Indonesia. ‘’Saya berterima kasih kepada Bapak Kapolda karena sampai hari ini kita bisa berdiri di acara ini. Ini luar biasa. Seluruh Indonesia melihat acara ini. Kami siap bekerja sama mengamankan BaliNusra. Saya percaya pas hari H pelantikan Presiden dan Wakil Presiden wilayah BaliNusra aman. Kegiatan seperti ini patut ditiru,’’ tegasnya. (kmb36)
Jumat Umanis, 18 Oktober 2019
Bupati Giri Prasta Hadiri Puncak Karya di RSUP Sanglah BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Piodalan Padudusan Agung, Catur Panca Rupa Menawa Gempang di Pura Agung Çadhu Çakti RSUP Sanglah Denpasar, Kamis (17/10) kemarin. Karya ini dipuput oleh lima sulinggih yakni Ida Bujangga Putra Dalem dari Geria Pasdalem Gianyar, Ida Pedanda Gde Made Putra Jnana dari Geria Tuakilang Tabanan, Ida Pedanda Gede PIODALAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Piodalan Padudusan Agung, Catur Panca Rupa Menawa Gempang di Pura Agung Çadhu Çakti RSUP Sanglah Denpasar, Kamis (17/10) kemarin.
Kendalikan Inflasi TPID Diminta Berinovasi
Mangupura (Bali Post) – Pemkab Badung mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat berinovasi dalam mengendalikan inflasi. TPID harus memiliki skenario permanen tentang kebutuhan bahan pokok di saat tingkat kunjungan wisatawan turun dan hari-hari besar keagamaan. Hal itu dikemukakan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat menghadiri High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Badung di Puspem Badung, Kamis (17/10) kemarin. Suiasa mengaku memahami Badung memiliki tantangan yang besar terkait dengan inflasi. Ini dikarenakan Badung sebagai sentralnya pariwisata Bali dan banyaknya kegiatan adat di Bali khususnya Badung yang menuntut akan pemenuhan kebutuhan pokok harus tetap tersedia dengan harga yang stabil. ‘’Karena itu, saya mendorong TPID Badung dapat membuat inovasi dalam pengendalian inflasi. TPID harus memiliki skenario permanen tentang kebutuhan bahan pokok sehingga diharapkan di tahun 2020
TPID Badung telah mempunyai sebuah grand design dan skenario langkah-langkah apa yang akan dilakukan dalam penanganan pengendalian inflasi,’’ ujarnya. Sementara itu, Kabag Ekonomi Setda Badung A. A. Sagung Rosyawati mengatakan, perhitungan inflasi Badung masih merujuk angka inflasi Kota Denpasar. Secara umum Denpasar pada triwulan III inflasinya masih rendah dan stabil. ‘’Dari Januari-September 2019 sebesar 1,41. Angka ini tergolong rendah dan stabil. Mudahmudahan ke depan dapat dipertahankan, sehingga capaian inflasi sesuai target nasional yaitu 3,5 plus minus satu persen,’’ terangnya. Disebutkan, selama triwulan III 2019 terdapat beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Komoditas dimaksud di antaranya, cabai merah, cabai rawit, ikan tongkol, daging ayam ras dan beras. Hal ini disebabkan kekurangan pasokan, menurunnya produksi dan turunnya suplai dari daerah produsen. (kmb27)
Djelantik Geria Tegaljadi Tabanan, Ida Pedanda Istri Padma Geria Tegal Asah Sanur dan Ida Dalem Sogata dari Puri Agung Klungkung. Karya diawali dengan ngaturang pacaruan, kemudian persembahyangan bersama yang dilanjutkan dengan pementasan tari Wali Rejang Sari oleh 500 orang penari dari para pegawai dan manajemen RSUP Sanglah. Pada kesempatan tersebut, Bupati Badung juga diberikan kepercayaan menandatangani prasasti karya. Bupati Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Karya Piodalan Padudusan Agung, Catur Panca Rupa Menawa Gempang di Pura Agung Çadhu Çakti RSUP Sanglah Denpasar. Bupati berharap dengan di-
laksanakan yadnya ini dapat memberikan vibrasi positif bagi para pegawai, manajemen hingga masyarakat yang berobat ke RSUP Sanglah. ‘’Kami berharap apa yang menjadi komitmen RSUP Sanglah dalam melayani masyarakat bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan lagi di masa mendatang,’’ ujar Bupati. Sementara itu, Direktur RSUP Sanglah I Wayan Sudana mengungkapkan, rangkaian karya dimulai 8 Oktober lalu dengan matur piuning karya dan nuasen karya, dilanjutkan nunas tirta pada (12/10) dan Mapepada Karya pada (16/10). Puncaknya kemarin dengan Karya Macaru Panca Rupa Menawa Gempang, Meyama Raja dan Macaru Rsi Gana. Selanjutnya pada 19 Oktober akan dilaksanakan
Mapekelem dan Mendak Agung. Nganyarin dimulai 23 Oktober hingga 25 Oktober, serta Nyegara Gunung dilaksanakan pada 26 Oktober. Karya Pacaruan ini bertujuan untuk menyeimbangkan alam sekala dan niskala, mengembalikan kesucian dan taksu alam Bali, sebagai ungkapan rasa syukur kepada-Nya, mendatangkan semua pikiran positif dari segala penjuru sehingga mampu mewujudkan keselamatan, keharmonisan, kesejahteraan dan kebahagiaan kepada seluruh sumber daya di RSUP Sanglah Denpasar, dalam rangka mewujudkan pelayanan berkualitas. Turut hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Dirut RSUD Mangusada dr. I Nyoman Gunarta. (ad498)
Sebulan Diresmikan, Videotron Taman Nandiswara Rusak Mangupura (Bali Post) -
Videotron di kawasan Taman Nandiswara, Puspem Badung rusak. Padahal iklan digital dengan visual gambar bergerak (digital visual advertising) ini baru diresmikan 14 September lalu. Sejumlah layar videotron mati sehingga membuat tampilan gambar belang.
Bali Post/par
RUSAK - Tampilan videotron di Taman Nandiswara tidak sedap dipandang mata. Sejumlah layar terlihat hitam, sehingga gambar yang ditampilkan tidak sempurna.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Badung Wayan Weda Dharmaja mengatakan, pihaknya telah mengecek videotron yang seminggu terakhir terlihat rusak. Hanya pihaknya belum mengetahui penyebab kerusakan. ‘’Itu masih dicek oleh petugas, karena ada bercak hitam di layar. Penyebabnya kami belum tahu karena masih dicek apakah kabelnya putus atau lampu LED yang ada di dalamnya mati,’’ ungkap Weda Dharmaja, Kamis (17/10) kemarin. Menurutnya, videotron yang berada di taman senilai Rp 25 miliar lebih ini bekerja
sama dengan pihak ketiga. Digital visual advertising ini merupakan satu-satunya yang dikerjasamakan dengan Diskominfo Badung. ‘’Jika sudah ditemukan masalahnya, nanti secepatnya kita akan perbaiki,’’ tegasnya. Sementara berdasarkan informasi yang terhimpun, kerusakan videotron telah terlihat sejak diresmikan bulan lalu. Videotron yang terletak di sisi utara gerbang utama Puspem Badung ini merupakan pemberian dari pihak ketiga, sehingga tidak masuk dalam penataan halaman dan pengadaan patung lembu dengan anggaran Rp 25,5 miliar. (kmb27)
Daihatsu Day, Tempat Beli Mobil Daihatsu dengan Promo Melimpah dan Banyak Bonus PT Astra Daihatsu Motor (ADM) bekerjasama dengan PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) turut aktif dalam menggelar pameran di sejumlah kota besar dengan menghadirkan berbagai produk andalannya. Daihatsu di Indonesia menggelar salah satu program bertajuk Daihatsu Day serta usaha ‘jemput-bola’ dari Daihatsu untuk memudahkan pelanggan dalam mewujudkan impiannya untuk memiliki kendaraan baru Daihatsu. Daihatsu Day dilaksanakan secara serempak di seluruh outlet Daihatsu di Indonesia, dan hanya berlangsung satu hari saja, yaitu pada Sabtu, 19 Oktober 2019. Pada program ini, Daihatsu juga menyediakan fasilitas tukar-tambah di beberapa area, dengan beragam kemudahan dan paket spesial yang menarik. Beberapa kemudahan yang diberikan seperti, DP (down payment) dan angsuran yang ringan, tenor panjang sampai 7 tahun, paket khusus untuk pembelian
mobil Daihatsu bagi Sahabat yang berprofesi sebagai Guru, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai BUMN, serta Sahabat Daihatsu lainnya. Selain itu, Sahabat Daihatsu yang datang, juga dapat menikmati beragam hiburan keluarga yang menarik. Tahun ini, Daihatsu juga telah meluncurkan dua (2) produk baru unggulannya, yakni New Astra Daihatsu Sigra dan Grand New Xenia. New Astra Daihatsu Sigra tampil lebih stylish dan modern dengan desain lampu yang telah menggunakan LED. New Sigra juga dilengkapi polished alloy wheel desain baru 14 inch yang tampil dinamis dengan mud guard pada ke-empat rodanya. New Sigra juga dilengkapi dengan 2-DIN touchscreen audio, serta electric retractable mirror pada beberapa varian. Dalam hal fitur keamanan, New Sigra dibekali dengan rear parking camera di beberapa varian untuk membantu visibilitas pengguna, agar pengguna merasa lebih safe saat bermanuver mundur. New Sigra tersedia dalam 7 pilihan warna, dengan 3
pilihan warna terbaru, yaitu Glittering Silver Metallic, Bronze Metallic, dan Orange Metallic. Grand New Xenia, dengan tagline “Terbukti 15timewa”, menghadirkan varian baru dengan mesin 1.500 cc berteknologi Dual VVT-i, dengan performa mesin yang lebih bertenaga. Pada sisi eksterior, Grand New Xenia tampil lebih stylish dan dinamis. Grand New Xenia juga menawarkan 2-DIN touchscreen audio di semua varian. Grand New Xenia juga dilengkapi dengan rear camera sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Tak hanya itu, khusus untuk Grand New Xenia 1.5, dilengkapi dengan fitur keselamatan yang lebih advanced, seperti Anti Lock Brake System (ABS) dan Electronic Brakeforce Distribution (EBD). Grand New Xenia juga memiliki total 8 pilihan warna, yang diantaranya terdapat 3 pilihan warna baru, yaitu Pearl White, Bronze Metallic, dan Blue Metallic. u.0000499-MBL
Jumat Umanis, 18 Oktober 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Senator Hadiri FAHI FIMHD Ke-18 di Pusdiklat Wihara Maitreya
Arya Wedakarna Serahkan Penghargaan ’’Hindu Books & Readers Community Award’’ Ke-14 kepada Tokoh Intelektual Hindu PIMPINAN Pusat Forum Intelektual Muda Hindu Dharma (FIMHD) kembali menggelar Festival Anak Hindu Indoneia (FAHI) ke-18 dan juga penghargaan Hindu Books Readers and Community Award ke-14 tahun 2019. Dipusatkan di Pusdiklat Wihara Buddha Maitreya di Denpasar, acara FAHI diikuti hampir sekitar 500 peserta dari seluruh Bali, baik tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK se-Bali. Acara FAHI ini sendiri digagas Shri Gusti Wedakarna pada tahun 2001 saat masih menjadi mahasiswa di Trisakti, Jakarta melalui organisasi yang ia bentuk yakni FIMHD. ‘’Saya gembira acara ini bisa dilaksanakan dengan konsisten selama 18 tahun tanpa jeda. Walaupun acara diselenggarakan tanpa menggunakan uang APBD alias gotong royong, tapi acara ini menjadi semakin besar setiap tahunnya. Ini sebuah kemenangan hebat bagi intelektual muda Hindu karena FAHI berkewajiban melahirkan anak-anak muda yang percaya diri. Dan kepercayaan diri (self confidence) itu lahir dari seberapa seringnya anak-anak muda Hindu bisa tampil di panggung. Mereka diajarkan cara berpenampilan, mampu public speaking dan yang terpenting mereka harus yakin jika wangsa Bali dan leluhurnya orang-orang hebat. Energi yang ada selama FAHI ini sangat luar biasa. Terima kasih atas dukungan sekolah dan orangtua di acara FAHI ini,’’ kata Senator Arya Wedakarna (AWK). Ia menyambut baik kerja sama FAHI dan FIMHD dengan Wihara Buddha Maitreya. ‘’Saya ucapkan terima kasih kepada pengurus Pusdiklat Buddha Maitreya yang telah memiliki gedung megah dengan fasilitas hebat seperti ini. Ini tahun kedua kerja sama dan di sinilah kita bisa melihat gotong royong antara umat Hindu dan umat Buddha yang bersama-sama
SATYAGRAHA - Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat hadir di acara Festival Anak Hindu Indonesia ke-18 dan Anugerah HBRC Award 2019 di Wihara Maitreya. mendukung kegiatan jnana anak muda Hindu Bali. Saya terharu bagaimana pihak Wihara bisa memfasilitasi acara ini dengan baik dan secara tidak langsung juga mendekatkan anak muda Hindu dengan kultur Buddha. Tadi saya lihat ada anak Hindu yang berdoa di depan Patung Buddha, Patung Dewi Kwam Im dan Patung Dewa Perang. Mereka bertanya dan mereka penasaran. Secara tidak lansung acara ini membantu anak-anak bangsa hidup toleransi. Saya yakin hubungan Hindu-Buddha di Indonesia sudah sangat kuat dan erat karena sumbernya satu yakni Sansekerta,’’ jelas Gusti Wedakarna yang juga Presiden The Hindu Center of Indonesia. Dalam kesempatan itu, Senator AWK juga menyerahkan penghargaan kepada pemenang HBRC Award yang tahun ini menginjak
tahun ke-14. ‘’HBRC adalah satusatunya penghargaan Hindu di Indonesia yang memberikan apresiasi kepada penulis buku, media Hindu, intelektual Hindu yang rajin menulis tulisan kritis tentang Hindu dari berbagai perspektif. Buku-buku mereka akan tercatat dalam sejarah. Walau sederhana, anak-anak dalam HBRC komunitas, saya harap konsisten untuk pengkajian buku-buku Hindu modern ini,’’ ucap AWK. Adapun peraih 14th HBRC Award 2019 ini adalah N. Putrawan, Gede Bagus Budi Adnyana, Nyoman Miarta Putra (Hindu Book of The Year), Ida Pandita Mpu Daksa Yaksa Charya Manuaba (penulis buku agama Hindu terbaik tahun 2019), Komang Indra Wirawan (penulis buku budaya Hindu terbaik tahun 2019), majalah Hindu (majalah Hindu terbaik tahun 2019). (ad504)
I Nyoman Jampel Dikukuhkan sebagai Profesor Ke-44
Singaraja (Bali Post) – Dosen yang menggapai gelar akademik tertinggi atau bisa disebut profesor di lingkungan Universitas Pendidikan Ganseha (Undiksha) Singaraja terus bertambah. Universitas terbesar di Bali Utara ini sekarang telah memiliki 44 dosen bergelar profesor. Tambahan ini setelah Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. menjadi profesor ke-44. Prof. Jampel yang menjabat Rektor Undiksha itu dikukuhkan dengan gelar akademik tertinggi melalui sidang terbuka Senat Undiksha, Kamis (17/10) kemarin. Prof. Jampel mengatakan, dalam rangka transformasi menjadi universitas generasi ketiga, diperlukan kepemimpinan harmoni. Ini mampu menyelesaikan persoalan masa depan akibat dari revolusi industri hingga perubahan perilaku masyarakat, baik secara politik, sosial dan ekonomi. Universitas generasi ketiga harus mampu menciptakan kebahagiaan. Oleh karenanya, penelitian, pendidikan dan pembelajaran tidak cukup hanya berhenti pada scopus (journal penelitian terakreditas - red), tidak cukup hanya sampai pada hiliarisasi produk, akan tetapi bagaimana agar bisa menciptakan kebahagiaan bagi masyarakat dan lingkungan. ‘’Bagaimana mewujudkan dunia ini tetap ajeg dan lestari, maka kepemimpinan harmonilah salah satu jawabannya,’’ katanya. Menurut Prof. Nyoman Jampel, universitas berperan dalam
Perluas Jaringan Cloud Kitchen
GrabKitchen Resmi Beroperasi di Bali RAHAJENG rauh GrabKitchen Bali! Grab, everyday everything app terkemuka di Asia Tenggara, Kamis (17/10) kemarin mengumumkan peluncuran perdana jaringan cloud kitchen miliknya di Bali. Berlokasi di Renon, GrabKitchen ke-20 yang beroperasi di Indonesia ini mengukuhkan komitmen GrabFood untuk mendekatkan pelanggan dengan santapan lokal favorit mereka dan mendorong pertumbuhan bisnis merchant. GrabKitchen merupakan dapur delivery-only, juga dikenal dengan istilah cloud kitchen yang pertama kali diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui proyek pilot GrabKitchen pada September 2018 dan resmi diluncurkan pada April 2019 lalu. GrabKitchen ini memanfaatkan data untuk mengidentifikasi dan memetakan kesenjangan permintaan pelanggan di wilayah tertentu dan tidak hanya meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan berkat waktu pengantaran yang lebih singkat, tetapi juga mendorong pertumbuhan bisnis mitra merchant GrabFood. Head of Marketing GrabFoodGrab Indonesia Hadi Surya Koe mengatakan kehadiran GrabKitchen menawarkan peluang ekspansi bagi pemilik usaha dalam bidang makanan dan minuman, terutama pengusaha UMKM ke wilayah-wilayah baru dan menjangkau lebih banyak konsumen melalui pemanfaatan teknologi. Konsep cloud kitchen ini, dikatakan dapat membantu menekan biaya operasional karena sebagian besar dari kegiatan operasional cloud kitchen merupakan layanan delivery-only, sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan investasi yang besar untuk biaya sewa tempat yang menjadi salah satu pengeluaran terbesar para pengusaha bisnis makanan dan minuman. Selain itu, model bisnis ini juga akan mendorong mereka untuk menjangkau lebih banyak pelanggan melalui GrabFood, sehingga dikenal lebih luas oleh masyarakat. ‘’GrabFood senantiasa mencari cara untuk melayani pelanggan, mitra merchant dan mitra pengemudi kami. GrabKitchen merupakan solusi baru yang akan
PELUNCURAN - Head of Marketing GrabFood-Grab Indonesia Hadi Surya Koe (tengah) berfoto bersama para merchant pada peluncuran GrabKitchen di Ke(M)Bali Innovation Hub, Jalan Sunset Road, Seminyak-Kuta, Bali, Kamis (17/10) kemarin. mendorong bisnis mitra merchant untuk berkembang dan tumbuh, sekaligus memberikan pelanggan pilihan santapan yang lebih beragam. Kami bekerja sama dengan merchant terbaik untuk menyajikan ragam hidangan favorit di Bali dan menghadirkan GrabKitchen di lokasi yang strategis. GrabFood bangga dapat menjadi pelopor transformasi layanan pesan-antar makanan di Indonesia dengan meluncurkan lebih dari 50 GrabKitchen di seluruh Indonesia pada akhir tahun ini,’’ ujar Hadi Surya Koe saat peluncuran GrabKitchen, Kamis (17/10) kemarin. Pemilihan lokasi GrabKitchen didasari oleh analisis mendalam tentang pola perjalanan dan pemesanan makanan para pelanggan GrabFood yang kemudian digunakan untuk menentukan kategori merchant yang akan menempati GrabKitchen di Renon, Bali. Berdasarkan analisis data
tersebut, GrabKitchen menjalin kerja sama dengan lima merchant favorit masyarakat Bali. Di antaranya Kopi nAu, Geprek Bensu, Nasi Padang Sepuluh Ribuan, Ayam Geprek Coobek, dan Ayam Geprek Bu Deasy. ‘’Kami menyambut baik kerja sama dengan GrabKitchen. Bagi kami, konsep cloud kitchen merupakan peluang bisnis baru yang menjanjikan. Investasi di GrabKitchen relatif lebih rendah dibandingkan membuka cabang baru yang membutuhkan biaya besar, baik dari segi persiapan maupun operasional. Jangkauan bisnis yang luas dan besarnya basis konsumen yang dimiliki Grab meyakinkan kami akan potensi pertumbuhan GrabKitchen, yang akan mendorong perkembangan bisnis dan semakin dikenalnya Ayam Geprek Coobek oleh konsumen di Bali ke depannya,’’ ungkap Ida Ayu Intan Thriani, Pemilik Ayam Geprek Coobek. (win)
Konjen Jepang Dukung Partisipasi Pasemetonan Denpasar-Fukuoka dalam Dontaku Festival 2020
Bali Post/mud
DIKUKUHKAN – Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. dikukuhkan menjadi guru besar Undiksha setelah mencapai jabatan tertinggi akademik profesor pada Kamis (17/10) kemarin. melahirkan inovasi yang dapat mendukung pembangunan industri melalui riset. Kepemimpinan harmoni berperan dalam menggerakkan staf untuk mencapai tujuan bersama berlandaskan atas keserasian dengan Tuhan, dengan sesama, dan juga ikut menjaga kelestarian lingkungan. ‘’Di sini, lingkungan tidak lagi dikeruk kekayaannya untuk kemajuan dan kemudahan manusia, tetapi juga dijaga dan dilestarikan untuk memberikan kebahagiaan,’’ jelansya. Sementara itu, Direktur Perusahaan Pemula Berbasis
Teknologi (PPBT) Kementrian Risert Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ir. Retno Sumekar, M.Si. menyatakan, meskipun telah memiliki puluhan profesor, namun Undiksha dituntut terus menambahnya dari disiplin ilmu yang lain. Menjadi profesor tidak saja penting untuk individu dosen, tetapi juga memberikan nilai tambah terhadap universitas dan lingkungan. ‘’Undiksha tahun ini menambah dua profesor dan semoga ke depan akan dikukuhkan profesor lain dari perguruan tinggi ini,’’ katanya. (kmb38)
PERSAHABATAN dua masyarakat yang sangat menjunjung tinggi budaya mesti terus ditingkatkan untuk mencapai kebaikan bersama. Seperti yang dilakukan Pasemetonan DenpasarFukuoka yang terus merajut talitemali persahabatan dari hati ke hati antara masyarakat Bali dan Jepang. Demikian terungkap dalam audiensi Pasemetonan Denpasar-Fukuoka dengan Konsul Jenderal Jepang di Denpasar Chiba Hirohisa, Rabu (16/10). Dari pasemetonan yang hadir adalah sesepuh I Gusti Kompyang Pujawan, MBA., Nagaoka Shoji, Prof. Rumawan Salain, Made Tumbuh, Gde Palgunadi dan Komang Puji. Dalam kesempatan itu, diutarakan keinginan pasemetonan untuk ikut berpartisipasi dalam event budaya tahunan Dontaku Festival yang digelar di Fukuoka pada Mei tahun depan. Pasemetonan diundang panitia festival untuk ambil bagian dan lebih mengenalkan budaya Bali di sana. Kata Pujawan, pasemetonan sudah tiga kali tampil di Dontaku Festival. ‘’Yang terakhir menampilkan Barong Macan, Barong Landung, aneka tarian dalam defile yang berjarak sekitar dua kilometer. Sambutan masyarakat begitu positif dan antusias sehingga ini yang mendorong kami
KOMUNIKASI - Jalinan komunikasi mesti terus dijaga antara masyarakat Bali dan Jepang untuk kebaikan bersama. untuk lebih menggiatkan kerja sama ini,’’ ujar Pujawan yang sudah dari sekitar tahun 1980an berkiprah dalam kerja sama dengan pihak Jepang. Pasemetonan, kata Pujawan, sudah bergerak sejak awal dalam kerja sama budaya, bahasa yang dilakukan Mataken Gakko, di sektor pendidikan yang dilakukan Dewan Pendidikan Denpasar dengan melibatkan sekolah-sekolah di Denpasar. Konsul Chiba Hirohisa sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan pase-
metonan dan berharap segera ditingkatkan. Baik di dalam konteks pasemetonan juga dalam konteks Kota Denpasar dengan Fukuoka. Dalam acara Dontaku Festival nanti, pihak konsulat berjanji membantu kelancaran delegasi Bali sehingga muara kebaikan kedua belah pihak semakin terjaga dan terus ditingkatkan. ‘’Tentu hal ini terus dilakukan dengan terus mengadakan komunikasi,’’ kata Chiba Hirohisa. (ad503)
Upacara ’’Pacaruan Panca Rupa Menawa Gempang’’ di RSUP Sanglah Dihadiri Gubernur Bali Denpasar (Bali Post) RSUP Sanglah Denpasar menggelar upacara Pacaruan Panca Rupa Menawa Gempang, Kamis (17/10) kemarin. Upacara yang dilaksanakan pertama kali ini serangkaian Piodalan Padudusan Agung di Pura Agung Çadhu Çakti, RSUP Sanglah Denpasar. Upacara pacaruan di-puput tri sadaka di antaranya Ida Bujangga Putra Dalem Geria Pasdalem Gianyar, Ida Padanda Gede Made Putra Jnana Geria Tuakilang Tabanan, Ida Pedanda Gede Djelantik Geria Tegaljadi Tabanan. Usai upacara Pacaruan Panca Rupa Menawa Gempang dilakukan Pacaruan Rsi Gana di wewidangan pura yang di-puput Ida Pedanda Istri Padma Geria Tegal Asah Sanur dan Ida Dalem Sogata Puri Agung Klungkung. Menurut I Ketut Surya Negara, Ketua Suka Duka RSUP Sanglah, sekaligus Manggala Karya yang juga Direktur SDM dan Pendidikan, upacara pacaruan ini merupakan yang pertama kalinya. Dari petunjuk, disarankan
agar melakukan upacara serupa setiap 30 tahun. Hal ini dikarenakan RSUP Sanglah selama ini melayani masyarakat dengan berbagai kasus. Pasien yang datang tidak hanya sakit, namun ada juga yang sudah meninggal, baik secara wajar maupun tidak wajar. ‘’Untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan secara sekala dan niskala, maka diadakan upacara saat ini,’’ jelasnya. Rangkaian upacara diawali dengan upacara nyapuh pada 1 Oktober. Puncaknya, piodalan akan dilaksanakan 22 Oktober. Panyineban dilakukan 25 Oktober. Hadir dalam upacara Pacaruan Panca Rupa Menawa Gempang di antaranya Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung serta undangan lainnya. Dalam prosesi pacaruan juga dipentaskan tarian sakral berupa Topeng, tarian Rejang Sari, tarian Rejang Dewa, Wayang Lemah dan gong belaganjur yang semuanya dari unsur karyawan RSUP Sanglah. (bns1)
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Jumat Umanis, 18 Oktober 2019
Tiga Mantan Pegawai Maskapai Dituntut 1,5 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Tiga orang mantan pegawai maskapai salah satu penerbangan, terdakwa Agus Purnomo alias Agus alias Cungkring (24), I Putu Agus Surya Astika alias Roska (32) dan Ali Taufiq Ikbal alias Ali (31), Kamis (17/10) kemarin dituntut satu tahun dan enam bulan (1,5 tahun) penjara. Mereka dinyatakan terbukti bersalah menyelundupkan 17 ribu lebih bibit lobster. Jaksa I Made Lovi menyatakan ketiga terdakwa telah sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 88 jo Pasal 16 ayat (1) UU No.45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan jo Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.56/ PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/ atau Pengeluaran Lobster (penulirus spp), Kepiting (scylla spp) dan Rajungan (portunus pelagicus spp) dari wilayah RI jo Pasal 53 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selain dituntut 1,5 tahun penjara, terdakwa juga didenda masing-masing Rp 100 juta
subsider dua bulan kurungan, dikurangi selama para terdakwa menjalani tahanan sementara. Sebelumnya dalam dakwaan, terungkapnya penyelundupan benih lobster ini bukan pertama kalinya. Mereka sudah pernah melakukan kejahatan tersebut sebanyakan delapan kali. Jaksa bahkan menyebut perbuatan terdakwa telah merugikan negara terhadap sumber daya ikan sebesar Rp 2,6 miliar. Angka itu didasarkan pada harga benih lobster di tingkat pembudi daya di Vietnam. Untuk jenis pasir sebesar Rp 150 ribu/ ekor, sedangkan jenis mutiara Rp 200 ribu/ekor. Dan dalam melakukan aksinya dari pengambilan benih hingga rencana masuk pesawat, para terdakwa mendaptkan tugas masing-masing. Namun aksi mereka gagal dan petugas melakukan penggeledahan. Satu buah kardus yang di dalamnya terdapat tas yang berisi 20 kantong plastik. Setelah dibuka berisi benih lobster sebanyak 17.192 ekor. Rinciannya lobster jenis mutiara 529 ekor, dan lobster jenis pasir 16.663 ekor. (kmb37)
Janda Tewas Gantung Diri Mangupura (Bali Post) Warga Banjar Abing, Desa Sulangai, Petang, Rabu (16/10), dikagetkan dengan kasus gantung diri di tegalan Bukit Puncak Tumpeng. Korbannya Ni Wayan Warsa (55) yang berstatus janda ditemukan tewas gantung diri di pohon manggis. Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa, Kamis (17/10) kemarin menyampaikan, dalam kasus ini diperiksa dua saksi yaitu I Komang Sujana (38) dan Ni Komang Kamarini (28). ‘’Kasus ini baru diketahui pukul 18.00 Wita dan dilaporkan pukul 20.45 Wita. Saksi (Sujana - red) anak tiri korban,’’ ujarnya. Dari keterangan Sujana, pukul 17.30 Wita korban pergi ke tegalan untuk mencari hasil kebun. Saat Sujana pulang dari tempat kerja pukul 18.00 Wita tidak menemukan ibunya tersebut. ‘’Sujana
lalu pamitan kepada istrinya untuk mencari korban di tegalan bersama saudaranya yang lainnya. Sampai di TKP, Sujana melihat ibunya sudah tergantung di pohon manggis,’’ tegas Oka Bawa. Saat ditemukan, korban gantung diri menggunakan tali plastik yang diikat di dahan pohon manggis setinggi 10 meter. Sujana dibantu kakak korban Gede Putu Resmi (50) memanggil warga lainnya dan menghubungi Polsek Petang serta Puskesmas Petang pukul 20.45 Wita. Polisi lalu melakukan olah TKP sekitar pukul 21.15 Wita. ‘’Jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumahnya karena pihak keluarga tidak akan menuntut dan menerima dengan ikhlas. Dari keterangan sejumlah saksi, korban tidak punya masalah dan dia sehat serta baik dengan warga lainnya,’’ tandasnya. (kmb36)
Pelaku ’’Skimming’’ Asal Rumania Diadili Denpasar (Bali Post) Diduga melakukan kejahatan keuangan dengan modus skimming menggunakan kartu magnetik strip pada uatomatic teller machine (ATM) BRI dan BNI, dua orang warga negara asal Rumania, Florin Cristian Apetrei alias Florin (24) dan Sarghi Renato alias Renato (38), Kamis (17/10) kemarin didili di PN Denpasar. JPU I Made Dipa Umbara di hadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Adnyana Dewi mengatakan bahwa para terdakwa melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan dengan segaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun. Dalam perkara ini, awalnya Florin membeli kartu magnetic strip secara online sebanyak 650 lembar pada saksi Suluh Hadi Raharjo seharga Rp 4.500.000. Kartu tersebut kemudian diserahkan kepada Nikolas (DPO) untuk diisi data berupa nomor PIN sebanyak empat
angka yang ditulis di belakang kartu. Setelah kartu-kartu selesai diisi PIN oleh Nikolas, terdakwa kemudian beraksi dengan mendatangi ATM BRI yang berada di Jalan Tohpati, Denpasar Timur pada 20 Juli 2019 sekitar pukul 23.30 Wita. Dalam aksinya mereka saling berbagi tugas. Florin masuk ke ruang ATM untuk penarikan uang dan Renato mengawasi keadaan di luar. Di depan mesin ATM, Flori kemudian memasukan 3 kartu namun hanya 2 kartu yang berfungsi. Dua kartu ajaib berhasil melakukan transaksi penarikan masing-masing Rp 2.500.000. Setelah itu, Flori kemudian keluar dari ruang ATM dan Renato tetap mengawasi keadaan. Namun sayang, aksinya kebongkar. Flori diamankan polisi, sedangkan Renato sempat kabur sambil membuang kartu-kartu magnetic strip yang ada padanya namun akhirnya ditangkap juga. Hasil penggeledahan, polisi mengamankan 44 kartu dengan nomor PIN yang bervariasi. (kmb37)
Bali Post/asa
SIDANG - Terdakwa skimming usai menjalani sidang perdana di PN Denpasar.
Bali Post/ist
DITANGKAP - Komplotan curanmor asal NTT ditangkap anggota Reskrim Polsek Petang.
Sindikat Curanmor Asal NTT Diringkus
Mangupura (Bali Post) -
Tim Opsnal Reskrim Polsek Petang mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang melibatkan sindikat asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (16/10) lalu. Pelakunya tiga orang, yaitu Daniel Ndara Kadi (28) dan Paulus Pati Kabeko (21) berperan sebagai pemetik (eksekutor), serta Dominggus Katoda (25) berperan sebagai penadah. Mereka beraksi di Jalan Raya Samuan Kauh, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Kamis (19/9) lalu. Kapolsek Petang AKP I Dewa Made Suryatmaja didampingi Kanitreskrim Ipda AAG Ari Dwipayana, Kamis (17/10) kemarin menjelaskan, korban yaitu I Made Darmayasa (23) bersama temannya,
Ketut Punia (46), mengendarai sepeda motor ke warung di Abiansemal, Rabu (18/9) pukul 18.00 Wita. Sekitar pukul 23.00 Wita korban mengantuk dan terpaksa tidur di gudang tempat pembuatan
bade di TKP. Sedangkan sepeda motor Honda Vario diparkir dan kuncinya masih nyantol. Pada Kamis pukul 03.00 Wita, korban bangun dan melihat sepeda motornya
hilang. Selain itu, HP yang di dalam saku celana korban juga raib. ‘’Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke Polsek Petang,’’ ujarnya. Dari penyelidikan yang dipimpin Ipda Ari, diperoleh infomasi pelakunya mengarah kepada tersangka Daniel. Selanjutnya Daniel ditangkap di Jalan Batu Bolong, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara. Saat diinterogasi, pelaku mengakui melakukan pencurian bersama Paulus.
Selanjutnya Paulus dibekuk di Jalan Taman Pancing, Denpasar Timur. Sementara motor curian itu dijual kepada Dominggus senilai Rp 1,5 juta. Tersangka Dominggus berhasil diamankan di wilayah Pemogan, Denpasar Selatan berikut barang bukti sepeda motor milik korban. ‘’Kasus ini masih kami kembangkan karena tidak menutup kemungkinan pelaku beraksi di TKP lain,’’ ucap Suryatmaja. (kmb36)
Pembakaran Sampah Pemicu Utama Kebakaran di Badung Mangupura (Bali Post) Berdasarkan data Dinas Kebakaran dan Penyelamatan atau Dinas Damkar Badung pada periode Juni hingga September 2019, jumlah kebakaran di Badung mencapai 140 kejadian. Dari jumlah tersebut 79 kejadian dipicu aktivitas pembakaran sampah. Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Badung Wayan Wirya, Kamis (17/10) kemarin menyampaikan, lebih dari separuh kebakaran dipicu pembakaran sampah. Sisanya disebabkan korsleting, kebocoran elpiji dan faktor lain-lain. ‘’Untuk kebakaran yang diakibatkan oleh aktivitas membakar sampah pada bulan Juni mencapai 15 kejadian, bulan Juli sebanyak 19 kejadian, Agustus sebanyak 24 kejadian, dan September sebanyak 21 kejadian,’’ bebernya. Selain berpotensi memicu kebakaran, membakar sampah juga secara tidak
langsung mencemari udara dengan asap. Untuk itu, ia juga mengimbau masyarakat agar mengelola sampahnya dengan baik dengan sistem 3R yaitu reduce, reuse dan recycle. ‘’Kami sudah menyampaikan imbauan ini kepada para kaling dan klian agar bisa menginformasikan kepada masyarakat. Kita juga sudah sebarkan informasi imbauan ini melalui media informasi lainnya,’’ kata mantan Camat Kuta Selatan ini. Selain faktor tersebut di atas, pemicu kebakaran adalah kemarau panjang. Dikatakan Wirya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Badung, tetapi juga di daerah lainnya di Indonesia. Atas kondisi tersebut, pihaknya senantiasa mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan. Kemarau menyebabkan lahan kering. Sedikit saja ada api mampu menyulut kebakaran. Sementara itu, Kepala Bidang Data dan Informasi
Bali Post/edi
DAMKAR - Petugas Damkar Badung memadamkan api pada tumpukan sampah. BBMKG Wilayah III Denpasar Iman Faturahman menerangkan, dari 15 Zona Musim (ZOM) di Bali, 80 persen di antaranya akan mengalami
musim hujan pada November pada dasarian II dan III sampai Desember. Kawasan Bali Tengah kemungkinan akan lebih dulu mengalami
musim hujan dibandingkan wilayah lainnya. Sedangkan Nusa Penida wilayah paling akhir mengalami musim hujan. (kmb23)
Jelang Pelantikan Presiden
Polda Bali Gelar Operasi Cipkon Agung Denpasar (Bali Post) Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin periode 2019-2024 dijadwalkan pada Minggu (20/10) mendatang. Untuk menjaga keamanan pelantikan tersebut, khususnya di Pulau Dewata ini, Polda Bali bersama Polres jajarannya menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung 2019 mulai 17 - 21 Oktober 2019. Dalam operasi ini, Polda Bali mengerahkan ratusan personel untuk menjaga dan memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang hari H dan pascapelaksanaan pelantikan tersebut. ‘’Saat ini kami sudah melakukan persiapan setiap hari, menyiagakan personel yang terlibat Operasi Cipta Kondisi dengan melaksanakan kegiatan preemtif, patroli, pengecekan lapangan serta melakukan operasi kejahatan dalam rangka menjamin Provinsi Bali dalam keadaan aman dan kondusif,’’ tegas Direktur Samapta Polda Bali Kombes Pol. Drs. I Wayan Pinatih saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Cipkon
Agung 2019 di parkir GOR Ngurah Rai Denpasar, Kamis (17/10) kemarin. Kombes Pinatih berpesan agar pada saat pelaksanaan pelantikan jangan sampai muncul permasalahan di lapangan. Seluruh personel diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta menguatkan jaringan. ‘’Apabila ada orang-orang yang ingin mengganggu keamanan di
wilayah hukum Polda Bali, segera lakukan penindakan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku,’’ ujarnya. Selain itu, perwira melati tiga di pundak ini menyampaikan, selama kegiatan agar selalu melakukan koordinasi dan tetap solid dengan stakeholder terkait. Dengan demikian operasi dapat berjalan dengan optimal dan
Bali Post/ist
APEL - Polda Bali menggelar apel gelar pasukan Operasi Cipkon Agung 2019 di parkir GOR Ngurah Rai Denpasar.
dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan. ‘’Saya optimis kita tetap dapat mem-
berikan yang terbaik untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,’’ tutupnya. (kmb36)
Jumat Umanis, 18 Oktober 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Mengakomodasi Teknologi dan Pilihan Publik PUBLIK memiliki kedaulatan penuh atas pilihan hidupnya. Kehadiran regulasi untuk membatasi kebebasan pilihan publik tentu tetap penting, namun harus merujuk hak-hak individu. Dalam konteks itulah, ketika teknologi terus bergerak dan pilihan untuk mengelola kehidupan makin mudah, regulasi yang ada juga harus mengakomodasi hak-hak publik. Pergerakan ini tentu tak bisa dibatasi dengan hanya satu pertimbangan. Harus ada beragam pertimbangan, argumen dan rujukan sebelum regulasi itu diputuskan sebagai rambu-rambu bersama untuk mengatur hidup berbangsa. Kita juga tentu tak pernah memikirkan bahwa perubahan teknologi membuat semua sektor kehidupan bergerak dan berubah. Pilihan kini makin mudah didapat dengan menggunakan teknologi. Apalagi pilihan itu mengandung keringanan beban ekonomis bagi penggunanya. Salah satunya tentu dengan hadirnya pilihan transportasi publik berbayar berbasis teknologi. Kehadiran transportasi dalam jaringan (daring) ini secara nyata tumbuh dan menjadi alternatif pilihan publik. Kita juga tak bisa menutup mata terhadap hal ini. Makanya, satusatunya pilihan adalah mengakomodasi kehadiran mereka dengan merumuskan regulasi yang bijak. Tentu tidak adil pula jika regulasi yang lahir juga membuat transportasi konvensional kehilangan lahan. Ruang-ruang bisnis bagi mereka tentu harus tetap diatur dan disepakati bersama. Namun yang pasti adalah semua elemen harus beradaptasi menghadapi perubahan tren dan cara-cara mengelola bisnis dari konvensional ke berbasis teknologi. Tanpa adaptasi maka ketersisihan akan mengantarkan pola-pola konvensional mati. Itulah pentingnya negara hadir dalam membantu semua elemen bergerak melakukan adaptasi tanpa harus melakukan pembiaran terhadap situasi. Negara harus segera merumuskan regulasi yang berpihak pada kepentingan publik. Regulasi yang diterima dan ideal memang sulit dirumuskan bagi dua kubu yang berbeda. Setidaknya regulasi mampu menjadi rujukan yang meminimalkan konflik kepentingan. Dari aspek teknologi kita sadari bersama bahwa sangat mustahil jika kebijakan yang akan disusun bersifat menafikan perkembangan transportasi daring ini tanpa menyediakan alternatif yang benar-benar representatif. Karena eksistensi layanan ini dibutuhkan masyarakat dan mereka sudah tergantung dalam pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Di samping laju pertumbuhan jumlah pengemudi yang semakin tinggi, masyarakat pengguna smartphone dan akses terhadap transportasi daring semakin meningkat cepat. Maka mau tidak mau pemerintah untuk sementara mesti legowo menerima kehadirannya sampai alternatif representatif yang disediakan dapat menyaingi bahkan menggantikan posisi transportasi daring yang sudah telanjur menyebar ini. Dalam konteks ini, pemerintah juga perlu melakukan edukasi kepada semua pihak yang terdampak untuk melakukan perubahan strategi bisnis. Edukasi ini penting agar semua pihak bergerak beradaptasi menyikapi perubahan zaman. Di satu sisi dengan terbangunnya kebersamaan konflik kepentingan dua kutub ini bisa diminimalkan. Ujung-ujungnya kita harus paham bahwa regulasi juga harus mengikuti dan mengakomodasi perilaku manusia sesuai dinamika zaman. Untuk apa bertahan pelan jika kebangkitan hampir pasti. Maka adaptasi dan kepekaan membaca peluang usaha adalah hal mendasar yang dibutuhkan menghadapi era digitalisasi saat ini.
Transportasi Daring Menunggu Regulasi Bijak Ketika Anda memutuskan untuk memilih jasa layanan transportasi online di suatu hari -- sebut saja Gojek -- maka orderan Anda adalah satu dari tiga juta orderan yang dilakukan orang lain di hari yang sama. Begitupun saat Anda ikut ambil bagian menjadi pengemudi (driver) Gojek maka Anda adalah salah satu dari dua juta pengemudi lain yang saat ini aktif di Gojek. Ya, dikutip dari CNBC Indonesia (5/4/2019), Gojek telah memiliki 2 juta pengemudi dan tiga juta orderan setiap harinya. Sebagaimana umumnya diketahui bahwa bisnis start-up ini dominan bergerak di bidang jasa transportasi dan food-delivery di samping fitur-fitur lain yang notabene merupakan kebutuhan dasar masyarakat Indonesia.
t
ransportasi dalam jaringan (daring) ini hadir di tengahtengah kompleksitas problematika transportasi di Indonesia yang hingga saat ini belum ada kebijakan yang tepat dan mampu menjawab berbagai persoalan dasar seperti kualitas transportasi publik, keamanan dan kenyamanan penumpang, kemacetan lalu lintas dan lainnya. Kemajuan teknologi dan pergerakannya ke arah yang lebih canggih dan modern merupakan suatu keniscayaan yang menuntut kita sebagai masyarakat pengguna untuk bersikap adaptif menghadapinya karena perkembangan teknologi tersebut telah merambat hingga berbagai lini kehidupan. Terlebih tuntutan kepada pemerintah selaku pengambil kebijakan. Thomas Dye (2006) dalam bukunya ‘’Understanding Public Policy’’ Edisi 14 menegaskan bahwa kebijakan diambil atas munculnya permasalahan yang menyentuh urusan masyarakat (public) secara luas. Kehadiran transportasi daring di tahun kelima eksistensinya ternyata menuai berbagai permasalahan publik yang mesti diselesaikan oleh pemerintah, di antaranya adalah: statusnya yang tidak diakui secara undang-undang sebagai transportasi publik dan kehadirannya menjadi bagian terbesar penyebab kemacetan lalu lintas. Gagap Kebijakan Mungkin frasa tersebut cukup tepat disematkan kepada sikap pemerintah dalam membijaksanai perkembangan transportasi online konvensional. Kita dapat membuktikannya dengan melihat inkonsistensi kebijakan yang ditu-
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Perlunya Sosialisasi Perda Desa Adat Desa adat kini memiliki perda yang banyak kalangan bilang sangat komprehensif. Perda yang diluncurkan di Pura Samuan Tiga, Blahbatuh, Gianyara ini pun diharapkan menjadi rujukan regulasi dalam menata desa adat ke depan. Perda yang digodok pada satu tahun pertama Gubernur Koster ini pun dinilai paling lengkap. Setidaknya itu yang saya dengar dari tokoh masyarakat ketika ngobrol di warung-warung. Saya sendiri belum melihat bentuk dan wujud perda ini secara utuh. Jika memungkinkan saya berharap Gubernur Bali agar menyosialisasikan perda ini secara intens kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat satu pemahaman dalam men-
Oleh Fauzan Hidayat, S.STP.
jabarkan ketentuan perda ini. Apalagi saya dengar tahun 2020 akan ada dinas khusus yang menangani desa adat. Mudah-mudahan dengan semakin jelasnya gerakan pemerintah Bali mengawal desa adat, kita di Bali merasa terayomi dan lebih harmonis menjalani kehidupan. Jika memungkinkan peran desa adat dalam menjaga lingkungan terlebih kini isu teroris kembali marak, juga harus jelas. Mudah-mudahan dengan regulasi yang jelas dan penjabaran yang benar, desa adat di Bali makin jelas kontribusi dan perannya menjaga peradaban Bali. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
jukan untuk mengatasi problema Gojek ini. Sejak munculnya Gojek di tahun 2010 dengan hanya 20 pesepeda motor, tidak ada satu pun yang peduli dan menyangka bahwa ini akan menjadi bisnis raksasa yang akan memberikan dampak yang sangat luas bagi Indonesia. Lima tahun berselang, pada bulan Desember 2015 Gojek sudah berbasis aplikasi dan mulai menampakkan eksistensinya dan secara tidak langsung menuai protes keras hingga demonstrasi dari para pengemudi transportasi konvensional karena mengancam mata pencahariannya yang mulai beralih ke Gojek, Grab dan Uber. Di tahun yang sama, Kementerian Perhubungan melalui Keputusan Menteri Nomor UM./302/1/21/Phb/2015 tiba-tiba menyatakan bahwa transportasi apa pun yang berbasis aplikasi adalah ‘’ilegal’’ dan tidak diizinkan untuk beroperasi di jalanan karena dianggap bertentangan dengan ketentuan lalu lintas dan angkutan jalan. Selanjutnya pada september 2016, sebagai reaksi dari protes keras taksi konvensional dan kebijakan ‘’mendadak’’ terkait legalitas tersebut maka para konsumen transportasi daring juga mulai melakukan demonstrasi yang marak di berbagai kota seperti Balikpapan, Surabaya, Manado dan lainnya. Setahun kemudian, masyarakat semakin dibuat kebingungan dengan adanya putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan bahwa peraturan Kemenhub harus direvisi. Peraturan tersebut menjadi semakin tidak berlaku ketika Presiden Republik Indonesia menghadiri peluncuran invetasi Gojek di Vietnam pada Agustus 2018 sebagai wujud apr-
esiasi pemerintah terhadap eksistensi start-up ini di luar negeri, terlebih di Indonesia. Di sini, inkonsistensi kebijakan pemerintah dalam menyikapi dilema transportasi daring ini mulai terlihat. Kebijakan yang seakan ‘’gagap’’ ini mulai memperlihatkan bahwa pemerintah tidak siap menyikapi kemajuan dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di bidang transportasi ini. Kebijakan yang responsif yang berbasis evidence terhadap perkembangan teknologi belum dapat terwujud dengan baik. Bogenscheider & Corbett (2010) dalam bukunya ‘’Evidence-Base Policy Making: Insights from Policy-Minded Researchers and Research-Minded Policymakers’’ membagi multikriteria kebijakan menjadi 5 macam: Technical, Economic, Legal, Social dan Substansive. Dari kelima jenis kriteria kebijakan tersebut dalam hal kebijakan terhadap kehadiran transportasi daring di Indonesia dapat terbagi menjadi dua, yaitu Positif (Technical dan Economic) serta Negatif (Legal, Social dan Substansive). Dari aspek Technical, adalah mustahil jika kebijakan yang akan disusun bersifat menafikan perkembangan transportasi daring ini tanpa menyediakan alternatif yang benar-benar representatif. Karena eksistensi layanan ini dibutuhkan masyarakat dan mereka sudah tergantung dalam pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Di samping laju pertumbuhan jumlah pengemudi yang semakin tinggi, masyarakat pengguna smartphone dan akses terhadap transportasi daring semakin meningkat cepat. Maka, mau tidak mau pemerintah
untuk sementara mesti legowo menerima kehadirannya sampai alternatif representatif yang disediakan dapat menyaingi bahkan menggantikan posisi transportasi daring yang sudah telanjur menyebar ini. Dari sisi Economic, baru-baru ini hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyatakan bahwa kontribusi Gojek dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2018 mencapai Rp 44,2 triliun. Di satu sisi, angka ini cukup fantastis dan menggiurkan bagi laju pertumbuhan perekonomian negara. Akan tetapi di sisi lain, kenyataan ini akan lebih mempersulit pemerintah untuk membijaksanai eksternalitas negatif yang ditimbulkan oleh perusahaan Gojek. Dari aspek Legal, kejelasan hubungan industrial yang masih kabur dalam perusahaan Gojek menjadi sisi negatif tersendiri dalam perkembangan perusahaan ini. Padahal hubungan industrial merupakan hal sangat krusial di mana di dalamnya mencakup hak dan tanggung jawab masingmasing subjek baik pihak driver maupun perusahaan. Dampak buruk akibat belum adanya payung hukum terhadap hubungan industrial dalam perusahaan sturt-up seperti Gojek ini dapat menyentuh kerentanan dan kerawasanan eksploitasi pekerja. Maka dibutuhkan kebijakan yang bersifat komprehensif dan antisipatif terhadap perkembangan teknologi. Dari aspek Social secara nyata dapat kita lihat bahwa dalam layanan publik konsumen tentunya cenderung kepada aplikasi yang paling mudah digunakan sehingga Gojek dengan segala kemudahan dalam pemanfaatan fitur-fiturnya menjadi pilihan utama masyarakat. Tidak dapat dimungkiri juga bahwa kehadiran layanan bebasis aplikasi ini secara tidak langsung telah menghilangkan pekerjaan kelompok tertentu sebut saja taksi dan ojek konvensional. Oleh sebab itu, pemerintah mesti mengakomodir dampak sosial ini dan memastikan bahwa segala bentuk bisnis yang beroperasi di Indonesia harus bersifat inklusif. Kriteria substansive dari perkembangan transportasi dar-
Warung Global
Suporter Bola Lolos Tanpa KTP Pemeriksaan di Gilimanuk Longgar TIDAK bawa bekal dan tanpa KTP ke Bali, suporter bola dipulangkan. Membahas topik Warung Global kali ini, para pendengar Radio Global 96,5 FM hanya bisa geleng-geleng kepala sambil mempertanyakan tentang pemeriksaan di pintu masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Begitu lemahnya pemeriksaan, tanpa KTP pun bisa masuk. Demikian komentar Kawan Global dalam acara Warung Global kali ini. Menurut Sridham di Mengwi, sebaiknya memang dipulangkan saja jika tanpa identitas diri, beri pemahaman dan pembinaan yang baik, jangan ditindak dengan kekerasan. Wayan Beratayasa di Sangeh memberikan opini, dari segi penjagaan dan pemeriksaan di pintu masuk Bali begitu longgarnya. Sepertinya keluar-masuk Bali sangat gampang, tanpa identitas bisa masuk, keamanan terancam. Soal ini sudah jadi lagu lama. Menurut Fera di Tabanan, jika tak punya bekal tak usah pergi ke
mana-mana. Febri di Denpasar juga menambahkan, meskipun fans berat, jika tak punya bekal cukup menonton dari layar TV atau nonton bareng, tak usah memaksakan diri untuk hadir menonton secara langsung, apalagi tak punya bekal. Pikirkan diri sendiri juga meskipun menjadi suporter militan. Sama seperti pertanyaan kawan lainnya, bagaimana dengan penjagaan di pintu masuk Gilimanuk? Demikian pertanyaan Werda di Tegallalang. Suporter sudah sampai ke
Denpasar dan beberapa titik lainnya, ini berarti lolos di Gilimanuk, mereka numpang di truk, ini sudah tidak dibenarkan, kemudian biaya pemulangan mereka siapa yang membiayai? Untuk itu ia menyarankan agar koordinator suporter harus mengoordinir dengan baik. Kak Nges di Denpasar merasa heran juga dengan kedatangan suporter sepak bola ini, numpang truk tronton dan ketahuan sama pak polisi. Apa pun alasannya, penjagaan dan pemeriksaan di pintu masuk Bali harus ketat. Jangan mempertaruhkan keamanan Bali. Meskipun fans berat, tidak perlu memaksakan diri untuk hadir langsung menyaksikan pertandingan, apalagi tidak punya bekal, Putu Artha di Denpasar lebih menekankan agar para suporter ini bersikap sportif, siap menang dan siap menerima kekalahan, jangan buat rusuh. (sikha)
ing ini semakin menunjukkan bahwa meskipun kuantitas driver dan user semakin bertambah pesat maka semakin menggambarkan ketidakberdayaannya dalam memecahkan masalah kemacetan lalu lintas di kota-kota besar. Kenyataan bahwa perusahaan startup seperti halnya Gojek dan Grab telah memonopoli pasar transportasi sesuatu yang tidak dapat dimungkiri. Maka kebijakan yang ada semestinya mampu menciptakan keadilan bagi banyak moda transportasi serta mengikis habis segala bentuk potensi monopoli. Sebagai warga negara yang baik, kita tetap mengapresiasi upaya demi upaya pemerintah dalam membijaksanai berbagai permasalahan transportasi online seperti halnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang terbit pada tanggal 11 Maret 2019 lalu dan mengatur berbagai ketentuan yang harus dipatuhi oleh pengguna sepeda motor. Regulasi ini hadir sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) walupun dalam skala sempit karena baru bersifat jangka pendek dan mengatur keselamatan, kemitraan, suspensi dan biaya jasa. Kita masih membutuhkan kebijakan jangka panjang yang lebih responsif terhadap perkembangan TIK di masa depan. Kebijakan yang berlandaskan evidence dan menjawab kompleksitas persoalan dan problematika transportasi online karena memang Gojek, Grab dan aplikasi transportasi daring bukanlah jawaban terhadap permaslahaan transportasi di masa depan. Penulis, mahasiswa Pascasarjana Universitas Gajah Mada, Kepala Sub-Agraria Bagian Pemerintahan dan Otda Setdakab Aceh Singkil
POJOK
Gubernur Koster gelar doa bersama pancarkan vibrasi perdamaian Bali untuk Indonesia. - Semoga seluruh rakyat Indonesia berbahagia. *** Demi martabat bangsa, Kapolri imbau tak ada unjuk rasa saat pelantikan presiden. - Semoga damai bangsaku. *** Jokowi pastikan kabinet diisi orang-orang hebat. - Hebat berbudaya bangsa. ***
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Umanis, 18 Oktober 2019
Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Gelar Pasraman Kilat Tingkatkan Aktualisasi Ajaran Agama di Kehidupan Sehari-hari KANTOR Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Bidang Pendidikan Agama Hindu menggelar pasraman kilat di Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Kamis (17/10) kemarin. Kegiatan ini diikuti 50 orang pelajar tingkat SMP dan SMA/SMK yang berada di lingkungan Desa Kesiut. Desa Kesiut adalah salah satu desa yang menjadi pilot project kawasan pedesaan prioritas nasional. Mengambil tema ‘’Dengan pasraman kilat kita mantapkan praktik keagamaan dalam membangun pendidikan karakter’’, kegiatan ini dibuka Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Ida Bagus Mastika, M.Fil.H. didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan beserta Kasi Pendidikan Agama Hindu. Hadir pula pada acara tersebut perwakilan perangkat Desa Kesiut. Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Ida Bagus Mastika menjelaskan, pasraman kilat ini rutin
digelar tiap tahun dengan menyasar sejumlah desa. Selain di Kabupaten Tabanan, kegiatan serupa juga digelar di Kabupaten Bangli. Dalam kegiatan pasraman kilat ini, para peserta akan diberikan sejumlah materi oleh empat narasumber. Materi antara lain penguatan praktik keagamaan dalam membangun karakter abad 21, praktik upakara, moderasi beragama sebagai landasan membangun pendidikan karakter bagi siswa Hindu dan kebijakan Kementerian Agama dalam bidang pendidikan. ‘’Meski sehari, kegiatan dikemas padat. Mereka juga akan diajak praktik membuat upakara seperti pejati. Dimana selain tahu cara membuat, juga harus paham dari makna perlengkapan yang ada di pejati, begitupun bagaimana tata cara Tri Sandya yang baik dan benar dan pemahamannya,’’ terangnya. Sasaran utama kegiatan ini, lanjut Ida Bagus Mastika adalah meningkatkan aktualisasi atau pengamalan ajaran agama Hindu dalam kehidupan seharihari dan dalam masyarakat. Ini juga
Siswa PAUD Diperkenalkan Permainan Tradisional Tabanan (Bali Post)Banyak cara dilakukan untuk mengajak anak-anak mengenal lebih banyak tentang keragaman budaya Bali. Salah satunya melalui permainan tradisional yang saat ini jarang dimainkan. Untuk mengenalkan kembali permainan tradisional, PAUD bernuansa Hindu milik Pemerintah Desa Kukuh, Kecamatan Marga, PAUD Kartini, Kamis (17/10) kemarin mengajak anak-anak PAUD bermain goak ngemaling taluh. Permainan tradisional ini dipandu pegawai Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Sumerta Dana Arta. Agar permainan lebih menyenangkan, para siswa terlebih dahulu diajak belajar bernyanyi. Nyanyian inilah sebagai pengiring permainan goak ngemaling taluh. Setelah menguasai lagu yang singkat dan jenaka, para siswa diajarkan mencakupkan kedua tangan dan kedua ibu jari terangkat menyerupai mulut goak (gagak). Mulut kemudian memakan batu yang diumpamakan sebagai taluh atau telor. Taluh lalu dikeluarkan dan peserta permainan menghitungnya. Yang terbanyak mendapatkan taluh, dialah pemenangnya. Permainan ini semakin menarik karena diisi perlombaan. Wayan Sumerta Dana Arta mengatakan, melalui permainan tradisional anak-anak bisa belajar sembari bermain. Karena selain belajar bernyanyi, mereka juga belajar berhitung. Kegiatan ini juga sekaligus untuk melestarikan permainan tradisional. ‘’Unsur yoga juga masuk dalam permainan ini, yakni konsentrasi. Anak-anak perlu dilatih berkonsentrasi dan diajak bergembira dengan permainan,’’ ujar penemu nada Cetik yakni alat musik tradisional Lampung, Sumatra. Sementara itu, Perbekel Desa Kukuh I Made Sugianto mengatakan, setiap Wraspati atau Kamis anak-anak PAUD Kartini diajak belajar dan mengikuti permainan bernuansa Hindu. Tak hanya itu, kegiatan rutin setiap Kamis selain mabusana dan mabasa Bali juga diisi dengan masatua. Dikatakannya, PAUD Kartini digagas tahun 1976. Saat itu Desa Kukuh masih meminjam gedung SD untuk sekolah TK. ‘’Tahun ini kami sudah punya sendiri dengan dana desa. Kami bangun di lahan milik Desa Adat Kukuh,’’ ungkapnya. Setelah terwujud, Sugianto kerap meminta bantuan temantemannya untuk mengisi kegiatan Kamis. Salah satunya bantuan tenaga penyuluh agama Hindu untuk melatih yoga dan tenaga Penyuluh bahasa Bali untuk masatua serta meplalianan. Ia juga meminta pemilik sanggar tari untuk meluangkan waktunya melatih anak-anak menari. ‘’Kami bersyukur banyak teman yang siap membantu dan berpartisipasi. Tanpa honor, karena kami tidak punya anggaran untuk itu. Mereka ikhlas ngayah,’’ ungkapnya. (kmb28)
dalam rangka penanaman nilai-nilai moral, etika, budi pekerti serta mempraktikkan pengetahuan agama yang telah diperoleh di kelas dalam kegiatan nyata di lingkungan masyarakat. ‘’Karena diakui, di sekolah mereka hanya mendapatkan pelajaran agama Hindu hanya dua jam, yang tentunya belum tentu bisa diaktualisasikan ke kehidupan sehari-hari. Agama bukan hanya sebuah teori namun bagaimana bisa mempraktikkannya dengan baik,’’ terangnya. Selain pasraman kilat, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kegiatan Kemenag Menyapa yang merupakan program inovatif Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pelayanan agama yang dapat menyentuh langsung ke semua lapisan masyarakat. Kemenag Menyapa disambut antusiasme guru, siswa, serta masyarakat Desa Kesiut. Ini merupakan bukti nyata Kementerian Agama hadir di tengahtengah masyarakat untuk memberikan pelayanan di bidang agama. (ad492)
PASRAMAN KILAT - Pasraman kilat yang digelar Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali di Desa Kesiut, Kamis (17/10) kemarin.
”Delivery Service” Adminduk Mulai Diterapkan Warga Dikenakan Biaya Antar Dokumen
Tabanan (Bali Post)Setelah dua bulan uji coba, layanan delivery service gagasan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan mulai resmi beroperasi Kamis (17/10) kemarin. Nantinya para pemohon administrasi kependudukan (adminduk) khususnya yang berada di kecamatan terjauh bisa menerima dokumen dengan layanan antar tersebut tanpa harus mengambil ke kantor pusat di Disdukcapil. ‘’Misalnya saja yang dari Pupuan, kalau harus ambil dokumen ke sini (kantor Disducapil - red) tentu biayanya cukup banyak. Sekarang tinggal tunggu di rumah, nanti dokumen yang sudah selesai diantar via pos ke alamat pemohon. Jadi lebih efisien, hemat dan cepat serta aman,’’ terang Kepala Disdukcapil Tabanan I G.A. Rai Dwipayana. Lebih lanjut dijelaskannya, program ini diharapkan bisa lebih memberikan kemudahan bagi warga ketika mengurus dokumen kependudukan atau catatan sipil. Setelah mendaftarkan permohonan dokumen yang dicari seperti KK, e-KTP, KIA, Akta Kelahiran, Akte Kematian, serta dokumen lainnya melalui online maupun langsung datang ke kantor Disdukcapil, permohonan akan langsung diproses. Warga tidak harus menunggu lama di kantor Disdukcapil. Layanan antar dokumen kependudukan sengaja dibuat untuk memudahkan warga mengurus dokumen kependudukan. Apalagi banyak warga tidak memiliki waktu banyak mengurus administrasi termasuk menunggu, sehingga program ini menjadi solusi yang tepat. Untuk mendapatkan layanan ini masyarakat cukup membayar Rp 11.500 untuk seluruh wilayah
Kabupaten Tabanan. Pengantaran dilakukan antara satu sampai empat hari, tergantung jauh dekat lokasi dan selesainya dokumen yang dibuat. ‘’Untuk pembayaran diserahkan ke pihak PT Pos. Namun rencananya ke depan agar dibayarkan dengan APBD, sehingga selain layanan kependudukan gratis juga ada pengantaran gratis,’’ kata Rai Dwipayana. Ada pula terobosan penerapan tanda tangan elektronik atau digital. Program ini sejalan dengan seruan dari Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil dalam rangka mempermudah pelayanan. ‘’Tanda tangan eletronik ini berbentuk barcode, tidak lagi isi tanda tangan basah maupun cap,’’ ucapnya. Penerapannya pun lebih simpel. Ketika ada permohonan administrasi masuk, akan dicek terlebih dahulu oleh petugas. Jika data sudah benar, akan dikirimkan aplikasi tanda tangan elektronik. Aplikasi ini bisa dibuka lewat komputer, Android dan tidak harus di kantor. Kemudian, Kepala Dinas akan membuka permohonan masuk lalu memasukkan password. ‘’Setelah itu saya contreng permohonan masyarakat, maka permohonan sudah langsung bisa dicetak meskipun saya nanti tidak ada di kantor,’’ tuturnya. (bit)
I G.A. Rai Dwipayana
Bali Post/bit
Polres Gelar Operasi Cipkon 2019
Bali Post/bit
PONDOK EDUKASI - Pondok Edukasi yang merupakan wadah belajar tentang alam dan konservasi burung hantu.
Tabanan (Bali Post) – Mengantisipasi gangguan keamanan jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober, Polres Tabanan menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung 2019. Terkait hal itu, Kamis (17/10) kemarin bertempat di lapangan Polres Tabanan dilaksanakan apel gelar pasukan Operasi Cipkon Agung I 2019. Apel ini menandai kesiapan Polres Tabanan berserta perangkat pendukungnya dalam melaksanakan operasi yang berlangsung selama 5 hari, yaitu 17 sampai 21 Oktober. Operasi Cipkon Agung dilaksanakan Polda Bali beserta jajaran termasuk Polres Tabanan. Polres Tabanan mengerahkan
80 personel untuk mewujudkan situasi aman kondusif. Selain itu, ada kegiatan pendukung yang dilaksanakan seluruh Polsek bersama stakeholders di masingmasing kecamatan. Wakapolres Tabanan Kompol Ni made Sukerti mengatakan, Operasi Cipkon mengedepankan upaya preventif dengan didukung represif dan represif non yustisial (persuasif edukatif) guna menciptakan situasi kondusif dalam rangka mensukseskan jalannya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. ‘’Operasi yang kita laksanakan harus ada dampaknya atau dapat dirasakan oleh masyarakat sehingga semua rangkaian kegiatan masyarakat berjalan aman dan nyaman,’’ jelasnya.
Dalam Operasi Cipkon kali ini, semua satuan fungsi kepolisian sampai ke tingkat Polsek melakukan kegiatan imbangan sesuai dengan tupoksi masing-masing. Tak hanya itu, Unit Sabhara melakukan turjawali sampai ke wilayah pedesaan, Unit Lantas lakukan pengaturan dan penjagaan pada titik rawan serta pada lokasi kegiatan masyarakat. ‘’Walaupun kita tahu crime total wilkum Polres Tabanan tidak tinggi, namun paling tidak kita bisa mempertahankan. Jalin dan galang semua komponen yang ada untuk bersama-sama waspadai adanya berita hoax dan kegiatan tertentu para kelompok intoleran, radikal atau teroris,’’ pintanya. (kmb28)
Kawasan Uma Urip Terus Dikembangkan Tabanan (Bali Post) Pelan tapi pasti, itulah prinsip pengelola Uma Urip, Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, dalam mengembangkan potensi desa. Berbekal semangat konservasi burung hantu Tyto Alba, gagasan dan ide-ide gila kerap muncul tanpa dukungan dan memadai. Salah satu inovasi yang tengah digarap yakni Pondok Edukasi yang rencananya akan diluncurkan pada Festival Kecamatan Kerambitan. Layaknya sebuah bangunan sederhana untuk kegiatan pertemuan, Pondok Edukasi diharapkan bisa menjadi tempat yang nyaman untuk belajar tentang alam, konservasi burung ataupun kegiatan pertemuan dengan nuansa hamparan Subak Timpag. Ketua Pengelola Uma Urip I Made Sukayatna menjelaskan, Pondok Edukasi akan dimanfaatkan untuk belajar bahasa Inggris bagi anak-anak di Desa Timpag. Saat ini sudah ada sejumlah lembaga pendi-
dikan bahasa asing yang siap memberikan pelatihan bahasa Inggris di Pondok Edukasi. ‘’Jadi nantinya anak-anak Desa Timpag belajar atau les bahasa Inggris ataupun bahasa Bali bisa di sini. Bisa juga tempat ini jadi tempat diskusi kecil tentang pertanian dari akademisi dan petani. Kalau pertemuan atau rapat jika bosan dilakukan di dalam ruangan kantor desa, bisa juga di sini karena view-nya alami,’’ terangnya, Kamis (17/10) kemarin. Diakui Sukayatna, pengembangan bertahap kawasan Uma Urip masih mengandalkan dana CSR atau donatur. Konservasi burung hantu Tyto Alba sejak digulirkan tahun 2018, sampai saat ini tetap menjadi fokus utama program Uma Urip. Pasalnya, keberadaan burung hantu ini bisa mengubah paradigma petani dalam mengatasi hama tikus dan mengurangi penggunaan zat kimia. Sebelumnya terdapat 19
rumah burung hantu (rubuha) yang dipasang di lahan pertanian di Desa Timpag. Jarak masing-masing rubuha 200 meter. Akan ada penambahan sebanyak 20 rubuha, mengingat untuk meng-cover seluruh areal Subak Timpag diperlukan sekitar 100 rubuha. Penambahan rubuha masih menunggu bantuan donatur. Hal ini mengingat biaya pembuatan rubuha cukup malah yakni Rp 500 ribu per unitnya. Pembuatan rubuha sangat diperlukan karena burung hantu jenis Tyto Alba tidak bisa membuat sarang sendiri. Sehingga, agar mereka mau menetap di satu lokasi harus ada sarang untuk tempat tinggal mereka. ‘’Kalau sebelumnya ada yang menggunakan racun tikus untuk mengatasi serangan hama tikus, sekarang dengan adanya Tyto Alba serangan tikus mulai berkurang. Itu juga yang saya rasakan sebagai petani. Panen cukup berhasil kali ini,’’ ucapnya. (kmb28)
APEL - Apel gelar pasukan Operasi Cipkon Agung I 2019 yang dilaksanakan Polres Tabanan.
Bali Post/bit
Jumat Umanis, 18 Oktober 2019
70 ASN dan Hakim PN Singaraja Ikuti Tes Urine Satu Sampel Positif Kandung Obat Pereda Nyeri Sebanyak 70 aparatur sipil negara (ASN), para hakim dan pejabat di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja mengikuti tes urine. Tes urine itu untuk mencegah penyalahgunaan narkotika. Hasilnya, seluruh sempel urine ini negatif mengantung narkotika. Namun satu sempel urine terdeteksi positif mengandung bahan obat pereda nyeri. Hasil ini lebih dikenal dengan istilah deteksi yang mengandung benzo. Lalu bagaimanakah mekanisme pemeriksaan urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng itu? TES urine itu dipusatkan di gedung PN lantai dua, Kamis (17/10) kemarin. Tes itu dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng Luh Sri Ekarini. Seperti biasa, sebelum tes urine dilakukan, para ASN, hakim, dan pejabat terkait mengikuti sosialisasi terkait bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Setelah dijelaskan, peserta tes urine ini secara bergiliran menampung kencing dalam wadah yang sudah disiapkan. Setiap sempel urine itu kemudian diuji langsung dengan enam parameter yang ditentukan BNNK. Hasilnya, untuk kandungan narkotika dan obat-obatan terlarang semua sampel urine milik ASN, hakim, pejabat terkait dan petugas keamanan di PN itu dinyatakan negatif. Meski demikian, BNNK menemukan satu sempel urine terdeteksi positif mengandung bahan obat menghilangkan nyeri. Dari penelusuran
lebih lanjut kepada pemilik sempel urine itu terungkap, kalau pemiliknya mengalami sakit radang tenggorokan. Dia sempat meminum obat menghilangkan rasa nyeri. Dengan penjelasan itu, BNNK menyatakan sempel urine milik peserta itu negatif dari kandungan narkotika. Kasi Rehabilitasi BNNK Luh Sri Ekarini mengatakan, tes urine di lingkungan PN itu sudah kedua kali dan difasilitasi internal PN. Dukungan ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Dengan tes urine yang terjadwal itu maka pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan ASN dan pejabat terkait itu dapat dicegah secara optimal. Dengan hasil tes urine ini, BNNK menerbitkan surat keterangan yang menyebutkan kalau di lingkungan PN Singaraja itu ‘’bersih’’ kejaha-
tan narkotika dan obat-oatan terlarang lainnya. ‘’Ini bagian implementasi Inpres 6 Tahun 2018 dan PN sudah menyiapkan alat tesnya. Kami hanya melaksanakan saja. Hasil ini akan kita terbitkan untuk menunjukkan kalau lembaga ini bebas narkotika,’’ tegasnya. Menurut Ekarini, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tes urine dari BNNK itu menggunakan enam parameter. Meski demikian, setiap instansi yang meminta fasilitasi tes urine itu dapat memakai parameter tambahan seperti deteksi alkohol, rokok, dan obat-obatan tertentu lainnya. ‘’Yang sesuai SOP itu adalah deteksi terkait kandungan kokain, morfin, ampetamin, ganja, mariyuana. Di luar itu bisa dideteksi seperti alkohol, rokok, dan obat-obat kesehatan lainnya. Bisa juga ditambahkan paramter tes urinenya, hal itu tergantung kemauan instansi yang kami fasilitasi,’’ jelasnya. (mud)
Bali Post/mud
TES URINE – 70 ASN, hakim, dan pejabat terkait di PN Singaraja mengikuti tes urine, Kamis (17/10) kemarin.
Tunggu Revisi Penlok, Pembebasan Lahan Bendungan Tamblang Ditarget 2020
Singaraja (Bali Post) – Proyek pembangunan Bendungan Tamblang, Kecamatan Kubutambahan terus saja dikebut. Sejauh ini, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali – Penida telah mengajukan revisi Surat Keputusan (SK) Gubernur Bali terkait penetapan lokasi (Penlok) bendungan itu. Revisi harus dilakukan setelah Badan Pertanahan (BPN) Buleleng itu melakukan pengukuran dan identifikasi aspek yuridisnya. Kemudian hasilnya muncul kelebihan lahan. Nah atas kondisi itu kemudian memicu perubahan pembayaran ganti rugi tanah warga pada proyek yang akan direalisasikan 2020 mendatang. Kepala Satker (Kasatker) Bendungan BWS Bali – Penida Ir. I Gusti Putu Wandira, S.PI., Kamis (17/10) kemarin mengatakan, dari hasil kajian terhadap BPN terkait pengukuran dan identifikasi yuridis atas tanah warga itu, selanjutnya diputuskan SK Penlok akan direvisi. Padahal SK Penlok itu sudah sempat diterbitkan beberapa waktu lalu. Saat ini, pihaknya sudah
mengajukan permohonan revisi SK Penlok itu kepada Gubernur Bali Wayan Koster. Sembari menunggu revisi SK Penlok itu, BWS kembali melaksanakan sosialisasi ulang kepada pemilik tanah yang masuk lokasi proyek itu. Dari sosialisasi ini, pihaknya menyampaikan hasil survei, pengukuran dan penelusuran aspek yuridis atas tanah warga yang akan dibebaskan
pemerintah itu. Dari hasil penelusuran tim BPN Buleleng itu, maka total lahan yang dibebaskan itu adalah 72,79 hektar. Rincian lahan ini meliputi dua desa di Kecamatan Sawan yaitu Desa Sawan dan Desa Bebetin. Selain itu, ada juga lahan milik warga di Kecamatan Kubutambahan masing-masing Desa Bila dan Desa Bontihing. Sebelumnya SK Penlok
Singaraja (Bali Post) – Pembahasan Rancangan APBD (RAPBD) Tahun 2020 terus bergulir. Setelah Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyerahkan nota pengantar RAPBD Tahun 2020, Jumat (18/10) hari ini, fraksi-fraksi di DPRD menyampaikan pemandangan umum terhadap RAPBD itu. Setelah agenda ini, komisi ditugaskan membedah Rencana Kerja Anggaran (RKA) di masingmasing Organisasi Perangat Daerah (OPD). Hal itu terungkap pada rapat internal Pimpinan DPRD dengan pimpinan fraksi, Kamis (17/10) kemarin. Rapat dipimpin Ketua Dewan Gede Supriatna didampingi para pimpinan masing-masing fraksi. Gede Supriatna men-
gatakan, rapat paripurna akan tetap digelar sesuai agenda yang sudah ditetapkan Badan Musyawarah (Bamus). Keputusan ini tetap dilakukan walaupun dalam rapat sebelumnya muncul usulan menunda pada rapat paripurna dengan agenda pemandangan umum fraksi. “Mekanismenya memang harus dilakukan dulu diawali pandangan umum fraksi. Setelah itu rapat antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran. Selanjutnya baru rapat dengar pendapatnya,” katanya mengingatkan. Peluang membahas secara detail RKA masingmasing OPD itu kata Supriatna, bisa dilakukan dengan menggelar rapat
komisi-komisi yang membidangi OPD itu. Pihaknya, menginstruksikan agar anggota dewan yang duduk di komisi itu, dapat membedah rencana kerja termasuk soal kebutuhan dan kecukupan anggaran guna mendukung program setiap OPD tersebut. Sejauh ini, pihak dewan telah menyurati Bupati Buleleng dan meminta agar RKA itu bisa disetorkan dalam waktu dekat ini. Bahkan sebelum rapat kerja antara TAPD dengan Banggar DPRD Buleleng itu, dokumen itu idealnya harus sudah masuk ke gedung dewan. “Kami minta RKA-nya agar disetorkan dulu. Biar kami ada gambaran untuk membahas secara lebih detail,” tegasnya. (kmb38)
dan peta blok tanah lahan yang diganti rugi seluas 58,79 hektar dan sebarannya ada di empat desa. “Karena itu Penlok diputuskan direvisi. Kemarin (Rabu, 16/10-red) kami ajukan. Rencananya tanggal 20 Oktober akan disosialisasi ulang ke lapangan,” katanya. Meskipun SK Penlok itu masih direvisi kata Putu Wandira, tahapan pembahasan lahan tetap berjalan. Buktinya, tim appraisal yang sudah dibentuk tinggal menunggu persetujuan anggaran saja. Anggaran untuk pembayaran ganti rugi diplot pada APBN Tahun 2020 dengan total anggaran Rp 260 miliar. “Tahapan pembebasan lahan itu akan jalan saat Dipa
anggarannya sudah keluar. Tanah itu akan kita ganti rugi mengacu hasil tim appraisal yang sudah kita bentuk,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, setelah berproses di Provinsi Bali, Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Penetapan Lokasi (Penlok) proyek Bendungan Tamblang yang ada di Kecamatan Kubutambahan. SK Penlok itu terbit 25 Februari 2019 lalu. Selanjutnya, dokumennya akan diumumkan di Kantor Camat Kubutambahan dan Kecamatan Sawan. Pengumuman ini sebagai media sosialisasi jika Gubernur telah menetapkan lokasi bendungan itu yang ada di dua kecamatan tersebut. (kmb38)
Pembahasan RAPBD 2020 Komisi Dituntut Bedah RKA OPD
Lakalantas, Surawan Patah Tulang Singaraja (Bali Post) – Nasib sial dialami pengendara sepeda motor DK 3298 UAD Kadek Arya Surawan (46) asal Denpasar. Saat melintas di Jalan Singaraja – Bedugul Km 13.700 di wilayah Dusun Wirabuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, korban mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas), Kamis (17/10) kemarin sekitar pukul 13.00 Wita. Akibatnya, Surawan mengalami patah tulang akibat benturan keras saat kejadian hingga dirawat di RSUD Buleleng. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, sebelum kejadian korban datang dari arah Bedugul menuju kota Singaraja. Saat memasuki lokasi kejadian, dari arah berlawanan melintas mobil DK 1234 XI yang dikemudikan Putu Gede Diatmika (49) asal Badung. Diduga sopir mobil itu kurang awas, sehingga laju kendaraan keluar jalur berlawanan. Akibatnya, mobil bertabrakan dengan
sepeda motor. Saat itu pengendara sepeda motor Surawan terjatuh dari kendaraannya. Warga yang melihat kejadian itu pun langsung menolong. Korban yang terluka parah itu diantarkan ke RSUD Buleleng. Sedangkan pengemudi mobil dalam kondisi sehat. ‘’Benar ada lakalantas di mana pengendara sepeda motor patah tulang akibat benturan saat kejadian. Korban masih dirawat di rumah sakit,’’ kata Nyoman Landung. Terkait penyebab lakalantas itu, Nyoman Landung mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi dan olah di lokasi kejadian, lakalantas itu dipicu pengemudi mobil yang kurang hati-hati saat berkendara. Kendaraannya keluar jalur, sehingga tabrakan dengan sepeda motor yang datang dari arah berlawanan. Apalagi medan jalan menurun, sehingga kendaraan sulit dikendalikan. ‘’Dugaan awal ada kelalaian pengendara mobil. Untuk lebih memastikan anggota sedang mendalami kasus ini,’’ jelasnya. (kmb38)
Suara Buleleng Buleleng Perlu Sekda Perempuan PEREMPUAN perlu diberi ruang lebih optimal dalam upaya kesamaan hak gender. Namun, sudah pasti pengangkatan posisi Sekda perempuan itu tahun 2020 itu tidak asal saja. Memang perlu pertimbangan matang dan komprehensif. Karena itu, pastinya, pejabat perempuan dimaksud, ia yang mempunyai kemampuan manajerial dan unggul dalam segala hal terkait persoalan yang dihadapi Pemkab Buleleng. Warga Jalan Ngurah Rai itu meminta perempuan saatnya menduduki posisi di puncak pemerintahan Pemkab Buleleng. Buleleng diharapkan jadi pelopor memberi kesempatan pejabat perempuan menduduki jabatan tertinggi itu. Gung De Rah, Jalan Ngurah Rai
Teliti Berbagai Hal Seorang perempuan mempunyai ketelitian dalam berbagai hal. Bukan saja terkait tugas-tugas di pemerintahan, juga di luar pemerintahan. Sehingga sudah sewajarnya Bupati memberikan peran dan kepercayaan kepada ASN perempuan untuk menduduki jabatan Sekda di Buleleng. Posisi Sekda itu merupakan jabatan strategis di Pemerintahan Daerah sehingga perlu didorong pejabat perempuan sebagai pejabat Sekda. Gung Surya, Lovina
Jangan Terulang Bom Bali 2002 Seluruh komponen masyarakat diharapkan bekerja sama dengan TNI dan Polri menjaga wilayah Bali jangan sampai kembali terulang kasus Bom Bali 2002. Dengan telah diamankannya dua orang teroris yang sudah menyusup ke wilayah Bali jangan sampai Bali kecolongan dalam hal ini. Mari kita ciptakan kedamaian dan persatuan di wilayah Bali. Selain itu peredaran narkoba di Buleleng yang sudah masuk zona merah sudah seharusnya pihak pemerintah dan komponen terkait dan warga masyarakat sendiri mampu menekan peredaran narkoba di Buleleng. Bukan saja pengedar, pemakainya juga dihukum berat sehingga ada efek jera kepada pemakai narkoba itu. Pengguna juga perlu diberikan saksi adat. Guna menekan peredarannya, setiap desa adat wajib membuat awig-awig pemberian sanksi kepada pengguna narkoba itu. Dengan cara itu otomatis peredaran narkoba bisa ditekan. Gung Surya, Lovina
Jangan Jadi Predator Kinerja para anggota DPRD harus baik dan objektif. Karena itu tidak ada tempat bagi dewan yang nakal. Biarkan sifat predator itu hanya ada pada hewan. Anggota DPRD jangan terkontaminasi sifat-sifat predator. Selain itu radikalisme harus dikikis habis, termasuk nepotisme dalam menjalankan kekuasaan. Citra dewan yang memihak kepentingan rakyat, itu perlu dijaga oleh setiap anggota DPRD. Putu Karsini, Banjar
Gede Supriatna
Jumat Umanis, 18 Oktober 2019
Revitalisasi Pasar Umum Sukawati Dikebut Gianyar (Bali Post) -
Pemkab Gianyar berencana merelokasi sekitar 900 pedagang Pasar Umum Sukawati pada tahun anggaran 2020 mendatang. Pasalnya, pasar yang berlokasi di timur Jalan Raya Sukawati itu akan mulai dibangun oleh Kementerian PUPR tahun depan. Pemerintah berencana menyiapkan tempat relokasi sementara untuk ratusan pedagang itu di lahan Desa Adat Sukawati di Banjar Gelumpang. Bali Post/ist
TARIAN - Warga menggelar tarian memohon kesuburan pertanian saat Pujawali Kapat di Pura Puseh Bale Agung di Desa Pakraman Patas, Desa Taro, Rabu (16/10) malam.
”Pujawali Kapat” untuk Memohon Kesuburan Lahan Pertanian
KRAMA Desa Adat Patas, Taro, Kecamatan Tegallalang menggelar Pujawali Kapat di Pura Puseh Bale Agung desa adat setempat, Rabu (16/10) malam. Upacara setahun sekali ini digelar untuk memohon kesuburan lahan pertanian warga setempat. Penyarikan Desa Adat Patas I Ketut Wija menerangkan, pujawali yang digelar setiap setahun sekali ini memang berkaitan langsung dengan pertanian warga. “Mayoritas krama di sini menjadi petani. Seluruhnya ikut dalam ritual yang digelar di Pura Puseh Bale Agung ini,” ujarnya. Menurut Wija, rangkaian upacara sudah dimulai sejak beberapa hari lalu, seperti Nedunang Ida Batara dan puncak upacara digelar Rabu malam. Di antara rangkaian upacara ini, setiap anggota keluarga di desa adat setempat menghaturkan sesajen khusus yang disebut Banten Pendetan. Sebelum dilakukan prosesi upacara, banten ini disertakan dalam pujawali yang diawali dengan tari Pendet. Selanjutnya banten tersebut dihaturkan di masingmasing palinggih. “Jadi, di rumah warga banten ini juga dihaturkan,” katanya. Saat puncak acara, kata Wija, warga juga membuat sesajen perangkat bawan berupa persembahan nasi lengkap dengan garam dan daging. Perangkat ini selanjutnya dibagikan untuk seluruh anggota serta prajuru adat setempat. “Ini dibuat khusus berisikan nasi putih, daging dan garam dalam sebuah perangkat. Dengan digelarnya upacara ini, kami berharap diturunkan berkah dan kesuburan untuk segala jenis tanaman pertanian warga, utamanya tanaman padi. Harapan kami, upacara ini dapat memberikan energi positif untuk pertanian warga,” tegasnya. (nik)
Lansia Gantung Diri di Pohon Manggis Gianyar (Bali Post) Warga Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang dikejutkan dengan aksi gantung diri perempuan lanjut usia (lansia), Kamis (17/10) kemarin. Korban Ni Ketut Tingen ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon manggis. Nenek berusia 85 tahun ini memang sejak lama diketahui linglung, sehingga pihak keluarga mengikhlaskan kejadian tersebut. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di kebun manggis miliknya, Kamis pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Korban pertama kali ditemukan terjerat tali warna biru oleh menantunya, Ni Made Dami. Saat itu wanita berusia 43 tahun ini hendak masegeh. Tanpa diduga, ia justru melihat korban gantung diri. Melihat kejadian itu, ia lantas berteriak minta tolong, kemudian warga berdatangan dan membantu menurunkan jasad korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Tegallalang II, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari empat jam sebelum ditemukan. Kasubag Humas Polres Gianyar Iptu I Ketut Suarnata dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan, polisi sudah turun melakukan olah TKP. Korban diketahui sudah sejak lama linglung. “Anggota sudah turun ke lokasi melakukan penyelidikan. Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kematian korban,” katanya. (kmb35)
Tim Percepatan Revitalisasi Pasar Sukawati Gede Widarma Suharta mengatakan, pembangunan Pasar Umum Sukawati sudah ada surat dari Sekretariat Kabinet RI, untuk meminta Kementerian PUPR dan Kementerian Perdagangan segera mempersiapkan revitalisasi bangunan Blok C tersebut tahun depan. “Kemarin Bapak Bupati sudah audiensi dengan Bapak Dirjen terkait pembangun Pasar Sukawati Blok C. Jadi, Bapak Dirjen sudah menjanjikan di tahun 2020. Nanti yang membangun juga Kementerian PUPR menjadi satu kebijakan dengan pembangunan Blok A dan B,” katanya pejabat yang juga Kepala Bappeda Gianyar ini, Kamis (17/10) kemarin. Widarma Suharta mengatakan, rencana pembangunan ini sudah sesuai perintah Presiden Joko Widodo yang meminta agar pengerjaan tersebut di mulai pada tahun 2020. “Memang hampir bersamaan antara pembangunan Pasar Umum Sukawati yang dikerjakan mulai Agustus, dengan pembangunan Pasar Seni Sukawati yang selesai November 2020,” katanya. Widarma Suharta mengakui, hal itu pula yang menyebabkan pemerintah tidak bisa menutup aktivitas pedagang Pasar Umum Sukawati dalam beberapa bulan, apabila menunggu giliran untuk menempati tempat relokasi di Lapangan Sutasoma. “Lapangan Sutasoma memang belum bisa dipakai oleh pedagang Pasar Umum Sukawati, karena Desember 2020 pedagang Pasar Seni Sukawati baru
bisa pindah,” tegasnya. Sementara itu, pedagang Pasar Umum Sukawati sudah disiapkan tempat relokasi di Banjar Gelumpang, menggunakan tanah Desa Adat Sukawati. Menurut Widarma Suharta, penggunaan lahan tersebut sudah mendapat persetujuan dari Desa Adat Sukawati. “Untuk membangun tempat relokasi ini, dianggarkan Rp 10 miliar pada APBD Induk 2020,” ujarnya. Widarma Suharta menambahkan, tempat relokasi tersebut nantinya akan ditempati ratusan pedagang. Sesuai data Pemkab Gianyar, ada 768 pedagang yang terdaftar sesuai SK kerja sama di pasar tersebut. Pedagang pelataran hingga yang bermobil sebanyak 150 pedagang, sehingga total ada 918 pedagang yang akan dipindahkan ke tempat relokasi. “Sosialisasi dengan paguyuban sudah dilakukan,” tegasnya. Widarma Suharta menegaskan, pemerintah juga sudah melakukan pendataan pedagang khususnya yang memliki SK. Dikatakan, pedagang yang memiliki SK sudah didata sekitar 509 pedagang, sementara sisanya, 259 masih mencoba dihubungi oleh petugas. “Kami melakukan pendataan pedagang yang punya SK saja dulu, para pedagang yang sudah terdata ini juga sudah mengajukan surat permohonan perpanjangan sewa. Data itu sudah di Disperindag. Kalau melihat yang sudah memohon 509 pedagang, ini kan berarti mereka setuju untuk relokasi sementara,” katanya. Menurut Widarma Suharta, proses tender untuk
Bali Post/kmb35
DIREVITALISASI - Bangunan lama Pasar Umum Sukawati yang rencananya akan direvitalisasi pada tahun anggaran 2020 mendatang. pembangunan tempat relokasi di Banjar Gelumpang akan dimulai Februari 2020. Proses ini akan berlangsung hingga Maret, sehingga April sudah bisa dimulai pengerjaan pasar relokasi hingga Juli tahun depan. “Juli tahun depan diperkirakan pasar relokasi sudah siap, sehingga Agustus Pasar Umum Su-
angkat Daerah (OPD) yang ada. “Setiap ada kegiatan di masing-masing OPD pasti akan mencetak baliho atau spanduk, renovasi bangunan sampai membangun, dan memperbaiki AC, itu kami yang ambil,” ujarnya. Dewi Mahetri menambahkan, perubahan secara resmi Darma Giri menjadi Perumda Gianyar sekitar September 2018 lalu. Sedangkan berkembangnya
Sukawati di lahan seluas 3.898,265 meter persegi itu akan dirancang dengan empat lantai ke atas ditambah satu setengah lantai untuk basement. “Untuk basement juga dipastikan akan terhubung lewat terowongan dengan basement Pasar Seni Sukawati yang ada di barat jalan,” ujarnya. (kmb35)
Kodim Gencarkan Program Jambanisasi
Bali Post/nik
JAMBAN - Personel TNI saat membangun jamban di Desa Tulikup.
Gianyar (Bali Post) Jajaran Kodim 1616/Gianyar kini gencar menjalankan program pembangunan jamban untuk warga miskin. Seperti pembangunan jamban untuk rumah I Gusti Ngurah Adi Antrika di Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar. Hal ini diungkapkan Komandan Kodim 1616/Gianyar Letkol Infantri Frandi Siboro, Kamis (17/10) kemarin. Frandi Siboro menjelaskan, jajaran Kodim 1616/Gianyar memang memiliki program karya bakti dengan kegiatan nyata jambanisasi yang bertujuan membantu masyarakat yang tidak memiliki jamban. “Program ini untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan mendorong mewujudkan pola hidup bersih dan sehat serta dapat meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Perumda Disuntik Anggaran Miliaran Rupiah Gianyar (Bali Post) Sempat beberapa tahun fakum, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Gianyar kini mulai digenjot. Bahkan Pemerintah daerah Gianyar menyuntikan anggaran miliaran rupiah untuk menjalankan kembali perusahaan yang kini dipimpin Ni Ketut Dewi Mahetri itu. Perumda yang berkantor di Jalan Kaliasem Nomor 2 Gianyar ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Direktur Perumda Gianyar Dewi Mahetri membenarkan perusahaan yang dulunya bernama Mandara Giri itu sempat jalan di tempat. Dikatakan, perusahaan ini sudah ada sejak 1984, hingga 2017 perusahaan ini tidak jalan. “Untuk menjalankan kembali Perumda, pemerintah kembali menyuntikkan anggaran sebesar Rp 3 miliar,” ujarnya. Menurut Dewi Mahetri, beberapa program dan subusaha yang dulunya bangkrut kini tidak dilanjutkan lagi. Seperti usaha bengkel dan usaha lainnya. “Sekarang yang kami geliatkan itu usaha percetakan, barang dan jasa, sampai jasa konstruksi atau kontraktor,” katanya. Untuk menghidupkan Perumda, kata Dewi Mahetri, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Organisasi Per-
kawati sudah bisa dibongkar,” katanya memaparkan. Pembangunan Pasar Umum Sukawati, kata Widarma Suharta, dikerjakan secara multiyears hingga 2021 mendatang. Pembangunan ini menggunakan dana pusat sebesar Rp 105 miliar. Dikatakan, pembangunan Pasar Umum
usaha melibatkan kerja sama dengan OPD di Pemkab Gianyar sejak Februari 2019. Bahkan, untuk PAD sudah sempat disetorkan pada pertengahan 2019 lalu sebesar Rp 30 juta. Tahun berikutnya, pihaknya berkomitmen menaikkan PAD yang disumbangkan sebesar 50 persen. “Untuk kerja sama dengan OPD, kami juga dapat sebesar 70 sampai 80 persen. Sedang-
kan sisanya itu kami juga berikan kesempatan kepada pihak swasta. Kalau memonopoli, itu kan tidak boleh juga,” tegasnya. Terkait jasa kontraktor, Dewi Mahetri mengaku sudah memiliki rekanan sehingga beberapa proyek renovasi dan pembangunan pasar bisa dilakukan. Salah satunya renovasi Bale Dauh dan Bale Daje di Kantor Bupati, sampai pasar relokasi pedagang
di Lapangan Sutasoma, Kecamatan Sukawati. “Jadi, beberapa proyek ini sudah dirampungkan,” katanya. Dewi Mahetri mengatakan, pihaknya akan membuka toko percetakan dan diharapkan menjadi yang terbesar di wilayah Bali timur. Selain itu juga pemasaran air dalam kemasan Tirta Sanjiwani yang akan digodok oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar. (kmb35)
DIHIDUPKAN - Perumda Gianyar yang sudah mulai dihidupkan kembali, Kamis (17/10) kemarin.
Bali Post/kmb35
Menurut Frandi Siboro, karya bakti ini merupakan salah satu bentuk metode menjalin kedekatan antara TNI dengan rakyat. Program ini juga untuk mengingatkan kembali tentang pentingnya budaya gotong-royong di lingkungan masyarakat. “Gotong royong itu sangat penting, namun di tengah perkembangan zaman saat ini cenderung masyarakat melupakannya,” katanya. Sementara itu, I Gusti Ngurah Adi Antrika dengan keluarganya yang tinggal di Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar selama ini hanya memanfaatkan sungai di belakang rumahnya untuk mencuci dan buang air. “Selama ini kami memang tidak memiliki jamban dan sehari-hari kami menggunakan sungai dekat rumah untuk mencuci dan buang air,” katanya. (kmb35)
Jumat Umanis, 18 Oktober 2019
95 Persen AJAP Bodong
BPTD Segera Koordinasi ke Polda Bali Negara (Bali Post) – Ratusan unit kendaraan Angkutan Antar Jemput Provinsi (AJAP) yang selama ini beroperasi Jawa-Bali masih terdata belum berizin alias bodong. Namun selama ini, angkutan tersebut masih beroperasi melayani penumpang. Fakta ini terungkap dari hasil pendataan yang dilakukan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Bali-NTB bersama Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cekik di Gilimanuk. Selama tiga hari pendataan, didapatkan 203 unit kendaraan (travel). Dari jumlah tersebut 95 persen tidak berizin. Kepala Seksi Lalu lintas Angkutan, BPTD XII Bali NTB, Anak Agung Gede Oka Nirjaya, Kamis (17/10) kemarin, mengatakan pendataan selama tiga hari sebanyak 200-an kendaraan ini diperkirakan masih 75 persen dari keseluruhan AJAP yang beroperasi. “Mengingat besarnya jumlah AJAP ilegal ini menimbulkan ketidakseimbangan sistem layanan angkutan umum di Provinsi Bali. Selanjutnya akan kami koordinasikan dengan instansi terkait,” ujar Nirjaya. Data ini nantinya akan disampaikan ke Polda Bali, Dishub Provinsi Bali, Ditjen Perhubungan Darat, Organda Bali dan instansi terkait lainnya. Sehingga diharapkan bisa dilakukan tindakan selanjutnya dan dicarikan solusi. Dari ratusan travel bodong ini, sebagian besar terdaftar kendaraan luar Bali. Di antaranya ada yang memang
tidak punya izin sama sekali. Selain itu ada juga yang punya tetapi sudah tidak berlaku. Sementara itu dari data yang dihimpun selama tiga hari, total ada 203 unit travel yang melintas melalui Pelabuhan Gilimanuk. Dari jumlah tersebut 95 persen belum berizin. Koordinator UPPKB Cekik I Ketut Iriana Wastika mengatakan, data tersebut riil yang ada di lapangan. UPPKB Cekik melakukan pendataan ini dan melaporkan ke BPTD XII. “Sebagian besar belum berijin, ini data tiga hari,” ujarnya. (kmb26)
Pendataan – Petugas melakukan pendataan angkutan AJAP yang selama ini beroperasi Jawa-Bali melalui Gilimanuk.
Bali Post/olo
32 Penghuni Kos Terjaring Operasi Penertiban Duktang
SOSOK Musim Hujan Mundur Musim kemarau yang berlangsung lebih dari empat bulan di Jembrana diperkirakan akan berlangsung lebih lama. Dari prakiraan Stasiun Klimatologi Jembrana, musim penghujan tahun ini mundur. Di beberapa wilayah ujung barat Bali ini juga berada di level waspada hingga siaga kekeringan. Kepala Stasiun Klimatologi Jembrana Rahmat Prasetia mengatakan, dari hasil pemantauan (monitoring and update) musim penghujan tahun ini mundur satu bulan. Bila biasanya masa peralihan musim kemarau ke musim penghujan mulai September, akan mundur hingga sebulan. “Saat ini (Oktober) belum ada hujan maksimal. Ini disebabkan pengaruh angin timuran yang kering sehingga pertumbuhan awan hujan terhambat,” ujarnya. Kondisi kemarau yang lebih panjang ini, tentu berdampak pada beberapa sektor. Khusus di Jembrana saat ini terpetakan masuk level waspada hingga level siaga kekeringan. Menurutnya yang masuk level siaga di antaranya di Kecamatan Melaya. Sisanya empat kecamatan lain masuk waspada. Diprediksi musim penghujan baru muncul mulai pada November mendatang. Sedangkan masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan pada akhir Oktober. (olo)
Bali Post/olo
Penertiban penduduk – Sejumlah tempat tinggal sementara di Baler Bale Agung disasar operasi penertiban kependudukan.
Negara (Bali Post) Sedikitnya 32 orang terjaring penertiban kependudukan oleh Satpol PP Jembrana, Kamis (17/10) kemarin. Puluhan orang ini didapati belum memiliki surat penduduk nonpermanen yang diterapkan pemerintah daerah. Upaya pemkab melalui surat penduduk nonpermanen ini selain untuk pendataan penduduk pendatang, juga tertib administrasi kependudukan. Penertiban dilakukan selama dua jam menyasar sejumlah tempat tinggal sementara seperti kos-kosan dan kontrakan. Sejumlah desa/kelurahan yang padat dengan penduduk seperti di Baler Bale Agung, Kaliakah dan Banjar Tengah disasar petugas. Operasi dipimpin Kabid Penegakan Peraturan Daerah I Made Tarma. Saat dilakukan penertiban di wilayah Baler Bale Agung banyak kamar kos yang kosong. Pasalnya para penghuninya sudah berangkat kerja. Namun, di beberapa tempat kos, petugas mendapati sejumlah penduduk pendatang dari luar Jembrana yang sudah bekerja dan tinggal lama. Tetapi yang bersangkutan belum tertib administrasi mengantongi surat penduduk non-permanen. Akhirnya
untuk pendataan, mereka dibawa ke Kantor Satpol PP Jembrana. Di antara duktang yang terjaring, ada pekerja dari proyek di RSU Negara, perempuan pekerja malam serta ibu rumah tangga. Mereka selanjutnya dikumpulkan di Kantor Satpol PP dan diberikan pembinaan oleh petugas. Sebelum itu, mereka yang melanggar diminta untuk menandatangani pernyataan akan mengurus surat penduduk nonpermanen. “Total ada 32 duktang yang kita bina dan arahkan untuk mengurus surat penduduk non-permanen,” ujar Kepala Kantor Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi. Menurutnya upaya penertiban ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Sejatinya sosialisasi terkait Peraturan Bupati No. 13 Tahun 2019 tentang pelaksanaan pendataan penduduk non-permanen sudah sering dilakukan. Kendatipun warga dari luar sudah mengantongi KTP elektronik dan tinggal menetap di Jembrana harus mengurus surat penduduk non-permanen. “Kita harapkan dengan penertiban ini, warga bisa lebih tertib administrasi kependudukan,” terang Rai Budhi. (kmb26)
Sebulan Resahkan Warga Kera Liar Berhasil Ditangkap Negara (Bali Post) Seekor kera liar yang selama ini meresahkan warga di Kota Negara termasuk di sejumlah kantor instansi akhirnya berhasil diamankan, Kamis (17/10) kemarin. Kera liar ini ditangkap petugas dari Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan dan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dengan cara dipancing kera betina. Sejak sebulan ini, kera liar jantan ini dikejar oleh petugas lantaran meresahkan. Kera ini berkeliaran bukan hanya di permukiman warga, melainkan juga sempat terlihat di kantor-kantor instansi seperti kantor bupati hingga Kejaksaan Negeri. Akhirnya setelah dilakukan pencarian, kera liar ini berhasil ditangkap di salah satu rumah warga di Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. Penangkapan berawal dari informasi warga adanya kera yang berkeliaran di sekitar rumah warga, Ni Ketut Nariati. Mendapatkan info itu, petugas tidak langsung menangkap menggunakan
alat. Tetapi agar kera tidak lari, petugas memancing dengan seekor kera betina yang diikat di dalam kandang. Tak berselang lama, umpan itu disambangi kera liar tersebut. Setelah kera masuk kandang, petugas baru melumpuhkan dengan menyuntikkan bius. Oleh petugas kera tersebut selanjutnya dibawa ke Kantor BKSDA Jembrana. Kepala Bidang Keswan Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, IGN Rai Mulyawan mengatakan, kera yang sudah dilumpuhkan itu selanjutnya diserahkan ke BKSDA. Sebelumnya, kera ini berkeliaran di sejumlah lokasi sekitar Dauhwaru, Batuagung, Baler Bale Agung hingga di Banjar Tengah. Meskipun tidak mengganggu, namun kera ini cukup meresahkan warga. (kmb26) Ditangkap – Kera liar yang sejak sebulan ini berkeliaran di kantor instansi dan rumah-rumah warga akhirnya bisa diamankan di salah satu rumah warga di Satria, Pendem.
Bali Post/olo
Pedagang di Pasar Umum Bayar Retribusi Nontunai Negara (Bali Post) Sejumlah Pasar Tradisional di Jembrana menerapkan pembayaran retribusi nontunai. E-retribusi ini diharapkan selain memudahkan pedagang dalam melakukan kewajibannya, juga mengurangi kebocoran retribusi. Selama beberapa pekan terakhir, Dinas Koperindag Jembrana mulai gencar mensosialisasikan pemberlakuan pembayaran retribusi pasar secara nontunai. Sejumlah pasar disasar dan para pedagang diberikan pemahaman terkait sistem pembayaran retribusi baru. Pasar-pasar
Bali Post/olo
NONTUNAI - Sejumlah petugas dari Dinas Koperindag menginformasikan pada para pedagang terkait penerapan pembayaran retribusi nontunai.
yang disasar di antaranya Pasar umum Tegalcangkring, Pasar Umum Pekutatan serta Pasar Umum Yehembang. “Yang sudah kita terapkan di (pasar) Banjar Tengah. Selanjutnya di pasar umum Tegalcangkring. Ke depan kita harapkan seluruh pasar di wilayah Jembrana sudah menerapkan e-retribusi ini,“ tandas I Putu Pramita, Kabid Perdagangan pada Dinas Koperindag Jembrana. Pungutan retribusi nantinya diselesaikan langsung wajib retribusi. Baik kios, los maupun lapak-lapak lainnya. Sistem ini menggunakan mesin edc yang dioperasikan oleh petugas pemungut pasar. Uang retribusi tidak dibayarkan langsung ke petugas pungut seperti selama ini, melainkan langsung masuk ke bank yang ditunjuk. Selanjutnya barulah Perbankan menyetorkan
pungutan retribusi itu ke kas daerah. Sehingga tidak ada lagi karcis seperti sebelumnya. Selain e-retribusi, pihak Diskoperindag Jembrana juga berkeliling ke sejumlah pedagang untuk mensosialisasikan terbentuknya UPTD pengelola pasar. Sesuai Perbup No. 33 Tahun 2018, pedagang agar memahami bahwa wajib retribusi terdapat perubahan tarif retribusi harian, bulanan (sewa tanah) dan surat jasa penempatan (sjp). Perda No. 5 Tahun 2019 juga mengatur perubahan tarif retribusi/tera ulang alat-alat ukur, timbang, takar dan perlengkapannya. Di Jembrana terdapat delapan pasar umum tradisional. Di pasar Tegalcangkring tercatat ada 163 pedagang, pasar Yehembang 113 pedagang dan pasar Pekutatan 208 pedagang. (kmb26)
Jumat Umanis, 18 Oktober 2019
Pajak Galian C Bocor, Pengusaha Dikumpulkan
Kelengkapan Sertifikat Jadi Kendala Penerbitan Izin Amlapura (Bali Post) Menindaklanjuti permasalahan kebocoran pajak di sektor galian C, puluhan pengusaha galian C di Kabupaten Karangasem dikumpulkan terkait izin galian C. Puluhan pengusaha ambil bagian pada sosialisasi izin galian C yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Karangasem, Kamis (17/10) kemarin. Selama ini, ternyata kelengkapan penyertaan sertifikat menjadi kendala krusial penerbitan izin Galian C itu. Rapat itu juga dihadiri Dinas Perizinan Karangasem, Dinas Perizinan Provinsi Bali, Satpol PP Karangasem, Satpol PP Provinsi, ESDM Provinsi dan Komisi I dan III DPRD Karangasem. Sekda Karangasem I Gusti Made Rinceg mengungkapkan, tujuan dikumpulkannya para pengusaha galian C dan juga dinas-dinas terkait, untuk mengetahui hambatan yang dialami para pengusaha galian C terutama dalam memperoleh izin. Pihaknya memfasilitasi agar diperoleh solusi efektif terkait pengurusan izin untuk meningkatkan kembali pajak dari galian C. “Kita ingin tahu dimana kendala yang dihadapi pengusaha galian C terkait pengurusan izin selama ini. Jadi, di sini nantinya bisa dipecahkan permasalahannya,” ucapnya. Anggota Komisi I DPRD
Karangasem I Nengah Suparta mengatakan, pertemuan yang dilakukan ini menindaklanjuti temuan kebocoran pajak saat Ketua DPRD, Wakil dan anggota melakukan sidak ke lapangan belum lama ini. Pasalnya, banyak sekali terjadi kebocoran pajak dari galian C. Hal itu mengakibatkan PAD dari galian C jeblok hingga Rp 60 miliar. Maka dari itu, dalam pertemuan pihaknya ingin mencari solusi yang baik. Bagi pengusaha yang belum memiliki izin supaya bisa mengurus izin lebih cepat sehingga PAD yang menjadi sumber pemasukan Pemkab bisa kembali meningkat. “Kita akan mempermudah mekanisme pengurusan izin. Sudah pasti tanpa harus melanggar aturan yang ada. Kita siap memfasilitasi para pengusaha untuk mengurus izin. Kita
ingin pengurusan izin cepat selesai,” kata Nengah Suparta. Masalah Sertifikat Salah seorang pengusaha galian C Ariana mengatakan, selama ini kendala yang dihadapi adalah masalah sertifikat lahan tempat mereka melakukan galian. Pasalnya, banyak lahan yang digali tidak ada sertifikatnya. Sementara untuk mengurus izin harus melampirkan sertifikat lahan yang digali. “Dulu hanya melampirkan surat pernyataan saja. Tetapi setelah pengurusannya ada di provinsi, maka wajib menyertakan sertifikat tanah. Itu yang membuat pengurusan izin menjadi mandeg. Saya minta supaya bisa dibantu,’’ harapnya Dirinya sebagai pengusaha kecil sudah berusaha berjuang dengan baik dan sesuai prose-
dur di daerah. ‘’Kami sangat berharap pertemuan ini mendapatkan solusi efektif sehingga pertemuan tidak mubazir,” tambahnya. Kasi Pertambangan ESDM Provinsi Bali I Nyoman Wiratma menegaskan, pihaknya sebelumnya sudah sempat menyampaikan Perda dan Pergub itu sejatinya sudah memenuhi standar regulasi yang ada. Bahkan sudah melalui tawar menawar sehingga diberikan standar yang terbawah. “Kita selaku administrator penerbit izin akan menerbitkan izin itu bila yang mengajukan permohonan perizin suratsuratnya lengkap. Jelas izin bisa keluar jika pemohon sudah melengkapi semua syarat yang ditentukan,’’ kata Nyoman Wiratma. Pengusaha memang wajib memiliki izin galian C. Jadi, bagi yang belum memenuhi syarat yang ditentukan agar melengkapi segala hal yang dipersyaratkan lebih dulu. ‘’Dengan kelayakan persyaratan itu sudah komplet, maka izin pasti bisa diterbitkan,’’ tambah Nyoman Wiratma. (kmb41)
Bali Post/kmb41
SOSIALISASI - Puluhan pengusaha galian C Karangasem saat mengikuti kegiatan sosialisasi terkait masalah izin galian C.
Ketua Yayasan PGRI Ikuti Prosesi ’’Melaspas’’ RPS
Siswa Diharapkan Lebih Nyaman Praktikum
Bali Post/kmb41
DIKUBUR - Ibu korban saat mengantar anaknya untuk dikubur di Setra Adat Pebukit, Kelurahan Karangasem, Kamis (17/10) malam.
Ditimpa Pohon Singepur Bocah Lima Tahun Meninggal Dunia Amlapura (Bali Post) I Komang Mulyana (5) asal Lingkungan Pebukit, Kelurahan Karangasem tertimpa pohon singepur. Malangnya, anak ketiga pasangan I Komang Manuaba dengan Ni Ketut Sumariati akhirnya meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala belakang. Jenazah korban langsung dikubur di Setra Adat Pebukit, Kamis (17/10) malam. Berdasarkan pantauan kemarin malam di rumah duka, jenazah korban dikubur di Setra Desa Adat Pebukit. Puluhan kerabat ikut mengantar almarhum ke peristirahatan terakhir. Kedua orangtua korban juga terlihat mengantar anaknya ke serta (kuburan) dengan dipapah keluarganya. Ibu korban tidak bisa menahan kesedihan hatinya akibat ditinggal putra tercintanya selama-lamanya.
Tampak ibunya sangat sedih dan terus meneteskan air mata, lebih lebih saat menyaksikan putranya dikubur. Bahkan terus menangisi kepergian putranya hingga pulang ke rumahnya. Kerabat korban, I Komang Urip, menuturkan peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Korban saat itu sedang mencari buah singepur di Pura Penataran. “Berdasarkan informasi cari buah singepur bersama temantemannya,’’ ujarnya sembari menambahkan seorang naik ke atas dan satunya menunggu di bawah. Pas mengambil buah di bagian bawah tiba-tiba saja pohon singepur itu tumbang dan kemudian menimpa almarhum. Urip menambahkan, akibat kejadian itu korban mengalami luka parah di bagian kepala
belakang. Almarhum sempat dibawa ke RSUD Karangasem guna mendapatkan perawatan. Namun Tuhan berkehendak lain, korban akhirnya meninggal dunia. “Akibat luka parah bagian kepala belakang akhirnya nyawa korban tidak tertolong. Jenazahnya langsung dimakamkan hari itu juga,” katanya sembari menyatakan, almarhum bersaudara empat orang dan korban merupakan anak ketiga. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, pihaknya sempat berkoordinasi dengan rumah sakit. Korban datang ke rumah sakit sekitar pukul 14.50 Wita. “Korban meninggal akibat mengalami luka parah di bagian kepala belakang dan juga pada wajahnya,” kata IB Arimbawa. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Sekolah SMK PGRI Amlapura melaksanakan upacara melaspas gedung Ruang Praktik Siswa (RPS), Kamis (17/10) kemarin. Prosesi melaspas dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan PGRI Karangasem I Putu Toya dan Ketua Komite SMK PGRI Amlapura Ida Ayu Ratih Ratna Dewi. Ketua Yayasan Pendidikan PGRI Karangasem I Putu Toya mengungkapkan, upacara melaspas ruang praktik siswa (RPS) di SMK PGRI Amlapura ini dilakukan sehubungan telah selesainya proses pembangunan yang menelan dana Rp 381 juta. Dana pembangunan gedung itu berasal dari bantuan Kementerian Pendidikan tahun 2019. ‘’Anggaran yang digelontorkan pihak kementerian sebesar Rp 381 juta. Pembangunan ini dilakukan secara swakelola,’’ ucapnya. Toya menambahkan, pihak yayasan berharap setelah gedung praktik usai di-pelaspas agar para siswa dengan nyaman memanfaatkan gedung praktikum itu. Sehingga ruang praktik terdahulu bisa kembali digunakan sebagai ruang belajar siswa. ‘’Kita harap adanya gedung baru itu membuat kegiatan praktik yang diberikan bisa lebih maksimal dari sebelumnya,’’ harapnya. Pihaknya tetap berharap kepada pemerintah supaya selalu memperhatikan sekolah swasta, di Karangasem khususnya. Kalau dilihat sejarahnya, sekolah swasta berperan penting di dunia
pendidikan dalam mencetak SDM berkualitas sehingga mampu bersaing di dunia kerja. ‘’Karena itu jangan pernah menganaktirikan sekolah swasta, apalagi dilupakan. Tak hanya anggaran, bantuan guru juga agar kembali diberikan. Sebab, saat ini bantuan tenaga pengajar tidak lagi diberikan kepada sekolah swasta. Lalu bagaimana kualitas pendidikan bisa merata antara negeri dan swasta. Agar tidak ada ketimpangan pemerataan kualitas itu, paling tidak harus mendekati kalau tidak bisa
sama,’’ pinta Putu Toya. Ketua Komite SMK PGRI Amlapura Ida Ayu Ratih Ratna Dewi menambahkan, pihaknya berharap dengan rampungnya gedung praktik baru ini, siswa lebih leluasa dan nyaman mengikuti praktikum yang diberikan guru pembinanya. ‘’Kita harap siswa lebih antusias mengikuti praktik. Sebelumnya ruang praktiknya sempit namun sekarang lebih luas. Sehingga siswa harus lebih maksimal mengikuti praktik,’’ harapnya. Dayu Ratih menambahkan, dengan adanya gedung
baru ini SMK PGRI Amlapura bisa menampung lebih banyak siswa lagi. Terlebih gedung dan peralatan praktik saat ini sudah memadai. Jadi tidak kalah dengan sekolah SMK lainnya. ‘’Dengan sarana-prasarana yang memadai bisa menjadi daya tarik siswa bersekolah di sini. Para siswa bisa menginformasikan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah ini. Sehingga tahun depan bisa lebih banyak siswa menjalani pendidikan di sekolah ini,’’ harap Dayu Ratih. (kmb41/100k)
Bali Post/kmb41
MALASPAS - Ketua Yayasan Pendidikan PGRI Karangasem I Putu Toya dan Ketua Komite SMK PGRI Amlapura saat menghadiri upacara ‘’melaspas’’ ruang praktik siswa, Kamis (17/10) kemarin.
Sampah di TPST Besakih Menumpuk
Tak Diolah, Warga Mengeluh Bau Tak Sedap Keberadaan sampah yang ada di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) di Banjar Pakak, Desa Besakih, Rendang, mulai dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, sampah tersebut saat ini mulai menumpuk lantaran tidak diolah. Bahkan sampah yang menumpuk di sana mulai mengeluarkan bau tak sedap. Sudah pasti, bau itu sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar. Lalu bagaimanakah upaya dinas terkait menangani tumpukan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap itu?
Bali Post/kmb41
BAU - Sampah di TPST Banjar Palak, Desa Besakih menumpuk. Tumpukan sampah mulai mengeluarkan bau tak sedap. Pada Jumat (19/10) hari ini Dinas Lingkungan Hidup Karangasem akan memasang pipa paralon di lokasi TPST untuk menangkap gas metan dari sampah tersebut.
BERDASARKAN pantauan di TPST, keberadaan sampah limbah rumah tangga maupun sampah bekas sarana upacara itu mulai menumpuk. Akibat tumpukan sampah itu, banyak lalat mengerumuni sampah–sampah itu. Alat-alat pengolahan sampah yang ada di bangunan TPST juga tidak dimanfaatkan. Akibat tak digunakan keberadaan alat-alat pengelola sampah itu juga ikut dirubung lalat. Atas kondisi itu, sampah mulai mengeluarkan bau tak sedap. Pastinya, kondisi itu sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar. Salah seorang warga menuturkan, sampah yang menumpuk itu bukan saja sampah rumah tangga, tetapi juga sampah sarana upacara. ‘’Sampah menumpuk dibiarkan seperti itu tidak dikelola dengan baik. Padahal ada tempat dan alat mengolahannya, tetapi tidak dimanfaatkan,’’ ujar warga yang namanya
enggan disebutkan. Dia pribadi sangat menyayangkan kondisi ini. Merujuk nama plangnya TPST seharusnya sampah itu dikelola dengan baik. Jangan sebaliknya, malah sampah-sampah itu dibiarkan menumpuk seperti ini. Kondisi ini jelas membuat kenyamanan warga sekitar terganggu akibat bau tidak sedap menyebar ke lingkungan. ‘’Sampah meluber tidak ditangani dengan semestinya. Bangunan TPST tempat pengolahan sampah justru mangkrak tidak difungsikan optimal. Alat-alat pengolahan juga mubazir akibat tak dioperasikan,’’ ujarnya. Sebagai warga ia meminta kepada pemegang kebijakan supaya bisa mencarikan solusi terkait sampah ini. Kalau bisa dicarikan tempat lainnya. ‘’Karena tempat itu masih masuk Kawasan Suci Pura Besakih,’’ harapnya.
Perbekel Besakih I Wayan Benye saat dikonfirmasi mengungkapkan, bangunan TPST itu sudah ada sekitar tahun 2006 pada zaman Perbekel I Wayan Gunaksa. Keberadaan TPTS itu milik DLH Kabupaten Karangasem. Petugas yang ngepos di sana dari DLH. ‘’Sebetulnya sampah di TPST ini kelola kabupaten,’’ ujarnya. Benye menambahkan, selama ini sampah-sampah yang dibuang di TPST itu merupakan sampah rumah tangga. Selain itu, sampah sisa-sisa upacara dari kawasan Pura Agung Besakih juga dibuang ke TPST itu. Disinggung sejak kapan sampah itu menumpuk tidak dikelola, dirinya mengaku tidak tahu soal sampah tersebut. ‘’Sebab bukan Desa Besakih yang mengelolanya. Pengelolanya ada di kabupaten. Kita kurang tahu bagaimana mekanisme pengelolaan sampah tersebut,’’ jelas Benya. Kadis DLH Gede Ngurah Yudiantara mengatakan sebelumnya sampah TPST itu ditangani Dinas Perkim. DLH sendiri baru mengambil alih sejak tahun 2019 ini. Terkait keluhan masyarakat setempat akibat tumpukan sampah yang tidak dikelola hingga mengeluarkan bau tak sedap dan mengganggu kenyamanan warga itu, Dinas DLH sendiri berencana memasang pipa untuk penang-
kap gas metan di lokasi itu. ‘’Rencananya kita pasang enam unit pipa di lokasi itu. Nantinya pipa pipa itu bisa menangkap gas metan yang dihasilkan sampah sekaligus membantu peresapan air lebih cepat,’’ ujarnya. Dengan dipasangnya pipa itu maka bila ada air nantinya sampah-sampah itu bisa mengalir ke bawah ke jurang. Sebelumnya kita sudah bantu penyemprotan destok guna mengurangi lalat yang menumpuk di sana,’’ ucap Gede Ngurah Yudiantara didampingi Sekdis DLH Wayan Widana. Pihaknya telah menugaskan staf kebersihan DLH bertugas di Besakih untuk memilah sampah-sampah tersebut. Upaya itu dilakukan untuk mengolah sampah. Sampah plastik bisa dipilah. Namun sampah organiknya dipilah dijadikan kompos. ‘’Sedangkan sisanya dibawa ke jalur sungai mati yang ada di sampingnya,’’ katanya. Karena sudah ada TPST itu, dia berharap pihak desa yang mengelola sampah di sana menggunakan Dana Desa (DD). Desa juga memiliki kewajiban mengelola sampah itu. ‘’Sudah beruntung ada TPST di Besakih. Di Desa lainnya belum tentu memilikinya. Jadi, ke depannya setiap desa wajib mengelola sampah warganya. Kita hanya membantu penanganan sampahnya,’’ terang Yudiantara. (nan)
Jumat Umanis, 18 Oktober 2019
Tingkat Produksi Petani Klungkung Sangat Rendah Semarapura (Bali Post)Setelah melewati triwulan III, TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) melakukan High Level Meeting Triwulan III 2019 di Ruang Rapat Widya Mandala Kantor Bupati Klungkung, Rabu (16/10) lalu. Dalam pertemuan ini terungkap tingkat perkembangan harga beberapa kebutuhan pokok di Klungkung pada triwulan III 2019, cenderung menurun. Tetapi sangat rentan mengalami fluktuasi harga. Ketua TPID Klungkung I Gede Putu Winastra mengatakan, kondisi demikian terjadi karena beberapa hal. Di antaranya tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pemasok dari luar, tingkat produksi petani lokal sangat rendah, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan lokal. Selain itu, disparitas harganya juga cukup tinggi antara wilayah Klungkung Daratan dan Kepulauan Nusa Penida. Menyikapi hal ini TPID Klungkung melakukan beberapa kebijakan. Seperti menjalin kerja sama dan komunikasi dengan para pedagang besar komoditas beras. Melakukan pemetaan distribusi pangan, mulai dari hilir sampai hulu, melakukan monitoring harga dan stok bahan pangan menjelang pelaksanaan Bulan Puasa dan hari raya Idul Fitri, hingga merencanakan pelaksanaan
pasar murah. TPID juga mengeluarkan rekomendasi kebijakan pengendalian inflasi. Pada Dinas Pertanian, agar melakukan pemantauan dan mengevaluasi Inovasi Bima Juara, dan meningkatkan akses permodalan kelompok usaha pertanian dan peternakan melalui sosialisasi Program KUR yang lebih intensif. Rekomendasi pada Dinas Ketahanan pangan dan Perikanan, melanjutkan dan memperluas program pemanfaatan lahan pekarangan. Pada Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, diminta melakukan upaya stabilisasi harga melalui kegiatan operasi pasar dan pasar murah, monitoring harga sembako di 3 pasar umum dan kondisi pergudangan (beras, minyak goreng dan gula). “Kami juga meminta dinas ini meningkatkan kelancaran distribusi bahan pangan dengan merevitalisasi sarana
perdagangan hingga merancang pembentukan holding company,” katanya. Sementara pada Dinas Perhubungan, agar memantau kelancaran penyeberangan menuju Nusa Penida, baik melalui pelabuhan tradisional maupun melalui Pelabuhan Padangbai di Karangasem. Berikan prioritas penyeberangan pada kendaraan yang mengangkut bahan pangan dan kebutuhan masyarakat jika terjadi antrean panjang saat cuaca buruk. Kawal program pembangunan pelabuhan segitiga emas, baik dari perencanaan maupun penganggaran dan pelaksanaan fisik. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam arahannya menegaskan, TPID harus menjaga kestabilan harga. Kunci Inflasi terletak pada harga kebutuhan pokok masyarakat. Jadi, Bupati Suwirta meminta TPID agar mempunyai kal-
ender komoditi dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pangan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, yang juga hadir dalam kesempatan itu, menyampaikan High Level Meeting (HLM) harus digelar secara rutin menjelang peak season pariwisata, hari raya besar agama dan tahun baru. Pelaksanaan program pengendalian inflasi, ini menjadi kewenangan masing-masing OPD termasuk program inovatif pengendalian inflasi, seperti pasar murah, operasi pasar, satgas penimbunan barang, perbaikan jalan dan jembatan untuk distribusi barang. Sehingga, setiap OPD harus paham dan serius melihat inflasi ini sebagai permasalahan mendasar dan berpengaruh bagi masyarakat. “Kami ingin agar masyarakat tidak berbelanja berlebihan. Mampu memanfaatkan pekarangan untuk puspasari (Pusat Pangan Sehat dan Lestari). Kami juga mendorong petani untuk memahami kondisi iklim agar dapat disesuaikan dengan pola tanam,” tegasnya. (kmb31)
TERBESAR - Pasar Umum Galiran, pasar umum terbesar di Bali Timur.
Bali Post/gik
Jelang Pelantikan Presiden
SOSOK Memberdayakan Masyarakat Perbekel memiliki tugas berat dalam membangun desa. Tidak hanya beban berat dalam mengelola besarnya anggaran, tetapi bagaimana menyeimbangkan pembangunan infrakstruktur dengan membangun manusianya, melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Demikian disampaikan Wakil Bupati Klungkung Made Kasta saat memimpin Tim Monitoring Pemerintahan Desa ke Desa Besan dan Kusamba, Kecamatan Dawan, Kamis (17/10) kemarin. Ia mengingatkan perbekel setempat untuk mempelajari kembali Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan serta memahami Permenkeu Nomor 61 Tahun 2018, bahwa pembangunan di desa tidak hanya menyangkut infrastruktur, juga bisa memberdayakan masyarakat. “Upayakan keduanya agar bisa berjalan selaras,” kata Wabup Kasta. Selain itu, seluruh organisasi kemasyarakatan di desa juga didorong supaya terdaftar dan dibuatkan SK. Dengan demikian organisasi seperti sekaa truna akan bisa diawasi dan diatur. Prajuru adat dan dinas juga didorong harus bekerja sama dalam pembangunan di desa. Dirinya memohon supaya pemerintahan desa adat dan dinas serta BPD bersatu. Tidak mengedepankan ego masing-masing sehingga pembangunan didesa bisa berjalan semakin cepat. Wabup Kasta juga mengakui, tugas seorang perbekel saat ini sangat berat. Sesuai Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan di Desa, tiga bulan setelah perbekel dilantik, harus sudah merancang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) sesuai visi misi perbekel. Selanjutnya, perbekel harus menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes). Itulah sebabnya, pihaknya meminta perangkat desa dapat bekerja sama dalam membantu tugas-tugas perbekel. Sehingga, program-program di desa itu dapat terpola dan terencana. Sehingga dampak pembangunannya terukur dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (gik)
Polres Gelar Operasi Cipkon Agung
Bali Post/gik
PASUKAN - Kapolres dan Bupati Suwirta saat bersama-sama mengecek kesiapan pasukan jelang Operasi Cipkon Agung 2019.
Semarapura (Bali Post) Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024, jajaran kepolisian mulai melakukan serangkaian antisipasi, untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban. Polres Klungkung menyiapkan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung 2019 selama empat hari, sejak, Kamis (17/10) kemarin, sampai Selasa (21/10) nanti. Polres Klungkung mempersiapkan semua itu, melalui gelar pasukan di Halaman Mapolres Klungkung, untuk menyiapkan personel berikut tugas-tugas setiap personel di lapangan. Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana mengatakan, Operasi Cipkon Agung untuk menciptakan situasi kondusif. Sebab, menjelang pelantikan ini, situasi politik nasional kembali memanas yang memicu adanya riak-riak untuk menimbulkan kekacauan. Operasi khusus ini melibatkan 75 personel. Melalui gelar pasukan ini, dikatakannya, sebagai wujud kesiapan Polres Klungkung dalam mengawal proses pelantikan agar tidak diwarnai sikap anarkis kelompok masyarakat tertentu. Ini akan dilaksanakan secara terpadu oleh Polres Klungkung dan jajaran Polsek, dibantu instansi terkait dan mitra kamtibmas lainnya. ”Kami mengedepankan kegiatan preemtif, preventif dan penegakkan hukum secara selektif prioritas, didukung kegiatan intelijen guna mewujudkan
harkamtibmas pasca pemilu 2019,” tegas kapolres. Ia juga menekankan pada jajarannya, agar dalam pelaksanakan operasi ini, selalu melakukan koordinasi dan tetap solid. Jangan lengah dan tetap waspada dalam segala situasi. Sebab, aparat dalam beberapa kasus terakhir selalu menjadi sasaran upaya teror dan sikap anarkis. Sehingga dengan selalu waspada, kegiatan Operasi Cipkon ini dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan. Ia mengaku tetap optimis, dengan segala keterbatasan sarana dan sarana yang dimiliki, jajaran kepolisian tetap dapat memberikan yang terbaik, untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam kesempatan yang sama mengatakan kepada seluruh pecalang yang bertugas di desa adat untuk menjaga agar tetap kondusif. Ia pun menegaskan, agar tetap antisipasi segala kemungkinan, agar Klungkung tetap dalam keadaan damai sesuai dengan spirit gema santi. “Tentunya pengamanan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan kerja sama antara lembaga terkait dan mitra polri lainnya. Sehingga operasi Cipkon dapat berjalan dengan aman dan nyaman tanpa perselisihan,” ujarnya. (kmb31)
Curi Uang dan Ayam Saputra Ditangkap Semarapura (Bali Post) Polisi dari Sat Reskrim Polres Klungkung menangkap I Wayan Agus Saputra (24), di Simpang Empat Tojan, Klungkung, Rabu (16/10) lalu. Pemuda asal Desa Batukandik, Kecamatan Nusa Penida ini, digerebek polisi lantaran diduga mencuri ayam peliharaan I Wayan Sarta (38) di Jalan Dahlia Kemoning Klod, Lingkungan Kemoning, Kelurahan Semarapura Klod. Dia langsung digiring ke Mapolres Klungkung, untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan, Kamis (17/10) kemarin mengatakan, awalnya Sat Reskrim menerima laporan dari korban, setelah satu ekor ayam jenis betet, tiga lembar uang pecahan 1 dolar hilang di rumahnya dan uang tunai Rp 7.350.000. Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Klungkung, dipimpin Kanit I Iptu Ibnu Rudihartono, langsung melakukan olah TKP dan berupaya mengendus keberadaan pelaku. Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa saksi korban serta saksi di seputaran TKP. Hasil introgasi itu, sejumlah saksi mengaku sempat melihat ada orang yang memiliki gelagat mencurigakan, dan masuk ke rumah korban. Sanksi-saksi di TKP mengetahui ciri-ciri pelaku dan identitas pelaku,
sehingga menjadi modal awal bagi polisi untuk menelusuri keberadaanya. Tim opsnal melakukan penyanggongan di daerah Tojan, tempat biasa pelaku beraktivitas. Polisi menunggu kemunculan pelaku saat beraktivitas. Ketika pelaku keluar, dia akhirnya diamankan di Simpang Empat Tojan. “Setelah dilakukan introgasi, pelaku mengakui telah melakukan pencurian tersebut. Kini pelaku dan barang bukti diamankan guna proses hukum lebih lanjut,” katanya. Selain mengamankan barang bukti ayam dan uang, polisi juga mengamankan dua sepeda motor, dua HP dan uang tunai Rp 3.082.000. Saat diintrogasi polisi, pelaku mengaku awalnya hanya singgah di tempat temannya yang dekat dengan rumah korban. Melihat rumah korban sepi, munculah keinginannya untuk mencuri. Hasil curiannya, kemudian dipakai untuk membayar cicilan motor dan sisanya dihabiskan untuk judi. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan pasal 363 KUHP (Kitab UndangUndang Hukum Pidana), dimana orang yang melakukan pencurian dengan pemberatan (curat) diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. (kmb31)
Bali Post/gik
MENCURI - Pelaku dan barang bukti sepeda motor yang digunakan pelaku untuk mencuri.
TIPIRING - Kedua warga (kiri) saat menjalani persidangan tipiring.
Bali Post/gik
Buang Sampah Sembarangan Dua Warga Didenda Rp 200 Ribu Semarapura (Bali Post) Satpol PP dan Damkar Klungkung kini tak mainmain, mengawal penerapan Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah. Jajarannya kini mulai turun ke sejumlah tempat, mengintai warga yang suka buang sampah sembarangan. Hasilnya, dua warga yang tinggal di Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh, tertangkap tangan membuang sampah sembarangan dan langsung dikenakan sanksi tipiring. Setelah menjalani sidang, kedua warga tersebut dikenakan denda sebesar Rp 200 ribu per orang berikut uang sidang Rp 5 ribu. Kasat Pol PP dan Damkar Pemkab Klungkung Putu Suarta, Kamis (17/10) kemarin
mengatakan, kedua warga tersebut adalah I Kadek Yuli Samiadnyana asal Karangasem tinggal di Pegending dan Kadek Sutrawan Laksana Budi asal Singaraja tinggal di Pegending. Setelah menjalani sidang dan sanksi sudah ketok palu, Kamis (17/10) kemarin, keduanya langsung membayar sanksi denda di PN Semarapura. Suarta menambahkan, untuk mengawal perda pengelolaan sampah ini, sebelumnya pihaknya langsung menurunkan surat perintah penyidikan 14 Oktober lalu. Petugas melakukan pengintaian di sejumlah tempat. Dia menegaskan, di sekitar Kota Semarapura, memang banyak titik liar yang dipakai warga untuk membuang sampah. Ternyata, ini dilakukan bu-
kan hanya oleh warga sekitar. Melainkan, juga warga dari luar yang sengaja membuang sampah di sana. Contohnya di lingkungan simpang lima ke barat, depan Kantor Disdikpora, depan Kantor Asuransi Bumi Putera dan sejumlah titik lainnya. “Sesuai dengan Perda Pengelolaan Sampah, keduanya melanggar Pasal 39 huruf g, dimana kedua pelaku membuang sampah di luar tempat yang telah ditentukan pemerintah daerah,” katanya. Suarta menambahkan, awalnya petugas sering terlibat kejar-kejaran dengan warga yang suka membuang sampah sembarangan. Setelah itu, dia mengubah strategi untuk fokus menjaga tiga titik, dengan melakukan pemantauan lang-
sung di lokasi, sekitar pukul 05.00 wita. Hasilnya dua orang tersebut kepergok membuang sampah sembarangan di Simpang Lima ke barat. Saat itulah keduanya langsung diamankan dan tidak bisa mengelak lagi. “Ini pertama kali kami lakukan tindakan sampai dikenakan sanksi tipiring di sidang di pengadilan,” katanya Tindakan ini sebagai upaya untuk memberikan efek jera bagi masyarakat. Terlebih, pemerintah daerah saat ini begitu konsen dalam penanganan dan pengelolaan sampah. Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami itu untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut dengan pola hidup sehat dan menjaga kelestarian lingkungan, agar semakin jauh dari bahaya ancaman sampah. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Umanis, 18 Oktober 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Bth Drafter Pend.STM/Diploma Max 23th,Pglmn min 2th drafter bsa gmbr teknik,CAD&Sketch,krj overtime&Sesuai kebutuhn kntor krja dlm team kirim CV email: madeari@bensley.co.id atau bensley.bali@bensley.co.id Hub:08123679248 Jl.Batur Sari Gg.Tunjung Sari No.BDS 1 Sanur B.BP.001.10.19.0000477
Dcr 3 Tk Kbn, 3 PRT, 2 Satpam Hub.Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X Kerobokan, Ph.4731979 B.BP.154.10.19.0000496
Dcr Segera Supir / Reservasi / Marketing u. Travel T.287 555 B.BP.004.10.19.0000487
Dcr TukangPatrunBerpengalman Hub.Bapak Ketut 0818566106
DIJUAL MOBIL HONDA
DIJUAL RUMAH
HRV Mugen Matic Th 2017,Putih TP.Tangan 1 Hub:081237544219
Jual Murah !!!! Nego-Bali,Rmh 2LT/Jl.P.Galang-Komp-Perum Imbo-Denpasar/08113862300
B.BP.001.10.19.0000483
B.BP.001.10.19.0000439
Dibthkn Sgra Satpam U/Ktor,Min Pend SMA,Lam.ph.0361-729196/97 B.BP.001.10.19.0000437
Dicari waker rumah.Lamaran ke Jl.Moh.Yamin 50 Denpasar B.BP.001.10.19.0000476
Urgent,dicari Teknisi min.SMA/ D3/S1 IT,kejuruan Electronic, Bisa Service Alat Electronic, Gaji + Insentif menarik Hub. Kairos Sejahtera 0361-414882
PROPERTY
B.BP.001.10.19.0000480
MITSUBISHI
Djl canter’09 & ELF’10 Pariwisata Morodadi Jl.Trenggana 81A B.BP.001.10.19.0000479
Jual Rumah LT.400 LB.685 6 kmr 7 toilet, 4,9 M 082147027777, FB : Rumah Gatsu Barat
B.BP.004.10.19.0000291
TOYOTA
Dijual Toyota Rush TRD 2014 Warna Hitam,Kondisi Mulus, Jl.Badak Sari II No.3 Dps Hub.082342680338
B.BP.001.10.19.0000472
PROPERTY DIJUAL TANAH
Djl tnh 2Are dkt Induk Br.Dama Dlg 450Jt Hb.082147454248
B.BP.164.10.19.0000497
Hiace Commuter’13 Putih DK bgs mulus 320Jt Ng 08123969166
Jual Cpat Tnh 6Are Danau Buyan U/Villa 100jt/Are 085792285632
B.BP.001.10.19.0000500
B.BP.001.10.19.0000403
B.BP.001.10.19.0000478
SERVICE
SERVICE
DIJUAL MOBIL
SERVICE
DIJUAL RUMAH
BENGKEL LAS
SERVICE
RUPA - RUPA
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
BIRO JASA
Jual Murah!!!! Nego-Bali,Tanah 6,4 Are/Jl.Dewi Sri-Sunset Road-Denpasar/08113862300
B.BP.001.10.19.0000481
Tanah 3 are Kampus Unud Jimbaran Hub:081338198878
B.BP.154.10.19.0000495
Tnh 3,5A Tk.Badung Renon, -+ 35A Ubud-Tegalalang.HP:0811394712
B.BP.001.10.19.0000440
PROPERTY DIJUAL RUKO
Dijual RukoSanggulan L99 800Jt DpnPUSKOPAD3 Tbn 081999612225 B.BP.001.10.19.0000475
Jual/Sewa murah Ruko 2Lt SHM Jalan Utama Cokroaminoto Nego harga cepat H.081225100689
B.BP.004.10.19.0000488
BIRO JASA
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY DISEWAKAN BANGUNAN
Over Kontrak !!!! Murah-Bali Bangunan 6 Are/Jl.IB.Mantra Utama Dentim/08113862300
B.BP.001.10.19.0000482
PROPERTY DISEWAKAN TOKO
LT 2 & LT3(2 buah toko kosong) 9x17x2= 306 M2 Jl.Diponegoro 135 -137 Blok 22-23 H:085100492291 B.BP.001.10.19.0000438
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.10.19.0000354
Jual Murah AC 3 Unit,Meja Kantor 3 Unit&Kenopin 8 x 3 M2 Hubungi:087757635717
B.BP.001.10.19.0000484
KEHILANGAN Hlg 2 Sertifikat Tanah SHM No. 7386 dan No.7387 an.I Wayan Agus Sinaputra, lok.Ds.Padangsambian Kaja,Denpasar Barat
B.BP.001.10.19.0000494
Hlg BPKB DK 5152 GD No.M 01543 449-O an Albertus Dody D
B.BP.167.10.19.0000489
Hlg Sertifikat Tanah No.01275 Ls 3850m2 An.Alm Wayan Kardu
B.BP.001.10.19.0000473
Hlg Sertifikat Tanah No.07296 Ls 3650m2 An.I Wayan Winawan B.BP.001.10.19.0000474
Jumat Umanis, 18 Oktober 2019
Bupati Made Gianyar Kunjungi Transmigran Asal Bangli di Sulteng Berikan Motivasi dan Serahkan Bantuan
BUPATI Bangli I Made Gianyar mengunjungi warga transmigran di Desa Laantula Jaya, Kecamatan Wita Ponda Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam kunjungannya selama empat hari tersebut, Bupati bersama sejumlah pimpinan OPD di Kabupaten Bangli mengadakan pengobatan gratis bagi warga setempat. Kedatangan rombongan Bupati Bangli I Made Gianyar disambut Camat Wita Ponda H. Arsail didampingi Kadisdikpora Muhamad Adzan, dan Kepala Desa Laantula Jaya Adiyono. Kepala Desa Laantula Jaya Adiyono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian Bupati Bangli terhadap warganya yang sudah tinggal jauh di rantauan, “Sungguh pemimpin yang peduli dan bertanggung jawab,” ujarnya. Dijelaskannya, pada tahun
1986 warga transmigran di Laatula Jaya berjumlah 500 KK terdiri dari warga Jawa, Lombok dan Bali. Khusus warga Bangli ada 25 KK. Saat ini jumlah warga sudah bertambah menjadi 1.227 KK atau hampir 4 ribu jiwa. Dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Laantula Jaya Adiyono atas nama warga Bangli menyampaikan harapannya agar diberikan bantuan seperangkat gong untuk dipergunakan saat adanya upacara piodalan di Pura. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam kesempatan itu memberikan motivasi kepada warga transmigrasi khususnya warga Bangli agar dalam kehidupanya di daerah transmigrasi mampu membawa perubahan pada dirinya sendiri. Made Gianyar juga berpesan agar para warga transmigrasi bisa berbaur dan bersatu dengan penduduk lokal, serta bisa
bersinergi dengan pemerintah dalam melakukan percepatan pembangunan daerah. Karena menurutnya, salah satu daerah yang berpotensi cepat mengalami perkembangan dan kemajuan adalah daerah transmigrasi. “Intinya di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung harus dijalankan,” tegasnya. Soal permintaan sarana gong, Made Gianyar berjanji akan menindaklanjutinya melalui hibah Kabupaten Bangli kepada pihak Desa Laantula Jaya. Dalam acara ramah tamah di salah satu rumah warga Made Oka Pande, Bupati menyerahkan bantuan Rp 70 juta yang merupakan urunan dari masing-masing OPD. Bantuan tersebut untuk modal koperasi sebesar Rp 50 juta dan Rp 20 juta disumbangkan untuk 4 pura. Adapun Pura yang akan diberikan sumbangan, yakni Pura Adat Eka Prana, Pura Adat Satia
Buana, Pura Adat Eka Karsa dan Pura Adat Tirta Wangi. Bantuan diterima langsung oleh Ketua Peguyuban Warga Bangli I Wayan Eka Ariawan, asal Banjar Tingkadbatu, Desa Jehem, Tembuku. Saat itu Bupati Made Gianyar mengusulkan agar koperasi yang akan terbentuk diberi nama Koperasi Gita Santhi Krama Bali. Sementara itu Camat Wita Ponda H. Arsail menyampaikan apresiasinya atas kedatangan Bupati Bangli yang turun langsung ke daerah transmigran. “Kami mengucapkan syukur dan berterima kasih atas kedatangan Bapak Bupati Bangli. Kami amat bangga dengan kunjungan ini, walaupun masyarakat kami berbeda suku, agama dan budaya, ada dari Jawa, Bali, Lombok, dan penghasilan masih kecil namun toleransi antarumat sangat harmonis,” kata H. Arsail. (ad501)
TRANSMIGRAN - Bupati Bangli I Made Gianyar mengunjungi warga transmigran asal Bangli di Desa Laantula Jaya, Kecamatan Wita Ponda Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah.
Dicoret, 47 Calon Penerima Bantuan Bedah Rumah Bangli (Bali Post) –
Dinas Sosial Kabupaten Bangli telah melakukan verifikasi terhadap data calon penerima bantuan bedah rumah dari Kabupaten Badung. Dari 250 nama calon penerima yang diverifikasi, 47 di antaranya terpaksa dicoret lantaran sebelumnya sudah pernah menerima bantuan serupa dari pemerintah.
Bali Post/kmb40
CIPKON - Wakapolres Bangli Kompol I Made Krisnha Mahardika menyematkan tanda operasi kepada anggota yang terlibat Operasi Cipkon Agung.
Jelang Pelantikan Presiden
Polres Gelar Operasi Cipkon Agung dan Doa Bersama Bangli (Bali Post) Menjaga situasi tetap kondusif jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, 20 Oktober mendatang, Polres Bangli menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon Agung 2019). Dalam pelaksanaan operasi Cipkon ini, Polres melibatkan 65 personel didukung personel dari Kodim 1626/ Bangli serta unsur keamanan lainnya. Mengawali operasi Cipkon Agung, Poles menggelar apel kesiapan yang dipimpin Wakapolres Bangli Kompol I Made Krisnha Mahardika. Dalam arahannya, Kompol Krisnha mengatakan, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden saat ini merupakan tahapan terakhir dalam rangka Pemilu 2019. Untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang, saat dan setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, dilaksanakan Operasi Cipkon Agung 2019 secara serentak di seluruh wilayah Polda Bali. Kompol Krisnha meminta kepada jajarannya untuk memetakan potensi kerawanan yang ada di masingmasing wilayah sehingga
anggota memiliki gambaran terkait kerawanan yang mungkin akan timbul. Selain itu anggota juga diminta melakukan upaya preemtif dengan menyambangi tokohtokoh masyarakat yang ada di Bangli untuk bersamasama menjaga situasi agar tetap kondusif. “Saya berpesan kepada anggota untuk melaksanakan tugas dengan baik, selalu berkoordinasi dengan instansi terkait dan melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab,” pintanya. Selain melaksanakan operasi Cipkon Agung, jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Polres Bangli juga melaksanakan doa bersama di Pura Giri Brata Polres Bangli. Kompol Krisnha mengatakan, doa bersama ini dilaksanakan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden berjalan dengan aman dan lancar. Doa bersama juga dilaksanakan anggota Polres Bangli yang beragama Islam maupaun Kristen di tempat ibadah masing-masing. (kmb40)
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta, Kamis (17/10) kemarin menjelaskan, pada tahun ini Kabupaten Badung memberikan bantuan 250 unit bedah rumah untuk Kabupaten Bangli. Total nilai bantuan yang diberikan Rp 12,5 miliar, dengan nilai per unitnya Rp 50
Bali Post/kmb40
Ida Bagus Giri Putra
hadap kebijakan pemerintah. “Karena tugas kita adalah sebagai pelaksana kebijakan pemerintah,” terangnya. Giri Putra tidak ingin pengalaman negatif tentang penggunaan medsos yang kurang cerdas sehingga berakibat kena sanksi/hukuman yang terjadi di institusi lain dan di daerah lain, terjadi di Pemkab Bangli. Memasuki tahun politik
Berdasarkan data tersebut, Dinsos Bangli kemudian melakukan verifikasi ke lapangan. Hasilnya, ada 47 nama terpaksa dicoret sebagai calon penerima bantuan. Mereka dianggap tidak layak menerima bantuan karena sebelumnya sudah pernah menerima bantuan serupa dari pemerintah.
lanjutnya akan dilaksanakan proses pembangunan bedah rumah. Dia mengatakan teknis pembangunannya akan ditangani Dinas PUPRPerkim. Ditambahkan Sukarta, karena sudah ada bantuan dari Kabupaten Badung, Pemkab Bangli tahun ini tidak ada menganggarkan dana untuk program bedah rumah. Selain Badung, tahun 2019 ini Kabupaten Bangli juga mendapat bantuan bedah rumah dari CSR BPD Bali sebanyak 21 unit. (kmb40)
Empat Subak Terapkan Pertanian Organik Bangli (Bali Post) – Pertanian organik kini mulai diterapkan sejumlah petani di Bangli. Berdasarkan data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, setidaknya ada empat subak yang telah menerapkan pertanian tanpa menggunakan bahan kimia. Bahkan tiga di antaranya sudah mendapat sertifikat organik dari pemerintah pusat. Empat subak yang telah menerapkan pola pertanian organik seluruhnya berada di Kecamatan Kintamani. Tiga di antaranya merupakan subak abian dengan komoditas pertanian kopi, yakni Subak Abian Wana Sari Kenjung di Desa Catur, Subak Abian Bangun Biding Sari di Desa Dausa, dan Kelompok tani Lingkungan Hidup Bangbang Sari Desa Satra. Sedangkan satu lainnya, yakni Subak Merta Yoga di Desa Mengani dengan komoditas pertanian pangan yakni padi. Dari tiga subak abian tersebut, dua di antaranya sudah mendapat sertifikat organik dari pemerintah pusat. Demikian juga dengan subak Merta Yoga yang sudah mendapat sertifikat organik. Sekretaris Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma, Kamis (17/10) mengatakan, pertanian organik sudah mulai diterapkan di empat subak tersebut sejak 2016 lalu. Dalam penerapan
ASN Diminta Bijak Gunakan Medsos Bangli (Bali Post) Seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Bangli diminta untuk cerdas dan bijak menggunakan media sosial (medsos). Tak hanya itu, ASN juga diingatkan untuk selalu menjaga profesionalitas dan netralitas jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan berlangsung 2020 mendatang. “Saya minta ASN di Bangli agar kerja profesional, kerja yang baik. Jangan ada yang masang kuda-kuda dari sekarang untuk calon A atau B, apalagi jadi timses (tim sukses),” kata Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra, Kamis (17/10) kemarin. Giri Putra mengaku sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang imbauan agar ASN cerdas bermedsos sehingga tidak melanggar undang-undang ITE, norma kesusilaan dan norma kepatutan. Sebagai aparatur pemerintah dan abdi negara, menurutnya seluruh pejabat dan staf Pemkab Bangli tidak etis dan tidak patut menyampaikan kritik terbuka melalui medsos secara negatif ter-
juta. Oleh Badung, Pemkab Bangli juga diberikan data nama-nama calon penerima bantuan bedah rumah. Para calon penerima bantuan itu tersebar di beberapa desa di Kintamani, yakni Desa Abang Songan, Catur, Songan A, Songa B, Suter, Terunyan dan Abang Batudinding.
“Data calon penerima bantuan yang diberikan oleh Badung itu diambil dari data kami tahun 2011 lalu. Kan sudah ada beberapa yang dapat bantuan, sehingga kita verifikasi lagi. Yang sudah pernah dapat, kami gugurkan sebagai calon penerima bantuan,” terangnya. Lanjut dikatakan Sukarta, 47 nama yang digugurkan dalam proses verifikasi itu saat ini sudah langsung diganti dengan calon penerima baru yang ada di wilayah desa setempat. Setelah verifikasi selesai, se-
saat ini, Giri Putra mengatakan sesuai pengamatannya sejauh ini sikap ASN masih tahap wajar. Namun demikian selaku pembina ASN, pihaknya akan terus mengingatkan agar ASN bisa selalu bersikap profesional dan tetap menjaga netralitasnya. “Kalau ASN punya plihan calon nanti lakukanlah saat pencoblosan di TPS. Tidak boleh mempengaruhi siapapun. Jangan dari sekarang ikut-ikutan, pasang kuda-kuda, apalagi sebagai timses nanti saat sudah masuk tahapan kampanye. Itu tentu sangat bahaya karena melanggar aturan,” katanya. Bukan saja ASN, Giri Putra menekankan bahwa kewajiban menjaga netralitas juga berlaku pada diri Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Bangli. Jika terbukti ada yang melanggar netralitas maka akan diganjar sanksi. Profesionalitas dan netralitas pegawai akan dipantau oleh Ombudsman. “Saya yakin teman-teman ASN di Bangli bisa profesional dan netral,” imbuh Giri Putra. (kmb40)
pertanian organik, petani diberikan pendampingan dan bantuan berupa pupuk dan sarana pertanian dari pemerintah. Sebelum ada konversi dari kimia ke organik, petani di subak-subak tersebut menggunakan bahan kimia dalam proses pengelolaan tanaman. Baru di tahun 2016, saat pertanian organik mulai diterapkan, petani perlahan beralih
menggunakan bahan alami seperti pupuk dari kotoran ternak. Penerapan pertanian organik bertujuan agar ramah lingkungan, menghasilkan produk yang aman dikonsumsi dan memberikan nilai tambah pada produk pertanian yang dihasilkan. Produk pertanian organik bisa dijual dengan harga yang lebih mahal dari produk pertanian
Bali Post/kmb40
OPI - Petani sedang menjemur biji kopi.
non-orgaik. Contohnya kopi hasil pertanian organik, bisa laku dijual 30 persen lebih mahal dari harga dasar yang hanya Rp 90 ribu per kilogram. Sarma mengatakan, selain empat subak tersebut sejatinya ada beberapa subak/ kelompok tani lainnya yang juga menerapkan pertanian organik. Hanya dilakukan secara mandiri tanpa difasili-
tasi pemerintah. Dia mengatakan tak hanya padi dan kopi, pertanian organik saat ini juga sudah mulai diterapkan petani bawang di wilayah Kaldera Batur. Menurut Sarma, hal yang masih menjadi kendala belum semua petani bisa menerapkan pertanian organik yakni karena pola pikir yang sudah terbiasa menggunakan bahan kimia. (kmb40)
OLAHRAGA
Jumat Umanis, 18 Oktober 2019
15
Messi Raih Sepatu Emas Keenam Barcelona – Lionel Messi kembali sukses memenangkan penghargaan Sepatu Emas. Ini adalah penghargaan keenam yang diraih bintang Barcelona itu. Bagi Lionel Messi, ini juga adalah tahun ketiga berturutturut ia meraih penghargaan untuk gol terbanyak yang dibukukan pemain di liga. Sebelumnya, Messi pernah merebutnya pada 2010, 2012 dan 2013. Penghargaan Sepatu Emas ini telah dimenangkan oleh pemain yang berbasis di Spanyol dalam 11 musim terakhir - dengan Cristiano Ronaldo memenangkan tiga kali (satu di Manchester United pada 2008). Selain itu ada Diego Forlan, di Atletico Madrid, yang memenangkannya pada
tahun 2009. ‘’Luis Suarez dan Jordi Alba, yang ada di sini, adalah dua alasan terbesar mengapa saya dapat menerima penghargaan ini. Tanpa tim saya, saya tidak akan pernah bisa memenangkan penghargaan. Ini adalah trofi untuk semua orang,’’ kata Lionel Messi. ‘’Liga Champions adalah sesuatu yang istimewa dan setiap tahun kami ingin memenangkannya, tetapi kami sadar bahwa La Liga adalah hal yang paling penting,’’ imbuhnya. ‘’Inilah yang mengarahkan
Anda untuk tampil baik di Copa del Rey dan di La Liga. Kami berada di Barcelona dan kami bertujuan untuk memenangkan segalanya.’’ Messi sudah mencetak 36 gol di La Liga musim lalu. Itu berarti ia mendapatkan 72 poin dalam sistem yang digunakan untuk menghitung poin dalam penghargaan ini. La Pulga mencetak 34 gol dan 37 kali di dua musim sebelumnya, dengan puncaknya terjadi di musim 2011-12 di mana dia mencetak 50 gol. (kmb33)
Margoz Juara di Jakarta
Bali Post/ist
Pegolf junior Bali Axel Keefe Pangestu (kiri), Kenneth Henson Sutianto dan Margoz Marvin Kamengmau (kanan). Denpasar (Bali Post) Pegolf belia Bali Margoz Marvin Kamengmau keluar sebagai juara kategori D putra dalam turnamen internasional di Lapangan Golf Senayan Jakarta, 4-7 Oktober lalu. Pegolf Bali lainnya, Axel Keefe Pangestu, juga keluar sebagai juara. Se-
mentara pegolf Bali Kenneth Henson Sutianto menduduki peringkat IV pada kategori C putra. Pelatih golf Bali Komang Darmawan di Denpasar, Kamis (17/10) kemarin menerangkan, dirinya dipercaya melatih Axel, sedangkan Margoz berlatih di Bali Na-
Kurang Maksimal
Hasil survei juga menunjukkan, Jokowi dinilai sukses membangun infrastruktur strategis, memberikan bansos, sembako, dana desa, PKH, KIS, dan KIP. Namun pada saat yang bersamaan, Jokowi dianggap kurang maksimal terkait permasalahan kesejahteraan, lapangan pekerjaan baru, mengurangi kemiskinan, harga yang masih mahal, serta persoalan korupsi dan penegakan hukum. ‘’Publik belum merasakan ‘sentuhan magis’ pembangunan infrastruktur yang inline
dengan persoalan mendasar rakyat. Termasuk juga soal isu pelemahan KPK cukup kuat serta potret hukum yang dinilai masih tebang pilih,’’ ucapnya. Antusias Sementara itu, mengenai tanggapan publik soal pelantikan hasilnya menunjukkan masyarakat antusiasme yang tinggi. ‘’Publik antusias menyambut pelantikan Jokowi dengan penuh riang gembira. Persentase kegembiraan itu mencapai 74,6 persen,’’ Adi Prayitno . Antusiasme masyarakat hadir karena berbagai macam alasan, di antaranya mayori-
sional dan Kenneth berlatih ditangani pelatih Suciari. Menurut Komang Darmawan, prestasi pegolf Bali lumayan mengingat persaingan cukup ketat, karena melibatkan pegolf mancanegara, seperti dari Thailand. ‘’Saya kira persaingan antarpegolf junior daerah di Indonesia termasuk keikutsertaan pegolf luar negeri sangat ketat. Kami bersyukur, pegolf Bali mampu menorehkan prestasi,’’ ucapnya. Dijelakannya, Bali sendiri pada event tersebut menerjunkan enam pegolf. Sementara ketiga pegolf lainnya yang ikut berpartisipasi adalah Putu Mayvil Handayani, Nathan Keefe Pangestu dan Abigael. Komang Darmawan berharap para pegolf junior tetap getol berlatih, sebagai persiapan mengikuti turnamen di Lapangan Golf Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Desember mendatang. ‘’Kami harap pegolf Bali kembali mampu berprestasi,’’ tutupnya. (022) tas publik merasa pemilu sudah usai, pemilu bukan ajang perang ideologi, dan hidup harus kembali normal. ‘’Masyarakat menganggap pemilu sudah usai, jadi hidup harus kembali normal,’’ kata Adi. Parameter Politik Indonesia melakukan survei nasional dengan wawancara tatap muka (face to face interview) pada 5 hingga 12 Oktober 2019 dengan sampel 1.000 responden yang dipilih secara acak di 34 provinsi melalui metode stratified multi stage random sampling dengan margin of error 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (ant)
Jumat, 18 Oktober 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi, Mephala Sukertaning Pemangku (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping
09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 09:30 Wita Ista Dewata Pura Batur Jati, Kuta 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali TV Shop 10:30 Wita Taksu Nyoman Lodra, Seniman Lukis 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi, Mephala Sukertaning Pemangku (3) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini
16:05 Wita Lila Cita Sanggar Sawitri (2) 17:00 Wita Dialog Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Tahanan Negara Klas II B Bangli 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Ajeg Bali Sang Hyang Jaran dan Sang Hyang Bojog 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Gegelang Karangasem (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel
Bangsa dan Negara ‘’Selebihnya silakan pemerintah dalam hal ini Presiden menyikapinya. Prabowo sudah menyampaikan sejak lama visi-misi dan program untuk kepentingan bangsa
dan negara,’’ ujarnya. Riza membantah terjadi perubahan sikap politik yang ditunjukkan Prabowo, karena sejak awal mantan Danjen Kopassus tersebut konsisten memperjuangkan gagasannya bagi bangsa Indonesia, bahkan sejak sebelum men-
jadi Ketua Umum Partai Gerindra. Menurutnya, gagasan umum Prabowo tidak berubah yaitu ingin Indonesia maju dengan cara Indonesia berdaulat atas pangan, berdaulat atas energi, dan Indonesia harus memiliki
Tindakan Anarkistis
Kalau pengumpulan massa itu berupa aksi unjuk rasa yang sesuai aturan berlaku, kata Kapolri, tidak masalah, namun pengalaman beberapa waktu belakangan unjuk rasa berubah menjadi tindakan anarkistis. ‘’Nah, pengalaman kita beberapa kali terjadi, pada waktu teman-teman adik-adik mahasiswa kan aman-aman saja, malamnya
mulai lempar batu, bakar, segala macam dengan senjatasenjata yang mematikan dan berbahaya,’’ katanya. Aparat keamanan tidak ingin kecolongan karena pelantikan presiden adalah acara kenegaraan yang sangat konstitusional. Kalau aparat tidak bisa mengamankan amanat konstitusi, maka dampaknya akan buruk, yaitu mengganggu pilar dan keutuhan negara, apalagi melihat faktor lainnya seperti ke-
datangan tamu negara, kepala negara, kepala pemerintahan dan utusan khusus dari negara lain. ‘’Kita juga memikirkan bahwa bangsa kita harus dihargai dan harus dipandang sebagai bangsa yang besar, bangsa yang tertib dan damai bukan bangsa yang kacau dan rusuh,’’ ujarnya. Kasetpres menjelaskan sejumlah kepala pemerintahan/negara dan utusan negara sahabat yang berencana datang pada acara pel-
pertahanan dan keamanan yang kuat dari bangsa-bangsa lain. ‘’Keempat ada penyiapan sumber daya air yang baik, dan kelima Indonesia harus memiliki pemerintahan yang kuat, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN),’’ tuturnya. (ant) antikan antara lain Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan, dan Wakil Perdana Menteri Thailand Prawit Wongsuwan, serta beberapa utusan negara dari Amerika Serikat dan Laos. (ant)
Damai dan Sejahtera ‘’Doa bersama ini diselenggarakan karena seluruh masyarakat Bali sungguh-sungguh menginginkan agar negara dan bangsa kita, termasuk para pemimpin dan rakyatnya, selalu berada dalam keadaan damai dan sejahtera,’’ kata Ketua DPD PDI-P Provinsi Bali ini. Menurut mantan anggota DPR-RI ini, doa yang dipanjatkan dengan tulus dan sepenuh hati memiliki kekuatan yang luar biasa. ‘’Sebagai orang Bali, kita meyakini bahwa upaya apa pun yang kita lakukan sebagai manusia harus selalu melibatkan unsur sekala dan niskala. Tanpa pelibatan kedua unsur tersebut maka besar kemungkinan upaya yang kita lakukan akan berakhir dengan sia-sia,’’
ujarnya. Ia menambahkan, doa, upakara dan upacara merupakan perwujudan dari upaya niskala yang tidak terpisahkan dari kehidupan orang Bali. Upaya niskala ini diharapkan memberikan kontribusi bagi kedamaian dan keamanan negara dan bangsa Indonesia. Gubernur mengatakan, Pura Besakih dipilih sebagai tempat doa bersama karena merupakan salah satu hulu peradaban Bali. Di pura inilah berstana sesuhunan yang paling utama beserta Ida Batara Kawitan dari semua unsur masyarakat Bali. Menurutnya, Ida Sesuhunan, Ida Batara Kawitan, dan ‘’lelangit’’ inilah yang selama memberikan tuntunan, bimbingan, serta perlindungan sehingga Bali dan masyarakatnya mampu
menjaga perdamaian, toleransi keberagamaan, serta taksu spiritual Pulau Bali selama ribuan tahun. ‘’Di hadapan Ida Sesuhunan dan Ida Batara Kawitan inilah kita sekarang bersujud, memohon agar taksu spiritual serta vibrasi perdamaian Bali bisa mendinginkan suasana politik Indonesia, khususnya di Jakarta,’’ kata Gubernur asal Desa Sembiran ini. Melalui doa bersama ini, masyarakat Bali memohon agar acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada tanggal 20 Oktober 2019 berlangsung dengan aman, nyaman, damai, dan sukses serta menjadi titik awal bagi rekonsiliasi kebangsaan. ‘’Semoga vibrasi spiritual Bali memancarkan kedamaian untuk Indonesia,’’ harapnya. Pada momen ini, Gubernur
Koster juga meminta kepada semua elemen masyarakat Bali turut menjadi sumber-sumber kesejukan bagi keluarga dan masyarakatnya masing-masing serta menyebarkan kepada semua pihak. ‘’Mari berhenti saling bertengkar di media sosial, menyebarkan kabar bohong maupun mengumbar kebencian kepada sesama anak bangsa,’’ ujarnya seraya mengajak bersama-sama bekerja nyata untuk membawa kedamaian dan ketenteraman pada bangsa dan negara. Menurutnya, hanya dengan kerja nyata yang dilandasi semangat perdamaian Visi Pembangunan Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru’’ akan bisa diwujudkan bersama-sama. (kmb)
WONDERFUL BALI
BUDAYA PENDIDIKAN
JUMAT UMANIS, 18 OKTOBER 2019
Filosofi Dharma Pemaculan dalam ’’Ngewiwit’’ Perupa Tabanan BISA mengumpulkan puluhan perupa Tabanan, lanjut memamerkan karyanya dalam pameran seni rupa bertajuk ‘’Ngewiwit’’ di UPT Museum Subak, tidaklah mudah. Perlu kerja keras dan kerja ikhlas dari semua pihak. ‘’Pameran ini bisa digelar berkat kerja keras dan koordinasi yang apik dari semua pihak. Ini penggodokan perdana sebelum melangkah ke ajang lebih rapi menuju Galnas 2021 dan 2020 di Tabanan,’’ ujar I Made Bakti Wiyasa, kurator pameran tersebut, Kamis (17/10) kemarin. Seperti diketahui, 36 perupa Tabanan tampil dalam
pameran yang digelar 15-19 Oktober, nung Batukaru menentukan tata memeriahkan Hari Museum. Pam- ngardi gumi lan desa, ngardi dalem, eran ini dibuka Kadis Kebudayaan ngardi setra lan Merajapati. Gunung Tabanan Drs. I Gusti Ngurah Su- Batukaru selalu menjadi acuan panji, M.Si. Istimewanya, pameran di Tabanan menjadi ulu ning ulu diisi dengan pembacaan puisi oleh rohani yang akan memengaruhi seseniman Tabanan Gusti Bawa Sa- luruh sendi kehidupan dan tatanan margantang, dihadiri anggota DPD- di Tabanan dan Bali umumnya. RI Dr. Shri IGN Arya Wedakarna. Dari tatanan inilah tegak tegal lan Dalam kata sambutannya, Bakti carik ditata, gumi lan desa dibagun, Wiyasa menyampaikan, perupa peteluan dan pempatan kakardi. yang tampil ini sebagian besar telah Peradaban pemuliaan gunung, alas berkiprah dalam pameran bergengsi, lan toya melahirkan tatanan perbaik di dalam negeri, bahkan ada adaban leluhur berupa peradaban yang pameran di luar negeri. Tetapi, subak dengan segala perangkat khusus di daerah asalnya, mereka ulun danu, ulun suwi, ulun tukad, tampil dengan jumlah sebanyak ulun pangkung, ulun carik, aungan, ini baru pertama di UPT Museum empelan, tukad, telabah, jelinjingan, Subak. Perupa Tabanan sebenarnya tali kunda, matekap, lampit, amed, banyak. Baru sebagian yang terdata. kunali, nampad, penampad dan seYang maestro, Tabanan juga punya, bagainya. Serta segala ritus mapag seperti perupa Made Wianta, Ny- toya, ngawiwit, nandur, mesaba, oman Nuarta, Key It Tanaya, IGN nyepi subak, manyi, dan lain-lain. Nengah Nurata, Putu Wijaya dan Subak menjadi sumber spirit, Putu Sutawijaya. sumber kehidupan serta sumber Dikatakan, tema pameran kesenian dan kebudayaan di Ta‘’Ngewiwit’’ kali ini tak lepas dari banan dan Bali. filosofi dharma pemaculan dalam Perupa Tabanan umumnya peradaban subak di Tabanan lahir, tumbuh, besar dipengaruhi yang lahir dari konsepsi lingga secara langsung dan tak langsung acala. Tabanan, kata Bakti, memi- oleh kosmologi alam subak yang liki Gunung Batukau yang dalam demikian di antara Gunung Batutatwa rohani Bali merupakan karu (kaja) dan pasih (kelod). Alam salah satu lingganing utama dari Tabanan yang demikian memenTri Maha Lingga Bali. Keberadaan garuhi tumbuh dan lahir manusia Gunung Batukau atau Gunung unggul, perupa dengan kecerdasan, Batukaru berperan sentral di kecakapan, keberanian pada tanTabanan dan Bali. tangan-tantangan baru, keuletan, KULINER ‘’Di Bali keberadaan gu- kemegahan pencapaian namun nung punya peran istimewa. sederhana dalam tampakan. Gunung menjadi ulu Pilosofi Dharmaning Pemacuatau pusat dari ori- lan mengalir, menjadi lelaku entasi sebuah arah KESEHATAN semacam kesepakatan meskipun yang akan diacu tak terbahaskan sebagai cita budhi dalam membangun perupa Tabanan. ‘’Semua konten t a t a n a n d a l a m itu terasa pada pameran seni rupa berkehidupan,’’ TOP ‘Ngewiwit’ perupa Tabanan di UPT ujar pria kelahiran Museum Subak, di Sangulan TaVASI Pemanis, Penebel, INbanan Bali, tanggal 15-19 Oktober Tabanan ini. 2019 dalam partisipasi perupa TaD i k a t a k a n , banan merayakan Hari Museum,’’ keberadaan Gu- pungkasnya. (lun)
Mengenang Kisah Pejuang Bapak Tjilik
Pimpin Perang Gerilya hingga Tulis Puisi GENERASI sekarang hanya mengetahui adanya Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana atau lebih dikenal dengan Taman Pahlawan Margarana. Ternyata ide pembangunan Taman Pahlawan Margarana datang dari seorang pejuang I Nengah Wirta Tamu (alm) yang lebih akrab dikenal Bapak Tjilik. Itu hanya sebagian kecil perjuangan Bapak Tjilik. Kini putra sulungnya, Ir. I Wayan Abdi Negara, M.S., bersama Wayan Windia dan I Wayan Sudarta menyusun kisah perjuangan Dharma Bhakti Bapak Tjilik. Bukunya sudah rampung dan akan dibedah bersama para veteran pejuang di Yayasan Kebaktian Proklamasi Provinsi Bali. Wayan Abdi Negara menjelaskan kisah perjuangan Bapak Tjilik mulai dari masa kecilnya, pengalamannya mengikuti pelatihan pendidikan Tentara Pembela Tanah Air (PETA) dan menjadi syodanco sejak 1945. Bapak Tjilik juga menjadi pemimpin gerilya wilayah Buleleng Timur guna mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda 1945-1950. Perjuangan Bapak Tjilik yang menarik saat memimpin perang gerilya di bawah Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (DPRI) Sunda Kecil yang berkedudukan di Munduk Malang. Dia memimpin untuk tingkat kecamatan (MC DPRI) Buleleng Timur dengan markas di Desa Bebetin. Bapak Tjilik yang ditempa secara matang di PETA bertugas menjegal dan menghadang pasukan Belanda yang mau menyerang markas pasukan Gusti Ngurah Rai. Setelah Pperang Puputan Margarana, Bapak Tjilik memperjuangkan berdirinya Yayasan Kebaktian Proklamasi Provinsi Bali dan dia menjadi ketua selama 17 tahun. Lewat yayasan ini dia mengungkapkan ide mendirikan Monumen Candi Pahlawan Margarana, kemudian mengasuh putra-putra pahlawan kusuma bangsa. Dia juga memperjuangkan para pejuang untuk mendapatkan keveteranan dan pensiunan para janda pahlawan. Dalam sosial politik, Bapak Tjilik juga berjasa mendirikan sekolah seperti Yayasan Dwijendra untuk mengajegakan budaya Bali dan agama Hindu serta sastra Bali, Taman Pendidikan 45 dan STM Nasional. Dia juga perintis persiapan lahirnya Unud dan pengurus Koordinasi Aksi Pengganyangan G-30-S/PKI di Kreneng. Dia juga menjadi anggota MPRS, kemudian menciptakan lagu-lagu perjuangan dan menulis puisi perjuangan. Sejumlah karyanya adalah ‘’Pahlawan Ngurah Rai’’, ‘’Anak-anak Pahlawan’’ dan ‘’Ayah Segalanya Untukmu’’. Abdi Negara mengatakan ayahnya meninggal 13 Januari 1992, pada 9 Agustus 1995 disemayamkan di Makam Pahlawan Curastana Singaraja. (sue) Bapak Tjilik (alm)
WONDERFUL BALI
SENIMAN
Ayuni Citra Dewi
Dari Dangdut ke Pop Akustik AYUNI CITRA DEWI, penyanyi pop Bali yang melejit lewat album ‘’Sing Ade Pelih’’ bersama Bayu Krisna, kini kembali dengan single terbarunya. ‘’Mati Rasa’’, itulah judul single terbaru Ayuni yang menggandeng pencipta lagu Pranajaya dengan garapan musik oleh Sila Home Production. Bahkan, single ini telah diperkenalkan ke publik. Ayuni Citra Dewi mengatakan bahwa single ‘’Mati Rasa’’ merupakan single keenamnya selama berkarier di belantika musik di Bali. Dalam single-nya kali ini, Ayuni mencoba membawakan lagu yang bergenre pop akustik dengan iringan instrumen suling. ‘’Jadi lagu ini sedikit berbeda dengan single-single sebelumnya yang kebayakan bergenre pop dangdut, namun kini lebih ke akustik,’’ ujar Ayuni Citra Dewi, Kamis (17/10) kemarin. Ayuni menambahkan, single ‘’Mati Rasa’’ menceritakan tentang kisah seorang wanita yang selalu tak diacuhkan oleh pasangannya. Padahal wanita tersebut begitu sayang dengan pasangannya, akan tetapi disia-siakan begitu saja. Hingga berjalannya waktu, akhirnya wanita itu menyerah dan memilih meninggalkan pasangannya karena tak sanggup lagi menahan tangis dan kesedihan. ‘’Jadi dalam kisahnya ini, kepergian si cewek tiada lain agar si laki-laki mengerti ketulusan dan menghargai perasaan seorang wanita yang memiliki cinta tulus dan suci,’’ ujarnya. Ditanya terkait kendala dan tantangan yang dihadapi dalam berkarya, Ayuni mengatakan tidak ada kendala yang begitu berarti. Malahan ia melihat perkembangan musik Bali saat ini semakin berwarna. Banyak tema dan genre dihadirkan untuk mewarnai belantika musik Bali, baik penyanyi pendatang baru maupun yang sudah terkenal. Hadir dengan single terbaru, pemilik nama lengkap Ni Luh Yuni Citra Dewi ini pun memiliki harapan yaitu setiap karya-karya yang dihadirkannya mampu diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. (win)
I Wayan Sudiarsa
BUDAYA Semua Prodi Perlukan Ilmu Statistik
BALI memiliki SDM dosen langka di bidang statistik. Dr. Drs. I Wayan Sudiarsa, M.Stats. SENIMAN sukses meraih Doktor bidang statistik di Fakultas Matematika Komputasi dan Sains Data di Institut Teknologi Surabaya (ITS). Disertasinya berjudul ‘’Estimator Gabungan Deret Fourier dan Spline Truncated Dalam Regresi Nonparametrik Multivariabel’’. Suami Ni Ketut Martini, S.E. ini lulus dengan sangat memuaskan (IPK 3,85). Yang membanggakan, Wayan Sudiarsa sukses menempuh S-3 berkat beasiswa BPPDN Dikti dan beasiswa dari IKIP PGRI Bali dan yayasan. Bahkan, dia mendapatkan dana disertasi dari Dikti karena penelitiannya dinilai berkualitas. Wakil Rektor II IKIP PGRI Bali ini tercatat sebagai dosen doktor ke-4 di MIPA dan
ke-21 di IKIP PGRI Bali. Wayan Sudiarsa adalah anak pertama pasangan I Wayan Cangker (alm) dan Ni Wayan Masih (alm) asal Kederi, Singapadu Keler. Ayah tercinta Ni Putu Ayu Mirah Maryati, S.Si., M.Si., Ni Made Sukma Sanjiwani, S.Si., M.Si. dan Ni Komang Indra Mahayani, S.T. ini menyelesaikan S-1 di FKIP Unmas, dan S-2 ITS. Dia juga pernah menjabat Klian Dinas dan Bendesa Adat Kederi, Singapadu. Oleh rekannya Sudiarsa disebut doktor langka. Dia adalah satu-satunya dosen statistik di Bali bahkan di LLDikti Wilayah VIII. Dia mengaku sengaja menekuni bidang langka ini karena sebagian besar skripsi mahasiswa menggunakan data kuantitatif yang memerlukan ilmu statistik imferensial. Di samping itu semua prodi memerlukan ilmu statistika. Dalam disertasinya dia memaparkan permasalahan yang muncul dalam ke-
hidupan sehari-hari adalah bagaimana menjelaskan bentuk pola hubungan antara suatu respons dengan beberapa prediktor. Analisis regresi merupakan metode statistika yang digunakan untuk mengestimasi pola hubungan antara respons (y) dengan prediktor (x). Pengembangan regresi nonparametrik deret fourier yang melibatkan beberapa prediktor, selama ini lebih banyak dikembangkan untuk prediktor yang polanya sama. Perlu dikembangkan estimator yang polanya berbeda untuk beberapa prediktor pada regresi nonparametrik multivariabel. Penelitian difokuskan pada bentuk estimator, dan pengembangan metode untuk memilih parameter penghalus yang optimal pada estimator deret fourier dan truncated spline. Hasil teoretis diaplikasikan pada data simulasi dan data produksi padi di Provinsi Bali tahun 2015. Estimasi fungsi regresi gabun-
gan deret fourier dan truncated spline, diperoleh melalui optimasi penalized least squares (PLS). Estimasi fungsi kurva regresi memuat estimator dan titik knot. Berdasarkan hasil simulasi diperoleh bahwa semakin besar ukuran sampel dan semakin kecil ukuran varians maka akan menghasilkan nilai estimasi parameter dan knot
SETELAH Gus Agung sukses melanjutkan kiprahnya hingga lolos ke babak Battle Round The Voice Indonesia Season 4, kini giliran putri Bali menunjukkan kiprahnya pada ajang pencarian bakat nasional. Dia adalah Ni Luh Ketut Mahalini Ayu Raharja. Perempuan yang juga mahasiswi Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati ini sukses menjadi 23 besar pada Ajang Pencarian Bakat Indonesia Idol ke-10 tahun 2019. Mahalini kini bersiap untuk mengikuti babak selanjutnya yakni dengan mengikuti karantina untuk menjadi 12 besar terbaik. Demikian terungkap saat dara yang genap berusia 19 tahun pada 4 Maret lalu ini beraudiensi dengan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di kediaman Wali Kota Denpasar, Kamis (17/10) kemarin. Mahalini didampingi kedua oarangtuanya, I Gede Suraharja dan Ni Nyoman Serini, beserta sanak saudara. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Rai Mantra memberikan dukungan penuh terhadap kiprah Mahalini. Ajang pencarian bakat ini merupakan keg-
iatan positif sebagai upaya untuk menggali potensi serta bakat yang ada pada anak. Sehingga nantinya anak dapat berkembang sesuai dengan minat dan kesenangannya, serta bakat yang terkandung dalam dirinya. Lebih lanjut Rai Mantra menekankan bahwa usaha maksimal dan giat berlatih harus terus dilaksanakan. Mengingat semakin jauh melangkah tentu tantangannya akan semakin berat. Hal ini dapat dilalui dengan usaha maksimal. ‘’Tentu sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk mendukung putra-putri Bali yang berkiprah di nasional. Hal ini selain dapat menjadi ajang prestasi pencarian bakat juga dapat mengharumkan nama Bali di kancah nasional, mari kita dukung bersama-sama talenta Bali,’’ ujar Rai Mantra. Mahalini berterima kasih mendapatkan dukungan dari orang nomor satu di Kota Denpasar. Tentunya semangat ini menjadi suatu pemacu untuk terus berusaha maksimal dengan memberikan penampilan terbaik. ‘’Pada intinya kami akan berusaha memberikan yang terbaik serta terus
berusaha sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai,’’ ujarnya. Sementara kedua oarantua Mahalini, I Gede Suraharja dan Ni Nyoman Serini, mengatakan bahwa menjadi idol atau kompeten dalam bidang tarik suara merupakan cita-cita Mahalini sejak belia. Tentu hal ini sudah menjadi kewajiban orangtua untuk memberikan dukungan. (ara)
AUDIENSI - Ni Luh Ketut Mahalini Ayu Raharja saat beraudiensi dengan Wali Kota Denpasar, Kamis (17/10) kemarin.
PENDIDIKAN
Mahalini Siap Ikuti Karantina
Dr. I Wayan Sudiarsa
Bali Post/sue
yang semakin baik. Pemodelan produksi padi di Provinsi Bali menggunakan estimator gabungan deret fourier dan spline truncated terbaik mempunyai GCV minimum 668466,65 dan 97,22%. ‘’Model gabungan deret fourier dan spline truncated sangat sesuai untuk memodelkan produksi padi di Provinsi Bali. (sue)
Bali Post/ist