Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Sebagai Konsultan Nonformal
Sandoz Akui Terima ’’Fee’’ dari Investor
Denpasar (Bali Post) Putu Pasek Sandoz Prawirotama, anak mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Rabu (17/7) kemarin bersaksi untuk terdakwa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra terkait kasus penipuan atau penggelapan perizinan Pelabuhan Benoa. Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Ida Ayu Adnya Dewi itu, Sandoz mengaku menerima fee dari investor sejumlah Rp 7,5 miliar sebagai konsultan nonformal. Saat dicecar oleh majelis hakim, Sandoz banyak menjawab dengan tidak tahu. Sandoz dalam persidangan kemarin mengakui kenal dengan investor Sutrisno Lukito karena dikenalkan terdakwa Agung Alit Wiraputra sebagai investor dari Jakarta. ‘’Tanggapan saya bagus,’’ tandas Sandoz yang mengaku bertemu di Kantor Hipmi Bali di Sanur. Pertemuan berikutnya juga menyampaikan keseriusan investor untuk berinvestasi di Bali. Sutrisno kemudian meminta Sandoz menjadi konsultan dalam investasi tersebut. Majelis hakim mengejar konsultasi apa yang dimaksud? Sandoz mengatakan bahwa
dia hanya memberikan saran, masukan dan informasi. Atas jawaban itu, hakim menanyakan soal kesepakatan antara investor dengan pihak yang akan membantu. Namun, Sandoz mengaku tidak mengetahui poin-poin kesepakatan tersebut. Dia hanya tahu dalam draf yang dibuat saksi Made Jayalantara, bahwa para pihak itu ada nama Sutrisno sebagai pihak pertama dan Sandoz sebagai pihak kedua. Sandoz menolak namanya dimasukkan sebagai para pihak, karena dia tetap mengaku hanya sebagai konsultan. ‘’Saya tidak ada ikatan apa pun, hanya sebagai membantu sebagai konsultan,’’ tandas Sandoz. Majelis hakim PN Denpasar kemudian menanyakan apakah saksi tahu nilai investasi dalam proyek tersebut? ‘’Setahu saya sekitar Rp 6 triliun,’’ tandas Sandoz. Namun, sambung saksi, bahwa belum ada realisasi dalam proyek itu, dan istilah Sandoz ‘’hanya sekilas info’’. Saat hakim mengonfirmasi soal pertemuan investor dengan ayah Sandoz yakni Mangku Pastika, sesuai keterangan dari Sutrisno selaku investor, Sandoz mengaku tidak tahu.
Sudah Jadi Tradisi SEJUMLAH tokoh kelahiran Bali pernah mendapatkan kepercayaan sebagai menteri dalam pemerintah Republik Indonesia. Bahkan hampir semua presiden RI pernah memiliki menteri kelahiran Bali. Sesuai dengan konsep negara yang menjunjung kebinekaan, adanya putra Bali sebagai menteri sudah menjadi kewajaran. Putra Bali yang pertama tercatat sebagai menteri adalah Ida Anak Agung Gde Agung sebagai Menteri Luar Negeri. Menjabat di era pemerintahan Presiden Soekarno namun hanya setahun yakni dari 1955 sampai dengan 1956. Pergolakan politik yang cukup tinggi membuat pemerintahan ketika itu berganti dengan sangat cepat. Pergantian kabinet pun menjadi hal yang sangat sering terjadi. Sejak orde lama tumbang dan kekuasaan berada di tangan Soeharto dengan orde baru-nya, nama-nama Bali yang menduduki kursi kabinet baru muncul di tahun 1990-an. Nama yang tercatat sebagai menteri di era Soeharto adalah Ida Bagus Sudjana, seorang jenderal Angkatan Darat yang menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ini berarti selama hampir 20 tahun lebih kekuasaannya, Soeharto tidak pernah melirik putra Bali sebagai menteri. Jadi selama orba, hanya ada satu putra Bali pernah merasakan kursi menteri. Namun kemunculan Sudjana seakan-akan menjadikan nama Bali di kabinet sebagai tradisi. Saat era reformasi, di kepemimpinan transisi Habibie, ada nama Ida Bagus Oka sebagai Menteri Negara Keluarga Berencana dan Kependudukan yang hanya menjabat dari 1998-1999. Pergantian Habibie ke Gus Dur lalu ke Megawati tetap menempatkan putra Bali sebagai menteri yakni I Gede Ardika. Seiring dengan moncernya Bali sebagai tujuan pariwisata dunia, jabatan yang dianggap pas bagi putra Bali adalah menteri yang berkaitan dengan pariwisata. Jadilah Ardika menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Ketika Megawati kalah dalam kontestasi pilpres dari mantan bawahannya yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), putra kelahiran Bali tetap ada yang dipercaya sebagai menteri yakni Jero Wacik. Lagi-lagi jabatan menteri yang dianggap pas adalah berkaitan dengan pariwisata. Jadilah kemudian Jero Wacik duduk di Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Namun di periode berikutnya, Jero Wacik yang lulusan ITB dipercaya sebagai Menteri ESDM. Sayangnya kasus korupsi menghentikan langkah putra kelahiran Kintamani itu di tengah jalan. Terpilihnya Jokowi sebagai presiden, menjaga tradisi putra Bali di kursi kabinet. Terlebih lagi Jokowi adalah petugas PDI Perjuangan di mana Megawati sebagai ketua umum dikenal memiliki kedekatan emosional dengan Bali. Jadilah nama Puspayoga sebagai menteri mewakili Bali. Hanya kali ini bukan menteri yang berurusan dengan pariwisata. Puspoyoga dipilih sebagai Menteri Koperasi dan UKM. Saat Jokowi menang lagi, bahkan dengan suara mutlak di Bali, masuknya nama putra Bali sudah menjadi keharusan. Sungguh sangat tidak adil jika tradisi nama-nama Bali di kursi kabinet tidak dilanjutkan. Ada banyak tokoh yang diyakini layak dipercaya sebagai menteri. Jokowi tidak akan kesulitan memilih. (ata)
‘’Katanya ada saudara saat saksi bertemu gubernur. Itu keterangan Sutrisno,’’ tanya hakim. Sandoz tetap mengatakan tidak tahu. Dalam kesaksian kemarin, walau mengaku tidak tahu bahwa Sutrisno (investor) sempat bertemu Gubernur Bali, Sandoz mengatakan bahwa ada audiensi ke Bappeda Bali. Hingga keluar rekomendasi pra-FS. Sandoz juga mengaku bahwa dia hanya dimintai saran sampai pra-FS. FS sebagai syarat izin lokasi dan izin prinsip. Terima Fee Anggota majelis hakim penasaran soal peran Sandoz yang mengaku hanya sebagai konsultan nonformal, namun menerima fee hingga Rp 7,5 miliar.‘’Apa sih tugas konsultan itu,’’ tanya hakim. ‘’Tugas saya memberikan saran. Contohnya seorang investor mau berinvestasi, pada awalnya harus ada perusahaan. Juga harus membuat surat, untuk mengajukan permohonan. Saya hanya memberikan saran,’’ jelasnya. Hal. 15 Tak Mau Mengembalikan
AKUI TERIMA FEE - Putu Pasek Sandoz Prawirotama, anak mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Rabu (17/7) kemarin bersaksi untuk terdakwa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra dalam kasus reklamasi di Pelabuhan Benoa. Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Ida Ayu Adnya Dewi itu, Sandoz mengaku menerima fee dari investor sejumlah Rp 7,5 miliar sebagai konsultan nonformal.
Bali Pasti Dapat Jatah Menteri
Denpasar (Bali Post) Masyarakat Bali beberapa waktu belakangan sempat dibuat ‘’kecewa’’ dengan beredarnya sebuah risalah rapat pengangkatan menteri pembantu presiden dalam Kabinet Kerja jilid II periode 2019-2024. Tidak satu pun nama putra Bali yang masuk dalam daftar yang seolah-olah resmi karena menggunakan kertas kop kepresidenan. Namun dipastikan risalah tersebut bodong alias hoax. Selain itu, dipastikan akan ada putra Bali yang mendapatkan jatah kursi menteri. Terlebih lagi Bali perolehan suara untuk Jokowi di pilpres April lalu hampir 92 persen. Keyakinan akan ada putra Bali yang duduk di kursi menteri periode II kepemimpinan Jokowi disampaikan Ketua DPD PDI-P Bali Wayang Koster, Rabu (17/7) kemarin. Soal risalah yang beredar di media sosial dipastikan tidak benar. ‘’Saya tidak yakin itu, paling oret-oretan siapa itu orang tidak jelas,’’ ujar Koster. Menurut Koster, Bali pasti mendapat jatah menteri di Kabinet Kerja jilid II. Kendati memang dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri juga dikatakan belum memberikan sinyal siapa yang akan terpilih. ‘’Yang menang mutlak masak tidak dapat, yang kalah saja dapat,’’ imbuhnya. Koster sendiri mengaku masih melihat-lihat. Terutama orang Bali yang memiliki kompetensi memadai dan profesional untuk duduk sebagai menteri. Namun, ditegaskan pula,
jika dirinya tidak dalam posisi untuk mengusulkan, melainkan hanya memberikan pertimbangan. ‘’Karena nanti yang akan masuk itu adalah representasi dari partai. Orang partai atau berafiliasi dengan partai, profesional juga,’’ jelasnya. Koster menambahkan, menteri dari Bali tidak harus duduk sebagai menteri pariwisata. Tetapi bisa juga membidangi budaya, pertanian, atau kesehatan. ‘’Kan banyak ahlinya, jadi jangan hanya fokus di pariwisata,’’ katanya. (kmb32)
’’Yang menang mutlak masak tidak dapat, yang kalah saja dapat.’’ Wayan Koster
Sarat Prestasi dan Berkinerja Sangat Tinggi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan
Rai Mantra Raih Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha
SATYA LENCANA – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Presiden RI yang disematkan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Jakarta Convention Center, Rabu (17/7) kemarin.
KEBERHASILAN Pemerintah Kota Denpasar dalam memaksimalkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang baik mendapat apresiasi dari tingkat provinsi hingga nasional. Bahkan serangkaian peringatan Hari Otonomi Daerah tahun 2019 pada bulan Maret lalu, Pemkot Denpasar mendapatkan penghargaan atas nilai terbaik dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintan Daerah (LPPD). Hal tersebut tidak lepas dari komitmen besar Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara yang senantiasa menggerakkan pembangunan serta pelayanan publik dalam balutan motto Sewaka Dharma yang berarti melayani adalah kewajiban. Atas keberhasilan tersebut, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dianugerahi Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo. Tanda
kehormatan tersebut disematkan oleh Wakil Presiden RI H. Mohamad Jusuf Kalla serangkaian Pembukaan Pameran Teknologi Industri bertajuk ‘’Indonesia International Smart City Expo & Forum’’ di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (17/7) kemarin. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo, Menkominfo Rudiantara, serta Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Indonesia. Wakil Presiden RI H.M. Jusuf Kalla dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pemerintah daerah, bupati, wali kota dan gubernur yang mendapat penghargaan. Hal ini tentunya merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan juga kepala daerah atas kinerja baik serta berprestasi dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang tertuang dalam Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pemerintah Daerah
(EKPPD) melalui Laporan Penyelenggara Pemerintah Daerah yang berhasil meraih nilai terbaik tiga kali berturutturut. ‘’Jadi penghargaan ini diberikan atas komitmen serta upaya yang dilaksanakan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, serta merupakan bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah agar senantiasa terus berinovasi dan senantiasa bekerja dengan efektif dan efisien dalam mendukung percepatan reformasi birokrasi,’’ ujar Jusuf Kalla. Lebih lanjut dijelaskan, keberhasilan dalam meraih penghargaan ini agar menjadi contoh bagi daerah lain. Sehingga ke depannya inovasi yang dihasilkan dari penyelenggaraan pemerintahan yang baik mampu menjadi solusi dalam memberikan kesejahteraan rakyat. ‘’Hal inilah yang harus kita wujudkan dengan membangun sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat
berbasis smart city, sehingga mampu memberikan kemanfaatan dalam mendukung kesejahteraan rakyat. Teknologi bisa dibeli, tapi kemajuan teknologi harus didukung dengan pemimpin yang cerdas dan masyarakat yang cerdas,’’ paparnya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mangaku bersyukur atas diraihnya Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha ini. Tentunya hal ini tak lepas dari dukungan seluruh jajaran di Pemkot Denpasar yang senantiasa memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat dengan motto Sewaka Dharma. ‘’Tentunya kami sangat bersyukur serta mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga ke depannya capaian ini dapat menjadi cambuk untuk memotivasi diri agar senantiasa memberikan pelayanan maksimal dan tak henti-hentinya berinovasi,’’ harap Rai Mantra. (ad652)
DENPASAR
2
Kejari Denpasar Berkomitmen Berikan Pelayanan Hukum dan Cegah Terjadinya Tindak Pidana
FIGUR
Tegakkan Hukum yang Berkeadilan
MENJADI pucuk pimpinan dalam hal penegakan hukum memang banyak tantangan. Terkadang bahkan harus berhadapan dengan masyarakat banyak. Pernah menjadi jaksanya Ahok atau Basuki Tjahaya Purnama dalam kasus penistaan agama adalah salah satu pengalaman tugas yang pernah diembannya. Kuncinya adalah penegakan hukum yang berkeadilan, penegakkan hukum tanpa tebang pilih. Itulah sosok kecil yang tergambar pada diri J. Devy Sudarso, S.H., CN. Di momentum Hari Bhakti Adyaksa (HBA) ke59 ini, pria yang kini menjabat sebagai Kajari Denpasar itu kembali menyampaikan komitmennya dalam penerapan hukum yang berkeadilan, sehingga korps Adyaksa bisa terjaga kredibelitasnya di mata masyarakat. “Kami dalam penegakan hukum tidak mau tebang pilih dan lebih memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Bukan kepentingan bagi aparat penegak hukum itu sendiri,” tegas Kajari asal Surabaya, Jawa Timur ini. Kendati demikian, lanjut pejabat kelahiran Tarakan, Kalimantan Timur ini, dia tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Sehingga mereka para pencari keadilan bisa puas, begitu juga dengan jaksa sebagai penuntut umum yang harus berpedoman pada SOP. “Prinsip kehati-hatian, baik dalam penindakan di samping penuntutan, juga dilakukan dalam upaya hukum lainnya. Kita akan lakukan sesuai hukum yang ada. Sehingga, tidak ada lagi rasa ketidakadilan di masyarakat,” ujarnya. (asa)
Kejari Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp 4,5 Miliar Denpasar (Bali Post) Kejari Denpasar memusnahkan barang bukti dalam perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkrah, Rabu (17/7) kemarin. Barang bukti yang dimusnahkan tersebut senilai Rp 4,5 miliar. Kajari Denpasar J. Devy Sudarso, S.H., CN. mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan meliputi ganja, sabu-sabu, dan heroin. Yang paling banyak narkoba, ada sekitar 80 persen narkoba. Selain itu ada juga senjata tajam, senjata api
Kamis Wage, 18 Juli 2019
(pistol) dan puluhan ponsel dari berbagai merek. Dalam pemusnahan barang bukti yang dihadiri Kapolresta Denpasar, BNN, Kejati, DPRD Denpasar, dan sejumlah pejabat lainnya tersebut, rinciannya ada 142 jenis kasus narkotika. Ganja 536,06 gram, heroin 7,09 gram, ekstasi 1007,17 gram dan sabu-sabu sebanyak 2.332,90 gram. “Sedangkan barang bukti yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap masih kami simpan di gudang,” ujar Devy Sudarso. (kmb37)
Bali Post/eka
PEMUSNAHAN - Proses pemusnahan barang bukti tindak pidana narkotika dan umum di Kejaksaan Negeri Denpasar, Rabu (17/7) kemarin.
Topik :
Denpasar (Bali Post) Menjelang Hari Bhakti Adyaksa (HBA) ke-59, Kejaksaan Negeri Denpasar tidak hanya memberikan pelayanan hukum, khususnya dalam penegakannya kepada masyarakat luas. Namun aparat kejaksaan juga melakukan pencegahan terjadinya tindak pidana, khususnya dalam hal pengawasan pembangunan di Kota Denpasar. Pengawasan dan pembangunan itu dalam bentuk Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang dimotori bagian intel kejaksaan. Dengan adanya pendampingan ini, pembangunan diharapkan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk dalam hal penggunaan dana desa. Sehingga masyarakat dapat menikmati pembangunan yang dicanangkan pemerintah, dengan harapan bisa mensejahterakan masyarakat. Peran media juga dinilai sangat berpengaruh, baik di lingkungan kejaksaan maupun dalam hal pembangunan pemerintah di Denpasar. Tak salah jika kinerja Kajari Denpasar J. Devy Sudarso, S.H., CN. mendapat apresiasi dari masyarakat luas. Kajari Denpasar J. Devy Su-
darso didampingi semua kasi di kejaksaan saat masimakrama ke Bali Post (KMB), Rabu (17/7) kemarin, juga menyinggung soal pendampingan TP4D yang telah dilakukan kejaksaan. Sehingga pembangunan untuk masyarakat luas dicapai sesuai target. Disinggung soal pelaksanaan HBA ke-59 yang akan berlangsung 22 Juli mendatang, Devy Sudarso menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan sejumlah kegiatan sosial seperti anjangsana. Selain itu melakukan pekan olahraga, tabur bunga ke taman makam pahlawan. ‘’Juga dilakukan pemusnahan barang bukti dari sekitar 150 perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap,’ ujarnya. Dari berbagai jumlah kasus tersebut, perkara narkoba mendominasi yakni sekitar 75 persen, selain kasus lainnya seperti kasus senjata tajam, penganiayaan, pencurian dan perkara lainnya yang masuk perkara pidana umum. ‘’Kita musnahkan barang bukti yang sudah inkrah, terutama kasus narkoba dan senjata tajam. Takutnya ini disalahgunakan,’’ kata Devy Sudarso. Pejabat yang sudah beberapa kali menduduki jabatan
Bali Post/kmb37
MASIMKRAMA - Kajari Denpasar J. Devy Sudarso, S.H., CN. didampingi semua kasi di lingkungan Kejari Denpasar saat masimakrama ke Bali Post terkait HBA-59, Rabu (17/7) kemarin. kepala kejaksaan itu menjelaskan bahwa di antara 75 persen perkara narkoba, mereka ada yang menjadi pengguna, pengedar maupun importir. Disinggung soal perkembangan kasus dugaan pengelolaan keuangan desa atas sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun 2017 di Desa Dauh Puri Kelod, Devy Sudarso mengatakan, penyidik saat ini masih menunggu audit BPKP. Dijelaskan, awalnya ada kerugian Rp 1 miliar lebih dalam
kasus ini. Namun, ada pengembalian di tahun 2018. ‘’Jadi total ada kekurangan sekitar Rp 778 juta yang belum dikembalikan. Ini yang akan kita lakukan audit BPKP untuk menghitung kerugian negara,’’ katanya. Saat disinggung calon tersangka, Devy Sudarso mengatakan pihaknya sudah memeriksa 25 orang saksi. Dari hasil pemeriksaan itu akan diketahui peran masingmasing, termasuk siapa peran intelektualnya. ‘’Siapa yang
paling berperan nanti kita ketahui. Kita akan tunjukkan ke masyarakat, kita akan angkat siapa yang paling berperan dan utama di situ,’’ tegas salah satu jaksa yang tergabung dalam tim jaksa penuntut Ahok atau Basuki Tjahaya Purnama ini. Lantas, apakah dari 25 saksi yang diperiksa itu masuk salah satu orang yang akan diangkat? ‘’Dari 25 itu sudah ada bayangan. Nanti kita tunggu dulu hasil BPKO itu,’’ tegasnya. (kmb37)
Bersaing di Era Industri 4.0
Koperasi Didorong Berbasis ”E-Commerce”
Denpasar (Bali Post) Pada era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan teknologi semakin canggih, semua layanan bisnis baik keuangan, jasa maupun perdagangan memberikan kemudahan pelayanan kepada konsumennya dengan menggunakan teknologi digital atau e-commerce. Koperasi sebagai salah satu lembaga milik masyarakat yang terjun di segala bidang bisnis diharapkan juga mengikuti perkembangan industri 4.0 dan mulai berbasis e-commerce agar tidak tergilas dan kalah saing. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra mengatakan hal itu saat membuka seminar nasional yang diselanggarakan Bisnis Bali bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali dan Dekopinwil Provinsi Bali, Rabu (17/7) kemarin. Dalam seminar yang mengusung tema ‘’Tingkatkan Profesionalisme SDM Menuju Koperasi Berbasis E-Commerce’’ itu, Indra Dewa Putra mengatakan, Bali saat ini memiliki 4.964 koperasi. Seluruh koperasi tersebut diharapkan mampu mengikuti perubahan zaman, di mana dari segi pelayanan harus memiliki layanan yang mudah, aman dan praktis. ‘’Cara untuk memiliki layanan ini dan memuaskan konsumen adalah dengan menggunakan teknologi informasi,’’ ujarnya. Indra Dewa Putra mengatakan, dari ribuan koperasi yang ada di Bali tersebut, sebanyak 30 persen sebenarnya sudah memiliki aplikasi-aplikasi digital yang memudahkan pelayanannya. Sayangnya, aplikasi ini hanya berlangsung di intern koperasi dan belum terintegrasi dengan layanan bisnis lainnya. Oleh karena itu, ia berharap aplikasi-aplikasi itu secepatnya bisa terintegrasi dalam satu aplikasi sehingga layanan koperasi bisa terkoneksi dan saling terhubung baik
antarkoperasi maupun dengan layanan lainnya. “Saat ini sudah ada satu aplikasi yang dinamakan MyCOOP. Aplikasi ini bisa menerima aplikasi yang berbeda dari koperasi. Tidak hanya itu, dalam aplikasi ini juga terkoneksi dengan dengan lembaga lain seperti rumah sakit, hotel dan lainnya serta bisa menjadi tempat pemasaran produk dari koperasi,” ujarnya. Seminar nasional kemarin menghadirkan narasumber Asisten Deputi (Asdep) Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM RI Destrianasari, Ekonom Viraguna Bagoes Oka, Rektor Teknologi dan Bisnis Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan serta dari PT SKK (Aplikasi MyCOOP) Endy Candra. Seminar diikuti oleh para pengurus koperasi se-Bali serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bali. Menurut Destrianasari, koperasi wajib mengikuti perkembangan teknologi untuk mengamankan pasar, sehingga tidak diserang dari ancaman
Bali Post/kmb24
MENINJAU - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra didampingi Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha saat meninjau Stan Koperasi dan UKM, Rabu (17/7) kemarin. luar. Dikatakan, ada tiga keunggulan yang didapatkan dari digitalisasi koperasi. Di antaranya, efesiensi manajemen, kemudahan layanan akses dan kemudahan pengawasan. Dalam mendukung proses ini, perlu implementasi dan regulasi yang langsung mengenai kebutuhan koperasi. “Dalam mendukung digitalisasi koperasi, banyak hal yang harus dilakukan mulai dari merapikan manajemen dan itu tidak bisa dilakukan sendiri tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” katanya. Viraguna Bagoes Oka mengatakan, sebelum terjun ke
dunia layanan serba digital hal yang harus disiapkan oleh koperasi adalah SDM. Sebab, koperasi yang berkembang baik tergantung pada SDMnya. ‘’Jadi, sebelum itu harus disiapkan dulu SDM-nya yaitu harus SDM yang berkarakter, memiliki mental yang baik serta memiliki kredibelitas,’’ ujarnya. Mengenai aplipasi MyCOOP, menurut Endy Candra, dalam sebuah layanan bisnis berbasis digital yang paling penting adalah memiliki sistem pembayaran. Di sinilah aplikasi MyCOOP menyediakan layanan pembayaran yang prak-
tis untuk koperasi. MyCOOP adalah aplikasi yang bisa menerima aplikasi dari semua koperasi. Sistem arsitekturnya terbuka sehingga semua bisa terkoneksi. Tidak hanya punya sistem pembayaran juga bisa menjadi tempat pemasaran produk koperasi yang bisa diakses siapapun yang menggunakan aplikasi MyCOOP tersebut. (kmb24) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Ribuan Warga Iringi Karya Palebon Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry ring Setra Bantas
Wakili Keluarga Bung Karno, Sukmawati Sulut Api Pertama Bersama Shri Gusti Wedakarna
SETELAH bersemayam di rumah duka ring Puri Tegeh Kori ring Badung sejak Minggu (7/7) hingga Selasa (9/7), akhirnya layon Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry yang merupakan prameswari dari tokoh PNI Bali Shri Wedastera Suyasa diusung dengan wadah dan lembu bernuansa putih dari Puri Tegeh Kori menuju ke Setra Bantas dan diiringi oleh warga Desa Adat Pagan dan ribuan umat, keluarga dan juga kader-kader marhaen dari seluruh Indonesia. Istimewanya, acara palebon ini disaksikan langsung oleh putri Proklamator yakni Kanjeng Ibu Sukmawati Soekarno Putri yang mewakili keluarga Bung Karno dan didampingi oleh jajaran DPP PNI Marhaenisme dari Jakarta. Acara palebon yang langsung dipimpin oleh Ida Pedanda saking Geria Tegaljingga Denpasar tersebut dilaksanakan dengan nuansa sederhana namun sakral. Dalam acara tersebut, bade/wadah dan lembu putih diarak dan secara simbolis dinaiki oleh tiga purusa sang Palatra yakni Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry WS, Gus Mar-
haen dan iringan tombak dan adegan serta sarana upakara dipimpin oleh cucunda kesayangan dari Ratu Biang yakni Shri I Gusti Ngurah Bhisma Vedanta Wiswakarma Wedakarnaputra Suyasa IV dan diikuti oleh Pratisentana Puri Tegeh Kori termasuk keluarga Tegeh Kori saking Jembrana, dan keluarga Pasek Bendesa Manik Mas saking Buleleng. Istimewanya, Sukmawati Soekarno mengikuti prosesi acara dengan berjalan kaki dari Puri Tegeh Kori menuju Setra Bantas. Kesan mendalam ditinggalkan oleh Sukmawati Soekarno Putri, yang mengatakan bahwa hubungan baik dan hubungan dekat dirinya dengan Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry sudah terjalin sejak zaman orde baru, yakni di saat situasi sulit bagi pencinta Bung Karno. ‘’Setiap saya ke Bali, saya selalu mampir ke puri dan bercengkrama dengan Ibu Suwitry. Beliau sangat baik dan selalu bangga menjadi istri seorang tokoh Marhaenis tulen. Saya yakin, beliau pasti bahagia di Swarga Loka, karena beliau meninggalkan putra dan putri yang membanggakan bagi Bali dan Indonesia. Dan saya perhatikan
bahwa pihak putra-putri beliau sangat telaten dan detail sekali menyiapkan upacara agama ini. Sungguh upacara adat yang indah dan merupakan kekayaan Nusantara. Semoga ini menjadi kenang-kenangan baik untuk almarhumah,’’ ungkap Sukmawati Soekarno Putri. Dalam upacara palebon itu, Sukmawati Soekarno bahkan didaulat menyulutkan api suci diproses pembakaran layon. ‘’Kami memberikan kehormatan Kanjeng Ibu Sukmawati Soekarno, sebagai putri Presiden, adik Presiden, dan yang pasti sebagai Ibu Nusantara untuk menyulut api pertama kepada Ratu Biang. Beliau Ibu Sukmawati Soekarno sudah diabhiseka menjadi Ratu Tri Bhuwana Utungga Dewi di Geria Sanur Pejeng Tampaksiring Gianyar, dan beliau sangat pantas mendampingi Ratu Ngurah Wedakarna untuk menyulut api pertama. Bagi kami dari pihak keluarga, palebon ini sungguh merupakan hal personal antara Ratu Biang dengan siapa pun yang hadir di setra ini. Semoga beliau Amor Ring Acintya,’’ ungkap Turah Wira Wedawitry (Pengrajeg Karya) yang ditemui di sela-sela
palebon. Dari rilis resmi puri, selain tamu kehormatan Kanjeng Ibu Sukmawati Soekarno tampak juga undangan lain di antaranya Ida Pedanda Istri Sebali Tianyar Arimbawa, Ida Padanda Istri Geria Tampakgansul, Nyonya Bintang Puspayoga (istri Menteri Koperasi dan UKM RI), Senator Cok Ratmadi (Panglingsir Puri Agung Satria Denpasar), Dewa Made Beratha (mantan Gubernur Bali), Dr. A.A. Ngurah Bima Wikrama (Puri Agung Denpasar), I Gusti Bagus Alit Putra (Wakil Ketua DPRD Bali), Wakil Gubernur Bali Cok Ace (Panglingsir Puri Ubud), Kanjeng Ratu Hemas (Keraton Yogyakarta), Mas Sumatri (Bupati Karangasem), Gede Sanjaya (Wabup Tabanan), Brigjen Pol. (Purn) Nyoman Gede Suweta (Ketua Umum Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori), Dr. Putri Anggraeni (Rektor Universitas Mahendradatta), Mr. Mahonar Puri (Director India Cultural Center Bali Swami Vivekananda), I Gusti Bagus Yudara (Konsul Negara Sahabat), Cok Ramaswati
(mantan Rektor Universitas Mahasaraswati), Desak Karna (putri angkat Bung Karno), Ramesh Shastry (Bali Sanskrit Institute), Fraksi DPRD Provinsi Bali, Geria Den Carik Banjar Buleleng, Panglingsir Puri Beraban, Jero Agung Pengastulan, Pengurus DPD PDI Perjuangan Bali dan Jembrana, GPM Bali, Garda Bali, PHRI Bali, REI Bali, PHDI, Puri Suya Majapahit, Persatuan Gereja Kristen, Ikatan Notaris, Isckon, Pasraman Weda Agni Prayascita, tokoh Adat Banjar Pagan Kelod, Bendesa Adat Pagan serta ribuan undangan lainnya. Selanjutnya setelah upacara palebon, masih terdapat aedan karya yang harus dilaksanakan yakni nganyud abu layon ke Segara ring Sanur lan Pacaruan ring Puri. Selanjutnya akan diagendakan kunjungan resmi ke Kota Suci Haridwar, India untuk melarung sebagian abu layon di Sungai Gangga sebagaimana tradisi puri serta rencana acara Mamukur dan Maajar-ajar yang rencananya akan dipusatkan di Puri Tegeh Kori ring Penyaringan, Mendoyo, Jembrana pada akhir tahun 2019. (ad643)
SATYAGRAHA – Sukmawati Soekarno didampingi Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, Shri I Gusti Ngurah Bhisma Vedanta Wiswakarma Suliwa Wedakarna Putra Suyasa IV menyulut api suci jelang pembakaran layon dan bade/wadah. Bupati Karangasem langsung hadir di setra.
BADUNG 3 Pemalsuan Izin Penutupan Tukad Petitenget Dibawa ke Ranah Hukum Kamis Wage, 18 Juli 2019
BERKEMBANGNYA pemberitaan terkait indikasi pemalsuan dokumen berupa izin penutupan Sungai/Tukad Petitenget membuat gerah Pemkab Badung yang berujung pada pelaporan kasus tersebut ke Polres Badung. Keputusan melaporkan kasus pemalsuan Izin Penutupan Tukad Petitenget tersebut dilaksanakan setelah rapat koordinasi yang dipimpin langsung Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa bersama tim bantuan hukum Pemkab Badung dan OPD terkait yakni Kepala DPMPTSP Badung I Made Agus Aryawan, Kepala Dinas PUPR Ida Bagus Surya Suamba, Kasatpol PP I Gusti Agung Ketut Suryanegara, Kabag Hukum dan HAM I Komang Budhi Argawa, Kabid DLHK Rai Warastuti, bertempat di ruang rapat Sekda Badung,
Rabu (17/7) kemarin. Sekda Adi Arnawa menyampaikan, indikasi pemalsuan izin jelas merupakan tindakan pidana dan bisa merusak citra pemerintah daerah sebagai penyelenggara pelayanan publik. Penutupan sungai juga tidak dibenarkan dari aturan yang berlaku. Oleh sebab itu, harus ditindaklanjuti ke ranah hukum agar jelas duduk permasalahannya. Ia pun menugaskan Kepala DPMPTSP didampingi Kepala Dinas PUPR, Kasatpol PP, Kabag Hukum dan HAM serta penasihat hukum Pemkab Badung untuk melaporkan kasus pemalsuan izin penutupan Sungai Petitenget ke Polres Badung. Agus Aryawan saat dihubungi via telepon membenarkan bahwa dia ditugaskan oleh Sekda Badung yang diketahui pula oleh Bupati Badung untuk
melaporkan kasus dugaan pemalsuan izin penutupan Sungai Petitenget tersebut ke Polres Badung. Laporan kepolisian didaftarkan kemarin pada pukul 15.00 Wita. Ditanya siapa pihak terlapor, Agus Aryawan tidak mau berkomentar dan menyampaikan agar menunggu proses penyelidikan penegak hukum. Dikejar pertanyaan siapa yang melakukan pemalsuan izin, Agus dengan tegas menyatakan tidak tahu karena masih proses penyelidikan. ‘’Justru kami melaporkannya supaya terungkap pelakunya sekaligus mengklarifikasi agar tidak merusak citra instansinya dan kredibilitas pegawainya sebagai institusi yang bertugas dalam pelayanan perizinan. Mari Kita hormati proses hukum dan praduga tidak bersalah serta menyerahkan sepenuhnya
kepada penegak hukum untuk melakukan penyelidikan Kasus ini. Silakan konfirmasi langsung kepada Bapak Kapolres Badung jika membutuhkan penjelasan lebih lanjut,’’ ungkap Agus. Terkait materi laporan, Agus menjelaskan, terkait pemalsuan dokumen perizinan. Terdapat tiga kejanggalan dalam izin yang diduga palsu tersebut, yakni jenis dan nomenklatur izin seperti itu tidak pernah diterbitkan instansinya dan di luar kewenangannya. Kemudian, tata naskah dokumen tersebut tidak sesuai standar mulai dari kop surat, kode nomor surat dan substansi naskah izin. Ketiga, tanda tangan yang tercantum dalam dokumen tersebut bukan tanda tangan Kepala DPMPTSP melainkan terlihat dibuat secara manual tertanggal 21 Januari 2019, padahal sejak Agustus
LAPORKAN KASUS - Tim Pemkab Badung melaporkan kasus pemalsuan izin penutupan Sungai Petitenget ke Polres Badung, Rabu (17/7) kemarin. 2018, DPMPTSP sudah menggunakan TTE (Tanda Tangan Elektronik) dilengkapi QR Code dan nomor unik. ‘’Kami mengharapkan kasus ini tidak terjadi lagi. Na-
mun jika saya mendengar atau mendapatkan dokumen izin palsu lagi, kami memastikan akan menempuh jalur hukum karena tindakan pemalsuan dokumen izin berpotensi meru-
gikan pihak lain. Kami sebagai korban, karena mencoreng nama institusi Pemkab Badung dan mendiskreditkan nama saya selaku Kepala Dinas,’’ tegas Agus. (ad653)
Bantuan untuk Korban Gempa Tunggu Kajian Teknis Mangupura (Bali Post) –
Gempa berkekuatan 5,6 SR yang mengguncang Bali pada, Selasa (16/7) lalu, menimbulkan kerugian yang cukup besar di Kabupaten Badung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung mencatat 41 kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
Bali Post/edi
BERSIHKAN PUING - Orang tua siswa ikut membantu pembersihan puing bangunan SD No. 1 Ungasan. Sekolah tersebut terdampak gempa yang terjadi Selasa (16/7) lalu.
Plt. Kepala BPBD Badung I Wayan Wirya, Rabu (17/7) kemarin, mengatakan, pihaknya tengah melakukan pendataan kerugian akibat bencana alam tersebut. Sedangkan untuk penanganan kerusakan, akan dilakukan oleh tim teknis dari OPD terkait. ‘’Kami menunggu kajian tim teknis dulu, karena tugas kami hanya melakukan asesmen dan pendataan saja. Kecuali kalau ada misalnya rumah roboh, baru kami buatkan rumah sementara, tapi tidak boleh permanen. Karena nanti (rumah permanen) kan tim teknis yang akan mengkaji,’’ ungkapnya. Pihaknya belum berani menjanjikan memberikan bantuan, karena bantuan akan diberikan berdasarkan kajian instansi terkait. ‘’Bukan ranah kami soal bantuan untuk bangunan yang rusak itu. Kami sifatnya hanya kedaruratan. Kami tidak boleh menganggarkan bantuan,’’ tegas Wirya. Kendati demikian, pihaknya
tetap mengimbau bagi masyarakat yang rumah atau bangunannya rusak terdampak gempa agar tetap melapor, sehingga bisa didata pemerintah. Soal bantuan, dia kembali menyebutkan hal itu tergantung hasil kajian tim teknis. Berdasarkan data BPBD Badung, kerusakan hampir terjadi di seluruh kecamatan di Badung. Namun, jumlah terbanyak dan terparah terjadi di wilayah Kuta Selatan. Besaran kerugian pun bervarisasi mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah. Kerusakan terparah paling banyak adalah sekolah, kantor camat, fasilitas publik, pertokoan dan rumah-rumah penduduk. Kerusakan dengan kerugian cukup besar di antaranya terjadi pada SDN 1 Ungasan dengan kerugian mencapai Rp 50 juta, gapura ITDC dengan kerugian Rp 10 juta, SMPN 2 Ungasan kerugian Rp 200 juta, SDN 5 Ungasan kerugian Rp 80 juta, SD 1 Kutuh dengan kerugian
Mangupura (Bali Post) Selama ini keberadaan orang asing sering tidak terdeteksi oleh petugas Imigrasi. Hal itu disebabkan banyaknya orang asing yang tinggal di lingkungan penduduk. Bahkan tidak sedikit penduduk yang enggan melaporkan keberadaan orang asing di wilayahnya. Kepala Kanwil Kemenkum HAM Bali Sutrisno mengatakan, tugas untuk mengawasi orang asing sebenarnya tugas semua masyarakat. Untuk itu, masyarakat yang bersentuhan langsung dengan orang asing harus mengetahui apa dan bagaimana melakukan pengawasan orang asing. Namun, kata Sutrisno, dalam pelaksanaan pengawasan memang ada batasannya. Contohnya, perangkat desa tidak boleh menindak. ‘’Kalau ada orang asing yang patut diduga melanggar, maka mereka (perangkat desa) harus berkoordinasi dengan kepolisian atau pihak imigrasi,’’ kata Sutrisno di sela-sela sosialisasi keimigrasian di kantor Camat Kuta Selatan, Rabu (17/7) kemarin. Terkait maraknya orang asing yang menginap di rumah
kos, Sutrisno mengatakan, itu tidak masalah asalkan dokumennya lengkap dan mau bayar kos. Namun, pemilik kos berkewajiban melaporkan orang asing itu ke Imigrasi. Hal itu diatur dalam UU tentang Keimigrasian dan PP No. 31 Tahun 2013. Ditegaskannya, bagi pemilik kos yang tidak melaporkan orang asing yang tinggal di tempatnya, bisa dipidana. Sanksinya berupa hukuman badan dan denda. Sanksi itu sesuai dengan PP No. 31 Tahun 2013 dan diberikan melalui pengadilan. ‘’Tidak serta merta diberikan sanksi. Pelaksanaan UU tidak bisa langsung dieksekusi, tapi melalui proses,’’ terangnya. Penerapan sanksi tersebut sejauh ini belum pernah dilakukan. Saat ini yang dilakukan Imigrasi masih sebatas sosialisasi. Sosialisasi dilakukan secara bergilir di tiga kecamatan wilayah kerja Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai yakni Kecamatan Kuta Selatan, Kecamatan Kuta, dan Kecamatan Kuta Utara. Sementara itu, Camat Kuta Selatan I Made Widiana men-
Tak Laporkan Keberadaan Orang Asing Pemilik Kos Bisa Dipidana
FIGUR ’’Out of the Box’’ SELAMA ini koperasi sering diidentikkan dengan orang tua atau petani dan hanya menyediakan usaha simpan-pinjam. Lain halnya dengan Koperasi Subhakti Ungasan yang bergerak di bidang jasa. Koperasi ini berani out of the box dalam menjalankan usaha. Koperasi Subhakti Ungasan berani mencoba keluar dari paradigma bahwa koperasi hanya sebatas simpan-pinjam. Koperasi ini membuka lini usaha atau jasa seperti car wash, guest house, usaha properti, penyewaan tenda dan perlengkapan resepsi. ‘’Kita mencoba keluar dari itu, tanpa mengurangi ataupun menggoyangkan stabilitas simpan-pinjamnya,’’ kata Ketua Koperasi Subhakti Ungasan I Made Suanda Wisnaya, S.E., Rabu (17/7) kemarin. Menurut Suanda, untuk mengubah mindset masyarakat seperti zaman dulu terhadap keberadaan koperasi, pengelola koperasi tidak boleh hanya berpikir secara konvensional. Perkembangan teknologi memberikan kesempatan bagi pengelola untuk berinovasi. ‘’Maka di era sekarang perlu dimodernisasi terutama dari segi anggota, yakni dengan menggarap segmen-segmen yang multi termasuk kalangan milenial,’’ jelasnya. Meski demikian, Suanda menyatakan peningkatan kualitas SDM juga harus terus dilakukan. Sebab, kekuatan koperasi terletak di SDM. Kualitas SDM baik pengelola, pengurus dan karyawan harus terus dibenahi dan di-update melalui pelatihan-pelatihan. ‘’SDM ini adalah investasi yang sangat mahal,’’ katanya. Koperasi Subhakti Ungasan yang berbadan hukum pada 8 Maret 2004 ini mampu berkembang dengan pesat. Saat ini telah memiliki anggota sebanyak 2.425 orang dengan total aset yang dikelola sebesar Rp 92 miliar. (edi)
Pemkab Antisipasi Penimbunan Sembako Mangupura (Bali Post) – Tingginya permintaan sembilan bahan pokok (sembako) jelang hari raya Galungan kerap dimanfaatkan sejumlah pedagang untuk meraup keuntungan besar. Tidak sedikit dari pedagang yang nekat menimbun sembako untuk dijual saat permintaan melonjak. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung. Guna memastikan harga-harga di pasar tradisional terkendali, tim gabungan terus melakukan pengawasan pasar agar tidak ada penimbunan bahan pokok. ‘’Kami rutin menerjunkan
tim untuk melakukan pengawasan, apalagi menjelang hari raya seperti sekarang pasti terjadi lonjakan pemintaan. Karena itu, kami perlu melakukan pengawasan agar tidak terjadi penimbunan,’’ ungkap Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung I Ketut Karpiana, Rabu (17/7) kemarin. Birokrat asal Cemagi, Mengwi ini menegaskan, pihaknya tak segan-segan mengenakan sanksi keras kepada para pedagang maupun distributor yang kedapatan menimbun kebutuhan pokok. ‘’Kami akan menindak tegas kalau ada yang kedapatan menimbun
Rp 30 juta dan SMPN 5 Kuta Selatan dengan kerugian Rp 20 juta. Selain itu, ada beberapa hotel dan restoran yang atap dan gentengnya jatuh. Di Kecamatan Kuta, beberapa hotel, kantor Bea Cukai Ngurah Rai, sekolah juga tak luput dari kerusakan. Hanya saja kerugiannya diprediksi tidak begitu banyak. Di Kuta Utara, SDN 5 Dalung mengalami kerusakan dengan kerugian mencapai Rp 50 juta. Di Kecamatan Mengwi, gedung RSD Mangusada juga ikut terdampak. Beberapa bagian dinding rumah sakit pelat merah itu retak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 25 juta. Sementara di Kecamatan Abiansemal, bale gong Pura Penataran Banjar Ulapan 2 Blahkiuh bergeser dengan kerugian sebesar Rp 25 juta dan rumah tinggal I Gusti Ketut Rusila di Banjar Sukajati, Desa Taman ambruk yang mengakibatkan kerugian lebih dari Rp 90 juta. Di Kecamatan Petang, hingga
kemarin terdata hanya ada satu laporan sebuah tembok panyengker dan kamar mandi milik warga ambruk dengan kerugian Rp 5 juta. Sementara itu, proses pembersihan puing bangunan terdampak gempa di SD 1 Ungasan, dilaksanakan kemarin. Dari pantauan di lokasi, orang tua siswa terlihat ikut melakukan pembersihan. Selama ruang kelas masih belum diperbaiki, proses belajar mengajar untuk sementara diliburkan. Kepala SD 1 Ungasan Ni Made Asri S.Pd.Sd., mengatakan, kegiatan MPLS yang sedianya dilaksanakan selama lima hari kerja, terpaksa tidak dapat dilanjutkan akibat bencana tersebut. Pada 22 Juli sampai 3 Agustus, sesuai kalender pendidikan, merupakan hari libur hari raya Galungan dan Kuningan. Selama liburan, pihaknya akan tetap melakukan koordinasi dengan Disdikpora untuk memohon agar seluruh bangunan dicek kelayakannya serta berkoordinasi dengan Kepala Desa dan sekolah terdekat, terkait peminjaman ruangan untuk proses belajar-mengajar. (kmb27/kmb23)
sembako. Pelakunya akan dikenakan sanksi berat dari kurungan hingga denda miliaran,’’ tegasnya. Kendati demikian, Karpiana mengakui belum menemukan adanya penimbunan kebutuhan pokok yang memengaruhi lonjakan harga barang. Untuk sementara, harga kebutuhan pokok masih stabil dan stok pangan juga aman. ‘’Hanya cabai yang harganya naik sedikit karena pengaruh cuaca,’’ jelasnya. Pihaknya juga mempunyai kewajiban mengambil langkah-langkah preventif. Hal ini untuk mengantisipasi kenaikan harga, salah satunya dengan mengada-
kan pasar murah. ‘’Seperti biasa menjelang hari raya semua bahan kebutuhan pokok dan kebutuhan hari raya pasti meningkat yang menyebabkan daya beli masyarakat menjadi berkurang. Karena itu, kita antisipasi dengan menggelar pasar murah,’’ sebutnya. Dijelaskan, pelaksanaan pasar murah ini bekerja sama dengan perangkat daerah terkait seperti Dinas Perikanan, Dinas Pertanian dan Pangan, Bulog, UKM, Kelompok Wanita Tani (KWT) dan para pelaku usaha perdagangan dengan komoditas bahan pokok dan bahan penting yang lainnya serta organisasi kewanitaan
di Badung. ‘’Saya meminta kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengambil langkah-langkah strategis untuk mengendalikan inflasi,’’ katanya. Langkah-langkah yang dapat ditempuh, kata Karpiana, berupa meningkatkan produksi pangan, menerapkan teknologi produksi pangan, memantau kecukupan stok pangan, mengawasi dan memantau distribusi pangan, memonitoring harga kebutuhan pokok dan barang strategis, menyelenggarakan pasar murah rutin dan berkala, melakukan koordinasi dengan TPID pusat, provinsi dan kabupaten/ kota. (kmb27)
Bali Post/edi
IMIGRASI - Kepala Kanwil Kemenkum HAM Bali Sutrisno (tengah) saat menghadiri sosialisasi keimigrasian kepada perangkat desa se-Kecamatan Kuta Selatan, di Kantor Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (17/7) kemarin. gatakan, melalui sosialisasi ini, masyarakat mendapat pengetahuan tentang pengawasan orang asing. Pihaknya tidak menampik bahwa di wilayahnya banyak orang asing yang tinggal di rumah kos. Bahkan tidak sedikit pemilik kos yang tak memperhatikan aturan, misalnya tak melaporkan ke-
beradaan orang asing yang menginap di rumah kosnya. ‘’Kuta Selatan ini salah satu wilayah yang paling banyak orang asingnya. Dengan sosialisasi ini, kesadaran masyarakat diharapkan bisa lebih meningkat, dengan demikian dapat menekan pelanggaran,’’ ucapnya. (kmb23)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
BNNK Badung Sosialisasi P4GN Melalui Bondres di Desa Kapal
BERBAGAI upaya telah dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung dalam upaya menyelamatkan generasi muda dan masyarakat dari ancaman narkoba. Salah satu langkah yang diambil dengan menggunakan media kesenian tradisional yaitu bondres dalam penyebaran informasi tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Dalam rangka akselerasi penyebaran informasi tentang P4GN tersebut, BNNK Badung bersinergi dengan Desa Adat Kapal melaksanakan kegiatan melalui pergelaran seni budaya, Selasa (16/7) lalu. Kegiatan itu dihadiri Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H. beserta jajarannya, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kewanitaan, tokoh pemuda, dan masyarakat Desa Adat Kapal. Pergelaran seni budaya itu bertepatan dengan pelaksanaan Upakara Raksabanda (Hari Kasih Sayang) yang jatuh pada rahina Purnama Kasa Anggara Paing. Ini bertujuan memberikan pemahaman dan wawasan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba melalui pesan-pesan yang dibawakan lewat lawakan dan banyolan khas grup Bondres Rare Kual. Selain itu, maksud kegiatan ini adalah melalui media kesenian yang digemari masyarakat agar pesan lebih efektif diterima. ‘’Kegiatan ini diawali sembahyang bersama di Pura Desa lan Puseh, Desa Adat Kapal. Dilanjutkan dengan tari pembukaan dari PKK dan WHDI Desa Adat Kapal
BONDRES - BNNK Badung melibatkan Bondres Rare Kual dalam sosialisasi P4GN di Desa Adat Kapal. dan sambutan Bendesa Adat Kapal,’’ ujar Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, Rabu (17/7) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Masmini menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Desa Adat Kapal atas sinergitasnya dengan BNN untuk menyebarkan informasi bahaya narkoba. Sebagai desa yang telah dicanangkan menjadi Desa Bersinar, Desa Kapal juga memiliki pararem yang layak dijadikan role model dalam implementasi P4GN di lingkungan masyarakat. ‘’Kami berharap generasi muda dan masyarakat Desa Adat Kapal terus berkomitmen membantu BNN dalam implementasi P4GN,’’ tegasnya. Ke depan, Desa Adat Kapal dapat merekrut relawan antinarkoba dari berbagai elemen masyarakat, seperti sekaa teruna-teruni dan PKK yang dapat dijadikan garda terdepan dalam pencegahan narkoba. Kegiatan juga diisi penampilan
juara I lomba yel-yel antinarkoba dari Desa Adat Kapal, penyerahan piagam penghargaan oleh Bendesa Adat, dan diakhiri pementasan grup Bondres Rare Kual. Dalam pementasan, Rare Kual mengajak seluruh generasi muda dan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama memahami dampak dan bahaya narkoba. Selain itu, masyarakat diajak menerapkan upaya pencegahan yang dimulai dari perilaku dan pola hidup sehat. Yang paling penting adalah membantu BNN melaporkan apabila ada indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungannya. Di pengujung pentasnya, Rare Kual kembali mengingatkan generasi muda untuk mencegah narkoba dengan CERIA, yaitu cermat memilih pergaulan, edukasi sesama tentang bahaya narkoba, rajin beribadah dan melakukan hal positif, inovatif dan kreatif dalam berkarya serta ajak korban penyalah guna melapor ke Kantor BNNK terdekat. (ad650)
Koperasi Subhakti Ungasan Raih Penghargaan Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional
SERANGKAIAN Hari Koperasi Nasional ke-72 belum lama ini, Koperasi Subhakti Ungasan berhasil meraih penghargaan sebagai Koperasi Berprestasi Tahun 2019. Penghargaan untuk jenis koperasi jasa ini diberikan oleh Menteri Koperasi dan UMKM AAGN Puspayoga. Menurut Ketua Koperasi Subhakti Ungasan I Made Suanda Wisnaya, S.E., dengan meraih penghargaan sebagai Koperasi Berprestasi tingkat Nasional, secara internal ini tentunya menjadi barometer yang menunjukkan bahwa kemampuan mengelola koperasi dengan baik dan manfaatnya juga tentunya dirasakan oleh anggota. ‘’Ini menjadi semangat sekaligus kebanggaan bagi kami terutama pengelola, karyawan dan anggota, bahwa koperasi yang kita miliki ini bisa masuk ke tingkat nasional,’’ katanya didampingi Manajer Koperasi Subhakti Ungasan I Nyoman Sukarta. Suanda mengaku senang dan bangga atas raihan tersebut. Menurutnya, pencapaian prestasi di tingkat nasional ini didukung oleh tiga aspek, yaitu kelembagaan, usaha, dan finansial. Semua ini menjadi satu-kesatuan yang tak terpisahkan. Koperasi yang berkantor di Jalan Uluwatu Km 21 Ungasan, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan ini, dalam menjalankan usaha berani melakukan out of the box. Dalam artian, pihaknya mencoba keluar dari paradigma bahwa koperasi hanya sebatas simpan-pinjam. ‘’Kami mencoba keluar dari itu tanpa mengurangi atau menggoyangkan stabilitas simpan-pinjamnya,’’ ujar Suanda ditemui di Jimbaran, Rabu (17/7) kemarin. Dijelaskannya, salah satu usaha atau jasa yang dilayani Koperasi Subhakti Ungasan adalah car wash. Usaha ini mampu memberikan
Dies Natalis Ke-1 Universitas Bali Dwipa
Menciptakan SDM Kreatif, Inovatif, dan Excellent Dalam Mendukung ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’
UNIVERSITAS Bali Dwipa (UBAD) menggelar upacara puncak Dies Natalis ke-1 di Kampus UBAD, Jalan Pulau Flores No.5, Denpasar, Rabu (17/7) kemarin. Acara Dies Natalis pertama ini mengusung tema ‘’Menciptakan Sumber Daya Manusia yang Creative, Innovative, Excellent dalam Mendukung Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Acara dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Ida Bagus Kade Subhiksu mewakili Gubernur Bali, Perwakilan LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah VIII A Bali Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., Ketua Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali Dr. Ir. I Wayan Adnyana, S.H., M.Kn. bersama segenap jajaran civitas akademika UBAD dan pihak terkait lainnya. Rektor UBAD Dr. Ir. Ketut Suriasih, MApp.Sc. mengatakan, meskipun usia masih belia, UBAD telah mampu membuktikan diri sebagai Innovative Campus dan telah mencanangkan langkah besar menuju World Class University (Universitas Kelas Dunia). UBAD akan terus melakukan inovasi menguatkan positioning sebagai Innovative Campus, sehingga tidak hanya menciptakan lulusan pencari kerja (job seeker), namun juga mencetak lulusan pencipta lapangan kerja (job creator). Dalam upaya menguatkan posisi sebagai Innovative Campus, kampus yang mengusung visi ‘’Menjadi Perguruan Tinggi Terunggul di Bidang Teknologi dan Ilmu Kesehatan di Asia Pasifik pada Tahun 2040’’ ini mempunyai Taman Inovatif Bali Dwipa sebagai tempat atau wahana bagi civitas akademika untuk berinovasi dengan kreatif. Kreatif ini diawali berpikir kritis, analisis, abstraktif, dan reflektif dengan metode pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. ‘’Setiap prodi di Universitas Bali Dwipa punya keunggulan tersendiri yang merupakan implementasi Taman Inovatif Bali Dwipa,’’ tegas Dr. Suriasih. Dipaparkannya, Prodi Teknologi
DIES NATALIS - Rektor UBAD Dr. Ir. Ketut Suriasih, MApp.Sc. didampingi Ketua Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali Ir. I Wayan Adnyana, S.H., M.Kn. memotong tumpeng pada perayaan puncak Dies Natalis ke-1 UBAD. Pangan unggulannya desain kemasan produk pangan tradisional Bali. Prodi Studi Gizi unggulannya gizi kuliner tradisional Bali. Prodi Teknik Biomedik unggulannya instrumentasi biomedika dan biomekanika. Prodi Farmasi unggulannya bahan obat, obat-obatan tradisional, dan kosmetik. Prodi Psikologi unggulannya konsultan psikologi dan ahli psikometri. Prodi Sistem Informasi unggulannya technopreneurship dan kecerdasan bisnis. Prodi Hukum unggulannya hukum bisnis. Prodi Hubungan Masyarakat unggulannya kehumasan dan online public relation. Prodi Akuntansi unggulannya sistem informasi akuntansi dan komunikasi bisnis, sedangkan Prodi Bahasa Inggris unggulannya praktik penerjemahan dan interpretasi. ‘’Luaran dari kegiatan inovasi dan unggulan di Taman Inovatif Bali Dwipa ini adalah produk iptek, sosial budaya yang dapat berupa metode blue print, purwarupa, sistem, kebijakan, model atau teknologi tepat guna yang dilindungi oleh kekayaan intelektual,’’ tandas Suriasih. Ketua Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali Ir. I Wayan Adnyana, S.H., M.Kn. menegaskan, di usianya yang masih belia UBAD akan terus menguatkan inovasi bisnis di bawah ‘’bendera’’ Bisnis Center Bali Dwipa. Melalui Bisnis Center Bali Dwipa ini lulusan diharapkan tidak hanya menjadi job seeker, melainkan mampu menjadi job creator.
Apalagi Bisnis Center yang bernaung di bawah PT Bali Dwipa Nangun Usada ini sudah mempunyai sejumlah unit bisnis yang bergerak di bidang ritel, kuliner, jasa, dan sektor lainnya. Di antaranya Warung Wikan Bali Dwipa yang salah satunya menyediakan kuliner khas Bali, Jasa Biro Pelayanan Psikolog (BPP) dan Tes Potensi Akademik. Ada pula pelatihan bahasa Inggris dan jasa penerjemahan bahasa Inggris, serta inkubator bisnis berbasis ICT (teknologi informasi dan komunikasi). Di samping itu, membuka Apotik Bali Dwipa yang nantinya melibatkan dosen dan mahasiswa Prodi Farmasi UBAD. ‘’Ciri khas UBAD sangat erat kaitannya dengan kearifan lokal yang berkembang di Bali. Ciri khas tersebut diwarnai kearifan lokal yang bersifat universal dan akan menjadi jati diri institusi untuk menghasilkan karya-karya akademik yang inovatif dan profesional di tengah-tengah peradaban manusia yang berkembang sangat dinamis,’’ pungkas Adnyana yang merupakan Doktor Ilmu Hukum lulusan Universitas Brawijaya, Malang. Dies Natalis juga diisi orasi ilmiah dari I Made Agus Gelgel Wirasuta dari Farmasi-FMIPA Unud yang juga Kelompok Ahli Pembangunan Bali dengan materi ‘’Mengusik Kreativitas, Menggali Warisan Pengobatan Pengusada Menuju Krame Bali Sehat di Era Bali Baru’’. (ad651)
SMP Ganesha Denpasar Terima 406 Siswa Baru
PENGHARGAAN - Ketua Koperasi Subhakti Ungasan I Made Suanda Wisnaya, S.E. (kanan) dan Manager Koperasi Subhakti Ungasan I Nyoman Sukarta (kiri). berfoto bersama Menteri Koperasi dan UMKM AAGN Puspayoga, usai menerima penghargaan tingkat nasional belum lama ini. manfaat yang sangat luas kepada anggota, sehingga anggota terlayani dengan baik. Tidak seperti organisasi finansial yang mengutamakan profitability, di sini justru mengutamakan segi manfaat atau benefitnya. ‘’Paling tidak anggota merasakan dengan mudah bisa mencuci mobil atau sepeda motor,’’ pungkasnya sembari menyebutkan, jasa atau usaha lainnya yang dijalankan, seperti penyewaan tenda dan perlengkapan resepsi mampu memberikan manfaat kepada anggota. Tidak hanya itu, sejak tahun 2013, koperasi ini mengembangkan sektor properti yang dijalankan dengan swadaya. Konsep dari, oleh dan untuk kita benar-benar dijaga. Pihak koperasi menyediakan lahan, anggota yang mengerjakan dan anggota juga yang menjual. Termasuk kontraktor pun berasal dari anggota. Dengan demikian sedapat mungkin uang akan berputar di
antara anggota saja. Sektor lain yang terbaru, pihak koperasi sudah membuka usaha guest house. Usaha ini dijalankan karena melihat segmen pasar dan diharapkan bisa menjadi pilot project sesuai segmen dan sumber yang ada. ‘’Ini adalah sebuah transformasi bagaimana pemikiran kami melihat antara segmen dan resources yang ada, kami optimalkan. Mungkin inilah salah satu yang mendongkrak nilai kami bahwa sebuah koperasi bisa memikirkan seperti itu,’’ tambahnya. Koperasi Subhakti Ungasan yang berbadan hukum pada 8 Maret 2004 mampu berkembang dengan pesat. Saat ini telah memiliki anggota 2.425 orang dengan total aset yang dikelola sebesar Rp 92 miliar. Perkembangan tersebut juga diraih berkat komitmen pengurus dan pengelola untuk selalu meningkatkan kualitas SDM yang ada. (kmb23/k150)
Hino Dutro Hybrid, Truk Ramah Lingkungan
HINO kembali hadir dalam pameran otomotif tahunan, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Hino menampilkan delapan unit kendaraan unggulannya yaitu Hino New Generation Ranger, Hino New Dutro, Microbus, serta tiga unit spesial yang khusus ditampilkan tahun ini. Ketiganya adalah Hino Dutro Hybrid, Hino Dakar Rally, dan Hino300 Series Export model. Dengan tema ‘’Trucks and buses that do more, Be Connected to Customer’s Future by Human Touch & Information Technology’’, Hino berharap dapat terus memberikan kendaraan yang aman dan tangguh bagi masyarakat. ‘’Kami memiliki semangat continuous improvement. Untuk itu, Hino terus meningkatkan efisiensi kendaraan untuk terus menjadi lebih baik, termasuk salah satunya yang ditampilkan dalam GIIAS kali ini, Hino Dutro Hybrid,’’ ungkap Presdir Hino Motors Sales Indonesia Hiroo Kayanoki di Tangerang, Rabu (17/7) kemarin. Sebagai perusahaan yang pertama mengembangkan teknologi hybrid di dunia pada tahun 1991, Kayanoki mengatakan, Hino Dutro Hybrid sejak kemunculannya pada 2003 telah berhasil memimpin bisnis transportasi di Jepang. Hal ini tidak terlepas dari mesin kendaraan yang andal dan ramah lingkungan. Hino Dutro Hybrid yang menggunakan diesel electric hybrid system mampu menurunkan konsumsi bahan bakar hingga menyentuh 13.6 km per liter. Selain memajang kendaraan
Kamis Wage, 18 Juli 2019
Tingkatkan Prestasi, Kini Jadi Duta Lomba PKTP dan Sekolah Sehat SMP Ganesha di kawasan Sesetan, Denpasar Selatan, sepanjang tahun tetap menjadi incaran masyarakat. Alasannya sederhana, sekolah ini mengalami kemajuan pesat dalam akademis, fasilitas gedung, dan gurunya berkualitas. Tahun ini menerima 406 siswa. Mereka sejak Senin lalu mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pelaksanaan MPLS di sekolah ini, Rabu (17/7) kemarin, diisi ceramah lalu lintas, pengenalan ekstra dan lain-lain. Ketua MPLS Arik Jaya Wikrama, S.Pd. menjelaskan, peserta MPLS pada Kamis ini akan diajak menjalani upacara sisya upanayana dan PSN. Para siswa baru menyebut SMP Ganesha sekolah yang bagus. Lihat saja pembangunan fisik gedung dan fasilitas sekolah sangat permanen dan megah. Bahkan, sekolah ini kini memiliki aula yang representatif. Soal prestasi siswanya tak usah dihitung di Porjar dan Wali Kota Cup. Sementara gurunya adalah guru SMPN 6 Denpasar. Selain itu, sekolah ini didukung penuh oleh masyarakat Pegok dan Sesetan. Kepala SMP Ganesha Denpasar I Ketut Jawita, S.Pd., M.Pd. didampingi Waka Dra. Ni Wayan Gandawati, M.M.Pd., Drs. Dewa Adi Adnyana, dan Nyoman Suja-
AKRAB – Kepala Sekolah Ketut Jawita dan OSIS akrab dengan siswa baru pada MPLS di SMP Ganesha Denpasar. na, S.Pd. menjelaskan, saat MPLS berlangsung pihaknya masih kedatangan siswa baru sehingga menjadi 406 orang. Mereka yang diterima ini adalah hasil seleksi dari pendaftar awal yang mencapai 750 orang. Oleh karena semua ruangan terpenuhi, siswa kelas VIII masuk siang, siswa kelas VII dan IX masuk pagi. Jawita mengungkapkan, setelah tahun ini sukses menyelesaikan pembangunan gedung baru berlantai empat, kini SMP Ganesha Denpasar fokus pada peningkatan mutu pendidikan. ‘’Kini sasaran kami fokus berpikir untuk mutu,’’ tegasnya. Sementara untuk peningkatan mutu, guru diajak mengikuti workshop. Dia bersyukur jumlah siswa
barunya terus meningkat di tengah persaingan ketat PPDB yang amburadul. Kini pihaknya fokus pada peningkatan prestasi karena sebagian besar siswa barunya adalah siswa berkualitas. Ini kesempatan baik untuk makin banyak mengukir prestasi akademik dan non-akademik. Bahkan, tahun ini SMP Ganesha Denpasar menjadi duta Densel pada lomba PKTP (Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna) dan Sekolah Sehat. Ketika membuka MPLS, Ketut Jawita menekankan MLPS di sekolah ini harus menyenangkan dan memperkuat karakter bangsa. Dalam aksi peduli lingkungan siswa diajak melakukan kebersihan dan PSN. (ad646)
KESEHATAN PAMERAN- Hino kembali hadir dalam pameran otomotif tahunan, GIIAS 2019. ramah lingkungan, Hino turut membawa Truck Dakar Rally yang merupakan satu-satunya truk asal Jepang yang turut serta dalam lomba Dakar Rally yang terkenal sebagai reli terganas di dunia. Sepanjang keikutsertaan sejak tahun 1991 sampai 2019 atau selama 28 tahun, Hino Truck Dakar Rally tidak pernah gagal mencapai garis finis. Bahkan, pada 1997 berhasil menjadi juara umum untuk kategori truk serta meraih posisi kedua dan ketiga. Tidak hanya itu, sejak Dakar Rally 2010, Hino juga berhasil menjuarai kategori under 10-Litre Class selama 10 tahun berturutturut dari 2010 hingga 2019. Semua prestasi ini membuktikan bahwa truk Hino memiliki QDR (Quality, Durability, Reliability) yang tidak diragukan lagi. Hino Indonesia tercatat sebagai satu-satunya merek kendaraan komersial dalam negeri yang mengekspor kendaraan utuh atau Completely Build Up (CBU) untuk kategori kendaraan komersial truk dan bus (Light Duty). Jumlah total kendaraan utuh yang sudah diesk-
por sebanyak 11.195 unit sejak 2010 hingga kini. Dua belas tipe Dutro yang sudah diekspor oleh PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) memiliki tingkat kandungan produk dalam negeri lebih dari 50 persen. Perusahaan otomotif asal Jepang ini juga melengkapi layanan bagi customer yang datang dengan layanan penjualan dari perusahaan pembiayaan Hino Finance. Dengan sinergi antara PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) selaku main distributor dan dealer-dealer Hino beserta Hino Finance Indonesia diharapkan pelanggan semakin mudah membeli armada truk dan bus Hino guna memperkuat bisnisnya. ‘’Filosofi kami adalah Total Support untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi customer dan menampilkan jajaran produk yang tepat bagi bisnis customer. Terlebih lagi dengan Dutro Hybrid dan Unit Expor yang kami pajang dengan standar emisi Euro 4, menjadi bukti kesiapan kami dalam menghadapi era Euro 4 pada tahun 2021,’’ pungkas Sales & Promotion Director HMSI Santiko Wardoyo. (bns1)
Kenali Gejala-gejala Mata Lelah BERAPA jam Anda memandangi gadget hari ini? Dua, tiga, atau bahkan tidak ingat lagi. Dewasa ini penggunaan perangkat digital memang lekat dengan keseharian kita, baik untuk kebutuhan pekerjaan maupun sekadar hiburan. Mulai dari bangun tidur hingga akan kembali tidur, perangkat digital seakan sudah menjadi bagian dari diri kita. Berdasarkan data The Vision Council pada tahun 2016 di Amerika Serikat, sekitar dua pertiga orang dewasa berusia 30-49 tahun menghabiskan waktu lima jam atau lebih dengan perangkat digitalnya. Sementara studi multinasional di Eropa termasuk Inggris oleh eMarketer melaporkan, pada usia 3 tahun, 68 persen anak-anak menggunakan komputer secara teratur dan 54 persen melakukan aktivitas online. Pada tahun 2016 diperkirakan orang dewasa di Inggris umumnya menghabiskan waktu 4 jam 45 menit per hari menggunakan media digital. Cukup lama, bukan? Menatap layar komputer, ponsel pintar atau perangkat digital lainnya dalam jangka waktu yang
lama tidak akan menyebabkan kerusakan mata permanen, tetapi dapat menyebabkan mata terasa kering dan lelah. Hal ini tentu dapat mengurangi kenyamanan bahkan produktivitas Anda. Berikut gejala yang perlu Anda kenali. Penglihatan kabur saat menatap layar komputer atau saat melihat jarak jauh, kesulitan atau perlambatan dalam memfokuskan pandangan dari satu jarak ke jarak lain, mata terasa tidak nyaman, mata terasa kering, nyeri pada mata atau di sekitar mata, nyeri kepala, sensitif terhadap cahaya terang, mual atau pusing berputar. Mengapa gejala-gejala tersebut muncul? Normalnya manusia berkedip sekitar 15 kali per menit, tetapi studi menunjukkan bahwa saat menggunakan perangkat digital frekuensi berkedip hanya setengah sampai sepertiga kalinya. Untuk mencegahnya, berikut tips dari American Academy of Ophthalmology. - Duduk dengan jarak 25 inci (63,5 cm) dari layar komputer. Posisikan layar sehingga pandangan mata Anda sedikit ke bawah. - Kurangi kesilauan (glare) den-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
gan menggunakan filter layar matte jika diperlukan. - Beristirahat secara teratur dengan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit, alihkan mata Anda untuk melihat objek minimal sejauh 20 kaki (6m), selama minimal 20 detik. - Gunakan tetes mata buatan untuk menyegarkan mata jika terasa kering dan pertimbangkan menggunakan humidifier. - Atur pencahayaan ruangan agar cukup terang dan tingkatkan kontras pada layar. Untuk pengguna lensa kontak: Lensa kontak dapat memperburuk mata kering dan iritasi, yang umum terjadi pada pemakai berat perangkat digital. Maka, istirahatkan mata Anda dengan menggunakan kacamata, jangan tidur dengan memakai lensa kontak meskipun berlabel extended wear dan selalu lakukan pembersihan yang baik. Jika mata Anda tetap tampak merah, pandangan kabur atau berair, atau sensitif terhadap cahaya dan nyeri, kunjungi dokter spesialis mata. l dr. Intan Cendana Sari
Kamis Wage, 18 Juli 2019
INFO SEREMONIAL
MPLS SMK PGRI 3 Denpasar Ditutup dengan Pentas Seni Madiadnyana Serahkan Piagam bagi 10 Peserta Terbaik SEBANYAK 737 siswa baru SMK PGRI 3 Denpasar sukses menjalankan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan baik berkat kehadiran 100 persen. MPLS ditutup Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. ditandai pelepasan atribut MPLS. Acara dihadiri Pembina SMK PGRI 3 Denpasar yang juga Kepala SMKN 4 Denpasar Dra. Ni Luh Ketut Anggreni, M.Pd. Penutupan diisi pentas seni berbagai atraksi seni siswa baru. Saat itu Madiadnyana didampingi Luh Ketut Anggreni dan Ketua Komite I Made Rejadi menyerahkan penghargaan kepada 10 peserta MPLS terbaik. Mereka adalah Isyamira Syva Sabila, Kadek Ari Jayanti, Komang Surya Oka Harta, Silva Ramia Putri, Ni Komang Sukma Anggreni, Ni Kadek Yurika Aditya Putri, Ni Kadek Kusuma Bintang Pratiwi, Nazla Vesya Kayla, A.A. Srika Pravina Ucca Ranti dan I Putu Gede Aditya Kartika Darma. Perwakilan siswa Ni Komang Sukma Anggreni mengaku sengaja memilih SMK PGRI 3 Denpasar karena terbukti berkualitas dan menyenangkan. Sekolah ini didukung oleh guru berkualitas dengan motto sekolah bersih, disiplin, dan berprestasi. Pembina Ni Luh Ketut Anggreni memuji siswa baru sekolah ini mampu menjalankan MPLS dengan penuh semangat dan berdedikasi. Untuk itu, dia meminta siswa baru mengikuti aturan sekolah serta persiapkan diri menjadi insan disiplin, bersih, berprestasi, dan berkarakter. Disiplin diri akan membuat kita nyaman dan
TERBAIK - Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M., Rejadi, Luh Anggreni dan Sugiartana menyerahkan penghargaan bagi peserta MPLS terbaik. sukses. Untuk itu, jaga terus melewatkan waktu untuk belanama baik almamater SMK jar, apalagi ada di era milenial, PGRI 3 Denpasar. di era revolusi industri 4.0. Kepala SMK PGRI 3 DenDia juga bersyukur di tengah pasar Drs. Nengah Madiad- persaingan yang makin ketat, nyana, M.M. menyatakan ber- SMK PGRI 3 Denpasar mampu bahagia anak-anaknya mampu merekrut siswa baru sesuai tarmenjalankan MPLS dengan get. Dikatakannya, calon siswa baik. Ini sebuah kebanggaan baru pas memilih SMK PGRI 3 bahwa apa yang dilakukan Denpasar sebagai studi lanjut tidak sia-sia. Sebab, tak gam- guna mempersiapkan diri menpang mencari siswa pemberani jadi SDM bidang pariwisata tampil di depan umum. Ini yang unggul. Selain ber- ISO juga buah keseriusan guru 9001-2008, sekolah ini memiliki pembina dan siswa mencari keunggulan guru profesional, bakat dan potensi diri. Sukses sarana lab yang lengkap, suamenjalankan MPLS merupa- sana belajar yang nyaman dan kan sukses awal guna meraih dikelola profesional. sukses selanjutnya. ‘’Jadi, janKetua Panitia MPLS I Made gan cepat berpuas diri dulu, Sugiartana, S.Par. menjelasnamun lanjutkan sukses lain- kan, pemilihan peserta terbaik nya,’’ tegasnya. dinilai atas dasar kedisiplinan, Madiadnyana pun melan- kehadiran, kreativitas, dan tunkan pantun bahwa ilmu keaktifan selama MPLS. Menupengetahuan jendela emas rutnya, pelaksanaan MPLS meraih kesuksesan. Caranya mengacu pada tema utama diisi banyak belajar. Pantun itu ada- pengenalan program keahlian, lah ‘’Anak kancil dikejar-kejar, struktur dan komponen sekolah di pasar banyak orang bebe- serta organisasi siswa. Siswa lanja. Masa kecil adalah masa juga dikenalkan tata tertib, lab belajar, setelah besar Anda sekolah hingga aksi kebersihan berbahagia’’. Artinya, jangan lingkungan. (ad659)
Dispusar Gianyar Gelar ’’Workshop’’ Perpustakaan Cok Agusnawa: Buat Pengunjung Ketagihan
SEKRETARIS Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusar) Kabupaten Gianyar Made Krya Gunarta membuka Workshop Pengelola Perpustakaan di UPT Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Rabu (17/7) kemarin. Workshop diikuti 50 peserta dari pengelola perpustakaan SD dan SMP se-Kabupaten Gianyar. Kabid Deposit Pengembangan dan Pengolahan Perpustakaan Dispusar Gianyar Ni Made Seriasih melaporkan, workshop dilaksanakan selama dua hari pada 17-18 Juli. Peserta diberikan pengetahuan dan praktik pengelolaan perpustakaan dan pengelohan bahan pustaka manual atau berbasis teknologi informasi. Pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi menggunakan Program Perpuseru hasil kerja sama Dispusar Gianyar bersama Perpustakaan Nasional dan Coca-Cola Foundation. Melalui workshop, peserta diharapkan mendapat pemahaman dalam pengelolaan perpustakaan secara teori dan praktik, sehingga dapat diterapkan di masing-masing perpustakaan yang dikelola. Seriasih menambahkan, di Gianyar saat ini terdapat 447 perpustakaan, terdiri atas 369 perpustakaan sekolah, 70 perpustakaan desa/kelurahan, 5 perpustakaan instansi pemerintah, dan 3 perpustakaan keliling. Dari 447 perpustakaan yang ada terdapat 893.426
WORKSHOP - Narasumber memberikan materi kepada peserta Workshop Pengelola Perpustakaan di UPT Farmasi Dinas Kesehatan Gianyar. judul buku dengan jumlah kunjungan 312.126 orang per bulan. Kepala Dispusar Gianyar Cokorda Gede Agusnawa ditemui di sela-sela workshop berharap ke depan dengan adanya pemahaman dan keterampilan peserta, perpustakaan dapat dikelola lebih profesional. Perpustakaan dapat memberikan layanan maksimal dengan membuat pengunjung merasa senang, nyaman, dan ketagihan datang ke perpustakaan. Untuk itu, diperlukan adanya standar koleksi, sarana dan prasarana, layanan, SDM, penyelenggara, serta pengelolaan perpustakaan. Dengan meningkatnya layanan perpustakaan dapat meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat menuju peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia.
Seorang peserta workshop, Pande Made Hendra Kesuma dari SDN 2 Melinggih, Payangan, menyambut baik pelaksanaan workshop, karena sangat bermanfaat dalam peningkatan pengelolaan perpustakaan. Ia mengharapkan ke depan selain adanya peningkatan pengetahuan pengelola perpustakaan, lebih difasilitasi peningkatan koleksi buku perpustakaan yang ada. Di samping itu, pembinaan perpustakaan terus digalakkan untuk lebih meningkatkan pemberdayaan perpustakaan sekolah. Workshop menghadirkan narasumber dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali Drs. I Wayan Tunjung dengan materi Pengelolaan Perpustakaan, dan Drs. Rosbaedi dengan materi Pengantar Klasifikasi Perpustkaan. (ad654)
Jalankan Misi #MakeanImpact, BPR Lestari Mebanjaran di Desa Siangan Gianyar
SETELAH sebelumnya mebanjaran dengan krama Bali di wilayah Kabupaten Badung, kini BPR Lestari Bali (member of Lestari Group) kembali melaksanakan dharma wacana bersama krama Bali di Desa Siangan, Gianyar. Acara ini dilaksanakan di Wantilan Pura Penataran, Desa Siangan, Selasa (16/7). Acara ini menjadi salah satu rangkaian upacara Dewa Yadnya di Pura Penataran, Desa Siangan. Dimulai pukul 13.00 Wita dengan mengangkat topik ‘’Padudusan Alit’’, Ida Pedanda Gede Buruan Manuaba menjelaskan makna serta pentingnya melakukan yadnya. Krama Bali diingatkan pemahaman nilai-nilai ajaran agama Hindu dalam pelaksanaan yadnya yang benar. ‘’Kami berterima kasih karena Ida Pedanda sudah memberikan pembahasan yang luar biasa terkait yadnya yang sesuai dengan ajaran agama Hindu. Mewakili krama Bali Desa Adat Siangan, saya mengucapkan terima kasih dan semoga BPR Lestari Bali bisa terus memperluas kesempatan untuk mendukung kegiatan upacara keagamaan di sekitar
5
Parade Ekstrakurikuler Warnai MPLS di SMP 10 Denpasar
Pertahankan ’’Full Day School’’, Jadi Sekolah Adiwiyata SEBANYAK 474 siswa baru SMPN 10 Denpasar mengikuti Masa Pengenalan Lingkungsan Sekolah (MPLS). MPLS dibuka Senin (15/7) lalu ditandai pelepasan burung dan pemukulan gong. Rabu (17/7) kemarin MPLS ditutup Kepala SMPN 10 Denpasar I Wayan Sumiara, S.Pd., M.Pd. diwarnai parade ekstrakurikuler. Kasek I Wayan Sumiara yang dipercaya memimpin sekolah ini sejak tiga bulan lalu mampu menggelar MPLS dengan baik dan lancar bahkan dengan kehadiran 100 persen. Pelepasan burung diartikan guna mengajak siswa baru peduli lingkungan. Apalagi sekolah ini memiliki visi berbasiskan budaya lingkungan dan berkaratkter. Ketua Panitia MPLS I Wayan Parta, S.Pd. menjelaskan, selama tiga hari, materi MPLS berjalan sesuai juknis. Tahun ini ditambah parade ekstrakurikuler. Hal itu dibenarkan Kasek Wayan Sumiara bahwa parade ekstrakurikuler ini memperkenalkan segala potensi ekstra di sekolah guna memotivasi siswa baru berminat menggeluti ekstra yang sesuai dengan potensi dirinya. Salah satunya
adalah ekstra KIR yang sukses meraih juara nasional dan internasional. Saat membuka MPLS, Sumiara menekankan pentingnya siswa baru menjadi insan yang disiplin. Selain itu, dia bertekad menjadikan SMPN 10 nol sampah plastik tiap hari. Siswa membawa tempat air dan makanan yang dikemas tidak pakai plastik. Hal ini untuk mendukung SMPN 10 Denpasar sebagai sekolah sehat. Makanya anak-anak peserta MPLS juga diajak melakukan kebersihan lingkungan sekolah dan Kamis ini menggelar Pemberatasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan Gatsu Timur. Untuk menanamkan pendidikan karakter, Selasa lalu peserta MPLS diajak sembahyang bersama dan menjalani sisya upanayana. Artinya, mereka diterima secara sekala dan niskala. Acara MPLS sempat ditinjau oleh Kadisdikpora Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan. Sumiara didampingi Waka Kurikulum Dra. Ni Wayan Purnasih, Waka Kesiswaan I Putu Krisna Sunarjaya, S.Pd. dan Waka Humas Ni Made Nuratni, S.Pd. men-
DUA siswa SD Saraswati 6 Denpasar yakni I Putu Jagadhita Purnanugraha Sujaya dan Ida Ayu Putu Santhi Darmayani (V-C) menjadi duta Bali dalam Festival Lomba Literasi Nasional (FL2N) tingkat SD. Kedua siswa ini mohon doa restu kepada pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Rabu (17/7) kemarin. Kedua siswa didampingi Kepala SD Saraswati 6 Denpasar Dra. Ni Wayan Sudiasih, M.M. dan guru Pembina Ni Putu Wijani, S.Pd. yang juga Kaur Saspras diterima langsung oleh Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. bersama Sekretaris Dewa Sukanada, B.A., Ketua Badan Pembina IGB Yudhara, MBA. dan Bendahara dr. IGN Susila, M.Kes. Jagadhita dan Dayu Shanti Damayanthi sukses maju ke tingkat nasional untuk lomba membuat puisi dan cerpen setelah bersaing dengan ratusan peserta lewat seleksi online. Keduanya akan bersaing di tingkat nasional pada 25-29 Juli mendatang di Tangerang. Ida Ayu Shanti dibina lewat ekstra Bina Seni dan Sastra (Bisensa), sedangkan Jagadhita belajar mandiri. Kepala SD Saraswati 6 Denpasar Dra. Ni Wayan Sudiasih, M.M. didampingi Wakasek
merangkap Kaur Kurikulum Dra. Sri Astuti, Kaur Kesiswaan IGA Ari Nuratih, S.Pd., M.Pd., Kaur Sarpras Ni Putu Wijani, S.Pd. dan Kaur Humas Made Mardika, S.Ag., M.Pd.H. berterima kasih kepada pengurus yayasan yang sudah membina dan mendukung semua program yang dilaksanakan di SD Saraswati 6 Denpasar. Ia juga berterima kasih kepada orangtua siswa dan masyarakat atas dukungan dan kerja samanya sehingga siswanya bisa meraih prestasi. Sudiasih pun berterima kasih pada dewan guru dan staf atas kerja kerasnya serta dedikasinya, sehingga proses pembelajaran berjalan lancar dengan hasil maksimal. Ia mengharapkan kedua anakanaknya sehat dan berjuang maksimal sehingga bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional. ‘’Kami mohon doa restu seluruh warga Saraswati dan masyarakat Bali semoga duta Bali yang juga anak kami bisa sukses di Tangerang,’’ ujarnya. Prestasi ini membuat bangga Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. Selain memberikan doa restu, Bagus Ketut Lodji juga menyerahkan uang saku selama di Tangerang. Dia memotivasi warga Saraswati dan Bali untuk terus
MENYAMBUT tahun ajaran baru, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar gencar melaksanakan kegiatan ceramah narkoba ke lingkungan pendidikan yang ada di Kabupaten Gianyar. Salah satu kegiatan ceramah narkoba yang dilaksanakan adalah di SMK Singamandawa Monarch Bali yang berlokasi di Jalan Gunung Lempuyang, Selat Bukit Jati, Gianyar. Kegiatan ceramah ini diisi langsung oleh Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M., Selasa (16/7) pukul 10.00 Wita. Berbagai permasalahan narkoba di Tanah Air dan internasional menjadi bahasan yang disampaikan oleh Kepala BNN Kabupaten Gianyar kepada siswa baru yang akan
menuntut ilmu di lembaga pendidikan tersebut. Modusmodus operandi yang dipergunakan oleh para penjahat narkoba disampaikan juga di samping berbagai jenis narkoba yang umum beredar di masyarakat serta maraknya narkotika jenis baru yang terus diproduksi oleh para bandar. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan ciri-ciri pengguna narkoba dan trik yang harus dilakukan guna menghindarkan diri dari pengaruh narkoba dan jeratan para pengedar obat terlarang tersebut. Para siswa diharapkan tetap belajar dengan giat, selalu hormat kepada guru dan orangtua serta rajin sembahyang mendekatkan diri dengan Sang Pencipta seba-
Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster akan merampingkan jumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov Bali dari 49 menjadi 40 OPD. Atau lebih tepatnya menjadi 38, dengan tambahan usulan 2 OPD baru, yakni Dinas Pemajuan Desa Adat serta Badan Riset dan Inovasi Daerah. “Pemerintah akan mengajukan Ranperda mengenai Restrukturisasi Organisasi perangkat daerah. Kami mengajukan perampingan OPD dari semula ada 49 menjadi 40,” ujar Koster dalam Rapat Paripurna di DPRD Bali, Rabu (17/7) kemarin. Sementara itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, perangkat daerah memang dapat dievaluasi setelah berjalan dua tahun sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 dan PP Nomor 18 Tahun
2016. Terlebih, Gubernur ingin meningkatkan akselerasi pada lima bidang prioritas sesuai visi-misinya. Memang ada risiko jabatan yang hilang, namun pihaknya berusaha untuk memitigasi risiko sekecil mungkin. “Kita berprinsip tidak ada yang sampai kehilangan jabatan,” ujarnya. Menurut Dewa Indra, perampingan terjadi pada Sekretariat Daerah (Setda), Dinas dan Badan. Dari sembilan biro yang ada di Setda, setelah dilakukan kajian akan ditata menjadi enam. Ketiga biro lainnya tidak hilang, melainkan digabung. Yakni Biro Humas dan Protokol, khusus Bagian Humas “naik tingkat” karena akan bergabung ke Dinas Kominfos. Sedangkan Bagian Protokol masuk ke Biro Umum. Selanjutnya, ada Biro Organisasi yang akan bergabung dengan Biro Pemerintahan menjadi
TINJAU - Kadisdikpora Wayan Gunawan diterima Kasek I Wayan Sumiara dan para wakasek saat meninjau MPLS SMPN 10 Denpasar. egaskan, sekalipun siswa barunya meningkat, sekolah ini tetap menjalankan full day school yakni lima hari sekolah. Kekurangan kelas disiasati dengan memanfaatkan gudang yang tak terpakai untuk ruang kelas. Yang jelas tak sampai mengorbankan lab IPA. Dia optimsis PBM di sekolah ini berjalan kondusif didukung oleh 57 guru PNS dan honorer/kontrak. Ke depan dia ingin mengantarkan SMPN 10 Denpasar menjadi sekolah
unggulan. Pertama, menjadi sekolah Adiwiyata yang unggul dalam budaya lingkungan. Kedua, meningkatkan prestasi akademik terutama raihan nilai UNBK tiap tahun. Ketiga, melarang siswanya membawa HP selama belajar. Sebab, disadari bahaya gadget sangat mengganggu konsentrasi anakanak, apalagi handphone rawan digunakan untuk kegiatan lainnya. Untuk PBM berbasis digital, sekolah sudah menyiapkan lab komputer dengan wifi gratis. (ad648)
Siswa SD Saraswati 6 Denpasar ke Tingkat Nasional Lomba Literasi
LITERASI - Ketua Yayasan PR Saraswati Bagus Ketut Lodji bersama Dewa Sukanada, IGB Yudhara dan dr. IGN Susila menerima siswa SD Saraswati 6 Denpasar I.A. Shanti dan Jagadhita, Kasek Ni Wayan Sudiasih dan Ni Putu Wijani sebagai duta Bali dalam lomba literasi nasional. meningkatkan minat membaca dan menulis serta membentuk literasi lainnya. Hal ini sangat penting karena di era serba digital ini, anak sekolah cenderung lebih suka selfie dibandingkan membaca. Bagus Ketut Lodji menilai SD Saraswati 6 Denpasar sukses menerapkan amanah yayasan unggul dalam mutu dan karakter siswa. Siswanya
tak hanya menjadi cerdas secara intelektual, juga cerdas emosional, spiritual, dan sosial. ‘’Keunggulan ini terus diperkuat lagi tahun ini karena bagian dari mengemban kepercayaan masyarakat,’’ tegas Bagus Ketut Lodji yang konsisten menjadikan unit persekolahan di bawah Yayasan PR Saraswati terdepan di Bali. (ad647)
BNNK Gianyar Gencar Laksanakan Ceramah Narkoba di Lingkungan Pendidikan
CERAMAH – Kepala BNNK Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. memberikan ceramah narkoba di SMK Singamandawa Monarch Bali. gai langkah-langkah positif agar terhindar dari kegiatan negatif yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam pergaulan narkoba. Para siswa SMK Singaman-
dawa Monarch Bali sangat menikmati apa yang disampaikan oleh Kepala BNNK Gianyar. Pada akhir acara diselingi sesi tanya jawab seputar narkoba. (bns2)
Biro Pemerintahan dan Organisasi. Kemudian, Biro Ekonomi akan kembali bergabung dengan Biro Administrasi Pembangunan menjadi Biro Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang). “Ada juga beberapa dinas yang digabung setelah dievaluasi tentang beban kerja, kemiripan fungsinya,” imbuhnya. Dewa Indra menambahkan, Dinas Sosial akan digabung dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dinas Ketahanan Pangan akan kembali pada “induknnya” yakni Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan yang dulunya adalah Dinas Pertanian. Dinas Perumahan Rakyat yang dulunya menjadi tugas Dinas PU juga akan “dipulangkan” ke induknya yakni bergabung dengan Dinas PU dan Penataan Ruang. Begitu pula dengan Dinas Kepemudaan dan Olah-
raga yang dulunya merupakan pecahan dari Dinas Pendidikan akan bergabung lagi menjadi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga. Untuk memudahkan koordinasi, Dinas Koperasi dan UKM akan digabung dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian karena samasama menyentuh UKM. Dinas Lingkungan Hidup akan digabung dengan Dinas Kehutanan. Dinas Tenaga Kerja dan ESDM akan dipisah. Untuk bidang tenaga kerja bergabung dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Sedangkan bidang ESDM yang dekat dengan lingkungan dan kehutanan menjadi tambahan tugas di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Surat untuk pembahasan ranperda sudah diajukan ke DPRD supaya dilakukan pembahasan, sehingga bisa berlaku per 1 Januari 2020,” katanya. (kmb32)
OPD di Pemprov akan Dirampingkan dari 49 Jadi 40
YADNYA – BPR Lestari Bali melaksanakan dharma wacana bersama krama Bali di Desa Siangan, Gianyar. masyarakat Bali,’’ ungkap Ida Bagus Nyoman Ardana, Bendesa Desa Adat Siangan. Seluruh warga Desa Adat Siangan yang hadir tampak antusias mendengarkan dharma wacana yang disampaikan oleh Ida Pedanda. Tanya jawab pun berlangsung dan warga yang datang terlihat senang dengan topik pembahasan yang diberikan. ‘’Kami sangat senang telah diberi kesempatan ikut berpartisipasi dan beryadnya dalam kegiatan upacara Dewa Yadnya di Desa Siangan ini,’’ ujar Luh Ayu Silviananda, Corporate Secretary Manager BPR Lestari Bali. Tahun ini, BPR Lestari Bali fokus terus menyebarkan
misi #MakeanImpact dengan memberikan pengaruh positif kepada masyarakat di sekitarnya. ‘’Lestari Mebanjar adalah salah satu upaya kami untuk ikut serta berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di lingkungan desa adat krama Bali. Kami sadar bahwa keberadaan BPR Lestari Bali tidak lepas dari peran serta dukungan masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut di kesempatan lainnya. Bagi krama Bali yang ingin mengundang BPR Lestari untuk mengadakan Lestari Mebanjar di acara piodalan di desanya bisa segera menghubungi kami,’’ tutup Ayu. (ad655)
OPINI
6
Kamis Wage, 18 Juli 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Mencari Format Pemerataan Mutu Pendidikan IDE zonasi bagi murid baru mesti diakui memang baik, sepanjang ada kesamaan kualitas sekolah. Jadi, ketika hal itu sudah dirasakan merata secara objektif, maka zonasi itu memang tidak ada masalah. Sekarang, hiruk-pikuk soal itu sudah selesai. Atau, anggaplah sudah selesai walaupun masih banyak menyisakan masalah, kedongkolan, keputusasaan dan sebagainya. Jadi, apakah ini sudah selesai? Tentu saja tidak. Jadi, apanya yang sudah selesai? Yah, paling tidak hiruk-pikuknya, kehebohannya. Inilah sebagai cerminan kita melakukan hal senantiasa secara parsial, tidak tuntas apalagi holisitik. Memang mesti diakui pula, sektor pendidikan senantiasa menimbulkan ‘’kejutan’’, surprise, Lalau sekarang apa masalahnya? Ya, benahi hal ini sehingga tidak menimbulkan kehebohan lagi. Atau paling tidak, sistem ini dipertahankan dengan perbaikan di sana sini. Tahun depan, jangan lagi buat ‘’keanehan’’ baru. Sehingga tidak banyak menimbulkan kegaduhan serta kelimpungan banyak orang. Mari kita kembali lagi ke persoalan zonasi. Kalau sekarang muridnya yang kena jurus zonasi, maka bagaimana dengan gurunya? Bagi guru, yang semestinya patut digugu dan ditiru, sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dan seabrek julukan lainnya. Menjadi guru itu profesi mulia. Kita tidak usah terlalu membandingkan bagaimana model guru dulu yang digambarkan sebagai Umar Bakri, lusuh dan sepertinya tidak lepas dari masalah. Tetapi kini, nasib guru jauh lebih baik. Secara profesi, pemerintah sudah banyak membuka peluang. Kesempatan meningkatkan potensi diri lewat sertifikasi maupun jalur kompetensi lainnnya. Juga dari sisi ekonomi, memang jauh lebih baik. Meskipun tidak semuanya berjalan mulus. Menjadi guru itu sebagai suatu kebanggaan. Setidaknya nasib anak bangsa dipertaruhkan. Dalam konteks zonasi, apakah perlu guru juga dizonasi? Tentu tidak. Justru sebaliknya. Guru itu mesti diputar, di-rolling. Tidak bisa kemudian guru itu dari dia mulai mengajar sampai pensiun hanya di satu sekolah. Dia mesti keliling dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Dari satu desa ke sekolah di kota. Demikian juga sebaliknya. Kalau urusan berapa lama dan urusan anggaran, tentu pemerintah yang akan memperhitungkannya. Tugas pemerintah serta wakil rakyat memang begitu. Dengan keliling, semua sekolah ada kesempatan mendapatkan guru berkualitas. Semua anak akan merasakan tangan dingin mereka. Semua guru juga yang pas-pasan akan pergi ke sekolah yang dianggap bagus, barangkali akan panas dingin karena dia merasa dirinya tidak mampu. Tidak masalah. Itu biasa. Justru itu nanti diharapkan dia bisa memacu diri agar kompetensinya bertambah. Ada semacam sharing pengetahuan serta cara, gaya serta strategi serta taktik mendidik. Sekali lagi, mendidik plus mengajar. Dua-duanya mesti sejalan. Dengan demikian, semua akan mempunyai pengalaman baru. Tidak hanya gurunya, tetapi juga muridnya. Akan terjadi kehebohan. Guruguru sebagian mungkin juga akan protes. Mereka mungkin terlalu biasa berada di zona nyaman kemudian dipindahkan ke sekolah yang asing, tentu ada masalah, tentu ada resistensi. Tinggal bagaimana pemerintah meraciknya dengan bagus sehingga semuanya bisa berjalan lebih baik. Ini juga masalah pemerataan. Tidak hanya bagi para murid untuk menempatkan pendidikan yang baik, tetapi juga pemerataan bagi para guru untuk mendapatkan kesempatan berbuat secara lebih baik.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mohon Bantuan Dana Pura
Dalam rangka pemugaran/pembangunan Pura Agung Puncak Raung yang terletak di Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi yang kondisinya sangat memprihatinkan dan sangat membutuhkan bantuan/ uluran tangan dari umat Hindu yang ada di Bali, maka kami panitia pemugaran/pembangunan pura tersebut bermaksud untuk mengadakan penggalian dana punia berupa bazar dan juga mohon dana punia melalui media Bali Post. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, besar harapan kami agar dapat membantu kami dalam penggalian dana punia ini lewat media Bali Post sekaligus sebagai promosi tentang keberadaan pura tersebut yang menurut penjelasan pangemong pura tersebut adalah tempat pasraman Rsi/ Yogi Markandeya. Atas bantuan serta partisipasi Bapak/Ibu agar pemugaran/pembangunan pura tersebut dapat terealisasi, kami dari panitia mengucapkan terima kasih, dengan disertai doa semoga segala amal baik yang Bapak/Ibu lakukan agar mendapatkan lindungan dan keberuntungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Panitia Pemugaran/Pembangunan Pura Agung Puncak Raung Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi Anak Agung Ketut Sumadi Koordinator Penanggung Jawab Ida Rsi Agung Bagawan Dharma Putra Adnyana Sekretariat Panitia: Griya Agung Lanang Dawan Pemecutan, Padangsambian, Jl. Buana Raya No.43, Denpasar, Bali (081-358-585-717 atau 081-238-505-120).
Era Baru Pengembangan Profesi Guru Pemberian tunjangan profesi guru oleh pemerintah dari tahun 2005 kepada seluruh guru sebagai amanat dari undang-undang tidak serta merta meningkatkan kualitas pendidikan. Pemberian tunjangan profesi bukan serta merta hadiah bagi guru tapi bagaimana guru harus mampu meningkatkan profesionalismenya. Dari tahun ke tahun kualitas pendidikan masih saja belum begitu banyak terjadi perubahan yang signifikan padahal anggaran pemerintah untuk tunjangan profesi guru sangatlah besar.
Oleh I Kadek Darsika Aryanta
U
ntuk itu, sebagai wujud peningkatan kualitas Sumber daya manusia secara terstruktur, sistematis, dan masif, perlu dilakukan orientasi pola baru pengembangan profesi guru yang benar dan baik. Pola pengembangan profesi guru tersebut disebut dengan pola pengembangan profesi guru berbasis zonasi. Upaya peningkatan kompetensi guru tidak bisa lagi sporadik seperti selama ini. Guru membutuhkan pelatihan yang berkesinambungan dengan dukungan pendanaan yang konsisten dari pemerintah pusat dan daerah. Pelatihan untuk kompetensi peningkatan kompetensi guru dan perbaikan mutu pendidikan hendaknya kini mengikuti hasil ujian nasional sebagai peta permasalahan. Dengan demikian, masalah bisa diintervensi sesuai isu spesifik, tempat, dan variabel. Pelatihan guru juga harus berkesinambungan dengan dukungan anggaran pemerintah pusat dan daerah. Setiap tahun, pemerintah melalui kementerian keuangan mengalokasikan 20% APBN untuk pendidikan dari pagu ini 60% ditransfer ke pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam bentuk dana alokasi umum namun tidak ada aturan khusus mengenai penggunaan dana ini. Ada pemerintah daerah yang menggunakannya untuk merenovasi sarana sekolah, ada pula yang fokus menggunakan dana untuk membayar gaji guru
sebesar tunjangannya. Tanpa adanya aturan penggunaan dana alokasi umum ini, pelatihan guru tidak akan menjadi prioritas. Alhasil, pelatihan pengembangan profesi guru hanya menjadi formalitas. Skema pelatihan terdahulu adalah guru-guru dikumpulkan dan diberi paparan teoretis bersifat searah. Setelah itu, mereka kembali ke sekolah masing-masing tanpa ada pengawasan lanjutan mengenai penerapan dan keberhasilan materi hasil pelatihan. Padahal yang dibutuhkan guru adalah pelatihan yang menyasar pada permasalahan nyata di ruang kelas. Meningkatkan kompetensi guru tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan. Guru harus tahu tujuan mengajar dan sejauh mana pembelajaran yang telah mereka lakukan. Peningkatan kompetensi guru harus menjadi prioritas karena mutu pendidikan bergantung pada kualitas dan kompetensi tenaga pendidiknya. Hasil uji kompetensi guru menunjukkan kualitas guru perlu ditingkatkan. Hasil kompetensi guru rata-rata mencapai 53,02. Padahal, standar kompetensi minimal ditetapkan adalah 50. Pelatihan guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) akan sangat bermanfaat karena langsung melibatkan guru di lapangan dan lakukan di lokasi wilayah guru pengajar namun harus dipastikan pelatihan dimulai dari proses refleksi agar lebih efektif. Refleksi dilakukan
ketika pelatihan dimulai dengan tidak boleh terburu-buru. Butuh waktu lebih lama untuk benar-benar mengubah persepsi guru bahwa kesuksesan belajar bukan nilai ujian yang baik melainkan motivasi siswa untuk terus belajar membuka pikiran dan mengemukakan gagasan. Setelah itu, mereka bisa mulai mendiskusikan permasalahan yang ada di kelas. Solusi yang diterapkan tak sekadar menasihati siswa tetapi juga melakukan pendekatan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan siswa. Pelatihan yang baru menggunakan pendekatan berbasis masalah di zonasi masing-masing. Di MGMP, guru akan mendapatkan hasil analisis terhadap capaian skor ujian nasional dari peserta didik. Guru bisa melihat pada soal nomor berapa para peserta didik mengalami kesulitan, kemudian dia ambil materinya dengan melihat unit pembelajarannya. Pola desain program pengembangan profesi guru dalam zonasi dapat dimanfaatkan di luar jam pelajaran dengan pola in dan on. Pada kegiatan in service dilaksanakan di kelompok kerja dalam zonasi di mana guru berkumpul dalam komunitas pembelajarannya untuk membahas dan meningkatkan kualitas pembelajaran dan penilaian yang berorientasi high order thingking skills (HOTS). Kegiatan on yang selanjutnya yaitu on the job learning, di mana hasil pertemuan di kelompok kerja dalam zonasi yang diimplementa-
sikan. Dalam proses pembelajaran di kelas sesuai mata pelajarannya waktu pelaksanaan pembelajaran di setiap aktivitas baik pelaksanaan in maupun on dapat dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan antara peserta dengan fasilitator sepanjang tidak mengganggu jam belajar siswa. Pola pelatihan guru yang berbasis zonasi dimulai dengan in-1 yaitu pertemuan awal yang digunakan untuk memaparkan kebijakan program peningkatan kompetensi pembelajaran berbasis zonasi. Selanjutnya, adalah bagaimana pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, karakter, dan juga literasi. Selanjutnya adalah pendalaman materi pelajaran di masing-masing MGMP untuk dilakukan 3 praktik penyusunan pembelajaran dan penilaian berbasis HOTS. Pada kegiatan in-2 digunakan untuk praktik penyusunan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Melalui pendalaman materi profesional dan juga praktik menyusun pembelajaran dan penilaian berbasis pada HOTS. Selanjutnya, dalam kegiatan on-1 dilaksanakan desain pembelajaran dan penilaian yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kegiatan in-3 dilaksanakan review terhadap desain pembelajaran tersebut dan on-2 dilaksanakan perbaikan hasil review desain pembelajaran dan penilaian dan juga praktik pembelajaran dan penilaian. Langkah selanjutnya adalah kegiatan in-4 yaitu refleksi pembelajaran dan penilaian yang berfungsi untuk melakukan refleksi terhadap praktik-praktik baik dan implementasi pembelajaran dan penilaian di sekolah. Langkah selanjutnya adalah kegiatan on-3 yaitu praktik pembelajaran yang kedua yang merupakan hasil refleksi untuk pembelajaran yang kedua. Langkah terakhir adalah evaluasi program atau in-5 yaitu evaluasi pelaksanaan pembelajaran berorientasi HOTS
Perang terhadap Pungli Pendidikan RUMINI (44), seorang guru honorer, yang akhir-akhir ini jadi buah bibir di jagat pemberitaan. Dia dipecat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan pada 3 Juni 2019 setelah membongkar pungli di SDN Pondok Pucung 02. Sekolah tempat dia mengajar diduga melakukan pungli berupa uang komputer, uang instalasi proyektor, uang kegiatan sekolah sampai buku. Namun hasil investigasi Dinas Pendidikan setempat dan Inspektorat menyatakan nihil, alias tak ada pungli di SD itu. Keberanian guru Rumini melawan pungli pendidikan patut kita dukung. Barangkali, dia satu-satunya guru yang lantang bersuara melawan pungli. Kalau guru PNS, kebanyakan kurang berani sebab takut dimutasi. Di samping itu, terkadang si pelapor pungli juga mendapat intimidasi. Itu juga yang dialami guru Rumini. Karena itu, kemudian Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) pun menggagas dukungan publik lewat petisi online. Sebenarnya tak semua iuran dari wali murid dikategorikan pungli. Berdasakan Peraturan Mendikbud No. 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Dasar. Telah dijelaskan perbedaan antara pungutan dan sumbangan. Pungutan pada intinya penerimaan biaya pendidikan yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan oleh sekolah. Sedangkan sumbangan merupakan penerimaan biaya pendidikan yang bersifat sukarela dan tidak ditentukan baik jumlah maupun jangka waktu pemberi-
Oleh Kurniawan Adi Santoso annya. Pembatasan pungutan di sekolah dikarenakan sudah ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Jadi, bila masih terjadi praktik pungli di sekolah, berarti ada ketidakberesan dalam pengelolaan BOS. Maka, patut dicurigai jangan-jangan BOS tidak dikelola sebagaimana mestinya. Bukan rahasia lagi, bila BOS jadi sasaran korupsi. Berdasarkan data Indonesia Corruption Watch (ICW) dari tahun 2005-2016, sebanyak 93 kasus korupsi tempatnya di sekolah dengan kerugian negara Rp 136 miliar. Lalu, 65 kepala sekolah dan 27 bendahara sekolah sudah ditetapkan menjadi tersangka korupsi. Sekolah dengan BOS-nya menjadi “lahan basah” bagi oknum yang ingin menambah kekayaan dengan mudah. Jumlah BOS yang besar, meski dikorupsi masih tampak bisa membiayai berbagai program pendidikan. Ketidaktransparanan memudahkan oknum dan kelompok kejahatan menyelewengkan dana pendidikan serta terhindar dari pantauan publik. Selain itu, lemahnya pengawasan internal, terutama dari Dinas Pendidikan yang terkesan tidak serius dalam mengaudit laporan keuangan sekolah karena mudah disuap. Dan ini bukan rahasia lagi di kalangan sekolah. Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dana pendidikan juga masih minim. Masyarakat tidak berani kritis. Khawatir bila anak mereka kurang dilayani
dengan baik oleh sekolah. Ini yang kemudian membuat mereka memilih untuk diam dan percaya sepenuhnya pada sekolah atas pengelolaan BOS. Padahal, lemahnya pengawasan publik bisa membuat sekolah lepas kontrol. Penyelewangan dana BOS makin masif. Praktik pungli dan korupsi sulit dibongkar. Setidaknya, ada empat hal yang harus dilakukan agar sekolah bersih dari pungli dan korupsi. Pertama, pendidikan antikorupsi hendaknya tidak sekadar pemenuhan kurikulum. Lebih dari itu, dipraktikkan bersama dengan keteladan dari guru dan kepala sekolah. Pendidikan antikorupsi bisa melemahkan virus korupsi. Penyebaran vaksin antikorupsi dalam pendidikan harus dilakukan secara masif. Dengan disuntikkan nilai-nilai antikorupsi diharapkan dapat menjadi benteng kukuh dalam memerangi segala macam korupsi di sekolah. Kedua, sekolah wajib menerapkan sistem keuangan berbasis online agar lebih transparan dan akuntabel. Semacam e-budgeting kiranya jadi solusi terbaik sistem keuangan online yang bisa dipakai sekolah. Sistem ini diterapkan sebagai dokumentasi penyusunan anggaran sehingga diharapkan bisa mencegah upaya penggelapan dana. Dengan menerapkan sistem e-budgeting BOS, data yang telah dimasukkan sudah tak bisa diutak-atik lagi dan telah tersebar ke publik. Dengan menggunakan sistem dan jaringan terpadu,
maka Dinas Pendidikan sampai ke Kemdikbud bisa langsung mengendalikan dan mengevaluasi secara langsung. Ketiga, pemberdayaan komite sekolah untuk menjalankan fungsinya secara aktif. Yakni, selain ikut serta dalam proses penyusunan anggaran pendidikan di sekolah, komite sekolah berperan aktif dalam pengawasan penggunaan dana operasional sekolah. Hasil pengawasannya wajib dilaporkan pada orangtua siswa dan masyarakat. Pun menindaklanjuti keluhan, saran, kritik, atau aspirasi dari orangtua dan masyarakat atas penggunaan BOS. Keempat, mendorong publik untuk aktif mengawasi anggaran pendidikan. Pemantauan data keuangan sekaligus pengendaliannya oleh publik merupakan praktik dari demokratisasi keuangan. Masyarakat bisa langsung melayangkan keluhan jika mencurigai data yang tidak semestinya. Mereka harus memastikan apakah dana yang diterima sekolah sudah digunakan sebagaimana mestinya atau belum. Jika masyarakat mencurigai adanya korupsi di sekolah, bisa melakukan pengaduan secara berjenjang. Mulai dari melaporkan ke Komite Sekolah. Jika belum ada perubahan positif, laporkan ke Dinas Pendidikan dan harus direspons. Pun bila curiga dengan pengelolaan BOS bisa lapor secara cepat lewat online ke http:// bos.kemdikbud.go.id/index.php/ complaint, sedangkan pungli ke laporpungli.kemdikbud.go.id atau email ke lapor@saberpungli.id.
dengan penulisan laporan best practice guru. Dengan pola pembinaan profesi guru sekarang ini, maka diharapkan para guru bisa menjadi terlatih dan juga menjadi profesional dan merata. Kualitas guru yang baik dan profesional secara merata dapat dijadikan sebagai modal utama untuk meningkatkan kualitas peserta didik. Sehingga diharapkan siswa menjadi lebih berkualitas dan juga sumber daya manusia Indonesia bisa menjadi lebih meningkat Pola pembinaan guru era baru ini sangat dituntut kemauan guru untuk menghadirkan teknologi di kelas. Jangan sampai guru jadi ketinggalan zaman atau menjadi guru zaman old. Untuk itu, perlu dilakukan penyelenggaraan yang harus dilakukan oleh pemerintah bersifat zonasi sehingga nanti terjadi sinergi antara guru yang terus melek terhadap perkembangan zaman. Tidak dapat dimungkiri bahwa seluruh pengembangan profesi guru sekarang ini masih hanya dalam tataran individu-individu sekolah tidak secara sistematis melalui MGMP ataupun KKG. Pelaksanaan pola pelatihan melalui MGMP ataupun KKG dari tahun ke tahun, sekarang ini sangatlah lesu seperti mati segan hidup tak mampu. Untuk itu, perlu dilakukan suatu pelatihan pada anggota KKG-MGMP sehingga guru terus mendapatkan update informasi dan juga pelatihan yang berkesinambungan sehingga menjadi benar-benar aktif dalam pembelajaran. Dalam pola pelatihan guru berbasis zonasi era baru akan terjadi beberapa sinergi antara guru inti dengan guru sasaran. Harapannya dengan pendekatan MGMP ini bisa menjadi solusi para guru untuk meningkatkan mutu, kompetensinya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Penulis, guru Fisika, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
POJOK OPD di Pemprov Bali dirampingkan dari 49 menjadi 40. - Produktif, kreatif, inovatif. *** Bersaing di era industri 4.0, koperasi didorong berbasis e-commerce. - Koperasi di Bali perkokoh ekonomi Bali. *** Bali pasti dapat jatah menteri. - Terpenting perhatian khusus untuk alam, budaya dan manusia Bali.
Penulis adalah guru SDN Sidorejo, Kabupaten Sidoarjo, Jatim
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Kamis Wage, 18 Juli 2019
Proyek ’’Shortcut’’ 3-4 Masuki Tahap Pembukaan Lahan Tabanan (Bali Post) -
Pembangunan shortcut 3-4 (Singaraja-Mengwitani) mulai dikerjakan. Sejauh ini, aktivitas proyek berupa pembukaan lahan melalui pengerukan lahan di Bedugul atau sebelah selatan Danau Beratan, Kecamatan Baturiti.
Bali Post/bit
PENGERUKAN LAHAN - Pekerja melakukan pengerukan lahan untuk pengerjaan shortcut titik 3-4 (Singaraja-Mengwitani).
Dari informasi, Kamis (18/7) ini Gubernur Bali I Wayan Koster akan melaksanakan ground breaking pembangunan shortcut tersebut di Desa Candikuning, Baturiti. ‘’Dari koordinasi dan surat yang kami terima dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, Kamis besok (hari ini - red) pembangunan shortcut di Bedugul sudah dimulai dan ditandai dengan membunyikan sirene. Semua pimpinan OPD diundang ke sana,’’ ucap Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Tabanan I Gde Made Partana, Rabu (17/7) kemarin. Dikatakan Partana, pengerukan tanah untuk pembangunan shortcut sudah dimulai sejak sebulan lalu. Selama proses pembangunan proyek jalan pintas tersebut, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII terus berkoordinasi dengan Dinas PUPRPKP Tabanan. Untuk shortcut 3 (SC 3),
kontraknya dimulai pada 14 Maret lalu. Sedangkan shortcut 4 (SC 4) kontraknya dimulai 18 Juni. Disinggung mengenai tanah Pemkab Tabanan yang dibebaskan untuk jalan pintas tersebut, Partana menyebutkan, luasan tanah sekitar 5,8 are. Selain itu, ada tanah warga, lahan hutan, dan tanah milik Pemprov Bali yang digunakan untuk pembangunan shortcut. Proyek jalan pintas ini diharapkan bisa menekan kecelakaan lalu lintas, mengurai kemacetan di daerah patung jagung, Candikuning yang terjadi setiap hari Sabtu, Minggu, dan saat musim liburan sekolah. Selain juga mengurangi tikungan yang curam dan tanjakan di jalur Singaraja-Denpasar. Ada beberapa wilayah Tabanan terkena pembebasan lahan yakni di Banjar Taman Tanda Desa Batunya, Banjar Candikuning II Desa Candikuning II, Baturiti Tabanan. (kmb28)
17 Kios di Bedugul Belum Difungsikan Diujicobakan, Layanan ’’Delivery’’ Dokumen Kependudukan
Tabanan (Bali Post) Pemkab Tabanan melalui Dinas Pariwisata sejak tiga tahun terakhir melakukan penataan objek wisata Bedugul dengan pembiayaan bersumber dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus. Diawali dengan penataan parkir, kucuran dana pusat tersebut juga digunakan untuk membangun 17 unit kios penjualan cenderamata. Sayangnya, meski telah rampung dibangun, kioskios tersebut tak kunjung difungsikan. Hal ini lantaran objek wisata tersebut secara umum belum tersentuh penataan. Dari pantauan Rabu (17/7) kemarin, objek wisata Bedugul yang melegenda itu, tampak sepi. Bahkan, kesannya tidak terawat. Hanya tampak deretan kios yang bangunannya baru. Bangunan inilah yang dibuat dengan dana dari DAK senilai Rp 1,3 miliar. Lokasinya di sebelah kanan pintu masuk Bedugul. Kios-kios tersebut masih kosong. Hanya satu kios yang disewakan kepada pekerja bangunan. Di sana, setidaknya ada lima pekerja yang tinggal, karena sedang mengerjakan proyek drainase di kawasan tersebut. ‘’Kios dari bantuan DAK memang sudah selesai dibangun, dan saat ini memang belum ada aktivitas apa pun di sana, meski sudah ada yang menyewa. Karena DTW sendiri belum beroperasi,’’ terang Kabid Objek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Tabanan Ni Luh Putu Sri Ratnawati, Rabu (17/7) kemarin. Ratnawati melanjutkan, meski belum beroperasi, kios tersebut sudah sepenuhnya disewa selama satu tahun oleh masyarakat setempat yang dulunya berjualan di kawasan Bedugul. Sehingga, ketika kios tersebut sudah disewakan, semua kembali pada penyewa apakah mau membuka atau menutup dagangannya. Menurutnya, penataan akan terus dilakukan secara bertahap, dengan harapan kawasan objek wisata Bedugul akan kembali menggeliat seperti saat masa jayanya. ‘’Kami terus berupaya mencari peluang sumber dana dari pusat untuk terus melakukan penataan. Karena DAK itu sudah ada komponen atau menu apa saja yang bisa dialokasikan, jadi tidak bisa diarahkan ke kegiatan lain,’’ tegasnya. (kmb28)
KIOS - Kios baru di objek wisata Bedugul yang belum bisa difungsikan.
Festival Cahaya Lampu
Perkenalkan Potensi Wisata Desa Gubug Tabanan (Bali Post) Tiap desa di Kabupaten Tabanan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata. Terbukti, banyak bermunculan objek wisata alam yang dikelola oleh desa ataupun masyarakat perorangan. Seperti Taman Tanah Pegat yang berlokasi di Banjar Tanah Pegat Desa Gubug Kecamatan Tabanan. Awalnya, objek wisata ini hanya tegalan kosong. Namun, dengan sentuhan kreativitas pemilik lahan, lahan tersebut kini berubah menjadi daya tarik wisata tersembunyi di Desa Gubug. Di taman tersebut terdapat beberapa objek selfie, termasuk kawasan Tukad Yeh Empas yang dulunya kumuh. Sebagai upaya lebih memperkenalkan objek wisata ini, pengelola Taman Tanah Pegat, I Gusti Putu Susila, menggelar festival cahaya lampu atau Tabanan Light Festival, dengan memanfaatkan latar belakang Sungai Yeh Empas. Selain menampilkan beragam permainan lampu serta spot selfie bertabur cahaya lampu, tiap harinya juga akan ditampilkan band anak muda serta artis Bali tiap Sabtu malam. ‘’Jadi, di sini kami melibatkan STT dan komunitas pemuda di Tabanan. Sudah kami siapkan tiga panggung,’’ terangnya, Rabu (17/7) kemarin. Menariknya, dua dari tiga panggung yang disiapkan sengaja dikemas dekat dengan nuansa alam, namun tidak sampai merusak tatanan alam. Panggung dimaksud berupa panggung dengan hiasan pohon bambu yang berada di tengah tegalan milik warga serta panggung apung di tengah Sungai Yeh Empas.
‘’Sengaja kami buat panggung di bawah alam tanpa atap dan instalasi semua menggunakan bambu. Begitu pun panggung apung, jadi sempadan sungai kami beri pencahayaan lampu juga,’’ ucapnya. Keterlibatan masyarakat lokal dalam menampilkan beragam kuliner juga sangat besar. Pertimbangannya, festival ini harus mampu menyejahterakan masyarakat lokal. Ada sepuluh stan kuliner yang akan menampilkan beragam pilihan menu seperti bubuh dan jajan Bali dan lainnya. Hadirnya wisata baru Taman Tanah Pegat, bagi pria yang sudah hampir 14 tahun bergelut di dunia panggung dan dekorasi ini, melihat di Tabanan khususnya masih sangat kurang lokasi untuk rekreasi yang menawarkan suasana yang asri, nyaman, dan tenang. Dengan lahan yang dimilikinya, ia ingin mewujudkan satu lokasi yang memang mendekatkan masyarakat ke alam tanpa harus merusak lingkungan sekitar. (kmb28)
Bali Post/bit
TAMAN - Taman Tanah Pegat di Desa Gubug.
Bali Post/bit
Tabanan (Bali Post) Pelayanan pengantaran dokumen kependudukan atau delivery service dari Pemkab Tabanan diujicobakan. Salah satu warga yang sudah memanfaatkan layanan tersebut yakni I Wayan Kamajaya dari Baturiti. Pada Rabu (17/7) kemarin, menerima dokumen kependudukan lewat layanan PT Pos Indonesia. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan I Gusti Agung Rai Dwipayanan mengatakan, layanan antar dokumen kependudukan kepada warga sejauh ini sudah berjalan. ‘’Sudah ada yang menerima dokumen kependudukan di rumahnya, tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil,’’ ucap Gung Rai. Program ini baru akan diresmikan atau di-launching awal Agustus mendatang. Kini masih dilakukan evaluasi terhadap program ini agar bisa berjalan dengan baik. ‘’Masih uji coba dan perlu dilakukan penyempurnaan,’’ katanya. Dia berharap, program ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program
ini memberikan kemudahan bagi warga ketika mengurus dokumen kependudukan atau catatan sipil. Setelah mendaftarkan dokumen yang dicari seperti KK, e-KTP, KIA, Akta Kelahiran, Akta Kematian serta dokumen lainnya dilakukan online maupun langsung datang ke kantor Disdukcapil, permohonan akan langsung diproses. Warga tidak harus menunggu lama di kantor Disdukcapil. ‘’Mereka cukup menunggu di rumah, dokumen yang dibuat akan diantar ke rumah via pos,’’ terangnya. Dijelaskannya lebih lanjut, layanan antar dokumen kependudukan ke warga ini sengaja dibuat untuk memudahkan warga mengurus dokumen kependudukan. Apalagi banyak warga tidak memiliki waktu banyak mengurus termasuk menunggu, sehingga program ini menjadi solusi yang tepat. Untuk mendapatkan layanan ini, masyarakat cukup membayar Rp 11.500 untuk seluruh Tabanan. Pengantaran dilakukan 1 hingga 4 hari, tergantung jauh dekat lokasi dan selesainya dokumen yang dibuat. (kmb28)
BULELENG
8
Kamis Wage, 18 Juli 2019
SMBJM CBT Undiksha Diapresiasi Pemkab Buleleng, Kelulusan Pastikan Gunakan Skor UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan Seleksi Masuk Bersama Jalur Mandiri (SMBJM) melalui Computer Based Testing (CBT), Rabu (17/7) kemarin. Seleksi yang terbagi dalam kategori sainteks, soshum, dan campuran itu berlangsung ketat. Kelulusannya dipastikan mengacu pada skor yang diraih peserta. Bukan pada besaran Sumbangan Pembangunan Kelembagaan (SPK). Ujian CBT berlangsung sampai 19 Juli tersebar di UPT TIK, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik dan Kejuruan, Fakultas MIPA, dan Fakultas Bahasa dan Seni. Khusus untuk Prodi Seni dan Penjaskesrek, materi ujian keterampilan berlangsung pada 20 Juli. Jumlah peserta seluruhnya mencapai 1.357 orang. Mereka terbagi sainteks 331 orang, soshum 916 orang, dan campuran 110 orang. Nantinya, pada seleksi ini, hanya dicari sekitar 1.000 orang. SMBJM CBT yang merupakan jalur terakhir penerimaan maha-
siswa baru itu dipantau Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Pihaknya memberikan apresiasi tinggi pelaksanaan seleksi ini. Sebab, soal yang diberikan untuk setiap peserta berbeda-beda. “Jadi, peserta betul-betul menjawab pertanyaan secara mandiri,” katanya. Ujian dengan pola itu diharapkan bisa terus diterapkan karena dinilai mampu menghasilkan kualitas mahasiswa yang dapat bersaing dalam kompetisi, baik tingkat nasional maupun internasional. “Kami hadir dan bangga karena Undiksha sudah bisa menyelenggaraan CBT. Ke depan model seperti itu harus terus dipertahankan,” harapnya. Wabup Sutjidra juga mendorong Undiksha untuk bisa mempercepat akreditasi Prodi Kedokteran, sehingga ke depannya jumlah mahasiswa yang bisa diterima semakin banyak. Tidak seperti saat ini masih terbatas. “Kami berharap kepada Rektor beserta jajaran bukan saja berbenah namun harus berlari. Akreditasi
itu harus dikejar lebih cepat. Nanti kalau sudah terakreditasi, jadi bisa lebih banyak (menerima mahasiswa -red), bisa sampai 150 minimal. Baik masyarakat dari Buleleng, Bali maupun dari luar,” sebutnya. Tak hanya itu, perguruan tinggi dengan delapan fakultas ini juga didorong bisa mendirikan prodi lain. Itu penting dalam upaya menopang pembangunan potensi daerah. Salah satunya di bidang pertanian. “Dengan pendidikan yang sudah lengkap di Undiksha, bisa sebagai pemicu perkembangan ekonomi di Bali,” imbuhnya. Sementara itu, Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. mengungkapkan, kelulusan seleksi ditentukan berdasarkan passing grade dan skor tertinggi. Rektor menegaskan hal itu tidak ditentukan dari besaran sumbangan. “Kita di sini tidak menentukan dari berapa besar sumbangannya. Tetapi apakah dia masuk passing grade atau memiliki skor yang lebih tinggi,” tegasnya.
Disampaikan lebih lanjut, pada ujian itu, setiap butir soal memiliki bobot berbeda. “Dengan sistem seperti ini, kita mampu menjaring mahasiswa dengan kualitas baik. Ini yang diharapkan oleh masyarakat kampus dan juga Pemkab Buleleng, agar betul-betul kita menjadi perguruan tinggi yang memiliki daya saing, penuh kualitas. Ini sebabnya input harus bisa dilakukan dengan baik,” jelasnya. Khusus untuk akreditasi Prodi Kedokteran, mantan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha ini menyebutkan sudah dirancang. Hal itu juga akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Salah satunya Kementerian Kesehatan yang juga ikut memberikan penilaian. “Sesungguhnya kalau mengacu izin Prodi Kedokteran yang turun 8 Agustus 2018, akreditasi dilakukan pada 2020. Tetapi sudah saya instruksikan ke jajaran Fakultas Kedokteran untuk bisa menyusun pengisian borang pada 2019 ini,” katanya. (ad656)
SMBJM CBT – Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. bersama Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. memantau pelaksanaan SMBJM CBT di kampus setempat Rabu (17/7) kemarin.
Memasuki Kemarau Panjang
Bali Post/kmb38
DILANTIK – Empat pejabat hasil lelang jabatan dilantik di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Rabu (17/7) kemarin.
Pejabat Hasil Lelang Jabatan Dilantik
Singaraja (Bali Post) – Setelah tahapan lelang jabatan tinggi pratama berakhir, empat pejabat yang dinyatakan sebagai pemenang lelang dilantik menjadi pejabat definitif Rabu (17/7) kemarin. Empat pejabat pemenang lelang jabatan itu yakni Kepala Dinas Pertanian (Distan) Made Sumiarta, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Komang Sumertajaya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Nyoman Agus Jaya Sumpena, dan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KoperasiUKM) Dewa Made Sudiarta. Selain empat pejabat hasil lelang jabatan itu, pada hari yang sama juga dilantik 132 pejabat. Rinciannya pejabat eselon II 4 orang, eselon III 21 orang, dan eselon IV sebanyak 107 orang. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan, pengisian jabatan untuk eselon II sudah melalui seleksi ketat. Ini dilakukan untuk memenuhi tantangan, di mana dalam pembangunan di daerah memerlukan pejabat yang memiliki kinerja tinggi. Tahun ini sampai 2020 mendatang, ada empat jabatan kepala dinas yang memasuki masa pensiun. Menyusul situasi ini dipastikan akan memicu terjadinya krisis pejabat. Kondisi ini dipastikan berdampak pada kekosongan jabatan. Untuk itu, pemerintah mencoba melakukan pembinaan dan kaderisasi pejabat eselon III yang bisa bersaing dalam proses lelang jabatan berikutnya. “Pengisian jabatan murni dilakukan penilaian secara menyeluruh bukan saja kinerjanya, juga penilaian-penilaian lainnya. Seperti prestasi, dedikasi, serta loyalitasnya,” katanya. Kepala Badan Kepegawaian Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gede Wisnawa mengatakan, pihaknya siap melaksanakan pembinaan terhadap pejabat eselon III yang akan diproyeksikan memangku jabatan eselon II. BKPSDM harus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Panitia Seleksi (Pansel). Ini dilakukan untuk menghindari kekosongan jabatan terlalu lama. (kmb38)
76 Ha Sawah di Empat Kecamatan Kekeringan Singaraja (Bali Post) – Memasuki kemarau panjang tahun ini mulai memicu kekeringan. Tercatat lahan sawah yang sudah ditanami padi pada musim tanam periode Juni 2019 ini seluas 76 hektar (ha) justru mengalami kekeringan. Dari total luas lahan itu 3 hektar masuk kategori kekeringan berat. Dipastikan tanaman yang masuk kategori kekeringan berat itu akan gagal panen. Sedangkan, kekeringan ringan seluas 27 hektar dan kekeringan sedang lebih banyak, 46 hektar. Padi itu telanjur ditanam. Namun, diperkirakan masih bisa dipelihara hingga musim panen mendatang. Dari data Dinas Pertanian (Distan) Buleleng disebutkan, kekeringan ini sebetulnya sudah terjadi sekitar 2 bulan lalu, ketika mulai menginjak kemarau. Kekeringan ini menyebar di empat kecamatan. Masing-masing di Kecamatan Sawan, Buleleng, Sukasada, dan Seririt. Bencana kekeringan ini terjadi akibat menurunnya debit air irigasi yang biasa menopang usaha tani petani di wilayah tersebut. Sementara, cadangan sumber air dan juga sumur dangkal di wilayah ini tidak tersedia, sehingga kekeringan sekarang melanda kalangan petani di wilayah tersebut. Kepala Distan Made Sumiarta, Rabu (17/7) kemarin, mengatakan dari hasil pantauan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), rata-rata umur tanaman di lahan sawah yang mengalami kekeringan masih muda. Hanya beberapa hektar umur padi sudah cukup. Artinya, kebutuhan irigasinya tergolong kecil. “Untuk
periode musim tanam Juni 2019 ini, ada 76 hektar sawah yang mengalami kekeringan. Mudah-mudahan saja ini tidak bertambah lagi,” katanya. Menyusul situasi itu, Distan sudah mendata dan memasukkan dalam ketegori kekeringan ringan dan kekeringan sedang. Untuk tanaman di kedua kategori ini, Sumiarta memastikan petani masih bisa memelihara tanaman hingga menginjak pada musim panen mendatang. Sedangan, sisanya 3 hektar lahan sawah lainnya masuk kategori kekeringan berat. Tanaman ketegori ini dipastikan tidak dapat dipelihara kembali. Dipastikan mengalami gagal panen. “Kebetulan usia tanaman sebagian besar sedikit yang perlu air, sehingga yang ringan dan berat itu masih bisa menghasilkan. Namun kebetulan umur tanaman yang perlu air, namun karena kekeringan ini tanamannya dipastikan gagal panen,” jelasnya. Mencegah kerugian, Sumiarta
mengaku sudah menyiapkan program untuk membant u petani. Nantinya, petani yang mengalami kekeringan kategori berat akan disiapkan Distan bantuan benih padi untuk ditanam pada m u s i m tanam periode berikutnya. Di samping itu, untuk menambah pasokan irigasi pada subak yang memiliki sumur dangkal, pihaknya juga su-
dah merancang pemberian bantuan mesin pompa air dan perlengkapannya. Selain itu, Distan berjanji akan memfasilitasi petani untuk mendapatkan pertanggungan dari Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP). Hanya, klaim ini bisa diterima untuk subak yang tercatat sebagai peserta AUTP tahun 2019 ini. “Kami sudah siapkan beberapa program itu, sehingga bencana kekeringan ini bisa menekan nilai kerugian yang dialami teman-teman petani di Buleleng,” jelas Mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Buleleng ini. (kmb38)
BPBD Lakukan ”Assessment’’ Pastikan Keperluan Warga Terdampak Gempa PASCAGEMPA dengan kekuatan 6,0 skala richter (SR), Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng masih melakukan assessment (pengecekan -red) terhadap warga terdampak gempa Selasa (16/7) lalu. Di Buleleng terdapat dua korban gempa yakni di Banjar Dinas Kelodan, Desa dan Kecamatan Busungbiu dan Banjar Dinas Delod Pura, Desa Depaha, Kecamatan Kubutambahan. Hingga Rabu (17/7) kemarin, kerugian dan keperluan untuk para korban tersebut masih didata. Lalu sejauh ini bagaimanakah pengecekan yang dilakukan pihak BPBD?
KEPALA Pelaksana BPBD Ida Bagus Suadnyana mengatakan, penelusuran keperluan darurat ini untuk menghindari bantuan yang tidak tepat sasaran. Dari penelusuran awal keluarga terdampak gempa rata-rata kehilangan perlengkapan rumah tangga hingga barang berharga lainnya akibat tertimbun reruntuhan tembok rumah saat kejadian. Untuk itu, pihaknya masih mengumpulkan data teknis. Nantinya akan dikoordinasikan dengan
instansi terkait. “Tim masih melakukan assessment, untuk mencari tahu apakah memerlukan perlengkapan dapur atau perabotan rumah tangga lain, sehingga bantuan kedaruratan yang nanti kami pasok itu sesuai keperluan. Ini penting untuk menghindari bantuan mubazir,” katanya. Selain menelusuri kebutuhan warga korban terdampak gempa, tambah Suadnyana, TRC masih menghitung secara pasti keperluan biaya
untuk memperbaiki rumah kedua korban gempa. Sesuai laporan kecamatan kerusakan rumah di Busungbiu dan di Depaha sekitar Rp 25 juta. Karena hal itu masih perkiraan, maka TRC ditugaskan untuk menghitung lebih detail, sehingga diketahui berapa nilai kerugian materiil yang layak. Nantinya, data itu akan dibahas kembali untuk diusulkan mendapat bantuan perbaikan rumah baik oleh Pemkab Buleleng atau mengusulkan
ke BPBD Provinsi Bali. Jika tidak ada halangan, realisasi bantuan perbaikan rumah bersamaan dengan warga terdampak gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) belum lama ini. “Data kerugian sementara dan kami masih hitung dengan rinci, sehingga ada data pasti yang kami bahas untuk diusulkan apakah cukup di kabupaten atau perlu ke provinsi,” jelasnya. (mud)
GIANYAR RSU Kasih Ibu Saba Resmikan Dua Unit Layanan Kamis Wage, 18 Juli 2019
RUMAH Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Saba meresmikan dua unit layanan unggulan, Rabu (17/7) kemarin. Dua layanan tersebut yakni Unit Hyperbaric & Diving Medicine Centre serta Unit Bali Dental & Implants Centre. Dua peresmian tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun. Direktur RSU Kasih Ibu Saba dr. I Gede Ngurah Buana, M.Kes. mengatakan, saat ini RSU yang beralamat di Desa Saba Kecamatan Blahbatuh itu akan menginjak usia tiga tahun, tepatnya pada 8 Agustus 2019. Mendekati HUT yang ketiga ini, peresmian dua unit layanan ini pun menjadi hadiah sekaligus tantangan dalam menjalankan inovasi pelayanan era JKN. Ngurah Buana menjabar-
kan, ada dua alasan mengambil inovasi tersebut. Pertama, melihat Bali sebagai destinasi dunia yang dikunjungi banyak wisatawan, perlu mendapat support dalam ketersediaan fasilitas layanan kesehatan yang lengkap dan bermutu. Kedua, karena banyaknya destinasi diving terkenal di Bali dan Indonesia Timur, namun belum semua ditunjang dengan fasilitas hiperbarik. “Selain untuk penyelaman, terapi hiperbarik sekarang digunakan untuk menangani penyakit medis seperti luka bakar, diabetic foot, post operasi tulang, tuli mendadak. Bahkan, di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta banyak digunakan untuk kebugaran dan kecantikan buat ibu-ibu sosialita,” katanya.
Ia berharap, dua unit layanan yang baru diresmikan ini dapat dimanfaatkan oleh banyak kalangan, tidak hanya untuk pasien tetapi juga untuk masyarakat yang ingin menjaga kesehatan. “Ke depan, kami akan terus berinovasi pelayanan di era JKN ini agar kami dapat bertahan dan astungkara terus berkembang,” tandasnya. Sementara itu, Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun memberikan apresiasi kepada jajaran RSU Kasih Ibu Saba karena telah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Gianyar. “Apresiasi kami berikan karena telah memberikan terobosan nyata dalam dunia kesehatan di Kabupaten Gianyar seperti tersedianya dua layanan
ini,” terang tokoh asal Puri Agung Gianyar ini. Pejabat berkumis ini menambahkan, keberadaan Unit Hyperbaric & Diving Medicine Centre serta Unit Bali Dental and Implants Centre di RSU Kasih Ibu Saba diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam pencapaian akselesari penangulangan dan pengobatan berbagai penyakit. “Adanya fasilitas terapi hiperbarik tentu akan membantu meningkatkan proses pelayanan kesehatan di RSU Kasih Ibu,” tegasnya. (ad644) MERESMIKAN - Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun meresmikan dua unit layanan unggulan di RSU Kasih Ibu Saba, Rabu (17/7) kemarin.
9
JEMBRANA
10 Setwan Tetapkan Pelantikan Anggota DPRD Sesuai SK Mendagri Negara (Bali Post) – Meskipun belum ada rapat pleno penetapan calon terpilih dalam Pemilihan Legislatif DPRD Jembrana, Sekretariat DPRD Jembrana menjadwalkan waktu pelantikan yaitu 13 Agustus mendatang. Waktu pelantikan 35 anggota DPRD Jembrana ini merujuk SK Mendagri. Selain itu, masa jabatan anggota DPRD periode sebelumnya berakhir. Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPRD Jembrana I Made Sudantra, Rabu (17/7) kemarin, mengakui Sekretariat DPRD menetapkan waktu pelantikan pada 13 Agustus mendatang. Sesuai surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang Tata Cara Pengucapan Sumpah Janji Anggota DPRD masa jabatan 2019-2024, bahwa pelantikan menyesuaikan masa jabatan anggota DPRD periode sebelumnya. “Periode sebelumnya dilantik tanggal 13 Agustus juga. Kami menyesuaikan itu,” terang mantan Kadis Perindagkop Jembrana ini. Sementara untuk kelengkapan anggota DPRD yang baru, semisal pakaian, menurutnya sudah disiapkan sejak jauhjauh hari. Sedangkan saat pelantikan
tetap mengenakan pakaian sipil lengkap (PSL). “Di surat dari Mendagri itu memang ada pengecualian untuk pakaian (pelantikan - red). Tapi kebetulan (pelantikan - red) nanti hari Selasa sehingga tetap PSL,” ujarnya, sembari mengatakan saat pelantikan dipimpin Ketua Pengadilan Negeri. Di sisi lain, Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengatakan, terkait pleno penetapan pemilihan umum legislatif (Pileg), KPU Jembrana masih menunggu surat dari KPU Pusat. Menurutnya memang terjadi penundaan rapat pleno dikarenakan adanya gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Pihaknya beberapa waktu lalu juga hadir di MK terkait adanya salah satu gugatan, namun gugatan dinyatakan gugur lantaran pihak penggugat tidak hadir. “Kalau di sini (Jembrana-red) sudah clear. Kami tinggal menunggu surat dari KPU Pusat, kemungkinan besok diterima,” ujar Tangkas. (kmb26)
Gelombang Tinggi di Selat Bali
Negara (Bali Post) Beberapa hari belakangan ini, kondisi penyeberangan JawaBali sering terjadi gelombang tinggi disertai angin kencang dan mengganggu pelayaran Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Sejumlah kendaraan yang berada di kapal juga mengalami kerusakan karena terguling akibat gelombang tinggi. Seperti yang terjadi pada Selasa (16/7), satu unit truk bermuatan dedak terguling dalam kapal. Sedangkan akhir pekan lalu, satu unit truk juga mengalami hal yang sama. Truk yang berada di KMP Pelangi Nusantara terguling dan menimpa mobil yang parkir di sebelahnya. Kepala Syahbandar Gilimanuk Ketut Arya Dana mengatakan, gelombang tinggi yang terjadi di perairan Selat Bali ini menurutnya selalu berubah. Diakuinya, dalam sepekan ini ada beberapa kali kendaraan terguling dalam kapal akibat gelombang tinggi ini. Selain di KMP Pelangi Nusantara, Selasa malam lalu kejadian serupa juga terjadi di KMP Citra Mandala Sakti. Kapal yang berlayar dari Ketapang tujuan Gilimanuk ini sempat terombangambing dengan tinggi ombak sekitar 2,5 meter. Padahal truk yang penuh dengan muatan dedak itu diikat tali atau lassing. (kmb26)
Kamis Wage, 18 Juli 2019
Obat Terlarang Dijual di Warung
Negara (Bali Post) Sejumlah warung di Jembrana ternyata masih menjual kosmetik dan obat yang mengandung bahan berbahaya. Hal tersebut terungkap saat Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jembrana melakukan sidak ke warungwarung khususnya di pedesaan di Kecamatan Mendoyo, Rabu (17/7) kemarin. Dari pengawasan secara acak di 10 warung, petugas mendapati masih ada pedagang yang menjual kosmetik serta obat terlarang. Jenis obat dan kosmetik yang ditemukan, di antaranya sabun dan krim pemutih kulit wajah yang mengandung mercuri. Beberapa barang yang dijual ini diketahui sudah dilarang untuk diperjualbelikan atau digunakan oleh BPOM RI. Selain kosmetik, obat yang dijual di warung tersebut untuk mengobati sakit gigi dan rematik. “Obat-obat ini dilarang diperjualbelikan dan dipergunakan,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperindag Jembrana I Putu Pramita. Bahkan di salah satu warung, petugas menemukan
obat berlogo K merah. Obat keras ini hanya bisa dibeli menggunakan resep dokter di apotek. Sedangkan para pemilik warung berdalih tidak mengetahui jika obat tersebut tidak boleh dijual sembarangan. Menurut Pramita, upaya ini dilakukan guna melindungi konsumen dari bahaya obat serta kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. “Sehingga masyarakat terbebas dari makanan atau bahan makanan yang mengandung zat kimia yang tidak dapat dikonsumsi tubuh,” ujarnya. Terkait temuan ini, petugas kemudian memberikan surat teguran kepada pedagang. Mereka diminta untuk tidak menjual kosmetik dan obat itu lagi. (kmb26)
Bali Post/olo
PENGAWASAN – Petugas dari Dinas Koperindag Jembrana melakukan pengawasan obat dan kosmetik yang dijual di warung.
Bupati Artha Monitoring Tenaga Magang di Jepang Ingatkan Jangan Jadi Ilegal
Bupati Jembrana I Putu Artha beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada tanggal 11-14 Juli 2019, sebagai penjajakan kerja sama di bidang ketenagakerjaan. Kegiatan itu juga bagian dari monitoring tenaga magang yang sampai saat ini sudah terdaftar di berbagai sektor industri di Negeri Sakukra tersebut. Turut mendampingi kunjungan kerja ke Jepang itu, Sekda Jembrana I Made Sudiada, Kepala Bappeda I Ketut Swijana, Asisten I Pemerintahan I Nengah Ledang dan Kadis PMPTSPTK I Komang Suparta. Sejumlah agenda resmi diikuti Bupati Artha bersama rombongan, di antaranya kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo bertemu Konsul Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo Bob Felix Tobing yang menangani perlindungan WNI di Jepang. Melakukan monitoring tenaga magang bidang konstruksi yang ditempatkan di daerah Kawasaki. Selain itu, monitoring pemagang asal Kabupaten Jem-
brana yang bekerja di perusahaan pertanian Otsuka Jun’ichi di Hokota Shi Ibaraki Ken. Artha juga mengadakan pertemuan dengan pihak koperasi pertanian Shiokaze di Ibaraki untuk penyampaian program penjajakan dan monitoring pemagang asal Jembrana, dilanjutkan dengan kunjungan ke perusahaan pertanian. “Selain monitoring tenaga magang, kami juga ingin melihat secara dekat kondisi mereka serta beberapa potensi kerja sama yang bisa diterapkan di Jembrana,” ujar Artha. Lebih lanjut, dikatakan Artha, dari hasil monitoring dan penjajakan itu, para pemagang sangat senang mengikuti program pemagangan dan berharap program pemagangan berlanjut untuk sanak saudara maupun kerabat mereka di Jembrana. “Dari berbagai masukan itu program pemagangan ini masih perlu disempurnakan. Di antaranya perlu ada pelatihanpelatihan lagi sesuai kebutuhan pasar kerja di Jepang, selain pelatihan Bahasa Jepang yang
MONITORING - Bupati Jembrana I Putu Artha saat monitoring warganya yang bekerja di perusahaan pertanian Otsuka Jun’ichi di Hokota Shi Ibaraki Ken. sudah diadakan,” ungkapnya. Saat monitoring itu, ia juga berpesan kepada peserta magang agar menjaga etos kerja dan tetap semangat mengikuti seluruh tahapan sesuai kontrak kerja magang. “Jangan kabur dan tergoda menjadi tenaga ilegal kendati bayarannya lebih besar. Itu merugikan
kita semua,” tegasnya. Ia juga berharap segala ilmu dan pengalaman kerja selama di Jepang, bisa diaplikasikan di Indonesia serta dibagikan kepada lainnya. Sejak mulai penempatan tahun 2012, tercatat sudah ada 200 orang naker Jembrana diberangkatkan. Di periode awal
tahun 2019 saja, Pemkab Jembrana sukses memberangkatkan enam puluh orang tenaga magang, tersebar di berbagai sektor industri di Jepang. Jumlah itu akan kembali bertambah karena bulan ini sudah ada 40 calon tenaga magang dipastikan lulus dan siap ditempatkan di Jepang. (ad645)
KARANGASEM
Kamis Wage, 18 Juli 2019
11
Ribuan Siswa Ikuti ’’Sisya Upanayana’’
Amlapura (Bali Post) Ribuan siswa SMP dan SMA/SMK di Karangasem akan mengikuti upacara sisya upanayana. Program sisya upanayana itu dilaksanakan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) di Pura Lingga Puja Saraswati Senin (22/7) nanti. Kepala Disdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika mengatakan, siswa yang akan mengikuti upacara itu 1.000 orang mulai SMP hingga SMA/SMK. “Untuk siswa SMP 600 orang, SMK/ SMA 400 orang. Upacaranya di-puput tiga sulinggih,”
ujarnya. Ritual sisya upanayana atau pawintenan itu kata Kartika, merupakan prosesi penobatan penyucian calon siswa baru. Penyucian itu ditandai natab banten agar siswa siap menerima ilmu pengetahuan. Prosesi seperti ini juga dikenal dengan pawintenan saraswati. Simbolisasi sisya upanayana ini dengan memberi karawista kepada murid. Karawista itu tambah Kartika, sebagai simbol penajaman pikiran. Selain itu, juga diberikan benang upawita simbol meninggalkan sifat
buruk. “Bukan saja siswa mengikuti sisya upanayana, juga para gurunya ikut serta. Penting agar keduanya siap belajar dan mengajar,” katanya. Menurutnya, upacara sisya upanayana ini memiliki tujuan membersihkan dan mempertajam pikiran. Dengan pikiran yang tajam, maka siswa akan mampu lebih cepat menyerap ilmu pengetahuan di sekolah. Program itu juga bermaksud menanamkan budi pekerti, berbicara yang sopan, serta selalu berkarakter yang baik di sekolah. (kmb41)
Terkait Retribusi Objek Wisata di Temukus
Pengelola dan Pemkab Segera Lakukan Kerja Sama
Bali Post/kmb41
OBJEK WISATA - Pemkab Karangasem dalam hal ini Dinas Pariwisata segera akan melakukan kerja sama dengan pengelola objek wisata Taman Edelweis dan Padang Bunga Kasna untuk pemungutan retribusi. Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem melalui Dinas Pariwisata yang berkeinginan menarik retribusi di objek wisata di Temukus, ekspektasi yang direncanakan menuai respons kontra produktif. Namun, hal itu sudah mulai cair, seiring akan terealisasinya kerja sama itu. Hal itu terkuak setelah ada kesepakatan antara kedua pihak yakni antara pengelola dengan Dinas Pariwisata, terkait pemungutan retribusi yang dimaksud. Kadis Pariwisata I Ketut Sedana Merta, Rabu (17/7) kemarin mengungkapkan,
terkait rencana pemerintah menarik retribusi di objek wisata Taman Edelweis dan Padang Bunga Kasna itu, sudah dilakukan koordinasi antara pihak Dinas Pariwisata dengan pengelola. Bahkan, tiga desa adat di Temukus sudah sepakat untuk menjalin kerja sama. Kerja sama yang dimaksud adalah terkait pemungutan retribusi yang akan dilakukan pemerintah. “Pada intinya, ketiga desa yakni Tarib, Tukad Belah, dan Temukus sudah sepakat. Sekarang ting gal penandatanganan MoU antara Pemkab melalui
Dinas Pariwisata dengan pengelola. Kita secepatnya akan melakukan kerja sama itu. Karena pengelola ingin bupati yang langsung hadir dalam penandatanganan tersebut,” ujarnya. Sedana Merta mengatakan, sistem pembagian hasil retribusi memang sudah dirumuskan yakni 75 persen untuk pengelola dan 25 persen buat pemkab. “Jika sudah ada kerja sama, kita sudah mulai bisa pungut retribusinya,” katanya. Dia menambahkan, sejauh ini, fasilitas pemerintah baru sebatas jalan. Namun, ke depan, pihaknya bakal memberikan fasilitas pendukung lainnya. Seperti pembangunan toilet, gazebo dan lainnya. “Tahun ini, kita akan buat pintu gerbang masuk ke objek wisata tersebut. Termasuk papan petunjuk masuk objek wisata itu. Tahun 2020, kita alokasikan di APBD untuk pembangunan toilet dan gazebonya,” kata mantan Kadis PUPR itu. Disinggung rencana kerja sama pemungutan retribusi di objek wisata Tenganan, Sedana Merta menjelaskan, terkait kerja sama dengan Tenganan masih dilakukan penjajakan. Alasannya, sejauh ini belum ada kesepakatan dengan desa adat. “Belum ada kesepakatan. Masih ada yang perlu dibahas lebih lanjut,” tegas Sedana Merta. (kmb41)
Bali Post/kmb41
PEMBINAAN - Petugas Satpol PP Karangasem saat memberikan pembinaan kepada pengusaha galian C untuk mengurus izin penambangan sehingga pengusaha bisa mengoperasikan penambangannya secara legal.
Belum Kantongi Izin Penambangan
Dua Pengusaha Galian C Ilegal Diproses Hukum Amlapura (Bali Post) -
Petugas Satpol PP Karangasem bersama Satpol PP Provinsi Bali sebelumnya telah memberikan batas waktu hingga Juni bagi pengusaha galian C untuk mengurus izin penambangan. Mengingat batas waktu toleransi sudah usai, maka dua pengusaha C ilegal diproses secara hukum lantaran sampai saat ini belum memiliki izin penambangan. Kasat Pol. PP Karangasem I Wayan Sutapa, Rabu (17/7) kemarin mengungkapkan, selama ini Satpol PP Karangsem dan Provinsi Bali telah memberikan kebijakan untuk mengurus izin sampai pertengahan tahun
2019. Bahkan, pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi maupun pembinanan kepada pengusaha supaya segera mengurus izin yang dimaksud. Tetapi, masih saja ada pengusaha galian C yang membandel,
belum mengurus izinnya. “Sebelumnya, kita sudah datangi lokasi. Kebetulan ketemu pemiliknya langsung kita proses secara hukum,” ujarnya. Sutapa mengatakan, dua pengusaha tanpa memiliki
izin itu melakukan aktivitas penggalian di Dusun Badeg dan Dusun Sebudi, Selat. Melihat masih adanya pengusaha galian C yang membandel, maka pihaknya akan terus melakukan pengecekan. Hal itu penting dilakukan untuk memastikan izin penggalian. Sehingga nantinya bisa secara legal beroperasi tanpa tersangkut masalah hukum lagi. “Kita akan terus turun melakukan penertiban,” katanya. (kmb41)
Desa Kesimpar Gelar ”Nyepi Adat”
Jaga Budaya, Seimbangkan ’’Bhuana Agung’’ dan ’’Bhuana Alit’’ Di luar Nyepi yang jatuh pada Sasih Kesanga yang dirayakan seluruh umat Hindu di Bali, ternyata di Desa Adat Kesimpar, Desa Abang, Karangasem ada budaya unik yang diyakini masyarakat setempat. Warga di sana juga melaksanakan Nyepi versi lainnya selain Nyepi yang dirayakanan serentak oleh seluruh umat Hindu. Tradisi Nyepi yang dimaksud adalah Nyepi Adat. Nyepi Adat itu dilangsungkan pada Rabu (17/7) kemarin. Lalu, bagaimanakah uniknya pelaksanaan Nyepi Adat di Desa Kesimpar Abang itu? SEJATINYA tradisi Nyepi Adat ini dilakukan sebagai upaya menjaga tradisi adat dan budaya local genius setempat. Namun, selain itu juga ada goal lainnya, yakni mengharmoniskan keseimbangan antara bhuana agung dan bhuana alit. Sebagaimana disampaikan Bendesa
Adat Kesimpar, I Wayan Kari Subali. Menurutnya, dengan Nyepi Adat itu, otomatis selama satu tahun warga Desa Adat Kesimpar melaksanakan dua kali hari Nyepi. Nyepi pertama berdasarkan tahun Icaka yang dilaksankan wajib setiap tahunnya oleh seluruh umat Hindu. Se-
dangkan, Nyepi kedua adalah Nyepi Adat. Untuk Nyepi Adat ini memang khusus dilakukan oleh masyarakat Desa Adat Kesimpar saja. “Nyepi Adat ini dilaksanakan setiap Sasih Kasa. Nyepi Adat itu berlangsung setelah dilaksanakan upacara Ngusaba Wai. Nyepi Adat ini merupakan warisan leluhur secara turun-temurun. Nyepi ini sudah merupakan hal wajib yang harus dipertahankan warga Kesimpar. Pertama, untuk menjaga budaya adat istiadat setempat. Sedangkan kedua, mengharmoniskan keseimbangan antara bhuana agung dan bhuana alit,’’ ujarnya. Subali menambahkan, pelaksanaan Nyepi Adat ini hampir sama dengan Nye-
pi pada umumnya. Semua krama adat Desa Kesimpar tidak diperbolehkan melaksanakan aktivitas apa pun. Disiplinnya relatif sama dengan pelaksanaan catur brata panyepian yakni amati geni (tidak menyalakan api, amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mencari hiburan). “Bedanya, Nyepi Adat ini hanya dilaksanakan selama setengah hari mulai pukul 07.00 wita sampai pukul 17.00 wita. Khusus untuk warga yang lain di luar warga Desa Adat Kesimpar, mereka bisa melintas di jalan nasional AmlapuraAbang dan Kubu- Singaraja. Hanya jalan desa yang ditutup,” ujar Subali. (nan)
Bali Post/kmb41
NYEPI ADAT - Krama Desa Adat Kesimpar Abang menjalankan tradisi Nyepi Adat.
KLUNGKUNG
12 Kejaksaan Musnahkan Barang Bukti Kasus Narkoba Semarapura (Bali Post)Kejari Klungkung melakukan pemusnahan barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba, Rabu (17/7) kemarin. Barang bukti ini hasil penanganan kasus dari Desember 2018 sampai Juli lalu. Proses pemusnahan dilakukan setelah barang bukti kasus pidana ini sudah berkekuatan hukum tetap. Seluruh barang bukti tersebut didapat dari sejumlah terpidana narkotika, seperti Muhardi, Tjokorda Rai Mantrawan, I Made Mahendrawan, Pande Gde Agus Dwipayana, I Ketut Suarnita, I Gede Pebriatna, I Putu Agus Kresnawan, I Gede Aryastina Seputra, Robi Rahman, Wayan Widhi Widiana dan I Putu Agus Aryanjana. Ada juga barang bukti dari terpidana warga asing, antara lain Plamen Nikolovpandov dan Ivan Hristov Stanchev. Tidak hanya barang bukti narkoba, ada juga berbagai kelengkapannya berupa pipa kaca, bong, aluminium foil, HP dan berbagai jenis barang bukti lainnya. Kasi Pidum Kejari Klungkung Ahmad Fatahilah mengatakan, pemusnahan barang bukti ini dilakukan dengan dibakar menggunakan api obor, bertepatan dengan Hari Bhakti Adhyaksa yang ke-59. Pemusnahan barang bukti ini sebagai wujud keseriusan kejaksaan dalam menuntaskan penanganan kasus ini. Pihaknya berharap tetap dapat bersinergi dengan masyarakat dan lembaga terkait dalam menekan penyalahgunaan narkoba. “Kami tidak ingin kasus serupa terus terulang,” ujarnya. Proses pemusnahan tersebut dihadiri Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana, Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi Otto Sompotan dan Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra. Menurut Winastra, pemusnahan barang bukti sebagai proses akhir penanganan kasus. Ini juga sebagai cerminan kepada masyarakat terhadap keseriusan aparat dalam menuntaskan kasus berikut barang buktinya. “Semakin banyak yang terlihat dalam penanganan narkoba, semakin mempersempit ruang gerak mereka,” tegasnya. Pihaknya menegaskan pemerintah daerah bersama lembaga terkait seperti BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Klungkung, juga gencar melakukan sosialisasi di lapangan, hingga menyasar generasi muda di sekolah. Pemerintah daerah juga menunjukkan keseriusannya dengan membuat pararem penanganan narkoba. Ini sebagai cita-cita bersama memberantasan korupsi di Klungkung. (kmb31)
Kamis Wage, 18 Juli 2019
Tersangka Kasus Korupsi Dijemput Paksa
Semarapura (Bali Post) Satreskrim Polres Klungkung akhirnya melakukan pelimpahan tahap II kasus korupsi dana hibah ke Kejari Klungkung, Rabu (17/7) kemarin. Sebelumnya, salah satu tersangka yaitu Ketut Ngenteg sempat mangkir dari panggilan penyidik, Senin (15/7) lalu. Selanjutnya polisi melakukan jemput paksa terhadap Ngenteg. Setelah pelimpahan tahap II, yakni para tersangka dan barang bukti, maka selanjutnya proses hukum sepenuhnya menjadi kewenangan Kejari Klungkung. Dua tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Pura Paibon Warga Tutuan, Banjar Nyamping, Desa Gunaksa sebesar Rp 70 juta, antara lain Nyoman Simpul dan Ketut Ngenteg. Kasatreskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan mengatakan, tersangka Ngenteg sempat mangkir dari panggilan penyidik, Senin lalu. Padahal surat pemanggilan sudah diserahkan tiga hari sebelumnya. “Ngenteg terpaksa kami jemput paksa, Senin malam. Karena dia terlihat tidak kooperatif,” kata Mirza. Saat dijemput paksa di rumahnya sekitar pukul 22.00 Wita, Mirza mengatakan, Ngenteg berdalih sedang mengurus pembayaran utang. Simpul merupakan oknum
PNS di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Klungkung. Sedangkan Ngenteg, mantan pengurus PDI-P di Klungkung. Mirza menjelaskan, kasus ini terjadi berawal ketika Simpul membuat proposal permohonan bantuan dalam bantuk dana hibah ke Pemprov Bali tertanggal 30 April 2014. Dalam proposal itu tertulis bahwa bantuan ditujukan untuk pembangunan panyengker dan beberapa palinggih pura. Di mana letaknya masih satu pekarangan dengan kediaman tersangka Nyoman Simpul di Banjar Nyamping, Desa Gunaksa. Dalam proposal tersebut, Simpul tercantum sebagai Ketua Pembangunan Pura. Sementara bendaharanya merupakan istri dari Simpul, Ni Wayan Kasrani, dan Sekretaris, Wayan Sarna. Tanggal 3 Desember 2014, bantuan dana hibah sebesar Rp 70 juta itu pun cair. Seluruh anggaran itu ditarik oleh Simpul. Hasil pemeriksaan polisi,
Bali Posty/kmb31
DILIMPAHKAN - Dua tersangka kasus korupsi saat dilimpahkan ke Kejari Klungkung, Senin kemarin. Wayan Sarna ini mengaku sama sekali tidak tahu jika namanya tercantum dalam proposal yang diajukan oleh Simpul. Sementara panitia lainnya, juga sama sekali tidak dilibatkan. Sehingga tersangka Simpul ditengarai melakukan pemalsuan tanda tangan. Sampai saat ini, tidak ada pembangunan penyengker dan pelinggih pura seperti dalam proposal. Upaya ini tercium oleh war-
ga. Sebab, pura dadia yang dimohonkan bantuan hibah itu sudah selesai dibangun sebelumnya dengan memakai uang hasil iuran para pangempon pura setempat. “Hasil penyelidikan kami menunjukkan uang hibah Rp 70 juta itu rupanya dipakai untuk kepentingan pribadi,” tegasnya. Kedua tersangka dalam catatan kepolisian, juga pernah berurusan dengan hukum. Simpul pernah terlibat
kasus penipuan dan Ketut Ngenteg yang berasal dari Desa Nyalian, Banjarangkan juga diketahui sebagai residivis kasus korupsi dana hibah pembangunan salah satu Pura di Desa Bumbungan. “Saat menyusun laporan pertanggungjawaban, justru dipasang foto pembangunan Pura Panti Pande Tusan di Nyalian, Banjarangkan. Makanya ini jelas fiktif,” tegasnya. (kmb31)
Siswa SMA Tewas Gantung Diri
Bali Post/kmb31
DIMUSNAHKAN - Barang bukti kasus narkotika saat dimusnahkan di halaman Kantor Kejari Klungkung.
Semarapura (Bali Post) Siswa salah satu SMA negeri di Klungkung, Pande Made Susila (15), mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di garasi rumahnya di Perumahan Sangkanbuana, Kelurahan Semarapura Kauh, Rabu (17/7) kemarin. Siswa kelas XI ini berasal dari Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem. Korban merupakan anak dari Wayan Putra, pegawai LPD Desa Adat Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem. Peristiwa itu baru diketahui sekitar pukul 08.00 Wita. Mayat korban diketahui pertama kali oleh ayahnya saat datang ke TKP. Dia langsung shock melihat anaknya terbujur kaku tergantung di garasi rumah dengan selendang. Putra bergegas menurunkan tubuh anaknya dan dibawa ke UGD RSU Klungkung. Setelah mendapat pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia. Salah satu paman korban, Ketut Alit Mawa, mengatakan sebelum tewas bunuh diri, keponakannya itu sempat mengirim WhatsApp (WA) kepada orangtuanya yang tinggal di Sogra. Dalam WA-nya, korban meminta ayahnya segera menjemput ke Klungkung. Juga tertulis, korban melarang ayahnya mengajak keluarga. Termasuk tidak memberitahukan
ibunya, Kadek Ariati (37). Korban juga minta dibawakan sopir dan langsung membawa dirinya pulang ke Sogra. “Orangtuanya curiga dengan isi WA itu. Makanya langsung dijemput pagi ke sini. Ternyata korban sudah meninggal dengan cara seperti ini,” tegasnya. Korban tinggal di TKP sejak setahun lebih. Dia tinggal di sana saat erupsi Gunung Agung. Saat itu dia mengungsi dari Desa Sebudi ke Sangkanbuana. Perumahan tempatnya tinggal itu, sebelumnya milik dr. Irfana. Rumah tersebut langsung dibeli oleh orangtuanya. Kepergian korban meninggalkan kesedihan bagi keluarganya. Tidak hanya kedua orangtuanya, tetapi juga adiknya, Komang Pande, yang baru duduk di bangku SD kelas V di Sebudi. Kakaknya, Purnami Santhi, saat ini masih kuliah. Korban dikenal sangat pendiam. Dia seorang diri tinggal di rumah yang berada persis di bibir Tukad Sangkanbuana. Rencananya jasad Pande Susila akan dikremasi, mengingat kematiannya dengan jalan ulah pati (bunuh diri). Belum diketahui, apa sesungguhnya motif korban melakukan aksi nekat seperti itu. Peristiwa ini sangat disesali kedua orangtuanya, keluarga dan pihak sekolah. (kmb31)
Bali Post/kmb31
PERIKSA - Anggota Polres Klungkung melakukan pemeriksaan jasad Susila.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Wage, 18 Juli 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA !!!Butuh 5 org karyawati min SMA dpt u.makan, gaji tinggi Hub. Toko Besi Murah Jln.Teuku Umar Barat No.17 (sblh Warung Buleleng)
B.BP.004.07.19.0000599
Dcri Konstruktur S1 menguasai Sap 2000.Lam:WA 081238032984 B.BP.164.07.19.0000638
Dcr PRT wnt Tgl dlm Gj.2jt serius kerja Telp.087762800029 B.BP.004.07.19.0000637
Dicari Cepat!!!Tukang Kayu Utk Usaha Rumah Kayu Export. Jln.Ry Tojan 17 Gianyar.08123995608 B.BP.001.07.19.0000617
SERVICE
Dibthkn Sgr staff reservasi & Sales, pria/Wanita, brpnglmn, single, WA:081239390607/ (0361)8495245 B.BP.004.07.19.0000642
Dibutuhkan Designer Grafis khusus motif kain, kirim ke Mahendra Data 52 Telp.8466689 B.BP.004.07.19.0000629
Dicari Marketing Usia Max 30 Tahun.Hub.081353086517
Sopir Serabutan & Asisten Rmah Tngga.Tinggal Dlm:085103167222 B.BP.001.07.19.0000628
Dicr Guru TK & FO, SMA Max 30Th BsKerjaTeam.Hub:082145707300 B.BP.001.07.19.0000426
Segera S1 Arsitek/Sipil untuk kontraktor CV kirim ke Jl.Pulau Galang 28 T.484670 B.BP.004.07.19.0000630
DIJUAL MOBIL
SERVICE
Djl Nissan Teana 250 XV’2010 Htm,087860846839/081805531078 B.BP.164.07.19.0000636
DIJUAL MOBIL
B.BP.004.07.19.0000640
DIJUAL RUMAH
RmhJl.Imambonjol Perum Mutiara, 087860846839/081805531078 B.BP.164.07.19.0000517
NISSAN
B.BP.001.07.19.0000619
Dicari salah satu mobil Honda CRV,HRV,Freed Putih Asli Bali Th 12 s/d 14 Tangan 1 Hub.0811385733
PROPERTY
B.BP.004.07.19.0000616
Dicr Tamatan SMK Bangunan utk Drafter & Pengawas Lap.Hubungi PT.CGK.Jl.CekomariaGangGraha Banteng Lestari I/3 Peguyangan Kangin.Telp.466055/08123975474
DICARI MOBIL
Rumah LT100M2,3KT, 2KM,Dpr,R.Tm Grsi.Lok Strtgis Ubung-DPS Utr Hrg700Jt Nego Hub:085253633843 B.BP.001.07.19.0000618
BIRO JASA
SERVICE
DIJUAL TANAH
Dijual Tnh kosong SHM No.1085 L.540m2 lok.Bjr Dinas Taman Ds Munduk Kab.Buleleng Hub.Kadek Mahayasa : 081918373106 B.BP.009.07.19.0000634
Dijual Tnh view bagus L.25A an Nyoman Budiarta SHM No.407 Lok.Desa Kayuputih Hub.Gede Yogi Sastrawan:087863086952 B.BP.009.07.19.0000633
PROPERTY DIJUAL RUKO
Dijual Ruko Mertanadi Kuta Bdg DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:081338183031/081805374433 B.BP.004.07.19.0000087
DIJUAL RUMAH
SPA
Hanya Rp.100 JUTA Per Unit Villa
Miliki Sekarang!!
VILLA Pinggir Pantai dengan pasir putih di SANUR BALI
PROPERTY
TYA 081237675135 DONI 081338977777 www.7lazvillas.com C.0000593-BGN
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
RUPA-RUPA Hanya 35Jt,10Bln kemudian Anda Sudah Bisa bawa pulang 1 Unit Expander.Perjanjian Notaris. Hub:081915643018/08983164099WA B.BP.001.07.19.0000500
KEHILANGAN Hlg BPKB No : L01029151-O DK 9710 FQ an.Ponco Ismadi B.BP.004.07.19.0000635
Hlg BPKBNoI-11608858-ODK1884 LB an.Neng Santhi Sri Nivinati B.BP.004.07.19.0000641
Hlg IMB No.118/BPPT/IMB/2016 Tanggal 20 Januari 2016 AN.Ni Made Yuliana Dewi B.BP.001.07.19.0000627
Hlg BPKBNo.K13115888-ODK7077 SJ An.Ni Gst Ayu Mustika Dewi B.BP.001.07.19.0000626
BANGLI
14
Kamis Wage, 18 Juli 2019
”Ngusaba Purnama Kasa” di Pura Desa Buahan
Krama Gelar Ritual ”Tajen Taluh” SEBUAH ritual yadnya yang terbilang cukup unik digelar krama Desa Pakraman Buahan saat upacara Ngusaba Purnama Kasa di Pura Desa Buahan, Kintamani, Selasa (16/7). Ritual itu yakni tajen taluh. Seperti tajen pada umumnya yang menggunakan ayam, dalam ritual tajen taluh itu terdapat pihak yang bertugas sebagai pakembar dan saya kemong. Bendesa Adat Buahan Made Antara, Rabu (17/7) kemarin mengatakan, sesuai yang tertulis dalam Purana Desa Buahan ritual tersebut dinamakan Pegamaan Ida Batara. Ritual itu merupakan salah satu upacara sakral yang rutin digelar krama Desa Adat Buahan saat upacara Ngusaba Purnama Kasa di Pura Desa Buahan.
Dijelaskan Antara, ritual Pegamaan Ida Batara dilaksanakan di Jeroan Pura. Hampir sama seperti tajen pada umumnya, dalam ritual tersebut terdapat kalangan tajen namun berukuran kecil. Kalangan tajen dibuat dari tikar yang dilapisi kain putih. Pada setiap ujungnya dipasangi daun kayu sugih, batang pohon dadap, jinah bolong (uang kepeng) dan benang tri datu. Terdapat pihak yang bertugas sebagai saya cucukan. Tugasnya memegang batas wilayah kalangan tajen di setiap sudutnya. Dalam ritual itu, telur akan diadu oleh jero kubayan. Sementara yang matoh yakni daha bunga di desa setempat. Jika dalam tajen umumnya, sarana yang dipakai matoh adalah uang, dalam tajen
taluh ini sarana matoh-nya menggunakan jaja bantal, tipat dan buah. “Taluh yang dipakai telur ayam Bali yang masih mentah,” ujarnya. Antara mengatakan, cara mengadu telur dalam tajen taluh sama seperti mengadu kelereng. Telur diadu dengan cara dibenturkan. Telur yang retak akan dinyatakan kalah. Dalam pelaksanaannya tajen taluh digelar sebanyak tiga ronde. “Leb-nya tiga kali. Kangin-kauh dua kali. Kajakelod sekali,” terangnya. Menurut Antara, makna dari ritual ini adalah ketulusan dalam beryadnya. Telur yang berwarna putih dan berbentuk bulat melambangkan ketulusan krama dalam melaksanakan upacara yadnya dan tak pernah putus. (ina)
Bali Post/ist
BELERANG - Semburan belerang makin meluas, air Danau Batur berubah warna menjadi keputih-putihan.
Semburan Belerang di Danau Batur Meluas
Petani Ikan Kurangi Aktivitas di KJA
Bangli (Bali Post) –
Bali Post/kmb40
RITUAL - Prosesi ritual Pegamaan Ida Batara yang digelar saat upacara Ngusaba Purnama Kasa di Pura Desa Buahan, Selasa (16/7) malam.
Belum Saatnya Naikkan Tarif Retribusi Wisata Kintamani Bangli (Bali Post) – Rencana Bupati Bangli I Made Gianyar menaikkan kembali tarif retribusi wisata Kintamani, mendapat respons dari sejumlah pelaku pariwisata. Kenaikan tarif retribusi wisata Kintamani dinilai belum pantas atau belum saatnya dilakukan mengingat fasilitas wisata di Kintamani masih belum memadai. Sebelum menaikan tarif retribusi, Pemkab Bangli diminta meningkatkan aksesbilitas dan kenyamanan wisatawan. Sekretaris Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia/Asita Bali Putu Winastra, Rabu (17/7) kemarin mengatakan, pihaknya di Asita sejatinya tidak pernah alergi terhadap rencana kenaikan tarif retribusi wisata. Selama rencana itu disosialisasikan pemerintah dari jauh-jauh hari serta fasilitas dan servis untuk wisatawan benar-benar diperhatikan dan ditingkatkan. “Jangan cuma naikin tarif tapi fasilitas tidak ditingkatkan,” ujarnya. Ia pun mempertanyakan, apa target yang diharapkan Pemkab Bangli atas kenaikan retribusi tersebut. Apakah dengan kenaikan itu bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan. Menurut Winastra, sebelum menaikkan tarif retribusi wisata Kintamani, Pemkab mestinya memperhatikan banyak hal. Mulai dari akses jalan, kualitas sarana dan prasarana yang ada di objek wisata dan kenyamanan wisatawan. “Mohon kalau bisa Pemkab Bangli menunjukkan apa saja yang sudah dibenahi. Sekarang memang view point Penelokan sudah dibuat, namun kenyamanan tamu belum sepenuhnya diperhatikan. Pedagang acung masih banyak, tempat parkir belum ada, masih banyak parkir di pinggir jalan dan akses jalan juga masih sempit,” terangnya. Sebelum menaikan tarif retribusi, Pemerintah diharapkan melakukan pertemuan dengan travel agen dan pelaku industri pariwisata di Kintamani. Apakah setuju dengan rencana kenaikan itu. Sebab akibat kenaikan tarif retribusi terakhir beberapa tahun lalu, omzet pelaku pelaku industri pariwisata di Kintamani sempat anjlok. “Kami meminta sebelum dinaikkan, kenyamanan, kualitas sarana dan prasarana yang ada ditingkatkan, dan rencana itu harus disosialisasikan setahun sebelumnya,” kata Winastra. Tanggapan atas rencana kenaikan tarif retribusi wisata Kintamani juga disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia
Bali Post/kmb40
Bali Post/kmb40
I Ketut Mardjana
Putu Winastra
(PHRI) Kabupaten Bangli Ketut Mardjana. Pihaknya mengaku tak setuju dengan rencana itu. Ia menilai kenaikan tarif retribusi wisata Kintamani tidak pas diberlakukan mengingat fasilitas dan infrastruktur yang ada saat ini belum memadai. Menurut Mardjana, Pemkab saat ini semestinya memberikan keringanan tarif bagi wisatawan, bukan sebaliknya menaikan tarif. Sehingga jumlah wisatawan yang datang ke Kintamani bisa terus meningkat. Dengan meningkatnya kunjungan secara tidak langsung hal itu akan berdampak baik pada kesejahteraan masyarakat sekitar. “Kalau memungkinkan tidak ada pungutan sama sekali sehingga wisatawan yang datang lebih banyak. Untuk mendapatkan pendapatan, pemerintah kan bisa dapat dari yang lain. Dorong investasi-investasi, dorong pembangunan infra-
struktur sehingga tumbuh pengusaha baru. Pengusaha inilah yang dipungut pajak untuk PAD, ” kata Mardjana. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Bupati Bangli I Made Gianyar berencana menaikkan tarif retribusi wisata Kintamani mulai tahun depan. Kenaikan tarif retribusi dirancanng Pemkab Bangli untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan destinasi wisata menjadi lebih baik. Rencananya tarif retribusi Kintamani yang saat ini Rp 30 ribu akan dinaikan menjadi Rp 50 ribu per orang. Terkait rencana kenaikan tarif retrbusi tersebut, Made Gianyar mengaku sudah memerintahkan Plt. Sekretaris Disparbud untuk melakukan kajian termasuk melakukan sosialisasi ke pelaku pariwisata, masyarakat dan travel agen. Sesuai rencana, kenaikan tarif retribusi wisata Kintamani akan diberlakukan mulai awal 2020. (kmb40)
Petani ikan di kawasan Danau Batur, Kintamani mengurangi aktivitas di keramba jaring apung (KJA). Sebab hingga Rabu (17/7) kemarin, fenomena semburan belerang belum berakhir, bahkan kabarnya makin meluas. Petani ikan di Banjar Seked, Desa Batur, Ketut Wania mengungkapkan, wilayah yang terkena semburan belerang kini meluas. Dari sebelumnya di wilayah Seked, kini sudah meluas hingga ke Desa Buahan dan Abang Batudinding. Meluasnya semburan belerang diketahui terjadi sejak Selasa (16/7) sore. Hal itu tampak dari perubahan warna air Danau Batur yang menjadi keputih-putihan. Wania mengaku belum bisa memastikan bagaimana nasib ikannya yang masih tersisa di KJA saat ini. Sebab sejak fenomena semburan
belerang muncul beberapa hari terakhir, dirinya sengaja mengurangi aktivitas di KJA untuk mengurangi risiko kematian ikan. Terakhir kali ia beraktivitas di KJA-nya. Selasa pagi untuk mengangkat bangkai ikan miliknya yang mati secara sporadis akibat semburan belerang Senin lalu. Sebagai petani tentu ia berharap fenomena semburan belerang ini bisa secepatnya berakhir dan kondisi air Danau Batur kembali pulih. “Harapan saya tidak ada lagi ikan yang mati akibat belerang,” kata Wania. Kabid Perikanan Dinas
Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Nyoman Widiada dikonfirmasi terpisah membenarkan bahwa semburan belerang di Danau Batur kini meluas hingga ke wilayah Abang Batudinding. “Sementara infonya seperti itu. Yang sudah kena Banjar Dinas Seked, Toyabungkah Desa Batur Tengah, Kedisan, Buahan dan Abang. Tapi kematian ikan belum ada di daerah Abang. Besok tiang turun cek ke arah Abang,” ujarnya. Dikatakan Widiada, memasuki Juni sampai September setiap tahun Dinas
PKP Bangli rutin menyurati pembudi daya ikan. Pihaknya mengimbau kepada pembudi daya ikan untuk mewaspadai potensi semburan belerang. Caranya dengan memanen ikannya lebih cepat dan meminimalisir penebaran benih ikan. Itu dimaksudkan untuk mengurangi risiko kerugian akibat semburan belerang yang biasanya terjadi pada bulan-bulan itu. “Hal ini sudah dipahami oleh pembudi daya ikan. Mereka sudah tahu bahwa bulan-bulan itu rawan adanya bencana berupa belerang. Cuma kadang-kadang ada juga yang masih membiarkan ikannya di KJA, karena kebetulan masih ada wali (upacara) atau karena harga jual yang belum cocok,” pungkasnya. (kmb40)
OLAHRAGA
Kamis Wage, 18 Juli 2019
15
Blibli Indonesia Open 2019
Rizki/Della Kembali Hadapi Ganda Tiongkok di Babak Kedua Jakarta (Bali Post) Lolos dari wakil Tiongkok di babak pertama, ganda putri Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris akan kembali dihadapkan dengan wakil Tiongkok di babak kedua Blibli Indonesia Open 2019. Rizki/Della melaju ke babak kedua usai mengalahkan Li Wenmei/Zheng Yu, dengan skor 14-21, 21-13, 21-18. ‘’Alhamdulillah kami bisa melewati babak pertama, di sini lawan sudah bagus-bagus dan enggak gampang dari babak pertama. Kami berusaha untuk main di pola kami dan kami mau lebih menikmati permainan,’’ ujar Rizki, Rabu (17/7) kemarin. Jika dibandingkan dengan ganda putri Jepang, Rizki/Della memang lebih cocok berhadapan dengan wakil Tiongkok. Rizki/Della sementara unggul 3-1 dalam catatan rekor pertemuan dengan Chen/Jia. ‘’Chen/Jia serangannya bagus, kami harus bisa melewati pertahanan mereka juga. Kami akan banyak bermain cepat,’’ ungkap Rizki. ‘’Kami tidak berpikir terlalu jauh, step by step saja. Enggak mikir pernah menang juga, mereka pasti pelajari permainan kami,’’ tutur Della. Sementara ini sudah tiga ganda putri Indonesia yang lolos ke babak kedua. Sebelumnya, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Tiara Rosalia Nuraidah/Nadya Melati sudah lebih dulu lolos. Sedangkan Agatha Imanuela/Virni Putri baru akan bertanding melawan Liu Xuan Xuan/ Xia Yu Ting dari Tiongkok. (kmb33)
Bali Post/kmb33
JUARA - Mahasiswa Undiksha Putu Agus Bimantara Putra bertemu Wakil Rektor III Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd. usai kembali dari Thailand, beberapa waktu lalu.
Kejuaraan Karate di Thailand, Mahasiswa Undiksha Sabet Juara
GANDA - Pasangan ganda putri Indonesia Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris.
Tak Mau Mengembalikan Mendengar jawaban ini, hakim mulai mengejar soal fee dimaksud. Sandoz mengakui menerima fee dari investor lewat terdakwa Gung Alit. Hanya Sandoz kembali mengaku tidak tahu berapa persis yang dia terima. Seingatnya diberikan saksi Gung Alit dalam bentuk cek. ‘’Itu biaya konsultan,’’ tegasnya kembali. Majelis hakim lainnya menyambung jawaban saksi, mengapa saksi (Sandoz) tidak mau terlibat dalam kesepakatan itu, tetapi mau menerima uang? Sandoz mengatakan bahwa itu adalah uang fee konsultan dari perusahaan. Itu dinilai sebagai uang jasa. Hakim kembali menanyakan, apa saja yang sudah dilakukan Sandoz? Dia kembali mengatakan sudah memberikan jasa konsultan. Riilnya seperti apa, saksi mengatakan memberikan masukan dan saran. Proyek itu, versi Sandoz, adalah proyek revitalissi Pelabuhan Benoa yang dibuat PT Bangun Segitita Mas. Tim kuasa hukum terdakwa sempat menanyakan
apakah mengurus izin itu perlu biaya? Saksi mengatakan mengurus izin tidak perlu uang. Lantas, uang sebesar Rp 16,1 miliar untuk apa? Dengan gamblang, Sandoz mengatakan ada sebagian fee untuknya sebagai konsultan nonformal yang memberikan saran pada investor. Soal rencana reklamasi menjadi masalah hukum, anak mantan Gubernur itu mengetahui saat investor Sutrisno mengajukan somasi ke Alit Wiraputra. Inti somasi terkait pengembalian uang. Hakim menanyakan apakah termasuk dana yang diterima saksi juga? Sandoz mengatan uang yang dia terima juga diminta dikembalikan. Namun, Sandoz tidak mau karena dia mengaku sudah bekerja. Hakim mengejar, apakah saksi sebagai konsultan formal apa nonformal. Saksi Sandoz menjawab konsultan nonformal, dan pekerjaannya memberikan saran. Yang membayar adalah Sutrisno, namun menerima dari terdakwa Alit. Lantas peran terdakwa? ‘’Tidak tahu. Setahu saya Pak Alit ada dalam perusahaan di PT Bangun Segitiga Mas,’’ jawab Sandoz.
Kamis, 18 Juli 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Melarapan Karya Ngenteg Linggih Pinake Sarana Nincapang Srada Bakti ring Ida Sang Hyang Widi (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Yuda Kanda(2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Agrobisnis Jeruk Lemon Semakin Dilirik Masyarakat 09:30 Wita Ocydia Home Shopping 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Melarapan Karya Ngenteg Linggih Pinake Sarana
Nincapang Srada Bakti ring Ida Sang Hyang Widi (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:05 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita DW TV 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Folk Song 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Dunia Kita 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Kartun Uttara Kanda (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Talk Show Merah Putih KB Bali Dengan 4 Anak 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
Soal fee Rp 7,5 miliar, awalnya Sandoz mengaku tidak ingat. Majelis hakim kemudian membacakan BAPnya di kepolisian, dan itu dibenarkan Sandoz. Namun kembali dia menjawab tidak ingat. Sementara JPU Raka Arimbawa juga sempat menanyakan, apakah benar terdakwa anak angkat Gubernur Bali Made Mangku Pastika (kini mantan). Sandoz menjawab bukan. Atas jawaban itu, terdakwa Alit Wiraputra diberikan kesempatan untuk menanggapi. ‘’Sebagian keterangan saksi benar, dan sebagian salah. Saksi banyak menjawab tidak tahu,’’ kata Alit. (kmb37)
Singaraja (Bali Post) Prestasi tingkat internasional terus berhasil diukir mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. Kali ini datang dari Putu Agus Putra Bimantara. Ia menyabet perunggu dalam ajang The 9th Thailand Open Karatedo Championship yang berlangsung pada 12 sampai 14 Juli 2019. Mendapat prestasi pada ajang se-Asia Tenggara itu, ia harus berhadapan dengan karateka dari Nepal, India, Thailand, Filipina, dan Myanmar yang kemampuannya sangat diperhitungkan. ‘’Untuk mendapat prestasi ini, perlu perjuangan yang tak mudah,’’ ungkapnya usai bertemu dengan Wakil Rektor III Undiksha Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd., Rabu (17/7) kemarin. Ia mengaku belum puas atas capaian itu. Keinginannya untuk bisa mengikuti kompe-
tisi yang lebih bergengsi masih sangat besar. Kini ia masih mempersiapkan diri untuk ikut Pekan Olahraga Provinsi Bali dan Pekan Olahgara Mahasiswa Nasional. Pembina Kadek Yogi Parta Lesmana mengungkapkan, perlu persiapan cukup lama untuk mendapatkan hasil itu. Ia pun terang-terangan mengaku belum puas terhadap prestasi itu. ‘’Yang namanya juara, tentu tidak akan pernah puas. Peningkatan kualitas terus dilakukan untuk bisa mendapatkan hasil lebih baik,’’ katanya. Wakil Rektor Prof. Suastra mengatakan, prestasi ini sangat penting untuk mendongkrak grade lembaga, baik tingkat nasional maupun internasional. ‘’Saya sangat apresiasi ini. Harapannya jangan berhenti. Harus terus meningkatkan kualitas diri. Universitas akan memberikan penghargaan,’’ pungkasnya. (kmb33)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
PENDIDIKAN
TOP IN VASI ’’Green Hotel’’, Tren Dunia yang Makin Digandrungi WONDERFUL BALI @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
KAMIS WAGE, 18 Juli 2019
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
SENIMAN
Hadirkan Karya Bernuansa Religi
S U D A H berjalan empat tahun, program Green Hotel yang digagas Dinas Pariwisata Kota Denpasar dan Bali Travel News semakin mendapat tempat di hati insan pariwisata. Khususnya yang ada di kawasan Denpasar. Tujuan program ini adalah edukasi, sosialisasi, asistensi serta evaluasi seputar permasalahan pariwisata. Dari serangkaian diskusi serta sharing pengalaman ini kemudian semakin menguatkan komitmen dalam mewujudkan pariwisata budaya yang berbasiskan masyarakat serta ramah lingkungan. Tahun 2019 merupakan pelaksanaan Green Hotel yang keempat dengan menyasar 30 hotel serta vila. ‘’Kami sudah melaksanakan program green hotel ini selama empat tahun, sejak 2016 lalu,’’ kata Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kota Denpasar Dizire Mulyani, Selasa (16/7). Di sela-sela kegiatan sosialisasi dan evaluasi Green Hotel di Mahagiri Villa Sanur, Dizire Mulyani mengatakan, kegiatan Green Hotel ini lebih pada mengedukasi terhadap ho-
tel, khususnya para stakeholder dan pengelola hotel untuk mewujudkan hotel yang ramah lingkungan. Bukan hanya pada kalangan hotel, tetapi ke depan akan memperluas kepada sektor yang lain. ‘’Mudah-mudahan kami bisa melakukannya, karena ada dasar hukumnya,’’ imbuhnya. Menurutnya, dunia saat ini membutuhkan sesuatu yang green, baik dalam pengelolaan limbah, penggunaan produk ramah lingkungan dan segala sesuatu ramah lingkungan. Hal ini sangat perlu dilakukan, terutama di Bali yang saat ini terusik oleh sampah plastik. Hal itu sempat viral di media masa yaitu lautnya sudah tercemar. ‘’Kami berharap kepada hotel-hotel di Kota Denpasar untuk mengolah limbahnya dengan baik,’’ harapnya. Dizire Mulyani menambahkan, sosialisasi Green Hotel ini pertama kali menyasar 60 hotel, kemudian 30 hotel pada tahun berikutnya. Di tahun 2018 dan 2019 mengambil masing-masing 30 hotel untuk diberikan sosialisasi dan langsung dievaluasi. ‘’Selama ini perkembangan Green Hotel cukup bagus, sehingga setiap tahunnya memberikan nominasi dan
BUDAYA
SUKSES dengan album ‘’Kedeng Menek Kedeng Tuwun’’, penyanyi Gung Gek Vita kembali berkarya. Kali ini, karya berupa single ini dihadirkan dengan tema religi yang berbeda dari single-single sebelumnya yang bertemakan cinta. Single yang diciptakan Gede Pranajaya dan diaransemen Dek Artha ini diberi judul ‘’Sekala Niskala’’. Single yang video klipnya digarap Andy Duarsa ini di-launching hari ini yang bertepatan hari kelahirannya (berdasarkan kalender Bali) di akun youtubenya, @Gunggek Vita Official. Single ‘’Sekala Niskala’’ ini mengandung makna bahwa dalam kehidupan ini, umat harus percaya tentang kehidupan secara sekala dan niskala. Sehingga dalam menjalani kehidupan, umat harus selalu mengingat, mendekatkan diri, dan selalu berdoa kepada Tuhan. Apalagi dalam agama Hindu, secara niskala umat Hindu Bali percaya dengan adanya hukum karma phala dan yadnya. ‘’Hidup di bumi ini kita akan selalu berdampingan antara benar dan salah. Pada lagu ini ada kata-kata ‘jele melah ade hidup di sekala’. Kita percaya akan adanya reinkarnasi, adanya karma baik atau buruk di masa lalu. Jika kita selalu berbakti dan rajin menghaturkan sembah bakti niscaya setiap kehidupan yang kita jalani dapat berjalan dengan damai,’’ ujar Gung Gek Vita, Rabu (17/7) kemarin. Beralih ke lagu bernuansa religi, menjadi kesan tersendiri bagi Gung Gek Vita. Apalagi, dalam proses penggarapannya sela lu mend ap at tant angan secara sekala dan niskala. Mulai dari mencari orang yang bisa makidung, hingga cuaca yang tidak mendukung saat penggarapan video klipnya. Bahkan, demi mendapatkan spot syuting yang bagus, ia bersama timnya rela mendaki gunung dan melewati lembah. ‘’Banyak pengalaman dari lagu ini, tapi lagu religi ini yang membuat saya paling berkesan,’’ tandas pemilik nama lengkap A.A. Ayu Advaita Jelantik ini. I s tri dari I Gusti Ngurah Agung Satria Wibawa ini berharap single-nya ini bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat, khususnya penikmat lagu Bali bernuansa religi. (win)
Bali Post/kmb
HIJAU - Konsep hotel yang ramah lingkungan dengan pelayanan yang juga ramah akan membuat wisatawan betah. penghargaan terhadap hotel yang sudah melaksanakan program inil,’’ terangnya. Dalam evaluasi ada banyak indikator, di antaranya masalah perizinan, hemat energi, pengelolaan sampah dan limbah, pengurangan sampah plastik, penataan lingkungan sekitarnya serta sosial budaya dengan masyarakat setempat. Jika ada hotel yang belum memenuhi standar green, akan terus dibina. Setiap akhir tahun kemudian diberikan penghargaan terhadap hotel dengan kategori ABC. ‘’Di Denpasar sudah banyak hotel yang memenuhi kategori green itu.
PENDIDIKAN
Walau ada beberapa yang belum, tetapi mereka sangat antusias untuk mengikuti program ini,’’ jelasnya. Owner Representative Mahagiri Villa Sanur, I Dewa Ayu Rikha Yunika Ray, merasa senang dan bangga bisa dilibatkan dalam ini. Dirinya sangat setuju dengan program sosialisasi Green Hotel ini sebagai upaya untuk mewujudkan kualitas pariwisata serta menciptakan sustainable tourism. Kriterianya juga sangat lengkap, sehingga mengikuti program ini sangat banyak manfaat ke depannya,’’ ujarnya. (kmb)
SENIMAN 150 Siswa Baru SMP PGRI 7 Denpasar Ikuti MPLS Unggul Dalam Budaya Mutu, Disiplin dan Ajeg Bali
BERKAT budaya mutu dan memiliki keunggulan di bidang ajeg Bali, SMP PGRI 7 Denpasar meraih sukses setelah merekrut 150 siswa baru. Sekolah ini tahun lalu memperoleh tiga kelas, tahun ini naik menjadi 4 kelas. Mereka mengikuti MPLS sejak Senin lalu dan ditutup Rabu (17/7) kemarin. Kamis ini diisi dengan PSN dan Jumat berupa persembahyangan bersama dan menjalani sisya upanayana. Ketua Panitia MPLS Ni Nengah Widiastuti, S.Pd. mengungkapkan, materi MPLS disesuaikan dengan juknis dan tema utama. Yang unik sekolah ini yakni pertama, bertekad menjadi sekolah bersih sampah plastik. Peserta membawa minuman dan makanan sendiri bukan dari kemasan plastik. Kedua, ada agenda melakukan aksi bersih-bersih lingkungan sekolah dan sekitar Banjar Kaja, Kelurahan Panjer. Sekolah ini menyiapkan 16 ekstrakurikuler. Ekstra unggulan sepak takraw yang langganan juara di Porjar, makidung, marindik, menabuh dan menari, baleganjur dan ajeg Bali lainnya. Sekolah di Jalan Waturenggong Gang XVII Panjer ini berdiri 1987, kini memiliki student body 382 siswa didukung 35 guru. Awalnya
sekolah ini bergabug dengan SDN 6 Panjer, sejak tahun 2007 berdiri mandiri. Kepala SMP PGRI 7 Denpasar Drs. I Ketut Ariasa, M.Si. didampingi Waka Kurikulum Drs. I Wayan Mundra, Waka Humas I Nengah Widiastuti, Waka Sarpras I Made Parwata, S.S., Waka Kesiswaan Ni Luh Putu Rusmianti, S.Pd. mengaku bersyukur bisa melewati masa sulit dengan baik. Sekolahnya dipilih karena dikenal komit dengan disiplin dan banyak ekstra ajeg Bali-nya. Ketut Ariasa yang sudah memimpin sekolah ini 14 tahun lalu sukses menjadikan sekolah ini mandiri di atas lahan kontrakan 14 are. Sekolah ini di bawah naungan YPLP Kota PGRI Denpasar yang dipimpin Nengah Madiadnyana. Saat membuka MPLS, Ketut Ariasa mengungkapkan rasa syukurnya berkat kinerja tim yang bagus sekolahnya mampu merekrut empat kelas, atau naik satu kelas dibandingkan tahun lalu. Untuk itu, dia akan mengemban amanah kepercayaan masyarakat ini lewat budaya mutu dan mendidik disiplin yang tinggi. Dia menegaskan, lewat MPLS ini dia mengajak siswa baru segera menyesuaikan diri dan adaptasi dengan lingkungan baru dan cara belajar
MPLS - Kasek Ketut Ariasa bersama waka dan Issac Jafar Nasuton dari YPLP PGRI Denpasar saat meninjau MPLS SMP PGRI 7 Denpasar. baru. Sabtu nanti peserta MPLS diajak malukat di Taman Beji Geria Manuaba, Desa Punggul, Abiansemal. Penegakan disiplin dibentuk lewat pembiasaan-pembiasaan. Siswa sudah tiba di sekolah pukul 07.00, tiap hari diajak sembahyang bersama, menyanyikan lagu ‘’Indonesia Raya’’ dan tepuk karakter. Khusus untuk Rabu, Kamis ditambah Purnama-Tilem siswa dan guru wajib melakukan literasi bahasa Bali. Mereka juga mengenakan pakaian adat Bali. Soal prestasi, siswanya menonjol dalam sepak takraw
yang langganan meraih perak di Porjar dan Wali Kota Cup. Sementara sekaa baleganjur saat Porsenijar PGRI meraih juara II. Marindik meraih juara I dan II se-Kota Denpasar. Sementara makidung juga langganan juara, sekalipun peminatnya sedikit tetap dilanggengkan demi ajeg Bali. Makanya dia menegaskan sekolahnya kuat dalam budaya bahkan dalam lomba ogoh-ogoh di Kelurahan Panjer, siswanya selalu juara. Bahkan tiap Utsawa Dharma Gita siswanya dipercaya mewakili desa dan tampil di Festival Panjer. (ad649)
Konsep Gedung Auto2000 Sudirman Menara Astra
Kedepankan Unsur Alami dan Ramah Lingkungan BANYAK showroom mobil di Indonesia terlihat mewah dan megah serta mengambil konsep modern. Hal itu tidak serta merta membuat pengunjung atau pelanggan merasakan kenyamanan jika berlama-lama tinggal di sana. Berbeda halnya dengan Showroom Auto2000 Sudirman Menara Astra yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Guna memberikan pengalaman yang unik dan tidak terlupakan pada pelanggan Toyota, Auto2000 Sudirman Menara Astra merancang bangunan dealer dan memberikan label sebagai flagship dealer dengan mengusung tagline ‘’Indonesian Natural Wisdom yet Professional Showroom’’. Showroom yang berada di lantai satu dan dua Menara Astra ini menyajikan visual yang begitu memesona, bertabur sentuhan khas Indonesia, mengedepankan unsur alami, mengusung tema ramah lingkungan, dan menyajikan suasana yang personal, hangat, dan berkesan. ‘’Kami ingin
terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Sekarang ini tampilan showroom kami sangat berbeda dan unik. Jadinya pelanggan yang datang ke Auto2000 tidak akan pernah bosan karena nuansanya berbeda, sesuai lingkungan dan behaviour pelanggan,’’ kata Biyouzmal, Operation Manager DKI I Auto2000, Selasa (16/7). Visi untuk membuat masterpiece dealer dengan sentuhan paripurna langsung terlihat dari aplikasi fasad semitransparan menggunakan bahan banana paper yang terbuat dari pelepah pisang buatan seniman Indonesia. Selain unik, keberadaannya menjadi penghalang sinar matahari dan visual barrier agar bagian dalam fokus pada display mobil. Termasuk memberi kesan ala lentera di malam hari ketika lampu showroom dinyalakan. ‘’Pelanggan yang datang ke Auto2000 Sudirman Menara Astra akan dimanjakan layanan front liner Auto2000
yang ramah dan bersahabat, ditunjang fasilitas yang elegan, bernuansakan traditional element. Hal ini melibatkan arsitek Indonesia dan para perajin Indonesia, sesuai filosofi dari cabang ini ‘’Indonesian Natural Wisdom yet Professional Showroom’’. Hal ini merepresentasikan pula spirit Auto2000 untuk selalu berkontribusi terhadap negeri ini, sejalan dengan salah satu Catur Darma Astra yaitu menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,’’ tambah Biyouzmal. Ruang showroom memang didesain dengan gaya arsitek berbeda dengan kebanyakan showroom. Tata letak kendaraan dibuat eye-catching dengan lantai berbahan karet nonreflektif, sehingga desain mobil yang rupawan terlihat lebih menonjol dan menjadi pusat perhatian. Termasuk pula untuk menjaga akustik ruang agar lebih senyap dan jauh dari suasana bising lingkungan sekitarnya. Di kolom antarunit display yang dipajang, terdapat area customer care yang berisi
kursi anyaman kertas kasual dan ergonomis dengan lemari di sisinya berisi TV layar lebar yang menyajikan info produk dan rak berisi katalog kendaraan. Alhasil, konsumen dan sales advisor dapat berinteraksi secara personal dan nyaman sembari melihat langsung mobil idamannya. Anyaman rotan yang merupakan produk alami juga disematkan di plafon showroom, berbentuk ornamen dalam berbagai motif dan pattern yang diadopsi dari corak khas Indonesia sebagai bentuk kearifan lokal yang sarat muatan filosofi di era modern. Penggunaan bahan alami dan ramah lingkungan juga tampak pada bagian tengah showroom yang berisi ukiran berbahan kayu jati reuse-recycled sebagai narasi atas value perusahaan Auto2000 sebagai member of Astra. Sebagai bagian dari gaya hidup pecinta Toyota, mezanin sebagai area customer gathering diletakkan secara cermat sehingga tidak
menginterupsi area display kendaraan. Terdiri atas dua lantai, area ini difungsikan sebagai customer lounge yang memberikan suasana lebih cozy, personal, dan hangat. Catatan tambahan, furniture didominasi penggunaan paper-yarn/rajutan kertas (lloydloom) menggunakan paper-yarn/rajutan kertas (lloydloom) yang eco-friendly olahan perajin dari beberapa daerah di Indonesia. ‘’Kehadiran flagship outlet concept seperti Auto2000 Sudirman Menara Astra ini adalah yang pertama di Indonesia, merupakan salah satu bentuk inovasi pelayanan yang kami hadirkan untuk pelanggan. Tentunya Auto2000 tidak berpuas diri sampai di sini, Auto2000 akan terus berupaya untuk lebih dekat dengan Auto Family dengan berbagai inovasi layanan lain yang sedang kami siapkan dan akan diluncurkan dalam beberapa waktu mendatang,’’ jelas Martogi Siahaan, Chief Executive Auto2000. (pramana wijaya)
Bali Post/jay
AUTO2000 - Kika: Riki Rusdiono (Kepala Cabang Auto2000 Sudirman Menara Astra), Martogi Siahaan (CEO Auto2000), Budi Lim (Arsitek Auto2000 Sudirman Menara Astra), Ivan P. Sadik (COO Auto2000), Biyouzmal (Operation Manager DKI 1), Ricky Martawijaya (Senior Division Head Auto2000) saat memberikan penjelasan terkait konsep arsitektur Dealer Auto2000 Sudirman Menara Astra di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (16/7).