Skip to main content

Edisi Rabu 18 September 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 33 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pasar Batukandik Segera Direnovasi

Kodok Divonis 14 Tahun Penjara

Ditolak, Revitalisasi Pasar di Gilimanuk

Pasar Anyar Sari (Batukandik), Denpasar Barat yang terbakar 22 Maret 2019, segera direnovasi. Namun, sumber dana yang digunakan berbeda dengan pembangunan kios dan los di blok atas.

Kadek Indra Jaya alias Kodok (20), terdakwa pembunuhan mahasiswi Undiksha Singaraja, divonis hukuman 14 tahun penjara. Vonis tersebut sesuai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Rencana revitalisasi di kompleks pertokoan Parkir Manuver Gilimanuk tahun ini tidak berjalan mulus. Para pedagang yang sudah bertahun-tahun berjualan di sana menolak dengan alasan kondisi kios yang terlalu sempit.

BULELENG | HAL. 8

DENPASAR | HAL. 2

JEMBRANA | HAL. 10

’’Silakan berkreasi dengan berbasis kepada seni tradisi sakral, namun tentu dibedakan dari garapan dan kemasannya. Namanya pun beda. Ini semata-mata untuk kepentingan penguatan kesakralan tari tradisi kita, agar kita punya ‘pagar’ untuk mengontrol hal tersebut. Mudahmudahan ini jadi langkah penting kita untuk memajukan kebudayaan di Bali.’’ Wayan Koster Gubernur Bali KOMITMEN mengawal Bali terus digulirkan Gubernur Bali Wayan Koster. Tak hanya perlindungan alam dan segala bentuk kearifan lokalnya diproteksi, kini terobosan terbaru diluncurkan. Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini mengawal tari sakral yang berkaitan erat

dengan ritual dan ajegnya Bali. Ia menegaskan seni budaya yang ada di Bali bukan seni biasa, melainkan berakar dari karya yang diciptakan untuk kepentingan upakara. Di mana kepentingan agama dan upakara agama dijalankan dengan satu tradisi adat istiadat yang juga diisi dengan

unsur seni. ‘’Itulah kelebihan kita di Bali, ada gamelan serta tarian. Tariannya bersifat sakral karena dipentaskan saat ada upacara agama,’’ kata Gubernur Koster di hadapan awak media seusai prosesi ‘’Penandatanganan Keputusan Bersama tentang Penguatan dan Perlindungan Tari Sakral Bali’’, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Selasa (17/9) pagi. Dewasa ini, lanjut Gubernur Koster, banyak seni tari sakral yang banyak bergeser dan mulai dipentaskan untuk kepentingan komersialisasi. Dipentaskan di sembarang tempat bahkan dijadikan alat untuk mendapatkan penghargaan seperti Rekor Muri. ‘’Kondisi ini kami anggap desakralisasi, yang akan menurunkan kesakralan, akan menggeser dan merusak tatanan seni budaya yang diwariskan leluhur. Untuk itulah dalam rangka menguatkan adat dan kebudayaan lokal, saya pandang penting untuk memprioritaskan menjaga, melestarikan dan memelihara tatanan seni tradisi yang kita punya, khususnya tari sakral,’’ ujar Gubernur kelahiran Desa Sembiran Kabupaten Buleleng ini. Gubernur menegaskan, masyarakat juga perlu memahami pentingnya hal ini, dan memang harus dijaga bersama kesakralannya, sebagai suatu karya kreatif yang dibuat untuk upakara keagamaan, adat, agama dan budaya dalam satu-kesatuan. Meski demikian, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini tak menampik pula bahwa banyak seniman yang mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan

suatu tarian baru dari tarian-tarian sakral tersebut. Langkah ini sama sekali bukan untuk mengekang kreativitas, seniman, sanggar seni, serta sekaa yang ada di Bali. ‘’Silakan berkreasi dengan berbasis kepada seni tradisi sakral, namun tentu dibedakan dari garapan dan kemasannya. Namanya pun beda. Ini semata-mata untuk kepentingan penguatan kesakralan tari tradisi kita, agar kita punya ‘pagar’ untuk mengontrol hal tersebut. Mudah-mudahan ini jadi langkah penting kita untuk memajukan kebudayaan di Bali,’’ katanya lagi. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) juga menyampaikan rasa apresiasinya dengan kesepakatan yang ditandatangani oleh berbagai pihak dan lembaga yang berkepentingan. Hal. 15 Melalui Kajian

KPK Akhirnya Dilumpuhkan Jakarta (Bali Post) – Setelah mendapatkan penolakan sejak 2010, akhirnya di era kepimpinan Presiden Jokowi-lah revisi UU No.30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disahkan. Bahkan pembahasan revisi UU yang mengatur lembaga antirasuah ini di DPR menjadi yang paling cepat karena hanya butuh waktu 14 hari. Sejumlah pasal yang direvisi disebutkan melumpuhkan penindakan KPK.

Bali Post/gik

PUNCAK SARI - Kobaran api saat menghanguskan sejumlah palinggih di Pura Puncak Sari, Selasa (17/9) kemarin.

Diduga karena Dupa Pura Puncak Sari Pesinggahan Terbakar

Semarapura (Bali Post) Kebakaran di Pura Puncak Sari, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, terjadi Selasa (17/9) kemarin. Sejumlah palinggih beratap ijuk terbakar. Asap hitam pun terus mengepul dan menyebar di kawasan tersebut. Bahkan asap juga menyelimuti Pura Goa Lawah, yang lokasinya cukup berdekatan. Sejumlah saksi mata langsung menghubungi petugas Damkar Klungkung. Kasat Pol PP dan Damkar Klungkung Putu Suarta mengatakan petugasnya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.30 Wita. Tiga unit mobil damkar langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Terdapat enam unit bangunan utama yang terbakar, antara lain dua palinggih Gedong, satu Pengaruman, satu Bale Piasan, hingga Bale Penganteb dan Pamedal Agung. Petugas berjibaku di lokasi melakukan pemadaman api selama satu jam. ‘’Penyebabnya kami masih telusuri,’’ kata Suarta. Selain petugas damkar, upaya pemadaman api di lokasi juga dibantu warga sekitar. Warga membantu damkar dengan peralatan seadanya. Setelah api berhasil dijinakkan, petugas kepolisian langsung melakukan olah TKP. Kapolsek Dawan AKP Putu Raka Wiratma menegaskan enam unit bangunan yang terbakar diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp 500 juta. Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hal. 15 Tak Pernah Sepi

Harian Bisnis Bali PD Dinilai Mendesak Pergub Bali tentang pemanfaatan produksi pertanian lokal diapresiasi dan disambut baik petani. Namun, tanpa kebijakan lebih lanjut, pergub itu hanya macan kertas. Lalu, kenapa kehadiran perusahaan daerah (PD) dinilai mendesak?

Tentang pelumpuhan fungsi penindakan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif. ‘’Jika apa yang kami terima dari media adalah benar, UU KPK versi revisi akan melumpuhkan penindakan KPK,’’ ucap Syarif, di Jakarta, Selasa (17/9) kemarin. Revisi yang disepakati, menurut Syarif, bahkan melampaui instruksi Presiden yang disampaikan dalam konferensi pers minggu lalu. Direktur Advokasi Pusat Kajian Anti-Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Oce Madril mengemukakan, penyidikan kasuskasus korupsi besar yang ditangani oleh KPK berpotensi akan terhenti dengan disetujuinya revisi UU KPK. Hal tersebut lantaran adanya penambahan pasal 70C pada revisi UU tersebut yang menyatakan bahwa pada saat undang-undang ini berlaku, semua tindakan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan tindak pidana korupsi yang proses hukumnya belum selesai harus dilakukan berdasar-

kan ketentuan sebagaimana diatur dalam undang-undang ini. ‘’Artinya jika revisi UU KPK disahkan, katakanlah misalnya hari ini atau besok, maka pada hari itu juga semua proses penyelidikan, penyidikan dan penuntutan perkara korupsi di KPK hari ini akan berhenti,’’ ujar Oce. Dia mencontohkan tentang butir revisi mengenai sinergitas antara KPK dengan Kepolisian dan Kejaksaan Agung dalam menangani perkara korupsi. Adanya poin tersebut membuat ke depannya KPK tidak bisa serta merta langsung bertindak ketika menangani perkara korupsi. ‘’Artinya kalau pekan depan KPK mau menuntut sebuah perkara, maka KPK tidak bisa lakukan karena KPK harus menunggu koordinasi dengan Kejaksaan Agung,’’ katanya. Oce menambahkan, KPK juga kini tidak bisa langsung melakukan operasi tangkap tangan (OTT) karena masih harus menunggu terbentuknya dewan pengawas. Hal. 15 Akan Vakum

Bali Post/ade

KURSI KOSONG - Banyak kursi kosong terlihat dalam rapat paripurna pengesahan revisi UU KPK, Selasa (17/9) kemarin. Terdapat 289 anggota DPR yang menandatangani daftar hadir dari total 560 anggota. Namun berdasarkan penghitungan manual, yang hadir di ruangan hingga pukul 12.18 WIB hanya 102 orang.

Bali Bebas Rabies Butuh Dukungan Masyarakat Denpasar (Bali Post) Buleleng merupakan salah satu kabupaten ‘’zona merah’’ rabies selain Karangasem dan Bangli. Padahal, upaya penanganan yang nyata dan ter-

integrasi sudah dilakukan dari tingkat pemerintah daerah lewat Dinas Peternakan sampai ke masyarakat. Tidak tertutup kemungkinan, upaya serupa juga dilakukan di kabupaten lain yang sama-sama masih masuk zona merah. Hal itu diungkapkan anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali Putu Mangku Mertayasa yang juga mantan Ketua Komisi I DPRD Buleleng, di gedung dewan, Selasa (17/9) kemarin. Mangku Mertayasa mengatakan, hal pertama yang dilakukan adalah sosialisasi kepada para pemilik anjing. Setelah itu baru dilakukan eliminasi selektif khususnya pada anjing liar, di samping vaksinasi. ‘’Kebetulan saya juga ikut terjun di lapangan. Jadi banyak kita temukan

anjing-anjing yang memang tidak bertuan, ya… terpaksa kita eliminasi,’’ jelasnya. Kalaupun masih ada yang belum terdeteksi, menurutnya, manusiawi. Kendati, hal itu harus dijadikan sebagai motivasi bagi dinas terkait untuk tetap melakukan koordinasi dan komunikasi yang intensif dengan desa adat. Apalagi, Buleleng masih masuk dalam zona merah rabies meskipun sudah dilakukan upaya penanganan yang begitu gencar. ‘’Kita sangat sadari bahwa demografi Buleleng, jumlah penduduk dan wilayah yang sangat luas. Buleleng kan hampir 30 persen Pulau Bali. Ini salah satu kendalanya,’’ imbuhnya. Hal. 15 Menjadi Liar


Rabu Umanis, 18 September 2019

FIGUR Optimalkan Dana Desa ERA kepemimpinan Presiden Jokowi, desa mendapat perhatian khusus, yaitu dengan digelontorkannya dana desa yang dikelola secara otonomi oleh masing-masing desa. Sehingga pertumbuhan desa mulai menggeliat dengan meningkatkan fasilitas desa yang ada. Namun, dalam pengkajian pemanfaatan dana desa masih sangat lemah. Kebanyakan desa membuat program yang sama. Padahal potensi masing-masing desa berbeda-beda. “Dalam pemanfatan dana desa upayakan dengan kajian yang lebih mendalam. Mohon kepada desa-desa yang belum maksimal memiliki kemampuan libatkan lembaga pengkaji untuk melakukan analisis potensi desa yang sifatnya perspektif jangka panjang,” ujar dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Warmadewa (Unwar) I Gusti Ngurah Sanjaya, Selasa (17/9) kemarin. Dekan FEB Unwar periode 2011-2014 ini mengatakan, apabila potensi desa dapat dikembangkan dengan pemanfaatan dana desa secara maksimal, maka masing-masing desa memiliki kelebihan tersendiri. Selain itu, dana desa yang ada juga dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat desa, sehingga tercipta SDM yang terampil. Dengan demikian, maka muncul rumah-rumah industri yang menghasilkan produk-produk bernilai ekonomi. Selain itu, pihaknya juga berharap agar lembaga-lembaga terkait ikut berperan dalam menggali potensi desa, minimal menjadikan desa sebagai binaannya yang sifatnya berkelanjutan. Sehingga desa-desa yang belum maksimal mengembangkan potensinya bisa dibina untuk kemajuan desa tersebut. “Kendala yang dihadapi selama ini kan sikap pragmatis kita dalam penggunaan anggaran dana desa. Yang paling gampang pembangunan infrastruktur membuat jalan, padahal di samping infrastruktur ada potensi yang harus digali dan dikembangkan, sehingga semua merasakan pertumbuhan yang optimal,” tegas anggota DPRD Kabupaten Tabanan ini. Oleh karena itu, pihaknya menyarankan agar lembaga pendidikan tinggi ikut berpartisipasi dalam perencanaan maupun pengkajian pemanfaatan dana desa agar bermanfaat dalam pengembangan potensi desa secara maksimal. Sebab, kemampuan SDM di desa dalam mengelola potensi desanya masih menengah ke bawah. (win)

Rai Mantra Jadi Inspektur Upacara Peringatan Harhubnas Provinsi Bali Tahun 2019 Momentum Renungkan Kinerja Insan Perhubungan, Satukan Tekad Tingkatkan Pelayanan

HARI Perhubungan Nasional (Harhubnas) yang jatuh setiap tanggal 17 September ini diperingati secara serentak di seluruh Indonesia. Di Provinsi Bali peringatan Harhubnas dipusatkan di Kota Denpasar melalui pelaksanaan apel yang dipimpin Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Lapangan Lumintang Denpasar, Selasa (17/9) kemarin. Sejak pagi hari telah dikumandangkan lagu-lagu nasional serta Mars Perhubungan oleh Marcing Band Potrada Bali. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Kadishub Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta, Kadishub kabupaten/kota se-Bali, serta insan perhubungan dan OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar dan Pemprov Bali. Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wali Kota Denpasar I.B.

Rai Dharmawijaya Mantra menekankan, peringatan Harhubnas dimaknai sebagai momentum untuk merenungkan kembali terhadap kinerja. Dimana ke depannya diperlukan penyatuan persepsi dan tekad untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pihaknya menyambut baik tema Harhubnas tahun 2019 ini yakni “Merajut Nusantara Membangun Bangsa, Bhakti Nyata Insan Perhubungan untuk Indonesia Unggul Indonesia Maju”. Sehingga seluruh insan perhubungan dan stakeholder perhubungan senantiasa membangun konektivitas dan sinergitas sebagai upaya menciptakan transportasi yang berkeselamatan bagi seluruh pengguna transportasi di Indonesia. Wali Kota Rai Mantra menambahkan, peringatan Hari Perhubungan Nasional tahun 2019 ini tidak saja menjadi acara seremonial semata. Di mana momentum ini menjadi tonggak untuk terus berupaya maksimal dalam mewujudkan transportasi darat,

laut dan udara yang aman, nyaman dan berkeselamatan. Rai Mantra menambahkan, peranan transportasi sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di mana keberhasilan pembangunan sangat dipengaruhi oleh sektor transportasi sebagai urat nadi kehidupan ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan. “Selamat Hari Perhubungan Nasional kepada seluruh insan perhubungan dimanapun berada, tentunya momentum ini harus menjadi tonggak untuk selalu berusaha maksimal dalam memberikan pelayanan sektor transportasi yang maksimal, aman, nyaman dan berkeselamatan sebagai sektor penting kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya. Kadishub Kota Denpasar I Ketut Sriawan menjelaskan, Kota Denpasar didapuk menjadi tuan rumah peringatan Harhubnas tahun 2019 di Provinsi Bali. Dimana beragam kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari aksi bersih pantai, bakti sosial,

lomba paduan suara, galang bulan masepedaan, jalan sehat, lomba futsal, lomba pemilihan pelajar pelopor keselamatan dan apel bendera. “Tentunya kami berharap ke depannya sektor perhubungan dapat terus mengemban amanat dengan maksimal serta menciptakan konektivitas yang memberikan dukungan terhadap kemajuan daerah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga turut diserahkan hadiah bagi para pemenang lomba serangkaian Harhubnas tahun 2019 di Kota Denpasar, dan turut diserahkan pelampung keselamatan bagi nelayan di Kota Denpasar. Usai pelaksanaan apel turut dilaksanakan senam bersama Ge Mo Famire dan [enampilan Marcing Band Potrada Bali. (ad570)

PERHUBUNGAN - Peringatan Hari Perhubungan Nasional tahun 2019 di Kota Denpasar, Selasa (17/9) kemarin.

Renovasi Pasar Batukandik

Kios Bawah Dirancang Gudang Amunisi Brimob Menghadap ke Barat Dipastikan Aman Denpasar (Bali Post) Meledaknya gudang amunisi Brimob di Srondol, Semarang, Jawa Tengah, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha langsung mengecek gudang senpi dan amunisi di Markas Brimob Tohpati, Denpasar Timur, Senin (16/9) lalu. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi gudang tersebut aman. “Untuk memastikan kondisi senjata dan amunisi inventaris dinas dalam keadaan baik dan lengkap,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Selasa (17/9) kemarin. Saat melakukan pengecekan, mantan Kepala BIN Daerah Bali ini didampingi sejumlah pejabat utama. Setibanya di Mako Brimob, Brigjen Sunartha langsung menuju gudang senjata api. Mantan Kapolresta Denpasar ini mengecek satu per satu senjata yang ada di sana, termasuk amunisi in-

ventaris. “Bapak Wakapolda menyampaikan, pengecekan senjata dan amunisi ini penting dilakukan. Apabila dilakukan pengecekan dari satuan atas, sudah siap dan tidak dadakan,” tambahnya. Pengecekan senjata dan amunisi ini juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada dinas agar tetap terjaga dan terawat. Dengan demikian, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pengecekan kelayakan gudang senjata dari segi keamanannya juga dilakukan jenderal bintang satu di pundak ini. Pasalnya, beberapa waktu lalu gudang amunisi milik Brimob di Srondol, Semarang, meledak. Oleh karena itu, petugas jaga gudang diingatkan selalu mengecek keamanan senjata, amunisi serta keamanan gudang. Jangan sampai kejadian yang tidak diinginkan tersebut terulang kembali. (kmb36)

Topik : TARI SAKRAL JANGAN UNTUK PECAHKAN REKOR MURI

Denpasar (Bali Post) –

Kasus kebakaran yang menimpa kios di Pasar Anyar Sari (Batukandik), Denpasar Barat pada 22 Maret 2019, juga segera direnovasi. Namun sumber dana yang digunakan berbeda dengan pembangunan kios dan los di blok atas. Revitaliasi di blok atas menggunakan dana Tugas Perbantuan (TP) dari Kemendag. Sementara pembangunan kios di blok bawah akan dilakukan dengan dana swadaya pedagang. Dirut PD Pasar Denpasar I.B. Kompyang Wiranata mengatakan hal itu, Selasa (17/9) kemarin. Menurut Kompyang Wiranata, perbaikan kios yang terbakar tersebut segera dilakukan. Hanya sumber dananya berbeda dengan yang di atas. “Dana tugas Perbantuan dari pusat tidak bisa digunakan membangun pasar pada bidang tanah yang berbeda (kios bawah - red),” ujarnya. Kompyang Wiranata menambahkan, pembangunan kios baru yang terbakar tersebut rencananya dilakukan tahun ini. Karena sumber dana yang digunakan secara swadaya, maka progresnya tidak harus dalam satu tahun tertentu. “Kalau dana swadaya, bisa digarap kapan saja. Tidak harus selesai akhir tahun,” katanya. Kompyang Wiranata berkeinginan dalam pembangunan kios bawah tersebut juga diikuti dengan penataan kios dan los yang lainnya. Terlebih kios yang paling bawah akan menghadap ke jalan utama (barat). Selama ini kios menghadap ke tengah, sehingga jalan yang ada di depannya kurang efektif. “Kalau kios menghadap ke jalan,

pengunjung dipastikan akan lebih ramai lagi,” ujarnya. Seperti diberitkan sebelumnya, musibah kebakaran

kembali menimpa kios di blok bawah Pasar Anyar Sari. Sedikitnya 12 kios milik pedagang hangus terbakar.

Kios yang terbakar tersebut menjual alat-alat upakara. Perbaikan kios di bawah ini akan menggunakan sistem swadaya. Menurut Kompyang Wiranata, pada prinsifnya pedagang sudah siap untuk merehab pasar yang terbakar itu. Perbaikan kios yang diakibatkan kebakaran kedua tak bisa dijadikan satu dengan perbaikan kios yang terbakar

pertama. Karena letaknya berbeda, ada yang di bawah dan ada yang di atas. Proyek tidak boleh pada tanah yang bertingkat, harus satu bidang tanah yang kedatarannya sama. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Bali Post/eka

PEMBANGUNAN - Sejumlah pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan toko pedagang di Pasar Anyar Sari, Denpasar.

Sejarah Baru Kunjungan Permaisuri Sri Sultan Hamengkubowuno X ke Puri Tegeh Kori

Disambut Shri Gusti Wedakarna, Kehadiran Gusti Kanjeng Ratu Hemas Simbol Eratnya Simbol Budaya Mataram dan Majapahit SEJARAH baru tercipta di Pulau Dewata, yakni dengan hadirnya Yang Mulia Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas

yang merupakan Permaisuri Sri Sultan Hamengkubuwono X ke Puri Tegeh Kori ring Badung. Kehadiran istri Raja

ISTANA – Gusti Kanjeng Ratu Hemas saat mendoakan (swargi) Ratu Niang Ayu I Gusti Ayu Suwitry dan jamuan High Tea bertempat di Bale Dalem Puri Tegeh Kori disambut Shri Arya Wedakarna.

Yogyakarta ini tentu sangat membanggakan, mengingat kiprah dari GKR Hemas khususnya dalam hal pertahanan budaya Nusantara sudah sangat melegenda, bahkan Keraton Yogyakarta menjadi panutan dari para Rajaraja Nusantara khususnya bagaimana peran Sri Sultan, Ratu dan Sentana Dalem sejak zaman kemerdekaan dalam menjaga adat istiadat dan tradisi dengan sangat kuat. Kunjungan GKR Hemas disambut oleh Panglingsir Puri Tegeh Kori ring Badung, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III didampingi Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry MWS dan I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS, serta kerabat puri saking Jembrana. Dalam kesempatan tersebut, GKR Hemas diterima di Bale Dalem yang berada satu kompleks dengan Gedong Agung yang dikenal sebagai kediaman resmi Abhiseka Ratu. Dalam pertemuan sederhana yang dijamu High Tea tersebut, GKR Hemas menyampaikan sejumlah pandangannya terhadap budaya Nusantara kekinian, termasuk tantangan generasi

muda bangsa dalam melestarikan nilai-nilai leluhur bangsa dan GKR Hemas berpesan agar Bali tetap menjaga jati dirinya. Apresiasi terkait dengan kehadiran GKR Hemas disampaikan oleh IGA Diah Werdhi Srikandi WS yang menyampaikan bahwa GKR Hemas adalah salah satu figur wanita terkuat di Indonesia. “Ada kata bijaksana leluhur, yang menyampaikan nasihat bahwa pejabat negara termasuk presiden dan panglima itu akan datang dan pergi seiring waktu, politisi akan muncul dan musnah pada saatnya, tapi seorang Raja dan Ratu yang akan terus berkiprah sampai akhir hayatnya. Dan kita bersyukur bahwa di Indonesia ini peran Keraton Yogyakarta dalam menjaga adat Jawa masih sangat besar peranannya. Khususnya di luar Jawa, masih banyak keberadaan Keraton, Puri, Istana yang dalam tahap keadaan tidak terurus dan tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memelihara (nguri-nguri) pusaka, purana dan kebudayaan. Ke depan di sanalah peran Ratu Gusti Kanjeng Hemas dan Kakanda

Ratu Gusti Wedakarna untuk berjuang di nasional, apalagi beliau berdua adalah Senator Republik Indonesia dengan suara tertinggi di Yogya dan Bali. Atas nama pratisentana, titiang menghaturkan terima kasih atas peran dari Kanjeng Ratu Hemas sudah berkenan hadir di Puri kami,” ungkap Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi yang juga Anggota DPRD Provinsi Bali ini. Hal senada diungkap oleh Shri Gusti Wedakarna yang mengapresiasi kehadiran GKR Hemas ke tempat leluhurnya, dan ini membuktikan bahwa hubungan baik antara Keraton Yogyakarta dengan Puri di Bali terjalin dengan baik karena sama-sama penjaga budaya leluhur. “Sendiko Dawuh Kanjeng Ratu, ini menunjukkan bahwa pewaris budaya Mataram dan pewaris budaya Majapahit termasuk pratisentana warih Dalem di Bali harus terus bersamasama menjaga kebudayaan Nusantara. Kita di Bali lebih beruntung, karena adat dan budaya kita tersistem dalam kesatuan desa adat yang kuat sejak Mpu Kuturan. Begitu juga Ida leluhur raja-raja di

Bali sangat kuat ideologi kebangsaannya dengan teladan Puputan saat menghadapi Sandyakalaning Majapahit dan juga penjajahan kolonial. Tadi juga kami sampaikan, peran dari leluhur kami, sugra tabik pakulun¸Ida Betara Raja Badung Kapertama I Gusti Tegeh Kori. Dan kini saatnya dalam bingkai NKRI nilai-nilai adihulung kebudayaan Nusantara harus tetap terjaga, apalagi saat ini maraknya gerakan radikalisme yang mencoba menghapus kebudayaan Nusantara. Jika di Yogya sentral kekuatan Budaya Jawa sangat kuat dijaga keraton, maka di Bali budaya kita dijaga kuat oleh desa adat. Saya yakin kehadiran Gusti Kanjeng Ratu membawa berkah dalem bagi Bali pada umumnya,” ungkap Shri Gusti Wedakarna yang juga Panglingsir Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori (PANDBTK) ini. Dalam kesempatan ini, GKR Hemas juga sempat memuji suasana di Puri Tegeh Kori. “Duh tempatnya adem ya, dan bagus. Ibu Ratu juga sempat merasakan kehadiran leluhur Gusti Arya di sini.

Terberkatilah kalian dan keluarga ya,” ungkap GKR Hemas. Usai jamuan, GKR Hemas menyempatkan untuk menghaturkan sesajen canang sari di Stana (Swargi) Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry dan di Altar Durga Mahendradatta yang ada di kompleks puri. Acara diakhiri dengan penyerahan Cihna Dalem dari Shri Arya Wedakarna yakni berupa Tusuk Konde Gading Berlapis Emas yang dibuat khusus untuk GKR Hemas. Kunjungan ini pun dinilai sarat makna, salah satunya dengan peran strategis dari Puri Tegeh Kori dalam mewakili Bali dalam hal diplomasi nasional dan internasional, bahkan tercatat Puri Tegeh Kori dan Istana Mancawarna Tampaksiring menjadi satu-satunya puri di Bali yang dikunjungi oleh para presiden-presiden Republik Indonesia termasuk hadirnya Putri Kerajaan Kamboja yakni Putri Raja Norodom Sihanouk yakni Princess Arunrasmy Sihonouk dan Tushar Arun Gandi (cucu Mahatma Gandi) dalam sebuah acara kebudayaan yang diadakan oleh Puri Tegeh Kori. (ad566)


Rabu Umanis, 18 September 2019

Wabup Suiasa Hadiri Perayaan Satu Tahun Diluncurkannya MPP Badung WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri perayaan satu tahun diluncurkannya Mal Pelayanan Publik (MPP) Badung yang dirangkaikan dengan gathering meeting, bertempat di lantai tiga gedung MPP Badung, Selasa (17/9) kemarin. Acara turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Badung Sunarko, Ketua TP PKK Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Ketua DWP Ny. Yoga Segara, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Badung. Perayaan ini juga dihadiri oleh pimpinan instansi vertikal dan badan pelayanan publik, BUMN, BUMD, yang tergabung dalam MPP Kabupaten Badung. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa

memberikan apresiasi kepada MPP Badung yang telah memberikan berbagai kemudahan kepada masyarakat. Di usia satu tahun ini, Wabup Suiasa mengimbau agar MPP semakin maju, tetap memberikan pelayanan prima dan semakin banyak prestasi yang diraih. ‘’MPP artinya Maju, Prima, Prestasi, itu yang harus dipertahankan. MPP telah memberikan pelayanan optimal untuk mempercepat, mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi,’’ kata Suiasa. Wabup Suiasa menuturkan, Pemerintah Kabupaten Badung mempunyai komitmen untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat dengan memberikan pelayanan publik yang prima. ‘’Semua pihak yang kita ajak untuk berpar-

tisipasi diharapkan mampu memberikan pelayanan publik kepada masyarakat, sehingga ke depannya MPP ini dapat memberikan prestasi di hatinya masyarakat,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung I Made Agus Aryawan, dalam laporannya menyampaikan, MPP Badung dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 23 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik. Kedua, dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penetapan Lokasi Penyelenggaraan Mal Pelayanan

Publik. Ketiga, Peraturan Bupati Badung Nomor 11 Tahun 2018 tentang Mal Pelayanan publik Kabupaten Badung. Agus Aryawan memaparkan, MPP Badung ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Badung, memberikan kemudahan kecepatan, keterjangkauan keamanan, kenyamanan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan perizinan dan non perizinan, serta dokumen administrasi lainnya. Tujuan lain, meningkatkan pertumbuhan investasi dan daya saing daerah melalui penyelenggaraan kemudahan berusaha di Kabupaten Badung. ‘’Jumlah instansi yang bergabung pada MPP Badung meningkat dari 24 instansi, saat ini sudah bertambah menjadi 27 instansi,’’

MPP - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kepala DPMPTSP Badung Made Agus Aryawan, Ketua TP PKK Ny. Seniasih Giri Prasta merayakan satu tahun MPP Badung, Selasa (17/9) kemarin di Puspem Badung. tuturnya. Perayaan satu tahun MPP juga dirangkaikan dengan launching logo Mal Pelayanan Publik secara simbolis oleh Wabup Suiasa. Acara ini juga diisi penandatanganan MoU dengan BNN Kabupaten

Badung, BPJS Kesehatan cabang Denpasar, Kejaksaan Negeri Badung, PT Bank Pembangunan Daerah Bali, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero )Tbk., PT Garuda Indonesia, PT Taspen Cabang Denpasar, PT PLN Distribusi

Buat Onar, Wisman Terancam Dideportasi

Mangupura (Bali Post) -

Perilaku negatif wisatawan khususnya wisatawan mancanegara (wisman) saat berkunjung ke Bali khususnya Badung, mendapat atensi khusus Pemkab Badung. Demi mempertahankan citra pariwisata, Pemkab Badung akan mendeportasi wisman yang berulah saat berlibur di Gumi Keris.

DISERAHKAN - Sekda Badung Wayan Adi Arnawa didampingi Kepala Bappeda Made Wira Dharmajaya saat menyerahkan dokumen RAPBD 2020 kepada Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Jumat (13/9).

DPRD Badung Terima Dokumen RAPBD 2020

Ketua DPRD Parwata Sebut Sudah Proporsional

KETUA DPRD Badung Putu Parwata, Jumat (13/9) lalu menerima dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2020. Penyerahan dokumen tersebut dilakukan eksekutif yang dipimpin Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, didampingi Kepala Bappeda Badung Made Wira Dharmajaya. Parwata yang dihubungi Selasa (17/9) kemarin menjelaskan, RAPBD 2020 sudah sesuai dengan Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang telah digodok pada tahun

ini. ‘’RAPBD 2020 dirancang sebesar Rp 6,8 triliun lebih dan untuk pendapatan asli daerah dirancang Rp 6,03 triliun,’’ ujarnya. Lebih lanjut Parwata mengatakan, untuk dana perimbangan dirancang Rp 515 miliar lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 306 miliar lebih. ‘’Untuk belanja tidak langsung kami rancang Rp 3,6 triliun lebih dan belanja langsung dirancang Rp 3,2 triliun lebih. Rancangan ini sudah proporsional dengan belanja publik lebih besar dari belanja aparatur. Selain itu,

untuk anggaran kesehatan juga sudah dipasang 11 persen dari APBD dan anggaran pendidikan diberikan porsi 21 persen lebih dari APBD 2020,’’ ungkap Parwata. Politisi asal Desa Dalung ini juga menargetkan pembahasan RAPBD 2020 di dewan akan rampung November mendatang. ‘’Sesusi ketentuan kita punya waktu dua bulan setelah diserahkan. Artinya sampai bulan November 2019 dan kami yakin pembahasan RAPBD 2020 ini sesuai dengan ketentuan dan tepat pada waktunya,’’ ujar Parwata. (ad569)

Bali Area Bali Selatan, PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung dan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia Denpasar. Terdapat pula acara penyerahan penghargaan kepada 25 instansi. (ad560)

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, pihaknya telah membentuk tim terpadu antara Pemkab Badung melalui satpol PP, Polres Badung, Kejari Badung, dan Imigrasi. Dengan terbentuknya tim ini, wisatawan yang berbuat ulah akan dipulangkan. ‘’Intinya kami sesuai prosedural. Kalau memang dipulangkan, kami pulangkan melalui Imigrasi,’’ ungkap Suiasa, Selasa (17/9) kemarin. Menurutnya, travel agent juga wajib memberikan perhatian dan controling terhadap wisatawan yang dibawanya. Sebab, tidak sedikit wisman yang berulah atau perilakunya bertentangan dengan kondisi sosial dan budaya di Bali. ‘’Orang yang datang yang

berkunjung ke Bali adalah orang yang berkualitas. Artinya, orang ke Bali itu memang untuk mengetahui dan mengenal Bali, mengenal masyarakat Bali, Keindahan yang ada baik adat istiadat dan budaya, bukan justru merusak,’’ tegasnya. Disinggung hubungan antara kebijakan bebas visa dengan banyaknya wisman berbuat onar, Suiasa menilai tidak sepenuhnya akibat faktor tersebut, namun lebih kepada perilaku wisatawan itu sendiri. Untuk itulah Suiasa meminta pihak-pihak yang mendatangkan wisatawan juga harus melihat kelas wisatawannya dan sepakat untuk membangun pariwisata yang berkualitas. Di sisi lain, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten

Badung memanggil puluhan pelaku pariwisata untuk membahas perilaku negatif wisatawan Selasa kemarin. Ada 20 pelaku pariwisata yang dipanggil untuk membahas hal itu. ‘’Kami mengumpulkan pelaku pariwisata untuk membahas wisatawan yang kini semakin banyak berulah negatif di Badung. Hal ini tentu akan membawa citra negatif pula pada objek wisata yang ada,’’ ujar Kadispar Badung I Made Badra. Birokrat asal Kuta ini mengatakan, pelaku pariwisata kini tak boleh sembarangan menerima turis, bahkan harus membuat peraturan yang ketat untuk menghindari hal negatif yang dapat dilakukan wisatawan. ‘’Setidaknya tidak asal menerima turis. Jadi kita

ingin turis itu mematuhi peraturan yang ada,’’ ucapnya. Selain mempertegas peraturan, pihaknya mengaku akan menindak tegas wisatawan yang berulah. Wisatawan yang berulah akan dibawa ke ranah hukum untuk memberikan efek jera. Bahkan, kalau memungkinkan akan dipulangkan jika melanggar keimigrasian. ‘’Ini sudah sangat mempengaruhi kondisi pariwisata yang ada. Bahkan wisatawan yang berulah itu karena dia mabuk, stres dan melanggar peraturan yang ada, sehingga sangat membahayakan wisatawan dan masyarakat sekitarnya,’’ terangnya. Dalam pertemuan itu, Badra juga meminta pelaku pariwisata untuk ikut menginformasikan kepada wisatawan terkait aturan yang berlaku. Sebab, pelaku pariwisata akan berhadapan langsung dengan wisatawan ketika berlibur di Bali, khususnya Badung. (kmb27)

FIGUR Gedung Parkir Bertingkat KAWASAN pendidikan di Jalan Kamboja, Denpasar kini semakin krodit. Banyak sekolah dan kampus berada di kawasan ini. Badan jalan pun sebagian dipakai untuk ruas parkir sehingga mempersempit jalur yang ada. Jika dulu diusulkan memanfatkan kantong parkir, kini Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. juga memiliki obsesi untuk mengatasi kemacetan di Jalan Kamboja dengan menyiapkan gedung parkir bertingkat seperti di Bandara Ngurah Rai Denpasar. Rencananya lapangan basket SLUA Saraswati akan dijadikan proyek percontohan. Dengan demikian, semua warga sekolah mendapat pelayanan terbaiknya. Selain dinilai efisien dan

tak rakus lahan, model gedung parkir bertingkat ini sangat efektif untuk warga Saraswati. Namun idealnya, katanya, sebaiknya pemerintah menyiapkan kantong-kantong parkir di kawasan ini. Sesuai aturan perda parkir, retribusi parkir baru boleh dipungut jika masyarakat menikmati fasilitas parkir, bukan degan mengambil badan jalan. Rencana ini, kata dia akan dilaksanakan jika dengan melakukan relokasi kampus Unmas ke kawasan Padanggalak, kampus ini tetap krodit. Untuk itu, dia minta semua komponen memikirkan agar pendestrian Jalan Kamboja nyaman dan aman bagi dunia pendidikan. Bisa dengan jalan membuat parkir bawah tanah atau gedung bertingkat ala di Bandara Ngurah Rai. (sue)

Bali Post/eka

wisatawan - Sejumlah wisatawan mengunjungi Ground Zero, Kuta. Pemkab Badung terus berupaya mewujudkan pariwisata Badung yang berkualitas.

Jenazah Tokoh HAM Dikremasi

Bali Post/ist

UPACARA MILITER - Prosesi kremasi jenazah H.S. Dillon yang diawali dengan upacara militer.

Mangupura (Bali Post) Tokoh pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) Harbrinderjit Singh Dillon yang akrab disapa H.S. Dillon (74) mengembuskan napas terakhirnya di RS Siloam Kuta, Senin (16/9) lalu. Jenazah Dillon dikremasi di Krematorium Taman Mumbul, Kuta Selatan, Selasa (17/9) kemarin. Sedangkan abunya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Bertindak selaku Irup Pemberangkatan Jenazah H.S. Dillon yaitu Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. Pangdam menyatakan, H.S. Dillon mendapatkan hak untuk diupacarai secara militer karena yang bersangkutan dianugerahi Bintang Jasa Mahaputra Utama yang merupakan penghargaan yang

diberikan oleh negara. ‘’Pastinya negara memberikan bukan kepada orang yang sembarangan sehingga kami patut juga memberikan penghormatan terakhir yang terbaik kepada beliau,’’ ungkap Pangdam saat memberikan sambutan. Pangdam juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Mayjen Benny Susianto berharap pelajaran positif yang ditinggalkan almarhum dapat diteladani. ‘’Tentunya kami juga merasa kehilangan karena beliau adalah bagian dari masyarakat bangsa ini. Beliau memberikan kontribusi positif yang begitu besar untuk kehidupan berbangsa dan bernegara, dan patut diteladani juga apa yang telah beliau berikan kepada kita semua,’’ tegasnya. Prosesi upacara militer dilak-

sanakan di Krematorium Taman Mumbul dan sebagai Irup Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha. Saat memberi sambutan, Brigjen Sunartha mengatakan, Kapolda Bali beserta staf dan Bhayangkari Daerah Bali mengucapkan rasa duka dan bela sungkawa atas kepergian tokoh nasional Indonesia di bidang HAM dan juga seorang pengamat ekonomi. Menurutnya, H.S. Dillon merupakan sosok yang benar-benar pantas mendapatkan penghargaan Bintang Jasa Pratama serta Bintang Mahaputera Utama. Pasalnya, Dillon berjasa besar terhadap bangsa dan negara Indonesia. ‘’Almarhum juga layak meraih penghargaan Global Award dari Priyadarshni Academy di Mumby sebagai keturunan India yang

berkontribusi bagi negara yang ditinggalkannya,’’ ujarnya. H.S. Dillon merupakan salah satu tokoh bangsa Indonesia di bidang HAM dan sosial-ekonomi. Dia pernah menjabat anggota Komnas HAM, Dewan Ekonomi Nasional, Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Penasihat Menko Perekonomian Bidang Penanggulangan Kemiskinan, Kepala Badan Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, Direktur Kemitraan untuk Reformasi Pemerintahan dan Utusan Khusus Presiden Bidang Penanggulangan Kemiskinan. Sedangkan penghargaan tanda jasa Bintang Mahaputera Utama diperolehnya pada 13 Agustus 2015 di Istana Negara. Bintang Mahaputera Utama adalah penghargaan sipil yang tertinggi. (kmb36)


Rabu Umanis, 18 September 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Ikatan Alumni Doktor Pariwisata Unud Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Siap Jadi ’’Think Tank’’ Pariwisata ’’Melaspas’’ Gedung Baru Senilai Rp 6 Miliar Dilengkapi Empat Lab Farmasi

YAYASAN Perguruan Rakyat (PR) Saraswati Pusat Denpasar terus berinovasi untuk menyiapkan sarana dan fasilitas pendidikan berkualitas bagi rakyat Bali. Bertepatan dengan rahina Anggara Kasih Tambir, Selasa (17/9) kemarin, yayasan melaspas gedung lantai empat megah di kampus Unmas. Gedung senilai Rp 6 miliar ini diperuntukkan bagi ruang kuliah dan lab Fakultas Farmasi tercanggih di Bali dan ruang kuliah Fakultas Bahasa Asing. Upacara pamelaspasan di-puput Ida Pedanda Gede Rai Kemenuh dari Geria Angantaka diawali dengan upacara macaru siap brumbun, mendem dasar dan padagingan. Acara dihadiri Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. bersama jajaran pengurus, Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta, M.Pd. berserta wakil rektor, dekan dan pimpinan unit di lingkungan yayasan. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Bagus Ketut Lodji didampingi Sekretaris Dewa Sukanada, B.A. menjelaskan, gedung baru ini adalah salah satu strategi Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar mengantisipasi relokasi kampus Unmas ke depan. Gedung ini dimanfaatkan untuk empat lab farmasi yang dikatakan tercanggih di Bali. Alasannya, Akademi Farmasi Saraswati (AFS) yang kini bergabung menjadi Fakultas Farmasi Unmas membuka program D-3 dan S-1. Dengan dua prodi ini, katanya, jelas memerlukan lab yang berbeda karena tuntutan dunia industri juga berbeda. Selain itu, yayasan juga sudah membeli lahan untuk lab botani farmasi. Selain dipakai untuk ruang kuliah bagi farmasi, sebagian ruangan juga akan dipakai untuk PBM bagi Fakultas Bahasa Asing. Dengan demikian jika Unmas sudah

MELASPAS - Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodji bersama Dewa Sukanada dan Dekan Fakultas Farmasi dan Bahasa Asing Unmas di sela-sela ‘’melaspas’’ gedung baru. direlokasi ke kawasan Padanggalak, di kampus pusat akan ditempati tiga fakultas yakni FKG Unmas, Farmasi dan Bahasa Asing. Bahkan ruang rektorat akan dipertahankan di kampus Jalan Kamboja karena roh Saraswati itu ada di sana. Bagus Ketut Lodji yang dikenal memiliki sejumlah ide visioner untuk kemajuan Saraswati tak akan pernah puas berinovasi. Dia tetap menggenjot perbaikan mutu dengan berbagai cara. Di antaranya semua dosen Unmas ke depan wajib minimal bergelar doktor. Tiap tahun mampu melahirkan guru besar dan terus melakukan inovasi dalam pelayanan sehingga semua program studinya terakreditasi A. Kedua, yayasan juga sudah memikirkan lembaga pendidikan dasar dan menengah yang berada di bawah Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar untuk makin maju bersama. Selama ini TK dan SD Saraswati yang diincar oleh masyarakat sampai menolak calon siswa baru, sebagian kini sudah diantisipasi dengan membangun gedung berlantai tiga. Tahun ini

difokuskan pada pembangunan PAUD Saraswati 3 guna mendukung SD Saraswati 5 Denpasar. Ketua Panitia yang juga Dekan Farmasi Unmas I Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed.Apt. mengungkapkan gedung lantai empat nanti akan dimanfaatkan untuk empat lab farmasi tercanggih di Bali, NTB dan NTT. Di antaranya lab teknologi, kimia, farmologi dan lab bahan alam. Empat ruang dipakai untuk PBM. Kelengkapan ini, kata Agus Sunadi, untuk mewujudkan Fakultas Farmasi yang berkualitas sesuai tuntutan zaman. Bahkan Farmasi yang dipercaya pemerintah menjadi tempat uji kompetensi asisten apoteker, sukses meraih kelulusan 100 persen dan masuk 20 besar nasional. Sementara itu, Dekan Fakultas Bahasa Asing Unmas I Komang Sulatra, M.Hum. mengakui akan menggunakan dua ruangan gedung baru untuk PBM. Bahkan, dia masih memerlukan banyak ruangan kuliah lagi, sehingga bisa lebih banyak merekrut calon mahasiswa. (ad568)

Pembukaan PKKMB IIK Medika Persada Bali

Tumbuhkan Generasi Muda yang Produktif, Inovatif dan Kreatif INSTITUT Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2019/2020 pada Selasa (17/9) kemarin. Tema PKKMB 2019 adalah ‘’Mewujudkan Generasi Muda yang Produktif, Inovatif dan Kreatif di Era Industri 4.0’’. PKKMB dilaksanakan hingga Rabu (18/9) diikuti 170 mahasiswa baru. Wakil Rektor III dr. I Gusti Lanang Made Rudiartha mewakili Rektor IIK membuka rangkaian acara PKKBM 2019/2020. Ia mengatakan PKKMB sesuai edaran Dikti tidak boleh terlalu lama dan tidak boleh ada kekerasan. Untuk itu PKKMB agar lebih banyak dilakukan ceramah-ceramah seperti bela negara, persatuan bangsa, dan ceramah ilmiah. Pada hari itu Rektor IIK Medika Persada Bali Prof. Dr. dr. Made Bakta, Sp.PD.-KHOM. menyampaikan tentang pendidikan di era 4.0, sehingga tidak banyak kegiatan fisik yang dilakukan tetapi lebih banyak pembinaan ke arah persiapan mereka menjadi mahasiswa. Dari kegiatan PKKMB output yang diharapkan mahasiswa dapat mengenal kampus, kehidupan kampus, mengenal para dosen. ‘’Sehingga mereka tidak tanggung-tanggung lagi untuk datang kuliah, mengikuti segala kegiatan yang diadakan di kampus ini. Jadi memang disiapkan betul mereka untuk mengenal kampus ini dan senang di kampus ini, sehingga mereka dapat belajar dengan baik,’’ bebernya. Jumlah peserta PKKMB 2019/2020 170 peserta. Dari Farmasi Klinis 85, Psikologi 11, Teknik Elektromedik 16 untuk memelihara dan memperbaiki alat-alat kesehatan, Manajemen Informasi Kesehatan 12, Fisioterapi 11, K3 sebanyak 4 orang. ‘’Walaupun jumlahnya sedikit, mahasiswa tetap belajar sesuai jadwal, mata kuliah dan praktik tetap dilakukan,’’ jelasnya. Selama tiga tahun berdiri, IIK Medika Persada Bali telah me-

SEBAGAI langkah untuk terus meningkatkan akreditasi S-3 Pariwisata, lulusan program Doktor Pariwisata Fakultas Pariwisata Universitas Udayana (Unud) mulai dibentuk. Program S-3 Pariwisata Unud yang sudah dibentuk sejak tahun 2010 lalu, saat ini sudah meluluskan sebanyak 37 orang doktor. Melalui wadah alumni yang sudah terbentuk ini, Panudiana Kuhn yang terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Doktor Pariwisata Unud mengatakan siap menjadi think thank (wadah pemikir) untuk mengabdikan pemikiran demi memajukan pariwisata Bali. Pihaknya juga berharap Pemerintah Provinsi Bali, kabupaten/kota di Bali maupun di Indonesia, menggandeng Ikatan Alumni Doktor Pariwisata Unud untuk ikut menyumbangkan pemikiran dalam memajukan pariwisata ke depannya. ‘’Pemerintah daerah atau pemerintah kabupaten yang membutuhkan ahli pariwisata ada di sini,’’ katanya. Menurutnya, Program Doktor Pariwisata yang dimiliki Unud ini merupakan salah satu kampus terbaik S-3 Pariwisata di Indonesia. Karena, katanya, Unud memiliki program pariwisata dari Diploma, S-1, S-2 hingga S-3 Pariwisata. Diungkapkan, wadah alumni ini dibentuk sebagai think thank negara atau pemerintah. ‘’Ikatan alumni ini sebagai think tank pemerintah. Kalau memerlukan thing tank tentang pariwisata bisa menggandeng alumni ini,’’ kata Kuhn yang baru lulus Program Doktor di Unud. Ke depan, pihaknya melalui wadah ini memiliki target bisa membantu pemerintah maupun perusahaan yang memerlukan terkait konsultasi tentang pariwisata. Untuk itu, setelah dilantiknya seluruh pengurus ikatan alumni ini, dalam waktu dekat akan melakukan audiensi dengan Gubernur Bali. Kuhn yang juga pengusaha senior di bidang pariwisata ini berharap melalui wadah yang dipimpinnya akan muncul ide-ide maupun pemikiran yang bisa diimple-

WISUDA - Dr. Drs. Panudiana Kuhn, M.M. (tengah) berfoto usai wisuda program doctor, belum lama ini. mentasikan dalam pengembangan pariwisata. Sehingga harapannya ke depan pariwisata Bali bisa maju dan lebih berkualitas. ‘’Kita di Bali memiliki destinasi pariwisata berkelas dan berkualitas. Mengacu pada quality tourism, tidak hanya volume saja yang diharapkan, namun kualitasnya juga harus ditingkatkan,’’ pungkasnya. Sementara terkait pengembangan pariwisata Bali, saat ini yang diperlukan adalah infrastruktur penunjang seperti jalan maupun pembangunan Bandara Bali Utara dan fasilitas lainnya. Tidak hanya itu, terkait penerbangan langsung dari negara lain menuju ke Bali juga harus ditambah, sehingga minat wisatawan untuk datang akan meningkat. Selain itu, dari sisi sumber daya manusia, diperlukan juga pendidikan yang berkualitas dan berkompeten untuk mengarah ke quality tourism. Kalau bisa, kata Kuhn, investasi juga perlu ditingkatkan. Karena saat ini Indonesia masih kalah dari negara lain seperti Vietnam, Thailand dan negara lain di Asia. ‘’Memang itu yang paling diperlukan, sehingga ke depan bisa terjadi pemerataan pariwisata dan bisa dinikmati seluruh kabupaten di Bali,’’ ucapnya. Adapun susunan Pengurus Ika-

tan Alumni Doktor Pariwisata Fakultas Pariwisata Unud periode 2019-2023. Penasihat: Dekan Fakultas Pariwisata, Koprodi Doktor Pariwisata. Ketua Umum Dr. Drs. Panudiana Kuhn, M.M., Wakil Ketua Umum I Dr. Ir. I Gusti Ayu Oka Suryawardani, M.Mgt., Ph.D., Wakil Ketua Umum II Dr. I Wayan Suardana, SST.Par., M.Par., Sekretaris Dr. Putu Sucita Yanthy, S.S. M.Par., Wakil Sekretaris Dr. Ni Putu Ratna Sari, SST.Par., M.Par. Kemudian Bendahara Dr. Drs. I Ketut Putra Suartana, M.M., Wakil Bendahara Dr. Ida Ayu Oka Purnama Wati, S.S., M.M. Ketua Bidang Sains Dr. I Made Sudjana S.E., M.M., CHT., CHA., Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A., Dr. I Ketut Surya Diarta S.P., M.A. Ketua Bidang Humas Dr. Ni Made Eka Mahadewi, S.Sos., M.Par., Dr. Dra. Dewa Ayu Laksmiadi Janapriati, M.Par. Ketua Bidang Sosial Dr. I Nyoman Sudiarta, S.E., M.Par., Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., Dr. Komang Nariani, S.E., M.M. Ketua Bidang Organisasi Dr. Saroha Manullang, S.E., M.M., Dr. Dra. I Gusti Made Wendri, M.Par. Ketua Bidang Penggalian Dana Dr. Gusti Kade Sutawa, S.E., M.M., Dr. I Gede Sutarya, SST.Par., M.Ag., Dr. I Nyoman Budiartha, S.E., S.Sos., M.Par. (ad564)

Rakerda YPLP Kota PGRI Denpasar

YPLP Minta Selamatkan Sekolah PGRI, Wali Kota Sarankan Bertransformasi

PKKMB - Wakil Rektor III dan Sekretaris Umum Yayasan membuka rangkaian PKKMB dengan simbolis pengalungan nametag peserta. luluskan sebanyak 25 orang dari program lintas jalur farmasi. ‘’Jadi mereka ada yang dari D-3 Farmasi, melanjutkan di sini sampai S-1 Farmasi, baru itu yang kita luluskan,’’ ungkapnya. Ia berharap IIK semakin diminati mengingat IIK memiliki banyak program studi yang dibutuhkan industry, baik di rumah sakit, puskesmas atau unit–unit kesehatan yang lain. Termasuk Prodi K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) banyak dibutuhkan tidak hanya di lembaga kesehatan tetapi lembaga lainnya seperti hotel, perusahaan nonkesehatan. ‘’Tapi karena belum dikenal jadi peserta didiknya masih sedikit,’’ tandasnya. Sekretaris Umum Yayasan Anugrah Usadha Bali Indonesia Dr. Ir. Made Sudiari, M.M. mewakili Ketua Yayasan sangat mendukung kegiatan dan program IIK Medika Persada Bali. Dukungan tersebut tidak hanya berupa dukungan moral tetapi juga dukungan sarana dan prasarana. ‘’Jadi kami dari pihak yayasan sangat mendukung, baik dari pihak pendanaan maupun sarana dan prasarana yang dibutuhkan institusi ini,’’ imbuhnya. Pihaknya telah mempersiapkan

untuk membangun gedung wing 2, rektorat, pengembangan laboratorium dan sarana-prasarana lainnya. Sementara saat ini baru ada gedung wing 1. Dari sisi tenaga pengajar saat ini dikatakan rasionya mencukupi dan bahkan sangat mencukupi. Peningkatan jumlah mahasiswa nantinya juga akan diikuti dengan penambahan dosen. Tidak hanya itu peningkatan kualitas dosen juga terus ditingkatkan. Saat ini dosen IIK sudah 100 persen berkualifikasi S-2 dan beberapa S-3. Secara bertahap, pendidikan para dosen akan ditingkatkan ke program doktor. Selain itu, IIK Medika Persada Bali juga akan berubah status menjadi universitas yaitu Universitas Bali Internasional. Dengan berubahnya status dari institut menjadi universitas, IIK Medika Persada Bali akan lebih luas melaksanakan kegiatan pendidikan, baik di bidang pendidikan kesehatan, sosial, ekonomi dan sebagainya. ‘’Dengan menjadi universitas pengembangan kami ke depan jadi lebih luas dan fleksibel meningkatkan pendidikan masyarakat dalam berbagai bidang di masa depan,’’ tandasnya. (ad572)

JAJARAN YPLP Kota PGRI Denpasar, Selasa (17/9) kemarin melakukan rapat kerja (rakerda) tahunan. Agenda rakerda kali ini fokus membahas masalah PPDB dan tata kelola sekolah PGRI berkualitas. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madianyana, M.M. mengatakan masalah PPDB dibahas dalam rakerda kali ini karena dengan sistem yang baru banyak siswa sekolah PGRI yang lari ke sekolah negeri. Dengan kata yang santun, Madiadnyana minta Wali Kota Denpasar menyelamatkan sekolah PGRI. Di sisi lain, dia menyadari banyak siswa baru kini memilih sekolah negeri karena gratis dan unggul. Untuk itu, dia memotivasi para kasek dan pengelola sekolah untuk terus melakukan inovasi meningkatkan pelayanan dan mutu pendidikan berkualitas. Jadikan semua siswa di sekolah PGRI yang dikelola di bawah naungan YPLP Kota PGRI Denpasar tetap menjadi anak yang cerdas, sehat, berkarakter dan berprestasi. Untuk itu, dia berterima kasih Wali Kota I.B. Rai Dharmawjaya Mantra selalu setia hadir setiap acara guru dan PGRI. Bahkan, dia yakin Wali Kota memberi solusi terbaik bagi keberlanjutan sekolah PGRI. Motivasi serupa juga diungkapkan Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada, S.Pd., M.Si. bahwa jajaran PGRI jangan merasa dikecilkan dengan model PPDB akibat sikon yang menyebabkan banyak anak-anak sekolah PGRI lari ke sekolah negeri. Mungkin disebabkan sekolah negeri yang serba gratis dan berkualitas. ‘’Mari bangkit dan bekerja untuk memajukan

RAKERDA - Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Kadisdikpora Kota Denpasar Wayan Gunawan, Ketua YPLP Madiadnyana dan jajarannya saat rakerda. sekolah PGRI agar sejajar dengan sekolah negeri,’’ ujarnya. Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka rakerda mengungkapkan sangat mencintai guru karena guru sebagai tolok ukur paling penting dalam transformasi perubahan, pergerakan dan pergeseran setiap dekade revolusi industri. Masalah kemakmuran dan kesejahteraan, itulah ilmunya guru. Dikatakannya, karakteristik kemajuan diikuti perilaku kemajuan. Di tengah gelombang revolusi ini mau dibawa ke mana perilaku tersebut sebagai pembentukan pola pikir. Makanya disinggung soal PPDB, Wali Kota Denpasar mengatakan bagian dari transformasi. Ini kasus sebagai tantangan bagi PGRI dalam mengelola sekolah. Harus dirumuskan dan diempati agar Wajar 12 Tahun tuntas dengan mempermudah akses pendidikan bagi masyarakat karena sistem zonasi pendidikan, katanya, mempermudah data base kelola akses, daya jangkau dan kemiskinan,

sehingga ke depan jajaran PGRI banyak bicara kualitas bukan lagi kuantitas. Namun, Wali Kota menekankan tak semua masyarakat bicara kuantitas. ‘’Silakan terjemahkan konsep ini di jajaran YPLP PGRI,’’ tegasnya. Dengan demikian, sekolah PGRI harus bertransformasi ke kualitas, tak cukup biasa-biasa saja. Buatlah format sekolah yang baru namun tetap berbasiskan THK yang eksis sepanjang zaman. Karakter revolusi industri 4.0 memang menyisihkan jumlah SDM. Guna menghadapi era 4.0, kata Wali Kota, kuncinya adalah kualitas, SDM yang memiliki talenta dan kreatif. Rakerda selain diisi dengan berbagai ceramah masalah dan kebijakan pendidikan, di antaranya oleh Pof. Dr. Gede Yudhana dan Kadisdikpora Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan. Rakerda juga diisi dengan penyusunan program kerja bertemakan ‘’Mewujudkan lembaga pendidikan PGRI yang bermutu dan berdaya saing tinggi dalam revolusi industri 4.0’’. (ad574)

Sirosis Hati, Kenali Gejala untuk Pencegahan dan Penanganan yang Baik SIROSIS hati/sirosis hepatis atau dalam bahasa Inggris disebut liver cirrhosis oleh masyarakat umum lebih banyak dikenal sebagai ‘’penyakit lever’’ adalah penyakit hati menahun yang disertai kerusakan sel hati dan timbulnya jaringan ikat yang merusak susunan arsitektur hati. Angka kejadian sirosis hati di Indonesia pada tahun 2007 adalah 1,7%, dan merupakan penyebab kematian nomor tujuh. Terdapat berbagai penyebab dari sirosis hati. Penyebab yang paling sering adalah infeksi hepatitis virus (hepatitis virus B dan virus hepatitis C), kemudian minum alkohol jangka panjang. Penyebab lain adalah penyakit hati berlemak, penyakit jantung kongestif, penyakit saluran empedu, dan penyakit autoimun. Di Indonesia pada tahun 2013 terdapat 18 juta penderitan hepatitis B dan 3 juta penderita hepatitis C dengan 10% di antaranya menjadi sirosisn

hati. Hepatitis A jarang dilaporkan menjadi sirosis hati. Dalam suatu penelitian di Banda Aceh tahun 2015-2016, dari 216 penderita sirosis hati ternyata 81% disertai hepatitis B, 10% hepatitis C dan 6% gabungan hepatitis B dan hepatitis C. Keradangan hati kronik, terutama oleh karena virus hepatitis B dan C menyebabkan kerusakan sel-sel hati (liver failure). Kerusakan hati ditandai oleh peningkatan suatu ensim yang disebut SGPT dan peningkatan bilirubin. Peningkatan bilirubin menyebabkan timbulnya ikterus, yang ditandai oleh warna kuning pada bagian putih dari mata, penumpukan cairan dalam rongga perut, oleh karena berkurangnya kadar albumin dalam darah. Penumpukan cairan ini disebut asites (ascites). Gejala yang paling berat dari kegagalan hati adalah penurunan kesadaran

yang disebut coma hepaticum. Radang kronik disertai dengan peningkatan jaringan ikat yang disebut fibrosis. Fibrosis menyebabkan kerusakan arsitektur hati, sehingga pembuluh darah dalam hati (vena porta) tertekan sehingga terjadi peningkatan tekanan darah dalam vena porta, disebut sebagai hipertensi portal. Hipertensi portal menyebabkan penumpukan darah dalam limpa, sehingga limpa membesar disebut sebagai splenomegali, pelebaran pembuluh darah dalam kerongkongan disebut ‘’varises esofagus’’ yang jika pecah akan menimbulkan muntah darah, disebut sebagai hematemesis dan berak darah berwarna hitam disebut sebagai melena. Hipertensi portal juga meningkatkan timbulnya asites dan menimbulkan semacam ambien atau hemoroid. Apabila dijumpai

gejala seperti tersebut di atas, segera periksakan diri ke dokter, supaya dapat ditangani dengan baik. Komplikasi sirosis hati yang paling sering adalah hematemesis dan melena apabila disertai perdarahan hebat akan menyebabkan syok yang dapat berakibat kematian. Komplikasi kedua adalah timbulnya coma hepaticum, yang menandakan kerusakan hati sudah parah, sehingga dapat juga menimbulkan kematian. Komplikasi jangka panjang dari sirosis hati adalah perubahan menjadi ganas, sehingga timbul kanker hati, sering disebut hepatoma atau kanker hepatoseluler. Untuk pengobatan terhadap sirosis hati, sampai saat ini belum ada obat yang spesifik. Dokter akan berusaha untuk mencegah kerusakan hati lebih lanjut dengan melarang minum alkohol dan menghindari pemakaian obat yang

dapat merusak hati. Diusahakan juga untuk mencegah komplikasi, terutama untuk mencegah muntah darah dengan melakukan tindakan dengan endoskopi untuk mengeriputkan pembuluh darah di esofagus (sklerosis), pemberian obat yang dapat menurunkan tekanan darah porta dan diet yang lunak sehingga mengurangi kemungkinan pecahnya varises esofagus. Pencegahan dapat dibagi menjadi pencegahan primer, yaitu mencegah timbulnya hepatitis menahun terutama hepatitis B dengan memberikan vaksinasi mulai lahir kemudian dilakukan secara berkala. Vaksin hepatitis C belum ditemukan sampai saat ini. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari minum alkohol berlebihan yang dapat merusak hati. Pencegahan sekunder adalah mengobati dengan baik apabila terjadi hepatitis B ataupun hepatitis C. Berbagai obat telah

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

tersedia untuk mengurangi beban virus hepatitis. Pencegahan tertier, apabila sudah terjadi sirosis hati adalah mencegah timbulnya komplikasi terutama bahaya hematemesis melena, mencegah kerusakan hati lebih lanjut dengan menghentikan konsumsi alkohol atau menghindari pemakaian obat-obatan yang merusak hati. Dilakukan pemantauan dengan baik untuk mendeteksi dini adanya kanker hati. Kanker hati stadium dini sebagian masih dapat diobati, sedangkan kanker hati stadium lanjut sulit diobati. Diharapkan masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan vaksinasi hepatitis B sejak baru lahir, berobat dengan baik ke dokter jika sudah dijumpai hepatititis atau sirosis. l dr. Dewi Purwita Agustini, S.Ked.


Rabu Umanis, 18 September 2019

PPs Unwar Kenalkan Institusi kepada Mahasiswa Baru

Tanamkan Nilai-nilai Sapta Bayu Guna Hasilkan Lulusan Berkualitas

PROGRAM Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPs Unwar) menggelar pengenalan institusi kepada mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama, Senin (16/9). Sebanyak 194 orang mahasiswa baru PPs Unwar diberikan pemahaman tentang institusi oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., Sekretaris PPs Unwar Dr. Dra. A.A. Rai Sita Laksmi, M.Si. dan Unit Penjaminan Mutu (UPM) PPs Unwar Dr. Mirsa Umiyati, S.S., M.Hum. Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. didampingi Ketua Panitia Dr. Dra. A.A. Rai Sita Laksmi, M.Si. mengatakan program pengenalan institusi merupakan program untuk memberikan gambaran awal kepada mahasiswa baru mengenai institusi PPs Unwar yang memiliki lima prodi. Mahasiswa baru diperkenalkan tentang bagaimana sistem pembelajaran di PPs Unwar yang mengikuti sebagian kuliahnya dengan sistem ELearning. Dengan sistem E-Learning ini mahasiswa dengan cepat bisa mengakses dan bisa mengaplikasikan program-program dalam rangka menyongsong revolusi industri 4.0 untuk menuju Unwar go global tahun 2034. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan untuk bisa melakukan monitoring kegiatan dan melaporkannya kepada pihak kampus halhal yang mereka temukan di dalam rangka proses pembelajaran melalui

PENYERAHAN - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. bersama Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. berfoto bersama seusai penyerahan mahasiswa baru PPs Unwar kepada Direktur PPs Unwar Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., Senin (16/9) malam. proses penjaminan mutu. Dengan kegiatan ini diharapkan mahasiswa baru dapat mengetahui pengembangan infrastruktur Unwar dan pengembangan Tri Dharma Unwar, pengembangan PPs Unwar, pengelolaan administrasi PPs Unwar dan penjaminan mutu PPs Unwar. Rektor Unwar Prof. Widjana yang dalam kesempatan ini memberikan ceramah tentang ‘’Strategi Pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi Menuju Universitas Warmadewa yang Unggul’’, mengatakan pengenalan institusi sangat penting sebagai proses awal adaptasi mahasiswa terhadap lingkungan baru di PPs Unwar. Sehingga mereka dapat menempuh pendidikan tinggi tepat waktu sesuai yang dicanangkan pemerintah saat ini. Ketua Yayasan Kesejahteraan

Korpri Propinsi Bali Dr. Wisnumurti mengucapkan selamat datang kepada seluruh karya siswa S-2 Pascasarjana Unwar. Mereka diharapkan mampu mengenal, mengetahui dan memahami Sapta Bayu yang merupakan karakter Warmadewa yang dibangun untuk seluruh civitas akademika. Dengan spirit Sri Ksari Warmadewa diharapkan kualitas lulusan PPs Unwar bisa unggul dalam segala hal, sehingga rencana untuk membuka dua Prodi S-2 baru bisa segera terwujud. ‘’Untuk menjadi unggul tidak saja di dalam proses pembelajarannya yang harus baik, namun dukungan sarana-prasarana juga harus baik. Dan kami di yayasan totalitas mendukung semua yang dibutuhkan PPs Unwar, bahkan bagi semua pimpinan prodi yang ada di lingkungan Unwar. (ad573)

Pembangunan Berbasis Riset PEMERINTAH Provinsi Bali berencana membentuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru yakni Badan Riset dan Inovasi Daerah. Menurut akademisi Universitas Warmadewa (Unwar) Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., ide tersebut sangat brilian. Sebab, selama ini kalangan akademisi nyaris terabaikan dalam proses pegambilan kebijakan, baik di daerah maupun nasional atau dengan kata lain, pemikiran akademisi sering tidak dimanfaatkan. Hal ini menyebabkan kebijakan strategis yang diambil pemerintah tanpa didasari hasil riset yang kuat. Pola demikian cenderung melahirkan kebijakan yang bersifat populis, bukan solutif. Setelah resmi dibentuk, menurut Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali ini, OPD anyar ini diharapkan mampu memutus ‘’diskomunikasi’’ antara akademisi dengan birokrasi. ‘’Selama ini kita tahu kan antara akademisi dan birokrasi itu kurang nyambung. OPD ini nantinya bisa memperbaiki hubungan yang kurang sinkron itu,’’ tandas Wisnumurti, Selasa (17/9) kemarin. Mantan Ketua KPU Provinsi Bali ini mencontohkan, birokrasi pemerintahan di negara tetangga seperti Malaysia dan Vietman sudah menjadikan riset sebagai dasar menentukan arah kebijakan. ‘’Kebijakan harus

A.A. Gede Oka Wisnumurti didasari data, dan data itu lahir dari riset. Memang riset itu mahal, terkesan kegiatan membuang-buang duit. Jadi kalau pemimpin tidak cerdas, pasti memilih kebijakan yang membuat dia populer dengan memberi bantuan sebesarbesarnya untuk rakyat,’’ sentilnya. Wisnumurti melanjutkan, sudah saatnya pemerintah di Indonesia memberikan penghargaan yang lebih untuk riset. Hal ini, katanya, sudah terjadi di Yogyakarta yang mana Gubernur DIY selalu melempar rencana kebijakan ke perguruan tinggi (UGM) guna mendapatkan kajian dari akademisi. Selain pemerintah, dia juga berharap lahirnya mata

Bali Post/win

rantai yang kuat antara perguruan tinggi dengan pihak swasta dalam hal ini dunia usaha dan industri, seperti yang terjadi di negara berkembang. ‘’Perguruan tinggi di negara maju didukung penuh oleh dunia industri karena mereka sangat membutuhkan riset dari civitas akademika perguruan tinggi,’’ jelas panglingsir Puri Siangan, Gianyar ini. Lebih lanjut, dia berharap OPD Badan Riset dan Inovasi Daerah Setda Provinsi Bali ini tidak menemui kendala, sehingga bisa segera terbentuk. Apalagi, Bali sangat kaya dengan kaum intelektual dan didukung kuantitas perguruan tinggi yang cukup besar. (win)

Bali Lepas Sepuluh Varietas Tanaman Lokal Siap Jalani Sertifikasi Benih

P E M E R I N T A H pusat melalui Kementerian Pertanian mendorong petani untuk menanam benih yang bermutu. Untuk memastikan mutu, benih yang ditanam harus memiliki sertifikat benih yang dikeluarkan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH). Sebelum mendapatkan sertifikat benih, varietas yang hendak dikembangkan menjadi benih harus dilepas dulu atau mendapatkan SK pelepasan dari Kementerian Pertanian. Untuk di Bali, terdata sepuluh varietas tanaman lokal yang telah dilepas dan siap menjalani proses sertifikasi benih di BPSBTPH yang nantinya diedarkan ke masyarakat atau petani yang hendak mengembangkan. Kepala UPTD BPSBTPH Provinsi Bali Ir. Kadek Sarini, M.Si., Selasa (17/9) kemarin, mengatakan sepuluh varietas tanaman lokal yang sudah dilepas atau mendapatkan SK pelepasan dari Kementerian Pertanian yaitu Jeruk Pamelo Bali Merah, Jeruk Pemelo Bona Bali, Jeruk Keprok Tejakula, Jeruk Siem Kintamani, Salak Bali, Salak Gula Pasir, Mangga Legong, Durian Bestala, Wani Ngumpen Bali dan Pisang Sari. ‘’Setiap vari-

Kadek Sarini etas yang dilepas ini karena masuk dalam jenis tanaman buah tahunan memiliki pohon induk tunggal (PIT). Dari PIT inilah nantinya akan dikembangkan benihnya,’’ ujarnya. Saat ada permintaan maka pemilik varietas akan membuat benih dari PIT dan setelahnya akan mendaftarkannya ke BPSBTPH untuk mendapatkan sertikat benih sehingga bisa diedarkan. Ada standar mutu yang harus dipenuhi yang mencakup

tiga komponen yaitu mutu fisik, mutu fisiologis dan mutu genetis. Jika standar mutu ini terpenuhi barulah benih akan mendapatkan label tanda sertifikat benih dan siap diedarkan. Dari 10 varietas tanaman lokal Bali yang sudah dilepas, lanjut Sarini, beberapa sudah ada yang mendaftarkannya ke UPTD BPSBTPH Bali untuk mendapatkan sertifikat benih seperti salak gula pasir, pisang sari dan durian Bestala. ‘’Biasanya diurus sertifikat benihnya jika ada permintaan benih. Beberapa varietas tanaman lokal Bali yang dilepas sudah ada yang mengurus sertifikat benih, artinya ada permintaan,’’ jelas Sarini. Ia melanjutkan, varietas diusulkan untuk dilakukan pelepasan varietas biasanya karena merupakan varietas unggulan di suatu daerah dan dianggap diminati oleh masyarakat atau petani. Untuk varietas tanaman lokal Bali yang sudah dilepas ini jika dibudidayakan dengan baik memiliki potensi pasar yang bagus bahkan berpotensi menembus pasar ekspor. ‘’Contohnya wani. Buah ini hanya ada di Bali. Jika dikembangkan maka potensi pasarnya besar,’’ ujar Sarini. (kmb24)

Tingkatkan Kreativitas dan Kesetiakawanan Sosial Generasi Muda

PMI Badung Gelar ’’Badung Youth Red Cross Competition’’ UMTUK meningkatkan kreativitas, menjalin kesetiakawanan sosial Palang Merah Remaja (PMR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Badung dan memperdalam pengetahuan tentang PMR, PMI Badung menggelar ‘’Badung Youth Red Cross Competition’’ di Markas PMI Kabupaten Badung, Selasa (17/9) kemarin. Kegiatan yang berisikan lomba paduan suara tingkat SMP dan SMA/SMK, serta lomba melukis tingkat SD tersebut juga diselenggarakan serangkaian peringatan HUT ke-74 PMI dengan tagline ‘’Kita Tangguh Indonesia Maju’’. Menurut Ketua Umum PMI Badung Kompyang R Swandika, Badung Youth Red Cross Competition ini bertujuan untuk membumikan dan menyosialisasikan PMI di kalangan generasi muda. Hal itu dikarenakan sesuai UU Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan yakni siaga bencana, pelayanan kesehatan, dan pembinaan PMR. Selain itu, tidak kalah penting juga untuk meningkatkan kesetiakawanan sosial, memperkuat jiwa kemanusiaan untuk mewujudkan visi Kabupaten Badung. Melalui kegiatan ini, ia menginginkan generasi muda menjadi teladan, sadar apabila terjadi bencana. Menanamkam semangat kemanusiaan, suka menolong dan saling membantu, serta kesetiakawanan sosial. ‘’Untuk siaga bergerak, melayani dan membantu. Pertama membantu kalangan atau keluarga sendiri, kemudian temanteman sekolah, dan yang tidak kalah pentingnya adalah menolong, membantu masyarakat luas,’’ terang Kompyang Swandika. Ditambahkannya, sesuai dengan tema HUT ke-74 PMI ‘’Kita Tang-

PMI BADUNG - Penampilan salah satu peserta Badung Youth Red Cross Competition di Markas PMI Badung, Selasa (17/9) kemarin. guh Indonesia Maju’’, kegiatan ini diharapkan generasi muda menjadi PMR yang tangguh, yang dapat membantu masyarakat bila terjadi bencana, bila dibutuhkan pelayanan kesehatan, dan menggalang kesetiakawanan sosial. Serta diharapkan terus maju, baik di sekolah, di masyarakat, dan tentunya membantu pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Badung untuk mewujudkan visi Badung yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Menyambung yang disampaikan Ketua Umum PMI Badung, Kepala Markas PMI Badung Wayan Wardika menjelaskan, kegiatan kali ini diikuti sekitar 9 kelompok PMR Wira (setingkat SMA/SMK) dan 15 kelompok PMR Madya (setingkat SMP) untuk lomba paduan suara. Serta 22 sekolah dari PMR Mula (setingkat SD) untuk lomba melukis.

Di mana pada lomba paduan suara, tiap kelompak menyanyikan dua buah lagu, yakni lagu Mars PMI dan nasional atau daerah. Sementara itu, lomba melukis yang diselenggarakan sekitar 2 jam tersebut mengambil tema ‘’Kepalangmerahan dan Kebencanaan’’. Proses penilaian dilakukan beberapa dewan juri independen yang membidangi olah vokal untuk lomba paduan suara, dan lomba lukis dinilai juri dari seniman lukis. Dari terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan generasi muda memiliki tumbuh kembang rasa kesetiakawanan sosial yang baik. ‘’Bagaimana kami menumbuhkembangkan rasa kesetiakawanan sosial kepada seluruh SMA, SMP, SD yang memiliki kelompok PMR. Sehingga inilah calon-calon relawan muda yang tangguh, karena Indonesia tangguh pasti maju,’’ harap Wardika. (ad563)

Malam Puncak Dies Natalis Ke-35 dan Lustrum Ke-7 Unwar

Penjaminan Mutu sebagai ’’Panglima Perang’’ Capai Visi Unwar Go Global 2034 UNIVERSITAS Warmadewa (Unwar) kini telah menginjak usia 35 tahun. Sebagai rasa syukur, seluruh civitas akademika merayakannya dengan suka cita pada puncak Dies Natalis ke-35 dan Lustrum ke-7 yang ditandai dengan pemotongan tumpeng di areal Kampus Unwar, Selasa (17/9) malam. Berbagai hiburan menarik ditampilkan dalam Konser Sapta Bayu yang merupakan kolaborasi antara Marching Band Unwar, Padus, Iwanwar, UPK, dan Happy Angklung. Selain itu, juga dilakukan pengumuman juara lomba, baik lomba Dies Natalis maupun Porseni yang telah dilombakan sejak Kamis (12/9) lalu. Tidak hanya itu, berbagai jenis doorprize berupa 1 unit sepeda motor, sepeda gunung, kulkas, TV 40 inci, dan 2 unit laptop juga diundi untuk seluruh civitas akademika Unwar. Pada kesempatan ini juga diserahkan hadiah kepada karyawan dan anak-anak karyawan berprestasi. Ketua Panitia Dies Natalis Drs. I Wayan Sudemen, M.Si. mengatakan serangkaian perayaan ini telah dilaksanakan berbagai kegiatan. Selain berbagai jenis lomba, juga telah dilaksanakan seminar nasional dan bakti sosial berupa kunjungan ke keluarga man-

tan Rektor Unwar, kunjungan ke panti asuhan dan pengobatan gratis kepada seluruh karyawan Unwar. Selain itu, pada Oktober mendatang juga akan dilaksanakan seminar internasional yang diinisiasi Fakultas Teknik dan Perencanaan Unwar. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. didampingi para Wakil Rektor mengaku bersyukur atas eksistensi Unwar yang semakin eksis di tengah persaingan yang begitu ketat. Diharapkan eksistensi tersebut terus bisa dipertahankan untuk menghadapi perubahan yang begitu cepat di era revolusi industri 4.0 ini. ‘’Kalau kita tidak bisa beradaptasi terhadap perubahan itu, niscaya kita akan tertinggal, bahkan ‘mati’,’’ ujar Prof. Widjana. Oleh karena itu, peningkatan kualitas mutu pendidikan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Pada Dies Natalis ke-35 dan Lustrum ke-7 ini, dikatakan, momentum yang sangat tepat untuk merenung, berkontemplasi, introspeksi, dan re-introspeksi diri untuk menggapai cita-cita sesuai visi dan misi Unwar yaitu to be quality, berwawasan ekowisata, dan global kompetitif pada tahun 2034. Cita-cita tersebut akan di-

KRISTA Exhibitions kembali menggelar pameran Bali Interfood 2019 - The 4th International Exhibitions on Food & Beverage, Baking Ingredients, Horeca & Baking Equipment, Technology and Services in Bali, diadakan pada 26 - 28 September 2019 di Bali Nusa Dua Convention Centre, Bali-Indonesia. Pameran ini diselenggarakan bersamaan dengan Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirits dan Bakery Indonesia Expo 2019. Pameran berskala internasional ini turut menampilkan teknologi dalam bidang makanan, minuman, kopi teh, wine, bakery, horeca, jasa boga, bahan baku, peralatan, penyediaan dan teknologi pengolahan dan pengemasan. Diikuti lebih dari 100 peserta dari 17 negara seperti Polandia, Jepang, Singapura, Taiwan, China, Italia, Thailand, Amerika Serikat, Korea, Australia, Saudi Arabia, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Turki, Pakistan, dan Rusia. Bali Interfood 2019 juga menampilkan berbagai macam teknologi terkini yang bermanfaat dalam industri pengolahan makanan dan minuman serta produk-produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi seperti Food & Beverage, Agri Food, Agriculture Products, Bakery & Confectionery, Food &

Hospitality, Food Ingredients, Herbal & Health Food, Hotel and Retail Technology, Design & In Store Marketing. Dalam pameran ini juga akan menghadirkan beragam program menarik yaitu seminar, restaurant-chope dan workshop. Bali Interfood 2019 diharapkan menjadi sarana bermanfaat bagi pelaku usaha, khususnya di bidang pengolahan makanan dan minuman serta pendukung lainnya dalam meningkatkan daya saing produk yang merupakan industri berpengaruh bagi pariwisata Indonesia. Bali ditargetkan minimal menyedot kunjungan 8 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2019. Target 8 juta tersebut merupakan 40 persen dari target nasional yang membidik 20 juta wisman pada 2019. Untuk mendukung target tersebut, diharapkan Bali Interfood 2019 dapat menciptakan inovasi terbaru untuk perkembangan produk. Juga terjalin hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara peserta pameran baik dari dalam maupun luar negeri dan berharap bahwa Bali Interfood 2019 dapat menjadi jembatan antara delegasi penelitian dan pengembangan, produsen,

PUNCAK - Seluruh civitas akademika saat merayakan puncak Dies Natalis ke-35 dan Lustrum ke-7 yang ditandai dengan pemotongan tumpeng di areal Kampus Unwar, Selasa (17/9) malam. capai dengan menempatkan penjaminan mutu sebagai ‘’panglima perang’’. Sebab, tanpa penjaminan mutu peningkatan kualitas tidak akan bisa tercapai. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengucapkan selamat Dies Natalis ke-35 dan Lustrum ke-7 Unwar. Sebagai penyelenggara pendidikan tinggi Unwar, pihaknya mengajak seluruh civitas akademika Unwar untuk bersyukur atas pencapaian yang

telah diraih selama 35 tahun. Kendati demikian, pihaknya juga mengajak seluruh civitas akademika untuk introspeksi dan reintrospeksi diri atas apa yang telah dicapai dan yang akan dicapai pada tahun-tahun berikutnya. Sehingga apa yang diimpikan ke depan bisa terwujud atas komitmen dan dukungan bersama. ‘’Banyak hal yang harus kita wujudkan bersama. Tentu yayasan akan selalu berkomitmen untuk menyejahterakan semuanya, wellfare for all,’’ tegas Wisnumurti. (bns1)

Krista Exhibitions Kembali Gelar Pameran Bali Interfood 2019

konsumen, serta supplier. Pelaksanaan Bali Interfood 2019 tidak terlepas dari dukungan Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Kementerian Pertanian RI, Badan Ketahanan Pangan, Badan Ekonomi Kreatif RI, BPOM, Kadin Indonesia, Kadin Provinsi Bali, Bali Tourism Board, Bali Nusa Dua Tourism Development Corporation dan lainnya.

Bali Interfood 2019 terbuka bagi para pelaku bisnis dan masyarakat umum, mulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 19.00 Wita dari Kamis sampai Sabtu. Para pengunjung diharapkan membawa undangan yang telah dikirimkan serta dua buah kartu nama atau melakukan registrasi dahulu secara online di website kami, http:// bali-interfood.com/home/online/. Apabila tidak memiliki undangan akan dikenakan biaya masuk sebesar IDR 100.000 untuk tiga hari pameran (tiket terusan). (bns2)


Rabu Umanis, 18 September 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Cerdas dan Kreatif Menggunakan Teknologi INDONESIA dengan jumlah penduduk yang banyak adalah pasar dan konsumen empuk bagi segala jenis produk. Termasuk dalam pemasaran hasil teknologi. Sementara di dalam negeri kita menggalakkan penggunaan teknologi hingga Kemenristekdikti menetapkan Hari Teknologi Nasional. Momentum ini dimaksudkan pemerintah agar kita sebagai bangsa semakin akrab menggunakan teknologi untuk kemudahan hidup serta menciptakan berbagai jenis teknologi tepat guna. Dikatakan tepat guna agar benar-benar bermanfaat dan bisa diterapkan di masyarakat. Kini muncul predikat baru yakni menuju Bali ramah teknologi. Bahkan nanti akan berawal dari kabupaten/kota ramah teknologi. Program ini jelas positif guna membiasakan masyarakat menggunakan teknologi secara positif. Jangan kita artikan berteknologi itu hanya bagi siswa dan mahasiswa, melainkan semua komponen masyarakat. Kedua, program Bali sebagai daerah ramah berteknologi guna mengajak warganya untuk banyak melakukan penelitian dan mengembangkan teknologi tepat guna. Jelas di perguruan tinggi dimulai dari penelitian dan riset dari yang sederhana hingga ke penelitian berat. Ini menjadi tugas pemerintah guna membangkitkan dan mendorong warga Bali kreatif dan inovatif. Jika ini sudah terkondisikan dengan baik dan benar, semua kehidupan akan dilengkapi dengan teknologi buatan warga sendiri. Seperti penemuan sektor pertanian dengan menggunakan teknologi tepat guna yang bisa menghasilkan produksi lebih banyak dan berkualitas. Yang paling penting temuan teknologi itu benar-benar diaplikasikan, bukan hanya di atas kertas sebagai syarat naik pangkat atau kelulusan. Semua ujungnya untuk kesejahteraan masyarakat. Ketiga, menjadi CSR bagi perusahaan besar di daerah guna ikut mendanai hasil penelitian dan teknologi tepat guna warga Bali. Sinergisitas pemerintah, dunia industri dan kalangan akademisi ini akan membuahkan hasil positif sehingga masalah dana tak lagi menjadi masalah klasik guna menerapkan teknologi tepat guna. Salah satu penemuan di era digital yang sangat luar biasa dan memengaruhi kehidupan kita sekarang adalah internet. Kini banyak dipromosikan bahwa internet bisa berpengaruh negatif dan positif dalam kehidupan kita. Tergantung untuk apa dan bagaimana kita menggunakannya. Sebagai daerah ramah teknologi, warga Bali mestinya cerdas dan kreatif berinternet. Berinternet cerdas yaitu bagaimana kita memanfaatkan internet secara baik dalam arti tepat guna serta aman sesuai dengan etika, budaya, dan norma yang berlaku. Think before posting! Sebagai contohnya kita jangan menggunakan internet untuk melakukan tindakan negatif seperti menebar berita hoax. Prinsipnya, kita harus berhati-hati. Kita perlu cerdas memilih informasi yang boleh dan yang tidak boleh diketahui oleh orang lain atau publik karena tidak semua informasi dapat dibagikan ke semua orang. Sebelum membagikan informasi atau suatu hal perlu dipilah secara matang apakah itu hoax atau fakta. Be wise while online atau bijaksana saat online. Saat ini banyak situs online yang bersifat provokasi hingga berbau kebencian, perpecahan, bahkan memojokkan salah satu kelompok/suku. Hal tersebut bisa diakses oleh siapa pun baik dalam jejaring sosial maupun secara tidak sengaja menemukannya di mesin pencarian. Kita harus mampu berpikir bijak dalam mencermati hal tersebut. Manfaatkan teknologi internet untuk hal positif dan berinovasi membuat kontenkonten positif yang bermanfaat untuk banyak orang. Marilah kita menjadi generasi kreatif berteknologi.

Merdeka Teknologi Menuju Indonesia Maju Setelah Jepang kalah akibat serangan bom atom dari pesawat B-29 milik Amerika yang meluluhlantakkan Kota Hiroshima dan Nagasaki, situasi genting tersebut ingin dimanfaatkan oleh para pejuang untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB dengan disaksikan oleh ratusan patriot, Soekarno yang didampingi Moh. Hatta membacakan teks proklamasi yang dilanjutkan dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih yang dijahit oleh tangan Ibu Fatmawati. Cahaya mentari kemerdekaan menyinari perjuangan melawan gelapnya penjajahan.

B

Oleh Gusti Agung Gede Artanegara

ali yang berjarak kurang lebih 1.200 km belum mengetahui kabar proklamasi ini. Serdadu Jepang yang ada di Bali masih petantang-petenteng dengan tetap memutar propaganda Jepang di radio, padahal Kaisar Hirohito sudah menyampaikan kekalahan terhadap blok Sekutu. Muda-mudi Bali walaupun sudah mendengar desasdesus proklamasi di Jakarta tetapi mereka masih menunggu I Gusti Ketut Pudja, utusan Bali yang ikut serta menghadiri proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Dalam rentang waktu dari akhir Agustus hingga Oktober 1945 baru seluruh lapisan masyarakat Bali menerima kabar proklamasi sebagai tanda kemerdekaan yang

berhasil diraih. Setelah 74 tahun kemerdakaan merupakan capaian panjang dalam perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia, sumber daya alam yang melimpah bukan jaminan menjadi tumpuan kemajuan bangsa Indonesia. Dalam pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo pada Sidang Tahunan MPR-RI bahwa “Membangun manusia Indonesia adalah investasi kita untuk menghadapi masa depan dan melapangkan jalan menuju Indonesia Maju. Kita siapkan manusia Indonesia menjadi manusia unggul sejak dalam kandungan sampai tumbuh mandiri”. Berarti salah satu upaya yang harus dimiliki oleh manusia unggul Indonesia adalah kemampuan ilmu pen-

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Penataan Alur Sungai

Menjelang musim hujan November mendatang, saya berharap pemerintah kabupaten/ kota mulai melakukan perhatian serius terhadap gorong-gorong dan alur sungai. Selama ini, penataan gorong-gorong sudah dilakukan Pemerintah Kota Denpasar dengan menggunakan pendekatan yang lebih bagus. Saya lihat lubang gorong-gorongnya juga besar dengan teknik beton jadi. Koneksi antargorong-gorong juga mulai diperhatikan. Mudah-mudahan dengan pendekatan ini banjir di perkotaan saat musim hujan bisa ditekan. Hal lainnya, alur sungai juga mulai banyak ditata di Kota Denpasar. Bahkan, sejumlah sungai kini menjadi tempat rekreasi yang nyaman bagi warga. Pendekatan lingkungan

dalam menata kota tampaknya bisa diterapkan di semua kabupaten/kota di Bali, agar bahaya banjir bisa ditekan. Dengan cara ini, genangan air yang berpotensi menjadi tumbuhnya jentik nyamuk juga bisa ditekan. Yang jelas, saya sebagai warga pendatang yang tinggal di Denpasar berharap ke depan penataan berbasis lingkungan dilakukan secara lebih efektif dan bermanfaat bagi kehidupan. Kalaupun ada pendekatan ekonomis hendaknya jangan sampai menekan atau mengorbankan keseimbangan lingkungan. Saya mendukung gerakan menjaga Bali agar alam Bali tetap harmonis. Agus Sutiono Banyuwangi, Jatim

Permohonan Dana Punia Pura Giri Natha Candi Airlangga

Kami Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha di Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan kerendahan hati kepada umat memohon untuk mendukung kelancaran pembangunan dan perluasan areal pura yang kami lakukan. Dengan pembangunan Pura Giri Natha ini diharapkan bisa sebagai sarana untuk meningkatkan nilai luhur dan spiritual serta kesadaran akan kebesaran leluhur pada masa lalu. Berkenaan dengan hal tersebut untuk proses dan perluasan Pura Giri Natha pada tahap I telah direncanakan biaya Rp 1,89 miliar. Berkenaan dengan hal tersebut, karena keterbatasan dan kendala kekurangan biaya, kami berharap umat turut menyalurkan bantuan dana punia untuk mendukung kelancaran pembangunan Pura Giri Natha. Saat ini untuk desain pembangunan dan

perluasan Pura Giri Natha disusun oleh Padma Group yang dipimpin oleh Dewa Made Beratha. Pura ini berlokasi di Dusun Puthuk, Desa Beneraan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dana punia bisa disalurkan atau ditransfer melalui Bank BRI Unit Kandangan dengan nomor rekening 055501009609535 atas nama Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha. Atas bantuan dan partisipasi umat dalam hal ini, kami pihak panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal baik para bhakta bisa memperlancar rencana perluasan Pura Giri Natha. I Gusti Ketut Putra Ketua Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha

getahuan dan teknologi dalam menghadapi persaingan global pada era digitalisasi ini. Bali saat ini sudah jauh berubah pascaproklamasi, teknologi dan informasi sudah meluncur cepat sampai ke pelosok desa hingga menyusup ke sekat-sekat budaya. Infrastruktur komunikasi yang dibangun pemerintah memudahkan masyarakat menerima informasi dari mana saja. Bali yang memiliki karakter budaya yang kuat membutuhkan muda-mudi yang mampu menjaga, merawat, dan melindunginya. Generasi muda Bali saat ini mulai mencerdaskan budaya dengan mengolaborasi teknologi dan budaya. Teknologi jejaring sosial yang diciptakan untuk berbagi pesan berupa foto maupun video menjadi medium yang diunggulkan

dalam penyebaran seni dan budaya Bali di kalangan milenial. Geliat sanggar pribadi maupun milik banjar menjadi salah satu minat anak-anak muda mengisi kegiatan mereka, seakan menjadi motivasi diri memberikan yang terbaik dan terindah sehingga viral di dunia maya. Bagi generasi milenial Bali khususnya di perkotaan bahwa internet hampir menyamai dengan kebutuhan primer. Dengan internet dan teknologi ponsel pintar (smartphone) menjadi sahabat baik yang menemani mereka dari bangun tidur hingga menjelang tidur. Kemampuan teknologi smartphone dalam menemani keseharian mereka tidak lepas dari berbagai kategori startup yang dapat dipilih dan disesuaikan akan kebutuhan penggunanya. Startup Super app yang merambah kota-kota di Bali memberikan gambaran bahwa apa yang diinginkan oleh masyarakat tersebut adalah kemudahan, praktis, dan efisien. Pembayaran air, PLN, gas, asuransi, transportasi, makanan, dan gaya hidup urban lainnya bisa dicari dan dibeli melalui ponsel pintar. Oleh karena hal tersebut sumber daya manusia yang unggul tidak hanya bersambat dengan teknologi tetapi cerdas, berkarakter dan

Warung Global

Aparat Harus Tegas pada Wisman yang Langgar Aturan KINI banyak wisatawan asing yang mengendarai sepeda motor tidak memakai helm. Bahkan tidak jarang mereka nyelenong melanggar lampu merah. Demikian pula semakin banyak wisatawan asing yang ngamuk karena stres. Ini rupanya mendapat perhatian dari aparat pemerintah. Mereka pun diimbau menghormati aturan. Namun masyarakat menilai tak cukup hanya dengan imbauan, sebab ini sudah berulang kali terjadi. Bahkan seolah-olah Bali diremehkan. Demikian komentar pendengar setia Radio Global 96,5 FM dalam acara dialog interaktif Warung Global. Tingkat kunjungan wisatawan ke Bali cenderung meningkat, begitu juga dengan ancaman terhadap pariwisata itu sendiri. Menurut Made Jemet di Denpasar, pihak yang terkait mesti menimbang-nimbang apakah ulah buruk turis ini menimbulkan efek kerugian atau menguntungkan terhadap pariwisata Bali. Ketut Mursi di Denpasar berharap agar jangan terlalu mengangung-agungkan wisatawan dalam kondisi seperti ini. Imbauan saja tak tegas menurutnya. Selain orang Bali dikenal ramah, harus juga berwibawa dan tegas dalam menjalankan aturan. Jangan karena orang asing/turis dianggap tamu lalu tidak tersentuh hukum. Karena akibat yang ditimbulkannya bisa sampai merugikan Bali. Sebelum datang ke Bali harus ada jaminan, seperti kecukupan uang/bekal yang dibawa atau dimiliki turis/wisatawan itu,

sampai di Bali bekalnya habis kemudian jadi gelandangan, lalu berbuat kriminal, demikian menurut Fera di Tabanan. Wisatawan diimbau untuk patuhi aturan, Werdha di Gianyar juga mengimbau petugas agar menjalankan aturan, jangan diimbauimbau saja. Ketika ada pelanggaran oleh turis hanya dideportasi, jangan-jangan biaya memulangkan ke negara asalnya kita yang menanggung. Meskipun tidak dianggap mengganggu citra pariwisata, mulai dari pelanggaran kecillah, penerapan sanksi dilakukan. Sehingga pelanggaran yang lebih besar tidak terjadi. Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung. Ini mestinya berlaku untuk turis yang datang ke Bali juga. Jangan anggap remeh pelanggaran-pelanggaran kecil ini. Intinya semua harus tegas, demikian menurut Jon di Kuta. Jika ada yang tak patuh aturan, kenakan sanksi, jika ada yang melanggar. (sikha)

berbudaya. Teknologi dan internet yang tidak didasari dengan kecerdasan pengguna maka konsekuensinya adalah fatal. Tahun 2016, salah satu toko di Nusa Dua sempat dihancurkan massa terkait penyebaran berita hoax yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab sehingga merugikan pemilik toko yang notabene bukan pelaku utamanya. Bali Selatan yang banyak dikunjungi pelancong nusantara maupun mancanegara secara tidak langsung menancapkan hegemoni teknologi dalam pertukaran budaya tersebut. Sudah menjadi keharusan Bali menjadi kota ramah teknologi, memberikan literasi teknologi pada masyarakat menjadi keniscayaan. Merdeka dari penjajahan kolonial melalui perang fisik sudah 74 tahun yang lalu. Saat ini, kita bersiap diri untuk masuk ke dalam era digital. Melek teknologi bukan berarti bebas menggunakan teknologi, tetapi dengan kecerdasan, moral dan kepekaan mampu menggunakan teknologi untuk menuju Indonesia Maju dan Berbudaya. Penulis, pemerhati teknologi dan budaya Kemendikbud RI

POJOK Gubernur Koster larang penggunaan tari sakral untuk pecahkan rekor. - Bukan basa-basi. ***

Wisatawan mancanegara yang buat onar di Badung akan dideportasi. - Bukan sekadar janji. ***

Pimpinan AKD di DPRD Jembrana diborong PDI Perjuangan. - Bukan karena aji mumpung. ***

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Rabu Umanis, 18 September 2019

Dukung Pengembangan Desa Wisata

Undiksha Hadirkan PKM Pengolahan Limbah Terintegrasi di Desa Belimbing TUMPUKAN limbah ternak yang mestinya bermanfaat bagi petani justru menjadi onggokan permasalahan. Keberadaan limbah tani-ternak yang tidak dikelola atau diolah dengan baik, berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kenyamanan warga, kesehatan lingkungan, dan bahkan citra desa wisata. Kondisi tersebut mendorong Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menghadirkan program kemitraan masyarakat untuk mengolah limbah tani ternak menjadi produk yang bermanfaat yang dapat memberi nilai tambah atau added value bagi masyarakat, khususnya kelompok tani di Desa Belimbing Kecamatan Pupuan, Tabanan. Di samping itu, juga diharapkan dapat menunjang eksistensi Desa Belimbing sebagai destinasi wisata.

Ketua Tim Pelaksana PKM Dr. Ni Made Pujani, M.Si. memaparkan, PKM ini merupakan tindakan penguatan terhadap penerapan sistem pertanian terintegrasi dan dipadukan dengan gerakan untuk mendukung Desa Belimbing menjadi destinasi wisata, khususnya agrowisata. Dalam realisasinya, program ini didukung oleh 3 anggota tim pelaksana yaitu I Nyoman Sukarta, S.Pd., M.Si., Dr. Gede Ari Yudasmara, S.Si., M.Si. dan Drs. I Dewa Putu Subamia, M.Pd. Ketiganya berasal dari Fakultas MIPA Undiksha. Kegiatan pengabdian yang akan berlangsung hingga November tersebut bertujuan memberdayakan sistem tani-ternak berorientasi pada usaha pertanian tanpa limbah atau zero waste. Sistem manajemen penanganan limbah secara terintegrasi dan terpadu diharapkan menciptakan

sinergi manfaat timbal balik bagi petani ternak, lingkungan, masyarakat dan pariwisata. Lebih lanjut Dr. Ni Made Pujani yang juga Koordinator Program Studi Pendidikan IPA, FMIPA Undiksha ini menjelaskan, kegiatan yang dilakukan adalah memberi penyuluhan, pelatihan dan pendamping (scaffolding) bagi kelompok masyarakat, yakni Kelompok Tani Teben Telabah dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak dan pupuk dan mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik dan biogas. Limbah yang dihasilkan ternak diolah menjadi pupuk organik padat (biokompos) maupun pupuk organik cair (biourine). Pupuk yang dihasilkan tersebut dimanfaatkan untuk pupuk pertanian organik. Selain dimanfaatkan untuk kepentingan internal, kelebihan produk pupuk tersebut dapat dijual ke

luar. Untuk itu, dalam kegiatan ini juga dilakukan program pendampingan pemasaran produk baik secara offline maupun pemasaran online. Ketua Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Wijana, M.Si. saat membuka program tersebut mengungkapkan, program pengabdian masyarakat ini merupakan hibah kompetitif nasional yang diperebutkan oleh ribuan peserta dari perguruan tinggi di Indonesia. ‘’Kita bersyukur karena usulan tersebut salah satunya dimenangkan oleh tim pengusul dari Undiksha,’’ katanya. Prof. Wijana yang merupakan seorang tenaga edukatif di Prodi Pendidikan Biologi FMIPA Undiksha berharap agar program tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Melalui program ini diharapkan dapat dirintis sistem pertanian organik yang berpo-

PKM - Undiksha melaksanakan PKM pengolahan limbah terintegrasi di Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan. tensi dikembangkan sebagai salah satu objek penunjang agrowisata. Sementara itu, Pj. Perbekel Desa Belimbing I Way-

an Sulantere menyatakan, program yang disambut antusias oleh warga tersebut sangat bermanfaat bagi desanya. Untuk itu, atas

nama pribadi maupun warga dia menyampaikan banyak terima kasih. Dia berharap agar program tersebut dapat berkelanjutan. (ad571)

Adik Bupati Ambil Formulir Cawabup Tabanan (Bali Post) -

Politik di Kabupaten Tabanan tidak bisa ditebak dengan mudah. Sempat santer diprediksi akan ikut penjaringan cabup, I Gede Made Dedy Pratama yang merupakan anak Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama dan adik dari Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, justru mengambil formulir penjaringan cawabup. Sontak saja ini sempat mengagetkan sejumlah pengurus yang hadir di kantor Sekretariat DPC PDI-P Tabanan, Selasa (17/9) kemarin.

Bali Post/bit

MENDAFTAR - Adik Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, I Gede Made Dedy Pratama, mengambil formulir penjaringan cawabup di Sekretariat DPC PDI-P Tabanan.

Komisi II Desak OPD Berinovasi Tabanan (Bali Post) Pascapenetapan Alat Kelengkapan DPRD (AKD), Komisi II DPRD Tabanan menggelar rapat kerja (raker) perdana dengan mitra kerjanya dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tabanan di ruang rapat DPRD Tabanan, Selasa (17/9) kemarin. Raker bertujuan mensinkronisasikan program sekaligus berbagi informasi terkait dengan kinerja masing-masing OPD terkait hasil kerja yang dicapai, tantangan yang dihadapi dan solusi yang memungkinkan untuk mengatasi beragam persoalan. Ketua Komisi II Wayan Lara mengatakan, selain perkenalan, dalam raker tersebut pihaknya juga mendesak eksekutif lebih banyak bekerja, bukan hanya sekadar wacana atau

cerita. Ke depannya diharapkan eksekutif khususnya Dinas PUPRPKP, Dinas Pertanian, DLH dan Dinas Perikanan, fokus ke sejumlah hal yang masih kerap menjadi sorotan masyarakat. Ia menyebutkan, beberapa OPD ini kerap menerima keluhan, namun tak bisa diselesaikan. ‘’Kami tekankan di sini agar OPD lebih inovatif. Bukan lagi cerita, tetapi kinerja yang utama,’’ ucap Lara. Salah satu hal yang sering menjadi keluhan adalah bidang pertanian. Masalah subak kesulitan air, harga komoditi jatuh saat panen raya, adalah masalah-masalah klasik yang harus segera diselesaikan. ‘’Ke depan kami rancang program mempertemukan pihak yang terlibat seperti DPRD, rakyat serta leading sector. Jika ada keluhan sep-

erti soal pertanian, kita akan undang petani ketemu dengan dewan dan Dinas Pertanian langsung,’’ terangnya. Tidak hanya pertanian, perikanan juga mendapat perhatian jajaran Komisi II, karena Tabanan memiliki daerah pesisir yang sangat panjang dari Pantai Nyanyi hingga Pantai Selabih. ‘’Potensi perikanan di Tabanan sangat bagus. Jadi kita nanti akan dorong dan cari solusi terkait pengembangan di bidang perikanan. Apalagi ada program gemar makan ikan yang sangat bagus untuk kita semua,’’ katanya. Lara mengakui selama ini program atau kinerja eksekutif sudah baik, namun masih belum optimal. Sehingga eksekutif harus ada sinergi dengan legislatif khususnya untuk mencari solusi semua permasalahan. (kmb28)

Segera Terealisasi, 58 Permohonan Bantuan Bencana

Tabanan (Bali Post) Gempa Lombok yang terjadi tahun 2018 telah menimbulkan kerusakan bangunan di sejumlah titik di Kabupaten Tabanan. Sayangnya untuk menangani kerusakan yang terjadi, dana bansos tak terduga yang dianggarkan di APBD Tabanan tidak bisa meng-cover semua kerusakan. BPBD Tabanan pun mengajukan usulan bantuan ke BPBD Provinsi Bali. Setelah melalui proses panjang, tahun ini BPBD Provinsi Bali akan mengucurkan anggaran bansos yang tidak dapat direncanakan untuk 58 titik kerusakan, baik akibat gempa Lombok maupun kerusakan reguler seperti tanah longsor dan kebakaran. Kepala BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Sucita didampingi Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Dewa Anta Kesuma mengatakan, dari 58 penerima bantuan tersebut, sebanyak 51 pemohon dari kerusakan dampak gempa Lombok, dan tujuh lainnya yang sifatnya reguler (akibat bencana diluar gempa). ‘’Tadi itu (kemarin - red) setelah diverifikasi oleh tim dari BPBD Provinsi, pemohon diminta menandatangani kwitansi bantuan yang nantinya akan diajukan ke Bagian Keuangan Provinsi. Nanti pencairan

Bali Post/ist

VERIFIKASI - Verifikasi oleh tim BPBD provinsi bertempat di BPBD Tabanan terkait proses pencarian bantuan bencana dampak gempa Lombok dan reguler. bantuan langsung ke rekening pemohon,’’ terangnya, Selasa (17/9) kemarin. Dikatakan Sucita, 58 pemohon bantuan tersebut sebelumnya sudah diverifikasi administrasi maupun verifikasi lapangan yang dilakukan oleh tim BPBD Tabanan. Dampak gempa Lombok tahun lalu menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah di Desa Jatiluwih dan Wongaya Gede, Kecamatan Penebel. Kemudian di Desa Luwus, Desa Batunya dan Desa Baturiti di Kecamatan Baturiti. Lalu ada di Desa Banjar Anyar Kecamatan Kediri dan Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg. Sebagian besar merupakan kerusakan rumah dan merajan.

Terkait bantuan yang diterima oleh pemohon, dikatakannya, bervariasi tergantung skala kerusakan yang terjadi. ‘’Untuk total anggaran, kalau tidak salah sekitar Rp 470 juta. Pastinya kami tidak tahu karena itu ranahnya di provinsi. Yang jelas pemohon sudah menandatangi kwitansi dan kemungkinan bantuan bisa segera cair langsung ke rekening mereka nantinya,’’ terangnya. Mengenai bansos di BPBD Tabanan, sebelumnya Sucita menyatakan tahun ini pihaknya mendapat anggaran Rp 1,9 miliar. Nominal anggaran tersebut sama dengan anggaran bansos tidak terencana pada tahun 2018. (kmb28)

Didampingi keluarga besar seperti sang paman yakni I Nyoman Sudiana yang juga anggota DPRD Tabanan dan Plt. Perbekel Angseri I Made Arya, Gede Dedy datang sekitar pukul 13.30 Wita. Menggenakan pakaian adat berwarna merah, Dedy langsung menuju ruang Ketua Tim Penjaringan. Dedy pun sempat menanyakan pada tim terkait siapa saja kader yang sudah ikut dalam penjaringan. Barulah ia memutuskan mengambil formulir untuk ikut penjaringan Cawabup. Ditemui usai pengambilan formulir, Dedy didampingi

Sudiana mengatakan, proses penjaringan cabup dan cawabup untuk Pilkada 2020 di Kabupaten Tabanan sudah berjalan demokratis. Apalagi Tabanan sebagai barometer PDI-P tentunya memiliki banyak kader yang memiliki peluang besar untuk maju dalam kontestasi politik. Ia pun berharap pesta demokrasi di Kabupaten Tabanan bisa berjalan aman dan lancar, karena semuanya bertujuan untuk membawa pembangunan Tabanan lebih baik. ‘’Saya ingin biar Tabanan tidak ribut, jalani saja. Apapun itu sudah Tuhan yang mengatur. Kenapa terus

dari dinasti Tegeh saja nomor satu, biar tidak seperti itu. Apapun nanti instruksi induk partai, saya siap di mana pun, 1 (cabup) ataupun 2 (cawabup),’’ terangnya. Meski demikian, ia mengaku pihak keluarga besar juga sudah beberapa bulan terakhir mempertimbangkan secara matang terkait pilihannya ikut dalam penjaringan cawabup. Ia pun mengaku tidak risih dengan beragam anggapan masyarakat terkait politik dinasti. Menanggapi pandangan munculnya Made Dedy Pratama ikut dalam penjaringan kali ini hanya untuk mem-

pertahankan politik dinasti, I Nyoman Sudiana selaku keluarga besar Adi Wiryatama, angkat bicara. Ia mengatakan, sah-sah saja jika masyarakat mengganggap ada politik dinasti di Tabanan. Apalagi dinasti sebenarnya memang sudah ada sejak zaman kerajaan. ‘’Selaku keluarga besar dari PDI-P di Tabanan, tentu harus melanjutkan dalam, artian melanjutkan kepemimpinan di Tabanan. Dan pandangan kami, dinasti itu sebenarnya harus diciptakan,’’ jelasnya. Sudiana menerangkan, melihat situasi politik saat ini, diakuinya pihak keluarga lebih memilih untuk mundur selangkah namun ke depan maju dua langkah. ‘’Di samping juga kami ingin menjaga situasi politik Tabanan tetap kondusif,’’ ujarnya. (kmb28)

Lima Kader PDI-P Ambil Formulir Pendaftaran Penjaringan Cabup-Cawabup Tabanan (Bali Post) Suhu politik jelang pilkada di Kabupaten Tabanan menghangat. Setelah Ketua DPC PDI-P Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang perdana mengambil formulir penjaringan Calon Bupati (Cabup) Tabanan dari PDI-P, pada Selasa (17/9) kemarin sejumlah pentolan kader partai mengambil formulir baik untuk cabup maupun calon wakil bupati (cawabup). Mantan Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi alias Boping, serta adik Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, I Gede Made Dedy Pratama memanfaatkan moment hari kedua untuk mengambil formulir. Dari pantauan, sejak pengambilan formulir dibuka pukul 09.00 Wita, sejumlah kader satu persatu datang. Bendahara DPC PDI-P Tabanan A.A. Nyoman Dharma Putra alias Gung Baron datang seorang diri mengambil formulir untuk cawabup. Sekitar 10 menit kemudian datang I Ketut Suryadi yang mengambil formulir cabup. Suryadi ditemui usai pengambilan formulir mengatakan, ia ingin maju sebagai cabup demi Tabanan yang lebih baik. Apalagi ia memiliki pengalaman 15 tahun duduk

di legislatif dan tahu betul persoalan di Kabupaten Tabanan. ‘’Hanya saja saya tetap menyerahkan keputusan nantinya pada partai,’’ terangnya. Seandainya diberikan kepercayaan, Suryadi akan berupaya mengembalikan Tabanan menjadi pusat sarin buana. ‘’Tabanan harus kembali jaya dengan lumbung padi. Orientasinya memenuhi kebutuhan pariwisata Bali dan bangkit jangan sampai terlena, kerana selama ini yang memenuhi justru dari luar,’’ tegasnya. Selain Gung Baron dan Suryadi, kader lainnya yang juga datang hari itu yakni Wakil Ketua Bidang Pendidikan DPC PDI-P Tabanan yang juga Ketua PAC Kediri, I Made Edi Wirawan. Edi diantar puluhan simpatisan dari PAC dan tokoh masyarakat Kediri. ‘’Dukungan kuat dari anak ranting tentunya sangat memotivasi saya untuk ikut maju dalam bursa cawabup. Boleh dikatakan saya calon wakil bupati jadi,’’ katanya. Ucapan Edi inipun cukup masuk akal, lantaran setiap perhelatan politik, Kecamatan Kediri merupakan kantong pendukung PDI-P terbanyak. Bahkan dalam pileg lalu, dapil Kediri berhasil membawa

Bali Post/bit

AMBIL FORMULIR - Mantan Ketua DPRD Tabanan, Ketut Suryadi mengambil formulir pendaftaran penjaringan Cabup dari PDI-P. lima orang kader PDI-P melenggang ke gedung dewan Tabanan. ‘’Dari dulu PDI-P di Kediri selalu berjuang. Saya berharap ini bisa menjadi pertimbangan partai nantinya,’’ ucapnya. Selain itu, Ketua PAC PDIP Kota Tabanan I Wayan Widnyana turut meramaikan bursa cabup. ‘’Saya ikut berkompetisi secara sehat. Siapapun nanti yang dutunjuk oleh DPP, saya siap mendukung dan memenangkan. Intinya, tetap berpikiran positif dan optimis karena semua kader berpeluang yang sama baik untuk calon bupati maupun calon wakil bupati,’’ terangnya.

Sementara itu Ketua Tim Penjaringan Cabup dan Cawabup I Gusti Nyoman Omardani mengatakan, hingga hari kedua penjaringan sudah ada enam kader yang mengambil formulir. Dari jumlah tersebut, tiga orang mengambil formulir untuk cabup dan tiga lainnya cawabup. ‘’Pengambilan formulir penjaringan masih dibuka sampai dengan tanggal 19 September, mulai pukul 09.00 Wita sampai dengan pukul 17.00 Wita. Jadi, masih ada waktu bagi kader PDI-P lainnya yang telah mengantongi KTA untuk ikut meramaikan,’’ terangnya. (kmb28)


Rabu Umanis, 18 September 2019

Produksi ’’Sunscreen Body Lotion’’ Berbahan Herbal

PPPUD Undiksha Dampingi Home Industry Bali Sari Desa Sepang TIM pelaksana Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) Universitas Pendidikan Ganesha (Un-

diksha) kembali melatih dan mendampingi home industry produk perawatan kulit herbal “Bali Sari”, Desa Sepang, Keca-

PRODUK HERBAL - Tim Pelaksana Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) Undiksha melatih dan mendampingi home industry produk perawatan kulit herbal “Bali Sari”, Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu.

matan Busungbiu. Tahun ini, tim PPPUD melatih ibu-ibu dan remaja putri yang tergabung dalam Kelompok Bali Sari di desa itu dengan memproduksi sunscreen body lotion. Produk ini memanfaatkan bahan herbal berupa susu kambing dan ekstrak tanaman lokal Bali. Ketua pelaksana PPPUD Dr. I Dewa Ketut Sastrawidana, M.Si., Selasa (17/9) kemarin, mengatakan pelatihan itu mulai digulirkan pada 25 Agustus 2019. Pelatihan itu terus diimbangi pendampingan secara intensif dari PPPUD. Kegiatan tersebut tidak hanya menyasar anggota kelompok Bali Sari, tetapi juga melibatkan remaja SMA di desa setempat. “Pelibatan siswa SMA ini adalah sekaligus sebagai wahana

edukasi. Pasalnya, anak usia remaja itu sangat dekat dengan produk-produk perawatan kulit itu,” katanya. Sunscreen body lotion yang diperkenalkan itu memiliki fungsi ganda, yaitu melembutkan kulit sekaligus juga melindungi kulit dari paparan sinar UV saat seseorang beraktivitas di bawah terik matahari. “Indonesia sebagai daerah beriklim tropis dengan intensitas sinar matahari yang tinggi, membuat pemakaian lotion yang berfungsi sebagai sunscreen maupun sunblock itu menjadi suatu keharusan. Hal itu penting agar kerusakan kulit akibat paparan sinar UV itu dapat dihindari,” jelasnya. Sebelum melaksanakan pelatihan, Sastrawidana yang

berlatar belakang pendidikan kimia lingkungan itu, meyakinkan kepada masyarakat bahwa penggunaan susu kambing dan ekstrak tanaman dalam pembuatan sunscreen body lotion itu, memiliki keunggulan tersendiri. Berbeda dengan produk-produk sejenis yang ada di pasaran. Alasannya, karena susu kambing itu kaya akan kandungan asam laktat serta mineralmineral yang dibutuhkan kulit. Seperti vitamin B, thiamin, niacin, vitamin C selenium dan juga mampu mencerahkan, melembutkan dan meregenerasi kulit serta membantu menghilangkan sel-sel kulit mati. Sedangkan ekstrak herbal itu diambil dari daun pegagan, daun avokad, krokot, kulit

manggis, temulawak, dan juga wortel. “Bahan ini mengandung senyawa bersifat fotoprotektif serta antioksidan. Bahan-bahan itu dapat mengikat radikal bebas,” jelasnya. Program ini direncanakan berlangsung tiga tahun dari 2018 hingga berakhir 2020 mendatang. Selama pelaksanaan program ini didanai Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti-RI). Lebih lanjut, beberapa rencana program dalam kurun waktu itu, meliputi edukasi tentang cara pembuatan kosmetik yang baik dan benar (CPKB), pengenalan jenis tanaman

DPRD Buleleng Tetapkan AKD Singaraja (Bali Post) – DPRD Buleleng menetapkan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) melalui rapat pimpinan dan anggota dewan di ruang gabungan komisi Selasa (17/9) kemarin. AKD yang ditetakan itu yakni pimpinan komisi, Badan Pembentukan Perda (Bapemperda), Badan Kehormatan (BK), Badan Musyawarah (Bamus), dan Badan Anggaran (Banggar). Rapat AKD itu dipimpin Ketua Dewan Gede Supriatna didampingi Wakil Ketua Gede Suradnya dan Ni Made Putri Nareni. Rapat ini berlangsung alot hingga pimpinan sempat menskors rapat selama lima menit. Anggota dewan diberikan kesempatan berunding ke internal fraksi untuk menentukan pembagian komposisi AKD tersebut. Setelah skors dibuka, pimpinan rapat kemudian melanjutkan rapat, sehingga para anggota dewan yang sudah masuk dalam pembagian komisi itu kemudian melakukan rapat masing-masing komisi, untuk memilih ketua, wakil ketua, dan sekretaris komisi. Sempat juga dilakukan negosiasi untuk memilih ketua dan wakil ketua Bapemperda dan Ketua BK. Dari rapat itu diputuskan membentuk empat komisi. Komisi I dengan Ketua Gede Odhi Busana, wakil ketua Gusti Made Kusumayasa, dan sekretaris Made Agus Susila. Komisi II kembali dikendalikan politisi PDI Perjuangan asal Desa Selat Kecamatan Sukasada Putu Mangku Budiasa. Dia dibantu wakil ketua Putu Gede dan sekretaris Ketut Mertiasa. Komisi III dipimpin

Luh Marleni, wakil ketua Ni Made Lilik Nurmiasih, dan sekretaris Kadek Sumardika. Komisi IV diketuai kader Partai Demokrat Luh Hesti Ranitasari, dengan dibantu wakil ketua H. Mulyadi Putra dan sekretaris Putu Suastika. Untuk BK dipercayakan kepada Wayan Masdana dari kader PDI Perjuangan. Dalam tugasnya BK mengawasi disiplin dan etika anggota dewan. Masdana dibantu wakil ketua Ketut Patra. Sementara itu, politisi Partai Golkar yang juga Ketua Gapensi Buleleng Nyoman Gede Wandira Adi ditetapkan sebagai Ketua Bapemperda. Dia dibantu mantan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Ni Kadek Turkini. Dua AKD lainnya masing-masing Bamus dan Banggar dikendalikan pimpinan DPRD. Ketua Dewan Gede Supriatna mengatakan, pembentukan dan penetapan komposisi AKD ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib (Tatib) DPRD dan Peraturan DPRD No. 1 Tahun 2018 tentang Tata Tertib DPRD. Selain itu, dirinya juga bersama anggota dewan sudah melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan diketahui kalau komposisi AKD itu mengacu tatib. “Setelah AKD ini lengkap, artinya dewan sudah siap melakukan tugas-tugasnya. Dalam waktu mendesak akan dibahas verifikasi APBD Perubahan dan agenda pembahasan APBD tahun 2020,” tegas Supriatna. (kmb38)

Bali Post/kmb38

ALAT KELENGKAPAN DEWAN – DPRD Buleleng menetapkan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Selasa (17/9) kemarin.

dipergunakan sebagai campuran kosmetik beserta cara ekstraksinya. Hal itu sudah pasti dilakukan dengan cara pelatihan dan pendampingan pembuatan produk-produk itu. Di samping itu, diberikan pula pengetahuan manajemen bisnis beserta promosi dan pemasaran produknya. Tahun lalu, juga telah dikenalkan cara pembuatan shampo poliherbal menggunakan bahan herbal dari ekstrak tanaman lokal dan susu kambing. “PPPUD mengharapkan kepada Bali Sari mampu melakukan kreativitas dan inovasi secara berkelanjutan, untuk membuat produk perawatan kulit unggul dengan cara mengoptimalkan penggunaan bahan herbal,” katanya. (ad575) DIVONIS 14 TAHUN – Terdakwa Kadek Indra Jaya alias Kodok (20) menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja Selasa (17/9) kemarin. Dia divonis 14 tahun penjara karena terbukti membunuh pacarnya, Made Ayu Serli Mahar-

Sidang Pembunuhan Mahasiswi Undiksha

dika.

Terdakwa Kodok Divonis 14 Tahun Penjara Singaraja (Bali Post) –

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Singaraja menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara kepada terdakwa pembunuhan mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Pembunuhan oleh pacar almarhum itu dilakukan di kamar kosnya di Kelurahan Banyuasri. Kemudian, hakim menjatuhkan vonis kepada terdakwa Kadek Indra Jaya alias Kodok (20) asal Tabanan itu sesuai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntutnya 14 tahun penjara. Sidang putusan itu digelar sekitar pukul 15.00 Wita. Sidang itu dipimpin ketua majelis hakim I Wayan Sukanila didampingi hakim anggota A.A. Marta Dewi dan Gede Karang Anggayasa. JPU dihadiri Kadek Adi Pramartha, dan penasihat hukum terdakwa Gede Suradilaga. Pada amar putusannya, ketua majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa itu terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 338 KHUP tentang Pembunuhan. Sesuai pasal yang dilanggar itu, akhirnya majelis hakim menjatuhkan hukuman sama dengan tuntutan JPU, dengan lama hukuman 14 tahun penjara.

Sementara dakwaan subsider pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia almarhum itu tidak terpenuhi dalam persidangan ini. Pertimbangan yang memberatkan vonis ini adalah perbuatan terdakwa tergolong keji, sehingga korban Made Ayu Serli Mahardika yang tidak lain kekasihnya itu meninggal dunia di tangannya sendiri. Sementara pertimbangan yang meringankan, selama persidangan terdakwa bersikap sopan dan menyesali perbuatannya. “Terbukti melakukan pembunuhan, sehingga sesuai pasal 338 KUHP terdakwa divonis 14 tahun penjara,” tegasnya.

Menanggapi vonis itu, terdakwa Indra Jaya alias Kodok diberikan kesempatan oleh majelis hakim berunding dengan kuasa hukumnya. Dalam waktu singkat, terdakwa yang ditemani kerabatnya itu menyatakan menerima vonis itu. Karena itu tidak mengajukan upaya hukum lanjutan. Demikian juga JPU Kadek Adi Pramartha menyatakan menerima vonis tersebut. Sikap ini tidak lepas karena hukuman yang diputuskan sudah sesuai tuntutan pada awal persidangan. Menerima Vonis Dikonfirmasi usai sidang, kuasa hukum terdakwa Gede

Suradilaga mengaku alasan tidak mengajukan banding karena kliennya sendiri menyatakan sudah menerima vonis tersebut. Meski demikian, dirinya menilai vonis itu cukup memberatkan keliennya. Ini karena vonis tersebut persis dengan tuntutan JPU. Harusnya, meskipun seorang terdakwa sudah terbukti dan secara sah serta meyakinkan melakukan pembunuhan, namun dengan pertimbangan hati nurani, seorang penegak hukum berwenang menjatuhkan hukuman dua per tiga dari tuntutan yang diajukan JPU. “Kami tidak mengajukan banding karena klian kami sudah menerima. Kami tidak menyangka kalau vonis itu sama dengan tuntutan. Walaupun klien kami terbukti membunuh, namun seharusnya vonis hakim itu ada pertimbangan hati nurani yakni menjatuhkan dua per tiga dari tuntutan JPU,”

tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan ini terungkap 11 April 2019 lalu. Korban Ni Made Ayu Serli Mahardika (20) ditemukan tewas membusuk di dalam kamar kos Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Banyuasri. Korban yang merupakan mahasiswi Program Studi Fisika di Fakultas MIPA Undiksha itu, tewas dibunuh kekasihnya sendiri, Kadek Indra Jaya. Terdawa menghabisi nyawa pacarnya karena cemburu. Sebelum kejadian, korban dan tersangka bertengkar di dalam kamar kos. Emosi tersangka kemudian memuncak, sehingga leher korban dicekik dan dibekap menggunakan bantal. Tersangka sempat memukul muka korban, sehingga akhirnya korban meregang nyawa di dalam kamar kos dan mayatnya ditemukan membusuk di dalam kamar kos itu. (kmb38)

Ungkap ’’Illegal Logging’’

Polisi Tangkap Tujuh Tersangka Unit Reskrim Polsek Seririt mengungkap kasus pencurian kayu hutan (illegal logging) di kawasan hutan lindung Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt. Dari pengungkapan ini, tujuh orang tersangka telah ditahan. Menariknya, satu di antaranya adalah oknum perangkat desa. Para tersangka itu diduga menebang pohon sonokeling yang tumbuh di areal hutan lindung pada 13 September 2019 sekitar pukul 19.00 wita. Bagaimana kisah ketujuh tersangka illegal logging itu akhirnya terciduk petugas? TUJUH tersangka itu masing-masing Sudiono (48), Yendri Andi (37), Mesenan (36), ketiganya asal Malang, Jawa Timur (Jatim). Putu Karmita alias Leong (35) dari Desa Lokapaksa, Wayan Damadi (52), Ida Bagus Komang Swardika (35), dari Desa Pangkung Paruk dan Kadek Wijaya alias Dek Mut (43) asal Desa Lokapaksa. Dalam aksinya, ketujuh tersangka ini berperan berbeda-beda. Ada sebagai pihak yang memasarkan kayu, penjual, pembeli, pekerja, dan penebang. Selain itu, juga pengemudi truk yang mengangkut kayu illegal logging itu dari dalam hutan. Wakapolres Kompol Loduwyk Tapilaha didampingi Kapolsek Seririt Kompol I Made Uder, Selasa (17/9) kemarin, mengatakan, sebelum kasus ini terungkap

pihaknya sering mendapat informasi dari masyarakat yang menyebutkan maraknya aksi pencurian kayu di hutan. Menindaklanjuti pengaduan warga itu, aparat kemudian melakukan penyelidikan. Saat penyelidikan, anggotanya menemukan aktivitas sejumlah pekerja mengangkut kayu gelondongan. Kecurigaan polisi akhirnya terbukti. Pekerja ini tidak dapat menunjukkan dokumen kayu yang diangkut tersebut. Polisi kemudian menyita barang bukti itu. Sebanyak 14 orang awalnya diamankan. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan secara intens dari belasan orang itu, polisi kemudian menetapkan tujuh orang sebagai tersangka kasus itu. “Ini hasil penyelidikan yang intensif. Awalnya, kita menemukan ada 14 orang diduga terlibat kasus itu. Namun,

dari hasil pemeriksaan dan barang bukti, tujuh orang ini yang memenuhi unsur-unsur. Mereka kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus illegal logging itu,” katanya. Peran Berbeda Dari hasil pemeriksaan kata Loduwyk Tapilaha, diketahui kalau ketujuh tersangka itu masing-masing berperan berbeda. Tersangka Kadek Wijaya alias Dek Mut awalnya menginformasikan menjual kayu hutan itu kepada Ida Bagus Komang Swardika. Kemudian kayu itu dijual oleh Putu Karmita dan Wayan Darmadi kepada tersangka Yendri Andi setelah disepakati harga jualnya. Kayu itu ditebang menggunakan gergaji mesin oleh tersangka Mesenan. Saat menebang ini, pekerja tidak menunjukkan izin dari instansi berwenang, sehingga mereka ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Sepertinya sudah punya peran masing-masing. Diawali ada yang memasarkan, kemudian dijual kembali dan hingga kita tangkap ketika mengangkut kayu yang sudah menjadi gelondongan,”

jelasnya. Salah satu tersangka Karmita alias Leong di hadapan polisi menuturkan, sebelum kayu itu ditebang, dirinya dapat informasi yang menyebutkan kayu di dalam hutan sudah lapuk dan nyaris tumbang. Apalagi, kayu tersebut berada dekat salah satu pura yang ada di dalam hutan. Atas informasi itu, kemudian dirinya menjual empat batang pohon kayu sonokeling yang sudah lapuk itu. Dia menjual seharga Rp 4 juta kepada Yendri Andi. Setelah disepakati, dirinya sempat melarang menebang, dan baru diizinkan sekitar satu minggu setelah transaksi penjualan itu disepakati. “Ada yang menginformasikan kayu tepat di atas pura sudah lapuk dan nyaris tumbang. Saya kemudian tawarkan empat pohon yang sudah lapuk itu. Maunya langsung ditebang namun tidak izinkan. Baru sekitar satu minggu setelah kesepakatan harga itu kemudian kayu itu ditebang. Waktu penebangan, saya tidak ikut karena lokasinya jauh di dalam hutan,” kata Leong.

Bali Post/kmb38

ILLEGAL LOGGING – Tujuh tersangka kasus illegal logging ditangkap unit Reskrim Polsek Seririt. Mereka menjual empat batang kayu di hutan lindung di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt Rp 4 juta. Dia mengaku tidak menyangka kalau penebangan kayu yang disebut-sebut sudah lapuk itu menyalahi aturan hukum. Padahal, setelah menebang, dirinya kembali menanam dengan bibit kayu nangka dan wani. “Biasanya kalau pas musim panen kopi baru ke lokasi. Saat itu, ada informasi kalau di lahan garapan saya berba-

tasan hutan ada kayu lapuk, setelah ditebang saya maunya ganti menanam nangka dan wani,” jelasnya. Meski berdalih menjual kayu hutan yang sudah lapuk dan akan mengganti, namun polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 83 ayat (1) jo Pasal 12 huruf e UU No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan

Pemberantasan Kerusakan Hutan dengan hukuman paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun serta membayar denda maksimal Rp 2,5 miliar. Sebagai barang bukti, polisi menyita sejumlah kayu gelondongan yang diangkut truk, gergaji mesin yang diduga untuk menebang, dan barang bukti lainnya. (mud)


Rabu Umanis, 18 September 2019

Tangkal Parkir Liar

Jalan di Depan Puri Ubud Dipasangi ”Water Barrier” Gianyar (Bali Post) -

Pelanggaran parkir di sepanjang jalan di kawasan Ubud masih tergolong tinggi, khususnya di seputaran Catus Pata Ubud. Melihat kondisi ini, petugas gabungan dari kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar memilih memasang road water barrier, tepatnya di bagian depan sebelah barat Puri Ubud, Kelurahan Ubud, Selasa (17/9) kemarin.

Bali Post/kmb35

WATER BARRIER - Aparat kepolisian saat memasang water barrier di seputaran Catus Pata Ubud, Selasa (17/9) kemarin.

Informasi yang dihimpun di lapangan, di seputaran lokasi tersebut memang rutin dijadikan parkir liar. Hal ini kerap memicu kemacetan di seputaran Catus Pata Ubud. Padahal di lokasi tersebut sudah terpasang ramburambu larangan parkir dan hanya bisa berhenti saat menurunkan dan menaikkan penumpang. Menyikapi masalah ini, di sekitar lo-

kasi dipasang water barrier lengkap dengan tali untuk membatasi pengunjung agar tidak memarkir kendaraan di lokasi ini. Kapospol Catus Pata Ubud Ipda I Nyoman Sika mengatakan, sebelum dipasang water barrier ini parkir liar kerap terjadi. “Ya, ini kita pasang water barrier dan tali, karena di sini kerap dijadikan untuk parkir sehingga

memicu kemacetan,” katanya. Sika menambahkan, pihaknya berharap pemasangan ini dapat meminimalisasi kemacetan di sekitar objek wisata Ubud. Ditegaskan, tujuan pemakaian road water Barrier adalah untuk melindungi kendaraan pada jalan, pekerja di area konstruksi, pengalihan lalu lintas dan lainnya. Fungsi air pada road water barrier adalah bila terjadi benturan

keras pada kendaraan, maka kendaraan tersebut tidak mengalami kerusakan yang serius atau fatal. Seperti diberitakan sebelumnya, guna mengurai kemacetan di kawasan Ubud, Satlantas Polres Gianyar memaksimalkan pos harian (PH) sore. Hal ini dilakukan menyusul situasi kemacetan masih sering terjadi. Bahkan di jalur dalam kawasan itu beberapa kendaraan kerap parkir sembarangan sehingga pihak kepolisian akan menggalakkan kembali pengaturan lalu lintas yang disebut dengan PH sore. (kmb35)

Pemkab Galakkan ”Video Game” Sehat

Gianyar (Bali Post) Hampir seluruh remaja dan anak-anak menjadi pengguna game lewat smartphone. Melihat kondisi ini, Pemkab Gianyar menggelar sosialisasi “Indonesia Game Rating System (IGRS) dalam Menggalakkan Video Game Sehat” di Balai Budaya Gianyar, Selasa (17/9) kemarin. Melihat kondisi ini perlu ada upaya bersama untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ngakan Putu Darmajati, S.H. mengatakan, berkembangnya tekonologi informasi dan semakin meluasnya penggunaan internet, tentunya menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah kalangan masyarakat, khususnya orangtua. Hal ini terkait dengan bagaimana anak-anak bisa menggunakan kemajuan teknologi tersebut secara bijak. “Semakin mudahnya anak-anak kita men-download permainan game dan memainkannya

tentu akan berdampak kepada anak-anak kita. Sehingga kita perlu memiliki sebuah cara untuk menghadapinya,” katanya. Plt. Direktur Ekonomi Digital Kementerian Kominfo I Nyoman Adhiarna saat sosialisasi itu mengakui, dewasa ini pertumbuhan internet berkembang sangat pesat yang sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal ini juga berdampak pada semakin banyaknya generasi muda yang bermain game. Dikatakan, saat ini pengguna game di Indonesia mencapai 60 juta pengguna atau seperlima dari jumlah penduduk Indonesia. Karena itu, pemerintah dirasa perlu melakukan pengaturan karena ada dampak positif dan dampak negatif dari game tersebut. “Sebagian besar dari kita memang khawatir terhadap dampak negatif tersebut, tetapi ada dampak positifnya juga. Salah satunya bisa meningkatkan kreativitas,” ujarnya.

Adhiarna menambahkan, dalam upaya pengaturan pengguna permainan interaktif elektronik tersebut, pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik yang di dalamnya mengatur tentang rating system dari permainan game itu sendiri. Tujuan diterbitkan peraturan menteri ini, yakni menjadi panduan bagi kita semua, orangtua, guru serta para game lover dalam menentukan konten suatu game berdasarkan usia penggunanya. “Kita juga ingin mendorong kesadaran masyarakat, mengetahui konten-konten permainan yang sesuai berdasarkan usia penggunanya,” tegasnya. Selain itu, kata Adhiarna, Kementerian Kominfo juga mendorong tumbuhnya aplikasi-aplikasi game-game lokal Indonesia sehingga mampu menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan baru dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. (kmb35)

Bali Post/kmb35

SOSIALISASI - Suasana sosialisasi “Indonesia Game Rating System (IGRS) dalam Menggalakkan Video Game Sehat” di Balai Budaya Gianyar, Selasa (17/9) kemarin.

DP3AP2KB Tingkatkan Program Dekelana Gianyar (Bali Post) Tahun 2019 ini, Kabupaten Gianyar telah memiliki empat desa/kelurahan layak anak (Dekelana). Ke depan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) akan kembali menambah Dekelana di kawasan seni ini. Tentunya tidak sembarang desa bisa ditetapkan sebagai Dekelana. Kepala DP3AP2KB Ir. Cok Gede Bagus Lesmana Trisnu, M.T. mengatakan hal itu, Selasa (17/9) kemarin. Lesmana Trisnu menegaskan, desa/kelurahan layak anak harus mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang

anak secara maksimal dan benar. Selain itu, juga perlu peningkatan kepedulian dan upayaa konkrit aparat desa dan kelurahan untuk menjamin pemenuhan hak-hak anak. “Maka dari itu, perlu ditingkatkan pengetahuan dan pemahaman serta untuk menyamakan persepsi dalam pengembangan Dekelana di Kabupaten Gianyar,” katanya. Menurut Lesmana Trisnu, di Kabupaten Gianyar per Desember 2018 tercatat sebanyak 57 kasus kekerasan, dimana 24 kasus terjadi pada perempuan dan 33 terjadi pada anak-anak. “Saya harap kita semua ikut terlibat secara aktif mendukung setiap

program dari pemerintah dalam upaya mengakhiri budaya kekerasan terhadap perempuan dan anak-nak,” katanya. Beberapa tahun sebelumnya, seperti pada 2015 tercatat ada dua perempuan yang mengalami kasus KDRT. Pada 2016 meningkat signifikan menjadi 12 perempuan, 2017 tercatat ada 15 perempuan dan hingga Agustus 2018 tercatat ada 17 orang KRDT yang melibatkan perempuan. “Ini sama seperti kasus pada anak-anak, peningkatan ini terjadi karena mulai timbul kesadaran hukum akan kasus KDRT, sehinggga lebih mudah kami tangani,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

DEKELANA - Kepala DP3AP2KB Ir. Cok Gede Bagus Lesmana Trisnu, M.T. saat memberikan edukasi terkait program Dekelana, Selasa (17/9) kemarin.

Bali Post/kmb35

MENUNJUKKAN - Saksi Santi Widiastuti saat menunjukkan barang bukti yang digunakan untuk menyiram air panas ke tubuh Eka Febriyanti pada persidangan di PN Gianyar, Selasa (17/9) kemarin.

Sidang Penganiayaan Pembantu

Korban Sempat Dibekap Selama Tiga Hari Gianyar (Bali Post) Sidang kasus penyiraman air panas ke pembantu oleh terdakwa Desak Made Wiratningsih kembali berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Selasa (17/9) kemarin. Dalam persidangan itu terungkap penyiksaan berulang kali dialami oleh Eka Febriyanti dan Santi Widiastuti. Tidak hanya penyiraman air panas atau pemukulan, dua wanita asal Jember ini juga pernah dibekap selama tiga hari di bawah tangga rumah tanpa makan dan minum. Sidang yang dipimpin hakim ketua Ida Ayu Sri Adriyanti Astuti Widja bersama hakim anggota Wawan Edy Prastyo dan Erwin Harnold Palyama itu dimulai Selasa siang sekitar pukul 11.30 Wita. Pada awal persidangan dihadirkan empat orang sebagai saksi, yakni korban Eka Febriyanti, Santi Widiastuti, Ayu Murti dan Kadek Erick Diantara Putra. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dilakukan secara berganti, diawali meminta keterangan Eka Febriyanti. Dalam persidangan itu, Eka membeberkan penganiayaan yang dilakukan terdakwa Desak sudah terjadi berulang kali. Penyiksaan di areal rumah yang beralamat di By-pass Dharma Giri itu dilakukan terdakwa setiap kali Eka dan Santi dinilai melakukan kesalahan. “Ya, berkalikali (disiksa-red). Tidak berani teriak, kalau teriak semakin disiksa. Makanya saya pilih diam menahan sakit,” ujar Eka menjawab pertanyaan hakim Wawan Edy Prastyo. Eka mengatakan, selama bekerja sebagai pembantu dari Juli 2018 hingga Mei 2019 di kediaman terdakwa ia bersama Santi sudah mengalami

beragam penyiksaan, seperti dipukul dengan tangan kosong, dipukul dengan angger, hingga berulang kali disiram air panas oleh terdakwa Desak dan Erick. “Pernah diinjak, dipukul bolak-balik bagian badan pakai tangan atau angger, kemudian disuruh berdiri berjam-jam pegang telinga, satu kaki diangkat,” katanya. Paling parah adalah aksi penyiraman air panas yang terjadi pada 7 Mei 2019. Menurut Eka, kala itu ia dituding menghilangkan gunting stainless oleh terdakwa Desak. Eka pun terus disuruh mencari guting tersebut, namun tak kunjung ketemu. Desak yang geram akhirnya langsung menyuruh Santi membuat air panas, kemudian disiramkan ke tubuh Eka. “Disiram berulang kali, dari siang sampai sore, sempat mereka (terdakwa Desak dan Erick-red) istirahat, malamnya disiram lagi dengan air panas,” ujarnya. Dalam sidang itu, hakim Wawan juga meminta jaksa penuntut umum (JPU) Putu Dharma Putra menunjukkan sejumlah barang bukti yang digunakan untuk penyiksaan. JPU pun membeberkan barang bukti berupa teflon, panci serta gelas plastik. Eka menunjukkan, saat kejadian air panas di dalam panci diambil dengan gelas plastik oleh terdakwa, kemudian disiramkan ke tubuhnya. Akibat aksi itu, Eka mengalami rasa sakit yang luar biasa, lantaran sejumlah bagian badannya melepuh. Tidak tahan dengan kondisi itu, akhirnya Eka memilih kabur pada keesokan harinya sekitar pukul 09.00 Wita. Dikatakan, kala itu terdakwa Desak dan Erick masih tidur bersama pada kamar di lantai atas. Mengetahui hal

itu, Eka memberanikan diri kabur seorang diri dengan cara melompati tembok padmasana di rumah itu. “Usai kabur, saya ditolong warga untuk diantar ke Denpasar. Waktu itu warga ini sudah curiga dengan kondisi saya, sampai diantar ke pos polisi. Tapi kala itu tetap saya tidak mengaku kalau sedang mengalami luka bakar di sekujur tubuh,” kata Eka. Dalam persidangan itu, Hakim Wawan juga menanyakan terkait siksaan lain. Eka mengungkapkan, selama di rumah itu ia pernah dibekap oleh terdakwa. Korban dibekap dengan tangan dan kaki diikat, serta mulut ditutup lakban. Dalam kondisi itu, ia diikat tepat di bawah tangga rumah tersebut. Ironisnya aksi bejat ini dialami Eka selama tiga hari tanpa makan dan minum. “Alasan saya dihukum waktu itu karena majikan stress banyak pikiran,” tutur Eka. Dalam kesempatan tersebut juga terungkap mereka bekerja bersama terdakwa menggunakan sistem kontrak, dan per bulan digaji Rp 1 juta. Namun sejak awal bekerja Eka mengaku tidak pernah menerima upah sepeserpun. Dalam persidangan itu terdapat keterangan bahwa gaji sudah ditransfer langsung ke orangtua mereka di Jawa. “Kalau yang langsung ditransfer kepada orangtua itu tidak ada, bohong itu,” papar Eka. Di tengah persidangan, Eka Febriyanti juga mengungkapkan bahwa aksi penganiyaan ini hanya diketahui oleh Santi, dua anak terdakwa serta terdakwa Desak dan Erick. Sementara suami siri dari Desak tidak mengetahui sama sekali kejadian tersebut. “Bapak (suami siri terdakwa, red) tidak tahu sama sekali, karena ke rumah hanya seminggu

sekali. Terkadang juga dua minggu sekali,” ungkap Eka. Uniknya, setiap suami siri dari Desak datang ke rumah tersebut, terdakwa Erick langsung sembunyi atau keluar dari areal rumah. Sementara jika si suami tidak ada, selama itu pula Erick tinggal, bahkan setiap malam disebut tidur bersama terdakwa Desak. Sementara dua anak perempuan kembar dari terdakwa Desak, lebih sering tidur dengan Eka dan Santi. “Jadi, setiap bapak ada kami tidak disiksa. Setelah pergi, dia (terdakwa Desak-red) langsung marahmarah,” katanya. Hal senada disampaikan Santi Widiastuti yang dalam persidangan kemarin berstatus saksi. Santi mengatakan, setiap suami siri Desak datang ke rumah itu, terdakwa Erick kerap bersembunyi pada salah satu ruangan. “Biasanya sembunyi di salah satu ruangan kalau bapak datang,” katanya. Selain itu, saksi Santi yang merupakan saudara tiri Eka, juga memaparkan hal yang sama di persidangan. Santi pun mengaku sempat ikut disiram air panas oleh terdakwa Desak, lantaran ragu saat disuruh menyiram air panas ke arah Eka. Sampai akhirnya Santi turut serta menyiram air panas ke Eka atas suruhan terdakwa Desak. “Saya juga disiram di bagian dada, karena waktu itu dianggap tidak tegas menyiram air panas ke Eka,” katanya. Pada kesempatan itu, terdakwa Desak Wiratningsih juga diberikan kesempatan menanggapi kesaksian dari Eka dan Saksi. Terdakwa Desak langsung membantah semua keterangan tersebut. “Saya tidak pernah melakukan penyiraman, juga tidak pernah tidur dengan Erick,” ungkapnya. (kmb35)

Proyek Pasar Silakarang dan Gedung IKM Celuk Mangkrak

Kejari Tunggu Koordinasi dari APIP

Gianyar (Bali Post) Sampai akhir tahun ini dipastikan Pemkab Gianyar akan menyisakan dua proyek mangkrak. Dua proyek di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar itu adalah Pasar Silakarang dan Gedung IKM Celuk di Kecamatan Sukawati. Bahkan melalui APBD Perubahan 2019, dua proyek yang sudah menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu tidak dapat tambahan dana. Kondisi ini dipertanyakan Ketua Garda Pejuang Aspirasi Rakyat (Gappar) Kabupaten Gianyar Ngakan Made Rai, Selasa (17/9) kemarin. Ngakan

Rai mencotohkan untuk gedung IKM Celuk, ada tukang sampai membongkar paksa material. Menurutnya, aksi itu sudah merusak citra Pemkab Gianyar. “Itu sudah jelas, membuka genteng secara paksa. Itu kategori perusakan. Kalau ini tidak ditindaklanjuti, bisa jadi preseden buruk dalam penegakan hukum di Gianyar,” jelasnya saat dihubungi via telepon. Menurut Ngakan Made Rai, masalah itu semestinya menjadi perhatian penegak hukum. Selain itu, ia juga meminta penegak hukum proaktif. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mempertan-

yakan secara langsung ke pihak berwajib mengenai masalah. “Kalau penegak hukum bekerja maksimal, harus proaktif. Apalagi ini sempat ramai diperbincangkan. Semestinya harus jemput bola. Minimal ada penyelidikan. Jangan menunggu laporan,” pintanya. Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gianyar Putu Gede Darmawan mengaku sudah menerima informasi mengenai Pasar Silakarang dan IKM Celuk yang mangkrak itu. Dikatakan, saat ini Kajari sedang menunggu hasil koordinasi dari Aparat

Pengawas Internal Pemerintah (APIP). “APIP ini di Inspektorat. Kami selaku APH (Aparat Penegak Hukum-red) menunggu APIP. Kami sudah bersurat ke APIP. Bagaimana balasannya, nanti kami telaah lagi,” jelasnya. Ditegaskan, apabila APIP menyebut itu pidana, Kejari akan langsung bergerak. Sembari menantikan hasil APIP, pihaknya terus memantau perkembangan proyek pasar yang kini dibiarkan mangkrak. “Kami dengar ada pengembalian terkait pasar. Namun kami belum tahu, pengembaliannya itu untuk apa?,” jelasnya. (kmb35)


Rabu Umanis, 18 September 2019

Raih Perunggu, Bupati Artha Apresiasi Tim Sepak Bola Porprov Jembrana

Bali Post/olo

Raih Juara III - Bupati Artha bersama I Ketut Sugiasa, Ketua Harian PSSI Jembrana dan Ketua KONI bersama pemain, pelatih dan official tim Sepak Bola Jembrana seusai meraih medali perunggu di Stadion Debes Tabanan, Selasa kemarin.

Satpol PP ”Back-up” Pengamanan Pilkel Negara (Bali Post) – Puluhan anggota Satpol PP Jembrana akan diterjunkan membantu pengamanan saat pemilihan perbekel serentak, Senin (23/9) mendatang. Dari 35 desa yang akan menyelenggarakan pilkel serentak tersebut, di masing-masing desa akan diterjunkan dua personel. Di samping juga ratusan personel Linmas yang sudah pasti ikut melakukan pengamanan masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Kita sifatnya hanya memback-up saja, di masing-masing desa yang menyelenggarakan pilkel, kami terjunkan dua personel Satpol PP,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi, Selasa (17/9) kemarin. Personel yang turun ini sifatnya hanya memberikan pembantuan pengamanan di bawah Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa. Sehingga total ada sekitar 70 personel Satpol PP yang disebar untuk membantu pengamanan. “Mereka nanti mobile, membantu pengamanan karena ini sifatnya serentak. Kami sebar di masing-masing desa,” tandas Rai Budi.

Sementara untuk di TPS, merupakan kewenangan dari panitia pelaksana pemilihan di desa. Dan sudah ditetapkan untuk di masing-masing TPS, personel Linmas yang selama ini sudah terbentuk di desa akan dilibatkan untuk pengamanan. Kata dia, di setiap desa personel Linmas sebanyak satu peleton. Mereka sebelumnya juga ikut dilibatkan dalam pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) lalu. Sekarang sebagian dari mereka yang sudah ada di desa, juga akan membantu di TPS. Dalam pilkel serentak ini, sebanyak 35 desa di lima kecamatan di Jembrana akan diselenggarakan Senin depan. Total ada 276 TPS dengan jumlah di masing-masing desa berbeda. Di beberapa desa yang luas seperti di Batuagung, Pengambengan dan Penyaringan, dalam satu desa hingga 15 TPS. Sedangkan di desa yang kecil seperti di Warnasari, Blimbingsari, Budeng, Delodberawah dan Pangyangan hanya 3 TPS dalam satu desa. Dalam pilkel ini juga diikuti 124 calon perbekel dengan jumlah maksimal dalam satu desa lima calon. (kmb26)

I Gusti Rai Budhi

Tim sepak bola Porprov Jembrana berhasil meraih medali perunggu setelah sukses mengalahkan tim tuan rumah Tabanan dengan skor 2-1 dalam laga yang digelar di Stadion Debes Tabanan, Selasa (17/9) sore. Sementara itu, Tabanan selaku tuan rumah harus puas berada di posisi keempat pada ajang Porprov Bali XIV Cabor Sepak bola. Disaksikan langsung Bupati Jembrana I Putu Artha serta anggota DPRD Bali Dapil Jembrana I Ketut Sugiasa yang juga Ketua Harian PSSI Jembrana, serta Ketua KONI Jembrana I Gede Gunadnya, kedua tim bermain penuh semangat, silih berganti membangun serangan untuk memperebutkan satu slot medali yang tersisa. Babak pertama selesai hasil akhir sama kuat 1-1. Gol untuk kesebelasan Jembrana dicetak melalui tendangan Putu Adi Sanjaya menit 13 dari luar kotak pinalti. Di babak kedua, persaingan semakin sengit. Kedua tim sama-sama tampil begitu tangguh di menit awal. Bahkan perjuangan anak–anak asuhan pelatih kepala Jembrana Budiharto, serta Kadek Dharma Putra dan Sunaryo, bertambah berat karena harus menuntaskan laga dengan 10 pemain setelah kiper,

Gusti Ngurah Pramana terkena kartu merah. Namun tim Porprov Jembrana masih dapat mengungguli, dengan kedudukan akhir 2-1, melalui gol sundulan kepala yang dicetak Kadek Sastra Sasmita pada menit ke-70. Bupati Artha yang sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kabupaten PSSI Jembrana, datang langsung menyaksikan pertandingan, tak kuasa menahan rasa bangga atas perjuangan seluruh pemain bersama official. Seusai pertandingan, Bupati langsung menyalami seluruh pemain beserta jajaran pelatih satu per satu. “Meski bukan medali emas, pencapaian ini tetaplah menjadi sebuah prestasi membanggakan bagi Kabupaten Jembrana,” ujar Bupati I Putu Artha, ditemui usai laga. Hal itu dikatakan Artha tak lepas dari semangat juang, tak kenal lelah ditunjukkan seluruh pemain. Ia juga merasa bangga dengan prestasi yang ditorehkan oleh para atlet tim Sepak Bola yang bermain sangat apik, dari awal hingga hari akhir pertandingan, sehingga medali perunggu pun diraih pada ajang Porprov kali ini. Terlebih yang dihadapi tim tuan rumah yang didukung banyak suporter. “Sekali lagi selamat, tetap semangat untuk para atlet Jembrana, semoga dapat tampil lebih baik lagi di Porprov

selanjutnya,” seru Artha. Secara umum Artha juga cukup puas atas prestasi atlet Jembrana dalam perhelatan Porprov Bali XIV di Tabanan tahun ini. Saat ini Jembrana berada di peringkat ke tujuh di atas, Kabupaten Karangasem dan Bangli dengan perolehan medali, 10 emas, 18 perak, dan 38 perunggu. “Cukup puas dengan peringkat saat ini, karena yang kita lihat bukan hanya hasil akhir saja, tapi bagaimana perjuangan serta kesungguhan atlet membela Jembrana, mulai dari persiapan hingga pertandingan selesai. Tentu ada evaluasi, kita berharap prestasi ini bisa diperbaiki di penyelenggaraan Porprov berikutnya,“ kata Artha. Sementara Pelatih Sepak Bola Porprov Jembrana Budiharto mengucapkan terima kasih atas dukungan Bupati Jembrana beserta jajarannya, yang datang langsung memberikan dukungan moral. Ia mengaku anak asuhnya sudah berjuang semaksimal mungkin dengan hasil peringkat ketiga yang diraih. “Terima kasih kepada Pak Bbupati beserta jajaran, memberikan suntikan moril dan motivasi bagi kami, serta bonus uang tunai langsung. Semoga berikutnya kami dapat membawa hasil yang lebih baik,” pungkas Budiharto. (ad565)

Pintu Air Bendungan Jero Pengentuh Rusak Negara (Bali Post) Sejumlah bagian fasilitas di Bendungan Jero Pengentuh di Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana alami kerusakan. Dari pengamatan, beberapa bagian bangunan bendungan yang mengalami kerusakan di antaranya bagian pintu air serta saluran irigasi. Dari tiga pintu air, dua di antaranya mengalami kerusakan yang lumayan parah. Padahal pintu bendungan ini sangat penting ketika kondisi air sungai meluap. Pintu air pertama yang rusak adalah saluran menuju Tukad Piuh. Saluran ini mengalir menuju Subak Sangkaragung, Tegal Maja serta Budeng. Kerusakan juga terjadi di pintu air kedua yang merupakan saluran ke Sungai Taman, Batuagung. Saluran air ini mengalir untuk pengairan di Subak Lanyah Dauhwaru, Buaya Buayaan dan Mertasari, Loloan Timur. Dari informasi, kerusakan pintu air ini sudah berlangsung sejak sebulan ini. Dengan kondisi tersebut, pintu air tidak bisa difungsikan baik untuk membuka ataupun menutup aliran. Selain di bangunan utama bendungan, kerusakan juga terlihat di bangunan pintu pembagi di utara Pura Puseh Batuagung. Begitu juga senderan irigasi menuju saluran irigasi Subak Lanyah di Banjar Taman juga jebol. Sehingga laju aliran air ke saluran irigasi terhambat. Dari informasi, bendungan ini

dibangun tahun 1977. Sebelumnya pada senderan pengaman sungai di sisi utara bendungan, juga ambruk karena faktor alam (banjir). Tetapi kerusakan itu sudah diperbaiki dari Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Termasuk landasan rumah

bendung yang sempat jebol. Penjaga Bendung Jero Pengentuh, Wayan Sudiartawan, Selasa (17/9) kemarin, tak menampik sejumlah kerusakan di bagian bendung seperti pintu air. Sesuai protap, kerusakan itu sudah dilaporkan ke bagian

Sumberdaya Air Dinas PU Jembrana. Kerusakan sudah terjadi sebulan lalu dan langsung diperbaiki tetapi belum sempurna. Kerusakan di pintu air ada pada roda as pemutar. Bagian peralatan pintu yang rusak sudah dibongkar tinggal menunggu penyelesaian. Rusaknya dua pintu air itu diakuinya membuat khawatir, karena bagian yang penting. Apalagi ketika kondisi air sungai meluap. Begitu halnya

kerusakan lain yang merupakan bagian dari bendungan seperti saluran irigasi sudah disampaikan. Kabid SDA Dinas PU Jembrana Wayan Widnyana dikonfirmasi terpisah mengatakan, kerusakan pintu air di Bendungan Jero Pengentuh, segera ditangani melalui dana operasi pemeliharaan (OP). Dana ini dapat digunakan untuk pemeliharaan kerusakan pintu-pintu air bendungan. (kmb26)

RUSAK - Pintu air di Bendungan Jero Pengentuh rusak sejak sebulan lalu.

Bali Post/olo

Ukuran Kios Sempit, Pedagang Tolak Pembentukan AKD, PDI-P Borong Tiga Ketua Komisi dan Satu Badan Revitalisasi Pasar di Gilimanuk

Negara (Bali Post) – Rencana revitalisasi di kompleks pertokoan Parkir Manuver Gilimanuk tahun ini tidak berjalan mulus. Para pedagang yang sudah bertahun-tahun berjualan di sana menolak dengan alasan kondisi kios yang terlalu sempit. Di sisi lain, rancangan bangunan bantuan dari Pemerintah Pusat ini sudah ditentukan dan tidak bisa diubah. Kendatipun sudah berulangkali dilakukan sosialisasi, para pedagang tetap menolak. Selain penolakan disampaikan langsung, para pedagang ini juga menyampaikan aspirasi secara tertulis ke DPRD Jembrana. “Kami mendukung program pemerintah, tetapi kami berharap pedagang juga difasilitasi,” ujar koordinator pedagang Ida Bagus Alit Negara, Selasa (17/9) kemarin. Salah satu poin yang menjadi keberatan adalah ukuran kios yang akan digunakan dinilai terlalu kecil. Rencananya sesuai prototipe dari Pusat, masing-masing kios berukuran 2 x 3 meter, sementara surat berupa Hak Guna Bangunan (HGB) yang dimiliki 4x3 meter. Dari sekitar 40 HGB milik pedagang dan 17 yang masih aktif ini nantinya juga

akan dicabut. “Kita hanya inginkan ukuran sesuai dengan HGB sebelumnya,” terangnya. Namun dari empat kali sosialisasi yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana dengan para pedagang, masih belum ada titik temu. Termasuk terakhir pada Selasa kemarin, Dinas tetap bersikukuh dengan pembangunan tersebut. Warga menilai areal pertokoan di terminal manuver Gilimanuk ini juga bukan termasuk pasar. Melainkan pertokoan dan masing-masing toko memiliki HGB serta membayar pajak. Karena itu aneh ketika ada revitalisasi pasar menyasar pertokoan. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana I Komang Agus Adinata mengaku sudah beberapa kali melakukan sosialisasi terkait revitalisasi pasar yang menyasar di pertokoan Manuver Gilimanuk itu. Tetapi diakuinya hingga saat ini belum ada titik temu terkait keinginan pedagang dan bantuan dari Pemerintah Pusat ini. Para pedagang, menurutnya, bukan menolak dan justru sangat berharap ada

revitalisasi di komplek perdagangan di dekat Pelabuhan Gilimanuk ini. Tetapi yang menjadi persoalan adalah terkait luas kios yang akan dibangun. Menurutnya pembangunan yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Perdagangan dengan dana tugas pembatuan senilai Rp 6 miliar lebih sudah memiliki prototipe bentuk bangunan. Sehingga pembangunan juga harus

mengikuti prototipe itu. “Ukuran kios, 2 x 3 meter. Tapi pedagang meminta 3 x 4 meter. Kalau diubah tidak bisa, kita sudah konsultasikan ke pusat,” tandasnya. Meski demikian, Dinas masih terus melakukan negosiasi agar ada titik temu dengan para pedagang. Bilapun tetap mentok dan tak terealisasi, maka anggaran akan kembali ke pusat. (kmb26)

SosialiSasi – Sosialisasi yang dilakukan Dinas Koperindag dengan para pedagang terkait revitalisasi pasar manuver di Gilimanuk.

Negara (Bali Post) – Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD Jembrana, Selasa (17/9) kemarin rampung. Dari lima struktur AKD yakni tiga Komisi dan dua Badan, tiga parpol teratas menempatkan kadernya di struktur pimpinan AKD. Fraksi PDI Perjuangan mendominasi dengan memborong tiga Ketua Komisi dan satu Badan yakni Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). Sisanya satu Badan, yakni Badan Kehormatan (BK) diambil oleh Gerindra. Sementara Golkar yang jumlah kursi di atas Gerindra, justru tidak ada menempatkan posisi Ketua, namun tetap masuk dalam struktur pimpinan AKD. Dihitung secara komposisi jumlah pimpinan di AKD, PDI-P merata menempatkan anggotanya di tiga komisi dan dua Badan. Disusul Gerindra yang menempatkan anggotanya di empat dari lima AKD. Bahkan satu anggota DPRD, I Gusti Putu Wiradi, menduduki dua posisi di dua AKD, yakni Wakil Ketua Bapemperda dan Sekretaris Komisi III. Sedangkan Golkar yang sejatinya secara jumlah di posisi kedua, justru hanya dapat menempatkan dua anggota di struktur pimpinan. Dari hasil penetapan kemarin, Ketua Komisi dari PDI-P menempatkan tiga anggota menjadi Ketua. Di antaranya, Ketua Komisi I, Ida Bagus Susrama, Ketua Komisi II, I Ketut Suastika, dan Ketua Komisi III, I Dewa Putu Mertayasa. Selain itu PDI-P juga meraih Ketua Bapemperda I Dewa Komang Wiratnadi. Sekretaris DPRD Jembrana I Made Sudantra seusai rapat penetapan AKD kemarin membenarkan terbentuknya struktur AKD berikut nama-nama pimpinan. Sebelumnya dalam rapat pembahasan memang sempat beberapa kali di-skors. Namun akhirnya dari

hasil kesepakatan, AKD terbentuk. Selanjutnya dewan bisa melaksanakan sejumlah tugas sesuai dengan tupoksinya. Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi mengatakan, secara umum pembentukan AKD ini berjalan lancar kendatipun sempat ada permintaan skors beberapa menit. Hasil ini menurutnya sudah sesuai kesepakatan seluruh anggota DPRD Jembrana. (kmb26)

Pimpinan AKD DPRD Jembrana Komisi I

:

Ketua : Ida Bagus Susrama (PDI-P) Wakil Ketua : I Made Sabda (Golkar) Sekretaris : I Ketut Suarta (Hanura) Komisi II : Ketua : I Ketut Suastika (PDI-P) Wakil Ketua : I Ketut Astawa Putra (Gerindra) Sekretaris : H Sajidin (PKB) Komisi III : Ketua : I Dewa Putu Mertayasa (PDI-P) Wakil Ketua : I Komang Dekritasa (Golkar) Sekretaris : I Gusti Putu Wiradi (Gerindra) Bapemperda Ketua : I Dewa Komang Wiratnadi (PD-P) Wakil Ketua : I Gusti Putu Wiradi (Gerindra) Sekretaris : Sekwan Badan Kehormatan Ketua : I Ketut Sadwi Darmawan (Gerindra) Wakil Ketua : H Adrimin (PDI-P)


Rabu Umanis, 18 September 2019

Tertimbun Longsoran Galian Dua Pekerja Tewas Amlapura (Bali Post) Aktivitas galian C memakan korban jiwa kembali terjadi di wilayah Karangasem. Akibat tebing setinggi 30 meter itu longsor di Banjar Dinas Geliang, Desa Pempatan, Rendang, dua pekerja tewas tertimbun tanah longsor, Selasa (17/9) kemarin. Dua korban yang meninggal itu yakni Ni Wayan Gumbreg dari Banjar Besakih Kawan dan I Nengah Dadi asal Banjar Keladian. Sementara satu sopir truk I Wayan Latra hanya mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

TERTIMBUN - Dua korban meninggal akibat tertimbun material longsor.

Bali Post/kmb41

Sami, salah seorang warga di lokasi kejadian itu mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar 11.00 Wita. Setelah menerima informasi kejadian itu, dirinya langsung meluncur ke lokasi guna memantau dari dekat kejadian tersebut. Disebutkan, kedua korban itu berikut truk memang tertimbun. Dua pekerja meninggal akibat tertimbun material longsoran. Sedangkan sopir truk selamat dari maut. Pasalnya, sopir itu sempat melarikan diri. Sopir hanya mengalami luka-luka dan sadah dibawa ke puskesmas. Sami menambahkan, biasanya banyak pekerja mengais rezeki di galian ini. Hanya, kebetulan ada upacara di Besakih, makanya banyak yang tidak bekerja. “Waktu itu, hanya ada dua pekerja. Biasanya hingga puluhan pekerja mengadu nasib mencari nafkah di sini. Kebetulan ada upacara di Besakih, makanya sepi,” katanya. Kapolsek Rendang AKP I Made Sudartawan mengatakan, akibat kejadian terse-

but, dua pekerja meninggal dunia tertimbun material longsoran. Dua korban meninggal yakni Ni Wayan Gumbreg Banjar Besakih Kawan, dan I Nengah Dadi asal Banjar keladian. Sedangkan satu sopir I Wayan Latra mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke puskesmas. “Korban meninggal dunia akibat tertimbun longsoran saat meratakan material pasir tanah longsor dari atas. Sedangkan sopir selamat dan sudah dilarikan ke rumah sakit,” katanya sembari menambahkan, kedua jenazah itu dibawa ke setra Desa Adat Besakih. Keluarga korban, Komang Bagia, menuturkan yang meninggal dua orang yakni Ni Wayan Gumbreg dan I Nengah Dadi. Ni Wayan Gumbreg itu memang setiap hari berkerja di galian tersebut. “Beliau setiap hari tidak pernah absen. Bahkan tadi sudah berangkat kerja pukul 07.00 Wita,’’ ujarnya. Bagia menuturkan, Ni Wayan Gumbreg sudah sempat menikah dan memiliki

satu orang putra. Tapi, sejak sebulan lalu bercerai. Kata dia, sehari sebelum musibah menimpanya, korban sempat mengeluhkan kondisi badannya tidak enak. Bahkan, sudah diberi tahu supaya tidak bekerja. Namun, bersikukuh bekerja. “Padahal Ni Wayan Gumbreg itu merasakan tidak enak badan. Sudah diberi tahu keluarga supaya tidak kerja. Tapi tetap ngotot bekerja. Karena memang hanya itu pekerjaannya yang dilakoni setiap hari,” katanya. Pihak keluarganya sudah mengikhlaskan kepergiannya. Karena ini memang musibah yang tidak bisa dihindarkan. Tanpa pernah dibayangkan sebelumnya terjadi peristiwa menyedihkan seperti itu. Saat ini, jenazahnya langsung dibawa ke setra Desa Adat Besakih untuk dimakamkan. “Keluarga sudah ikhlas. Mau gimana lagi sudah jalannya seperti ini. Tinggal didoakan biar perjalana rohnya tidak ada hambatan dan diterima di sisi-Nya,” ujarnya. (kmb41)

Bentuk Alat Kelengkapan Dewan

PDI-P dan Golkar Berbagi Pimpinan Amlapura (Bali Post) Dua partai politik yakni PDI Perjuangan dan Golkar yang yang menjadi perebut kursi terbanyak di DPRD Karangasem, akhirnya menyapu bersih pimpinan untuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Kedua partai banteng moncong putih serta partai berlambang pohon beringin itu saling berbagi menduduki kursi ketua di masing-masing AKD. Berdasarkan pantauan kemarin, rapat paripurna intern pembentukan AKD

itu dilaksanakan di ruang rapat gabungan komisi. Fraksi PDI-P mendudukkan anggotanya di Ketua Komisi I yang dipercayakan kepada I Nengah Suparta, dan Komisi III yang diberikan mandat adalah I Wayan Sunarta. Sedangkan Golkar mendudukkan anggotanya sebagai Ketua Komisi II yang diserahkan kepada I Komang Sartika dan Komisi IV diberikan tanggung jawab kepada I Nyoman Rena. Sementara di Bapemperda PDI-P mempercayakan ke-

pada I Nyoman Winata sebagai ketuanya. Fraksi Golkar mendudukkan I Nyoman Musna Antara sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK). Sidang paripurna intern pembentukan AKD itu berlangsung lancar karena mengedepankan musyawarah mufakat. Fraksi lainnya, yakni Fraksi Catur Warna yang merupakan gabungan dari Partai Hanura, Perindo, PKS, dan Demokrat mendapatkan posisi wakil ketua dan sekretaris komisi. Dua fraksi

AKD - Proses pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Bali Post/kmb41

lainya yaitu Satya yang terdiri dari Partai NasDem dan Fraksi Gerindra hanya menjadi anggota di masingmasing komisi baik di BK maupun di Bapemperda. Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana mengatakan, selain pembentukan AKD, pihaknya juga mengumumkan revisi susunan Fraksi Golkar. Pada revisi terbaru, Wakil Ketua DPRD I Nengah Sumardi diplot menjadi penasihat fraksi, sedangkan I Nyoman Sumadi sebagai ketua fraksi, Wakil Ketua I Nyoman Mardana Wimbawa, sekretaris I Ketut Badra, dan bendahara I Nyoman Rena. “Pemilihan itu adalah kewenangan partai bersangkutan. Sementara pemilihan ketua komisi, BK dan Bapemperda dilakukan secara musyawarah,” ujarnya. Dana mengatakan, setelah terbentuknya AKD, pihaknya selanjutnya akan mempercepat proses pembahasan KUA/PPAS 2020. Selain itu, juga sudah meminta agar Badan Musyawarah melakukan rapat penjadwalan. “Kita langsung melakukan rapat bamus, guna rapat yang akan menjadwalkan agenda pembahasan KUA/PPAS,” tegasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

BUKIT MODING - Pengunjung saat berswafoto di Bukit Moding, Tenganan.

Bukit Moding Dilirik Pengunjung Amlapura (Bali Post) Keberadaan Bukit Moding di Desa Adat Tenganan, Manggis bisa jadi belum dikenal masyarakat luas. Bukit Moding itu sebetulnya sangat indah. Berada di atas perbukitan dengan view bukit-bukit di sekelilingnya, tumbuhan dan juga pantai di kejauhan nan indah. Pemandangan yang indah itu sangat bagus untuk berswafoto. Tidak ayal, tempat indah yang masih terkesan alami itu mulai dilirik pengunjung. Pemandangan di Bukit Moding memang sangat elok. Dari atas Bukit Moding itu

terlihat hamparan laut, perbukitan hijau membentang. Dari bukit itu juga, nampak perumahan warga Desa Adat Tenganan Pegringsingan dan objek wisata Candidasa. Jalan menuju Bukit Moding itu malah sudah dirabat beton. Hanya, tidak bisa dilewati dua mobil sekaligus. Karena jalannya sempit. Mudahnya menggapai Bukit Moding itu menggunakan sepeda motor. Dari Kota Amlapura waktu tempuhnya sekitar 20 menit. Warga setempat, Ni Nengah Reni, mengungkapkan Selasa (17/9) kemarin, tem-

Tiga Ruko di Pasar Abang Ludes Terbakar

Giat BPBD

Dari Pohon Tumbang hingga Pendistribusian Air Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem cukup sibuk belakangan ini. Bukan saja, melakukan tugas-tugas operasional sesuai job description-nya yakni penanggulangan keadaan darurat seperti pohon tumbang. BPBD, juga melakukan aktivitas rutin lainnya ketika situasi alam panas relatif panjang terjadi di Bumi Lahar itu. Sebanyak 10 ribu liter air didistribusikan ke dua tempat yakni Banjar Dinas Sambilaklak Desa Kubu dan Banjar Dinas Bantas, Desa Baturinggit. Lalu, bagaimanakah strategi efektif yang harus dilakukan dalam upaya mengemban dua job sebagai action riil wajib dilakukan BPBD Karangasem itu? PERTAMA BPBD harus menuntaskan pohon tumbang. Pohon jenis kresek itu tumbang menutupi jalan raya akibat angin kencang. Peristiwa itu terjadi Rabu (17/9) kemarin. Pohon tumbang ada di wilayah Banjar Dinas Untalan, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas sampat antre cukup panjang. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, pohon tumbang itu terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Setelah menerima laporan adanya pohon tumbang itu, pihaknya dengan stafnya dengan cepat memberikan respons. Tanpa banyak pertimbangan langsung menerjunkan sejumlah petugas untuk mengevakuasi pohon

yang telah melintang di jalan raya. “Pohon yang tumbang itu adalah jenis kresek. Dengan panjang batang kayunya mencapai 10 meter. Sedangkan diameternya 40 centimeter. Sempat kejadian itu membuat arus lalu lintas terganggu. Setelah pohon itu dipotong kemudian dibersihkan ranting rantingnya, kendaraan tidak terlalu lama antre, kemudian bisa melintas lagi,” ujarnya. Distribusi Air Bersih BPBD Karangasem juga harus mengemban tugas lainnya. BPBD terus memenuhi tuntutan warga yakni mendistribusikan air bersih. Air bersih itu dibagikan kepada warga yang mengalami krisis

air bersih secara Cuma-cuma. Kali ini, BPBD mendistribusikan di dua banjar yakni Banjar Dinas Sambilaklak Desa Kubu dan Banjar Dinas Bantas, Desa Baturinggit. Pendistribusian air ke Banjar Dinas Sambilaklak itu sebanyak 5.000 liter. Air sebanyak itu diperuntukkan 35 kepala keluarga. Sedangkan dengan jumlah yang sama, air besih itu didistribusian ke Banjar Dinas Bantas. Bedanya air yang sama itu dibagi untuk 603 kepala keluarga di Banjar Bantas. Semoga air yang didistribusikan itu bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari,” harap Arimbawa. (nan)

pat itu memang sering dikunjungi warga desa setempat untuk berswafoto. Namun, pengunjung dari luar desa belum begitu banyak. “Sering warga desa berswafoto di sana. Kalau warga luar sedikit,’’ ujarnya. Seorang pengunjung, Putu Agus, mengaku, kalau pemandangan di Bukit Moding itu sangat indah. Karena terlihat bentangan alam nan indah dengan pantainya. “Berpotensi jadi objek wisata. Namun, perlu dikelola dengan baik. Panorama alamnya tidak kalah dengan objek wisata lainnya,” katanya. (kmb41)

Bali Post/nan

POHON TUMBANG - Petugas BPBD saat mengevakuasi pohon tumbang.

Amlapura (Bali Post) Tiga ruko di Pasar Abang, Karangasem terbakar Selasa (17/9) kemarin. Apa penyebab ruko itu terbakar sejauh ini masih belum diketahui. Namun, kerugian materiil dari peristiwa itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kebakaran ruko itu terjadi sekitar pukul 18.00 Wita. Warga termasuk pemilik ruko panik melihat rukonya ludes dilalap si jago merah. Untuk memadamkan kobaran api yang terus membesar itu, petugas pemadam kebakaran menerjunkan sekitar tiga unit mobil damkar. Tampak petugas berjibaku ekstra keras memadamkan kobaran api. Salah seorang pemilik ruko, Ni Wayan Putu, mangakui dirinya baru saja meninggalkan rukonya sampai di rumah tinggalnya. Belum lama berada di rumah ia kemudian dapat kabar rukonya terbakar. ‘’Saya sampai jam 18.00 Wita di sini (ruko - red) membungkus gula. Belum 15 menit di rumah saya dikabari ruko terbakar,’’ ujar Ni Wayan Putu sedih melihat rukonya dilalap si jago merah. Warga setempat, Yuni, mengungkapkan sebelum terjadinya kebakaran itu, dirinya sempat mendengar suara ledakan. Setelah itu, terlihat kepulan asap di sekitaran pasar. Tidak berlangsung lama, malah sudah ada mobil pemadam kebakaran dan petugas pemadam secara gigih berupaya memadamkan kobaran api yang terus membesar itu. ‘’Awalnya saya mengira ada yang membakar sampah. Tetapi ternyata kebakaran ruko di pasar. Ruko yang terbakar ada di sisi timur pasar milik Ni Wayan Putu, Luh Ti, dan Mbok Limbur,’’ katanya. (kmb41)


Rabu Umanis, 18 September 2019

Bupati Suwirta Pimpin Temu Wirasa di Kecamatan Klungkung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kembali menggelar Temu Wirasa dengan tokoh masyarakat, Selasa (17/9) kemarin. Temu wirasa ketiga tahun ini dilaksanakan di Balai Banjar Sengguan, Kelurahan Semarapura Kangin, Kecamatan Klungkung. Acara diawali dengan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Penataran Agung, Klungkung. Temu Wirasa merupakan suatu kegiatan yang memiliki tujuan untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat untuk memberikan saran maupun kritikan terkait ragam program pemerintah daerah. Kegiatan yang berlangsung selama 3 jam lebih ini, dimanfaatkan Bupati Suwirta untuk memaparkan program visi dan misi masa kepemimpinannya, baik itu di bidang infrastruktur, SDM, kesehatan, pendidikan, sosial maupun program lainnya. “Program yang sudah berjalan maupun yang belum berjalan, mari bersama-sama gelorakan semangat untuk membangun Klungkung ke depan,” ujarnya. Di bidang sosial, Bupati Suwirta berharap kepada ma-

TEMU WIRASA - Bupati Suwirta saat tiba dan menyapa tokoh masyarakat di Balai Banjar Sengguan, Selasa kemarin.

dikumpulkan dengan baik serta pelayanan di rumah sakit harus berjalan maksimal. Bupati juga meminta agar di masing-masing kelurahan maupun desa segera membuat pararem bahayanya dampak narkoba dan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). “Perda (KTR) harus diikuti dengan baik, Pemkab tidak melarang orang merokok tetapi mengimbau masyarakat agar mencintai kesehatan masing-masing dengan sebaik-baiknya,” harapnya Terkait pertanian, salah satu program pemkab yang sudah berjalan yakni Bima Juara. Program ini harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. “Manfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai program ini berhenti sampai di sini, tetapi harus berjalan maksimal,” sebutnya. Penataan performa khususnya di sekeliling lingkungan Semarapura Kangin harus ditata dengan baik, dari penataan tampilan kebun maupun kebersihan harus selalu dijaga. Selain itu, budaya gotong royong di desa juga harus dibangun. “Hal ini dilakukan bertujuan

untuk mengantisipasi agar tidak terjadi dampak negatif dan bisa menjaga kerukunan pasemetonan masyarakat,” tegasnya. Dalam sesi tanya jawab, salah satu warga Wayan Runia menyampaikan masalah penerangan lampu jalan yang belum tersedia, khususnya di Jalan Merapi sampai pertigaan Tukad Unda agar dinas terkait segera menindaklanjuti masalah tersebut. Menanggapi hal ini, Bupati Suwirta langsung menugaskan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti dan menangani lampu penerangan jalan dimaksud. “Segara invertarisir dan kaji dengan baik masukan masyarakat ini sesuaikan dengan anggaran yang sudah ditentukan,” tegas Bupati Suwirta. Hadir dalam Temu Wirasa kali ini Ketua DPRD Klungkung A.A. Gde Anom, Wakil Ketua DPRD Klungkung Cokorda Gede Agung, Asisten Bidang Perekonomian dan Pemerintahan Kabupaten Klungkung Luh Ketut Ari Citrawati, Camat Klungkung Komang Gde Wisnuadi, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah serta tokoh masyarakat lainnya. (ad562)

Anggaran Dipangkas, Tiga Paket Pekerjaan Fisik Bermasalah

SOSOK Naik Bukit Cari Sinyal Sejumlah desa di Kecamatan Nusa Penida, masih belum terjangkau sinyal, apalagi jaringan internet. Ini cukup ironis, di tengah kemajuan teknologi informasi saat ini. Desa-desa itu seperti Desa Sekartaji, Suana, Klumpu dan Batukandik. Masyarakat setempat harus naik ke atas bukit terlebih dulu, hanya untuk mendapatkan sinyal sehingga bisa berkomunikasi. Demikian disampaikan anggota DPRD Klungkung Wayan Suarta, Selasa (17/9) kemarin. Politisi Partai Gerindra ini mengaku sering mengalami sendiri, bagaimana susahnya berkomunikasi, bila pulang ke kampung halamannya di Desa Sekartaji. Di sana, operator apapun yang dipakai, tidak ada sinyal. “Hanya sekadar berkomunikasi, saya harus naik ke Bukit Teletabis di Desa Tanglad. Lokasinya cukup jauh,” kata Suarta. Desa Sekartaji terdiri dari enam dusun. Semua wilayah ini masih blank spot. Masyarakat setempat terus mempertanyakan, karena pemerintah daerah sudah beberapa kali berjanji akan mengatasi ini, tetapi sampai saat ini belum terealisasi. “Bahkan, warga kami sudah menyiapkan lahan sendiri, untuk kebutuhan infrastruktur penunjang sinyal ini. Karena keinginan agar bisa berkomunikasi dari desa sendiri itu besar sekali,” tegasnya. Dia berharap, janji pemerintah daerah bakal mengatasi persoalan tersebut tahun ini dapat terbukti. Terlebih, pemerintah daerah sudah berkomunikasi dengan Kementerian BUMN, dimana salah satu anak perusahaan PLN, yakni Icon Plus, sudah berjanji akan menyasar seluruh desa di Nusa Penida, agar terkoneksi internet. Sebab, sebagaimana diketahui, hambatan terbesar pengembangan jaringan infrastruktur komunikasi ada di Kecamatan Nusa Penida, karena masuk dalam kawasan 3T yaitu: daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dengan kelancaran komunikasi, apalagi sampai bisa mengakses internet, ini membuka peluang akses masyarakat pedesaan untuk mendapatkan informasi terkini. Masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat menginformasikan potensi yang dimiliki, sehingga akan membuka peluang usaha ekonomi bagi masyarakat pedesaan. (gik)

sing-masing perbekel maupun bendesa bisa bersamasama mengawal dan membantu proses hibah bansos kepada masyarakat, khususnya KK miskin, agar bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Adapun program pemerintah, yakni program intreprenuer masuk desa ini juga sangat diharapkan bisa berjalan dengan baik. “Kumpulkan data masyarakat KK miskin, agar mereka bisa mengikuti program ini dengan baik. Langkah ini nantinya bisa bermanfaat, khususnya KK miskin,” ujar Bupati Suwirta. Di bidang pendidikan, Bupati mengenalkan program pemerintah, yakni satu desa satu TK Negeri. Selain itu Bupati meminta agar guru pengajar di masing-masing sekolah selalu bisa memberikan pendidikan karakter sejak dini kepada para siswa. Sarana dan prasarana di sekolah juga harus didata dengan baik. “Berikan mereka pendidikan karakter sejak dini, selalu ajarkan sopansantun dan beretika yang baik di dalam kehidupan seharihari,” pintanya. Di bidang kesehatan, data masyarakat yang belum mempunyai kartu JKN-KIS harus

Semarapura (Bali Post) -

Memantau perkembangan paket pekerjaan hingga bulan September 2019, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mendatangi langsung Kantor Bagian Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa di Sekretariat Daerah, Senin (16/9). Bupati Suwirta ingin memastikan, semua berproses dengan baik dan lancar. Hasilnya, ternyata ditemukan ada tiga paket pekerjaan non-PL yang masih bermasalah, sehingga dipastikan tidak bisa dikerjakan tahun ini. Bupati Suwirta diterima langsung Kepala Bagian Ida Bagus Wirawan dan seluruh Kelompok Kerja (Pokja), di Ruang Rapat Kantor Bagian Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa. Kepala Bagian Ida Bagus Wirawan mengatakan, dari keseluruhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), semua OPD sudah menayangkan paket pekerjaan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Paket pekerjaan yang telah masuk SIRUP per 12 September 2019 sebanyak 83 paket. Sedangkan jumlah paket yang sedang berproses di Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) sebanyak 7 paket serta paket yang sudah selesai diproses berjumlah 64 paket. Untuk paket Pengadaan Langsung (PL) atau nontender, dikatakan, berjumlah 353 paket dengan total pagu anggaran mencapai sebesar Rp 27

miliar. Dari jumlah tersebut, terdiri dari 12 paket yang sedang diproses dan sebanyak 341 paket telah selesai proses. Khusus untuk 83 paket pekerjaan yang non-PL, ternyata masih terdapat 3 pekerjaan yang tidak bisa ditenderkan. Ketiganya, di antaranya pekerjaan belanja modal gedung untuk Pos Jaga Balawista, dikarenakan lokasi pembangunannya belum ditentukan. Selain itu, dua paket pekerjaan lainnya, dari Dinas Perhubungan, yakni pengadaan pagar pengaman jalan di Kutampi Ponjok dan Tanglad Nusa Penida serta pengadaan rambu lalu lintas di Nusa Penida. “Ini dikarenakan anggarannya dikurangi di anggaran perubahan,” kata Wirawan. Setelah mengetahuinya, Bupati Suwirta mengingatkan seluruh OPD, agar ini menjadi evaluasi bersama. Pemasangan anggaran agar dilaku-

Bali Post/gik

PAKET PEKERJAAN - Ida Bagus Wirawan saat menjelaskan perihal paket pekerjaan kepada Bupati Suwirta. kan melalui perencanaan dan persiapan yang matang. Sehingga ketika anggaran sudah dipasang, tidak ada yang gagal akibat SDM. Apalagi sampai ada lokasi yang belum siap. Kepada seluruh Pokja, Bupati Suwirta juga mengingatkan untuk proaktif berkomunikasi supaya peker-

jaan cepat dilakukan dan mengurangi keterlambatan. “Walaupun proses tender selesai, seluruh Pokja supaya melihat kembali dokumen lelang dan melakukan evaluasi terhadap OPD yang masih lambat menayangkan paket pekerjaan,” kata Bupati Suwirta. (kmb31)

Satroni Rumah Kos, Pacar Penghuni Kos Ditangkap Semarapura (Bali Post)Jajaran Sat Reskrim Polres Klungkung kembali berhasil mengungkap kasus pencurian yang menyasar rumah kos. Pelakunya adalah Ketut Mardana asal Banjar Dinas Temaga, Desa Kertabuana, Kecamatan Sidemen, Karangasem. Awalnya, pelaku berusaha berkelit. Tetapi, keterangan saksi dan buktibukti yang didapat polisi, membuat pacar salah satu penghuni kos ini, tak lagi bisa

mengelak. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan, Selasa (17/9) kemarin mengatakan, awalnya menerima laporan dari korban, Nana Yuli Astiti, warga Pemangkalan, Batumekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok, yang kos di Banjar Lepang Desa Takmung. Saat melapor, korban mengaku sempat meninggalkan dompet di dalam kamar kos yang berisi sejumlah uang

dan gelang emas. Kuncinya juga masih nyantol di pintu kamar. Sepulang kerja, uang dan perhiasan emasnya sudah raib. Sebagai tindak lanjut, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Klungkung yang dipimpin oleh Kanit I Ipda Ibnu Rudihartono, secepatnya melakukan serangkaian penyelidikan. Salah satunya, dengan cara menginterogasi penghuni kos lain yang ada di sana. Hasilnya, mengeru-

cut kepada salah satu pacar penghuni kos, yakni I Ketut Mardana. Polisi langsung bergerak cepat mencari Mardana dan mengintrogasinya. Awalnya, pelaku sempat berbelit-belit. Tetapi, setelah terus didesak polisi, akhirnya Mardana mengakui perbuatannya. “Pelaku masuk ke kamar kos korban saat malam hari,” kata Mirza Gunawan, didampingi Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Gede Putu Ardana saat merilis

informasi penangkapan ini, Selasa kemarin. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 1.420.000 dan gelang emas seberat 4 gram milik korban. Atas perbuatannya, pelaku Mardana langsung ditetapkan menjadi tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun. (kmb31)

Pascakebakaran Pura Puncak Sari, Bupati Siapkan Dana Perbaikan Semarapura (Bali Post) Musibah kebakaran Pura Puncak Sari Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Selasa (17/9) kemarin, mendapat perhatian serius Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Kebakaran menghanguskan sejumlah palinggih, di antaranya Bale Piasan, Palinggih Pengaruman, Palinggih Seluang, Palinggih Tirta, Pamedal dan Bale Pawedaan/Penganteb. Bupati Suwirta langsung turun ke lokasi, dan menegaskan akan mencoba mengalokasikan anggaran untuk perbaikan pura tersebut. Ditemui di lokasi, Bupati Suwirta mengaku prihatin dengan kejadian ini. Bupati mengimbau pangempon pura dan tempat umum lainnya yang menggunakan atap ijuk agar lebih waspada. Terkait musibah ini, Bupati meminta bendesa dan pangempon pura untuk segera membuat surat (proposal permohonan bantuan) dengan melampirkan foto atau bukti kejadian. Pemkab akan berusaha menganggarkan tanpa harus melabrak aturan yang ada. “Mumpung APBD 2020 belum ketok palu, kami akan mencoba mengalokasikan anggaran sesuai yang dibutuhkan,” ujar Bupati Suwirta. Menurut Bupati, pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan bekas kebakaran kalau memang sudah

tidak diperlukan lagi dalam proses pengecekan dari pihak terkait. Hal ini perlu dilakukan untuk menghilangkan trauma bagi masyarakat atas musibah tersebut. “Untuk ritual pembersihan dan lainnya kami serahkan ke pihak ,” tegasnya. Sementara itu, menurut penuturan sejumlah warga, tidak ada yang mengetahui persis bagaimana kebakaran itu terjadi. Sekitar pukul 11.20 Wita, warga yang melintas di bawah sudah melihat api membesar. Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran Klungkung dengan menerjunkan sejumlah armadanya. Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana mengaku langkah-langkah penyelidikan awal adalah mencari fakta dan saksi yang pertama kali melihat kejadian ini. Setelah itu, pihaknya mengaku langsung mendatangkan Tim Labfor untuk mengetahui sumber awal titik api tersebut. Sehingga nantinya dapat disimpulkan penyebab kebakaran tersebut. Pascakedatangan Tim Labfor, warga setempat langsung membersihkan puing-puing kebakaran itu. Bendesa Pura dr. Bagus Darmayasa mengatakan, upaya ini dilakukan untuk menghapus kesan musibah tersebut, dan segera bergerak melakukan perbaikan. (kmb31)

LOKASI - Bupati Suwirta saat mengecek langsung lokasi kebakaran di Pura Puncak Sari.

Bali Post/gik


Rabu Umanis, 18 September 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dicari Karyawan Utk Cuci Mobil & Motor.Hub:082125635224

B.BP.001.09.19.0000551

*Cr Security SIMA,SpaTherapist REBORNspa, Jl.SunsetA1P:766744

Bth:Staf Produksi, utk pabrik di Tabanan. Llsn Pertanian, pglmn.Lmrn E:info@tsbali.com

B.BP.031.09.19.0000556

Urgent Marcom teamwork good English min exp.2yrs CV hrdbali2019@gmail.com

Dicari Admin Wanita Hub:0361-499124/08123965387 B.BP.001.09.19.0000441

Sopir Pariwisata,Dom Dps,Jujur & Basic English WA:08123841130 B.BP.004.09.19.0000557

Dcr Admin brpnglmn utk Distributor makanan Hub.08124611456

Urgent DW Housekeeping jujur, teamwork, usia 25th 1 s/d 19 Okt CV hrdbali2019@gmail.com

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

BENGKEL LAS

DIJUAL MOBIL

SERVICE

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.09.19.0000496

B.BP.004.09.19.0000555

B.BP.001.09.19.0000559

B.BP.001.09.19.0000558

G.01

!!!Dicari PRT Max.30th th Cew tdr dlm. gaji 2,5jt H.081237850879 B.BP.001.09.19.0000561

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Djl Toyota Land Cruiser’1997 Hijau,Cat Ori,Servis Bengkel Resmi, Mobil Siap Pakai, H.435Jt Nego,081999399566/085792112245 B.BP.001.09.19.0000519

SERVICE

BU!Yaris E Matic2012,Putih,Ors Cat,Jl P.Adi 35.H:081805808700 B.BP.001.09.19.0000549

PROPERTY DIJUAL TANAH

Tnh kav Badung,Kedampang,Sading murah bs AJB H.081339036099 B.BP.001.09.19.0000523

Tnh kav Dps Selatan Pemogan bisa AJB H.082145609297 B.BP.001.09.19.0000525

SERVICE

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY DISEWAKAN KAMAR

Kost Elit Hrg 1,4-2,5Jt Jl.Tkd Musi IIIB/10A Renon, Jl.P.Bacan 10A.H:08123928624/085100492291

B.BP.001.09.19.0000550

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172

B.BP.001.09.19.0000495

RUPA-RUPA Dana Cepat Pasti Cair (BPKB) HP/WA: 085 1000 26010 B.BP.001.09.19.0000546

KEHILANGAN Hlg Sertipikat SHM:972 Ls200m2 AN.I Wajan Tengah Rijasa & SHM 409 Ls580M2 AN.Ni Nyoman Nardi B.BP.001.09.19.0000547


Rabu Umanis, 18 September 2019

RSJ Tambah Sarana Perawatan bagi Pecandu Narkoba

SARANA PENUNJANG - Pembangunan sarana penunjang RSJP Bali di Bangli.

Bali Post/kmb40

Bangli (Bali Post) – Rumah Sakit Jiwa Provinsi (RSJP) Bali di Bangli menambah sarana pelayanan rehabilitasi narkoba dengan membangun gedung baru berlantai dua. Dengan penambahan sarana ini, nantinya pasien yang dirawat akan dipisah berdasarkan umur dan jenis kelaminnya. Sarana pelayanan rehabilitasi yang sedang disiapkan ini disesuaikan dengan standar Badan Narkotika Nasional. Direktur RSJP Bali dr. Dewa Gede Basudewa, Sp.KJ. ditemui belum lama ini mengatakan, berdasarkan UU Kesehatan Jiwa No. 18 Tahun 2014 pasal 54, RSJ juga memiliki peran menjadi tempat rehabilitasi pecandu narkotika. Pada pasal tersebut disebutkan bahwa rumah sakit jiwa harus menyiapkan sekurangkurangnya 10 persen tempat tidurnya untuk perawatan re-

hab narkotika. Di samping itu disebutkan juga bahwa pasien yang dirawat harus dipisahkan antara pasien usia muda dan dewasa, serta dipisahkan berdasarkan jenis kelaminnya. Untuk itu, RSJ Bangli saat ini menambah sarana penunjang untuk rehabilitasi pecandu narkoba dengan membangun gedung baru yang terstandar BNN. Dijelaskannya, untuk pembangunan gedung tersebut, Detail Engineering Design (DED)-nya sudah dibuat tahun 2018. Pengerjaannya dilaksanakan tahun ini. “Saat ini sedang dalam tahap pengerjaan sebagian. Jadi yang saat ini dibangun adalah tempat administrasi, tempat rawat inap bagi anak dan remaja, serta tembok keliling setinggi tiga meter,” terangnya. Pada tahun 2020 pembangunanya akan dilanjutkan kembali dengan pembangunan gedung utama. Dikatakannya,

kubik, PDAM Bangli juga harus dapat persentase. Tidak harus lima puluh persen lima puluh persen. Paling tidak dari empat ribu, Bangli kebagian seribu rupiah,” kata Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu. Ditambahkannya, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli, pihaknya saat ini sedang berupaya mengejar pendapatan daerah dari sektor sumber daya alam air. Untuk memantapkan rencana mengejar pendapatan dari sektor air dan lingkungan, Made Gianyar mengaku sudah menugaskan dua tim untuk mendalami kerja sama antara DKI Jakarta dan Bogor. “Satu tim saya tugaskan untuk mendalami bagaimana perhatian DKI Jakarta terhadap Bogor dan satu tim saya tugaskan untuk mengkaji harapan Bogor terhadap DKI Jakarta,’’ imbuh Made Gianyar. (kmb40)

TPA – Seorang perempuan sedang mengumpulkan sampah plastik di TPA regional Bangli.

gedung baru yang dibuat memiliki kapasitas 100 unit tempat tidur. Namun demikian, pihaknya akan memenuhinya dalam kapasitas minimum, 60 unit tempat tidur. Alasannya karena jumlah tenaga perawat tidak memungkinkan. Dikatakannya dari 40 unit tempat tidur yang tersedia saat ini, pihaknya belum bisa memaksimalkannya karena jumlah tenaga perawatnya terbatas hanya 13 orang. Karenanya pihaknya saat ini hanya menggunakan 26 unit tempat tidur. Dengan adanya pembangunan sarana penunjang saat ini, tentu ke depannya wajib dibarengi dengan penambahan tenaga perawat. Satu tenaga perawat idealnya mendampingi dua pasien rehab. Untuk penambahan tenaga perawat yang terlatih tersebut pihaknya akan mengajukan ke BKD Provinsi. (kmb40)

Bupati Ancam Uruk Pangkung dengan Sampah Bangli (Bali Post) -

Kabupaten Bangli sebagai daerah penyangga dan penghasil air bersih, belum mendapat perhatian yang cukup dari Pemerintah Provinsi Bali maupun kabupaten lainnya di Bali. Karenanya Bupati Bangli I Made Gianyar mengusulkan pasal dalam RTRW Provinsi Bali, agar sebagai daerah konservasi, udara bersih dan air bersih yang dihasilkan oleh Kabupaten Bangli diberikan kontribusi oleh kabupaten/kota yang menikmatinya. Jika pasal yang sudah diusulkannya itu tak mendapat persetujuan, Made Gianyar mengancam akan mereklamasi pangkung (sungai mati) di Bangli dengan sampah. Made Gianyar mengatakan, sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali, Kabupaten Bangli ditetapkan sebagai daerah penyangga dan daerah konservasi, sehingga hutan yang ada di Kabupaten Bangli menjadi hutan lindung. Pohonnya tidak boleh ditebang dan kelestarian lingkungan harus menjadi hal yang utama. Dengan ditetapkannya Bangli sebagai daerah konservasi, Made Gianyar mengaku sudah mengajukan satu pasal dalam RTRW Provinsi Bali. Dalam

pasal yang diajukan, pihaknya meminta agar diatur mengenai kontribusi yang harus diberikan kabupaten lain terhadap Bangli atas udara bersih dan air bersih yang dihasilkan Kabupaten Bangli. Tidak hanya oleh Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, tetapi juga kabupaten lain yang menikmati. “Di salah satu pasal RTWR Provinsi Bali, saya sudah ajukan satu pasal, agar sebagai daerah konservasi, udara bersih dan air bersih yang dihasilkan oleh Kabupaten Bangli, diberikan kontribusi oleh kabupaten/kota

yang menikmatinya,’’ kata Made Gianyar saat memimpin apel disiplin pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli, di Lapangan Kapten Mudita Bangli, Selasa (17/9) kemarin. Ditegaskannya, jika satu pasal ini tidak mendapat persetujuan atau dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali maupun kabupaten/kota lainnya, maka ia mengaku tidak ragu untuk menerapkan rencana reklamasi terhadap pangkung (sungai mati) yang ada di Bangli. “Kalau memang pasal ini tidak disetujui, saya tidak ragu

lagi menjalankan alternatif terakhir. Saya sudah perintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar tidak menganggarkan pembelian tanah untuk menguruk sampah di TPA. Bangli tidak punya uang untuk membeli tanah, sehingga sampah tidak perlu dibawa lagi ke TPA, tetapi bisa langsung digunakan untuk mereklamasi pangkung,” terang Made Gianyar. Pada kesempatan itu, Bupati Made Gianyar juga mengaku sudah memerintahkan Bagian Ekonomi dan PDAM Bangli untuk mengecek PDAM mana saja yang mengambil sumber air dari Bangli. Semua yang menggunakan air dari Bangli akan kita surati. “PDAM yang menggunakan air dari Bangli harus ada kerja sama dengan PDAM Kabupaten Bangli. Misalkan, PDAM Kabupaten Gianyar pakai air Bangli, terus dijual empat ribu per meter

Bali Post/kmb40

Gianyar Tanggapi Santai Kritik Arnawa Seluruh Posisi Pimpinan AKD Dipegang PDI-P

Bangli (Bali Post) – Kritik yang dilontarkan mantan Bupati Bangli I Nengah Arnawa terkait kondisi pembangunan Bangli selama sepuluh tahun terakhir yang dinilainya stagnan, ditanggapi santai Bupati Bangli I Made Gianyar. Ia mengaku senang dan berterima kasih atas kritik dan koreksi yang disampaikan Arnawa. Menurutnya, tidak ada pemimpin yang sempurna dan sukses menyelesaikan segala persoalan. “Setiap pemimpin pasti ada positif dan negatifnya. Tidak mungkin ada pemimpin yang bisa menyelesaikan semua persoalan di organisasinya seratus persen. Kecuali dagang obat yang bisa menyembuhkan segala penyakit,” ujar Made Gianyar kepada wartawan, Selasa (17/9) kemarin. Dikatakan Made Gianyar, dalam pembangunan atau menyelesaikan persoalan, sebagai pemimpin dirinya dibatasi kewenangan. Tidak semua persoalan yang ada di kabupaten bisa diselesaikan bupati. Karena sebagian ada yang jadi kewenangan gubernur dan pemerintah pusat. Di samping keterbatasan kewenangan, keterbatasan dana diakuinya juga menjadi hambatan dalam pembangunan Bangli selama ini. Karenanya kegiatan-kegiatan dilaksanakan dengan skala prioritas. “Jadi setiap pemimpin pasti ada plus minusnya. Bapak Nengah Arnawa juga ada plusnya dan juga ada minusnya. Cuma minusnya saya tidak bisa mengenali dan

saya rasa tidak perlu mencari kekurangan orang lain. Lebih baik cari positifnya sehingga rakyat Bangli bisa selalu berpikiran positif,” katanya. Menanggapi soal tidak berlanjutnya pembangunan pusat pendidikan Widya Laya di Kelurahan Kubu sebagaimana yang disoroti Arnawa, Made Gianyar menjelaskan bahwa kelanjutan pembangunan pusat pendidikan tersebut terbentur kewenangan pusat. Pemkab Bangli saat ini sebenarnya sudah melakukan langkah maju. Dengan persetujuan dewan, Pemkab sudah memberikan hak guna pakai lahan yang ada di Kubu kepada Kementerian Agama untuk didirikan Universitas Negeri Hindu Jayapangus. “Kaitannya dengan pusat pendidikan di Kubu, sebenarnya kita sudah melakukan langkah maju. Mungkin Pak Ngah (Arnawa) belum tahu itu,” ungkapnya. Mengenai dana duka, Made Gianyar menjelaskan sejatinya dana duka di Bangli tidak dihapuskan. Melainkan dimetamorfosa menjadi dana pitra yadnya. Dana tersebut bisa dianggarkan masing-masing desa menggunakan dana alokasi dana desa (ADD). “Sebenarnya dana duka tidak hilang tapi bermetamorfosa. Dana duka sudah kita lakukan perbaikan ke arah kemajuan. Nilainya bukan lagi satu juta. Sekarang berapapun biaya pitra yadnya bisa dianggarkan desa, ada yang Rp 100 juta Rp 150 juta. Bisa dikonfirmasi langsung ke desa-desa,” jelasnya.

Ia juga menanggapi kritik Arnawa soal Museum Geopark yang diserahkan ke pemerintah pusat. Dijelaskan Gianyar, alasan pihaknya menyerahkan aset museum Geopark ke pusat karena biaya operasionalnya cukup tinggi. Banyak uang kabupaten yang dulu tergerus untuk membiayai operasional museum. Selain itu alasan lainnya adalah agar Bangli bisa selalu menjadi perhatian pusat. “Sebenarnya ini adalah strategi kita supaya Bangli selalu dipikirkan pusat. Dengan ada aset museum di Bangli, pusat akan sering ke Bangli,” ujarnya. Soal TPA Regional Landih yang disoroti karena pengelolaannya diserahkan ke provinsi, Made Gianyar mengatakan itu sebenarnya kehendak masyarakat. Dijelaskan, dari segi luasan, TPA regional yang hanya 4 hektar tidak ideal untuk menampung sampah dari kabupaten luar. “Bangli saja yang buang sampah kewalahan. Apalagi kabupaten lain juga bawa sampah ke sini. Sehingga di RTRW kita

Bali Post/kmb40 I Made Gianyar

usulkan Pemkab Bangli supaya TPA regional tidak lagi jadi TPA regional tapi jadi TPA Bangli,” jelasnya. Tak hanya itu, secara teknis keberadaan TPA regional di Bangli juga dianggap tidak layak karena lokasinya berada di hulu Bali. “Itu harus didasari kabupaten lain. Kalau sampah menumpuk, air di selatan kan tercemar jadinya,” imbuhnya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Alat kelengkapan DPRD Bangli telah terbentuk. Penetapan dilaksanakan melalui rapat paripurna internal, Selasa (17/9) kemarin. Seluruh posisi pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) dipegang anggota DPRD dari PDI-P. Komisi I yang membidangi pemerintahan, posisi ketua dijabat kembali Satria Yudha, sementara posisi wakil ketua dijabat I Dewa Gede Suamba Adnyana dan Sekretaris Ni Wayan Indrawati dari PDI-P. Komisi II bidang perekonomian dan kesejahteraan rakyat, posisi ketua diisi kembali I Ketut Mastrem. Sementara posisi wakil ketua Komisi II dijabat I Made Krisnawa dari Partai Demokrat dan sekretaris dijabat I Wayan Wirya dari PDI-P. Komisi III yang membidangi keuangan dan pembangunan, posisi ketua dijabat I Made Natis sementara posisi wakil

ketuanya dijabat I Wayan Karyasa dari PDI-P dan sekretaris dijabat I Nengah Reken dari Partai Golkar. Alat kelengkapan dewan lainnya, yakni Badan Kehormatan (BK), posisi ketua diisi I Wayan Karyasa, sementara wakil ketua dijabat I Wayan Basma dari Partai Golkar. Posisi Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) ditempati I Wayan Wirya dan wakil ketua I Made Krisnawa dari Partai Demokrat. Sementara itu untuk Badan Anggaran (Banggar) yang anggotanya terdiri dari 15 orang dan Badan Musyawarah (Bamus) yang beranggotakan 12 orang posisi ketuanya dipegang pimpinan DPRD Bangli. Ketua DPRD Bangli Wayan Diar dikonfirmasi usai rapat kemarin mengatakan, alat kelengkapan dewan yang telah ditetapkan tersebut merupakan hasil musyawarah.

“Suasana rapat internal tadi, sangat kondusif. Semua dimusyawarahkan,” terangnya. Pascapenetapan alat kelengkapan dewan, Diar mengatakan agenda DPRD Bangli selanjutnya adalah melakukan pembahasan Rancangan APBD Perubahan 2019. Terkait pembahasan tersebut, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Badan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli. Paling lambat rancangannya akan disiapkan Senin depan. “Kita punya waktu efektif untuk menyelesaikan RAPBD Perubahan sepuluh hari. Kalau bisa Senin disampaikan, sorenya pemandangan umum fraksi. Besoknya jawaban eksekutif. Setelah itu lanjut pembahasan. Paling lambat tanggal 30 September ini RAPBD Perubahan bisa kita tetapkan,” kata Diar. (kmb40)


Rabu Umanis, 18 September 2019

Jelang Hadapi Kepulauan Mariana Utara

Timnas U-16 Pertajam ’’Finishing’’

Jakarta (Bali Post) – Timnas Indonesia akan melawan Kepulauan Mariana Utara di laga kedua Grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 2020. Untuk itu, Garuda Muda memantapkan penyelesaian akhir (finishing).

EMAS - Nyoman Tryadnya Arya Kurniawan peraih emas bersama Made Sastra Wibawa.

Nyoman Tryadnya Arya Kurniawan Kawinkan Dua Emas Denpasar (Bali Post) Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmas sukses mendulang prestasi di ajang Porprov Bali 2019. Nyoman Tryadnya Arya Kurniawan meraih emas di tunggal putra dan ganda campuran cabang bulu tangkis. Anak ketiga WR III Unmas Ir. Made Sastra Wibawa, M.Erg. yang memperkuat Kabupaten Badung itu di final tunggal putra mengalahkan pebulu tangkis Denpasar Pasek Ekayana dua set langsung. Sementara di ganda campuran Tryadnya Arya Kurniawan berpasangan dengan Ayu Gari Luna Maharani menang melawan pasangan Denpasar Aditya Pratama P dan Karisma Maharani dengan skor 2-1. Nyoman Tryadnya Arya Kurniawan, Selasa (17/9) kemarin, mengunkapkan bah-

wa mengawinkan dua emas baginya adalah pekerjaan berat. Dia memerlukan waktu berbulan-bulan berlatih intensif, selain digembleng oleh pelatih juga oleh sang ayah. Untuk itu, prestasi luar biasa ini dia peruntukkan bagi sang ayah yang ultah bersamaan dengan pelaksanaan Porprov Bali. WR III Unmas Made Sastra Wibawa tampak bangga melihat prestasi mahasiswa yang juga anak ketiganya di ajang Porprov Bali 2019. Dia mengatakan ajang Porprov di samping ajang untuk menjaga gengsi daerah, juga membawa nama baik kampus sebagai atlet dari mahasiswa. Bahkan Porprov Bali ini, katanya, sebagai ajang pemanasan untuk Pomnas di Jakarta 18 - 26 September 2019 mendatang. Sejumlah mahasiswa Unmas akan membawa nama Bali & BAPOMI Bali. (025)

Akan Vakum

‘’Maka OTT ini harus menunggu dewan pengawas terbentuk, sampai izinnya ada. Jadi ini akan vakum, jadi pemberantasan korupsi ke depan akan vakum dan kasus besar di KPK akan vakum, akan berhenti,’’ katanya.

Sementara itu, pakar hukum dari Universitas Indonesia (UI) Chudry Sitompul menilai revisi UU tentang KPK yang telah disetujui Rapat Paripurna DPR untuk disahkan menjadi UU diperlukan agar tercipta check and balances dalam penegakan hukum di Indonesia. KPK selama ini menjadi sebuah lembaga yang sangat istimewa

Melalui Kajian

‘’Jika saya mengambil sudut pandang seniman, maka akan sangat berbeda orientasinya jika kita membawakan tarian yang sakral. Ini karena orientasinya 100 persen adalah persembahan kepada Tuhan, bukan untuk menghibur, apalagi komersial. Kalau demikian sudah menyimpang namanya,’’ ujar pria yang juga seniman tari ini. Sementara itu, Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof. I Gede Arya Sugiartha menyebut daftar tarian yang disakralkan tersebut sudah melalui kajian antara lain melibatkan tim dari ISI Denpasar, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali serta Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan (Listibya) Provinsi Bali. ‘’Kesepakatan ini tentu akan diteruskan dengan sosialisasi lebih lanjut ke masyarakat, agar tidak terjadi salah pemahaman. Sekali lagi ini bukan mengekang kreativitas, namun upaya untuk mendudukkan seni sakral ini di tempat yang semestinya. Unsur nilainya bisa berkembang lagi di masyarakat,’’ urainya. Pada kesempatan tersebut juga, budayawan Prof. Dr. Made Bandem menyebut pendataan tarian sakral yang disusun tersebut berdasarkan kepada rumusan di tahun 1971 dengan klasifikasi bertajuk ‘’Wali, Bebali dan Bali-Balihan’’ yang diartikan sebagai wali (sakral)

atau bebali (upacara) dan balihbalihan (hiburan). ‘’Tari wali dan bebali dapat ditarikan di tempat dan waktu tertentu. Tari wali dipentaskan di halaman bagian dalam pura dan tari bebali di halaman tengah (jaba tengah - red) jadi dapat dikategorikan sebagai tarian sakral. Sebaliknya tari balihbalihan ditarikan di halaman luar pura (jaba sisi - red) dalam acara yang bersifat hiburan lebih ditekankan kepada sisi artistiknya dan bisa dipentaskan di tempat lain, untuk pariwisata dan lainnya,’’ ujar Prof. Bandem. Dilanjutkan Prof. Bandem, dalam data mutakhir yang disusun pada tahun 1992 oleh Listibya di mana terdaftar 6.512 kelompok seni di Bali yang 70 persen di antaranya mengusung tari kategori wali dan bebali. ‘’Perkembangan seni yang begitu pesat di Bali dan pada tahun 2015 kita menemukan 10.049 sekaa di Bali dan tetap sebagian besar pada wilayah tari wali dan bebali. Ini dasarnya sehingga perlu diproteksi lebih jauh lagi. Apalagi kita ketahui tari-tarian sakral ini adalah sumber dari seni tari di Bali,’’ tambahnya. Proteksi ini, menurut Prof. Bandem, juga memiliki acuan kepada usulan agar istilah ‘’Wali, Bebali dan Bali-Balihan’’ ini dienskripsi oleh UNESCO, sehingga wajib adanya untuk dilestarikan dan dijaga lebih kuat terhadap perubahan-perubahan zaman. Dalam kesepakatan yang

Timnas U-16 vs Kepulauan Mariana Utara berlangsung di Stadion Madya hari ini pukul 20.00 Wita. Tim asuhan Bima Sakti di atas angin menjelang duel itu. Saat melawan Filipina, Timnas U-16 memetik kemenangan meyakinkan dengan memetik kemenangan empat gol tanpa balas. Sementara Kepulauan Mariana Utara kalah telak dalam dua laga awal saat dibantai 0-7 oleh Filipina dan dihajar Brunei Darussalam 1-5. Bima mengungkapkan salah satu fokus utamanya menjelang pertandingan melawan Kepulauan Mariana adalah penyelesaian akhir. Meski berhasil mencetak empat gol, Marcell Januar dkk. dianggap masih sering membuang kesempatan.

11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Kasuksman Dewa Pitara Pratistha (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shooping 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Bali TV Shop 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Budidaya Ikan Nila dan Ikan Bawal 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shooping

tidak mau berhenti sampai di sini aja. Selanjutnya ada laga lawan Kepulauan

Mariana, Brunei Darusalam, d a n Tiongkok. Kami fokus di pertandingan selanjutnya,’’ kata Marcell. (kmb33)

China Open 2019

Fajar/Rian Lolos ke Babak Kedua Changzhou – Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melewati ujian pertama di China Open 2019 dengan mulus. Sementara itu, Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti terhenti. Dalam turnamen BWF World Tour Super 1000 itu, Fajar/Rian menang dua set langsung di babak pertama. Bertanding di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Selasa (17/9) kemarin, Fajar/Rian mengalahkan Bodin Isara/Maneepong Jongjit dengan skor 21-14, 21-11. dan melebihi kewenangan yang dimiliki aparat penegak hukum lain. ‘’Kita mau menata agar tidak ada lembaga yang kekuasaannya tak terbatas. Setiap lembaga yang kekuasaannya tidak terbatas tentu menimbulkan masalah dan biasanya akan terjadi penyalahgunaan dalam kewenangan,’’ kata Chudry. (ant/kmb14) dibacakan oleh Kadis Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana, disebutkan bahwa dalam upaya Penguatan dan Pelindungan Kebudayaan Bali sesuai visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, menuju Bali Era Baru, maka dibuat Keputusan Bersama tentang Penguatan dan Pelindungan Tari Sakral Bali yang ditandatangani oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana M.Si., Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua Umum Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan (Listibiya) Provinsi Bali Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., dan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. serta disaksikan oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra. Adapun jenis tari yang dimaksud antara lain: Tari Rejang, tari Sanghyang, tari Baris Gede, Wayang Lemah, Topeng Sidakarya dan lainlain dengan total 127 jenis tarian. ‘’Namun tidak menutup kemungkinan bisa bertambah lagi, dengan melihat aspirasi dan usulan masyarakat,’’ ujar Adnyana. (kmb)

Rabu, 18 September 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Kasuksman Dewa Pitara Pratistha (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Krishna Garuda (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:05 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping

Dalam sesi latihan di Stadion Madya, Selasa (17/9) kemarin, Bima pun melakukan sesi shooting ke gawang yang dilakukan para pemainnya. Pemain harus lebih konsentrasi. ‘’Saya sampaikan ke mereka tidak boleh menganggap remeh. Setiap tim yang ada di Kualifikasi Piala Asia di sini semua bagus. Saya sampaikan ke mereka jangan pernah jemawa, jangan lupa diri, harus tetap fokus dalam setiap pertandingan, dan bisa mencetak gol lebih banyak lagi,’’ sambungnya. Kapten Indonesia, Marcell Januar, menegaskan timnya tak boleh terlalu lama larut dalam euforia kemenangan. Fokus dan konsentrasi harus tetap terjaga. ‘’Perasaan tim senang bisa menang, tapi kami

16:30 Wita DW TV 17:00 Wita Dialog Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi Jerawat 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 22:30 Wita Folk Song 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel

‘’Alhamdulillah kami bisa menang di pertandingan pertama ini. Hari ini kami menyesuaikan diri di lapangan karena ini adalah pertandingan pertama di turnamen ini. Lapangannya cukup berangin, jadi kami sesuaikan pukulan-pukulan kami dengan kondisi lapangan yang begini,’’ kata Fajar. Lolos ke babak kedua, Fajar/Rian akan menghadapi pasangan Taiwan, Lu Ching Yao/Yang Po Han. Secara head-to-head, Fajar/ Rian yang ditempatkan sebagai unggulan ketujuh itu memimpin 2-1 atas Lu/Yang.

Sementara itu dari nomor ganda campuran, hasil berbeda dituai dua wakil Indonesia. Praveen/Melati kandas, sedangkan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari lolos. Praveen/Melati harus mengakui keunggulan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa. Pasangan yang ditempatkan sebagai unggulan keenam itu kalah dalam pertarungan tiga set dengan skor 20-22, 21-17, 17-21. Di pertandingan lainnya, Rinov/Mentari meraih kemenangan atas wakil Malay-

Tak Pernah Sepi

Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi-saksi, kebakaran ini dipicu api dupa. Saksi yang dimintai keterangan di antaranya Bendahara Pura Goa Lawah Putu Juliadi, tukang parkir Made Swirta, security Ketut Cahya Suriawan. Pengurus pura setempat, Putu Juliadi, menambahkan di sekitar pura diakui memang banyak monyet liar. Ada dugaan, saat umat selesai sembahyang, monyetnya berebut makanan dari banten yang masih ada dupanya. Sehingga dupanya ikut terbawa naik ke atap palinggih, saat monyetnya naik. Tetapi, untuk penyebab pastinya, pihaknya menyerahkan langsung ke petugas kepolisian untuk menyelidiki lebih lanjut. Terlebih, pascakebakaran Tim Forensik dari Polda Bali juga akan segera turun ke lokasi. Pura Puncak Sari ini menjadi satu-kesatuan dengan Pura Goa Lawah. Pura ini setiap hari tak pernah sepi dari ak-

tivitas umat Hindu. Sehingga pihak pengurus Pura Goa Lawah pun bergerak cepat untuk melakukan langkah-langkah penanganan. Bendesa Pura dr. Bagus Darmayasa mengatakan sudah melakukan pertemuan dengan pengurus pura lainnya maupun dengan para tokoh masyarakat lainnya di Desa Pesinggahan. Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan tangkil ke Gria Dawan untuk memohon petunjuk sang sulinggih, khususnya mengenai langkah apa yang harus ditempuh selanjutnya secara niskala. Sementara untuk proses perbaikan puranya, pihaknya juga sudah melibatkan sejumlah arsitek untuk melakukan pengukuran palinggih berikut membuat gambarnya, sehingga proses perbaikannya dapat dilakukan dengan cepat. ‘’Saya targetkan proses perbaikan palinggih yang terbakar sudah tuntas dalam dua bulan, sehingga umat sudah bisa kembali beraktivitas melakukan persembahyangan,’’ ujarnya. (kmb31)

sia, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing. Rinov/Mentari menang 21-18, 16-21, 21-12. Di babak kedua, Rinov/Mentari akan menghadapi pemenang dari pertandingan antara Seo Seung Jae/Chae Yujung dan Ou Xuan Yi/Feng Xue Ying. (kmb33)

Menjadi Liar Selain itu, lanjut Mangku Mertayasa, masyarakat yang memiliki terlalu banyak anjing umumnya membuang begitu saja di suatu tempat. Akibatnya, anjing-anjing tersebut menjadi liar atau tak berpemilik dan berisiko terkena rabies. Ia pun memberi masukan agar kegiatan sosialisasi, vaksinasi dan eliminasi selektif dijadwalkan secara pasti sebagai sebuah rutinitas penanganan. Kelompok Ahli Pembangunan Pemprov Bali Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S. mengatakan kasus rabies bukanlah sesuatu yang baru, tetapi bersiklus. Kendati ada indikasi penurunan sejak Bali terjangkit pada 2008, namun untuk menolkan kasus positif rabies masih membutuhkan proses. Sekalipun sudah ada komitmen dari berbagai pihak untuk bersama-sama melakukan penanganan. ‘’Tapi ketika upaya itu dilakukan, kok tidak menyelesaikan masalah, pasti ada metode yang salah,’’ ujarnya. Supartha menambahkan, pengendalian rabies harus memakai sistem gertakdal atau

gerakan serentak pengendalian. Oleh karena itu, akademisi Universitas Udayana ini menyarankan agar dilakukan pemetaan sesuai dengan lokus dan fokusnya. Lokus yang dimaksud adalah lokasi-lokasi per kabupaten di mana kasus rabies terjadi, berapa jumlahnya per kabupaten, seperti apa kasus yang ada, dan apa penyebab kasus itu terjadi. ‘’Karena kasus di daerah lain seperti Denpasar dan Tabanan itu kan nol, kemudian Karangasem dan Buleleng justru kasusnya tinggi. Kita bisa mengambil pelajaran, kasus yang di Denpasar nol itu karena apa, dan kasus yang ada di Karangasem itu juga tinggi kenapa,’’ jelasnya. Dari pemetaan tersebut, lanjut Supartha, bisa dilakukan komparasi terkait penanganan dan penyebab kasus rabies. Selain itu, pemetaan juga untuk mengetahui titik lemah penanganan, terutama pada daerah-daerah zona merah. ‘’Ini perlu edukasi kepada masyarakat supaya nanti mereka paham betapa pentingnya penanggulangan rabies ini bagi keselamatan masyarakat itu sendiri,’’ imbuhnya. (kmb32)


KESEHATAN TOP IN VASI RABU UMANIS, 18 September 2019

WONDERFUL BALI

BUDAYA

Citadines Kuta Beach Bali

Akomodasi Nyaman di Depan Pantai Kuta JIKA sedang berlibur ke Bali bersama keluarga, berkelompok atau bersama pasangan berbulan madu, Anda bisa memilih Citadines Kuta Beach Bali sebagai tempat tinggal. Akomodasi yang terletak di Jalan Pantai Kuta ini juga baik bagi solo traveler yang ingin menghabiskan waktu di kawasan Pantai Kuta. Citadines Kuta Beach Bali memberikan pengalaman menginap dengan pelayanan hotel bintang 4 dengan fasilitas yang lengkap. Lokasinya sangat dekat dengan Bandara Internasional Ngurah Rai, yang jaraknya sekitar 30 menit berkendara. Hotel ini berada tepat di depan Pantai Kuta, sehingga sepanjang hari bisa bermain pasir putih Pantai Kuta, ditemani deburan ombak dan eloknya wajah matahari terbenam. Jika ingin belanja, lokasinya juga sangat dekat dengan mall, salah satunya

PENDIDIKAN

SENIMAN Bali Post/bud

di Beachwalk Shopping Mall. Hanya dengan berjalan kaki selama 10 menit, sudah tiba di icon perbelanjaan modern Kuta itu. Tempat belanja barang-barang bermerek, pusat oleh-oleh Legian dan tempattempat yang menyajikan hiburan malam juga sangat dekat yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Hotel yang dikelola oleh The Ascott Limited ini memiliki 194 kamar dengan tipe kamar standard di Studio, Studio Deluxe, Studio Executive serta Studio Premier dan tipe kamar suite 1 Bedroom Executive dan 2 Bedroom Premier. Fasilitas di masing-masing tipe kamar standard antara lain, Studio di lantai satu dengan private garden, Studio Deluxe dengan minimalis kitchenette, dan Studio Executive dengan partial sea view. Tipe kamar suite menawarkan perpaduan apartemen dan hotel, antara lain kitch-

enette, washing-drying machine, refrigerator, dining area, living room serta kamar mandi yang menggunakan bath-tub. Memilih tipe kamar ini, dapat memuaskan diri karena memiliki pamandangan langsung ke Pantai Kuta, menyaksikan hamparan pantai dan pasir serta aktivitas yang ada di kawasan pantai berpasir putih itu. Hotel-hotel di sepanjang Pantai Kuta ini menawarkan berbagai kenyamanan hunian, namun fasilitas di Citadines Kuta Beach Bali memiliki fasilitas cukup unik. ‘’’Kami memiliki Launderette Room yang memungkinkan tamu untuk mencuci, mengeringkan, bahkan menyeterika pakaian sendiri. Fasilitas ini self-service dan gratis bagi tamu yang menginap di Citadines Kuta Beach Bali,’’ kata Marketing Communication Executive Citadines Kuta Beach Bali, Maherna Ika

Krismayanti. Maya -- demikian panggilan akrabnya -- mengatakan fasilitas lain yang bisa dinikmati para tamu, seperti pusat kebugaran, business center, serta spa and massage. Wisatawan bisa memanfaatkan fasilitas Sea Sky Rooftop Lounge & Bar. Dari rooftop ini wisatawan dapat menyaksikan pemandangan pantai. ‘’Ada semacam one stop entertainment and leisure. Setelah seharian berkaktivitas, para tamu bisa memanjakan diri di spa atau rooftop swimming pool,’’ ungapnya. Sea Sky Roof Top Bar terletak di puncak atap gedung hotel, memberikan wisatawan untuk bisa menikmati berbagai jenis masakan Asia dan Barat yang lezat. ‘’Jadi sangat tepat untuk tinggal di hotel ini untuk dapat menikmati pemandangan Pantai Kuta, terutama matahari terbenam,’’ tutupnya. (bud)

Iuran BPJS Kesehatan akan Naik

Pemprov Bali Data Ulang PBI

WACANA kenaikan iuran BPJS Kesehatan terus bergulir di pusat. Pemprov Bali sudah menghitung konsekuensi tambahan anggaran untuk menanggung Penerima Bantuan Iuran (PBI). Kenaikannya mencapai hampir dua kali lipat dari yang dialokasikan Pemprov tahun ini, sehingga akan sangat membebani APBD. Bahkan, dapat mengganggu fiskal di daerah. ‘’Sekarang ini kan besaran preminya Rp 23 ribu per orang, naik menjadi Rp 42 ribu, hampir 100 persen. Di Bali, tahun ini sudah berlaku kebijakan untuk 95 persen Universal Health Coverage (UHC) JKNKBS. Sudah kita hitung konsekuensi tambahan anggarannya itu hampir dua kali lipat,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Selasa (17/9) kemarin. Tahun ini, lanjut Koster, anggaran yang digelontorkan untuk program JKNKBS sebesar Rp 495.671.353.200. Rinciannya, Rp 170.468.649.798 bersumber dari APBD Provinsi. Sedangkan sisanya yakni Rp 325.202.703.402 bersumber dari APBD kabupaten/kota se-Bali. Skema yang dipakai adalah sharing, 51 persen dari provinsi dan sisanya oleh kabupaten/kota. Kecuali Gianyar dengan persentase 40 persen provinsi dan 60 persen kabupaten, serta Denpasar dan Badung yang sudah mampu mandiri. Tahun 2020, Badung dan Denpasar baru akan dialokasikan 10 persen. ‘’Kalau kita hitung (kenaikan iuran - red), provinsi akan menanggung Rp 300 miliar lebih. Totalnya dengan kabupaten/kota Rp 700 miliar lebih, kan berat ini. Nanti kabupaten tersedot banyak anggarannya,’’ jelasnya. Koster mengaku akan mengevaluasi konsekuensi tambahan anggaran tersebut. Terutama dari segi data masyarakat yang masuk kategori PBI. Data yang ada saat ini akan dicermati dan dianalisis kembali. Begitu juga sejumlah lembaga atau perusahaan di Bali yang cukup banyak belum menjalankan kewa-

jiban untuk menanggung karyawannya. ‘’Ini kami akan data lagi dalam waktu beberapa bulan ini, agar yang betul-betul menjadi kewajiban pemerintah pusat melalui APBN dan pemerintah daerah melalui APBD adalah orang yang pantas menerima hak itu,’’ jelasnya. Menurut Koster, angka kemiskinan di Bali 3,9 persen atau sekitar 200 ribu penduduk inilah yang harus dikejar untuk menjadi PBI. Atau yang menjadi tanggung jawab utama pemerintah dan pemerintah daerah. Tapi kenyataannya, saat ini APBD menanggung sampai 700 ribu penduduk dan itu pun di luar yang ditanggung APBN. ‘’Kan jadinya kontradiksi, ternyata banyak orang yang sebenarnya mampu, kaya dia. Ada yang pegawai negeri, ada yang pegawai BUMD, karyawan perusahaan karena perusahaannya tidak memberikan jaminan BPJS, ada juga yang karena memang dia enggak ingin daftar jadi peserta BPJS akhirnya masuk,’’ paparnya. Sebab menurut undang-undang, lanjut Koster, asal tidak mendaftar maka harus ditanggung oleh negara. Padahal setelah dianggarkan, yang bersangkutan pun belum tentu memakai. Tapi lantaran berbentuk premi dan dianggarkan, saat tidak dipakai pun akhirnya bisa dibawa ke mana-mana karena merupakan sharing publik. (rin)

Putu Bonuz Sudiana Total Jadi Pelukis MENENTUKAN pilihan hidup secara totalitas menjadi seniman lukis, masih banyak diragukan orang. Sebab, berprofesi sebagai pelukis ada pasang-surutnya. Kadang ramai orderan, kadang sepi yang berimbas pada ekonomi keluarga. Namun hal itu tidak berlaku bagi Putu Bonuz Sudiana. Lelaki asal Banjar Majuh, Batumulapan, Nusa Penida ini mantap memilih menjadi seniman lukis. Tanpa ragu ia totalitas menjadi pelukis sejak di SMSR Gianyar. Dari melukis di kamar

‘’Sekarang ini kan besaran preminya Rp 23 ribu per orang, naik menjadi Rp 42 ribu, hampir 100 persen. Di Bali, tahun ini sudah berlaku kebijakan untuk 95 persen Universal Health Coverage (UHC) JKN-KBS. Sudah kita hitung konsekuensi tambahan anggarannya itu hampir dua kali lipat.’’ Gubernur Koster

kosnya, ia menghasilkan uang karena lukisannya laku dijual di Pasar Sukawati. Keyakinannya semakin kuat ketika kuliah di STSI Denpasar. Dari sana ia bergaul dengan para perupa. Ia tak pernah minder walaupun dari Nusa Penida. Bahkan, kuliah di STSI Denpasar, ia menemukan pujaan hati yang dijadikan istrinya. ‘’Saya tak pernah minder bertemu, berdiskusi dengan siapa pun. Walaupun dari kampung, Nusa Penida. Namun kepercayaan diri saya besar dan itu pula mem-

buat saya selalu semangat sampai sekarang akhirnya memilih di jalur seni lukis abstrak,’’ ujar Putu Bonuz, belum lama ini. Untuk memantapkan pilihan hidupnya menjadi pelukis abstrak, ia membuat studio di sekitaran Batubulan, Gianyar. Studio tersebut diberi nama ‘’Studio Batu 8’’. Studio ini akan menjadi tempat ia mengeksplorasikan diri membuat lukisan abstrak, sekaligus tempat pameran hasil karyanya. Selain itu, Studio Batu 8 ini juga dijadikan semacam

tempat diskusi para seniman, baik seni lukis, musik maupun lainnya. Karena pergaulannya tidak terbatas pada seni lukis saja. ‘’Studio ini akan menjadi tempat saya untuk berkarya sekaligus memajangnya, walaupun pameran di dalam negeri dan luar negeri tetap saya lakukan. Walaupun di era internet ini tentunya orang lebih banyak melihat lukisan saya dari instagram, tetapi tempat tetap p e nt ing ka re na m e nja d i tempat memajang lukisan agar terlihat lebih menarik,’’ tandasnya. (win)

Eksportir Bertambah, Produk Pertanian Bali Menggeliat BALI mengawali ekspor buah ke luar negeri. Ekspor produk pertanian secara resmi baru dilakukan tahun 2018. Saat itu baru ada satu eksportir dari Bali yang mengirim buah ke luar negeri yaitu Raja Manggis. Bahkan eksportir buah dari luar Bali pun tidak ada. ‘’Tetapi sekarang sudah banyak eksportir buah dari luar Bali yang turut meramaikan perdagangan ekspor produk pertanian,’’ ungkap Kepala Seksi Fasilitasi Ekspor Impor Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali IGN Satriya Wibawa, Selasa (17/9) kemarin. Di Bali hingga saat ini sudah ada enam perusahaan

yang melakukan ekspor buah. Eksportir pun setiap tahun meningkat jumlahnya. Dikatakan, saat ini ada enam pengajuan yang masuk untuk menjadi eksportir produk pertanian, namun belum disurvei. Dengan adanya penambahan eksportir ini, menggambarkan produk pertanian Bali mulai menggeliat. ‘’Artinya permintaan semakin lama semakin banyak. Ke depan diharapkan permintaan buah–buahan dari Bali terus meningkat,’’ ungkapnya. Enam eksportir itu selain mengekspor manggis, juga mangga, salak dan buah naga. ‘’Dulu buah dari luar Bali diekspor lewat Bali. Bahkan ketika permintaan manggis dari luar

negeri tidak bisa dipenuhi Bali, dipasok dari luar Bali. Bahkan tahun 2018, manggis didatangkan dari Sumatera dikirim ke Bali. Dari Bali diekspor ke luar negeri,’’ bebernya. Manggis saat ini baru diekspor ke China, sedangkan mangga, salak dan buah naga diekspor ke Rusia. Tahun 2018, buah asal Bali yang diekspor volumenya lebih dari 13.000 ton dengan nilai USD 12 juta, sedangkan tahun 2019 hingga Juni, buah yang diekspor volumenya lebih dari 5.000 ton dengan nilai USD 6,8 juta. Kepala Bidang Produksi TPHP Provinsi Bali I Wayan Sunarta mengatakan, buah yang diekspor itu harus berasal dari kebun yang tereg-

istrasi dan produknya sudah disertifikasi. ‘’Tapi untuk manggis, salak, buah naga memang harus menampilkan nomor registrasi kebunnya ketika diekspor. Sedangkan mangga belum karena mangga jarang ada organisme pengganggu tanaman (OPT),’’ ungkapnya, Senin (16/9). Petani yang telah mendapatkan nomor registrasi apabila ia telah menerapkan cara-cara budi daya yang baik dan benar dan cara–cara mengolah buah yang baik dan benar. ‘’Namanya GAP (good agriculture practices) dan good handling practices. Sehingga itulah yang membuat nomor registrasi harus dicantumkan pada eksportir,’’ ungkapnya. (may)

Bali Post/eka

PERTANIAN - Seorang petani memetik buah jeruk di Plaga, Badung. Beberapa produk pertanian Bali telah menjadi komoditas ekspor.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 18 September 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu