Skip to main content

Edisi Kamis 18 Oktober 2018 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Mendesain Bali Siaga Bencana Bali tak boleh lalai mengantisipasi dampak bencana. Belajar dari dampak gempa Lombok dan Palu, Bali mestinya lebih dini melakukan manajemen risiko atas bencana. Bali harus siaga bencana. Mengedukasi masyarakat tetap waspada mestinya segera dilakukan.

Hotel NON bintang di Bali 2017

4.323

Hotel Berbintang di Bali 2017

551

Pandangan itu dilontarkan anggota DPRD Bali Dr. Ir. I Made Dauh Wijana, M.M. menyikapi potensi gempa dan likuifaksi di Bali. ‘’Informasi tentang likuifaksi ini penting diketahui publik. Bali mestinya menyikapi informasi ini dengan melakukan pembenahan manajemen tangani bencana,’’ ujarnya, Rabu (17/10)

jembrana tabanan badung gianyar klungkung bangli karangasem buleleng denpasar

PENDUDUK BALI

: : : : : : : : :

5 5 443 24 3 0 9 17 46

kemarin. Dauh Wijana mengatakan ada banyak hal yang bisa dilakukan menuju Bali siaga bencana. Salah satunya adalah melakukan pengalokasian anggaran bencana yang memadai untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Evaluasi dan melengkapi fasilitas dan prasarana BPBD tentu menjadi hal mutlak. ‘’Korban bencana sering tak bisa diselamatkan karena keterbatasan sarana evakuasi. Bali dan seluruh kabupaten/kota di Bali mestinya belajar dari hal ini. Risiko bencana hendaknya bisa diminimalkan dengan melakukan antisipasi dini,’’ sarannya. Ia mengatakan penelitian tentang likuifaksi Bali layak terus dilakukan untuk memetakan kawasan yang rawan bencana sejenis ini. Bali yang dikelilingi lautan dan memiliki wilayah yang berdekatan dengan sesar aktif yakni

4.203.971

jembrana tabanan badung gianyar klungkung bangli karangasem buleleng denpasar

: : : : : : : : :

320.260 453.933 578.275 486.000 228.381 261.635 435.528 806.499 632.460

’’Sebagai destinasi wisata yang merupakan tempat bertemunya banyak warga asing di Bali, kesigapan Bali mengatasi risiko bencana adalah salah satu indikator yang mesti diperjuangkan.’’ subduksi lempeng Indo-Asia tentu harus memiliki manajemen risiko bencana yang memadai. ‘’Sebagai destinasi wisata yang merupakan tempat bertemunya banyak warga asing di Bali, kesigapan Bali mengatasi risiko bencana adalah salah satu indikator yang mesti diperjuangkan,’’ sarannya. Cara lain yang bisa dilakukan Bali adalah melakukan revisi atas Perda No. 5/2005 tentang Per-

HINDU 3.490.894 NON HINDU

APBN 2019

Asumsi Rp 15.000/Dolar Jakarta (Bali Post) Badan Anggaran DPR-RI menyepakati usulan pemerintah mengenai postur sementara APBN 2019 dalam pembahasan lanjutan mengenai RUU APBN 2019 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (17/10) kemarin. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pendapatan dan belanja negara meningkat masingmasing Rp 10,3 triliun dan Rp 10,9 triliun karena perubahan indikator asumsi nilai tukar menjadi Rp 15.000 per dolar AS dari Rp 14.500 per dolar AS dalam usulan perubahan hasil Panja A. Pajak penghasilan (PPh) migas naik Rp 2,2 triliun serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) naik Rp 8,1 triliun, yang kenaikannya terdiri dari SDA migas Rp 6,2 triliun, SDA nonmigas Rp 1 triliun, dan PNBP lainnya Rp 0,9 triliun. Sementara postur belanja negara meningkat Rp 2,6 triliun untuk penyesuaian anggaran pendidikan dan kesehatan. Dana bagi hasil juga meningkat sebesar Rp 2 triliun. Dengan adanya perubahan tersebut, maka postur sementara APBN 2019 mencakup pendapatan negara yang meningkat menjadi Rp 2.165,1 triliun dari Rp 2.142,5 triliun menurut RAPBN 2019 maupun Rp 2.154,8 triliun usulan perubahan hasil Panja A. Angka pendapatan yang disepakati tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan Rp 1.786,4 triliun dari semula Rp 1.781 triliun, rasio pajak meningkat sebesar 12,22 persen dari 12,11 persen, dan PNBP menjadi Rp 378,3 triliun dari Rp 361,1 triliun. Belanja negara juga naik menjadi Rp 2.462,3 triliun dari Rp 2.438,7 triliun menurut RAPBN 2019 maupun Rp 2.452,0 triliun sesuai usulan perubahan hasil Panja A. Total belanja negara yang disepakati itu terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 1.635,3 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp 826,9 triliun. Sementara dana alokasi umum meningkat menjadi Rp 417,9 triliun dari Rp 414,9 triliun, karena ada tambahan dana kelurahan Rp 3 triliun yang diambil dari anggaran dana desa yang Rp 73 triliun. Defisit anggaran disepakati Rp 297,2 triliun atau 1,84 persen dari PDB. (ant)

syaratan Arsitektur Bangunan Gedung. Ke depan investasi yang dibangun di wilayah Bali Selatan dan kawasan lainnya mestinya diwajibkan berstandar tahan gempa selain mengadopsi arsitektur Bali. Kenyataannya, kini banyak investasi yang dibangun dengan gaya modern. ‘’Ini yang mestinya dicermati, standar pembangunan hotel mestinya tahan gempa,’’ sarannya. Konstruksinya juga harus jelas dan diawasi tim pengendali pembangunan. ‘’Saatnya Bali melakukan kebijakan yang terpola untuk membangun manajemen risiko bencana yang jelas,’’ sarannya lagi. Hal. 15 Tangguh Bencana

796.029

Penelitian Likuifaksi Perlu Diintensifkan

Perlu dilakukan penelitian terhadap likuifaksi secara lebih intensif di Bali. Ini untuk mengetahui tingkat risiko jika terjadi konsentrasi penduduk dan investasi di atas lahan yang berpotensi likuifaksi. Putu Rumawan Salain

Denpasar (Bali Post) Potensi likuifaksi di Bali Selatan perlu disikapi dengan pendekatan ilmiah dan pendekatan Tri Hita Karana yang selama ini sudah membudaya di Bali. Bicara likuifaksi, pakar tata ruang Universitas Udayana Prof. Putu Rumawan Salain mengaku belum pernah mengkaji tentang potensi itu dalam pemanfaatan ruang. Menurutnya, tata ruang terbagi atas perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian. Sementara ini yang dilihat baru tentang potensi tsunami, sehingga diatur mengenai sempadan pantai, dan kemungkinan gunung berapi. Sebagai contoh tata ruang di Gunung Batur, memang ada wilayah-wilayah yang tidak diizinkan untuk dimanfaatkan. Menurut Rumawan, perlu dilakukan penelitian terhadap likuifaksi secara lebih intensif di Bali. Ini untuk mengetahui tingkat risiko jika terjadi konsentrasi penduduk dan investasi di atas lahan yang berpotensi likuifaksi. Data ilmiah terkait hal ini harus teruji. Yang jelas data ini bisa membuat kita di Bali lebih siaga bencana dan memiliki manajemen risiko yang memadai. ‘’Kalau memang ada potensi seperti itu, lebih baik dihindari untuk membangun di atas lahan tersebut. Di Palu contohnya, para ahli sejak tujuh tahun lalu dikatakan sudah menyebut akan terjadi likuifaksi di sana,’’ jelasnya. Berdasarkan hasil penelitian ahli, daerah itu tidak pantas dijadikan kota atau dilakukan pengembangan wilayah. Hal. 15 Aritektur Tradisional

Sosialisasikan Hasil Penelitian TERKAIT informasi potensi terjadinya likuifaksi di Badung Selatan, Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta berharap agar penelitian terhadap hal itu terus dilakukan, sehingga kevalidan dari data hasil penelitian bisa dipertanggungjawabkan dan dijadikan referensi sebagai langkah antisipasi. Tidak hanya itu, apabila memang ada hasil kajian secara ilmiah, itu tidak perlu ditutup-tutupi. Menurutnya, apabila hasil penelitian itu memang sudah teruji dan sudah bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, itu perlu disampaikan untuk mengedukasi masyarakat. Karena, informasi ini sangat penting diketahui oleh masyarakat. Bukan malah untuk menakutnakuti masyarakat. ‘’Di sinilah peran dari pemerintah. Apabila

memang nanti terjadi seperti itu, ke mana arah masyarakat harus menyelamatkan diri. Itu penting disampaikan dan diketahui masyarakat,’’ katanya, Rabu (17/10) kemarin. Made Sumerta yang juga sebagai anggota DPRD Badung ini sangat mendukung dan berharap agar ada kajian lebih lanjut. Hal ini perlu terus dilakukan, jangan sampai setelah terjadi bencana, baru hasil kajian tersebut dibuka ke publik, itu malah mubazir. ‘’Perlu dilakukan kajian lebih lanjut, agar bisa juga dicarikan solusi sebagai antisipasi. Masyarakat perlu diedukasi, seperti apa nanti apabila terjadi gempa, kemudian bila memang terjadi likuifaksi, ke mana masyarakat harus menyelamatkan diri,’’ pungkasnya. (kmb23)

Bank Mandiri Taspen Terima Sertifikasi ISO 9001:2015

Disdikpora Realisasikan 28 SD Bertingkat Sebanyak 42 SD di Kota Denpasar mengajukan pembangunan gedung bertingkat ke Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora). Namun, setelah dilakukan verifikasi, 28 sekolah akan dirancang untuk mendapatkan realisasi. Penggarapan ini akan dilakukan berdasarkan skala prioritas, karena terkendala anggaran. Halaman 2 Tiga Banjar di Taro Belum Dilayani Air Bersih Kabupaten Gianyar masih memiliki sejumlah kawasan yang tidak terjangkau aliran air bersih. Kondisi ini bisa ditemukan pada sejumlah banjar di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang. Warga setempat hanya mengandalkan sungai dan mata air terdekat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Halaman 9

Kerambitan Jaga Ketahanan Budaya Bali Kecamatan Kerambitan merupakan salah satu penyangga ibu kota Kabupaten Tabanan. Di samping itu, Kecamatan Kerambitan juga merupakan daerah yang sangat potensial di bidang agrowisata karena wilayahnya merupakan kawasan pertanian dan perkebunan yang cukup luas. Di sisi lain, ancaman derasnya arus penduduk pendatang tak dimungkiri juga terjadi di Kecamatan Kerambitan, dan tersebar di 15 desa dan 29 desa adat yang ada di wilayah tersebut. Bahkan kini jumlah penduduk Kecamatan Kerambitan telah mencapai angka 43.862 jiwa. Lalu bagaimana upaya Kecamatan Kerambitan bisa tetap menjaga ketahanan budaya Bali-nya? Halaman 7

Dirangkai dengan Penyerahan Hadiah Tabungan siMantap SENYUM sumringah terpancar jelas dari wajah Kepala LPD Jero Kuta, Batubulan, Gianyar, Ni Wayan Ersi. Mewakili LPD yang dipimpinnya, Ersi menerima All New Kijang Innova G MT 2.0 dari Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) di KC Melati, Jalan Melati No.65, Denpasar, Rabu (17/10) kemarin. ‘’Hadiah’’ ini pun dipilih sendiri lantaran LPD Jero Kuta menjadi nasabah program hadiah langsung tabungan siMantap tentukan hadiahmu. Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso mengatakan, program hadiah langsung tabungan siMantap tentukan hadiahmu merupakan program yang dicanangkan untuk lebih meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK). Khususnya di segmen tabungan, di mana nasabah dapat memilih sendiri hadiah apa pun yang diinginkan dengan syarat dan ketentuan berlaku. ‘’Dan juga lebih mengenalkan Bank Mantap kepada masyarakat secara umum. Melalui program ini, kami harapkan jumlah nasabah tumbuh pada akhir tahun serta dalam rangka mening-

katkan wawasan inklusi keuangan masyarakat,’’ ujarnya. Sejalan dengan itu, lanjut Josephus, Bank Mantap kini juga telah memiliki standardisasi ISO 9001:2015. Selain menyerahkan hadiah, bank sinergi dua BUMN yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Taspen (Persero) ini juga menerima Sertifikasi Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015, kemarin. ‘’ISO ini adalah kaitannya bahwa compliance kita sudah memenuhi standar mutu dan ini membuktikan komitmen Bank Mantap untuk selalu memberikan yang terbaik dan juga dari sisi operasional kita untuk lebih meyakinkan lagi bahwa kita bisa menjaga dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,’’ paparnya. Josephus berharap hal ini dapat menjadi awal mula Bank Mantap untuk lebih maju lagi ke depannya. Baik dari sisi ISO 9001 dan akan diikuti oleh ISO lainnya, maupun dari sisi tabungan siMantap akan berkembang lebih kencang lagi. Hal. 15 Tentukan Hadiahmu

Bali Post/ist

SERTIFIKAT ISO - Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso (2 dari kiri) menerima Sertifikat ISO 9001:2015.


DENPASAR

2

Kamis Umanis, 18 Oktober 2018

Penyelundup Lobster Diadili Denpasar (Bali Post) Sion Tanuwidjaya alias Sion (21) asal Jakarta, Muhammad Yasin (21) asal Mataram, Tito Sumantri (20) asal Pare-pare, dan Satriawan Syahputra alias Wawan (21) dari Kuripan diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (17/10) kemarin. Mereka diduga menyelundupkan 30.500 ekor benih lobster yang sedianya dikirim ke Singapura. JPU Cokorda Intan Merlany Dewie bersama Dewa Narapati di hadapan majelis hakim pimpinan H. Amin Ismanto, mengatakan, para terdakwa diduga mengeluarkan ikan yang merugikan masyarakat, pembudidaya ikan, sumber daya ikan, atau lingkungan sumber daya ikan ke luar wilayah pengelolaan perikanan Indonesia. Hal tersebut tertuang dalam dakwaan kesatu. Sedangkan

dakwaan keduanya, penuntut umum menerapkan pasal yang sama tersebut bertalian dengan unsur pidana percobaan sebagaimana ketentuan Pasal 53 KUHP. Sedangkan kesatunya diduga melanggar Pasal 88 jo Pasal 16 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan jo Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Aksi para terdakwa terbongkar, 2 September 2018 lalu. Pagi itu sebanyak 30.500 benih lobster itu diangkut menuju Singapura dengan pesawat Garuda bernomor penerbangan GA-840. Karena curiga, dilakukan pemeriksaan dan terdakwa ditangkap. Benih lobster itu ditemukan dalam koper cokelat, ransel cokelat, dan dua ransel hitam. (kmb37)

Pemugaran Kori Agung Gunakan Sistem Restorasi Denpasar (Bali Post) Dinas Kebudayaan (Disbud) Denpasar secara gencar melaksanakan pendataan situs cagar budaya di Kota Denpasar. Kendati demikian, minimnya pengetahuan masyarakat tentang cagar budaya menyebabkan banyak situs dan ritus yang hilang akibat dilaksanakannya renovasi. Karenanya, dalam upaya menjaga kelestarian situs dan ritus cagar budaya di Kota Denpasar, selain melaksanakan pendataan juga turut dilaksanakan pengawasan dan pendampingan terhadap masyarakat yang hendak melaksanakan pemugaran seperti yang dilaksanakan di Pura Khayangan dan Dalem Penataran Desa Taman Poh Manis, Desa Penatih Dangin Puri. Salah satu Tim Cagar Budaya Disbud Kota Denpasar Dewa Gede Yudhu Basudewa mengatakan, dalam upaya sosialisasi dan meminimalisasi hilangnya cagar budaya lantaran minimnya pengetahuan masyarakat, Disbud Denpasar bekerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali guna melaksanakan pengawasan pemugaran situs dan ritus di Kota Denpasar. “Keinginan masyarakat yang tinggi dalam melaksanakan pemugaran harus juga diawasi agar tidak terjadi penghilangan situs dan ritus yang tergolong cagar budaya dan diduga cagar budaya,” ujar Basudewa, Rabu (17/10) kemarin. Basudewa mengingatkan, cagar budaya telah diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2010 dan Perda Nomor 12 Tahun 2015 tentang Cagar Budaya. Sehingga masyarakat harus melaksanakan amanat undangundang dalam melaksanakan pemugaran terhadap situs yang sesuai dengan undang-undang dapat digolongkan sebagai cagar budaya. “Yang dilaksanakan di Pura Khayangan dan Dalem Penataran Desa Taman Poh Manis ini bukan renovasi, melainkan pemugaran dengan metode restorasi,” paparnya. Basudewa menambahkan, sistem restorasi ini mengedepankan pada aspek pelestarian

dengan memanfaatkan kembali bahan-bahan yang dapat digunakan dan mengganti bahan yang tidak dapat digunakan. Sehingga, pola ukiran, ornamen dan ciri khas gaya masih tetap bertahan sekalipun sebuah bangunan telah dipugar. “Dari pemugaran dan restorasi di Kori Agung ini terdapat 30 persen bahan yang tidak dapat digunakan dan akan diganti dengan bahan sejenis. Sisanya akan digunakan kembali, sehingga nilai sejarah dan ornamen sebagai ciri khas peradaban dapat tetap dipertahankan,” jelasnya. Menurut Basudewa, kori agung di Pura Khayangan dan Dalem Penataran Desa Taman Poh Manis, Desa Penatih Dangin Puri ini telah ada sejak abag ke-18 atau sekitar tahun 1800-an. Sehingga, sesuai aturan undang-undang telah dapat dimasukkan ke dalam cagar budaya dan situs yang diduga cagar budaya karena telah berusia lebih dari 50 tahun. Sementara itu, Kepala Disbud Denpasar IGN Bagus Mataram menambahkan, terdapat empat syarat situs/ ritus dapat digolongkan sebagai cagar budaya. Yakni telah berusia lebih dari 50 tahun, memiliki corak gaya yang bertahan hingga 50 tahun, memiliki nilai penting bagi peradaban, agama, sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan, serta merupakan ciri khas dan identitas bangsa. “Dengan ini, kami informasikan kepada masyarakat bahwa segala jenis situs/ritus dan bangunan yang memenuhi syarat teknis di atas telah dapat digolongkan sebagai cagar budaya dan diduga sebagai cagar budaya, sehingga ke depanya akan memiliki manfaat yang besar sebagai bukti peradaban dan perkembangn sejarah ilmu pengetahuan,” katanya seraya berharap, masyarakat Kota Denpasar yang hendak melaksanakan pemugaran pura, puri, patung, dan situs atau ritus lainnya agar berkoordinasi dengan Disbud Kota Denpasar untuk mendapatkan pendampingan dan pengawasan agar tidak terjadi penghilangan situs cagar budaya dan diduga cagar budaya. (kmb12)

Bali Post/eka

SEKOLAH - Pengendara sepeda motor melintas di depan salah satu SD di Denpasar, Rabu (17/10) kemarin. Pemkot Denpasar berencana melakukan renovasi sejumlah gedung SD di wilayahnya.

Rancang Gedung Bertingkat, Disdikpora Petakan 28 Sekolah

Denpasar (Bali Post) – Sebanyak 42 SD di Denpasar mengajukan pembangunan gedung bertingkat ke Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar. Namun, setelah dilakukan verifikasi, sebanyak 28 sekolah dirancang untuk mendapatkan realisasi. Penggarapan ini akan dilakukan berdasarkan skala prioritas, karena terkendala anggaran. Kepala Disdikpora Denpasar Wayan Gunawan

mengatakan hal itu, Rabu (17/10) kemarin. Menurut Gunawan, program pembangunan gedung bertingkat ini selain untuk menambah jumlah ruang kelas, juga agar sekolah itu memiliki halaman yang lebih luas. Ini semua untuk kenyamanan siswa pada saat mereka bermain. Selain itu, alasan yang selalu mengemuka setiap tahun, yakni kekurangan ruang kelas. Setiap tahun, sekolah rata-rata menambah

maksimal dua ruang kelas saat penerimaan siswa baru. Di sisi lain, lahan yang dimiliki tidak mencukupi untuk penambahan bangunan baru. Dari hasil pemetaan selama ini, kata Gunawan, rata-rata luas lahan sekolah di bawah 25 are, sehingga sangat sulit untuk menambah bangunan. Solusinya, pembangunan harus dilakukan secara bertingkat. Menurut Gunawan, pada tahun 2018 ini sudah menyelesaikan pem-

bangunan 11 sekolah. Hingga saat ini secara keseluruhan sudah ada 87 sekolah yang sudah mendapatkan realisasi bangunan bertingkat dari 167 sekolah yang ada di Denpasar. Ditambah dengan 12 SMP yang sudah di bangun sebelumnya, dan beberapa sekolah direhab oleh komite. Pihaknya mengajukan sesuai dengan melihat kelayakan rehab sekolah tersebut. Jika memang layak, sekolah tersebut akan diusulkan dengan membuat

pembangunan bertingkat yang akan menjadi prioritas penggarapan. “Rata-rata kami akan ajukan 40-50 sekolah layak rehab yang diusulkan langsung melakukan pembangunan bertingkat. Namun, tetap kita memakai skala prioritas yang harus digarap duluan. Untuk tahun 2018 sudah kita selesaikan seluruh fisiknya sebanyak 11 sekolah. Mudah-mudahan pada tahun 2019 mendatang kita bisa garap 12 SD,” katanya. (kmb12)

Pembahasan Ranperda RDTR

Pertajam Batas Wilayah Kota Denpasar (Bali Post) – Pembahasan Ranperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang dilaksanakan Pansus XV DPRD Kota Denpasar makin diintensifkan. Pasalnya, pembahasan ranperda ini sudah cukup lama. Karena itu, Pansus berharap sejumlah persoalan yang belum rampung bisa diselesaikan secepatnya. Guna mempercepat penyelesaikan ranperda ini, Pansus berencana kembali menjadwalkan pembahasan, Jumat (19/10) besok. Ketua Pansus XV DPRD Denpasar Wayan Suadi Putra menegaskan hal itu, Rabu (17/10) kemarin. Dalam pembahasan tersebut, kata Suadi Putra, selain masalah bagian wilayah kota (BWK), Pansus XV juga akan mempertajam soal kontribusi Pelindo dan PT BTID. “Lusa (besok - red) akan dilakukan rapat lanjutan dengan eksekutif tentang Ranperda RDTR. Dalam rapat itu, melanjutkan membahas BWK (bagian wilayah kota - red) yang lainnya. Karena sebelumnya kita sudah membedah BWK Selatan yang saat ini masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah yang akan ditindaklanjuti pansus,’’ katanya. Ditanya soal pekerjaan

rumah yang dimaksud, Suadi Putra mengatakan, di antaranya mengenai Pelindo dan BTID. Untuk Pelindo, pansus telah melakukan konsultasi ke Kementerian Perhubungan. Saat itu juga dihadiri Kementerian PUPR. Dari konsultasi itu terungkap kegiatan pengembangan Pelabuhan Benoa sudah disesuaikan dengan RIP yang sudah disetujui oleh Kementerian PUPR. Dengan adanya pengembangan Pelabuhan Benoa, sehingga sudah waktunya Pemkot Denpasar merevisi RTRW Tahun 2011. Salah satunya, revisi RTRW tersebut disesuaikan dengan

RIP Benoa sekarang. Di samping itu, lanjut Suadi Putra, dalam rapat nanti juga akan dibahas mengenai kontribusi yang bisa didapat oleh Kota Denpasar karena hingga kini belum ada kejelasan. Sedangkan terkait BTID, lanjutnya, Pansus XV secara khusus akan memanggil lagi pihak pengelola BTID. Pada pertemuan sebelumnya, pengelola belum memperlihatkan blok plan rencana penataan atau pengembangan BTID. Karena Pansus berharap dalam pengembangan, pihak pengelola tidak sampai melakukan kegiatan yang merugikan masyarakat Se-

rangan. Baik untuk saat ini maupun untuk di masa yang akan datang. “Kita juga akan pertegas status hutan yang ada di tengah-tengah BTID. Termasuk mempertanyakan RTH dan ruang publik yang direncanakan BTID,” kata politisi PDI Perjuangan ini. Seperti diketahui, Ranperda RDTR sudah beberapa kali dibahas. Pada pertemuan sebelumnya yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira, pansus berharap PT BTID memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kota Denpasar. Salah satunya, menyediakan lahan terbuka hijau (RTH) yang memadai. Menurutnya, masih perlu dijelaskan terkait kawasan BTID maupun perkembangan RIP di Pelabuhan Benoa. Selama ini, belum diketahui apa yang akan dibangun di kawasan BTID. Sejumlah anggota Pansus XV, seperti Ida Bagus Ketut Kiana, A.A. Susruta Ngurah

Putra, Ketut Suteja Kumara dan Eko Supriadi, berharap ada kontribusi yang jelas dari BTID terhadap pembangunan Kota Denpasar. Misalnya, perlu adanya kontribusi dalam hal ruang terbuka untuk kepentingan masyarakat Denpasar secara umum. Mengingat, luasan lahan yang dimiliki BTID cukup banyak. Selain itu, anggota Pansus juga mengingatkan kembali agar BTID tetap memberikan akses kepada masyarakat Serangan untuk melakukan aktivitas budaya dan agama di kawasan BTID. Demikian pula akses ke pantai agar tetap diberikan agar tidak mengganggu proses pembangunan yang akan dirancang. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Oktoberfest, Multi Bintang Indonesia Edukasi Pembuatan dan Penyajian Bir

Bali Post/ist

PEMUGARAN - Proses pemugaran kori agung di Pura Khayangan dan Dalem Penataran Desa Taman Poh Manis, Desa Penatih Dangin Puri yang menggunakan sistem restorasi.

Topik :

Denpasar (Bali Post) – Serangkaian Oktoberfest, PT Multi Bintang Indonesia (MBI) Tbk. melakukan edukasi pembuatan dan penyajian bir. Kegiatan digelar di Kantor Bali Post, Rabu (17/10) kemarin. Menurut Corporate Communication Manager PT Multi Bintang Indonesia Tbk. Joana Loing didampingi Michael Bliss, Corporate Communication Officer, kegiatan ini untuk merayakan Oktoberfest. Perayaan ini dulunya berawal di Jerman. Merupakan festival duamingguan yang diadakan setiap tahun yang digelar di Munchen, Bayern, Jerman. Kegiatan umumnya dilakukan pada akhir September dan awal Oktober. Festival ini merupakan salah satu acara paling terkenal di kota ini dan juga merupakan festival terbesar di dunia dengan sekitar 6 juta pengunjung setiap tahunnya. Kota-kota lain di dunia juga mengadakan festivalfestival dengan menggunakan festival di München ini sebagai model. Bahkan, menggunakan nama Oktoberfest. Joana menjelaskan, MBI sudah ada sejak 1931. Di awal

MBI hadir dengan nama Javabeer. Pada tahun 1936, tempat kedudukan perusahaan dipindahkan dari Medan ke Surabaya dan Heineken menjadi pemegang saham terbesar perusahaan dan berubah nama menjadi N.V Heineken’s Nederlandsch-Indische Bierbrouweerijen Maatschappij. Lalu pada tahun 1951, Perusahaan kembali berubah nama menjadi Heineken’s Indonesische Bierbrouwerijen Maatschappij N.V. Sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan perusahaan, brewery kedua dibangun di Tangerang pada 1936. Di tahun yang sama, perusahaan berganti nama menjadi PT Perusahaan Bir Indonesia. Brewery kedua ini kemudian mulai beroperasi pada tahun 1973. Pada 1 Januari 1981, perusahaan mengambil alih PT Brasseries de l’Indonesia yang memproduksi bir dan minuman ringan di Medan. Untuk mencerminkan peningkatan usaha dan aktivitas akuisisi ini, sejak tanggal 2 September 1981, nama perusahaan menjadi PT Multi Bintang Indonesia dan tem-

pat kedudukan kemudian dipindahkan ke Jakarta. Perusahaan juga mencatatkan sahamnya di Bura Efek Indonesia (BEI). Pada tahun 1997, kegiatan produksi di Surabaya dipindahkan ke Sampang Agung, di mana dibangun fasilitas produksi baru. Di tahun 2010, Asia Pacific Breweries Limited (APB) dari Singapura mengakusisi saham mayoritas dari Heineken International B.V (HIBV) di perusahaan. Namun, pada September 2013, HIBV kembali menjadi pemegang saham utama Perseroan, ketika mengakusisi saham mayoritas perusahaan hingga saat ini. Dengan sejarah panjang di Indonesia, perusahaan pun identik dengan salah satu produk unggulan, yaitu Bir Bintang, sebuah merek ikonik dan telah dikenal luas di Indonesia. Multi Bintang juga memproduksi dan memasarkan merek bir premium internasional, Heineken®, kategori 0,0% alkohol, minuman bebas alkohol Bintang Zero dan Bintang Radler 0,0%, dan inovasi terbaru Bintang Radler,

Bali Post/eka

EDUKASI - Tim Multi Bintang Indonesia memberikan edukasi terkait penyajian dan pembuatan bir di Kantor Bali Post, Rabu (17/10) kemarin. kombinasi unik Bir Bintang dengan jus lemon alami yang memberikan kesegaran ganda, sekarang tersedia juga dalam varian berbeda, Bintang Radler Grapefruit dengan jus grapefruit alami, minuman fine soda, Fayrouz, minuman ringan Green Sands, dan merek cider nomor satu di dunia, Strongbow. Selain memproduksi bir, MBI juga melakukan kegiatan

sosial dengan bertumpu pada 6 pilar. Tujuannya untuk menjaga keberlangsungan lingkungan. Sementara itu, Deden Perdana, Draughtmaster dari PT Multi Bintang Indonesia Tbk, menjelaskan tentang cara produksi bir dan penyajiannya. “Ada empat bahan utama pembuatan bir, yakni air, ragi, bunga hops, dan barley (gandum),” jelasnya. (kmb18)


BADUNG

Kamis Umanis, 18 Oktober 2018

3

Bali Post/edi

BANDARA - Aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai.

Triwulan III 2018

Bandara Ngurah Rai Layani 4,6 Juta Wisman

Mangupura (Bali Post) Dari Januari hingga September 2018, sebanyak 4,6 juta wisatawan mancanegara (wisman) masuk melalui Bandara Ngurah Rai. Wisatawan asal Tiongkok masih mendominasi, jumlahnya 23,54 persen atau 1.101.721 orang. Disusul kemudian Australia sebanyak 884.062 orang atau 18,89 persen dan India sebanyak 268,112 orang

atau 5,73 persen. General Manager Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, Rabu (17/10) kemarin menyampaikan jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2017, tahun ini terjadi pertumbuhan sebanyak 251.639 orang atau 5,68 persen. Secara umum, angka wisa-

tawan dari 10 besar negara penyumbang pelancong mancanegara di Bali pada September tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan September tahun lalu. Kenaikannya sebesar 9,58 persen atau sejumlah 52.243 orang. Hanya tiga negara yang mengalami penurunan jumlah wisatawan, yaitu Korea Selatan, Jepang dan India. Kenaikan terbesar

disumbangkan Malaysia dengan kenaikan sebesar 22,78 persen atau sejumlah 3.461 orang. Mengekor di urutan kedua dan ketiga adalah Amerika Serikat dan Australia. Wisatawan asal Negeri Paman Sam naik sebanyak 3.030 orang atau naik 18,11 persen, sementara dari Australia kenaikannya 9.983 orang atau 9,61 persen. (kmb23)

Bapenda Incar Pajak Transaksi ”Online” Mangupura (Bali Post) –

Kepala Bapenda dan Pasedahan Agung Badung I Made Sutama mengaku terus berupaya meningkatkan pendapatan Badung dengan berinovasi. Selain menambah tapping box dan cash register online, pihaknya juga mengejar pendapatan dari transaksi online. ‘’Selama ini, banyak hotel yang memasarkan kamar lewat online system. Ini yang sedang kami cari formulanya agar bisa mengenakan pajak, karena tidak dimungkiri ini tinggi potensinya,’’ ungkap Made Sutama, Rabu (17/10) kemarin. Pihaknya telah berkon-

sultasi dengan pemerintah pusat, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) terkait aturan yang dapat menjerat pengusaha akomodasai untuk membayar pajak transaksi. ‘’Kami sudah terus berkoordinasi dengan pusat. Meski berkantor di luar negeri, tapi di Bali kan ada perwakilannya. Ini yang akan kami cari,’’ tegasnya. Dengan adanya program tersebut, birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini berharap pendapatan Badung dari sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR) khususnya hotel dapat ditingkatkan.

‘’Kami berharap dengan upaya ini dapat meningkatkan pendapatan sesuai harapan,’’ ungkapnya. Pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap penggunaan tapping box dan cash register online sehingga tidak ada upaya kecurangan dari pelaku usaha dengan memanipulasi data yang dilaporkan. ‘’Kami langsung datangi pemilik usaha selama dua atau tiga hari. Jadi, kami tidak percaya begitu saja laporan pihak pengusaha. Ketika berbeda dari data yang kami kantongi, akan dipertanyakan,’’ terangnya.

Dia mengakui, tidak sedikit hotel maupun restoran yang berupaya mengelabui petugas dengan memanipulasi data sehingga pajak yang disetorkan tidak sesuai dengan transaksi yang terjadi. ‘’Mereka menyetorkan PHR, kita terima. Tapi di-crosscheck lagi. Ketika ada selisih, mereka harus membayar kekurangan itu, sehingga timbullah piutang,’’ ujarnya. Seperti diketahui, target PAD Badung tahun ini kemungkinan besar tidak akan tercapai. Data terakhir dari Bapenda Badung, dari target pajak Rp 5,9 triliun lebih, baru terealisasi Rp 2,7 triliun atau masih kurang Rp 3,2 triliun lebih. Dengan sisa waktu yang hanya dua bulan, angka tersebut diperkirakan sangat sulit terealisasi. (kmb27)

Mangupura (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umun (KPU) Kabupaten Badung, Selasa (16/10), menerima ribuan kotak suara dari PT Intan Ustrix, Gresik, Jawa Timur. Kiriman paket pertama diangkut truk dengan dengan nomor polisi DK 8068 HR dari PT Berlian Anugrah Transportasi. Berdasarkan informasi, jumlahnya mencapai 2.900 kotak suara. Dengan begitu, masih terdapat kekurangan sekitar 3.966 kotak suara, karena sesuai kontrak kerja sama, seharusnya total kotak suara sebanyak 6.866 kotak. ‘’Rencananya, pengiriman tahap kedua akan datang besok (hari ini - red). Namun,

jumlah kotak suara pada pengiriman pertama se banyak 2.900 kotak suara,’’ ungkap Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta, Rabu (17/10) kemarin. Menurutnya, kotak suara disimpan di gudang KPU Badung. Pihaknya masih menunggu datangnya sisa kotak suara, sehingga baru dibuatkan surat terima. Kotak suara akan dipergunakan sebagai tempat logistik pemilu saat pencoblosan dan sebagai tempat penyimpanan hasil pemungutan suara. Sedangkan, seluruh kotak suara akan didistribusikan sesuai kebutuhan ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS).

‘’Adapun jumlah TPS pada pemilu 2019 nanti berjumlah 1.374 TPS,’’ ucapnya. Guna mempercepat program kerja, mengingat tahapan pemilu telah berjalan, pria yang akrab disapa Kayun ini menegaskan, segera melakukan audiensi dengan Pemkab Badung. ‘’Dalam waktu dekat tentunya kami akan melaksanakan audiensi dengan Pemda Badung dan juga jajaran camat serta Kepala Desa se-Badung dalam rangka menyongsong perhelatan pemilu 17 April 2019 mendatang. Hal ini sebagai wujud antisipasi awal dalam rangka perekrutan penyelenggara pemilu di tingkat TPS,’’ kata Kayun.

Kemudian terkait pola peningkatan partisipasi pemilih, menurut Kayun, akan tetap melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Pihaknya juga akan bersinergi dengan parpol dalam rangka membangun kesadaran politik dan mindset masyarakat. ‘’Berpolitik adalah sebuah kesadaran yang memiliki tujuan mulia yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu, sangat penting pertisipasi masyarakat untuk datang ke TPS, memilih pemimpin yang akan membuat kebijakan-kebijakan yang sejalan dengan kepentingan masyarakat,’’ tegasnya. (kmb27)

Tingginya target Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuat jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung putar otak. Di tengah target pendapatan yang terus meningkat, Bapenda dituntut berinovasi mencari sumber pendapatan atau ladang baru.

Bali Post/edi

WISATAWAN - Wisatawan mancanegara menikmati sunset sambil menyantap hidangan di restoran di Pantai Kedonganan, Rabu (17/10) kemarin. Guna mencapai target PAD, Bapenda Badung tengah mengincar pajak dari transaksi online akomodasi pariwisata.

Gudang Terbakar, Sejumlah Pemulung Panik Sejumlah pemulung yang tinggal di gudang rongsokan di Jalan Kalimutu, Denpasar Barat (Denbar), Rabu (17/10) kemarin, panik dan berusaha menyelamatkan diri. Pasalnya, tempat tinggal mereka dilalap di si jago merah, pukul 04.40 Wita. Gudang tersebut milik Hongking (46) yang beralamat di Jalan Bungtomo VIII, Denpasar. Kapolsek Denbar Kompol Adnan Pandibu mengatakan, beberapa saksi sudah dimintai keterangan. Seperti disampaikan Heel (42), pukul 04.30 Wita dia bangun hendak

berangkat mencari rongsokan. Tiba-tiba dia mendengar suara teriakan dari kamar rekan kerjanya, Iwan. “Saksi (Heel) melihat dari atas ruangan ada api. Dia langsung keluar menyelamatkan diri bersama istrinya. Api semakin membesar,” ungkapnya. Hal sama juga disampaikan Amirudin (37). Awalnya, Amirudin tidur dan tiba-tiba mendengar suara teriakan dari rekan kerjanya. Amirudin langsung keluar dari kamarnya dan melihat api membesar. Dia lalu menelepon majikannya.

Warga langsung menelepon Pemadam Kebakaran Denpasar. Beberapa menit kemudian, empat mobil pemadam tiba di TKP. Pukul 06.30 Wita, api berhasil dipadamkan. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sumber api diduga dari salah satu kamar tempat tinggal karyawan rongsokan, yaitu Iwan dan penyebabnya belum diketahui. Jumlah kerugian yang diderita oleh korban belum diketahui,” tandas mantan Kapolsek Denpasar Timur ini. (kmb36)

Ribuan Kotak Suara Tiba di Badung

Progres Penataan Pantai Jerman 76 Persen

Mangupura (Bali Post) Progres proyek penataan Pantai Jerman, Kecamatan Kuta sudah mencapai 76 persen. Pencapaian ini melampaui target awal yaitu 72 persen. Menurut Kepala Seksi Pemanfaatan Ruang Dinas PUPR Badung Adhi Mantra, Rabu (17/10) kemarin, proyek ini meliputi penataan dari selatan sampai utara sepanjang pantai tersebut. Lingkup pengerjaannya meliputi

penataan parkir, stand kuliner, open stage dan artshop. Proyek dengan nilai kontrak Rp 6,7 miliar ini merupakan proyek tahap I yang ditargetkan selesai pada 3 Desember mendatang. Pembuatan open stage atau panggung terbuka menjadi hal penting. Panggung terbuka ini akan dilengkapi ikon tulisan Pantai Jerman. Selain dijadikan tempat rekreasi, lokasi ini akan menjadi spot foto bagi pecinta

fotografi. Dia mengatakan, tahun depan rencananya akses dari pintu masuk hingga ke tempat parkir yang sedang dikerjakan sekarang, akan dipaving. Hal ini untuk memberikan kesan apik dan bersih. Sementara untuk mengakomodir aktivitas nelayan, pihaknya juga sudah menyiapkan tempat tambat perahu. Selain itu, balai kelompok nelayan setempat akan ditata. ‘’Un-

tuk balai kelompok nelayan di sana juga kami reposisi kembali. Kami akomodir semua balai kelompok nelayan itu. Kami tata ulang sehingga tak terlihat kumuh,’’ tegasnya. Untuk tempat parkir yang baru ini, diharapkan dapat menampung 50 mobil dan sekitar 70 lebih sepeda motor. Sementara untuk stand, disiapkan untuk semua pedagang yang sebelumnya berjualan di sana. (kmb23)

Bali Post/edi

AREAL PARKIR - Areal parkir di Pantai Jerman yang baru ditata.


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S

Jurusan Administrasi Niaga PNB Wedakarna Apresiasi Kehadiran Orang Kembali Gelar Bisnis Expo Ke-4 Terkaya di Cina Saat IMF-WB Summit

Senator Dukung Pendirian Jack Ma Institute of Entrepreneur

”JIKA ingin menjadi orang besar, bergaullah engkau dengan orang besar. Jika ingin menjadi orang hebat maka masuklah dalam komunitas yang hebat.’’ Demikian salah satu pesan Founding Father Indonesia Presiden Dr. Ir. Soekarno yang coba terus diteladani Senator DPD-RI termuda dari Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Di setiap kesempatan, jauh sebelum menjadi pejabat negara, melalui lembaga The Sukarno Center Tampaksiring, Shri Arya Wedakarna menjadi tokoh Bali yang dikenal banyak memiliki jaringan internasional termasuk pergaulan dengan tokoh dunia. Hal ini ia tunjukkan ketika menyambut kedatangan orang terkaya nomor 2 di Republik Rakyat Tiongkok (Cina) dan salah satu orang terkaya di dunia yakni Jack Ma (Founder Alibaba Group) yang hadir di IMF-World Bank Annual Meeting 2018 di Nusa Dua. Kehadiran Jack Ma di Bali bukan saja diapresiasi pemerintahan Joko Widodo, tetapi juga menjadi perhatian delegasi internasional. Pandangan akan pentingnya kehadiran Jack Ma di Indonesia disampaikan Senator Arya Wedakarna (AWK). ‘’Jack Ma telah diangkat menjadi Ketua Penasihat E-Commerce untuk Presiden Joko Widodo. Kehadiran Jack Ma membawa simbol kebangkitan Asia, hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok. Hanya di bawah Presiden Joko Widodo, Indonesia bisa begini. Saya sebagai wakil rakyat Bali sangat mengapresiasi,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan ide dan gagasan Jack Ma akan mendirikan Kampus Jack Ma Institute Of Entrepreneur di Indonesia, disambut baik Senator Arya Wedakarna. ‘’Saya mendukung ide beliau. Ini akan menjadi kebangkitan Indonesia di bidang e-commerce dan juga ilmu ekonomi Indonesia. Apa

SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyambut kedatangan Jack Ma (orang terkaya di Cina). pun untuk Jnana Yadnya akan First dan National Interest. Tidak kita dukung. Secara kultural ada ada kata lain selain bagaimana kedekatan Indonesia dan Cina memanfaatkan jaringan dunia dari sisi historis Siwa-Buddha. untuk kesejahteraan kaum MarIni akan mempermudah diplomasi haen. Jangan lupa, saat ini justru pendidikan dan kebudayaan. Ini negara luar yang perlu dengan juga mengingatkan peran Bung Indonesia. Indonesia salah satu Karno dalam poros Jakarta–Pe- negara dengan pengguna medsos king yang menginspirasi. Ini terbesar di dunia dan stabilitas revitalisasi hubungan Indone- keamanannya relatif terjaga. sia–Tiongkok,’’ ungkap Arya We- Jadi bukan Indonesia perlu asing dakarna. ya, kita balik pola pikirnya, jadi Ditanya tentang masa de- asing yang perlu Indonesia. Sifat pan hubungan ekonomi antara superior dan percaya diri ini yang Indonesia dan Cina, Senator harus ditanamkan dan dijaga Arya Wedakarna menyampai- oleh seluruh komponen bangsa. kan bahwa dalam politik bebas Apalagi orang Bali, saya minta aktif, Indonesia bebas bergaul tanamkan karakter bahwa orang dengan negara mana pun, selama Bali adalah First Class Citizen untuk kepentingan Indonesia. tidak saja di Indonesia tapi di du‘’Kita harus tiru bagaimana Bung nia, tentu first class karena karaKarno memainkan peran yang kter baik dan budaya Hindu yang baik dalam masa perjuangan. adihulung. Ini kita jaga dan This Bung Karno itu bersahabat den- Is Satyagraha,’’ ungkap Shri Arya gan Cina, Uni Soviet tetapi juga Wedakarna yang mantan Rektor dekat dengan Amerika Serikat. Universitas Mahendradatta Bali Prinsipnya adalah Indonesia ini. (ad713)

Tata Cara Penilaian Kesehatan Koperasi

Pengurus dan Pengawas Koperasi Wajib Paham Denpasar (Bali Post) Pengurus dan pengawas koperasi wajib paham tata cara penilaian kesehatan koperasi. Dengan demikian, diyakini jumlah koperasi berpredikat sehat akan meningkat. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Indra, S.E., M.M. menegaskan hal ini, usai membuka dan memberi arahan pada diklat penilaian kesehatan koperasi simpanpinjam dari Bali angkatan ke-4 tahun 2018, belum lama ini, di Denpasar. Diklat penilaian kesehatan koperasi diikuti 30 peserta dan berlangsung selama sekitar seminggu. Lanjut Indra, bila seluruh pengurus, pengawas, manajemen koperasi simpan-pinjam di Bali paham tata cara penilaian kesehatan usaha simpan-pinjam koperasi, maka diyakini jumlah koperasi berpredikat sehat akan meningkat. Selama ini diakui mayoritas skor penilaian koperasi simpan-pinjam di Bali dengan predikat cukup sehat. Dengan mendapatkan predikat sehat dan cukup sehat tentu akan meningkatkan kepercayaan anggota koperasi maupun pihak ketiga yang mengadakan kerja sama dengan koperasi. Misalnya lembaga keuangan, bank dan nonbank, pihak distributor maupun mitra bisnis lainnya. Ia berharap seluruh pengurus, pengawas dan manajemen koperasi di Bali paham tata cara penilaian kesehatan koperasi. Hal ini penting karena dengan penilaian kesehatan sendiri akan meningkatkan tata kelola dan penerapan prinsip kehatihatian. ‘’Mereka akan paham rasio mana yang harus diperhatikan atau diperbaiki ke depan,’’ ujarnya. Selain itu maka akan semakin banyak koperasi di Bali memiliki tata kelola yang baik. Saat ini sudah semakin banyak pengawas koperasi simpan-pinjam, di mana dalam laporan hasil pemeriksaan pengawas per posisi 31 Desember juga melampirkan hasil penilaian kesehatan versi pengawas. Hal ini ditemui dalam laporan pertang-

gungjawaban pengurus, pengawas di koperasi kredit dan koperasi skala besar. Di samping soal penilaian, Indra juga meminta pengurus koperasi tertib sampaikan laporan ke Dinas Koperasi dan UKM, khususnya koperasi binaan kabupaten/kota. Dengan laporan yang tersaji secara rutin, tertib, valid dan up to date maka pemerintah lebih mudah dan tepat mengambil kebijakan pemberdayaan koperasi sesuai kebutuhan dan skala koperasi yang ada. Menurut Indra, koperasi binaan kabupaten/kota masih perlu lebih dimotivasi lagi akan kewajibannya tersebut. Penegasan ini disampaikannya usai memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Data yang dihadiri Kabag Data, Biro Perencanaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, belum lama ini di Pusat Layanan Usaha Terpadu (Plut) Provinsi Bali, Denpasar. Indra juga menyampaikan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali menyajikan ekspos data koperasi setiap triwulan ke publik. Dengan menyampaikan data setiap triwulan, maka akan diketahui tingkat perkembangan koperasi, baik dari jumlah koperasi, jumlah anggota, modal sendiri, modal luar, jumlah karyawan, jumlah manajer, modal sendiri, modal luar, aset, volume usaha dan sisa hasil usaha (SHU). Untuk itu Dinas Koperasi dan UKM Provinsi dan kabupaten/kota harus memotivasi dan mengingatkan koperasi binaannya agar tertib melaporkan perkembangan koperasi ke dinas. ‘’Saat ini khusus koperasi binaan provinsi yang lebih tertib menyampaikan laporan. Sedangkan untuk koperasi binaan kabupaten/kota masih perlu lebih dimotivasi akan kewajiban tersebut,’’ ujarnya. Ia meminta para numerator data di Dinas Koperasi dan UKM kabupaten/kota dengan dukungan 32 Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) agar selalu turun ke lapangan untuk meng-input data. (kmb42)

B R A N D I N G D I S I N I

Kamis Umanis, 18 Oktober 2018

JURUSAN Administrasi Niaga (AN) Politeknik Negeri Bali (PNB) kembali menggelar Bisnis Expo ke-4, Senin (15/10). Bertempat di Gedung Widya Padma kampus setempat, bisnis expo ini bertujuan meningkatkan jiwa kewirausahaan dari mahasiswa. Menurut Ketua Panitia Anak Agung Ayu Mirah Kencanawati, S.E., M.M., kegiatan ini mengambil tema ‘’Green Entrepreneurship for Better Tomorrow’’ dan diikuti 225 mahasiswa dengan rincian 24 tenan atau kelompok yang terdiri dari masing-masing kelompok 9 orang mahasiswa. Dijelaskannya, beragam jenis usaha diciptakan mahasiswa PNB seperti produk makanan dan minuman, fashion, tas, pernak-pernik dan usaha jasa. ‘’Mahasiswa yang ikut kegiatan ini merupakan mahasiswa semester V Administrasi Bisnis dan semester VII Administrasi Bisnis Internasional,’’ kata Mirah. Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.Ecom. yang membuka kegiatan tersebut sangat mengapresiasi Bisnis Expo ini. Karena kegiatan ini sebagai upaya memperkuat jiwa wirausaha mahasiswa di tengah era industri 4.0. ‘’Tidak hanya itu, mereka juga kami harapkan ke depan menjadi agen perubahan pencetak lapangan kerja, bukan pencari kerja,’’ pungkasnya. Sementara itu, Ketua Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bali Drs. Ketut Pasek, M.Ab. mengatakan, bisnis expo ini digelar untuk melengkapi ilmu kewirausahaan

BISNIS EXPO - Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.Ecom. memotong pita saat membuka kegiatan Bisnis Expo ke-4 Jurusan Administrasi Niaga (AN) Politeknik Negeri Bali, Senin (15/10). secara teori yang telah didapatkan di bangku kuliah. Dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan terjadi perubahan pola pikir dari yang sebelumnya hanya ingin menjadi pegawai dan kini berani menggeluti dunia wirausaha. ‘’Selain bisa menciptakan produk para peserta juga dibimbing bisa mengelola bisnis secara profesional. Kecakapan mereka dalam manajemen bisnis ini akan dinilai dari berbagai lomba seperti best tenant, best produc, best marketing, best customer handling, inovasi dan administrasi bisnis get talent,’’ ujarnya. Adapun juara pada kegiatan lomba Business Expo 2018 untuk The Best Stand diraih Stan Mai Laku dengan nilai 78,75. Untuk The Best Customer Handling di-

raih Nimnom Paon dengan nilai 85,83. Untuk kategori The Best Marketing Campaign diraih oleh Ecoriginal dengan nilai 81,75. Untuk kategori The Best Product Innovation diraih Dapoer Missqueen dengan nilai 90,3. Sementara untuk The Best Groow diraih oleh @putu_ anugerah_ dengan jumlah like 259. Untuk lomba Business Administration Got Talent, juara I kelas IC Prodi AB, juara II kelas 1E Prodi MBI dan juara III kelas 1D Prodi MBI. Sedangkan untuk The Best Sales With TCash, juara I diraih oleh Dapoer Missquee dengan omzet Rp 3.575.000. Untuk juara II diraih oleh Ecoriginal dengan omzet Rp 3.139.500, dan juara III diraih oleh Semeton Kreatif dengan omzet Rp 2.236.500. (ad716)

Menteri Agama RI Mengisi Studium General di STAHN Gde Pudja Mataram MENTERI Agama Republik Indonesia (RI) Lukman Hakim Saifuddin memberikan kuliah umum pada kegiatan Studium General di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Gde Pudja Mataram, di Aula STAHN Gde Pudja, Rabu (17/10) kemarin. Stadium General itu mengangkat tema ‘’Peranan perguruan tinggi agama dalam merevitalisasi nilai-nilai kebangsaan dan menangkal radikalisme’’. Kegiatan Studium General dihadiri oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Ketua STAHN Gde Pudja Mataram, Rektor UIN Mataram, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB beserta jajarannya, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) NTB, Wakil Ketua I, II, dan III STAHN Gde Pudja, Direktur Pascasarjana STAHN Gde Pudja, Civitas Akademik STAHN, tamu undangan lainnya, dan mahasiswa STAHN Gde Pudja. Ketua STAHN Gde Pudja, Dr. I Nyoman Wijana, S.Sos., M.Si., M.Pd., dalam sambutannya mengatakan, STAHN Gde Pudja berdiri sejak tahun 2001. STAHN Gde Pudja terus berbenah diri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam bidang akademik mencoba mengembangkan paradigma ilmu pengetahuan dengan menggabungkan ilmu agama dan sekuler. ‘’Terbukti pendaftar mahasiswa baru meningkat drastis sampai 100 persen. Ini untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas,’’ kata Nyoman Wijana. Ia mengatakan, Menteri Agama sudah merestui peningkatan STAHN menjadi institut. Kehadiran Menteri Agama ke STAHN, menurut Nyoman, menjadi anugerah bagi pihaknya. Kehadiran menteri baginya adalah sejarah pengembangan

BERSAMA - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin (pakai peci) berfoto bersama Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya (keempat dari kanan), Ketua STAHN Gde Pudja I Nyoman Wijana (ketiga dari kanan) serta pejabat di STAHN Gde Pudja seusai mengisi Studium General, Rabu (17/10) kemarin. reputasi kampus selanjutnya. ‘’Kehadiran Pak Menteri di kampus kami yang memiliki motto ‘Building Excellent Character’ ini akan membesarkan kami untuk berkontribusi lebih banyak untuk pembangunan daerah dan pembangunan bangsa,’’ ujarnya. Lukman Hakim Saifuddin dalam Studium General berharap agar tidak lama lagi STAHN Gde Pudja menjadi institut. Menurutnya, perubahan atau peralihan status tidak hanya semata sebagai pengakuan dari negara, tidak kalah pentingya adalah wujud tanggung jawab bersama. ‘’Artinya tanggung jawab semakin besar mendidik umat beragama khususnya Hindu dan seluruh umat beragama agar semakin memegang nilai-nilai agama dalam kehidupan kemasyarakatan,’’ kata Lukman. Berkaitan dengan tema dalam Studium General, Lukman mengatakan, ada tiga kata kunci yaitu pertama, eksistensi STAHN Gde Pudja sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan, kedua bagaimana lembaga

pendidikan tinggi keagamaan mampu merevitalisasi nilai-nilai kebangsaan. Ketiga, upaya merevitalisasi nilai kebangsaan itu dengan lebih spesifik ditujukan menangkal praktik radikalisme. ‘’Bahwa bicara kebangsaan itu hakikatnya dalam konteks Indonesia. Kita adalah negara yang meletakkan agama pada posisi yang begitu sentral, begitu pentingnya,’’ katanya. Lukman menekankan, peranan utama lembaga pendidikan tinggi agama untuk mencerahkan umat beragama agar tidak hanya sebatas berhenti pada sisi luar. Namun harus masuk ke nilai substansi agama. ‘’Sebaik-baiknya manusia, kualitas keagamaanya dinilai dari seberapa besar dia menebar dharma, menebarkan kebajikan,’’ ujar Lukman. Dirjen Bimas Hindu Prof. Drs. I Ketut Widnya, M.A., M.Phil., Ph.D. dalam sambutannya berharap kehadiran Menteri Agama mampu menguatkan kepercayaan masyarakat Hindu untuk berkuliah di STAHN Gde Pudja. (ad721)

Sertifikat Prima Tiga Dinas Ketahanan Pangan

Dorong Petani Bali Hasilkan Produk Aman

DIKLAT - Suasana diklat penilaian kesehatan koperasi simpan-pinjam dari Bali angkatan ke-4 tahun 2018.

Mangupura (Bali Post) Sertifikat Prima Tiga yang diluncurkan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali sejak tahun 2017 mendorong petani menghasilkan produk yang aman, sehingga dengan demikian produk yang dihasilkan petani lebih berkualitas dan bisa diterima pasar, terutama pasar hotel. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali Wayan Mardiana mengatakan, tahun 2018 ia menargetkan delapan petani mendapatkan sertifikat prima tiga. Namun nyatanya lebih dari delapan petani. Hal itu berarti semakin banyak petani Bali yang menghasilkan produk pertanian berkualitas. Ada beberapa produk yang disertifikasi Prima Tiga yaitu jambu kristal, jeruk, salak gula

pasir, nanas, paprika, strawberry, bawang. ‘’Sudah ada lebih 10 karena ada beberapa petani padi yang juga sudah banyak mendapat Sertifikat Prima Tiga,’’ ujarnya. Sertifikat Prima Tiga diberikan per petani per komoditi, yaitu produk pertanian segar asal prima. Dengan memiliki Sertifikat Prima Tiga, produk pertanian bisa lebih mudah untuk pasar hotel dan ekspor ke luar Bali. ‘’Manfaat memiliki sertifikat ini adalah petani akan menghasilkan produk yang berkualitas yang baik, aman, bebas dari cemaran pestisida, bisa memasarkan produknya ke luar daerah, dan ekspansi untuk pengembangan usahanya. Hotel juga minta sertifikat itu,’’ jelasnya.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Syarat untuk mendapatkan Sertifikat Prima Tiga adalah aman dari pestisida, proses budi daya yang ramah lingkungan, penanganan pascapanen yang tidak menimbulkan pencemaran baik pestisida maupun zat kimia yang lain. ‘’Zat kimianya jangan sampai di atas ambang batas,’’ ujarnya. Untuk menilai produk pertanian tersebut, ia memiliki beberapa auditor. Beberapa tahapan yang harus dilalui yaitu lulus dari pestisida, bakteri. Selain itu ada komisi teknis yang merekomendasikan produk petani tersebut, baru kemudian Sertifikat Prima Tiga dikeluarkan. Sertifikat ini berlaku tiga tahun untuk buah dan sayur, serta lima tahun untuk produk pertanian lainnya. (kmb42)


Kamis Umanis, 18 Oktober 2018

DAERAH

5

Kapolresta Denpasar yang Baru Diharapkan Tuntaskan Kasus Kriminal Menonjol Denpasar (Bali Post) AKBP Ruddi Setiawan dipercaya sebagai Kapolresta Denpasar. Ada banyak kasus menonjol yang belum terungkap, dari kasus perampokan ATM hingga pembunuhan. Untuk itu, Ruddi Setiawan yang telah berpengalaman di Ditreskrimsus Polda Bali diharapkan menuntaskan kasus-kasus kriminal menonjol yang belum tuntas hingga kini.

PERLINDUNGAN HUKUM - Ni Luh Ervyna Rosanthy selaku korban sekaligus istri tua Budi Awe memegang surat permohonan perlindungan hukum.

Suami Disidang Gara-gara Nikah Tanpa Izin

Dituntut Rendah, Istri Pertama Mengadu ke MA

Denpasar (Bali Post) Raut kecewa tampak terlihat di wajah Ni Luh Ervyna Rosanthy. Setelah suaminya, I Wayan Budi Awe (40), menikahi Ni Ketut Rai Rubudiari tanpa izinnya, Ervyna Rosanthy juga diusir dari rumahnya. Yang membuat dia tambah kecewa, dalam sidang pengadilan yang menempatkan suaminya sebagai terdakwa kasus menikah lagi tanpa izin istri, JPU Ni Luh Oka Ariani Adikarini menuntut terdakwa Wayan Budi Awe dan wanita yang dinikahinya tanpa izin hanya dituntut dua bulan. Ervyna Rosanthy makin meradang dan bertekad mengadu ke MA. Atas kondisi itu, Ni Luh Ervyna Rosanthy, Selasa (16/10) memohon pada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini supaya terdakwa diberikan hukuman yang setimpal sesuai aturan hukum yang berlaku. ‘’Karena saya sebagai istrinya sekaligus sebagai korban merasa belum mendapatkan keadilan sebagaimana yang saya cari. Kami mohon kiranya majelis hakim memberikan hukuman yang adil untuk terdakwa,’’ jelas Ni Luh Ervyna Rosanthy. Atas ketidakadilan yang didapat, karena para terdakwa dituntut dua bulan, korban juga memohon Ketua Badan Pengawas Mahkamah Agung memberi atensi kasus tersebut pada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini. Dalam sidang pimpinan majelis hakim IGN Putra Atmaja, JPU mengatakan Budi Awe mengetahui dirinya masih terikat perkawinan dengan korban, namun nekat melangsungkan pernikahan dengan Rubudiari. Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 279 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan terdakwa Rubudiari diancam Pasal 279 ayat (1) ke-2 KUHP. Ancaman maksimal dalam pasal tersebut yakni lima tahun penjara. Selaku korban, Ni Luh Ervyna Rosanthy menyayangkan tuntutan ringan dimaksud. Apalagi dalam beberapa pertimbangan memberatkan disebut bahwa terdakwa terbukti melanggar Pasal 279 KUHP, sedangkan meringankan terdakwa hanya bersikap sopan. ‘’Lebih-lebih terdakwa hanya menjalani penahanan rumah sampai saat ini sejak empat bulan. Sehingga saya berprasangka atau memprediksi jika majelis hakim memutus sesuai tuntutan jaksa, maka terdakwa tidak akan perlu menjalani masa penahanannya,’’ sesal Ni Luh Ervyna Rosanthy, kemarin. Karena terdakwa dituntut dua bulan, sementara menurut Pasal 279 KUHP ancaman hukuman bagi orang yang melakukan perkawinan tanpa izin diancam dengan pidana lima tahun. Karena itu, korban memohon perlindungan hukum ke MA yang ditembuskan ke Ketua KY, Kejaksaan Agung, Kapolri, Kabareskrim, Kejaksaan Tinggi dan PN Denpasar. (kmb37)

Sakit Hati Tanpa Alasan Jelas

Pemuda NTT Nekat Aniaya Tetangga

Denpasar (Bali Post) Seorang pemuda asal NTT berinisial Sd (35) ditangkap anggota Polsek Denpasar Timur (Dentim), Senin (15/10) lalu. Pasalnya, Sd menganiaya tetangganya, Erlan Batubara (50), hingga babak belur dan memecahkan kaca jendela mes di Jalan Pantai Padanggalak, Denpasar. Kanitreskrim Polsek Dentim Iptu Ario Seno Wimoko saat dikonfirmasi Rabu (17/10) kemarin, mengatakan pelaku sudah ditangkap pascakejadian. Saat diinterogasi, pelaku mengaku perbuatannya telah menganiaya korban dan melakukan perusakan tersebut. ‘’Setelah korban melaporkan kasus ini, kami langsung menangkap pelaku,’’ kata mantan Kanitreskrim Polsek Kuta ini. Iptu Ario Seno menyampaikan, penganiayaan disertai perusakan dilakukan pelaku karena sakit hati. Menurutnya, pelaku mengakui ada masalah dengan korban, tetapi tidak dijelaskan detail masalah tersebut. Sementara penjelasan korban saat diperiksa, penganiayaan itu terjadi pada Senin pukul 11.30 Wita. Tanpa alasan yang jelas, pelaku datang ke TKP langsung marah-marah dan menghajar korban. Selain itu, pelaku juga memecahkan kaca mes. Padahal sebelumnya mereka rukun-rukun saja. Pelaku sampai seperti itu diduga ada yang menghasut. (kmb36)

Kasus kriminal tersebut seperti perampokan yang terjadi di ATM CIMB Niaga di Supermarket Nirmala, Balangan, Kutsel dan ATM Maybank di Toko Surfer Paradise Jalan Bypass Ngurah Rai, Kedonganan, Kuta, Badung. Selain itu ada kasus yang menjadi sorotan publik nasional dan internasional yaitu tewasnya Richardson Stephen James di rumah kontrakannya di Jalan Danau Poso nomor 19B, Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Sementara pembunuhan Yuniati (24) di Jalan Kutat Lestari, Denpasar Selatan, juga masih misterius. Termasuk pembunuhan terjadi kebun jagung di Jalan Sedap Malam Gang Tunjung Biru IV, Denpasar Timur (Dentim), Lailatil Nadiroh (44). ‘’Kami optimis akan terungkap. Pe-

nyelidikan masih berlangsung karena diperlukan pengumpulan alat bukti dan barang bukti lainnya untuk bisa mengungkap siapa pelakunya,’’ tegas Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan, Rabu (17/10) kemarin. Menyikapi hal tersebut, akademisi Prof. Dr. Rai Setiabudhi, S.H., M.H. mengatakan yang jelas kepolisian pasti berusaha keras dengan segala daya upaya untuk mengungkap dan menangkap pelaku setiap kasus pidana yang terjadi di wilayah hukumnya. Meski demikian, seringkali terjadi hampir setiap kasus pada umumnya sulit untuk diungkap tergantung dari kelihaian dari si pelaku sehingga mencari bukti sangat sulit. ‘’Karena mengungkap kasus dan men-

emukan alat bukti merupakan hal paling penting. Di sinilah kadangkadang menjadi kendala dari pihak kepolisian,’’ ungkapnya. Di samping itu, sebagai negara hukum harus menjunjung tinggi bukan saja rule of law, tetapi juga nilai-nilai dan hak-hak asasi manusia inklusif dengan asas presumption of innocence. ‘’Terkait dengan tidak terungkapnya beberapa kasus di wilayah hukum Polresta Denpasar, saya yakin karena sulitnya untuk menemukan alat bukti hukum yang meyakinkan untuk dapat mengungkap kebenaran dari suatu peristiwa,’’ ungkap Prof. Rai, yang juga menjadi pengurus Forum Penanggulangan Teroris Provinsi Bali ini. Walau demikian, ia berharap agar polisi tetap berusaha menangkap pelakunya. Dalam hal ini diharapkan juga peran serta masyarakat bila ada yang mengetahui informasi terkait kasus yang belum terungkap untuk segera lapor ke polisi. ‘’Denpasar dan Badung adalah kota yang perkembangannya pesat, begitu

juga kejahatannya semakin bertambah setiap tahun. Maka tantangannya akan bertambah juga. Salah satu tantangannya adalah menyelesaikan kasus yang lama dan memberikan kepastian hukum. Walaupun banyak kasus belum terungkap, perlu diapresiasi kinerja Kombes Pol. Hadi Purnomo,’’ ujar praktisi hukum I Made Somya Putra, S.H., M.H. Terhadap Kapolresta yang baru AKBP Ruddi Setiawan, menurut Somya, dengan pengalaman di Ditreskrimsus Polda Bali, tidak menjadi rintangan berarti, baik menangani kasus begal, narkoba, dan premanisme. Kasus yang mangkrak wajib diberikan kepastian hukumnya. Merupakan prestasi bagi Kapolresta yang baru jika mampu mengungkap kasus-kasus yang selama ini masih berjalan atau mangkrak. ‘’Saya sarankan audit kasus yang ada, lalu temukan sumbatannya. Apalagi Denpasar dan Badung adalah corong implementasi hukum dan keamanan di Bali sebagai sentra pariwisata serta kehidupan masyarakat Bali,’’ ucap Somya. (kmb36)

Bayar Pakai Upal, Makelar Motor Ditangkap

Bali Post/udi

UPAL - Dua pelaku pengedar uang palsu (upal) diamankan di Polres Banyuwangi, Rabu (17/10) kemarin.

Bermodal Kemenyan, Dukun Palsu Tipu Korbannya Rp 755 Juta Banyuwangi (Bali Post) Praktik dukun palsu muncul lagi di Banyuwangi. Kali ini menimpa Siti Mujayanah (40), warga Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Korban mengalami kerugian hingga Rp 755 juta. Tergiur menyan sakti dari Arab. Pelakunya, Edi Siswanto alias Raden Selarong (40), warga Probolinggo, Jawa Timur. Dalam menjalankan aksinya, pelaku berpurapura memiliki kemenyan bilkis. Mampu mendatangkan kekayaan, mengusir pengaruh jahat. Ternyata, kemenyan bilkis itu palsu. Perkenalan pelaku dan korban berawal dari kedatangannya ke rumah bos korban, Joean, di Bangorejo, Banyuwangi. Kala itu pelaku menawarkan kemenyan bilkis. Tujuannya, menghilangkan pengaruh negatif dan menarik benda-benda gaib di gudang milik Joean. Rayuan pelaku menggiurkan hati korban. ‘’Perkenalan ini terjadi 15 Agustus lalu. Korban akhirnya bersedia membeli kemenyan bilkis tersebut,’’ kata Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman, Rabu (17/10) kemarin. Awalnya, pelaku menawarkan kemenyan bilkis seberat 1,3 kilogram. Harganya Rp 685.000 per gram. ‘’Pelaku memberikan gratis 3 ons kemenyan,’’ lanjut Kapolres. Saking tergiurnya, korban nekat menggadaikan sertifikat tanah. Selanjutnya, korban mentransfer uang ke pelaku secara bertahap. Transfer awal senilai Rp 364 juta. Lalu dilu-

nasi di Surabaya sebesar Rp 308 juta. ‘’Saat penyerahan pelunasan ada saksi,’’ lanjut Kapolres. Usai pelunasan, tersangka datang ke rumah korban. Membawa kemenyan bilkis. Anehnya, kemenyan tersebut tak langsung diserahkan. Dalihnya, harus diberikan doa-doa. Kemudian, pelaku menyuruh korban menyebar garam ke sekitar rumah, pintu rumah tak boleh dikunci. Pelaku meminta istirahat. Korban terkejut ketika pagi hari, pelaku menghilang. Ternyata kabur. Yang aneh, saat korban menghubungi pelaku, pelaku berdalih sedang di alam gaib. ‘’Katanya Bunda Ratu marah lantaran kemenyan bilkis dijual,’’ terang Kapolres. Janggalnya lagi, pelaku meminta kembali uang untuk melunasi pembayaran 3 ons kemenyan bilkis. Setelah itu, pelaku menghilang, tak bisa dihubungi. Merasa dibohongi, korban melapor ke Polres. Polisi langsung bergerak cepat. Dalam hitungan hari, pelaku berhasil dibekuk. ‘’Dalam aksinya, pelaku berdalih tinggal di Kaltim. Padahal, di Probolinggo,’’ imbuh Kapolres. Uang hasil penipuan itu dibagi pelaku bersama dua temannya, IS dan SA. Keduanya masih buron. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. ‘’Kami masih mengembangkan kasus ini, kemungkinan ada korban tambahan,’’ pungkas Kapolres. (udi)

Banyuwangi (Bali Post) Jaringan pengendar uang palsu (upal) berhasil dibongkar jajaran Polsek Srono, Banyuwangi. Dua pelaku ditangkap. Satu di antaranya oknum makelar jual-beli sepeda motor. Dalihnya, pelaku kepepet biaya hidup. Dari tangannya diamankan barang bukti 18 lembar upal pecahan Rp 100.000. Dua pelaku masing-masing M. Kholik, (43), warga Dusun Karangsari Desa Kedaleman Kecamatan Rogojampi, dan Qoribul Mujib, (38), warga Dusun Kebalen Kidul Desa Lemahbang Dewo Kecamatan Rogojampi. Terbongkarnya kasus ini berawal dari transaksi jualbeli motor yang dilakukan Kholik dengan Irham Fauzi (50), warga Dusun Kertosono Desa Parijatah Kulon Kecamatan Srono, Senin (15/10) siang. Irham membeli sepeda motor Honda Supra bekas senilai Rp 6,5 juta. Transaksi di rumah Irham. Setelah sepakat, uang dibayarkan. Lalu, Kholik diantar pulang, turun di lapangan Lukjak, Rogojampi. Kholik kemudian menemui Holisah (38), pemilik motor. Termasuk menyerahkan uang senilai Rp 6,4 juta. Usai menerima uang, wanita asal Jember tersebut bergegas ke toko emas. Betapa kagetnya, ternyata di antara uang Rp 6,4 juta dari Kholik, terdapat 18 lembar upal. Wanita ini langsung mencari Kholik. Bukannya mengaku, Kholik justru menuduh Irham yang menyelipkan upal. Merasa terpojok, Irham memilih melapor ke Polsek Srono. Berbekal laporan ini, polisi melakukan penyelidikan. Hasilnya, Kholik akhirnya mengaku. Dia yang menyelipkan upal. ‘’Awalnya, pelaku tak mengakui perbuatannya. Setelah kita tunjukkan bukti-bukti, dia baru mengaku,’’ kata Kapolsek Srono AKP Mulyono, Rabu (17/10) kemarin. Karena cukup bukti, penyidik langsung menetapkan Kholik sebagai tersangka. Langsung dijebloskan ke tahanan. Tak ingin mendekam sendirian, Kholik buka mulut. Dia mengaku mendapat pasokan upal dari Qoribul Mujib. Polisi memburu pria ini. Di rumah pelaku, polisi menemukan empat lembar upal pecahan Rp 100.000. ‘’Pelaku ikut kita amankan ke Polsek, bersama barang bukti,’’ jelas Kapolsek. Kepada penyidik, Mujib mengaku mendapatkan upal dari seseorang di Jember. Kapolsek menambahkan, kedua pelaku dijerat Pasal 245 KUHP. ‘’Kami masih memburu jaringan ini,’’ pungkasnya. (udi)


OPINI

6

Kamis Umanis, 18 Oktober 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menumbuhkan Kecintaan terhadap Bahasa Bali UPAYA pelestarian aksara serta bahasa Bali memang sudah sejak lama disuarakan. Beberapa pelaku serta pemerhati sudah sering menyuarakan kegalauan mereka tentang warisan nenek moyang ini. Betapa tidak, di tengah kemajuan zaman, apalagi Bali dengan kehidupan pariwisatanya yang sangat intens dengan pergaulan internasional, aksara dan bahasa Bali ditakutkan akan tinggal kenangan. Apalagi anak mudanya sekarang, dijumpai sudah sangat jarang berbahasa Bali di forum resmi. Bahasa pergaulannya pun tidak murni lagi bahasa Bali dengan dialek khas daerah masing-masing, tetapi sudah bercampur dengan bahasa Indonesia dan bahkan bahasa asing terutma Inggris. Di satu sisi, fenomena ini sebagian melihatnya sebagai suatu keniscayaan, mesti ada akulturasi yang tidak bisa dihindarkan. Tetapi di sisi lain, sama dengan penjelasan di atas, kekhawatiran dan bahkan ketakutan bahwa aksara Bali serta bahasa Bali akan punah. Kemudian, angin segar diembuskan Gubernur Bali Wayan Koster lewat Peraturan Gubernur yang pada intinya ingin melestarikan aksara dan bahasa Bali. Beberapa nama tempat dan kantor pun menggunakan aksara Bali. Satu contoh, Bandara Internasional Ngurah Rai. Tidak sebatas aksara dan bahasa Bali, setiap Kamis pun para pegawai, tidak hanya pemerintah tetapi juga swasta diharapkan untuk berbusana adat Bali. Terkecuali memang mereka yang tugasnya mengharuskan pakai pakaian di luar itu, bolehboleh saja. Juga mereka yang dengan alasan agama, juga boleh tidak mamakai busana adat Bali. Ketentuan ini tidak hanya adat Bali, kalau ingin memakai busana adat Nusantara, juga disilakan. Jadi agak melebar, tidak hanya fokus kepada Bali, tetapi juga diselipkan upaya untuk menumbuhkembangkan kecintaan pada Tanah Air, Nusantara. Generasi muda Bali pun menyikapinya dengan beraneka ragam. Lewat kemajuan teknologi komunikasi massa atau media sosial, mereka mewujudkan kreativitas kecintaan ini dengan berbagai cara. Mulai dari membuat status, foto, komentar, video, serta film pendek. Berbagai profesi pun ikut nimbrung. Pegawai negeri, swasta, dokter, seniman, pelukis, pelawak dan sebagainya. mereka berusaha mengeksplorasi aksara serta bahasa Bali sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Kalau mengekspos lewat media sosial, tentu ada rambu-rambu. Kepantasan yang dibentengi oleh norma sosial serta agama. Juga ada sisi yurisdiksi UU ITE. Jadi, banyak rambu serta wanti-wanti. Ujaran-ujaran kasar, porno dan sebagainya, tentu akan dinilai sendiri oleh para warganet. Ini akan dievaluasi sendiri. Tidak hanya si pembuat sendiri atau penikmat media sosial lainnya.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Nama Bualu ’’Tenggelam’’ Sebutan Bualu sejak sekitar tahun 2000 hingga kini makin tenggelam. Nama Bualu makin jarang didengar, ditenggelamkan oleh sebutan Nusa Dua. Nusa Dua adalah kawasan destinasi pariwisata yang ada di Badung. Bualu dulu berbeda dengan sekarang. Kini, warga Bualu banyak yang kaya. Dulu rumahnya sangat sederhana tapi kini bagus dan berukir. Jika kita selidiki secara akal sehat sebutan Nusa Dua adalah ada dua buah pulau kecil berbatu karang dan tanpa penghuni satu orang pun. Di sana ada pura. Pulau yang sebelah selatan ada pura namanya Pura Bias Tugel dan yang di utara namanya Pura Nusa Dharma. Kedua pulau kecil ini berlokasi di sebelah timur Desa Bualu, Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung bagian selatan. Dahulu sebelum semaraknya dibangun hotel nama Bualu lebih dikenal dibandingkan Nusa Dua. Tetapi saat ini terbalik. W. Beratha Yasa Kapal, Badung

Apresiasi kepada Semua Pihak Perhelatan internasional IMF-WB 2018 yang baru saja selesai digelar di Nusa Dua, telah berjalan lancar dan sukses. Hal ini tidak lepas dari dukungan semua pihak yang telah bekerja keras dan smart, sehingga seluruh delegasi puas dan banyak memberi dampak positif bagi pariwisata Bali. Dunia internasional tidak lagi ragu untuk mengadakan berbagai event internasional di Pulau Dewata. Mereka telah yakin dengan tingkat keamanan, kenyamanan pelayanan pariwisata, pelayanan publik, transportasi udara, masyarakat yang ramah terhadap para wisatawan, serta alam (DTW) yang indah dan memesona. Kami selaku warga Bali menyampaikan terima kasih (matur suksma) dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat, pemerintah pusat, Pemprov Bali, Pemkab Badung, TNI, Polri, seluruh hotel stafs & manajemen dan seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah menyukseskan event internasional ini. Kami bangga menjadi warga Bali. Adrid Indaryanto Jl. Tukad Pancoran 2, Denpasar

Bahasa Lawak (Bali) Jangan Kasar Di tengah iklim kehidupan sosial yang semakin kompetitif dan di tengah permukiman semakin sesak padat, terutama di perkotaan, hiburan merupakan bagian penting bagi masyarakat. Kehidupan yang dijejali dengan perangkat internet, gawai (gadget), sampai dengan tayangan menyeramkan dari televisi, belum tentu juga mampu memberikan keringanan kehidupan sosial. Maka, hiburan yang paling penting untuk diperhatikan adalah dunia lawak, lelucon yang dapat mengurangi stres masyarakat. Lawak mengoyak ketegangan yang menempel di otak dan psikologis orang untuk seterusnya mampu memberikan celah untuk berpikir secara lebih nyaman. Lawak menjadi demikian penting dalam perubahan sosial yang semakin cepat. Sampai saat ini, lawak tidak dapat “direkayasa” melalui kecerdasan sosial. Ia muncul spontan dan hal itulah yang menjadi rekaman manusia sehingga dapat disaksikan berulang-ulang.

Oleh I Nyoman Nala

P

ada titik itulah, kini sangat dipentingkan perkembangan dunia lawak di Bali. Kini, jelas pulau ini bukanlah era ketika sepeda dan dokar masih menghiasi jalan raya. Bukan pula ketika di Pantai Kuta kita bebas keluar-masuk dengan pandangan leluasa, juga bukan manakala harga satu butir kelapa setara dengan satu kilogram beras Bali. Kini, Bali adalah pulau dengan pantai yang berjejalan dengan hotel yang entah siapa yang punya, ketika masyarakat melis ke pantai harus bersinggungan dengan turis yang berjemur setengah telanjang, dan ketika pukul 11 malam, anak-anak muda dari pedesaan berdesakan keluar dari kerjanya di hotel di Kuta, Nusa Dua, Sanur dan memenuhi jalan raya menuju rumahnya di pedesaan. Bali kini adalah lokasi di mana tegalan dan ladang di pedasaan, juga sawah-sawah berubah menjadi semak, bahkan belukar. Desa pakraman juga telah banyak konflik.

Masyaratnya pasti tegang dan bingung menghadapi persoalan seperti ini. Di situlah perlunya hiburan lawak yang semakin berkualitas, sebuah hiburan yang mampu memberikan, bukan saja lelucon yang mengeluarkan segala kelelahan itu tetapi juga lelucon yang memberikan rasa cerah dan mendidik masyarakat. Tentu saja juga memberi inspirasi. Perkembangan lawak haruslah mampu berkembang secara lebih baik untuk penghiburan masyarakatnya. Jika boleh diibaratkan, perkembangan lawak haruslah “mendahului” perkembangan masyarakatnya. Lawak harus mampu memberikan contoh dan petunjuk sambil berguyon. Jika wayang memberikan petuah secara filosofi yang “formal” maka lawak mesti memberikan filsafat hidup sambil melucu. Tetapi di sinilah kelemahan lawak yang ada di Indonesia, tidak ketinggalan dengan Bali. Bahkan kiranya lebih parah lawakan Bali. Kelemahan paling kentara dari lawakan di

Bali adalah bahasanya yang kasar. Sungguh, bahasa kasar sekarang bertebaran dipersembahkan oleh para pelawak Bali. Memang hal itu mampu merangsang penonton untuk tertawa, tetapi sama sekali tidak mendidik dan cenderung melecehkan manusia dan kemanusiaan. Ya, lawak Indonesia mempunyai kelemahan dasar melecehkan manusia dengan, maaf, mengucek-ucek kepala lawan, bahkan ada yang menduduki bagian atas badan dan sejenisnya. Juga ada lawakan yang merendahkan kondisi difabel atas disabilitas orang tertentu. Ini bukanlah cara bagus apalagi cara terpuji untuk memberikan contoh kebaikan kepada masyarakat. Lawak yang mencaci maki, apalagi dengan bahasa kasar, sungguh tidak mampu memberikan pesan positif kepada penonton, dan bahkan memberikan contoh buruk, juga kepada generasi muda. Bahasa merupakan alat pertama untuk berinteraksi dengan pihak lain. Jika alat pertama ini tidak mampu memberikan sentuhan positif,

maka pendengar juga tidak akan mampu memberikan manfaat positif kepada masyarakat. Justru pisuhanpisuhan seperti itu menghancurkan tatanan masyarakat pada perkembangan berikutnya. Orang bisa saja misuhin pihak lain dengan maksud mengguyoninya. Tetapi guyonan dengan lapisan pisuhan itu, amat berpotensi membuat orang tersinggung, dan itu akan menjadikan konflik sosial di masyarakat. Jadi, hindari pisuhan-pisuhan itu di dunia lawak. Para pelawak Bali belajarlah mencari alternatif untuk menyuguhkan bahasa yang baik demi perkembangan sosial masyarakat Bali yang lebih sopan ke depan. Dedengkot lawak Indonesia, Teguh Srimulat, kurang lebih memberikan “definisi” tentang lawak itu sebagai sebuah pembelokan dari fenomena. Mungkin juga dapat dikatakan sebagai langkah keliru dari sebuah fenomena sehingga orang dapat tertawa. Tetapi dari konteks ini, tidak berarti keliru itu adalah kasar dan keliru seterusnya atau membenarkan yang salah. Karena itulah, benar juga apabila grup lawak itu minimal mempunyai tiga anggota. Artinya, jika dua orang pelawak berdebat, maka pihak yang ketigalah menjadi penengah. Sang penengah ini dapat membenarkan, memperbaiki, menyalahkan atau malah memancing agar keliru itu menjadi benar. Grup lawak Kwartet Jaya yang bersinar pada awal dekade tujuh puluhan, mempunyai anggota empat orang (Ateng, Iskak, Bing Slamet, dan Edy Sud). Edy Sud mempunyai peran sebagai penengah ini. Warkop Prambors, awalnya mempunyai

Tumpuan Baru Pengentasan Kemiskinan

Visi-misi yang dicanangkan Gubenur Bali Wayan Koster dan wakilnya Cok Ace untuk menuju era baru, yaitu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru, sudah harus mulai digerakkan. Dalam menjalankan visi-misi tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang harus diselaraskan dengan masa pemerintahan sebelumnya, seperti capaian-capaian kinerja pada masa pemerintahan sebelumnya. Capaian kinerja yang sering digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan kepemimpinan adalah nilai indikatorindikator strategis pembangunan menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik. Salah satu indikator strategis yang membuat mata khalayak meliriknya adalah indikator kemiskinan. Tanggal 17 Oktober merupakan Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia. Setiap wilayah memberikan perhatian besar terhapat indikator kemiskinan, demikian pula halnya dengan Bali. Bahkan, dalam Sustainable Development Goals (SDGs) dinyatakan bahwa no poverty (tanpa kemiskinan) sebagai poin pertama prioritas. Indikator kemiskinan pada dasarnya mengindikasikan adanya ketidakmampuan orang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar yang pada akhirnya membawa dampak ke berbagai permasalahan, seperti kekurangan gizi, rentan terhadap penyakit, serta tidak mampu menikmati pendidikan. Jika dilihat sejak lima tahun terakhir (September 2013), persentase jumlah penduduk

Oleh Rando Carrolina miskin berkisar pada angka 4 hingga 5 persen, hanya pada lima semester awal persentase jumlah penduduk miskin menunjukkan peningkatan hingga puncaknya mencapai 5,25 persen pada September 2015. Selanjutnya, penurunan persentase jumlah penduduk miskin mulai tampak hingga mencapai level terendah dalam lima tahun terakhir ini, yaitu pada periode Maret 2018 yang mencapai 4,01 persen. Persentase jumlah penduduk miskin tersebut diukur oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic needs approach). Pendekatan ini dipakai BPS sejak tahun 1998 supaya hasil penghitungan konsisten dan terbanding dari waktu ke waktu (apple to apple). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan bukan makanan). Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan itulah yang dikatakan sebagai penduduk miskin. Dalam fluktuasi persentase jumlah penduduk miskin tersebut terdapat garis kemiskinan yang selalu meningkat yang salah satunya dipengaruhi oleh inflasi. Secara rata-rata, peningkatan

garis kemiskinan dalam sepuluh semester terakhir ini berkisar Rp 11.000 per semester, mulai dari Rp 284.008,56 pada September 2013 menjadi Rp 382.598,00 pada Maret 2018. Melihat persentase jumlah penduduk miskin yang masih dengan betahnya bertengger pada angka 4 hingga 5 persen tersebut, sebenarnya pemerintah tidak tinggal diam. Sudah banyak usaha yang dilakukan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Usaha pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan sebetulnya sudah dilakukan sejak tahun 1995, yaitu dengan dikeluarkannya Inpres Desa Tertinggal. Selain itu, pemerintah melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan telah membentuk Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang diketuai langsung oleh Wakil Presiden. Tak ketinggalan pula, pemerintah juga membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang sejalan dengan pendapat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di gedung DPR, Jakarta pada 17 Juli 2018. Beliau menyatakan bahwa pemerintah menjaga kestabilan harga makanan secara tidak langsung sebenarnya untuk mendapatkan tingkat kemiskinan yang menurun akibat turunnya garis kemiskinan.

Sejalan dengan itu, pemerintahan Bali yang baru saat ini telah menyusun visi-misi yang salah satunya bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Hal ini tercermin seperti yang diutarakan Gubernur Bali saat masa kampanye. Gubernur mengatakan bahwa percepatan infrastruktur dapat menekan pertumbuhan kemiskinan. Salah satu infrastruktur yang akan dibangun adalah jalur singkat yang menghubungkan DenpasarSingaraja. Selain itu, beliau juga berkomitmen untuk mempercepat pembangunan bandar udara di Buleleng dan meningkatkan taraf Pelabuhan Celukan Bawang menjadi pelabuhan berstandar internasional. Di bidang pendidikan, beliau berencana membangun pusat pendidikan dengan keahlian profesional khusus di Buleleng, sedangkan di Karangasem akan membangun SMA tanpa biaya. Sejatinya, kemiskinan dapat diturunkan dengan lebih maksimal tidak hanya melalui tangan pemerintah, namun juga harus didukung oleh semua kalangan masyarakat, baik masyarakat miskin maupun kaya. Dengan dukungan penuh masyarakat, pembangunan di Bali akan dilaksanakan dengan pendekatan konsep satu kesatuan wilayah atau lebih akrab disebut One Island One Managament and One Commando, sehingga diharapkan pemerataan pembangunan di Provinsi Bali lebih terarah, termasuk mengentaskan kemiskinan hingga level terendah. Dengan demikian, visi-misi

empat anggota (Kasino, Dono, Indro, dan Nanu). Setelah Nanu keluar, tinggal bertiga dan Kasino sering mempunyai peran sebagai penengah. Modernisasi lawak sudah harus dilakukan karena perannya yang demikian sentral saat ini. Apalagi kemudian sekarang muncul pelawak tunggal, Stand-Up Commedy. Pelawak tunggal ini cukup riskan karena bisa nyerocos sendirian, berbahasa kasar, sampai membuat kesalahan tanpa ada yang memberikan penengah. Karena itulah, pembaruan itu harus dilakukan. Dan salah satu pembaruan itu adalah memiliki diksi kata yang bagus, hindari pisuhan, bahasa kasar, dan merendahkan tubuh manusia. Di Bali, ketika Arja Bon Bali demikian jaya dekade tujuh puluhan, pelawak Monjong sering menari dengan membuat keliru gerakan-gerakan tarinya. Tanpa membuat definisi lawak seperti Teguh, Si Monjong sudah membuat penonton tertawa, tanpa harus berbahasa kasar. Tupeng Tugek Carangsari, sepertinya tidak tertandingi sampai sekarang gaya lawakannya. Dia membelokkan orang tertawa …..kokek….kokek….kokek…. atau menjawab pertanyaan dengan cara yang salah karena memerankan seorang yang tuli (masih ingat?). Ini jauh sebelum pelawak Bolot muncul di televisi di Indonesia sekarang. Jadi, membuat keliru itu tidak harus berbahasa kasar. Gerakan tari yang salah, bahasa yang dipelintir (seperti Srimulat) atau keterangan sebuah tempat yang keliru, semuanya akan mampu memancing tawa penonton. Hindarilah bahasa kasar dalam melawak. Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang merupakan harga mati untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Bali secara sekala maupun niskala dapat dicapai. Penulis, Aparatur Sipil Negara (ASN)

POJOK Bali mesti didesain siaga bencana. - Kalau promosi jual Bali sudah gencar. *** Masyarakat minta penelitian soal likuifaksi disosialisasikan. - Belum terpikirkan. *** Jaga budaya Bali, Kerambitan jaga potensi lokal. - Potensi untuk diselamatkan.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Umanis, 18 Oktober 2018

7

TABANAN BUMDes Tista Terus Berinovasi

Berawal dari Pengelolaan Sampah, Kini Hasilkan Aneka Produk

BADAN Usaha Milik Desa (BUMDes) terus dikembangkan di setiap desa di Tabanan. Tujuannya, memperbaiki perekonomian warga. Salah satu desa yang sedang mengembangkan BUMDes adalah Desa Tista Kecamatan Kerambitan. Produk olahan BUMDes setempat akan dipamerkan di Festival Kerambitan IV pada Kamis (18/10) hingga Minggu (21/10) mendatang. Produk unggulan BUMDes Tista berupa kerajinan dari koran atau kertas bekas, beras hitam, produk olahan lele dan kopi Radesta (ramuan Desa Tista).

Bali Post/san

PRODUK - Produk yang dihasilkan BUMDes Tista, Kerambitan.

Perbekel Tista I Made Suardana Putra, Rabu (17/8) kemarin, mengatakan BUMDes Tista dibentuk tahun 2015. Awalnya, BUMDes ini bergerak dalam pengelolaan sampah. Sebab, sampah menjadi permasalahan utama Desa Tista yang kala itu hendak menjadi desa wisata. ‘’Karena tidak ada tempat pembuangan sampah, dulu warga desa membuang sampah di pekarangan atau langsung ke sungai,’’ papar Suardana. Dari hasil pemungutan sampah yang dikelola BUMDes, usaha berkembang menjadi pengolahan sampah terutama mengolah kaleng bekas, botol plastik bekas hingga kertas atau koran bekas menjadi kerajinan. Selain itu, ada juga program

sampah berkah yaitu dengan mengumpulkan sampah plastik, masyarakat Desa Tista bisa mendapatkan tabungan sampah yang uangnya bisa diambil saat hari raya keagamaan seperti Galungan dan Kuningan. Tidak berhenti di sana, BUMDes Tista mulai mengembangkan produk lainnya untuk bisa meningkatkan perekonomian warga. Lewat pembinaan dan pelatihan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan yang melibatkan ibu-ibu PKK Desa Tista, lahirlah produk olahan ikan lele dalam bentuk landrang dan abon. Untuk bahan baku lele, selain didapatkan dari petani di Desa Tista, juga berasal dari luar desa. Penjualan produk olahan

lele ini masih menyasar warung-warung kecil. Untuk bisa meningkatkan produksi, rencananya tahun 2019 lewat pendanaan Program Inovasi Kecamatan (PIK) akan dibuat kolam budi daya lele beserta bibit dan pakannya di Desa Tista. Guna memperluas pasar, BUMDes bekerja sama dengan PDDS Tabanan. Produk olahan lele, kata Suardana, sangat membantu meningkatkan perekonomian warga terutama menjadi pemasukan tambahan bagi keluarga karena pembuatnya adalah ibu-ibu PKK Desa Tista. ‘’Memang belum banyak keuntungannya, karena baru dirintis. Tetapi manfaatnya dari awal sudah ada,’’ ujar Suardana. Olahan lain yang akan

menjadi produk unggulan adalah kopi Radesta. Kopi ini diramu sedemikian rupa dan baik untuk kesehatan khususnya bagi perokok yang ingin berhenti merokok. ‘’Produk ini baru dan sedang dicoba dilempar ke pasaran. Akan bekerja sama juga dengan BUMDa,’’ tuturnya. Festival Kerambitan IV nanti, sangat disambut baik pihaknya. Sebab, produkproduk BUMDes Tista bisa dipamerkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas. Dengan itu diharapkan akan ada peningkatan pemesanan produk. Peningkatan pembelian produk tentu memberikan kontribusi lebih banyak bagi pendapatan warga Desa Tista. (san)

Lestarikan Adat dan Budaya Bali

Desa Adat Kelating Berdayakan Generasi Muda

Tabanan (Bali Post) Banyaknya wisatawan dan penduduk pendatang di Bali dikhawatirkan membawa dampak negatif bagi adat dan budaya Bali. Untuk itu, perlu partisipasi semua komponen masyarakat khususnya generasi muda Bali dalam menjaga kelestarian budaya. Hal ini diungkapkan Bendesa Adat Kelating Wayan Suaba. Menurutnya, di Desa Adat Kelating, partisipasi generasi muda sudah cukup baik. Teruna-teruni di setiap banjar diajak menghabiskan waktu di balai banjar dengan kegiatan seni dan budaya mulai dari belajar menabuh, menari maupun kegiatan lainnya. ‘’Kelating punya tarian Wayang Wong yang legendaris. Ada juga tariantarian yang perlu diajarkan dan diteruskan ke generasi muda seperti tarian Legong. Ini semua diberikan pada kegiatan di masing-masing banjar,’’ jelas Suaba, Rabu (17/10) kemarin. Partisipasi generasi muda dalam melestarikan adat dan budaya, kata Suaba, diapresiasi oleh desa adat dengan memberikan mereka penghargaan. ‘’Kami berikan penghargaan bagi generasi muda yang aktif di bidang adat dan budaya di Desa Kelating. Sebagai stimulasi dan semangat untuk mereka untuk terus melakukan kegiatan positif,’’ ujar Suaba. Selain kegiatan di banjarbanjar, pelestarian adat dan budaya juga dilakukan oleh pengelola usaha pari-

Bali Post/ist

PERTANIAN - Pertanian di Kecamatan Kerambitan disinergikan dengan sektor lainnya. Tidak hanya dalam mendukung pariwisata melainkan juga terkait pelestarian budaya Bali.

Bali Post/san

PENGHARGAAN - Bendesa Adat Kelating Wayan Suaba (kanan) saat memberikan penghargaan kepada generasi muda Kelating yang aktif dalam kegiatan adat dan budaya. wisata khususnya vila di Desa Kelating. Pengelola setiap akhir pekan mementaskan kesenian Bali yang melibatkan generasi muda di tiap banjar. Desa Kelating memiliki enam banjar dan sudah terjadwal untuk pentas secara bergiliran. Adat dan budaya Desa Kelating ini juga akan ditampilkan dalam Festival Kerambitan IV yang akan berlangsung pada Kamis (18/10) ini hingga Minggu (21/10) mendatang. Festival ini menurut Suaba sangat bagus untuk memperkenalkan adat dan budaya sekaligus melestarikannya. Lebih lanjut dikatakan, pihaknya berupaya mengendalikan arus penduduk pendatang, Kata Suaba, pada dasarnya Desa Kelat-

ing tidak melarang jika ada pendatang yang mau tinggal ataupun pengembang yang hendak membangun perumahan di wilayah Kelating. Namun, pendatang tersebut harus bisa melaksanakan kewajibankewajiban yang ada dalam awig-awig dan pararem di Desa Adat Kelating. ‘’Ada aturan yang harus dijalani dan karena inilah banyak yang mempertimbangkan kembali untuk tinggal di Desa Kelating,’’ ujar Suaba. Berkat aturan adat tersebut, hingga saat ini di Desa Kelating belum ada kompleks perumahan. Kawasan desa masih lestari, dalam artian tidak ada alih fungsi lahan pertanian untuk kompleks perumahan. (kmb24)

Budaya Bali, Roh Pembangunan Kecamatan Kerambitan Tabanan (Bali Post) -

Kecamatan Kerambitan merupakan salah satu penyangga ibu kota Kabupaten Tabanan. Maka tak heran, Kerambitan yang memiliki 15 desa dan 29 desa adat ini diserbu penduduk pendatang (duktang). Konsekuensinya, eksistensi budaya Bali kian terancam. Menjaga eksistensi budaya Bali di tengah derasnya arus globalisasi dan pertumbuhan duktang, menjadi tantangan tersendiri bagi tiap daerah. Beragam pola dan program inovatif digulirkan agar budaya Bali tidak mudah tergerus. Pemerintah Kecamatan Kerambitan punya cara tersendiri membentengi budaya Bali. Salah satunya, menganalisis potensi kewilayahan dan melaksanakan program pembangunan sesuai dengan potensi yang dimiliki. Camat Kerambitan I Gede Sukanada, Rabu (17/10) kemarin mengungkapkan, Kerambitan dibagi menjadi tiga wilayah yakni Kerambitan Utara, Tengah, dan Selatan. Di utara, karena didominasi masyarakat petani, maka

Bupati Eka Resmikan Candi Bentar Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo Berharap Kehadirannya Beri Semangat Umat

CANDI bentar Pura L u h u r Gi r i S a l a k a A l a s Purwo, Kecamatan Tegal Terimo, Banyuwangi, Selasa (16/10) diresmikan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Diharapkan dengan kehadiran Bupati Eka bersama seluruh jajaran OPD Tabanan, bisa memberikan semangat seluruh umat sedharma di Alas Purwo. ‘’Bersama seluruh OPD di sini, saya harapkan bisa memberikan semangat umat kita, saudara kita yang jauh di sini. Karena memang dengan hadirnya kita, mereka lebih semangat,’’ ucap Bupati Eka saat memberi sambutan pada peresmian candi bentar Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo. Tampak hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Provinsi Bali N. Adi Wiryatama beserta staf serta sejumlah anggota DPRD Tabanan seperti I Made Dirga, Putu Eka Putra Nurcahyadi, I Wayan Widnyana, dan Edi Wirawan, serta Ketua PHDI Tabanan. Menurut Bupati Eka, pihaknya akan terus mengajak semua umat untuk menjaga komunikasi dan koordinasi. Sebab, hal itu sangat penting guna melancarkan perencanaan pembangunan yang dilakukan di Alas Purwo. Dia pun berkomitmen tidak akan pernah lepas dari Pura Alas Purwo. ‘’Semua

yang hadir di sini, saya mohon doanya. Semoga ke depan, apa pun program di Alas Purwo bisa berjalan sukses, donaturnya benarbenar komitmen, jangan nggih-nggih aja terus tidak muncul. Karena kita ingin tempat ibadah ini cepat menjadi indah, indah untuk kita banggakan, dan untuk semua umat,’’ katanya. Sementara itu, Joko Setiyoso, Duta Dharma Provinsi Jawa Timur, juga selaku perwakilan umat Alas Purwo mengucapkan terima kasih kepada Bupati Eka beserta seluruh OPD dan umat yang hadir. ‘’Semoga aura ini bisa membangkitkan umat menuju Indonesia yang damai,’’ ucapnya. Joko Setiyoso yang juga Ketua PHDI Kecamatan Tegal Terimo itu juga mengimbau semua umat yang hadir jangan pernah lupa akan sejarah. Karena orang-orang yang lupa sejarah, dikatakannya adalah orang-orang yang lupa akan leluhur. ‘’Sekali lagi, saya haturkan terima kasih pada upacara peresmian ini, karena Bupati telah memberikan sesuatu yang sangat berarti tidak hanya untuk perorangan, tetapi juga untuk umat bahkan tempat ini memberi kontribusi terhadap negara,’’ jelasnya. Peresmian candi bentar Pura Luhur Giri Salaka

Alas Purwo ditandai penandatanganan prasasti oleh Bupati Eka. Sebelumnya, Bupati bersama dengan Ketua DPRD Provinsi Bali mendem padagingan di candi tersebut, juga melakukan

pemotongan benang tridatu. Tidak lupa juga Bupati Eka beserta Ketua DPRD Bali dan seluruh OPD di lingkungan Tabanan beserta staf melakukan persembahyangan bersama. (ad719)

PERESMIAN - Bupati Tabanan Eka Wiryastuti saat meresmikan candi bentar Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo.

upaya menjaga budaya Bali melalui program yang bersentuhan langsung dengan sektor pertanian. ‘’Salah satunya program Uma Urip di Desa Timpag, yang akan kami resmikan dirangkaikan Festival Kerambitan IV,’’ ucapnya. Di wilayah Kerambitan Tengah, karena sebagai penyangga ibu kota kecamatan dan kabupaten, secara tata ruang memungkinkan menjadi daerah permukiman. Hal yang ditekankan di wilayah tersebut yakni penguatan

adat, seni, dan budaya. Termasuk tata kelola kewilayahan yang berkolaborasi dengan desa adat dan desa dinas. ‘’Hal ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan posisi masyarakat lokal dengan masyarakat pendatang agar tidak terjadi ketimpangan signifikan,’’ terangnya. Sedangkan untuk wilayah selatan, merupakan daerah pengembangan pariwisata. Penguatan budaya dilakukan dengan berkolaborasi dengan sektor pariwisata. ‘’Salah satu

program yang kita munculkan adalah program festival ini yang arahnya seni dan budaya menjaga kearifan lokal di setiap kewilayahan yang ada,’’ terangnya. Terkait Festival Kerambitan, Sukanada menyebutkan, memang dikhususkan untuk regenerasi seniman dan menjaga kesenian khas Kerambitan agar tidak punah. Ini sekaligus memberikan panggung kreativitas para yowana Kerambitan. Apalagi tema festival tahun ini mengangkat nilai-nilai dan kesadaran akan rasa kebersamaan sebagai kesatuan masyarakat yang utuh, dengan harapan generasi muda Kerambitan bahu-membahu membangun Kerambitan dengan segala potensi seni dan budayanya. (kmb28)


BULELENG

8

Kamis Umanis, 18 Oktober 2018

25 Ribu Belum Rekam E-KTP

Data Kependudukannya Terancam Nonaktif Singaraja (Bali Post) –

Berbagai cara telah dilakukan agar warga wajib KTP melakukan perekaman data kependudukan. Jumlah warga yang belum melakukan perekaman e-KTP itu masih tergolong tinggi. Bahkan, datanya tercatat sekitar 25 ribu jiwa. Atas kondisi itu, mau tidak mau, ribuan penduduk terancam tidak dapat mengakses administrasi kependudukannya. Alasannya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan batas akhir sampai Desember 2018 ini, jika penduduk yang tidak melakukan perekaman, maka pemerintah daerah diminta menonaktifkan data kependudukan warga itu. Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng Putu Ayu Reike Nurhaeni, Rabu (17/10) kemarin, mengatakan berdasarkan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Kemendagri belum lama ini terungkap, jika status data kependudukannya nonaktif, maka yang bersangkutan tidak dapat mengakses

pelayanan publik. Seperti mengurus masalah administrasi di rumah sakit, perbankan, dan mencari Surat Izin Mengemudi (SIM) serta keperluan lain. Data penduduk yang nonaktif itu baru dapat diaktifkan kembali dengan cara datang ke kantor Disdukcapil Buleleng. “Ini sudah menjadi instruksi pemerintah pusat.

Kita sudah terus sampaikan perekaman lewat program di Disdukcapil,” katanya. Di sisi lain, mantan Camat Banjar itu mengatakan, dari 25 ribu penduduk yang belum melakukan perekaman, 7.000 penduduk masuk kategori penduduk baru berusia 17 tahun. Ini artinya, ribuan penduduk tersebut potensial sebagai pemilih pemula pada

Pemilu 2019. Kalau mereka tidak melakukan perekaman, maka dipastikan pemilih pemula ini tidak dapat menyalurkan hak suara mereka pada pencoblosan pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres), serta pemilu legislatif (pileg) mendatang. Atas kenyataan itu, dia telah melakukan koordinasi ke kecamatan. Pihaknya justru menyerahkan daftar penduduk yang belum melakukan perekaman e-KTP. “Seluruh camat, kami minta meneruskan data penduduknya yang belum lakukan perekaman e-KTP. Data itu mempermudah kepala desa memanggil warga masyarakatnya yang be-

lum melakukan perekaman,” jelasnya. Disdukcapil juga mengoptimalkan program perekaman dengan sistem jemput bola ke masing-masing kecamatan, sekolah, dan pelayanan saat ada kegiatan tertentu. Strateginya memang dijadwalkan bergulir seminggu penuh. Masyarakat diharapkan sadar dan meluangkan waktunya melakukan perekaman e-KTP itu. “Untuk kebaikan dan ketertiban administrasi kependudukan. Dengan cara itu, kami harapkan dapat menyadarkan penduduk, warga agar segera melakukan perekaman eKTP,” pintanya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

DINONAKTIFKAN - Sekitar 25 ribu penduduk wajib KTP di Buleleng belum melakukan perekaman data kependudukan. Kalau sampai Desember 2018 ini masih ada penduduk yang belum melakukan perekaman, maka data kependudukan akan dinonaktifkan.


GIANYAR

Kamis Umanis, 18 Oktober 2018

9

Masyarakat Diajak Tanam Cabai di Pekarangan Gianyar (Bali Post) Cabai menjadi kebutuhan pokok dengan harga fluktuatif di pasaran. Terkadang harga per kilogram bisa melambung tinggi, namun juga kerap merosot tajam. Melihat kondisi ini, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Gianyar bekerja sama dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gianyar mengajak masyarakat menanam cabai di pekarangan rumah melaui Gerakan Tanam Cabai (Gertam). Kadis DKPKP Kabupaten Gianyar Ir. Dewi Hariani mengatakan, selama ini harga cabai tergantung pada pasokan dari petani. Terkadang melambung tinggi, namun tak jarang harga cabai turun drastis. “Sekarang ini bukan hanya kegiatan gerakan menanam cabai, namun lebih pada upaya percepatan penganekaragaman konsumsi pangan dan mendukung ketahanan pangan mandiri, serta menekan laju inflasi yang diakibatkan oleh tingginya harga cabai,” kata Dewi Hariani, Rabu (17/10) kemarin. Menurut Dewi Hariani, menanam cabai tidak memerlukan lahan yang

luas. Cukup dengan memanfaatkan pekarangan yang ada di masingmasing rumah tangga. “Jika harga cabai melonjak di pasar, tentu kita tidak bingung mengeluarkan dana lebih untuk membeli cabai. Bahkan jika panen kita berlebih, cabai bisa dijual yang tentu saja bisa menambah penghasilan keluarga,” ujarnya. Guna meningkatkan produktivitas, kata Dewi Hariani, pekarangan bisa ditanami berbagai komoditas sayuran, serta berbagai tanaman yang menjadi kebutuhan rumah tangga. “Pemanfaatan lahan pekarangan ini tidak harus ditanami cabai, tapi juga dapat berupa komoditas sayuran lainnya yang menjadi kebutuhan rumah tangga seperti sayur hujau, timun, kacang panjang, terong, seledri, tomat, pokcay hingga bunga gumitir,” katanya. Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, Gertam bertujuan untuk mencapai kemandirian pangan di tingkat masyarakat khususnya di rumah tangga. “Tidak ada kata terlambat untuk mu-

SOSOK Pimpin KPU Gianyar I PUTU Agus Suguna akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KPU Kabupaten Gianyar priode 2018-2023. Mengawali kepemimpinannya, pria asal Banjar Kederi, Desa Singapadu Kaler ini mengaku akan segera mempersiapkan tahapan Pileg 2019. “Tahapan pileg sudah dekat. Yang pasti, kami di KPU Gianyar tidak bisa leha-leha,” ujarnya, Rabu (17/10) kemarin. Ia mengaku segera berkoordinasi dengan tiga komisioner wajah baru, khususnya untuk konsolidasi internal dan eksternal. Konsolidasi yang dimaksud yakni perkenalan diri di internal dan stakeholder yang berkaitan dengan tugastugas mereka sebagai penyelenggara pemilu. “Perkenalan meliputi sekretariat, dengan penyelenggara PPK dan PPS. Lalu konsolidasi eksternal dengan stakeholder, audiensi dengan pemda, kepolisian, TNI, dan Bawaslu,” katanya. Ia berharap kelima komisioner yang baru ini dapat mempertahankan kinerja komisioner sebelumnya. “Agar yang sudah berjalan baik dapat dilanjutkan secara aman, kondusif, dan damai,” ujarnya dan menambahkan, kelima komisioner juga akan langsung bagi-bagi tugas, meliputi pembagian divisi dan pembagian korwil. (nik)

lai memanfaatkan lahan pekarangan. Selain untuk konsumsi sendiri juga dapat meningkatkan perekonomian keluarga melalui budi daya tanaman cabai,” ujarnya. Surya Adnyani mengingatkan, kegiatan ini jangan hanya diartikan sebagai optimalisasi pekarangan. Namun, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memaknai secara luas pekarangan di sekitar rumah agar memiliki multifungsi dan kaya maanfaat. “Saya mengajak seluruh kader PKK untuk dapat memanfaatkan pekarangannya masing-masing untuk bercocok tanam. Sesempit apa pun luas pekarangan bisa kita optimalkan untuk menanam kebutuhan sehari-hari sehingga dapat meciptakan ketahanan pangan keluarga,” jelasnya. (kmb35) CABAI - Kepala DKPKP Gianyar Ir. Dewi Hariani dan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra saat memanam bibit cabai di Desa Taro, Rabu (17/10) kemarin.

Tiga Banjar di Desa Taro Belum Tersentuh Jaringan Air Bersih

Gianyar (Bali Post) Kabupaten Gianyar masih memiliki sejumlah kawasan yang tidak terjangkau aliran air bersih. Kondisi ini bisa ditemukan pada sejumlah banjar di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang. Warga setempat hanya mengandalkan sungai dan mata air terdekat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Pj. Perbekel Desa Taro Nyoman Karang mengakui dari 14 banjar yang ada di Desa Taro, tercatat tiga banjar yang belum tersentuh aliran air bersih, yakni Banjar Alas Pujung , T eb ua na , d a n Banjar Puakan. “Seharihari warga di tiga banjar ini mengambil air ke sungai untuk memenuhi kebutuhan air di rumah masing-masing,” ujar Karang, belum lama ini. Menurut Karang, kondisi ini sudah dialami tiga banjar tersebut sejak lama. Hingga kini belum ada solusi dari instansi terkait untuk mengatasi krisis air bersih di tiga banjar tersebut. Sementara warga di banjar lainnya sudah memanfaatkan air yang

dikelola secara swadaya dari mata air setempat. “Mata air swadaya inilah yang mengalir ke rumah-rumah warga,” katanya. Melihat kondisi ini, Karang sangat mengharapkan bantuan pemerintah. Misalnya, bantuan dari program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dilakukan di Banjar Ked. “Harapan kami, ada bantuan lagi yang bisa menyentuh banjar lain,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Direktur PDAM Gianyar Made Sastra Kencana mengatakan, PDAM Gianyar memang belum memberikan pelayanan air bersih kepada tiga desa di Kecamatan Tegallalang, yakni Desa Sebatu, Apuan, dan Desa Taro. “Di tiga desa ini memang

belum ada jaringan PDAM,” ujarnya. Sastra Kencana beralasan, hal itu terjadi lantaran sejumlah alasan, seperti topografi, posisi sumber air, studi kelayakan, dan daya beli masyarakat setempat. “Sudah pernah dilakukan survei ke salah satu mata air di Desa Taro, tapi biayanya mahal. Hampir lima miliaran rupiah,” ujarnya. Menurut Sastra Kencana, kondisi ini sudah disampaikan kepada pemimpin Gianyar saat itu dan sudah diupayakan ada bantuan pengadaan jaringan air dari lembaga lain seperti Pamsimas yang sudah dibuka di Banjar Ked Desa Taro. “Jadi, tidak hanya PDAM, lembaga pemerintah lainnya bisa membantu,” tegasnya. (kmb35)

Bobol ’’Counter’’ HP, Residivis Ditembak Polisi Gianyar (Bali Post) Tiga kali keluar-masuk penjara, ternyata tidak membuat jera pelaku pencurian dengan pemberatan, Saibudin. Residivis berusia 34 tahun asal Banyuwangi ini kembali melakukan aksi bobol counter handphone (HP). Polisi akhirnya menghadiahi timah panas yang menembus kaki kanan pelaku, lantaran sempat melawan saat proses penangkapan di Banyuwangi, Senin (15/10) malam. Kapolsek Sukawati, Kompol Pande Putu Sugiharta, mengatakan, pelaku kembail beraksi di dua lokasi yakni Counter Joss Celluler yang berlokasi di Banjar Kalah, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati dan counter HP di Desa Bitera, Kecamatan Gianyar. “Dari aksi bobol counter ini, pelaku berhasil mencuri beberapa buah HP terbaru,” ujar Sugiharta saat jumpa pers, Rabu (17/10) kemarin. Menerima laporan dari TKP tersebut, polisi langsung melakukan peyelidikan. Berbekal sejumlah petunjuk, polisi yang dikomando Kanit Reskrim Posek Sukawati Iptu IGN Winangun akhirnya berhasil mendeteksi pelaku di seputaran Banyu-

wangi. “Pelaku tertangkap di Banyuwangi bersama temantemannya,” ungkapnya. Saat proses penangkapan, pelaku berupaya melakukan perlawanan. Akhirnya, polisi mengambil tindakan tegas dengan melepaskan timah panas yang menembus kaki kanan pelaku. “Pelaku ditembak kakinya untuk dilumpuhkan, juga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” tegas perwira melati satu di pundaknya ini. Berdasarkan koordinasi dengan jajaran kepolisian di Banyuwangi, diketahui Saibudin bersama komplotannya juga melakukan pencurian di enam TKP di wilayah Banyuwangi. “Teman pelaku yang ada di Banyuwangi diserahkan ke Polsek Kabat, Banyuwangi,” katanya. Sementara untuk dua TKP wilayah Kabupaten Gianyar, kata Sugiharta, pelaku beraksi seorang diri dengan modus membobol plafon. Dalam setiap aksinya, pelaku yang beraksi pada malam hari ini tidak menggunakan alat khusus maupun senjata tajam. “Dia tidak pakai alat apa pun, karena membobol plafon cukup diinjak saja sudah jebol dan bisa masuk,” kata Sugiharta. (kmb35)


JEMBRANA

10

Kamis Umanis, 18 Oktober 2018

Terkait Korupsi Dana Santunan Kematian

Berkas Dua Tersangka Oknum Klian Dikembalikan

KANDAS - KMP Nusa Dua yang kandas sepekan lalu.

Bali Post/dok

Lagi, KMP Nusa Dua Kandas di Perairan Gilimanuk

Negara (Bali Post) –

Untuk kedua kalinya, KMP Nusa Dua mengalami musibah di perairan dangkal di sekitar Gilimanuk. Kapal yang dinakhodai Arifin ini kembali terseret arus kuat dan akhirnya kandas di sekitar Prapat Agung, Selasa (16/10) malam. Namun beberapa jam setelah kejadian, KMP Nusa Dua berhasil dievakuasi. KMP itu ditarik dengan kapal lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, para penumpang sempat panik karena kapal terseret ke perairan dangkal. Dari informasi yang dihimpun, Rabu (17/10) kemarin, kapal ini bertolak dari dermaga Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 22.13 Wita. Saat memasuki perairan Lampu Merah atau satu mil dari dermaga, tiba-tiba kapal terseret arus ke arah utara. Kapal tersebut mengikuti arus dan akhirnya berhenti di perairan dangkal dekat

Prapat Agung. Kapal tak dapat bergerak. Kondisi ini pun dilaporkan ke pelabuhan sambil menunggu air laut pasang. Akan tetapi, setelah adanya bantuan diputuskan kapal ditarik dengan KMP Nusa Makmur. Sekitar pukul 01.45 Wita, kapal akhirnya bisa lepas dari kandas dan kembali bergerak di jalur penyeberangan ke Ketapang. Meski sempat terlambat hingga beberapa jam, namun kapal akhirnya bisa bersandar dengan selamat

di Pelabuhan Ketapang dan melakukan bongkar muat. Berdasarkan manifes yang ada, kapal tersebut mengangkut 9 unit truk sedang, 1 unit truk besar, 4 unit mobil, 6 unit sepeda motor dan 1 unit bus. Sedangkan total penumpangnya sebanyak 32 orang. Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kelas III Gilimanuk Nyoman Suryanta membenarkan kapal yang mengangkut sejumlah kendaraan, baik truk dan bus itu sempat kandas dikarenakan arus deras.

Kapal tersebut sempat tak dapat bergerak di utara Lampu Merah, tepatnya di titik koordinat 08.07.547.S – 114.26.101.E. “Kapal bisa lepas dari kandas setelah ditarik dengan KMP lainnya,” kata Suryanta. Perlu diketahui, akhir pekan lalu, tepatnya pada Jumat (12/10), KMP Nusa Dua juga sempat mengalami kandas. Saat itu kapal terseret arus ke arah selatan dari Pelabuhan Gilimanuk. Kendati kapal tersebut tidak sampai kandas, namun sempat terseret jauh dari lintasan semestinya. Kapal yang saat itu bertolak dari Ketapang, akhirnya bisa bersandar di Gilimanuk dan melakukan bongkar muatan. (kmb26)

Bupati Artha Hadiri ”Bhakti Panganyar” di Pura Luhur Giri Selaka Alas Purwo

BERTEPATAN dengan hari raya Pagerwesi pada Rabu (17/10) kemarin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana ngaturang bhakti panganyar di Pura Luhur Giri Selaka Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi. Rombongan dipimpin langsung Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi istri Ny. Ari Sugianti Artha serta pimpinan OPD di lingkup Pemkab Jembrana dan disambut Mangku Adi Wasito, Panglingsir Pura Luhur Alas Purwo. Selaku panglingsir, Mangku Adi Wasito mengatakan upacara yang dilaksanakan berupa Padudusan Madya yang digelar tiap enam bulan sekali. Rangkaian karya diawali dengan Pacaruan dan Matur Piuning, Masuci Ida Batara di Pantai Trianggul Asih. “Rangkaian karya nyejer selama tiga hari. Tidak hanya umat Hindu Banyuwangi, namun juga dari Bali dan kabupaten di Jatim lainnya. Kami juga mengundang kabupaten/kota se-Bali dalam pelaksanaan bhakti panganyar ini,“ kata Mangku Adi Wasito. Untuk upacara bhakti panganyar Pemkab Jembrana, di-puput Ida Pedanda Geria Anom Batuagung. Seluruh prosesi hingga selesai berjalan dengan khusyuk dan

Negara (Bali Post) – Setelah satu terdakwa yang merupakan oknum pegawai Dinas Sosial telah divonis bersalah, kasus korupsi santunan kematian nampaknya terus bergulir. Informasi teranyar, berkas dua tersangka lainnya yang menjabat sebagai klian di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, yakni berinisial IDK dan IGA dikembalikan lagi ke penyidik Satreskrim Polres Jembrana untuk dilengkapi. Kedua tersangka ini diduga membuat data fiktif. Terkait pengembalian berkas itu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra, Rabu (17/10) kemarin tidak menampiknya. Dari berkas yang diteliti jaksa masih banyak yang belum lengkap. Seperti hasil pemeriksaan tersangka serta saksi. Menurutnya saat ini sudah ada pelimpahan dan pihaknya kembali melakukan penelitian. Jaksa memiliki waktu 14 hari guna

memeriksa sebelum dipastikan berkasnya apakah sudah lengkap atau belum. Seperti berita sebelumnya, kasus korupsi yang diungkap Unit Tipikor Satreskrim Polres Jembrana ini menyeret oknum PNS di Dinas Sosial, Indah Suryaningsih ke Pengadilan Negeri Tipikor. Indah divonis 4 tahun penjara serta membayar uang pengganti sebesar Rp 171 juta. Tetapi JPU saat itu memilih banding lantaran denda tidak sesuai dengan tuntutan jaksa. Selain satu terdakwa yang masih banding, kasus dua tersangka lainnya juga masih dalam proses IDK diduga mendapatkan uang Rp 75,8 juta dan IGA Rp 32 juta. (kmb26)

Bali Post/ist

DIPULANGKAN – Gerombolan remaja tanpa identitas saat dipulangkan dan diantar petugas hingga naik kapal.

Tak Bawa Identitas

Puluhan Anak ”Punk” Dipulangkan Negara (Bali Post) Gerombolan orang bergaya punk yang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (17/10) kemarin dipulangkan. Sekitar 39 orang beragam usia ini setelah ditelusuri merupakan suporter salah satu klub sepak bola yang hendak menonton pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Namun, niatan mereka gagal saat diperiksa petugas dari Polsek Kawasan Laut Gilimanuk. Puluhan orang ini diketahui tidak membawa identitas. Selain itu mereka juga mengaku tak membawa bekal dan sengaja berkelompok mencari angkutan. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol I Nyoman Subawa yang mengeta-

hui adanya gerombolan itu langsung mengumpulkannya di sekitar pelabuhan. Mereka selanjutnya diberikan pembinaan dan langsung dipulangkan serta diantar petugas hingga masuk ke kapal. Dari 39 orang yang sebagian besar masih remaja itu, terdapat dua orang perempuan. Pemeriksaan intensif di pintu masuk Bali terus dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Bali. Selain barang dan surat-surat kendaraan juga dilakukan pemeriksaan identitas. “Yang 39 orang ini tanpa identitas. Kami pulangkan langsung sekitar pukul 08.00 Wita,” terang Kompol Subawa. Kompol Subawa menjelaskan dari pengakuannya mereka berasal dari Sura-

baya. Meskipun pertemuan IMF World Bank di Bali sudah usai, pemeriksaan di Gilimanuk masih tetap dilakukan secara ketat. Pengamanan juga berlangsung hingga seminggu pascapenutupan Annual Meeting IMF-World Bank. “Tetap kita periksa ketat dan teliti, baik di pintu masuk maupun keluar Bali di Gilimanuk,” pungkasnya. Pemulangan warga tanpa identitas masuk ke Bali ini merupakan yang kesekiankalinya dilakukan. Sebelumnya petugas Satpol PP juga beberapa kali mendapati gerombolan anak punk tanpa identitas dan bekal. Selain sepak bola, mereka juga beralasan menonton konser musik band idola mereka. (kmb26)

Bali Post/ist

BHAKTI PANGANYAR – Bupati Jembrana I Putu Artha menghaturkan punia untuk panitia saat bhakti panganyar di Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (17/10) kemarin. lancar. Selain pelaksanaan karya, Mangku Adi Wasito juga menjelaskan berbagai tahapan pembangunan kawasan pura. Yang terbaru sudah di-pelaspas candi bentar sebagai pintu masuk madya pura. Harapannya secara bertahap akan diselesaikan lagi guna melengkapi fasilitas

pura seperti bale kulkul serta dapur suci. Sementara itu, Bupati Artha mengatakan, pelaksanaan bhakti panganyar rutin dilaksanakan. Selain untuk melaksanakan persembahyangan agar senantiasa diberikan tuntunan, keteduhan kepada umatnya. Ia juga

menambahkan pelaksanaan bhakti panganyar ini dengan mengajak segenap OPD untuk mendoakan agar Jembrana diberikan keselamatan, damai dan dijauhkan dari musibah. Usai persembahyangan, Bupati Artha mengaturkan punia yang diterima panitia setempat. (ad717)

C.0000459-KRS


KARANGASEM

Kamis Umanis, 18 Oktober 2018

Mohon Kesejahteraan

Krama Ulakan Gelar ’’Usaba Sambah’’ Amlapura (Bali Post) Desa Adat Ulakan di Kecamatan Manggis akan menggelar usaba sambah, tawur labuh gentuh, dan tabuh gentuh dengan alokasi biaya hingga Rp 800 juta dominan swadaya warga. Puncak karya digelar bertepatan Purnamaning Sasih Kalima, Rabu (24/10) mendatang. Bendesa Adat Ulakan Ketut Arsana saat ditemui di sela-sela acara ngayah mempersiapkan karya mengungkapkan, usaba sambah seharusnya digelar setiap lima tahun. “Usaba sambah bertujuan memohon kesejahteraan krama,” tegasnya. Demikian juga dengan tawur tabuh dan labuh gentuh. Ulakan, katanya, sejak ratusan tahun belum pernah menggelar karya ini. “Tawur jenis ini harusnya dilaksanakan setiap sepuluh tahun,” katanya. Pada 2018 ini atau Isaka 1940, ujar Arsana, merupakan tahun windu. Tahun ini sangat baik sehingga tawur ini digelar. Tujuannya, untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat serta membuat bhuana menjadi santhi atau damai. Semua yang ada di dunia ini seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia bahagia. “Tujuan khusus lainnya untuk nyomya bhutakala menjadi bhutahita. Semua senang,” katanya. Ditanya apa yang membedakan Tawur Kasanga dan Kadasa yang rutin digelar setiap tahun, Arsana menegaskan, untuk di desa Tawur Kasanga dan Kadasa ini digelar dalam tingkatan nista. Tingkat utama ada di provinsi dan madya ada di kabupaten/kota. Rangkaian usaba sambah, tawur tabuh dan labuh gentuh ini sudah mulai dilaksanakan sejak 6 Oktober lalu, berupa nancebang taring, nangiang sanggah catur, ngunggahang, dan negtegang sunari. Rabu (17/10) kemarin, digelar pengersiganaan di tempat labuh gentuh di segara dan tabuh gentuh di catus pata desa. Acara lainnya melaspas panggungan. 19 Oktober, Ida Batara melasti ke segara, lanjut nuur tirta pingit. Digelar juga nyakup Ida Batara Tirta dari 15 pura kahyangan jagat se-Bali. Pada 20 Oktober, acara mapepada. Puncak acara tabuh dan labuh gentuh 22 Oktober yang di-puput 7 sulinggih Siwa-Bhuda. Pada 23 Oktober digelar usaba Bale Agung. Sedangkan 24 Oktober adalah puncak usaba sambah di Pura Puseh Ulakan. (kmb)

11

Warga Sidemen Geger

Air Keluar dari Ranting dan Daun Pohon

Amlapura (Bali Post) Warga di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Sidemen digegerkan oleh munculnya air dari ranting pohon pule yang berada di sebelah Pura Puseh. Fenomena itu membuat warga berbondong-bondong mendatangi pohon itu untuk nunas air yang kemudian dibawa ke rumah warga masing-masing. Ada keyakinan, tirta itu dipercayai mampu menyembuhkan penyakit dan juga mendatangkan rezeki. Air itu tampak keluar dari pohon pule berketinggian sekitar 20 meter. Namun, ada juga air keluar dari ranting dan daun seperti gerimis. Benarbenar fenomena aneh. Karena itu, di batang pohon itu dibuatkan palinggih, tempat menghaturkan sesajen. Pasca-pule itu mengeluarkan air, batang pohon juga dibalut kain poleng (hitam putih - red). Sejumlah warga setempat terlihat silih berganti mendatangi lokasi itu membawa sesajen untuk dihaturkan saat bersembahyang. Bendesa Adat Dukuh Jro Made Kariasa, Rabu (17/10) kemarin menuturkan, air keluar dari pohon itu pertama kali diketahui warga yang rumahnya berada di sebelah barat Pura Puseh sekitar pukul 00.00 Wita. Penemuan air keluar dari ranting dan daun itu. kata Kariasa, bertepatan dengan berlang-

sungnya upacara di Pura Puseh itu. Hanya, pihaknya belum berani memastikan 100 persen apakah memang air itu keluar dari ranting atau daun. Karena di pohon itu banyak terdapat binatang congretan. “Jujur kita belum berani memastikan apakah benar air itu keluar dari ranting atau daun pohon. Tapi kita tetap menyikapi fenomena ini. Karena kejadian ini memang baru pertama kalinya terjadi di Dukuh. Kita tetap percaya sekala dan niskala. Jadi, kita akan gelar paruman untuk membahas persoalan ini. Selain itu, kita juga akan minta petunjuk orang pintar terkait fenomena ini,” katanya. Kariasa mengatakan, pascafenomena ini, warganya berbondong-bondong mendatangi pohon untuk melihat kejadian itu. Bahkan, sebagian besar

Foto Bali Post/kmb41

KELUARKAN AIR - Warga saat melakukan persembahyangan di pohon yang mengeluarkan air di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Sidemen, Rabu (17/10) kemarin. warga langsung membawa perlengkapan upacara persembahyangan. Mereka langsung nunas air yang keluar untuk dibawa ke rumahnya masingmasung. “Pascafenomena ini, warga langsung membuat pal-

inggih di depan pohon. Tirta (air suci - red) di-tunas untuk disimpan di rumah mereka,” katanya sembari menyatakan usia pohon yang mengeluarkan air tersebut sekitar 25 tahun. Salah seorang warga, Ni

Putu Artami, mengatakan kalau fenomena ini baru pertama kalinya terjadi di Banjar Dukuh, dirinya langsung datang untuk mencari tirta (air suci - red) dibawa ke rumah. (kmb41)

Hari Raya Pagerwesi

Ketua Dewan Hadiri ’’Pujawali’’ di Pura Alas Purwo

SEMBAHYANG DI ALAS PURWO - Ketua Dewan usai melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo, Banyuwangi menerima air suci (tirta) dari pemangku.

SERANGKAIAN hari raya Pagerwesi, Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi memenuhi undangan Pemkab Banyuwangi terkait pelaksanaan pujawali di Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo, Rabu (17/10) kemarin. Ribuan umat Hindu memadati pura tersebut untuk bersama-sama melaksanakan persembahyangan. Tujuan pujawali itu untuk menyucikan bhuana agung, bhuana alit agar senantiasa diberikan karunia-Nya. Ketua Dewan mengapresiasi Pemkab Banyuwangi yang dengan cepat merespons keperluan umat Hindu khususnya. Buktinya, akses jalan menuju Pura Alas Purwo saat ini sudah sangat bagus. Akses jalan yang bagus itu sangat mempermudah umat Hindu mencapai Pura Alas Purwo. Tampak warga

Hindu Jawa dan Bali membeludak pedek tangkil melakukan persembahyangan di pura tersebut. Pura Alas Purwo, kata Sumardi, memberi kesan sebagai tempat ibadah yang penuh energi positif. Karena itu, pura tersebut sangat nyaman dan penuh anugerah bagi umatnya. “Dulu akses jalan menuju pura rusak berat. Itu membuat perjalanan menjadi terhambat, hingga memakan waktu dua jam. Tetapi, sekarang sudah amat lancar,” katanya. Sumardi nampak berbaur dengan ribuan umat Hindu lainnya di Pura Alas Purwo. Sejak dulu, ia mengaku tidak pernah absen pedek tangkil memenuhi undangan pemerintah setempat. Sehingga, dia mengaku tahu betul dukungan dan perkembangan infrastrukturnya. Saat ini kesadaran umat

beribadah juga dirasakan semakin tinggi. Sehingga, tuntutan kebutuhan infrastruktur juga menjadi hal mutlak. “Hidup itu harus seimbang, antara kebutuhan jasmani dan rohani. Mari tingkatkan sradha dan bhakti kita ke hadapan Beliau. Sehingga kita semua diberikan keselamatan dan dijauhkan dari bencana,” tegasnya. Pihaknya, kata Sumardi, secara rutin hadir pada setiap penyelenggaraan karya pujawali di pura yang berlokasi di Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi itu. Pura Alas Purwo merupakan pura yang sangat bersejarah bagi umat Hindu. Pura itu merupakan salah satu situs Hindu peninggalan Kerajaan Majapahit, kendati memang pembangunan pura ini baru dimulai tahun 1985. Sampai saat ini, Pura Giri Salaka Alas Purwo ini sudah di-empon

sekitar 1.126 kepala keluarga. Setiap pujawali yang biasanya bertepatan upacara Pagerwesi, pura ini selalu dipadati umat Hindu dari Bali. Prosesi diawali menghaturkan bebantenan kepada Ida Batara yang berstana di Pura Luhur Giri Selaka Alas Purwo, memohon agar diberikan anugerah, kedamaian dan juga keselamatan. Sementara di pelataran pura, ribuan pemedek dari kabupaten/kota di Bali melaksanakan pamuspaan secara bertahap. Proses sembahyang itu dipimpin Jro Mangku setempat. Sebelum menuju Pura Alas Purwo, Ketua Dewan Sumardi juga sempat melakukan persembahyangan di Pura Blambangan, Banyuwangi. Di sana, umat Hindu juga ramai pedek tangkil memohon keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan. (ad715)


KLUNGKUNG

12 PDNKK Karut-marut

Bupati Berencana Libatkan Penjualan Pelet TOSS Semarapura (Bali Post) Perusahaan Daerah Nusa Kertha Kosala (PDNKK) Klungkung masih karut-marut. Keputusan akan pengunduran diri Direktur I Wayan Sukadana juga belum ada. Di tengah hal itu Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mewacanakan perusahaan yang berlokasi di Jalan Kenanga, Semarapura itu untuk mengelola pembelian dan penjualan pelet, produksi Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Wacana tersebut muncul setelah program TOSS dikritisi Fraksi Persatuan Nasional. Dinyatakan, sesuai yang didengungkan bupati, program tersebut akan sangat efektif untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan bahkan mempunyai nilai ekonomis tinggi sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat kecil. Namun fakta di lapangan, program yang bergulir sejak akhir 2017 itu dinilai belum adanya peningkatan yang signifikan. “Untuk pelet, akan dibeli PT Indonesia Power. Nanti PDNKK yang membeli dulu dari TOSS yang ada di desa,” jelas Suwirta usai sidang paripurna pembahasan APBD 2019, baru-baru ini. Sejauh ini, TOSS baru berjalan di 12 desa tersebar di Klungkung daratan. Beberapa sudah ada yang menjual pelet ke PT Indonesia Power untuk diuji coba menjadi energi listrik. Bupati asal Nusa Ceningan Kecamatan Nusa Penida ini menegaskan program bidang lingkungan itu sudah masuk sebagai Top 99 Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) 2018. Menurutnya, itu perlu mendapat dukungan dari seluruh pihak, baik legeslatif maupun masyarakat. “Pusat saja mengakui, jadi saya berharap dukungan dari semua pihak,” tegasnya. Khusus untuk kondisi PDNKK, tak dimungkiri kondisi keuangannya masih terpuruk. Menyikapi itu, akan dilakukan rasionalisasi terhadap karyawannya yang dinilai kurang gereget. Tak hanya itu, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) perusahaan juga akan “dibongkar”. “Untuk karyawan, saya lihat kan tidak produktif lagi. Kalau yang begitu-begitu saja, ya susahlah. Terus mereka menuntut apa. Namanya perusahaan, harus bekerja, bukan hanya sebagai tukang cetak. Itu masih syukur saya pakai. Jangan sampai saya sebagai bupati, masih ngurusin hal teknis seperti itu,” katanya. (kmb45)

Bali Post/sos

SUASANA - Suasana di Kantor Perusahaan Daerah Nusa Kertha Kosala (PDNKK) Klungkung.

Kamis Umanis, 18 Oktober 2018

Soal Nasib Honorer K-2

Dewan Desak Pemkab Perjuangkan ke Pusat Semarapura (Bali Post) -

Puluhan honorer K-2 di Kabupaten Klungkung telah tersingkir dari perekrutan CPNS 2018 lantaran tidak memenuhi persyaratan, baik usia maupun kualifikasi pendidikan. meski demikian, kalangan legislatif tetap mendesak pemkab memperjuangkan ke pemerintah pusat supaya diangkat sebagai PNS.

Bali Post/sos

I Gede Putu Winastra

Bali Post/sos

I Wayan Buda Parwata

“Kami dari DPRD menginginkan honorer K-2 supaya diperjuangkan sebagai PNS. Ini bukan masalah umur, tetapi kaitannya dengan ketika mereka lolos sebagai honorer K-2. Seakan-akan sekarang ada menghambat. Kalau saya ingin ada keistimewaan untuk mereka supaya ada pengecualian karena sudah mengabdi lama. Teman-teman mereka sudah mengabdi PNS,” ungkap Wakil Ketua DPRD Klungkung I Wayan Buda Parwata, Rabu (17/10) kemarin. Politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini menyatakan ketidakjelasan nasib honorer yang bertugas di sejumlah bidang itu sudah berlangsung sejak lama. Namun seolah tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. “Mereka su-

dah bekerja bertahun-tahun. Jangan berikan bahasa klasik. Tetapi berikan kejelasan. Saya ingin mempertanyakan kepada pemkab, bagaimana langkah dan sikapnya,” sebutnya. Anggota Komisi I DPRD Klungkung I Komang Gede Ludra berencana untuk menyampaikan hal ini ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) bersama eksekutif. Namun sebelum itu, akan dilaksanakan rapat koordinasi dengan eksekutif. Menurutnya, meskipun pendaftaran CPNS sudah selesai, nasib honorer ini tetap mendapat perhatian dari pemerintah. Harus dilihat dari sisi yang berbeda dalam menjadikannya sebagai PNS, yakni masa pengabdiannya. “Banyak yang

menyampaikan keluhan. Tetapi perorangan. Bukan atas nama lembaga,” ucapnya. Sesuai data yang dihimpun di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Klungkung, honorer K-2 mencapai 67 orang. Rata-rata pendidikannya SMA dan ada yang telah mengabdi sejak 2001. Sekretaris Daerah (Sekda) Klungkung I Gede Putu Winastra mengatakan, pemkab sudah berupaya memperjuangankan honorer itu. Namun, pihaknya juga tidak bisa melabrak kebijakan pemerintah pusat. “Kami tetap memperjuangkan. Tidak ada pembiaran. Tetapi dari sisi kebijakan, mereka belum bisa jadi PNS. Di CPNS juga tidak ada formasinya,” jelasnya. (kmb45)

Pembangunan Blok A Pasar Semarapura

Tawarkan Konsep Tradisional Bergaya Modern PEMBANGUNAN Blok A Pasar Semarapura masih berlangsung. Guna mengetahui progresnya, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan peninjauan, Rabu (17/10) kemarin. Ia didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung I Wayan Mustika. Pengerjaan pasar yang berlokasi di timur objek wisata Kertha Gosa ini dinilai cukup bagus, sesuai dengan gambar dan perancanaan. Kepala pelaksana diminta untuk bekerja sebaik-baiknya, mampu menyelesaikan tepat waktu dan tidak mengabaikan kualitas. “Dinas Perdagangan juga harus berkoordinasi intensif dengan konsultan proyek dalam hal pengawasan,” tegasnya. Disampaikan lebih lanjut, pembangunan pasar ini baru sebagian dari cita-citanya dalam menjadikan pasar seni dengan konsep tradisional bergaya modern. Ke depannya, semua blok akan dibuat sama. “Dengan bangunan yang

cukup besar, saya berharap nantinya para pedagang tidak lagi berjualan di luar tempat yang sudah disediakan dan pastinya sama-sama merawat,” sebutnya. Pelaksana Proyek I Nengah Sudiartana menyatakan, pasar ini akan diisi escalator, dan jalan untuk penyandang disabilitas. Di bagian dalam akan disiapkan stage untuk digunakan sebagai tempat pameran produk UMKM. Dijelaskan pula, pembangunannya dimulai 8 Agustus 2018 dan ditarget tuntas 120 hari. Saat ini, progresnya sudah mencapai 36 persen, maju 0,14 persen dari target. Ukuran kiosnya akan sama dengan di blok lainnya dan dipastikan seluruhnya tuntas sesuai jadwal. Selain pasar, Bupati Suwirta juga meninjau proyek gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS) dan Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung. Hal tersebut sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat. (ad714)

Bali Post/ist

TINJAU - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat meninjau proyek pembangunan blok A Pasar Semarapura, Rabu (17/10) kemarin.


Kamis Umanis, 18 Oktober 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Receptionist & Kasir Hub:0361289700/081802987999

B.BP.153.10.18.0000610

Luxury Villa di Jimbaran Butuh Staff Butler/HK yang Serius. Telp:08123951083

B.BP.001.10.18.0000712

BVC Kerja luar Negri resmi biaya Koperasi LPD unt semua usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto pastiBerangkat line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.10.18.0000566

Bth Sgr Posisi Marketing P/W Max35Th,Min SMA Memiliki SIM C Fasiltas Gaji/Insentif/ Tunjangan.Hubungi:081806814014 B.BP.001.10.18.0000653

Cari Sopir utk Rumh/Kantor SIM A, Pengalmn Min 3th 766901/2 B.BP.004.10.18.0000705

Dbutuhkan sgr karyawan sebagai Operator SPBU Jl Bay Pass Ngr Rai No88X Jimbaran Kuta B.BP.154.10.18.0000706

Dcr Room Boy(HK)Min SLTA/SMK CV Lkp:Puri Cendana Seminyak 081212886674 / 0361-372947 B.BP.001.10.18.0000672

Dcr Sgr Sopir,Marketing,Desain Grafis,Pglmn Diutmkn,Pnampilan Mnrik.HB:T.Umar 222A/255037/38

Dcr Sls/Mrkt Cnslt u/IHCLUB Htl Chain QLT di Nusa Dua usia min 25th-45th Hub:Nengah 085738148538(WA)

B.BP.004.10.18.0000704

Dcr Tenaga Therapis&Hairdreser Hub:08179764601 Lok:Jimbaran

B.BP.001.10.18.0000508

Dcr staff Waitres/Guest Serv u/Restaurant d Nusa 2 hub.P.Yasa 081999222121

B.BP.004.10.18.0000703

Dcr:Cleaning Service,Off Boy, Engineering,Driver,Admin,Stock & Cust.Service.Max Usia 30thn PT.Bintang Harapan Kurnia, Jl.Dewi Sri 101(Sblh.BRI)-Kuta

B.BP.001.10.18.0000694

Dibthkan Sgr Cleaning Service, Hub:723593/723637/081246400852

B.BP.001.10.18.0000632

Dicari Karyawan/ti Production Controller,Staff Produksi, Driver,Staff Office,bisa Komputer,Bahasa Inggris,Serius Kerja,Gaji Memuaskan+Tunjangan CP 085100804392,082339261209, 085737010806,Alamat Gianyar

Looking For:Receptionist,F, Good English(2,6jt+1jt instv) Send CV to Bodyworks Spa Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget E:acc.bodyworksbali@yahoo.com

Welder Instalasi Gas,Tkang Las Sales Marketing : 085103167222 B.BP.001.10.18.0000596

B.BP.001.10.18.0000693

Need Marketing Staff.Must Speak English.Have Worked as Marketing with References. Position will be with an Advertising firm in Bali.Good Salary & Commision.Reply to balipromotion1995@gmail.com with Application,Copies of References & Copy of highest Schooling Degree

Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar G.06

B.BP.001.10.18.0000597

B.BP.001.10.18.0000659

Dicari Pelaksana STM/S1 Segera E:jatama_contractor@yahoo.com/ 081246006744

Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 86 Denpasar Hub:0818621818

Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar

G.01

G.05

B.BP.001.10.18.0000614

Estimator/Pelaks Civil D3/S1, Admin D3/S1 :P.Singkep 46X DPS

B.BP.001.10.18.0000656

B.BP.001.10.18.0000699

RUPA-RUPA

SERVICE

Jual Mini Cooper 1.6 S.Turbo 2 Pintu Th 2012 Hub.081246068999

G.04

Supir Galon Sim A Kuta + Admin Kuli Serabutan H.082144877778

Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 86 Denpasar sebelah Pasar Burung Satria Hub:0818621818

G.07

SERVICE

DIJUAL RUMAH

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

B.BP.001.10.18.0000698 PORSCHE

DIJUAL RUKO Dijual Ruko Jl Yeh Gangga TBN DP 10% Bunga Krd 0.9% perbln Hub:082236881191/081805374433 B.BP.004.09.18.0001006

PENGUMUMAN

B.BP.001.10.18.0000660 SUZUKI

Karimun Wagon GX’2013 Warna Abu2 Metalik Hub.081338663234 B.BP.001.10.18.0000682 TOYOTA

*Vellfire 2.4 26 th 2014 pilot *Seat,KM 45ribu H.081999315168

B.BP.001.10.18.0000707

RUPA-RUPA DIJUAL RUMAH

B.BP.031.10.18.0000709

Dibuka permohonan penawaran mobil 4wd yang baru (semua merk dan tipe) untuk informasi penawaran bisa email ke Yasera di:selaksa.sejahtera@gmail.com H:0363-278706

Rumah LT.100M LB.60M Hrg.450Jt Perum Graha Persada Bakisan No.51 Tabanan Hub.082236599513

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172

Dijual murah Rumah/Villa Terrace Pavillion No.22 Jimbaran. Ada pool besar,parkir 3 mobil. Rp.2,5 M HP.0812 88888 67

B.BP.001.10.18.0000700

B.BP.004.10.18.0000702

B.BP.001.10.18.0000558

DIJUAL TANAH

BIRO JASA

Djl Tanah Kav,Jl Padang Griya &Jl Imam Bonjol Hub.0811398086

Siap Bnt Pajak SPT Tahunan&Bln IMB,NPWP SIUP, 081338344155

B.BP.001.10.18.0000586

B.BP.001.10.18.0000120

BIRO JASA

SPA

BENGKEL LAS

DAIHATSU

G.02

G.03

B.BP.001.10.18.0000617

DIJUAL MOBIL Djl Xenia Putih Th’15 Hub:Ibu Jane081210121216/087880880590

Shankara Kuta lowongan Waiter,Barista Kuta Square Blok D33 Hub: 0818621818

Operation Manager,Floor Supervisor,Bar Supervisor,Bartender Waiter/ss,Cashier,Cook,Purchasing,Marketing,Engineering,Accounting Supervisor&Steward.Bw Lam PT.Balinesia Jl.Kayu Aya 104X Seminyak T(0361)738720/21

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar Shankara Sanur lowongan Waiter,Barista Jl Danau Toba 7 Sanur Hub: 0818621818

B.BP.004.10.18.0000667

Informasi pasang iklan Telepon

BIRO JASA


BANGLI

14

Kamis Umanis, 18 Oktober 2018

Tingkatkan Kepercayaan dan Loyalitas Nasabah

Bank Pasar Bangli Gelar Tali Asih Berhadiah Mobil

JALAN - Kondisi jalan Culali-Yeh Mampeh beberapa waktu lalu.

Bupati Siap Kaji Pengalihan Lalin Truk ke Penelokan Bangli (Bali Post) –

DPRD Bangli berencana mengeluarkan rekomendasi pengalihan arus lalu lintas truk galian C ke Penelokan, demi kelancaran pelaksanaan proyek perbaikan jalan Culali-Yeh Mampeh. Untuk menindaklanjuti rekomendasi itu, Bupati Bangli I Made Gianyar akan segera melakukan kajian bersama tim teknis. Jika memang dipandang perlu dilakukan pengalihan arus, maka Bupati akan mengeluarkan dispensasi agar truk bisa melintas sementara di Jalur Penelokan. Dihubungi, Rabu (17/10) kemarin, Made Gianyar mengungkapkan pihaknya belum menerima keluhan terkait proyek perbaikan jalan CulaliYeh Mampeh. Semestinya jika ada kendala yang dihadapi dalam proses pengerjaan proyek, pihak rekanan bisa menyampaikannya langsung melalui Dinas PUTRPerkim. ‘’Saya belum tahu. Tapi ujugujug sudah ada rencana rekomendasi. Semestinya dari rekanan yang menyampaikan ke PU lalu menyampaikan ke

Bupati,’’ ungkapnya. Meski demikian, karena sudah ada rencana dewan mengeluarkan rekomendasi, pihaknya tinggal menunggu rekomendasi dimaksud. Jika rekomendasi telah diterima, pihaknya akan segera menindaklanjutinya dengan melakukan kajian bersama tim dalam hal ini Dinas PUTRPerkim, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Polres Bangli, termasuk pemangku kepentingan pariwisata di Kintamani. Lebih lanjut dikatakan

Made Gianyar, jika masih memungkinkan proyek berjalan tanpa harus mengalihkan arus lalin truk, maka pihaknya akan meminta rekanan mengerjakannya dengan situasi sekarang. Namun jika memang tidak memungkinkan, pihaknya akan mengeluarkan dispensasi agar jalur Penelokan bisa dilintasi truk sementara waktu. ‘’Nanti akan kita kaji bersama dulu. Karena kalau pun truk diberikan dispensasi lewat di Penelokan, sekarang kan sedang ada pemasangan

Bali Post/ina

paving juga di sana dan rencana pembongkaran tiang listrik. Apakah akan diberikan dispensasi atau kita minta truk libur sementara, kita akan kaji dulu demi kepentingan dan kebaikan bersama,’’ kata Made Gianyar. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata mengatakan, pihaknya bakal merekomendasikan pengalihan arus lalin truk pengangkut material galian C ke jalur Penelokan untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan sehubungan ditemukannya sejumlah kendala dalam pengerjaan proyek perbaikan jalan di jalur CulaliYeh Mampeh saat kunjungannya ke lokasi proyek Selasa (16/10) lalu. (kmb40)

BANK Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Pasar Kabupaten Bangli kembali menggelar undian tali asih berupa doorprize untuk para nasabah periode tahun 2017, Selasa (16/10). Acara penarikan undian tali asih yang diselenggarakan di halaman Kantor Bank Pasar, dihadiri Bupati Bangli I Made Gianyar serta seratusan nasabah dari seluruh kecamatan di Bangli. Di acara tersebut, hadiah utama berupa satu unit mobil Daihatsu Ayla berhasil dibawa pulang oleh seorang nasabah setia Bank Pasar Bangli atas nama Ni Luh Utari. Direktur Utama PD BPR Bank Pasar Kabupaten Bangli Ir. Made Astawa mengatakan, tujuan undian tali asih adalah untuk meningkatkan minat masyarakat menyimpan uangnya di Bank Pasar Bangli, sebagai satu-satunya bank yang 100 persen sahamnya milik masyarakat Bangli. Selain itu, acara ini bertujuan meningkatkan kepercayaan dan loyalitas nasabah kepada Bank Pasar Bangli. ‘’Undian tali asih ini rutin kami laksanakan setiap tahun sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan kekerabatan antara pihak Bank Pasar Bangli dengan nasabah,’’ kata Astawa. Hadiah kali ini meningkat dari tahun sebelumnya. Sebab, Bank Pasar Bangli menyediakan hadiah utama berupa satu unit mobil Ayla D Plus MT MI yang diundi untuk seluruh nasabah penyimpan (deposito dan tabungan). Selain itu, Bank Pasar Bangli juga memberikan empat unit sepeda motor Beat POP CBS yang diundi untuk masingmasing nasabah di empat kecamatan, serta sejumlah hadiah menarik lainnya, seperti satu unit TV LED, dan lima buah magic com yang diundi untuk para undangan yang hadir. Disampaikan Astawa,

Tingkatkan Kualitas SDM Melalui LSS

Bali Post/ina

RUSAK - Kondisi salah satu bangunan di SKB Kayuamba yang mengalami kerusakan akibat dimakan usia.

SKB Kayuambua Direhab Tahun Depan Bangli (Bali Post) Sejumlah bangunan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kayuambua, Desa Tiga, Susut, yang kondisinya telah rusak berat termakan usia, rencananya akan diperbaiki tahun depan. Untuk memperbaiki bangunan tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 200 juta dalam APBD 2019. Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja, Rabu (17/10) kemarin, mengungkapkan bangunan di SKB Kayuambua yang rusak tersebut lokasinya berada di sisi utara. Terdiri dari ruang pertemuan dan satu ruangan kecil yang difungsikan sebagai UKS. Kerusakan terletak pada rangka atap utamanya kayu penyangga. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada kusen pintu yang telah mengalami pelapukan. Suteja mengaku tidak tahu pasti sejak kapan kerusakan bangunan itu sudah terjadi. Yang jelas, saat ini bangunan itu sudah tidak lagi bisa dimanfaatkan. Menurutnya kerusakan disebabkan karena faktor usia. Sejak puluhan tahun lalu, bangunan tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan. Untuk memperbaiki bangunan di SKB itu, pihaknya mengaku telah mengajukan proposal ke pusat. Proposal sudah mendapat persetujuan Bappenas. Untuk memperbaiki bangunan itu, Disdikpora Bangli diberikan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 200 juta. Perbaikan hanya

mencakup bagian atas bangunan karena tembok dan lantai masih layak digunakan. Selain memperbaiki bangunan di SKB, pada 2019 mendatang Disdikpora juga akan memperbaiki beberapa sekolah di Bangli. Perbaikan diprioritaskan pada yang mengalami rusak parah akibat gempa Lombok beberapa bulan lalu. Salah satunya, SMPN 4 Bangli. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Lomba Sekolah Sehat (LSS) berperan penting dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) khususnya generasi muda yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri dan bertanggung jawab. Diharapkan generasi muda mampu menjadi generasi mileneal yang siap menghadapi tantangan di masa mendatang. Hal itu diungkapkan Bupati Bangli Made Gianyar saat menerima rombongan tim penilai LSS jenjang SD Provinsi Bali di SDN Bayung Gede, Selasa (16/10) lalu. Menurut Gianyar, Pemkab Bangli berkomitmen mewujudkan SDM berkualitas sejak dini dengan menanamkan pola hidup bersih dan sehat di sekolah. Hal tersebut tidak hanya dalam rangka meraih predikat juara dalam lomba melainkan telah menjadi program prioritas Pemkab Bangli. Terkait LSS, pihaknya menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada tim penilai. Dia berharap penilaian dilakukan secara objektif serta ada masukan yang sifatnya membangun sebagai acuan bagi Pemkab Bangli untuk berbenah. Sementara itu, pimpinan

LSS - Suasana penilaian LSS di Bangli. tim penilai LSS, I Wayan Yuda mengatakan, melalui lomba ini diharapkan banyak muncul terobosan yang kreatif dan inovatif baik dari sekolah maupun pemerintah daerah. Diharapkan pula dapat menggali budaya lokal dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal di sekolah, sebagai bagian dari sarana pembinaan. Disampaikannya, LSS merupakan momentum mewu-

Bali Post/ina

judkan pendidikan kesehatan paripurna melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, penanaman kebiasaan hidup sehat, dan mengutamakan kegiatan bersifat promotif dan preventif. ‘’Tentunya kita berharap kegiatan ini memiliki nilai strategis dan efektif dalam penyampaian dan penyebaran informasi kesehatan di masyarakat melalui pemberdayaan peserta didik di sekolah,’’ katanya. (kmb40)

HADIAH - Bupati Bangli I Made Gianyar secara simbolis menyerahkan hadiah utama Daihatsu Ayla. Bank Pasar Bangli terus bekerja keras guna memberikan pelayanan perbankan yang terbaik bagi masyarakat Bangli. Buah kerja keras selama ini adalah kepercayaan masyarakat Bangli khususnya untuk mencari kredit maupun menabungkan uangnya yang semakin tinggi. Hal ini terbukti dengan grafik pertumbuhan Bank Pasar Bangli dalam kurun waktu 10 tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Aset Bank Pasar Bangli yang pada 10 tahun lalu hanya Rp 29 miliar, terus bertumbuh dan kini telah mencapai Rp 150 miliar. Demikian juga dengan simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan yang sekarang telah mencapai Rp 74 miliar, serta deposito yang sebelumnya Rp 1,4 miliar sekarang meningkat menjadi Rp 50 miliar. Tidak sebatas itu, Bank Pasar Bangli yang memiliki 63 karyawan ini juga berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi hingga tingkat nasional. Menurut Astawa, prestasi ini tentunya tidak lepas dari kerja keras direksi dan karyawan Bank Pasar Bangli serta dukungan dari masyarakat dan Pemkab Bangli. ‘’Mudahmudahan dengan prestasi ini semakin memantapkan ke-

percayaan masyarakat Bangli untuk mempercayakan kredit maupun tabungannya di Bank Pasar Bangli,’’ harap Astawa. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan, Bank Pasar Bangli merupakan satu-satunya bank kebanggaan milik Bangli. Bank Pasar Bangli selama ini telah menjalankan fungsi utama dengan baik sebagai lembaga intermediasi. Tingginya tingkat kepercayaan masyarakat Bangli terhadap Bank Pasar Bangli, membuat Bank Pasar Bangli terus tumbuh dan berkembang. ‘’Kepercayaan masyarakat ini harus terus dibangun. Salah satu cara untuk membangun kepercayaan masyarakat ini melalui pemberian tali asih,’’ ujarnya. Made Gianyar menyampaikan, saat ini Bank Pasar Bangli tengah berproses status badan hukumnya dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Daerah (Perseroda). Dengan perubahan status itu nantinya mobilitas Bank Pasar Bangli dapat lebih luas dan lebih profesional. ‘’Dari segi nama juga akan berubah menjadi PT BPR Bank Daerah Bangli. Mari masyarakat Bangli majukan terus Bank Pasar yang kita miliki,’’ kata Made Gianyar. (ad720)

KPU Bangli Diisi Tiga Wajah Baru Bangli (Bali Post) – Lima orang anggota KPU Bangli periode 2018-2023 telah dilantik di Jakarta, Selasa (16/10). Dari kelima anggota KPU Bangli tersebut, dua di antaranya merupakan incumbent, sementara tiga lainnya wajah baru. Kelima anggota KPU Bangli saat ini, yakni Putu Pertama Pujawan, Gde P. Roy Suparman, I Kadek Adiawan, Ni Putu Anom Januwintari, dan I Wayan Sastra Puja. Putu Pertama Pujawan dan Gde P. Roy Suparman merupakan incumbent. Komisioner KPU Bangli Gde P. Roy Suparman, Rabu (17/10) kemarin, mengatakan, pascadilantik, Komisioner KPU Bangli langsung menggelar rapat pleno untuk memilih Ketua. Hasilnya, posisi Ketua KPU

Bangli dijabat Putu Pertama Pujawan, yang dalam periode sebelumnya menjabat sebagai anggota KPU Bangli Divisi Keuangan Umum, Logistik dan Rumah Tangga. ‘’Pemilihan ketua dilaksanakan melalui rapat pleno tertutup, sesaat setelah pelantikan,’’ ujarnya. Lanjut dikatakan Roy, sesuai arahan KPU RI, pascadilantik seluruh anggota KPU Bangli diminta langsung bertugas mengikuti ritme tahapan pemilu. Tidak terkecuali tiga anggota pendatang baru. Sesuai yang diagendakan, pada Kamis (18/10) hari ini, KPU Bangli akan menggelar sejumlah rapat, di antaranya rapat koordinasi internal, approving design APK dan dilanjutkan dengan rapat membahas perencanaan dan keuangan. (kmb40)


15

Kamis Umanis, 18 Oktober 2018

Soal Potensi Likuifaksi

Kadis PUPR Badung: Itu Kehendak Tuhan

Anak Agung Ayu Putri Wacika UD WS Pangyangan Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp

500.000 400.000 200.000

Rp 1.100.000 Rp 411.738.748 Rp 412.838.748

Arsitektur Tradisional

Dari sana sebetulnya bisa ditelusuri apa yang mendasari pendapat para ahli tersebut. Terkait dengan bangun di atas lahan yang berpotensi bencana termasuk terdampak likuifaksi, ia mengatakan arsitektur tradisional Bali sudah pernah mengalami berbagai kondisi gempa. Dan yang membuat takjub, sebagian besar bangunan berarsitektur Bali tetap berdiri kokoh alias selamat. Dalam tanda petik, arsitektur tradisional Bali boleh dikatakan sudah teruji oleh waktu. ‘’Saya kan boleh dibilang menjadi saksi hidup. Katakan ketika di Seririt mengalami gempa, hampir sebagian besar bangunan Bali itu selamat,’’ ujarnya, Rabu (17/10) kemarin. Rumawan menambahkan, hal serupa terjadi pula di Yogyakarta saat gempa dahsyat pada 2006 lalu. Gempa Yogyakarta juga menyisakan gedung-gedung tradisi seperti bangunan tradisional Jawa dan pendopo. Sementara bangunan dengan struktur beton atau rangka baja malah roboh.

‘’Menurut saya, hubungan di masing-masing struktur bangunan tradisi itu sangat dinamis, tidak statis. Sedangkan konstruksi bangunan modern itu statis, sehingga kalau salah meletakkan posisi struktur, kalau tidak retak ya… kolaps atau roboh,’’ jelasnya. Kendati demikian, lanjut Rumawan, tidak bisa juga langsung dikatakan bahwa bangunan modern memiliki daya tahan yang buruk terhadap gempa. Sepanjang pengetahuannya di lapangan sebagai seorang praktisi, beban ataupun ketahanan bangunan pada skala gempa tertentu sebetulnya sudah dihitung. Teknologi terbaru di Jepang, fondasi bangunan dibuat elastis mengikuti gerak agar pada saat gempa tidak roboh. Tetapi teknologi itu pun diyakini hanya bertahan pada skala gempa tertentu dan tidak ada tsunami. ‘’Apalagi ada likuifaksi, bisa hanyut seperti di Palu. Orang Bali itu sudah sangat hebat melakukan filosofi Tri Hita Karana, bersahabat dan harmoni dengan alam. Tapi kalau alam sudah marah, kita tidak bisa ngapa-ngapain lagi,’’ imbuh akademisi Universitas Udayana ini. (rin)

Denpasar (Bali Post) Hasil penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi (LIPI) terkait likuifaksi cukup mencengangkan. Sebab, fenomena yang terjadi ketika tanah yang jenuh atau agak jenuh kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya tegangan atau disebut likuifaksi berpotensi terjadi di wilayah Kuta Selatan, seperti Kedonganan dan Tanjung Benoa. Menyikapi hasil kajian tersebut, Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Badung I.B. Surya Suamba mengatakan tidak ada yang dapat memprediksi kehendak alam. Bahkan, negara maju sekalipun tidak dapat memprediksi kehendak Pencipta. ‘’Jepang saja yang teknologinya tinggi tidak bisa, karena itu kehendak alam, kehendak Tuhan. Jadi yang

Tangguh Bencana Sementara itu, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Badung I Wayan Wirya, S.E., M.Si. menyebutkan, sebagai langkah kesiapsiagaan terhadap bencana, pihaknya terus mengefektifkan sosialisasi kegiatan desa tangguh bencana (Destana). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat, supaya masing-masing desa itu tangguh menghadapi bencana. Tidak hanya melakukan langkah antisipatif, pihak BPBD juga mempersiapkan langkah saat terjadi bencana. Seperti penyiapan dalam hal kedaruratan dan logistik serta penanganan pascabencana seperti rekonstruksi dan rehabilitasi. Untuk kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana, di wilayah Badung Utara dan Badung Selatan memang memiliki karakter berbeda. Untuk Badung Utara, sosialisasi yang diberikan terkait antisipasi tanah longsor maupun pohon tumbang.

Tentukan Hadiahmu Per September 2018 saat program hadiah langsung tabungan siMantap tentukan hadiahmu dijalankan, Bank Mantap menghimpun DPK senilai Rp 13,73 triliun. Dengan komposisi deposito Rp 10,88 triliun yang tercatat tumbuh 51,66 persen secara year on year (yoy) dan tabungan senilai Rp 2,58 triliun yang naik 71,22 persen secara yoy. Secara khusus, pihaknya berterima kasih kepada sejumlah LPD di Bali termasuk LPD Jero Kuta yang sudah mempercayakan tabungannya di Bank Mantap. ‘’Bank Mantap ini juga bermula dari Bali (dulu Bank Sinar Harapan Bali - red), berkembang dari Bali awalnya sehingga kita juga harus mempunyai keterikatan dengan lokal. Caranya adalah kita juga melakukan kerja sama dengan LPD. Tidak menutup kemungkinan untuk lebih lanjut lagi ke depannya seperti apa, apakah kita melakukan pelatihan kepada LPD, bisa saja,’’ jelasnya. Distribution Head IV Bank Mandiri Taspen I Dewa Gede Suardana mengatakan, kepemilikan Bank Mantap oleh dua BUMN besar menjadi modal untuk meyakinkan LPD. Selain menawarkan produk seperti tabungan siMantap. Mengingat, LPD pasti memiliki dana men-

gendap berupa modal dingin yang bisa didepositokan selama tiga tahun. Seperti dilakukan LPD Jero Kuta yang mendepositokan modal dingin Rp 2,6 miliar selama tiga tahun, sehingga bisa memilih hadiah sendiri dan juga mendapatkan rate. ‘’Ini yang membedakan, kita sangat fleksibel untuk dari sisi funding mau nominal berapa, tenor berapa, dia dapat apa,’’ imbuhnya. Kepala LPD Jero Kuta Ni Wayan Ersi mengucapkan terima kasih kepada Bank Mantap yang telah memberikan pelayanan prioritas dengan baik. Sebelum mendapatkan hadiah mobil, LPD yang memiliki aset Rp 58 miliar ini juga sudah pernah menerima tiga unit sepeda motor. Seluruh hadiah itu kini dipergunakan untuk operasional LPD yang mulai mempercayakan tabungan pada Bank Mantap

dapat dilakukan kalau ada gempa adalah mengaktifkan early warning system (EWS). Jadi ketika terjadi gempa masyarakat bisa dengan cepat menyelamatkan diri, karena tidak ada teknologi yang bisa memprediksi hal itu,’’ ungkap I.B. Surya Suamba, Rabu (17/10) kemarin. Menurutnya, pemerintah hanya dapat melakukan pemulihan pascabencana ke-

sejak empat tahun silam. ‘’Pertimbangan kami memilih Bank Mantap, pertama, dari segi pelayanan dan juga saya lihat bank ini bagus,’’ ujarnya seraya berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan dan lebih berkualitas. Hingga September 2018, total aset Bank Mantap Rp 17,84 triliun atau tumbuh sekitar 41 persen. Sedangkan posisi DPK Rp 13,52 triliun atau tumbuh sampai dengan 55,1 persen, penyaluran kredit berkisar Rp 14,31 triliun atau meningkat sampai 56,4 persen. Khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 12,72 triliun dengan persentase tumbuh 82 persen. Laba bersih Rp 259,5 miliar atau naik 135,8 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini, Bank Mantap memiliki 220 jaringan kantor tersebar di 28 provinsi dan 190 ribu nasabah penabung di seluruh Indonesia. (ad718)

Sedangkan untuk Badung Selatan, antisipasi terkait angin kencang dan ombak tinggi. Terkait penelitian yang menyebutkan kawasan Badung Selatan rawan likuifaksi, pihaknya belum berani memastikan hal tersebut. Yang jelas pihaknya akan tetap mengefektifkan untuk kesiapsiagaan sesuai dengan potensi bencana yang ada di masing-masing wilayah. Untuk di Badung Selatan, pihaknya mengantisipasi dengan penanaman mangrove. Tidak hanya itu, terkait kesiapsiagaan, pihaknya juga memberikan sosialisasi melalui sekolah aman bencana (SAB). Pihaknya melakukan pemetaan mana sekolah yang kategori rawan terkena bencana. Seperti di daerah Tanjung Benoa, Jimbaran, Kedonganan-, Kuta, Legian dan Seminyak. ‘’Seperti di Badung Selatan yang berpotensi bencana ombak besar, angin kencang, bahkan tsunami perlu diantisipasi dengan lima alarm tsunami di Badung,’’ ucapnya. (kmb23)

tika terjadi kerusakan infrastruktur. ‘’Pada saat terjadi bencana harus hidup (EWS – red), sehingga masyarakat bisa lari. Kalau sudah ada bencana ada rumah roboh atau jalan rekah kita perbaiki, karena belum ada kajian atau yang menyampaikan adanya penelitian seperti itu,’’ terangnya. Seperti diberitakan, penelusuran Bali Post terhadap

hasil-hasil penelitian mengenai likuifaksi di Bali menemukan hasil peneliti pada Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Eko Wibowo yang meneliti potensi lukuifkasi di kawasan Bali Selatan. Dalam jurnal RISET terbitan Juni 2016 artikel penelitian Eko Wibowo tersebut menyimpulkan tentang bahaya amblesan, likuifaksi di bagian selatan Pulai Bali. Kawasan yang diteliti adalah Serangan-Tuban- Tanjung Benoa, Bali. Dipilihnya wilayah tersebut sebagai penelitian mengingat adanya pengembangan kawasan yang cukup masif untuk kebutuhan

sarana akomodasi penunjang pariwisata. Hasil penelitian Eko Wibowo menunjukkan bahwa daerah Serangan-Tuban memiliki lapisan lempung sangat lunak hingga lunak, plastitas tinggi dan kuat geser rendah. Hal ini mengakibatkan tanah di daerah tersebut rentan mengalami amblesan. Sedangkan daerah Kedonganan-Tanjung Benoa-Serangan memiliki lapisan lanau-pasir sangat lepas-lepas. Dengan kondisi geologi seperti ini, wilayah tersebut memiliki kerentanan terhadap likuifaksi yang dipicu oleh gempa bumi. (kmb27)

WARUNG GLOBAL

Tindak Tegas Pelanggar Larangan Parkir Pengelolaan parkir di kawasan wisata Ubud, Gianyar tak kunjung tuntas. Selain memang keterbatasan kantong parkir, pelanggaran juga masih terjadi. Penindakan pelanggaran parkir secara tegas disarankan dilakukan. Selain itu layanan antar-jemput dari sentral parkir perlu dimaksimalkan. Demikian terungkap pada acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Rabu (17/10) kemarin. Febri di Denpasar mengatakan agak sulit mengatasi kemacetan di Ubud yang merupakan daerah tujuan wisata tersebut. Tak hanya penyediaan sentral parkir di beberapa titik. Untuk menyokong program larangan parkir di badan jalan juga perlu disiapkan armada yang kecil untuk mengangkut wisatawan ke tempat tujuan mereka karena jalan di kawasan Ubud rata-rata sempit. Petugas juga agar menindak tegas pelanggar parkir di sana. Nata di Tabanan me nyatakan banyaknya pelanggaran parker dan kemacetan dapat menjadi ancaman

pariwisata di Ubud, padahal kunjungan wisatawan terus meningkat. Banyak hal terutama sarana jalan dan parkir di kawasan wisata Ubud harus segera dibenahi. Sugi di Mambal menambahkan, di kawasan Ubud sering terjadi kemacetan karena parkir sembarangan, apalagi jika bus-bus besar masuk ke wilayah Ubud sehingga semakin menambah parah kemacetan karena jalan kecil dan sempit. Wisatawan sering mengeluhkan hal ini. Wisarja di Tabanan menatakan, Ubud merupakan daerah tujuan pariwisata mestinya dibuat nyaman.

Untuk mengatasi kemacetan di sana yakni dengan parkir pada tempat yang sudah ditentukan, menambah volume jalan dan kesadaran tertib berlalu lintas. Petugas terkait agar melakukan tindakan tegas terhadap yang parkir sembarangan. Artana di Gianyar menyampaikan, untuk menumbuhkan kesadaran berlalu lintas dan tidak melakukan pelanggaran parkir tidak mudah. Selain memberikan peringatan, petugas juga harus memberikan sanksi hukum bagi yang melanggar untuk membangkitkan kesadaran mereka. (dika)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Kamis Umanis, 18 oktober 2018

Piala Asia U-19

Indonesia Perkuat Pertahanan Lawan Taiwan Jakarta (Bali Post) – Tim nasional sepak bola Indonesia terus memperkuat pertahanan dan mengantisipasi situasi bola mati saat melawan Taiwan dalam pertandingan Grup A Piala Asia U-19 2018, Kamis (18/10) malam ini. Laga ini digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, mulai pukul 20.00 Wita, setelah partai pembuka antara Uni Emirat Arab dan Qatar (17.00).

Pelatih timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri tidak ingin kondisi seperti tiga laga uji coba terakhir menghadapi Cina, Arab Saudi dan Yordania terulang. ‘’Akhir-akhir ini kami terus memperbaiki kualitas pertahanan, selain mengantisipasi bola mati. Kami mengulang sesi ini dalam latihan,’’ ujarnya usai konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (17/10) kemarin. Di tiga laga persahabatan terkininya, timnas Indonesia menang atas Yordania 3-2 serta kalah dari Cina 0-3 dan Arab Saudi 1-2. Kala mengandaskan Yordania, laga hampir saja berakhir imbang karena skuad berjuluk Garuda Nusantara kebobolan dua gol pada 10 menit terakhir. Ketika takluk dari Cina, dua dari tiga gol lawan diciptakan dari situasi bola mati yakni tendangan sudut.

Sementara Arab Saudi mencetak gol kemenangan dari tendangan penalti ketika skor imbang 1-1. Meski demikian, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan tetap menargetkan kemenangan atas Taiwan. Indra menyebut seluruh pemainnya dalam kondisi prima untuk laga perdana. Tiga poin sangat berarti karena akan membuka jalan lolos dari Grup A dan memperbesar peluang ke semifinal yang menjadi syarat ke Piala Dunia U-20 2019 di Polandia. ‘’Kami ingin lolos ke empat besar dan membuat sepak bola Indonesia naik level. Kami semakin termotivasi karena menjadi tuan rumah dan akan bermain di hadapan ribuan suporter,’’ tegas Indra. Taiwan Taiwan juga mengincar poin penuh meski berstatus tim tamu.

‘’Kami menargetkan menang di pertandingan pertama. Kami tak ingin hanya numpang lewat di kompetisi ini,’’ kata pelatih Wang Jiazhong usai konferensi pers di tempat yang sama. Ia menyadari Indonesia adalah tim yang sulit dikalahkan. Tuan rumah memiliki pemain-pemain cepat yang berbahaya dan mendapatkan dukungan dari ribuan suporter di stadion. Pemain Indonesia juga bermain apik dengan umpan-umpan pendek dan mempunyai permainan kombinasi. ‘’Saya sudah menonton hampir semua pertandingan timnas Indonesia. Mereka memiliki pemain-pemain berbahaya, salah satunya bermain di Polandia,’’ jelasnya. Laga semakin berat bagi Taiwan karena menjalani persiapan singkat dan minim pertandingan uji coba internasional. Walaupun begitu, Wang Jiazhong tetap bertekad kuat mengandaskan perlawanan Indonesia. Ribuan suporter yang akan hadir di stadion tidak dianggapnya tekanan bagi Taiwan. Pemainnya akan menunjukkan semangat pantang menyerah sampai detik terakhir. (ant)

Bali United Dapat Status Klub Pro AFC Denpasar (Bali Post) – Bali United resmi kembali mendapatkan status sebagai klub profesional (pro) AFC setelah Club Licensi Committee (CLC) PSSI memberikan kepastian melalui suratnya kepada manajemen tim Serdadu Tridatu per tanggal 15 Oktober 2018. Dalam surat ini, CLC telah menerima berkas permohonan lisensi Bali United. Hanya, ada sedikit kekurangan dalam kriteria B yang harus dipenuhi oleh manajemen Bali United dengan batas waktu sampai 31 Januari 2019 untuk bisa diselesaikan. Dalam kriteria B Bali United belum melengkapi Grassroots Programmes, Educational Programmes, Stadium Safety, Stadium Spectator with Disabilities, Duty to Notify Subsequent Events, dan Duty to update Future Fi-

nancial Information. Adapun isi keputusan Club Licensi Committee (CLC) yang ditulis dalam surat bernomor 004/CLC-PSSI/X/2018, pertama menerima permohonan lisensi klub profesional dari Bali United FC dan memberikan lisensi klub profesional kepada Bali United FC. Kedua, memberikan waktu kepada Bali United FC untuk memenuhi kekurangan kriteria B yang belum dipenuhi dengan waktu pemenuhan sampai 31 Januari 2019. Terhadap pemenuhan tersebut disampaikan secara tertulis kepada Club Licensing Departement dan kegagalan terhadap hal tersebut dapat mengakibatkan dicabutnya lisensi. Ketiga, memerintahkan kepada Club Licensing Department untuk memberikan salinan keputusan ini kepada Komite Eksekutif PSSI untuk dipastikan

pelaksanaannya. Lisensi klub profesional dengan standar AFC bersifat sangat penting bagi setiap klub untuk bisa berpartisipasi di kompetisi level Asia. Syarat untuk mendapatkan lisensi AFC terbilang cukup berat untuk bisa dipenuhi. Untuk mendapatkan lisensi tersebut, AFC sudah menetapkan lima aspek penilaian yang harus menjadi standar klub. Kelima aspek tersebut yaitu legalitas, finansial, infrastruktur, administrasi, pembinaan usia dini, serta sumber daya manusia. Pada 2017 lalu, Bali United berhasil mengantongi lisensi klub profesional dengan standar AFC. Hal tersebut membuat tim Serdadu Tridatu berhak mewakili Indonesia di ajang kualifikasi Liga Champions Asia dan Piala AFC 2018. (kmb)

Denmark Terbuka

Ginting Terhenti, Jonatan Melaju

Jonatan Christie

Bali Post/ist

Odense – Pemain tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting dihentikan pemain unggulan Jepang Kento Momota dalam pertandingan putaran pertama turnamen bulu tangkis Denmark Terbuka 2018 di Odense, Rabu (17/10) kemarin. Seperti dipantau di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Ginting menyerah 18-21, 23-21, 15-21. Kehilangan Ginting, Indonesia masih punya dua wakil pada turnamen berhadiah total 775 ribu dolar AS itu. Jonatan Christie berhasil melaju ke putaran kedua setelah menyingkirkan Wong Wing Ki Vincent (Hongkong) 17-21, 21-18, 21-13. Sementara Tommy Sugiarto masih bertanding menghadapi Rajiv Ouseph (Inggris) pada babak pertama. ‘’Saya bersyukur bisa melewati pertandingan pertama ini. Dari awal sebenarnya sudah enak mainnya, tapi permainan saya sudah terbaca oleh lawan. Tak bisa mengontrol poin krusial juga masih menjadi PR saya,’’ kata Jonatan. Ia masih menanti calon lawannya di babak kedua. Jika bertemu Shi Yuqi (Tiongkok), ulangan laga Asian Games 2018 akan tersaji kembali. Sementara itu, ganda campuran Ricky Karanda Suwardi/ Debby Susanto menaklukkan Zhang Nan/Li Yinhui (Cina) pada putaran pertama. Ricky/Debby menang 21-15, 21-15 selama 36 menit permainan atas pasangan peringkat enam dunia itu. Ini menjadi kemenangan pertama pasangan peringkat 20 dunia asal Indonesia itu atas Zhang/Li. Pasangan baru Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani meraih kemenangan di duet pertamanya. Mereka melaju ke babak kedua setelah menghentikan perlawanan Chow Mei Kuan/ Lee Meng Yean (Malaysia) 21-13, 21-11. Di babak kedua, Rizki/ Ketut berhadapan dengan Selena Piek/Cheryl Seinen (Belanda) yang mengalahkan Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang) 21-19, 21-18. Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja juga melaju ke putaran kedua setelah menang atas Ronan Labar/Audery Fontaine (Prancis) 21-11, 21-11. Sebaliknya, ganda putra Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso menelan kekalahan. Pasangan yang pekan lalu menjuarai Belanda Terbuka ini harus mengakui keunggulan Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok) 11-21, 17-21. (ant/kmb)

Prancis Benamkan Jerman

Paris – Prancis sempat tertinggal terlebih dahulu untuk kemudian bangkit dan mempecundangi tamunya, Jerman, dengan kemenangan 2-1 pada pertandingan lanjutan Grup 1 Divisi A Liga Negara Eropa di Stade de France, Paris, Rabu (17/10) dini hari kemarin. Kedua gol Les Bleus dibukukan Antoine Griezmann, setelah sebelumnya Jerman sempat memimpin melalui gol penalti Toni Kroos. Kemenangan ini memperkokoh posisi Prancis di puncak klasemen dengan raihan 7 poin dari tiga pertandingan.

Sementara Jerman terpental dari persaingan mengikuti putaran final karena terbenam sebagai juru kunci Grup 1 dengan koleksi 1 poin. Di Grup 1 Divisi B, Ukraina memperkokoh posisinya di puncak klasemen berkat kemenangan 1-0 atas Ceko. Gol semata wayang Ceko dibukukan Ruslan Malinovski pada menit ke-43 untuk membuat Ukraina mengoleksi 9 poin dari tiga pertandingan. Sementara Wales mencatatkan kemenangan keduanya di Grup 4 setelah mengatasi tuan rumah Irlandia berkat gol Harry Wilson. Wales bercokol di puncak klasemen

dengan koleksi 6 poin, sedangkan Irlandia masih terpuruk di dasar klasemen. Gol pada menit terakhir dari Miranda memberi Brazil kemenangan 1-0 atas Argentina dalam pertandingan persahabatan di Arab Saudi. Hasil ini memperpanjang kemenangan tim Samba menjadi empat kali sejak Piala Dunia 2018 di Rusia. ‘’Mencetak gol melawan Argentina selalu memuaskan dan menyenangkan,’’ kata Miranda. Kekalahan ini yang pertama dalam empat laga untuk Lionel Scaloni, pelatih sementara Argentina yang menggantikan Jorge Sampaoli

Bali Post/ant

ANDALAN - Egy Maulana Vikri (merah) diandalkan timnas Indonesia saat melawan Taiwan dalam pertandingan pertama Piala Asia U-19 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (18/10) malam ini.

setelah Piala Dunia. Korea Selatan di bawah asuhan Paulo Bento ditahan imbang 2-2 oleh Panama dalam uji coba lainnya. Park Joo-ho dan Hwang In-beom mengemas gol untuk tim tuan rumah dalam 33 menit pertama, namun Abdiel Arroyo membalas satu gol sebelum jeda dan Rolando Blackburn membukukan gol bagi Panama empat menit setelah babak kedua dimulai. Ini berarti Bento tak terkalahkan sejak menggantikan Shin Tae-yong yang membawa Korsel ke putaran final Piala Dunia 2018. (ant/rtr)

Ade Lolos ke Babak 16 Besar Denpasar (Bali Post) – Pebulu tangkis Bali Made Pranita Sulistya Devi yang bernaung di PB Exist Jakarta menundukkan atlet tuan rumah Jia Rong Sito dengan skor mudah 21-13, 21-6 dalam turnamen Singapore International Callange di Singapore Badminton Association Hall, Rabu (17/10) kemarin. Atas hasil itu, atlet yang biasa disapa Ade dan menduduki peringkat 298 Badminton World Federation (BWF) akan menantang Chieh Yu dari Taiwan pada babak 16 besar,

Kamis (18/10) ini. Chieh Yu yang bercokol di urutan 763 BWF melaju ke babak perdelapanfinal usai menaklukkan Wong Ching Chi (Hongkong). Pemain putri Bali lainnya, Made Deya Surya Saraswati, yang menduduki peringkat 342 BWF dan juga bergabung di PB Exist, terhenti langkahnya setelah dikalahkan Kanika Kanwal (India) yang berada di ranking 464 BWF dengan skor 14-21, 21-16, 20-22. Event ini sebagai ajang memperbaiki peringkat di BWF berdasarkan poin yang didapatkan atlet. (022)

Abiansemal United-Putra Tresna Berebut Final Mangupura (Bali Post) – Dua tim asal Badung Utara, Abiansemal United dan Putra Tresna Sobangan, akan berduel dalam babak semifinal kedua kejuaraan sepak bola memperebutkan Piala Serasi di Lapangan Kuwum, Marga, Tabanan, Minggu (21/10) nanti. Abiansemal United lolos ke semifinal setelah melewati ketatnya persaingan di babak penyisihan Grup B yang dihuni empat tim. Mereka mengalahkan Putra Abadi dengan skor

3-1 dan BKS LPD Tabanan 1-0 serta bermain imbang 0-0 kontra Tedung Sakti Petang. Pelatih Abiansemal United, Septiawan, menyatakan pihaknya akan menurunkan tim terbaik atau kekuatan penuh menghadapi Putra Tresna dalam perebutan tiket ke final. Dia sudah menyiapkan formasi jitu guna meredam agresivitas dan kekompakan lawan. ‘’Saya minta pemain kami tampil percaya diri,’’ katanya, Rabu (17/10) kemarin.

Ketua Abiansemal United Gus Pur berharap doa restu dan dukungan langsung warga Kecamatan Abiansemal dalam semifinal pertama bagi tim yang mewadahi kegiatan bola di Kecamatan Abiansemal ini. Putra Tresna Sobangan sudah mapan dan matang serta rutin menggelar uji coba termasuk mengikuti turnamen U-35 di Kuta awal tahun ini. Tim ini juga melahirkan salah satu penyerang andalan Bali United, Nyoman Sukarja. (kmb)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 18 Oktober 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu