Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Wajah Baru PKB di Bali Era Baru
BERSAMA - Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace foto bersama usai pementasan oratorium ‘’Bali Padma Bhuwana’’ di Ardha Candra, Art Center, Denpasar.
Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 menjadi tonggak keseriusan dan keberanian Gubernur Bali Wayan Koster dalam melaksanakan inovasi-inovasi untuk membuat ajang kesenian tahunan ini menjadi lebih menarik, bermakna dan bermanfaat bagi krama Bali. Sejumlah inovasi tersebut dikonsep langsung oleh Koster dan pelaksanaannya diawasi secara khusus oleh lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu. Untuk memastikan bahwa konsep-konsep inovasi itu dijalankan dengan benar, Koster beberapa kali turun langsung ke lapangan: bertemu dengan para pengusaha kecil peserta pameran dan meninjau geladi pementasan. Hal ini belum pernah terjadi pada PKB sebelumnya. Inovasi pertama yang dilakukan Koster adalah memastikan bahwa tema besar PKB diimplementasikan dan tercermin pada semua kegiatan PKB. Tema besar PKB tahun ini adalah ‘’Bayu Pramana: Memuliakan Energi Angin’’. Tema ini
sendiri merupakan penjabaran dari visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. ‘’Tema ini diimplementasikan secara nyata dan konsisten dalam berbagai pagelaran, pameran, workshop, sarasehan, dan lomba yang diselenggarakan selama Pesta Kesenian Bali. Implementasi dan integrasi tema secara sinkron ke dalam semua kegiatan Pesta Kesenian Bali merupakan satu inovasi baru agar rangkaian acara Pesta Kesenian Bali tidak terasa monoton,’’ papar Koster dalam sambutannya saat malam pembukaan PKB ke-41 di Ardha Chandra, Taman Budaya Bali. Inovasi lainnya adalah dibangkitkannya kembali seni tradisi sebunan berbasis desa adat. Sebunan adalah istilah untuk kelompok-kelompok kesenian yang semua anggotanya (penari, penabuh, dalang) berasal dari dan tinggal dalam satu desa adat. Hal. 15 Penopang Adat
’’…menjadikan Pesta Kesenian Bali sebagai pesta rakyat, rakyat bergembirabersukacita dalam mengikuti, menyaksikan, dan menikmati keseluruhan suasana penyelenggaraan pesta seni sebagai pestanya krama Bali sesuai spirit Bali Era Baru.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
Verifikasi dan Pengambilan Token
Sekolah Negeri Diserbu Orangtua Siswa Denpasar (Bali Post) Hari pertama pelaksanaan verifikasi berkas pendaftaran dan pengambilan token untuk pendaftaran SMP negeri, semua sekolah negeri (SMP) dipadati orangtua siswa. Ribuan orangtua siswa sejak pagi sudah mendatangi sekolah-sekolah negeri yang terdekat dengan tempat tinggalnya. Seperti yang terlihat di SMPN 10, SMPN 8, SMPN 1, SPMN 3 Denpasar serta Rumah Pintar. Pantauan Senin (17/6) kemarin, di sejumlah sekolah di Denpasar terlihat semua dipadati orangtua siswa. Bahkan, tidak sedikit yang sudah datang pada pukul 04.00 Wita. Seperti yang dilakukan I Made Oka Andiwirawan. ‘’Saya sudah datang jam 4 tadi, akhirnya dapat antrean nomor 99,’’ ujar Oka yang mengaku mendaftarkan anaknya di SMPN 10. Menurutnya, sistem yang diterapkan ini mengakibatkan banyak orangtua siswa bingung. Menurutnya, lebih baik penerimaan siswa baru menggunakan NEM. Suasana lebih tertib dan tidak harus antre seperti sekarang. ‘’Sebaiknya
pakai NEM saja tahun depan, kalau sekarang biarlah pakai ini dulu,’’ katanya. Hal serupa juga diungkapkan Ni Luh Yatik Mila Yanti. Ia mengaku bingung dengan proses pendaftaran siswa baru kali ini. Terlebih, informasi yang beredar di masyarakat cukup banyak dan membuat orangtua siswa lebih bingung. ‘’Saya datang jam 05.00 dan dapat nomor antrean 70. Tadi sudah dapat token,’’ ujarnya di SMPN 8 Denpasar. Kondisi di sekolah lainnya juga ramai. Ratusan orangtua siswa antre untuk mendapatkan nomor antrean verifikasi. Akibat membeludaknya orangtua siswa, sekolah dipastikan
tidak bisa melayani dalam satu hari. Seperti yang terjadi di SMPN 8. Bagi orangtua siswa yang memegang nomor antrean di atas 600, akan dilayani keesokan harinya. Karena dipastikan hari ini (kemarin - red) tidak akan bisa masuk melakukan verifikasi. Karena hingga pukul 09.00 saja, baru 30 nomor antrean. ‘’Baru nomor 30 yang masuk, saya masih nunggu,’’ ujar Nyoman Aryana, mantan Sekda Kota Denpasar, yang mengaku mendaftarkan cucunya di SMPN 8 Denpasar. Kondisi serupa juga terlihat di SMPN 3 Denpasar. Sejumlah orangtua ngotot agar mendapat nomor antrean. Karena itu, pi-
hak sekolah akhirnya membagikan kembali nomor antrean. Hanya, bila sampai pukul 17.00 belum mendapatkan antrean, maka nomor tersebut tidak lagi berlaku keesokan hari. Kondisi lebih adem terlihat di rumah pintar. Di lokasi ini untuk verifikasi dan pengambilan token untuk jalur siswa miskin dan perpindahan orangtua. Suasana pendaftaran di rumah pintar berjalan lancar. Kepala Disdikpora Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan, melihat perkembangan terakhir, pihaknya memperpanjang waktu pengambilan token. Hal. 15 Nomor Antrean
TOKEN - Proses verifikasi dan pengambilan token di SMPN 8 Denpasar dipadati orangtua siswa.
Sidang Alit Wiraputra
Jaksa Sebut Nama Sandoz
Bali Post/asa
DIKAWAL - Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra dikawal polisi saat menjalani sidang perdana di PN Denpasar.
Denpasar (Bali Post) Perkara dugaan penipuan pengurusan perizinan pengembangan reklamasi kawasan Pelabuhan Benoa dengan terdakwa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, Senin (17/6) kemarin mulai digelar di PN Denpasar. Sejumlah nama disebut-sebut dalam dakwaan JPU Raka Arimbawa. Nama tersebut di antaranya; Candra Wijaya, Made Jayantara dan Pasek Sandoz Prawirotama. Alit Wiraputra, mantan Ketua Kadin Bali, itu didampingi tiga kuasa hukumnya yakni Ali Sadikin dkk. Saat duduk di kursi terdakwa, Alit Wiraputra yang mendapat suport dari keluarganya mengenakan pakaian adat Bali. Di hadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Adnya Dewi, JPU Raka Arimbawa menjelaskan peristiwa itu bermula pada November 2011. Awalnya pengusaha Sutrisno Lukito Disastro bersama rekannya Abdul Satar ingin berinvestasi di proyek reklamasi pengembangan Pelabuhan Benoa. Hal. 15 Urus Izin
Bali Post/ara
Bali Post/eka
TOKEN - Sejumlah orangtua siswa sedang mencari token di SMPN 1 Denpasar.
Warga Menilai Makin Ribet BARU sehari tahapan PPDB di Kota Denpasar sudah menimbulkan kekecewaan warga. Pasalnya, SMP negeri membatasi jumlah peserta yang memverifikasi data untuk mendapatkan nomor pendaftaran (token). Sejak pagi semua SMP negeri di Denpasar diserbu warga. Mereka ada yang sudah di sekolah menunggu nomor antrean sejak pukul 04.00 Wita, sedangkan nomor antrean baru dibuka pukul 07.00 dan pelayanan verifikasi pukul 08.00 Wita. Sejumlah warga mengaku kecewa semakin ribet saja mengurus kelanjutan sekolah. Made Warta, misalnya, mengaku sekolah sudah ketakutan duluan melayani masyarakat yang banyak. Buktinya membuat sistem antrean, padahal mereka digaji untuk bekerja 8 jam/hari. Kedua, sejumlah warga kecewa anaknya tak dilayani verifikasi karena ada di zona kawasan yang berbeda. Warga asal Tonja ditolak di SMPN 8 Denpasar. Padahal di sekolah asal diinformasikan bahwa verifikasi boleh di sekolah mana saja, hanya saat pendaftaran pada sekolah yang dituju. Di SMPN 8 Denpasar awalnya mengeluarkan nomor antrean 600, namun karena jumlah warga kian banyak dikeluarkan nomor hingga 900.
Yang tak dapat nomor disuruh pulang oleh petugas. Sedangkan di SMPN 3 dikeluarkan nomor antrean 400, di SMPN 10 Denpasar tak terhingga. Masyarakat pun kian bingung karena menjelang siang memperoleh informasi bahwa sistem antrean dihapus dan pelayanan dibuka hingga pukul 17.00 Wita. ‘’Ini atas petunjuk Pak Kadis,’’ kata Kepala SMPN 10 Denpasar I Made Sumiara. Ketua MKKS SMP Kota Denpasar Drs. I Wayan Murdana, M.Psi. menyarankan masyarakat untuk bersabar melakukan verifikasi data guna mendapatkan token. Sekolah akan melayani hingga pukul 17.00 Wita dan masih ada sisa dua hari lagi melakukan verifikasi. Kadisdikpora Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan menegaskan, sesuai juknis PPDB yang ditetapkan dalam Perwali No. 28/2019 semua warga akan dilayani sesuai dengan jadwal. Masyarakat tak perlu cepat-cepat melakukan verifikasi data karena disediakan tiga hari kerja. Token ini baru bisa dipakai saat pendaftaran. Sistem PPDB tahun ini, katanya, menggunakan tiga jalur. Pertama jalur zonasi, jalur pestasi dan jalur perpindahan tugas. Jalur zonasi
diberikan kuota 90 persen. Jalur ini termasuk memprioritaskan menerima siswa berkebutuhan khusus, dan KK miskin maksimal. Jalur ini dibagi lagi yakni lingkungan jarak maksimal 2 km dengan kuota 40 persen dan zonasi jalur kawasan maksimal 40 persen. Jalur jarak, dikatakan Gunawan, memprioritaskan jarak sekolah dengan rumah maksimal 2 km. Jika kuota sudah terpenuhi, jika ada jarak yang sama baru ditentukan berdasarkan kecepatan mendaftar. Usai mendapatkan nomor token, pendaftaran jalur zona lingkungan jarak dilakukan 24-25 Juni 2019, pengumuman 26 Juni. Calon peserta didik di jalur ini hanya berhak memilih satu SMP negeri. Pendaftaran jalur perpindahan orangtua dibuka 26-27 Juni. Bagi yang tak lulus di jalur jarak lingkungan dan KK miskin, bisa mendaftarkan diri ke jalur zonasi wilayah kawasan. Pendaftaran dibuka 27-29 Juni dan pengumumannya 5 Juli 2019. Di jalur ini peserta didik diberikan jatah pilihan 3 SMP negeri dengan menggunakan token yang telah dimiliki. Sedangkan pendaftaran jalur prestasi 26-27 Juni, tes diadakan 29 Juni. (025)
Disepakati Pertumbuhan Ekonomi 5,2-5,5 Persen Jakarta (Bali Post) – Pemerintah dan Komisi XI DPR_RI menyepakati target atau asumsi pertumbuhan ekonomi secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 5,2 - 5,5 persen untuk pembahasan Rancangan APBN (RAPBN) 2020, atau sedikit lebih rendah dari usulan pemerintah di 5,3 - 5,6 persen. ‘’Kami melihat asumsi ini akan lebih pas,’’ kata Ketua Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng di Jakarta, Senin (17/6) sore. Komisi XI DPR awalnya bahkan meminta asumsi pertumbuhan ekonomi 2020 sebesar 5,2 - 5,4 persen. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta jika usulan pemerintah dikoreksi, agar Komisi XI DPR menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi yang tidak jauh berbeda dari asumsi Bank Indonesia yang
sebesar 5,1 - 5,5 persen. ‘’Optimisme kami bisa (batas atas) 5,5 persen,’’ ujar Menkeu. Sementara untuk asumsi makro ekonomi lainnya yang akan menjadi kerangka pembahasan Rancangan APBN 2020 dan akan dibahas di Badan Anggaran DPR-RI adalah tingkat inflasi: 2 - 4 persen (yoy), tingkat bunga surat perbendaharaan negara 5 - 5,5 persen, nilai tukar Rp 14.000 – Rp 14.500 per dolar AS. Sementara itu tingkat pengangguran 4,8 - 5,1 persen, tingkat kemiskinan 8,5 - 9 persen, gini rasio 0,375-0,380 dan indeks pembangunan manusia 72,51. Sri Mulyani meyakini investasi akan menjadi pendorong utama bagi perekonomian Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di 2020. (ant)
Asumsi Ekonomi 2020 Tingkat Inasi : 2 - 4 persen (yoy) Tingkat Bunga Surat Perbendaharaan Negara : 5 - 5,5 persen Nilai Tukar : Rp 14.000 - Rp 14.500 per Dolar AS
Target Pembangunan : Tingkat Pengangguran : 4,8 - 5,1 persen Tingkat Kemiskinan : 8,5 - 9 persen Gini Rasio : 0,375 - 0,380 Indeks Pembangunan Manusia : 72,51
2
Selasa Wage, 18 Juni 2019
FIGUR Tunggu KPU-RI PENYELENGGARAAN pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Bali masih menunggu keputusan KPU-RI. Rencananya pilkada serentak di enam kabupaten dan kota di Bali dilangsungkan September 2020. “Untuk bulannya sudah pasti September. Hanya tanggalnya masih menunggu KPU-RI,” kata Anggota KPU Bali I Gede John Darmawan, Senin (17/6) kemarin. Anggota KPU yang menaungi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilihan Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Bali ini mengatakan, untuk pilkada serentak di Bali masih dilakukan penyusunan perencanaan, termasuk rencana penganggaran pilkada di masing-masing KPU kabupaten dan kota. Enam kabupaten/kota yang akan melaksanakan pilkada serentak di antaranya Denpasar, Badung, Karangasem, Bangli, Tabanan, dan Jembrana. Untuk tanggal pelaksanaan pilkada serentak yang rencananya digelar September 2020 akan di tentukan oleh KPU-RI, karena pilkada serentak ini juga dilaksanakan di daerah lain di luar Pulau Bali. (dar)
150 Koperasi Terancam Dibubarkan Denpasar (Balipost) Sebanyak 150 unit koperasi di Bali akan diusulkan untuk dibubarkan. Pasalnya, koperasi tersebut sudah tidak melakukan aktivitas organisasi, termasuk tidak menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Kepala Dinas Koperasi Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra, S.E., M.M. mengatakan hal itu, belum lama ini. Menurut Indra Dewa Putra, jumlah koperasi di Bali mencapai 4.992 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 16 persen tidak aktif yang saat ini sedang dilakukan pembinaan bahkan usulan pembubaran. ‘’Untuk yang di bawah binaan provinsi, jumlah yang akan dibubarkan sebanyak sembilan unit koperasi,’’ katanya. Indra Dewa Putra menambahkan, 16 persen koperasi yang
tidak aktif ini sebagian besar berada di bawah kabupaten dan kota. ‘’Untuk koperasi seperti ini agar dilakukan pendampingan dan secepatnya diambil keputusan apakah akan dibina atau dibuarkan,’’ ujarnya. Untuk koperasi yang kurang aktif, kata Indra Dewa Putra, nantinya akan disesuaikan dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1994. Apabila koperasi tersebut sudah tidak ada aktivitas organisasi bahkan RAT, koperasi tersebut akan diberikan surat peringatan I, surat peringan II dan seterusnya, hingga pembinaan terakhir untuk selanjutnya diusulkan pembubaran. ‘’Kami dari provinsi telah mengusulkan sebanyak sembilan unit koperasi ke pusat untuk dilakukan pembubaran,’’ tegasnya. (kmb16)
Rayakan Ultah
Polisi Dikeroyok Anggota Ormas Denpasar (Bali Post) Anggota SPKT Polresta Denpasar Bripka Made Agus Darmayana (40) dikeroyok di Biliyard Queen di Jalan Gunung Andakasa, Denpasar, Minggu (16/6). Agus dikeroyok saat merayakan hari ulang tahunnya. Pelakunya dua orang berinisial M dan P yang merupakan anggota ormas. ‘’Dua pelaku ditangkap setelah kejadian. Motifnya sedang kami dalami. Pelaku mengaku anggota ormas,’’ kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan saat dikonfirmasi terkait kejadian itu, Senin (17/6) kemarin. Menurut informasi di lapangan, penyidik Satreskrim Polresta memeriksa beberapa saksi. Saksi Putu Visakha Damayanti (23) beralamat di Aspol Polda Bali Blok I Denpasar mengatakan, pada Sabtu (15/6) pukul 22.30 Wita, dia tiba di acara ulang tahun (ultah) korban. Acara ultah tersebut diisi makan-makan dan minum bir. Awalnya, acara dihadiri delapan orang termasuk pelaku berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan. Namun pada Minggu (16/6) pukul 01.00 Wita, suasana obrolan menjadi panas dan berujung keributan. Korban dikeroyok pelaku dan dipukul mengunakan botol bir. Selanjutnya keributan tersebut dilerai oleh teman-teman yang lain. (kmb36)
AGENDA PKB XLI-2019 Selasa, 18 Juni 2019 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Wayang Wong, Guna Murti, Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Duta Kabupaten Buleleng Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Lomba Taman Penasar, Sanggar Wangked, Banjar Ked, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Duta Kabupaten Gianyar Pukul : 19.30 Wita Tempat : Depan Gedung Kriya Kegiatan : Lomba Wayang Kulit Parwa Tingkat Anak-anak, Listibiya Kabupaten Klungkung, Duta Kabupaten Klungkung Pukul : 19.30 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Lomba Bapang Barong dan Mekendang Tunggal: -Sanggar Pucak Manik, Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Duta Kabupaten Bangli -Desa Jumpai, Kecamatan
Klungkung, Duta Kabupaten Klungkung -Sekaa Barong Tirta Udhiyana Sari, Banjar Taman, Kelurahan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Duta Kota Denpasar -Komunitas Singa Barong, Banjar Sengguan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Duta Kabupaten Gianyar -Sanggar Tari dan Tabuh Semeton Barong Munggu, Kecamatan Mengwi, Duta Kabupaten Badung
Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra. Kegiatan : Parade Gong Kebyar Dewasa, Sekaa Gong Panji Kumara Mas, Banjar Jasri, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Duta Kabupaten Gianyar dengan Sekaa Gong Kebyar Sapta Yowana Kanti, Kelurahan Sumerta, Desa Pakraman Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur, Duta Kota Denpasar
Topik : PPDB DI DENPASAR MAKIN RIBET
Bali Post/kmb12
TIPIRING - Suasana sidang tipiring di halaman parkir Pasar Badung, Senin (17/6) kemarin.
Sidang Tipiring di Pasar Badung
Sepuluh Pelanggar Perda Dijatuhi Denda Beragam Denpasar (Bali Post) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar makin intensif menindak pelanggar perda dengan melakukan sidang tindak pidana ringan (tipiring). Menariknya, sidang tipiring ini tidak hanya dilakukan di pengadilan, namun berpidah-pindah tempat. Jika sebelumnya sidang tipiring digelar di balai banjar dan terminal, Senin (17/6) kemarin sidang tersebut digelar di pasar. Satpol PP menggiring para pelanggar ke sidang tipiring di halaman parkir Pasar Badung. Sedikitnya sepuluh pelaku pelanggaran Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan ketertiban umum dijatuhi hukuman denda beragam oleh hakim. Sidang tipiring ini dipimpin hakim dari Penga-
dilan Negeri Denpasar, Ketut Kimiasa, S.H., M.H. Kepala Satpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Satpol PP Denpasar Gede Sudana mengatakan, sidang tipiring merupakan bentuk pen-
egakan hukum bagi pelanggar perda Kota Denpasar. Mereka yang disidangkan karena melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan Perda Nomor 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). “Hal ini untuk memberikan efek jera bagi pelanggar perda, maka harus dilakukan sidang tipiring agar tidak mengulangi lagi perbuatannya,” katanya. Menurut Anom Sayoga, pelanggar yang disidangkan meliputi lima orang pelanggar KTR, dua orang pemilik kafe, satu orang pemilik tempat fitness yang menimbulkan suara bising, satu orang pe-
main skateboard di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung dan satu orang pedagang kaki lima. Bagi yang tidak dating akan disidangkan langsung di Pengadilan Negeri Denpasar. Dalam sidang tersebut, kata Anom Sayoga hakim menjatuhkan sanksi yang berbeda-beda sesuai jenis pelanggaran yang dilakukan. Di antaranya, pemain skateboard dijatuhi denda Rp 100 ribu, pelanggar KTR didenda Rp 150 ribu, pemilik tempat fitness didenda Rp 250 ribu, dan pedagang kaki lima didenda Rp 150 ribu. Sedangkan pengelola kafe
dijatuhi denda Rp 1,5 juta. ”Kegiatan ini juga sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang sosialisasi perda, sehingga masyarakat ikut peduli dan ikut bertanggungjawab atas kelangsungan pembangunan di Kota Denpasar. Khususnya dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman dan tertib menuju masyarakat Denpasar yang bahagia,” tegasnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Perampok Asal Rusia Dilimpahkan ke Kejaksaan Denpasar (Bali Post) Petugas Polresta Denpasar, Senin (17/6) kemarin melimpahkan berkas dan tersangka kasus perampokan dengan tersangka orang asing. Dengan menggunakan baju oranye serta kaki dan tangan dirantai, dua perampok bersenjata api itu diterima langsung Kasipidum Kejari Denpasar Eka Widanta bersama tim jaksa yang ditunjuk. Dua perampok yang dijerat dengan Pasal 365 ayat (1), ayat (2) ke-1 dan ke-2 KUHP itu adalah Georii Zhukov (40), dan Robert Haupt (42). ‘’Berkas pelimpahan Tahap II sudah kami terima. Tersangka kami tahan di Lapas Kerobokan,’’ ujar Eka Widanta. Menurut Eka Widanta, kedua tersangka berkewarganegaraan Rusia itu diduga terlibat kasus perampokan bersama empat orang lainnya di Money Changer di Jalan Pratama, Lingkungan Teroro, Benoa, Kuta
Selatan, Badung, Selasa (19/3) lalu. Untuk membuktikan aksi kejahatan tersangka, Eka Widanta menunjuk dua jaksa yakni Dewa Lanang Raharja dan Oka Adikarini. Dalam kasus pencurian dengan kekerasan ini, mestinya ada tiga orang yang digiring ke kejaksaan. Namun saat polisi melakukan penangkapan, satu orang yakni Alexei Korotkikh (44) ditembak mati oleh petugas dari Polresta Denpasar. Korotkikh diduga memimpin enam orang rekannya merampok kantor penukaran mata uang asing PT Bali Maspintjinra di Nusa Dua, Badung. Sedangkan empat tersangka lagi masih buron. Komplotan perampok asal Rusia itu mengendari mobil Toyota Avanza warna putih. Dalam aksinya, mereka melumpuhkan tiga orang penjaga. Mereka lalu membawa kabur brankas berisi uang Rp 800 juta dan sejumlah mata uang asing senilai Rp 100 juta. (kmb37)
Bali Post/ist
PERAMPOK - Tersangka perampok bersenjata api saat berada di Kejari Denpasar, Senin (17/6) kemarin.
Penanganan Masalah Sampah Laut Makin Nyata
Denpasar (Bali Post) Sebuah video yang menyoroti banyaknya sampah di perairan laut Nusa Penida yang sempat viral di media sosial (medsos), mengindikasikan Bali khususunya dan Indonesia pada umumnya darurat sampah. Masalah sampah itu kini tidak hanya menjadi perbincangan di medos dan forum diskusi. Namun, penanganan masalah sampah laut semakin nyata. Indonesida dan daerahdaerah di Indonesia semakin nyata melakukan upaya pengurangan sampah. Bahkan pemerintah pusat menargetkan Indonesia bebas sampah plastik pada tahun 2030. Hal itu dilontarkan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan MR. Karliansyah saat acara pembukaan “The 24th Intergovernmental Meeting of the Coordinating Body on the Seas of the East Asia (Cobsea)” di Inaya Putri Hotel Bali, Nusa Dua, Senin (17/6) kemarin. Karliansyah mengatakan, pertemuan ini merupakan salah satu aksi nyata dalam penanganan masalah sampah laut. “Pembahasan utama dalam pertemuan ini fokusnya pada marine litter, bagaimana masing-masing negara bisa mengendalikannya,” ujarnya. Menurut Karliansyah, kon-
tribusi nyata Pemerintah Indonesia terhadap penanganan sampah laut dan sampah plastik tertuang dalam beberapa kebijakan penting. Pada tahun 2017, melalui peraturan presiden (perpres), Indonesia telah menetapkan target 30 persen sampah plastik laut bisa dikurangi dan 70 persen bisa ditangani pada tahun 2025. Sehingga pada 2030 mendatang Indonesia diharapkan bisa bebas dari sampah plastik. Perpres ini gayung bersambut dengan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik. “Kita lihat di daerahdaerah sudah banyak yang melarang penggunaan plastik sekali pakai. Jadi, ini sudah berjalan,” ujarnya. Menurut Karliansyah, inisiatif dari daerah inilah yang menjadi harapan pemerintah pusat agar target Indonesia bebas sampah plastik pada tahun 2030 dapat terwujud. Selain pemerintah daerah, dukungan masyarakat, NGO, dan semua pihak dapat bergabung untuk mewujudkan target tersebut. “Justru karena implementasinya ada di daerah, ini akan sangat signifikan hasilnya. Jadi, tanpa daerah tidak mungkin. Justru daerah yang kita harapkan untuk berkontribusi mengurangi sampah plastik ini,” tegasnya. Penasehat Senior Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makarim Wibisono mengatakan, Indonesia menyadari permasalahan mengenai sampah laut adalah hal strategis yang perlu ditangani. Pada pertemuan di Nairobi, Kenya, Indonesia mengusulkan ada lima resolusi penanganan sampah plastik. “Ini menunjukkan bahwa kita benar-benar komitmen untuk melakukan hal tersebut. Selain itu, kita juga telah dianggap memiliki suatu keinginan untuk menjadi bagian dari solusi. Ini juga yang mendorong Pemerintah Indonesia sudah membentuk Regional Capacity Center for Clean Seas. Ini menunjukkan bahwa kita tidak bermain di resolusi, kes-
epakatan-kesepakatan politik yang sifatnya tertulis, tapi kita sudah bermain pada tindakan nyata di lapangan,” ujarnya. Makarim Wibisono menegaskan, masalah marine litter (sampah laut) juga tidak hanya dilakukan pemerintah pusat tapi semua stakeholder yang ada seperti pemerintah daerah di Bali. Segala permasalahan yang menyangkut dengan lingkungan laut itu, Indonesia dinilai sudah menjadi aktor yang diajak ikut serta. Bahkan nanti akan dibentuk strategic forum mengenai kebersihan laut yang menyebut Indonesia ikut serta di dalamnya bersama negara besar seperti Jepang dan Amerika.
Koordinator Cobsea Jerker Tamelander mengatakan, Indonesia menghasilkan cukup banyak plastik. Indonesia juga sudah mulai menempatkan masalah plastik ini dalam rencana nasional yang dikerjakan lintas kementerian seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. ”Upaya penanganan sampah plastik ini perlu keterlibatan semua pihak. Ini merupakan tugas besar dan masih banyak hal yang harus dilakukan. Meski demikian, Indonesia sudah melangkah maju untuk mengurangi sampah plastic, khususnya sampah laut,” ujarnya. (kmb42)
BERSAMA - Para peserta Working Group on Marine litter berfoto bersama
Bali Post/kmb42
BADUNG 3 Bupati Giri Prasta Berikan Pembekalan Umum di Kampus Unud Selasa Wage, 18 Juni 2019
Sampaikan Materi Membangun dan Memberdayakan Masyarakat Desa
PEMBEKALAN UMUM - Bupati Giri Prasta saat memberikan pembekalan umum kepada mahasiswa Unud di Gedung Widya Sabha Kampus Unud, Jimbaran, Senin (17/6) kemarin.
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos. memberikan pembekalan umum kepada mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) dan Tematik revolusi mental periode XIX tahun 2019, di Gedung Widiya Sabha Kampus Unud, Jimbaran, Senin (17/6) kemarin. Dalam pembekalan umumnya Bupati Giri Prasta memberikan materi ‘’Membangun dan Memberdayakan Masyarakat Desa’’. Di hadapan 1.500 mahasiswa yang akan KKN, Bupati Giri Prasta menyatakan menyambut baik dan sangat mendukung kegiatan KKN dan PPM dari Mahasiswa Unud tahun ini. Hal ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya pengabdian masyarakat, di samping pendidikan dan penelitian.
Menurutnya, KKN harus dievaluasi sehingga KKN mendapatkan hasil nyata yang nantinya dapat diimplementadikan oleh pimpinan maupun masyarakat di desa setempat. ‘’Ilmunya atau akademisnya muncul dari Unud, implementasi akan digerakkan oleh OPD terkait, sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Ini akan menjadikan pertumbuhan ekonomi,’’ tegas Bupati. Ditambahkannya, urusan membangun desa, harus dapat diubah menjadi desa membangun. Segala potensi di desa harus digali, dan diharapkan masyarakat dapat menjadi tuan di rumahnya sendiri, yang berdampak pada perputaran ekonomi di desa. ‘’Saya contohnya. Dalam membangun, tukangnya dari desa, beli semen, paku juga di desa itu sendiri. Maka semua potensi akan bergerak,’’ jelas Giri Prasta. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A. A. Raka Sudewi, Sp.S(K).
menjelaskan, perguruan tinggi berperan dalam ikut mengawal pembangunan di Indonesia melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pelaksanaan KKN mahasiswa di desa. Perguruan tinggi tidak hanya sebagai lembaga pendidikan semata, namun sebagai salah satu pusat Iptek yang diperlukan untuk masyarakat. ‘’Kegiatan KKN-PPM Unud merupakan sebuah wahana bagi mahasiswa yang tidak hanya meningkatkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual,’’ tambahnya. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unud Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, M.P. mengatakan, KKN dan PPM mahasiswa Unud akan dilakukan di 172 desa di semua kabupaten di Bali yang diikuti 3.305 mahasiswa. ‘’Mahasiswa dari 13 fakultas ini akan turun ke
20 desa di masing-masing kabupaten, kecuali di Badung hanya 12 desa dengan lama KKN 5 minggu,’’ jelasnya. Sebelum KKN, mahasiswa diberikan pembekalan dengan materi-materi yang nanti sangat dibutuhkan mahasiswa saat memfasilitasi perangkat desa untuk meningkatkan dan memberdayakan ekonomi masyarakat. Selain Bupati Giri Prasta, juga disampaikan pembekalan oleh Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. dengan materi ‘’Merawat Generasi Muda dari Ancaman Narkoba’’, dosen FK Dr. dr. I Ketut Agus Somia, Sp.PD., KPTI., FINASIM. dengan materi ‘’HIV dan Kesehatan Lingkungan’’ dan materi Penanggulangan Bencana dari BPBD Provinsi Bali Drs. I Made Rentin, A.P., M.Si. (ad417)
Bekas Galian Belum Diaspal
Dinas PUPR Ancam Tutup Paksa Proyek SKTT Mangupura (Bali Post)-
Bekas galian proyek pengeboran untuk pemasangan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV di Jalan Darmawangsa, Kampial, Kuta Selatan, terus menuai keluhan. Pasalnya, jalan yang rusak akibat digali tersebut, hingga Senin (17/6) kemarin belum juga diperbaiki. Terkait kondisi tersebut, Dinas PUPR Kabupaten Badung pun me-warning pelaksana proyek agar segera melakukan perbaikan. Jika tidak, Dinas PUPR Badung akan menutup paksa pekerjaan tersebut. Pengerjaan proyek tersebut menyebabkan berbagai persoalan, seperti kemacetan dan jalan menjadi rusak. Bahkan beberapa waktu lalu, salah seorang pengendara sepeda motor sempat terjatuh ke dalam lubang galian. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba mengakui, sampai saat ini masih menerima banyak keluhan masyarakat dan pengguna jalan atas ketidaknyamanan dari pekerjaan kabel bawah tanah itu. Terkait hal itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pelaksana proyek agar segera merampungkan pekerjaan dan memperbaiki jalan yang hancur akibat galian itu. Namun, selama sebulan melakukan koordinasi, justru belum ada respons positif. Lantaran tidak adanya tanggapan, pihaknya pun melayangkan surat peringatan sebanyak dua kali. ‘’Jadi kondisi di lapangan memang sangat miris. Kita coba koordinasi, tapi, justru tidak direspons,’’ tegasnya. Setelah melayangkan surat peringatan, kata Surya Suamba, pihak pelaksana pengelola sempat bersurat ke Dinas PUPR. Bahkan mengaku akan segera merampungkan pekerjaan pada 10 Juni lalu. Namun sampai saat ini janji itu tidak ditepati dan jalan masih dalam kondisi rusak. Ditegaskannya, kalau pengaspalan jalan tidak juga dilaksanakan dalam waktu dekat, pihaknya akan menyetop seluruh pekerjaan tersebut. ‘’Apakah itu sudah selesai atau tidak, kita akan tutup dan tidak boleh ada lagi pengerjaan,’’ tegasnya. Selama ini, kata Surya Suamba pihaknya terus melakukan pengecekan ke lapangan. Pihaknya menyayangkan kondisi Jalan Darmawangsa yang dulunya sangat baik, sekarang justru berantakan akibat proyek tersebut. Bahkan jalan yang menghubungkan lokasi wisata di Uluwatu dan Nusa Dua itu berlubang. Dikonfirmasi terpisah, pengawas proyek penanaman kabel, Toto Hadiani membenarkan adanya teguran dari Dinas PUPR Kabupaten Badung. Terkait kondisi ini, pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin untuk merampungkan pemasangan kabel itu dalam beberapa hari ke depan. Bahkan diakuinya, mereka sedang berkoordinasi dengan perusahaan penyuplai aspal untuk memperbaiki Jalan Darmawangsa. ‘’Kita akan melakukan perbaikan jalan dalam minggu ini. Kita sudah koordinasi dengan penyuplai aspal. Harapannya dalam minggu ini sudah mulai pengaspalan,’’ ujarnya. (kmb23)
Status Tenaga Kontrak Diusulkan Maksimal 4 Tahun
Bali Post/edi
GALIAN - Salah satu titik bekas galian proyek pemasangan kabel di Jalan Darmawangsa yang hingga Senin (17/6) kemarin, belum diaspal.
Dikeluhkan Guru, Kewajiban Absensi Saat Libur Sekolah Mangupura (Bali Post)Sejumlah guru di Kabupaten Badung merasa kecewa dengan kebijakan sekolah. Pasalnya, mereka harus tetap ke sekolah hanya untuk memenuhi absensi, sementara siswa tengah menikmati libur kenaikan kelas. ‘’Harusnya kita libur, tapi diwajibkan untuk absen setiap pagi dan sore seperti hari-hari biasa. Padahal ini kan libur sekolah,’’ kata salah seorang guru di Abiansemal, Senin (17/6) kemarin. Menurutnya, kebijakan ini terkesan aneh. Hal ini mengingat pada libur kenaikan kelas tahun-tahun sebelumnya seluruh guru ikut libur. ‘’Ini kan aneh mau tidak mau masuk sekolah untuk sekadar absen. Jadi tidak begitu terasa libur sekarang, seperti tahun-tahun sebelumnya,’’ ungkapnya. Dia menyebutkan, kewajiban absensi di libur sekolah merupakan akibat dari Kabupaten Badung telah menerapkan absensi
Bali Post/rin
KETENAGAKERJAAN - Suasana rapat pembahasan Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. Banyak masukan yang diterima pansus terkait materi ranperda.
online menggunakan scan wajah. Absensi ini merupakan kewajiban bagi pegawai pemerintah baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga kontrak. ‘’Wajib absensi berlaku ke semua guru PNS maupun kontrak. Jadi, absensi berjalan seperti biasa. Itu diinfokan oleh kepala sekolah kita,’’ katanya. Kabid Pembinaan Ke tenagaan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Nyoman Suardana s a a t d i k o n f i r m a s i m e mbenarkan adanya keluhan dari sejumlah guru perihal kewajiban absensi saat libur sekolah. ‘’Ada memang sejumlah perwakilan guru datang mempertanyakan itu. Namun langsung kami ajak ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung selaku leading sector. Dari BKPSDM masih mengkaji kalender pendidikan sebagai acuan bahwa
guru juga libur pada saat liburan sekolah,’’ jelasnya. Pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan BKPSDM Badung bersama dengan Kominfo Badung. Selama ini sistem libur guru menyesuaikan dengan kalender pendidikan (kaldik) yang dikeluarkan oleh Pemprov Bali. ‘’Kalau sekolah libur, guru juga libur. Namun, karena barangkali ada kebijakan baru maka perlu dikoordinasikan lagi untuk mengambil jalan tengah,’’ katanya. Dia berharap dalam waktu cepat ada keputusan final yang bisa diterima semua pihak, sehingga tidak terus dipertanyakan kalangan guru. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali tentang Kalender Pendidikan diharapkan menjadi pedoman, sehingga di sistem itu juga diatur agar para guru juga libur saat liburan sekolah. ‘’Libur semester II yakni dari 16 sampai 29 Juni 2019, sedangkan libur
akhir tahun pelajaran dari 30 hingga 13 Juni 2019,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Badung I Gede Wijaya menegaskan, kewajiban absensi berlaku untuk semua ASN, tidak terkecuali guru. ‘’Karena itu, jika ASN umum absen pagi dan sore, maka itu juga berlaku untuk guru. Ini sesuai Peraturan Pemerintah RI Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Guru
sama dengan ASN yang lain,’’ paparnya. Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara ini membantah bila tudingan kewajiban absensi ini mengurangi hari libur guru. Sebab, sejatinya guru dan PNS itu tidak jauh berbeda. Hari kerja PNS umum yakni lima hari kerja sampai sore dengan total 37,5 jam. Guru juga begitu, dengan 6 hari kerja dengan jumlah 37,5 jam. ‘’Jadi tidak ada yang berbeda,’’ tegasnya. (kmb27)
RAPAT pembahasan Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan kembali digelar oleh Pansus di DPRD Bali, Senin (17/6) kemarin. Kali ini rapat melibatkan serikat pekerja, Dinas Tenaga Kerja provinsi dan kabupaten/kota, Kabag Hukum se-Bali serta anggota DPRD yang membidangi ketenagakerjaan. Banyak masukan yang diterima pansus. Perwakilan Dinas Tenaga Kerja Buleleng mengungkapkan masih ada perusahaan yang melakukan mutasi secara semena-mena terhadap tenaga kerjanya. Umumnya karena perusahaan menilai tenaga kerja bersangkutan bermasalah. Padahal dari pengamatan pemerintah, tenaga kerja tersebut hanya ingin menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan. Mutasi seperti ini terutama dilakukan oleh perusahaan yang memiliki banyak cabang. Para pekerja pun terpaksa mundur dengan halus sehingga perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk memberikan pesangon dan lainnya. Perwakilan dari Serikat Pekerja Bali berharap ranperda dapat mempersempit ruang abu-abu ketenagakerjaan. Salah satunya mengenai pekerja antarwaktu. Ada perusahaan yang memberlakukan hal itu kepada tenaga kerja selama bertahun-tahun, padahal pekerjaannya bersifat terus menerus. Selain itu, ranperda juga harus tajam pada praktik outsourcing yang sudah seperti human traficking. FSP Par SPSI Bali mengusulkan adanya redaksi dalam ranperda terkait perusahaan yang telah beroperasi di atas 4 tahun tidak diperkenankan
mempekerjakan tenaga kerja dengan status perjanjian kerja waktu tertentu atau kontrak. Setelah 4 tahun, wajib ada pekerja tetap sehingga tidak ada tenaga kerja yang menjadi pekerja kontrak seumur hidup. Selain itu, perusahaan yang baru berdiri diusulkan wajib memiliki tenaga kerja tetap minimal 50 persen dari total pekerja mengingat saat ini hampir semua perusahaan pariwisata khususnya perhotelan di Bali mempekerjakan tenaga kerja kontrak dengan alasan usaha baru ataupun efisiensi. Ketua Pansus Ranperda Ketenagakerjaan I Nyoman Parta mengatakan, banyaknya masukan saat rapat menunjukkan ranperda ini memang strategis. Selain melibatkan banyak orang, juga berkaitan dengan persoalan status dan upah pekerja. Dalam rapat sudah ditawarkan mengenai sistem pengupahan untuk memberikan jawaban atas problematika upah minimum. Pada intinya, pekerja harus mendapatkan kesejahteraan. Kualitas hidup layak ini akan dirumuskan. Kualitas hidup layak tidak boleh dibenturkan dengan UMP karena UMP untuk pekerjaan yang masih bersifat pemula atau masa tertentu. ‘’Tadi sudah banyak usulan untuk masa kontrak harus ada batasan, empat tahun maksimal. Tidak boleh lagi dia memperpanjang kontrak,’’ imbuh politisi PDI-P ini. Parta tak menampik akan ada risiko PHK. Oleh karena itu, harus ada pengawasan yang ketat dan lembaga tripartit akan diaktifkan kembali setelah 10 tahun vakum. (kmb32)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Selasa Wage, 18 Juni 2019
FKIK Unwar Lulus UKMPPD 93,67 Persen Unud Berikan Pembekalan kepada 3.305 Mahasiswa Peserta KKN Persentase Kelulusan di Atas Target Nasional UNIVERSITAS Udayana (Unud) memberikan pembekalan kepada 3.305 orang mahasiswa dari 13 fakultas untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Senin (17/6) kemarin. Bertempat di Gedung Widya Sabha, pembekalan umum KKN PPM dan Tematik Revolusi Mental Periode XIX tahun 2019. Pelepasan ini dilakukan langsung Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). Menurut Ketua LPPM Unud Prof. Dr. dr. I Gede Rai Maya Temaja, M.P., seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN ini akan tersebar di 172 desa di seluruh kabupatan di Bali, kecuali Kota Denpasar. Adapun rincian dari 3.305 mahasiswa tersebut yakni Fakultas Ilmu Budaya 363 mahasiswa, Fakultas Kedokteran 429 mahasiswa, Fakultas Hukum 254, Fakuktas Teknik 527 mahasiswa, Fakultas Pertanian 278 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 449 mahasiswa, Fakultas Peternakan 81 mahasiswa, Fakultas MIPA 273 mahasiswa, Kedokteran Hewan 108 mahasiswa, Teknologi Pertanian 95 mahasiswa, Pariwisata 63 mahasiswa, FISIP 205 mahasiswa dan Fakultas Kelautan dan Perikanan 118 mahasiswa. Dijelaskan, adapun materi yang diberikan yaitu yang bisa memfasilitasi perangkat desa untuk bisa meningkatkan atau memberdayakan dalam peningkatan ekonomi dan lainnya. Bupati Badung pada kesempatan tersebut memberikan materi terkait dengan membangun dari desa. Sementara dari BNN menyampaikan terkait dengan bahaya narkoba. Selain itu, mahasiswa ini juga mendapat materi terkait HIV dan kesehatan
PEMBEKALAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S K). serta jajaran saat pembekalan peserta KKN Unud, Senin (17/6) kemarin. lingkungan serta hal lain sesuai dengan tematik. Dari BPOM memberikan materi tentang peduli obat dan pangan aman. ‘’Mereka akan mengikuti KKN selama satu bulan tujuh hari dari Juli hingga Agustus 2019,’’ pungkasnya. Rektor Unud Raka Sudewi dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan KKN di ini salah satu program wajib dalam setiap tahun akademik bagi para mahasiswa. Kegiatan ini juga merupakan intrakulikuler wajib yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian. Tentunya dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. ‘’Jadi program KKN pada hakikatnya adalah pembelajaran dan pengabdian
mahasiswa di masyarakat,’’ ujarnya. Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada kesempatan tersebut memberikan materi pembekalan terkait dengan membangun dari desa. Pihaknya menyampaikan, selama ini di Kabupaten Badung terus melakukan pembangunan melalui desa. Hal ini sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo bahwa membangun dimulai dari pinggiran. ‘’Kami pun di Badung melakukan pembangunan dari pinggiran,’’ ucapnya. Kepada peserta KKN, Bupati asal Plaga ini berharap dengan KKN yang dilaksanakan di 172 desa ini para mahasiswa harus bisa melihat potensi yang ada di desa setempat. Usai KKN, diharapkan ada keputusan dan hasil karya yang disampaikan untuk dibawa kepada rektor maupun dekan. (ad411)
Akademi Akuntansi Denpasar Wisuda 33 Ahli Madya
Ingin Buka D-4 Akuntansi, LLDikti VIII Dorong Jadi Politeknik
AKADEMI Akuntansi Denpasar kembali mencetak human capital berkualitas bagi Bali. Direktur Akademi Akuntansi Denpasar I Wayan Wetra, S.E., M.M., Senin (17/6) kemarin mewisuda 33 ahli madya akuntansi. Hingga kini Akademi Akuntansi Denpasar sudah menamatkan 550 ahli madya. Yang membanggakan, Akademi Akuntansi Denpasar yang sejak 2013 meraih akreditasi B, kini sedang mengusulkan ke Kemenristek Dikti untuk membuka program Diploma-4 (sarjana sains terapan). Hal itu dilakukan Direktur I Wayan Wetra guna memberi kesempatan lulusan SLTA di Bali dan alumninya melanjutkan studi setara dengan S-1. Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa bahkan mendorong Akademi Akuntansi Denpasar untuk meningkatkan diri menjadi Politeknik Akuntansi dan Manajemen. Prodi ditambah hingga D-4 dengan syarat lima dosen. LLDikti VIII, katanya, siap memberikan rekomendasi. Untuk itu, dia berharap lulusan SLTA jika ingin cepat bekerja untuk memilih lembaga pendidikan vokasi. Kebangggaan lainnya bagi Akademi Akuntansi Denpasar, kata Wetra, semua ahli madya yang diwisuda kemarin 91,5 persen sudah bekerja, sebagian menjadi job creator alias mencetak lapangan kerja baru. Sisanya, kata dia, masa tunggu lulusannya nol tahun. Bahkan, dia mengatakan selama kuliah mahasiswaya sudah dilamar oleh dunia industri. Ini yang menyebabkan lulusannya tak ada yang menganggur, sebab ahli madya berbasiskan vokasi sangat laris di pasar kerja. Direktur Akademi Akuntansi
WISUDA - Direktur Akademi Akuntansi Denpasar I Wayan Wetra dan Ketua Yayasan Wayan Warsa saat acara wisuda ahli madya akuntansi. Denpasar Wayan Wetra mengatakan prestasi ini sebagai bukti bahwa lulusannya memiliki daya saing tinggi. Mapan dalam keilmuan dan terampil di dunia kerja. Apalagi sistem pendidikannya menerapkan 60 persen praktik dan 40 persen teori. Mereka ditempa dalam pendidikan hard skill dan soft skill yang memadai. Meski demikian, lulusannya diharapkan terus meningkatkan kualitas diri, baik kecerdasan akademis, sosial emosional dan spiritual. Ini sesuai visi Akademi Akuntansi Denpasar menjadi perguruan tinggi yang menghasilkan SDM berkompeten dalam akuntansi, beraklhak mulia, beriman dan berketuhanan. Bagi warga yang ingin anaknya cepat kerja diharapkan bergabung ke Akademi Akuntansi Denpasar. Penerimaan calon mahasiswa baru sudah dimulai secara online dan manual. Tahun ini Akademi Akuntansi Denpasar hanya menerima
dua kelas dengan perkuliahan sore hari di kampus Jalan Sari Gading No. 2 Denpasar. Ketua Yayasan Werdhi Çastra Drs. I Wayan Warsa mengapresiasi perkembangan dan kemajuan yang dicapai Akademi Akuntansi Denpasar. Dia mendukung akademi ini membuka Prodi D-4 Akuntansi atau Politeknik yang menyiapkan SDM andalan dalam bidang vokasi dan siap kerja. ‘’Kalau sarjana akuntansi banyak, namun sarjana sains terapan akuntansi sangat langka,’’ tegasnya. Wayan Warsa juga bangga lulusan Akademi Akuntansi Denpasar 91,5 persen bekerja. Ini menandakan daya saing outcomes lulusannya terbukti di dunia kerja dan eksistensi Akademi Akuntansi Denpasar selalu dicintai masyarakat Bali. Dia berharap dikembangkan konsentrasi Akuntansi Perhotelan, Akuntansi Publik dan Akuntansi Perbankan. (sue)
FAKULTAS Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) berhasil menorehkan prestasi prestisius pada Ujian Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD) periode Mei tahun 2019 ini. Pasalnya, mahasiswa FKIK lulus 93,67 persen untuk First Taker, yakni CBT lulus 93,67 persen, sedangkan untuk OSCE lulus 100 persen. Persentase kelulusan UKMPPD ini di atas angka nasional dan target yang dicanangkan FKIK Unwar yaitu 90 persen. Dekan FKIK Unwar dr. I Gusti Ngurah Anom Murdhana, Sp.FK. didampingi Wakil Dekan I dr. I Wayan Darwata, MPH., Wakil Dekan II dr. Agus Santosa, Sp.THT-KL., MARS. dan Wakil Dekan III dr. I Made Sarmadi, MARS. mengatakan FKIK Unwar telah mengikuti UKMPPD selama lima tahun. Untuk tahun ini, pada periode Mei, FKIK menargetkan kelulusan sebesar 90 persen. Namun, mahasiswa FKIK Unwar berhasil lulus 93,67 persen di atas angka kelulusan nasional. ‘’Target kami 90 persen. Jadi melebihi target,’’ ujar dr. Murdhana, Senin (17/6) kemarin. Prestasi yang dicapai tersebut, dikatakannya, tidak terlepas dari proses yang panjang dengan strategi, serta dukungan dari Rektorat dan Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali sebagai penyelenggara Pendidikan Tinggi Unwar. Di samping juga dalam proses perekrutan mahasiswa baru dilakukan secara ketat dan selektif. Sehingga outcome dan output yang dihasilkan berkualitas dan mampu bersaing saat mengikuti UKMPPD. Apalagi, lanjut dr. Murdhana, lulusan UKMPPD menjadi tolok ukur beberapa kemajuan dalam institusi. Seperti jumlah penerimaan mahasiswa baru dan menentukan peringkat akreditasi. ‘’Kami selama lima tahun
FKIK UNWAR - Dekan FKIK Unwar dr. I Gusti Ngurah Anom Murdhana, Sp.FK. (dua dari kiri) bersama Wakil Dekan I dr. I Wayan Darwata, MPH., Wakil Dekan II dr. Agus Santosa, Sp.THT-KL., MARS. dan Wakil Dekan III dr. I Made Sarmadi, MARS. mengikuti ujian UKMPPD, selalu mendapatkan nilai di atas 75 persen yang merupakan nilai rata-rata peringkat nasional. Sehingga kami mendapatkan kuota mahasiswa baru 150 orang dengan akreditasi B. Semoga dengan nilai di atas 90 persen ini, ke depan kami dapat meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa baru dan akreditasi kami bisa meningkat. Astungkara,’’ harapnya. Wakil Dekan I dr. I Wayan Darwata, MPH. menambahkan, dalam sistem penyelenggaraan pendidikan, FKIK satu-satunya memiliki Pusat Unit Pendidikan di Unwar yang didukung oleh komitmen yang kuat dari SDM FKIK, meskipun secara kualitas SDM FKIK masih perlu ditingkatkan. Apalagi, FKIK didukung oleh sejumlah rumah sakit pendidikan di daerah Bali, sehingga keterampilan mahasiswa FKIK Unwar bisa bersaing. ‘’Kami
berharap FKIK Unwar tetap menjadi ikon di Warmadewa dan tetap dicintai masyarakat Bali dan juga secara nasional,’’ imbuhnya. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mengaku bangga atas prestasi spektakuler yang diraih FKIK Unwar pada UKMPPD tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa persiapan yang dilakukan FKIK Unwar sangat matang. Baik dari proses perekrutan mahasiswa maupun dalam proses pendidikan. Pihaknya berharap konsistensi upaya peningkatan kinerja harus tetap dilakukan untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan prestasi yang dicapai saat ini. ‘’Tingkat kelulusan UKMPPD ini merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas suatu pusat pendidikan tinggi, seperti kedokteran,’’ pungkasnya. (ad412)
Perkuat Kredit UMKM
BPR Lestari Bali Terima Kucuran Dana Rp 150 Miliar dari CIMB Niaga MEMASUKI pertengahan tahun, usaha BPR Lestari Bali (member of Lestari Group) untuk meningkatkan penyaluran kredit di sektor UMKM mendapat sambutan baik dari beberapa bank. Kali ini Bank CIMB Niaga kembali mengucurkan dana kredit sebesar Rp 150 miliar kepada BPR Lestari melalui program linkage. Penandatanganan kerja sama ini telah dilaksanakan pada Jumat (14/6), bertempat di BPR Lestari Teuku Umar yang langsung dihadiri Direktur Utama BPR Lestari Bali Pribadi Budiono. Sedangkan dari pihak CIMB Niaga dihadiri Head of Micro Linkage Hendra Gunawan, Business Manager Bali Nusra Micro Linkage Ida Bagus Harta Mulyana, Relationship Manager Puty Nurdiansari. ‘’Kami ingin tumbuh berkembang bersama BPR Lestari Bali. Terlebih lagi, nasabah kredit BPR Lestari Bali banyak yang bergerak di sektor UMKM. Sejak tahun 2001, kami sudah fokus untuk menyalurkan dana melalui program linkage dengan BPR. Pertumbuhan BPR hingga saat ini luar biasa, sehat dan sampai hari ini pun masih menjadi tonggak kami. Kami berharap kerja sama ini dapat mendorong pertumbuhan positif bagi masing-masing bisnis,’’ ujar Hendra. Kerja sama antara BPR Lestari Bali dan CIMB Niaga bukanlah yang pertama kali. Sejak tahun 2008 sudah terjalin sinergi untuk fokus mendukung kemajuan UMKM. ‘’Bukan kali pertama BPR Lestari Bali bekerja sama dengan CIMB Niaga. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan dapat mendorong kemajuan sektor UMKM di
DIKUCURKAN - Bank CIMB Niaga kembali mengucurkan dana kredit sebesar Rp 150 miliar kepada BPR Lestari melalui program linkage. Bali,’’ kata Pribadi. Menghadapi persaingan yang semakin ketat, baik dari sisi pengumpulan dana pihak ketiga maupun penyaluran dana kredit, BPR Lestari Bali berhasil menjaga tren positif dalam melakukan pengembangan bisnis perusahaan. Mengacu pada laporan kinerja keuangan triwulan I tahun 2019, penyaluran dana kredit tumbuh 20,90% year-over-year (YoY) dari angka Rp 2,594 triliun menjadi Rp 3,136 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan kredit BPR Lestari Bali dua kali lipat dari pertumbuhan kredit BPR skala
nasional yang mencatatkan angka 10,70% YoY. Pertumbuhan kredit ini juga menunjukkan pertumbuhan positif dan membuat BPR Lestari Bali tercatat menguasai 29,5% market share kredit BPR di Bali. Fokus BPR Lestari Bali untuk terus menyalurkan dana kepada sektor UMKM akan terus berlanjut di tahun ini. ‘’Kami berterima kasih kepada pihak CIMB Niaga atas kerja sama yang telah dilakukan selama ini. Semoga ke depannya kami dapat semakin memperkuat penyaluran kredit kepada UMKM di Bali,’’ tutup Pribadi. (ad414)
Eastfood Indonesia & Eastpack Surabaya 2019 UNTUK ke-11 kalinya, Krista Exhibitions kembali menyelenggarakan pameran Eastfood Indonesia & Eastpack Surabaya 2019. Pameran internasional di bidang industri makanan, minuman, bahan baku, teknologi & jasa layanan dalam bidang pangan dan teknologi pengemasan yang akan diadakan pada 20-23 Juni 2019 di Grand City Surabaya, Surabaya. Diikuti lebih dari 185 peserta, baik dari lokal maupun internasional, Eastfood Indonesia & Eastpack Surabaya 2019 menampilkan berbagai teknologi dan produkproduk unggulan yang dihadirkan. Di antaranya adalah Bakery & Confectionery (Bakery & Confectionery Machinery, Equipment, Supplies, Ingredients), Food & Hospitality (Wine & Spirits, Equipment, Supplies, Storage, Services & Related Technology for Hotel, Catering, Restaurant, Café), Food Ingredients (Food Additives, Food Chemicals, Food Ingredients, Food Materials), Herbal & Health Food
(Herbal & Health Food and Food Supplements), Retail products, serta teknologi proses & pengemasan untuk bidang makanan minuman, bakery, konfeksioneri dan lainnya. Jangan lewatkan berbagai acara menarik ini. Tentunya mengedukasi seperti Wine Class oleh ISAHatten Wine, IPA Championship oleh Indonesia Pastry Alliance, Surabaya Culinary Challenge oleh Indonesia Chef Association (ICA) Surabaya, Baking dan Cooking demo oleh Kristamedia dengan kurang lebih 20 chef ternama yang akan demo, Roasting Class oleh Asosasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Latte Art, Barista, Cupping Tester Workshop oleh SCAI, seminar seafood oleh ARPI-AP5I. Seminar Training Export oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Master Class Solve Serve dan Central Kitchen oleh Mastrada. Kesuksesan pameran Eastfood Indonesia & Eastpack Surabaya
2019 tidak lepas dari dukungan Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Perdagangan RI, Kadin Indonesia, Kadin Surabaya, Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Indonesia Chef Association (ICA), Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo), Asosiasi Pengusaha Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI/ICEA), Asosasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Indonesia Pastry Alliance (IPA), Indonesia Packaging Federation (IPF), Association Culinary Professional (ACP), Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo), serta asosiasi lainnya. Penyelenggaraan pameran
Eastfood Indonesia & Eastpack Surabaya 2019 ini diharapkan dapat memperluas wawasan para pengusaha makanan minuman tentang potensi pasar di mancanegara untuk produk mereka. Sekaligus membentuk jaringan pemasaran dan mendorong pelaku usaha di bidang industri pangan untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan berkompeten, sehingga mampu bersaing dengan produk luar negeri. Pameran Eastfood Indonesia & Eastpack Surabaya 2019 terbuka bagi para pelaku bisnis dan masyarakat umum. Mulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Para pengunjung dapat melakukan registrasi secara langsung di lokasi pameran dengan membawa dua buah kartu nama dan undangan yang telah dikirimkan pihak Krista Exhibitions atau dengan registrasi online http:// eastfoodindonesia.com/online/. Pengunjung yang menggunakan sandal jepit dan celana pendek
PAMERAN - Untuk ke-11 kalinya Krista Exhibitions kembali menyelenggarakan pameran Eastfood Indonesia & Eastpack Surabaya 2019. serta anak-anak di bawah usia 17 tahun dilarang untuk masuk ke area pameran. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Kristamedia di nomor telepon (021) 634 5861; 634 5862, atau dengan mengirimkan e-mail ke info@kristamedia.com. (bns1)
DAERAH
Selasa Wage, 18 Juni 2019
5
Siswa Kerap ’’Karauhan’’, Wedakarna Sumbang Patung Dewi Saraswati di SMPN 5 Tabanan Ratusan Warga Ikuti Prosesi ’’Matatah’’ Massal di Desa Adat Pecatu Tidak Sesuai Pakem, Senator Kecam Penggunaan Mangupura (Bali Post) Sebanyak 104 warga dari 14 soroh mengikuti prosesi matatah massal yang digelar di Desa Adat Pecatu, Senin (17/6) kemarin. Kegiatan ini merupakan rangkaian Karya Pitra Yadnya Pranawa Bhuwana Kosa Manusa Yadnya lan Atma Wedana Maligia Punggel, Desa Adat Pecatu tahun 2019. Menurut Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, kegiatan matatah massal ini baru pertama kali digelar di Desa Pecatu. Meski demikian, diakuinya, pelaksanaan matatah ini mendapat antusias yang sangat bagus dari masyarakat. Hal ini terbukti dari jumlah peserta yang mencapai 104 orang. Diakuinya, memang masih banyak warga yang belum bisa terakomodir. Untuk itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada krama yang belum bisa terakomodir. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, karena pelaksanaan matatah massal ini sudah berjalan dengan lancar. ‘’Kami menyampaikan permohonan maaf kepada krama yang belum bisa terakomodir pada kegiatan matatah massal tahun 2019 ini,’’ ucapnya. Dijelaskan, sebelumnya pada Minggu (16/6) lalu sudah dilaksanakan prosesi ngangkid/mapetik sebagai rangkaian ngaben massal di Desa Pecatu. Setelah prosesi matatah massal, pada Selasa (18/6) ini akan dilaksanakan rangkaian Nyegara Gunung atau Maajar-ajar. Yang akan dimulai dengan melakukan prosesi di Pantai Labuan Sait, dilanjutkan menuju Pura Karang Boma, dan Pura Luhur Uluwatu. Pada kegiatan matatah mas-
Toga dalam Acara Perpisahan di SMPN 1 Kediri
MATATAH MASSAL - Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa (dua dari kanan) saat menyaksikan prosesi matatah massal di Desa Adat Pecatu, Senin (17/6) kemarin. sal ini, turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa yang mewakili Bupati Badung. Selain itu, hadir pula Panglingsir Puri Ageng Mengwi Anak Agung Gde Agung, serta sejumlah undangan lainnya. Sekda Badung Adi Arnawa pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Desa Adat Pecatu atas penyelenggaraan kegiatan nagaben massal serta matatah massal ini. Menurutnya, ini sebagai bentuk di Pecatu ada rasa kebersamaan dalam pelaksanaan upacara keagaman. Terkait upacara keagamaan, Pemerintah Kabupaten Badung sangat mendukung kegiatan seperti ini. Bahkan Pemkab Badung tidak tinggal diam dan sudah menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp 1,9 miliar untuk mendukung pelaksanaan upacara ini. Pihaknya berharap dengan upacara seperti ini, Bali sebagai daerah pariwisata dengan taksu yang dimiliki, upacara keagaman seperti ini bisa tetap
dijaga. Dengan terjaganya adat dan budaya Bali ini, tentu akan bisa menarik lebih banyak minat wisatawan untuk datang berkunjung. Dengan banyaknya kunjungan wisatawan tentu juga berdampak pada sisi ekonomi. ‘’Taksu yang dimiliki selama ini harus tetap dijaga untuk bisa menjaga eksistensi dari budaya itu sendiri,’’ ujarnya. Untuk rangkaian kegiatan ngaben massal tahun 2019 ini, sudah dimulai sejak 26 Mei lalu dengan prosesi matur piuning. Kemudian pada 9 Juni dilaksanakna prosesi melaspas genah. Pada 10 Juni dan selanjutnya dilaksanakan prosesi ngulapin. Sementara untuk puncak ngaben massal dilaksanakan pada 13 Juni yang dilanjutkan prosesi ngangkid/mapetik pada 16 Juni. Usai seluruh prosesi, pada 17 Juni dilaksanakan matatah massal dan sebagai akhir kegiatan, pada 18 Juni dilaksanakan rangkaian Nyegara Gunung atau Maajarajar. (kmb23/k150)
Peluncuran Honda CB650R Disaksikan Ratusan Komunitas Moge SUASANA berbeda terlihat di halaman Kantor Astra Motor Bali, Minggu (16/6) malam. Area kantor yang biasanya diisi kesibukan aktivitas kantor, saat itu terlihat sangat dipadati ratusan komunitas motor gede (moge). Ratusan komunitas ini ternyata sangat antusias menyaksikan prosesi peluncuran Honda CB650R. Tidak hanya dihadiri anggota komunitas, pihak Astra Motor juga mengundang konsumen pertama yang sudah memesan unit Honda CB650R. Honda CB650R dengan revolusi desain Compact Neo Sport Cafe, menawarkan tampilan baru untuk memenuhi gaya berkendara masa kini. Hadir dengan varian warna Candy Chromosphere Red dan Graphite Black, Honda CB650R dipasarkan dengan harga OTR Bali Rp 286.733.000. Menurut Region Head Astra Motor Bali Wahyudi Saputra, berbagai inovasi desain, teknologi, dan fitur terus dilakukan untuk menjadikan jajaran big bike Honda sebagai motor impian tertinggi dari
seluruh pencinta sepeda motor. ‘’Melalui jajaran terbaru big bike Honda ini, kami ingin mengajak Anda semua untuk merasakan kesenangan hidup terbaik dengan perpaduan sempurna dari kegembiraan, adrenalin, kesenangan, dan kepuasan berkendara yang dirasakan secara bersamaan saat berkendara,’’ ujar Wahyudi di sela peluncuran. Selain menyuguhkan performa produk yang mumpuni, pencinta big bike Honda juga dimanjakan dengan perasaan bangga terhadap produk dan layanan yang didesain khusus bagi mereka. ‘’Kami pun secara konsisten terus memberikan layanan yang didesain secara premium khusus bagi pengguna big bike Honda melalui jaringan dealer Big Wing. Kami berharap kehadiran big bike Honda yang didukung kuatnya layanan purnajual di jaringan Honda dapat semakin menguatkan kecintaan masyarakat terhadap jajaran produk big bike Honda,’’ ujar Wahyudi. Honda CB650R memberikan sebuah energi dan gaya baru dari konsep Neo Sport Cafe.
Model ini mengekspresikan sensasi sporti, modern, dan mampu meningkatkan level adrenalin melalui tenaganya yang besar. Honda CB650R didesain untuk menghadirkan kesenangan serta sensasi tinggi bagi pengendara yang ingin terlihat unik dan berbeda. Konsep Neo Sport Cafe sangat kuat ditampilkan melalui desain lampu depan LED bulat yang klasik. Daya tarik lainnya pun didapat melalui penyematan full LED dan lensa bening pada lampu senja, lampu belakang, lampu sein sehingga menghasilkan pencahayaan yang modern. Tak hanya memiliki desain yang memikat pencinta big bike, performa tinggi dan beragam fitur yang disematkan menjadi penyempurna Honda CB650R. Didukung mesin 4 silinder 650cc DOHC yang memiliki 6 perpindahan gigi, Honda CB650R menghasilkan power 66,5kW/11.000 rpm dilengkapi torsi kuat 60,7Nm/8.000 rpm. Model ini memiliki kapasitas tangki BBM 15,4L dan telah memenuhi standar Euro 3. (bns2)
BANYAK hal yang diurus seorang Senator DPD-RI seperti Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Bukan saja masalah kenegaraan dan perancangan UU, tetapi juga sejumlah masalah, termasuk yang langka terjadi di masyarakat. Di antaranya masalah kerasukan (karauhan) massal di SMP Negeri 5 Tabanan yang akhirnya DPD-RI diundang ke sekolah untuk ikut memberikan solusi. Masalah lainnya adalah viralnya kejadian graduation di SMP Negeri 1 Kediri, Tabanan yang seolaholah mengadakan kegiatan selayaknya mahasiswa wisuda yakni menggunakan toga. Untuk kasus di SMPN 5 Tabanan, Senator Arya Wedakarna (AWK) hadir dan disambut jajaran sekolah, termasuk komite dan pejabat di desa. Pihak sekolah menyampaikan sudah beberapa bulan terakhir ini, banyak kejadian aneh di sekolah mereka, termasuk adanya kerasukan yang dialami sejumlah siswa. Kerasukan, besar kemungkinan disebabkan sejumlah hal yakni belum di-pelaspas-nya gedung sekolah secara layak, posisi tanah sekolah yang diapit dua Pura Dalem dan dua setra serta sejumlah pertimbangan lainnya. Maka dari itu, Senator AWK memberikan restu akan upacara yang diadakan pihak sekolah, termasuk macaru ageng, pamelaspasan dan mabayuh untuk seluruh peserta didik dan guru. ‘’Sebagai cihna, saya akan menyumbangkan satu patung Dewi Saraswati. Semoga den-
gan simbol Ibu Dewi, bisa menyinari sekolah ini. Om Maha Saraswati Ya Namaha Swaha,’’ ucap Gusti Wedakarna. Kasus lainnya, masih dalam kunker di Kabupaten Tabanan, Senator AWK mengadakan rapat di Kantor Dinas Pendidikan Tabanan yakni terkait dengan adanya aspirasi masyarakat Bali yang keberatan dengan pemakaian toga dan digunakan peserta didik yang akan tamat dari SMP Negeri 1 Kediri, Tabanan. Dalam video yang beredar di sejumlah medsos, tampak kepala sekolah berperan seolah-olah layaknya rektor dan juga anak-anak SMP yang berjejer menggunakan toga ala mahasiswa saat upacara graduation. Dalam pertemuan yang dihadiri I Wayan Udayana Sosiawan (Sekretaris Disdik Tabanan), Sagung Raka Suartini (Kepala SMPN 1 Kediri), I Gusti Alit Ngurah Putra Tenaya (Ketua Komite Sekolah), termasuk jajaran sekolah. Setelah mendengar penjelasan dari pihak sekolah dan komite, Senator AWK memberikan teguran langsung kepada pihak sekolah. Yang mana kegiatan graduation menggunakan toga, dianggap melanggar aturan karena akan menghilangkan nilai sakral acara wisuda yang hanya pantas dilalui anak bangsa yang telah berpendidikan diploma atau sarjana, master dan doktor. ‘’Saya kira, ada yang salah kaprah dan lack of knowledge bahwa menggunakan pakaian wisuda untuk siswa TK, SD, SMP dan SMA/SMK adalah
Mangupura (Bali Post) Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta, Minggu (16/6) melaksanakan dharmayatra ke tiga pura yang ada di Kabupaten Badung. Ketiga pura tersebut yakni Pura Kancing Gumi, Pura Pucak Tedung dan Pura Penataran Agung Pucak Mangu. Kegiatan ini bertujuan untuk memohon tuntunan bagi prajuru dalam melaksanakan kewajiban. Dharmayatra Desa Adat Kedonganan ini diikuti 200 orang. Terdiri dari prajuru desa, pemangku Kahyangan Desa, pemangku Presanak, pemangku Dadia di Kedonganan, serati banten, WHDI, karyawan dan pengawas LPD, kaling serta pecalang. Pada kesempatan tersebut juga diisi dengan dharmatula oleh Ida Pedanda Gde Giri Dwija Guna dari Geria Giri Sarin Uma Ngenjung Angantaka. Bendesa Adat Kedonganan Dr. Wayan Mertha, S.E., M.Si. didampingi Penyarikan I Made Sumerta, S.E., M.M., Ak. menyatakan kegiatan ini bertu-
juan untuk memohon tuntunan kepada yang malinggih di ketiga pura tersebut. Pihaknya memohon agar para prajuru di Desa Adat Kedonganan, jro mangku serta seluruh krama adat Kedonganan supaya benar-benar bisa melaksanakan kewajiban sebagai prajuru. ‘’Melalui pamargi antar sane kapaica Ida Batara sehingga para prajuru dapat melaksanakan swadharma yang patut dilaksanakan,’’ harapnya. Mertha yang juga akademisi Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali ini menjelaskan, pelaksanaan dharmatula oleh Ida Pedanda Gde Giri Dwija Guna tentang sesana dan merupakan upaya Desa Adat Kedonganan untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman sesana menjadi prajuru, pemangku serta serati banten. Untuk itu, yang bersangkutan benar-benar mengetahui apa yang menjadi kewajiban krama semuanya. Ida Pedanda Gde Giri Dwija Guna dalam dharmatulanya menyampaikan sesana sangat
SATYAGRAHA – Senator Dr. Arya Wedakarna saat hadir di SMPN 5 Tabanan dan RDP di Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan. suatu kesalahan besar. Memang di UU tidak tertulis, tapi ada tata etika dalam dunia pendidikan yang harus diikuti semua guru. Fungsi ini yang tidak dijalankan, dan saya sudah tegur juga penggagasnya. Belum lagi kita bicara masalah keuangan dan ekonomi, sekolah jangan terlalu sering membebani anak didik dengan program aneh-aneh. Apalagi sekolah negeri, nanti bisa kena pasal pemerasan. Saya ingin tahun 2020 tidak ada lagi graduation ala wisuda dan tolong perhatikan juga penggunaan nomenklatur
‘wisuda’ yang salah kaprah,’’ tegas Gusti Wedakarna. Untuk selanjutnya, Senator AWK selaku DPD-RI Komite I Bidang Hukum meminta kepada Disdik Tabanan untuk segera mengeluarkan surat edaran yang melarang penggunaan istilah graduation, wisuda dan juga menggunaan toga dalam acara di sekolah. DPD-RI meminta kembalikan makna perpisahan dengan sederhana dan bernuansa budaya Bali. Rekomendasi ini berlaku juga di seluruh TK, SD, SMP dan SMA/ SMK se-Bali. (ad421)
Desa Adat Kedonganan Gelar Dharmayatra ke Tiga Pura di Badung
DHARMAYATRA - Bendesa Adat Kedonganan Dr. Wayan Mertha, S.E., M.Si. bersama jajaran berfoto bersama di sela pelaksanaan dharmayatra ke tiga pura yang ada di Kabupaten Badung, Minggu (16/6). diperlukan oleh siapa pun, termasuk pemangku, serati banten serta prajuru desa adat. Masing-masing dikatakan mempunyai sesana tersendiri, baik sesana upakara, membuat suatu tatanan upacara maupun melaksanakan upacara. Sesana wajib dilaksanakan karena merupakan tolok ukur untuk mencapai suatu yadnya yang benar dan mencapai sasaran sesuai apa yang dimaksudkan dalam yadnya tersebut tergantung kepada tiga unsur ini ditambah pamuput.
Sesana yang ada, menurut Ida Pedanda, juga harus saling dipertahankan dan tidak tumpang tindih serta mencampuradukkan semua dari upacara yadnya. Pelaksnanaan dharmayatra dan dharmatula yang dilaksanakan untuk pertama kalinya pada kepengurusan prajuru Desa Adat Kedonganan periode ini, juga merupakan wujud syukur mamargi antar-nya pelaksanaan karya atiwa-tiwa artma wedana di desa setempat pada tahun 2018 lalu. (kmb23/k150)
Warung Global
PHDI Diharapkan Keluarkan Bhisama Pemangku Dilarang Berpolitik Praktis UNTUK menjadi seorang pemangku atau pinandita, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya orang yang memiliki jiwa pengabdian yang tulus ikhlas, berbudhi luhur, bermoral baik, memiliki mental yang tinggi serta memiliki jiwa yang tulus untuk selalu siap bekerja (ngayah) tanpa mengharapkan imbalan. Dikatakan juga orang yang akan dipilih menjadi pemangku atau pinandita harus terbebas dari tujuh perilaku kegelapan atau kemabukan yang disebut dengan Sapta Timira. Dalam perkembangan selanjutnya, pemangku juga dilarang berpolitik praktis. Para pendengar Radio Global 96,5 FM sangat setuju. Sebaiknya pemangku atau pinandita atau pandita tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Bahkan salah satu pendengar Wayan Beratayasa di Sangeh menyarankan agar PHDI mengeluarkan bhisama yang isinya melarang berpoli-
tik praktis. Ia juga menyampaikan oknum pemangku berkecimpung dalam politik praktis menggunakan pengaruhnya di masyarakat dan memanfaatkan peluang. Budiada di Tabanan menyampaikan seorang pemang-
ku adalah pelayan umat. Berpakaian serba putih diharapkan rohaninya benar-benar bersih. Jika ingin berpolitik praktis atau menjadi pemangku harus pilih satu, agar tidak semrawut. Pemangku dilarang berpolitik praktis memang harapan kita semua. Demikian dikatakan Suardana di Tabanan. Ia menambahkan, pemangku adalah pelayan atau pangayah umat. Jadi laksanakan tugas ngayah dengan sungguhsungguh. Pemangku diingatkan untuk tidak ikut berpolitik praktis. Menurut Werha di Gianyar, mereka diingatkan barangkali ada yang lupa. Ia hanya berharap jangan
nyeleweng dari sesana kepemangkuan. Sementara itu, Putu Artha di Padangsambian menjelaskan, pemangku adalah pangayah umat. Ada beberapa hal yang patut diperhatikan umat kepada pemangku. Memang seorang pemangku kalau bisa jangan ikut berpolitik praktis, karena dalam berpolitik, kawan bisa jadi lawan begitupun sebaliknya. Pendapat lain disampaikan Nyoman Mastra di Gianyar. Jika ingin jadi pemangku, jadilah pemangku yang baik. Jika ingin jadi politikus yang baik, berpolitiklah yang baik. Menurutnya, ini semua punya aturan masing-masing. (sikha)
OPINI
6
Selasa Wage, 18 Juni 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menjaga Beban Psikologis Anak DUNIA pendidikan setiap tahun mencatat ‘’sejarah’’ karena tiap tahun ada perubahan dalam pola perekrutan anak didik. Tak hanya di perguruan tinggi, pola perekrutan di tingkat sekolah menengah juga demikian. Selalu berubah dan dampaknya membikin orangtua ikut resah. Fakta ini tentu harus diurai dengan pendekatan yang sedapat mungkin bisa memastikan pola perekrutan yang jelas. Tak bisa dimungkiri pola baru dalam penerimaan peserta didik baru ini telah menjadi masalah serius. Setidaknya, setiap awal tahun ajaran baru, para orangtua sibuk dan sekolah juga tak bisa merespons tuntutan banyak pihak. Keterbatasan daya tampung sekolah negeri tetap menjadi masalah serius. Di sisi lain, keinginan orangtua agar anaknya dapat diterima di sekolah negeri yang bermutu juga sangat kuat. Celakanya, sering kali orangtua mengabaikan potensi anak. Makanya, niat orangtua menyekolahkan anak di sekolah bermutu harus dikorelasikan juga dengan kemampuan dan minat anak. Ini menjadi hal penting untuk dibudayakan agar anak tidak menjadi pelaksana keinginan orangtua. Biarlah anak tumbuh dan berkembang sesuai cita-cita dan keinginannya. Anak juga punya selera tersendiri dalam hal memilih sekolah. Untuk itu, biarkan anak menentukan pilihannya dan tugas orangtua adalah memberikan gambaran masa depan dan tantangan ke depan. Prospek lulusan dan peluang kerja yang terbuka bagi anak tetap harus diberi tahu, namun bukan berarti orangtua memaksakan kehendak pada anak untuk ikut selera orangtua. Anak jangan dipaksa mewujudkan cita-cita orangtua. Untuk itulah, pola-pola pengelolaan dunia pendidikan ke depan tetap memerhatikan kecakapan dan potensi anak. Orangtua hendaknya menjadi pendamping yang bijak dalam menentukan sekolah bagi anaknya, bukan malah memaksakan kehendak. Orangtua yang bijak, mestinya paham betul kualitas dan potensi anak, sehingga anak dalam melanjutkan pendidikannya tidak tersandera target orangtuanya. Solusinya, orangtua dan anak bisa saling menyampaikan kelebihan dan kekurangan sekolah atau jurusan yang diinginkan masing-masing. Jangan sampai keinginan orangtua membebani anak. Meski anak termasuk siswa berprestasi dan potensial jika salah pilih tentu akan melahirkan kekecewaan. Misalnya, anak potensial di bidang seni tari, bahkan termasuk berprestasi dipaksakan untuk melanjutkan sekolah jurusan tata boga, tentu akan mematikan potensi anak. Artinya, kegagalan sudah di depan mata. Orangtua seharusnya membuka dialog tanpa membuat keraguan, kecemasan, dan kegalauan pada anak. Ketika tiba waktunya anak memilih sekolah yang diinginkan, ia akan menyampaikannya sejak jauh hari. Momen ini juga dapat dijadikan orangtua untuk mengutarakan harapan dan keinginan agar anak bersekolah di tempat yang telah dipilihkan. Namun, belum banyak orangtua demikian.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Jalur Hijau Makin Tak Jelas Kini saya merasakan investasi tak lagi terbatasi oleh Perda Kawasan Jalur Hijau. Terbukti wilayah yang jadi kawasan jalur hijau juga tak jelas. Dulu jika kita melewati areal persawahan paling tidak kita akan menjumpai papan atau patok yang berisi petunjuk bahwa kawasan tersebut masuk kawasan jalur hijau. Bahkan, penegakan perda terhadap bangunan yang melanggar kawasan jalur hijau juga jelas. Kini makin marak investasi di kawasan jalur hijau yang tak jelas. Bahkan, pembangunan untuk fasilitas pariwisata mendominasi. Banyak hotel dan vila berdiri di kawasan pertanian. Bahkan, izinnya juga turun meski alamatnya tak sesuai dengan posisi lahannya. Ada lahannya di Kecamatan Payangan juga disebut ada di wilayah Ubud. Untuk membatasi makin habisnya kawasan jalur hijau ada baiknya segera lakukan pembatasan investasi di lahan-lahan pertanian. Ini untuk menjamin terjaganya keseimbangan tata ruang. Setidaknya, pembatasan ini juga memastikan kita di Bali masih memiliki lahan pertanian abadi. I Ketut Sumanjaya Denpasar, Bali
Biaya Parkir PKB Mahal Minggu, 16 Juni lalu, saya bersama teman saya mengunjungi arena PKB di Jalan Nusa Indah, Denpasar. Saya ke sana untuk menyaksikan pameran lukisan para pelukis kaca dari Nagasepaha Buleleng. Selain itu, saya juga membeli makanan dan minuman. Makanan dan minuman memang murah tidak seperti PKB sebelumnya. Memang untuk PKB yang ke-41 tahun 2019 ini, para pedagang bebas biaya. Namun, yang saya keluhkan adalah biaya parkir sepeda motor sebesar Rp 5.000. Ya, jika hanya sekali ke art center. Bagaimana kalau kita sering ke sana. Bagi yang berkantong tebal tak masalah. W. Beratha Yasa Kapal, Badung
Bijak Memilih Sekolah Tahun ajaran baru sudah di depan mata. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 untuk SMA/SMK dilaksanakan pertengahan Juni ini memakai dasar Permendikbud No.51 Tahun 2018. Calon peserta didik seharusnya sudah memantapkan pilihan mereka.
Oleh I Wayan Esa Bhaskara
S
ituasi dilematis akan dihadapi oleh siswa, antara memilih berdasarkan minat atau pilihan orangtua. Terkadang setiap orangtua memiliki pandangan tersendiri dalam pemilihan sekolah anaknya. Tentu demi mewujudkan harapan diri sendiri agar jadi kenyataan, tak sedikit orangtua memaksakan kehendak pada anak. Misalnya, anak memiliki minat di bidang pariwisata, namun orangtua memaksa anak memilih jurusan teknik gambar bangunan. Anak dipaksa untuk belajar arsitektur karena orangtua juga kebetulan arsitek. Contoh demikian sering terjadi, sehingga sekolah menjadi momok bagi anak. Jika dipaksakan, anak akan sulit beradaptasi dan menerima pelajaran. Anak menjalani rutinitas sekolah di bawah keterpaksaan dan tekanan. Pelanpelan hal ini akan berdampak buruk, seperti kreativitas anak sulit berkembang. Anak akan malas datang ke sekolah, tugastugas yang diberikan guru tidak dikerjakan, ketuntasan minimal tiap mata pelajaran tidak terpenuhi, akhirnya anak akan dilanda stres. Dalam situasi demikian, guru dan sekolah tentu tidak bisa berbuat banyak. Fakta ini ibaratnya, memaksakan bebek untuk belajar memanjat pohon, padahal keahlian bebek adalah berenang. Orangtua harus percaya,
tiap anak memiliki potensi yang siap dikembangkan. Tiap orangtua harus memiliki kesadaran bahwa anak tidaklah bodoh karena anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika pola demikian terus dipaksakan, kegagalan anak ada di tangan orangtua. Menghadapi abad ke-21, para orangtua sebaiknya mulai menyadari bahwa ke depan, persaingan sangat ketat di semua aspek kehidupan. Jika anak tidak mengembangkan potensi masing-masing, atau hanya berjalan di bawah bayang-bayang
orangtua, tentu kesuksesan susah didapat. Para orangtua yang terlalu banyak mengintervensi anak mesti disadarkan bahwa ke depan, dunia kerja tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Anak tidak harus menjadi seperti yang diinginkan orangtua, terpenting anak berkembang sesuai potensi masing-masing. Solusinya, orangtua dan anak bisa saling menyampaikan kelebihan dan kekurangan sekolah atau jurusan yang diinginkan masing-masing. Jangan sampai keinginan orangtua membebani anak. Meski anak
Menghadapi abad ke-21, para orangtua sebaiknya mulai menyadari bahwa ke depan persaingan sangat ketat di semua aspek kehidupan. Jika anak tidak mengembangkan potensi masing-masing, atau hanya berjalan di bawah bayangbayang orangtua, tentu kesuksesan susah didapat. Para orangtua yang terlalu banyak mengintervensi anak mesti disadarkan bahwa ke depan dunia kerja tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
termasuk siswa berprestasi dan potensial, jika salah pilih tentu akan melahirkan kekecewaan. Misalnya, anak potensial di bidang seni tari, bahkan termasuk berprestasi, dipaksakan untuk melanjutkan sekolah jurusan tata boga, tentu akan mematikan potensi anak. Artinya, kegagalan sudah di depan mata. Orangtua seharusnya membuka dialog tanpa membuat keraguan, kecemasan, dan kegalauan pada anak. Ketika tiba waktunya anak memilih sekolah yang diinginkan, ia akan menyampaikannya sejak jauh hari. Momen ini juga dapat dijadikan orangtua untuk mengutarakan harapan dan keinginan agar anak bersekolah di tempat yang telah dipilihkan. Namun, belum banyak orangtua demikian. Dalam dialog ini, orangtua dan anak harus mencari jalan keluar terbaik. Orangtua perlu menghindari sifat paksaan dan ancaman pada anak agar anak tidak memilih sekolah di bawah ketakutan dicap anak durhaka atau tidak berbakti pada orangtua. Anak zaman sekarang memiliki keterbukaan wawasan, agak berbeda dengan zaman dulu yang bisa diatur seratus persen. Dalam konteks ini, orangtua hanya boleh mengarahkan. Dalam dialoh memilih sekolah, orangtua bisa melihat alasan anak, apakah prinsip atau tidak. Jika alasan anak tak prinsip, seperti hanya ikutikutan teman, orangtua bisa mencoba menekan dan membujuk secara halus, pelan, serta bertahap. Orangtua bisa turut serta membuka pemikiran anak agar lebih terbuka dan sedikit demi sedikit menerima pendapatnya. Orangtua tidak relevan lagi bersikap kaku dan memaksakan kehendak agar anak selalu menuruti pilihan
Tantangan Penegak Konstitusi PASCA-PEMILU 2019, hakim Mahkamah Konstitusi (MK) tengah menghadapi tantangan terkait sengketa hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Rekapitulasi tersebut soal kemenangan pada pemilihan presiden (pilpres) yang digugat kubu Prabowo-Sandi dengan dalih ada pelbagai pelanggaran yang masif terjadi di masyarakat. MK dalam struktur ketatanegaraan disebut dengan istilah kekuasaan kehakiman. Pun Undang-Undang Dasar 1945 (UUD) meletakkan fungsi dan kedudukan MK sebagai penyelenggara keadilan yang mempunyai tanggung jawab penting dalam menegakkan konstitusi. Karena itu, konstitusi merupakan sumber dari segala sumber hukum tertinggi yang ada di negeri ini. Dalam pemilu memang membutuhkan demokrasi sebagai sistem yang mendorong negara yang berdasarkan atas hukum, demokrasi, dan Pancasila. Dengan ini, jika ada pihak lain tidak terima dengan putusan KPU ini, maka MK hadir sebagai tempat untuk menyelesaikan serta memutus sengketa hasil pemilu yang didasarkan pada prinsip dasar konstitusi demokrasi. Pasal 24 C UUD 1945 ayat (2) menegaskan, ‘’Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat Dewan
Oleh Hasin Abdullah Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan/atau wakil presiden menurut Undang-Undang Dasar’’. Dan Pasal 29 ayat 1 Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang MK terletak pada poin huruf d yaitu, ‘’memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum’’. Miftakhul Huda pun menuturkan dalam jurnal konstitusi berjudul (Ultra Petita: 2007), dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, ‘’kedudukan MK setingkat atau sederajat dengan Mahkamah Agung sebagai kekuasaan kehakiman yang merdeka. Dalam menjalankan kewenangannya, termasuk di dalamnya adalah menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, MK juga melakukan penafsiran konstitusi sehingga MK juga disebut the Sole Interpreter of the Constitution’’. Pendapat tersebut jika ditinjau dari perspektif hukum tata negara, MK ada dalam yurisdiksi yang paling penting sebagai penafsir konstitusi. Idealnya, perselisihan ini tampak menguji hakim dari pelbagai hal. Pertama, dari sudut profesionalisme. Kedua, sikap netralitas. Ketiga, integritas.
Keempat, independensi. Dari prinsip-prinsip di atas tentu hakim mempunyai keharusan dalam memutus sengketa berdasarkan interpretasi hakim, keyakinan, serta diituntut mampu membuktikan kepada semua pihak bahwa dalam pelaksanaan pemilu ini terjadi pelanggaran atau pun tidak. Sebab itu, harapan besar masyarakat agar majelis hakim tidak keluar dari prinsipprinsip tersebut. Bicara terkait teori konstitusionalisme hakim, teori ini setidaknya dapat menguntaikan tawaran atau pun kritikan. Lantas bagaimana kalau ini adalah tawaran? Secara substansi konstitusionalisme hakim merupakan pemahaman tempat jalur hukum dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hasil pemilihan umum, karena itu bersifat konstitusi demokrasi. Memang tuntutan masyarakat saat ini tak lepas dari rekam jejak hakim konstitusi yang diangkat melalui presiden (political approach), di mana hal ini kerap menjadi kekhawatiran publik bahwa seolah-olah hakim tidak ada dalam postur yang ideal. Situasi yang berburuk sangka pada hakim sangat tidak patut, tak terkecuali kalau berbaik
sangka pada hakim karena mau tidak mau MK harus menjadi lembaga yang ideal. Selaras dengan pendapat Deny Indrayana dalam buku (Strategi Memenangkan Sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi: 2019), menegaskan ‘’MK tidak boleh hanya melulu menjadi peradilan teknis penghitung suara saja alias ‘Mahkamah Kalkulator’. Sebagai MK yang tugas utamanya adalah mengawal konstitusi bernegara, MK tetap perlu menegakkan maruah dan kehormatan konstitusi kalau ternyata ada proses pemilu yang benar-benar dilanggar dan berpengaruh dengan hasil pemilu’’. Menurut hemat penulis, setidaknya sistem check and balances menjadi bagian dari suatu limitasi terhadap lembaga negara yang tak mempunyai wewenang. Karena itu, sangat kurang relevan hingga dapat meruntuhkan idealisme hakim yang mau tak mau harus bersikap profesional, netral, independen, dan menjunjung tinggi integritas. Semoga majelis hakim tak mudah terpengaruh dengan pelbagai godaan politik (kekuasaan) yang mampu berpotensi merusak peradilan yang dianggap sebagai penafsir dan penegak konstitusi, terutama dalam hal memproduksi kualitas putusan.
orangtua. Anak memang memiliki kewajiban berbakti kepada orangtua, tetapi anak tidak memiliki kewajiban memenuhi mimpi orangtuanya. Seharusnya, memilih sekolah memang berdasarkan minat dan bakat anak, bukan ambisi orangtua. Pilihlah sekolah yang memang cocok untuk anak, mulai dari sistem belajar, lingkungan sekolah, dan budaya sekolah tersebut. Dalam memilih sekolah, orangtua benar-benar harus menyadari potensi anak. Potensi adalah hal pertama yang dilihat orangtua, agar bakat anak tersalurkan dengan baik. Karakter atau kepribadian anak juga menjadi pertimbangan lain dalam memilih sekolah. Kenali anak, misalnya apakah anak tipe aktif berorganisasi, atau anak senang belajar. Agar anak mendapatkan sekolah sesuai dengan kepribadian mereka. Sebelumnya, orangtua bisa melakukan observasi dulu ke sekolah-sekolah yang menjadi calon tujuan. Hal yang tidak kalah penting berikutnya, letak sekolah, terkait dekat jauh jarak tempuh dari rumah. Harapannya, anak tidak memiliki masalah dengan waktu. Setelah menemukan sekolah yang tepat dengan potensi anak, tugas orangtua bersama guru di sekolah yaitu mendorong anak untuk maksimal mengembangkan potensi. Sebab, sangat tidak bijak jika anak dipaksa berprestasi di bidang yang bukan keahliannya. Sering terjadi anak menanggung beban psikologis sendiri jika terlalu banyak dituntut orangtua terutama pada hal-hal di luar kemampuan anak. Penulis, guru Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Denpasar
POJOK Pendaftaran PPDB di Kota Denpasar dinilai sangat ribet. - Masuk saja susah apalagi cari kerja. *** Masyarakat antre sejak pukul 04.00 untuk ambil token PPDB. - Demi pendidikan anak. *** DPR dan pemerintah sepakati pertumbuhan ekonomi 5,5 persen. - Sepakat di atas meja.
Penulis adalah Peneliti UIN Jakarta
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Selasa Wage, 18 Juni 2019
Rapat Paripurna DPRD Tabanan
Eksekutif Usulkan Tiga Ranperda Tabanan (Bali Post) Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyampaikan tiga rancangan peraturan daerah (ranperda) kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan, untuk dibahas sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Penyampaian ketiga ranperda tersebut dilakukan pada rapat paripurna DPRD Tabanan ke-6 tahun 2019 yang digelar di Aula Sidang DPRD Tabanan, Senin (17/6) kemarin. Tiga ranperda tersebut yakni Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 16 tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Daerah pada PDAM, Ranperda Perubahan Perda Nomor 29 tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga dan Ranperda
Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Amertha Buana. Penyampaian Ranperda tersebut tiada lain dalam rangka menanggapi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI Perwakilan Provinsi Bali pada 24 Mei lalu. WTP merupakan opini tertinggi atas audit laporan keuangan, sehingga diharapkan melalui penguatan payung hukum, opini tersebut bisa dipertahankan. Rapat paripurna dibuka Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tabanan Ni Made Meliani. Agenda tersebut juga dihadiri para anggota DPRD Tabanan, Forkompinda Tabanan dan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Pada kesempatan tersebut, Bupati Eka mengajak seluruh elemen terkait agar
mempertahankan apa yang sudah didapat yakni opini WTP. Apalagi ini merupakan WTP untuk kelima kalinya yang diraih Pemkab Tabanan secara berturut-turut. Ia juga menyerukan pembenahan di berbagai bidang. Sebab sejauh ini masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan meski sudah berhasil meraih WTP. ‘’Membuat itu memang mudah. Namun, untuk mempertahankan itu yang sulit. Mohon dipertahankan, karena membuat lebih mudah daripada merawat. Jangan sampai opini WTP ini membuat kita lupa diri, namun sebagai bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik lagi,’’ tegasnya. Di samping itu, Bupati Eka berharap agar ketiga ranperda tersebut mendapat perhatian
dan dibahas sesuai dengan prosedur dan mekanisme di DPRD. Ia juga menyampaikan gambaran umum realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tabanan Tahun Anggaran 2018. Pendapatan Daerah dianggarkan sebesar Rp 1,94 triliun lebih, sampai akhir tahun realisasinya sebesar Rp 1,86 triliun. ‘’Belanja Daerah dan Transfer dianggarkan sebesar Rp 2,21 triliun lebih, realisasinya mencapai sebesar Rp 1,90 triliun lebih atau 86 persen. Realisasi belanja tersebut terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp 1,44 triliun lebih, Belanja Modal Rp 218 miliar lebih dan transfer Rp 242 miliar lebih,’’ ungkapnya. Bupati Eka menambahkan, Penerimaan Pembiayaan
RAPAT PARIPURNA - Suasana rapat paripurna DPRD Tabanan, Senin (17/6) kemarin. sebesar Rp 65,3 miliar lebih yang berasal dari Silpa tahun anggaran 2017 sebesar Rp 65,3 miliar lebih dan Penerimaan Kembali Investasi Non Permanen Lainnya sebesar Rp 399 juta lebih. Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp 328 miliar lebih, untuk Penyertaan Modal sebesar Rp 250 miliar, Pembayaran Pokok
Pinjaman Dalam Negeri Rp 78 juta lebih, sehingga besarnya Pembiayaan Neto sejumlah Rp 65,3 miliar lebih. ‘’Mencermati hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabanan terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp 17,6 miliar lebih yang terdiri dari saldo pada rekening Kas Daerah sebesar
Rp 222 juta lebih, Kas di Bendahara Penerimaan Rp 47,2 juta lebih, Kas di Bendahara JKN Rp 4,57 miliar lebih, Kas Dana Pendidikan Rp 245 juta lebih, Kas Dana BOS Rp 2,95 miliar lebih dan saldo kas pada Rekening Kas di BRSU Tabanan selaku BLUD sebesar Rp 9,90 miliar lebih,’’ beber Bupati Eka. (kmb28)
TMMD Ke-106
TNI Bangun Jembatan di Kecamatan Tabanan
Tabanan (Bali Post) Salah satu sasaran fisik Kodim 1619/Tabanan dalam program TMMD ke-106 tahun 2019 berupa pembuatan jembatan yang menghubungkan Desa Gubug dengan Desa Bongan atau tepatnya berlokasi di Banjar Tonja Desa Gubug dan Bongan Kauh Desa Bongan, Kecamatan Tabanan. Kegiatan telah dimulai dengan upacara ngeruak pada 15 Juni dilanjutkan kegiatan Pra TMMD mulai 17 Juni sampai dengan September mendatang. Dari pantauan, kebersamaan terlihat antara anggota Kodim 1619/Tabanan dan masyarakat desa setempat dalam membuat jembatan baru lewat program TMMD. Jembatan diperlukan sebagai akses penghubung antara Desa Bongan dan Desa Gubug. Pengerjaan fisik berupa jembatan sepanjang 17 meter dengan lebar 5,5 meter dan tinggi 5 meter. Selain itu, berupa pembukaan dan pengerasan badan jalan sepanjang 65 m dengan tebal 0,12 meter dan
senderan dengan panjang 65 meter dan tinggi 2 meter. Memanfaatkan alokasi dari APBD sekitar Rp 1,2 miliar untuk pembangunan fisik, jembatan penghubung tersebut diyakini akan mampu menopang peningkatan perekonomian desa setempat. ‘’Dua desa tersebut dipilih setelah melalui proses, dimulai pada 2017 dari pihak Desa Bongan dan Desa Gubug yang bersamasama mengajukan proposal ke Pemerintah Daerah Tabanan untuk pembangunan jembatan menghubungkan dua desa tersebut. Tahun ini kami realisasikan melalui kegiatan TMMD ke106,’’ terang Dandim 1619/ Tabanan Letnan Kolonel Infantri Toni Sri Hartanto. Saat ini, kata Dandim, Desa Bongan dan Desa Gubug terpisah oleh sungai, sehingga menyulitkan dalam hal transportasi. Dengan adanya pembangunan jembatan tersebut, maka nanti akan mempersingkat waktu perjalanan dari Desa Bongan ke Desa Gubug, se-
hingga bisa meningkatkan ekonomi setempat. Pembangunan jembatan tersebut melibatkan 150 anggota TNI, dibantu masyarakat setempat berjumlah 30 sampai 50 orang setiap hari. Selain itu, juga melibatkan sejumlah komponen organisasi lainnya. Tidak hanya pembangunan jembatan, TMMD juga akan menyasar kegiatan non fisik seperti pengenalan mengenai wawasan kebangsaan, radikalisasi, narkoba, menyasar peni ng ka t a n us a ha U MKM, termasuk juga menyasar bedah rumah yang tidak layak huni dengan memanfaatkan dana CSR. ‘’Kami juga akan menyasar upaya dalam membantu pemerintah di bidang peningkatan atau ketahanan pangan. Yakni bagaimana cara agar bisa meningkatkan hasil pangan di lokasi tersebut, mengingat luasan tanam di dua desa tersebut masih cukup banyak dengan menggandeng instansi terkait,’’ jelasnya. (kmb28)
Bali Post/bit
MUTASI - Sekda Tabanan I Gede Susila saat menyerahkan SK mutasi kepada Kepala SD dan SMP serta Koordinator Wilayah Kecamatan.
Tak Berprestasi Kepala Sekolah Terancam Dicopot
Tabanan (Bali Post) -
Ada yang menarik dari pengarahan yang disampaikan Sekda Tabanan I Gede Susila di hadapan puluhan kepala sekolah jenjang SD dan SMP Kabupaten Tabanan yang dimutasi, Senin (17/6) kemarin. Sekda meminta Kepala SD dan SMP terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing. Jika tidak berprestasi, Kepala Sekolah bersangkutan siap-siap dipindah ke sekolah lain dan diturunkan jabatannya menjadi guru biasa. ‘’Kalau memang gagal dan terbukti tidak mampu, kenapa dipertahankan jadi Kepala Sekolah,’’ ucapnya.
Bali Post/ist
TMMD - Pada TMMD ke-106, Kodim 1619/Tabanan membuat jembatan penghubung dua desa.
Pernyataan tegas tersebut diakui Susila menjadi salah satu upaya memotivasi agar ke depannya kualitas pendidikan di Kabupaten Tabanan bisa terus meningkat dan merata. Tahun ini dari data Dinas Pendidikan Tabanan, untuk Kepala SD jumlah yang di-rolling dan mengisi jabatan kosong karena pensiun sebanyak 26 orang. Rinciannya, rolling Kepala SD sebanyak 10 orang dan mengisi jabatan kosong sebanyak 16 orang. Sedangkan Kepala SMP jumlah yang di-rolling dan mengisi jabatan kosong sebanyak lima orang, dengan rincian rolling Kepala Sekolah empat orang dan mengisi jabatan yang kosong sebanyak satu orang.
PPDB, Surat Keterangan Domisili Tidak Diakomodir Tabanan (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP dan SMA/SMK akan segera dimulai. Meski pemerintah telah menetapkan zonasi, ternyata masih ada upaya menyiasati PPDB di Tabanan, khususnya tingkat SMP yang masih manual dengan mencari surat keterangan domisili agar bisa diterima di SMP di Kota Tabanan. Terkait hal itu, Dinas Pendidikan Tabanan akan bertindak tegas dengan tidak mengakomodir siswa menggunakan surat domisili yang memang bukan alamat sebenarnya. Ini untuk menghindari kemungkinan siswa yang semestinya tertampung di sekolah bersangkutan justru tidak bisa mendapat sekolah, selain juga disesuaikan dengan daya tampung sekolah. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana, Senin (17/6) kemarin mengatakan, untuk
PPDB tetap berpedoman pada aturan yang telah dibuat yakni zonasi yang telah ditentukan sebelumnya. ‘’Saya coba taat asas, apalagi diawasi Ombudsman,’’ tegasnya. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya tidak akan mengakomodir siswa menggunakan surat keterangan domisili untuk mendapatkan sekolah di luar zonasi. Bahkan pihaknya akan melakukan pemantauan ke lapangan. Meski demikian, mungkin saja siswa bisa bersekolah di luar zonanya sepanjang potensi daya tampung masih tersedia dan tidak mengambil jatah warga yang berada di zona sekolah bersangkutan. Untuk itu, Miarsana mengimbau orangtua agar mendaftarkan anaknya di zonasi masing-masing, karena saat ini tidak lagi ada istilah sekolah favorit. Terkait sekolah rawan penyimpangan saat PPDB, Miarsana mengaku bersama Ka-
bid SMP sudah melakukan pemetaan. Pihaknya akan mengawasi pelaksanaan PPDB di sekolah-sekolah tersebut. ‘’Kami sudah memetakan sekolah yang rawan dan kepala sekolahnya sudah di-warning,’’ tegas Miarsana. (kmb28)
I Wayan Miarsana
Bali Post/bit
Selain penyerahan SK mutasi bagi Kepala SD dan SMP, pada kesempatan tersebut juga diserahkan SK bagi 10 orang pejabat non structural, yakni Koordinator Wilayah Kecamatan yang diambil dari unsur pengawas. Tidak hanya dalam pemerataan tenaga kependidikan, diakui Susila, meski di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Tabanan terus berupaya melakukan pemerataan terutama dalam hal sarana dan prasarana. Program ini dilakukan bertahap.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Miarsana mengatakan, proses mutasi ataupun promosi merupakan hal yang wajar. Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan potensi Kepala Sekolah dalam mengembangkan sistem pendidikan dan pola pembelajaran di sekolah masing-masing. Bahkan untuk figur yang menempati posisi jabatan tersebut sudah sesuai dengan pertimbangan komprehensif dan persyaratan oleh tim serta
diskusi dengan Dewan Pendidikan. ‘’Penempatan tidak ada membawa kepentingan tertentu, kecuali kepentingan bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan lebih baik lagi ke depan baik jenjang SD maupun SMP. Di sini perlu kreativitas, produktivitas serta kinerja Kepala Sekolah,’’ terangnya. Miarsana juga meminta agar dalam proses pergeseran ini nantinya tidak ada yang mengeluh lantaran tidak sesuai dengan posisi yang diinginkan. ‘’Saya minta ingat dengan sumpah saudara semua sebagai Aparatur Sipil Negara, yakni mau ditempatkan di mana saja dan mengemban tugas dan tanggung jawab dengan baik. Mari hormati janji itu,’’ tegasnya. (kmb28)
BULELENG
8
Selasa Wage, 18 Juni 2019
22 Pejabat Daftar Lelang Jabatan Tinggi Pratama
Singaraja (Bali Post) – Panitia Seleksi (Pansel) lelang jabatan tinggi pratama menutup jadwal pendaftaran dan penyerahan berkas pada Minggu (16/6) lalu. Hasil akhir menyebutkan 22 pejabat telah mendaftar dan menyerahkan berkas lamaran ke Sekretariat Pansel di Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng. Dari puluhan pelamar itu, pansel memastikan kuota pelamar minimal masing-masing jabatan yang dilelang sudah tepenuhi dan bahkan melebihi kuota minimal yakni empat orang pelamar. Bali Post/kmb38
DIPAPARKAN - Klian Desa Adat Pakraman Buleleng Nyoman Sutrisna (nomor 2 dari kanan) saat memaparkan prosesi ngaben massal tahun 2019, Senin (17/6) kemarin.
Desa Adat Pakraman Buleleng Gelar Ngaben Massal Singaraja (Bali Post) – Untuk kali kedua, Desa Adat Pakraman Buleleng melaksanakan upacara ngaben massal. Setelah tahun 2011 silam, tahun ini ada 130 ngaben sawa, 171 ngerapuh, 5 ngelungah, 11 nyekah, dan 6 peserta ngaben atma papa (mayat yang tidak memiliki keluarga - red). Masing-masing peserta yang tercatat sebagai krama mendapat subsidi 50 persen dari dana Desa Adat Pakraman Buleleng. Bahkan, untuk biaya upacara pengabenan atma papa ditanggung desa adat karena pihak Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng kesulitan mengalokasikan anggaran untuk pengabenan mayat tidak dikenal yang pernah dikubur di setra (kuburan) Desa Adat Pakraman Buleleng. Klian Desa Adat Pakraman Buleleng, Nyoman Sutrisna, didampingi Ketua Umum Ngaben Massal, Jro Dalang Rugada, Senin (17/6) kemarin,
mengatakan, ngaben massal kali kedua ini direalisasikan sesuai program yang sudah disusun dan mengikuti pararem awig-awig. Seharusnya dilakukan setiap sepuluh tahun sekali, namun karena pertimbangan banyaknya krama yang mengubur jenazah dan tidak diupacarai karena bersamaan dengan Karya Agung di Pura Besakih beberapa waktu lalu, sehingga ngaben massal dimajukan. Puncaknya Sabtu (22/6) pekan ini. “Selain program rutin yang sudah kami susun dan mengacu pararem, ngaben massal ini komitmen kami bersama prajuru untuk membangun kebersamaan dan membantu meringankan biaya upacara ngaben bagi krama kami sendiri,” katanya. Ketua Panitia Jro Dalang Rugada mengatakan, tahapan prosesi upacara sudah dimulai sejak 16 Juni 2019 yang lalu. Sekarang ini, pihaknya mempersiapkan pelaksanaan prosesi hingga
hari H nanti. Secara umum, prosesi yang dilakukan sama seperti ngaben pada umumnya. Hanya, dalam prosesi pedeengan, setiap banjar adat akan mengirimkan satu pasang deeng (laki-laki dan perempuan). Agar tidak terkesan monoton, panitia menampilkan deeng berbeda dengan mewajibkan setiap banjar adat itu menonjolkan tradisi deeng yang biasa dijalankan di banjar adat bersangkutan. Keunikan ini bisa saja dari pakaian atau gaya riasan para deeng, sehingga akan menarik untuk ditonton warga atau wisatawan yang kebetulan sedang berlibur. “Saat prosesi pedeengan kami masih mencoba untuk berkoordinasi. Besar harapan Bapak Bupati Buleleng dan Bapak Gubernur Bali bisa melepas dan memberikan doa untuk kelancaran ngaben massal yang kami laksanakan bersama krama desa,” tegasnya. (kmb38)
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, jabatan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dilamar oleh enam orang. Mereka itu masing-masing Ketut Suseni Indrawati (jabatan lama Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup), Dewa Ketut Surawijaya (sekarang menjabat
Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Badan Kesbangpol), Komang Sumertajaya (Sekretaris Badan Kesbangpol), Gusti Ngurah Suradnyana (sekarang menjabat Camat Sawan), Gusti Ngurah Aribawa (menjabat Sekretaris Dinas Sosial, dan Made Juniadi (menjabat Instruktur Ahli UPTD BLK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Buleleng). Sementara untuk jabatan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) tercatat empat orang pelamar yakni, Nyoman Agus Jaya Sumpena (jabatan saat ini Kabag Umum Sekkab Buleleng), Putu Dewi Puspitawati (menjabat Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan), Dewa Ketut Mudita (aktif sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan Catatan Sipil), dan I Wayan Duala Arsayasa (menjabat Kepala Bidang K e -
Gede Wisnawa
Bali Post/kmb38
daruratan dan Logistik BPBD Buleleng). Jabatan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Koperasi UKM) paling banyak pelamarnya. Tercatat delapan pejabat melamar jabatan ini. Mereka adalah Luh Sutraeni (jabatan saat ini Wakil Direktur Bidang Keuangan RSUD Buleleng), Gede Ngurah Omardani (jabatan lama sebagai Inspektur Pembantu Wilayah I pada Inspektorat Daerah), Luh Terry Yuliandriana (Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali), I Gede Arya Suardana (menjabat Sekretaris Kecamatan Sawan), Ni Nyoman Ayu Wirahni (menjabat Sekretaris Dinas Koperasi UKM), I Dewa A.A Sri Ambarwati (menjabat Kabag Organisasi Sekkab Buleleng), Dewa Made Sudiarta (menjabat Kabid Sosial Budaya Bappeda Litbang), dan Yayan Sutrisna (saat ini duduk sebagai Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Buleleng). Sedangkan, kursi jabatan Kepala Dinas Pertanian (Distan) yang sebelumnya krisis peminat sekarang kuota minimal untuk jabatan ini sudah terpenuhi. Ada empat pelamar dalam jabatan ini
masing-masing Made Sumiarta (sekarang Plt. Kepala Distan), Gede Suadnyana (Kepala Bidang Tanaman Pangan Distan), Ni Made Lely Nurmianti (Kepala Bidang Penyuluhan Distan), dan Putu Oka Sastra (menjabat Kepala Bidang Perkebunan Distan Buleleng). Kepala BKPSDM Gede Wisnawa, Senin (17/6) kemarin, mengatakan, dengan terpenuhinya kuota minimal pelamar masing-masing jabatan, sehingga pansel melanjutkan tahapan seleksi administrasi. Hasil seleksi administrasi ini diumumkan Selasa (18/6) ini. Pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi berhak mengikuti tes kompetensi yang digelar pada 21 sampai 22 Juni 2019 mendatang. Tes kompetensi ini sepenuhnya dilakukan oleh assessor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional X di Denpasar. Selanjutnya, pada 26 Juni 2019, masing-masing pelamar mempresentasikan makalah dan tes wawancara. Selain itu, tahapan yang juga dilakukan oleh pansel adalah penilaian rekam jejak dari 17 sampai 30 Juni 2019. “Kuota minimal sudah terpenuhi dan bahkan ada lebih, sehingga tidak ada perpanjangan. Sekarang, kami melanjutkan tahapan seleksi berikutnya sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Keseluruhan hasil seleksi ini dilaporkan kepada PPK lelang jabatan dalam hal ini Bupati Buleleng,” tegasnya. (kmb38)
Minim Calon, Dua Desa Terancam Persetujuan Keringanan PBB P2 Berlaku Setahun Gagal Gelar Pilkel Serentak Singaraja (Bali Post) – Desa Pegadungan di Kecamatan Sukasada dan Desa Telaga di Kecamatan Busungbiu terancam gagal melaksanakan pemilihan perbekel (pilkel) serentak. Hal itu disebabkan minimnya calon yang mendaftar sebagai kontestan dalam laga pilkel serentak 31 Oktober 2019 mendatang. Tidak ingin keluar dari peserta pilkel serentak, panitia pilkel di dua desa tersebut memperpanjang masa pendaftaran. Kalau pada perpanjangan tetap saja kedua desa itu krisis calon, maka kedua desa ini terancam tidak bisa ikut sebagai peserta pilkel. Desa Telaga dan Desa Pegadungan menjadi bagian dari 79 desa yang menyelenggarakan pilkel serentak. Sejak pendaftaran dibuka sampai penutupan 25 Mei 2019 lalu, calon yang mendaftar di bawah ketentuan minimal 2 orang. Sesuai ketentuan,
Pilkel bisa digelar minimal ada dua calon dan maksimal lima calon. Mengacu ketentuan itu, di Desa Telaga tidak ada yang berminat mendaftar. Kabarnya, perbekel yang masih menjabat, I Made Sucipta Arimbawa, yang digadang-gadang bakal maju sebagai calon incumbent, justru tidak mendaftar sampai pendaftaran ditutup. Sementara di Desa Pegadungan perbekel yang menjabat I Ketut Sudiara bersedia mencalonkan diri sebagai incumbent. Meski ada calon incumbent, ternyata tidak ada calon lain yang mendaftar hingga penutupan. Kepala Dinas PMD, Made Subur, Senin (17/6) kemarin, membenarkan dua desa tersebut krisis calon perbekel. Subur mengatakan, panitia pilkel sudah melakukan perpanjangan pendaftaran untuk menentukan apakah kedua
desa itu bisa mengikuti Pilkel serentak atau tidak diikutkan karena batas minimal calon tidak terpenuhi. “Desa Telaga dan Desa Pegadungan, jumlah calonnya belum memenuhi ketentuan minimal dua orang. Sekarang masih ada perpanjangan pendaftaran,” katanya. Menurut Subur, jadwal yang sudah disepakati, perpanjangan pendaftaran dimulai 26 Juni hingga 18 Juli 2019 mendatang. Kalau selama masa perpanjangan pendaftaran, jumlah calonnya tetap tidak memenuhi ketentuan minimal dua orang, maka desa tersebut tidak diizinkan turut serta dalam pilkel serentak 2019. “Karena tidak ada lagi istilah kotak kosong atau calon tunggal, sehingga kalau dua calonnya tidak memenuhi syarat minimal, maka tidak diikutkan dalam pilkel serentak tahun ini,” jelasnya. (kmb38)
Cuaca Buruk, Nelayan di Buleleng Banyak Tidak Melaut
Singaraja (Bali Post) – Aktivitas penangkapan ikan di Buleleng sejak seminggu ini tidak berjalan seperti biasanya. Nelayan di daerah tersebut terpaksa menghentikan usaha tangkap mereka karena cuaca buruk yang melanda perairan di Bali Utara. Tidak ingin kehilangan nafkah untuk keluarga, nelayan terpaksa mencari pekerjaan sampingan seperti menjadi buruh bongkar muat kapal ikan dan menjual jasa perbaikan perahu atau peralatan tangkap ikan lain. Pantauan di Kampung Nelayan di Dusun Pabean Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Senin (17/6) kemarin, aktivitas nelayan terhenti karena ombak tinggi disertai angin kencang. Para nelayan tidak ingin mengalami risiko kecelakaan laut, sehingga mereka memilih untuk menghentikan usaha mereka. Perahu yang biasa mereka turunkan untuk melaut, untuk sementara ditambatkan di pinggir pantai. Sahril (50), salah satu nelayan yang juga anggota Kelompok Nelayan (KN) Binika Samudra, mengatakan sepekan ini tidak berani melaut untuk mancing ikan. Jika hari biasa, dia bisa ke tengah laut hingga nempuh waktu dua jam. Dari darat, memang cuaca laut terlihat biasabias saja. Namun, kondisi ini berubah saat waktu pelayaran sekitar satu jam. Ketinggian ombak antara dua sampai empat meter akan menghadang
perahu nelayan. Situasi ini ditambah angin kencang, sehingga sangat berisiko memicu terjadinya kecelakaan di tengah laut. “Cuaca dari daratan memang terlihat normal dan kalau kurang perhitungan begitu di tengah, atau saat pelayaran sekitar satu jam, siap-siap saja berhadapan dengan ombak tinggi dan angin kencang. Lebih baik kehilangan penghasilan untuk sementara daripada berisiko jika memaksa melaut,” katanya. Sahril kemudian memilih tidak melaut. Meskipun harus kehilangan nafkah hariannya, dirinya menilai keselamatan jiwa lebih penting. Untuk menutup kebutuhan hidup keluarga dan biaya sekolah anak-anaknya, sementara dia bekerja sebagai buruh angkut barang ketika ada kapal ikan dari Sapekan, Madura Jawa Timur (Jatim) di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sangsit. Kalau tidak ada kapal bongkar muat, Sahril membantu salah satu rekannya yang sehari-hari membuat perahu atau memperbaiki alat tangkap nelayan. Dengan pekerjaan sampingan ini, kebutuhan keluarganya dapat dipenuhi. “Karena bergantung alam, tidak bisa dipastikan seperti sekarang harusnya cuaca normal. Namun malah berubah gelombang tinggi dan angin kencang,” jelasnya. Hal berbeda dilakukan Abdul Rahim (45). Kendati teman-temannya tidak me-
laut karena cuaca buruk, namun dirinya tetap nekat melaut dan pergi mancing. Keputusan dengan penuh risiko itu terpaksa diambil karena Abdul Rahim tidak ingin keluarganya tidak makan. Apalagi, hasil melaut ini untuk membiayai semua kebutuhan anak sekolah dan keperluan dapur sehari-hari. “Tetap melaut karena saya tidak punya pekerjaan lain selain di laut. Kalau ikut tidak melaut takutnya biaya anak sekolah dan uang dapur tidak terpenuhi,” tegasnya. Kendati harus bertarung dengan cuaca buruk, setiap hari Abdul Rahim berangkat melaut dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Karena cuaca buruk, lokasi mancing tidak terlalu jauh ke tengah. Selain itu, waktu menangkap ikan juga singkat yakni sekitar pukul 12.00 Wita harus kembali ke daratan karena angin kencang dan ombak membesar. Dia menyadari atas kondisi cuaca buruk, hasil tangkapannya menjadi turun dibandingkan saat cuaca normal. Pada cuaca normal, sekali melaut bisa membawa ikan satu kuintal, namun sejak cuaca buruk paling banyak dapat menangkap ikan 30 kilogram. “Dapatnya ikan kecil-kecil seperti jenis awan, tompak, dan ikan lain. Hasilnya memang turun, cukup untuk beli beras dan bekal anak sekolah,” kata Abdul Rahim sembari diiyakan istrinya Parwati. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Protes para wajib pajak (WP) terhadap kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) akhirnya ditanggapi pemerintah daerah. Menyusul protes itu, Pemkab Buleleng sudah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) No. 15 Tahun 2019 yang mengatur soal besaran pengurangan pajak. Meskipun disetujui, namun keputusan itu hanya berlaku untuk setahun ini, sehingga pada tahun berikutnya, para wajib pajak (WP) tidak kembali mendapat pengurangan kecuali harus mengajukan kembali keberatan kepada pemkab. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng, Gede Sugiartha Widiada, saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) membahas Rancangan Perda (Ranperda) Pertangungjawaban APBD Buleleng tahun 2018 di Gedung DPRD, Senin (17/6) kemarin. Rapat dipimpin Ketua Dewan Gede Supriatna bersama anggotanya yang tergabung dalam Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng. Gede Sugiartha mengatakan, keringanan PBB P2 yang didapatkan para WP telah ditetapkan hanya berlaku selama setahun. pada tahun 2020 mendatang, tidak otomatis kembali mendapatkan keringanan pembayaran pajak.
Jika ingin mendapatkan, WP harus kembali mengajukan keberatan kepada pemerintah daerah. “Perbupnya berlaku hanya satu tahun ini, sehingga pengurangan itu hanya untuk pembayaran pajak tahun ini saja,” katanya. Menurut mantan Sekcam Buleleng ini, pada tahun 2020 mendatang, nilai PBB P2 yang harus dibayarkan oleh wajib pajak kembali sesuai dengan penetapan yang tertuang dalam Perbup dan sesuai Peraturan Daerah (Perda) No. 14 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas
Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2013 tentang PBB P2, dan UU No. 28 Tahun 2009. Kalau pada tahun 2020 mendatang masih ada wajib pajak yang keberatan terhadap PBB P2 yang harus dibayarkan, WP harus kembali mengajukan keberatan kepada pemkab. Nantinya, mereka kembali akan mendapatkan keringanan sesuai Perbup No. 15 Tahun 2019. “Harus ada permintaan terhadap keberatan pajak yang ditetapkan. Kami akan verifikasi sesuai subjek dan juga objeknya. Subjeknya pemilik,
kemudian objeknya adalah lahannya,” jelasnya. Terkait revisi penetapan nilai jual objek pajak (NJOP), mantan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran ini menyebut, pihaknya tidak berani memastikan hal itu. Pasalnya, BKD hanya bertugas menjalankan kewenangan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan. “Kalau memang dalam perjalanan ada kebijakan untuk melakukan kajian ulang, kami tentu akan siap untuk membahas bersama dengan DPRD,” imbuhnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
BAHAS - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng membahas Rancangan Perda (Ranperda) Pertangungjawaban APBD Buleleng tahan 2018, Senin (17/6) kemarin.
Selasa Wage, 18 Juni 2019
GIANYAR
9
Belega Kembangkan Desa Wisata Bernuansa Bambu
Bali Post/nik
BAMBU - Perbekel Desa Belega I Ketut Trisna Jaya sedang mengecek pembuatan kerajinan bambu, Senin (17/6) kemarin.
SOSOK Wajib Lakukan Absensi DINAS Pendidikan Kabupaten Gianyar mengingatkan seluruh guru PNS untuk tetap melakukan absensi selama libur kenaikan kelas. Pesan ini mengacu pada UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini ditekankan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra, Senin (17/6) kemarin. Pria bertubuh jangkung ini mengungkapkan, tahun-tahun sebelumnya memang ada sejumlah guru yang ikut meliburkan diri selama libur kenaikan kelas untuk siswa. Hal ini terjadi karena mereka berasumsi bahwa saat libur siswa, guru tidak mengajar sehingga tidak perlu masuk sekolah. “Itu dulu. Kalau siswa libur, gurunya ikut libur. Asumsinya siapa yang akan diajar?” katanya. Ia kembali mengingatkan ketentuan UU tentang ASN yang menyatakan setiap ASN termasuk guru wajib melakukan absensi. Berdasarkan aturan itu, tidak ada alasan bagi guru ASN tidak melakukan absensi. “Absensi tetap berjalan. Itu amanah UU Nomor 5 Tahun 2014 ASN,” tegasnya. Apabila guru tidak melakukan absensi, maka akan berdampak pada pengurangan tunjangan kesejahteraan. Yakni, berupa pemotongan tunjangan sesuai kehadiran. Jika ada guru yang berpergian ke luar daerah selama masa liburan panjang, ia mengingatkan harus ada izin dari kepala sekolah. “Misal ada hari raya, sehingga harus pulang kampung atau semacamnya, ya harus ada izin kepala sekolah,” katanya mengingatkan. Meskipun selama libur kenaikan kelas para guru tidak mengajar, namun guru di seluruh sekolah tentu disibukkan dengan persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). “Makanya saya kira guru akan tetap ke sekolah karena ada persiapan PPDB dan kesibukan lainnya,” ujarnya. (nik)
Pasang TV Kabel Subija Tersetrum Listrik Gianyar (Bali Post) Nasib nahas dialami I Wayan Subija, warga Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang. Pemuda berusia 21 tahun ini tersetrum listrik saat memasang TV kabel di Jalan Bangkiangsidem, Desa Keliki, Senin (17/6) kemarin. Akibat kejadian itu, korban yang pingsan dengan kulit terbakar ini harus dilarikan ke RSUP Sanglah untuk mendapatkan perawatan. Menurut teman korban, I Ketut Sukra Yasa, awalnya ia menghubungi korban untuk memasang TV kabel. Sampai di lokasi kejadian, korban memasang kabel y a ng d isa m b ung ke line kabel telepon. Tanpa disengaja kabel yang dilempar
itu menyentuh kabel listrik. Akibat kejadian itu, korban tersetrum hingga tak sadarkan diri. Akibat kejadian itu, korban juga mengalami sejumlah luka bakar di bagian kulit tangan dan kulit wajah. Mengingat kondisi itu, korban langsung dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar untuk memperoleh penanganan. “Sempat dirawat, tapi sudah dibolehkan pulang,” kata Sukra Yasa. Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tegallalang Ipda I Wayan Juwahyudi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Seteleh kejadian, korban sudah diberikan pertolongan dan dilarikan ke Rumah Sakit Sanglah,” ujarnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gianyar Agung Mardiwibowo, S.H. mengecam aksi anarkis yang berpotensi memecah belah kesatuan Indonesia. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi ataupun ikut-ikutan bertindak anarkis. “Saya menentang keras segala bentuk kerusuhan dan kekerasan yang bersifat untuk memecah belah persatuan bangsa,” ujar Agung Mardiwibowo, Senin (17/6) kemarin. Agung Mardiwibowo meminta masyarakat Gianyar tak perlu meniru tindakan kerusuhan seperti saat penetapan hasil pemilu di Jakarta beberapa waktu lalu. Pihaknya menginginkan masyarakat Gianyar tetap menjaga kondusivitas. “Saya mengimbau
masyarakat untuk tidak terprovokasi ajakan atau informasi apapun yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mari kita sama-sama menjaga keutuhan NKRI,” katanya. Agung Mardiwibowo menilai kericuhan dapat menghambat proses demokrasi. Selain itu, tindakan yang bersifat anarkis dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. “Jangan pernah percaya pada oknumoknum tertentu yang tidak bertanggung jawab,” katanya mengingatkan. Agung Mardiwibowo juga mengapresiasi kinerja TNI/ Polri dan pihak terkait lain yang terus berupaya menjaga kondusivitas khususnya di Kabupaten Gianyar. (kmb35)
Kajari Ingatkan Masyarakat Tak Ikut Anarkis
DESA Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar dahulu terkenal sebagai pusat kerajinan bambu. Namun, ketenaran itu sempat anjlok pascatragedi bom Bali. Kini warga setempat berupaya kembali membangun Desa Belega dengan ikon bambu. Hal ini dilakukan dengan pengembangan desa wisata yang bernuansa kerajinan bambu. Perbekel Desa Belega I Ketut Trisna Jaya mengatakan hal itu, Senin (17/6) kemarin. Trisna Jaya mengungkapkan, pada masa jayanya ada sebanyak 350 perajin bambu di Desa Belega. Namun saat ini perajin bambu yang tersisa hanya 10 persen, yaitu sekitar 35 orang. “Tahun 1980 sampai 2000, hampir di setiap rumah ada yang membuat kerajinan dari bambu,” katanya. Pada tahun 2002 atau pascatragedi Bom Bali I, perajin bambu di desa setempat mulai kalang kabut. Secara berta-
hap, perajin bambu di desa ini mulai “berguguran” satu persatu. Bahkan saat ini hanya segelintir perajin yang masih bertahan. “Setelah bom Bali, kejayaan kerajinan bambu di desa kami mulai anjlok,” ujar Trisna Jaya. Kini, kata Trisna Jaya pihaknya berkeingnan membangkitkan kembali nuansa bambu melalui pengembangan desa wisata. Pengembangan ini akan dimulai dari salah satu banjar di desa setempat, salah satunya dengan penataan pintu masuk yang berbahan bambu. “Konsepnya, satu banjar kita tata dulu menggunakan ornamen rumahnya menggunakan bambu,” katanya. Trisna Jaya mengatakan, pihaknya masih mengintensifkan sosialisasi agar pada setiap rumah ada penggunaan bahan dari bambu, khususnya pada bangunan masing-masing rumah warga, dari meja, kursi, hingga tempat tidur yang
menggunakan bambu. “Kami masih godok sejumlah masyarakat di banjar yang akan di uji coba jadi desa wisata ini. Yaitu yang ada di Banjar Belega Kanginan, karena itu sebagai pilot project. Yang terpenting dalam pembangunan desa wisata adalah kekompakan masyarakatnya dan saling mendukung,” tegasnya. Trisna Jaya menambahkan, mulai dari satu banjar itu, diharapkan juga banjar lainnya secara bertahap bisa dikembangkan. Untuk lebih memantapkan lagi konsep tersebut, pihaknya akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada perwakilan masyarakat, mulai dari workshop terkait desa wisata bambu tersebut. “Tidak saja furniturnya, tapi aksesori di rumah-rumah itu juga harus berbahan bambu. Ikon yang akan kami jual sudah ada, namun memulainya lagi harus dari bawah. Ikon bambu itu memang sudah ada di Belega ini,” tegasnya. (nik)
dan Sekretaris. Mereka dimintai keterangan sejak pagi hingga sore hari. “Hari ini (kemarin-red) penyidik Ditreskrimsus melakukan klarifikasi terhadap tiga orang. Materinya seputar perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan pengadaan,” ujarnya. Sebelumnya, pengadaan kendaraan operasional untuk para Perbekel di Gianyar
menjadi sorotan. Polda Bali pun melakukan klarifikasi kepada pihak terkait, termasuk soal proses lelang sepeda motor dan mobil Xpander tersebut. Langkah-langkah penyelidikan diawali dengan pengumpulan dokumen yang berkaitan dengan pengadaan kendaraan. Selain itu juga mendalami mekanisme pengadaan. Penyidik akan
melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak penyelenggara, baik dari perencanaan penganggaran dan pelaksanaan lelang. Setelah itu dilakukan analisa dokumen dan bahan keterangan melalui mekanisme gelar perkara awal, apakah ada potensi penyimpangan dan atau perbuatan melawan hukum serta potensi kerugian negara atau daerah. (rah)
Pengurus Forum Perbekel Penuhi Panggilan Polisi SESUAI jadwal panggilan, tiga pengurus Forum Perbekel Gianyar mendatangi Kantor Ditreskrimsus Polda Bali, Senin (17/6) kemarin. Penyidik melakukan klarifikasi pengadaan mobil dan sepeda motor untuk operasional. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan, pengurus Fo-
rum Perbekel Gianyar yang memenuhi panggilan polisi yaitu Ketua, Wakil Ketua
Peringati Hari Anti Narkotika Internasional 2019
BNNK Gianyar Ajak Masyarakat Perangi Narkoba
DALAM rangka menyemarakkan Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar AKBP Sang Gede Sukawiyasa, Sip., M.M. beserta staf melakukan sosialisasi dan mengajak seluruh instansi dan lapisan masyarakat ikut serta dalam menggelorakan HANI 2019. Tema peringatan HANI 2019 adalah “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas”. Sementara tema internasionalnya adalah “Listen First: Listening to Children and Youth is the First Step to Help Them Grow Healthy and Safe”. Dengan tema tersebut, AKBP Sang Gede Sukawiyasa mengajak menyatukan persepsi dan menggerakkan
seluruh lapisan masyarakat Gianyar untuk melawan dan memerangi narkoba dalam rangka mewujudkan masyarakat Gianyar hidup sehat tanpa narkoba. Melalui peringatan HANI 2019, masyarakat juga diharapkan dapat menyatukan tekad dan memperkuat kerja sama antara instansi pemerintah dan masyarakat dengan BNNK Gianyar demi mewujudkan tatanan kehidupan yang bebas dari narkotika. Dalam menggelorakan Hari Anti Narkoba Internasional 2019, ia juga mengajak masyarakat Gianyar ikut berperan aktif dalam memerangi narkoba dan ikut serta memasang umbul-umbul, spanduk, dan baliho HANI 2019. Menurut Sukawiyasa, beberapa kegiatan serang-
kaian peringatan HANI 2019 sudah dirancang baik saat pra HANI, puncak HANI dan pasca-HANI. Kegiatan tersebut berupa kegiatan sosial dan operasional, seperti pelaksanaan sosialisasi dan dialog interaktif bekerja sama dengan Radio Gelora Pemkab Gianyar, kampanye P4GN dengan menyasar berbagai kalangan masyarakat maupun pelajar, donor darah, acara memeriahkan Car Free Day, pemutaran film narkoba serta olahraga senam bersama di areal Car Free Day, kerja bakti di tempat Ibadah, operasi yustisi, anjangsana ke panti suhan, sosialisasi narkoba ke masyarakat serta rencana pagelaran kesenian dengan bekerja sama dengan Pemkab Gianyar. (bns3)
Peringati HUT Ke-26 Persatuan Jaksa Indonesia
Kejari Gianyar Tanda Tangani Komitmen Bersama untuk Membangun Zona Integritas Menuju WBBM KEJAKSAAN Negeri Gianyar ikut merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) dengan menggelar apel bersama di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Gianyar, Senin (17/6) kemarin. Apel peringatan yang mangambil tema “Kokohkan Soliditas untuk Pelayanan Terbaik Bagi Negeri” itu dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar Agung Mardiwibowo, S.H. diikuti seluruh jajaran di Kejaksaan Negeri Gianyar. Apel peringatan HUT PJI Tahun 2019 juga dirangkaikan dengan kegiatan penandatanganan Komitmen Bersama Kejaksaan Negeri Gianyar untuk membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Penandatangan ini diikuti oleh seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Gianyar dari level terbawah hingga level tertinggi. Jaksa Agung Republik Indonesia dalam sambutan yang dibacakan Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar Agung Mardiwibowo, S.H. mengatakan, memasuki usia ke-26 tahun, sebagai sebuah organisasi profesi wadah pengabdian
para jaksa, tidak sedikit PJI telah melakukan berbagai upaya yang ditorehkan para anggotanya. Mengukir jejak dan prestasi keberhasilan atas ditegakkannya hukum di tanah air tercinta. Karena sebagai sebuah organisasi profesi yang menjadi wadah berkumpulnya seluruh jaksa pada hakekatnya juga merupakan ladang untuk memupuk dan memperkuat serta menyuburkan jiwa korsa yang sangat diperlukan bagi terciptanya semangat bersama membangun soliditas, menjaga integritas dan kesadaran menebar kebaikan. Jaksa Agung juga beharap segenap anggota JPI agar dalam mengemban tugas, fungsi dan kapasitanya masing-masing selalu dapat menampilkan dan membuktikan diri sebagai Insan Adhyaksa yang baik, teruji, terpuji dan mumpuni. Sehingga mampu membuat lembaga Kejaksaan RI menjadi sebuah institusi Penegak Hukum yang berwibawa, dihargai, diperhitungkan, dihormati dan dicintai sebagai modal utama guna meningkatkan kontribusi, andil dan peran dalam setiap upaya membangun negeri.
Agung Madiwibowo seusai pelaksanaan apel mengatakan, peringatan HUT ke26 JPI ini sebagai momentum untuk meningkatkan soliditas serta menjaga integritas anggotanya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya warga Gianyar. Disinggung tentang penandatanganan Komitmen
Bersama Kejaksaaan Negeri Gianyar untuk Membangun Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Agung Mardiwibowo menegaskan, penandatanganan ini sebagai lanjutan dari Wilayah Bebas Korupsi (WBK) menuju WBBM Kejari Gianyar Tahun 2019. “Penandatanganan
komitmen bersama ini agar semua pegawai di Kejari Gianyar mulai dari level terbawah sampai level teratas melaksanakan WBBM, yang pada akhirnya menuju kualitas peningkatan pelayanan kepada masyarakat umum dan khususnya masyarakat Kabupaten Gianyar,” tegasnya. (ad418)
HUT - Jajaran Kejaksaan Negeri Gianyar saat merayakan HUT ke-26 Persatuan Jaksa Indonesia, Senin (17/6) kemarin.
JEMBRANA
10
Selasa Wage, 18 Juni 2019
Bali Dibombardir Daging Ayam Asal Jawa
Gencar Disidak, Pemasok ”Kelabui” dengan Modus Pengiriman ke Lombok Daging ayam dari Pulau Jawa memborbardir Bali, merusak harga dan merugikan peternak lokal. Meski sudah sering dilakukan sidak, namun modus operandi pemasok dari Jawa diduga makin lihai, yakni berpura-pura melakukan pengiriman ke Lombok, padahal daging ayam tersebut dijual di Bali. Selain itu, pihak karantina juga diduga melindungi pemasok daging ayam tersebut dengan menyediakan tempat bagi kendaraan pemasok daging ayam “berlindung” selama sidak berlangsung. Bagaimana penelusuran pengusaha daging ayam lokal Bali menyikapi kondisi ini? Kegelisahan para pengusaha lokal Bali soal membanjirnya pasokan daging ayam asal Jawa mendorong dilakukannya sejumlah sidak atau pemeriksaan terhadap kendaraan membawa daging ayam dari Pulau Jawa. Ini terlihat dari sidak–sidak yang dilakukan PBB bersama Satpol PP, Dinas PKH Provinsi Bali dan Reskrim. Ketua Pinsar Broiler Bali (PBB) I Ketut Yahya Kurniadi menuturkan, pada Minggu (16/6) dini hari tim tersebut kembali melakukan si-
dak di jembatan timbang di Cekik, Gilimanuk. Dari hasil sidak itu pihaknya menemukan rata–rata izin daging ayam yang dibawa untuk dikirim ke Lombok. Dari sidak itu ditemukan satu truk berpendingin yang tujuannya ke Lombok. Setelah dibuntuti dikatakan memang murni ke Lombok. Namun, dari hasil sidak itu juga ditemukan truk L300 dilengkapi boks–boks es tujuan Lombok. Setelah dilakukan pengecekan dengan menelepon penerima ayam,
dikatakan tidak memesan ayam. “Jadi modus operandi yang dipakai sepertinya barang akan dikirim ke Lombok, tapi akan diturunkan di Bali,” ungkapnya. Menurutnya mobil–mobil dengan boks-boks es tujuan Lombok tidak mungkin akan sampai Lombok, karena es tersebut akan mencair sebelum tiba di Lombok. Sehingga kemungkinan diturunkan di Bali. Selain itu, ia juga menemukan dokumen yang tidak dilengkapi dengan stempel dari Karantina Gilimanuk, hanya ada stempel Karantina asal produk hewan itu saja. “Yang ini juga dipulangkan. Kecurigaan kita sopir ini tidak melapor ke Karantina Gilimanuk,” ungkapnya. Yahya Kurniadi mensinyalir pihak Karantina pasang badan terhadap pemasok daging–daging dari luar Bali ini. “Kemarin pas kita datang ke Karantina, pemasok dag-
ing itu kumpul di sana, memarkir mobilnya di belakang Karantina, menunggu sampai sidak kita selesai,” selorohnya. Ia bersama anggota PBB yang lain datang ke Karantina untuk menanyakan masalah tersebut. Dari pertemuan itu ia menangkap sinyal, Karantina tidak nyaman dengan kehadiran tim sidak di sana. “Padahal kita melakukan sidak sudah di luar area pelabuhan. Kalau di area pelabuhan kita salah, karena area pelabuhan adalah wewenang dari karantina dan KP3. Kalau di Cekik sudah di luar area pelabuhan,” tandasnya. Karena berada di luar pelabuhan, maka sudah menjadi wewenang Dinas PKH provinsi dan kabupaten. Sejak awal dasar UU yang digunakan Karantina pun berbeda. “Itulah yang membuat kita melakukan sidak karena kita dibombardir terus oleh daging dari Jawa,”
selorohnya. Penanggung jawab Karantina Gilimanuk IB Eka Ludra mengatakan, pihaknya selalu stand by di kantor. Setiap pemakai jasa melapor ke Karantina. Ia memastikan surat dari karantina telah distempel jika akan dikirim ke Lombok. “Dan setiap sopir yang bawa daging sudah kami mintai keterangan mengenai alamat detail penerimanya tapi mereka bilang tidak tahu nama jalan, yang mereka tahu lokasinya ke mana harus membawa,” tandasnya. Mengenai boks dengan es menurutnya bisa saja ayam dengan pengawet es dikirim ke Lombok. “Mereka memang tujuan ke Lombok kalau sudah diisi es batu yang cukup banyak,” pungkasnya. Cari Jalan Keluar SOP Karantina memang harus ada SKKH (Surat Keterangan Ke-
sehatan Hewan), surat keterangan sanitasi kesehatan hewan dari Karantina Ketapang. “Mereka paling ngecap (stempel) aja di sini. Jadi protap mereka seperti itu, tapi protap Dinas PKH berdasarkan UU Veteriner yang mengharuskan ada surat izin pemasukan dan penerimaan. Itu yang selama ini tidak ada,” beber Yahya Kurniadi. Pihaknya menuntut pemerintah dan DPRD Provinsi untuk memanggil semua instansi yang terkait mencari jalan keluar terbaik. Apalagi saat ini sudah ada Pergub 99 tahun 2018 yang melindungi hasil pertanian dan peternakan produk lokal. “Kami berharap anggota dewan segera memanggil instansi terkait, perizinan, Dinas PKH, Karantina untuk duduk bersama. Kami ingin menyampaikan permasalahan ini ke gubernur agar melihat situasi peternak di Bali,” ungkapnya. (kmb26/kmb42)
Serapan Dana Desa di Jembrana Tertinggi Se-Bali
Bali Post/olo
PENUNDAAN PILKEL – Rapat Kerja DPRD dengan OPD di Jembrana terkait pelaksanaan pilkel serentak. Dewan merekomendasikan Pilkel serentak ditunda karena dinilai cacat hukum.
Dinilai Cacat Hukum
Dewan Rekomendasikan Penundaan Pilkel Serentak Negara (Bali Post) – DPRD Jembrana merekomendasikan agar penyelenggaraan tahapan Pemilihan Perbekel Serentak ditunda. Pasalnya Dewan menilai masih belum sinkronnya aturan di daerah (peraturan daerah) dengan pusat (permendagri) terkait pemilihan kepala desa (pilkades/pilkel), sehingga pelaksanaan dinilai cacat hukum. Hal tersebut dipaparkan saat Rapat Kerja (raker) DPRD Jembrana yang dipimpin Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa dengan Asisten I Setda Jembrana I Nengah Ledang, serta OPD terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Bagian Hukum Setda Jembrana, Senin (17/6) kemarin. “Semestinya ada revisi Perda (Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pilkel) sebagai dasar pelaksanaan pilkel, karena ada pergantian peraturan menteri di atasnya. Sementara Perda belum direvisi mengikuti peraturan baru itu. Kalau ini dipaksakan dilaksanakan cacat hukum,” ujar Wakil Ketua Komisi A I Putu Dwita seusai raker, kemarin. Dengan kondisi pelaksanaan yang disebut cacat hukum ini, Dwita didampingi anggota lain, Komang
Dekritasa, menilai perlu adanya penundaan pelaksanaan Pilkel serentak. Beberapa poin penting yang harus disikapi segera adalah terkait peraturan sumber anggaran pelaksanaan seluruhnya bersumber APBD Kabupaten. Bukan dengan menganggarkan sebagian dari APBDes. Menurutnya di awal saat pembahasan anggaran, Dewan sudah mengingatkan terkait anggaran yang awalnya dipasang Rp 2,8 miliar. Namun, yang
terealisasi dari APBD Kabupaten dipangkas menjadi Rp 1,8 miliar saja. Sekarang dalam pelaksanaan justru desa diminta untuk menganggarkan melalui APBDes. Namun, yang paling penting menurutnya terkait dasar aturan pelaksanaan yang harusnya direvisi, yakni Perda Nomor 2 Tahun 2015 Kabupaten Jembrana tentang Pemilihan Perbekel (pilkel). Sementara saat ini sudah ada acuan baru, yakni Permendagri Nomor 65 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa (pilkades). “Tindakan kami ini sebagai antisipasi, jangan sampai nanti pelaksanaan cacat hukum dan di belakang hari muncul sengketa. Sebaiknya ditunda dulu,” terang Dwita. Sementara itu Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa di akhir raker menyampaikan hasil dari rapat tersebut diputuskan agar
rapat diskors sampai beberapa hari ke depan. Selanjutnya untuk memastikan aturan pelaksanaan telah sesuai, maka DPRD Jembrana yang membidangi bersama OPD terkait melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa. Di sisi lain, Asisten I Setda Jembrana I Nengah Ledang dikonfirmasi terpisah mengungkapkan pihaknya masih menunggu rekomendasi tertulis DPRD Jembrana. Pihaknya bersama OPD terkait juga mengaku siap apabila permasalahan tersebut dikonsultasikan ke Kementerian terkait. “Kita masih menunggu rekomendasi tertulis dari DPRD,” ujar mantan Kepala Kantor PMD ini. Sekadar diketahui, dari 35 desa yang akan melaksanakan Pilkel Serentak pada September lalu, sebagian besar di antaranya sudah melaksanakan tahapan pemilihan. Bahkan di beberapa desa sudah masuk penetapan calon perbekel. (kmb26)
Gudang Sabut Kelapa Terbakar Negara, (Bali Post)Gudang sabut kelapa milik Ketut Yudiana (42) di Banjar Tembles, Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo, Jembrana terbakar, Senin (17/6) dini hari. Dari informasi, kebakaran diketahui sekitar pukul 03.20 Wita, oleh Komang Tambi seorang petugas keamanan Komang Tambi. Saksi mata petugas keamanan itu pun melaporkan ke rekannya yang lain, hingga melapor ke pemilik gudang dan langsung ditujukan ke Mako damkar. Kepala Perlindungan Masyarakat Satpol PP Jembrana I Putu Pranajaya menyatakan, belum diketahui penyebab pasti kebakaran. Kebakaran pun membuat
GUDANG TERBAKARKebakaran yang terjadi di gudang sabut kelapa di Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.
seisi gudang sabut kelapa seberat 36 ton siap kirim terbakar, Yudiana pun merugi kurang lebih Rp 50 juta. Pihaknya melakukan pemadaman hingga pukul 08.00 Wita atau sekitar lima jam. “Memang sabut kelapa adalah bahan yang mudah terbakar, kami sempat kewalahan memadamkan api. Tapi semua bisa ditangani. Ya, sampai lima jam penanganannya,” ungkapnya. Pemadaman menghabiskan sebanyak 15 tangki air. “Tiga armada bolak-balik hingga 15 tangki air untuk penanganan,” jelasnya. Dikatakannya, selama enam bulan terakhir atau hingga pertengahan Juni 2019 ini, sudah sekitar 26 kejadian kebakaran terjadi di Jembrana. Rata-rata penyebab kebakaran ialah persoalan human error. Di antaranya penyebab itu, lupa mematikan aliran arus listrik, meninggalkan dupa usai maturan dan beberapa penyebab lainnya. (kmb)
Negara (Bali Post) – Alokasi anggaran dari pemerintah pusat ke daerah dalam realisasinya memiliki dinamika beragam. Beberapa daerah, penyerapan dana transfer lancar, namun di beberapa daerah terkendala. Hal tersebut secara tidak langsung berdampak fiskal regional. Di samping faktor lainnya seperti pelaksanaan anggaran daerah, investasi pemerintah, pinjaman, kredit program dan transfer dana. Khusus di Jembrana dari data selama dua tahun terakhir, untuk realisasi Dana Desa menunjukkan grafik yang bagus, bahkan tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Bali. Hal tersebut terungkap dalam sharing session Pelaksanaan Anggaran dan Kajian Fiskal Regional (FKR) di Kantor Bappeda Jembrana belum lama ini. Kegiatan yang diinisiasi Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali tersebut juga terungkap untuk penyerapan dana transfer Pusat terutama Dana Alokasi Khusus (DAU/DAK) di Jembrana cenderung rendah. “Untuk Dana Desa, penyerapan di Jembrana tergolong paling bagus. Memang di masing-masing daerah ada kendala yang berbeda-beda untuk penyerapan anggaran ini. Misalnya, untuk di Kodya Denpasar, penyerapan dana desa agak terkendala khususnya untuk padat karya karena faktor masyarakat,” ujar J. Pahlevi Firdaus, perwakilan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali. Di Jembrana, lanjut Firdaus, untuk Dana Desa penyerapannya tergolong bagus
Bali Post/olo
PEMAPARAN– Pemaparan saat sharing session dari Kanwil Perbendaharaan Provinsi Bali terkait pelaksanaan anggaran dan kajian fiskal regional. Penyerapan anggaran Dana Desa yang ditransfer dari pusat di Jembrana tergolong paling bagus. yakni mencapai 90 persen. Hal ini juga didorong faktor masyarakatnya. Khususnya untuk kegiatan fisik yang melibatkan masyarakat desa (padat karya) bisa berjalan efektif karena peran aktif masyarakatnya. Namun untuk DAK, Jembrana masih di bawah kabupaten/kota lainnya. Salah satu pemicunya dari hasil koordinasi dengan daerah terkait petunjuk teknis (juknis). Kanwil Ditjen Perbendaharaan menurutnya setiap tahun menerbitkan buku KFR Provinsi Bali yang dapat menjadi acuan atau pedoman kabupaten/kota di Bali termasuk Jembrana dalam penyusunan kebijakan terkait pelaksanaan anggaran daerah. “Tujuan akhirnya dapat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Di sinilah menurutnya fungsi dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi
Bali melakukan asistensi dan bimbingan teknis pelaksanaan anggaran, investasi pemerintah, pinjaman, kredit program dana transfer serta melaksanakan KFR. Sesuai yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 262/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Dirjen Perbendaharaan. Selain terkait KFR, menurutnya ada beberapa asistensi yang perlu diperhatikan pemerintah daerah. Seperti Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR)/kredit ultra mikro. Sejumlah materi dan permasalahan serta solusi dipaparkan di hadapan sejumlah instansi, di antaranya Bappeda Jembrana, BPKAD Jembrana, Dinas PMD serta Dinas Koperindag, RSU Negara dan Bagian Ekbang Setda Jembrana. (kmb26)
Tahun
PEMILIHAN SISWA DAN GURU
AJEG BALI 2019 Tempat Pendaftaran Sekretariat Kantor Bali Post
Jln. Kepundung 67A Denpasar (0361) 225764, 08123840249
Syarat : -
-
-
Kirim copy prestasi ke Siswa dan Guru SD, email : siswaajegbali@gmail.com SMP, SMA/SMK se-Bali guruajegbali@gmail.com bisa mengirim data diri atau Juara I - Harapan III wakil sekolah lewat online. Tiap katagori SD/SMP/SMA/SMK Seleksi awal dilakukan lewat online/langsung menyerahkan penghargaan dan prestasi dalam kegiatan Ajeg Bali dan minat baca Lulus tes wawancara dan kompetensi diri
Pendaftaran 27 Mei - 17 Juli 2019
AjegSiswa
siswaajeg guru_ajegbali
siswaajeg.bali.3 guruajegbali
DIDUKUNG OLEH YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
UNMAS DENPASAR
PAUD PAUD PAUD TK SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 SARASWATI 4 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR
SD SD SD SD SD SD SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 SARASWATI 4 SARASWATI 5 SARASWATI 6 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR SMP/SLUB SMA/SLUA SMK SMK SMF/SMK SMP SARASWATI 1 SARASWATI 1 SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 PGRI 2 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR SMP SMK SMK PGRI 3 PGRI 3 PGRI 4 DENPASAR DENPASAR DENPASAR
ITEKES BALI
PENGURUS CABANG KOTA PGRI PROVINSI DENPASAR PGRI BALI
Karangasem
Selasa Wage, 18 Juni 2019
11
Ramaikan HUT Kota Amlapura
Napi Lapas Karangasem Sumbang Hiburan Amlapura (Bali Post) Belasan narapidana (napi) di Lapas Kelas II B Karangasem ikut nyumbang hiburan untuk meramaikan kegiatan HUT ke-379 Kota Amlapura. Kepala Lapas Kelas II B Karangasem Rockhidam, Senin (17/6) kemarin, mengungkapkan ada dua kegiatan yang bakal diikuti oleh para napi untuk ikut memeriahkan hari jadi Kota Amlapura tersebut. Kata dia, dua kegiatan yang bakal diikuti yakni tari saman dan band. “Mereka akan tampil pada 19 Juni nanti,” ujarnya. Rockhidam menjelaskan, kegiatan seperti itu memang sangat bagus diikuti oleh warga binaan. Karena melalui kegiatan tersebut, mereka bisa bersosialisasi dan berbaur dengan
masyarakat. Selama ini, mereka hanya melakukan aktivitas di dalam lapas. “Mereka sangat antusias dan senang bisa diberikan kepercayaan untuk mengikuti kegiatan itu. Kita harap, dalam kegiatan nanti mereka bebar-benar dapat membawakannya dengan baik sehingga masyarakat yang menonton bisa terhibur,” harapnya. Disinggung terkait persiapan yang dilakukan untuk mengikuti kegiatan itu, Rockhidam menjelaskan, persiapan sudah terus dimatangkan. Para napi setiap hari berlatih agar dapat maksimal mengikuti apa yang mereka akan tampilkan. “Mereka sudah tiga pekan menjalani latihan. Waktu latihannya pagi dan sore,” tandas Rockhidam. (kmb41)
Bali Post/kmb41
Bali Post/kmb41
LATIHAN – Para napi saat latihan band untuk ikut memeriahkan HUT Kota Amlapura.
Belum Ada Petugas Kebersihan Taman di Pantai Yeh Malet
Amlapura (Bali Post) Hingga Senin (17/6) kemarin, belum tampak petugas kebersihan taman di Pantai Yeh Malet, Manggis, tepatnya di perbatasan KlungkungKarangasem. Kondisi tersebut membuat pantai menjadi kurang terawat, apalagi banyak sampah yang berserakan di sana hingga mengganggu pemandangan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karangasem I Nyoman Tari, Senin (17/6) kemarin, tidak membantah kondisi itu. Dia mengakui hingga saat ini memang belum ada petugas untuk menjaga kebersihan di tempat tersebut. Kata dia, untuk menyiapkan tenaga kebersihan merupakan kewenangan Dinas Pariwisata. “Belum ada petugas keber-
sihannya. Itu masih menjadi kewenangan dinas terkait,” ujarnya. Menurut Tari, dirinya memiliki kewenangan dari sisi kebersihannya. Jelas dia, DLH telah menyediakan satu bak sampah. Bak sampah itu sesuai dengan permintaan kepala wilayah setempat. Upaya itu dilakukan agar para pedagang dan pengunjung bisa membuang sampah di tempat yang disiapkan dan tidak membuang sampah sembarangan. Dia menambahkan, untuk sementara pihaknya telah meminta kepada pedagang yang berjualan di lokasi tersebut, supaya rutin melakukan aksi bersih-bersih minimal seminggu sekali. “Kita harap pengunjung juga tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Nyoman Tari. (kmb41)
Bali Post/kmb41
TAMAN – Suasana taman di Pantai Yeh Malet Manggis tepatnya di perbatasan Klungkung-Karangasem.
SIDAK - Satpol PP Karangasem, Senin (17/6) kemarin melakukan sidak aktivitas galian C. Setidaknya, 18 pengusaha belum mengantongi izin penambangan.
Sidak Galian C, 18 Pengusaha Belum Kantongi Izin
Amapura (Bali Post) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karangasem, Senin (17/6) kemarin kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas galian C di Desa Sebudi, Selat, Karangasem. Dari hasil sidak tersebut, ditemukan 18 pengusaha galian C belum mengantongi izin galian. Kasatpol PP Karangasem, I Ketut Wage Saputra di sela-sela sidak mengungkapkan, pihaknya akan terus mengedukasi para pengusaha galian C untuk segera mengurus izin galian. Sebab, hingga saat ini masih cukup banyak pengusaha galian yang belum mengantongi izin galian.
“Masih banyak yang belum memiliki izin galian. Dari data yang dimiliki, ada 18 pengusaha galian yang sampai detik ini belum mempunyai izin galian. Sementara untuk pengusaha yang lainnya sudah mengurus izin,” ujar Wage Saputra. Dia menambahkan, pihaknya akan terus men-
dorong para pengusaha yang belum mengantongi izin, supaya segera mengurus izin. Pemerintah masih memberikan toleransi bagi pengusaha untuk mengurus izin sampai Juli mendatang. Jika sampai batas waktu yang diberikan mereka tidak juga mengantongi izin, maka pengusaha ini bakal diberikan sanksi
sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kita sudah berikan waktu hingga enam bulan. Jadi, waktu yang diberikan seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mengurus izin. Dan sekarang waktunya tinggal sebulan lagi. Jika sampai Juli nanti, pengusaha ini belum juga mengantongi izin, jelas akan kita tindak tegas. Tidak ada istilah toleransi lagi,” ujar Wage Saputra. Dia menjelaskan, izin yang wajib dikantongi oleh para pengusaha galian C di
antaranya izin eksplorasi, izin penunjang berupa IPR, izin lingkungan, izin operasi dan produksi. Setelah syaratsyarat itu terpenuhi, baru pengusaha bisa melakukan aktivitas galian. “Kita tekankan, agar segera mereka mengurus izin itu. Karena kita tak mau, setiap kita sambangi pengusaha terus bilang sedang berproses. Kalau terus berproses kapan akan dapat izinnya. Harus serius dikawal untuk diurus,” tegas Wage Saputra. (kmb41)
Puluhan Anggota Kodim Dites Urine Amlapura (Bali Post) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem melakukan tes urine terhadap anggota Kodim 1623 Karangasem, Senin (17/6) kemarin. Dari puluhananggota yang mengikuti tes tersebut, seluruh urine anggota dinyatakan negatif dari kandungan narkotika. Kepala BNNK Karangasem AKBP I Ketut Arta mengatakan, tes urine yang dilakukan ini adalah dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kodim 1623 Karangasem. Dia mengatakan tes urine ini sangat perlu dilakukan di kalangan militer secara regular sesuai dengan pernyataan presiden
terkait Inpres nomor 6 tahun 2018. “Tes urine yang dilakukan ini agar anggota Kodim dalam melaksanakan tugastugasnya dalam menjaga kedaulatan rakyat betulbetul bersih dari peredaran narkoba. Dan anggota bisa menjadi contoh kepada masyarakat sehingga masyarakat menjauhi dan tidak terlibat kasus narkoba,” ujarnya. Arta mengatakan, anggota yang mengikuti tes urine ini 46 orang. Dari jumlah tersebut, hasilnya semua negatif. Jadi, dari hasil ini menunjukkan bahwa anggota TNI memang bersih dari narkoba. (kmb41)
Bali Post/kmb41
URINE - Anggota Kodim 1623 Karangasem saat menjalani tes urine, Senin (17/6) kemarin.
Tradisi Maling-malingan di Desa Tenganan Pageringsingan
Simbol Efek Jera agar Warga Tidak Mencuri KABUPATEN Karangasem kaya permainan tradisional. Bahkan, warga tetap mempertahankan budaya yang merupakan warisan leluhur mereka. Salah satunya tradisi permainan maling-malingan yang hingga saat ini tetap dijaga kelestariannya. Itu pula yang dilakoni krama Desa Adat Tenganan Pageringsingan, Manggis, Karangasem. Senin (17/6) kemarin, warga setempat melaksanakan tradisi malingmalingan. Kegiatan itu dilakukan serangkaian usaba sambah yang bakal digelar setiap tahunnya. Tradisi maling-malingan diawali dengan memotong babi untuk dihaturkan saat pelaksanaan upacara usaba sambah. Tulang rusuk babi dan berbagai jenis makanan digantung di sekitar Bale Agung. Tradisi maling-malingan berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita. Empat krama Tenganan berperan sebagai pencuri daging dan makanan yang digantung. Keempatnya memakai busana khas Tenganan Pageringsingan. Selanjutnya, mereka yang berperan sebagai pencuri itu dikejar warga. Dikisahkan bahwa mereka ketahuan mencuri. Atas perbuatannya, pencuri tersebut berhasil ditangkap oleh warga. Mereka diberikan hukuman. Kepala dan kaki mereka diikat dengan keraras (daun pisang kering - red), juga leher dan tangannya. Kaki mereka diberi gelang daging babi berisi ikan dan badan mereka dicoret. Usai mengikuti kegia-
tan tersebut, warga berkumpul di Bale Petemuan Kelod untuk menggelar acara magibung. Magibung itu memiliki makna mempererat tali persaudaraan antarmasyarakat di desa. Klian 2 Adat Tenganan Pageringsingan, Wayan Sudarsana, mengatakan, tradisi maling-malingan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Kata dia, setelah maling berhasil ditangkap warga, selanjutnya mereka diajak keliling desa. Tujuannya agar mereka merasa malu pada warga dan tidak mengulangi perbuatannya. “Maling-malingan ini adalah sebagai simbol efek jera supaya tidak melakukan perilaku negatif. Salah satunya mencuri. Dan sampai saat ini syukur belum pernah kita temukan adanya kasus pencurian di Desa Tenganan Pageringisngan. Semoga hal itu tidak sampai terjadi,” harap Sudarsana. (nan)
Bali Post/nan
TRADISI - Desa Adat Tenganan Pageringsingan saat melaksanakan tradisi maling-malingan, Senin (17/6) kemarin.
KLUNGKUNG
12
Selasa Wage, 18 Juni 2019
Hibah dan Bansos Jadi Temuan BPK
Semarapura (Bali Post) Kisruh hibah dan bansos yang sempat ramai disorot penegak hukum, juga menjadi sorotan BPK. Dari hasil pemeriksaannya terhadap Laporan Keuangan Pemkab Klungkung Tahun Anggaran 2018, khususnya Kepatuhan terhadap Perundang-undangan, ditemukan 18 kelompok masyarakat penerima hibah dan 11 orang penerima bansos belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana. Ini terungkap dalam rapat paripurna tentang rekomendasi DPRD Klungkung terhadap tindak lanjut LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) Keuangan atas Keuangan Pemkab Klungkung Tahun Anggaran 2018, di Ruang Sabha Nawa Natya, Gedung DPRD Klungkung, Senin (17/6) kemarin. Dalam isi rekomendasi yang disampaikan Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru, dari total 18 kelompok penerima hibah, total anggarannya sebesar Rp 691,5 juta. Terjadi keterlambatan penyampaian laporan pertanggungjawaban yang seharusnya sudah disampaikan paling lambat 10 Januari 2019, dari total sebanyak 432 kelompok masyarakat, dengan total dana sebesar Rp 32,02 miliar. Sementara untuk penerima bansos, ada sebanyak 11 penerima dari total 153 penerima bansos tahun 2018 belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Total nilainya mencapai Rp 165 juta. Terhadap temuan tersebut, BPKPD diminta lebih intensif dalam
menagih laporan pertanggungjawaban penggunaan dana kepada penerima. Selain itu, Dewan juga meminta untuk meninjau kembali Perbup Nomor 30 Tahun 2016, khususnya terkait batas akhir-akhir penyampaian laporan pertanggungjawaban, terutama batas waktu penyelesaian pekerjaan. “Sebab, hibah berupa uang yang bersumber dari APBD Perubahan, tidak mungkin laporan pertanggungjawabannya dapat dipenuhi per 10 Januari pada tahun berikutnya. Apalagi NPAD terbit pada Bulan Desember tahun berkenaan,” kata Baru. Selain itu, dewan juga meminta eksekutif berkonsultasi dengan BPK Perwakilan Bali, terkait rekomendasi yang mensyaratkan adanya desain atau gambar, yang harus dilampiri oleh kelompok masyarakat dalam proposalnya. Kalaupun ini diwajibkan, pihaknya meminta agar desain bangunan yang dimaksud dibuat sederhana. Tidak seperti desain dan RKS pada kegiatan proyek yang
ditenderkan pemerintah. Sekda Klungkung Putu Gede Winastra menyampaikan terkait dengan temuan BPK tersebut, eksekutif dikatakan langsung menindaklanjutinya kepada kelompok masyarakat yang belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Semua penerima hibah dan bansos yang masih nunggak laporan pertanggungjawaban langsung disurati. “Semua penerima hibah dan bansos yang dimaksud BPK dalam temuannya sudah menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Sebagai antisipasi, nanti kami atur lagi dalam perbup,” kata Winastra. Disinggung soal kasus hibah yang sempat disorot aparat penegak hukum, Winastra enggan menanggapi. Sebab, wilayah pemeriksaan BPK, tentu berbeda yang berpatokan pada kaidah kepatuhan terhadap standar akuntansi. Jelasnya, sebagai penyempurnaan dari persoalan tersebut, maka RAB dengan gambar dalam proposal, jelas harus dibuat selaras. (kmb31)
Petakan Zonasi Sejak Awal, PPDB Dijamin Lebih Lancar
Semarapura (Bali Post) Proses seleksi PPDB hanya diperuntukan Memasuki tahun ajaran baru 2019/2020, untuk jalur prestasi, dimana pertimbangannya sekolah mulai disibukkan dengan persiapan dengan melihat raihan prestasi siswa sesuai PPDB (Penerima Peserta Didik Baru). Khusus di jenjangnya, baik kabupaten, provinsi maupun Kabupaten Klungkung, PPDB dirancang digelar prestasi nasional. Jenjang prestasi ini memiliki pada 24-26 Juni nanti. Disdikpora Klungkung nilai poin tersendiri, yang diakumulasikan tiap menjamin proses PPDB tahun ini, tak akan sekolah. Sehingga di sana terjadi persaingan. seribet tahun lalu. Sebab, sistem zonasi sudah “Kalau siswa mendaftar pada jalur prestasi dirancang sejak awal. pada sekolah di luar zonasi, itu diperbolehkan. Kepala Dinas Pendidikan Klungkung Dewa Tetapi kemudian kalau tidak lulus, dia harus Gde Darmawan, Senin (17/6) kemarin, menyam- kembali ke sekolah sesuai zonasinya. Jadi, dia paikan PPDB dilakukan melalui tiga jalur, tetap mendapat sekolah. Tidak ada siswa yang yakni dengan sistem zonasi, prestasi dan mutasi. tidak dapat sekolah,” ujarnya. Pendaftarannya bisa dilakukan melalui sistem Sementara untuk sistem mutasi, ini diperunonline. Sistem online diatur untuk zonasi semua tukan bagi orangtua siswa yang pindah wilayah SMP. Sedangkan, untuk SD dipusatkan pada tinggal. Sebagaimana tahun sebelumnya, sistem dua sekolah, antara lain SDN 1 Semarapura mutasi ini biasanya digunakan bagi guru untuk Tengah dan SDN 1 Semarapura Kelod Kangin. anaknya. Ini secara aturan diperbolehkan, seka“Jalur zonasi kami atur 90 persen di setiap ligus penghargaan sebagai guru yang mengajar sekolah. Lima persen lagi jalur prestasi dan lima di sekolah yang bersangkutan. persen lainnya jalur mutasi,” kata Darmawan. Total, siswa yang lulus SD dan akan mendafPada jalur zonasi, dipastikan tidak akan tar ke SMP sebanyak 3.149 siswa. Semenberebut lagi, karena sistem zonasi sudah dite- tara siswa yang lulus SMP sebanyak 3.122 kankan sejak awal. Bahkan, sudah dipetakan siswa. Disdikpora optimis, semua hingga kapasitas siswanya. Jadi, pada jalur siswa yang lulus sesuai jenzonasi ini, Disdikpora jangnya akan tertampung sudah mengatur sesuai pada jenjang pendidikan zonanya, SD mana berikutnya. Inovasi yang saja yang masuk ke dilakukan Disdikpora dalam zona SMPN 1 Klungkung ini, kata DarSemarapura. Demikian juga mawan, tidak terlepas SD mana saja yang masuk dari komitmen Bupati zona SMPN 2 Semarapura, Klungkung Nyoman zona SMPN 3 Semarapura Suwirta agar semua dan zona SMPN 4 Semarapusiswa terlayani. Janra. Sehingga, ketika siswa SD gan sampai ada siswa lulus, dia tinggal melanjutkan yang tidak melanjutke SMP sesuai zonanya. “Kalau kan pendidikan, garabicara zona, bahkan saya jamin gara tidak mendapat tidak ada siswa yang tidak dapat sekolah. (kmb31) sekolah,” tegasnya. Jika sistem zona, direalisasikan dengan cara seperti ini, menurutnya sesungguhnya tidak perlu lagi proses PPDB. Sebab, proses melanjutkan pendidikan, misalnya dari SD ke SMP sudah dituntaskan oleh gurunya. Sehingga, siswa SD tinggal memastikan namanya sudah masuk apa belum. Tidak perlu lagi mendaftar ulang, antre berjam-jam, bahkan khawatir tak dapat sekolah. Karena sudah diatur sejak awal. Dengan demikian SMP yang akan menerima siswa baru sudah dapat memastikan jumlah siswanya. “Jadi, tinggal menunggu jadwal masuk sekolah,” Dewa Gde Darmawan tegasnya.
TEMUAN BPK - Pimpinan Dewan saat rapat paripurna DPRD Klungkung, Senin kemarin. Dalam kesempatan tersebut terungkap kisruh hibah dan bansos yang sempat ramai disorot penegak hukum, juga menjadi temuan BPK.
Terbawa Arus, Petani Rumput Laut Gagal Panen Semarapura (Bali Post) Cuaca buruk gelombang pasang disertai angin kencang, tidak hanya mengganggu aktivitas penyeberangan. Cuaca buruk ini juga membuat para petani rumput laut gagal panen. Situasi demikian membuat petani harus melakukan tanam ulang, dan memperkuat konstruksi areal budi daya, agar rumput laut tidak terbawa arus. Salah satu petani rumput laut, Wayan Suarbawa, Senin (17/6) kemarin, menyampaikan banyak rumput laut miliknya yang seharusnya siap panen, akhirnya gagal panen. Sebab, gelombang pasang terus terjadi dalam tiga hari terakhir, sejak 13 Juni lalu. “Areal rumput laut saya usianya sudah 45 hari. Biasanya sudah panen. Baru mau turun untuk memanen, keburu diterjang gelombang pasang,” kata Suarbawa.
Gelombang dahsyat, membuat areal rumput lautnya seluas 10 are, tidak bisa dipanen. Di dalam areal itu, dipasang tali ris atau tali pematang. Satu are biasanya diisi satu 100 ris. Jadi, saat terjadi gelombang dahsyat itu, sekitar 1.000 ris langsung hanyut. Dari jumlah itu, dampak terparah terhadap terjangan gelombang terjadi pada 175 ris dengan rumput laut jenis cattoni. Padahal seluruhnya sudah siap panen. Kondisi ini mengakibatkan pihaknya rugi sekitar Rp 3 juta. Selain kehilangan rumput laut siap panen, dan rusaknya rumput laut yang baru berusia 15 hari, gelombang pasang itu juga merusak bibit rumput laut di sekitarnya. “Kalau rumput lautnya sudah siap panen, pasti hanyut. Karena kami tidak pasang jaring di sekitarnya. Beruntung juga konstruksi
tidak hancur oleh gelombang. Konstruksinya masih kuat,” ujarnya. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung Wayan Durma mengatakan, situasi yang dialami petani, menurutnya biasa terjadi. Faktor alam memang susah dihindari. Tetapi, rumput laut yang hanyut, kata dia, bisa saja kembali lagi, ketika terbawa arus. Meski cuaca juga menghalangi upaya untuk mengembangkan rumput laut, pihaknya tetap optimis dengan beberapa upaya yang yang dilakukan. Sosialisasi terus dilakukan kepada kelompok-kelompok masyarakat, seperti di Desa Ped, Suana bahkan juga di Lembongan. Tujuannya untuk menggalakkan kembali budi daya rumput laut, sebagai aktivitas penyangga, selain pariwisata yang justru masih
fluktuaktif. Setelah para petani kini sudah kembali bergairah, dia menyampaikan masalah teknis lainnya adalah soal kurangnya lokasi penjemuran. “Solusinya, para pembeli rumput laut yang menghubungi kami, katanya berani membeli rumput laut dalam kondisi basah. Sebab, sebelum pembeli hanya mau membeli yang kering. Ini tentu membuat niat petani berani membudidaya rumput laut, semakin tinggi,” tegasnya. Mayoritas masyarakat yang mau terjun kembali, dikatakan warga yang sudah berusia lanjut. Sebab, bagi warga yang masih berusia produktif, melihat hasil berkecimpung di dunia pariwisata tentu lebih tinggi. Apalagi rumput laut ini baru kembali berkembang, setelah sempat tergerus oleh gemerlap dunia pariwisata. (kmb31)
Cuaca Buruk, Harga Bunga Pacah Melambung Cuaca buruk dalam sepekan terakhir, menjadikan harga pasar bunga pacah fluktuatif. Sebab, hujan disertai angin kencang membuat bunga pacah petani jatuh sebelum panen. Kondisi demikian membuat bunga pacah yang bisa dipanen dan masuk ke pasar jadi rebutan para pedagang. Situasi demikian tampak di sebelah timur Pasar Umum Galiran, Minggu (16/6) lalu. Di tengah cuaca mendung, setiap petani yang masuk pasar membawa bunga pacah, langsung diserbu pedagang. Baik pengepul maupun pedagang eceran yang membeli bunga pacah untuk sarana pelengkap membuat canang dan kelengkapan upacara lainnya. Situasi ini membuat harga bunga pacah melambung dari sebelumnya hanya Rp 9 ribuRp 12 ribu per kilogram menjadi Rp 20 ribu-Rp 25 ribu per kilogram. Situasi demikian juga dimanfaatkan para petani untuk mendapatkan harga terbaik. Rupanya mereka punya cara-cara tersendiri. Seperti penuturan salah satu petani asal Desa Gelgel, Ketut Paing, yang mengaku memilih melakukan survei harga lebih dulu ke dalam pasar. Setelah mengetahui standar harga idealnya, baru dia bersama istrinya, membawa hasil
panennya belasan kilo bunga pacah masuk ke pintu Pasar Umum Galiran. Sehingga, dia mengaku sudah memegang standar harga terendah bila ada yang menawar. “Kalau tidak begitu,
masalahnya ketika bunga pacah laku, akan jadi rebutan pedagang. Kalau tidak survei harga dulu, pedagang biasanya nawar bunga kita serendah-rendahnya. Ini juga melihat pasar bunga pacah yang fluktuaktif, tergantung situasi pasar saat itu. Kalau kami di petani, jelas cuaca sangat berpengaruh,” katanya. Sementara para pembeli, juga tak kalah cara untuk mendapatkan harga terbaik. Mereka sudah menunggu di pinggir jalan dan melakukan penawaran sebelum petani membawa dagangannya ke
TRANSAKSI - Petani saat melakukan transaksi bunga pacah di Pasar Umum Galiran.
pasar. Sebab, ketika sudah di dalam pasar, maka terjadi persaingan tawar menawar yang ketat. Ini bisa membuat harga bunga pacah melambung tinggi. Apalagi, kalau pembelinya seorang pengepul, dimana setelah membeli, maka harus menjualnya kembali ke pedagang eceran untuk memperoleh keuntungan. “Biasanya yang paling tinggi harganya itu yang warna merah. Maka, sedapat mungkin cari yang warna merah dari tangan petani,” kata salah satu pedagang Made Bongsor. Di sisi lain, para pembeli di Pasar Umum Galiran cukup kaget dengan melambungnya harga bunga pacah. Ini terjadi karena pengaruh cuaca buruk hujan lebat disertai angin kencang. Jika situasi ini terjadi, maka dalam seminggu ke depan, harga bunga pacah diperkirakan akan terus melambung. Ini tentu menyulitkan para pedagang eceran, khususnya para pedagang canang dan kebutuhan upakara lainnya, yang membutuhkan bunga pacah sebagai bahan dasar. “Kalau bunga pacahnya naik terus, masalahnya kami kesulitan menaikkan harga canang kepada pelanggan kami,” kata pedagang canang asal Desa Gunaksa, Ketut Nadi. (gik)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Wage, 18 Juni 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Guru Agama&Komptr Hub.Bima School Jimbrn / 0361 8953494
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
Dcr Mekanik Motor,Gaji+Bonus Hub:087761444728/085738369952
B.BP.004.06.19.0000361
Cr Spa Therapist u/ org asing bpglm bs mani+padi, mssge,dll Gj bgs 081 238 4388 63 Sanur B.BP.004.06.19.0000345
Dibthkan Sgr Cleaning Service u/ RT/Penginapan, Driver pglmn ada SIM, tau jln. 085238311111 B.BP.001.06.19.0000348
B.BP.154.06.19.0000404
B.BP.001.06.19.0000223
Dcr PRT Wnt Tgl dlm Gaji 2 Jt Jujur Serius Telp.087762800029 B.BP.001.06.19.0000367
Dcr Pria u/Sopir&Staff Laundry Jl.Kerobokan 78X T081933110424 B.BP.001.06.19.0000408
Dibthkan tkg Patrun/Pola full time,di Panjer, 081246737376 B.BP.001.06.19.0000118
Dicari Sgr Staff Kirim Motoris Jl .Cargo Indah.Hb:085100535516 B.BP.001.06.19.0000388
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
SERVICE
DIJUAL RUMAH
SERVICE
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
Dibutuhkan Loper Koran, pria, motor sendiri. Bw lam: NewspaperDirect, CentralParkir Blok Techno 9 Kuta Telp.769414 B.BP.004.06.19.0000402
Dicari Sopir, Office Boy, Operasional (Max28Th),Krm lam: Jl Gn.Soputan I/107.Tl:8466317 B.BP.001.06.19.0000340
Job Australi Korea Jpang WA:08 563925015 FB:Kadek Kizuna Bali B.BP.166.06.19.0000410
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Foreign investment company in Bali open a Purchase Manager & Accountant working position. Requirements:-English oral & written indeed - Preferably living at UbudArea considering Resort position in Ubud experience in hospitality Call 081287783000 for interview appoinment
B.BP.004.06.19.0000360
DIJUAL MOBIL NISSAN
Djl Nissan Teana 250 XV’2010 Htm,087860846839/081805531078
B.BP.164.06.19.0000398
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Avanza Veloz AT Th 2014 Tgn 1 Hitam.Hub:087862270180
B.BP.001.06.19.0000390
Jual Avanza Silver Th’14 Hrg 142 H:087861979331 T:4729361
B.BP.001.06.19.0000386
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL TANAH
Tnh 1Ha di Kristal Bay View Nusa Penida SHM, 081236296636 B.BP.001.06.19.0000416
Tanah strategis 3.220m SHM Desa Lod Tunduh Ubud.Dekat Pura Alas Aruma. BU Hub.085213782207,085691902225 B.BP.031.06.19.0000407
PROPERTY DISEWAKAN TANAH
Disewakan Tnh 6A Jl.Tkd Badung Utama Murah Hub:081338218877 B.BP.001.06.19.0000387
PROPERTY DIJUAL RUKO
PROPERTY
BUC Jual/Sewa Ruko 2Lt di Cokroaminoto dkt McD H.085100141368
DIJUAL TANAH
DIJUAL RUMAH
T.Kvl 1 are Jl.Dalem Wayah Buduk Mengwi H.081236877147
B.BP.033.06.19.0000403
Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara,087860846839/081805531078
PROPERTY
B.BP.004.06.19.0000401
Kebun 1,6HA Aspal Mendoyo,Dpn SD 2,Hrg 7Jt/A H:087760456844
B.BP.001.06.19.0000389
B.BP.164.06.19.0000399
Djl Rmh 1,40A Dalung Pengilian Hrg. 700 Jt Hub.082147454248 B.BP.164.06.19.0000405
BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.05.19.0001019
BANGLI
14
Selasa Wage, 18 Juni 2019
Pegawai Diminta Tak Terus Ributkan Rencana Mutasi Jabatan Bali Post/kmb40
HOTMIX - Kondisi jalan di jalur Culali yang sudah mulai rusak meski baru selesai di-’’hotmix’’.
Rekanan Segera Perbaiki Kerusakan Jalan di Culali
Bangli (Bali Post) – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruangan, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) telah meminta pihak rekanan untuk segera memperbaiki kerusakan jalan di Jalur Culali Kintamani. Rencananya perbaikan akan mulai dilakukan secepatnya sebelum masa pemeliharaan berakhir. “Saya sudah hubungi rekanan, Rabu ini akan diperbaiki. Saya juga sudah sampaikan ke pengawas agar melakukan pengecekan,” kata Sekretaris Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli Made Soma saat dihubungi, Senin (17/6) kemarin. Sesuai laporan yang diterimanya dari mandor proyek, diakui Soma, kondisi jalan di Culali yang baru selesai dikerjakan akhir 2018 lalu kini telah mengalami kerusakan di sejumlah titik. Ia bahkan menyebut tingkat kerusakannya lumayan. Menurut dia, penyebab kerusakan jalan murni karena alam. Bukan karena kualitas proyek yang rendah. “Aspalnya banyak yang terkelupas karena aliran air dari atas besar sekali. Selain itu juga yang jadi masalah ada senderan jebol. Tapi itu senderan lama, bukan baru,” terangnya. Mengenai panjang senderan yang jebol, rencanaya akan dilakukan pengukuran. Soma menegaskan bahwa rekanan yang mengerjakan proyek jalan di Culali sudah siap melakukan pemeliharaan secepatnya. Masa pemeliharaan jalan di Culali akan berakhir akhir bulan Juni ini. Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles menyoroti kondisi jalan di Culali yang baru selesai di-hotmix akhir tahun lalu. Pasalnya meski baru diserahkan jalan tersebut sudah mulai rusak. Ia pun meminta Dinas PUPRPerkim memerintahkan rekanan segera memperbaiki kerusakan jalan di Jalur Culali, sebelum masa pemerliharaannya berakhir. Diungkapkan Carles, kerusakan jalan ditemukan terjadi di beberapa titik. Kerusakannya berupa pinggiran jalan ambles, rabat beton rusak dan mengelupas, dan ada juga badan jalan yang berlubang. Kerusakan sudah mulai terjadi sejak sebulan pascajalan itu tuntas di-hotmix dan diserahkan. Carles mengatakan sebagaimana yang sempat disampaikan pengawas kepadanya, pihak rekanan sudah menyanggupi akan memperbaiki kerusakan jalan di Culali setelah musim hujan. Karena ada penyampaian seperti itu, Carles pun telah memberikan toleransi. Ia memahami jika perbaikan dilakukan saat musim hujan, maka akan mubazir karena tak akan bertahan lama. “Saya sudah beri toleransi. Akan tetapi sampai sekarang, sudah musim kemarau, belum juga ada tindak lanjut perbaikan,” ujarnya. Karena itu, politisi asal Desa Batur itu pun kini meminta Dinas PUTRPerkim untuk bertanggung jawab dengan memerintahkan kontraktor agar segera melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang ada. (kmb40)
Bali Post/kmb40
NPC - Pengukuhan dan pelantikan NPC Kabupaten Bangli di Gedung DPRD Bangli, Senin (17/6) kemarin.
Pengukuhan Pengurus
NPC Minta Dukungan dan Perhatian Pemkab
Bangli (Bali Post) Prestasi atlet penyandang disabilitas di Kabupaten Bangli terbilang cukup membanggakan. Dalam Pekan Paralimpic Provinsi (Peparprov) V Bali 2018 lalu, para atlet berhasil mengantar Kabupaten Bangli menduduki peringkat kelima setelah Gianyar dengan perolehan medali tiga emas, dua perak dan tiga perunggu. Demikian terungkap saat acara pengukuhan dan pelantikan pengurus National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Bangli masa bakti 2018-2023 di gedung DPRD Bangli, Senin (17/6) kemarin. Dalam acara pelantikan yang dihadiri Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata dan Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta tersebut, Ketua NPC Indonesia Provinsi Bali I Gede Nyoman Sumita menyampaikan NPC terbentuk melalui proses dan perjuangan yang panjang. Sebelum bernama NPC, Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) ini sempat bernama Yayasan Pembina Olahraga Cacat (YPOC) yang didirikan tahun 1962. Dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) 2008 di Surakarta, atas saran Menpora, Mensos dan KONI Pusat serta mengikuti aturan lembaga-lembaga paralimpic regional dan internasional, BPOC kemudian ditingkatkan eksistensi dan kedudukannya menjadi NPC. Dikatakan Sumita, selama ini prestasi para atlet NPC di Bangli lumayan membanggakan. Itu terbukti dari peringkat 5 yang berhasil diraih Bangli dalam Peparprov. Ia mengatakan, cabang olahraga yang dominan dilakoni atlet NPC Bangli yakni atletik,
angkat berat, catur, renang dan balap sepeda. “Juli nanti ada kegiatan kejurda renang, sudah mendaftar 2 atlet dari Bangli dan 1 oficial, persiapan ke Papua,” katanya. Mengenai pengukuhan dan pelantikan pengurus NPC Kabupaten Bangli kemarin, Sumita memohon dukungan dan perhatian lebih kepada pemerintah Kabupaten Bangli. Baik dalam bentuk pembinaan maupun pengalokasian anggaran dalam APBD. Dalam pelantikan kemarin, pihaknya juga mengharapkan pemerintah dapat memberikan peluang bagi atlet NPC yang berprestasi menjadi CPNS. Sementara itu, Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Ketua DPRD Ngakan Kutha Parwata mengatakan, sesuai perintah UU, Pemkab Bangli berkewajiban melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet disabilitas. Ke depan Pemkab Bangli juga akan memberikan dukungan anggaran dari APBD sebagaimana dukungan yang diberikan terhadap KONI. “Secara kebijakan kita harus adil dan hadir di tengah-tengah NPC,” terangnya. Dengan dukungan dan perhatian tersebut diharapkan atlet-atlet NPC bisa meningkatkan prestasinya. Soal usulan agar altet NPC yang berprestasi bisa diangkat jadi CPNS, Wabub Sedana Arta mengatakan hal itu sebagai usulan yang menarik. Pihaknya akan melakukan komunikasi ke tingkat yang lebih berkompeten. “Bukan hanya untuk PNS. Tapi jika memungkinan untuk diangkat sebagai tenaga kontrak. Ini memang harus diakomodir,” imbuhnya. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Pegawai di lingkungan Pemkab Bangli diminta tak terusmenerus meributkan soal rencana mutasi jabatan. Sebagai pegawai mereka diminta untuk fokus bekerja. “Tugas Bapak-Ibu adalah bekerja, bekerja dan bekerja,” kata Bupati Bangli I Made Gianyar saat apel disiplin di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Senin (17/6) kemarin. Made Gianyar mengungkapkan, dirinya sebenarnya telah merencanakan menggelar mutasi pegawai Senin kemarin. Namun ia membatalkannya karena tak suka mendengar pegawai yang selalu meributkan dan mempertanyakan soal rencana mutasi. “Rencananya kan hari ini ya Pak Sekda. Hari ini rencana mutasi. Maunya mutasi tidak heboh. Karena itu hal biasa dalam birokrasi. Jangan Bapak-Ibu hebohkan,” kata Made Gianyar. Ia pun menegaskan kepada seluruh pegawai yang hadir dalam apel kemarin bahwa sepanjang pegawai di Bangli terus-menerus meributkan dan mempertanyakan soal rencana mutasi maka selama itu juga dir-
inya akan terus menunda rencana pelaksanaan mutasi. “Sepanjang pegawai tetap ribut, menanyakan kapan mutasinya, kapan mutasinya, sampai saat itu tidak akan saya lakukan. Kalau pegawainya sudah fokus kerja, pasti saya akan lakukan mutasi,” tegasnya. Made Gianyar juga menyampaikan beberapa kriteria yang harus dipenuhi pegawai jika ingin menjadi pejabat di era kepemimpinannya. Di
antaranya harus sederhana, jujur, pekerja keras dan tidak boros atau harus efisien. Saat ini Bangli, menurutnya tidak membutuhkan o ra ng he b a t . Y a ng d i b ut uhka n adalah orang hemat, kerja keras dan sederhana. Dalam upaya penghematan/ efisiensi, Made Gianyar mengaku telah membuat surat edaran. Isinya meminta agar jika ada hal yang perlu dikonsultasikan atau dilaporkan cukup dikirim dengan memanfaatkan teknologi yang sudah ada sekarang. Tidak perlu sampai pergi ke luar daerah. (kmb40)
ARAHAN - Bupati Bangli I Made Gianyar saat memberikan arahan dalam apel disiplin di Lapangan Kapten Mudita Bangli, Senin (17/6) kemarin.
PPL Diminta Lebih Pintar dari Petani
Bali Post/kmb40
Wayan Sukartana
Bangli (Bali Post) Tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Bangli diminta terus meningkatkan ilmu pengetahuan dan kemampuannya di bidang pertanian. Jangan sampai pengetahuan tenaga PPL justru kalah dibandingkan petani. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikananan (PKP) Kabupaten Bangli Wayan Sukartana, Senin (17/6) kemarin. Guna meningkatkan ke-
mampuan tenaga PPL di Bangli, Sukartana terus mendorong mereka untuk belajar. Misalnya, dengan membuat demplot bawang putih. Dijelaskannya, saat ini para PPL di Bangli sedang membuat demplot pengembangan bawang putih. Demplot dibuat di dekat kantor UPTD BPP Kintamani Timur. Untuk peningkatan kemampuan para PPL dalam pengembangan bawang putih, Dinas PKP mendatangkan instruktur dari Badan Peng-
kajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali. Selain belajar budi daya, di demplot itu para PPL juga sekaligus belajar tentang cara mengatasi berbagai penyakit yang menyerang tanaman bawang putih. Dengan kegiatan itu, mereka nantinya diharapkan bisa memiliki pengetahuan dan kemampuan lebih yang kemudian bisa diteruskan melalui pembinaan kepada petani. Selain bawang merah, Sukartana mengatakan, Ka-
bupaten Bangli mempunyai potensi cukup besar dalam pengembangan bawang putih. Karena itu, tenaga PPL harus pintar, punya kemampuan serta pengetahuan yang luas tentang budi daya bawang putih sehingga bisa mendampingi petani di lapangan. “Kita ingin tenaga penyuluh pertanian di Bangli tidak takut berhadapan dengan petani,” kata pria yang pernah menjabat Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bangli itu. (kmb40)
Bupati Lantik Direktur Perusda BMB dan Direktur Bisnis Bank Pasar
BUPATI Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum., M.Kn., Senin (17/6) kemarin melantik Alit Putra Christ Manuel Situmeang, S.T., M.Sc. sebagai Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Kabupaten Bangli dan I Wayan Kardi, S.E. sebagai Direktur Bisnis Perusahaan Daerah (PD) Bank Pasar Bangli periode 20192024. Pelantikan kedua pejabat di Perusda Bangli ini, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Bangli Nomor 539/252/2019 dan SK Bupati Bangli Nomor 539/358/2019. Acara pelantikan yang berlangsung di ruang rapat Krisna Kantor Bupati Bangli, dihadiri Sekda Bangli Ir. I.B. Gde Giri Putra, M.M., Dirut BP Bank Pasar Bangli Ir. I Made Astawa, perwakilan Perbamida wilayah Jawa Timur, perwakilan DPD Perbarindo Bali dan sejumlah pimpinan OPD terkait. Bupati Bangli I Made Gianyar usai pelantikan mengatakan, setiap perusahaan tentu membutuhkan orang-orang yang mampu bekeja keras, punya inovasi dan memiliki visi yang jelas. Sehingga putaran roda perusahaan akan mampu bergerak lebih cepat, tingkat produksi bergerak lebih besar dan mampu meningkatkan daya saing untuk mengantarkan perusahaan selalu menjadi pilihan masyarakat. Sebagai Perusda yang bergerak di bidang energi, pertanian dan perbengkengkelan, Made Gianyar pada kesem-
patan itu meminta Direktur Perusda BMB yang baru bisa bekerja lebih keras lagi mengingat Perusda BMB dalam usahanya tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga mengemban misi pengembangan energi baru terbarukan. Menurutnya, sekarang urusan energi sudah bergeser dari batubara, minyak dan gas menuju energi baru terbarukan. Selain bekerja keras dalam mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Made Gianyar juga meminta Perusda BMB bisa bergerak cepat dalam mendorong sektor pertanian di Kabupaten Bangli. Menurutnya, sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian di Kabupaten Bangli, sehingga sektor ini harus mendapat perhatian utama. Sedangkan untuk bidang perbengkelan, khusus untuk penanganan mobil dinas miliki Pemkab Bangli, Made Gianyar meminta agar Perusda BMB bisa sesegera mungkin menjalin kerja sama dengan pihak Toyota, sehingga penanganan perbaikan maupun perwatan mobil dinas bisa lebih cepat dan efektif. Made Gianyar juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian ESDM karena menjadikan Bangli sebagai salah satu pilot poject pengembangan Energi Baru Terbarukan, khususnya PLTS. Menurutnya dari sekian banyak pengembangan PLTS di Indonesia, PLTS yang dikeola oleh Perusda BMB Bangli, merupakan PLTS
LANTIK - Bupati Bangli I Made Gianyar melantik Direktur Perusda BMB dan Direktur Bisnis PD Bank Pasar Bangli periode 2019-2024. terbaik yang ada di Indonesia. Karena menjadi yang terbaik di Indonesia, kata dia, PLTS Bangli sering menjadi rujukan kunjungan maupun pusat pelatihan energi baru terbarukan. “Kalau urusan penelitian maupun pelatihan energi baru terbarukan, PLTS Bangli pasti selalu menjadi rujukan, karena saat ini PLTS kita memang yang terbaik di Indonesia. Jadi keberhasilan ini tentu tidak lepas dari kerja keras bersama,” ujarnya. Sementara kepada Direktur Bisnis PD BPR Bank Pasar yang baru, Bupati Made Gianyar meminta setelah adanya penambahan direksi, Perusda Bank
Pasar bisa membuat divertifikasi produk maupun layanan. Sehingga ke depan Perusda Bank Pasar tidak hanya mengurus pasar saja tetapi bisa juga menjangkau pertanian. “Sejak Dana Desa masuk tahun 2015, kita sudah rancang, Perusda Bank Pasar akan disinergikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam bentuk Perseoran Terbatas (PT) yang akan kita beri nama PT Bank Perkreditan Rakyat Daerah Kabupaten Bangli. Kata Pasar akan dihilangkan sehingga maknanya tidak sempit hanya mengurus pasar, tetapi juga memperhatikan petani,” kata Gianyar. (ad419)
Selasa Wage, 18 Juni 2019
Penopang Adat
Uruguay Buat Awal Positif
Belo Horizonte – Uruguay menundukkan 10 pemain Ekuador 4-0 dalam pertandingan pembuka Grup C Copa America di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Brazil, Senin (17/6) pagi kemarin. Ini adalah awal yang ideal untuk Uruguay yang juga satu grup dengan juara bertahan Chile dan tim tamu Jepang. Nicolas Lodeiro membuka skor untuk Uruguay pada menit ke-6. Edinson Cavani dan Luis Suarez menambah keunggulan timnya sebelum jeda. Kemenangan telak Uruguay dipertegas oleh gol bunuh diri pemain Ekuador Arturo Mina 12 menit menjelang laga berakhir. ‘’Kami memiliki peluang di babak pertama, berhasil mengambilnya dan itu memberi kami ketenangan untuk mengelola permainan. Ini adalah langkah penting. Kami tahu mereka lawan yang sangat tangguh. Kami memulai pertandingan dengan konsentrasi maksimal dan kami berhasil,’’ kata Cavani yang mencetak gol pertamanya di Copa America dalam partisipasi keempat. Sementara gol Suarez merupakan gol ke-57 untuk Timnas Uruguay. ‘’Yang penting tim menang dan sekarang kami bersiap untuk pertandingan berikutnya melawan Jepang,’’ ujar Suarez. Pelatih Kolombia Hernan Dario Gomez menyebut permainan pada babak pertama lolos dari kendali timnya sehingga kebobolan tiga kali. Dalam laga Grup B,
Boualem Khoukhi mencetak gol pada 13 menit terakhir untuk membawa Qatar mendapatkan hasil imbang 2-2 kontra Paraguay di Rio de Janeiro. Penalti Oscar Cardozo dan tendangan Derlis Gonzalez yang memukau memberi Paraguay keunggulan 2-0. Gol dari Almoez Ali dan Khoukhi merampas kemenangan Paraguay. Pelatih Qatar asal Spanyol Felix Sanchez memuji para pemainnya yang menunjukkan keinginan untuk mengejar ketinggalan. ‘’Ini adalah hal yang paling positif bagi kami. Ini hasil yang adil, kami pantas mendapatkan poin,’’ sebutnya. Hasil ini menempatkan kedua tim di belakang pemimpin klasemen Kolombia yang menang 2-0 atas Argentina sehari sebelumnya. Menurut pelatih Paraguay Eduardo Berizzo, asuhannya menghadapi lawan yang sangat baik dan tahu apa yang akan terjadi. ‘’Kami perlu melihat permainan lini tengah kami,’’ ungkapnya. Gonzalez menambahkan, Paraguay tidak dapat mengelola keuntungan di lapangan sehingga harus keluar dengan rasa pahit.
Wanita Pemain veteran Carli Lloyd menginspirasi Amerika Serikat untuk menang 3-0 atas Chile dalam lanjutan pertandingan Grup F Piala Dunia Wanita di Paris, Prancis. Di grup yang sama, Swedia menundukkan Thailand dengan skor 5-1. Hasil ini meloloskan AS dan Swedia ke babak 16 besar mengikuti langkah Prancis (Grup A), Jerman (B), Italia (C), Inggris (D) serta Belanda dan Kanada (E). Lloyd mencetak dua gol di babak pertama, namun kemudian gagal mengeksekusi penalti. Ia menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam pertandingan Piala Dunia Wanita. ‘’Ini adalah versi terbaik saya dalam karier saya. Apakah Anda menempatkan saya di posisi teratas atau di lini tengah, saya bisa melakukannya,’’ ungkap pemain berusia 36 tahun ini. Sementara itu, Linda Sembrant, Kosovare Asllani, Fridolina Rolfo, Lina Hurtig dan Elin Rubensson mencetak go-gol Swedia ke gawang Thailand. Wakil Asia ini membalas satu gol melalui Kanjana SungNgoen.(afp/kmb)
Di sana akan dibangun dermaga dan tempat bersandarnya kapal terminal penumpang internasional, domestik, marina center, depo minyak, pusat listrik dan usaha besar lainnya. Sutrisno Lukito kemudian menghubungi Candra Wijaya untuk mencari orang yang bisa mengurus izin reklamasi tersebut. Candra kemudian menghubungi Made Jayantara dan menanyakan apakah bisa mencarikan orang untuk mengurus izin pengembangan Pelabuhan Benoa. Jayantara kemudian menghubungi terdakwa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, yang saat itu menjabat Wakil Ketua Kadin Bali. Atas permintaan Jayantara, kata jaksa, Wiraputra mengatakan; Saya bisa bli, karena saya anak angkat dari Gubernur Bali dan saya dekat dengan Gubernur Bali. ‘’Bahkan anaknya yang bernama Sandoz saja dititipkan pada saya,’’ kata jaksa Raka Arimbawa. Untuk mematangkan rencana pengembangan Pelabuhan Benoa, Jayantara kemudian mempertemukan Alit Wiraputra dengan Candra Wijaya utusan Sutrisno dan Putu Pasek Sandoz Prawirotama (anak gubernur saat itu). Tujuan pertemuan itu untuk membagi tugas antara Jayantara, Candra Wijaya, Alit Wiraputra dan Sandoz, untuk mengurus izin pengembangan kawasan
Pelabuhan Benoa. Saat itu terungkap bahwa investasi mencapai Rp 3 triliun. Ketika itu Alit Wiraputra menyanggupi bahwa dia sanggup mempertemukan Sutrisno dengan Gubernur Bali, karena dia sudah dianggap anak angkat. Demikian pula segala perizinan disanggupi dalam waktu yang cepat pula. Selain itu, terdakwa Gung Alit juga mengaku bisa melobi anggota DPRD, tokoh masyarakat, bisa memanggil kepala dinas yang berkaitan di Pemprov Bali. Untuk memuluskan rencana itu, kata jaksa, terdakwa minta dana Rp 30 miliar, untuk diberikan ke instansi terkait untuk perizinan. Terdakwa Gung Alit minta dana operasional di awal Rp 6 miliar dan sisanya Rp 24 miliar bisa dibayar bertahap sesuai dengan perjanjian. Atas dasar itu, Sutrisno percaya saja. Alit pun selaku utusan Sutrisno Lukito mulai mengajukan permohonan izin, dengan nama perusahaan PT Bangun Segitiga Mas dengan Direktur Candra Wijaya. Pada Juni 2013, terbit surat Bappeda Bali No. 650/1692/bappeda perihal paparan feasibelity study PT Bangun Segitiga Mas, untuk dipakai mengurus izin prinsip. Dan itu dapat dipenuhi sepanjang memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan mendapat persetujuan atau rekomendaai DPRD Bali. Namun, kata jaksa dalam dakwaannya, surat itu bukan-
lah surat rekomendasi dari Gubernur Bali seperti yang diinginkan Sutrisno. Namun surat itu sebagai syarat kelengkapan untuk mengajukan permohonan rekomendasi dari Gubernur Bali. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan dan saling pengertian, Sutrisno kembali menyerahkan uang secara bertahap hingga Rp 16.010.000.000. Namun, kata jaksa, terdakwa Alit Wiraputra tidak pernah menindaklanjuti pengurusan surat izin rekomendasi pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa. Dan surat rekomendasi itu tidak pernah diterbitkan Gubernur Bali kepada PT Bangun Segitiga Mas. Padahal perjanjiannya enam bulan. Namun hingga tujuh tahun rekomendasi itu tidak pernah diterbitkan Gubernur Bali. Kata jaksa, adapun dana yang sudah diterima dibagi-bagi. Kepada Putu Pasek Sandoz sebesar Rp 7,5 miliar, Candra Wijaya Rp 4,6 miliar dan Jayantara Rp 1,1 miliar. Sedangkan sisanya diterima terdakwa. Dalam dakwaan jaksa disebutkan, karena terdakwa tidak dapat mengurus izin dan rekomendasi, maka Sutrisno menuntut supaya Gung Alit mengembalikan uang Rp 16.010.000.000. ‘’Namun, Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra tidak mau mengembalikan, dan Sutrisno mengalami kerugian Rp 16.010.000.000,’’ tandas JPU Raka Arimbawa. (kmb37)
Urus Izin
Selasa, 18 Juni 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Mupuk Padagingan Tawur Pedanan lan Nawa Gempang (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus and Friend Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Gatra Praja Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Parameter Taksu Dalang Muda, Wayan Nyambu Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg
12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 30 Wita 0:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita
Linggih, Padudusan Agung, Mupuk Padagingan Tawur Pedanan lan Nawa Gempang (5) Berita Siang Klip Bali Solusi Alternatif Seputar Bali Terkini Klip Bali Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Folk Song Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Upakara Taman Sari TK Kumara Sari Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Solusi Alternatif Jamu Tetes HaGe Ista Dewata Pura Dalem Samuan Agung Klungkung Sansekerta Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Dalem Ped Nusa
Penida (3) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
Pemberian ruang pada seni sebunan bertujuan untuk memperkuat upaya pelestarian seni tradisi orisinal yang hidup di masyarakat sebagai penopang adat, agama, tradisi, dan kearifan lokal lainnya. ‘’Sekaa sebunan memiliki ciri ikatan yang kuat sesama anggota, guyub, dan bergotong royong yang harus dipelihara untuk memperkuat kohesi sosial kehidupan masyarakat Bali. Hal ini sangat penting dalam memelihara tata kehidupan masyarakat yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal segilik-saguluk, paras-paros, salunglung-sabayantaka, sarpanaya,’’ kata Koster. Selain itu, Pesta Kesenian Bali ke-41 juga menampilkan wajah keistimewaan yang berpihak kepada masyarakat kecil yaitu para peserta pameran yang merupakan pelaku industri kecil menengah (IKM) tidak lagi dipungut biaya alias gratis. Tujuannya adalah untuk membantu meringankan beban biaya para pelaku industri kecil menengah dari seluruh kabupaten/kota se-Bali guna memotivasi dan menggerakkan industri kreatif berbasis budaya branding Bali, yang bermutu dan berdaya saing, berorientasi ekspor. ‘’Hal ini dimaksudkan untuk menjadikan Pesta Kesenian Bali sebagai pesta rakyat, rakyat bergembira-
bersukacita dalam mengikuti, menyaksikan, dan menikmati keseluruhan suasana penyelenggaraan pesta seni sebagai pestanya krama Bali sesuai spirit Bali Era Baru,’’ tegasnya. Ucapan Koster tersebut disambut gemuruh tepuk tangan dan teriakan dari sekitar 7.000 warga Bali yang memadati panggung terbuka Ardha Chandra. Luapan kegembiraan ini bisa dipahami mengingat selama bertahun-tahun biaya sewa stan pameran dan seleksi peserta pameran selalu menjadi bahan polemik berkepanjangan. Keberanian Koster untuk menggratiskan biaya sewa stan pameran adalah angin segar yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh para pelaku industri kecil. Selain itu, format penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali tahun ini ditata secara kreatif dan inovatif sebagai bagian dari implementasi kebijakan yang diatur dalam Peraturan Gubernur Bali mengenai; Penggunaan Busana Adat Bali, Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, serta Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Hal ini tampak secara langsung dalam penyelenggaraan sehari-hari PKB: jumlah tong sampah yang diperbanyak serta tidak ad-
anya penggunaan tas plastik sekali pakai di stan-stan kuliner. Lomba menghias gebogan juga menggunakan buah produk petani lokal. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa acara seni budaya dapat digunakan secara efektif sebagai media penyebarluasan pesan dan tindakan positif, mulai dari pesan tentang keberpihakan pada produk pertanian lokal dan industri kecil dan menengah (IKM) hingga pentingnya gerakan bersama untuk melindungi alam kita dari ancaman sampah plastik. ‘’Wahana seni budaya sebagai media untuk melakukan perubahan sosial memang paling tampak di Bali. Di Tanah Dewata inilah, kesenian berfungsi seperti oksigen, yang ada di mana-mana dan wajib dihirup sepenuh dada sehingga mampu merasakan Bali yang sejati-jatinya,’’ papar Koster. Selain sebagai wahana pelestarian dan pengembangan seni-budaya Bali, serta sebagai media untuk menyebarluaskan pesan-pesan y a ng t e rka nd ung d a la m pergub dan perda, Koster juga meniatkan PKB sebagai wahana rekonsiliasi nasional. ‘’Dinamika politik itu memang seringkali membelah kehidupan masyarakat, tetapi jangan lupa ada seni yang dapat menyatukan kita kembali,’’ ujarnya. ‘’Melalui Pesta Kesenian Bali ini, mari kita tebarkan spirit kedamaian dan toler-
ansi dalam kebinekaan guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa,’’ tegasnya. Berbagai inovasi yang dikonsep Koster tersebut memang berhasil membuat PKB tampil jauh lebih segar dan cerah, bak memiliki wajah baru. Wajah baru ini tampak jelas pada malam kedua PKB. Lorong dan jalan di Taman Budaya tampak bersih dari sampah dan stanstan pameran tertata dengan baik. Suara pindekan (balingbaling bambu) -- implementasi nyata Bayu Pramana -- saling bersahutan dengan alunan gamelan. Masyarakat pun bisa menikmati berbagai pementasan kesenian dengan lebih nyaman dan tenang. Pada malam kedua itu, Koster memberikan sambutan pada pementasan dari Institut Seni dan Budaya (ISBI) Papua di Kalangan Ayodya. Usai menguraikan tentang inovasi-inovasi yang dilakukannya, serta tekadnya untuk mengalokasikan lebih banyak dana bagi pesta kesenian-pesta kesenian di tingkat kabupaten dan kota, Koster menegaskan betapa pentingnya seni-budaya. ‘’Tanpa kesenian dan kebudayaan, kami orang Bali tidak akan ada lagi,’’ tegasnya. Rangkaian tepuk tangan gemuruh yang menyambut pernyataan-pernyataan Koster menunjukkan bahwa upayanya memberi wajah baru pada PKB memperoleh dukungan luas masyarakat. (kmb)
Nomor Antrean
Sebelumnya ditetapkan hingga pukul 13.00, namun kemudian direvisi dan bisa dilayani hingga pukul 17.00. ‘’Bukan hari ini saja, sampai tiga hari
ke depan orangtua siswa bisa mengambil token. Dan ingat, pengambilan token ini yang untuk mendaftar online, jadi nomor antrean pengambilan token tidak memengaruhi, baik pertama maupun terakhir,’’ ujar Gunawan saat memantau
di SPMN 10, kemarin. Gunawan memastikan bila selama tiga hari masih ada yang belum mendapatkan token, pihaknya akan memberikan waktu perpanjangan kembali. Misalnya di satu sekolah masih ada penumpukan, jadi
di sekolah itu saja yang diperpanjang. Seperti diketahui, lulusan siswa SD di Denpasar tahun ini sebanyak 13.946 orang. Sedangkan daya tampung di SMP negeri sebanyak 3.740 orang. (kmb12)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Selasa Wage, 18 Juni 2019
Oratorium ’’Bali Padma Bhuwana’’ ISI Denpasar
Bayu Pramana
Bali Post/kmb
TAMAN PENASAR - Sekaa Santi Sanggar Leklok tampil dalam lomba Taman Penasar di Taman Budaya kemarin.
Sanggar Leklok Wakili Tabanan Dalam Lomba Taman Penasar
SEKAA Santi Sanggar Leklok mewakili Kabupaten Tabanan dalam Lomba Taman Penasar pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI. Sanggar ini tampil di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya, Senin (17/6) kemarin, dengan judul garapan ‘’Pranayama lan Panca Gita Ngawinang Santi Jagadhita’’. ‘’Tanpa angin, kita tidak akan bisa hidup. Itu garis besarnya sesuai dengan tema PKB Bayu Pramana,’’ ujar Penata Tabuh I Made Suanta di sela-sela lomba. Menurut Suanta, ada bermacam-macam Pupuh yang dibawakan oleh Sanggar Leklok dalam Taman Penasar. Di antaranya Pupuh Sinom, Pupuh Durma, Pupuh Ginanti, Pupuh Semarandana, Pupuh Dangdang, dan Pupuh Pangkur. Anggota sanggar yang tampil, sebagian besar merupakan remaja untuk memenuhi ketentuan umur peserta antara 17-25 tahun. Adanya
ketentuan umur diakui menjadi tantangan tersendiri. ‘’Cukup sulit, harus latihan kontinu. Kami persiapan empat bulan,’’ imbuhnya. Meski demikian, lanjut Suanta, ada pula yang sudah mempunyai sedikit dasar karena memang menyukai kesenian Gita Santi ataupun menabuh. Secara umum, mereka tetap dilatih dari nol setelah sebelumnya diseleksi per kecamatan. ‘’Pesantian zaman sekarang kan memang agak menurun di kalangan remaja,’’ pungkasnya. Koordinator Santi Sanggar Leklok, I Gede Arum Gunawan mengatakan, pentas tersebut berjudul ‘’Pranayama lan Pancagita Ngawinang Santi Jagadhita.’’ Pranayama berarti pengendalian nafas dan pancagita yaitu lima macam suara yang terdiri atas puja mantra, suara genta, suara gong, suara kulkul dan suara geguritan atau suara kidungan. (rin)
PESTA KESENIAN Kisahkan Kemasyhuran Raja BALI KE-41 Dalem Waturenggong
DALEM Waturenggong mampu menorehkan pencapaian peradaban Bali yang agung pada abad ke-16 Masehi. Sang Raja termasyhur sebagai pemimpin yang arif bijaksana dalam mengendalikan pemerintahan, memiliki perhatian penuh dan kesungguhan terhadap kesejahteraan rakyat. Demi kestabilan jalannya pemerintahan dan keharmonisan rakyat Bali, Raja Dalem Waturenggong meneladani tonggak-tonggak mulia yang pernah direngkuh kakek moyangnya, seperti Raja Jaya Pangus dan Raja Sri Asta Sura Ratna Bhumi Banten. Tidak hanya itu, penerus Dalem Ketut Ngulesir ini memohon anugerah para Dewata-Dewati untuk kebahagiaan rakyat Bali secara sekala-niskala dengan menggelar upacara Nangluk Merana dan Eka Dasa Rudra. Kejayaan itu dikisahkan dalam oratorium tari berjudul ‘’Bali Padma Bhuwana’’ yang dibawakan ISI Denpasar pada pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 di panggung terbuka Ardha Candra Taman Budaya, Art Centre Denpasar, Sabtu (15/6) malam. Penampilan ISI Denpasar tersebut
mendapat apresiasi yang luar biasa dari para penonton yang memadati panggung itu. ‘’Cerita yang diangkat tentang Raja Dalem Waturenggong banyak mengandung tuntunan bagi umat manusia bahwa kita perlu membangun keseimbangan antara nalar, etika dan estetika,’’ ujar Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. Garapan oratorium ‘’Bali Padma Bhuwana’’ ini ditata dan didukung oleh tim karawitan, tari, pedalangan, gerong, kostum, properti dan lainnya dengan total sekitar 300 orang. Sementara itu, eksekusi latihan konsep memakan waktu hingga tiga minggu. ‘’Bagi kami penampilan ini adalah peluang dan tantangan. PKB memberi peluang untuk seniman berkreativitas, sedangkan tantangannya adalah ISI harus dapat tampil m a k s i - mal, tidak
kepada siswa. TK Saraswati 1 Denpasar juga mengedukasi anaknya peduli masalah sosial. Siswa sering diajak memberikan bantuan kepada korban bencana alam seperti tanah longsor di Jalan Kecubung Gang Sedap Malam yang menimpa rumah siswanya. Sekolah ini memiliki lima ekstra unggulan yakni pengenalan komputer, bahasa Inggris, drum band, menggambar, dan menari. Dari ekstra ini melahirkan prestasi di antaranya juara I lomba lagu dan gerak ‘’Baca Bali Post’’, Drum Band Ganesha Kumara Jaya langganan juara di Langgam Indonesia. Seperti juara I kostum dalam divisi konser, juara III music ensamble, juara favorit devisi konser, juara III divisi konser, dll. Siswanya juga meraih juara III lomba mewarnai. Di Gebyar PAUD Kota Denpasar 2019 meraih juara III lomba dolanan dan juara I lomba tari Pendet. TK ini mengutamakan pendidikan karakter. Seperti melatih disiplin mengikuti upacara
tiap Senin, membuang sampah pada tempatnya. Tiap Sabtu siswa membersihkan lingkungan sekolah, mandiri mencuci tangan dan menerapkan 5-S yakni sapa, salam, senyum, santun dan sopan. Khusus untuk ekstra seni dan baleganjur, dibina oleh guru khusus. Sekolah ini memiliki perangkat gambelan dan pernah meraih juara harapan II se- Kota Denpasar. Tahun ini TK Saraswati 1 Denpasar masih menerima pendaftaran calon siswa baru. Bagi warga Denpasar yang anaknya ingin memiliki karakter kuat, bisa bergabung ke sekolah ini karena masih tersisa satu kelas lagi. Pendaftaran ditutup hingga dimulainya tahun ajaran baru pertengahan Juli 2019. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. mengapresiasi kinerja guru dan kasek TK Saraswati 1 Denpasar karena sukses menanamkan pendidikan karakter. Itulah tujuan utama pendidikan di TK melalui pembiasaan-pembiasaan positif. (sue)
ORATORIUM Penampilan oratorium tari ‘’Bali Padma Bhuwana’’ garapan ISI Denpasar pada pembukaan PKB ke-41 di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Bali, Sabtu (15/6) malam.
KESEHATAN
Aston Kuta
warga bahu-membahu menyiapkan fasilitas, mempromosikan sampai menyiapkan SDM untuk mengelola desa wisata ini. Hasilnya secara perlahan-lahan, Desa Belimbing mulai diketahui publik sebagai salah satu tujuan wisata yang menjanjikan terutama bagi wisatawan yang menyukai petualangan alam yang masih alami. Wisatawan yang hendak menikmati keindahan alam ditawarkan paket-paket wisata. Wisata yang bisa dinikmati adalah tur di jalur trekking. Jalur ini tersedia jalur pendek, sedang dan panjang. Untuk bisa menikmati jalur ini, ada jasa guide lokal yang ditawarkan oleh
Lokasi Strategis Jadi Andalan
WONDERFUL BALI
BUDAYA PENDIDIKAN
SENIMAN
Desa Belimbing, Desa Wisata Permata Hijau sama populasi keranya. Dengan daya tarik ini, Desa Belimbing kemudian menjadi desa wisata yang saat ini sudah mulai menarik wisatawan untuk datang berkunjung. Di samping itu, karena memiliki nira dan memproduksi gula aren secara tradisional, Desa Belimbing masuk dalam program kawasan nikosake (nira, kopi, salak dan kelapa) yang saat ini sedang gencar didorong oleh Pemkab Tabanan. Ketua BPD Desa Belimbing I Made Sumertadana, belum lama ini mengatakan, Desa Belimbing sudah mulai dirintis menjadi desa wisata sejak tahun 2009. Selama 10 tahun perangkat desa bersama-sama
nampilkan tabuh ‘’Ketug Bhumi’’ yang mengiringi Maskot Pesta Kesenian Bali ‘’Siwa Nata Raja’’ pada pelepasan pawai yang ditandai dengan pemukulan kulkul oleh Presiden Joko Widodo di Monumen Bajra Sandhi, Renon. (win)
KULINER
JUARA - Kepala TK Saraswati 1 Denpasar Ni Wayan Kartini saat DB Ganesha Kumara Jaya meraih juara di Bali.
INGIN menikmati suasan desa dengan hamparan sawahnya yang menghijau? Datanglah ke Desa Belimbing Kecamatan Pupuan, Tabanan. Desa ini dinamakan Belimbing karena geografisnya seperti buah belimbing. Beberapa sisi dipotong oleh sungai dan kondisi lahannya miring sehingga untuk bisa bercocok tanam, lahan harus dibentuk terasering. Inilah yang menjadi keunikan desa ini. Luas lahan sawah di desa ini mencapai 360 hektar sehingga dijuluki permata hijau. Tidak sampai di sana, Desa Belimbing juga memiliki Pura Luhur Mekori yang dikelilingi oleh hutan tropis seluas 18 hektar ber-
harus dapat mengendalikan bayu, sehingga segala energi yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik. ‘’Bayu itu sangat universal, bisa diterjemahkan dalam berbagai bidang,’’ pungkasnya. Selain menampilkan oratorium ‘’Bali Padma Bhuwana’’, ISI Denpasar juga me-
TOP IN VASI
TK Saraswati 1 Denpasar Utamakan Pendidikan Karakter
TAMAN Kanak-kanak (TK) Saraswati 1 Denpasar di Jalan Kamboja Denpasar adalah salah satu TK swasta unggulan di Denpasar. TK ini dipimpin Ni Wayan Kartini, S.Pd., memiliki 115 siswa, dibina 13 guru berkualitas. Belum lama ini Kasek Ni Wayan Kartini melepas 73 lulusan TK–A dan TK-B. Mulai tahun ini TK ini membuka Play Group (PG) dengan kapasitas satu kelas. Yang menarik, TK Saraswati 1 Denpasar terakreditasi A dari Badan Akreditasi Sekolah (BAS) sehingga dikejar masyarakat karena mutunya. Wayan Kartini mengungkapkan TK Saraswati 1 Denpasar memiliki segudang keunggulan. Selain lokasinya strategis di Jalan Kamboja Denpasar, biaya pendidikan sangat terjangkau. Semua siswa masuk pagi pukul 07.30-10.00 Wita. Tiap hari guru menyiapkan snack dan kacang hijau, dan menu sehat lainnya. Jika siswa tak masuk karena sakit, kasek dan guru wajib home visit. Ini dikatakan Wayan Kartini sebagai bentuk pelayanan dari hati ke hati
hanya sebagai kelangenan atau hiburan melainkan juga harus memberi tuntunan,’’ tandas Prof. Sugiartha. Dikaitkan dengan tema PKB ‘’Bayu Pramana: Memuliakan Sumber Daya Angin’’, dikatakan bahwa bayu tidak hanya dijadikan tenaga dan angin, sehingga dalam cerita tidak semata-mata bercerita tentang angin saja. Baginya, bayu dapat pula berarti tenaga dalam menjalankan ritual, juga berkaitan tentang segala energi yang dikeluarkan dalam menari dan menabuh. Hal ini tentunya terkait dengan kepemimpinan yang
penduduk setempat. Tidak hanya itu, ada juga yang langsung menyiapkan makanan bagi wisatawan yang mengambil paket trekking. Adapun paket yang ditawarkan adalah paket jalan-jalan di persawahan, paket trekking, paket bersepeda sampai atraksi seperti atraksi panjat pohon kelapa dan atraksi mabombong. Desa Belimbing memiliki daya tarik lainnya adalah air terjun. Saat ini baru dua air terjun yang bisa ditawarkan sebagai daya tarik wisata yaitu Selingsing Benben dan Selingsing Sade. Potensi lain yang hendak digali adalah paket pembuatan gula aren. (san)
Bali Post/gie
LOKASI sebuah akomodasi, menjadi pertimbangan utama bagi wisawatan. Inilah yang menjadi daya tarik Aston Kuta Hotel & Residence. Hotel berbintang empat ini berlokasi strategis di wilayah Kuta, dekat dengan Bandara Internasional Ngurah Rai, Pantai Jerman, Pantai Kuta, Waterboom, dan berbagai pusat perbelanjaan. ‘’Kami membuat suasana hotel setenang dan senyaman mungkin meski sangat dekat dengan pusat hiburan dan perbelanjaan. Kami ingin para tamu bisa beristirahat dan melepas lelah seusai berwisata,’’ ujar Rizka Fitriana, Asisten Marcomm Manager Aston Kuta, belum lama ini. Atmosfer alam dan kesan tradisional Bali memang terasa sangat kental di hotel ini. Ketika tamu memasuki lobi, langsung disambut dengan musik rindik yang merdu. Hotel ini memiliki 209 kamar yang terdiri dari 4 kategori, yaitu kamar Superior, Deluxe, Family dan Premier Suite. Semua tipe kamar memiliki ruang yang luas dan dilengkapi dengan bathtub untuk memanjakan tubuh lelah para tamunya. ‘’Aston Kuta dilengkapi fasilitas kolam renang anak dan juga dewasa yang dilengkapi dengan pool bar, kids club, gym, spa, dan 7 pilihan ruang pertemuan yang dapat menampung sampai dengan 180 orang,’’ imbuh Rizka. Bagi tamu yang enggan keluar dari wilayah hotel, Aston Kuta juga menyediakan Rooftop Lounge yang terletak di lantai tujuh yang sangat cocok sebagai tempat bersantai di sore hari. Berlatar belakang pemandangan matahari terbenam di atas Pantai Jerman, Lighthouse Rooftop menyediakan acara reguler setiap harinya seperti All-You-Can-Eat BBQ yang ditemani dengan live music. Berdiri sejak tahun 2009, profesionalitas pelayanan Aston Kuta Hotel sudah tidak diragukan lagi. Aston Kuta menjanjikan standar kenyamanan dan pelayanan yang terbaik dengan dilengkapi sertifikasi internasioal seperti ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu dan juga ISO 22000:2015 untuk Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Dalam 10 tahun eksistensinya, Aston Kuta juga banyak mendukung program sosial seperti mempekerjakan penyandang disabilitas dan juga program anak asuh untuk warga yang kurang mampu. ‘’Aston Kuta merupakan suatu penawaran paket lengkap yang dapat memberikan pengalaman liburan yang tidak terlupakan,’’ tutup Rizka. (gie)
Bali Post/ist